Skip to main content

Edisi Minggu 7 April 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

BPM/eka

DHARMA SHANTI NYEPI - Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, foto bersama dengan Menkop dan UKM, A.A. Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, Gubernur Bali, Wayan Koster, dan panitia saat Dharma Shanti Nasional Nyepi Tahun Baru Saka 1941 di Taman Budaya Denpasar, Sabtu (6/4) malam kemarin.

Spirit Nyepi Sejalan dengan Pemilu 2019 laksanakan dengan sebaik-baiknya. Hal tersebut membuat banyak orang mengunjungi Pulau Dewata. Dharma Shanti Nasional yang merupakan seremonial terakhir perayaan Hari Suci Nyepi, disebut memiliki makna tinggi. Apalagi tema yang diangkat soal Pemilu Serentak 2019. Tema tersebut dinilai sejalan dengan spirit Hari

Denpasar (Bali Post) Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, menghadiri Dharma Shanti Nasional Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1941 di Ardha Candra, Art Center, Denpasar, Sabtu (6/4) malam kemarin. Saat itu, Wapres tampil santai penuh canda. ’’Malam ini, saya bisa dipanggil Made Jusuf. Saya anak kedua, jadi Made Jusuf,” katanya mengawali sambutannya. Jusuf Kalla menegaskan momentum Nyepi dapat dijadikan ajang untuk mengevaluasi diri, kemudian menyuci-

kan diri. Dengan menyucikan diri, segala kekurangan dan kesalahan yang telah diperbuat dapat diubah agar men-

jadi lebih baik. Bali sendiri di mata Jusuf Kalla merupakan tempat, di mana agama dan budaya di-

Raya Nyepi sebagai momentum melakukan evaluasi dan penyucian diri. “Pemilu pada dasarnya merupakan bentuk evaluasi bangsa secara keseluruhan, punya makna yang sama dengan Nyepi,’’ tegasnya. Dharma Shanti Nyepi semalam juga dihadiri Menkop dan UKM, A.A. Gede Ngurah Puspayoga, Menteri Agama,

Lukman Hakim Saifuddin, Gubernur Bali, Wayan Koster dan pimpinan PHDI se- Indonesia. Jusuf Kalla menambahkan, pemimpin juga dievaluasi, bila benar bisa dilanjutkan kepemimpinannya, jika tidak harus diperbarui atau diganti. Kalla meyakini, masyarakat Bali tahu apa arti berhasil dan tidak berhasil dalam kepemimpinan tersebut. Oleh

karena itu, partisipasi seluruh komponen masyarakat sangat diharapkan dalam Pemilu, 17 April mendatang. Keragaman yang dimiliki bangsa ini hendaknya tidak dijadikan sebagai pemecah belah bangsa, namun sebagai pemersatu. Pada intinya, perbedaanlah yang menyatukan bangsa. Hal. 11 Untuk Bangsa

Jelang Pemilu 2019

Pemilih Bingung, Potensi Kecurangan Tinggi Pelaksanaan Pemilu tahun ini sedikit berbeda dari sebelumnya. Pasalnya, untuk Pemilu tahun ini pemilih bakal mencoblos lima surat suara. Kondisi itu jelas membuat pemilih mengalami kesulitan dalam mencoblos. Terlebih dalam surat suara tidak berisikan foto hanya berisikan nama. Kondisi itu tak pelak membuat masyarakat menjadi bingung dalam menentukan pilihannya. Tidak menutup kemungkinan, masyarakat salah dalam memilih. suara

VV VVVVV VV

V

VVVV VVVVVVV VVVVVVV

V VVVVVV

IK

A

AL

? 9

VV VV V VV VV

suara yang dicobAduuh los banyak. Jadi bingung !!! bingung dalam memilihnya. Terlebih suara caleg yang dipilih surat belum banyak diketahui kiprahnya. Bisa jadi dalam mencoblos nanti salah pilih. Karena tidak ada wajahnya hanya ada nama-nama,” ujarnya. Dia mengkhawatirkan lagi bagi pemilih yang umurnya sudah tua. Terlebih, mereka tidak tahu caleg-caleg yang bakal dicoblos. Yang lebih parahnya

GG

Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon

13

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

VV VVVVV VV

Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon

3

Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

6

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon

11

Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

14

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

?

7

Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon

10

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon

Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon

19

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon

Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon

4

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

8

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon

Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon

pilih siapa ya?? 12

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

surat

suara

VVV

VVV VVVV

VVV VVVV VVV V

VV VVV VVVVV VVVV

HI

NE

VVVV VV VV VVV V VVVVV VV V VVVVVVV VV VVVVVV VVV VVVVVV VV KA

TUNG

GAL IKA

?

Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon

20

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon

V

VVVV VVVVVVV VVVVVVV

VV VV V VV VV

V VVVVVV

BHIN

N EKA TU

GG

AL

IK

VV VVVVV VV

V

VVVV VVVVVVV VVVVVVV

V VVVVVV

VV VV V VV VV

VV V V VV VVV V VV VVVV VVVVVVV VV VVVVV VVVVVV VV VVVVVV VV

A

RIBETNYA Pemilu 2019 diakui oleh masyarakat Karangasem, Wayan Lantur. Dia mengatakan, Pemilu tahun ini memang sedikit berbeda dengan Pemilu sebelumnya. Pasalnya, dalam Pemilu tahun ini, masyarakat dihadapkan dengan lima surat suara sekaligus yakni surat suara pemilihan presiden dan wakil presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten. Kata dia, banyaknya surat suara yang bakal dicoblos membuat dirinya pusing. “Memang ribet. Surat

N EKA TU

5

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

2

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

B

BHIN

Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon Nama Calon

VV V VVVV VV

VV V V VV VVV V VV VVVV VVVVVVV VV VVVVV VVVVVV VV VVVVVV VV

1

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

lagi, warga yang menderita buta aksara, mereka tambah bingung lagi karena tidak bisa baca ditambah surat suara tidak ada gamabarnya. ”Saya pribadi bilang pokoknya serbasulit. Dengan kondisi ini, potensi untuk salah memilih pasti ada,” katanya. Warga lain, I Nyoman Remini. Dia menilai, dengan menhmmm coblos lima surat suara sekaligus cukup sulit. suara surat Kata dia, bila sudah memiliki calon yang akan dipilih ketika pencoblosan bisa saja jadi bingung memilih VV V V VV VVV V VV VVVV VVVVVVV VV VVVVV VVVVVV VV VVVVVV VV BHIN

VVVVVVV

VVVVVVV

VVV VVVVVVV

VVVV VVVV VVV

VVVVVVV

VVVVVVV

VVV VVVVVVV

KA TUNGGAL

AL

IK

VVV

VVV VVVV VVVVVVV

VVVV VVVV VVV

V V V VV V VV VV VV VVVVVV VV VV VV VVVVVV VVVVV VVVVVVV VVV VVVVVV VV VV INE

GG

VVVVVVV

VVVV VVVV VVV

BH

N EKA TU

A

surat

SURAT SUARA PEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI BALI

IK

V V V VV V VV VV VV VVVVVV VV VV VV VVVVVV VVVVV VVVVVVV VVV VVVVVV VV VV

A

BH

INE

KA TUNGGAL

IK

A

V V V VV V VV VV VV VVVVVV VV VV VV VVVVVV VVVVV VVVVVVV VVV VVVVVV VV VV

BH

INE

KA TUNGGAL

IK

A

akibat banyaknya surat suara. “Tumben memilih lima surat suara sekaligus. Kalau sebelumnya hanya satu gampang milihnya. Tapi, mau gimana lagi coblos-coblos saja,” ujarnya. Sementara itu, salah satu anggota KPPS, Ni Wayan

Aryaningsih, mengakui bakal banyak masyarakat yang akan mencoblos caleg berbeda bukan pilihannya. Sebab, yang terpampang dalam surat suara hanya nama, tanpa berisi foto caleg. Hal. 11 Potensi Kecurangan

Tak Banyak Kenal Caleg PEMILU 2019 pada 17 April mendatang merupakan proses pelaksanaan pencoblosan dengan lima surat suara yang dilakukan secara bersamaan, yaitu pemilihan umum DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, DPD, serta Presiden dan Wakil Presiden. Keserentakan pada pemilu tahun ini tentu saja dikhawatirkan akan ditemukan sejumlah permasalahan serta kerawanan yang berdampak pada kualitas proses dan hasil

Pemilu 2019. Salah satunya, adanya kemungkinan pemilih cenderung hanya menentukan pilihannya pada surat suara calon presiden dan calon wakil presiden serta DPRD Kabupaten/Kota. “Untuk presiden saya sudah punya pilihannya, kalau yang lain belum tahu, karena banyak juga wajah wajah baru,” ucap Made Kerti, warga di Kecamatan Tabanan. Hal. 11 Belum Punya Pilihan

Minimalisasi Potensi Kecurangan

Pemilih Mesti Cermat, Bawaslu Harus Profesional

Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 sudah semakin dekat. Melalui Pemilu ini, rakyat Indonesia memiliki kedaulatan untuk memilih Presiden/ Wakil Presiden, anggota DPR RI, DPD RI, dan DPRD tingkat Provinsi, serta DPRD tingkat Kabupaten/Kota yang dilaksanakan secara luber jurdil. Namun, di balik pesta demokrasi lima tahunan yang pertama kali dilaksanakan secara serentak ini akan memunculkan banyak potensi kecurangan. Pemilu yang tidak diselenggarakan tidak serentak saja ternyata masih membuka celah bagi kecurangan.

SEPERTI soal waktu penghitungan suara usai pemungutan suara pada 17 April nanti. Dengan dilakukan secara serentak, tentunya jumlah suara yang dihitung akan melebihi waktu yang telah ditentukan. Dengan suara yang sangat banyak tersebut, tentu akan memperluas kemungkinan adanya kesalahan dalam penghitungan suara. Selain itu, potensi kecurangan lainnya ialah berpotensi terjadi di pemilihan legislatif. Karena penyelenggaraan secara serentak, jalannya Pileg justru terpinggirkan oleh ingar-bingar Pemilihan Presiden/ Wakil Presiden. Sehingga hal ini akan mempermudah terjadi transaksional di dalam hitungan-hitun-

gan suara legislatif. Oleh karena itu, penyelenggara Pemilu, dalam hal ini KPU dan Bawaslu sebagai pengawas pemilu mempunyai pekerjaan lebih untuk bisa meminimalisasi potensi/potensi kecurangan yang muncul. Selain itu, pemilih juga harus cermat dalam menggunakan hak pilihnya. “Hal ini menandakan bahwa kita harus betul-betul dan dengan cermat menggunakan hak yang kita punyai untuk memilih wakil rakyat yang mampu mewakili aspirasi kita ke depannya. Kita harus tahu siapa yang akan kita pilih nantinya, suara kita dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik jika kita benarbenar memilih,” tandas pengamat

politik, Dr. Dewa Gede Sudika Mangku, S.H., LL.M. Apalagi, dikatakan bahwa pemilu kali ini berbeda dengan pemilu tahun-tahun sebelumnya. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemilih maupun para calon, sebab pemilih harus jeli dan cerdas siapa yang akan dipilih. Bawaslu yang diberikan mandat bertugas mengawasi penyelengaraan Pemilu, juga harus mampu memberikan kinerja yang profesional dalam hal menerima laporan dugaan pelanggaraan yang akan timbul, serta mampu menyelesaikan sengketa Pemilu ke depannya. Hal. 11 Perlu Kreativitas

Dewa Gede Sudika Mangku

Wayan Jondra


2

Minggu Paing, 7 April 2019

Wagub Cok Ace Dorong Gerakan Bersama Bersih Sampah Plastik Berani Potong Honor Guru SMP PGRI 3 Denpasar bisa berdiri seperti sekarang adalah berkat perjuangan guru-guru SMPN 4 Denpasar. Namun, ide pendirian tak lepas dari Dr. I Made Suada, S.Pd., M.M., M.Si. Pada tahun 1985, dia dipercaya menjadi Ketua Ranting PGRI di SMPN 4 Denpasar dan Pengurus Cabang PGRI Badung Bidang Pendidikan dan Generasi Muda. Kebetulan Made Suada juga tokoh pramuka ternama.

Saat itu, ia melihat banyak siswa tak tertampung di SMPN 4 Denpasar kemudian menggalang kekuatan guru mendirikan sekolah PGRI dengan nama SMP PGRI 5 kelas jauh. Sekolah ini sempat diprotes oleh kepala sekolah lainnya, akhirnya diberi nama SMP PGRI 9 kelas jauh bertempat di SMPN 4 Denpasar. Setelah izinnya diurus, sekolah ini diberi nama SMP PGRI 10 Badung di Tulangampiang tanpa kata kelas jauh, namun masih nebeng di SMPN 4 Denpasar. Made Suada sempat dipusingkan juga soal aturan tak boleh numpang di sekolah negeri. Dia pun menggalang dana dari guru-guru untuk membeli lahan sendiri di Padangsambian dan Gunung Agung. Dia berani memotong honor guru untuk bisa membeli lahan lima are, selama setahun. Akhirnya, tahun 1989, sekolah ini berdiri di Gang V Gunung Agung. Bersamaan dengan itu, Badung dan Denpasar berdiri sendiri sehingga YPLP memberi nama SMP PGRI 3 Denpasar. Gedung baru di atas lahan 10 are ini diresmikan Wali Kota Made Suwendha. Makanya melihat historis itu, Made Suada mengaku SMP PGRI 3 tak akan pernah ada jika tak ada SMPN 4 Denpasar serta dukungan guru-gurunya. Bayangkan modal awalnya hanya 120 siswa, kini berkembang menjadi seribu siswa dengan kepemilikan lahan 28 are. Made Suada yang juga Ketua YPLP Provinsi PGRI Bali, tak pernah merasa akan memiliki sekolah ini. Dia selalu eling dengan kawitan SMPN 4 Denpasar dan perjuangan gurunya. ‘’Leluhur kami ada di SMPN 4 Denpasar,’’ tegas Suada, Sabtu (6/4) kemarin. Tahun ini, 317 siswanya mengikuti USBN dan bersiap mengikuti UNKP. (sue)

Satukan Persepsi Aspek-aspek Agama Hindu

Ida Pedanda Se-Nusantara Hadiri ’’Paruman’’ Dharma Ghosana Denpasar (Bali Post) Ida Pedanda se-Nusantara yang berjumlah kurang lebih 500 angga Ida Pedanda Lanang dan Istri, hadir pada Paruman Dharma Ghosana Pusat, Sabtu (6/4) di Pura Tanjung Sari areal Griya Santrian Hotel Sanur. Walaka yang hadir pada paruman ini kurang lebih berjumlah 1.000 walaka. Paruman Dharma Ghosana Se- Nusantara kali ini mengambil tema “Apulung Rasa, Manunggal Idep, Nincapang Kaweruhan Gilik Masemeton, Eling Maring Swadharma, Ngardi Sukertaning Jagat” yang artinya satunya keinginan, manunggalnya pikiran, meningkatkan kecerdasan, bersatu dalam persaudaraan, selalu ingat dengan kewajiban. Menurut Ketua Panitia Pelaksana, Ida Bagus Agung Partha Adnyana, tujuan diselenggarakannya Paruman Agung Dharma Ghosana ini yaitu untuk menyatukan persepsi terhadap aspek-aspek Agama Hindu warisan Ida Batara Lelangit (Dan-

ghyang Nirarta dan Danghyang Astapaka). Sehingga dalam implementasi ajaran agama nantinya ada pada satu visi dan misi. Sementara, Ketua Dharma Ghosana Kota Denpasar, Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa Putra Keniten, menjelaskan, paruman agung ini diisi dengan dua penyampaian makalah. Pertama, Kria Patra (kerta kerja ilmiah) utamaning palebon Pedanda Nyawa Ngasthi Wedana yang dibawakan Ida Pedanda Lanang Dharma Ghosana Kota Denpasar. Kedua yaitu materi tentang upakara palebon Pedanda Nyawa Ngasthi Wedana yang dibawakan oleh Ida Pedanda Istri Dharma Ghosana Kota Denpasar. “Kedua topik ini intinya berisikan etika/tata cara memperabukan manakala seorang seorang sulinggih atau pedanda wafat, baik dari sarana banten yang digunakan juga filosofis dari penggunaan sarana dan prasarana,” terang Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa Putra Keniten. (kmb23)

BPM/kmb23

SULINGGIH - Suasana Paruman Dharma Ghosana Ida Pedanda se-Nusantara yang berjumlah kurang lebih 500 angga Ida Pedanda Lanang dan Istri, Sabtu (6/4) kemarin, di Pura Tanjung Sari areal Griya Santrian Hotel, Sanur.

WAKIL Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) membuka secara resmi gerakan bersihbersih sampah plastik dalam acara Gold For Work serangkaian HUT ke-118 Pegadaian, di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, Sabtu (6/4) kemarin. Dalam sambutannya, Wagub Cok Ace menyampaikan apresiasinya atas gerakan bersih-bersih sampah plastik yang dilakukan secara serentak tidak hanya di wilayah Bali namun juga di sebelas kota lainnya di seluruh Indonesia. Dengan kegiatan ini, maka akan menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk turut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan dan membangun kesadaran untuk mengurangi penggunaan plastik dalam kegiatan sehari-hari. Ditambahkan Wagub Cok Ace, untuk di Bali sendiri, gerakan ini tidak sematamata sebagai wujud nyata dari implementasi Pergub No. 97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, namun juga sebagai upaya menjaga kesucian alam Bali. Hubungan manusia dan alam di Bali

merupakan satu kesatuan yang harmoni dan berhubungan sangat erat. “Ketika kita membersihkan tanah Bali, itu sama dengan kita membersihkan badan kita sendiri. Ketika kita membersihkan sungai, danau dan laut, sama dengan kita membersihkan darah dalam diri kita sendiri. Untuk itu, kewajiban kita semua untuk menjaga kebersihan dan kesucian alam Bali, sehingga alam Bali akan terus memberikan kenyamanan, keteduhan, dan kedamaian untuk kita semua,” imbuhnya Gerakan bersih-bersih sampah plastik yang diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai lapisan masyarakat ini merupakan sebuah momentum sinergitas antara pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan sekitar serta mengedukasi masyarakat untuk memilah sampah menjadi bernilai ekonomis. Dalam acara yang turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Denpasar AAN Rai Iswara, para pejabat di lingkungan Pemprov Bali dan Kota Denpasar serta jajaran Pegadaian ini juga dibagikan 1.000 tas belanja ramah lingkungan kepada masyarakat sekitar. (kmb)

PLASTIK - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) bersama Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara pada acara Gold For Work serangkaian HUT ke-118 Pegadaian, di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, Sabtu (6/4) kemarin.

Main HP di Dalam Rumah, Warga Suter Tersambar Petir

Bangli (Bali Post) -

Seorang warga di Dusun Beluhu, Desa Suter, Kintamani dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli lantaran mengalami luka akibat sambaran petir, Jumat (5/4) lalu . Korban, I Komang Abdi Negara (26) tersambar petir saat tengah asyik bermain handphone di dalam rumahnya. Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa itu terjadi ketika hujan deras disertai petir mengguyur wilayah setempat sekitar pukul 15.30 Wita. Kilatan petir tiba-tiba menyambar bangunan rumah korban hingga menyebabkan atap bangunan rumah jebol. Tak hanya rumah, petir juga menyambar korban yang ketika itu sedang berada di dalam rumahnya bersama dua orang anggota keluarganya yang lain. Akibatnya, korban Abdi Negara mengalami luka memar pada kening, dada, sampai perutnya. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangli Wayan Karmawan mengatakan, pascakejadian itu korban langsung dilarikan ke RSU Bangli. “Saat ini, korban sudah mendapat perawatan medis dan besok (hari ini, red) akan dilakukan assessment di lokasi kejadian,” katanya. Dijelaskan Karmawan, sesuai keterangan perbekel setempat, hujan deras disertai petir mulai mengguyur wilayah Desa Suter sejak siang hari. Derasnya hujan memaksa warga berdiam diri di dalam rumah. Sementara dari keterangan pihak keluarga korban, diketahui bahwa saat kejadian terdapat tiga orang di dalam rumah tersebut, termasuk korban. Korban tersambar petir saat tengah asyik bermain HP. “Menurut keterangan saksi, tiba-tiba dilihat muncul kilatan petir sebesar bola sepak menyambar korban. Hal itu menyebabkan saksi terkejut hingga berlari keluar rumah,” terangnya. Sementara itu, dua orang lainnya berhasil selamat. (kmb40)

PETIR - Korban sambaran petir saat mendapat perawatan di RSU Bangli.

BPM/ist

Puskesmas, Ujung Tombak Turunkan Angka ’’Stunting’’ BALI masih belum aman dari kasus kekurangan gizi pada anak yang menyebabkan tubuhnya pendek atau stunting. Untuk mengatasi masalah ini diperlukan penanganan secara komprehensif karena stunting terjadi akibat banyak faktor. Dokter spesialis anak yang juga Kepala Staf Medik Ilmu Kesehatan Anak RS Sanjiwani, dr. Triyasa, Sp.A., di sela-sela seminar soal stunting yang diadakan Sanjiwani Medical Update (SMU) RS Sanjiwani, Sabtu (6/4) kemarin, menjelaskan, anak yang mengalami stunting dipastikan akan mengalami masalah dalam pembelajaran. Ini disebabkan stunting bisa mengganggu sel otak sehingga menurunkan kecerdasan anak. Dia mengatakan puskesmas sebagai ujung tombak penanganan kasus stunting harus melihat penyebab secara komprehensif yakni mulai dari faktor genetik, lingkungan, dan asupan gizinya. ‘’Kini, kasus stunting

lebih banyak akibat faktor lingkungan mulai dari pola makan dan asupan gizi keluarga. Maka wajar di KK miskin ditemukan stunting,’’ tegasnya. Ketua IDI Kabupaten Gianyar, dr. Rudi Susanta, Sp.OG.,K.MARS., membenarkan masalah stunting menjadi masalah nasional yang kini ditargetkan nol persen. Di sini diperlukan peran masyarakat dan dokter. Pencegahan kasus tetap ujung tombaknya petugas di puskesmas. Namun, dia menegaskan kuncinya ada pada masyarakat. Betapa pun kerja dokter, jika tak diikuti masyarakat juga tak ada artinya. Di sinilah perlunya kerja sama dokter dan masyarakat. Dia setuju perlu hati-hati memvonis kasus stunting karena di dalamnya ada faktor genetik. Kadiskes Kesehatan Kabupaten Gianyar, dr. Ida Ayu Cahyani Widyawati, M.Kes., M.Biomed., juga menekankan penanganan kasus stunting harus komprehensif dan

melibatkan lintas instansi. Hal ini didasarkan pada faktor penyebab yang datang dari kekurangan gizi, sanitasi yang buruk, hingga pola makan. Makanya penanganannya juga bersama-sama berbasiskan desa. Sebab, segala akivitas warga ada di desa, penanganan stunting secara komprehensif juga berbasiskan di desa. Namun, dia mengakui jajaran kesehatan di puskesmas yang paling depan mendeteksi kesehatan warganya. Untuk itu, dia meminta aparat puskesmas lebih peduli mengedukasi dan memberi gizi tambahan saat ibu hamil, menyusui, hingga seribu hari pertama pada anak. Ketua Panitia dr. Sila Darmana, Sp.KK., didampingi pendiri SMU lainnya dr. Wawan Tirtayasa, Sp.B.onk., dr. Yoga Bharata, Sp.B., dr. I.B. Gde Udyoga Manuaba M.Biomed,, Sp.Og., dan drg. Ardhia Arie Yustining, Sp.Ort. mengungkapkan masalah stunting urgen dibicarakan di Gianyar. Makanya

dia mengundang 350 dokter umum, perawat, dan tenaga gizi di puskesmas untuk memberikan pemahaman sejelas-jelasnya soal stunting, gejala, penyebab, dan penanganannya. Dengan demikian, kita tak tergesa-gesa memvonis stunting. Pernyataan itu didukung Direktur RSUD Sanjiwani, dr. Ida Bagus Upeksa, bahwa SMU RS Sanjiwani ikut membantu pemkab untuk memecahkan masalah keki-

nian bidang kesehatan. Termasuk soal stunting, lewat SDM dokter yang dia miliki memberikan pemahaman mendalam soal kajian klinis hingga nutrisi kepada aparat terkait. Dia menegaskan selama ini, RS Sanjiwani tak pernah menangani masalah stunting karena tingkat pelayanan pertama di puskesmas. Untuk itu, dia berharap kasus stunting di Gianyar tak melebihi angka 10 persen. (sue)

BPM/sue

STUNTING - Sejumlah dokter menjadi pembicara masalah stunting di Gianyar.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


H

IN

B

derful nesia

SKandidat uara

”Concern” terhadap Pelestarian Adat, Seni, dan Budaya

VVV

VVV VV

VVV VV VV VVV V VV

VV VVV VVVVV VVVV

VV V VV V VVV

ali

3

Minggu Paing, 7 April 2019

VVVV VV V VVVV VVVVV VV V VVVVVVVVVV VVVVVVV VVVVVVV VVV

EK

AT UN

GGAL IKA

sur

at s ua

ra

VVV

VVV VVVVVV VV

VVV VVVVVVV

VVVV VVVV VVV

V V V V VV VV VVVVVV VV VV VV VV VV VVVVV VVVVV VVVVVVVV V VVV VVVVVVVV V

BH

INE

Sengguan, Bantas, wantilan Banjar Umahayar, Pura Pemakaan, Pura Paibon serta sejumlah sanggar seni di wilayah Kecamatan Mengwi. “Saya cukup konsen dalam merealisasikan aspirasi masyarakat di bidang seni, adat dan budaya, mengingat kebudayaan dan kesenian yang ada di Bali ini menjadikan Pulau Dewata memiliki daya tarik yang sangat kuat bagi para wisatawisatawan yang berkunjung ke sini,” katanya.

KA KA TUNGGAL I

Gde Sumarjaya Linggih

Berjuang di Jakarta demi Bali yang Gemilang Dalam hal legislasi atau pembuatan undang-undang, satu momen yang paling berkesan dalam perjalanan Demer sebagai anggota DPRRI adalah kontroversi Rancangan Undang-Undang (RUU) Pornografi. Pergolakan batin terjadi dalam diri Demer. Di satu sisi Fraksi Golkar menyetujui RUU tersebut, di sisi lain gelombang aspirasi masyarakat Bali menolak. Akhirnya Demer lebih

Hotel, Villa dan Restoran NAMA Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer, sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat Bali. Pada tahun 2019 ini ia telah menggenapkan tiga periode sebagai wakil rakyat Bali di gedung DPR-RI. Baginya, lamanya waktu bukanlah menjadi ukuran. Namun yang terpenting adalah karya apa yang dipersembahkan untuk tanah kelahiran, yakni Pulau Bali tercinta. Politisi Partai Golkar kelahiran Buleleng ini terkenal dengan kemampuannya dalam berdiplomasi. Berkat perjuangandiplomasi yang baik, maka kepentingan masyarakat Bali tentu lebih mudah untuk diterima oleh pemerintah pusat. “Saya merasa bersyukur punya pengalaman cukup lama merantau di luar Bali sebelum terjun di dunia politik. Saya bertemu dan bergaul dengan beragam kawan dengan latar belakang yang berbeda-beda. Saya mengenal bermacam-macam karakter. Berkat pengalaman itu, menjadi modal dalam berdiplomasi di Gedung DPR,” ungkap pria ramah senyum ini.

mengikuti suara rakyat Bali dan juga suara hati nuraninya. Dalam rapat paripurna DPR-RI, tanggal 30 Oktober 2008 dengan agenda pengesahan RUU Pornografi, Demer memilih walk out sebagai bentuk protes. Kepercayaan masyarakat Bali tak disia-siakan oleh Gde Sumarjaya Linggih. Dalam Pemilu 2019, ia kembali maju sebagai Calon Anggota DPR-RI, Partai Golkar, Nomor Urut 1. Do’a dan dukungan masyarakat Bali tentu dibutuhkan demi memperjuangkan Bali yang Gemilang. (kmb)

SOSOK I Wayan Suyasa, S.H., di Kabupaten Badung khususnya di Kecamatan Mengwi, terus menjadi perhatian masyarakat. Hal ini dikarenakan aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada dirinya selalu ditepatinya. Bahkan, Calon Legislatif Dapil Mengwi nomor urut 1 dari Partai Golkar ini sangat konsen terharap aspirasi masyarakat di bidang adat, seni dan budaya. Wayan Suyasa yang juga Ketua Komisi I DPRD Badung ini mengatakan, di Bali konsep adat seni dan budaya memang menjadi sangat prioritas dalam keberlangsungan pariwisata di Bali. Selain itu, adat, seni dan budaya menjadi pondasi masyarakat Bali dalam berkegiatan. “Aspirasi masyarakat Badung khususnya di Kecamatan Mengwi terhadap kegiatan adat, seni dan budaya, kami sebagai wakil masyarakat di DPRD Badung berusaha untuk memfasilitasinya,” ujarnya. Ketua AMPG Bali ini juga mengungkapkan, dari aspirasi yang masuk selama pihaknya menjadi legislator Badung dalam dua periode, sudah lebih dari Rp 30 miliar lebih bantaun yang disalurkan untuk adat, seni dan budaya di Kecamatan Mengwi. “Kami membantu menyalurkan sesuai dengan proposal serta aspirasi yang masuk ke saya, dan hal ini juga merupakan kepedulian pemerintah Badung yakni eksekutif dan legislatif dalam memelihara aset budaya yang kita miliki di Bali,” paparnya. Politisi humanis asal Desa Penarungan ini juga mengatakan, ada sejumlah bantuan dari aspirasi masyarakat sudah direalisasikan seperti pembangunan fisik berupa perbaikan pura tri khayangan, Bale Bajar Blungbang, Banjar Uma Poh,

Para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bali bukan hanya sekadar menikmati suasana wisata alamnya saja, tetapi kebanyakan dari wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut untuk menikmati kebudayaan Bali. “Pemeliharaan kultur Bali yang telah diwariskan oleh leluhur patut untuk dipertahankan dan dilestarikan,” ungkap Suyasa yang juga Sekretaris DPD Partai Golkar Badung tersebut. (par)

Ukm

Kesehatan

Pendidikan

Gde Sumarjaya Linggih

I Wayan Suyasa, S.H

Wedakarna Temui Ribuan Umat di Pinggan, Kintamani, dan Renon demi Satyagraha

Penyederhanaan Upacara Agama akan Memperkaya Tabungan Keluarga Hindu “MENYEDERHANAKAN upacara dan upakara adat Hindu Bali, bukan berarti menghilangkan bebantenan, tapi hanya mengefisienkan. Efisien dalam biaya, efisien dalam waktu (eedan karya) dan efisien dalam menggunakan tenaga krama adat. Ini mutlak agar umat Hindu bertahan sebagai krama adat,” demikian diungkapkan oleh Senator DPD-RI termuda dari Bali, Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III usai mengadakan kunjungan kerja di Desa Adat Renon dan Desa Adat Pinggan, Kintamani, Bangli, untuk kegiatan muspa bersama. Dalam kapasitasnya sebagai anggota DPD-RI aktif, Senator AWK terus menggelorakan Piagam Tantular kepada masyarakat Hindu agar waspada terhadap gerakan ekonomi radikal, termasuk didalamnya semangat Satyagraha Hindu dalam menyederhanakan upacara agama.

“Kesederhanaan upacara agama Hindu adalah mutlak. Apapun buatan manusia itu berhak diubah. Dalam agama Hindu, hanya kebenaran Kitab Suci Weda (Veda Vedanta) yang tidak bisa diubah sama sekali. Purana buatan manusia baik Resi Purana dan Raja Purani silahkan disesuaikan dengan kebutuhan zaman. Dan saya gembira di Bali sudah banyak desa adat yang mengubah mindset agar penyederhanaan upacara dilakukan secara bertahap. Ini adalah wajah Hindu dimasa depan. Karena, jika Hindu tidak memperbaiki diri, maka Hindu akan tenggelam dan musnah. Sudah ada contohnya Kerajaan Majapahit runtuh karena diperkirakan bebantenan di zaman itu jor-joran, sehingga membuat rakyat Majapahit yang sudah miskin, mudah berpindah agama baru. Dan kita sudah lihat sendiri kan di Bali banyak umat Hindu pindah agama akibat tidak suka

lagi dengan ribetnya adat dan budaya. Suka tidak suka, ya harus terima kenyataan ini. Kini tugas saya menyadarkan umat, saya ambil risiko ini agar Bali tercerahkan. Dan saya minta peran desa adat harus dikuatkan, desa adat harus diberikan dana lebih oleh pemerintah Bali dan yang pasti diayomi agar bebas dari saber pungli. Jangan lupa, perhatian negara terhadap operasional pura– pura kita mutlak adanya. Umat Hindu ada hak untuk itu, karena ini NKRI bukan negara berbasis agama tertentu,” ungkap Senator AWK. Ia juga mengingatkan agar krama adat di Bali harus dibiasakan dilatih untuk membuat sarana upakara sendiri, selain sebagai bagian dari Jnana Yadnya, mengerjakan bebantenan secara swadaya akan mengirit biaya lebih banyak. “Tempo hari saya datang ke upacara disebuah pura di Banjarangkan Klungkung, upacaranya tingkat

utama, tapi semeton di sana mengaku mengerjakan seluruh bebantenan dengan gotong royong. Bapak ibu, teruna teruni semua mengerjakan bebantenan dari A-Z, mereka hanya mengundang tukang banten dan tapini dari Griya untuk medidik umat, dan akhirnya bisa me-reduce biaya hingga ratusan juta. Ini namanya Satyagraha. Saya senang jika ada desa adat dan juga griya- griya yang baik hati memperhatikan umat secara Tatwa. Silahkan saja buat bebantenan, tapi harus efisien agar tabungan keluarga di desa tidak habis untuk adat,” ungkap AWK. Ia pun memiliki pandangan, lebih baik keuangan keluarga tidak dihabiskan untuk paturunan adat/peturunan, tapi disiapkan untuk pendidikan tinggi anak–anak muda di keluarga, atau menyiapkan anak–anak muda menjadi pengusaha. ”Salah satu ciri keluarga Hindu berdaulat ekonomi, dengan memiliki tabungan

dan deposito. Tabungan itu bisa didapat hanya dengan memiliki pekerjaan yang layak dan di atas UMR, dan itu bisa didapat jika anak–anak kita berpendidikan tinggi dan juga menjadi pengusaha. Dan menjadi kaya adalah perintah kitab suci Weda. Selain itu, saya minta bendesa adat agar meringankan biaya peturunan, kasihan umat kita. Jika ingin mendapatkan dana, silahkan naikkan saja iuran, khususnya pada warga tamiu yang berasal dari dura desa lan dura negara. Didik para pendatang bertanggungjawab pada budaya Bali. Orang Bali jangan kelelahan memelihara Bali, harus berani memerintah pendatang di Bali untuk tunduk terhadap dresta kita. Di sana bumi dipijak di sana langit dijunjung, It’s an ordinary matter,” ungkap Gusti Wedakarna yang juga putra Shri Wedastera Suyasa, salah satu tokoh pendiri PHDI pada tahun 1959 di zaman Bung Karno. (ad239)

PIAGAM TANTULAR - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat Dharma Wacana di Desa Adat Renon, Denpasar, dan saat hadir di Pura Desa Adat Pinggan Kintamani, Bangli.

Senderan Longsor

Tiga Rumah di Desa Madenan Tertimbun

BPM/mud

TERTIMBUN – Tiga rumah di Dusun Kelodan, Desa Madenan, Kecamatan Tejakula tertimbun tanah longsor, Jumat (5/4) malam lalu.

Singaraja (Bali Post)– Akibat hujan deras memicu bencana tanah longsor di Dusun Kelodan, Desa Madenan, Kecamatan Tejakula, Jumat (5/4) malam. Bencana itu mengakibatkan tiga rumah permenan milik warga setempat tertimbun tanah dan material senderan yang ambruk. Satu rumah rusak berat dan dua lainnya mengalami kerusakan sedang. Dari kejadian ini, kerugian materi yang dialami para korban sekitar Rp 200 juta. Inforasi dikumpulkan di lapangan Sabtu (6/4) kemarin, rumah milik Gede Supadma (39) rusak berat. Bahkan dia dan keluarganya harus mengungsi ke rumah tetangganya, karena ruang kamar dan perlengkapan rumah tangga tidak bisa diselamatkan setelah tertimbun tanah longsor. Sementara dua rumah lainnya masing-masing milik Luh Nari (72) dan Wayan Janji (70) mengalami kerusakan sedang. Salah seorang korban Gede Supadma mengatakan, sebelum kejadian dirinya bersama keluarganya sedang beristirahat di dalam rumah. Kebetulan saat itu, hujan

deras melanda Desa Madenan dan sekitarnya. Ketika istirahat di dalam kamar, tiba-tiba dia mendengar suara gemuruh di belakang rumah. Saat ditengok, suara gemuruh itu semakin kuat hingga tembok rumahnya bergetar. Tidak disangka suara gemuruh itu diikuti dengan ambruknya senderan di belakang rumahnya. Tanah dan bongkahan batu kali pun menimbun rumahnya. Beruntung dia dan ibunya berhasil berlari, sehingga tidak ada korban jiwa. Supadma mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga dan perlengkapan rumah tangganya. Dia pun sekarang harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Ini dilakukan karena cuaca buruk masih terjadi, sehingga dikhawatirkan akan terjadi longsor susulan. “Saat hujan ada suara gemuruh, lalu tembok terasa begetar dan saat itu senderan ambruk dan menimbun dua ruang kamar rumah kami. Beruntung cepat lari keluar, dan tidak sempat menyelematkan barang-barang berharga, semua tertimbun,” katanya.

Selain rumah Supadma, ada dua rumah warga lainnya juga terdampak akibat bencana ini. Hanya saja kerusakannya dikategorikan sedang, di mana kerusakan pada bagian tembok belakang, atap, dan bagian rumah lainnya. Pascakejadian ini, para korban dibantu tetangga dan aparat desa setempat gotong royong untuk membersihkan tanah yang merusak rumah mereka. Sementara itu, Kepala Palaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng Ida Bagus Suadnyana mengatakan, berita bencana tanah longsor itu diterima

malam hari dan Tim Reaksi Cepat (TRC) telah dikerahkan ke lokasi. Timnya itu kemudian melakukan assessment di lokasi kejadian. Hasilnya, senderan dengan tinggi sekitar 15 meter ambruk setelah hujan deras. Senderan itu longsor diduga karena tidak kuat menahan beban di atasnya saat hujan menggerus tanah. Selain membantu korban untuk membersihkan material tanah longsor, timnya juga menghitung kerugian akibat bencana ini. Hasilnya, total kerugian para korban akibat bencana ini mencapai Rp 200 juta. (kmb38)


4

Minggu Paing, 7 April 2019

Mengenal Lebih Jauh Kelainan Mata Astigmatisme Orang awam kebanyakan menyebutnya dengan mata silinder, namun taukah sebenarnya apa itu mata silinder? Dalam bahasa medis, mata silinder disebut dengan astigmatisme. Secara sederhana, astigmatisme adalah kondisi mata yang tidak bulat sempurna. Lebih jauh, masalah sebenarnya ada pada kornea atau lensa mata yang tidak melengkung sebagaimana mestinya. Efek dari kelengkungan yang tidak normal pada kornea atau lensa mata adalah cahaya tidak terefleksi dengan baik di dalam mata, sehingga menghasilkan pengelihatan yang kabur dan terdistorsi pada pandangan jarak dekat maupun jauh. Orang dengan astigmatisme bisa saja mengalami gangguan refraksi juga, seperti rabun jauh ataupun rabun dekat. Orang dewasa dengan astigmatisme yang signifikan mungkin menyadari pengelihatannya tidak baik. Namun pada anak-anak dengan gejala astigmatisme mungkin tidak sadar dengan kondisinya, mereka

MATA - Tujuan pengobatan astigmatisme adalah untuk meningkatkan tajam pengelihatan dan kenyamanan mata. Astigmatisme ringan biasanya tidak mempengaruhi tajam pengelihatan dan tidak membutuhkan koreksi.

jarang mengeluh tentang pandangan kabur atau terdistorsi. Astigmatisme yang tidak dikoreksi akan berakibat pada kemampuan anak dalam sekolah, maka dari itu sangat penting pada anak untuk memeriksakan matanya secara rutin, bila perlu dimulai sedini mungkin. Astigmatisme bisa berkembang dari penyakit mata lainnya, cedera pada mata, atau setelah operasi mata. Astigmatisme yang dapat berkembang atau memburuk dengan membaca dengan pencahayaan yang kurang atau menonton TV dari jarak yang dekat adalah sebatas mitos. Gejala astigmatisme bisa meliputi: pandangan kabur atau pengelihatan yang terdistorsi, mata tegang atau lelah, sakit kepala, menyipitkan mata untuk mencoba melihat dengan jelas, atau mata yang tidak nyaman. Jika memiliki gejala-gejala ini tidak serta merta dikatakan mengalami astigmatisme, pemeriksaan mata yang lengkap harus dilakukan oleh dokter spesialis mata untuk mengetahui apa penyebab gejala-gejala tersebut. Pengobatan Tujuan pengobatan astigmatisme adalah untuk meningkatkan tajam pengelihatan dan kenyamanan mata. Astigmatisme ringan biasanya tidak mempengaruhi tajam pengelihatan dan tidak membutuhkan koreksi. Pengobatannya dengan koreksi lensa kacamata, lensa kontak, atau dengan bedah refraktif. Orang dengan astigmatisme biasanya memilih kacamata untuk meningkatkan kembali tajam penglihatan. Kacamata berisi lensa silinder khusus yang mengkompensasi astigmatisme. Beberapa orang akan memiliki tajam penglihatan yang lebih baik dengan lensa kontak daripada kacamata. Lensa kontak dapat memberikan penglihatan yang lebih jelas dan bidang pandang yang lebih luas. Namun, karena dikenakan langsung pada mata, lensa kontak memerlukan perawatan rutin untuk menjaga kesehatan mata. Operasi bedah refraktif meningkatkan tajam penglihatan dan mengurangi kebutuhan akan kacamata atau lensa kontak. Dokter mata menggunakan sinar laser untuk memperbaiki bentuk kornea. Sebelum operasi, dokter akan mengevaluasi mata pasien dan menentukan apakah pasien dapat menjalani bedah refraktif. ldr. Tjok Agung Purnama Wisesaputra Dokter magang RS Mata Bali Mandara

Jangan Biarkan Ruam Popok Mengganggu Bayi Anda Pada gambar tampak ruam popok yang menyebabkan kulit bayi kemerahan dan lecet. Hal ini akibat kontak daerah popok dengan keringat, urine dan tinja yang tidak diserap baik oleh popok. Akibatnya terjadi peningkatan pH kulit yang merusak sawar kulit dan memudahkan mikroorganisme seperti bakteri atau jamur dan bahan-bahan iritan/alergi masuk ke dalam kulit dan menimbulkan gangguan. Ruam popok adalah peradangan pada kulit bayi di area yang tertutup popok dan umumnya terjadi pada lipat paha dan bokong. Kulit yang mengalami ruam ini akan tampak kemerahan. Ruam popok biasanya terjadi karena reaksi kulit setelah terus menerus bersentuhan dengan keringat, urine (air kencing) dan feses (tinja). Sebagian besar bayi yang memakai popok pernah mengalami ruam popok. Ruam ini umumnya tidak berbahaya, meskipun demikian ruam popok dapat mengganggu kenyamanan sehingga bayi cenderung rewel. Ruam popok dapat disebabkan berbagai faktor, utamanya adalah penggunaan popok yang terlalu lama menyebabkan kontak dengan urine dan tinja sehingga membuat kulit bayi lembab dan mudah terjadi iritasi. Kelembaban kulit akan mempermudah terjadinya kerusakan jaringan kulit dan berisiko tumbuhnya bakteri dan jamur. Selain itu popok yang terlalu ketat juga dapat memicu iritasi karena kulit bayi yang sensitif terutama pada bayi yang memiliki eksim. Gejala Ruam Popok Ruam popok umumnya ter-

jadi pada dua tahun pertama, terutama ketika bayi berusia tiga bulan hingga 1,5 tahun. Ruam ini juga bisa kambuh selama bayi masih memakai popok. Beberapa gejala yang mengindikasikannya adalah: pertama, kulit yang tampak kemerahan hingga merah terang, terutama pada bokong, lipatan paha, paha, dan sekitar alat kelamin bayi diikuti timbulnya bintik padat (papula) atau bintik bernanah (pustule) dan lecet di daerah tersebut. Biasanya bayi akan bertambah rewel, karena rasa nyeri dan rasa tidak nyaman. Pencegahan dan Pengobatan Ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan agar bayi terhindar dari ruam popok. Pertama, membiarkan daerah lipatan paha terbuka selama mungkin agar tidak lembab, hal ini dapat Anda lakukan saat bayi sedang tidur. Kedua, mengganti popok bayi minimal setiap 3-4 jam, hal ini akan mengurangi kelembaban dan iritasi pada kulit, bila

sebelum 3 jam, popok bayi sudah basah, Anda sebaiknya mengganti dengan yang baru. Ketiga, daerah lipatan dapat Anda bersihkan dengan air atau tisu basah (pilih yang bebas alkohol dan pewangi) lalu dikeringkan dengan handuk lembut. Setelah itu, Anda dapat mengoleskan krim yang mengandung zinc oxide (dapat dibeli di apotik tanpa resep) bila diperlukan. Keempat, bila Anda menggunakan popok kain, sebaiknya hindari mencuci popok menggunakan pewangi. Dan yang terakhir Anda bisa mengajari dan membiasakan bayi toilet training sehingga akan mengurangi kebiasaan menggunakan popok. Pada umumnya ruam popok dapat sembuh dengan langkahlangkah di atas, namun jika ruam popok yang dialami bayi belum juga membaik dan merah bertambah banyak dalam 2-3 hari, Anda dapat membawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. Semoga membantu. ldr. K. Alit Pinidha Savitri

POPOK - Pada umumnya ruam popok dapat sembuh dengan langkah-langkah di atas, namun jika ruam popok yang dialami bayi belum juga membaik dan merah bertambah banyak dalam 2-3 hari, Anda dapat membawa ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Kisara

Membangun Literasi di Bali Dimulai dari Keluarga dan Guru BULAN April selalu diidentikkan dengan perjuangan kaum perempuan memajukan beragam kehidupannya. Kartini pun menulis : “Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak wanita, bukan sekali-kali karena kami menginginkan anak-anak wanita itu menjadi saingan laki-laki dalam hidupnya. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama”. (Surat Kartini, 4 Oktober 1901). Untuk mengenang kembali perjuangan Kartini, dan kaum perempuan, mulai minggu ini Redaksi Bali Post Minggu menulis peran beragam liku-laku perempuan di Bali.

kat di dalamnya komunitas sebagian kecil yang menyadari pentingnya literasi di lingkungannya. Dari beberapa kendala tersebut, dapat dikatakan kendala terbesar untuk membangun literasi di Bali adalah kurangnya kesadaran keluarga, sekolah, masyarakat, pemerintah, dan pemangku literasi media (cetak dan daring) membangun jejaring atau kerja sama secara serempak dan berkelanjutan mengadakan kegiatan yang bertema literasi.

Demikian Kartini menulis, bahwa kemajuan perempuan tujuannya bukan untuk mengalahkan peran laki-laki, tetapi untuk mendudukkan perempuan sejajar dengan laki-laki di dalam mengambil beragam keputusan-keputusan penting di dalam mengelola kehidupan manusia menjadi lebih baik, salah satunya adalah peran perempuan dalam membangun kemajuan literasi di Bali. Sejak digaungkan Gerakan Literasi Nasional tahun 2015 tampaknya banyak pengamat, lembaga pendidikan, penggiat literasi, dan pemerintah yang merasa cemas akan keberadaan literasi baca-tulis di Indonesia, termasuk di Bali itu rendah. Kalau dikatakan rendah literasi di Bali, tidak juga. Sebaliknya, jika dikatakan perkembangan literasi di Bali itu pesat, juga terlalu berlebihan. Hasil kajian kegiatan literasi kemampuan siswa SMA, kajian kegiatan literasi guru SD/SMP/ SMA/SMK, kajian kegiatan literasi keluarga, dan kajian kegiatan literasi masyarakat yang dilakukan oleh Balai Bahasa Bali tahun 2018 menunjukkan literasi baca tulisnya berada di posisi sedang/baik atau di tengah-tengah antara rendah dan tinggi. Hasil kajian Balai Bahasa Bali tahun 2018 terhadap kajian kemampuan literasi siswa menunjukkan bahwa skor rata-rata kemampuan literasi siswa di Bali sebesar 50.37%.

Penerbit Senada dengan Puji Retno Hardiningtyas, Thiolina F Marpaung yang bergerak membangun literasi di Bali juga sempat merasa sulitnya membangun literasi di Denpasar, dengan mencoba membangun Penerbit PILAR sejak awal tahun 2019 Thiolina F Marpaung telah melakukan program literasi dengan berfokus memberikan pelatihan-pelatihan menulis untuk para guru tingkat SD dan SMP. Berkolaborasi dengan perusahaan-perusahan yang mau peduli dengan bidang pendidikan.Kolaborasi dengan mengedepankan win-win solution. Sebagai penerbit tugas kami juga untuk berbagi wawasan tentang teknik-teknik menulis, menerbitkan buku dan mempromosikan buku. Thiolina F Marpaung berharap dengan program literasi menulis yang dilakukan, para guru dan siswa lebih giat lagi untuk membaca. Karena dengan banyak membaca , wawasan seseorang semakin luas dan proses untuk menulis lebih mudah untuk dilakukan. Dengan memahami proses menulis, diharapkan kelak para guru dan murid mampu menuangkan ide-ide kreatif melalui tulisan yang diciptakan menjadi suatu buku yang bernilai dan menginspirasi bagi banyak orang. Mengapa guru yang menjadi objek utama Lina, karena dalam melakukan program literasi para guru sewaktuwaktu dapat menularkan wawasannya tentang menulis kepada para muridnya lebih banyak lagi. Bahkan Puji Retno Hadiningtyas menegaskan peran keluarga dan guru adalah solusi jangka pendek untuk membangun kehidupan literasi dalam skup kecil, peran perempuan terutama ibu adalah hal terpenting membangun ruang dalam diri seorang anak untuk mencintai buku. (osi)

Senyap Untuk membaca senyap selama 15 menit sebelum kegiatan belajar-mengajar dimulai, sedangkan 10% responden mengaku belum melaksanakannya, dan 10% sisanya menjawab bahwa mereka akan mulai membiasakan kegiatan membaca senyap bersama selama 15 menit tersebut. Bahkan, upaya membudayakan membaca bersama-sama bagi guru dan peserta didik (guru menjadi contoh), sebanyak 60% respon-

den menyatakan peserta didik dan guru dapat menceritakan hasil yang dibaca, 30% responden menyatakan bahwa peserta didik dan guru dapat menceritakan hasil yang dibaca, dan 50% baru akan membudayakan membaca bersama guru dan murid. Dari hasil kajian tersebut, dapat disimpulkan bahwa guru menjadi teladan siswa untuk berkarya dan mendorong siswa berani memulai, termasuk menulis sebagai bentuk mewujudkan budaya literasi. Puji Retno Hardiningtyas, kandidat doktor Bahasa ini mampu menjabarkan secara detail bagaimana nasib literasi di Bali. Bahkan menurut pecinta buku dan riset ini. Literasi keluarga juga menunjukkan hal sebaliknya, belum semua keluarga membudayakan literasi di dalam kehidupan sehari-hari. Untuk memenuhi keberhasilan keluarga melakukan budaya literasi memang peran desa dan pemerintah diperlukan untuk membuat kegiatan yang melibatkan literasi keluarga. Secara umum, literasi keluarga di Bali belum menunjukkan hasil yang diharapkan. Sebagai penggiat literasi yang bekerja di UPT Balai Bahasa Bali, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa—sejak tanggal 20 Maret 2019—berganti nama menjadi Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan berupaya menampung aspirasi masyarakat, terutama kebutuhan literasi di kabupaten-kabupaten di Provinsi Bali dengan ikut menerbitkan buku-buku bahan bacaan literasi yang dilakukan dengan menjaring penulis—baik guru, sastrawan, maupun masyarakat umum—melalui sayembara. Sejak tahun 2017—2019, buku-buku hasil sayembara tersebut didelegasikan ke sekolah, desa, komunitas, taman baca, rumah baca yang tersebar di Provinsi Bali. Tahun 2018 Balai Bahasa Bali bekerja sama dengan Pusat Data Statistik

Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan pendataan komunitas bahasa dan sastra di Bali. Ada 22 komunitas yang berhasil didata dan komunitas yang pernah bekerja sama dengan Balai Bahasa Bali di antara Jatijagat Kampung Puisi (Kota Denpasar), Komunitas Mahima (Kabupaten Buleleng), Komunitas Desa Belajar (Kabupaten Tababan), Komunitas Kertas Budaya (Kabupaten Jembrana), Komunitas Winapsari Gulinten (Kabupaten Karangasem), Sangar Buratwangi (Kabupaten Karangasem), dan Sanggar Buah Pena (Kabupaten Karangasem). Beberapa komunitas tersebut bersama-sama dengan Balai Bahasa Bali mewujudkan visi misi Gerakan Literasi Nasional di Provinsi Bali. Kendala Kendala yang membuat literasi di Bali sering tersendat adalah pertama, peran keluarga dalam budaya literasi kepada anak-anak dirasakan masih kurang dan jauh dari harapan. Di sinilah, dituntut peran pemerintah, masyarakat yang peduli literasi, dan perseorangan yang bersedia mendedikasikan dirinya untuk kemajuan literasi di daerah, seperti di Bali. Kedua, literasi sekolah hanya melaksanakan peraturan dari pemerintah tanpa meberikan fasilitas dan sarana yang mendukung Gerakan Literasi Nasional. Gerakan literasi sekolah di Bali umumnya sudah berjalan secara rutin, tetapi belum terealisasi dengan baik. Ketiga, SDM guru sebagai garda depan di sekolah masih banyak yang belum memiliki kemampuan dan kemahiran dalam menulis dan berkarya sebagai bentuk keteladanan untuk siswanya. Keempat, literasi keluarga yang tidak semua orang tua sadar akan budaya literasi untuk anak-anaknya. Kelima, literasi masyara-

Jangan Minder

“Halo Kak. Salam kenal. Aku Dita (20) ,sekarang masih semester IV di salah satu kampus di Bali. Mau Tanya dong Kak, gimana sih tips-tips untuk jadi percaya diri? Makasi Kak.” Halo Dita, terima kasih atas pertanyaannya dan salam kenal juga. Nah, kali ini kita akan membahas tentang rasa percaya diri yang tentunya sering jadi masalah remaja saat ini, Sahabat Kisara. Dikutip dari dictio.id, percaya diri (selfconfidence) adalah kemampuan individu untuk dapat memahami dan meyakini seluruh potensinya agar dapat dipergunakan dalam menghadapi penyesuaian diri dengan lingkungan hidupnya. Orang yang percaya diri biasanya mempunyai inisiatif, kreatif, dan optimis terhadap masa depan, mampu menyadari kelemahan dan kelebihan diri

LITERASI — Sejak digaungkan Gerakan Literasi Nasional tahun 2015 tampaknya banyak pengamat, lembaga pendidikan, penggiat literasi, dan pemerintah yang merasa cemas akan keberadaan literasi baca-tulis di Indonesia, termasuk di Bali itu rendah. Kalau dikatakan rendah literasi di Bali, tidak juga. Sebaliknya, jika dikatakan perkembangan literasi di Bali itu pesat, juga terlalu berlebihan. Hasil kajian kegiatan literasi kemampuan siswa SMA, kajian kegiatan literasi guru SD/SMP/SMA/SMK, kajian kegiatan literasi keluarga, dan kajian kegiatan literasi masyarakat yang dilakukan oleh Balai Bahasa Bali tahun 2018 menunjukkan literasi baca tulisnya berada di posisi sedang/baik atau di tengah-tengah antara rendah dan tinggi. Hasil kajian Balai Bahasa Bali tahun 2018 terhadap kajian kemampuan literasi siswa menunjukkan bahwa skor rata-rata kemampuan literasi siswa di Bali sebesar 50.37%.

sendiri, berpikir positif, menganggap semua permasalahan pasti ada jalan keluarnya. Namun sayangnya tidak semua orang mampu percaya diri, banyak dari kita yang masih takut untuk sekadar menyapa atau bahkan takut untuk berbicara dan berdiri di depan orang banyak. Nah, untuk mengatasinya, yuk kita bisa coba tips-tips di bawah ini. Kenali Kelemahanmu, Kemudian Atasi! Faktor utama penyebab kurangnya percaya diri adalah seringnya kita merasa memiliki banyak kekurangan dan kelemahan yang menyebabkan diri kita tanpa sadar merasa takut akan hal itu. Namun, sesungguhnya manusia

memang tidak ada yang sempurna, jadi wajar saja jika kita memiliki kekurangan. Jangan jadikan kekuranganmu sebagai kelemahan, melainkan jadikanlah kekuatanmu sehingga menjadikan dirimu lebih baik. Kamu Berbeda dan Kamu Spesial! Pernahkah kamu takut tampil di depan umum karena takut akan pandangan orang terhadap penampilanmu? Jika jawabannya pernah, maka ini saatnya kamu menanamkan konsep afirmasi diri pada dirimu sendiri. Caranya dengan mengatakan pada dirimu bahwa kamu berbeda dan kamu spesial tiap rasa takut itu muncul. Percayalah, Tuhan menciptakan manusia dengan keindahan dan keunikannya masing-masing, jadi tetaplah jadi berbeda dan spesial. Ungkapkan Pikiran dan Ketakutanmu

pada Orang Terdekat! Ketika kamu merasa tidak percaya diri, mintalah orang lain untuk menyemangatimu. Ketika kamu takut untuk tampil dan merasa tak percaya diri, cobalah untuk menyatakan ketakutanmu pada orang terdekat. Ini bukan berarti kamu sedang menunjukkan kelemahanmu, tapi kamu bisa saja mendapatkan solusi dan semangat ketika bercerita. Berpikir Positif dan Pancarkan Aura Bahagiamu! Disadari atau tidak, rasa tidak percaya diri akan hadir ketika kamu merasa takut atau cemas akan hasil yang akan didapat nantinya. Karena itulah, penting untuk memusatkan pikiranmu kepada hal-hal yang positif. Mencintai dirimu sendiri adalah

salah satu bentuk berpikir positif. Jangan menyalahkan dirimu atau lingkunganmu. Jadilah bahagia dan kamu akan mudah untuk mencoba percaya diri. Setiap orang memiliki bakat dan karena itulah mereka layak dicintai, termasuk kamu Dita. Selain menyadari kekuranganmu, kamu juga harus memahami apa saja kelebihanmu. Ingat-ingat kesuksesan apa saja yang telah kamu raih sebagai sumber kekuatan ketika kamu merasa tidak dalam kondisi terbaikmu. Jangan takut untuk tampil dan berpendapat. Kamu Cantik dan Spesial. Tetap Semangat! Nah sekian dulu bahasan kita kali ini, kalau para pembaca ada pertanyaan yang lagi ngeganjel banget di hati, kirim aja pertanyaanmu ke sosial media Kisara ya!


5

Minggu Paing, 7 April 2019

Capricorn Bersikaplah tegas dan tak perlu memberi toleran kepada orang yang jelas-jelas menginjak harga diri Anda. Tak perlu takut akan risiko yang akan Anda tanggung, untuk itu belajarlah mandiri dengan tidak terlalu menggantungkan harapan pada orang lain dan di minggu inilah saat yang baik untuk Anda memulainya. Mengenai keuangan meski lagi tersendat tetapi itu bukan berarti seret. Asmara: Apa ruginya berkorban demi kebahagiaan si dia selama itu tidak menyalahi dari norma-norma ketimuran. Aquarius Rintangan masih tetap saja menghambat laju karier dan bisnis Anda. Pertahankan motivasi Anda jangan sampai mengalami penurunan karena bagaimanapun juga langkah Anda ke depan masih sangat panjang dan penuh dengan liku-liku. Di minggu ini pemasukan masih terbilang lancar walaupun kebutuhan cukup tinggi, agar harapan Anda bisa menjadi kenyataan maka mau tidak mau Anda harus lebih banyak berhemat lagi. Asmara: Jangan lari dari kenyataan yang ada, terbuka saja kepadanya. Pisces Pertahankan langkah dan metode yang telah Anda pergunakan selama ini, karena kenyataannya cukup sesuai dengan kondisi sekarang ini sehingga sangatlah disayangkan jika Anda memakai metode baru yang tentunya harus dimulai dari awal lagi. Mengenai pemasukan masih stabil dan tidak sampai memusingkan. Bila ada keinginan membeli barang sebaiknya dikondisikan dulu dengan keuangan. Asmara: Jangan terus menerus memarahinya dengan omongan yang keras bahkan menjurus kasar. Aries Jangan keburu nafsu untuk mendapat keuntungan besar, semua itu ada temponya yang harus dijalani dengan kesabaran dan ketenangan. Sedikit banyak keuangan Anda akan terganggu karena munculnya kebutuhan mendadak yang tak Anda sangka sebelumnya, meskipun income masih lumayan lancar di minggu ini. Asmara: Jagalah keharmonisan percintaan Anda berdua dengan selalu berbuat yang terbaik dan menyenangkan bagi kedua belah pihak. Taurus Posisi perbintangan Anda di minggu ini tampak pada posisi yang bagus dan menguntungkan sehingga tak heran jika banyak muncul orderorder baru yang tak Anda sangka sebelumnya. Pemasukan yang Anda harapkan dapat terealisasi di minggu ini, tinggal bagaimana Anda mengalokasikannya dengan benar dan tak sampai terjadi pemborosan. Asmara: Apa gunanya mempercayai ucapan dari luar sana sedangkan kebenarannya belum tentu bisa dipegang. Gemini Perbintangan Anda di minggu ini masih mujur dan beruntung, yakinlah dengan suara hati yang muncul, tak perlu ragu jika hati sudah merasa pas dan optimis. Mengenai keuangan, tak terlalu memusingkan karena memang ada dana berlebih yang bikin hati tenang dan damai. Asmara: Tak perlu berdebat terus hanya karena omongan yang tak prinsip dan tidak ada untungnya itu. Cancer Saat ini perbintangan Anda ibaratnya lagi melalui jalan yang berlikuliku yang kanan kirinya adalah jurang yang sangat dalam. Ini pertanda bahwa Bintang Cancer harus bisa menahan diri, jangan menuruti emosi biarkan segalanya berjalan apa adanya. Asmara: Si dia sangat menarik hati dan pikiran Anda, sehingga wajar saja jika sulit untuk menghilangkan bayangbayang wajahnya. Leo Masih ada kerikil-kerikil tajam yang cukup mengganggu perjalanan Anda. Untuk itu sekalipun di atas kertas rencana Anda dapat berjalan dengan mulus sebaiknya Anda juga mengantisipasi faktor x yang mungkin bisa timbul secara mendadak. Asmara: Cintanya cukup tulus untuk itu positive thinking sajalah dan hilangkan segala pikiran buruk mengenai dirinya. Virgo Karier terus merangkak naik, tinggal tergantung bagaimana kepintaran Anda saja dalam melobi kepada atasan. Di minggu ini keuangan masih lancar-lancar saja dan tidak ada hambatan yang memusingkan, bila ingin spekulasi juga tidak ada masalah. Asmara: Binalah komunikasi sebaik mungkin agar kemesraan tetap terjalin dengan baik. Libra Jangan menyepelekan persoalan yang muncul di minggu ini, ada baiknya segera diselesaikan jangan sampai kemakan waktu yang tentu saja akan semakin sulit untuk diselesaikan. Optimislah bahwa Anda akan bisa meraih hasil lebih di minggu ini karena masih banyak order yang bisa Anda kerjakan. Asmara: Debat mulut masih sulit untuk dihindari dan itu semua kembali kepada diri Anda, mau tidak mengalah agar hubungan bisa terjalin mesra lagi. Scorpio Perlihatkan mental juara Anda, buat apa takut menghadapi tantangan sekalipun itu cukup berat. Maju terus pantang mundur, yakinlah bahwa hanya dengan kerja keraslah maka kesempatan Anda untuk meraih sukses tetap terbuka lebar. Asmara: Dekati keluarganya agar hubungan Anda dengannya tetap terjalin aman-aman saja. Sagitarius Jangan frustasi! langkah Anda ke depan masih jauh dan cukup banyak kesempatan yang bisa dimanfaatkan. Tetaplah optimis dan yakin bahwa langkah Anda telah benar dan sesuai dengan prosedur yang ada. Di minggu ini ada saja pengeluaran yang harus Anda lakukan sekalipun income masih cukup tinggi di minggu ini. Asmara: Jika si dia lagi ngomel sebaiknya Anda diam saja, tak perlu menanggapinya agar suasana bisa mencair kembali.

Diasuh Oleh : Putri Wong Kam Fu Berlaku : 7 - 13 April 2019

Memahami Mabuk-mabukan dalam Hindu Dharma Kavayah kim na pasyanti kim na bhaksyanti vayasah Madyapah kim na jalpanti kim na kurvanti yositah (Canakya Niti Sastra 10.4) “Apakah yang dapat terlepas dari pengamatan orang suci? Apakah yang tidak bisa dilakukan oleh seorang wanita? Apa yang tidak bisa dimakan oleh burung Gagak? Dan kata-kata ngawur apakah yang tidak bisa diucapkan oleh seorang pemabuk?” Kata kavayah merupakan bentukan jamak dari kata kavi dalam Bahasa Sanskerta yang berarti penyair, pengarang. Pada zaman dahulu hampir setiap penyair atau pengarang adalah orang suci. Oleh karena itu, terjemahan kata kavayah di atas mengarah pada orang-orang suci. Sedangkan kata madyapah berasal dari kata madya yang berarti mabukmabukan, dan pa berarti meminum. Dia yang minum minuman keras disebut sebagai Madyapah, seorang peminum atau pemabuk. Mabuk-mabukan adalah salah satu hal yang tidak dianjurkan oleh kitab suci untuk dilakukan. Mengkonsumsi alkohol tidak dianjurkan kecuali untuk tujuan kesehatan. Para tenaga medis melihat kegunaan alkohol, lalu memanfaatkannya untuk tujuan penyembuhan atau peliharaan kesehatan. Paling tidak alkohol diyakini membantu pelarutan bahan-bahan obat dan pengawet obat-obatan. Nitin Hadap dalam artikelnya “Food and Drink in Archaeology” menyebutkan istilah umum dalam Bahasa Sanskerta yang dipergunakan untuk menyebutkan minuman keras pada zaman dahulu adalah Sura dan Soma. Istilah lain termasuk katagori minuman keras adalah Parisrut, Madya, Madira, Asava, Madhu, Surasava, Gaudasava, Madhasava, Kailavat Madhu, Phaljam Madhu, Madhumadhavi, Madhavika, Sauviraka, Su-

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

viraka, Sidhu, Maireya, Varuni, Madhuparka dan Kadambari. Penggunaan minuman keras kadang dilakukan dalam beberapa praktik keagamaan, khususnya pada tetabuhan arak berem dan segehan. Pemanfaatan minuman beralkohol bukan sebagai pelarian dari tekanan batin/ strss, sakit hati, atau hura-hura. Menurut kitab Manawa Dharma Shastra, penekanan masalahnya bukan pada minuman keras itu sendiri, namum pada menjauhi minuman-minuman keras akan menyelamatkan orang dari bahaya besar dalam hidupnya dan ia akan mendapatkan karunia besar dari Hyang Widhi Wasa (na madye, pravrttir esa bhutanam nivrttis tu mahaphala). Sarasamuccaya menyebutkan jika orang menginginkan pencapaian Surga (yan ahyun mantuka ring Swarga), maka orang hendaknya menjauhi minum-minuman keras (haywa tanginum madya). Dalam ajaran agama, di alam ini tidak ada sesuatu pun yang salah. Agama tidak menyalahkan apa pun. Semua yang ada di alam ini diadakan oleh Tuhan karena ada manfaatnya. Semuanya merupakan ciptaan Tuhan, dan Tuhan tidak pernah menciptakan sesuatu yang sia-sia. Segala ciptaan-Nya selalu baik. Bahkan kemarahan dan keinginan juga baik bila dimanfaatkan dengan tepat. Tuhan Yang Maha Tahu dan Maha Kuasa tidak pernah salah mencipta. Ketika ada penyimpangan, yang salah bukan Tuhan, tetapi mereka yang melakukan penyimpangan, yang menggunakan ciptaan Tuhan bukan untuk tujuan seharusnya. Ibarat pisau buatan pandai besi yang seharusnya digunakan untuk mengiris sayur di dapur malah dipergunakan untuk tin-

terhormat pun meminum minuman keras!” Pernyataan tersebut sepertinya sangat masuk akal. Menghadapi pernyataan seperti itu barangkali jawabannya adalah bahwa mereka hidupnya ada di daerah dingin (Stasiun Vostok milik Russia pada tanggal 21/7/1983 mencatat – 89,2 derajat Celsius suhu terdingin), sedangkan kita ada di daerah tropis, daerah hangat dan panas, sehingga alasan pembenaran tidak valid. Para penganut ajaran Vamamarga (perguruan kiri) seperti Carvaka, mempunyai “motto” terkenal, yaitu: “yavat jivam sukham jivet, rnam krtva ghrtam pibet”, yang artinya, “selama hidup di dunia ini, bersenang-senanglah, bahkan jika pun harus melalui cara berhutang”. Ajarannya menganjurkan agar orang minum minuman keras sampai terkapar di atas tanah (pitva pitva punah pitva yavat patati bhutale). Tentu saja ajaran tersebut merupakan ajaran “berkulit” yang bagi orang kebanyakan seperti kita ini pastilah akan salah mengartikannya. Tersebutlah orang suci di India Selatan bernama Swami Tiru Waluwara. Pada suatu hari beliau melakukan perjalanan tirthayatra bersama muridmuridnya. Sebagaimana tradisi, ketika ada orang suci melintas di jalan pasti banyak orang datang mendekat dan mencakupkan tangan memberi hormat. Pada saat Swami Tiru Waluwara lewat, lalu datanglah seorang pemuda yang dalam keadaan mabuk langsung berdiri di hadapan Swami Tiru Waluwara seraya berkata, “Wahai orang suci, mengapa Anda selalu mengajarkan bahwa minuman keras itu jelek?! Minum tuak itu jelek?! Apakah anggur itu jelek? Apakah beras itu jelek? Apakah gandum itu jelek? Semua itu baik, bukan?! Lalu, kalau semua itu baik, bagaimana dia bisa berubah menjadi jelek?” Semua yang disebutkan oleh pemuda itu adalah bahan minuman beralkohol. Dia memprotes bahwa beras dikatakan baik, tetapi hasilnya (fermentasinya berupa arak) dikatakan jelek. Buah anggur adalah buah yang

baik dan disenangi hampir oleh semua orang, tetapi setelah menjadi minuman anggur (wine) maka ia dikatakan jelek. Swamiji kemudian bertanya kepadanya, “Jika sekarang saya lempari kamu dengan tanah, apakah kamu akan merasa sakit? Apakah kamu akan terluka? Kemudian saya lempari kamu dengan air, apakah kamu merasa sakit dan terluka?” Sang pemabuk menjawab, “Tidak!” Swamiji melanjutkan pertanyaannya, “Kalau tanah itu saya buat menjadi bata dan saya lemparkan ke arah kamu, bagaimana?” “Tentu saja sakit dan saya bisa berdarah!” jawab si pemabuk. “Kalau air itu saya buat menjadi es batu dan saya lemparkan ke arahmu, bagaimana?” tanya Swamiji lebih lanjut. “Itu juga akan menyakitkan!” jawab si pemabuk. Demikian halnya beras, anggur, gandum, aren, lontar, dan lain-lain adalah baik. Diciptakan Tuhan untuk kebaikan. Akan tetapi, ketika hasil olahannya digunakan dengan tidak tepat, maka ia menjadi membahayakan hidup manusia. Ketika sesuatu yang baik digunakan secara salah, maka ia bukannya memberikan kebaikan melainkan akan menghancurkan. Demikianlah ilustrasi cerita dari Swami Tiru Waluwara dengan seorang anak muda pemabuk. Manawa Dharma Shastra walaupun pada bagian tertentu menyebutkan tidak apa-apa meminum minuman keras (beserta sambungan kata tetapinya), pada akhirnya menegaskan agar mereka yang menginginkan kemuliaan hidup manusianya, hendaknya menjauhi minumanminuman keras (na suram pibet). Khususnya kelompok maju dan terpelajar di masyarakat seperti brahmana (para pendeta dan guru-guru agama), ksatriya (politisi dan administrator), dan vaisya (pengusaha, pedagang dan para petani) semua hendaknya menjauhi minuman keras (tasmad brahmana-rajanyau vaisyas ca na suram pibet).

kehidupan sebaik mungkin, bisa belajar dan mempraktikkan Dhamma, bisa berlatih diri dengan baik. Para perumah tangga juga dibekali dengan sejumlah pesan dan aturan dengan tujuan yang sama. Menjadi umat Buddha yang baik, bisa berlatih diri, mempraktikkan Dhamma. Buddha menetapkan pancasila dan atthasila sebagai ‘pagar’ untuk melindungi diri agar tidak melakukan perbuatan buruk. Buddha menguraikan tentang penghidupan benar, bisnis yang sebaiknya tidak dilakukan. Tentang dana, untuk melatih diri agar kekikiran dan kemelekatan berkurang. Melatih samadhi, mengembangkan pikiran baik agar kehidupan kita semakin maju secara spirtual, agar bisa membersihkan batin dari keserakahan (lobha), kebencian (dosa), dan delusi atau kegelapan batin (moha). Pilihan juga mengadung risiko, akibat yang ditimbulkannya. Para samana mempunyai

tugas dan kewajiban yang harus dijalani. Melayani umat; memberikan uraian Dhamma, mengarahkan umat agar tidak melakukan perbuatan buruk, membaca paritta sesuai dengan permintaan umat —acaraa duka atau suka cita. Kalau direnungkan, cukup banyak tugas yang harus dikerjakan sehari-hari, selain untuk melatih diri sendiri. Demikian juga para perumah tangga, lebih banyak tugas dan kewajiban yang dijalani sesuai dengan perannya — sebagai suami atau istri, sebagai anak, orangtua, atasan, bawahan, dan sebagainya. Banyak peran yang harus dijalankan, banyak kewajiban yang harus dilakukan. Dan seringkali diwarnai dengan berbagai tuntutan, target, harapan untuk menuju kehidupan yang lebih baik. Sayangnya, terbatas pada keinginan duniawi. Sering kali, tanpa disertai dengan usaha menata batin. Apa pun pilihan yang sudah ditentukan, kita harus berani menanggung akibat yang mungkin muncul di masa depan. Kita harus memilih yang terbaik, yang bisa dilakukan untuk kehidupan yang lebih baik.

Memilih makanan dan aktivitas tertentu untuk menjaga kesehatan fisik. Kita memilih bisnis terbaik yang bisa dijalankan, memilih karier terbaik, mengolah pendapatan dan harta dengan sebaik mungkin, dan seterusnya. Sang Buddha mewariskan Dhamma dan vinaya, termasuk aturan kemoralan (sila) dengan tujuan untuk mencapai kebahagiaan hidup, baik dalam kehidupan ini maupun yang akan datang. Bahagia di sini, terlahir di alam yang bahagia setelah kehidupan ini berakhir, dan (kalau bisa) terus melatih diri untuk mencapai kebahagiaan tertinggi —nibbana. Coba periksa kembali kehidupan yang sedang Anda jalani? Apakah sudah sesuai dengan Dhamma? Apakah kehidupan yang bersih, tanpa disertai dengan pelanggaran sila? Apakah Anda memiliki mata pencaharian yang benar? Mari menata kembali kehidupan kita agar sesuai dengan Dhamma sehingga kita bisa menuju kehidupan yang lebih baik, bahagia lahir batin, di sini dan di masa mendatang.

intahan otoritarian selama 32 tahun, namun kembali nyaris terjadi huru-hara besar tahun 1998 akibat gerakan reformasi. Kini menjelang Pemilihan Umum 2019, kondisi sosial dan politik negeri zamrud di khatulistiwa ini terasa menghangat cenderung memanas,” tutur Rubag. “Indonesia layaknya gunung madu yang diincar bahkan dikerubuti jutaan semut. Bukan hanya karena letak geografi di posisi silang, namun karena sumber daya alamnya yang berlimpah, di darat maupun laut, di atas dan bawah tanah menjadi daya tariknya. Tak salah bila Koes Plus melantunkan ‘Bukan lautan tapi kolam susu‘. Belanda, negara kecil dan miskin di Eropa bisa eksis dan bersinar, karena ratusan tahun menguras kekayaan alam Nusantara. Kalau kamu mengulas ikhwal pemberontakan dan cheos yang menghantui bangsa Indonesia, tak lain karena kekayaan alam tersebut menjadi incaran para pelaku dan perancang kekacauan. Celakanya, bukan hanya anasir asing yang ngiler, warga bangsa yang mengidap vested interest dan gila kekuasaan pun ada yang bernafsu menguras kekayaan negeri ini. Berita

tentang pembekuan simpanan di Bank Swiss dan Panama Papers bisa dibaca dan dipikirkan hakikatnya! Untung jumlah mereka segelintir, namun jangan diremehkan sebab kekuatan uang sebagai alat politik bisa menimbulkan kegoncangan hebat. Sebab di alam demokrasi yang setengah matang ini, vox populi bukan lagi vox Dei tapi vox argentum atau suara rakyat adalah gemerincing doku! Syukurlah, berbagai tantangan, hambatan dan rintangan dihadapi mayoritas rakyat Indonesia dengan nilai-nilai Pancasila. Jadi, bagiku, karakter bangsa Indonesia, diserap dan diamalkan warga bangsa secara outopilot. Sebab Bung Karno pernah mengatakan, Pancasila bukan buatannya, tapi digali di bumi Indonesia yang bangsanya telah menghayati dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sejak ribuan tahun,“ papar Nyoman Sdiantara. “Mudah-mudahan paparanmu benar dan tetap dijadikan pegangan mayoritas rakyat buat menghadapi ancaman bila terjadi ekses buruk pasca-Pilpres 2019. Karena tersiar kabar, bahwa ada tokoh politik uzur yang melontarkan ucapan meresahkan. Dia

akan menggerakkan people power atau kekuatan massa untuk menggeruduk KPU, bila menemukan kecurangan dalam Pemilu 2019, khususnya Pilpres. Dia mengaku tidak percaya Mahkamah Konstitusi, yang secara hukum dan perundang-undangan memiliki tugas menyelesaikan sengketa dan kecurangan dalam penyelenggaraan Pemilu. Meskipun ada yang meluruskan ucapan bernada mengancam tersebut sebagai peringatan buat KPU, namun ada yang berpendapat bahwa ucapan itu terkesan paranoid. Padahal oknum tersebut ikut membidani kelahiran MK, juga mengamandemen UUD 1945, yang salah satu ayatnya berbunyi, ‘Indonesia adalah negara berdasar hukum‘. Seandainya tidak percaya KPU dan MK, ada yang bertanya, mengapa ikut jadi peserta Pemilu? Rupanya oknum-oknum seperti politisi gaek ini, yang mendorong terbitnya buku bertajuk ‘Bangsa Yang Belum Selesai‘. Rupanya benar bahwa kedewasaan berpikir tidak selalu ditunjang pertambahan usia dan tingkat pendidikan, namun karakter bawaan sejak lahir,“ komentar Made Surjanegara.

dak kejahatan. Kesalahan tentu bukan pada sang pandai besi. Alkohol menjadi baik atau buruk tergantung pemanfaatannya dan orang yang menggunakannya. Di tangan yang tepat, yang paham pemakaiannya dengan benar, membuat alkohol menjadi bermanfaat. Dalam dunia medis barangkali alkohol jenis tertentu dipakai untuk membunuh kuman, sedangkan alkohol jenis lainnya dipakai sebagai campuran obat. Sebaliknya, di tangan orang yang tidak tepat, yang tidak tahu jenis-jenis alkohol dan kegunaannya, yang tidak peduli pada bahaya alkohol, membuat alkohol menjadi penyakit, bukan penyembuh. Baik itu sakit badan maupun sakit batin. Sering ada berita orang meninggal karena minum-minuman oplosan yang dibuat dari campuran jenis alkohol yang bukan untuk diminum. Kadang-kadang ada sebagian orang yang berusaha memakai akalnya untuk menyalahkan dan mengalahkan ajaran kitab suci. Tuntunan dan arahan dicoba diobrak-abrik dengan bermain logika. Dengan kecerdasannya, mereka membuat pernyataan yang seakan-akan benar. Penulis pernah dikirimi sebuah video oleh seorang teman yang isinya tentang seorang anak kecil yang dalam keadaan mabuk dan sedang merokok. Ketika ada yang bertanya, dijawab dengan bebas, sesukanya. Ketika ditanya mengapa mabuk, dia menjawab, “Saya kan orang baik, mengapa Anda melarang saya minum (alkohol) kalau saya tidak menyakiti orang (lain)?” Jawaban yang sangat dewasa dan kelihatannya “sangat bagus” tetapi tidak pada tempatnya. Dengan akalnya, orang-orang mencoba mengalahkan ajaran kitab suci, “Mengapa minuman keras tidak boleh? Itu membuat saya hidup, itu membuat saya segar. Lihat orang-orang di daerah dingin seperti Russia, Iceland, Greenland, dan juga Antartika yang merupakan benua tertinggi dan terdingin di dunia, dan orangorang di sana semua minum minuman keras. Itu hal biasa di sana. Bahkan pada zaman sekarang di dunia orang-orang

MIMBAR AGAMA

Pilihan Hidup Dhana Putra Kata orang, hidup ini adalah pilihan. Kita sendiri yang harus memilih, bagaimana kehidupan yang kita ingin dijalankan. Kita menjadi sutradara dan sekaligus pemeran dalam kehidupan ini. Orang lain mungkin hanya jadi peran pembantu yang mengkondisikan kehidupan ini. Umat Buddha mempunyai pilihan; apakah sebagai perumah tangga atau sebagai samana —bhikkhu, samanera, atthasilani. Sang Buddha tidak pernah mengharuskan seluruh pengikutnya untuk meninggalkan kehidupan rumah tangga dan menjalani kehidupan tanpa rumah, hidup dalam lingkungan vihara. Sang Buddha memberikan pilihan walaupun dalam beberapa kejadian, Buddha mengkondisikan orang lain untuk menjadi samana.

Tentu saja, setiap pilihan mengandung syarat dan ketentuan tertentu. Seorang yang meninggalkan kehidupan rumah tangga, terutama di zaman sekarang, harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Sehat jasmani dan batin, mendapat izin dari orangtua atau keluarga, memenuhi syarat secara umur, tidak sedang bermasalah secara hukum, dan sebagainya. Dia juga harus mengikuti prosedur penahbisan untuk menjadi samanera atau menjadi bhikkhu. Setelah sah menjadi samana, seseorang harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh Buddha, yang terus terwarisi dan terjaga sampai sekarang. Ada sikha untuk samanera, ada patimokkha sila untuk para bhikkhu. Juga ditambah dengan aturan organisasi yang sifatnya terbatas hanya dalam lingkungan satu negara dan sebagainya. Semuanya bertujuan untuk menata kehidupan para samana sehingga bisa menjalani

Karakter Bawaan Lahir Karakter bangsa Indonesia yang kini jelang usia 74 tahun, terus diuji. baik oleh warga bangsanya sendiri maupun anasir-anasir asing. Pernyataan berupa buku ditulis seorang yang mengaku Indonesianis berwarga asing, “Bangsa Yang Belum Selesai“, dijawab dengan tindakan dan perilaku seluruh komponen bangsa. Ideologi negara dan pandangan hidup bangsa yakni Pancasila lah menjadi acuan perilaku dan tindakan itu. “Sebagai anak bangsa yang lahir dua tahun setelah proklamasi dikumandangkan, aku ikut merasakan tantangan, hambatan dan upaya untuk memecah belah bangsa dan negara tercinta ini. Meski belum paham hakikat politik kekuasaan, aku sempat menyaksikan hiruk-pikuk dan ekses Pemilu Tahun 1955. Pesta demokrasi yang terselenggara di bawah UUD 1950 bersifat sementara yang bernuansa federalisme, kuduga terimbas konsep Van Mook, membuat negara sempat kacau. Eksesnya, pemberontakan bersenjata terjadi hampir di seluruh wilayah negeri, ter-

brolan BALE BANJAR ARIDUS masuk di Bali, ditengarai sebagai campur tangan anasir asing untuk menghancurkan republik ini. Syukur, cheos teredam akibat Dekrit Presiden 5 Juli 1959, yang mengembalikan grundnorm negara ke UUD 1945 dan Pancasila sebagai volkgeist atau jiwa bangsanya. Tantangan berdarah-darah berikut adalah Tragedi Gerakan 30 September 1965, disingkat G 30 S –PKI yang merenggut 7 nyawa Pahlawan Revolusi serta ribuan nyawa warga bangsa sebagai dampaknya. Pasca tragedi mengerikan tersebut, Indonesia terkesan aman di bawah pemer-


Bali

6

Redité Paing, 7 April 2019

Pidabdab Maotonan

Patinget Embas Nganembulan Apisan

BPM/was

OTONAN – Pinaka krama Hindu sané ngamargiang dresta Bali sakadi tetamian panglingsir, patut ngamargiang upacara otonan. Punika wantah upacara matingetin raina embas sané kamargiang nganutin patemon Pancawara miwah Saptawara taler Wuku.

Pinaka sinalih tunggil pikardin Ida Sang Hyang Widhi Wasa, sinah manusa embas ring jagaté puniki madué kapiutangan sané ageng pisan antuk kalédangan Ida ngardi tur ngawinang ipun prasida becik ngamargiang kauripan ring jagaté puniki. Sangkaning punika sampun pinaka kapatutanipun manusa naur piutang inucap malarapan antuk ngamecikang miwah miara kahanan jagaté taler ngamargiang makudang-kudang upacara sané sampun ngranjing ring sajeroning Panca Yadnya. Pah-pahannyané inggih punika Déwa Yadnya, Pitra Yadnya, Manusa Yadnya, Rsi Yadnya, Bhuta Yadnya sané soang-soang pidabdab utawi parikrama ipun madué tetujon miwah kawigunannyané soang-soang. Upacara-upacara i wawu nénten kamargiang pinaka atur-atur majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa, déwata-déwati sami taler palemahan puniki kémanten, nanging wénten taler upacara yadnya sané kamargiang majeng ring sajeroning manusa sané kantun maurip utawi kantun idup sané ngranjing ring sajeroning Manusa Yadnya. Tetujon ipun nennten ja tios wantah ngaptiang tur ngutsahayang mangda kauripan saha parikramanipun setata becik tur bagia kawekasan salantang tuuh ipun maurip. Minakadi conto wénten sané kawastanin antuk upacara

mapandes, mapawiwahan wiadin ngerajasewala. Nanging wénten taler upacara tios sané taler kamargiang pinaka manusa yadnya, inggih punika kawastanin antuk otonan utawi maoton. Otonan utawi maotonan inggih punika upacara Manusa Yadnya sané manut ring lontar Dharma Kahuripan miwah Eka Pertawa wantah upacara pawetuan-pawetuan utawi patingetan indik dina embas jadma utawi manusa sané kamargiang nyabran nganem bulan utawi 210 dina apisan. Duaning manut ring tattwa sané kajantenang olih krama Hindu Bali, paileh embas manusa utawi “siklus kelahiran” manusané wantah kamargiang awarsa wuku utawi nganem bulan apisan. Sangkaning otonan wantah dina pawetuan, sinah kajantenang pisan yéning ring raina inucap jagi kapanggih utawi medal kabecikan jagat majeng ring krama sané embas tatkala dinané punika. I Kadek Satria, S.Ag. M.Pd.H. inggih punika dosén Tattwa ring Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar puniki maosang yéning sujatinné soang-soang dina madué kabecikannyané soang-soang tur mabina-binayan iusannyané ring soang-soang kauripan kramané. Otonan inucap kasinahang mabuat pisan kamargiang duaning tatkala punika kramané nyiwi Ida

Akéhan Ngamargiang ”Ulang Tahun” PINAKA sinalih tunggil upacara tradisional Hindu tetamian para panglingsir krama Bali, otonan wantah sinalih tunggil upacara antuk pidabdab sané nénten kaucap méweh sakéwanten tetuek wiadin tattwanipun lewih pisan. Sangkaning punika otonan patut kalaksanayang ring galah sané sapatutné nganutin raina. I Kadek Satria, S.Ag. M.Pd.H. maosang, mangkin akéhan krama Hinduné ngamargiang ulang tahun awarsa apisan kémanten, arang pisan ngamargiang otonan sané pamarginipun nganem bulan apisan. Nénten akidik taler sané mapikayunan yéning risampuné ngamargiang ulang tahun dados nénten ngamargiang otonan malih. Sakéwanten tatkala kaselehin kasujatianipun, otonan madué tetujon jasmani lan rohani. Indik jasmani, mapangapti mangda krama inucap setata seger oger tur rahayu ring kauripannyané. Indik rohani, mapangapti mangda pidabdab kauripan krama inucap setata becik tur prasida ngamolihang rejeki miwah sané siosan. Yéning ulang tahun wantah parikrama sané madaging antuk euphoria utawi maliang-liang kémanten. Sané ngawinang krama Bali sayan akéh sané nénten ngamargiang otonan, Satria maosang punika metu sangkaning makudang-kudang parindikan. Minakadi pikayunan hédonis kramané mangkin sayan nincap taler mapikayunan jagi ngamargiang parikrama utawi budaya sané anyar saking dura negara. Nénten arang taler kramané meled mangda ngamargiang kauripan antuk pidabdab modérn kémanten sané raris ngamedalang pikayunan yéning otonan wantah parindikan klenik tur dresta kuna sané nénten mabuat yéning kamargiang malih ring masané mangkin. “Yéning sampun asapunika sinah krama Bali sané magama Hindu sayan lali tur matilar saking kasujatian utawi “idéntitas” pinaka krama Hindu Bali. Sangkaning punika, tiang ngaptiang mangda daging-daging tattwa, tutur lan tetuek indik otonan prasida kasinahang malih ring pakraman mangda metu pikayunan kramané sané nyantenang yéning otonan wantah upacara sané mabuat tur patut kamargiang,” Satria ngaptiang. (was)

Mangda Pikayunan, Pabaos lan Parilaksana Setata Beneng KRAMA sané magama Hindu utamanipun ring Bali majanten jagi ngamargiang upacara utawi parikrama agama sané ngranjing ring Panca Yadnya. Pidabdabnyané kaadungang antuk kawigunan miwah tetujon sané meled kapolihang saking upacara inucap. Sinalih tunggilnyané marupa upacara otonan sané kamargiang antuk tetujon mapakéling ring krama sané sampun embas ring jagat puniki ring raina patemon Pancawara, Saptawara miwah wuku. Yadiastun parikrama upacara inucap nénten ageng, sakéwanten tetueknyané mageng pisan, ngaptiang mangda sang sané kaotonin setata kaicén waranugraha taler karahayuan. Wénten makudangkudang parindikan wiadin sarana sané prasida kapanggihin ring upacara inucap, minakadi sarana benang tatebus. Ring upacara otonan jagi ngawigunayang sarana marupa benang tatebus. Ngeininin indik soroh benang sané kawigunayang tatkala punika sakadi sané kabaosang olih I Kadek Satria, S.Ag. M.Pd.H. wantah benang mawarna barak sané ketah kapanggihin ring banten byakaonan tur kawigunayang ring batis mangda saekancan leteh ring sor prasida kale-

bur. Ngawigunayangnyané kabinayang antuk lanang lan istri. Yéning sané maoton anak lanang sinah benang barak inucap kawigunayang ring inan jriji batis kenawan. Sakéwanten yéning sané maoton wantah anak istri sinah inan jriji batis sané tengebot kadagingin antuk benang barak. Yéning benang sané kawigunayang tangan, karna miwah ring prabu utawi sirah wantah benang putih, benang sané wénten ring sesarik ring banten prayascita utawi banten sesayut. Tetujon ngawigunayang benang mangda kramané “prasida beneng” utawi becik pamargi ring kauripannyané. Ngawigunayang benang ring inan jriji batis inucap mapangapti mangda pidabdab utawi parikrama matindakan krama inucap prasida ngangsan becik tur nénten mamargi ka parindikan kaon. Yéning ngawigunayang benang ring tangan, matetujon mangda krama inucap setata becik tatkala ngamargiang pakaryan. Sané ring sirah matetujon mangda pikayunan kramané setata becik saha “beneng” wiadin nénten ngawag mapikayunan. Sané ring karna matetujon mangda krama inucap prasida setata becik mireng sekancan bebaosan saha nénten

Dura désa

gelis mamedih. “Ngawigunayang benang ring genah-genah i wawu matetujon mangda sekancan pikayunan, pabaos lan parilaksanan krama inucap beneng tur becik mangda prasida nuju Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” baos dané. Sios punika, sané patut taler kauningayang inggih punika indik genah parikrama upacara inucap kamargiang. Dané maosang, ring Bali sané ketah madué makudang-kudang soroh bale adat sinah otonan inucap kamargiang ring Balé Dangin. Sakéwanten yéning krama inucap nénten madué balé adat sakadi asapunika, sinah otonan jagi kamargiang ring pasaréan utawi ring kamar suci manawita ipun madué kamar suci. Yéning krama sané maotonan merantau ka genah tios tur nénten madué balé adat wiadin kamar suci, sinah otonan prasida kamargiang ring genah ngaturang bakti sarahina minakadi ring arep sanggah surya utawi ring kamar sané wénten plangkirannyané. Yéning krama sané maoton wantah merantau praragan tur nénten prasida budal jagi maoton ring jero utawi genahnyané, sinah prasida kamargiang antuk ngaturang sembah pangubhakti

buntas

1. bunÓs/,

lunas

2.

bunter

2. buunÓ$,

bulat

3.

buntil

3. bunÓil/,

ikat

4.

bureng 4.

5.

burik

6.

buron

7.

busana 7. buusn,

pakaian

8.

busbus 8.

lepas

9.

butbut

9. butã¡t/,

cabut

10. butus

10. butus/,

ikat

buÏ*,

buram

5.

burik/,

bopeng

6.

bueron/,

hewan

busã¡s/,

ring pura jagatnatha sané nampek sareng genahnyané meneng ring perantauan, ring arep palinggih surya sané minab wénten irika wiadin ring arep palangkiran kamar. Tatkala punika, sané maoton nyiwi Ida Bhatara sané nga-hyang-ang paembasannyané. Duaning unteng sajeroning otonan boya upacara utawi upakara, nanging wantah ngamecikang raga saha ngélingang malih yéning ipun sampun prasida embas ka jagat puniki. Sangkaning

punika patut pisan ipun sayan incep ngaturang bhakti ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa antuk sekancan wara nugrahanida. “Punika mawinan upakara maoton sané kawigunayang nénten ja akéh. Kakaryanin manut sasidan-sidan krama, sajabaning otonanipun wantah nadi utawi nepet rainan Purnama utawi Tilem sané patut kamargiang antuk upakara agengan tur kamargiang ring merajan soang-soang,” baos dané. (was)

Kaprecaya Prasida Ngicalang Panyungkan

BAhAsa INDONESIA

1.

BPM/was

BENANG – Benang tatebus kawigunayang ring makudang-kudang genah minakadi ring tangan, karna miwah sané tiosa wus maotoan. Punika matetuek mangda sekancan pamargi krama inucap setata beneng tur becik.

Toya ring Otak Kokok

Kruna AKSARA BALI

wah sané kalingsirang manut kapatutannyané minakadi Jero Mangku utawi Sulinggih yadiastun ring tuuhnyané durung lingsir utawi kantun wimuda. Wusan sampun ngamargiang natab banten otonan miwah ngaturang sembah pangubhakti inucap, sinah patut pisan ipun sané maoton nunas lungsuran upakara saking banten otonan ipun. Punika satmaka cihna yéning sang sané kaotonang punika sampun ngamolihang paica wara nugraha lan merta saking Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dané malih maosang ring sajeroning pakraman wénten taler sané kabaosang antuk dedinan utawi madedinan inggih punika patingetan dina embas sané kamargiang abulan apisan. Punika wantah kaadungang sareng patemon Saptawara miwah Pancawara ring dina embas krama inucap, minakadi Anggara Wagé, Buda Kliwon miwah sané tiosan. “Makakalih punika beciknyané kantun kamargiang duaning ritatkala madedinan inucap utawi sané kamargiang abulan apisan wantah anggén matingetin dina embas iragané antuk ngaturang sembah ring palinggih rong telu miwah kakaryanin banten dapetan olih reramanyané. Sakéwanten yéning sané nganem bulan apisan inggih punika iraga matingetang dina embas antuk upacara taler upakara sané agengan kidik saking dedinan i wawu,” asapunika dané nartayang. (was)

Ngawigunayang Benang Tatebus

Bencingah

Basa Bali

Bhatara utawi déwata-déwati sané nga-hyang-ang paembas manusa inucap sané munggah ring sajeroning pawukon ipun. “Minakadi conto krama sané embas ring dina Sukra Paing Dungulan, sinah ipun taler parisolahnyané ka-hyang-ang tur kaiusang olih Ida Bhatara Kamajaya asapunika taler ring soang-soang wuku tiosan sané ka-hyang-ang olih bhatarabhatari tios. Dadosné tatkala maotonan kramané taler nyiwi Ida Bhatara sané nga-hyangang punika antuk pangapti mangda krama inucap setata kaicén wara nugraha saking Ida,” baos dané. Dané malih maosang, otonan inucap kamargiang ngawit kramané matuuh nem bulan utawi aoton tur beciknyané nyantos krama inucap nénten kari utawi mantuk. Indik sané ngayabang ritatkala maoton inucap inggih punika rerama ipun utawi i bapa wiadin i mémé sakéwanten prasida taler katimbalang antuk pekak utawi dadong tur yéning pidabdab maotonnyané punika agengan wawu kaanteb olih Jero Mangku utawi Ida Sang Sulinggih. Kaucap kirang becik yéning maoton inucap kaanteb utawi kaayabang praragan yadiastun sang sané maoton sampun uning tur eling ring sesaa utawi mantrannyané duaning sané patut ngamargiang punika wantah sang sané kalanggén panglingsir minakadi rerama wiadin pekak lan dadong mi-

BPM/net

GENAH wisata marupa air terjun puniki magenah ring Desa Montong Betok, Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur. Sinalih tunggil sané tawah ring genah wisata puniki, toya saking air terjun inucap kaprecaya krama irika prasida ngicalang makudang-kudang panyungkan. Aran genahé puniki “Air Terjun Otak Kokok Joben”. Otak Kokok Joben wantah genah wisata air terjun sapisanan genah pasiraman sané ramia karauhin krama nyabran raina. Air terjun ring genahé punika tegehnyané sawatara limang meter, nanging katawahan saha kaasrian genahé punika sampun ngarad kayun wisatawan malancaran ka genah inucap. Mawit saking klebutan toyané ring Gunung Rinjani, toyané ning tur tis saha nénten naen nyat, miwah saranasarana tiosan sané sampun becik sayan ngawinang genah inucap ngulangunin kayun. Satios punika, kaasrian palemahan ring Otak Kokok Joben taler becik pisan, madampingan sareng Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Otak Kokok Joben mawit saking basa Sasak sané mateges ulun tlabah utawi ulun klebutan sané magenah ring Joben. Majeng krama irika taler

krama ring Pulo Lombok, aran punika boya ja aran sané soleh, nanging majeng wisatawan tiosan, aran genah wisata inucap yukti “unik”. Air terjun puniki rumasuk sinalih tunggil saking makudang-kudang air terjun sané wénten ring wewidangan Gunung Rinjani. Genahnyané asri, toya saking air terjun inucap taler kaprecaya krama prasida nyegerang makudang-kudang panyungkan. Krama irika ngangken, ri kala masiram ring air terjun inucap, yéning toya sané ngeninin pawakan krama mauwah dados warna putih susu, kangken krama inucap sungkan. Yéning nerus kasorsor antuk toya inucap, sungkan sané karaksa pacang seger. Precaya utawi nénten, kahanan punika sané wénten ring genah inucap. Napimalih toya sané membah punika medal saking taru ageng sané mayusa panyatusan warsa. Nuju ka genahé puniki nénten ja méweh. Saking Mataram mamargi nuju Lombok Timur. Rauh ring Paok Montong, irika pacang kapanggihin plang angeng “Otak Kokok Joben”. Saking genahé punika, kahanan asri ring wewidangan air terjun inucap sampun prasida karasayang. (pusdat/ berbagai sumber)


Nyastra

Redité Paing, 7 April 2019 PANGAWITNÉ ia demen nepukin ada kadengan cenik magedé amun kacang ijoné di tongosé ané singid gati, di bukit asah di selagan paané ané putih langsat. Pepes ia mindayang kadengané ento matinggah duur bibihné ané sinah lakar ngaé ia ngenah nyegégang. Nanging ia tusing nyesel yadian tusing ngelah kadegan buka kéto. Sujénan di muané ané bunter kedas, lonjong buka taluh, suba jangkep lan pastika ngenyudin. Makejang ento tusing ja tuah ragragan. Sasukat ia menék bajang, tusing bedik truna-trunané ané kasmaran tekén paukudané. Tusing ja tuah ulian gobanné ané ngenyudin atawa pagawakné ané séksi, nanging masi ulian penampilané ané ngulangunin. Rikala ia netepang kenehné milih makurenan ajak Gedé Yudana, suba pasti liu trunané ané kuciwa, méhméhan ada masi ané sakit ati. Masanding ajak nak muani ané tresnaina pastika ngaé kenehné bagia. Kanti Putu Gedé Sanjaya lekad, umahné setata kaias baan kedék lan kenyung. Nanging tusing makelo tan maa kulawargané lantas katibén bancana. Gedé Yudana nadaksara ngalahin mati tan pangraksa sakit, pegat angkihané rikala masaré lemahné di kamar. Dokter ané lantas nuréksa ngorahang ia gagal jantung. Ento panyumuné kelaran ngudik idupné. Yéh paningalan buka tusing taén marérén melusin pipiné. Tur jani, disubané liwat telung tiban, bulakan yéh paningalan ané suba mekén tuh nu masi nyidaang ngetélang yéh di bucun-bucun paningalané ané ngenahang kisut saru mapan ia ngancan meragang. Suba nyaluk peteng dugas ento. Luh Juliani negak matimpuh di samping Nyoman Sekar, méménné, di duur tikeh pandan nganggon brokat putih tulang lan kamen batik. Bangkiangné kalilit baan senteng gadang ané tipis. Bokné ané bawak depanga magambahan nyibeh muané. Mua ané belusin yéh paningalan. Méménné ané sada mokoh matédoh, bokné ané pusungaga suba liu ubanan. Kamar suci ané malinggah pat ping pat méter ento ngenah ngremeng kasunarin lampu listrik dasa wot. Ambu miik andus dupa ané katancebang di tumpukan banten di duur méja panyawangané ngebekin kamar yadiastu kipas éksos ané mapasang di langitlangit kamaré terus mapiteh gencang. Tusing joh uli tumpukan bantené ada patung Ganésha mawarna putih maias baan prada emas. Di samping patung Ganéshané ento ada masi patung ané mesib Déwi Kwam In lan patungpatung ané lénan. “Wénten napi niki, Gék? Dados rauh kadi niki?” matakon anaké muani ané negak masila di maluné. Nganggon udeng putih, baju koko lan kamen ané patuh warnané, prabawané santep sajan, ngenah buka anak ané sirahné bekin papelajahan yadiastu tuuhné miribang mara séket tiban. Luh Juliani ngusap pipiné ané belus aji jerijin limané satondéné masaut, “Tiang meriki jagi nunas tulung ring Jero Mangku.” Anak muani ané kaukina Jero

Melik Ketut Sugiartha Mangku mandrengin muan Luh Juliani ané nguntul sedih laut matakon banban, “Indayang nikaang napi sané perlu tulungin tiang?” “Sial gati nasib tiangé, Jero.” “Wénten masalah napi?” “Déréng makelo tiang mulih ka umah bajang.” “Napi maksud Gék mulih ka umah bajang?” Luh Juliani ngawit nuturang pajalan idupné ané pait. Sasukat somahné ngalahin mati, matuané nadaksara brangti tekén paukudané. Ia kadalih ngamatiang kurenané padidi. Tusing kapineh baana nguda dadi ia bisa kadalih buka kéto apabuin lantas ada orta di sisi ia orahanga bisa ngléak. Tusing ja kéto dogén, ia lantas ulihanga ka umah mémé-bapanné krana, lénan tekén inguh ningehang pakrimik pisagané, matuané marasa jejeh. Jero Mangku anggut-anggut. “Tiang naen mireng, kocap wénten anak ten sadar yéning bisa ngléak. Yakti nika, Jero?” “Nggih, wénten. Nika anak melik. Melik Durga wastané. Ciriné, biasané layahné macebleng selem. Pepes marasa ongkeb rikala peteng yadian hawané dingin. Dina palekadané masi bisa dadi ciri, buka anak ané lekad nuju kajeng kliwon enyitan utawi tumpek. Napi wénten ciri-ciri kadi nika ring ragan Gék?” Luh Juliani kituk-kituk sangsi.

“Apang ten ragu, kayun masekén?” “Masekén?” “Driki wénten sarana marupa batu paican batara sané sungsung tiang. Aji ngamel batuné nika Gék jagi uning napi midep ngléak napi ten, utawi napi wantah ulian kencanin anak.” Luh Juliani manggutan, “Nggih, dados.” Jero Mangku bangun maekin méja panyawangané. Uli toplés kaca ané tusing matekep dané laut ngambil batu bulitan magedé amun gemelané. Batuné ento lantas gamela aji limané makadadua di malun tangkahné sinambi kemik-kemik mapakeling lakar nyelang batuné. Makudang menit suba liwat, batu ané gamela tekén Luh Juliani tusing makada ia kuda kénkén. Jero Mangku makenyem. “Gék ten ja midep ngléak. Ten wénten masi nak jail ané ngencanin. Yén Gék midep ngléak utawi kencanin anak, Gék janten kraik-kraik ten nyidaang naanang kebus.” Disubané ngwaliang batuné ka toplésé, Jero Mangku buin masila sinambi mandrengin muané Luh Juliani, nyekenang, kanti ngaé Luh Juliani gelip. “Napi ring ragan Gék wénten kadengan?” Luh Juliani makesiab. “Wénten, nanging genahné...” “Ring sarira?” “Dados Jero uning?”

“Tiang sampun pepes ngarepin parindikan kadi niki. Nika wastané kadengan apit wangké.” “Napi artiné, Jero?” “Gék niki melik. Nanging ten perlu takut. Melik nika ciri anak madué kalebihan. Nika wantah midep mencanén yéning tan becik antuk ngaci.” Luh Juliani tusing pesu munyi. Ia tusing mautsaha nyelag aji patakon ané sujatiné suba nénggél di muncuk layahné mapan ia meled sajan Jero Mangku nglanturang pidartané. “Anak melik nika dados rebutan déwa lan buta. Yéning seleg ngaci ka déwa, sinah becik pikenohné. Nanging yéning tungkalikané, nika sané nekaang bancana.” “Ipun nak rajin mabanten tur mabakti, Jero,” Nyoman Sekar ané uli tunian mendep dogén lantas matempung. “Nika déréng cukup manawi.” “Déréng cukup sapunapi?” “Perlu mabayuh taler.” “Ring dija dados mabayuh? Napi saranané?” “Deriki dados, ring genah lianan taler dados. Saranané wantah pejati.” “Yén deriki, malih pidan dados?” “Malih tigang rahina dados, ring Wraspatiné.” Nyoman Sekar anggut-anggut. Sasmitané ngenah masriak galang. Ané pinehina jani tuah upakara marupa daksina lan étéh-étéhné. Upakara ané misi nyuh makelasin, taluh, baas, pis bolong lan ané lén-lénan. Luh Juliani ngusap sisan-sisan yéh paningalan ané melusin muané aji muncuk sentengné. “Gék patutné angayubagia,” Jero Mangku ngigetin. “Jero! Kurenan tiangé sampun ngalihan, wusan nika tiang kapasahang sareng pianak tiang. Sapunapi antuk tiang angayubagia, napimalih tiang sampun tundunga kadi cicing berung.” “Yéning Gék kari mapunduh jumah matuané, nak cerik Gék bisa masi ngemasan mati ulian Gék melik.” “Kénten Jero?” Jero Mangku anggut-anggut. “Wusan mabayuh, yéning Gék meled mawali ka umah matuané, rarisang. Yéning tetep jumah bajang taler ten kenapi. Sira uning nyanan malah polih jodo nak muani ané melahan.” Luh Juliani marasa bimbang akesiaban. Yéning mawali ka umah matuané sinah ia lakar nyidaang mapunduh buin ajak pianaknya Gedé Putu Sanjaya. Nanging, apaké matuané lakar nyak nerima? Kapineh baana lakar lascarianga kenehné mapasahan ajak pianakné sakéwala lakar tetep runguanga cara ipidan. Buka raos Jero Mangku ibusan, nyén nawang mani puan sida katemu ajak nak muani ané sadia ngenyakin paukudané yadiastun suba balu. Ulesné nu ada nak muani lakar ngugu, kéto ia mapineh. Kadén déwéké nu ngenah cara nak bajang tur tusing embuh jegégé. Ané pinih penting, kadengan magedé amun kacang ijoné di tongosé ané singid gati tusing buin ngaé pikobet. -0-

Made Reiska Putri Maira Wiadnyana

Satua

Aksara Bali Punika ”Unik”

I Sigir Jlema Tuah Asibak (10) Kaketus saking Satua-satua Bali (I) BUIN tundéna majalan nyungkling apang tendasné marep tuun, batisné marep menék, nyak masi ia. Kéto ngéndah suba igelanga, nyak dogén, bengong pada anaké yadin para ratuné pada nonton, mabalih satingkahé. Suba makelo kéto, suba kanti oon raksasané ento mangéndah pélag, lantas tundéna baan I Sigir ngaplugang terasné di batuné gedé batan kayuné ditu. Napi nyak ia ngaplugang terasné di batuné gedé ento, kapluk keto napi bencar terasné, makecrot pesu polonné, matanné nelik lantas mati. Béh ramé suryaké di bancingah, makejang pada gigian anaké baané aluh I Sigir ngamatiang raksasané buin galak. Suba mati raksasané, I Sigir lantas kandikaang ka jero tangkil ring Ida Sang Prabu. Ditu ia buin katetes, anak kénkén sajané, uli dija? Lantas ia nguningang antuk palekadan ibané uli kawit kayang panyuud. Katuiané ia putran Bhatara Surya tur suba malukat malané dadi jlema rahayu, madan I Truna Bagus. Di panangkilan ia ngelus kulesné magoba melah buka anaké truna bagus, lédang pesan Ida Sang Prabu nyingak sesampuné mireng atur I Truna Bagusé buka kéto. Né jani, sang Prabu prajani micaang jagatidané tekén ia, lantas kabuncingang tekén putran Ida Sang Prabuné. I Truna Bagus kaicén parab, Prabu Dewantara, kasungkemin baang gumi jagatidané Sang Prabu makejang. Ida Sang Prabu ané mula lantas lunga ngwangun yasa ka alasé, ngening-ening pakayunan sareng rabinné Pramiswari, tuah ngayatang ragania moksa mantuk ka Suargan. Kéto satuannyané i malu, krananané dadi magenti ageté tekén lacuré. (Puput)

ANAK tios minakadi toris saking dura negara kémanten seneng malajahin seni lan budaya Bali, napi mawinan iraga nénten kayun malajahin budayan iragané? Pitakéné punika sané nguduhang Made Reiska Putri Maira Wiadnyana malajahin budaya Bali antuk malajah nyurat aksara Bali. Majalaran nyurat aksara Bali puniki, Ipun meled nglestariang budaya Bali. “Sané mangkin, torisé lewih seneng ring budaya Indonesia, sinalih tunggilnyané budaya Bali. Toris-torisé punika malomba-lomba malajahin aksara Bali. Yéning nénten iraga pinaka krama Bali sané nglestariang, lantas sira malih?” baosnyané patitakén. Murid kelas VI SD Saraswati 3 Denpasar puniki negesang, déwékné pacang nerus malajah nyurat aksara Bali. Santukan, antuk malajah nyurat lan ngwacén aksara Bali, Rere—sapunika ipun ketah kasambat pacang dangan malajahin sastra-sastra sané wénten ring kesusastraan kuna. “Sampunang iwang panampén, seni lan budaya Bali sané kasub punika wénten ring sastra-sastra kuna. Yéning nénten prasida ngwacén, sapunapiang pacang uning ring dagingné? He…he… he..,” baosnyané sinambi makedékan. Anak alit puniki maosang, ipun ngawit malajah nyurat aksara Bali mawit kelas III SD sané kaajahin olih ibu guru Ni Made Dwi Mahayani. Satios ngajahin, gurunipuné taler ngicén selah malajah majalaran nyarengin lomba nyurat aksara Bali. Parindikané punika ngawinang ipun seneng, napimalih pekak Rere wikan nyurat prasasti. “Tiang ngaptiang, sayan akéh malih alitalit saha yowana sané meled majalahin aksara Bali mangda budayan

iragané nénten ical ring jaman sané modern puniki,” baos ipun sumeken. Anak alit sané embas ring Denpasar, 20 Pebruari 2007 puniki taler waged nyurat saha ngwacén puisi mabasa Bali. Majalaran seni sastra puniki, ipun ngrasayang prasida ngwedar daging pikayunané. Satios punika, ipun prasida ngwedar daging pikayunan antuk kruna-kruna mabasa Bali sané becik. “Yadiastun arang nyarengin lomba ngwacén puisi mabasa Bali, nanging sastra puniki becik kanggén ngwedar ekspresi,” weweh Rere. Satis seneng nyurat aksara Bali, ipun taler waged ngigel taler magending. Nanging, samian punika wantah sawates uning nénten katelebin. Ipun taler seneng dance, seni gerak, miwah tari modern. “Bapan tiangé ngicén hadiah gitar, bénjangan tiang pacang malajah magitaran,” Ipun makenyem. Pianak kaping kalih pasangan I Gede Ari Wiadnyana - Ni Nyoman Maya Ratna Sari Dewi Thama puniki rumasuk anak alit sané kalem. Ipun éling swadharmané pinaka siswa patut malajah. Mawinan punika, ipun patut prasida ngepah galah malajah taler muruk nyurat aksara Bali utawi acara tiosan. Makudang-kudang prestasi sané naen kapolihang Rere, minakadi; Juara I Lomba Ngwacen Aksara Bali tingkat SD Porseni Kota Denpasar (2018), Juara III Nyurat Aksara Bali Sekolah Harapan (2018), Juara Harapan I Lomba Puisi Bali STMIK Stikom Bali (2018), Juara II Smart Contest SD Epotech SMAN 2 Denpasar (2018), miwah Juara I Nyurat Aksara Bali Tingkat SD mapaiketan ring acara Bulan Bahasa Bali (2019). (kmb)

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;s)mrnÑn. Pupuh Semarandana 51.n;heketosjc)n&, Nah akéto saja cening, pitudu;rknÀiedw, pituduh rakan Idéwa, h)ds)di;bsÐle\uæot/, eda sedih bas kalangsot, mrmn)mus)\Ðl,

mara manemu sengkala, h)dmsi;linÓ*Ïn,

eda masih lintang rena, eyn&hdhnkåjum/, yéning ada anak ngajum, h)enÓomsimdenßok×. ento masi madan Moksa.

Saking Langit Bali Patapan Sepit Rumaket asih Mapasangan Gupuh gipih Magarapan Kebus bara rasaang Ayah tresna yasaang Saling tulung Kanti tutud prumpung Uyak aon mangsi Ngatipuk tan sipi

I Ketut Aryawan Kenceng

Redaksi nerima sesuratan sastra (Cerpen & Puisi) miwah reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia. Naskah mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


8

Minggu Paing, 7 April 2019 Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Berjalan ke Dalam Gundah Sejenak aku diam Sembari memikirkan kata-kata Tuk melukiskan wajahmu Yang telah sekian lama Mengandung gundahmu Adakah sekelupas rasa itu masih kau pendam? Oh pelangi Kaukah dewi itu Yang senantiasa memetik lelap tidurku Bila nanti hujan telah turun Dan menghanyutkan kenangan kita Tak hayal Kau dan aku Hanya masa lalu

Tak sedikit yang melanglang buana Menyisir empat penjuru bak pawana Merindu damar sampai ke atap dunia Tapi tak bersua cahaya Di mana gerangan terang bersarang? Kugiring langkah ke dalam Ingkari badan Kuda liar yang menyeret indera ke segala arah Dari dalam kembali ke dalam Hanyut dalam pusaran kekal Berulang berabad Tapi tak jua pintu keabadian terbuka Wahai shakti yang bergulung melingkar Bimbing aku lampaui tujuh pintu padma Bakar akar karma sepanjang lintas sushumna Tuntun aku seberangi samudera dualitas I Ketut Sugiarta

I Gede Suwartama I Wayan Nuriarta

Dari Ritual ke Ritual Dari ritual ke ritual kukucurkan peluh Peduli tubuh Terjebak dalam kemilau pola nan gaduh Siapa penyelamatku jika hanya patuh? Tiada gunakeluh Mesti kurintis jalan yang kan kutempuh Saatnya menata kembara jauh Sebelum tubuh melepuh Terminal ini hanya tempat singgah Untuk membasuh remah karma Membilas sisa buih kulit jiwa Biar tak kembali dengan buku yang sama I Ketut Sugiarta

dr. Ketut Ngurah

Adalah Jalanku Jangan kau kira diriku berpunya Sungguh aku serba tiada Biar ramai sangat orang tertawa Sebab apa perlu aku terluka Bukankah luka hanyalah maya Tak ubahnya dengan tertawa Cita adalah keinginanku Hanyalah satu Sebab asal-muasalku Kita semua pun tahu itu Tak ada alasan menyilang jalan itu Hanya satu tempatku berpintu

Cok. Padmanaba

Fotografi

Bila nanti tiba saatku Ku mau rumahku yang dulu Tempat di mana kau dan aku Cepat atau lambat kan beradu Bila tiba lewati dahulu Tak mengetuk bukalah pintu

Maaf Aku Bukan Pengemis Di antara orang-orang kota Aku ini tergolong tak punya Iya.. orang biasa Maklum aku hanya penjual omongan Iya.. penjual omongan Apa? Iya.. seperti pengamen yang sering kau lihat itu Masuk dari pintu ke pintu Dengan lagu yang tak menentu Eits.. tapi apa aku memaksa Mmm apa iya? Apa aku pengemis? Ah.. aku tak mau kau sebut pengemis Bisa jatuh harga diri aku Sudah kubilang aku hanya orang biasa Iya.. orang biasa I Gede Suwartama

Bukan Penyair Aku tak lahir Di negeri berpasir Tempat mendedah isi hati Dengan syair Aku hanya musafir Menabur angin semilir Mimpi memetik nasib Dengan larik puisi pandir I Ketut Sugiarta

I Gede Suwartama

”Steel Wool Photography”

Dramatisnya Lukisan Cahaya dengan ”Steel Wool” STEEL WOOL photography sejatinya merupakan salah satu aplikasi light painting photography dengan menggunakan steel wool sebagai media/objek yang akan difoto. Steel wool merupakan untaian serat besi digulung rapi yang biasa digunakan untuk keperluan pertukangan/mebel. Dalam light painting (melukis dengan cahaya), kita akan berkreasi dengan memanfaatkan shutter speed lambat, sehingga kamera bisa merekam jejak cahaya yang membentuk beragam pola cahaya yang unik sesuai keinginan fotografernya. Tujuan utama teknik ini adalah menerangi beberapa area atau titik pada objek sehingga hanya daerah yang diterangi tersebut yang terekam dalam foto. Pada steel wool photography, kita akan melakukan pemotretan dengan teknik shutter speed lambat dan menggunakan bahan steel wool yang dibakar dan diputar-putar sedemikian rupa. Percikan api dari steel wool yang diputar tersebut akan meghasilkan garisgaris cahaya yang sangat menarik. Selain steel wool, dalam pemotretan ini kita juga memerlukan korek api atau baterai untuk menyalakan steel-wool, tali berukuran sekitar 1.5 meter dan pengocok telur atau benda lainnya yang dipakai untuk mengikatkan steel wool sehingga tidak lepas saat diputar. Tripod yang kokoh juga sangat diperlukan untuk meminimalisasi guncangan saat shutter kamera ditekan karena kita menggunakan shutter speed lambat. Gunakanlah lensa wide agar bisa mengcover area yang cukup luas.

Pastikan Keamanan Selanjutnya, setting kamera ke mode manual dengan aperture sekitar f/8 - f/16 tergantung kebutuhan shutter speed-nya. Gunakan ISO rendah (ISO 100- 200) dengan shutter speed disesuaikan dengan exposure. Misalnya, menggunakan shutter speed 10-20 detik pada ISO 200 dan F/11. Tentunya, sangat disarankan mengubah-ubah setting-an kamera tersebut sampai diperoleh hasil yang dinilai paling maksimal. Gunakan white balance tungsten untuk membuat langit lebih biru dan sangat disarankan memotret dengan format RAW untuk memudahkan saat postprocessing atau pengolahan foto. Tak kalah pentingnya, pastikan keamanan saat pemotretan. Jangan melakukan pemotretan di rumah, jauhkan dari anak-anak, rumput kering maupun benda-benda lain yang mudah terbakar seperti bensin, elpiji dan sejenisnya. Atur jarak pemotretan dengan objek sehingga tidak sampai terkena percikan steel wool. Sementara orang yang membantu memutar steel wool perlu diproteksi dengan menggunakan baju pelindung atau jas hujan, topi atau helm. Perlu diingat, kunci utama untuk mendapatkan foto steel wool yang bagus dan menarik adalah kreatif dan tak pernah lelah mencoba dan bereksplorasi. Semakin sering mencoba, maka kualitas foto yang dihasilkan tentu semakin bagus. Selamat melukis dengan cahaya! (ian) Rain of Fire karya Ade Irgha

Semangat Perjuangan karya Nyoman Arya Suartawan

Circle of Fire karya Nyoman Arya Suartawan


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Paing, 7 April 2019

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr:FO,Housekeeping,Security, Laundry, Engineering. Email: new arenahotelkutabali@gmail.com

B.BP.164.04.19.0000249

Dicari Kasir,Kepala Toko, Pramuniaga.Gaji Oke+Bonus ke 13 CV.Dayuhsini 081939084292 B.BP.001.04.19.0000235

Dbth Tng Produksi u/Percetakan LAki2.Hub.Diponegoro 51,228872 B.BP.001.04.19.0000181

Dbthkan Salesman & Staff Admin Jl.P.Seribu No.4 Br.Sema Kediri 081252746779(B.Hery)Gj UMP Dps B.BP.001.04.19.0000173

Dibutuhkn Sales Marketing,Pria Max40Th,PendMinSMA,Pglmnkerja 2Th,Pekerja keras&Brtnggung Jawab Krm CV:Jln.Maruti 33 Dps B.BP.001.03.19.0000904

BIRO JASA

Dcr Banyak Penjahit (Garment) Gaji (Min) 3Jt, Over Time (Dibayar/Pcs).WA:085100050706

B.BP.004.04.19.0000195

Dicari drafter yang bisa AutoCAD,sketch up,Lumion.Kirim CV dan contoh gambar 3D ke email:wayanmustika82@gmail.com B.BP.004.04.19.0000236

Looking for experience Pattern Maker forMens/Womens/Childrens Clothing and Swimwear. Send CV to: badassgarment@gmail.com Call Nanie at 0361729107/6

B.BP.001.04.19.0000091

Dibutuhkan Stocker Warehouse untuk Garment di Kerobokan.min SMA, bisa berbahasa Inggris, bisa komputer, berpengalaman di Retail dan memiliki SIM A & SIM C. Hub.0361-730450 Email:utari@bambooblonde.com

B.BP.004.04.19.0000200

Dcr Staf:House Keeping Leader dan Waiter utk Rest & Hotel di Jimbaran.Tlp:703209/Email ke accounting2@balquisse.com

B.BP.145.04.19.0000150

Dcr Karyawan Cuci Mobil & Motor Hub.082125635224

B.BP.001.04.19.0000233

Dicari Admin + OB Pria SMA/SMK Lam UD.Sinar Mulia, Jl.Kartini 106-112 Telp:226815-236895

B.BP.001.04.19.0000175

Dicari Karyawan Rotiboy Tiara Dewata Hub.0361-254265 B.BP.001.04.19.0000229

Dicari Pelayan/Pramusaji Wanita Hub.Sate Plecing Arjuna

Staf Produksi (Pabrik Tabanan) Llsn Pertanian/Msn/Lstrk/Kimia /Tataboga Hb:Dewi 081236222509

B.BP.031.04.19.0000227

Dicr Karyawan/ti u/Perusahaan Perak. Hub:0361-8446108 B.BP.001.04.19.0000185

Production Support, Llsn Stikom /IT, Skill Bhs Ing, Experience. Apply to: info@tsbali.com

B.BP.031.04.19.0000226

Urgently needed.Follow Up Adm/ Production. Fresh graduation are welcome.Send CV to: badass garment@gmail.com for appointment.Call Nanie at0361729107/6

B.BP.001.04.19.0000090

B.BP.001.04.19.0000179

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

SUZUKI

DIJUAL RUMAH

ELF Microbus’11 14seat DK Bgs Mls 220Jt Ng 087861722981

PROPERTY

10Jt Sudah Bisa Memiliki Rumah di Denpasar SHM & IMB Unit Terbatas.KPR DP 20% di Bantu SampaiApprove.Hp:087861899366

B.BP.001.04.19.0000178

B.BP.001.04.19.0000251

TOYOTA

Dijual Cpt LCruiser VX80"95 Manual Kolksi Trwt,08123860430

B.BP.001.04.19.0000177

Fortuner VNT Htm Disel’14 asbal Veleg 22 htm BU 081338320229 B.BP.004.04.19.0000245

Rush G Manual Htm asBal 2012 KM68rbaudio.BUC085738098611 B.BP.004.04.19.0000246

B.BP.001.04.19.0000010

B.BP.001.04.19.0000228

B.BP.001.04.19.0000230

DIJUAL RUMAH

DIJUAL MOBIL

PROPERTY

Jual Karimun Silver 2002 Butuh Uang Segera Hub.089651640709

Ertiga GX’15+Jazz’12AT Smua As Bali H.08123968148/Wa Jual slh1

SERVICE

DIJUAL MOBIL

ISUZU

Daihatsu Xenia Xi Fam Htm’2009 Tgn I AsDK BUC Hub.08123645564

DAIHATSU

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dijual Truk Isuzu NHR 55 E2 Th 2007 Hub.08123860430

Pershan Rokok Nas Bth Salesman Mtris,Dps Laki2/SMU/SIMC/Spdmt Lam:Royal Orchid Resd 8 Jl.Glogor Carik.081332142111(Hendri)

BAHAN BANGUNAN

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

Informasi pasang iklan Telepon

SUZUKI

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.04.19.0000224

DIJUAL TANAH

1Ha,30Jt/A,di Kristal Bay View NusaPenida,SHM,H.081236296636 B.BP.001.04.19.0000241

Djl Tnh T.Badung,Umalas,Sunset Road Jl.Ratna H.08123940424/TP B.BP.001.03.19.0000494

B.BP.001.04.19.0000174

KEHILANGAN Hilang Buku KIR Merk Isuzu DK 9534 AM An.Machfudz

B.BP.001.04.19.0000219

BIRO JASA

Tnh 2,5A Jl.Nagasari Penatih Jl. 5M,100M drJl.Raya 085101512575

Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155

B.BP.001.04.19.0000223

B.BP.001.03.19.0000752

PROPERTY

SEMINAR

Rmh Jl.Imambonjol Perum Mutiara,087860846839/081805531078

Free Workshop Bali Coach Yudhi TW, Ilmu Dasar Pasti Teknikal Forex Daftar: 08786463881

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH

B.BP.164.04.19.0000250

B.BP.004.04.19.0000087


10

Minggu Paing, 7 April 2019

Mendatar: 1. Sebuah negara di Kepulauan Karibia 3. Merek amplifier terkenal 8. Sakit atau rasa sakit 9. Sebagai penengah ; Pe mimpin sidang, rapat, diskusi dsb. 13. Telur 14. Salam khas Hawaii 15. Ikan sotong 16. 19. Dan 25. Pejuang emansipasi wanita Indonesia 18. Tidak ; Bukan 20. Cocok ; Sesuai 23. Bawa (Bali) 28. Hilang dalam tugas 30. Perkakas ; Alat (Inggris) 33. Zalim 34. National basketball association 35. Kayu hitam keras dan kuat 38. Multi level marketing 39. Pirang (Inggris) 40. Genre musik yang berasal dari Jamaika 42. Doa memohon pertolongan kepada Allah 44. Riuh rendah ; Meriah 45. Raja ; Baginda 46. Kaki tangan ; Mata-mata negara asing

Susah Punya Anak Bukan Hanya karena Istri FENOMENA yang ada di masyarakat cenderung menilai seluruh masalah berkaitan dengan kehamilan dan mendapatkan keturunan adalah tanggung jawab istri, padahal tidak demikian. Keberhasilan isteri mengandung juga dipengaruhi

oleh faktor suami, karena kehamilan hanya bisa terjadi jika kedua pasangan suami dan istri memiliki bibit normal, yakni: sel telur istri dan sel sperma suami normal, saluran reproduksi bentuk dan fungsinya normal. Selain faktor fisik juga peran

psikologi yang dapat pula berdampak bagi tubuh fisik, seperti banyak pikiran (stres) di otak organ hipotalamus dan hipofise bekerja extra mengakibatkan gangguan sistem hormon pengatur pola haid, sehingga tidak ada ovulasi (masa subur). Pertemuan sel telur dan sel sperma hanya bisa terjadi ketika masa subur. Perempuan yang dalam kondisi pikiran stres (baik yang dirasakan atau tidak) dapat mengalami gangguan haid, menstruasi menjadi tidak teratur, bahkan bisa terjadi tidak haid sama sekali, walaupun masih dalam usia reproduksi sehingga tidak subur. Rentang siklus haid normal teratur adalah 21-35 hari dan lamanya 2-7 hari. Kehamilan hanya dimungkinkan terjadi di masa

Menurun: 1. Paham atau ideologi politik menurut Karl Marx 2. Tetap ; Tidak berubah (Bali) 3. Jumpa 4. Objek wisata di Kecamatan Narmada, Lombok Barat 5. Negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke-4 di dunia 6. Nama pohon berbunga wangi 7. Termasuk ikan buas 10. Tiruan bunyi tiupan angin 11. Suzuki â&#x20AC;Ś., primadona motor sport tahun 1990-an. 12. Typhus cholera dysentry 17. Sebuah benua besar 21. Udang kering 22. Kelengkungan tulang belakang yang tidak normal 24. Kemenangan cuma-cuma pada pertandingan karena lawan tidak ada 26. Ujian ulangan 27. Heran (Bali) 28. Aman damai sejahtera 29. Negara bagian AS beribu kota Montgomery 31. Sangat marah dalam hati 32. Sebuah kota di provinsi Sulawesi Utara 36. Operasi tangkap tangan 37. Islamic solidarity games 41. Waktu 43. Rumah penginapan subur, pertengahan antara 2 haid. Masa keluarnya sel telur dari indung telur hanya terjadi di masa subur kira-kira 12Âą2 hari dari hari pertama haid terakhir. Faktanya selama ini, ketika pasangan suami istri tidak mendapatkan keturunan faktor penyebabnya hanya dituduhkan kepada istri. Ada juga mertua atau orangtua yang menyalahkan menantu atau anak perempuannya yang belum mendapatkan kehamilan setelah menikah lebih dari satu tahun dengan kontak seksual teratur 2-3 kali seminggu, dan tanpa menggunakan alat kontrasepsi, bahkan ada yang

Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 393 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 13 April 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 21 April 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 391 Mendatar: 1. PETINJU 5. SERDADU 9. ROMBENG 10. RESENSI 11. UBI 13. URUNAN 15. BATAKO 16. KONSTAN 17. ILUT 19. RUAM 20. KASA 21. AGNI 22. TITI 24. PERS 27. GNUPMAK

(KAMPUNG) 29. NARSIS 31. TAMPUK 32. SMA 34. R A B A J L A (ALJABAR) 35. GALERIA 36. MAKELAR 37. KINERJA Menurun: 1. PERKUSI 2. TOMBULU 3. NGELAK 4. UNGU 5. SARI 6. RESTAN

menyebutnya mandul. Istilah pasangan mandul juga kurang tepat, dan lebih tepat disebut ketidaksuburan, kecuali memang terbukti dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan sel telur dan sel sperma sehingga peluang kehamilan sudah tidak dimungkinkan secara normal. Peluang kehamilan baru bisa terjadi ketika sel sperma dan sel telur dalam kondisi normal, dan bisa bertemu di saluran telur baik melalui jalan normal (kontak seksual) maupun dengan teknologi berbantu (inseminasi), sedangkan pada bayi tabung pertemuan terjadi di cawan petri bukan di tabung. Kesalahpahaman terhadap

7. APNEA 8. UNIFORM 12. BUSI 14. NONSENS 15. BANGSAT 18. TKI 19. RIP (REST IN PEACE) 22. TENTRAM 23. APEM 25. EMPEROR 26. SAKSAMA 27. GINJAL 28. KAOLIN 30. RABUK 32. SAUR 33. AGAK

ketidakmampuan pasangan memiliki keturunan yang ditimpakan hanya pada istri saja, tentu tidak bijak dan salah kaprah. Ini sebuah fenomena klasik yang berkembang karena keterbatasan wawasan terhadap proses kehamilan, yang mana mengganggap isteri sebagai sumber dari masalah keturunan. Kesalahpahaman yang tanpa data, bahkan terkadang adapun data terkait gangguan pada sel sperma, suami masih tetap menganggap ketidaksuburan hanya dipengaruhi faktor istri. Keegoisan ini lumrah ditemui di masyarakat, bahkan tidak hanya itu pemicu perceraian salah satunya akibat

Pemenang TTS No. 391 1. Desi Megawati Jl.Raya Gunaksa No.91, Sampalan, Kec.Dawan, Kab.Klungkung (HP:085-238-598-XXX) 2. Tan Gwat Lie Jl.Sultan Agung No.43, Pendem, Amlapura, Kab.Karangasem (HP:087-762-857-XXX) 3. I Gusti Bagus Yudha Duarsa Jl.Dahlia No.23I, Denpasar 80236 4. Ida Ayu Suartini Jl.Gebyar Duduk No.26X, Kec.Abiansemal, Kab.Badung (HP:082-122-439-XXX) 5. Ni Nyoman Mentog Jl.Gadung No.69, Br.Luglug, Sukawati, Kab.Gianyar (HP:081-338-541-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Ahmad Ainun Najib Alamat : Kampung Utara, Desa Perante, Asembagus, Situbondo, Jatim (HP:082-144-845-XXX)

ketidakmampuan pasangan mendapatkan keturunan, dan sering dijadikan alasan untuk menikah lagi, padahal sejatinya ketidaksuburan adalah andil kedua belah pihak. Lebih menyakitkan lagi bagi istri adalah ikut campurnya mertua/orangtua dalam urusan mendapatkan anak, bahkan cibiran masyarakat yang dirasakan pasangan sebagai hal yang mencemaskan dan menakutkan, sehingga ketidaksuburan bisa menjadi petaka baru dalam kehidupan rumah tangganya. Kesadaran akan sumber/ akar masalah menjadi kunci bagi penyelesaian masalah ketidaksuburan/kesulitan memperoleh keturunan, karena sejatinya tugas pasangan tidak hanya urusan kehamilan, banyak hal yang menjadi tugasnya dalam kehidupan berumahtangga, termasuk keberadaannya agar benar-benar menjadi manfaat bagi yang lain. Analisa Sperma menjadi indikator yang sangat penting pada kasus ketidaksuburan, karena tanpa sel sperma normal, tentu tidak akan dapat membuahi sel telur. dr. I Gusti Ngurah Made Bayuningrat, Sp.OG(K), M.M. Dosen Tetap Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Founder BBM, Bincangbincang Medis.


Minggu Paing, 7 April 2019

Guru BK Tentukan Perencanaan Studi Lanjut dan Karier Siswa Denpasar (Bali Post) Peranan guru Bimbingan dan Konseling (BK) di sekolah semakin strategis dalam perencanaan siswa memilih studi lanjut dan karier. Sebab, ketepatan menentukan studi lanjut juga akhirnya menentukan karier mereka. Makanya guru BK sejak awal mendeteksi minat dan bakat siswa dalam menentukan studi lanjut. Hal itu diungkapkan pengamat psikologi pendidikan, Prof. Dr. Ni Made Suarni, M.Pd. dan Dr. , M.Erg., di depan 200 guru BK seBali yang diadakan Fakultas Farmasi Unmas, Sabtu (6/4) kemarin. Para guru BK ini mengikuti seminar peran BK dalam mengarahkan karier siswa sekolah sesuai minat dan bakat di era revolusi industri 4.0 melalui pendekatan psikologi. Prof. Ni Ketut Suarni menegaskan, guru BK menjadi center dalam studi lanjut, karier hingga pembentukan kepribadian siswa. Di sinilah diperlukan metode Bimbingan dan Konseling yang efektif dalam membantu perenca-

naan karier siswa. Dia menyadari tak ada metode efektif, semua disesuaikan pada akar masalah siswa. Guru BK harus mengetahui deskripsi pekerjaan dan tak boleh hanya menentukan satu pilihan studi lanjut dan karier. Informasi soal studi lanjut ini kata pengamat pendidikan yang juga Dekan Farmasi, Made Agus Sunadi Putra, S.Si., M.Biomed., Apt. sangat penting menjelang siswa kelas IX dan Kelas XII menentukan studi lanjut pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan perguruan tinggi. Guru BK penting mengetahui kompetensi yang harus dikuasai siswa jika menentukan studi tertentu. Misalnya me-

nentukan jurusan farmasi diperlukan kemampuan Biologi, Fisika dan Kimia karena nantinya mereka bergulat dengan jurus meramu obat. Saraswati termasuk memiliki sejarah dan pengalaman panjang membuka program keahlian bidang farmasi mulai dari SMF, akademi, dan kini S-1 Fakultas Farmasi. Kedua, generasi milenial saat ini banyak dicocor dengan informasi, yang belum tentu benar. Di sinilah perlunya peran guru BK dalam memberikan bimbingan karier dan studi lanjut sesuai dengan kajian tes psikologi seperti minat, bakat, kepribadian, dan IQ. Psikolog Swasti Wulanyani

Ni Made Suarni

Swasti Wulanyani

Agus Sunadi Putra

mengatakan, pemilihan studi lanjut dan karier kini semakin kompleks. Konselor atau guru BK harus mampu mengikuti perkembangan informasi terkini agar siswa tepat menentukan pilihan di PT sebagai penentu kariernya. Secara psikologis, kata dia, perencanaan karier mempertimbangkan potensi minat, bakat, social, budaya, keluarga, dan finansial. Misalnya, meskipun siswa berminat menjadi apoteker dan kuliah di farmasi, namun daya tangkap tak bagus, sementara nilai IPA-nya sangat jelek, tidak perlu dipaksakan. Di FK buktinya, kata dia, saat SMA banyak yang pintar, namun tak bisa mendapatkan hasil belajar yang optimal. Rektor Unmas Dr. I Made Sukamerta, M.Pd. setuju genenasi milenial Bali harus cerdas menentukan studi lanjut di perguruan tinggi. Ketepatan menentukan pilihan akan membuahkan prestasi. Guru BK, kata dia, harus memiliki informasi yang lengkap soal studi lanjut dan kompetensi tuntutan kariernya. Guru BK-lah, menurutnya yang sering berkomunikasi dengan siswa soal studi lanjut didasarkan pada kemampuan akademik dan kepribadiannya. (025)

DRAMA TARI - Sejumlah seniman mementaskan drama tari pada Dharma Shanti Nasional Nyepi di Taman Budaya Denpasar, Sabtu (6/4) malam kemarin.

Untuk Bangsa “Pemilu hasilnya tidak penting, yang penting adalah untuk bangsa. Bagaimana Indonesia aman, maju, pendapatan masyarakat meningkat,” paparnya. Saat itu, Ketua Umum Pengurus Harian PHDI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, memaparkan soal makna Dharma Shanti Nasional Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1941. Dharma Shanti tidak sekadar untuk melaksanakan Dharma Agama, tapi juga Dharma Negara lewat tema yang diangkat “Melalui Catur Brata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019”. Berkaitan dengan Dharma Negara, masyarakat diingatkan agar melaksanakan hak dan kewajiban dalam pesta demokrasi tersebut. “Dharma

Potensi Kecurangan “Tidak semua warga tahu nama caleg. Apalagi calegcaleg di provinsi dan di DPD dan DPR RI mereka tak tahu siapa. Kemungkinan warga asal coblos jadinya. Tapi, semoga saja dengan keribetan ini semuanya berjalan lancar tidak ada masalah yang di hati warga saat hari H pencoblosan,” ujarnya. Potensi Kecurangan Akademisi Universitas Panji Sakti (Unipas) Singaraja, Gede Made Metera, mengatakan, pada Pemilu yang digelar serentak ini memiliki potensi akan terjadi kecurangan yang begitu tinggi. Mencegah hal ini tidak cukup dengan menggalakkan pengawasan berbasis masyarakat, tetapi perang psikologi (Psywar -red) penting dilakukan. Pria yang juga pengamat sosial politik ini mengatakan, dalam pemungutan dan penghitungan suara merupakan situasi yang paling rawan terjadi kecurangan dalam pemilu mendatang. Potensi yang “merusak” tujuan pemi-

lu untuk masa depan bangsa dan negara ini bisa saja dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu. Selain itu, tahapan pemilu yang berliku dan terutama pada hari H juga bisa saja muncul aksi curang karena kemampuan penyelenggara paling bawah yang sudah kehabisan konsentrasi dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Kecurangan ini seperti memengaruhi pemilih agar memilih salah satu kontestan pemilu, memilih lebih dari satu kali, dan menggagalkan suara pemilih pada saat penghitungan, dan beberapa potensi curang lain. “Karena dilakukan dalam satu hari dan ada lima surat suara yang dicoblos, sehingga pemilih yang tidak mengerti bisa saja suaranya tidak tersalurkan sesuai pilihan. Proses di hari H itu juga menyita konsentrasi penyelenggara dan kalau tidak dipersipakan dengan baik, maka kecurangan terjadi dan bisa dimanfaatkan oleh pihak tertentu yang menginginkan kemenangan dalam pemilu,” katanya. Menurut Rektor Unipas Singaraja ini, tingginya po-

tensi kecurangan itu sebenarnya sudah diantisipasi oleh kebijakan pemerintah. Ini dibuktikan dengan dibentuknya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), pengawas mulai kabupaten, kecamatan, desa serta di tempat pemungutan suara (TPS). Kontestan pemilu juga menurunkan saksi pada hari pemungutan dan penghitungan suara. Hanya, karena jumlah dan pengawasan yang skupnya jauh lebih luas, sehingga cara itu masih perlu ditingkatkan. Untuk meningkatkan pengawasan itu, Metra berpendapat partisipasi semua lapisan masyarakat perlu digalakkan. Atas kondisi ini, akademisi asal Kediri, Tabanan ini mengungkapkan idenya di mana perlu ada semacam perang psikologi atau lebih dikenal dengan istilah psywar yang massif. Ini dilakukan dengan kampanye besar-besaran untuk menyampaikan bahwa semua tahapan pemilu diawasi dengan ketat dan siapa pun yang melakukan kecurangan atau melanggar regulasi akan ditindak tegas. Pengaruh secara psikologis ini kalau berhasil disebarkan,

dirinya optimis akan mencegah munculnya niat melakukan kecurangan dalam pemilu. Kalau dengan masif disampaikan penyelenggara akan “memploti” tahapan pemilu dan akan ditindak tegas, maka orang atau penyelenggara yang tadinya berniat berbuat curang maka akan mengurungkan niatnya itu,” tegasnya. Sementara itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bangli menilai potensi kecurangan yang terjadi saat pemilihan umum (Pemilu) 17 April mendatang, relatif kecil. Sebab dalam pelaksanaan Pemilu nanti, ada banyak tenaga yang terlibat untuk mengawasi jalannya Pemilu di TPS. “Pertama ada saksi dari parpol. Kedua, pengawas TPS ada, ketiga ada KPPS, linmas yang juga menyaksikan dan mengawasi jalannya proses pemungutan dan penghitungan suara. Jadi hemat kami, potensi kecurangan yang terjadi relatif kecil. Bisa diminimalisir,” kata Ketua Bawaslu Bangli Nengah Purna. Namun, tidak demikian dengan potensi kesalahan

dan kekeliruan saat proses pemungutan suara. Menurut Purna potensi kesalahan bisa saja terjadi. Mengingat dalam Pemilu kali ini, ada lima surat suara yang akan diberikan kepada para pemilih. Karena baru pertama kali, tentu ini menjadi hal yang baru bagi pemilih nanti. Menurut Purna, adapun potensi kesalahan/keliruan yang mungkin terjadi pada proses pemungutan suara salah satunya yakni kesalahan pemilih dalam memasukkan surat suara ke kotak suara sesuai warnanya. Misalnya, surat suara untuk anggota DPRD kabupaten, salah dimasukkan ke kotak suara DPRD provinsi. Selain itu salah coblos. Dia mencontohkan warga yang ingin memilih calon anggota DPRD kabupaten pilihannya, justru mencarinya di surat suara DPRD provinsi sehingga akhirnya salah mencoblos. “Karena Pemilu dengan lima jenis surat suara ini adalah hal baru, tentu potensi kekeliruan pasti ada,” ujarnya. (gik/ mud/ina)

KPPS dan PPS serta PPK untuk lebih teliti dalam melaksanakan tugas sebagai penyelenggara. Selain juga KPU Tabanan telah rutin melakukan sosialisasi ke lima varian surat suara tersebut. Soal kecenderungan masyarakat belum mengenal lebih banyak tentang calon yang maju ke propinsi maupun DPD

RI, Weda hanya mengatakan kemungkinan para caleg bersangkutan memang jarang turun mensosialisasikan dirinya ke masyarakat. “Mungkin para caleg yang ke provinsi dan caleg DPR RI jarang turun karena sudah paketan, sehingga yang dikenal hanya caleg DPRD Kabupaten,” ucapnya. (bit)

Belum Punya Pilihan

Bagi Kerti, meski pihak penyelenggara dalam hal ini KPU Tabanan gencar melakukan sosialisasi terkait tahapan pencoblosan, namun ia mengaku memang belum memiliki pilihan untuk empat surat suara lainnya. “Saya sebatas tahu sepintas wajah dan nama dari baliho dan spanduk yang ramai dipasang di jalan, belum tahu juga nanti pilih siapa, yang penting saya pasti gunakan hak pilih,” terangnya. Hal senada diungkapkan

Perlu Kreativitas

Mantan Komisioner KPU Provinsi Bali, Wayan Jondra, mengatakan, di Bali sebetulnya tidak ada kata susah untuk mensosialisasikan Pemilu. Pasalnya, Bali memiliki investasi sosial yang luar biasa seperti banjar, PKK, dan sekaa teruna. KPU sebagai penyelenggara Pemilu hanya tinggal turun tanpa membawa apa-apa. Apalagi, masyarakat seperti di banjar juga rutin melakukan sangkep atau pertemuan. Jondra menambahkan, sosialisasi sekaligus dapat dipakai sebagai ajang untuk memberikan pendidikan politik bagi masyarakat. Sebab tak dimungkiri, masih ada masyarakat yang memiliki pola pikir instan. Misalnya, mengharapkan ada politik uang untuk menggerakkan mereka datang ke TPS dan menyalurkan hak pilihnya. (win/rin)

Robby, wiraswastawan, yang juga sudah mantap memilih salah satu paslon peserta Pilpres 2019. Ia mengaku belum mencari tahu para caleg yang terdaftar dalam kontestasi pileg. Namun, dirinya mengaku sudah memiliki gambaran sosok caleg seperti apa yang akan dipilihnya. “Pastinya yang masih muda, masih se-

mangat buat kerja, dan terpenting punya ideologi,” tutur Robby menyebut kriteria caleg idamannya. Perihal kemungkinan adanya potensi kecurangan dalam Pemilu tahun ini, Ketua KPU Tabanan, I Putu Gede Weda Subawa, mengatakan, pihaknya sudah terus menekankan pada petugas

Minggu, 7 April 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:30 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih (1) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Zumba Bersama Venus Singaraja Seputar Bali Pagi Akhir Peka Kartun Aranya Kanda (1) Belajar Menggambar Menggambar Koreo Cinta Tanah Air

10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita

Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Ngenteg Linggih (2) Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Harmoni Bali Disfungsi Seksual Pada Kehamilan dan Pasca Persalinan Inovator Ocydia Home Shopping

18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Puja Trisandya Seputar Bali Suara Kandidat Wawancara Cok. Ratmadi Samatra Artis Bali Gus Yudha dan Lingga Jaya Indi Band Generation Tunik Creling Berita dan Bincang Terkini Solusi Alternatif Jeng Ana Kris Berita dan Bincang Terkini Ocydia Home Shopping Folk Song

Agama-nya, bagaimana kita menjabarkan Catur Brata Panyepian,’’ ujarnya. Dia menjabarkan makna Catur Brata Panyepian, mulai dari amati geni, yakni mengistirahatkan mata fisik dan melihat sekitar dengan mata batin. Kemudian, amati lelanguan bermakna mendengarkan kata hati paling dalam dan tidak larut dalam euforia. Amati karya yang diisi dengan puasa adalah untuk merasakan kondisi di sekitar. Merasakan lapar dan dahaga dalam sehari agar terus berusaha keras untuk maju. Amati lelungaan atau tidak pergi ke mana-mana bertujuan agar umat Hindu merenung dan introspeksi diri dalam hening, sehingga tahu diri, tahu jati diri, karakter, dan etika moral yang harus diterapkan di keseharian. Wisnu Bawa Tenaya menambahkan, tidak ada yang instan di dunia ini. Oleh karena itu, generasi muda harus memiliki visi jauh ke depan namun tetap terukur. Mesti ada keseimbangan antara jiwa dan raga, juga memiliki hubungan yang seimbang dengan Tuhan, ma-

nusia dan lingkungan sesuai Tri Hita Karana. Sementara untuk Dharma Negara bisa diimplementasikan dengan memegang teguh Pancasila. Pemilu agar disambut dengan merdeka dan gembira. Dengan catatan, jangan melakukan kekerasan dan melanggar HAM, jangan mencuri, jangan korupsi, jangan KKN, jangan dengki dan iri hati, jangan menipu, dan jangan “mabuk”. Ketua Panitia Dharma Shanti Nasional, Ir. Samudra Gina Antara, mengatakan, umat Hindu mempunyai peran strategis untuk ikut menyukseskan Pemilu mendatang. Pelaksanaan Catur Brata Penyepian dapat dijadikan momen penting untuk memantapkan komitmen umat Hindu agar datang berbondong-bondong ke TPS memilih presiden dan wakil presiden, serta anggota legislatif. “Dengan demikian, umat Hindu ikut berperan aktif dalam menjaga keberlangsungan NKRI yang kita cintai ini,” ujarnya. Dharma Shanti Nasional ditutup dengan pementasan sendratari “Swarga Rohana Parwa”. (kmb32)


Minggu Paing, 7 April 2019

C A LO N P E R S E O R A N G A N P E S E R TA P E M I L I H A N U M U M A N G G O TA D E WA N P E R WA K I L A N D A E R A H ( D P D ) TA H U N 2 0 1 9 DAERAH PEMILIHAN BALI

KTP-el dan Form.C6 UNTUK MEMILIH PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN, ANGGOTA DPR, DPD, DPRD PROVINSI DAN DPRD KABUPATEN/KOTA U.0000005-rpa


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 7 April 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu