Skip to main content

Edisi Rabu 6 Nopember 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

16 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 82 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

rabu kliwon, 6 november 2019 Satpol PP Segel Pembangunan Perumahan Pembangunan perumahan di lahan kapling di Jalan Trenggana Gang IV, Kelurahan Penatih, Denpasar disegel Satpol PP Denpasar. Pasalnya, pembangunan tersebut belum memiliki izin. DENPASAR | HAL. 2

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pendidikan Bencana Perlu Digencarkan

Belum Siap Kelola Sampah ‘’Online’’

Sebanyak 300 siswa SMP Taman Sastra, Jimbaran, berhamburan ke luar sekolah dan diarahkan menuju tempat yang lebih tinggi. Hal tersebut terjadi dalam simulasi gempa tsunami yang dilaksanakan BPBD Badung UNDP. BADUNG | HAL. 3

Program Garbage Startup Online (GS Online) ditargetkan dimulai tahun 2020 dengan Perusahaan Daerah (PD) Dharma Santika sebagai leading sector-nya. Namun sejauh ini PD Dharma Santika belum siap. TABANAN | HAL. 7

Gubernur Koster Naikkan Tunjangan Kepala SMA/SMK/SLB Negeri 300 Persen Lebih ’’Kepala sekolah kita naikkan tunjangannya menjadi Rp 6.250.000 per 1 Oktober. Jadi dari Rp 1.500.000 menjadi Rp 6.250.000, naiknya Rp 4.750.000.’’ Wayan Koster Gubernur Bali

Denpasar (Bali Post) Para kepala sekolah di SMA, SMK, dan SLB negeri kini bak ketiban durian runtuh. Pasalnya, tunjangan jabatan fungsional yang mereka terima dinaikkan hingga sekitar 300 persen lebih. Dari semula Rp 1,5 juta menjadi Rp 6,25 juta per 1 Oktober lalu. Tunjangan tersebut belum termasuk gaji pokok dan tunjangan profesi.

”

Kepala sekolah kita naikkan tunjangannya menjadi Rp 6.250.000 per 1 Oktober. Jadi dari Rp 1.500.000 menjadi Rp 6.250.000, naiknya Rp 4.750.000,’’ ujar Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan pengarahan tentang implementasi Pergub No.7 Tahun 2019 kepada para kepala sekolah di Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Selasa (5/11) kemarin. Hal. 15 Tambahan Penghasilan BERI PENGARAHAN - Gubernur Bali Wayan Koster berfoto bersama dalam acara pengarahan tentang implementasi Pergub No.7 Tahun 2019 kepada para kepala sekolah di Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Selasa (5/11) kemarin.

Baleg DPR Segera Bahas ’’Omnibus Law’’ Jakarta (Bali Post) Badan Legislasi (Baleg) DPR-RI masih terus mematangkan dan menyamakan pendapat dengan pemerintah tentang Omnibus Law yang digagas Presiden Joko Widodo. Saat ini Baleg DPR sedang memetakan undang-undang (UU) mana saja untuk diintegrasikan atau disederhanakan ke dalam satu rumusan undang-undang baru sehingga dapat memangkas hambatan regulasi. ‘’Kita lihat Pak Jokowi memang sering curhat, kok enggak gerak-gerak pertumbuhan ekonominya? Ini karena regulasinya terlalu menjadi beban, ada banyak regulasi. Lalu bagaimana kemudian mengefisienkannya? Bagaimana menyederhanakannya, sehingga pelaku usaha bisa berinvestasi, sehingga berusaha bisa menjadi sangat gampang,’’ ucap Wakil Ketua Badan Legislasi DPR-RI Willy Aditya, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (5/11) kemarin. Gagasan Omnibus Law disampaikan Presiden Jokowi saat pelantikan sebagai presiden untuk periode kedua pemerintahannya. Willy mengakui, dalam curhatannya Jokowi pernah membandingkan proses perizinan di luar negeri bahkan di kota seperti Dubai, Uni Emirat Arab yang hanya butuh waktu empat jam untuk mengurus perizinan. ‘’Kalau di kita (Indonesia) pintunya banyak, aktornya banyak. Jangankan berminggu, berbulan aja belum tentu, bahkan sampai tahunan,’’ imbuh politisi Partai NasDem ini. Willy mengaku salah satu kesulitan yang dihadapi pihaknya adalah karena banyaknya UU yang harus dipetakan. Oleh karena itu, DPR bersama Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly sepakat hanya akan membaginya menjadi dua skema besar seperti yang diingini Presiden Jokowi dalam pidatonya yaitu cipta lapangan pekerjaan dan UMKM. ‘’Sejauh ini ada 5 cluster atau 7 cluster terkait dengan dua ranah besar itu, yaitu berkaitan dengan cipta lapangan pekerjaan dan yang terkait dengan UMKM yang di-endors oleh Presiden,’’ sebut Willy. Dari diskusi di Baleg, problem Omnibus Law yang dipetakan diperkirakan sekitar 74 UU yang akan disederhanakan dengan satu semangat yaitu bukan berapa banyak jumlah UU yang akan disederhanakan tetapi bagaimana menciptakan harmonisasi antara satu UU dengan UU lainnya, sehingga tidak lagi tumpang tindih. Selain itu, Baleg juga mengusung satu semangat bahwa titik pangkalnya adalah bukan Omnibus Law tetapi budaya hukum masyarakat sendiri. Yaitu upaya menghapus ego sektoral masingmasing kementerian yang kemudian bisa menyandera satu dengan yang lain. (kmb4)

Harian Bisnis Bali Proses Hak Tanggungan Kian Mudah Layanan perbankan sudah bergeser dari manual ke digital termasuk dalam pengurusan sertifikat hak tanggungan dari jaminan sertifikat tanah yang diberikan debitur. Lebih mudahkah? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Bunuh Istri Lantaran Minta Uang Motif pembunuhan Halimah (27) oleh suaminya, Rudianto (38), terungkap saat rekonstruksi. Mereka janjian bertemu di Kreneng untuk membelikan laptop anak mereka. www.denpostnews.com

KENAIKAN TUNJANGAN KEPALA SMA/SMK/SLB Negeri 8000000 7000000 6000000 5000000 4000000 3000000 2000000 1000000 0

(316,67%)

Rp 6.250.000

Rp 4.750.000 Rp 1.500.000 Sebelum Kenaikan

Setelah Kenaikan

Besarnya Kenaikan

Jumlah SMA/SMK/SLB Negeri Buleleng Jembrana Tabanan Badung Gianyar Bangli Klungkung Karangasem Denpasar Total

SMA 18 6 9 10 7 5 8 9 8

SMK 12 5 3 2 8 9 2 5 5

SLB 2 1 1 1 1 1 1 1 2

JUMLAH 32 12 13 13 16 15 11 15 15

80

51

11

142

Hotel Berbintang Terancam Kehilangan Pasar Denpasar (Bali Post) Hotel berbintang di Bali terancam kehilangan pasar. Indikasinya tingkat hunian (ocupancy rate) hotel mengalami penurunan. Padahal di sisi lain, data menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan meningkat. Penyebabnya, diduga tren wisata yang berubah dari wisatawan generasi X ke Y. Wisatawan kini tidak lagi mementingkan menginap di tempat mewah, melainkan men-

Kunjungan wisman September 2019

gutamakan mencari pengalaman baru. Tingkat hunian kamar (ocupancy rate) hotel berbintang yang turun -3,88 poin pada September 2019 (mtm). Begitu juga tingkat hunian kamar hotel nonbintang mengalami penurunan -2,63 poin. Pendiri Pramana Experience I Wayan Wardika mengatakan, saat ini merupakan masa transisi karena t e r jadinya market shift-

590.565 Wisatawan

Naik 6,24%

Tingkat Hunian Hotel September 2019

Hotel berbintang

turun -3,88 poin

Hotel non intang

turun -2,63 poin

Penyebab Penurunan Tingkat Hunian Hotel Perubahan tren wisatawan dari generasi X ke generasi Y. Lebih mementingkan experience daripada hotel mewah. Memilih tempat menginap yang tak dijangkau pajak.

ing, perpindahan market dari gen X ke gen Y. Gen Y merupakan wisatawan milenial yang lebih mengutamakan experience, pengalaman. ‘’Mereka senang mencari hal baru, sesuatu yang unik, namun kelemahannya cepat berubah, cepat berpindah ke tempat lain, tidak loyal lagi, karena ingin terus mencoba hal baru,’’ ungkapnya, Senin (4/11). Dengan berubahnya tren, konsep wisata yang dicari pun tidak bisa ditampik bahwa gen Y tidak terlalu mementingkan luxury atau kemewahan hotel lagi. ‘’Mereka lebih kepada memenuhi hasrat ingin tahu, sesuatu yang baru, eksplorasi hal hal baru dan bahkan mereka cenderung bisa menjadi trendsetter,’’ ungkap pria yang mengelola puluhan properti bintang 4 dan 5 di Bali ini. Bahkan sangat memungkinkan homestay dan desa wisata menjadi incaran wisman ke depannya jika dikemas dengan baik dan dibumbui dengan pengalaman yang unit. Bali ini supply lebih besar daripada demand. Jadi oleh karena ketika ada kedatangan menurun, itu akan menurunkan hunian yang sudah di bawah rata-rata. Pengamat pariwisata Bagus Sudibya mengatakan hal serupa. Menurutnya, penyebab penurunan okupansi kamar hotel adalah bergesernya tempat menginap yaitu tidak lagi di hotel namun di tempattempat yang tidak dijangkau pajak. Hal. 15 Tidak Terdeteksi

’’Mereka lebih kepada memenuhi hasrat ingin tahu, sesuatu yang baru, eksplorasi hal-hal baru dan bahkan mereka cenderung bisa menjadi trendsetter.’’ I Wayan Wardika Pendiri Pramana Experience

’’Di saat barang dagangan kita kurang laku, kita malah putus asa untuk memasarkannya, ya… jadi malah terpuruk. Karena pesaing kita semakin ketat dan berlari kencang.’’ Bagus Sudibya Pengamat Pariwisata

Soal Pelabuhan Benoa Dewan Apresiasi Langkah Gubernur Denpasar (Bali Post) Sikap tegas Gubernur Bali Wayan Koster terkait penghentian kegiatan reklamasi untuk pengembangan Pelabuhan Benoa, diapresiasi anggota DPRD Bali. Apalagi, PT Pelindo III akhirnya membuat desain baru yang lebih ramah lingkungan. Yakni lebih dari setengah lahan reklamasi akan dijadikan paru-paru kota. ‘’Dewan mengapresiasi apa yang dilakukan Gubernur sebagai pimpinan daerah menghadapi investasi-investasi besar, yang bisa akhirnya diarahkan untuk menghasilkan hal yang

positif di daerah ini,’’ ujar anggota Komisi II DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi Ardhana dikonfirmasi, Senin (4/11). Menurut Adhi Ardhana, hal positif itu berupa hutan kota di area dumping I seluas 13 hektar dan 23 hektar di area dumping II. Secara keseluruhan, luasan untuk hutan kota bahkan mencapai 51 persen. Selama ini, hal tersebut tidak pernah berhasil diwujudkan oleh pemerintah daerah. Baik Kota Denpasar maupun Kabupaten Badung, sehingga patut diapresiasi. ‘’Dengan luasan yang cukup

besar, harapannya adalah bisa menurunkan tingkat temperatur suhu secara umum di Kota Denpasar yang setiap tahunnya meningkat. Kita membandingkan dengan Surabaya yang setiap tahun menurun,’’ imbuh politisi PDI-P asal Kota Denpasar ini. Langkah positif Gubernur ini, lanjut Adhi Ardhana, dibarengi dengan kesepakatan yang baik dari Pelindo juga diharapkan bisa menghasilkan langkah ke depan yang lebih baik. Hal. 15 Memberi Contoh

KONDISI MANGROVE - Hutan mangrove di sekitar Pelabuhan Benoa dalam kondisi rusak akibat reklamasi yang dilakukan Pelindo III. Sikap tegas Gubernur Koster menghentikan reklamasi dan meminta Pelindo III mengubah desain pengembangan didukung DPRD Bali.


Rabu Kliwon, 6 November 2019

denpasar singkat

Bantuan Kursi Roda BSC

BULELENG Social Comunity (BSC) menyerahkan bantuan kursi roda kepada I Komang Sukerta (53) asal Banjar Dinas Alas Ngandang, Pempatan, Rendang, Karangasem. Bantuan diserahkan di RS Sanglah Denpasar, Selasa (5/11) kemarin. Pasien I Komang Sukerta mengalami cedera tulang belakang setelah jatuh dari pohon belimbing. Pasien sudah mendapat penanganan operasi. Ketua BSC I Made Eka Tirtayasa mengatakan, bantuan sosial ini diharapkan bisa dimanfaatkan pasien dalam proses penyembuhan. Bantuan BSC ini menurutnya bentuk kepedulian sesama warga kepada warga yang memerlukan bantuan kemanusiaan. (kmb)

Bali Post/eka

SEGEL - Petugas gabungan memasang segel pada jalan masuk kaplingan rumah di Jalan Trenggana Gang IV Banjar Pelagan, Penatih, Denpasar, Selasa (5/11) kemarin.

Bali Post/kmb

Dewan Bahas Ranperda Industri Berbasis Budaya ”Branding” Bali

Denpasar (Bali Post) DPRD Bali khususnya Komisi IV mulai melakukan pembahasan awal Ranperda tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi Berbasis Budaya Branding Bali Tahun 2019-2039 di Gedung DPRD Bali, Selasa (5/11) kemarin. Pembahasan belum menukik ke materi pokok ranperda, namun baru sebatas membahas judul karena mencantumkan istilah asing yakni branding. “Judul itu ada istilahnya branding. Kalau di bahasa Indonesia itu merk. Apakah itu yang dimaksud atau yang dimaksud adalah ciri khas Bali?” ujar Koordinator Pembahasan Ranperda I Nyoman Budiutama usai rapat kemarin. Menurut Budiutama, pihaknya akan meminta pemaparan dari tim ahli terkait kajian yang dipakai dalam penggunaan istilah branding pada rapat berikutnya. Baik menyangkut dari aspek filosofis, sosiologis maupun yuridis formal. Meskipun penggunaan istilah asing tersebut dimungkinkan di dalam undang-undang, namun tetap harus dicantumkan maksudnya dalam penjelasan umum. “Ranperda ini untuk 20 tahun, makanya perlu dikaji secara seksama,” jelas politisi PDI-P asal Bangli ini. Budiutama menambahkan, keberadaan ranperda juga erat kaitannya dengan hak paten. Yakni untuk melindungi produk-produk lokal Bali agar jangan sampai diambil alih oleh provinsi lain. Di samping untuk lebih mengembangkan sekaligus menguatkan industri lokal yang berbasis budaya branding Bali. Anggota Komisi IV DPRD Bali I Ketut “Boping” Suryadi mengatakan, salah satu tujuan lahirnya perda adalah untuk perlindungan, pengendalian, pendampingan, serta pemberdayaan. Dalam hal ini, kehadiran pemerintah patut mempertimbangkan keberadaan industri lokal yang sudah ada. Sebagai contoh, arak Bali yang selama ini ada menjadi warisan budaya. Namun masuk ke dalam negative list. “Kalau memang itu harus dilindungi, diberdayakan, dikendalikan, ya kendalikan dong dengan sebuah regulasi yang jelas,” ujar politisi PDI-P asal Tabanan ini. (kmb32)

Bali Post/ ist

RANPERDA - Suasana rapat pembahasan awal Ranperda tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi Berbasis Budaya Branding Bali Tahun 20192039 di Gedung DPRD Bali, Selasa (5/11) kemarin.

Topik : Kenaikan tunjangan kepala sma/smk/slb negeri

Satpol PP Segel Pembangunan Perumahan

Denpasar (Bali Post) –

Pembangunan perumahan di lahan kapling di Jalan Trenggana Gang IV, Kelurahan Penatih, Denpasar mendapat penindakan dari Satpol PP Denpasar. Pasalnya, pembangunan tersebut belum memiliki izin. Selain itu, warga sekitar juga tidak setuju dengan pembangunan perumahan di dekat Pura Dalem dan setra desa setempat. Oleh karena itu, Satpol PP melakukan tindakan tegas dengan menyegel proyek yang sedang berjalan tersebut. Penyegelan ini dilaksanakan Selasa (5/11) kemarin. Pembangunan perumahan itu tidak memiliki izin berupa IMB maupun izin kapling seluas 40 are dan melanggar Perda Nomor 5 Tahun 2005 tentang Bangunan Gedung. Kepala Satpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, setelah adanya protes oleh warga,

pihaknya telah melakukan mediasi pada 17 Oktober 2019 di Sewaka Dharma Lumintang. Pihaknya meminta agar semua pihak menahan diri dan kegiatan pembangunan dihentikan. Hanya pengembang dinilai tetap melakukan pembangunan. Dikatakan, sebelum tindakan penyegelan ini dilakukan, Satpol PP juga sempat meng-

giring pengembang untuk disidang tipiring. Usai sidang tipiring pun peringatan tetap dilayangkan, karena proses pembangunan berlanjut terus. Sehingga langkah terakhir, yakni tindakan penyegelan. “Jika segel ini dibuka, akan masuk ke ranah pidana,” ujar Anom Sayoga. Menurut Anom Sayoga, segel ini akan dibuka kembali

apabila pengembang sudah bisa menunjukan izin-izin yang diperlukan. “Selama perizinan belum terpenuhi, tidak boleh ada kegiatan. Apabila pihak pengembang bisa menunjukkan izin yang sah akan kita tinjau kembali dengan mengundang tim,” katanya. Penyegelan kemarin juga dihadiri oleh puluhan warga setempat, prajuru adat, pihak kelurahan, kepolisian, kejaksaan, serta pihak terkait lainnya. Bendesa Adat Taman Poh Manis Ketut Nesa mengatakan, pembangunan di tempat ini diawali dengan pembangunan jembatan yang dilaksanakan tahun 2017. Sejak dilakukan

pembangunan jembatan ini, warga yang terletak di dua desa adat yakni Desa Adat Taman Poh Manis dan Desa Adat Penatih Dangin Puri sudah tak setuju. Pada pembangunan awal sempat dilaksanakan mediasi dan dari hasil mediasi pengembang pertama memilih tak melanjutkan pembangunan. Namun setelah ganti pengembang, pengembang kedua ini tak mengindahkan penolakan dari warga. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Kuasai 36 Paket SS, Angga Dibui 14 Tahun Denpsar (Bali Post) Angga Fredy Aditya divonis pidana penjara selama 14 tahun oleh majelis hakim pimpinan I Made Pasek, Selasa (5/11) kemarin. Ia dinyatakan terbukti bersalah menguasai 36 paket sabu-sabu (SS) seberat 34,96 gram neto. Dalam sidang terungkap, terdakwa menyembunyikan 36 paket SS itu di dalam pembalut

wanita. Sedangkan terdakwa sendiri bertugas menempel dan mengambil SS. Ia diupah Rp 200 ribu. Selain dipidana fisik selama 14 tahun, majelis hakim juga menghukum supaya terdakwa membayar uang denda Rp 5 miliar subsider enam bulan kurungan. Atas putusan itu, terdakwa menggunakan kesempatan sepekan untuk pikir-pikir.

Hal yang sama disampaikan JPU I Dewa Gede Ngurah Sastradi. Sebelumnya, jaksa menuntut supaya terdakwa dihukum 18 tahun penjara. Sebelumnya dalam dakwaan, disebutkan bahwa terdakwa diamankan di rumahnya di Jalan Resi Muka Barat Gang Indonesia Mas, Banjar Tegal Kerta, MonangManing, Denpasar Barat.

Terdakwa mengaku disuruh mengambil tempelan SS oleh Putu Ari, pada 15 Juni 2019. Terdakwa disuruh mengambil tempelan di Jalan Sedap Malam. Putu Ari memberi perintah pada terdakwa dengan kode “ada barang turun”. Barang berupa SS itu disembunyikan ke dalam pembalut wanita. Setelah pembalut itu dibuka, di dalamnya berisi

plastik bening berisi SS seberat 66,79 gram bruto atau 34,96 gram neto. Terdakwa kemudian membawa barang itu ke rumahnya di Jalan Resi Muka Barat. Pembalut wanita itu kemudian dibuang di tong sampah, sedangkan SS-nya dibawa ke lantai dua rumahnya dan dimasukkan ke dalam dompet. Polisi akhirnya menangkap pelaku. (kmb37)

Tiga ”Guide” Tanpa KTPP Terjaring Operasi Denpasar (Bali Post) Operasi gabungan dalam penertiban guide liar di Bali terus berlanjut. Sebanyak 23 orang guide atau pramuwisata dilakukan pemeriksaan kelengkapan Kartu Tanda Pengenal Pramuwisata (KTPP) saat sedang mengantar wisatawan di kawasan Objek wisata, Selasa (5/11) kemarin. Dari puluhan orang tersebut, dua orang guide dari Biro Perjalanan Wisata (BPW) dan seorang guide wisatawan China terjaring karena tidak memiliki KTPP. Operasi guide liar ini dilakukan di sekitar Objek Wisata Tirta Empul, Tampaksiring, Kabupaten Gianyar. Kabid Penegakan Perundangundangan Daerah Satpol PP Provinsi Bali Komang Merta Dana, S.H., M.H. mengatakan, operasi dimulai dari pukul 11.30 Wita sampai dengan pukul 14.00 Wita. Tim gabungan operasi terdiri dari unsur Satpol PP Provinsi Bali, Polda Bali, Dinas Pariwisata

Kabupaten Gianyar, Polres Gianyar, dan dari pihak Desa Tampaksiring. Dijelaskan, penegakan Perda Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pramuwisata ini diawali dengan koordinasi dengan pengelola objek wisata. “Kami diterima oleh Ibu Cok Kusumawati dan Kelian Desa Tampaksiring. Mereka sangat mendukung diadakannya penertiban atau penegakan izin kegiatan pramuwisata ini,” katanya. Setelah itu dilanjutkan dengan melakukan pemeriksaan terhadap guide atau pramuwisata yang datang dan mengantar wisatawan. Sebanyak 23 orang guide diperiksa. “Rinciannya, 20 orang sudah memiliki KTPP, sedangkan tiga orang tidak memiiki KTPP. Mereka berasal dari BPW dengan inisial BT, di antaranya bernama Susanto dan Frisandy, dan seorang pengantar tamu China, Liang Cintoto. Gudie liar China ini mengajak sembilan

orang tamu yang katanya diperoleh dari freelance,” kata Merta Dana. Menurut Merta Dana, ketiga pelanggar perda tentang pramuwisata tersebut akan diperiksa lebih lanjut di Kantor Satpol PP Provinsi Bali, Senin (11/11) mendatang. Mereka akan diproses sesuai aturan yang berlaku. Terkait guide asing yang juga berada di Bali, kata dia pihaknya sebenarnya menyasar hal itu. “Namun dalam operasi kali ini tidak ditemukan guide WNA di lokasi,” katanya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Satpol PP Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi mengatakan, operasi ini bukan berarti melarang kegiatan pramuwisata dalam mengantar wisatawan. Sepanjang pekerjaan itu dilakukan sebagaimana ditentukan oleh peraturan perundang-undangan, dalam hal ini perda tentang pramuwisata yang berlaku di Provinsi Bali. “Setiap pramuwisata atau guide

Bali Post/ist

PEMERIKSAAN - Tim Gabungan melakukan pemeriksaan kepemilikan KTPP kepada guide atau pramuwisata yang sedang mengantar tamu ke kawasan objek wisata di Tampaksiring, Gianyar. harus memiliki KTPP. Jika mereka tidak memenuhi persyaratan itu, maka akan berhadapan dengan kami sebagai penegak perda. Ini dilakukan

demi keberlangsungan dari pariwisata Bali, khususnya dalam menjaga kualitas layanan dan citra pariwisata,” tegasnya. (kmb16)

Pemerintah Australia Kembali Pertegas Kerja Sama

Wawali Jaya Negara Tekankan Sinergitas, Beri Asas Manfaat

MENYAMBUT - Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara menyambut hangat kehadiran Minister for Asian Engagement, Housing, Veteran Issues, Youth, Hon Peter Tinley AM MLA, dan jajaran terkait di Graha Sewaka Dharma, Selasa (5/11) kemarin.

JALINAN kerja sama antara Kota Denpasar dan Kota Australia terus berlanjut. Sebelumnya penjajagan kerja sama antarkedua kota ini telah dilakukan dalam sister city. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra juga mendorong universitas untuk bersama-sama dalam melakukan kerja sama ini. Pada Selasa (5/11) kemarin, kerja sama antara Australia dan Pemkot Denpasar ini kembali dipertegas dengan kehadiran Minister for Asian Engagement, Housing, Veteran Issues, Youth, Hon Peter Tinley AM MLA, dan jajaran bertemu dengan Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara di Graha Sewaka Dharma. Dalam pertemuan terse-

but pembahasan kerja sama dilakukan sebagai upaya untuk memberikan ruang kreativitas, khususnya kepada anak-anak muda. Pemerintah Kota Denpasar memfasilitasi dengan menghadirkan Balai Budaya Denpasar. Sebelum diresmikan Desember mendatang, Balai Budaya Denpasar bahkan sudah mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Australia. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Konsulat Jenderal RI di Perth Dewi, Commisioner Government of Western Australia Office in Jakarta Ms. Ngor Tan, A, Principal Policy Advisor Office of Minister Tinley Ms. Kim Giddens dan jajaran OPD terkait di Kota Denpasar. “Hadirnya

Balai Budaya ini tentu sangat baik untuk memberikan ruang kepada anak-anak muda berkreativitas dan ini juga kesempatan untuk mereka bertemu dengan banyak komunitas dan ahli-ahli di bidangnya, salah satunya dalam pengembangan start up,” ujar Minister for Asian Engagement, Housing, Veteran Issues, Youth, Hon Peter Tinley AM MLA. Dalam kesempatan tersebut juga membahas terkait kelanjutan kerja sama sebelumnya. Diketahui bahwa Kota Perth dan Kota Denpasar telah menjalin kerja sama Sister City khususnya dalam bidang Pariwisata Budaya. “Di Perth ada festival-festival besar yang digelar dan ke depan kita bisa berkolaborasi

lebih luas lagi,” tambahnya. Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara menyambut baik hal tersebut dan berharap kerja sama yang baik ini akan terus berlanjut dan saling memberikan manfaat positif. “Terima kasih atas apresiasinya dan ke depan baik dalam proses pengembangan Balai Budaya dan kolaborasi dalam berbagai bidang itu sangat baik untuk kemajuan Kota Denpasar,” ungkapnya. Lebih lanjut disampaikan, semangat kolaborasi yang baik ini harus tetap terjaga. “Selain terkait pariwisata budaya, kita juga bisa bersinergi terkait dengan pengembangan start-up, industri kreatif dan berbagai sektor lainnya,” ujarnya. (ad130)


Rabu Kliwon, 6 November 2019

Pemkab Berencana Manfaatkan Rumah Hijau sebagai TPS

Bali Post/ist

ANGKUT SAMPAH - Petugas DLHK Badung membersihkan dan mengangkut sampah di salah satu ruas jalan.

Palak Pengendara, Sepuluh Anak Punk Diamankan Mangupura (Bali Post) Sepuluh anak punk diamankan jajaran Satpol PP Badung BKO Kuta, Minggu (3/11). Mereka diciduk lantaran mengamen di jalan dan memalak pengendara yang melintas di kawasan Jalan Sunset Road, Kuta. Danru Satpol PP Kuta Nengah Wika, Selasa (5/11) kemarin mengatakan, anak punk tersebut berusia antara 19 hingga 23 tahun. Mereka berasal dari daerah berbeda. Rinciannya, lima orang berasal dari Jawa Tengah, tiga orang dari Jawa Barat, serta masing-masing satu orang dari Sumatera dan Kalimantan Selatan. ‘’Jadi ada sepuluh orang yang kami amankan, salah satu di antaranya itu cewek. Saat kami periksa ternyata hanya tiga orang yang membawa KTP, satu orang hanya berbekal ID bekerja dan sisanya tidak membawa apa-apa,’’ ungkapnya. Kepala Lingkungan Abianbase Kuta I Gusti Made Sukada mengungkapkan, pihaknya menerima keluhan dari masyarakat karena anak punk tersebut mengamen hingga memalak pengendara di kawasan tersebut. Tidak hanya itu, menurut keterangan dari salah satu karyawan minuman kemasan di kawasan tersebut, anak punk sering menggedor-gedor pintu bangunan yang berlokasi di sebelah warung minuman tersebut. Guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya kemudian melaporkan permasalahan tersebut ke klian adat, pecalang, serta Satpol PP. (kmb23)

Mangupura (Bali Post) – Penanggulangan masalah sampah di Kabupaten Badung terus diupayakan. Kali ini muncul opsi baru pengelolaan sampah dengan memanfaatkan Rumah Hijau di Puspem Badung dan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) 3R di Terminal Mengwi sebagai TPS. Sebelumnya, Pemprov Bali telah memberikan solusi untuk memanfaatkan lahan milik pemerintah sebagai TPA. Seperti lahan Pemprov Bali di Ungasan, Canggu, dan Sobangan. Seperti diketahui, rata-rata produksi sampah di Badung sebanyak 281 ton per hari. Sebanyak 19,25 ton bisa diolah dengan memanfaatkan TPST yang ada hampir di semua kecamatan, sedangkan sisanya dibuang ke TPA Suwung. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung I Putu Eka Mertha-

Mangupura (Bali Post) –

Upaya meningkatkan pendapatan dari berbagai lini terus dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung. Kali ini pemerintah setempat tengah merancang kenaikan pajak parkir hingga 5 persen. Saat ini pajak parkir yang diberlakukan masih mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 14 Tahun 2011 tentang Pajak Parkir yang menyebutkan tarif pajak parkir sebesar 25 persen. Kepala Badan Pendapatan (Bapenda) dan Pasedahan Agung Kabupaten Badung I Made Sutama, Selasa (5/11) kemarin, membenarkan akan mengenakan pajak parkir secara maksimal sebesar 30 persen sesuai Undang Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. Sejauh ini Ranperda tentang perubahan atas Perda Nomor 14 Tahun 2011

tentang Pajak Parkir masih digodokk di DPRD Badung. ‘’Iya, kemarin (Senin-red) Bapak Bupati sudah menyampaikan dalam rapat paripurna. Intinya akan mengenakan pajak parkir 30 persen. Sekarang baru 25 persen sehingga masih ada ruang sebesar 5 persen,’’ ungkapnya. Birokrat asal Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan ini mengakui pendapatan dari pajak parkir cukup

Bali Post/edi

Pendidikan Bencana Perlu Digencarkan saja dan tidak dapat diperkirakan. Sehingga kapasitas kesiapsiagaan perlu ditingkatkan. Saat ini di dunia terjadi perubahan paradigma melihat bencana. Hal ini menunjukkan betapa pendidikan bencana sangat penting untuk diberikan di sekolah yang bertujuan mengurangi risiko bencana. ‘’Pendidikan bencana penting bukan hanya untuk pelajar tapi juga guru, orangtua, dan masyarakat sekeliling sekolah,’’ ucapnya Pendidikan bencana akan mengajari, memberi tahu, dan memahami tanda-tanda suatu bencana, khususnya tsunami dan memahami jalur evakuasi serta hal-hal lainnya untuk mengurangi risiko. UNDP dengan Pemerintah Jepang telah melakukan program penguatan kesiapsiagaan sekolah terhadap tsunami di Asia Pasifik sejak tahun 2017. Bahkan tahun 2018 masing-masing sembilan sekolah di Banda Aceh dan Tanjung Benoa sudah diedukasi. Sedangkan tahun ini pihaknya memberikan training dan melatih 28 guru dari 14 sekolah untuk

‘’Sebetulnya mengoptimalkan saja tempat yang sudah ada. Jadi, sampah yang kami angkut difasilitasi publik nanti akan diolah di sana. Yang jelas TPA yang kita bangun bukan TPA yang dibiarkan terbuka, melainkan tertutup. Sampah yang masuk setiap hari akan langsung diolah seketika,’’ tegasnya. Di sisi lain, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti meminta Pemprov Bali memberikan tenggang waktu pembuangan sampah Kabupaten Badung ke TPA Suwung selama setahun. Pihaknya berharap Gubernur bisa memfasilitasi permasalahan ini dengan pihakpihak terkait. ‘’Masalah sampah ini sangat sensitif bagi Kabupaten Badung yang notabene sebagai tujuan wisata utama di Bali bahkan di Indonesia. Hal ini sangat berdampak

terhadap pariwisata Badung dan Bali secara umumnya,’’ sebutnya. Ditambahkan, Pemkab Badung telah memiliki proyeksi tahun 2021 mandiri sampah. Sejauh ini sudah dilakukan langkah-langkah menuju Badung Mandiri Sampah, yakni pembentukan 1.000 bank sampah berbasis banjar, tahun 2020 seluruh desa dan kelurahan harus memiliki TPST 3R dan pembangunan TPA berskala kabupaten dengan pemanfaatan teknologi pengolahan sampah ramah lingkungan. ‘’Kita akui, jika langsung diputus membuang sampah ke TPA Suwung dalam beberapa bulan ini pastilah akan kelabakan. Untuk itu kami harapkan Gubernur bisa memberikan toleransi untuk Kabupaten Badung agar tetap bisa memanfaatkan TPA Suwung selama satu tahun ke depan,’’ jelasnya. (kmb27)

Pajak Parkir Dirancang Naik 5 Persen

SIMULASI - Para siswa mengikuti simulasi kesiapsiagaan menghadapi bencana tsunami Selasa (5/11) kemarin, di SMP Taman Sastra, Jimbaran.

Mangupura (Bali Post)Sebanyak 300 siswa SMP Taman Sastra, Jimbaran, berhamburan ke luar sekolah saat terjadi gempa, Selasa (5/11) kemarin. Pascagempa mereka diarahkan menuju tempat yang lebih tinggi karena gempa tersebut berpotensi tsunami. Sambil menuntun tas di atas kepala, ratusan siswa ini berlarian menyelamatkan diri. Hal tersebut merupakan skenario dari rangkaian simulasi kesiapsiagaan menghadapi bencana tsunami yang digelar BPBD Badung bekerja sama dengan United Nations Development Programme (UNDP). Langkah antisipasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana seperti ini diharapkan terus ditanamkan kepada siswa maupun masyarakat, agar lebih siap menghadapi bencana. Masyarakat diharapakn mampu mengenali tandatanda serta tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi tsunami. Menurut perwakilan UNDP, Sophie Kemkha, tsunami bisa terjadi kapan

wan, Selasa (5/11) kemarin mengatakan, pemanfaatan Rumah Hijau dan TPST 3R di Terminal Mengwi sebagai TPS merupakan opsi yang memungkinkan, sembari menunggu tempat pasti untuk pembangunan TPA. ‘’Kami sudah mengkaji dua tempat, satu di Rumah Hijau di Puspem Badung yang luasnya sekitar 25 are. Kemudian tempat kedua adalah di TPST 3R di Mengwitani, Kecamatan Mengwi. Lokasinya berdekatan dengan Terminal Mengwi, di sana luasnya sekitar 50 are,” jelasnya. Menurutnya, kedua lokasi yang rencananya digunakan sebagai TPS itu bukanlah lahan baru. Namun telah dimanfaatkan sebagai tempat pembuangan sampah. Sementara untuk pembangunan TPA pihaknya akan melakukan kajian terlebih dahulu dan menyampaikan hasilnya.

menyusun dan melakukan simulasi, termasuk program kampanye dengan melibatkan 90 sekolah di Asia Pasifik. Kegiatan melibatkan 285 sekolah di 18 negara di Asia Pasifik. Sekda Badung Adi Arnawa mengungkapkan, simulasi sangat penting bagi masyarakat terutama siswa, sehingga ketika ada bencana mereka akan tahu apa yang harus dilakukan. Terlebih Badung rentan terhadap bencana khususnya

tsunami. Meski rentan terhadap bencana, masyarakat Badung tidak boleh menyerah. Badung harus menyiap kan kapasitas SDM melalui simulasi bencana. ‘’Kalau paradigma tidak siap menghadapi bencana terus dibiarkan, bukan tidak mungkin masyarakat di pesisir akan lari dari mata pencahariannya. Padahal basik-nya sebagai nelayan, yang mana objeknya ada di pantai,’’ ucapnya. (kmb23)

besar. Pada tahun 2018 saja tembus Rp 24.674.731.685. Sementara tahun ini sampai Oktober sudah mencapai Rp 24.553.337.063. Sebelumnya, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta usai sidang paripurna di gedung DPRD Badung, Senin (4/11) lalu menyebutkan, sesuai ketentuan UndangUndang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, me-

naikkan pajak parkir sangat memungkinkan, mengingat pajak parkir ditetapkan paling tinggi 30 persen. ‘’Mekanisme dilakukan melalui perubahan atas Perda Nomor 14 Tahun 2011 agar sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Upaya pemerintah daerah dalam menaikkan tarif pajak parkir telah dilakukan kajian yang mencakup secara filosofis, sosiologis dan yuridis,’’ ungkapnya. Orang nomor satu di Badung ini menyebutkan, rencana merevisi Perda Nomor 14 Tahun 2011 adalah dalam rangka pemenuhan kebutuhan pembiayaan pemerin-

tahan dan pembangunan di Kabupaten Badung melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD). ‘’Bila dilihat melalui pendekatan prinsip pengenaan pajak berdasarkan atas manfaat bertujuan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Namun, silakan nanti ini dibahas di dewan, kan regulasinya ada,’’ katanya. Dengan adanya regulasi yang memungkinkan untuk menaikkan pajak parkir, ini adalah kesempatan DPRD untuk melakukan pembahasan. Sebab DPRD merupakan wakil rakyat yang menjadi unsur pemerintahan. (kmb27)

Alat Kontrasepsi Ideal Tidak Ganggu Kesehatan

Mangupura (Bali Post) Kodim 1611/Badung menggandeng petugas penyuluhan Puskesmas Abiansemal melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan kesehatan dan alat kontrasepsi kepada ibuibu di Banjar Keraman, Desa Abiansemal, Senin (4/11) lalu. Kegiatan bertujuan memberikan pemahaman mengenai alat kontrasepsi supaya masyarakat tidak waswas menggunakan alat kontrasepsi. Sebab, alat kontrasepsi ideal tidak menimbulkan efek yang dapat mengganggu kesehatan. Pasiter Kodim 1611/Badung Kapten Inf. I Wayan Suara, Selasa (5/11) kemarin mengatakan, kegiatan nonfisik pembinaan teritorial (binter) terpadu tersebut dilaksanakan di Balai Banjar Keraman, Desa Abiansemal. Sosialisasi dihadiri Tim Wasev dari Korem 163/ Wira Satya. ‘’Puskesmas Abiansemal menunjuk tenaga penyuluh yaitu Ni Nyoman Indahwati,’’ ujarnya. Saat kegiatan berlangsung pukul 19.00 Wita tersebut, Indahwati menyampaikan pengertian alat-alat kontrasepsi untuk kesehatan. Alat kontrasepsi bertujuan mencegah kehamilan baik secara sementara ataupun

Bali Post/ist

PENYULUHAN - Penyuluhan kesehatan dan alat kontrasepsi kepada ibu-ibu di Banjar Keraman, Desa Abiansemal. permanen. Dia juga menjelaskan, alat kontrasepsi ideal tidak menimbulkan gangguan kesehatan. ‘’Penyuluh juga memperkenalkan alat-alat kontrasepsi serta kegunaannya, seperti kondom, hormonal yaitu pil KB, suntik dan susuk. Kalau nonhormonal yakni spiral atau IUD, steril atau tubektomi dan vasektomi,’’ ungkap Pasiter. Sedangkan yang dimaksud vasektomi bagi laki-laki yaitu pemotongan atau pengikatan saluran mani sehingga menghambat sperma ke luar dari testis. Metode ini dian-

jurkan untuk laki-laki berusia minimal 30 tahun. ‘’Kegiatan binter terpadu ini merupakan sebuah kegiatan di bidang teritorial, bertujuan mengoptimalkan pencapaian pemberdayaan aspek geografi, demografi dan kondisi sosial di wilayah masing-masing,’’ imbuh Suara. Penyuluhan tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi dan pengetahuan kepada ibu-ibu, khususnya anggota PKK Banjar Keraman, Abiansemal. Dengan demikian mereka paham cara penggunaan alat kontrasepsi. (kmb36)


Rabu Kliwon, 6 November 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L

Ketua YPPLPK Bali Lepas Mahasiswa Pansus Serap Aspirasi Masyarakat Itekes Bali Praktik Kerja ke Jepang

Matangkan Ranperda Penguatan Adat, Budaya, dan Keagamaan PERHATIAN Pemerintah Kabupaten Badung terhadap bidang seni, budaya, adat, dan agama selama ini sangat disambut masyarakat. Sebab, menjadi salah satu program prioritas dalam Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB). Meski demikian, perlu penguatan dari segi dasar hukum, yakni peraturan daerah (perda). Karena itu, DPRD Badung memroses perda inisiatif tentang Penguatan Adat, Budaya, dan Keagamaan. Pada Selasa (5/11) kemarin, Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Perda (Ranperda) tentang Penguatan Adat, Budaya, dan Keagamaan yang dipimpin I Made Sumerta melaksanakan serap aspirasi di gedung Dewan. Turut hadir anggota Pansus Nyoman Gede Wiradana, I.B. Made Sunartha, Gede Aryantha, Ni Luh Putu Gede Rara Hita Sukma Dewi, Made Suardana, dan Putu Sekarini dan perwakilan dari Pengadilan Negeri Denpasar. Aspirasi yang didengar berasal dari kalangan FKUB, PHDI, Majelis Desa Adat Kabupaten Badung, Listibiya, Widya Sabha, dan tokoh lainnya. ‘’Banyak kegiatan yang dilakoni atas niatan baik Bapak Bupati untuk membantu kegiatan adat, kegaamaan, dan budaya, termasuk dalam seni. Mulai dari sekaa-sekaa, dan sebagainya. Nah, dasar hukumnya perlu kami perkuat dengan perda, karena selama ini perbup. Terutama yang banyak berkaitan dengan ini adalah Dinas Kebudayaan, sehingga perda ini perlu,’’ ungkap I Made

RAPAT - Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Perda (Ranperda) tentang Penguatan Adat, Budaya, dan Keagamaan I Made Sumerta foto bersama dengan para peserta rapat penyerapan aspirasi bertempat di Gedung DPRD Badung, Selasa (5/11) kemarin. Sumerta usai rapat. Penguatan, lanjut Ketua Komisi IV DPRD Badung ini, mulai dari program hingga anggaran, sehingga selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana. ‘’Ke depan, perda ini akan menjadi rumah besarnya,’’ jelasnya. Dari aspirasi yang dilontarkan para tokoh, Sumerta mengatakan pada intinya semua program pemerintah terkait adat, budaya, dan agama selama ini sudah baik, namun perlu ditingkatkan. Salah satu fokus yang dipersiapkan, yakni pelak-

sanaan utsawa dharma gita, baik di tingkat daerah hingga ke pusat. Selanjutnya, perlu penguatan tentang pelaba pura. Termasuk perlindungan terhadap tempat ibadah. Bendesa Adat Pecatu ini tak menampik sejumlah permasalahan sempat disinggung. Semisal persoalan pura di Canggu yang saat ini masih bergulir. Diharapkan permasalahan cepat teratasi. ‘’Ada pula soal jajar kemiri pura. Bagaimana terkait masyarakat yang tinggal di perumahan, sehingga ini juga tidak menyalahi aturan dan pakem yang ada,’’ tandasnya. (ad133)

Sambut HUT Ke-124

P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

BRI Ajak Milenial Sadar Bahaya Narkoba DALAM rangka menyambut HUT ke-124, Bank BRI mengajak milenial dengan memberikan edukasi dan informasi terkait bahaya narkoba, Selasa (5/11) kemarin, di Harris Pop Hotel dan Convention, Denpasar. Kegiatan ini melibatkan 50 orang guru dan 50 siswa/ siswi (ketua OSIS) dari 50 sekolah SMA/SMK di Provinsi Bali. Program bina lingkungan dari BRI ini dibuka Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Bali I Ketut Sudharma. Hadir dalam acara tersebut Wakil Pemimpin Wilayah Bidang Operasional (WPO) Kantor Wilayah BRI Denpasar I Ketut Manuartha dan Kepala Bagian Umum BNN Provinsi Bali I Made Pastika, S.H., M.H. Wakil Pemimpin Wilayah Bidang Operasional Kanwil BRI Denpasar I Ketut Manuartha mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, sekaligus wujud nyata peran BRI di bidang pendidikan. Maka dalam rangka menyambut HUT ini, Bank BRI menyelenggarakan kegiatan Sadar Bahaya Narkoba Bersama BRI di 19 kantor wilayah seluruh Indonesia. Kegiatan ini ditujukan untuk mengajak generasi muda (generasi milenial) memerangi narkoba dan berani mengatakan ‘’Tidak untuk Narkoba’’. ‘’Setelah mengikuti kegiatan ini, kami harapkan ajakan Say No to Drugs dapat ditularkan oleh para peserta kepada siswa/ siswi lain di lingkungan sekolah maupun lingkungan pergaulannya,’’ ujarnya. Dengan menyasar generasi muda, BRI juga turut mendukung upaya pemerintah untuk membangun SDM yang unggul dan berkualitas. Salah satu upaya yang dilakukan dengan mencegah generasi muda tidak terjerumus dalam bahaya narkoba. Dengan demikian generasi muda dapat menjadi generasi emas dan membangun ekonomi negara.

‘’SDM berkualitas yang terhindar dari hal-hal negatif yang menghancurkan. Kalau ini bisa dihindari, negara akan kuat karena terbentuk siswasiswa atau anak muda yang kokoh, disiplin, punya visi jauh ke depan,’’ imbuhnya. Generasi muda adalah harapan dan penerus bangsa, namun labil dan rentan dipengaruhi hal-hal yang negatif. Jika hal positif bisa ditanamkan pada generasi muda, maka hal negatif bisa dicegah. Maka Sadar Bahaya Narkoba, menurutnya, adalah program yang cukup efektif untuk menyosialisasikan ke lembaga formal seperti sekolah atau anak muda sehingga BRI bisa hadir. Anggaran Bina Lingkungan yang dikucurkan BRI dalam kegiatan ini sebesar Rp 146.600.000 per kegiatan. Ke depan kegiatan seperti ini tentu akan lebih banyak dilakukan dan berkesinambungan. Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Bali I Ketut Sudharma memberikan apresiasi karena di tengah kondisi saat ini, BRI

bergelut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan perekonomian rakyat dan memiliki kepedulian yang tinggi kepada permasalahan nasib generasi muda di masa depan. Permasalahan bangsa yang dihadapi saat ini telah banyak diketahui. Semua komponen bangsa telah bersinergi menggalang kekuatan penuh untuk memerangi bahaya narkoba. Telah banyak istilah-istilah yang muncul untuk memerangi narkoba. ‘’Tapi tidak cukup dengan slogan-slogan saja, kita butuh aksi nyata di dalam memberantas bahaya narkoba. Di tengah momentum Hari Sumpah Pemuda, kita dipersatukan oleh BRI dengan semangat persatuan. BRI mengajak kita sekalian untuk hadir di sini, sadar diri, sadar lingkungan, sadar pendidikan akan bahaya narkoba,’’ ujarnya.Kesertaan guru dan siswa pada hari itu merupakan suatu bukti bahwa komponen pendidikan adalah aktor utama untuk aksi penyadaran akan bahaya narkoba. (kmb42)

SERAHKAN - WPO Kanwil BRI Denpasar I Ketut Manuartha menyerahkan ‘’mock up’’ kepada Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Bali I Ketut Sudharma.

UNTUK kali kedua, Institut Teknologi dan Kesehatan (Itekes) Bali mengirim mahasiswa praktik kerja ke Jepang. Empat mahasiswa yang lulus seleksi ketat ini adalah Ni Made Dwi Wahyuningsih, Ni Wayan Sugiari, Dewa Ayu Gede Diah Sadnyawati dan Putu Gyan Jayanti. Semuanya mahasiswa semester VII Prodi S-1 Keperawatan. Mahasiswa praktik kerja ke Jepang dilepas Ketua YPPLPK Bali Drs. Ida Bagus Arka bersama pengurus lain didampingi Rektor Itekes Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D., Selasa (5/11) kemarin. Mahasiswa Itekes Bali akan didampingi dosen pembimbing Ns. Ni Luh Eka Budi Yulianti, S.Kep. berada di Jepang selama sebulan penuh. Mereka akan praktik di Hapinesu Fukushikai, sebuah klinik dan panti perawatan di Pulau Nihama City, Ehime. Ni Luh Eka Budi Yulianti menjelaskan, program praktik kerja pertama dilakukan Oktober 2018 selama sebulan. Selama di Jepang mahasiswa akan melaksanakan kegiatan mengamati, mengobservasi dan praktik keperawatan yang diajarkan langsung oleh perawat dan care worker di Jepang mengenai sistem keperawatan lansia di Jepang. Diah Sadnyawati menjelaskan, untuk bisa lulus praktik kerja ke Jepang, dia harus bersaing dengan 50 mahasiswa lainnya. Seleksi meliputi tes wawancara dan tulis, termasuk wawancara langsung berhasa Jepang. Semua peserta wajib masuk pusat pelatihan bahasa yang diadakan gratis di kampus. Enam bulan berikutnya baru diseleksi. Menariknya, semua biaya keberangkatan ditanggung kampus Itekes Bali dan YPPLPK Bali. Sedangkan biaya akomodasi dan transpor praktik selama di Jepang ditanggung pihak Jepang. Yang luar biasa, keempat ma-

PRAKTIK KERJA - Ketua YPPLPK Bali Ida Bagus Arka didampingi pengurus dan Rektor Gede Putu Darma Suyasa saat melepas mahasiswa Itekes Bali praktik kerja di Jepang. hasiswa ini sudah punya target akan bekerja di Jepang setelah meraih ners. Selama ini, lulusan Itekes Bali yang bekerja di Jepang menjalani kontrak tiga tahun dan bisa diperpanjang lagi. Mahasiswa Itekes Bali ternyata juga sudah siap menebar pesona budaya Bali, seperti tarian Bali dan busana adat Bali. Sekaligus memboyong suvenir khas Bali untuk dipromosikan. Mereka juga belajar budaya Jepang. Ketua YPPLPK Bali Ida Bagus Arka menegaskan hanya Itekes Bali di antara PT mengelola pendidikan keperawatan yang bisa menembus praktik kerja ke Jepang. Kepercayaan luar biasa terhadap Itekes Bali ini berkat karakter dan kualitas lulusan yang sudah diakui mampu bersaing dengan perawat di Jepang. Hal ini terbukti pula, nama Itekes Bali di Jepang pada lembaga institusi pelayanan kesehatan sangat dikenal. Hal ini pula memicu owner pelayanan kesehatan di

Jepang susul-menyusul ke Itekes Bali guna melamar lulusan bekerja di Jepang. Bahkan ada yang mengatakan tidak akan mencari naker selain lulusan Itekes Bali. Rektor Itekes Bali I Gede Putu Darma Suyasa menegaskan, mahasiswa praktik kerja ini unggul dalam bahasa Jepang, mengenal budaya Jepang dan mahir menggunakan alat-alat kesehatan yang canggih. Inilah kunci sukses mereka bisa lulus ke Jepang. Usai datang dari Jepang, dia dibebani tanggung jawab setelah ners harus bekerja ke Jepang. Makanya dia mengapresiasi semangat mahasiswanya untuk bekerja di Jepang karena testimoni kakak kelasnya menunjukkan bekerja di Jepang sangat bagus. Soal biaya, katanya, Itekes Bali dan YPPLPK Bali membantu Rp 20 juta per orang. Hanya untuk praktik kerja kuotanya dibatasi empat orang tiap tahun, sedangkan untuk bekerja ke Jepang sebanyakbanyaknya. (ad134)

Pansus Ranperda Penguatan Program Bidang Kesehatan dan Pendidikan

Serap Aspirasi, Muncul Usulan Peningkatan SDM dan Sarana Penunjang

PULUHAN praktisi, akademisi dan instansi pemerintah, berkumpul di ruang rapat Gedung DPRD Badung, Selasa (5/11) kemarin. Kehadiran para pakar di bidang kesehatan dan pendidikan ini guna memenuhi undangan penyerapan aspirasi dari Panitia Khusus (Pansus) Ranperda Penguatan Program Bidang Kesehatan dan Pendidikan DPRD Badung. Ketua Pansus I Putu Alit Yandinata saat memimpin rapat didampingi I Nyoman Satria dan Made Reta mengatakan, penyerapan aspirasi guna menyinkronkan apa yang menjadi harapan masyarakat terhadap regulasi yang akan dikeluarkan mengenai penguatan bidang kesehatan dan pendidikan. ‘’Kegiatan guna mengetahui aspirasi di bawah apakah sudah terakomodir, karena dalam rapat ini juga banyak masukan yang muncul dan dapat dijadikan rujukan, sehingga regulasi yang dibuat tepat sasaran,’’ ujar Alit Yandinata. Dalam rapat menyerap aspirasi yang dihadiri anggota Pansus Made Yudana, Nyoman Graha Wicakcana, Made Suryananda Pramana, Edy Sanjaya, Wayan Sandra, dan Komang Triani, muncul usulan adanya peningkatan layanan kesehatan dan peningkatan SDM di bidang kesehatan. Usulan pertama muncul dari Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Badung dr. I Nyoman Gunarta. Pria yang juga Dirut RSUD Mangusada ini mengeluhkan adanya kebijakan yang melarang praktik dokter dan klinik yang bekerja sama dengan BPJS tidak diperbolehkan menyimpan obat. ‘’Sementara ketika kita berbicara pelayanan sebaran apotek

di Badung tidak merata. Sebut saja Petang atau jangan jauh-jauh di Mengwi dan Sibang, sangat sedikit apotek yang bisa diakses masyarakat,’’ ujarnya. Menurutnya, tidak sedikit anggota IDI Badung yang mendapat peringatan lantaran menyediakan obat-obatan yang dibutuhkan masyarakat. ‘’Banyak anggota kami yang kena sidak, karena menyediakan obat. Kalau kami mengikuti peraturan yang ada tidak boleh menyediakan obat, sedangkan BPJS include dengan obat bagaimana solusinya,’’ ungkapnya. Usulan juga muncul dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Badung mengenai peningkatan kualitas SDM yang selama ini sekolah dengan strata pendidikan S-1 Kebidanan yang belum terdapat di Bali, khususnya Badung. Karena itu, guna meningkatkan kualitas bidan harus melanjutkan sekolah di luar Bali dengan konsekuensi meninggalkan pekerjaan. Usulan juga muncul dari Persatuan Perawat

Nasional Indonesia (PPNI) Badung, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Badung. ‘’Ada juga usulan mobil jenazah, mobil kesehatan gigi untuk memperluas layanan kesehatan akan menjadi prioritas, kalau bisa RKH disiapkan agar segera direalisasikan,’’ tegasnya. Sementara di bidang pendidikan muncul usulan terkait pendidikan inklusi yang selama ini diwajibkan untuk setiap sekolah. Namun, program ini menghadapi masalah keterbatasan SDM dan fasilitas penunjang, sehingga perlu mendapatkan solusi. Nyoman Satria yang juga Ketua Bapemperda dalam kesempatan itu meminta seluruh pihak terkait serius menggarap regulasi ini, sehingga dapat diselesaikan tepat waktu. ‘’Kami akan tetap mintakan masukan dari semua pihak. Sebab, ada hal-hal yang perlu dikoordinasikan sebelum ranperda ini menjadi perda, sehingga kami mohon waktu ekstranya,’’ pungkasnya. (ad136)

RAPAT - Ketua Pansus I Putu Alit Yandinata saat memimpin rapat didampingi I Nyoman Satria dan Made Reta bertempat di Gedung DPRD Badung, Selasa (5/11) kemarin.

Program Bayi Tabung BROS

Sukses Lahirkan Bayi Kembar di KDH BROS Singaraja

BAYI KEMBAR - Bayi kembar anak pasangan Kadek Puspita Dewi dan Made Arya Wira Yudana merupakan bayi yang lahir lewat program bayi tabung RSU Bali Royal Denpasar.

BERITA bahagia datang dari pasangan Kadek Puspita Dewi dan Made Arya Wira Yudana, di mana pada Senin, 23 Agustus 2019 telah lahir putra-putra tercinta mereka di RSU KDH BROS Singaraja. Bayi kembar laki-laki pasangan ini merupakan hasil dari program bayi tabung yang dilakukan di RSU Bali Royal Denpasar dan kemudian proses lahirnya di RSU KDH BROS Singaraja. RSU Bali Royal selaku Sister Company dari RSU KDH BROS telah melakukan koordinasi pelayanan untuk pasangan ini, sehingga terapi awal yang dilakukan di RSU Bali Royal (BROS) Denpasar dapat dilanjutkan di RSU KDH BROS Singaraja. Direktur RSU Bali Royal dr. Dwi Ariawan, MARS. mengatakan RSU Bali Royal sudah menginjak tahun ke-3 menjadi Manajemen Operator Rumah Sakit bagi RSU

KDH BROS Singaraja. Pendampingan dilakukan dari sisi pemasaran, budaya perusahaan, standar layanan, proses akreditasi hingga melanjutkan proses terapi atau pelayanan yang dilakukan di Denpasar. Tentunya ke depan harapannya semua jenis layanan yang dapat dilakukan di BROS Denpasar, nantinya dapat dilakukan proses maintanance dan kontrolnya di RSU KDH BROS Singaraja. Lebih lanjut Dwi mengatakan, RSU Bali Royal sedang mencari teknologi yang memungkinkan proses konsultasi dapat dilakukan dengan jarak jauh. Dengan demikian dapat memudahkan pasien tidak perlu bolak-balik ke Denpasar hanya untuk kontrol (konsultasi). RSU KDH BROS Singaraja merupakan RS pertama yang di-‘’Manage By BROS’’. Ke depan, target yang harus dicapai

adalah membuat layanan yang diterima oleh pasien, menampilkan ‘’budaya’’ hampir sama saat dilaksanakan di RSU Bali Royal Denpasar. Mengenai kelahiran putra kembarnya lewat program bayi tabung, pasangan Kadek Puspita Dewi dan Made Arya Wira Yudana yang tinggal di Kelurahan Banjar Tegal Kecamatan Buleleng, Singaraja mengaku sudah menantikan buah hati selama 11 tahun. Mereka kemudian mendapatkan informasi mengenai program bayi tabung yang juga dapat dilaksanakan di RSU KDH BROS Singaraja. Untuk itu, pasangan ini memutuskan untuk menjalani program bayi tabung di RSU Bali Royal. ‘’Kami menyampaikan rasa syukur dan perasaan yang sangat berbahagia atas kelahiran bayi kembar lakilaki yang sudah dinanti selama 11 tahun, sampai tidak mampu di-

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

ungkapkan dalam kata-kata,’’ ujar Arya Wira, ayah bayi kembar. Ia mengaku 11 tahun bukan waktu yang singkat untuk berusaha mencari jalan untuk mendapatkan keturunan. Tak lupa pasangan ini mengucapkan banyak terima kasih untuk Tim Bayi Tabung di RSU Bali Royal. Ia berharap bayi mereka tumbuh menjadi anak yang sehat dan berguna bagi keluarga dan masyarakat. Pasangan ini juga mengatakan salut, terutama dengan respons petugas RS yang sangat cepat dan ramah. Petugas medis, baik dokter, perawat dan petugas medis lainnya sangat sigap. Secara fasilitas, RSU KDH BROS juga memiliki keunggulan. Di mana lingkungannya bersih, tenang dan tidak krodit yang memberikan suasana perawatan yang sangat mendukung bagi penyembuhan pasien. (ad131)

t


Rabu Kliwon, 6 November 2019

Tarif Premi Naik

Sebelum Disahkan Jadi Perda

Pemda Mesti Siapkan Pansus Ranperda Pangan, Sandang dan Papan Gelar Penyerapan Aspirasi Rp 771,72 Miliar untuk JKN PBI Denpasar (Bali Post) Tarif premi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan rencananya akan naik dan diberlakukan per Januari 2020 mendatang. Hal ini tentu menyebabkan adanya kenaikan anggaran untuk membayar iuran JKN bagi kelompok peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) daerah yang dibayarkan pemerintah. Untuk pemerintah Bali, dalam hal ini Provinsi Bali dan pemerintah kabupaten/kota harus menyiapkan anggaran lebih dari Rp 771,72 miliar untuk membayar iuran premi JKN PBI ini. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya, Selasa (5/11) kemarin menyatakan, dana sebesar Rp 771,72 miliar ini adalah hasil perhitungan Universal Health Coverage (UHC) 95 persen penduduk Bali. Lewat hitungan ini ada kurang lebih 1,53 juta orang penduduk Bali yang masuk ke dalam JKN PBI dan dibayarkan preminya oleh pemerintah. Dengan hitungan jumlah penduduk yang ditanggung preminya oleh pemerintah ini, apabila kenaikan premi untuk kelas III dari Rp 23.000 menjadi Rp 42.000 maka didapatkan jumlah sebesar Rp 771.727.446.000. ‘’Prediksi ini mengacu pada data Oktober 2019. Tetapi akan tetap dilakukan verifikasi data sehingga nanti lebih akurat dan tepat sasaran,’’ ujarnya. Menurut Suarjaya, anggaran ini tidak dibayarkan seluruhnya oleh Pemprov Bali, tetapi merupakan sharing dengan kabupaten/ kota. Sehingga dari anggaran sekitar Rp 771,72 miliar lebih ini, sebanyak Rp 297,33 miliar yang menjadi tanggung jawab Provinsi Bali. Sisanya merupakan dana sharing dari sembilan pemerintah kabupaten/kota. Adanya kenaikan premi di tahun 2020 mendatang, tentunya membutuhkan anggaran lebih dari tahun sebelumnya. Saat ini, dengan premi yang ditanggung sebesar Rp 23.000, anggaran yang disiapkan pemerintah Bali sebanyak Rp 495 miliar. Dengan kenaikan premi sebesari Rp 42.000 nantinya, maka ada tambahan anggaran sebesar Rp 276 miliar lebih. Suarjaya berharap dengan adanya kenaikan premi JKN PBI akan ada bantuan subsidi dari pemerintah pusat. ‘’Diharapkan ada subsidi premi dari pemerintah pusat untuk daerah yang UHC-nya sudah 95 persen seperti Bali,’’ ujarnya. Ia juga berharap kenaikan premi ini bisa semakin meningkatkan layanan JKN oleh BPJS Kesehatan sebagai pengelolanya. ‘’Tentunya diharapkan ada peningkatan kualitas pelayanan dan percepatan pembayaran klaim dari BPJS Kesehatan ke faskes yang melayani pasien JKN,’’ harapnya. (kmb24)

Ketua Pengawas LPD Desa Pakraman Selat Diadili

Denpasar (Bali Post) Bandesa Adat Desa Pakraman Selat sekaligus Ketua Badan Pengawas LPD Desa Pakraman Selat, Susut, Bangli, terdakwa I Made Rijasa, B.A., Selasa (5/11) kemarin diadili kasus dugaan korupsi di Pengadilan Tipikor Denpasar. Dia adalah terdakwa kedua, setelah Ketua LPD Ni Luh Natariyantini lebih dahulu dijebloskan ke sel. Menurut dakwaan JPU Matheos Matulessy di hadapan majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi, akibat perbuatan terdakwa yang beralamat di Banjar Selat Peken, Desa Selat, Kecamatan Susut, Bangli itu, keuangan negara dalam hal ini LPD Desa Pakraman Selat mengalami kerugian. Dalam dakwaan jaksa disebutkan terdakwa Rijasa merupakan orang yang melakukan, menyuruh melakukan dan turut serta melakukan perbuatan bersama-sama dengan Ni Luh Natariyantini (sudah dilakukan sidang) secara melawan hukum. Yakni membuat, menandatangani dan mengajukan surat permohonan pendanaan LPD kepada Pengelola Dana Usaha Ekonomi Produktif (UEP) PPK Kecamatan Susut, Bangli. Tujuannya penambahan modal LPD, dengan lampiran 21 nama calon peminjam sebesar Rp 300 juta. Pinjaman itu akan dikembalikan dalam jangka waktu 24 bulan, dengan sistem angsuran pokok dan bunga setiap bulannya. Namun, kata JPU di depan persidangan, terdakwa Rijasa bersama Ni Luh Natariyantini tidak pernah menyalurkan dana UEP dimaksud. Sehingga program untuk meningkatkan pelayanan kredit pada masyarakat miskin tidak terlaksana. Sebaliknya, kata jaksa, terdakwa justru memperkaya diri sendiri, orang lain, atau suatu korporasi. Yakni memperkaya I Ketut Joko sebesar Rp 197.100.000, Nengah Diarsa Rp 30 juta beserta bunga deposito sebesar Rp 240 ribu, I Wayan Daging Rp 5 juta, Agus Pratama Rp 20 juta, Suwiti Rp 5 juta beserta bunga Rp 150 ribu. Jika dikalkulasi, negara dirugikan Rp 225 juta, sesuai audit BPKP Perwakilan Provinsi Bali. Dalam kesimpulannya, sebagaimana dakwaan jaksa di Pengadilan Tipikor Denpasar, dari pinjaman dana UEP-PKK senilai Rp 300 juta, dipotong administrsi Rp 600 ribu, maka I Made Rijasa selaku Ketua Badan Pengawas LPD juga tahu dana Rp 299.400.000 itu harusnya benar-benar disalurkan kepada mereka, yang nama-namanya (21 orang) disebutkan dalam permohonan pendanaan LPD. Namun, kata jaksa, terdakwa selaku badan pengawas tidak memberikan petunjuk apa-apa kepada Ni Luh Natariyantini selaku Kepala LPD Selat, terkait penyaluran dana UEP yang benar. Dalam kasus ini, terdakwa Rijasa bersama-sama Ni Luh Natariyantini (sudah diadili) melakukan tindak pidana, sesuai Pasal 2 dan 3 jo Pasal 18, UU No.31 Tahun 1999 tentang Tipikor, yang telah diubah dan ditambah dengan UU No.21 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU 31 Tahun 1999 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (kmb37)

PANITIA Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) inisiatif DPRD Badung yakni Ranperda Penguatan Program Prioritas Bidang Pangan, Sandang dan Papan, Selasa (5/11) kemarin menggelar penyerapan aspirasi sejumlah komponen masyarakat untuk menyempurnakan ranperda yang akan disahkan pemerintah pada November ini. Hadir dalam serap aspirasi tersebut Ketua Pansus Ranperda Inisiatif Penguatan Program Prioritas Bidang Pangan, Sandang dan Papan Nyoman Dirgayusa didampingi anggota I Gusti Anom Gumanti, IGA Trimafo Yuda, I Gusti Lanang Umbara, Ida Bagus Arga Patra dan Ida Bagus Sunarta. Dari kalangan masyarakat yakni para pekaseh, perbekel, Asperinda. Ada sejumlah masukan

dari sejumlah komponen masyarakat dan kebanyakan itu terkait penyelamatan ruang pertanian di Kabupaten Badung. ‘’Kami harapkan ranperda ini bisa dilindungi lahan kami dan kami tunggu penjabarannya di lapangan melalui perda ini. Saya bangga bahwa inti dari aturan ini untuk mendukung serta mengangkat harkat martabat petani yakni dari pemberdayaan hingga perlindungan petani,’’ ujar salah satu pekaseh di Kecamatan Mengwi Made Suka. Ketua Pansus Nyoman Dirgayusa mengatakan, yang lebih banyak disoroti adalah alih fungsi lahan pertanian. Kenyataannya saat ini alih fungsi sawah menjadi perumahan serta sarana pariwisata begitu banyak. Tetapi hal itu akan diselaraskan

dalam ranperda ini. ‘’Maksud dari pembentukan ranperda ini adalah bagaimana kita menjaminkan masyarakat Badung terpenuhinya sandang, pangan dan papan. Baik mulai dari distribusi hasil-hasil pertanian hingga terpenuhinya tiga prioritas pokok masyarakat Badung dalam menjalankan kehidupannya,’’ ungkapnya. Lebih lanjut dikatakan, ranperda ini juga memuat perlindungan lahan pertanian yang berkelanjutan. ‘’Setelah lahan kita lestarikan, petaninya kita sejahterakan dan program-progam untuk petani ini juga kita prioritaskan. Dengan adanya payung hukum seperti ini, maka penguatan pertanian di Badung lebih pasti karena sudah ada legalitasnya,’’ terangnya. (ad135)

PENYERAPAN ASPIRASI - Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) inisiatif DPRD Badung yakni Ranperda Penguatan Program Prioritas Bidang Pangan, Sandang dan Papan, Selasa (5/11) kemarin menggelar penyerapan aspirasi sejumlah komponen masyarakat untuk menyempurnakan ranperda tersebut.

Rekonstruksi Pembunuhan di Kreneng

Sebelum Dibantai, Korban Sempat Ambil Uang Pelaku Rp 1,7 Juta Denpasar (Bali Post) -

Kasus pembunuhan Halima (27) oleh suami sirinya, Rudianto (40), Selasa (5/11) kemarin direkonstruksi penyidik Reskrim Polresta Denpasar. Rekonstruksi digelar di lokasi kejadian yakni di depan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stispol) Wira Bhakti, Kreneng, Denpasar Timur. Ada hal yang belum pernah terungkap selama ini, namun ketika dilakukan reka ulang muncul tak terduga. Rupanya, sebelum terjadinya pembantaian, korban sempat mengambil uang pelaku di dompetnya senilai Rp 1,7 juta. ‘’Dalam reka ulang ini diperagakan 26 adegan. Rekonstruksi ini juga disaksikan jaksa dan pengacara tersangka,’’ kata Kanit I Iptu Made Putra Yudhistira usai memimpin rekonstruksi tersebut. Dari reka ulang itu, Iptu Yudistira menjelaskan kronologinya. Awalnya pelaku bertemu korban di depan kampus di Jalan Lely No. 1 Kreneng, Denpasar.

Mereka bersalaman. Pelaku kemudian menanyakan kos korban di mana. Akan tetapi korban malah minta uang yang dijanjikan oleh pelaku. Uang itu rencananya akan dibelikan laptop untuk anaknya. ‘’Pada adegan ketiga pelaku mengeluarkan dompet dari kantong celana kanan belakangnya. Dilanjutkan dengan adegan keempat, di mana korban langsung mengambil dompet tersebut dari tangan pelaku,’’ tegasnya. Selanjutnya korban mengambil uang Rp 1,7 juta

dari dompet pelaku. Setelah mendapat uang tersebut, korban menyuruh pelaku pulang. Korban juga bilang kepada pelaku supaya tidak mengurusinya lagi. Mendengar hal itu, pelaku berusaha untuk sabar. Selanjutnya pelaku menanyakan soal suami siri korban yang baru. Namun korban menjawab, ‘’Suamisuami matamu.’’ Pelaku lalu mengambil HP miliknya dari saku celana kanan. Di HP itu, pelaku menujukkan screenshot Facebook korban dan komen-komennya ber-

sama Wawan. Korban pun tidak menjawab. Nah, kondisi inilah yang membuat pelaku mulai marah. Pelaku berkata, ‘’Kalau tidak jawab berarti mati sekarang.’’ Selanjutnya pelaku mengambil pisau di bawah jok sepeda motor. ‘’Korban berusaha merebut pisau itu sambil kembali berkata ‘kamu (Rudianto - red) mati duluan’,’’ ucap Yudistira sembari menirukan kata-kata korban. Karena kalah tenaga, pelaku pun menusukkan pisau itu ke perut sebelah kiri korban sambil berkata, ‘’Kamu mati duluan.’’ Akibat luka yang dideritanya, korban meronta sambil berteriak minta tolong dan terus berusaha merebut pisau dari tangan pelaku. Pelaku semakin kalap dan berkali-kali menusuk tubuh korban, sehingga ke

halaman kampus. Pelaku menusuk punggung kiri korban saat mau jatuh. Pada adegan 20, usai membunuh korban, pelaku memindahkan sepeda motornya sekitar 10 meter dari TKP. Saat itulah dia diteriaki warga supaya jangan kabur. Akhirnya pelaku ditangkap dan dibawa ke kantor polisi. ‘’Rekonstruksi berlangsung aman dan lancar. Kami kerahkan puluhan anggota untuk mengamankannya,’’ ucap mantan Kanit Satresnarkoba Polresta Denpasar ini. Seperti diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan terjadi di pintu masuk Stispol Wira Bhakti, Kreneng, Denpasar Timur, Selasa (15/10) lalu. Halima (27) ditusuk oleh suaminya, Rudianto (40), sebanyak 14 kali hingga meregang nyawa. (kmb36)

Bandar Narkoba Ditangkap 1,3 Kg Sabu Disita

Denpasar (Bali Post) Tim Satresnarkoba Polresta Denpasar menggerebek rumah kos bandar narkoba Willi J. (31) di Jalan Tukad Balian Gang Ketapang I, Denpasar Selatan, Sabtu (2/11) lalu. Selain menangkap Willi, polisi mengamankan barang bukti 14 paket besar sabu-sabu (SS) seberat 1,3 kilogram. Menurut sumber, Selasa (5/11) kemarin, pria kelahiran Padang Sidempuan, Sumatera Utara itu ditangkap sekitar pukul 18.00 Wita. Awalnya petugas mendapat informasi ada seorang pria yang dicurigai sebagai bandar SS tinggal di TKP. ‘’Pelaku informasinya mengedarkan narkoba seputaran Panjer,’’ ungkap sumber. Selanjutnya polisi melakukan penyelidikan dan berhasil melacak tempat tinggal pelaku di Jalan Tukad Balian Gang Ketapang I, Denpasar Selatan. Setelah melihat pelaku ada di kamarnya, polisi langsung menyergapnya. Selanjutnya dilakukan penggeledahan di kamar pelaku dan disita 14 paket plastik besar SS dan setelah ditimbang beratnya 1,3 kilogram. Saat diinterogasi, pria beralamat tetap di Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur ini mengaku akan mengedarkan barang terlarang tersebut di Bali. SS tersebut dipasok dari luar Bali dan tugasnya hanya mengedarkan. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolresta Denpasar. Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muhamad Nurul Yaqin saat dikonfirmasi enggan memberi penjelasan terkait penangkapan tersebut. Namun, ia mengatakan, Satresnarkoba akan merilis pengungkapan kasus narkoba, Rabu (6/11) ini. ‘’Mohon kehadirannya besok ada rilis pengungkapan kasus narkoba,’’ ujar mantan Kanitreskrim Polsek Kuta Selatan ini. (kmb36)

Bali Post/ist

REKONSTRUKSI - Rekonstruksi pembunuhan istri siri digelar di depan Stispol Wira Bhakti, Kreneng, Denpasar Timur, Selasa (5/11) kemarin.

Komplotan Jambret Spesialis WNA Diringkus Mangupura (Bali Post) Turis asal Ceko Marek Langer (28) dijambret di Jalan Sunset Road, Seminyak, Kuta, Badung, Jumat (25/10) lalu. Setelah kasus tersebut dilaporkan ke Polsek Kuta, polisi melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelakunya I Made Dana alias Dektok (21) dan Kadek SP alias Longgong (17), Sabtu (2/11) lalu. Petugas juga meringkus penadahnya, Ribut Siswanto alias Wanto. Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu Putu Ika Prabawa, Selasa

(5/11) kemarin mengatakan, korban menginap di Puri Saron Abian Biu Mansion, Umalas Kauh, Kerobokan, Kuta Utara. Pada waktu kejadian pukul 23.00 Wita, korban bersama Michaela Vesecka berangkat dari tempatnya menginap menuju Pantai Berawa. Karena tidak tahu jalan ke arah Pantai Berawa, mereka nyasar beberapa kali. Akhirnya mereka menggunakan aplikasi Google Map. ‘’Di saat muter-muter di Jalan Sunset Road, Seminyak, ada pengendara motor yang

membuntuti mereka. Kemudian memepet dan pelaku yang dibonceng menarik Iphone X warna hitam milik korban yang dipegang Michaela. Korban sempat menendang sepeda motor yang dibawa pelaku sampai oleng tapi berhasil kabur,’’ ungkapnya. Korban langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Kuta. Kepada polisi, korban mengaku rugi Rp 14 juta. Berdasarkan laporan tersebut, Tim Opsnal Polsek Kuta dipimpin Panit 1 Ipda Erick Siagian langsung menuju

lokasi untuk melakukan cek TKP. Polisi mencari saksisaksi dan CCTV yang ada di sepanjang jalur yang dilewati oleh pelaku. Pada Sabtu lalu, polisi berhasil menangkap tersangka Dana di areal SPBU Kunti, Seminyak. Setelah itu, petugas meringkus SP dan Ribut selaku penadah barang curian tersebut dan barang bukti berhasil diamankan. Hasil interogasi, kedua pelaku mengakui telah merampas Iphone X milik korban. Pada saat itu juga mere-

ka menjambret di dekat Lapas Kerobokan mendapat Iphone. Dalam aksinya, Dana sebagai joki dan SP selaku eksekutor. Sedangkan sepeda motor yang dipakai beraksi milik Ribut. Dua Iphone X hasil jambret dijual kepada Ribut seharga Rp 5 juta dan masing-masing dapat bagian Rp 2,5 juta. ‘’Selama ini mereka selalu beraksi berdua. Padahal istri tersangka Dana lagi hamil. Hingga saat ini pelaku mengaku beraksi tiga kali,’’ kata mantan Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat ini. (kmb36)


Rabu Kliwon, 6 November 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Berdamai dengan Kemajuan Medsos POSISI minat siswa membaca buku kini sudah mulai digeser oleh keasyikan anak-anak memanfaatkan dunia media sosial. Bahkan kini, dunia pertelevisian pun mulai berangsur ditinggalkan oleh kaum milenial Bali. Mau bukti? Banyak anak remaja sekarang tak mau kamarnya diisi dengan televisi. Alasannya sudah tak diperlukan. Semua dia dapatkan di medsos. Cukup memegang gadget canggih, semua informasi dan keperluan sudah diperoleh anak. Makanya jangan heran dalam satu keluarga dengan tiga anak sangat sulit mencari hari libur keluarga bersama karena setiap anak memiliki agenda tersendiri. Belum lagi soal minat membaca mereka. Tak dibantahkan minat membaca para remaja dan siswa kini makin menurun. Faktor internal dan eksternal tetap menjadi penyebabnya. Apalagi di tengah budaya narsis, semua bisa diperoleh lewat internet dan online. Ditambah lagi sikap anak-anak sekarang yang serbamanja, mau instan, bukan berjuang mencari di berbagai sumber belajar. Kita bisa lihat saja aktivitas dan cara belajar pelajar sekarang. Mereka tak mau membaca buku terlebih dahulu untuk memperoleh pengalaman baru atau materi baru, namun sudah loncat menjawab pertanyaan di bagian akhir materi. Termasuk keperluan lain yang bisa menjerumuskan anak-anak. Makanya para tetua Bali menyebutkan memperlakukan anak kecil adalah melayani sebagai pengabdi dewa, saat menjadi remaja jadikan dia sebagai teman dan saat berkeluarga jadikan mereka penasihat. Ini artinya, kita sebagai orangtua menyesuaikan perkembangan anak, bukan memaksa mereka berperilaku sesuai dengan keinginan orangtua. Orangtua adalah orang yang sudah pernah menjalani masa anakanak, sementara mereka anak-anak belum pernah menikmati masa tua. Ketika anak-anak kita hidup pada era serbadigital dengan kemajuan medsosnya, sikap kita mestinya berdamai dengan kemajuan medsos. Bukan zamannya lagi, kita menuntut mereka duduk belajar di meja belajar selama 2-3 jam sehari, kemudian menghafal dan mengujikannya. Mereka cukup membuka Hp dengan materi yang sama di tempat tidur. Bagi mereka, itu lebih nyaman dan bisa dipahami lebih cepat, kita hendaknya mengikuti irama itu. Jadi, secara psikologis, orangtua perlu berdamai dengan kemajuan zaman jika tak mau stres sendiri. Orang Bali mengatakan mendidik remaja ibarat memegang merpati. Tidak boleh terlalu keras agar tak sampai mati, namun tak boleh terlalu longgar agar tak lepas. Jadi, pintar-pintarlah mengatur napas. Namun, teori ini tetap ada kelemahannya. Mereka jika tak diawasi akan menjadi insan yang egoistis dan pasif beraktivitas. Minat baca mereka mesti tetap dipelihara, menfaatkan medsos untuk kepentingan positif dan semakin menjadi insan yang berkarakter. Kemajuan teknologi dan medsos bisa dilakukan, namun jangan tinggalkan buku sebagai sumber belajar utama. Jadikan mereka untuk berlatih dan giat membaca. Membaca apa saja adalah penting untuk menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri. Jagan juga lupa ‘’memerangi’’ sifat malas anak milenial. Orangtua tetap membudayakan anak kegiatan membantu orangtua setiap hari, sembahyang dan menghormati leluhur dan keluarga.

SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Mengapresiasi Penataan Pelabuhan Benoa Saya membaca dua kali berita terkait penataan Pelabuhan Benoa di harian Bali Post. Ada beberapa hal yang saya apresiasi atas rencana penataan Pelabuhan Benoa pascareklamasi oleh pihak Pelindo. Pertama, saya salut dengan pendekatan komunikasi yang dilakukan Gubenur Bali Wayan Koster. Komunikasi ini jelas-jelas membawa hasil bahwa di lahan reklamasi nanti tetap ada ruang bagi umat Hindu untuk melakukan kegiatan ritual pamelastian. Ini adalah bentuk nyata bagaimana pemimpin Bali menghargai hak-hak adat atas wilayah di Bali. Yang kedua, terkait dengan ruang penghijauan atau hutan kota. Jika selama ini banyak pohon bakau yang mati akibat proyek ini, maka hadirnya hutan kota dengan beragam tanaman di kawasan ini akan menambah ruang hijau bagi Bali. Terlebih luasnya juga hektaran. Jika ini terwujud, saya juga berharap di tengah hutan kota ini ada tanaman-tanaman yang memiliki manfaat dalam ritual keagamaan. Selebihnya, saya hanya berharap agar penataan kawasan Pelabuhan Benoa jangan sampai menjadi ruang memperkaya diri sendiri segelintir orang. Kini saatnya, otoritas Pelabuhan Benoa juga berpikir bahwa harmonisasi alam jauh lebih penting untuk dibangun dibandingkan hanya mengejar keuntungan finansial. Terlebih, hal itu dilakukan dengan mengabaikan hak-hak publik. I Wayan Arsana Gianyar, Bali

Anak, TV, dan Medsos Anak, terutama anak usia sekolah (SD – SMP) sangat senang menonton televisi (TV). Pagi, siang, sore, hingga larut malam, jika dibolehkan menonton, tentu ia mampu duduk di depan pesawat televisi berjam-jam lamanya. Apalagi kalau hari Minggu, mereka sejak bangun pagi sudah menongkrongi si “kotak ajaib” itu TV, melihat/menonton aneka tayangan yang menjadi kesukaannya. Pada masa kini, anak-anak lebih leluasa mengakses dan dihadapkan pada banyak pilihan yang bisa dipilih. Keadaannya amat jauh berbeda jika dibandingkan dengan situasi pada tahun 1970-an. Ketika itu hanya ada satu TV yaitu TVRI dengan pesawat penerima hitam putih. Sekarang ini sudah ada puluhan televisi nasional ditambah lagi sejumlah televisi produk luar negeri dan beberapa TV lokal yang siap menghibur anak-anak.

Oleh Romi Sudhita ementara itu, di pihak orangtua selalu merasa khawatir d an cemas janganjangan anaknya terlalu asyik memirsa sampai-sampai melupakan tugas pokoknya belajar. Di sinilah terkadang muncul perbedaan pendirian dan kemauan antara anak-anak dengan orangtua. Mereka (orangtua) yang agak otoriter tidak segan-segan menjatuhkan hukuman yang berat kepada anaknya tatkala larangannya tidak dihiraukan, misalnya dengan memukul, menjewer telinganya, memberikan kata-kata pedas yang tak senonoh, bahkan ada yang menghukum dengan tidak atau mengurangi uang jajan sang anak. Anak itu siapa? Yang namanya anak tentu tidak bisa disamakan dengan makhluk-makhluk lain yang lebih rendah dan tidak boleh juga disamakan dengan orang yang sudah dewasa. Anak, ya tetap anak, yang masing-masing memiliki dunianya sendiri-sendiri. Dalam kajian psikologi anak, sejatinya anak itu berada dalam keadaan yang putih bersih, polos, dan lugu (ingat, teori Tabula Rasanya John Locke). Jika suatu saat nanti menjadi anak yang nakal atau jahat tentu ada faktor yang menyebabkannya. Dan, faktor itu biasanya lebih banyak datang dari luar diri individu si anak (faktor eksternal), misalnya mendapat perlakuan yang kejam dari orangtuanya, mendapat pengaruh yang negatif dari teman-teman sebayanya, dan bisa jadi terpengaruh

oleh tayangan-tayangan televisi yang kurang mendidik. Barangkali pembaca ada yang masih ingat dengan tayangan smack down (adegan pembantingan) di televisi yang sangat membahayakan lalu ditiru oleh si anak. Akibatnya, ada beberapa anak yang tulang rusuknya patah, bahkan ada yang sampai meninggal. Atau tayangan tentang film-film adu jotos, perampokan, penyiksaan yang demikian kejam dan tentu saja tak layak ditonton oleh anak belia yang jiwanya masih hijau. Kita sebagai orang yang berada di luar “sistem” kehidupan si anak sangatlah bijaksana apabila dapat mengakui bahwa anak itu memiliki kedaulatan tersendiri yang berbeda dengan anak-anak lain apalagi dengan orang dewasa. Seyogianya, anak itu dipandang sebagai subjek sekaligus objek. Dikatakan sebagai subjek, berarti kita harus menghargai harkat dan martabat anak, termasuk sifat dan perangai yang dibawanya sejak lahir. Sementara itu, anak dianggap sebagai objek, tiada lain merupakan pengakuan terhadap mereka bahwa dirinya mutlak mendapat bimbingan, bantuan, dan arahan mengacu pada tujuan pendidikan secara mikro maupun secara makro (nasional). Anak memang sangat jauh berbeda dengan binatang atau hewan. Seekor ayam yang baru dilahirkan walau ditinggal beberapa lama oleh induknya, masih bisa mengais makanan guna menyambung hidupnya. Begitu juga ikan, ketika lahir sudah mahir berenang tanpa

harus mengikuti diklat (pendidikan dan latihan) terlebih dahulu. Sedangkan manusia tergolong makhluk yang lemah bahkan sangat lemah ketika ia dilahirkan. Tanpa bantuan dan dekapan dari orangtua, terutama ibunya, mustahil anak itu bisa tumbuh dan berkembang sebagai manusia dewasa dan beradab. Seorang pakar psikologi, Abraham Maslow, memandang kebutuhan manusia itu berjenjang mulai dari yang paling elementer hingga kebutuhan puncak. Mulai dari kebutuhan biologis (pangan, sandang, papan), kemudian rasa aman, kebutuhan sosial (dihargai dan menghargai, dicintai dan mencintai), kebutuhan rasa ingin tahu, sampai pada kebutuhan aktualisasi diri. Kebutuhan seorang anak belum dianggap cukup kalau hanya diberikan makan, pakaian, dan bekal menjelang berangkat ke sekolah. Mereka sangat membutuhkan informasi, hiburan, dan pendidikan yang bisa diperoleh di bangku sekolah. Pemenuhan kebutuhan itu satu di antaranya dilakukan melalu memirsa televisi (TV). Saking senangnya anak itu menonton TV dan selalu berada di depan layar gelas itu, sampaisampai muncul ungkapan bahwa TV itu sahabat karib si anak. Persoalannya sekarang, boleh nggak anak itu menonton TV? Jika boleh, kapan saja dibolehkan, apakah hanya satu jam, atau hingga subuh menjelang pagi? Jawaban atas pertanyaan ini sangat berhubungan erat dengan tipe atau karakter orangtuanya

Info Singaraja FM infosingarajafm

tersebut tidak saja di kota tapi juga sudah merambah ke pelosok desa. Anak seusia SD sudah pinter memainkan jari-jemarinya pada tombol atau huruf-huruf yang ada di media tersebut. Semua tokoh dan pakar sepakat bahwa yang namanya produk teknologi diibaratkan pisau bermata dua, bisa bernuansa positif dan sebaliknya bisa bermuatan negatif. Penulis, pemerhati pendidikan dan pengamat perilaku

POJOK Gubernur Koster naikkan tunjangan kepala SMA/ SMK/SLB negeri se-Bali 300 persen lebih. - Dharma untuk guru. *** Tren wisata berubah, hotel berbintang di Bali terancam kehilangan pasar. - Pelaku pariwisata berubah. *** Dewan apresiasi sikap tegas Gubernur kepada Pelindo III terkait Pelabuhan Benoa. - Dewannya rakyat Bali berada di depan.

Warung Global

081933004217

Gepeng di Pasar Seririt TINGGINYA tiket masuk ke kawasan Segara Rupek dikeluhkan pengopini Suara Buleleng, Selasa (5/11) kemarin. Mereka pun minta agar besarannya ditinjau ulang. Selain itu, sejumlah warga juga menyoroti maraknya gepeng di sejumlah pasar di Buleleng. Gung De yang berlamat di Jalan Ngurah Rai mengatakan, tarif karcis masuk ke kawasan Segara Rupek sering dikeluhkan pemandu wisata. Saat ini besarannya mencapai Rp 200 ribu per kepala. Jumlah ini sangat memberatkan para wisatawan. ‘’Saat ini kita baru menata kawasan wisata di bagian barat dan berharap kepada Kadis Periwisata di Buleleng agar hal ini dipantau. Sebab, besaran tersebut sangat memberatkan para wisatawan dan sudah viral di media sosial,’’ jelasnya. Ia juga menyoroti penanganan kawasan Danau Buyan. Menurutnya, perlu ditata lebih baik, sehingga mampu memberi nilai lebih kepada warga sekitar. Putu Gamaartha di Dusun Pemaroan, Desa Patemon menyoroti keberadaan para gepeng di seputaran Pasar Seririt. Ia berharap kepada aparat terkait agar bisa menertibkan para gepeng yang berkeliaran di seputaran Pasar Seririt. Sebab, keberadaannya sudah meresahkan

yang selalu mengayomi kehidupan anak baik dalam keadaan senang maupun dalam keadaan susah. Dalam teori pendidikan dinyatakan bahwa tipe orangtua biasanya digolongkan menjadi tiga kategori yaitu; tipe otoriter, acuh tak acuh (Laizez faire), dan tipe demokratis. Tipe yang pertama sesuai dengan namanya “otoriter” ditandai dengan sikap yang keras, galak, penuh ancaman, dan terkadang sangat egois (terlalu mementingkan diri sendiri). Tipe kedua bersifat cuek-bebek yang memiliki prinsip “terserah anak” mau ke barat silakan dan mau ke timur tak ada yang melarang. Kedua tipe ini sejatinya sama-sama ekstrem yakni terlalu mengekang dan terlalu longgar. Oleh karena itu, orangtua yang bertipe demokratis (bahasa Bali, de mekerasin)-lah yang selama ini diakui paling jempolan karena ia berada di tengah-tengah dua kubu yang sama-sama ekstrem. Bagi anak yang memiliki orangtua bertipe demokratis boleh dibilang beruntung karena tidak serta merta melarang apa yang disukai sang anak dan tidak pula terlalu memberikan kebebasan tanpa batas. Ibarat syair lagu dangdut “sedang-sedang saja’’. Anak, entah sulung atau si bungsu, boleh saja menonton TV asalkan bisa memerhatikan kapan waktunya nonton dan seberapa lama mereka itu menonton. Satu lagi tidak melupakan kewajibannya sebagai seorang pelajar yang secara rutin harus belajar. Dengan hadirnya media sosial (medsos) atau social media (sosmed) ke dalam kehidupan kita, termasuk kehidupan si anak, maka frekuensi dan intensitas menonton TV di layar kaca terasa semakin berkurang. Mereka lalu lari ke dunia medsos, apakah itu twitter, instagram, whatsapp (WA), maupun facebook (FB). Anak semakin “keranjingan” dengan produk teknologi komunikasi mutakhir yang disebut smartphone semacam Android, menjadi sesuatu yang amat menguntungkan bagi perkembangan anak sekaligus dapat berupa ancaman. Kehadiran medsos

para pedagang dan pembeli. Nang Mologan di Mayong meminta penegakan hukum dalam pemberantasan korupsi perlu mendapatkan prioritas. Sehingga mampu menekan pelanggaran korupsi yang sangat merugikan keuangan negara dan juga akan membuat masyarakat tambah miskin. Untuk itu sinergi dalam penegakan hukum perlu dipertegas lagi. Sinergi ini harus diikuti dengan penguatan aturan hukum yang akan menjerat para pelaku korupsi dan mampu membuat efek jera bagi koruptor. Dereksen di Jalan Teratai melihat apa yang terjadi dalam kasus PLN di mana terdakwa dibebaskan oleh hakim, membuat warga negara sangat terenyuh dan bertanya-tanya kenapa hal itu bisa terjadi. Janganjangan ini merupakan buah dari hasil revisi UU KPK. Ia berharap agar KPK ke depan bisa lebih galak dibandingkan yang dulu sehingga mampu menangkap para pelaku korupsi. (kmb)

Wujudkan Konektivitas Antarwilayah di Bali PEMBANGUNAN infrastruktur di Bali kini digenjot. Ini sejalan dengan program Gubernur Bali Wayan Koster. Untuk memastikan bahwa hal itu telah berjalan secara baik, maka perlu ada regulasi yang mengaturnya berupa Perda Infrastruktur. Seperti apa pendapat Kawan Global mengenai wacana itu? Berikut rangkumannya. Budiada di Tabanan mengatakan, Gubernur Koster sangat jeli melihat situasi di Bali. Perlu sistem perencanaan infrastruktur yang baik, pemanfaatan, pengawasan, perlindungan, maupun revitalisasi kawasan. Salah satu yang penting adalah adanya upaya mempertahankan kawasan suci. Gubar di Denpasar setuju dibuatkan perda infrastruktur untuk memperbaiki kualitas tata ruang wilayah dalam segi kualitas, keamanan, kenyamanan masyarakat, memiliki jati diri dan tidak mengurangi nilai kebudayaan. Werda di Tegallalang, setuju dengan wacana itu asalkan isi perdanya bisa memperlancar proses eksekusi, birokrasinya tidak berbelit-belit. Seperti perbaikan jalan harus dikoordinasikan dan segera diperbaiki. Jalan jangan sampai dipolitisasi. Perda harus berkeadilan serta harus ada aturan berapa persen dananya bisa direalisasikan. Vera di Tabanan mengatakan, pemerintah mesti fokus mewujudkan konektivitas antarwilayah di Bali. Salah satunya dengan pembangunan jalan dan fasilitas transportasi.

Konektivitas bukan hanya menghubungkan pariwisata tetapi juga potensi ekonomi di setiap daerah. Setiap pembangunan infrastruktur akan ada dampaknya secara sosial maupun lingkungan. Ardana di Gianyar menyoroti soal pelanggaran izin tata ruang yang perlu ditertibkan. Penertiban ini disesuaikan dengan peraturan yang ada supaya tata ruang tetap baik, lingkungan lestari dan tidak semrawut. Perlu pula dikembangkan satu sistem hukum perlindungan dan pengelolaan tata ruang wilayah yang jelas, tegas dan menyeluruh guna menjamin kepastian hukum sebagai landasan bagi perlindungan dan pengelolaan tata ruang wilayah. Putu Wira di Bukit Jimbaran menyebutkan, masalah yang dihadapi Bali saat ini adalah ketimpangan ekonomi antara kawasan pariwisata dengan daerah lain. Karena itu, perda infrastruktur Bali harus mendorong agar pembangunan infrastruktur menciptakan persebaran pertumbuhan pariwisata. Ia juga mohon disediakan akses untuk penyandang disabilitas yakni pengguna kursi roda di beberapa tempat di Bali. (dika)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata, Nyoman Winata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Rabu Kliwon, 6 November 2019

Bali Post/dok

TPS 3R - Salah satu TPS 3R di Kabupaten Tabanan yang aktif dalam hal pemilahan sampah. Pemilahan sampah diharapkan dilakukan di seluruh desa guna mengoptimalkan fungsi GS Online.

PD Dharma Santika Belum Siap Kelola Sampah ”Online”

Tabanan (Bali Post) -

Program Garbage Startup Online (GS Online) ditargetkan dimulai tahun 2020 dengan Perusahaan Daerah (PD) Dharma Santika sebagai leading sector-nya. Namun sejauh ini PD Dharma Santika belum siap karena infrastrukturnya belum tersedia. Tak hanya itu, kesadaran masyarakat dalam memilah sampah rumah tangga masih rendah.

‘’Untuk inovasinya kita siap. Tetapi untuk kajian bisnisnya, sepertinya kami belum siap dan masih mau lihat masterplan-nya. Intinya, jika memang ditugaskan, mau tidak mau harus siap.

Hanya memang perlu waktu dan modal dan Pemkab siap tidak dengan infrastruktur pendukungnya,’’ kata Direktur PD Dharma Santika I Putu Sugi Darmawan, Selasa (5/11) kemarin.

Menurutnya, tanpa kesiapan infrastruktur seperti rumah penampung sampah sementara serta pabrik pengolah sampah, GS Online tidak bisa berjalan maksimal, meski diakuinya inovasi ini

sangat cemerlang. Perlu kajian yang mendalam untuk mengelola sampah dengan sistem online, karena masalah sampah sangat tergantung dari kesadaran dan perilaku masyarakat. Selain kajian sosial, kajian bisnis juga sangat dibutuhkan untuk mensukseskan program ini. ‘’Apalagi kami akan dijadikan sebagai pelopor, sudah barang tentu kajian dari

tuk menjalankan inovasi ini, PD Dharma Santika akan diberikan penyertaan modal. PD Dharma Santika rencananya menjalankan GS Online mulai dari pengaturan aplikasi, penjajakan kerja sama dengan desa dan pasar, pengolahan akhir sampah hingga soal distribusi hasil pengolahan sampah. ‘’Besaran penyertaan modal belum ditentukan. Lebih lanjut akan kita koordina-

sikan lagi teknis detailnya,’’ terangnya. Jika PD Dharma Santika terkesan belum siap menjadi leading sector inovasi ini, Bapelitbang justru melihat inovasi ini akan menjadi sumber PAD baru. Sebab selain bisnis di bidang penjualan hasil pertanian, pengolahan sampah akan menjadi bagian dari bisnis lain yang dijalankan PD tersebut. (kmb28)

Dewan Harapkan Kenaikan Premi BPJS Ditunda

Tabrak Pohon Perindang Pengendara Motor Tewas Tabanan (Bali Post) Kasus lakalantas hingga merenggut korban jiwa kembali terjadi di Kabupaten Tabanan. Kali ini terjadi di jalan jurusan DenpasarGilimanuk, tepatnya di Banjar Selabih, Desa Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat, Selasa (5/11) dini hari. Ahmad Hariyadi (29) tewas setelah menabrak pohon perindang di lokasi tersebut. Dari informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi sekitar pukul 02.00 Wita. Korban yang saat itu mengendarai Yamaha Mio Soul nopol DK 4916 AAB, melaju dari arah Denpasar menuju Gilimanuk. Korban diduga mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi. Saat tiba di TKP yang kondisi jalannya agak menikung ke kanan, korban tidak bisa mengendalikan laju sepeda motor hingga ke luar jalur menuju bahu jalan sebelah kiri. Naas saat itu korban menabrak pohon perindang. Korban pun terjatuh dan meninggal di lokasi kejadian. Sementara sepeda motornya terlempar sekitar 17 meter sebelah utara dari posisi korban. Kapolsek Selemadeg Kompol I Made Budi Astawa membenarkan adanya lakalantas tunggal yang menyebabkan korban tewas di tempat. Terkait kejadian ini, pihaknya mengimbau para pengguna kendaraan agar senantiasa berhati-hati dalam berkendara agar tidak sampai mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan. (kmb28)

segala aspek sangat kami butuhkan karena model ini belum pernah ada sehingga belum ada tolok ukur keberhasilannya. Jangan sampai BUMDA selalu terkesan merugi dan menghamburhamburkan uang rakyat,’’ terangnya. Sementara itu, Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bapelitbang Tabanan Ni Komang Ayu Rustini mengatakan, un-

Tabanan (Bali Post) Premi JKN yang dikelola BPJS Kesehatan akan dinaikkan tahun 2020. Hal ini menjadi atensi khusus pemerintah daerah, tak terkecuali Pemkab Tabanan. Sebab, Pemkab Tabanan harus berpikir keras mencari anggaran untuk menutupi kenaikan premi JKN-KIS bagi Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang jumlahnya 127.080 orang di tahun 2020. Persoalan ini cukup rumit bagi Tabanan. Sebab pendapatan daerahnya terbilang minim. Kalangan DPRD Tabanan pun berharap kebijakan kenaikan premi JKN-KIS tersebut bisa ditunda. Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, Selasa (5/11) kemarin, mengaku belum tahu kebijakan yang akan diambil Pemkab Tabanan terkait rencana kenaikan tarif premi JKNKIS, khususnya untuk PBI daerah. Begitu pula nilai anggaran tambahan yang harus disediakan daerah untuk menutupi kenaikan premi tersebut. Dirga akan menelusuri hal tersebut

di RAPBD 2020. Diakuinya, keputusan pusat untuk menaikkan premi BPJS kesehatan ini terjadi setelah Pemkab mengajukan nota keuangan tahun 2020 yang kini tengah dibahas di dewan. Dirga khawatir, tambahan anggaran belum dirancang. Meski kenaikan premi bersifat wajib, pihaknya berharap tarif baru ditunda sampai tahun anggaran 2021, atau minimal di anggaran perubahan tahun 2020. ‘’Kalau nanti memang belum dimasukkan dalam anggaran 2020, apa bisa ditunda atau seperti apa? Itu akan kami bicarakan dengan eksekutif saat rapat kerja nanti,’’ tegas Dirga. Lebih lanjut Dirga mengkritisi pelaksanaan program JKN-KIS. Dia menilai pelayanan BPJS Kesehatan ke masyarakat kurang bagus. Diapun mempertanyakan sejauh mana peningkatan pelayanan yang bisa diberikan BPJS ketika kenaikan tarif ini diberlakukan. Bahkan Dirga membandingkan BPJS dengan JKBM

yang sebelumnya diterapkan di Bali. Pelayanan JKBM jauh lebih bagus bila dibandingkan sistem BPJS saat ini. Menurutnya sistem yang sudah bagus itu bisa diterapkan lagi untuk peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (kmb28)

Tabanan (Bali Post) Pembangunan gedung bagian tengah Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan telah rampung. Pemkab Tabanan menyerahkan pengelolaan aset tersebut kepada Kejari, Selasa (5/11) kemarin. Gedung baru tersebut diharapkan mampu memaksimalkan kinerja Kejari. Pembangunan gedung tersebut dianggarkan Rp 1,6 miliar di APBD

Tabanan tahun 2019. Pembangunan tersebut mencakup perluasan ruang kerja dengan membuat gedung baru di halaman tengah kantor Kejari. Gedung baru ini berlantai dua. Lantai satu digunakan untuk garasi atau ruang terbuka dan lantai dua untuk ruang kerja Pidsus. Kajari Tabanan Ni Wayan Sinaryati mengatakan, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, di-

perlukan sarana dan prasarana yang dapat menunjang kelancaran kerja, salah satunya gedung yang dihibahkan oleh Pemkab Tabanan tersebut. ‘’Dengan hibah gedung ini kami dapat melaksanakan pelayanan PTSP dan sistem yang baru, nantinya dapat mempermudah dalam perawatan dan ketika diperlukan mudah untuk mendapatkannya,’’ tegas Sinaryati. (kmb28)

I Made Dirga

Bali Post/ist

Gedung Baru Diharapkan Tingkatkan Kinerja Kejari

Bali Post/ist

TKP - Polisi menunjukkan TKP lakalantas yang menyebabkan seorang pengendara motor tewas.

Curi Tiga HP, Buruh Bangunan Diciduk Polisi Tabanan (Bali Post) Karyawan usaha air isi ulang, Putu Mardiasa diciduk polisi lantaran mencuri di sebuah rumah kontrakan di Jalan Anyelir, Banjar Bongan Kauh Kaja, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan. Mardiasa yang juga buruh bangunan ini membawa kabur tiga unit HP di rumah Agus Bunni (37). Informasi yang dihimpun, aksinya ini dilakukan Senin (4/11) lalu sekitar pukul 19.00 Wita. Awalnya Agus Bunni yang asal Nusa Tenggara Timur, ber-

maksud mengambil tiga HP-nya yang diletakkan di atas rak tempat penyimpanan makanan di dapur. Betapa terkejutnya ia ketika mendapati ketiga HP-nya tersebut telah raib. Korban pun mencarinya di sekitar rumah dan menanyakan kepada sang istri. Ia kemudian mengecek seisi rumah dan mendapati penutup plafon dalam keadaan terbuka karena dirusak. Merasa curiga rumahnya dibobol maling, korban melapor ke Polsek Kota Tabanan. Mendapatkan laporan

tersebut, jajaran Unit Reskrim Polsek Kota Tabanan melakukan penyelidikan dengan dipimpin Kanitreskrim Polsek Tabanan Iptu I Nyoman Artadana. Sesuai hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi, polisi mencurigai pelakunya adalah Mardiasa. Pelaku ditangkap di rumah kontraknya BTN Graha Pertiwi, Banjar Bongan Kauh Kaja, Desa Bongan pagi kemarin. Namun, HP yang dicuri pelaku ternyata telah digadaikan di Denpasar. Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Made Bu-

diarta mengatakan, pelaku masuk dengan memanjat atap rumah kemudian membuka dan merusak jaringan kawat atap rumah sebagai penutup plafon. Pelaku dan korban saling kenal karena pelaku bekerja dengan korban sebagai karyawan air isi ulang. ‘’Pelaku juga bekerja sebagai buruh bangunan,’’ tegas Iptu Budiarta. (kmb28) PELAKU - Pelaku pencurian HP saat dimintai keterangan di kantor polisi.

Bali Post/ist


Rabu Kliwon, 6 November 2019

Dampak Kemarau Panjang

181 Hektar Sawah Kekeringan di Enam Kecamatan Singaraja (Bali Post) Kemarau panjang yang masih berlangsung sampai sekarang mengakibatkan sawah milik petani di Buleleng itu mengalami kekeringan. Keseluruhan sawah di Bali Utara itu luasnya 10.335 hektar. Tercatat kerusakan tanaman itu yang dipicu kemarau panjang tahun ini seluas 181 hektar. Namun, ratusan hektar lahan sawah kering itu tersebar di enam kecamatan di Bali Utara. Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng Made Sumiarta saat menjadi narasumber Dialog Interaktif Geliat Buleleng yang disiarkan Radio Singaraja FM 92.0, Selasa (5/11) kemarin, mengatakan sejak kemarau melanda Buleleng, pihaknya telah menugaskan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) di masingmasing kecamatan. Semua PPL ditugaskan memantau kondisi pertanian padi di setiap wilayah binaannya. Dari penelusuran PPL itu, ditemukan sawah terdampak kemarau panjang itu terjadi di enam kecamatan. Seperti di Kecamatan Sawan seluas 81 hektar. Kecamatan Buleleng tanaman padi rusak milik petani seluas 53 hektar. Kecamatan Sukasada terjadi kekeringan di 30 hektar dan di Kecamatan Busungbiu serta Kecamatan Banjar ditemukan lahan sawah masingmasing kekeringan seluas tujuh hektar. “Kami temukan ada enam kecamatan yang terdampak kemarau panjang. Kemarau itu masih berlangsung sampai

sekarang. Lahan sawah itu kering karena irigasi mati total akibat kemarau. Sementara terjadi juga pendangkalan sumur. Selain itu, air sumbernya tidak bisa dialirkan ke petak sawah-sawah petani,” katanya. Mantan Kepala Bagian (Kabag) Umum Setda Buleleng menambahkan, dari 181 hektar sawah yang terdampak kekeringan itu, kerusakan tanamannya mulai rusak ringan, sedang, berat, bahkan puso. Pada tanaman yang dikategorikan rusak ringan dan sedang itu, masih memungkinkan petani melakukan pemeliharaan hingga menginjak musim panen. Sedangkan padi yang kategori rusak berat itu dipastikan tidak bisa dipanen apalagi tingkat kerusakannya bertambah parah menjadi puso. Pada kategori ini, petani dipastikan mengalami gagal panen. Pertumbuhan Padi Terganggu “Terjadi rusak ringan dan sedang karena sebelumnya

masih cukup dapat air. Namun, karena kemarau panjang membuat pertumbuhan padi itu terganggu. Namun, masih bisa dipelihara sampai panen. Untuk kategori rusak berat itu sudah mengarah puso. Karena setelah penanaman benih itu tidak dapat pasokan air yang mencukupi, sehingga kami kategorikan puso,” jelasnya. Mengatasi dampak kekeringan tahun ini, Made Sumiarta menyebut, Distan telah menyiapkan program untuk membantu meringankan kerugian modal para petani itu. Bantuan yang diprogramkan itu adalah penyiapan benih pengganti yang bisa ditanam pada musim tanam mendatang. Hanya, bantuan benih itu diberikan kepada petani yang mengalami puso hingga gagal panen. Selain itu, bantuan peminjaman mesin pompa air untuk petani yang memiliki sumur dangkal di dekat lahannya atau menyedot sumber air yang posisinya berada di bawah persawahan. Bantuan ini untuk menambah

pasokan air, sehingga padi yang masih membutuhkan pengairan itu bisa ditangani, dan tidak menjadi puso alias gagal panen. “Program itu untuk jangka pendek. Harapan kami, petani yang gagal panen itu bisa diringankan lewat bantuan benih. Untuk padi yang masih rusak ringan dan sedang, agar tidak menjadi puso, kami bantu peminjaman mesim pompa air untuk sumur dangkal atau sumber air di bawah persawahan,” jelasnya. Meminimalisasi dampak kekeringan tahun 2020 nanti, kata Sumiarta, pihaknya mengingatkan subak agar lebih teliti menentukan jadwal tanam padi itu. Selain itu, penerapan pola tanam yang dianjurkan pemerintah itu wajib diikuti petani. Tidak itu saja, Distan juga menyarankan petani memanfaatkan program Asuransi Usaha Tanaman Padi (AUTP). Program ini penting diikuti para patani. Alasannya, kalau tanaman mengalami kerusakan hingga 75 persen baik akibat dampak kekeringan atau karena bencana alam, maka petani akan menerima dana pertanggungan hingga Rp 6 juta per hektar sawah. “Padahal, AUTP itu sudah digulirkan beberapa tahun terakhir. Namun, peminatnya

kurang. Anggapan petani iuran premi asuransinya itu masih mahal. Karena itu, petani tidak mau ribet urusan asuransi,’’ tambahnya.

Polisi Tangkap Spesialis Pencuri Ayam Jago Singaraja (Bali Post) Sejak beberapa bulan terakhir, warga Kelurahan Banyuning dikejutkan peristiwa hilangnya ayam pejantan termasuk beberapa ternak bebek. Polisi yang melakukan penyelidikan intensif itu akhirnya berhasil membekuk pelaku spesialis pencuri ayam jago dan ternak bebek tersebut. Dari kasus itu, Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja kemudian menangkap tersangka Gede Artana alias De Ar (31) asal Kelurahan Banyuning Utara, Kecamatan Buleleng. Dia ditangkap tanpa perlawanan berarti 27 Oktober 2019 lalu. Kapolsek Kota Singaraja Kom-

pol Gusti Ngurah Yudistira seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Selasa (5/11) kemarin, mengatakan sebelum mengungkap kasus itu, pihaknya telah menerima pengaduan warga yang kehilangan ayam jago dan peternak bebek di Kelurahan Banyuning dan sekitarnya. Aksi ini marak terjadi sekitar Juni hingga Agustus 2019 lalu. Meski kasus itu meresahkan, beberapa korban enggan melaporkan peristiwa itu kepada polisi. Namun, salah satu korban Wayan Putrayasa warga Kelurahan Kampung Anyar karena kehilangan banyak ayam kemudian melaporkan 82 ekor ayam pejantan yang

dipeliharanya itu telah hilang dicuri. Ayam siap jual itu sebelumnya dipelihara menggunakan kandang tertutup rapat. Akibat kejadian itu, Putrayasa mengalami kerugian materiil lumayan banyak, sehingga kejadian itu dilaporkan ke Mapolsek Kota Singaraja. “Memang hanya korban yang melapor. Sejak dua bulan terakhir memang warga di sana resah akibat seringnya warga kehilangan ayam pejantan termasuk ternak bebek,” katanya. Setelah diselidiki dan keterangan saksi-saksi dikumpulkan, Yudistira mendapat bukti petunjuk kuat kalau pencurian ternak itu dilakukan

Bali Post/ist

CURI HEWAN TERNAK – Tersangka spesialis pencuri hewan ternak berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja. Tersangka mengakui telah mencuri ratusan ayam jago dan puluhan ekor ternak bebek milik warga.

tersangka Artana alias De Ar. Tidak ingin tersangka melarikan diri, anggotanya kemudian menangkap tersangka tanpa perlawanan. Dari penangkapan itu, polisi menyita barang bukti 82 ekor ayam pejantan yang ditaruh dalam dua karung warna putih. Selain itu, sepeda motor yang dipergunakan mengangkut ayam curian dari lokasi kejadian ke rumahnya. “Ditemukan barang bukti 82 ekor ayam pejantan. Sebenarnya, ada juga barang bukti ternak bebek milik warga. Namun, kasus itu tidak dilaporkan kepada kami. Sesuai pengakuan yang bersangkutan, ayam pejantan saja ada 182 ekor, selain itu juga 61 ekor bebek,” jelasnya. Tersangka Artana alias De Ar di hadapan polisi mengaku telah mencuri ayam pejantan dan bebek milik warga itu. Aksi pencurian itu mudah dilakukan karena sebelum melakukan aksinya, dia sudah mengintai kalau peternaknya tidak mengawasi hewan peliharaannya. Selain itu, rata-rata lokasi yang disasar itu sudah dikuasai medannya, sehingga begitu dapat kesempatan mencuri, ayam pejantan atau ternak bebek langsung disembunyikan tersangka agar tidak diketahui korban atau petugas. “Tergantung situasi. Kalau sudah sepi terkadang pukul 11.00 Wita atau pukul 15.00 Wita, saya lakukan aksi itu. Ayam atau bebek itu saya tangkap di dalam kandangnya. Kemudian, saya masukkan ke dalam kampil dan langsung saya bawa ke rumah agar tidak diketahui korban,” jelasnya. Atas perbuatannya itu, sekarang tersangka harus meringkuk di ruang tahanan Mapolsek Kota Singaraja untuk mengikuti proses hukum lebih lanjut. Polisi menyatakan, perbuatan tersangka itu melanggar pasal 363 ayat (1) ke 5 KUHP jo pasal 64 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. (kmb38)

Tetapi, pihaknya tetap memfasilitasi petani agar AUTP itu diikuti karena preminya disubsidi pemerintah. Kalau tanaman menga-

lami kerusakan seperti sekarang ini, maka bisa mendapat dana pertanggungan untuk meringankan kerugian yang dialami petani. (kmb38)

Made Sumiarta

Pembebasan Lahan ”Shortcut” 7-10

PUPR Bali Umumkan Nilai Ganti Rugi Akhir Tahun Singaraja (Bali Post) – Tahapan pembebasan lahan yang masuk jalur proyek pembangunan shortcut titik 7 sampai 10 di Buleleng terus dikebut. Hal itu tidak lepas karena jadwal pembayaran ganti rugi tanah warga di Desa Wanagiri, Pegayaman, dan Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada itu dialokasikan dari APBD Bali akhir tahun 2019 ini. Sehingga anggaran itu wajib direalisasikan Desember 2019. Untuk itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bali memastikan pengumuman nominal ganti rugi tanah warga tersebut bulan depan. Untuk melanjutkan tahapan pembebasan lahan itu, Dinas PUPR Bali, Selasa (5/11) kemarin kembali menggelar konsultasi publik di Balai Banjar Dinas Pererenan Bunut, Desa Gitgit. Konsultasi ini melibatkan para pemilik tanah yang sudah terdaftar. Dalam konsultasi itu mereka dapat penjelasan teknis dari narasumber yang merupakan anggota tim pembebasan lahan. Warga sempat menanyakan nilai ganti rugi yang akan mereka terima. Warga perlu tahu itu, karena mereka harus segera membeli tanah di lokasi baru guna membangun rumah di tempat yang baru. Hal ini karena tanah yang terkena jalur proyek shortcut itu merupakan satu-satunya aset warga. Seperti disampaikan satu pemilik tanah Nyoman Wenten (55) warga Banjar Dinas Wirabhuana, Desa Gitgit, Sukasada. Wenten bersama saudara kandungnya, Wayan Raken (70), memiliki tanah dengan luas 58 are di depan SDN 3 Gitgit. Tanah itu merupakan warisan orangtuanya. Di atas lahan tersebut, ia dan kakaknya membangun rumah. Setelah tanah warisannya itu masuk jalur proyek shortcut, dia berharap segera mendapat kejelasan dari pemerintah terkait berapa nilai ganti rugi yang akan diterimanya nanti. “Ini lahan kami satu-satunya. Tidak ada lahan lainnya lagi. Harapan kami ada kepastian berapa nilai ganti rugi dan bagaimana mekanismenya, kami serahkan sepenuhnya kepada pemerintah,” katanya. Kepala Dinas PUPR Bali I Nyoman Astawa Riadi mengatakan, saat ini pemerintah masih melakukan lelang pekerjaan appraisal. Sesuai dokumen yang diumumkan pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), disebutkan pemerintah menyiapkan anggaran Rp 381,93 untuk pekerjaan appraisal itu. Saat ini sudah ada empat Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang mengajukan penawaran itu. “Kami menunggu hasil lelang pekerjaan appraisal itu. Dipastikan akhir Desember ini sudah selesai. Paling lambat seminggu sebelum realisasi ganti rugi itu dilakukan, hasil perhitungan nilai tanah atau bangunan warga itu sudah diketahui,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali membebaskan lahan shortcut di lokasi 7-10. Titik shortcut ini adalah lanjutan pembangunan titik shortcut yang sudah dibangun dan segera tuntas tahun ini yakni titik 3 dan 4 di Kabupaten Tabanan serta titik 5 dan 6 di Kabupaten Buleleng. Ruas shortcut Singaraja - Menguwitani itu akan memperpendek waktu dan jarak tempuh. Karena tikungan saat ini sebanyak 70 lokasi nantinya akan dipangkas dan tinggal 22 lokasi saja. Di sepanjang jalan baru itu, pemerintah membangun enam jembatan penghubung. Titik terpanjang ada di shortcut 10, dimulai sekitar SDN 4 Gitgit sampai sekitar Gereja Gunung Muria di Desa Gitgit. Pada proyek lanjutan itu tercatat 145 pemilik tanah masuk jalur proyek. Diperkirakan luas lahan diperlukan untuk pembuatan jalur shortcut itu mencapai 31,41 hektar. Untuk pembebasan lahan pemerintah mengalokasikan pagu anggaran sekitar Rp 190 miliar. Sementara biaya konstruksi diperkirakan menelan dana Rp 247,76 miliar. (kmb38)

Warga Usulkan Hutan Mertha Jati Dijaga Catur Desa Adat Dalem Tamblingan

Warga Catur Desa Adat Dalem Tamblingan, Kecamatan Banjar mengusulkan kepada pemerintah pusat agar mengalihkan status hutan yang berbatasan dengan Danau Tamblingan itu menjadi hutan adat. Alasannya, setelah nantinya menjadi hutan adat, maka pengawasan dalam upaya menjaga kelestarian dan kesucian hutan yang dipercaya menjadi daerah hulu itu menjadi lebih maksimal. Selama ini, upaya menjaga kelestarian dan kesucian kawasan itu sering terganjal regulasi pemerintah. Lalu, bagaimanakah harapan warga kepada Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dalam mengoptimalkan kelestarian dan kesucian hutan itu? USULAN permohonan menjadi hutan adat itu sebetulnya telah melalui pembahasan di internal Catur Desa Adat Dalem Tamblingan (Munduk, Gobleg, Desa Gesing, Kecamatan Banjar, dan Desa Uma Jero Kecamatan Busungbiu). Dari kesepakatan itu terungkap kalau hutan yang masuk wilayah Catur Desa Adat Dalem Tamblingan itu diberi nama “Hutan Mertha Jati”. Langkah awal menyampaikan keinginan itu, sejumlah pengurus Catur Desa Adat

Dalem Tamblingan menemui Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Selasa (5/11) kemarin. Rombongan warga dipimpin Ketua Tim Sembilan Catur Desa Adat Dalem Tamblingan Jro Putu Ardana. Selama ini, kata Jro Putu Ardana, hutan di wilayah Catur Desa Adat Dalem Tamblingan itu, diawasi penuh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali. Meski secara pemerintahan, kawasan hutan itu kewenangan BKSDA, namun secara local genius, kawasan hutan

itu menjadi daerah hulu. Karena itu, keberadaan Hutan Mertha Jati itu benar-benar disucikan oleh masyarakat. Hal itu terbukti dengan berdirinya sejumlah pura di dalam hutan tersebut. Tidak saja di pura itu dilaksanakan ritual agama. Dan adanya pura di sana membuat warga sendiri memiliki tanggung jawab besar menjaga kelestarian pura dan kawasan hutan di sana. Selama ini, dalam menjalankan kewajiban warga secara adat, sering berbenturan dengan regulasi pemerintah pusat. Untuk itu, pihaknya mengajukan permohonan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) agar kawasan itu dijadikan hutan adat. “Dari turun-temurun kami ditugaskan menjaga kelestarian hutan berikut pura warisan pendahulu kami di sana. Kami tidak ingin tanggung jawab dalam menjaga kelestarian daerah hulu dan disucikan itu tidak bisa berjalan maksimal. Soalnya sering berbenturan dengan sejumlah aturan pemerintah secara nasional,” katanya. Selain mengajukan permohonan menjadikan hutan

adat, Jro Putu Ardana menyebut, pihaknya menyiapkan regulasi berupa pararem awig-awig yang mengatur pengawasan dan tanggung jawab warga menjaga kelestarian Hutan Adat Mertha Jati tersebut. Bukan sekadar aturan, namun dengan awigawig itu, pihaknya memastikan kawasan hutan itu sebagai daerah resapan air di hulu. Karena itu, sama sekali tidak ada pemanfaatan dalam bentuk lainnya. “Keinginan kami agar kelestarian hutan dijaga secara maksimal agar kesuciannya tetap terjaga. Dengan dibuat awig-awig, maka kami jamin masyarakat akan bertanggung jawab penuh atas hutan itu. Tidak akan kami manfaatkan untuk tujuan lainnya,” jelas Mantan Klian Desa Pakraman Munduk, Kecamatan Banjar ini. Menanggapi usulan itu, Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS) mendukung warga Catur Desa Adat Dalem Tamblingan yang mengusulkan hutan adat itu. Tanggung jawab setiap warga yang diatur melalui awig-awig itu diyakini akan dapat mengikat warga untuk ikut mengemban tanggung

jawab menjaga kelestarian hutan adat itu, sehingga kelestariannya terawat dengan baik. Untuk itu, Bupati berjanji akan mengkaji kembali usulan itu dalam waktu

dekat ini. Nantinya, hasilnya disampaikan kepada Catur Desa Adat Dalem Tamblingan. “Pada dasarnya, kami sependapat dan mendukung hal itu. Sebelum diajukan,

saya minta waktu mengkaji dulu terkait dasar hukumnya. Hal itu penting supaya keputusan yang kita ambil tidak salah,” ujar Bupati. (mud)

Bali Post/mud

HUTAN ADAT – Catur Desa Adat Dalem Tamblingan menemui Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Masyarakat menyampaikan permohonan agar keberadaan hutan adat Mertha Jati itu disucikan.


Rabu Kliwon, 6 November 2019

Warga Desak Pemprov Perbaiki Gorong-gorong Gianyar (Bali Post) -

Sepanjang Jalan Raya Tegallalang, Desa Tegallalang sejak lama menjadi langganan banjir setiap memasuki musim hujan. Kondisi ini terjadi akibat sempit dan tersumbatnya gorong-gorong. Melihat kondisi ini, warga setempat mendesak Pemprov Bali melakukan perbaikan gorong-gorong. Pj. Perbekel Tegallalang Dewa Gede Agung Purnawan mengatakan hal itu, Selasa (5/11) kemarin.

Bali Post/kmb35

PEMADAMAN - Petugas melakukan pemadaman api di dekat Pura Adegan di Desa Saba, Senin (4/11).

Semak-semak di Dekat Pura Adegan Terbakar

Gianyar (Bali Post) Petugas pemadam kebakaran dari Dinas Kebakaran Kabupaten Gianyar harus berjibaku memadamkan api di dekat Pura Adegan di Jalan Raya Saba, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Senin (4/11). Api yang membakar semak-semak dipadamkan petugas karena dikhawatirkan merembet ke pura yang bersebelahan dengan lokasi kebakaran. Informasi yang dihimpun di lapangan, awalnya kebakaran ini diketahui oleh warga setempat yang dikejutkan dengan kepulan asap. Setelah didekati, ternyata ada kobaran api di dekat Pura Adegan. Warga berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Namun karena medan yang curam, akhirnya warga meminta bantuan petugas pemadam kebakaran guna mempercepat proses pemadaman. Dikonfirmasi Selasa (5/11) kemarin, Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Gianyar I Made Watha mengatakan, pihaknya menerima telepon dari warga melaporkan ada semak-semak di dekat pura yang terbakar. Karena warga khawatir kebakaran merembet, akhirnya petugas diterjunkan kelokasi tersebut. “Petugas memerlukan waktu sekitar satu jam untuk memadamkan api,” katanya. (kmb35)

Perusahaan Swasta Wajib Jalankan Program CSR Gianyar (Bali Post) Anggota DPRD Kabupaten Gianyar dari Fraksi PDI Perjuangan I Nyoman Kandel, S.H. mendorong perusahaanperusahaan yang mendulang rejeki di Kabupaten Gianyar untuk merealisasikan dana tanggungan sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR). Sebab, selama ini program CSR dinilai kurang maksimal menyasar masyarakat yang membutuhkan. Kandel mengaku akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendata jumlah perusahaan di Gianyar, terutama yang sama sekali belum mengeluarkan dana CSR. Terlebih di daerah Payangan dapilnya sendiri, saat ini semakin banyak tumbuh perusahaan maupun akomodasi pariwisata. Sebelumnya, Kandel mengaku sudah turun langsung menjajaki perusahaan yang ada di Payangan agar menyalurkan dana CSR kepada masyarakat. Bahkan salah satu perusahaan yang berkantor di Nusa Dua didatanginya. “Saya kejar meskipun kantornya di Nusa Dua, karena usahanya ada di Payangan. Bahkan saya door to door melalui pendekatan personel, ketuk hatinya agar peduli,” ujar anggota dewan Dapil Payangan yang duduk di Komisi I ini. Kandel berharap penyaluran CSR kepada masyarakat ini bisa diagendakan secara kontinyu. Tidak saja kebutuhan pokok, melainkan masyarakat bisa dibantu kebutuhan papan yakni bedah rumah tempat tinggal serta dana pendidikan. “Setelah ini, saya akan fasilitasi pengajuan proposal ke pengusaha-pengusaha agar membantu bedah rumah dan beasiswa bagi pelajar kurang mampu agar ditanggung,” jelasnya. Menurut Kandel, generasi muda dari keluarga miskin yang mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi sepatutnya mendapat bantuan CSR. Sehingga mereka mampu meningkatkan taraf hidup keluarga. “Jadi, otomatis bisa menekan angka kemiskinan, ketika generasi muda berpendidikan dan terserap dunia kerja. Karena tidak akan cukup jika hanya mengandalkan program pemerintah, harus ada campur tangan pihak swasta,” tegasnya. (kmb35)

Purnawan mengatakan, pemicu banjir di Jalan Raya Tegallalang adalah gorong-gorong yang sempit dan tersumbat. Dampaknya tidak hanya di Kecamatan Tegallalang saja, melainkan sampai di wilayah Jalan Raya Andong, Kecamatan Ubud. “Setiap hujan, jalan berubah menjadi sungai,” keluhnya. Purnawan mengakui, masalah ini sering dikeluhkan warga setempat. Selain warga setempat yang susah, pengguna jalan juga banyak yang kesulitan saat melintasi jalan yang merupakan jalur provinsi itu. “Barang dagangan art shop seringkali

sampai hanyut. Bahkan jika air sedang besar, ada kendaraan parkir sampai hanyut terseret arus,” katanya. Purnawan berharap Dinas Pekerja Umum Provinsi Bali secepatnya mengatasi permasalahan tersebut, mengingat jalur tersebut merupakan jalan provinsi. “Kami berharap Pemprov menindaklanjuti, terutama dalam pembuatan saluran got yang ideal sesuai debit air yang mengalir setiap musim hujan. Sehingga diharapkan bisa mengatasi banjir saat musim hujan tiba,” ujarnya. (kmb35)

Rp 1,6 Miliar untuk Pembangunan Videotron Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar saat ini sedang membangun videotron di areal simpang empat Taman Ciung Wanara, Gianyar. Pembangunan videotron berupa LED TV itu dianggarkan Rp 1,6 miliar lebih yang bersumber dari APBD Gianyar. Videotron berukuran 12 x 6 meter ini diprediksi akan menjadi yang terbesar di Bali. Dikonfirmasi Selasa (5/11) kemarin, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gianyar I Gede Daging mengatakan, pembangunan videotron ini untuk menjalankan Perpres No-

mor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. Videotron ini akan menampilkan informasi dari Pemkab Gianyar, terutama tentang layanan masyarakat. “Kontennya nanti berisi visi-misi serta pencapaian Bupati Gianyar, termasuk menayangkan informasi berupa program layanan yang sedang dijalankan untuk masyarakat,” katanya. Mengenai pengaturan pemutara konten, kata Daging akan disiapkan berupa pengaturan manual dan pengaturan melalui jaringan internet yang dikelola langsung lewat coment center. “Jadi,

nanti ada coment center yang mengontrol semua informasi digital,” ujarnya. Menurut Daging, Pemkab Gianyar mengalokasikan anggaran Rp 1,6 miliar lebih untuk pembangunan satu unit videotron berukuran 12 x 6 meter tersebut. Rinciannya, untuk harga LED TV ukuran besar itu seharga Rp 1,1 miliar, serta berbagai komponen lainnya yang terpisah, berupa spiker dan radio, termasuk stan yang menggunakan ornamen Bali. “LED-nya saja memang sekitar Rp 1,1 miliar. Jika beserta komponen lainnya itu sudah dianggarkan Rp 1,6 miliar lebih,” katanya.

Bali Post/kmb35

kan, kabel listrik ditanam, sementara kabel provider menggunakan gorong-gorong. “Pengerjaan sudah dimulai dari 14 Oktober hingga 12 Desember mendatang,” ujarnya. Lantas, apakah penayangan konten dalam videotron itu akan dikomersialkan? Menurut Daging, rencana sementara videotron itu hanya diperuntukkan menayangkan program pemerintah. Dikatakan, Diskominfo juga berencana mendirikan vidoetron di kecamatan lainnya. “Sekarang ini baru pilot project, ke depan rencananya di setiap kecamatan agar ada,” katanya. (kmb35)

VIDEOTRON - Lokasi pembangunan vidoetron di areal simpang empat Taman Ciung Wanara, Gianyar.

Piala Dunia U-20 Berkah untuk Sektor Pariwisata

WISATAWAN - Sejumlah wisatawan mancanegara berwisata di kawasan objek wisata Ubud, beberapa waktu lalu.

Untuk lokasi pemasangan, kata Daging awalnya sempat ada keinginan memasang di catus pata dekat Lapangan Astina, Gianyar. Mengingat dalam waktu dekat ini Pasar Umum Gianyar direvitalisa, akhirnya Bupati Gianyar mengarahkan agar pemasangannya di lokasi saat ini. “Di lokasi yang sekarang ini sedikit mengambil lahan rumah jabatan Waka Polres Gianyar, tetapi sudah di koordinasikan,” katanya. Sebelumnya, di lokasi pengerjaan ini juga terdapat satu tiang listrik dan empat tiang provider. Namun semuanya sudah disingkir-

Gianyar (Bali Post)Indonesia yang menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada tahun 2021, dipastikan akan berdampak terhadap kunjungan wisatawan ke Bali, khususnya Gianyar. Apalagi stadion Kapten I Wayan Dipta disebut-sebut menjadi salah satu venue ajang bergengsi itu. Sementara itu, Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Kabupaten Gianyar mulai berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi lonjakan kunjungan para supporter bola dari berbagai negara. Dikonfirmasi Selasa (5/11) kemarin, Kepala Disparda Gianyar A.A. Gde Putrawan mengatakan, Indonesia yang menjadi tuan rumah harus menyambut pelaksanaan Piala Dunia 2021 dengan baik. Terlebih di Bali yang bergerak pada sektor pariwisata, melalui event ini pasti akan menarik tingginya kunjungan wisatawan. “Tentunya ini momen yang harus dipersiapkan sebaik mungkin,” tegasnya. Dalam ajang ini, kata Putrawan, akan banyak warga negara asing yang datang ke

Indonesia menyaksikan pertandingan sepak bola. Tentunya mereka tidak hanya sebagai supporter, tapi juga datang untuk berwisata. “Para pendukung bola pasti akan berwisata, sehingga pemilik penginapan akan mendapat barkah. Begitu juga dengan pemilik restoran dan usaha transportasi,” ujarnya. Apabila Stadion Kapten I Wayan Dipta benar-benar ditetapkan sebagai venue Piala Dunia U-20, kata Putrawan, hal tersebut akan menjadi kado besar untuk Bali, khususnya Gianyar.

Untuk kepentingan tersebut, tentunya Kabupaten Gianyar wajib mempersiapkan diri. Mulai dari perbaikan infrastruktur serta penataan objek wisata yang ada. Ditegaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pelaku pariwisata mulai dari pengelola Hotel hingga homestay. “Kita sempat berkoordinasi, khususnya terkait kapasitas kamar. Kita optimis siap menampung pengunjung. Untuk kesediaan kamar, di Gianyar ada banyak pilihan. Mulai dari hotel berbintang hinga homestay,” tegasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35


Rabu Kliwon, 6 November 2019

Germas di Jembrana

Senam Bersama, Pameran hingga ”Talk Show”

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) kembali digelar di Jembrana, Rabu (5/11) kemarin. Sejumlah kegiatan dalam rangka menggelorakan hidup sehat diikuti puluhan peserta melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, perusahaanperusahaan serta mitra-mitra potensial di Kabupaten Jembrana. Kegiatan yang digelar Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana ini diawali dengan senam bersama. Seusai kegiatan fisik, para peserta memakan buah dan cek kesehatan di stand pameran Germas yang disediakan Diskes Provinsi Bali. Gerakan ini juga dirangkai dengan Talk Show Pergerakan Masyarakat dengan tema “Dengan Germas Hidup Sehat, Kita Wujudkan Generasi Sehat, Unggul dan Mandiri Menuju Bali Era Baru”.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Provinsi Bali, Dian Nardiani, S.KM., M.PH. mengatakan, Jembrana sebagai salah satu kabupaten yang disasar Germas dari Provinsi Bali tahun ini. Sejumlah penggerakan masyarakat digelar untuk menggelorakan kembali hidup sehat termasuk melibatkan OPD-OPD yang terkait Germas seperti yang tertuang dalam Instruksi Presiden nomor 1/2017. Masing-masing OPD ini memiliki tupoksi masing-masing dalam mendukung Germas. “Intinya terkait Kesehatan masyarakat ini tidak saja dianggap milik (dinas) Kesehatan, tetapi semua masyarakat dan individu. Termasuk OPD yang terkait ada sekitar 19 OPD, Baik Dinas Pertanian, PMD, Koperasi, Dinas PU, Kementerian Agama, Kecamatan semua bergabung menjadi satu bergerak bersama-sama,” ujar Dian Nardiani.

Ada lima sasaran pergerakan yang menjadi dasar Germas. Pertama, aktivitas fisik minimal 30 menit tiap hari. Aktivitas itu bukan saja olahraga melainkan kegiatan fisik sehari-hari seperti menyapu, menyiram dan lain-lain. Kedua, rutin mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari. Bahkan oleh tokoh masyarakat di Jembrana, hal ini dikomitmenkan bersama dengan memastikan dalam setiap rapat ada unsur buah segar. Ketiga, cek kesehatan secara berkala sehingga promotif preventif berjalan. Keempat, melakukan kerja bakti di lingkup lingkungan rumah hingga banjar, minimal seminggu sekali untuk mencegah dan memberantas sarang nyamuk. Kelima, yang menurutnya juga penting adalah tidak merokok. Pemerintah Provinsi Bali memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) nomor 10 tahun 2011 yang diharapkan

bisa diterapkan secara riil. “Ada tempat-tempat yang tidak boleh merokok. Kita sudah punya Perda dan ini menjadi komitmen agar tidak dilanggar,” tambahnya. Termasuk di Pura-Pura atau tempat ibadah dimana Diskes juga bekerja sama bersama PHDI dalam menciptakan Germas di areal Pura salah satunya dengan tidak merokok. Sementara itu, Ketua PHDI Jembrana I Komang Arsana menyambut baik kegiatan Germas ini. Pihaknya sangat sepakat bahwa kesehatan sangat penting bagi masyarakat. Untuk mewujudkan kualitas sosial salah satunya adalah kesehatan. “Dengan semakin sehat, semakin baik kualitas sosial masyarakat,” terang Arsana. Dalam talk show selain menghadirkan pembicara dari Diskes Provinsi, Diskes Kabupaten dan Bappeda Kabupaten Jembrana, juga diisi dengan Bondres. (ad140)

TALK SHOW - Talk Show Germas dengan sejumlah pembicara dari Provinsi Bali dan Pemkab Jembrana digelar di aula Hotel Jimbarwana, Selasa kemarin.

Lakalantas, WN Australia Divonis 3,5 Bulan Penjara

Negara (Bali Post) Terdakwa kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) Obrien Susan Leslie (49) divonis bersalah oleh majelis hakim PN Negara, Selasa (5/11) kemarin. Majelis hakim dengan ketua Benny Octavianus memutuskan terdakwa dengan pidana penjara selama 3 bulan 15 hari (3,5 bulan) dikurangi masa tahanan. Vonis ini lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Jembrana yakni enam bulan penjara.

Bali Post/olo

VONIS - Sidang Obrien Susan Leslie berlangsung Selasa kemarin. Warga Australia itu divonis bersalah dan pidana penjara 3,5 bulan.

Terkait Kenaikan BPJS

Pemkab Perlu Tambah Anggaran Negara (Bali Post) – Adanya kenaikan premi (iuran) BPJS Kesehatan hingga dua kali lipat, Pemerintah Kabupaten Jembrana harus menambah anggaran untuk menjaga Universal Health Coverage (UHC) tahun 2020. Saat ini, ada sekitar 180 ribu jiwa warga Jembrana yang premi BPJS Kesehatan ditanggung pemerintah daerah dan pemerintah Provinsi Bali. Dari informasi, rapat terbatas yang digelar Selasa (5/11) kemarin, di antaranya berkaitan dengan antisipasi penyesuaian premi mulai tahun 2020. Dimana pemerintah memerlukan anggaran tambahan sekitar Rp 16 miliar. Anggaran itu untuk mengcover sekitar 180 ribu jiwa yang selama ini merupakan jumlah Penerima Bantuan Iuran (PBI) Daerah. Dengan adanya tambahan ini, praktis perlu ada penyesuaian anggaran lainnya yang sebelumnya sudah diplot dalam RABPD. Sebelumnya, terkait anggaran berkaitan dengan BPJS Kesehatan ini juga sempat ditanyakan dari Fraksi Demokrat Jaya dalam Rapat

Paripurna terkait Ranperda APBD 2020. Fraksi ini meminta pemerintah daerah untuk mengantisipasi kenaikan iuran BPJS, menghindari kesulitan masyarakat akibat ketidakmampuan membayar iuran BPJS. Hal ini dikhawatirkan berdampak pada situasi dimana masyarakat tidak mendapat layanan dari BPJS. Sekda Jembrana I Made Sudiada dikonfirmasi enggan berkomentar banyak. Tetapi komitmen pemerintah daerah dalam meng-cover seluruh masyarakat Jembrana untuk layanan BPJS Kesehatan ini tetap dilakukan. “Tetap kita upayakan, agar semua bisa ter-cover. Ini komitmen pemerintah daerah. Meskipun ada kenaikan kita antisipasi,” ujar Sekda kemarin. Seperti diketahui, premi BPJS Kesehatan 2020 mengalami kenaikan termasuk kelas III yang selama ini merupakan PBI Daerah. Kenaikan untuk kelas III, dari Rp 25 ribu per bulan menjadi Rp 42.500 per bulan. Karena itu perlu adanya penyesuaian ketika kenaikan ini diterapkan. (kmb26)

Putusan yang dibacakan secara bergantian dengan dua hakim anggota Fakhrudin Said Ngaji dan Alfan Firdauzi Kurniawan tersebut disampaikan pertimbangan meringankan dan memberatkan terdakwa. Hal yang memberatkan dimana atas kelalaian terdakwa mengakibatkan orang lain meninggal dunia. Sementara pertimbangan meringankan adalah selama sidang, terdakwa bersikap sopan sehingga memperlancar persidangan. Di samping itu, terdakwa juga sudah melakukan perdamaian serta memberikan santunan untuk keluarga korban. Berdasar pertimbangan

itu, Majelis Hakim menjatuhkan pidana penjara selama 3 bulan 15 hari. Dengan masa tahanan yang sudah dijalani terdakwa sejak Agustus lalu, maka terdakwa tinggal menjalani penjara kurang dari satu bulan. Terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 310 ayat 4 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Di mana akibat kelalaian terdakwa mengendarai kendaraan menyebabkan orang lain meninggal. Ketika ditanya hakim, terdakwa melalui kuasa hukumnya, Desy Eka Widyantari, menerima putusan tersebut. Begitu halnya JPU dari Ke-

jari Jembrana juga menyampaikan menerima. Seperti berita sebelumnya, Obrien Susan Leslie (49) yang mengemudikan mobil Suzuki APV menabrak pengendara motor yang datang dari arah berlawanan saat menyalip truk di depannya. Akibat kecelakaan yang terjadi pada 14 Agustus lalu di kawasan hutan Cekik, Gilimanuk, Melaya, pengendara motor Risqi Akbar Putra (19) meninggal dunia. Setelah menjalani hukuman ini, Leslie dipastikan akan kembali ke Sydney, Australia negara asalnya. Mengingat izin tinggalnya di Indonesia juga telah melampaui batas. (kmb26)

Operasi Zebra Agung

Tren Pelanggaran Naik

Bali Post/olo

ZEBRA AGUNG - Operasi lalu lintas yang dilakukan beberapa waktu lalu. Selama pelaksanaan Operasi Zebra Agung di Jembrana sejak dua pekan, tren pelanggaran lalin cenderung meningkat.

Negara (Bali Post) Pelanggaran lalu lintas selama Operasi Zebra Agung 2019 mengalami kenaikan dibanding tahun lalu. Dari data yang dihimpun di Satlantas Polres Jembrana, jumlah pelanggaran secara keseluruhan hingga Senin (4/11) mengalami tren kenaikan khususnya dalam penindakan tilang. Tahun 2018, jumlah penindakan tilang sebanyak 1.005. Sementara tahun ini mencapai 1.196. Ada kecenderungan naik 19 persen. Kasatlantas Polres Jembrana Iptu Shinta Ayu Pramesti, Selasa (5/11) kemarin mengatakan, hingga h-1 akhir pelaksanaan Operasi Zebra Agung masih ada kecenderungan kenaikan dibanding tahun lalu. “Pelanggaran yang ditilang khususnya sepeda motor ada kenaikan,” ujar Iptu Shinta. Namun, dari anatomi pelanggaran justru yang meningkat tajam bukan pelanggaran yang menjadi atensi. Pelanggaran seperti tidak mengenakan helm SNI, melawan arus, menggunakan HP saat berkendara, pengaruh alkohol, berkendara melebihi batas kecepatan maupun anak di bawah umur trennya cenderung turun. Selain tindakan tilang, tindakan teguran juga mengalami peningkatan dan lebih signifikan. 2018 lalu jumlah teguran hanya 32. Kini di Operasi Zebra 2019 mencapai 126 teguran. Atau dalam prosentase mengalami kenaikan hingga 294 persen. Operasi Zebra ini berakhir pada Selasa (5/11) kemarin. (kmb26)

Saat Menyeberang ke Bali Penumpang Bus Tercebur di Laut Negara (Bali Post) Seorang penumpang bus asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) tercebur di laut saat menyeberang dari Pelabuhan KetapangGilimanuk, Senin (4/11) malam. Belum diketahui pasti penyebab korban bisa jatuh. Hingga Selasa (5/11) kemarin, tim gabungan dari SAR, Polair dan TNI Al melakukan pencarian di Selat Bali. Dari informasi, korban yang diketahui bernama Dominggus Tonggorongo (22) ini naik bus AKAP Jawa Indah dengan nomor polisi L 7852 UV dari Surabaya bersama kerabatnya dengan tujuan Denpasar. Sesampai di Pelabuhan Ketapang, bus naik KMP Gilimanuk I dan berlayar ke

pelabuhan Gilimanuk. Sekitar pukul 20.15 Wita, KMP yang dinakhodai Mohamad Firdaus itu sudah berlayar dan saat itulah korban terjatuh ke laut. Dari keterangan saksi Daniel, yang juga kerabat korban, saat berlayar korban sempat mengeluh pusing. Korban terjatuh di lambung kanan kapal dan begitu diketahui terjatuh, kejadian ini langsung diberitahukan kepada nakhoda. Saat itu pula kapal melakukan olah gerak hingga 5 kali untuk mencari korban. Tetapi setelah beberapa kali mengelilingi lokasi sekitar posisi korban terjatuh tidak ditemukan. Tim SAR pada Senin malam juga melakukan pencarian. Kapolsek Kawasan Laut

Gilimanuk Kompol Gusti Nyoman Sudarsana membenarkan kejadian orang terjatuh dari kapal itu. Dari keterangan saksi, korban dengan ciri-ciri rambut lurus panjang dan saat itu menggunakan jaket hitam bergaris merah dan celana jeans pendek warna biru dongker. Sementara itu, tim gabungan sampai Selasa kemarin masih melakukan pencarian korban di sekitar perairan Gilimanuk hingga Ketapang. Kepala SAR Pos Jembrana I Komang Sudiarsa mengatakan, pencarian di hari kedua kemarin dilakukan sekitar perairan Gilimanuk Dari pencarian selama sehari kemarin, korban belum ditemukan. (kmb26)

PENCARIAN KORBAN - Tim dari SAR melakukan pencarian korban jatuh ke laut saat menyeberang dari Ketapang ke Gilimanuk.


Rabu Kliwon, 6 November 2019

Kasus Korupsi Dana PNPM di Rendang

Polres Tetapkan Seorang Tersangka Baru Asal Besakih Amlapura (Bali Post) Setelah menetapkan dua tersangka terkait kasus tindakan korupsi dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM) di Kecamatan Rendang yakni Ni Ketut Wartini alias Gebrod dan Ni Wayan Murti alias Bebel. Satuan Reserse Polres Karangasem itu kembali menetapkan satu tersangka baru yakni I Wayan Sukertia asal Banjar Kedungdung, Desa Besakih, Kecamatan Rendang. Kasus itu sudah masuk tahap dua dan telah dilimpahkan ke Kejaksaan Karangasem.

Bali Post/kmb41

TERSANGKA - Satuan Reserse Polres Karangasem kembali menetapkan satu tersangka baru yakni I Wayan Sukertia (pakai udeng) asal Banjar Kedungdung, Desa Besakih, Rendang yang terlibat kasus korupsi dana PNPM.

Tertimpa Pohon Tumbang

Wakapolres Karangasem Kompol Aris Purwanto, Selasa (5/11) kemarin mengungkapkan, pihaknya telah melakukan proses penyelidikan terhadap tersangka sejak 29 April 2019 lalu. Kasus itu merupakan pengembangan kasus korupsi dana PNPM 2017 dua tahun lalu. “Sebelumnya, kita telah menetapkan dua tersangka yang terlibat kasus korupsi dana PNPM ini. Sekarang kita kembali tetapkan satu tersangka baru terkait kasus korupsi itu,” ucapnya. Purwanto menambahkan, sesuai hasil pemeriksaan yang dilakukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), kerugian yang dialami mencapai Rp 1,9 miliar. Menurutnya, pelaku membantu meloloskan pinjaman yang diusulkan kelompok-kelompok fiktif yang mencapai 32 kelompok. “Tersangka ini sudah tahu fiktif, tetapi ikut meloloskan peminjaman uang terhadap kelompok itu. Tersangka di sana sebagai Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Rendang. Sekarang sudah masuk tahap dua dan berkasnya akan dilimpahkan ke kejaksaan Karangasem,” tambahnya. Atas kasus itu, pelaku dikenakan Pasal 2 ayat 1 Undang-undang RI No. 31 Tahun

1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Hukuman penjara paling singkat empat tahun, dan paling lama 20 tahun. Atau Pasal 3 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 terkait tindak pidana korupsi. Ancaman penjara paling singkat satu tahun, dan paling lama 20 tahun. Kuasa hukum tersangka Wayan Sukertia yakni Made Arnawa, mengungkapkan, pihaknya menghormati proses penyidikan. Tetapi, pihaknya akan melakukan pra-peradilan. Alasannya, penetapan status tersangka kepada kliennya itu dinilai masih ada hal prematur. Sebab, kasus korupsi simpan pinjam itu biasanya dikenakan hukuman perdata bukan masuk ranah pidana. Arnawa menambahkan, kliennya hanya sebagai Ketua UPK Rendang. Sebab, sebelum menurunkan uang, ada tim survei yang memantau kelayakan kelompok itu apakah layak atau tidak mendapatkan pinjaman itu. Sehingga tim surveilah seharusnya lebih tahu masalah kelayakan tersebut. “Klien kita hanya menyerahkan dana yang dipinjam. Klien kami tidak tahu apakah itu kelompok fiktif atau tidak. Karena yang mensurvei ke bawah ada khusus tim surveinya,” tegas Arnawa. (kmb41)

Setubuhi Kerabat di Bawah Umur

Pelajar SMK Toya Anyar Tewas Kartika Dilaporkan ke Polisi Amlapura (Bali Post) Pohon tumbang menyebabkan korban jiwa di Karangasem, Selasa (5/11) kemarin. Korbannya adalah seorang pengendara sepeda motor I Wayan Agus Budi Artawan (18) yang merupakan siswa SMK Toya Anyar berasal dari Banjar Munti Gunung, Desa Tianyar Barat, Kubu. Siswa kelas XII Jurusan Perhotelan itu mengembuskan napas terakhir saat perjalanan menuju Rumah Sakit Pratama Kubu. Kapolsek Kubu AKP I

Komang Sura Maryantika, Selasa (5/11) kemarin mengungkapkan, pohon tumbang itu terjadi di jalan umum jurusan Amlapura-Singaraja, pukul 14.10 Wita, tepatnya di Banjar Samuh, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu. “Pohon itu tiba-tiba tumbang dan langsung menimpa korban. Korban yang mengendarai sepeda motor itu adalah salah seorang siswa SMK Toya Anyar. Korban tertimpa pohon saat hendak pulang dari sekolah. Korban meninggal dunia dalam per-

jalanan menuju Rumah Sakit Pratama Kubu,” ujarnya. Dokter Ajung mengatakan, korban tiba di RS Pratama Kubu pukul 14.30 Wita. Berdasarkan hasil pemeriksaan dari tim medis, saat diperiksa denyut nadi korban sudah tidak ada. “Korban mengalami luka robek pada bagian kepala kanan. Ada juga daging warna putih diduga bagian otak. Selain itu, darah terus mengalir dari telinga kanan korban. Kepala bagian atasnya juga penyok,” terang dokter Ajung. (kmb41)

Bali Post/ist

MENINGGAL - Korban I Wayan Agus Budi Artawan saat dibawa ambulans. Korban diduga meninggal saat perjalanan menuju Rumah Sakit Pratama Kubu.

Amlapura (Bali Post) Kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur kembali terjadi di Karangasem. I Ketut Kartika Darmawati (20) tega-teganya melakukan pelecehan terhadap NMK (15) yang masih kerabatnya sendiri, Kamis (8/10) lalu. Akibat ulahnya itu, kini pelaku harus berurusan dengan pihak kepolisian setelah orangtua korban melaporkan kasus itu. Pelaku dilaporkan lantaran ayah korban tidak terima aksi pelecehan yang sudah menimpa anak gadisnya itu kemudian ditambah lagi kejadian itu disebarluaskan ke grup WhatsApp (WA). Kapolsek Abang AKP I Nyoman Wiranata, menuturkan, sebelum peristiwa pelecehan seksual itu terjadi Kamis (8/10) lalu, sekitar pukul 18.00 Wita, korban berangkat ke rumah pelaku I Ketut Kartika Darmawati di Dusun/Banjar Dinas Bangle, Desa Bunutan, Kecamatan Abang. Korban ke sana melakukan aktivitas adat matulung membuat canang sari sehubungan kakak pelaku yakni Yudi akan melangsungkan prosesi pernikahan. “Di sana korban membantu membuat canang sari bersama dua temannya masing-masing inisial NMY dan NWD,” ucap Wiranata. Wiranata menambahkan, setelah selesai membuat canang sari sekitar pukul 21.00 Wita, karena malam, korban bersama kedua temannya itu menginap di rumah Yudi. Mereka tidur di kamar tersangka. Setelah kedua temannya itu tidur, tiba-tiba sekitar 21.30 Wita, pelaku masuk ke kamarnya dan langsung tidur di samping korban. Saat itu, pelaku memeluk tubuh korban dan langsung mengajak korban berhubungan badan. Namun, korban bersik-

eras menolak ajakan tersebut. Pelaku yang terus mendesak membuat korban merasa tidak nyaman tidur dan berusaha bangun. Saat bangun dan dalam posisi duduk, pelaku menarik rambut korban kembali dalam posisi tidur. Karena gagal mengajak dengan cara baik-baik, kemudian pelaku yang sudah kehilangan akal sehatnya itu, memaksa korban berhubungan badan. Korban kembali menolak aksi pemaksaan pelaku itu. Namun, pelaku yang rupanya tidak sabar itu, akhirnya bisa membuka celana pendek termasuk celana dalam korban, se-

hingga korban dalam keadaan telanjang. Selanjutnya, korban tidur membelakangi pelaku dan berikutnya tersangka memaksa melakukan hubungan suami istri dari belakang. “Walau alat kelamin pelaku sudah ke vagina korban, tetap korban sekuat tenaga berusaha melawan. Lagi-lagi usaha korban sia-sia. Akhirnya, persetubuhan itu pun terjadi. Persetubuhan itu berlangsung kurang lebih sekitar lima menit. Usai berhubungan, pelaku tetap tidur di samping korban sampai pagi,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakannya,

hubungan pelaku dengan korban sebetulnya masih keluarga dekat. Pelaku akhirnya dilaporkan ke polisi oleh ayah korban lantaran tidak terima anaknya disetubuhi. Ditambah lagi, pelaku tega menyebar aksi bejatnya itu ke grup WhatsApp (WA). “Ini yang membuat pihak orangtua korban sangat kesal dan marah. Sehingga melaporkan kasus ini ke polisi. Hasil interogasi sudah dilakukan. Pelaku memang mengakui aksi bejatnya itu. Kasus itu masih dikembangkan,’’ tegas Wiranata. (kmb41)

Bali Post/kmb41

PELECEHAN SEKSUAL - Petugas kepolisian saat melakukan interogasi terhadap I Ketut Kartika Darmawati (20) yang terlibat kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, Selasa (5/11) kemarin.

Waspadai Pohon Tumbang Saat Hujan

Wajib Ekstra Hati-hati Dalam Berkendara Di Wilayah Karangasem ternyata mulai turun hujan setelah kemarau panjang. Hujan yang turun membuat pohon-pohon yang akarnya tidak kuat lagi mencengkeram tanah, akan mudah tumbang. Seperti kasus teranyar di Lingkungan Jasri Kelod, Kelurahan Subagan. Bahkan, pohon yang tumbang itu melintang di jalan raya. Sudah pasti akibatnya, ada pengendara menjadi korban karena tidak sigap mengantisipasi pohon yang tiba-tiba saja tumbang itu. Lalu, bagaimana langkahlangkah efektif yang harus dilakukan masyarakat untuk menghindari terjadi kecelakaan akibat bencana alam antara lain pohon tumbang itu? BENCANA pohon tumbang yang terjadi Senin lalu, membuat akses jalan raya Amlapura menuju Denpasar tepatnya di

Lingkungan Jasri Kelod, Kelurahan Subagan, Karangasem bukan saja terhambat. Malah kondisi itu, memicu terjadinya lakalantas lan-

taran ketidaksigapan pengendara akibat tiba-tiba saja pohon tumbang membentang di jalan. Akibat pohon tumbang, pengemudi roda empat otomatis melakukan pengereman mendadak. Namun, akibatnya pengendara sepeda motor di belakangnya tidak bisa lagi mengontrol laju kendaraannya. Maka, pengendara sepeda motor itu pun menabrak mobil di depannya itu. Kalak BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa, Selasa (5/11) kemarin mengungkapkan, pohon yang tumbang itu pohon kelapa. Panjang batang pohon kelapa itu mencapai 25 meter. Pohon kelapa tumbang itu memicu terjadinya lakal-

antas, yang melibatkan mobil dan pengendara sepeda motor. “Pengemudi mobilnya melakukan pengereman, mendadak. Sehingga, pengendara yang ada di belakanganya tidak bisa ngerem dan langsung menabrak mobil di depannya itu. Mobil DK 1406 SN dikemudikan Ni Putu Dewi. Dan sepeda motor DK 4672 GY dikendarai Ni Kadek Yayuk Nopi Andani. Akibat kejadian itu, pengendara mengalami luka-luka dan sudah dilarikan ke RS Bali Med Karangasem,” ucapnya. Arimbawa menambahkan, selain pohon tumbang di Jasri Kelod, pohon tumbang juga terjadi di Pura Telaga Alit Subak, Banjar Dinas Tengah, Desa Ula-

kan, Manggis, Minggu (3/11) lalu. Sebuah pohon beringin tumbang menimpa sebuah palinggih dan bangunan subak setempat hingga rusak parah. “Pohon beringin yang tumbang itu cukup besar. Karena besar, kita lakukan penanganan sekitar dua hari baru tuntas,” kata Arimbawa. Lebih lanjut, pihaknya mengimbau kepada seluruh warga Karangasem supaya senantiasa meningkatkan kewaspadaannya. Sebab, bencana mulai muncul. Dari bencana tanah longsor, pohon tumbang, hingga ancaman bencana lainnya. Terlebih, belakangan ini, sudah mulai turun hujan lebat. (nan)

Bali Post/ist

POHON TUMBANG - Petugas dari BPBD Karangasem saat menangani pohon tumbang di Pura Telaga Alit Subak, Banjar Dinas Tengah, Desa Ulakan, Manggis.


Rabu Kliwon, 6 November 2019

Proyek TOSS Center Perlu Delapan Mesin Pencacah dan Enam Pencetak Pelet Semarapura (Bali Post) -

Pemkab Klungkung kian menunjukkan keseriusannya dalam mengatasi masalah sampah. Masalah ini menjadi momok hampir di semua daerah, tetapi selama ini mereka enggan menggunakan tempatnya untuk TPA. Sehingga Pemkab Klungkung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (LHP) memberanikan diri mendirikan TOSS Center di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan. Guna merealisasikan cita-cita besar itu, Dinas LHP butuh 8 mesin pencacah dan 6 mesin pencetak pelet.

A.A. Ngurah Kirana

Kebutuhan itu disampaikan Kepala Dinas LHP A.A. Ngurah Kirana usai menerima bantuan dua mesin pengolahan sampah tersebut dari pihak swasta, Selasa (5/11) kemarin. Kirana mengatakan, bantuan mesin ini memiliki kapasitas produksi 400 s.d. 600 kg/ jam untuk mesin pelet dan 150 s.d. 250 kg/jam untuk mesin pencacah. Sedangkan untuk mewujudkan TOSS Center dibutuhkan sekitar 8 mesin pencacah dan 6 mesin pencetak pelet sesuai

jumlah produksi sampah di Klungkung daratan. Melihat kebutuhan tersebut, maka Dinas LHP masih butuh banyak mesin pengolahan sampah berkapasitas besar. “Pemkab juga sudah bergerak ke beberapa perusahaan, semoga akhir tahun 2019 sudah memberikan hasil,” ujar Kirana. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menegaskan, pendirian TOSS Center bukan sekadar ambisi pemerintah daerah. Tetapi, bagaimana pihak swasta juga turut

serta terlibat di dalamnya. Sasarannya agar rencana besar ini lebih cepat terwujud dan segera dapat mengurangi volume sampah masyarakat Klungkung. Bahkan, menurutnya, sektor pariwisata yang menjadi identitas Bali, sangat berkaitan erat dengan isu lingkungan. Sehingga penuntasan masalah sampah ini memiliki fungsi penting bagi Klungkung dalam jangka panjang. “Saat ini sampah menjadi momok hampir di semua daerah. Masyarakat ingin bersih, namun meno-

lak jika daerahnya ingin dibangun tempat pengolahan sampah. Dengan kondisi itu Pemkab Klungkung menggunakan kewenangannya untuk bisa membangun TPA atau TOSS Center sehingga permasalahan sampah bisa diatasi,” tegasnya. Selain merealisasikan TOSS Center, Bupati Suwirta juga mengarahkan warga dan perusahaan swasta untuk membuat Lubang Daur Ulang Sampah (Bang Daus). Lubang ini digunakan guna mengumpulkan sampah organik yang mudah diuraikan dengan kedalaman 150 cm dengan lebar 50-70 cm. Fungsi lubang ini nantinya mengolah sampah organik seperti daun dan sisa makanan menjadi kompos. Menurut Bupati Suwirta, cara ini akan turut mengurangi jumlah sampah yang

dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). “Ke depan, seluruh hotel dan restoran, juga akan dianjurkan untuk membuat pengolahan sampah organik Bang Daus. Kami ini semua tergerak untuk mandiri mengelola sampahnya sendiri,” tegasnya. Kepada Dinas LHP beserta jajarannya, Bupati Suwirta mengimbau supaya secepatnya merealisasikan TOSS Center. Begitu bangunan selesai, alat juga sudah siap dan langsung berproduksi. Alat Gastifire supaya ditambah dan dihidupkan lebih lama. Sehingga produksi pelet yang terbuat dari sampah, sebagai bahan baku pembangkit listrik pengganti batubara, akan semakin tinggi. Dampakya, sampah akan terus dibutuhkan untuk menghidupkan mesin gastifire tersebut. (kmb31)

Perlu Sosialisasi UU ITE Semarapura (Bali Post) Maraknya penggunaan media sosial, memiliki dampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Sesuatu yang paling dikhawatirkan, adalah membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya. Masyarakat pengguna medsos juga sebagian besar belum paham rambu-rambu atau batasan dalam beraktivitas di medsos. Sehingga, sesungguhnya masyarakat perlu sosialisasi UU ITE, agar semakin bijak dalam beraktivitas di dunia maya. Demikian terungkap dalam kegiatan literasi media sosial untuk membangun masyarakat cerdas yang diselenggarakan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Se-

lasa (5/11) kemarin. Pembicara Iptu Andi Prasetya, Panit 1, Unit 2 Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Bali, menjelaskan saat ini terdapat dua dunia, yaitu dunia nyata dan dunia maya. Keduanya sama, sama baiknya dan sama jahatnya. Aktivitas negatif di era digital yang berlangsung di dunia maya, juga sudah diatur dalam Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “UU ITE sebagai upaya existensi norma dunia nyata ke dunia maya. Sehingga apa yang terjadi di dunia nyata diterapkan di dunia maya,” katanya. Selanjutnya, UU ITE ini akan terus disosialisasikan kepada masyarakat.

SOSOK Kasus Anak Marak Tingkat kriminalitas di Bumi Serombotan masih relatif rendah. Ini terlihat dari SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyelidikan) khususnya urusan pidana umum Kejari Klungkung. Sampai Oktober 2019 ini hanya ada 88 SPDP. Dari jumlah itu, sebanyak 10 di antaranya sudah berakhir dengan SP3, karena tidak cukup bukti oleh pihak kepolisian. Sementara yang masuk ke tahap penuntutan sebanyak 75 SPDP, dimana di dalamnya juga ada limpahan kasus dari Polda Bali. “Ada empat berkas yang hasil limpahan Polda dan Kejati Bali. Ada 73 yang kami eksekusi. Ada dua perkara lain yang masih upaya banding,” kata Kasi Pidum Kejari Klungkung Fatahillah, belum lama ini. Sepanjang 2019 ini, kasus yang menonjol justru lebih kepada kasus perlindungan anak. Misalnya yang viral, kasus bullying dengan pelaku anak-anak, dimana korbannya juga anak-anak. Kasus ini sudah putus dan sudah berkuatan hukum tetap dengan vonis enam bulan penjara dengan masa percobaan selama 1 tahun. “Sudah dibuatkan berita acara, mereka yang sudah divonis harus datang ke kantor. Ada pidana tambahan, harus tetap wajib lapor setahun. Tidak boleh keluar dari wilayah Bali,” tegasnya. Kasus anak-anak juga ada yang terkait dengan narkotika. Total, ada 20 SPDP. Namun, ini masih menunjukkan tingkat kasus narkoba relatif stabil dibandingkan daerah lain, seperti Badung dan Denpasar. Dengan total kasus ini, rata-rata ada dua berkas masuk dalam sebulan. Kasus narkoba yang rentan masuk ke pelajar, yakni seperti peredaran sabu-sabu dan ganja, dimana seluruh barang buktinya sudah dimusnahkan. Fatahillah menegaskan, kasus Pidum, tidak ada yang mengendap. Semua berkas yang masuk, digarap tuntas sampai persidangan dan eksekusi. Kasus menonjol lainnya, ada juga terkait kasus warga negara asing, yakni percobaan perkara skimming, dua warga negara Bulgaria itu sudah dijerat dengan UU ITE dan sudah dieksekusi. Mereka dituntut 10 bulan dan divonis 7 bulan. (gik)

Sehingga, masyarakat semakin sadar batasan dalam beraktivitas memperoleh informasi di medsos. Kepala Bidang Pengembangan Informasi Publik Diskominfo Provinsi Bali Ida Bagus Ludra menyebutkan beberapa tips dalam bermedia sosial. Dalam menyikapi berita hoax, harus baca dulu berita tersebut, berpikir tentang beritanya, benar apa tidak berita tersebut, baik apa tidak beritanya, bermanfaat apa tidak, setelah itu baru putuskan, disebarkan atau tidak. Ini untuk menghindari adanya konsekuensi hukum dalam bermedia sosial. Kadiskominfo Klungkung Wayan Parna mengatakan, mengingat strategisnya persoalan ini, sehingga pihaknya antusias menggelar literasi ini. Tujuannya, un-

tuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengakses, menganalisis, mengevaluasi dan mengkomunikasikan isi pesan media sosial. Ini sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang tata cara bermedia sosial dengan benar. “Literasi medsos ini untuk mengubah perilaku masyarakat dalam memanfaatkan perangkat media sosial supaya lebih bijak,” tegasnya. Narasumber lainnya, Dwikora Putra, Ketua PWI Bali, menyatakan era digital telah mengakibatkan 7,1 juta pekerjaan hilang. Kemudian muncul 2,1 juta pekerjaan baru, yang berkaitan dengan dunia media sosial. Ini harus disikapi dengan bijak sebagai sebuah perubahan yang tidak bisa dicegah. (gik)

Bali Post/gik

LITERASI - Para narasumber pada kegiatan literasi media sosial, Selasa kemarin.

PLN Kumpulkan Dana Bantu Sambungan Listrik KK Miskin

SAMBUNGAN LISTRIK Salah satu warga Banjar Sengkiding saat menerima sambungan listrik program one man one hope PT PLN (Persero).

pelanggan. Levering merupakan praktik penyambungan listrik secara tidak resmi dari rumah terdekat. Ini sangat berisiko bagi penghuni rumah. Risikonya bisa terjadi kelebihan beban (over spanning), akibat penyambungan listrik dengan cara nyantel. Berdasarkan data bantuan pasang baru listrik milik PT PLN Persero Klungkung terdapat amprah pasang baru dengan paket murah dari pihak PLN sebanyak 118 KK. Dari jumlah tersebut, program One Man One Hope menyasar 54 KK miskin, dimana 20 KK miskin dibantu dengan menggunakan dana operasional Bupati Klungkung. “Ini sebagai antisipasi dari pihak PLN untuk menghindarkan masyarakat dari bahaya karena korsleting listrik akibat penyaluran jaringan listrik secara ilegal,” katanya, saat acara penuntasan levering dan obverspanning melalui program One Man One Hope di Banjar Sengkiding Desa Aan Kecamatan Banjarangkan,

Klungkung, Selasa (5/11) kemarin. General Manager PT PLN Persero Unit Induk Distribusi (UID) Bali, Nyoman Suarjoni Astawa, berharap cara ini dapat menggugah pihak lain untuk bersamasama membantu menuntaskan masalah levering ini. Sehingga, korsleting listrik akibat levering yang sangat membahayakan warga, dapat semakin ditekan. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta meminta kepada para perbekel dan perangkat desa agar ikut mengawasi dan melaporkan ketika ditemukan ada warganya yang melakukan penyambungan jaringan listrik secara ilegal. Sebab, ini sangat berbahaya jika dilakukan banyak orang, dimana sambungan listrik menjadi tidak teratur dan rentan menimbulkan kebakaran dan bahaya bagi warga. “Hindari melakukan levering dan overspanning karena sangat berbahaya,” tegas Bupati Suwirta. (kmb31)

kerja maupun pencari kerja. Menurutnya, upah menjadi salah satu aspek yang paling sensitif dalam hubungan kerja. Oleh karena itu pemerintah sudah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Tujuannya, untuk mengembalikan fungsi dari penetapan upah minimum sebagai jaring

pengaman. Dengan demikian, para pekerja bisa mendapatkan upah di atas batas minimum yang ditetapkan. Perhitungan UMK Kabupaten Klungkung tahun 2020 sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015, perhitungannya berdasarkan inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi nasion-

al. Kusumajaya menegaskan, pertumbuhan produk domestik bruto tahun 2019 mencapai sebesar Rp 2.537.875. Ini akan menjadi bahan untuk menentukan nilai UMK selanjutnya. Pihaknya juga menyatakan siap melakukan pendataan perusahaan, sebagaimana instruksi Bupati Suwirta. (kmb31)

Semarapura (Bali Post) PT PLN (Persero) mengumpulkan dana sukarela untuk membantu sambungan listrik kepada warga miskin. Total, sudah terkumpul Rp 418 juta, sehingga sebanyak 663 KK miskin bisa diberikan sambungan listrik. Dari jumlah itu, 54 KK di antaranya ada di Klungkung. Ini sasarannya untuk penuntasan levering dan overspanning, karena ini sangat berisiko bagi masyarakat. Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN UID Bali Handoko ditemui di Klungkung, Selasa (5/11) kemarin, mengatakan program ini untuk membantu KK miskin satu sambungan listrik yang lengkap dengan 2 lampu serta 1 stop kontak dengan daya 450 VA per

UMK Jangan Sekadar Ditetapkan Semarapura (Bali Post) Pemkab Klungkung mulai berhati-hati dalam menentukan UMK (Upah Minimum Kabupaten) untuk tahun 2020. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menegaskan, agar penentuan nilainya benar-benar cermat dan tidak asal-asalan. Sehingga, dapat diikuti semua penyedia lapangan kerja. Bupati Suwirta meminta Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Klungkung untuk mendata seluruh perusahaan swasta yang mempekerjakan banyak tenaga kerja. Perintah itu disampaikan Bupati Suwirta saat memimpin rapat pembahasan UMK. Rapat dihadiri Koordinator Program Study Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana Dr. A.A. IN Marhaeni, S.E., M.S. serta pihak terkait lainnya di Ruang Rapat Kantor Bupati Klungkung, Senin (4/11) pagi. Dengan mendata seluruh perusahaan itu, Bupati Suwirta ingin tahu

seberapa banyak perusahaan yang sudah mampu memberikan gaji kepada seluruh karyawannya, yang sesuai dengan UMK. Ini penting, untuk menentukan langkah berikutnya dalam menentukan nilai UMK tahun 2020. Bupati Suwirta mengajak agar lebih teliti dalam mempertimbangkan UMK. Jangan sampai berani menentukan nilai UMK, tetapi kenyataannya perusahaan tidak bisa memenuhinya. Sehingga, angka UMK ini tidak sekadar ditetapkan, tetapi juga mampu diikuti seluruh perusahaan kepada seluruh pekerjanya. “Di dalam perhitungan UMK, itu harus dihitung dengan perkembangan usaha sekarang,” tegas Bupati Suwirta. Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Klungkung I Gede Kusuma Jaya menyampaikan pembahasan terkait UMK ini memang harus cermat, karena belakangan ini persoalan UMK terus menjadi sorotan para penyedia

RAPAT UMK - Bupati Suwirta saat memimpin rapat bahas UMK.

Bali Post/kmb31


Rabu Kliwon, 6 November 2019

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Bth 10 Lls SMU/D3/S1 u/dilatih Sbg Guru LPGTK,Slsai Pelatihan Lgs penemptan krja,S&K berlaku Hub.0811380028/082346999376 B.BP.001.11.19.0000109

Dcr 4 Hairstylist brpnglmn dan 4 Admin bs Comp min SMA/SMK H: Jl.Tkd.Unda I/9X. 087860560187 B.BP.001.11.19.0000137

Dicari Accounting wanita, berpengalaman ngerti pajak utk Toko Prima Moda Teuku Umar Email:calculus2050@gmail.com

B.BP.004.11.19.0000088

Dicari Karyawan/ti utk Perusahaan Perak.Alamat Dewa Silver Canggu,Badung.Tlp:0361-8446108 B.BP.001.11.19.0000079

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id, Telp. 081 802 411 818 G.01

Dcr PRT wnt tdr Dlm, lgs kerja, Rjn,EKTP Gj .1,7jt 087840647474 B.BP.001.11.19.0000115

Dcr Sopir & Tng Serabutan Pria U/di CV.Warna Bali Hub.710451 B.BP.001.11.19.0000112

Dicari Karyawan Utk Bakar Sate Gaji 3,5Jt/Bln.Hb:Jl.Arjuna 49

B.BP.001.11.19.0000078

Dicr 2 Wanita u/Bantu Masak & Jualan di Ubung.H:081338475475 B.BP.001.11.19.0000111

Cr Admin Wnt Bs Komputer&Sopir Lam:LMA Dist Agro. 081339280656 B.BP.001.11.19.0000138

Dcr PRT wanita, tdr dalam belum nikah, Hub.082359352500

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dicari Ticketing Internasional & Reservation.Hub:Santa Bali Tour.Telp:0361-286826 B.BP.001.11.19.0000126

KEHILANGAN Hlg Sertifikat No.HM 04612 Renon A/N I Made Enggak

B.BP.001.11.19.0000110

RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.10.19.0000777

B.BP.001.11.19.0000142

SERVICE

SERVICE

RUPA-RUPA

BENGKEL LAS

Free

DIJUAL RUMAH

n

Desig

Money Back Guarantee �

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl


Rabu Kliwon, 6 November 2019

SOSOK Pelihara Ayam DALAM waktu dekat Gede Suryawan akan pensiun. Pria yang menjabat Kepala Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Kabupaten Bangli ini akan purnatugas per 1 Desember 2019. Mengisi masa pensiunnya nanti, Suryawan mengaku sudah punya rencana untuk beternak ayam. Ayam yang diternak khusus jenis ayam Bali. Memelihara ayam diakuinya sudah menjadi hobinya sejak lama. “Kenapa ayam Bali, karena memeliharanya gampang. Biaya pemeliharaannya tidak terlalu tinggi,” terangnya baru-baru ini. Selain itu alasan memilih ayam Bali karena ayam itu banyak diperlukan untuk sarana pelengkap upacara oleh masyarakat Hindu di Bali. Selama ini beberapa jenis ayam Bali ada yang agak sulit dicari. Dia pun pernah mengalaminya. Untuk mencari ayam jenis tertentu untuk upacara sampai berbulan-bulan. Karenanya ia ingin menyediakan dengan beternak. Sejauh ini, dirinya mengaku baru memiliki ayam Bali sekitar 60an ekor. “Sebenarnya itu hobi saja. Kalau saya isi pensiun dengan buka toko jualan saya tidak suka. Malah mumet,” imbuhnya. (ina)

Truk pengangkut sampah Kabupaten Bangli.

Pusat akan Beri Tiga Truk Sampah Bangli (Bali Post) Pemerintah pusat akan memberikan tiga unit truk pengangkut sampah untuk Kabupaten Bangli tahun depan. Pemberian truk sampah sebagai hadiah atas keberhasilan Bangli mempertahankan trofi Adipura. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli Ida Ayu Yudi Sutha mengungkapkan hal itu, Selasa (5/11) kemarin. Dikatakan Yudi Sutha,

Pemkab akan Rekrut Ulang Direktur PDAM

Bangli (Bali Post) – Pemkab Bangli akan menggelar rekrutmen ulang calon Direktur PDAM Bangli. Hal itu dilakukan menyusul gugurnya semua peserta dalam proses rekrutmen yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu. Direncanakan, rekrutmen ulang dilaksanakan pada bulan Desember mendatang. Kabag Ekonomi Setda Bangli yang juga Sekretaris Panitia Seleksi (Pansel) Luh Ketut Wardani, Selasa (5/11) kemarin mengatakan, hasil seleksi calon direktur PDAM Bangli sudah diumumkan pada minggu lalu. Kelima peserta yang ikut seleksi dinyatakan gugur karena tidak ada yang memenuhi syarat. Dijelaskannya dalam Permendagri, terdapat ketentuan nilai yang harus dipenuhi oleh para peserta. Berdasarkan hasil seleksi, Wardani mengatakan sejatinya terdapat satu orang peserta yang disarankan menjadi calon direktur PDAM. Akan tetapi, peserta tersebut tidak dapat diproses lantaran terganjal statusnya yang masih sebagai calon legislatif (caleg). “Walau saat mendaftar yang bersangkutan sudah melampirkan surat pernyataan tidak sebagai calon legislatif dan sudah didukung dengan surat pengunduran diri dari partai tapi sesuai keterangan keputusan KPUD Bangli bahwa yang bersangkutan masih berstatus calon legislatif sampai dengan berakhirnya proses KPU secara nasional,” jelasnya.

Karena tidak ada satu pun peserta yang lolos seleksi, maka Pemkab pun telah merencanakan akan membuka rekrutmen ulang calon Direktur PDAM. Sesuai disposisi Bupati Bangli I Made Gianyar, Wardani mengatakan, pihaknya akan segera membuat pengumuman terkait rekrutmen ulang tersebut. Proses rekrutmen direncanakan terlaksana secepatnya. Diharapkan pada bulan Desember sudah mulai dibuka rekrutmennya. Untuk melaksanakan proses rekrutmen ini, Pemkab tidak lagi akan membentuk pansel yang baru. “Panselnya yang kerja masih yang kemarin. Karena SK pansel itu kan masih berlaku,” ujarnya. Disinggung apakah kelima peserta yang gugur boleh ikut seleksi lagi? Wardani belum bisa memberikan jawaban. Terkait rencana rekrutmen ulang itu, dia mengatakan pansel akan melaksanakan rapat terlebih dahulu. “Nanti mengenai hal itu akan dibahas lagi oleh pansel,” pungkasnya. Sebagaimana yang diketahui Pemkab Bangli telah melaksanakan rekrutmen calon direktur PDAM Bangli sekitar bulan April 2019 lalu. Terdapat lima peserta yang ikut seleksi. Seleksi yang dilaksanakan meliputi seleksi administrasi dan tes uji kelayakan dan kepatuhan (UKK). Dalam tes UKK, peserta melalui serangkaian tes di antaranya tes tulis, psikotes, wawancara, dan presentasi. (kmb40)

pada tahun ini pihaknya telah melakukan pengadaan tiga unit truk pengangkut sampah. Dua di antarannya dari dana bagi hasil dan satu lainnya dari dana alokasi khusus (DAK). Sebelumnya di tahun 2018, Bangli juga sudah melakukan pengadaan dua truk baru dari dana DAK. “Tahun 2020 dari Kementerian Lingkungan Hidup akan memberi kita bantuan tiga unit truk pengangkut sampah. Kalau semua bisa

impin Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra. Di Kantor Wali Kota Cirebon, rombongan Pemkab Bangli diterima langsung Wali Kota Cirebon H. Nashrudin Azis didampingi beberapa pimpinan OPD terkait. Nasrudin menjelaskan, Kota Cirebon yang wilayahnya ada di hilir, selama ini memanfaatkan air bersih yang sumbernya ada di Kabupaten Kuningan. Terkait pemanfaatan air itu, pihaknya telah melaksanakan kerja sama dengan Pemkab Kuningan. Setiap tahunnya Pemkot Cirebon memberikan kompensasi atas pemanfaatan air bersih dalam bentuk dana

dengan nilai mencapai kurang lebih Rp 3,6 miliar per tahun. Kompensasi diberikan karena Cirebon menyadari bahwa air bersih yang dihasilkan Kabupaten Kuningan sangat dibutuhkan. “Kompensasi yang kami berikan ke Kuningan ini agar alam di Kuningan bisa tetap lestari. Kalau kita tidak bantu Kuningan kita akan sulit dapat air bersih,” terangnya. Penjabat Sekda Cirebon Anwar Sanusi menambahkan Pemkot Cirebon sudah mulai melakukan kerja sama dengan dengan Pemkab Kuningan dalam hal pemanfaatan air sejak tahun 2004. Kerja sama yang dilakukan atas

Bali Post/kmb40

STUDI TIRU - Rombongan Pemkab Bangli melaksanakan studi tiru ke Kota Cirebon, Selasa (5/11) kemarin.

truk pengangkut sampah milik DLH, sebagian di antaranya kondisinya sudah ‘’sakit-sakitan’’ hingga harus keluar-masuk bengkel. “Ada 5-7 truk kita yang sudah sakit-sakitan,” ujarnya. Hal itu tentu sangat mengganggu pengakutan sampah di Kabupaten Bangli. Menurut mantan Kabag Ortal ini, DLH idealnya punya 20 truk pengangkut sampah yang baru. Dengan itu pihaknya bisa melayani semua keca-

matan. Disinggung mengenai pengadaan truk pengangkut sampah dengan dana yang bersumber dari Bangli, dia mengakui belum bisa dilakukan. Beberapa kali diajukan anggaran truk, namun belum bisa terealisasi karena kondisi keuangan Bangli yang terbatas. Sementara ini, Bangli baru bisa melakukan pengadaan sky lift untuk pemangkasan pohon. (kmb40)

Tak Terurus Bertahun-tahun

Nasib Kolam Renang Kubu Tak Jelas terlihat tumbuh menjalar ke atas hingga hampir menutupi seluruh atap bangunan. Tak hanya itu. Bangunan yang ada di pojok barat laut misalnya, kondisi plafonnya sudah jebol dan rontok. Areal kolam renang kini gampang dimasuki orang karena pintu pagar yang sebelumnya terkunci, sudah rusak dan jebol. Anggota DPRD Bangli Wayan Wedana dimintai tanggapannya, Selasa (5/11) kemarin, cukup menyayangkan

kondisi aset milik Pemkab Bangli itu. Dia mengaku tak tahu persis kapan kolam renang itu dibangun. Yang dia tahu, aset itu sudah lama tidak difungsikan. Politisi asal Kelurahan Kawan itu juga menyayangkan tidak jelasnya nasib kolam itu ke depannya. Menurutnya, jika tidak diperbaiki, kasihan asetnya menjadi mubazir. Namun, jika diperbaiki dan dikelola, pihaknya juga pesimis kolam itu tetap akan sepi karena

kalah saing dengan wahana permainan air yang sudah ada di Bangli. “Kalau diperbaiki, jarang juga yang mau memanfaatkan,” ujarnya. Ia pun berharap pemkab bisa menyikapi aset terbengkalai tersebut. Sementara itu, Kepala Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Kabupaten Bangli Gede Suryawan dikonfirmasi mengenai hal itu mengatakan, aset kolam renang itu penggunaannya ada di Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli. Sementara Kepala Disdikpora Kabupaten Bangli Nyoman Suteja saat dikonfirmasi enggan memberikan jawaban terkait kolam renang itu. (kmb40)

Sementara itu, Sekda Bangli Ida Bagus Giri Putra ditemui usai studi tiru berharap kerja sama Pemkot Cirebon dengan Pemkab Kuningan bisa diterapkan di Bali. Bangli sebagai daerah konservasi mendapat kompensasi dari kabupaten lain atas pemanfaatan air bersih. “Mudah-mudahan ini menjadi referensi dan tentunya Pak Gubernur bisa menyikapi ini. Kami harapkan di Bangli bisa seperti ini. Dengan adanya kompensasi dari kabupaten lain akan jadi sumber pendapatan baru bagi Bangli. Kalau selama ini BKK dan PHR itu bentuknya pendapatan lain-lain. Kalau ini kan dalam bentuk pendapatan

asli daerah (PAD),” kata Giri Putra. Di tempat lain, rombongan studi tiru ke Kabupaten Kuningan diterima langsung Bupati Kuningan, H. Acep Purnama didampingi Wabup Kuningan, M. Ridho Suganda. Dalam pertemuan tersebut, disampaikan bahwa Kabupaten Kuningan dengan keberadaan Taman Nasional Gunung Cermai, merupakan kawasan penyangga bagi sejumlah daerah di Provinsi Jawa Barat. Sejak 2004 Pemkab Kuningan sudah mendapatkan kompensasi dari Kabupaten Cirebon dan sejumlah perusahaan-perusahaan besar. Pemkab Kuningan mendapatkan kontribusi

air setelah adanya adanya izin dari Kementerian saat itu, dan MoU kesepakatan. Dalam setahun Pemkab Kuningan mendapat pendapatan dari air bersih Rp 4 miliar lebih. Wabup Bangli Sang Nyoman Sedana Arta mengatakan, pola yang diterapkan Kabupaten Kuningan yang merupakan kawasan penyangga sangat berpeluang besar diterapkan untuk meningkatkan PAD Kabupaten Bangli. Dia pun berharap kabupaten/kota di Bali yang selama ini memanfaatkan sumber air dari Bangli harus bisa memahami peran Bangli sebagai daerah penyangga. (kmb40)

Bangli (Bali Post) -

Kondisi kolam renang di lingkungan pusat pendidikan Kubu Bangli, memprihatinkan. Lantaran tak terurus selama bertahun-tahun, aset milik Pemkab itu sudah mengalami banyak kerusakan dan tertutup semak. Di sisi lain, sampai sekarang Pemkab Bangli belum bisa memberikan kejelasan terkait nasib kolam renang tersebut ke depannya. Berdasarkan pantauan, di dalam areal kolam renang yang berada tepat di belakang SMPN 2 Bangli tersebut terdapat dua unit kolam renang dengan ukuran cukup besar. Selain kolam renang, juga terdapat dua unit bangunan di sisi selatan dan dua unit bale bengong yang berada di sisi selatan dan utara kolam. Kondisi bangunan baik kolam renang maupun bangunan menyerupai toilet dan ruang ganti itu sangat kumuh. Rumput dan semak liar

Pemkab Pelajari Kerja Sama Pemanfaatan Air Bersih ke Cirebon PEMKAB Bangli berupaya mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor sumber daya air. Sebagai langkah awal, Pemkab Bangli, Selasa (5/11) kemarin, melaksanakan studi tiru ke dua daerah sekaligus, yakni Kota Cirebon dan Kabupaten Kuningan Jabar. Pemkab mencari tahu sekaligus mempelajari tentang pola kerja sama yang diterapkan dalam hal pemanfaatan air bersih. Dalam studi tiru tersebut, satu rombongan yang dipimpin Wakil Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta menuju Pemkab Kuningan, sedangkan rombongan lainnya ke Pemkot Cirebon dip-

terealisasi sampai tahun 2020 total truk baru yang kita punya ada 8 unit. Di luar dari 12 truk milik kita sekarang hasil pengadaan tahun 90-an,” jelasnya. Dengan adanya bantuan truk baru ini, tentu pihaknya akan bisa melakukan pelayanan pengangkutan sampah lebih maksimal. Selama ini pelayanan pengangkutan sampah dilakukan di Kota Bangli hingga ke kota kecamatan. Dijelaskannya, dari 12

persetujuan dewan. Sampai sekarang kerja sama masih jalan. Dalam setahunnya, Cirebon menyetor Rp 3 miliar lebih untuk Kuningan. Secara teknis nilai itu dihitung berdasarkan debit air yang diberikan. “Kuningan punya alat ukur. Air yang dikeluarkan untuk Cirebon dipasangi alat. Berdasarkan alat itu kemudian dihitung berapa yang harus kita setor. Kita di sini lakukan pengecekan juga,” jelasnya.


OLAHRAGA

Rabu Kliwon, 6 November 2019

15

Tanpa Diperkuat Beberapa Pemain Inti

BU Tetap Tampil Menyerang Gianyar (Bali Post) – Bali United (BU) akan melakoni laga tandang kontra tuan rumah PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta hari ini dalam lanjutan kompetisi Shopee Liga 1 2019. Laga ini sangat penting untuk tetap menjaga konsistensi di puncak klasemen sementara. Suasana uji kompetensi senam di Lala Studio Veteran.

Bali Post/ist

Lala Studio Gelar Uji Kompetensi Level 2 Denpasar (Bali Post) Lala Studio akan menggelar uji kompetensi senam level 2 angkatan ketujuh di Lala Studio Veteran, Rabu (13/11) mendatang. Pesertanya selain dari Bali juga dari Jawa dan Kalimantan. Pemilik Lala Studio Adolfina Grace Tangkudung, di Denpasar, Selasa (5/11) kemarin menuturkan, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada peserta yang belum mendaftar. Dijelaskannya, Lala Studio bukan merupakan organisasi, melainkan Tempat Uji Kompetensi (TUK) satusatunya di Provinsi Bali yang memiliki izin resmi mengadakan uji kompetensi

senam. ‘’Ingat, Lala Studio adalah satu-satunya TUK di Bali, sehingga tidak ada TUK lain yang berhak menggelar uji kompetensi senam,’’ tegas Grace. Menurutnya, pihaknya mengharapkan para pengajar senam menjadi instruktur senam bersertifikasi yang diakui pemerintah Indonesia. Hal itu dikuatkan, bagi peserta yang lulus berhak mendapatkan sertifikat berlogokan Garuda Pancasila. ‘’Sehari sebelum uji kompetensi, peserta bakal mendapatkan pembekalan dan pemantapan,’’ tuturnya. Grace bangga akan kesadaran instruktur terhadap pentingnya sertifikat

uji kompetensi. Hal itu terbukti, keenam angkatan sebelumnya mampu menularkan ilmu senamnya dengan gerakan yang benar. ‘’Kami bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Kompetensi Senam Indonesia (LSKSI). Bagi peserta yang mengantongi sertifikat uji kompetensi, kemahirannya di bidang senam diakui negara-negara se-Asia,’’ ucapnya. Bahkan, pemegang sertifikat uji kompetensi akan semakin menunjukkan keprofesionalannya. ‘’Bagi lembaga atau instansi yang memanfaatkan jasa tenaga instruktur, berhak menanyakan, apakah mereka sudah mengantongi sertifikat,’’ ungkapnya. (022)

Tidak Terdeteksi ‘’Sekarang sudah banyak juga orang menyewakan kamar, lewat air bnb, sehingga dia tidak terdaftar sebagai wajib pajak. Karena kebanyakan itu rumah tinggal, kos-kosan, sehingga dia tidak bayar pajak. Dengan demikian ada opportunity lost atau kehilangan pendapatan dari hotel–hotel yang terdaftar sebagai wajib pajak, maka tidak terdeteksi

tapi itu sangat memengaruhi,’’ tandasnya. Dengan menurunnya ocupancy rate seharusnya pemerintah meningkatkan upayanya mendatangkan tamu–tamu yang berkualitas. ‘’Di sini ada dilema, di mana biaya pengeluaran pemerintah untuk membiayai promosi itu justru saat ini diturunkan. Di saat barang dagangan kita kurang laku, kita malah putus asa untuk memasarkannya, ya… jadi malah terpuruk. Karena

pesaing kita semakin ketat dan berlari kencang,’’ tandasnya. Seperti Vietnam pada tahun 1987 hanya kedatangan tamu 200.000 orang per tahun, sementara Indonesia pada tahun yang sama kedatangan 1 juta tamu. Saat ini Vietnam sudah kedatangan tamu 15.400, sedangkan Indonesia 15.800 tamu. ‘’Berarti kita lari di tempat. Kita sudah lari, tapi kurang cepat,’’ pungkasnya. (kmb42)

Memberi Contoh Dalam hal ini, memotivasi kabupaten/kota terkait upaya untuk memperbaiki lingkungan di tengah investasi yang ada. Sebagai contoh, ke depan ada rencana membangun mall. Maka pemerintah harus bisa mendorong agar mall tersebut ‘’hijau’’. ‘’Sebagai wakil pemerintah pusat di daerah, tentunya juga suatu hal yang tepat sekali Pak Gubernur ini sehingga dapat memberikan contoh bagi kabupaten/kota dalam melang-

kah terkait dengan investasi,’’ jelasnya. Di sisi lain, Adhi Ardhana menyebut Gubernur juga memperhatikan pendapat dewan. Utamanya lewat penekanan agar Pelindo membatalkan rencana pembangunan akomodasi pariwisata. Sekaligus menghentikan kerja sama sejumlah fasilitas seperti restoran, water sport, dan helipad yang sekarang sudah beroperasi. Menurut Adhi Ardhana, Pelindo mestinya membangun pelabuhan dan pendukung kepelabuhanan. Seperti fishing processing, storage atau gu-

dang, dan kepabeanan terkait dengan kapal pesiar. Di dalam kepabeanan memang wajar ada fasilitas, tetapi itu pun terbatas seperti cafetaria, dan bukan duty free. ‘’Itu saya sudah lihat di seluruh Eropa, tidak ada di dalam suatu pelabuhan ada hotel, ada restoran, yang ada adalah pabeannya. Okelah kita beli minum dan kue, habis itu keluar. Kalau di bandara ada hotel transit, silakan karena sering pesawat tidak jadi terbang. Kalau pesiar, dia tidur di kapalnya. Kecuali kapalnya tenggelam,’’ tandasnya. (kmb32)

Tambahan Penghasilan Pergub mengatur tentang tambahan penghasilan bagi PNSD yang menduduki jabatan fungsional guru dan tenaga kependidikan pada Satuan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus di lingkungan Pemprov Bali. Kenaikan tunjangan yang terbilang drastis ini, menurut Koster, tidak lepas karena tugas kepala sekolah cukup berat. Bila ditambah gaji dan tunjangan profesi, para kepala sekolah setidaknya menerima pendapatan hingga sekitar Rp 14 juta. Dengan perhitungan gaji pokok untuk kepala sekolah yang umumnya golongan IV adalah sebesar Rp 4 juta. Kemudian tunjangan profesi sebesar gaji pokok tersebut. ‘’Tugas kepala sekolah itu berat, tanggung jawabnya tinggi untuk mengelola pembelajaran yang ada di sekolah,’’ jelas mantan anggota Komisi X DPR-RI yang salah satunya membidangi pendidikan ini.

Koster menambahkan, tunjangan kepala sekolah dinaikkan dalam konteks untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Di samping menjadi bagian dari implementasi program prioritas, khususnya di bidang pendidikan dalam visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Sejalan dengan itu, mutu pendidikan di Bali juga harus meningkat. Secara manajerial harus lebih baik ke depannya. Meskipun bila dibandingkan dengan kondisi nasional, pengelolaan pendidikan di Bali sebetulnya sudah lebih bagus. ‘’Kepala sekolah agar lebih inovatif mengelola pendidikan di sekolah. Lebih mampu mengcreate iklim pendidikan yang bagus di sekolah,’’ tegasnya. Untuk kepala sekolah di sekolah swasta, lanjut Koster, pemberian tunjangan jabatan fungsional tidak menjadi kewenangan Pemprov. Pihaknya hanya sebatas memberikan tunjangan profesi dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) daerah. Kebijakan lain

di bidang pendidikan, tahun 2020 akan dibangun dua SMA baru di Bali. Selain itu, juga akan dilakukan perluasan gedung yang sudah ada dan penambahan sarana-prasarana penunjang pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa mengatakan, ada 142 kepala SMA, SMK, dan SLB negeri di Bali yang tunjangan jabatan fungsionalnya naik. Masingmasing, 80 kepala SMA negeri, 51 kepala SMK negeri, dan 11 kepala SLB negeri yang menjadi kewenangan Pemprov. Terbanyak ada di Buleleng, sebanyak 32 kepala SMA, SMK, dan SLB negeri. ‘’Perhitungan kenaikan tunjangan kepala sekolah sudah melalui kajian dan melihat kemampuan keuangan daerah,’’ ujarnya. Menurut Boy, tunjangan tersebut dialokasikan dari APBD Provinsi Bali. Pihaknya berharap bisa memotivasi kepala sekolah dalam mengatur guru, siswa, dan kurikulum lebih baik lagi. (kmb32) Rabu, 6 November 2019

05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Kepemangkuan (5) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Uttara Kanda (1) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Inovator 09:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 10:05 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Lejel Homeshopping 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV

11:30 Wita Ocydia Home Shooping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Kepemangkuan (6) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali TV Shop 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shooping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Agrobisnis Pengembangan Pertanian Bawang Merah 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Nangun Yadnya Karya Padiksan/Medwijati, Madeg Sulinggih Griya Tegehan-Tabanan 16:30 Wita Folk Song

17:00 Wita Ocydia Home Shooping 17:30 Wita Kartun Uttara Kanda (2) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Wirasa Peduli Sesama 21:30 Wita Mahadewi Yoga Gembira 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Pura Tanjung Sari Sanur, Griya Santrian Sanur (3) 22:30 Wita Folk Song 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shooping 23:30 Wita Bali Channel

Pelatih kepala Bali United Stefano Cugurra mengatakan bila skuad asuhannya siap kerja keras di laga besok. Ia menyebut bila hasil imbang saat menjamu Persela Lamongan jadi salah satu alasan bila Fadil Sausu dan kawan-kawan harus kerja keras demi meraih poin. ‘’Ya, kami datang ke Sleman setelah hasil kurang bagus melawan Persela. Besok kami akan menghadapi tuan rumah PSS yang menurut saya adalah tim yang bagus. Mudah-mudahan para pemain juga mampu main bagus dan kami bisa mendapat hasil positif di pertandingan besok,’’ ujar Coach Teco, Selasa (5/11) kemarin. ‘’Besar harapan kami juga wasit bisa memimpin pertandingan dengan fair di pertandingan nanti. Walaupun kami

Bali Post/ant

BU - Pesepak bola Bali United (BU) Willian Pacheco (tengah) beraksi setelah berhasil membobol gawang Barito Putera dalam pertandingan sepak bola Liga 1 2019 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (27/10). Bali United menang atas Barito Putera dengan skor 3-2. merasa dirugikan di pertandin- ketika tim komplit lebih bagus sukses meraih kemenangan gan terakhir, tetapi kami harus untuk kami. Tapi ini situasi di atas PSS di pertemuan perberpikir positif untuk pertand- sepak bola ketika ada pemain tama beberapa bulan lalu. ingan lawan PSS,’’ imbuhnya. yang harus absen karena cedera Dalam laga yang berlangsung Disinggung mengenai absen- atau akumulasi kartu. Yang di Stadion Kapten I Wayan nya beberapa pemain, pelatih bisa saya katakan adalah di Dipta, gol Ilija Spasojevic, asal Brazil ini pun menegaskan dalam tim ini juga ada pemain Melvin Platje dan gol bunuh bila dalam skuad Bali United lainnya yang siap mengganti- diri Asyraq Gufran berhamasih ada pemain yang se- kan pemain yang absen,’’ ucap sil membawa Bali United lalu siap menggantikan peran Coach Teco. menang dengan skor 3-1. pemain yang absen. ‘’Pastinya Skuad Bali United sendiri (kmb33)

China Open 2019

Anthony Ginting Kandas di Babak Pertama Fuzhou – Anthony Sinisuka Ginting kalah 18-21 dan 9-21 dari Ng Ka Long Angus pada babak pertama Fuzhou China Open 2019 yang berlangsung di Haixia Olympic Sports Center, Fuzhou, Selasa (5/11) kemarin. Pebulutangkis pelatnas PBSI itu mengawali pertandingan dengan memimpin perolehan poin atas pebulu tangkis tunggal putra terbaik Hongkong itu. Selepas kedudukan 3-3, Anthony sempat tertinggal dua poin. Namun keadaan tersebut tidak berlangsung lama. Setelah keunggulan 11-8 pada saat interval set pertama,

Anthony berhasil mempertahankan keunggulan atas Angus. Upaya keras Angus untuk mengejar ketertinggalan membuat laga menjadi sulit bagi Anthony. Angus pun menyamakan perolehan poin pada kedudukan 16-16 dan membukukan keunggulan setelah itu. Anthony tak kuasa mengejar ketertinggalan dan harus menyerah 18-21 pada gim pertama. Angus kemudian unggul telak pada awal set kedua dengan meraih tujuh poin beruntun. Anthony baru mendapat poin pertama setelah tertinggal 0-7. Hingga interval, Anthony hanya mampu meraih tiga poin. Setelah jeda di tengah set

kedua, Anthony mendapat dua poin beruntun. Angus kemudian membalas dan mempertahankan keunggulan jauh atas Anthony. Kesalahan sendiri dan pengembalian bola yang menguntungkan lawan menjadi permasalahan Anthony pada set kedua. Hal ini membuatnya harus menyerah 9-21. Ini merupakan kekalahan ketujuh Anthony dari Angus. Kedua pebulu tangkis itu sudah bertemu 10 kali sejak 2013. Kali terakhir Anthony menang atas Angus adalah pada Japan Open 2018. Dalam pertandingan sebelumnya, dua tunggal putri

Indonesia meraih hasil berbeda. Gregoria Mariska Tunjung mengalahkan wakil Amerika Serikat, Zhang Beiwen, 22-20, 19-21, dan 21-17 dalam pertandingan yang berlangsung selama 53 menit. Sedangkan langkah Fitriani langsung terhenti di babak pertama Fuzhou China Open 2019 setelah kalah dari Nitchaon Jindapol asal Thailand, 12-21 dan 11-21. Sementara di sektor ganda campuran, pasangan muda Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari meraih kemenangan 21-13, 16-21, dan 21-15 atas pasangan asal Jepang Yuki Kaneko/Misaki Matsutomo. (kmb33)

dera Bali pada Kejurnas Pencak Silat 2019 sekaligus ajang Pra-PON di Jakarta, 12-17 November mendatang. Pra-PON dibagi tiga wilayah, dan Bali sendiri menghuni wilayah A bersama Kaltim, Maluku Utara, Jabar, Maluku, Jambi, Bengkulu, Kaltara, Papua Barat, Sulbar dan Riau. Komang Harik, di Denpasar, Senin (4/11) menuturkan, peraih emas Asian Games tidak boleh tampil pada ajang Porprov Bali. Kendati demikian, dirinya dapat membela Bali di ajang Pra-PON. Komang Harik menyabet emas di kelas E pada Porprov Bali XII di Buleleng 2015 lalu. Sebelumnya, Komang Harik turun di nomor seni pada Porprov Bali XI di Denpasar 2013 lalu. Sedangkan Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar Komang Harik absen, karena mengikuti Pelatnas.

Ia menilai peta kekuatan pesilat merata di seluruh daerah. ‘’Astungkara, doakan saja saya bisa meraih tiket PON,’’ ucapnya. Selama ini, Komang Harik berlatih rutin di pusat latihan perguruannya PSPS Bakti Negara di Batu Mekaem. Sementara itu, Sekum Pengprov IPSI Bali Nyoman Yamadhiputra menjelaskan, pesilat yang berlaga ke Pra-PON umumnya juara Porprov, sedangkan juara kelas E memang tidak diberangkatkan karena sudah diisi Komang Harik. ‘’Pesilat Pra-PON berlatih intensif di GOR Purna Krida,’’ terang Yamadhiputra. Menurutnya, Tim Bali

berkekuatan 23 atlet dan mematok target lolos pada semua kelas. Dikemukakan, pesilat Bali yang dikirim ke Pra-PON seperti I Ketut Wahyu Pramana, Ni Made Sintya Ratika Dewi (kelas B ), I Ged e A ry a Wid hy antara, Ni Kadek Sutiani (kelas C), Komang Widia Mahardika, Ni Made Wida Ariasih (kelas D), Komang Harik Adi Putra, I Gusti Ayu Dian Ariardani (kelas E), I Kadek Adi Arnaya, Ni Made Indah Sindi Maharani (kelas F), I Kadek Wahyu Rihartana Giri (G), I Wayan Sumertayasa (H), Cok Gede Kresna Wiguna Putra (I), I Kadek Agus Jatiwibawa (J). (022)

Peraih Emas Asian Games Komang Harik Tampil di Pra-PON

Bali Post/ist

Komang Harik Adi Putra

Denpasar (Bali Post) Pesilat Kota Denpasar Komang Harik Adi Putra yang sukses mendulang emas di kelas E pada Asian Games di Jakarta 2018 lalu, dipastikan mengusung ben-


Rabu Kliwon, 6 November 2019

Puluhan Artis Tampil Sepanggung PULUHAN penyanyi Bali kenamaan menyemarakkan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2019 di Kalangan Madya Mandala, Taman Budaya Bali, Minggu (3/11) malam. Inisiatif menampilkan sebanyak 50 penyanyi Bali ini digagas oleh Persatuan Artis, Musisi, Pencipta Lagu dan Insan Seni (Pramusti) Bali. Menariknya, penampilan mereka dikonsep sekreatif mungkin yang disesuaikan dengan tema festival ‘’HuluTeben’’. Para artis Bali yang ikut menggebrak malam itu di antaranya Ketut Bimbo yang sedang sakit namun niatnya untuk tampil cukup besar. Ada Ayu Saraswati, De Ama, dan Rah Two {XXX}, Galuh Bilen, Mang Gita, Panji Kuning, D Antoni, Trio Kirani, 3G Angel, Nanoe Biroe, Eka Jaya dan Margi, Trisna STE, Ayu Wirastuti, Yasa Sega, Anggi, Dewi Pradewi, Agung Wiradana, De Alot, dan Eka Badeng. Selain para musisi pop, konser musik kali ini juga dimeriahkan oleh pelawak. Ada MKP Bali, Ayu Petong, Sampik, Jibo dan Kumis. Para musisi unjuk kebolehan membawakan lagu–lagu andalanya. Ditemui di sela-sela penampilannya, Ayu Saraswati mengaku senang dilibatkan dalam ajang akbar yang mempertemukan puluhan musisi Bali dalam satu panggung. Dikatakan, FSBJ merupakan ruang kreatif untuk menampilkan seni modern. Pesta Kesenian Bali (PKB) khusus menampilkan tradisi, sedangkan Festival Seni Bali Jani menyajikan kesenian modern. ‘’Kami menyambut baik kegiatan Bali Jani, sebagai ruang kreatif berkesenian untuk ranah seni modern,’’ kata Ayu yang membawakan lagulagunya yang tren di tahun 1997. Ketua Pramusti Bali IGN ‘’Rahman’’ Murthana memaparkan, revolusi musik di belantika rekaman lagu berbahasa Bali terjadi pada awal 2000-an. Ketika itu mulai muncul grup band yang menyanyikan lagu berbahasa Bali dengan memainkan musik bernuansa rock, RnB, rap, reggae hingga blues. Tak hanya memperluas pangsa pasar lagu berbahasa Bali ke anak muda, namun juga mendorong munculnya banyak band

baru yang rekaman lagu Bali. Nama-nama yang kiat mewarnai di era ini, seperti Lolot, Joni Agung & Double T, Nanoe Biroe, XXX, 4WD, Bintang dan lainnya. Musik pop Bali, dulu dan kini, selalu lekat di hati penggemarnya. Sekalipun pada masa tertentu sempat meredup, namun tetap hidup dan diam-diam berkembang sesuai zamannya. (win)

KULINER

KESEHATAN

TOP IN VASI

Bali Post/ist

WAYANG GOLEK - Salah satu adegan Wayang Golek persembahan Sanggar Paripurna Bona, Minggu (3/11) malam, di Taman Budaya Bali.

Wayang Golek Modern

Mainkan Efek Cahaya dan Animasi SANGGAR Paripurna Bona, Blahbatuh, Gianyar menampilkan Wayang Golek secara modern dengan efek cahaya dan animasi. Pementasan wayang ini menggunakan bahasa Indonesia, sehingga penonton mudah mencerna. Alhasil, penonton berkerumun saat wayang ini dipentaskan pada Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2019 di depan Gedung Kriya, Minggu (3/11) malam. Pendiri Sanggar Paripurna, Made Sidia, mengatakan Wayang Golek yang ditampilkan dikemas modern dengan menggunakan efek cahaya dan beberapa bayangan animasi. ‘’Ini kreativitas baru, dan baru tiga kali pentas. Saya memang menunggu biar bisa pentas disaksikan oleh masyarakat terlebih di ajang Festival Seni Bali Jani,

karena ini garapannya memakai bahasa Indonesia dan musik Barat. Jadi semacam teater tapi dengan wayang,’’ ujar Made Sidia. Garapan yang ditampilkan bercerita tentang ‘’Aji Panglimunan’’. Diceritakan, tokoh bernama Burisrawa jatuh cinta kepada Dewi Subadra yang telah bersuamikan Arjuna. Saking ingin memiliki Dewi Subadra, Burisrawa sampai harus bersemedi di Setra Gandamayu untuk memohon kesaktian dari Dewi Durga berupa Aji Panglimunan atau ilmu bisa menghilangkan diri. ‘’Ada dua pesan yang kami sampaikan di sini. Pertama, anak muda jangan mudah salah paham. Kenali dulu orangnya, jangan cepat menilai seseorang itu orang jahat ataupun musuh. Kedua, Burisrawa ini menggunakan

kekuatannya untuk berbuat jahat. Nah, pesannya adalah jangan menyalahgunakan kekuatan atau kekuasaan. Di kehidupan boleh kita sekolah setinggi-tingginya, tapi akan sangat baik jika digunakan untuk kegiatan positif, bukan malah untuk hal-hal negatif,’’ jelasnya. Diakuinya, dalam mementaskan Wayang Golek modern ini kesulitannya adalah menggerakkan wayang. Sebab, satu tokoh wayang harus ada dua sampai tiga dalang yang menggerakkan. Selain itu, antara dalang harus bisa sinkron bekerja sama dengan baik. ‘’Jadi tidak boleh dalang itu semaunya, harus kerja sama. Latihan dan persiapannya ini selama dua minggu,’’ ungkapnya. Di Bali sendiri, kata Sidia, Wayang Golek termasuk

baru. Belum banyak yang menggarap. Made Sidia dan Sanggar Paripurna pun sempat menampilkan wayang golek modern ini di pura, yakni di Desa Tojan Gianyar dan Pura Penulisan. Awalnya, dia sempat merasa pesimis apakah wayang golek modern dengan berbahasa Indonesia ini bisa diterima. ‘’Di pura justru orang kaget, kok bisa ada wayang begini? Masyarakat ternyata sangat senang bahkan ditunggu sampai terakhir oleh masyarakat. Responsnya lumayan baik. Setelah ini, saya akan kembangkan lagi di masyarakat dan di sekolahsekolah. Bahasa Indonesia digunakan untuk mempermudah mencerna jalan cerita yang disajikan dan pesanpesan bisa tersampaikan,’’ pungkasnya. (win)

Mengorek Cerita dari Peraih Kalpataru 1988

Getol pada Pertanian Organik Kembangkan Teh Beras Merah

PENGGUNAAN pupuk kimia dan pestisida, di satu sisi diakui mampu meningkatkan produksi padi. Namun, penggunaan yang berlebihan membuat tanah menjadi lebih padat, lama-lama kesuburannya bergantung pada pupuk kimia itu sendiri. Di samping itu, penggunaan pestisida

kimia telah membuat sejumlah makhluk sawah makin berkurang. Karena itu petani secara perlahan sudah beralih ke sistem pertanian organik dengan memanfaatkan pupuk organik, untuk menghasilkan produk pangan yang menyehatkan. Hal itu diakui Jro Mangku

Ni Wayan Wiratni

Bali Post/lun

Istri Ni Wayan Wiratni (77), praktisi pertanian yang peraih penghargaan Kalpataru tahun 1988 dari Presiden RI, Minggu (3/11) lalu. Seperti diketahui, tahun 1988 Ni Wayan Wiratni sempat mengharumkan nama Bali. Berkat usahanya di bidang pelestarian lingkungan, perempuan kelahiran Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, Tabanan ini mendapat penghargaan Kalpataru dari Presiden RI. Penghargaan Presiden bagi perintis lingkungan itu diterimanya saat Hari Lingkungan Hidup Sedunia, 5 Juni 1988, di Jakarta. Kini di usianya 77 tahun, perhatiannya pada bidang pertanian masih tetap tinggi. Semangat kewirausahaannya juga masih seperti dulu, sangat kreatif. Ditemui di rumahnya, istri Jro Mangku Wayan Singer ini masih tampak energik. Tangannya tampak cekatan mengikat bunga potong. Bali Post pun berupaya mengorek cerita dari ibu lima orang anak ini soal upayanya dulu melakukan pelestarian lingkungan, sehingga diberikan penghargaan Kalpataru, 31 tahun lalu. Ditemani suaminya, Wiratni bercerita bahwa sekitar tahun 1980-an, pihaknya melakukan upaya penghijauan pada lahan yang dulunya tidak produktif menjadi lebih produktif. Lahannya yang awalnya ditumbuhi alang-alang, kemudian dibuat berteras sering. Lahan berundak-undak inilah kemudian ditanami tumbuhan produktif

seperti cengkeh dan vanili. Di sela-selanya ditanami tumbuhan hijauan untuk pakan ternak. Upayanya ini ternyata diapresiasi pemerintah sehingga diberikan penghargaan Kalpataru. Penghargaan itu diharapkan menginspirasi dan memotivasi semua pihak untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan berupaya melestarikannya. Belakangan karena cengkehnya tidak produktif lagi, tanaman itu kemudian diganti dengan kopi dan kakao. Sementara lahan sawahnya tetap ditanami padi Bali (beras merah) dengan sistem organik. Untuk menyuburkan tanaman padinya, pihaknya menggunakan pupuk organik, sehingga produksinya betulbetul menyehatkan. Kata dia, hasil produksi padinya selain untuk dikonsumsi, sejak beberapa tahun lalu juga diolah menjadi teh beras merah. ‘’Beras merah banyak mengandung vitamin, selain karbohidrat. Karena itu cocok dikonsumsi. Demikian juga beras merah bagus digunakan sebagai bahan baku teh,’’ ujarnya. Pembuatannya pun masih sederhana. Padi yang sudah kering dipecah kulit ke mesin penyosohan beras. Beras merah yang masih terdapat kulit arinya kemudian disangrai menggunakan ‘’penyanyahan’’ dari tanah lihat dan api kayu bakar. Setelah matang, beras merah itu didinginkan kemudian dikemas, selanjutnya dipasarkan. (lun)

WONDERFUL BALI

BUDAYA

Bali Post/win

Ayu Saraswati feat Eka Jaya pada FSBJ 2019, Minggu (3/11) malam.

Lansia Perlu Penanganan Khusus PENDIDIKAN REKTOR Itekes Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng., Ph.D. adalah doktor keperawatan pertama di Bali, NTB dan NTT. Selain itu, dia termasuk lulusan yang konsisten dalam bidang keilmuannya. Untuk menjadi doktor dia merangkak mulai dari menjadi perawat di RSUP Sanglah, baru menjadi dosen. Putu Darma Suyasa kelahiran 23 Juni 1978 di Perasi, Karangasem ini adalah anak seorang guru SD di desa. Anak pertama I Wayan Tangun dan Ni Made Juwita. Putu Darma Suyasa menyelesaikan S-1 (S.Kp.) di UI tahun 2000 atas beasiswa, S-2 lulusan Flinders University, Australia bidang nursing. Doktor (Ph.D) juga diselesaikan di Flinders University tahun 2013. Disertasi mengangkat soal lansia dengan judul ‘’Pengembangan Panduan Perawatan untuk Mengatasi Masalah Kesulitan Mengontrol Buang Air Besar pada Lansia’’. Dia tertarik dengan lansia, sebab semakin tahun jumlah lansia di Bali meningkat seiring dengan peningkatan usia harapan hidup. Kemudian lansia tak boleh ditelantarkan, melainkan memerlukan penanganan khusus karena proses perubahan pada fisik dan psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 22 persen lansia di Bali kesulitan mengontol buang air besar atau inkontinensia fekal karena lansia dan keluarganya belum banyak mendalami masalah ini. Sehingga diperlukan terobosan-terobosan guna membantu masyarakat meningkatkan kemampuan melakukan perawatan tehadap diri dan keluarga. Penelitiannya menggunakan

SENIMAN

pendekatan kuantitatif dan Delphi Study yakni metode melibatkan 17 pakar bidang perawatan lansia dalam kesulitan buang air besar seluruh dunia guna menyusun panduan perawatan lansia. Hasil studi menunjukkan lansia di dunia mengalami inkontinensia fekal, namun jarang mau mengungkapkan masalah itu kepada keluarga dan tenaga kesehatan. Alasannya sangat sensitif. Lansi di Bali, katanya, juga demikian, menganggap tabu membicarakan masalah buang air besar. Mereka menilai itu bagian normal dari proses penuaan, padahal tidak. Dengan panduan yang dibuat oleh pakar ini membantu para lansia dan keluarga memahami masalah, mengambil keputusan, merawat, memodifikasi lingkungan dan memanfaatkan fasilitas kesehatan guna mengatasi masalah inkontensia fekal. Komunikasi perlu dijalin antara lansia dan keluarganya. Inilah, kata suami tercinta Ns. Ni Kadek Sutini, S.Kep., M.Kes. ini, yang hilang di Bali selama ini sehingga mereka tega menitipkan orangtuanya ke panti jompo. Kondisi ini dipicu pengaruh global, tuntutan pekerjaan sehingga sebagian keluarga mengalami hambatan dalam memberikan perawatan terhadap lansia. Di Bali saat ini sudah mulai muncul perawat lansia ke rumah-rumah. Artinya, dengan dukungan finansial kita bisa memanfaatkan jasa perawat lansia sehingga panti jompo tak akan padat penghuni. Makanya ayah tercinta Gede Ananta Suyasa ini menilai sebenarnya di Bali tak perlu ada panti jompo, jika semua anak sayang dengan para lansia. ‘’Semakin kosong panti jompo itu pertanda bagus, bahwa warga Bali sukses merawat keluarga lansia di rumah,’’ ujarnya. Semua hasil penelitian dan buku panduan lansia karya Darma Suyasa sudah dipublikasikan di jurnal internasional dan konferensi ilmiah di Beijing, Malaysia dan Indonesia. Targetnya, di usia 45 tahun dia sudah meraih guru besar keperawatan pertama di Indonesia. (sue) Gede Putu Darma Suyasa


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Rabu 6 Nopember 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu