Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Jokowi Kecewa, PLN Tak Punya ’’Back-up Plan’’ Jakarta (Bali Post) – Pemadaman total listrik (blackout) di sebagian wilayah di Pulau Jawa, Minggu (4/8), menimbulkan kekecewaan masyarakat. Kembali PLN sebagai perusahaan monopoli di bidang listrik gagal memberikan pelayanan prima. Terlebih lagi makin terlihat tidak adanya rencana cadangan (back-up plan) saat terjadi masalah teknis yang fatal. Presiden Jokowi bahkan menumpahkan kekecewaan akibat ketiadaan back-up plan dari PLN. Kekecewaan Presiden Jokowi terungkap saat kunjungannya ke Kantor Pusat PLN, Senin (5/8) kemarin. Tegas dalam pertemuan tersebut, Jokowi meminta PT PLN (Persero) untuk segera membenahi gangguan aliran listrik dan memiliki kalkulasi yang benar agar pemadaman listrik tidak terulang lagi dan tidak merugikan masyarakat. ‘’Saya minta tidak terulang lagi, itu saja,’’ kata Presiden setelah menerima penjelasan dari Plt. Dirut PT PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani. Jokowi langsung meninggalkan pertemuan setelahnya. Banyak yang menyebutkan bahwa sikap Jokowi ini bentuk kekecewaan, bahkan kemarahan terhadap manajemen PLN. Presiden Jokowi mendatangi Kantor Pusat PT PLN (Persero) untuk mengetahui langsung penyebab padamnya listrik di sebagian Jawa. Presiden didampingi
Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Presiden Jokowi pada awal pertemuan dengan Direksi PLN menyampaikan bahwa peristiwa pemadaman di Jawa ini pernah terjadi pada tahun 2002 dan peristiwa itu semestinya menjadi pelajaran berharga agar tidak terjadi lagi. Namun, saat ini terjadi sejak Minggu (4/8) siang. Presiden mempertanyakan dalam sebuah manajemen besar PLN mestinya ada tata kelola risiko-risiko yang dihadapi dengan manajemen besar. ‘’Dalam sebuah manajemen besar seperti PLN mestinya menurut saya ada tata kelola risiko-risiko yang dihadapai dengan manajemen besar tentu saja ada contingency plan ada
back-up plan,’’ kata Jokowi. Presiden Jokowi juga melemparkan pertanyaan yang menyebutkan bahwa PLN harusnya dapat memprediksi dan menangani masalah yang muncul karena perusahaan listrik tersebut diisi oleh orang-orang yang berpengalaman. ‘’Pertanyaan saya, bapak, ibu, semuanya kan orang pintar-pintar, apalagi urusan listrik kan sudah bertahun-tahun. Apakah tidak dihitung, apakah tidak dikalkulasi kalau akan ada kejadian-kejadian sehingga kita tahu sebelumnya. Kok tahu-tahu drop,’’ katanya. Dalam pemberitaan sebelumnya, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) memohon maaf kepada masyarakat atas padamnya aliran listrik di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) yang terjadi Minggu (4/8) mulai pukul 11.48 WIB. Hal. 15 Merugikan
’’Dalam sebuah manajemen besar seperti PLN mestinya menurut saya ada tata kelola risiko-risiko yang dihadapi dengan manajemen besar tentu saja ada contingency plan ada back-up plan.’’ Presiden Jokowi
MINTA PENJELASAN — Presiden Jokowi didampingi Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat pertemuan di Kantor PLN, Senin (5/8) kemarin, untuk meminta penjelasan Direksi PLN terkait peristiwa pemadaman listrik berjam-jam yang terjadi di hampir seluruh Pulau Jawa pada Minggu (4/8).
Kongres PDI-P akan Dibuka Megawati Denpasar (Bali Post) Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan membuka Kongres V PDI Perjuangan di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Denpasar pada pukul 13.00 Wita, 8 Agustus mendatang. Kongres juga dihadiri Presiden Jokowi yang akan memberikan sambutan. Hal itu disampaikan Ketua DPD PDI Perjuangan Bali Wayan Koster yang juga Ketua Panitia Pelaksana Kongres V, Senin (5/8) kemarin. Koster juga menegaskan bila kongres sudah siap dilaksanakan di Bali. ‘’Tanggal 7 akan diadakan Malam Budaya Nusantara. Semua daerah akan menampilkan seninya. Jadi kongres kali ini diwarnai oleh wajah kebudayaan daerah di Indonesia,’’ ujarnya. Koster menambahkan, unsur kebudayaan turut ditonjolkan dalam kongres karena PDI Perjuangan merupakan partai yang berideologi Tri Sakti Bung Karno. Salah satunya berkepribadian dalam kebudayaan. Dengan adanya Undang-undang No.5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, maka kebudayaan di Indonesia ini harus dibangun dengan serius dan komitmen yang kuat. ‘’PDI Perjuangan akan menjadi partai dengan petugas partainya di eksekutif dan legislatif untuk mendorong secara kuat tentang penguatan budaya di masing-masing daerah. Saya kira ini adalah satu strategi yang sangat bagus untuk membangun bangsa kita,’’ terangnya. Menurut Koster, semua partai koalisi juga diundang dan telah memastikan untuk hadir saat pembukaan kongres. Termasuk Prabowo Subianto yang menjadi rival Joko Widodo dalam perhelatan Pilpres 2019. ‘’Saya mendengar beliau akan hadir,’’ kata Gubernur Bali ini. Terkait kemungkinan kader PDI Perjuangan Bali duduk di DPP, Koster menyebut selama ini memang selalu ada. Selaku Ketua DPD, ia sendiri akan mengajukan. (kmb32)
Wayan Koster
Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Bermotor
Jelang Kongres V PDI-P
Megawati Ziarah di Makam Bung Karno
Blitar (Bali Post) – Jelang pelaksanaan Kongres V PDI-P di Bali pada 8-11 Agustus 2019, Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri ziarah ke makam mantan Presiden Soekarno yang juga ayahandanya di makam Kelurahan Bendogerit, Kota Blitar. Sejumlah pengurus DPP, DPD PDI-P Jawa Timur dan DPC Blitar ikut menemani. Setelah ziarah, Megawati diagendakan ke Bali memantau persiapan pelaksanaan kongres. ‘’Kegiatan ketua umum ziarah ke makam Bung Karno. Ini bagian dari rangkaian kegiatan Kongres PDI-P di mana sebelum menuju ke lokasi kongres di Bali, ibu ketua umum didampingi DPP PDI-P dan juga beberapa kepala daerah ziarah ke makam Bung Karno,’’ kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Ahmad Basarah ditemui setelah ziarah di makam Bung Karno, Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar, Senin (5/8) kemarin. Sejumlah petinggi DPP PDIP yang ikut ziarah tersebut selain Ahmad Basarah juga ada Djarot Saiful Hidayat, Idham Samawi, Andres Hugo Pareira, dan sejumlah petinggi lainnya. Juga terdapat beberapa pengurus PDI-P dari tingkat DPD Jawa Timur hingga daerah.
ZIARAH — Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri usai melakukan ziarah ke makam mantan Presiden Soekarno yang juga ayahandanya di makam Kelurahan Bendogerit, Kota Blitar. Ziarah dilakukan jelang pelaksanaan Kongres V PDI-P di Bali, 8-11 Agustus 2019. Sedangkan beberapa kepala daerah yang ikut misalnya Pelaksana Tugas Wali Kota Blitar Santoso, Bupati Blitar Rijanto, serta Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. Ahmad mengatakan, setelah ziarah rombongan akan melanjutkan perjalanan kembali ke Malang menuju Bandar Udara Abdulrachman Saleh menuju ke Bali untuk persiapan Kongres PDI-P yang kelima tersebut.
Megawati dan rombongan tiba di makam sekitar pukul 14.00 WIB lewat jalur darat dari Malang ke Blitar. Dengan pengawalan yang ketat, rombongan naik mobil dan langsung ke makam. Begitu tiba di makam, rombongan langsung masuk ke areal makam. Namun, wartawan tidak diizinkan masuk serta di pendopo areal makam, sehingga hanya menunggu di luar pendopo. (ant)
Targetkan Tambahan PAD hingga Rp 63,3 Miliar
Denpasar (Bali Post) Terhitung sejak Senin (5/8) kemarin, Pemprov Bali kembali memberlakukan kebijakan pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi berupa bunga dan denda terhadap Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Terbitnya Pergub No.28 Tahun 2019 menjadi dasar hukum dari kebijakan yang lebih populer disebut pemutihan tersebut. Kali ini pemutihan digenjot untuk menunjang ‘’tambahan’’ pendapatan dalam APBD Perubahan Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2019. ‘’Kebijakan pemutihan ini dari sisi fiskal cukup signifikan karena diperkirakan bisa meningkatkan pendapatan daerah Rp 63,3 miliar lebih,’’ ujar Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra saat menyosialisasikan pemberlakuan Pergub No.28 Tahun 2019 di Kantor Bapenda Provinsi Bali, kemarin. Menurut Dewa Indra, perkiraan tersebut didasarkan pada asumsi semua wajib pajak yang masih menunggak menunaikan kewajibannya. Saat ini data kendaraan yang ditargetkan untuk dapat memanfaatkan pemutihan diperkirakan sebanyak 118.554. Oleh karena itu, kepala-kepala UPT Samsat di kabupaten/kota diharapkan aktif menyebarluaskan informasi pemutihan kepada masyarakat. Termasuk memberikan pelayanan terbaik, bahkan kalau perlu dengan upaya ‘’jemput bola’’. ‘’Angka perkiraan itu penting karena sudah kami hitung dalam APBD Perubahan yang tadi disampaikan Gubernur di DPRD. Perkiraan Rp 63,3 miliar menjadi bagian dari total Rp 175 miliar lebih
rencana peningkatan pendapatan dalam APBD Perubahan. Setiap rupiah dalam penerimaan itu juga sudah diposisikan untuk dibelanjakan,’’ jelasnya. Meski demikian, Dewa Indra menyadari kebijakan pemutihan mestinya tidak boleh terlalu sering dilakukan. Sebab, hal ini akan mudah terbaca oleh masyarakat dan akhirnya tidak mendidik. Masyarakat akan cenderung terlambat membayar pajak karena merasa akan ada pemutihan. Sementara Pemprov Bali sejak 2016, setiap tahunnya selalu menggelontorkan kebijakan tersebut. ‘’Ini memang agak dilematis. Tapi kalau tidak kita lakukan, ada problem pada data wajib pajak kita tidak real time. Kemudian lost potensi terhadap penerimaan pajak kita,’’ imbuh Ketua Tim Pembina Samsat Provinsi Bali ini. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali I Made Santha mengatakan, dalam lima tahun terakhir pihaknya memang ingin mengetahui data potensi pajak real sehingga pajak bisa dihitung lebih realistis. Termasuk dalam membuat proyeksi yang benar sesuai penghitungan tersebut. Hasilnya sekarang, hampir 80 persen data sudah bagus. ‘’Saya masih membersihkan data kurang lebih 15-20 persen. Sebagian besar data kendaraan roda dua. Dari pemutihan yang kita targetkan di 2019 ini, 92 persennya adalah sepeda motor. Hanya 8 persen yang roda empat,’’ ujarnya. Hal. 15 Tidak Terlalu Besar
2
Selasa Pon, 6 Agustus 2019
Bali Tuan Rumah Miss Tourism International (MTI) 2020
Wagub Cok Ace Harap Jadi Media Promosikan Bali
WAKIL Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyatakan dukungannya kepada gelaran Miss Tourism International (MTI) 2020 yang sedianya akan dihelat di Bali pada April tahun 2020. “Kami mewakili Provinsi Bali sangat mendukung digelarnya event internasional ini, terlebih akan menghadirkan peserta dari berbagai negara,” kata Wagub saat menerima audiensi Tim Panitia Miss Tourism International di ruang kerjanya, Senin (5/8) sore. Pria yang akrab disapa Cok Ace ini menekankan bahwa Bali sudah teruji sebagai tuan rumah dari berbagai acara bertaraf internasional dan terbukti, bisa berjalan dengan sukses. “Seperti Miss World juga pernah terselenggara dengan baik beberapa tahun lalu. Dengan dukungan dari akomodasi, penerbangan, kamar hotel serta keamanan, akan memberikan jaminan akan kenyamanan para peserta. Yang pasti, saya lihat acara ini akan berdampak bagus untuk Bali, dimana
orang dari seluruh dunia datang dan mempromosikan Bali minimal lewat media sosialnya,” kata Panglingsir Puri Ubud ini. Selain itu, Wagub Cok Ace juga menyarankan agar panitia penyelenggara juga bekerja sama dengan berbagai asosiasi pariwisata, hotel hingga restoran guna mendapatkan dukungan lebih jauh lagi untuk kelancaran. “Kita punya beberapa tempat, seperti Nusa Dua yang bisa dimanfaatkan untuk event berskala besar dengan ribuan peserta,” jelas Wagub. Sementara itu, President and Franchise Owner MTI Tan Sri Datuk Danny Ooi menjamin acara ini akan memberikan dampak bagi Bali, terlebih Pulau Dewata punya kultur budaya yang sangat beragam yang sangat layak untuk dipromosikan. “Ajang ini sangat berhubungan dengan industri pariwisata, apalagi Bali adalah wajah Indonesia dan dunia pariwisata internasional,” ujar Danny Ooi. Dijelaskannya pula, memasuki
Pistol yang Dicuri Milik Kapolsek Negara Denpasar (Bali Post) Pistol lengkap dengan peluru yang dicuri di seputaran Pura Sakenan, Denpasar Selatan, ternyata milik Kapolsek Kota Negara Kompol I Ketut Maret. Terkait kasus ini, Tim Resmob Polresta Denpasar mengecek kondisi mobil dengan mendatangkan tukang kunci, Senin (5/8) kemarin. Saat dikonfirmasi, Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan membenarkan pistol tersebut dibawa Kapolsek Negara Kompol Maret. “Selain Polresta, kasus ini juga diselidiki tim Polda Bali dan Polsek Denpasar Selatan,” ujarnya. Dari pantauan di lapangan, Kanit I Satreskrim Iptu Made Yudistira sekitar pukul 13.00 Wita memanggil tukang kunci. Tujuannya untuk mengecek kondisi kunci pintu kanan mobil Daihatsu Taft DK 1904 ET yang di parkir di Gedung Serba Guna Pesat Gatra Polresta. Hasil pemeriksaan tukang kunci tersebut, tidak ada kerusakan di kunci pintu kanan mobil hijau tersebut. Namun list kacanya bagian bawah lepas. “Kalau list kaca dibuka, kemungkinan pelakunya menggunakan penggaris besi untuk membuka kunci mobil tersebut. Penggaris itu dimasukan di sela kaca dan pintu mobil. Soalnya tidak ada kerusakan lubang kunci pintu mobil tersebut,” ujar sumber. Sedangkan tas berisi pistol milik korban ditaruh di belakang jok sopir. Ternyata di mobil tersebut ada tas milik istri korban di atas jok belakang sebelah kiri. Namun hanya tas milik korban yang diambil. “Padahal tas milik istri korban berisi uang dan HP. Penyidik akan memeriksa korban dan keluarganya,” ujarnya. Sekitar pukul 14.00 Wita, anggota Reskrim dan Provos Polres Jembrana tiba di Mapolresta. Mereka juga mengecek kondisi mobil milik Kapolsek Negara tersebut. Sebelumnya, pintu mobil Kapolsek Negara Kompol I Ketut Maret dicongkel saat ditinggal sembahyang di Pura Sakenan, Denpasar Selatan (Densel), Sabtu (3/8) lalu. Akibatnya, pistol dinas yang dibawa korban lengkap dengan pelurunya, raib. Selanjutnya korban melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Denpasar. (kmb36)
edisi ke-25 di tahun 2020, Ajang kecantikan yang mengangkat advokasi pengenalan pariwisata ini diadakan sejak tahun 1994. Miss Tourism International sendiri memiliki moto “Embracing Beauty, Welcoming Cultural Diversity”. “Kita hadirkan lebih dari 45 negara dari lima benua, yang akan mengirimkan para wakilnya bersaing memperoleh mahkota Miss Tourism International,” katanya. Indonesia sendiri sudah berpartisipasi sejak tahun 2008 dan tahun ini memasuki tahun ke-10 keikutsertaan Indonesia. Selain malam final, keseluruhan peserta juga akan mengikuti beragam aktivitas dan penilaian dari para juri. “Setiap hari selama karantina akan dipromosikan melalui sosial media. Tentu di dalamnya juga berisi sesi promosi budaya ciri khas, lokasi-lokasi wisata dan ikonik, hingga budaya kuliner tuan rumah, juga ada sesi penghijauan dan kampanye energi terbarukan,” tandasnya. (kmb)
MENERIMA - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat menerima audiensi Tim Panitia Miss Tourism International di ruang kerjanya, Senin (5/8) sore.
Perampingan OPD
Dewan Tak Sepakat Diskop Digabung Disdagperin Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster akhirnya mengajukan revisi Perda Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, Senin (5/8) kemarin. Revisi untuk merampingkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Bali itu diajukan bersamaan dengan penyampaian Ranperda tentang Perubahan APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2019. “Evaluasi perangkat daerah dilakukan dengan mengacu pada PP Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah. Hasil evaluasi yang dilakukan mengakibatkan perubahan perangkat daerah,” ujar Koster. Di antaranya, lanjut Koster, pembentukan unit baru serta penggabungan, penghapusan, dan perubahan fungsi-fungsi dari unit-unit yang sudah ada. Dari total 49 OPD yang ada, akan dirampingkan menjadi 38. Selain itu, pihaknya juga membentuk dua OPD baru yakni Dinas Pemajuan
Desa Adat serta Badan Riset dan Inovasi Daerah. Dengan kata lain pula, akan ada sembilan kepala OPD yang terancam kehilangan jabatan. “Menurut Sekda, tujuh (kepala OPD - red) pensiun. Kan tinggal dua, nanti yang dua ini pasti akan dicarikan solusi yang terbaik. Pokoknya ada tempatnya yang bagus lah,” jelasnya. Terkait pembentukan Dinas Pemajuan Desa Adat, Koster menyebut tidak akan tumpang tindih dengan Majelis Desa Adat. Sebab, Majelis
fungsinya melakukan pembinaan dan pengawasan. Sedangkan Dinas menjalankan program pemerintah daerah terkait Perda tentang Desa Adat. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry menyatakan dukungan terhadap rencana pembentukan dua OPD baru. Namun tidak sepakat dengan rencana Gubernur yang salah satunya ingin menggabungkan Dinas Koperasi (Diskop) dan UKM dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) menjadi Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian. “Perlu dikaji dengan baik dan kalau bisa jangan digabung. Kita belum sepakat Dinas Koperasi untuk digabung karena koperasi ada dalam amanat UUD 1945. Kita juga baru saja mengesahkan Perda tentang perlindungan dan pembinaan koperasi,” ujar politisi Golkar ini. Sugawa Korry menambahkan,
jumlah anggota koperasi di Bali juga signifikan, mencapai hampir dua juta. Selain itu, koperasi sebagai bagian dari ekonomi rakyat yang menjadi basik ekonomi Bali mestinya lebih dilindungi. Mengingat tantangan koperasi ke depan akan semakin berat. Bila Dinas Koperasi digabung, tentu yang menangani nanti adalah Eeselon III. Itu sebabnya Dinas Koperasi harus tetap berdiri sendiri. “Kalau Disdagperin, fokusnya kita harapkan adalah dalam aspek usahanya. Perdagangan dan sebagainya, kemudian lebih fokus ekspor karena cukup signifikan pengaruhnya pada PDRB kita,” imbuhnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Kasus Gung Alit Cenderung Wanprestasi Daging Kurban Diharapkan Tak Dibungkus Plastik Denpasar (Bali Post) Sidang secara maraton atas dugaan penipuan pengurusan perizinan pengembangan reklamasi kawasan Pelabuhan Teluk Benoa dengan terdakwa Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra, Rabu (7/8) kemarin akan memasuki agenda tuntutan. Namun sebelum dilakukan penuntutan, pihak terdakwa melalui kuasa hukumnya, Ali Sadikin dan Wayan Santos, diberikan kesempatan menghadirkan ahli, Senin (5/8) kemarin. Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra memilih ahli hukum pidana dari Universitas Hasanudin (Unhas) Makassar sebagai ahlinya. Dia adalah guru besar atau dosen hukum Prof. Dr. M. Syukri Akub, S.H., M.H. untuk menerangkan pendapatnya di muka persidangan. Di hadapan majelis hakim pimpinan Ida Ayu Adnya Dewi dengan hakim anggota Made Pasek dan Ngurah Parta Bhargawa, serta di hadapan JPU Raka Arimbawa, ahli awalnya ditanya soal unsur dalam pasal penipuan dan penggelapan, atau unsur yang terkandung dalam Pasal 372 dan 378 KUHP. Disebutkan bahwa unsur itu akan terpenuhi jika ditemukan suatu unsur tindak pidana yang diawali dari rangkaian kebohongan yang menyebabkan pihak lain menjadi korban. Artinya, jika dari awal sudah ada niat jahat, itu bisa dijadikan sebagai ukuran. Jika unsur dari awal sudah ada niat jahatnya, maka bisa dikatakan penipuan. “Kesimpulan saya, bahwa wanpretasi dan penipuan harus dilihat dari awal. Apakah memang ada niat jahat atau tidak,” tandas Prof. Syukri Akub. Lantas, bagaimana jika ada suatu perjanjian hingga adanya penyerahan uang dari pelapor kepada terdakwa? “Jika ada perjanjian, itu namanya wanprestasi. Itu bukan delik dalam penipuan, karena perjanjian sudah disepakati,” jelasnya. Ahli hukum pidana itu menambahkan, wanprestasi itu tidak menaati atau tidak memenuhi seluruh bentuk perjanjian. Tim kuasa hukum terdakwa kemudian menanyakan soal perjanjian lisan, juga soal adanya pembagian tugas hingga ada penyerahan uang. Ahli mengatakan, walau pembagian tugas itu tidak tertulis, itu disebut suatu kesepakatan. Dan mereka yang membuat kesepakatan harus konsisten. Pun soal mereka berlima, yakni Agung Alit (terdakwa), Sutrisno (investor sekaligus korban), Sandoz, Jayantara maupun Candra. “Itu sebuah kesepakatan. Mereka berlima harus konsisten,” tandas ahli. Seandainya prestasi itu sudah ada, namun belum selesai, di mana parameternya? Ahli konsisten mengatakan, lihat dulu maksud jahatnya. Jika itu penipuan, maka dari awal harus jelas lihat niat penipuannya. Kalau wanprestasi, ada penyebab lain yang turut menyebabkannya. JPU Raka Arimbawa sempat menanyakan, jika dari awal sudah sadar tidak akan mampu mengurus izin, namun ada klausul ada perjanjian dan uang? Menurut ahli itu tidak bisa dikatakan penipuan. Karena jika di tengah perjalanan yang menjanjikan prestasi menyadari tidak akan mampu memenuhi kewajibannya, itu bagian dari risiko perjanjian. “Kesimpulan bahwa penipuan itu dari awal sudah mempunyai niat jahat,” tegasnya kembali. Namun, masih menurut ahli, dalam kasus Gung Alit dalam pengembangan reklamasi kawasan Pelabuhan Benoa, itu sudah ada rangkaian peristiwa hingga terjadi wanprestsi karena belum mampu untuk memenuhi perjanjian yang dibuatnya. Majelis hakim kemudian menanyakan soal pembagian tugas secara lisan. Seperti diketahui, sebelumnya terungkap di persidangan, Jayantara bertugas melobi, Sandoz melobi pemerintah, Candra bagian administrsi dan Gung Alit menerima uang dari investor. Ahli mengatakan, pembagian tugas itu adalah sah merupakan sebuah kesepakatan. Hingga kesimpulannya, ahli berpendapat bahwa kasus ini cenderung wanprestasi. (kmb37)
Topik : PEMUTIHAN DENDA PAJAK KENDARAAN BERMOTOR
Bali Post/eka
KAMBING - Seorang warga Kota Denpasar tengah mengikat pakan untuk kambing kurban di lingkungan Wanasari, Denpasar, Senin (5/8) kemarin.
Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Denpasar (Bali Post) – Upaya pengurangan sampah plastik dilakukan dengan berbagai cara. Serangkaian Idul Adha 1440 H mendatang, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar mengimbau kepada masyarakat agar tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai untuk distribusi daging kurban. Imbauan ini sudah dilakukan dengan berkirim surat kepada Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, per 31 Juli 2019. Dikonfirmasi Senin (5/8) kemarin, Kepala DLHK Denpasar I Ketut Wisada mengatakan, imbauan untuk tidak menggunakan kantong plastik sekali pakai dalam distribusi daging kurban untuk mengurangi sampah plastik. Terlebih Pemkot Denpasar sudah mengeluarkan Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Selain itu, tindakan ini dilakukan untuk mendukung terwujudnya pencapaian target pengurangan sampah sebesar 30 persen pada tahun 2025. Dalam surat imbauan bernomor 660.1/4696/DLHK tersebut berisi dua poin imbauan penting. Pertama, diimbau kepada para alim-ulama dan pimpinan keagamaan di Kota Denpasar untuk memberikan sosialisasi dan pemahaman tentang pengurangan sampah plastik di masyarakat. Caranya, dengan tidak menggunakan plastik sekali pakai untuk membungkus makanan, snack, minuman, serta makanan lainnya pada kegiatan-kegiatan keagamaan. Pada poin kedua, Wisada juga mengimbau kepada panitia kurban se-Kota Denpasar agar dalam pendistribusian daging kurban tidak lagi menggunakan tas plastik. Distribusi daging kurban sebaiknya menggunakan tas raman lingkungan, seperti besek, daun pisang, serta sejenisnya. “Lebih baik membawa tempat dari rumah, sehingga tidak banyak memerlukan pembungkus,” kata Wisada. Selain itu, Wisada juga meminta pengelolaan limbah padat dan cair pascapemotongan hewan dilakukan dengan baik. Jangan sampai pengelolaan yang tidak baik menyebabkan terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan. (kmb12)
Rai Mantra Apresiasi Seminar ”Leadership Zaman Now” Ajak Anak Muda Jeli Melihat Peluang MENGHADAPI tantangan dunia digital, dan hadirnya peluang besar untuk anak-anak muda menjadikan Markplus bekerja sama dengan Pemkot Denpasar mengadakan seminar “Leadership Zaman Now” di Graha Sewaka Dharma, Senin (5/8) kemarin. Acara ini secara khusus dihadiri oleh Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Denpasar Made Erwin Suryadarma Sena. Rai Mantra mengapresiasi dilaksanakannya acara ini mengingat industri 4.0 yang dihadapi penuh tantangan. Begitu juga pemerintah yang harus melakukan reformasi. “Di Kota Denpasar, reformasi birokrasi pada pelayanan publik sangat diutamakan, digitalisasi dalam sistem antrean, pengumuman yang juga diimbangi di sosial media
sangatlah membantu percepatan informasi,” ungkapnya. Rai Mantra juga menyingung terkait dengan pengaduan masyarakat Pemkot Denpasar juga memfasilitasi dengan hadirnya Aplikasi Pro Denpasar sehingga segala bentuk keluhan dan pengaduan dapat ditangani secara lebih cepat dan efektif. Lebih lanjut disampaikan, bagi anak-anak muda yang akan menggunakan strategi pemasaran di sosial media harus tahu betul kompetensi dan karakter yang dimiliki sehingga bisa mempertahankan identitas dan kepercayaan konsumen. Sementara itu, Head of Content Markplus Institute Ardhi Ridwansyah mengatakan, acara ini dilaksanakan di berbagai kota besar di Indonesia, seperti Batam, Pontianak, Surabaya, Bandung, Yogja
SEMINAR - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat menghadiri Seminar Leadership Zaman Now di Graha Sewaka Dharma, Senin (5/8) kemarin. dan lain-lain. Pihaknya juga mengapresiasi sambutan hangat dari Pemkot Denpasar dan para peserta. Pihaknya juga menekankan materi
pada Sale Marketing Breakthrough tentang kiat-kiat dalam pemasaran secara online dan dengan kualitas yang baik. (ad99)
BADUNG
Selasa Pon, 6 Agustus 2019
3
Pelantikan, Anggota Dewan Tak Kenakan Pakaian Adat Mangupura (Bali Post) -
Penggunaan pakaian adat Bali terus digaungkan Gubernur Bali Wayan Koster. Bahkan dalam pelantikan, anggota DPRD diharapkan mengenakan pakaian khas Pulau Dewata ini. Hanya, dalam pelantikan di Kabupaten Badung, Senin (5/8) kemarin, 40 anggota dewan terpilih justru mengenakan Pakaian Sipil Lengkap (PSL) dan pakaian nasional untuk yang perempuan.
PELANTIKAN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri pelantikan anggota DPRD Badung periode 2019-2024, Senin (5/8) kemarin di gedung DPRD Badung, Puspem Kabupaten Badung.
Bupati Giri Prasta Hadiri Pelantikan Anggota DPRD Badung
BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta, Senin (5/8) kemarin menghadiri pelantikan 40 anggota DPRD Badung periode 2019-2024. Usai menghadiri acara, Bupati Giri Prasta menyampaikan terima kasih kepada anggota DPRD periode 2014-2019, karena sudah melaksanakan tugas konstitusi dengan baik dalam kemajuan pembangunan di Kabupaten Badung. ‘’Untuk yang tidak terpilih, tetap akan kami ajak sebagai tokoh masyarakat untuk bersama-sama membangun Badung,’’ ujarnya didampingi Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa dan Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa. Bupati Giri Prasta berharap, seluruh anggota dewan terpilih mengikuti tugas-tugas konstitusi. Tugas dan fungsi dimaksud, yakni membuat peraturan daerah
yang dirasa perlu untuk kemajuan pembangunan Kabupaten Badung ke depan. Kedua, ikut mewarnai pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat. ‘’Yang ketiga adalah fungsi kontrol. Yakni melaksanakan kontrol dari semua lini, baik itu fisik maupun masyarakatnya,’’ harap mantan Ketua DPRD Badung itu. Bupati Giri Prasta menginginkan selalu ada komunikasi dan sinergi antara eksekutif dengan legislatif. Sebab, tujuan pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Badung akan tercapai jika eksekutif dan legislatif bersinergi. ‘’Antara eksekutif dan legislatif merupakan kemitraan. Jadi harus selalu ada komunikasi yang baik,’’ ungkapnya. Apalagi, lanjut Bupati Giri Prasta, sejak 2016 Ka-
bupaten Badung sudah menjalankan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB). Semesta, terang Ketua DPC PDI Perjuangan Badung itu, berarti menyeluruh. Sedangkan berencana merupakan terpola. Sehingga urusan wajib dan urusan pilihan telah dijalankan melalui lima program prioritas pembangunan. Lima program prioritas pembangunan tersebut adalah sandang, pangan dan papan, pendidikan dan kesehatan, kesejahteraan sosial, adat, agama, seni dan budaya, serta pariwisata lengkap dengan infrastruktur. ‘’Inilah yang kami jalankan di Kabupaten Badung. Kami menginginkan suatu saat nanti Badung menjadi salah satu role model dalam membangun wilayah dan membahagiakan masyarakat,’’ tegasnya. (ad102)
Sekretaris Dewan (Sekwan) Badung I Nyoman Predangga mengatakan, mekanisme pelantikan anggota dewan tertuang dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 162/3450/OTDA tertanggal 28 Juni 2019 tentang Tata Cara Pengucapan Sumpah Janji Anggota DPRD Kabupaten/Kota Masa Jabatan Tahun 2019-2024. Pada poin c disebutkan, anggota DPRD kabupaten/kota periode sebelumnya dan anggota DPRD kabupaten/kota
hasil Pemilu 2019, untuk pria menggunakan PSL warna gelap, kemeja lengan panjang warna putih, berdasi, sepatu hitam dengan peci nasional warna hitam polos dan wanita menggunakan pakaian nasional. ‘’Berdasarkan ketentuan itu, sehingga diputuskan oleh pimpinan menggunakan PSL dan pakaian nasional untuk yang perempuan,” katanya. Selain mengacu pada SE Mendagri, mengenakan PSL juga mengacu pada Kepu-
tusan DPRD No. 1 Tahun 2018 tentang Tata Tertib DPRD Badung. Pada Pasal 33 ayat (3) huruf c dinyatakan anggota DPRD yang akan mengucapkan sumpah/janji menggunakan PSL warna gelap dengan peci nasional bagi pria dan wanita menggunakan pakaian nasional. ‘’Pergub sudah mengatur penggunaan busana adat Bali kan hari Kamis dan saat hari raya. Sekarang (kemarin-red) kan Senin, jadi kami menggunakan PSL,’’ tegasnya.
Anggota DPRD Badung I Putu Parwata menyatakan proses pelantikan tersebut sudah berdasarkan tatib dan surat Mendagri. ‘’Surat itu yang kita acu. Jadi diputuskan oleh sekretariat mengacu kepada aturan yang ada. Kita taat asas dan taat aturan,’’ sebutnya. Soal instruksi menggunakan busana adat Bali, Parwata menegaskan, sangat menghormati instruksi tersebut. ‘’Kami hormati, kami hargai, tapi kami tetap sekretariat ini punya mekanisme sendiri mengacu pada aturan dan kami adalah bagian dari Sekretariat Dewan yang tentunya tidak berani keluar daripada aturan itu,’’ jelasnya. (kmb27)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Unud Siap Gelar Pimnas XXXII
Akan Diikuti 1.614 Ilmuwan Muda SEBAGAI tuan rumah pelaksanaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) XXXII Tahun 2019, Universitas Udayana (Unud) siap menyambut peserta sebanyak 1.614 ilmuwan muda. Ajang bergengsi tingkat nasional ini akan diselenggarakan pada 27-31 Agustus 2019 di Kampus Universitas Udayana (Unud), Bukit, Jimbaran. Menurut Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)., sebanyak 1.614 mahasiswa yang menjadi peserta dan berasal dari 126 perguruan tinggi seluruh Indonesia di bawah naungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenrsitekdikti). Terdiri dari 70 perguruan tinggi negeri dan 56 perguruan tinggi swasta. ‘’Mereka akan mempresentasikan 460 judul karya ilmiah dan dinilai 71 orang juri,’’ katanya saat memberikan keterangan pers sekaligus peluncuran website serta Maskot Pimnas, Senin (5/8) kemarin, di Gedung Rektorat Unud. Dikatakannya, Unud sebagai tuan rumah telah mempersiapkan segala kebutuhan dengan maksimal. Mulai dari infrastruktur IT, ruang kelas presentasi, ruang lomba poster dan gelar produk PKM, akomodasi, penginapan, konsumsi, transportasi, serta hal lainnya yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan. Bahkan, Unud juga siap memfasilitasi para peserta dengan disabilitas. Pimnas XXXII kali ini mengambil tema ‘’Mewujudkan Mahasiswa Indonesia yang Kreatif, Inovatif, Unggul, dan Mandiri Berlandaskan Budaya Nasional dalam Bingkai Kebhinekaan’’ dengan maskot ‘’Garuda Unggul’’. Maskot ini, kata Raka Sudewi, bermakna manusia Indonesia yang unggul. Adapun agenda utama dari Pimnas tahun ini adalah presentasi Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Lima Bidang, PKM Gagasan Tertulis (PKM-GT) dan PKM
PELUNCURAN - Rektor Unud bersama jajaran berfoto bersama dengan Direktur Jenderal Pembelajaran & Kemahasiswaan Kemenristekdikti serta Sekjen Kemenristekdikti usai peluncuran website dan maskot Pimnas XXXII, Senin (5/8) kemarin. Gagasan Futuristik Konstruktif (PKM-GFK) serta Lomba Poster dan Gelar Produk PKM. ‘’Dalam Pimnas kali ini juga diisi dengan agenda ilmiah penunjang, antara lain Studium General, Sarasehan Pimpinan Perguruan Tinggi Bidang Kemahasiswaan, Lomba Pimnas Non-PKM, SMA Goes to Campus, Bazaar dan PKM Investment Summit, Keakraban dan Aksi Peduli Lingkungan serta Wisata Kota,’’ pungkasnya. Pembukaan Pimnas XXXII akan digelar di Garuda Wisnu Kencana (GWK) pada Selasa (27/8) malam yang akan dibuka Menteri Ristekdikti. Acara pembukaan akan diramaikan dengan pergelaran seni budaya bertajuk ‘’Satu dalam Kebhinekaan’’. Sementara itu, acara penutupan dan pengumuman juara rencananya akan digelar di Taman Budaya Art Centre Denpasar, Jumat (30/8) nanti. Sekjen Kemenristekdikti Ainun Naim yang hadir pada kesempatan tersebut mengatakan, Pimnas
ini merupakan ajang kompetisi nasional. Ini merupakan event besar yang bisa menjadi ajang untuk Unud untuk membangun dan mengembangkan reputasinya. Untuk itu, tentu hal ini harus disiapkan dengan baik. ‘’Unud saya lihat sudah menyiapkan dengan lengkap. Ini juga merupakan ajang untuk memperkenalkan lebih lanjut Unud kepada semua peserta Pimnas,’’ pungkasnya. Sementara itu, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Prof. Ismunandar menyebutkan, Pimnas tahun ini bertepatan dengan HUT ke-74 RI. Tentu penyelenggaraan Pimnas ini sangat relevan dengan HUT RI. Di Pimnas itu, upaya kita untuk membangun SDM unggul dan utuh. Dalam arti mahasiswa itu berkompetensi tidak hanya di hard skill namun juga soft skill. ‘’Ini sesuai denga visi dan misi Kemenristekdikti. Kita berharap acara akan berlangsung sukses,’’ harapnya. (kmb23)
SMAN 4 Denpasar Dinilai Tim LSS Pusat TIM penilai Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Nasional mendatangi SMAN 4 Denpasar dalam rangka penilaian kelayakan SMA Negeri 4 Denpasar sebagai wakil Provinsi Bali pada penilaian sekolah sehat tingkat nasional tahun 2019. Tim penilai yang dipimpin Dra. Jananantari, M.Pd. diterima Sekretaris Disdik Provinsi Bali didampingi Kepala Dinas Kesehatan Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes., Kepala SMAN 4 beserta jajarannya, Senin (5/8) kemarin. Penilaian dilakukan ke berapa areal utama dan pendukung di SMAN 4 Denpasar, meliputi UKS, kantin, toilet, dan beberapa fasilitas kesehatan lainnya. Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr. Ni Luh Putu Sri Armini, M.Kes. dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa UKS yang ditampilkan dalam lomba sekolah sehat ini tidak hanya pada saat lomba saja, melainkan siap siaga se la m a p e la ksa na a n p ro se s belajar mengajar di sekolah. Hal ini terbukti dengan keberhasilan SMAN 4 Denpasar telah mendapat berbagai prestasi bidang kesehatan maupun bidang lainnya. Semua itu bisa tercapai adanya sinergitas antara sekolah dengan pemerintah, walaupun SMK/SMA sekarang di bawah Provinsi Bali, namun Pemerintah Kota Denpasar terus berupaya untuk meningkatkan derajat masyarakat yang ada di sekolah dan luar sekolah, serta mengajak semua komponen masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan. Ia mengatakan, dari pelaksanaan lomba sekolah sehat ini dapat menjadi pemantik dan percontohan seluruh sekolah di Kota Denpsar untuk mencipta-
LOMBA - Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat saat tiba di SMAN 4 Denpasar diterima jajaran Disdikpora Provinsi Bali dan Dinas Kesehatan Denpasar, kemarin. kan lingkungan sekolah yang sehat. Selain itu, Pemkot Denpasar juga gencar melaksanakan pembinaan dan pelayanan kesehatan di masing-masing sekolah dengan berbagai program, sehingga seluruh sekolah di Denpasar dapat tergolong sebagai sekolah sehat. ‘’Dalam lomba sekolah sehat ini, SMAN 4 Denpasar terus berinovasi baik di bidang pendidikan maupun kesehatan, sehingga proses belajar mengajar dapat terlaksana dengan produktif,’’ ujar dr. Sri Armini. Sementara itu, Kepala SMAN 4 Denpasar Dr. Drs. I Ketut Kerta, M.Pd. mengungkapkan beberapa persiapan telah dilakukan oleh SMAN 4 Denpasar, salah satunya adalah dengan kelayakan atau fasilitas kebersihan kemudian juga tempat sampah dan berapa
makanan yang dikonsumsi oleh siswa-siswi SMAN 4 Denpasar harus higienis dan juga memiliki kandungan gizi yang baik. Ketut Kerta juga menjelaskan Pemerintah Kota Denpasar melalui Disdikpora dan Dinas Kesehatan Kota Denpasar telah mendukung SMAN 4 Denpasar pada Lomba Sekolah Sehat Nasional dengan memberikan pengarahan dan beberapa fasilitas kesehatan lainnya yang dibutuhkan sekolah. Selain itu, pihak orangtua siswa serta masyarakat sekitar juga bersama bersinergi di dalam menjaga kesehatan lingkungan. Ketut Kerta juga berharap agar dengan adanya Lomba Sekolah Sehat Nasional ini dapat memicu siswa untuk lebih menjaga fasilitas kesehatan di lingkungan sekolah serta di lingkungan sekitarnya. (ad100)
Selasa Pon, 6 Agustus 2019
Kemenristekdikti Gandeng Unud Gelar Seminar Peningkatan Mutu Pendidikan
Tahun 2019, Empat Prodi Bersiap Menuju Akreditasi Internasional
DALAM rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Hakitnas) ke-24, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menggandeng Universitas Udayana (Unud) menggelar Seminar Nasional ‘’Internal Quality Assurance (IQA-3) Higher Education 4.0 Strengthening IQA International Recognition’’ pada Senin (5/8) kemarin. Tema yang diangkat yaitu ‘’Pengembangan Industri Kreatif 4.0 untuk Kemandirian dan Daya Saing Daerah’’. Pemerintah dalam hal ini Kemenristekdikti melalui Direktorat Penjaminan Mutu Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan melakukan berbagai upaya sistematis, terencana, dan berkelanjutan untuk meningkatkan budaya mutu pendidikan tinggi (PT) di Indonesia. Hadir membuka seminar Prof. Ainun Na’im, Sekretaris Jenderal Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Ia menyampaikan saat ini Indonesia telah membuat langkah besar untuk menerapkan strategi yang sistematis, terstruktur, dan efektif untuk menegakkan Peningkatan Kualitas Berkelanjutan (CQI) untuk lembaga pendidikan tinggi yang mengarah pada kesadaran akan budaya berkualitas. Penerapan strategi di atas telah menghasilkan peningkatan jumlah HEI yang memperoleh akreditasi A dari kategori nasional. ‘’Berdasarkan data dari Badan Akreditasi Nasional (BAN PT) HEI, saat ini terdapat 95 lembaga dengan akreditasi A, sementara lembaga dengan akreditasi B dan C masing-masing adalah 877 dan 1.280. Selain itu, beberapa HEI juga telah memperoleh akreditasi regional dan internasional, seperti dari AUN-QA, ABET, AACSB, dll. Kemudian, tiga HEIs
(UGM, UI dan ITB) telah dimasukkan dalam 500 QS World University Ranking,’’ jelas Ainun. Kemenristekdikti terus melakukan facilitating, enabling dan empowering penguatan sistem penjaminan mutu internal sebagai fondasi pengakuan SPMI (nilai akreditasi prodi/institusi). Program studi atau institusi yang telah terakreditasi B terus didorong meningkatkan SPMI untuk mendapatkan akreditasi A. Sebanyak 96 perguruan tinggi yang saat ini telah terakreditasi A didorong untuk terus meningkatkan standar mutu Tri Dharma PT untuk mendapatkan pengakuan internasional. Pada tahun 2018, Direktorat Penjaminan Mutu telah memfasilitasi 12 prodi dan pada tahun 2019 akan difasilitasi kembali 10 prodi menuju akreditasi internasional, sebagai bagian dari upaya peningkatan daya saing bangsa pada tatanan global. Lulusan perguruan tinggi Indonesia ke depan diharapkan mampu melibatkan diri dalam berbagai aktivitas internasional
dan memberi dampak secara internasional. Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). mengatakan, dalam event ini Unud dipercaya Kemenristekdikti, khususnya Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan sebagai partner penyelenggara acara Konferensi Internasional Quality Assurance ini. ‘’Kebetulan Unud tahun ini juga telah terakreditasi dengan kualifikasi A. Jadi untuk selanjutnya kita juga harus menuju ke akreditasi internasional, terutama bagi prodi yang nilai akreditasinya A berturut-turut dua kali,’’ ungkapnya. Ada 40 persen dari 116 prodi yang ada di Unud sudah terkakredtiasi A dan beberapa di antaranya juga sudah beberapa periode meraih nilai A. ‘’Kami fasilitasi untuk menuju internasionalisasi. Jadi untuk tahun ini ada empat prodi yang akan divisitasi secara internasional oleh Lembaga AUN Acreditasi University Network (AUN),’’ ungkapnya. (ad103)
Teologi Seks di Era Milenial
PROGRAM Studi (Prodi) Magister Brahma Widya Pancasarjana IHDN Denpasar, Senin (5/7) kemarin, menggelar seminar nasional bertemakan ‘’Teologi Seks di Era Milinial’’. Sebagai narasumber adalah Wimpie Pangkahila dari Pusat Studi Anti-Aging Medicine Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (Unud) dan I.G. Saraswati Putri Dewi, Dosen Kajian Budaya Universitas Indonesia (UI). Menurut Rektor IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., tujuan seminar ini sebenarnya memberikan pendidikan seks kepada masyarakat bahwa seks tidak hanya terbatas pada kebutuhan biologis. ‘’Seks itu tidak bisa dilihat dari satu sisi, melainkan banyak sisi. Salah satunya kebutuhan biologis, physiologis bahkan spiritual,’’ katanya. Di samping itu, seminar ini juga bertujuan memberikan gambaran pada masyarakat agar bisa mengetahui bahwa seks itu bukanlah hal yang tabu. Sifatnya adalah suci dan sakral. Sejatinya, seks itu dilakukan setelah ada campur tangan hukum agama. Bila dilakukan tidak menurut hukum Hindu, di luar nikah, maka bisa menghasilkan samaradudu atau sperma yang tidak diinginkan, yang bisa melahirkan anak yang diadiu atau anak yang nakalnya bukan main, anak yang asuputra (tidak diinginkan). ‘’Hukum Hindu sudah mengatur tentang seks, agar tidak menderita, melainkan seks membuat pasangan berbahagia. Pasangan yang setia itu bisa buat kebahagiaan dengan dilakukan dengan kasih sayang,’ jelasnya. Sementara itu, Wimpie Pangkahila mengatakan di era milinial telah terjadi perubahan luar biasa dalam kaitannya dengan seksuali-
SEMINAR - IHDN Denpasar melalui Prodi Magister Brahma Widya menggelar seminar nasional bertemakan ‘’Teologi Seks di Era Milenial’’ dengan narasumber Wimpie Pangkahila dan I.G. Saraswati Putri Dewi. tas. Hal ini menimbulkan perubahan seperti hubungan seksual semakin banyak dilakukan bahkan sejak SMP, merekam hubungan seksual menggunakan HP, hubungan seksual dengan pasangan lain semakin mudah dilakukan, dan tayangan erotik semakin mudah dan sering didapat. Perubahan perilaku seksual tersebut, katanya, tidak lagi menjadikan hubungan seksual dianggap bukan sesuatu yang sakral lagi, yang hanya dilakukan dalam bingkai suami-istri. Hubungan seksual pranikah menjadi sesuatu yang biasa saja, tidak mengagetkan lagi. Bahkan, hubungan seksual remaja cenderung menjadi hubungan seksual bebas dan berisiko tinggi. Sementara itu, I.G. Saraswati Putri Dewi dalam makalahnya menyebutkan tubuh dan seks
selalu dianggap topik yang tabu. Padahal, seni bercinta menurut Vatsyayana adalah pertanda suatu masyarakat yang beradab dan dewasa dalam memperbincangkan seksualitas. Puncak dari diskursus tubuh dan seks dari tradisi Timur terletak pada filosofi kama sutra. Di era milenial saat ini, di mana tubuh yang disandera sikap yang banal, kenikmatan tidak lagi pengalaman yang hakiki, kehidupan dijalani selintas lalu saja, maka kembali membaca kama sutra adalah harapan untuk dapat mengenali lagi tubuh sendiri yang selama ini telah menjadi asing. Sementara di sela pembukaan seminar nasional, juga dilakukan pendatangananan MoU antara Ketua Prodi Brahma Widya Dr. Ni Putu Winanti, S.Ag., M.Pd. dengan Yayasan Institut Bakti Vedananta. (ad101)
Tingkatkan APK dengan Pembelajaran Daring di PTS LLDikti Wilayah VIII Jalin Kerja Sama dengan UT
MASIH rendahnya Angka Partisipasi Kasar (APK) Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia menyebabkan pemerintah lewat Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mendorong lebih banyak PT untuk mengadopsi sistem e-learning atau proses pembelajaran secara daring (dalam jaringan). Untuk menyuksekan tujuan dari pemerintah ini dilakukan MoU antara Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII dengan Universitas Terbuka (UT) serta MoA antarpimpinan PT di lingkungan LLDikti Wilayah VIII, Senin (5/8) kemarin. Rektor UT Prof. Ojat Darojat, M.Bus., Ph.D. didampingi Direktur UT Denpasar Dra. B. Esti Pramuki S.K., M.Pd. mengatakan penandatanganan MoU dengan LLDikti Wilayah VIII adalah langkah konkret yang ditempuh untuk mengokohkan kerja sama
antara UT dengan Perguruan Tinggi yang ada di Wilayah VIII dalam rangka menyosialisasikan program Kemenristekdikti terkait dengan program pendidikan dalam jaringan (daring) atau e-learning. ‘’Sebab pembelajaran daring ini ke depan akan sangat diminati oleh fresh graudate dalam hal ini lulusan SMA, sehingga pemerintah berharap pembelajaran daring ini bisa dilaksanakan oleh PT lain. Tidak hanya UT yang sudah berpengalaman selama 34 tahun melakukan pembelaran daring,’’ ujarnya. Setelah MoU ini ada beberapa langkah konkret yang dilakukan UT. Langkah pertama adalah mendorong mahasiswa dari PT yang sudah bekerja sama untuk mengambil mata kuliah wajib umum di UT seperti Pancasila, Agama, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Langkah kedua adalah menyiapkan tenaga pen-
gajar dalam hal ini dosen PT yang bersangkutan lewat pelatihanpelatihan agar siap menjadi dosen online. Langkah ketiga adalah membangun sistem online sehingga secara bertahap PT akan bisa melakukan pembelajaran daring secara mandiri. ‘’Dengan semakin banyaknya perguruan tinggi mampu melakukan pembelajaran daring maka akses pendidikan ke perguruan tinggi bisa lebih luas dan menjangkau pelosok. Diharapkan bisa meningkatkan APK Perguruan Tinggi yang saat ini ada di posisi 34,58 persen,’’ ujar Ojat Darojat. Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. mengatakan, kegiatan MoU dengan UT adalah hal yang sudah lama ditunggutunggu sebagai wujud untuk menyosialisasikan bagaimana penerapan pembelajaran daring di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang ada dalam cakupan Wilayah
VIII, sehingga mewujudkan pembelajaran yang efektif, efisien dan meningkatkan APK yang menjadi tujuan dari pemerintah. Lanjut Dasi Astawa, dengan penerapan pembelajaran daring ini, sebuah PT tidak perlu mengeluarkan dana besar hanya untuk menyiapkan fasilitas berupa gedung dan bahkan bisa menerima mahasiswa sebanyak-banyaknya. ‘’Jika mahasiswa banyak pasti dipikirkan ruangan dan gedungnya. Lewat penerapan pembelajaran daring, tidak usah mengeluarkan dana untuk itu. Cukup siapkan SDM dan fasilitas online-nya, maka bisa mengajar mahasiswa sebanyakbanyaknya,’’ ujarnya. Pembelajaran daring ini bisa menjadi salah satu keunggulan dan membantu PTS yang mengalami keterbatasan dana. Sehingga dana-dana yang seharusnya untuk infrastruktur seperti aula, gedung dan ruang kelas, bisa dialokasikan untuk meningkatkan kualitas
MOU - Penandantanganan MoU antara Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII dengan Universitas Terbuka (UT) dalam rangka penerapan pembelajaran daring di Perguruan Tinggi Swasta yang ada dalam ruang lingkup Wilayah VIII, Senin (5/8) kemarin. yang lain. ‘’Saya berharap setelah penandatanganan MoU ini secara bertahap PTS yang ada di wilayah VIII akan mulai menerapkan
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
pembelajaran daring ini sampai nantinya bisa melakukannya secara penuh dan mandiri,’’ harap Dasi Astawa. (ad106)
DAERAH
Selasa Pon, 6 Agustus 2019
5
Senator RI Beri Dharma Wacana Kuningan di Pura di Sidoarjo dan Surabaya
Wedakarna Minta Umat Hindu Suku Jawa Bangkitkan Terus Semangat Majapahit Lewat Serat Dharmo Gandul
SATYAGRAHA – Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat disambut umat Hindu di Sidoarjo dan Surabaya.
Miliki 36 Paket SS
Edi Santika Dituntut 12 Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Terdakwa Agus Edi Santika harus membayar mahal atas perbuatannya. Pria yang berusia 26 tahun ini menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (5/8) kemarin, lantaran keterlibatannya dalam kasus narkoba jenis sabu-sabu (SS). Dalam sidang itu, terdakwa dituntut pidana penjara selama 12 tahun. Terdakwa dinyatakan secara sah dan meyakinkan bersalah tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotik golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 gram. Atas perkara itu, oleh JPU Heppy Maulia Ardani, terdakwa dijerat Pasal 112 ayat (2) Undang-undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotik. Terdakwa dalam kasus ini dinilai bersalah memiliki, menguasai narkotik jenis SS sebanyak 36 paket dengan berat keseluruhan 6,14 gram netto. Selain dipidana 12 tahun, terdakwa juga dituntut membayar denda Rp 800 juta subsider tiga bulan kurungan. Sebelumnya terdakwa Edi Santika ditangkap pada 21 Januari 2019 di Jalan Tukad Balian, Sidakarya, Denpasar Selatan. Penangkapan itu berawal dari adanya informasi yang menyebutkan jika terdakwa diduga memiliki dan menyimpan narkotika jenis SS. Dua petugas kepolisian menyelidiki ke tempat kos terdakwa di Jalan Tukad Balian. Di sanalah polisi melakukan penggeledahan dan ditemukan 36 paket sabu-sabu. Juga ditemukan 1 buah timbangan elektrik, 1 bendel plastik klip kosong. Terdakwa mengaku narkotika itu adalah milik Marnok atau Mario (DPO). (kmb37)
Pemasok Kokain Masih Misterius
Denpasar (Bali Post) Pemeriksaan tambahan dilakukan penyidik Satresnarkoba Polresta Denpasar terhadap tersangka David Dirk Johanes Van Iersel (38) dan William Roy Astillero Cabantog (36), samasama asal Australia, Senin (5/8) kemarin. Mereka yang terlibat dalam kasus narkoba jenis kokain ini diperiksa pada waktu berbeda. Guna mengungkap secara jelas jaringan ini, polisi berupaya memburu pemasoknya. Namun hingga saat ini pemasoknya masih misterius. ‘’(Pemasok) masih kami selidiki. Hanya dua tersangka ini ditahan,’’ kata Kasatresnarkoba Polresta Denpasar AKP Mikael Hutabarat. Dari pantauan di lapangan, tersangka David keluar dari ruang penyidik pukul 11.00 Wita. Selanjutnya manager club ini digiring menuju Rutan Polresta Denpasar. Saat itu dia mengenakan satu borgol dengan tahanan lainnya. Berselang 11 menit kemudian, giliran William yang berprofesi sebagai konsultan perhotelan ini digiring dari Rutan Polresta ke ruang penyidik mengenakan penutup wajah dan kepala. Sementara David tanpa cadar. William selesai diperiksa pukul 13.20 Wita dan langsung dibawa kembali ke rutan. ‘’Mereka diperiksa untuk melengkapi berkas saja. Melengkapi kekurangan-kekurangan. Berkas perkaranya belum dikirim ke jaksa,’’ ujar Mikael. Dit-
anya soal rencana assessment, mantan Kasatreskrim Polres Buleleng ini menegaskan belum ada. Oleh karena itu kedua tersangka dikenakan Pasal 112 UU RI No. 35 Tahun 2009. ‘’Kalau di-assessment, suratnya harus ditandatangi Kapolresta. Enggak boleh sembarangan,’’ ucapnya. Namun jika jaksa merekomendasikan agar di-assessment, pihaknya akan melaksanakan rekomendasi tersebut. Assessment-nya bisa dilakukan di BNNP Bali atau di RS Bhayangkara Polda Bali. ‘’Assessment itu tidak hanya untuk mengarahkan orang sebagai pengguna, tapi menentukan perannya. Jangan dikonotasikan hanya mengarah ke pemakai,’’ ujarnya. Assessment itu, lanjut mantan Kasatreskrim Polres Badung ini, bisa menentukan status seseorang, apakah sebagai pengguna, pengedar atau kurir. ‘’Bisa jadi gara-gara assessment ancaman hukumannya tambah berat. Tidak selamanya assessment ini untuk meringankan ancaman hukuman. Saya belum ada rekomendasi untuk assessment,’’ tandas Mikael. Seperti diberitakan sebelumnya, David Dirk Johanes Van Iersel (38) dan William Roy Astillero Cabantog (36) ditangkap di salah satu club di Jalan Pantai Brawa, Canggu, Kuta Utara, Badung, Jumat (19/7) lalu. Kedua warga negara Australia ini dibekuk terkait kasus satu paket kokain dengan berat bersih 1,12 gram. (kmb36)
Bali Post/rah
DIPERIKSA - Tersangka David Dirk Johanes Van Iersel asal Australia usai diperiksa penyidik Satresnarkoba Polresta Denpasar.
TEPAT serangkaian dengan hari raya Kuningan, Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III menghadiri dua undangan umat Hi ndu di P r ovi ns i Jawa Timur yakni hadir saat wali di Pura Penataran Agung Margowenig, Desa Balong Garut, Kecamatan Krembung, Sidoarjo dan bertatap muka dengan umat Hindu di Pura Sakti Raden Wijaya di wilayah Wiyung, Surabaya. Dalam kesempatan itu, Senator AWK menyampaikan umat Hindu di tanah Jawa harus terdepan dalam mempraktikkan ritual agama yang sederhana dan kembali ke jalan lurus sesuai dengan ramalan Sabdo Palon Nayogenggong. ‘’Bali adalah lokomotif Hindu Nusantara. Tanpa Bali, umat Hindu di Indo-
nesia tidak akan memiliki pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Berkait leluhur orang Balilah, maka agama Hindu diakui di Indonesia sebagai bagian dari republik ini. Salah satunya berdirinya Parisada Hindu. Mari saat ini jangan lagi ada dikotomi Hindu Bali, Hindu Jawa, Hindu Batak atau Hindu Kalimantan, misalnya. Dan mari sebut Hindu Nusantara,’’ ungkap AWK yang juga mantan aktivis KMHDI DKI Jakarta ini. Terkait dengan pembinaan umat Hindu di Jawa, Senator AWK memandang umat Hindu di Jawa sudah harus kembali ke jati dirinya yakni dengan cara menerapkan budaya Jawa dalam kehidupan beragama sehari-hari. ‘’Umat Hindu Jawa harus mulai bangga menggunakan paka-
ian adat Jawa jika ke pura, harus memainkan gamelan Jawa pada saat odalan, memakai arsitektur Jawa pada saat membangun pura dan juga harus mulai menggunakan bebantenan, sajen ala Jawa. Kita harus berani menyampaikan ‘stop Balinisasi’ dan kembalilah ke jati diri luhur Hindu Jawa. Di satu sisi umat Hindu Bali di Jawa juga harus tahu diri agar jangan terlalu memaksa umat dengan ornamen-ornamen Bali di setiap sudutnya. Beri ruang dan beri kesempatan pada umat Hindu Jawa untuk menjadi tuan di rumahnya sendiri. Saya kira peran Bali sudah cukup, 74 tahun Indonesia merdeka sudah cukup memimpin memainkan peran itu. Kini biarkan Hindu di Jawa bangkit,’’ kata Gusti Wedakarna yang juga putra dari Shri Wedastera Suyasa
(alm), salah satu pendiri Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) ini. Selama kunjungan di Jatim, Senator AWK memberikan apresiasi kepada umat Hindu di Sidoarjo yang dinilai sangat militan dalam mengembangkan agama Hindu di Jawa Timur. Ini terbukti dengan banyaknya umat yang datang ke pura setiap odalan. ‘’Saya cukup kaget dengan jumlah umat Hindu di Sidoarjo yang cukup signifikan. Pura di Jawa semakin luas dan tertata dengan baik, bahkan sampai dipasang CCTV dan sistem komputerisasi. Belum lagi organisasi rumah tangga, banjar, tempek, WHDI termasuk adanya satuan pecalang menambah sempurna. Pertahankan nilai-nilai ini,’’ pinta Gusti Wedakarna. Hal senada juga saat Sen-
ator AWK datang di Pura Sakti Raden Wijaya yang berdiri megah di Wiyung Surabaya dengan arsitektur Majapahit. ‘’Pura Sakti ini menjadi istimewa karena nama puranya sangat Majapahit. Pratima yang disungsung adalah pratima Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit. 100 persen arsitekturnya adalah model Majapaitan, batu bata dengan candi Majapahit. Ini menjadi salah satu pura Hindu terbaik di Jawa dari sisi arsitektur. Astungkara, saya akan hadir saat peresmian pura ini saat Siwaratri ini. Saya hanya berpesan, agar kidung Serat Darmo Gandul Sabdo Palon Nayogenggong agar terus dinyanyikan di pura ini. Semua agar roh leluhur Majapahit mendapat kesempurnaan,’’ ucap Gusti Wedakarna. (ad97)
Resmi Diangkat, 40 Anggota DPRD Badung Ucapkan Sumpah dan Janji TERCATAT 40 anggota DPRD Badung periode 20192024 resmi diangkat. Pengangkatan ditandai dengan pengambilan sumpah dan janji yang dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Denpasar dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Badung, Senin (5/8) kemarin. Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Badung periode 2014-2019 Dr. Drs. Putu Parwata MK, M.M. tersebut juga dihadiri Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Wabup Ketut Suiasa, Sekda Wayan Adi Arnawa, pimpinan OPD serta camat, perbekl dan luirah se-Badung. Hadir juga pimpinan dan KPU Badung, Panwas, serta tidak kurang dari 300 undangan lainnya. Rapat paripurna diawali dengan menyanyikan lagu ‘’Indonesia Raya’’, lanjut pembukaan oleh Ketua Dewan Putu Parwata. Acara pokok dalam rapat paripurna istimewa tersebut berupa peresmian pemberhentian anggota DPRD Badung periode 2014-2019 dan peresmian pengangkatan anggota DPRD Badung periode 2019 2024. Menurut Parwata, peresmian ini untuk mewujudkan kedaulatan rakyat sesuai sila ke-4 setelah pemilu serentak 17 April lalu. Khusus legis-
latif di Badung menghasilkan Dewan untuk diajukan ke Gubernur Bali. Selanjutnya, Gubernur lewat SK No.1.784 per 30 Juli 2019 menetapkan peresmian pemberhentian Dewan 2014- 2019 dan SK Nomor 1.785 01 per 30 Juli 2019 tentang peresmian pengangkatan DPRD Badung 2019-2024. Berdasarkan hal tersebut, ujar Parwata, sebelum memangku jabatan, semua anggota Dewan terpilih mengucapkan sumpah dan janji yang dipandu oleh Ketua PN lewat rapat paripurna istimewa. Setelah pembacaan SK Gubernur Bali oleh Sekretaris DPRD Badung Nyoman Predangga, ke-40 anggota DPRD Badung periode 20192024 pun diambil sumpah dan janjinya dan dipandu oleh Kepala PN Denpasar. Komposisi anggota DPRD Badung 2019-2024 terdiri atas 28 anggota dari PDI Perjuangan, 7 anggota dari Partai Golkar, 2 anggota dari Partai Demokrat, 2 anggota dari Partai Gerindra, dan 1 anggota dari Partai NasDem. Ke-40 anggota Dewan tersebut: Nyoman Satria, Wayan Regep, Edy Sanjaya, Made Yudana, IB Alit Argapatra, Made Suardana, Rara Hita Sukmadewi, Komang Triani,
Wayan Suyasa, Made Sunarta, Putu Alit Yandinata, Made Ponda Wirawan, IB Made Sunarta, Nyoman Dirgayusa, Gede Wiradana, Luh Putu Sekarini, GN Saskara, Gede Suardika, GL Umbara, Gusti Agung Inda Trimafo Yuda, Nyoman Suka, Made Wijaya, Wayan Sugita Putra, Wayan Luwir Wiana, Made Sumerta, Loka Astika, Nyoman Karyana, Ketut Suweni, Made Reta, Gusti Anom Gumanti, Putu Yunita Oktarini, Nyoman Graha Wicakcana, GN Sudiarsa, Luh Gede Sri Mediastuti, Gede Aryanta, Putu Parwata, Yayuk Agustini, Made Suryananda Pramana, Wayan Sandra, dan AA Ngurah Ketut Agus Nadhi Putra. Setelah membuka rapat paripurna, Putu Parwata menyerahkan palu pimpinan kepada Sekwan Predangga. Dilanjutkan dengan pengambilan sumpah oleh Ketua PN Denpasar. Selanjutnya, ditunjuk pimpinan sementara DPRD Badung yakni Putu Parwata dari PDI Perjuangan dan Wayan Suyasa dari Partai Golkar. Saat memberikan sambutan, Ketua sementara DPRD badung Putu Parwata mengucapkan puji syukur karena rapat paripurna istimewa berjalan lancar. Dia pun men-
MERIAH - Kemeriahan acara bersama komunitas Daihatsu dan masyarakat setempat berlatar Candi Prambanan pada Sedulur Daihatsu 2019.
SEBAGAI ajang silaturahmi, lebih dari 3.000 mobil dari berbagai komunitas Daihatsu di seluruh Indonesia, khususnya area Jawa Tengah dan sekitarnya, berkumpul di Yogyakarta pada acara Sedulur Daihatsu 2019 pada Sabtu (3/8). Sesuai namanya, sedulur dalam bahasa Jawa memiliki makna persaudaraan atau kekeluargaan dan ini sejalan dengan tagline ‘’Daihatsu Sahabatku’’. Sedulur bisa juga kepanjangan dari Kesetiaan Daihatsu Takkan Luntur. Acara ini terasa istimewa karena diselenggarakan di Brahma Field, Candi Prambanan, yang merupakan ikon kebanggaan Indonesia. Sekaligus sebagai salah satu situs warisan budaya dunia yang diakui Organisasi Internasional UNESCO (United Nations
SUMPAH - Anggota DPRD Badung periode 2019-2024 resmi diangkat. Pengangkatan ditandai dengan pengambilan sumpah dan janji yang dipimpin Ketua Pengadilan Negeri Denpasar dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Badung, Senin (5/8) kemarin. gajak semua Dewan untuk melakukan tugas-tugas pengabdian kepada masyarakat. Pada kesempatan itu, ujar Parwata, pimpinan sementara mempunyai tugas untuk memimpin rapat-rapat, memfasilitasi pembentukan fraksifraksi, memfasilitasi tata tertib DPRD dan memproses pimpinan DPRD definitif. Gubernur Bali dalam sambutannya yang dibacakan Bupati Badung Nyoman Giri Prasta berharap DPRD
menjaga kesucian alam Bali dan isinya. Muaranya untuk kebahagiaan sekala niskala berdasarkan Tri Saksi Bung Karno dan PPNSB. Yang perlu dijaga adalah tiga dimensi alam Bali, krama Bali dan budaya Bali. Selain itu, DPRD pun memaksimalkan tugas legislasi, anggaran dan pengawasan. ‘’Sekali lagi selamat kepada Dewan yang telah terpilih dan selamat bertugas. Jalankan tugas setulus-tulusnya dan selurus-lurusnya,’’ ujar Gubernur. (ad98)
Educational, Scientific and Cultural Organization). Sebagai ajang kumpul, lebih dari 3.000 peserta pemilik mobil Daihatsu di seluruh Indonesia. Hadir dengan heboh sejumlah komunitas mobil Daihatsu, mulai dari keluaran terbaru hingga keluaran terdahulu, seperti Taruna, Zebra, Hi-Jet, Ceria, Taft, Charade, Classy, Feroza, dan lainnya yang turut memberi warna dalam kemeriahan acara ini. Sebagai ajang kumpul ribuan mobil dari berbagai komunitas Daihatsu, terdapat jajaran mobil istimewa yang merupakan mobil lawas legendaris Daihatsu yang dipamerkan dengan bentuk antik dan orisinal di Wahana Mini Klangenan, sehingga dapat membawa suasana pengunjung kembali ke zaman old ala tempo doeloe.
Selain sebagai ajang silaturahmi dan kopdar komunitas, acara ini juga diwarnai beragam arena hiburan berupa games kekinian zaman now untuk dewasa dan anak, photobooth 180, kids area, pembagian doorprize, food bazaar dan food truck yang diikuti pebisnis kuliner yang sekaligus pemilik mobil Daihatsu. ‘’Sedulur juga memiliki makna yang bersifat saling bantu, saling support, dan saling mengingatkan antarsahabat dan keluarga. Kami mengucapkan terima kasih untuk partisipasi yang luar biasa dari para Sahabat Daihatsu. Semoga dengan acara ini, Daihatsu semakin dekat dengan pelanggan atau Sahabat Daihatsu di setiap langkahnya,’’ ungkap Supranoto, Chief Executive PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO). (bns1)
Heboh, 3.000 Lebih Mobil Daihatsu Kumpul ’’Sedulur’’-an di Prambanan
KESEHATAN
Perkenalan Dini dengan Kanker Paru KANKER paru-paru merupakan salah satu kanker dengan insiden tertinggi di Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan RI, kanker paru-paru memiliki angka kematian tertinggi ketiga setelah kanker payudara dan kanker serviks. Kematian pada penderita kanker paru-paru sekitar 80 persen disebabkan karena merokok. Orang yang tidak merokok, tetapi sering terpapar dan menghirup asap rokok atau yang disebut perokok pasif, juga memiliki risiko sekitar 20 persen untuk terkena kanker paru-paru. Selain rokok, faktor risiko lainnya adalah pajanan gas radon, asbes dan polusi udara. Pajanan gas radon didapatkan dari ventilasi rumah yang tertutup dan struktur bangunan yang buruk. Pajanan asbes diperoleh di pertambangan. Polusi udara berupa gas pembuangan kendaraan bermotor dan hasil industri. Selain dari luar, faktor risiko kanker paru-paru adalah faktor genetik atau keluarga. Jika dikombinasikan dengan merokok, adanya faktor risiko tersebut dapat meningkatkan risiko kanker paru berkali lipat. Gejala kanker paru-paru umumnya seperti batuk kronis, batuk darah, sesak, penurunan berat
badan, sakit dada, kesulitan menelan, benjolan pada leher, dan sembab pada wajah, leher hingga lengan disertai nyeri yang hebat. Di Indonesia kanker paru umumnya baru terdeteksi saat kanker sudah pada fase lanjut. Deteksi dini dapat dilakukan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penyakit ini. Sasaran deteksi dini ditujukan pada masyarakat dengan risiko tinggiyaitu laki-laki > 40 tahun dan perokok, pekerja industri yang terpapar zat karsinogenik (asbes, arsen, nikel, dan lainnya), perokok pasif dengan gejala pernafasan, riwayat keluarga dekat menderita kanker paru dengan atau tanpa gejala pernafasan. Pemeriksaan dini yang dapat dilakukan selain pemeriksaan klinis (keluhan dan tanda) yakni pemeriksaan radiologi thoraks (foto X-ray dada dan CT-Scan dada), pemeriksaan sitologi dahak, bronkoskopi,dan biopsi paru. Pemeriksaan klinis dan diagnostikdiperlukan untuk menentukan jenis kanker paru, derajat kanker paru dan kondisi umum penderita kanker paru. Secara umum kanker paru dibagi menjadi dua kelompok besar yakni Kanker Paru Karsinoma Bukan Sel Kecil (KPKBSK) dan Kanker Paru Karsinoma
Sel Kecil (KPKSK). Perbedaan kedua jenis kanker ini dapat dilihat melalui pemeriksaan sel dengan mikroskop. Kanker Paru Karsinoma Sel Kecil (KPKSK) tumbuh lebih cepat daripada kanker bukan sel kecil (KPKBSK). Karena pertumbuhannya yang cepat, KPKSK sering baru ditemukan saat sudah menyebar ke organ di luar paru. Pengobatan kanker paru berbeda tiap
penderitanya. Pengobatan tergantung pada jenis kanker, stadium kanker dan riwayat penyakit lainnya yang dimiliki penderita. Pengobatan yang diberikan dapat berupa operasi, kemoterapi, terapi radiasi atau target terapi. Pada stadium awal, pilihan terapi dengan operasi. Terapi stadium lanjut dengan kemoterapi dan/atau radioterapi. ldr. Putu Kessi Vikaneswari
OPINI
6
Selasa Pon, 6 Agustus 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Waspada dan Tanggap Bencana
HIDUP di negeri rawan bencana sudah seharusnya menjadi pemahaman bersama. Tantangan dan risikonya juga harus dipahami. Namun, yang lebih penting juga untuk dilakukan adalah sikap waspada dan tanggap terhadap bencana. Selama ini, eduksi terhadap gerakan tanggap bencana sudah relatif sering dilakukan. Edukasi ini mestinya tak hanya menjadi tanggung jawab Badan Penanggulangan Bencana Nasional (Basarnas) dan jaringannya di derah, tetapi semua elemen harus bergerak. Bencana merupakan hal pasti, namun kita tahu kapan akan terjadi. Kecerdasan memprediksi potensi bencana mungkin sudah menjadi keahlian sebagian orang atau kewenangan lembaga Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) di negeri ini. Namun, kapan bencana akan terjadi belum ada pihak yang berani memastikan. Maka untuk itu adalah hal yang wajib juga bagi semua penduduk di negeri ini untuk membangun budaya tanggap bencana. Gerakan ini haruslah menjadi semacam pengetahuan melekat bagi setiap penduduk mengingat potensi bencana begitu tinggi di negeri ini. Yang kita pahami selama ini, Indonesia diapit dua samudera dan dua benua, serta secara geologis berada di tiga lempeng teknonik yang sering kali mengalami pergeseran atau gesekan, maka memang negeri ini sering dilanda bencana. Kebakaran karena letaknya di kawasan garis kathulistiwa yang beriklim tropis, banjir, gempa bumi, gunung meletus, dan tsunami. Namun, negeri ini dikaruniai keindahan serta kesuburan yang luar biasa. Tinggal bagaimana memanfaatkannya dengan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan masyarakat. Tentu ini merupakan tugas dari pemerintah pusat sampai ke tingkat bawah di daerah-daerah. Tidak hanya bagaimana mengelola kekayaan alam, tetapi juga bagaimana menerapkan manajemen dalam mengantisipasi serta menghadapi bencana. Setidaknya semua mesti siap. Ada koordinasi semua pihak sehingga semuanya berjalan sinergis. Tidak ada yang luput dari pantauan sehingga semua memperoleh bantuan. Informasi pun mestinya begitu. Tidak semua bisa memberikan keterangan sehingga membingungkan. Mesti dari satu pintu yang secara resmi ditunjuk pemerintah. Dengan demikian, apa dan bagaimana terkait bencana itu secara teratur dapat diterima serta dimengerti semua pihak. Tidak ada yang boleh sendiri-sendiri memberikan informasi sehingga menimbulkan kebingungan, ketidakpastian dan bahkan keresahan menjurus ketakutan. Sudah banyak contohnya. Menghadapi aktivitas vulkanik Gunung Agung, misalnya. Begitu banyak berseliweran informasi di media sosial dan bahkan di media resmi sekalipun. Bahkan, celakanya lagi banyak terjadi ketidaksinkronan keterangan, data, informasi serta penjelasan terkait yang justru diberikan pihak pemerintah. Ini ironis. Data serta fakta yang sering berubah-ubah itu membingungkan. Apalagi banyak dari masyarakat kita secara tidak bertanggung jawab justru menyebarkan berita bohong atau hoax di media sosial. Ini membuat masyarakat bingung, resah, dan menuntut kepastian. Mana yang benar dan mana yang tidak benar. Banyak hoax bermunculan, itu tandanya kita belum dewasa bermedia sosial. Yang jelas, ke depan untuk membangun gerakan tanggap bencana, harus ada gerakan yang kontinu. Kita mungkin melakukan sikap tanggap bencana jika kita hanya melakukan antisipasi pas ada bencana. Jika memungkikan, sikap tanggap bencana hendaknya dibangun sejak dini. Yang paling efektif adalah lembaga pendidikan. Dukungan politis dalam hal ini juga sangat penting. Setidaknya, pengalokasian anggaran dana kebijakan mitigasi bencana haruslah jelas. Terlebih pada saat musim kemarau yang berpotensai menimbulkan gangguan terhadap cadangan pangan nasional akibat gagal panen dan buruknya kualitas hasil pertanian.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Dana Punia Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swah) Dalam rangka menginformasikan dan
menghimpun dana pembangunan di Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swah Loka) yang terletak di Banjar Adat Peninggaran, Desa Pakraman Seraya, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, dengan ini kami mengajukan permohonan bantuan ke hadapan para umat untuk ikut me-dana punia untuk mendukug pembangunan pura. Dengan adanya dukungan dari umat dalam hal ini akan sangat besar manfaatnya untuk pengembangan dan mendukung kebutuhan serta penyelesaian sarana dan prasarana fisik pembangunan pura ini. Salah satu upaya untuk melestarikan agama, adat istiadat, dan seni budaya yang diharapkan dapat meningkatkan sradha bhakti ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa). Sehubungan dengan hal tersebut di atas, kami pangempon Pura Puncak Sari, Desa Pakraman Seraya sangat mengharapkan bantuan dari umat. Bantuan dapat disalurkan ke Rekening Panitia Pembangunan Pura Puncak Sari No. Rek. 4614-01-019031-53-6 BRI Unit Subagan. Demikianlah permohonan ini kami sampaikan ke hadapan Bapak dan atas bantuannya, kami sampaikan terima kasih. Klian Desa Pakraman Seraya I Made Salin
Budaya Melek Bencana Kekeringan Kekeringan dan banjir bagaikan dua sisi mata uang. Keduanya merupakan bencana hidrometeorologi yang datang silih berganti dan saling berkaitan. Penghujan identik banjir dan kemarau rentan kekeringan. Tahun ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat potensi kekeringan meteorologis (iklim) berada di sebagian besar Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara dengan kriteria panjang hingga ekstrem. Prediksi ini patut diperhatian dengan meningkatkan literasi menuju masyarakat yang melek bencana, termasuk kekeringan.
Oleh
Ribut Lupiyanto ndonesia sangat akrab dengan bencana. Secara umum, bencana dapat dipahami dalam dua bentuk, yaitu bencana alamiah dan bencana antropogenik. Bencana alamiah merupakan murni kehendak Tuhan. Sedangkan bencana antropogenik terjadi akibat ulah tangan manusia. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.047 bencana melanda Indonesia sejak Januari-Juni 2019. Angka ini naik 15,4 persen dari kurun waktu yang sama pada 2018. Jumlah tersebut meliputi peristiwa puting beliung, banjir, dan tanah longsor. Kemudian kebakaran hutan dan lahan, gempa, gelombang pasang atau abrasi serta letusan gunung api. Bencana di atas menyebabkan 366 orang meninggal, 26 orang hilang, 1.497 orang luka dan 1.633.702 orang mengungsi. Bencana selama semester satu tersebut telah menyebabkan 33.011 unit rumah rusak, yang terdiri dari 6.006 rusak berat, 5.339 rusak sedang, dan 21.666 rusak ringan. Sementara itu,
1.106 fasilitas umum rusak. Selanjutnya, 98 persen merupakan bencana hidrometeorologi atau bencana alam yang terjadi sebagai dampak dari fenomena meteorologi. Sedangkan 2 persen merupakan bencana geologi. Bencana yang paling banyak menyebabkan korban jiwa, antara lain banjir dan longsor di 10 kabupaten atau kota di kawasan Sulawesi Selatan pada 22 Januari 2019. Peristiwa ini menyebabkan 82 orang meninggal, 3 orang hilang, dan 47 orang luka. Banjir dan longsor di Sentani, Jayapura pada 16 Maret 2019 juga memakan banyak korban jiwa. Bencana ini menyebabkan 112 orang meninggal, 7 orang hilang, dan 965 orang luka. Selanjutnya, banjir dan longsor di Bengkulu pada sembilan kabupaten/kota pada 27 April 2019, dampaknya 24 orang meninggal, 4 orang hilang, dan 4 orang luka. Angka di atas menunjukkan kenaikan 15,4 persen dibandingkan bencana pada 2018. Pada tahun lalu, tercatat 1.774 bencana. Jumlah korban meninggal dan hilang pada tahun lalu
181 orang, sedangkan tahun ini 390 orang. Jumlah korban lukaluka 503 orang, yang mengungsi 2.149.886 jiwa dan rumah rusak mencapai 26.969 unit. Global Assessment Report (2011) memperkirakan bahwa kerugian akibat bencana ratarata mencapai 1% dari PDB per tahun. Kerugian dunia akibat kejadian bencana sejak tahun 2003 hingga 2012 ditaksir lebih dari 2,7 triliun dolar Amerika. Untuk Indonesia, dampak fiskal bencana secara nasional memang masih tergolong kecil. Bencana terdahsyat tsunami Aceh tahun 2004 misalnya memiliki kerugian setara 0,3% dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Indonesia. Persentase tersebut akan terasa besar di tingkat daerah yaitu mencapai 45% dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh. Hampir 90 persen sumber dana penanggulangan bencana dari pemerintah pusat, padahal pemerintah hanya mampu mengalokasikan dana bencana sekitar Rp 4 triliun per tahun. Implikasi ini akan semakin
besar dan kompleks jika dikaji terhadap sektor industri serta perdagangan dan jasa. Bencana antropogenik tahunan besar dan merata secara nasional adalah bencana hidrometeorologi. BNPB melaporkan bahwa 100 tahun terakhir, bencana hidrometeorologi mendominasi kejadian bencana alam. Bencana antropogenik terjadi akibat kelakuan manusia merusak keseimbangan lingkungan. Konsekuensi demi meminimalisasi bencana antropogenik adalah mengimplementasikan manajemen lingkungan secara terpadu. Keterpaduan yang dibutuhkan andalah antarsektor, antarpihak, dan antarwilayah. Pemimpin bertanggung jawab menjadi fasilitator upaya ini. Pemimpin, baik eksekutif maupun legislatif mesti memiliki komitmen politik hijau. Pemimpin yang baru hasil pilkada nanti wajib kiranya melek ekologi dan mengarusutamakan lingkungan demi pembangunan berkelanjutan. Legislator baru juga penting peduli agenda lingkungan yang dibuktikan dengan produk legislasi dan penganggaran yang pro-lingkungan. Orientasi pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengorbankan lingkungan yang ujungnya menyebabkan datangnya bencana. Sektor swasta perlu tanggap terhadap kebutuhan lingkungan. Program sosial atau CSR dapat didayagunakan untuk pemberdayaan masyarakat dalam mengelola lingkungan.
Mengapresiasi Pemilihan Guru dan Siswa Ajeg Bali HARIAN Bali Post kembali menggelar pemilihan Guru dan Siswa Ajeg Bali tahun 2019. Ratusan peserta yang berasal dari hampir seluruh kabupaten/kota di Bali mengikuti kegiatan ini. Setelah melewati tes wawancara, kompetensi ajeg Bali, serta dokumentasi prestasi, tim akhirnya menetapkan 36 orang nominator yang akan menjalani “karantina” di Pasraman Dalem Ketut di Lumajang, Desa Samsam, Tabanan. “Karantina” yang akan dilaksanakan di Pasraman Dalem Ketut Lumajang tersebut sebagai bentuk tapabrata yang harus dijalani oleh para nominator. Melalui tapabrata tersebut, maka peserta bukan saja akan digembleng dalam rangka penguatan sikap, mental, dan spiritual, namun juga dalam rangka penguatan pendidikan karakter yang saat ini menjadi bagian penting dari pelaksanaan Kurikulum 2013. Sebagaimana diketahui bahwa tantangan utama pengembangan pendidikan saat ini adalah menghasilkan lulusan yang bukan saja kompeten, namun juga berkarakter serta literat. Untuk mampu mewujudkan lulusan yang memenuhi standar tersebut tidak bisa dilaksanakan secara instan, namun bertahap. Pembelajaran yang dilakukan pada setiap kompetensi haruslah mampu mengakselerasi keterampilan berpikir siswa dari berpikir sederhana Low Order Thinking Skills (LOTs) menuju keterampilan berpikir tingkat tinggi, High Order Thinking Skills (HOTs). Dalam dimensi ruang waktu yang
Oleh
A.A. Ketut Jelantik bersamaan, siswa dan guru melalui kolaborasi dan sinergitas diharapkan mampu menjadikan karakter bangsa sebagai fondasi. Pemilihan Guru dan Siswa Ajeg Bali diharapkan bukan saja akan mampu menyemai bibit unggul yang concern dan peduli dengan adat, budaya leluhur, namun juga unggul dalam kualitas dan kompetensi sesuai bidangnya masing-masing. Ajang pemilihan guru dan siswa ajeg Bali tentunya bukan semata-mata bentuk idealisme Bali Post yang selalu terdepan dalam menjaga keajegan Bali dalam perspektif sosial dan budaya dan ekonomi, namun ajang ini juga hendaknya bisa dijadikan herbarium tempat persemaian di mana akan lahir guru dan siswa yang akan mampu menjadi lokomotif menuju terwujudkan lulusan yang memiliki keterampilan abad ke-21. Jika ajang pemilihan Guru dan Siswa Ajeg Bali dianalogikan sebagai herbarium persemaian, maka guru dan siswa yang masuk nominasi adalah bagian dari biji yang akan disemai. Mereka akan dipupuk dan disiram dengan nilai-nilai adat dan budaya Bali. Diharapkan nantinya, guru dan siswa yang sudah mengalami persemaian di herbarium tersebut akan lahir menjadi bibit unggul.
Setelah masuk herbarium persemaian tersebut, guru yang masuk nominasi bukan saja diharapkan akan mampu mendesiminasikan pengalaman yang diperoleh selama menjalani tapabrata, namun juga akan menjadi duta ajeg Bali. Tidak menutup kemungkinan guru-guru ini akan dijadikan model tentang Penguatan Pendidikan Karakter yang merupakan bagian penting dari pelaksanaan Kurikulum 2013. Menjadi seorang model menyebabkan perilaku, tutur katanya akan selalu menjadi perhatian. Karenanya, mereka akan selalu dituntut selaras antara pikiran, perkataan, dan perbuatan. Dengan kata lain, Guru Ajeg Bali bukan saja memiliki akar yang kuat dalam mengajegkan adat dan budaya Bali, namun memiliki batang yang kokoh dan mampu bersaing dengan tantangan abad 21 khususnya memasuki era revolusi industri 4.0. Lantas bagaimana dengan Siswa Ajeg Bali? Setelah keluar dari herbarium persemaian, mereka bukan saja dituntut untuk mempu menjadi contoh di hadapan temantemannya, namun juga menjadi remaja pelopor untuk mengajegkan Bali dalam berbagai dimensi. Siswa Ajeg Bali juga diharapkan memiliki akar yang kuat dalam mempertahankan adat dan budaya Bali di tengah makin kuat dan masifnya gerusan budaya luar.
Izin lingkungan juga harus dipenuhi sejak awal hingga melaksanakan rekomendasi pengelolaan lingkungannya. Masyarakat dituntut peka dan tanggap terhadap dinamika lingkungan. Hasil survei Program Climate Asia (2013) mengungkapkan bahwa informasi perubahan iklim masih kurang di kalangan warga Indonesia. Hanya, 19 persen masyarakat yang mendengarkan prakiraan cuaca serta 11 persen yang memiliki persiapan bencana. Kondisi ini menuntut upaya ekstra kaitannya dengan penyebaran informasi dan pelaksanaan edukasi. Pasal 28H Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 mengamanatkan bahwa lingkungan hidup yang baik dan sehat merupakan hak asasi dan hak konstitusional bagi setiap warga negara Indonesia. Kondisi lingkungan hidup yang baik dan sehat menjadi kunci minimalisasi bencana antropogenik. Seluruh warga saatnya diajak berpartisipasi demi mengurangi risiko bencana akibat ulah manusia. Tantangan penanggulangan bencana yang semakin rumit membutuhkan keberadaan personel yang kompeten. Tugas kemanusiaan sekaligus beban finansial akan terkurangi melalui optimalisasi mitigasi dan pengurangan risiko bencana secara terpadu dan berkelanjutan. Penulis, Deputi Direktur Center for Public Capacity Acceleration (C-PubliCA)
POJOK Pelantikan anggota Dewan Badung tak kenakan pakaian adat. - Nah, kenapa ya? *** Jajaran PUPR Klungkug diingatkan profesional dan taat hukum. - Betul jalur terbaik. *** LLDikti dorong perguruan tinggi lakukan pembelajaran online. - Era baru pendidikan.
Penulis, pengawas Dikpora Kabupaten Bangli
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Selasa Pon, 6 Agustus 2019
Sawah di Sejumlah Kecamatan Mengalami Kekeringan Tabanan (Bali Post) -
Dampak kemarau panjang dirasakan petani di Kecamatan Tabanan dan Marga. Dari data Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan, di Marga terdapat dua hektar lahan pertanian berupa sawah yang mengalami kekeringan terparah. Sementara di Kecamatan Tabanan, luasnya mencapai 0,40 hektar. ‘’Ini data per 5 Agustus 2019. Di Marga kekeringan terjadi di Subak Apit Jaring dan di Tabanan terjadi di Subak Gubug,’’ ucap Koordinator POPT Dinas Pertanian Tabanan Ir. I Nengah Durmita, Senin (5/8) kemarin. Meski terjadi kekeringan, produksi padi di dua kecamatan tersebut masih berpeluang untuk diselamatkan dengan catatan ada giliran pengairan. Diharapkan pula dalam waktu dekat kebutuhan air dua subak tersebut bisa terpenuhi dengan turunnya hujan. Tidak hanya di dua kecamatan tersebut, pihaknya juga terus turun ke lapangan melakukan pemantauan. Seperti halnya laporan kekeringan di Subak Tungkub Dua, Tempek Subak Segeh, Desa Kaba-kaba, Kecamatan Kediri, juga langsung dicek
Bali Post/ist
Pujawali di Pura Luhur Tanah Lot
Tabanan (Bali Post) Pujawali di Pura Luhur Tanah Lot akan digelar Rabu (7/8) besok, hingga masineb pada Sabtu (10/8). Umat Hindu pun diharapkan pedek tangkil pada saat pujawali. Ketua I Panitia Pangemong Pura Luhur Tanah Lot I Ketut Toya Adnyana mengungkapkan, untuk tangkil ke Pura Luhur Tanah Lot, umat perlu memperhatikan kondisi pasang-surut air laut. Bila nangkil saat air laut pasang,
pamedek dapat melakukan persembahyangan di Palinggih Pengayatan di madya mandala. Menurutnya, besok air laut akan pasang pada pukul 00.00 hingga 05.00 Wita dan pada 12.00 hingga 17.00 Wita. Air laut surut pada 06.00 sampai 11.00 Wita dan 18.00 hingga 00.00 Wita. Pada Kamis (8/8) air laut pasang pada 01.00 hingga 06.00 Wita dan 13.00 hingga 18.00 Wita. Air laut surut pada 07.00 hingga 12.00 Wita dan
Bali Post/bit
SUMPAH - Prosesi pengucapan sumpah/janji anggota DPRD Tabanan periode 2019-2024 dalam rapat paripurna, Senin (5/8) kemarin.
40 Anggota DPRD Tabanan Dilantik
Arnawa dan Meliani Jabat Pimpinan Dewan Sementara Bali Post/bit
DISABILITAS - Salah satu penyandang disabilitas tengah menunjukkan kemampuan menggunakan komputer di Mahatmiya Bali. Sebanyak 25 penyandang disabilitas di Tabanan akan mendapatkan pelatihan yang dananya berasal dari Korea. manfaat,’’ ujarnya usai pembukaan intervensi program pelatihan di Mahatmiya Bali, Senin (5/8) kemarin. Selama lima hari pelatihan, para penyandang disabilitas tersebut akan didampingi keluarga. Sebab sasaran pelatihan ini juga mencakup keluarga dari penyandang disabilitas. Dalam hal ini, penyandang disabilitas memerlukan motivasi dari keluarga, sehingga keluarga diarahkan untuk ikut mendampingi sebagai motivator. ‘’Keterampilan yang akan diberikan sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan, seperti tata boga, mencukur dan menjahit,’’ tegas Heri. Diakui Heri, dipilihnya Kabupaten Tabanan untuk program kerja sama ini karena melihat keaktifan Pemkab
Tabanan khususnya dinas terkait dalam memberikan data. Bahkan secara rutin tiap tahunnya Pemkab Tabanan selalu mengirim penyandang disabilitas sebanyak satu orang ke BBRSPF di Surakarta. ‘’Ke depan akan dievaluasi mengenai jumlah yang dibantu, karena kerja sama dengan Korea berlangsung selama tiga tahun,’’ bebernya. Kepala Dinas Sosial Tabanan I Nyoman Gede Gunawan bersyukur dengan adanya bantuan pelatihan dan anggaran untuk disabilitas dari BBRSPF dan KODDI. Sebab, kalau menganggarkan untuk 25 orang, dananya terlalu besar dan pihaknya akan kesulitan. 25 penerima manfaat program ini berasal dari lima kecamatan. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) 40 anggota DPRD Tabanan terpilih akhirnya resmi memegang mandat menjadi wakil rakyat selama lima tahun ke depan. Pada Senin (5/8) kemarin, mereka dilantik di gedung DPRD Tabanan. Sebelum mengucapkan sumpah/ janji, anggota dewan terpilih mengikuti upacara majaya-jaya di Padmasana setempat di-puput Ida Pedanda dari Geria Anyar Desa Cau Blayu, Marga. Sebelum penetapan Ketua dan Wakil Ketua DPRD definitif, posisi pimpinan dewan sementara dimandatkan kepada I Nyoman Arnawa atau Komet dari PDI-P dan Ni Made Meliani dari Golkar. Rapat paripurna beragendakan pelantikan dan pengucapan sumpah/janji anggota DPRD Tabanan masa jabatan 2019-2024 berjalan lancar. Sejumlah petugas dari Polres Tabanan, Satpol PP Tabanan, serta petugas kesehatan bersiaga sejak pukul 07.00 Wita. Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD
DPP PDI-P Rekomendasikan Made Dirga sebagai Ketua Dewan Tabanan (Bali Post) Keluarnya keputusan DPP PDI-P yang merekomendasikan I Made Dirga sebagai Ketua DPRD Tabanan, menyingkirkan I Nyoman Arnawa alias Komet yang hanya kebagian sebagai Ketua DPRD sementara, membuat semua kalangan terkejut. Pasalnya, sejak awal Arnawa digadanggadang menjabat posisi strategis tersebut, namun belakangan justru Dirga yang mendapatkan rekomendasi. Pelantikan serta pengambilan sumpah dan janji anggota DPRD Tabanan periode 2019-2024, Senin (5/8) kemarin yang dilakukan Ketua Pengadilan Negeri Tabanan I Gusti Ayu Susilawati secara
berharap untuk daerahdaerah yang berpotensi terdampak kekeringan agar petani tidak memaksakan diri menanam padi, namun mengembangkan tanaman palawija, sehingga tidak mengakibatkan kerugian ke depannya. Seperti yang dilakukan sejumlah petani di daerah Selemadeg Timur, dengan mengupayakan menanam palawija pada musim kemarau seperti sekarang. ‘’Pengalaman sebelumnya, kekeringan juga mengancam di daerah Semeladeg Timur. Namun nampaknya tahun ini daerah tersebut sudah mengikuti anjuran dari dinas dengan menanam palawija sebagai antisipasi kekeringan,’’ jelasnya. (kmb28)
19.00 hingga 01.00 Wita. Pada Jumat (9/8), air laut pasang pada 02.00 hingga 07.00 Wita dan 14.00 hingga 19.00 Wita. Air laut surut pada 08.00 hingga 13.00 Wita dan 20.00 hingga 02.00 Wita. Sementara pada Sabtu (10/8), air laut pasang pada 03.00 hingga 08.00 Wita dan 16.00 hingga 21.00 Wita. Di hari itu air laut surut pada 10.00 hingga 15.00 Wita dan 22.00 hingga 04.00 Wita. (kmb25)
Korea Danai Pelatihan Penyandang Disabilitas
Tabanan (Bali Post) Banyak cara dilakukan untuk memotivasi para penyandang disabilitas agar mampu hidup mandiri. Salah satunya dengan memberikan keterampilan yang disesuaikan dengan skill yang mereka miliki. Tahun ini sebanyak 25 penyandang disabilitas di 5 kecamatan di Kabupaten Tabanan akan diberikan pelatihan keterampilan oleh Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Surakarta bekerja sama dengan Korea Disabled People’s Development Institute (KODDI). Tidak hanya keterampilan, penerima manfaat juga akan mendapatkan bantuan peralatan yang nilainya per orang mencapai Rp 4 juta. Kepala BBRSPDF Heri Krissritanto mengatakan, 25 orang penerima manfaat diberikan pelatihan selama lima hari di rumah rehabilitasi Desa Wanasara Kecamatan Tabanan pada 5 hingga 9 Agustus. Meskipun seluruh biaya pelatihan dan fasilitas berasal dari Korea, namun untuk instruktur adalah warga lokal yang memiliki keahlian. Keterampilan yang diberikan ditentukan kebutuhan penyandang disabilitas. ‘’Tahun ini ada kerja sama dengan Korea yang memberikan sepenuhnya anggaran pelatihan selama lima hari terhadap 25 disabilitas yang kami sebut dengan penerima
TERANCAM - Lahan pertanian di Desa Kabakaba yang terancam kekeringan.
kebenarannya. Dari hasil pantauan di Subak Segeh terjadi penurunan pengairan, namun kondisi tersebut masih bisa disiasati dengan teknik pengairan bergilir. Selain itu, luas lahan yang terdampak kekeringan tidak mencapai 100 hektar, tapi hanya 27 hektar. ‘’Di sana ada dua pompa air untuk dialirkan ke sawah. Namun sayangnya kondisi di lapangan tidak memungkikan dimanfaatkan karena jarak sumber air dan lahan pertanian terlalu jauh. Satu-satunya jalan hanya teknik gilir giring pengairan,’’ ujarnya. Sementara usia tanam padi di daerah yang terancam kekeringan tersebut antara 2 pekan hingga 1 bulan. Di sisi lain, pihaknya
umum berlangsung aman dan lancar. Namun perhatian bukan terletak pada proses pengambilan sumpah dan janji dewan, melainkan dua sosok yang kini hangat diperbincangkan. Keduanya adalah I Nyoman Arnawa dan I Made Dirga. Arnawa diusulkan DPC PDI-P Tabanan menjadi calon Ketua DPRD Tabanan. Tanda-tanda itu semakin terlihat jelas ketika Sekretaris DPC PDI-P Tabanan ini ditunjuk menjadi Ketua Sementara DPRD Tabanan bersama Ni Made Meliani dari Golkar. Bahkan hampir semuanya memperkirakan Komet akan mulus menduduki kursi Ketua Dewan
Tabanan. Di luar dugaan, kenyataannya berbeda. DPP PDI-P justru merekomendasikan I Made Dirga sebagai Ketua DPRD Tabanan. Meski demikian, Komet nampak tegar meski harus tersingkir. Dia menjalani semua proses pengambilan sumpah dan janji dewan dengan mantap mulai dari prosesi majayajaya sampai ditunjuk sebagai pimpinan sementara dewan. Bahkan ketika membaca sambutan sebagai pimpinan sementara, dia dapat melaksanakannya dengan baik. Ketika dikonfirmasi, Arnawa mengaku menerima keputusan DPP PDI-P yang tidak merekomendasikan dirinya
menjadi Ketua DPRD Tabanan. Bahkan dia mengaku sudah mengetahui penyebab kegagalannya, namun belum mau mengungkapkannya ke publik. Sementara itu, I Made Dirga mengaku terkejut dengan keputusan tersebut. Dirinya memang tidak menduga akan mendapat rekomendasi dari DPP. Ditanya tentang langkah yang akan diambil ke depan, Dirga belum mau bicara banyak. Menurut dia, yang sudah berjalan selama ini sudah bagus. Meski demikian, tetap harus ada upaya meningkatkan kinerja dewan dan harus lebih memperhatikan aspirasi rakyat. (kmb28)
Tabanan periode 2014-2019 I Ketut Suryadi alias Boping. Dalam sambutannya, Boping yang asal Selemadeg itu menyampaikan, selama lima tahun anggota dewan periode 2014-2019 telah mengemban kepercayaan rakyat Tabanan serta membawa amanah dan beban politis. Tentu saja kinerja tersebut tidak terlepas dari bimbingan Tuhan serta dukungan dan kerja sama masyarakat Tabanan, serta kerja sama yang baik dengan eksekutif dan jajarannya dalam melaksanakan pembangunan. Terbukti, selama lima tahun jajaran dewan telah berhasil menetapkan 101 Peraturan daerah yang delapan di antaranya inisiatif dewan. ‘’Saya harap para dewan terpilih mampu menghadapi tantangan yang makin dinamis ke depan. Jaga serta kedepankan empati, etika dan estetika, karena tumpuan rakyat Tabanan untuk kesejahteraan, khususnya mengatasi krisis yang terjadi akhir ini,’’ ucapnya. Pimpinan Dewan Se-
mentara I Nyoman Arnawa menjelaskan, kepercayaan yang diberikan masyarakat merupakan amanah yang wajib dilaksanakan. ‘’Karena kita adalah perwakilan rakyat yang bertugas untuk menyerap dan meneruskan aspirasi rakyat untuk pembangunan di segala bidang. Sekarang kita akan memasuki gerbang baru dalam mengemban amanat rakyat. Mari kita berkomitmen jadikan rumah rakyat ini sebagai tempat yang aman, nyaman dan penuh pengabdian dalam melaksanakan amanat rakyat,’’ ucapnya. Menurut Arnawa, gedung dewan ibarat etalase politik yang tembus pandang dan disaksikan dari segala penjuru. Jadi, sikap, ucapan, kiprah dan prilaku wakil rakyat dalam mengemban kepercayaan rakyat Tabanan akan terlihat oleh publik. ‘’Mari bersama jaga etalase politik dengan orientasi dan komitmen yang pasti dan konsisten,’’ ucapnya. Terkait anggota dewan yang terpilih, Bupati Taban-
an Ni Putu Eka Wiryastuti memiliki harapan ke depannya sinergi eksekutif dan legislatif terus ditingkatkan dalam membuat kebijakan untuk pembangunan Tabanan. ‘’Mereka ini kader-kader militan sebetulnya. Sekarang tinggal output perjuangan mereka. Apalagi mereka sebelumnya sudah mulai dari nol, kini aktif secara langsung dengan jabatan yang diemban dan memiliki kewenangan pikiran dalam menentukan kebijakan ke depan khususnya bidang legislatif,’’ terangnya. Diakui Bupati Eka, banyak tugas berat menanti anggota dewan terlebih di tengah PAD Tabanan yang belum tergarap maksimal. ‘’Terkait PAD, itu karena banyak beban dari pusat. Sebetulnya tidak hanya di Tabanan. Tapi kembali lagi skala prioritas anggaran solusinya. Dengan anggaran minim, bisa memaksimalkan skala prioritas, terutama kebutuhan penting masyarakat Tabanan,’’ tegasnya. (kmb28)
BULELENG
8
Selasa Pon, 6 Agustus 2019
Skor ’’Critical Skill’’ Pelajar dan Mahasiswa Rendah
Menteri PPPA Ajak Kampanyekan Gerakan Literasi Singaraja (Bali Post) – Gerakan literasi di kalangan pelajar dan mahasiswa masih perlu dikampanyekan lebih masif lagi. Ini tidak lepas karena hasil PISA Tes menunjukkan kalau skor critical skill pelajar dan mahasiswa di Tanah Air masih tergolong rendah. Mengatasi persoalan ini, proses pendidikan tidak cukup dengan membaca, menghitung, dan menjawab pertanyaan dengan cara hafalan. Tetapi peserta didik dewasa ini dituntut menguasai ilmu pengetahuan dengan critical skill tinggi.
Bali Post/kmb38
Prof. Yohana Susana Yambise, Ph.D.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA RI) Prof. Yohana Susana Yambise, Ph.D. meminta saat memberikah kuliah umum Konferensi Internasional GC TALE dan Women in TESOL (WIT) di Auditorium Undiksha, Singaraja Senin (5/8) kemarin. Turut mendampingi Menteri, Rektor Undiksha Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. dan Asisten III Setda Buleleng Gede Suyasa. Menteri Yohana mengata-
kan, selama ini pembelajaran berdasarkan kurikulum yang sudah diatur regulasi pemerintah sudah tergolong baik. Hal itu dibuktikan dengan kualitas pendidikan di Tanah Air air sudah bersaing dengan negara lain. Bahkan, banyak pelajar atau mahasiswa di Tanah Air lolos menjadi juara pada kompetisi ilmu pengetahuan di tingkat Internasional. Hanya, hasil itu dinilai masih kurang sempurna, karena keberhasilan transfer ilmu pengetahuan ini sifatnya hanya mendidik anak mampu
membaca, menghitung, lalu menjawab pertanyaan dengan metode menghafal. “Seperti saya sampaikan dalam kuliah umum tadi kalau sesuai hasil PISA Tes kita masih mendapat skor di bawah. Anak-anak atau mahasiswa hanya bisa menjawab pertanyaan dengan penguasaan menghafal lalu mendapat nilai dari lembaga pendidikanya,” katanya. Kekurangan proses pendidikan di Tanah Air ini kata Menteri, teletak pada kurangnya penguasaan critical skill.
Hal ini penting dikuasai karena selain mampu menjawab pertanyaan, pelajar atau mahasiswa harus memiliki kemampuan menganalisis. Kemudian membuat hipotesis dengan pemikiran cerdas. Model seperti itu belum dilakukan secara masif. Ke depan, hal itu menjadi pekerjaan rumah (PR - red) bagi semua stakeholders untuk meningkatkan critical skill tersebut. Ini bisa dilakukan dengan cara menggalakkan gerakan literasi di semua lini pendidikan. Selain itu, Menteri Yohana juga menyebut para guru, dosen atau orangtua agar tidak terpaku dengan perangkat Teknologi Informasi (TI) dalam pelaksanaan pendidikan. Pemanfaatan telepon pintar dalam pendidikan ini kalau tidak dikendalikan, bukannya membuat pintar, namun
malah sebaliknya kalangan pelajar di Tanah Air hanya mencontek (meniru -red) ide atau pemikiran orang lain saja. “Ini PR besar dan harus ditangani ke depan dengan cara menggalakkan literasi. Meng-unduh melalui smart phone ini harus dikurangi. Sebab, kecanggihan teknologi itu membuat pelajar terbiasa menyontek pemikiran orang lain, tanpa harus bisa menganalisis sendiri,” jelasnya. Rektor Undiksha Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. mengatakan, selama ini potensi akademik mahasiswa sudah bagus. Cara pengajaran juga dijalankan berdasarkan regulasi pengaturan sistem kurikulum. Hanya, keberhasilan ini belum dilengkapi proses pendidikan yang mengajarkan peserta didik berpikir tingkat tinggi. (kmb38)
Mengacu pada Sejarah Kelahiran Parade Gong Kebyar Wajib Pakai Gong Pacek Singaraja (Bali Post) – Sejumlah kesenian tradisional dipentaskan di arena Buleleng Festival (Bulfest) ke-7 tahun 2019. Salah satunya penampilan parade Gong Kebyar dipentaskan serangkain pembukaan yang akan digelar 6 Agustus 2019, Selasa ini. Mengacu pada sejarah kelahiran gong kebyar di Buleleng, setiap sekaa yang tampil diwajibkan menggunakan gong pacek. ‘’Shining Buleleng’’ dijadikan tema memaknai Buleleng selalu bersinar. Tema ini diangkat sebagai upaya mengangkat dan mengembalikan kejayaan kesenian tradisonal Buleleng sehingga berjaya dan bersinar kembali. Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng Gede Komang, Minggu (4/8) lalu, mengatakan penampilan parade gong kebyar pada gelaran Bulfest tahun ini sebagai momentum mengenalkan gong pacek yang merupakan ciri khas gong kebyar yang terlahir di Den Bukit itu. Karena itu, semua sekaa kesenian pada gelaran Bulfest dilarang menggunakan gong gantung. ‘’Jadi, saya tidak mau seniman kita terkesan meniru daerah lain. Gong pacek ada-
lah bentuk gemelam saat gong kebyar diciptakan. Itu kita bangun sebagai ciri khas asli gong kebyar Buleleng,’’ katanya. Selain wajib memainkan gong pacek, pada Bulfest ke-7 ini juga ditampilkan kolaborasi wilayah kesenian antara gong kebyar Dauh Enjung (Buleleng Barat red) dengan Dangin Enjung (Buleleng Timur - red). Sekaa dari dua wilayah kebesaran gong kebyar di Bali Utara ini ditampilkan dengan skema mabarung yang akan mengiringi tarian khas dari dua sisi perkembangan seni dan budaya di sana. Dari Dangin Enjung terdapat nama besar pangawi kesenian antara lain Gde Manik dan Pan Wandres. Adapun kesenian hasil garapan Dangin Enjung antara lain tari Terunajaya, tari Legong Kekebyaran, dan tari Cendrawasih. Sedangkan di Dauh Enjung ada nama besar Ketut Mardana dan I Putu Sumiasa, dengan garapan seni antara lain tari Wirajaya, tari Merpati, dan tari Nelayan khas Buleleng. ‘’Jadi, kami ingin mengembalikan (kesenian) asli. Bapak Bupati juga mempunyai
harapan yang sama, sehingga antara kesenian tradisional dengan modern (musik, band) bisa tampil seimbang dalam Bulfest,’’ jelasnya. Pada hajatan Bulfest ke-7 itu juga akan dimeriahkan tari Panyembrama massal melibatkan 500 penari sebagai tari penyambutan. Remaja-remaja putri dari berbagai desa di Buleleng akan menarikan tarian peyambutan tersebut. Tari tradisional Panyembrama itu sudah menjadi tarian universal khas Bali. Difungsikan secara khusus untuk menyambut tamu. Ketua Panitia yang juga Asisten Ekonomi Pembangunan dan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa Setda Buleleng Ni Made Rousmini mengatakan, Bulfest ini juga dimeriahkan utusan partisipan dari luar Bali. Seniman-seniman khas etnis Medan, Sumatera Utara direncanakan tampil pada malam kedua Bulfest. Tampilnya kesenian dari luar daerah Bali ini pun dianggap sebagai apresiasi dan pengakuan atas hajatan Bulfest yang sudah masuk Calendar of Event Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. (kmb38)
Bali Post/kmb38
BULFEST – Asisten Ekonomi Pembangunan dan Pelayanan Pengadaan Barang Jasa Setda Buleleng Ni Made Rousmini (tengah) didampingi Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Gede Komang mempresentasikan penampilan kesenian pada Buleleng Festival (Bulfest) ke-7 tahun 2019, Minggu (4/8).
Bali Post/kmb38
PRAKTIK PROSTITUSI – Tim gabungan penertiban kependudukan Kecamatan Buleleng melakukan razia. Razia menyasar dua warung remang-remang yang diduga digunakan praktik prostitusi di Desa Anturan dan Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Minggu (4/8) malam.
Razia Warung Remang-remang
Tim Gabungan Temukan Wanita Diduga Geluti Prostitusi
Singaraja (Bali Post) – Tim gabungan penertiban kependukan Kecamatan Buleleng kembali melancarkan razia Minggu (4/8) malam lalu. Kali ini, petugas menyasar dua warung remang-remang. Diduga warung itu menyediakan layanan prostitusi. Hasilnya, seorang wanita yang mengaku menyediakan layanan prostitusi berhasil diamankan. Sedangkan, empat laki-laki pengunjung warung berhasil kabur saat dilakukan razia. Wanita yang diamankan itu adalah ASS (39) asal Jember, Jawa Timur. Dia diamankan setelah ditemukan berada di sebuah warung di pinggir jalan Singaraja – Seririt tepatnya di Desa An-
turan, Buleleng. Namun, ASS hanya diberikan peringatan dan dilakukan pembinaan lantaran tidak tertangkap tangan saat melakukan aksinya. Di lokasi itu, tim juga menemukan bekas pembungkus alat kontrasepsi. Bahkan, diketahui setelah dilakukan pengerebekan, empat pria berhasil kabur dari warung plus-plus tersebut. Camat Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, selama ini, banyak informasi masuk baik ke pemerintahan desa dan kecamatan, terkait keberadaan warung di pinggir jalan tersebut. Dari informasi itu disebutkan di balik usaha warung itu, menyediakan layanan prostitusi. Atas
pengaduan itu, pihaknya kemudian melancarkan razia bersama Polsek Kota Singaraja dan TNI. Dari razia itu, pihaknya menemukan ASS berada di warung. Setelah diperiksa, ASS mengakui telah memberikan layanan prostitusi. Atas pelanggaran itu, tim gabungan menyerahkan kepada pemerintah Desa Anturan untuk memproses administrasi kependudukan yang bersangkutan. “Kami menindaklanjuti pengaduan masyarakat. Setelah kita melakukan razia, memang ada praktik prostitusi itu, sehingga satu wanita yang diduga melayani para pria hidung belang kita amankan untuk diproses administrasi kependudukan-
nya,” jelasnya. Sementara ASS awalnya membantah telah melakukan layanan prostitusi di warung milik KSP (30), warga Desa Panji Anom Kecamatan Sukasada. Setelah diancam akan diperiksa secara medis, akhirnya ASS mengaku telah melakukan praktik prostitusi tersebut. Selain menyasar warung plus-plus di Desa Anturan, tim menyasar satu warung serupa yang berada di pinggir jalan berbatasan dengan Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng. Namun, tidak ditemukan langsung praktik prostitusi itu. Karena itu, hanya dilakukan pemeriksaan identitas kependudukan. (kmb38)
Dipelihara Secara Pribadi
BKSDA Bali Periksa Kesehatan Satwa Dilindungi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali mengerahkan beberapa orang dokter hewan ke Buleleng Senin (5/8) kemarin. Dokter hewan itu diterjunkan untuk memeriksa kesehatan dan kesejahteraan puluhan satwa dilindungi yang selama ini dipelihara secara pribadi oleh manajemen salah satu hotel di kawasan Lovina, Kecamatan Buleleng. Bagaimanakah hasil pemeriksaan BKSDA Bali pada satwa-satwa yang dilindungi itu? BEBERAPA satwa yang dipelihara secara pribadi di hotel ini di antaranya lumbalumba, beberapa jenis burung langka termasuk satwa reptil lainnya. Dari regulasi perizinan, hotel ini memang diizinkan memelihara satwa yang dilindungi tersebut. Hanya, sudah cukup lama BKSDA tidak mengawasi kesehatan dan kesejahteraan hewan itu, sehingga pemeriksaan baru kemarin dilakukan. Bersamaan dengan pemeriksaan ini, BKSDA mendapat informasi terkait kematian satu ekor lumba-lumba. Dari lima ekor lumba-lumba yang dipelihara,
seekor di antaranya ditemukan mati. Pemeriksaan itu dipimpin Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) BKSDA Bali, Sumarsono. Dia mengatakan, pemeriksaan kesehatan hewan merupakan kegiatan rutin yang dilakukan kepada siapa pun pihak yang mendapat izin memelihara satwa yang dilindungi itu. Termasuk di salah satu hotel di Lovina yang memelihara lumba-lumba, burung, dan beberapa reptil. Karena itu wajib kesehatan dan kesejahteraan termasuk pakan serta sarana prasarananya rutin diperiksa. Hanya,
Sumarsono menyebut pemeriksaan sempat terlambat karena kesibukan, sehingga baru saat ini dilakukan. Selain itu, pemeriksaan lambat karena BKSDA harus menunggu bantuan dokter hewan yang ahli untuk dilibatkan dalam pemeriksaan kesehatan hewan yang dilindungi itu. “Seharusnya, pemeriksaan itu rutin dilakukan. Tetapi karena kesibukan dan kita kesulitan dokter hewan, sehingga pemeriksaan ini baru dilakukan sekarang. Dokter yang kita libatkan mulai ahli darah, ahli penyakit dalam, dan ahli lain,” katanya. Dari pemeriksaan itu, kata Sumarsono. pihaknya belum bisa menyampaikan hasilnya. Ini karena masih perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan, sehingga nanti secara keseluruhan hasilnya akan diinformasikan. Hasil pemeriksaan ini dipastikan memberikan peringatan kepada pihak pemelihara kalau terbukti kesehatan satwa itu terganggu. Bisa jadi karena sarana prasarananya yang tidak mendukung. Tidak hanya peringatan, namun BKSDA bisa saja akan mengevakuasi satwa yang tadinya dipelihara ke beberapa mitra lembaga
konservasi seperti kebun binatang yang ada di Bali dan daerah lainnya. “Kalau memang ada satwa yang kesehatannya tidak dijamin dan sarana tidak memadai, maka satwanya akan dievakuasi. Kita lakukan kerja sama dengan beberapa lembaga mitra konservasi,” jelasnya. Lumba-lumba Mati Terkait informasi seekor lumba-lumba yang mati, Sumarsono menyebut kejadian ini masih dalam pemeriksaan lebih lanjut di Balai Besar Veteriner (BBVET) Kesehatan Hewan di Denpasar. Dari pemeriksaan di lokasi pemeliharaan itu, lumba-lumba yang dipelihara itu dipergunakan untuk terapi kesehatan. Sebetulnya, usia lumba-lumba itu sudah tua, sekitar 50 tahun. Dengan usia lumba-lumba itu yang terlalu tua, diduga bisa saja sudah waktunya satwa mamalia tersebut mati. Namun sejauh ini, pihaknya belum bisa memastikan. ‘’Kami masih menunggu hasil uji sampel organ lumba-lumba yang sudah diambil sebelumnya itu,’’ ujar Sumarsono. (mud)
Bali Post/kmb38
LUMBA LUMBA – Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Bali memeriksakesehatan dan kesejahteraan puluhan satua langka yang dipelihara salah sastumenejemen hotel di Lovina, Kecamatan Buleleng.
GIANYAR
Selasa Pon, 6 Agustus 2019
9
Berlangsung Sebulan
Tradisi ”Aci Keburan” di Pura Hyang Api WARGA Desa Kelusa, Kecamatan Payangan menggelar tradisi Aci Keburan di Pura Hyang Api desa setempat mulai Senin (5/8) kemarin. Tradisi unik ini akan berlangsung selama sebulan. Tradisi yang rutin digelar setiap enam bulan ini sebagai simbolisasi harmonisasi dengan hewan peliharaan. “Ini sebagai simbolisasi karena hewan peliharaan krama sudah hidup sehat, dari ternak babi, ayam, bebek dan lain sebagainya. Ketika kena penyakit, krama juga biasanya nunas tirta di sini untuk dipercikan ke hewan peliharaannya yang kena penyakit tersebut,” ujar pemangku pura Ida Bagus Suragatana. Suragatana menjelaskan, pelaksanaan tradisi Aci Keburan memang seperti tabuh rah. Namun tradisi ini bukan seperti tajen, karena tradisi di Pura Hyang Api ini tidak berlaku menang atau kalah. “Digunakan itu sistem ngayah, dan ngaturan sesari dari ayam yang dihaturkan dalam prosesi Aci tersebut,” jelas pria asal Gria Gede, Desa Kelusa, Kecamatan Payangan tersebut.
Menurut Suragatana, tujuan pelaksanaan Aci tersebut sebagai bentuk rasa syukur pamedek ataupun krama. Sebab yang datang ke pura ini tidak hanya dari daerah Payangan, namun dari seluruh Bali. “Ini pamedek dari seluruh Bali yang yakin dengan keberadaan pura tersebut untuk memohon kesuburan pada peliharaannya dan digunakan sebagai pelengkap upacara,” katanya. Sesuai informasi yang ia terima dari para panglingsir, kata Suragatana tradisi ini sudah berlangsung sejak tahun 1.338. “ Kala itu tidak disebut dengan judi atau tajen, karena ini ada rentetannya dengan pelaksanaan yadnya di Pura Hyang Api ini. Seandainya tidak dilakukan, takutnya ada sebuah kabrebeh (hambatan) bagi peliharaan krama,” ujarnya. Suragatana mengatakan, selama sebulan ini pelaksanaan tradisi ini akan berlangsung pada pagi hari, mulai pukul 07.30 Wita sampai pukul 10.00 Wita. “Itu terus berlangsung selama sebulan, dimulai dari patoyan di Pura Hyang Api sejak Kuningan beberapa hari lalu,” ujarnya. (nik)
ACI KEBURAN - Suasana tradisi Aci Keburan yang berlangsung di Pura Hyang Api di Desa Kelusa, Kecamatan Payangan.
Turis Prancis Meninggal di Vila Gianyar (Bali Post) Warga negara asing (WNA) Daniel Rosso ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di vila tempatnya menginap di wilayah Ubud, Senin (5/8) kemarin. Belum diketahui pasti penyebab meninggalnya turis berusia 74 tahun berkebangsaan Prancis tersebut. Sementara ini, jenazah korban dititipkan di RS Sanglah Denpasar. Informasi yang dihimpun di lapangan, kematian korban awalnya diketahui oleh seorang pekerja swasta Ahmad Faris yang tinggal di Jalan Resi Muka Barat, Kecamatan Denpasar Barat. Pria berusia 54 tahun ini awalnya dihubungi oleh Daniel, Minggu (4/8) lalu. Namun karena
ada kesibukan, Ahmad baru bisa datang ke vila tersebut Senin kemarin. Sembelum datang ke vila itu, Ahmad sempat kesulitan menghubungi korban sejak Senin pagi kemarin. Ahmad yang merasa curiga akhirnya langsung menuju vila yang lokasinya berdekatan dengan markas Koramil Ubud itu. Sesampainya di vila pada Senin siang sekitar pukul 11.00 Wita, ternyata Daniel sudah ditemukan dalam posisi tergeletak di lantai kamar. Posisi Daniel tertidur menyamping dengan wajah menghadap lantai. Saksi Ahmad langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Ubud. Kanit Reskrim Polsek
Ubud Iptu Dewa Paramartha membenarkan kejadian tersebut. Dikatakan, petugas langsung mengecek tubuh korban yang sudah menginap beberapa bulan di vila itu. “Diketahui korban punya sakit hipertensi. Usianya sudah 74,” ujarnya. Paramartha mengatakan, berdasarkan hasil pengecekan pada tubuh korban, tidak ditemukan adanya tanda kekerasan. Selanjutnya jenazah korban langsung titipkan di RS Sanglah. Karena korban merupakan warga asing, maka polisi langsung berkoordinasi dengan Konsulat Prancis. “Supaya keluarganya tahu dan mengambil jenazahnya,” tegasnya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Pelantikan dewan terpilih akan berlangsung pada 12 Agustus mendatang di Gedung DPRD Gianyar. Berbagai persiapan sudah dilakukan untuk acara tersebut. “Berbagai persiapan sudah kita proses, selanjutnya untuk gladi akan diselenggarakan pada 10 dan 11 Agustus mendatang,” kata Sekretaris DPRD Giannyar I Wayan Artana, Senin (5/8) kemarin. Menurut Artana, masa jabatan DPRD yang lama sesunguhnya sudah berakhir 11 Agustus, namun karena itu jatuh pada hari Minggu, sehingga proses pelantikan dewan terpilih dilakukan, Senin (12/8). Ditambahkan, dalam kegiatan itu anggota DPRD lama yang tidak lolos pemilu juga tetap diundang. “Mereka tetap diundang, tetapi kalau melihat pengalaman
biasanya banyak yang tidak datang,” ungkapnya. Artana mengatakan, pada pelantikan ini akan ada seribu lebih undangan yang hadir ke Gedung DPRD Gianyar. Karena keterbatasan tempat, para undangan ini akan ditempatkan dalam sejumlah sudut ruangan di gedung tersebut, kemudian menyaksikan prosesi pelantikan melalui layar yang sudah disediakan. “Kemungkinan di bawah juga kita taruh layar, mengantisipasi jumlah tamu yang melebihi kapasitas,” katanya. Sementara untuk
parkir kendaraan, kata Artana pihaknya akan mengarahkan tamu undangan untuk memanfaatkan Lapangan Astina Gianyar. Selanjutnya mereka akan diantar menuju Gedung DPRD Gianyar mengunakan kendaraan yang sudah disediakan. “Kita sudah antisipasi masalah parkir dengan mengarahkan ke Lapangan Astina Gianyar,” tegasnya. (kmb35)
Pelantikan Dewan Dijadwalkan 12 Agustus
Gianyar (Bali Post) Jajaran Polsek Blahbatuh mengamankan Rohim, Senin (5/8) dini hari. Pelaku berusia 31 tahun asal Lumajang, Jawa Timur ini ditangkap karena mencuri handphone (HP) yang disimpan di bagasi sepeda motor milik korban Ni Putu Trisna Wuladari, Minggu (4/8) lalu. Kini pelaku masih mendekam di sel tahanan Mapolsek Blahbatuh. Awalnya, korban Trisna berbelanja di Toko Sujati di Desa Blahbatuh. Korban berusia 20 tahun ini datang ke lokasi tersebut dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario. Sepeda motor
itu langsung diparkir di depan toko, korban juga menaruh HP Iphone 6+ miliknya di bagasi depan kendaraan tersebut. Usai berbelanja, korban menuju sepeda motor dan mendapati HP-nya sudah hilang. Tanpa pikir panjang, Trisna langsung melapor ke Polsek Blahbatuh. Selanjutnya Unit Opsnal Reskrim Polsek Blahbatuh yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu I Ketut Merta dan Panit 1 Ipda Ngakan Ketut Erawan beserta anggota, melakukan penyelidikan pada Minggu malam sekitar pukul 22.30 Wita. Polisi mengecek reka-
Asap Tebal Selimuti TPA Temesi
Gianyar (Bali Post) -
Asap kembali mengepul di areal Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi, Minggu (4/8) malam. Warga yang bermukim di dekat lokasi, seperti Desa Lebih pun terdampak kepulan asap tersebut. Sementara petugas pemadam kebakaran langsung terjun melakukan penanganan ke TPA Temesi hingga Senin (5/8) kemarin. Kepala Satpol PP Gianyar dan Damkar (Pemadam Kebakaran) Gianyar I Made Watha membenarkan pihaknya kembali menerima laporan dari pengelola TPA Temesi terkait kepulan asap di areal TPA Temesi. “Usai menerima laporan, petugas langsung saya terjunkan ke TPA Temesi untuk memadamkan api dari tumpukan sampah,” ujar Watha, Senin (5/8) kemarin. Menurut Watha, kepulan asap paling banyak terlihat dari sisi timur TPA Temesi. Beberapa sisi lain dari TPA ini juga mengeluarkan kepulan asap, namun dengan intensitas kecil. “Sisi timur yang paling banyak kepulan asap. Ini akibat gas metan yang terbakar,” katanya. Selama proses pemadaman, kata Watha, pihaknya mengerahkan empat armada Damkar Gianyar untuk menyemprot areal yang terbakar. “Kami ada sembilan armada, tapi untuk kali ini kita turunkan empat armada
saja melakukan pemadaman,” katanya. Panggilan untuk permohonan pemadaman, dari pihak TPA Temesi terkait kepulan asap diakuinya sudah berulang kali, namun tidak setiap hari. Terlebih beberapa hari lalu pascapemadaman serentak kepulan asap sempat mengecil. “Tidak hanya kemarin, beberapa hari lalu sebelum Kuningan kami juga dipanggil melakukan pemadaman, karena kepulan asap yang menebal,” katanya. Watha mengakui, kepulan asap di TPA Temesi memang sering dengan ketebalan tinggi hingga mmbuat desa di sekitarnya seperti Desa Lebih terdampak asap. Menyikapi kondisi ini, petugas BPBD Gianyar sudah turun ke desa tersebut untuk pembagian ratusan masker. “Ini namanya alam tidak bisa diduga. Minggu malam debu dari terbakarnya sampah TPA Temesi terbang hingga ke Desa Lebih,” katanya. (kmb35)
MENGECEK - Kepala Satpol PP Gianyar I Made Watha saat mengecek proses pemadaman di TPA Temesi, Senin (5/8) kemarin.
Curi HP, Rohim Dibekuk Polisi
man CCTV di seputaran lokasi tersebut. Berdasarkan hasil rekaman CCTV toko tersebut, dapat meregestrasi plat kendaraan yang dipakai oleh pelaku. Tidak butuh waktu lama, pelaku Moch Rohim ditangkap polisi, Senin dini hari. Selanjutnya pelaku beserta barang bukti diamankan ke Mapolsek Blahbatuh untuk penanganan lebih lanjut. Kapolsek Blahbatuh Kompol Ketut Dwikora membenarkan adanya penangkapan pelaku. “Pelaku sudah ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujarnya. (kmb35)
Bali Post/nik
JEMBRANA
10
Selasa Pon, 6 Agustus 2019
Anggaran Pilkada Rp 27 Miliar Negara (Bali Post) – Setelah beberapa kali pembahasan antara penyelenggara dan Pemkab Jembrana, akhirnya Pemkab Jembrana menyepakati anggaran untuk Pilkada Jembrana 2020 sebesar Rp 27.866.714.000. Hal tersebut diungkapkan Sekda Jembrana I Made Sudiada usai pertemuan bersama instansi terkait berkenaan dengan anggaran Pilkada di Ruang Rapat Sekda, Senin (5/8) kemarin. Dalam rapat yang dihadiri unsur KPU, Bawaslu, Polres, Kodim 1617/Jembrana dan OPD terkait tersebut disepakati total anggaran senilai Rp 27 miliar di APBD 2020. “Total secara keseluruhan kita siapkan di anggaran induk sebesar Rp 27 miliar untuk pilkada. Hal ini setelah melalui pembahasan bersama instansi pelaksana serta penggodokan anggaran oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD) Jembrana,” ujar Sudiada. Ia juga mengatakan, anggaran Rp 27 miliar itu akan diserahkan melalui mekanisme hibah untuk penggunaan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jembrana, Bawaslu Jembrana dan TNI/Polri. Rinciannya Rp 18,5 miliar untuk KPU, Rp 4,5 miliar un-
tuk Polres Jembrana, Rp 4,3 miliar untuk Bawaslu serta Rp 450 juta untuk Kodim Jembrana. Sekda I Made Sudiada juga menegaskan, penetapan anggaran itu juga dengan mempertimbangkan kemampuan daerah. Sehingga melalui rasionalisasi anggaran akhirnya ketemu di angka Rp 27 miliar. Menurutnya penetapan anggaran ini sudah final dengan estimasi ada lima pasangan calon yang turut serta. “Inti-
ANGGARAN PILKADA KPU
Rp 18,5 miliar
Polres
Rp 4,5 miliar
Bawaslu Rp 4,3 miliar Kodim
Rp 450 juta
nya secara anggaran kami siap untuk Pilkada Jembrana 2020 nanti,” terang Sudiada. Sementara Bupati Jembrana I Putu Artha berharap dengan ditetapkannya anggaran pilkada Jembrana, berbagai tahapan pemilu bisa dikerjakan dan berlangsung lancar sesuai tahapan. “Semoga pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020 nanti berjalan lancar, baik, kondusif dan aman, terutama di Kabupaten Jembrana,” katanya. Awalnya terkait pembahasan anggaran ini sempat terjadi tarik ulur. Anggaran yang diajukan penyelenggara dirasionalisasi menyesuaikan kemampuan daerah. KPU Jembrana awalnya mengajukan anggaran sebesar Rp 25 miliar untuk lima paslon. Melalui pembahasan akhirnya disesuaikan turun menjadi Rp 18,5 miliar. Begitu halnya dengan anggaran Bawaslu Jembrana yang awalnya mengajukan Rp 7,2 miliar akhirnya dirasionalisasi lagi diturunkan menjadi Rp 5,7 miliar. Terakhir anggaran untuk Bawaslu menjadi Rp 4,3 miliar. (kmb26)
Bali Post/olo
BAHAS PILKADA - Pembahasan terkait anggaran Pilkada Jembrana 2020 akhirnya disepakati Rp 27 miliar lebih.
Polisi Bekuk Tiga Pengguna Sabu
Bali Post/olo
NARKOBA - Ketiga tersangka pengguna SS yang diamankan jajaran Sat Narkoba Polres Jembrana.
Negara (Bali Post) – Tiga orang pengguna narkotika jenis sabu-sabu diamankan Sat Narkoba Polres Jembrana. Polisi mengamankan barang bukti dari masing-masing tersangka berupa sabu-sabu di bawah 1 gram yang dikonsumsi sendiri. Wakapolres Jembrana Kompol Supriyadi Rahman, Senin (5/8) kemarin mengungkapkan ketiga tersangka ini diamankan di tempat dan waktu yang berbeda. Tersangka pertama, Masruhan alias Bolot (33) asal Air Anakan, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara merupakan target dan dibekuk pada Minggu (14/7) malam lalu di jalan umum Desa Kaliakah. Saat digerebek, tersangka yang mengemudikan mobil Xenia warna hitam DK 1443 WD itu diketahui menyimpan sabu dalam plastik klip yang diselipkan di bungkus rokok. Dari pengecekan lebih lanjut tersangka mengakui itu merupakan sabu dengan berat 0,28 gram atau netto 0,05 gram.
mereka terpisah dan semakin ke tengah. “Semuanya pisah agak jauh, yang paling jauh ponakan saya, Umar. Tak terasa terseret agak dalam,” ujar Setiawan. Merasa semakin di tengah, semuanya panik termasuk Setiawan sendiri. Ia pun panik karena posisi saling berjauhan dan bingung hendak menyelamatkan siapa. “Yang pertama saya dorong ponakan Nanda, setelah di pinggir baru anak saya. Umar, ponakan saya agak jauh, tapi ia juga akhirnya bisa ke tepi,” ujarnya. Karena derasnya arus, Setiawan sempat bergumul melawan arus cukup lama untuk menyelamatkan anak dan keponakannya. Setelah menyelamatkan anak dan ponakannya selamat, ia pun sempat pingsan lantaran sudah kehabisan tenaga melawan arus. Untungnya ada seorang warga yang membantu menarik dirinya ke tepian meskipun dalam posisi pingsan. Kondisi ini sempat membuat panik warga yang memadati sekitar pantai di objek wisata Delodberawah itu. Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Yeh Kuning dan akhirnya dalam waktu 1 jam ia pun kembali sadar. “Airnya sebenarnya tidak terlalu keras. Cuma gelombang ombaknya banyak dan membuat kami terpisah. Itu yang membuat panik,” tambahnya. Keluarga besar yang tinggal di Lingkungan Delod Bale Agung, Kelurahan Tegalcangkring kemarin nampak bersyukur kerabat mereka lolos dari maut. Oleh keluarga, keempat orang yang sempat tenggelam itu diupacarai di pantai lokasi kejadian dan di rumah. (kmb26)
Bali Post/olo
UPACARA NEBUS - Bapak, anak dan dua keponakan yang nyaris tenggelam di Pantai Delodberawah kemarin diupacarai panebusan oleh keluarga. Keluarga bersyukur mereka selamat dari maut.
yang disimpan dalam bungkus rokok. Polisi sebelumnya menerima informasi bahwa Marlon sering melakukan transaksi (membeli) narkoba jenis sabu dan pembayaran dilakukan dengan cara transfer. Sabu ini dibeli dari seseorang bernama Wahyu (masih TO) yang saat ini masih berada di balik jeruji besi. Setelah mengamankan tersangka, polisi selanjutnya melakukan penggeledahan di rumah tersangka di Lingkungan Baler Bale Agung, Kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo. Di dalam kamar pelaku, ditemukan sejumlah alat untuk menghisap sabu. Seperti rangkaian bong, pipet, gunting dan bandel klip plastik. Setelah ditimbang, kristal bening sabu itu seberat 0,36 gram atau netto 0,20 gram. Ketiga tersangka penyalahgunaan narkoba itu dijerat Pasal 112 ayat (1) atau Pasal 127 ayat (1) huruf a UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Ketiganya kami tahan dan sedang proses sidik,” ungkap Wakapolres. (kmb26)
Korupsi Dana Santunan Kematian Berkas Mantan Kaling Dilimpahkan
Empat Orang Nyaris Tenggelam Negara (Bali Post) Acara rekreasi keluarga I Ketut Setiawan (46), warga Lingkungan Delod Bale Agung Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Minggu (4/8) sore di pantai Delodberawah menegangkan. Setiawan bersama anak dan dua keponakannya nyaris tenggelam saat mandi di pantai selatan kolam renang Delodberawah tersebut. Beruntung keempatnya berhasil selamat, meskipun Setiawan sempat pingsan dan dirawat di Puskesmas Yeh Kuning. Setiawan ditemui seusai prosesi nebus bersama anak dan dua keponakannya, Senin (5/8) kemarin, mengaku sempat berpikir akan mati ketika terseret ke tengah. “Panik, karena anak-anak saling terpisah. Saya sempat berpikir sudah pasti mati (tenggelam),” ujar pria yang bekerja di Gianyar ini. Sutiawan didampingi kakak sulungnya, Nyoman Darma, menceritakan awal mereka datang ke pantai memang untuk mandi. Setiawan yang saat itu pulang kampung terkait hari raya Kuningan, mengajak anak serta tiga ponakannya ke pantai Delodberawah sekitar pukul 16.30 Wita. Dari lima orang tersebut, empat di antaranya mandi ke pantai yakni Setiawan, anaknya, Kadek Yoga Adi Saputra (8), dan dua ponakan, Umar Madinah (14) serta Kadek Nanda Wibawa Wiguna Putra (9) berenang ke pantai. Sejatinya keempatnya sempat ke tepi dan duduk-duduk di pantai. Namun tak berselang lama, keempatnya kembali turun ke laut untuk mandi. Tak disangka saat mandi yang kedua itu gelombang cukup kencang hingga
Selanjutnya tersangka kedua I Kadek Suparta alias Kadek Tuyul (42) asal Lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk pada Selasa (23/7) sore. Tersangka digerebek di rumahnya dan mengamankan dua buah plastik klip berisi sabu dengan berat keseluruhan bruto 0.88 gram atau netto 0,64 gram. Selain itu petugas juga mengamankan barang bukti dua buah bong dari botol bekas minuman bersoda dan botol kaca, korek api dan timbangan digital. “Ini berdasarkan informasi masyarakat tersangka membeli sabu dari Banyuwangi kemudian dipecah menjadi bagian kecil,” terang Wakapolres didampingi Kasat Narkoba AKP I Komang Muliyadi. Dari hasil pengecekan, mengaku alat-alat berikut sabu yang tersimpan di lemarinya itu merupakan miliknya. Tersangka ketiga, I Gede Agus Eka Sentana alias Marlon umur 35 tahun, diamankan pada Sabtu, 27 Juli lalu. Marlon diamankan di Lapangan Pergung lantaran menyimpan plastik klip berisi sabu-sabu
Ivan Praditya Putra
Negara (Bali Post) Tim Unit Tipidkor Sat Reskrim Polres Jembrana melimpahkan berkas kasus dugaan korupsi santunan kematian dengan tersangka NLS, mantan Kepala Lingkungan (Kaling) Asri, Kelurahan Gilimanuk ke Kejari Jembrana, Senin (5/8) kemarin. NLS merupakan tersangka keempat setelah tiga lainnya saat ini telah menjalani hukuman penjara. Kejari Jembrana juga telah menunjuk tujuh orang jaksa penutut umum (JPU) untuk menangani kasus tersebut. Modus yang dilakukan tersangka mantan kaling ini tidak jauh berbeda dengan tersangka sebelumnya. Yakni membuat permohonan 48 santunan kematian yang direkayasa, antara bulan Februari hingga Desember 2015 lalu. Permohonan itu diajukan ke Dinas Kesejahteraan Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jembrana dan dicairkan senilai puluhan juta rupiah. NLS bersekongkol dengan terpidana Indah Suryaningsih selaku
staf Dinas Kesos sehingga dana yang semestinya untuk keluarga warga meninggal itu dinikmati sendiri. Dari 48 permohonan santunan disinyalir tersangka NLS menerima Rp 29,8 juta dan terpidana Indah Rp 42,2 juta. Kasi Pidsus Kejari Jembrana, Ivan Praditya Putra, Senin (5/8) kemarin membenarkan adanya pelimpahan tahap pertama tersangka NLS. Kejari memiliki waktu untuk memeriksa hingga 14 hari sejak diterima. Kejari juga telah menunjuk tujuh JPU untuk menangani kasus dugaan pelanggaran pasal 2 ayat 1, Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Bila nantinya dari hasil pemeriksaan berkas ditemukan belum lengkap, akan dikembalikan untuk diperbaiki penyidik. Berkas dengan tebal ratusan halaman ini diprediksi tidak akan banyak perbaikan. Pasalnya sebelumnya kasus santunan kematian ini sudah menyeret tiga orang yang telah menjalani proses persidangan. (kmb26)
Ditelusuri, Warga yang Digigit Anjing Rabies Negara (Bali Post) Dinas Kesehatan Jembrana melakukan penelusuran dan tindakan terhadap warga tergigit anjing yang diketahui positif rabies di Banyubiru, Kecamatan Negara. Tim kesehatan dari Puskesmas Negara telah memberikan vaksin anti-rabies (VAR) terhadap warga tergigit anjing rabies yang diketahui bernama I Nengah Yarma (55) asal Banyubiru. Dari informasi, seorang warga digigit anjing, Senin (22/7) lalu. Yarma mengalami gigitan pada telunjuk kanannya. Setelah ditelusuri ternyata anjing tersebut milik warga di Baluk Rening, Desa Baluk, Kecamatan Negara. Warga mendapati anjing tersebut sudah mati pada Kamis (1/8) lalu dan kejadian ini dilaporkan kepada petugas. “Dari sampel yang diambil, anjing itu positif rabies,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Putu Suasta, Senin (5/8) kemarin. Mengetahui hasil anjing positif rabies tersebut, tim dari kesehatan kembali turun untuk menelusuri warga lain yang kemungkinan mengalami gigitan. Sebelumnya petugas juga telah melakukan tindakan terhadap warga Desa Banyubiru, I Nengah Yarma (55) yang juga sempat digigit anjing tersebut. Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Ida Bagus Made Adnyana menambahkan, dari pengecekan tidak ada korban lain yang digigit anjing selain I Nengah Yarma. Petugas juga telah memberikan tindakan terhadap warga itu dengan memberikan VAR dan SAR sejak muncul laporan Kamis lalu. Ia memastikan hanya satu orang korban. (kmb26)
Bali Post/olo
DATANGI WARGA - Petugas Dinas Kesehatan melakukan penelusuran ke rumah warga yang tergigit anjing positif rabies.
Selasa Pon, 6 Agustus 2019
Karangasem
11
Bupati Karangasem I Gusti Mas Sumatri Buka Secara Resmi Sekolah PAUD dan TK Berbasis Alam
PAUD dan TK Trihita Alam Eco School, itulah nama sekolah berbasis alam yang kini hadir di Kabupaten Karangasem, tepatnya di Desa Jungutan Bebandem. Sesuai namanya, sekolah ini mengikuti tiga prinsip dasar warga Bali, yakni Tri Hita Karana (harmonisnya relasi antara Tuhan, hubungan sesama umat manusia, dan alam lingkungannya). Tri Hita Karana itu diangkat sebagai visi dan konsep pemahaman baru di dunia pendidikan. Bupati Karangasem IGA Mas Sumatr, membuka secara resmi sekolah itu, Senin (5/8) kemarin. Bupati mengapresiasi pihak yang mewujudkan keberadaan PAUD dan TK Trihita Alam Eco School di Ujung Timur Pulau Bali. Terlebih saat ini, Pemkab Karangasem tengah berjuang ke luar dari predikat daerah buta aksara tertinggi. Hal ini bisa jadi angin segar bagi peningkatan kualitas dunia Pendidikan di Karangasem. Dalam mengentaskan
buta aksara, kata IGA Mas Sumatri, meningkatkan kualitas pendidikan usia dini perlu ditanggapi serius. Ini sebagai usaha mencetak generasi penerus. Nantinya diyakini dapat membangun daerah menjadi lebih baik. “Dengan cara ini pemerintah yakin, kelak pelajar Karangasem mampu bersaing bukan saja dengan daerah lainnya bahkan juga dengan negara lain,” ujar Mas Sumatri. Pendiri PAUD dan TK Trihita Alam Eco School, Wanty Siregar, mengatakan sekolah ini tidak mengikuti kurikulum tertentu. Ia telah berkecimpung selama puluhan tahun di dunia pendidikan, merancang program pendidikannya sendiri secara organik dan menyenangkan. Artinya, program pendidikan ini bisa disesuaikan dan berkembang kapan saja, sesuai minat dan kecepatan belajar para murid. Wanty Siregar menyebutkan, sekolah berbasis alam ini sebelumnya telah ada
di Renon, Denpasar Bali, tepatnya di Jalan Tukad Badung Gang XXV No. 8088. Di sana, tiap bulan ada tema seperti Ocean Life, The Earth, Insects dan lain-lain. “Kami pun akan mencoba menerapkan hal itu di sini,” tuturnya.
Praktik Langsung Menurutnya, belajar calistung terlalu awal tidak dianjurkan di sini, tetapi lumayan rutin diadakan field trip untuk mempraktikkan pelajaran secara langsung. Pendidikan difokuskan kepada karakter unik setiap anak, tanpa usaha menjadikan pendidikan sebagai produk massal yang standar. Kenyataannya, banyak sekali sekolah yang mempraktikkan pendidikan dengan menjejalkan ilmu dari luar ke dalam kepala murid. Pada masa-masa emas balita, sungguh penting membentuk pola belajar yang aktif dan menyenangkan. Tujuannya, memicu hasrat untuk terus ingin tahu dan menemukan hal-hal baru.
Pelajaran dilakukan dengan play-based learning, belajar sambil bermain dan menggunakan bahan-bahan daur ulang ataupun unsurunsur alam. Di Trihita Alam, tidak ada sesi duduk, diam, dan menghafal huruf atau angka. Tidak ada sesi belajar menulis atau tracing huruf. Anak-anak belajar alfabet dari lagu, sambil menari dan melompat. Mereka belajar angka dari permainan treasure hunt, berburu batu-batu yang ditulisi angka 1-100 dan disembunyikan di seluruh penjuru sekolah. “Para siswa nantinya belajar tracing menggunakan batu kerikil dan kapur di lantai kelas yang terbuat dari terakota. Daun, batu, kerang, kertas bekas atau semua hal yang ada di sekitar mereka, semua bisa menjadi alat bantu belajar atau permainan,” imbuhnya. Wanty Siregar juga menyatakan, di sekolah ini juga diterapkan perilaku yang baik. Anak-anak diajarkan selalu menyapa ‘’selamat Pagi, bilang tolong, dan
terima kasih’’. Mereka juga belajar menunggu giliran. Termasuk belajar membereskan mainan setelah bermain. Selain anak-anak, orangtua juga mendapat kesempatan belajar. Setiap bulan diadakan Parents’ Meeting. Pada program itu, Ibu Wanty akan mengajarkan berbagai topik mengenai
pendidikan dan pengasuhan anak. Bahkan tentang daur ulang, perlunya pola makan yang sehat dan alami. Banyak sekali manfaat yang bisa diambil para orangtua dari seminar mini secara berkala itu. Pada saat pertemuan ini, para orangtua juga bisa mengamati perkembangan anaknya di
sekolah melalui progress book. Semacam kliping pribadi yang disiapkan sekolah. Progress book itu berisi hasil karya dan komentar guruguru mengenai perkembangan setiap anak. “Semoga kehadiran kami bisa turut memajukan pendidikan di Kabupaten Karangasem,” ujarnya. (ad105)
BUKA PAUD DAN TK - Bupati Mas Sumatri saat membuka secara resmi PAUD dan TK Trihita Alam Eco School, di Desa Jungutan, Bebandem.
PDAM Temui Pemprov Bali
Penutupan Distribusi Air Telaga Waja Diperpendek
Bali Post/kmb31
MITIGASI BENCANA - Salah satu petugas BPBD Karangasem saat memberikan penjelasan tentang mitigasi bencana kepada siswa.
Tingkatkan Upaya Mitigasi Bencana
BPBD Bagi Ilmu Sasar Sekolah
Amlapura (Bali Post) Di tengah situasi berbagai daerah yang terus-menerus diguncang gempa, BPBD Karangasem semakin gencar melakukan upaya pencegahan. Tidak hanya orang dewasa, BPBD Karangasem membagi-bagi ilmunya menyasar kalangan siswa di sekolah. Seperti dilakukan Senin (5/8) kemarin. Tujuannya, agar anak-anak juga dibekali cara-cara menghadapi bencana dengan baik. Kesiapan bencana bagi anak-anak itu penting, agar mereka tidak mudah panik saat menghadapi bencana. Melainkan sebaliknya selalu waspada dan juga tahu apa yang harus dilakukan. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa mengatakan, pihaknya menyasar siswa di SMAN 3 Amlapura. Rupanya, siswa dan guru setempat juga antusias, mengikuti pembekalan upaya mitigasi itu. Tujuan program mitigasi itu untuk menghadapi ragam bencana, bukan saja gempa bumi termasuk tsunami. Ada 800 orang mengikuti pengarahan petugas BPBD yang dipimpin lang-
sung Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan I Wayan Pika Wiadnya. Kegiatan itu juga dibantu enam personel BPBD Karangasem lainnya. “Kami sengaja membekali siswa cara-cara mitigasi bencana. Tujuannya, agar anakanak lebih siap menghadapi setiap ancaman bencana alam. Misalnya gempa bumi dan lainnya. Sebab, bencana bisa mengancam siapa saja. Warga yang benar-benar siaplah yang
bisa terhindar dari ancaman bencana itu,” tegas Arimbawa saat hadir sebagai pembicara pada acara tersebut. Di sana, siswa mendapat berbagai penjelasan penting bagaimana menghadapi bencana dengan baik. Bahkan, langsung dilakukan pelatihan proses evakuasi di sekolah itu. Bukan saja para siswa, guru termasuk pegawai TU pun ikut agar mengetahui apa yang harus dilakukan ketika
terjadi bencana alam,’’ tambah Arimbawa. Proses latihan layaknya simulasi itu sekaligus juga memastikan titik-titik kumpul yang aman di lingkungan sekolah. Dengan demikian, ketika terjadi gempa bumi misalnya, siswa dan keluarga besar sekolah itu paham dan tahu harus bertindak apa. Arimbawa berharap, setelah mendapat penjelasan dan praktik langsung dari BPBD Karangasem, pihak sekolah bisa mengulanginya sendiri secara mandiri. Simulasi mandiri itu bertujuan meningkatkan kualitas siswa dan warga sekolah dalam menghadapi bencana. Pihaknya mengaku terbuka untuk sekolah lainnya yang memerlukan penjelasan dan tata cara ideal menghadapi bencana. (kmb31)
Angin Kencang, Atap Rumah Warga Rusak Amlapura (Bali Post) Angin kencang yang menerjang Karangasem, Sabtu (3/8) lalu, menimbulkan kerusakan pada rumah warga di Banjar Dinas Bukit, Desa Sukadana, Kecamatan Kubu. Rumah I Nengah Darma alias Ngenteg rusak berat. Bagian atapnya langsung rusak. Bahkan, saking kencangnya tiupan angin, membuat atap rumah itu terbang hingga di seberang jalan. Kejadian itu membuat rumah Ngenteg tak bisa ditempati. Mengetahui peristiwa itu, BPBD Karangasem langsung terjun ke lokasi. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa, Minggu (4/8) lalu, mengatakan langsung menyerahkan sejumlah bantuan
untuk meringankan sedikit beban Ngenteg. Bantuan tersebut berupa kebutuhan pokok, seperti makanan siap saji, makanan tambahan, lauk pauk, sandang, matras, selimut, dan berbagai kebutuhan dasar keluarga lainnya. Penyerahan bantuan itu disaksikan Camat Kubu, Perbekel Sukadana, dan Klian Banjar Dinas masingmasing wilayah. Pihaknya berharap bantuan ini sementara dapat meringankan beban keluarga Ngenteg. Setelah itu, baru direncanakan untuk proses perbaikan rumahnya. ‘’Sudah saya minta Ngenteg membuat proposal, kerusakan akibat dampak bencana angin kencang itu. Nanti diusulkan lewat dana
bencana provinsi,’’ katanya. Tidak hanya di Banjar Dinas Bukit, bantuan serupa juga diserahkan kepada korban kebakaran di Banjar Dinas Mekar Sari,
Desa Sukadana. Kebakaran di rumah milik I Komang Tantra itu menghanguskan seisi rumahnya. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 800 juta. (kmb31)
Bali Post/kmb31
ATAP COPOT - Bangunan rumah Ngenteg yang atapnya sudah copot tertiup angin.
Amlapura (Bali Post) Rencana perbaikan sumber mata air Telaga Waja, membuat akses distribusi dari sumber mata air ini akan terhenti. Awalnya, penutupan dijawalkan 5 Agustus sampai 26 Agustus. Namun, setelah dilakukan koordinasi lebih jauh dari PDAM atau Perumda Tirta Tohlangkir, akhirnya disepakati penutupan selama 22 hari kemudian diperpendek jadi empat hari saja. Direktur Perumda Tirta Tohlangkir I Gusti Made Singarsi, Senin (5/8) kemarin, mengaku melakukan koordinasi langsung di BWS (Balai Wilayah Sungai) Bali-Penida. Acara itu dihadiri pejabat BWS, UPTD Pengelolaan Air Minum Provinsi Bali, dan jajaran PDAM Karangasem. Pertemuan membahas langsung dampak penutupan tersebut, yang berimbas terhadap akses distribusi air bersih para pelanggan di tiga kecamatan. Kalau penutupan itu dilakukan terlalu lama, PDAM akan kewalahan melakukan distribusi air bersih menggunakan truk tangki air ke seluruh wilayah pelanggan yang terdampak. “Setelah dilakukan pembicaraan untuk mencari solusi, akhirnya disepakati penutupan hanya empat hari. Ketika proses perbaikan itu terjadi kendala, sebagai antisipasi, kami sudah siapkan mobil tangki untuk distribusi air bersih saat layanan sementara dihentikan,” katanya. Dengan hasil pertemuan ini, nantinya jika dilakukan
proses penutupan lagi, akan dikoordinasikan lebih lanjut. Misalnya, ketika pelaksana proyek melakukan penutupan distribusi air untuk stok air bersih di reservoar Batusesa. Dengan demikian, ini akan mengurangi beban PDAM yang rencananya dilakukan proses distribusi air bersih ke seluruh pelanggan terdampak. Sebelumnya, Singarsi mengatakan, pelanggan yang terdampak ada di Desa Muncan, Sebudi Kecamatan Selat. Untuk wilayah Kecamatan Rendang, ada di Dusun Batusesa. Sedangkan, pelanggan di Kecamatan Sidemen, ada di Desa Sangkan Gunung, Desa Tangkup, Desa Talibeng, Desa Lokasari, dan Desa
Kertabuana. Perumda Tirta Tohlangkir bakal mencari air di Kecamatan Rendang (Arca). Air dari Arca itu diangkut dengan mobil tangki menuju ke desa-desa yang mengalami gangguan layanan akibat perbaikan sumber air baku Telaga Waja ini. Selama ini, Perumda membeli air baku Telaga Waja dari UPTD Pengelolaan Air Minum Provinsi Bali. Hasil produksi air baku Telaga Waja itu dibeli seharga Rp 1.200 per meter kubik. Kemudian, Perumda Tirta Tohlangkir menjual kepada para pelanggan seharga Rp 1.300 per meter kubik. Setelah itu, baru dialirkan ke pelanggan Perumda Tirta Tohlangkir. (kmb31)
Bali Post/kmb31
BERTEMU - Jajaran Perumda Tohlangkir saat bertemu UPTD Pengelolaan Air Minum Telaga Waja di BWS Bali Penida.
Tidak RAT Sejak 2017
111 Koperasi Kolaps dan Terancam Dibubarkan
Dinas Koperasi dan UKM Karangasem mulai mendata sejumlah koperasi yang dinilai sudah tidak aktif lagi. Dari 320 koperasi se-Karangasem, terdapat 111 koperasi kolaps dan sudah tidak aktif lagi. Karena itu, koperasi ini terancam dibubarkan. Yang merupakan alasan mendasar Koperasi itu terancam dibubarkan, ternyata sudah tidak menggelar RAT (Rapat Anggota Tahunan) sejak tahun 2017, tepatnya pascaperistiwa awal erupsi Gunung Agung. Lalu, bagaimanakah sejatinya keberadaan koperasi itu sehingga dua tahun tidak menggelar RAT? KEPALA Dinas Koperasi dan UKM Nengah Toya, Senin (5/8) kemarin, mengatakan sesuai Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, koperasi yang belum melakukan RAT sebanyak tiga kali bisa diusulkan untuk dibubaran ke Kementerian Koperasi melalui Dinas Koperasi dan UKM. Daftar koperasi yang sudah tiga kali tidak menggelar RAT sampai batas akhir tahun Juni lalu itu maka dapat dibubarkan. Hampir tiap tahun, Kementerian Koperasi membubarkam koperasi di Karangasem. Alasannya, koperasi itu sudah tak aktif. Tujuannya, agar koperasi yang bersangkutan tidak tercatat sebagai wajib pajak. Dari 111 koperasi yang terancam dibubarkan, seluruhnya tersebar di delapan kecamatan. Mayoritas berada di Kecamatan Kubu. Kemudian Kecamatan Selat, Rendang, Bebandem, Karangasem, dan Manggis.
“Sebelum diusulkan dibubarkan, Dinas Koperasi berencana melakukan pembinaan lebih dulu,” kata Toya. Proses pembinaan akan dilakukan dengan mengerahkan petugas untuk menyisir koperasi yang kemungkinan bisa aktif kembali. Proses ini akan dilakukan secara bertahap. Dinas sejauh ini menyisir koperasi itu satu demi satu. Pengurus dan anggota koperasi yang tak aktif atau jarang melakukan kegiatan akan diajak kembali menghidupkan koperasi itu, sesuai yang diamanatkan UU dan Peraturan Kementerian Koperasi nomor 19 tahun 2015 tentang Rapat Anggota Koperasi. Sementara yang tidak bisa bangkit lagi, baru akan diusulkan segera dibubarkan. Usulannya ke Kementerian Koperasi. Pembubaran dilakukan Kementerian Koperasi melalui surat keputusan. Kewajiban pemerintah daerah hanya mengusulkan.
Data Aset Sebelum dibubarkan, pengurus harus mendata aset koperasi dan mengembalikan uang para nasabah. Harapannya agar tidak menjadi polemik di kemudian hari, sehingga pembubaran berjalan lancar. Untuk diketahui, ketika peristiwa erupsi Gunung Agung, ada instruksi pengosongan pada zona awas. Ini tidak hanya berdampak terhadap warga. Lembaga keuangan mikro yang ada di desa-desa zona awas, seperti LPD dan koperasi juga dibuat kelimpungan. Tercatat, ada 103 koperasi dari total 320 koperasi dan 60 LPD dari total 190 LPD di Karangasem berada di zona awas. Saat itu, ada yang memilih ikut mengungsi ke tempat mayoritas mengungsi. Namun, ada pula yang memilih tetap beroperasi di desa, dengan berbagai pertimbangan. Namun, pada akhirnya mayoritas yang terdampak kini mulai kolaps dan terancam dibubarkan. (gik)
KLUNGKUNG
12
Selasa Pon, 6 Agustus 2019
Bupati Suwirta Instruksikan Setiap Dinas Buat Inovasi Semarapura (Bali Post) Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengharapkan peran aktif masyarakat untuk bersama-sama membangun Klungkung. Selain itu Bupati juga menginstruksikan agar setiap dinas di Klungkung membuat minimal satu inovasi baru tiap tahun. Dalam inovasi tersebut harus dilengkapi dengan kelengkapan administrasi dan dokumentasi yang lengkap, namun tidak menelan biaya terlalu tinggi. Penegasan itu disampaikannya pada Apel Paripurna di Lapangan Puputan Klungkung, Senin (5/8) kemarin. Terkait masalah kemiskinan, ia menyatakan tidak menjadi tugas Dinas Sosial semata, melainkan semua dinas harus bersinergi dan berperan aktif di dalamnya. Sebab, menekan kemiskinan merupakan tugas dan tanggung jawab bersama. “Penanganan kemiskinan merupakan tugas kita bersama. Semua dinas harus berperan aktif dalam menangani masalah kemiskinan,” tandas Bupati. Dalam kesempatan tersebut, Bupati asal Desa Ceningan yang bertindak selaku pembina upacara, mengatakan, sejalan dengan visi Indonesia yang salah satunya mengenai perbaikan SDM, maka semua ASN di jajaran Pemkab Klungkung dan
masyarakat Klungkung harus merubah pola pikir. Seperti halnya pada bidang pendidikan yang merupakan instansi pencetak SDM berkualitas, agar Dinas Pendidikan mampu merencanakan, melaksanakan dan mengawasi infrastruktur pendidikan yang ada di Kabupaten Klungkung secara efektif dan tepat sasaran. Di samping itu, juga melakukan peningkatan kualitas pendidikan. Salah satu caranya adalah mengadakan pertunjukan tentang prestasi yang diperoleh di bidang pendidikan untuk dapat memotivasi generasi muda Klungkung. Pada bidang kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten
Klungkung diharapkan dapat menangkap beberapa peluang dalam melayani masyarakat dengan baik dan efisien. Sementara itu, terkait data mengenai Kabupaten Klungkung, Dinas Komunikasi dan Informatika diminta untuk segera melakukan koordinasi dengan dinas terkait, terutama dalam menyediakan data valid mengenai Kabupaten Klungkung. Pada bidang pariwisata, Bupati Suwirta menginstruksikan Dinas Pariwisata untuk melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPR) Pemkab Klungkung, terutama terkait penataan
Pantai Belatung dan Panggung Ceningan. Kepada Dinas PUPR Pemkab Klungkung agar dalam penataan perbatasan antara Kabupaten Klungkung dengan Kabupaten Gianyar dan penataan perbatasan dengan Karangasem agar segera diselesaikan. “Terkait Mall Pelayanan Publik saya meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman Pemerintah Kabupaten Klungkung, Disdukcapil, Kominfo, dan Perizinan Terpadu untuk berkoordinasi dalam mempercepat adanya Mall Pelayanan Publik ini,” harapnya. Oleh karena itu, Bupati Suwirta menginstruksikan agar setiap tahun masing-masing dinas di jajaran Pemkab Klungkung menyiapkan minimal satu inovasi. Dalam inovasi tersebut harus dilengkapi dengan kelengkapan administrasi dan dokumentasi yang lengkap, namun tidak menelan biaya terlalu tinggi. (win)
”Terkait Mall Pelayanan Publik saya meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman Pemerintah Kabupaten Klungkung, Disdukcapil, Kominfo, dan Perizinan Terpadu untuk berkoordinasi dalam mempercepat adanya Mall Pelayanan Publik ini.” Nyoman Suwirta Bupati Klungkung
Patung Buddha, Destinasi Baru Nusa Penida
Bali Post/win
KUNJUNGAN KERJA - Wabup Kasta saat kunjungan kerja di Dinas PUPR Kabupaten Klungkung, Senin (5/8) kemarin.
Wabup Kasta Ingatkan Jajaran PUPR Profesional dan Taat Hukum
Semarapura (Bali Post) Klungkung saat ini sedang gencar membangun infrastruktur. Untuk memastikan jalannya proyek tersebut, Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta melakukan Kunjungan Kerja ke Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR), Senin (5/8) kemarin. Dalam kunjungan tersebut, Wabup Kasta mengecek data mengenai proyek yang sedang berjalan dan proyek yang akan berjalan di Klungkung daratan dan Nusa Penida. Ia mengingatkan kepada Dinas PUPR agar jangan sampai ada proyek yang mengalami kendala pada saat proses pengerjaannya. Oleh karena itu, dalam perencanaan proyek harus dilakukan dengan matang dan harus memperhatikan track record perusahaan yang mengikuti proses pengadaan. Dalam perencanaan dan
pengerjaannya, diimbau agar Kadis PUPR beserta seluruh jajarannya tanggap dan peka terhadap pengerjaan proyek. Tidak saja terhadap kualitas proyek yang sedang dikerjakan, juga memperhatikan lingkungan. Jangan sampai proyek mengganggu akses masyarakat atau mengganggu pelayakan kepada masyarakat. Di samping juga bekerja secara profesional dan sesuai dengan sistem yang ada, serta tidak melanggar hukum. Seusai kunjungan kerja di Dinas PUPR, Wabup Kasta juga melakukan kunjungan kerja di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Klungkung. Pada kasempatan ini, Wabup Kasta mengecek data penonaktifan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan yang berdasarkan surat keputusan Menteri Sosial Nomor 79/ HUK/2019 tahun 2019. Hal ini untuk mengantisipasi
risiko terjadinya keluhan peserta yang dinonaktifkan sebagai peserta PBI-JK dan memastikan peserta tetap memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan JKN-KIS termasuk pelayanan kepada peserta PBI pengganti. Pengecekan dilakukan untuk memastikan data nama peserta dan nama pengganti sesuai dengan data yang ada di desa, sehingga perbekel bisa menginformasikan kepada warganya. “Saya khawatir, nanti peserta yang tidak tahu bahwa dia sudah dinonaktifkan sebagai PBI, akan marah-marah kepada rumah sakit yang menolak memberikan layanan kepadanya. Ujung-ujungnya peserta dan rumah sakti akan saling berselisih paham. Yang kita inginkan bagaimana pemerintahan ini berjalan lancar dan masyarakat tetap dilayani,” tandas Wabup Kasta, Senin (5/8) kemarin. (win)
Semarapura (Bali Post) Secara umum Destana atau Desa Tangguh Bencana merupakan sebuah desa yang memiliki kemampuan untuk mengenali ancaman di wilayahnya, serta mampu mengorganisir sumber daya masyarakat demi mengurangi risiko bencana. Program Destana akan dibentuk oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klungkung di Desa Suana, Nusa
Penida. Ditunjuknya Desa Suana sebagai Desa Tangguh Bencana merupakan hasil analisis BPBD Klungkung. Sebab, Desa Suana dianggap salah satu desa yang rawan terjadi bencana ataupun terdampak bencana di Nusa Penida. “Kehadiran kami di sini bukan mengharapkan terjadinya bencana di Desa Suana, namun memberi pengetahuan kepada masyarakat agar siap tanggap menghadapi ben-
cana dan semoga tidak terjadi bencana,” tandas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Klungkung, I Putu Widiada, saat membuka rapat pembahasan pembentukan Destana di Kantor Perbekel Desa Suana, Senin (5/8) kemarin. Dikatakan, program Destana dilaksanakan untuk mempersiapkan masyarakat tentang bagaimana cara menghadapi serta mengurangi dampak yang ditimbulkan bencana tersebut. Dengan harapan masyarakat mampu secara mandiri meminimalisir risiko. Sekretaris Desa Suana I Made Sudra mengatakan, pembentukan Desa Tangguh Bencana akan dibuka 27 Agustus 2019 di Desa Suana dengan menghadirkan narasumber, yaitu dari DPMPPKB Kabupaten Klungkung. Narasumber tersebut akan memberikan materi mengenai singkronisasi perencanaan APBDes pada bidang V. Sedangkan materi penyusunan kajian risiko bencana dan rencana penanggulangan bencana akan disampaikan oleh Baperlitbang Kabupaten Klungkung. (win)
Suana Ditunjuk sebagai Desa Tangguh Bencana
Bali Post/ist
DESTANA - Suasana rapat pembahasan pembentukan Destana oleh BPBD Klungkung di Kantor Perbekel Desa Suana, Nusa Penida, Senin (5/8) kemarin.
Semarapura (Bali Post) Pesatnya perkembangan pariwisata Nusa Penida tidak terlepas dari destinasi wisata yang disajikan begitu unik dan menarik. Tidak hanya menyuguhkan destinasi wisata bahari karena keindahan laut dan tebingnya, keindahan perbukitan juga menjadi daya tarik wisatawan, seperti Bukit Teletubis. Tidak hanya itu, kini pulau yang dijuluki The Blues Paradise Island ini memiliki destinasi baru yang saat ini tengah trend di kalangan wisatawan, yaitu Patung Buddha. Berdasarkan penuturan warga setempat, bahwa kawasan Patung Buddha tersebut dibuat berdasarkan mimpi. Dibuka sejak 6 bulan lalu, kawasan Patung Buddha yang dibangun di atas perbukitan tepatnya di Banjar Penutuk, Desa Batumadeg ini tidak pernah sepi pengunjung. Baik pengunjung lokal, wisatawan domestik, bahkan wisatawan mancanegara. Para pengunjung kebanyakan datang untuk bersua foto (selfie). Tidak hanya Patung Buddha, di kawasan ini juga terdapat patung lainnya, seperti Patung Dewi Kwan Im dan Patung Dewa Siwa. Namun, yang paling banyak dijadikan objek selfie adalah Patung Buddha tidur. Bagi masyarakat lokal, hari raya Galungan dan Kuningan lalu dijadikan momen untuk berkunjung ke patung terbesar yang ada di Nusa Penida saat ini. Salah satunya adalah Udhik Septia. Ditemui di lokasi, Udhik mengaku takjub dan kagum dengan karya patung tersebut. Meskipun tidak begitu paham dengan seni patung, namun ia mengapresiasi ide pembuatan patung Buddha ini. Menurutnya, destinasi baru ini mulai dikenal warga semenjak diposting di media sosial (medsos). Walaupun belum rampung keseluruhan, namun tetap saja warga berdatangan ingin melihat langsung kawasan Patung Buddha. “Saya pertama kali lihat di media sosial dan tertarik untuk berkunjung,” ujar Udhik, Minggu (4/8). Hal senada juga dikatakan Ni Putu Sri Ardaningsih (21). Remaja asal Desa Adat Karangsari ini mengaku bangga Nusa Penida memiliki destinasi baru yang wajib dikunjungi. Apalagi, Patung Buddha bisa dijadikan salah satu spot bersua foto, sehingga tidak pergi jauh-jauh ke luar daerah, bahkan ke luar negeri untuk berwisata hal serupa. Dengan adanya destinasi baru ini, Nusa Penida semakin diminati wisatawan, sehingga pariwisata Nusa Penida semakin berkembang. (win)
Bali Post/wn
PATUNG - Salah satu pengunjung kawasan Patung Buddha sedang bersua foto di Patung Dewi Kwan Im yang terletak di Banjar Penutuk, Desa Batumadeg, Nusa Penida.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Selasa Pon, 6 Agustus 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr Karyawan/ti kerja serabutan Hub.081338085868 B.BP.001.08.19.0000091
Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal Dalam untuk Rumah Imam Bonjol Dps. Gaji 2 juta SMS WA 0816571027
B.BP.004.08.19.0000057
BVC Krj Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692 B.BP.004.08.19.0000046
Babi Guling AjegBali Asri Ubud Bth Sgr Waiter/ss,Cook,Scurity MinSMK,Pnglmn1th:087761426878 B.BP.001.08.19.0000075
Dcr Adm Pria Min D1 u/Logistik Proyek.WA:081239177009/413416
Luxury Villa is looking for a Cook,Indonesian & International cooking. Excellent salary for skilled staff. Call and text on +6281238321945.
Dcr krywti/jg TK/SMA/Hb.Gunung Agung 173B.089657047668
KURSUS
BIRO JASA
SERVICE
BIRO JASA
B.BP.004.08.19.0000056
SERVICE
B.BP.001.08.19.0000001
B.BP.004.08.19.0000088
Dcr:FO,B.Boy,HK,Driver,Laundry Engineering,Scurity,Garden:new arenahotelkutabali@gmail.com
B.BP.164.08.19.0000036
Dicari PRT Wanita Tidur Dlm Hub.081238366565
B.BP.001.08.19.0000077
PMA bthsgr Marketing Executive utk. Hospitality Jujur, Ulet, Smart. Kirim CV lengkap ke: operationsmgr.ei@gmail.com B.BP.004.07.19.0000975
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
Dicari Cook Helper & Waiter/ss u/restoran d Ubud Hub.08123837333/081237768888
B.BP.154.08.19.0000095
DIJUAL MOBIL ISUZU
Elf Mikrobus Long Pariwisata/ Dump Truck/Truck Box/Pick Up DP Ringan Bs TT, 081239765555 B.BP.001.08.19.0000085 TOYOTA
Avanza 1.3 MT Putih,Pribadi,DK Asli, Ada Asuransi s/d 2020 cek Jl.Pulau Batam 2 No.10 T.Umar
B.BP.001.08.19.0000084
DAIHATSU
Dilelang Daihatsu Xenia’14, Karimun Wagon’2016, Honda Jazz’13 dan Toyota Fortuner’18 Hub.089619874461
B.BP.001.08.19.0000078
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Rmh Jl.Imambonjol Perum Mutiara,087860846839/081805531078 B.BP.164.08.19.0000035
Dijual Rmh PadangSambian Dps DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:082236881191/081805374433 B.BP.004.07.19.0000076
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY
PROPERTY
DIJUAL RUMAH
DIJUAL TANAH
Rmh Mnmalis Kota Gianyar,375Jt Nego,Hub.WA 081 338 560 869
BU Jual Tanah 1A jln aspal 5M Jl.Raya Latu-Abiansemal. Blkang Gdg.Aqua Latu Hp:081999346009
B.BP.004.08.19.0000094
PROPERTY DIJUAL TANAH
Tnh 190Are Pgr Jln.Utama Lok. Desa Buahan Kaja Kec.Payangan Kab.Gianyar, harga 80Jt/are Hub.08123635089 B.BP.001.08.19.0000087
Tnh 6A Kenyeri,Brt T.Mngwi cck Vila Pngir Sungai.082145145739 B.BP.001.08.19.0000076
B.BP.001.08.19.0000086
RUPA-RUPA Djl brg2 Prlgkpn butik:rak,tas hanger,baju mote,082339524022 B.BP.001.08.19.0000090
KEHILANGAN Hlg BPKB Noka.L15A74817284 An.Ida Bagus Gede Narendra
B.BP.001.08.19.0000074
BANGLI
14
Selasa Pon, 6 Agustus 2019
Meriahkan Peringatan HUT Ke-74 RI
Sekda Giri Putra Lepas Jalan Santai Bernuansa Merah Putih SEKDA Bangli Ir. Ida Bagus Gde Giri Putra, M.M. melepas kegiatan jalan santai bernuansa merah putih, serangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 RI tahun 2019, Senin (5/8) kemarin. Acara yang mengambil start di Lapangan Kapten Mudita Bangli, diikuti oleh ribuan peserta dari unsur Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri, siswa SMP, SMA dan SMK di lingkungan Kota Bangli. Acara ini juga dihadiri oleh Forkompinda Bangli dan pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Bangli. Adapun rute jalan santai, start dari depan Kantor Bupati Bangli menuju Jalan Kesumayuda, Jl. Merdeka, Jl. Lettu Lila dan finish di Lapangan Kapten Mudita Bangli. Sekretaris Daerah Kabupaten Bangli Ida Bagus Gde Giri Putra mengatakan, dilaksanakannya jalan santai bernuansa merah putih adalah untuk menggugah
semangat masyarakat, utamannya ASN dan pelajar di Kabupaten Bangli, agar lebih memaknai dan menghargai semangat juang pahlawan. Sehingga dalam suasana hari kemerdekaan ini, masyarakat bisa mengisinya dengan hal-hal yang positif, utamanya kegiatan yang membuat kita semakin mencintai negeri ini. Ia juga mengatakan, sesuai dengan arahan pemerintah pusat, pascapemilihan Presiden yang cukup menguras energi bangsa ini, sudah saatnya kita kembali ke persatuan Indonesia, sehingga tidak perlu lagi ada pengkotak-kotakkan, warna ini-itu, karena yang ada hanya bendera merah putih, sebagai lambang negara yang harus diusung bersama. Sambung Giri Putra, sesuai dengan edaran Menteri Sekretaris Negara RI, kegiatan HUT ke-74 RI di Kabupaten Bangli akan dilaksanakan se-
lama satu bulan penuh, baik melalui lomba-lomba maupun kegiatan lainnya. Selain itu, untuk menambah semarak peringatan HUT RI di Kabupaten Bangli, pihaknya juga sudah mengeluarkan edaran, agar kantor pemerintahan, balai banjar, balai desa, toko, restoran maupun depan rumah masyarakat, agar sudah mulai memasang ornamen bertemakan merah putih, baik melalui pemasangan bendera, pelengkungan, maupun umbul-umbul per tanggal 31 Juli 2019. “Untuk memeriahkan peringatan HUT ke-74 RI dan menindaklanjuti edaran Menteri Sekretaris Negara RI, kita sudah mengagendakan berbagai kegiatan lomba maupun kegiatan lainnya sebulan penuh. Mudah-mudahan dengan dukungan dari masyarakat, peringatan HUT RI di Bangli bisa berjalan sesuai dengan rencana,” harapnya. Adapun berbagai kegiatan
HUT RI ke-74 yang digelar di Kabupaten Bangli, di antaranya persembahyangan bersama di Pura Kehen pada Rabu (31/7), lomba menghias gapura desa/gang pada Rabu (31/7), kegiatan bakti sosial donor darah di Lapangan Kapten Mudita Bangli pada Senin (5/8), gerak jalan ketepatan waktu tingkat SD, Senin (5/8), gerak jalan ketepatan waktu tingkat SMP, Selasa (6/8), gerak jalan ketepatan waktu tingkat SMA/K, Rabu(7/8), lomba penjor merah putih, Jumat (9/8), napak tilas, Senin (12/8), kunjungan ke veteran yang sakit, Rabu (14/8), karnaval sepeda hias anak, Rabu (14/8), pawai obor, Jumat (16/8), gerak jalan kreasi STT, Kamis (22/8), workshop tari maskot dan tari kebesaran Kabupaten Bangli, Kamis (22/8), gerak jalan kreasi PKK, Jumat (23/8), dan resepsi HUT ke74 RI, Sabtu (31/8). (ad104)
JALAN SANTAI - Sekda Ida Bagus Giri Putra melepas kegiatan jalan santai bernuanasa merah putih, serangkaian HUT ke-74 RI, Senin (5/8) kemarin.
Masyarakat Minta Pemkab Segera Perbaiki Jalan Jebol di Abuan Bangli (Bali Post) –
Ruas jalan Abuan-Mundung di Desa Abuan, Susut sangat mengkhawatirkan. Belasan batang pohon kelapa yang dijadikan jembatan di atas badan jalan yang jebol kini kondisinya mulai lapuk. Warga setempat pun berharap, Pemkab Bangli segera turun tangan memperbaiki jalan yang sudah jebol sejak hampir setahun itu.
Bali Post/kmb40
JALAN - Kondisi ruas jalan Abuan-Mundung di Desa Abuan, Susut yang jebol sejak 2018 lalu.
Disorot Dewan, Rencana Pengenaan Retribusi Destinasi Wisata
Bangli (Bali Post) – Rencana Pemkab Bangli meningkatkan PAD dengan mengenakan retribusi pada tiga destinasi wisata di Bangli yang belakangan ini sedang naik daun (booming), mendapat sorotan dari anggota DPRD Bangli Made Sudiasa. Ia menilai rencana pemkab tersebut belum tepat dilakukan saat ini mengingat tiga destinasi tersebut tergolong baru berkembang. Menurutnya, yang mesti dilakukan pemkab sekarang adalah memberikan peluang dan mendorong tiga destinasi tersebut, yakni Tukad Cepung, Twinhill dan Sudamala, agar bisa terus eksis dan dikenal wisatawan. Sudiasa mengatakan, secara aturan Pemkab memang memungkinkan untuk mengenakan retribusi pada tiga destinasi tersebut. Namun, sebelum mengenakan retribusi, Pemkab terlebih dahulu harus memperhatikan keberadaan tiga destinasi tersebut yang tergolong baru berkembang. Pemkab, kata Sudiasa, harus tahu diri bahwa tiga destinasi itu muncul dan berkembang atas inisiatif dan inovasi masyarakat. “Pemerintah harus tahu dirilah. Itu semua kan inisiatif dan inovasi masyarakat. Berikan masyarakat berkembang dulu, sehingga ke depannya bisa berkembang juga di tempat lain,” katanya, Senin (5/8) kemarin. Menurut Sudiasa, langkah Pemkab saat ini yang ujug-ujug berencana menekan destinasi wisata dengan mengenakan retribusi dalam rangka pengenaan PAD, sangat tidak mendidik. Apalagi dari awal destinasi wisata itu muncul hingga berkembang seperti sekarang, Pemkab belum pernah memberikan bantuan pelayanan maupun infrastruktur. “Menurut saya berikan dulu
mereka berkembang dua sampai tiga tahun ke depan. Kalau sudah berkembang baik dan layak dikenakan retribusi ya silakan sesuai aturan yang ada. Agar jangan rencana ini nantinya membuat masyarakat trauma untuk mengembangkan objek wisata di tempat lainnya,” jelasnya. Untuk meningkatkan PAD, politisi Demokrat asal Desa Undisan ini menyarankan Pemkab melakukan dengan cara-cara lain. Di antaranya dengan mengoptimalkan pemungutan pajak hotel dan restoran (PHR), memaksimalkan pemungutan retribusi wisata di Kintamani dan usaha wisata yang kini marak berkembang di kawasan Toya Bungkah, Kintamani. (kmb40)
Made Sudiasa
Bali Post/kmb40
Berdasarkan pantauan, Senin (5/8) kemarin, sejumlah pejalan kaki dan kendaraan yang melalui jalan tersebut harus melintas dengan ekstra berhati-hati. Sebab, batang pohon kelapa yang disusun di atas jalan yang kondisinya nyaris putus itu sudah mulai lapuk di beberapa bagian. Lantaran khawatir dengan kondisi jembatan tersebut, sebuah kendaraan roda empat yang siang kemarin tampak mengangkut material semen terpaksa mengoper barang angkutannya ke kendaraan roda empat lain yang ada di seberang jalan jebol. Perbekel Desa Abuan I Wayan Widnyana ditemui di lokasi kemarin mengatakan, ruas jalan AbuanMundung tersebut sudah mulai jebol sejak akhir 2018 lalu. Awalnya badan jalan yang jebolnya tidak terlalu lebar. Namun karena tidak segera mendapat penanganan dan terus-menerus terkikis air hujan, lama-kelamaan badan jalan yang jebol semakin lebar hingga akhirnya tak bisa dilalui sama sekali pada awal 2019. Agar bisa dilalui, warga setempat pun berinisiatif menyusun belasan batang pohon kelapa sebagai jembatan di atas lokasi jalan yang jebol. Hal itu dilakukan masyarakat secara swadaya. “Karena tuntutan
aktivitas masyarakat kami yang sangat padat sehingga masyarakat kami berusaha berswadaya agar jalan ini bisa dilintasi,” jelasnya. Widnyana mengaku saat jalan tersebut jebol, pihaknya sudah menyampaikan kondisinya ke Pemkab Bangli. Pejabat dari Dinas PUPRPerkim didampingi wakil rakyat dari desa setempat juga sudah sempat turun langsung melakukan peninjauan ke lokasi. Akan tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut perbaikan dari Pemkab Bangli. Pihaknya tentu sangat berharap kondisi jalan jebol di desanya itu bisa segera diperbaiki Pemkab Bangli. Sebab ruas jalan tersebut selama ini menjadi akses satu-satunya yang dilalui warganya di banjar setempat. “Kami di Desa tidak bisa mengalokasikan dana untuk perbaikan jalan ini karena menjadi kewenangan kabupaten,” terangnya. Dikatakannya, jebolnya ruas jalan Abuan -Mundung selama ini sangat menghambat perekonomian masyarakat terutama yang tinggal di Banjar Abuan Kauh. Dari hampir 300 kepala keluarga di Banjar Abuan Kauh, sebanyak 150 KK di antaranya bermukim di seberang jalan yang jebol. Jika kerusakan jalan ini tida segera diperbaiki pemerin-
tah, tidak menutup kemungkinan ratusan KK warganya yang tinggal di tempek Mundung akan terisolir. Harapan yang sama juga disampaikan Ketut Tama Wika Aryawan, Klian Tempek Tengah Desa Abuan. Pihaknya sangat mengharapkaan Pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan. Dikonfirmasi terkait hal itu, Sekretaris Dinas PUPRPerkim Bangli Made Soma belum bisa memberikan kepastian terkait perbaikan jalan di Desa Abuan tersebut. Pihaknya mengaku akan turun kembali ke Desa Abuan Kamis depan. Soma mengataan, jika Pemprov mau membuatkan saluran irigasi di atas, maka pihaknya tidak akan melakukan perbaikan di lokasi jalan jebol sekarang. Karena jika dilakukan perbaikan saat ini akan percuma. Mengingat di bawah ruas jalan tersebut terdapat terowongan yang memanjang ke timur. “Ada terowongan di bawah jalan sepanjang 100 meter. Kalau itu sekarang diperbaiki, di timurnya bisa jadi jebol lagi. Karena itu, kalau diberikan provinsi dibuatkan saluran irigasi di atas, kami akan bongkar jalan itu dan kami akan uruk dan selanjutnya dilakukan perbaikan,” jelas Soma. (kmb40)
Ribuan Peserta BPJS PBI Dinonaktifkan
Bangli (Bali Post) Sebanyak 3.624 warga Bangli yang menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan telah dinonaktifkan sebagai Penerima Bantuan Iuran (PBI). Adanya ketidaksesuaian data warga miskin yang masuk dalam basis data terpadu (BDT) menjadi salah satu penyebab dinonaktifkannya jaminan kesehatan ribuan warga tersebut. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangli Nengah Sukarta seizin Bupati Bangli I Made Gianyar, Senin (5/8) kemarin mengatakan, penonaktifan ribuan peserta
PBI tersebut berlaku per 1 Agustus lalu. Penonaktifan jaminan kesehatan, dilakukan karena adanya ketidaksesuaian data warga miskin yang masuk dalam BDT. Seperti nama yang tidak sesuai dengan alamat, tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), tidak memiliki kartu keluarga (KK) dan lainnya. Karena dinonaktifkan sebagai peserta PBI, 3.624 warga tersebut kini menjadi tanggung jawab pemkab. Namun demikian, Sukarta mengaku hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan data nama PBI yang telah di-
nonaktifkan itu. Karenanya pihaknya akan meminta data itu ke pusat, dan melakukan verifikasi ke lapangan. Menurutnya, ada kemungkinan dari 3.624 peserta PBI yang dinonaktifkan tersebut ada sebagian yang memang sudah meninggal, pindah domisili dari Bangli ke luar atau lainnya. Pihaknya menargetkan pendataan bisa selesai secepatnya. Di sisi lain, Sukarta mengatakan pemerintah pusat juga memberikan kuota sebanyak 180 jiwa berdasarkan data BDT. Jumlah tersebut bisa diisi oleh warga miskin yang saat ini masih
bermasalah dengan data kependudukannya setelah nantinya dilakukan verifikasi oleh Dinsos. Sedangkan sisanya yang tidak ter-cover, akan diakomodir Pemkab Bangli mengingat Bangli saat ini sudah 100 persen UHC. Ia menyebut saat ini masih ada sisa kuota UHC sebanyak 1,33 persen atau 4 ribu lebih jiwa. Ia meminta masyarakat miskin yang jaminan kesehatannya dinonaktifkan agar segera melapor ke Dinas Sosial. Pihaknya juga mengimbau masyarakat tidak ujug-ujug main protes terkait penonaktifan ini. (kmb40)
Selasa Pon, 6 Agustus 2019
OLAHRAGA
Daud Yordan Jadikan Kemenangan sebagai Kado HUT RI
15
Pattaya – Petinju berjuluk Cino itu menambah koleksi sabuk juaranya setelah menang TKO atas Aekkawee Kaewmanee dalam pertarungan di Pattaya. Kaewmanee memutuskan tidak melanjutkan pertarungan pada awal ronde keenam.
Marc Marquez
Bali Post/afp
Ngebut Sejak Start
Strategi Marquez Berhasil
Brno – Marc Marquez menambah koleksi gelarnya menjadi 50 usai memenangkan MotoGP Ceko di Brno. Setelah perlombaan, Marquez membeberkan bahwa kunci suksesnya adalah ngebut sejak garis start. Tampil di Sirkuit Brno, Minggu (4/8), Marquez memulai lomba dari posisi pole. Keuntungan itu tidak disia-siakan oleh Marquez dengan menggeber motor dan berkeras mengunci posisi pemimpin lomba. Hal itu memang tidak mudah mengingat kondisi lintasan masih setengah basah akibat hujan turun sebelum lomba dimulai. Namun, Marquez mengatakan
bahwa timnya mampu membaca kondisi tersebut dan memutuskan kebutuhan Marquez. ‘’Sebelum lomba, saya sudah yakin dengan strategi itu. Tim melakukan pekerjaan yang baik untuk memahami masalah di lintasan,’’ kata Marquez. ‘’Strategi jelas, geber motor dari awal sampai akhir karena saya memilih opsi ban lunak,’’ lanjut pembalap berjuluk Si Bayi Alien. Pada balapan tersebut, Marquez menjadi rider pertama yang menyentuh garis finis dengan catatan waktu 39 menit 24,430 detik. Di belakangnya finis Andrea Dovizioso dan Jack Miller. (kmb33/afp)
‘’Saya sangat senang dengan hasil pertandingan ini walaupun memang apa yang saya harapkan untuk memukul jatuh tidak terjadi. Ini kemenangan luar biasa terlebih karena kita sebentar lagi akan merayakan hari kemerdekaan 17 Agustus. Tentu ini kado buat bangsa kita,’’ ujar Daud. Setelah berhasil memenangkan pertarungan perebutan gelar WBC International Challenge, Daud mengincar gelar juara WBC World Silver pada November mendatang. Kemenangan pada laga ke44 tersebut membuat Daud bersemangat menatap kiprah di bawah badan tinju WBC. Setelah meraih gelar WBC International Challenge, Daud akan tampil di ajang WBC World Silver sebelum masuk
dalam level kejuaraan dunia WBC. ‘’Setelah ini, saya akan beristirahat sebentar. Lalu, saya akan kembali ke sasana untuk berlatih sambil menunggu apa yang sudah dipersiapkan oleh promotor. Saya dan tim akan mempersiapkan diri untuk bulan November,’’ katanya lagi. Mahkota Promotion memang sudah menyiapkan langkah agar petinju 32 tahun itu tampil dalam perebutan sabuk juara WBC World Silver pada akhir tahun 2019 di Bali. ‘’Pertarungan ini sudah dipastikan oleh WBC dan mereka akan menentukan lawan dalam waktu dekat. Yang pasti lawannya harus ada di peringkat 15 besar WBC,’’ kata penata tanding Urgyen Rinchen Sim. (kmb33/ant)
Tiga Atlet Balap Motor Mutasi ke Badung Denpasar (Bali Post) Tercatat tiga atlet balap motor yakni Yamani asal Jembrana, ditambah dua atlet dari Denpasar Made Gede Sadhu Saka Bakti dan Komang Arya Darma Putra resmi bergabung ke Badung pada Porprov Bali XIV di Tabanan, September mendatang. Dewan hakim mengabulkan permohonan mutasi ketiga
atlet balap motor dalam sidang komisi hakim, Senin (5/8) kemarin. Ketua Dewan Hakim Fredrik Billy menegaskan pihaknya mengabulkan permohonan ketiga atlet balap motor, mengingat pengurusan pengunduran diri mereka setahun silam. ‘’Persyaratan mereka sudah memenuhi syarat, sebab proses muta-
Oleh karena itu, lanjut Santha, nilai pajaknya pun tidak terlalu besar yakni Rp 63,3 miliar lebih. Bila dibandingkan tahun 2018, misalnya, mencapai sekitar Rp 150 miliar lantaran tahun lalu pemutihan fokus pada kendaraan roda empat. Mengingat, nilai pajak satu unit kendaraan roda empat setara dengan 60 unit kendaraan roda dua. Walaupun nilai pajak lebih rendah, pihaknya justru harus bekerja ekstra keras.
sinya sudah setahun lalu,’’ tegas Billy. Setelah mereka mengundurkan diri, kemudian mengurus administrasi ke Badung. Billy menambahkan, seorang atlet bola voli Buleleng Gede Setiawan berniat pindah ke Badung, namun dewan hakim menolaknya. ‘’Kami menolak gugatan Gede Setiawan, sebab yang
bersangkutan sudah mengantongi KTA Buleleng,’’ ucapnya. Pada bagian lain, Wakil Ketua Umum KONI Denpasar Nyoman Mardika menyayangkan keputusan dua pembalap Denpasar yang hijrah ke Badung. Ia menilai pengajuan pengunduran diri Gede Saka dan Komang Arya memang benar setahun lalu.
Merugikan
Tidak Terlalu Besar ‘’Roda dua digarap dengan skala prioritas, tapi tidak mengabaikan roda empat karena yang masih sisa 8 persen itu benar-bener harus dicari. Di sana kan ada data kendaraan yang sudah hilang, rusak berat, termasuk mutasi sehingga 8 persen masuk kategori cleansing data murni,’’ jelasnya. Menurut Santha, pemutihan akan berlangsung hingga 6 Desember 2019 mendatang. Masyarakat pun diimbau untuk secepatnya memanfaatkan ruang yang diberikan Pemprov ini supaya patuh terhadap kewa-
Daud Yordan
jiban membayar pajak kendaraan bermotor. Terlebih, saat elektronik database di seluruh Indonesia sudah valid, kemungkinan besar akan diterapkan Peraturan Kapolri No.5 Tahun 2012. ‘’Kendaraan bermotor setelah masa lima tahunnya itu berakhir, tapi tidak mengurus dan memperpanjang regident-nya, dua tahun berikutnya akan dikeluarkan dari regident atau kendaraan itu akan menjadi kendaraan bodong. Di Yogya tahun ini bahkan sudah sosialisasi, tinggal penerapan,’’ pungkasnya. (kmb32)
Pihak Istana melalui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko tidak menampik kekecewaan dan kemarahan Presiden Jokowi terha d a p PLN. Kem a ra ha n dipicu oleh penjelasan Direktur PLN yang disebutkan terlalu panjang lebar dan bersifat teknis. Selain itu, dampak listrik padam total tidak hanya dirasakan masyarakat biasa melainkan juga sektor bisnis. ‘’Pastilah banyak orang yang merasakan terganggu ekonominya,’’ katanya. (ant)
‘’Kami beranggapan, jika atlet mengundurkan diri berarti sudah bukan menjadi atlet lagi,’’ tuturnya. Kenyataannya, kedua atlet balap motor tersebut baru mengurus mutasi pada April lalu. ‘’Padahal persyaratan atlet mutasi jika mengacu peraturan KONI, minimal setahun sebelumnya,’’ terangnya. (022)
Selasa, 6 Agustus 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya, Pura Dalem Desa Adat Dalung (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Bagus And Friend 08:05 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Halo Kamtibmas 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Ocydia Home Shopping 10:30 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Seputar Bali Terkini
11:05 Wita Parameter 11:30 Wita Taksu I Gede Sudi Arcana, Komit Lestarikan Seni Tari 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya, Pura Dalem Desa Adat Dalung (5) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shopping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Folk Song 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Upakara
Caru Ngempet Lawang 17:00 Wita DW TV 17:30 Wita Kartun Adi Parwa (3) 18 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Lipsus Pelantikan DPRD Kab. Badung 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Ista Dewata Pura Pingit Kelnting Sari, Menjangan 21:30 Wita Sansekerta 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Solusi Alternatif Proaktif Bentraf 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel
IN VASI WONDERFUL BALI
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
KULINER
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
SELASA PON, 6 agustus 2019
BUDAYA
Terinspirasi dari PENDIDIKAN Keindahan Alam
MENCINTAI alam. Karya lukis abstraknya pun terinspirasi dari keindahan alam. ‘’Saya tertarik gaya abstrak sejak duduk di bangku SMSR. Itu tak lepas dari suasana sekitar sekolah yaitu SMSR Ubud dan juga karena kedekatan dengan beberapa seniman gaya abstrak pada masa itu. Saya memiliki jiwa yang menggebu. Menurut batin saya, abstrak paling mampu mewakili gejolak seni yang saya jalani hingga saat ini,’’ ujar pelukis Ketut Agus ‘’Dangap’’ Murdika, Senin (5/8) kemarin. Alam menjadi subject matter dalam karya-karya abstraknya, karena ia sangat mencintai alam. ‘’Saya tak pernah kehabisan ide dan ispirasi yang saya dapat ‘kutip’ dari keagungan alam ini. Alam memiliki segalanya. Abstraksi menjadi sebuah pilihan dan cinta saya kepada alam semesta, untuk sebuah terapi dan menghargai setiap gram dari udara yang saya hirup. Ini sekaligus sebagai sebuah persembahan kepada semesta dan juga sebuah pesan kepada umat manusia untuk selalu mencintai alam. Paling tidak, kita bisa menjaga kebersihan dan kelestariannya,’’ ujar pelukis asal Banjar Roban, Desa Tulikup, Gianyar ini. Di galerinya, SANKA Art Space, Jalan Raya Lungsiakan, Ubud, Agus Murdika banyak memajang karyanya bertema alam. Lewat karya rupanya tersebut, pria kelahiran 26 Desember 1989 ini ingin menjaga dan mewarisi keindahan alam kepada generasi penerus. ‘’Alam semakin tereksploitasi dalam berbagai hal. Dilema terasa dalam diri. Berbuat banyak tak sanggup. Melarang tak bisa. Menolak pun sepertinya sulit. Maka dengan kekaryaan inilah saya merenungkan indahnya alam yang harus kita syukuri, rawat dan kita jaga bersama. Lewat karya rupa alam itu, saya berharap terjaga indahnya, tersirat maknanya, dan tak pernah habis isinya. Alam bagi saya adalah segalanya, bukan hanya keindahan visualnya, namun juga kehidupannya, energinya, dan kekuatannya. Kekayaan nyata yang tak pernah habis untuk kita syukuri,’’ ujarnya. Agus Murdika mulai menyukai seni rupa sejak kecil. Kemudian mempelajari lebih serius di SMSR, selanjutnya mematangkan lagi di ISI Denpasar sejak 2008 sampai 2012. Ia tercatat banyak mengikuti pameran. Terakhir, Juli 2019 ia pameran grup di KOI Gallery, Kemang, Jakarta Selatan, dengan tema C5. Pameran itu masih berlangsung hingga pertengahan Agustus ini. Pameran grup ini berkolaborasi dengan seniman tiga kota yaitu Bali, Yogyakarta dan Jakarta. (lun)
SENIMAN
KESEHATAN TOP IN VASI WONDERFUL Alam Boutique Resort BALI Angkat Kearifan Lokal RINDU tempat menginap dengan suasana alam pedesaan yang alami? Sekali waktu menginaplah di Alam Boutique Resort, An Authentic Luxury Living Experience. Lokasinya ada di Jalan Bumbak Dauh, Umalas, Seminyak, Kuta Utara, Badung. Akomodasi yang berdiri di atas lahan satu hektar ini sangat dekat dengan kawasan wisata Pantai Batubelig, Pantai Canggu, Bandara Ngurah Rai. Konsepnya terinspirasi dari alam serta mengangkat kearifan lokal yang dikemas dalam bentuk pelayanan berstandar internasional. Alam Boutique Resort memiliki 19 vila, Dine & Lounge serta Multifunction Chapel yang didesain unik dan instagramble, sehingga mampu memberikan pen-
galaman unik. Jenis vila yang ditawarkan, seperti 9 unit 3 bedroom pool villa dan 10 unit 1 bedroom pool villa yang dibedakan menjadi 2 kategori yaitu superior dan premier. ‘’Resort ini adalah re-born dari vila salah satu pioneer di kawasan Umalas, kemudian diambil alih oleh pemilik baru sudah berpengalaman di dunia akomodasi dengan menggandeng operator Pristine Resort yang memiliki spesialisasi dalam memberikan pelayanan kepasa tamu,’’ kata Dino S Sahid, Director Sales and Marketing. Tinggal di resort yang resmi dibuka awal Juni 2019 lalu ini, paling tidak ada 5 interesting points yang dapat dirasakan yang mampu menciptkan mimpi indah. Ketika sampai di lobi, suasana
BUDAYA
benar-benar alami karena dekorasi terbuat dari bambu dan alang-alang yang biasa disebut sebagai love nest (sarang cinta/kasih sayang). Bentuknya menyerupai kuncup bunga mawar yang dikenal sebagai lambang kasih sayang. Suasana itu sengaja diciptakan untuk menyambut setiap pengunjung dengan hangat seperti keluarga dengan pelayanan yang disertai kasih sayang. Tuk-tuk Dine & Lounge juga tak kalah indahnya. Nama itu diambil dari suara saat seseorang mengetuk pintu, kemudian suara kentongan bambu yang dipukul dalam budaya tradisional untuk berkumpul, sambil menikmati hidangan mulai dari Indonesian Food, Western Food, Healthy Food dan Thai Food. Jalan menuju vila (pathway) yang
PENDIDIKAN
Agus Murdika
disebut The Tunnel of Love (Terowongan Cinta/Kasih Sayang) terdiri dari 7.000 batang bambu dipasang sepanjang 250 meter mengelilingi resort ini. Tempat ini sangat cantik dan sering dimanfaatkan untuk fotografi. Multifunction Chapel juga tak kalah menariknya. Sebagai True Love Chapel tempat ini memiliki bentuk seperti kuncup bunga mawar yang dikelilingi pelindung terbuat dari bambu. Di tempat inilah awal tempat kasih sayang itu tumbuh dan mekar layaknya bunga dan akan dijaga selamanya. Tempat ini juga baik untuk melakukan resepsi pernikahan, wedding anniversary, wedding engagement dan lainnya yang memiliki kapasitas mencapai 100 orang. Keunikan berikutnya, vila
di resort ini mengangkat tema Luxury, Family & Romantic. Tiga Bedroom Pool Villa tepat untuk yang berlibur dengan keluarga. Vila ini memiliki luas 550 meter persegi merupakan terbesar di kelasnya dengan kolam renang besar, memiliki 3 kamar tidur dengan tema warna biru langit yang menyejukkan dan memberikan vibrasi kebahagiaan. ‘’Masing-masing kamar dilengkapi dengan kamar mandi yang semua dilengkapi dengan bathtub dan peralatan penunjang yang mencerminkan kemewahan dan eksklusivitas. Masingmasing vila itu unik berbentuk bulat pada living area-nya memberikan pesan pada pengunjung bahwa tempat untuk keluarga yang harmonis dan terikat satu sama lain,’’ ucap Dino S Sahid. (bud)
Dinilai Efisien dan Efektif
LLDikti VIII Dorong PT Lakukan Pembelajaran Daring dengan UT SEJAK Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII dipimpin Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, S.E., M.Si., lembaga ini terus mencari terobosan guna memberi pelayanan terbaik dan berkualitas bagi masyarakat. Salah satu terobosannya yakni mendorong pembelajaran daring atau online bekerja sama dengan Universitas Terbuka (UT). Untuk itu semua pimpinan PTS, PTN dan Politeknik Negeri di Bali, NTB dan NTT, Senin (5/8) kemarin dikumpulkan mengikuti seminar pembelajaran daring serta menandatanganan Memorandum of Action (MoA) dengan Rektor UT Prof. Ojat
Darojat, M.Bus., Ph.D. Sebagai payung hukumnya kerja sama ini diawali dengan penandatanganan MoU antara LLDikti Wilayah VIII dengan Rektor UT. Prof. Nengah Dasi Astawa mengungkapkan, setelah sukses melakukan pemerataan kesempatan pendidikan, kini visi Kemenristekdikti fokus pada peningkatan budaya mutu. Salah satu strateginya yakni menyelenggarakan pembelajaran daring (online) bekerja sama dengan UT. Model pembelajaran ini dinilai lebih murah, efektif dan cepat. Apalagi di Indonesia hanya UT yang dikenal memiliki infrastruktur, dosen dan perangkat
pembelajaran model online yang terbaik. Untuk itu lewat kerja sama ini dia mendorong semua PTS dan PTN di Bali, NTB dan NTT menjalankan program ini. Dasi manargetkan minimal pada semester pertama ini ada satu mata kuliah yang dikerjasamakan dengan model daring. Misalnya MKDU Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris atau PPKn. Sebab, dengan model online ini PT tak perlu menyiapkan ruangan yang luas, menyewa dosen atau biaya tinggi. Semua digantikan dengan sistem online di mana satu materi kuliah dosen bisa diikuti jutaan mahasiswa. Bahkan sistem daring ini
dituntut di era revolusi industri 4.0 bidang pendidikan. ‘’Apa pun alasannya, mulai tahun ini PTS wajib menjalani pembelajaran daring agar mahasiswa terbiasa belajar mandiri,’’ tegasnya. Dasi Astawa yang didampingi Kabag Umum Drs. I Wayan Suarjaya, M.AP. tak ingin kerja sama dan MoU PTS kebanyakan tidur tanpa aplikasi yang jelas. Dia tak mau MoU dan kerja sama di PT seperti kapur barus yakni di awalnya berbau menyengat, semakin lama menghilang. Makanya dia bertekad akan memantau dan turun ke PT yang belum menjalankan kerja sama ini. PT yang menjalankan tugas
SENIMAN
Gula Semut Produksi Karangasem
Glukosa Rendah dan Tahan Lama BANYAK memiliki potensi pohon nira, Desa Amerta Buana, Kecamatan Selat, Karangasem kini mengembangkan produk gula semut. Meski belum familiar di kalangan masyarakat, ke depan gula semut diharapkan bisa menjadi produk unggulan. Kemudian Karangasem bisa menjadi sentra produk gula semut. Komang Arna-
dengan baik akan disiapkan penghargaan oleh LLDikti Wilayah VIII, sebaliknya yang belum akan disebarkan kepada mahasiswanya bahwa PT tersebut belum bertindak untuk pembelajaran online yang afisien dan efektif. Untuk itu, dia menargetkan mulai September ini pembelajaran daring sudah masif, terstruktur dan sistematis. (ad107)
wa, salah satu pelaku usaha pembuatan gula semut dengan nama ‘’Gula Semut Ambhu’’, telah menekuni usaha ini sejak delapan bulan lalu. Tujuannya untuk mengangkat potensi Desa Amerta Buana. ‘’Di desa kami ada banyak pohon nira atau aren. Selama ini airnya diolah menjadi gula merah Bali. Kemudian muncul pertanyaan apakah bahan baku ini bisa diolah lebih maksimal, sehingga bernilai ekonomis tinggi dan tahan lama,’’ ujarnya, belum lama ini. Pihak desa kemudian mendapatkan pelatihan untuk mengolah air nira ini menjadi gula semut. Perbedaan antara gula merah Bali dengan gula semut, lanjut Arnawa, ada pada proses pengkristalannya. Saat proses pengkristalan, gula merah Bali biasanya langsung dicetak. Sementara gula semut perlu dilakukan proses pengovenan selama empat jam, kemudian proses penghacuran gula berbentuk serbuk.
Karena proses pengeringannya ada tambahan dan melalui oven menyebabkan kadar air gula semut hanya 0,2 persen sehingga lebih tahan lama. Kandungan glukosanya pun rendah yaitu sekitar 35 persen, sehingga baik jika dikonsumsi oleh penderita diabetes. Adanya produk gula semut ini, diakui Arnawa, memberikan peningkatan nilai ekonomis. Sebab, jika diolah menjadi produk gula merah Bali harganya Rp 35 ribu per kilogram. Sementara jika dijadikan gula semut dijual dengan harga Rp 130 ribu per kilogram. Namun karena masih produk baru, gula semut ini masih belum familiar di masyarakat. Karenanya, pihaknya terusmenerus mengikuti pameran untuk menyosialisasikan produk ini ke masyarakat. Arnawa berharap agar nantinya Karangasem bisa menjadi sentra gula semut. ‘’Jadi ke depan jika ada yang mau beli gula semut, datangnya ke Karangsem,’’ paparnya. (san)
‘’Apa pun alasannya, mulai tahun ini PTS wajib menjalani pembelajaran daring agar mahasiswa terbiasa belajar mandiri.’’ Prof. Nengah Dasi Astawa
Plecing Ayam Loloan Menu Khas Kota Lama SELAIN ayam betutu Gilimanuk, di Kabupaten Jembrana tepatnya di kawasan Kampung Loloan juga ada masakan olahan ayam kampung. Masyarakat sekitar menyebutnya Plecing Ayam Loloan. Menu makanan khas ini mampu menggugah selera. Makanan yang diolah atau dimasak dengan cara panggang ini dapat ditemui di kawasan perkampungan Loloan Barat, Kecamatan Negara. Beberapa warung menjajakan plecing ayam ini secara turun-temurun. Seperti di kota lama di sepanjang jalan antara Loloan Barat dan Lelateng. Termasuk di gang sempit di perkampungan. Bahkan di salah satu warung, para pembeli bisa menikmati langsung makan di dapur atau dekat tungku untuk memanggang. Sejumlah pedagang yang ditemui mengungkapkan cara masak ayam plecing ini tidak jauh berbeda dengan ayam panggang biasa. Hanya dalam proses memasak, termasuk menanak nasi tetap mempertahankan tungku dan kayu bakar. ‘’Saya sengaja jual malam hari, lumayan pelanggannya. Tapi (lauk) saya campur juga dengan lainnya,’’ ujar Bu Pipit, salah seorang pedagang di Loloan Barat. Resep bumbunya dan cara
memasak ayam kampung ini, menurutnya, didapatkannya secara turun-menurun dari nenek dan orangtuanya. Ayam dipanggang, disuwir (sobek kecil-kecil) lantas dilumuri sambal pedas dan digoreng di atas wajan. Namun yang membedakan adalah campuran sambal yang lumayan menggoyang lidah. Selain suwiran ayam dan lumuran sambal, menu ini juga ditemani dengan kacang goreng dan kukusan sayur kangkung. Untuk menambah aroma biasa ditambahkan jeruk nipis. Bumbu dan cara penyajian cukup sederhana, layaknya plecing ayam di daerah lain di Bali. Namun yang membuat masakan ini berbeda adalah racikan bumbu yang sangat
kuat serta sambal yang lumayan pedas. Saat menyajikan potongan ayam kampung yang sudah dipanggang, dicampur dengan sambal pedas. Plecing ayam ini ditemani nasi. Bahkan di beberapa rumah panggung (rumah khas warga Loloan), warga sering menghidangkan nasi plecing ayam kampung ini. Cara makannya pun unik, secara beramai-ramai (makibung) berderet. Nasi yang masih mengepul ditaruh di atas lembaran daun pisang utuh. Kemudian di atas nasi yang baru dinanak itu, ditabur plecing ayam kampung. Namun, cara makan seperti ini hanya sewaktu-waktu ketika ada pertemuan keluarga. (olo)
Bali Post/olo
PLECING – Sejumlah warga di Loloan, Negara makan bersama dengan menu ayam plecing kampung.