terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
12 HALAMAN
NOMOR 171 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
jumat pon, 7 Februari 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pembunuh Senawati Ditangkap
Makin Tak Jelas
Dua ODGJ Ngamuk
Kasus pembunuhan Senawati Candra sudah terungkap. Pelakunya diduga Sakim Fadillah. Pelaku adalah dukun yang ditugaskan mengobati korban. Pelaku emosi dengan kata-kata korban, sehingga terjadi penganiayaan hingga korban tewas.
Kabupaten Badung kebingungan memikirkan pengelolaan Balai Budaya Giri Nata Mandala. Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan masih memikirkan pengelolaan balai budaya tersebut. BADUNG | HAL. 3
Petugas Satpol PP Gianyar menangani dua orang dengan ganguan jiwa (ODGJ), Kamis (6/2) kemarin. Salah satunya I Wayan Selamat (41). Mengamuk dengan dengan membawa senjata tajam di Desa Maniktawang, Tampaksiring.
DENPASAR | HAL. 2
GIANYAR | HAL. 6
Menjadikan Arak Bali ’’Spirit’’ Ketujuh Dunia
Dalam dunia penggemar minuman beralkohol dikenal istilah Spirit untuk menyebut minuman beralkohol yang didapatkan melalui proses destilasi. Di dunia saat ini dikenal ada enam yakni Wisky, Vodka, Rum, Gin dan Brandy. Arak Bali atau Balinese Arak (Barak) berpotensi menjadi Spirit ketujuh dunia. Apalagi dengan ditetapkannya Pergub Nomor 1 Tahun 2020 yang menjadi angin segar bagi perajin arak Bali di samping nama Bali yang sudah mendunia.
L
Bali Post/kmb
PELUNCURAN - Gubernur Bali Wayan Koster bersama undangan lainnya saat peluncuran Pergub No. 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali.
OPINI
Demokrasi Digital dan Big Data
Cyberspace Ruang publik virtual (cyberspace) adalah salah satu produk dari gelombang teknologi digital. Cyberspace dapat menjadi arena baru dalam proses demokrasi digital di zaman kontomporer sekarang. Pada abad ke-18, masyarakat menempatkan tischgesellschaften (Jerman), coffee house (Inggris), salons (Prancis), dan ruang publik ‘’fisik’’ lain sebagai arena untuk melakukan diskusi publik. Hal. 11 Demokrasi Sejati
Harian Bisnis Bali Tekan Kepanikan Peternak akibat ASF Dinas PKP Bangli bergandengan tangan dengan GUPBI, para peternak dan perangkat desa adat. Mereka berupaya memberikan edukasi mengenai upaya pencegahan penyebaran ASF. Hasilnya? www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Hunian Hotel Masih Stabil Kendati ada penyetopan penerbangan dari Tiongkok, tingkat hunian hotel di Badung rata-rata masih stabil alias tidak terjun bebas. www.denpost.id
Untuk bisa masuk industri pariwisata khususnya hotel, bar dan restoran, arak harus
memenuhi syarat administrasi seperti adanya label MD dari BPOM dan memiliki pita cukai, memenuhi persyaratan standar alkohol golongan, memenuhi standar hygiene sanitasi dan berkelanjutan.
Sayangnya, selama ini masih ada beberapa produk dari sisi kualitas rasa belum konsisten. Hal itu disebabkan karena diproduksi secara manual dengan proses yang berbeda–beda. ‘’Selama ini sudah banyak yang menggunakan arak baik sebagai cocktail (dicampur) maupun diminum secara langsung atau straight dan on the rock. Diminum secara langsung pun tergantung dari kualitas produksinya, ada yang sangat bagus sehingga bisa disajikan langsung,’’ ungkap FBD Hotel Istana Rama ini. Perajin arak skala industri rumah tangga, katanya, bisa masuk industri pariwisata seperti hotel, asalkan dibawa ke pabrik untuk mendapatkan sentuhan standardisasi. Mengingat masih ada perajin yang belum konsisten terhadap hasil industrinya. Hal. 11 Wadah Perajin
Menggeliatkan Ekonomi dan Jaga Kelestarian Alam
Oleh: Arie Hendrawan Demokrasi digital telah menjadi fenomena baru seiring akselerasi teknologi digital. Demokrasi digital merupakan bentuk persilangan antara demokrasi dengan digitalisasi, utamanya terjadi di era Revolusi Industri 4.0 saat ini. Berkat kemajuan teknologi digital, proses demokrasi konvensional semakin banyak terdisrupsi. Salah satunya terkait pola relasi antarwarga negara serta antara pemerintah dengan warga negara. Demokrasi digital membuka peluang untuk mengembalikan hakikat demokrasi menjadi lebih populis, dari yang sebelumnya bersifat terlalu elitis dan teknokratis. Dari berbagai lektur demokrasi digital yang beredar saat ini, sayangnya paradigma pesimistis yang cenderung mendominasi. Banyak wacana di media massa yang sering mengkritisi ide demokrasi digital. Hal tersebut sebenarnya juga tidak lepas dari realitas yang ada, bahwa memang telah marak terjadi penyimpangan dalam demokrasi karena teknologi digital. Seperti contoh, penggunaan buzzer atau cyber troops bayaran untuk strategi firehose of falsehood politik yang mengakibatkan polarisasi di masyarakat. Padahal, potensi demokrasi digital sangat besar jika mampu dioptimalkan.
angkah membawa Barak masuk ke kancah internasional akan lebih terbuka pascapenetapan pergub yang diluncurkan, Rabu (5/2) lalu. Sebelum adanya pergub banyak petani arak di Bali mengalami tantangan. Tidak hanya saat memasarkan hasil produksi, juga harga bahan baku yang naik-turun, terutama kayu bakar. Bahkan ada beberapa dari petani arak yang menjual hasil produksinya secara sembunyi-sembunyi karena secara legitimasi belum memiliki payung hukum yang jelas. Namun, dukungan Pemerintah Provinsi Bali dengan dikeluarkannya Pergub No. 1/2O20, seakan memberi angin segar bagi perajin arak di Bali. Demikian diungkapkan Ketua Indonesia Food and Beverages Executive Association (IFBEC) Bali I Ketut Darmayasa, S.IPem., M.M., CHT., Kamis (6/2) kemarin.
I Made Artawan
Nyoman Sri Subawa
P era t uran G u b e r nur (Pergub) Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali memiliki daya ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan krama Bali. Terutama menggeliatkan perekonomian para perajin minuman fermentasi, seperti arak Bali, tuak Bali, brem Bali. Dari segi kelestarian alam, pohon kelapa, aren dan lontar akan dijaga karena menjadi bahan dasar minuman olahan secara tradisional tersebut. Hal. 11 Rasa Aman
Balik dari Tiongkok
Empat Petinggi PLTU Celukan Bawang Diisolasi
WNI di Singapura Positif Corona Mangupura (Bali Post) Setelah merayakan Tahun Baru Imlek di negaranya, empat warga negara Tiongkok yang bekerja di PLTU Celukan Bawang dirawat intensif. Mereka masih akan dirawat intensif dan tidak boleh berinteraksi dengan orang lain selama 14 hari terhitung dari tanggal 1 Februari. Keempat tenaga kerja asing (TKA) yang sudah kembali tersebut, salah satunya menduduki posisi Presiden Direktur PT General Energy Bali. Sementara istrinya sebagai Direktur Operasional dan Manager Operasional. Seperti penuturan Vice Manager General Affair Department PT General Energy Bali, Indriati Tanu Tanto, keempat orang ini bersama 52 orang lainnya sempat pulang ke negaranya pada pertengahan Januari lalu. Namun, akibat adanya keputusan penghentian seluruh penerbangan dari dan ke Tiongkok, 52 orang lainnya masih belum bisa kembali ke
Bali. Sedangkan empat yang lain sudah balik lebih awal pada tanggal 1 Februari lalu. ‘’Total ada 56 orang yang pulang merayakan Imlek. Empat di antaranya sudah balik lebih dulu,’’ katanya, Kamis (6/2) kemarin di Kuta. Meski demikian, pihaknya memastikan hingga saat ini tidak ada satu pun karyawan, khususnya dari Tiongkok, yang terjangkit virus Corona. Bahkan, sejumlah langkah antisipasi juga sudah dilakukan PLTU Celukan Bawang untuk menghadapi virus Corona. Di PLTU Celukan Bawang ada 162 TKA. Pimpinan PLTU Celukan Bawang, lanjut Indriati, telah menginstruksikan kepada 52 TKA yang masih di negaranya untuk tidak kembali bekerja sampai situasi dan kondisi dinyatakan aman oleh pihak yang berwenang dari pemerintah Tiongkok dan Indonesia. Positif Corona Sementara itu, Presiden
Joko Widodo memastikan WNI yang positif terjangkit virus Corona di Singapura akan terus didampingi oleh perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). ‘’Bahwa ada satu WNI kita di Singapura masih ditangani oleh Singapura dan tentu saja didampingi oleh KBRI,’’ kata Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta, Rabu kemarin. Presiden mengatakan belum ada rencana pemulangan bagi WNI tersebut dan berharap bisa ditangani di Singapura dengan baik. ‘’Yang di sana biar dirampungkan oleh Singapura terlebih dulu,’’ katanya. Presiden Jokowi pada kesempatan yang sama bersyukur sampai saat ini belum ada yang dilaporkan terinfeksi virus tersebut di Tanah Air. ‘’Ya kita ini, kita ini patut bersyukur bahwa negara kita Indonesia tidak ada, belum ada, yang namanya virus Corona,’’ katanya. (kmb23/ant)
Jangan Takut Makan Daging Babi KEMATIAN babi secara mendadak dalam jumlah yang cukup besar tak pelak menimbulkan ketakutan di masyarakat untuk mengonsumsi daging babi. Padahal sebentar lagi hari raya Galungan dan Kuningan tiba, di mana daging babi menjadi menu utama. Jika ketakutan mengonsumsi daging babi menguat gara-gara salah infromasi soal virus ASF, peternak akan mengalami kerugian. Pemerintah Provinsi Bali menegaskan bahwa daging babi aman dikonsumsi dengan dimasak dan ASF tak bisa menulari manusia. Pemprov Bali lewat Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menginisiasi acara makan babi guling bersama di kantor setempat, Jumat (7/2) hari ini. ‘’Tujuannya supaya semua tahu bahwa makan daging babi itu aman. Penyakit babi itu tidak bersifat zoonosis, tidak menyebar ke manusia,’’ ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana, Kamis (6/2) kemarin. Rabu (5/2) lalu sempat diberitakan bahwa penyebab kematian babi karena ASF. Wisnuardhana ketika itu menyatakan penyebabnya African Swine Fever (ASF). Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra juga telah menyebut kematian babi karena positif ASF. Namun, Kamis kemarin pihaknya meralat lagi pernyataan itu sebagai sebatas dugaan. Babi mati diduga ASF karena menyebar dengan cepat. ‘’ASF baru dugaan. Besok (hari ini - red), orang pusat (Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian - red) datang memberikan penjelasan. Ini yang berhak memberikan penjelasan kan yang memeriksa sampelnya, besok datang,’’ katanya. Menurut Wisnuardhana, virus ASF bisa dikendalikan bahkan hilang dengan menyemprotkan desinfektan pada kandang-kandang babi. Pihaknya telah mengedarkan 5.000 liter desinfektan untuk para peternak babi di Bali. Upaya penyemprotan diklaim sudah menunjukkan hasil dengan menurunnya angka kematian babi. Selain itu, peternak juga harus memasak pakan babi kalau diambil dari makanan sisa. ‘’Babi yang mati atau sakit sebaiknya jangan diolah,’’ imbuhnya. (kmb32)
Jumat Pon, 7 Februari 2020
Penundaan Impor Produk Pertanian dari Tiongkok
Peluang bagi Petani Bali Denpasar (Bali Post) sangat dibutuhkan untuk menBeberapa hari lalu, Menteri jaga dan menjamin kualitas Pertanian (Mentan) Syahrul Ya- produk yang baik, yang dimulai sin Limpo menyampaikan ada dari saat panen, sistem panbeberapa langkah en, transportasi, yang diambil unpenyimpanan, tuk mengantisipengemasan dan pasi mewabahnlain sebagainya. ya virus Corona Produk-produk melalui produkyang dihasilkan produk impor dari petani harus meTiongkok. Salah miliki daya saing satu langkahnatau competitiveya melakukan ness yang semakin penundaan tertinggi, sehingga hadap masuknya benar-benar menproduk-produk jadi produk yang pertanian impor mensubstitusi dari Tiongkok. produk-produk Selain itu, juga dari Tiongkok melakukan isolasi tersebut yang meBali Post/sue mang bisa dibuditerhadap produkGede Sedana produk impor dayakan di Bali. yang sudah maSelain itu, suk. situasi ini menPengamat pertanian Bali jadi salah satu faktor pendorong Dr. Ir. Gede Sedana, Kamis untuk semakin mewujudkan (6/2) kemarin, menilai langkah tercapainya tujuan Gubernur ini memberikan dampak pada Bali melalui peraturan yang penurunan kuantitas produk- telah dikeluarkannya yaitu produk pertanian yang berasal Peraturan Gubernur Bali Nodari Tiongkok yang berada di mor 99 Tahun 2018 tentang beberapa pasar di Indonesia, Pemasaran dan Pemanfaatan termasuk di Bali. Kekhawati- Produk Pertanian, Perikanan ran dan ketakutan yang sangat dan Industri Lokal Bali. tinggi terhadap terjangkitnya Dikatakannya, kemitraan virus Corona juga mengakibat- yang terbangun dan berdasarkan konsumsi terhadap produk- kan pada pergub ini dapat produk impor dari Tiongkok semakin diakselerasi guna semakin menurun. Bahkan, menjamin penyediaan (supply) pada titik yang sangat rendah. produk-produk lokal dalam Situasi ini akan berlangsung jumlah tertentu dan berkualidalam waktu yang relatif lama. tas. Ini berarti penundaan Dengan demikian, hal ini akan impor produk-produk pertanian menjadi peluang bagi para dari Tiongkok harus dapat dijapetani lokal yang berusaha tani dikan peluang yang besar bagi pada subsektor hortikultura, para petani dan pemerintah seperti buah-buahan dan say- serta stakeholder lainnya untuk uran. Menurut Rektor Undwi mensubstitusinya karena Bali ini, masih ada kesempatan yang memiliki potensi tinggi dalam sangat terbuka bagi para petani pengembangan produk-produk untuk berproduksi dengan pertanian secara komersial. meningkatkan kualitas produk- Oleh karena itu, upaya pemproduknya. Peningkatan kuali- berdayaan yang semakin intas produk-produk ini dapat tensif perlu segera dilakukan dilakukan dengan perbaikan di tingkat kelompok petani teknologi, baik pada on-farm produsen guna menghasilkan maupun off-farm. produk pertanian lokal yang Teknologi pada pascapanen berkualitas. (025)
Bali Post/asa
SIDANG - Suasana sidang kasus dugaan korupsi Silpa APBDes di Pengadilan Tipikor Denpasar. Salah satu saksi terlihat sedang memberikan kesaksiannya, Kamis (6/2) kemarin.
Dugaan Korupsi Silpa APBDes
Hadirkan Tiga Saksi, Nama Mantan Kades Kembali Disebut
Denpasar (Bali Post) Setelah pembacaan dakwaan kasus dugaan korupsi dana Silpa APBDes Dauh Puri Kelod dengan terdakwa Ni Putu Ariyaningsih, Kamis (6/2) kemarin kembali dilanjutkan di Pengadilan Tipikor Denpasar. Jaksa penuntut umum (JPU) I Nengah Astawa dkk. menghadirkan tiga saksi. Mereka adalah Made Ariananta Ananda, tenaga ahli dari Pemprov Bali, Sidharta dari Inspektorat Denpasar dan
Sekdes Dauh Puri Kelod Ketut Putri Hartini. Dalam sidang pimpinan hakim Wayan Gede Rumega itu, peran mantan Kepala Desa I Gusti Made Wira Namiarta masih saja disebut oleh saksi. ‘’Siapa yang menandatangani slip penarikan,’’ tanya JPU Astawa yang pernah mewakili jaksa dalam menangani gugatan warga terhadap Istana Kepresidenan Tampaksiring itu. Dari pertanyaan itulah muncul jawaban bahwa
kepala desa saat itu yang menandatangani slip penarikan. ‘’Apakah hanya kades?’’ tanya Astawa kembali. Saksi pun gugup dan tidak bisa menjawab. Jaksa yang juga sempat mendampingi Bupati Gianyar dalam gugatan PTUN itu lantas menyinggung soal kasbon, penarikan dulu baru SPJ, saksi mengaku tidak pernah mendengar soal itu. Sementara Sidharta, Inspektorat Denpasar, pada pokoknya menjelaskan soal
pembinaan. Pernah perbekel (kades) mengajukan permohonan pemeriksaan. ‘’Sehingga Inspektorat melakukan pembinaan,’’ kata saksi. Hakim kemudian menanyakan soal pengembalian. Inspektorat menyatakan ada mekanisme pengembalian yakni bisa diberikan waktu enam bulan dan seterusnya. Hingga akhirnya hakim menyebut ada pengembalian dan dititipkan di jaksa sebesar Rp
778.176.500 dari Made Agus Wiragama, suami terdakwa Ni Luh Putu Ariyaningsih. Sementara saksi Sekdes Dauh Puri Kelod Ketut Putri Hartini mengaku dirinya menjabat sebagai Sekdes sejak 2017. Dia juga membenarkan ada selisih Silpa hingga Rp 900 jutaan. Dia mengaku melapor ke perbekel karena ada selisih. ‘’Tindak lanjutnya?’’ tanya jaksa Astawa. Saksi Ketut Putri Hartini mengatakan diselesaikan secara kekeluargaan. (kmb37)
bisa dilihat apa yang ada di desa tersebut. ‘’Melalui data yang akurat, program yang akan dibuat pasti sesuai dengan potensi yang ada,’’ katanya. Di sisi lain, Ketua BPD Sanur Kauh Gusti Made Gede menyampaikan beberapa kendala yang dialami selama ini. Misalnya saja keinginan untuk menggarap perbaikan infrastruktur di batas desa dan kelurahan, sedikit terkendala. Melalui kesempatan tersebut, pihaknya berharap ada solusi yang bisa dijadikan landasan untuk perbaikan ke depan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Denpasar I.B. Alit Wiradana menyambut baik rapat kerja yang dilakukan Komisi I ini. Melalui kegiatan ini, pihaknya bisa sharing persoalan yang dihadapi masingmasing desa untuk mencari solusi yang tepat. Terlebih, peran dan fungsi BPD tidak ubahnya seperti dewan di tingkat desa. (kmb12)
BPD Diminta Awasi Penggunaan Anggaran Desa Kepala Korban Dipukul
Pembunuh Senawati Candra Ditangkap
dengan Batu dan Botol
Denpasar (Bali Post) Berselang beberapa jam setelah kasus pembunuhan Senawati Candra dilaporkan, Tim Resmob Polresta Denpasar dipimpin Kanit I Iptu Made Yudistira dan Panit Iptu Ngurah Eka Wisada berhasil menangkap pelakunya, Sakim Fadillah (38). Pelaku adalah seorang dukun yang sempat dibawa dan diinterogasi di TKP. Pelaku tinggal di Jalan Pulau Salawati, Denpasar Barat. Pelaku sampat diinterogasi di TKP. ‘’Anak sulung korban, Andi Cahyadi, minta tolong kepada pelaku untuk mengobati ibunya,’’ kata sumber, Kamis (6/2) kemarin. Dijelaskan, pada Rabu (5/2) pukul 10.30 Wita, Andi bersama pelaku datang ke TKP. Setelah pelaku masuk rumah, Andi keluar untuk beli rokok. Sedangkan pelaku ada di dalam rumah bersama korban. Saat itulah pelaku merasa tersinggung dan emosi dengan kata-kata korban karena tidak senang Andi datang bersama pelaku ke TKP. Pelaku emosi lalu mengambil batu kali dan botol parfum yang ada di TKP, lalu dipakai memukul korban beberapa kali di bagian kepala sehingga korban roboh bersimbah darah. ‘’Setelah korban tergeletak, pelaku langsung keluar dari rumah tersebut dan menunggu Andi di depan rumah. Sekitar 10 menit kemudian Andi datang dari beli rokok. Pelaku langsung mengajak Andi meninggalkan TKP. Saat diinterogasi, pelaku mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap korban.
Dia mengakui sebagai dukun dan bermaksud untuk membantu Andi Cahyadi sehingga datang ke TKP. Pelaku melakukan pembunuhan tersebut dengan cara memukul bagian kepala korban dengan batu kali dan botol parfum. Pasalnya pelaku merasa sakit hati, emosi dan jengkel karena korban mencaci makinya. ‘’Awalnya korban dipukul pelaku di meja batu depan rumah. Selanjutnya korban lari ke dalam kamar dan pelaku kembali mengambil batu lalu memukul berkali-kali arah kepala korban,’’ kata sumber. Setelah korban terkapar bersimbah darah, pelaku mencuci batu di tempat keran air di halaman rumah. Dia lalu membuang batu tersebut ke tanah kosong sebelah rumah korban. ‘’Informasinya Andi Cahyadi berselisih terus dengan keluarga, terutama dengan ibunya. Dia lalu mencari dukun dan bertemu pelaku. Sesuai petunjuk pelaku bahwa Andi Cahyadi dikenai guna-guna. Selanjutnya Andi Cahyadi mengajak pelaku datang ke rumahnya, tetapi tidak mendapat respons yang baik dari korban,’’ ungkapnya. Sebelumnya, Kevin Sanjaya Candra (17), siswa SMA Negeri 8 Denpasar, sama sekali tidak menyangka akan melihat kondisi terakhir ibunya, Senawati Candra (55). Sepulang sekolah, Rabu (5/2), dia melihat ibunya dibunuh dan dalam kondisi bersimbah darah di kamar rumahnya di Jalan Ahmad Yani Utara, Gang Merpati, Denpasar Utara. (kmb)
Bali Post/rah
TKP - Sakim Fadillah (kiri) duduk bersama Andi Cahyadi di TKP.
Topik : legalisasi arak
Denpasar (Bali Post) –
Keberadaan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di masing-masing desa memiliki peran yang sangat strategis dalam pembangunan di wilayah setempat. Karena fungsi dan tugasnya tersebut, BPD harus memiliki kepekaan untuk mengawasi dan mengontrol semua kegiatan pembangunan, termasuk penggunaan anggaran desa. Hal ini mengemuka dalam rapat kerja antara Komisi I dengan BPD se-Kota Denpasar, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) dan Camat, Kamis (6/2) kemarin.
Rapat kerja yang dipimpin Ketua Komisi I Ketut Suteja Kumara memunculkan sejumlah persoalan yang dialami masing-masing desa. Suteja Kumara menekankan pentingnya mengawal proses pembangunan di masingmasing desa. Hal ini bisa dilakukan mulai dari perenca-
naan hingga realisasi. Karena saat ini desa mengelola dana yang cukup besar, mulai dari Rp 6 - 12 miliar. Karena itu, perencanaan harus benarbenar dilakukan dengan baik dan sesuai dengan aturan yang ada. Perencanaan yang baik bisa dilakukan dengan men-
genal terlebih dahulu potensi desa. Dengan diketahuinya potensi desa, maka program yang dibuat tidak asal comot. Jangan sampai program yang diluncurkan desa tidak sesuai dengan potensi setempat. Karena itu, penting memiliki profil desa terlebih dahulu. Melalui profil desa ini akan
Beberapa Kali Longsor
PELATIHAN Konsul Jenderal AS di Surabaya Mark McGovern saat memberikan sambutan di SMAN 7 Denpasar pada pembukaan pelatihan Multibahasa Membaca dan Menulis Kreatif dalam perayaan Bulan Bahasa Bali, Kamis (6/2) kemarin.
Senderan Dam Mertagangga Segera Diperbaiki
AS Dukung ’’Multilingual Reading and Creative Writing Workshop’’ untuk 250 Guru di Bali Denpasar (Bali Post) Regional English Language Office (RELO) Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Jakarta dan Konsulat Jenderal AS di Surabaya bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Bali dan Yayasan BASAbali meluncurkan Multilingual Reading and Creative Writing Workshop atau Pelatihan Multibahasa Membaca dan Menulis Kreatif dalam perayaan Bulan Bahasa Bali. Pelatihan yang dirancang untuk mempromosikan literasi dalam bahasa Bali, Indonesia, dan Inggris, dibuka secara resmi di SMAN 7 Denpasar, Kamis (6/2) kemarin, dan berlangsung hingga Jumat (7/2) ini. Hampir 50 English Language Fellows (ELF) dari AS akan memimpin pelatihan untuk 250 guru bahasa Inggris sekolah menengah dan menengah lokal Bali di empat kabupaten (Denpasar, Tabanan, Karangasem, dan Bangli). Para ELF ini adalah peserta dalam program pertukaran pendidikan yang disponsori Departemen Luar Negeri AS, Biro Urusan Pendidikan dan Kebudayaan. RELO memberikan sesi pelatihan yang berbeda-beda, yang berfokus pada bagaimana
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
guru dapat mempromosikan membaca yang ditujukan untuk kesenangan dan penulisan kreatif dalam bahasa Bali, Indonesia, dan Inggris dengan menggunakan pembaca Luh Ayu Manik Mas yang diproduksi BASAbali. Perwakilan dari Gerakan Literasi Sekolah dan Asosiasi Membaca Ekstensif Indonesia juga berbagi informasi lebih lanjut untuk membantu guru-guru lokal meningkatkan kemampuan membaca dan menulis multibahasa siswa mereka. Konsul Jenderal AS Surabaya Mark McGovern mengatakan, pemerintah Amerika bangga menjadi mitra di Bali yang mendukung pendidikan bahasa. ‘’Kami membantu masyarakat mengembangkan keterampilan yang membuka pintu secara profesional dan pribadi melalui bahasa Inggris tetap menghormati serta menjaga tradisi budaya dan bahasa Bali. Ini adalah salah satu dari banyak contoh hubungan yang mendalam dan abadi antara rakyat Amerika Serikat dengan Indonesia,’’ ujarnya. Direktur Regional Kantor Bahasa Inggris Dr. Bradley Horn berharap melalui pelatihan ini, RELO bisa menun-
jukkan keterampilan literasi yang dikembangkan dalam satu bahasa dapat mendukung perolehan keterampilan yang sama dalam bahasa tambahan. Sebab, dengan cara ini pengajaran bahasa nasional (bahasa Indonesia) atau bahasa global (Inggris) tidak perlu dilihat sebagai ancaman bagi bahasa lokal, seperti bahasa Bali, tetapi lebih sebagai cara untuk melestarikan dan memperkuat bahasa Bali. Sementara itu, Kepala SMAN 7 Denpasar Cok Istri Mirah Kusuma Widiawati mengaku bersyukur sekolahnya bisa dijadikan tempat pelatihan Multibahasa Membaca dan Menulis Kreatif Bahasa Bali. Menurutnya, hal tersebut dapat lebih meningkatkan minat siswa untuk menggunakan bahasa Bali dalam kesehariannya, termasuk para guru. Sebab, saat ini bahasa Bali sudah diminati oleh wisatawan. Oleh karena itu, sebagai generasi muda Bali sudah seharusnya bangga menggunakan bahasa Bali dalam kesehariannya. Di samping juga menggunakan bahasa nasional dan mempelajari bahasa asing. (win)
Denpasar (Bali Post) Perbaikan senderan di Tukad Badung Utara (Dam Mertagangga) akan segera dilakukan. Mengingat beberapa kali senderan tersebut longsor dan mengancam keberadaan gedung SDN 6 Ubung. Terlebih saat ini satu unit gedung di SDN 6 tersebut sudah dikosongkan karena tidak berani ditempatinya. Kasi Pelaksana Balai Wilayah Sungai (BWS) BaliPenida, Wayan Suteja, yang ditemui Kamis (6/2) kemarin mengakui dalam waktu dekat senderan di belakang SDN 6 Ubung tersebut segera akan digarap. Saat ini sedang dalam proses tender. “Bila semua lancar, dipastikan Maret mendatang sudah bisa digarap pekerjaan fisiknya,” ujar Suteja. Sementara itu, Kepala SDN 6 Ubung, Ni Luh Putu Sri Gunawati, mengku sudah mendengar ada rencana perbaikan senderan yang berada di belakang sekolah yang dipimpinnya itu. Mengingat senderan tersebut
sudah longsor sejak 2014. Kemudian pada 2017 kembali longsor dan menggerus sebagian bangunan toilet yang ada di sekolah tersebut. “Akibat kejadian itu, tiga ruang kelas yang berada di pinggir sungai tidak difungsikan lagi,” ujar Sri Gunawati. Saat ini pihaknya memiliki 400 siswa yang terdiri dari 13 rombongan belajar. Karena kekurangan ruang kelas, maka sekolah dijadikan dua shift. “Nanti bila pekerjaan ini mulai dikerjakan, saya berencana pinjam gedung di SDN 4 Ubung,” ujarnya. Guna memastikan kondisi gedung sekolah tersebut, jajaran Komisi III DPRD Denpasar juga langsung meninjau lokasi. Kunjungan dipimpin Ketua Komisi III Eko Supriadi diikuti sejumlah anggotanya. Dalam kesempatan tersebut pihaknya berharap proyek senderan tersebut bisa segera terealisasi. Karena lokasi bangunan sekolah sangat membahayakan siswa. (kmb12)
Bali Post/ara
TINJAU - Komisi III DPRD Denpasar saat meninjau SDN 6 Ubung yang lokasinya berdekatan dengan senderan yang jebol.
Jumat Pon, 7 Februari 2020
Wabup Suiasa Buka Festival Bahasa, Aksara dan Sastra Bali Kabupaten Badung WAKIL Bupati Badung I Ketut Suiasa membuka Festival Bahasa, Aksara dan Sastra Bali di Jaba Pura Lingga Bhuwana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Kamis (6/2) kemarin. Pembukaan festival bahasa, aksara dan sastra Bali ditandai dengan menyalakan blencong atau lampu sentir. Turut hadir dalam festival tersebut anggota DPRD Kabupaten Badung Ni Luh Putu Gede Rara Hita Suksma FESTIVAL - Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, membuka Festival Bahasa, Aksara dan Sastra Bali di Jaba Pura Lingga Bhuwana, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Kamis (6/2) kemarin.
Dewi, Kadis Kebudayaan I Gde Eka Sudarwitha, camat dan bendesa se-Kabupaten Badung dan para peserta lomba. Tema yang diambil dalam Festival Bahasa, Aksara dan Sastra Bali ini adalah ‘’Nyujur Atma Krtih’’. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I Gde Eka Sudarwitha melaporkan, tujuan diselenggarakannya Festival Bahasa, Aksara dan Sastra Bali untuk melestarikan bahasa dan sastra Bali yang ada di pustaka-pustaka suci dan mengembangkan tradisitradisi kebudayaan Bali seperti menulis dan membaca aksara Bali, pidato bahasa Bali, dan lainnya. Kegiatan Festival Bahasa, Aksara dan Sastra Bali meliputi beberapa lomba di antaranya lomba menulis
aksara Bali tingkat SD, lomba membaca aksara Bali tingkat remaja, lomba perwakilan desa adat se-Kabupaten Badung bercerita Bali tingkat PKK, lomba antarbendesa adat seKabupaten Badung lomba pidato bahasa Bali, lomba Baligrafi, lomba mengetik aksara Bali di komputer tingkat SMP, dan lomba debat berbahasa Bali tingkat SMA. Sementara itu, Wabup Suiasa sangat mengapresiasi kegiatan Festival Bahasa, Aksara dan Sastra Bali Kabupaten Badung, karena akan dapat memberikan pembekalan dan upaya meningkatkan pengetahuan terhadap kebudayaan Bali melalui bahasa dan sastra Bali, mulai dari tingkat SD sampai tingkat bendesa adat. ‘’Kami harap-
kan ke depannya kegiatan seperti ini semakin baik, semakin meningkat dan selalu dilombakan setiap tahun. Melaui lomba ini akan memberi pemahaman khususnya bagi generasi muda tentang bahasa dan sastra Bali itu sendiri,’’ tambahnya. Wabup Suiasa menambahkan, festival ini sebagai bagian dari upaya melestarikan budaya Bali di mana menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Badung yaitu pro-culture. ‘’Saya harapkan kegiatan ini dapat menjadi bagian dari upaya pemerintah melestarikan dan mempertahankan budaya Bali, sehingga budaya Bali ini tetap ajeg di tengah gempuran arus modernisasi,’’ tegasnya. (ad160)
tah setempat lantaran gedung berlantai tiga ini belum dikomersialkan. ‘’Ya, cost-nya wajar-wajar saja,’’ katanya singkat. Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
(PUPR) Kabupaten Badung Ida Bagus Surya Suamba mengatakan, pengelolaan balai budaya yang berkapasitas 2.500 tempat duduk ini ada di Bagian Perlengkapan dan Per-
awatan (Perwat) Setda Badung. Sebaliknya, Kabag Perwat Setda Badung Ida Ayu Indahgustari menyebutkan, Balai Budaya Giri Nata Mandala masih dalam masa pemeliharaan oleh rekanan. Bahkan hingga kapan masa pemeliharaan tersebut, pihaknya mengatakan tidak mengetahui lantaran proyek fisik di bawah Dinas PUPR sebagai leading sector. (kmb27)
Pengelolaan Balai Budaya Giri Nata Mandala Makin Tak Jelas
Mangupura (Bali Post) –
Pemerintah Kabupaten Badung kebingungan memikirkan pengelolaan Balai Budaya Giri Nata Mandala. Pasalnya, gedung budaya yang diklaim bertaraf internasional dulunya di bawah naungan Bagian Perlengkapan dan Perawatan (Perwat) Badung. Namun, pasca-adanya Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2019 tentang Pedoman Nomenklatur dan Unit Kerja Sekretariat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota, pengelolaan gedung senilai Rp 300 miliar lebih ini semakin tidak jelas.
Dikonfirmasi Kamis (6/2) kemarin, Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan, pihaknya masih memikirkan pengelolaan balai budaya berada pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Hal ini dikarenakan adanya Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indo-
nesia Nomor 56 Tahun 2019 tentang Pedoman Nomenklatur dan Unit Kerja Sekretariat Daerah Provinsi dan Kabupaten/ Kota merombak struktur di Perwat. ‘’Dengan adanya Permendagri 56 tentang struktur organisasi yang baru, bahwa ada salah satu Bagian Perwat yang dihapuskan, sehingga kami masih menunggu hasil evaluasi gubernur untuk ditindaklanjuti melalui Perbup,’’ tegasnya. Kendati demikian, pengelolaan balai budaya yang berkapasitas 2.500 tempat duduk ini secara aturan masih berada di bagian Perwat Setda Badung. ‘’Secara de facto pengelolaan gedung budaya ada di Perwat. Pascaterjadi perubahan organisasi nanti tentu kami akan dorong ke perangkat daerah teknis yang terkait,’’
terangnya. Menurut Adi Arnawa, pihaknya juga akan membentuk Satuan Kerja (Satker) yang nantinya sebagai lembaga fungsional. ‘’Kami akan buatkan Satker. Satker ini adalah suatu lembaga fungsional bukan struktural. Satker ini terdiri dari orang-orang profesional untuk mengelola kan tidak bisa orang yang tidak memiliki kemampuan, karena di sana banyak alat yang sifatnya teknologi,’’ tegasnya. Terkait wacana Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menswastakan pengelolaan balai budaya, pejabat asal Pecatu, Kuta Selatan ini mengakui masih fokus pada pembentukan Satker. ‘’Saya belum berani mengatakan seperti itu, tapi secara normatif sekarang ini
kami masih dorong seperti itu (membuat Satker). Masalah nantinya dikormesialkan, nanti ceritanya lain,’’ ujarnya. Sayangnya, mantan Bapenda Badung ini enggan menyebutkan berapa biaya operasional yang harus ditanggung pemerin-
Dewan Tuding Pemberian Hibah Kebablasan
RAKOR - Wakil Ketua I dan II DPRD Badung Wayan Suyasa dan Made Sunarta bersama sejumlah anggota seperti menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Wayan Adi Arnawa, Kamis (6/2) kemarin.
Bahas Anggaran Kelurahan dan Hibah
DPRD Badung Rakor dengan Ketua TAPD
DPRD Badung, Kamis (6/2) kemarin, menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan Sekda yang juga Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Wayan Adi Arnawa. Agenda penting yang dibahas berupa anggaran kelurahan dan hibah. Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua I dan II DPRD Badung Wayan Suyasa dan Made Sunarta bersama sejumlah anggota seperti Gusti Anom Gumanti, Putu Alit Yandinata, Komang Triani, GN Saskara, dan Nyoman Dirgayusa. Selain Sekda, pihak eksekutif juga diwakili pimpinan OPD terkait dengan BPKD Nyoman Gede Suyasa, dan pimpinan OPD terkait lainnya. Terungkap, saat ini anggaran dan program yang digelontor ke kelurahan tak pernah jelas. Selain itu, secara hierarki, kelurahan ada di bawah OPD mana, tetap tak pernah jelas. ‘’Semua saling lempar tanggung jawab,’’ tegas Ketua Fraksi PDI Perjuangan Gusti Anom Gumanti. Ketika sudah tahu bahwa kelurahan ada di bawah kecamatan, katanya, program-program yang dirancang maupun digelontor ke kelurahan tetap tak sesuai harapan. ‘’Program-program kelurahan tak pernah maksimal. Kondisi ini sangat berbeda dengan desa,’’ tegasnya. Dia pun mencontohkan, ketika ada jalan rusak bahkan hanya satu buah paving rusak, tak ada yang bsia bertanggung jawab. ‘’Kelurahan terkesan dianaktiri-
kan,’’ katanya. Yang paling parah, kini sudah ada regulasi yakni Permendagri Nomor 130 Tahun 2018 yang mengatur soal anggaran kelurahan minimal 5 persen dari APBD atau setara dengan dana terendah yang dikelola desa, katanya, belum juga diaplikasikan. Untuk itulah, Anom Gumanti mewakili anggota DPRD yang lain minta agar dibuat perbup serta juklak dan juknis mengenai anggaran kelurahan. ‘’Kami tak ingin puasa terus,’’ ujar Anom Gumanti yang berasal dari Kelurahan Kuta ini. Selain itu, Anom Gumanti juga minta pendapatan lurah minimal bisa disamakan dengan kades. Saat ini perbandingannya 10 dan 15. Ini tentu sangat tidak masuk akal karena persoalan di kelurahan jauh lebih kompleks. Anggota lainnya, Alit Yandinata, Made Retha termasuk Wakil Ketua II Made Sunarta mempertanyakan mekanisme hibah yang belum cair beberapa tahun sebelumnya. Ketika dimasukkan dalam tahun berjalan, permohonan hibah ini ditolak sistem e-hibah yang ada. Terkait dua persoalan ini, Ketua TAPD yang juga Sekda Badung Wayan Adi Arnawa menegaskan, regulasi soal anggaran kelurahan sedang berproses. ‘’Kami berharap 2020 ini rampung sehingga bisa diaplikasikan pada 2021 mendatang,’’ katanya sembari menambahkan, sebelum regulasi
ini rampung, anggaran kelurahan bisa pokir dewan atau hibah. Soal besarannya, katanya, sesuai ketentuan Permendagri, minimal setara anggaran desa yang terendah atau 5 persen dari APBD. Walau begitu, dia memastikan, kalau memungkinkan anggaran kelurahan bisa lebih besar dari ketentuan Permendagri. ‘’Ini penting karena kelurahan dan desa sama-sama berbasis rakyat,’’ katanya. Mengenai hibah, kata Adi Arnawa, untuk anggaran induk 2020, hibah bisa diterima maksimal sampai Maret. ‘’Selanjutnya untuk APBD Perubahan, proposal bisa diterima hingga Mei tahun berjalan,’’ katanya. Bagaimana dengan permohonan hibah tahun sebelumnya yang belum cair? Dia memastikan tak bisa cair dan harus membuat permohonan baru sesuai dengan ketentuan di atas. Pada kesempatan itu, Sekda juga menambahkan, hibah yang akan diberikan kepada masyarakat akan diubah menjadi hibah barang. ‘’Hibah yang diserahkan tak lagi berupa gelondongan uang tetapi barang,’’ katanya. Misalnya hibah balai banjar, pembangunannya akan dilakukan oleh Pemkab melalui OPD terkait, setelah jadi baru diserahkan kepada masyarakat. ‘’Selain mempermudah pertanggungjawaban, mekanisme ini berpeluang untuk terjadinya efisiensi,’’ katanya. (ad161)
Mangupura (Bali Post) – Wakil rakyat di DPRD Badung mengkritisi pemberian bantuan hibah kepada masyarakat. Mereka menuding pemberian hibah saat ini kebablasan, sehingga menjadi salah satu penyebab defisit anggaran. Hal itu terkuak dalam rapat koordinasi dengan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Wayan Adi Arnawa, di Gedung DPRD Badung, Kamis (6/2) kemarin. Menurut Ketua Badan Kehormatan DPRD Badung I Nyoman Dirga Yusa, sejumlah hibah yang digelontorkan selama ini kebablasan. Sebab, semestinya hibah sebagai penyeimbang, bukan total menanggung biaya upakara atau aci. Hibah merupakan stimulus dan pendorong. “Saya sering sudah bicara, bahwa hibah itu tetap berfungsi sebagai penyeimbang. Tidak totalitas berkaitan dengan pembangunan pura, apalagi aci,” ujarnya. Karena itu, kata Dirga Yusa, Dewan Badung berharap adanya verifikasi yang lebih cermat oleh eksekutif soal hibah. Pasalnya, sejumlah hibah khususnya untuk upacara atau aci dinilai kebablasan nilainya. Padahal semestinya tetap harus ada unsur keikutsertaan masyarakat. “Hibah yang diberikan untuk dikelola oleh pangempon pura akan jauh lebih efisien dan mengena,” katanya. Wakil Ketua I Komisi II DPRD Badung ini justru menilai pemberian hibah saat ini kebablasan, sehingga hal ini dipandang sebagai salah satu penyebab defisit anggaran. Padahal logikanya hibah yang diberikan dan
dikelola oleh masyarakat, oleh pangempon, sesungguhnya pasti jauh lebih efisien dan jauh lebih mengena. “Salah satu poin daripada defisitnya APBD kita adalah tidak ketat, tidak efisiennya hibah, namun seperti yang Pak Sekda sampaikan dan kita lihat bersama, sepertinya bablas,” katanya. Dirga Yusa bahkan menyebut sejumlah hibah barbar lantaran verikasi yang menurutnya tidak berjalan optimal. Jangan sampai, karena hibah yang sangat besar nilainya, ada yang memanfaatkan kesempatan. Hibah yang semestinya digunakan membantu masyarakat justru untuk kepentingan tertentu. “Karena saya mengamati hibah ini barbar sekarang. Maaf ya, ini pengamatan saya. Apalagi berkaitan dengan tempat suci maupun aci, bahwa filosofinya harus ada satu, harus ada peran serta. Biar tidak, ini kesan di masyarakat ada semacam euforia bahwa untuk mencari sebuah pekerjaan,” tegasnya. Menanggapi hal tersebut, Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa mengatakan, guna
efisiensi hibah di atas Rp 200 juta oleh Pemkab Badung saat ini akan diberikan dalam bentuk barang. Dengan demikian, melalui bagian pengadaan barang dan jasa akan ada verifikasi guna efisiensi. “Karena itu akan menjadi ranah perangkat daerah yang diproses melalui pengadaan barang dan jasa. Walaupun pagunya Rp 1 miliar, jika (diproses - red) pengadaan barang dan jasa menjadi Rp 800 juta, maka akan ada efisiensi. Itulah hibah Bapak Bupati yang selama ini berubah menjadi hibah barang, di atas Rp 200 juta,” tegasnya. (kmb27)
Dikaji, Sistem Penjualan Ikan Secara ’’Online’’ Mangupura (Bali Post) – Rencana pembuatan sistem penjualan ikan secara online mulai dikaji Dinas Perikanan Kabupaten Badung. Saat ini instansi tersebut tengah mencari formula yang tepat untuk memudahkan nelayan dalam bertransaksi secara digital. Kepala Dinas Perikanan Nyoman Suardana mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder terkait. Pihaknya tidak ingin dengan adanya sistem online justru mempersulit nelayan dalam bertransaksi. ‘’Kami masih membuat kajian mengenai sistem itu dan berkoordinasi dengan stakeholder terkait. Seperti dengan pembuat aplikasi pembudi daya, sehingga sistem ini nantinya memberikan manfaat yang lebih bagi nelayan,’’ ujar Suardana, belum lama ini. Menurut mantan Kabag Umum ini, aplikasi penjualan online yang tengah dirancang tidak hanya dipe-
runtukkan bagi nelayan, namun juga pembudi daya ikan air tawar. ‘’Jadi, nanti semua transaksi terkait ikan, baik dari nelayan maupun pembudi daya bisa dilakukan lewat aplikasi ini,’’ katanya. Suardana menambahkan, aplikasi penjualan ikan akan dirancang layaknya aplikasi go food. Nelayan maupun pembudi daya dapat memasarkan ikan hasil tangkapan maupun budi daya yang dapat diakses oleh masyarakat luas. ‘’Ide ini yang sedang kami carikan formulanya yang tepat, sehingga memberikan manfaat,’’ katanya seraya menyebutkan, jumlah kelompok nelayan yang ada di Badung mencapai 232 kelompok. Selain program digitalisasi penjualan, kata Suardana pihaknya juga memiliki program jangka panjang untuk menyejahterakan para petani ikan air tawar dan nelayan di Kabupaten Badung, yakni dengan merancang pembuatan pabrik pengo-
lahan ikan. ‘’Hal ini masih kami kaji dulu dengan pihak Balitbang, apakah layak untuk pembangunan tersebut,’’ katanya. Suardana menegaskan, pihaknya menargetkan 2 juta benih ikan di tahun 2020 ini. Peningkatan target ini berdasarkan kajian semakin banyaknya kebutuhan benih ikan di masyarakat, khususnya bagi para kelompok petani ikan. ‘’Tahun 2019 pembenihan ikan sudah melampaui target, yakni target awal hanya 1,3 juta benih dan berhasil mencapai 1,6 juta benih, tentu hal ini tidaklah cukup. Jadi, tahun ini ditingkatkan lagi menjadi 2 juta benih,’’ terangnya. Menurut Suardana, saat ini pihaknya masih memiliki tiga balai benih ikan (BBI) yang sudah beroperasi, yakni di Kelurahan Kapal seluas 60 are dan di Desa Petang seluas 20 are. Satu lagi BBI di Desa Baha seluas 3 hektar, namun yang di Baha belum rampung. (kmb27)
Jumat Pon, 7 Februari 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Memanfaatkan Data untuk Perbaikan Kinerja KERANCUAN data selama ini menjadi salah satu masalah besar di negeri ini. Kerancuan data juga telah menimbulkan salah kebijakan dalam mengambil solusi. Selama ini sikap tak acuh dan membiarkan kesimpangsiuran data telah membuat beragam kebijakan bias. Solusi tak efektif mengatasi masalah. Untuk itulah ke depan, adanya satu data rujukan mestinya menjadi hal strategis yang harus dikondisikan. Data jangan sampai dimanipulasi hanya untuk pencitraan politis atau keberhasilan. Akurasi data mestinya mencerminkan akuntabilitas kinerja. Jadi data yang terpublikasikan mesti menjadi cermin keberhasilan kinerja. Rekayasa data hanya akan mengantarkan kita pada pencapaian semu atas kinerja yang kita lakukan. Maka ketika dunia bergerak pada pengelolaan big data secara akurat, kita juga harus bergerak ke arah yang sama. Negeri ini harus memiliki satu rujukan data yang valid. Maka sangatlah penting jika ke depan Badan Pusat Statistik (BPS) di negeri ini menjadi satu-satunya lembaga yang berhak mempublikasikan data yang sah. Data yang sama ini dikeluarkan masing-masing departemen hendaknya mendapat pengakuan dari BPS. Jika ini bisa diterapkan maka data rujukan untuk mengatasi suatu masalah atau mengukur sebuah pencapaian menjadi valid. Bertahun-tahun kita telah merujuk data ganda yang terkadang selisihnya teramat jauh. Kondisi inilah yang sering menimbulkan masalah baru di lapangan. Penting juga bagi pemerintah untuk tidak melakukan intervensi kepada BPS untuk menerbitkan data yang sifatnya rekayasa. BPS haruslah independen dalam penyampaian data kepada publik. Ini untuk menghindarkan publik terjebak pada data rekayasa. Dan, langkah ke arah itu tampaknya sudah mulai terbangun. Kepercayaan publik pada data yang dipublikasikan BPS juga mulai terbangun. Jadi pelaku usaha dan pengambil kebijakan di lembaga-lembaga strategis pemerintahan bisa mengambil kebijakan berdasarkan data yang ada. Dan kita harus meyakini bahwa data yang disampaikan BPS adalah valid. Pengelola BPS atau ASN yang bertugas di BPS hendaknya juga memiliki kejujuran dan profesionalisme. ASN BPS harus menjauh dari intervensi untuk mempublikasikan data yang sifatnya rekayasa. Kini ketika dunia bergerak di jalur digital, pemerintah semestinya dapat memberdayakan data yang sangat besar (big data) dari media sosial sebagai salah satu bahan untuk merumuskan dan mengevaluasi kebijakan. Hal tersebut tidak hanya perlu dilakukan oleh pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah. Terobosan itu sendiri bukannya mustahil. Berdasarkan siaran pers Kementerian PPN/ Bappenas tentang Implementasi Big Data untuk Perumusan Kebijakan Publik tahun 2017, Kementerian PPN/Bappenas sudah pernah menguji coba analisis big data media sosial bersama pihak ketiga untuk menyediakan data statistik inflasi pangan.
POJOK Pergub arak akan geliatkan ekonomi dan kelestarian alam. - Jangan muncul raja miras baru. *** Pengelolaan Balai Budaya Giri Nata Mandala makin tak jelas. - Jangan sampai mubazir. *** Dua desa di Kabupaten Gianyar masuk zona merah rabies. - Jangan sampai meluas.
Aktifkan Bus Sekolah
KASUS pelajar SMP di Gianyar yang tewas akibat lakalantas mengingatkan kembali masyarakat tentang sistem transportasi publik khususnya untuk pelajar di Bali yang masih jauh dari harapan. Netizen melalui akun Facebook @balipost berharap lakalantas seperti itu tidak terulang mengingat jumlah pelajar SMP yang mengendarai kendaraan bermotor ke sekolah semakin banyak. Sebagian besar netizen mendesak pemerintah daerah menyediakan sistem transportasi khusus siswa yang tidak saja gratis, namun juga terintegrasi dan memiliki jangkauan luas hingga ke pelosok. Di beberapa kabupaten/kota di Bali, termasuk di Gianyar, sistem transportasi khusus pelajar sudah berjalan meski belum maksimal. Ini patut diapresiasi. Kabupaten lain yang belum, kapan menyusul? Tentu saja perlu ada komitmen kepala daerahnya. Jika serius ingin memajukan sektor pendidikan dan transportasi, segera realisasikan! Lebih baik mencontoh daerah lain ketimbang membuat program inisiatif yang hanya menguntungkan segelintir orang dan tujuannya mencari dukungan politik. Artha Kadek Harusnya pemda memikirkan transportasi massal yang murah dan bagus. Seperti Jakarta, bus sekolah gratis dari zaman Jokowi, busway terintegrasi sekali bayar, dll. Gus Arya Pemerintah dan sekolah carikan solusi karena orangtua sibuk kerja. Kalau tidak kerja, biaya hidup dan sekolah tinggi, apalagi anak sekolah. Di swasta semua bayar. Beda dengan negeri masih ada gratisnya. Gede Udiyana Kalau di daerah Gerokgak, mobil Isuzu merah lama itu yang laris. Jadi muridnya sudah punya langganan antar-jemput. Putri Larasati Sekolah harus mengaktifkan bus seko-
lah seperti negara-negara luar, kayaknya bisa. Seperti anak-anak TK, tinggal tambah biaya iuran bus. Ah, tapi masak kita yang mikirin, nanti kaseknya mikirin apa?
Kadek Diartha Wajar, kecuali sekolah menyiapkan mobil antar-jemput atau angkutan umum yang antimacet.
Eli Damayanti Bersyukur anak saya sekolah di Tabanan, sudah tersedia angkutan antarjemput sekolah gratis. Anak sekolah lebih aman dan lebih disiplin. Semoga di daerah yang lain bisa mengikuti juga.
Agus Wis Jangan asal buat larangan saja. Seharusnya disediakan angkutan umum untuk antar-jemput siswa. Paling tidak, solusi dulu baru buatkan larangan.
Alit Surya Kalau tidak dikasih bawa motor, orangtua repot antar-jemput, telat bekerja. Kalau dibebaskan, anak di bawah umur masih labil di jalan. Semestinya setiap sekolah menyediakan bus sekolah untuk anak SD sampai SMP. Tidak masalah ada biaya tambahan.
Nlp Sri Ini bukti sistem city transport kita belum bagus. Mardana Nyoman Sekolah harus tegas. Kalau bisa harus naik sepeda. Ni Gusti Ayu Sediakan bus antar-jemput sekolah.
Wayan Widnyana Putra Di desa saya, sudah biasa anak SMP sekolah naik sepeda motor. Daniel Wieu Kan ada Gojek dan Grab, ongkosnya minta pemda saja. Darma Cenixs Inilah salah satu yang bikin macet dan sepeda motor di Bali makin banyak. Perlu bangkitkan angkutan umum ke sekolah agar siswanya naik angkutan umum dan kalau bisa tarif murah buat siswa. Widi Hoppus Kalau dilarang, seharusnya ada solusi dong. Misal bus sekolah, angkot yang masuk ke desa.
Pendidikan
824 Siswa Ikuti Festival Nyastra Bali 2020 di SMP Dwijendra Denpasar BULAN Februari adalah Bulan Bahasa Bali. Bulan ini diisi oleh warga SMP Dwijendra Denpasar dengan kegiatan bernuansa memperkuat bahasa dan aksara Bali. Dalam kaitan itu sekolah ini memiliki agenda ‘’Festival Nyastra Bali’’. Festival Nyastra Bali 2020, Kamis (6/2) kemarin dibuka Wakil Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Ida Bagus Bayu Brahmantia, S.H., M.H. didampingi Sekreratis I Ketut Widia, M.Si. dan Kepala SMP Dwijendra Denpasar Dra. Ni Wayan Supartini, M.Pd. Yang menarik, sebanyak 824 siswa terlibat pada Festival Nyastra Bali kali ini. Kontan saja semua luas lapangan Dwijendra terisi semua saat digelar lomba nyurat lontar. Menurut Kasek Ni Wayan Nadi Supartini, semua siswa baik yang non-Hindu juga dilibatkan dalam tiga agenda festival yakni nyurat lontar, lomba pidato bahasa Bali dan lomba baca puisi bahasa Bali. Tujuannya guna memperkenalkan bahasa dan aksara Bali bagi warga sekolah non-Hindu dan memperkuat
penguasaan bahasa dan sastra Bali bagi siswa yang beragama Hindu. Apalagi langkah ini sudah memiliki payung hukum yakni Pergub No. 80 Tahun 2017 soal Bahasa Bali. Nadi Supartini didampingi para wakasek menegaskan, festival ini mendukung visi Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ sekaligus visi dan misi Yayasan Dwijendra sebagai pusat pelestarian dan pengembangan budaya Bali dan agama Hindu. Selain itu sebagai implementasi nyata warga SMP Dwijendra terhadap Pergub No. 80/2017 tersebut. Ditambahkannya, khusus untuk siswa kelas VII dan VIII, lomba nyurat lontar diganti degan kertas, sedangkan kelas IX menulis di daun lontar. Sekolah dan yayasan menyiapkan berbagai hadiah menarik untuk para pemenang. SMP Dwijendra Denpasar juga dikenal sangat intens memperkuat program bahasa Bali. Menurut Nadi Supartini, selain setiap siswa diberikan pelajaran bahasa Bali, siswa dan gurunya wajib
melakukan literasi berbahasa Bali. Sebelum mengajar, guru wajib bercerita Mahabharata dan Ramayana dengan bahasa Bali. Siswanya juga wajib literasi dengan bahasa Bali setiap hari Kamis dan purnama. Untuk itu, ia mengajak masyarakat yang ingin anaknya mendapat pendidikan karakter dalam bahasa Bali dan agama Hindu agar bergabung ke SMP Dwijendra Denpasar. Tahun ini akan menerima 500 siswa baru. Wakil Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Ida Bagus Bayu Brahmantia, S.H., M.H. mengatakan, dengan bahasa Bali yang halus memberi apresiasi positif atas kegiatan warga SMP Dwijendra Denpasar untuk proprogram rakyat Bali dan Gubernur Bali. Festival Nyastra Bali 2020 ini dinilai sangat bermanfaat bagi anak didik guna meningkatkan minat remaja Bali mencintai bahasa dan sastra Bali. Apalagi didukung Pergub No. 80/2017 soal Bahasa Bali. Dikatakannya, Yayasan Dwijendra Denpasar sejak dulu
KALAU mau meniru baksos yang baik dan bermanfaat kita bisa melihat program bakti sosial (baksos) yang dilakukan mahasiswa dan dosen Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Unmas Denpasar. Mahasiswa dan dosennya benar-benar berada di desa dengan menginap selama tiga hari melayani masyarakat. Seperti yang dilakukan pada Baksos 2020, Kamis (6/2) kemarin. Sebanyak 302 mahasiswa FKG Unmas dan 100 dokter gigi dikerahkan melayani masyarakat di tujuh desa di Kecamatan Petang selama tiga hari. Peserta baksos dilepas Rektor Unmas diwakili WR I Dr. Wayan Gde Wiryawan, S.H., M.H. bersama WR III Ir. I Made Sastra Wibawa, M.Erg. dan Dekan FKG Unmas Dr. drg. Dewa Made Wedagama, Sp.KG. ditandai dengan pelepasan burung merpati. Dekan FKG Unmas Dewa Made Wedagama menegaskan, selama tiga hari mahasiswa dan dosen secara terpadu melakukan pengabdian dengan berbagai pro-
gram. Di antaranya memberikan penyuluhan soal kesehatan gigi dan mulut, pelayanan kesehatan gratis serta aksi kebersihan. Saat itu dia mengerahkan 40 dosen (dokter) dan 160 dokter gigi anggota Pengwil PDGI Bali. Sasarannya adalah semua siswa SD dan masyarakat di tujuh desa di Kecamatan Petang. Program baksos, katanya, juga diintegrasikan dengan penelitian dosen dan mahasiswa. Sehabis baksos mahasiswa dan dosen diharapkan menghasilkan karya penelitian (PKM) untuk bisa diunggulkan memenangkan dana hibah Dikti serta sebagai acuan update pembelajaran. Namun yang utama bagi mahasiswa adalah terjadinya proses pembelajaran di masyarakat karena mereka pada akhinya akan bertugas di masyarakat. Dewa Made Wedagama yang juga Ketua Pengwil PDGI Bali ini menegaskan, mahasiswa dan dosennya banyak melakukan kegiatan, namun belum terbiasa
menulis laporan di jurnal. Untuk itu baksos ini selain bermanfaat bagi masyarakat juga membawa manfaat bagi mahasiswa dan dosen. Soal penerimaan calon mahasiswa baru, Dekan FKG Dewa Made Wedagama menegaskan, tahun ini akan membatasi menerima 80 mahasiswa baru. Kuota ini baru akan ditambah menjadi 100 mahasiswa setelah kampus Unmas direlokasi ke Padanggalak. WR I Unmas Wayan Gde Wiryawan mengungkapkan, FKG Unmas memang dikenal melakukan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara seimbang dan berkualitas. Program baksosnya sangat dirindukan oleh masyarakat. Makanya sangat wajar FKG Unmas meraih akreditasi A untuk program S-1 Kedokteran Gigi dan Program Profesi Kedokteran Gigi. Makanya dia minta peserta baksos menjalankan program dengan berkualitas sesuai dengan rekognisi yang diberikan pemerintah kepada FKG Unmas.
FESTIVAL - Wakil Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar I.B. Brahmantia bersama I Ketut Widia, Kasek Ni Wayan Nadi Supartini dan Wakasek foto bersama usai membuka Festival Nyastra Bali SMP Dwijendra Denpasar. melakukan upaya pelestarian bahasa Bali demi keajegan budaya Bali. Tahun 2008 bersama Made Suecana membuat program komputerisasi aksara Bali yang disebut Bali Simbar Dwijendra. Dengan harapan remaja Bali mau belajar aksara Bali. Pada 2009 Yayasan Dwijendra bersama Bali Google Glosery
menjadikan bahasa Bali bisa go global. Selain itu, Yayasan Dwijendra sejak berdiri melakukan pelestarian lontar dan dokumen lontar. Makanya dia menilai Festival Nyastra Bali 2020 SMP Dwijendra dinilai akan mampu meningkatkan minat anak muda Bali belajar dan mencintai bahasa dan sastra Bali. (ad158)
302 Mahasiswa dan 200 Dokter Gigi Dikerahkan pada Baksos FKG Unmas
LEPAS BURUNG - Wakil Rektor I Unmas Wayan Gde Wiryawan dan Dekan Dewa Made Wedagama melepas burung saat membuka Baksos FKG Unmas di Petang, Kamis (6/2) kemarin. Ia membenarkan sesuai SOP Unmas, program pengabdian dilakukan minimal 40 jam dan tiga hari. Dengan demikian programnya benar-benar menyentuh masyarakat. Dengan baksos ini FKG Unmas meningkatkan branding Unmas di
mata masyarakat, kemudian Unmas menjadi kampus milik dan kebanggaan masyarakat Bali. Di sisi lain, ia mengingatkan mahasiswa hati-hati selama di desa dan menghindari politik praktis, karena Badung dewasa ini menuju pilkada. (ad157)
Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hubungi bagian iklan Hp/WA : 081802411818, Telp. : 0361-225764 atau redaksibalipost@yahoo.com; Naskah maksimum 2000 karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Jumat Pon, 7 Februari 2020
FIB Unud Gelar Seminar Nasional Bahasa Ibu dan Lokakarya Pelestarian Bahasa Ibu FAKULTAS Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) kembali menggelar Seminar Nasional Bahasa Ibu (SNBI XII) dan Lokakarya Pelestarian Bahasa Ibu (LPBI II) di Auditorium Widya Sabha Mandala Prof. Dr. IB Mantra, Kamis (6/2) kemarin. Kegiatan yang dibuka Rektor Unud Prof Dr. Dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). itu berlangsung selama dua hari dari tanggal 6-7 Februari 2020. Hadir pada kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Denpasar Drs. A.A. Ngurah Rai Iswara, M.Si., Kepala Badan Bahasa Prof. Dr. Dadang Sunendar, M.Hum. dan sejumlah undangan lainnya. Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). menyebutkan bahasa Indonesia dan bahasa lokal khusus bahasa Bali memang sangat perlu kita revitalisasi dan pertahankan eksistensinya di dunia global saat ini. Kita tentunya tidak mengharapkan bahasa lokal terpinggirkan oleh penggunaan bahasa asing lainnya. Maka dari itu, seminar seperti ini sangatlah dibutuhkan. Pada kesempatan itu dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara FIB Unud dengan Balai Bahasa Bali. ‘’Kami berharap penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja sama hari ini bisa memberikan dampak besar terhadap kepentingan bersama, khususnya terkait Pemertahanan dan Pemartabatan Bahasa Indonesia dan bahasa lokal di Bali khusus-
BUKA SEMINAR NASIONAL - Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). (tiga dari kiri) berfoto bersama usai membuka Seminar Nasional Bahasa Ibu (SNBI XII) dan Lokakarya Pelestarian Bahasa Ibu (LPBI II), Kamis (6/2) kemarin. nya, melalui kegiatan seperti hari ini,’’ harapnya. Sekretaris Daerah Kota Denpasar Drs. A.A. Ngurah Rai Iswara, M.Si. mengatakan bahasa ibu merupakan cikal-bakal bahasa nasional. Untuk itu pihaknya berharap masyarakat supaya jangan malu berbahasa daerah. Malulah kita kalau tidak bisa berbahasa daerah. Melalui seminar ini, pihaknya berharap adanya inventarisasi kaedah-kaedah bahasa ibu untuk disisipkan dalam proses pengembangan bahasa nasional dan Internasional. ‘’Mana yang dimasukkan dalam bahasa nasional, mana yang dimasukkan ke dalam bahasa Internasional. Sehingga seminar ini bisa bermakna untuk pengembangan bahasa ke depanya,’’ ujarnya. Sementara itu, Dekan FIB Dr. Made Sri Satyawati, S.S., M.Hum. mengatakan, tahun
2020 kegiatan ini mengambil tema ‘’Dokumentasi dan Revitalisasi Bahasa Lokal sebagai Identitas Lokal di Dunia Global’’. Dijelaskannya, dengan berkembangnya dunia digital, maka bahasa juga berkembang. Sehingga pada suatu masa bahasa ibu juga akan mengalami pergeseran. Bahkan akan banyak kosakata bahasa asing yang lebih mendominasi dalam berkomunikasi. Untuk itu, seminar ini sangat baik dilakukan dalam rangka mengingatkan kita untuk revitalisasi dan mempertahankan eksistensi bahasa lokal kita. ‘’Dengan demikian, pemertahanan dan pemartabatan bahasa Indonesia dan bahasa lokal di Bali sehingga tetap terjaga dengan baik,’’ pungkasnya didampingi Ketua Panitia I Wayan Muliawan, S.S., M.Hum. (ad71)
Tak Kantongi Izin
Enam Usaha di Baturiti Disemprit Satpol PP Tabanan (Bali Post) Upaya pembinaan dan penegakan perda dan perbup terus digalakkan jajaran petugas Satpol PP Kabupaten Tabanan yang tergabung dalam Tim Buru dan Sapa (Bursap). Pasalnya, di sejumlah wilayah disinyalir masih banyak para pelaku usaha yang beroperasi tanpa melengkapi izin usaha. Padahal izin usaha wajib dikantongi. Karena itu, dalam sidak yang dilakukan Kamis (6/2) kemarin, masih ditemukan adanya pelanggaran. ‘’Ada enam pelanggar yang terjaring di wilayah Kecamatan Baturiti dan satu di Kediri,’’ beber Kepala Satpol PP Tabanan, I Wayan Sarba. Setelah ketujuh pelanggar itu didata, kemudian dilakukan pembinaan di kantor Satpol PP. Dengan harapan
mereka segera mengurus kelengkapan izin yang memang wajib dimiliki pengusaha. Wayan Sarba merinci dari tujuh pelanggar itu, tidak bisa menunjukkan izin-izin operasional. Seperti pembangunan vila di Banjar Mayungan dan Banjar Batunya, Baturiti. Begitupun pembangunan rumah tinggal di Banjar Batunya. Sementara Rumah Makan Mutiara di Banjar Pekarangan Baturiti dan Leke Leke, akomodasi pariwisata, belum bisa menunjukkan izin lingkungan. Terakhir usaha tahu di Banjar Jadi, Banjar Anyar, Kediri juga belum bisa menunjukkan izin. Mereka yang belum bisa menunjukkan izin itu telah dipanggil datang ke kantor Satpol PP Tabanan, 10 Februari 2020. Masih adanya usaha yang disinyalir bodong, kata Sarba,
tentu saja sangat merugikan. Sebab, berpotensi terjadi kebocoran pendapatan daerah. Dengan tanpa izin tentu saja belum ada dasar kuat membayar iuran. Seperti pajak dan lainnya yang berhubungan dengan potensi pendapatan daerah. ‘’Ini baru menyasar dua kecamatan. Kemungkinan masih banyak pelaku usaha yang belum mengantongi izin. Kami akan rutin lakukan pembinaan,’’ ucapnya. Target menyasar oknum pengusaha nakal ini, diakuinya, belum bisa maksimal. Di samping lantaran ada keterbatasan anggota termasuk anggaran. ‘’Target yang kita sasar adalah daerah yang memang menjadi kantong-kantong pelaku usaha. Tetapi tidak menutup kemungkinan daerah lain juga digarap,’’ tegasnya. (kmb28)
MEREBAK - Mencegah kian merebaknya babi mati, salah satu upaya penanganannya dengan menyemprotkan disinfektan di kandang babi.
Pengadaan 1.200 Liter Disinfektan Masih Dibahas Tim Anggaran
Tabanan (Bali Post) -
Kepala Dinas Pertanian Tabanan, I Nyoman Budana, mengatakan pengadaan disinfektan itu masih dibahas di tim anggaran. Meski demikian, pihaknya telah bersurat ke tiga perusahaan pakan swasta di Tabanan terkait bantuan disinfektan ini. ‘’Salah satu perusahaan sudah menyanggupi membantu. Hanya jumlahnya belum diketahui pasti, karena ada proses yang harus dilalui,’’ katanya. Jadi, pengadaannya kemungkinan menggunakan dana tak terduga. Terkait penyebab ratusan babi mati khususnya di Tabanan, Budana mengatakan hal itu merupakan wewenang Kementerian Pertanian me-
nyampaikannya. Tentunya didukung hasil uji laboratorium. ‘’Bukan ranah kita mendeklarasikan penyebab kematian babi itu. Yang berwenang menyampaikan hasil uji labnya, apakah disebabkan penyakit A atau B adalah Kementerian Pertanian. Ini pun masih terjadi simpang siur. Kemudian yang disampaikan flu babi. Sedangkan yang terindikasi adalah demam babi,’’ terangnya. Budana menjelaskan, sejumlah sampel yang diambil di beberapa wilayah di Tabanan dan lainnya juga sudah dikirim ke BB Veteriner Medan. Hanya hasil tersebut memang masih belum keluar.
‘’Hasil dari BB Veteriner belum dikeluarkan. Berita kemarin di provinsi masih simpang-siur. Sejatinya yang berwenang menyampaikan itu Kementerian Pertanian,’’ katanya lagi menegaskan. Saat ini di Kabupaten Tabanan dilakukan sosialisasi terkait kesehatan hewan, terutama di sejumlah wilayah yang terdampak wabah kematian babi itu. Saat ini pihaknya juga menunggu realisasi pengadaan disinfektan. Sebanyak 1.200 liter disinfektan diusulkan dengan asumsi akan disebar ke para peternak untuk kebutuhan selama dua bulan. Bagaimana dengan program asuransi babi, Budana
menyampaikan, untuk sementara program pemerintah pusat itu baru menyasar sapi saja. Jika memang ke depan memungkinkan diperjuangkan menambah kuota dan jenis asuransi khusus untuk babi. Untuk mengantisipasi terjadinya wabah seperti itu nantinya. ‘’Nanti kita coba usulkan jika ada celah untuk hal tersebut,’’ katanya. Pemberian santunan kepada peternak yang mengalami kerugian, kata Budana, pihaknya belum berani memastikannya. Sebab, hal itu harus ada perencanaan atau program, sebab berkaitan dengan anggaran. Intinya belum bisa memberikan santunan kepada peternak yang mengalami kerugian secara mendadak. ‘’Karena anggaran minim, Dinas Pertanian jadi tidak serta merta bisa memberikan santunan ketika ada wabah,’’ pungkasnya. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Menjaga kelancaran pasokan ke tempat pelanggan, PLN melaksanakan pemeliharaan jaringan listrik. Upaya pemeliharaan rutin itu menjadikan pemadaman listrik sementara di beberapa titik di seputaran Kota Tabanan, Kamis (6/2) kemarin. Dampak dari pemadaman itu membuat sejumlah rutinitas administrasi di lingkungan Pemkab Tabanan terganggu. ‘’Lampu mati (PLN padam), jadi tidak bisa kerja pakai laptop,’’ kata salah seorang pegawai Pemkab Tabanan. Bahkan menunggu listrik kembali menyala, sejumlah pegawai pun banyak mencari udara segar, lantaran mereka
gerah di dalam ruangan. Salah satu layanan publik yang juga terdampak pemeliharaan jaringan listrik yakni Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Seperti dikatakan Kepala Disdukcapil Tabanan IGA Rai Dwipayana, layanan administrasi kependudukan otomatis terganggu. Pasalnya, hampir seluruh layanan menggunakan komputer. Meski demikian, pihaknya sudah menerima surat permakluman dari PLN terkait pemadaman listrik. ‘’Bahkan ini sudah kami sampaikan ke masyarakat luas,’’ terangnya. Dikatakannya, sebelum pemadaman terjadi pukul 11.00 Wita, pagi harinya
layanan administrasi kependudukan masih berjalan seperti biasa. ‘’Dokumen kependudukan dihentikan sejak pukul 11.00 Wita sampai pukul 15.00 Wita,’’ ucapnya. Manager PLN Rayon Tabanan, I Ketut Suta Dipha, saat dikonfirmasi mengatakan pemadaman listrik dilakukan karena ada pemeliharaan jaringan untuk peningkatakan keandalan listrik. ‘’Sebelum dilakukan pemeliharaan, di cek dulu mana yang harus dilakukan pemeliharaan. Karena dalam pemadaman ada pergantian peralatan,’’ beber Suta Dipha. Dia juga menyebutkan pemeliharaan itu sifatnya
rutin. Artinya, tidak ada batasnya. Untuk di daerah kota pemadaman hanya dilakukan Kamis (6/2) saja. Pemeliharaan kemudian berlanjut di daerah By-pas Ir. Soekarno, Jumat (7/2). ‘’Besok (hari ini) sekitaran Hardys, kalau di kota hari ini saja (kemarin),’’ terangnya. Dipha juga meminta masyarakat mengikhlaskan perompesan pohon yang berdekatan dengan jaringan PLN. Sebab berdekatan dengan jaringan PLN itu menimbulkan bahaya. Termasuk membuat bangunan bertingkat ataupun bale kulkul, diharapkan memperhatikan jarak aman tiga meter dari jaringan. (kmb28)
Pengadaan disinfektan hingga saat ini belum cepat bisa terealisasi. Padahal disinfektan perlu segera untuk mencegah kian maraknya babi mati di Kabupaten Tabanan. Alasannya, hingga Kamis (6/2) kemarin usulan pengajuan anggaran pengadaan 1.200 liter disinfektan dari Dinas Pertanian masih dalam proses pembahasan di tim anggaran.
Listrik Mati Lima Jam, Pelayanan Administrasi Kependudukan Terdampak
MENDATA - Tampak petugas Bursap saat mendata para pelanggar.
Target 21 Ribu, Kartu Tani Baru Terealisasi 6 Ribu PEMERINTAH Kabupaten Tabanan melalui Dinas Pertanian terus menggenjot proses pembagian program Kartu Tani. Dari target sebanyak 21.000 kartu tani sampai kini baru terealisasi 6.000 keping. Ini menandakan minat petani terhadap kartu tani masih sangat rendah. Lalu bagaimanakah kiat-kiat yang harus dilakukan untuk meningkatkan apresiasi dari petani itu sendiri? Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tabanan I Gusti Putu Wiadnyana mengatakan realisasi kartu tani di Tabanan masih minim. Hal itu terjadi kemungkinan karena petani belum berminat membuat kartu tani tersebut. Apalagi mereka belum mengetahui manfaat kartu tani itu. ‘’Dari target sebanyak 21 ribu kartu tani, baru terealisasi 6.000 keping,’’ ungkap Wiadnyana, Kamis (6/2) kemarin. Minat para petani mengikuti program pembuatan kartu
tani, kata Wiadnyana, sangat minim. Dari program yang dilakukan di lapangan, hampir seluruh desa ditargetkan datang mengurus kartu tani itu. Misalnya di salah satu desa ada jatah sebanyak 500 keping kartu tani. Namun masyarakat yang datang hanya sekitar 200 orang. Atau ada yang dapat jatah 600 yang datang hanya 300 orang. ‘’Bagaimana mau mencapai target itu, kalau petani sendiri tidak berminat. Padahal kami terus melakukan sosialisasi,’’
jelasnya. Diakui, rendahnya minat petani membuat kartu tani karena mereka belum mengetahui manfaatnya. Padahal banyak hal bisa dilakukan dengan kartu tani tersebut. Apalagi ke depan pemesanan pupuk juga menggunakan kartu tani. Kalau tidak memiliki kartu tani, dipastikan petani tidak mendapatkan pupuk subsidi. ‘’Kebanyakan petani belum memahami manfaat kartu tani itu. Untungnya saat ini belum diterapkan kebijakan kartu tani untuk mengamprah pupuk. Kalau nanti kebijakan itu diterapkan, kemungkinan petani baru mau mengurus kartu tani,’’ jelasnya. Rendahnya minat petani mengurus kartu tani karena syarat minimal kepemilikan lahan seluas satu hektar. Sementara di Tabanan keban-
yakan petani memiliki lahan di bawah satu hektar. Untuk bisa mengurus kartu tani, mereka harus membentuk kelompok agar lahan garapan mereka mencapai satu hektar. Namun ke depan kalau sudah tahu manfaatnya, dipastikan petani baru mau mengurusnya. Dan bagi petani yang belum mendapatkan kartu tani di tahun 2020, dikarenakan masih berproses di pusat. Jika kartu taninya belum terbit, petani masih bisa mendapatkan hak alokasi pupuk bersubsidi. Asalkan mereka sudah masuk pencatatan e-RDKK. Nanti prosesnya terus di-update. ‘’Termasuk update petani yang sebelumnya sudah tercatat sebagai calon penerima. Namun saat pendistribusian yang bersangkutan meninggal dunia. Maka pemegang kartu bisa digantikan anak atau saudara,’’ ucapnya. (bit)
KARTU TANI - Pembagian kartu tani di wilayah Kabupaten Tabanan, belum lama ini.
Jumat Pon, 7 Februari 2020
Masuk Zona Merah Rabies
Petugas ”Sweeping” Dua Desa
VAKSINASI - Kegiatan vaksinasi anjing di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Kamis (6/2) kemarin.
Sebatu, Kecamatan Tegallalang. “Dua desa ini sebelumnya memiliki riwayat kasus rabies berulang,” kata Santi Arka Wijaya, Kamis (6/2) kemarin. Menurut Santi Arka Wijaya, sweeping dilakukan dengan menyisir dan memvaksin seluruh populasi anjing di kedua desa tersebut. Estimasi jumlah anjing untuk Desa Batuan 2.565 ekor dan estimasi anjing di Desa Sebatu sebanyak 1.304 ekor. Seperti awal tahun ini terdapat kasus rabies di Desa Sebatu, sehingga perlu
diberikan atensi khusus. “Khusus untuk Desa Sebatu pernah terjadi satu kasus positif rabies,” jelasnya Santi Arka Wijaya menambahkan, jumlah anjing yang berhasil divaksinasi mencapai 75 persen. Program sweeping ini merupakan program Pemkab Gianyar dalam mencegah meluas rabies di Gianyar. “Sasaran hanya dua desa, selain sweeping vaksinasi massal juga dilaksanakan seperti biasa. Vaksinasi massal nanti mulai Maret,” ujarnya.
Ia menambahkan, tantangan dalam melakukan vaksinasi adalah partisipasi masyarakat. Terkadang petugas vaksinasi berjalan sendiri di banjar-banjar untuk melakukan vaksinasi anjing. “Tapi karena dua desa ini sudah terjadi kasus positif rabies, masyarakat dua desa ini cukup partisipatif mendukung kegiatan sweeping ini,” katanya. Santi Arka Wijaya berharap masyarakat di desa lain mendukung program vaksinasi anjing ini untuk mencegah menyebarnya rabies. Masyarakat juga diimbau agar memeriksakan kesehatan anjingnya secara rutin dan pemberian vaksin secara rutin juga. (kmb35)
tidak berani membeli daging babi, akhirnya ikut menyakiti peternak yang masih bertahan,” katanya. Salah satu peternak babi, Made Rai Sudiana menjelaskan, sebelumnya ia memelihara induk babi sebanyak 10 ekor dan babi 12 ekor. Semuanya mati terserang virus yang dicurigai sebagai African Swine Fever (ASF). “Awalnya ternak babi saya tidak mau makan, sudah disuntik tapi tidak ada reaksinya. Sampai akhirnya semua ternak saya itu mati, dan saat ini kandangnya kosong, kantong pun ikut kosong,” jelas pria asal
Banjar Tebongkang, Desa Singakerta tersebut. Sudiana mengaku harga pakannya saja mencapai Rp 2,5 juta. Sedangkan babinya masing-masing sekitar Rp 500 ribu, dan induk babinya mencapai Rp 3 juta. Ia memperkirakan kerugian yang dideritanya akibat wabah tersebut mencapai puluhan juta rupiah. Ia mengaku baru pertama kali berhadapan dengan kondisi seperti sekarang, lantaran virus yang dikatakan tidak ada obatnya. “Saya menjadi peternak babi sejak tahun 1987, kematian babi sebenarnya dari dulu sudah ada akibat virus. Tetapi
yang sekarang ini tidak bisa ditawar. Dulu pernah ada kematian babi akibat virus tapi bisa ditanggulangi. Ini tumben seperti ini,” katanya. Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Gianyar, I Made Santi Arka Wijay, mengatakan sampai saat ini pihaknya belum bisa memastikan kepastian terkait virus ASF yang menjadi penyebab kematian babi di Gianyar. Walau gejala kematia babi di seluruh Bali hampir sama. “Kami masih menunggu pernyataan dari kementerian, apakah ini memang positif ASF. Kalau
bagi kami di Gianyar tetap belum ada,” tegasnya. Santi Arka Wijaya menegaskan, pihaknya masih tetap berupaya melakukan sosialisasi ke seluruh peternak di Gianyar agar menerapkan biosecurity. Terkait pendataan, ia mengaku masih tercatat 44 kasus kematian babi. Dikatakan, data itu sesuai pengecekan petugas dan sudah melakukan pengisian form. “Sering ada yang menelepon terkait kematian babi, tapi matinya bisa beberap minggu lalu. Tetangganya juga kadang mengaku tidak tahu, sehingga yang seperti ini sulit kami data,” ujarnya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Petugas Satpol PP Gianyar menangani dua orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dalam sehari, Kamis (6/2) kemarin. Pertama, petugas mengamankan I Wayan Selamat (41) yang mengamuk dengan membawa senjata tajam di Desa Maniktawang, Kecamatan Tampaksiring. Kamis sore petugas juga menangani ODGJ yang mengamuk di Desa Ketewel, Kecamatan Suakwati. Kamis pagi sekitar pukul 09.00 Wita, petugas mendapat laporan terkait ODGJ yang mengamuk di Desa Maniktawang. I Wayan Selamat yang berada di rumah mertuanya mengamuk dengan membawa senjata tajam berupa mutik (pisau kecil - red). “Dia bawa mutik dan mengancam keluarganya. Warga yang ada di sana ketakutan,” kata petugas Satpol PP Gianyar, I Wayan Nasta. Uniknya, usai mengamuk dan membuat orang di rumah tersebut ketakutan, emosi Selamat malah mulai turun. Pria berusia 41 tahun ini mau meletakkan mutik yang sebelumnya dipegang. “Mutik yang dipakai
mengancam keluarganya ditaruh, lalu dia jalan kaki dari rumah mertua kembali ke rumahnya,” jelas Nasta. Atas kejadian itu, klian banjar setempat melaporkan kejadian itu ke Satpol PP Kecamatan. Menerima laporan tersebut, bersama lima personel, Nasta meluncur ke lokasi kejadian. Tiba di rumahnya Kamis siang sekitar pukul 12.00 Wita, Selamat tidak mengenakan baju. “Sampai di sana saya sapa dia. Saya minta dia pakai baju lalu diajak ke mobil,” jelasnya. Menurut Nasta, Selamat baru pertama kali diamankan dan dibawa ke RSJ Bangli. Kemungkinan dia depresi dan sekarang sudah ditangani oleh petugas RSJ. Sementara itu, Kepala Satpol PP Gianyar Made Watha menambahkan, Kamis sore sekitar pukul 17.00 Wita pihaknya kembali mendapat laporan ada ODGJ mengamuk. Selanjutnya dia memerintahkan petugas menuju Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati. “Petugas sedang meluncur ke Ketewel karena ada orang gila mengamuk,” ujarnya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) -
Awal tahun 2020 ini, petugas kembali mendeteksi anjing yang positif rabies di Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang. Mendapati temuan itu, petugas langsung melakukan sweeping di desa tersebut. Hal serupa juga dilakukan di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati karena masuk dalam kategori wilayah zona merah rabies. Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Gianyar, I Made Santi Arka Wijaya, mengatakan Pemkab Gianyar memetakan dua wilayah zona merah prioritas kasus rabies. Petugas menggelar sweeping di dua wilayah itu, meliputi Desa Batuan, Kecamatan Sukawati dan Desa
Pemerintah Dituding Lamban Tangani Kematian Babi
Gianyar (Bali Post) Pemerintah dinilai lamban melakukan penanganan kasus kematian babi yang terus bertambah di sejumlah wilayah di Bali. Apalagi sampai saat ini peternak belum mengetahui kejelasan penyabab kematian babi. Selain itu, harga jual daging babi sudah telanjur anjlok menjelang hari raya Galungan dan Kuningan. Ketua Umum Gabungan Usaha Peternak Babi Indonesia (GUPBI) Bali, Ketut Hary Suyasa, mengatakan sampai saat ini memang cukup banyak terjadi kematian babi. Dikatakan,
yang terkena musibah kebanyakan peternak kecil. Ia menyayangkan kondisi ini dibiarkan lama berlarutlarut. “Pemerintah sudah gagal melindungi masyarakatnya, itu intinya. Saya juga menyayangkan pemerintah menyampaikan sesuatu yang bukan ranahnya dan ini justru menimbulkan keresahan di masyarakat,” keluhnya usai sosialisasi di Aula Kantor Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Kamis (6/2) kemarin. Menurut Hary Suyasa, ternak babi di Bali tidak hanya sebagai produk ekonomi tetapi juga produk
budaya. Namun, saat ini sebagai produk ekonomi ternak babi sudah terjadi kekacauan harga. “Sebagai produk ekonomi kini terjadi kekacauan harga, karena masyarakat yang telanjur sudah panik dan menjual hasil produksinya sampai tingkat terbawah,” ujarnya. Hary Suyasa mengatakan, sampai saat ini daging babi masih aman untuk dikonsumsi. Virus yang menyerang ternak babi ini tidak menular ke manusia. “Peternak kita memang sudah banyak yang terkena dampak dari virus ini. Tapi, mohon jangan sampai hanya karena ketakutan
14 Februari, Perbekel Terpilih Dilantik
Gianyar (Bali Post) Usai pemilihan perbekel (pilkel) serentak lalu, Pemkab Gianyar segera melakukan pelantikan perbekel terpilih. Sudah ditetapkan hari baik sebelum hari raya Galungan. Tepatnya tanggal 14 Februari mendatang. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Gianyar Ngakan Ngurah Adi mengatakan hal ini, beberapa waktu lalu. Menurut Ngakan Ngurah Adi, para perbekel terpilih
akan dilantik bersamaan di Kantor Bupati Gianyar. Pelantikan sesuai hari baik, 14 Februari 2020, bertepatan dengan Sugihan Bali. Di samping itu, pada tanggal yang sama seluruh dunia kebetulan merayakan Hari Kasih Sayang atau Valentine Day. “Perbekel terpilih dilantik sekitar pukul 15.00 Wita,” jelasnya. Mengenai lokasi, 29 perbekel dilantik di Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar.
Setelah melantik perbekel, para pendamping perbekel juga dilantik sebagai Ketua PKK desa setempat. “Setelah perbekel dilantik, dilanjutkan dengan melantik Ketua Tim Penggerak PKK Desa,” tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, 29 perbekel terpilih itu telah mengikuti pemilihan perbekel pada 19 Januari lalu. Tercatat dari 19 petahana yang bertarung, hanya 11 incumbent bertahan. Sedangkan delapan petahana tumbang. (kmb35)
Pendidikan Serap Masukan Terkait Pendidikan Vokasi
Komisi X DPR-RI Kunjungi PNB
KUNJUNGAN - Direktur PNB I Nyoman Abdi, S.E., MeCom. berfoto bersama Panja Pendidikan Vokasi Komisi X DPR-RI saat melakukan kunjungan ke Politeknik Negeri Bali, Kamis (6/2) kemarin. UNTUK menyerap informasi terkait perkembangan pendidikan vokasi, Panitia Kerja (Panja) Pendidikan Vokasi Komisi X DPR-RI melakukan kunjungan kerja ke Politeknik Negeri Bali (PNB), Kamis (6/2) kemarin. Dalam kunjungan kerja ini hadir sejumlah anggota Komisi X DPR-RI, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Dr. Ir. Patdono Suwignjo, Asisten Pemerintahan dan Kesra Provinsi Bali I Gede Indra Dewa Putra mewakili Gubernur Bali dan undangan lainnya. Menurut Panja Pendidikan Vokasi yang juga Wakil Ketua Komisi X DPR-RI Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M., untuk urusan vokasi banyak yang melakukan studi banding ke Bali, terutama terkait kepariwisataan. Untuk itu, pihaknya berharap Kementerian memberikan perhatian lebih kepada Bali untuk bisa terus melakukan penelitian dan pengembangan terkait hospitality. Melalui kunjungan kerja ini, pihaknya bertugas untuk menyerap inspirasi dan juga
merumuskan rekomendasi. “Mudah-mudahan informasi terkait pendidikan vokasi yang sudah didapat dari Bali dan Sumatera Barat bisa menjadi catatan penting untuk direspons oleh Kementerian, khususnya Dirjen Vokasi dan juga menunggu bagaimana kebijakan yang akan dirumuskan ke depan. Kami harapkan juga bahwa contoh baik dari Bali bisa menjadi bahan,” tegasnya. Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI Dr. Ir. Patdono Suwignjo mengatakan, melalui kunjungan kerja ini diharapkan mendapatkan masukan-masukan mengenai pendidikan vokasi. Baik itu terkait kursus, SMK maupun Politeknik. Karena kalau dilihat pendidikan vokasi menjadi perhatian serius dari pemerintah. Untuk itu, Komisi X DPR-RI sebagai mitra dari Kemendikbud ingin mendapat kan informasi dari daerah. Seperti apa pelaksanaan pendidikan vokasi di daerah, untuk nanti diberikan saran-saran dari Kementerian.
Beberapa yang disampaikan, katanya, yaitu link and match antara pendidikan dengan industri dengan pemerintah dan dengan tokoh masyarakat. Di Bali karena sebagian besar industri pariwisata dan daya tariknya adalah berkaitan dengan atraksi budaya, tentu masukan dari tokoh masyarakat sangat diperlukan. Sehingga diharapkan pendidikan vokasi ini akan bisa cepat bejalan pertama kali untuk hospitality. “Bali ditunjuk sebagai pusat dari forum pembina vokasi. Ini nanti pertama kali bergerak,” ujarnya. Direktur PNB I Nyoman Abdi, S.E., MeCom. sangat mengapresiasi kehadiran Panja Pendidikan Vokasi Komisi X DPR-RI ke PNB. Ini, menurutnya, menandakan begitu kuatnya, begitu komitnya DPR-RI untuk mengawal pendidikan vokasi. Menurutnya, hal ini merupakan gerakan yang sangat baik, tidak hanya dari pemerintah melalui Kementerian dan Dirjen Vokasi, namun juga didukung oleh Panja Pendidikan Vokasi DPR-RI. Ia menegaskan, pihaknya di PNB sebagai lembaga pendidikan vokasi merasa semangat atas dukungan sangat optimal ini. Sehingga ke depan bisa lebih semangat begerak dalam memajukan pendidikan vokasi. Terutama untuk bisa menghasilkan SDM unggul Indonesia maju. “Jadi, panja ini nanti akan terus bekerja. Dengan adanya support dari DPR-RI yang begitu besar, ditambah kekuatan pemerintah daerah sehingga pendidikan vokasi akan menjadi besar karena ada dukungan ini,” harapnya. (ad171)
Mengamuk, Dua ODGJ Diamankan
Bali Post/kmb35
MENGAMANKAN - Petugas mengamankan I Wayan Selamat yang mengamuk dengan membawa senjata tajam di Desa Maniktawang, Kecamatan Tampaksiring, Kamis (6/2) kemarin.
Jumat Pon, 7 Februari 2020
Tingkatkan Sinergitas
Bupati Suwirta Kumpulkan Tokoh Adat dan Dinas GUNA mengawal jalannya pembangunan di Kabupaten Klungkung, di mana desa sebagai penyangga utama perekonomian dan pembangunan nasional, maka diperlukan sinergitas yang baik dan solid antara tokoh masyarakat baik di desa adat maupun di desa dinas. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan hal itu di hadapan seluruh bendesa adat, kepala desa/lurah dan kepala dusun/kepala lingkungan, di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Kamis (6/2) kemarin. Turut hadir Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta, Wakil Ketua TP-PKK Kabupaten Klungkung Ny. Sri Kasta, Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra, Kepala OPD di jajaran Pemkab Klungkung serta Camat. Melihat fenomena tingkah laku masyarakat yang terjadi sekarang ini, katanya, semua permasalahan yang timbul di semua pelosok desa langsung dengan cepat meluas hingga media sosial. Bupati Suwirta dalam pertemuannya itu menekankan tokoh masyarakat jangan egois menghadapi permasalahan yang terjadi. Jadi pemimpin itu harus bijaksana. ‘’Pemimpin itu harus bisa rendah hati. Biarkan orang lain yang menaikkan harga diri kita,’’ ungkap Bupati Suwirta. Pihaknya berharap para perbekel dan bendesa ha-
GENJOT KINERJA PERBEKEL - Bupati Suwirta saat menggenjot kinerja perbekel dan tokoh adat untuk selalu bersinergi dengan pemerintah daerah. rus bisa menganalisis permasalahan dengan duduk bersama merumuskan program pembangunan itu. Bahkan, agenda yang disusun itu harus bersinergi dengan program pemerintah daerah. ‘’Kalau ada permasalahan di desa, apa pun yang terjadi jangan langsung menginformasikan kepada masyarakat. Lebih baik selesaikan dulu di atas baru diturunkan ke bawah. Permasalahan itu pasti bakalan selesai, kalau diselesaikan secara damai dan menggunakan kepala dingin,’’ pinta Bupati Suwirta. Pada kesempatan itu, Bupati Suwirta juga menekankan enam hal kepada kepala desa dan bendesa adat. Pertama, terkait alokasi dana desa, dipercaya dana desa yang besar itu dapat mendukung pembangunan desa
berdasarkan permasalahan dan potensi. Kedua, desa dinas diharapkan senantiasa berkoordinasi dengan desa adat terkait pelestarian adat dan budaya. Ketiga, penyelenggaraan pembangunan desa idealnya bersinergi dengan pemerintah daerah. Keempat, penyusunan pararem jangan membebani krama desa adat. Kelima, harus dilakukan antisipasi konflik dan selesaikan secara internal dengan musyawarah dan mufakat. Keenam, turunkan harga diri. Bupati juga meminta semua program pemerintah harus disampaikan kepada masyarakat. ‘’Berbuatlah yang terbaik, jangan menjadi yang terbaik. Mari membangun bersama dengan spirit Gema Santi,’’ imbuh Bupati asal Nusa Ceningan ini. (ad156)
PLTS Hybrid Segera Dibangun di Nusa Penida Semarapura (Bali Post) Pemkab Klungkung terus berupaya mengatasi kebutuhan listrik yang semakin tinggi di wilayah kepulauan Nusa Penida. Ini sejalan dengan pesatnya perkembangan pariwisata di daerah setempat. Untuk mengatasi kekurangan pasokan listrik itu, Pemkab Klungkung berencana mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid yang bekerja dengan PT Indonesia Power. Rencana itu terungkap dalam pertemuan keduanya di Ruang Rapat Bupati Klungkung, belum lama ini. Dalam pertemuan itu PT Indonesia Power nampak cukup serius dengan rencana pengembangan Pembangkit Listrik Energi Baru Terbarukan (EBT) ini. Menurut General Manager PT Indonesia Power Bali Flavianus Erwin, pengembangan PLTS Hybrid di Kecamatan Nusa Penida itu diproyeksikan dapat menurunkan pemakaian bahan bakar. Selain itu, juga berpotensi menekan emisi dari pembangkit berbahan bakar minyak serta meningkatkan target bauran energi
atau renewable energy di Kepulauan Nusa Penida. Ini sebagai jawaban atas kebutuhan yang kini semakin tinggi, yang dipadukan dengan konsep penerapan sumber energi terbarukan. Bupati Suwirta mengharapkan agar rencana pengembangan ini dapat segera direalisasikan. Sehingga ke depan, adanya PLTS Hybrid itu, tentu juga dapat memenuhi permintaan listrik di wilayah Nusa Penida dalam proses jangka panjang pembangunan pariwisata ke depan. Jajaran Bupati Suwirta, mulai Staf Ahli Bupati di bidang Hukum, Politik, Pemerintahan I Gusti Ketut Suardika, Kepala Badan Perencanaan Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Klungkung I Wayan Wasta, Kepala Bagian Hukum dan HAM Ni Made Susilawati juga cukup antusias menyambut terobosan baru ini. ‘’Semoga dengan berdirinya PLTS Hybrid ini nanti dapat menjawab persoalan listrik di Nusa Penida. Listrik selalu menjadi masalah terutama saat puncak kunjungan wisatawan,’’ kata Bupati Suwirta. (kmb31)
ILALANG TERBAKAR - Salah satu bagian ilalang yang terbakar di lahan kering Subak Besang.
Petani Bakar Ilalang Nyaris Merembet ke Pura Puseh
Semarapura (Bali Post) -
Kepulan asap tebal di sekitar lahan yang penuh ilalang, membuat panik warga di Besang Kawan, Semarapura Kaja, Kamis (6/2) kemarin. Sebab, lahan kosong di areal Subak Besang itu sangat dekat dengan Pura Puseh setempat. Petugas Satpol PP dan Damkar Klungkung bergegas mengerahkan empat unit mobil damkar ke lokasi untuk memadamkan kobaran api itu. Kasat Pol PP dan Damkar Klungkung Putu Suarta mengatakan, kebakaran sekitar dua hektar lahan penuh ilalang itu dipicu petani setempat yang membakar ilalang kering tersebut. Pembakaran ilalang itu agar lahannya bisa dimanfaatkan kembali. Sebab, sudah lama lahan pertanian itu tidak bisa digunakan lantaran petani setempat kesulitan melakukan pengairan. Hal itu terjadi sejak bendungan pada alur Sungai Telaga Waja tidak mengalir setelah
adanya banjir lahar dingin Gunung Agung beberapa tahun lalu. ‘’Sekarang air sudah mengalir normal. Akses air dari Bendungan Telaga Waja sudah bisa dibuka ke Subak Akah dan Besang, sehingga lahannya bisa dimanfaatkan untuk bertani lagi. Karena itulah petani itu membakar ilalangnya,’’ kata Suarta. Namun, petani setempat menduga kobaran api itu cukup besar. Apalagi di dekatnya ada Pura Puseh
Besang Kawan. Banyak yang khawatir api merembet ke bangunan palinggih pura itu. Sehingga seorang warga, Putu Wedana, segera menghubungi Damkar Klungkung untuk melakukan penanganan sekitar pukul 11.00 Wita. Petugas Damkar dengan sigap mendatangi TKP guna melakukan pencegahan. Berkat kesigapan petugas, kobaran api dengan cepat dapat dipadamkan. Beruntung kobaran api dari ilalang itu segera
dapat dipadamkan. Berkaca dari kejadian itu, Suarta mengimbau warga sekitar agar tidak melakukan pembakaran ilalang lagi. Lebihlebih di dekat pura atau pun permukiman warga. Sebab, hal itu sangat berisiko, di tengah cuaca panas dan tiupan angin kencang di sekitar lokasi. Demikian juga warga yang punya kebiasaan membakar sampah juga diminta berhati-hati. ‘’Kalau kobaran apinya besar, kemudian tertiup angin kencang, maka ini sangat riskan. Sebab, dapat membakar bangunan yang mudah terbakar di sekitarnya. Kalau itu sampah organik, maka biarkan saja jadi humus. Itu malah akan lebih baik,’’ tegasnya. (kmb31)
Rehab Gedung SD, Sedot Anggaran hingga Rp 2,4 Miliar INFRASTRUKTUR gedung Sekolah Dasar (SD) masih relatif banyak yang kondisinya memprihatinkan. Realitas itu membuat pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan, melakukan beragam terobosan. Salah satunya menggandeng lembaga lain guna mendapatkan akses dana melakukan percepatan proses rehabilitasi. Seperti gedung SDN 4 Kusamba, Kecamatan Dawan itu mendapat kucuran dana dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali Rp 2,4 miliar untuk pembangunan ruang kelas SD 4 itu. Setelah dapat bantuan itu, lalu bagaimanakah ekspektasi Pemkab Klungkung terkait pembangunan infrastruktur? Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali I Wayan Sutresna, Kamis (6/2) kemarin, mengatakan proses pekerjaan rehabilitasi dan renovasi sarana-prasarana sekolah ini sudah sesuai Peraturan Presiden Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pembangunan Rehabilitasi atau Renovasi Pasar Rakyat, Prasarana Perguruan Tinggi Keagamaan Islam dan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Sehingga sebagai tindak lanjut, Kementerian Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali menurunkan rehabilitasi dan renovasi sarana-prasarana sekolah untuk SDN 4 Kusamba. Lokasi SDN 4 Kusamba itu ditentukan sebagai penerima bantuan setelah pihak balai mendapat data sekolah rusak dari Disdik Klungkung. Dari total dana sebesar Rp 2,4 miliar itu fasilitas yang dibangun antara lain Ruang Kelas Belajar (RKB) sebanyak lima ruangan, toilet sebanyak empat unit dan satu kantin. ‘’Bantuan ini baru pertama kali diluncurkan, kebetulan di Bali cuma Kabupaten Klungkung dan Karangasem
yang mendapat bantuan ini,’’ katanya saat serah terima gedung ini kepada Pemkab Klungkung. Sementara itu, Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra mengatakan, pembangunan sarana pendidikan itu
merupakan satu prioritas pembangunan di Klungkung. Ini sejalan dengan misi kedua pembangunan Kabupaten Klungkung yaitu meningkatkan kualitas daya saing sumber daya manusia. Pihaknya berharap kepada
seluruh guru maupun siswa agar bisa menjaga, merawat dan mengelola semua sarana dan prasarana fasilitas bantuan yang diberikan ini dengan sebaik-baiknya. Kepala Dinas Pendidikan Klungkung I Dewa Gde Darmawan mengatakan kucuran dana pusat ini sangat membantu Disdik dalam mempercepat proses rehab gedung sekolah itu. Pihaknya berharap selain SDN 4 Kusamba, sekolah lainnya yang kondisi gedungnya masih memprihatinkan juga bisa dibantu, agar terwujud kegiatan belajar mengajar yang nyaman guna mencetak generasi yang berprestasi. (gik)
TINJAU GEDUNG BARU - Sekda Winastra saat meninjau gedung baru SDN 4 Kusamba.
Jumat Pon, 7 Februari 2020
Permudah ’’Pamedek Tangkil’’ ke Pura Lempuyang Luhur
Akses Melalui Pura Penataran Pucak Gunung Kembar Kenusut Dibuatkan Tangga Amlapura (Bali Post) Selama ini pamedek yang tangkil ke Pura Lempuyang Luhur harus melintasi jalan tanah dan terjal. Rencananya jalur dari Pura Lempuyang Luhur melalui Pura Penataran Pucak Gunung Kembar Kenusut di Banjar Jumenang, Desa Bukit, Karangasem akan dibangun tangga. Melihat kondisi tersebut, dalam waktu dekat akan dibangun tangga untuk mempermudah akses jalan bagi para pamedek yang hendak melakukan persembahyangan ke pura tersebut. Dikonfirmasi Kamis (6/2) kemarin, Inisiator 1000
Tangga Bahagia I Putu Gede Mahendra Giri mengatakan, saat ini akses jalan menuju Pura Lempuyang Luhur melalui Pura Penataran Pucak Gunung Kembar Kenusut merupakan jalan tanah dan sangat terjal. Melihat kondisi itu, pihaknya bersama-sama warga ingin membangun tangga menuju ke pura tersebut. ‘’Ada empat jalan menuju ke pura. Tapi yang rencana kita bangun tangga ini dari sisi timurnya, karena kondisi jalan saat ini berupa jalan tanah dan terjal sekali. Rencananya jalan yang akan dibuat tangga sepanjang
1,5 kilometer. Saat ini masih menunggu gambar dari Dinas PUPR Karangasem. Pembangunan tangga untuk mempermudah akses jalan bagi pamedek yang tangkil untuk melakukan persembahyangan,’’ ujarnya. Mahendra Giri menambahkan, pembangunan tangga itu membutuhkan dana sekitar Rp 1 miliar. Saat ini baru terkumpul dana sebesar Rp 90 juta. Dana ini merupakan donasi atau bantuan dari berbagai kalangan. Untuk membuka donasi dan punia ini sudah atas persetujuan dari pemangku pura dan bendesa adat setempat.
‘’Dana ini mulai dikumpulkan sejak dua bulan lalu. Sisanya kami masih upayakan minta donasi lewat media sosial. Krama yang mau donasi atau mapunia dipersilakan. Bisa mengirim lewat Bank Mandiri dengan nomor rekening 14500-131-40-948 dan Bank BPD Bali nomor rekening 00202.02.48400-4 atas nama I Putu Gede Mahendra Giri,’’ katanya. Mahendra Giri menjelaskan, pengangkutan material cukup berat karena medan menuju pura sangat terjal. Sebelumnya, pengangkutan material sesi pertama sudah dilakukan. Untuk mengang-
kut material, warga yang ngayah dari Banjar Dinas Kampung Anyar, Desa Adat Bukit Kebon, Desa Adat Jumeneng, Banjar Adat Kalanganyar, kalangan pemuda Seraya Barat, Polsek Karanagsem, Dinas PUPR, dan Babinsa Seraya Barat. (kmb41) TANGGA - Jalur dari Pura Lempuyang Luhur melalui Pura Penataran Pucak Gunung Kembar Kenusut di Banjar Jumenang, Desa Bukit, Karangasem akan dibangun tangga.
Jumat Pon, 7 Februari 2020
Heboh ”Palinggih” Berdampingan Kloset
PHDI Imbau Masyarakat Tak Saling Hujat Bangli (Bali Post) –
Keberadaan sejumlah bangunan palinggih berdampingan dengan kloset di Kabupaten Bangli sempat menghebohkan masyarakat beberapa hari terakhir. Tidak hanya satu, palinggih nyeleneh seperti itu ditemukan ada di beberapa tempat. Terkait hal itu, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Bangli mengimbau masyarakat tidak saling hujat. Masyarakat diharapkan menjaga kondusivitas terlebih jelang datangnya hari raya Galungan dan Kuningan.
SOSIALISASI - Pimpinan Redaksi Kelompok Media Bali Post melaksanakan audiensi dengan Bupati Bangli I Made Gianyar terkait acara sosialisasi program Nangun Sat Kerthi Loka Bali Wujudkan Bali Era Baru yang akan dilaksanakan di Wantilan Desa Adat Batur, Kintamani, Rabu (12/2) mendatang.
Bupati Made Gianyar Dukung Sosialisasi Program ”Nangun Sat Kerthi Loka Bali”
Bangli (Bali Post) – Setelah di Tabanan, sosialisasi program ‘‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ untuk mewujudkan Bali Era Baru akan dilaksanakan Rabu (12/2) mendatang di Wantilan Desa Adat Batur, Kintamani, Bangli. Sosialisasi yang digelar Yayasan Dharma Naradha bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Bali, Bali TV dan Bali Post juga diisi pelatihan pembuatan banten. Acara itu mendapat apresiasi dan dukungan Bupati Bangli I Made Gianyar. Bupati mengatakan, sosialisasi program ‘‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ akan menghadirkan sepuluh desa adat. Program itu efektif dilaksanakan guna menyuk-
seskan agenda Pemerintah Provinsi Bali dan meningkatkan perekonomian serta kemajuan desa adat. Kegiatan ini juga diyakini dapat kian memperkokoh dan melestarikan tradisi, budaya serta kearifan lokal Bali. Karenanya, Made Gianyar pun sangat menyambut baik dan mendukung diselenggarakannya acara sosialisasi itu di Kabupaten Bangli. Bentuk dukungan yang diberikan dengan penyediaan sarana serta konsumsi yang dibutuhkan untuk menyukseskan acara tersebut. Dipilihnya Desa Adat Batur sebagai tempat diselenggarakannya kegiatan sosialisasi itu dikarenakan Desa Adat Batur merupakan lokasi berdirinya Pura
Ulun Danu Batur. Diyakini Pura Ulun Danu Batur merupakan ibu kehidupan masyarakat Bali. Dalam program sosialisasi ‘‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, Yayasan Dharma Naradha memberikan pelatihan membuat banten/upakara. Pelatihan itu diberikan karena dipandang dapat menjadi pelestarian budaya Bali dan meningkatkan perekonomian di desa tersebut. Yayasan Dharma Naradha menargetkan tahun 2020 sebanyak 360 desa terdampak dari program ini agar bersama-sama bersinergi dengan pemerintah daerah guna memperkokoh, pelestarian tradisi dan juga memajukan desa adat di Bali. (kmb40)
Banjar Jelekungkang Dulu Terkenal Penghasil Arak ARAK Bali saat ini sudah dilegalkan dengan diterbitkannya Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 1 Tahun 2020 tentang Minuman Khas Bali. Di Kabupaten Bangli terdapat sebuah banjar yang dulunya terkenal sebagai penghasil arak yaitu Banjar Jelekungkang di Desa Tamanbali. Sekitar tahun 70-an hampir sebagian besar warga di banjar itu dulunya melakoni usaha pembuatan arak tradisional di rumah masing-masing. Namun seiring berjalannya waktu, jumlah perajin arak di sana terus berkurang. Saat ini perajin arak yang tersisa hanya satu orang. Bagaimanakah petani memproduksi arak di sana? Adalah Gusti Putu Tambun, warga Jelekungkang, yang sampai sekarang masih bertahan sebagai penghasil arak. Pria berusia 77 tahun itu sudah berkecimpung menjadi perajin arak sejak tahun 1965. Keterampilannya membuat arak diperolehnya secara turun-temurun. “Memang dari dulu orangtua saya sudah membuat arak,” ungkap Gusti Tambun saat ditemui di rumahnya, Kamis (6/2) kemarin. Dia mengungkapkan, dulunya hampir semua warga di Banjar Jelekungkang melakoni usaha pembuatan arak. Hal inilah yang membuat Banjar Jelekungkang terkenal dengan araknya. Namun seiring perkembangan zaman, pembuatan arak kian ditingalkan warga. Banyaknya pilihan pekerjaan lain yang pendapatannya lebih menjanjikan menjadi salah satu alasan kenapa banyak warga kemudian tidak lagi menjadi perajin arak. “Kalau dulu di sini ada pengepulnya. Lama kelamaan warga yang buat
arak itu terus berkurang,” terangnya. Dirinya sendiri masih bertahan membuat arak di rumahnya karena tidak punya pekerjaaan lain. Gusti Tambun mengaku memproduksi arak setiap dua hari sekali. Untuk bisa menghasilkan satu liter arak proses penyulingan yang diperlukan 7 hingga 11 jam. Semua proses dilakukan dengan teknik dan alat yang masih tradisional. Biasanya untuk menghasilkan satu liter arak, dirinya memasak sekitar 8 liter tuak ke dalam satu dandang. “Untuk dapat tuak saya harus naik pohon kelapa yang ada di belakang rumah setiap hari,” terangnya. Satu liter tuak buatannya dijual dengan harga Rp 35 ribu per satu botol kemasan air mineral tanggung. Selama ini arak buatannya dijual kepada warga sekitar. Selain itu kepada pemesan dari luar Bangli. Selain untuk diminum, arak buatannya banyak dipakai campuran boreh. Gusti Tambun sendiri me-
ngaku sudah mengetahui arak Bali kini telah dilegalkan pemerintah. Sebagai perajin arak tentu ia menyambut baik hal itu. Di usianya yang sudah tidak lagi muda ini, dia tidak bisa memproduksi arak dalam jumlah banyak. “Karena tidak kuat,” ujarnya. Kadus Jelekungkang Komang Sutrisnayasa diwawancara terpisah juga mengakui di banjarnya dulu pernah terkenal sebagai penghasil arak. Itu karena mayoritas warga di dusun itu melakoni pekerjaan sebagai pembuat arak. “Seiring perkembangan zaman, karena generasi kurang mau meneruskan pekerjaan orang tuanya membuat arak dan memilih terjun ke pariwisata, jumlah pembuat arak kini sudah sangat sedikit,” terangnya. Dengan telah terbitnya peraturan gubernur yang mengatur legalitas arak Bali, Sutrisnayasa mengaku pihaknya mencoba mendorong warganya untuk memproduksi arak. Karena sudah legal, tentu pembuatan arak tidak perlu lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Terkait pemasarannya, pihaknya akan memanfaatkan keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Arak produksi warga Jelekungkang ini diupayakan bisa diberi label sehingga punya ciri khas. “Mudah-mudahan warga yang dulunya orangtuanya ngirisin, mau kembali menggeluti usaha ini. Apalagi dari segi hukum sudah aman. Kalau dulu ada rasa ketakutan diuber-uber, kadang malah ditangkap,” imbuhnya. (ina)
PEMBUATAN ARAK - Gusti Putu Tambun, warga Jelekungkang, sedang menunjukkan proses pembuatan arak Bali.
Terkait adanya fenomena bangunan palinggih berdampingan dengan kloset, PHDI Kabupaten Bangli, Kamis (6/2) kemarin membuat surat yang ditujukan kepada bendesa, perbekel, kepala lingkungan dan klian adat se-Kabupaten Bangli. Dalam surat itu PHDI Kabupaten Bangli meminta seluruh bendesa, perbekel, kepala lingkungan dan klian adat mendata kepala keluarga yang menganut paham membangun palinggih berisi kloset di wilayah masing-masing. Dari data itu, PHDI Bangli nantinya akan menindaklan-
juti dengan melakukan pembinaan. Dalam surat tersebut, PHDI Bangli juga mengimbau masyarakat memperhatikan dan menjaga kondusivitas. Masyarakat diminta tidak saling sindir, tidak saling hujat dan tidak saling tuding antarbanjar/desa. Terlebih dalam waktu dekat ini umat Hindu merayakan hari raya Galungan, Kuningan dan Nyepi. Ketua PHDI Kabupaten Bangli Nyoman Sukra dikonfirmasi sore kemarin mengatakan, pihaknya tidak memberikan batas terkait pendataan palinggih berisi kloset. Selain PHDI, pendataan terhadap bangunan palinggih yang berdampingan dengan kloset juga dilakukan Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan (Pakem). Nantinya hasil pendataan itu dicocokkan. “Kami imbau masyarakat tidak saling hujat, tidak saling tuding antarbanjar/desa dan tetap menjaga kondusivitas jelang hari raya,” kata Sukra. (kmb40)
Jumat Pon, 7 Februari 2020
Kasus Pencurian Kayu
Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Singaraja (Bali Post) Tim gabungan Polres Buleleng dan Polsek Seririt akhirnya menetapkan tersangka dalam kasus dugaan pencurian kayu di hutan lindung Dusun Yeh Selem, Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt. Penyidik menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka masing-masing Ketut Widiasa alias Widia, Nyoman Sowambawa, dan Ketut Sudana alias Super yang sama-sama dari Desa Pangkung Paruk. Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa didampingi Kabag Ops Kompol A.A Wiranata Kusuma dan Kapolsek Seririt Kompol Made Uder, Kamis (6/2) kemarin mengatakan, ketiganya resmi ditahan setelah hasil penyelidikan memenuhi unsur tindak pidana pencurian kayu hutan. “Dari lima orang yang diamankan, tiga di antaranya dinaikkan statusnya menjadi tersangka. Dua lainnya unsurnya tidak terpenuhi,” katanya Menurut Kapolres, ketiga tersangka ini memiliki peran masing-masing. Tersangka Nyoman Sowambawa menunjukkan lokasi hutan yang terdapat kayu sonokeling. Dengan menggunakan sepeda motor miliknya, dia membonceng tersangka Ketut Sudana alias Super. Di lokasi itu Sudana kemudian menebang kayu tersebut. Setelah ditebang, kayu itu kemudian diolah menjadi balok dengan panjang bervariasi antara 2,5 sampai 3 meter. Setelah selesai dikerjakan, kayu itu kemudian diambil tersangka Ketut Widiasa. Lebih lanjut dikatakan, kayu hasil curian itu rencananya akan dijual. Untuk itu, polisi masih menyelidiki pihak yang menampung kayu hasil curian para tersangka tersebut. Tiap satu kubik kayu ini dijual dengan kisaran Rp 25 juta hingga Rp 28 juta. “Siapa dan di mana dijual, kami masih kembangkan. Mereka mengaku nekat mencuri kayu lantaran memiliki nilai ekonomis tinggi,” jelasnya. Di hadapan petugas, tersangka Widiasa mengaku tidak tahu jika mengambil kayu hutan dilarang. Sebelum aparat desa dan pecalang menggerebek, dirinya dihubungi tersangka Sowambawa dan diminta mengambil kayu yang sudah selesai ditebang. Malamnya dia mengambil kayu itu menggunakan mobil pick-up miliknya. Namun belum semuanya diangkut, aparat desa, pecalang, dan petugas menyergapnya. Atas perbuatannya itu, para tersangka ini melanggar Pasal 82 ayat (1) huruf a atau b atau c Pasal 83 ayat (1) huruf b UU No. 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Di mana ancaman hukumannya paling singkat dua tahun dan paling lama lima tahun, serta membayar denda Rp 2,5 miliar. (kmb38)
Bali Post/kmb38
DIGIRING - Tiga tersangka pencurian kayu di kawasan hutan lindung Dusun Yeh Selem, Desa Pangkung Paruk digiring ke ruangan penyidik Polres Buleleng, Kamis (6/2) kemarin.
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Bth sgr karyawn/karyawati Toko utk di Munggu H.08123664636 B.BP.167.02.20.0000172
Dbthkan Tng Sales pglmn khusus dibid. pengolahan daging utk ke hotel & mall, diprioritaskan mampu menguasai bahasa Inggris Hub.Lina 081805551455 B.BP.001.02.20.0000140
Dibthkan tng jadi Member infinycal dptkan tambahan income waktu flesible,Hp.085792351830
Dicari Gardener Pengalaman dibidangnya, untuk ditempatkan di Villa Nusa Dua Bali Hub.087881251499
B.BP.004.02.20.0000169
Cr Staf Money Changer(pria) Hub:08123636456, 085100453973
B.BP.001.02.20.0000141
Dcr PRT wnt Tgl dlm berpenglmn serius Telp. 087734684240
Singaraja (Bali Post) -
Selama Januari 2020, Satnarkoba Polres Buleleng melancarkan Operasi Antik dengan menyasar pelaku penyalahgunaan narkoba. Hasilnya, 10 pelaku berhasil ditangkap di lokasi berbeda. Tiga tersangka di antaranya merupakan pengedar. Dua orang asal luar Bali dan seorang lagi asal Denpasar. Kasat Narkoba AKP Made Derawi seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa, Kamis (6/2) kemarin mengatakan, tiga pengedar narkoba tersebut masing-masing Edy Syahputra Siregar alias Edy asal Sumatra Utara, Mahrudin alias Udin dari Bekasi Jawa Barat, dan Moerdiono alias Dion alamat Pemogan, Denpasar. Tersangka Edy dan Udin adalah pengedar dari luar Bali yang baru memulai bisnis barang haram di Buleleng. Keduanya memilih Buleleng untuk menjual narkoba karena permintaan yang cukup tinggi. Sedangkan tersangka Moerdiono dikenal pengedar yang sering melancarkan aksinya di Denpasar dan mulai merambah Buleleng lantaran dianggap potensial untuk bisnis narkoba. Ketiga pengedar ini berhasil ditangkap 19 Januari 2020. Polisi berhasil mengintai ketika akan terjadi transaksi penjualan narkoba di jalan Singaraja -
Seririt wilayah Desa Anturan, Kecamatan Buleleng. Ketika mereka akan menjual narkoba di tempat yang dianggap aman, polisi membekuk mereka tanpa perlawanan. Dari ketiga pengedar itu, polisi menyita sabu yang siap edar dengan berat total 16.1 gram bruto (14,91 gram neto). Selain tiga pengedar, ada tujuh pelaku lain yang juga berhasil ditangkap. Hanya mereka itu adalah pemakai yang ditangkap di sejumlah TKP di kota Singaraja dan tempat lain. Para pemakai ini mendapat sabu dari seseorang yang tidak dikenal dengan sistem tempel. Sementara tersangka di hadapan polisi membantah tuduhan sebagai penjual narkoba. Justru tersangka mengaku hanya memakai narkoba yang dibeli dari seseorang yang tidak dikenal. Meski demikian, para tersangka ini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum yang berlaku. (kmb38)
DITANGKAP - Para tersangka penyalahgunaan narkoba yang ditangkap Satnarkoba Polres Buleleng.
Singaraja (Bali Post) – Lebih dari 1.000 bibit kayu hutan ditanam di kawasan hutan lindung di Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, Kamis (6/2) kemarin. Bibit kayu ini ditanam pascaterungkapnya kasus dugaan pencurian kayu hutan yang sekarang kasusnya masih bergulir di kepolisian. Polisi bersama TNI Kodim 1609/Buleleng, Pemkab Buleleng, dan warga desa menanam bibit kayu jenis gamelina, sonokeling, intaran, dan kayu mahoni. Aksi ini dihadiri Bupati Putu Agus Suradnyana bersama Kapolres AKBP Made
Sinar Subawa dan Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf. Muhammad Windra Lisrianto. AKBP Made Sinar Subawa mengatakan, setelah mengungkap kasus pencurian kayu hutan, kondisi hutan di Desa Pangkung Paruk mengalami kerusakan parah. Untuk itu, pihaknya bersama TNI dan pemerintah mendukung rehabilitasi dengan menanami kembali areal hutan yang sudah dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab. Tidak hanya menanam, namun pihaknya berjanji akan mengerahkan anggota dan sarana-prasarana
untuk membantu masyarakat memelihara agar bibit kayu hutan yang ditanam ini bisa tumbuh dengan baik. ‘’Kami bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah dan masyarakat di sini memperbaiki hutan yang rusak ini. Kami punya sarana dan nanti ketika musim kering tanaman akan kita siram dan pelihara agar bisa tumbuh normal,’’ katanya. Di sisi lain, Kapolres menyebut proses hukum terhadap pelaku pencurian kayu hutan dilakukan dengan proporsional dan berdasarkan fakta-fakta hukum di lapangan. Bahkan,
Dcr Teller Akunting HRD AdmKredit U/BPR Sadana,085100462956
Supplier butuh tng Pengiriman max 30th Sim C,WA.081338365211
PROPERTY
B.BP.803.02.20.0000048
Dicr Mekanik Sepeda Motor Berpglm bs Variasi.H:Jl.Ry Padang Luwih 179 Dalung/089681334774/ 08123640254 (WA) B.BP.001.02.20.0000149
Dcr Staff Laundry sebanyak2nya Jl.Kerobokan 78X, 081236015546 B.BP.001.02.20.0000175
B.BP.004.02.20.0000166
B.BP.004.02.20.0000162
Dcr Sopir utk kantor PT.Korea Trvl Bali/081338060220 B.BP.154.02.20.0000174
RUPA-RUPA
BIRO JASA BENGKEL LAS Free
n
Desig
Money Back Guarantee
Bali Post/kmb38
Ribuan Bibit Kayu Ditanam di Hutan Pangkung Paruk
Hotel Bintang 5 terletak di Sanur membutuhkan: Marketing Communication Manager,MarketingCommunication Executive.Sales Executive. cv dikirim :sandra.siahaan@aer owisatahotels.com
B.BP.001.02.20.0000113
SERVICE
Sebulan, Polisi Tangkap Sepuluh Pelaku Narkoba
B.BP.001.02.20.0000115
Dcr sgera Cleaning Service P/W info Hub 085238311111(WA/Telp) B.BP.004.02.20.0000089
Dibutuhkan Admin Wanita Hubungi :087 861 340 445 B.BP.001.02.20.0000040
Dicari Karyawati(SPG) untuk Toko Baju Lokasi Uluwatu Tlp/WA:082144126390 Email: lostinparadise639@gmail.com B.BP.001.02.20.0000178
DISEWAKAN RUMAH
Dikont Rmh Lt2,4KT,2KM,Rooftop Tk.Pancoran IVB/2.081337267642
B.BP.001.02.20.0000073
PROPERTY DIJUAL TANAH
Djl Tanah Jl.Gn.Talang & Marlboro Hub:08155733388 TP
B.BP.001.02.20.0000168
Djl Tanah SHM 2 Are , Jln. Gatsu I/5 Dps, Hub.081353099090 B.BP.001.02.20.0000148
Djl Tnh Kav aspek Perum.Dentim dkt dr Jl.Induk 081337141817 B.BP.001.02.20.0000008
Kapolres menyebut tidak akan pandang bulu dalam menindak para pelaku pencurian kayu hutan. Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf. Muhammad Windra Lisrianto menyebutkan, selain bersinergi melakukan penanaman, pihaknya mengajak masyarakat dan stakeholders bersama-sama menjaga hutan. Caranya dengan merawat hutan dan tidak menebang kayu. ‘’Perlu edukasi, sehingga hutan ini terjaga dengan baik dan masyarakat jangan menebangnya. Selain merusak juga akan berhadapan dengan hukum,’’
DIJUAL TANAH
Dijual Tanah dengan luas 2.6 Hektar di Sumba Timur Tlp: 0812-4654-448
B.BP.031.02.20.0000165
Tnh 100ha 10M ex Prush.LNG/37 smr Sesmix Sulteng081242710784
B.BP.001.02.20.0000117
KEHILANGAN Hlg STNK DK 9099 AF +Buku Uji No.DPR61342K&STNKDK9099AE+ buku Uji No.DPR61343K an.PT.Bali Daksina Wisata, STNK DK9219AG + Buku Uji No.DPR58081K AN:Amalia Ramadhani
B.BP.001.02.20.0000154
jelasnya. Bupati Putu Agus Suradnyana mengatakan, partisipasi semua pihak untuk menjaga kelestarian hutan dengan memanam bibit kayu sangat diperlukan. ‘’Setelah ditanam perlu ada perhatian semua pihak, sehingga bibit kayu ini dapat tumbuh dengan baik,’’ katanya. Sementara itu, Kepala UPT KPH Bali Utara Ketut Suastika mengatakan khusus hutan lindung di Kecamatan Seririt luasnya 650 hektar dengan kondisinya 60 persen baik. Sisanya ada 40 persen kondsi lahannya kritis. (kmb38)
KEHILANGAN HilangBPKB mobil DK 1132 ML a.n Desak Pt Geria No.0825028-0
B.BP.165.02.20.0000173
Hlg Buku KIUR DK 8598 BH,AN Egi Saputra Jl.Palapa XI/12Dps
B.BP.001.02.20.0000142
BIRO JASA Sy Siap Bantu bayarkan,Laporkn Pajak Hotel & Restaurant,Toko NPWP,SIUP. HP:081.338.344.155
B.BP.001.01.20.0000815
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.01.20.0000655
Jumat Pon, 7 Februari 2020
Rutan Negara Terima Napi dari Lapas Tabanan Negara (Bali Post) Rutan Kelas II B Negara, Kamis (6/2) pagi kemarin menerima delapan narapidana yang dilayar dari Lapas Tabanan. Delapan napi tersebut selanjutnya akan menjalani mapenaling (masa pengenalan lingkungan) selama beberapa hari ke depan sebelum berbaur dengan warga binaan yang lain. Kasubsi Rutan Kelas II B Negara Bambang Hendra Setyawan mengatakan, kedelapan napi dari Lapas Tabanan ini dari pengecekan dalam kondisi sehat. Sesuai protap mereka akan menjalani masa pengenalan dan ditempatkan di ruang tahanan khusus selama beberapa hari. ‘’Mereka akan ditempatkan di ruang mapenaling dulu. Sebagian
besar kasus lakalantas dan pencurian,’’ terangnya. Dari kedelapan orang itu, merupakan napi yang berasal dari wilayah di Bali dan Jembrana. Dari data waktu hukuman, napi yang paling lama menjalani kurungan kasus pencurian dengan waktu masa hukuman sampai November 2021. Sedangkan yang paling cepat, kasus lakalantas yang sesuai vonis menjalani hukuman sampai Maret 2020 ini. Pada Kamis pagi kemarin, belasan narapidana di Lapas Tabanan dilayar ke Lapas Singaraja dan Rutan Negara, Kamis pagi kemarin. Warga binaan itu dilayar lantaran kondisi Lapas Tabanan yang sudah overload. Delapan di antaranya dilayar di Rutan Kelas II B Negara. (kmb26)
Ia berharap petani arak mendapat perhatian secara legitimasi dan pelatihan tentang cara memproduksi arak yang baik dan berkualitas, sehingga penghasilan para petani dan taraf hidupnya bisa meningkat. Untuk itu diperlukan jembatan atau wadah perajin arak agar bisa meningkatkan kualitas produk serta konsistensi produknya. Saat ini rata–rata harga jual minuman beralkohol golongan tipe C mencapai Rp 200.000, bahkan ada yang lebih dari Rp 1 juta per botol. Diharapkan minuman destilasi warisan budaya khas Bali ini menjadi maskot untuk pariwisata Bali khususnya di bidang minuman. Diharapkan pula minuman ini juga memiliki tata kelola industri yang baik terkait proses industri dan nilai jualnya. Ke depan, harapannya arak Bali menjadi produk minuman beralkohol (mikol) asli Bali yang berkualitas, yang mampu menjadi tuan rumah dan leader market di pasar mikol sejenis dengan ketepatan produksi, harga dan distribution channel serta promosi yang baik. ‘’Melihat fenomena tersebut maka saya ingin meningkatkan taraf hidup petani arak Bali dan menjadikan arak Bali sebagai minuman destilasi warisan budaya khas Bali dengan mengedepankan kearifan lokal, bisa go international sehingga produksi arak Bali mampu bersaing dan tidak kalah secara kualitas dengan produk minuman beralkohol dari negara lain,’’ ujarnya. Pada akhirnya, arak Bali akan bisa lestari, sebagai peninggalan warisan budaya leluhur disertai nilai tambah pada industri kepariwisataan. Kesejahteraan masyarakat Bali akan menguat dan merata dan Barak (Balinese Arak) bisa men-
jadi spirit ketujuh dunia dan menjadi ikon minuman khas lokal seperti layaknya sake di Jepang dan soju di Korea. Sementara itu Ketua Himpunan Bartender Indonesia (HBI) I Wayan Bayu Hendra mengatakan, arak sudah lama bisa masuk ke industri pariwisata, utamanya hotel. Namun, nama arak sempat tercoreng karena arak sempat disalahgunakan menjadi arak methanol. Hal itu menyebabkan hotel enggan memakai arak. ‘’Karena kejadian arak methanol beberapa tahun lalu yang menimbulkan image tidak baik untuk arak,’’ tuturnya, Kamis (6/2) kemarin. Produksi arak yang berizin dan digunakan secara tepat memberi nilai positif jika digunakan dengan benar. Dengan demikian perlahan-lahan image arak akan berubah dan yang terpenting adalah mengedukasi masyarakat mengonsumsi arak yang baik dan bertanggung jawab, menjadi PR saat ini. Dua brand arak Bali telah resmi berizin, salah satunya adalah arak Dewi Sri. Hanya dua brand arak yang memiliki izin resmi, maka dari itu perlu promosi dan wadah untuk menaungi petani arak agar mampu berproduksi dan menghasilkan kualitas arak yang bisa bersaing dengan minuman spirit kelas internasional. Arak bahkan memiliki kelebihan tersendiri yaitu dapat menjadi aneka minuman cocktail dan bisa disajikan straight tanpa campuran. ‘’Ada beberapa wisatawan yang suka, karena aroma dan rasa smooky-nya, namun ada juga yang suka dengan dijadikan cocktail,’’ ungkapnya. Menurutnya, variasi cocktail berbahan dasar arak sangat banyak, karena dari kompetisi yang pernah digelar menghasilkan kreasi-kreasi baru yang dapat menjadi pilihan lain untuk wisatawan dan akan menjadi pengalaman baru untuk mereka. (kmb42)
Wadah Perajin
Rasa Aman Menurut pengamat ekonomi I Made Artawan, S.E., M.M., dikeluarkannya Pergub Nomor 1 Tahun 2020 ini akan mempunyai dampak yang sangat baik dan strategis bagi pengembangan industri rumah tangga di Bali. Terutama masyarakat/ perajin yang bekerja menghasilkan arak Bali. Apalagi, pergub ini sedikit tidaknya akan berdampak terhadap jumlah penyerapan tenaga kerja di sektor ini. Di samping itu, karena arak Bali ini sudah dilegalkan oleh pemerintah, maka ada rasa aman dan terlindungi masyarakat yang bekerja di sektor ini. Selain itu, dampak lain yang ditimbulkan dengan adanya pergub ini yaitu alam Bali akan semakin lestari, karena masyarakat akan lebih banyak menanam pohon dan menjadikan tanaman industri yang menghasilkan produksi arak tersebut. Kendati demikian, Kepala BAPPSIK Universitas Warmadewa ini mengatakan pentingnya persoalan bagaimana arak Bali diproduksi, dikemas, dan dipasarkan secara modern agar kualitasnya sama dengan minuman produk asing. Sebab, tujuan pengembangan produk arak Bali menjadi suguhan bagi wisatawan mancanegara (welcome drink).
05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Mamungkah Ngenteg Linggih (3) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Wirata Parwa (2) Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara
Prajurit Kodim 1617 Dites Urine Negara (Bali Post) Guna memberantas penyalahgunaan narkoba di lingkungan prajurit, Kodim 1617/Jembrana, Rabu (5/2) melakukan sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Aula Garase Makodim 1617/Jembrana. Sosialisasi yang dipimpin W.S Kasdim Kapten Chb. Karyanto mewakili Dandim 1617/Jembrana diikuti seluruh personel Kodim. Karyanto mengatakan upaya ini dilakukan rutin sebagai pencegahan penyalahgunaan narkoba maupun obat-obatan terlarang bagi prajurit TNI khususnya anggota Kodim 1617/Jembrana. ‘’Ini juga wujud menindaklanjuti instruksi pimpinan bahwa kami perang dan berkomitmen memberantas narkoba,’’ ungkap Kapten Karyanto. Lebih lanjut dijelaskan, kegiatan ini akan digelar secara rutin karena sudah menjadi komitmen sekaligus peran aktif satuan dalam pemberantasan narkoba di lingkungan TNI. ‘’Dengan diadakan penyuluhan dan pemeriksaan urine secara rutin seluruh prajurit khususnya anggota Kodim 1617/ Jembrana terbebas dari narkoba dan tidak terlibat dalam peredarannya,’’ tambahnya. Dari sejumlah anggota jajaran Kodim 1617/Jembrana yang melakukan pemeriksaan urine tidak satu pun yang terindikasi melakukan penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, ini menjadi hal yang sangat positif dan terus dipertahankan baik kalangan prajurit, PNS dan keluarganya. Pasiinteldim 1617/Jembrana Lettu Czi. Ida Made Putra selaku narasumber mengatakan, penyuluhan adalah salah satu cara yang tepat guna menjelaskan bahaya narkoba dan cara mencegahnya agar tidak terjebak di dalamnya. ‘’Dengan mengetahui apa saja jenis obat dan tanaman yang tergolong dalam narkotika, prajurit dan jajarannya agar menghindarinya,’’ terang Putra. (kmb26)
Bali Post/olo
Tes Urine - Petugas dari kesehatan dan Kodim 1617/Jembrana saat melakukan tes urine bagi kalangan prajurit dan PNS.
Wedakarna Hadiri Karya Atma Wedana Ring Dadia Tegeh Kori Gobleg Sukasada
Sejarah Raja Badung Pertama, Babad I Gusti Tegeh Kori Menjadi Kebangkitan Majapahit di Tanah Bali
PASEMETONAN Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori (PANDBTK) benar-benar menjadi organisasi soroh/klan yang menjadi teladan di Bali. Dalam setiap upacara yadnya yang digelar, selalu menjadi contoh baik, kesederhanaan dan kepatutan akan sesana sebagai warih dalem. Hal ini disampaikan saat kunjungan Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ke upacara Atma Wedana Semeton Arya Tegeh Kori di Desa Gobleg, Sukasada, Buleleng. Atas undangan Ketua Umum PANDBTK Brigjen Pol. (Purn) Njoman Gde Suweta dan keluarga besar Dadia Tegeh Kori Gobleg (Ki Barak), Shri Arya Wedakarna merasa takjub akan kerapian dan kesederhanaan upacara yang dihelat. ‘’Tiang mengapresiasi atas kerja nyata Semeton Tegeh Kori di Gobleg yang bisa membuat acara ini begitu sederhana, rapi namun sakral. Ini mungkin upacara atma wedana yang paling rapi yang pernah saya kunjungi di Bali. Tentu ini tidak lepas dari tingginya jnana yang dimiliki oleh panglingsir dan juga oleh umat Hindu yang ada di sini. Tiang angayubagia dan semoga seluruh upacara berlangsung dengan lancar,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga Sekjen PANDBTRK ini. Ditemui usai acara, Shri
‘’Di sini dibutuhkan peran industri untuk menampung hasil produksi mentah petani, yang kemudian diolah menjadi arak Bali yang berkualitas. Bahkan, kemasan dan cara pemasarannya harus sejajar dengan minuman asing yang telah beredar sebelumnya,’’ tandas Made Artawan, Kamis (6/2) kemarin. Sementara itu, Rektor Undiknas Dr. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M. mengatakan, Pergub Nomor 1 Tahun 2020 bertujuan memberikan jaminan kepada masyarakat Bali untuk memproduksi arak dan tidak khawatir adanya penangkapan, penyitaan yang merugikan perajin. Kendati demikian, arak Bali sebagai minuman khas Bali untuk wisatawan mesti diperhatikan kadar alkohol yang diperbolehkan agar tidak merugikan kesehatan konsumen. ‘’Kesadaran masyarakat atau petani arak akan pentingnya kualitas produk minuman mesti menjadi perhatian. Kembali lagi, taste varian produk menjadi penting, sehingga diminati para wisatawan asing. Apalagi akan berorientasi pada ekspor, yang membutuhkan standar-standar yang harus dipenuhi. Semoga dengan pergub ini pemerintah Bali berhasil ekspor minuman khas Bali ini,’’ pungkasnya. (win)
Kini di era konvergensi media dan digitalisasi, internet menjadi ruang publik baru bagi diskusi warga dalam merespons bermacam realitas dan fenomena yang sedang aktual di tengahtengah masyarakat. Pemanfaatan cyberspace sebagai arena diskursif dalam praktik demokrasi sejatinya telah cukup banyak dilaksanakan di beberapa negara. Seperti misalnya, dalam bentuk jajak pendapat deliberatif (deliberative polling) yang digagas oleh Prof. James Fishkin dari Universitas Standford. Delibera-
09:30 Wita Bali TV Shop Punggung 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali Channel Tourist TV 10:30 Wita Bali TV Shop Lutut 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:00 Wita Klip Bali
14:30 Wita Tembang Bali 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Sansekerta 16:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 17:00 Wita Kreasi Anak Pelangi Production (3) 17:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara
Arya Wedakarna yang juga anggota DPD-RI utusan Provinsi Bali ini juga menyampaikan bahwa sudah sepatutnya semeton Tegeh Kori harus percaya diri sebagai warih dari Raja Badung yang pertama yakni I Gusti Tegeh Kori sebagai pendiri Kerajaan Badung pertama. ‘’Saya kira sebagai pelanjut Dinasti Tegeh Kori, seluruh warih harus yakin dulu dengan sejarahnya sendiri. Dan kita tahu bahwa selama ratusan tahun, sejarah Ida Batara I Gusti Tegeh Kori dicoba untuk dihapuskan, begitu juga dicoba dikaburkan oleh raja-raja yang berkuasa saat itu, belum lagi sejarah leluhur tersimpan di luar negeri. Astungkara sejak 2009 pada Mahasabha PANDBTK di Klungkung, sejarah I Gusti Tegeh Kori mulai ditegakkan. Prasasti dan Bhisama Sabha Pandita sudah dikeluarkan, sejarah sudah disahkan melalui mahasabha termasuk menjadikan Puri Agung Klungkung sebagai tedung semeton termasuk penghormatan dan kekerabatan dengan Puri Agung Denpasar dan Puri Agung Tabanan yang ada kaitannya denga leluhur Jambe dan leluhur Arya Kenceng. Yang penting persatuan dan kesatuan senantiasa dijaga dan tegas juga penghormatan terhadap Ida Batara Sri Aji
Kresna Kepakisan sebagai Bhagawanta Majapahit. Ini harus terus disampaikan baik kepada keluarga besar maupun kepada seluruh umat Hindu agar bangga dengan sejarah Majapahit,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Ia pun menyampaikan bahwa orang Bali harus kembali didekatkan dengan kultur budaya Majapahit Bali, agar tidak lepas dari akar sejarah. ‘’Saya teringat dengan pesan Bung Karno saat menjamu Perdana Menteri India Nehru di Tampaksiring. Saat itu Bung Karno menyampaikan bahwa Bali adalah Majapahit kecil dan jika dunia ingin belajar Majapahit, maka lihatlah di Bali. Dan ini pesan Jas Merah Bung Karno yang harus diingat oleh anak muda. Jika akhir-akhir ini setiap orang membicarakan tentang Majapahit, budaya Nusantara ya itu adalah sudah kehendak zaman. Seperti ramalan Sabdo Palon Nayogenggong bahwa 500 tahun sejak Sandyakalaning, maka waskita Majapahit akan bangkit kembali dan Bali adalah pemicunya,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Hal senada pun ia sampaikan ke hadapan sejumlah panglingsir puri yang beberapa wakktu lalu bertemu di Geria Sanur Pejeng bahwa harapan untuk menghormati sejarah masing-masing agar di-
hormati oleh seluruh komponen. ‘’Sejarah Bali sejak Majapahit runtuh banyak yang ingin memanipulasi. Termasuk kehadiran Belanda saat mengadu domba orang Bali. Dan saya akui sejarah leluhur saya Raja Badung pertama I Gusti Tegeh Kori pun menjadi bagian dari pengaburan sejarah itu. Tapi itulah gunanya para warih dilahir-
kan saat ini, yakni untuk meluruskan sejarah yang hilang termasuk menegakkan sejarahnya sendiri,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga putra dari Shri Wedastera Suyasa (alm), salah seorang pendiri Parisada Hindu Indonesia pada tahun 1959 sesuai den gan sertifikat yang dikeluarkan oleh PHDI Bali. (ad159)
PURI - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna bersama Brigjen Pol. (Purn) N.G. Suweta (mantan Wakapolda Bali) di Gobleg dan bersama panglingsir puri-puri se-Bali di Pejeng.
Demokrasi Sejati tive polling yang dilakukan secara online pernah diterapkan di Polandia, Korea Selatan, Inggris, Brazil, dan beberapa negara lain. Di samping itu, cyberspace juga dimanfaatkan untuk kepentingan petisi daring dan kampanye urun dana digital (digital crowfunding) bagi pemerintah. Sementara itu di Indonesia, pemanfaatan cyberspace bukannya tidak dilakukan. Kita sudah memulainya sejak gerakan Open Government Indonesia (OGI) diluncurkan pada tahun 2012 sebagai tindak lanjut dari lahirnya inisiatif Open Government Partnership (OGP) di tahun 2011.
19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita 00:00 Wita
Orti Bali Bali Now Sengap Ocydia Home Shopping Ajeg Bali Usaba Dalem Desa Sukawana Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Folk Song Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali TV Shop Kalung Omkara Inovator
OGI memiliki tiga program yang berbasis digital, yaitu LAPOR! (Layanan Aspirasi dan Pengaduan Rakyat), Portal Satu Data, dan Satu Peta. Namun, ketiganya kurang mengakomodasi nilai deliberatif antarmasyarakat serta antara pemerintah dengan masyarakat dalam perumusan dan evaluasi kebijakan. Padahal, ketika merujuk hasil survei APJII tahun 2018, pengguna internet di Indonesia mencapai 171,17 juta jiwa (naik 27,91 juta/10,12% dari tahun 2017). Artinya, peluang cyberspace untuk menjadi ruang deliberasi dalam kehidupan berdemokrasi kita sangat terbuka lebar. Sekarang, peluang tersebut justru lebih terwadahi oleh platform media sosial partikelir seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Media sosial menampung seluruh diskusi publik, termasuk yang berupa aspirasi dan keluhan warga kepada pemerintah, maupun kebutuhan yang sedang diharapkan oleh rakyat. Big Data Bayangkan, ada berapa banyak data yang dapat diolah dari interaksi masyarakat di media sosial untuk kepentingan mereka sendiri.
Apalagi, masih menurut survei APJII tahun 2018, sebesar 87% pemanfaatan internet oleh masyarakat kita digunakan untuk mengakses media sosial. Pemerintah memang telah berusaha aktif terlibat di dalamnya dengan membuat akun-akun lembaga ‘’bercentang biru’’ (resmi). Akan tetapi, karakter dan topik interaksinya masih sporadis, belum dapat tersusun sistematis. Lain halnya apabila data yang berisi sentimen warga tersebut diolah secara serius. Dalam pidato kenegaraan di gedung parlemen Agustus 2019 yang lalu, Presiden Joko Widodo menyebut data sebagai jenis kekayaan baru bagi bangsa. Bahkan, saat ini data dapat lebih berharga dari minyak. Pandangan itu merujuk pernyataan yang serupa dari majalah The Economist di tahun 2017. Sayang, seperti paradigma pesimistis mengenai demokrasi digital, titik fokus terhadap sumber daya data juga lebih banyak dikaitkan dengan kejahatan siber (penyalahgunaan data). Sementara pemanfataannya untuk ‘’memotret’’ keresahan warga justru terkesan kurang memperoleh atensi. Pemerintah semestinya dapat memberdayakan data yang sangat besar (big data) dari media sosial sebagai
salah satu bahan untuk merumuskan dan mengevaluasi kebijakan. Hal tersebut tidak hanya perlu dilakukan oleh pemerintah pusat, tetapi juga pemerintah daerah. Terobosan itu sendiri bukannya mustahil. Berdasarkan Siaran Pers Kementerian PPN/Bappenas tentang Implementasi Big Data untuk Perumusan Kebijakan Publik tahun 2017, Kementerian PPN/Bappenas sudah pernah menguji coba analisis big data media sosial bersama pihak ketiga untuk menyediakan data statistik inflasi pangan. Domain isu yang masih sangat terbatas tersebut tinggal yang perlu diperluas. Tidak hanya bersama pihak ketiga, pemerintah juga dapat mendorong Kemenkominfo dan Diskominfo untuk menghasilkan peta Social Network Analysis. Hasil analisis tersebut kemudian bisa diberikan kepada setiap pejabat pemerintah terkait guna mengambil keputusan responsif dalam mengatasi persoalan di masyarakat secara realtime. Meskipun demikian, pemerintah juga perlu cermat untuk meminimalisir praktik manipulasi data dengan menerapkan prosedur verifikasi yang ketat. Penulis lepas, mahasiswa Magister Ilmu Politik Undip
Jumat Pon, 7 Februari 2020
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Tista Siapkan Potensi Budaya sebagai Penunjang Pariwisata
SETIAP desa kini berupaya mengeksplor seluruh potensi yang ada demi meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Apalagi wisata alam dan budaya sangat diminati wisatawan asing. Seperti yang dilakukan Desa Tista, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Meski baru mengantongi SK sejak Oktober 2016, namun Desa Wisata Tista sudah mampu menunjukkan prestasinya. Di mana tahun 2019 ini berhasil meraih posisi tiga ‘’Desa Wisata Awards’’ yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Di tengah keberadaan desa wisata yang sudah ada, bagaimana peran desa adat mendukung visi Pemprov Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ Menuju Bali Era Baru?
Terkait hal itu, Bendesa Adat Tista I Made Kertia mengaku menyambut baik kegiatan sosialisasi visi Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ Menuju Bali Era Baru dari desa ke desa. Sosialisasi yang digelar Pemprov Bali bekerja sama dengan Bali TV dan Bali Post serta Yayasan Dharma Naradha ini diharapkan terus berlanjut, baik menyangkut kemajuan desa adat, terkait perda, pergub dan juga petunjuk teknis penyusunan APBDes. Untuk itu, ke depan tidak salah dalam mengimplementasikan kepada krama desa adat. Terkait penerapan visi Gubernur Bali dalam memberdayakan desa adat, katanya, di salah satu banjar adat, Desa Tista sudah memiliki kelompok sekaa banten. Selama ini kelompok tersebut baru melayani kebutuhan krama Hindu sebatas di lingkungan banjar adat. Meski begitu sekaa banten ini mampu berkontribusi pada kesejahteraan masyarakat yang total jumlah penduduknya mencapai 525 KK. ‘’Bercermin dari itu, kami sebenarnya sudah menjalankan visi Pemprov Bali, khususnya dalam pemberdayaan
pura beji - Salah satu pura beji di Desa Tista, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan.
sekaa yang berbasiskan budaya,’’ tuturnya, belum lama ini. Selain itu, potensi lainnya yakni kondisi alam yang hijau. Keindahan alam Desa Tista juga sudah banyak dilirik wisatawan. Potensi tersebut kemudian diadopsi dengan memadukan budaya dan seni yang ada selama ini. Salah satunya pelestarian seni yakni tari Legong Keraton dan tari Calonarang. Kesenian ini juga dimanfaatkan sebagai tontonan oleh wisatawan yang datang. Padahal, mereka sedang latihan menari. ‘’Para wisatawan bisa lebih leluasa berinteraksi, dibandingkan ketika menonton tarian saat dipentaskan pada momen upacara seperti pujawali dan seremonial lainnya,’’ tandasnya. Tak hanya itu, pihaknya juga mengembangkan terkait pawongan, palemahan dan parahyangan. Pawongan terkait kegiatan bahasa Bali untuk PAUD yang sudah direncanakan di tahun 2020. Selain itu juga penataan sampah dan kegiatan menggali seni wali atau bebali, serta sekaa shanti di masing-masing banjar. Semua itu akan diupayakan di tingkat desa. ‘’Potensi yang kita punya ada desa wisata, kerja sama dengan desa dinas. Kebetulan Desa Adat Tista memiliki satu desa dinas terdiri
dari empat banjar dinas dan empat banjar adat, sehingga tetap bersinergi,’’ terangnya. Empat banjar adat tersebut di antaranya Banjar Dangin Pangkung, Banjar Lebah, Banjar Dauh Pangkung dan Banjar Carik. Masing-masing banjar ini memiliki potensi seni Bali dan seni wali. Ada tari sakral Legong Kraton Andir, ini khusus tarian yang berhubungan dengan Calonarang dan dipentaskan setiap piodalan di Pura Ulundesa dan Pura Pempatan Agung. Dan di Banjar Dangin Pangkung juga ada kegiatan Calonarang dengan pembukaan tari Arja. Sementara di Banjar Lebah juga ada tarian Calonarang dengan pembukaan banyolan. Sedangkan di Banjar Dangin Pangkung hanya ada gong karena merupakan jenis kreasi anak-anak. Dengan potensi seni dan budaya yang dimiliki ini, tidak salah jika Desa Adat Tista menyiapkan potensi budaya sebagai penunjang pariwisata yang sudah ada. ‘’Kami juga punya Beji di masing-masing banjar yang memiliki karakter berbeda untuk wisata spiritual. Hanya Beji Taman Sari di Banjar Carik, sekaligus jadi beji-nya desa adat untuk Kahyangan Tiga. Ini yang masih ditata terus,’’ terangnya. (bit/man)
’’Piodalan’’ di Pura Puseh Penegil Dharma Warga Desa Pakraman Kubutambahan melaksanakan piodalan rutin di Pura Puseh Penegil Dharma (Penyusuhan). Piodalan ini jatuh pada Budha Umanis Juluwangi, Rabu (5/2) malam. Selain diisi dengan persembahyangan seperti biasa, prosesi piodalan diwarnai dengan pementasan tari Baris Jojor. Tari ini disakralkan dan pementasannya hanya pada saat digelar piodalan di wewidangan Desa Pakraman Kubutambahan. Klian Desa Pakraman Kubutambahan Jro Pasek Warkadea di sela-sela piodalan mengatakan, sebagai pangempon, panyiwi, dan astiti bhakti, warga Kubutambahan bertangung jawab melaksanakan piodalan yang sudah ditetapkan digelar di Pura
Puseh Penegil Dharma (Penyusuhan). Piodalan ini tidak lain sebagai bhakti krama desa kepada Ida Batara berstana di Pura Puseh Penegil Dharma. Selain itu, Warkadea menyebut momentum yang tidak kalah pentingnya dari piodalan ini adalah memohon perlindungan dan kerahayuan alam di tengah munculnya wabah virus Corona hingga penyakit yang menyerang ternak babi. Pihaknya mengajak krama desa dan umat se-Dharma di mana pun untuk memohon perlindungan kepada Ida Batara, sehingga Buleleng khususnya dan Bali tidak terpapar dampak penyakit yang membahayakan umat manusia. Hal senada diungkapkan Klian Maksan Pura Puseh Penegil
Dharma, Jro Ketut Arcana Dangin. Dia mengatakan, warga Desa Kubutambahan dan sekitarnya percaya pada saat piodalan di Pura Puseh Penegil Dharma krama desa dapat nunas air suci (tirta). Hanya, pada piodalan sekarang ini terdapat tirta yang dipercaya untuk menolak bala seperti penyebaran berbagai virus berbahaya belakangan ini. Tirta ini sendiri disebut Arcana Dangin, bisa di-tunas setiap warga. Pihaknya siap melayani sesuai dengan kebiasaan yang ada di lingkungan Desa Pakraman Kubutambahan. ‘’Tirta ini pingit (tidak sembarang - red), kami percaya kalau tirta dari Ida Sesuhunan yang malinggih di sini karena kabrebehan jagat seperti sekarang ini,’’ katanya. (kmb38)
Dana PON Rp 50 M, Tiap Atlet Dijatah Rp 75 Juta
Denpasar (Bali Post) Pemprov Bali mengucurkan dana sebesar Rp 50 miliar untuk biaya kontingen PON Bali saat berlaga pada PON Papua, Oktober mendatang. Sementara tiap atlet dijatah Rp 75 juta untuk biaya pemusatan latihan try in dan try out. Hingga kini, atlet yang lolos sekitar 300 orang, belum ditambah pelatih dan ofisial yang mencapai 30 sampai dengan 50 persen dari jumlah atlet. Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, di Denpasar, Rabu (5/2) mengemukakan, jatah tiap atlet Rp 75 juta sangat minim. Ia membandingkan tuan rumah PON XIX Jabar pada 2016 silam tiap atlet PON dialokasikan dana Rp 200 juta, sedangkan pada PON di Jabar tiap atlet Bali hanya disiapkan dana Rp 50 juta. Kendati demikian, kata Suwandi, Bali mampu mengoleksi 20 keping emas, 21 perak dan 35 perunggu posisinya di peringkat keenam. Dua provinsi yang membayangi posisi Bali, yakni Riau yang meraup 18 emas, 26 perak dan 27 perunggu, serta tuan rumah PON XX/2020 Papua yang meraih 18 emas, 18 perak dan 32 perunggu yang menempati peringkat kedelapan. Suwandi menyebutkan,
daerah provinsi kaya seperti DKI, Jatim, Jateng, Riau, Kaltim dan Papua, anggaran tiap atlet PON mencapai Rp 200 juta lebih. Yang membanggakan, muncul kabar angin segar bagi Bali bahwa 10 cabor yang awalnya dicoret karena tuan rumah Papua belum siap dengan venue, ternyata tetap dipertandingkan hanya mengambil lokasi di Jatim. ‘’Kesepuluh cabor yang digelar di Jatim merupakan andalan Pulau Dewata, seperti dancesport dan woodball,’’ terang Suwandi. Hanya, dirinya mengingatkan tidak seluruh atlet PON akan berlaga, mengingat keterbatasan dana ditambah pemantauan prestasi atlet selama menjalani pemusatan latihan. Oleh sebab itu, para atlet juga harus siap tidak diberangkatkan ke Bumi Cendrawasih jika prestasinya melorot. ‘’Kami akan berkonsultasi dengan pengprov cabor saat Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada Rabu (12/2) nanti dan atlet harus tahu diri kalau namanya dicoret,’’ ucapnya. Alasannya, Bali hanya menurunkan atlet yang berpeluang mendulang medali, sehingga PON merupakan ajang serius untuk bertanding, bukan lagi uji coba. Selama pemusatan latihan, atlet yang melakukan try
out pada level nasional, prestasinya akan dievaluasi. ‘’Saya kira wajar jika atlet dipulangkan dari pemusatan latihan. Hal ini
juga dilakukan atlet Pelatnas SEA Games yang tidak berpeluang merebut medali otomatis dipulangkan,’’ ungkapnya. (022)
PIODALAN - Krama Desa Pakraman Kubutambahan Kecamatan Kubutambahan melaksanakan piodalan rutin di Pura Puseh Penegil Dharma (Penyusuhan), Rabu (5/2) malam.