Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Majelis Desa Adat Provinsi Bali Dikukuhkan
Gubernur Koster: Desa Adat Jadi Pilar Mengembalikan Taksu Bali
SEJARAH baru kembali tercipta di Pura Samuhan Tiga, Bedulu, Gianyar, saat Gubernur Bali Wayan Koster mengukuhkan Bendesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali yang pertama, Selasa (6/8) kemarin. Sebelum pengukuhan dilakukan deklarasi Pembentukan Majelis Desa Adat sesuai dengan Perda Provinsi Bali No. 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali yang sudah diresmikan pemberlakuannya tanggal 4 Juni 2019 lalu di tempat yang sama. Pengurus terpilih merupakan hasil dari Paruman Agung Desa Adat se-Bali yang diikuti oleh 1.493 desa adat se-Bali termasuk pengurus Majelis Madya yang ada di kabupaten/kota. Sebelumnya Paruman Agung dibuka oleh Gubernur Bali Wayan Koster yang didampingi Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Paruman Agung digelar seiring dengan berakhirnya kepengurusan Majelis Utama Desa Pakraman periode 2014-2019. Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet terpilih sebagai Bendesa Agung Majelis Desa Adat periode 2019-2024. Dalam sambutannya usai pengukuhan, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan mengurus desa adat harus dilakukan dengan sungguhsungguh dan tidak sekadar retorika. Menurutnya, pariwisata di Bali menjadi yang terbaik di dunia tidak lepas dari keberadaan desa adat yang menjadi rohnya. ‘’Jalan bagus, hotel bagus, tidak ada artinya kalau tidak ada jiwa di wilayah itu. Roh yang ada di desa adat,’’ tegas mantan anggota DPR-RI ini.
Oleh karena itu, Gubernur Koster meminta Majelis Desa Adat menuntaskan apa yang menjadi mandat dari Paruman Agung ini. Ia menyerahkan sepenuhnya pembangunan desa adat kepada Majelis Desa Adat. ‘’Tugas saya sebagai gubernur adalah memfasilitasi. Enggak usah meminta, saya akan memberi. Ini tugas pemerintah,’’ kata Ketua DPD PDI-P Provinsi Bali ini. Ia berharap desa adat menjadi pilar untuk mengembalikan taksu alam Bali. Keseriusan Gubernur Koster untuk mengurusi desa adat ditunjukkannya bukan saja dengan mengeluarkan Perda No. 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali, namun telah merancang OPD khusus setingkat eselon II yang akan mengurusi desa adat, yakni Dinas Pemajuan Desa Adat. Selain itu dalam waktu dekat Gubernur juga akan membuatkan kantor untuk Majelis Desa Adat Provinsi Bali. Dalam acara pembukaan Paruman Agung, Gubernur Koster menunjukkan desain kantor yang akan berdiri di kawasan Renon, Denpasar tersebut. Tidak menggunakan dana APBD, Gubernur berencana memanfaatkan dana CSR untuk pembangunannya. Bahkan untuk kabupaten/kota yang dianggap perlu, Gubernur Koster juga akan membantu pembuatan kantor sebagai tempat pertemuan para bendesa adat. Gubernur mengajak seluruh komponen di Bali untuk bersatu bersama-sama mewujudkan Visi ‘’Nangun Sat Kertih Loka Bali’’ di mana desa adat menjadi komponen penting di dalamnya.(kmb)
Penyebab ’’Blackout’’
Polri Sebut Bukan Sabotase Jakarta (Bali Post) – Dugaan listrik padam total (blackout) di sebagian Jawa akibat sabotase telah diinvestigasi awal pihak Polri. Hasilnya, Polri menyebut penyebab lebih karena faktor alam. Namun penyelidikan lebih lanjut akan tetap dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti. Tidak adanya unsur sabotase diungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol. Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (6/8) kemarin. Hal itu diketahui dari hasil investigasi awal Polri untuk mencari penyebab listrik padam. ‘’Dapat dipastikan dari investigasi awal, tidak ditemukan unsur sabotase maupun serangan terorisme,’’ kata Brigjen Dedi. Menurutnya, tim investigasi Bareskrim akan bertolak ke Jawa Tengah untuk menelusuri penyebab insiden listrik padam. Tim Bareskrim ini akan membantu Polda Jawa Tengah yang telah terlebih dulu melakukan investigasi penyebab mati listrik massal tersebut. Dedi mengatakan, PLN Semarang sangat terbuka terhadap upaya penyelidikan. Kepada polisi, PLN Semarang telah memaparkan proses mekanisme saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) di jalur Ungaran dan Pemalang. Terkait dugaan sementara listrik padam karena kerusakan jaringan SUTET akibat pepohonan tinggi, Polri akan mendalami dugaan tersebut. ‘’Kan baru dugaan sementara penyebabnya pohon, tentu nanti dibahas secara komprehensif,’’ katanya. Sementara itu, Kapolda Jawa Tengah Inspektur Jenderal Polisi Rycko Amelza Dahniel menyatakan penyebab terjadinya pemadaman listrik di Jakarta serta sebagian Jawa Barat dan Jawa Tengah pada Minggu (4/8) diduga karena ada beberapa jaringan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) yang korsleting karena terkena pohon di daerah Gunungpati, Semarang. ‘’Hasil investigasi memang ini berhubungan satu dengan lainnya. Saya mendapatkan laporan ketika saya masih di Manado kemarin dari Kapolrestabes Semarang, yang mendapatkan laporan dari Pam Obvit. Salah satu penyebabnya adalah terganggunya pasokan listrik di turbin (PLTU) Suralaya,’’ katanya kepada wartawan. Namun, penyebab-penyebab lainnya masih dilakukan investigasi. Yang jelas, kepolisian sudah melakukan investigasi apakah ada unsur kesengajaan atau ada unsur kelalaian atau ada unsur sabotase. Hasil penyidikan Polda Jateng sementara memang faktor dari alam. Ia menduga pemadaman listrik tersebut terjadi karena petugas PLN kurang memerhatikan pohon-pohon yang sudah menjulang tinggi di bawah kabel-kabel SUTET. Menurutnya, petugasnya memang sudah ada di daerah itu dan telah memotong pohon namun ada lompatan listrik. ‘’Saya mendapat informasi jika salah seorang petugas terluka karena sengatan listrik,’’ katanya. (ant)
PARUMAN AGUNG - Gubernur Bali Wayan Koster berfoto bersama sejumlah peserta Paruman Agung Desa Adat se-Bali yang diikuti oleh 1.493 desa adat se-Bali termasuk pengurus Majelis Madya yang ada di kabupaten/kota, di Pura Samuhan Tiga, Bedulu, Gianyar, Selasa (6/8) kemarin,
Bayar Kompensasi PLN Potong Gaji Karyawan
Jakarta (Bali Post) – Sebagai bentuk tanggung jawab atas kerugian yang diderita konsumen akibat terjadinya pemadaman total listrik di sebagian Pulau Jawa, PLN dipastikan akan memberikan kompensasi kepada pelanggan. Diperkirakan jumlah dana kompensasi mencapai Rp 839 miliar. Adapun sumber dana akan menggunakan biaya operasional yang ditutupi dari efesiensi gaji karyawan. Ini berarti PLN akan melakukan pemotongan gaji.
BERI KETERANGAN - Plt. Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani menyampaikan keterngan kepada wartawan usai bertemu pimpinan Komisi VII DPR di kompleks Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (6/8) kemarin. Sripeni menjelaskan tindak lanjut penangangan listrik padam total (blackout). Juga tentang rencana pemberian kompensasi kepada pelanggan.
‘’Ya, maka harus hemat lagi, nanti gaji pegawai dikurangi kira-kira begitu,’’ kata Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Djoko Raharjo Abumanan di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (6/8) kemarin. Lebih rinci, ia menjelaskan bahwa pemotongan biaya operasional kerja salah satunya adalah dari gaji, nanti akan dilihat berdasarkan prestasi kinerja tiap individu karyawan. Menurutnya, ada tiga tingkatan patokan gaji
di PLN, apabila kinerja tidak menunjukkan prestasi atau tidak produktif maka akan terkena kebijakan pengurangan biaya bonus bulanan. ‘’Di PLN sudah ada aturan itu, kalau kinerja tidak bagus ya… dipotong gajinya,’’ tegasnya. Namun, Djoko menjelaskan, pengurangan biaya operasional diperhitungkan tidak sampai mengurangi kesejahteraan dari pegawai. Hal. 15 Beri Konpensasi
Kongres V PDI-P Siap Digelar Jakarta (Bali Post) – Kongres V PDP-P siap digelar. Para peserta sejak Selasa (6/8) kemarin sudah mulai berdatangan. Panitia telah menyatakan kesiapannya menyelenggarakan forum tertinggi partai. Selain dikuatkan dengan tekad menjadikan PDI-P sebagai partai pelopor dan modern, Kongres V ini juga diselenggarakan dalam semangat menjaga budaya dan alam lingkungan. Karena itulah panitia menggelar pentas budaya dan berpantang
menggunakan bahan tidak ramah lingkungan. Demikian disampaikan Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (6/8) kemarin. Pihaknya menyatakan panitia kongres telah bersiap menyambut dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh tamu, penggembira termasuk sejumlah tamu VVIP yang hadir saat pembukaan kongres, 8 Agustus. Hal. 15 Budaya Kearifan Lokal
Bulfest Ke-7 Dibuka
Bupati PAS Yakin Pariwisata Den Bukit Menggeliat DUET pimpinan Bupati Putu Agus Suradnyana dengan dr. Nyoman Sutjidra (PASSutjidra) berjalan dua periode. Selama kepemimpinan duet PAS-Sutjidra ini sukses menggulirkan Buleleng Festival (Bulfest). Event yang sudah ditetapkan menjaji calendar of event dan diakui oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) ini BUKA BULFEST - Tahun 2019 ini Buleleng Festival (Bulfest) kembali digelar dari 6 sampai 10 Agustus 2019. Jika sebelumnya Bulfest masih tahap menunjukkan rasa ‘’jengah’’ Buleleng, sekarang Bulfest sudah menjadi atraksi wisata yang rutin digelar dan ini mendukung pengembangan wisata di gumi Den Bukit.
sudah memasuki gelaran ke-7. Dari gelaran yang mengusung visi pelestarian, penggalian seni budaya, dan promosi ini ke depan akan menjadi ‘’modal’’ dalam pembangunan industri pariwisata di Den Bukit. Gelaran Bulfest tahun ini mengusung tema ‘’Shining Buleleng’’ yang artinya Buleleng Bersinar. Selama lima hari dari tanggal 6 sampai 10 Agustus 2019 ini akan ditampilkan sejumlah kesenian tradisional Buleleng mulai dari tari Panyembrahma massal, parade gong kebyar, workshop kesenian, hingga sejumlah hiburan modern. Tidak ketinggalan sejumlah stan kuliner, dan produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai ajang baik penjuaan langsung hingga promosi untuk para buyer. Materi tersebut secara umum tidak jauh beda dari gelaran Bulfest tahun-tahun
sebelumnya. Namun sejalan dengan kebijakan pemerintah, setiap pergelarannya ditampilkan materi baru. Tahun ini hal baru ditampilkan dalam arena Bulfest adalah keterlibatan kalangan milenial. Tidak saja melakukan kegiatan edukasi, namun peran kalangan milenial ini diberikan ruang untuk memajang produk mereka mulai dari kerajinan, produk daur ulang barang bekas, hingga prduk berkualitas lain. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS) seusai membuka Bulfest ke-7 di panggung utama depan Tugu Singa Ambararaja, Selasa (6/8) kemarin, mengatakan setelah tujuh kali digulirkan, Bulfest sudah menunjukkan hasil positif. Ini dibuktikan dengan pengakuan pemerintah pusat terhadap gelaran yang digagasnya itu dan dimasukkan dalam calendar of event.
Keberhasilan ini pun seakan gayung bersambut dengan dibangunnya jalan baru batas kota Singaraja – Mengwitani atau yang dikenal dengan jalan shortcut. Pembangunan infrastruktur ini selain memecahkan ketimpangan pembangunan antara Bali Selatan dan Bali Utara, juga telah memenuhi konsep pembangunan pariwisata yakni bidang aksesibilitas. Dengan akses yang lebih pendek, maka target untuk merangsang kunjungan wisatawan datang ke Buleleng akan mulai diwujudkan. Menurut Bupati asal Desa Banyuatis Kecamatan Banjar ini, hasil positif Bulfest sekarang adalah dalam bidang amenity. Ini dibuktikan dengan beberapa investor mulai tertarik untuk menanamkan modalnya di Buleleng. Hal. 15 Hasil Positif
DENPASAR
2
Pasar Badung Dilengkapi ”Wayan Adhyaksa” Denpasar (Bali Post) – Keberadaan Pasar Badung usai direvitalisasi tahun lalu, kini semakin lengkap dengan berbagai fasilitas. Bukan saja fasilitas untuk aktivitas bisnis pasar, namun juga keperluan lain. Seperti yang dilakukan Selasa (6/8) kemarin, PD Pasar kembali menambah fasilitas untuk masyarakat umum, yakni Pos Wayan (Wadah Pelayanan) Adhyaksa. Pembukaan Pos Wayan Adhyaksa ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara Pemkot Denpasar dengan Kejaksaan Negeri di
Pasar Badung. Dirut PD Pasar Kota Denpasar I.B. Kompyang Wiranatha yang ditemui usai penandatangan kerja sama mengatakan, pelayanan ini dilakukan untuk melengkapi fasilitas untuk masyarakat umum di Pasar Badung. “Pasar tidak hanya untuk transaksi jual-beli, tetapi juga bisa mendapatkan pelayanan lain di luar cor bisnis perdagangan,” ujar Kompyang Wiranatha, Selasa (6/8) kemarin. Menurut Kompyang Wiranatha, melalui Pos Wayan Adhyaksa ini, masyarakat bisa melakukan konsultasi ten-
tang masalah hukum dengan petugas yang akan berjaga di pos ini. Kemungkinan, waktunya akan diatur satu atau dua kali seminggu. “Kita berikan pos ini untuk masyarakat maupun pedagang untuk bisa berkonsultasi tentang masalah yang dihadapinya,” katanya. Kompyang Wiranatha mengatakan, kerja sama ini juga menunjukkan PD Pasar ingin bekerja dan mengelola pasar rakyat secara terbuka dan transparan. Terlebih saat ini berbagai terobosan telah dilakukan untuk mewujudkan tata kelola pasar yang besih dan akuntabel. Seperti pungutan online, parkir elektrik, serta layanan lainnya. Semua ini dilakukan untuk mewujudkan pengelolaan pasar yang lebih baik dan mendorong peningkatan PAD dari pasar. Di sisi lain, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengapresiasi dibukanya ruang pelayanan Wayan Adhyaksa di Pasar Badung ini. “Pelayanan semacam ini nyatanya bisa diberikan langsung ke masyarakat ditingkat akar rumput. Ke depannya tentu saja sejalan dengan berbagai pengembangan, unit pelayanan semacam Mall Pelayanan Publik Mini dapat juga dioperasikan di Pasar Badung,” ujar Rai Mantra. (kmb12)
Rabu Wage, 7 Agustus 2019
Jelang Kongres V PDI-P
Hari Ini Digelar Malam Budaya Nusantara Denpasar (Bali Post) Panitia Kongres V PDI Perjuangan yang diwakili Koordinator Media dan Publikasi I Ketut Kariyasa Adnyana, I Made Rai Warsa dan Purwa Arsana berkunjung ke Kantor Bali Post, Selasa (6/8) kemarin. Mereka diterima Pemimpin Redaksi Bali Post Wayan Dira Arsana dan General Manager Bali Travel News Gede Palgunadi. “Kami melakukan audiensi dalam rangka persiapan Kongres V PDI Perjuangan,” ujar Kariyasa Adnyana. Menurut Kariyasa Adnyana, Bali sudah empat kali dipercaya menjadi tuan rumah Kongres PDI Perjuangan sejak Kongres II hingga sekarang. Kongres V pun sudah siap digelar di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar pada 8-10 Agustus 2019. Mengingat, Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Wayan Koster selaku Ketua Panitia Pelaksana (Organizing Committee) sudah cukup berpengalaman mengemban tugas itu. “Panitia daerah sudah bekerja maksimal. Kalau dulu ada pusat, ada daerah. Seka-
Bali Post/kmb32
BERKUNJUNG - Panitia Kongres V PDI Perjuangan saat berkunjung ke Kantor Bali Post, Selasa (6/8) kemarin. rang sepenuhnya ditangani daerah,” jelas Kariyasa yang juga Sekretaris Komisi III DPRD Bali ini. Sehari sebelum pembukaan atau Rabu (7/8) malam ini, kata Kariyasa Adnyana, akan dilaksanakan Malam Budaya Nusantara yang menampilkan seni dan budaya
dari beberapa daerah di Indonesia. Pentas budaya tersebut akan dihadiri Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri beserta jajaran DPP. “Besok (hari ini - red), penggembira juga hadir minimal 15 ribu. Kami siapkan panggung di Pantai Matahari Terbit,” ujarnya.
Sebelumnya, DPP PDI Perjuangan juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Bali sekaligus memohon maaf. Terutama saat pelaksanaan kongres, karena akan ada puluhan ribu orang yang datang dan banyak mewarnai keseharian masyarakat Bali. (kmb32)
Anggaran Belanja Naik Rp 366 Miliar PLN Bali Lakukan ”Assessment” Peralatan dan Konstruksi Jaringan di APBD Perubahan 2019 Bali Post/kmb12
POS - Suasana usai pembukaan Pos Wayan Adhyaksa di Pasar Badung, Selasa (6/8) kemarin.
Antisipasi ”Blackout”
Denpasar (Bali Post) Mencegah terjadinya kejadian blackout seperti yang terjadi di Jawa Barat, Banten dan Jakarta, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali melakukan assessment terhadap peralatan-peralatan dan konstruksi jaringannya. Meski Bali tidak memiliki jaringan 500 KV seperti di Jawa Barat, namun peralatan yang dimiliki tetap dilakukan assessment terutama pada peralatan yang rawan terjadi gangguan. “Evaluasi PLN Bali mencegah terjadinya kasus serupa melakukan assessment terhadap peralatan-peralatan yang serupa. Tapi di Bali jaringan 500 KV tidak ada, tapi domainnya Bali ada 150 KV. Jaringan 500 KV yang towernya tinggi-tinggi, sedangkan tiang kita kan yang 13 meter paling tinggi. Kalau yang pakai tower tinggi itu jaringan 150 KV,” kata Plt. Manager Komunikasi PLN UID Bali I Made Arya, Selasa (6/8) kemarin. Tegangan 150 KV, kata Arya, jalurnya dari Jawa. Jaringan 150 KV mengelilingi Pulau Bali dan bermuara di UP2B Kapal, Mengwi, Badung. Dari UP2B Kapal disebar ke Gardu Induk (GI) yang tersebar di 16 GI seluruh Bali. Diakui, tim dari UP2B sudah secara periodik melakukan pemeliharaan. Namun lebih intensif lagi pada poin-poin yang lebih berpeluang terjadi gangguan. “Sehingga jangan sampai terjadi gangguan terlebih dahulu. Artinya, tindakan antisipasinya yang dilakukan UP2B 150 KV,” tandasnya. Menurut Arya, daya mam-
pu Bali adalah 1.329 MW, sedangkan daya terpasang yaitu 1.432 MW. Daya ini di-supply dari pembangkit di Bali dan dari Jawa. Daya dari pembangkit dari Jawa persentasenya 35 persen, yaitu 400 MW disalurkan melalui Saluran Kabel Laut Tegangan Tinggi (SKLT). Sedangkan pembangkit dari Bali sendiri ada dari Celukan Bawang (batu bara) sebesar 380 MW, PLTDG Pesanggaran (LNG) sebesar 182 MW, dan PLTDG Pesanggaran (LNG) sebesar 35 MW, PLTD BOT Pesanggaran sebesar 50 MW, PLTDG Pesanggaran 72 MW, PLTG
Gilimanuk sebesar 130 MW, dan PLTG Pemaron sebesar 80 MW. Dengan demikian, kata Arya, Bali masih memiliki cadangan daya sebesar 48 persen atau sebesar 428,9 MW. Melihat dari daya mampu yang dimiliki Bali, PLN UID Bali menargetkan pertumbuhan listrik tahun ini 8–9 persen. Sedangkan sampai saat ini pertumbuhan listrik Bali baru mencapai enam persen. Pertumbuhan tertinggi yang pernah dicatat PLN UID Bali adalah 10 persen pada tahun 2017–2018. (kmb42)
Anggaran pendapatan dan belanja, masing-masing tercatat meningkat dalam APBD Perubahan Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2019. Untuk pendapatan daerah, meningkat sebesar Rp 175 miliar lebih dari Rp 6,323 triliun lebih menjadi Rp 6,498 triliun lebih. Sedangkan belanja daerah meningkat dari Rp 6,834 triliun lebih menjadi Rp 7,201 triliun lebih atau naik sebesar Rp 366 miliar lebih. “Belanja meningkat Rp 366 miliar, sedangkan pendapatan hanya naik Rp 175 miliar sepintas memang terlihat tidak sehat. Padahal sisanya kita biayai dari memutar belanja yang sudah ada di APBD Induk,” ujar Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra, Selasa (6/8) kemarin . Ika Putra mencontohkan sisa tender di APBD Induk, serta upaya rasionalisasi kegiatan OPD seperti perjalanan dinas dan rapat-rapat hingga Rp 56 miliar. Hal ini tidak mengubah target kinerja, tapi justru mengefektifkan visi-misi dan program Gubernur. Sebab, anggaran belanja dalam APBD Perubahan antara lain dipakai untuk membiayai sejumlah program unggulan sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Di antaranya, pembebasan lahan shortcut Mengwitani-Singaraja, Jaminan Kesehatan Nasional-Krama Bali Sejahtera (JKN-KBS), serta Bantuan Operasional Sekolah (BOS) daerah untuk
SMA/SMK swasta. “Artinya, ini memang untuk memperkuat pencapaian kinerja,” jelasnya. Menurut Ika Putra, BOS untuk SMA/SMK swasta dalam APBD Perubahan yang umumnya efektif berjalan sekitar tiga bulan, dianggarkan sebesar Rp 15 miliar lebih. Dengan harapan, kualitas sekolah swasta meningkat dan peserta didik tidak merasa berat bersekolah di sana karena pendampingan pemerintah sama dengan sekolah negeri. Untuk JKN-KBS, dianggarkan sekitar Rp 2,9 miliar guna memberikan manfaat-manfaat baru bagi masyarakat. Sedangkan pembebasan lahan shortcut dianggarkan sekitar Rp 6,7 miliar. “Penambahan anggaran belanja dalam APBD Perubahan memang dalam rangka mendukung dan mengakselerasi pencapaian visi-misi daerah. Kita ambil dari rasionalisasi yang rutinrutin, kita perkuat di sini,” paparnya. Ika Putra menambahkan,
pembahasan Ranperda tentang APBD Perubahan Semesta Berencana 2019 bersama DPRD Bali akan dilakukan secara maraton. Artinya, komunikasi dilakukan setiap saat tanpa harus menunggu ada rapat besar. Mengingat dalam waktu dekat akan dilaksanakan pelantikan anggota dewan terpilih. Kendati demikian, efektivitas pembahasan tetap diutamakan dan tidak hanya sekadar mengejar target waktu. “Jadi, tidak mengurangi substansi karena APBD Perubahan adalah untuk rakyat,” tandasnya. Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster dalam Rapat Paripurna di DPRD Bali, Senin (5/8) lalu menyampaikan Ranperda tentang APBD Perubahan Semesta Berencana 2019. Dikatakan, bila ada terjadi perubahan terhadap proyeksi yang ditetapkan pada APBD Induk 2019 dan dinamika perubahan kebutuhan yang mendesak. “APBD Perubahan juga didorong oleh adanya program dan kegiatan yang
mendesak perlu dilaksanakan, adanya pergeseran anggaran, baik antarkegiatan maupun antarjenis belanja, serta penetapan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun 2018 audited,” ujarnya. Koster menambahkan, ada perubahan pada sejumlah target pendapatan sehingga anggaran pendapatan daerah berubah. Antaralain, target pajak daerah, lain-lain pendapatan asli daerah yang sah, dan pendapatan hibah. Lantaran anggaran belanja juga meningkat, defisit APBD pun bertambah Rp 191 miliar lebih. Dari sebesar Rp 510 miliar lebih pada APBD Induk, menjadi Rp 702 miliar lebih pada APBD Perubahan. Kendati sejalan dengan itu, penerimaan pembiayaan daerah juga dilakukan penyesuaian. Yakni dari Rp 510 miliar lebih bertambah sebesar Rp 191 miliar lebih, menjadi Rp 702 miliar lebih. “Defisit ini sudah kami perhitungkan tertutup dari berbagai sumber. Jadi, APBD 2019 lebih sehat, berkualitas, dan memberi kepastian,” jelasnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM FM 96,5 Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-819446
Ditinjau Tim Verifikasi Kementerian PAN-RB
Bali Post/kmb42
ASSESSMENT - PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali secara rutin melakukan assessment terhadap peralatanperalatan dan konstruksi jaringannya.
Jaga Lingkungan
Dinas PUPR Galakkan ”Gerak Godam”
Denpasar (Bali Post) Pemkot Denpasar secara berkelanjutan terus mendorong terciptanya sinergitas dari berbagai stakeholder untuk ikut menjaga lingkungan. Kali ini, sebagai upaya menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, aman, nyaman dan bebas genangan secara berkelanjutan, Pemkot Denpasar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) turut menggalakkan Gerakan Got Kedas dan Mantap (Gerak Godam). Kepala Dinas PUPR Kota Denpasar I Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta mengatakan,
Denpasar (Bali Post) -
hingga saat ini Pemkot Denpasar telah memiliki beragam kegiatan untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar, salah satunya adalah Jumat Pagi Bersih Lingkungan (Jumpa Berlian). Hal ini juga guna memaksimalkan peran stakeholder serta mendorong partisipasi masyarakat sekitar melalui Inovasi Gerak Godam ini. “Inovasi ini merupakan sebuah upaya untuk mensinergikan stakeholder serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar,” paparnya. Jimmy Sidarta menambahkan, inovasi Gerak Godam ini
(0361) 819446 / 081337032965 FM 96,5
Topik : SEKOLAH TERAPKAN DENDA UANG Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com
secara khusus dilaksanakan dengan menyasar saluran drainase/got tepi jalan, perumahan, pasar dan lain sebagainya. Sehingga diharapkan mampu menciptakan saluran drainasi yang bersih, dan bebas genangan. “Secara mengkhusus kami menyasar saluran drainase atau got yang ada di tepi jalan, baik di desa, kelurahan maupun pasar-pasar,” jelasnya. Menurut Jimmy Sidarta, seluruh OPD yang merupakan bapak angkat kebersihan di desa/lurah turut andil dalam pelaksanaan Gerak Godam ini paling sedikit sebulan sekali. Selain itu, nantinya dari Gerak Godam ini akan menjadi sarana dalam menampung masukan dan saran masyarakat, khususnya dalam penataan drainase atau got. “Sehingga selain melaksanakan Jumpa Berlian, masyarakat bersama seluruh stakeholder juga melaksanakan Gerak Godam sebagai upaya menciptakan drainase/got yang kedas dan mantap,” tandasnya. (kmb12)
Inovasi ”Senyum Melia di Tubin Tukad Bindu” Denpasar Menuju Top 45 Pelayanan Publik Nasional TIM Verifikasi Lapangan Inovasi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PAN-RB) yang terdiri dari Tim panel independen Prof. J.B. Kristiadi, Tim Evaluator Prof. Jusuf Irianto beserta pendamping dari Kementerian PAN-RB Rachmat melaksanakan peninjauan lapangan ke lokasi pelaksanaan inovasi di Tukad Bindu Kesiman Denpasar Timur. Kedatangan rombon-
gan diterima langsung oleh Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi oleh Kepala Bagian Organisasi I.B. Alit Adhi Merta, Kepala Bagian Humas dan Protokol Dewa Gede Rai, Camat Denpasar Timur Wayan Herman, Lurah Kesiman IGA Suryani beserta OPD terkait lainnya di Kawasan Tukad Bindu, Selasa (6/8) kemarin. Tim Panel Independen (TPI) Prof. J.B. Kristiadi menyatakan, Inovasi Senyum
MENERIMA - Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra menerima kunjungan tim verifikasi lapangan dari Kementerian PAN-RB di Tukad Bindu, Selasa (6/8) kemarin. cmyk
Melia di Tubin ini merupakan salah satu inovasi yang memberikan manfaat sangat luar biasa kepada masyarakat. Hal ini lantaran inovasi ini dapat mengedukasi masyarakat agar dapat berperilaku bersih, dapat mengajak masyarakat untuk dapat berorganisasi secara baik dan benar yang dilakukan dengan cara membentuk yayasan agar dapat bertanggung jawab, serta bisa mengajari masyarakat untuk berwirausaha sehingga dapat menggerakkan ekonomi lokal. “Saya sangat mengapresiasi Inovasi Senyum Melia di Tubin Tukad Bindu ini, karena dapat memberi dampak yang sangat besar kepada masyarakat. Ini perlu ditularkan kepada masyarakat lainnya,” ujar Prof. JB Kristiadi. Sementara itu, untuk memastikan semua keberhasilan tersebut Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra juga mengajak Tim Verifikasi untuk melihat secara langsung program inovasi secara terinci. Kunjungan dimulai dari area Co-Working Space dan dilanjutkan ke beberapa spot yang terdapat di Tukad Bindu. Di sela-sela kunjungan lapangan tersebut, Wali Kota Rai Mantra mengaku bersyukur atas suksesnya Inovasi di Kota Denpasar kategori pemberdayaan masyarakat yang mampu masuk dalam Top 99 Inovasi
Pelayanan Publik Nasional dan sekarang menuju Top 45. Hal ini tentunya merupakan sebuah keberhasilan bersama sebagai wujud nyata komitmen Pemkot Denpasar dalam memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. “Ini adalah keberhasilan kita bersama, atas pemikiran dan upaya kita bersama untuk senantiasa merancang inovasi yang memberikan kemanfaatan bagi masyarakat, dan semoga dapat mengikuti tahap selanjutnya dan ditetapkan sebagai Top 25 inovasi Pelayanan Publik Tahun 2019,” ujar Rai Mantra. Lebih lanjut dikatakan, Inovasi Senyum Melia di Tubin ini difokuskan pada pemberdayaan masyarakat dan juga menitikberatkan kegiatan untuk mempercantik lingkungan, utamanya kawasan Tukad Bindu. “Tentunya ini akan terus kita jadikan acuan untuk terus memberikan pelayanan melalui inovasi yang memberikan kemanfaatan bagi masyarakat Kota Denpasar,” katanya sembari mengatakan, selain Inovasi Senyum Melia di Tubin, satu lagi inovasi Pemkot Denpasar yang meraih Top 99 Pelayanan Publik Nasional dan kini menuju Top 45 Nasional adalah “Damakesmas” yang merupakan pelayanan kesehatan terintegrasi. (ad142)
Rabu Wage, 7 Agustus 2019
BADUNG
3
Dua Inovasi Badung Menuju Top 45 Sinovik
Tim Pusat Tinjau ”Fish Go” dan Batik
INOVASI - Kepala Badan Litbang Badung I Wayan Suambara mendampingi Tim Juri Sinovik Pusat saat meninjau Inovasi Badung Menuju Top 45 Sinovik di Pantai Kedonganan, Selasa (6/8) kemarin.
DUA inovasi Badung yakni aplikasi Fish Go dan Badung Anti Kantong Plastik (Batik) Berbasis Kearifan Lokal, telah lolos menjadi Top 99, Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) Nasional tahun 2019 yang diselenggarakan Kemenpan dan RB. Saat ini kedua inovasi kembali dinilai menuju Top 45. Sebelum ditetapkan menjadi Top 45 Sinovik, Fish Go dan Batik ditinjau langsung oleh Tim Juri Sinovik Pusat, Selasa (6/8) kemarin. Tim juri terdiri dari dua orang yaitu Prof. JB. Kristiadi dan Prof. Jusuf Irianto. Tim pertama kali mengunjungi penerapan aplikasi Fish Go di Pantai Kedonganan. Di sana tim diterima Kepala Badan Litbang Badung I Wayan Suambara, S.H., MM. bersama ketua kelompok nelayan
Program Pro-Rakyat Masif, Gini Ratio Justru Meningkat
Mangupura (Bali Post) -
Berdasarkan data Balitbang Kabupaten Badung, gini ratio Kabupaten Badung meningkat dari 0,32 pada 2017 menjadi 0,34 pada 2018. Angka ini berbanding terbalik dengan program dan bantuan yang digelontorkan Pemkab Badung untuk masyarakat, seperti santunan untuk lansia, beasiswa, santunan penunggu pasien, bedah rumah dan hibah. Lantas, ada apa dengan program pro-rakyat Pemkab Badung? Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho menilai bantuan atau program yang diberikan pemerintah tidak serta-merta dirasakan oleh masyarakat atau membuat perubahan. Ketimpangan atau gini ratio tidak hanya terjadi di Badung, tetapi di Bali secara keseluruhan juga mengalami peningkatan. Sementara angka kemiskinan di Bali turun menjadi 3,79 persen pada Maret 2019. ‘’Kemiskinan yang kami rilis sebelumnya disebut kemiskinan makro, yaitu kemiskinan yang diestimasi menggunakan sampel. Sampel yang dipilih secara statistik dan dikumpulkan informasinya secara statistik
disimpulkan statistik dan menghasilkan estimasi angkanya itu,’’ jelasnya, Senin (5/8). Estimasi itu bermakna, di Badung diduga ada kemiskinan setingkat itu. Kemiskinan tersebut adalah akumulasi dari aktivitas ekonomi di suatu wilayah. Pada umumnya, yang disebut aktivitas ekonomi dibentuk oleh aktivitas produksi, aktivitas distribusi, adanya konsumsi, ada uang beredar, ada berbagai kebijakan ketentuan moneter dan fiskal yang berlaku di suatu wilayah. Semua aktivitas yang kemudian mempengaruhi perekonomian wilayah, bukan aktivitas seketika. ‘’Jadi, adanya
produksi itu kan dimulai dari aktivitas memproduksi, adanya distribusi juga didahului dengan ketersediaan barang dan sebaran permintaan. Oleh karena itu, segala macam tindakan itu tidak bisa seketika itu berakibat pada perubahan ekonomi wilayah,’’ jelasnya. Menurutnya, jika ekonomi suatu wilayah berubah, tidak serta merta akan langsung menyentuh persoalan kemiskinan dan pemerataan ekonomi. ‘’Sehingga apa yang salah? Dilihat lagi yang miskin itu berada di wilayah mana, dari unsur apa? Kemudian pembangunan yang di-create di sana sudah atau belum terjangkau oleh mereka?’’ bebernya.
Gini ratio Bali pada Maret 2019 yaitu 0,3666 atau meningkat dibandingkan September 2018 yang mencapai 0,364. Ketimpangan Maret 2019 ini merupakan tertinggi kedua yang pernah dialami Bali. Pada Maret 2018, indeks ketimpangan Bali sempat menyentuh 0,377. Ukuran ketimpangan adalah semakin mendekati satu indeks ketimpangan suatu wilayah semakin tinggi. Menurutnya, angka ketimpangan yang ideal juga tergantung dari pihak yang membutuhkan dan berkepentingan. Namun, semakin kecil gini ratio, semakin kecil ketimpangan dan semakin merata tingkat ekonomi masyarakat. Jika suatu wilayah mengalami gini ratio yang kecil atau ideal, maka hal-hal yang sudah dilakukan itulah yang harus terus dikuatkan. Selain itu, juga perlu dicari persoalanpersoalan yang mengganggu gini ratio. (kmb42)
Penertiban Parkir di Depan Uluwatu Square
Belasan Sepeda Motor Diangkut Tim Gabungan Mangupura (Bali Post) Sebanyak 14 sepeda motor milik karyawan yang bekerja untuk tenant di Sidewalk Jimbaran, diangkut tim gabungan, Selasa (6/8) kemarin. Belasan kendaraan ini sebelumnya diparkir sembarangan di depan Uluwatu Square. Padahal di tempat tersebut sudah dipasangi rambu larangan parkir. Bahkan penertiban sudah beberapa kali dilakukan oleh pihak Kecamatan Kuta Selatan. Ditemui di lokasi penertiban parkir liar, Camat Kuta Selatan I Made Widiana mengatakan, penertiban ini merupakan tindak lanjut pembinaan yang dilakukannya dua bulan lalu. Ini sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat terhadap kesemrawutan parkir kendaran di sepanjang jalan Uluwatu, terutama di depan Uluwatu Square. Setelah pihaknya bersama tim dari Satpol PP, Dinas Perhubungan, kepolisian, dan Koramil melakukan peninjauan, memang benar di kawasan tersebut dimanfaatkan untuk parkir. Disebutkan Widiana, pihaknya sudah dua kali melakukan pembinaan terkait parkir liar ini. Karena masih juga semrawut, pihaknya langsung mengambil tindakan dengan mengangkut seluruh sepeda motor yang masih diparkir sembarangan. Motor-motor tersebut dibawa ke kantor Camat Kuta Selatan. ‘’Sebelum ditertibkan, kami sudah mengumumkan,’’ imbuhnya. Lebih lanjut dia mengimbau masyarakat agar menaati aturan. Jangan sampai persoalan parkir membuah citra pariwisata Badung tercoreng sehingga ujung-ujungnya justru merugikan masyarakat. ‘’Tidak akan berhenti sampai di sini. Ke depan, kami juga akan melakukan hal yang sama. Kepada pengusaha yang ada di Sidewalk agar lebih memberikan pembinaan kepada karyawannya,’’ harapnya. Pihaknya juga akan memanggil manajemen Sidewalk untuk diberikan peringatan. Apabila ke depan kembali membandel, tidak segan-segan izinnya akan dievaluasi. Tidak hanya di Jalan Uluwatu, di beberapa kantong parkir seperti di Jalan Pratama
dan di depan Nirmala Ungasan juga akan ditertibkan. Sementara itu, Asisten Operation Manager Sidewalk Ardana yang hadir pada penertiban tersebut mengatakan, sebelumnya pihaknya sudah tiga kali menyurati seluruh tenant di Sidewalk. Karyawan tenant diharapkan tidak memarkir kendaraan di sepanjang Jalan Uluwatu. Kalau memang masih ada, pihaknya menyatakan itu merupakan tanggung jawab masing-masing karyawan. ‘’Kita hanya sebatas mengimbau. Bahkan security pun juga sudah sering mengawasi. Namun kembali ke karyawannya masing-masing,’’ katanya. Terkait keluhan mahalnya tarif parkir, pihaknya mengaku akan membicarakannya kembali, karena pengelolaan parkir di sana diserahkan kepada pihak ketiga. Sementara untuk kapasitas parkir, disebutkannya sangat mencukupi. Kapasitas parkir di Sidewalk untuk sepeda motor sebanyak 170 unit, sementara untuk mobil sebanyak 120 unit. ‘’Ke depan kami akan menambah kembali kapasitas parkir,’’ ujarnya. (kmb23)
Bali Post/edi
PENERTIBAN - Suasana penertiban parkir di depan Uluwatu Square, Selasa (6/8) kemarin. Belasan sepeda motor diangkut tim gabungan.
CMYK
setempat. Tim juri tampak antusias menanyakan perihal manfaat Fish Go bagi nelayan setempat yang oleh para nelayan aplikasi ini dinilai sangat membantu untuk mempermudah menemukan lokasi tempat berkumpulnya ikan serta waktu terbaik menangkap ikan. Diharapkan aplikasi ini terus dikembangkan dan ke depan dapat dimanfaatkan oleh nelayan di seluruh Indonesia. Dari Pantai Kedonganan, tim juri pusat menuju Rumah Hijau DLHK Badung di kawasan Puspem Badung. Kehadiran tim disambut Kepala DLHK Kabupaten Badung Drs. I Putu Eka Merthawan, M.Si., didampingi Kepala Bagian Organisasi I Wayan Wijana, S.Sos, M.Si. Tim langsung mendapat penjelasan dari Kepala DLHK Eka Mertha-
wan terkait inovasi Batik dan Rumah Hijau sebagai tempat penanganan sampah plastik dan sampah organik. Di sela-sela kunjungan tersebut, Prof. JB. Kristiadi sangat mengapresiasi potensi lokal mampu dikemas menjadi inovasi dan bermanfaat bagi masyarakat di Kabupaten Badung. Inovasi Batik ini diharapkan akan mampu memberikan dampak yang lebih besar terhadap daya tarik Badung sebagai daerah pariwisata. ‘’Yang penting dapat mengedukasi masyarakat untuk melaksanakan pola hidup bersih dan sehat. Saya harap menjadi nilai tambah bagi badung dan inovasi ini dapat dicontoh bagi daerah lain,’’ terangnya. Sementara, Prof. Jusuf Irianto juga menilai inovasi Badung ini merupakan sesuatu
yang positif. Untuk itu apa yang telah dilakukan ini dapat dijamin keberlanjutannya. ‘’Seperti halnya satu masakan, masakan itu bisa basi. Tapi kalau inovasi justru selamanya akan segar, kesegaran itu justru merujuk pada kebutuhan masyarakat. Jadi meskipun inovasi itu mahal, kalau tidak memberi dampak signifikan bagi kehidupan masyarakat, itu tidak ada artinya. Inovasi Batik ini kan sederhana, tidak butuh biaya mahal, bisa diorganisasikan oleh masyarakat dan masyarakat tidak merasa keberatan justru senang. Inilah menjadi satu nilai positif. Sekali lagi inovasi tidak harus sesuatu yang sulit, yang penting nilai, manfaat dan dampak sosialnya. nanti akan menjadi satu nilai bersama dan menjadi budaya bersama,’’ jelasnya. (ad141)
Bali Post/edi
PENGERUKAN - Alat berat dikerahkan untuk mengeruk sedimentasi di alur Tukad Mati, Legian, Senin (5/8).
Antisipasi Banjir, Tukad Mati Dikeruk
Mangupura (Bali Post) Balai Wilayah Sungai Bali-Penida (BWSBP) mulai melakukan pengerukan sedimentasi alur Tukad Mati di Legian, Kecamatan Kuta. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi banjir saat musim hujan. Dari pantauan di lapangan, alat berat untuk mengangkat endapan lumpur di alur sungai mulai dikerahkan, Senin (5/8). Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai Pantai I BWSBP I Wayan Riasa menerangkan, proses pengerukan sedimentasi di Tukad Mati mulai dilakukan sejak Kamis (1/8) lalu. Pengerukan alur sungai sepanjang 2 km diharapkan bisa rampung pada November mendatang. Sehingga saat musim hujan
tiba, aliran Tukad Mati bisa menampung seluruh debit air yang mengalir. Namun tidak semua alur dikeruk. Dari sepanjang 2 km alur sungai, hanya yang memiliki sedimentasi yang tinggi saja yang dikeruk. ‘’Pengerukan sedimentasi ini merupakan bagian dari pengerjaan tanggul yang saat ini juga sedang berjalan. Untuk proses pengerjaan, saat ini sedang berlangsung,’’ jelasnya. Diungkapkannya lebih lanjut, pengerukan sedimentasi merupakan bagian dari pengerjaan normalisasi pengendalian banjir Tukad Mati. Proyek tersebut meliputi pemasangan tanggul, pemasangan paravet dan pengerukan sedimentasi yang dilakukan secara bertahap. Sejauh ini progres sudah
mencapai 73 persen dan memasuki tahap akhir. Meski target ditentukan sampai Desember 2019, seluruh pengerjaan diharapkan bisa rampung pada November mendatang atau sebelum datangnya musim hujan. Pihaknya berharap, dengan rampungnya pengerjaan sebelum musim hujan, akan bisa mengantisipasi banjir di wilayah Kuta, Legian dan sekitarnya. ‘’Tentu dengan pengerjaan ini diharapkan bisa menampung debit air saat musim hujan nanti. Kita memang berharap ini cepat selesai, karena kalau sudah musim hujan memang pengerjaan cukup berat. Kalau melihat capaian saat ini, kita optimis terealisasi sebelum waktu yang ditetapkan,’’ bebernya. (kmb23)
Mangupura (Bali Post) – Rasionalisasi anggaran yang dilakukan Pemkab Badung akibat pendapatan tak tercapai, tidak berimbas pada proyek Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada. Proyek penambahan gedung pelayanan ini menjadi prioritas lantaran menyangkut kepentingan masyarakat. Kabid Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung I G.A. Arinda Trisnawati memastikan pembangunan tiga gedung yang dirancang pada tahun 2018 tersebut berjalan sesuai rencana. ‘’Pembangunan tiga gedung akan rampung sesuai rencana, karena tidak ada pemangkasan. Gedung ini nantinya akan digunakan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat,’’ ujar Arinda, Selasa (6/8) kemarin. Pihaknya memastikan
pengerjaan yang digarap mulai November 2018 dan ditargetkan rampung Desember 2020, sesuai rancangan awal. Proyek yang dianggarkan sebesar Rp 262 miliar itu nantinya akan digunakan membangun gedung D, F dan G. Menurutnya, proyek lanjutan tersebut telah dalam proses pengerjaan dengan progres mencapai 19,3 persen. Anggaran sebesar itu pun dikatakan tidak ada dirasionalisasi saat Badung mengalami permasalahan dalam keuangan. Sebelumnya, Kepala Bidang Pelayanan RSD Mangusada dr. Made Nurija menjelaskan, proyek tahun anggaran jamak hingga 2020 digarap oleh PT Tunas Jaya Sanur. ‘’Sebelum dikerjakan kami sudah melakukan upacara peletakan batu pertama,’’ ucapnya. Diterangkan, tiga gedung yang tengah dalam proses
pembangunan itu akan melengkapi fasilitas RSD Mangusada. Gedung D akan difungsikan sebagai ruang Poliklinik, ruang operasi emergency, ruang ICU, HCU, dan PICU serta ruang rawat inap. ‘’Untuk lantai 1 dan 2 di gedung D akan difungsikan sebagai rawat jalan atau poliklinik. Seperti jantung, paru, dan poliklinik lainnya semua ada di sana, blok tambahan dari UGD yakni ruang operasi emergency, lantai 3 ruang ICU, HCU, dan PICU, lantai 4 ruang inap kelas 2 dan 1 dengan 64 tempat tidur,’’ jelasnya. Lebih jauh diterangkan, gedung F akan difungsikan sebagai ruang farmasi, ruang service exelence dan instalasi pelayanan kanker terpadu. Sedangkan gedung G akan dimanfaatkan sebagai tempat pelayanan hemodialisa, laundry, ruang gizi, ruang manajemen dan ruang diklat. (kmb27)
Anggaran Proyek Gedung RSD Mangusada Tak Dirasionalisasi
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Rabu Wage, 7 Agustus 2019
Senator RI Kunjungi Dua Pura Kuno di Mambal dan Peguyangan
Wedakarna Minta Pemerintah Perketat Regulasi Bansos agar Tidak Asal Bongkar Pura Kuno
EMPAT PILAR KEBANGSAAN - Anggota Badan Anggaran MPR-RI Drs. I Made Urip, M.Si. secara maraton menggemakan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan di Wantilan Pura Dalem Desa Adat Batuaji Kawan, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.
Jelang Akhir Masa Jabatan, Made Urip Maraton Gemakan 4 Pilar Kebangsaan Dihadiri Ratusan Generasi Milenial dari 10 Banjar Se-Desa Sembung Gede
ANGGOTA Badan Anggaran MPR-RI Drs. I Made Urip, M.Si. menjelang masa periode jabatan berakhir sebagai anggota DPR-RI secara maraton terus menggemakan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan hingga ke pelosok desa. Kali ini, wakil rakyat yang diberi julukan petani sebagai anggota DPR-RI ‘’Sejuta Traktor’’ itu menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dipusatkan di Wantilan Pura Dalem Desa Adat Batuaji Kawan, Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Sabtu (2/8) malam. Kehadiran Bapak Petani di Bali itu langsung disambut Bendesa Adat Batuaji Kawan bersama Pj. Perkebel Sembung Gede, kepala dinas dan klian adat se-Desa Sembung Gede yang dihadiri sangat antusias ratusan anggota dan pengurus STT dari sepuluh banjar se-Desa Sembung Gede. Saat pertemuan yang dikemas serius namun dengan penuh tawa itu, Ketua ST Banjar Sembung Meranggi Pande Made Erman Parmana merasa sangat bangga ada wakil rayat di DPR-RI bersedia langsung turun langsung ke tengah masyarakat. Karena itu, pihaknya bersama ratusan anggota STT yang lain mengucapkan terima kasih atas kehadiran Made Urip untuk memberikan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. ‘’Menurut kita sangat penting pemahaman 4 Pilar Kebangsaan ini, khususnya bagi generasi. Inilah landasan mudamudi menjalankan kehidupan berbangsa agar lebih kompak dan maju,’’ ungkapnya, seraya ditambahkan anggota STT lainnya, I Nyoman Tri Eriananta, juga mengakui generasi milenial harus tahu 4 Pilar Kebangsaan. ‘’Apalagi banyak juga generasi muda yang belum paham apa itu 4 Pilar Kebangsaan. Jadi
kami sangat mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Made Urip,’’ imbuhnya. Di sisi lain, Ketua ST Werdhi Yowana Banjar Batuaji Kawan Kaja I Gusti Ayu Made Kristina Natalia sangat salut dengan sepak terjang Made Urip yang jauh-jauh turun memberikan sosialisasi nilainilai kehidupan berbangsa dan bernegara bagi generasi muda di pelosok desa. Karena itu, ia juga berharap sosialisasi seperti ini agar terus dilanjutkan, karena generasi muda sangat penting memahami 4 Pilar Kebangsaan. ‘’Kita harap sosialisasi ini terus dilanjutkan. Terima kasih kepada Pak Urip yang telah memberi perhatian kepada generasi muda, seperti pemahaman 4 Pilar Kebangsaan ini,’’ tandasnya. Pada kesempatan itu, Made Urip menegaskan sengaja datang bersama dua narasumber yang juga kader lumutan PDI Perjuangan, I Wayan Dika Sumantra dan Ir. I Wayan Gunadi, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada krama desa bersama para generasi muda yang tetap setia saat Pileg dan Pilpres 2019 sudah memberikan kontribusi kemenangan untuk PDI Perjuangan, khususnya pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin hingga seratus persen. ‘’Kita mengucapkan terima kasih atas kontribusinya hingga suara Pak Jokowi seratus persen. Termasuk saya yang telah kembali terpilih lima periode di DPR-RI,’’ ucap Ketua DPP PDI Perjuangan dua periode itu, sekaligus menyampaikan pertemuan ini atas inisiatif tokoh masyarakat Desa Sembung Gede untuk menggelar sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan jelang berakhir masa jabatannya di DPR-RI. Sosialisasi ini juga karena untuk kepentingan
generasi muda sebagai penerus bangsa, sehingga sosialisasi ini bisa berlangsung. ‘’Generasi muda sangat perlu mendapat pengayaan yang berkaitan dengan 4 Pilar Kebangsaan yang diprakarsai oleh mantan Ketua DPR-RI Pak Taufik Kiemas untuk mencegah rongrongan dari dalam dan luar yang bisa memecah-belah bangsa,’’ tegas politisi asal Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan itu. Seperti disebutkan anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan itu, Pancasila sebagai dasar negara dan bintang penuntun yang bersumber dari nilai-nilai Pancasila yang digali oleh Bapak Pendiri Bangsa Bung Karno. Karena itu, tanggal 1 Juni diresmikan sebagai Hari Lahir Pancasila dan Hari Libur Nasional sekaligus sebagai arah ideologi kehidupan bangsa. ‘’Maka dari itu Pancasila sebagai salah satu pilar kKebangsaan ini, termasuk UUD 1945 sebagai ideologi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara yang menjadi pegangan hidup untuk menjaga kehidupan bangsa dari Sabang sampai Merauke,’’ tandasnya seraya menambahkan, karena sebagai anggota MPR-RI ditugaskan memberikan sosialisasi ke seluruh tanah air, bahkan sampai ke luar negeri untuk memberikan pemahaman kepada seluruh lapisan masyarakat. ‘’Akibat kondisi bangsa saat ini, kita punya tugas berat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan. Ini wujud kecintaan kepada negara dan kita harap generasi muda terus mengisi pembangunan bangsa. Salah satunya generasi muda harus terus melakukan kegiatan dan kreativitas yang positif,’’ tandasnya. (ad143)
’’Nyenuk, Rsi Bojana, Pangremekan lan Nyineb’’ di Pura Desa dan Puseh Desa Adat Kerobokan
RANGKAIAN upacara Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Ngusaba Desa, Ngusaba Nini, Tawur Balik Sumpah Utama, Padususan Agung dan Segara Kertih di Pura Desa dan Puseh Desa Adat Kerobokan masih berlangsung hingga Selasa (6/8) kemarin. Ritual yang dilakukan kemarin adalah upacara Nyenuk, Rsi Bojana, Pangremekan, dan Nyineb di Pura Desa dan Puseh Desa Adat Kerobokan. Ketua Panitia Karya A.A. Ngurah Gede Sujaya bersama Bandesa Adat Kerobokan A.A. Putu Sutarja mengatakan rentetan upacara panyineban dimulai sejak pukul 06.00 Wita. Mulai Ida Batara mapasaran ke Pasar Agung di Pasar Kerobokan. Setelah mapasaran, Ida Batara lalu kembali ke Pura Puseh Desa Adat Padangluwih. Sekembalinya dari Padang Luwih, Ida Batara langsung kembali dengan rentetetan upacara ke tempat semula (Pura Desa), termasuk dirangkai dengan mapeed yang disambut dengan tari-tarian, untuk dilakukan upacara panyineban. Di saat Ida Batara rauh, sambung Sujaya, kamargiang upacara nyenuk lan kasanggra antuk Topeng Sidakarya. Nyenuk itu dari lima kelompok, yakni dari utara berpakaian hitam, selatan busana merah, barat kuning, timur putih dan di tengah mabusana warnawarni atau brumbun. ‘’Dan mereka ngambel bebaktaan, pinake utusan saking Ida Batara Pancering Jagat, mangda karyan Ida sida memargi antar,’’ jelas Gede Sujaya. Ia melanjutkan, dalam panyine-
ban ini, juga dirangkai dengan upacara Rsi Bojana, sesayut dharma wiku dan sesayut sidakarya. Dijelaskan pula, dalam acara ngenteg linggih, ngusaba desa, ngusaba nini, tawur balik sumpah utama, padususan agung dan segara kertih di Pura Desa dan Puseh Desa Adat Kerobokan di-puput oleh 16 sulingih. Sedangkan dalam prosesi panyineban dihadiri delapan sulinggih dan di-puput dua sulinggih di utama mandala. Setelah itu, baru dilakukan sesuai dengan dresta di Desa Adat Kerobokan. Yakni ngeremek oleh pangilen pemangku. Malamnya baru dilakukan upacara palebar pawintenan, Ida Batara tedun dan pemangku munggah di Bale Panjang. Sementara itu, Bandesa Adat Kerobokan A.A. Putu Sutarja menambahkan, atas panyineban karya di Khayangan Tiga di Desa
Adat Kerobokan, diharapkan membawa berkah dan kesejahteraan, serta adanya persaudaraan yang semakin rumaket baik dari mulai upacara maupun hingga berakhirnya acara ini. ‘’Dumogi antuk pasuwecan Ida Batara Khayangan Tiga Desa Adat Kerobokan, dumogi Ida setata mapaica pemargi, gumanti yadnyan titiang, kasarengin antuk krama Desa Adat Kerobokan prasida puput. Titiang pinake juru ayah, maduwe pinake pengabdi, dumogi sangkaning yadnya sane kamargiang warsa 2019 ini, irage sareng sami, krama Desa Adat Kerobokan sida nincapang sradha bhakti ring Ida Batara sesuunan irage sareng sami, gumanti raris irage sareng sami kapaica minakadi kesukertaan, sida rumaket, taler kebersaman, kawisesan minakadi swadharma ring kauripan,’’ ucap Sutarja. (ad139)
Denpasar (Bali Post) Terdakwa kasus narkoba yang diduga jaringan Lapas Kerobokan, Selasa (6/8) kemarin mulai menjalani sidang di PN Denpasar. Dia adalah terdakwa Anak Agung Made Setia Darma Putra (21), warga yang tinggal di Jalan Gunung Guntur, Padangsambian, Denpasar Barat. Di depan majelis hakim pimpinan Ngurah Putra Atmaja, JPU Putu Oka Surya Atmaja menyatakan terdakwa mendapatkan barang terlarang
itu dari Anak Agung Made Wisnu yang saat ini masih berstatus narapidana (napi) di Lapas Kerobokan. Jaksa menyatakan terdakwa ditangkap petugas Polresta Denpasar di Jalan Nusa Barung, Denpasar. Penangkapan itu berawal dari informasi yang didapat polisi. Saat itu petugas menemukan 7 bungkusan permen KIS, 5 bungkus permen Kopiko, 2 bungkus permen Doblemint yang masing-masing berisi narkotika jenis sabu.
Tiga paket seberat 0,12 gram dan dua paket seberat 0,11 gram. Sisanya masing-masing satu paket seberat 0,06 gram, 0,7 gram, 0,08 gram, 0,16 gram, 0,20 gram 0,22 gram, 0,24 gram, 0,25 gram dan 0,45 gram. Total berat keseluruhan (14 paket sabu) yakni 2,31 gram. ‘’Terdakwa mendapat sabu tersebut dari Anak Agung Made Wisnu (napi) yang saat ini masih berada di Lapas Kerobokan, Denpasar,’’ beber Jaksa Oka. (kmb37)
NYENUK - Prosesi nyenuk serangkaian panyineban karya mamungkah, ngenteg linggih, ngusaba desa, ngusaba nini, tawur balik sumpah utama, padususan agung dan segara kertih di Pura Desa dan Puseh Desa Adat Kerobokan.
SECARA tidak sadar, pemerintah di Bali telah membuat pandangan rakyat Bali terbelah, khususnya terkait dengan mekanisme dana bansos yang menyasar pada situs kuno berupa bangunan, baik berupa pura, candi dan balai banjar. Ada sebagian masyarakat yang menyayangkan pembongkaran bangunan kuno dengan berbagai macam pertimbangan, salah satunya adalah kekhawatiran hilangnya taksu Bali. Sedangkan ada pihak yang setuju pembongkaran pura dengan alasan bansos adalah hak masyarakat. Pelurusan dan memperkuat wawasan masyarakat terhadap keberadaan situs kuno dipandang urgen, mengingat di Bali sangat sering terjadi hal yang masif dalam hal pembongkaran pura, balai banjar dengan alasan sederhana, yakni adanya bansos. Sementara di satu sisi harus diakui bansos adalah program politik yang banyak digelontorkan oknum pejabat guna mendapatkan simpati dari warga masyarakat. Apalagi di tahuntahun menjelang pemilu atau pilkada. Prinsip kehati-hatian dalam mengambil keputusan disampaikan Senator DPD-RI asal Bali yakni Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III di sela-sela mengadakan kunjungan kerja di Pura Batu Melinggih, Mambal, Badung dan Pura Puseh Desa Adat Peguyangan, Denpasar. Dalam dua kesempatan berbeda tersebut, Senator Arya Wedakarna (AWK) menyampaikan pandangannya bahwa banyak oknum pejabat di Bali, termasuk tokoh di desa sepertinya tidak memahami esensi UU No.11/2010 tentang Cagar Budaya. ‘’Agak mengherankan misalnya ketika ada pejabat di daerah tidak memahami makna cagar budaya, di mana amanat UU bahwa bangunan apa pun di Republik Indonesia yang berusia lebih dari 50 tahun, maka bisa menjadi cagar budaya, khususnya yang terkait dengan kepentingan masyarakat luas, termasuk fasilitas umum. Tapi dengan adanya iming-iming dari oknum pejabat dengan kepentingan pemilu, banyak masyarakat dibodohi dengan cara pemberian bansos secara masif. Akibatnya masyarakat
SATYAGRAHA – Senator DPD-RI Dr. Ary Wedakarna disambut pangempon dan prajuru adat di Desa Adat Peguyangan, Denpasar dan di Desa Mambal, Mengwi, Badung. yang agak kurang pengetahuan, mereka tega membongkar bangunan kuno, pura, candi, situs dan termasuk balai banjar yang vintage dan mengganti dengan bangunan yang bernuansa baru. Sepertinya masyarakat kurang memahami apa beda pembangunan, pemugaran dan restorasi. Ini yang harus diluruskan di masyarakat,’’ kata AWK. Ia juga menyampaikan bansos adalah hak masyarakat. Tetapi masyarakat harus diedukasi terkait dengan makna bansos, selain manajemen keuangan yang perlu dididik. ‘’Pemerintah jangan sampai mendidik masyarakat menjadi manja. Jangan menuai simpati dengan cara pragmatis menggelontorkan dana tanpa ada pendidikan politik anggaran. Itu sudah melanggar prinsip-prinsip ajaran Tri Sakti Bung Karno yang ketiga yakni berkepribadin di bidang budaya dan juga Jas Merah. Di satu sisi banyak pejabat di Bali mengakui pengikut Soekarno, tapi mereka malah tidak paham arti Jas Merah. Jangan sesekali meninggalkan sejarah dan membongkar pura
itu berarti meninggalkan sejarah. Menghancurkan sesuatu yang dibangun oleh leluhur dan dengan hilangnya situs kuno, maka pelan tapi pasti sudah menghilangkan peradaban. Ini perlu diluruskan dan ini bagian dari perjuangan Satyagraha,’’ jelas Gusti Wedakarna. Ke depan ia meminta agar pemerintah melalui Dinas Kebudayaan mengawal dengan regulasi yang jelas. Protap yang tidak mengorbankan Pura-pura kuno yang ada dan melibatkan lembaga pelestari cagar budaya serta arkeolog. Saat di Mambal, Senator AWK langsung meninjau Kori Agung di Pura Dalem Melinggih yang sempat viral di media sosial akan diganti, sehingga direkomendasikan oleh DPD-RI untuk ditunda pembongkarannya. Sedangkan saat di Peguyangan, Senator AWK meninjau proses restorasi di Gedong Pura Puseh yang diperkirakan berusia lebih dari satu abad. Restorasi ini, menurut pangempon, sudah melibatkan pihak balai cagar budaya dan diharapkan menjadi teladan dari perlindungan situs kuno. (ad144)
Satpol PP Turunkan Puluhan Reklame Kedaluwarsa
Mangupura (Bali Post) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung menurunkan puluhan reklame kedaluwarsa yang dipasang sepanjang jalan di Kabupaten Badung. Reklame kedaluwarsa yang banyak diturunkan merupakan spanduk penerimaan siswa dan baliho ucapan hari raya, baik itu milik organisasi masyarakat (ormas) maupun politisi. Kepala Satpol PP Badung I G.K. Suryanegara mengatakan, penurunan reklame kedaluwarsa dilakukan sejak sepekan terakhir secara serentak di enam kecamatan di Badung. Total keseluruhan ada 46 reklame berbentuk baliho, spanduk, banner maupun pamflet yang diturunkan. Rinciannya, 21 spanduk, 19 baliho, dan 6 banner. ‘’Reklame yang banyak kami turunkan adalah informasi penerimaan siswa baru tahun 2019 dan ucapan hari raya Galungan dan Kuningan,’’ ujar Suryanegara, Selasa (6/8) kemarin. Pejabat asal Denpasar ini menyampaikan, sikap tegas pemerintah adalah cerminan penegakan aturan dalam hal ini Perda Kabupaten Badung Nomor 4 Tahun 2001 tentang Kebersihan dan Ketertiban Umum. ‘’Ini untuk menciptakan wajah Kabupaten Badung bersih dan nyaman,’’ tegasnya. Dalam kegiatan penurunan baliho dan spanduk kemarin, puluhan personel dilibatkan. Seluruh personel yang diterjunkan menyasar enam kecamatan se-Badung. Penurunan reklame paling banyak yakni di Kecamatan Kuta, sebanyak 14 buah. Disusul kemudian di
Bali Post/ist
REKLAME - Reklame kedaluwarsa diturunkan Satpol PP Badung. Kuta Selatan sebanyak 10 buah, Abiansemal 10 buah, Mengwi 5 buah, Kuta Utara 4 buah, dan Petang sebanyak 3 buah. ‘’Reklame kedaluwarsa paling banyak kami turunkan di
wilayah Kuta. Di Petang paling sedikit. Tapi ini masih data sementara karena kegiatan masih terus dilakukan untuk menata wajah Badung,’’ jelasnya. (kmb27)
Terdakwa Narkoba Jaringan Lapas Kerobokan Diadili Rampas Ponsel Warga Jepang, Junior Disidang Denpasar (Bali Post) Pemuda asal Karangasem, terdakwa I Gede Arya Junior, Selasa (6/8) kemarin mulai diadili di PN Denpasar. Pria 24 tahun itu diadili kasus perampasan handphone (HP) IPhone X milik Maria Haruguchi asal Jepang. Menariknya saat dibacakan dakwaan oleh JPU Ni Putu Eriek Sumyanti, terdakwa tampak tenang. Bahkan dia cengar-cengir. Jaksa pun menanyakan sikap cengar-
cengirnya itu, hingga terdakwa menjawab bahwa dia sudah biasa dan sudah risiko. Terdakwa dalam kasus ini diadili atas peristiwa yang dilakukannya, Jumat (3/5) lalu pukul 20.00 Wita. Saat itu, di Simpang Dewa Ruci, tepatnya di underpass Jalan By-pass Ngurah Rai, Kuta, Badung, terdakwa dengan sengaja mengambil ponsel korban. Kala itu terdakwa juga sedang melintas di depan Dewata Harley
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Davidson dengan mengendarai sepeda motor N-Max warna hitam. ‘’Saat itu korban memegang ponsel dengan tangan kanannya. Korban dibonceng teman laki-lakinya. Melihat hal tersebut timbul niat terdakwa merampas ponsel korban,’’ beber JPU Eriek di muka majelis hakim yang diketuai Ngurah Putra Atmaja. Akhirnya, terdakwa berhasil merampas ponsel Maria dan langsung kabur. (kmb37)
DAERAH
Rabu Wage, 7 Agustus 2019
5
Sidang Kasus Bayi Tewas di TPA
Ortu Korban Bersaksi, Jaksa dan Hakim Putar Rekaman CCTV Denpasar (Bali Poast) Sidang pembuktian dalam perkara meninggalnya bayi tiga bulan berinisial ENA di Tempat Penitipan Anak (TPA) Princess House Childcare, Denpasar, Senin (5/8) kembali dilanjutkan di PN Denpasar. JPU Heppy Maulia Ardani menghadirkan sejumlah saksi, termasuk nenek dan kedua orangtua (ortu) si bayi. Mereka adalah Andika Anggara (ayah bayi), Ika Saraswati Dewi (ibu bayi) dan Wayan Sumiati (nenek bayi). Majelis hakim pimpinan Heriyanti bersama hakim anggota Angeliky Andayani Day beberapa kali menasihati orangtua si bayi untuk ke depannya berhati-hati memilih penitipan anak, mengecek tempat tidur, lokasi ruangan dan lain sebagainya demi keamanan sang bayi. ‘’Jangan mudah percaya dengan informasi di medsos. Harus cek lokasi, bentuknya seperti apa,’’ tandas Heriyanti. Ora ng t ua ko rb a n p un mengatakan sudah sempat mengecek, namun tidak diizinkan masuk ke dalam. Dalam kesempatan itu, majelis hakim juga di hadapan terdakwa Listiani alias Tina (karyawan TPA) dan Ni Made Sudiani Putri (pengelola TPA), sempat memutar rekaman CCTV via laptop. Namun sebelum diputar, majelis hakim minta izin pada orangtua korban karena menyangkut psikis yang bersangkutan. Hingga akhirnya ibu dan ayah bayi tetap di kursi saksi, sedangkan jaksa dan hakim disaksikan terdakwa memutar foto dan CCTV tempat penampungan bayi itu. Andika, ayah bayi ini, dalam kesempatan itu mengatakan saat divisum tidak ada tanda-tanda kekeras-
an. ‘’Tapi setelah autopsi baru saya tahu penyebab kematian korban karena kehabisan oksigen. Setelah minum (bayi) ditengkurapkan 30 menit lebih,’’ tandas Andika. Selain itu, juga melihat ada tanda merah dan biru di wajah ENA. Tetapi, ia tidak bisa memastikan apakah tanda tersebut bekas kekerasan. Masih dalam sidang yang terbuka untuk umum itu, hakim mencoba menggali ikhwal peristiwa hingga korban dititipkan di TPA tersebut. Dijawab saksi awalnya Andika mengaku mendapat informasi dari postingan di akun Instagram (IG). Dia percaya karena dalam postingan IG itu melihat anakanak dididik dan diajak bermain. Hanya Andika saat menitipkan anak tidak pernah ditunjukkan apakah pihak TPA memiliki kompetensi atau keahlian. Begitu juga Andika tidak menanyakan. Ia hanya percaya pada postingan di IG. Pihaknya tidak diberikan penjelasan apa pun. Hanya berdasarkan kepercayaan. Hakim Angeliky Handajani Day sempat menasihati Andika dan Ika, sebagai pasangan muda harus dipelajari dulu sebelum percaya pada pengasuh anak. ‘’Di tangan siapa anak ini berada harus dimonitor. Ini sedikit miris ya. Bisa saja di IG diajak main di kamar, tapi aslinya kamar hotel atau rumah sakit,’ tandas Angeliky. Tim pengacara terdakwa menanyakan apakah keluarga bayi sudah memaafkan, A n d i k a mengaku secara pribadi terutama setelah bayi kremasi sudah memaafkan. ‘’Tapi untuk proses hukum harus tetap berjalan,’’ tegas Andika. (kmb37)
Konsumsi Kokain, Warga Spanyol Dijerat Pasal Berlapis
Denpasar (Bali Post) Terdakwa Juan Jose Puerta Sahagun asal Spanyol, Selasa (6/8) kemarin menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Pebinis restoran kelahiran 1 Februari 1982 ini disidang atas kepemilikan 0,63 gram kokain. JPU Putra Gede Agung yang diwakili Ni Made
Maya Sari di hadapan majelis hakim pimpinan Wayan Kawisada menjerat terdakwa dengan tiga pasal berlapis. Yakni Pasal 115 dan Pasal 112 ayat (1) serta Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun. Disebut pula terdakwa yang kemarin mengenakan
Kapolda Minta Seluruh Anggota Antisipasi Kebakaran Denpasar (Bali Post) Akhir-akhir ini kebakaran kian marak di Bali. Selain rumah, api juga melalap toko, lahan kosong hingga hutan lindung. Oleh karena itu, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose mengimbau kepada warga dan mengerahkan anggotanya supaya bersama-sama mengantisipasi kebakaran. Seperti disampaikan Kapolda Golose, Selasa (6/8) kemarin, musim kemarau dan angin kencang saat ini rawan terjadinya kebakaran. Misalnya di wilayah barat Buleleng sangat rawan sekali terjadinya kebakaran hutan. Selain hutan, Golose juga mengimbau agar seluruh komponen masyarakat bersama pihak terkait men-
gantisipasi kebakaran objek vital, perkantoran dan pertokoan. ‘’Saya perintahkan seluruh pejabat utama dan Kapolres jajaran Polda Bali agar melaksanakan sambang ke rumah-rumah warga. Melakukan imbauan kepada masyarakat setempat untuk ikut bertanggung jawab menjaga keselamatan, dalam hal ini mengantisipasi terjadinya kebakaran,’’ tegasnya. Selain itu, lulusan Akpol 1988 ini memerintahkan kepada anggotanya bersinergi dengan semua pihak terkait dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran. ‘’Kalau terjadi kebakaran kita bisa cepat melakukan pertolongan dan penanggulangan,’’ tutupnya. (kmb36)
Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose
Bali Post/dok
Saat ditangkap ditemukan serbuk berupa kokain. Persisnya, barang bukti itu didapat di bungkusan rokok yang disimpan pada saku celana bagian depan sebelah kiri. Dari interogasi, terdakwa mengaku beli kokain seharga Rp 2 juta dari Santi (DPO). Untuk membuktikan, usai pembaca dakwaan, jaksa langsung menghadirkan
saksi polisi. Saksi polisi mengatakan penangkapan pada tengah malam itu berjalan mulus karena terdakwa bisa diajak kerja sama. ‘’Posisi terdakwa pada saat itu di dalam vila bersama pacarnya. Saat kami masuk, terdakwa sangat kooperatif. Dia mengaku habis menggunakan kokain,’’ kata polisi tersebut. (kmb37)
Diduga Korban Pembunuhan Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muhamad Nurul Yaqin, Selasa (6/8) kemarin, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. ‘’Masih dilakukan penyelidikan tim gabungan untuk
menjawab apakah korban pembunuhan atau meninggal karena sakit,’’ tegasnya. Terkait kejadian ini, kata Iptu Yaqin, telah diperiksa dua karyawan penginapan sebagai saksi yakni I Wayan
Budiarta alias Asep (42) dan Kadek Yuliani (36). Saat diperiksa, Budiarta mengatakan sekitar pukul 18.00 Wita, dia melihat ada mobil Avanza warna putih masuk ke TKP. Namun, dia tidak ingat nopol mobil tersebut. Budiarta hanya ingat ada stiker Transformer di pintu belakang sebelah kanan mobil tersebut. Sedangkan Yuliani asal Buleleng ini menyampaikan, pukul 18.00 Wita, dia menerima tamu yaitu korban dengan laki-laki berusia seki-
Denpasar (Bali Post) Sumber energi di Bali kini didorong agar lebih banyak menggunakan sumber energi bersih. Yakni sumber energi yang produksi dan pemanfaatannya tidak menimbulkan emisi dan efek rumah kaca secara signifikan. Di dalam energi bersih juga ada energi baru dan terbarukan. ‘’Kita mendorong untuk menuju ke sana. Dengan kata lain, kita ke depan berupaya untuk mengurangi sumber-sumber energi yang menggunakan bahan bakar fosil. Itu bahasa lainnya ya,’’ ujar Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra usai memimpin Focus Group Discussion (FGD) Energi Bersih yang berlangsung tertutup di Praja Sabha Kantor Gu-
bernur Bali, Selasa (6/8) kemarin. Menurut Dewa Indra, energi baru dan terbarukan meliputi cahaya matahari, air, angin, dan biogas. Khusus tenaga surya, dikatakan, sudah mulai dimanfaatkan seperti misalnya pada lampu-lampu penerangan jalan. Beberapa rumah dan hotel juga sudah mulai menggunakan tenaga surya, meski memang belum sepenuhnya. ‘’Misalnya ada hotel, kapasitas yang terpasang berapa watt (tapi) baru sepertiga atau seperempatnya menggunakan PLTS (tenaga surya - red). Ada rumah juga begitu. Halamannya pakai lampu yang menggunakan tenaga surya, tetapi di dalam rumahnya masih
menggunakan energi listrik dari PLN. Ini kita dorong ke depan supaya lebih banyak lagi,’’ jelas mantan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali ini. FGD Energi Bersih, lanjut Dewa Indra, sebetulnya masih terkait pembahasan rancangan peraturan gubernur tentang energi bersih. Ada banyak hal yang memang harus diatur. Seperti boleh tidaknya menggunakan 100 persen energi baru dan terbarukan. Kemudian, bangunan dan jaringan listrik yang sudah ada sekarang, serta yang akan dibangun baru. Oleh karena itu, FGD juga melibatkan PLN. Di dalam rancangan pergub, ada pula pengaturan soal insentif. ‘’Sebenarnya insentif itu
Karyawan penginapan Teduh Ayu 2 di Jalan Kebo Iwa Utara, Padangsambian Kaja, Denpasar Barat, dihebohkan penemuan mayat di kamar nomor 8, Senin (5/8) pukul 21.30 Wita. Mayat tersebut tak lain Ni Putu Yuniawati (39). Diduga Yuniawati dibunuh karena dari mulutnya keluar darah segar dan dibekap handuk.
Bali Post/asa
rompi orange itu sudah 19 tahun ketergantungan kokain. Persisnya, sejak terdakwa berumur 18 tahun. Masih dalam dakwaan yang dibacakan di depan majelis hakim pimpinan Wayan Kawisada itu, pemilik paspor No: AAK 125701 itu sebelumnya ditangkap petugas Polresta Denpasar di Vila Anggara I, Kerobokan, Kuta Utara.
Mayat Wanita di Teduh Ayu 2
Denpasar (Bali Post) -
SIDANG - Suasana sidang saat jaksa dan hakim memutar rekaman CCTV dan foto bayi di TPA.
Bali Post/asa
DIGIRING - Terdakwa Juan Jose Puerta Sahagun saat digiring jaksa usai menjalani sidang di PN Denpasar.
tar 40 tahun, perawakan kurus, pakai sandal, baju kaos abu-abu, celana kain abu-abu, lengan kanan penuh tato dan mengendarai mobil Avanza putih. Saat turun dari mobil, laki-laki itu langsung menanyakan kamar. Setelah membayar uang sewa, mereka langsung masuk kamar nomor 8 dan dikunci dari dalam. ‘’Keterangan saksi (Yuliani - red), sekitar pukul 19.30 Wita, laki-laki itu keluar kamar langsung naik ke
mobil,’’ ungkapnya. Karena korban lama tidak keluar kamar, kemudian penjaga penginapan mengecek ke dalam sekitar pukul 21.30 Wita. Yuliani dan Budiarta melihat korban tidur dengan posisi telungkup. Saat tubuh korban dibalik, ternyata mulutnya dibekap dengan handuk. Selain itu, ada darah keluar dari mulut korban. Setelah dipastikan korban meninggal, kejadian ini dilaporkan ke Polresta Denpasar. (kmb36)
perlu, tetapi konteksnya bagaimana. Kenapa perlu insentif, insentifnya dalam bentuk apa, kita pikirkan,’’ imbuhnya. Dewa Indra menambahkan, semakin cepat bisa memulai penggunaan energi bersih maka akan semakin bagus. Sebab, hal ini positif untuk mengurangi polusi, menghemat listrik dari PLN, bahkan bisa terbebas dari blackout saat sudah mandiri energi bersih. Penggiat energi baru terbarukan Agung Putradhyana atau Gung Kayon mengapresiasi upaya Pemprov Bali menuju ke penggunaan energi bersih. Termasuk di dalamnya energi baru dan terbarukan, walaupun harus dilakukan secara bertahap. Mengingat, energi baru dan terbarukan seperti tenaga surya terbilang masih
belum populer sehingga masih terkesan mahal. Untuk energi baru dan terbarukan di Bali yang paling potensial memang tenaga surya karena bisa diakses di manamana. Tetapi, segala potensi yang mungkin dimanfaatkan mestinya mulai digarap. ‘’Arah mata angin orang Bali itu kan menunjukkan potensi energi sebenarnya,’’ ujarnya. Gung Kayon menyebut arah kangin potensial untuk tenaga angin, arah kaja untuk tenaga air, kelod untuk laut (energi gelombang atau arus laut), kauh untuk energi gravitasi, dan tengah untuk cahaya atau tenaga surya. Energi sebetulnya tidak hanya soal kelistrikan. Bicara energi matahari misalnya, lebih luas juga bisa dimanfaatkan panasnya selain listrik. (kmb32)
Pemprov Dorong Penggunaan Energi Baru dan Terbarukan
Warung Global
Pemerintah Disarankan Beri Masyarakat Kemudahan dan Kemurahan Bayar PKB KABAR tentang pemutihan pajak kendaraan bermotor memang selalu membawa angin segar bagi setiap orang yang memiliki kendaraan. Tetapi, latar belakang di balik kebijakan ini ternyata untuk memenuhi target penerimaan pemerintah daerah melalui pajak kendaraan. Sebab, cara ini dianggap efektif mendorong wajib pajak melunasi kewajiban perpajakan mereka. Program pemutihan pajak kendaraan ternyata kerap dilakukan sejumlah pemerintah daerah. Bali salah satunya. Yang teranyar Gubernur Bali mengeluarkan Pergub No. 28 Tahun 2019 tentang Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Melalui pemutihan denda PKB ini diharapkan bisa menjadi tambahan PAD Bali nantinya. Lalu bagaimana respons pendengar setia Radio Global 96,5 FM? Berikut rangkuman opini pendengar dalam acara dialog interaktif Warung Global, Selasa (6/8) kemarin.
Made Jemet di Denpasar menyoroti strategi pemerintah untuk mendongkrak PAD agar mencapai target dengan memutihkan denda ini kurang elok. Sebaiknya memberikan kemudahan masyarakat dalam hal pengurusan dan pembayaran pajak. Hal ini juga dibenarkan Dewa Nyoman Sarjana lewat facebook. Pemutihan denda mestinya menyadarkan masyarakat untuk taat dan disiplin bayar pajak. Bukan dengan cara memutihkan denda. Tahun lalu juga ada pemutihan, jadi akan terus seperti ini. Menyambung opini sebelumnya, Werdha di Gianyar merasakan ada yang lucu. Jika hal ini dilakukan tiap tahun, jadi sangat ditunggutunggu masyarakat. Denda sehari sama dengan satu tahun. Jadinya tidak mendidik. Sengaja tidak bayar PKB, tahun depan juga diberikan pemutihan dendanya. Selain itu, ia juga menyarankan agar pemerintah fokus dalam hal kemudahan dan kemurahan membayar pajak dengan beberapa cara. Perkiraan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) harus realistis, buka gerai
pajak di setiap desa. Denda keterlambatan jangan dipukul rata. Artinya disesuaikan dengan tingkat keterlambatan. Pemutihan denda ini untuk menambah capaian target? Apakah tidak ada cara lain? Apa sebab masyarakat sampai terlambat bayar pajak? Apa karena mahal, jauh, sulit membayar? Ini yang harusnya dicari tahu dulu. Demikian menurut Budiada di Tabanan. Sementara Fera dan Pak Nengah di Tabanan berharap agar pemerintah menggratiskan pajak kendaraan motor yang sudah tergolong tua usianya. Kak Nges di Denpasar menilai kebijakan pemutihan denda ini ibarat buah simalakama. Pas ada program pemutihan, wajib pajak pas lagi tak punya uang karena pajak mati rata-rata 3-5 tahun. Seperti Kawan Global lainnya, ia juga berharap agar pemerintah memperingan pembayarannya. Dan sebaiknya tepat waktu bayar pajak. Sementara itu, menurut Ayu di Petang, sebaiknya pemutihan denda ditiadakan. Tetapi pajak progresif yang dihilangkan. (sikha)
OPINI
6
Rabu Wage, 7 Agustus 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Memanusiakan Manusia Seutuhnya DI negara maju, setiap sekolah dan perusahaan sudah memiliki manajemen talenta. Artinya, untuk membangun SDM yang berkualitas ada serangkaian proses sumber daya manusia dalam organisasi terpadu yang dirancang untuk mengembangkan, memotivasi, dan mempertahankan produktivitas, terhadap karyawan yang terlibat. Tujuan dari manajemen bakat adalah untuk menciptakan kinerja tinggi, organisasi berkelanjutan yang memenuhi tujuan strategis dan operasional, serta untuk membangun blok bangunan sehingga manajer dan SDM dapat menemukan talenta individu dan menempatkan mereka di mana bisnis dan individu akan lebih bermanfaat. Demikian juga untuk keluarga, sekolah, hingga negara, manajemen bakat alias talenta wajib dilakukan. Namun sering dilanggar oleh egoisme individu. Miasalnya anak yang berbakat di bidang ilmu sosial seperti hukum, dipaksa oleh orangtuanya untuk memilih sudi lanjut di IPA dan kedokteran. Tidak sedikit anak merasa tertekan karena mereka belajar dan bekerja bukan pada tempatnya. Di keluarga pada hakikatnya adalah penemuan untuk kali pertama dan utama penemuan bakat seseorang. Sebab, di keluargalah waktu terbanyak anak-anak berada, setelah itu di sekolah. Orangtua mestinya menjadi panutan penemu dan kemudian mengembangkan talenta anak-anak. Risikonya jika kita salah membentuk kepribadian mereka, akan memengaruhi masa depan anak. Bagi orang dewasa yang mengerti, jalankan tugas ini dengan baik. Sadarilah keluarga dokter belum tentu melahirkan generasi dokter semuanya. Justru hasil penelitian terbaru mengungkapkan keluarga yang memiliki anak dengan bidang keilmuan yang berbeda-beda justru lebih sukses ketimbang satu bidang keuilmuan. Sangat tidak mungkin juga keluarga pebisnis, 100 persen melahirkan kader pebisnis murni. Ini namanya manusia bersifat unik yakni selalu berbeda dengan individu lainnya. Biarkan anak berkembang sesuai dengan bakatnya sendiri. Selanjutnya, faktor lingkungan akan memolesnya lebih lanjut, asalkan mendukung program pengembangan dirinya. Kedua, ketika anak berada di sekolah, model pembelajaran sesuai dengan bakat dan talenta harusnya dikedepankan. Bukankah sekolah sudah memiliki guru BK yang setiap tahun melakukan tes minat, bakat, dan IQ siswa. Hal ini mestinya dipakai standar oleh guru baik dalam penentuan penjurusan maupun dalam model pembelajaran individual. Kalau memang tak ada fungsinya, mengapa kita sibuk dan mengeluarkan uang untuk tes bakat dan minat segala. Kalau pembelajaran individual masih jauh panggang dari api, paling tidak ada cluster pembakatan dalam bentuk ekstrakurikuler. Sekali lagi, tak boleh ada pemaksaaan kehendak guru dan orangtua di sini. Hargai hasil pemetaan tes minat dan tes bakat. Sebab, secara teoretis, jika anak belajar sesuai dengan kesenangan dan bakatnya akan melahirkan kesenangan dan prestasi. Tinggal orangtua bertindak tut wuri handayani yakni mengawasi dari depan, samping dan belakang agar tak melenceng dari koridor hakikat pendidikan yakni memanusiakan manusia seutuhnya.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Bersinergi Menjaga Bali Terobosan dalam mengawal adat dan budaya Bali sedang dimatangkan di tingkat provinsi. Setidaknya, hal itu saya tangkap dari media massa. Gerakan memberdayakan desa adat ini tentu perlu dijabarkan dan dijelaskan secara terukur dan rutin kepada krama Bali. Masalahnya, selama ini ada kesan pengelolaan desa adat dibiarkan berjalan sendiri dan hanya dibantu dengan dana-dana rutin dari pemerintah. Cara-cara ini tentu harus dievaluasi dengan terbangunnya kepedulian yang lebih jelas dari pemerintah terhadap desa adat. Dengan adanya lembaga yang khusus mengurus desa adat, saya juga berharap orang yang menangani hal ini benar-benar paham tentang desa adat. Pendekatan birokrasi dalam hal ini tentu harus disederhanakan mengingat tak semua desa adat memiliki kualitas dan sarana yang memadai untuk hal itu. Ada desa adat yang masih mengandalkan urunan krama untuk kegiatan ritual dan penjagaan desa adatnya. Di satu sisi, ada desa adat yang sudah sangat mapan. Untuk itulah, ke depan agar Gubernur Bali Wayan Koster yang memiliki iktikad sangat baik untuk membangun dan menguatkan desa adat menjabarkan program ini dengan pendekatan yang efektif. Saya juga berharap agar Perda Desa Adat yang komprehensif benar-benar bisa menjadi harapan baru bagi krama Bali dalam menjaga Bali. Mudah-mudahan pemahaman terhadap pentingnya menjaga adat, tradisi, dan kelembagaan desa adat di Bali menjadi pemahaman juga bagi para pendatang dan pemilik modal. Ini penting dibangun agar jangan sampai Bali hanya disanjung namun tak mendapat keberpihakan yang jelas dari semua elemen yang hidup dan berusaha di Bali. I Wayan Arsana Gianyar, Bali
Manajemen Talenta Kunci Daya Saing Bangsa Pidato ”Visi Indonesia” Presiden Jokowi di Sentul International Convention Center, Bogor, Minggu (14/7) lalu, menegaskan lima visi pemerintahannya lima tahun mendatang. Poin kedua dalam visi tersebut memberi penekanan pada pembangunan sumber daya manusia (SDM). Hal konkret terkait pembangunan SDM adalah pentingnya vocational training, vocational school, dan lembaga Manajemen Talenta Indonesia. Presiden berjanji akan memfasilitasi dan mendukung pengembangan talenta-talenta Indonesia. Yang tak kalah penting adalah, diaspora yang bertalenta tinggi, akan diperhatikan dan dilibatkan dalam peningkatan daya saing SDM Indonesia.
V
isi pembangunan SDM sekurangnya terkait dengan tiga aspek berikut ini. Melalui ketiga aspek ini akan tampak bahwa meletakkan tujuan pembangunan SDM memiliki relevansi tinggi, baik dalam sejarah masa lalu yang membuktikan bahwa SDM merupakan kunci utama, maupun proyeksi masa depan. Pertama, tercermin dari model THIO yang dikembangkan Prof. Nawaz Sharif dari Pakistan pada tahun 1990-an yang terdiri dari technoware (T), humanware (H), infoware (I), dan orgaware (O). Empat dimensi ini saling berkaitan. SDM (humanware) melekat dan menjadi fondasi. Terkait hal ini teringat pada masa-masa awal pembangunan SDM perhotelan di Indonesia. Hotel Indonesia (HI) dikenal dan dikenang sebagai wadah pendidikan, sebuah “kawah candradimuka”, tempat para hotelier mendapat gemblengan, pelajaran,
Oleh Dewa Gde Satrya dan pengetahuan tentang bisnis dan administrasi perhotelan (Arifin Pasaribu, 2014). Maka tak heran, HI telah melahirkan hotelier yang tangguh dan tersebar di seluruh Indonesia hingga mancanegara. Pada tahun 1956, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan Dewan Turisme Indonesia mengirim enam mahasiswa Indonesia ke Lucerne, Swiss, untuk studi pariwisata selama dua tahun. Mereka berenam nantinya adalah generasi awal yang mengabdikan diri di HI. Kedua, menjadi cerminan government entrepreneurship dari pemerintahan Jokowi. Hermawan Kartajaya (2005) menyatakan, ada tiga klasifikasi ’pelanggan’ yang harus dilayani pemerintah. Pertama, penduduk lokal. Kedua, trader-tourist-investor. Ketiga, talent (SDM yang berkualitas), developer (pengembang), organizer dan seluruh pihak yang memiliki kontribusi dalam membangun keunggulan bersaing negara. Dengan kapasitasnya, pemer-
intah dapat mendorong keterlibatan pihak ketiga untuk semakin mendinamiskan dan melakukan percepatan kemajuan daya saing produk, SDM maupun negara sebagai destinasi, yang eksplisit dalam pidato Jokowi tentang “Visi Indonesia”. Di samping keuletan menggali keterlibatan berbagai pihak dalam percepatan kemajuan daya saing segenap komponen di Tanah Air, government entrepreneurship telah diimplementasikan melalui kemampuan menyatukan dan menggerakkan segenap potensi bangsa yang tersebar di berbagai negara. Presiden Jokowi menyatakan, by design akan melibatkan komunitas ‘Indonesia diaspora’ dalam percepatan kemajuan daya saing SDM. Koordinasi, integrasi, sinergi, dan sinkronisasi antara pemerintah dengan stakeholder di dalam maupun di luar negeri, merupakan perwujudan government entrepreneurship yang penting bagi kemajuan segenap komponen di Tanah Air. Selain kompetisi segenap
anak bangsa untuk menjadi yang terdepan di bidangnya, yang sama pentingnya adalah semangat kooperasi untuk memperkuat nilai sebagai bangsa di antara bangsabangsa di dunia. Kinerja pemerintahan yang mencerminkan semangat entrepreneurship dapat dimonitor lewat dinamikan ’koopetisi’ antarkementerian, lembaga di pusat, hingga pemerintah daerah, yang ujungujungnya akan memajukan daya saing daerah, negara dan bangsa. Lebih-lebih guna mewujudkan impian pembangunan berkelanjutan Indonesia yang bertumpu pada empat pilar strategis atau triple track strategy plus, yakni pro-pertumbuhan ekonomi, propenciptaan lapangan kerja, propengentasan kemiskinan, dan pro-lingkungan hidup, government entrepreneurship teramat penting. Pembangunan SDM yang didorong oleh pemerintahan yang entrepreneurial menjadi salah satu medan riil pembuktiannya. Ketiga, kesadaran akan pentingnya meningkatkan kualitas SDM sehingga tidak terjebak pada persaingan berdarah-darah (red ocean), melainkan mampu menciptakan inovasi untuk masuk dalam samudera biru yang memiliki dimensi persaingan baru (blue ocean). Dalam bukunya yang berjudul “Blue Ocean Strategy” (2005), Profesor Kim dan Profesor Mauborgne membedakan antara samudra merah dan samudra biru. Kriteria pertama menandaskan adanya kompetisi dalam pasar yang telah ramai
oleh produsen produk-produk yang sama. Oleh karena samasama memiliki produk dengan jenis, kriteria, dan pengembangannya (fitur produk) yang serupa, pasar diramaikan oleh kompetisi antarpengusaha. Dalam samudra merah, pasar diramaikan oleh persaingan produsen produkproduk lama. Situasi inilah yang sedang terjadi saat ini. Sebaliknya, konsep samudra biru lebih menekankan pada tantangan untuk berinovasi dan ke luar dari pasar persaingan produkproduk lama. Oleh karena itu, pelaku usaha dalam klasifikasi ini adalah para inovator. Nantinya, mereka pasti akan diikuti oleh pelaku usaha yang lain. Pasar dalam peradaban dunia senantiasa diciptakan oleh pelaku usaha dengan strategi samudra biru. Pelaku usaha dengan ketertarikan yang tinggi untuk berinovasi, semakin mendesak dibutuhkan oleh bangsa kita dewasa ini. Bukan semata-mata untuk meraup keuntungan personal, namun lebih dari itu, untuk menciptakan bisnis yang semakin membantu manusia untuk mencapai taraf kebahagiaan hidup yang tinggi. Pembangunan SDM Indonesia diproyeksikan akan melahirkan inovator-inovator baru di Tanah Air. Segenap rakyat Indonesia mendukung dan bersyukur dengan Visi Indonesia, khususnya pada elemen pembangunan SDM. Penulis, dosen Hotel & Tourism Business, Fakultas Pariwisata, Universitas Ciputra Surabaya
Konseling Pranikah Cegah Pernikahan Dini
SALAH satu tujuan pernikahan adalah memperoleh keturunan. Tentu saja dalam prosesnya diharapkan ibu dan bayi selamat. Berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar-Sensus (SUPAS) 2015 menunjukkan 305 kematian ibu per 100.000 kelahiran hidup. Bila dalam setahun jumlah ibu hamil di Indonesia sekitar 4,5-5 juta orang, dengan angka kematian ibu (AKI) 305 per 100.000 berarti setiap tahun ada sekitar 15.250 ibu yang meninggal di Indonesia karena kehamilan atau persalinannya. Jumlah ini merupakan jumlah yang sangat tinggi. Kematian ibu dilaporkan meningkat 2-4 kali lipat pada kehamilan usia dini yaitu kehamilan pada usia kurang dari 20 tahun dibandingkan dengan kehamilan di atas usia 20 tahun. Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2016 mencatat bahwa sekitar 26,16 persen perempuan melahirkan anak pertama pada usia kurang dari 20 tahun. Laporan Kajian Perkawinan Usia Anak di Indonesia (KPUAI) juga menyatakan bayi yang dilahirkan oleh perempuan yang menikah pada usia kurang dari 20 tahun memiliki risiko kematian lebih besar dan memiliki peluang meninggal dua kali lipat sebelum mencapai usia satu tahun dibandingkan dengan anak-anak yang dilahirkan oleh seorang ibu yang telah berusia dua puluh tahun ke atas. Hukum di Indonesia, tepatnya dalam UU No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan pasal 7 ayat 1 menetapkan bahwa pria harus mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wanita harus mencapai umur 16 (enam belas) tahun. Sedangkan definisi anak berdasarkan UU No. 23 Tahun 2002 adalah seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk dalam anak yang masih berada dalam kandungan. Sehingga
Oleh Rizki Yulia, S.Tr.Keb. pernikahan anak didefinisikan sebagai pernikahan yang terjadi sebelum anak mencapai usia 18 tahun, sebelum anak matang secara fisik, sosiologis, dan psikologis untuk bertanggung jawab terhadap pernikahan dan anak yang dihasilkan dari pernikahan tersebut. Kalau diperhatikan tentang pelaksanaan pernikahan yang terjadi di masyarakat, masih ditemui pasangan pengantin yang relatif muda. Implementasi undang-undang dirasa tidak efektif dan terpatahkan oleh adat istiadat serta tradisi yang mengatur norma sosial dan budaya suatu kelompok masyarakat. Mewujudkan hukum pernikahan di Indonesia nampak dirasakan pentingnya untuk mencegah praktik pernikahan terlampau muda yang sering menimbulkan berbagai akibat negatif. Dalam UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak pasal 26 ayat 1 huruf c menyebutkan bahwa orangtua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk mencegah terjadinya perkawinan usia anak. Kenyataannya, masih banyak dijumpai anak-anak di bawah usia 15 tahun sudah melakukan pernikahan bahkan mengalami perceraian. Terasa miris ketika orangtua menikahkan anak perempuannya dianggap sebagai cara cepat meningkatkan perekonomian keluarga. Alasan sosial misalnya masih ada sebagian masyarakat yang menganggap bahwa semakin cepat menikah semakin baik bagi seorang perempuan. Sedangkan dari sisi budaya, diduga di beberapa daerah di Indonesia khususnya daerah terpencil, menikah di usia sangat muda adalah hal yang
umum dilakukan dan bukan hal yang tabu meskipun tidak sesuai dengan ketetapan undang-undang perkawinan. Pernikahan anak pada dasarnya terjadi karena berbagai macam alasan, kemisikinan, sosial, serta budaya yang sudah ada dalam masyarakat. Namun, hal tersebut bukanlah satu-satunya faktor yang harus diperhatikan dalam pernikahan. Masih ada banyak hal lain yang perlu diperhatikan yaitu risiko komplikasi yang terjadi pada saat kehamilan dan persalinan pada usia muda yang berperan meningkatkan angka kematian ibu dan bayi, gangguan perkembangan kepribadian yang berpengaruh pada anak yang dilahirkan, risiko terhadap kejadian kekerasan dan ketelantaran, serta dampak pada kesejahteraan hidup dalam jangka panjang. Dibutuhkan kepedulian dan praktik yang tegas untuk menghentikan permasalahan pernikahan dini dari seluruh pihak yang terkait. Sosialisasi pentingnya perkawinan pada usia yang tepat perlu dilakukan untuk mengatur usia perkawinan khususnya bagi perempuan. Konseling pranikah merupakan alternatif yang tepat untuk membuat keputusannya agar lebih mantap dan dapat melakukan penyesuaian di kemudian hari secara baik. Konseling dapat dilakukan secara individu maupun kelompok yang bersifat pencegahan dan diarahkan kepada pemberian informasi dalam mempersiapkan pernikahan. Tujuan akhir yang dapat dicapai dalam alternatif ini adalah membantu individu agar dapat mencapai pemahaman diri tentang kesiapan menikah, mempunyai pandangan yang luas tentang dirinya dalam hubungan-
nya dengan orang lain, memiliki pemahaman yang luas terhadap faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan kepribadian, memahami masalah dengan baik hingga akhirnya dapat mengambil keputusan yang tepat. Setelah mendapatkan konseling pranikah, individu setidaknya melakukan persiapan fisik, gizi, dan psikologis. Persiapan fisik di antaranya adalah usia reproduktif sehat yaitu di atas 20 tahun, berat badan yang ideal, usia, status kesehatan reproduksi dan status imunisasi guna mencegah komplikasi saat kehamilan dan persalinan. Kemudian melakukan persiapan gizi dengan memenuhi gizi yang seimbang. Gizi seimbang sangatlah penting bagi remaja yang beranjak dewasa dan sebelum menikah. Semakin bertambahnya usia maka akan semakin banyak pula energi yang kita butuhkan setiap harinya untuk meningkatkan kesehatan reproduksi, mempersiapkan gizi kehamilan, dan sebagai upaya pencegahan masalah yang mungkin terjadi saat kehamilan, persalinan, dan seterusnya. Persiapan yang tidak kalah penting adalah persiapan psikologi. Pernikahan adalah proses penyatuan dua orang yang berbeda secara fisik dan psikologis. Laki-laki dan perempuan memiliki keunikan masing-masing sehingga perlu proses adaptasi bagi pasangan untuk bisa saling memahami dan hidup bersama. Secara psikologi dengan pernikahan diharapkan agar pasangan suami-istri dapat mengetahui, memahami, dan memiliki keterampilan hidup dalam menyikapi persoalan pernikahan dari perspektif psikologi. Pasangan suami istri mampu menjalani pernikahan dengan baik, karena memiliki wawasan dan pengetahuan untuk saling memahami perilaku pasangan, sehingga terwujud
keluarga sejahtera dan bahagia. Selain itu, diharapkan pasangan mengetahui cara pengasuhan anak dan perkembangan anak dalam keluarga. Penulis sedang menempuh pendidikan magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (UI).
POJOK Program prorakyat di Badung masif, gini ratio justru meningkat. - Program salah sasaran. ***
Hutan di Kintamani rawan terbakar. - Pencegahannya belum ada. ***
Antisipasi blackout di Bali, PLN lakukan assessment peralatan dan jaringan. - Siapkan langkah
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Rabu Wage, 7 Agustus 2019
Polres Siap Suplai Air Bersih ke Warga
Bali Post/bit
WATER CANON - Kasat Shabara Polres Tabanan AKP I Kadek Ardika memperlihatkan mobil water canon yang siap membantu menyuplai air bersih ke warga membutuhkan.
Tabanan (Bali Post) Musim kemarau berkepanjangan dikhawatirkan berdampak pada ketersediaan air bersih. Terkait hal itu, Polres Tabanan melalui satuan Sabhara siap menyalurkan air bersih bagi warga yang membutuhkan. Bahkan mereka sudah siap turun ke lapangan kapanpun dibutuhkan warga, tanpa birokrasi berbelit-belit. Warga hanya cukup memberikan nama dan alamat yang jelas, agar petugas bisa segera memberikan pelayanan. Kasat Shabara Polres Tabanan AKP I Kadek Ardika mengatakan, mobil water canon dengan kapasitas enam ton disiagakan untuk membantu warga yang kemungkinan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Dengan kapasitas tersebut, dipastikan bisa mencukupi ketersediaan air bersih untuk satu banjar secara gratis. ‘’Ide ini sebenarnya dari bapak Kapolres, dan kami tindaklanjuti dengan memangkas birokrasi. Jadi, tanpa harus bersurat, hanya tinggal menelepon ke nomor pos siaga bencana Dalmas, kami siap bantu,’’ terang Ardika, Selasa (6/8) kemarin. Diakuinya, ide ini sebenarnya sudah diwacanakan cukup lama, hanya saja baru diinformasikan ke publik melalui media sosial. ‘’Meski sekarang di Tabanan belum ada yang sampai kekurangan air bersih, sifatnya antisipasi sebab di daerah lain seperti yang banyak diinforma-
sikan di media massa, pasokan air bersih berkurang,’’ ujarnya. Dia menekankan, bantuan dari Polres sifatnya hanya untuk membantu kebutuhan warga sehari-hari, bukan untuk mengatasi kekeringan lahan pertanian. Air bersih bersumber dari PDAM di Polres Tabanan. ‘’Kami bantu khusus air bersih untuk masak dan mandi. Sebab, di dalam mobil ini ada pengaturanya semacam komputer. Kalau air kotor masuk, tidak bisa mobil ini menerima,’’ tegasnya. Jika ada warga Tabanan yang membutuhkan ketersediaan air bersih saat kekeringan, cukup menelepon di nomor (0361) 8311021, tanpa harus bersurat. ‘’Kalau sudah benar, kami siap kirim air secara gratis. Sebab dari sekarang air sudah kami isi di dalam kendaraan. Air kami isi tiap malam dengan waktu 5 jam supaya penuh,’’ beber AKP Ardika. Tak hanya membantu dalam menjaga ketersediaan air bersih jika kemungkinan terjadi kekeringan, jajaran Sabhara Polres Tabanan juga siap membantu masyarakat yang memerlukan bantuan penanganan bencana, memerlukan bantuan tenaga memperbaiki jalan ataupun membantu memperbaiki rumah akibat dampak gempa. ‘’Kami siapkan bantuan satu regu dengan jumlah 10 orang anggota,’’ ucapnya. (kmb28)
Rapat Perdana, Dewan Usulkan Jadwal Kunker Ditambah
Tabanan (Bali Post) -
Sehari setelah dilantik, 40 anggota DPRD Tabanan periode 2019-2024 langsung bertugas. Diawali dengan agenda rapat pembahasan perubahan jadwal kegiatan DPRD Agustus 2019, yang digelar Selasa (6/8) kemarin. Meski sempat molor 1 jam dan hanya dihadiri 25 anggota dewan, rapat perdana tersebut berjalan lancar. Salah satu poin yang hangat dibahas dalam rapat yang dipimpin Nyoman Arnawa alias Komet dan Ni Made Meliani selaku pimpinan sementara DPRD Tabanan adalah mengenai agenda kunjungan kerja (kunker). Disampaikan Arnawa, keterbatasan anggaran daerah menyebabkan sejumlah agenda dewan dipangkas, salah satunya kunker yang bertujuan menambah wawasan serta membantu jajaran legislatif dalam melaksanakan rencana kerja, khususnya dalam kaitannya dengan ranperda. Jika sebelumnya kunker dewan dalam sebulan bisa dilaksanakan 2 sampai 3 kali, kini hanya bisa dilaksanakan
sekali sebulan. Hal itupun memantik reaksi sejumlah anggota dewan khususnya para incumbent yang terus memberikan usulan agar pimpinan sementara dewan bisa memperjuangkan agar kunjungan kerja bisa dilakukan dua kali. Seperti Gusti Nyoman Omardani, I Made Suarta dan I Made Asta Darma yang sama-sama mengusulkan agar kunker pada Agustus dilakukan dua kali dan meminta pimpinan sementara dewan memperjuangkannya. Usulan tersebut berdasarkan asumsi adanya anggaran di dewan untuk kunker, meski kemungkinan baru cair pada Oktober. ‘’Kalau boleh, karena ang-
garan sudah pasti di APBD Perubahan, sederhananya tangguhkan dulu pembayarannya, tidak masalah bekal belakangan dikirim atau ditransfer. Yang penting melaksanakan tugas dulu,’’ ucap Asta Darma, anggota dewan dari Partai Golkar. Usulan itu pun ditanggapi Nyoman Arnawa. Arnawa menyebutkan, dari hasil koordinasi dengan TP4D Tabanan, minimnya anggaran memang mengharuskan kegiatan kunker dewan hanya bisa dilaksanakan satu kali masing-masing pada Agustus dan September. Meski demikian, pihaknya akan berupaya memperjuangkan
Sosok Sibuk Berkesenian I Ketut Suryadi alias Boping dikenal sebagai salah satu politikus mumpuni di Kabupaten Tabanan. Dia mampu tiga periode duduk di gedung DPRD Tabanan. Tak tanggung-tanggung, ia menduduki semua jabatan pimpinan dewan. Meski getol di dunia politik, namun daerah seni politisi asal Selemadeg ini rupanya tetap melekat. Terbukti di sela-sela kesibukan di dewan, ia sering bermain musik, membaca puisi maupun melukis yang telah ditekuninya sejak lama. Tidak salah kemudian, politisi yang lolos ke DPRD Bali ini membidik Komisi IV yang salah satunya membidangi tentang seni dan budaya. ‘’Mau di Komisi IV saja. Di sana leading sector seni budaya, pendidikan, kesehatan dan sosial. Jadi biar enjoy menjalankan tugas fungsi,’’ ucapnya, Selasa (6/8) kemarin. Boping pun mengaku sudah memiliki beberapa usulan yang nantinya akan diperjuangkan di tingkat provinsi, khususnya yang menyangkut seni dan budaya. ‘’Banyak role model peristiwa budaya yang sudah atau belum mampu saya jalankan di Tabanan. Seperti kemah budaya, parade pentas seni budaya, menggerakkan sanggar-sangar dan sekaa, memberi seniman ruang seluas-luasnya untuk tampil, serta melengkapi sarana sanggar-sangar,’’ terangnya. Sembari menunggu dilantik menjadi anggota DPRD Bali pada 2 September mendatang, ia akan lebih banyak menyibukkan diri pada bidang seni. ‘’Seperti biasa saya selalu akan menebarkan virus seni budaya, contohnya ngamen,’’ katanya. Apalagi ia juga membina banyak sanggar dan kelompok masyarakat. ‘’Intinya sebulan ini tetap bergerak dalam kosmis seni budaya untuk memperkuat jati diri dan kepribadian dalam berkebudayaan lewat peristiwa budaya,” terangnya. Dia pun mengajak rekan-rekannya sesama politisi baik yang duduk di DPRD maupun di eksekutif ikut bermain musik. Seperti Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya yang berencana mengajaknya membuat konser. Selain itu, ia juga akan menulis, membaca puisi, serta melukis bercorak primitif. ‘’Saya juga dapat konsen sebulan ini melukis, karena ada undangan pameran juga,’’ ucapnya sambil tertawa lepas. (bit)
dengan mengajukan usulan para anggota dewan dari hasil rapat kemarin ke eksekutif. ‘’Untuk locus kunker masih tentatif. Kemungkinan Jakarta. Ini untuk memperkenalkan juga pada anggota dewan yang baru,’’ terangnya. Dalam rapat tersebut juga dibahas persoalan lainnya, seperti dana hibah. Dipastikan tidak ada dana hibah pada APBD Perubahan 2019. Yang ada hanya anggaran perjalanan dinas dan reses. Dikatakannya lebih lanjut, selaku Ketua DPRD Tabanan sementara, dirinya mengemban tiga tugas yang harus selesai di bulan ini. Yakni membentuk fraksi, membahas tata tertib, dan membuat ketua dewan definitif. Terkait ketua fraksi, pihaknya juga telah menyampaikan surat ke DPC dan DPD masing-masing partai. (kmb28)
Bali Post/bit
RAPAT PERDANA - Rapat perdana DPRD Tabanan yang digelar Selasa (6/8) kemarin, membahas agenda dewan selama Agustus.
Rendah, Minat Petani Ikut AUTP
Tabanan (Bali Post) Rendahnya minat para petani khususnya petani lahan basah atau sawah untuk menjadi peserta Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP) sangat disayangkan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan. Hal ini mengingat manfaat AUTP sangat besar ketika petani mengalami gagal panen akibat bencana alam seperti kekeringan. Pentingnya AUTP disampaikan Kabid Sarana dan Prasarana Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan I Gusti Putu Wiadnyana, seperti kasus yang dialami petani di Tempek Segeh Subak Tungkub II Desa KabaKaba, Kediri. Mereka mengalami gagal panen akibat tanaman padi mereka mati karena tidak mendapatkan air. ‘’Kalau saja mereka ikut AUTP, tentunya tidak akan mengalami kerugian karena diganti pihak asuransi,’’ jelasnya belum lama ini. Sampai saat ini minat petani di Tabanan untuk ikut AUTP masih sangat rendah. Terbukti dari target yang diberikan pusat yang belum bisa dicapai. ‘’Padahal biaya
sangat murah hanya Rp 36 ribu per hektar. Kalau mengalami gagal panen akibat bencana alam seperti kekeringan, bisa diganti pihak asuransi sebesar Rp 6 juta per hektar sebagai pengganti biaya tanam,’’ jelas Wiadnyana. Bahkan saat ini ada program dari pemerintah pusat. Dari seluruh biaya asuransi pertanian, pusat menanggung biaya sebesar Rp 80 persen dan pemerintah daerah mensubsidi 20 persen. Dengan demikian, petani tidak harus keluar uang untuk membayar biaya asuransi karena sudah disubsidi pemerintah baik pusat maupun daerah. ‘’Bahkan untuk yang gratis saja petani tidak mau. Padahal itu sangat bermanfaat ketika gagal panen akibat bencana,’’ tegasnya. Lebih lanjut Wiadnyana menjelaskan, petani di Tempek Segeh Subak Tungkub II tidak memperhatikan pola tanam yang benar. Mereka menanam padi saat musim kemarau. Padahal mereka merupakan tempek subak
natak tiis dari Subak Tungkub I dan Subak Munggu. ‘’Saat seperti ini areal sawah di daerah pesisir Tabanan dipastikan kekurangan air dan tidak semua sawah bisa dialiri air sehingga petani semestinya tidak menanam padi,’’ ujarnya. Soal permintaan petani agar dibantu pompa air, Wiadnyana menyatakan hal itu sangat sulit direalisasikan. Sebab, ketinggian sungai yang diharapkan jadi sumber air sekitar 400 meter dengan jarak dari lokasi ke areal persawahan mencapai 700 meter. ‘’Minimal butuh 10 pompa dan itu biayanya mahal
sekali,’’ jelasnya. Ia pun hanya bisa mengimbau petani di subak yang tidak memiliki saluran irigasi permanen dan natak tiis, harus memperhatikan pola tanam. Petani tidak boleh memaksakan diri menanam padi saat musim kemarau seperti sekarang. ‘’Mungkin petani bisa beralih ke palawija yang tidak memerlukan banyak air,’’ ucapnya. (kmb28)
Hendak Nengok Anak Sekolah, Asterini Lakalantas
LAKALANTAS - Korban lakalantas saat dicek kondisinya di RS.
Bali Post/bit
Tabanan (Bali Post) Dua warga Kecamatan Pupuan, Selasa (6/8) kemarin dilarikan ke BRSUD Tabanan setelah mengalami lakalantas di jalan jurusan Denpasar Gilimanuk, tepatnya di Banjar Megati Kelod Desa Megati Kecamatan Selemadeg Timur. Dari pemeriksaan luar, kedua korban diduga mengalami patah tulang pada bagian tangan dan kaki. Dari pantauan di RS sore kemarin, kedua korban masih menjalani perawatan. Mereka adalah I Putu WiraCMYK
nata (44) asal Banjar Mekar Sari Desa Pujungan Kecamatan Pupuan, yang mengalami luka lecet dan rasa sakit pada kaki di bawah lutut sebelah kanan, diduga patah. Kemudian korban lainnya Ni Wayan Asterini (52) asal Banjar Belimbing Anyar Desa Belimbing Kecamatan Pupuan mengalami sakit pada lengan kanan dan diduga juga patah tulang. Menurut penuturan putri dari Asterini, sebelum mengalami lakalantas ibunya hendak menengok adiknya (anak Asterini) yang ber-
sekolah di SMKN 1 Tabanan. Namun sebelum sampai di tujuan, orangtuanya terlibat lakalantas di Megati. Menurut informasi, mobil pick up yang dikendarai Wiranata dan ditumpangi Asterini melaju dari arah Gilimanuk menuju timur. Setibanya di TKP, tiba-tiba datang truk dari arah berlawanan yang dikendarai Gusti Lanang Kade Lasmita. Saat itu truk mendahului kendaraan lainnya hingga melewati marka as jalan. Wiranata tak sempat menghindar hingga terjadi tabrakan.
Mobil pick up remuk pada bagian depan kanan dan truk mengalami kerusakan pada bemper depan. ‘’Lokasinya di sebelah Makopolsek Selemadeg Timur. Dua korban langsung kami antar ke rumah sakit,’’ ucap Kapolsek Selemadeg Timur AKP I Putu Oka Suyasa. Sementara itu, Dokter Umum IGD Bagian Bedah BRSU Tabanan dr. Ari Santi mengatakan, kedua korban diterima di RS dalam keadaan sadar. Mereka langsung diberikan perawatan medis di IGD. (kmb28)
BULELENG
8
Tersetrum Listrik
Pascapenertiban
Dua Warung Remang-remang di Anturan Ditutup Singaraja (Bali Post) – Pascapenertiban oleh tim Gabungan Administrasi Kependudukan Kecamatan Buleleng, Selasa (6/8) kemarin, pemilik warung remangremang di Desa Anturan, Kecamatan Buleleng membongkar tempat usahanya itu sendiri. Keputusan membongkar bangunan semipermanen itu setelah kedua pemilik warung itu dipanggil oleh Pemerintahan Desa Anturan. Dari pemanggilan itu, kedua pemilik warung tersebut menyadari kekeliruannya. Mereka bersedia menghentikan usahanya sendiri. Selanjutnya membongkar bangunan semipermanen tersebut. Pemilik warung itu masing-masing Putu Witana (pemilik warung di perbatasan antara Desa Anturan dengan Desa Kalibukbuk) dan Kadek Sri Puspayani, asal Desa Panji Anom (pemilik warung di sebelah barat Jembatan Desa Anturan). Dari mediasi secara kekeluargaan, keduanya sepakat tanpa tekanan untuk menghentikan usaha warung kopi yang juga menyediakan layanan prostitusi itu. Pemilik warung, Witana, diberikan batas waktu 3 x 24 jam. Sedangkan pemilik warung, Puspayani, diberikan waktu 1 x 24 jam untuk membongkar bangunan warung yang ditutup gedek tersebut. Meski diberikan batas waktu, kedua pemilik warung itu kemarin, langsung membongkar warungnya. Semua barang dagangannya dipindahkan termasuk perlengkapan yang selama ini dipajang. Perbekel Desa Anturan Made Budi Arsana mengatakan, sebenarnya aktivitas kedua warung remangremang itu sudah diawasi. Ini karena sering ada pengaduan dari masyarakat bahwa di warung itu diduga menyediakan layanan “plus-plus”. Bahkan, saat itu, pihaknya mengancam akan menutup paksa. Namun, pemilik warung nekat beroperasi. Dari pengawasan itu, warung di sebelah barat jembatan itu dibangun di atas tanah yang dikontrakkan seorang warga. Sementara, warung di perbatasan antara Desa Anturan dan Kalibukbuk itu menempati tanah milik warga. Hingga akhirnya, tim Gabungan Administrasi Kependudukan Kecamatan Buleleng melakukan penert-
iban. Di warung itu memang ditemukan pelayanan prostitusi. “Tahun 2018 lalu, kita sudah awasi. Bahkan, sempat ada penertiban. Namun begitulah, pemiliknya tetap saja membandel dan berjualan. Akhirnya saat ini, ditertibkan oleh tim kecamatan,” katanya. Menindaklanjuti penertiban itu, pihaknya kemudian mengambil keputusan memanggil para pemilik warung itu. Keduanya kemudian diminta membongkar dan menghentikan uahanya. Pembongkaran itu dikuatkan dengan surat pernyataan. Sesuai surat pernyataan, bila pemiliknya tidak mengindahkan dalam batas waktu yang ditentukan, maka perangkat desa akan membongkar paksa warung itu. Sebelum pembongkaran paksa, kedua pemilik warung itu sadar dan membongkar sendiri bangunan warungnya sembari menghentikan usahanya. “Semua sudah diselesaikan. Kami komitmen memberantas prostitusi dengan kedok apa pun. Karena hal itu sangat mengganggu estetika desa. Sebab, sudah banyak pengaduan dari masyarakat. Mudah-mudahan dengan penertiban ini tidak ada lagi muncul warung esek-esek seperti ini,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, dua warung remangremang di pinggir jalan Singaraja – Seririt tepatnya di Desa Anturan, Kecamatan Buleleng itu dirazia tim gabungan penertiban administrasi kependudukan Kecamatan Buleleng, Senin (5/8) lalu. Hasilnya, seorang wanita ASS (39) asal Jember, Jawa Timur (Jatim) ditangkap. Wanita ini mengaku menyediakan layanan prostitusi dengan kedok warung kopi. Selain itu, petugas menemukan bekas pembungkus alat kontrasepsi di lokasi penertiban itu. Saat razia berlangsung, empat pria hidung belang yang diduga mencari layanan plus-plus di warung itu berhasil melarikan diri. Pascapenertiban itu, tim gabungan kemudian menyerahkan penanganan lanjutan terhadap pelanggaran yang dilakukan wanita dan pemilik warung itu. Sebagai tindak lanjut, pemerintahan desa kemudian memutuskan menutup kedua warung itu. (kmb38)
Bali Post/kmb38
DIBONGKAR – Pascaditertibkan Senin (5/8) lalu, pemilik warung membongkar bangunan warung semipermanen tersebut.
Rabu Wage, 7 Agustus 2019
Pekerja Asal Desa Kaliasem Tewas Singaraja (Bali Post) –
Nasib nahas menimpa seorang pekerja listrik Gede Buda Kartayasa (22) asal Banjar Dinas Asah, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar. Saat akan memindahkan tiang listrik di pinggir jalan Singaraja – Amlapura tepatnya di simpang empat Pantai Kerobokan, Kecamatan Sawan, Buda terkena sengatan listrik bertegangan tinggi. Akibat kejadian itu, bapak dua anak itu meninggal dunia setelah dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Buleleng, Selasa (6/8) kemarin. Informasi dikumpulkan di lapangan, menyatakan, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 11.00 Wita. Sebelum kejadian itu korban ikut bapak mertuanya Putu Artana Tangkas dan dua pekerja lain akan memindahkan tiang listrik di halaman rumah salah satu warga. Korban dan rekannya merupakan karyawan PT Deby Pramata Elektrik yang menerima pekerjaan dari PT PLN (Persero). Sesuai kontrak pekerjaan, tiang listrik itu akan dipindahkan dan sebelumnya melepas kabel yang terkait di atas tiang. Saksi yang juga bapak mertua korban Artana Tangkas yang ditemui di IGD RSUD menuturkan, sebelum kejadian, aliran listrik pada jaringan kabel tersebut sudah dipadamkan. Posisi pemutusan aliran listrik itu tidak jauh dari tiang listrik yang akan digeser. Setelah aliran listrik dipastikan padam, korban kemudian memanjat tiang menggunakan sabuk pengaman dan pengaman lainnya. Setelah sampai di posisi yang sesuai, korban kemudian memulai bekerja melepas kabel di ujung tiang. Ketika tangan kanan korban memegang kabel yang akan dilepaskan, korban langsung tersengat listrik bertegangan tinggi. Dengan refleks korban berhasil menghentakkan tangannya yang tersengat dan terlepas dari kabel yang dipegangnya itu. Nahas, saat bersamaan tubuhnya langsung lemas. Beruntung, badannya masih terikat sabuk pengaman, sehingga tidak terjatuh. “Saya kurang tahu di mana persis
posisi gardu untuk memadamkan aliran listrik. Saat dia (korban -red) di atas, tiba-tiba tubuhnya terlihat lemas dan saya naik ke atas untuk menolong,” katanya. Melihat kejadian itu, saksi Artana dan dua pekerja lainnya terkejut dan langsung membantu korban menaiki tiang menggunakan tangga. Korban kemudian dievakuasi dengan melepaskan ikatan sabuk pengaman. Setelah beberapa menit bisa dievakuasi, korban dibawa ke IGD RSUD dengan mobil pick-up milik perusahaan tempatnya bekerja. Saat diperiksa dokter jaga IGD, korban dinyatakan meninggal dunia. “Berhasil bawa turun, saya bawa ke rumah
sakit dan kata dokter sudah tidak ada (meninggal -red). Tidak menyangka kejadian itu begitu cepat. Kasihan sekali anak menantu saya itu. Padahal sudah lima tahun ikut bekerja. Sebelumnya aman-aman saja,” jelasnya dengan mimik sedih. Sejauh ini, kejadian tersebut telah ditangani jajaran Polsek Sawan. Dari keterangan saksi yang dihimpun personel Babinkamtibmas Kerobokan Bripka I Komang Restika Yadnya, awalnya korban ditugaskan memindahkan tiang listrik itu dari perusahan tempatnya bekerja yang menerima kontrak pekerjaan dari PLN. Lewat keterangan saksi, diduga
sebelum kejadian itu korban tidak mengetahui kalau kabel yang akan dilepaskan dari tiang itu masih menyalurkan tegangan listrik. “Sementara kasusnya masih dikembangkan. Dari keterangan awal, korban terkena setrum karena tidak disangka kabel yang dipegang itu masih mengalirkan listrik,” katanya. Kepala Bagian (Kabag) Humas RSUD Buleleng Ketut Budiantara mengatakan, saat tiba di IGD, pasien sudah dinyatakan dead on arrival (DOA). Dari pemeriksana dokter jaga IGD, denyut jantung korban sudah tidak ada. Atas kondisi ini, dokter berusaha melakukan pertolongan menggunakan alat pacu jantung. Namun sayang, upaya itu gagal dan setelah itu pasien dinyatakan meninggal dunia. Terkait luka bakar yang dialami pasien Budiantara menyebut, pada jempol tan-
gan kanan korban terdapat luka melepuh. Selain itu, terjadi luka di telapak tangan kirinya. Luka bakar dengan persentase kecil. Pada bagian kakinya lecet. Jika luka bakar persentase kecil, namun kuat dugaan korban meninggal dunia akibat sengatan listrik tegangan tinggi itu yang memengaruhi detak jantung korban. “Waktu diperiksa awal sudah tidak ada detak jantung korban. Setelah diambil tindakan resusitasi dan pemasangan alat pacu jantung, nyawanya tidak tertolong. Luka bakar kecil hanya pada jempol tangan kanan dan telapan tangan kiri dan sedikit lecet di kaki. Kemungkinan korban meninggal bisa saja punya riwayat penyakit jantung. Sebab, sengatan listrik tegangan tinggi itu membuat terjadi gangguan pada jantung kemudian merenggut nyawanya,” tegas Budiantara. (kmb38)
Bali Post/kmb38
TEWAS TERSENGAT LISTRIK – Pekerja listrik PT Deby Pratama Elektrik, Gede Buda Kartayasa (22), asal Banjar Dinas Asah, Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar tewas terkena sengatan listrik saat memindahkan tiang listrik Selasa (6/8) kemarin.
Prof. Dr. Sutama Terpilih sebagai Dekan FBS Undiksha
Komit Rancang Klinik Penelitian dan FGD Singaraja (Bali Post) – Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja menggulirkan pemilihan Dekan periode 2019-2023. Hasilnya, Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd. terpilih dengan cara musyawarah mufakat. Pada pemilihan itu, akademisi asal Banjar Padang Tegal Kaja, Ubud ini bersaing dengan Dr. I Nyoman Sila (Dosen Program Studi Seni Rupa Undiksha). Setelah kedua calon ini mempresentasikan visi misi dan programnya, 18 orang anggota Senat FBS Undiksha sepakat menunjuk Prof. Sutama menakhodai FBS untuk empat tahun ke depan. Job dekan itu ternyata bukan yang pertama kali dijabat Prof. Sutama. Sebelumnya mengendalikan FBS pada periode 2006-2010. Sedangkan tahun 2002 sampai 2006 Prof. Sutama juga sempat dipercaya sebagai Wakil Dekan I. Selanjutnya menduduki jabatan lebih tinggi Wakil Rektor (Warek) I dari tahun 2010 sampai 2015. Setelah empat tahun tidak menjabat, rupanya pengalamannya membuat rekan-rekan dosen
di FBS menaruh kepercayaan besar para dosennya masih perlu dipacu. untuk mengendalikan FBS untuk Tidak saja dari segi kuantitas, nakali kedua. mun kualitas karya ilmiah dosen Prof. Sutama dihubungi Selasa juga meski digenjot. Apalagi karya (6/8) kemarin mengatakan, untuk ilmiah berskala nasional saat ini memengemban kepercayaan anggota nyediakan dana besar. Peningkatan senat, ia telah menyiapkan program sarana-prasarana perkuliahan juga prioritas. Program itu menyangkut perlu diperjuangkan dalam masa peningkatan akreditasi program stu- jabatannya. Ini penting karena sedi (prodi) di lingkunjalan moto lembaga gan FBS. Selama ini berlandaskan falsaprodi sudah menganfah Tri Hita Karana tongi akreditasi B. Se(THK). Karena itu harusnya prodi sudah mau tidak mau segala naik kelas mencapai sarana dan prasarana akreditas A. Namun itu harus disesuaikan hal itu belum dapat mewujudkan akredidicapai. Alasannya tasi A itu. ada kendala berbagai “Itulah beberapa faktor. Di antaranya penyebab kenapa rasio mahasiswa dan prodi kita belum bisa dosen belum ideal. mencapai akrediSelain itu, bidang ketasi A. Namun semahasiswaan di mana jalan dengan masa kegiatan ekstra yang jabatan ini saya menmeliputi bakat minat coba menangani hal penalarannya masih itu sebagai agenda lemah. Demikian juga Bali Post/kmb38 komitmen prioritas. produktivitas ilmiah Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd. Termasuk masalah
sarana-prasarana menjadi program prioritas,” katanya. Untuk menggenjot karya ilmiah dosen, kata Prof Sutama, ke depan dirinya akan melakukan terobosan dengan cara merancang “klinik penelitian”. Terobosan ini dibentuk guna membantu para dosen membahas ide kreatif selain menyusun proposal, sehingga berkelas dan mendapatkan pembiayaan di jenjang nasional. Selain itu, model yang dikembangkan ke depan adalah Focus Group Discussion (FGD). Para dosen di lingkungan FBS. diberi media saling uji ide kreatif di FGD itu, sehingga ketika para dosen mengajukan proposal bisa lebih komprehensif, dan bisa bersaing mendapatkan pembiayaan. “Selama ini dari dulu kita kalah pada penelitian skala nasional yang diajukan secara sendiri-sendiri. Ke depan kita rancang FGD meski informal saya kira ini efektif karena ide kreatif yang sudah digodok bisa lebih holistik dan sempurna. Dengan cara itu kami berharap bisa memenangkan kompetisi merebut penelitian nasional itu,” jelasnya. (kmb38)
BKSDA Evakuasi Satwa Langka
Masih Dipertimbangkan untuk Dilepasliarkan Sejumlah koleksi satwa dilindungi yang dipelihara manajemen Melka Hotel Lovina, Kecamatan Buleleng terpaksa dievakuasi Selasa (6/8) kemarin. Dari beberapa jenis satwa langka itu, dua ekor di antaranya adalah lumbalumba. Selain itu, ada tiga ekor buaya, ular, burung, dan lutung Jawa. Lalu, bagaimanakah proses evakuasi satwa langka yang dilindungi itu? EVAKUASI itu dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali bersama tim dokter hewan asing. Alasan evakuasi ini karena lokasi pemeliharaan di Lovina itu sedang terjadi sengketa. Pihak manajemen memutuskan memindahkan satwa itu ke lokasi baru di Canggu, Kuta Utara, Badung. Evakuasi yang menggunakan peralatan khusus itu berlangsug beberapa jam. Hal itu tidak lepas karena satwa lumba-lumba dan buaya yang begitu besar. Untuk itu, juga perlu pawang khusus untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Dari kolam atau kandang pemeliharaan itu satwa yang dilindungi itu kemudian diangkut menggunakan truk bak terbuka ke lokasi penitipan sementara. Selama perjalanan, satwa itu tetap diawasi tim dokter asing, sehingga kesehatannya tetap dijamin sampai tiba di lokasi penitipan sementara itu. Kepala BKSDA Bali Budhy Kurniawan diwakili
Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Sumarsono di sela-sela evakuasi kemarin, mengatakan, sejak bergulirnya sengketa hukum di sana, pihaknya secara intens melakukan pengawasan kesehatan dan kesejahteraan satwa yang dipelihara manajemen Melka Hotel Lovina. Bersamaan dengan pengawasan ini, BKSDA mendapatkan informasi kalau satu ekor lumba-lumba itu mati. Dari temuan itu, BKSDA menerjunkan tim dokter asing untuk menyelidiki penyebab kematian mamalia laut tersebut. Sampel organ dalamnya sudah diambil guna diteliti di Balai Besar Viteriner (BBVET) Denpasar. Selain itu, empat ekor lumba-lumba lain kesehatannya juga ikut diperiksa. Hasilnya, dua ekor dalam kondisi normal. Sedangkan dua ekor lainnya masih memerlukan treatment khusus. Dua ekor hewan berbeda masih menjalani perawatan sampai dinyatakan sehat dan siap
dievakuasi. Menunggu kesehatannya stabil, BKSDA bersama dokter hewan asing yang terus melakukan treat-
ment itu menyatakan dua ekor lumba-lumba itu siap dievakuasi. “Untuk lumbalumba yang masih hidup dua ekor sehat dan dokter yang memeriksa menyatakan bisa dievakuasi, sehingga hari ini kita evakuasi bersama satwa lain seperti buaya, ular, dan kera,” katanya.
Alasan pemindahan satwa itu kata Sumarsono, karena terjadi sengketa hukum kepemilikan Melka Hotel Lovina. Sejak proses hukum ini bergulir, manajemen kemudian membangun sarana pemeliharaan yang khusus memelihara satwa langka di Canggu, Kuta Utara,
Bali Post/mud
EVAKUASI – BKSDA Bali bersama tim dokter hewan asing mengevakuasi lumbalumba dan sejumlah satwa langka yang selama ini dipelihara manajemen Melka Hotel Lovina, Kecamatan Buleleng. cmyk
Badung. Atas kondisi ini, BKSDA bersama Lembaga Konservasi (LK) dan tim dokter asing kemudian memfasilitasi manajemen Melka Hotel memindahkan satwa tersebut. Keputusan ini diambil karena Melka Hotel Lovina masih memiliki izin LK selama 30 tahun dan baru berjalan 10 tahun, sehingga izin itu masih berlaku selama 20 tahun ke depan. Sebelum dipelihara di tempat yang baru, BKSDA menitipkan lumba-lumba di LK khusus lumba-lumba di Pantai Merta Sari. Sedangkan tiga ekor buaya dititipkan di LK Taman Safari yang memiliki sarana prasarana khusus untuk pemeliharaan buaya. Sedangkan, kera, ular, dan burung dititipkan di LK Bali Zoo. Pemulihan kondisi kesehatan pasca-evakuasi ini paling singkat dilakukan tiga bulan. Sedangkan paling lama setahun. “Setelah kami koordinasi LK yang menjadi mitra kita untuk lokasi penitipan sementara dan setelah dilakukan treatment untuk menghilangkan stres pada sastwa itu baru kita serahkan ke manajemen Melka Hotel yang sudah menyiapkan lokasi baru di
Canggu,” jelasnya. Terkait kemungkinan dilepasliarkan, Sumarsono menyebut langkah itu diambil sebagai alternatif terakhir. Ini karena pelepasliaran satwa harus dilakukan persiapan matang terutama kemampuan satwa itu mendapatkan asupan makanan sendiri di alam bebas. Kalau dipelihara oleh pemegang izin LK, kesejahteraan dalam mendapatkan makanan dan perawatan kesehatan dijamin. Alasannya, karena disiapkan oleh pemegang izin LK, sehingga BKSDA memutuskan memelihara satwa bekerja sama dengan pemegang izin LK yang ada di Bali maupun di luar daerah. “Kalau pemegang izin LK ini sudah dari kecil merawat satwa. Seperti di Melka Hotel ini sudah 20 tahun memelihara sudah kami awasi. Sarana prasarananya ada, demikian juga pakan dan dokter hewan yang merawat tersedia dengan baik. Sehingga pelepasliaran itu merupakan alternastif terakhir. Memang harus dipersiapkan terutama kemampuan satwa itu men cari pakan sendiri di alam bebas,” jelasnya. (mud)
Rabu Wage, 7 Agustus 2019
GIANYAR
9 Pembangunan Pasar Seni Sukawati
Proses Tander Rampung Gianyar (Bali Post) Proses tander untuk revitalisasi Pasar Seni Sukawati dikabarkan sudah rampung. Selesainya tahapan itu, dipastikan proses pembangunan pasar itu akan segera dimulai. Hal ini disampaikan Kepala Pasar Seni Sukawati A.A. Raka saat dikonfirmasi, Selasa (6/8) kemarin. Raka membenarkan informasi terkait proses tender yang sudah rampung. Namun untuk lebih detail, ia mengaku minim informasi terkait hal tersebut. “Ya, tender katanya sudah selesai. Baru sebatas itu yang saya terima infonya. Nanti saya infokan lagi jika ada perkembangan,” katanya. Terkait ratusan pedagang yang kini berjualan di pasar relokasi, kata Raka, para pedagang berjualan seperti biasa. Kunjungan diakui tetap ada, namun tidak seramai dulu.
“Tidak ada kendala, aman terkendali. Secara perlahan kunjungan mulai ramai ke sini (pasar relokasi - red),” ujarnya. Raka mengatakan, kunjungan terpantau ramai ketika momentum hari raya seperti Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru. Diakui setiap hari raya itu memang momen tingginya kunjungan wisatawan domestik. Di luar hari tersebut, kunjungan ke pasar relokasi terpantau normal. Sementara itu, seorang pedagang A.A. Wirani juga mengaku mulai ada peningkatan penjualan, dibandingkan saat awal pindah ke pasar relokasi di Lapangan Sutasoma. “Di awal pindah memang sempat sepi. Setelah teduh, mulai ramai. Kalau saya merasa lebih banyak dapat jualan di sini, karena kebetulan dapat lokasi strategis,” jelasnya. (kmb35)
KOSONG - Lahan Pasar Seni Sukawati yang masih tampak kosong.
Persiapan Eksekusi Lahan di Pakudui
Tim Gabungan Kembali Gelar Pertemuan Gianyar (Bali Post) Tim gabungan kembali menggelar pertemuan terkait persiapan eksekusi lahan di Desa Pakraman Pakudui, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Selasa (6/8) kemarin. Dalam pertemuan di halaman belakang Kantor Bupati Gianyar itu, Pakudui Tempek Kangin dan Desa Pakraman Pakudui sepakat menyetujui pelaksanaan eksekusi sesuai putusan MA. Namun akan digelar pertemuan lanjutan, terkait penyatuan kembali secara adat dua kawasan yang berseteru sejak 2012. Dalam pertemuan yang berlangsung Senin siang sekitar pukul 11.00 Wita itu, kedua belah pihak memang sepakat untuk menyetujui pelaksanaan eksekusi. Namun sempat terjadi perbincangan alot, saat terjadi pembahasan terkait penyatuan kembali Pakudui Tempek Kangin dengan Desa Pakraman Pakudui. Ditemui usai pertemuan, Bendesa Desa Pakraman Pakudui Ketut Karma Jaya mengaku berharap agar keputusan MA terkait eksekusi lahan di Desa Pakraman Pakudui segera terlaksana. “Sesuai keputusan hukum agar itu dijalankan dulu (eksekusi - red),” katanya. Sementara terkait penyatuan kembali dengan Pakudui Kangin, Ketut Karma Jaya menegaskan masih butuh pembahasan lebih lanjut. Dikatakan, hal itu akan dibahas kembali dengan krama di Desa
Pakraman Pakudui. “Setelah selesai (eksekusi - red) baru dibicarakan Pakudui Kangin, bisa atau tidaknya (menyatured) terserah nanti keputusan masyarakat kami. Kami kan sebagai wakil dari masyarakat, kalau buru-buru kami iyakan, tetapi masyarakat kami tidak berkehendak, kan kami disalahkan,” katanya. Menurut Karma Jaya, Pakudui Tempek Kangin sudah memisahkan diri dengan Desa Pakraman Pakudui sejak 2012. Disebut kala itu Pakudui Tempek Kangin terdiri dari 45 KK dan Pakudui Kawan terdiri dari 122 KK. Pihaknya sendiri di Desa Pakraman Pakudui sudah memiliki Pura Tri Kahyangan. “Tri kahyangan sudah lengkap, kami sudah sah sebagai desa pakraman. Semenjak pisah (Pakudui Tempek Kangin - red) tidak pernah tangkil (ke Pura Tri Kahyangan - red),” katanya.
Sementara itu, Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengatakan, akhirnya setelah sekian kali dilakukan diskusi, kedua belah pihak sepakat menyetujui pelaksanaan eksekusi. “Sehingga ini menjadi hak bersama, ini keputusan yang menyatukan. Ini momentum yang bagus, kedua belah pihak responsnya bagus sekali,” katanya. Sementara terkait penyatuan secara adat, Bupati Mahayastra menyerahkan kepada Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Gianyar. Kapan dilaksanakan waktu eksekusi, ia mengaku sudah mengajukan permohonan untuk mencari har baik. “Diberikan sela mencari waktu yang bagus, eksekusi bisa dalam bentuk berita acara pemeriksaan saja bila perlu di Kantor Bupati kedua belah pihak hadir,” katanya. Mahayastra mengatakan, di atas lahan eksekusi memang
terdapat sejumlah wisata yang dulu dikelola oleh Pakudui Tempek Kangin. Namun usai eksekusi ini harus dikelola oleh Desa Pakraman Pakudui. “Itulah yang harus kita jaga, karena bisa menjadi penghasilan desa pakraman, ada swing, kafe, retoran ada segala macam di sana. Dulu Pakudui Kangin, sekarang milik Desa Pakraman Pakudui, dan Pakudui Kangin ikut memiliki,” katanya. Humas PN Gianyar Wawan Edi Prasetyo mengatakan, eksekusi bisa dilakukan di ruangan atau di TKP, bila para pihak memang sudah sepakat. “Bapak Bupati punya inisiatif mendamaikan agar mereka melaksanakan keputusan secara sukarela. Kita tunggu dalam batas waktu tertentu, nanti Ketua Pengadilan membuat penetapan untuk pelaksanaan eksekusi,” tegasnya. Seperti diketahui, kasus ini sudah berlangsung sejak 2012. Kala itu gugatan diajukan oleh prajuru adat Desa Pakraman Pakudui. Hasil putusan PN Gianyar menyatakan tanah sengketa adalah laba Pura Puseh Desa Pakraman Pakudui. (kmb35)
Bali Post/kmb35
PERTEMUAN - Suasana pertemuan tim gabungan membahas eksekusi lahan di Pakudui, Selasa (6/8) kemarin.
Astikawati, Ketua Pengurus Harian Hipakad Gianyar Gianyar (Bali Post) Pelantikan dan pengukuhan Dewan Pengurus Cabang Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad) Kabupaten Gianyar Periode 2019-2024 digelar di Aula Makodim 1616 Gianyar, Selasa (6/8) kemarin. Pada kesempatan tersebut, Ni Wayan Astikawati dilantik sebagai Ketua Pengurus Harian Hipakad Gianyar. Pelantikan dan pengukuhan dewan pengurus itu didasarkan pada Surat Keputusan nomor: SKEP05/DPD-BALI/HIPAKAD/ VIII/2019 tentang Pengesahan Susunan Dewan Pembina, Dewan Penasehat, dan Pengurus Harian Hipakad Kabupaten Gianyar Periode 2019-2024. Dewan Pembina dalam hal ini adalah Dandim 1616 Gianyar, Dewan Penasehat adalah I Gusti Nyoman Arta. Ni Wayan Astikawati menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Ketua Pengurus Harian Hipakad Gianyar. Ia berjanji akan melakukan tugas dan kewajiban dengan maksimal. “Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan kepada saya. Tentunya ini adalah amanat yang akan saya lakukan dengan baik,”
Bali Post/kmb35
HIPAKAD - Suasana pelantikan dan pengukuhan Dewan Pengurus Cabang Hipakad Kabupaten Gianyar Periode 2019-2024 di Aula Makodim 1616 Gianyar, Selasa (6/8) kemarin. katanya. Sementara itu, Ketua Hipakad Bali Jhon Korassa Sonbai, S.H., M.H. memberikan apresiasi atas pelantikan sekaligus pengukuhan
Hipakad Gianyar periode 2019-2024. “Kami berikan apresiasi untuk para anggota Hipakad yang terpilih sebagai pengurus Hipakad Gianyar,” ujarnya. (kmb35)
Pemusnahan Kotak dan Surat Suara
KPU Tunggu Instruksi Pusat
Gianyar (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gianyar telah menuntaskan tahapan Pemilu 2019. Namun sampai saat ini surat suara yang sudah selesai digunakan masih tersimpan. Terkait pemusnahan surat suara bekas itu, KPU Gianyar masih menuggu instruksi KPU-RI. “Kami masih menunggu instruksi dari KPU-RI terkait dengan kotak dan surat suara Pemilu Serentak 2019 tersebut,” ujar Ketua KPU Gianyar Putu Agus Tirta Suguna, Selasa (8/6)
kemarin. Menurut Agus Tirta Suguna, sampai saat ini surat suara beserta kotak masih tersimpan pada gudang KPU Gianyar di Stadion Kapten Dipta. Ditambahkan, untuk kotak suara memang ikut dimusnahkan, kerena terbuat dari bahan kardus. “Itu bahanya kardus. Jadi, sekali pakai,” katanya. Agus Tirta Suguna mengatakan, peralatan yang dipakai pada pemilu lalu diadakan oleh KPU Pusat. Disinggung terkait bahan sekali pakai, diakuinya hal ini sudah sesuai aturan.
“Aturannya memang demikian. Kita di sini hanya menjalankan,” katanya. Sementara untuk keperluan pemilihan selanjutnya, baik pemilu maupun pilkada, kembali akan dianggarkan pengadaan kotak suara baru. Meskipun ada daerah di Bali yang akan menyelenggarakan pilkada tahun 2020, kotak suara bekas pemilu tetap harus dimusnahkan. “Untuk kabupaten yang pilkada serentak tahun 2020, mereka menganggarkan biaya pengadaan kotak,” jelasnya. (kmb35)
TP PKK Gianyar Evaluasi Perkembangan Salon Desa SEJAK diluncurkan 2015, keberadaan Salon Desa sudah mulai menunjukkan eksistensinya di tengah-tengah masyarakat. Beberapa di antaranya bahkan telah mampu menyumbang pendapatan kepada desa bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) maupun dikelola secara mandiri. Kendati demikian, di tengah keberhasilan beberapa Salon Desa mengaplikasikan program dari Pemkab Gianyar dalam hal pemberdayaan masyarakat terutama kalangan ibu-ibu rumah tangga, beberapa Salon Desa juga ditemui terkesan masih setengah jalan atau kurang aktif. “Atas arahan Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar, hari ini kita melakukan evaluasi. Untuk yang kurang aktif, kita motivasi untuk bisa
lebih diaktifkan lagi,” terang Ketua Pokja II Ny. Bintari Suradnya saat melakukan evaluasi bersama tim kepada empat Salon Desa yakni, Salon Desa Lodtunduh, Salon Desa Bresela, Salon Desa Batubulan, serta Salon Desa Tulikup, Senin (5/8) kemarin. Bintari Suradnya menambahkan, saat ini dari 64 desa yang ada di Kabupaten Gianyar, sebanyak 59 desa sudah memiliki Salon Desa. Sisanya tidak mengajukan permohonan karena alasan ketidaktersediaan tempat dan tenaga pengelola. Sedangkan dari 59 Salon Desa tersebut, saat ini yang aktif sekitar 22 Salon Desa. Hal senada diungkapkan Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra. Menurutnya evaluasi dilakukan untuk mendata salon-salon desa yang ada
sekaligus mencari tahu kendala-kendala yang selama ini dihadapi. Selanjutnya, kepada 22 salon desa yang sudah aktif akan diberikan pelatihan ke tahap berikutnya agar memiliki uji kompetensi sehingga siap untuk bersaing sehat dengan salon-salon lainnya. Begitu pula terhadap beberapa salon desa yang belum dikelola dengan baik, akan tetap diberikan pembinaan serta motivasi agar bisa lebih aktif lagi. Selain itu, upaya lain juga akan dilakukan melalui koordinasi secara intensif dengan pemerintah desa agar lebih memberdayakan salon desa yang ada di wilayahnya sehingga dapat berkembang dan bermanfaat bagi warga. “Saya harap salon desa yang lain juga mau untuk terus berusaha. Sehingga segi pemberdayaan manusia
di bidang salon bisa meningkat. Salon sudah menjadi kebutuhan pokok bagi kalangan ibu-ibu, terutama saat ada upacara keagamaan. Saya optimis ini akan maju asal pengelolaan dan keterampilannya bagus,” kata Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra. Dikatakan, saat ini banyak masyarakat khususnya kaum perempuan sangat tertarik dengan dunia tata rias. Hal ini terlihat dari banyaknya peserta yang mengikuti pelatihan-pelatihan yang selama ini sering dilaksanakan. “Jika kita memulai sesuatu perlu kesabaran dan butuh proses, lakukan dengan sungguhsungguh niscaya hasilnya pun baik,” ujar Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra. Ni Wayan Subekti, pengelola Salon Desa Bresela mengatakan, pengelolaan Salon Desa Bresela selacmyk
ma ini dilakukan secara profesional dan berada di bawah naungan BUMDes. Sehingga dari segi permodalan, selain dari Pemkab Gianyar juga mendapat bantuan permodalan dari BUMDes. Dalam hal pemberdayaan masyarakat yang memiliki keterampilan di bidang tata rias, salon desa di berdayakan dengan sistem freelance. “Kami berterima kasih kepada Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra dan Pemkab Gianyar atas program yang telah diluncurkan ini karena sangat dirasakan oleh masyarakat terutama menambah penghasilan keluarga,” ujarnya. Di tahun 2018, Salon Desa Bresela tercatat telah mampu menghasilkan laba kotor sebesar Rp 45 juta lebih dengan total pendapatan bersih sebesar Rp 29 juta lebih.
SALON - Salon desa mulai menunjukkan eksistensinya di tengah-tengah masyarakat. “Selain bantuan tambahan modal sampai Oktober 2018, kita juga dibantu oleh BUMDes untuk biaya operasional salon. Selanjutnya, mulai
November kita bebankan di Unit Usaha Salon Desa, sehingga tidak membebani Bumdes lagi,” imbuh Wayan Subekti. (ad136)
JEMBRANA
10
Rabu Wage, 7 Agustus 2019
Tatap Muka dengan Calon Perbekel, Bupati Artha dan Wabup Kembang Imbau Jaga Kondusivitas Bupati Jembrana I Putu Artha dan Wakil Bupati Made Kembang Hartawan memberikan arahan pada Acara Tatap Muka Bupati Jembrana dan Wakil Bupati Jembrana dengan calon perbekel seKabupaten Jembrana bertempat di Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno Kabupaten Jembrana. Dalam arahannya, Selasa kemarin, keduanya mengimbau kepada semua calon perbekel agar menjaga kondusivitas, tidak menyebarkan berita hoaks, dan bagi yang menang atau kalah agar melaksanakan konsolidasi sekaligus berangkulan membangun desa. Pada kesempatan tersebut, perwakilan calon perbekel dari Desa Ekasari I Gede Puja dan I Wayan Sujana Raharja membacakan deklarasi diikuti semua calon yang berjumlah 124 orang dari 35 desa se-Kabupaten Jembrana. Deklarasi terdiri atas tiga poin: 1. Tidak menyebarkan berita bohong
yang menyebabkan kegaduhan di masyarakat. 2. Menciptakan situasi yang kondusif, serta mengedepankan etika dan moralitas. 3. Bertekad untuk siap menang dan siap kalah. Wabup Kembang pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pertemuan ini dilakukan untuk mencairkan suasana Pilkel yang belakangan mulai menghangat. Dalam acara itu, para calon diajak duduk bersama hingga makan bersama untuk mengakrabkan suasana. “Dalam berkampanye hendaknya para calon mengedepankan etika dengan tidak membuat berita hoaks atau kampanye hitam (membuat berita bohong dan palsu). Namun kampanye dengan mengkritisi calon lain diperbolehkan selama dengan data yang akurat dan tidak di buat–buat,” ucap Kembang. Kembang menambahkan jika salah satu calon berhasil agar tidak bereforia berlebihan dan harus merangkul calon
SOSOK Agar Jera Kasus penyalahgunaan narkoba masih terjadi meskipun sejumlah pelaku dibekuk dan diganjar dengan hukuman berat. Termasuk di wilayah hukum Polres Jembrana, peredaran narkoba jenis sabu-sabu (SS) masih saja terjadi. Terbukti selama sebulan terakhir, jajaran Sat Narkoba Polres Jembrana mengamankan tiga tersangka di tempat berbeda. Kondisi ini menjadi keprihatinan terlebih polisi gencar memberantas narkoba. Berbagai cara dilakukan untuk memberikan efek jera dan tindakan tegas penanganan terhadap tersangka narkoba. Seperti saat press release kasus narkoba belum lama ini, pelaku diborgol kaki dan tangan serta tidak menyamarkan muka pelaku. Upaya ini dilakukan agar masyarakat atau khalayak ramai mengetahui para pelaku dan memberikan efek jera. “Bila perlu ke depan press release pengungkapan (narkoba) dilakukan di khalayak ramai seperti di Car Free Day,” ujar Wakapolres Jembrana, Kompol Supriadi Rahman. Saat Car Free Day (CFD) di Jalan Sudirman setiap Minggu pagi banyak masyarakat yang datang untuk berekreasi maupun olahraga. Sehingga diharapkan para pelaku dapat dilihat langsung oleh masyarakat dan membuat jera pelaku. Tiga penyalahgunaan narkoba yang diamankan polisi belum lama ini di antaranya merupakan target. Berkat informasi dari masyarakat, para pengguna narkoba ini bisa ditangkap. (olo)
yang kalah. Demikian pula bagi calon yang kalah agar bisa berbesar hati menerima kekalahannya. Kembang menceritakan bagaimana Abraham Lincoln, Presiden ke-16 Amerika Serikat yang gagal 11 kali dalam berbagai karier politiknya mulai dari gagal menjadi anggota legislatif hingga Wakil Presiden. “Namun Abraham selalu berbesar hati dan punya semangat kuat dalam membangun negaranya dan akhirnya terpilih sebagai Presiden. Begitu juga bagi calon yang kalah, jangan berkecil hati, tetap berikan sumbangsih membangun desa, dalam bentuk ide ataupun gagasan demi kemajuan desa tercinta,’’ kata Kembang. Bupati Artha juga menyampaikan agar calon kepala desa/ perbekel menghindari kampanye hoaks dan yang mengarahkan isu ke SARA (suku, agama, ras dan antar golongan). “Jujur saya merasa takut jika ada kontestan yang
Negara (Bali Post) – Kebijakan pengenaan denda uang pada siswa yang melanggar menuai protes orangtua murid. Seperti yang terjadi di SDN 2 Banyubiru di Dusun Pebuahan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara. Sekolah tersebut menerapkan sanksi denda uang kepada murid yang dinilai melakukan kesalahan atau kenakalan di dalam lingkungan sekolah. Besaran denda yang dikenakan antara Rp 5.000 hingga Rp 100 ribu. Besaran ini tergantung tingkat kesalahan yang dilakukan.
Bali Post/olo
DENDA-SD yang dikeluhkan lantaran menerapkan kebijakan denda uang kepada siswa untuk kesalahan yang dilakukan di dalam sekolah.
Petugas Eliminasi Delapan Anjing, 25 Divaksinasi anjing di-euthanasia (eliminasi selektif) dan 25 ekor anjing divaksinasi. Anjing-anjing yang diambil tindakan ini merupakan anjing yang berada di lingkungan anjing positif rabies. Kepala Bidang Keswan - Kesmavet pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana I Wayan Widarsa kemarin mengungkapkan, respons penindakan terhadap HPR ini dilakukan pascaditemukannya kasus gigitan anjing positif rabies di Baluk Rening. Tindakan yang dilakukan dititikberatkan
Bali Post/olo
HPR - Petugas melakukan tindakan pada HPR di radius 100 meter dari lokasi anjing positif rabies di Baluk Rening.
TATAP MUKA – Bupati Artha dan Wabup Kembang bertatap muka dengan seluruh calon perbekel dalam Pilkel Serentak 2019. Artha dan Kembang mengimbau seluruh calon perbekel untuk menjaga kondusivitas.
Diprotes, Sekolah Terapkan Denda Uang kepada Siswa Melanggar
Pascaditemukan Anjing Rabies
Negara (Bali Post) – Sejumlah hewan penular rabies (HPR) khususnya anjing di Baluk Rening, Desa Baluk, Kecamatan Negara, Selasa (6/8) kemarin diambil tindakan oleh petugas Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan - Kesmavet) pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana. Upaya ini dilakukan untuk mencegah berkembangnya rabies yang sebelumnya ditemukan positif pada salah satu anjing milik warga. Sedikitnya delapan ekor
memakai isu SARA dalam pemilihan perbekel. Jangan sampai itu terjadi di Jembrana. Jembrana merupakan taman sarinya Indonesia yang sudah kondusif sejak dulu dan menjadi contoh hingga skala nasional. Mari berkampanye dengan menonjolkan program,” ujar Artha. Artha juga mengimbau agar para calon kepala desa tidak hanya berorientasi dalam menghabiskan anggaran namun memiliki program terukur dalam pengentasan kemiskinan. “Anggaran di desa sangatlah besar. Dan saya sangat berharap agar para calon tidak berorientasi menghabiskan anggaran di desa. Namun hendaknya para calon juga memiliki program yang berorientasi kepada pengembangan potensi desa dan pengentasan kemiskinan seperti pemberdayaan masyarakat miskin ataupun bedah rumah, ” tutupnya. (ad138)
pada vaksinasi darurat serta eliminasi selektif. Penindakan dilakukan pada HPR yang berada pada radius 100 meter dari lokasi anjing positif rabies. Dari informasi pemilik anjing positif rabies, anjing tersebut pada 2018 lalu pernah tersasar vaksin. Tetapi setelah dicek, tidak ada bukti registrasi. Namun vaksinasi massal 2019 ini, anjing tersebut belum terkena vaksin. Selain melakukan vaksinasi emergency dan euthanasia, petugas juga mengambil 4 tube sampel dari anjing yang dieliminasi. Sampel itu selanjutnya akan diuji di laboratorium apakah positif rabies atau tidak. “Kalau (sampel) positif akan ada tindakan lebih lanjut lagi,” terang Widiarsa. Sebelumnya, petugas mendapati kasus gigitan anjing rabies pada salah satu warga Banyubiru. Anjing yang menggigit itu ada di Banjar Baluk Rening, Desa Baluk, Kecamatan Negara dan diketahui mati pada Kamis (1/8) lalu. Dari hasil uji sampel anjing mati tersebut, diketahui positif rabies. Petugas dari Dinas Kesehatan sudah mengambil tindakan dengan memberikan vaksin anti-rabies (VAR) kepada warga yang digigit. Dari data yang dihimpun, kasus anjing positif rabies yang ditemukan di Baluk Rening ini merupakan yang ketujuh pada 2019 ini. Enam sebelumnya ditemukan di Tuwed, Kecamatan Melaya, Banjar Berangbang, Desa Berangbang (Januari), Banjar Warnasari Kelod, Kecamatan Melaya (Februari) dan Banjar Sumbul, Desa Yeh Sumbul (April). Selanjutnya pada bulan Juni lalu ditemukan di Banjar Tegal Badeng, Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara dan Banjar Anyar, Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara. (kmb26)
Sejumlah orangtua siswa, Selasa (8/6) kemarin, mengaku tidak setuju dengan penerapan sanksi tersebut. Aturan yang diterapkan itu justru tidak mendidik siswa. Malah, membuat siswa tertekan masuk ke sekolah. Bahkan dari informasi ada salah satu siswa yang nekat mengambil uang tetangganya, hanya untuk membayar denda akibat kesalahan dirinya di sekolah. Dari informasi sudah ada beberapa siswa dikenai sanksi dalam bentuk denda uang tersebut. Ada yang karena bertengkar dengan teman, ada siswa yang dinilai merusak barang sekolah dan kenakalan anak lainnya. Nilai
denda bervariasi, Rp 5.000 untuk kesalahan kecil, Rp 20 ribu ribut dengan siswa lain, hingga Rp 100 ribu berkelahi. “Apakah tidak ada cara yang lain selain dengan bentuk denda uang?” ujar salah seorang warga yang juga orangtua siswa. Kepala SDN 2 Banyubiru Sri Sunarlik membenarkan menerapkan sanksi seperti itu kepada siswa. Ia menerapkan sanksi ini dengan tujuan memberikan efek jera pada siswa. Sedangkan uang sanksi itu juga digunakan untuk kegiatan sekolah. Menurutnya aturan tersebut sudah dirapatkan bersama komite dan disetujui. (kmb26)
ena terjangan ombak. Untuk mengisi waktu rehat, mereka melakukan aktivitas lainnya seperti memperbaiki jaring dan jukung. Sementara itu dari informasi Stasiun Klimatologi Jembrana, angin kencang yang terjadi sepekan terakhir tercatat maksimum 22 knot (lebih dari 40km/ jam). Angin kencang itu terjadi pada Sabtu (3/8) lalu. Kepala Stasiun Klimatologi Jembrana, Rahmat Prasetia mengungkapkan dari analisis munculnya angin kencang di perairan ini
disebabkan adanya perbedaan tekanan udara yang cukup tinggi antara belahan bumi bagian selatan dan utara. “Kondisi ini masih berpotensi terjadi hingga akhir bulan, mengingat pada bulan Agustus posisi matahari masih berada di lintang utara,” papar Rahmat. Karena itu hal yang perlu diwaspadai adalah peningkatan gelombang laut di wilayah pesisir Selatan Bali (Jembrana) dan juga di wilayah selat Bali bagian utara akibat kencangnya hembusan angin. (kmb26)
Angin Kencang, Nelayan Tak Melaut
Negara (Bali Post) Angin kencang yang terjadi sepekan terakhir di perairan Selatan Jemrbana membuat para nelayan tradisional memilih tak melaut. Jukung-jukung banyak yang tertambat di pinggir pantai seperti di Perancak, Yeh Kuning hingga di Medewi, Pekutatan. “Anginnya kencang, kalau kita nekat risiko tinggi,” ujar Misriadi (40). Bapak dua anak ini biasanya melaut untuk menjaring ikan maupun mencari lobster yang ukurannya layak jual. Jarak lokasi tangkap ikan dari Pantai Medewi menurutnya tidak terlalu jauh
ke tengah. “Sejak ada aturan jarang kita menangkap lobster, karena jarang mendapatkan ukuran yang sesuai,” ujarnya. Di sela-sela tidak melaut karena kondisi cuaca, ia memilih bekerja serabutan. Seperti menjadi pangayah tukang maupun mencari komoditi laut di bebatuan Pantai Medewi. Kondisi serupa juga dialami para nelayan di Perancak dan Yeh Kuning. Mereka memilih tidak melaut ketika angin kencang. Arus gelombang di pesisir Perancak hingga Yeh Kuning cukup deras. Sehingga sering terjadi perahu terbalik kar-
Karangasem
Rabu Wage, 7 Agustus 2019
Evaluasi Fasilitas Kampanye
SOSOK
Tuntaskan Kisruh Sekda
KISRUH soal mutasi Sekda Karangasem tidak hanya menimbulkan keprihatinan karena dinilai kontroversial. Tetapi, juga menjadi pembahasan hangat di kalangan pejabat dan tokoh politik, sejak diputuskan sampai Selasa kemarin. Ketidakpastian hukum soal posisi Sekda Karangasem membuat situasi politik pemerintahan daerah menjadi tak menentu. Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Karangasem menyatakan, Sekda Karangasem masih dijabat Gede Adnya Mulyadi. Itu terungkap saat Pejabat BPKSDM rapat dengan dewan. Sementara, Bupati Mas Sumatri, sudah mengeluarkan SK (surat keputusan), bahwa Sekda Karangasem sudah dimutasi 19 Juli lalu. “Kami di DPRD Karangasem, tidak menerima Sekda KW (tiruan). Kami seolah-olah dipaksa larut, dalam situasi yang gila, ketika ini terus dibiarkan berlarut-larut. Sepanjang belum ada Penjabat Sekda, kami di DPRD jelas tidak bisa membahas KUA/PPAS. Karena, kalau plh (pelaksana harian), jelas kewenangannya terbatas,” kata Ketua DPRD Karangasem Nengah Sumardi saat ditemui kantornya, Selasa (6/8) kemarin. Sumardi juga mengaku heran, dengan situasi di internal eksekutif saat ini. Sebab, meski Adnya Mulyadi sendiri sudah dimutasi sebagai sekda, ternyata Adnya Mulyadi justru masih menerima disposisi kegiatan dari Bupati Karangasem. Itu kata Sumardi, disampaikan langsung Adnya Mulyadi, Selasa kemarin. Pertama, Adnya masih menerima disposisi saat menerima kedatangan BPK Provinsi Bali. Kedua, dia kembali menerima disposisi dari Bupati saat Bupati ada kegiatan ke Banyuwangi, 5 Agustus lalu. Karena itu, Sumardi meminta agar eksekutif segera menghentikan segala kekacauan yang terjadi akibat mutasi sekda ini. Itu sangat krusial, demi kepentingan masyarakat. Sebab, jika ini terus berlarut, KUA/PPAS tak akan kunjung bisa dibahas. (gik)
Polemik Mutasi Sekda Tunggu Jawaban Bupati GUBERNUR Bali Wayan Koster telah menugaskan Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra memfasilitasi polemik mutasi yang dilakukan Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri terhadap Sekda I Gede Adnya Mulyadi menjadi Staf Ahli Bupati. Sekda Pemprov Bali Dewa Indra mengaku sudah bertemu Bupati Mas Sumatri untuk membicarakan masalah itu. Begitu juga sudah berkomunikasi dengan Adnya Mulyadi untuk mencari solusi yang baik. “Solusi yang kami tawarkan adalah bagaimana supaya situasi Karangasem kondusif. Hal itu menjadi prioritas di atas segalanya,” ujarnya, Selasa (6/8) kemarin. Kedua, lanjut Dewa Indra, bagaimana agar hubungan dengan DPRD setempat bisa dijaga dengan baik. Apalagi sekarang adalah momentum pembahasan APBD Perubahan 2019 dan APBD Induk 2020. Hal ini membutuhkan
11
hubungan harmonis antara eksekutif dan legislatif. Perbedaan pendapat menyangkut siapa yang benar dan salah, atau siapa yang berwenang dan tidak, mestinya ditempatkan di bawah kedua prioritas tersebut. “Saya sudah membicarakannya dan Ibu Bupati masih mendiskusikan dengan timnya, atau dengan stafnya yang lain. Saya dalam posisi menunggu jawaban,” jelas mantan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali ini. Seperti diberitakan sebelumnya, jajaran DPRD Karangasem merasa dirugikan dengan adanya kekosongan jabatan sekda di Kabupaten Karangasem. Posisi sekda menjadi strategis karena bertindak selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah yang bertanggung jawab dalam proses pembahasan anggaran. Jika terjadi kekosongan, pembahasan KUA PPAS Induk 2020 dan KUPA 2019 terhambat. (rin)
Pemasangan APK Jadi Sorotan
Amlapura (Bali Post) Setelah melewati beberapa tahapan pemilu, KPU Karangasem menggelar evaluasi terhadap fasilitas kampanye yang dilakukan KPU di Wantilan Pemkab Karangasem, Selasa (6/8) kemarin. KPU sebagai penyelanggara pemilu, ingin mendengar langsung masukan sejumlah unsur lembaga pemerintah di dalam Forkopinda, Bawaslu, maupun partai politik. Dari hasil evaluasi itu, persoalan pemasangan alat peraga kampanye (APK) menjadi sorotan sejumlah pihak. Ke depan, pemasangan APK itu dapat disempurnakan melalui regulasi yang jelas. Divisi Hukum Komisioner KPU Karangasem Ngurah Maharjana menjelaskan, kegiatan ini sebagai ajang bertukar pikiran dan evaluasi lintas komponen tentang sejauh mana efektivitas pelaksanaan fasilitasi kampanye yang telah dilakukan KPU. Ini sebagai bahan untuk melakukan evaluasi agar pada pemilu berikutnya dapat diberbaiki, sehingga pelaksanaan pemilu menjadi lebih baik. Evaluasi dirancang dengan sistem Focus Group Discussion (FGD). Segala masukan dan saran yang disampaikan peserta akan ditampung. Masukan itu sebagai acuan ke depan dalam penyelenggaran pemilu di Karangasem. “Hasil FGD ini, kami sampaikan sebagai laporan dan rekomendasi kepada KPU RI melalui KPU Provinsi Bali,” kata Ngurah. Persoalan APK menjadi
sorotan, baik dari unsur perbekel, TNI, Polri, Bawaslu, maupun partai politik. Regulasinya perlu dipertegas lagi, sehingga tidak menimbulkan kegaduhan politik. Hal itu jadi rawan karena dapat memperkeruh situasi politik. Saat pemilu serentak di Karangasem, persoalan APK ini paling ramai. Terlebih, ada momen Ida Batara Turun Kabeh dari Pura Agung Besakih, yang juga meminta sepanjang jalan yang dilalui bebas APK. Ngurah menegaskan, para peserta FGD menyoroti APK terkait mekanisme pemasangan, khususnya aturan zona yang menimbulkan banyak asumsi, sehingga menjadi perdebatan. Ngurah menegaskan, masukan dari FGD perlu diperhatikan sehingga proses pemilu mendatang dapat disempurnakan. Ini adalah tujuan akhir yang ingin dica-
pai KPU sebagai penyelenggara. Hal itu penting untuk mengurangi potensi masalah
di lapangan terutama terkait proses pemilu selanjutnya. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri yang hadir pada kesempatan itu mengapresiasi kinerja KPU Karangasem. Bupati sangat respek karena KPU dinilai dapat mengawal pemilu serentak dengan aman dan lancar. Walaupun Karangasem memiliki stigma politik berada di wilayah zona merah,
nyatanya pemilu dapat berjalan lancar dan aman dari waktu ke waktu. Ini tidak terlepas dari tahapan yang dilakukan KPU sudah sesuai tupoksinya. “Ini menunjukkan pemerintah daerah serta penyelenggara pemilu sudah bekerja sama dengan baik. Mari kita tingkatkan terus pelaksanaan pemilu berikutnya dengan lebih baik lagi,” pintanya. (kmb31)
Bali Post/kmb31
MASUKAN DARI FGD - Peserta FGD saat memberikan masukan dalam acara FGD di Wantilan Pemkab Karangasem.
Bupati Sumatri Minta IBI Bangun Persaingan Amlapura (Bali Post) Menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Karangasem, Pengurus IBI menemui Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, Selasa (6/8) kemarin. Pada kesempatan itu, Bupati Mas Sumatri meminta Pengurus IBI Karangasem dapat mempersiapkan Muscab dengan baik. Selain itu, Bupati Mas Sumatri meminta agar Muscab tahun ini terbangun situasi persaingan yang sehat. Itu penting, agar IBI Karangasem ke depan
dapat mewarnai proses pembangunan, sejalan dengan visi pemerintah daerah pada bidang kesehatan. Bupati Mas Sumatri menegaskan agar organisasi ini mampu saling mendukung anggotanya satu sama lain. Sehingga, keberadaan organisasi ini tidak sekadar perkumpulan tanpa makna, tetapi mampu memberikan manfaat bagi anggotanya. Bahkan, kehidupan masyarakat di sekitarnya, yang sejalan dengan program pemerintah daerah. Menurutnya, kalau organ-
isasinya aktif, maka akan mampu memberi manfaat sesuai disiplin ilmunya. “Dengan kompetisi yang sehat, akan memicu antarbidan untuk maksimal mengaplikasikan kemampuannya yang bermanfaat bagi masyarakat. Tentu upaya itu kami dukung,” tegas Bupati Mas Sumatri. Bupati Mas Sumatri juga mengingatkan, ketika IBI memprakarsai suatu kegiatan, dapat menggunakan tempattempat di Karangasem yang dapat menunjang perkembangan tempat itu. Tidak hanya
tempatnya, tetapi juga mampu memberi manfaat bagi warga di sekitarnya. Kedatangan IBI Karangasem juga didampingi Kepala Dinas Kesehatan Karangasem dr. I Gusti Bagus Putra Partama. Pihaknya menegaskan siap menerjemahkan instruksi Bupati Mas Sumatri, agar IBI Karangasem mampu berkiprah pada kepentingan masyarakat yang lebih besar. Sehingga, keberadaan organisasi itu tidak hanya menjadi tempat berkumpul dalam satu kesatuan profesi,
tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmunya pada ranah pengabdian yang dibutuhkan masyarakat Karangasem. Ketua IBI Karangasem Ni Wayan Ekawati menyampaikan Muscab IBI Karangasem akan dilakukan 25 Agustus nanti. Tetapi, sebelum pelaksanaan Muscab, akan diisi seminar dan bakti sosial di Taman Harmoni Bali di Bukit Asah, Desa Bugbug. “Kami akan menggelar seluruh kegiatan pada hari libur supaya tidak mengganggu kedinasan,” ujarnya. (kmb31)
BERTEMU BUPATI IBI Karangasem saat bertemu Bupati Mas Sumatri.
Adnya Mulyadi Melawan, Siap Tempuh Jalur Hukum Polemik pencopotan I Gede Adnya Mulyadi dari kursi Sekda Karangasem terus berlanjut. Setelah merasa diperlakukan sewenang-wenang, Adnya Mulyadi tidak menyerah. Demi menjaga nama baik sebagai ASN, ia menempuh jalur hukum. Tim hukumnya berkekuatan enam orang. Mereka siap mengawal kliennya menempuh upaya hukum. Namun, sejauh mana langkah-langkah hukum formal yang sudah dilakukan timnya? TIM Hukum Adnya Mulyadi yang mengawal upaya hukum itu mengadu ke DPRD Karangasem, Selasa (6/8) kemarin. Dipimpin Made Bandem Dananjaya saat audiensi diterima Ketua DPRD Karangasem Nengah Sumardi. Bandem mengaku kedatangannya menyampaikan aspirasi atas tindakan sewenang-wenang yang dilakukan bupati, dengan melakukan pencopotan tanpa dasar yang relevan. Terlebih berkaitan mutasi kliennya dari posisi sekda, sangat mengganggu proses birokrasi eksekutif dan legislatif. Alasannya, Sekda sebagai Ketua TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah). Dan saat ini sedang mempersiapkan KUA dan PPAS Pembahasan tahun 2019 dan KUA dan PPAS induk tahun 2020. “Kami melihat SK Bupati itu cacat yuridis. Aturan hukum harus menjadi panglima dalam pengambilan keputusan. Jangan sampai ada pejabat yang sembarangan mengelola daerah,” kata Bandem. Adnya Mulyadi menambahkan, ketika menghukum seorang PNS dengan hukuman disiplin berat, seperti
pat tanggapan eksekutif yang tidak substantif dan tidak nyambung dengan pokok permasalahan. “Kami memang sejak awal mengkritisi hal itu. Kami tidak mau ada langkah yang dilakukan eksekutif tanpa prosedur aturan yang
benar. Kami berkepentingan secara kelembagaan di DPRD. Apalagi, Sekda itu sebagai Ketua TAPD,” kata Sumardi. Politisi Golkar itu mengacu pada penjelasan pasal 133 PP Nomor 11 Tahun 2017. Disebutkan Pejabat
Pimpinan Tinggi yang telah menduduki jabatan lima tahun atau lebih setelah pemberlakuan UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, dapat dilakukan penilaian kembali, terkait kesesuaian kompetensi dan jabatan yang
diduduki. “Jadi, tidak benar dikatakan Sekda sudah menjabat lebih dari lima tahun. Karena, Adnya Mulyadi sendiri sudah dilakukan penilaian kembali dan memperoleh SK lagi tahun 2016,” jelas Sumardi. Berkaitan upaya hukum,
apakah akan mengajukan gugatan ke PTUN? Salah satu tim hukumnya, Made Arjawa, menyampaikan belum bisa memastikan. Pihaknya mengaku masih berproses dan sedang melakukan kajian lebih lanjut. (gik)
yang dialaminya saat ini, seharusnya tetap berkaca pada pasal 7 ayat (4) huruf b Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Jenis hukuman disiplin berat yang dimaksud, yakni pemindahan dalam rangka penurunan jabatan setingkat lebih rendah. “Selama ini, saya tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin sedang atau pun dijatuhi hukuman disiplin berat. Bahkan, penilaian prestasi kerja saya yang dibuat dan ditandatangani tanggal 31 Desember 2018 oleh Pejabat Penilai I Gusti Ayu Mas Sumatri, dengan jangka waktu penilaian Januari s.d. Desember 2018, nilai prestasi kerja saya 90,22 (sangat baik). Lalu dasarnya apa?” tanya Adnya Mulyadi. Dewan Sudah Bersikap Ketua DPRD Karangasem Nengah Sumardi menyampaikan dewan sejak awal sudah menyikapi persoalan ini. Bahkan, sudah memanggil pihak terkait dan juga melayangkan surat keberatan kepada Bupati Mas Sumatri. Sayangnya, Sumardi mengaku menda-
Bali Post/gik
SERAHKAN ASPIRASI - Tim hukum Adnya Mulyadi saat menyerahkan aspirasi kepada Nengah Sumardi, berkaitan polemik mutasi Sekda Karangasem.
KLUNGKUNG
12
Rabu Wage, 7 Agustus 2019
KPK RI ”Roadshow Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi” di Klungkung
Menuju Klungkung Unggul, Semua ”Stakeholder” Harus Hilangkan KKN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melanjutkan Roadshow “Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi” di Kabupaten Klungkung, Selasa (6/8) kemarin. Roadshow yang dipimpin Penasihat KPK Sarwono Sutikno ini bertujuan untuk membumikan isu-isu pemberantasan korupsi dan menghadirkan KPK secara riil di masyarakat. Di samping itu juga mensosialisasikan langkah-langkah antikorupsi KPK, serta mempererat keterlibatan masyarakat dalam program KPK dan mengumpulkan masukan atau feed back tentang KPK. Roadshow kali ini menyasar para pendidik dan pelajar, komite sekolah, pengawas, aparatur pemerintah, pelayanan publik, anggota DPRD, komunitas, pelaku usaha/sektor bisnis, serta masyarakat. Kehadiran KPK di Kabupaten Klungkung disambut langsung Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Wakil Bupati Made Kasta, Sekda Gede Putu Winastra,
anggota Forkompinda dan para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Klungkung. Bupati Suwirta berharap kepada seluruh stakeholder bisa tercerahkan dengan informasiinformasi terkait masalah korupsi. Selain itu, Bupati asal Desa Ceningan ini mengajak seluruh stakeholder untuk sadar, bahwa korupsi benarbenar harus dihilangkan demi mewujudkan cita-cita bersama, yaitu menuju Klungkung yang unggul dan sejahtera malalui spirit Gema Santi. Apalagi, untuk mencegah korupsi di Klungkung, sejumlah regulasi sudah diubah atau dicabut sejak awal dirinya menjabat. Seperti regulasi persetujuan pengeluaran perizinan oleh Bupati dan juga tentang termin proyek. Menurutnya, korupsi tidak perlu dibahas secara berlebihan karena akan semakin ribet. Namun, pada intinya semua pihak harus paham apa yang menjadi hak dan yang mana bukan hak untuk dimiliki. “Korupsi di samping karena niat
juga karena keadaan. Untuk itu, seiring dengan peningkatan PAD, pemerintah selain meningkatkan pembangunan juga meningkatkan kesejahteraan para ASN,” ujar Bupati Suwirta di sela-sela membuka Roadshow KPK RI Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya. Penasihat KPK Sarwono Sutikno mengatakan, untuk mewujudkan Negara Indonesia maju dan rakyatnya sejahtera, maka Indonesia harus bebas dari korupsi. Beberapa program sudah dilakukan KPK. Pada tahun ini, KPK RI telah menyapa 28 kabupaten di Indonesia melalui kegiatan roadshow. Setiap daerah yang dilewati, KPK melakukan interaksi dengan pemerintah, sekolah dan beberapa organisasi. Setiap laporan yang masuk akan selalu diverifikasi. Dalam roadshow-nya di Bali tercatat sebanyak 6 laporan dari Kabupaten Klungkung yang masuk dan sudah diverifikasi. Salain sebagai Penasihat
KPK, Sarwono Sutikno yang juga merupakan seorang IT Consultan mengimbau Inspektorat Daerah supaya meningkatkan audit informasinya, sehingga dapat dengan cepat melancarkan informasi sesuai permintaan Bupati. Dalam acara ini, turut digelar pameran pelayanan publik, di antaranya administrasi kependudukan oleh dinas Dukcapil, SIM Keliling oleh Polres Klungkung, Pengujian Kendaraan (uji kir) oleh Dinas Perhubungan, Perizinanan Terpadu oleh Dinas PMPTSP, Kring Sehat (KRIS 118) oleh Dinas Kesehatan, serta layanan pengaduan oleh Kejaksaan Negeri Klungkung. Tampak sejumlah masyarakat dan siswa sekolah dari tingkat TK hingga SMA/SMK turut hadir dalam kegiatan roadshow ini. Beberapa warga tampak memanfaatkan kesempatan ini untuk mengurus administrasi kependudukan dan sejumlah pelajar tampak mencoba permainan simulasi antikorupsi di dalam bus KPK. (ad137)
KPK - Bupati Suwirta dan Penasihat KPK Sarwono Sutikno beserta seluruh jajaran foto bersama pada kegiatan Roadshow “Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi” di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Klungkung, Selasa (6/8) kemarin.
Diverifikasi, 3.121 Peserta BPJS yang Dinonaktifkan
SOSOK
Semarapura (Bali Post) -
Menindaklanjuti Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 79/HUK/2019 tentang penonaktifan dan perubahan data peserta PBI Jaminan Kesehatan tahun 2019 tahap keenam, sebanyak 3.121 peserta BPJS Kesehatan di Kabupaten Klungkung yang berstatus sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) dinonaktifkan sejak 1 Agustus 2019.
Persaingan Aspek Fundamental Berawal dari hobi, I Komang Pande Priantara, S.E. memberanikan diri untuk memulai bisnis fotografi. Menurut pria asal Banjar Pangi, Desa Pikat, Dawan, Klungkung ini, fotografi merupakan sebuah karya seni. Sedangkan seni adalah sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan atau intisari dari kreativitas. “Kebanyakan jika kita mencari pengertian fotografi jawabannya hampir sama semua yaitu proses melukis dengan menggunakan media cahaya. Tetapi yang paling utama adalah bagaimana cara mendalami seni fotografi tersebut. Awalnya belajar fotografi bagi saya itu sangat membingungkan sampai akhirnya semua itu menjadi kegemaran,” ungkap Pande, Selasa (6/8) kemarin. Dewasa ini orang yang memulai bisnis fotografi semakin banyak, yang menimbulkan persaingan yang sangat ketat. Namun, baginya persaingan adalah aspek fundamental. Sebab, melalui persaingan akan bisa menjadi tolok ukur untuk berinovasi ke depannya. “Selagi kita masih bisa memberikan kualitas yang terbaik bagi costumer, saya yakin dalam berbisnis kita akan mampu bersaing,” tandasnya. Berbisnis sudah dilakukan sejak masih duduk di bangku SD dengan menjual bunga. Sedangkan, berjualan secara online ia lakoni sejak kelas 2 SMA dengan menjual pakaian adat, seperti destar, saput, udeng, kamen dan berbagai aksesoris lainnya. Bahkan, pria lulusan Fakultas Ekonomi Unhi Denpasar ini sejak kecil sudah memiliki ide-ide kreatif untuk berbisnis. “Fotografi saat ini masih saya jadikan pekerjaan sampingan saja, belum mampu fokus 100 persen di tengah kesibukan lain yang saya harus kerjakan,” tandas staf Humas dan Protokol Universitas Warmadewa ini. Pria kelahiran 10 April 1997 ini berharap ke depan bisnisnya semakin maju dan mampu bersaing di dunia bisnis. Baginya anak muda tidak hanya fokus untuk mencari kerja saja. Namun dapat menunjukkan eksistensinya dalam menciptakan lapangan dan peluang kerja sendiri. “Fotografi ini saya kembangkan setelah 8 bulan berjalan bisnis saya di bidang desain grafis, yakni Pavo Bali Design. Dan nama bisnis fotografi saya pun Pavo Bali Photograhpy ,sama seperti nama bisnis desain grafis,” pungkasnya. (win)
Hal ini lantaran yang terdata tidak mempunyai Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (KK). Bahkan ada pula yang tidak memiliki nomor NIK dan KK sekaligus. Padahal, tahun ini PBI di Klungkung mencapai 52.623 jiwa. Terkait permasalahan ini, Kasi Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak Wayan Sugata mengatakan, pihaknya telah bersurat ke Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan Klungkung untuk segera dilakukan verifikasi. Terutama untuk memastikan apakah dari 3.121 PBI yang dinonaktifkan tersebut ada yang sudah meninggal dunia atau sudah pindah domisili. Selain berkoordinasi dengan Dinas Catatan Sipil, pihaknya juga memastikan verifikasi
data PBI tersebut yang melibatkan pihak desa. Dengan harapan data yang dihimpun benar-benar valid. “Kami sudah bersurat ke Dinas Capil agar dilakukan verifikasi. Karena dari 52.623 peserta PBI di Klungkung ada 3.121 peserta yang dinonaktifkan. Saat proses verifikasi juga nanti akan melibatkan pihak Desa,” ujar Wayan Sugata, Senin (5/8). Apabila verifikasi sudah tuntas, pihaknya segera melaporkan kepada atasan mengenai tindak lanjut 3.121 PBI yang dinonaktifkan. Apakah akan diusulkan sebagai peserta Universal Health Coverage (UHC) di kabupaten atau di provinsi. Selama belum ada kepastian, Sugata memastikan ribuan warga tersebut tetap memperoleh pelayanan kesehatan. Bahkan, pihaknya
Bali Post/win
BPJS - Wabup Klungkung I Made Kasta saat mengecek data penonaktifan PBI BPJS Kesehatan di Dinas Sosial Klungkung, Senin (5/8) lalu. dia sudah dinonaktifkan sebagai PBI, akan marah-marah kepada rumah sakit yang menolak memberikan layanan
kepadanya. Ujung-ujungnya peserta dan rumah sakti akan saling berselisih paham,” tandasnya. (win)
SMPN 2 Banjarangkan Ikuti LSS Tingkat Nasional Semarapura (Bali Post) SMP Negeri 2 Banjarangkan mengikuti Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Nasional 2019. Sekolah yang terletak
di Desa Tihingan ini, Selasa (6/8) kemarin dinilai Tim LSS Nasional yang diketuai Dra. Jananantari, M.Pd. Kepala SMPN 2 Banjarang-
Bali Post/win
TIM PUSAT - Siswa/siswi SMPN 2 Banjarangkan saat dinilai Tim LSS Pusat, Selasa (6/8) kemarin.
Bupati Suwirta Terima Penghargaan BKKBN Semarapura (Bali Post) Peringatan Hari Kependudukan Dunia 2019 dipusatkan di Desa Dawan Klod, Kecamatan Dawan, Klungkung, Selasa (6/8) kemarin. Tidak hanya menjadi ‘‘tuan rumah’’, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta juga menerima penghargaan Manggala Karya Kencana (MKK). Sosok yang memimpin Klungkung 2 periode ini dinilai berdedikasi tinggi terhadap program-program kependudukan. Bertempat di Balai Banjar Pande, Desa Dawan Klod, Bupati Suwirta mengungkap penghargaan Manggala Karya Kencana yang diberikan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) tersebut bukanlah sekadar reward, tetapi juga pengakuan atas upaya-upaya
sudah bersurat ke Dinas Kesehatan agar peserta PBI yang dinonaktifkan tetap diberikan pelayanan apalagi dalam kondisi darurat. “Kami sudah bersurat ke Dinas Kesehatan agar peserta PBI yang membutuhkan pelayanan kesehatan seperti pasien yang emergency ataupun tidak emergency tetap bisa tercover BPJS,” tegasnya. Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta menyoroti permasalahan ini. Menurutnya, penonaktifian peserta PBI ini harus segera disosialisasikan kepada masyarakat. Sehingga nanti tidak ada warga yang protes ataupun kebingungan saat berobat ke rumah sakit. Apalagi sampai terjadi kesalahpahaman yang memicu keributan di tengah masyarakat. “Saya khawatir, nanti peserta yang tidak tahu bahwa
yang telah digulirkan Pemkab Klungkung dalam bidang kependudukan. Diakuinya, untuk menjalankan program pemerintah di masyarakat tidaklah mudah, apalagi terkait program Keluarga Berencana (KB). Terlebih, sempat muncul tanggapan warga yang menolak urusan jumlah anaknya diatur pemerintah. Terkait hal tersebut, Bupati asal Nusa Ceningan ini dengan tegas mengatakan bahwa program KB tidak sebatas mengatur soal jumlah anak. Sebaliknya, program KB justru lebih menonjolkan terkait perencanaan keluarga. Deputi Bidang Pelatihan dan Pengembangan BKKBN Prof. Drh. M. Rizal Martuna Damanik, M.RP.Sc. mengapresiasi perjalanan panjang dan
kesuksesan Pemda Klungkung dalam menjalankan berbagai program kependudukan. Pihaknya berharap masyarakat tidak lagi alergi terhadap slogan Keluarga Berencana. Lantaran sudah ditegaskan, bahwa KB merupakan program terkait perencanaan keluarga, bukan sekadar mengatur jumlah kelahiran anak. “Pada Hari Kependudukan Dunia ini, BKKBN menganugerahkan Manggala Karya Kencana kepada Bupati Klungkung karena jasa dan komitmennya sangat tinggi untuk program kependudukan. Kami mewakili BKKBN mengucapkan selamat dan semoga memotivasi,” ujarnya dalam acara yang turut dihadiri Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Catur Sentana. (win) CMYK
kan Nyoman Adnyana mengatakan, visi UKS/M SMPN 2 Banjarangkan yaitu ‘‘Terbentuknya Generasi Muda yang Sehat, Tangguh, Terampil, Berbudaya Berlandaskan Tri Hita Karana”. Visi ini memacu dan menuntut warga SMPN 2 Banjarangkan menjadi sehat jasmani, rohani, dan tangguh dalam berkegiatan, serta terampil mengatur diri. Dikatakan, mata pencaharian penduduk di lingkungan SMPN 2 Banjarangkan, yakni bercocok tanam, seperti menanam bunga mitir, bunga pacar air, kacang panjang, dan sayur hijau. Adapula yang membuat kopi bubuk, perajin gong/gamelan. Dari kegiatan mata pencaharian penduduk lokal ini dijadikan inspirasi bagi siswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaannya, sehing-
ga apa yang dihasilkan oleh masyarakat setempat dapat dimanfaatkan dan dikembangkan oleh tangan-tangan kreatif siswa. Sehingga produk-produk yang dihasilkan oleh petani dan perajin memiliki nilai ekonomis. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang hadir dalam penilaian LSS tersebut, mengatakan lomba LSS agar bisa dijadikan motivasi pentingnya menjaga dan mencintai kesehatan maupun keberhasilan terutama di lingkungan sekolah. Sebab, apabila suasana lingkungan sehat sudah tercipta, maka kenyamanan untuk belajar akan terasa. Apalagi Pemkab Klungkung melalui program Gema Santi telah memperkenalkan program inovasi yakni cara menjaga perilaku yang santun dan inovatif di sekolah. Oleh karena itu, me-
lalui lomba tersebut seluruh siswa diharapkan bisa saling bergandengan tangan dan selalu menciptakan suasana yang santun dan inovatif di sekolah. Pada kesempatan tersebut, Bupati Suwirta memberikan dukungan penuh kepada SMPN 2 Banjarangkan yang telah mewakili Bali, khususnya Kabupaten Klungkung mengikuti LSS tingkat nasional. “Semangat mengikuti lomba, semoga bisa memberikan hasil yang terbaik buat Bali dan khususnya Kabupaten Klungkung,” pungkasnya. Selain dihadiri Bupati Suwirta, kegiatan lomba ini juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Klungkung I Dewa Made Darmawan, Camat Banjarangkan I Gusti Agung Putra Mahajaya, serta undangan terkait lainnya. (win)
KPK Minta Hotel Patuh Setor PHR
Semarapura (Bali Post) Roadshow Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) “Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi” yang berkunjung di Kabupaten Klungkung langsung menyambangi akomodasi wisata di Kecamatan Nusa Penida, Selasa (6/8) kemarin. Akomodasi wisata yang dikunjungi, yaitu di Maruti Beach Club dan Bali Hai Tide Beach Resort. Kunjungan ini untuk memberikan edukasi antikorupsi dan pencegahan korupsi di sektor swasta dengan memberikan Informasi kepada pelaku usaha, terutama terkait pajak hotel dan restoran. Penasihat KPK Sarwono Sutikno mengatakan, roadshow yang dilakukan merupakan komitmen bersama
program pemberantasan korupsi yang terintegrasi untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, khususnya administrasi pengelolaan penerimaan daerah yang bebas dari KKN. Dikatakan, Pemda memiliki peran penting dalam meningkatkan optimalisisasi pendapatan daerah, mengatur dan mengurus rumah tangga daerah, termasuk pengelolaan keuangan daerah. Selain itu, Pemda juga harus mampu menggali potensi sumber penerimaan daerah dalam membiayai segala aktivitas pembangunan daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Dalam pengelolaan pendapatan asli daerah, ke depannya perlu pengua-
tan peran serta masyarakat dalam ekstensifikasi wajib pajak dengan memberikan imbauan dan sosialisasi secara terus-menerus mengenai peran penting masyarakat dan pelaku usaha dalam menggali potensi PAD,” tandas Sarwono, Selasa (6/8) kemarin. Koordinator Wilayah Bali Arief Nurcahyo memberikan penjelasan ke seluruh manajemen akomodasi wisata untuk selalu patuh dan rutin menyetorkan pajak hotel dan restoran ke daerah. Syarat lunas pajak dalam pengurusan perizinan, pemenuhan sarana dan prasarana bagi perangkat daerah pengelola retribusi daerah juga harus diperhatikan, sehingga tidak membuka peluang korupsi dalam proses
pengurusan retribusi. Ia menegaskan, apabila ada manajemen akomodasi wisata tidak patuh akan kewajibannya, pihak Pemkab dapat memberikan sanksi berupa mencabut izin operasionalnya. “Dengan cara turun ke lapangan ini adalah untuk meningkatkan kualitas SDM dan berubahnya pola pikir masyarakat mengenai pelayanan perizinan,” imbuhnya. Pada kesempatan ini, tim KPK juga menjelaskan perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) dalam menggunakan tanah negara dalam usaha. Pemda diminta agar memperhatikan aset-aset yang dimilikinya, sehingga tidak ada aset yang hilang tanpa kejelasan. (win)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Rabu Wage, 7 Agustus 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr Sales&Sopir kanvas L300 Gaji,UM+Instv Hub:081338085868 B.BP.001.08.19.0000092
Dcr Waiter/Waitress Lls Min SMA/SMK.CVLngkapPuriCendana SeminyakH.081212886674/732947
B.BP.001.08.19.0000111
Luxury Villa is looking for a Cook,Indonesian & International cooking. Excellent salary for skilled staff. Call and text on +6281238321945. B.BP.004.08.19.0000056
!!Dcr 2Karyawati,2Sopir SIM B1 Mekar Abadi Bangunan, Jl.By Pass 777 Jimbaran(Dekat SPBU)
B.BP.004.08.19.0000127
SERVICE
BVC Krj Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692
Dcr Tukang Sablon Brpengalaman H:Jl.Laksmana I/6:085333892339
Dcr room boy, Waitress tdk diutmkn brpglmn Hub.087860546060
Dcr marketing bisa bhs.Inggris Lam ke:linagusti814@yahoo.com
Bth Sopir Pribadi, Dps Timur Usia Min 50th,KTP Bali, bs Matic 0811913832
Dibthkn Dr Umum,Syrt pny hprks STR. 087777782879, srt lmrn ke sanjay.purimedika@gmail.com purimedikabali@gmail.com
Dicari Housekeeping bisa masak,niat kerja jujur. Ada sepeda motor. Area Kerobokan. WA saja 08123814077
B.BP.004.08.19.0000046
B.BP.004.08.19.0000112
Butuh Sopir Pglmn Matic Min3th Rajin,Jujur Hp .081338341856 By Pass Ngurah Rai No 5 Kuta B.BP.004.08.19.0000113
Dcr Adm Pria Min D1 u/Logistik Proyek.WA:081239177009/413416
B.BP.001.08.19.0000001
Dcr Tng Laki Prcetakan(Finishing/Serabutan)Hub.08123972371 B.BP.001.08.19.0000118
SERVICE
B.BP.001.08.19.0000123
B.BP.001.08.19.0000115
B.BP.004.08.19.0000128
Dicari Tenaga/Karywn Pelaksana STM Bangunan & Tehnik Mesin Lamaran.Tujukan Ke Jln.Tukad Unda No.10 Dps.Tlp(0361)228667 B.BP.001.08.19.0000116
B.BP.154.08.19.0000132
B.BP.004.08.19.0000129
Dicari Kasir shift malam, pagi Gaji,Bonus,THR. Dapurku,Jl.WR Supratman No.275 depan SPBU Hub:081939084292 B.BP.001.08.19.0000019
Dicari Sales & Pelaksana D3/S1 Sipil.Hub:PT.KSM(081236046677) B.BP.001.08.19.0000117
Dicari Cook Helper & Waiter/ss u/ restoran di Ubud Hub:08123837333 / 081237768888
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818
BIRO JASA
RUPA-RUPA
BIRO JASA
KURSUS
G.01
B.BP.154.08.19.0000133
DIJUAL MOBIL
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY
ISUZU
DIJUAL TANAH
Dam truk Isuzu Elf th 2012. H.120 jt Hp.085738651432
BU Jual Tanah 1A jln aspal 5M Jl.Raya Latu-Abiansemal.Blkang Gdg.Aqua Latu Hp:081999346009
B.BP.004.08.19.0000124
TOYOTA
Innova V 2016 Putih Matic bensin asBali low KM 081999675175 B.BP.001.08.19.0000134
Truk Hino Engkel th 2008 hrg.100 jt Hub.085738651432 B.BP.004.08.19.0000125
PROPERTY DIJUAL TANAH
Jual Tnh Lok.Strategis Daerah Kintamani Hub.085101930950 B.BP.001.08.19.0000114
B.BP.001.08.19.0000086
Dijual Tnh 15Are Mekarsari Tbn DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:081338183031/081805374433 B.BP.004.07.19.0000078
Jual Tanah 8are 21x39 strategis lbr Jln. 12m blkg Satelindo Gatsu Brt tembus Keboiwa 990jt per are Hub.081999383518 B.BP.004.07.19.0000945
DIJUAL RUMAH
Rmh di Sanggulan Tbn 54/84 F Hrg.375 jt 085738651432 B.BP.004.08.19.0000126
RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.08.19.0000061
Djl brg2 prlgkpn butik:rak,tas hanger,baju mote,082339524022 B.BP.001.08.19.0000090
KEHILANGAN Hlg BPKB DK 6676 HQ Nosin JF12 E-1653108 an Wayan Sudarma B.BP.167.08.19.0000131
Hlg Buku KIR Picup DK9628BN An.I Wayan Suaca,Nusa Indah B.BP.001.08.19.0000120
BANGLI
14
Rabu Wage, 7 Agustus 2019
Bupati dan Wabup Pimpin ”Bhakti Panganyar” ke Pura Agung Blambangan SERANGKAIAN pujawali di Pura Agung Blambangan, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Pemkab Bangli ngaturang bhakti panganyar di pura setempat, Senin (5/8). Pelaksanaan bhakti panganyar yang diikuti sejumlah pimpinan OPD dan staf di lingkungan Pemkab Bangli dipimpin langsung Bupati Bangli I Made Gianyar dan Wakil Bupati Sang Nyoman Sedana Arta beserta istri Ny. Sariasih Sedana Arta. Bhakti panganyar dilaksanakan Pemkab Bangli sebagai wujud bakti kepada Ida Batara Batari yang berstana di Pura Agung Blambangan. Dalam kesempatan itu, Bupati Bangli I Made Gianyar
menyampaikan rasa bangganya terhadap keberadaan Pura Agung Blambangan. Keberadaan Pura tersebut memiliki peran penting dalam perjalanan umat Hindu di Bali dan Nusantara. Bupati Made Gianyar juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panglingsir dan pangempon Pura Agung Blambangan, yang sudah mengabdikan diri untuk menjaga dan merawat keberadaan serta kesucian pura. Dengan dilaksanakan bhakti panganyar ini pihaknya berharap Ida Batara memberikan sinar sucinya dan memberikan keselamatan dan perlindungan untuk semua umat. Kabag Kesra Setda Kabu-
paten Bangli Jro Penyarikan Widata mengatakan, bhakti panganyar Pemkab Bangli di Pura Agung Blambangan di-puput oleh Ida Rsi Purba Adi Nata Darma dari Gria Purwa, Kecamatan Tegal Sari, Banyuwangi. Bhakti yang dihaturkan di antaranya bebangkit, pangelukatan, sorohan dan upakara penegep penganyar lainnya. Puncak karya sudah dilaksanakan pada Saniscara Kliwon Kuningan, Sabtu (3/8) lalu. Sedangkan Ida Batara masineb dilaksanakan pada Anggara Pon Langkir, Selasa (6/8). Sementara itu, Ketua Panitia Karya Budi Langkung menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Ka-
bupaten Bangli dan seluruh umat sedharma se-Nusantara yang sudah ngaturang bhakti di Pura Agung Blambangan. “Terima kasih kami sampaikan kepada seluruh umat Hindu se-Dharma, semoga melalui yadnya ini, Ida Batara memberikan keselamatan dan kesejahteraan untuk kita semua,” katanya. (ad140) BHAKTI PANGANYAR - Bupati Bangli I Made Gianyar dan Wabup Sang Nyoman Sedana Arta saat memimpin pelaksanaan bhakti panganyar Pemkab Bangli di Pura Agung Blambangan.
Pemerintah Didesak Tangani Jalan Jebol di Abuan
Bali Post/kmb40
Kemarau, Hutan di Kintamani Rawan Terbakar HUTAN - Kebakaran hutan di Kintamani, tahun lalu.
Bangli (Bali Post) –
Hutan di wilayah Kintamani rawan terbakar. Terlebih saat musim kemarau. Untuk mencegah terjadinya kebakaran, masyarakat yang tinggal di dekat kawasan hutan diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran di dekat atau dalam areal hutan. Kepala UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Timur I Made Warta mengatakan, areal hutan di Kintamani yang selama ini rawan terbakar berada di lereng Gunung Batur dan di RPH Abang. Kebakaran hutan sangat rawan terjadi pada musim kemarau seperti sekarang. “Mulai Agustus, September ini sudah mulai masuk bulan rawan,” kata Warta, Selasa (6/8) kemarin. Mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan di Kintamani, pihaknya mengaku sudah melakukan upaya preven-
tif sejak pertengahan Juni lalu. Di antaranya dengan melakukan sosialisasi ke masyarakat yang tinggal di sekitar hutan termasuk kelompok tani hutan (KTH). Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat dan KTH diberikan pembinaan tentang cara mencegah terjadinya kebakaran hingga pengendalian apabila terjadi kebakaran di kawasan hutan. “Kita imbau mereka jangan buang puntung rokok sembarangan dan jangan bakar sampah di dekat hutan,” terangnya. Sebab, menurut Warta, dari beberapa kasus kebakaran
hutan yang terjadi selama ini penyebabnya kebanyakan akibat faktor kelalaian manusia. Adanya aktivitas pembakaran sampah di sekitar lahan hutan sangat berpotensi memicu kebakaran kawasan hutan sebab percikan api dari bakaran sampah bisa saja tertiup angin kemudian merembet ke areal hutan. Selain melakukan sosialisasi, upaya pencegahan juga dilakukan dengan melaksanakan operasi dan patroli pengamanan hutan secara rutin. Kegiatan ini tidak saja dilakukan petugas kehutanan
namun juga melibatkan aparat kepolisian dan TNI serta masyarakat. Sebagaimana diketahui, kasus kebakaran hutan di Kintamani hampir terjadi setiap tahun. Terakhir, kasus kebakaran hutan terjadi seki-
Air Ngadat, PDAM Sebut Debit Mengecil
Bali Post/ist
PIPA - Perbaikan pipa yang dilakukan pihak PDAM Bangli.
Bangli (Bali Post) – Pelayanan PDAM Bangli kembali menuai keluhan. Masalahnya, pasokan air ke wilayah Tamanbali ngadat sejak hampir dua pekan lalu. Kondisi itu mengakibatkan warga kelimpungan untuk memenuhi kebutuhan air bersih seharihari. Salah seorang pelanggan PDAM Bangli Wayan Armada mengaku pasokan air PDAM ke wilayah Sidawa sudah ngadat cukup lama. Sebelum hari raya Galungan. Ngadatnya pasokan air PDAM mengakibatkan dirinya kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk mandi dan memasak. Tak jarang ia harus meminta ke wilayah tetangga. “Ngalirnya tidak tentu, kadang sampai begadang karena air baru ngalir tengah malam. Kadang percuma juga begadang karena airnya ternyata tidak ngalir,” ungkapnya, Selasa (6/8) kemarin. Terkait ngadatnya pasokan air PDAM tersebut ia mengaku sudah sempat menanyakan ke pihak PDAM. Informasinya, penyebab ngadatnya pasokan air karena kerusakan jaringan pipa di lokasi sumber mata air. Sebagai pelanggan, ia pun meminta pihak PDAM segera melakukan penanganan sehingga pasokan kembali lancar. Sementara itu, Plt. Direktur PDAM Bangli Nyoman Terus Arsawan dikonfirmasi siang kemarin tak menampik terjadinya gangguan pasokan air ke pelanggan PDAM yang ada di wilayah Sidawa dan sekitarnya. Ia menjelaskan bahwa terganggunya pasokan air belakangan ini disebabkan terjadinya penurunan debit air. Di samping karena adanya masalah kebocoran pipa. “Total jumlah pelanggan keseluruhan di Unit Tamanbali ada 1.699 pelanggan. Hampir semuanya terganggu karena debit air mengecil,” jelasnya. Untuk memenuhi kebutuhan air ke pelanggan, upaya yang dilakukan saat ini adalah dengan melakukan pengaturan waktu pandistribusian air. Pasokan air dialirkan secara bergilir setiap 12 jam. “Menurut kajian teknis walaupun diperbaiki, diprediksi tidak mencukupi untuk melayani penuh ke seluruh pelanggan secara full time karena debit airnya mengecil. Maka solusinya pasokan kini diatur bergilir,” kata Terus. (kmb40) CMYK
tar bulan September-Oktober 2018 lalu. Kebakaran hutan saat itu terjadi di beberapa titik salah satunya di lereng Bukit Abang, tepatnya di Munduk Tanggun Titi dan Munduk Cemara Landung, Desa Terunyan. (kmb40)
Bangli (Bali Post) – Jalan jebol di wilayah Banjar Abuan Kauh, Desa Abuan, Susut dinilai sangat membahayakan. Sebab meski telah dipasangi batang pohon kelapa sebagai jembatan darurat, namun keberadaan jembatan itu tak cukup kuat untuk dilalui kendaraan terus-menerus. Wakil rakyat asal desa setempat mendesak pemerintah kabupaten dan provinsi segera menangani kerusakan jalan itu sehingga transportasi masyarakat bisa lancar kembali. Anggota DPRD Bangli Dewa Gede Oka mengaku selama ini dirinya sudah terus mendorong Pemkab Bangli untuk memperbaiki jalan jebol yang ada di desanya itu. Namun berdasarkan hasil koordinasinya dengan Dinas PU, penanganan jalan jebol itu ternyata tidak bisa hanya dilakukan Pemkab Bangli. Sebab di bawah badan jalan tersebut terdapat terowongan saluran irigasi yang asetnya merupakan milik pemerintah provinsi. “Kalau diperbaiki badan jalannya, harus diperbaiki juga saluran irigasi di bawahnya,” terangnya, Selasa (6/8) kemarin. Karenanya untuk menangani jalan jebol itu, Pemkab Bangli harus melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi. Sesuai kewenangannya perbaikan saluran irigasi dilakukan dinas terkait di Pemprov, sedangkan perbaikan
badan jalan dilakukan Dinas PUPRPerkim Bangli. “Harus sama-sama memperbaiki. Kalau tidak diperbaiki saluran irigasinya, tidak mungkin bisa diperbaiki jalannya, karena matumpuk,” jelasnya. Ia meminta agar penanganan jalan itu bisa segera dianggarkan baik Pemkab Bangli maupun Pemerintah Provinsi Bali pada tahun depan. “Sekarang ini kondisinya kan membahayakan sekali, hanya pakai jembatan dari batang pohon kelapa. Sementara banyak kendaraan yang melintas di sana,” imbuh politisi Gerindra tersebut. (kmb40)
Dewa Gede Oka
Bali Post/kmb40
OLAHRAGA
Rabu Wage, 7 Agustus 2019
15
Kalahkan Persija PSM Juara Piala Indonesia Makassar (Bali Post) – PSM Makassar berhasil jadi juara Piala Indonesia setelah mengalahkan Persija Jakarta dengan skor 2-0 pada leg kedua final Piala Indonesia di Stadion Andi Mattalatta, Selasa (6/8) kemarin. Kemenangan tersebut membuat PSM unggul agregat 2-1 secara keseluruhan setelah Persija menang 1-0 pada leg pertama final. PSM mampu mencetak gol cepat di menit keempat lewat skema sepak pojok. Umpan sepak pojok yang dilepaskan oleh Willem Jan Pluim berhasil disundul oleh Aaron Evans. Pertandingan di babak pertama berlangsung dalam tempo tinggi dan diiringi sejumlah permainan keras. Ada banyak kartu kuning yang keluar dari kantung wasit Fariq Hitba. Persija sendiri sudah harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-32 usai Sandi Sute diusir keluar lapangan lantatan menerima dua kartu kuning. Kartu merah yang diterima oleh Sandi Sute membuat Persija terpaksa mengubah strategi dengan memasukkan Maman Abdurrahman menggantikan Bruno Matos. Setelah unggul 1-0 di Bali Post/ant
JUARA - Pemain dan official PSM Makassar berselebrasi usai keluar sebagai juara Piala Indonesia 2019, di Stadion Andi Mattalatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (6/8) kemarin. PSM Makassar keluar sebagai juara setelah menang pada laga final leg kedua melawan Persija Jakarta dengan skor agregat 2-1.
Vince Carter Pemain Tertua di NBA Atlanta – Vince Carter belum mau pensiun meskipun sudah berusia 42 tahun. Sosok yang delapan kali bermain di NBA All-Star menyetujui kontrak satu tahun untuk kembali bermain bersama klubnya musim lalu Atlanta Hawks. Ini membuatnya menjadi pemain tertua di kompetisi basket AS tersebut. NBA musim 2019/2010 akan menjadi yang terakhir untuk Carter. ‘’Saya punya satu musim lagi untuk dijalani,’’ katanya, Selasa (6/8) kemarin Dia akan menghabiskan satu tahun untuk membimbing salah satu roster termuda NBA di tim Atlanta Hawks. Tercatat ada tujuh pemain NBA yang berusia di bawah 23 tahun ada di tim tersebut. Dengan kesepakatan tersebut, nantinya Carter akan membuat rekor baru bermain selama 22 musim di NBA. Carter akan melewati catatan bermain di NBA sejumlah pemain seperti, Dirk Nowitzki, Kevin Garnett, Kevin Willis dan Robert Parish, yang semuanya bermain selama 21 musim di ajang NBA sebelum memutuskan pensiun. Carter juga bisa memecahkan rekor Robert Parish sebagai pemain tertua yang tampil mengawali musim. Pada usia 41 tahun dan 264 hari, Carter merupakan pemain tertua kedua yang memulai pembuka musim setelah Parish pada usia 42 tahun, 65 hari. Carter akan memecahkan rekor Parish jika berada dalam tim Hawks untuk pembuka musim 2019/2020.
babak pertama, PSM terus menekan Persija sejak awal babak kedua. ‘’Juku Eja’’ akhirnya mampu menggandakan keunggulan di menit ke-50 lewat Zulham Zamrun. Pemain bernomor punggung 7 tersebut sukses menyundul bola hasil umpan lambung yang dilepaskan oleh Aaron Evans. Sundulan Zulham gagal ditepis dengan sempurna oleh Andritany. Tertinggal dua gol, Persija berusaha keras untuk mengejar defisit gol. Mereka sejatinya hanya butuh satu gol untuk memutarbalikkan situasi, tetapi kekurangan satu pemain menjadi kendala besar Persija untuk mengimbangi permainan PSM. Striker veteran Bambang Pamungkas juga diturunkan untuk menambah daya gedor. Bepe sempat melepaskan ancaman ke gawang PSM tetapi
KW Bali Pertahankan Gelar Juara Umum
Denpasar (Bali Post) Para pesilat Kertha Wisesa (KW) Bali sukses mempertahankan gelar juara umum pada Kejuaraan Internasional Pencak Silat Pandu Samudra II di Tegal, Jateng pada 2-4 Agustus. Tim pencak silat KW Bali mendulang 43 emas, 4 perak dan 1 perunggu. Dewan Guru DPP Kerta Wisesa Made Arka di Denpasar, Selasa (6/8) kemarin, menerangkan pihaknya menerjunkan 48 pesilat dan hebatnya lagi total seluruh pesilat mampu menyumbangkan medali. Bahkan, pesilat KW Bali yang mendulang emas juga dinobatkan menjadi pesilat terbaik. Pesilat KW yang terbaik pada event tersebut adalah I Kadek Astika (kelas G SD putra), Lingga Reggina Puspayoni (kelas D SMP putri), I Made Yoga Adi Reswara (kelas D SMA putra), Sang Ayu Shanti Aptiaswari (kelas A SMA putri), dan Ni Putu C. Rispasanti Dewi A.S (kelas mahasiswi). Sementara pesilat KW Bali yang juga menyabet emas di kategori SD putra antara lain Sang Bagus Aldreyaswarya (kelas C), Kadek Indrayana (kelas D), I Komang Agus Edi Santika (kelas E), M. Rafi Aprian Gibran (kelas F), I Made Arya Ari putra (kelas H), sementara di kategori SD putri Sabrina Amelia Fitrianur Anindita (kelas B), Ni Made Dwi Sekar Wangi (kelas C), Ni Kadek Anindiya Saraswati (kelas D), Riana (kelas E), Luh Putu
Carter memulai karier dan terkenal saat membela Toronto Raptors dan New Jersey Nets. Ia kemudian sempat membela, Orlando Magic, Phoenix Suns, Dallas Mavericks, Memphis Grizzlies, dan Sacramento Kings. Carter adalah salah satu pemain paling populer di generasinya. Dia merupakan tipe pemain dinamis yang memiliki kemampuan slam dunk akrobatik pada masa jayanya. Ia memiliki rata-rata 17 poin dalam 1.481 pertandingan musim reguler. Dia memenangkan medali emas Olimpiade dan kontes dunk NBA pada 2000. Carter juga memenangkan penghargaan Rookie of the Year NBA pada 1999. Pada musim 2018-2019, Carter rata-rata meraih 7,4 poin dalam 17 menit pertandingan untuk Hawks. Dia bermain dalam 76 pertandingan musim reguler. (kmb33/afp)
hal itu tak berujung gol. Di 15 menit terakhir, tempo pertandingan agak menurun karena PSM juga mulai berhati-hati terhadap serangan Macan Kemayoran. Persija nyaris mencetak gol di menit ke-86. Bermula dari tendangan bebas Rezaldi Hehanusa, Marko Simic sukses menyundul bola ke gawang. Namun Rivki Mokodompit mampu membendung bola dengan baik. Tak lama berselang, PSM punya kesempatan untuk mengunci kemenangan. Ferdinand Sinaga lepas dari jebakan offside dan berhadapan satu lawan satu dengan Andritany. Peluang emas tersebut gagal berujung gol karena tendangan Ferdinand melebar di sisi kiri gawang. Skor 2-0 bertahan hingga akhir dan PSM sukses menjadi juara Piala Indonesia. (kmb33/ant)
Bali Post/ist
Ni Putu C. Rispasanti Dewi A.S
Keila Pujiasri (kelas F), Febria Triningsih (kelas G). Tim silat KW Bali ini ditangani duet pelatih I Nyoman Adi Suardika dan Wisnu Aji Kuncoro. Nyoman Adi mengemukakan, persiapan timnya guna menghadapi event ini telah berlatih dua bulan. ‘’Kami bersyukur bisa keluar sebagai juara umum kedua kalinya pada event internasional bergengsi yang melibatkan 1.025 pesilat,’’ ujar Nyoman Adi. (022)
Beri Kompensasi Denpasar (Bali Post) Tim sepak bola putri Perseden Denpasar U-17 yang mewakili Bali sukses mencukur tim Jatim dengan skor 3-0 pada laga perdana Piala Menpora Seri Nasional Grup A, di Lapangan Pusdikpom, Bandung, Jabar, Selasa (6/8) kemarin. Sejak menit awal, tim yang diarsiteki duet pelatih Roy dan Imron ini tampil agresif. Alhasil, pertandingan yang baru bergulir empat menit pemain Perseden Rahmayanti Indah Ma’ruf sukses menjebol gawang Jatim. Unggul 1-0, tim putri Laskar Catur Muka makin tampil ofensif. Terbukti Rahmayanti kembali menggetarkan jala Jatim pada menit ke-29, hingga menggandakan
kemenangan sekaligus membawa Perseden unggul 2-0. Sampai dengan turun minum Perseden unggul 2-0. Pada paruh kedua, meskipun Perseden sudah unggul 2-0, namun terus meningkatkan tempo permainan, kini giliran pemain Perseden Asmina Kogoya mampu menjebol gawang Jatim pada menit ke-49 sekaligus membawa timnya unggul 3-0. Skor ini bertahan hingga wasit meniup peluit panjang. Anak–anak Perseden kembali merumput sore harinya meladeni Jateng di Lapangan Arca Manik, Cimahi. Kedua tim, baik Bali maupun Jateng saling melancarkan serangan, akan tetapi hingga babak ked-
ua berakhir kedua tim belum mampu mencetak gol, dan skor akhir tetap 0-0. Atas hasil ini, tim Perseden mengemas poin 4. Sedangkan pimpinan klasmen grup A diduduki Papua Barat yang meraup nilai 6. Sementara Jateng meraih poin 1 dan Jatim nilainya 0. Sekum Askot PSSI Kota Denpasar Gede Made Anom Prenatha, yang dikontak kemarin menyatakan peluang Bali lolos tetap terbuka. Pada laga penentuan yang akan digelar hari ini, Bali akan melawan Papua Barat. ‘’Seandainya tim Perseden mampu menahan imbang saja saat meladeni Papua Barat, sudah cukup untuk lolos ke babak 16 besar,’’ ujar Anom Prenatha. (022)
Rabu, 7 Agustus 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya, Pura Dalem Desa Adat Dalung (5) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Adi Parwa (3) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Inovator 09:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 10:05 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Lejel Homeshopping
11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shooping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Agung Mamungkah Ngenteg Linggih Mapadudusan Agung Manawa Ratna Tawur Agung Ngusaba Desa Ngusaba Nini (1) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Ocydia Home Shooping 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shooping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Agrobisnis Hobi yang Bernilai Ekonomi 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini
16:05 Wita Lila Cita Sanggar Tari Bali Kundalini Jimbaran (2) 17:00 Wita Dunia Kita 17:30 Wita Kartun Sabha Parwa(1) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Lipsus Pelantikan DPRD Tabanan 21:00 Wita Wirasa Peduli Sesama 21:30 Wita Mahadewi Manfaat Senam Hamil 22:05 Wita Solusi Alternatif Proaktif Bentraf 22:30 Wita Folk Song 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shooping 23:30 Wita Bali Channel
Investasi ini mulai dari pembangunan hotel, restoran, dan usaha lain. ‘’Hasil positif lain adalah bidang amenity sudah mulai terpenuhi, sehingga ini yang membuat keyakinan kita kalau Bulfest ini adalah layak jual sebagai atraksi seni dan budaya yang bisa dinikmati wisatawan, baik nusantara maupun wisatawan mancanegara (wisman),’’ jelasnya. Pembukaan Bulfest dihadiri Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Ketua DPRD Gede Supriatna, Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P., Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng Gede Komang, dan jajaran Muspida Bule-
leng. Selain itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI mengutus Debuti Pengembangan Industri dan Kelembagaan Ni Wayan Giri Adnyani. Dalam sambutannya, Adnyani sangat mengapresiasi Pemkab Buleleng yang sukses menggelar Bulfest. Dia pun memuji hajatan ini dikemas dengan sangat baik dengan tujuan besar adalah menggaet kunjungan wisatawan ke Buleleng. Hajatan seperti Bulfest ini didorong oleh pemerintah pusat karena memang hasil riil sudah didapatkan di mana dengan menampilkan potensi local genius suatu daerah mampu menggerakkan industri pariwisata yang sejalan dengan aspek pelestarian dan penggalian potensi seni budaya. (ad146)
Menurutnya, dari 40.000 pegawai PLN tidak akan berdampak secara signifikan bila dijalankan pengurangan biaya operasional tersebut. PLN harus mengganti kompensasi atas pemadaman listrik yang melanda hampir sebagian besar Pulau Jawa pada Minggu (4/8) senilai Rp 839 miliar. ‘’Kami berkomitmen tetap memberikan kompensasi dengan hitungan sesuai peraturan undang-undang yang berlaku,’’ kata Plt. Dirut PLN Sripeni. Sripeni lebih lanjut menjelaskan bahwa total sebesar Rp 839 miliar tersebut dari sebanyak 21,9 juta pelanggan yang terdampak pemadaman listrik. Rincian penggantian adalah untuk golongan subsidi akan
diberikan kompensasi diskon sebesar 20 persen dari biaya beban. Sedangkan untuk nonsubsidi akan mendapatkan kompensasi sebesar diskon 35 persen dari biaya beban. Kompensasi tersebut sesuai undang-undang bukan berupa uang tunai, melainkan masuk dalam perhitungan pengurangan pembayaran listrik yang terhitung pada bulan Agustus 2019. Menurut Sripeni, besaran tersebut formulasinya sudah sesuai dengan aturan yang berlaku. Sripeni Inten mendatangi Komisi VII DPR atas panggilan dari legislator. Pertemuan itu berlangsung secara tertutup. Menurutnya, hasil pembicaraan dengan Komisi VII DPR selain terkait kompensasi adalah adanya penyelidikan atau investigasi atas kejadian pemadaman tersebut. (ant)
Budaya Kearifan Lokal ‘’Nuansa budaya dan kearifan lokal akan kental selama penyelenggaraan Kongres V. Termasuk saat momen Malam Budaya akan ada sejumlah sajian tari dilanjutkan dengan doa bersama untuk kelancaran dan kesuksesan Kongres V PDIP yang bertemakan ‘Solid Bergerak untuk Indonesia Raya’ dengan subtema ‘PDI Perjuangan Menuju Partai Pelopor dan Modern’,’’ kata Hasto.
Hasto menjelaskan, total undangan, utusan, dan peninjau pada saat pembukaan berjumlah sekitar 2.200 yakni peserta Kongres V PDI Perjuangan 2019 terdiri dari DPP partai, DPD partai (ketua, sekretaris, bendahara), DPC partai (ketua, sekretaris, bendahara). Selain itu, peninjau Kongres V PDI Perjuangan terdiri dari anggota Fraksi PDI Perjuangan tahun 2014-2019, Badan Pusat PDI Perjuangan (kepala dan sekretaris), Sayap Pusat PDI Perjuangan (kepala dan sekretaris), De-
partemen DPP PDI Perjuangan, kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah kader PDI Perjuangan serta DPLN PDI Perjuangan (ketua dan sekretaris). ‘’Jumlah utusan kongres dari DPC 1.542 orang dan DPD partai 102 orang serta DPP partai 27 orang,’’ jelas Hasto. Hasto juga mengatakan penyelenggaraan Kongres V berkomitmen untuk mendukung kebijakan partai di dalam menghadirkan lingkungan yang bersih dan ramah lingkungan. Karena itu-
lah untuk keperluan minum peserta diberikan tumbler, sedangkan hidangan kuliner tidak memakai bahan plastik sekali pakai. ‘’Dekorasi dan aksesoris tidak menggunakan bahan plastik atau styrofoam,’’ tambahnya. Komitmen terhadap ramah lingkungan ini sejalan dengan filsafat dasar kehidupan masyarakat Bali, Tri Hita Karana. Konsep kosmologi Tri Hita Karana merupakan falsafah hidup yang menjaga seluruh keseimbangan alam raya seisinya. (ant)
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
RABU wAGE, 7 agustus 2019
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Chef Tony
Ingin Masakan Nusantara ’’Go International’’
BELUM genap 27 tahun, Made Tonygita Rahma Wicaksana sudah menjabat sebagai Executive Chef di La Berceuse Resort Bali by Satyam International, Nusa Dua. Chef Tony bisa dikatakan sebagai Executive Chef termuda di Bali. Posisi ini merupakan pencapaian yang tidak mudah. Dalam dunia tata hidangan, Chef Tony memiliki konsep elevate Nusantara food go international. Melalui konsep tersebut, dirinya ingin membangkitkan masakan Indonesia khususnya Bali agar go international. Dengan presentasi gaya western, namun tetap mempertahankan rasa dan kearifan lokal. Untuk itu ia mengajak chef muda Bali bersama-sama membangkitkan masakan Indonesia terutama masakan khas Bali. ‘’Yang dijual di Bali tidak hanya alam dan budaya dan kearifa lokal. Yang paham dengan makanan kita adalah orang Bali sendiri. Untuk itu, mari bersamasama membangkitkan masakan Bali,’’ ajaknya. Ke depan ia juga memiliki keinginan untuk membuat standardisasi makanan Bali. Selama ini, katanya, makanan Bali memang belum ada standarnya. Rasa makanan di daerah satu dengan yang lain berbeda-beda. Diakuinya, makanan western selama ini bisa go international, karena mempunyai standar. ‘’Harapan saya semoga ke depan banyak yang mengikuti ide saya ini, sehingga kita bisa elevate Nusantara food go international. Dan masakan Bali bisa disajikan di seluruh dunia,’’ harapnya. Menjadi chef, katanya, tidak harus pintar memasak saja. Namun juga terkait administrasi untuk mengoordinasikan sebuah tim di kitchen, sangat penting. Harus diseimbangkan kemampuan manajemen dengan kemampuan memasak maupun style. (edi)
STAN AJINOMOTO - Salah satu Stan Ajinomoto pada event Asian Congress of Nutrition (ACN) di Nusa Dua.
Bali Post/kmb23
Fokus Bidang Gizi
Ajinomoto Gencarkan ’’School Lunch Programme’’ AJINOMOTO turut berpartisipasi menjadi mitra dari Federation of Asian Nutrition Societies (FANS) pada event Asian Congress of Nutrition (ACN) di Nusa Dua. Kegiatan yang berlangsung 4-7 Agustus ini diikuti peserta dari Asia-Pasific. Pada momen ini, Ajinomoto ikut menghadapi tantangan di bidang gizi, khususnya di wilayah AsiaPasific. Dalam hal ini,
Ajinomoto berkomunikasi dengan 1.500 ahli di bidang gizi dan pangan melalui dialog berdasarkan fakta ilmiah untuk berbagai keunikan produk dan aktivitas di bidang health & well-being terkait protein dan bumbu umami. PT Ajinomoto Indonesia memiliki visi untuk menjadi perusahaan terpercaya yang memberikan produk yang berkualitas, aman dan juga berkontribusi bagi masyarakat. Kontribusi tersebut salah satunya dengan program edukasi gaya hidup sehat untuk siswa sekolah dengan menyediakan menu gizi seimbang
KULINER
KESEHATAN
TOP IN VASI AWAL tahun 1980-an, Desa Babahan, Penebel, Tabanan terkenal penghasil bawang putih lokal. Namun, belakangan keberadaan bawang putih lokal tergeser bawang impor. Kendati demikian, sejumlah petani masih fanatik menanam bawang putih lokal agar tidak punah. Kemudian muncul ide membuat produk olahan black garlic agar memiliki nilai jual lebih tinggi. Ketua BUMDes Babahan sekaligus pencetus pembuatan produk black garlic di Desa Babahan, Wayan Putra Sedana, mengatakan pihaknya telah melakukan pelatihan pembuatan black garlic di masing-masing banjar. Kemudian diajak menjadikannya usaha, dikoordinir dalam satu kelompok. Dalam menyerap produksi bawang putih lokal, baik BUMDes maupun kelompok sepakat menetapkan harga
dan pengetahuan gizi. Menurut Direktur Ajinomoto Indonesia Tri Mulyo, kekurangan gizi pada anak merupakan salah satu permasalahan di Indonesia. Data riset kesehatan dasar (Riskesdas) tahun 2010 menyebutkan 58,8 persen anak usia sekolah memiliki angka kecukupan gizi 70 persen. Data Riskesdas tahum 2013, 26,4 persen anak usia 5-14 tahun mengalami anemia (kekurangan zat besi). Studi lain di tahun 2009, 48,1 persen anak-anak Indonesia mendapatkan makanan yang tidak bergizi. ‘’Dari data tersebut, Ajino-
moto mengusung konsep Ajinomoto Share Value dan gencarkan program school lunch programme (SLP),’’ katanya, Selasa (6/8) kemarin di Nusa Dua. Adapun kegiatan SLP ini yaitu pemberian makan siang dan pelaksanaan edukasi gizi dan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat bagi siswa. Menurutnya, dari kegiatan tersebut, terjadi perubahan anemia status. Sementara untuk edukasi, hasilnya adalah perbaikan pengetahuan, sikap dan praktik terkait gizi seimbang dan pola hidup bersih sehat. (edi)
’’Black Garlic’’ Babahan Berbentuk Selai Dicampur Madu
pembelian di atas harga pasar. ‘’Sesuai kesepakatan, harga bawang putih lokal dibeli ke petani Rp 45 ribu per kilogram,’’ ujar Putra Sedana, belum lama ini. Pada panen bawang putih lokal tahun 2019 ini, pihak BUMDes setidaknya bisa menyerap satu ton. Dari satu ton ini akan menghasilkan 600 kilogram black garlic. Adanya produk black garlic ini secara tidak langsung meningkatkan minat petani menanam bawang putih lokal. Bahkan, Desa Babahan juga mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian berupa penanaman bawang putih lokal seluas 100 hektar. Jika panen ini berhasil maka diperkirakan satu hektar akan menghasilkan 6 ton bawang putih. Artinya total akan ada 600 ton bawang putih lokal, sehingga BUMDes tidak akan mengalami keterbatasan bahan baku. Dikatakan, black garlic produksi Desa Babahan dijual Rp 150.000 per botol ukuran 100 ml. Black garlic Desa Babahan lebih menyerupai selai dibandingkan produk black garlic lain yang biasanya utuhan. ‘’Produknya berbentuk selai karena bawangnya dikupas kemudian diolah dan ditambahkan madu. Sehingga produk ini lebih tahan lama dan lebih banyak khasiatnya untuk kesehatan,’’ jelas Putra Sedana. (san)
WONDERFUL BALI
BUDAYA
PENDIDIKAN
SENIMAN
Makanan Nabati Cocok untuk Kesehatan KONSUMSI daging dunia diproyeksi meningkat hingga dua kali lipat dari tahun 2000 hingga 2050. Hal ini disebabkan oleh peningkatan populasi dunia dan peningkatan pendapatan domestik bruto di negara-negara berkembang. Serta kebiasaan buruk masyarakat mengonsumsi daging yang tidak ramah lingkungan. Presiden Vegan Society of Indonesia (VSI) dan Pendiri World Vegan Organization (WVO) Dr. Susianto Tseng menyampaikan hal itu di Nusa Dua. Menurutnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah menyuarakan bahwa daging merah dapat menjadi salah satu penyebab kanker. Sementara itu, berbagai penelitian juga menegaskan bahwa makanan nabati dapat membantu mengurangi dampak buruk terhadap perubahan iklim dan memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan. ‘’Industri makanan nabati diperkirakan akan meningkat secara global karena
semakin banyak orang yang mulai memahami dampak negatif dari konsumsi daging,’’ katanya saat ditemui di sela-sela Asian Congres of Nutrition 2019 di Nusa Dua, Selasa (6/8) kemarin. Tren ini juga diamati di Indonesia dengan data bahwa 39 persen penduduk Indonesia mengonsumsi lebih banyak sumber protein nonhewani pada 2017. Bahkan, 24 persen penduduk Indonesia bersedia menjalani pola makan nabati atau diet vegetarian. Seiring dengan berkembangnya kategori makanan bebas daging, brand penyedia makanan pangganti daging lainnya pun tengah menjalani proses pengawasan ketat dari pihak regulator di seluruh dunia. Terutama dalam hal penggunaan GMO dan bahan baku yang dapat menyebabkan kanker. Seperti Mycoprotein yang terkandung pada produk-produk Quorn, memang bebas GMO dan menjadi satu-satunya produk makanan protein bebas daging dengan manfaat
kesehatan yang telah terbukti secara ilmiah. ‘’Ini menjadikan produk-produk Quorn sebagai pilihan makanan yang tepat dan ramah lingkungan,’’ pungkasnya. Director of Science and Technology Quorn Dr. Andy Kusumo mengatakan, Mycoprotein merupakan sumber protein utama yang dapat membantu penumbuhan massa otot setelah berolahraga. Hal itu, katanya, jauh lebih baik dibandingkan protein susu. ‘’Manfaat ini menjadikan Quorn sumber protein yang sempurna untuk dikonsumsi dalam menjalani aktivitas sehari-hari dan olahraga,’’ ucapnya. Ditambahkannya, produkproduk yang terbuat dari Mycoprotein digemari di seluruh dunia karena kandungan nutrisi dan potensinya dalam mencegah beberapa penyakit modern, seperti kolesterol, obesitas dan diabetes. Selain itu, Mycoprotein juga dapat membantu meningkatkan performa dalam berolahraga. (edi)
Bali Post/kmb23
MYCOPROTEIN - Sejumlah pengunjung mencoba makanan Mycoprotein di salah satu stan Asian Congres of Nutrition 2019 di Nusa Dua. cmyk