Skip to main content

Edisi Selasa 7 Januari 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

12 HALAMAN

NOMOR 141 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Selasa paing, 7 januari 2020

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Proyek Jalan Asal-asalan

Rumah Dinas Tak Terawat

Tolak Pabrik Limbah Medis

Proyek jalan di Nusa Penida dikeluhakn warga. Komisi II DPRD Klungkung pun turun langsung ke sejumlah lokasi dan menemukan banyak persoalan. Salah satunya kualitas pengerjaan proyek yang asal-asalan.

Bekas rumah dinas Camat Bangli yang ada di Jalan Lettu Sobat tampak tidak terawat dengan baik. Bangunan yang kini dimanfaatkan sebagai kantor Sekretariat Tetap Tim Pembina UKS itu terlihat rusak di sana-sini.

Rencana pembangunan pabrik pengolah limbah medis B3 di Desa Pengambengan ditolah warga. Namun upaya investor memperoleh izin dari pusat masih dilakukan. Bahkan investor telah membeli tanah untuk lokasi pabrik.

BANGLI | HAL. 9

KLUNGKUNG | HAL. 7

JEMBRANA | HAL. 11

Dilema Bali Mandiri Listrik

Konsumsi listrik di Bali terus bertumbuh tiap tahun di angka 4 persen. Ini berarti diperlukan tambahan kapasitas pembangkit listrik. Persoalannya Bali pulau kecil yang rentan mengalami kerusakan lingkungan jika dibangun pembangkit listrik bertenaga batu bara atau disel yang berbiaya murah. Sementara potensi pembangkit listrik energi baru dan terbarukan (EBT) di Bali sangat minim. Hanya PLT Surya (matahari) dan sampah yang memungkinkan. Namun keduanya dipastikan mahal dan perlu investasi tinggi.

T

ahun 2019, beban puncak listrik memecahkan rekor dengan beban puncak tertinggi 966 MW pada 6 Desember lalu. Selain itu, selisih beban puncak antara siang hari yang besarnya 945 MW dan malam hari yang besarnya 966 MW, hanya 21 MW. Hal itu berarti penggunaan listrik pada siang maupun malam hari hampir sama, sehingga PLN tidak lagi punya kesempatan pada siang hari untuk melepaskan pembangkit–pembangkit untuk dipelihara. PLN hanya boleh melepas 21 MW. Jika lebih dari itu, kemungkinan siang hari akan padam. ‘’Ini menandakan bahwa pada saat beban puncak, kalau pembangkit-pembangkit yang ada tidak cukup, maka kita akan padam. Walaupun mungkin terjadinya tidak setiap hari, tetapi beberapa kali pada periode–periode beban puncak,’’ kata I Nyoman Suwarjoni Astawa, General Manager PLN UID Bali, belum lama ini. Tahun 2020, beban puncak diperkirakan mencapai lebih dari 1.000 MW.

Karena rata-rata beban puncak setiap tahun tumbuh sekitar 4 persen, sehingga tahun 2020 beban puncak diprediksi naik 40-50 MW. Untuk itu, PLN telah memiliki rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL). PLN berupaya untuk menambah kapasitas pembangkit, sesuai visi Gubernur Bali yang mengharapkan penggunaan energi bersih. PLN juga membangun pembangkit dari energi baru terbarukan (EBT), yang mana pemerintah mencanangkan tahun 2025, total bauran EBT 23 persen dari total pembangkit yang ada. ‘’Tapi kami menargetkan tahun 2023, 23 persen di Bali dan dua di Nusa Penida telah menggunakan EBT,’’ tandasnya. Astawa juga mengungkapkan keinginan Presiden agar PLN mengurangi pembangkit dari BBM, karena impor BBM cukup tinggi. ‘’Jika menggunakan pembangkit non-BBM, kita tahu Gubernur Bali dengan pergubnya penggunaan energi bersih, diharapkan tidak lagi menggunakan energi seperti batu bara.

Tetapi dari sisi PLN sendiri, minyak menjadi salah satu upaya untuk ditiadakan karena Presiden Jokowi ingin mengurangi impor minyak, sehingga PLN juga didesak menurunkan penggunaan BBM,’’ bebernya. Sementara pembangkit nonBBM yang dimiliki PLN UID Bali sebesar 987 MW. Supply energi dari Jawa 30 persen atau sekitar 360 – 380 MW pada saat kondisi normal. Jika pembangkit di Celukan Bawang yang menggunakan batu bara keluar, maka daya mampu PLN tanpa pembangkit dari BBM hanya 850 MW. ‘’Artinya jika tidak menggunakan BBM maka kita di Bali akan padam,’’ tandasnya. Rencana besar PLN UID Bali membangun pembangkit di Bali dimulai tahun 2019 dengan membangun PLT Hybrid di Nusa Penida sebesar 10 MW. Hal. 11 Stasiun Gas

Mimpi Manfaatkan Sampah Jadi Listrik WACANA pemanfaatan sampah menjadi listrik terus saja dilontarkan. Sayangnya, hingga kini tak satu pun terwujud. Setelah rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) gagal total, kini muncul Rencana Pengelo-

laan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) TPA Sarbagita Suwung. Lagi-lagi rencana ini bisa jadi berakhir sama. Gagal total. Salah satu penyebabnya, adanya kebijakan yang tak sinkron yakni Perda 47 Tahun 2019 dan Perda 97 Tahun 2018 yang mengatur minimalisasi sampah. Belum lagi harga jual listrik dari PSEL yang tinggi, sehingga PLN bisa saja enggan membeli. Ketua Puslit PPLH Unud Dr. I Made Sudarma, M.S. mengatakan, PSEL membutuhkan sampah 1.300 ton per hari, sedangkan Perda 47 Tahun 2019 mengatur tentang minimalisasi sampah dari sumbernya, maka supply sampah ke PSEL menjadi tidak terpenuhi. ‘’Perda minimisasi sampah dari sumbernya ada, sementara pengelolaan sampah menjadi waste to energy tetap jalan. Ini sesuatu yang harus dicermati dan hati -hati,’’ imbuhnya. Perda 97 Tahun 2018 tentang Pengurangan Timbul a n

Harian Bisnis Bali Properti Mulai Menggembirakan Peluang sektor properti serta jasa konstruksi pada 2020 mulai menunjukkan peningkatan. Selain banyak program serta proyek lanjutan, pembangunan rumah bersubsidi juga menjadi peluang besar bagi para pelaku jasa ini. www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Prajuru Pura ’’Mapaluasan’’ Prajuru Pura Penataran Nangka di Desa Adat Nangka, Bebandem, Karangasem, bakal mapaluasan karena dua bangunan di pura itu dua kali roboh diterjang angin. www.denpostnews.com

Sampah Plastik Sekali Pakai memberi ruang sempit untuk proyek PSEL. Karena plastik sangat bagus untuk bahan baku energi sebab kalorinya tinggi. ‘’Kalau sampahnya organik saja, kalori valuenya rendah, dengan demikian pasti menggunakan bahan bakar tambahan nantinya,’’ selorohnya. Selain itu, listrik yang dihasilkan dari sampah dijual cukup tinggi. Sehingga jika hendak dijual ke PLN, PLN pun enggan membeli karena akan berdampak pada kenaikan

tarif listrik. ‘’Jika bicara waste to energy adalah high tech and high cost. Dari sisi investor tentu ingin keamanan dalam berinvestasi dan operasionalnya,’’ ungkapnya, beberapa waktu lalu. General Manager PLN UID Bali Nyoman Suwarjoni Astawa belum lama ini mengungkapkan, PLN resisten dengan harga beli mahal. Jika harga energi yang dibeli oleh PLN terlalu mahal, akan membuat subsidi listrik naik. Hal. 11 Subsidi Listrik

Jokowi Pastikan Tak Ada Tawar-menawar Puan Minta Tambah Kekuatan di Natuna Jakarta (Bali Post) – Nelayan China dan kapal Coast Guard China masih berada di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, Natuna Utara, Kepulauan Riau. Walaupun Indonesia telah melakukan protes kepada pemerintah China. Demikpian pula TNI telah melakukan upaya persuasif agar nelayan negeri tirai bambu tersebut hengkang dari Natuna. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Sisriad Sisriadi menyatakan takkan terpancing dengan sikap tersebut. ‘’Kita (TNI) tidak ingin terprovokasi. Mereka melakukan provokasi supaya kita melanggar hukum laut internasional itu sendiri.

Sehingga kalau itu terjadi, bisa kita yang disalahkan secara internasional dan kita yang rugi,’’ katanya, Senin (6/11) kemarin. Lalu bagaimana dengan sikap Presiden Jokowi? Saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara Jakarta, Senin kemarin, Jokowi menegaskan tidak ada tawar-menawar mengenai kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) terutama yang terkait teritorial negara di Natuna, Kepulauan Riau (Kepri). ‘’Tidak ada yang namanya tawar-menawar mengenai kedaulatan, mengenai teritorial negara kita,’’ kata Jokowi. Hal. 11 Puan Maharani

’’Tidak ada yang namanya tawarmenawar mengenai kedaulatan, mengenai teritorial negara kita.’’ Jokowi Presiden


Selasa Paing, 7 Januari 2020

Rai Mantra Hadiri HUT Ke-99 RSUD Wangaya

FIGUR Pendampingan Pertanian Organik UNIVERSITAS Mahasaraswati (Unmas) Denpasar mendukung kebijakan Pemrov Bali menerapkan sistem pertanian organik, seperti dituangkan dalam Perda No. 8/2019. Bahkan Unmas memiliki sejumah dosen yang ahli dalam pertanian organik. Untuk itu, jika Gubernur Bali Wayan Koster memerlukan tim pendamping, Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta siap mengerahkan dosen pertanian yang ahli di bidang itu. Para dosen Fakultas Pertanian Unmas, kata Rektor yang juga jero mangku ini, berpengalaman dan banyak menghasilkan riset pertaian organik. Seperti beras organik, kopi dan jeruk organik. Mereka sebagian besar memenangkan penelitian Dikti dan siap ditransferkan kepada petani. Bagi Rektor Made Sukamerta, kini waktu yang tepat bagi Bali menerapkan sistem pertaian organik. Alasannya, kepemilikan lahan pertanian yang relatif sempit tak memungkinkan menerapkan pertanian konvensional. Dengan sistem organik petani menikmati hasil lebih dari penjualan di pasar. Apalagi pasar internasional kian mengarah ke organik. Meski demikian, Made Sukamerta yang dihubungi usai meneken MoU dengan Tabloid Wiyata Mandala untuk program literasi, Senin (6/1) kemarin, menegaskan Perda tentang Sistem Pertanian Organik perlu disosialisasikan secara intensif oleh pemerintah dan didukung oleh perguruan tinggi, serta institusi lainnya. Guna memberikan informasi, pengetahuan dan pemahaman kepada petani dan masyarakat umum mengenai pertanian organik baik dari sisi manfaat, cara pembuatan, cara penggunaan dan aspek lainnya, khususnya lingkungan dan kesehatan, termasuk aspek ekonomis. Pemahaman petani ini penting guna mengubah persepsi mereka untuk selanjutnya mau dan mampu mengimplementasikannya pertanian organik dan memanfaatkannya. Petani pun tak lagi ketergantungan terhadap pupuk dan obat kimia dalam usaha tani. ‘’Saya sepakat dengan Menteri Pertanian bahwa kita back to nature,’’ tegasnya. Dia menambahkan, jika Gubernur Koster mampu menerapkan sistem pertanian organik ini, masyarakat Bali akan mendapat jaminan penyediaan produk pertanian, khususnya pangan yang aman bagi kesehatan, tidak merusak lingkungan serta memberi perlindungan kepada masyarakat. Sebab dewasa ini, kata dia, ada produk berlebel organik yang tidak memenuhi persyaratan. (sue)

Topik : MIMPI MANFAATKAN SAMPAH JADI LISTRIK

Ajak Tingkatkan Pelayanan Melalui Digitalisasi

PUNCAK HUT Ke-99 RSUD Wangaya dihadiri Wali Kota, IB Rai Dharmawijaya Mantra, Senin (6/1) bertempat di halaman RSUD setempat. Tampak hadir dalam kesempatan ini Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra, dan OPD terkait lainnya. Peringatan HUT tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan, dari olahraga, perlombaan, hingga kegiatan sosial yang melibatkan seluruh karyawan dan karyawati RSUD Wangaya. Wali Kota Rai Mantra dalam kesempatan tersebut menyambut baik kegiatan HUT yang berlangsung secara sederhana. Setiap tahunnya peningkatan pelayanan di RSUD Wangaya sudah sangat baik, terlihat dari fasilitas, infrastruktur dan tingkat profesionalisme SDM yang sudah semakin baik. Untuk itu, ke depan RSUD Wangaya harus siap menghadapi tantangan digitalisasi di era 4.0 ini,

dikarenakan digitalisasi telah mengubah kehidupan banyak orang, begitu juga dengan industry, termasuk di bidang kesehatan. Saat ini menurut Rai Mantra kemajuan pelayanan rumah sakit banyak mengimplementasikan sistem informasi rumah sakit secara terintegrasi, khususnya RS jaringan di kota-kota besar. Jika kita bisa mengadopsi teknologi informasi di rumah sakit, maka manfaat yang akan didapatkan dari penerapan teknologi informasi begitu besar, dimana pelayanan kepada pasien akan lebih mudah, cepat dan optimal. Begitu juga pasien akan merasa lebih diringankan dalam proses mendapatkan pelayanan kesehatan, dan efisiensi di segala bidang juga mudah dilakukan rumah sakit. “Saya sangat bangga RSUD Wangaya telah mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi, dan saya berharap selain inovasi yang sudah dilakukan di RSUD Wangaya, ke

Hasil rehabilitasi tahun 2018 dan 2019, pengguna narkotika dari kalangan mahasiswa atau pelajar sebanyak 69 orang menjalani rehabilitasi di BNNP Bali. “Orang terkena narkoba 10 persen otaknya tidak dapat pulih. Narkotika ini ibaratnya pohon yang diserang adalah akarnya. Artinya, peredaran narkotika ini akan mengoyak generasi muda yang menjadi penerus bangsa,” tegasnya. Mantan Kapolres Nunukan, Kalimantan Utara ini berharap Artipena Bali dapat menjadi wadah yang efektif dalam membantu BNN dalam memerangi narkoba, baik dalam penyebaran informasi, riset/penelitian, dan kemitraan strategis lain. Perwakilan Artipena Bali, Dr. Anak Agung Ayu Ngurah Tini Rusmini Gorda, dalam pertemuan tersebut menyampaikan tentang pentingnya konsolidasi dalam gerakan kolaborasi untuk melakukan penanganan terhadap permasalahan narkotika di era digitalisasi. Saat ini terdapat 3 pendekatan literasi yang dapat dilakukan, yaitu literasi teknologi, digital, dan literasi humanis. Ia ingin adanya kolaborasi untuk memerangi narkoba secara masif dan agresif untuk menciptakan kampus-kampus bersinar di Bali. (kmb36)

Bali Post/ist

KOORDINASI - Ketua Umum Bersama Irjen Pol. (Purn) Putera Astaman berkoordinasi dengan Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa (kanan) terkait memerangi narkoba di Bali.

HUT – Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra saat menghadiri peringatan HUT ke-99 RSUD Wangaya, Senin (6/1) di halaman RSUD setempat. anan kesehatan. Selain itun, dalam peringatan HUT ke-99 RSUD Wangaya, rumah sakit milik Pemkot Denpasar ini melepas tujuh karyawan yang memasuki usia pensiun dengan ucapan terima kasih dan penghargaan atas pengabdiannya selama ini. Hal itu sebagai bentuk apresiasi rumah sakit atas kerja keras karyawannya

yang telah mengabdi selama puluhan tahun dan menyerahkan penghargaan kepada 18 pegawai berprestasi yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Denpasar. Dalam acara HUT kali ini juga diresmikan ruang hemodialisa dan ESWL oleh Wali Kota Rai Mantra untuk melengkapi pelayanan yang telah ada sebelumnya. (ad129)

Empat Kelurahan Rawan Banjir

Denpasar (Bali Post) –

Musim hujan telah tiba. Ancaman bencana setiap musim hujan kembali mengintai. Salah satunya banjir. Terlebih belum semua desa/kelurahan di Denpasar terbebas dari banjir. Sampai saat ini masih ada empat desa/kelurahan yang sering terkena bencana banjir setiap musim hujan. Kepala Pelaksana BPBD Kota Denpasar I.B. Joni Ariwibawa yang ditemui di sela-sela apel kesiapsiagaan bencana di halaman Kantor BPBD, Senin (6/1) kemarin, menyebutkan di Denpasar terdapat empat desa maupun kelurahan yang rawan mengalami bencana banjir dengan intensitas tinggi. Keempat wilayah itu yakni Desa Pemecutan Kelod, Padangsambian Kelod, Kelurahan Padangsambian, dan Sanur. Selain empat desa atau kelurahan ini, ada pula titik banjir namun kategorinya rendah. Joni Ariwibawa me-

ngatakan, titik-titik banjir di Desa Pemecutan Kelod terjadi di Jalan Pura Demak. Sedangkan untuk di Padangsambian Kelod terletak di Perumahan Purnawira, Perumahan Padang Indah, serta Jalan Gunung Payung. Untuk di kelurahan Padangsambian terdapat di wilayah SD 11 Padangsambian, serta Jalan Kebo Iwa Tengah. Sementara di Sanur terletak di Jalan Bumi Ayu karena wilayahnya cekung. “Di Jalan Bumi Ayu ini karena cekungan, tapi kami upayakan pemasangan pompa dan siapkan pompa untuk menyedot genangan,” katanya.

BNNP Gandeng Artipena Wujudkan Kampus Bersih Narkoba Denpasar (Bali Post) Menciptakan generasi muda jauh dari narkoba khususnya kalangan kampus, BNNP Bali menggandeng Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (Artipena) Bali. Kolaborasi ini bertujuan untuk mewujudkan kampus bersih narkoba. Menindaklanjuti kerja sama tersebut, Jumat (3/1) lalu dilakukan pertemuan antara Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. dengan Komisariat Artipena Bali, rektor perguruan tinggi di Bali dan Ketua Umum Yayasan Badan Kerja Sama Sosial Usaha Pembinaan Warga Tama (Bersama) Irjen Pol. (Purn) Putera Astaman. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa, Senin (6/1) kemarin mengatakan, saat pertemuan tersebut pihaknya memberikan apresiasi atas komitmen Artipena Bali terhadap upaya yang telah dilakukan dalam mendukung program P4GN. Brigjen Suastawa berharap segala upaya tersebut dapat membendung tingkat penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Bali. Pasalnya, Provinsi Bali merupakan pusat pariwisata dan tentu sindikatsindikat tersebut mengincar kaum muda.

depan dapat menerapkan pelayanan berbasis IT di semua bidang. Kami akan selalu mendukung upaya yang dilakukan RSUD Wangaya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya. Sementara itu, Plt. Dirut Wangaya dr. Dewa Alit Parwita menjelaskan bahwa pada peringatan HUT ke-99 tahun 2020 ini, tema yang diangkat yakni “Melalui HUT Ke-99 RSUD Wangaya Kita Menuju Digitalisasi Pelayanan guna Mewujudkan Pelayanan yang Lebih Maju dan Bermutu”. Digitalisasi di dunia pelayanan kesehatan memang tidak bisa dihindari. Untuk itu, RSUD Wangaya sudah mulai menerapkan digitalisasi untuk pelayanan. Seperti APDOL, yaitu pendaftaran pasien yang sudah bisa dilakukan secara online. Saat ini juga tengah bersiap untuk Electronic Medical Record (EMR) dan ke depannya RSUD Wangaya akan terus berupaya menerapkan digitalisasi di berbagai pelay-

Bali Post/ist

DITANGKAP - Perampok yang menyasar minimart ditangkap Tim Resmob Polda Bali.

Bali Post/ara

SARANA - Petugas BPBD Denpasar sedang mengecek kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana, seperti banjir. Sementara untuk antisipasi bencana musim penghujan ini, pihaknya telah menyiapkan beberapa armada dan peralatan, yakni 10 mobil pemadam untuk menanggulangi kebakaran, 12 mesin sedot saat ada banjir, 10 sensor kayu, 2 mobil pick up, 1 mobil ranger, satu mobil serbaguna, 1 mobil toilet, tangki air, tali temali, tangga, life jacket, perahu karet 5 buah

yakni 3 di Balawista dan 2 di Pos Induk Jalan Imam Bonjol. Empat pos pun selalu siap siaga, yakni Pos Induk Imam Bonjol, Pos Juanda, Pos Mahendradatta, serta Pos Ubung. Juga ada 7 ambulan, dimana tiga ambulan berada di bawah BPBD, 1 ambulans milik PMI Kota Denpasar, serta 3 ambulan di Puskesmas yang digerakkan melalui Pusdalops BPBD Kota Denpasar. Pihaknya memiliki

290 personel, di masing-masing pos terdapat 8 anggota regu reaksi cepat damkar, 5 personel untuk ambulan gawat darurat, dan 4 personel pusdalops yang mengelola pengaduan masyarakat. (kmb12)

Denpasar (Bali Post) Kasus perampokan mini market kembali terjadi. Kali TKP-nya di minimart di Jalan Gunung Batukaru, Monangmaning, Denpasar Barat, Senin (6/1) kemarin. Pelakunya Subagio (37) asal Surabaya, Jawa Timur dan beraksi membawa celurit. Dia ditangkap Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali tak jauh dari TKP. “Kaki pelaku terpaksa ditembak anggota karena melakukan perlawanan saat pengembangan kasus tersebut,” kata Direktur Reskrimum Polda Bali,

Kombes Pol. Andi Fairan. Kronologinya, lanjut Kombes Andi, saat itu Rismawan Peratama (19) kerja di TKP. Pukul 04.15 Wita datang pelaku mengacungkan celurit sambil menyuruh korban menyerahkan uang yang ada di laci meja kasir. Karena ketakutan korban menyerahkan uang Rp500.000 kepada pelaku. Setelah menerima uang tersebut, pelaku langsung keluar dari toko tersebut. “Anggota Resmob kami sedang atensi wilayah atau patroli di seputaran sana. Tiba-tiba

ditelepon oleh security di sana dan dibilang ada perampokan,” ujarnya. Selanjutnya Tim Resmob mendatangi TKP. Polisi bersama warga melakukan penyisiran di seputaran TKP. Alhasil pelaku tepergok sedang menghitung uang hasil rampokan. Selanjutnya pelaku diajak mengembangkan kasus tersebut. Dari kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti uang tunai Rp489.000, celurit, sepeda motor Yamaha Mio, helm, dan jaket merah. (kmb36)

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Lagi, Perampok Bawa Celurit Ditembak

Memasuki Cuaca Ekstrem

Pemkot Denpasar Gelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana

CUACA ekstrem sedang terjadi di beberapa tempat di wilayah Indonesia, tak terkecuali di Bali. Hujan lebat yang berpotensi banjir, angin kencang berdampak pada tumbangnya pepohonan dan lainnya, membuat masyarakat cemas akan dampak yang ditimbulkan. Mengatasi kekhawatiran masyarakat tersebut, Pemerintah Kota Denpasar bersama seluruh jajaran melakukan apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana yang dilaksanakan di Pos Induk BPBD Kota Denpasar, Senin (6/1) kemarin. Apel yang dipimpin Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara selaku Kepala BPBD, sebagai langkah untuk memantapkan persiapan dalam menghadapi bencana. Apel siaga bencana alam ini dihadiri instansi terkait tanggap bencana seperti BPBD, Satpol PP, DLHK, Kesbangpol, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta instansi terkait lainnya. Sekda Rai Iswara mengatakan, kegiatan apel siaga bencana ini dilakukan un-

tuk mengetahui kesiapan anggota yang bertugas untuk mengantisipasi bencana alam yang mungkin akan terjadi. Baik dari kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta dukungan logistik ataupun lainnya. “Bencana alam dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Oleh karena itu, perlu adanya kesiapsiagaan petugas maupun sarana prasarana penanggulangan bencana,” ujarnya. Masalah bencana alam saat ini menjadi topik utama di tahun yang baru ini, karena berbagai bencana alam datang tanpa disadari oleh semua. “Jika bencana terdeteksi kejadiannya, sudah pasti kita akan segera bersiap-siap. Mencermati hal tersebut, kita bersama memerlukan langkah-langkah proaktif dan preventif,” ujar Rai Iswara. Lebih lanjut Rai Iswara mengatakan, pihaknya juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk cepat tanggap jika ada bencana. Selain itu, pihaknya juga mengingatkan untuk terus memantau grup respons

cepat yang telah dibentuk untuk memberi respons cepat kepada masyarakat jika dibutuhkan.“Bencana alam tidak bisa dicegah sehingga kita sebagai petugas sudah seharusnya siap siaga tanggap bencana serta bersinergi dengan BNPB, BPBD, TNI/Polri, dan masyarakat,” jelasnya. Rai Iswara juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mempersiapkan diri menghadapi bencana. Dirinya juga mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan serta melaporkan jika terpantau atau terjadi bencana dengan menghubungi call center 112 atau (0361) 223333. “Mengingat cuaca yang ekstrem, mari bersama-sama meningkatkan kewaspadaan serta selalu berkoordinasi dalam menghadapi setiap permasalahan,” harapnya sembari meminta untuk memeriksa kembali pasukan dan peralatan yang akan digunakan atau dibawa saat penanganan bencana. Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Den-

pasar I.B. Joni Ariwibawa mengatakan pihaknya terus melakukan pengecekan sarana prasarana yang akan digunakan jika terjadi bencana. Selain itu dirinya juga telah berkoordinasi dengan pemangku kepentingan seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, DLHK, Satpol PP, serta seluruh instansi terkait. “Kami terus lakukan lang-

kah antisipasi dalam menghadapi bencana. Berbagai persiapan telah kami lakukan, seperti pengecekan sarana prasarana, seperti ambulan, pemadam kebakaran, penyedot air, pemotong kayu, mobil jenazah, serta lainnya. Selain itu, kami mempersiapkan pasukan kurang lebih 50 personel secara bergantian stand by 24 jam,” ujarnya. (ad128)

BENCANA - Pemerintah Kota Denpasar bersama seluruh jajaran melakukan apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana di Pos Induk BPBD Kota Denpasar, Senin (6/1) kemarin.


Selasa Paing, 7 Januari 2020

Curi HP, Wanita Asal Bondowoso Ditangkap Mangupura (Bali Post) Warga Australia Reece Max Dunbier (19) melapor ke Polsek Kuta kehilangan Iphone XI Pro Max seharga Rp 25 juta. Kasus pencurian tersebut terjadi di kamar hotel tempatnya menginap di Jalan Popies II, Kuta, Badung, Kamis (2/1) lalu. Hasil penyelidikan polisi, pelakunya merupakan wanita yang diajak korban menginap, Rumiyati Septasari alias Sari (37). ‘’Pelaku kami tangkap Jumat (3/1) lalu. Kami masih mencari pelaku lainnya,’’ kata Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu I Putu Ika Prabawa seizin Kapolsek Kompol Teuku Ricki F., Senin (6/1) kemarin. Iptu Ika menambahkan, kronologinya pada Kamis pukul 22.00 Wita korban bersama tiga orang temannya dugem di salah satu bar di Jalan Legian, Kuta. Saat berada di bar, mereka ketemu dengan empat wanita. ‘’Keempat wanita tersebut lalu diajak ke hotel tempat korban menginap,’’ ujarnya. Korban dan temannya mengajak dua wanita, di antaranya pelaku masuk ke kamarnya. Sedangkan dua wanita lagi di kamar lain. ‘’Setelah beberapa saat di dalam

kamar bersama korban, salah satu perempuan tersebut minta uang. Teman korban menolak dan menyuruh kedua wanita itu pergi,’’ ujarnya. Setelah kedua wanita itu pergi, sekitar 15 menit kemudian korban baru sadar Iphone XI Pro Max miliknya yang ditaruh di atas meja hilang. Korban mengaku rugi Rp 25 juta. Berdasarkan laporan itu, Tim Opsnal Polsek Kuta dipimpin Panit 1 Reskrim Ipda Erick Wijaya Siagian melakukan olah TKP. Pada Jumat pukul 02.00 Wita, polisi bertemu teman tersangka di bar, Jalan Legian. Selanjutnya dia dibawa ke Polsek Kuta. Saat diinterogasi, teman tersangka itu mengaku saat berada di dalam kamar korban bersama tersangka yang tinggal di Jalan Mataram Gang Jepun, Kuta. Namun Sari keluar kamar hotel terlebih dahulu. Berbekal keterangan itu, petugas melakukan perburuan terhadap Sari. Tersangka akhirnya berhasil ditangkap di kamar kosnya di Jalan Mataram Gang Jepun. ‘’Dia (Sari) mengakui telah mengambil Iphone milik korban dan disembunyikan di lantai garasi kosnya tersebut. Pelaku kemudian diajak mencari barang bukti dan ditemukan di sana,’’ ungkap Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat ini. Waktu diperiksa pelaku asal Bondowoso, Jawa Timur ini mengaku mengambil Iphone tersebut saat korban sedang berada di tempat tidurnya bersama temannya. Pelaku berdalih mengambil Iphone itu karena jengkel gara-gara diusir dan ditampar oleh korban. ‘’Kasusnya masih proses pemberkasan dan alat bukti kuat. Pelaku sudah ditahan,’’ ucap perwira kalem ini. (kmb36) DITAHAN - Rumiyati Septasari alias Sari ditahan di Polsek Kuta terkait kasus pencurian.

Bali Post/par

LENGANG - Kondisi Terminal Mengwi nampak lengang pascalibur Nataru berakhir. Posko Terpadu Angkutan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru) di tipe A itu pun telah ditutup, Senin (6/1) kemarin.

Selama Nataru, Terminal Mengwi Layani 79.221 Penumpang

Mangupura (Bali Post) – Terminal Tipe A Mengwi melayani 79.221 penumpang selama perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 (Nataru) dengan pergerakan bus mencapai 2.690 bus. Posko Terpadu Angkutan Natal 2019 mencatat 37.198 penumpang datang dengan 1.290 bus dan 42.023 penumpang berangkat dengan 1.430 bus. Koordinator Terminal Mengwi Cok Agung Suarmaya saat dikonfirmasi, Senin (6/1) kemarin, mengatakan terhitung mulai kemarin posko terpadu di Terminal Mengwi telah ditutup. ‘’Dari rekap data hingga Senin ini (kemarin – red), jumlah penumpang yang berangkat dari Terminal Mengwi jauh lebih banyak ketimbang yang datang,’’ katanya.

Menurutnya, pada libur Nataru banyak masyarakat dari seluruh penjuru Tanah Air datang ke Bali untuk berlibur. Alhasil, setelah musim liburan selesai masyarakat kembali lagi ke daerah asalnya masing-masing. ‘’Peningkatan keberangkatan terjadi mulai 1 Januari 2020. Total ada 2.576 penumpang yang berangkat dari terminal menuju kota-kota besar,

khususnya di Pulau Jawa. Penumpang sebanyak itu diangkut menggunakan 79 bus. Sementara di hari yang sama jumlah penumpang yang datang hanya sekitar 719 penumpang dengan 32 bus,’’ terangnya. Dijelaskan, kondisi tidak jauh berbeda terjadi tanggal 2 Januari 2020. Total penumpang berangkat dari Terminal Mengwi mencapai

laporan tersebut, tim SAR gabungan kemudian melakukan upaya pencarian sejak pagi dengan mengerahkan SRU laut, SRU darat dan SRU udara. Setelah korban berhasil ditemukan, kemudian yang bersangkutan langsung dievakuasi dan dibawa ke RS Sanglah,’’ ucapnya. Kepala Seksi Operasi Basarnas Bali I.B. Surya Wirawan yang ikut ke lokasi kejadian mengatakan, semula pencarian dilakukan dua tim dari petugas Rescue Basarnas Denpasar bersama Balawista yang bertugas di Pantai Kuta. Petugas melakukan penyisiran dengan menggunakan dua unit jet ski. Kemudian tim kedua dikerahkan dengan jumlah 8 personel menuju Pantai Patra Jasa. Selain upaya penyisiran di laut, tim udara melakukan pencarian pukul 16.05 Wita dengan menggunakan helikopter Bell 429 milik Polair Polda Bali. Setelah pencarian pada Minggu nihil, penyisiran kembali Senin pagi. Tim SAR gabungan dibagi empat areal, yakni di perairan, penyisiran darat dan juga pencarian melalui pantauan udara. Setelah pencarian beberapa jam, akhirnya korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia sekitar pukul 10.30 Wita. (kmb23)

Lelang Jabatan Eselon II Dikebut Mangupura (Bali Post) Seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon IIb) di Lingkungan Kabupaten Badung, dikebut. Bahkan tak sampai sepekan dari seleksi adminitrasi, Panitian Seleksi (Pansel) resmi mengumumkan tiga besar, Senin (6/1) kemarin dan diisukan akan dilakukan pelantikan, Selasa (7/1) ini. Percepatan tersebut dikabarkan karena larangan melakukan penggantian pejabat

Bali Post/eka

PALEBON - Prosesi palebon Ida Pandita Mpu Nabe Istri Daryatri di Banjar Lebah Pangkung, Mengwi, Badung, Senin (6/1) kemarin.

enam bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon yakni Juli 2020. Anggota Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon IIb) Kabupaten Badung, I Gede Wijaya, saat dikonfirmasi Senin kemarin membenarkan telah mengumumkan hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon IIb). “Iya.. kami telah memilih tiga besar untuk setiap kursi

yang dilelang. Kami juga telah mengumumkan hasilnya secara terbuka,” ungkapnya. Menurutnya, tiga besar namanama calon di 11 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang dilelang telah dikantongi pihak panitia seleksi (Pansel) untuk kemudian diusulkan kepada Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta untuk dipilih. “Sekalipun kami telah memilih tiga besar berdasarkan perolehan nilai masing-masing. Namun, keputusan siapa yang ditunjuk ada di pimpinan, karena kami tidak punya kewenangan,” katanya. Birokrat asal Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara itu mengatakan, terkait pelan-

sebanyak 64 bus. Kemudian pada 4 Januari 2020, total penumpang yang berangkat mencapai 2.701 penumpang dengan diangkut menggunakan 86 bus. Sedangkan yang tiba di Terminal Mengwi 1.991 penumpang dengan 75 bus. Hari berikutnya, total penumpang yang berangkat dari Terminal Mengwi sebanyak 2.187 penumpang dengan total armada sebanyak 76 bus. Sementara yang tiba tercatat sebanyak 2.114 penumpang dengan diangkut menggunakan 65 bus. (kmb27)

”Palebon” Ida Pandita Mpu Nabe Istri Daryatri Maha Bhiru Daksa

Terseret Ombak Warga Kolombia Meninggal Mangupura (Bali Post) Sempat terseret ombak, seorang warga negara asing (WNA) asal Kolombia, Lucas Barrales Valencia, Senin (6/1) kemarin ditemukan dalam kondisi meninggal dan terdampar di Pantai Double Six, Seminyak, Kuta. Sebelumnya, petugas Basarnas Denpasar menerima informasi bahwa korban diketahui menghilang saat berenang di pantai depan Hotel Anantara Seminyak, Minggu (5/1) pukul 10.45 Wita. ‘’Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Jasadnya terdampar di pesisir pantai, tepatnya di depan Pos 6 Balawista yakni 1 km arah selatan posisi awal tenggelam,’’ kata Kepala Kantor Basarnas Bali, Hari Adi Purnomo. Sebelumnya korban menghilang saat berenang di seputaran pantai di depan Hotel Anantara, Seminyak. Tidak lama berselang, korban terseret ombak dan tenggelam. Saat itu korban nekat berenang di pantai yang dipasangi bendera merah. Artinya di kawasan itu tidak boleh ada aktivitas berenang. Laporan korban tenggelam diterima petugas Basarnas dari salah seorang anggota Balawista Badung, Nyoman Yifan, pukul 12.55 Wita. ‘’Atas

2.574 orang. Mereka diangkut sebanyak 81 bus. Sementara di hari yang sama pula jumlah kedatangan hanya 1.443 penumpang yang diangkut dengan 62 bus. ‘’Mereka sebelumnya berlibur ke Bali dan setelah Nataru pulang ke daerah masing-masing,’’ tegasnya. Lebih jauh dijelaskan, pada 3 Januari 2020 penumpang yang berangkat dari Terminal Mengwi mencapai 2.763 penumpang dengan menggunakan sebanyak 90 bus. Sedangkan yang tiba hanya sekitar 1.628 penumpang dengan diangkut

tikan masih menunggu rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Ketua KPU Kabupaten Badung, I Wayan Semara Cipta, saat dikonfirmasi membenarkan jika bakal calon selaku petahana dilarang melakukan penggantian pejabat enam bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai dengan akhir masa jabatan. “Kebijakan itu ada di PKPU Nomor 3 Tahun 2017 Pasal 89. Dalam aturan ini bakal calon selaku petahana juga dilarang menggunakan kewenangan, program, dan kegiatan Pemerintah Daerah untuk kegiatan pemilihan enam bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sam-

Mangupura (Bali Post) – Palebon Ida Pandita Empu Nabe Istri Daryatri Maha Bhiru Daksa (86) dari Geria Asita Sari, Mengwi digelar di Banjar Lebah Pangkung, Mengwi, Badung, Senin (6/1) kemarin. Prosesi palebon Ida Pandita yang merupakan ibunda Irjen Pol. (Purn) Drs. I Ketut Untung Yoga Ana, S.H., M.M. ini diikuti ratusan masyarakat, termasuk keluarga besar dan anak spiritual atau nanak. Prosesi dimulai pukul 04.00 Wita dengan ritual matetangi/ marelina dan ngajum tirta pangentas. Ritual ini di-puput Ida Pandita Mpu Nabe Daksa Samyoga. Kemudian dilanjutkan dengan ritual ngutang sok ceceg dan mabumi suda yang di-puput Ida Pandita Mpu Wita Darma Putra Samyoga serta melaspas pamereman dan Lembu oleh Ida Pandita Mpu Yoga Parama Daksa. Siang harinya sekitar pukul 12.00 Wita digelar ritual mapegat dan mamargi ke pangaskaran di luar panyengker Setra Desa Adat Mengwi. Untung Yoga menjelaskan, Ida Pandita yang kelahiran 17 Januari 1933 tersebut lebar pada 28 Desember 2019 karena sakit. Terkait upacara palebon, sebelumnya pada 4 Januari telah digelar upacara nunas tirta di Pura Kawitan Pasek Gelgel, Pegatepan, Pura Prajapati dan Pura Dalem. Pada 5 Januari dilanjutkan dengan upacara nyiramin yang di-puput empat sulinggih dan dibantu sejumlah pemangku dan krama banjar. Pascaritual tersebut, dilangsungkan upacara nunas tirta ning, ngajum kajang

pai dengan penetapan pasangan calon terpilih,” jelasnya. Dikatakan, bila kebijakan tersebut dilanggar dalam hal bakal calon selaku petahana yang bersangkutan dinyatakan tidak memenuhi syarat. Berdasarkan pengumuman Nomor: 800/19/ PANSEL-JPT/2020, dari lima camat yang ikut bertarung pada lelang jabatan kali ini, namun satu camat gagal lolos yakni Camat Kuta I Nyoman Rudiarta. Sementara empat camat lainnya melangkah hingga ke tahap akhir. Di antaranya Camat Petang I Gde Eka Sudarwitha, Camat Kuta Selatan I Made Widiana, Camat Kuta Utara A.A. Ngurah Arimbawa, dan Camat Mengwi I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra.

di merajan dan pembersihan. ‘’Hari ini tanggal 6 Januari 2020 adalah upacara palebon yang dipuput oleh Ida Pandita Mpu Nabe Daksa Samyoga dibantu sejumlah sulinggih lainnya yang merupakan nanak almarhum dan sejumlah pemangku,’’ ujarnya. Ditambahkan, almarhum meninggalkan 12 orang putra dan putri, 31 orang cucu, 16 orang cicit, dan 6 orang kumpi. Beliau resmi menjadi sulingih pada 1996 bersama sang suami, Ida Pandita Mpu Nabe Yoga Bhiru Daksa, yang telah duluan lebar pada 2006 lalu. Semasa hidupnya almarhum selalu mengabdikan diri untuk umat, dan telah banyak muput karya di Bali, Jawa bahkan sampai di Masohi Maluku. Keluarga besar sangat merasa kehilangan atas lebarnya almarhum. “Dalam membesarkan kami, mendidik kami, beliau sangat sabar, sangat tidak kenal lelah untuk selalu memberikan bimbingan tuntunan kepada anak-anaknya. Sehingga kami betul-betul kehilangan sosok yang sangat berharga, sangat kami rindukan. Tapi memang yakini juga, tiba pada saatnya beliau juga dipanggil oleh yang maha kuasa. Dan kami harus ikhlas, dan juga tentunya atas doa-doanya kami berharap agar beliau bisa lancar dalam perjalannya menghadap yang maha kuasa,” terangnya. Usai palebon, Untung Yoga menambahkan, ritual dilanjutkan nganyut ke Pantai Seseh, dan pada 18 Januari nanti akan dilaksanakan upacara mamukur. (kmb19)

Seleksi tersebut tidak terdapat nama calon srikandi yang memperoleh nilai tertinggi untuk semua kursi OPD yang dilelang. Meski begitu tetap masuk tiga besar, misalnya Ni Nyoman Ermy Setiari berada diposisi ketiga untuk calon Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung. Berikutnya adalah Ida Ayu Istri Yanti Agustini menduduki peringkat ketiga untuk calon Kepala Bidang Pengelolaan Keuangan Daerah Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Badung. Satu lagi srikandi yang menduduki peringkat ketiga adalah Ni Raka Setiawati yang membidik calon Kepala Dinas Kesehatan. (kmb27)


Selasa Paing, 7 Januari 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana UN Mengubah Sistem PPDB

PERUBAHAN terus terjadi, dan semua harus mengikuti. Terlebih dunia pendidikan, harus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan (iptek) yang demikian cepat dan dahsyat. Mau tidak mau, ada atau tidak pergantian pejabat, kurikulum pendidikan memang harus mengikuti perubahan yang terjadi. Kehadiran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim dari generasi milenial, telah membawa perubahan pada dunia pendidikan di Tanah Air. Mendikbud telah menetapkan empat program pokok kebijakan pendidikan ‘’Merdeka Belajar’’. Program tersebut meliputi Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi. Untuk USBN, tahun 2020 akan diterapkan dengan ujian sekolah untuk menilai kompetensi siswa. Ini dapat dilakukan dalam bentuk tes tertulis atau bentuk penilaian lainnya yang lebih komprehensif. Dengan itu, guru dan sekolah lebih merdeka dalam penilaian hasil belajar siswa. Anggaran USBN dapat dialihkan untuk mengembangkan kapasitas guru dan sekolah guna meningkatkan kualitas pembelajaran. Sementara terkait UN, tahun 2020 merupakan pelaksanaan UN untuk terakhir kalinya. Hasil UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan dan patokan untuk melanjutkan/mencari pendidikan tingkat berikutnya. Selama ini, tingkat kelulusan termasuk nilai UN siswa dijadikan ajang gengsi sekolah atau lembaga pendidikan, termasuk pihak orangtua siswa. Kondisi ini memicu ‘’ketidakjujuran’’ sekolah maupun guru di dalamnya, demi mengejar gengsi dimaksud. Kondisi ini tentu berpengaruh pada penerimaan peserta didik baru (PPDB). Dengan kebijakan baru ini, lembaga pendidikan penerima calon peserta didik baru harus menyiapkan seleksi/tes bagi lulusan yang ingin diterima di lembaganya. Sudah tentu, dengan tetap memperhatikan persentase jalur zonasi, prestasi dan sejenisnya sesuai regulasi yang berlaku saat itu. Tahun 2021 UN akan diubah menjadi Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Asesmen ini terdiri dari kemampuan bernalar menggunakan bahasa (literasi), kemampuan bernalar menggunakan matematika (numerasi), dan penguatan pendidikan karakter. Hasil UN ini akan menjadi parameter dan tolok ukur keberhasilan pembangunan pendidikan di negeri ini. Salah satunya, pemetaan pemerataan pendidikan di Tanah Air. Orientasi hasil UN tidak lagi pada individu siswa atau lembaga, tetapi hasil pendidikan secara keseluruhan di Tanah Air. Sekaligus, evaluasi untuk mencari solusi penentuan kebijakan pendidikan sesuai perkembangan perubahan yang terjadi.

Senjakala Ujian Nasional Tidak dapat dimungkiri bahwa setiap pergantian menteri pendidikan, selalu dinanti kebijakan baru dalam dunia pendidikan. Salah satu kebijakan baru Menteri Pendidikan Nadiem Makarim adalah menghapus ujian nasional (UN) di tahun 2021 menjadi asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Kebijakan ini ibarat bola panas yang membentur ke segala arah. Ada yang meradang, ada juga yang senang dengan kebijakan tersebut. Yang setuju dengan kebijakan tersebut kebanyakan berasal dari kalangan aktivis pendidikan era milenial yang sejak lama berjuang untuk melawan kebijakan ujian nasional. Kelompok yang tidak setuju dengan penghapusan ujian nasional kebanyakan juga berasal dari golongan pendidikan yang sudah lama berkecimpung dalam dunia pendidikan.

Oleh I Kadek Darsika Aryanta lasan mendasar pemerintah menghapuskan ujian nasional adalah materi Ujian Nasional ini terlalu padat, sehingga siswa dan guru cenderung menguji penguasaan konten, bukan pada komepetensi pengajaran. Selama ini saat pelaksanaan ujian nasional siswa kelas XII cenderug untuk terus di-drill materi pelajarannya dengan mengadakan latihan soal terusmenerus. Kecenderungan untuk terus men-drill materi pelajaran ini bisa menyebabkan stres siswa yang meningkat. Selain itu, drill soal yang biasanya dilakukan di awal semester VI bagi kelas XII akan menyebabkan efek psikologis yang negatif bagi siswa. Selain itu, pelaksanaan ujian nasional juga tidak jarang menjadi pertaruhan nama baik sekolah. Hasil ujian nasional biasanya dijadikan sebagai bahan promosi sekolah sekaligus sebagai gengsi sekolah dalam pelaksanaannya. Tidak hanya unsur sekolah, orangtua pun tidak mau kalah gagapnya jika ujian nasional mau

dilaksanakan. Mereka berlombalomba memberikan les tambahan kepada anaknya, sehingga mereka rela merogoh kantong yang tidak sedikit agar putra-putrinya bisa mengikuti les di bimbingan belajar dengan harapan mendapatkan nilai ujian nasional yang tinggi. Ada yang salah ketika UN dijadikan berbagai parameter untuk kepentingan pemerintah, tetapi mengorbankan kepentingan anak-anak Indonesia. Belajar bukan dalam kondisi tertekan, belajar harus menyenangkan. Sekolah harus mengajarkan cara berpikir dan bernalar, bukan untuk menjawab soal, pilihan ganda pula. Ujian nasional selama ini memiliki rasa ketidakadilan bagi siswa yang memiliki kemampuan ekonomi tinggi dan rendah. Tak pelak, ujian nasional yang selama ini berlangsung merupakan ajang jor-joran dari pihak yang memang memiliki kantong berlebih. Bagi siswa yang keadaan ekonominya mampu, tidak jarang mereka dapat kursus bimbel intensif di luar sekolah. Bagi siswa yang

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Gedung Budaya Denpasar Layak Dicontoh Hari Senin pagi 30 Desember belum lama ini saya mampir ke Gedung Budaya Kota Denpasar. Gedung megah yang diberi nama Gedung Budaya Dharma Negara Alaya ini 26 Desember lalu dipelaspas secara agama Hindu dan besok sorenya di-launching dan dimeriahkan seni tari dan pembukaan pameran lukisan. Saya bangga dan puas melihat ruang pameran yang cukup luas dan memang boleh dikatakan

ada di pelosok dan kemampuan ekonominya rendah hanya bisa gigit jari berjuang mandiri dalam menghadapi soal-soal ujian nasional. Kondisi disrupsi ujian nasional sekarang ini menjadi beban bagi siswa, guru, dan orangtua karena menjadi indikator keberhasilan siswa sebagai individu. Padahal, ujian nasional seharusnya berfungsi untuk pemetaan mutu sistem pendidikan nasional, bukan penilaian siswa. Nilai UN yang dipublikasi sekarang ini merupakan nilai individu siswa, sehingga perlu untu direvitalisasi sehingga benar-benar merupakan pemetaan mutu pendidikan nasional. Nilai ujian nasional yang hanya berupa kognitif belaka ini sangatlah bertentangan dengan prinsip Kihajar Dewantara sebagai founding father pendidikan nasional Indonesia yaitu pendidikan yang menyenangkan, bermakna dan bermanfaat bagi kehidupannya. Selama ini pendidikan yang terjadi adalah hanya menghafal-menghafal saja dan cenderung melatih kognitif siswa.

Senja di ufuk barat ujian nasional ini dicirikan juga dengan pelaksanaan ujian nasional yang hanya menilai aspek kognitif dan belum menyentuh karakter siswa secara menyeluruh. Selain itu, pelaksanaan ujian nasional sekarang ini memang bukan untuk menentukan kelulusan siswa. Jadi dalam hal ini secara undangundang negara tidak berhak untuk menentukan kelulusan siswa. Kelulusan siswa sepenuhnya ditentukan oleh sekolah atas dasar evaluasi peserta didik yang dilakukan oleh guru. Arah kebijakan baru Menteri Pendidikan sekarang ini adalah mengubah ujian nasional menjadi asesmen kompetensi minimum dan survei karakter. Asesmen ini akan menyasar kepada kemampuan literasi siswa dalam bernalar tentang dan menggunakan bahasa. Kemampuan literasi siswa ini sangat penting untuk dikembangkan karena di era disrupsi ini kemampuan menyaring informasi sangatlah diperlukan sebagai dasar dalam pelaksanaan literasi siswa. Kemampuan literasi yang mumpuni akan mampu mencegah disinformasi yang berkembang di masyarakat. Selain kemampuan literasi, asesmen kompetensi minimal siswa akan menyasar pada kemampuan numerasi siswa. Kemampuan ini akan dikembangkan untuk memaksimalkan penalaran siswa dalam menggunakan matematika. Kemampuan numerik siswa ini sangat diperlukan untuk menjamin siswa Indonesia melek akan angka dan data. Selain hal tersebut di atas, asesmen yang akan dilakukan oleh Menteri Pendidikan adalah pelaksanaan survei karakter dan

cukup representatif dan profesional untuk memajang karya lukisan. Ada lampu sorotnya guna menerangi khusus lukisan, teknik menggantung lukisan juga sangat terukur. Seperti museum dan galeri yang sudah modern. Saya bandingkan dengan gedung budaya yang berlokasi di Puspem Badung di Sempidi. Gedung budaya yang bernama Gedung Budaya Giri Nata

Mandala ini juga megah dan arealnya lebih luas dari gedung budaya Denpasar yang berlokasi di Lumintang bekas balai wantilan Pemda Badung. Namun ada yang kurang memuaskan yakni ruang pameran untuk lukisan dan patung belum ada seperti ruang pameran gedung budaya Denpasar. Sehingga saat peresmian gedung budaya Badung sebulan yang lalu pameran lukisan ditiadakan. Cuma dimeriahkan berbagai hiburan seni tari, dll. Saya yang juga sebagai anggota sanggar seni rupa Mangurupa Badung yang

anggotanya sekitar 50 seniman sepertinya dipinggirkan. Tidak seperti Pemkot Denpasar. Wali Kota Denpasar sangat peduli dengan berbagai kesenian termasuk seni rupa. Sama halnya dengan orangtua beliau, Prof. Ida Bagus Mantra, yang pelopor membangun Art Center dan juga dibangun khusus untuk ruang pameran seni rupa. Rupanya pejabat di Badung perlu studi banding ke Gedung Budaya Dharma Negara Alaya.

pengembangannya. Karakter yang dikembangkan dalam siswa disurvei sedemikian rupa untuk mendapat gambaran sejauh mana tingkat karakter siswa di sekolah dan di masyarakat. Berakhirnya ujian nasional di tahun 2020 ini merupakan tantangan tersendiri dalam dunia pendidikan. Pelaksanaan ujian ini merupakan pekerjaan besar bersama antara Kementerian Pendidikan Kebudayaan dengan Dinas Pendidikan di provinsi dan kabupaten/kota. Rentang koordinasi ini mutlak untuk dilakukan perbaikan karena yang memiliki guru dan siswa adalah Dinas Pendidikan provinsi dan kabupaten/ kota. Kebijakan dalam tingkat level atas harus diterjemahkan secara lebih spesifik dan teknis di Dinas Pendidikan provinsi dan kabuaten/kota. Sinergi ini perlu dilakukan, sehingga pelaksanaan dalam rangka mencerdaskan anak bangsa bisa dipercepat dengan baik. Penulis, Guru Fisika, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN Bali Mandara

POJOK

Mimpi Bali mewujudkan sampah menjadi tenaga listrik. - Tinggal mimpi. *** Jokowi pastikan tak ada tawarmenawar soal Natuna. - Harga diri, harga mati. *** Perekrutan CPNS, Bupati Artha ingatkan jangan percaya calo. - Kalau calo jabatan?

W.Beratha Yasa Kapal, Badung

Pendidikan Hasil Fasilitasi Komisi IV DPRD Bali

Sarwa Kabiana Sumbangkan Rumah Adatnya Taekwondo Tetap Dipertandingkan Dalam Porsenijar 2020 sebagai Rumah Penelitian kepada Unwar MELALUI dana penelitian Kemenristek Dikti, tim peneliti Universitas Warmadewa (Unwar) yang diketuai Wakil Rektor III Unwar Dr. Ir. I Wayan Parwata, M.T., IPM. telah melakukan penelitian bangunan Bali berupa Bale Sakanem (enam tiang) milik I Ketut Sarwa Kabiana di Banjar Abasan, Desa Singapadu Tengah, Sukawati, Gianyar sejak 2016-2018 lalu. Bahkan, hasil penelitian rumah adat Bali kuno (Sakenem) tersebut telah diserahkan secara simbolis kepada pemiliknya oleh Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. pada April 2019. Meskipun telah diserahterimakan, namun I Ketut Sarwa Kabiana pada Senin (6/1) kemarin menghibahkan rumah adat tradisional yang dibangun pada tahun 1949 ini kepada Unwar untuk bisa dijadikan rumah penelitian. Menurutnya, Bale Sakenem merupakan salah satu rumah adat Bali kuno yang harus dijaga dan dilestarikan keberadaannya. Bahkan, filosofi rumah ini harus diketahui dan dipahami oleh masyarakat Bali, terutama bagi generasi muda terpelajar. Apalagi, program Pemerintah Provinsi Bali di era ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, nilai-nilai kebudayaan dan warisan leluhur harus dijaga dan ditumbuhkem-

bangkan pada era globalisasi saat ini. ‘’Inilah alasan saya memberikan rumah adat ini kepada Universitas Warmadewa untuk bisa menjadikan basic rumah penelitian, apalagi dari segi estetika dan kearifan lokal Bali rumah saya ini memenuhi persyaratan untuk dijadikan objek penelitian,’’ ujar I Ketut Sarwa Kabiana saat berkunjung ke Unwar, Senin kemarin. Lebih lanjut dikatakan, di era kompetitif saat ini segala sesuatu yang berkaitan dengan pelestarian budaya membutuhkan strategi dan perhitungan yang cerdas. Apalagi Bali merupakan destinasi pariwisata berbasis budaya, sehingga keutuhan budaya Bali harus tetap terjaga demi kelangsungan pariwisata Bali ke depan. ‘’Saya ingin melihat generasi milenium ini untuk mengadakan penelitian-penelitian rumah Bali dalam konteks era kompetitif saat ini. Karena saya ingin era Bali saat ini basic-nya kearifan lokal, sehingga orang melihat Bali kental dengan kearifan lokalnya,’’ tandasnya. Ketua Tim Peneliti (akademisi Unwar) I Wayan Parwata mengapresiasi bantuan Sarwa Kabiana yang telah memberikan rumahnya sebagai tempat penelitian bidang arsitektur dan sosial budaya kepada civitas akademika Unwar. Unwar sebagai salah satu pergu-

HASIL PENELITIAN - Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. (tengah) didampingi Ketua Tim Peneliti Unwar Dr. Ir. I Wayan Parwata, S.T., IPM. (kanan) saat menyerahkan hasil penelitian Bale Sakanem kepada pemiliknya, I Ketut Sarwa Kabiana. ruan tinggi di Bali dengan visi-misi Ekowisata sudah sewajarnya memperhatikan nilai-nilai kearifan lokal dan budaya Bali. Ruang yang diberikan ini menjadikan cemeti bagi kampus yang menjalankan proses tri dharma perguruan tinggi. Apalagi, Pemerintah Provinsi Bali dengan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ menjunjung tinggi kebudayaan dan kearifan lokal Bali. ‘’Kami berharap kepada Pemerintah Kabupaten Gianyar dan Pemerintah Provinsi Bali membantu

pihak kampus dalam rangka mewujudkan hasil penelitian di masyarakat, sehingga mereka dapat meningkatkan ekonomi, sosial budaya, dan melestarikan lingkungan. Bantuan yang diharapkan kepada pemerintah berupa pembangunan Bale Daja, Bale Dauh, Paon, dan Jineng. Sebab, dana penelitian kami sangat terbatas, sehingga dari menyisihkan dana penelitian, kami baru dapat membangun Bale Sakanem sebagai pilot project dalam penelitian ini,’’ pungkasnya. (ad135)

CABANG olahraga taekwondo akhirnya tetap dipertandingkan dalam Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) 2020. Keputusan ini sesuai hasil rapat kerja antara Komisi IV DPRD Bali dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, KONI Bali, Bapopsi Bali, serta Pengurus Besar Atlet Taekwondo Indonesia (PBTI) Provinsi Bali di Gedung Dewan, Senin (6/1) kemarin. Komisi IV memfasilitasi pertemuan tersebut lantaran sebelumnya taekwondo tidak akan diikutsertakan dalam Porsenijar. Kisruh di internal PBTI Bali dilansir menjadi penyebabnya. ‘’Kita tidak masuk ranah persoalan internal PBTI Bali. Kita fokus supaya atlet yang dari kecil kita bina bisa punya prestasi lewat Porsenijar,’’ ujar Ketua Komisi IV DPRD Bali I Gusti Putu Budiarta usai rapat. Oleh karena itu, Komisi IV memfasilitasi agar cabang olahraga taekwondo dapat dipertandingkan dalam Porsenijar. Sementara masalah di internal PBTI Bali agar diselesaikan oleh KONI dengan komunikasi dan duduk bersama. ‘’Kalau ada persoalan dalam pembinaan dan sebagainya terkait atlet-atlet kita, biar mereka mengadu ke DPRD. Seperti masalah taekwondo ini bisa kita carikan solusinya,’’ jelas politisi PDI-P asal Kota Denpasar ini. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali Ketut Ngurah

Boy Jayawibawa menyatakan segera mengeluarkan surat untuk mengembalikan taekwondo sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Porsenijar 2020. Sebelumnya taekwondo dicoret dari Porsenijar. ‘’Mungkin pesan moral dari Plt. supaya jangan ada kekisruhan di pengurus, tetapi kemudian berimbas kepada anak-anak,’’ ujarnya. Menurut Boy, Porsenijar merupakan event olahraga pendidikan yang dilaksanakan berjenjang dan berkelanjutan. Dalam hal ini, anak-anak mewakili sekolah masing-masing ke tingkat kabupaten/kota, lalu provinsi, Popwil, dan Popnas. Kalau sampai taekwondo dicoret tahun ini, anak-anak

tidak akan bisa bertanding hingga 2-3 tahun ke depan atau mungkin sampai mereka lulus sekolah. Tahun ini, Porsenijar akan digelar pada April atau Mei di tingkat kabupaten/kota dan Juni di tingkat provinsi. Porsenijar melibatkan siswa SD, SMP, dan SMA/SMK. ‘’Itu semua mewakili sekolah, bukan mewakili klub, sehingga ketika ada persoalan di tubuh pengurus, jangan anak-anak yang dikorbankan. Mereka punya guru olahraga,’’ tandasnya. Ketua Umum KONI Bali I Ketut Suwandi mengapresiasi langkah yang diambil, sehingga cabang olahraga taekwondo akhirnya tetap dipertandingkan dalam Porsenijar. (ad132)

RAPAT KERJA - Ketua Komisi IV DPRD Bali I Gusti Putu Budiarta (tengah) saat memimpin rapat kerja antara Komisi IV DPRD Bali dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Provinsi Bali, KONI Bali, Bapopsi Bali, serta Pengurus Besar Atlet Taekwondo Indonesia (PBTI) Provinsi Bali di Gedung Dewan, Senin (6/1) kemarin.

Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.  Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Selasa Paing, 7 Januari 2020

Pajak Melebihi Target

Penerimaan KPP Pratama Badung Selatan Capai Rp1,2 Triliun PADA tahun 2019, Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Badung Selatan menorehkan prestasi yang sangat baik dalam hal pencapaian penerimaan pajak. KPP Pratama Badung Selatan dapat merealisasikan penerimaan mencapai Rp1,20 triliun. Pencapaian ini melebihi target 107,85 persen dari target Rp1,12 triliun. Untuk itu, KPP Pratama Badung Selatan mensyukurinya dengan mengadakan syukuran potong tumpeng di KPP Pratama Badung Selatan, Senin (6/1) kemarin. Kepala KPP Pratama Badung Selatan Vincentius Sukamto didampingi Kasi Ekstensifikasi dan Penyuluhan Dewa Nyoman Sukardina mengatakan, pencapaian ini menempatkan KPP Pratama Badung Selatan di posisi kedua penerimaan pajak terbesar kedua di Bali setelah KPP Pratama Badung Utara dan peringkat ke-13 secara nasional dari

354 kantor. “Pencapaian ini merupakan pertama kali selama 10 tahun terakhir. Untuk itu saya mengucapkan terima kasih pada Wajib Pajak (WP) yang sudah taat membayar pajak dan melakukan pelaporan. Tanpa kontribusi WP yang baik, tentu penerimaan ini tidak tercapai,” ujarnya. Secara nasional penerimaan pajak hanya 81 persen. Namun KPP Pratama Badung Selatan mampu mencapai 107,85 persen. Penerimaan ini pun mengalami pertumbuhan 31,45 persen dari tahun sebelumnya. Penerimaan pajak itu terdiri dari PPh (Pajak Penghasilan) dengan capaian 107 persen dan PPn (Pajak Pertambahan Nilai) dengan pencapaian 109 persen. Penerimaan pajak yang bagus ini tidak terlepas dari sektor andalan Badung Selatan ,yaitu akomodasi, makan dan minum, serta perdagangan besar yang kontribusinya cukup besar. Sektor–sektor

tersebut tidak berimbas perekonomian secara global. I a m eng a ku b e b era p a upaya khusus diakuinya harus dilakukan, yaitu pelayanan, pengawasan, dan penegakan hukum. Dengan pelayanan yang baik, maka ada kepatuhan sukarela yang tinggi dalam pelaporan dan pembayaran pajak. Kontribusi terbesar penerimaan pajak dikatakan dari hasil pelayanan, yaitu sebesar 80 persen. Strategi yang dilakukan adalah jemput bola dan juga penyisiran wajib pajak. Sedangkan dari penegakan hukum hanya 20 persen. “Teman-teman ke lapangan turun memfasilitasi pelaporan pajak para WP. Cita-cita kami bisa 100 persen pembayaran pajak dari kepatuhan pembayaran sukarela,” harapnya. Meski target pajak belum turun dari pusat, namun biasanya target pajak naik 20 persen dari penerimaan tahun sebelumnya, yaitu Rp 1,35 triliun. (ad131)

RAKOR - Polres Tabanan menggelar rapat koordinasi (rakor) siaga bencana untuk meningkatkan kesiapan mengantisipasi dan menangani bencana saat cuaca ekstrem.

Cuaca Ekstrem, Polres Gelar Rakor Siaga Bencana

Tabanan (Bali Post) Polres Tabanan menggelar rapat koordinasi (rakor) siaga bencana dengan instansi terkait, Senin (6/1) kemarin. Rakor itu untuk meningkatkan kesiapan mengantisipasi dan menangani bencana saat cuaca ekstrem. Rakor yang berlangsung di ruang Rupatama Polres Tabanan itu dibuka Wakapolres, Ni Made Sukerti. Kabag Ops Polres Tabanan Kompol I Putu Gede Putra Astawa menyampaikan ada beberapa titik kerawanan bencana di setiap daerah. Pihaknya berharap setiap instansi terkait mensiagakan personelnya agar bisa cepat tanggap terhadap bencana yang terjadi. ‘’Mengingat akan dilaksanakan karya di Pura Luhur Batukau yang diisi prosesi melasti. Kami Polri dan TNI sudah menyiapkan anggota dan diharapkan seluruh komponen siaga bencana ikut kegiatan itu sebagai upaya antisipasi

hal-hal yang tidak diinginkan,’’ ujarnya. Kepala Pelaksana BPBD Tabanan dalam rakor tersebut memaparkan ada sembilan jenis potensi bencana di Tabanan. Bencana dimaksud, yakni banjir, tanah longsor, banjir bandang, kekeringan, abrasi, tsunami, kebakaran, cuaca ekstrem dan gempa bumi. Di tempat terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Tabanan Gusti Ngurah Sucita menyampaikan Kabupaten Tabanan masuk daerah rawan bencana. Pasalnya, topografi Tabanan

berbukit di hulu dan sebagian wilayah berhadapan dengan samudera. Hasil kajian BNPB, Tabanan memiliki beberapa ancaman potensi bencana. Seperti tanah longsor, gempa bumi, tsunami, banjir, kekeringan, dan bencana lainnya. Dari potensi ancaman bencana itu, BPBD menetapkan empat kecamatan masuk zona rawan tanah longsor, yakni Selemadeg, Penebel, Pupuan, dan Baturiti. Sedangkan potensi tsunami ada di enam kecamatan, yakni Kediri, Tabanan, Kerambitan, Seltim,

Selemadeg, dan Selbar. Dan tanah longsor sebenarnya semua kecamatan memiliki potensi sama, hanya saja 4 kecamatan tersebut memiliki kapasitas lebih besar. Terkait empat kecamatan yang masuk zona rawan longsor tersebut, dikatakannya tidak ada pengawasan khusus. Hanya BPBD memiliki relawan yang tersebar di semua kecamatan. Dimana jumlah petugas tim reaksi cepat (TRC) digawangi sebanyak 37 personel. Rinciannya, di kecamatan Selemadeg dan Pupuan masing-masing 1 orang, Kecamatan Penebel 6 orang, Baturiti 3 orang, Tabanan 15 orang, Marga 7 orang, Kerambitan 4 orang. “Namun Kecamatan Pupuan yang belum ada,” ucapnya. (kmb28)

Antisipasi Pelanggaran Bawaslu Lakukan Cegah Dini Honda

Awali 2020, AHM Segarkan Tampilan Honda CBR150R MENGAWALI tahun 2020, PT Astra Honda Motor (AHM) menghadirkan New Honda CBR150R dengan warna dan tampilan desain stripe terbaru. Model itu untuk menjawab keinginan pecinta motor sport di Tanah Air. Motor sport full fairing Honda yang kini te rlihat sem a kin sp eedy dan agresif itu siap menemani gaya hidup pencinta kecepatan dalam beragam aktivitas. New Honda CBR150R yang memiliki DNA “Total Control” hadir dengan warna baru Dominator Matte Black. Pilihan warna terbaru ini disematkan perpaduan warna hitam doff untuk setiap sisi bodi yang mengusung konsep grafis tipografi. Sehingga menghasilkan tampilan sesuai gaya hidup masa kini. New Honda CBR150R juga menghadirkan varian Matte Black dengan konsep Street Sport dan varian Victory Black Red dengan mengusung konsep Racing Look. Kedua varian ini mengedepankan aksen warna kontras disertai garis tajam yang menyuguhkan kesan speedy dan agresif. Marketing Director AHM, Thomas Wijaya, mengatakan sejak diperkenalkan awal tahun 2016, Honda CBR150R terus diminati oleh konsumen sepeda motor di Indonesia, terutama para pecinta motor sport.

Pembaharuan pada model ini terus dilakukan agar sejalan dengan tren terkini yang menjadi inspirasi AHM dalam melakukan pengembangan sebuah produk. “Bagi para pencinta kecepatan, New Honda CBR150R dikenal dengan DNA “Total Control” yang membuatnya mudah dikendalikan. Konsumen pun mudah mengeksplorasi kecepatan serta kelincahannya. Kali ini kami memperkenalkan pilihan warna dan striping baru yang akan memperkuat jiwa balap pemiliknya melalui desain sporty dan agresif,” ujar Thomas. Dengan kenyaman dan handling yang sempurna dalam bermanuver, New Honda CBR150R ini cocok digunakan aktivitas harian baik perkotaan maupun di lintasan. Desain cast wheel yang semakin modern memberikan kesan racing sesungguhnya. Fitur pengereman disc break disematkan untuk jalan bergelombang. Itu semakin menguatkan konsep sporty yang diusung. Anti-lock Breaking System (tipe ABS) semakin me nambah kenyamanan dan keamanan pengendara saat melakukan pengereman. Ditambah pula fitur Emergency Stop Signal (ESS). Fitur ESS ini secara otomatis mengaktifkan lampu Hazard saat melakukan pengereman mendadak. Itu sebagai informasi kepada

HONDA CBR150R - Karyawan AHM sedang melakukan proses produksi Honda CBR150R dengan tampilan terbaru di Plant Karawang, Jawa Barat.

pengendara sekitar, terutama pengendara di posisi belakang untuk menghindar dan mengurangi risiko kecelakaan. Dari sisi desain bodi, New Honda CBR150R memiliki tampilan Visor tinggi sehingga memberikan kenyamanan bagi pengendara untuk mendapatkan pandangan yang lebih lapang serta menambah tampilan layaknya motor balap sejati. Kesan canggih dan modern pada model ini penyematan full digital panelmeter. Hadir juga fitur All LED Lighting System. Itu memudahkan pengendara menjangkau pandangan lebih jauh pada malam hari. Memiliki pengaturan 5 level. Masing-masing suspensi depan dan belakang memberikan pilihan kenyamanan dan handling optimal agar mudah dikendarai. Berbekal mesin 150cc DOHC-6 kecepatan, New Honda CBR150R dilengkapi 4-valve, berpendingin cairan (liquid-cooled). Performa t i nggi nya m enghas i l k an tenaga 12,6 kW (17,1 PS) /9.000 rpm dan torsi 14,4 Nm (1,47 kgf.m)/7.000 rpm yang membuat pengendara nyaman bermanuver di jalanan. Dengan performa maksimal, model sport Full Fairing ini mampu menyuguhkan efisiensi pemakaian bahan bakar yang mencapai 39,72 km/liter (EURO 3) melalui metode ECE R40 berdasarkan pengetesan internal. New Honda CBR150R ini memiliki 4 varian warna. Warna Matte Black dipasarkan OTR (On The Road) Jakarta Rp34.934.000 untuk tipe STD. Victory Black Red dipasarkan On The Road (OTR) Jakarta Rp34.934.000 tipe STD, dan Rp38.934.000 tipe ABS. Sementara itu, varian Dominator Matte Black sebagai warna baru pada model ini serta Honda Racing Red dipasarkan dengan harga OTR (On The Road) Jakarta Rp35.633.000 tipe STD dan Rp 39.633.000 tipe ABS. Warna MotoGP Edition dipasarkan On The Road (OTR) Jakarta Rp39.834.000 untuk tipe ABS. (bns1)

Tabanan (Bali Post) Kabupaten Tabanan tahun ini akan menggelar perhelatan pemilihan kepala daerah (pilkada). Tahapan pilkada pun sudah mulai berjalan, seperti pemutakhiran data sudah dilakukan. Meski belum muncul nama-nama calon yang akan maju pada pilkada, namun Bawaslu belakangan ini sudah mulai gencar melakukan salah satu tupoksinya, yakni langkahlangkah pencegahan. Cegah dini itu mendesak dilakukan sebagai upaya antisipasi kemungkinan adanya pelanggaran. Upaya pencegahan dini dilakukan tidak hanya melalui surat, Bawaslu Tabanan pun berencana melakukan pemberitahuan langsung lewat rangkaian audiensi ke instansi-instansi terkait. Salah satu tindakan cegah dini yang diatur, yakni tidak diperbolehkannya ada kegiatan mutasi jabatan. Terutama mutasi tidak boleh

dilakukan 6 bulan sebelum tanggal waktu penetapan pasangan calon. Kordiv Pencegahan, Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga (PHL) Bawaslu Tabanan, I Ketut Narta, menjelaskan Senin (6/1) kemarin larangan tidak boleh melakukan penggantian pejabat sudah diatur dalam UU No. 10 Tahun 2016 tentang Pilkada. Dalam Pasal 71 UU No. 10/2016 disebutkan gubernur/ wakil gubernur, bupati/wakil bupati, dan

wali kota/wakil wali kota dilarang melakukan penggantian pejabat enam bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai akhir masa jabatan. Kecuali mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri. Selain itu, pejabat daerah, pejabat aparatur sipil negara, anggota TNI/Polri dan kepala desa dilarang membuat keputusan atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu

I Ketut Narta

pasangan calon. “Yang kita ingatkan selama ini hanya pejabat daerah. Sedangkan untuk TNI Polri belum pernah ada pemberitahuan. Namun sebetulnya ada juga pasal agar mereka bertindak netral meski tugasnya sudah tahu wajib netral. Tetapi tetap kita audiensi lagi ke jajaran TNI Polri sebagai upaya cegah dini itu,” ucap Narta. Setelah dilakukan pencegahan dini, baik melalui lisan maupun tertulis via surat, juga akan dilakukan pengawasan. Siapa tahu yang bersangkutan terlibat dalam kegiatan deklarasi yang dilaksanakan salah satu calon. “Bisa jadi dengan dalih tidak tahu aturan. Kalau kampanye boleh hadir mendengarkan visi dan misi. Tentunya sepanjang mereka tidak ikut dalam podium dan juga memfasilitasi salah satu pasangan calon. Hanya diperbolehkan hadir mendengarkan visi misi dari jauh saja,” terang Narta. (kmb28)

49.064 Warga PBI Dinonaktifkan Dewan Gelar Rapat Kerja Mendadak DI TENGAH kondisi keuangan daerah yang relatif belum stabil, Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali harus berpikir ekstra keras. Pasalnya, sebanyak 49.064 peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Kabupaten Tabanan dinonaktifkan. Karena itu mereka tidak bisa lagi ter-cover layanan BPJS. Di mana di tahun 2019 untuk PBI daerah di Kabupaten Tabanan tercatat 122.388 peserta. Penonaktifan itu karena ada kenaikan tarif premi, sedangkan anggaran yang tersedia di tahun 2020 hanya mampu meng-cover 73.324 peserta. Lalu bagaimanakah solusi untuk mengatasi hal krusial itu? Untuk mencari solusi agar PBI yang dinonakifkan ke depan bisa di-cover kembali, jajaran Komisi IV yang dipimpin Ketua DPRD Tabanan Made Dirga langsung menggelar rapat kerja mendadak dengan eksekutif, seperti dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BRSU dan Perwakilan BPJS di Ruang Sidang Pleno DPRD Tabanan, Senin (6/1) kemarin. Kepala Dinas Sosial Tabanan I Nyoman Gede Gunawan usai rapat kerja menjelaskan, kuota jumlah peserta PBI di Tabanan tahun 2019 tercatat 122.388 dengan nilai premi sebesar Rp42 ribu per bulan. Dari total pembiayaan tersebut, selama ini biaya yang dikeluarkan untuk peserta PBI di Kabupaten Taban-

an dialokasikan sebesar 49 persen dari APBD Kabupaten Tabanan dan 51 persen dari APBD Provinsi Bali. Namun di tahun 2020, provinsi hanya bisa memberikan dana sharing sebesar Rp17 miliar. Mestinya sebesar Rp34 miliar. Setelah ada kenaikan premi 100 persen, dengan jumlah anggaran yang tersedia maka akhirnya disepakati pembiayaan hanya bisa mengcover kuota PBI sebanyak 73.324 peserta saja. Data itu diambil dari data puskesmas, di mana peserta PBI yang sering berobat, karena jika dilakukan pendataan ulang turun ke masyarakat, tentu memerlukan waktu panjang sekitar enam bulan. Sedangkan perjanjian kerja sama untuk kelanjutan layanan

di tahun 2020 sudah harus ditandatangani pemerintah daerah dan pihak BPJS akhir Desember 2019. ‘’Melihat anggaran yang tersedia, tahun 2020 hanya bisa meng-cover sebanyak 73.324 jiwa. Karena itu sisanya sebanyak 49.064 jiwa dinonaktifkan,’’ terangnya. Dari 73.324 jiwa data PBI yang diserahkan ke BPJS, setelah dilakukan cross check, rupanya ada 800 jiwa yang dianggap tidak masuk syarat sebagai penerima PBI. Karena sudah masuk kategori mandiri ataupun meninggal. ‘’Ada kurun waktu sampai tanggal 14 Januari ke depan untuk bisa mengisi kekurangan sisa kuota 800 jiwa ini, kami ambil dari mereka yang belum ter-cover tadi. Namun tentu masih ada sisanya yang harus menjadi perhatian semua pihak. Nah ini yang sedang kami koordinasikan dengan jajaran dewan untuk bisa mendapatkan solusi terbaik,’’ terangnya. Salah satu solusi yang dianggap pas saat ini, kata Gunawan disiapkan anggaran sebesar Rp 24 miliar untuk bisa meng-cover pembiayaan peserta PBI yang tercecer akibat kenaikan tarif premi tersebut. Ketua DPRD Tabanan, I Made Dirga, berharap agar bisa memberikan pe-

layanan kesehatan kepada masyarakat, jangan sampai ada istilah memotong atau tidak ter-cover seluruhnya. ‘’Kalai sekarang tidak bisa bayar karena lewat anggaran, paling tidak mereka (peserta PBI) tetap diberikan layanan. Tentunya pembayaran akan dituntaskan pada anggaran berikutnya, sehingga masyarakat tidak ribut nantinya,’’ terangnya. Di sisi lain, Dirga juga berharap dengan adanya kenaikan tarif premi BPJS, paling tidak juga dibarengi peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Hal senada disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Made Suarta. Menurutnya, rapat kerja kali ini merupakan salah satu bentuk fungsi dewan terkait persoalan yang muncul di masyarakat. Pada intinya, jajaran Komisi IV menyetujui anggaran perubahan akan meng-cover kekurangan dana untuk kepentingan masyarakat. ‘’Inginnya masyarakat dilayani, tetapi tidak bisa karena terbentur anggaran per 31 Desember 2019. Jadi sementara yang dinonaktifkan tersebut harus mandiri. Namun kami tetap melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Bupati dan Ketua DPRD,’’ terangnya. (bit)


Selasa Paing, 7 Januari 2020

Pohon Tumbang di Pura Samuan Tiga

Sejumlah Bangunan dan ’’Palinggih’’ Hancur Gianyar (Bali Post) Warga digegerkan dengan kejadian bencana pohon tumbang di areal Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Senin (6/1) kemarin. Pohon jenis gentawas yang tumbuh di dekat bale pasampian itu tumbang dan menimpa sejumlah palinggih dan panyengker pura. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerugiannya ditaksir mencapai ratusan juta.

Bali Post/nik

EVAKUASI - Beberapa anggota TRC BPBD Gianyar saat melakukan evakuasi pohon tumbang di areal Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Senin (6/1) kemarin.

Informasi yang dihimpun kemarin menyebutkan pohon tersebut tumbang pada dini hari kemarin. Pohon yang memiliki tinggi hingga 15 meter dan diameter 80 cm itu roboh hingga akar terangkat. Sejumlah bangunan pura, seperti bale pesantian beru-

kuran 5x3 meter, bale dana punia, panyengker, piasan dan palinggih tertimpa pohon tersebut. ‘’Ada beberapa bangunan dan palinggih yang tertimpa,’’ kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar A.A. Oka

Digjaya. Dikatakan, penyebab tumbangnya pohon berusia ratusan tahun itu karena akarnya sudah lapuk. Pascamenerima laporan ini, pihaknya langsung menerjunkan petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Gianyar dan melakukan evakuasi Senin

pagi sekitar pukul 08.00 Wita. ‘’Sejumlah petugas kami turunkan dengan dilengkapi peralatan untuk pemotongan dan pembersihan,’’ ucap Oka Digjaya. Sementara itu, Gusti Mangku Ageng menuturkan, pohon tersebut tumbang usai diterjang hujan dan angin kencang yang terjadi hingga Minggu (5/1) malam. Akibatnya, dua bangunan palinggih dan panyengker pura ambruk. ‘’Satu bangunan pesantian berukurann 5x3 meter am-

bruk akibat tertimpa pohon. Sementara palinggih juga terdampak akibat benturan akar pohon yang berusia ratusan tahun ini,’’ ungkapnya. Untuk panyengker pura juga ikut tertimpa. Melihat kondisi bangunan yang rusak saat ini, pihaknya akan segera memperbaiki dan dibangun kembali sebelum upacara atau piodalan. ‘’Untungnya tidak ada korban jiwa maupun luka. Kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah,’’ imbuhnya. (kmb35)

Proyek Pembangunan Pasar Seni Sukawati Diharapkan Tanpa Kendala Gianyar (Bali Post) Ratusan pedagang Pasar Seni Sukawati hingga kini masih bersabar berjualan di areal Lapangan Sutasoma, Kecamatan Sukawati. Mereka masih berjualan di tempat tersebut sepanjang tahun ini, karena revitalisasi pasar senilai puluhan miliar itu sudah mulai dikerjakan. Kini mereka hanya bisa berharap pengerjaan proyek tersebut tidak ada kendala dan bisa selesai tepat waktu. Salah satu pedagang Pasar Seni Sukawati, Ni Kadek Sulendri, berharap proses pembangunan Pasar Seni Sukawati bisa berjalan tanpa kendala. Ia beserta pedagang lainnya sangat berharap proyek itu bisa selesai tepat waktu. ‘’Pengerjaan proyek pasar jangan sampai ada kendala,’’ harapnya saat ditemui, Senin (6/1) kemarin. Pihaknya khawatir bila pengerjaan tersebut menemui kendala, maka ratusan pedagang akan lebih lama lagi berjualan di Lapangan Sutasoma. Terlebih ratusan pedagang ini sudah menempati areal pasar di sana sejak Maret 2019. Pihaknya hanya ingin berjualan seperti beberapa tahun sebelumnya. ‘’Ya… agar bisa lagi berjualan seperti dulu dan semoga tempat

yang baru nanti memang bisa lebih baik,’’ katanya. Pedagang asal Desa Sukawati ini mengaku kunjungan ke pasar di Lapangan Sutasoma sempat ramai memasuki liburan tahun baru beberapa hari lalu. Usai musim liburan, tingkat kunjungan kembali sepi. ‘’Boleh dikatakan sepi ya, tapi ada saja beberapa pengunjung yang belanja ke sini,’’ akunya. Sebelumnya anggota percepatan pembangunan Pasar Seni Sukawati, I Gede Widarma Suharta, berharap proses pembangunan revitalisasi Pasar Seni Sukawati tidak ada halangan. Usai penandatanganan kontrak kerja ini proyek pembangunan pasar blok A dan B ini sudah langsung dikerjakan. ‘’Itu (pasar - red) dibangun dalam waktu 11 bulan pengerjaan. Dikerjakan multiyears hingga 2020,’’ katanya. Perlu diketahui, selain anggaran pembangunan fisik pasar seni yang mencapai puluhan miliar, juga ditambah anggaran manajemen konstruksi sebesar Rp2,5 miliar. ‘’Manajemen konstruksi itu semacam pengawasan proyek. Itu dianggarkan Rp2,5 miliar,’’ tandasnya. (kmb35)

EVAKUASI - Sejumlah petugas gabungan berupaya mengevakuasi perahu yang sebelumnya digunakan korban tenggelam.

Bali Post/nik

Dihantam Ombak, Perahu Terbalik Satu Selamat, Satu Hilang

Gianyar (Bali Post) Ombak besar yang terjadi di seputaran Pantai Cucukan, Gianyar, mengakibatkan satu perahu terbalik. Perahu yang ditumpangi Jonathan Febriyanto dan Aproyosi, Minggu (5/1) malam dihantam ombak besar. Perahu mereka pun terbalik hingga mereka terjatuh ke tengah laut. Akibat kejadian itu, Jonathan yang ditemukan dalam keadaan selamat mengalami luka dan dilarikan ke RS Kasih Ibu Saba. Sedangkan rekannya, Aproyosi, tenggelam di laut dan hingga kini masih belum ditemukan. Proses pencarian korban 25

tahun itu masih berlangsung hingga Senin (6/1) siang. Pantauan Bali Post di TKP kemarin, perahu warna hijau yang digunakan kedua korban ini masih menepi di Pantai Cucukan. Perahu tersebut sudah dalam kondisi rusak di bagian belakang. Sejumlah petugas nampak mengevakuasi perahu tersebut dari pinggir pantai dengan ditarik menggunakan tali. Petugas sedikit kesulitan menarik perahu tersebut karena kondisinya rusak. Brdasarkan informasi, kedua korban menaiki perahu dan melaju dari arah Pelabuhan Benoa. Laju perahu terse-

but awalnya stabil. ‘’Laju perahu itu stabil sekali. Meski ada ombak besar selama perjalanan, masuk air (ke perahu - red) pun tidak,’’ ucap Jonatan saat menjalani perawatan di RS Kasih Ibu Saba. Saat mendekati titik tujuan atau sekitar 500 meter dari bibir pantai, mereka harus menepi ke daratan. Nah saat menuju ke bibir pantai itulah terjadi peristiwa mengerikan itu. ‘’Mungkin di jarak 250 meter dari bibir pantai kita diterjang ombak. Sebab, di sana banyak karang. Jadi semakin di tengah tenang. Kalau semakin ke pinggir ada karang, ombaknya naik

dan menghantam. Kira-kira begitu,’’ katanya. Akibat kejadian itu perahu mereka terbalik. Kedua korban akhirnya jatuh ke laut. Kala itu Jonatan berhasil menyelamatkan diri karena berpegangan pada serpihan perahu. Sementara Aproyosi tenggelam, bahkan hingga Senin siang belum ditemukan. Sementara itu, Kabag OPS Polres Gianyar Kompol Dewa Gede Mahaputra saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihaknya menduga insiden ini terjadi akibat perahu dihantam ombak dan menabrak batu karang di Pantai Cucukan.

Dikatakan, hingga Senin sore kemarin petugas gabungan masih melakukan pencarian korban yang hilang. ‘’Satu korban selamat dan satu orang lagi belum ditemukan,’’ ucapnya. Dalam pencarian ini melibatkan Satuan Pol Air Polres Gianyar, Basarnas Provinsi Bali, dan BPBD Kabupaten Gianyar. Petugas terlihat keliling di laut menggunakan perahu karet. Sementara personel lainnya melakukan penyisiran di pinggir pantai. ‘’Tadi ada perahu karet menyisir sampai ke tengah, tetapi belum juga ditemukan,’’ katanya. (kmb35)

Sukmawati Sambangi Istana Presiden Tampaksiring dan Jayasabha

Kesehatan

2020, The Sukarno Center Gelar Program BPOM Temukan 1.975 Produk Dukung Joko Widodo Berantas Radikalisme Pangan Kedaluwarsa Selama Natal dan Tahun Baru

INTENSIFIKASI pengawasan pangan yang dilakukan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Denpasar menemukan sebanyak 1.975 produk pangan kedaluwarsa. Jumlah produk pangan kedaluwarsa tersebut terdiri dari 246 item. Produk tersebut langsung dilakukan pemusnahan oleh pemiliknya dengan disaksikan oleh petugas BPOM. Selain kedaluwarsa, dari intensifikasi pengawasan tahap V yang dilakukan selama hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru), juga ditemukan sebanyak 43 kemasan yang rusak dengan 18 item, Tanpa Izin Edar (TIE) sebanyak 459 kemasan dengan 79 item, dan tanpa label sebanyak 491 kemasan dengan 27 item. ‘’Total temuan ada 370 item dengan 2.968 kemasan yang diperoleh dari pengawasan di tujuh kabupaten di Bali,’’ kata Kepala Bidang Pemeriksa BPOM di Denpasar Dra. Desak Ketut Andika, Apt., Senin (6/1) kemarin. Menurutnya, intensifikasi pengawasan pangan yang dilakukan BPOM saat perayaan Nataru adalah kegiatan rutin pada saat hari besar. Hal ini dikarenakan pada saat hari-hari besar ini pangan yang beredar lebih banyak daripada hari biasa. Untuk itu, dilakukan pengawasan yang lebih intens dan rutin. Sedangkan untuk perayaan hari Natal dan tahun baru ini dilakukan program intensifikasi pengawasan sejak 2 Desember 2019 hingga 10 Januari 2020 yang kini

PAPARKAN - Kepala Bidang Pemeriksa BPOM di Denpasar Dra. Desak Ketut Andika, Apt. (kiri) saat memaparkan hasil intensifikasi pengawasan pangan tahap V yang dilakukan selama perayaan Natal dan Tahun Baru di Kantor BPOM di Denpasar. memasuki tahap V. Temuan intensifikasi pengawasan pangan yang ditemukan dari tahap I hingga tahap V senilai Rp60 juta. Terhadap produk pangan yang tidak memenuhi ketentuan ditemukan saat pengawasan di sejumlah tempat ritel, toko dan swalayan di tujuh kabupaten/kota di Bali. Selain dilakukan pemusnahan, BPOM dalam hal ini juga telah mengeluarkan surat peringatan kepada mereka untuk tidak lagi menjual pangan yang kedaluwarsa, tidak memiliki izin label dan kemasan yang rusak. ‘’Masyarakat kami harapkan untuk melakukan cek list berupa cek kemasan, lebel, kedaluwarsa, dan tanpa izin lebel,’’ katanya. Sementara itu, dari hasil temuan intensifikasi

pengawasan BPOM selama Nataru akan disampaikan ke masyarakat sehingga apa yang sudah disosialisasikan ke masyarakat agar mendapatkan perhatian untuk tidak menjual pangan yang tidak sesuai dengan ketentuan. Dari hasil pengawasan, 69 sarana yang tidak memenuhi ketentuan kebanyakan dari pelaku usaha mengetahui hal itu. Hanya mereka kurang kontrol dan mengecek kembali barangnya, hanya menyerahkan kepada petugas sales saja. Terhadap hasil intensifikasi pengawasan ini, sebagaimana fungsi dari BPOM hanya melakukan pembinaan. Hasil pengawasan ini akan disampaikan kepada Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan. (ad136)

TAHUN 2020 akan menjadi titik awal kebangkitan kaum nasionalis di Indonesia, terutama dalam perang terhadap ideologi khilafah anti-Pancasila, sebagaimana didengungkan pemerintahan Presiden Joko Widodo. The Sukarno Center yang dimpimpin tokoh PNI Bali Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III mengatakan program Bela Bangsa untuk membela dan mengamankan pemerintah Joko Widodo akan mulai dilakukan The Sukarno Center. Seluruh massa Sukarnois di seluruh nusantara dan salah satu agenda utamanya adalah memberantas radikalisme hingga ke akar-akarnya. Demikian diungkapkan Arya Wedakarna (AWK) usai melakukan pertemuan tertutup dengan Sukmawati di Gianyar. Dalam pertemuan itu, sejumlah petinggi The Sukarno Center dari Jakarta dan Surabaya berkumpul di Bali dan sepakat bahwa kekuatan kaum nasionalis harus bersatu dalam menghadapi aksi-aksi kaum radikalis. Kini momentum ini sudah tepat. ‘’Pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh Menkopolhukam atas nama negara adalah titik awal kehancuran kaum radikalis Indonesia. Momentum ini tidak boleh padam. Kita komite bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika adalah harga mati. Tidak ada yang bisa menggoyahkan kebersatuan kita. Satu-satunya yang memahami tentang nasionalisme Indonesia secara utuh dan lengkap adalah para nasionalis pencinta Bung Karno dan kaum PNI. Dalam ajaran Bung Karno, ada pedoman dan sejarah lengkap tentang bagaimana bangsa Indonesia

ini membasmi gerakan sontoloyo. Lihat saja sejarah tegas kepemimpinan Bung Karno dalam membasmi Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia (DI/ TII). Bahkan Bung Karno tegas mengeksekusi tokoh DI/TII Karto Suwiryo yang notabene adalah sahabatnya sendiri. Kini, di zaman milenial ini, muncul lagi gerakan radikalisme yang sudah masuk ranah politik, ke ranah ekonomi dan ranah pendidikan. Ini tugas kami anak-anak muda yang hidup di zaman ini untuk memerangi gerakan radikalisme. Perjuangan itu harus dimulai dari Bali, karena Bali sudah telanjur terluka dengan kejadian Bom Bali 1 dan Bom Bali 2. Bali sudah menjadi battle ground dari perang ideologi karena dari pandangan The Sukarno Center, Bali adalah penghalang utama berdirinya negara agama,’’ kata Gusti Wedakarna. Lalu apakah pihak The Sukarno Center merasa optimis dengan kinerja Joko Widodo dalam hal pemberantasan radikalisme ini. ‘’Oh, jelas optimis. Kita sudah petakan, mana saja orang termasuk pendukung khilafah. Di Bali juga sudah kita kantongi di mana-mana saja yang termasuk dalam hal ini. Kita bersyukur punya Kapolri, Menkopolhukum yang kuat dan ada Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang berwibawa. Begitu juga Mendagri dan Menteri Hukum yang solid serta lembaga ketahanan yang pasti akan terdepan menjaga ideologi. Saya yakin periode 2020-2024 radikalisme akan berkurang signifikan. Kita bantu Presiden Joko Widodo untuk grass root. Ini dalam agama Hindu disebut dengan hormat pada pemerintah (Guru Wisesa),’’ tegas AWK yang juga

SATYAGRAHA - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS bersama Sukmawati Soekarno (atas) dan Sukmawati bersama Gubernur Koster di Jayasabha didampingi petinggi The Sukarno Center Tampaksiring. Ketua PNI Marhaenisme Bali (2008-2018) ini. Dalam kunjungan putri Bung Karno di Bali, terekam Sukmawati menyambangi Istana Presiden RI Tampaksiring, Istana Mancawarna Tampaksiring, bertemu dengan Gubernur Bali di Jayasabha dan Wagub Bali di Ubud serta bertemu dengan sejumlah tokoh nasionalis di Bali. Dukungan akan eksistensi Sukmawati Soekarno disampaikan AWK. ‘’Saya kira Ibu Sukmawati Soekarno sudah menjadi ikon dalam perlawanan terhadap gerakan sontoloyo radikal. Lihat saja puisi ‘Ibu Indonesia’ sangat menginspirasi dan juga pandangan-pandangan beliau sangat orisinal dan berani.

Saya kira ke depan beliau akan terus mendukung Joko Widodo dalam hal mencerahkan umat. Dulu tahun 2011, Ibu Sukmawati Soekarno pernah diramal Ida Pedanda Gede Wayahan Bun asal Geria Sanur Pejeng, Gianyar saat hadir di Geria Pejeng. Di mana sulinggih Hindu meramalkan Ibu Sukmawati akan menjadi Ibu Indonesia yang sesungguhnya. And its happen kan? Bahkan beliau Ida Pedanda memberikan gelar Uttungga Dewi kepada Ibu Sukmawati. Kami tidak bisa lupakan sejarah 2011. Semua berkat semesta ya,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang dikenal sebagai loyalis Sukmawati Soekarno. (ad133)


Selasa Paing, 7 Januari 2020

Pengerjaan Infrastruktur di Nusa Penida Asal-asalan Semarapura (Bali Post) Banyaknya keluhan perihal pembangunan infrakstruktur jalan di Nusa Penida, direspons cepat kalangan dewan. Komisi II DPRD Klungkung turun langsung ke sejumlah lokasi dan menemukan banyak persoalan, Senin (6/1) kemarin. Mulai kualitas pengerjaan asal-asalan hingga campuran bahan tidak bagus. Ini mengakibatkan hasil akhir proyek yang dikerjakan itu menjadi cepat rusak. Sudah pasti hal itu menjadi sorotan warga sekitar. Salah satu anggota DPRD Klungkung dari Komisi II, Gede Artison Andarawata, mengatakan pihaknya menemukan ada material proyek berupa pasir masih bercampur tanah. Ini menjadi salah satu akar masalah, dimana kualitas bahan rupanya masih diabaikan pihak pemborong. Selain itu, yang menjadi masalah lain, adalah pengerjaan akses jalan itu masih terkendala penutupan jalan sementara. Sedangkan, khusus jalan menanjak jelas memerlukan pengerasan lebih lama agar campuran aspalnya siap dilalui kendaraan dengan beban.

“Namun, di lapangan begitu selesai akses jalannya langsung dilalui banyak mobil. Sehingga kualitas akses jalan jelas menurun dan hal itu justru menimbulkan masalah baru,” kata politisi Demokrat ini. Dia mencontohkan peristiwa itu terjadi pada akses jalan Senangka-Pondokhe. Akses jalan itu tiap harinya sangat padat dilalui kendaraan pariwisata. Seharusnya saat pengaspalan akses jalan bisa ditutup sementara. Namun, karena alasan pariwisata cukup ramai, maka akses jalannya tidak bisa ditutup. Pihaknya men-

gajak masyarakat setempat bisa memahami kondisi di lapangan, demi hasil pengerjaan infrastruktur lebih baik. Sehingga, malam bisa dikerjakan dan saat pagi sudah bisa dilalui. Akses jalan ini juga disorot tokoh masyarakat setempat, Nengah Setar, karena jalannya dilihat banyak bolong-bolong. Saat sidak itu, akses jalan ini nampak langsung diperbaiki. “Kami pertemukan tokoh masyarakat dan Kepala Dinas PU di sana. Sehingga bisa langsung diklarifikasi. Pengerjaan jalan ini rupanya masih terkendala penutupan

jalan sementara. Kalau boleh dan masyarakat merelakan, sebenarnya bisa dikerjakan saat malam hari. Cuman ada beberapa tempat yang tidak memperbolehkan kerja lewat pukul 10 malam,” katanya. N e ng a h Se t a r m eng a takan dia sengaja memprotes hasil pengerjaan seperti itu, agar tidak merugikan masyarakat setempat. Proyek fisik tentu harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Hal itu penting, agar dapat dimanfaatkan dalam waktu lama oleh warga. Pihaknya cukup banyak dan sering menemukan kualitas pengerjaan proyek demikian, sehingga pihaknya berharap itu menjadi peringatan bagi rekanan yang biasa mengambil proyek di Nusa Penida, agar mengerjakan proyek tidak asal-asalan. “Kalau tidak diperbaiki total akses jalan

Dewan Tunda Persetujuan Pinjaman Daerah Rp25 Miliar Semarapura (Bali Post) Rencana eksekutif mengajukan pinjaman daerah untuk melanjutkan pembangunan gedung RSUD Klungkung senilai Rp25 miliar, mulai dibahas lembaga dewan. Dalam rapat kerja yang digelar pekan lalu, pihak legislatif melalui Ketua DPRD Klungkung memutuskan menunda persetujuan pinjaman daerah itu. Dewan justru meminta eksekutif mengajukan LO (legal opinion) bagaimana perspektif hukum dari kejaksaan. Bila dalam petunjuk LO itu diberikan lampu hijau dari kejaksaan, barulah pihaknya dapat memberikan persetujuan lembaga dewan. Ketua DPRD Klungkung, A.A Gede Anom, Senin (6/1) kemarin, mengatakan dalam rapat itu, pihaknya tidak dalam wilayah melarang atau memperbolehkan. Alasannya, perihal pinjaman daerah itu sudah masuk ke dalam KUA-PPAS sejak dirinya belum menjabat sebagai unsur pimpinan. Sehingga, pihaknya perlu mendapatkan LO sebagai pandangan hukum dari kejaksaan. Penjelasan hukum dari kejaksaan itu penting, sehingga rencana pinjaman daerah ini tidak menyalahi prosedur. Anom mengatakan DPRD memahami pinjaman daerah tersebut

digunakan dalam rangka penyelenggaraan urusan pemerintah yang berkaitan dengan pelayanan dasar. Namun, pengelolaan pinjaman daerah juga wajib taat pada peraturan perundang–undangan, transparan, akuntabel, efesien dan efektif serta memenuhi prinsip kehati–hatian. Kabag Hukum Made Sulistiawati, Senin kemarin, mengatakan sebagaimana instruksi Sekda, pihaknya sudah menyiapkan surat permohonan mengajukan LO. Hal itu sesuai ketentuan PP 56 Tahun 2018 tentang Pinjaman Daerah. Sebab, pinjaman jangka menengah dan panjang itu, wajib mendapat persetujuan DPRD. Apalagi rencana pinjaman daerah ini sudah tertuang dalam RPJMD dan RKPD. Rencananya, pinjaman daerah ini digunakan pembangunan gedung perawatan pasien penyakit dalam di RSUD Klungkung. Selain itu untuk perluasan gedung perawatan pasien bedah dan pengadaan alat kesehatan, dengan nilai pinjaman senilai Rp25 miliar. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah, Dewa Putu Griawan, mengakui rencana pinjaman ini, sudah masuk dalam RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka

Menengah Daerah). Selain itu, juga sudah masuk RKPD (Rencana Kerja Pemerintah Daerah). Sehingga, otomatis juga masuk ke dalam APBD Induk 2020. Proses selanjutnya tinggal menunggu persetujuan dalam wujud keputusan dari lembaga dewan. “Sesungguhnya, rencana pinjaman ini sudah muncul dalam KUA-PPAS. Karena saat itu masa peralihan dari anggota dewan lama ke dewan terpilih, pada poin ini belum sempat diparipurnakan,” katanya. Pembahasan itu, seharusnya dilakukan saat penyusunan KUA PPAS awal Agustus tahun lalu. Tetapi malah terlewatkan, inilah yang menjadi urgensi persoalan tersebut. Sehingga diperlukan pendapat hukum berupa LO dari kejaksaan. Alasannya, untuk mengetahui apakah tidak salah, setelah penetapan, baru ada persetujuan yang dimaksud, sebagaimana tertuang di dalam Pasal 16 ayat 2 PP 55 Tahun 2018 tentang Pinjaman Daerah. “Setelah nanti diperoleh persetujuan dewan. Langkah selanjutnya baru meminta pertimbangan ke Kemendagri, sebelum pinjaman daerah itu diajukan ke bank yang memberikan suku bunga terendah,” tegasnya. (kmb31)

ini, akan saya laporkan langsung ke pusat. Jangan sampai warga dirugikan,” ancam Setar. Artison menambahkan, akses jalan lainnya seperti Jalan Ambengan-Pelilit kondisinya juga sama. Malah belum selesai dikerjakan. Untuk akses jalan itu masih ada waktu 50 hari penyelesaiannya. Ada pula akses jalan menuju objek wisata Klingking sudah semakin rusak akibat genangan air. Sementara akses jalan ini belum memungkinkan dibuatkan drainase. Saat sidak, Dinas PU sudah siap membuatkan akses jalan rabat beton, agar kuat terhadap genangan air. “Usai sidak ini, kami rapat kembali dengan Dinas PU. Saya optimis setelah sidak, semua permasalahan ini tuntas,” tutup putra seniman Nyoman Gunarsa ini. (kmb31)

BELUM SELESAI - Salah satu akses jalan yang belum selesai, yakni Ambengan-Pelilit. Masih ada waktu 50 hari untuk menuntaskan pengerjaannya.

Suciarmi, Maestro Seni Lukis Klasik Kamasan Berpulang DUNIA seni lukis klasik wayang Kamasan kehilangan salah satu maestro, Ni Made Suciarmi. Pelukis wanita pertama khas Kamasan ini berpulang setelah sempat menderita sakit jantung disertai stroke. Upacara pengabenannya telah dilaksanakan Senin (6/1) kemarin, diiringi warga Banjar Sangging Desa Kamasan, bersama putra dan putri serta menantu dan juga cucunya. Ditemui di sela-sela prosesi pengabenan almarhum di Setra Bugbugan, Desa Adat Gelgel, Klian Banjar Sangging Ketut Suparna mengakui bahwa Kamasan kehilangan salah satu tokoh yang giat melestarikan lukisan klasik khas Kamasan. Dia meninggal dengan segudang penghargaan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, atas eksistensinya dalam menekuni seni lukis yang cukup mendunia ini. Menurut salah satu putrinya, Ni Wayan Mariani (55), yang kini menjabat Ka UPT Bapelkesmas Dinas Kesehatan Provinsi Bali, ibunya meninggal pada usia 87 tahun lebih karena mengalami masalah pada kesehatan jantungnya

dan menderita stroke sudah cukup lama. Sang maestro dikatakan berpulang tepat 1 Januari 2020 lalu di RSUD Klungkung. Kondisi serupa juga dibenarkan anak lainnya, AKBP Ni Ketut Manik, yang kini menjabat sebagai Kepala Sekretariat Umum Polda Bali. Suciarmi dikenal sebagai seorang maestro seni lukis klasik khas Kamasan di Banjar Sangging, setelah era almarhum Nyoman Mandra, yang dikenal cukup legendaris. Bakat melukis Suciarmi terlihat setelah melihat hasil karya-karya pangelingsir-nya terdahulu. Setelah diberikan melukis, dia terus berkarya membuat lukisan. Bahkan lukisan pertama kali dia buat menceritakan Tapa Bima. Hal ini membuatnya semakin senang melukis. Sudah ribuan lukisan yang dia buat sendiri. Bahkan sudah ada sejumlah lukisan yang dipamerkan di luar negeri. Khususnya yang menceritakan cerita pewayangan Ramayana, Mahabharata, Sutasoma, Gatotkaca. Selain membuat lukisan pewayangan, Suciarmi juga pernah membuat lukisan cerita rakyat Jawa yang dinamai

Malat. Lukisan itu pun yang dibuat tahun 1968 masih terpajang di rumahnya. Dengan keahliannya melukis, Suciarmi juga mendapat penghargaan dari Gubernur Bali termasuk Presiden RI Soeharto pada zaman orde baru. Sejak tahun 2011, dia terpaksa berhenti melukis karena sakit asam urat. Tangannya sendiri tidak bisa bebas menggurat lukisan wayang karena sudah gemetar. (gik)

Ni Made Suciarmi (alm)

2020, ASN Harus Inovatif Perda Dijadikan Pedoman Perangi Sampah

MEMASUKI awal tahun 2020, Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, mengumpulkan seluruh ASN maupun pegawai kontrak di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Senin (6/1) kemarin. Ini sebagai upaya memacu semangat mereka agar mampu meningkatkan kinerja memasuki tahun 2020 ini. Salah satu yang ditekankan adalah ASN harus menciptakan inovasi dan akan dipaparkan langsung di hadapan Bupati Suwirta. Selain soal inovasi menjadi atensi penting bupati, program apa lainnya yang juga perlu dioptimalkan di Klungkung? Khusus kepada masingmasing kepala seksi (Kasi) pada semua OPD, Bupati Suwirta mengingatkan supaya membuat minimal satu buah program inovasi. Agenda itu agar dibantu ASN dan pegawai kontrak terkait di dalamnya. Kerja team work itu untuk menopang inovasi daerah. Selama ini, Klungkung cukup dikenal di pusat sebagai kabupaten yang melahirkan banyak inovasi.

Bupati Suwirta menegaskan, memberikan waktu hingga Maret 2020 nanti, agar program inovasi sudah siap dipaparkan sekaligus kelayakannya diuji di hadapan Bupati. “Kepada pencipta inovasi terbaik, akan diberikan reward/penghargaan,” katanya. Selain soal inovasi, kesempatan itu digunakan Bupati Suwirta untuk menyampai-

kan banyak hal. Seperti menjawab isu perjalanan dinas, dikatakan tahun 2019 telah terjadi penghematan perjalanan dinas sekitar Rp10 miliar. Sementara, belanja pegawai bisa di bawah 40 persen, dengan capaian PAD tahun 2019 sebesar Rp220 miliar. Untuk meningkatkan PAD lagi, maka Nusa Penida sebagai titik ungkit harus terus dimaksimalkan. Pelaksanaan Perda dan Pergub juga menjadi catatan khusus Bupati Suwirta sepanjang tahun 2019 lalu. Sebab, berdasarkan survei dari Universitas Udayana, kepatuhan terhadap Perda Rokok di Klungkung masih di bawah 80 persen. Hal ini menandakan masih terdapat perokok yang merokok di sembarang tempat. Untuk itu, tahun 2020 Tim KTR diminta supaya memantau dan meningkatkan proses menegakkan Perda KTR. Alasannya, Klungkung sudah diakui sebagai kawasan

ASN - Bupati Suwirta di antara ribuan ASN dan pegawai kontrak saat berada di Balai Budaya.

tanpa rokok terbaik. Bahkan hingga ke tingkat Asia. Terkait komitmen menekan produksi sampah, Bupati Suwirta meminta Perda tentang sampah dapat dijadikan pedoman memerangi sampah, khususnya sampah plastik. Dia men-

egaskan, dalam setiap acara, Bupati Suwirta melarang penggunaan air minum dalam kemasan plastik agar diganti galon. Gelas plastik juga tidak boleh digunakan. Menurutnya, ancaman sampah plastik dianggap sudah sangat berbahaya

bagi lingkungan. Terkait e-kinerja dan ejasa, seluruh pegawai diharapkan untuk menanamkan kejujuran. Tidak semua kegiatan harus dilaporkan dengan foto selfie. “Demikian juga terkait E-jasa. Aplikasi ini sudah selesai, paling

lambat 2021 upah tenaga kontrak akan dibayar sesuai UMK. Tetapi dengan sistem itu, tidak semua bisa mendapatkan hasil maksimal. Namun, akan menjadi proporsional sesuai volume pekerjaan yang diselesaikan,” tegasnya. (gik)


Selasa Paing, 7 Januari 2020

Dewan Pantau Jalan Butus Pascabanjir

Kadus Desak Jembatan Terealisasi 2020, Ketua DPRD Segera Panggil PUPR PASCABANJIR yang melanda akses jalan pelintas di Dusun Butus, Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Ketua DPRD I Gede Dana didampingi wakilnya, Wayan Parka, dan I Nengah Sumardi melakukan pemantauan jalan tersebut. Melihat kondisi itu, Gede Dana bakal segera memanggil Dinas PUPR Karangasem untuk menanyakan terkait rencana pembangunan jembatan di lokasi. Gede Dana mengatakan, akses ini merupakan satu-satunya bagi warga untuk melakukan aktivitas. Mulai dari truk galian C yang mengangkut material sampai siswa yang hendak bersekolah. Karena siswa bersekolah ada di dekat lokasi. Kalau pun memutar mencari jalan lain, jaraknya sangat jauh. Harus melewati jalur Uma Anyar. ”Ini harus segera diatasi dan dicarian solusi,” ucapnya.

Gede Dana menambahkan, sebelum dibangun jembatan permanen, pihak eksekutif bisa melakukan penanganan darurat lebih dulu. Salah satunya, melakukan normalisasi aliran sungai. Karena saat ini, aliran sungai sudah hampir rata dengan permukiman warga akibat material galian di hulu yang tak bagus. Kalau kembali hujan turun, tidak menutup kemungkinan air akan merembet ke manamana, bahkan bisa masuk ke pemukiman-pemukiman warga. Dia menjelaskan, guna mengetahui perkembangan terkait pembangunan jembatan yang sudah dianggarkan tahun ini, pihaknya bakal segera memanggil Dinas PUPR untuk melaksanakan rapat kerja. “Kami akan segara panggil PUPR untuk membahas ini. Karena kami di dewan ingin tahu bagaimana konsep pembangunan jembatan nanti,”

jelas Gede Dana. Selain melakukan pemantauan ke Butus, Gede Dana juga melihat kondisi bangunan bale pesandekan dan pesantian di Pura Penataran Agung Nangka yang hancur akibat diterjang angin kencang. Robohnya bangunan itu lantaran beban di atasnya sangat berat, sedangkan, tiang penyangga tidak kuat menahan beban tersebut. “Ini konsep pembangunannya kurang pas. Ini dataran tinggi. Kalau ada angin kencang bangunan seperti ini rawan roboh. Jadi, bila nanti membangun lagi, harus disesuaikan dengan kondisi geografis,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Dusun Butus I Gede Ngurah Sudarmana menjelaskan, kondisi ini sudah terjadi setiap musim penghujan. Karena setiap turun hujan lebat jalur ini pasti tidak dapat dilewati karena air dari Gunung Agung

sangat besar. Kondisi itu, membuat aktivitas warga menjadi terganggu. Sudarmana mengatakan, jalur ini merupakan akses utama warga untuk melakukan aktivitas seharihari. Mulai dari aktivitas truktruk mengangkut material galian, termasuk siswa yang hendak bersekolah. “Memang bisa melintasi jalur Uma Anyar. Tapi, di sana akses jalannya kecil. Bahkan, di sana juga cukup berbahaya karena airnya juga besar,” katanya. Melihat kondisi itu, dirinya mewakili masyarakat Butus sangat mengharapkan pembangunan jembatan permanen. Karena jembatan tersebut sangat berguna demi kelancaran akses lalu lintas. “Saya berharap dibangun jembatan permanen. Karena hanya jembatan yang mampu memecahkan persoalan ini. Pembangunan diharapkan bisa terealisasi tahun ini,” harap Sudarmana. (ad130)

TINJAU - Ketua DPRD Karangasem, I Gede Dana, dan wakilnya, I Wayan Parka, saat meninjau jalan di Dusun Butus, Desa Buana Giri, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Senin (6/1) kemarin.

Warga Perbaiki Jembatan Kayu di Bukit Galah

PERBAIKI - Sejumlah warga Desa Bukit Galah bergotong royong saat memperbaiki jembatan kayu yang sempat diterjang banjir.

Bali Post/kmb41

Amlapura (Bali Post)Jembatan kayu yang menghubungkan Desa Bukit Galah, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem dengan Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, mulai diperbaiki. Perbaikan itu dilakukan lantaran kondisi jembatan pascabanjir sangat memprihatikan. Bahkan, akibat terjangan air beberapa hari yang lalu, jembatan itu terancam ambruk. Bendesa Adat Bukit Galah, I Putu Suyasa, Senin (6/1) kemarin mengungkapkan, perbaikan jembatan sudah dilakukan sejak Minggu (5/1) lalu. Warga secara gotong royong memperbaiki jembatan itu dengan mengganti bahannya dengan yang baru berupa kayu dan bambu sumbangan dari masyarakat. Suyasa mengatakan, perbai-

kan jembatan memang wajib dilakukan. Pasalnya, keberadaan jembatan sangat dibutuhkan masyarakat dalam melakukan segala bentuk aktivitas seharihari. Terlebih lagi, jembatan ini menghubungkan antara Desa Bukit Galah dengan Desa Jungutan Bebandem yang hampir setiap hari dilalui. Dengan perbaikan ini, maka masyarakat tidah lagi was-was ketika melintasi jembatan tersebut. “Jembatan memang diperuntukkan untuk pejalan kaki dan sepeda motor. Ketika musim hujan, anak-anak bisa bersekolah melalui jembatan ini, tanpa harus terhambat jembatan putus. Kami berharap, ke depannya ada perhatian pemerintah untuk membuatkan jembatan atau bendungan permanen,” harap Suyasa. (kmb41)

jenis kapas. Kemudian pohon kapas menimpa pohon mete dan selanjutnya merusak gedung puskesmas. Petugas sudah melakukan penanganan. Selain menimpa gedung, pohon juga menimpa kabel milik PLN,” ujarnya. Arimbawa menambahkan, tak hanya gedung puskesmas, rumah warga di sejumlah desa juga tertimpa pohon. Rumah warga yang tertimpa pohon, yakni milik I Nyoman Parna di Banjar Dinas Nampo, Desa Junguntan, Kecamatan Bebandem. Kemudian dapur milik I Ketut Geriya di Banjar Dinas Kanginan, Desa Pese-

dahan, Kecamatan Manggis. “Akibat kejadian itu, atap bangunan hancur,” katanya. Arimbawa menambahkan potensi angin kencang masih terjadi hingga beberapa hari ke depan. Untuk itu, pihaknya mengimbau seluruh masyarakat Karangasem, khususnya yang memiliki pemukiman berada di bawah pohon agar tetap waspada. “Pohon tumbang bisa terjadi setiap waktu. Kejadian ini, tidak bisa diprediksi. Kalau bisa, warga yang rumahnya banyak pohon, pohonnya bisa segera di pangkas,” imbuh. (kmb41)

Sejumlah Rumah Warga Cuaca Buruk, Penyeberangan Lagi,Rusak Tertimpa Pohon ”Fast Boat” Buka-Tutup

Amlapura (Bali Post) Penyeberangan fast boat di Pelabuhan Rakyat Padangbai menuju Gili Terawangan, Nusa Tenggara Barat (NTB) terpaksa dilakukan sistem buka-tutup. Penyebabnya, karena gelombang tinggi akibat cuaca buruk di Selat Lombok. Perwira Jaga Ksyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Wayan Susanta, Senin (6/1) kemarin mengungkapkan, pihaknya saat ini memang menerapkan sistem buka-tutup untuk penyeberangan fast boat. Berdasarkan data dari BMKG, kecepatan angin di perairan Selat Lombok mencapai 4 - 20 knot dan tinggi gelombang mencapai 0.5 - 2 meter. “Kami menutup penyeberangan saat gelombang tinggi. Dan kembali dibuka kalau gelombang sudah mulai bersahabat. Karena kondisi gelombang di tengah laut tidak memungkinkan untuk melakukan aktivitas penyeberangan

fast boat,” ucapnya. Susanta menambahkan, untuk penutupan penyeberangan, saat siang hari saja. Sementara untuk penyeberangan pagi harinya tetap dibuka jika gelombang normal dan memungkinan untuk dilakukan penyeberangan. Sebab, pihaknya tetap mengutamakan keselamatan penumpang. “Sudah dua hari kami menutup penyeberangan fast boat di siang hari,” katanya. Dia menjelaskan, dengan diterapkannya buka tutup ini, membuat trip penyeberangan mengalami penurunan. Kalau gelombang normal, penyeberangan mencapai 14 -

Post/kmb41

BUKA-TUTUP - Para wisatawan saat hendak menyeberang ke Gili Terawangan. Akibat cuaca buruk, penyeberangan fast boat dilakukan sistem buka-tutup. 16 dan saat ini turun menjadi sementara 8 - 10 trip. Untuk itu, pihaknya berharap gelombang di Selat Lombok segera membaik, sehingga penyeberangan fast boat dari Padang Bai menuju Gili Terawangan bisa beroperasi seperti biasa. Lebih

Amlapura (Bali Post) Hingga Senin (6/1) kemarin, angin kencang masih melanda Kabupaten Karangasem. Akibatnya, sejumlah pohon tumbang. Teranyar pohon tumbang menimpa rumah warga di sejumlah desa. Tak hanya itu, bangunan Puskesmas Pembantu Karangasem I di Banjar Dinas Samuh, Desa Bugbug, juga mengalami hal serupa. Kalak BPBD Karangasem, Ida Bagus Arimbawa, mengatakan akibat tertimpa pohon, atap bangunan mengalami kerusakan yang cukup parah. “Pohon yang tumbang

lanjut dikatakan, untuk penyeberangan kapal ferry tidak ada masalah dan masih lancar. Hanya saja, sedikit kendala saat nyandar akibat air pasang. “Karena air pasang, maka kapal kesulitan untuk nyandar,” tegas Susanta. (kmb41)

Tolak Pemekaran

Warga Banjar Adat Kubu Datangi DPRD Bali

Bali Post/ist

ASPIRASI - Ketua DPRD Bali, I Nyoman Adi Wiryatama, bersama Ketua Komisi I, anggota dewan dan Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat saat menerima aspirasi Prajuru dan warga Banjar Adat Kubu. Denpasar (Bali Post) Prajuru bersama warga Banjar Adat Kubu, Karangasem, mendatangi kantor DPRD Bali, Senin (6/1) kemarin. Mereka menolak pemekaran banjar adat oleh sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan Banjar Graha Santhi. Kehadiran prajuru bersama warga diterima Ketua DPRD Bali, I Nyoman Adi Wiryatama, Ketua Komisi I DPRD Bali, I Nyoman Adnyana, beserta sejumlah

anggota dewan lainnya. “Permohonan mereka di awal adalah pisah sangkepan. Kita ada 4 tempek. Tempek 1 dan 2 sangkep di tempat induk, tempek 3 dan 4 di tempat yang baru kita bangun. Kewenangan ini disalahgunakan, malah dia ingin berdiri sendiri,” ujar Made Agung Ariyasa, salah satu warga dari Banjar Adat Kubu. Menurut Ariyasa, kelompok masyarakat tersebut juga telah mengajukan proposal untuk

pemekaran. Bahkan sudah mengantongi rekomendasi dari Majelis Desa Adat Kabupaten. Inilah yang kemudian diprotes para prajuru dan warga karena usulan pemekaran itu dilakukan tanpa seizin mereka. Pihaknya kini sedang melakukan banding di Majelis Desa Adat Provinsi. “Kita undang mereka beberapa kali untuk sangkep. Apa alasannya kenapa begini, tapi tidak mau hadir,” imbuhnya. I Nyoman Pardi, warga lainnya menambahkan, Banjar Adat Kubu terdiri dari 380 KK. Sedangkan kelompok masyarakat yang menginginkan pemekaran dengan membuat Banjar Graha Santhi hanya berjumlah sekitar 150 KK. Ketua DPRD Bali, Adi Wiryatama, telah melihat permohonan dari sekelompok masyarakat yang mengatasnamakan Banjar Graha Santhi, namun tidak memenuhi persyaratan pemekaran. Salah satunya, diajukan tanpa melalui musyawarah dengan banjar induk terlebih dahulu. Ditambah

lagi, mayoritas masyarakat di Banjar Adat Kubu juga tidak menyetujui pemekaran tersebut. “Tanda tangan absen rapat malah dipakai untuk mengajukan persyaratan pemekaran. Kita lihat di DPRD karena mekar tanpa persyaratan yang normal, ya kita rekomendasikan untuk menolak,” ujarnya. Adi Wiryatama mengaku sudah menugaskan Ketua Komisi I untuk membuat dan mengirim surat rekomendasi tersebut kepada Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, yakni menolak setiap proposal pemekaran yang tidak sesuai dengan prosedur. “Apapun permasalahan di desa, mari kita duduk dengan baik dari hati ke hati karena Bali ini kecil. Pasti ada solusi,” jelas politisi PDIP ini. Sementara itu, Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali, I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra, mengaku masih akan mempelajari masalah di Banjar Adat Kubu. (kmb32)

RUSAK - Salah satu rumah warga yang rusak tertimpa pohon.

Bali Post/kmb41


Selasa Paing, 7 Januari 2020

Dinas PKP Krisis Petugas POPT Bangli (Bali Post) – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli kekurangan petugas lapangan khususnya pengamat organisme pengganggu tanaman (POPT). Sebetulnya POPT itu memerlukan minimal lima petugas. Namun, Dinas PKP saat ini hanya punya tiga orang petugas. Itupun usianya rata-rata sudah mendekati masa pensiun. Plt. Kepala Dinas PKP Kabupaten Bangli, Wayan Sarma, mengatakan idealnya dalam satu kecamatan ada satu petugas POPT. Selain di masing-masing kecamatan, dibutuhkan juga satu orang petugas POPT sebagai koordinator di Kabupaten. “Idealnya ada lima personel. Tetapi yang sekarang hanya punya tiga petugas saja. Jadi jumlah personelnya masih

kurang,” ungkap Sarma, Senin (6/1) kemarin. Saat ini ketiga orang petugas POPT yang dimiliki Dinas PKP masing-masing ditugaskan di Kecamatan Susut, Kintamani dan Bangli. Khusus di Kecamatan Bangli, diberi tugas tambahan merangkap sebagai petugas POPT di Kecamatan Tembuku. Diungkapkannya, bah-

wa ketiga petugas POPT yang dimiliki usianya sudah mendekati pensiun. Satu orang di antaranya malah segera pensiun di akhir tahun 2020 ini, sedangkan dua lainnya segera pensiun di tahun 2021. Dengan pensiunnya petugas tersebut nanti, tentu kebutuhan Dinas PKP akan petugas POPT di Bangli kembali bertambah. Dijelaskan Sarma, ke-

beradaan petugas POPT sangat diperlukan untuk mengamati sejak dini, menganalisis serta mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman. Untuk memenuhi kekurangan petugas POPT di Bangli, pihaknya selama ini sudah berupaya mengajukan usulan pelatihan ke pemerintah pusat. Dikatakannya, karena petugas POPT itu merupakan jabatan fungsional khusus, maka petugas itu tentunya harus punya keahlian khusus pula. Keahlian itu didapat melalui pelatihan selama kurang lebih sebulan. “Tiap tahun kami sudah

Pejabat Hasil Lelang Dilantik di Balik Bukit Bangli (Bali Post) Pejabat eselon IIb hasil lelang terbuka rencananya akan dilantik, Selasa (7/1) besok. Kabarnya acara pelantikan pejabat itu akan dilaksanakan di sebuah dusun di balik bukit, Kintamani. Informasi yang dihimpun Senin (6/1) siang, adapun dusun yang kabarnya akan dipakai tempat menggelar pelantikan, yakni Dusun Kayuselem, Desa Songan. Alasan dipilihnya dusun itu, karena saat awal menjabat, Bupati Bangli, I Made Gianyar, melaksanakan mutasi pejabat untuk pertamakalinya di tempat itu. Hanya saja sampai sore kemarin belum ada kepastian soal rencana acara pelantikan pejabat itu. Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kabu-

paten Bangli, Gede Arta, dikonfirmasi terkait hal itu mengatakan hingga sore kemarin pihaknya belum menerima rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Karena itu bagaimana hasil seleksi jabatan pimpinan tinggi pratama itu ia belum tahu. Pihaknya juga belum bisa memastikan kapan pelantikan akan digelar. Gede Arta hanya sebatas memastikan Bupati berencana menggelar pelantikan di balik bukit. Namun, di mana lokasi pastinya tidak disampaikan. “Belum turun rekomendasinya, besok saja ya,” ujarnya. Dikonfirmasi terpisah Kabag Protokol, Kerjasama dan Komunikasi Publik Setda Bangli, Cok Bagus Gaya Dirga, juga belum bisa memastikan terkait acara pelantikan pejabat itu

baik waktu maupun tempatnya. Namun, mengacu pernyataan Bupati Bangli saat melantik 125 pejabat eselon III dan IV belum lama ini, rencananya pelantikan pejabat eselon IIb hasil lelang itu akan diadakan di balik bukit. Tepatnya di Banjar Kayuselem, Desa Songan, Kintamani. Alasannya karena mutasi pertama yang dilaksanakna bupati saat awal menjabat juga diadakan di tempat itu. Sebagaimana diketahui terdapat 15 jabatan eselon IIb yang dilelang, yakni staf ahli bidang pemerintahan, hukum dan politik, staf ahli bidang ekonomi, keuangan dan pembangunan, kadisperindag, kadis PKP, Kadisos, Kadishub, Kadis pengendalian penduduk, keluarga berencana, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak,

Bekas Rumdin Camat Bangli Tak Terawat BEKAS rumah dinas (rumdin) Camat Bangli yang ada di Jalan Lettu Sobat, tampak tidak terawat dengan baik. Bangunan yang kini dimanfaatkan sebagai kantor Sekretariat Tetap Tim Pembina UKS itu terlihat mulai rusak di sana-sini. Bahkan bangunan rumah lama itu dipenuhi semak-semak. Kenapa bekas rumdim tidak terawat dengan baik, padahal lokasinya sangat strategis? Dari pantauan Senin (6/1) kemarin, bangunan yang berada persis di selatan kantor Dinas PUPRPerkim Bangli kondisinya nampak seperti sudah lama tidak terurus. Pasalnya, tanaman liar mulai menyelimuti bagian depan pintu gerbang bangunan bekas rumah dinas Camat Bangli itu. Halamannya pun terlihat kumuh. Tampak banyak rumput dan semak-semak sudah meninggi dan perlu dipotong. Bahkan rumput mulai menjalar ke teras bangunan. Sejak dipakai sekretariat tim Pembina UKS, gerbang bangunan bekas rumah dinas jarang terlihat terbuka. Namun, hampir setiap hari terdapat sebuah mobil warna putih yang parkir di dalamnya. Sementara itu, kondisi yang tak jauh beda juga terlihat di salah satu rumah dinas yang berada di belakang rumah jabatan Bupati. Dilihat dari kondisinya,

rumah dinas yang posisinya berada di utara jalan itu, sudah cukup lama tidak ditempati. Rumput yang tumbuh di halaman rumah nampak tidak terurus. Dikonfirmasi terkait hal itu, Kabag Umum Setda Bangli Made Mahindra Putra mengatakan dulunya rumah dinas camat Bangli pernah dimanfaatkan Panwaslu sebagai kantor sektretariat. Namun karena bangunannya cukup sempit, Panwaslu yang kini telah menjadi Bawaslu pindah dan bertukar kantor dengan tim Pembina UKS. Soal kondisi bangunan yang kini tak terawat, Mahindra meminta wartawan mengkonfirmasi ke Bagian Kesra. Sementara soal rumah dinas lainnya yang ngomplek di belakang rumah jabatan bupati, dia mengatakan semuanya terisi dan ditempati. Diakuinya, saat ini ada satu rumah yang kondisinya kurang terawat setelah

ditinggal pensiun pejabat yang sempat menempati rumah itu. “Itu sebelumnya ditempati Pak Lawe yang baru pensiun. Nanti setelah barang-barangnya diambil, kami akan bersihkan,” kata mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Bangli itu. Saat ini hampir semua rumah dinas yang disediakan Pemkab Bangli itu, kata Mahindra, masih layak ditempati. Selain diperuntukan bagi pejabat, rumah dinas itu juga bisa dimanfaatkan bagi pegawai lainnya yang memang membutuhkan. Karena keterbatasan dana, pihaknya mengaku sementara ini tidak menganggarkan pemeliharaan rumah dinas tersebut. “Kalau ada yang rusakrusak sedikit, sementara yang menempati yang tanggung jawab memperbaiki. Kecuali kalau rusak berat, kami yang perbaiki,” imbuhnya. (ina)

TAK TERAWAT - Kondisi bangunan rumah dinas camat Bangli yang tidak terawat. Namun kini dimanfaatkan sebagai kantor sekretariat tetap tim Pembina UKS.

Kadiskominfosan, Kadis perpustakaan dan kearsipan, Kadis penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu, Kepala Bapedalitbang, Kasatpol PP dan Damkar, Direktur RSU, Kadiskoperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Kadis PUPRPerkim. Proses lelang jabatan yang mulai dilaksanakan pertengahan Desember 2019 sudah hampir rampung. Panitia seleksi (pansel) telah mengumumkan namanama yang masuk ranking tiga besar di masing-masing jabatan yang dilelang. Nama-nama tersebut telah dikirimkan oleh Bupati ke KASN untuk mendapat rekomendasi. Setelah turun rekomendasi nantinya Bupati memilih satu nama di masing-masing pos jabatan itu. (kmb40)

usulkan. Untuk tahun ini usulan kami belum direspons dari pusat,” ujarnya. Sementara disinggung mengenai kebutuhan tenaga penyuluh pertanian lapangan saat ini, Sarma mengatakan sudah mencukupi. Disebutkan jumlah tenaga PPL yang ada kini sebanyak 88 orang. Terdiri dari 51 PPL berstatus PNS dan 37 tenaga harian lepas-tenaga bantu (THLTB) yang dikontrak pusat. “37 orang THLTB tersebut sudah lolos seleksi PPPK (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja). Jadi tinggal menunggu keputusan BKN,” imbuhnya. (kmb40)

Wayan Sarma

SOSOK Pasar Anjing Kintamani ANJING Kintamani semakin diminati. Terlebih sejak anjing yang habitat aslinya ada di Desa Sukawana itu mendapat pengakuan dari FCI sebagai anjing ras asli Indonesia. Seiring banyaknya peminat anjing Kintamani saat ini, anggota DPRD Bangli I Made Natis pun mendorong Pemkab Bangli membangun pasar khusus yang menjual anjing Kintamani. Lokasi pasar khusus itu, kata Natis, paling cocok dibangun di Desa Sukawana. Desa itu merupakan wilayah sentra perkembangbiakan anjing Kintamani. Dengan adanya pasar khusus anjing Kintamani, masyarakat di desa setempat akan bisa lebih semangat membudidayakan dan menjaga kelestarian serta keaslian anjing Kintamani. Tak hanya itu, dengan keberadaan pasar tersebut membuat para pecinta anjing Kintamani akan lebih mudah mendapatkan/ membeli hewan dengan ciri fisik bulu tebal, berbadong dan memiliki ekor menyerupai bulan sabit itu. “Dengan adanya pasar anjing, kan jadinya terpusat. Pecinta anjing bisa mendapatkan anjing Kintamani asli di sana lebih mudah,” katanya. Politisi asal Desa Sukawana itu mengatakan, keberadaan pasar khusus anjing Kintamani juga bisa menjadi daya tarik wisata di Sukawana yang tidak bisa ditemukan di tempat lainnya. Wacana pasar khusus anjing Kintamani itu sebenarnya sudah sempat muncul beberapa tahun lalu. Lokasi yang dipilih masyarakat, yakni di tanah desa adat di wilayah Banjar Kuta Dalem, Desa Sukawana, dekat SMPN 7 Kintamani. Namun, pihaknya tidak tahu pasti kenapa rencana itu belum bisa terealisasi.Hemat Natis, dengan tingginya minat pecinta anjing Kintamani, pemerintah semestinya memberikan perhatian lebih. Salah satunya membuatkan pasar anjing. Karena sudah pernah muncul wacana pembuatan pasar khusus anjing Kintamani, maka terkait pembangunannya, pemerintah tinggal mengomunikasikan dengan desa adat. (ina)

Musim Hujan, Harapan Baru Petani Subak Pecala

Bangli (Bali Post) Hujan yang mengguyur wilayah Bangli sejak beberapa pekan terakhir, memberi harapan baru bagi petani di Subak Pecala, Kelurahan Bebalang. Mereka yang hampir setahun terakhir tidak dapat bercocok tanam karena kesulitan air, nampaknya segera bisa menggarap sawahnya lagi. Klian Subak Pecala Nyoman Suarjaya mengaku dirinya cukup senang dengan datangnya musim penghujan kali ini. Sebab dengan adanya hujan, lahan sawahnya yang sudah lama nganggur akibat kekeringan bisa kembali basah. Namun, sejauh ini ia mengaku belum bisa menggarap sawah. Alasannya, hujan yang turun belum seberapa, sehingga lahan yang akan diolah masih keras. “Hujan turun petani senang. Sayang sawah belum bisa digarap. Karena baru satu lapisan tanah yang basah, di bawahnya masih keras,” ungkapnya, Senin (6/1) kemarin. Saat lahannya nanti sudah bisa digarap, rencananya akan ditanami kembali bibit jagung yang sempat diberikan pemerintah. “Sementara ini masih kosong. Petani belum banyak yang turun ke sawah,” ujarnya. Menurut kabar, perbaikan kerusakan tanggul Munduk Bebengan di Banjar Tegalalang, Kawan yang menyebabkan pasokan air ke subak Pecala itu terputus. Rencananya akan diperbaiki pemerintah tahun ini. Perbaikan dilakukan dengan bantuan pusat. “Begitu informasi terakhir yang saya dapat,” imbuhnya. Seperti dimaklumi petani di Subak Pecala, banyak yang beralih profesi. Masalahnya, lahan milik mereka sulit digarap lantaran kekeringan akibat dampak jebolnya tanggul Munduk Bebengan di Banjar Tegalalang, Kawan. Berdasarkan pantauan belum lama ini hektaran sawah dan saluran irigasi di wilayah subak Pecala itu tampak mengering. Kondisi tanahnya bahkan terlihat pecah-pecah. Untuk mengatasi lahan yang tidak bermanfaat akibat rusaknya tanggul di Munduk Bebengan, Pemkab Bangli melalui dinas terkait 2019 lalu telah memberikan bantuan benih jagung kepada petani di Subak Pecala. Bantuan itu diberikan atas usulan yang diajukan petani. Jumlah bantuan benih jagung yang digelontor mencapai 400 kg untuk lahan seluas 20-an hektar. Sebagian petani sudah ada yang menanam benih jagung itu. Namun sebagian masih menunda penanaman lantaran kondisi tanah yang tidak memungkinkan ditanami. Akibat kekeringan, sebagian besar benih jagung yang sudah ditanam petani gagal tumbuh. Benih yang ditanam banyak yang tidak mau tumbuh bahkan mengkerut. Kalaupun ada yang tumbuh, pertumbuhannya tidak optimal. Akibatnya, tanaman jagung jadi kerdil lantaran kekurangan air. (kmb40)

MENGERING - Kondisi lahan di Subak Pecala yang mongering.


Selasa Paing, 7 Januari 2020

Peserta KIS Di-”cover” 100 Persen

Dewan Rekomendasikan Perubahan Pembayaran PBI Daerah

Singaraja (Bali Post) -

Bali Post/kmb38

PENCURI - Unit Reskrim Polres Buleleng menangkap pencuri laptop, Senin (6/1) kemarin.

Curi Laptop untuk Biaya Pengobatan Anak

Singaraja (Bali Post) Lantaran kesulitan biaya pengobatan anak-anaknya yang sedang sakit, Gede Selamet (34), warga Kelurahan Kampung Anyar, Singaraja, nekat mencuri laptop. Laptop itu milik Felli Yanti (21), mahasiswi yang kos di Kelurahan Banyuning Barat Singaraja. Pelaku dengan mudah mengambil laptop korban, karena sebelumnya sudah mengantongi kunci cadangan. Kanit I Pidum Satreskrim Ipda Kevin Mario Imanuel Simatupang seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa, Senin (6/1) kemarin mengatakan, kasus ini berawal ketika korban melaporkan telah kehilangan laptop ke Mapolres Buleleng, 2 Januari 2020. Saat itu, korban sedang pergi ke rumah kerabatnya di Desa Suwug, Kecamatan Sawan. Korban kemudian diberi tahu oleh teman satu kosnya yang menyebut bahwa kamarnya dalam kondisi terbuka. Setelah

dicek, satu unit laptop hilang. Merasa kamar kosnya dibobol maling, korban melaporkan kejadian itu ke polisi. Dengan keterangan korban, polisi hari itu juga me-ngamankan penjaga kos Gede Selamet tanpa perlawanan. Setelah diperiksa, yang bersangkutan mengaku mengambil laptop korban. Dari empat unit laptop, hanya satu unit diambil karena dianggap berharga paling mahal. Sementara itu, pelaku Gede Selamet di hadapan polisi hanya bisa tertunduk malu. Pria yang dipekerjakan pemilik kos ini baru pertama kali melakukan aksi pencurian. Aksi ini pun dilakukan dengan terpaksa karena terdesak biaya pengobatan untuk ketiga anaknya yang sedang sakit keras. Sementara gaji bulanannya Rp500.000 hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Rencananya, laptop korban dijual dan uangnya itu digunakan membiayai pengobatan ketiga anaknya. (kmb38)

Persoalan akibat dicabutnya 134.691 warga kurang mampu pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) akhirnya terselesaikan. Seluruh peserta KIS tetap ditanggung sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI) daerah (APBD) sampai 7 bulan tahun ini. Bupati Buleleng diminta melakukan perubahan (addendum) perjanjian kerja sama (PKS) dengan Badan Pelaksana Jaminan Sosial (BPJS) terkait pembayaran iuran PBI daerah. Demikian diputuskan dalam rapat koordinasi (rakor) Badan Anggaran (Banggar), Komisi IV DPRD dan Pemkab di gedung dewan, Senin (6/1) kemarin. Rakor dipimpin Ketua Banggar Gede Supriatna didampingi Wakil Ketua Ketut Susila Umbara dan Gede Suradnya. Sementara dari Pemkab hadir Sekda Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. Rakor ini secara khusus mendapat atensi anggota Komisi IV DPRD Bali Putu Mangku Mertayasa. Ketua Banggar Gede Supriatna mengatakan, gejolak yang belakangan muncul di masyarakat menjadi pengalaman yang tidak boleh terulang untuk kedua kalinya. Dia pun menyebut tidak ada alasan bagi pemerintah tidak memberikan jaminan kesehatan kepada warga miskin. Sebab, masalah kesehatan dan pendidikan adalah hak dasar yang wajib dipenuhi oleh pemerintah daerah. “Jaminan kesehatan ini adalah kebutuhan masyarakat dan jangan lagi kita membebani masyarakat. Jangan sampai masyarakat sakit karena tidak bisa berobat ke rumah sakit.

Terkait Ganti Rugi Tanah ”Shortcut”

19 Dititipkan di PN Singaraja Singaraja (Bali Post) Validasi berkas kepemilikan tanah warga yang masuk jalur proyek jalan baru batas Kota Singaraja - Mengwitani (shortcut) titik 7 sampai 8 belum juga tuntas. Dari

299 bidang tanah milik warga Desa Wanagiri, Pegayaman, dan Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, sampai Senin (6/1) kemarin, ada 169 berkas telah divalidasi dan layak diproses pembayaran ganti rugi oleh

Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Bali. Sisanya, lagi 130 berkas masih dalam proses validasi. Selain itu, ada 19 berkas ganti rugi yang tidak dapat direalisasikan dan harus dititipkan

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Butuh Teknisi Listrik & Tukang Las utk Pabrik Tabanan, pglmn Hub. Ibu Dewi 081236222509

Dcr Tng 2wnt+3laki serabutan min SMA,UD Kabik,081999415788

Dcr:Drafter / Arsitek min SMK, utk gambar IMB, Hp.081338146376

B.BP.001.01.20.0000140

B.BP.031.01.20.0000138

Cr Tenaga Laundry bisa tidur dalam H.081999384996

Dc: Manager Hotel & HK, FO, Security, Garden Hub. newarena hotelkutabali@gmail.com

Dcr ART tidur dalam Gj. 1,5juta Hub.085103738929

BU:1 org Sipil Bangunan u/Dps &1 Admin wanita u/ktr cab.Sgrj hub.0361 412412 / email: wiramitrautama17@gmail.com

Dcr Operator pria max u.25thn u .Palm printing dan tk.Kebun Gaji bagus tunjangan kesehatan bonus 5hari kerja THR Tlp.0361 03614726998/081337242055 Kuta

B.BP.001.01.20.0000083

B.BP.004.01.20.0000124

Penerbit Nasional bth Sales wil. Badung,Buleleng,Gianyar,K.Asem minD3 Max 40 th, Tp.9075695 Email:yudhistiradps@yahoo.com

B.BP.001.01.20.0000127

LOKER

B.BP.001.01.20.0000114

B.BP.001.01.20.0000108

B.BP.154.01.20.0000122

Dcr Staf Adm(25th)Hub.Indohome &Co Jl.Cokro 165 Ubung Samping Bank Taspen Mandiri Tlp.429047

B.BP.001.01.20.0000112

B.BP.001.01.20.0000126

Dcr sopir,karyawan Laundry di Kuta Hub.WA/T 081236015546 B.BP.001.01.20.0000039

Dcr tenaga Admin, di CV.Dwi Boga Utama Jln.Buana Raya 89 Tlp.0361-486149,4717531

B.BP.031.01.20.0000137

Dicari Admin & Desainer Grafis Hub: 087 861 340 445 B.BP.001.01.20.0000116

Dicari: FO,HK,Waker,Hotel Puri Asih Jl.Pantai Kuta No.40 Kuta B.BP.001.01.20.0000117

DIJUAL RUMAH

BIRO JASA

SERVICE

RUPA-RUPA

han hak dasar masyarakat. Untuk itu, kekurangan anggaran wajib dipenuhi dengan mengalokasikan anggaran untuk kepentingan yang lebih bermanfaat. “Kalau untuk sharing PBI Provinsi, kami tidak meragukan komitmen Pak Gubernur. Harapannya di daerah pun sama dan untuk pemenuhan anggaran PBI ini saya harap bisa ditutupi dengan pengalihan anggaran untuk kegiatan yang sebenarnya bisa dinomorduakan,” jelasnya. (kmb38)

Masalah kekurangan anggaran kita carikan jalan keluarnya,” katanya. DPRD menyepakati menerbitkan rekomendasi kepada Bupati Putu Agus Suradnyana. Rekomendasi itu meminta agar Bupati melakukan perubahan (addendum) PKS pembayaran KIS PBI daerah dengan menggunakan anggaran yang sudah ditetapkan dalam APBD tahun 2020 sebesar Rp97 miliar. Alokasi dana sebanyak itu untuk meng-cover seluruh warga miskin pemegang KIS PBI daerah dan sudah dihitung dengan keputusan pemerintah yang menaikkan tarif iuran BPJS. Dengan perubahan itu, pihaknya memastikan tidak ada kepesertaan KIS yang dicabut. Sementara karena beban kenaikan tarif itu, maka anggaran yang sudah dipasang dalam APBD itu hanya cukup sampai 7 bulan di tahun ini. Kebutuhan anggaran untuk tiga bulan lagi, pemerintah bersama DPRD telah menyepakati untuk melakukan penyisiran sumber anggaran yang akan dibahas dalam APBD perubahan mendatang.

RAKOR - Banggar bersama Komisi IV DPRD dan pemerintah daerah menggelar rapat koordinasi (rakor) membahas perubahan PKS pembayaran iuran KIS PBI daerah, Senin (6/1) kemarin.

(konsinyasi) di Pengadilan Negeri (PN) Singaraja. Sekretaris Tim Pelaksana Pembebasan Lahan Shortcut, Ngurah Maharta, mengatakan setelah melakukan validasi, pihaknya mengalami kendala, seperti pemilik tanah tidak mampu melengkapi semua berkas kepemilikan. Selain karena pemilik tanah telanjur menjadikan sertifikat sebagai jaminan kredit di bank, ada juga beberapa

bukti hak itu dibawa oleh pemiliknya ke luar daerah. Sementara, waktu melengkapi singkat, sehingga berkasnya dinyatakan tidak lolos validasi. Yang lebih parah lagi, banyak pemilik tanah yang tidak melampirkan bukti peralihan hak, seperti Akta Jual Beli yang diterbitkan Pejabat Pembuat Akta tanah (PPATK) di notaris dan di kecamatan. Bahkan, pemilik ada yang belum melunasi

pajak penjualan, pembelian, dan Biaya Peralihan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB). “Kendalanya begitu beragam dan pemilik tanah kekurangan waktu untuk melengkapi semua persyaratan itu. Hari ini ada tambahan 32 berkas, sehingga total sudah 169 berkas layak dibayar oleh PUPR Bali. Kami lakukan validasi agar semua berkas divalidasi,” katanya. Atas kendala itu, Maharta

Sekuriti dan Staff Produksi, Pabrik di Tabanan,Lmrn email ke elykdirwani@gmail.com / 081236222509

DIJUAL MOBIL

PROPERTY

NISSAN

DIJUAL TANAH

Nissan Teana sedan Htm’10 Hub: 0811510588 / WA:087860846839

Djl Tnh 3,43A Lok Prmahan GSM (PDAM) Pering Gianyar,sktr 1Km byPass IB Mantra Hrg net 650jt (Nego) Bu Budi 08124672062

B.BP.004.01.20.0000119

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

B.BP.001.01.20.0000120

Dicari Sekuriti untuk Pabrik Tabanan Pengalaman, Hub. Ibu Dewi 0812 3622 2509

ran masing-masing Organisasi Perangkat Daerah. Program yang tidak urgen dipastikan anggarannya akan dievaluasi. Bahkan, Puspaka mengisyaratkan kalau ke depan akan ada rasionalisasi anggaran, salah satunya dana perjalanan dinas. Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Bali, Putu Mangku Mertayasa, mengatakan persoalan kekurangan anggaran iuran PBI daerah ini harus disikapi dengan serius, karena menyangkut pemenu-

DIJUAL MOBIL DAIHATSU

BU Grand Max Box’2014 Low KM 80jt nego H.081999384996

Sekda Buleleng, Ir. Dewa Ketut Puspaka, mengatakan untuk memenuhi kekurangan anggaran iuran PBI untuk tiga bulan nanti, dalam lima bulan ke depan pemerintah melakukan penyisiran alokasi angga-

Bali Post/kmb38

B.BP.001.01.20.0000084

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Prm.Mutiara I.Bonjol dp studio Mall,0811510588WA087860846839 B.BP.001.01.20.0000085

PROPERTY

B.BP.004.01.20.0000123

Tnh:26A SS.Road Seminyak, 15A Cargo Indah 4 Dps.085100867168 B.BP.004.12.19.0000458

Dijual Tanah 71m2 Tegal Jaya Dalung 385Jt Hub.081239305133 B.BP.166.12.19.0000141

menyebut, untuk membantu para pemilik tanah, timnya mencoba melakukan upaya yang dibenarkan oleh regulasi. Hal itu seperti meminta petunjuk teknis ke Kantor Wilayah Badan Pertanahan (Kanwil BPN) Bali. Selain itu, tim pelaksana pembebasan lahan mengusulkan Legal Opinion ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng, dan Penetapan di Pengadilan Negeri (PN) Singaraja. (kmb38)

BIRO JASA Saya Siap Kerja Partime bantu lapor pajak bln/thn, gaji 300k WA: 085931263189

B.BP.004.01.20.0000121

Sy siap Bntu Bayarkan Laporkan Pajak Blnan,SPT Tahunan HP/WA 081.338.344.155 & 087887729409

B.BP.001.01.20.0000107

KEHILANGAN Hlg BPKB E9770374-O DK 1976 DV a/n Sandra Sari Setiadi

B.BP.001.01.20.0000110

HlgBPKBM08145905-ODK1265OD A/N I Nengah Janur

DIJUAL TANAH

PROPERTY

Panther LS’05 DK+Inova G’05 DK Kijang LGX Dsl’01, 087862547783

Dijual Tnh Kav Kaliasem Sgrj DP 10% Bunga Krd 0,83%/bln Hub.082236881191/081805374433

Ruko Kertha Wijaya A1, Buluh Indah 26C Dps Hub:085100867168

HlgBPKBNO.R/11502/1DK4514PM A/N: I Kadek Agus Wiguna

B.BP.001.01.20.0000109

B.BP.004.11.19.0000750

B.BP.004.12.19.0000459

B.BP.001.01.20.0000115

B.BP.001.01.20.0000113 ISUZU

DIJUAL RUKO

B.BP.001.01.20.0000111


Selasa Paing, 7 Januari 2020

10 Perda akan Dikaji Ulang Negara (Bali Post) DPRD Jembrana mulai menginventarisir sejumlah peraturan daerah (perda) yang dinilai sudah tidak sesuai. Baik itu bertentangan dengan produk hukum di atasnya ataupun sudah tidak relevan lagi. Dari 269 perda yang diterbitkan tahun 1991-2019, ada 10 perda yang akan dikaji. Bukan tidak mungkin produk hukum yang sebelumnya disepakati bersama eksekutif dan legislatif ini bisa dihapuskan atau dicabut. ‘’Tadi kita rapat kerja bersama dengan tim undangDewa Komang Wiratnadi undang hukum, sementara ada beberapa perda yang perlu kita kaji lagi,’’ ujar Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Jembrana Dewa Komang Wiratnadi, Senin (6/1) kemarin. Dalam rapat kerja itu juga dilakukan pembahasan dan ditetapkan untuk sementara ada 10 perda yang masuk daftar akan dikaji. Pembahasan juga sudah mengarah pada keputusan tetap dijalankan sebagai produk peraturan daerah atau ditarik. Sepuluh perda tersebut di antaranya Perda No.10 Tahun 2006 tentang Subsidi Biaya Pendidikan mulai TK, SD, SMP hingga SMA/SMK Negeri, Perda No.14 Tahun 2006 tentang Pemberian Beasiswa kepada Siswa Tidak Mampu, kepada Sekolah Swasta dan Siswa Berprestasi pada sekolah Negeri/Swasta, Perda No. 15 Tahun 2006 tentang Rintisan Wajib Belajar 12 Tahun, Perda No. 17 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Jembrana Nomor No. 20 Tahun 2006 tentang Pendirian Perusahaan Daerah, Perda No. 20 Tahun 2006 tentang Pendirian Perusahan Daerah, Perda No. 5 Tahun 2012 tentang Perindustrian, Perda No. 9 Tahun 2012 tentang Perusahaan Daerah Air Minum Tirta, Perda Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pendirian Perusahaan Daerah. Perda No.4 Tahun 2017 tentang Bank Perkreditan Rakyat Jembrana dan Perda No. 9 Tahun 2017 tentang Penyertaan Modal Daerah pada Bank Perkreditan Rakyat Jembrana. ‘’Ini masih kita kaji, sebelum pembahasan lebih lanjut kita konsultasikan juga dengan provinsi,’’ terang Wiratnadi. (kmb26)

Stasiun Gas Namun nampaknya, rencana ini mundur karena Indonesia Power masih melakukan studi. Pada 2020, PLN berencana membangun PLT Surya di Kubu sebesar 25 MW, PLT Surya di Jembrana sebesar 25 MW. Pada 2022, rencana membangun PLTSa sebesar 15 MW. Pada 2023, rencana pembangunan PLT Surya Kubu sebesar 25 MW, PLT Surya Jembrana sebesar 25 MW dan pada 2024 Jawa Bali Connection sebesar 2 x 800 MW dibangun. Sehingga total energi listrik yang dihasilkan dari rencana pembangunan pembangkit tersebut adalah 1.725 MW. PLN juga akan memban-

gun stasiun gas di Gilimanuk. Diharapkan 2020 Gilimanuk yang masih menggunakan BBM bisa menggunakan gas. LNG hub dibangun dalam rangka men-supply kebutuhan Gilimanuk dan dalam jangka panjang untuk supply gas ke pembangkit yang ada di Nusa Tenggara, Lombok, Sumbawa, Alor, Kupang. PLTS terbesar yang ada di Indonesia juga segera beroperasi di Bali yaitu sebesar 25 MW di Bali Timur dan 25 MW di Bali Utara. Pengumuman pemenangnya memang belum dirilis namun pengumuman penawar terendah sudah dirilis yaitu konsorsium Medco and Solar Philipine dengan harga di Bali Timur 5,8 sen dolar dan Bali Barat 6,2 sen dolar. (kmb42)

Puan Maharani Ia mengatakan hal tersebut berkaitan dengan memanasnya tensi hubungan diplomatik antara Indonesia dan China dalam beberapa hari terakhir lantaran sejumlah kapal nelayan China masih bertahan di perairan Natuna hingga saat ini. Kapal-kapal asing tersebut bersikukuh melakukan penangkapan ikan yang berjarak sekitar 130 mil dari perairan Ranai, Natuna. Sementara itu, DPR meminta pemerintah menambah kekuatan terkait ancaman masuknya kapal patroli milik pemerintah China di perairan Natuna. ‘’Jadi, pemerintah harus menambah armada kapal yang dikhususkan untuk melakukan patroli di kawasan ZEE, sehingga kedaulatan wilayah Indonesia dapat selalu diperbaiki

dan dapat mendampingi kapal-kapal nelayan milik Indonesia, terutama di Natuna,’’ ucap Ketua DPR-RI Puan Maharani di Jakarta, Senin kemarin. Puan meminta kapal milik pemerintah China beserta nelayannya segera meninggalkan Laut Natuna Utara. ‘’Perairan Natuna merupakan kedaulatan wilayah Republik Indonesia yang diwajibkan sesuai penetapan wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) sesuai perjanjian internasional (UNCLOS tahun 1982),’’ tegas Puan. Puan juga mengusulkan agar pencurian ikan oleh kapal ikan China di perairan Natuna diselesaikan dengan hukum internasional yang disepakati bersama. Penerapan Ilegal Unreported Unregulated Fishing (IUUF) harus didorong kedua negara. (kmb4/ant)

Subsidi Listrik Meskipun pemerintah menanggung subsidi listrik, tetapi tetap saja memberi image bahwa subsidi listrik naik karena PLN tidak efisien. ‘’Contohnya PLN disuruh

membeli PLT Sampah dengan harga 13,05 sen dolar AS. Sementara BPP rata-rata kami di pembangkitan kami sekitar 8-10 sen dolar. Artinya kalau kami membeli di atas 10 sen, pasti BPP kami akan naik. Ada kemungkinan tarif akan naik,’’ bebernya. (may)

Selasa, 7 Januari 2020 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita

06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:05 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Brahmacari Sebagai landasan Untuk Mencapai Kemakmuran(2) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Ball Hanoman (3) Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Halo Kamtibmas Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Punggung Ocydia Home Shopping Bali TV Shop Kalung Omkara Berita Siang Bali TV Shop Kalung Omkara Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Bali TV Shop

Kalung Omkara 14:30 Wita Ocydia Home Shopping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Upakara 17:00 Wita Gita Santhi Sekaa Santhi Alit Gita Adnyana Swari (1) 17:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 21:00 Wita Ista Dewata Pura Penataran Agung Jukut Paku Singakerta 21:30 Wita Sansekerta 22:00 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 22:30 Wita Folk Song 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 00:05 Wita Solusi Alternatif Marion Sam

PABRIK - Di lahan ini rencananya dibangun pabrik B3. Namun masyarakat sekitar sudah menyatakan menolak pembangunan pabrik pengolah limbah medis tersebut.

Warga Tolak Pabrik B3 di Pengambengan

Negara (Bali Post) Rencana pembangunan pabrik pengolah limbah medis B3 di Desa Pengambengan kembali bergulir. Meskipun masyarakat sejatinya menolak, namun upaya investor memperoleh izin dari pusat masih dilakukan. Kepala Desa Pengambengan Kamaruzzaman, Senin (6/1) kemarin mengatakan, dari hasil pertemuan dengan warga, aspirasi mereka menolak pembangunan pabrik itu. ‘’Tokoh-tokoh menolak limbah medis, pertimbangannya meminta agar desa tidak jadi tempat sampah,’’ terangnya. Bila kawasan desa dijadikan ‘’tempat sampah’’ maka dampak yang muncul pasti juga akan negatif bagi masyarakat. Terutama berkaitan dengan dampak kesehatan. Dari informasi memang sebelumnya ada dua perusahaan yang akan mendirikan pabrik limbah medis. Bah-

kan sudah ada yang serius hingga membeli tanah warga di salah satu dusun di Pengambengan. Bangunan yang sebelumnya berada di lahan itu juga sudah dibongkar. Terkait dengan adanya informasi masih ada perusahaan yang hendak membangun, ia pun mengaku heran. Sudah jelas dalam berbagai kesempatan pertemuan masyarakat menyatakan penolakan. Kalaupun ada yang menyatakan mendapatkan izin dari masyarakat, setelah ditelusuri itu merupakan tanda tangan kehadiran dalam pertemuan. Bukan sikap menyatakan setuju. ‘’Setelah kita konfirmasi

kepada beberapa tokoh itu, tidak pernah menyatakan menerima. Tetapi itu merupakan daftar hadir,’’ ujarnya. Mereka diundang menghadiri sosialisasi terkait rencana pendirian pabrik tersebut dari salah satu perusahaan. Pihaknya juga akan terus menyerap masukan dari masyarakat sebagai kepala desa. Mantan Kepala Dusun ini tetap menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat apa sikap mereka. Seperti diberitakan sebelumnya, pabrik limbah medis ini mengincar wilayah Jembrana karena dinilai masuk kawasan industri. Ada beberapa perusahaan

yang hendak mendirikan, namun satu perusahaan sudah serius hingga mencari izin lingkungan ke pemerintah pusat. Selain di Pengambengan, hal serupa juga diwacanakan dibangun di Tegalbadeng Barat dan Desa Cupel sejak tahun 2017. Namun sama dengan di Pengambengan, di desa-desa tersebut juga mendapat penolakan dari warga. Belakangan muncul lagi perusahaan yang hendak membangun di Pengambengan di mana sebelumnya juga banyak pabrik namun pabrik ikan. Bupati Jembrana I Putu Artha juga secara pribadi tegas menolak rencana pembangunan pabrik pengolahan limbah medis di Jembrana. Bupati berpikir

akan dampak bagi masyarakat. Tetapi yang terakhir ini, menurutnya, langsung berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Bupati menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat lokasi yang direncanakan akan dibangun itu. Bila masyarakat menyetujui dan pemerintah pusat memberikan izin, Bupati tidak bisa berbuat banyak. ‘’Ya… kalau kami berpikir dampaknya, daerah lain saja menolak, kenapa kita setuju. Saya serahkan ke masyarakat,’’ ujar Bupati Artha saat itu. Selama ini Pengambengan merupakan sentra industri ikan di Bali. Hampir sebagian besar masyarakat di desa pesisir ini menggantungkan hidup pada sektor perikanan tangkap. (kmb26)

Perekrutan CPNS

Bupati Ingatkan Jangan Percaya Calo

Bali Post/olo

Apel - Apel diikuti seluruh pegawai di Pemkab Jembrana.

Negara (Bali Post) Perekrutan CPNS Jembrana saat ini masih berlangsung dan akan memasuki tahap tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT). Terkait semua tahapan seleksi, Bupati Jembrana I Putu Artha mengingatkan agar para peserta maupun orangtua tidak percaya calo. Bupati mengingatkan jangan percaya iming-iming meloloskan oleh calo. Hal tersebut ditegaskan Bupati Jembrana saat menjadi inspektur upacara pada apel rutin pegawai, Senin (6/1) kemarin. Dalam apel yang juga diikuti Sekda Made Su-

diada, Kepala OPD dan ASN Pemkab Jembrana itu, Bupati Artha menegaskan kepada ASN peserta apel untuk menyosialisasikan kepada peserta penerimaan CPNS agar jangan mudah mempercayai calo CPNS. Kesempatan penipuan dalam seleksi penerimaan CPNS 2019 pasti akan ditangkap oleh para calo CPNS. Padahal baik saat pendaftaran, seleksi dan penentuan kelulusan semuanya diatur oleh BKN. ‘’Saya berharap ini diinformasikan kepada masyarakat bahwa proses pengadaan CPNS pada saat ini sangat transparan. Tidak ada siapa pun yang bisa membantu ke-

lulusan peserta penerimaan CPNS, terlebih mengimingimingi kelulusan dengan imbalan uang,’’ tegas Bupati Artha. Apabila ada orang yang menjanjikan membantu kelulusan CPNS, apalagi dengan membayar, mohon diperingatkan agar mereka tidak menjadi korban penipuan. ‘’Saya ingatkan lagi, agar jangan percaya calo CPNS,’’ tegasnya. Tahun 2019, Jembrana menyediakan 230 formasi CPNS. Rinciannya, untuk formasi tenaga kesehatan 72 orang, tenaga pendidikan 99 orang dan tenaga teknis 54 orang. Selain itu untuk formasi khusus disabilitas juga disediakan sebanyak 5 orang. (kmb26)

Kesehatan Satu Dasawarsa BROS

Peningkatan Mutu Layanan dan Layanan Unggulan Jadi Fokus Utama

SATU dasawarsa RSU Bali Royal atau yang lebih dikenal dengan nama BROS telah mencapai kinerja yang membanggakan. Beberapa capaian dan pelaksanaan program dapat terlaksana sesuai dengan yang diharapkan. Di tahun 2019, sebagai bentuk komitmen dengan mutu layanan, BROS berhasil mencapai Akreditasi Paripurna, yang merupakan penilaian tertinggi untuk Mutu RS, dan tentunya upaya peningkatan mutu layanan harus tetap dilanjutkan. Terkait dengan ketenagakerjaan, sesuai amanah UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, di tahun 2019 BROS juga berkomitmen untuk tertib regulasi. Untuk itu BROS telah membentuk LKS (Lembaga Kerja Sama) Bipartit yang merupakan wadah karyawan untuk berkomunikasi antara manajemen dan karyawan, dalam menjaga harmonisasi antara pengusaha dan pekerja. Pencapaian terkait produktivitas kerja tercermin dari jumlah pasien yang datang ke BROS tetap stabil baik pasien umum, pasien BPJS Kesehatan dan pasien

IKS (Ikatan Kerja Sama). Direktur BROS dr. Dwi Ariawan, MARS. ditemui Senin (6/1) kemarin mengucapkan terima kasih pada sobat BROS karena sudah memberi kepercayaan pada BROS untuk pelayanan kesehatannya. ‘’Kita tentu berharap BROS bisa terus eksis dan menjadi pilihan bagi masyarakat yang memerlukan pelayanan di bidang kesehatan,’’ ujarnya. Peningkatan mutu pelayanan tersebut pada 2020 diwujudkan dengan pembentukan aplikasi digital tetap BROS untuk memudahkan customer mendapatkan pelayanan baik dalam hal antrean, pengaturan jadwal rawat jalan termasuk akses rekam medis. Sehingga semua rekam medis yang saat ini masih dalam bentuk kertas, akan diinput ke dalam digital dan bisa diakses oleh pasien bersangkutan. Dengan meningkatnya animo masyarakat akan gaya hidup sehat dengan rutinitas olahraga, dalam waktu dekat, BROS akan meluncurkan layanan terintegrasi Bali Royal Sport Therapy. Layanan yang diberikan mulai dari pengobatan, pemulihan, hingga

peningkatan performa atlet. Saat ini BROS sedang menyiapkan gedung khusus untuk melayani Sport Therapy. Ia berharap masalah cedera olahraga bisa ditangani di BROS karena fasilitasnya memadai, SDM yang mumpuni dan memiliki pengalaman menangani cedera akibat olahraga yang dialami para atlet. ‘’Harapannya semester pertama tahun 2020 ini sudah bisa launching, targetnya sih Mei sudah launching,’’ ujarnya. Pengembangan mutu layanan juga dilakukan pada laboratorium, dengan fasilitas yang lebih lengkap, serta gedung laboratorium yang baru. Direktur PT Putra Husada Jaya Ir. Ida Bagus Indrajaya menambahkan, BROS terus melakukan pengembangan layanan dan bisnis. Pada September 2017, BROS menandatangani MoU untuk mengelola RS Karya Dharma Husada (KDH) bekerja sama dengan PT Indo AlkesMart Indonesia. Kerja sama ini meliputi kerja sama operasional (layanan medis dan nonmedis). Pascabekerja sama dengan KDH, BROS belum menandatangani secara resmi kerja sama penge-

lolaan rumah sakit lain. ‘’Selama ini kami banyak menerima pertanyaan terkait pengelolaan rumah sakit baru di Klungkung. Kami tegaskan, sampai saat ini kami belum menandatangani kerja sama apa pun dengan rumah sakit lainnya,’’ tegasnya. Ir. I.B. Indrajaya mengaku masih fokus mengelola dan membesarkan dua rumah sakit yaitu BROS dan KDH BROS di Singaraja. Mengingat BROS memiliki tiga layanan ung-

gulan yaitu bayi tabung, bariatric, dan BROS Sport Therapy, sehingga ke depan BROS akan fokus menyiapkan pasar, sarana-prasarana dan SDM yang terus diasah kemampuannya. ‘’Kami masih fokus untuk meningkatkan mutu pelayanan, upgrade system kami, mempersiapkan diri dan internal kami untuk bisa mengembangkan RS secara mandiri hingga 2023, kami dapat mengembangkan RS tanpa bergantung dengan pihak lain. (ad134)

Direktur BROS dr. Dwi Ariawan, MARS. (kiri) dan Direktur PT Putra Husada Jaya Ir. Ida Bagus Indrajaya.


SELASA PAING, 7 JANUARI 2020

2020, Bali Bertabur Aktivitas Budaya

KOMITMEN Pemprov Bali memantapkan upaya-upaya penguatan dan pemajuan kebudayaan tampaknya sudah bulat alias tidak hanya berkutat dalam tataran wacana. Namun, direalisasikan dalam aksi nyata. Hal itu tercermin dari barisan panjang agenda kegiatan budaya yang dirancang Dinas Kebudayaan (Disbud) Provinsi Bali pada tahun anggaran 2020 ini. Sepanjang 2020 ini, Bali dipastikan bertaburan aktivitas budaya yang sangat layak untuk diapresiasi oleh para penikmat dan pencinta seni budaya. Hal itu ditegaskan Kepala Disbud Provinsi Bali Dr. I Wayan ‘’Kun’’ Adnyana, S.Sn., M.Sn., Senin (6/1) kemarin. Menurut Kun Adnyana, semarak ‘’pesta’’ budaya di Bali akan dibuka dengan event Bulan Bahasa Bali. Kegiatan yang bertujuan untuk menggugah ruang kesadaran generasi muda Bali untuk kembali mencintai bahasa ibunya yakni Bahasa Bali ini akan digelar sepanjang Februari 2020 mendatang. Saat pembukaan, sekitar 2.000 orang pelajar dan komponen generasi muda Bali akan dilibatkan dalam Festival Nyurat Aksara Bali di Lontar. Mereka akan unjuk kepiawaian menggurat aksara Bali di atas lembaran daun lontar (Borassus flabellifer) seperti yang dilakoni para leluhur manusia Bali. ‘’Tentunya, kegiatan ini juga sangat konstruktif untuk menggairahkan kembali minat generasi Bali menggumuli seni sastra Bali sekaligus mengaktifkan mereka menggunakan Bahasa Bali sebagai bahasa pergaulan dalam kehidupan sehari-hari. Belakanagan ini, generasi muda Bali memang terkesan enggan menggunakan bahasa Bali dan cenderung lebih senang menggunakan bahasa Indonesia bahkan bahasa asing sebagai bahasa pergaulan,’’ katanya. Pada Maret 2020, kata Kun Adnyana, Disbud Bali akan menggelar pemantapan mitra cagar budaya dan tenaga sejarahwan muda. Sementara sepanjang Juni hingga Juli,

pihaknya akan melakukan penguatan Pesta Kesenian Bali (PKB) yang hingga saat ini masih dinilai sebagai event paling prestisius oleh kalangan seniman di Bali. Ditegaskan, Disbud Bali sebagai leading sector perhelatan seni budaya yang menampilkan puncak-puncak kreativitas seniman-seniman terbaik di Bali ini mencoba melakukan sejumlah terobosan agar event yang reputasinya sudah mendunia ini tidak terperangkap dalam belenggu stagnasi alias menjadi event yang monoton dan menjemukan. ‘’Setelah PKB berakhir, semarak pesta budaya akan dilanjutkan dengan Utshawa Dharma Gita yang digelar pada Agustus. Sementara sepanjang September dan Oktober akan digelar Pekan Kebudayaan, Gelar Keraton, dan Festival Seni Bali Jani. Di samping itu, Pemprov Bali juga menyiapkan Ranperda Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali dan melaksanakan kegiatan sertifikasi untuk sanggar/komunitas dan yayasan seni di Bali,’’ katanya memaparkan. Pejabat yang juga seniman akademis jebolan Institut Seni Indonesia Denpasar ini menambahkan, pada tahun anggaran 2020 ini pihaknya juga menggagas Pekan Maestro yang digelar di Taman Budaya Bali, Pekan Ni Polok-Le Mayeur dan Revitalisasi Museum Bali dengan kegiatan digitalisasi dan optimalisasi layanan museum. ‘’Intinya, sepanjang tahun 2020 ini Bali akan bertaburan aktivitas budaya. Ini belum termasuk aktivitas-aktivitas budaya yang digagas pemkab/pemkot di Bali maupun komponen masyarakat Bali lainnya,’’ tegasnya. (ian)

ikut andil mengantarkan Tim Asia Pasifik Timur memetik kemenangan dua kali. Wakil Ketua II Pengprov PCI Bali Made Erawan, di Gianyar, Senin (6/1) kemarin menuturkan, pihaknya bangga Nanda dan Suwandewi dipanggil mewakili Indonesia masuk dalam Tim Asia Pasifik Timur.

Tari Sekar Pudak

Refleksi Ketajaman Pikiran, Kesucian, dan Kemuliaan

MASYARAKAT Desa Darmasaba Kecamatan Abiansemal Kabupaten Badung sangat berbangga hati karena saat ini telah memiliki tari kebesaran atau tari maskot yang dinamai tari Sekar Pudak. Tari maskot yang pementasan perdananya dilaksanakan bertepatan dengan puncak peringatan Hari Ibu, 22 Desember 2019 lalu ini memang ditata dengan sangat artistik. Komposisi gerak tarinya dipenuhi beragam repertoar gerak yang mengembuskan ‘’napas’’ kebaruan dengan tetap berpijak pada pakem-pakem gerak tari Bali yang khas, unik, dan estetis. Pemilihan busana dan aksesori pendukungnya yang didominasi warna kuning keemasan berpadu dengan nuansa hijau daun dan putih makin mencuatkan kesan agung dan megah pada tarian yang komposisi gerak tarinya ditata oleh I Wayan Adi Gunarta, S.Sn., M.Sn. ini. Sedangkan penataan iringan karawitan dipercay-

akan kepada I Wayan Agun Adi Putra. Penata tari Sekar Pudak, Adi Gunarta, mengatakan ide penciptaan tari maskot Desa Darmasaba ini terinspirasi dari kisah historis mengenai keberadaan pohon pudak (sejenis pohon pandan) yang tumbuh subur di wilayah Desa Darmasaba. Dikatakan, tarian ini merepresentasikan keindahan sekuntum bunga pudak. Pancaran keindahannya merefleksikan filosofi kehidupan. Susunan kelopak bunga yang membentuk kuntum lancip adalah refleksi ketajaman pikiran. Warna putih kelopaknya merefleksikan kesucian, dan warna kuning pada sarinya refleksi kemuliaan. Keharumannya merangsuk sukma, menyebar, membubung ke segala penjuru, memberikan kedamaian bagi setiap insan di bumi ini. ‘’Untuk memperkuat karakter dan keindahan bunga pudak tersebut, kami secara khusus meminta bantuan Dr. A.A. Gede Agung Rahma

Putra, S.Sn., M.Sn. untuk merancang desain kostum tari Sekar Pudak yang proses pembuatan kostumnya dilakukan oleh I Made Sugiarta. Selain tari maskot, Desa Darmasaba juga menggarap lagu maskot Sekar Pudak yang proses penggarapannya dipercayakan kepada Ida Bagus Surya Prabhawa M, S.H.,’’ ujar Adi Gunarta, Senin (6/1) kemarin. Adi Gunarta menambahkan, bunga pudak ini sarat dengan filosofi kehidupan yang dapat dijadikan sebagai landasan dalam menegakkan dharma. Di dalam menjalani kehidupan, katanya, manusia hendaknya dapat mencontoh keharuman dari bunga pudak yang memberikan rasa tenteram dan rasa menyenangkan bagi siapa pun yang menciumnya. Manusia hidup di dunia ini hendaknya senantiasa berupaya menebarkan keharuman dengan melakukan kegiatan atau perbuatan yang baik dan bermanfaat bagi sesama maupun lingkun-

Kota, sehingga membela Jakarta. ‘’Turnamen di Negeri Kanguru itu melibatkan tim-tim tangguh dunia,’’ ungkap Ketua Umum Pengkab PCI Gianyar ini. Yang membanggakan, Nanda juga ikut mengantarkan Tim Bali lolos ke PON Papua bersama tim putra usai melakoni Pra-PON di Cibubur, dua bulan lalu. Bahkan, tim putra dan putri Bali merebut gelar juara umum. Menurutnya, tim putra Bali bermaterikan Gamantika, Dewa Kisawa dan Darmawan. Sedangkan di sektor putri tim

PON Bali bermaterikan Nana Sakarini, AA Ita Bastari serta Sariani. ‘’Saat ini tim PON putra dan putri masing-masing berkekuatan 14 atlet,’’ terang Erawan. Dikemukakan, selama ini mereka masih menjalani TC desentralisasi dan masih berlatih di Pengkab dan Pengkot PCI masing-masing. Selanjutnya, pihaknya menunggu program pemusatan latihan dari KONI Bali. Erawan menegaskan, cabor cricket merupakan andalan Bali dan sudah pasti dipertandingkan di

Bumi Cendrawasih. ‘’PP PCI sudah menjamin cricket bakal dipertandingkan di Papua, meskipun termasuk dalam 10 cabor yang dicoret,’’ jelasnya. Cricket mempertandingkan enam nomor, terdiri atas tiga putra dan tiga putri. Prestasi Bali pada PON di Jabar 2016 Bali mendulang 2 emas dari cricket yang dipersembahkan tim putra dan putri, sekaligus tumpuan Bali pada cabor beregu. (022)

Sp

Nanda dan Suwandewi Masuk Tim Asia Pasifik Timur ATLET cricket asal Gianyar Putu Nanda Sakarini dan Kadek Suwandewi (DKI), dua atlet Indonesia yang dipanggil masuk skuad Tim Asia Pasifik Timur (East Asia Pacific), sedang mengikuti turnamen internasional di Australia pada 4-12 Januari mendatang. Bahkan, Nanda dan Suwandewi

Bali Post/ian

SEKAR PUDAK - Salah satu komposisi gerak pada tari Sekar Pudak yang merupakan tari Maskot Desa Darmasaba.

Ia menyebutkan, Tim Asia Pasifik Timur berkekuatan lima negara, yakni Indonesia, Jepang, Samoa, Fiji dan Vanuatu. Dijelaskannya, sebenarnya Nanda dan Suwandewi merupakan atlet murni binaan Gianyar, yang dilatih Zack M Awang. Hanya status Suwandewi yang sedang kuliah di Ibu

Barca Terdepan Dapatkan Almo BARCELONA saat ini menjadi yang terdepan untuk mendapatkan gelandang tengah Dani Olmo dari klub Kroasia Dinamo Zagreb, menurut sejumlah laporan yang dikutip Daily Mail dan Goal, Senin (6/1) kemarin. Raksasa Katalunya tersebut diketahui percaya diri untuk mewujudkan transfer yang dinilai mencapai 25,6 juta poundsterling (sekitar Rp468 miliar) untuk gelandang kreatif asal Spanyol itu, meski Zagreb itu meminta sekitar 34 juta poundsterling (sekitar Rp620 miliar). Setelah tampil mengesankan belakangan ini, Olmo telah menarik perhatian sejumlah klub top Eropa, termasuk Manchester United dan Chelsea. Pemain berusia 21 tahun tersebut diyakini telah melakukan pembicaraan dengan dua klub Liga Premier Inggris itu, tetapi sekarang tampaknya ia kemungkinan besar kembali ke bekas klubnya, Barca. Pemain jebolan akademi ‘’La Masia’’ Barcelona itu bergabung dengan Zagreb pada 2014, tetapi penampilannya yang brilian di liga Kroasia dan Eropa telah membuat Blaugrana ingin memulangkannya. Olmo dilaporkan tidak ingin menandatangani perpanjangan kontraknya saat ini dengan Dinamo Zagreb, yang akan habis hingga 2021. Barca yakin bahwa bakat menyerang Olmo bisa masuk langsung membuatnya cocok di skuad utama mereka. Sejauh ini, Olmo sudah mencetak dua gol dalam enam pertandingan di babak penyisihan Liga Champions musim ini, termasuk gol kontra Manchester City. Olmo juga sudah mencatatkan penampilan perdananya bersama timnas senior Spanyol melawan Malta pada November dan mencetak gol kelima dalam kemenangan 7-0 mereka. (ant/afp) Bali Post/ant

Dani Olmo

gannya. ‘’Dengan demikian, nantinya akan dapat meninggalkan nama baik, mengharumkan nama desa, bangsa dan negara. Harumnya nama baik tentu akan dapat dikenang sepanjang masa,’’ ujar dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar ini. Menurut Adi Gunarta, garapan tari Sekar Pudak diwujudkan ke dalam bentuk tari kreasi yang ditarikan secara berkelompok dengan jumlah lima orang penari putri. Pemilihan penari perempuan dimaksudkan untuk mempresentasikan keindahan, keluwesan, dan keharuman dari bunga pudak. Sedangkan penetapan jumlah penari lima orang didasarkan atas pertimbangan kebutuhan koreografi agar dapat membentuk desain-desain komposisi lantai yang menarik dan dinamis, baik ketika ditarikan di area panggung yang luas atau pun area panggung yang kecil. ‘’Penyajian tari maskot ini dirancang dengan durasi waktu sekitar sembilan menit,’’ katanya. (ian)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Selasa 7 Januari 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu