Bali Post
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Mutasi Perdana, Koster Ingin Jajarannya Bekerja Cepat, Tepat dan Cermat SETELAH melalui proses yang cukup panjang dan memperoleh izin dari Kementerian Dalam Negeri, Gubernur Bali Wayan Koster melakukan mutasi perdana pada jajaran birokrasi Pemprov Bali. Gubernur Koster melantik dan mengambil sumpah/janji 373 pejabat struktural yang menempati Jabatan Tinggi Pratama, Administrasi dan Pengawas, di Ruang Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Rabu (6/2) kemarin. Dalam sambutannya, Gubernur Koster mengingatkan bahwa tahun ini implementasi Visi Pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang diusungnya telah memasuki tahun
kedua. Menurutnya, upaya percepatan implementasi visi pembangunan tersebut membutuhkan penanganan yang arif, tepat, cepat serta ditopang komitmen dan profesionalisme jajaran birokrasi Pemprov Bali. ‘’Saya berharap seluruh jajaran birokrasi bekerja cepat, tepat, dan cermat, tolong bantu saya,’’ ujarnya seraya minta jajaran birokrasi tidak perhitungan dengan jam kerja kalau memang sewaktu-waktu harus lembur. Lebih dari itu, seluruh jajaran pejabat Pemprov Bali dengan dukungan seluruh staf diharapkan mendedikasikan diri untuk menunaikan kewajiban sebagai abdi negara dan masyarakat.
DIBUKA - Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali Cok Ace, Konsul Tiongkok dan undangan lainnya mengangkat lampion saat pembukaan Balingkang Kintamani Festival, Rabu (6/2) kemarin.
Koster Buka Balingkang Kintamani Festival
Bangli (Bali Post) Balingkang Kintamani Festival yang digelar di Jaba Pura Ulun Danu Batur, Kintamani, Rabu (6/2) kemarin, berlangsung semarak. Acara festival yang menampilkan parade dan fragmentari legenda romantika Raja Jaya Pangus dan putri asal Tiongkok, Kang Cing Wie, sukses menarik perhatian ribuan turis Tiongkok dan wisatawan mancanegara lainnya yang berkunjung ke Kintamani. Hal. 15 Angkat Lampion
Pada bagian lain, Koster juga menyinggung bahwa dalam mutasi kali ini mempunyai makna sangat strategis karena bertujuan untuk mengisi sejumlah jabatan yang kosong. ‘’Hal ini cukup mendesak untuk menghindari stagnasi pelaksanaan tugas pelayanan,’’ ucapnya. Ia mengingatkan agar pelantikan jangan hanya dimaknai sebagai formalitas. Namun lebih daripada itu, proses mutasi dan pelantikan pejabat merupakan upaya distribusi sarana penguatan, pengembangan dan penguatan potensi dalam upaya peningkatan kompetensi aparatur dalam rangka mewujudkan SDM yang andal,
profesional dalam menjalankan tugas pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan. Koster menambahkan, kalau dalam mutasi kali ini dirinya mungkin belum bisa memuaskan semua pihak. Namun, ia meyakinkan bahwa proses mutasi kali ini dilakukan secara profesional dengan mempertimbangkan kompetensi, latar belakang pendidikan serta pengalaman. ‘’Dari semua pejabat yang dilantik hari ini, tak satu pun yang sebelumnya saya panggil. Jadi tak ada apa-apa. Saya hanya melihat portopolionya,’’ imbuhnya. Dalam kesempatan itu, Koster juga menyampaikan
harapan agar ke depannya kinerja Pemprov Bali tak hanya jadi simbol tanpa makna, tetapi menjadi realitas yang didambakan oleh masyarakat. Ia pun memahami bahwa sejalan dengan tuntutan masyarakat, beban tugas yang dipikul jajaran birokrasi ke depannya akan semakin berat. Untuk itu, pejabat yang baru dilantik diminta mengoptimalkan peran, serta menjalankan tugas dan fungsi masing-masing. ‘’Laksanakan tugas-tugas dengan baik dan benar, bertanggung jawab sesuai dengan aturan agar di kemudian hari tak menimbulkan masalah hukum,’’ tandasnya. Hal. 15 Kadis Sosial
Sulit Turunkan Angka Kemiskinan Jadi 1%
ANGKA kemiskinan di Bali per September 2018 sebanyak 3,91%. Gubernur Bali I Wayan Koster menargetkan angka kemiskinan di Bali menjadi 1 - 1,5% pada tahun 2023. Penduduk miskin yang tinggal sedikit itu sangat sulit diturunkan dan bahkan mungkin tidak bisa diturunkan pada level tertentu, misalnya 1%. Sebab, ada penduduk miskin yang sudah tidak bisa atau tidak mempunyai kemampuan untuk mengakses sumber-sumber ekonomi. Sementara pengukuran yang dilakukan adalah dengan cara kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan, bukan dari pendapatan. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho mengatakan, jumlah penduduk miskin di Bali terus mengalami penurunan sejak Maret 2017 yaitu 4,25%, September 2017 (4,14%). Sedangkan pada Maret 2018 menjadi 4,01% dan September 2018 turun lagi menjadi 3,91%. Total jumlah penduduk miskin di Bali saat ini adalah 168,34 ribu orang. ‘’Apa yang perlu diperhatikan pemerintah untuk menurunkan jumlah penduduk miskin rasanya pemerintah sudah tahu. Buktinya angka kemiskinan Bali menunjukkan penurunan, padahal jum-
lah penduduk miskin di Bali sudah sangat sedikit,’’ ungkapnya, Rabu (6/2) kemarin. Kondisi kemiskinan di Bali saat ini yang ada adalah kerak-kerak kemiskinan. Kondisi ini umumnya cenderung susah diturunkan lagi. ‘’Tapi memang sisa yang tinggal sedikit itu sangat sulit diturunkan dan bahkan mungkin tidak bisa diturunkan pada level tertentu, misalnya 1%. Itu mungkin tidak bisa dicapai karena yang kerak itu mungkin adalah penduudk miskin yang sudah tidak bisa atau tidak mempunyai kemampuan untuk mengakses sumbersumber ekonomi,’’ jelasnya.
Penduduk miskin ini, katanya, tidak bisa diberi pekerjaan, tidak bisa dilatih, tidak bisa dilibatkan dalam gotong royong, sehingga perlu dihandle oleh pemerintah atau dilakukan pendekatan dengan cara lain seperti diberikan santunan. ‘’Tapi disantuni seperti apa pun juga tidak akan mudah menggeser dia dari penduduk miskin menjadi tidak miskin. Karena pengukuran yang dilakukan adalah dengan cara kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan, bukan dari pendapatan,’’ tandasnya. Hal. 15 Sudah Tua
Wayan Koster
2018, Ekonomi Bali Tumbuh 6,35% Denpasar (Bali Post) Ekonomi Bali tahun 2018 tumbuh 6,35% dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan ADHB (atas dasar harga berlaku) sebesar Rp 234,43 triliun, sedangkan PDRB berdasarkan ADHK (atas dasar harga konstan) sebesar Rp 154,15 triliun. Dengan proyeksi jumlah penduduk Bali pada tahun 2018 yang sebesar 4,29 juta jiwa, PDRB per kapita ADHB mencapai Rp 54,62 juta. Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Bali Agus Gede Hendrayana mengatakan, ekonomi Bali tahun 2018 tercatat 6,35%, meningkat dibanding pertumbuhan tahun 2017 yang tercatat sebesar 5,57%. Ekonomi Bali triwulan IV 2018 bila dibandingkan triwulan IV 2017 (yoy) tercatat tumbuh sebesar 7,59%, lebih tinggi dibandingkan triwulan IV 2017 yang tercatat sebesar 4,01%. Dari sisi produksi pertumbuhan tertinggi tercatat pada lapangan usaha kategori konstruksi sebesar 10,44% (ctc)). Sedangkan secara qtq, triwulan IV 2018 dibandingkan triwulan III 2018, dari sisi produksi, pertumbuhan didorong oleh lapangan usaha industri pengolahan yang tercatat tumbuh sebesar 2,96%, lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor yang tercatat tumbuh sebesar 2,12%, dan lapangan usaha kategori pertanian, kehutanan, dan perikanan tumbuh 2,12%. Dari sisi pengeluaran, kontribusi tertinggi masih disumbang oleh komponen pengeluaran rumah tangga sebesar 47,15% pada triwulan IV 2018 dengan angka pertumbuhan tercatat sebesar 6,90%. Kepala BPS Bali Adi Nugroho menambahkan, pertumbuhan ekonomi Bali triwulan IV tahun 2018 adalah pertumbuhan yang cukup menggembirakan. Karena pada triwulan IV tahun 2018 tumbuh 0,60%. Hal. 15 Sangat Baik
Denpasar Berhasil Tingkatkan Nilai SAKIP Jadi BB
Rai Mantra Apresiasi Kinerja ASN, Selaraskan Program Pembangunan Berbasis Akuntabilitas KOMITMEN dan kerja keras Pemkot Denpasar yang gencar memaksimalkan nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) membuahkan hasil yang membanggakan. Beragam upaya mulai dari menggelar pemahaman SAKIP yang menyasar OPD, perancangan klinik SAKIP hingga memberikan pemahaman SAKIP di setiap kegiatan turut dilaksanakan. Terbukti, di tahun 2018, Kota Denpasar berhasil meningkatkan nilai SAKIP dari B menjadi BB dengan nilai 70,07. Hal tersebut terungkap saat penyerahan hasil evaluasi SAKIP provinsi dan kabupaten/kota wilayah II tahun 2018 di Golden Tulip Galaxi, Banjarmasin, Rabu (6/2) kemarin. Hasil evaluasi SAKIP Kota Denpasar diserahkan langsung Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Syafruddin didampingi Kepala Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Mohamad Yusuf Ateh. Dalam Laporan Hasil Evaluasi (LHE) SAKIP Wilayah II Tahun 2018 yang dibacakan Kepala Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Mohamad Yusuf Ateh mengatakan, saat ini sebagai instansi pemerintahan tentunya menghadapi tuntutan masyarakat akan pelayanan maksimal. Meski demikian, setiap daerah memiliki permasalahan masing-masing yang harus diselesaikan. Hal inilah menjadi alasan pentingnya SAKIP dalam pelaksanaan pemerintahan. ‘’Pekerjaan yang efektif, efisiensi angga-
ran hendaknya dilaksanakan secara berkelanjutan serta senantiasa berpedoman pada orientasi hasil dan kemanfaatan bagi masyarakat,’’ jelasnya. Secara umum, katanya, hasil evaluasi SAKIP di wilayah II yang meliputi Provinsi Bali, DKI Jakarta, Jawa Timur, NTB, NTT, Kalimantan dan Lampung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sehingga ke depan diharapkan seluruh daerah dapat terus meningkatkan nilai SAKIP sebagai sebuah pedoman dalam pelaksanaan pembangunan yang efektif dan efisien. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Syafruddin menekankan, evaluasi dan penilaian SAKIP ini bukanlah untuk berkompetisi, melainkan berkolaborasi dan saling
membina satu sama lain. Menurutnya, saat ini bukanlah saatnya bekerja yang berorientasi pada laporan semata, melainkan bagaimana kita mampu memberikan kemanfaatan pembangunan dari hulu hingga hilir. ‘’Yang sudah mendapat nilai BB berhak atas Dana Insentif Daerah, dan dengan SAKIP ini produk pembangunan dapat bergerak lebih cepat, sehingga dapat memberikan manfaat pembangunan yang maksimal untuk kesejahteraan rakyat menuju Indonesia maju dan madani,’’ jelasnya. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengaku bangga atas capaian evaluasi SAKIP Kota Denpasar yang kini resmi menyandang predikat BB. Hal. 15 Dorongan Semangat
SAKIP - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat menerima LHE SAKIP tahun 2018 yang diserahkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Syafruddin didampingi Kepala Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Mohamad Yusuf Ateh di Golden Tulip Galaxi, Banjarmasin, Rabu (6/2) kemarin.
Badung Raih Penghargaan AKIP dari Men-PAN RB Nilai AKIP Badung Meningkat Menjadi 77,85 PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Badung di bawah kepemimpinan Bupati I Nyoman Giri Prasta dan Wabup I Ketut Suiasa berhasil meningkatkan nilai AKIP dari 77,53 menjadi 77,85 atau dengan predikat BB gemuk. Prestasi ini diraih di tengah gencarnya persaingan antardaerah untuk meningkatkan implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) serta meningkatnya standar penilaian AKIP. Penyerahan hasil Evaluasi AKIP tahun 2018 dilakuAKIP - Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, S.H. mererima hasil Evaluasi AKIP tahun 2018 yang diserahkan Menteri PAN dan RB Drs. Syarifudin di Hotel Grand Tulip Galaxy, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (6/2) kemarin.
kan Menteri PAN dan RB Drs. Syarifudin. Penghargaan diterima Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa, S.H. bertempat di Hotel Grand Tulip Galaxy, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (6/2) kemarin. Keberhasilan Badung ini tidak terlepas dari komitmen pimpinan dan seluruh perangkat daerah dalam mengimplementasikan Sistem Akuntabilitas Kinerja dalam manajemen pemerintahan melalui penerapan perencanaan, pengukuran, pelaporan dan evaluasi kinerja secara konsisten. Selain itu yang paling penting adalah adanya perubahan mindset ASN dari orientasi output menjadi kinerja (outcome). Atas keberhasilan ini Badung mendapat penghargaan dari Menteri PAN dan RB, dipastikan mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) tahun 2020 dari indikator SAKIP.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mempertahankan predikat AKIP ini adalah melalui pembentukan Tim SAKIP yang dipimpin langsung Sekretaris Daerah yang bertugas untuk merumuskan kebijakan dan melakukan perubahan mindset OPD serta mulai diterapkannya pemanfaatan pohon kinerja dalam upaya mewujudkan sasaran RPJMD secara efektif, efisien dan akuntabel. Salah satu manfaat SAKIP yang dirasakan di samping perubahan mindset adalah mencegah inefisiensi anggaran melalui refocusing program yang mencapai Rp 776 miliar lebih. Sekretaris Daerah Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa, S.H. didampingi Kabag Organisasi I Wayan Wijana, S.Sos., M.Si. dan Sekretaris Inspektorat Drs. I Made Ananta Wiguna usai menerima penghargaan menyatakan sangat bersyukur karena Ba-
dung berhasil meningkatkan nilai AKIP dan mampu mempertahankan predikat BB dengan nilai yang setiap tahun semakin meningkat. Hal ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh OPD dalam menerapkan SAKIP serta adanya perubahan pola pikir dan tumbuhnya budaya kinerja serta dampak dari pelaksanaan Mangupura Awards sebagai bentuk reward dan punishment bagi OPD yang mampu meningkatkan tata kelola pemerintahan dengan baik serta inovatif dalam memberi pelayanan kepada masyarakat. Meski demikian, Adi Arnawa berharap seluruh kepala OPD untuk tidak berpuas diri dan terlena dengan hasil yang telah diraih, karena standar evaluasi AKIP akan semakin meningkat serta ekspektasi masyarakat terhadap kinerja OPD juga terus meningkat dan selalu diawasi. ‘’Untuk
itu masing-masing OPD harus mampu mempertanggungjawabkan kinerjanya secara terukur melalui penerapan SAKIP,’’ katanya. Sementara itu, Menteri PAN dan RB Drs. Syarifudin dalam sambutannya mengajak seluruh pemerintah daerah untuk dapat mengimplementasikan SAKIP agar mampu mewujudkan birokrasi yang mampu mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran secara transparan dan akuntabel. Karena SAKIP akan memastikan cara yang paling efisien mencapai sasaran melalui refocusing program untuk mencegah pemborosan anggaran. Melalui SAKIP tahun 2018 mampu mencegah pemborosan anggaran sebesar Rp 65,1 triliun. Sebagai bentuk apresiasi, khusus bagi daerah yang mendapat AKIP BB akan diberikan Dana Insentif Daerah (DID) khusus dari indikator SAKIP. (ad177)
DENPASAR
2 FIGUR ”Balik Kandang” JABATAN Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali telah identik dengan I Dewa Gede Mahendra Putra. Kini jabatan itu lowong lantaran Dewa Mahendra dipercaya menjadi Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali. Dinas Sosial sendiri bukanlah tempat tugas baru baginya, karena pria kelahiran Buleleng, 18 Maret 1966 ini pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Pengkajian dan Pengembangan serta Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial di sana. “Saya harus mengawal misi Gubernur Bali nomor 1 dan nomor 7 menyangkut jaminan sosial, karena menjadi prioritas juga. Tapi, tidak melepas program lain dari sisi penunjang, di antaranya disabilitas dan bedah rumah,” ujarnya saat ditemui usai pelantikan, Rabu (6/2) kemarin. Seperti diketahui, misi nomor 1 Gubernur Bali adalah memastikan terpenuhinya kebutuhan pangan, sandang, dan papan dalam jumlah dan kualitas yang memadai bagi kehidupan krama Bali. Sedangkan misi nomor 7 dari total 22 misi Gubernur Bali adalah mengembangkan sistem jaminan sosial secara komprehensif dan terintegrasi bagi kehidupan krama Bali sejak mulai kelahiran, tumbuh, dan berkembang sampai akhir masa kehidupannya. “Ini kan menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” imbuhnya. Ia mengaku akan tetap bersinergi dan membangun jaringan sosial dalam upaya penanganan masalahmasalah sosial di Bali. Yakni mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan swasta. Masyarakat yang dimaksud adalah masyarakat yang mampu, komunitas, dan yayasan. Sementara swasta bisa dikaitkan dengan Corporate Social Responsibility (CSR). “Seingat saya ini sudah berjalan, cuma sekarang sasarannya, penanganannya, tidak hanya membantu lalu putus tapi berkelanjutan. Tetap dalam satu kesatuan penanganan di Pemprov,” jelasnya. Ditegaskan, masalah sosial jangan sampai menjadi penyakit sosial ataupun kesenjangan sosial. Semua komponen masyarakat diharapkan memiliki kepekaan sosial untuk menangani masalah-masalah sosial yang ada. Terlebih sudah ada Hari Kesetiakawanan Sosial yang mesti diimplementasikan secara nyata dan tidak hanya sekadar seremonial. Saat dulu bertugas di Dinas Sosial, ia bahkan sempat membangun komunitas untuk membantu masyarakat miskin. “Saya akan membangun dan membangunkan kepedulian sosial. Tidak akan pernah tuntas kalau bicara masalah sosial,” tegasnya. (rin)
Gunakan Narkoba, Satu ASN Pemkot Dipecat Denpasar (Bali Post)– Penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat semakin masif. Profesi pengguna barang terlarang ini juga beragam. Tidak terkecuali Aparat Sipil Negara (ASN). Salah satunya di Pemkot Denpasar. Karena terbukti menggunakan narkoba, sanksi tegaspun dijatuhkan kepada yang bersangkutan, yakni pemberhentian atau dipecat. Hal ini ditegaskan Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara yang ditemui usai membuka sosialisasi implementasi Inpres Nomor 6 Tahun 2018 tentang RAN P4GN di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Rabu (6/2) kemarin. Jaya Negara menegaskan, pihaknya tidak main-main dengan pengguna narkoba. Karena, kalau dibiarkan akan mempengaruhi banyak faktor, termasuk mengganggu pekerjaannya. Seperti kejadian yang menimpa satu ASN ini, akibat terjerat narkoba, dipastikan kerjanya akan terganggu. “Karena itu kita langsung berhentikan. Karena kalau dibiarkan longgar, yang lain akan terganggu,” katanya. Jaya Negara juga mengingatkan kepada semua aparat terbawah, seperti perbekel dan lurah untuk selalu memantau warganya di masing-masing banjar. Terlebih ketika ada kegiatan yang melibatkan banyak orang. “Saat ini di banjar-banjar sedang ada kegiatan anak-anak muda untuk membuat ogoh-ogoh. Mohon ini tetap dipantau agar tidak dijadikan sasaran untuk peredaran narkoba. Peredaran narkoba ini terjadi karena ada interaksi,” katanya. Jaya Negara menambahkan, berbagai upaya telah dilakukan Pemkot Denpasar dalam mengurangi peredaran narkoba. Di lingkungan Pemkot Denpasar, pihaknya juga telah melakukan kegiatan tes urine bagi ASN. Tes urine ini melibatkan semua ASN yang ada di Pemkot Denpasar yang dilakukan Dinas Kesehatan
Topik :
bekerja sama dengan BNN. Dikatakan, pada 2017 dilakukan tes urine terhadap 1.149 ASN. Kemudian pada tahun 2018 juga dilakukan tes urine terhadap 1.549 orang ASN. “Kami akan lanjutkan pada tahun ini, yang direncanakan menyasar 1.800 orang ASN,” katanya. Sementara itu, Kepala BNN Denpasar I Wayan Gede Suwahyu, S.H., M.H. mengatakan, secara umum pengguna narkoba di Bali sudah mengalami penurunan. Jika sebelumnya masuk ranking 8, kini sudah berada di ranking 13. Dikonfirmasi terpisah, Plt. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Denpasar Wayan Sudiana membenarkan adanya satu oknum ASN Pemkot Denpasar yang terlibat kasus penyalahgunaan narkoba. Oknum berinisial SA itu bertugas di Kelurahan Sesetan Denpasar. “Oknum yang bersangkutan merupakan staf PNS di Kelurahan Sesetan. Saat ini sedang dilakukan pemberhentian sementara,” ujarnya. Sudiana mengaku tidak mengetahui persis proses penangkapan yang bersangkutan. Namun pihaknya telah mendapatkan bukti penahanan yang bersangkutan. Maka sesuai dengan ketentuan PP 53 Tahun 2011 tentang Disiplin PNS, yang bersangkutan dilakukan pemberhentian sementara. Sementara terkait pemecatan, pihaknya masih menunggu keputusan hukuman yang dijatuhkan kepada oknum bersangkutan. “Kalau pemecatan nanti kita lihat dulu putusan hakim, kalau di atas dua tahun langsung diberhentikan. Tapi kalau putusannya di bawah dua tahun, maka dilihat putusan hakim. Hakim memberikan pertimbangan kepada Bapak Wali Kota, apakah akan diberhentikan atau tindakan disiplin yang lain,” tandasnya. (kmb12)
Bali Post/eka
FOGGING - Seorang petugas tengah melakukan fogging untuk menekan kasus DBD.
Waspadai Siklus Tiga Tahunan DBD
Denpasar (Bali Post) Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mulai terjadi peningkatan sejak awal Januari lalu. Terlebih kini telah memasuki musim pancaroba. Karena itu, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Denpasar secara terus-menerus berupaya menekan terjadinya kasus DBD. Warga diminta selalu waspada dan selalu menjaga lingkungan sekitar. Kabid Bina Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Kota Denpasar dr. I.B. Gde Ekaputra mengungkapkan, upaya meminimalisasi kasus DBD di Denpasar, Diskes sudah melakukan tindakan preventif dengan cara menaburkan bubuk larvasida
dan fogging secara bertahap yang dilaksanakan di seluruh wilayah Kota Denpasar, dengan menggunakan mesin Ultra Low Volume (ULV) yakni fogging keliling dengan mesin yang diangkut dengan mobil. Dikatakan, penyemprotan ini bertujuan membunuh nyamuk dewasa, namun tidak dapat membunuh jentik dan telur nyamuk demam berdarah. Karena itu, sebelum fogging dilakukan upaya pemberantasan jentik dan telur nyamuk terlebih dahulu dengan penaburan bubuk larvasida secara massal pada tempat-tempat penampungan air, baik yang positif jentik maupun yang berisiko tinggi akan terdapat jentik (larvasidasi massal) oleh seluruh pemantau jentik (ju-
mantik) bersama anggota masyarakat dan akan dilakukan secara berkelanjutan setiap 2-3 bulan sekali. Selain itu, juga dilakukan penyuluhan pencegahan DBD melalui 4M Plus, yakni menguras, menutup, mengubur dan memantau benda-benda yang bisa digenangi air. Warga diimbau tidak menggantung pakaian karena rawan menjadi tempat nyamuk. Dalam menekan kasus DBD, kata Ekaputra, Dinas Kesehatan Kota Denpasar untuk awal tahun ini masih fokus melaksanakan penaburan bubuk larvasida. Bahkan, bila terjadi hujan, tindakan fogging ULV tidak maksimal. ‘’Apalagi sekarang ini cuaca yang tak menentu yang sebentar panas
sebentar hujan, akan menyebabkan banyaknya genangan air seperti pada kontainer, selokan, wadah-wadah plastik ataupun kaleng bekas, kulit buah-buahan, lobang batu, dan lain-lain. Ini tentunya menjadi tempat yang sangat potensial bagi nyamuk aedes aegypti untuk bersarang dan berkembang biak yang berakibat pada meningkatnya penularan penyakit DBD,’’ ujarnya. Menurut Ekaputra, dalam rentang dua tahun terakhir ini kasus DBD di Denpasar sudah jauh menurun. Pada tahun 2017 kasus DBD mencapai 928 kasus, dan menurun pada tahun 2018 menjadi 113 kasus. Namun pada tahun ini harus tetap diwaspadai dan harus lebih
aktif melakukan tindakantindakan pencegahan, sebab tahun ini merupakan siklus tiga tahunan merebaknya kasus DBD. Adapun upaya-upaya yang sudah dilaksanakan, meliputi sosialisasi pencegahan dan pengendalian DBD serta pentingnya PSN DBD di masing-masing rumah, pemantauan jentik berkala PSN ke masing-masing rumah oleh Jumantik, larvasidasi selektif secara massal (abatisasi) di setiap rumah, pendistribusian larvasida sachet ke setiap rumah dengan jumlah 3-5 sachet per rumah langsung dengan tata cara pemakaiannya, dan fogging yang diperluas pada setiap kasus DBD yang perlu difogging. (kmb12)
Denpasar (Bali Post) Upaya menumbuhkan kesadaran bagi pecandu narkoba untuk lapor diri terus diupayakan BNNP Bali bersama jajarannya. Untuk pecandu yang direhabilitasi, orang Bali yang paling banyak atau mendominasi. Tahun 2017 sebanyak 441 orang dan tahun 2018 sebanyak 319 orang. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa mengatakan hal itu, Rabu (6/2) kemarin. Suastawa mengakui adanya penurunan jumlah pecandu yang direhabilitasi. Termasuk pecandu yang lapor diri juga menurun. “Tahun 2017 jumlah voluntary (lapor diri - red) 116 orang, sedangkan tahun 2018 sebanyak 87 orang,” ujarnya.
instansi pemerintah ataupun masyarakat. “Penanganan permasalahan narkoba tidak bisa hanya ditangani oleh salah satu lembaga saja, tapi diperlukan peran serta seluruh instansi pemerintah baik kementerian atau badan atau lembaga maupun segenap komponen masyarakat, bangsa, dan negara untuk mewujudkan Bali bebas dari narkoba,” tegasnya. Dengan kerja sama tersebut, kata Suastawa diharapkan mampu meningkatkan akses bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba untuk mendapatkan perawatan rehabilitasi yang memadai, sesuai standar pelayanan. Sehingga, semakin banyak pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba yang pulih. Selain itu bisa mengurangi angka permintaan terhadap narkoba yang secara langsung akan mematikan pasar narkoba itu sendiri. (kmb36)
Pecandu Narkoba yang Direhabilitasi Dominan Orang Bali
Menurut mantan Direktur Binmas Polda Bali ini, pecandu yang atas kesadaran sendiri lapor diri justru paling banyak ke BNNP Bali dan BNNK. Padahal rumah sakit negeri juga melayani rehabilitas bagi penyalahguna barang terlarang ini. Dikatakan, BNNP maupun BNNK anggarannya terbatas untuk melakukan Bali Post/kmb36 rehabilitasi. Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa Oleh karena
itu, pihaknya menggandeng rumah sakit untuk saling sharing program rehabilitasinya. “Mungkin pihak rumah sakit sosialisasinya kurang, sehingga masyarakat belum tahu. Padahal program rehabilirasi di rumah sakit memang sudah ada dan diatur oleh peraturan perundang-undangan,” tegasnya. Kendati demikian, kata jenderal bintang satu di pundak ini, pihaknya tidak putus asa. Pecandu yang lapor diri di BNNP atau BNNK, jika dilakukan rawat jalan maka diarahkan ke RSUD dan puskemas. Agar upaya ini lebih efektif, pihaknya rutin mengadakan pelatihan dan kerja sama dengan pihak rumah sakit. “Tadi pagi (kemarin-red) dilaksanakan penandatangan-
an perjanjian kerja sama (PKS) antara BNNK Badung dan RSUD Mangusada, Kabupaten Badung,” ungkapnya. Menurut Suastawa, PKS ini terkait dukungan penguatan rehabilitasi adiksi. Tujuannya sebagai landasan kerja sama dalam melaksanakan upaya terapi dan rehabilitasi berbasis masyarakat bagi pecandu dan korban penyalahgunaan narkoba. Dikatakan, pecandu dan korban penyalah guna menurut Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika pada pasal 54, diharuskan direhabilitasi melalui medis dan rehabilitasi sosial. Untuk rehabilitasi medis dapat dilakukan di rumah sakit yang ditunjuk oleh Menteri. Sedangkan rehabilitasi sosial adalah rehabilitasi yang diadakan oleh
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Penampar Petugas Imigrasi Divonis Enam Bulan Penjara Denpasar (Bali Post) Sempat menghilang beberapa minggu dan tiga kali batal menjalani sidang vonis, wanita asal Inggris Auj-E Taqaddas (43) yang diadili karena kasus penamparan terhadap petugas Imigrasi, Rabu (6/2) kemarin akhirnya ditangkap di Mall Lippo Kuta. Oleh petugas Kejari Badung, terdakwa langsung digiring ke Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Meskipun sedianya disidangkan 11 Februari mendatang, namun dengan berbagai pertimbangan akhirnya terdakwa diajukan ke persidangan. Oleh majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi, terdakwa dinyatakan bersalah melanggar Pasal 212 ayat (1) KUHP mengenai kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap aparat yang sedang bertugas. Atas pasal tersebut, terdakwa yang terus ngomel ini dijatuhi pidana penjara selama enam bulan. Hu-
kuman tersebut lebih rendah enam bulan dari tuntutan JPU Nyoman Triarta Kurniawan. Jaksa dari Kejari Badung itu sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun. Atas vonis itu, terdakwa AujE Taqaddas masih terus ngomel tak karuan. Bahkan dengan suara keras dan lantang, wanita yang sempat viral di medsos itu mengatakan bahwa negara Indonesia adalah negara korupsi dan akan didoakan mendapat bencana. Dia tak henti-henti mengumpat dan mengeluarkan kata-kata cacian dan umpatan lainnya. Dia akan mengajukan upaya hukum banding atas vonis hakim. Sementara itu, Kasi Intel Kejari Badung Waher Tarihoran menjelaskan, pihaknya sudah memantau keberadaan Auj-E Taqaddas sejak sepekan lalu. Siang kemarin sekitar pukul 11.30 Wita, terdakwa
terdeteksi ada di Kuta. Tim Kejari Badung dibantu aparat kepolisian kemudian melakukan penyambangan dan melihat terdakwa di Lippo Mall Kuta. Di sanalah terdakwa ditangkap dan yang bersangkutan melakukan perlawanan. Bahkan dia mencoba menggigit dan menendang polisi dan jaksa. Namun petugas tak kalah semangat dengan memegang kedua tangan terdakwa. Terdakwa terus berteriak tidak jelas, dan sempat memukul petugas lainnya hingga akhirnya terdakwa diborgol. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, jaksa berkoordinasi dengan Pengadilan Negeri Denpasar. Akhirnya diputuskan disidangkan hari itu juga, sehingga terdakwa diboyong ke pengadilan. “Putusan enam bulan. Pasal yang dikenakan sama dengan tuntutan jaksa,” ujarnya. (kmb37)
Bali Post/eka
PUTUSAN - Terdakwa Auj-E Taqaddas menyatakan ketidakpuasannya terhadap putusan majelis hakim di PN Denpasar, Rabu (6/2) kemarin.
BADUNG
Kamis Pon, 7 Februari 2019
3
Direksi Perumda Pasar Mangu Giri Sedana Dilantik
Dewan Harapkan Perekonomian Masyarakat Meningkat DILANTIKNYA jajaran Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung di Puspem Badung, Rabu (6/2) kemarin UCAPKAN SELAMAT - Ketua DPRD Badung Putu Parwata memberikan ucapan selamat kepada jajaran Direksi Perumda Pasar Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung yang dilantik di Puspem Badung, Rabu (6/2) kemarin.
oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, mendapat apresiasi dari pimpinan Dewan Badung. Ketua DPRD Badung Putu Parwata mengatakan, dengan telah dilantiknya Direksi Perumda Pasar Mangu Giri Sedana ini, dirinya berharap perekonomian masyarakat perdesaan semakin tumbuh. Parwata menegaskan, tentunya pasar di seluruh Badung harus ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai. ‘’Pasar-pasar di setiap desa di kecamatan di Badung perlu
Buruk, Kinerja Perumda Pasar
terus dibangun. Dari sinilah pertumbuhan ekonomi akan terjadi. Namun harus dikelola dengan baik,’’ katanya usai acara pelantikan. Direksi yang telah dilantik tersebut harus melakukan inovasi-inovasi baru yang bisa menumbuhkan usaha kecil dan menengah (UKM), sehingga perekonomian desa meningkat. ‘’Terwujudnya pasar tradisional tetapi higienis, modern manajemennya, dan memiliki inovasi-inovasi yang baru, itu yang kami harapkan. Dengan demikian, Pe-
rumda pasar bisa mendorong ekonomi masyarakat, benarbenar membantu perekonomian masyarakat kecil di perdesaan,’’ ujarnya dalam acara yang juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Badung Made Sunarta dan Ketua Komisi III DPRD Badung Putu Alit Yandinata. Pihaknya pun dalam melaksanakan fungsi pengawasan akan melakukan monitoring secara bertahap minimal tiga bulan sekali. ‘’Apakah strukturnya sudah benar, apakah SDM berjalan dengan baik, apakah ter-
jadi penyimpangan. Jangan sampai setelah terjadi penyimpangan baru kita cek,’’ tegas Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung ini. Ketiga direksi yang dipercaya menjadi nakhoda perusahaan pelat merah Badung periode 2019-2023 itu adalah Direktur Utama I Made Sukantra, Direktur Umum I Wayan Mustika dan Direktur Operasional I Wayan Astika. Selain itu, Bupati Giri Prasta juga melantik Ni Made Setiari sebagai anggota Dewan Pengawas yang baru. (ad179)
Bupati Minta Direksi Berbenah
Mangupura (Bali Post) -
Kinerja Perumda Pasar Mangu Giri Sedana Kabupaten Badung mendapat sorotan dari Bupati Badung Nyoman Giri Prasta. Giri Prasta menilai kinerja perusahaan pelat merah ini cenderung buruk. Terbukti, dari delapan unit pasar yang dikelola Perumda Pasar Mangu Giri Sedana, hanya Pasar Hewan Beringkit yang bisa memperoleh keuntungan, selebihnya kembang-kempis. Sorotan itu diungkapkan Bupati Giri Prasta saat melantik jajaran Direksi Perumda Pasar Mangu Giri Sedana, Rabu (6/2) kemarin. Pejabat asal Desa Pelaga, Petang itu juga menyoroti postur kepegawaian di Perumda tersebut yang dinilainya terlalu gemuk. Karena itu, direksi yang baru ditugaskannya membenahi kinerja dan disiplin pegawai. ‘’Kami minta ketiga direksi menjadi leader yang baik sehingga bisa ditiru oleh jajaran pegawai. Siapa pun yang jadi leader tapi tidak berkomitmen, pasti akan fatal akibatnya,’’ tegasnya.
Giri Prasta bahkan memberikan deadline enam bulan kepada jajaran direksi baru untuk membenahi perumda tersebut. ‘’Jika dalam enam bulan dianggap gagal, maka kami akan ganti ketiganya. Ini juga sesuai dengan pakta integritas yang diteken oleh ketiga direksi,’’ katanya. Tak hanya kepada direksi, Giri Prasta juga menyampaikan pakta integritas juga berlaku bagi para pegawai. ‘’Kami ingin ada reward dan hukuman kepada pegawai yang bekerja di situ. Kalau memang tidak mampu, lebih baik mengundurkan diri atau kami berhentikan,’’ sebutnya.
Bupati Giri Prasta mengaku sangat memperhatikan keberadaan Perumda Pasar Mangu Giri Sedana. Perumda ini harus bisa menjadi penggerak perekonomian masyarakat Badung. Ia juga berharap, dengan pimpinan yang baru perumda tersebut bisa mengembangkan pasar tradisional modern yang jauh dari kesan kumuh dan kotor. ‘’Kami ingin pasar di Badung tradisional modern. Pasar ada AC dan basementnya,’’ ucapnya. Lebih lanjut mantan Ketua DPRD Badung itu menegaskan, pemerintah siap memberikan penyer-
taan modal untuk mengembangkan pasar tradisional. Berapa pun anggaran yang diperlukan, pihaknya akan menyediakannya asalkan pasar tradisional benarbenar ditata dan betul-betul dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sementara itu, Dirut Perumda Pasar Mangu Giri Sedana I Made Sukantra didampingi dua direksi lainnya berjanji akan menindaklanjuti arahan Bupati Badung. Pihaknya akan segera melakukan pembenahan di berbagai bidang. ‘’Apa pun yang sudah disampaikan oleh Bapak Bupati, akan kami maksimalkan. Misalnya, disiplin pegawai, inovasi kerja, termasuk target dan progress. Kami diberi waktu enam bulan untuk itu,’’ katanya. (kmb27)
Bali Post/ist
RASTRA - Anggota Polres Badung mengecek pendistribusian rastra di wilayah Mengwi.
Polisi Awasi Pendistribusian Rasta Mangupura (Bali Post) Pendistribusian Bansos Beras Sejahtera (Rastra) terus dilakukan dan diawasi kepolisian. Seperti pada Rabu (6/2) kemarin, petugas Polres Badung mengawasi pendistribusian rastra dari Gudang Bulog Divre Badung di Lukluk ke beberapa desa di Kecamatan Mengwi. Kasubag Humas Polres Badung Iptu I Ketut Gede Oka Bawa mengatakan, rastra tersebut rencananya
SAMPAH - Sampah kiriman yang menggunung di Kuta kini menimbulkan masalah baru akibat kekroditan di TPA Suwung.
dikirimkan ke Desa Gulingan sebanyak 376 sak, Desa Baha 338 sak, Desa Penarungan 314 sak, Desa Mengwitani 384 sak, Desa Kekeran 424 sak, Desa Werdibhuana 520 sak, Desa Sembung 320 zak, Desa Kuwum 72 sak, Desa Sobangan 256 sak dan Desa Mengwi sebanyak 270 sak. Jumlah keseluruhan rastra yang disalurkan kemarin mencapai 32.740 kg. Semuanya diangkut menggu-
Gaji Pegawai Kontrak Belum Cair
Bali Post/edi
Kekroditan TPA Suwung Picu Masalah Baru di Kuta Mangupura (Bali Post) Sampah kiriman di Pantai Kuta saat ini sudah mulai berkurang. Namun bukan berarti persoalan sampah tuntas begitu saja. Masalah baru justru muncul akibat kekroditan TPA Suwung. Tumpukan sampah kiriman yang sudah terkumpul di Kuta yang sampai saat ini belum bisa diangkut seluruhnya ke TPA Suwung, menimbulkan bau cukup menyengat. Sampah yang menggunung juga merusak
pemandangan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung Putu Eka Merthawan, Rabu (6/2) kemarin, tidak menampik hal itu. Menurutnya, pengangkutan sampah ke TPA suwung hanya bisa dilakukan satu kali sehari. Bahkan truk sampah harus antre hingga tujuh jam untuk bongkar muat di sana. Kondisi ini dipengaruhi berbagai hal, termasuk penataan di TPA.
‘’Dari lahan yang ada sekitar 32 hektar, 22 hektar ditata oleh pemerintah pusat dan sekarang sisanya menjadi 10 hektar untuk menampung sampah. Dari 10 hektar itu akan ditata menjadi sanitary landfill seluas 5 hektar dan waste to energy 5 hektar,’’ ucapnya. Tak hanya itu, persoalan juga muncul akibat rusaknya ekskavator milik Badung yang beroperasi di TPA Suwung. Ekskavator tersebut rusak akibat penggunaan
terus-menerus. Selain penggunaan selama 24 jam per hari, kerusakan peralatan ini akibat volume sampah yang meningkat signifikan akibat cuaca ekstrem, belum lama ini. Eka Merthawan menyatakan, petugas kebersihan harus bekerja lembur untuk mengantisipasi kekroditan menuju TPA Suwung. Apabila pekerjaan dilakukan di atas pukul 09.00 Wita, tentu akan mengganggu lalu lintas. Selain itu, juga bau yang ditimbulkan akan
mengganggu pengguna jalan. Terkait fenomena sampah kiriman, dia mengakui masih berlangsung hingga kini di sejumlah pantai, seperti di Pererenan, Batu Belig dan Petitenget. Sedangkan untuk di kawasan lain seperti Jimbaran, kini mulai muncul sampah rumput laut. ‘’Petugas kami terpaksa harus bekerja lembur agar bisa mengangkut lebih awal untuk dibawa ke TPA suwung,’’ terangnya. (kmb23)
Pembayaran Belum Tuntas, Mobil Derek Dititip di Dealer
Mangupura (Bali Post) Defisit anggaran pada 2018 berimbas ke sejumlah kegiatan. Contohnya pengadaan mobil derek di Dinas Perhubungan (Dishub) Badung. Akibat pembayaran molor, mobil senilai Rp 1,5 miliar ini terpaksa dititipkan di dealer. Mobil derek tersebut sejatinya sudah siap pakai. Namun akibat pembayaran belum dilakukan sepenuhnya dan baru akan dilaksanakan tahun ini, mobil itu belum bisa digunakan oleh Dishub. Kadishub Badung A.A. Ngurah Rai Yuda Darma, Rabu (6/2) kema-
rin, tak menampik hal tersebut. ‘’Itu jumlahnya satu unit dari pengadaan tahun 2018. Karena ada penundaan pembayaran, maka itu dibayarkan tahun ini. Tapi kalau diperlukan, itu bisa diambil kok,’’ ujarnya. Setelah proses pembayaran nanti, rencananya mobil derek tersebut akan ditempatkan di UPT LLA Badung Selatan. Kendaraan ini akan digunakan untuk mendukung operasi penertiban lalu lintas. Mobil derek tersebut, kata Rai Yuda juga akan digunakan saat kegiatan Sipamanpadu atau kegiatan Satpol PP
yang menyangkut ketertiban umum. ‘’Operasional mobil derek akan menyesuaikan dengan jadwal operasi di bidang terkait, seperti UPT bidang lalin atau bersama tim gabungan. Saat ini kami masih menyusun jadwal terkait hal itu,’’ tegasnya. Guna mengoptimalkan fungsi mobil derek tersebut, pihaknya sudah mengajukan Ranperda Lalu Lintas Jalan dan Angkutan yang akan mengatur terkait denda bagi mobil yang diderek. Untuk biaya penderekan akan dikenakan kepada oknum pelanggar. Sambil menunggu perda tersebut, untuk se-
mentara akan digunakan Perda No. 7 tahun 2016 tentang Ketertiban Umum dengan leading sector-nya Satpol PP. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Satpol PP Badung I G.N. Surya Negara mengatakan, mobil derek sangat diperlukan. Apabila kendaraan yang melanggar parkir hanya digembosi atau digembok saja, tentu tidak akan menyelesaikan masalah. Mengingat di sejumlah wilayah seperti Kuta, akses jalannya relatif sempit. Penindakan semacam itu tentu akan membuat kondisi lalu lintas semakin krodit. (kmb23)
nakan tiga truk. ‘’Untuk hari ini (kemarin - red) pendistribusian dilakukan ke-10 desa di wilayah Kecamatan Mengwi dan kekurangannya akan dilakukan besok (hari ini- red) mulai pukul 08.00 Wita,’’ ungkapnya. Sementara wilayah yang belum mendapat rastra yakni di Kecamatan Kuta Utara. ‘’Kalau Kecamatan petang dan Kecamatan Abiansemal sudah duluan,’’ tegas Oka. (kmb36)
Mangupura (Bali Post) Tenaga kerja kontrak (TKK) di lingkungan Pemkab Badung belum mendapatkan gaji sejak awal tahun 2019. Berdasarkan informasi Rabu (6/2) kemarin, lambannya pencairan akibat belum turunnya Surat Keputusan (SK) Bupati Badung. SK TKK ditandatangani langsung oleh Bupati dari yang sebelumnya hanya dikeluarkan Kepala OPD bersangkutan. Salah seorang pegawai kontrak di Puspem Badung mengakui terpaksa menggunakan uang tabungan untuk menutupi kebutuhan keluarga selama Januari dan Februari ini. ‘’Seharusnya diterima setiap awal bulan, tapi sampai sekarang belum,’’ ucapnya. Dia mengaku tidak tahu sampai kapan gajinya ditunda. Dia dan teman-temannya juga tidak mendapatkan informasi lebih lanjut dari pemerintah. ‘’Kita tunggu saja, mudah-mudahan segera. Berat juga kalau narik simpanan terus,’’ katanya. Sementara itu, Kepala Bagian Humas Setda Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta tak menampik perihal tersebut. Dia menyebutkan, gaji tenaga kontrak ditandatangani langsung Bupati. ‘’Sekarang Bupati langsung yang tandatangani SK tenaga kontrak, tapi sebagian sudah cair dan sebagian sedang proses,’’ katanya. Menurutnya, semua SK TKK Kabupaten Badung kini ditandatangani langsung oleh Bupati. Sebelumnya SK dikeluarkan oleh masing-masing kuasa pengguna anggaran, seperti Kepala Dinas, Kepala Badan dan lainnya. ‘’Namun sudah ada sebagian pegawai kontrak yang menerima gaji mereka. Karena pada prinsipnya, gaji di bulan Januari dibayar akhir bulan, atau kerja dulu baru gajinya dibayar,’’ jelasnya. Disebutkannya, pegawai kontrak di Badung setiap tahun harus melakukan perpanjangan SK sesuai kegiatannya. ‘’SK Bupati ini sebagai dasar pengajuan gaji mereka. Mudah-mudahan minggu-minggu ini selesai dan mereka terima rapelan gajinya,’’ jelasnya. (kmb27)
info seremonial
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Kamis Pon, 7 Februari 2019
Made Urip ”Turba’’ Temu Wirasa dengan Yayasan Bali Kasih Serahkan Bantuan CSR PT Pertamina Petani dan Krama Subak di Gianyar TBBM Sanggaran kepada TPST Banjar Pesanggaran Segera Gelontorkan Bantuan Pengembangan Sektor Pertanian
ANGGOTA Komisi IV DPRRI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. tak henti-hentinya turun ke bawah atau ‘’turba’’ ke kawasan pertanian yang kali ini menyasar para pekaseh dan krama subak seKabupaten Gianyar, Selasa (5/2). Selain turba menemui langsung petani dan krama subak di Kabupaten Gianyar, Ketua DPP PDI Perjuangan dua periode itu juga bertemu wirasa dengan pekaseh, klian subak dan kelompok tani beserta ratusan krama subak di Warung Gula Bali, Tampaksiring, Gianyar yang dihadiri Ketua DPRD Gianyar I Wayan Tagel Winarta bersama I Made Budastra selaku anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Bali. Sebelumnya, anggota dewan ‘’Setuju’’ (Setia, Tulus dan Jujur) ini sempat membagikan bantuan 10 ribu bibit pohon berkualitas unggul berupa 7.000 bibit kelapa genjah yang biasa dikenal nyuh gading serta 3.000 bibit kopi di Desa Taro Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Minggu (16/12). Pada waktu itu, juga diserahkan secara simbolis bantuan 500 ekor bibit kambing untuk petani dan krama subak di Kabupaten Gianyar. Kehadiran anggota Dewan asal Tabanan yang akrab dikenal petani dan krama subak sebagai wakil rakyat ‘’sejuta traktor’’ itu disambut sejumlah tokoh masyarakat setempat bersama ratusan kaum marhaen yang ingin temu kangen. Pada kesempatan itu, Ketua KTNA (Kelompok Tani Nelayan Andalan) Kabupaten Gianyar selaku Koordinator Kelompok Tani di Kabupaten Gianyar I Made Riyo mengucapkan terima kasih atas perhatian dari Made Urip selama ini, sehingga bisa mengatasi persoalan perut rakyat di masyarakat. ‘’Pak Urip sangat mantap. Bantuanya sangat mantap, jadi kami menyampaikan Pak Urip itu, dari tahun ke tahun telah banyak membantu petani di Gianyar. Bahkan seluruh Bali. Jadi kalau Pak Made Urip dulunya kita sebut Bapak Seribu Traktor. Tapi sekarang kita panggil Bapak Sejuta Traktor. Karena sangat banyak bantuan pertanian, seperti traktor, UPPO (Unit Pengolahan Pupuk Organik - red), termasuk bank pesona untuk bantuan bibit babi dan lainnya. Termasuk bantuan alsintan (alat mesin pertanian) juga terealisasi tahun 2019 ini,’’ bebernya. Wayan Tagel Winarta selaku
TEMU WIRASA - Anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. saat turba untuk bertemu wirasa dengan petani dan krama subak di Kabupaten Gianyar. petugas partai mengakui sepak terjang Made Urip sejak empat periode duduk sebagai anggota DPR-RI sangat banyak kontribusinya di sektor pertanian, terutama membantu pembibitan, peternakan termasuk perikanan di Kabupaten Gianyar beserta alat pertanian lainnya. ‘’Kita harap Pak Urip tetap memperhatikan petani sehingga lebih maju karena kebanyakan warga kami bertani dan bercocok tanam. Sehingga kita berharap Pak Made Urip terus duduk mewakili rakyat Bali di DPR-RI,’’ tandasnya yang ditambahkan Made Budastra bahwa sejak awal bersama Made Urip berjuang untuk para petani dan krama subak di Gianyar, termasuk di Tegallalang. ‘’Karena Paak Urip sangat kita kenal sebagai figur partai yang sangat merakyat dan dekat dengan petani dan krama subak. Selain itu, juga dekat dengan Pak Gubernur Koster, sehingga sangat mudah memperjuangkan aspirasi dan usulan krama subak di seluruh Bali,’’ ungkap Made Budastra. Made Urip saat itu menegaskan, temu wirasa ini sebagai temu kangen untuk memperbincangkan usulan dan kebutuhan petani di Gianyar tahun 2019. Apalagi para petani dan krama subak di Tegallalang juga sangat konsisten menjaga basis sektor pertanian di Gianyar. Terbukti ratusan petani dan krama subak sangat antusias mengikuti temu wirasa dan sangat banyak usulan konstruktif dan inovatif muncul. Di antaranya mengenai usulan berupa bantuan alsintan, infrastruktur pertanian, penguatan modal petani, penanganan
pascapanen dan lainnya. Untuk itulah, beberapa tahun terakhir, Made Urip terus turba membantu persoalan subak di Gianyar yang diperjuangkan di pusat lewat APBN tahun 2019. ‘’Karena lewat anggaran daerah tidak akan cukup membiayai sektor pertanian di Gianyar. Kita sudah bisa bantu, seperti alsintan, termasuk bantuan penguatan kelompok maupun penanganan pascapanen,’’ papar anggota Badan Anggaran (Bangar) MPR-RI itu, yang juga langsung menyerap aspirasi di sektor pertanian yang ditangani untuk diperjuangkan nantinya di tahun 2019. Selain itu, tahun politik Pileg dan Pilpres 2019, Made Urip kembali ditugaskan sebagai Caleg DPR-RI Dapil Bali dari PDI Perjuangan, juga sempat memohon dukungan dan doa restu agar bisa kembali memperjuangkan aspirasi petani dan krama subak selama ini. ‘’Jadi jika kita terpilih harus komitmen memperjuangkan aspirasi tersebut di sektor pertanian, kehutanan, perkebunan, perikanan dan kelautan,’’ tegas anggota DPR-RI empat periode itu, sembari memaparkan semua bantuan akan diperjuangkan seperti usulan bantuan bibit babi termasuk bibit kambing nanti akan terus dibantu. Termasuk bantuan bibit sapi Bali produktif dan bantuan pengembangan di sektor lainnya, akan segera digelontorkan. ‘’Kita akan terus berikan bantuan bibit ternak babi maupun kambing, termasuk bibit sapi juga sangat tepat dikembangkan di Kabupaten Gianyar,’’ katanya. (ad182)
Senator RI Gelar Rutin ”Youth Entrepreneur Day’’
Arya Wedakarna Luncurkan Gagasan ”Koperasi Sukla Satyagraha Indonesia’’
SENATOR DPD-RI Dr. Shri I Gustui Ngurah Arya Wedakarna MWS III menggelar dua acara bertema ekonomi di Gedung DPDRI Provinsi Bali yang terletak di kawasan Renon, Denpasar. Acara tersebut yakni sosialisasi Koperasi Sukla Satyagraha Indonesia (SSI) dan Youth Entrepreneur Day edisi Januari 2019. Kedua acara ini merupakan bagian dari gerakan ekonomi Satyagraha Hindu yang merupakan gagasan pemikiran dari Arya Wedakarna (AWK) yang selama ini dikenal sebagai tokoh Hindu Nusantara. Tampak hadir sejumlah narasumber yakni Wayan Kasih, Putu Mawar Sri Ayu, Seni Artini (Dinas Koperasi UMKM Provinsi Bali), Gede Bambang Kiswardi (praktisi), Wayan Widia (Ketua Umum Gerakan Sukla Satyagraha Bali), Eka Santi Dharma dan Putra Jaya (Tim Inti Pembentukan Koperasi SSI) dan ratusan peserta, khususnya peminat wirausaha muda dari berbagai daerah di Bali. Di hadapan para peserta, Senator AWK menyampaikan kedaulatan Bali dan agama Hindu terletak sejauh mana umatnya bisa menguasai bidang ekonomi. Hal ini harus dilaksanakan secara konsisten dan tidak sekadar wacana. Terlebih sejak awal diluncurkan gagasan Sukla Satyagraha oleh (alm/swargi) Ida Pedanda Gede Sebali Tianyar yang Dharma Adyaksa PHDI Pusat bersama Arya Wedakarna di Candi Prambanan, Jawa Tengah, Gerakan Sukla Satyagraha telah menjelma menjadi gerakan revolusioner yang membantu perekonomian umat. ‘’Sukla kini menjadi gerakan yang menggetarkan tanah Bali. Di mana-mana muncul pedagang sukla, muncul gerakan umat Hindu untuk berbelanja di warung Bali dan Hindu dan ini sangat menggembirakan. Khususnya di kalangan generasi milenial, bahwa mereka haus dengan kebanggaan atas indetitas jati diri sebagai manusia Hindu. Setelah empat tahun Sukla Satyagraha berhasil menjadi gerakan masyarakat, kini saatnya naik level berikutnya yakni memben-
BANJAR Pesanggaran Kelurahan Pedungan Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar kini tengah mengembangkan Tempat Pemilahan Sampah Terpadu (TPST) untuk pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Hal ini dilakukan untuk mengurangi tumpukan sampah yang semakin hari semakin tak terbendung di TPA Suwung, sehingga memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat setempat. Guna mendukung pengembangan TPST pembuatan pupuk kompos tersebut, Yayasan Bali Kasih menggandeng PT Pertamina (Persero) TBBM Sanggaran melalui CSR-nya memberikan bantuan berupa rumah produksi pupuk kompos. Bantuan CSR diserahkan langsung oleh Operational Head TBBM Sanggaran PT Pertamina (Persero) Eri Wibowo bersama Ketua Yayasan Bali Kasih Gede Suarta kepada Ketua TPST Banjar Pesanggaran I Wayan Widiada, S.H., M.H. di TPA Suwung, Rabu (6/2) kemarin. Ketua TPST Banjar Pesanggaran yang juga Klian Adat Pesanggaran I Wayan Widiada, S.H., M.H. mengatakan pengembangan TPST untuk pembuatan pupuk kompos dari sampah-sampah organik sejatinya telah dilakukan sejak lama. Namun karena benturan dana dan lahan, kegiatan pengembangan TPST pun terhambat. Padahal, antusias masyarakat memesan pupuk kompos sangat banyak. Oleh karena itu, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada PT Pertamina (Persero) TBBM Sanggaran dan Yayasan Bali Kasih sebagai fasilitatornya yang telah memberikan bantuan CSR untuk pengembangan TPST. Dengan bantuan yang diberikan, kelompok TPST Banjar Pesanggaran akan menyulap TPA Suwung yang awalnya sebagai tempat pembuangan sampah menjadi tempat pemerosesan sampah manjadi pupuk kompos. Dengan demikian, ke depan Banjar Pesanggaran akan menjadi pilot project untuk pengembangan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos yang memiliki manfaat sosial dan ekonomis.
BANTUAN - Operational Head TBBM Sanggaran PT Pertamina (Persero) Eri Wibowo (tengah) bersama Ketua Yayasan Bali Kasih Gede Suarta (kiri) saat menyerahkan bantuan CSR yang diterima langsung Ketua TPST Banjar Pesanggaran I Wayan Widiada, S.H., M.H. di TPA Suwung, Rabu (6/2) kemarin. ‘’Sekarang kita kembangkan sampah-sampah organik dulu menjadi pupuk kompos, ke depan kita juga akan mengolah sampahsampah plastik menjadi produkproduk yang memiliki nilai ekonomis. Tentu kami harapkan dukungan dari TBBM Sanggaran dan Yayasan Bali Kasih terus berlanjut ke depannya, sehingga kami bisa mewujudkan keinginan kami yaitu menyulap TPA Suwung yang awalnya hanyalah tempat pembuangan sampah menjadi tempat pemrosesan sampah menjadi produk-produk berguna bagi masyarakat,’’ ujar Wayan Widiada. Operational Head TBBM Sanggaran PT Pertamina (Persero) Eri Wibowo mengatakan akan terus mendukung program-program yang akan dikembangkan kelompok TPST Banjar Pesanggaran. Menurutnya, terobosan yang dilakukan kelompok TPST Banjar Pesanggaran sangat mulia. Sebab, sampah yang diangkut truk-truk sampah tidak langsung dibuang ke TPA Suwung, melainkan dipilah untuk
dijadikan pupuk kompos yang memiliki manfaat dan nilai jual. ‘’Mudah-mudahan dengan upaya ini kami Pertamina ikut andil dalam pelestarian lingkungan, terutama berperan dalam pengurangan sampah di Bali. Kami akan terus dorong TPST Banjar Pesanggaran untuk mengembangkan program-program mereka ke depannya,’’ tandas Eri Wibowo. Ketua Yayasan Bali Kasih Gede Suarta berharap TPST Banjar Pesanggaran ke depannya terus maju dan mengalami peningkatan, sehingga lima tahun ke depan bisa mandiri. Apalagi, dalam dua tahun ini perkembangannya begitu pesat. Bahkan, bulan Februari ini pesanan pupuk kompos di TPST Banjar Pesanggaran sudah mencapai 10 ton yang diorder oleh masyarakat dan pihak hotel. ‘’Tahun depan kita mengusahakan biar Pertamina terus membantu kami, sehingga kami tidak hanya mengolah sampah organik tetapi juga bisa mengolah sampah plastik menjadi produk-produk yang memiliki nilai ekonomis,’’ pungkasnya. (ad184)
Program Beasiswa Anak dari The ONE Legian & Hotel Vila Lumbung BERDIRI sejak 2011, tahun ini The ONE Legian akan genap 8 tahun telah beroperasi. Selama perjalanannya, banyak hal yang telah dilewati, salah satunya pergantian brand hingga jajaran manager, supervisor dan beberapa staf hotel yang datang silih berganti. Bersama dengan sister company-nya, Hotel Vila Lumbung, The ONE Legian memilih cara unik untuk berbagi kebahagiaan dengan karyawan melalui pemberian beasiswa bagi anak dari staf The ONE Legian & Hotel Vila Lumbung yang berprestasi pada bidang akademik mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). General Manager The ONE Legian Eka Pertama mengatakan, apresiasi kepada putra-putri berprestasi ini sebagai wujud kepedulian terhadap keluarga besar The ONE Legian. ‘’Program ini terobosan baru The ONE Legian di tahun 2019. Kami ingin membawa perubahan yang lebih berarti, tidak hanya ke tamu atau bisnis namun juga kepada tim kami sendiri. Para staf yang telah berdedikasi luar biasa untuk The ONE Legian hingga hari ini. Harapannya semoga ini dapat menambah semangat serta motivasi anak-anak untuk terus belajar dan meningkatkan prestasi selanjutnya,’’ jelas Eka Pertama. Wayan Suada, Operational Manager Hotel Vila Lumbung,
BEASISWA - Pemberian beasiswa bagi anak dari staf The ONE Legian & Hotel Vila Lumbung yang berprestasi pada bidang akademik. menambahkan beasiswa ini akan dilakukan secara berkala sebagai bentuk dukungan kepada anakanak untuk terus dapat mengukir prestasi. Tidak menutup kemungkinan pula nantinya ada pemberian apresiasi bagi yang berprestasi di bidang olahraga dan seni.
Meski dilakukan perdana, Eka Pertama dan Wayan Suada ingin untuk selanjutnya program beasiswa ini dikembangkan menjadi program anak asuh sebagai kegiatan sosial yang melibatkan pihak eksternal dan ditujukan untuk masyarakat umum yang tidak mampu. (ad159)
Catut Nama Pimpinan
SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat meluncurkan konsep Koperasi Sukla Satyagraha Indonesia dan ‘Youth Entreprenur Day’’ di Kantor DPD-RI. tuk badan koperasi yang akan menampung energi dari pengusaha-pengusaha muda Hindu di Indonsia. Kita namakan koperasi ini Sukla Satyagraha Indonesia. Astungkara, sebelum pertengahan tahun ini sudah beroperasi dan kami sebagai anggota DPD-RI akan sangat mendukung,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Terkait dengan hal itu, selain membentuk koperasi, DPD-RI Bali juga memfasilitasi acara Youth Entreprenur Day yang tiap bulan menggelar diskusi dan FGD tentang kepemimpinan anak muda di bidang ekonomi, khususnya persiapan era digitalisasi ekonomi kekinian. ‘’Saya senang bahwa saat ini minat anak muda untuk menjadi wirausaha sangat tinggi. Sekarang untuk menjalankan Satyagraha ini, kita sebagai senior harus siapkan dulu anggotanya. Mereka adalah
influencer yang akan memengaruhi anak-anak muda menuju wirausaha. Wirausaha adalah kunci masyarakat menjadi kaya, menjadi sugih artha dan sukses. Jika anak muda bisa menjalankan wirausaha, mereka akan membantu semeton Bali sebagai pekerja, dan tidak ada lagi diskriminasi lowongan tenaga kerja non-Hindu misalnya, sebagaimana marak terjadi di Bali beberapa waktu lalu. Jadi ini program yang sekali mendayung, dua tiga pulau terlewati. Saya senang acara ekonomi Satyagraha yang Pancasilais ini diminati ratusan siswa dan mahasiswa. Saya anggap ini sangat berhasil,’’ ucap Gusti Wedakarna. Ke depan, pihaknya akan membantu fasilitas mengadakan acara bulanan dengan tema pengusaha muda Bali secara kontinu, termasuk roadshow berkeliling Bali. (ad189)
Minta Uang Rp 40 Juta, Koster Ultimatum Oknum Pegawai Nakal Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster tak tinggal diam saat mendengar kabar ada oknum pegawai di lingkungan pemprov yang meminta uang untuk pengangkatan tenaga kontrak dan promosi jabatan. Apalagi, oknum pegawai tersebut juga mencatut atau membawabawa nama pimpinannya, termasuk gubernur dan wakil gubernur. Koster mengultimatum akan menurunkan Tim Saber Pungli untuk melacak oknum pegawai tersebut. ‘’Ada oknum pegawai yang membawa-bawa nama pimpinan, meminta uang untuk katanya pengangkatan tenaga kontrak, terus untuk promosi, mutasi. Ada yang besarnya Rp 40 juta begitu. Ini kan hal-hal yang tidak baik,’’ ujarnya di Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Rabu (6/2) kemarin.
Koster menambahkan, proses transaksi memang belum sampai terjadi. Namun, pihaknya sudah mengantongi bukti-bukti chat di WhatsApp. Oknum pegawai yang meminta uang tersebut diketahui adalah staf. Semua jajarannya di Pemprov Bali diminta agar memastikan hal itu tidak boleh terjadi. Salah satunya dengan segera melaporkan oknum-oknum demikian. Oknum pegawai yang tertangkap basah akan diberikan sanksi berupa mutasi ke tempat yang jauh. ‘’Saya melarang keras hal-hal seperti itu. Karena itu, mumpung ada Tim Saber Pungli, itu bisa dimanfaatkan untuk memantau proses ini supaya tidak terjadi hal-hal seperti itu. Saya ingin agar semua jabatan ini diisi dengan fair dan objektif,’’ jelas Ketua DPD PDI-P Bali ini. Terkait mutasi perdana di
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
lingkungan Pemprov Bali, Koster menyebut memang masih ada belasan jabatan yang lowong. Di antaranya Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Pendidikan, dan Kepala Dinas PMD. Panitia Seleksi (Pansel) untuk pengisian jabatan eselon II akan dipimpin oleh Sekda Provinsi Bali. Sementara itu, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan pansel mulai bekerja setelah mendapatkan izin dari Menteri Dalam Negeri. Dalam hal ini meminta izin untuk mengisi jabatan yang kosong. Izin dari Mendagri dibutuhkan karena gubernur belum menjabat selama enam bulan. Setelah mengantongi izin Mendagri, dilanjutkan meminta izin ke Komisi ASN untuk mengisi pansel. ‘’Nanti kalau sudah enam bulan, izinnya hanya dari Komisi ASN,’’ jelasnya. (kmb32)
Kamis Pon, 7 Februari 2019
daerah
5
Koruptor APBD Lampung Ditangkap di Bali Denpasar (Bali Post) Buronan yang berstatus koruptor ABPD Lampung, Rabu (6/2) kemarin ditangkap di Bali, persisnya di Tanjung Benoa, Kuta Selatan. Dia adalah terpidana Sugiarto Wiharjo alias Alay. Dalam catatan pihak kejakasan, Alay sudah empat tahun melarikan diri. Kasipenkum Humas Kejati Bali Edwin Beslar membenarkan pihaknya telah menangkap buronan yang sebelumnya merupakan terpidana korupsi APBD Lampung Timur dan Tengah. Terpidana dalam perkara ini diduga korupsi sekitar Rp 108 miliar. ‘’Yang bersangkutan kami tangkap di ruang makan Hotel Novotel, Tanjung Benoa, Kuta Selatan,’’ katanya. Pria yang diduga owner Tripanca Group itu di Bali bersama anak lelaki dan menantunya. Saat ditangkap dia seperti tamu yang santai mengenapan kaos oblong, topi dan celana pendek. Di kantor Kejati Bali, Sugiarto diperiksa tim medis dari RS Bali Mandara. Dari hasil pemeriksaan, Sugiarto normal. Edwin Beslar mengatakan terpidana akan diserahkan ke Kejati Lampung. Hasil pemeriksaan, kata pria asal Manado itu, Sugiarto rencananya mau ke Lombok. Dia di Bali hanya singgah. Yang menarik, Sugiarto melakukan perjalanan dari Jember, Jawa Timur. Kemungkinan perjalanan melalui jalur darat ini untuk menghindari intaian intelijen. Dalam perkara ini, Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan vonis hukuman 18 tahun penjara terhadap Sugiarto. Sementara di Pengadilan Tingkat Pertama, dia dihukum lima tahun penjara. Di tingkat banding ke Pengadilan Tinggi Lampung, putusan di PN Lampung dikuatkan. Namun di MA, dia divonis 18 tahun. Upaya mengeksekusi untuk masuk ke penjara gagal. Keberadaannya sulit dilacak. Namun kini terpidana harus meringkuk kembali di penjara. (kmb37)
Pembahasan RZWP3K Tetap Berlanjut Denpasar (Bali Post) Jabatan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali kini lowong, menyusul kepala dinas sebelumnya yakni I Made Gunaja menjadi salah satu pejabat di lingkungan Pemprov Bali yang turut dirotasi oleh Gubernur Bali Wayan Koster. Gunaja kini dipercaya menjadi Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bali, sesuai dengan bidang ilmunya. Sementara itu, di saat bersamaan Dinas Kelautan dan Perikanan sebetulnya tengah disibukkan dengan pembahasan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K). ‘’RZWP3K tetap berjalan. Nanti tentu akan ada ditunjuk pejabat pelaksana tugasnya,’’ ujar Gunaja usai pelantikan 373 pejabat struktural yang menempati jabatan tinggi pratama, administrasi dan pengawas di Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Rabu (6/2) kemarin. Pejabat struktural yang dimaksud masing-masing 18 eselon II, 109 eselon III, dan 246 eselon IV. Jika dirinya ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Gunaja mengaku akan melanjutkan tahapan-tahapan RZWP3K sesuai dengan mekanisme yang ada. Setelah ada pejabat definitif, tahapan yang sudah diselesaikan dan apa kekurangannya tentu akan ditransfer ke pejabat baru. Saat ini pembahasan RZWP3K sudah sampai pada pasal 30. Artinya, sudah dilakukan konsultasi teknis dokumen antara. Selanjutnya, masih ada tiga pasal lagi yang harus dilewati. ‘’Konsultasi publik setelah melakukan perbaikan terhadap dokumen hasil konsultasi teknis dokumen antara, setelah itu kita menyampaikan perbaikan dari konsultasi publik itu. Baru saya menyampaikan laporan ke Bapak Gubernur. Bapak Gubernur akan meminta pendapat, tanggapan, dan saran dari Kementerian,’’ jelasnya. Gunaja menargetkan RZWP3K rampung bulan Juli. RZWP3K harus berjalan paralel dengan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), sehingga dampak yang ditimbulkan dari perencanaan bisa diantisipasi. Misalnya, terkait penambangan pasir dan penetapan kawasan konservasi. Oleh karena itu, sinergi juga akan dijalin dengan Dinas Lingkungan Hidup. ‘’Kalau tidak selaras, nanti ada persoalan di Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Kemendagri,’’ jelasnya. Ketika disinggung mengenai jabatan barunya, Gunaja mengaku akan melihat terlebih dulu kondisi eksisting tutupan kawasan hutan. Mengingat di Bali kawasan hutan masih kurang dari 30 persen. Sementara itu, perlu biaya besar jika ingin membeli lahan rakyat untuk dijadikan sebagai kawasan hutan. Cara lain yang diamanatkan dalam undang-undang adalah meningkatkan tutupan lahan. ‘’Kemungkinan yang paling bisa kita sasar adalah bagaimana meningkatkan tutupan lahan. Kan ada persoalan juga di situ, kalau kita menghijaukan lahan masyarakat ketika dia bernilai ekonomi bisa dijual. Kan berkurang lagi fluktuatif tutupan lahannya,’’ imbuhnya. Menurut Gunaja, penghijauan akan lebih diutamakan pada lahan-lahan kritis, lahan-lahan di sekitar mata air, dan sempadan sungai, di samping lahan milik masyarakat. Selain rotasi, beberapa jabatan kepala dinas yang lowong kini juga sudah diisi. Salah satunya Kepala Dinas Lingkungan Hidup yang dipercayakan kepada I Made Teja. Teja yang sebelumnya menjabat Kabid Penataan dan Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup pada dinas setempat, utamanya akan fokus pada masalah sampah. ‘’Isu sampah yang harus kita nomor satukan dulu. Jadi untuk menjaga alam, mulai dari hutan, pantai, danau, sungai,’’ ujarnya. (kmb32)
Kasus Dugaan Korupsi PNPM-MP
Terdakwa Murniati Dituntut 7 Tahun, Wartini 8 Tahun Denpasar (Bali Post) Dua orang terdakwa kasus dugaan korupsi dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MP) Kecamatan Rendang, Karangasem, Ni Wayan Murniati alias Bebel (47) dan Ni Ketut Wartini alias Gebrod (39), Rabu (6/2) kemairn masing-masing dituntut pidana penjara selama 7 tahun dan 8 tahun penjara. Terhadap tuntutan tim jaksa, kedua terdakwa akan mengajukan pembelaan atau pledoi. Jaksa yang dikoordinir Andri Kurniawan menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, sebagaimana dakwaan primer yakni melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 ayat (1) b UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Terdakwa juga didenda Rp 300 juta subsider enam bulan kurungan. Terdakwa juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 1.670.780.000. Jika terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama satu bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta benda dapat disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti. Apabila terdakwa tidak mempunyai harta benda, maka dipidana penjara selama empat tahun. Itu untuk terdakwa Wartini. Sementara terdakwa Murniati dituntut lebih ringan yakni tujuh tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. Membayar uang pengganti sebesar Rp 292.637.000. Jika terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama satu bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta benda dapat disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti. Apabila terdakwa tidak mempunyai harta benda maka dipidana penjara selama tiga tahun dan enam bulan. (kmb37)
Bali Post/eka
BURONAN - Terpidana Sugiarto Wiharjo alias Alay digelandang petugas Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali di Kejati Bali, Rabu (6/2) kemarin. Terpidana kasus korupsi APBD Lampung Timur tersebut menjadi buronan selama beberapa tahun, berhasil ditangkap tim Kejati Bali di salah satu hotel di Tanjung Benoa, Bali.
Dewan Atensi Kasus Paedofilia
Denpasar (Bali Post) Solidaritas Warga Anti-Paedofilia (SWAP) menyampaikan aspirasi terkait kasus paedofilia ke DPRD Bali, Rabu (6/2) kemarin. Kedatangan mereka diterima Komisi IV DPRD Bali. Dewan sendiri berkomitmen untuk menuntaskan kasus paedofilia di Bali hingga ke akar-akarnya. Salah satunya dengan segera mengundang Polda Bali agar mengusut kasus paedofilia yang diduga melibatkan penekun spiritual. ‘’Mereka (SWAP - red) menyampaikan keprihatinan terhadap berbagai kasus paedofilia yang selama ini sudah demikian sering terjadi. Cuma sering kasusnya tidak selesai dengan baik, sampai ada lagi kasus-kasus tambahan,’’ ujar anggota Komisi IV DPRD Bali I Made Dauh Wijana usai menerima aspirasi bersama anggota Komisi IV lainnya, Utami Dwi Suryadi. Dikatakan Dauh, paedofilia merupakan kasus yang harus dilawan dan dihentikan. Sebab, kasus ini tidak hanya mengganggu tetapi juga berbahaya bagi generasi penerus bangsa. Anak-anak yang mestinya bertumbuh kembang dengan baik dan memakai waktunya untuk belajar, jangan sampai mengalami kehidupan traumatik dan mencekam. Termasuk penyiksaan dan seksualitas yang seharusnya mereka belum mengenal hal itu. Belum lagi penyimpangan seksual yang dilakukan oleh paedofil sangat rentan terhadap penyebaran penyakit HIV/ AIDS. ‘’HIV/AIDS akan memo-
tong generasi. Karena ancaman demikian hebat, kita harus menghentikan kasus ini. Namun fenomena gunung es ini harus diselesaikan tahap demi tahap, dan pada akhirnya kita berharap bisa dituntaskan sampai ke akarnya,’’ tegas politisi Golkar ini. Menurut Dauh, hambatan yang kerap dihadapi selama ini mesti disiasati dengan strategi baru. Identitas pelaku yang sudah mulai terungkap bisa dijadikan entry point untuk menyelesaikan kasus paedofilia. Di sisi lain, masyarakat juga perlu diedukasi untuk mulai mewaspadai lingkungan sekitar. Termasuk mengetahui sejak dini profil-profil pelaku paedofilia. Komisi IV khususnya akan segera melakukan rapat pembahasan, serta mendorong gubernur agar berkoordinasi dengan Polda Bali. ‘’Paling tidak ada yang terjerat supaya ada efek jera. Nanti kita berkoordinasi, pasti mengundang Polda karena kasusnya berkaitan dengan hukum. Saya yakin, Polda dengan kinerja yang sangat
ASPIRASI - Komisi IV DPRD Bali saat menerima aspirasi dari SWAP. baik pasti akan merespons dengan baik dan menindaklanjuti kasus ini,’’ jelasnya. Aktivis Pemerhati Anak yang tergabung dalam SWAP, Siti Sapurah, menilai langkah dewan yang akan mengundang Polda Bali sebagai hal yang positif. Ia sendiri sudah dipanggil oleh polisi dan telah menyebutkan nama-nama
pelaku dalam kasus paedofilia. Dalam hal ini, kasus paedofilia yang melibatkan penekun spiritual dengan 12 anak menjadi korban. ‘’Ini bukan masalah delik aduan, bukan kriminal biasa seperti mencuri, kasusnya berbeda. Ini kasus kejahatan luar biasa, jadi harus diselesaikan dengan luar biasa
Bali Post/rin
juga,’’ ujar perempuan yang akrab disapa Ipung ini. Menurut Ipung, polisi mestinya menangkap informasi yang berkembang di masyarakat terkait paedofilia, lalu melakukan investigasi dan membuat laporan informasi. Jadi, bukan lagi melempar ke masyarakat agar korban melapor ke polisi. (kmb32)
Musrenbang, Kuta Utara Usulkan 520 Kegiatan Nilainya Rp 954 Miliar Lebih
Mangupura (Bali Post) Kecamatan Kuta Utara Kabupaten Badung mengusulkan 520 kegiatan dengan nilai sebesar Rp 954 miliar lebih. Usulan ini disampaikan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Badung di Kecamatan Kuta Utara, Rabu (6/2) kemarin. Camat Kuta Utara A.A. Ngurah Arimbawa mengatakan usulan tersebut telah mengacu pada Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) Kabupaten Badung Tahun 20162021 dengan lima bidang prioritas yang dijabarkan ke dalam tema pembangunan daerah Kabupaten Badung tahun 2020, yakni pertumbuhan ekonomi dan kualitas sumber daya manusia melalui inovasi pelayanan dasar dan infrastruktur berwawasan lingkungan dengan sembilan prioritas pembangunan daerah. ‘’Dari sembilan prioritas pembangunan daerah itu, ada usulan kegiatan yang dirangkum berdasarkan hasil Musrenbang Desa dan Kelurahan sebanyak 520 usulan dengan nilai sebesar Rp 954 miliar lebih,’’ ungkapnya.
Pihaknya pun merinci pemanfaatan dana tersebut. Seperti prioritas pendidikan, penelitian dan pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi jumlah usulan 70 dengan nilai sebesar Rp 79,2 miliar lebih. Kesehatan usulan 22 dengan nilai sebesar Rp 26,3 miliar lebih dan pembangunan ekonomi jumlah usulan 7 dengan nilai sebesar Rp 122,8 miliar lebih. Kemudian tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik jumlah usulan 7 dengan nilai sebesar Rp 15,1 miliar lebih, sarana-prasarana wilayah, perumahan dan permukiman jumlah usulan 316 dengan nilai sebesar Rp 535,2 miliar lebih, perlindungan sosial dan pengarusutamaan gender 10 usulan dengan nilai Rp 248,2 miliar lebih, penataan ruang dan lingkungan hidup 55 usulan dengan nilai sebesar Rp 112,3 miliar lebih, pariwisata, pertanian dan kebudayaan jumlah usulan 26 dengan nilai Rp 45,4 miliar lebih. Ketenteraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat 7 usulan dengan nilai Rp 749 juta lebih. ‘’Bila dibandingkan dengan usulan Musrenbang tahun 2018 sebanyak 388, tahun ini mengalami peningkatan 34 persen menjadi 520 usu-
lan. Ini membuktikan bahwa kebutuhan masyarakat di Kecamatan Kuta Utara semakin meningkat,’’ tegasnya. Kepala Bappeda I Made Wira Dharmajaya mengatakan pihaknya membuka ruang antar-stakeholder
dalam rangka menyusun rencana kerja pemerintah daerah Kabupaten Badung Tahun 2020. ‘’Kami mengajak dan membuka ruang komunikasi antar-stakeholder pembangunan agar bersama-sama memadukan pikiran untuk
penajaman, penyelarasan, klarifikasi dan kesepakatan usulan rencana kegiatan pembangunan di desa yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan daerah di kecamatan,’’ terangnya. (kmb27)
OPINI
6
Kamis Pon, 7 Februari 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Mengawal NKRI Sampai Mati
PENGALAMAN adalah guru yang berharga. Begitu kalimat bijak mengatakan. Ada makna tersirat maupun tersurat yang sangat penting untuk dipikirkan, ditelaah, dan dipelajari sebagai pegangan untuk menatap masa depan. Mencari sisi terang untuk melangkah lebih jauh. Menemukan sisi gelap agar tidak tersesat lagi. Perjalanan bangsa ini sejak kemerdekaan lalu, sungguh penuh lika-liku. Belum lagi pada era penjajahan dengan berbagai bentuk dukanya. Penguasa asing datang silih berganti. Inilah bentuk pengalaman yang mesti dijadikan pelajaran. Para founding father telah mengalaminya. Bangsa ini telah menjalaninya selama ratusan tahun. Kalau bangsa lain punya pengalaman, kita bisa menjadikannya perbandingan. Kita bisa membandingkan pengalaman bangsa-bangsa lain. Apakah itu di negara maju maupun berkembang. Semuanya punya sejarah. Dan pada era sekarang, semuanya punya dinamika. Di bidang politik, budaya, ekonomi dan sebagainya. Inilah yang kita jadikan sebagai perbandingan. Banyak cerita duka maupun suka tentang bangsa ini. Seperti apa yang dikatakan Bung Karno jauh lebih sulit dibandingkan menghadapi bangsa asing. Maka dari itulah, mengapa Bung Karno mengatakan tugasnya lebih ringan. Sungguh ungkapan yang sangat bijak serta visioner dari seorang Bapak Bangsa serta negarawan kelas wahid. Sangat dalam dan bermakna. Hal ini perlu diresapi dan dilaksanakan dalam konteks berbangsa dan bernegara saat ini. Apalagi kondisi kekinian sangat perlu rasanya refleksi sejarah tentang bagaimana bangsa dan negara ini dibangun. Saat ini, sepertinya kita sudah mulai lupa dan mengaburkan sejarah. Saat ini, ketika terjadi berbagai desakralisasi simbol-simbol negara, bibit disintegrasi, paham radikal dan lain-lain yang bisa mengoyak sendi bangsa, maka kita mesti berpaling kepada sejarah. Jangan sekali-sekali melupakan sejarah. Ini penting dan sangat penting. Berbagai persoalan bangsa saat ini sangat memerlukan intisari pelajaran perjalanan sejarah. Kita mesti mengenang lagi bagaimana perjalanan bangsa ini sampai sekarang. Berbagai persoalan berarti mampu dilalui sehingga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) mampu berdiri tegak sampai kini. Sungguh luar biasa. Kita harus memupuk komitmen mengawal NKRI sampai mati. Apakah karena persoalan yang berkembang saat ini maka kita akan terkotak-kotak, tercerai berai dan melukapan janji setia pada negeri ini? Sungguh sangat bodoh dan bodoh sekali. Kita mengingkari kesepakatan para pendiri republik ini hanya karena kita yang tidak mau atau pura-pura tidak tahu sejarah. Belajar kepada orang lain boleh-boleh saja, tetapi ingat, kita sudah sangat banyak punya buku sejarah. Marilah kita buka, baca, pelajari, resapi, dan laksanakan inti sarinya.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Menjaga Desa Adat Pemerintah Provinsi Bali dan legislator di DPRD Bali menegaskan ada kecenderungan dan hampir memastikan nama desa pakraman akan diubah menjadi desa adat. Pembahasan ini atau tujuan yang akan dicapai dari perubahan nama ini tentu memiliki logika hukum dan acuan yang jelas. Jika untuk menyesuaikan nomenklatur secara nasional, hal itu tentu layak kita apresiasi. Bagaimanapun juga walaupun desa pakraman atau adat memiliki otoritas, namun pengakuan secara nasional tetap penting dijabarkan. Saya juga pikir, nama desa adat masih tetap merujuk aktivitas budaya dan kehidupan kita di Bali. Jadi, jika ini sebatas untuk kepentingan administrasi ketatanegaraan dan pengakuan pemerintah saya juga sependapat jika desa pakraman diubah menjadi desa adat. Mudah-mudahan hal ini berjalan lancar tanpa menyulut polemik lagi. Mari kita fokus menata Bali bukan larut dalam polemik sebuah nama. I Gede Juliawan Arsana Denpasar, Bali
Bolehkah Pemilih Diwakilkan? Saya mau bertanya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bali. Dengan banyaknya kertas suara dan ribetnya proses pemilihan pada pilpres nanti, bolehkah pemilih diwakilkan oleh anggota keluarganya? Hal ini hemat saya tentu tetap harus disosialisasikan kepada masyarakat setidaknya untuk menekan angka golongan putih (golput). Hemat saya, mewakilkan tentu sah-sah saja, sepanjang ada mandat dari yang diwakili. Selain itu, dengan cara ini efektivitas pemilu juga akan lebih baik karena tentu akan mubazir ketika banyak orang dicatat sebagai pemilih akhirnya hanya menjadi angka golput. Dengan cara ini juga akan menekan potensi kesalahan pencoblosan. Mudah-mudahan ada cara terbaik untuk mengoptimalkan partisipasi pemilih pada pilres mendatang. Nima Wayan Purnami Gianyar, Bali
Pelajaran dari Venezuela Peristiwa politik yang terjadi di Venezuela sekarang adalah masalah klasik. Dari sisi politik, peristiwa itu merupakan perebutan kekuasaan antara kelompok konservatif dengan pembaru di negara tersebut. Dilihat dari ideologis, merupakan upaya perebutan pengaruh antara sosialis dengan demokrasi. Dan aktor-aktor internasional terlibat di sana, Amerika Serikat dan sekutunya menghadapi Rusia dan sekutunya. Strategi untuk memperebutkan pengaruh juga klasik: turun ke jalan dan merangkul militer. Tidak ada yang baru dari peristiwa politik di negara yang pernah kaya karena kaya minyak tersebut jika dikaitkan dengan model pencarian pengaruh setelah abad yang lalu.
Oleh
I Made Sulaba icolas Maduro yang kini memegang jabatan sebagai presiden digoyang oleh kelompok oposisi yang dipimpin oleh Juan Guaido. Maduro merupakan tokoh sosialis, didukung Rusia dan Cina. Sedangkan Guaido adalah tokoh demokrasi yang mendapat dukungan Amerika Serikat dan sekutunya di sebagian negara Eropa. Maduro masih dapat merangkul militer, sedangkan Guaido mendapat dukungan parlemen serta jutaan rakyat yang turun ke jalan berunjuk rasa. Ia sendiri menjabat sebagai ketua parlemen. Konflik antara penguasa dan oposan ini berlangsung sejak tahun lalu ketika parlemen tidak mengakui pemilu presiden dan pelantikan Maduro yang dilakukan oleh Mahkamah Konstitusi. Tetapi memanas kurang lebih sejak tiga minggu terakhir di jalanan kota Caracas, ibu kota Venezuela. Konflik klasik seperti yang diutarakan di atas, tidak lain dari upaya perebutan pengaruh. Dan seperti yang terjadi sejak zaman kuno, apabila salah satu pihak tidak mampu memenangkan persaingan atau tidak puas dengan keadaan, pasti akan meminta bantuan dari kekuatan asing. Kekuatan ini pasti dipandang mempunyai pengaruh dan
sumber daya yang kuat. Dan itulah posisi Amerika Serikat dan Rusia (Uni Soviet pada masa lalu). Tidak dapat dimungkiri kalau Venezuela masih menyimpan kekayaan minyak yang terpendam, dan itulah yang menjadi salah satu incaran dari Amerika Serikat dan Rusia. Akan tetapi tetap ada unsur lain yang menjadi daya tarik asing di sini. Bagi Rusia, keberhasilan menguasai Venezuela akan membuat pengaruhnya di Amerika Latin bertambah besar setelah meredupnya Kuba sepeninggal Fidel Castro. Tentu juga Rusia tidak mau kehilangan muka karena terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat dikabarkan juga sebagai akibat dari “bantuan” Rusia. Amerika Serikat, sebagai sebuah negara adidaya tidak akan mau kehilangan muka untuk memperdalam pengaruhnya di Amerika Latin setelah berhasil di Argentina dan Brazil. Di sini akan (dan sudah) terlihat bagaimana big data yang konon digunakan Rusia untuk membantu kemenangan Trump tersebut, tidak akan begitu bermanfaat manakala berkaitan dengan pengaruh kekuasaan. Artinya, mereka yang dibantu akan dapat mengabaikannya setelah kekuasaan itu berhasil diraih. Jelas juga bagi kedua belah pihak, keberhasilan mena-
namkan pengaruh di Venezuela, akan mampu mengontrol lautan Atlantik yang sekarang ramai lalu lintas laut maupun angkasa di atasnya. Politik mencari bantuan asing dan bersedia membantu asing itu, tetap hidup di dunia sekarang. Tidak hanya Venezuela yang menjadi model tetapi itu juga terjadi di Irak, Libanon, Yaman sampai Suriah. Dalam konteks seperti yang diuraikan di atas, sumber daya ekonomi mungkin menjadi sasaran utama. Akan tetapi, itu hanya salah satu. Pada zaman sekarang, ketika dunia sudah demikian dikuasai banyak informasi dan informasi itu dapat disarikan menjadi datadata yang demikian bermanfaat, maka sumber daya ekonomi itu dapat digeser menjadi upaya memperluas budaya dan nilai. Inilah yang menjadi sumber daya baru yang hendak disebarkan oleh negara-negara luar kepada negara-negara domestik. Untuk apa penyebaran nilai dan budaya ini? Pada akhirnya juga bertujuan untuk mendapatkan sumber daya ekonomi. Warga yang terpapar oleh nilai dan budaya dari negara luar, akan secara mudah diperintahkan untuk bergerak dalam bidang apa pun untuk kepentingan nasional negara yang memengaruhi. Tujuan ekonomi juga
akan dilakukan mereka untuk kepentingan ekonomi dari Indonesia harus melihat ini sebagai sebuah kewaspadaan. Terhadap sifatnya yang klasik tersebut, Indonesia mestinya dapat melihat pengalaman Asia Tenggara pada dekade enam puluhan sampai tujuh puluhan pada abad ke-20. Bagaimanapun masa itu merupakan masa suram bagi kawasan Asia Tenggara. Kekuatan asing mulai dari Cina, Amerika Serikat, Uni Soviet, sampai dengan Prancis terlibat pada konflik di Asia Tenggara. Vietnam, Kamboja, Laos sampai dengan Malaysia dan Singapura juga terkena pengaruh itu. Satu yang menjadi musabab campur tangan itu adalah adanya ketidakstabilan di dalam negeri, baik karena faktor ekonomi dan terutama karena prsaingan para elite politik. Di Vietnam, misalnya, kelompok komunis dan demokratik mencoba saling bersaing. Karena sama-sama tidak mempunyai kekuatan untuk menang, mereka minta bantuan asing. Maka terlibatlah Amerika Serikat, Cina, dan Uni Soviet. Di Korea, bangsa itu bahkan terbagi menjadi dua sampai sekarang. Sumber daya tinggi yang dimiliki Asia Tenggara dan Asia Timur adalah jalur pelayaran internasional yang luar biasa strategis dan dengan demikian juga angkasa di atasnya. Selat Malaka, Samudera Indonesia, Samudera Hindia sampai dengan Samudera Pasifik semua terhubung dengan kawasan Asia Tenggara. Indonesia pun tidak dapat dilepaskan dari pengaruh ini. Kira-kira peristiwa G-30-S yang terjadi pada tahun 1965 merupakan puncak kulminasi dari kekhawatiran akan persaingan antara Amerika Serikat dengaan Uni Soviet dan Cina. Ada yang menyebutkan jutaan korban jiwa terjadi di Indonesia
UU Provinsi Bali, Madu atau Racun? Sebagai wakil rakyat Bali yang memelopori cetusan ide untuk melakukan pembaruan UU Pembentukan Provinsi Bali yang akan berfungsi sebagai payung hukum guna melakukan perubahan atau reformasi total terhadap pengaturan dan tata kelola di Bali, membuat saya memiliki tanggung jawab moral untuk tetap mengawalnya. Meskipun nantinya saya tidak lagi menjabat sebagai wakil rakyat Bali di Senayan. Menurut kami di Dhamantra Center, visi dari pembaruan Undang-undang Pembentukan Provinsi Bali, semestinya mampu menyempurnakan kemandirian dan kedaulatan rakyat yang selama ini, semakin hari dirasakan semakin jauh dari harapan. Begitu juga kemampuan pemerintah daerah mengatasi keterpinggiran rakyat yang berlangsung saat ini, akan menjadi tolok ukur keberhasilan dari perubahan sistem akibat adanya pembaruan itu sendiri. Itu sebabnya, mengapa “Berjuang Merebut Hak Bali” menjadi seruan kami. Kami ingin agar dengan cara yang konstitusional dilakukan perjuangan untuk menegakkan hak rakyat, khususnya terkait dengan keadilan dan kemandirian ekonomi rakyat. Maka dari itu, esensi dari pembaruan UU Provinsi Bali adalah melahirkan payung hukum bagi pengaturan dan tata kelola pemerintahan serta pembangunan Provinsi Bali yang memiliki keberpihakan terhadap kesejahteraan rakyat, dengan menggunakan koridor pelestarian alam, adat dan budaya Bali sebagai satu-satunya pijakan.
Oleh
I Nyoman Dhamantra Sudah saatnya, kedaulatan rakyat yang menjadi fondasi dari proses demokratisasi, hendaknya mendapat keberpihakan yang serius. Rakyat yang selama ini menjadi inti dari kehadiran sebuah negara, jangan hanya dijadikan objek pembangunan, tetapi harus lebih kepada upaya agar rakyat dapat turut merasakan laju pembangunan. Keyakinan rakyat bahwa pemprov
Pembaruan terhadap UU Provinsi Bali sangat diharapkan oleh rakyat, tetapi dengan catatan, UU payung itu tidak dirancang demi pembangunan yang akan menstimulus eksploitasi yang terjadi saat ini terhadap alam dan rakyatnya.
menganut visi keberpihakan akan menjadi nyata, bilamana visi dari pembaruan UU Provinsi Bali dapat menjamin adanya penguatan terhadap hak rakyat, dan pelestarian alam serta budaya Bali. Masih berlangsungnya transmigrasi sebagai wujud ketidakmampuan rakyat untuk bertahan hidup di tanah leluhurnya, ataupun proyek dengan cara melakukan eksploitasi alam yang masih menjadi ciri pembangunan yang sesat, seperti halnya cita-cita untuk menguruk laut di Bali ataupun rencana pertambangan pasir laut di Canggu. Semua itu justru akan mengganggu kepercayaan rakyat akan kesungguhan Pemerintah Provinsi Bali menganut visi keberpihakan yang sedang dinanti-nanti oleh rakyat. Pembaruan terhadap UU Provinsi Bali sangat diharapkan oleh rakyat, tetapi dengan catatan, UU payung itu tidak dirancang demi pembangunan yang akan menstimulus eksploitasi yang terjadi saat ini terhadap alam dan rakyatnya. Apakah gunanya memiliki sistem baru yang ternyata hanya sebagai racun bagi upaya rakyat mencapai kemakmurannya, dan menjadi madu bagi para kapitalis dengan kekuatan dananya memorak-porandakan Bali? Investasi memang memiliki peran penting dalam pembangunan, namun bukan berarti boleh dilakukan di atas penderitaan rakyat dan kehancuran peradaban manusia Bali.
pada saat itu, tanpa perang tanpa perlawanan. Sangat mengerikan dan sangat mengecewakan. Kita jelas tidak menginginkan peristiwa seperti di Venezuela itu terjadi di Indonesia saat ini. Juga tidak menginginkan terjadi berbagai peristiwa mengerikan seperti dekade enam pulahan dan tujuh puluhan di Asia Tenggara. Karena itu, segala perbedaan pendapat yang kini terjadi pada level elite politik dan masyarakat, harus segera diakhiri. Semua harus sadar bahwa kita di Indonesia ini sedang melihat konflik elite yang cukup panas. Ini sudah berlangsung lama, sejak 2014. Wacana yang muncul di ruang publik banyak dihiasi pertentangan. Hulunya jelas adalah upaya merebut kekuasaan, upaya merebut pengaruh. Hilirnya yang terlihat di ruang publik adalah wacana yang saling bertolak belakang dan saling serang. Harap diingat, konflik yang diperlihatkan di ruang publik melalui wacana, mengandung tingkat bahaya yang tinggi. Wacana tersebut akan tersampaikan secara menjalar dan ditafsirkan macam-macam secara beranting dan akumulatif. Bayangkan hilir konflik yang terjadi akibat akumulasi penafsiran tersebut. Terakhir, yang kita khawatirkan adalah benturan sosial. Jadi segeralah bersikap untuk mempersatukan negara ini. Hindari konflik, luruskan wacana, dan tampilkan wajah bersahabat di ruang publik. Tujuannya agar Indonesia tidak diincar oleh pengaruh luar. Negara kita bersisian langsung dengan Selat Sunda, Selat Malaka, Samudera Hindia. Juga kaya dengan berbagai sumber daya alam.
POJOK Kata Kepala BPS Bali, sulit turunkan angka kemiskian jadi 1 persen. - Betul, yang sulit pemda. *** Tahun 2018, pertumbuhan ekonomi Bali mencapai 6,35 persen. - Angka dan realita tinggal dicocokkan. *** Pecandu narkoba yang direhabilitasi didominasi orang Bali. - Dikalahkan narkoba.
Penulis, anggota Fraksi PDI-P DPR-RI
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7 TABANAN Geledah Sel, Petugas Lapas Temukan Ponsel dan ’’Cutter’’
Kamis Pon, 7 Februari 2019
Bali Post/ist
PERIKSA - Petugas memeriksa kamar tahanan untuk mencari barang-barang terlarang.
Tabanan (Bali Post) Satu per satu kamar tahanan di Lapas IIB Tabanan digeledah petugas Lapas, Rabu (6/2) kemarin. Setiap sudut diperiksa dan diobok-obok. Hasilnya, petugas berhasil menyita barang-barang terlarang, di antaranya empat unit HP, gunting, cutter, gelas kaca dan sendok besi. Sebanyak 40 personel dilibatkan dalam sidak tersebut. Sidak yang dipimpin Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas IIB Tabanan I Wayan
Suwiantara ini dimulai pukul 07.45 Wita sampai dengan 10.00 Wita. Kalapas IIB Tabanan I Putu Murdiana menerangkan, sidak dilakukan karena ada informasi beredarnya alat komunikasi berupa HP di dalam lapas. Secara aturan, HP merupakan barang yang sangat dilarang berada di dalam blok hunian lapas, meskipun hak untuk berkomunikasi serta menghubungi keluarga tidak dilarang. ‘’Ada mekanisme khusus
yang mengatur penggunaan alat komunikasi warga binaan yang diatur menurut peraturan perundang-undangan,’’ terang Murdiana. Sebelum sidak dimulai, para petugas dikumpulkan terlebih dahulu untuk diberikan pengarahan dan strategi penggeledahan. Selanjutnya petugas dibagi dalam tiga tim. Mereka menyisir satu demi satu kamar tahanan dan tempat-tempat yang dicurigai sebagai tempat penyimpanan
barang terlarang. Target sidak berupa HP, narkoba, senjata tajam dan barang-barang membahayakan lainnya. Selanjutnya, barang-barang temuan yang berhasil diamankan oleh petugas akan dimusnahkan. Khusus HP akan dilaksanakan pemeriksaan secara intensif. ‘’Apabila ada indikasi pelanggaran pidana, maka akan dikoordinasikan dengan pihak berwajib,’’ jelas Murdiana. (kmb28)
Uji Adaptasi Beras Merah Cendana Terkendala Anggaran Tabanan (Bali Post) -
Uji coba varietas baru beras merah cendana yang sedang dilaksanakan Tabanan mengalami hambatan. Tahapan yang seharusnya uji adaptasi semua dataran, terpaksa ditunda karena anggaran terbatas. Pada APBD 2019 hanya dianggarkan biaya penanaman sebesar Rp 50 juta. Padahal untuk uji adaptasi semua dataran harus disertai anggaran pemeriksaan kandungan zat di laboratorium untuk klon yang terpilih agar memenuhi syarat untuk dilepas di lapangan. ‘’Sayangnya anggaran untuk uji laboratorium ini belum ada. Jadi, uji adaptasi semua dataran belum bisa dilaksanakan,’’ ujar Kepala Dinas Pertanian Tabanan Nyoman Budana, Rabu (6/2) kemarin. Seperti diketahui, uji tanam untuk tahap pemurnian dalam menemukan varietas unggulan lokal beras merah cendana sudah dilakukan. Panennya dilaksanakan Oktober 2018. Pada tahap tersebut, terpilih tiga klon yang diunggulkan yaitu G0, G10 dan C20. Masing-masing klon telah diambil sampelnya, begitu
juga induknya untuk dibandingkan. Dari tahap ini, Batan yang saat itu ikut memanen melihat G0 selain memiliki sifat morfologis induknya juga memiliki kelebihan yang tidak dimiliki klon lainnya. Batan pun merekomendasikan G0 sebagai pilihan pertama varietas unggul lokal yang baru, disusul
kemudian oleh G10 dan C20. Namun, untuk menentukan varietas baru, klon harus menjalani uji ketahanan penyakit dan uji adaptasi semua dataran. Klon juga harus menjalani pemeriksaan kandungan di laboratorium. Jika semua proses ini dilaksanakan, barulah dilepas ke petani untuk ditanam. Say-
angnya pada anggaran kali ini hanya diberikan Rp 50 juta atau hanya cukup untuk penanaman uji ketahanan penyakit. ‘’Kami usahakan pada APBD Perubahan dianggarkan,’’ jelas Budana. Diakui Budana, anggaran yang dibutuhkan untuk pemeriksaan laboratorium cukup tinggi. Untuk pemeriksaan satu zat saja memerlukan biaya sekitar Rp 50 juta. Maka dari itu, selain dari APBD, pihaknya juga sedang berusaha mendapatkan bantuan dari Batan maupun Universitas Udayana. Jika anggaran terpenuhi, barulah uji adaptasi semua dataran dan uji lab dilaksanakan. (kmb24)
Bali Post/san
BERAS - GO adalah salah satu klon unggulan untuk menjadi varietas baru beras merah cendana. Saat ini tahap uji tanam adaptasi semua dataran belum bisa dilakukan karena terkendala anggaran.
Bali Post/bit
SURAT SUARA - Petugas KPU Tabanan saat memindahkan surat suara.
KPU Terima Surat Suara Pemilu Tabanan (Bali Post) Surat suara untuk Pemilu 2019 mulai diterima KPU Tabanan, Rabu (6/2) kemarin. Surat suara diangkut menggunakan satu truk kontainer. Surat suara yang sudah sampai, baru untuk Pilpres dan Pileg tingkat DPR-RI. Sementara surat suara lainnya masih dalam proses pencetakan. Ketua KPU Tabanan I Putu Weda Subawa menerangkan, pihaknya menerima surat suara sebanyak 934 boks. Dengan rincian, surat suara Pilpres sebanyak 187 boks dengan isian 2.000 lembar per boks, serta surat suara DPR-RI sebanyak 747 boks dengan isian 500 lembar per boks. ‘’Setelah diterima, surat suara tersebut selanjutnya disimpan di gudang penyimpanan KPU untuk nantinya akan dilakukan pelipatan serta sortir surat suara,’’ terangnya. Terkait pelipatan serta penyortiran surat suara,
pihaknya belum berani memastikan kapan akan dilakukan, karena masih menunggu instruksi KPU RI. Namun dia memprediksi, KPU Tabanan akan melibatkan 20 sampai 25 tenaga dari masyarakat umum untuk melaksanakan proses tersebut. Pelipatan dan penyortiran rencananya digelar di lapangan tenis Alit Saputra Tabanan secara bertahap. ‘’Bertahap, karena pengawasan sulit. Kita lihat situasinya. Kalau cukup 20-25 orang, kita maksimalkan itu dulu. Kalau kurang baru ditambah, maksimal 50 orang,’’ ucapnya. Dengan jumlah tenaga yang ada, mereka nantinya akan bekerja dari pukul 08.00 Wita sampai 13.00 Wita dengan upah Rp 100 per surat suara. ‘’Agar punya waktu untuk kami di KPU lakukan sortir langsung sore harinya. Target dua minggu sudah selesai untuk pelipatan dan sortir,’’ jelasnya.
Terkait surat suara yang datang ke KPU Tabanan, kata Weda total jumlahnya sesuai dengan perhitungan KPU pusat yakni jumlah global DPT ditambah 2 persen. ‘’Jumlah DPT di Tabanan 366.150 pemilih. Kalau dihitung global ditambah 2 persen, maka hasilnya 373.473 surat suara dan ini pas dengan jumlah surat suara yang kami terima sekarang. Namun, jika dihitung penambahan 2 persen per TPS, masih ada kekurangan 696 lembar karena perhitungan angkanya 374.169 surat suara untuk per tingkatan masing-masing pemilihan,’’ terangnya. Mengenai kekurangan surat suara tersebut, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan KPU Provinsi Bali, sehingga jelang pemungutan suara, logistik aman. ‘’Soal pengamanan surat suara, kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian,’’ imbuhnya. (kmb28)
Pemerintah Desa Wanagiri Gali Potensi Salak Gula Pasir Tabanan (Bali Post) Desa Wanagiri Kecamatan Selemadeg termasuk desa yang masuk dalam kawasan Nikosake (nila, kopi, salak dan kelapa). Dengan luas wilayah 997 hektar, sebagian besar wilayah Desa Wanagari terdiri dari sawah dan perkebunan terutama kelapa dan salak. Wanagiri terpilih menjadi salah satu kawasan Nikosake karena memiliki salak gula pasir yang berpo-
tensi dijadikan produk khas. Perbekel Wanagiri I Nyoman Suarya Ardana, Rabu (6/2) kemarin, mengatakan salak gula pasir di Desa Wanagiri mulai dikembangkan tahun 1990-an. Saat ini salak sudah berkembang di dua dusun, yaitu Dusun Sarin Buana dan Dusun Biahan. Tekstur salak gula pasir cukup khas jika dibandingkan salah pondoh ataupun salak Bali. Salak gula pasir
memiliki tekstur renyah berair dan manis seperti gula. Komoditas inilah yang hendak dikembangkan menjadi produk olahan seperti keripik salak. Sayangnya, kata Ardana, pembuatan keripik salak saat ini belum berjalan maksimal. Kelompok yang dibentuk masih melakukan uji coba dan uji pasar. ‘’Produksinya masih belum karena dalam proses uji coba. Terlebih
harga jual salak gula pasir sekarang masih mahal. Jadi petani lebih memilih menjual dalam bentuk buah,’’ papar Ardana. Meski harga jual salak gula pasir turun menjadi Rp 10.000 per kilogram karena panen raya, namun harga ini masih dianggap mahal. ‘’Kalau jadi bahan baku produk olahan, harga ini masih mahal. Petani mungkin akan mulai membuat produk ola-
han jika harga jual mencapai Rp 5.000 per kilogram,’’ ujar Ardana. Dalam mendukung program Nikosake, untuk saat ini Pemerintah Desa Wanagiri lebih menonjolkan pesona alam Desa Wanagiri. Meski demikian, petani sudah mulai menata perkebunannya sehingga layak menjadi agrowisata. Areal trekking juga disiapkan agar wisatawan
bisa puas menikmati pemandangan sawah, kebun serta menyusuri hutan hujan di Desa Wanagiri. Wisatawan sudah cukup banyak datang ke desa ini. Penduduk setempat melakukan kerja sama dengan beberapa vila setempat dalam mendatangkan wisatawan. Kebanyakan wisatawan diantar untuk melihat perkebunan salak dan kelapa, pemandangan sawah di Subak Bantas maupun
hutan hujan yang menuju Jatiluwih di Dusun Sarin Buana. Lanjut Ardana, Desa Wanagiri sebenarnya masih memiliki banyak potensi wisata. Salah satunya Pura Wanagiri yang merupakan pura kuno. Untuk menjadikan pura tersebut sebagai salah satu kunjungan wisata memerlukan persetujuan dan kesiapan dari masyarakat setempat. (kmb24)
BULELENG
8
Kamis Pon, 7 Februari 2019
Senderan ’’Merajan’’ Longsor
Dapur Semipermanen Tertimbun, Pemilik ’’Shock’’ Singaraja (Bali Post) -
Bencana alam akibat cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Buleleng. Kali ini, tanah longsor terjadi di Banjar Dinas Kemuning, Desa Pucaksari, Kecamatan Busungbiu. Senderan permanen merajan ambruk. Bongkahan batu kali itu menimpa beberapa bagian palinggih. Bahkan, tanah menimbun dapur yang tepat berada di bawahnya. Beruntung, saat kejadian, dapur dalam kondisi kosong, sehingga tidak ada korban jiwa. Hanya, salah satu pemilik rumah shock dan dirawat di rumah sakit. Dari informasi yang dikumpulkan di lapangan, sebelum tanah itu longsor, hujan dengan itensitas tinggi terjadi mulai pukul 12.00 Wita. Karena hujan, pemilik rumah Nyoman Gelah (72) bersama istrinya Ketut Marning beristirahat di dalam rumah. Sekitar pukul 17.00 Wita, tiba-tiba senderan permanen merajan milik Wayan Alun (58) itu ambruk. Batu kali dan bagian palinggih yang patah itu menimpa dapur yang jadi satu dengan kamar mandi. Selain itu, material tanah longsor itu menimbun kandang berikut beberapa ekor ayam aduan milik pasutri tersebut. Anak korban, Nyoman Sudarsana, di lokasi kejadian Rabu (6/2) kemarin menceritakan, sebelum peristiwa itu terjadi, kedua orangtuanya yang sudah lanjut usia (lansia) itu beristirahat di dalam kamarnya. Orangtuanya biasanya memasak sambil menghangatkan badan di ruang dapur. Kebetulan hujan deras, orangtuanya sejak sore tinggal di dalam kamar. Memasuki hari
gelap, senderan dengan ketinggian sekitar 5 meter dan panjang sekitar 13 meter itu tiba-tiba saja ambruk. Orangtuanya melihat kalau beberapa bagian palinggih dari pasir melela (pasir laut - red) yang patah itu berjatuhan hingga merusak dapur, kamar mandi, dan kandang ayamnya. “Bapak sama ibu sudah lama tinggal di rumah. Sempat dapat bantuan bedah rumah dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Sambil memasak biasanya menghangatkan badan di tungku dapur. Beruntung, saat hujan itu, mereka beristirahat di dalam rumah sehingga selamat,” katanya. Pengalaman melihat bencana tanah longsor itu membuat pemilik rumah Nyoman Gelah terkejut, sehingga hal itu memengaruhi kesehatannya. Kondisinya sempat drop. Melihat kejadian itu, anaknya dibantu kerabat dekatnya mengantar orangtuanya memeriksakan kesehatannya ke rumah sakit. Sampai kemarin, Nyoman Gelah masih dirawat dan kondisi kesehat-
annya mulai membaik. Panyengker Ambruk Pemilik merajan, Wayan Alun (58), di lokasi kejadian menuturkan, sebelum peristiwa itu, dia baru saja pulang berkebun. Saat itu, masih hujan deras. Dia sangat terkejut melihat panyengker merajan-nya ambruk perlahan. Dia pun panik setelah melihat palinggih itu patah, kemudian berjatuhan ke bawah karena tanahnya tergerus. Melihat kejadian itu, Alun tidak bisa berbuat banyak. Dia sempat memastikan nasib tetangganya Nyoman Gelah, yang di bawah bangunan merajan itu. Dilihatnya dapur, kamar mandi, dan kandang milik tetangganya itu tertimbun. Beruntung tidak ada korban jiwa, hanya Nyoman Gelah, mengeluh shock karena terkejut. Dia mengaku, merajan permanen itu dibangun lima tahun lalu. Panyengker dan palinggih itu dibuat dengan konstruksi permanen. Diduga karena tanah itu labil ditambah hujan deras, sehingga terjadi tanah longsor.
“Saya lihat tembok bergerak perlahan ke bawah yang diikuti palinggih yang patah, karena fondasinya tergerus. Saya sempat panggil tetangga di bawah. Beruntung keduanya selamat,” katanya. Terkait kerugian akibat bencana itu, kata Alun, diperkirakan mencapai Rp 75 juta. Kapan diperbaiki, dia belum bias memastikan perbaikan secara permanen. Ini karena cuaca ekstrem masih terjadi, sehingga dikhawatirkan terjadi longsor susulan. “Untuk sementara, bangunan palinggih Rong Telu, Rong Dua, Pengelurah, Sedahan Karang, dan sebagian candi saya bersihkan dulu. Kapan perbaikannya masih belum pasti. Takutnya terjadi hujan lagi. Sebab, rawan terjadi longsor susulan,” katanya. Pascakejadian itu, anggota polisi dan petugas Kecamatan Busungbiu sudah mendatangi lokasi. Korban pun mendapat bantuan mulai paket sembako dan beberapa sak semen untuk membantu meringankan penderitaan pasutri Gelah dan Marning itu. Warga dan kerabatnya juga bergotong royong mengevakuasi peralatan rumah tangga yang masih bisa dimanfaatkan. Terkait perbaikan, dapur dan kamar mandi itu, pihak korban masih menunggu kepastian dari instansi berwenang. (kmb38)
Bali Post/kmb38
LONGSOR – Dapur semipermanen tertimbun setelah senderan merajan longsor karena hujan, Selasa (5/2) petang lalu.
Revitalisasi Pasar Banyuasri
Pedagang Minta Bukti Tertulis Jaminan dari Pemerintah Revitalisasi Pasar Banyuasri, Kecamatan Buleleng tahun ini dipastikan mulai dikerjakan. Selain persiapan tender fisik konstruksi awal, pemerintah juga membuat pasar darurat untuk menampung pedagang selama revitalisasi dilakukan. Kendati upaya serius sudah dilakukan pemerintah, pedagang minta agar revitalisasi pasar terbesar kedua di Bali Utara itu tuntas tepat waktu. Bahkan, mereka meminta ada bukti surat tertulis (hitam di atas putih -red) sebagai jaminan pemerintah menyelesaikan revitalisasi selama dua tahun anggaran. Lalu, apa harapan pedagang terkait revitalisasi pasar itu?
Bali Post/kmb38
SOSIALISASI – Lebih dari 500 pedagang Pasar Banyuasri, Kecamatan Buleleng mengikuti sosialisasi terkait rencana relokasi pedagang yang dijadwalkan April 2019 mendatang.
HARAPAN itu terungkap dalam sosialisasi relokasi pedagang di Wantilan Puri Seni Sasana Budaya, Rabu (6/2) Kemarin. Sosialisasi itu dilakukan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) dengan melibatkan lebih dari 500 pedagang yang selama ini berjualan di Pasar Banyuasri. Kepala Disdagprin Ketut Suparto mengatakan, rencananya April 2019, pemerintah akan
merelokasi seluruh pedagang Pasar Banyuasri ke lokasi pasar darurat di Terminal Banyuasri. Sebagian di bahu Jalan Samudra Singaraja. Pemerintah mengalokasikan dana Rp 1,4 miliar untuk membangun pasar darurat itu dengan kapasitas 572 unit los, 56 unit kios, serta 92 unit rumah toko (ruko). Pedagang diperkirakan menempati pasar darurat itu selama dua tahun hingga awal
2021 mendatang. Ini karena, pelaksanaan revitalisasi Pasar Banyuasri dimulai tahun ini. Dan diperkirakan menelan anggaran Rp 188 miliar. “Secara umum sudah tidak masalah. Kami sudah sampaikan pada pedagang secara gamblang. Kami jamin semua pedagang yang sudah tercatat sesuai potensi di pasar itu akan mendapat tempat berjualan di pasar darurat,” tegasnya. Sesuai perencanaan, kata Suparto, revitalisasi itu tuntas dalam waktu dua tahun anggaran. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran cukup besar untuk pembangunan pasar itu. Seperti tahun ini saja, pemerintah menyiapkan anggaran Rp 100 miliar. Sisanya Rp 88 miliar dialokasikan dalam APBD 2020 mendatang. Saat
relokasi, pedagang juga dijamin mendapatkan tempat. Pemerintah telah menghitung kebutuhan sesuai jumlah pedagang yang aktif berjualan di Pasar Banyuasri itu. “Kami jamin ini bisa selesai dalam waktu dua tahun. Sebab, pemerintah menyiapkan anggaran besar. Mengacu dokumen perencanaan itu akan tuntas dalam dua tahun,” katanya. Selama sosialisasi, para pedagang umumnya meminta kepastian pemerintah terkait waktu revitalisasi pasar. Sebab, mereka menggantungkan hidupnya dari aktivitas di pasar tradisional. Apabila terlalu lama, mereka khawatir memengaruhi pendapatan keluarga. Salah seorang pedagang, Widiasa, mengatakan, pekerjaan sehari-hari dirinya hanya
dari hasil berdagang di Pasar Banyuasri. Lantaran hal itu sebagai pekerjaan utamanya, maka dirinya khawatir kalau proyek itu mandek di tengah jalan. Hal itu bisa berdampak pada penghasilannya sebagai pedagang. Karena itu, dia meminta pengerjaan proyek itu diselesaikan tepat waktu, sehingga tidak berhenti di tengah jalan karena ada masalah anggaran pada proyek itu. “Tolong selesaikan dalam waktu dua tahun. Jangan sampai berhenti di tengah jalan, apalagi ada alasan uang tidak cukup dan juga disebabkan masalah lainnya. Kami ini hidup dengan cara berusaha di pasar. Kalau pasar itu mandek, maka kitalah yang jadi korbannya,” tegasnya. (mud)
GIANYAR
Kamis Pon, 7 Februari 2019
9
Upacara ”Nyenuk” di Pura Er Jeruk
Ribuan Krama Sukawati Ikut ”Mapeed”
SERANGKAIAN Karya Padudusan Agung Segara Kertih, Tawur Balik Sumpah Agung dan Mupuk Padagingan di Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk dilanjutkan dengan upacara Nyenuk ke Pura Desa Sukawati, Rabu (6/2) kemarin. Uniknya, dalam upacara itu ribuan krama berpartisipasi dalam rangkaian mapeed dari Pura Er Jeruk menuju Pura Desa Sukawati. Manggala III Made Sarwa menerangkan, ritual Nyenuk bertujuan mempersembahkan rasa terima kasih atas proses karya di Pura Er Jeruk yang selama ini sudah berjalan dengan baik. Wujud terima kasih ini dipersembahkan berupa pala bungkah dan pala gantung. “Ini berupa isi alam yang kita persembahkan untuk Batara sebagai ucapan terima kasih karena karya sudah berlangsung dengan baik,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, krama juga meluapkan rasa syukur dengan ritual mapeed dari Pura Er Jeruk menuju Pura Desa Sukawati. “Ini tradisi di Sukawati meluapkan rasa syukur dengan mapeed serta perangkat upacara lain yang menyertai,” katanya. Uniknya, rangkaian upacara mapeed ini diikuti ribuan krama Desa Sukawati yang terdiri dari 14 banjar. Menurut Sarwa, setiap banjar menurunkan 45 orang untuk ikut mapeed, dari anak-anak remaja hingga yang sudah dewasa. Rinciannya, masing-masing banjar mengerahkan lima pasang atau 10 orang daha trunatruni, selain itu lima orang daha bajang (perempuan - red), 10 orang peed PKK, ditambah 20 orang peed PKK dengan membawa bokor. “Jadi per banjar ada sekitar 45 orang, itu tinggal dikali 14. Belum
lagi tambahan peed lainnya, sehingga yang berpartisipasi sampai seribuan,” ungkapnya. Selain itu, ada pula persembahan pasangan anak-anak laki dan perempuan yang diusung dengan jempana. Satu pasangan ini persembahan dari Puri Ubud dan dua pasang persembahan dari Sukawati. “Serangkaian upacara Nyenuk ini, Puri Ubud juga mempersembahkan gong dan perangkat baleganjur,” kata Sarwa. Saking banyaknya peserta mapeed, membuat rangkaian upacara ini berlangsung cukup lama. Terlebih jarak yang ditempuh sepanjang tiga kilometer dengan berjalan kaki, dari Pura Er Jeruk menuju Pura Desa Sukawati. Prosesi berjalan beriringan ini dimulai pukul 13.00 Wita dari Pura Er Jeruk, dan tiba di Pura Desa Sukawati sekitar pukul
Putri Bupati Gianyar Juarai ”Putri Remaja Bali 2019”
NI Putu Diah Pradnya Maharani meraih prestasi membanggakan dengan menjuarai ajang pemilihan Putri Remaja Bali 2019, Selasa (5/2) malam. Remaja yang akrab disapa Gek Diah ini merupakan putri pertama Bupati Gianyar I Made Mahayastra dengan Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra. Kini remaja 16 tahun ini sedang bersiap melaju ke ajang tingkat nasional yang akan berlangsung Juli 2019. Ditemui Rabu (6/2) kemarin, Gek Diah menuturkan kesukaannya terhadap dunia modeling yang sudah tumbuh sejak masih kanak-kanak. Gek Diah juga sempat ikut kelas singkat modeling, kemudian mulai mendalami dunia modeling lewat youtube. Sejumlah model kenamaan dijadikan motivasi hingga akhirnya Gek Diah concern untuk mendalami dunia catwalk. Demi menyalurkan hobi modelingnya, pelajar kelas X Gandi Memorial Intercontinental School Denpasar ini tertarik mengikuti ajang tersebut. Gayung pun bersambut ketika sang ibu mendukung penuh. “Untuk ajang ini awalnya mama yang ngasi tahu, karena saya di sekolah memang agak sibuk dengan pelajaran,” jujarnya. Saat mendaftarkan, Gek Diah mengaku tidak terlalu peduli dengan hasil. Terpenting baginya adalah menyalurkan hobi dan menambah pengalaman. “Awalnya enggak peduli menang atau kalah. Setelah ikut, saya keluarkan semua kemampuan. Tidak saja dari penampilan fisik, tapi juga ada tes bakat, pengetahuan, dan kemampuan berbahasa asing,” jelasnya. Gek Diah yang sehari-hari memang fasih berbahasa Inggris ini sukses mengalahkan peserta yang lain. “Peserta diwajibkan membuat pidato, saya buat H-1, bertema narkoba. Kebetulan di sela-selanya ada saya sisipkan bahasa Inggris,” jelasnya. Mengenai embel-embel membawa nama sebagai anak Bupati Gianyar, Gek Diah berupaya membuktikan bahwa dirinya memang punya potensi, tanpa harus membawa nama orangtua. “Di sana saya buktikan, bukan karena titel orangtua. Saya buktikan punya potensi dan memang pantas di sana,” tegasnya. Menariknya, Gek Diah juga ikut latihan gym untuk membentuk badan. Aktivitas ini sudah dilakoninya sejak dua tahun lalu. Tujuanya supaya tubuh tetap bugar dan terbentuk. Hal ini juga dilakukan untuk bekal berkompetisi di tingkat nasional. Gek Diah juga mengaku bersyukur memiliki ibu dengan hobi yang sama, yakni modeling dan fashion. “Pasti nanti latihan catwalk, attitude, brain dan berusaha memunculkan inner beauty. Semua saran dari mama saya pakai bekal, tapi harus tetap jadi diri sendiri,” jelasnya. Ajang Pemilihan Putri Remaja Bali ini dianggap sebagai permulaan untuk mengikuti ajang serupa ke depan. Bahkan, gadis kelahiran Desa Melinggih Kecamatan Payangan ini menargetkan
15.30 Wita. Selama di Pura Desa Sukawati, upacara dipuput Ida Pedanda Jelantik Giri, Geria Gung Sari Pelayan Ubud dan Ida Pedanda Geria Gede Ketewel. “Selama di Pura Desa Sukawati, krama ini melakukan persembahyangan ngaturang banten, lantas kembali ke Pura Er jeruk, sehingga ritual ini berlangsung sampai Rabu malam,” ujar Sarwa. Setiba di Pura Er Jeruk, ritual terus berlanjut dengan upacara Masasapan. Menurut Sarwa, ritual ini berupa prosesi sidakarya, karena karya sudah selesai. Ritual di Pura Er Jeruk ini di-puput Ida Pedanda Giri Putra Geria Gede Kemenuh dan Ida Pedanda Istri Jelantik Geria Gede Batuan. “Itu berupa membawa pala bungkah dan pala gantung. Ini dipersembahkan untuk sesuhunan yang ada di Pura Er Jeruk,” tegasnya. (nik)
Bali Post/nik
MAPEED - Sejumlah remaja mengikuti prosesi mapeed membawa persembahan menuju Pura Desa Sukawati, Rabu (6/2) kemarin.
Putra Kepala Satpol PP yang Tewas Gantung Diri Dikremasi
Gianyar (Bali Post) Tjokorda Gede Indra Permana, korban gantung diri di rumahnya di Puri Saren Kauh Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, akhirnya dikremasi di Krematorium Cekomaria, Denpasar, Rabu (6/2) kemarin. Sementara ayah korban, Tjokorda Gde Agusnawa yang notabene Kepala Satpol PP Kabupaten Gianyar, mengikhlaskan kepergian putra pertamanya ini. Pantauan Bali Post, Rabu siang kemarin, sebelum prosesi kremasi nampak sejumlah kerabat dan pejabat di lingkungan Pemkab Gianyar melayat ke Puri Saren Kauh, Desa Peliatan yang dipimpin langsung Bupati Gianyar I Made Mahayastra, didampingi Sekda Gianyar Ir. I Made Gede Wisnu Wijaya, M.M. dan sejumlah pejabat lainnya. Cokorda Gede Agusnawa mengaku masih shock dan sangat terpukul atas musibah ini. Meski demikian, ia berusaha tetap tegar demi keluarga. Terlebih, putranya yang baru berusia 27
tahun itu meninggalkan seorang bayi laki-laki yang berusia sekitar enam bulan. “Tiang berusaha lascarya (ikhlas - red),” ujarnya. Cokorda Gede Agusnawa juga menuturkan, pihaknya sempat kesulitan melaksanakan upacara terkait kematian putra pertamanya ini. Sebab, dari desa adat setempat tidak mengizinkan, termasuk dua tempat kremasi lainnya. Hal ini terjadi lantaran kesepakatan umat seluruh Bali, menjelang upacara besar di Pura Besakih. “Dari desa ten dados mebakar. Kalau dititip di kamar jenazah, kami tidak kuat.
Sempat tanya di Klungkung (krematorium - red), tidak boleh. Di Mumbul juga tidak boleh,” ungkapnya. Akhirnya setelah berkomunikasi dengan pengelola krematorium di Jalan Cekomaria, Denpasar, jenazah almarhum bisa dikremasi. “Awalnya, rencana kremasi mendapat giliran pertama. Tapi kami beri ruang dan waktu bagi kerabat yang mau melihat ananda untuk terakhir kalinya. Maka itu, dapat urutan ke-10 yang terakhir, sore ini (kemarin - red),” jelasnya. Sementara itu, Bupati
Gianyar Made Mahayastra menyampaikan turut berdukacita atas meninggalnya putra dari Kepala Satpol PP Gianyar. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan bisa tabah dan ikhlas. “Saya lihat Cok Agusnawa sangat tegar, beliau berusaha tabah. Beliau juga masih ada putra satu lagi dan cucunya yang tentunya nanti melanjutkan kiprahnya di puri,” katanya. Mahayastra berharap kedatangan rekan-rekan di Pemkab Gianyar dapat memberi sedikit senyum untuk Cokorda Gede Agusnawa. “Mudah-mudahan semangat ngantornya cepat pulih kembali. Namun, kita biarkan dulu menenangkan diri. Nanti pasti akan kembali beraktivitas seperti biasa,” katanya. (kmb35)
”Pre-Graduate Course” Ke-5 FKIK Unwar
Bali Post/ist
Ni Putu Diah Pradnya Maharani
akan ikut ajang Jegeg Bagus Gianyar, Putri Bali dan lolos Putri Indonesia. “Jika usia sudah memenuhi nanti, ingin lanjut ikut audisi pemilihan Jegeg Gianyar. Kan dari Gianyar harus berangkat dari Gianyar,” jelasnya. Meski hobi modeling, bagi Gek Diah pendidikan tetap nomor satu. Ia punya cita-cita menjadi dokter. Hal itu sejalan dengan keseharian Gek Diah yang kerap ikut Olimpiade Kimia sejak duduk di SMP Doremi Excellent School Denpasar. Mengenai jalur politik sesuai dunia ayahnya, Gek Diah mengaku belum ingin sejauh itu. “Bapak terlalu sibuk berpolitik. Saya ingin nanti jadi dokter saja, sambil tetap menjalankan hobi sebagai model,” jelasnya. Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengatakan, putri pertamanya memang punya bakat. Ajang yang diikutinya sebagai permulaan untuk ikut ajang serupa ke depan. “Anak saya baru pemula. Masih mencari bentuk, ikut audisi, bergaul dengan teman agar tambah dewasa. Tapi dia sendiri saat ini masih remaja,” ujarnya. Sementara itu, sang ibu I.A. Surya Adnyani mengatakan sejak awal tidak pernah memaksakan keinginan kepada anak-anaknya. Meskipun demikian, sebagai orangtua dia mengaku berperan untuk mengarahkan ke jalur yang seharusnya. “Tidak sampai memaksa harus ini atau itu. Saya hanya mendampingi anak dalam segala bidang agar arahnya baik dan benar,” tegasnya. (nik)
Bina Keluarga Balita untuk Terwujudnya Desa Layak Anak F A K U L T A S Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa (FKIK Unwar) menggelar Pre-Graduate Course (PGC) ke-5 di Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Gianyar, Rabu (6/2) kemarin. Kegiatan yang diikuti puluhan mahasiswa kedokteran ini mengambil tema “Bina Keluarga Balita untuk Terwujudnya Desa Layak Anak”. Acara tersebut dihadiri Dekan FKIK Unwar beserta para Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Wakil Dekan III, para dosen dan mahasiswa FKIK Unwar sebagai peserta Pre-Graduate Course. Dekan FKIK Unwar I Gusti Ngurah Anom Murdhana, Sp.FK. menerangkan, PGC digelar untuk mahasiswa yang sedang berada di tingkat akhir, setelah mereka lulus semua mata kuliah dan praktikum di rumah sakit. “Melalui kegiatan ini, kita berikan kesempatan mereka untuk terjun di masyarakat agar dekat dengan masyarakat kemudian melihat penyakit dan juga kondisi kesehatan masyarakat,” katanya. Anom Murdhana mengatakan, selama kegiatan ini mereka juga tinggal di rumah warga setempat di Desa Kerta. Sehingga mahasiswa yang berjumlah 87 orang ini dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat. “Dengan demikian,
mereka tahu keadaan masyarakat, karena pada akhirnya setelah menjadi dokter kita harap mereka tidak canggung lagi bila terjun ke masyarakat,” katanya. Alasan dipilihnya Desa Kerta, kata Anom Murdhana, mengingat Unwar memiliki program kerja sama untuk Kecamatan Payangan. Sehingga kegiatan ini diselenggarakan bergilir dari beberapa desa di Kecamatan Payangan. “Yang lalu kita terjun di Desa Buahan. Jadi, kita punya program Seribu Hati Awal Kehidupan. Melalui program itu, mahasiswa kita terjunkan ke desa-desa,” ujarnya. Selama terjun di desa, pihaknya juga fokus dengan isu nasional yakni kasus stunting berupa pertumbuhan bayi yang kurang baik. Dengan menerjunkan mahasiswa, pihaknya mencoba membantu mengatasi kasus stunting. “Masyarakat di sini kan lebih banyak petani yang berkebun, hasil pengecekan masyarakat semua kondisinya baik. Mahasiswa kami juga banyak dapat belajar dari mereka, jadi bukan kami menawarkan ilmu tapi belajar ke masyarakat,” imbuh Anom Murdhana. Menurut Anom Murdhana, dengan berakhirnya perkuliahan untuk mahasiswa ini, pihaknya
PGC - Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa menggelar Pre-Graduate Course (PGC) ke-5 di Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Rabu (6/2) kemarin. kini juga membuka pendaftaran untuk mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unwar. Bahkan proses pendaftaran sudah dibuka sejak 4 Februari sampai 26 Maret 2019. “Tanggal 30 Maret kita akan mulai dengan ujian seleksi CBT dan kesehatan, dilanjutkan 31 Maret ujian psikologi,” katanya.
Anom Murdhana menambahkan, pendaftaran ini membuka peluang kepada seratus lebih mahasiswa kedokteran. Apalagi pihaknya memiliki kapasitas mahasiswa FKIK sebanyak 120 orang. “Kami memiliki kapasitas 120 orang, namun untuk nasional dibuka sampai 150 orang,” ujarnya. (ad188)
JEMBRANA
10 Terima Rapor SAKIP
Kamis Pon, 7 Februari 2019
Cegah Berulangnya Pelanggaran Pemasangan APK
Nilai Kinerja Pemkab Jembrana Meningkat Bawaslu Minta Peserta Pemilu Buat Pernyataan
PEMKAB Jembrana menerima Rapor Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PAN RB) Drs. Syafruddin. Penyerahan SAKIP tersebut diterima langsung oleh Bupati Jembrana I Putu Artha pada Rabu (6/2) kemarin di Hotel Golden Tulip Galaxy, Banjarmasin. Penyerahan tersebut diperuntukkan bagi Pemerintah Daerah Wilayah II, meliputi 11 provinsi dan 150 kabupaten/kota se-Kalimantan, Lampung, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, serta DKI Jakarta. Pemkab Jembrana meraih peringkat B dengan nilai 66,38, mengalami peningkatan 4,15 poin dari tahun sebelumnya dengan nilai 62,23. Pada kesempatan tersebut, Bupati Artha mengucapkan terima kasihnya kepada semua Organisasi Perangkat Daerah
(OPD) di Pemkab Jembrana atas kerja kerasnya. “Raihan ini tidak lepas karena kerja keras semua pihak, dan semua OPD yang ada di Pemkab Jembrana. Dan kami akan selalu terus berupaya untuk melakukan peningkatan kinerja,” ungkapnya. Bupati Artha juga memotivasi agar raihan tersebut tidak hanya sampai di peringkat B namun naik ke BB bahkan bila memungkinkan bisa sampai ke peringkat A. Artha yakin hal tersebut bisa terlaksana dengan kerja keras dan kerja sama kuat semua pihak di Pemkab Jembrana. “Dengan nilai sekarang (66,38), saya berharap di tahun yang akan datang peringkat kita bisa naik ke BB (70 poin) yang hanya selisih 3,62 point saja, bahkan bisa juga naik ke peringkat A,” kata Artha. Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) menegaskan, evaluasi SAKIP bukan sebagai ajang
KINERJA MENINGKAT – Bupati Artha berjabat tangan dengan Men-PAN RB saat penyerahan SAKIP di Banjarmasin. Kabupaten Jembrana meraih peringkat B dengan nilai 66,38, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. kompetisi tentang keberhasilan mencapai indikator penilaian. Melainkan, lebih kepada bagaimana mengasistensi, mendampingi, dan memberi saran perbaikan untuk masalah yang dialami. Pihaknya
akan membantu daerah-daerah dalam menyusun perencanaan, mengevaluasi pelaksanaan program, memberikan masukan, serta mengawasi target capaian program tersebut. (ad180)
Negara (Bali Post) – Dua peserta pemilu yang Alat Peraga Kampanye (APK)-nya ditertibkan lantaran pemasangan melanggar, akhirnya membuat pernyataan ke Bawaslu Jembrana. Isinya, yang bersangkutan tidak akan mengulangi lagi pelanggaran pemasangan APK. Hal ini dimaksudkan sebagai sanksi moral, agar ke depan peserta pemilu mengikuti aturan terutama dalam pemasangan APK. Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan, Rabu (6/2) kemarin mengatakan, sejak penertiban pekan lalu baru ada dua peserta pemilu dari dua partai politik (parpol) yang datang membuat surat per-
nyataan dan dipersilakan mengambil APK mereka. Namun, sebagai peringatan, dalam surat pernyataan itu peserta pemilu yang melanggar ini menyatakan tidak mengulangi memasang di tempat yang melanggar lagi. “Sejauh ini baru dua parpol yang membuat surat pernyataan, ini sebagai sanksi moral bagi mereka. Agar jangan melanggar lagi,” tandas Pande. Ditambahkan Pande, penertiban sudah memasuki hari keenam dan masih empat hari lagi yang rencananya menyasar wilayah barat, yakni Kecamatan Negara dan Kecamatan Melaya. Diperkirakan, masih banyak APK yang melanggar di dua kecamatan
tersebut. Sama dengan di tiga kecamatan lainnya, pelanggaran didominasi pemasangan APK yang tidak sesuai zona serta pemasangan menggunakan media pohon atau tiang listrik. “Sampai hari ini sudah lebih dari 300-an APK yang kita tertibkan,” katanya. Dari data yang dihimpun untuk di tiga kecamatan, ada 436 atribut yang diamankan. Terdiri dari 127 baliho, 175 spanduk, 35 poster dan 99 bendera. Khusus untuk bendera merupakan ranah Satpol PP. Kriteria APK yang ditertibkan, yakni di luar zona, di dalam zona tapi salah peruntukan, pemasangan di kayu, tiang listrik, tembok dan di depan sekolah. (kmb26)
Kamis Pon, 7 Februari 2019
KARANGASEM
11
Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri Terima Penghargaan AKIP dari Menteri PAN dan RB
BUPATI TERIMA PENGHARGAAN - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri saat menerima penghargaan AKIP dari Menteri PAN RB Drs. Syarifudin setelah berhasil meningkatkan nilai AKIP dan mampu mempertahankan predikat B. Penghargaan itu diserahkan di Hotel Grand Tulip Galaxy, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (6/2) kemarin. PEMKAB Karangasem di bawah kepemimpinan Bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri dan Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa kembali menorehkan prestasi gemilang. Kali ini, Pemkab Karangasem menerima penghargaan AKIP dari Menteri PAN dan RB setelah berhasil meningkatkan nilai AKIP dan mampu mempertahankan predikat B. Penghargaan itu diserahkan Menteri PAN dan RB Drs. Syarifudin yang diterima Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, di Hotel Grand Tulip Galaxy, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (6/2) kemarin. Keberhasilan Karangasem itu tidak terlepas dari komitmen pimpinan dan seluruh perangkat daerah dalam mengimplementasikan Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP) dalam manajemen pemerintahan melalui penerapan perencanaan, pengukuran, pelaporan, dan evaluasi kinerja secara konsisten. Hal terpenting lainnya adalah adanya perubahan mindset ASN dari orientasi output menjadi kinerja (outcome). Salah satu upaya yang dilakukan untuk mempertahankan predikat AKIP ini adalah melalui pembentukan
Tim Sakip. Tim Sakip-nya dipimpin langsung Sekretaris Daerah yang bertugas merumuskan kebijakan dan melakukan perubahan mindset OPD. Selain itu, diterapkan juga pemanfaatan pohon kinerja dalam upaya mewujudkan sasaran RPJMD secara efektif, efisien, dan akuntabel. Salah satu manfaat Sakip yang dirasakan, selain adanya perubahan mindset ASN, juga efektif mencegah inefisiensi anggaran melalui refocusing program yang dilaksanakan tahun 2018. Pemkab Karangasem di bawah kepemimpinan Bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri dan Wabup I Wayan Artha Dipa berhasil meningkatkan nilai AKIP dari 66,24 menjadi 67,38 atau dengan predikat B dengan penyerahan hasil Evaluasi AKIP tahun 2018. Bupati Karangasem didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Gde Adnya Mulyadi dan Kabag Organisasi I Ketut Arta Sedana usai menerima penghargaan mengaku sangat bersyukur. Alasannya, Karangasem berhasil meningkatkan nilai AKIP dan mampu mempertahankan predikat B, walau dengan indeks nilai setiap tahun semakin meningkat. Hal ini tidak terlepas dari kerja keras
yang dilakukan seluruh OPD dalam menerapkan Sakip serta adanya perubahan pola pikir dan tumbuhnya budaya kinerja OPD, yang mampu meningkatkan tata kelola pemerintahan dengan baik, serta inovatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Atas keberasilan itu, Mas Sumatri berharap kepada seluruh kepala OPD agar tidak berpuas diri apalagi terlena dengan hasil yang telah diraih. Pasalnya, standar evaluasi AKIP akan terus semakin meningkat dan ekspektasi masyarakat terhadap kinerja OPD bukan saja terus meningkat juga selalu diawasi. “Untuk itu masingmasing OPD harus mampu mempertanggungjawabkan kinerjanya secara terukur sudah pasti melalui penerapan Sakip,” katanya. Dia berharap, tahun mendatang agar lebih ditingkatkan mengejar predikat BB itu. Jika itu terwujud, nantinya bisa mendapatkan Dana Insentif Daerah (DID) dari indikator Sakip. Untuk bisa mencapai predikat BB wajib sudah menggunakan e-government atau SPBE (sistem pemerintahan berbasis elektronik) mulai perencanaan/eplanning, penganggaran/ebudgeting, pengawasan/emonev sehingga masyarakat luas mengetahui apa yang direncanakan dan berapa anggarannya. Dan apa manfaat yang diperoleh pemerintah Kabupaten Karangasem. Menteri PAN dan RB Drs. Syarifudin mengajak seluruh pemerintah daerah untuk dapat mengimplementasikan Sakip agar terwujud birokrasi yang mampu mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran secara transparan dan akuntabel. Dengan penerapan Sakip itu dipastikan cara paling efisien mencapai sasaran, melalui refocusing program untuk mencegah pemborosan anggaran. “Melalui Sakip tahun 2018 mampu mencegah pemborosan anggaran sebesar Rp 65,1 triliun. Sebagai bentuk apresiasi, khusus bagi daerah yang mendapat AKIP BB akan diberikan Dana Insentif Daerah (DID) khusus dari indikator Sakip itu,” ujarnya. (ad187)
Bali Post/kmb41
KECELAKAAN BERUNTUN - Kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan sekaligus terjadi di jalur utama Sidemen menuju Klungkung tepat di depan permandian umum wanita di Banjar Talibeng, Sidemen, Karangasem, Rabu (6/2) kemarin.
Kecelakaan Beruntun di Talibeng Sidemen
Picu Kemacetan hingga 2,5 Jam Amlapura (Bali Post) -
Kecelakaan beruntun melibatkan empat kendaraan sekaligus terjadi di jalur utama Sidemen menuju Klungkung, tepatnya di depan permandian umum wanita Banjar Talibeng, Sidemen, Karangasem, Rabu (6/2) kemarin. Akibat insiden itu, sopir truk dan pick-up mengalami luka serius. Mereka dilarikan ke RSUD Klungkung. Kecelakaan itu tidak pelak menimbulkan kemacetan cukup panjang selama 2,5 jam akibat badan truk itu melintang di tengah jalan. Hal ini mengakibatkan pengendara mobil dan sepeda motor dari kedua arah tidak dapat melintas sama sekali. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kecelakaan itu terjadi pukul 10.00 Wita. Kecelakaan beruntun itu melibatkan empat kendaraan sekaligus yakni 2 truk, 1 mobil pick-up, dan 1 sepeda motor. Pengemudi truk warna merah Enjar Setiadi Anggoro asal Surabaya, Jawa Timur. Sedangkan pengemudi truk warna hijau Ketut Widiada asal Buleleng. Pengemudi mobil Carry pick-up I Gusti Ngurah Putra Wibawa asal Sidemen dan pengendara sepeda motor Honda Revo Ni Luh Rimayanti asal Bebandem. Saksi Made Putra Yasa mengatakan, truk warna hijau nopol DK 9546 AK itu
awalnya datang beriringan dari arah selatan. Di belakang truk itu mobil Carry pick-up warna putih nopol DK 9726 SL dan sepeda motor merek Honda Revo warna silver nopol DK 6870 AAF. Sesampainya di TKP, kata Putra Yasa, dari arah utara datang truk warna merah nopol DK 8415 SA bermuatan material koral melaju dengan kecepatan tinggi. Apesnya truk itu langsung menabrak truk warna hijau nopol DK 9546 AK dan mengenai mobil Carry pick-up warna putih nopol DK 9726 SL serta pengendara sepeda motor merek Honda Revo warna silver nopol DK 6870 AAF. “Truk merah itu mem-
bawa material koral saat jalan turun itu mengalami pecah ban bagian depan kanan, sehingga truk itu menghantam truk warna hijau yang datang dari arah selatan. Setelah tabrakan, truk warna merah yang melaju ke bawah itu kemudian menabrak mobil Carry pickup yang pas ada di belakang truk Hino Dutro warna hijau. Akibat kerasnya benturan itu mobil Carry pick-up itu terpental dan menimpa satu sepeda motor Honda Revo,” ujar saksi. Kasat Lantas Polres Karangasem AKP Ni Luh Putu Anne Parwisti mengatakan, akibat kejadian itu, pengemudi truk warna hijau mengalami patah tulang pada
bagian lutut kaki kanannya. Begitu juga pengemudi pickup mengalami luka-luka di bagian kepalanya. “Sopir truk dan pick-up dibawa ke RSUD Klungkung. Sedangkan pengendara sepeda motor selamat tidak mengalami luka-luka, tetapi hanya kerugian materiil. Sopir truk warna merah itu melarikan diri. Kita masih lakukan pencarian sopir truk itu,” ujarnya. Anne Parwisti menambahkan, akibat insiden itu, membuat jalur arah Sidemen menuju Klungkung mengalami kemacetan relatif panjang. Sebab, truk warna merah itu melintang di tengah jalan. Termasuk muatan koral juga ikut berserakan di jalan raya. “Sekitar pukul 12.30 Wita, kemacetan itu baru bisa teratasi. Karena bodi truk yang melintang di tengah jalan itu dapat ditarik ke samping oleh rekan-rekan sopir truk lainnya. Sehingga akses lalu lintas bisa kembali normal,” jelas Anne Parwisti. (kmb41)
KLUNGKUNG
12 SOSOK Relawan Demokrasi KPU punya pekerjaan berat untuk meningkatkan partisipasi pemilih. Selain menggencarkan sosialisasi, KPU miliki jurus baru dengan merekrut relawan demokrasi. Relawan inilah yang bekerja menyasar sebelas segmen basis pemilu dalam pemilu legislatif dan pemilu presiden, April 2019. Demikian disampaikan Ketua KPU Klungkung Gusti Lanang Mega Saskara saat ditemui di ruangannya, Rabu (6/2) kemarin. KPU Klungkung menargetkan bisa merealisasikan partisipasi pemilih mendekati 80 persen, dengan total jumlah pemilih saat ini dalam DPT sebanyak 160.080 orang. Ini sejalan dengan target partisipasi pemilih secara nasional sebesar 77 persen. Setelah memastikan jumlah DPT (Jumlah Pemilih Tetap), KPU Klungkung kali ini sedang menyusun DPT Tambahan (Tb) dan DPK (Daftar Pemilih Khusus). Seluruhnya dikatakan masih dalam proses, sehingga belum bisa dipastikan berapa jumlahnya. Rencananya, DPTTb dan DPK akan diplenokan pada 20 Februari nanti. “Kami tidak mau ada calon pemilih yang tercecer. Kalau pun nanti ada tambahan lagi setelah pleno, tetap kami akan proses,” kata pria yang pernah memimpin HSNI dan Pengurus KONI Klungkung ini. Mantan Sekretaris KPU Klungkung, saat di awal adanya lembaga penyelenggara pemilu di daerah ini, menegaskan ada sebelas basis pemilu yang disasar relawan demokrasi, antara lain, keluarga, pemula, muda, perempuan, disabilitas atau berkebutuhan khusus, marginal atau terpinggirkan, komunitas, keagamaan, warga internet dan komunitas demokrasi. Mereka semuanya berjumlah 54 orang, yang membagi tugas ke dalam sebelas segmen basis itu. “Mereka sudah dibekali nametag. Selanjutnya, akan diberikan baju, rompi dan topi agar identitasnya jelas. Biar tidak dikira abal-abal,” katanya. Dia berharap dengan keberadaan relawan demokrasi ini, yang direkrut dan diseleksi oleh KPU kabupaten, bisa mendongkrak tingkat partisipasi pemilih, mengingat partisipasi pemilih pada pilkada sebelumnya cukup tinggi, mencapai 80 persen. Ini naik dari Pilkada Klungkung tahun 2013 yang hanya 71,08 persen. (gik)
Tabrak ”Pick-up”, Warga Akah Tewas
Semarapura (Bali Post) Kecelakaan maut merenggut nyawa Sang Nyoman Sugiantara (38), Selasa (5/2) malam. Warga Banjar Sangging, Desa Akah ini tewas di tempat, setelah motornya menghantam keras bagian depan pick-up. Diduga korban dalam keadaan mabuk, sehingga tak bisa menguasai laju sepeda motornya ketika mengambil haluan berlawanan. Kasat Lantas Polres Klungkung AKP Taufan Rezaldi, Rabu (6/2) kemarin, mengatakan peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.30 Wita, tepat di sebelah utara Banjar Sangging, Desa Akah. Awalnya sepeda motor Sang Nyoman Sugiantara, DK 6862 MT melaju dari utara dengan kecepatan tinggi. Namun, ketika sampai di TKP, ia tidak dapat menguasai laju sepeda motornya, sehingga oleng dan mengambil haluan ke kanan. Sementara di saat bersamaan mobil pick-up DK 8831 PP yang dikemudikan I Nengah Sadru (42) melaju dari arah berlawanan. Sehingga kecelakaan itu tidak bisa dihindari, membuat pengendara sepeda motor terpental. Korban sempat dilarikan ke RSUD Klungkung, tetapi nyawanya tak terselamatkan. Sang Nyoman Sugiantara mengalami luka lecet pada pipi kanan, luka lecet pada dada, luka lecet pada kaki kanan, luka lecet pada lutut kaki kiri dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju ke RSUD Klungkung. “Dia tidak mengenakan helm SNI,” kata Kasat Lantas AKP Taufan Rezaldi. Dari hasil olah TKP, Taufan Rezaldi berkesimpulan bahwa pengendara sepeda motor Yamaha Jupiter Z DK 6862 MT tidak bisa mengontrol kecepatan sepeda motornya. Sehingga saat tiba di tempat kejadian tidak dapat menguasai kendaraannya, kemudian oleng serta mengambil haluan ke kanan sehingga sebagai penyebab kecelakaan lalu lintas. “Ini murni karena kelalaiannya. Kami sangat berharap selalu ikuti arahan kami, untuk mencegah hal seperti ini terjadi,” tegasnya. (kmb31)
Bali Post/kmb31
DIHANTAM - Mobil pick-up yang dihantam pengendara sepeda motor Sang Nyoman Sugiantara yang membuatnya tewas.
Kamis Pon, 7 Februari 2019
Sering Bolos, Tujuh Tenaga Kontrak Dishub Terancam Dipecat
Semarapura (Bali Post) -
Sikap tegas Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta tidak hanya ditujukkan kepada kalangan ASN, tetapi juga kepada tenaga kontrak yang jelas-jelas melakukan pelanggaran disiplin. Bahkan kepada tenaga kontrak yang terbukti sering bolos diancam akan dipecat jika mengulang kembali pelanggarannya. Total ada tujuh tenaga kontrak yang terancam dipecat. Hal tersebut terungkap saat Bupati Suwirta memanggil tenaga kontrak pada Dinas Perhubungan (Dishub) Klungkung ke Ruang Rapat Kantor Bupati, Rabu (6/2) kemarin. Langkah ini dilakukan setelah Bupati Suwirta mendapat laporan tentang absensi dan disiplin kerja tenaga kontrak yang banyak mendapat TK (Tanpa Keterangan). Total ada sebanyak tujuh orang tenaga kontrak yang dipanggil khusus. Bupati nampak terlihat sangat kecewa dengan kinerja para tenaga kontrak tersebut. Sebab, ada yang bahkan tidak pernah kerja sebanyak 94 kali tanpa keterangan. “Jika ada lagi yang melanggar absensi berturut-turut sebanyak tiga kali lagi, saya akan langsung berhentikan,” tegasnya kepada para tenaga kontrak yang dipanggil itu. Lebih lanjut, Bupati Su-
wirta menegaskan agar ke depannya mereka selalu bekerja dengan niat yang tulus dan bersungguh-sungguh dan jangan bermalas-malasan di dalam menjalankan tugas-tugas sesuai tupoksi. “Jalankan tugas dengan sebaik-baiknya dan jangan pernah melanggar aturan-aturan yang sudah berlaku,” harapnya. Mereka semua adalah tenaga kontrak yang dipekerjakan sebagai tukang kebun dinas setempat. Tetapi, anehnya, meski berstatus tenaga kontrak, rupanya ada yang mengambil pekerjaan lain di bidang pariwisata. Kepada Bupati Suwirta, oknum pegawai ini mengakui tidak pernah ngantor karena ada kesibukkan lain mengantar wisatawan hingga ke Australia. Ada juga di antaranya memiliki usaha vila. Sisanya, memang mengakui jarang ngantor. Mendengar pengakuan mereka, Bupati Suwirta tambah
geleng-geleng kepala dan menarik napas panjang. Padahal, pihaknya merekrut tenaga kontrak, tujuannya untuk bersama-sama membangun daerah. Dengan peringatan terakhir ini, Bupati Suwirta meminta jangan lagi mengulangi kesalahannya. Dia juga meminta pimpinan dinas terkait proaktif melakukan pembinaan. Sebab, 94 kali tidak ngantor tanpa alasan, sulit dipercaya kalau sampai tidak diketahui atasannya. Selain itu, Bupati Suwirta juga menambahkan sebelumnya dinas-dinas yang lainnya juga sudah diterapkan aturan tersebut. “Saya sudah tugaskan dinas-dinas yang lain agar selalu mematuhi aturan-aturan yang sudah berlaku terutama absensi dan kedisplinan bekerja,” tegasnya, seraya menambahkan, jika ada hal serupa ditemukan di dinas lain, juga akan diperlakukan peringaran serupa. (kmb31)
Bali Post/kmb31
SERING BOLOS - Para tenaga kontrak yang dipanggil khusus Bupati Suwirta, Rabu kemarin. Bupati mengeluarkan ancaman akan melakukan pemecatan jika kembali mengulangi kesalahan.
Bali Post/kmb31
SIDIK JARI - Tim Labfor Polda Bali saat turun ke RSUD Klungkung untuk memperoleh sidik jari bayi, guna mempercepat proses pengungkapan siapa kedua orangtuanya.
Pascaditemukan di Kusamba
Alami Infeksi Pernapasan, Kondisi Kesehatan Bayi Menurun Semarapura (Bali Post) Setelah sempat dinyatakan sehat dan normal, kondisi bayi laki-laki yang ditemukan di Desa Kusamba, mengalami penurunan kondisi kesehatan. Pihak RSUD Klungkung mengatakan, bayi ini mengalami infeksi saluran pernapasan. Ini ditunjukkan dengan adanya gejala sesak napas pada bayi tersebut, hingga peningkatan kadar leukosit (sel darah putih), hingga tiga kali lipat. Direktur RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma, Rabu (6/2) kemarin, mengatakan hasil perkembangan kesehatan pada bayi ini didapat setelah melihat hasil lab, dimana menunjukkan kadar leukositnya mengalami peningkatan tiga kali lipat. Guna mengetahui dampak dari situasi ini dan langkah penanganan selanjutnya, pihaknya masih menunggu hasil kultur pembiakan jaringan. Tujuannya, untuk mengetahui bakteri apa yang menyebabkan infeksi dan obat apa yang tepat untuk mengatasinya. Kalau infeksinya berlanjut, dr. Kesuma menegaskan, maka tentu akan membahayakan kondisi kesehatan bayi itu. Meski demikian, sejauh ini kondisi bayi masih bisa tertangani. Namun, kali ini pihak RSUD Klungkung menerapkan aturan baru dengan melakukan pembatasan kunjungan. Agar ruang bayi tersebut bisa steril sehingga perkembangan kesehatan bayi bisa semakin menunjukkan progres yang membaik. Disinggung mengenai pembiayaan, dr. Kesuma menegaskan sejauh ini masih ditan-
gani oleh pihak rumah sakit. Namun demikian sudah ada pembicaraan dengan Dinas Kesehatan Klungkung, bahwa nantinya biayanya akan ditangani oleh Dinas Sosial Provinsi Bali sampai selesai perawatan. Pihaknya belum bisa memperkirakan sampai kapan bayi akan dirawat di RSUD Klungkung. Sebab, untuk melihat hasil kultur saja diperlukan waktu seminggu. “Setelah itu baru bisa diberikan antibiotik yang sesuai dengan hasil kultur. Sebab, penanganan yang sekarang, hanya diberikan antibiotik secara umum,” tegasnya. Di pihak lain, Kasubag Humas Polres Klungkung AKP Putu Gede Ardana mengatakan, setelah melakukan penyelidikan ke desa-desa, kos-kosan hingga ke bedeng-bedeng galian C Gunaksa, polisi memperluas penyelidikan dengan menyasar seluruh rumah bersalin yang dikelola bidan di Klungkung. Namun, sejauh ini hasilnya masih nihil. Tim Labfor Polda Bali juga turun ke rumah sakit untuk memperoleh sidik jari bayi, yang akan dicocokan dengan orangtuanya dengan sistem elektronik. Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Perlindungan Anak Klungkung Ida Bagus Anom Adnyana, Rabu kemarin, mengaku sudah mendengar adanya penemuan bayi laki-laki itu. Bahkan, pihaknya mengaku banyak didatangi warga, menyampaikan keinginannya untuk mengadopsi bayi tersebut. Karena belum jelas siapa kedua orangtuanya, sementara untuk biaya perawatannya akan ditanggung oleh Dinas Sosial. (kmb31)
Inovasi TOSS Gema Santi Menginspirasi Pemkot Tegal SETELAH memperoleh penghargaan nasional sebagai Inovasi Pelayanan Publik (IPP), program inovasi TOSS Gema Santi banyak menginspirasi daerah lain. Sebab, program ini dinilai sederhana namun efektif dalam mengatasi persoalan sampah menjadi sumber energi terbarukan, dengan menjadikan sampah sebagai pelet pengganti bahan baku batu bara untuk pembangkit listrik. Salah satu pemerintah daerah yang terpincut adalah Pemkot Tegal, yang secara khusus datang ke Klungkung, Rabu (6/2) kemarin. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Asisten Administrasi Umum I Wayan Sumarta menerima kunjungan rombongan Pemerintah Kota Tegal yang dipimpin langsung Wali Kota Tegal Drs. H.M. Nursholeh, M.M.Pd. di Ruang Rapat Kantor Bupati Klungkung. Pada kesempatan itu, Wali
Kota Tegal Nursholeh menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggitingginya kepada Bupati Suwirta beserta jajarannya. Sebab, kedatangannya disambut langsung dan melihat TOSS ini begitu banyak menginspirasi daerah lain di Indonesia dalam mengatasi persoalan sampah hingga ke tingkat desa. Pemkot Tegal ingin belajar lebih jauh, bagaimana teknis pelaksanaan program inovasi Pemkab Klungkung ini, karena sudah terbukti pelaksanaannya mampu memecahkan persoalan. Ini sebagai wujud inovasi mengenai pengelolaan sampah yang efektif, efisien dan dapat menghasilkan output yang luar biasa berguna, sebagai bahan bakar untuk listrik, kompos dan lain sebagainya. “Kami sudah melihat proses pengelolaan sampah ini dan pemanfaatan pelet untuk digunakan sebagai listrik. Ini luar biasa. Apalagi
digarap di setiap desa,” ujar Nursholeh. Melihat penerapan TOSS ini dan manfaatnya di Klungkung, pihaknya sudah menginstruksikan kepada dinas terkait untuk menindaklanjuti kunjungan kerja ini, agar segera dapat diimplementasikan di Pemkot Tegal. “Seluruh daerah di Indonesia dapat mencontoh apa yang sudah dilakukan oleh Kabupaten Klungkung. Karena sarananya sederhana dan tepat guna. Sesungguhnya yang mahal itu idenya,” kata Nursholeh. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta cukup puas dengan kesan yang diberikan Pemkot Tegal. Ia menyampaikan mudah-mudahan dengan adanya banyak kunjungan kerja menanyakan TOSS ini, dapat lebih memotivasi lagi jajarannya untuk mewujudkan citacita besar Pemkab Klungkung, menjadikan sampah sebagai energi terbarukan secara nasional. Dalam kunjungan kerja
DAMPINGI ROMBONGAN - Bupati Suwirta saat mendampingi rombongan Pemkot Tegal meninjau langsung TOSS dari dekat, sebelum diaplikasikan di Pemkot Tegal nanti. tersebut, Pemkot Tegal diajak mengunjungi lokasi TPA Sente yang dialihfungsikan menjadi TOSS dan IPLT Lepang. Bupati Suwirta juga berharap di Kabupaten Klungkung tidak akan ada sampah
lagi, karena semua desa akan menerapkan TOSS ini. “Saya yakin dengan komitmen yang baik dan berkelanjutan, masalah sampah akan bisa diatasi,” tegas Bupati Suwirta. (ad173)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Kamis Pon, 7 Februari 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
Dcr Acc+Pjk S1Acc, Writer D3, Web-Designhrd@melali-mice.com
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
B.BP.004.02.19.0000168
AKUNTANSI
Staf Akuntansi tamat Diploma dan S1 Akuntansi baru tamat kerja atau pengalaman 1th kerja. Lamaran SMS/WA 0818621818
G.06
WAITER
Tamat SMP/ SMK belum pengalaman kerja untuk Sanur dan Kuta. Lamaran ke Shankara Kuta depan Buger King Jl.Bakung Sari Blok D33 Kuta Square SMS/WA 0818621818
G.07
DRIVER
SIM A SMP/SMTA pengalaman mobil kecil Pick Up minimal 2th. Lamaran Jl.Danau Toba 7 Sanur G.08
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto Pasti Brangkat Line WA 081375409869 & 087754689692 B.BP.004.02.19.0000085
BIRO JASA
Dcr Admin,Sopir H.082113195951 8463609,nuansabali1@yahoo.com B.BP.001.02.19.0000138
Dcr Driver bisa B.Inggris Hub.Merrys Tour T.0361-235700
B.BP.801.02.19.0000125
Dcr Supir,min SMA,Pglm 2thn Dcr PRT,tidur dlm,085829145389
B.BP.004.02.19.0000167
Dcr Sopir srbt bs metik+PRT wnt tinggal dlm,085238127777
Dicari PRT Pengasuh Lansia Tidur Dalam Hub.(0361)723777 B.BP.001.02.19.0000146
Dicari Sales wanita berpengalaman utk di Distributor Wilayah Bali Hub 087861627934 B.BP.165.02.19.0000178
Dicari Staf Kantor Min.SMP Umur 19-32th WA.085854100329 B.BP.001.02.19.0000140
Dicari Tukang Jarit dan Patrun Hub.08113899556/08113800492
B.BP.004.02.19.0000185
B.BP.001.02.19.0000186
Dibthkn Acct Min D3,Admin,Cust Service,Driver,Operasional & Office Boy(Max 28th).Lam ke Jl.Gn.SoputanI/107DPS.T:8466317
JB School Memerlukan Tenaga Berpengalaman u/Mengisi Posisi Guru:E-Math,E-Science,Biologi, Kimia,Fisika,Matematika,Ekonomi, Sejarah,PKN,BP,B.Indo,B.Ing B.Mandarin,Musik,Pend.Jasmani, Komputer,PG/TK.Kirim Ke Jl.Raya Kuta No.1 Kuta Bali
B.BP.001.02.19.0000153
Dibutuhkan Pegawai utk Rumah Makan.HubSegera081916087050
B.BP.001.02.19.0000141
Dicari Mekanik Mobil Berpengalaman Telp. 08179721899 B.BP.004.02.19.0000163
Dicari Mekanik,Washer & Driver Hub:0361-722222/082236182035
B.BP.001.02.19.0000102
Kryw laki u/Tour Counter@Htl Nusa Dua Telp/SMS:081918081900
B.BP.001.02.19.0000154
BIRO JASA
B.BP.001.02.19.0000149
BENGKEL LAS Free
Operational Support(Tabanan), female, graduate IT / Stikom, capable English, Please call mrs.Dewi 081236222509
B.BP.004.02.19.0000170
Tkg Las & Welder Instlasi Gas Drafter,Marketing:085103167222
B.BP.001.02.19.0000139
Yamaha Bisma Dicari: 1.Mekanik 2.OB Hub.T.Umar 142 Dps
B.BP.001.02.19.0000098
DIJUAL MOBIL TOYOTA
Avanza G Th’10 Automatic Tgn1 Silver,Audio TV,087862270180
B.BP.001.02.19.0000147
Avanza Velos Th 2013,Silver Hubungi:081238994460 B.BP.001.02.19.0000155
PROPERTY DIJUAL TANAH
Dijual Kav Dauh Peken Tbn DP 10% Bunga Krd 1% per bln Hub: 081338183031 / 081805374433 B.BP.004.01.19.0000840
DIJUAL MOBIL
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA
BIRO JASA
BIRO JASA
Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
SERVICE
BIRO JASA
SERVICE SERVICE
BIRO JASA
SERVICE
ALUMINIUM
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY
PROPERTY
DIJUAL TANAH
DIJUAL RUMAH
Jl .Kebun Sengon 74Are Jembrana Bali 5Jt/Are Hub.081338655872
Rumah 2 lantai , 1 master room + 2 room di belakang bangunan induk ada satu bangunan dgn 1 room + dapur + taman belakang, luas tanah 4 are, Jl.Kusuma Dewa Denpasar Hub.0852 1867 9944
B.BP.001.02.19.0000165
Tnh Kav 1Are, 2Are, Buduk Badung hub.081337141817 B.BP.001.02.19.0000175
Tnh kebun 150A/25Jt+15A/60Jt JlAspal Bias/Krasem,081239999747 B.BP.001.02.19.0000144
KEHILANGAN
G.04
PROPERTY RUANG USAHA
PROPERTY DISEWAKAN TANAH
Tanah Luas 60 are area Canggu Jl.Nelayan, cocok untuk Villa, Restaurant, dll. minimal 30 thn, Hub.0811 187 6363 / 0811 397 6363 G.03
PROPERTY DISEWAKAN TEMPAT
Dkont 2 tmpt usaha,Gatsu 1,cck pos/titipan kilat.085101457777 B.BP.001.02.19.0000109
DIJUAL RUMAH
Disewakan ruang usaha, kuliner, food court, UKM, dll, Jl.Raya Kuta 88 Hub.0811 187 6363 / 0811 397 6363 G.05
KEHILANGAN Hilang BPKB No.C9295803-O DK 934 CE An.Darwin B.BP.001.02.19.0000150
Hilang BPKB No.H08328522-O DK 3496 An a.n.Evelien Kirojan B.BP.001.02.19.0000151
DIJUAL RUMAH
Hilang Sertipikat No.22.09.03 04.1.07051 An.I Made Wiyasa B.BP.001.02.19.0000105
Hlg BPKB:F3387740_ODK3066UZ an.Dewa Made Suardana, Al.Jl. Dewi Sartika Kaliuntu Buleleng B.BP.009.02.19.0000169
Telah hilang sebuah buku document IMB No 1128 th 2009 diarea Canggu hub.katidiyah@gmail.com B.BP.004.02.19.0000166
BIRO JASA Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409 B.BP.001.01.19.0001033
PENGUMUMAN Pembubaran PT.Puri Queen Dua per tgl 18 Januari 2019 No.22 dibuat oleh Notaris I Ketut Senjaya SH di Denpasar B.BP.001.02.19.0000145
DIJUAL RUMAH
BANGLI
14
Kamis Pon, 7 Februari 2019
Berlangsung Semarak
PHRI Bangli Harapkan Balingkang Kintamani Festival Mampu Tarik Makin Banyak Turis Tiongkok BALINGKANG Kintamani Festival yang digelar di Jaba Pura Ulun Danu Batur, Kintamani, Rabu (6/2) kemarin, sukses menarik perhatian ribuan turis Tiongkok dan wisatawan mancanegara lainnya. Festival yang melibatkan lima ratusan peserta ini dibuka Gubernur Bali Wayan Koster ditandai dengan pengangkatan lampion. Kesuksesan pelaksanaan festival ini tidak terlepas dari dukungan penuh para pengusaha hotel dan restoran di Bangli yang tergabung dalam Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Bangli. Balingkang Kintamani Festival dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, perwakilan dari Kementerian Pariwisata RI, FKPD Provinsi
Bali, Bupati dan Wali Kota seBali, serta pejabat di lingkungan Pemkab Bangli. Acara Balingkang Kintamani Festival yang digelar di Kintamani untuk pertamakalinya ini berlangsung semarak. Dalam acara festival tersebut ditampilkan parade budaya dan fragmentari alkulturasi BaliTiongkok yang dibawakan ratusan orang seniman lokal. Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka acara kemarin mengatakan Balingkang Kintamani Festival digelar dalam rangka merayakan Imlek. Dikatakannya bahwa selama ini Bali memiliki adat, istiadat dan tradisi budaya yang sangat unik. Salah satu unsur budaya yang ikut memperkaya adalah alkulturasi budaya Bali-Tiongkok. Tanda-tanda
adanya alkulturasi budaya Bali-Tiongkok dapat dijumpai dari peninggalan -peninggalan yang ada di sejumlah tempat suci di Bali, seperti di Pura Ulun Danu Batur dan Balingkang. Di hadapan para turis Tiongkok, Koster memperkenalkan alam Bangli yang sangat indah. Bangli memiliki gunung, danau serta desadesa yang memiliki budaya yang unik. Bangli juga memiliki Batur Unesco Geopark yang telah diakui dunia serta produk pertanian yang terkenal seperti jeruk dan kopi. Karena itu, Koster pun mengajak para turis Cina yang hadir di festival kemarin untuk sering-sering berkunjung ke Bangli dan ikut mempromosikan kekayaan alam dan budaya Bangli di negara
asalnya. “Balingkang Kintamani Festival akan diselenggarakan setiap tahun. Pada perayaan Imlek tahun depan kita akan melaksanakan festival dengan lebih baik lagi,” kata Koster. Sementara itu, Ketua PHRI Kabupaten Bangli Dr. I Ketut Mardjana mengatakan, pihaknya telah memberikan dukungan penuh demi suksesnya penyelenggaraan Balingkang Kintamani Festival. Menurutnya, pelaksanaan Balingkang Kintamani Festival merupakan acara yang luar biasa. Acara Festival ini mencoba membangkitkan kembali alkulturasi budaya Bali-Cina melalui legenda romantika putri asal Tionghoa Kang Cing Wie yang menikah dengan Raja Jaya Pangus. “Acara ini mencoba mem-
Masih Dalam Proses, Relokasi Korban Longsor Banjar Bantas
Bangli (Bali Post) -
Sudah hampir dua tahun, musibah bencana alam tanah longsor yang merenggut tujuh orang korban jiwa di Banjar Bantas, Desa Songan, Kintamani terjadi. Namun hingga saat ini, janji pemerintah untuk merelokasi para korban bencana belum juga terealisasi. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangli Wayan Karmawan saat dikonfirmasi, Rabu (6/2) kemarin, mengatakan pihaknya sampai saat ini masih terus memproses rencana relokasi untuk para korban bencana di Banjar Bantas. Dikatakannya, saat ini prosesnya sudah hampir mendekati finish. Karmawan menjelaskan, siang kemarin pihaknya bersama Bupati telah menerima audiensi dari tim panitia tata batas Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah VIII. Audensi dilaksanakan untuk membahas trayek batas pelepasan sebagian kawasan hutan produksi terbatas (HPT) Kelompok Hutan Gunung Batur Bukit Payang untuk relokasi penduduk korban bencana alam tanah longsor.
“Jadi lahan milik Kehutanan yang kita mohonkan sudah akan siap ditata batasnya oleh Kehutanan. Nanti tim akan turun, dicek ukurannya berapa kali berapa yang dimohonkan sesuai gambar,” terangnya. Setelah itu selesai, tim selanjutnya akan melakukan pematokan lahan. Tim kemudian mengirimkan surat bersama-sama ke Kementerian Kehutanan untuk penerbitan pelepasan kawasan hutan yang dimohon sebagai tempat relokasi. Di sisi lain, pada saat itu Pemkab nantinya juga akan melepas tanah pengganti sebagai kawasan hutan. “Saling melepas. Pemkab melepas tanah pengganti. Kehutanan juga melepas untuk dijadikan tempat relokasi. Bisa dikatakan
ini sudah mendekati finish,” kata Karmawan. Dalam audensi kemarin, Bupati Made Gianyar menyampaikan kepada tim untuk segera menuntaskan proses tukar guling lahan ini. Mengingat warga yang menjadi korban bencana di Banjar Bantas sudah menunggu lama, hampir dua tahun terakhir. “Beliau (Bupati) berharap bisa dibantu agar cepat selesai,” imbuhnya.
Sebagaimana yang diketahui bencana tanah longsor terjadi di Banjar Bantas pada Februari 2017 lalu. Tujuh orang warga setempat dilaporkan tewas akibat tertimbun longsor. Longsor terjadi saat wilayah Banjar Bantas diguyur hujan deras dini hari. Longsoran tanah diakibatkan dari dinding penahan tanah (DPT) yang ambrol. Selain di Banjar Bantas, di hari yang sama musibah tanah longsor juga terjadi di tiga desa lainnya, yakni Desa Awan, Sukawana dan Subaya. Sebanyak enam orang dilaporkan meninggal dunia di tiga lokasi tersebut. (kmb40)
”Jadi lahan milik Kehutanan yang kita mohonkan sudah akan siap ditata batasnya oleh Kehutanan. Nanti tim akan turun, dicek ukurannya berapa kali berapa yang dimohonkan sesuai gambar.” Kepala Pelaksana BPBD Bangli Wayan Karmawan
Bali Post/kmb40
RELOKASI - Bupati Bangli I Made Gianyar didampingi Kalak BPBD Wayan Karmawan menerima audiensi dari panitia tata batas Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah VIII, Rabu (6/2) kemarin. Audiensi dilaksanakan untuk membahas trayek batas pelepasan sebagian kawasan hutan produksi terbatas (HPT) Kelompok Hutan Gunung Batur Bukit Payang untuk relokasi penduduk korban bencana alam tanah longsor.
Tahun Depan, Anjing Kintamani Dibuatkan Festival Bangli (Bali Post) – Berbagai potensi yang dimiliki Kabupaten Bangli akan terus digali dan dikembangkan pemerintah untuk menarik minat turis Tiongkok berkunjung ke Bali. Selain potensi budaya, potensi lainnya seperti anjing Kintamani pun nantinya akan coba diangkat melalui sebuah acara festival. Adanya rencana membuat festival anjing Kintamani disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka secara resmi event Balingkang Kintamani Festival di Kintamani, Rabu (6/2) kemarin. Di hadapan para turis
Tiongkok yang hadir, Koster memaparkan berbagai potensi dan kekayaan alam yang dimiliki Kabupaten Bangli. Dikatakannya bahwa Bangli memiliki potensi alam yang sangat indah berupa Danau dan Gunung Batur. Di Bangli juga terdapat banyak desa kuno yang memiliki keunikan budaya yang menarik dikunjungi. Tak hanya itu, Kabupaten Bangli memiliki banyak produk pertanian yang sudah terkenal di antaranya jeruk Kintamani dan kopi Kintamani. Bahkan nama kopi Kintamani, disebut Koster,
sudah terkenal di dunia. “Di Bangli juga ada hewan yang terkenal. Satu-satunya di Bali yaitu anjing Kintamani. Hanya ada di Kintamani, yang akan kami lindungi. Tahun depan akan dibuatkan festival anjing Kintamani untuk melestarikannya,” kata Koster. Dengan banyaknya potensi dan kekayaan alam yang dimiliki Bangli, Koster pun meminta para turis yang kemarin hadir dan menyaksikan Balingkang Kintamani Festival untuk datang kembali pada tahun depan dan turut mempromosikan pelaksanaan festival ini di negeri asalnya.
Koster mengatakan bahwa pelaksanaan Balingkang Kintamani Festival pada tahun depan akan dibuat dan dikemas lebih baik lagi. Sementara itu, terkait pelaksanaan Balingkang Kintamani Festival yang mengangkat alkulturasi budaya Bali-Tiongkok kemarin, dirinya berharap dapat meningkatkan jumlah kunjungan turis Tiongkok yang datang ke Bangli. “Kita berharap kunjungan turis Tiongkok tahun ini bisa mencapai 2 juta dengan kualitas bagus. Bukan dengan paket murah,” kata Koster. (kmb40)
bangkitkan kembali sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat Tiongkok mengenai keterikatan kita yang sudah berabad-abad ini. Bagaimana alkuturasi budaya kita bisa dijumpai di kehidupan seharihari, seperti di Pura, ada naga, warna merah, ini mengingatkan adanya keterkaitan antara Bali-Cina,” terangnya. Mardjana yang duduk sebagai Wakil Ketua Panitia Pelaksana Balingkang Kintamani Festival 2019 berharap pelaksanaan festival ini ke depannya mampu semakin banyak menarik minat wisatawan Tionghoa untuk datang ke Bali khususnya Kintamani. Hal itu nantinya akan membawa dampak luar biasa pada pariwisata dan perekonomian masyarakat. “Ke depannya kita rancang Bal-
IKUT SERTA - Toya Devasya ikut serta menyemarakkan Balingkang Kintamani Festival dengan menampilkan parade budaya, Rabu (6/2) kemarin. ingkang Kintamani Festival diselenggarakan tiap tahun. Tentu ke depannya dengan persiapan yang jauh lebih baik dan jenis kegiatan yang
lebih banyak. Kita akan terus gali dan munculkan alkulturasi budaya Bali-Tiongkok untuk dunia,” harap owner Toya Devasya ini. (ad174)
Bali Post/kmb40
BAHU JALAN - Warga menunjukkan bahu jalan di jalur Culali yang mulai rusak.
Saluran Drainase di Culali Tertimbun Tanah Longsor Bangli (Bali Post) – Saluran drainase di jalur Culali wilayah Batur Selatan tak berfungsi maksimal. Di beberapa titik, saluran drainase tersumbat timbunan tanah longsor. Hal itu menyebabkan air hujan yang mengalir saat hujan deras kerap meluber ke jalan hingga menggerus tanah milik warga yang ada di sekitarnya. Seperti yang terjadi saat hujan deras beberapa hari lalu. Tingginya intensitas hujan menyebabkan air yang mengalir di saluran drainase meluap ke badan jalan dan menggerus lahan warga. Material longsor yang terbawa air hujan tak hanya meluber ke jalan, namun juga sampai masuk ke halaman sebuah restoran dan penginapan yang lokasinya berada lebih rendah dari lahan warga tersebut. Pemilik restoran I Ketut Suantika, Selasa (5/2) mengatakan, material longsor berupa lumpur yang sempat masuk ke halaman restorannya cukup tinggi. Kondisi itu membuat beberapa pengunjung yang hendak menginap terpaksa angkat kaki. Diungkapkan Suantika bahwa drainase yang ada di jalur Culali baru selesai dibangun pemerintah belum lama ini. Pihaknya menyayangkan pembangunan drainase dibuat sepotong-sepotong (tidak tersambung) dan ter-
kesan asal-asalan. Buktinya belum lama dibangun, drainase yang ada sudah banyak yang rusak dan berlubang. Tak hanya itu, beton bahu jalan yang ada di pinggiran drainase juga sudah banyak yang mengelupas. Dikatakan Suantika, beberapa titik drainase yang ada kondisinya saat ini banyak tersumbat material tanah longsor. Hal inilah yang menjadi pemicu air meluber saat hujan dan menggerus lahan warga. Menurutnya, untuk menghindari hal itu, semestinya pembangunan drainase disertai dengan pembuatan dinding penahan tanah agar saat terjadi hujan dinding tanah yang labil tidak mengalami longsor dan menimbun drainase. Pria yang juga klian Subak Culali juga menyayangkan pembangunan saluran drainase tak memikirkan lokasi pembuangan airnya. Di
satu titik, dirinya mendapati ada saluran drainase yang pembuangannya tepat berada di atas lahan tegalan milik warga. Kondisi itu tentu merugikan pemilik lahan. “Dampaknya aliran air hujan dari atas langsung terbuang ke lahan warga. Kalau terus menerus menjadi pembuangan air, tanah warga tentunya akan tergerus,” katanya. Terkait hal itu, Suantika mengaku sudah sempat menyampaikannya ke Dinas PUTRPerkim Kabupaten Bangli sekitar sebulan lalu. Namun belum mendapat tindak lanjut. Pihaknya berharap pemerintah melakukan perbaikan dan kajian ulang terkait pembangunan drainase. Pihaknya mengaku khawatir, jika hujan terus mengguyur dan mengikis lahan warga, bukan tidak mungkin badan jalan yang ada akan mengalami ambrol. (kmb40)
15
Kamis Pon, 7 Februari 2019
Jangan Jadikan Pemilu Ajang Berseteru Padang (Bali Post) Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam) Wiranto mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan Pemilu 2019 sebagai ajang berseteru dengan sesama anak bangsa. ‘’Pemilu itu sebenarnya pesta demokrasi yang memberi kesempatan kepada rakyat untuk memilih pemimpin dan menentukan masa depan negeri ini,’’ kata Wiranto pada Forum Koordinasi dan Sinkronisasi Wawasan Kebangsaan, di Padang, Rabu (6/2) kemarin. Forum yang mengangkat tema ‘’Implementasi Nilai Pancasila dalam Meningkatkan Persatuan dan Kesatuan Bangsa Guna Menyukseskan Pemilu’’ dihadiri Gubernur Sumbar Irwan Prayitno dan pemangku kepentingan terkait. Menurut Wiranto, memilih pemimpin merupakan sarana bagi negeri ini agar bisa tetap eksis lima tahun ke depan. ‘’Saya ingatkan ayo pilih pemimpin yang baik dan benar dengan berbagai kriteria, tidak hanya presiden, tapi juga anggota DPRD,’’ katanya. Ia menyampaikan dalam menentukan kriteria kepe-
mimpinan bisa berkiblat pada standar kepemimpinan Nabi Muhammad atau juga kriteria yang telah ditetapkan para pakar. ‘’Oleh sebab itu pemilu kali ini jangan dijadikan ajang untuk saling menjelekkan, mencemooh hingga saling benci, melainkan ajang menegakkan demokrasi lewat pemilu yang beriktikad dan bermartabat,’’ katanya. Apalagi, lanjutnya, Indonesia termasuk negara teraman nomor sembilan di dunia serta peringkat kedua tujuan investasi di dunia. Wiranto menambahkan, di era demokrasi dalam pemilu diizinkan untuk
berbeda pilihan dan pendapat. ‘’Namun kadang karena terlalu semangat dalam mendukung calon membuat lupa untuk bersatu sebagai bangsa,’’ ujarnya. Ia mengingatkan, persatuan bangsa harus di atas segalanya.
’’Oleh sebab itu pemilu kali ini jangan dijadikan ajang untuk saling menjelekkan, mencemooh hingga saling benci, melainkan ajang menegakkan demokrasi lewat pemilu yang beriktikad dan bermartabat.’’
Pengurus yang Dicopot Ditawari Jadi Penasihat pengesahan perubahan komposisi dan personalia DPD Partai Golkar Bali di Kantor DPD Golkar Bali, Rabu (6/2) kemarin. Menurut Demer, semua kader yang hadir dalam rapat pleno telah menyetujui adanya reshuffle. Pengurus baru hasil reshuffle yang didominasi kader muda resmi bertugas sejak S K 3 6 5 disahkan dalam rapat pleno tersebut. Dikatakan, ada 48 pengurus lama yang dicopot karena tidak aktif dan ada pula mengundurkan diri. Dikonfirmasi terpisah, I Gusti Putu Wijaya heran dengan tawaran Demer karena saat ini sudah ada Dewan Pertimbangan di Golkar Bali yang diketuai oleh Ketut Suwandhi. Jika dirinya ditawari menjadi Dewan Pertimbangan, ten-
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Wariga Tenung (5) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Wirata Parwa (3) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Agrobisnis Pengembangan Beras Hitam 09:30 Wita Parameter 10:30 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Dialog Interaktif Soman 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Wariga Tenung (6) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:05 Wita Klip Bali 15:00 Wita Kidung Interaktif 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:05 Wita Lila Cita Sendratari Tegal Tamu (1) 17:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 17:05 Wita DIABEMED 17:30 Wita Nangun Yadnya Karya Tawur Pedanan Pura Er Jeruk SukawatiGianyar 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:05 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Interaktif ABI 21:00 Wita Talkshow Merah Putih Batas Ketinggian Bangunan di Bali 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Folk Song 23:30 Wita Bali Channel
’’Test Drive’’ Grand New Xenia
Buktikan Ketangguhan dan Kenyamanan MPV Legendaris Daihatsu
tu harus ada pertemuan terlebih dahulu antara DPD Golkar Bali dengan Suwandhi. Secara AD/ART, penentuan posisi Dewan Pertimbangan juga harus melalui mekanisme musyawarah daerah (musda). ‘’Jelas di AD/ART ataupun juklak dan juknis musda mengatakan bahwa ketua Dewan Pertimbangan diputuskan oleh musda. Sedangkan saat musda lalu dalam pleno terakhir di laporan formatur disampaikan itu dan jelas, dan pimpinan musda saat itu Pak Nurdin Halid, sudah diketok palu, (Suwandhi sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Bali),’’ jelasnya. Oleh karena itu, lanjut Wijaya, tidak ada alasan apa pun untuk mengganti posisi Dewan Pertimbangan Golkar Bali. (kmb32)
Sangat Baik
‘’Ini sesuatu yang menggembirakan karena biasanya pertumbuhan di triwulan IV tidak sebesar itu,’’ ungkapnya. Sementara dengan tumbuh 0,60% itu kemudian juga mengisyaratkan tahun 2018 pertumbuhan ekonomi Bali juga tumbuh sangat baik 6,35%. Besaran angka 6,35% ini lebih tinggi dari nasional yang tumbuh sebesar 5,17%. Dari 17 kategori kegiatan perekonomian yang tercatat mengalami pertumbuhan paling kuat di tahun 2018 adalah dari kategori perdagangan besar dan eceran yang secara yoy tumbuh 12,34%. Pada posisi kedua adalah sektor konstruksi tumbuh 9,4%, posisi ketiga adalah sektor industri pengolahan tumbuh 9,16%. Di luar itu dari 17 kategori, 16 kategori yang tercatat mengalami pertumbuhan positif. Hanya kategori atau lapangan usaha pengadaan listrik dan gas pada tahun 2018 tercatat mengalami pertumbuhan negatif sebesar -3,51%. (kmb42)
Sudah Tua Tidak bisa dimungkiri bahwa di antara mereka yang miskin, ada yang secara mental mereka rapuh. Tetapi ada juga di luar itu. Misalnya orang yang sudah tua, yang tidak punya cukup tenaga untuk mengakses perekonomian dan juga ada yang secara fisik memiliki keterbatasan. Ditanya apakah penduduk miskin yang jumlahnya 168
ribuan itu merupakan orang yang sama dengan pengukuran di tahun sebelumnya? Kata Adi Nugroho, pengukuran kemiskinan oleh BPS adalah ukuran makro, tidak menyasar pada orang–orang tertentu. ‘’Ibaratnya, kita mengukur polusi udara. Kami menggunakan metodelogi khusus sehingga didapatkan angka 3,91% penduduk Bali yang miskin. Orangnya yang mana saja? kami tidak bisa menunjuk,’’ pungkasnya. Sementara berdasar-
Festival yang digelar selama kurang lebih dua jam itu melibatkan lima ratusan peserta. Balingkang Kintamani Festival dibuka Gubernur Bali Wayan Koster ditandai dengan pengangkatan lampion. Turut hadir dalam acara tersebut, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, perwakilan dari Kementerian Pariwisata RI, FKPD Provinsi Bali, Bupati dan Wali Kota seBali, serta pejabat di lingkungan Pemkab Bangli. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan Balingkang Kintamani Festival digelar dalam rangka merayakan Imlek. Penyelenggaraan festival budaya ini merupakan ide dari Konsul Jenderal Tiongkok di Bali.
Dikatakannya, selama ini Bali memiliki adat istiadat dan tradisi budaya yang sangat unik. Salah satu unsur budaya di Bali yang ikut memperkaya adalah alkulturasi budaya Bali-Tiongkok. Adanya alkulturasi ini kemungkinan dimulai dari interaksi romantika Jaya Pangus dan Kang Cing Wie. Tanda-tanda adanya alkulturasi budaya Bali-Tiongkok dapat dijumpai dari peninggalan yang ada di sejumlah tempat suci di Bali, seperti di Pura Ulun Danu Batur dan Balingkang. ‘’Mungkin juga budaya yang sangat kuat di Batur ini, budaya berdagang datangnya dari Tiongkok. Ini interaksi budaya positif yang membangun perekonomian masyarakat Bali khususnya di Kabupaten Bangli,’’ terangnya. Di hadapan para turis Tiong-
Kamis, 7 Februari 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita
TEST DRIVE GRAND NEW XENIA - Dua Grand New Xenia digunakan untuk tes drive di kawasan Geoprak Ciletuh, Pelabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat.
Menteri Polhukam Wiranto
Pasca-’’reshuffle’’ Golkar Bali
Denpasar (Bali Post) Para pengurus Partai Golkar Bali yang dicopot karena adanya reshuffle, ditawari menjadi penasihat atau dewan pertimbangan partai. Mengingat mereka yang dicopot adalah kaderkader senior. Di antaranya Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Daerah I Gusti Putu Wijaya yang digantikan oleh Ketua DPD II Golkar Gianyar Made Dauh Wijana, Wakil Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Wilayah Denpasar Wayan Subawa diganti oleh Ida Bagus Gede Udiyana, Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat Anak Agung Ngurah Rai Wiranata yang digantikan Komang Agus Satuhedi, Wakil Ketua Koordinator Bidang Pemenangan Wilayah Badung Made ‘’Dedung’ Suardana yang digantikan oleh IGN Agung Citra Umbara. ‘’Ada yang tidak terakomodir dan kami akui. Kami akan tempatkan mereka di Dewan Pertimbangan. Melihat senioritas dan itu pun kalau dia mau,’’ ujar Plt. Ketua Partai Golkar Bali I Gde Sumarjaya Linggih alias Demer usai Rapat Pleno untuk mengumumkan SK DPP Golkar Nomor: 365/ DPP/Golkar/I/2019 tentang
‘’Dan jangan sampai gara-gara pemilu terjadi konflik di negeri ini,’’ katanya. (ant)
kan data BPS Maret 2018, persentase penduduk miskin tertinggi di Bali yaitu di Kabupaten Karangasem sebesar 6,28% dan persentase penduduk miskin terendah di Bali pada Maret 2018 adalah di Kabupaten Badung dengan persentase 1,98%. Sedangkan tahun 2017, persentase penduduk miskin tertinggi di Bali adalah Karangasem dengan persentase 6,55% dan terendah Kabupaten Badung dengan persentase 2,06%. (kmb42)
KEHADIRAN Grand New Xenia dengan varian baru 1.500 cc awal Januari lalu mampu menyedot perhatian publik di Tanah Air. Mobil serba guna (multi purpose vehicle/MPV) legendaris dari Daihatsu itu memang sudah diakui keandalannya. Kini, Xenia hadir dengan tetap mengusung 1.300 cc dan menambah varian baru dengan mesin yang lebih besar, 2NR-VE DOHC Dual VVT-i berkapasitas 1.500 cc. Mesin itu juga yang digunakan Toyota Avanza Veloz, saudara kembarnya. Keduanya diproduksi di pabrik Daihatsu di Karawang, Jawa Barat. ‘’Kami sebut big minor change, karena ada varian baru Xenia mesin 1.500 cc. Kegiatan test drive ini supaya para jurnalis bisa menjelaskan ke konsumen Xenia mengenai performa 1.500 cc. Sebab, ada keinginan konsumen Daihatsu untuk MPV dengan tenaga yang lebih besar,’’ tutur Marketing and CR Division Head PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Hendrayadi Lastiyoso saat melepas kegiatan Test Drive Grand New Xenia di Jakarta, pekan lalu. Kegiatan test drive itu diikuti 14 jurnalis dari berbagai media massa nasional. Para jurnalis menjajal Grand New Xenia varian baru 1.500 cc tipe otomatis (matik) dan manual. Mereka mencoba di berbagai kondisi jalan dan medan dari Jakarta ke kawasan Geopark Ciletuh,
Animo Mengejutkan Animo konsumen terhadap Grand New Xenia varian 1.500 cc cukup tinggi. Buktinya, dari target awal manajemen bahwa varian terbaru ini hanya terjual 10 persen dari total jualan
Xenia, ternyata target itu terlampaui. Informasi yang beredar di kalangan jurnalis, total pemesanan kendaraan dalam 15 hari pertama, atau hingga akhir Januari 2019 lalu, sudah melebihi rata-rata penjualan bulanan Xenia model sebelumnya. Hendrayadi optimistis, target 3.000 unit per bulan sudah terlampaui hingga akhir bulan ini. ‘’Angka 10 persen ini hanya periode launching. Nanti kita lihat responsnya, kalau bagus, akan kita tambah. Total target penjualan Xenia terbaru ratarata 3.000 unit, atau naik dari rata-rata sebelumnya sekitar 2.500 unit. Jadi yang 1.500 cc kami targetkan sekitar 300 unit, memang tidak terlalu besar,’’ paparnya. Saat peluncuran 15 Januari lalu, Deputy Chief Executive PT AI-DSO Supranoto mengatakan, Xenia sudah hadir di pasar otomotif nasional selama 15 tahun dengan segmen konsumen yang sudah jelas dan kuat. Makanya ia menampik jika kehadiran Xenia terbaru untuk membendung penetrasi produk kompetitor yang berusaha mendominasi pasar low MPV. Ia yakin Xenia bisa diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia. Berdasarkan data penjualan ritel, sepanjang 2018 lalu, penjualan Xenia ratarata sekitar 2.500 per bulan. Sepanjang 2018, dari total penjualan ritel Daihatsu sebanyak 200.178 unit. (kmb)
Dorongan Semangat Hal ini tak lepas dari komitmen bersama seluruh ASN di lingkungan Pemkot Denpasar dalam peningkatan nilai SAKIP ini. Tidak hanya sebatas nilai, Rai Mantra juga berharap capaian ini dapat menjadi dorongan semangat bagi seluruh jajaran untuk tetap menyelaraskan inovasi dan program mulai dari perencanaan, penganggaran hingga capaian kinerja yang
Angkat Lampion kok, Koster juga memperkenalkan alam Bangli yang sangat indah. Bangli memiliki gunung, danau serta desa-desa kuno yang mempunyai budaya yang unik. Bangli juga memiliki Batur Unesco Geopark yang telah diakui dunia. ‘’Karena itu, bapak-bapak wisatawan dari Cina dan Konsul seringseringlah berkunjung ke Bangli. Lihat budayanya yang sangat indah. Kalau ke Bali, bawa uang yang banyak supaya bisa berbelanja dan membantu perekonomian masyarakat Bali,’’ kata Koster disambut tepuk tangan wisatawan. Dalam sambutannya, Koster juga memperkenalkan produk pertanian Bangli yang sudah terkenal seperti jeruk dan kopi. Bahkan nama kopi Kintamani disebut Koster sudah terkenal di dunia. ‘’Di
Sukabumi, Jawa Barat, yang memiliki kontur jalan ekstrem naik dan turun. ‘’Beda sekali dengan yang sebelumnya, kini kabin tidak lagi bising,’’ kata Wahyu S, salah satu jurnalis yang menjajal Grand New Xenia 1.500 cc tipe R Deluxe transmisi manual (M/T). Kenyamanan di kabin semakin kaya dengan banyaknya fitur tambahan yang dimiliki Xenia terbaru. Semuanya ‘’dinikmati’’ dengan leluasa dan memuaskan oleh para peserta test drive. Menurutnya, mesin 1.500 cc Xenia yang memiliki tenaga maksimum 104x6000 PS/RPM dengan kekuatan torsi maksimum 13,9/4.200 kg.m/ RPM bisa diacungi jempol. Makanya, tidak diragukan untuk dibawa menanjak, hingga tanjakan lumayan ekstrem sekalipun di kawasan Geopark Ciletuh. Saat melewat jalan berlubang, Grand New Xenia juga mampu meredam guncangan dengan baik. Suspensi Mac Pherson Struts dengan per keong dan stabilizer di roda depan serta jenis 5 link, rigidaxle dengan per keong di roda belakang merupakan pilihan tepat disematkan di Xenia terbaru.
Bangli juga ada hewan yang terkenal. Satu-satunya di Bali yaitu anjing Kintamani. Hanya ada di Kintamani, yang akan kami lindungi. Tahun depan akan dibuatkan festival anjing Kintamani untuk melestarikannya,’’ ungkapnya. Koster mangatakan bahwa Balingkang Kintamani Festival akan diselenggarakan setiap tahun. ‘’Yang sekarang dilaksanakan mendadak. Tahun depan akan kami laksanakan lebih baik dengan anggaran dari Pemerintah Provinsi Bali. Kementerian Pariwisata juga harus mensuportnya, karena potensi wisatawan Tiongkok luar biasa besarnya. Tahun kemarin hanya datang 1,3 juta. Kami berharap tahun ini kunjungan bisa mencapai 2 juta,’’ kata Koster. (kmb40)
efektif dan efisien. Sehingga ke depannya mampu mendukung program pembangunan keberlanjutan yang memberikan kemanfaatan maksimal bagi masyarakat. ‘’Saya apresiasi kepada semua jajaran ASN di
lingkungan Pemkot Denpasar sehingga mampu mendapat predikat BB, dan tentunya ke depan program dan inovasi wajib memberikan kemanfaatan maksimal bagi masyarakat,’’ ujarnya. (ad172)
Kadis Sosial Sejumlah pejabat tinggi pratama yang dilantik kali ini antara lain I Dewa Gede Mahendra Putra, S.H., M.H. yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Biro Humas dan Protokol dilantik sebagai Kepala Dinas Sosial, Ir. Ketut Lihadnyana, M.MA. sebagai Kepala Badan Kepegawaian, Tjok Istri Agung Kusuma Wardhani, S.H., M.M. menempati posisi baru sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Bali, Dr. Ida Bagus Kade Subhiksu sebagai Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan, I Dewa Putu Sunartha, S.E. M.Si. sebagai Kepala BPKAD, Drs. I.B. Ngurah Arda, M.Si. sebagai Kadis Tenaga Kerja
dan ESDM, I Dewa Putu Eka Wijaya Wardana, S.H., M.H. sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Politik dan Pemerintah, Ir. Jayadi Jaya sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi dan Keuangan, Ni Luh Made Wiratmi, S.E., M.Si. sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Pembangunan, Kemasyarakatan dan SDM, drh. Luh Ayu Aryani, M.P. dilantik dalam jabatan baru sebagai Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali, I Made Gunaja, M.Si. sebagai Kadis Kehutanan, Dewa Putu Mantera, S.H., M.H. sebagai Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, I Gusti Agung Ngurah Sudarsana, S.H., M.H. sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Pemprov Bali. (ad190)
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
KAmis Pon, 7 Februari 2019
Bali Post/afp
MENANG – Pemain Werder Bremen merayakan kemenangan atas Borussia Dortmund di babak 16 besar Piala Jerman.
Dortmund KAlah menyakitkan Berlin – Piala Jerman tidak berpihak pada Borussia Dortmund. Klub yang memimpin klasemen Liga Jerman (Bundesliga) ini tersingkir dari babak 16 besar Piala Jerman akibat kalah menyakitkan 2-4 dalam adu penalti di kandang Werder Bremen, Rabu (6/2) kemarin. Kedua tim bermain imbang 3-3 hingga berakhirnya perpanjangan waktu. Kiper Jiri Pavlenka menjadi pahlawan Bremen dalam adu penalti saat menyelamatkan upaya pembukaan Dortmund dari Paco Alcacer dan Maximilian Philipp. Laga berakhir 1-1 hingga 90 menit setelah kapten Dortmund, Marco Reus,
mencetak gol lewat tendangan bebas langsung untuk membatalkan gol awal oleh Milot Rashica dari Bremen. Permainan meledak menjadi hidup dengan empat gol dalam perpanjangan waktu saat Bremen dua kali menya-
makan kedudukan, melalui pemain pengganti Claudio Pizarro dan Martin Harnik, untuk memaksakan penalti setelah Christian Pulisic dan Achraf Hakimi mencetak gol untuk Dortmund. ‘’Ini kekalahan pahit. Kami
seharusnya tidak kebobolan dua gol penyeimbang di perpanjangan waktu dan kemudian kalah adu penalti benar-benar sulit,’’ kata penyerang Dortmund, Mario Goetze. Sebaliknya, Pizarro yang berusia 41 tahun pada Oktober mendatang, senang dengan golnya yang ke-56 di Piala Jerman. ‘’Itu akan membantu kami. Kami layak melewatinya,’’ ujar mantan striker Chelsea dan Bayern Munich ini.
Bayern Munich menghadapi Hertha Berlin pada babak 16 besar lainnya, Kamis ini. Sebelumnya, Bayer Leverkusen menjadi korban klub divisi II Heidenheim dengan kekalahan 1-2 dan Nuremberg disingkirkan Hamburg 0-1. Sala Pelatih Nantes, Vahid Halilhodzic, berharap timnya dapat mencapai final Piala Prancis sebagai penghargaan kepada mantan rekan
setimnya Emiliano Sala yang pesawatnya menghilang di Selat Inggris bulan lalu. Striker Argentina berusia 28 tahun ini berada di atas pesawat ringan yang membawanya ke tim barunya Cardiff City ketika menghilang di dekat Pulau Guernsey di Inggris pada 21 Januari. Nantes maju ke perempatfinal berkat kemenangan 2-0 di kandang dari Toulouse melalui gol Kalifa Coulibaly dan Anthony Limbombe. ‘’Dalam
dua pertandingan lagi kami bisa berada di final. Jika undiannya baik mengapa tidak pergi ke final? Ini akan menjadi hadiah untuk membayar upeti (ke Sala),’’ ungkap Halilhodzic. Pemain asal Bosnia itu menahan air mata pekan lalu ketika Nantes memberikan penghormatan emosional kepada Sala di Stade de la Beaujoire dalam pertandingan pertama klub sejak kepergiannya. (afp/kmb)
Piala Soeratin
Bali United Tantang Persebaya di Semifinal
Mangupura (Bali Post) – Tim Bali United U-17 melanjutkan kiprahnya dalam turnamen Piala Soeratin putaran nasional. Tim Serdadu Tridatu Muda mengalahkan BJL 2000 Semarang dengan skor 2-1 pada babak delapan besar di Stadion Gelora Brantas, Kota Batu, Malang, Jatim, Selasa (5/2) lalu. Kemenangan itu mengantarkan Bali United U-17 lolos ke babak semifinal menghadapi Persebaya Surabaya U-17 pada Kamis (7/2) ini. Pelatih Kepala Bali United U-17, Sandhika
Pratama, sangat bersyukur atas kemenangan timnya. ‘’Luar biasa perjuangan para pemain hari ini. Dengan waktu recovery yang cukup singkat, mereka tetap mampu bermain maksimal. Sekarang, kami sudah sampai semifinal. Tinggal dua langkah lagi dan kami yakin mampu meraih hasil terbaik,” ungkap Sandhika Pratama usai pertandingan seperti dikutip dari situs Bali United. Pertandingan berlangsung sangat seru. Kedua tim langsung mengambil inisiatif se-
rangan. Tim Serdadu Tridatu Muda unggul lebih dulu lewat sundulan Komang Tri Arta Wiguna pada menit ke-11. Berselang tiga menit, BJL 2000 Semarang sukses menyamakan kedudukan berkat gol penyerang Irfan Jauhari. Di babak kedua pertandingan tetap berjalan menarik, namun tim Serdadu Tridatu Muda lebih cerdik memanfaatkan peluang. Pada menit ke-89, striker Bali United U-17, Kadek Yoga Prasetya, berhasil mencetak gol kemenangan lewat sontekan-
James Lewati 32 Ribu Poin Bali Post/ist
Ni Putu Archisya Anandari (kiri) dan I Wayan Satrya Wibawa.
Atlet Dansa Bali Peringkat Tiga Seleknas
Denpasar (Bali Post) – Prestasi membanggakan diukir dua atlet dansa Bali dalam seleksi nasional (seleknas) SEA Games beberapa waktu lalu. Pasangan I Wayan Satrya Wibawa dan Ni Putu Archysia Anandari Wandhira berhasil menempati peringkat ketiga pada nomor standard ballroom. Menurut Ketua Umum Pengprov Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) Bali, Made Suparmi, kedua pedansa tersebut sudah pasti lolos seleknas dan masuk pelatnas SEA Games. Kini tinggal pemeringkatan yang diambil sampai nomor berapa. ‘’PP IODI belum memutuskan melalui surat resmi,’’ ujarnya di Denpasar, Rabu (6/2) kemarin. Pedansa Bali lainnya yang turun di nomor couple tiga pasangan menempati posisi keenam. Jika sampai ranking keenam diambil, berarti ada tambahan enam pedansa putra dan putri Bali yang lolos seleknas. ‘’Jadi, tunggu hasil resminya saja,” tegasnya. Ditambahkannya, pedansa yang lolos seleknas ditentukan berdasarkan ranking sesuai kuota KONI Pusat dan KOI karena menyangkut anggaran dari Kemenpora. Besarnya anggaran itulah nantinya menentukan jumlah atlet yang bakal direkrut dan diturunkan pada SEA Games 2019 di Manila, Filipina. “Setelah semua itu jelas, baru kami bisa memastikan siapa lagi yang lolos seleknas dari Bali selain Archysia dan Satrya,” jelas Suparmi yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP IODI. (kmb)
Indiana – LeBron James bergabung dengan sekelompok pemain papan atas NBA yang mampu mencetak 32.000 poin selama kariernya tetapi gagal menyelamatkan Los Angeles Lakers dari kekalahan atas tuan rumah Indiana Pacers dengan skor 94-136 dalam lanjutan kompetisi NBA, Rabu (6/2) kemarin. James yang memainkan pertandingan keduanya sejak mengalami cedera pangkal paha saat menang atas Golden State pada Hari Natal, memimpin Lakers dengan 18 poin, 9 rebound dan 7 assist. Bojan Bogdanovic mencetak 24 poin untuk Pacers. Pelatih Kepala Lakers Luke Walton senang melihat penampilan James. ‘’Bagus melihat LeBron lepas landas dan kondisi tubuhnya. Intinya, kami harus lebih baik,’’ katanya. Ia mengaku tidak tahu beberapa pemain Lakers telah terpengaruh oleh pembicaraan perdagangan yang berputarputar di sekitar tim. Laporan menunjukkan Lakers telah menawarkan enam pemain dalam upaya mendapatkan bintang Pelicans New Orleans, Anthony Davis, pada batas waktu transfer Kamis ini. James yang masih dalam perjalanan kembali setelah
absen dalam 17 pertandingan, mengatakan merasa baik-baik saja meski tidak 100 persen. ‘’Saya sedang dalam perjalanan untuk menjadi diri saya sendiri lagi,’’ ujar James yang menjadi pemain kelima dalam sejarah NBA yang melewati 32.000 poin dalam kariernya. Klub asal Los Angeles lainnya Clippers menang 117-115 atas tuan rumah Charlotte Hornets. Tobias Harris mengumpulkan 34 poin daan Lou Williams menambahkan 31 untuk Clippers. Kemba Walker memimpin Hornets dengan 32 poin dan 9 assist. Hasil lengkap: Philadelphia 76ers vs Toronto Raptors 107-119, Portland Trail Blazers vs Miami Heats 108-118, New York Knicks vs Detroit Pistons 92-105, Memphis Grizzlies vs Minnesota Timberwolves 108-106, Oklahoma City Thunder vs Orlando Magic 132-122, Charlotte Hornets vs LA Clippers 115-117, Cleveland Cavaliers vs Boston Celtics 96-103, Indiana Pacers vs LA Lakers 136-94. (afp/kmb) LeBron James
Kapolda Ajak Anggotanya ’’Outward Bound’’
Denpasar (Bali Post) Menyiapkan diri dalam pengamanan Pesta Demokrasi 2019, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose mengajak 76 personelnya dari pangkat Kompol, AKBP, hingga Kombes mengikuti outward bound di Danau Beratan, Bedugul, Tabanan. Para perwira ini diuji membuat rakit dari batang bambu dan drum. “Kegiatan ini berlangsung 5-6 Februari 2019. Tujuan utamanya untuk meningkatkan soliditas internal dalam mengamankan dan menyukseskan Pemilu 2019 pada April mendatang,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja, Rabu (6/2) kemarin.
Upacara pembukaan outward bound dipimpin Kapolda Irjen Petrus Reinhard Golose di halaman depan Mapolda Bali, Selasa (5/2) lalu. Dalam sambutannya, Kapolda menyampaikan outward bound ini bertujuan membangun kerja sama antarpersonel Polda untuk menciptakan iklim kerja positif dalam rangka terwujudnya soliditas internal. Menurutnya, menghadapi masa kampanye saat ini akan sangat baik apabila personel me-refresh terlebih dahulu jasmani dan rohaninya, sehingga tidak ikut memanas. “Bapak Kapolda menegaskan kegiatan ini sangat tepat untuk melatih kembali kemampuan personel dalam bekerja sebagai tim
dalam organisasi dengan materi pelatihan berupa leadhership, partnership, dan followers-nya,” ungkapnya. Kegiatan ini mendatangkan narasumber dan tutor yang berpengalaman yaitu Kolonel (Purn) Herman Rasjid dan Fred Summampow yang pernah mengikuti pelatihan outward bound di Amerika Serikat. Konsepnya tidak seperti outbound pada umumnya yang lebih mengedepankan permainan, namun peserta dihadapkan dengan tantangan yang nyata. Peserta naik-turun perbukitan saat hujan. Tantangan inilah yang akan dihadapi ketika bertugas, salah satunya saat pengamanan Pemilu 2019.
nya memanfaatkan bola liar hasil umpan silang Juan Meta.
Uji Coba Sementara itu, tim Bali United senior melaju ke babak 16 besar Piala Indonesia 2018 setelah menang atas Blitar United dengan skor agregat 7-0. Sampai sejauh ini, Tim Serdadu Tridatu belum mendapatkan lawan pasti di babak perdelapanfinal. Menyiasati hal tersebut, mereka merencanakan laga uji coba. Pelatih Kepala Stefano Cugurra menjadwalkan pasukan-
nya melawan salah klub lokal Bali di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, pada Sabtu (9/2) nanti. Agenda ini bertujuan menjaga kondisi fisik para pemain agar tetap bugar dan semakin mematangkan persiapan tim menyambut musim baru sekaligus untuk evaluasi. “Kami tidak memandang kemampuan lawan. Yang terpenting bagi kami adalah mempunyai agenda uji coba. Paling ideal ada satu uji coba dalam satu pekan saat jeda kompetisi seperti ini,” jelas pelatih yang akrab disapa Teco ini. (kmb)
Kontingen Bali ke Papua Perlu Rp 75 M Denpasar (Bali Post) Kontingen Bali yang akan berlaga pada PON XX/2020 di Papua memerlukan dana Rp 75 miliar. Sementara kucuran dana ke KONI Bali sangat minim. Oleh sebab itu, pengiriman atlet harus berorientasi pada perolehan medali. Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi, menyatakan hal itu di Denpasar, Rabu (6/2) kemarin. Menurutnya, pihaknya kelimpungan dana dalam menerjunkan atlet ke PON 2020. “Saya kira dana Rp 75 miliar itu standar untuk memberangkatkan kontingen Bali ke Papua,” ujarnya. Di sisi lain, jika mengirim atlet ke ajang PraPON dan lolos konsekuensinya harus tampil di PON. Seandainya atlet yang lolos absen di Papua akan dikenakan sanksi. Oleh karena itu, mengingat cekaknya dana KONI Bali, pihaknya berpikir dalam mengirim atlet ke Pra-PON. “Kami akan berembuk dengan pengurus cabor apakah perlu mengirim atlet ke Pra-PON,” katanya. Pihaknya bakal bertatap muka dengan cabor-cabor pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada Februari ini. “Kami akan menanyakan kepada pengurus cabor bagaimana peluang medali di Papua,’’ ucap Suwandi. Alasannya, biaya ke Pra-PON dan PON cukup besar. Apalagi cabor beregu seperti sepak bola, bola voli, basket, woodball, gateball, dan cricket melibatkan banyak atlet. Mengingat keuangan KONI serba-terbatas, pihaknya juga minta masukan soal perlu tidaknya menerjunkan atlet ke Pra-PON. Ia minta cabor-cabor tahu diri dan memahami sebesar apa peluang medali di Papua. Meski begitu, pembinaan dan pembibitan atlet di tiap cabor mesti tetap berjalan. (022)
Selain menguji kemampuan kepemimpinan peserta, kegiatan ini juga sebagai wadah pembentukan karakter, seperti leadership, partnership, dan followership. Selama outward bound, peserta menunjukkan kreativitas dan soliditasnya dalam teamwork. Mereka dilatih memanfaatkan batang pohon bambu dan drum untuk dijadikan rakit dan dayung, selanjutnya mengambil bendera yang dipasang di tengah Danau Beratan. (kmb36) OUTWARD BOUND - Polda Bali menggelar outward bound di Danau Beratan, Bedugul, Tabanan.
Bali Post/ist