terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
16 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 51 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
minggu wage, 6 OKTOBER 2019
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Soliditas Polri-TNI
Manfaat Klungah
“Menaklukkan” MotoGP
Soliditas antara Polri dengan TNI sangat kental pada peringatan HUT ke-74 TNI, Sabtu kemarin. TNI banjir tumpeng dan kue.
Klungah banyak memberi manfaat bagi kehidupan masyarakat Bali. Khasiat klungah dikupas habis pada edisi ini. Bali Orti
Aksi jagoan balap di sirkuit MotoGP bukan perkara mudah dijepret dengan hasil yang tajam dan detail. Ikuti tips praktisnya.
BALI ORTI | HAL. 6
DAERAH | HAL. 2
FOTOGRAFI | HAL. 8
Negara Memerlukan TNI yang Adaptif dengan Teknologi Baru Jakarta (Bali Post) Presiden Joko Widodo (Jokowi) tiap tahun memberikan perhatian lebih dalam meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI. Pada HUT ke-74 TNI, Jokowi berjanji meningkatkan tunjangan kinerja TNI dan anggaran belanja pertahanan pada 2020.
Menurut Presiden, pemerintah terus berusaha meningkatkan kesejahteraan dan fasilitas kerja bagi prajurit TNI. Anggaran pertahanan tahun 2019 yang Rp 121 triliun akan dinaikkan menjadi lebih dari Rp 131 triliun pada tahun 2020. Hal. 11 Kredit Perumahan
HUT TNI - Presiden Joko Widodo saat memimpin peringatan HUT ke-74 TNI, Sabtu (5/10) kemarin. Sementara itu, pasukan TNI mendemonstrasikan kebolehannya menembus lubang api.
Dokter Gigi Versus Tukang Gigi Tukang gigi kini menjamur, namun profesi ini berbeda dengan dokter gigi. Di lapangan, terjadi perebutan kue dokter gigi versus tukang gigi. Profesi ini pun telah diatur kewenangannya oleh Peraturan Menteri Kesehatan.
Tukang Gigi Jadi Anggota Dewan DI Kabupaten Jembrana, profesi tukang gigi sangat familier di masyarakat. Bahkan, masyarakat lebih “nyaman” dan cenderung ke tukang gigi bilamana ada permasalahan gigi dan membuat gigi palsu. Selain jauh lebih murah, pelayanan juga lebih bagus. Bahkan, salah satu dari mereka dipercaya menjadi wakil rakyat di DPRD Jembrana. Adalah I Nyoman Sudiasa, kader PDI-P Jembrana yang juga Ketua PAC Pekutatan ini sejak tahun 1990-an sudah menjalani profesi tukang gigi. Sejak duduk sebagai anggota DPRD 2014 lalu, ia terkadang masih menerima warga yang hendak mendapatkan pelayanan gigi. Selama puluhan tahun menjalani profesi itu, tak satu pun pasiennya mengeluh atau ada permasalahan hingga berakibat fatal. Keahlian yang diperolehnya ini merupakan autodidak saat dia menempuh jenjang SMA dulu. Kebetulan saat itu, Sudiasa indekos di rumah kos yang penghuninya sebagian besar tukang gigi. Di sela-sela waktu libur sekolah, Sudiasa bergaul bahkan ikut saat para tukang gigi praktik ke rumah-rumah warga. Bahkan menurutnya, dari profesi ini ia mampu mendapatkan penghasilan yang lebih daripada di kursi dewan. “Kalau mau jujur, lebih banyak (pendapatan) dari tukang gigi. Tapi di sini, saya duduk atas kepercayaan masyarakat termasuk para tukang gigi,” ujar Sudiasa yang akrab disapa Man Dadap ini. Ia pun menuturkan bahwa para tukang gigi ini sejatinya merupakan enterpreneur dari kalangan rakyat kecil. Sudiasa sangat tidak setuju adanya pasal yang memidanakan profesi tukang gigi. “Semestinya, RUU itu membela rakyat kecil, jangan elite. Dalam kasus tukang gigi dan dokter gigi pangsa pasarnya beda. Tukang gigi tidak mengambil lahan dokter gigi. Tukang gigi menerapkan pola jemput bola ke masyarakat, tidak manja. Begitu ada keluhan dari pasien cepat dilayani. Tarifnya juga lebih murah hampir 30 persen. Bila di dokter Rp 1 juta, di tukang gigi Rp 300 ribu. Itu pun bisa dicicil oleh masyarakat. Semestinya, tukang gigi dilindungi,’’ tegasnya. Mereka berusaha tanpa membebani pemerintah, inisiatif sendiri jemput bola. Dia yakin dokter gigi tidak semua bisa menggarap apa yang bisa dilakukan tukang gigi. Bisa diuji publik, kerja mereka, tambah Dadap. Hal. 11 Pasang Kawat Gigi
TUKANG gigi hanya boleh membuat gigi tiruan lepasan sebagian atau penuh yang terbuat dari heat curing acrylic yang memenuhi ketentuan persyaratan kesehatan, memasang gigi tiruan lepasan sebagian atau penuh yang terbuat dari heat curing acrylic dengan tidak menutupi sisa akar gigi. “Tapi kenyataan tukang gigi banyak yang mengerjakan gigi palsu cekat, ada juga yang
Tambal Gigi Anak-anak Tanpa Pengeboran ANAK-ANAK biasanya selalu menangis jika diajak periksa ke dokter gigi. Alasannya bermacam-macam. Ada yang memang giginya rusak tak mau diperiksa, ada yang takut melihat alatalat kesehatan yang berbunyi sepeti bor, ada yang faktor psikis lainnya. Namun kini, profesor dari Thailand sud a h m e -
NYAMAN - Anak-anak tampak nyaman ditangani dokter gigi.
BPM/wan
Tren Pilih Tukang Gigi
Tarif Lebih Murah, tetapi Keahliannya Terbatas
BPM/olo
TUKANG GIGI - Nyoman Sudiasa, anggota DPRD Jembrana (jas merah) yang sebelumnya tukang gigi saat pelantikan diantar rekan-rekan seprofesinya.
pasang behel bahkan ada yang nambal ataupun cabut gigi. Ada beberapa keluhan dari pasien yang dari tukang gigi ke praktik. Tapi biasanya saya suruh melapor ke polisi, karena sebagian besar mengatakan susah berurusan dengan polisi,” ungkap drg. I.B. Ketut Suryana, Ketua Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Bali. Hal. 11 Sesuai Aturan
Praktik dokter gigi belakangan mendapat ancaman dari semakin menjamurnya praktik tukang gigi. Tren masyarakat memilih tukang gigi kian meningkat, walau kapabilitasnya patut dipertanyakan. Ini dikarenakan faktor harga yang tentu lebih murah sebagai alternatif masyarakat menengah ke bawah.
SEKALIPUN harga jauh lebih murah, tetapi harus berhati-hati. Jika pergi ke ke dokter gigi untuk membuat tiga gigi palsu dihargakan Rp 1,5 - 2 juta, sedangkan ke tukang gigi hanya dikenakan Rp 500.000. Namun, tidak semuanya berjalan mulus. Yang tidak jelas kualitas hasilnya bisa merugikan masyarakat sebagai konsumen. Seharusnya, ke-
beradaan praktik tukang gigi bisa ditertibkan oleh lembaga terkait. Direktur RSUD Klungkung, dr. Nyoman Kesuma, Sabtu (5/10) kemarin, mengatakan, sejauh ini di Bumi Serombotan, belum ditemukan adanya praktik tukang gigi atau ahli gigi, kecuali di Kota Denpasar. Hal. 11 Kesehatan Gigi
nyebarkan model penanganan gigi pada anak-anak tanpa pengeboran. Hal. 11 Prof. Prathip
2
Minggu Wage, 6 Oktober 2019
Tingkatkan Kunjungan Wisman
Promosi Pariwisata Sasar Ukraina Denpasar (Bali Post) Di tengah anjloknya tingkat kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali, program promosi pariwisata ke luar negeri harus terus dilakukan bahkan mesti ditingkatkan. Kunjungan wisman yang menurun sejak triwulan I 2019, menjadi momok bagi perekonomian Bali. Padahal, dengan nilai tukar dolar terhadap rupiah yang berkisar 13.000 – 14.000, seharusnya pariwisata ke Bali menjadi lebih murah dirasakan wisatawan mancanegara. Pacific Holidays DMC Indonesia sebagai salah satu perusahaan manajemen destinasi dengan proaktif tergerak untuk melakukan promosi bersama secara mandiri dengan menggandeng para pelaku hotel dan pengusaha Bali yang mewakili Indonesia dalam melakukan promosi ke Ukraina. Para delegasi dari Bali, Indonesia ini mengemas ajang promosi ke Ukraina dengan tema Indonesia Tourism & B2B Exhibition & Sales Mission 2019 (ITBES 2019). Ketua Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Bali Chapter yang juga Managing Director dari Pacific Holidays DMC Bali I Nyoman Astama, S.E., M.M., CHA., mengatakan, kegiatan promosi mandiri ini merupakan upaya nyata dari pelaku pariwisata dan bisnis Indonesia umumnya dan Bali khususnya, dalam menyukseskan program pemerintah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan pada gilirannya dapat meningkatkan devisa negara. Astama menjelaskan, ITBES 2019 merupakan ajang promosi antarbisnis dan para pelaku bisnis dapat memaparkan produk dan layanannya serta bisa berinteraksi langsung dengan para pembeli potensial di Ukraina. Ukraina dipilihnya karena beberapa alasan. Yaitu Ukraina meningkat ke peringkat 71 dari 190 negara pada tahun 2019 dalam daftar Bank Dunia untuk kemudahan melakukan bisnis. Dibandingkan tahun 2012, Ukraina berada pada peringkat ke-152 dari 183 negara. Dari sisi pertanian, tahun 2018, Ukraina memproduksi 91,8 juta ton biji-bijian. Hampir 60 persen diekspor ke Indonesia, Saudi Arabia, China, dan
Belanda. Ukraina adalah penghasil dan pengekspor terbesar biji bunga matahari, dengan jumlah ekspor tahun 2018 sebesar 5,4 juta ton dengan pendapatan USD 4 miliar. Menurut National Bank of Ukraina tahun 2018, perbankan di Ukraina membukukan keuntungan lebih dari Hr 15 miliar atau lebih dari USD 535 juta, suatu catatan tertinggi dalam satu dasawarsa sebelumnya. Undang-undang mata uang Ukraina yang telah disahkan pada 2018 dan mulai berlaku Februari 2019 diharapkan dapat memberikan dampak positif secara substansial pada perekonomian. Pada bulan November 2018, bank sentral Ukraina mengumumkan bahwa sistem pembayaran UnionPay International yang berbasis di China, suatu sistem pembayaran terbesar di dunia dalam pengeluaran dan volume operasi kartu kredit, telah memasuki pasar Ukraina. Ukraina juga mengambil langkah yang fundamental dalam mempermudah sistem pengembalian pajak pertambahan nilai (VAT) secara otomatis dan online. Saat ini, Ukraina menempati posisi ke-43 dari 190 negara dalam daftar Bank Dunia untuk indeks pembayaran pajak. Sampai pada akhir 2018, jumlah warga Ukraina yang datang ke Indonesia tercatat 30.000 orang. Dari jumlah itu 25.000 mengunjungi destinasi wisata Bali. Dilihat dari jumlah kunjungan tersebut, peluang masih sangat besar untuk meningkatkan kedatangan wisatawan Ukraina ke Bali serta terjadinya peluang bisnis antara Ukraina dan Bali (Indonesia). Mengantisipasi hal tersebut, pihak pemerintah Ukraina melalui Kedutaan Besar Ukraina untuk Indonesia segera menunjuk Konsul Kehormatan di Bali dalam upaya meningkatkan hubungan bilateral dan meningkatkan kerja sama ekonomi antara kedua negara. Karena itu, upaya-upaya untuk meningkatkan kegiatan promosi pariwisata, ekonomi dan perdagangan sangat penting dilakukan baik antara pemerintah kedua negara maupun antara para pebisnis Ukraina dan Indonesia. (kmb42)
BPM/ist
BISNIS - Astama (tengah) menerima kenang-kenangan dari pegiat bisnis di Ukraina.
BPM/rah
PERIKSA PASUKAN - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto bersama Gubernur Bali Wayan Koster dan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose periksa pasukan apel HUT ke-74 TNI.
Bersatu untuk Kemajuan Bangsa
Denpasar (Bali Post) -
Puncak peringatan HUT ke-74 TNI, Kodam IX/Udayana menggelar apel dan demonstrasi di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar Timur, Sabtu (5/10) kemarin. Peringatan tahun ini diharapkan berbagai kekuatan bersatu untuk menghasilkan energi yang luar biasa bagi kemajuan bangsa. Pada acara tersebut, atlet Kodam IX/Udayana Serka I Dewa Gede Astawa sukses menyelesaikan lari keliling Bali menempuh jarak 374 kilometer. Penyerahan hadiah oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto kepada Serka Astawa dan pelari pendamping, disaksikan Gubernur Bali Wayan Koster dan Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose. Saat membacakan amanat Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C) Hadi Tjahjanto, S.I.P., pada intinya Pangdam menyampaikan, dalam melaksanakan tugas pokoknya, TNI harus bahu-membahu dan bersinergi dengan berbagai
komponen bangsa lainnya. Berbagai kekuatan yang bersatu itu akan menghasilkan energi yang luar biasa bagi kemajuan bangsa. Untuk itu, Panglima TNI memberikan penekanan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI di mana pun berada dan bertugas supaya jadi pedoman dan dilaksanakan. Penekanan tersebut, di antaranya meningkatkan soliditas TNI, memegang teguh nilai-nilai keprajuritan serta kemanunggalan TNI dengan rakyat, agar selalu menjadi pemersatu dan perekat bangsa yang ber-Bhinneka Tunggal Ika. Selanjutnya, meningkatkan kewaspadaan dan
profesionalitas serta kualitas sumber daya manusia dalam menghadapi berbagai macam tantangan tugas yang kian kompleks. Sikapi berbagai kemajuan dengan bijak, jadilah agen perubahan yang positif. Terakhir, menjalani setiap tugas secara ikhlas, karena tugas TNI adalah semata-mata untuk kepentingan bangsa dan negara tercinta ini. “Saya ucapkan terima kasih atas dukungan rakyat Indonesia, khususnya Bali, yang sampai saat ini kami bisa mengemban tugas dengan baik. Kami yakin masih banyak hal yang belum sempurna,” tegas Pangdam.
Untuk itu, TNI siap menerima koreksi dan masukan, perbaikan dari semua komponen bangsa ini. Karena semua yang TNI lakukan ini dipersembahkan untuk bangsa dan negara. “Kami mohon doa restunya supaya terus mampu menjalankan amanah untuk menjaga, mengawal negara dan bangsa Indonesia ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya. Terkait penekanan Panglima TNI, Mayjen Benny Susianto bersama prajuritnya siap melaksanakannya. Implementasi yang harus dilakukan yaitu menjalankan tugas didasari keikhlasan. Pasalnya dengan ikhlas sehingga saat menjalan tugas tidak ada beban. “Kekuatan kami ada di rakyat, bersama rakyat dan untuk rakyat. Semua yang kita lakukan berikan kepada bangsa ini. Oleh
karena itu, kami berkomitmen menjaga serta membangun bangsa dan negara ini dari gangguan-gangguan,” ungkapnya. Sementara Kapolda Bali Irjen Pol. Golose menyampaikan sinergitas antara TNI dan Polri, khususnya Polda Bali dan Kodam IX/Udayana terjalin sangat baik. Polri merupakan tulang punggung, khususnya penjaga masalah keamanan. “Kami kepolisian merasa amat sangat terbantu (TNI) sehingga kita bisa menjaga keamanan,” tegasnya. Kalau dibandingkan tempat lain, di Bali kesadaran untuk menjaga tanah sendiri luar biasa. “Ini apresiasi saya kepada masyarakat Bali, mahasiswa Bali yang tetap (menjaga keamanan dan ketertiban) bersama-sama dengan aparat keamanan,” ungkap Golose. (kmb36)
Kantor TNI ”Banjir” Tumpeng dan Kue SOLIDITAS Polri dengan TNI tampak jelas pada peringatan HUT ke-74 TNI, Sabtu (5/10) kemarin. Pejabat Polresta Denpasar dan para Kapolsek mendatangi kantor TNI untuk menyerahkan tumpeng atau kue. Itu sebagai wujud turut memeriahkannya. Seperti dilakukan Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan beserta pejabat utama Polresta berkunjung ke Kodim 1611/ Badung dalam rangka mengucapkan selamat HUT ke-74 TNI. Kunjungan Kapolresta tersebut disambut Kolo-
nel Inf. Puguh Binawanto dan Kasdim 1611/Badung Mayor Inf. Arianto. Sedangkan, Kabag Ops. Polresta Denpasar Kompol I Nyoman Gatra mengunjungi Makorem 163/Wira Satya. Sementara Kapolsek Denpasar Selatan (Densel) Kompol I Nyoman Wirajaya bersama anggotanya menyerahkan tumpeng ke Kantor Koramil Densel dan Kantor Lanal Denpasar. “Selamat memperingati HUT ke-74 TNI. TNI profesional kebanggaan rakyat,” ujar Kompol Wirajaya.
Hal yang sama juga dilakukan Kapolsek Denpasar Timur (Dentim) Kompol I Nyoman Karang Adiputra. Bersama stafnya, Kompol Karang menyerahkan tumpeng ke Koramil-01/Dentim. Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muhamad Nurul Yaqin mengatakan, para Kapolsek yang lain juga melakukan hal serupa. Mereka menyerahkan kue atau tumpeng ke Kantor Koramil yang ada di wilayahnya. “Kegiatan ini rutin tiap perayaan HUT TNI dilaksanakan,” tegasnya. (kmb36)
BPM/ist
TUMPENG - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan bersama pejabat utama Polresta menyerahkan tumpeng dan kue ke Kodim 1611/Badung dalam rangka HUT ke-74 TNI.
Diikuti Ratusan Pesepeda Melewati Kawasan ’’Heritage’’ Kota Denpasar
Wawali Jaya Negara Buka ”Brompton Day Out 6 Bali 2019” KOMUNITAS sepeda Brompton di Bali yang dikenal dengan Brompton Owner Bali (BOB) tahun 2019 ini menyelenggarakan kegiatan bertajuk Brompton Day Out 6 Bali 2019 dengan tema “Melancaran Ring Bali”. Kota Denpasar kali ini mendapat kehormatan sebagai tuan rumah penyelenggara. Kegiatan yang diikuti oleh hampir 850 pesepeda Brompton dari seluruh Indonesia dan beberapa berasal dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapura ini dibuka secara resmi Sabtu (5/10) kemarin, oleh Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, didampingi Kadis Pariwisata Kota Denpasar, Dezire Mulyani serta Ketua Brompton Owner Group Indonesia (B.O.G.I), Baron Martanegara ditandai dengan pengibaran bendera start. Brompton Day Out 6 Bali
2019 diisi dengan beberapa kegiatan di antaranya photo hunting oleh para peserta dengan menggunakan kostum bertema busana tahun 1980an dan dilanjutkan dengan gowes melewati kawasan wisata heritage Kota Denpasar dan berakhir di Pantai Dream Island, Sanur. Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, mewakili Pemerintah Kota Denpasar mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan Brompton Day Out 6 Bali 2019 di Kota Denpasar ini dan berharap para pesepeda yang datang dari seluruh kota di Indonesia maupun yang datang dari mancanegara bisa menikmati indahnya Kota Denpasar dengan seluruh warisan budaya yang ada di dalamnya. ”Tentu saja dengan mengambil rute di kawasan heritage Jl. Gajah Mada, Taman Sungai Kumbasari, Pasar Badung dan seki-
tarnya dapat memperkenalkan kawasan wisata heritage Kota Denpasar serta diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap sektor pariwisata di Kota Denpasar sembari juga mensosialisasikan gaya hidup sehat bagi masyarakat,” ujar Jaya Negara. Sementara Ketua Brompton Owner Group Indonesia, Baron Martanegara, didampingi ketua panitia acara, Kanoraituha Wiwin, mengatakan, melalui gelaran Brompton Day Out 6 Bali 2019 berupaya memperkenalkan Kawasan Wisata Heritage Kota Denpasar secara nasional maupun internasional. “Kegiatan ini dibagi pada pagi hari mengambil start di lapangan Lumintang dengan menempuh rute area persawahan sejauh sekitar 30 km. Sementara di sore harinya, para peserta Brompton Day Out 6 Bali 2019,
dengan mengambil start di Jl. Sulawesi diberi kesempatan mengeksplore kawasan Heritage Jl. Gajah Mada, Taman Sungai Kumbasari, Pasar Badung dan wilayah sekitarnya yang menyimpan berbagai macam sejarah yang sangat panjang. Diharapkan, Brompton Day Out 6 Bali 2019 dapat membantu Pemkot Denpasar dalam mensosialisasikan gaya hidup sehat kepada Masyarakat melalui aktivitas bersepeda dan juga mengenalkan moda transportasi sepeda lipat untuk kegiatan olahraga, hobi, dan lebih jauh untuk sarana penunjang bekerja, sekolah dan bersosialisasi. “Upaya ini juga akan membantu Pemerintah Kota Denpasar dalam rangka menawarkan sebuah solusi sarana transportasi yang bebas macet, sehat dan tidak mencemari lingkungan,” ungkapnya. (ad177)
SEPEDA - Komunitas sepeda Brompton Owner Bali (BOB) tahun 2019 menyelenggarakan kegiatan Brompton Day Out 6 Bali 2019. Kegiatan ini dibuka Sabtu (5/10) kemarin, oleh Wakil Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
3
Minggu Wage, 6 Oktober 2019
Wisuda Ke-133, Unud Lepas 1.427 Wisudawan
SEBANYAK 1.427 wisudawan dilepas Universita Udayana (Unud) pada upacara wisuda ke-133 di gedung auditorium Widya Sabha Kampus Bukit Jimbaran, Sabtu (5/10) kemarin. Mereka terdiri dari 38 orang Diploma, 960 orang Sarjana, 116 orang Profesi, 58 orang Spesialis, 213 orang Magister, dan 42 orang Doktor. Dengan ini, total jumlah alumni Unud hingga kini sekitar 94.194 orang. Jumlah mahasiswa yang lulus tergantung dari jumlah student body dari fakultas tersebut. Di Unud ada lima fakultas yang memiliki ma-
hasiswa yang banyak, seperti Fakultas Kedokteran, Hukum, Teknik, Ekonomi, Ilmu Budaya. Hal itu disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik Unud Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, MEng. Menurutnya, pembelajaran yang diberikan Unud telah baik, sehingga tiap tahunnya mahasiswa yang diterima makin banyak, dan makin banyak pula mahasiswa yang diluluskan. Dibandingkan dengan tahun lalu, mahasiswa yang lulus tepat waktu semakin banyak. Ini membuktikan akreditasi program studi, proses pembelajaran telah memiliki standar. Sehingga
WISUDA - Prosesi wisuda ke-133 yang dilakukan Rektor Unud Prof. DR. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)., di Auditorium Widya Sabha kampus Unud Bukit Jimbaran, Sabtu (5/10) kemarin.
mahasiswa lulus tepat waktu akan semakin banyak. “Ini tercermin bahwa akreditasi prodi, proses pembelajaran, dan sampai selesainya mahasiswa itu sudah memiliki standar. Sehingga dia bisa lulus tepat waktu,” papar Prof. Gde Antara. Dengan wisuda ini, ia mengharapkan agar para lulusan terus belajar, karena wisuda bukanlah akhir dari pembelajaran. Lulusan diharapkan mampu mendharma-baktikan ilmu yang didapatkan di bangku kuliah untuk diterapkan di masyarakat. Jadi daya serap lulusan Unud di masyarakat akan tertanda baik. “Tidak satupun lulusan Udayana itu yang tidak bekerja. Atau kalau tidak bekerja, dia telah menciptakan lapangan kerja,” harap Prof Gde Antara. Menurut Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)., nantinya lulusan akan kembali ke tengah-tengah masyarakat untuk mengabdikan ilmu pengetahuannya, dan turut membangun bangsa di daerahnya masingmasing sesuai dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki. Di masyarakat, diharapkan mereka tidak hanya menunggu lapangan pekerjaan saja, namun mereka harus menciptakan lapangan kerja. Karena mereka telah dibekali dengan kewirausahaan. Disamping itu juga, Rektor
menerangkan bahwa di era digital 4.0 ini pihaknya akan meningkatkan sistem pembelajaran secara online. Dimana sekitar 105 mata kuliah telah di online-kan. Ke depan pihaknya akan meningkatkan kurikulum tentang digital, baik itu artifice intelegent, big data, dan lainnya. Untuk meningkatkan daya saing baik itu nasional maupun internasional, pihaknya mewajibkan prodi yang telah terakreditasi A, yang secara nasional telah unggul untuk terus melanjutkannya ke tingkat internasional. Seperti dengan mengikuti akreditasi Asean University Network, maupun lainnya. “Akhir Oktober ini kita akan mensertifikasi beberapa program studi di tingkat internasional,” papar Rektor Unud. Setelah kembali ke masyarakat, rektor mengharapkan agar lulusan bekerja sesuai dengan kompetensinya. Dan tentunya mereka tetap menjaga nama baik almamater, bekerja keras, tekun, tertib, disiplin, jujur, objektif dan penuh rasa tanggung jawab. Mampu menjadi SDM yang unggul, mandiri dan tentunya berbudaya, menekankan pentingnya nilai-nilai yang berkaitan dengan akhlak dan moral. Hal itu karena budaya akademik adalah menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran. (ad175)
Meriahkan HUT TNI
Lahir 5 Oktober, Dapat Sim Gratis Bangli (Bali Post) Polres Bangli kembali membuat program layanan SIM gratis untuk masyarakat. Kali ini dalam rangka memeriahkan HUT TNI ke-74. SIM gratis bisa didapatkan dengan syarat, pemohon lahir tepat pada HUT TNI tanggal 5 Oktober. Kasat Lantas Polres Bangli AKP Nengah Sona, Sabtu (5/10) mengatakan tujuan pemberian layanan SIM gratis
di HUT ke-74 TNI untuk meningkatkan soliditas Polri dengan TNI. Sehingga harapan kita ke depan Polri dan TNI semakin dicintai masyarakat dan untuk meningkatkan keutuhan NKRI. Layanan SIM gratis ini mulai dibuka sejak Sabtu (5/10), hingga Kamis (10/10) mendatang. AKP Sona mengaku, pihaknya sudah mensosialisasikan kepada anggota TNI dan keluarganya. Manakala
ada anggota atau keluarganya yang lahir tepat tanggal 5 Oktober pihaknya mengajak agar memanfaatkan program ini dengan datang langsung ke Polres Bangli. “Layanan SIM gratis yang diberikan hanya untuk SIM baru golongan SIM C dan SIM A,” terangnya. Meski layanan SIM bisa didapat secara gratis, namun pemohon tetap harus memenuhi syarat dan mengikuti tes untuk uji pengetahuan
dan keterampilan berkendara. AKP Sona mengatakan, hingga siang kemarin warga yang mengajukan permohonan SIM gratis masih nihil. Sebelumnya, saat menyambut HUT Bhayangkara 1 Juli lalu, Polres Bangli juga memberikan pelayanan SIM gratis. SIM gratis saat itu diberikan bagi masyarakat yang memiliki tanggal kelahiran bertepatan dengan Hari Bhayangkara. (kmb40)
Diduga Korsleting, Angkot Terbakar Singaraja (Bali Post) – Warga Jalan Surapati, Singaraja mendadak haboh Sabtu (5/10) kemarin. Ini karena angkutan kota (angkot) terbakar di tengah jalan. Akibat kejadian itu, arus lalu lintas dari kedua arah macet. Diduga angkot ini terbakar karena mengalami korsleting pada jaringan kelistrikan. Informasi dikumpulkan di lapangan menyebutkan, sebelum kejadian arus lalu lintas rame lancar. Entah apa sebabnya, sekitar pukul 08.30 Wita angkot dengan nomor polisi (Nopol) DK 1963 UA mogok di tengah jalan. Setelah berusaha diperbaiki oleh salah seorang mekanik panggilan, mesin angkot itu kembali hidup.
Ketika akan kembali melanjutkan perjalanan, tibatiba kabel di bawah kemudi muncul percikan api. Bahkan percikan api itu diikuti suara ledakan, serta kobaran api. Dalam waktu singat, api langsung menghanguskan angkot tersebut. Saat itu warga kemudian meminta bantuan pemadaman ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng. Selang beberapa saat kemudian, dua unit mobil Damkar tiba di lokasi kejadian. Saat itu api langsung disiram, sehingga kobaran api berhasil dikendalikan. Setelah dipastikan api padam, aparat Polisi dibantu warga kemudian memindahkan bangkai angkot naas itu ke pinggir jalan. Arus
lalu lintas yang sebelumnya macet, kembali normal. Pengemudi angkot Ketut Keraja (46) warga Duaun Tenaon Desa Alasangker, Kecamatan Buleleng menceritakan, sebelum kejadian angkot berfungsi dengan baik. Dia mengaku sudah sempat mengantar penumpang sesuai trayek yang ada. Ketika melintas di lokasi kejadian, tiba-tiba angkotnya mogok di tengah jalan. Dia berusaha menghentikan angkotnya di pinggir jalan dan langsung mencari mekanik panggilan. “Waktu akan mencari penumpang, bemo saya mogok. Saya panggil mekanik untuk memperbaiki, mesin sudah kembali hidup,” katanya. Setelah selesai diperbaiki,
BPM/ist
TERBAKAR - Angkot dengan nomor polisi (Nopol) DK 1963 UA terbakar Sabtu (5/10) kemarin. Diduga angkot ini terbakar karena korsleting pada jaringan kelistrikan.
Keraja akan melanjutkan untuk mencari penumpang. Namun naas, ketika akan mengidupkan mesin dia menemukan ada percikan api tidak jauh dari posisinya duduk. Tidak hanya percikan api, saat bersamaan dirinya dikagetkan dengan suara ledakan di ruang mesin. Keraja bermaksud keluar dan saat bersamaan api sudah membakar angkot yang dijadikan sumber penghasilan keluarganya itu. Atas kejadian ini, dia hanya bisa pasrah karena modal usahanya seha-hari itu sekarang tinggal menyisakan puing kebakaran. “Baru stater sekali mesin hidup dan muncul percikan api lalu muncul ledakan, dan langusng saya keluar api sudah membakar dan siapa yang memanggil petugas Damkar saya tidak tahu,” katanya. Kapolsek Kota Singaraja Kompol IGN Yudistira seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., membenarkan telah terjadi kebakaran angkot tersebut. Yudistira mengatakan, setelah kejadian itu pihaknya sudah memeriksa beberaa saksi termasuk pengemudi angkot. Hanya saja penyebab angkot tersebut terbakar hingga sekarang masih diselidiki lebih lanjut. “Untuk sementara penyebab kebakaran itu masih didalami, saksi termasuk pengemudi masih dimintai keterangan lebih lanjut,” jelasnya. (kmb38)
Puluhan Are Kawasan Hutan Puncak Landep Terbakar Singaraja (Bali Post) Kebakaran hutan Puncak Landep Dusun Mekar Sari, Desa Panji Kecamatan Sukasada terbakar. Api ditemukan pada Jumat (4/10) membakar sekitar 30 are. Diduga hutan tersebut terbakar karena adanya sisa api bekas warga yang masuk hutan akan mencari lebah madu liar di dalam kawasan tersebut. Informasi dikumpulkan di lapangan menyebutkan, pertamakali titik api ditemukan sekitar pukul 18.00 Wita malam lalu. Titik api yang ditemukan itu dengan cepat merembet. Apalagi karena
cuaca dan angin kencang, sehingga api dengan cepat meluas. Akibatnya, sekitar 30 are kawasan hutan terpapar api. Jilatan api menghanguskan semak, rumput liar, dan benerapa tanaman kayu yang masih kecil. Pascakejadian itu, warga di sekitar kawasan hutan melaporkan kepada aparat desa setempat. Ini karena dikhawatirkan titik api semakin meluas. Warga bersama Polisi, TNI dan petugas Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) mencoba memadamkan api dengan peralatan manual. Petugas ini berusaha
memadamkan api dengan menyekat titik api agar tidak meluas. Sementara pemadaman dengan menyemprotkan air tidak bisa dilakukan, karena sulitnya sumber mata air di kawasan hutan tersebut. Kapolsek Sukasada Kompol Nyoman Landung seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Sabtu (5/10) kemarin membenarkan kebakaran hutan tersebut. Nyoman Landung mengatakan, sejauh ini penyebab munculnya titik api di kawasan hutan tersebut belum bisa dipastikan. Ini karena barang bukti di lapangan minim. Na-
mun demikian, dari keterangan saksi-saksi menyebutkan, sebelum kejadian sering ada warga yang masuk kawasan hutan. Di dalam hutan warga biasanya mencari lebah madu liar. Diduga karena seringnya warga masuk ke kawasan hutan, diduga percikan api bekas digunakan mengusir lebah liar tidak sengaja menjalar dan memunculkan titik api. “Sejak kejadian Polisi bersama TNI, petugas KPH dan warga sudah memadamkan api. Kasusnya masih dikembangkan untuk memastikan sebab kebakaran. (kmb38)
YUDISIUM - Dekan FEBP Unhi I Gusti Ayu Wimba bersama Kaprodi dan Sekretaris Prodi foto bersama dengan peraih IPK tertinggi dari masing-masing prodi.
FEBP Unhi Yudisium 143 Orang Mahasiswa 22 Orang Lulus ’’Cumlaude’’
FAKULTAS Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata Universitas Hindu Indonesia (FEBP Unhi) Denpasar meyudisium 143 orang mahasiswa, Sabtu (5/10). Mereka berasal dari Program Studi (Prodi) Manajemen sebanyak 76 orang dan 67 orang dari Prodi Akuntansi. IPK tertinggi Manajemen diraih Ni Wayan Eka Juniari dengan IPK 3,59 dan dari Akuntansi diraih Ni Wayan Sri Gita Nandini dengan IPK 3,64. Sampai Oktober 2019, jumlah alumni FEBP Unhi mencapai 2.591 orang, meliputi alumni Prodi Manajemen sebanyak 1.498 orang dan Prodi Akuntansi 1.093 orang. Dekan FEBP Unhi Dr. Dra. I Gusti Ayu Wimba, M.M., menyampaikan, yudisium esensinya adalah puncak prosesi pembelajaran mahasiswa yang diselenggarakan di tingkat fakultas, dalam hal ini Fakultas Ekonomi Bisnis dan Pariwisata Unhi. Kurang lebih selama empat tahun para mahasiswa dididik dengan 144 SKS dalam 48 mata kuliah, akhirnya mengantarkan para mahasiswa menyandang gelar kesarjanaan sesuai dengan ketentuan Menristekdikti. Yakni, Sarjana Manajemen (SM) untuk lulusan Prodi Manajemen dan Sarjana Akuntansi (S.Ak) untuk Prodi Akuntansi. Selanjutnya para lulusan siap diterjunkan ke dunia kerja yang senyatanya dengan harapan dapat mengabdikan ilmu pengetahuannya kepada
masyarakat. Dikatakannya, pada yudisium periode Mei 2019, FEBP Unhi meyudisium sebanyak 321 orang, dan pada periode kali ini meyudisium 143 orang. ‘’Jadi total mahasiswa yang kami yudisium selama tahun 2019 sebanyak 464 orang. Dari 143 orang mahasiswa yang kami yudisium hari ini, 76 orang dari Prodi Manajemen dengan 14 orang berpredikat cumlaude dan 67 orang mahasiswa dari Prodi Akuntansi, dengan delapan orang berpredikat cumlaude. Jadi, dari total mahasiswa yang diyudisium kali ini, 22 orang berpredikat cumlaude atau sekitar 16 persen,’’ ujar Dekan Gusti Ayu Wimba didampingi Wakil Dekan I Wayan Sudiana, S.E., M.Si., Ak., CA., Kaprodi Akuntansi sekaligus Ketua Panitia Sang Ayu Putu Arie Indraswarawati, S.E., M.Si., Ak., CA., Kaprodi Manajemen I Wayan Suartina, S.E., M.M., Sektretaris Prodi Akuntansi Ni Komang Sumadi, S.E., M.Si., Ak., Sekretaris Prodi Manajemen Ni Luh Adisti Abiyoga Wulandari, S.E., M.M. Lanjut Dekan I Gusti Ayu Wimba, dalam menyelenggarakan proses pendidikan, FEBP Unhi dibantu oleh 83 orang dosen. Rinciannya, 32 orang dosen tetap Prodi Manajemen, 22 orang dosen tetap Prodi Akuntansi dan 29 orang dosen luar biasa yang mengajar Mata Kuliah Dasar Umum (MKDU)
dari fakultas lain di lingkungan Unhi. Dalam menyelenggarakan proses pendidikan, fakultas ini juga dibantu enam orang tenaga non-kependidikan. Dekan I Gusti Ayu Wimba menyampaikan selamat kepada orangtua mahasiswa atas keberhasilan putra-putrinya menyelesaikan pendidikan di tingkat sarjana (Strata 1). Kepada para lulusan ia menyampaikan, yudisium ini bukanlah akhir dari perjuangan. Namun titik awal perjuangan untuk merebut pasar kerja. Dalam dunia kerja yang nyata, para lulusan akan menghadapi persaingan yang ketat, sehingga dituntut bisa lebih profesional, proaktif dan lebih kreatif serta lebih tawakal. ‘’Dalam usaha mengakselerasi derap Revolusi Industri 4.0, saudara harus bisa survival dalam era ini. Ada dua hal penting yang harus mendasari perilaku saudara, yaitu fleksibel untuk bisa adaftif dan akhirnya barulah saudara bisa sustainable dalam era persaingan dunia kerja yang ganas ini. Sekali lagi pesan saya: “To keep yourself relevant” karena dalam era perubahan yang terjadi di semua lini kehidupan ini kita akan selalu ‘belajar dan belajar’, karena keberhasilan itu tidak pernah bersifat final,’’ ujarnya. Hadir saat acara yudisium pengurus Yayasan Pendidikan Widya Kerthi, Wakil Rektor II Unhi Dr. I Gede Putu Kawiana, S.E., M.M. dan para dekan di lingkungan Unhi. (ad171)
KOMPETISI - Aksi Ibnu Fachrizal dan Samsul Falah pada ajang kompetisi The 20th Safety Japan Instructors Competition 2019 di Suzuka, Jepang.
Instruktur ”Safety Riding” AHM Pertahankan Tradisi Juara di Jepang DUA instruktur safety riding binaan PT Astra Honda Motor (AHM) kembali berhasil meraih gelar juara pada kompetisi instruktur tingkat international di ajang The 20th Safety Japan Instructors Competition 2019 di Suzuka, Jepang. Para jawara ini mampu mengungguli peserta dari negara lain dalam menuntaskan beragam materi uji praktik pada kompetisi ini. Di kelas 400cc, Ibnu Fachrizal instruktur safety riding asal Astra motor Samarinda mempertahankan gelar juara pertama dengan raihan point 2.688, sekaligus mencatatkan dirinya menjadi yang terbaik pada Overall Group CB400. Pada kategori Overall Group CB400, Ibnu meraih poin tertinggi dibandingkan dengan instruktur asal Jepang, serta mengalahkan catatan poin dirinya di tahun lalu. Sementara itu, I Gusti Ngurah Agung Iswahyudi dari Astra Motor Denpasar menduduki peringkat ke-3 di kelas 400cc dengan raihan poin 2.276. “Beban sebagai juara bertahan pasti ada, ditambah dengan kondisi hujan saat sesi Low Speed Balance membuat saya semakin tertekan. Dengan bekal skill yang saya miliki serta terus menjaga kondisi
mental, saya mampu mempertahankan juara pertama pada ajang ini. Dengan berbagai hal yang saya dapati di sini, saya akan terus menularkan pengetahuan aman berkendara ini untuk membangun mental masyarakat Indonesia agar tertib berkendara,” ujar Ibnu. Sementara itu, Samsul Falah dari main dealer PT Wahana Makmur Sejati berhasil meraih peringkat ketiga pada kelas 125cc dengan raihan poin 2.164. Pemuda asal Tangerang ini mengatakan, ujian braking menjadi tantangan berat ditambah aspal yang lebih licin dari lokasi uji lainnya. “Selain Low Speed Balance, sesi Braking menjadi tantangan terberat bagi saya. Dengan latihan yang intensif lebih dari sebulan, saya bisa menjalankan strategi saya dengan baik hingga dapat meraih juara ke-3,” ujar Samsul. Deputy General Manager Marketing Planning and Analysis AHM Andy Wijaya mengatakan raihan ini menjadi bukti instruktur safety riding binaan AHM memiliki kualitas skill yang baik dan sesuai dengan perkembangan ilmu safety riding di dunia. “Prestasi para instruktur ini menjadi sebuah kebanggaan bagi AHM serta membanggakan bagi Indonesia. Kami
berharap ilmu keselamatan berkendara yang di dapatkan pada gelaran ini dapat di tularkan oleh para instruktur kepada masyarakat Indonesia, khususnya para pengguna sepeda motor,” ujar Andy. Kompetisi The 20th Safety Japan Instructors Competition 2019 berlangsung pada 3-4 Oktober 2019 di Suzuka Circuit Traffic Education Center, Jepang. Tahun ini kompetisi diikuti oleh 75 peserta dari 9 negara, yakni Jepang, Indonesia, Singapura, Thailand, Vietnam, India, Taiwan, Australia dan Brazil. Dalam ajang ini para peserta diuji mengenai berbagai pengetahuan keselamatan berkendara dan skill riding melalui ujian praktik. Dalam uji praktik, para peserta diuji keterampilannya dalam berkendara mencakup teknik pengereman, keseimbangan serta pengoperasian sepeda motor dan posisi berkendara yang baik dan benar dalam berbagai kondisi dalam sesi praktik braking, slalom course dan low speed balance. Para peserta juga melewati ujian edukasi keselamatan berkendara. Pada ujian edukasi, para peserta dituntut untuk memiliki kemampuan untuk mengajar dalam berbagai kasus yang diberikan oleh tim juri. (bns1)
4
Minggu Wage, 6 Oktober 2019
BELAJAR - Anak malas belajar juga bisa disebabkan karena orangtua tidak pernah mencontohkan cara belajar, misalnya orangtua tidak pernah baca buku, maka anak akan malas juga membaca buku. Anak kurang gizi, cacingan sehingga anak sering mengantuk, sehingga proses belajarnya kurang optimal. Jangan lupa, setiap keberhasilan kecil yang dicapai anak, orangtua atau guru diharapkan memberi reward atau apresiasi sehingga anak termotivasi belajar atau melakukan yang lebih baik lagi. Satu hal lagi yang menjadi catatannya adalah membanding– bandingkan anak dengan anak lain sehingga mentalnya menjadi down, dan anak pun malas mencapai sesuatu atau melakukan sesuatu sampai berhasil termasuk belajar.
BPM/ist
Membangkitkan Gairah Belajar pada Anak DI tengah maraknya gangguan gawai yang lebih memikat dibanding deretan hurufhuruf di buku pelajaran sekolah, kebijakan dari orangtua tetap menjadi prioritas untuk mengelola minat belajar anak. Sebaiknya penggunaan gawai juga dibatasi agar anak-anak bisa fokus menyerap pelajaran sekolah. Sehingga masalah kesulitan belajar bisa diatasi tanpa menimbulkan konflik.
Belakangan marak masalah anak susah belajar. Orangtua kerap mengeluhkan anaknya yang sulit diajak belajar, hanya ingin main bahkan cenderung tantrum. Sebelum mengajak anak belajar dan membiasakan perilaku rajin belajar, sebaiknya orangtua wajib memahami dulu penyebab anak susah belajar. Ada banyak faktor yang menyebabkan anak susah belajar. Namun demikian, anak yang susah belajar tidak melulu harus diikutkan les kemudian mengikuti semua jadwal les. Peran orangtua sangat besar menentukan keinginan anak mau belajar dan muncul kesadaran dalam dirinya untuk belajar. Psikolog RSUD Wangaya Nena Mawar Sari belum lama ini menerangkan penyebab anak susah belajar. Di antaranya, peran orangtua. Orangtua yang memperhatikan kebutuhan dan perasaan anak serta memberi contoh pada anak, akan lebih mudah mengajak anak untuk belajar. “Jadi pada dasarnya anak melihat apa yang dilakukan orangtua, bukan apa yang dikatakan orangtua,” ujarnya. Penyebab lainnya anak susah belajar yaitu, metode belajar anak yang salah sehingga anak merasa kurang nyaman belajar dengan cara yang diajarkan guru atau orangtuanya. Mengingat ada 9 kecerdasan anak yaitu, kecerdasan linguistik (kemampuan berbahasa), kecerdasan matematis, kecerdasan intrapersonal (kemam-
puan mengatur emosi), kecerdasan interpersonal (hubungan dengan orang lain), kecerdasan auditori, kecerdasan spasial (menggambar), kecerdasan kinestetik (badan), kecerdasan naturalis (alam). Kecerdasan “Dengan mengetahui kecerdasan yang dimiliki anak, orangtua atau guru hendaknya mengajarkan anak berdasarkan kecerdasannya. Jadi kecerdasan yang dimiliki adalah cara ia belajar,” jelasnya. Ia berpesan jangan sekali–sekali melabeli anak itu bodoh, karena meskipun anak tersebut tidak pernah mencatat, namun ia mendengarkan gurunya menjelaskan. Ada juga anak yang tidak bisa matematika, namun menggambarnya bagus. Faktor lain yang menyebabkan anak susah belajar yaitu IQ yang di bawah dari normal. Kategori IQ beragam, ada yang superior, normal, slow learned (lambat belajar), ada yang RM (sedang, ringan, berat. Anak dengan beragam IQ ini bukan tidak bisa belajar, namun metode belajarnya disesuaikan dengan kemampuan anak. Matanya terganggu sehingga tidak melihat, faktor psikis seperti orangtua atau guru yang suka marah atau memaksakan, orangtua yang terlalu memaksakan anak untuk belajar pada-
“Hai Kak, aku mau curhat sekaligus nanya ya. Aku Meira, sekarang aku kelas 10 Kak. Banyak loh aku ketemu orang baru dan aku gak begitu akrab dengan mereka. Jujur aja, aku orangnya agak takut gitu kalo ketemu sama orang baru. Nah, aku jadinya susah buat kenalan apalagi berteman sama teman sekelasku, padahal tugas kelompok di sekolah itu lumayan banyak Kak. Jadi, gimana sih Kak cara ngebangun hubungan yang baik sama temanku Kak? Makasi banyak Kak. Jangan lupa dijawab ya.” Halo Meira. Salam kenal ya. Terima kasih udah berbagi cerita bersama Kisara ya. Kamu mungkin menghabiskan lebih banyak waktu dengan teman-teman kerja dibanding keluarga di rumah setiap harinya. Dari pagi sampai menjelang malam, merekalah orang-orang yang selalu ada di sekitarmu. Ada banyak hal yang membuat kita sulit untuk membangun hubungan dengan orang lain, padahal mereka kadang sebaya dengan kita. Nah, sekarang kita akan mencoba berbagi cara bagaimana cara menjalin hubungan yang baik dengan teman ataupun dengan orang yang belum kita kenal. Pada dasarnya semua orang ingin dihargai, tidak peduli apakah ia orang berpangkat atau tidak, orang miskin atau kaya, sesama agama atau tidak seagama, sesama suku atau tidak sesama suku, semuanya ingin dihargai secara proporsional. Cobalah membangun relasi dengan menghargai temanmu. Misalnya saja menghargai pendapat temanmu atau mendengarkannya ketika dia berbicara. Hal simple ini bisa bikin orang tertarik untuk membangun relasi denganmu loh. Selain menghargai, Sikap mau mengerti keadaan orang lain pada dasarnya merupakan dasar membentuk relasi. Sebab, orang mempunyai sikap mau mengerti keadaan orang lain ini membutuhkan kesadaran yang harus ditumbuhkan dari dalam hati
nurani yang terdalam. Artinya kita harus menghindari sikap acuh tak acuh atau tidak peduli terhadap orang-orang yang ada di sekitar kita. Bersikap postif dan tetap tersenyum. Kamu akan jadi mudah didekati dan diajak bicara temantemanmu. Orang akan tertarik ketika kamu tersenyum dan memancarkan aura positif, jadi mereka gak akan takut untuk mengajak kamu berinteraksi. Kenali temanmu lebih dekat. Sekali-kali kamu harus hang out dengan mereka di luar jam sekolah. Pergantian suasana itu juga penting untuk membangun chemistry supaya kamu merasa nyaman dengan mereka. Tanyalah teman-teman di kelas soal hal-hal yang mereka sukai seperti musik, film, buku, atau hobi. Kalau kamu sudah tahu apa saja yang mereka sukai, kamu akan dengan mudah memulai percakapan dengan teman-teman kerja. Apapun kesamaan kalian, kalian akan jadi lebih dekat dan nggak akan sungkan satu sama lain. Dengan menjalin hubungan yang baik dan positif dengan teman-teman sekelasmu, produktivitas dan kualitas teamwork di kelas juga akan meningkat dan kamu jadi lebih semangan melewati waktu sekolah. Ingat, menjaga sebuah hubungan lebih sulit daripada membangun sebuah hubungan, dan membangun sebuah hubungan lebih sulit untuk menghancurkan sebuah hubungan.
Malas Anak malas belajar juga bisa disebabkan karena orangtua tidak pernah mencontohkan cara belajar, misalnya orangtua tidak pernah baca buku, maka anak akan malas juga membaca buku. Anak kurang gizi, cacingan sehingga anak sering mengantuk, sehingga proses belajarnya kurang optimal. Jangan lupa, setiap keberhasilan kecil yang dicapai anak, orangtua atau guru diharapkan memberi reward atau apresiasi sehingga anak termotivasi belajar atau melakukan yang lebih baik lagi. Satu hal lagi yang menjadi catatannya adalah membanding–bandingkan anak dengan anak lain sehingga mentalnya menjadi down, dan anak pun malas mencapai sesuatu atau
melakukan sesuatu sampai berhasil termasuk belajar. Kata–kata apresiasi dari orangtua dan guru juga penting diberikan. Pemilihan kata–kata yang tepat menyampaikan sesuatu pada anak sangat penting. Misalnya, hari ini anak mendapatkan nilai 6, maka tetap berikan anak apresiasi dan mengatakan ke depan perlu menaikkan nilai lagi, misalnya 7 atau 6,5. Faktor eksternal yang mempengaruhi anak malas belajar, bisa dilakukan dengan memanipulasi lingkungannya. Seperti belajar sambil bermain, belajar bersama, melibatkan ayah dan ibu dan memberi apresiasi. Sedangkan faktor internal yang menyebabkan anak malas belajar, harus dicari terlebih dahulu penyebabnya dan dicarikan cara lain. Memperhatikan timing waktu anak belajar juga sangat penting. Jangan sampai mengganggu waktunya bermain, karena anak TK dan SD juga masih membutuhkan waktu untuk bermain. Maka diskusikan waktu yang tepat dengan anak, kapan waktunya belajar. Lalu komitmen dengan waktu tersebut. Yang terpenting durasi belajar. Durasi belajar yang lama namun tidak berkualitas akan membuat anak semakin malas belajar. Sehingga meskipun waktu belajar sebentar misalnya 45 menit, namun belajarnya berkualitas, maka itu pentinga dilakukan. (may)
Paha Seksi dengan Bola
Kisara
Membangun Relasi
hal kondisi anak sedang lelah juga mempengaruhi anak malas belajar. “Jadi timing belajarnya itu yang kurang,” imbuhnya. Bisa juga karena faktor kecemasan lain seperti di-bully teman, mengalami pelecehan seksual sehingga konsentrasinya terganggu. Sehingga untuk mengatasi anak yang susah belajar dan malas belajar, orangtua harus memahami sebabnya. “Jika karena IQ, maka jangan paksakan anak di sekolah unggulan. Metodenya juga belajar sambil bermain, dan gurunya juga dipilihkan, jangan guru killer,” bebernya.
Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.
1
PAHA yang kencang padat berisi akan nampak lebih seksi dengan latihan ringan menggunakan alat bola. Dengan variasi gerakan yang sederhana serta
melakukannya denganirama yang pas, maka latihan jadi menyenangkan. Ikuti contoh peragaan berikut ini bersama Ni Kadek Soni Ariani dari Lala Studio.
3
Gb. I: Duduk di lantai dengan posisi badan tegak dan kedua kaki ditekuk. Kedua tangan memegang bola dan putar badan ke arah kanan sembari meluruskan kaki kanan lalu kembali ke posisi semula dan lakukan ke arah kiri dengan meluruskan kaki kiri. Ulangi gerakan tadi pada 4x8 hitungan.
Gb. II: Untuk mengencangkan paha sebelah dalam, ambillah posisi duduk tegak dengan kedua kaki ditekuk dan tutup rapat. Buka kedua lutut lalu dorong badan ke depan dengan kedua lengan lurus depan dada lalu tegakkan kembali dan ulangi hingga 4x8 hitungan.
Gb. IV: Paha samping dan pinggul dapat dilatih dengan cara menjepit bola pada kedua lutut yang ditekuk sedangkan kedua lengan lurus di belakang tubuh. Arahkan bola ke samping kanan dan kiri beberapa kali, maka akan terasa peregangan pinggul.
2
Gb. III: Tetaplah duduk tegak dengan kedua kaki ditekuk. Luruskan kaki kanan sembari meluruskan kedua lengan depan dada lalu tekukkan kembali dan ulangi hingga 2x8 hitungan setelah itu lakukan pada kaki satunya dengan hitungan yang sama pula. Selamat berlatih bagi pembaca yang mendambakan paha seksi dan salam bugar dari Lala Studio.
4
Kupon
5
Minggu Wage, 6 Oktober 2019
Capricorn Peruntungan: Lagi banyak mendapat gunjingan dan sorotan dari orang lain tak perlu dimasukkan hati. Cukup didengarkan dan dipertimbangkan saja. Tak perlu ditanggapi karena semua itu hanya ingin mengacaukan konsentrasi Anda. Kesehatan: Turutilah anjuran dokter dan jangan sekali-kali melanggarnya. Cinta: Suasana percintaan Anda cukup hangat dan menyenangkan, seakan enggan berpisah dengannya. Aquarius Peruntungan: Peluang belum tertutup sehingga kesempatan untuk meraih kesuksesan tetap terbuka lebar. Tinggal bagaimana tekad Anda dalam menjalaninya. Kesehatan: Mata serasa sulit dipejamkan meskipun Anda sebenarnya sudah merasa capai. Cinta: Tampak menggelora dan mengairahkan suasana asmara Anda. Hanya, kata-kata yang bisa merusak suasana segera singkirkan jauh-jauh. Pisces Peruntungan: Masih banyak masalah yang memusingkan terutama masalah yang datang dari kawan dekat Anda selama ini. Maka tak perlu ragu untuk bertindak tegas dan keras bila perlu. Kesehatan: Kondisi badan masih dalam tahap pemulihan maka ada baiknya Anda tidak tidur terlalu larut malam. Cinta: Tak perlu jengkel dan marah dengan sikapnya yang sepintas kurang ada perhatian, cobalah berpikir positif. Aries Peruntungan: Perbintangan Anda minggu ini sebenarnya cukup mujur, tinggal tergantung bagaimana upaya dan keberanian Anda dalam menerjang segala ganjalan yang ada. Kesehatan: Baik-baik saja dan tidak ada yang perlu dicemaskan. Selama Anda bisa menjaga pola makan dan istirahat secara teratur, maka kondisi badan akan tetap terjaga dengan baik. Cinta: Apa sih repotnya mengalah untuk kebahagiaan dirinya. Walau menurut Anda baik, belum tentu bagi dirinya baik. Untuk itu, janganlah egois. Taurus Peruntungan: Cobalah bersikap lebih profesional lagi dengan memilah mana urusan pribadi dan mana urusan kantor sehingga jangan sampai dicampur aduk. Kesehatan: Pola makan sebaiknya benar-benar diperhatikan, jangan sampai penyakit lama Anda kambuh kembali karenanya. Cinta: Kedua belah pihak harus mau berkorban dengan penuh keikhlasan. Gemini Peruntungan: Tangani pekerjaan yang sedang dihadapi sekarang dengan sebaik mungkin karena akan berdampak besar bagi kelangsungan bisnis Anda di waktu yang akan datang. Kesehatan: Kondisi badan masih terus menurun, sedangkan aktivitas yang Anda rasakan begitu tinggi intensitasnya. Cinta: Pilihan Anda sudah, tepat buat apa Anda menyangsikannya lagi dan mencari-cari kesalahan yang seharusnya tidak perlu Anda lakukan. Cancer Peruntungan: Jangan biarkan hati bingung dan ragu dalam membuat keputusan yang membuat Anda semakin mustahil dapat meraih peluang yang sudah di depan mata tersebut. Kesehatan: Kondisi badan terasa lebih baikan dan berangsurangsur terus menunjukkan grafik positif, sehingga Anda bisa lebih tenang. Cinta: Lihatlah dari sisi baiknya agar tidak selalu menjadi tekanan batin Anda. Leo Peruntungan: Masalah pada minggu ini tampak setumpuk, dan itu semua perlu konsentrasi tinggi untuk menyelesaikannya. Tetap saja harus sabar meskipun digoyang sana sini. Kesehatan: Jika lagi gemar-gemarnya melakukan diet, ada baiknya Anda memperhatikan kondisi badan, jangan sampai jatuh sakit karenanya. Cinta: Jangan anggap enteng suatu perselisihan, segera dijelaskan agar tidak berkelanjutan. Virgo Peruntungan: Teori dan praktik di lapangan terkadang bertolak belakang. Untuk itu, jangan hanya memikirkan manisnya, akan tetapi yang lebih penting kemungkinan terburuknya itu yang harus lebih dipertimbangkan. Kesehatan: Buatlah hidup ini seenjoy mungkin. Sebisa mungkin hindari perasaan marah, iri hati, dan dendam. Cinta: Ada pihak ketiga yang mulai mengobok-obok kisah kasih Anda. Sebisa mungkin jagalah kekompakan dengannya. Libra Peruntungan: Perbaiki dan tatalah dulu apa-apa yang tidak sesuai dengan komposisi yang sebenarnya. Kalau perlu berusahalah merangkul teman-teman yang telah berhasil untuk ikut membantu. Kesehatan: Kunci ketenangan dalam hidup ini adalah selalu berpikiran positif dan terhindar dari perasaan curiga-mencurigai sesama manusia. Cinta: Tak perlu mengekangnya. Jika si dia ingin mencoba sesuatu yang baru, biarkan saja selama itu masih positif. Scorpio Peruntungan: Bersikaplah realistis dan menempatkan segala sesuatunya pada proporsi yang benar. Tak perlu mengikuti gengsi kalau itu hanya akan menambah beban bagi bisnis Anda. Kesehatan: Menghirup udara pagi dengan lari kecil sangatlah bagus bagi pikiran dan kejiwaan Anda. Cinta: Jika Anda sudah paham dengan segala sifat dan wataknya, lalu mengapa Anda masih mempersoalkan dan meributkannya terus. Sagitarius Peruntungan: Kegagalan dan kesuksesan itu selalu seiring sejalan, sehingga harus selalu siap menerima kedua-duanya dan tetap bisa berpikiran positif dengan mengambil hikmah dari setiap kejadian itu. Kesehatan: Lebih baik melakukan tindakan preventif agar bisa cepat mendapat penanganan dan tidak sampai terlalu fatal. Cinta: Kerikilkerikil tajam masih harus dilewati untuk dapat mencapai pintu gerbang impian.
Diasuh Oleh : Astrologer Ki Wongso Wijoyo
Berlaku : 6 - 11 Oktober 2019
Mengenal Keadaan Mati Semasih Hidup Yasmai devah prayacchanti purusaya parabhavam Buddhim tasyapakarsanti so’vacinani pasyati (Vidura Niti 2.81) “Ketika kekuatan ‘niskala’ Tuhan hendak mengalahkan seseorang, maka kekuatan ‘niskala’ Tuhan mencuri kecerdasan orang tersebut. Dengan demikian, perhatian orang tersebut akan tertuju pada perbuatan-perbuatan rendah.” Kekuatan “niskala” merupakan kekuatan yang sejatinya kuat. Tidak ada kekuatan apa pun yang mampu berdiri tegak atau berhadapan dengan kekuatan “niskala” Ida Sang Hyang Parama Kawi. Semua kekuatan dunia, dalam segala bentuk dan segala “penampakan”, begitu berhadapan dengan kekuatan “niskala” Hyang Parama Wisesa, maka mereka akan langsung menengadahkan kepala menghormat, atau menunduk penuh ketakutan. Dalam sloka di atas, kekuatan “niskala” Tuhan diistilahkan dengan “deva”. Ketika kekuatan “deva” bekerja maka tidak ada kekuatan lain yang mampu “membantah”-Nya. Tidak ada yang bisa menghindar atau terhindar dari “sapuan bersih” kekuatan “niskala” Tuhan ini. Kekuatan “deva” bekerja sangat kuat dan sempurna. Oleh karena tidak dapat dihindari oleh apa pun dan siapa pun, orang tidak bisa melepaskan diri dari “tangkapan” kekuatan “deva” ini. Maka pada saat itu atau dalam keadaan itu, kekuatan “niskala deva” ini menjadi sangat kuat dan “pasti” sehingga dinamakan kekuatan “daiva”. Bekerja secara halus, tidak terdeteksi, dan jika orang tidak awas dalam mengamatinya, “hantaman” dari kekuatan “daiva shakti” itu justru dilihat dan dipahami terbalik sebagai sebuah keberhasilan untuk dibanggakan. Orang-orang akan menjadi salah paham menerima
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa
“hantaman” sebagai “pujian”. Keterbalikan pandangan akhirnya tidak terjadi pada objek pengamatan melainkan pada pusat pengamatan atau siapa yang mengamati. Pada sloka di atas disebutkan bahwa ketika kekuatan “niskala” Tuhan hendak mengalahkan orang, maka kecerdasan orang tersebutlah yang dicuri, dihantam, diruntuhkan, diobrak-abrik, dan dijatuhkannya. Dapat dibayangkan jika orang hidup di dunia ini tanpa kecerdasan, maka apa pun yang orang lakukan pastilah tanpa pertimbangan baikburuk, benar-salah, agamabukan agama, spiritual atau pun matrerial, semua akan menjadi campur aduk. Adukan/campuran “lawar” atau masakan lain akan memberikan rasa enak dan nikmat. Akan tetapi campur-aduk hidup dan kehidupan akan membuat orang bersangkutan menjadi aneh, tidak eksis, ada-tidak ada, atau mati dalam keadaan masih hidup. Jika orang jujur melihat hidupnya, akan dijumpai keadaan hidup tapi mati, atau mati dalam keadaan masih sibuk beraktivitas, mati dalam keadaan masih hidup. Keadaan seperti ini barangkali masih jauh lebih baik daripada keadaan yang disebut-sebut oleh pada ahli ajaran-ajaran “niti” sebagai “binatang dalam bentuk manusia” alias dvipada pasu. Paling tidak, binatang masih hidup dan melakukan hal-hal yang secara naluri “kebinatangannya” sering sangat baik. Binatang akan menyerang hanya ketika hidupnya terancam atau merasa terancam/terganggu. Naluri binatang secara umum adalah baik karena berdasarkan naluri serta bersifat alami. Akan tetapi, ketika orang kehilangan kecerdasan, maka ia
dimasukkan ke dalam kategori “mati” semasih hidup. Sebab, semua organ tubuh, indria, dan lain-lain tidak berfungsi dalam arahan yang baik. Ia tidak bergerak atas dasar naluri atau alami, melainkan amburadul dan tumbang tindih. Barangkali karena itulah para suci bijaksana memberikan arahan-arahan agar orang memahami, bahwa ternyata ada keadaan-keadaan orang masih hidup dan beraktivitas normal tetapi tidak dianggap hidup melainkan sudah mati. Maharesi Manu mengajarkan agar setiap orang berusaha belajar segala hal yang bermanfaat dalam hidup ini demi tidak dikategorikan menjadi orang mati semasih hidup ( svam svam caritram sikseran prthivyam sarva-manavah). Ada keadaan-keadaan “mati” semasih hidup. Sudah dianggap mayat tetapi masih hidup, yang menurut pustaka suci Sarasamuccaya, bedanya dengan mayat hanyalah ia masih bernapas (ya ika mati ngaranya, tumuh mambekan, bhedanya sangkeng wangke). Keadaan mati semasih hidup seperti itu dan sudah tidak asing bagi semua orang adalah apa yang dinamakan mati suri. Orangorang yang mati suri sempat mengalami “kematian” dan hidup kembali. Ada yang mengalami “kematian”-nya hanya beberapa saat, beberapa jam, bahkan ada yang sudah dikubur tetapi hidup kembali. Pada umumnya mereka bisa mengingat “kejadian” yang dialaminya pada keadaan mati suri. Sementara “mati suri” dalam kehidupan, atau mati semasih hidup yang dimaksudkan di sini adalah “kematian” karena kecerdasan yang sudah dicuri oleh “Daivi Sakti” dan sudah tidak bekerja dengan baik, atau kecerdasan sudah dalam keadaan “mati suri”. Barangkali keadaan dan fungsi otak secara medis masih sangat bagus atau bahkan sempurna tetapi kecerdasan sudah tidak berfungsi dengan baik. Cerdas duniawi/ material tidak dianggap cerdas sejati oleh kitab-kitab suci jika ia masih menjauh dari ajaranajaran agama dan spiritual. Dari
makhluk hidup yang jumlahnya 8.400.000 jenis ciptaan Hyang Parama Kawi, terdapat 400.000 jenis yang dikaruniai khusus oleh Tuhan sebuah “alat untuk menjadi manusia” yang dinamakan kecerdasan (buddhi). Ketika “kekuatan niskala” yang dinamakan “daivi sakti” merampas kecerdasan tersebut, atau kata yang dipergunakan pada sloka di atas yaitu “parabhavam” yang artinya dikalahkan, ketika kecerdasan orang dikalahkan oleh kekuatan “niskala” Hyang Widhi, maka kecerdasan akan hilang dan sama sekali tidak berfungsi. Saat itulah orang dikatakan sebagai “mayat hidup”. Ia sudah dianggap mati tetapi masih dalam keadaan hidup, atau bahkan mungkin masih super aktif. Akan tetapi, kecerdasannya tidak mengarahkannya untuk menjadi manusia yang di jalan indah dharma, atau bahkan menjauh dari jalan agama dan spiritual. Barangkali hidupnya bisa “meriah” material, dalam berkelimpahan kesenangan serta kenikmatan material, akan tetapi sama sekali terjauhkan dari hidup keagamaan dan spiritual. Hidup orang-orang seperti itu hanyalah hidup untuk makan, tidur, kecemasan/bahaya, dan berketurunan (ahara-nidrabhaya-maithunani/maithunam ca). Keempat kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang sama dilakukan oleh binatang dan makhluk lainnya. Jikalau keempat kegiatan tersebut juga menjadi tujuan utama bagi hidup manusia, akhirnya tidak ada alasan bagi kitab-kitab suci Veda untuk membedakan (kemuliaan mendapatkan kesempatan hidup menjadi) manusia dari kehidupan binatang dan lain-lainnya. Kegiatan ahara (makan), nidra (tidur), bhaya (kecemasan/bahaya), dan maithunam (hubungan seks/berketurunan) merupakan ciri utama hidup binatang dan lain-lain. Bedanya, manusia melakukannya dalam “tata cara” yang jika kurang berhati-hati sering bisa keluar dari indah dan sehat alami. Sementara binatang,
melakukan empat aktivitas tersebut secara alami, karena itu ia menjadi indah dan sehat. Di sinilah diperlukan kecerdasan yang bersih dan suci di bawah tuntunan sastra suci Veda agar keempat kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan baik di jalan dharma, dan pada akhirnya mengantarkan orang menuju tujuan akhir hidup manusia, yaitu pembebasan langgeng dari kesengsaraan material (moksa). Pada suatu ketika, putra Raja Kera Bali bernama Angada, mendapat tugas dari Sri Rama menjadi Duta (utusan) untuk bertemu dengan Ravana, Raja Lanka (Alengka) yang menculik dan melarikan Dewi Sita, istri Sri Rama. Tujuannya ntuk menyadarkan Ravana agar mengembalikan Dewi Sita kembali kepada Rama demi menghindari perang yang akan membinasakan Ravana dan pasti menelan korban banyak. Ravana yang kecerdasannya sudah “dirampas” dan “dikalahkan” oleh “Daivi Sakti” dengan tegas menolak mengembalikan Dewi Sita kepada Rama. Dalam adu mulut antara Angada dan Ravana, Angada mengatakan bahwa Ravana sesungguhnya hanyalah mayat hidup. “Wahai Ravana, apa gunanya aku membunuhmu karena engkau sesungguhnya sudah mati?!” Melihat Ravana keheranan dirinya disebut sudah mati, akhirnya Angada menjelaskan kepada Ravana bahwa ada 14 jenis “kematian”, yaitu ketika 14 jenis keburukan sudah menguasai diri seseorang. Jika satu saja dari ke-14 jenis keburukan tersebut menguasai diri orang, orang tersebut dianggap sudah mati. Ia hanyalah mayat yang diisi napas, yang sekali lagi Sarasamuccaya mengumpamakan sebagai pompa angin yang digunakan oleh para pande besi untuk memompa angin menghidupkan api (tan pahi lawan ububaning pande wesi). Dalam pandangan Angada, Ravana hanyalah mayat hidup. Membunuh mayat hidup menurut Angada merupakan penghinaan bagi seorang ksatria sejati. (bersambung)
MIMBAR AGAMA
Religiusitas atau Spiritualitas I Gusti Ketut Widana KEDUA kosa kata di atas berbicara tentang Tuhan dengan tujuan sama, namun berbeda cara memaknai dan mengamalkannya. Religiusitas identik dengan bentuk ketaatan seseorang terhadap agamanya, yang direalisasikan melalui bentuk ritual peribadatan yang dikonsepsikan secara dogmatis, sehingga Tuhan menjadi berkepribadian (personal God) yang amat dihormati, dipujapuji sekaligus ditakuti. Seorang umat menjadi religius karena tingkat ketaatan beragamanya demikian tinggi (parabhakti). Sementara perihal spiritualitas, lebih berbicara tentang Ruh, bukan terbatas pada Ruh manusia yang umumnya dikenal, tetapi menyangkut juga esensi Ruh agama itu sendiri, yang mengandung muatan tak kasat mata (metafisik), lalu diimani dalam nurani lewat pengalaman empiris yang bersifat membatin (batiniah). Berbeda dengan religiusitas,
spiritualitas didapat bukan dari aturan (baku/kaku) agama yang diformalkan, melainkan dari hasil olah batin individual, yang secara personal mendapatkan atau merasakan pengalaman keilahian Tuhan. Seseorang yang religius belum tentu spiritualis tetapi seorang spiritualis pasti religious. Kualitas keimanan dan ketaatan baktinya berbanding lurus dengan tingkat kepedulian sosialnya (madhawa sewa, manawa sewa). Bahwa berbhakti kepada Tuhan identik dengan melayani sesama manusia di tataran sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu, standar keimanan/ketaatan kaum spiritualis bersifat universal, sedangkan kaum religius lebih bersifat komunal. Kaum spiritualis mendapatkan pencapaian keilahian Tuhannya dengan mencari tanpa batasan aturan formal agama, sedangkan kaum religius terintervensi lewat aturan ketat agama dalam pencapaiannya memaknai keilahian Tuhan. Seorang teolog bernama Teilhard de Chardin (1881-1955)
Mobokrasi?
BILA Anda senang ketika Polri secara institusi dihina dan tidak dipercaya lagi, Anda bukanlah warga negara yang baik dan waras! Tidak semua kerusuhan di negeri ini gagal ditangani oleh Polri. Masih banyak yang melakukan demonstrasi besarbesaran tetapi dapat ditangani dengan baik. Begitu kalimat dua unggahan status di Instagram, Sabtu (28/9), dari akun bernama @sulaiman_hardiman, yang konon memiliki 37,5 ribu pengikut. Pemilik akun ini ternyata bukan orang biasa, namun seorang purnawirawan TNI/AD. Berpangkat mayor dan pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon Infanteri Raider Khusus, yang pensiun dini setelah bertugas 16 tahun di kemiliteran. Dari dua pernyataan yang kukutip itu, terkesan ketidaksetujuan Sulaiman atas pendapat miring sebagian masyarakat terhadap polisi. Untuk itu, di unggahan yang lain, dia minta masyarakat memosisikan
brolan BALE BANJAR ARIDUS diri sebagai polisi yang punya tupoksi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, yang terkadang harus bersikap dan bertindak tegas. ‘’Coba Anda berdiri di depan ribuan massa yang tidak jarang bertindak agresif cenderung anarkis, apakah Anda hanya berdiam diri? ‘Bila petugas tidak memiliki ketegasan dalam menangani massa, akibatnya sangat fatal bagi kita semua,’ katanya. Tidak bisa dipung-
yang sekaligus sebagai ahli paleontologi Prancis dengan lebih rinci menyajikan perbedaan antara religiusitas (agama) dan spiritualitas yang tentunya sangat berguna untuk mengetahui di mana sebenarnya posisi umat saat ini. Dikatakannya, (1) keberadaan agama bukan hanya satu, tetapi banyak, sedangkan spiritualitas hanya ada satu. (2) Agama adalah untuk mereka yang tidur, sedangkan spiritualitas untuk mereka yang sudah bangun (sadar). (3) Agama adalah untuk mereka yang membutuhkan seseorang untuk memberi tahu apa yang harus dilakukan dan ingin dibimbing, sedangkan spiritualitas hanya untuk mereka yang memperhatikan suara hatinya. (4) Agama memiliki seperangkat aturan dogmatik, sedangkan spiritualitas mengundang kita untuk memikirkan segala sesuatu dan mempertanyakan semuanya. (5) Agama cenderung mengancam dan menakutnakuti, sedangkan spiritualitas memberi kedamaian batin. (6) Agama berbicara tentang dosa dan kesalahan, sedangkan spiri-
tualitas mengatakan, “belajar dari kesalahan”. (7) Agama menekan segala sesuatu dan dalam beberapa kasus itu salah, sedangkan spiritualitas melampaui segala hal, membawa Anda lebih dekat dengan kebenaran. (8) Ketika agama berbicara tentang Tuhan, itu bukan Tuhan, sedangkan spiritualitas adalah segalanya dan itu ada di dalam Tuhan. (9) Agama menciptakan, sedangkan piritualitas menemukan. (10) Agama tidak mentolerir pertanyaan apa pun, spiritualitas mempertanyakan segala hal. (11) Agama adalah manusia, ini adalah organisasi dengan peraturan laki-laki, spiritualitas adalah Tuhan, tanpa aturan manusia. (12) Agama adalah penyebab perpecahan, spiritualitas bersatu, dan mempersatukan. (13) Agama mencarimu untuk percaya, spiritualitas Andalah yang harus mencarinya untuk percaya. (14) Agama mengikuti ajaran dari kitab suci, spiritualitas mencari yang suci di semua buku. (15) Agama memberi makna ketakutan, spiritualitas
memanfaatkan kepercayaan dan iman. (16) Agama hidup dalam pikiran, spiritualitas hidup dalam kesadaran. (17) Agama berhubungan dengan melakukan, spiritualitas berhubungan dengan diri. (18) Agama memberi makan ego, spiritualitas mendorong untuk melampaui. (19) Agama membuat kita meninggalkan dunia untuk mengikuti Tuhan, spiritualitas membuat kita hidup di dalam Tuhan, tanpa meninggalkan kita. (20) Agama adalah sekte, spiritualitas adalah meditasi. (20) Agama mengisi kita dengan mimpi kemuliaan di surga, spiritualitas membuat kita hidup dalam kemuliaan serta surga di sini dan saat ini. (21) Agama hidup di masa lalu dan di masa depan, spiritualitas hidup di masa sekarang. (22) Agama menciptakan cloisters (serambi) dalam ingatan kita, spiritualitas membebaskan kesadaran kita. (23) Agama membuat kita percaya akan kehidupan kekal, spiritualitas membuat kita sadar akan kehidupan kekal. (24) Agama menjanjikan kehidupan setelah kematian, spiritualitas menemukan Tuhan di dalam batin kita selama hidup dan mati.
kiri, menurutnya, kedamaian dan ketertiban yang dirasakan masyarakat saat ini tidak lepas dari campur tangan kepolisian. Kita harus maklum bahwa Polri bukanlah institusi yang sempurna layaknya malaikat. Untuk itu, dia mengimbau masyarakat yang berdemonstrasi untuk berlaku secara beradab dan damai meski melakukan tekanan. ‘Hindari cara-cara kuno yang justru merugikan kita semua,’ tambahnya. Luar biasa bijaknya Pak Sulaiman ini!“ komentar Rubag. “Aku juga mengikuti berita tentang perwira berkarier cemerlang yang minta menjadi purnawirawan lebih awal, kendati bukan bermaksud menjadi politisi. Hal yang menarik yang juga diunggahnya di Instagram adalah bantahannya terhadap tuduhan Polri bermesraan dengan penguasa dan elite politik. Dia yakin Polri sudah belajar dari sejarah tentara di zaman Orba, yang akhirnya terpuruk dan tumbang secara politik kala itu. Ya, sejak itu pula istilah ABRI diistirahatkan dan diadakan pemisahan
antara Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia. Yang satu berfungsi dan bertugas pokok di bidang pertahanan, yang lain menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Namun, bila terjadi force majeure yang membahayakan keamanan secara luar biasa yang juga berdampak terhadap pertahanan negara, kedua institusi ini bersinergi untuk mengatasinya. Mungkin karena tengara seperti itulah saat kerusuhan 22 Mei dan akhir September demo mahasiswa menentang RUU KPK, KUHP, Pertanahan dan Tenaga Kerja, kedua instansi tersebut bersinergi. Apalagi dalam demo di suatu wilayah republik, ada teriakan dan tuntutan agar presiden turun atau mundur. Padahal kita baru saja usai melaksanakan pemilihan umum yang berbiaya besar dan dilakukan secara konstitusional, demokratis, dan dipuji penyelenggaraannya oleh beberapa pimpinan negara lain,“ papar Nyoman Sudiantara. “Mengkhawatirkan, belum terhapus dari ingatan kerusu-
han yang membuat Jakarta jadi kacau-balau, empat bulan berikutnya kembali kota tersebut terkesan seperti bukan sebagai ibu kota negara. Sempat berkelebat pertanyaan di benak, apakah demokrasi sama dengan mobokrasi dan anarkhi ya? Dalam sebuah video di Facebook terunggah beberapa remaja tampak menerima upah untuk demo. Ada juga demonstran yang diciduk petugas mengaku menerima Rp 40 ribu untuk meramaikan demo. Lucunya, mereka yang sebenarnya bukan pelajar pinjam celana abu-abu untuk ikut demo. Ada yang mengerikan, ada pelajar yang menantang aparat untuk duel tangan kosong disertai makian kasar. Wah, kalau fenomena seperti ini terus berlanjut tanpa ditertibkan, demo menjadi profesi dan demokrasi menjadi sama dengan mobokrasi. Kerumunan tak teratur bebas melakukan tekanan pada negara demi recehan yang diterima dari bandar kekacauan. Aku jadi teringat serial film Mad Max: Fury Road. Cilekek duebeles!“ ujar Made Surjanegara.
Bali
6
Redité Wagé, 6 Oktober 2019
Klungah Sajeroning Kahuripan
Magetah Barak, Ngicalang Makatah Sungkan RING jagaté puniki, wénten makatah soroh tetanduran sané kabuatang olih kramané. Tetanduran punika wénten sané marupa soroh taru, don-donan sané prasida kadadosang ajengan, taler tetanduran sané prasida kadadosang tamba wiadin makarya ubad. Wénten taler makatah soroh
woh-wohan sané majanten becik pisan kawigunanipun sajeroning kahuripan, sinalih tunggilnyané buah kelapa sané sampun saking nguni ketah kawigunayang ring kahuripan krama utamanipun ring Bali. Kelapa wantah tetanduran sané akéh pisan pikolihnyané ring pakraman utamanipun ring krama Bali, duaning akéh dagingipun sané dados kawigunayang. Minakadi taru utawi séséh wiadin donnyané saking kantun nguda kantos sampun wayah mawiguna pisan. Sios punika buahipun majanten akéh pisan pikolih lan pabuatnyané, rumasuk sané kantun alit utawi sané kantun pinaka klungah. Jero Gede Yudhi Suryawan, sinalih tunggil krama sané nelebin widang usada Bali maosang, tatkala buah kelapa sampun mawasta klungah sinah sampun madué toya ring tengahnyané. Toya inucap tatkala katuréksayang indik daging utawi “unsur fisiologis” ipun wantah masaih sareng daging “toya infus”, madaging makatah “mineral alami” sané prasida kawigunayang pinaka
panawar “zat racun” ring angga sarira kramané. Tatkala toyané kainem, sinah mineral sané becik gelis ka-absorpsi utawi karesep olih basang duaning wantah klosmosis utawi pateh tur becik majeng ring daging waduk ring tengah sané jagi gelis ngwaliang malih “sistem cairan tubuh” kramané. Sajeroning Taru Pramana wénten munggah, nénten saking pangawit jagi nlatarang indik kawigunan saking soang-soang tetandurannyané punika sajabaning kakawitin antuk nyelehin sapunapi warnan getahipun napi magetah putih, magetah barak miwah magetah gadang sakadi ring don-donan. Wusan punika wawu kasinahang kawigunannyané saking getah-getah inucap. “Patut uning dumun warnan getah taruné sadurung nguningang indik kawigunannyané. Ngeninin indik kelapa utawi klungah puniki, getah taruné barak sané madaging “kebus”. Yéning kilitang sareng usada Bali, prasida ngicalang utawi ngamademang sekancan panyungkan wiadin bebainan,” baos dané. Dané malih maosang, sané ketah kapanggihin, krama sané sungkan tur sampun kaucap keras sinah kahanan “struktur ion-ion” miwah kawéntenan ring angga sampun nénten becik. Dadosné antuk ngicé-
nin toya kelapa utawi klungah sané dagingipun wantah “mineral” sané becik, kajantenang prasida ngamecikang bayu lan kahanan angga sarira krama inucap malih sakadi jati mula. Napi malih sajeroning kahanan médis kelapa kawastanin antuk antidotum utawi prasida ngicalang racun ring angga wiadin tatkala akéhan nginem minuman beralkohol duaning toya klungah inucap sané jagi ngluruhang kahanan nénten becik ring anggan kramanyané. Ngeninin indik toya klungah sané kabaosang nénten becik kainem sarahina duaning ngawinang anggané lesu, dané maosang yéning indiké punika nénten sakadi asapunika. Sujatiné ri kala pidabdab “penyerapan mineral” kantun mamargi, sinah gelis kaisep olih angga sarira sané ngawinang parikrama ring anggané katedunang utawi dados down ajebos. Punika sané ketah kabaosang lesu tur nénten becik tatkala setata nginem toya klungah, nanging sujatiné punika wantah parikrama recovery saking sel-sel taler angga sarira. “Sangkaning punika, sané kautamayang saking klungah utawi bungkak wantah toyané duaning sarana tios minakadi wadah utawi kuudnyané wantah paimbuh kémanten,” dané nlatarang. (was)
KLUNGAH – Klungah wantah buah kelapa sané kawéntenanipun alitan nanging sampun madaging toya. Tios kawigunayang pinaka sarana upakara, toyané taler becik majeng kahanan angga sarira tatkala kainem.
Tirta Awang-awang KLUNGAH wantah sarana sané mabuat sajeroning kahuripan krama Bali. Sios kawigunayang pinaka sarana upacara yadnya antuk makatah tetuek lan dasar sastra, ring pangusadhan Bali taler ketah kawigunayang kantos mangkin. Manut Jero Gede Yudhi Suryawan, soroh klungah sané kawigunayang sajeroning pangusadhan wantah akéh pisan, sané kapanggihin dané kirang langkung 61 sorohipun. Ngeninin indik aran klungah utawi kelapa inucap, sinah kadasarin antuk makatah parindikan. Minakadi nyuh sané bah nanging kantun becik mabuah ketah kawastanin antuk nyuh bah, yéning mentik tur idupnyané duur pangkung sinah kawastanin nyuh pangkung. Wénten taler nyuh tatit, nyuh sané sampun sander kilap nanging kantun becik mentiknyané. Dadosné aran nyuh utawi kelapa inucap kapolihang nénten wantah kadasarin antuk makatah pariindikan indik goba taler warnanyané kémanten, nanging taler sangkaning ring dija genah mentik. Dané malih maosang, ring Bali akéh tetuek utawi tutur indik buah kelapa miwah klungah inucap. Napi malih ring tattwa pangusadhan utawi tattwa sastra agama, kelapa utawi klungah ketah kawastanin antuk tirta awangawang sané kaucap becik pisan kanggén tamba utawi pangusadhan Bali. “Ngeninin indik arannyané punika nganutin saking genah toya kelapa utawi klungah inucap kapanggihin. Duaning kelapa utawi klungah inucap nénten magenah ring tanah tur nénten taler rauh saking langit duaning ipun wantah medal magantung saking punyanipun. Dadosné prasida taler kabaosang yéning klungah wantah toya sané magenah ring tengah-tengahing tanah miwah langit utawi mangawangawang,” dané nlatarang. (was)
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
BAhAsa INDONESIA
1. émed
1.
h)m)d/,
bosan
2. emem
2.
h)m)m/,
rendam
3. emis
3.
h)mis/,
sampah
4. emong
4.
h)em*o,
bimbing
5. empak
5.
h)mæk/,
patah
6. empal
6.
h)mæl/,
terkulai
7. empas
7.
h)mæs/,
kura-kura
8. empehan 8.
h)mæ)hn/,
keju
9. empelan
9.
h)mæ)ln/,
bendungan
10. empet
10. h)mæ)t/,
tertutup
Madaging ”Nyonyo” miwah Jinah Képéng
Genahnyané Kaadungang ring Pangider Bhuana MAKATAH soroh tetanduran mawiguna pisan ring kahuripan krama Baliné. Sinalih tunggilnyané tetanduran kelapa sané sampun kauningayang madué akéh kawigunan. Minakadi tarunnyané kawigunayang lakaran makarya wewangunan, donnyané prasida kawigunayang makarya sarana upakara, buahnyané prasida kainem toyanipun. Buah kelapa utamannyané sané kantun marupa klungah ketah taler kawigunayang pinaka sarana ring upacara yadnya sané mabuat kawigunannyané. Punika mawinan kawéntenan klungah setata lais kaaptiang olih krama Bali. Kawéntenan klungah majeng krama Hindu mabuat pisan, punika mawinan akéh soroh klungah sané kauningayang. Manut I Wayan Sumara, juru banten miwah tukang ulam banten saking Banjar Abasan, Singapadu, Gianyar, sané ketah kamargiang ring wewidangan dané, klungah kawigunayang ring banten pacaruan. Klungah sané kawigunayang kaanutang sareng genah caru miwah panguripuripnyané. Minakadi conto, yéning caru ayam putih antuk pangurip-urip lima magenah ring Kangin pacang ngawigunayang klungah nyuh bulan. Yéning ring Kelod, caru siap
biing antuk urip sia ngawigunayang klungah nyuh udang. Yéning ring Kauh, maurip pitu maayam putih siungan ngawigunayang klungah nyuh gading. Ring Kaja maurip pat antuk caru ayam selem mamaklungah nyuh mulung. Ring tengah-tengah antuk urip kutus, upakara pacaruan maayam brumbun ngawigunayang klungah nyuh sudamala. Satios caru inucap, wénten taler caru sané agengan paletannyané sané majanten akéhan kawigunayang ring karya labuh gentuh utawi tawur agung. Tatkala punika majanten kadagingin malih petang soroh caru mangda dados jangkep ring sia wewidangan taler nganggén klungah soroh tiosan malih ring soang-soang pamucunnyané. Minakadi ring Kelod Kauh ngawigunayang klungah nyuh rangda sané warnanipun masawang-sawang barak taler cenik, ring Kaler Kauh klungah sané kawigunayang wantah klungah nyuh julit, ring Kaler Kangin ngawigunayang klungah nyuh bojog, ring Kelod Kangin ngawigunayang klungah nyuh surya. “Yéning ring tengah, satios madaging klungah nyuh sudamala ring caru dasar taler kadagingin malih antuk klungah nyuh gading lan klungah
Dura désa
nyuh bulan. Dadosné ring caru ageng inucap tengah-tengah ipun madaging tigang soroh klungah,” baos dané. Satios kawigunayang ring caru utawi tawur, dané maosang yéning ring banten durmanggala taler ketah madaging klungah nyuh gadang sané pinaka sarana panyudamalan sekala lan niskala. Yéning ring upakara prayascita ketah madaging klungah nyuh gading duaning tetujonnyané wantah nunas pamrayascitan saking Ida Sanghyang Widhi Wasa antuk ledang Ida malancub irika mangda sané kasiratin antuk tirta klungah prasida kasuciang. Sios punika ketah taler karereh toyanyané antuk kakasturi utawi kadagingin antuk “nyonyo” utawi embahan toya saking carang tiing sané akéhnyané nganutin saking pangider-ider taler jinah képéng sané kadagingin ring klungah kaadungang sareng pangider-ider. Minakadi klungah nyuh udang sané kawigunayang ring Kelod antuk pangurip sia sinah kadagingin jinah képéng miwah nyonyo taler sia. “Risampuné upacara puput, toya klungah inucap kalebar ring pangider bhuana inucap. Minakadi pacaruan kelod, toyanyané kalebar majeng Kelod, nénten dados ngawag,” dané nartayang. (was)
UPAKARA – Akéh pisan upakara sané ngawigunayang klungah. Minakadi ring prayascita, durmanggala, miwah pacaruan. Wénten taler klungah sané kadagingin antuk piranti tiosan minakadi “nyonyo” miwah jinah bolong.
Degung, Gamelan Sunda sané Katun Kalestariang INDONESIA sugih antuk makatah seni lan budaya sané kaduénang. Minakadi ring Bali, wénten gamelan pinaka pangiring sesolahan wiadin upacara yadnya. Ring Jawa Barat, krama Sunda taler madué gamelan sané kasub kasengguh degung. Degung wantah sinalih tunggil kasenian tradisi sané katami turun tumurun saking para panglingsirnyané. Kasenian inucap kantun kalestariang kantos mangkin. Pangawit, Degung mawasta waditra mawentuk nemnem gong alit sané ketah kagantung ring ‘kakanco’ utawi rancak/ancak. Waditra puniki taler ketah kasengguh “bende renteng” utawi “jenglor gayor”. Panglimbaknyané nyinahang pisan yéning aran inucap kawigunayang was-
tan abarung gamelan sané mawasta Gamelan Degung. Sadurungnyané gamelan inucap ngawigunayang laras degung, nanging salanturnyané kawewehin malih antuk nada tios mawinan dados laras Madenda/Nyorog utawi laras Mandalungan/Kobongan/ Mataraman. Wénten sané maosang yéning kruna Degung mawit saking kruna ratu-agung utawi tumenggung. Wénten taler sané maosang Degung mawit saking kruna “deg ngadeg ka nu Agung” sané martos para krama mangda setata éling tur bhakti ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Ring basa Sunda akéh krunakruna sané mapangiring ‘gung’ sané artosnyané nyinahang genah/kedudukan sané ageng wiadin terhormat.
Minakadi; Panggung, Agung, Tumenggung, miwah sané tiosan. Mawinan Degung manut krama Sunda wantah parindikan sané nyinahang kaagungan. Pangawitnyané Degung wantah karawitan gending. Sajeroning panglimbaknyané, Degung nglimbak dados sekar gending taler kawewehin kreasi-kreasi anyar. Sadurungnyané waditra (instrument) gamelan Degung wantah madaging koromong (bonang) 13 penclon, cempres (saron panjang) 11 wilah, degung (jenglong) 6 penclon, miwah gong asiki. Salanturnyané pawewehan waditra nganutin peméntasan, minakadi kawewehin kendang miwah suling. (pusdat/berbagai sumber)
Redité Wagé, 6 Oktober 2019 MUNYIN HP-né makalukan. Sarusaruna HP-né sambilanga nyetél lagu Bali demenané. Suba ada petang lagu maputer. Lantas Putu Lastra nyempang di kasuré. HP-né enu tileh uyut di duur méjané. Tileh tusing runguanga. Putu Lastra enu gedeg. Ia tusing satinut lan tusing nyak bareng ajakina réunian. Déwékné tetep kukuh tekén isin kenehné. “Ngujang misi réunian, ngutangngutang galah dogén. Belog ajum. Temu kangen koné, nyén ané kangen? Déwéké tusing ada ané bakat kangenin.” Sambilanga nyempang Putu Lastra ngrémon. Sujatiné Putu Lastra tusing sanget demen bareng ada di grup alumni sekolahné. Timpalné ané ajaka negak dugasé masuk nyelepang ka grup. Sabilang wai pepes ada ngirim foto, video lan tulisan magenepan ka grupé ento. Ipidan sekancan ada orta di grup WA-né pepes bacana. Nanging déwékné tusing taén ngomong apa. Timpalné ané ada di grup pepes ngirim foto-foto kenangan dugasé ipidan. Tetep duén Putu Lastra tusing taén koméntar apa. Kanggoang dadi penyimak ané satya. Taén Putu Lastra makeneh pesu uling grup, nanging buunganga kenehné ento. “Méh nyanan orahanga déwéké sombong. Suba engsap tekén timpal. Suba engsap tekén kawitan, bareng-bareng ipidan dadi akelas.” Kéto di kenehné Putu Lastra. Ipidan ada timpalné taén pesu uling grup lantas buin celepanga ngajak timpalné. Disubané macelep buin di grup lantas jambala ajak timpalné anggona gaé. Taén ada ané kanti sengitan. Nanging ada masih ané ngingetang lan nuturin, ngajak timpal tusing dadi kakéto. Mara sepi gigis grupé sagét suba ada ngirim foto. Uling foto jelema baud kanti foto anak luh jegég yahud. Timpalné ané luh biasané milu maang koméntar ditu. “Enu jegégan icang.” Buin jebosné ada ané ngwales. “Jegég apané suba kisut lan giginé suba keliling kota alias pawaé.” Mabriag pada kedék ditu ngedékin timpalné. Putu Lastra sujatiné dot milu maang koméntar di grup. “Aruh amun nyanan nyak ngaé luung, dadi uyut lantas. Adénan suba mendep.” Ento ané makada déwékné buung maang koméntar di grup. Jejeh ada salah tampi sawiréh déwékné pepesan sérius maang panampén. Mula uling pidan Putu Lastra jlemané tusing pati demén bergaul. Putu Lastra tatkala mengaso pepesan ada di perpustakaan maca buku, kapah nyak ngumpul ajak timpalné. Timpalné ané ada di kelas tuah Nyoman Wagé ané ajaka adung. Uling kelas satu SMA kanti kelas telu tusing taén ngajak anak lén negak. Nyoman Wagé suba nawang Putu Lastra uling buka kéto. Nyoman Wagé ané sujatiné nyelepang Putu Lastra ka grup alumni, nyén nawang suba dasa tiban tamat sagét ada perubahan. Nanging tileh. Putu Lastra enu demen pedidi. Mula timpalné ané nu ajaka nyambung nutur tuah Nyoman Wagé. Putu Lastra uling pidan mula sesai maan juara satu di kelas. Déwékné setata masaing ngajak anak luh ané madan Kadék Savitri. Mula timpalné ento dueg. Pepes Putu Lastra aliha tatkala mangaso ajaka ngorta. Nanging mula dasaré Putu Lastra anak introvert. Kéweh pesan déwékné bergaul. Ento ané makada sayan makelo Kadék Savitri ngejoh. Miribang ngekoh ngorta tusing nyambung. Apa Kadék Savitri tatkala ngorta saru-saruna ngajak Putu
Nyastra
Réuni I Nyoman Agus Sudipta Lastra? Apa Putu Lastra kimud ngorta ngajak Kadék Savitri ané jegég tur dueg? Sujatiné Putu Lastra dot makelo ngorta ngajak Kadék Savitri, nanging déwékné kéweh mesuang munyi lan tusing nawang apa patut omongang. Putu Lastra maan ngalihin di grup nomer WA-né Kadék Savitri, nanging tusing ada. Ento masih ané makada déwékné tusing pesu uling grup. Mirib yén ada Kadék Savitri, pasti Putu Lastra lakar pesu uling grup. Unduk lakar ada réuni nyansan ramé kaortaang di grup. Apa buin timpalné suba sepakat lakar meli panganggo seragam réuni. Tongos lan galah réuniné suba kasetujuin. Nanging Putu Lastra tusing ngomong apa. Nyoman Wagé nga-WA tusing walesa. Telpuna nomer HP-né tusing angkata. Putu Lastra tileh tekén kenehné tusing lakar teka réuni. Tusing lakar marengin geginan gradag-grudug tusing karuan apa. “Yén suba réunian masih patuh ortané cara di grup WA. Di grup WA sujatiné suba réunian, ngujang buin répot ngutang gegaén matemu. Yén dot nawang kénkén jani pada timpalé, orain duén pada ngirimang foto, sinah lakar tawang cara kénkén timpalé pada jani.” Ngrémon padidina Putu Lastra. Mula ulian déwékné tusing terima ada acara réuni. Yadiastun acarané ento kalaksanayang nuju
libur, tileh masih Putu Lastra tusing makita teka. Buin maniné lantas Nyoman Wagé teka malali ka umahné Putu Lastra. Nyoman Wagé peteng teka kemu apang maan matepuk ngajak Putu Lastra. Neked ditu tepukina Putu Lastra negak di samping kolam bé koiné. Putu Lastra ijek maang bé koiné ngamah lantas kaukina. “Putu, éngkén kabaré.” Lantas Putu Lastra makipekan nolihin nyén ané ngaukin. Tingalina Nyoman Wagé ané ngaukin. “Eh... Nyoman, mai malu dini negak. Éngkén Man tumbén mai malali. Kadén suba engsap ngajak raga.” Nyoman Wagé lantas negak disampingné Putu Lastra. “Nyén sujatiné ané engsap ajak timpal, raga apa cai? Uling ibi WA ajak télpun tusing ada walesan apa. Kadén kenapa cai?” “Ah.. ento, raga enu males sajan kenehé. Ningeh orta lakar ada réuni sujatiné raga ngekoh gati marengin. Ngujang buin ada réuni temu kangen koné. Di grup dogén iraga ajak makejang sujatiné suba maréunian. Misi matemu ngutang-ngutang galah duén.” “Kenapa cai sujatiné? Uling raga celepang ka grup cai tusing taén ngomong apa, tusing taén ada pakrimik mantas abedik. Suba dasa tiban tamat bareng-bareng, cai tusing berubah.
Tileh cara ipidan enu demen buka kéné. Apa sujatiné kuangan? Tongos magaé suba luung pesan, suksés cai adané. Mula ya dasaré cai dueg uling ipidan. Nanging unduk membuka diri cai kuangan. Nyén nawang ulian ada réuni ené cai nyansan terbuka. Matemu ngajak timpal-timpal ané ipidan ajak masuk bareng. Yadiastun di grup WA ngidaang maang kabar nanging yén suba matemu seken di dunia nyata anak luungan tekén nyatua di dunia maya.” “Nah, raga nawang. Nanging raga ngekoh. Raga tusing makita inget tekén unduké ipidan. Nyén nawang nyanan matemu buin, lantas kenangan ané ipidan buin bakat rasayang. Sebet.” “Ohhh...cai tusing ngidaang ngengsapang unduk ipidan ngajak Kadék Savitri. Ngujang ento sangetang cai. Dingeh raga Kadék Savitri dadi dokter, di rumah sakit magaé. Dingehdingeh Kadék Savitri kondén ngantén kayang jani, patuh cara cai. Ahhh... nyén nawang cai jodoh ajak ia. Yén tusing ulian matemu, kénkénang buin nyambungang? Raga nawang cai ipidan demen ngajak Kadék Savitri.” “Eda buin cai ngungkit rasa ané ipidan ada di keneh raga. Rasané ento suba kataném uling ipidan. Suba kakutang. Suba kamatiang.” “Nah... raga ngerti perasaan cainé. Makané raga nombaang timpalé nyelepang Kadék Savitri di grup. Yén cai nawang ada ia di grup pasti cai lakar pesu. Jani tetujon raga mai tuah ngorahin cai apang teka réuni. Cai tusing dadi terus makelid uling pikobeté ipidan. Patutné momen réuni ento anggon menahin ané ipidan. Engsapang ané suba liwat, mén jani cai suba dadi anak suksés. Mai jalan mataki-taki benangin ané ipidan ngajak timpalé bareng-bareng makedékan.” “Raga tusing majanji lakar teka kemu. Baang raga galah makeneh lan malajah ngengsapang unduké pidan. Kayang ento raga maang kabar.” “Nah... raga sing maksa cai apang teka. Raga tuah ngingetang lan ngorahin cai apang nyansan égar lan nyak briak-briuk bareng ngajak timpalé ipidan. Dija buin ngalih galah apang maan makumpul lan matemu cara kéné?” Lantas Nyoman Wagé bangun uling tongosné negak nglantas mulih. Makelo Putu Lastra bengong di samping kolamé. Begeh pesajan ané kenehanga. Rasa sakit ané pidan buin teka. Tangkahné belbelan. Ada rasa gedeg lan sedih ané kéweh baané nuturang. *** Acara réuni suba majalan. Ramé pesan timpal-timpalné pada makumpul. Nyoman Wagé kipak-kipek kemu mai ngalihin Putu Lastra. “Mihh... mirib saja Putu Lastra tusing teka.” Ngrieng Nyoman Wagé pedidina. Sagét uling duri ada ané ngelut déwékné. “Ngujang ngrieng buka kéto, énggalan tua nyanan cai.” Nyoman Wagé lantas makipekan. “Bééhhh... kadenang ja ngambul buung lakar teka.” “Ulian tutur cainé raga sadar. Ngujang ngambulin kamben uwék, patutné jaitin apang dadi anggo. Unduké pidan patut engsapang.” Sambil makenyem Putu Lastra ngomong. Sagét ada anak uling duriné ngusud tunduné Putu Lastra. Lantas Putu Lastra makipekan. Ada anak luh disampingné. Anaké luh ento makenyem lantas ngomong. “Enu inget ngajak tiang, Putu? Tiang ngidih pelih suba misuna Putu ipidan.”
Satua I Belog Mantu (14) Kaketus saking Satua-satua Bali (IV) NAPI icuh ia ngalih sembé dunduna pianakné, lantas ka sanggah ngaba sembé. Enu joh buin mamunyi I Belog, “Da iba ngaba sembé mai nangkilin nira, nira sing dadi not manusa. Kema énggal-énggalang nyakan, tunuang nira siap gedé!” Matur bapan Luh Sari, “Inggih titiang ngiring pawuwus Bhatara, jantosin dumun ajahan.” Suba kéto ngénggal-ngénggalang ia magarapan ka paon nyakan ajak nunu siap. Disubané lebeng lantas ia matanding, sregep aturané mawadah dulang laut ia mabersih ajaka makejang sapakurenané, bakal nangkilin Widhiné, pasadiané nunas karahayuan. Suud kéto lantas suuna bantené ka sanggah sambilanga matur mameteng, “Inggih Ratu Ida Panembahan titiang Bhatara Hyang Guru, puniki titiang ngaturin Cokor I Dewa punjung rayunan, durus ica Cokor I Dewa munggah.” Masaut I Belog, “Nah depang ditu kejang di piasané. Yén suba kéné baan iba bakti tekén Dewa Hyang ibané, manira lédang. Jani ada pakayun nira, ento pianak ibané Ni Luh Sari apang iba nganténang tekén I Belog. I Belog ento tuah anak ririh pesan madaya, yén iba buin bani tekén ia sing buungan iba mati. Yén sing ia I Belog baang iba pianak ibané nganggo kurenan, sing buungan iba lacur kapegatan sentana. Nyén ajak iba manyungsung manira dini di sanggah, manira duka tekén iba. Da iba buin ngalih déwasa, buin telun sakapang ia I Belog tekén pianak ibané! Pragat amonto, kema iba mulihan, jani manira turun ngunggahang aturan ibané, sing dadi tongosin dini.” (Masambung)
Nyinahang Kautaman Manyama SENI teater modern sané kasolahang punika boya wantah ngulangunin, nanging akéh paplajahan sané kawedar. Yadiastun para pemainnyané kantun wimuda, nanging prasida nyinahang sesolahan sané becik taler tetuek sané wénten ring sesolahan prasida becik kawedar. Parindikané punika ngawinang sesolahan teater sané mamurda “Alien” prasida ngamolihang juara umum. Sesolahan teater (operet) punika kasolahang olih Teater Lingkar SMP Negeri 2 Denpasar daweg lomba teater sané kamargiang olih Teater Sumukhi SMKN 2 Denpasar ring Gedung Kalangen Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar daweg Sukra (27/9) lintang. Sajeroning lomba inucap, Teater Lingkar
sané kasokong nem diri angga lanang miwah limang diri angga istri punika prasida ngamolihang makudang-kudang juara, minakadi; pinaka juara II Pemeran Perempuan Terbaik, Juara II Pemeran Laki-laki Terbaik miwah Juara Koreografi Terbaik, mawinan kakukuhang pinaka juara umum. “Tiang taler angga teater tiosan marasa seneng prasida molihang juara umum,” baos manggalaning Teater Lingkar, Della sinambi makenyem. Sajeroning peméntasan “Alien”, akéh parindikan sané ngawinang biyuta, nanging sami gelis éling yéning marebat boya parilaksana sané becik. Sami éling saling manyama. “Garapan teater puniki ngélingang malih yéning manyama saling asihin punika becik. Teater puniki nyinahang pisan
Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;d*d*, Pupuh Dangdang 20.ln*hisÓËikÉmenenm\ir&,
Lanang istri kramané né mangiring,
m\Ðinà¡sæ,
rrisæmitã¡dl/,
kj)eromiw;humeh,
gu[ÕihyuecokÞimnÓ¡k/,
\ur;sib)tnÐpuri,
Ngurah Sibetan ka puri,
pm(gienkdikmã*,
ecoekoermtd;l)su,
cokoré matadah lesu,
rhu;r&j)eronu\Ðs*,
c)ku;b)rs/,
punikke\á)enåodkin/,
pm)c)lßizkÓnÑ¡sn/.
-0-
Péntas Teater Lingkar
Satua
7
kautaman manyama,” baos Della. Rasa manyama taler patut setata kaélingang inggian ring sekolahan. Rasa manyama saling asihin ring sekolah prasida ngwetuang kahanan malajah sané becik. Saling wantu, nénten wenten saling cureng. “Tiang taler angganing Teater Lingkar numbuhang rasa manyama puniki nyabran latihan, mawinan iraga setata raket lan kompak ri kala latihan. Punika taler sané ngawinang Teater Lingkar prasida molihang prestasi sané becik,” Della ngwewehin. Teater Lingkar yukti aktif sajeroning “dunia pentas”, inggian ring acara resmi wiadin nyarengin lomba. Teater puniki taler naen ngamolihang juara ring lomba topeng party, juara lomba VOC, juara lomba ring Bali TV, miwah sané tiosan. (bud/uma)
mangkin muspa,
raris pamit budal,
ka jero miwah umahé,
Gusti Ayu Cokli mantuk,
pamarginé kadi kambang,
rauh ring Jero nungkasang,
cekuh beras,
punika kanggén ngodakin,
pamecel minyak tandusan.
Saking Langit Bali Nyapnyap Kruna molah ngubda sarwa remrem Titian tandruh lasia taru tuh labuh ring suluk ngemu kenyem nyikut tukad gegulak awak titian nyapnyap kandugi mreténin panilem rauh tan pagatra sesambat nyanggra céti kulem Nengah Patra 1940
Redaksi nerima sesuratan sastra (Cerpen & Puisi) miwah reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia. Naskah mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
8
Minggu Wage, 6 Oktober 2019
Tiga Sajak Bj. Akid Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Lelaki Pemahat Luka
Tatapan Terakhir
Sesudah dua musim ia lewati Dan daun-daun lebih suka menimang sunyi Berdiri dalam datar bayang-bayang Tempat segala rindu mengasuh pandang
Di sini Segala kesedihan mulai abadi Berlari di selat luka Mendaki gunung-gunung sendiwara Tempat masa lalu melepas air mata
Terkadang kelupaan yang ia kendarai Tak lain hanyalah sebuah mimpi Basah di sawah-sawah ibu Dalam penderitaan yang menebar rindu
Kusaksikan segalnya Ternyata demikian rumitnya Memandang dengan mata terpejam Sebelum prasangka merabat kemungkinan
Maka selalu pasrah ia berangan Sebab angin dan hujan tempat segala kenagan Menidurkan beragam keniscayaan Yang ia anggap kunci kesuksesan.
Barangkali pertemuan Adalah awal dari sebuah kepsastian, Pasti untuk melepas layang-layang Yang terbang meninggalkan kenangan.
lLubtara, 2019
lLubtara, 2019
Taman Kesedihan Kesedihan Yang bercermin di kolan taman Adalah rembualan Orang-orang kesana kemari Munjual nasib sendiri Bunga-bunga jatuh Menebar aroma seruh Dan pada kelopaknya yang ketujuh Kitapun selalu rapuh, Rapuh dalam perjalanan Menuju rindu dan kepastian lLubtara, 2019
Kotapraja (1)
Demi Langit dan Bumi
sudah waktunya kotapraja berkemas kota tua makin tak ramah kian sesak semak liar gersang terpantik angin terbakar
langit yang pernah kujunjung kini diliputi mendung di seluruh penjuru mata angin bumi yang pernah kupijak kini semua telah retak oleh musim tak beralmanak lalu di mana lagi aku berteduh dan tempat beristirah jika langit dan bumi tak lagi memberi sebuah isyarat
Kotapraja (2)
mestikah kutempuh jalan penuh siasat pengumbar syahwat ketika seluruh jalinan ikatan kehilangan harkat dan martabat
kotapraja ibu negeri masihkah dihormati anak negeri? jika tidak, biar menyisih ke jantung negeri
: kini aku tumpat pedat sebagai pelaknat dan penghujat semua kebanalan!
lKetut Sugiartha (2019)
lNunung Noor El Niel Denpasar - Juni 2019
Fotografi ”Menaklukkan” MotoGP dengan ”Shutter Speed” Cepat AKSI Jorge Lorenzo, Mark Marques, Valentino Rossi, dan Dani Pedrosa di sirkuit MotoGP memang tak pernah membosankan untuk dinikmati, baik melalui tayangan langsung di televisi maupun lewat foto-foto yang bertebaran di media cetak maupun elektronik. Umumnya, foto-foto aksi para pembalap MotoGP di atas motor tunggangannya itu tampak beku (freeze) atau seakan-akan tidak bergerak. Padahal, motor yang ditunggangi Jorge Lorenzo dan kawan-kawan itu rata-rata melaju dengan kecepatan di atas 300 kilometer/jam. Tentunya bukan perkara mudah untuk memotret objek yang bergerak sangat cepat itu dengan hasil yang tajam dan detail. Berikut tips praktis memotret MotoGP dan objek bergerak cepat lainnya sehingga tampak diam atau beku di dalam foto. Sejatinya, rahasia foto-foto MotoGP yang tajam dan “membeku” itu terletak pada shutter speed yang digunakan oleh fotografer. Untuk “membekukan” objek yang bergerak dengan kecepatan sangat tinggi dibutuhkan shutter speed yang juga super cepat. Untuk balapan MotoGP, misalnya, fotografer membutuhkan shutter speed hingga 1/4000s ke atas. Dalam kondisi seperti ini, para fotografer yang menaruh minat khusus pada MotoGP membutuhkan kamera DSLR profesional atau tidak bisa lagi mengandalkan kamera pemula karena shutter speed-nya memang tidak dipersiapkan untuk memotret dengan spesifikasi seperti itu. Penggunaan shutter speed yang sangat cepat, tentunya bukan tanpa konsekuensi. Jumlah cahaya yang masuk sangat sedikit karena shutter membuka dalam waktu yang sangat singkat. Oleh karena itu, fotografer yang biasa memotret perhe-
latan MotoGP maupun objek yang bergerak sangat cepat akan memadukan kamera profesionalnya dengan penggunaan lensa dengan bukaan besar seperti lensa 70-200 f/2.8 untuk menyeimbangkan exposure. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menentukan seberapa cepat shutter speed yang dibutuhkan agar objek yang difoto tampak freeze atau beku. Pertama, seberapa cepat gerakan objek yang akan dijepret. Semakin tinggi kecepatannya, maka semakin tinggi shutter speed yang dibutuhkan. Kedua, posisi saat memotret apakah kita dalam keadaan diam atau bergerak, misalnya memotret dari atas kendaraan yang bergerak. Hal ini juga wajib diperhitungkan. Jika Anda memotret dari atas mobil yang bergerak, maka shutter speed yang dibutuhkan juga lebih cepat untuk menyeimbangkan dengan kecepatan kendaraan yang ditumpangi. Ketiga, pengaturan shutter speed juga sangat tergantung dengan lensa yang digunakan. Semakin panjang focal lensa yang digunakan, maka semakin tinggi shutter speed yang dibutuhkan. Ingat rumus dasar shutter speed 1/panjang fokal lensa. Pertambahan panjang fokal berarti pertambahan shutter speed. Selanjutnya, jarak fotografer dengan objek foto juga sangat menentukan shutter speed yang dibutuhkan. Semakin dekat jarak fotografer dengan objek yang dipotret, maka semakin tinggi shutter speed yang dibutuhkan untuk membekukan gerakannya dan sebaliknya. Untuk mendapat hasil yang lebih baik saat memotret objek yang bergerak cepat, gunakanlah mode continous atau tracking agar objek tetap fokus. Selamat berlatih! (ian)
Tikungan Pertama karya Ketut Parwatha Wijaya
Menuju Garis Finish karya Ketut Parwatha Wijaya
Duo Ducati karya Ketut Parwatha Wijaya
Mengawal Ketat karya Ketut Parwatha Wijaya
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Wage, 6 Oktober 2019
9
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Butuh segera Sopir brpengalmn SIM A & C Hub:Ayu Orchid (484526)
Dicari: 1.Administrasi Proyek D3/SMA/sederajat. 2.Bag.Umum. 3.Pelaksana Sipil pengalaman dlm Pengawasan dan Pelaksanaan Villa D3/S1 utk ditempatkan di proyek villa di Gianyar. Domisili di Bali,umur max 45th CV disampaikan melalui WA 081236853232
Cr Pembantu R.Tangga tdr dlm hub.085222555444,0361-487706
B.BP.004.10.19.0000053
DIJUAL RUMAH
B.BP.001.10.19.0000161
B.BP.001.10.19.0000140
Dcr PRT wanita, single, punya SIM C, Tidur dalam, untuk area Denpasar. Hub:081216017994 B.BP.004.10.19.0000170
Dcr Supervisor Lapangan STM/Poltek bangunan Hub.081916759099 Email:hakersenbali@yahoo.co.id B.BP.001.10.19.0000095
DIJUAL MOBIL
Dcr:FO,B.Boy,HK,Driver,Laundry Engineering,Scurity,Garden:new arenahotelkutabali@gmail.com B.BP.164.10.19.0000010
Dibutuhkan : Pajak utk proyek berpengalaman, bisa E Pajak PPN/PPH, pernah restitusi PPN, ditempatkan di Buleleng. Umur max 45 tahun. CV di WA nomer 081236853232 B.BP.004.10.19.0000162
Dicari Karyawati Laundry Jl.P Kawe no.8 D. Hub.085738799145 B.BP.001.10.19.0000133
Job Vacancy, Santai hotel in Amed. Look for operation Mgr. Send CV:info@santaibali.com B.BP.012.09.19.0000920
Job Vacancy,The Griya villas & Spa in Amed,look for rest Spv send CV to : info@thegriya.com B.BP.012.09.19.0000917
Lowongan Marketing Associate full time,Admin QS,web Programmer/IT,Suster rawat Lansia utk pribadi,Tkg Kebun utk pribadi,Kirim Lamaran ke hrd@hideawaydevelopment.com kontak Hp. 081246796469 B.BP.004.10.19.0000159
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL MOBIL
PROPERTY
BMW
DISEWAKAN RUMAH
BMW ‘2000 Silver Asli Bali A/T Triptonic Hub.081246111627
Dikont Rmh T45,3KM,AC,Water heater list 2.200 Jl.Buana Tmn Prum Taman Buana Permai Blok C/18 Buana Raya 081338308431
B.BP.001.10.19.0000176
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Djl Rmh LT178m2 cash-kredit Sibang Gede Badung H 082340011333 B.BP.001.09.19.0000983
RumahLT530M2,LB400M2,SHM,Lok Tanjung Bungkak.0817357734 TP B.BP.001.09.19.0000968
B.BP.004.10.19.0000136
PROPERTY DIJUAL TANAH
Djl Tnh 2A blakang Pabrik Mill Munggu Ds.Cepaka.0811527081.TP B.BP.004.10.19.0000172
KEHILANGAN
Hlg BPKBE8306402-ODK1131UG an I Gede Darna Wijaya th 2008 B.BP.158.10.19.0000168
Hlg BPKB No I.11600783-O an Md Wirya DK 8536 UM th 2012 Putih B.BP.158.10.19.0000167
PRIVATE
Private English or French Course/Sari/08179760431 B.BP.001.10.19.0000164
RUANG USAHA
Ruang Co-workingRenon25rb/hr AC+Wifi gratis Hp.081319900069 B.BP.001.10.19.0000097
10
Minggu Wage, 6 Oktober 2019
Mendatar: 1. Gawang 3. Mata uang emas lama 5. Ramah ; Suka menyapa 7. Mobil 8. Sapaan untuk anak gadis 10. Ilmu sejarah sebelum dikenal tulisan/huruf 13. Abu dapur 15. Golongan orang yang sangat kaya 16. Dikiaskan untuk yang terelok, tercantik. 17. Salah satu nama Dewi Yunani 19. Praja muda karana 22. Atap rumah dari fiber dan semen 25. Gempar ; Huru-hara 26. Kerang mata tujuh 28. Lebih kecil dari pada Batalion 29. Nyanyian ; Syair 31. Rencana Ibu Kota Negara Indonesia dipindahkan 34. Mata uang dari logam 35. Antan 36. Bunga uang 37. Pangkat TNI-AD dengan tanda dua garis merah 38. Aliran air yang deras di sungai
SDM Unggul Itu Diciptakan SUMBER daya manusia (SDM) adalah salah satu aset paling berharga dari suatu bangsa. Tanpa SDM yang unggul, produktivitas dan kualitas kerja akan buruk sehingga dapat menimbulkan disaster demografi. Jumlah usia produktif (1565 tahun) yang menganggur/ tidak produktif lebih banyak daripada yang produktif, dan peluang emas bonus demografi tidak termanfaatkan sehingga produktivitas secara sosial ekonomi tidak tercapai. Aset SDM unggul yang berharga ini harus diciptakan agar kelak bangsa ini
berkembang dan maju ke arah yang lebih baik. Kemajuan suatu bangsa tidak saja ditentukan oleh keberadaan Sumber Daya Alamnya. Sebab, tanpa didukung SDM yang mumpuni, kekayaan alam tidak memberi arti apa-apa. Begitu pentingnya kualitas SDM sebagai penentu kualitas bangsa. Berbagai permasalahan bangsa ini, seperti kemiskinan, kurang cerdas, kurang gizi kronis (stunting), tingginya penyakit tidak menular (PTM), penggangguran, perilaku kekerasan, dan hal buruk lainnya, ternyata dilatarbelakangi oleh adanya gangguan tumbuh kembang sel-sel otak dimasanya, yaitu periode
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru “Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat isi buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahunpernikahan. Kirim foto menarik dan tulisan data lengkap identitas diri, orangtua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telp. (0361) 225764.
(Redaksi)
PERNIKAHAN
RESEPSI - I Wayan Agus Suryawan melangsungkan resepsi pernikahan dengan Ni Wayan Apriyanti. Upacara resepsi pernikahan dilakukan Sabtu (5/10), di rumah mempelai pria di Br. Nyelati, Desa Kuwum, Kecamatan Mengwi, Badung. Agus Suryawan adalah putra pertama pasangan I Nyoman Sunjaya dengan Ni Ketut Mayoni. Sedangkan Apriyanti, putri pertama I Wayan Wirya dengan Ni Wayan Karna, yang berasal dari Br. Nyelati, Desa Kuwum, Kecamatan Mengwi, Badung. Happy Wedding Wawan dan Apri.
1.000 hari pertama kehidupan manusia (dari masa konsepsi/pertemuan telur dan sprema sampai 2 tahun kehidupan bayi). Otak sebagai pengendali pengetahuan, sikap, dan perilaku manusia. Jika perkembangan otak tidak optimal dapat melatarbelakangi cara pikir/mindset berpengetahuan rendah, bersikap, dan berperilaku buruk nantinya. Kuncinya pertumbuhan dan perkembangan otak harus optimal di masanya dengan pemberian nutrisi yang tepat (saat kehamilan ibu mengonsumsi makanan dengan komposisi lengkap, ada karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral dengan komposisi yang seimbang (diet lengkap seimbang/isi piringku) per kali penyajian. Ditambah ketika bayi lahir, 6 bulan pertama hanya diberikan air susu ibu (ASI) tanpa susu formula, dilanjutkan ASI sampai minimal 2 tahun ditambah MPASI makanan pendamping ASI, makanan yang akan diperkenalkan ke bayi ketika dewasa nanti, makanan padat digerus halus sesuai usia bayi. Otak manusia selama dalam kandungan sangat berkembang pesat mencapai 260 persen, dibandingkan ketika sudah lahir dalam satu tahun pertama yang mencapai 75 persen. Ini menandakan bahwa asupan nutrisi penting selama kehamilan, menyusui, dan tumbuh kembang bayi sampai 2 tahun pertama menjadi cikal-bakal bagi kecerdasan, kesehatan fisik, dan terhindar dari PTM, seperti penyakit jantung, hipertensi, stroke, obesitas, dan diabetes melitus. Melihat latar belakang ini dapat ditarik kesimpulan bahwa untuk memperbaiki kualitas bangsa, tidak dimulai hanya ketika bertumbuh dewasa, namun yang lebih penting justru ketika dalam kandungan dan 2 tahun pertama kehidupan bayi. Jika nutrisi selama kehamilan tidak cukup, janin dapat mengalami gangguan pertumbuhan tinggi badan yang tidak sesuai dengan usianya (stunting/tubuh pendek yang bukan karena genetik), di samping gangguan kecerdasan dan risiko tinggi PTM. Perbaikan SDM tidak hanya dilakukan di hilir (setelah dewasa), namun lebih ke hulu (ketika masih dalam kandungan ibu), bahkan sebelum mengandung pun (di masa remaja) caloncalon ibu ini telah dipersiapkan secara fisik, mental/ psikis, interaksi sosial, bahkan keteguhan pada nilai-
Menurun: 1. Ilmu yang dapat mempengaruhi alam bawah sadar manusia 2. Gambar atau sketsa yang mewakili perusahaan 3. Bohlam 4. Susut karena gesekan 5. Perangkat ; Alat ; Pegawai 6. Dibalik ; Termasyur, terkenal 9. Mual 11. Nasabah usaha 12. Keterangan tentang suatu barang yang ditempelkan pada kemasannya. 14. Alat dari bambu ; Menampi beras 18. Usungan jenazah yang tertutup 19. Pahlawan ; Orang yang pandai bersilat 20. Lukisan terkenal 21. Penyakit bakteri yang menyebabkan diare berat 23. Lapisan terluar gigi 24. Buah dada 27. Ahli ekonomi 30. Rukun 32. Cahaya 33. Betah nilai spiritual yang akan membentuk karakter mulia generasi masa depan. Dengan persiapan saja hasilnya belum tentu baik, terlebih tanpa adanya persiapan. Segala sesuatu agar menjadi baik, hendaknya melalui persiapan. Demikian halnya dalam menciptakan SDM unggul perlu diciptakan lingkungan tempat bertumbuh yang baik, perilaku yang baik karena derajat kesehatan yang baik sangat ditentukan oleh 40 persen faktor lingkungan, 30 persen perilaku, 20 persen layanan kesehatan, dan hanya 10 persen pengaruh genetik/ kelainan bawaan. Menciptakan generasi berkualitas, SDM yang unggul dengan melakukan tata laksana yang memanusiakan manusia, melalui penanganan berkelanjutan dan terus-menerus dari masa ke masa siklus hidup manusia (continuum of
Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 416 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 12 Oktober 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 20 Oktober 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 414 Mendatar: 1. KETOKON- AZOL 8. AREMA 9. NAKO 11. TIMPUK 13. ONDO 14. TAO 15. DAKOTA 17. NYA 18. TUMO 20. ANONIM 21. TISSUE 23. ARIMBI 25. LONDON
27. NGAD 29. ARU 30. WARTEG 32. LUA 33. ETOS 35. SINTAL 37. RIAL 38. MISIL 39. ULTRAMIK- RON Menurun: 1. KANCUT 2. TEKO 3. ORTODONTI
4. AUM 5. LAKTASI 6. SELONG SONG 7. SAKRAMEN 10. ONION 12. PRO 16. KEMELUT 19. MANIPULASI 21. TENGGELAM 22. GALATAMA 24. BAWASLU 26. ONCOR 28. DUBLIN 31. RON 34. SIAR 36. TAR
Pemenang TTS No. 414 1. I Wayan Sandiarta Br.Metra Kaja, Desa Yangapi, Kec.Tembuku, Kab.Bangli (HP:081-246-656-XXX) 2. I Kadek Supartha Br.Anggasari, Desa Ekasari, Kec.Melaya, Kab. Jembrana (HP:087-785-664-XXX) 3. I Nym Gde Suardana Jl.Gunung Andakasa, Penamparan Indah III Blok B No.11A, Denpasar (HP:081-339-535-XXX) 4. Ni Putu Hendryana Br.Mukti, Desa Singapadu Tengah, Kec.Sukawati, Kab.Gianyar (HP:081-999-802-XXX) 5. Ni Nyoman Lami Jl.Pahlawan No.75, Kec. Kediri, Kab.Tabanan (HP:085-237-619-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : GD NOPTA ARI PUTRA Alamat : Fakultas Hukum, Universitas Udayana, Jl.Jenderal Sudirman – Denpasar (HP:081-216-694-XXX)
care). Penanganan berbasis pada tingkatan siklus hidup manusia yang tidak dapat disamaratakan antara masa janin, bayi, anak, remaja, dewasa, dan lansia. Semua dalam siklus hidup memerlukan perhatian dan penanganan yang baik untuk menciptakan generasi unggul. Jadi, kunci pentingnya nutrisi yang tepat pada usia tumbuh kembang di masa janin sampai 2 tahun kehidupan pertama anak, dan faktor-faktor yang memengaruhi derajat kesehatan untuk menciptakan SDM unggul, sehat, dan berkarakter baik. Demikian semoga bermanfaat! Dr. I Gusti Ngurah Made Bayuningrat, Sp.OGK, M.M. Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Founder BBM, Bincang-Bincang Medis
Dorong Penguatan Keanekaragaman Hayati Makassar (Bali Post) – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Burung Indonesia telah menjangkau 202 desa dan komunitas yang tersebar di enam provinsi untuk mendorong penguatan keanekaragaman hayati sebagai bagian program kemitraan Wallacea. “Dari kegiatan yang sudah dijalankan sejak 2015, hingga kini sudah ada 26.008 orang penerima manfaat dan 10.000 orang di antaranya adalah perempuan,” kata Direktur Eksekutif Burung Indonesia, Dia Agista di sela kegiatan “Merayakan Capaian Konservasi di Wallacea,” di Makassar, beberapa hari lalu. Menurut nya, p rogra m ini diharapkan berkontribusi meningkatkan peran dan kapasitas masyarakat dalam perlindungan hayati melalui berbagai pelatihan dan edukasi, asistensi dan pelibatan dalam perumusan kesepakatan dan kebijakan di berbagai tingkatan. Berbagai capaian akan dipromosikan kepada para pihak agar CMYK
dapat direplikasi di lebih banyak daerah. Asisten II Bidang Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat Pemprov Sulsel Muhammad Firda mengapresiasi Burung Indonesia yang sudah memberikan binaan di daerah wilayah Wallacea yakni Sulawesi, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur (NTT). “Terkait dengan konservasi ini bukan hanya memikirkan masalah lingkungannya, binatang-
BPM/ist
nya, masyarakatnya dan nilai ekonominya saja secara parsial, tetapi secara keseluruhan,” ujarnya. Sebagai gambaran, destinasi wisata kawasan pegunungan Kars di Rammang-rammang, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, selama ini banyak kawanan burung yang melintas di lokasi itu. Namun karena adanya aktivitas perahu yang membawa wisatawan menyusuri sungai di kawasan
pegunungan Kars, akhirnya terusik dan menjauh akibat suara bising mesin kapal. “Semua itu harus dipikirkan. Ke depan agar kawanan burung itu tidak terusik dengan suara mesin kapal, mungkin mesinnya akan diganti dengan mesin yang tidak bising atau yang menggunakan elektrik,” sebutnya. Sementara itu, Grant Director Critical Ecosystem, Daniel Rothberg mengatakan, selaku donor yang mendukung Program Kemitraan Wallacea di Indonesia selama lima tahun, pihaknya tetap akan membantu memberikan dukungan. “Diharapkan setelah program ini berakhir, praktik cerdas dan kearifan lokal di lapangan dapat direplikasi dan dilanjutkan dengan dukungan pemerintah setempat,” jelasnya. LSM Burung yang fokus pada pelestarian burung liar dan habitatnya itu selama kegiatannya di Makassar, 1-3 Oktober 2019, menggelar beberapa acara di antaranya peluncuran buku dan pemutaran film dokumenter Wallacea di Gedung Mulo. (ant)
Minggu Wage, 6 Oktober 2019
Gunung Raung Terbakar, 13 Pendaki Selamat
Banyuwangi (Bali Post) Gunung Raung di Banyuwangi, Jawa Timur dilaporkan terbakar sejak Jumat (4/10) malam hingga Sabtu dini hari (5/10) kemarin. Tiga belas orang pendaki sempat terjebak di camp 9, akhirnya dievakuasi dan diselamatkan oleh tim SAR dan aparat Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat. Tim gabungan dari BPBD Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Basarnas, TNI/Polri, dan relawan mengevakuasi ke-13 orang pendaki tersebut. Mereka juga mengirimkan logistik sekaligus membuat sekat bakar agar kebakaran tidak meluas. Badan Nasional Penanggulangan Bencana menyatakan, kebakaran memang merambat ke lokasi lain, tetapi para pendaki sudah berhasil dievakuasi dan di tempat aman di Camp 4. Semua pendaki yang sempat terjebak kebakaran hutan di Gunung Raung, berhasil turun dengan selamat. Mereka tiba di Pos Sekretariat Pendakian Gunung Raung, Dusun Wonorejo, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru Sabtu kemarin sekitar pukul 10.30 WIB.
Tak ada wajah sedih di antara mereka. Sebagian pendaki dari Singapura. Mereka tampak gembira saat pertama kali menginjakkan kaki di pos pertama kali mereka mendaki gunung setinggi 3.344 Mdpl. Mereka tampak bahagia, rona keceriaan dengan senyum lebar tercermin di setiap wajah masing-masing. “Aku sangat merasa baik. Ini adalah pengalaman pertama saya di sepanjang hidup saya,” ujar Shervon Ong, pendaki asal Singapura. Menurutnya, saat akan turun ke pos 7 api sudah mulai mengepung mereka. Namun, dengan kegigihan para guide dan porter, mereka bisa selamat. “Api di mana-mana. Tapi orang-orang Indonesia berjuang keras untuk membantu dan
menyelamatkan kami. Terima kasih banyak,” tambahnya. Para survivor ini tiba dan diangkut dengan kendaraan ojek motor milik warga setempat dari Pos 1 sekitar 7 km dari sekretariat. Wajah oriental mereka tiba-tiba berubah kehitaman. Kondisi itu ada kemungkinan disebabkan dari abu dan asap akibat kebakaran hutan di Gunung Raung. “Ada api di mana-mana, dan kami tetap nekat dan kemudian melaluinya dengan hati-hati,” tambah Teo Yi Xian, pendaki asal Singapura yang juga selamat. Sementara itu, untuk pemulangan para WNA Singapura yang mendaki Gunung Raung sudah dilakukan, setelah para pendaki dinyatakan sehat oleh puskesmas setempat. (kmb)
Sesuai Aturan Sementara itu, para tukang gigi menyatakan semua pekerjaan dilegalkan asalkan sesuai aturan. Kini, semua diserahkan kepada masyarakat apakah mau yang murah atau mahal. Seperti diketahui, pasal 276 RUU KUHP pada ayat 2 yang berbunyi, setiap orang yang menjalankan pekerjaan menyerupai dokter atau dokter gigi sebagai mata pencaharian baik khusus maupun sambilan dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak kategori V. Aturan ini tentu mengenai tukang gigi yang profesinya memang menyerupai dokter gigi dalam hal ini membuat dan memasang gigi palsu. Mengenai aturan dalam RUU KUHP ini, Ketua Asosiasi Tukang Gigi Denpasar, Purnomo, mengaku tidak terlalu memikirkan hal tersebut. Pihak asosiasi tukang gigi Denpasar juga tidak berniat melakukan demo besar-besaran untuk memprotes aturan tersebut. “Toh masih RUU, itu pun banyak yang sudah turun memprotes. Belum pasti juga. Jadi, kami belum ambil tindakan. Kalau sudah pasti, barulah dipikirkan langkah selanjutnya,” ujar Purnomo. Ia melanjutkan, pihaknya tetap bekerja seperti biasa. Anggotanya mengerjakan pekerjaan sesuai tupoksi tukang gigi. “Tidak berpengaruh. Kami kerja seperti biasa. Membuat gigi, membongkar, dan memasang gigi palsu. Sesuai tupoksi kami sebagai tukang gigi,” ujarnya. Hal yang sama dipaparkan Ali dari Ali Dental, tukang gigi di Denpasar. Menurutnya, meski agak tidak nyaman dengan isu aturan tersebut, pihaknya tetap bekerja seperti biasa. “Kami menunggu keputusan dari asosiasi. Kalua bergerak ya kita ikut bergerak,” ujar Ali yang sudah terjun menjadi
tukang gigi selama lima tahun terakhir ini. Ketua PDGI Bali, I.B. Ketut Suryana menegaskan, pada prinsipnya tukang gigi dilegalkan, namun pekerjaannya terbatas pada pembuatan gigi palsu lepasan atau yang pasang lepas dan sudah tidak ada gigi yang tersisa terutama akar gigi tempat dipasang gigi palsu. Makanya ia berharap, dinas kesehatan juga pro-aktif menyangkut tanggung jawab di bidang kesehatan. PDGI terus melakukan edukasi dan memberi informasi ke masyarakat. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, MPPM., mengatakan, terhadap pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan tukang gigi, pihaknya telah melakukan pembinaan dan pengawasan secara berjenjang. Izin praktik tukang gigi dikeluarkan oleh kabupaten/ kota sehingga tindakan yang dilakukan tukang gigi harus sesuai dengan kewenangannya. “Kalau ditemukan indikasi melampaui kewenangannya, itu ada sanksi. Tapi sanksi sesuai pelanggarannya apakah secara administratif, apakah sengaja melakukan pelayanan yang tidak sesuai dengan kewenangan dan kompetensinya, ancamannya bisa pencabutan izin,” tegasnya. Mengingat izinnya dikeluarkan oleh kabupaten/kota yaitu melalui dinas perizinan kabupaten/kota melalui rekomendasi dinas kesehatan kabupaten/ kota. Sehingga penindakan dilakukan kabupaten/kota. Kecuali jika ada hal-hal tertentu yang memerlukan pembinaan dari provinsi, provinsi juga memiliki kewenangan untuk memberikan masukan pada dinas kabupaten/kota. Tidak hanya tukang gigi, tenaga-tenaga kesehatan yang lain yang melakukan praktik misalnya pengobatan tradisional juga masih cukup banyak yang tidak terdaftar dan tidak berizin. (may/san)
Prof. Prathip
Dia adalah Prof. Prathip Phantumvanit,DDS., M.Sc., D.Sc. Teori dan pengalamannya dia transferkan kepada dokter gigi di Bali. Sasaran pertama adalah puluhan siswa TK Saraswati 1 Denpasar. Mereka mendapat pelayanan pemeriksaan dan penambalan gigi berlubang tanpa pengeboran dari dokter gigi FKG Unmas, FKG Moestopo, dan FKG Maranatha. Puluhan siswa TK A dan TK B Saraswati 1 Denpasar mendapat treatment baru dari 23 dokter gigi ketiga FKG tersebut. Yang menarik, pada penanganan gigi berlubang pada anak tidak menggunakan alat kesehatan gigi dan tanpa pengeboran. Bahkan, Prof. Prathip langsung terlibat mengedukasi para dokter gigi yang terlibat melayani penambalan gigi berlubang tanpa bor, melainkan hanya dengan tangan. Anak-anak TK Saraswati 1 Denpasar pun tampak bergembira mengikuti model pemeriksaan ini. Namun, tetap saja ada satu-dua siswa yang menangis sebelum diambil tindakan. Namun, setelah disuruh tinggal berbaring saja, tangisnya reda. Lingga, salah satu siswa TK Saraswati 1 Denpasar, mengaku selama ini takut ke dokter gigi lantaran melihat alat yang serbacanggih dan bunyi mesin bor. Kini setelah dilayani menggunakan tangan, lubang di giginya tertutup. ‘’Tak ada sakit,’’ ujarnya. Demikian juga Mekita dan Gita dari TK B, tak merasa takut dengan dokter gigi. Dia cukup berebah dan membuka mulut, semuanya berakhir
dengan baik. Dekan FKG Unmas Dr. drg. Dewa Made Made Wedagama, Sp.KG., mengungkapkan, pelayanan kesehatan ini sebagai bentuk aksi sosial serangkaian Bali Dental Sience and Exhibition (Bali Dence) 2019. Dia mengungkapkan, bahwa dewasa ini banyak anak-anak dengan kasus gigi berlubang tak mau memeriksakan giginya karena takut dengan alkes gigi seperti bor dan suaranya. Sementara teknik tanpa bor dari Prof. Prathip ini sudah dilakukan di Padang dan Semarang. Bali merupakan daerah ketiga yang dipercaya menerapkan cara tersebut. Bahkan, teknik ini, kata dia, menuntut pengetahuan yang cerdas dari dokter gigi dalam posisi duduk dan menggunakan tangan. Hanya campuran bahan tambal gigi menggunakan mesin agar lebih merata dan pas campurannya. Selain itu, kata dia, teknik
TERBAKAR - Hutan Gunung Raung di Banyuwangi saat terbakar Jumat hingga Sabtu dini hari (5/10) kemarin.
Kredit Perumahan ‘’Pemerintah terus mengupayakan kredit perumahan untuk prajurit hingga jangka waktu 30 tahun dan akan meningkatkan tunjangan kinerja TNI menjadi 80 persen di tahun 2020,” kata Jokowi saat peringatan HUT ke-74 TNI di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (5/10) kemarin. Jokowi mengatakan, citacita Indonesia untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi di dunia harus didukung TNI yang kuat. Karena itu, kata dia, pemerintah akan mendorong belanja pertahanan yang memanfaatkan teknologi tinggi. ‘’Belanja pertahanan kita arahkan menjadi investasi pertahanan,
pemanfaatan teknologi tinggi ke depan tidak bisa ditawar lagi, rencana strategis kekuatan pokok minimum atau Minimum Essential Force (MEF) tahap ketiga periode 2019-2024 segera difinalkan. Demikian pula, rencana jangka panjang hingga 100 tahun Indonesia merdeka. Alutsista yang digunakan TNI harus semakin maju dan SDM TNI harus semakin tangguh dan adaptif dengan teknologi baru dan berjiwa Sapta Marga,” ujarnya. Jokowi sebagai panglima tertinggi TNI menyampaikan sejumlah pesan kepada seluruh prajurit. Pertama, TNI diminta menyesuaikan dengan pemanfaatan teknologi baru. Prajurit TNI masa depan harus mempunyai kemampuan adopsi dan adaptasi teknologi
baru serta menjunjung tinggi kemandirian strategis alutsista produk dalam negeri. TNI juga diminta untuk meninggalkan ego sektoral. TNI, kata Jokowi, harus mampu bekerja sama dengan kementerian dan lembaga. “Prajurit TNI tidak boleh lagi terjebak dalam ego matra, TNI harus mampu bersinergi dengan kementerian dan lembaga seperti Polri BNPT, BNPB, dan Bakamla. Prajurit TNI wajib menjaga kemanunggulan TNI bersama rakyat, melalui operasi bakti dan program tentara manunggal membangun desa,” ujar dia. Dalam amanatnya, Jokowi mengucapkan selamat ulang tahun ke-74 untuk TNI. Jokowi memberikan apresiasi tinggi kepada TNI.
Pasang Kawat Gigi “Kita semua bangsa Indonesia menyampaikan penghargaan khusus ke prajurit TNI yang gugur menjalankan tugas demi tegaknya kedaulatan NKRI, rakyat Indonesia,” ujar Jokowi. Sementara itu, mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono, meminta purnawirawan TNI agar tidak terbawa arus ingar-bingar politik. Ia melarang purnawirawan TNI terlibat demonstrasi yang tak ada hentinya. “Kita tidak boleh terbawa arus ingar-bingar politik. Ada demo-demo yang tidak berhenti-berhenti, tidak boleh ada prajurit atau purnawirawan terlibat di situ,” ujar Hendropriyono usai menghadiri upacara HUT TNI. (ant/kmb)
Kesehatan Gigi Meski demikian, sebagai salah satu praktisi kesehatan, dia mengaku cukup menyayangkan berkembangnya tren ini. Sebab, harga yang lebih murah, namun berisiko tinggi karena mengabaikan banyak aspek mengenai kesehatan gigi yang harus diperhatikan. “Masyarakat juga sering terjebak dengan papan yang dipasang tukang gigi, sebagai ahli gigi. Papannya ahli gigi, padahal pendidikannya bukan berlatar belakang dokter. Ini sedikit menipu. Para dokter saja tidak sembarangan bisa buka praktik, apalagi yang bukan berlatar belakang dokter. Semestinya, praktik seperti ini kan harus ditertibkan,” kata dr. Kesuma. Dia selalu berupaya untuk memberikan pelayanan terkait gigi dengan maksimal. Saat ini, pada Poli Gigi RSUD Klungkung, sudah memiliki lima
ini sangat pas dilakukan di lapangan, atau daerah yang jauh dari rumah sakit dan klinik gigi. Makanya, dia bersyukur memiliki SDM dokter gigi dengan teknik baru tepat guna dan sederhana dalam mengatasi gigi berlubang pada anak. Dengan menerapkan temuan Prof. Prathip, SDM dokter gigi di Bali bisa menjalankan tugas profesi di mana saja baik di lapangan maupun di klinik praktik. Agar anak-anak nyaman memeriksakan kesehatan pada kasus gigi berlubang teknik tanpa alat bor ini, kata dia, bisa diterapkan di pusat klinik gigi dan rumah sakit. Apalagi di puskesmas di desa yang sering menghadapi anak-anak yang duluan menangis dan lari ketika diajak memeriksakan kesehatan giginya. Teknik baru ini segera ditularkan kepada semua dokter gigi sehingga mereka siap mengabdi di mana saja dan kapan saja. (sue)
dokter gigi dan satu dokter spesialis. Bahkan, sudah menjalin kerja sama dengan Universitas Mahasaraswati Denpasar, untuk merekrut tiga dokter spesialis gigi lagi, untuk bertugas di RSUD Klungkung. Sebab, segala tindakan medis yang berkaitan tentang gigi, memang harus ditangani dokter spesialis. Misalnya, tindakan bedah mulut rahang, itu harus dilakukan dokter spesialis, bukan dokter umum. Masih banyak contoh tindakan operasi medis lainnya. Rata-rata pasien yang datang ke RSUD Klungkung dengan keluhan gigi, mencapai sekitar 15 pasien per hari. Ini yang membuatnya harus menambah dokter spesialis gigi. Jumlah ini meningkat dibandingkan data sebelumnya, yang hanya di bawah 10 pasien per hari. Tidak hanya di RSUD Klungkung, di setiap Puskesmas juga dikatakan sudah disediakan layanan dokter gigi oleh Dinas Kesehatan. Dia meminta masyarakat
cerdas dalam melihat tempat praktik. Sebaiknya manfaatkan lebih dulu fasilitas kesehatan pemerintah. Apalagi, itu berkaitan dengan kesehatan gigi, yang juga harus jelas kelayakan kompetensi yang menangani. Dari sisi kesehatan, keberadaan
tukang gigi, jelas merugikan. Keahliannya jelas terbatas, belum lagi bagaimana aspek dampak komplikasi yang dialami pasien, bentuk rahang dan banyak aspek lain yang tidak boleh ditangani sembarangan. (gik)
Skill yang dimiliki tukang gigi seperti pasang kawat gigi, membersihkan, meratakan gigi, hingga membuat gigi palsu dan pasang gigi merupakan keahliannya. Sebatas untuk membikin izin usaha itu menurutnya wajar. “Apa yang dirugikan? Boleh saja dilarang, tapi dari ribuan tukang gigi di Indonesia tolong dicarikan solusi ganti pekerjaannya. Cek juga berapa penghasilan mereka, sesuaikan. Jangan dipotong, dengan undangundang. Tidak adil, kami ingin diperlakukan adil,” tegasnya. Dari profesi yang ditekuninya puluhan tahun itu, Dadap juga berkeliling Indonesia untuk melayani pasien. Hampir seluruh wilayah Indonesia sudah dikunjunginya. Kecuali Papua dan Maluku. Dari profesi ini, Dadap berhasil maju menjadi anggota DPRD hingga dua periode. Bahkan saat pelantikan, Dadap diantar puluhan tukang gigi di Jembrana dan sekitarnya. (olo)
Minggu, 6 Oktober 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Atma Wedana (5) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Mix Dance Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Seputar Bali Terkini Solusi Alternatif Marion Sam Belajar Menggambar Membuat Cover Buku Seputar Bali Terkini
10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita
Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV DW TV Puja Trisandya Dharma Wacana Pesraman Pemangku dan Serati (1) Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Harmoni Bali Deteksi Dini Penyakit Infeksi Kelompok Triple
17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita
Eliminasi Pada Kehamilan (HIV, Sifilis, Hepatitis B) Inovator Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Seputar Bali Malam Kris Samatra Artis Bali Ayu Saraswati Dan Ekajaya Indi Band Generation Pebri Pebruari Seputar Bali Terkini Lila Cita Calonarang Pura Dalem Sakti Ikatan Keluarga Nusa (3) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Folk Song
MINGGU wage, 6 oktober 2019
Liga 3 Rayon Bali
Perseden Jumpa Tunas Muda di Final Gianyar (Bali Post) -
Kesebelasan Perseden Denpasar berjumpa Tunas Muda Ubud pada babak final kompetisi sepak bola Liga 3 Rayon Bali yang akan digelar di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Senin (7/10) besok. Perseden melaju ke partai puncak setelah menaklukkan Putra Tresna Bali dengan skor 5-1, sedangkan Tunas Muda Ubud mengalahkan PSAD Udayana 4-1 dalam pertandingan semifinal di Stadion Dipta, Sabtu (5/10) kemarin. Baik Perseden maupun Tunas Muda Ubud merupakan runner-up, sedangkan Putra Tresna Bali dan PSAD Udayana menjadi juara di grupnya masing-masing. Perseden sempat dikejutkan oleh gol cepat Putra Tresna Bali ketika pertandingan yang dipimpin wasit Widi Asmadi baru bergulir semenit. Gocekan Agus Dwipayana membobol gawang Lalu Yogik Pradipa. Bahkan Putra Tresna berpeluang memimpin 2-0 pada menit ke-4 lewat hadiah tendangan penalti. Akan tetapi tendangan eksekutor Ketut Sudiartawan membentur tiang dan berhasil ditangkap kiper Perseden. Tertinggal 0-1, tim Laskar Catur Muka bangkit. Alhasil sepakan Yusron Hamid pada menit ke-27 berhasil memperdaya kiper Putra Tresna, I Gusti Agung Indra Satria. Perseden balik memimpin 2-1 ketika tendangan Made Antha Wijaya pada menit ke39 kembali menggetarkan jala
I Gusti Agung Indra Satria. Di paruh kedua, Made Antha Wijaya menambah dua gol dan sebutir gol lagi dicetak M. Luky Irhamny. Sampai akhir pertandingan, Perseden unggul 5-1. Manajer Tim Perseden AAN Alit Wiartha menjelaskan, target awal pasukannya yang dipoles Wayan Sukadana dan Putu Dian Ananta hanya lolos dari babak penyisihan. Setelah itu target ditingkatkan menjadi semifinal. Babak empat besar pun bisa dilewati sehingga tim Laskar Catur Muka melenggang ke partai puncak. “Kami bersyukur bisa tembus final. Bagi kami yang penting Perseden tetap tampil konsisten,’’ ucap pria yang akrab disapa Gung Guntur ini. Ia tidak memikirkan apakah pengurus Perseden mempunyai dana atau tidak. Yang utama Perseden tetap bertanding, memenangkan laga, dan jalan terus. Namun, jika menjadi juara Liga 3 Rayon
Agus Desiartama
Pesepak Bola Dokter BOMBER Tunas Muda Ubud, Agus Desiartama menunjukkan produktivitasnya di lapangan hijau pada Kompetisi Liga 3 Rayon Bali. Selama babak penyisihan hingga semifinal, ia mengemas empat butir gol untuk klubnya. Agus juga memperlihatkan prestasinya di bidang akademis dengan meraih gelar dokter. “Saya diwisuda menjadi dokter pada 2017 silam,” ungkap pesepak bola kelahiran Denpasar, 9 Desember 1992 ini. Sebelumnya, pesepak bola yang akrab disapa Agus Desi ini menjadi pemain tersubur pada turnamen antar-Fakultas Kedokteran se-Indonesia. “Saya bersyukur menjadi top skor enam kali berturutturut pada Liga Medika,” tuturnya. Agus Desi mulai belajar menendang bola ketika berusia 5 tahun di Sekolah Sepak Bola (SSB) Denpasar. Sang dokter saat ini berdinas di RSUD Mangusada, Kapal, Badung. Ia menjadi dokter umum tenaga kontrak sejak Maret lalu. Menjadi dokter spesialis yang tidak jauh dari hobinya bermain bola merupakan obsesinya. “Saya ingin menjadi dokter spesialis bedah atau di bidang keolahragaan,” ucapnya. Di tengah kesibukannya melayani pasien, Agus Desi tetap rutin bermain bola tiap Jumat di Stadion Mengwi. Ia berlatih untuk menjaga kebugaran bersama rekan sekerja di rumah sakit. Sebelum membela Tunas Muda Ubud, Agus Desi pernah memperkuat Perseden U-18, Pespa Padang Sambian, dan Putra Tresna. Straiker mungil ini memiliki pacar ahli fisioterapi, Komang Githa Pradnyamitha Dewi, asal Darmasaba, Badung. “Saya berencana menikah setahun atau dua tahun lagi,” terangnya. (nel)
Mantan Wakapolri dan Raja Sapta Berebut Kursi Ketum KOI Jakarta (Bali Post) – Mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno siap menantang Raja Sapta Oktohari dalam merebut kursi Ketua Umum (Ketum) Komite Olimpiade Indonesia (KOI) pada kongres 9 Oktober mendatang, menggantikan Erick Tohir. “Berkas pendaftaran Pak Oegroseno segera kami sampaikan secepatnya ke tim penjaringan,” ujar Umbu S. Samapatty, juru bicara mantan Wakapolri itu dalam siaran tertulis yang diterima wartawan Sabtu (5/10) kemarin. Umbu sesumbar bahwa Oegroseno telah mengantongi dukungan dari Erick Tohir yang memimpin KOI 2014-2019. Sebelumnya, Oegroseno merupakan Ketum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PP PTMSI). Ia menyakini Oegro adalah sosok yang tepat dalam memimpin KOI ke depannya. Deretan prestasi Oegroseno baik di jajaran Polri maupun di dunia olahraga Indonesia menjadi bahan pertimbangan bahwa mantan Wakapolri itu bisa memimpin KOI. Selain itu, beberapa permasalahan seperti adanya kasus korupsi di Kemenpora dan KONI, kemudian dualisme cabang olahraga yang tak kunjung selesai, serta sejumlah persoalan pengelolaan prestasi olahraga, akan diatasi apabila Oegro memimpin. “Kami yakin Pak Oegroeno akan menjadi calon kuat. Beliau dibutuhkan di saat yang tepat untuk mengatasi carut-marut olahraga Indonesia,” katanya. Bila Raja Sapta Oktohari telah mendeklarasikan pencalonannya pada Selasa (24/9) lalu, Oegroseno baru akan mendeklarasikan dan mendaftar ke sekretariat KOI dalam waktu dekat. Raja Sapta Oktohari menyerahkan berkas formulir pendaftaran bakal calon ketua KOI, Sabtu kemarin. Ia datang bersama sejumlah perwakilan cabang olahraga serta Warih Sandono yang akan mendampinginya di posisi wakil Ketum KOI. Pendaftaran bakal Ketum KOI akan berakhir pada Minggu (6/10) ini. Siapa yang akan menempati posisi ketum menggantikan Erick Tohir, akan ditentukan pada 9 Oktober mendatang melalui kongres. (ant)
Bali, pihaknya perlu melakukan perombakan pemain. “Kualitas pemain kami saat ini masih sekelas tarkam,” ungkapnya. Di bagian lain, pemilik Putra Tresna Bali, IGAN Anom Jaksa Saputra mengaku pasrah atas prestasi timnya di Liga 3 Rayon Bali. Ia beralasan konsentrasinya terpecah, sebab dirinya juga dipercaya menjadi manajer tim Pra-PON Bali. Sementara itu, Tunas Muda Ubud menekuk PSAD Udayana 4-1. Dua gol kemenangan Tunas Muda diciptakan Agus Desiartama, sedangkan dua lainnya dihasilkan Geva Kastamana dan I Gede Surya Apriana. Satusatunya gol balasan PSAD Udayana disumbangkan Ivan Aliandri. “Kami siap tampil di final dan kemenangan tergantung semangat anak-anak di lapangan hijau. Soal dana ke putaran nasional, Tunas Muda sudah siap,” tutur pelatih Kadek Swartama. (022)
BPM/022
BEREBUT BOLA – Pemain Perseden (oranye) dan Putra Tresna Bali berebut bola atas pada pertandingan semifinal kompetisi Liga 3 Rayon Bali di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (5/10) kemarin.
Tabanan Bersiap Hadapi Porprov 2021 Tabanan (Bali Post) Kontingen tuan rumah Tabanan berhasil menyodok dari posisi juru kunci ke peringkat kelima pada Porprov Bali XIV, 9-19 September lalu. Tabanan bertekad mempertahankan prestasi tersebut, bahkan naik satu setrip ke urutan keempat pada Porprov Bali XV/2021 di Badung. Tabanan menduduki ranking kelima di bawah Badung, Denpasar, Buleleng, dan Gianyar. “Kami kira menjadi tantangan sesungguhnya bagi atlet
Tabanan ketika berlaga pada Porprov di Badung, mengingat bertanding di luar kandang,” ujar Ketua Umum KONI Tabanan Dewa Gede Ary Wirawan, Jumat (4/10). Menurutnya, peluang menggeser Gianyar terbuka lebar, sebab perolehan medali emasnya hanya terpaut tujuh keping dibanding Tabanan. Untuk itu, atlet Tabanan harus menyiapkan diri sedini mungkin dengan menggelar pemusatan latihan jangka panjang guna menghadapi Porprov Bali 2021. Di luar itu, Dewa Ary juga akan menyebarkan kuisioner kepada pengusaha hotel, pedagang baju, pernak-pernik, dan kuliner untuk mengetahui berapa kontribusi yang diberikan selama pelaksanaan Porprov Bali 2019. “Kami juga meminta masukan kepada seluruh KONI di Bali terkait dana yang dihabiskan untuk akomodasi, konsumsi, dan transportasi,” terangnya. Ia sempat menanyakan kepada pedagang baju dan mendapat jawaban selama Porprov barang dagangannya laku Rp 30 juta hingga Rp 50 juta. Pihaknya ingin tahu data riil tentang kontribusi selama hajatan Porprov, karena ajang olahraga ini juga bertujuan menggairahkan ekonomi kerakyatan. Pelaksanaan Porprov Bali 2019 menelan biaya Rp 10 miliar, yang terdiri atas kucuran Pemprov Bali Rp 6 miliar dan APBD Tabanan Rp 4 miliar. (022)
Ganda Campuran Sumbang Angka Pertama Jakarta (Bali Post) – Tim bulu tangkis junior Indonesia untuk sementara unggul 1-0 atas China dalam laga final Piala Suhandinata (World Junior Championships 2019) lewat ganda campuran Daniel Marthin/Indah Cahya Sari Jamil yang mengalahkan Feng Yan Zhe/Lin Fang Ling, 21-18, 18-21, 21-11. Bermain di Kazan, Rusia Sabtu (5/10) kemarin, Daniel/Indah dipaksa bermain rubber set. Mereka sempat kalah di gim kedua karena tak bisa mempertahankan pola permainan sehingga banyak diserang oleh lawan.
“Pada gim kedua kami kehilangan pola main. Mereka lebih memaksa menurunkan bola dan menyerang. Saya sudah beberapa kali bertemu mereka, pola main kami sama, jadi ramai mainnya,’’ kata Indah yang dilansir dari keterangan tertulis PP PBSI di Jakarta. Setelah kehilangan gim kedua, Daniel/Indah langsung tancap gas di gim penentuan. Mereka unggul jauh hingga 11-6 di interval gim dan akhirnya memenangkan pertandingan. “Pastinya senang bisa menyumbang angka untuk tim Indonesia. Tidak ada
CMYK
deg-degan karena sudah tahu pola main lawan dan sudah pernah mengalahkan mereka,” ujar Daniel. Saat berita ini diturunkan, Putri Kusuma Wardani tengah bertanding melawan Zhou Meng. Dalam babak final menghadapi China, Indonesia menurunkan Daniel Marthin/Indah Cahya Sari Jamil (ganda campuran), Putri Kusuma Wardani (tunggal putri), Bobby Setiabudi (tunggal putra), Putri Syaikah/ Febriana Dwipuji Kusuma (ganda putri), dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin (ganda putra). (ant)