Page 1

Bali Post

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Ekonomi Bali

Pertumbuhan Kredit BPR Melambat, Inflasi Meningkat PERTUMBUHAN kredit perbankan, khususnya BPR, melambat. Per September 2018, penyaluran kredit perbankan 6,66 persen (yoy), melambat dibandingkan November 2017 yang tumbuh 8,73 persen. Selain itu NPL BPR meningkat cukup signifikan yaitu 6,71 persen pada Maret 2017, lalu 6,77 persen pada Desember 2017 dan pada Maret 2018 7,81 persen. Dalam waktu beberapa bulan, NPL BPR kini telah mencapai 9,24 persen. Hal itu disampaikan Kepala OJK Bali Nusa Tenggara Hizbullah saat acara evaluasi kinerja BPR 2018 Provinsi Bali dan Outlook Ekonomi 2019 di Seminyak, Selasa (4/12). Inflasi berdasarkan data statistik juga menunjukkan peningkatan. Inflasi November 2018 di Denpasar yaitu 3,71 persen (yoy), sedangkan Singaraja 2,16 persen. Dengan adanya indikator ekonomi berupa peningkatan rasio–rasio keuangan perbankan dan inflasi tersebut, seperti apa kondisi ekonomi Bali saat ini? Deputi Direktur Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KPw) Provinsi Bali Azka A. Subhan mengatakan, meski beberapa indikator seperti inflasi dan NPL BPR tinggi, perekonomian Bali pada triwulan III 2018 menunjukkan akselerasi kinerja dibanding triwulan II 2018. Ekonomi Bali tercatat tumbuh sebesar 6,24 persen (yoy) pada periode triwulan laporan, lebih tinggi dibanding triwulan II 2018 sebesar 6,11 persen (yoy) dan lebih tinggi dibanding pertumbuhan triwulan III 2017 yang sebesar 6,23 persen (yoy). Pertumbuhan ekonomi Bali pada triwulan III 2018, juga lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional pada periode yang sama sebesar 5,17 persen (yoy). Pengamat ekonomi Viraguna Bagoes Oka mengatakan, saat ini tidak ada penurunan daya beli atau krisis ekonomi. Yang terjadi adalah harga pasar yang terkoreksi, diakibatkan melebarnya pilihan masyarakat dari pasar tradisional, pasar modern, pasar dengan konsep gaya hidup, pasar online hingga sistem pembayaran yang sangat murah, cepat dan mudah. Hal. 15 Tolok Ukur

Pembangunan Bandara Seimbangkan Bali Selatan dan Utara PEMBANGUNAN infrastruktur berupa bandara di Buleleng digadang-gadang sebagai solusi untuk mengatasi masalah ketimpangan Bali Selatan dan Bali Utara. Kendati sudah belasan tahun digagas, hingga kini bandara tersebut belum juga terwujud. Ada investor yang mengusulkan pembangunan bandara di darat, ada pula di laut.

Membangun Bali atau Membangun di Bali

‘’Kalau kita bicara tentang pembangunan bandara di Bali Utara, sesuai dengan PM 20/2014, tata cara dan syarat pengajuan penetapan lokasi, kita di Bali sudah sangat clear dan sangat lengkap. Satu pun tidak ada yang kurang, termasuk pembiayaan,’’ ujar Presiden Direktur PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU) Panji Sakti, I Made Mangku, dalam acara Diskusi Merah Putih yang digelar Bali TV, Selasa (4/12). Seperti diketahui, PT BIBU Panji Sakti yang di-support Kinesis Capital and Investment (KCI) merupakan investor yang mengusulkan pembangunan bandara di laut. Dikatakan Mangku, dana yang dibutuhkan untuk membangun bandara mencapai sekitar Rp 27 triliun. Pihaknya kini di-back-up oleh 16 investor, di mana KCI yang bertugas mengumpulkan dana. ‘’Saya tidak mau berkomentar di darat karena saya tidak

mengonsep di darat. Kami mengonsep ini di laut dan kami tidak akan pernah mau membangun di darat. Kalau di darat, di radius 600 hektar saja itu ada puluhan pura, puluhan situs, permukiman, jalan raya, ada tanah subur. Apakah kita kemudian akan bedol desa di sana dan mengubah bentang alam,’’ jelasnya. Kini, Mangku mengembalikan kepada pemerintah pusat khususnya Kementerian Perhubungan. Kalau memang mau membangun bandara, agar segera mengeluarkan izin penentuan lokasi (penlok). Ketua PHRI Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya mengatakan, pesatnya perkembangan pariwisata Bali akan menghadapi masalah terkait airport. Apalagi di tahun 2018 ini, kunjungan wisatawan ditarget 7 juta untuk mancanegara dan 12 juta untuk domestik. Target itu pun akan terus dibuat meningkat ke depannya. Se-

mentara Bali hanya memiliki Bandara Ngurah Rai dengan satu runway berkapasitas 25 juta penumpang per tahun. ‘’Itu sangat riskan. Kalau kita melihat, lima tahun lagi harus sudah ada bandara baru atau tambah satu runway. Tapi kalau tambah di sini (Ngurah Rai) satu runway percuma juga. Jadi industri pariwisata sangat setuju ada airport baru di Bali Utara,’’ ujarnya. Rai Suryawijaya menilai gubernur sudah cukup baik menyikapi persoalan ketimpangan Bali Utara dan Selatan. Sebelum airport dibangun sudah diupayakan pembangunan shortcut secara bertahap hingga 2021. Upaya ini diyakini akan menciptakan pemerataan, sehingga pembangunan tidak hanya numplek di Bali Selatan. Melihat keberadaan hotel saat ini, ada lebih dari 135 ribu kamar di Bali yang harus diisi. Hal. 15 Membangun Bandara

BICARA pemerataan bukan berarti membangun Bali Utara sama dengan di Bali Selatan. Pembangunan justru harus menyesuaikan dengan potensi masing-masing daerah. Bila melihat sejarah, pada tahun 1980-an Singaraja pernah sangat sejahtera karena jeruk. ‘’Kalau kita ngomong pembangunan pasti fisik, padahal di Singaraja itu sumber orang pintar. Kenapa tidak SDMnya kita angkat, pertaniannya kita angkat, itu pembangunan juga,’’ ujar Dekan Fakultas Pariwisata Universitas Udayana I Nyoman Sunarta. Menurut Sunarta, isu pembangunan Bali sebetulnya berebut di lahan terbatas. Oleh karena itu, perlu ada penyamaan persepsi apakah hendak membangun Bali atau membangun di Bali. Pun dalam membangun pari-

wisata, perkembangannya jangan sampai membuat Bali tidak baik-baik saja. Terlebih, ada paradigma pariwisata diibaratkan sebagai burung angsa yang tidak hanya melahirkan telur emas, karena pada saat melahirkan juga akan merusak sarangnya sendiri. ‘’Apakah itu kita perhatikan. Saya sangat setuju kalau apa yang didapatkan dari hasil pariwisata mestinya digunakan untuk memperbaiki hal-hal yang rusak di Bali,’’ imbuhnya. Akademisi Universitas Warmadewa Nyoman Gede Maha Putra mengatakan, Bali jangan hanya melihat kue pariwisata. Namun harus disadari bahwa ada kue lain yang bisa digarap. Hal. 15 Banyak Solusi

I Made Mangku

Rai Suryawijaya

Mangku Panji

I Nyoman Sunarta

Nyoman Gede Maha Putra

Fokus Lakukan Konsolidasi Internal PASCAMENDAPAT mandat menjadi Plt. Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Gde Sumarjaya Linggih memilih fokus melakukan konsolidasi internal. Mengingat, waktu yang tersisa jelang pileg dan pilpres 2019 tinggal empat bulan. ‘’Konsolidasi dulu ke dalam, terus membuat strategistrategi karena ini kan waktunya pendek. Strategistrategi untuk bisa memotivasi kembali teman-teman akibat ketua kita kena kasus pribadi,’’ ujar pria yang akrab disapa Demer ini, Rabu (5/12) kemarin. Demer menambahkan, strategi yang efisien dan efektif dibutuhkan agar para kader Golkar bisa bekerja lebih keras lagi. Di tingkat DPR-RI, pihaknya menargetkan perolehan tiga kursi. Sementara di DPRD Bali, diharapkan bisa menambah dua kursi dari perolehan 11 kursi saat ini. Untuk DPRD kabupaten/kota, beberapa daerah yang cukup potensial menambah hingga tiga kursi seperti Buleleng, Klungkung, dan Karangasem. Demer berharap badai dalam Partai Golkar akibat kasus hukum yang menimpa pribadi Ketua DPD Partai Golkar Bali I Ketut Sudikerta bisa menjadi pemicu untuk lebih bekerja keras. Sekaligus membuat partai beringin bisa lebih survive lagi ke depannya. Di sisi lain, Demer mengaku belum memikirkan untuk melakukan perombakan struktur pengurus. Sebelumnya, Ketua Korbid Kepartaian Ibnu Munzir atas nama Ketua Umum DPP Partai Golkar didampingi jajaran Korbid Kepartaian menyerahkan SK DPP Partai Golkar No.Kep 362/DPP/Golkar/ XII/2018 tentang pemberhentian Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali dan penunjukan Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali, Selasa (4/12) sore. Dalam hal ini, Gde Sumarjaya Linggih ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Bali. Hal. 15 Kasus Hukum

Tragedi Nduga

Pembangunan Trans Papua Dilanjutkan Jakarta (Bali Post) Pembangunan infrastruktur di Papua akan tetap dilanjutkan, tidak akan dihentikan. Penegasan itu disampaikan Presiden Joko Widodo, Rabu (5/12) kemarin. ‘’Saya sampaikan bahwa pembangunan Trans Papua tetap terus dijalankan, diteruskan. Tidak akan berhenti,’’ tegas Presiden Jokowi dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin. Presiden telah memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono untuk melanjutkan pembangunan Trans Papua sepanjang 4.600 kilometer. Menurut Presiden, jalan Trans Papua dari Wamena menuju Mumugu akan dibangun 35 jembatan tetap harus diselesaikan. ‘’Jadi tetap harus disele-

saikan. Artinya, PU jalan terus untuk membangun tanah Papua atau mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,’’ ujar mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Kepala Negara mengatakan, kendala pembangunan di wilayah Papua begitu sulit, antara lain medan geografis yang sulit, serta akses yang terbatas dan gangguan keamanan. Untuk membawa alat berat dan aspal ke beberapa titik pembangunan jalan Trans Papua, ungkap Jokowi, juga perlu menggunakan helikopter. ‘’Ini yang menyebabkan

’’Jadi tetap harus diselesaikan. Artinya, PU jalan terus untuk membangun tanah Papua atau mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.’’ Presiden Jokowi kadang-kadang sebuah proyek itu harus berhenti dulu, misalnya, karena alat yang sangat sulit dan kadang-kadang keamanan juga masih perlu perhatian. Sehingga yang bekerja di sana betul-betul bertaruh nyawa,’’ jelas Presiden. Hal. 15 Belasungkawa

Berpura-pura Mati

Selamat dari Pembunuhan Tata Taman, Pemkot Diminta Gandeng Swasta

Tak Semua Produk BUMDes Bisa Masuk BUMDa

Penataan taman median jalan yang dilakukan Pemkot Denpasar dinilai belum maksimal. Ini tak terlepas dari ketersediaan dana yang digunakan. Karena keterbatasan dana tersebut, mengemuka usulan agar instansi terkait menggandeng pihak swasta. Halaman 2

Sebagian besar BUMDes di Kabupaten Tabanan memiliki produk olahan sesuai potensi desa masingmasing. Namun tidak semua bisa dipasarkan oleh BUMDa dalam hal ini PDDS Tabanan. Sebab, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Halaman 7

Imbas Rasionalisasi, Proyek Kereta Gantung Ditunda Kebijakan rasionalisasi anggaran Pemkab Badung berimbas pada sejumlah program tahun 2019. Proyek kereta gantung yang rencananya dibangun di kawasan Tukad Bangkung, Pelaga, Petang itu terpaksa ditunda karena kebijakan rasionalisasi. Halaman 3

Vaksinasi Anjing Ditingkatkan

Halaman 11

TIGA orang berhasil selamat dari pembantaian Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua. Ketiganya lalu dievakuasi ke Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, Papua. Salah satu korban selamat, Jimmi Aritonang, menuturkan bagaimana dirinya bersama rekanrekanya harus melakukan segala cara untuk meloloskan diri, termasuk dengan berpura-pura mati. Jimmi merupakan pekerja PT Istaka Karya. Dari keterangan Jimmi, diketahui pada tanggal 1 Desember 2018 seluruh karyawan PT Istaka Karya memutuskan untuk tidak bekerja. Hal. 15 Upacara Peringatan

Bali Post/afp

SELAMAT - Korban selamat dari pembantaian KKB di Kabupaten Nduga, Papua, ketika berada di Wamena, Rabu (5/12) kemarin.

TNI-Polri Kejar Pelaku Jakarta (Bali Post) – Personel gabungan dari TNI dan Polri terus mengejar pelaku penembakan puluhan pekerja pembangunan jembatan di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. ‘’Personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan untuk mengejar pelaku penembakan pekerja Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak,’’ kata Kapendam Cenderawasih Kolonel Inf. Muhammad Aidi ketika dikonfirmasi dari Jakarta, Rabu (5/12) kemarin. Ia pun enggan menyebutkan berapa personel yang diterjunkan dan wilayah mana yang akan menjadi sasaran pengejaran, mengingat hal itu merupakan wilayah operasi. Saat ini personel TNI dan Polri tengah berupaya melakukan

evakuasi jenazah yang menjadi korban penembakan. ‘’Kami berharap kondisi cuaca baik, sehingga proses evakuasi korban penembakan bisa dilakukan dengan lancar,’’ kata Aidi. Ia juga membenarkan satu orang prajurit gugur setelah menjadi korban penembakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Pos Yalet, Distrik Mbua, Kabupaten Nduga, Papua. ‘’Saat ini prajurit yang gugur tersebut sudah dievakuasi ke Wamena,’’ kata Kapendam. Selain itu, tambahnya, satu orang prajurit TNI mengalami luka tembak di bagian lengan saat berupaya bersembunyi ke bukit-bukit mengingat jumlah personel TNI dan KKB tidak sebanding. Hal. 15 Terbang ke Papua


DENPASAR

2

Kamis Kliwon, 6 Desember 2018

FIGUR Perhatikan ’’Multiplier Effect’’ KOMISI III DPRD Bali mewacanakan pembangunan Jalan Tol Trans Bali-Nusra. Tujuan pembangunan jalan ini untuk mempermudah akses mobilitas barang dan jasa, sekaligus untuk pengembangan pariwisata. Wacana ini mendapat tanggapan dari Wakil Rektor III Universitas Warmadewa (Unwar) Dr. Ir. I Wayan Parwata, M.T., IPM. Menurut dosen Fakultas Teknik ini, pembangunan jalan tol lintas pulau ini notabene sangat panjang, sehingga harus memerhatikan sejumlah aspek penting. Salah satunya adalah ketersediaan anggaran dan urgensi dari pembangunan tersebut. Di samping itu juga wajib memperhitungkan aspek sosial, budaya dan ekonomi secara matang. ‘’Multiplier effect-nya harus benar-benar diperhatikan, sehingga perlu meminta pendapat para pakar di bidangnya, serta masyarakat yang terdampak langsung dengan kegiatan ini,’’ ujarnya, belum lama ini. Dari sudut pandang akses, ia mengakui pembanguann Jalan Tol Trans Bali-Nusra sangat bagus. Akses antarpulau Bali, NTB dan NTT menjadi lancar dan cepat. Kendati demikian, pihaknya berharap agar pemerintah maupun kalangan legislator saat ini fokus untuk menuntaskan proyek tol SingarajaMengwitani yang baru saja dimulai agar mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah Bali Utara. ‘’Menurut hemat saya, tol Singaraja-Mengwitani harus difokuskan dulu. Karena tanpa pembangunan akses, tak mungkin memeratakan pembangunan di wilayah,’’ tegasnya. (win)

Bali Post/eka

MENINJAU - Staf Ahli Bidang Perdagangan Jasa Kementerian Perdagangan Lasminingsih meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Kreneng, Denpasar, Rabu (5/12) kemarin.

Jelang Hari Raya Keagamaan

Cinta Ditolak, Duda Sayat Betis Siswi SD Denpasar (Bali Post) Dalam waktu singkat, tim Resmob Satreskrim Polresta Denpasar mengungkap kasus penyayatan betis siswi SD berinisial Anak Agung PD (12) di Jalan Gunung Penulisan Gang I Pemecutan, Denpasar. Pelakunya, I Gusti Made Susila alias Gung De (33), dibekuk di tempat kerjanya di Jalan Majapahit, Kuta, Selasa (4/12) lalu. Motifnya karena cinta duda anak satu ini ditolak dan akun Facebook-nya (FB) diblokir oleh korban. Dikonfirmasi Rabu (5/12) kemarin, Wakapolresta Denpasar AKBP Nyoman Artana didampingi Wakasatreskrim AKP Nyoman Darsana mengatakan, kronologinya pada Senin (3/12) pukul 13.00 Wita korban pulang dari sekolah berjalan kaki menuju rumahnya di Jalan Imam Bonjol Gang I Denpasar. Saat itulah dia dibuntuti pelaku. Namun korban tidak sadar jika dibuntuti. Waktu itu pelaku berjalan kaki memakai helm putih dan masker. Setibanya di TKP, pelaku langsung menggores kedua betis korban menggunakan cutter hingga luka. Selanjutnya pelaku langsung kabur. Setelah menerima laporan kasus ini, tim Resmob dipimpin Kanit I Iptu Made Yudistira melakukan penyelidikan. “Kami melakukan pendalaman pemeriksaan terhadap korban, orangtua dan saksi untuk mencari tahu pelakunya,” ujarnya. Terkait kejadian itu, keluarga korban juga men-share kejadian itu di media sosial (medsos). Selain itu, pihak keluarga juga mohon bantuan kepolisian dan masyarakat yang mengetahui pelaku agar menyampaikan atau menangkapnya. Selanjutnya tim Resmob melakukan pendalaman kepada korban, keluarga dan saksi di lapangan. Terungkap bila sebelumnya korban kenal dengan Susila di Facebook (FB). Di FB Susila menyampaikan rasa suka dan membujuk korban. Karena masih anakanak, korban menolak dan memblokir akun FB Susila. “Atas kejadian itu, anggota kami lebih fokus menyelidiki Susila alias Gung De,” tegas Artana. Selanjutnya petugas melacak pelaku dan ditangkap saat bekerja di toko roti di Jalan Majapahit, Kuta, pukul 15.30 Wita. Saat diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya. Motifnya, pelaku sakit hati karena cintanya ditolak dan akun FB-nya diblokir. Hal itu membuat pelaku balas dendam dengan menyayat betis kedua korban. Tujuannya supaya korban menderita. Usai menganiaya korban, pelaku membuang jaket warna putih dan masker warna hijau miliknya di bendungan air di Jalan Batanta, Denpasar. Tujuannya untuk menghilangkan jejak. “Pemeriksaan pelaku didalami, dia mengaku baru sekali melakukan perbuatan ini. Postur tubuh korban memang bongsor sehingga tidak seperti anak SD. Pelaku punya satu anak tapi sudah cerai dengan istrinya,” ungkap Artana. Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Denpasar AKP Josina Lambiombir mengatakan, pelaku merupakan teman kakak korban. Oleh karena itu, pelaku beberapa kali main ke rumah korban dan saat itulah kenal dengan siswi SD kelas VI ini. “Pelaku menyampaikan rasa sukanya kepada korban di FB dan WA, tapi korban tidak mau. Kenalnya sejak 2016. Pelaku ini tukang ngepak roti,” katanya. (kmb36)

Bali Post/eka

TERSANGKA - Wakapolresta Denpasar menggelar barang bukti dan tersangka sayat betis anak SD di Mapolresta Denpasar, Rabu (6/12) kemarin.

819446 / 081337032965

Topik : Ancaman Rabies Meningkat

Kemendag Pantau Harga Sembako di Pasar Kreneng Denpasar (Bali Post) Akhir bulan ini akan terdapat beberapa hari raya besar keagamaan. Di antaranya Natal, Galungan dan Kuningan serta tahun baru. Kondisi ini biasanya berdampak pada harga sembako di pasar. Karena itu, menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) tersebut, Kementerian Perdagangan (Kemendag) turun langsung memantau harga sembako di Pasar Kreneng, Denpasar, Rabu (5/12) ke-

marin. Staf Ahli Bidang Perdagangan Jasa Kemendag Lasminingsih bersama stafnya memantau sejumlah harga sembako yang dijual pedagang di pasar ini. Dari hasil pemantauan tersebut, pihaknya melihat terjadi peningkatan harga daging ayam dari hari biasanya. ‘’Harga daging ayam mengalami kenaikan sedikit bila dibandingkan hari biasa,’’ ujarnya. Lasminingsih berharap ket-

ersediaan daging ayam juga akan diupayakan tetap stabil. Karena bila ketersediaan daging ayam tersendat akan memberi pengaruh besar terhadap harga di pasaran. ‘’Sebelumnya harga daging ayam Rp 34 ribu per kilogram. Sejak dua hari lalu, sesuai pengakuan pedagang, naik menjadi Rp 39 ribu sampai Rp 40 ribu. Ke depan, saya instruksikan Kadis Perindag mengawal agar harganya tidak terlalu melambung,’’

katanya. Selain Disperindag, kata Lasminingsih, pihaknya juga akan terus memperhatikan bersama pihak terkait lainnya. Pemantauan itu juga akan terus dilakukan sampai suplai daging ayam tidak ada kendala yang berkaitan dengan harganya langsung. Selain di Pasar Kreneng, mereka juga melakukan peninjauan di Pasar Badung yang hasilnya akan langsung dilaporkan kepada Menteri

Perdagangan. Peninjauan khusus terhadap ketersediaan dan suplai daging ayam dilakukan karena di Bali mayoritas masyarakatnya mengonsumsi daging ayam. Selain menjelang hari raya, saat ini di Bali memang disebut Selikur Galungan. Yaitu hari yang dianggap baik dalam pelaksanaan upacara pernikahan, sehingga kebutuhan daging ayam menjadi meningkat. (kmb12)

dan perawatan melalui CSR. Dalam hal ini pemerintah hanya memfasilitasi,” katanya menyarankan. Susruta menambahkan, pola partisipasi ini dinilai lebih efektif ketimbang ditangani OPD terkait. Melalui pola ini, penataan dan pengelolaan ditangani oleh pengusaha bersangkutan. Kalau dengan dana APBD, selain jumlahnya minim, juga terkendala sumber daya manusia (SDM). Terkait dengan usulan ini, Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan Kota Denpasar Ir. Nyoman Gede Narendra menyambut positif wacana tersebut. Pihaknya mengakui dana

yang dialokasikan untuk penataan taman belum memadai. “Selama ini anggaran untuk penataan taman memang kurang. Sehingga pola ini sangat positif,” ujarnya. Narendra mengakui, penataan taman yang dilakukan hanya dengan menggunakan dana APBD tidak akan maksimal. Terlebih areal taman yang harus ditata sangat luas. “Usulan ini cukup baik untuk dikaji lebih serius,” tegasnya. (kmb12)

Tata Taman, Pemkot Diminta Gandeng Swasta

Denpasar (Bali Post) -

Penataan taman median jalan yang dilakukan Pemkot Denpasar dinilai belum maksimal. Kondisi ini tidak terlepas dari ketersediaan dana yang digunakan. Karena keterbatasan dana tersebut, mengemuka usulan agar dalam menata taman tersebut instansi terkait menggandeng pihak swasta. Pola ini bisa dilakukan dengan alokasi dana CSR. Usulan ini disampaikan anggota Komisi III DPRD Kota Denpasar A.A. Susruta Ngurah Putra, Rabu (5/12) kemarin. Politisi Demokrat ini mengusulkan agar konsep penataan taman di Kota Denpasar diubah dengan pola partisipatif. Mengingat selama ini hanya mengandalkan dana APBD saja, akibatnya penataan taman tidak terlihat hasilnya. “Ke depan penataan taman mesti melibatkan partisipasi perusahaan-perusahaan swasta. Jika mengan-

dalkan anggaran APBD yang terbatas, sementara areal taman yang ditata sangat luas, maka tidak akan optimal,” katanya. Jika hanya mengandalkan anggaran pemerintah, kata Susruta penataan taman kurang maksimal. Terutama dalam kegiatan pemeliharaan taman yang memerlukan dana yang

berkelanjutan. Di sini perlu melibatkan pihak lain melalui program corporate social responsibility (CSR). “Misalnya taman boulevard di ruas Jalan By-pass Ngurah Rai ditata per blok. Pemkot Denpasar membuat desain taman yang diinginkan, selanjutnya ditawarkan ke perusahaan-perusahaan untuk melakukan penataan

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Dorong Minat Baca Siswa

Konjen Tiongkok Sumbang Ribuan Buku untuk 10 Sekolah Denpasar (Bali Post) Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Denpasar menyumbang ribuan buku untuk 10 sekolah yang ada di Bali. Di antaranya SMA Taruna Mandara, SMAN Bali Mandara, SMKN Bali Mandara, SMPN 3 Sidemen Karangasem, SMPN 4 Kubu Karangasem, SMPN 1 Baktiseraga, SDN 6 Banyuning, SMPN 6 Jembrana, SMPN 1 Melaya, dan SDN 1 Renon. Masing-masing sekolah menerima 800 jilid buku dan ensiklopedia beserta dua rak buku. “Kami mendorong gerakan yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan budaya literasi,” ujar Konsul Jenderal RRT di Denpasar Gou Haodong di sela-sela penyerahan sumbangan bertajuk “Kang Cing Wie Book Corner” di Aula Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Rabu (5/12) kemarin. Acara ini juga dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Bali Ni Made Metti Utami, Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra, Perhimpunan

Persahabatan IndonesiaTiongkok, Kepala Dinas Pendidikan di kabupaten, serta kepala sekolah dan perwakilan siswa. Gou Haodong berharap buku-buku yang disumbangkan dapat bermanfaat bagi para siswa, khususnya di 10 sekolah penerima. Buku-buku tersebut agar dibaca dan dirawat dengan baik, sehingga mereka kelak dapat berkontribusi dalam pembangunan bangsa. “Ketika saya masih kecil, untuk bermimpi saja saya tidak bisa memiliki buku ensiklopedia semacam ini,” katanya mengenang. Menurut Gou Haodong, minat membaca di kalangan siswa harus terus didorong. Pasalnya, pendidikan merupakan pilar penting bagi suatu negara. Oleh karena itu, setiap sekolah harus memiliki fasilitas perpustakaan dan membuat berbagai kegiatan untuk mendorong minat baca. Dikatakan, di Tiongkok sebetulnya masih ada sekolah di pelosokpelosok yang tidak memiliki perpustakaan. Namun pemerintah setempat tidak pernah berhenti menggelontorkan berbagai program

agar anak-anak bisa membaca buku dengan layak. “Jadi, kita tidak pernah berhenti untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Bagaimana agar anak-anak bisa membaca buku. Populasi Tiongkok dan Indonesia kalau digabungkan itu mencapai 1,6 miliar. Kalau kita bersama-sama melakukan upaya itu, tentu bisa memberikan kontribusi luar biasa bagi dunia,” jelasnya. Sejalan dengan upaya peningkatan budaya literasi, Gou Haodong mengaku siap memfasilitasi generasi muda Bali yang ingin belajar ke Tiongkok. Di antaranya, memperluas beasiswa bagi pelajar di Bali, NTB, dan NTT yang ingin melanjutkan pendidikan di Negeri Tirai Bambu, serta mengundang pemuda-pemudi di Bali untuk berkunjung ke Tiongkok dan sebaliknya. Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Bali Ni Made Metti Utami, mengapresiasi pemerintah Tiongkok yang ikut mendukung program Kemendikbud RI dalam meningkatkan minat baca lewat gerakan literasi sekolah. Kesepuluh sekolah yang menerima

Bali Post/kmb32

BUKU - Konjen Tiongkok Gou Haodong (tengah) bersama Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Bali Metti Utami serta Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali Dewa Mahendra saat melihat koleksi buku yang disumbangkan. bantuan mayoritas siswan- pengetahuan yang didapat ya berasal dari keluarga dari buku-buku ini, prestasi kurang mampu. “Namun mereka juga akan semakin itu tidak menutup mereka meningkat. Masih banyak untuk menjadi orang yang ada sekolah yang memerberprestasi. Kami harap- lukan. Jadi kami berharap kan dengan bertambahnya acara ini dapat berkelanjukoleksi perpustakaan, ilmu tan,” ujarnya. (kmb32)


BADUNG

Kamis Kliwon, 6 Desember 2018

Badung Raih Penghargaan LHKPN 2018 dari KPK

TIGA tahun dalam kepemimpinan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dan Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, berbagai prestasi sudah diraih dan ditorehkan Badung, baik di tingkat provinsi maupun yang berskala nasional. Dengan komitmen yang tinggi, akurat dan akuntabel yang bertujuan untuk membangun Badung yang kuat dan sejahtera dengan tepat sasaran dan jauh dari korupsi, di penghujung tahun 2018 ini sebagai bentuk ketaatan dan kepatuhan dalam pencegahan korupsi terkait Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaraan Negara (LHKPN), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi dengan memberikan penghargaan LHKPN 2018 kepada Pemkab Badung. Penghargaan diserahkan oleh salah satu petinggi KPK Basariah Panjaitan diterima langsung Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Penyerahan penghargaan dilaksanakan pada penutupan peringatan Hari Anti-Korupsi Sedunia 2018 di panggung utama Harkodia di ruang Bidara, Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (5/12) kemarin. Pada acara yang dihadiri oleh beberapa pejabat Kementerian dan lembaga serta pimpinan daerah seIndonesia, juga turut hadir anggota DPRD Badung I.B. Sunartha, Kepala Inspektorat Kabupaten Badung Luh Putu Suryaniti, Kepala Bappeda Made Wira Dharmaja serta instansi terkait di Pemkab Badung. Peringatan Hari AntiKorupsi Sedunia 2018 dibuka Presiden RI Joko Widodo dengan pemukulan gong pada 4 Desember. Sementara acara kemarin

Imbas Rasionalisasi, Proyek Kereta Gantung Ditunda

Mangupura (Bali Post) –

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung I Made Badra mengatakan, proyek tersebut dalam tahap Feastibility Study (FS). Bahkan jasa konsultasi perencanaan studi kelayakan atraksi wisata tersebut menghabiskan dana sebesar Rp 499.959.900. ‘’Kalau FS sudah dilakukan untuk mengkaji kelayakan wilayah tersebut. Sekarang (kemarin - red) pihak konsultan akan mempresentasikan, tapi untuk konsep pendanaan belum,’’ ujar Badra, Rabu (5/12)

kemarin. Birokrat asal Kuta itu menjelaskan, proyek pengembangan Badung Utara tersebut membutuhkan sumber daya yang cukup besar. Oleh karena itu, perencanaannya harus diperhitungkan dengan matang. Dalam hal ini, pihaknya juga masih menunggu arahan Bupati Badung. ‘’Untuk 2019 sudah pasti tidak bisa, karena APBD sudah closing (ditetapkan - red). Kami akan meminta petunjuk lebih lanjut dulu kepada pimpinan,

karena biaya tidak main-main,’’ ungkapnya. Menurutnya, proyek kereta gantung membutuhkan dana hingga Rp 516.000.000.000, sehingga pihaknya akan mengajukan konsep pembiayaannya, salah satunya melibatkan pihak ketiga. ‘’Pihak ketiga yang membiayai dan Pemda yang menyicil atau dari APBD, ini tergantung kemampuan pembiayaan,’’ tegasnya. Wahana kereta gantung ini rencananya akan melintas dari Jembatan Tukad Bang-

kung menuju ke Air Terjun Nungnung dengan panjang 4 km. Kereta gantung ini, menurut Badra sangat menunjang lima desa wisata yang akan digarap Pemkab. Rencananya di sepanjang rute kereta gantung akan terdapat tiga station. Wisatawan dapat berhenti di setiap station untuk menikmati wahana atau pemandangan yang ada. Selain itu, juga akan menikmati wahana di setiap station. Seperti diberitakan, Pemkab Badung melakukan rasionalisasi APBD 2019. Rasionalisasi ini dilakukan lantaran RAPBD Badung di tahun 2019 yang sebelumnya ditetapkan Rp 10,4 triliun turun menjadi Rp 7,9 triliun. (kmb27)

Mangupura (Bali Post) – Permohonan Pemkab Badung untuk memanfaatkan lahan milik Pemprov Bali, dikabulkan Pemprov Bali dalam surat nomor 593.1/5127/UPT. P2.BPKAD menyatakan mendukung dan mengapresiasi Pemkab Badung atas rencana pemanfaatan lahan tersebut untuk pembangunan gedung SMP negeri di Desa Cemagi Kecamatan Mengwi. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung I Ketut Widia Astika menyampaikan, Pemprov Bali merespons cepat permohonan penggunaan lahan negara di Desa Cemagi tersebut. ‘’Iya...

Bapak Gubernur sudah mengizinkan, suratnya juga sudah kami terima dan sekarang di meja Bupati,’’ ungkapnya, Rabu (5/12) kemarin. Birokrat asal Kerobokan, Kuta Utara itu mengatakan akan segera menindaklanjuti surat tersebut, sehingga pembangunan fisik dapat segera dilakukan. ‘’Setelah ada persetujuan Gubernur, ada tindak lanjutnya lagi. Seperti penyediaan dokumen dan ada MoU dari Gubernur dan Bupati yang disiapkan pihak provinsi,’’ ujarnya. Pihaknya berharap bangunan sekolah dapat direalisasikan pada 2019, sehingga dapat menampung pelajar SD yang

lulus tahun ajaran mendatang. ‘’Kami akan segera membuat perencanaan pembangunan fisik sambil menunggu Pemprov menyiapkan MoU,’’ jelasnya. Mantan Kepala SMKN 1 Kuta Selatan itu mengakui permohonan penggunaan lahan negara untuk pembangunan SMP di Desa Cemagi sempat ditolak Gubernur lantaran kawasan itu jalur hijau. ‘’Namun yang dulu tidak mengizinkan bukan Pak Gubernur yang sekarang (Wayan Koster-red), tapi Pak Gubernur yang lama,’’ tegasnya. Surat nomor 593.1/5127/ UPT.P2.BPKAD yang ditandatangani Gubernur Bali Way-

an Koster pada 4 Desember menegaskan tiga poin yang pada intinya mendukung rencana pembangunan gedung SMP di wilayah Desa Cemagi dalam rangka menuntaskan wajib belajar 9 tahun. Surat balasan Gubernur Bali tersebut merujuk pada surat nomor 425.11/8713/PD/ Disdikpora tanggal 3 Desember 2018 prihal pembangunan SMP negeri. Seperti diketahui, Pemkab Badung berencana membangun sekolah baru untuk tingkat SMP dan SMA. Penambahan sekolah ini sebagai solusi atas keluhan masyarakat tentang sulitnya mencari sekolah. SMP negeri akan dibangun di beberapa wilayah. (kmb27)

Kebijakan rasionalisasi anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung berimbas pada sejumlah program tahun 2019. Proyek kereta gantung misalnya, atraksi Wisata yang rencananya dibangun di kawasan Tukad Bangkung, Pelaga, Petang itu terpaksa ditunda.

PENGHARGAAN - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta menerima penghargaan LHKPN 2018 dari KPK. diisi sarasehan dan penyerahan penghargaan kepada Kementerian, lembaga, provinsi dan kabupaten/ ko t a . Kriteria penerima penghargaan antara lain, jumlah total wajib lapor, tingkat kepatuhan pelaporan, ketepatan waktu pelaporan serta jumlah wajib lapor online. Ketua KPK Agus Raharjo dalam sambutannya mengatakan, LHKPN tidak akan berjalan baik tanpa dukungan lembaga dan instansi. Untuk itu, sebagai bentuk apresiasi, KPK memberikan penghargaan LHKPN 2018. Sementara itu, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta usai menerima penghargaan mengatakan sudah menjadi komitmen Pemkab Badung untuk menjalankan aturan. ‘’Sekarang bagaimana kita mengimplementasikan serta menjaga dan mentaati aturan yang ada. Tentu secara transparan

dan bertanggung jawab dengan terus meningkatkan etos kerja yang baik dan menjauhi tindakan korupsi yang dapat merugikan masyarakat. Apa yang diraih Pemerintah Kabup a t e n B a d ung d a n y a ng sudah dipercayakan dari Komisi Pemberantasan Korupsi kepada Pemerintah Kabupaten Badung harus bisa dipertahankan, dan ke depannya tentu bisa lebih baik lagi untuk membangun Badung yang kuat dan berkarakter di tahun-tahun mendatang,’’ jelasnya Kepala Inspektorat Kabupaten Badung Luh Putu Suryaniti menyampaikan, penghargaan ini merupakan buah komitmen Bupati, Wakil Bupati beserta semua OPD. ‘’Mari kita jaga dan pertahankan penghargaan yang dipercayakan KPK kepada Pemerintah Kabupaten Badung. Semoga di tahun mendatang lebih baik lagi,’’ tegasnya. (ad211)

PIP - Wabup Badung Ketut Suiasa meninjau budi daya pembibitan ikan air tawar, serangkaian kegiatan PIP Kabupaten Badung di Kabupaten Purwakarta, Rabu (5/12) kemarin.

PIP Badung 2018 di Purwakarta

Produksi Surplus, Ikan Air Tawar Terancam Limbah

SETELAH melalui perjalanan sekitar dua jam dari Bandung lewat Tol Cipularang, rombongan Pekan Informasi Pembangunan (PIP) Badung 2018 yang dipimpin Wakil Bupati Badung Drs. Ketut Suiasa, S.H. diterima secara resmi di Pemkab Purwakarta. Rombongan d it e rim a B up a t i P urwa karta Ny. Hj. Anne Ratna Mustika, S.E,, Rabu (5/12) kemarin di Pendopo Bupati. Selain Bupati, hadir Sekda Purwakarta Drs. H. Yus Permana, M.M. dan Kadis Peternakan dr. Sri Wulastri serta pejabat lainnya. Sementara Wabup Suiasa didampingi Asisten I I.B. Yoga Segara, Staf Ahli Ketut Marta, Plt. Kadis Pertanian Putu Oka Swadiana, Kadis PUPR I.B. Surya Suamba, Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Kabag Hukum Budi Argawa, Kabag Ekonomi Nyoman Suardana dan Kabag Keuangan A.A. Rahmadi. Dalam sambutannya, Bupati Anne Ratna yang baru 75 hari menjabat sebagai Bupati menyatakan merasa terhormat menerima kunjungan PIP Badung 2018. ‘’Sesungguhnya Badung menjadi contoh dan objek kunjungan dari sisi pendapatan daerah,’’ katanya. Terkait dengan tujuan PIP Badung 2018 yang menyasar budi daya ikan air tawar, istri Dedy Mulyadi yang

3

juga mantan Bupati Purwakarta ini menyatakan cukup berkembang baik karena memiliki satu wilayah penopang air tawar. Salah satunya Waduk Jati Luhur dengan produksi 91.000 ton per tahun. Waduk Cirata juga berproduksi cukup besar. ‘’Konsumsi ikan saat ini hanya 28 kg per kapita per tahun,’’ katanya. Dengan kondisi ini, produksi ikan air tawar Purwakarta surplus. Kelebihan produksi ini dikirim ke luar Purwakarta, bahkan ke luar Pulau Jawa. Soal produksi ikan air tawar di Purwakarta, katanya, mulai ada ancaman dari penurunan kualitas air. Ini akibat banyaknya limbah yang masuk ke saluran air, termasuk ke dua waduk yang dimiliki. Sementara terkait pembibitan, ujarnya, dihasilkan dari balai benih ikan. Wanayasa menghasilkan enam juta ekor per tahun serta Plered lima juta ton ekor. Dengan teknik pembenihan dan pengembangan termasuk pembesaran, produksi ikan air tawar Purwakarta surplus. Produksi ikan air tawar jenis emas dan nila masing-masing 40.000 dan 39.000 ton per tahun. Sementara patin 9.000 ton dan bawal 9.000 ton. Wabup Suiasa mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan jajaran

Pemkab Purwakarta karena telah menyempatkan diri menerima rombongan PIP Badung 2018. Selain melakukan silaturahmi, kedatangan rombongan PIP untuk menjabarkan misi dan visi Bupati Badung, terutama untuk menjamin ketahanan pangan. ‘’PIP Badung 2018 yang melibatkan kalangan wartawan dari media cetak dan elektronik ini sebelumnya menggali pembibitan padi dengan teknik nuklir. Sekarang menggali budi daya ikan air tawar,’’ ujarnya. Menurut Suiasa, Badung memiliki potensi untuk budi daya ikan air tawar baik dari sisi lahan, sumber daya manusia (SDM), maupun peluang pasarnya. Sebagai daerah tujuan wisata, kebutuhan ikan termasuk ikan air tawar sangatlah besar. Pertimbangan inilah yang juga mendasari PIP Badung 2018 menyasar budi daya ikan air tawar yang dipastikan akan mampu mengangkat ekonomi masyarakat. Acara juga diisi dengan serah terima cenderamata. Selanjutnya rombongan PIP Badung 2018 meninjau teknik budi daya ke waduk, keramba jaring apung, kolam air tenang dan kolam air deras milik Satuan Pelayanan Konservasi Perairan Daerah Desa Nagrog Wanayasa Kabupaten Purwakarta. (ad214)

Pemprov Dukung Rencana Pembangunan SMP di Cemagi


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Pengembangan Kesehatan Tradisional di Bali

Pengobatan Tradisional Dimulai dari Rumah Tangga PENGEMBANGAN kesehatan tradisional yang menjadi program Gubernur Bali, bukan tanpa alasan. Sesuai dengan konsep paradigma sehat yang dicanangkan Kementerian Kesehatan, mengajak masyarakat untuk hidup sehat. Dalam pengobatan tradisional, pola hidup atau style hidup sehat terkandung di dalamnya. Sehingga pengobatan modern harus berdampingan dengan pengobatan tradisional agar dengan gaya hidup atau pola hidup sehat bisa mencegah penyakit atau membantu proses penyembuhan dengan pengobatan modern. Akademisi Farmasi Universitas Udayana (Unud) Dr. I Made Agus Gelgel Wirasuta, M.Si.Apt. mengatakan perkembangan kesehatan di Bali, khususnya pengobatan tradisional, sudah berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan. Banyak event internasional yang berbasis pada pengobatan tradisional seperti usada dan yoga. Hanya belum menjadi sesuatu yang terorganisasi yang menjadikan sumber ekonomi Bali. Gubernur Bali mengangkat pengobatan tradisional ini menjadi suatu unggulan untuk meningkatkan pendapatan. Secara internasional, pengobatan tradisional menjadi alternatif medicine. Masyarakat internasional sudah menerima pengobatan tradisional berdampingan dengan pengobatan modern sebagai alternatif dari proses penyembuhan. ‘’Jadi pengobatan tradisional, komplementer atau alternatif medicine itu lebih pada penyehatan, lebih ke style hidup untuk sehat. Artinya kita harus berdampingan terus dengan itu,’’ jelasnya saat dialog interaktif di Bali TV, Selasa (4/12). Bali punya usada. Secara literatur pengobatan tradisional dijelaskan dalam usada tersebut. Namun belum sepenuhnya tergali. Padahal hal ini merupakan kekayaan dari leluhur yang belum diangkat untuk

BERSAMA - Akademisi Farmasi Universitas Udayana (Unud) foto bersama usai melakukan dialog interaktif di Bali TV, Selasa (4/12). dijadikan kekuatan dan nilai jual yang tinggi, sehingga memberikan income pada masyarakat Bali secara menyeluruh. Sehingga income tidak hanya datang dari wisatawan yang datang untuk melihat keindahan Bali, tetapi juga datang untuk mendapatkan holistic healing di Bali. Pengobatan tradisional ini seharusnya bisa dibuat di Bali. ‘’Karena kebutuhan dunia akan seperti itu, di mana konsep usada itu dasarnya dari kombinasi Ayurveda dengan pengobatan Cina,’’ ungkapnya. Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Putu Putri Suastini Koster mengatakan, PKK akan sangat berperan dalam pengembangan kesehatan tradisional, khususnya pengobatan tradisional. Karena PKK adalah mitra pemerintah. ‘’Apa pun visi-misi dari Gubernur, kita wajib bergerak bersama untuk mewujudkannya,’’ ujarnya. Program Gubernur untuk mengangkat pengobatan tradisional sebagai alternatif pilihan hidup masyarakat untuk hidup sehat sesuai dengan program PKK yaitu

‘’HATINYA PKK’’. ‘’HATINYA PKK’’ adalah halaman asri, tertata, indah dan nyaman. Di dalamnya ada toga (tanaman obat keluarga). Gerakan ‘’HATINYA PKK’’ bertujuan untuk memaksimalkan menata halaman rumah di setiap rumah penduduk agar benar-benar asri, tertata, indah, dan nyaman tetapi juga bermanfaat. Misalnya indah tidak harus bunga, tetapi bisa ditanam tanaman temulawak yang memiliki manfaat. Di bagian depan agak ke bawah bisa ditanami tanaman kemangi, dan lainnya. Selain indah dengan hijaunya daun tanaman tersebut tetapi juga bermanfaat untuk obat dan bahan masakan. Daerah Jembrana yang memiliki halaman sedikit luas untuk satu keluarga bisa dimanfaatkan menanam singkong, misalnya. Umbinya bisa dimakan sementara daunnya bisa untuk sayur dan obat. Daun kelor bisa diolah untuk sayur, untuk puding, dan obat. Dengan demikian, ibuibu PKK bisa mendukung program pemerintah dari hal yang paling sederhana yaitu memanfaatkan pekarangan rumah. (ad150)

Wujud Sinergi dengan Perusahaan, BUMN dan BUMD

Pemkot Denpasar Berikan Penghargaan TJSL/CSR BAGIAN Kerja Sama Setda Kota Denpasar memberikan apresiasi terhadap sejumlah perusahaan swasta, BUMN dan BUMD yang telah menyalurkan berbagai program dalam kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kegiatan CSR atau TJSL ini dinilai telah mampu membantu proses pembangunan Denpasar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Apresiasi itu dilakukan dengan memberikan penghargaan kepada 39 perusahaan swasta, BUMN dan BUMD. Penghargaan ini diserahkan Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Ketua Komisi I DPRD I Ketut Suteja Kumara, Selasa (4/12) malam, pada Apresiasi dan Pemberian Penghargaan CSR/ TJSL 2017 di Prime Plaza Hotel Denpasar, Sanur. Wali Kota Denpasar dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara mengatakan kegiatan malam apresiasi dan penghargaan CSR/ TJSL Kota Denpasar tahun 2017 merupakan bentuk apresiasi Pemkot Denpasar pada perusahaan yang sudah berperan serta dalam kewajiban melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan sesuai amanah UU dan peraturan yang berlaku. Pembangunan Kota Denpasar tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah, namun membutuhkan sinergi dengan masyarakat dan pihak swasta. Pembangunan akan sulit dilaksanakan bila hanya mengandalkan APBD. Salah satu alternatif sumber pendanaan pembangunan melalui CSR/TJSL oleh perusahaan dan badan usaha. Pada tahun 2017 terdapat 39 yang berpartisipasi melalui program CSR/TJSL di Kota Denpasar yang diserahkan langsung pada OPD,

kesehatan

CSR - Suasana malam apresiasi dan pemberian penghargaan CSR/TJSL 2017 Kota Denpasar di Prime Plaza Hotel Denpasar, Sanur, Selasa (4/12) malam. kecamatan, desa/lurah maupun kelompok masyarakat lainnya. ‘’Atas partisipasi ini, kami atas nama Pemerintah Kota Denpasar mengucapkan terima kasih. Ke depan tentu kami tetap mengharapkan partisipasi dan sinergi untuk mewujudkan pembangunan Kota Denpasar yang lebih bekualitas,’’ katanya. Plt. Kepala Bagian Kerja Sama Setda Kota Denpasar I.B. Alit Adhi Merta yang juga selaku ketua panitia penyelenggara melaporkan latar belakang pelaksanaan CSR/ TJSL Kota Denpasar tahun 2017 adalah kewajiban perusahaan menjalankan usahanya yang menjadi kepentingan Pemkot Denpasar untuk memperkuat pelaksanaan program pembangunan, sehingga terbina pula hubungan baik dengan para pengusaha. Ditambahkan, apresiasi dan penghargaan CSR/TJSL Kota Denpasar tahun 2017 diberikan kepada total 39 perusahaan, BUMN, BUMD yaitu Pertamina Pesanggaran, PT Agung Automall, BRI Cabang Gatot Subroto, Astra Motor Bali, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Denpasar, PDAM Kota Denpasar, PD Parkir Denpasar, Bank BPD Bali,

Bank BPD Denpasar, DPS Inkindo Bali, BPJS Ketenagakerjaan, Toko Satria, Rotary Bali Taman, BPJS Kesehatan, Matahari Department Store, PT PLN Distribusi Bali dan PT Pegadaian. Selain itu juga UD Auto Dewata, Auto 2000, Cafe Batujimbar, Hotel Artotel, Oacto LTD Tour & Travel, PT Keep Marlin, Prime Plaza Hotel, Santrian Beach Hotel, Sand`Beach Club Restaurant, Segara Village Hotel, Villa Mahagiri Sanur, CV Biasa Mandiri, PT Trantas Inti Bangunan, PT EMKL Badung, PT Spencer Indonesia Internasional, PT Anaya Graha Abadi, PT Duta Dewata Trans Timur, PT Balikun Sandika Bumi Abadi, UD Succes, CV Meteor Abadi Sanjaya dan Apotek Bagus Medika. ‘’Adapun bentuk CSR/TJSL yang dilaksanakan dikategorikan ke dalam penyiapan fasilits umum dalam bentuk sarana olahraga dan taman, bedah rumah, alat kebersihan, sarana mobilitas dan bantuan keuangan langsung/pembiayaannya dibebankan pada APBD Kota Denpasar 2018 pada kegiatan fasilitasi kerja sama dengan dunia usaha/lembaga CSR,’’ kata I.B. Alit Adhi Merta. (ad180)

Kamis Kliwon, 6 Desember 2018

Upaya Dinkes Bali Tingkatkan Kesehatan Sekolah

Lima Tahun Terakhir UKS Bali Raih Banyak Keberhasilan DINAS Kesehatan Provinsi Bali terus berupaya meningkatkan kesehatan sekolah. Salah satu upaya yang sedang digencarakan adalah Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Upaya yang dilakukan pun menuai banyak keberhasilan. Hal itu terlihat dalam lima tahun terakhir. Kepala Seksi Promosi Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali Dian Nardiani, S.KM., M.PH. menuturkan, pada awalnya UKS merupakan usaha yang dilakukan sekolah untuk menolong murid dan juga warga sekolah yang sakit di kawasan lingkungan sekolah. Namun kini ruang lingkup UKS semakin luas. Ruang lingkup program UKS tercermin dalam Tri Program Usaha Kesehatan Sekolah (Trias UKS) yaitu penyelenggaraan pendidikan kesehatan, penyelenggaraan pelayanan kesehatan dan pembinaan lingkungan sekolah sehat. Tujuan diselenggarakannya program UKS, secara umum untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik serta menciptakan lingkungan sehat. Sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan anak yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia Indonesia seutuhnya. Sedangkan tujuan khusus untuk memupuk kebiasaan hidup sehat dan meningkatkan derajat kesehatan peserta didik. Yaitu penurunan angka kesakitan anak sekolah, peningkatan kesehatan peserta didik (fisik, mental, sosial), agar peserta didik memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip-prinsip hidup sehat serta berpartisipasi aktif dalam usaha peningkatan kesehatan di sekolah. Selain itu, UKS bertujuan meningkatkan cakupan pelayanan kesehatan terhadap anak sekolah,

LOMBA - Istri Wakil Gubernur Bali selaku Tim Penggerak PKK Provinsi Bali mendampingi Tim Verifikasi Nominasi Pemenang Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Nasional Tahun 2018 di TK Cendekia Harapan Jimbaran, Badung pada 17 September 2018. meningkatkan daya tangkal dan daya hayat terhadap pengaruh buruk narkotika, rokok, alkohol serta obat-obatan berbahaya lainnya. Sasaran dari program UKS meliputi seluruh peserta baik pada tingkat TK, SD, pendidikan menengah, pendidikan agama, pendidikan kejuruan maupun pendidikan khusus (sekolah luar biasa). Sementara pada tingkat SD, program UKS lebih diprioritaskan pada kelas 1, 3, 6. Karena anak pada kelas 1 merupakan fase penyesuaian pada lingkungan sekolah baru, juga terkait imunisasi ulangan. Pada usia ini, anak juga sudah mulai lepas dari pengawasan orangtua. Kemungkinan kontak dengan berbagai penyebab penyakit lebih besar, sehingga saat yang baik untuk diimunisasi ulang. Pada kelas 3, dengan tujuan evaluasi hasil pelaksanaan UKS pada kelas 1. Sementara pada kelas 6 sebagai persiapan kesehatan pada peserta didik ke jenjang pendidikan

selanjutnya. Salah satu upaya untuk mendorong UKS lebih maju adalah dengan mengadakan Lomba Sekolah Sehat (LSS). Terbukti dengan LSS, sejak lima tahun terakhir UKS di Bali menuai beberapa keberhasilan. Di antaranya tahun 2013, SD Negeri 4 Pemuteran, Gerokgak, Buleleng meraih juara II Nasional, SMP Negeri 1 Dawan Klungkung juara III Nasional, SMA Negeri 1 Gianyar juara II Nasional. Tahun 2014, SMP Negeri 1 Singaraja, Buleleng juara III Nasional. Tahun 2015, SMK Negeri 2 Singaraja, Buleleng juara III Nasional. Tahun 2017, TK Negeri Pembina Singaraja, Buleleng juara harapan Nasional, SMA Negeri 2 Semarapura, Klungkung juara II Nasional. Tahun 2018, TK Cendekia Harapan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung juara I Nasional untuk jenjang Tk/RA , SMP Negeri 1 Bangli juara I Nasional untuk jenjang SMP/MTs. (ad149)

Senat STPBI-SPB Gelar ”Youth Night 2018’’

Sebagai Ajang Pencarian Bibit-bibit Unggul Mahasiswa Berprestasi SENAT Mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional - Sekolah Pariwisata Bali (STPBI-SPB) menggelar Youth Night 2018 dengan tema ‘’Soul of Indonesian Culture’’. Kegiatan kemahasiswaan ini berlangsung selama dua hari, 3-4 Desember 2018. Berbagai jenis perlombaan pun digelar. Di antaranya basketball, guiding competition, fruit carving, debat bahasa Indonesia, dan kompetisi band-band mahasiswa. Pada malam puncak Youth Night 2018, berbagai jenis hiburan ditampilkan pada Selasa (4/12) lalu. Diawali dengan tari Panyembrama, kemudian dilanjutkan dengan trihoop dance, dazzling dance, one ethnic Bali colaboration with Teruna Bagus Teruni Jegeg STPBI, bartending, Teater Ganesha, tari Joged, dan berbagai jenis hiburan menarik lainnya. Selain itu, puluhan stan makanan juga ditampilkan di halaman kampus STPBI-SPB pada malam itu. Para pengunjung pun antusias menyaksikan dan menikmati suguhan yang ditampilkan. Ketua Senat I Putu Yoga Jaya Kesuma didampingi Ketua Panitia Gustra Antar Nusa mengatakan tujuan digelarnya kegiatan Youth Night 2018 adalah untuk mencari bibit unggul untuk mewakili STPBI-SPB pada event di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional. Terkait dengan tema ‘’Soul of Indonesia Culture’’ yang diangkat, dikatakan, karena sebagai insan pariwisata, mahasiswa STPBISPB wajib untuk menjaga dan melestarikan budaya yang ada di Indonesia, khususnya budaya Bali. Apalagi, budaya Bali meru-

JUARA - Wakil Ketua I STPBI-SPB Drs. I Made Kornelius, M.Pd., CHT. berfoto bersama para juara competisi band pada malam puncak Youth Night 2018 yang diselenggarakan Senat Mahasiswa STPBI-SPB, Selasa (4/12) malam. pakan hilirnya perkembangan dan kemajuan pariwisata saat ini dan ke depannya. Wakil Ketua I STPBI-SPB Drs. I Made Kornelius, M.Pd., CHT. mengatakan kegiatan ini merupakan kegiatan kemahasiswaan yang rutin diselenggarakan setiap tahunnya. Bahkan wajib dilaksanakan sesuai amanat Kemenristekdikti. Tujuannya untuk menjaring bibit-bibit unggul yang berprestasi sesuai dengan minat, bakat dan kompetensi mahasiswa untuk bersaing pada event tingkat lokal, nasional dan internasional. Meskipun dilaksanakan setiap tahun, namun kegiatan ini terus mengalami kemajuan yang signifikan, bahkan antusias ma-

hasiswa yang terlibat di dalamnya terus mengalami peningkatan. Selain itu, tujuan kegiatan ini juga untuk melatih mahasiswa dalam merencanakan manajemen skill, termasuk melatih jiwa entrepreneurship-nya. Sehingga mahasiswa mempunyai jiwa kewirausahaan. Pihaknya berharap ajang ini bisa dijadikan penggalian mahasiswa berprestasi, sehingga mahasiswa STPBI-SPB bisa bersaing dalam events besarnya dan mampu merebut juara. ‘’Saya berharap semua mahasiswa bisa memanfaatkan event ini, sehingga tujuan kepribadian mahasiswa dan tujuan kampus bisa tercapai dengan baik. (ad213)

Penatalaksanaan sendiri berbeda-beda menurut tipe kelainan dan derajat keparahan PJB. Yang secara garis besar dapat dibagi menjadi non-bedah dan bedah. Tatalaksana non-bedah dapat berupa observasi, pembatasan aktivitas fisik, konsumsi obat-obatan maupun intervensi tanpa tindakan bedah (catheter-based). Sedangkan tindakan bedah dilakukan untuk

memperbaiki defek yang terjadi melalui tindakan operasi. Mengingat PJB merupakan suatu keadaan yang serius dan dapat memengaruhi kualitas hidup penderita, deteksi dini sangatlah krusial, sehingga penanganan yang optimal dapat diberikan kepada pasien.

Kenali Penyakit Jantung Bawaan

Upaya Deteksi Dini dan Penanganannya PERNAHKAH anda mendengar istilah penyakit jantung bawaan (PJB)? Apa yang ada di benak anda ketika mendengar istilah tersebut? Serta apa yang dapat dilakukan untuk deteksi dini dan pengobatannya? Berikut ulasan singkatnya: PJB merupakan cacat jantung yang dibawa sejak lahir. Keadaan ini merupakan cacat bawaan yang paling sering menyebabkan kematian. PJB terjadi akibat adanya gangguan atau kegagalan pembentukan dan perkembangan jantung pada fase awal kehidupan janin. Berbagai faktor dianggap berpotensi sebagai penyebab gangguan tersebut. Mulai dari genetik, faktor ibu serta faktor lingkungan. Secara garis besar, klasifikasi PJB sendiri dapat dibagi menjadi dua berdasarkan tandanya, yakni PJB biru (sianosis) dan PJB tidak biru (non-sianosis). Masing-masing mempunyai tanda, gejala serta tata laksana yang berbeda-beda. PJB biru yakni cacat jantung bawaan dengan kelainan struktur

dan fungsi jantung sedemikian rupa sehingga menyebabkan darah vena yang mengandung rendah oksigen kembali beredar ke seluruh tubuh tanpa melalui sirkulasi normalnya. Tanda utama kelainan ini adalah kebiruan (sianosis) yang tampak pada tubuh penderita, yakni tanda saturasi oksigen yang rendah dalam tubuh karena darah rendah oksigen bercampur dengan darah kaya oksigen. Tanda ini dapat dilihat, terutama di bagian bibir dan ujung jari tangan dan kaki. PJB tidak biru yakni cacat jantung bawaan yang disebabkan darah arteri yang kaya akan oksigen beredar ke sirkulasi vena yang rendah akan oksigen melalui suatu defek struktural maupun fungsional pada jantung. Tanda kelainan ini bervariasi mulai dari tidak bergejala sama sekali hingga bergejala berat. Gejala dapat berupa tampak lemas dan pucat, sesak napas, cepat lelah, dan kesulitan menghisap susu pada bayi, bergantung pada dan letak kelainan dan keparahan yang dialami.

Untuk menegakkan diagnosis PJB, diperlukan tanya jawab yang lengkap dan terarah mengenai perjalanan penyakit tersebut, mulai dari riwayat penderita saat dalam kandungan, tanda dan keluhan yang dialami hingga riwayat keluarga dengan PJB. Pemeriksaan fisik yang mendukung adanya kelainan juga harus dilakukan secara cermat dan apabila perlu dilanjutkan dengan pemeriksaan penunjang yang relevan. Pemeriksaan ini hendaknya dilakukan sejak usia dini sehingga kelainan dapat terdeteksi sejak dini. Pada hasil pemeriksaan fisik, sebagian besar pasien dengan PJB akan didapati bunyi dan bising jantung yang khas sesuai jenis kelainannya yang dapat didengar dengan menggunakan stetoskop secara teliti. Hasil negatif belum dapat menyingkirkan kemungkinan PJB. Apabila terdapat temuan lain yang cenderung mengarahkan pada kelainan jantung sehingga diperlukan pemeriksaan penunjang diagnostik. Pemeriksaan penunjang diagnos-

tik tersedia mulai dari yang sederhana hingga yang canggih. Elektrokardiografi (EKG) dan pemeriksaan rontgen dada merupakan pemeriksaan penunjang sederhana pertama yang dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis. Pemeriksaan penunjang lanjut perlu dilakukan apabila terdapat keraguan dan untuk menentukan diagnosis pasti. Pemeriksaan ini dapat dibagi menjadi pemeriksaan non-invasif & invasif. Pemeriksaan non-invasif meliputi pencitraan ruang dan dimensi jantung dengan ekokardiografi, Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan Multislice Computed Tomography (MSCT). Sedangkan pemeriksaan invasif meliputi katerisasi jantung dan angiografi yang hanya dilakukan secara selektif pada pasien-pasien yang memerlukan. Penatalaksanaan PJB bertujuan untuk mengoreksi kelainan, mengurangi gejala dan mencegah komplikasi lanjut sehingga dapat memperbaiki kualitas dan memperpanjang masa hidup pasien.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

ldr. Gede Wikananda, S.Ked.


daerah

Kamis Kliwon, 6 Desember 2018

Ikuti Penyembuhan Tanpa Obat, Tanpa Energi & Tanpa Sentuh SEMENTARA ini masyarakat yakin kalau sakit harus berobat. Baik menggunakan obat herbal maupun kimia. Banyak juga yang percaya teknik penyembuh dengan menggunakan energi yang diberikan melalui sentuhan orang lain. Perlu diketahui tidak semua penyakit bisa disembuhkan oleh obat-obatan atau energi lewat sentuhan. Apabila saat ini anda atau anggota keluarga sedang menderita penyakit dan sudah berobat dengan obat-obatan atau sudah mencoba berbagai teknik penyembuhan, namun belum mengalami kesembuhan sesuai harapan. Silakan ikuti penyembuhan tanpa obat, tanpa energi dan tanpa sentuh bersama Kadek Siwa Ambara. Kadek Siwa Ambara adalah seorang penyembuh Bali modern. Kadek belajar yoga, meditasi, penyembuhan dan spiritual dari para master kelas dunia. Kadek telah mengantarkan puluhan ribu masyarakat, baik lokal, nasional maupun internasional menuju kesehatan yang prima. Saat menyembuhkan pasien, Siwa Ambara sama sekali tidak menggunakan obat, energi maupun sentuhan. Adapun penyakit yang dapat disembuhkan adalah penyakit yang disebabkan oleh pikiran. Adapun ciri-ciri orang yang terkena penyakit pikiran seperti sering khawatir, cemas, gelisah, cepat marah, mudah tersinggung, tidak percaya diri, ragu dalam mengambil keputusan, cepat putus asa, malas, susah tidur, kalau bisa tidur tetapi sering terbangun. Gejala tadi adalah penyebab sakit maag, jantung, ashma, kencing manis, migren, vertigo, sakit pinggang, rematik dan yang

Kadek Siwa Ambara lainnya. Jika anda mengalami keluhan di atas dan sudah mencoba berbagai teknik penyembuhan dan belum sembuh sesuai harapan anda, silakan ikuti penyembuhan yang sangat sederhana ini pada Jumat (7/12) pukul 17.00 Wita sudah mulai. Lokasinya di Warung Be Sanur, areal parkir Pantai Matahari Terbit, Sanur. Dengan segera mengetik nama - sehat lalu SMS ke 081239677179. (ad212)

Liberalisasi Sektor Industri Harus Dipertimbangkan Matang

KETUA Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Strategis (FSP BUMN Strategis) Wisnu Adi Wuryanto menegaskan, liberalisasi sektor industri strategis harus dipertimbangkan matang. Jangan sampai melanggar UUD 1945. Demikian isi pernyataan sikap FSP BUMN Strategis di Jakarta, Rabu (5/12) kemarin. Dalam pernyataan yang ditandatangani Wisnu Adhi Wuryanto dan Hadi Karya TH, selaku Ketua Umum dan Sekjen, FSP BUMN Strategis mengatakan rencana pemerintah merelaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI) dengan mengeluarkan 25 bidang usaha dari daftar DNI. Salah satunya sektor Telekomunikasi dan Informasi (TI), Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kesehatan, dan Pariwisata, perlu dicermati. Apalagi, hal-hal yang terkait dengan Penanaman Modal Asing (PMA). Menurut Wisnu, kebijakan pemerintah di bidang investasi pada empat sektor, khususnya IT dan ESDM saat ini sudah sangat liberal. ‘’Hendaknya tidak perlu ditambah lagi. Mestinya dikurangi agar kedaulatan bangsa terjaga. Dengan kepemilikan asing boleh mencapai 67 persen di sektor IT dan 49 persen di sektor energi seperti yang berlaku saat ini sudah sangat terbuka,’’ katanya. Dikatakan, mestinya harus dikurangi agar anak negeri menjadi pemilik mayoritas di rumah sendiri. ‘’Kita harus ingat bahwa telekomunikasi dan energi adalah cabang produksi penting bagi negara yang menguasai hajat hidup orang banyak,’’ katanya. UU No. 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi dan UU No. 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, serta UU No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, secara substantif mengamanahkan kepada pemerintah berkeharusan memegang kendali atas arah perkembangan dan kepemilikan telekomunikasi serta energi guna memasti-

5

Peringati 16 Hari Tanpa Kekerasan Seksual Internasional

Senator Wedakarna Dititipi Aspirasi RUU Penghapusan Kekerasan Seksual SENATOR DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III hadir di tengah-tengah ratusan aktivis perempuan dan sosial Bali dalam rangka peringatan 16 Hari Tanpa Kekerasan Seksual, bertempat di Wantilan DPRD Bali. Tampak hadir Hutmami Suryadi (anggota DPRD Bali Fraksi Demokrat), Luh Haryani (Kadis Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali), Agung Witrawati (Dinas P2AP Kota Denpasar), Luh Putu Nilawati, S.H., M.H (Ketua LBH Apik Bali), Luh Putu Anggreni, Ade (Bali Deaf Community) serta ratusan peserta dari seluruh Bali. Dalam kegiatan tersebut, agenda utama yang diusung panitia adalah mendorong parlemen pusat (DPR) untuk segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS), mengingat urgennya perlindungan terhadap warga negara, khususnya kaum perempuan. Apalagi baru-baru ini muncul kasus hukum seorang guru yakni Baiq Nuril yang dihukum karena mencoba melindungi diri dari pelecehan seksual yang dilakukan atasannya. Hal ini pun bagi sebagian pengamat, termasuk dalam pelecehan seksual melalui jejak digital. Dukungan akan gerakan ini langsung diberikan Senator Arya Wedakarna yang didaulat menjadi keynote speaker. ‘’Publik harus tahu sejak tahun 2015, DPD-RI telah menginisiasi dan mendorong terus RUU PKS ini untuk segera dituntaskan. Tapi karena wewenang dalam pengesahan UU ini ada di DPR-RI, entah apa

DEKLARASI - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS IIIS bersama aktivis perempuan dan anak di Wantilan DPRD Bali. yang terjadi hingga kini belum bisa menyelesaikan produk legislasi ini. Tapi yakinlah DPD-RI selalu terdepan dalam memperjuangkan hal ini. Kini harapannya ada di tangan eksekutif. Semoga pemerintah pusat bisa mendukung RUU ini. Logikanya, jika pemerintah pusat mendukung, maka RUU ini akan mudah lolos. Selain itu, ya… butuh political will dari seluruh partai politik di Indonesia,’’ kata Gusti Wedakarna. Sejumlah hal terkait hukum pun disampaikan Senator Wedakarna, termasuk kelemahan dari KUHP yang dirasa belum sempurna untuk melindungi korban kekerasan seksual. ‘’Kita paham perangkat UU

saat ini, termasuk KUHP, UU ITE dan UU Perlindungan Anak masih sangat lemah, dalam hal detail terkait kekerasan seksual. Saat diskusi di LBH Apik dari Jakarta, kami sudah banyak mendapatkan masukan. Untuk beradaptasi dengan modus kejahatan yang serba modern, termasuk kejahatan digital, maka diperlukan perangkat UU yang detail. Harapan itu ada sedikit pada RUU PKS ini. Semoga kawankawan di DPR-RI, termasuk pemerintah pusat, tergerak untuk bisa menyelesaikan RUU sebelum habis masa legislasi hingga 2019 ini. Ini salah satu revolusi yang disebut Bung Karno belum selesai,’’ jelas

Gusti Wedakarna. Terkait dengan sejumlah agenda perjuangan Bali, Senator Wedakarna menilai banyak regulasi turunan dari UU yang seharusnya bisa diimplementasikan lebih detail dalam pembangunan semesta berencana di Provinsi Bali, salah satunya adalah lebih ditingkatkannya anggaran atau kebijakan terkait perlindungan anak misalnya. ‘’Saya cukup terkejut bahwa di Bali ini banyak masalah yang melibatkan kekerasan seksual pada anak. Termasuk yang melibatkan siswa dan guru. Belum lagi sejumlah kasus yang merugikan kaum perempuan. Di satu sisi, peran organisasi pendamping terkait perlindungan anak dan perempuan juga terbatas karena masalah anggaran dan juga wilayah kerja. Lainnya, untuk menggolkan kawasan ramah anak, kawasan ramah disabilitas juga banyak menemui kendala. Termasuk mereka yang tunarungu dan wicara (deaf) adalah komunitas yang sangat rawan menjadi sasaran kekerasan seksual. Maka dari itu UU PKS ini perlu, karena punya daya paksa. Tapi perjuangan kaum aktivis tidak hanya terbatas pada UU. Ini karena setelah UU disahkan, harus menunggu PP, Peraturan Menteri, termasuk aturan turunan di provinsi/kabupaten/ kota. Khusus untuk di Bali, masih perlu yang dibenahi, apalagi sebagai tujuan wisata dunia, pasti dampak sosial terkait kekerasan seksual ini akan terasa,’’ imbuh Senator Wedakarna yang juga mantan Rektor Universitas Mahendradatta ini. (ad210)

Ratusan Peserta Modifikasi Daihatsu Unjuk Gigi di Jakarta

Wisnu Adi Wuryanto (kiri) kan sumber daya yang terbatas itu dimanfaatkan sebesarbesarnya untuk kepentingan rakyat. Jelas ini merupakan amanah Pasal 33 UUD 1945. ‘’Kita bisa bayangkan, apabila penyelenggaraan jaringan telekomunikasi tetap, jaringan telekomunikasi bergerak, penyelenggaraan jasa konten dan aplikasi, pengelolaan energi di hulu serta pengelolaan energi hilir sepenuhnya dikuasai asing, maka negara ini telah menyerahkan kedaulatan industri strategis ke pihak asing,’’ ujar Wisnu. Sebab, sektor telekomunikasi dan energi sangat strategis dalam menggerakkan perekonomian, pencapaian kesejahteraan, dan kemajuan sosial budaya, bahkan urat nadi dalam pertahanan keamanan negara. Ketua FSP Serikat BUMN Strategis yang membawahi Serikat Pekerja di Telkom, PLN, Ikagi, PJB, Indonesia Power, Telkomsel, Pertamina dengan anggota lebih dari 70 ribu karyawan BUMN ini menambahkan, kekuatan satu-satunya yang dimiliki dalam rangka mempertahankan kedaulatan adalah kepemilikan modal. Saat ini ketergantungan Indonesia kepada asing dalam hal produk teknologi telekomunikasi dan energi sangat tinggi. ‘’Khusus untuk sektor telekomunikasi/ICT, saat

ini pun dengan pemodalan maksimal 67 persen asing, sumbangan kepada defisit neraca perdagangan kita di bidang ini sekitar Rp 2,3 triliun,’’ kata Wisnu. Hal itu terjadi karena Indonesia belum bisa memproduksi sendiri untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Karena itu, seharusnya pemerintah lebih berkonsentrasi untuk mendorong dan menumbuhkembangkan industri di dalam negeri, sehingga dapat mengurangi defisit. Meski demikian, Wisnu menyatakan bahwa FSP BUMN Strategis memberikan apresiasi kepada pemerintah yang telah membuka ruang diskusi untuk mempertimbangkan masukan dari para stakeholder industri terkait masalah itu. ‘’Memperhatikan pentingnya dua sektor strategis di atas, maka kami minta kepada Bapak Presiden RI untuk mempertimbangkan kembali rencana relaksasi DNI 100 persen terhadap sektor energi dan telekomunikasi,’’ tutur Wisnu. FSP BUMN Strategis menilai kebijakan 100 persen PMA di sektor industri strategis akan lebih banyak keburukannya untuk bangsa dan negara. Bila hal itu tetap dilaksanakan, maka dipastikan kebijakan pemerintah itu bertentangan dengan amanah konstitusi UUD 1945. (bns2)

Protes Penyaluran Bantuan Pangan

Kades dan BPD Mengadu ke Dewan Banyuwangi (Bali Post) Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) yang digulirkan di Banyuwangi menuai polemik. Kalangan kepala desa (kades) dan Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) memprotes tata cara penyaluran bantuan bagi warga miskin tersebut. Pasalnya, bantuan dari Kemensos ini tak lagi melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), namun warung umum. Protes kalangan kades dan BPD ini diluapkan dengan mendatangi DPRD Banyuwangi, Rabu (5/12) kemarin. Kades Ketapang, Banyuwangi, Slamet Kasiohono, mengaku kaget dengan kebijakan penyaluran BPNT tanpa melibatkan BUMDes. Padahal, BUMDes di desanya mampu menjuarai hingga ke tingkat nasional. ‘’BUMDes ini usaha milik desa, manfaatnya untuk masyarakat desa. Kalau BPNT tak lagi lewat BUMDes, bagaimana kelanjutan BUMDes yang dikelola masyarakat desa,’’ keluhnya. Pihaknya berharap BPNT tetap berlanjut lewat BUMDes. Sebab, manfaatnya dirasakan seluruh masyarakat desa. Protes keras dilontarkan Ketua Asosiasi BPD Banyuwangi, Rudi Latief. Ketua BPD Genteng Kulon ini menduga, pengalihan penyaluran BPNT dari BUMDes ke warung umum melalu e-warong lantaran ada praktik cukong. Sebab, penyaluran BPNT dalam bentuk beras dan telur ini untungnya cukup tinggi.

‘’Desa kami setiap penyaluran sebulan sekali untungnya BUMDes bisa Rp 6 juta. Ini yang kami curigai akan direbut oleh oknum pendamping desa melalui warung umum,’’ tudingnya. Padahal, sesuai Undang-undang Desa, segala kegiatan penyaluran ekonomi bisa ditangani BUMDes. Sebab, keuntungannya masuk ke APBDes, lalu bermanfaat bagi semua masyarakat. ‘’Kalau dialihkan ke warung umum atau swasta, untungnya hanya dinikmati segelintir orang,’’ sesalnya. Selain proses penyaluran, pihaknya juga memprotes data penerima BPNT yang tak pernah berubah. Dampaknya, warga mampu menerima bantuan rutin. Sebaliknya, warga miskin banyak yang tercecer. ‘’Kami setiap tahun selalu menggelar musdes untuk mengubah data, tapi setelah diserahkan ke Dinas Sosial, datanya tak pernah berubah,’’ tegasnya. Pernyataan tak sejalan diungkapkan Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Banyuwangi. Dinsos mengatakan penyaluran BPNT mengikuti aturan dari pusat. Terkait data, Dinsos mengklaim hanya mengikuti data dari pusat. Sedangkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa justru meminta BUMDes tetap menyalurkan BPNT. Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi Fiky Septalinda meminta BUMDes tetap melanjutkan penyaluran BPNT, sembari menunggu pihaknya konsultasi ke pusat. (udi)

SETELAH mengunjungi 15 kota sebelumnya, kali ini kontes modifikasi bertajuk ‘’Daihatsu Dress-Up Challenge & Slalom Time Battle 2018’’ hadir di Jakarta sebagai destinasi ke-16, sekaligus seri final dari kontes ini. Kontes adu keren mobil yang terbuka untuk seluruh model Daihatsu ini berlangsung di Istora Senayan Jakarta pada 1-2 Desember 2018. Kontes modifikasi dari Daihatsu ini merupakan sebuah sarana aktivitas dress-up sebagai perwujudan ekspresi dan kreasi bagi generasi kekinian atau kawula muda yang diadakan untuk kelima kalinya sejak tahun 2014. Tercatat sebanyak 124 unit Daihatsu yang siap adu keren pada seri final, terdiri dari GranMax dan Luxio sebanyak 26 unit, 21 Xenia, 18 Ayla, 12 Sigra, 9 Sirion, dan 5 Terios. Sementara untuk kategori Free For All (FFA), 25 unit Taruna, 6 Feroza, dan 2 Charade. Sejak seri awal kontes ini

FOTO BERSAMA - Manajemen Daihatsu dan Indonesia Auto Modified (IAM) berfoto bersama para peserta Daihatsu Slalom Time Battle 2018 sambil berpose ‘’Daihatsu Sahabatku’’. diselenggarakan, tercatat total sebanyak 631 unit Daihatsu yang terdaftar dan tampil dalam kontes modifikasi ini, terdiri dari 169 unit GranMax dan Luxio, 129 Xenia, 121 Ayla, 67 Sirion, 30 Sigra, dan 15 Terios. Pada kategori Free For All (FFA), tercatat total 100 unit Daihatsu, mulai dari Taruna, Feroza, Charade, Taft, Zebra, Delta, dan Hi-Max.

Selain modifikasi, Daihatsu juga menantang para modifikator untuk tetap memperhatikan berbagai aspek, seperti keamanan dan kenyamanan pengendara. Pada sisi penilaian kontes, Daihatsu memberikan perhatian yang mencakup 8 aspek, meliputi aspek overall build, exterior, interior, paint, engine, undercarriage, car audio & video,

dan presentation. Proses seleksi peserta terbaik dibagi menjadi dua kategori pemenang (Best dan Runner-up) pada setiap produk line-up Daihatsu. Peserta juga ditantang untuk bersaing memperebutkan elite point yang diakumulasi pada setiap seri dengan total hadiah hingga ratusan juta rupiah. Kontes ini terselenggara berkat kerja sama dengan Hot Import Night (HIN) dan merupakan bagian dari pameran modifikasi terbesar di Indonesia, yakni Indonesia Auto Modified (IAM). ‘’Kami mengucapkan terima kasih atas respons yang sangat baik dari masyarakat Indonesia, khususnya para pelanggan dan peserta kontes modifikasi Daihatsu. Semoga acara ini dapat menjadikan para pencinta modifikasi agar lebih dekat dengan Daihatsu,’’ ujar Rokky Irvayandi, Executive Coordinator, Domestic Marketing Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM). (bns1)

Diduga Lompat dari Jembatan

Mayat WNA Ditemukan di Sungai Mangupura (Bali Post) Mayat warga negara asing (WNA), Matthew Charles Bloomfleeld (60), ditemukan di Tukad (Sungai) Yeh Penet, Sangeh, Abiansemal, tepatnya di bawah jembatan penghubung Desa Sangeh-Desa Sribupati, Tabanan, Rabu (5/12) kemarin. Turis asal Kanada ini diduga bunuh diri dengan cara melompat dari jembatan tersebut. Kasubbag Humas Polres Badung Iptu I Made Su-

jana mengatakan penemuan mayat korban sekitar pukul 12.30 Wita. ‘’Ada warga yang nelepon ke Polsek Abiansemal soal penemuan mayat tersebut,’’ ujarnya. Menindaklanjuti informasi tersebut, anggota Polsek Abiansemal dipimpin Kapolsek Kompol Ida Bagus Mertayasa dan Polres Badung langsung ke TKP. Setibanya di lokasi kejadian, mayat korban ditemukan di tengah sungai dengan po-

Bali Post/ist

EVAKUASI - Proses evakuasi mayat Matthew Charles Bloomfleeld asal Kanada.

sisi telungkup. Sedangkan di ujung timur jembatan ditemukan satu unit sepeda motor Vario hitam DK 7367 LA dan SIM A atas nama Matthew Charles Bloomfleeld. ‘’Korban meninggal diduga bunuh diri dengan cara melompat dari atas jembatan. Proses evakuasi mayat korban berlangsung aman dan lancar, walaupun situasi hujan lebat,’’ tegas Sujana. Sementara hasil

pelacakan pemilik sepeda motor tersebut yakni Komang Ayu Nuadi beralamat di Banjar Payogan, Desa Kedewatan, Ubud. Dari keterangan Nuadi, korban diduga mengalami depresi berat sehingga di motornya dipasang stiker nomor HPnya. Di SIM A korban juga ditempel nomor HP Nuadi. Tujuannya apabila terjadi sesuatu terhadap korban ada orang yang menghubungi HP tersebut. (kmb36)


OPINI

6

Kamis Kliwon, 6 Desember 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Menjaga Lingkungan dan Jalur Cepat Menuju Bali Utara SUDAH sejak dulu ketimpangan antarwilayah, Bali Utara-Bali Selatan, disebabkan oleh faktor utama yakni aksesibilitas. Bali bagian selatan sudah sangat jauh berkembang terutama daerah pariwisatanya. Lihatlah daerah Badung, Denpasar, Gianyar, serta Tabanan. Objek wisata di daerah ini senantiasa dikunjungi wisatawan. Sektor perdagangan umumnya berjalan lebih cepat. Aktivitas serta mobilitas kapital berjalan lebih cepat. Itu sebabnya, sebagai salah satu tolok ukur keberhasilan, PAD di daerah ini cenderung lebih tinggi. Sementara di bagian utara, terutama di daerah Kabupaten Buleleng, walaupun banyak memiliki objek wisata namun masih jarang yang mau datang. Kalaupun ada, itu karena memiliki minat khusus. Padahal dari sisi potensi alam dan budaya, Buleleng tidaklah kalah. Lovina misalnya. Pantai melegenda ini sudah sangat familier di kalangan wisatawan. Akan tetapi, perkembangannya sangat lambat. Wisatawan masih enggan datang karena waktu tempuh yang relatif lama. Sekitar dua jam. Lihatlah juga kawasan Pemuteran. Tidak kalah menariknya. Daerah ini sudah diakui dunia memiliki taman laut yang indah. Namun toh, hanya wisatawan yang punya minat khususlah yang mau datang ke tempat ini. Selain itu, budaya, religi, kuliner serta gebrakan generasi milenial yang sedang gandrung membuka diri untuk menjadi wirausaha muda. Sebagai daerah perkebunan, Buleleng sudah punya nama. Kebun anggur, jeruk, vanili, durian dan lainnya ada di berbagai kawasan di Buleleng. Tetapi, lagi-lagi masalah transportasi menjadi kendala. Kalau kemudian Gubernur Bali Wayan Koster yang notabene merupakan putra daerah Buleleng membuat gebrakan mempercepat mimpi agar kawasan ini tidak terisolasi lagi tentu bukan tanpa sebab. Memang ketimpangan antarwilayah dan antarsektor ini mesti segera diakhiri. Upaya membuat shortcut dan bandara merupakan salah satu langkah terobosan. Upaya yang sangat perlu didukung terutama pembuatan jalan pintas. Ini sebenarnya sudah rencana lama namun tak kunjung terealisasi. Kini, pada zaman Gubernur Wayan Koster, rencana itu diwujudkan. Dengan demikian, upaya untuk mempercepat pembangunan di daerah ini merupakan langkah strategis agar Buleleng tidak ketinggalan lagi. Cuma masalahnya, pembuatan jalan pintas ini jangan kemudian menimbulkan masalah baru seperti menjamurnya pembangunan di daerah sekitarnya. Pemerintah mesti siapkan perangkat lunak. Siapkan aturan mainnya. Siapkan legalitasnya agar di kiri-kanan tidak tumbuh subur pembangunan jenis apa pun. Pengalaman pembangunan By-pass Ngurah Rai serta Jalan I.B. Mantra bisa dijadikan contoh. Spekulan tanah bermain sehingga di kiri-kanan jalan bermunculan bangunan yang menyimpang dari peruntukannya. Jaga itu, agar tidak terulang di Bali Utara. Jangan sampai jadi batu sandungan kesekian kalinya. Karena kita tidak bisa menata aturan tata ruang. Di sekitar shortcut itu jangan dibiarkan jadi kumuh. Alih-alih menata menuju yang lebih baik, kita justru akan melihat wajah kesemrawutan baru di belahan Bali Utara.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Tanggapan Soal Rancu Predikat Kelulusan Menanggapi surat pembaca yang terbit pada Harian Umum Bali Post, Rabu (5/12) kemarin, tentang predikat kelulusan dalam berita “Undiksha Gelar Wisuda Ke-57,…” yang dianggap rancu, dapat dijelaskan bahwa, (1) pada Program S-3, Dr. Ni Made Rai Wisudariani dari Jurusan Pendidikan Bahasa dengan IPK 3,91 mendapat predikat Sangat Memuaskan, tidak predikat Pujian karena masa studinya melampaui enam semester, (2) Program S-2 Ulan Sari, M.Pd. dari Jurusan Bimbingan Konseling dengan IPK 3,86 mendapat predikat Pujian karena masa studinya tidak melampaui lima semester, dan (3) Program S-1 Made Sugi Antara dari Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 3,86 mendapat predikat Sangat Memuaskan, tidak predikat Pujian karena masa studinya lebih dari delapan semester. Ketentuan ini mengacu pada pedoman studi Undiksha. Sementara itu, terkait dengan jumlah alumni Undiksha sampai wisuda ke-57 mencapai 56.142 orang. Rinciannya, Sarjana Muda 2.136 orang, Akta Mengajar 138 orang, Diploma I 1.522 orang, Diploma II 9.942 orang, Diploma III 6.667 orang, Sarjana 30.688, Magister 5.037 orang, dan doktor 12 orang. Humas Undiksha Jalan Udayana, Nomor 11 Singaraja

Membangun Kembali Bali Utara Upacara ground breaking pembangunan shortcut jalan baru batas kota SingarajaMengwitani bagai embusan angin segar bagi masyarakat kawasan Bali Utara. Paling tidak, dua titik shortcut (dari rencana sepuluh titik hubung) sudah dimulai pembangunannya, sehingga proyek pembangunan shortcut jalan baru sebagai penghubung kawasan Bali Utara dengan Bali Selatan tidak lagi sekadar wacana.

Oleh

Agung Kresna ejak ibu kota Provinsi Bali dipindahkan dari Singaraja ke Denpasar pada tahun 1960 melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri No. Des.52/2/36-136 tanggal 23 Juni 1960, kawasan Bali Utara secara berangsurangsur seakan ditinggalkan dan diabaikan. Padahal, gemerlap ekonomi Bali melalui industri pariwisata saat ini, adalah buah perjalanan panjang pariwisata yang berawal dari Singaraja. Sejarah perjalanan wisatawan yang pertama kali menuju Bali pada dasawarsa 20-an masuk melalui pintu utama Pelabuhan Buleleng. Dari sinilah para wisatawan mulai melakukan perjalanan ke seluruh pelosok Bali. Tahun 1924, wisatawan secara khusus datang ke Bali menggunakan jalur pelayaran Bali Express dengan rute Singapura, Batavia, Semarang, Surabaya, Singaraja, kemudian ke Makassar. Bali Express merupakan prakarsa Koninklijke Paketcart Maatsckapy (KPM) atau Maskapai Pelayaran Kerajaan Belanda. Ketika tahun 1846, Hindia Belanda menguasai daerah Bali. Mereka menjadikan Kota Singaraja sebagai pusat pemerintahan di Pulau Bali. Dibangunlah berbagai fasilitas kota termasuk Pelabuhan Buleleng dan jalan utama baru menuju pelabuhan. Jalan

utama ini bahkan telah mengubah tata ruang tradisional Buleleng dengan mengubah akses kota sehingga tidak lagi berpusat pada catus patha (pempatan agung). Pelabuhan Buleleng pada masa Hindia Belanda hingga masa awal kemerdekaan Indonesia merupakan pintu gerbang utama Pulau Bali. Dari kawasan Bali Utara sebenarnya proses pembangunan Bali modern itu berawal. Keseimbangan Kesejaheraan Kenyataan bahwa saat ini kawasan Bali Utara seakan sebagai kawasan yang dilupakan, memang terasa dengan masifnya pembangunan di kawasan Bali Selatan. Kondisi ini terasa sejak Kota Denpasar dijadikan ibu kota Provinsi Bali dan pintu gerbang utama Pulau Bali lebih banyak melalui Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai serta Pelabuhan laut Benoa. Hal ini masih ditimpali dengan adanya pola otonomi daerah yang berada di tingkat kabupaten/kota, sehingga setiap kabupaten/kota memiliki kemandirian untuk mengembangkan wilayah masing-masing sesuai kemampuan aset yang dimilikinya. Kesulitan akses dari kawasan Bali Selatan (sebagai gerbang utama Pulau Bali saat ini) menuju kawasan Bali Utara, bagai semakin meminggirkan Bali Utara. Dahulu,

pada saat semua distribusi barang dari dan keluar Bali melalui pelabuhan Singaraja, sebagian besar hasil ternak dan hasil bumi dari Bali yang diekspor ke Malaka dan Hongkong melalui pelabuhan ini. Kawasan Bali Utara saat itu menjadi wilayah yang banyak memiliki kawasan perkebunan. Jejak kejayaannya masih dapat kita jumpai saat ini. Guna mengembalikan kesejahteraan kawasan Bali Utara, diperlukan kemudahan akses menuju dunia ekonomi global maupun lokal Bali. Sehingga adanya shortcut jalan baru penghubung Bali Utara dan Selatan serta kehadiran bandar udara baru di Bali Utara, diyakini akan meningkatkan kehadiran investor ke Bali Utara. Pada gilirannya, diharapkan akan terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi yang akan membuka peluang terjadinya keseimbangan kesejahteraan masyarakat Bali Utara dan Selatan. Akselerasi pertumbuhan ekonomi kawasan Bali Utara menjadi kunci utama pemerataan kesejahteraan krama Bali di kawasan tersebut. Jika tingkat kesejahteraan masyarakat kawasan Bali Utara sudah terwujud, maka akan menjadi lebih mudah untuk meningkatkan kesejahteraan di kawasan Bali Barat dan Bali Timur mengingat keterhubungannya dengan Bali Utara. Ada

beberapa kata kunci sebagai upaya menuju keseimbangan kesejahteraan krama Bali di seluruh pelosok Pulau Bali. Pertama, adanya pemerataan infrastruktur di seluruh pelosok Bali. Infrastruktur menjadi prasarana pendukung pertumbuhan ekonomi suatu kawasan. Kehadiran infrastruktur yang baik akan memicu geliat ekonomi masyarakat secara mandiri serta akan menarik investor untuk melakukan kegiatan usaha pada suatu wilayah. Infrastruktur berupa jalan yang memadai, beserta ketersediaan sumber daya energi listrik serta ketercukupan suplai air minum, merupakan daya tarik bagi investor untuk melakukan kegiatan usaha di suatu kawasan. Tanpa adanya sarana infrastruktur yang cukup dan memadai sesuai kebutuhan, mustahil investor akan tertarik untuk melakukan investasi pada suatu wilayah. Kedua, adanya konektivitas antarwilayah di seluruh penjuru Pulau Bali. Konektivitas antarwilayah di Bali akan membuka peluang terjadinya pemerataan di semua lini kehidupan masyarakat, utamanya terciptanya keseimbangan tingkat kesejahteraan krama Bali di sudut-sudut pelosok Bali. Sehingga diharapkan tidak ada lagi wilayah di Pulau Bali ini yang menjadi daerah terpencil yang bagai tidak memiliki konektivitas dengan dunia luar. Ketiga, aksesibilitas menuju ke seluruh penjuru Pulau Bali. Ketersediaan infrastruktur beserta konektivitas antarwilayah di Pulau Bali, memerlukan sarana guna terciptanya aksesibilitas antarwilayah tersebut. Ketersediaan sarana transportasi dan komunikasi yang memadai akan banyak

Guru dan Masa Depan Literasi Tingginya semangat literasi akan menjadi awal dari sebuah kemajuan suatu bangsa. Literasi merupakan cara seseorang untuk menjadi lebih maju secara pemikiran dengan membaca dan menulis. Indonesia tergolong negara yang bisa dikatakan rendah semangat literasinya. Pasalnya, data menyebutkan bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara berdasarkan penelitian Most Literred Nation in the World. Kalau rakyat minat membaca, maka akan lahir sebuah gagasan baru. Jika rakyat minat menulis, gagasan-gagasan baru akan saling memengaruhi untuk memperbarui pola pikir untuk menjadikan Indonesia yang lebih baik. Semangat literasi seharusnya sudah diwanti-wantikan oleh orangtua terhadap anaknya, agar mereka membiasakan diri untuk berliterasi di kehidupan masa depan. Literasi tidak hanya berguna pada saat itu, namun kegunaan kerja penggalian ide tersebut selain memperbarui pola pikir, juga untuk membuat orang sekitar menjadi lebih baik. Kurangnya semangat literasi yang tidak disalurkan sejak dini, merembet ke tatanan bangku sekolah. Mereka seakan tidak mempunyai gairah literasi. Coba kita perhatikan anak SMP dan SMA di sekitar kita. Penulis sebagai orang yang tinggal di Yogyakarta menilai bahwa anak SMP dan SMA kelakuannya hanya berkumpul dengan teman-temannya dalam suatu komunitas, banyak bermain

Oleh

Bagis Syarof game, dan jalan-jalan. Solusi tepat untuk memajukan Indonesia dari ketertinggalan adalah meninggikan literasi. Semangat literasi harus dimulai sejak dini, dikembangkan ketika remaja dan dewasa, dinikmati hasilnya pada hari tua. Dua faktor yang menyebabkan rendahnya literasi Indonesia. Karena proses literasi ada dua yaitu membaca dan menulis, mari kita telisik satu per satu. Faktor minat baca yang rendah disebabkan, pertama, lingkungan sekitar. Pengaruh lingkungan sangat besar dalam kehidupan. Jika lingkungan sekitar tidak mendukung literasi maka akan sulit untuk melakukannya. Kedua, gadget. Alat yang satu ini gunanya sangat besar. Tak jarang orang menggunakan alat di atas sebagai alat untuk berliterasi, seperti membaca buku yang berformat pdf dan menulis dengan menggunakan alat tersebut. Namun, hal negatif terjadi terhadap gadget. Barang serbabisa tersebut sering kali hanya digunakan untuk mencari hal-hal yang kurang bermanfaat, seperti membuka media sosial dan bermain game online. Sementara sebab rendahnya semangat menulis menurut Andrea Hirata, penulis 4 buku dalam kurun waktu 4 tahun, ada 3: pertama, menulis tidak semudah mem-

baca. Kecakapan menulis bukan hanya diukur sebagaimana ia merangkai kata tapi diukur seperti apa dia menuangkan gagasan dalam sebuah tulisan dan memudahkan si pembaca paham akan tulisan tersebut; Kedua, menurut penulis buku fenomenal “Laskar Pelangi” di atas adalah penghasilan menulis tidak begitu besar. Kalau dipikir-pikir, jika lebih mudah kaya dengan berbisnis, buat apa menulis yang hasilnya lebih sedikit. Namun, harus kita ketahui bahwa menulis bukan untuk menjadi kaya tetapi untuk menuangkan gagasan menuju perubahan di berbagai bidang, ekonomi, budaya, politik dan sebagainya. Jadi, peran penulis tetap lebih unggul ketimbang pebisnis kaya; Ketiga, kurangnya motivasi. Pemula dalam hal kepenulisan tentunya akan mengalami mandek dan kehabisan gagasan. Hal ini banyak menyebabkan pemula berhenti berproses dan gagal dalam menulis. Dari banyak sebab di atas, kita harus memulai dari sejak kecil dalam menumbuhkan semangat literasi. Bagi anak yang masih balita, orang tua sebagai orang yang paling dekat harus dengan pelan-pelan mengenalkan literasi. Bagaimana dengan yang sudah menginjak masa remaja dan dewasa (SD, SMP, SMA, kampus)? Penulis, pegiat Literasi dan Pemerhati Pendidikan di Yogyakarta

membantu terciptanya tingkat kesejahteraan krama Bali yang merata, sekaligus menciptakan keseimbangan kesejahteraan masyarakat antara wilayah yang satu dengan lainnya. Kesenjangan ekonomi masyarakat Bali sebagaimana yang saat ini masih terjadi antara kawasan Bali Selatan dengan wilayah Bali yang lain, harus segera diakhiri. Jika kawasan Bali Utara pernah menjadi lumbung kesejahteraan ekonomi Bali, maka lumbung kesejahteraan yang saat ini sedang menaungi kawasan Bali Selatan harus segera didistribusikan ke seluruh wilayah Bali. Bukan dengan melakukan bagi hasil atas limpahan dolar yang saat ini sedang dinikmati kawasan Bali Selatan melalui industri pariwisata, namun dengan melakukan pemerataan aksesibilitas, konektivitas, dan infrastruktur, sehingga akan tercipta pemerataan dan keseimbangan kesejahteraan krama Bali di seluruh wilayah Pulau Bali. Penulis, arsitek, senior Researcher pada Centre of Culture & Urban Studies (CoCUS) Bali, tinggal di Denpasar

POJOK Presiden tegaskan pembangunan Trans Papua dilanjutkan. - Maju terus pantang mundur. *** Dorong minat baca, Konjen Tiongkok sumbang ribuan buku. - Membaca kunci sukses. *** Proyek kereta gantung Badung ditunda gara-gara rasionalisasi anggaran. - Cenik gaé to.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7 TABANAN Prosesi ”Ngalinggihang Weda” dan ”Apasang Lingga” Ida Bhagawan Satya Dharma Kamis Kliwon, 6 Desember 2018

Bali Post/bit

NGELINGGIHANG WEDA - Rangkaian prosesi ngalinggihang Weda dan apasang lingga Ida Bhagawan Satya Dharma.

Tabanan (Bali Post) Setelah didiksa oleh Guru Nabe, Drs. I Dewa Ketut Suardika (65) terlahir kembali sebagai seorang sulinggih dengan gelar Ida Bhagawan Satya Dharma. Sementara sang istri Ratmawati kini bergelar Ida Jro Istri Satya Kirti. Bertepatan satu bulan tujuh hari upacara tersebut, pada Buda Wage Warigadean atau Rabu (5/12) kemarin, dilaksanakan upacara Ngalinggihang Weda serta Apasang Lingga. Prosesi tersebut disaksikan Guru Nabe Ida Pedanda Gede Putra Yoga dari Geria Tegeh Tunjuk, Tabanan dan Ketua PHDI Tabanan I Wayan Tontra. Upacara Rsi Yadnya yang berlangsung di Geria Danginan Sembung Kumpi, Kecamatan Kerambitan ini berjalan khidmat. Ida Bhagawan Satya Dharma mengatakan, rangkaian Rsi Yadnya ini dimulai Oktober lalu, seperti diksa pariksa yang digelar 7 Oktober dan madiksa pada 24 Oktober. Upacara madiksa dwijati di-tapak oleh Ratu Nabe Ida

2019, Penerima Program Keluarga Harapan Menurun

Tabanan (Bali Post) -

Jumlah KK miskin di Kabupaten Tabanan mengalami penurunan. Setidaknya hal itu terlihat dari jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dari 10.650 keluarga penerima tahun ini menjadi 10.567 keluarga di tahun 2019. Kepala Dinas Sosial Tabanan I Nyoman Gede Gunawan, Rabu (5/12) kemarin, mengatakan peningkatan kesejahteraan sejumlah keluarga telah menyebabkan penurunan jumlah KPM. Hal ini bisa saja dikarenakan mereka telah mendapat pekerjaan yang tetap. ‘’Artinya sudah ada peningkatan kesejahteraan. Ini kan bagus. Program pemerintah pusat sudah mengena untuk membantu mereka yang selama ini di bawah garis kemiskinan,’’ ucapnya. Bantuan yang diterima oleh KPM ini diberikan flat sebesar Rp 1.890.000 per tahun dan Rp 2.000.000 bagi lansia di atas 70 tahun. Bantuan diterima sebanyak empat kali dalam setahun, masing-masing sebesar Rp 500.000 sebanyak tiga kali dan pencairan terakhir sebanyak Rp 390.000. ‘’Saat ini sudah masuk pencairan tahap akhir atau tahap keempat untuk bantuan tahun 2018. Sedangkan yang tahun 2019 masih dalam proses di pusat. Kemungkinan tahap pertama di bulan Maret sudah cair,’’ ucapnya. Disinggung tentang war-

ga yang telah mengantongi Kartu Indonesia Sehat (KIS) namun belum mendapatkan rastra seperti di Benana Kelod, Penebel, Gunawan menjelaskan, mereka yang mengantongi KIS belum tentu masuk PKH. Sementara jika sudah masuk PKH, sudah pasti mendapatkan rastra. ‘’Karena ada komponen yang mensyaratkan warga bisa masuk dalam data PKH. Buktinya saja dari 17.308 warga penerima manfaat yang mendapatkan bantuan rastra, penerima manfaat atau PKH hanya di angka 10 ribuan. Artinya, sekitar 7 ribu warga tidak masuk PKH,’’ terangnya. Meski demikian, untuk kasus janda lansia di Penebel dikatakannya sudah diajukan oleh Pemerintah Desa untuk nantinya diteruskan ke pusat agar bisa masuk basis data terpadu. Itupun baru bisa dicek kembali enam bulan lagi, karena laporan perubahan data dilakukan oleh pusat tiap enam bulan. Ini sesuai tujuan pemerin-

tah pusat yang menginginkan di tahun-tahun yang akan datang semua warga miskin harus terdata dan bisa mendapatkan haknya untuk diberikan bantuan, dengan tujuan pengentasan kemiskinan. (kmb28)

Untuk diketahui, sebelum madwijati, Ida Bhagawan Satya Dharma merupakan pensiunan guru Yayasan Saraswati yang mengajar bahasa asing seperti bahasa Inggris, Jerman dan Prancis. Ia juga pernah menjadi asisten dosen, mengajar di sekolah kejuruan di Kabupaten Gianyar hingga di kalangan pariwisata dan kepolisian. Sementara itu, Ketua PHDI Tabanan I Wayan Tontra menyambut baik lahirnya sulinggih baru di Tabanan. Alasannya, jumlah sulinggih di Kabupaten Tabanan masih kurang jika dibandingkan dengan jumlah umat. Satu sulinggih dalam sehari rata-rata muput karya sampai lima kali, bahkan ada yang sampai tujuh kali. ‘’Dengan lahirnya Ida Bhagawan Satya Dharma, kami di PHDI Tabanan berharap beliau dapat membantu tugas kami khususnya di bidang upacara yadnya, di samping memberikan pencerahan pada umat atau sisya yang sering berhadapan dengan beliau,’’ jelasnya. (kmb28)

Hari Ini, Tes Akhir Calon Sekda Tabanan (Bali Post) Setelah hasil tes assesmen dari Puspenkom diumumkan, empat calon Sekda Tabanan kembali mengikuti tes lanjutan pada Rabu (5/12) kemarin, berupa tes rekam jejak. Sementara Kamis (6/12) hari ini adalah tes terakhir berupa pembuatan makalah sekaligus presentasi yang akan menentukan nasib mereka untuk lolos tiga besar. Kepala BKPSDM Tabanan I Wayan Sugatra mengatakan, pada tahap akhir seleksi, empat calon Sekda diberikan waktu selama dua jam untuk membuat makalah dengan materi optimalisasi peran Sekda dalam fungsi pelayanan publik menuju good governance. Keempat kandidat dilarang membawa referensi dalam bentuk apapun. ‘’Laptop disediakan oleh panitia. Kalau sebelumnya makalah ditulis di luar, sekarang ditulis dua jam sebelum presentasi, minimal tiga halaman,” kata Sugatra. Hari ini pula dilakukan presentasi atas makalah yang telah dibuat. ‘’Untuk presentasi kami berikan ruang masing-masing 45 menit. 15 menit untuk pemaparan dan 30 menit pendalaman oleh Pansel,’’ terangnya. Tes ini dimaksudkan agar calon Sekda mampu mengha-

Tabanan (Bali Post) Dua BUMDes di Tabanan mendapatkan bantuan alat dan mesin (alsin) melalui Program Inovatif Kecamatan (PIK) APBD II. BUMDes Sri Rejeki Desa Sanda, Pupuan mendapatkan bantuan berupa alsin pengolahan kopi. Sementara BUMDes Berembeng berupa alsin pengolahan kelapa. Sebagai tindak lanjut pemberian bantuan ini, Dinas Pertanian Tabanan menggelar Bimtek untuk kedua BUMDes tersebut. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Tabanan Dewa Ketut Budidana Susila, Rabu (5/12) kemarin, mengatakan pelatihan ini sudah digelar beberapa waktu lalu. Bimtek pendampingan, pengolahan, pengawalan dan pemasaran hasil komoditas perke-

I Nyoman Gede Gunawan

Bali Post/san

PRODUK BUMDES - Beberapa produk BUMDes yang dipasarkan PDDS Tabanan. juga ikut membantu produk BUMDes untuk mendapatkan izin-izin tersebut,’’ ujar Sugi. Menurutnya, tidak semua produk BUMDes menjalani test case pasar. Namun untuk produk baru dan kerajinan, biasanya akan tes pasar dengan mengikutkannya ke dalam ajang pameran maupun pasar murah yang diselenggarakan Pemkab. Dijelaskannya lebih

tuk muput karya pengabenan atau pitra yadnya. ‘’Setelah ngalinggihang Weda dan apasang lingga, barulah dibolehkan sulinggih memulai nyurya sewana dan loka pala sraya atau muput upacara-upacara keagamaan di masyarakat seperti piodalan, pamelaspasan. Namun untuk muput pitra yadnya belum diperbolehkan, jika yang bersangkutan belum ngaturang puja di Pura Lempuyang dan Pura Gelap Besakih,’’ terangnya. Bagi Ida Pedanda Gede Putra Yoga, kemampuan Ida Bhagawan Satya Dharma dalam menghapal puja sangat baik. ‘’Saya kenal lama sejak Beliau jadi guru di Saraswati, dan saya salut akan kemampuan menghapal puja. Biasanya berkutat dengan bahasa asing sekarang sudah bisa bahasa Sanksekerta untuk puja. Karena antara puja dengan tabuh bajra dan gerak jari tangan ini harus menyatu sehingga tampak suci dan indah. Inilah yang senantiasa harus terus dilatih,’’ ucapnya.

Bali Post/bit

CALON SEKDA - Empat calon Sekda yang akan mengikuti tes akhir untuk menentukan tiga besar. dapi intervensi atau tekanan dalam mengambil sebuah kebijakan srategis. Seorang Sekda juga harus memastikan pelayanan publik berjalan dengan baik. ‘’Ketika duduk dalam jabatan Sekda harus kuat dengan intervensi tekanan serta bagaimana bisa mengkoordinasikan dengan Bupati ataupun DPR,’’ jelasnya. Mantan Kepala Dinas DKP ini mengatakan, penulisan naskah dan presentasi merupakan tes akhir yang hasilnya akan diakumulasikan dengan hasil tes lainnya. Akumulasi nilai inilah yang menentukan tiga besar calon Sekda yang akan dipilih oleh Bupati.

Menurutnya, pleno hasil seleksi calon Sekda akan diumumkan pada Senin (10/12) mendatang. ‘’Hasil tergantung pleno, nantinya diakumulatifkan dengan bobot penilaian 40 persen untuk assesment, 40 persen untuk presentasi dan 20 persen untuk rekam jejak. Dari hasil semua tes inilah dipilih tiga,’’ tegasnya. Untuk diketahui, keempat calon Sekda masing-masing I Gusti Agung Rai Dwipayana, I Wayan Kotio, I Gede Susila dan I Wayan Sarba telah dinyatakan lulus tes kompetensi manajerial sehingga bisa melenggang ke tahapan selanjutnya. (kmb28)

Dua BUMDes Dapat Bantuan Peralatan

Tak Semua Produk BUMDes Bisa Masuk BUMDa Tabanan (Bali Post) Sebagian besar BUMDes di Kabupaten Tabanan memiliki produk olahan sesuai potensi desa masing-masing. Namun tidak semua bisa dipasarkan oleh BUMDa dalam hal ini PDDS Tabanan. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Hal itu diungkapkan Direktur PDDS Tabanan I Putu Sugi Darmawan, Rabu (5/12) kemarin. Menurutnya, untuk produk makanan minimal sudah memiliki Izin Pangan Rumah Tangga (IPRT). Kemudian produk VCO dan turunannya, minimal memiliki Izin Usaha Kecil Obat Tradisional (Izin Ukot). Sementara untuk produk kerajinan, harus memiliki keunikan, pengerjaan rapi dan harganya bersaing. Sugi melanjutkan, hingga saat ini, dari 116 produk yang dipasarkan PDDS Tabanan, 65 di antaranya sudah memiliki IPRT dan 42 memiliki Izin Ukot. Produk VCO dan turunannya juga sedang dalam proses pengurusan izin BPOM. Sementara produk beras baik merah dan hitam sedang dalam proses mendapatkan izin dari Kementerian Pertanian. ‘’Dalam hal ini PDDS

Pedanda Gede Made Putra Yoga dari Geria Tegeh Tunjuk. Sementara untuk sulinggih yang muput upacara ngelelet atau mati raga yakni Ida Pedanda Gede Made Putra Jenana dari Geria Tuakilang, dan prosesi nyiraman oleh Ida Pedanda Gede Giri Manu Wijaksara dari Geria Lenganan Bajera. Sejumlah sisya yang menyaksikan upacara tersebut mengatakan Ida Bhagawan merupakan sosok low profile. Terbukti Ida Bhagawan sudah memiliki ratusan sisya dari berbagai wilayah, dan mengaku akan terus melatih diri sesuai anjuran Guru Nabe. Sementara itu, Ida Pedanda Gede Putra Yoga selaku Guru Nabe menjelaskan, setelah dilaksanakan ngalinggihang Weda dan apasang lingga, prosesi dilanjutkan dengan maajar-ajar atau nangkil ke Pura-pura ngaturang puja. Khusus di garis penabean, jika belum ngaturang puja di Pura Luhur Lempuyang dan Pura Gelap Besakih, seorang sulinggih belum diperbolehkan un-

lanjut, produk yang dijual BUMDa sebagian besar berupa makanan. Agar bisa masuk BUMDa, produk makanan ini harus memiliki IPRT. Menurut Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Tabanan I Wayan Triana, hingga Oktober 2018 sudah tercatat 260 produk makanan di Tabanan yang sudah memiliki IPRT. Saat

ini untuk pengurusan IPRT sudah tidak lagi melalui Dinas Kesehatan, tetapi sudah diserahkan ke Dinas Perizinan. Meski bukan lagi wewenang Dinas Kesehatan, namun pihaknya tetap bertugas memberikan rekomendasi laik sehat sebuah produk berdasarkan pemeriksaan perorangan karyawan dan pemeriksaan laboratorium produk. (kmb24)

bunan, khususnya pengolahan kopi sekunder atau pembuatan kopi bubuk diberikan kepada BUMDes Sri Rejeki Desa Sanda. Jumlah pesertanya 20 orang. Sedangkan untuk pembuatan olahan kelapa berupa VCO dan produk turunan lainnya diberikan kepada BUMDes

Berembeng, Selemadeg, yang juga diikuti 20 orang. Dengan bantuan alsin dan Bimtek, diharapkan produktivitas masing-masing BUMDes dapat meningkat. Dengan begitu akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. (kmb24)


8

BULELENG

Kamis Kliwon, 6 Desember 2018

Fotografer Gadungan Setubuhi Anak di Bawah Umur Diiming-imingi Jadi Model Bayaran

Singaraja (Bali Post) –

Terduga pelaku kasus persetubuhan anak di bawah umur akhirnya ditangkap Satuan Reskrim Polres Buleleng, Rabu (5/12) kemarin. Terduga pelaku Putu MA (43) menggunakan jurus maut yakni berpura-pura menjadi fotografer untuk memperdaya korbannya, Dayu Mwr. Fotografer gadungan yang merupakan warga Desa Pengastulan, Seririt itu menipu dengan imingiming manis korbannya akan dijadikan seorang model bayaran. Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, terduga pelaku nekat melakukan persetubuhan terhadap korban yang masih berstatus anak di bawah umur. Terbongkarnya kasus ini berawal dari adanya pengaduan dari pelapor Ida Bagus Kade Subawa, 12 November 2018 lalu. Melalui laporan LP/232/XI/2018/Bali/ Res Buleleng terkait dugaan persetubuhan terhadap korban Dayu Mwr (17), seorang pelajar salah satu sekolah di Kecama-

tan Banjar. Pihaknya juga menerima pengaduan yang sama dari pelapor Luh Maheni melalui LP/242/XI/2018/Bali/Res Buleleng 3 Desember. Pelapor juga mengadukan Kadek Mwr yang mengaku disetubuhi secara paksa oleh terduga pelaku. “Dari pengaduan itu, kita lakukan pendalaman. Terduga pelaku saat ini sudah kita amankan untuk proses lebih lanjut,” katanya. Dari hasil interogasi, kata

Suratno, korban mengatakan, persetubuhan itu dilakukan terduga pelaku dengan purapura menjadi fotografer. Berbekal kamera DSLR, terduga pelaku menjanjikan kepada korban menjadi seorang model bayaran. Pekerjaan itu ditawari melalui jejaring media sosial (medsos). Tawaran itu dituruti korban yang sepakat melakukan pemotretan pada 11 November 2018 sekitar pukul 12.00 Wita di Studio Foto “Manu Foto Work” Desa

Pengastulan. Sebelum pengambilan foto, terduga pelaku menyuruh korban menggunakan pakaian yang sudah disiapkan. Mata korban ditutup selendang dan kedua tangan korban diikat tali. Bahkan, mulut ikut ditutup, sehingga tidak bisa bersuara. Korban dibuat tak berdaya. Alasannya, skenario pemotretan seolah-olah terjadi kasus penculikan anak. Terduga pelaku kemudian mengambil foto dan merekam dalam bentuk video. Selesai pengambilan foto, tidak disangka terduga pelaku memaksa korban masuk ke dalam ruang kamar. Di dalam kamar itulah, korban diduga disetubuhi secara paksa. Terduga pelaku sengaja memutar musik dengan volume keras, sehingga teriakan korban tidak

terdengar tetangga. Meski ditipu dengan cara seperti itu, korban tetap berontak dan akhirnya diketahui pelapor. Kasus ini kemudian dilaporkan dan tidak berselang lama pelaku diamankan bersama barang bukti kamera DSLR. Dari kartu memori kamera itu tersimpan puluhan frame foto yang berisi adegan foto korbannya. “Indikasi kalau terduga pelaku ini memperdaya korban dengan iming-iming dijadikan model bayaran. Saat pengambilan foto itu, terduga pelaku melakukan aksi dugaan persetubuhan anak di bawah umur. Kalau dari hasil penyelidikan sementara, tidak menutup kemungkinan ada korban lain yang mengalami hal serupa, sehingga kasus ini kami terus

Bali Post/kmb38

TERDUGA PELAKU – Satuan Reskrim Polres Buleleng mengamankan terduga pelaku kasus dugaan persetubuhan anak di bawah umur. kembangkan,” kata Kapolres. Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya, terduga pelaku sekarang ini mendekam di sel tahanan Polres Buleleng. Dia dijerat Pasal 81 ayat (1) UU No.

35 Tahun 2014 perubahan atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 63 KUHP, dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan atau maksimal 15 tahun penjara. (kmb38)


Kamis Kliwon, 6 Desember 2018

Lomba Senam ”Line Dance”

Seorang Peserta ”Karauhan” dan Pingsan

Gianyar (Bali Post) Kegiatan senam line dance yang digelar Pemkab Gianyar di Wantilan Pura Bukit Bitra, Kelurahan Bitra, Kecamatan Gianyar, Rabu (5/12) kemarin, digegerkan dengan insiden peserta karauhan dan pingsan. Uniknya, grup senam yang pesertanya karauhan usai pentas itu justru mendapat juara III pada lomba senam lintas OPD tersebut. Salah satu peserta dari grup gabungan RS Sanjiwani, Dinas Ketenagakerjaan dan Dinas Pariwisata, Made Sulasmi, menceritakan awalnya dalam penampilan Rabu kemarin grup mereka tampil memukau membawakan tarian. Bahkan penampilan tersebut banyak mendapat aplaus dari para penonton. “Pas tampil memang bisa seperti biasa, tidak ada yang mencurigakan,” ujarnya. Usai pentas, grup ini langsung ke belakang panggung. Saat di belakang panggung, tanpa diduga seorang peserta, Karina, meloncat-loncat. Sulasmi dan rekan-rekannya terkejut melihat aksi temannya, ia bahkan berupaya menangkap Karina. “Dia meloncat-loncat sambil menari. Sempat saya pegang tapi lepas,” katanya. Selama karauhan, kata Sulasmi, Karina juga berteriak mengatakan kekurangan kopi. “Dia bilang kurang kopi ini, lantas diberikan kopi oleh pemangku setempat dan dia mau pulih,” ujarnya. Akibat kejadian itu, situasi di belakang panggung sempat geger. Namun di depan panggung peserta lainnya tetap melanjutkan pentas. Tak berselang lama, kondisi Karina membaik. Grup gabungan DWP RSUD Sanjiwani, DWP Disnakertrans dan DWP Dinas Pariwisata yang pesertanya terlibat kesurupan itu akhirnya memperoleh juara III. Berdasarkan informasi di TKP, setelah Karina sadar aksi kesurupan diikuti oleh seorang perempuan yang ada di seputaran lokasi tersebut. Namun karauhan itu tidak berlangsung lama. Sementara itu informasi lain menyebut insiden peserta karauhan ternyata tidak hanya sekali, hal serupa juga terjadi sehari sebelum pentas, yakni saat geladi, Selasa (4/12). Kala itu para peserta melakukan geladi di seputaran pura

tersebut. Tanpa diduga di tengah geladi salah seorang peserta karauhan. Dalam suasana karauhan peserta ini berteriak meminta segehan. Pemangku setempat langsung memenuhi permintaan itu dan peserta yang karauhan bisa kembali pulih. Panitia kegiatan yang juga istri Sekda Gianyar Dwikorawati Wisnu Wijaya mengaku tidak berani komentar terkait karauhan tersebut. “Saya tidak berani bilang, bisa karena tegang atau apa karena saat tampil dia biasa-biasa saja. Bahkan penampilannya bagus. Mungkin terharu hingga di belakang nangis,” katanya ditemui usai pementasan. Selain karauhan, ada juga peserta yang pingsan. Peserta yang pingsan tersebut memang sakit, namun tetap memaksakan ikut pentas. “Kemarin sudah ke dokter, tapi yang bersangkutan bersikeras untuk ikut. Padahal sudah ada cadangan juga di grup itu. Karena dia merasa mampu dan kuat akhirnya ikut,” kata Dwikorawati. Dwikorawati mengatakan, kegiatan senam line dance ini digelar serangkaian peringatan Hari Ibu ke-90 di Kabupaten Gianyar. Lomba line dance ini terselenggara atas kerja sama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Gianyar dengan DWP Kabupaten Gianyar. Dikatakan, line dance merupakan salah satu bentuk olahraga yang dipadukan dengan sentuhan koreografi gerakan tari. Line dance memiliki gerakan berupa langkah-langkah yang membuat kita aktif secara fisik, emosi dan mental. Kegiatan line dance memiliki manfaat dalam meningkatkan daya ingat dan memperkuat daya konsentrasi. Selain untuk kesehatan, line dance juga dapat meningkatkan rasa percaya diri, kebersamaan dan sebagai sarana sosial untuk memperluas pergaulan. “Line dance tentunya sangat bermanfaat bagi ibu-ibu. Pemkab Gianyar akan selalu menyiapkan media agar para ibu bisa menumbuhkembangkan kreativitas dan kepercayaan diri sehingga berani tampil,” tegasnya. (kmb35)

9 GIANYAR Rampung, Sejumlah Bangunan di KRG Pemkab Gelar Upacara ”Panguripan” Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar terus menyempurnakan pembangunan di Kebun Raya Gianyar (KRG). Seperti penyempurnaan pendirian sejumlah infrastruktur. Usai pembangunan itu, Pemkab Gianyar menggelar upacara Panguripan bangunan, Rabu (5/12) kemarin. Kepala KRG Made Raka Adnyana mengatakan, pihaknya melaksanakan pangurip bangunan setelah rampungnya pembangunan candi bentar, gayor, lobi, serta pavingnisasi melingkar di KRG. Di samping itu, KRG juga telah menyiapkan lahan parkir seluas 60 are. KRG sendiri dibagi menjadi beberapa bagian, seperti kawasan hutan yang masih UPACARA PANGURIPAN - Suasana upacara Panguripan pada bangunan di Kebun Raya Gianyar, Rabu (5/12) kemarin.

alami dengan 212 koleksi tanaman, kebun anggrek dengan 106 koleksi hasil eksplorasi dari kawasan KRG, taman tematik di mana di dalamnya tersimpan berbagai jenis tanaman obat dan upakara. Raka Adnyana menambahkan, sejak di-launching tahun 2017 sampai saat ini terjadi peningkatan jumlah kunjungan d a ri 2 .8 6 7 ora ng p a d a tahun 2017 menjadi 9.680 orang pada tahun 2018. Kunjungan lebih didominasi oleh kelompok belajar untuk mempelajari berbagi jenis tanaman. “Kebanyakan kunjungan untuk modul pendidikan, mengenal tanaman upakara sama taman tematik dan penelitian” ujarnya. Bupati Gianyar Made Mahayastra yang hadir dalam kesempatan tersebut didampingi Sekdakab Gianyar dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Gianyar mengatakan, KRG telah diresmikan sebelumnya, namun kini

dilakukan secara niskala. Dikatakan, kawasan KRG merupakan kawasan yang harus dijaga dan dilestarikan. Upacara ini merupakan bentuk sinergi alam, budaya, dan masyarakat (local genius) yang mesti dijaga dengan harapan semoga dapat bekerja dengan tenang nyaman dan apa yang direncanakan dapat dicapai. Mahayastra menambahkan, Pemkab Gianyar telah melakukan pembebasan lahan dan akan dilakukan penataan lebih lanjut untuk menarik minat pengunjung sehingga peningkatan kunjungan sesuai target dapat terealisasi. “Ini kan ada tiga kelompok yang akan kita kembangkan. Pertama yang merupakan tanaman asli yang ada di Pilan, kedua tanaman tematik, serta ketiga wisata keluarga. Untuk pengembangannya, tahun ini kita juga sudah ada pembebasan lahan,” katanya. (kmb35)

Konferensi ICT ASEAN TELMIN 2018

Perlindungan Data Pribadi Jadi Perhatian Semua Negara

Gianyar (Bali Post) Sepuluh Menteri Informasi dan Telekomunikasi Negara Anggota ASEAN dan Sekretaris Jenderal International Telecommunication Union (ITU) melakukan pembahasan Cross-Border Data dan Dinamika Digital ASEAN. Pembahasan itu berlangsung dalam Konferensi ICT ASEAN Telecommunication and Information Technology Ministers Meeting (TELMIN-2018). Kegiatan ini digelar selama dua hari, sejak Rabu (5/12) hingga Kamis (6/12) hari ini. Menteri Komunikasi dan Informatika RI Rudiantara mengatakan, saat ini perlindungan data pribadi menjadi perhatian semua negara. Apalagi dengan adanya perubahan gaya hidup yang dominan di dunia online. “Sekarang perubahan terjadi di gaya hidup kita semua. Kita bayar tidak pakai tunai lagi, kita belanja sudah online semua. Nanti pada saat cross border antarsemua negara,

bagaimana perlakuan datanya, bagaimana menjaga datanya masyarakat ASEAN sendiri,” katanya usai penanaman pohon sebelum acara konferensi di Ubud, Gianyar, Rabu kemarin. Pembahasan itu dalam pandangan Menteri Rudiantara tidak hanya pada lingkup ASEAN, melainkan juga dengan negara lain dan kawasan lain. “Belum lagi antara ASEAN dengan regional

yang lain. Kita ketahui seperti Eropa, EU, mereka tidak memperbolehkan ecommerce players negaranya crossborder section dengan negara lain yang tidak mempunyai perlindungan data pribadi,” jelasnya. Menurut Rudiantara, Indonesia sendiri telah me nyepakati untuk memasukkan perlindungan data pribadi dalam agenda penyusunan undang-undang. “Dalam kon-

teks Indonesia, pemerintah dan parlemen sepakat UU Perlindungan Data Pribadi itu dan dibahas tahun 2019. Sudah masuk ke Prolegnas,” tegasnya. Selain mengenai Cross Border Data, TELMIN Tahun 2018 ini akan fokus untuk membahas hal-hal yang mempengaruhi dinamika di digital ASEAN itu sendiri. “Fokusnya adalah hal-hal yang mempengaruhi dinamika di digital ASEAN itu sendiri. Kita juga meminta enlightment dari big tech company menyampaikan kepada kita direction-nya perkembangan teknologi seperti apa di dunia, implikasinya kepada global dan kepada ASEAN

seperti apa dan apa kira-kira yang mereka suggest bagi kita ASEAN untuk merespons dinamika teknologi ini sendiri,” jelas Rudiantara. Sebelum mulai konferensi, sepuluh Menteri Informasi dan Telekomunikasi ASEAN dan Sekjen ITU menanam pohon. Menteri Kominfo Rudiantara menanam pohon juwet atau jamblang. “Walaupun kita bidangnya teknologi, digital, startup, digital economy dan lain sebagainya, tapi kita juga sebagai manusia harus menjaga ekosistem kita, lingkungan kita. Ini bagian dari environment lingkungan hidup kita yang harus senantiasa dijaga,” tegasnya. (kmb35)


JEMBRANA

10

Kamis Kliwon, 6 Desember 2018

Perlu Inovasi Pertanian dalam Menjaga Kemandirian Pangan Negara (Bali Post) -

Sektor pertanian saat ini kerap dihadapkan berbagai permasalahan. Mulai alih fungsi lahan, ketersediaan air irigasi yang semakin terbatas termasuk perubahan iklim global. Namun, di sisi lain upaya menjaga agar kemandirian pangan tetap terjaga menjadi hal yang harus dilakukan, termasuk di Kabupaten Jembrana yang menjadi salah satu lumbung padi di Pulau Bali.

KETAHANAN PANGAN – Bupati Artha saat Semiloka Dewan Ketahanan Pangan kemarin. Bupati Artha menekankan perlunya inovasi pertanian untuk menjaga ketahanan pangan khususnya di Jembrana.

Kuasa Hukum Minta Pelaku Video Mesum Dibebaskan Negara (Bali Post) Kasus video mesum yang melibatkan pasangan pelajar, Rabu (5/12) kemarin disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Negara. Sidang yang digelar tertutup terkait persetubuhan anak di bawah umur dengan pelaku PKW (16) kemarin masuk agenda tuntutan. Jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Jembrana Ni Made Desi Mega Pratiwi menuntut pidana penjara 1 tahun 6 bulan dan 3 bulan pelatihan kerja. Sementara kuasa hukum meminta pelaku dibebaskan karena perbuatan mesum dilakukan tanpa paksaan dan penjara akan membuat kesempatan pelaku untuk belajar hilang. Pelaku sesuai tuntutan JPU terbukti melanggar Pasal 81 ayat 2 UU Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak junto pasal 64 KUHP. Kasipidum Kejari Jembrana I Gede Wiraguna Wiradarma dikonfirmasi terkait tuntutan ini usai sidang mengungkapkan, jaksa dalam tuntutannya juga menyertakan hal yang meringankan pelaku. Seperti tidak pernah dihukum, bersikap sopan selama persidangan dan mengaku

terus terang. Dalam perkara ini juga ada kesepakatan bersama dari keluarga pelaku dan keluarga korban menyelesaikan masalah dengan damai dengan mengawinkan secara adat. Sementara itu kuasa hukum pelaku, I Gusti Ngurah Karyadi, menyebut dalam kasus ini pelaku kenakalan anak ini bukan hanya pelaku melainkan juga korban. Karena itu selaku kuasa hukum, pihaknya mengajukan pembelaan supaya pelaku dibebaskan dari tuntutan JPU. Menurutnya, dalam kasus ini tidak ada unsur paksaan dan bujuk rayu. Ia menekankan tuntutan pidana penjara akan menghilangkan kesempatan belajar. Sebab pelaku masih pelajar. Karena itu pihaknya meminta agar pelaku tidak ditahan (penjara). Seperti diberitakan sebelumnya, kasus persetubuhan ini diketahui setelah beredarnya video mesum pasangan pelajar di Jembrana. Video itu diduga direkam di salah satu kamar hotel. Belakangan diketahui pelaku dalam video itu merupakan siswa salah satu SMK dan keduanya berpacaran. (kmb26)

Bupati Jembrana I Putu Artha menegaskan dalam upaya untuk menjamin ketahanan pangan yang berkelanjutan, mutlak diperlukan upaya dan kerja keras serta inovasi pertanian dari seluruh stakeholder. Menurut Artha, banyak kendala dan permasalahan yang menghantui sektor pertanian, seperti alih fungsi lahan pertanian, tipisnya ketersediaan air irigasi, adanya kompetisi pemanfaatan komuditas pangan sebagai sumber pangan dan energi termasuk perubahan iklim global. “Untuk itu, dinas Pertanian bersama stakeholder agar melakukan upaya dan terobosan dengan program-program inovatifnya,“ ujar Bupati Artha saat membuka Semiloka Dewan Ketahanan Pangan di Aula Jimbarwana, Rabu (5/12) kemarin. Bupati Artha meminta agar Dewan Ketahanan Pangan lebih optimal dalam melaksanakan program. Dari sisi konsumsi

perlu dicermati masih banyak ditemukan pangan olahan yang tidak layak konsumsi, seperti kedaluwarsa serta mengandung zat pewarna dan bahan pengawet yang sangat membahayakan kesehatan anak-anak. “Untuk mengantisipasi itu maka kami minta agar Dewan Ketahanan Pangan harus peka dan optimal dalam melaksanakan programprogramnya,” tambah Bupati Artha. Semiloka yang berlangsung sehari kemarin diikuti sejumlah dinas terkait, para camat, penyuluh pertanian, para perbekel serta para klian subak dan kelompok tani. Saat ini, rata-rata Index Pertanaman (IP) dalam satu tahun di Jembrana di angka 1,4 persen. Artinya dalam setahun masa tanam sawah rata-rata dua kali. Sisanya 0,60 persen itu ditanami Palawija. Dengan kebutuhan beras masyarakat Jembrana 33 ribu ton per tahun, Jembrana mengalami surplus. (kmb26)

Makepung Lampit

Bersifat Hiburan, Kurangi Pecut Kerbau Makepung yang merupakan salah satu kekayaan tradisi budaya Kabupaten Jembrana terus dikembangkan agar tetap lestari. Bukan saja lewat Makepung di Sirkuit berpasir dengan melibatkan dua kubu blok, Ijogading Timur dan Ijogading Barat saja. Belakangan Makepung juga diselenggarakan menjadi hiburan (entertain) sebagai daya tarik wisatawan. Salah satunya, Makepung Lampit, yang memanfaatkan media sawah berlumpur. Makepung Lampit atau dikenal makepung betenan ini penampilannya lebih ramah. Karena tidak berpacu atau balapan dan para joki jarang memecut kerbau hingga terluka. Sehingga atraksi menggunakan kerbau ini pun lebih dapat diterima wisatawan mancanegara. Sepasang kerbau itu disatukan terikat dengan lampit (alat bajak) yang telah dimodifikasi lebih tipis dan landai. Pakaian para joki pun tidak mutlak memakai busana lengkap seperti makepung pacuan sirkuit. Bahkan kadang hanya memakai kamben dan bertelanjang dada. Hanya saja para joki tetap menggunakan penutup kepala (udeng) khas makepung. Begitu juga sepasang kerbau yang dipacu, aksesorisnya lebih sederhana yakni hanya rumbing (aksesoris di kepala

kerbau) dan bendera. Kegiatan ini sejatinya rutin digelar para petani dan pemilik kerbau sekitar Peh dan Manistutu sebagai latihan sebelum bertanding. Terutama saat menjelang musim tanam padi di subak-subak itu. Makepung lampit sengaja mengambil lokasi di areal persawahan menjelang musim tanam. Waktu pelaksanaan atraksi yang terbatas hanya saat menjelang musim hujan, menjadi salah satu penghalang wisatawan untuk menyaksikan. Muncul sejumlah ide untuk semakin memberikan unsur menarik pada Makepung, salah satunya Makepung Pasih. Hampir mirip dengan Makepung Lampit, makepung ini lebih bersifat menghibur pengunjung. Pemilihan tempat dilakukan di pasih (Pantai) yang landasannya berpa-

MAKEPUNG – Makepung Lampit yang saat ini digelar secara rutin tiap tahunnya mengambil lokasi di areal persawahan sebelum musim tanam. sir laut. Beberapa spot pantai di pesisir Jembrana, bisa digunakan untuk atraksi ini. Koordinator Makepung Kabupaten Jembrana I Made Mara mengatakan, sah-sah saja ada pengembangan Makepung yang diatraksikan termasuk salah satunya

Makepung Lampit itu. Dan saat ini menurutnya Makepung Lampit itu sudah menjadi agenda tahunan selain agenda Makepung tahunan Bupati Cup dan Jembrana Cup. Namun diakuinya untuk intensitas Makepung Lampit ini memang lebih sedikit diband-

ing Makepung Sirkuit karena menunggu waktu tanam di sawah. Begitu halnya bila ada usulan Makepung Pasih. Menurut Mara memang belum pernah digelar atraksi Makepung di pantai. Tetapi hal itu juga tak masalah dilaksanakan. (olo)


Kamis Kliwon, 6 Desember 2018

KARANGASEM

11

Di Gua, Warga Tianyar Temukan Fosil Taring Manusia Purba Amlapura (Bali Post) -

Fosil taring manusia purba dan cincin ditemukan di dalam sebuah gua, Rabu (5/12) kemarin. Namun, taring dan cincin itu masih disimpan di gua menggunakan toples. Fosil itu ditemukan tiga warga dari Banjar Dalem, Desa Tianyar Tengah, Kubu, Jero Mangku Gede Wayan Berata bersama Nyoman Mori dan Gede Dana.

Bali Post/kmb41

TARING MANUSIA PURBA - Jro Mangku Gede Wayan Berata saat menunjukkan fosil taring manusia purba di Gua Giri Kencana di Banjar Dalem, Desa Tianyar Tengah, Kubu, Rabu (5/12) kemarin.

Gua itu, kata Gede Dana, sejatinya sudah lebih dulu ditemukan setahun lalu oleh warga lainnya Jro Mangku Gede Wayan Berata. Hanya, gua itu baru ditata sejak Agustus 2018. Setelah gua itu ditata, dia menemukan taring manusia purba selain cincin. ‘’Kami menata gua itu bersama I Nyoman Mori yang kemudian mendapat cincin. Penataan itu baru dilakukan setelah Ida Pandita

Mpu Darma Yoga dari Gria Jaya Santi Desa Wana Giri, Sukasada, Buleleng datang langsung ke sini untuk melihat gua itu,’’ ujarnya. Dirinya yang menemukan taringnya 17 Agustus lalu pukul 11.00 Wita. Sedangkan, cincinnya ditemukan Nyoman Mori pada 20 Agustus pukul 14.00 Wita. ‘’Taringnya ditemukan di sela-sela bebatuan berisi batok kelapa juga dengan

cincinya. Kedua barang itu kami simpan di sebuah toples di Gua Giri Kencana,” ujarnya. Setelah taring itu ditemukan, pihaknya coba langsung mencari benda tersebut di internet. Dugaan sementara benda itu adalah fosil taring manusia purba. Umurnya sudah ratusan tahun. ‘’Sudah banyak warga datang melihat benda ini. Banyak juga warga yang

Tekan Kasus Rabies

Vaksinasi Anjing Ditingkatkan Amlapura (Bali Post) Vaksinasi anjing di Banjar Dinas Dalem, Desa Tianyar Tengah, Kubu, Karangasem ditingkatkan. Vaksinasi di sana digencarkan oleh UPT Pertanian, guna menekan terjadinya kasus gigitan anjing rabies yang telah menimpa masyarakat. Salah seorang dokter hewan, Ni Ketut Ani Nopita Arsani, mengatakan pihaknya rutin melaksanakan kegiatan vaksinasi anjing. Dipilihnya Banjar Dinas Dalem, Desa Tianyar Tengah sebagai sasaran mengingat Kecamatan Kubu itu merupakan wilayah yang paling banyak terjadi kasus rabies. Hal itu tidak lepas dari letak geografis wilayah Kubu yang banyak perbukitan terjal. Wilayah seperti itu memungkinan anjing berkembang liar dan luput dari pantauan petugas. “Vaksinasi tidak bisa dilakukan sehari dua hari saja. Sebab, keberadaan anjing liar di wilayah Kubu, cukup banyak. Untuk melakukan vaksinasi

ini kita menerjunkan enam sampai delapan orang petugas,” ujarnya. Kerja keras delapan orang patugas melakukan vaksinasi dalam sehari, kata Arsani, tidak lebih dari 20 ekor anjing. Salah satu penyebabnya, anjing itu dilepas secara liar. Hal itu membuat petugas kesulitan menangkap anjing-anjing liar itu agar bisa divaksinasi. “Kita sudah lakukan vaksinasi selama tiga hari di daerah Tianyar Timur. Sedangkan di Tianyar Tengah baru bisa memvaksin 60 ekor anjing saja,” katanya. Selain Desa Tianyar Tengah dan Timur, selama tiga hari ini, petugas juga menyasar desa-desa terpencil. Di wilayah Kecamatan Kubu kata Ani Nopita Arsani, terjadi 12 kasus positif rabies. Terakhir kali, terjadi di Banjar Dinas Batugiling. “Dibandingkan kecamatan lainnya, kasus positif rabies ini di Kubu cukup tinggi mencapai 12 kasus yang sudah positif,” jelas Arsani. (kmb41)

melakukan yoga semedi, termasuk belajar Weda,’’ tambahnya. Jro Mangku Gede Wayan Berata mengungkapkan, pihaknya melakukan penataan gua itu setelah sering bermimpi membuat bataran di gua tersebut. Gerakan yang diawali dari mimpi itulah, dibantu oleh warga lainnya diputuskan menata gua itu. Sebelumnya, gua itu memang sempit. Namun setelah dilakukan penataan, gua itu kini sudah bisa ditempati sekitar 50 orang. “Sebelum gua ini ditata saya sering sakit. Setelah

saya menata gua ini, sekarang ini malah jarang sakit,’’ tambahnya. Warga lainnya, Ketut Suberata, menegaskan jika gua yang ditemukan itu bakal dijadikan tempat belajar spiritual. Rencananya dibangun pasraman spiritual untuk banyak orang. “Saya sering meditasi di tempat ini dan merasa mengalami perubahan. Dulu sulit berkomunikasi dengan orang banyak, tetapi sekarang sudah biasa berkomunikasi dengan baik. Ada juga warga yang jantung lemah. Setelah makemit di gua ini, sakit jantungnya sudah membaik,” jelas Suberata. (kmb41)

Atasi Kemiskinan, Perlu Gerakan Bersama dan Sistematis

Amlapura (Bali Post) Penanggulangan kemiskinan seharusnya diatensi secara serius oleh pemerintah daerah. Pemerintah harus melakukan berbagai upaya guna menekan angka kemiskinan itu. Wabup Karangasem Artha Dipa mengatakan, semua pihak harus memiliki tanggung jawab bersama untuk menekan kemiskinan. Wabup menegaskan hal itu dalam rapat koordinasi percepatan penanggulangan kemiskinan di Wantilan Kantor Bupati, Selasa (4/12). Dikatakan, kemiskinan merupakan permasalahan multidimensi yang penanganannya perlu upaya bersama secara ekstra, sistematis, dan terpadu. ‘’Tantangan pembangunan ke depan semakin berat. Seperti kondisi Rumah Tangga Sasaran (RTS) yang masih relatif banyak, angka buta huruf yang masih tinggi, layanan kesehatan yang belum terjangkau merata, serta kesejahteraan yang belum merata,’’ ujar Wabup. Upaya menyejahterakan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan pada masa kini tidak lagi terbatas pada pemenuhan kebutuhan dasar. Namun, telah berkembang lebih kompleks, yakni mengarah pada usaha-usaha konstruktif dan komprehensif. Seperti mengatasi degradasi nilai-nilai mental, moral, dan budaya. Holistik Karangasem masih menjadi penyumbang kemiskinan terbanyak di Provinsi Bali. Karena itu, perlu ditetapkan model kebijakan bersifat holistik, sistematis, terencana, partisipatif, dan sinergi mulai dari perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pertanggungjawaban, sampai pengawasan. Berdasarkan data statistik menunjukkan selama tiga tahun terakhir ini, tingkat kemiskinan di Karangasem mengalami tren penurunan setelah tahun 2015. Persentase penduduk miskin 7,44 persen dan mengalami penurunan menjadi 6,55 persen pada tahun 2016, dan 6,55 persen tahun 2017. Kendati demikian, Karangasem masih menjadi penyumbang kemiskinan terbanyak di Provinsi Bali. “Semua pemangku kepentingan harus ikut bersama-sama menanggulangi kemiskinan. Kami senantiasa terus memantapkan koordinasi, keterpaduan perencanaan, dan sinkronisasi program secara bersama. Dengan demikian, tujuan mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan dapat dicapai,’’ ujar Artha Dipa. (kmb41)

VAKSINASI ANJING - Petugas UPT Pertanian Kubu saat melakukan vaksinasi anjing di Banjar Dinas Dalem, Desa Tianyar Tengah, Kubu, Karangasem, Rabu (5/12) kemarin.

UMR Dinaikkan Jadi Rp 2,3 Juta

Gaji Pegawai Kontrak Rp 900 Ribu - Rp 1 Juta Sejumlah pegawai kontrak yang bekerja di Pemerintah Daerah (Pemda) Karangasem kenyataannya memang masih menerima gaji di bawah Upah Minimum Regional (UMR). Sebab, gaji pegawai kontrak ada pada kisaran Rp 900 ribu hingga Rp 1 juta. Padahal, pemerintah Provinsi Bali per Januari 2019 akan menetapkan sekaligus menaikkan standar UMR menjadi Rp 2.355.054 dari jumlah sebelumnya Rp 2.180.000. Lalu, bagaimanakah tanggapan pegawai kontrak di Pemkab Karangasem terkait kenaikan UMR itu?

Bali Post/kmb41

Nyoman Suradnya

SALAH seorang pegawai kontrak yang enggan disebut jati dirinya mengatakan, kenaikan UMR di Karangasem sebatas formalitas. Gaji pegawai kontrak di pemkab tetap jauh di bawah UMR. Sampai hari ini, gaji pegawai kontrak

ada pada kisaran Rp 900 ribu hingga Rp 1 juta. “Naik tidaknya standar UMR itu, gaji kami sebagai pegawai kontrak tetap di bawah UMR. Saya sudah hampir selapan tahun bekerja di pemerintah Kabupaten

Karangasem, tetapi gaji tetap Rp 900 ribu per bulan. Berarti, kenaikan UMR sebatas formalitas,” ujar pegawai kontrak itu. Dia berharap, pemerintah daerah Karangasem berkenan menaikkan gaji tenaga kontrak secara bertahap. Kenaikan itu penting agar pegawai kontrak juga bisa lega dan tersenyum sumringah. Padahal, dari segi memikul beban kerja, relatif sama kalau enggan disebut lebih. Karena itu, pihaknya sangat berharap, jangan hanya standar UMR yang naik, tetapi

gaji tenaga kontrak tetap di bawah UMR. “Gaji sekarang ini hanya cukup untuk biaya transportasi tiap hari saja plus makan minum,” jelasnya. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Karangasem, Nyoman Suradnya, membenarkan ada kenaikan UMR tersebut. Hanya, dinas belum dapat surat keputusan kenaikan itu dari pemerintah provinsi (pemprov). Terkait gaji tenaga kontrak dan perusahaan yang belum menerapkan UMR

hingga saat ini, Suradnya enggan berkomentar. Pemberian gaji itu sesungguhnya tergantung kemampuan perusahaan itu sendiri. Dikatakan, antara buruh dan perusahaan, biasanya sudah ada kesepakatan terkait gaji. Bukan saja pemerintah daerah yang belum menerapkn UMR, beberapa perusahaan juga sama. Dari data yang dihimpun di lapangan, ada 4.590 perusahaan di Bumi Lahar beberapa perusa haan sudah menerapkan UMR karena karyawan

sudah diberi gaji sampai Rp 2.345 lebih. Memang masih ada perusahaan yang belum menerapkan UMK. Perusahaan itu sebagian besar bergerak di sektor perdagangan, perkantoran, dan perindustrian. Karyawan yang bekerja di sektor itu mendapat upah sekitar Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta. ‘’Namun di sektor pariwisata, sudah hampir sebagian besar telah menerapkan UMK sesuai aturan yang ditetapkan,’’ ujar Nyoman Suradnya. (eka)


KLUNGKUNG

12

Kamis Kliwon, 6 Desember 2018

Satpol PP di Nusa Penida Minim

Banyak Investor Lakukan Pelanggaran Semarapura (Bali Post) Salah satu dampak negatif investasi adalah pembangunan menjadi tak terkendali. Di saat seperti ini, bila pengawasan lemah maka akan terjadi banyak pelanggaran, seperti perusakan tanggul di perbatasan Desa Kutapang-Batununggul, Kecamatan Nusa Penida dan penyerobotan tanah negara yang dikapling untuk pembangunan akomodasi pariwisata di Banjar Nyuh, Desa Ped. Ketua Komisi II DPRD Klungkung Komang Suantara, Rabu (5/12) kemarin, mengaku amat mengkhawatirkan situasi ini. Sebab, bila pengawasan tidak diperkuat, peristiwa serupa akan terus teru lang. Pihak yang dirugikan, jelas masyarakat setempat dan pemerintah daerah. “Ini dampak yang kami khawatirkan sejak awal. Beruntung petugas Satpol PP cepat bertindak. Kalau tidak ada warga yang melapor, mungkin tidak banyak yang tahu,” kata politisi muda Partai Gerindra ini. Melihat persoalan ini, pihaknya mendorong agar ada penambahan personel Satpol PP di Kecamatan Nusa Penida. Komisi I DPRD Klungkung sebelumnya juga memberikan masukan serupa untuk menam-

bah jumlah petugas Satpol PP. Sehingga, menurut Ketua Komisi I Nengah Mudiana kala itu, penegakan perda di Nusa Penida bisa lebih optimal. “Tenaga kontrak di Nusa Penida yang tidak produktif dan efektif, sebaiknya ganti kontraknya dengan yang baru sebagai Satpol PP. Laki-laki atau perempuan tidak masalah. Kita butuhkan agar pengawasan lebih maksimal,” katanya. Persoalan Satpol PP di Nusa Penida memang sering menjadi persoalan. Pertama, soal ketersediaan anggota Satpol PP yang hanya ada enam orang. Bahkan, semuanya hanya berstatus tenaga kontrak. Kedua, mengenai sarana, di sana hanya ada empat sepeda motor. Malah yang berfungsi

hanya dua sepeda motor. Belum lagi masalah biaya operasionalnya sehari-hari. Menurutnya, ini tak boleh terjadi mengingat dua per tiga tiga wilayah Klungkung adalah Nusa Penida, mestinya urusan personel idealnya harusnya lebih banyak. Idealnya, minimal ada satu pleton petugas Satpol PP khusus di Nusa Penida. Atau paling tidak 16 personel. Melihat vitalnya peran Satpol PP di Kecamatan Nusa Penida, khususnya untuk menegakkan perda agar pembangunan tak kebablasan, idealnya di Nusa Penida dibentuk satu UPT Satpol PP. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menegaskan siap bertindak tegas terhadap investasi yang tidak mengikuti aturan. Pihaknya sudah menginstruskan Satpol PP sigap bertindak, bila ada pelanggaran atau laporan warga terhadap tindak tanduk investor yang tidak benar. Terkait adanya usulan penambahan personel, sedang dikaji pemerintah daerah. Dia juga mengimbau warga Kecamatan Nusa Penida untuk bersama-sama melakukan pengawasan, demikian juga pihak desa adat maupun desa dinas. Sehingga semuanya mampu terkontrol. (kmb31)

PUTING BELIUNG - Rumah Wayan Suda yang rusak berat setelah diterjang angin puting beliung.

Bali Post/

Angin Puting Beliung Rusak Belasan Rumah di Gelgel Semarapura (Bali Post) -

Hujan lebat disertai angin kencang, Rabu (5/12) kemarin membuat warga Klungkung cemas. Bahkan, di tengah hujan lebat itu, sempat terjadi angin puting beliung yang menerjang Desa Gelgel, Kecamatan Klungkung. Akibatnya, belasan bangunan dari rumah warga hingga balai banjar dan sekolah rusak parah. Angin puting beliung menerjang Desa Gelgel sekitar pukul 16.30 Wita. Warga setempat langsung menghubungi BPBD Klungkung melalui call centre BPBD untuk penanganan lebih lanjut. “Angin berembus kencang, berputar-putar di antara rumah di sini, kemudian bergerak ke arah selatan. Banyak genteng berjatuhan. Ada yang kepalanya bocor kena genteng,” kata warga setempat, Wayan Suda. Hasil kaji cepat petugas BPBD Klungkung, diketahui angin puting beliung telah merusak banyak rumah warga setempat, khususnya di Banjar Dinas Minggir dan Kacangdawa. Rumah yang terdampak salah satunya milik Ketut Sucipta. Terjangan angin puting beliung mem-

buat bale bengong Sucipta yang posisinya di lantai tiga ukuran 2x2 meter, langsung terempas hingga menimpa rumah I Wayan Suda dan I Ketut Sudiardana. Terjangan bale bengong itu, membuat atap rumah Wayan Suda hancur. Rangka atap rumah Suda mesti diganti total, karena sangat membahayakan bila dipaksakan untuk ditempati. Selain itu, atap rumah Ketut Sudiardana juga hancur tertimpa bale bengong itu. Kerusakan terparah persis pada atap bagian kamar tidurnya. Korban lainnya adalah Wayan Astawan, namun tidak separah Suda dan Sudiardana. Terjangan angin puting beliung hanya membuat genteng atap rumahnya

bergeser dan rontok. Demikian juga rumah warga lainnya, seperti I Wayan Sudrana, Ni Ketut Kartini, dan Ni Nengah Sukarni serta I Wayan Kariada. Angin puting beliung di tengah hujan lebat itu hanya membuat genteng atap mereka rontok. “Sementara hasil kaji cepat kami, tidak ada korban jiwa,” kata Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Putu Widiada. Sementara itu, di tempat lain di Banjar Kacang Dawa, amukan angin puting beliung juga merusak rumah I Ketut Wiguna, gentengnya berjatuhan. Demikian juga pada rumah dinas Rutan Klungkung di sana. Beruntung di sana tidak ditempati oleh penghuninya. Bahkan, Bale Banjar Kacang Dawa

seluas 6x20 meter juga rontok. Selain balai banjar, dampaknya juga merusak sekolah, yakni MI Negeri Kampung Gelgel atapnya tertimpa pohon tumbang. Putu Widiada menambahkan, melihat situasi seperti ini, warga yang terdampak angin puting beliung diminta mengungsi ke rumah kerabatnya. Sebab, dengan kondisi rumah rusak, dikhawatirkan bencana susulan bisa mengancam penghuni rumah, khususnya rumah I Wayan Suda, yang mengalami rusak berat. BPBD Klungkung juga berkoordinasi dengan pihak PLN terkait putusnya sambungan listrik warga di TKP. “Wakil Bupati juga sudah turun ke rumah para korban untuk menyerahkan bantuan,” katanya, seraya menegaskan dampak angin puting beliung sementara dari laporan yang masuk hanya terjadi di Desa Gelgel. (kmb31)


Kamis Kliwon, 6 Desember 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Karyawati Packing,Sopir L300 Sales,Admin,Max25Th,Single,sdg TdkKuliah.HnySMS:081999251555

B.BP.001.11.18.0001187

SpaTherapist L/P,JuiceBar,Spv Reborn SPA,Sunset SS.PH:766744

B.BP.001.12.18.0000136

!Segera Bth Waiter Pria&Wanita Pglm/TdkMin.SMU,081999670006

B.BP.001.12.18.0000127

3 Housekeeper Seminyak Villas with Guests Speak English a Little or Fluent Good Salary Full or Half Time 081236313813

B.BP.004.11.18.0001198

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692

B.BP.004.12.18.0000014

Cr Staf Admin,SMA,Kru Gudang, SMP.LamAntasuraHp08123803889

B.BP.001.12.18.0000208

Cr Tk.Cheking&Ast Tk.Ptg Grmnt Hub:08123675330/081999312347 B.BP.001.12.18.0000158

Dcr 3Tk Kbn,2PRT Berpengalaman Hub Villa Ayu Br Kuwum Kauh II/21X Krbkn Ph. 4731979 B.BP.154.12.18.0000193

Dicari 2 PRT Tinggal dalam 08124628020

B.BP.004.12.18.0000207

SERVICE

Dicari 3 Staf Wanita Bag.Admin Bs Komputer/Kantor Gas,Jl.Nusa Kambangan190Hub.085100811005

B.BP.001.12.18.0000095

Dcr SPG:18-24Th,Penampiln Mnrk Brpengalaman di Retail Fashion bs Bhs Inggris WA:081936095697

B.BP.004.12.18.0000198

Dcr Supir dan Tng Srbtan,Tgl dlm,Full Fas H.08174716050

B.BP.001.12.18.0000192

K.wati akunting,Kasir,Adm SMK Akuntansi Hub.081338344155

Waiter. Lamaran ke Shankara Rest Kuta Square D32 Jl.Bakung Sari, Telp. 227439 / 081 862 1818

B.BP.001.12.18.0000188

G.04

Lounge & Resto in Kerobokan Looking for:Waiter,Bartender, Floor Manager,Bar Manager, Pastry,Cook,Engineer,Cleaner, Management Staff.Only English Speaking Applicants CV to sia.mac.pedari@gmail.com

Supir mengerti sedikit Compter Hub.081238639389-085792515253 B.BP.001.12.18.0000203

Ymh Bisma Dicr:1.SMA/SMK/S1 Ek 2.Mekanik.3.Supir SIM B1 Hub: Teuku Umar 142 Denpasar B.BP.001.12.18.0000160

B.BP.004.12.18.0000199

Dicari Admin&Kasir Lam Bawa ke Toko Sinar Abadi Jln.Imam Bonjol No.384 (0361)499090

Need Waitress & Cook Restaurant Seminyak SMS/WA: 081338384364

Sopir SIM B1. Lamaran ke Jln.Veteran 86 Denpasar, Telp. 227439 / 081 862 1818

Dibutuhkan PRT Cowok/Cewek utk RumahdiSanurSMS:08123877799

B.BP.004.12.18.0000194

G.01

PT.Lovina Beach Brewery(LBB) Membutuhkan Segera: 1.Sales(Pria/Wanita),Min SMA 2.Helper Syarat:Domisili Dps, Jujur,Punya Kendaraan Sendiri, Mampu Bekerja Tim. Kirim CV+Lamaran Langsung ke PT.LBB di Jl.Tukad Banyupoh 110X Panjer Telp.(0361)255594 Email:merry@starkcraftbeer.com

Waiter. Lamaran ke Jl.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818

B.BP.004.12.18.0000068

B.BP.001.12.18.0000185

Dibutuhkan Staff Housekeeping Segera,Hubungi 085339071033 B.BP.004.12.18.0000123

Dibutuhkan,Therapist yg berpengalaman untuk Salon & Spa di Kerobokan Hub.081293799814 B.BP.031.12.18.0000189

Dibutuhkan:Office Boy & Kurir Motor,Max28Th.Krm Lam Ke Jl.Gn Soputan I/107 DPS.Telp.8466317 B.BP.001.11.18.0001052

Dicari Segera Karyawati Admin Max.30thn Min.SMA/SMK. Kirim Lamaran ke CV.Surya Buana Jln.Sekar Sari No.23 Kesiman Kertalangu Hub.081337070443 B.BP.001.12.18.0000050

BIRO JASA

G.02

Satpam. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Tlp. 227439 / 081 862 1818 G.03

Dcr Sgr Kasir dan Kolektor penempatan Gianyar dan Klungkung, penddkn: SMK/SMU, umur maks.25thn. Lam ke Kop.Krama Bali, Jl.Kepundung No.61A Dps email: kkb_pusat@yahoo.com

B.BP.001.12.18.0000161

Sopir Cargo dlm Kota Dps SIM A 20-35Th Jl.Pulau Kawe 61 Dps

G.06

B.BP.033.12.18.0000201

Dcr utk dididik sbg staf pembukuan sy; Pddk min SMK Akuntansi, umur maks.25th. Lamaran lengkap sgr ke Jl.Kepundung 67A Denpasar.

G.05

Dicari Sgr : Waiter / Waitress Ramah,Penglmn Min.03 Thn, Bhs Inggris Aktif.Kirim CV ke Coffee Gallery Sanur Ph.281511

B.BP.004.12.18.0000017

BIRO JASA

SERVICE

BIRO JASA

BIRO JASA

BIRO JASA

JEEP

Wrangler SportJK M.Sahara’11 DK Hitam 850Jt Ng 08123969166 B.BP.001.12.18.0000206

RUPA-RUPA

DIJUAL MOBIL DIJUAL RUMAH

DIJUAL MOBIL

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

NISSAN

Navara Sport Version Manual 2014 Hrg 245Jt & Hilux DCab Manual 2012 240Jt WA.08123807171

B.BP.004.12.18.0000209

SUZUKI

Dijual APV Tahun 2007 Hub.081237693980

B.BP.001.12.18.0000162

Rmh L520x160 LT4 H.Rp.5,7M,Jl. DewiSri IV Legian,088219124095

B.BP.001.12.18.0000163

Rmh,BuanaPrmai,PdgSmbian;1,7A 3KT;HrgBgs,WA 08113986788,TP B.BP.004.12.18.0000116

Rumah Type 36/70 Harga 230Jt Sembung-MengwiHP:081315477138

B.BP.001.12.18.0000159

DIJUAL TANAH

Ertiga GL’2012 Putih AsDK Tgn 1 Pribadi Hub.082146352572

Dijl Tanah Kavling di Denpasar Hub.0811398086 / 0361-245460

TOYOTA

Djl Tnh 18,10 Are lok.Bypass Ngr Rai Sanur HP.082119431956

B.BP.001.12.18.0000187

Dijual Agya Tahun 2015 Hub.081337760887

B.BP.001.12.18.0000053

B.BP.001.12.18.0000094

Innova J’11(B)Hitam,Msn Bagus H.140jt nego 0813-3152-5934

SHM 5 Are Ditepi Jl Utama Waribang,Kesiman,Dps,Strategis cck utk apa saja, H:087745432250

Jual Rush S Matic silver 2013 Asli Bali Hp.087862839198

T.12A SHM 300m Pantai View Bgs Tinggi Tbn150Jt/A 085257539923

B.BP.001.12.18.0000168

B.BP.001.12.18.0000072

B.BP.004.12.18.0000195

B.BP.033.12.18.0000062

B.BP.167.12.18.0000196

DIJUAL RUMAH

KEHILANGAN

Dijual Cepat Rumah 1Are Taman Mulia I Jimbaran.081934301156

SHM No.01054-Sanur Kauh,Luas: 150M2 An.Yudianto Rustamadji

B.BP.155.12.18.0000122

B.BP.001.12.18.0000181

Hot..Dijual Rumah Elit di area elit (harganya super) Jl.Sekar Tunjung,30 menit dari airport. Hub:089 691 533 919

SHM No.2375-Tuban Luas:1.537M2 An.Hermiyati

Rmh 2Lt 3KT3KM Lux Jl.Padang gajah Mdatta 1,1M H.081338558078

Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409

B.BP.001.12.18.0000099

B.BP.001.12.18.0000128

B.BP.001.12.18.0000182

BIRO JASA B.BP.001.12.18.0000200


BANGLI

14

Kamis Kliwon, 6 Desember 2018

BPBD Imbau Warga Waspada Longsor dan Pohon Tumbang Bangli (Bali Post) Hujan yang melanda wilayah Bangli sejak beberapa pekan terakhir berpotensi mengakibatkan bencana tanah longsor dan pohon tumbang. Oleh karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangli kembali mengimbau warga untuk tetap waspada. Kepala Pelaksana BPBD Bangli Wayan Karmawan, Rabu (5/12) kemarin mengatakan, sebagaimana diketahui, selama ini wilayah Kabupaten Bangli cukup rawan bencana tanah longsor dan pohon tumbang. Bencana itu berpotensi terjadi di hampir semua kecamatan. ‘’Kami sudah melakukan pemetaan-pemetaan tentang potensi bencana yang terjadi,

Bali Post/ina

Tunanetra Sejak Lahir

Ketut Salin Hidupi Keluarga dengan Menjadi Perajin Gamelan MEMILIKI fisik yang tidak sempurna terkadang membuat seseorang mudah putus asa dan menyerah dalam menjalani hidup. Namun hal itu tidak berlaku bagi I Ketut Salin, warga Desa Pengotan, Bangli. Kendati tak dapat melihat, pria 55 tahun ini tetap berusaha menjalani aktivitas dan bekerja seperti orang kebanyakan. Dengan bakat dan kemampuan yang dimilikinya dalam menyeleraskan nada gamelan, Salin menghidupi diri dan keluarganya dengan bekerja sebagai perajin gamelan. Bahkan tak jarang dia membagi ilmu menabuh gamelan ke masyarakat. Ditemui di tempatnya bekerja, Rabu (5/12) kemarin, Salin menuturkan, dia hanya bisa melihat sedikit bayangan dari matanya. Karena kondisi itu, dia tidak pernah mengetahui bagaimana rupa seseorang, bentuk binatang dan hal indah lainnya yang ada di dunia. Meski tak bisa melihat, sejak umur lima tahun dirinya memiliki ketertarikan mempelajari musik tradisional Bali. Kemauannya untuk belajar membuat dia terampil dan mahir mengenali jenisjenis nada. ‘’Saya kemudian ikut sekaa-sekaa joged. Saya ikut memainkan gamelan tari,’’ terangnya. Karena kemahirannya menabuh gamelan, sekitar tahun 2003, dia diajak oleh

salah seorang warga di Pengotan untuk ikut bekerja menjadi perajin gamelan. Dia bekerja sebagai tukang laras gamelan, yakni menyetel nada-nada alat gamelan seperti gangsa, kantil dan jegog. ‘’Untuk menyelaraskan gamelan supaya enak didengar,’’ ucapnya. Diakuinya, dengan keterbatasan penglihatannya, banyak kesulitan yang dihadapinya dalam bekerja. Dia harus ekstra hati-hati terutama saat menempa lempengan besi untuk diselaraskan. Karena jika tidak hati-hati bisa saja palu yang dipakai untuk menempa lempengan besi melukai tangannya. Demikian juga saat memotong bambu dengan menggunakan mesin circle. Jika tidak hati-hati, bisa

salah potong. ‘’Jadi selama ini saya bekerja mengandalkan perasaan. Karena pakai penglihatan tidak bisa,’’ kata Salin. Meski cukup berisiko namun semua pekerjaannya itu tetap dilakoninya. Salin mengaku dirinya adalah tulang punggung keluarga. Selama ini dia harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan dirinya dan dua putrinya yang sedang beranjak remaja. Baginya, keterbatasan penglihatan bukan halangan untuk berjuang hidup. Salin bahkan berpesan kepada mereka yang senasib dengannya, untuk terus berusaha dan bekerja dengan memanfaatkan segala kelebihan dan keterampilan yang dimiliki. Demikian juga dengan yang kondisi fisiknya normal, agar memanfaatkan waktu dan kelebihan untuk bekerja. ‘’Yang seperti saya saja bisa bekerja apalagi yang normal. Banyak punya kesempatan. Yang penting tekun,’’ kata Salin. Selain menjadi perajin gamelan, sejak sekitar tahun 2000, Salin juga aktif mengajar seni tabuh. Tak hanya di desanya, Salin bahkan sering mengajar kelompok masyarakat atau sekaa hingga ke Kecamatan Kintamani. (ina)

TUNANETRA - Tunanetra di Pengotan, I Ketut Salin, menyelaraskan lempengan besi untuk gamelan. Bali Post/ina

Enam Calon DPD Belum Ambil APK di KPU Bangli (Bali Post) – Alat peraga kampanye (APK) yang difasilitasi Komisi Pemilihan Umum (KPU), belum dimanfaatkan maksimal oleh seluruh peserta pemilu di Bangli. Buktinya, meski sudah disediakan sejak lebih sebulan lalu, sampai saat ini masih ada beberapa peserta pemilu yang belum mengambil jatah APKnya untuk dipasang di zonazona yang telah disepakati. APK yang belum diambil itu adalah jatah untuk enam calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Jenis APK yang difasilitasi KPU berupa spanduk dengan jumlah 10 buah per masing-masing calon. Karena tak kunjung diambil, APK tersebut masih disimpan di gudang KPU Bangli. Ketua KPU Bangli Putu Pertama Pujawan mengatakan, sesuai PKPU, pihaknya wajib memfasilitasi semua peserta pemilu 2019 dalam hal pencetakan APK. Dari total 22 calon anggota DPD, hanya 16 calon yang sudah mengambil APK ke kantor KPU. Sementara 6 lainnya belum. ‘’Sudah berulang kali kita hubungi mereka. Katanya akan diambil, tapi sampai sekarang tidak datang-datang,’’ terangnya. Meski demikian, dia meya-

kini APK berupa spanduk untuk enam calon DPD nantinya akan diambil oleh para calon sebelum masa kampanye berakhir. Karena itu pihaknya tetap memberikan waktu kepada enam calon DPD melalui LO masing-masing untuk datang mengambilnya ke kantor KPU. ‘’Mereka masih punya waktu untuk kampanye. Sesuai jadwal, masa kampanye Pemilu 2019 akan berakhir H-3 pencoblosan, yakni pada tanggal 13 April,’’ jelasnya. Sementara mengenai APK untuk parpol, Pujawan menyebutkan, dari 16 parpol di Bangli, 12 di antaranya sudah mengambil APK. Sedangkan dua parpol yakni PBB dan PPP sudah membuat surat pernyataan bermaterai untuk tidak mencetak APK, karena tidak menyerahkan laporan awal dana kampanye dan tidak memiliki caleg. ‘’Untuk dua parpol lainnya, yakni PAN dan PKS, sudah menyerahkan desain APK-nya dan sudah dilakukan persetujuan cetak. Tapi masih tersangkut LADK yang belum diserahkan. Atas petunjuk KPU Provinsi, APK untuk 2 parpol tersebut sudah kita cetak, tapi belum diserahkan,’’ jelasnya. (kmb40)

POHON TUMBANG Pohon tumbang dan menimpa pura di Desa Tiga belum lama ini.

salah satunya potensi longsor dan pohon tumbang. Potensi itu ada di wilayah Kintamani, Susut, Tembuku dan sebagian wilayah Bangli,’’ terangnya. Curah hujan yang mulai meningkat sejak November lalu, telah memicu longsor dan pohon tumbang di beberapa titik. Sebagian besar terjadi di Kecamatan Susut. Karmawan mengaku telah memberikan imbauan ke masyarakat khususnya yang bermukim di daerah rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan. ‘’Warga yang rumah atau pondokannya berada di lereng-lereng tebing, agar pada saat hujan mengamankan diri ke tempat yang aman untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan,’’ kata Karmawan. Pejabat asal Desa Selulung, Kintamani ini menyebutkan, untuk mengantisipasi dan menangani bencana, pihaknya sudah membentuk

tim. Tim BPBD akan bergerak cepat bersama masyarakat serta lembaga terkait untuk melakukan penanganan bencana. ‘’Seperti ketika terjadi longsor yang menutup akses jalan, kami berkoordinasi cepat dengan Dinas PU, karena di sana ada alat berat untuk bersama-sama melakukan penanganan,’’ katanya. Selama ini koordinasi dengan instansi terkait di Kabupaten Bangli maupun provinsi sudah berjalan baik. Bencana ditangani sesuai kewenangan masing-masing instansi. Disinggung mengenai penambahan peralatan penanganan bencana di BPBD, Karmawan mengatakan, tahun ini pihaknya baru bisa menambah satu unit alat sensor serta beberapa pemangkas pohon seperti parang dan lainnya. Ke depan, pihaknya akan berupaya menambah peralatan, salah satunya alat komunikasi. (kmb40)

Ancaman Rabies Meningkat

Bangli (Bali Post) -

Berbagai upaya telah dilakukan Pemkab Bangli untuk memutus mata rantai penyebaran virus rabies, namun sampai sekarang kasus rabies masih saja ditemukan. Bahkan, sebaran kasus ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2017 kasus rabies ditemukan di 9 desa, sementara tahun ini ditemukan di 17 desa. Kasi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli drh. Made Armana, Rabu (5/12) kemarin, menyebutkan 17 desa yang ditemukan kasus rabies, yakni Desa Songan A, Songan B, Sukawana, Suter, Batur Tengah, Siakin, Selulung, Kedisan, Buahan, Kintamani, Serai, Sulahan, Tiga, Kayubihi, Tamanbali, Jehem dan Desa Abuan Kecamatan Susut. Desa-desa tersebut kini masuk kategori zona merah rabies. Dari 17 desa itu,

jumlah kasus anjing positif rabies yang ditemukan sebanyak 24 kasus. ‘’Jadi ada di satu desa ditemukan 2 kasus, ada 3 kasus. Seperti di Songan, kalau tidak salah terjadi 3 kasus di sana, di Suter juga 3 kasus dan Batur Tengah,’’ ujarnya. Peningkatan sebaran kasus rabies tidak hanya terjadi di Kabupaten Bangli, namun beberapa kabupaten lainnya. Bahkan ada kabupaten yang dulunya nihil kasus, kini ditemukan kasus rabies. Menurutnya, ada banyak faktor yang mempengaruhi

meningkatnya kasus rabies. Faktor utama adalah keberadaaan anjing liar. Armana mengakui, dari tahun ke tahun anjing liar sulit dikendalikan. ‘’Anjing liar sangat sulit divaksin dan dieliminasi, terutama di daerah-daerah yang medannya sulit. Itu salah satu penyebabnya. Karena anjing liar ini menjadi sumber penyebaran rabies,’’ terangnya. Lebih lanjut dikatakannya, kalau saja keberadaan anjing liar bisa ditekan jumlahnya dan seluruhnya bisa divaksin, diyakini ka-

sus rabies di Bangli bisa dihilangkan. Untuk itu pihaknya sangat mengharapkan peran serta seluruh masyarakat, yakni dengan melakukan pemeliharaan anjing dengan benar seperti diikat atau dikandangkan. Meski imbauan ini sudah sering disampaikan namun pihaknya masih banyak menjumpai masyarakat yang memelihara anjing dengan cara diliarkan, terutama di perdesaan. Kondisi ini kerap membuat petugas PKP kesulitan untuk melakukan vaksinasi terhadap anjing peliharaan tersebut. ‘’Kalau nanti masyarakat mau berpartisipasi, dengan mengikat atau mengandangkan anjingnya, kami yakin penanganan kasus rabies bisa maksimal,’’ katanya. (kmb40)

Pembangunan Kantor PHDI

”Finishing” Tunggu Kepastian Anggaran Bangli (Bali Post) Pembangunan kantor sekretariat bersama beberapa lembaga bernapaskan Hindu yakni PHDI, MMDP WHDI, BKSLPD dan LPLPD, Peradah, kembali dilanjutkan tahun ini. Dalam pembangunan kali ini, panitia mendapatkan bantuan sebesar Rp 500 juta dari Dirjen Hindu dan Budha Kementerian Agama RI. Ketua Panitia Pembangunan Sekretariat PHDI Bangli I Wayan Wira, Rabu (5/12) kemarin, mengatakan, proses pembangunan lanjutan ini dimulai

sejak Agustus lalu. Saat ini progres sudah mencapai 90 persen. Pembangunan diakuinya sempat terhenti sementara waktu saat pelaksanaan karya di Pura Kehen. ‘’Untuk saat ini proses pembangunan tengah memasuki pemasangan struktur rangka baja. Namun tidak bisa langsung dilakukan karena masih menunggu pengeringan beton,’’ ujarnya. Sesuai ketentuan konstruksi, beton akan kering maksimal sekitar 21 hari. Ditargetkan pembangunan tuntas akhir tahun ini.

Lanjut dikatakan Wira, dengan anggaran Rp 500 juta, pembangunan yang bisa dilakukan hanya sebatas pada struktur beratap. Sedangkan proses finishing belum bisa dilakukan. Berdasarkan perhitungan, finishing membutuhkan anggaran sekitar Rp 300 juta. Rencananya di bagian depan sekretariat akan di-finishing dengan ornamen stil Bali. Mengenai dari mana sumber dana untuk finishing, Wira mengatakan akan mengupayakannya dari punia umat serta permohonan bantuan dana

ke Pemkab Bangli maupun Pemprov Bali. Ketua PHDI I Nyoman Sukra menambahkan, untuk finishing pihaknya telah mengajukan proposal senilai Rp 1 miliar ke Gubernur Bali. Pihaknya berharap proposal yang diajukan itu bisa terealisasi. Pihaknya juga sudah sempat mengusulkan proposal bantuan dana ke Pemkab Bangli pada Maret lalu. Usulan itu sudah disetujui sebesar Rp 200 juta dan sudah masuk dalam APBD Perubahan 2018. Namun sampai sekarang bantuan itu belum cair. (kmb40)


15

Kamis Kliwon, 6 Desember 2018

Mendagri Instruksikan Pemda Papua Tolak Propaganda Pascaserangan KKB Jakarta (Bali Post) – Seluruh jajaran pemerintah daerah (pemda) di Papua diinstruksikan bersatu melawan segala bentuk propaganda yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pascaserangan di Distrik Yall, Kabupaten Nduga, Papua. ‘’Jajaran Pemerintah Daerah Provinsi Papua, termasuk pemda kabupaten dan kota di Papua dan masyarakat Papua agar bersatu membangun Papua, serta menolak segala bentuk propaganda kelompok bersenjata yang mengganggu pembangunan Papua,’’ kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Jakarta, Rabu (5/12) kemarin. Mendagri juga mengutuk keras penembakan terhadap puluhan warga sipil yang sedang bekerja membangun

infrastruktur di Papua. Pembangunan infrastruktur di kawasan timur Indonesia itu terus berjalan, meskipun ada aksi teror mengganggu. ‘’Terhadap aksi yang tidak manusiawi ini, tidak bisa dibiarkan, harus ditindak dengan tegas tanpa kompromi,’’ tegas Mendagri. Sebelumnya diberitakan KKB menyerang dan membunuh para pekerja PT Istaka Karya di Distrik Yall, Kabupaten Nduga. Sebanyak 24 pekerja dilaporkan meninggal dunia dan tiga lainnya dirawat di RSUD Wamena akibat terkena luka tembak. Kabidhumas Polda Papua Kombes Pol. A.M. Kamal menginformasikan bahwa 31 orang telah meninggal dunia dan satu orang hilang diduga karena dibunuh oleh KKB di

Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Polisi menduga sebanyak 24 orang dibunuh di hari pertama dan delapan orang yang berusaha menyelamatkan diri di rumah anggota DPRD, tujuh dari delapan orang tersebut dijemput dan dibunuh, sementara satu orang belum ditemukan. Kombes Kamal menambahkan bahwa para korban adalah pekerja proyek Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak. Aksi pembunuhan terhadap para korban terjadi pada Minggu (2/12). Peristiwa pembunuhan itu baru diketahui ketika kendaraan yang membawa para pekerja ke lokasi proyek tidak kembali sesuai jadwal.(ant)

Upacara Peringatan Mereka sengaja libur karena hari itu ada upacara peringatan yang diklaim sebagai HUT Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPNOPM). Upacara tersebut dilaksanakan KKB dan dimeriahkan dengan upacara bakar batu bersama masyarakat. Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf. Muhamad Aidi membeberkan cerita Jimmi bahwa pada pukul 15.00 WIT, KKB mendatangai kamp PT Istaka Karya. ‘’Mereka memaksa seluruh karyawan yang berjumlah 25 orang keluar,’’ ujar Aidi. ‘’Selanjutnya mereka digiring menuju Kali Karunggame dalam kondisi tangan terikat dan dikawal sekitar 50 orang

KKB bersenjata campuran,’’ lanjutnya. Lalu, pada tanggal 2 Desember 2018, seluruh pekerja dibawa berjalan kaki dalam keadaan tangan terikat menuju bukit puncak Kabo. Di tengah jalan, mereka dipaksa berbaris dengan formasi 5 saf dalam keadaan jalan jongkok. ‘’Tidak lama kemudian, anggota KKB dalam suasana kegirangan menari-nari sambil meneriakkan suara hutan khas pedalaman Papua,’’ terang Aidi. Sesaat kemudian, KKB menembaki para pekerja. Beberapa pekerja yang masih sadar langsung pura-pura mati agar bisa kabur dan selamat dari pembantaian ini. ‘’Sebagian pekerja tertembak mati di tempat dan sebagian lagi pura-pura mati terkapar di tanah,’’ ungkap Aidi, seb-

agaimana disampaikan Jimmi. Setelah itu KKB meninggalkan para korban dan melanjutkan perjalanan menuju bukit puncak Kabo. Setidaknya ada 11 orang karyawan yang pura-pura mati. Mereka kemudian berusaha bangkit kembali untuk kabur. Sayangnya, beberapa orang yang mencoba kabur tadi justru terlihat oleh KKB. Sebanyak 5 orang tertangkap dan dibunuh di tempat. Sementara 6 orang sisanya berhasil melarikan diri ke arah Mbua. ‘’Dua orang di antaranya belum ditemukan, sedangkan 4 orang di antaranya, termasuk saksi Jimmi Aritonang, selamat setelah diamankan oleh anggota TNI di Pos Yonif 755/Yalet di Mbua,’’ tandas Aidi. Para korban selamat sungguh beruntung berhasil lolos dari tragedi tersebut. (kmb33/afp)

Membangun Bandara ‘’Jadi, target kita tiap tahun tetap bertambah seperti tahun depan sudah akan 8 juta wismannya plus domestiknya kurang lebih 15 juta. Itu sudah hampir slot bandara itu habis,’’ jelasnya. Mangku Panji yang mewakili Ketua DPRD Buleleng mengatakan, Pemprov Bali dan Pemkab Buleleng sebetulnya mempunyai kemampuan untuk membangun bandara. Seperti Bandar Udara Blimbingsari di Banyuwangi yang terbilang kecil, namun ada banyak privat

jet yang mendarat di sana. Bali pun memiliki potensi itu, yakni wisatawan yang mampu datang ke pulau ini dengan privat jet. ‘’Buleleng masih identik dengan pertanian kalau melihat dari PAD Rp 440 miliar lebih. Tetapi belanja Rp 2,2 triliun dan saya mengharapkan provinsi dan pusat bisa melihat Buleleng secara komprehensif dalam rangka membantu pembangunan-pembangunan yang bersifat urgen,’’ ujarnya. Mangku Panji mengaku selalu miris ketika harus berkompetisi di pusat untuk mendapatkan anggaran pembangunan. Pasalnya, pemerintah pusat

hanya mengetahui Badung, Denpasar, Gianyar, dan Bali itu sendiri ketimbang Buleleng. Kalau bicara pariwisata, Buleleng mengembangkan cultural friendly tourism, historical friendly tourism, dan natural friendly tourism. Dengan kata lain, banyak wisatawan asing yang datang ke Buleleng untuk mempelajari budaya orang Bali Utara ataupun menelusuri sejarah. Ditambah lagi, Buleleng merupakan satu-satunya kabupaten yang memiliki dua danau sekaligus beserta keindahan alamnya. ‘’Goodwill dari pemerintah belum mampu menggali potensi itu,’’ jelasnya. (kmb32)

Tolok Ukur ‘’Tolok ukur tidak ada krisis adalah pertumbuhan ekonomi cenderung tetap dan mulai meningkat dari 5 persen ke 5,2 persen di triwulan III 2018. Selain itu indikator tingkat inflasi di Bali yang tercatat terendah (3,5 persen) dibandingkan tahun-tahun sebelumnya menunjukkan efisiensinya IHK (Indeks Harga Konsumen) secara agregat,’’ tandasnya. Dalam konteks kunjungan wisatawan secara kuantitatif cenderung masih meningkat karena Bali masih menjadi destinasi terfavorit, mengikuti siklus musim. Namun dari sisi kualitas pariwisata Bali memang cenderung menurun sebagai akibat adanya perang tarif, paket wisata murahan yang diakibatkan maraknya sistem aplikasi online wisata di era industri 4.0. Kondisi ini yang belum mampu dibendung oleh regulasi lokal oleh pemerintah Bali. ‘’Itulah sebabnya Bali sudah sangat mendesak untuk mendapatkan kewenangan khusus dalam pengelolaan pariwisatanya. Sehingga persoalan sosial, ekonomi, budaya dan kesejahteraan Bali berba-

sis kearifan lokal dapat lebih dioptimalkan,’’ ujarnya. Sektor pertanian dan ekonomi kreatif juga perlu dikembangkan. Dengan kewenangan khusus tersebut maka ketimpangan antardaerah Bali Timur, Bali Barat, Bali Utara dan Selatan dapat dikelola pemerataannya dalam satu komando kepemimpinan. Akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (FEB Unud) Prof. Wayan Ramantha mengatakan, kondisi perbankan khusus BPR saat ini bagus meski berada di tengah kondisi ekonomi makro yang jelek. Salah satu indikator kondisi perbankan gawat adalah NPL lebih dari 5 persen. NPL memang perlu pembenahan. Karena NPL yang cukup tinggi akan memengaruhi kualitas aset. Kondisi lain yang memengaruhi kesehatan bank adalah laba dan struktur modal (capital). Struktur modal saat ini masih di atas 8 persen, bahkan di atas 12 persen. Kondisi modal perbankan pun saat ini masih baik. Karena rasio modal sendiri dari BPR khususnya sedang berlebih, sehingga modal ini bisa digunakan sebagai ekuitas untuk menurunkan NPL.

EVAKUASI Ambulans TNI meninggalkan hanggar helikopter Bandara Mozes Kilangin, Timika saat evakuasi jenazah Serda Handoko setibanya di bandara tersebut, Rabu (5/12) kemarin. Prajurit TNI dari kesatuan Batalyon Infanteri 755 Yaled Merauke itu gugur karena diserang kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Mbua, Kabupaten Nduga, Papua.

Rasio BOPO BPR dibandingkan tahun lalu memang relatif membesar namun masih dalam batas yang wajar. ‘’Artinya tidak lebih besar pasak daripada tiang dan saya yakin biaya operasional itu terutama disebabkan karena pembentukan cadangan penghapusan piutang ragu–ragu akibat dari kredit macet yang lebih banyak,’’ bebernya. Sekda Provinsi Bali I Dewa Made Indra mengatakan, Pemerintah Provinsi Bali saat ini sedang fokus pada pembangunan infrastruktur karena pemda ingin menjaga pertumbuhan ekonomi by design. Maka dari itu infrastruktur dibangun baik jalan, pelabuhan, penerbangan, pertanian dan komponen produksi lainnya. Pembangunan infrastruktur ini juga untuk mengatasi kesenjangan antara berbagai wilayah di Bali. Kata Indra, sektor tersier saat ini semakin besar kontribusinya dan sektor primer semakin kecil. Sementara mata pencaharian penduduk di Bali mayoritas petani yang kontribusinya kecil terhadap PDRB. Hal ini tidak bisa dibiarkan, maka dari itu pemda melakukan upaya untuk menaikkan sektor primer ini. (kmb42)

Kasus Hukum Sementara I Ketut Sudikerta dilengserkan dari jabatan ketua lantaran kasus hukum yang kini membelit mantan Wakil Gubernur Bali itu. ‘’SK tersebut diterima langsung oleh Gde Sumarjaya Linggih, selaku penerima mandat sebagai pelaksana tugas, didampingi Sekretaris DPD Golkar Provinsi Bali,’’ ujar Sekretaris DPD Golkar Provinsi Bali I Nyoman Sug-

awa Korry. Menurut Sugawa Korry, Ibnu Munzir dalam arahannya menjelaskan bahwa proses terbitnya SK ini sudah melalui pembahasan yang intensif. Begitu juga telah sejalan dengan peraturan organisasi Partai Golkar. Pertimbangan mendasar DPP adalah memberikan kesempatan kepada Sudikerta untuk lebih berkonsentrasi dalam menghadapi masalah hukum yang sedang dihadapi. ‘’Di sisi lain, program dan agenda partai dalam

menyongsong pilpres dan pileg harus terus berjalan sesuai dengan arah dan sasaran yang telah ditetapkan,’’ imbuh Wakil Ketua DPRD Bali ini. Sugawa Korry menambahkan, DPP memiliki kewenangan untuk segera mengambil langkah cepat. Kondisi ini jangan sampai berpengaruh terhadap elektabilitas Partai Golkar maupun capres dan cawapres yang diusung. Gde Sumarjaya Linggih dipilih menjadi Plt. lantaran dinilai sebagai figur yang tepat untuk

mengemban tugas berat ini. Mengingat, kapasitasnya sebagai Ketua Korwil Pemenangan Bali, yang telah sangat memahami kondisi objektif di Pulau Dewata. ‘’Beliau (Sumarjaya Linggih - red) mengajak seluruh jajaran kader untuk memberikan empati, simpati dan doa serta dukungan moral kepada Saudara Ketut Sudikerta agar bisa segera mengatasi dan menyelesaikan masalah hukum yang dihadapinya,’’ jelasnya. (rin)

Terbang ke Papua Adanya kasus penembakan itu, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Andika Perkasa langsung terbang ke Papua untuk melihat

kondisi Papua pascapenembakan. ‘’Panglima TNI, Kapolri dan Kasad sudah terbang ke Papua melihat kondisi Papua,’’ kata Irjen Mabes TNI Letjen M. Herindra usai Membuka Rapat Paripurna TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu kemarin. Herindra berharap kondisi di

Belasungkawa Menurut Menteri PU Basuki, pemerintah membangun jalan Trans Papua dan Papua Barat sepanjang 3.500 kilometer dan jalan perbatasan 1.100 kilometer. Insiden penembakan terjadi di seksi Wamena-Mumugu yang dibangun sepanjang 278 kilometer dengan 35 jembatan. Total pembangunan jalan baru sejak 2015-2019 di Papua dan Papua Barat yakni 1.052 kilometer, dengan pemeliharaan jalan sepanjang 4.160 kilometer. Presiden Joko Widodo menyampaikan bangsa Indonesia berbelasungkawa atas kejadian penembakan yang menewaskan belasan pekerja pembangunan jembatan di Kabupaten Nduga, Provinsi Papua. ‘’Saya atas nama rakyat, bangsa, dan negara menyampaikan rasa dukacita yang mendalam kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan dan mari kita bersamasama mendoakan agar arwah para pahlawan pembangunan Trans Papua ini diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa,’’ kata Presiden. Menurut Presiden, Panglima

TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Wakapolri Komisaris Jenderal (Pol) Ari Dono telah berada di Papua untuk menangani tragedi tersebut. Kepala Negara memerintahkan TNI dan Polri untuk mengejar dan menangkap seluruh pelaku yang terlibat dalam penembakan. ‘’Saya tegaskan bahwa tidak ada tempat untuk kelompok-kelompok kriminal bersenjata seperti ini di tanah Papua, maupun di seluruh pelosok Tanah Air,” ungkap Jokowi. Menurut Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, penembakan oleh kelompok kriminal bersenjata menewaskan 19 pekerja PT Istaka di sekitar Kali Yigi dan Kali Aurak, Distrik Yall pada Minggu (2/12). Aparat keamanan terus berupaya menjaga keamanan dan kondisi di Papua. Selain menewaskan pekerja pembangunan, kelompok kriminal bersenjata juga dilaporkan menyerang Pos TNI Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, pada Senin (3/12) sekitar pukul 18.30 WIT. Satu anggota TNI dari Yonif 755 Kostrad dilaporkan gugur akibat serangan tersebut. (ant)

Papua sudah kondusif pascapenembakan tersebut. Sementara itu, jenazah Serda Handoko, prajurit TNI dari kesatuan Batalyon Infanteri 755 Yaled Merauke, yang gugur akibat diserang kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Mbua, Kabupaten Nduga, Papua, Rabu siang tiba di Timika. Jenazah Serda

Handoko dievakuasi ke Timika menggunakan helikopter penerbangan TNI-AD dan tiba di hangar Bandara Mozes Kilangin Timika pada pukul 15.00 WIT. Bersamaan dengan itu juga ikut dievakuasi ke Timika seorang prajurit yang mengalami luka tembak saat penyerangan Pos TNI Mbua pada Senin (3/12).(ant)

Banyak Solusi ‘’Kita perlu banyak solusi sebetulnya. Kalau kita ingin sejahtera, kita perlu banyak pilihan. Kalau kita hanya punya satu pilihan maka kesejahteraan akan semakin jauh,’’ ujarnya. Corporate Secretary PT Jasamarga Bali Tol Drajad Hari Suseno mengatakan, pariwisata di Bali sudah menjadi industri terutama di Bali Selatan. Namun tidak

demikian di Bali Utara yang belum menjadi industri. Artinya, memang harus diakui ada ketimpangan antara Bali Selatan dan Utara. Kepala Dinas PUPR Kabupaten Buleleng Ketut Suparta Wijaya mengatakan, ketimpangan Bali Utara dan Selatan sebetulnya isu lama. Perlu ada uluran tangan, komitmen, dan dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi agar pemerataan pembangunan terlaksana. (kmb32)

Drajad Hari Suseno

Ketut Suparta Wijaya


balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

Kamis Kliwon, 6 Desember 2018

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Siswa SMA Dwijendra Denpasar Raih Perak di Kejurnas Muay Thai Bali Sumbang 3 Emas, 2 Perak dan 2 Perunggu

SISWA SMA Dwijendra terus mengukir prestasi nasional. Atlet muay thai Bali asal SMA Dwijendra Denpasar, I Gede Arya Murti Widyasa, meraih medali perak pada Kejurnas Muay Thai 2018 di Jakarta. Dia juga merebut emas dalam Liginas Muay Thai Wakil Presiden Cup 2018 di Jatim belum lama ini. Selain itu, siswa kelas X IPA-3 ini menyabet perak di Banten. Dengan demikian, Gede Arya mengantongi tiga medali selama setahun. Anak muda asal Banjar Kertalanggu, Kesiman ini memiliki dasar bela diri tarung derajat sejak SMP Dwijendra dan baru setahun menekuni muay thai di Dwijendra. Pada kejurnas di Jakarta, atlet muay thai Bali menyumbang 3 emas, 2 perak dan 2 perunggu. Medali emas dipersembahkan Luh Mas Sri Diana, Komang Mas Masena dan Kadek Listryani. Perak diraih Arya Murti dan Komang Karuni, sedangkan

perunggu dihasilkan Bayu Suteja dan Noviari. Selama ini mereka dibimbing pelatih internasional I Made Suwitha, S.Pd. dan Gede Buda. Gede Arya adalah anak pertama dari tiga bersaudara pasangan I Putu Mertayasa dan Ni Kadek Muliani. Sekalipun muay thai masih baru di Indonesia, dia akan terus berlatih keras untuk bisa mengukir prestasi internasional. ‘’Target saya meraih emas di SEA Games,’’ ujarnya. Kepala SMA Dwijendra Denpasar Drs. Made Oka Antara, M.Hum. menegaskan, prestasi Gede Arya ini akan memotivasi atlet muay thai di SMA Dwijendra lebih giat berlatih untuk bisa go international. Ini membuktikan PBM di SMA Dwijendra berjalan baik, nyaman dan menyenangkan, sehingga siswanya meraih prestasi membanggakan di akademis dan nonakademis. Prestasi ini tak lepas dari kerja keras siswa, guru (pembina) dan dukungan Ketua

Yayasan M.S. Chandra Jaya. ‘’Beliau memberi dukungan penuh kepada semua unit untuk mengikuti segala kegiatan lomba,’’ katanya. Dijelaskannya, lomba yang diikuti oleh anak didiknya tidak sematamata untuk mengukur prestasi tetapi juga guna memperkuat pendidikan karakter seperti kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, serta membuka wawasan pergaulan dan pengalaman. Prestasi lain yang dipersembahkan siswa SMA Dwijendra di antaranya juara III lomba essay oleh Ni Putu Ari Trisna Pratiwi (XI-Mia 2), juara I dan II lomba Baligrafi se-Bali oleh I Made Ananda Wedanta Kusuma dan I Gusti Putu Angga Mahesa (XII IPA U1). Juara II lomba dharma wacana tingkat Nasional oleh Ni Komang Rahma Tri Pratiwi (XI IPA U1). Juara III lomba membuat pejati oleh Ni Putu Rahayu Kurnianingsih dkk., juara

II LKTI tingkat Nasional oleh Putu Raka Widya Aryanti dkk., serta juara III Nasional LKTI Kimia oleh Ni Kadek Monica Setia dan I Made Yoga Mahardika. Gurunya, Pande Made Desy Dwi Sukma Surya, S.Pd., juara II lomba foto voice. Ketua Harian Muay Thai Indonesia (MI) Bali Dr. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. yang sekaligus Manajer Tim Bali di kejurnas ikut memberi selamat atas kesuksesan Gede Arya dan atlet MI lainnya. MI yang berdiri sejak empat tahun lalu sudah memiliki cabang dan tempat latihan di seluruh kabupaten/kota. Chandra Jaya berharap atlet muay thai Bali tak hanya berprestasi di daerah namun juga di tingkat internasional. Bahkan, atlet MI Bali potensial menyumbangkan dua emas di PON mendatang. Namun, belum ada atlet MI Bali yang diterjunkan ke tingkat internasional seperti di Manila dan Makau. (ad219)

ATLET - Atlet muay thai SMA Dwijendra Gede Arya Murti Widyasa (merah) didampingi Kasek Oka Antara, Yoga Mahendra dan Ketua Harian MI M.S. Chandra Jaya.

City Masih Perlu Belajar London – Manchester City membawa pulang tiga poin penuh dalam laga pekan ke-15 Liga Inggris dari markas Watford berkat kemenangan tipis 2-1 di Stadion Vicarage Road, Rabu (5/12) dini hari kemarin. City unggul melalui gol-gol yang dicetak Leroy Sane dan Riyad Mahrez, sedangkan Watford membalas lewat Abdoulaye Doucoure. Tambahan tiga poin membuat tim besutan Pep Guardiola itu kini mengoleksi 41 poin di puncak klasemen. City menambah jarak dengan peringkat kedua Liverpool (36) menjadi lima poin. Liverpool melakoni laga pekan ke-15 di kandang Bournemouth (20) pada Kamis (6/12) dini

Mantan Anggota Exco PSSI Terbukti Berupaya Menyuap

Jakarta (Bali Post) – Mantan anggota Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Hidayat terbukti memiliki upaya untuk melakukan suap dengan menawarkan sejumlah uang kepada klub Liga 2 Madura FC. Fakta itu terungkap berdasarkan sidang Komite Disiplin PSSI di Jakarta, Sabtu (1/12) dan Minggu (2/12) yang diumumkan secara resmi, Rabu (5/12) kemarin. Dikutip dari laman resmi PSSI, Hidayat pun mendapatkan sanksi atas tindakannya tersebut. Komite Disiplin melarangnya beraktivitas di dunia sepak bola selama tiga tahun dan wajib membayar denda Rp 150 juta. Selain itu, tidak diperkenankan memasuki stadion selama dua tahun. Hidayat merupakan anggota Komite Eksekutif PSSI periode 2016-2020. Senin (3/12) lalu dia mengundurkan diri dari posisinya dengan alasan ingin menjauhkan diri dari tekanan usai diduga terlibat pengaturan skor (match fixing). Dalam konferensi pers pengunduran dirinya, Hidayat menyangkal terlibat dalam dugaan tindakan pengaturan skor yang diembuskan oleh Manajer Tim Liga 2 Madura FC, Januar Herwanto. Namun, ia tidak menyanggah melakukan kesalahan karena menjalin komunikasi dengan pihak klub. ‘’Saya menyadari apa yang saya lakukan tidak seharusnya dilakukan oleh anggota exco,’’ tuturnya. (ant)

Juara Kejurprov Dikirim ke Kejurnas

Denpasar (Bali Post) – Para pemain yang tampil sebagai juara pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) PBSI Bali 2018 di GOR Anugerah, Denpasar, yang berakhir Selasa (4/12), berpeluang dikirim ke kejurnas di Jakarta pada akhir Desember 2019 mendatang. Hal itu dikatakan Wakil Ketua Umum Pengprov PBSI Bali Wayan Winurjaya didampingi Sekretaris Umum Made Darmiyasa pada penutupan kejurprov. Menurutnya, atlet yang diberangkatkan ke kejurnas disesuaikan dengan kuota yakni dua tunggal dan dua ganda baik putra maupun putri. Sementara ganda campuran menggunakan sistem Piala Sudirman. Artinya, yang dikirim adalah pemain tunggal peraih medali emas dan perak serta ganda campuran perebut emas. Kejurprov PBSI Bali berlangsung sejak 1 Desember lalu. Tim Kota Denpasar tampil sebagai juara umum dengan merebut 12 medali emas, 9 perak dan 18 perunggu. Peringkat kedua diduduki Badung yang menyabet 7 emas, 4 perak dan 12 perunggu. Selanjutnya

Buleleng (1 emas dan 2 perunggu), Bangli (2 perak dan 4 perunggu), Gianyar (2 perak dan 2 perunggu), Klungkung (1 perak dan 3 perunggu) dan Tabanan (1 perunggu). Karangasem dan Jembrana tidak kebagian medali. Denpasar menyabet emas melalui perjuangan I Gusti Ngurah Bagus Agung Suptayana dari Porwaja Denpasar di nomor tunggal taruna putra, I Gusti Ngurah Aditya Baskara Yuda/Ni Luh Kade (ganda remaja campuran), Ni Luh Kadek Diah Arishanti Dewi (tunggal remaja putri), Made Puspa Riastini/Ni Putu Wahyu Arisanti (ganda pemula putri), Ni Putu Wahyu Arisanti (tunggal pemula putri), I Wayan Agung Wijayana (tunggal pemula putri), I Wayan Agung Wijayana (tunggal pemula putra), I Komang Bagus Rama Wedanta/Muhammad Key (ganda anak-anak putra), Komang Dheandra Pradnyadari (tunggal anak-anak putri), Muhammad Kesya Irwansyah (tunggal anak-anak putra) dan Rafif Alamsyah Dwi Putra (tunggal usia dini putra). (kmb)

hari. Sementara kekalahan membuat Watford (20) harus melorot ke urutan ke-11. Meski menguasai penuh jalannya pertandingan, City harus menunggu hingga lima menit jelang waktu normal babak pertama usai untuk membuka keunggulan lewat gol Sane. Enam menit setelah babak kedua dimulai, giliran Mahrez mencetak gol ke gawang Watford. Upaya tuan rumah keluar dari tekanan baru membuahkan hasil pada menit ke-85 melalui gol Doucoure. ‘’Kami bermain 65-70 menit di level atas. Setelah 2-0 kami kehilang a n sedikit kendali, kami men-

derita. Kami harus belajar dari apa yang terjadi dalam 20-25 menit terakhir,’’ ujar Guardiola. ‘’Ini adalah pertandingan Liga Primer yang bagus. Kami mengatur pertandingan dengan sangat baik. Anda tidak bisa memenangkan setiap laga,’’ tambah kapten City, Vincent Kompany. Pada laga lain, penyerang West Ham United asal Spanyol, Lucas Perez, mencetak dwigol demi mengantarkan timnya membekap tim tamu Cardiff City 3-1 di Stadion Olimpiade, London. Kemenangan ini membuat tim besutan Manuel Pellegrini naik ke urutan ke-12 dengan koleksi 18 poin, sedangkan Cardiff (11) tertahan di peringkat ke-16. Lille menduduki peringkat kedua Liga Prancis berkat kemenangan tipis 1-0 atas tuan rumah Montpellier pada

pertandingan ke-16. Pasukan Christophe Galtier kini berada di peringkat kedua dengan koleksi 30 poin, tertinggal tujuh poin dari pemuncak klasemen Paris St Germain (PSG) yang baru memainkan 15 laga. Radamel Falcao membawa AS Monaco meraih kemenangan kedua dari tiga pertandingan Liga Prancis di bawah asuhan Thierry Henry saat unggul 2-0 di markas Amiens. Kemenangan ini membawa Monaco untuk pertama kalinya sejak pekan keenam berhasil keluar dari zona degradasi. Klub kerajaan ini kini menduduki peringkat ke17, sedangkan Amiens di posisi ke-19 dengan poin sama 13. Piala Raja Valencia melaju ke babak 16 besar Piala Raja Spanyol setelah melewati tim kasta ketiga Ebro. Valencia memenangi

laga kedua babak 32 besar dengan skor tipis 1-0. Hasil ini membuat tim besutan Marcelino Garcia Toral menang agregat 3-1. Penyerang pinjaman asal Chelsea, Michy Batshuayi, menjadi pencetak gol semata wayang lewat tandukannya. Getafe juga melaju setelah menang telak 5-1 atas Cordoba di laga kedua yang membuatnya unggul agregat 7-2, Leganes mempecundangi tuan rumah Rayo Vallecano 1-0 demi melaju berbekal kemenangan agregat 3-2, sedangkan Espanyol lolos berkat agresivitas gol tandang atas Cadiz. Sampdoria mempecundangi SPAL 2-1 untuk menyiapkan pertemuan melawan AC Milan di 16 besar Piala Italia. Pada pertandingan lain, Benevento menang 1-0 atas Cittadella, sedangkan Bologna mengungguli Crotone 3-0. (ant/rtr)

Edisi Kamis 06 Desember 2018 | balipost.com  

Headline : Pembangunan Trans Papua Dilanjutkan

Edisi Kamis 06 Desember 2018 | balipost.com  

Headline : Pembangunan Trans Papua Dilanjutkan

Advertisement