Skip to main content

Edisi 06 Agustus 2017 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 335 TAHUN KE 69

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (158 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

minggu Pon. 6 agustus 2017

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Jadi Figur Cagub Bali

Wisnu Bawa Tenaya Teruji dalam Kepemimpinan, Bintang Puspayoga Mengakar di Rakyat Bali NAMA Wisnu Bawa Tenaya (WBT) dan Bintang Puspayoga diharapkan RAKYAT BALI MEMILIH menjadi figur calon gubernur dan pemimpin Bali ke depan. Keduanya menjadi semacam alternatif pilihan baru di tengah munculnya beberapa nama calon gubernur dari partai politik. WBT yang seorang purnawirawan TNI bukanlah kader dari partai politik mana pun. Bintang Puspayoga merupakan istri dari Menteri Koperasi dan UKM RI A.A. Ngurah

Puspayoga memiliki sejarah perjuangan sejak kelahiran PDI-P di Bali dengan peranan Puri Satria. Tokoh wanita Bali ini dikenal memiliki karakter pemimpin seorang ibu yang kuat. Dia dinilai mampu menyelamatkan Pulau Dewata ini dan PDI-P di Bali. “Kalau WBT itu muncul sebagai cagub disebabkan oleh posisinya sebagai Ketua PHDI Pusat. Kedua, karena figurnya sebagai (mantan) Pangdam IX/Udayana yang bagaimanapun akan memiliki anak buah

tentara dan itu menjadi faktor penting untuk diperhitungkan karena TNI dikenal sampai di desa-desa,” ujar Dekan FISIP Universitas Udayana, GPB Suka Arjawa, Sabtu (5/8) kemarin. Menurut Suka Arjawa, nama WBT memang mencuat setelah menjabat Pangdam IX/Udayana dan semakin dikenal ketika memimpin PHDI Pusat. Hal. 19 Modal Dasar

Wisnu Bawa Tenaya

Bintang Puspayoga

Politisi Saling Hujat

Mendagri dan Wapres Ikut Turun Tangan

BPM/mud

BEC - Megawati Soekarnoputri saat membuka Buleleng Endek Carnaval (BEC), Sabtu (5/8) kemarin.

Megawati Buka BEC Tahun 2017

Bertema ’’Moonlight’’, Tampilkan Desain Endek

PRESIDEN ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua umum PDI-P, Megawati Soekarnoputri, Sabtu (5/8) kemarin, resmi membuka Buleleng Endek Carnaval (BEC) tahun 2017. Pembukaan

dilakukan Mega dengan memukul kendang bersama Bupati Buleleng, Agus Suradnyana dan Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG., Ajang bergengsi BEC kini

Pemerintah Harus Berani Beri Insentif

LANGKANYA pasokan garam di pasaran membuat harga garam melonjak naik. Tentu hal ini membuat masyarakat geram dengan keadaan tersebut. Mengingat, Indonesia merupakan negara maritim yang mempunyai laut yang sangat luas dibandingkan daratannya. Melihat fenomena tersebut, Direktur Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali, I Putu Armaya, S.H., mengingatkan agar masyarakat di Indonesia termasuk di Bali, untuk mewaspadai adanya triktrik pihak tertentu untuk menambah kuota impor garam di balik isu kelangkaan garam di Tanah Air. Apalagi, saat ini, pihaknya banyak mendapatkan keluh kesah konsumen di Bali terkait isu kelangkaan garam di pasaran. Hal. 19 Sangat Kontroversi

Petani Garam Kian Terjepit

sudah memasuki tahun keempat mengambil tema ‘’Moonlight’’. Moonlight artinya keindahan cahaya bulan. Hal. 19 Desain Buleleng

Jakarta (Bali Post) Saling hujat oleh politisi antarparpol belakangan ini kerap terjadi hingga berujung ke ranah hukum. Mendagri Tjahjo Kumolo dan Wapres Jusuf Kalla (JK) pun turun tangan mendinginkan suasana Sabtu (5/8) kemarin. Beberapa hari lalu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono dilaporkan ke kepolisian atas ucapannya yang menganggap PDI Perjuangan disamakan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Kemudian Ketua DPP Partai NasDem, Viktor Bungtilu Laiskodat menuduh empat partai secara eksplisit Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN sebagai partai yang mendukung kelompok ekstremis, pendukung khilafah, dan intoleransi. Sejauh ini, dua parpol PAN dan Gerindra, telah resmi melaporkan Victor. Sementara PKS akan melaporkan pada pekan depan, dan Demokrat mengeluarkan pernyataan protes. Wakil Sekretaris Jenderal DPP Bidang Hukum dan HAM

Partai Amanat Nasional (PAN) Surya Iman Wahyudi melaporkan politikus Partai Nasional Demokrat Victor Bungtilu Laiskodat ke Bareskrim Polri. Surya melaporkan Viktor atas perkara pencemaran nama baik melalui media elektronik atau penghinaan, kejahatan tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis serta pelanggaran dalam hal penyampaian pendapat di muka umum. Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan pihaknya telah menerima permintaan maaf tertulis dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra FX Arief Poyuono atas ucapannya. PDI-P masih mengkaji aspek hukum atas ucapan Arief tersebut. Sementara empat fraksi yang

disudutkan Viktor juga menuntut Viktor minta maaf di depan publik, namun kasus hukumnya terus berlanjut. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo pun turun tangan dengan mengimbau agar elite politik tak saling hujat. Saat ditanyakan apakah saling tuding sejumlah politisi tersebut merupakan upaya untuk memecah belah pemerintahan yang kini solid, Tjahjo mengaku tak sepaham. Menurutnya, Presiden Joko Widodo merupakan sosok yang pendiam dan tak terpengaruh oleh fitnah-fitnah. Jokowi, kata dia, lebih fokus kepada kerjanya sebagai presiden. Hal. 19 Lima Tahunan

Bali Belum Swasembada Garam

Ladang Garam Disulap Jadi Hotel Persoalan garam sudah berulang tahun bahkan berulang windu menjadi permasalahan di Indonesia. Di lain sisi, Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki pantai terluas, seharusnya Indonesia tidak memiliki masalah di bidang garam. TAK perlu jauh-jauh untuk menilai produksi garam di Tanah Air. Bali yang memiliki garis pantai yang cukup luas hingga kini juga belum swasembada garam. Jangankan swasembada beras, swasembada garam saja masih jauh. Garam di Bali selama ini banyak dipasok oleh Jawa Timur. Artinya, produksi garam lokal belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan Pulau Dewata. Hal ini utamanya disebabkan oleh minimnya lahan produksi garam. Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali, Ni Wayan Kusumawathi, Sabtu (5/8) kemarin, membenarkan bila garam banyak didatangkan dari Jawa Timur. Namun, pihaknya tidak bisa memastikan apakah seluruh garam itu merupakan produksi lokal Jawa Timur ataukah garam impor. “Tidak ada data apakah garam dari Jawa Timur itu impor atau tidak, karena sampai saat ini

tidak ada importir garam di Bali,” ujarnya. Menurut Kusumawathi, stok garam konsumsi saat ini masih normal. Harga garam terpantau di kisaran Rp 7.500 hingga Rp 10.000 per kilogram. Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Bali A.A. Ngurah Adhi A r d h a n a m e n g a takan, Bali memang sejak lama memiliki ketergantungan akan garam dari daerah lain, terutama Jawa Timur. Hal. 19 Sangat Minim

GARAM tradisional produksi petani garam di wilayah Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Karangasem termasuk garam dengan kualitas terbaik. Namun sayangnya, saat ini petani garam di wilayah tersebut terus terdesak hingga hanya segelintir orang yang masih melakoninya. Hal itu disebabkan menyempitnya lahan penggaraman akibat terjepit perkembangan pariwisata. Kondisi tak menguntungkan tersebut terlihat buruk bagi petani garam, dalam beberapa tahun terakhir. “Dulu, satu kelompok petani garam anggotanya sepuluh orang. Sekarang, kelompoknya tetap lima, tapi anggotanya hanya empat sampai lima orang,’’ ungkap Ni Wayan Putu (45), petani garam asal Banjar Lebah, Purwakerti, saat ditemui belum lama ini. Hal. 19 Terus Berkurang

Kehilangan Regenerasi

KEBUTUHAN garam untuk konsumsi maupun usaha, seperti pemindangan cukup besar. Di tengah kondisi demikian, jumlah petaninya semakin sedikit, bahkan terancam punah. Seperti di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung. Ibarat petani garam kehilangan regenerasi. Generasi muda tak ada lagi yang melanjutkan usaha yang berlokasi di kawasan pesisir ini. Beberapa tahun lalu, petani garam mencapai 50 KK. Namun dalam perjalalannya, banyak yang beralih ke pekerjaan lain yang dinilai mampu memberikan penghasilan lebih pasti. Hal. 19 Berusia Renta

NASIB - Beginilah nasib petani garam di Kusumba. BPM/sos

Di Klungkung

Kelangkaan Garam Pukul Usaha Pemindangan dan Telur Asin

BPM/gik

TERJEPIT - Kehidupan petani garam dari Desa Purwakerti kian terjepit.

Kelangkaan garam melanda sejumlah daerah di Indonesia. Di Kabupaten Klungkung salah satunya. Kondisi ini cukup berdampak pada usaha pemindangan di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan. Sementara jumlah petani garam di Klungkung kian sedikit.

PRODUSEN pemindangan di Klungkung kesulitan mendapatkan garam yang telah berlangsung sejak dua bulan lebih. Supaya tetap berproduksi, kebutuhan bumbu dapur bercita rasa asin itu terpaksa didatangkan dari wilayah Bima, Nusa Tenggara Barat. Harganya pun lebih mahal daripada sebelumnya. Pengelola tempat pemindangan, Wayan Suartini, menuturkan produksi pindang sampai saat ini masih bertahan. Jumlahnya pun tergolong cukup banyak. Namun, industri ini dirundung persoalan. Pasokan garam yang menjadi kebutuhan utama dari Madura sejak dua bulan lalu ni-

hil. “Garam dari Madura sudah dari dua bulan lalu tidak ada. Kami kurang tahu penyebabnya. Mungkin produksinya minim,” ungkapnya. Supaya tetap bisa berproduksi, industri ini terpaksa menggantungkan kebutuhan garam dari wilayah Bima yang harganya kisaran Rp 3.500 per kilogram, sama dengan garam Madura. Itu naik dari sebelumnya yang hanya kisaran Rp 1.500 per kilogram. Hal ini secara otomatis menyebabkan keuntungan terpangkas. “Garam Bima ini kualitasnya cukup bagus,” sebutnya. Hal. 19 Harga Mahal

BPM/sos

PEMINDANGAN - Usaha pemindangan di Desa Kusamba, Dawan yang memerlukan garam dalam jumlah banyak.


DAERAH

2

Minggu Pon, 6 Agustus 2017

Tiga Bulan Lalu Dibobol

Sambut Hari Kemerdekaan

Negara (Bali Post) Kasus pencurian kembali terjadi di wilayah hukum Polres Jembrana. Modusnya rolling door toko dibobol. Kejadian pencurian juga berdekatan dengan TKP kejadian tiga bulan lalu. Pencuri membobol toko yang dijadikan tempat bermain play station (PS) di Jalan Denpasar-Gilimanuk, Banjar Banyubiru, Negara, Sabtu (5/8) kemarin. Sementara baru tiga bulan lalu, tempat permainan PS milik Gusti Ngurah Adi Wiguna (29) dari Baler Bale Agung, Negara, tersebut dibobol maling. Korban Gusti Ngurah Adi Wiguna mengatakan tempat bermain PS itu biasanya buka siang hingga sore hari. Namun Sabtu pagi, dia dihubungi seseorang kalau tempat usahanya itu kecurian. Setelah dicek, benar saja rolling door-nya sudah rusak. Pelaku diduga merusak gembok pintu, kemudian mengambil tiga unit PS yang harganya setiap unit PS Rp 4.700.000. Dengan kejadian pencurian itu, korban mengalami kerugian Rp 20 juga termasuk PS yang hilang tiga bulan lalu. Selain mengambil PS, pelaku mengacak acak meja tempat PS. Bahkan satu meja PS ada di luar dan satu buah meja lagi ada di tempat sampah yang jaraknya sekitar 10 meter dari TKP. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Negara. Setelah menerima informasi kejadian tersebut, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim ) Polres Jembrana melalui unit identifikasi, langsung melakukan olah TKP. Dari olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa kunci gembok yang dibuang di selokan, meja yang dibuang pelaku dan sejumlah alat bukti lain. Barang yang hilang di antaranya 3 unit PS 3 merek Sony warna hitam, 3 unit layar LCD 32 inch, 6 buah stik PS 3, 1 buah kotak PS yang terbuat dari kayu. (kmb)

Mangupura (Bali Post) Bertepatan dengan perayaan hari kemerdekaan Indonesia yang ke-72, Desa Adat Kuta dan LPM Kuta akan menggelar Beach Festival dengan tema SeaSandLand. Kegiatan ini sebagai bentuk partisipasi untuk turut menjadi bagian dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Para pengunjung Pantai Kuta akan disuguhkan sejumlah agenda dalam event yang berlangsung selama 5 hari dari tanggal 15-19 Agustus mendatang, bertempat di Pantai Kuta. Ketua LPM Kuta, Gusti Agung Made Agung, Jumat (4/8) menjelaskan, Kuta SeaSandLand adalah salah satu atraksi kepariwisataan yang dilaksanakan bertepatan dengan momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain menggelorakan semangat persatuan dan kesatuan, event yang dikemas dalam bentuk Beach Festival ini juga untuk mengatrol kunjungan wisatawan baik mancanegara maupun nusantara. Kuta SeaSandLand memiliki ideologi yang menyatukan tiga unsur utama tanah air Indonesia. Sea menggambarkan kekuatan bahari Indonesia yang sejak dahulu merupakan kebanggaan nusantara. Sand mewakili keragaman nusantara, tetapi tetap merupakan satu kesatuan Indonesia. Sedangkan Land mewakili di mana rakyat Indonesia menjunjung tinggi persatuan yang merupakan akar dari bangsa yang menghargai keragaman, dan mencintai tanah air Indonesia. Dikatakannya, pada tanggal

Rental PS Kembali Disatroni Maling

Desa Adat dan LPM Kuta Gelar SeaSandLand

BPM/kmb23

SIMAKRAMA - Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo, saat hadir dalam simakrama Jumat (4/8) lalu.

Panglima TNI

Waspadai Benih-benih Perpecahan Mangupura (Bali Post) -

BPM/kmb

TKP - Petugas ketika melakukan olah TKP di lokasi pencurian.

Pertamini Disebut Ilegal

Disperindag Tak Ada Kewenangan Melarang

Bangli (Bali Post) Keberadaan usaha penjualan bahan bakar minyak (BBM) eceran semakin menjamur di masyarakat. Tak hanya di wilayah perkotaan, namun juga di pedesaan. Belakangan ini, usaha penjualan BBM secara eceran berkembang. Sejumlah penjualnya tak lagi menggunakan botol bekas tapi menggunakan alat tuang BBM menyerupai di SPBU yang banyak disebut Pertamini. Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli, Nengah Sudibya, usaha penjualan BBM menggunakan Pertamini termasuk BBM yang dijual eceran menggunakan botol adalah ilegal. Meski demikian, pihaknya tidak bisa melarang usaha penjualan BBM dengan Pertamini tersebut. “Kewenangan melarangnya ada di Pertamina,” ujarnya saat diwawancara belum lama ini. Sudibya mengatakan, pihaknya di Disperindag hanya bisa memberikan imbauan bahwa Pertamini ilegal. Dan selama ini imbauan itu sudah disampaikannya ke pedagang. Tak hanya itu, pihaknya juga telah mengimbau kepada pihak SPBU untuk selalu mendahulukan pembeli yang membawa kendaraan daripada pembeli yang membawa jeriken. Sementara itu, menyinggung soal tera ulang di SPBU, Sudibya mengatakan hal itu rutin dilakukan pihaknya. Sebab hal itu merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi SPBU untuk bisa mendapatkan pasokan BBM. Dalam melakukan tera ulang, pihaknya mengaku belum bisa mandiri. Disperindag Bangli masih harus bekerja sama dengan Disperindag Buleleng karena terbatasnya SDM serta sarana dan prasarana yang dimiliki. “Ke depannya untuk menjadi daerah tertib ukur semua akan kita tera. Meteran air dan meteran listrik juga. Tujuannya jangan sampai konsumen dapat alat ukur yang tidak standar,” katanya. (kmb40)

BPM/dok

ECERAN - Tak hanya di wilayah perkotaan, usaha penjualan bahan bakar minyak (BBM) eceran juga menjamur di pedesaan.

Bangsa Indonesia harus waspada terhadap benih-benih yang ingin membuat perpecahan dengan cara mengadu domba sesama umat beragama. Benih-benih seperti itu sudah mulai muncul, maka jangan sampai negeri ini menjadi kancah konflik antar-agama dan antarkelompok agama. Hal tersebut disampaikan Panglima TNI, Jendral Gatot Nurmantyo, di sela-sela simakrama kebangsaan, Jumat (4/8), di Taman Bagawan, Tanjung Benoa. Jenderal Gatot Nurmantyo mengakui, indikasi benih-benih perpecahan memang ada. Namun dalam hal ini, kita bersama harus benar-benar sadar bahwa kita bangkit untuk menghilangkan semua itu jangan sampai kita terpengaruh. Semua hal sudah dilakukan untuk meredam hal itu, namun dikatakannya langkah itu belum maksimal. “Kita harus maksimalkan, seperti Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya. Dikatakannya, Indonesia dengan banyak keragaman, sampai sekarang masih tetap utuh, sampai sekarang masih indah. Semua itu terjadi karena ada Pancasila. “Bila tidak ada Islam bukan Indonesia, bila tidak ada Kristen bukan Indonesia, bila tidak ada Katolik bukan Indonesia, bila tidak ada Hindu bukan Indonesia, bila tidak ada Buddha bukan Indonesia dan bila tidak ada Khonghucu bukan Indonesia. Itulah Indonesia kita yang indah,” ujar Jenderal Gatot Nurmantyo.

Kemajemukan inilah yang harus dijaga dan dibina, kuncinya ada di Pancasila. Dan untuk di Bali, pihaknya berharap, gelorakan kembali balai banjar sebagai ruang publik, dan pusat perjuangan untuk negara dan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika. Jadikan agama, adat, dan budaya sebagai perekat kemajemukan bangsa Indonesia. Bali adalah Indonesia mini. Di Bali, penghormatan terhadap keberagaman, terhadap toleransi, cinta kasih, serta penghargaan terhadap kearifan lokal, setiap hari dilakukan oleh masyarakat Bali. “Di Bali adat budaya begitu kuat bersama dengan agama. Di seluruh nusantara, kita punya budaya masing-masing, itulah yang harus dibangkitkan lagi,” tegasnya. Semoga dengan melihat seperti ini, ditempattempat lain juga melakukan hal yang sama. Bahwa Indonesia dengan pancasila ini, menjadikan Negara yang dengan berbagai perbedaan yang sangat banyak. Mulai dari warna kulit. Letak geografi, okonomi, rambut, bahasa, suku, agama, masih utuh. “Inilah yang benar-bebar harus sama-sama, seperti yang dikatakan bapak Presiden, kita konkritkan dalam kehidupan berpancasila. Sudah terbukti kok, betapa dahsyatnya Pancasila mempersatukan Bangsa ini,” ujarnya. Pada simakrama tersebut, turut hadir Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, Gubernur NTB, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Komarudin Simanjuntak, Kapolda Bali, Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose, dan komponen masyarakat serta pemuka agama. (kmb23)

15 Agustus, akan diisi dengan parade nusantara yang akan melibatkan 14 Banjar Kuta dan kesenian tradisional nusantara di sepanjang jalan Pantai Kuta. Selain itu, event ini juga akan dimeriahkan oleh sederet artis, seperti RIF Band, Double-T, Soul Id, dan Wildeones. Yang paling menarik juga akan ditampilkan fragmentari Pasih Prahu dan pementasan karya anak bangsa, Kinarya-GSP (Guruh Soekarno Putra). Sementara, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung, Made Badra, mengaku sangat mendukung kegiatan ini sebagai upaya menarik kunjungan wisatawan. Hal ini dikatakannya merupakan bagian dari upaya mempromosikan pariwisata Bali pada umumnya. Untuk event ini, pihaknya menargetkan jumlah kunjungan wisatawan baik lokal maupun mancanegara capai 20 ribu orang per harinya. Sehingga selama lima hari, diharapkan bisa mencapai 100 ribu pengunjung. “Kita targetkan kunjungan dalam acara ini mencapai 20 ribu orang per harinya. Kami optimistis target ini terealisasi,” ujarnya. Menurutnya, setiap bulan, Pemkab Badung terus melakukan promosi pariwisata ke luar negeri melalui Badan Promosi Pariwisata Badung ke sejumlah negara seperti Amerika, Jepang, Tiongkok, India, Australia, dan Eropa. “Promosi pariwisata ini untuk melakukan survei ke berbagai negara untuk mencari tahu apa keinginan pasar wisatawan itu ke Bali,” ujarnya. (kmb23)

BPM/kmb23

PENJELASAN - Ketua LPM Kuta, Gusti Agung Made Agung, menjelaskan pelaksanaan SeaSandLand, Jumat (4/8) lalu.

Diikuti Rare Angon dari 19 Negara

Rai Mantra Buka Sanur International Kite Festival 2017 WALI KOTA Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra membuka Sanur International Kite Festival (SIKF) 2017, ditandai dengan menaikkan layangan naga serta memberi penghargaan kepada sesepuh pelayang Indonesia pada Sabtu (5/8) kemarin di Pantai Mertasari Sanur. Sejak pagi hari, antusias para peserta SIKF tampak memadati Pantai Mertasari Sanur. Walaupun cuaca sedikit panas, namun tidak memengaruhi antusias para peserta yang terdiri dari 64 peserta dari 19 negara dan 58 peserta dari berbagai kota di Indonesia dalam memainkan layangan. Gemuruh sorak-sorak rare angon (pencinta layangan) dari mancanegara ini di tambah lantunan gamelan baleganjur yang tak pernah putus terus mengiringi para peserta international kite festival ini. Ratusan jenis layang-layang tampil pada event tersebut. Selain menampilkan layanglayang tradisional bebean, pecukan dan janggan, festival ini juga menghadirkan layang-layang kreatif dan kontemporer. Setiap peserta menampilkan lebih dari satu jenis layang-layang kreasi dengan berbagai bentuk,

bermacam bahan dan berbagai ukuran pada event yang akan diselenggarakan hingga Senin (7/8) mendatang. “Saya sangat mengapresiasi dan mendukung berbagai kreativitas di Kota Denpasar seperti Event Sanur Village Festival yang dirangkai dengan berbagai kegiatan, dalam hal ini salah satunya adalah Sanur International Kite Festival yang secara rutin diadakan setiap tahun. Selain mendukung pelestarian kebudayaan memainkan layang-layang juga berdampak ekonomis, apalagi event ini bisa mendatangkan rare angon mancanegara”, ungkap Rai Mantra saat ditemui di sela-sela kegiatan. Rai Mantra mengatakan, Kegiatan seperti ini harus terus dikembangkan dan dipertahankan sebagai suatu wadah dalam bentuk penguatan kebudayaan itu sendiri. Layanglayang merupakan atraksi budaya yang sudah ada sejak dahulu. Diharapkan, kegiatan ini terus terjaga di tangan anakanak muda yang kreatif . Ketua Panitia SIKF 2017 Kadek Dwi Armika mengatakan, festival ini merupakan bagian dari Sanur Village

Festival yang memadukan seni, aerodinamika, budaya, termasuk filosofi, sejarah dan imaji inovatif. Khusus untuk pementasan wayang di angkasa akan digelar pada Minggu (6/8) pukul 18.30 hingga pukul 20.30 wita, dengan tema “Bhinneka Tunggal Ika”, yang juga merupakan semboyan NKRI yang diambil dari Kekawin

Sutasoma karya Mpu Tantular. Tema yang sarat filosofi ini diterjemahkan para kreator layang-layang dalam berbagai figur dari pewayangan. “Kali ini, kami menyuguhkan sesi wayang di angkasa yang melibatkan pesinden dan dalang yang menggunakan berbagai bahasa, dilengkapi gamelan dan tata lampu yang spektakuler,”

SIKF – Wali kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, membuka Sanur International Kite Festival (SIKF) 2017, ditandai dengan menaikkan layangan naga serta memberi penghargaan kepada sesepuh pelayang Indonesia pada Sabtu (5/8) kemarin, di Pantai Mertasari Sanur.

kata Dwi Armika. Ketua Panitia Sanur Village Festival (SVF), Ida Bagus Gede Sidharta Putra, berharap, acara ini mampu memunculkan gagasan baru dalam rangka mengembangkan kreasi layanglayang untuk menunjang industri ekonomi kreatif. Selain membantu kepariwisataan, pasti akan mendorong pertumbuhan ekonomi setempat. “Layanglayang bisa jadi oleh-oleh atau untuk dikoleksi, ini tantangan bagi para kreator,” katanya. Sementara salah satu peserta SIKF, Sari Majid (Indonesia) dan Gerrad Cletment (Prancis) mengatakan event ini sangat bagus dan sangat menarik untuk kami para pencita layangan, hanya di Bali satu-satunya event layangan terbesar di dunia . “Event ini tidak terlepas dari dukungan dari Pemkot Denpasar dalam memberikan wadah untuk pencinta layangan dalam berkreativitas. Kegiatan ini juga sebagai ajang rekreasi untuk pencinta layangan di macanegara yang memang harus terus dikembangkan dan dipertahankan sebagai suatu wadah dalam bentuk penguataan kebudayaan”, ujarnya sembari berteriak one sky one earth one family. (ad380)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


seremonial

Minggu Pon, 6 Agustus 2017

Pengobatan Tradisional Jnana Marga

Seks Simbol Kesuksesan dan Harga Diri

SEKS bukanlah sebuah kemewahan. Seks hanyalah sebuah aktivitas sederhana, namun berdampak luar biasa dalam kehidupan. Selain sebagai kebutuhan, kebahagiaan dan kesehatan, seks ternyata seringkali pula dijadikan sebagai simbul kesuksesan dan harga diri. Grand Master Metafisika Indonesia Bali, ahli seksual, owner yang sekaligus terapist pengobatan tradisional Jnana Marga I Nengah Edy Warsita, mencontohkan ketika seorang pria dapat memuaskan pasangannya di tempat tidur, maka itu adalah sebuah kesuksesan yang patut dibanggakan. Hal ini juga akan memberikan rasa percaya diri yang lebih besar. Kejantanan adalah hal penting bagi kaum lelaki yang harus dijaga kesehatannya serta kinerjanya. Bayangkan bila alat kejantanan tidak berfungsi dengan baik dan tidak mampu memuaskan pasangan, hal itu merupakan aib yang besar bagi kaum lelaki. Maka tak heran banyak laki-laki rela menghadapi berbagai rintangan dan melakukan apa saja demi memberikan kepuasan dan kebahagiaan di atas ranjan pada pasangannya. Lebih lanjut dia menjelaskan, wanita sering merasa tertekan dan stres ketika kebutuhan biologis mereka tidak tersalurkan, apalagi dalam jangka waktu yang lama. Inilah salah satu pemicu, kenapa istri berselingkuh. Banyak penyebab mengapa laki–laki tidak bisa memberikan kepuasan kepada istrinya. Salah satunya adalah tersumbatnya energi seksual yang mengakibatkan munculnya beberapa masalah seksual dan reproduksi seperti kemandulan, impotensi, ejakulasi dini, kurangnya gairah seksual dan lain-lain. Sumber energi seksual letaknya dua jari di bawah pusar, yang akan mempengaruhi baik buruknya aktivitas seksual seseorang. Aktivasi kejantanan/aktivasi energi seksual (mengaktifkan energi seksual) adalah salah satu solusinya. Kabar gembira bagi para pria untuk mengungkap rahasia kejantanan pria, ikutilah pelatihan aktivasi energi seksual yang akan di laksanakan pada tanggal 1 september 2017 oleh Pengobatan Tradisional Jnana Marga dan Training Centre Metafisika Indonesia Bali. Aktivasi energi seksual ini berfungsi untuk mengendalikan ejakulasi, menguatkan kerja jantung dan ginjal. Karena untuk mendapatkan seks sehat dan berkualitas, antara kinerja jantung dan ginjal harus selaras dan harmoni. Selain itu, energi ini berfungsi untuk kesehatan secara menyeluruh. Segera daftarkan diri di Pengobatan Tradisional

I Nengah Edy Warsita Jnana Marga, beralamat di jalan Gatot Subroto I gang Jnana (1 KM arah utara Apotek Anugrah) Denpasar. Telp. 085102111600. Pelatihan akan dilaksanakan pada bulan September 2017. Jumlah peserta di batasi. Masih dengan energi Janur Sakti dan kekuatan Piramida sebagai metode andalan ditambah dengan metode yadnya sarira menjadikan sistem penyembuhan ini seperti kinerja lebah. Menyerang penyakit dari segala penjuru, memberikan kesembuhan secara permanen untuk berbagai masalah seksual laki–laki, seperti ejakulasi dini, libido rendah/kehilangan libido, hiperseksual (menyeimbangkan energi seksual), infertilitas (susah memiliki anak), menambah ukuran mr. P. dan lain–lain. Dengan kekuatan metafisika juga membantu membantu menyembuhkan penderita secara fisik dan metafisika untuk menata, menguatkan dan mengendalikan pikiran kearah yang baik dan positif. Sehingga penderita mendapatkan kesembuhan yang sempurna secara fisik maupun psikis. Sudah tergabung dalam IPATRI, AP3I dan izin dari dinkes no : 448stpt.41.07.17/Dinkes.17. Buka setiap hari Senin–Sabtu pukul 10.00 – 17.00 Wita. (ad379)

3

Lepas 903 Orang Wisudawan

Unud Gelar Wisuda Ke-122

MELEPAS 903 orang wisudawan, Universitas Udayana (Unud) menggelar upacara wisuda ke-122 di Gedung Auditorium Widya Sabha Kampus Bukit Jimbaran, Sabtu (5/8) kemarin. Calon wisudawan kali ini dilepas Dirjen Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng., Sc., yang menjabat sebagai Plt. Rektor Unud. Menurut jenjang pendidikan, jumlah wisudawan yang dilepas pada periode ke-122, yakni 14 orang Program Doktor, 128 orang Program Magister, 20 orang PPD S-1, 64 orang Program Profesi, 527 orang Program S-1 dan 150 orang Program Diploma. Total alumni Unud sampai saat ini mencapai 81.386 orang. Tiga lulusan wisudawan terbaik diraih Dr. Made Reina Candra Dewi, S.E., M.Sc., dengan IPK 4.00 dari Prodi S-3 Ilmu Managemen, I Gusti Ayu Putu Weni Andayani, S.E., M.Si., dengan IPK 4.00 dari Prodi S-2 Akuntansi dan I Gusti Bagus Arya Putra, S.Sos., dengan IPK 3.86 dari Prodi S-1 Antropologi. Wakil Rektor Bidang Akademik Unud Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, MS., dalam laporannya menyampaikan secara keseluruhan IPK rata-rata wisudawan kali ini cukup bagus. Begitu juga dengan rata-rata lama studi. Wisuda kali ini didominasi kaum perempuan yang berjumlah 473 orang, sedangkan laki-laki berjumlah 430 orang. Dari sisi prestasi akademik, mahasiswa perempuan lebih baik dari pada laki-laki, yaitu rata-rata IPK perempuan 3,47, sedangkan rata-rata IPK laki-laki 3,38. Sementara itu, untuk masa studi rata-rata perempuan 7,3 semester dan laki-laki menempuh masa studi rata-rata delapan semester. Pada kesempatan tersebut, Prof. Damriyasa mengucapkan selamat kepada wisudawan dan ucapan terima kasih atas kepercayaannya pada Unud sebagai tempat proses pembelajaran di pendidikan tinggi. Plt. Rektor Unud Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng., Sc., didampingi

WISUDA - Plt. Rektor Unud Dr. Ir. Patdono Suwignjo, M.Eng., Sc., saat melepas Wisudawan pada Wisuda ke-122 Unud di Gedung Auditorium Widya Sabha Kampus Bukit Jimbaran, Sabtu (5/8) kemarin. Ketua Senat Unud Prof. Dr. Ir. perguruan tinggi di Singapura telah Dewa Ngurah Suprapta, M.Sc., dan membangun kompetensi agar luKetua Panitia Wisuda Unud ke-122 lusannya bisa mencapai nomor Drs. IGN Indra Kecapa, M.Ed., urutan dua paling kompetitif di mengatakan Unud sebagai institusi dunia. Kompetensi yang dibangun pendidikan tinggi di bawah Kemen- yakni menjadi sosok yang percaya ristekdikti telah berusaha berbenah diri, pembelajaran yang mandiri, diri untuk menerjemahkan visi-misi berkontribusi aktif dan menjadi Kementerian dalam menghasilkan warganegara yang peduli. “Meskilulusan dengan daya saing bangsa pun di Indonesia secara tegas kompetensi tersebut belum terlihat, yang kuat. Dengan diberlakukannya Ma- namun secara ekplisit maupun imsyarakat Ekonomi Asean (MEA) plisit dapat dikembangkan selama pada Januari 2016 lalu, menyebab- menempuh perkualihan,” ujar Patkan aliran bebas tenaga kerja ter- dono Suwignjo. Dalam kesempatan tersebut, piampil antar Negara Asean. Apalagi daya saing antar negara-negara haknya menghimbau dan berharap di dunia yang dikeluarkan oleh agar wisudawan yang diwisuda kali World Economic Forum daya saing ini untuk terus belajar sepanjang tenaga kerja Indonesia masih kalah hayat dan tidak mengenal batas dibandingkan dengan Singapura umur. Apalagi sumber ilmu pendan Malaysia. getahuan sudah tersedia secara Oleh karena itu, pihaknya ber- luas di internet yang dapat diakses harap lulusan Mahasiswa Unud setia saat. “Meskipun sudah lulus, mampu bersaing dengan tenaga semangat belajar harus tetap mekerja di kawasan Asean. Apalagi nyala,” pesannya. (ad382)

PT Astra Honda Motor (AHM) menghadirkan New Honda CB150R StreetFire dengan warna baru Stallion Black yang diperkaya penambahan stripe di fuel tank yang semakin memperkuat tampilan street fighter yang maskulin dan perubahan warna rim wheel pada tipe Special Edition (SE). Motor sport terlaris di Tanah Air ini juga hadir dengan penyegaran pada Stripe Tipe Standar (STD) sebagai pilihan baru bagi pecinta motor sport Tanah Air. Warna baru Stallion Black yang disematkan di New Honda CB150R StreetFire SE menghadirkan tampilan semakin tangguh dan ekslusif dengan penyematan fuel tank stripe berwarna Gold dan rim wheel Gold dipadukan dengan frame berwarna hitam. Sementara itu, di tipe yang sama warna Raptor Black dilakukan penambahan fuel tank stripe berwarna merah dan kini rim wheel berwarna hitam. Penyegaran grafis semakin menguatkan tampilan sporti di pilihan warna STD Macho Black dan Wild Black melalui stripe yang menampilkan grafis tulisan CB150R. Marketing Director AHM Thomas Wijaya mengatakan model naked sport bike Honda ini terus menjadi pilihan konsumen pecinta motor sport yang diapresiasi karena desain, fitur dan performa terbaik di kelasnya. Model ini pun mampu menghadirkan kenyamanan dan kelincahan optimal saat berkendara, sehingga dapat senantiasa menemani pengendaranya menikmati setiap manuver di jalan raya. “Kepercayaan konsumen Tanah Air terhadap motor sport kami meningkat, terutama untuk New Honda CB150R StreetFire yang menjadi motor sport terlaris di Tanah Air sepanjang semester pertama tahun ini. Kami ingin

mengapresiasi kepercayaan besar konsumen dengan menghadirkan pilihan terbaru New Honda CB150R StreetFire sebagai partner berkendara terbaik untuk pecinta naked sport bike,” katanya. Untuk semakin menunjang tampilan agresif pada naked sport bike Honda ini, AHM menyematkan visor dan undercowl dengan desain sporti yang menyempurnakan aerodinamika dan performa berkendara di Honda CB150R StreetFire Special Edition. Varian warna Honda Racing Red hadir dengan rangka teralis dan velg berwarna hitam dipadu dengan wheel stripe berkarakter sporti merah putih. Untuk melengkapi tampilan eksklusif di tipe ini, turut disematkan Hi-grade Golden Engine color. Honda CB150R StreetFire memiliki performa tinggi di setiap putaran berkat pengaplikasian mesin 150cc, DOHC empat katup,

AHM Hadirkan Warna Baru Eksklusif New Honda CB150R StreetFire

Bali Post/kmb

MAYAT - Mayat Mr. X yang ditemukan di perairan Yeh Leh, Desa Pengeragoan, Pekutatan, Jembrana, Sabtu (5/8) kemarin.

Nelayan Temukan Mayat Mengapung di Perairan Yeh Leh

Negara (Bali Post) Sejumlah nelayan Yeh Leh, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Sabtu (5/8) kemarin dikejutkan dengan penemuan mayat mengapung di tengah laut. Mayat yang belum diketahui identitasnya itu ditemukan ketika tiga nelayan sedang memancing di perairan Yeh Leh. Kuat dugaan mayat Mr. X itu merupakan warga asing. Informasi yang dihimpun menyebutkan, tiga nelayan yang pertama kali menemukan mayat tersebut yakni Agus Haryanto (39) asal Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, Juhri (47) dan Lukman Hadi (38), keduanya asal Desa Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo, Jembrana. Sebelumnya mereka sedang melakukan aktivitas mancing di tengah laut. Tiba-tiba mereka melihat ada benda mencurigakan mengapung. Awalnya benda itu dikira kayu. Namun setelah didekati ternyata tubuh manusia yang kondisinya sudah hancur. Mengetahui hal itu, mereka berupaya melakukan evakuasi ke daratan. Para nelayan itu mengikat mayat tersebut dengan menggunakan jaring dan diberi tanda dengan pelampung.

Setelah itu ketiga nelayan tersebut menepi ke pinggir pantai untuk melaporkan penemuan tersebut ke Polsek Pekutatan. Kapolsek Pekutatan Kompol KS Yoga saat dikonfirmasi membenarkan pihaknya menerima laporan penemuan mayat mengapung di tengah laut Yeh Leh, Desa Pengeragoan. Adanya laporan tersebut, pihak Polsek berkoordinasi dengan Polres Jembrana dan Basarnas Jembrana untuk melakukan evakuasi terhadap mayat tersebut. Mayat tersebut diduga orang asing berjenis kelamin laki-laki dengan ciri-ciri mengenakan jam tangan merk swatch dan gelang kney hitam. Wajah hancur (mata tertutup, hidung dan mulut hilang di depan). Paha sebelah kanan hilang separo bagian depan atas sampai ke alat kelamin (testis utuh). Betis depan kanan terkelupas sampai terlihat tulang betis. Telinga kiri hilang. Memar atau lebam hitam di seluruh tubuh. Luka di lengan kanan. Pada leher terdapat darah. Guna mengungkap identitas korban, polisi membawa mayat itu ke RSU Negara. (kmb)

enam kecepatan, berpendingin cairan (liquid-cooled). Akselerasi yang dihasilkan mampu mencapai 10,5 detik (0-200m). Model ini pun dapat dipacu hingga 125 km/jam dengan tetap menghasilkan tingkat konsumsi bahan bakar yang efisien dengan metode ECE R40 mencapai 37.9 km/l dengan metode pengetesan EURO 3 (EURO 2 = 40.6 km/l). New Honda CB150R StreetFire Special Edition hadir dengan tiga warna yakni Raptor Black, Honda Racing Red dan warna baru Stallion Black dipasarkan dengan harga OTR Rp 27.075.000,-. Sementara itu New Honda CB150R StreetFire tipe Standard hadir dengan dua warna yaitu Wild Black dan Macho Black yang dipasarkan dengan harga OTR (On The Road) Jakarta Rp 25.975.000,-. New Honda CB150R StreetFire ditargetkan terjual 140.000 unit setiap tahunnya. (bns1)

Harga Daging Ayam Naik

PPAB Sebut Akibat Penumpukan Stok Denpasar (Bali Post) Harga daging ayam ras (broiler) mulai naik di pasaran. Harga sebelumnya Rp 32.000 per kilogram, kini menjadi Rp 38.000 per kilogram. Kenaikan harga sebesar Rp 6.000 ini merupakan dampak dari kondisi sebelumnya. Sebab sempat terjadi penumpukan stok di peternak ayam hingga dagingnya memiliki berat empat kilogram. Dengan ukuran berat tersebut membuat ayam sulit dijual, karena ayam yang biasanya dipotong adalah ukuran 1,4 hingga 2,3 kilogram. Ketua Perhimpunan Peternak Ayam Bali (PPAB) I Ketut Yahya Kurniadi, SKH., mengatakan kenaikan harga tersebut akibat dari kondisi sebelumnya. Masuknya daging ayam luar ke Bali sebanyak 50 ton (4.000 ekor dengan berat 2 kilogram) per hari. Selain itu, ter-

jadi selisih harga ayam ras di Jawa dan Bali yang membuat ayam Jawa masuk ke Bali. Kondisi ini terjadi sejak Februari lalu. Kemudian bulan puasa yang jatuh pada Juni, serapan ayam hidup justru menurun 50 persen. Setelah Idul Fitri pun serapan pasar masih menurun karena pemotong ayam yang kebanyakan penduduk pendatang pulang kampung selama 2-3 minggu. Hingga kini kelangkaan ayam terjadi karena penumpukkan stok yang terjadi sebelumnya. Kandang peternak masih terisi sehingga DOC (ayam berumur satu hari) belum bisa masuk. “Ditambah dengan tetasan DOC pada liburan kemarin tidak normal atau berkurang,” imbuhnya. Akibatnya ayam langka. Berdasarkan hukum supply and de-

mand, ketika terjadi kelangkaan ayam yang terjadi adalah kenaikan harga menjadi Rp 24.000. Sebelumnya Rp 11.000 hingga Rp 12.000 dengan berat empat kilogram. Padahal BEP peternak seharusnya harga ayam Rp 17.000 - Rp 17.500. Namun harga Rp 24.000 di tingkat peternak di Bali dinilai masih lebih baik dari pada harga di Kupang yang harganya Rp 27.000, di Lombok Rp 23.000. “Sebenarnya bisa naik sampai Rp 26.000, tapi peternak di sini menahan diri. Harapannya minggu depan lebih baik,” ujarnya. Dengan harga tersebut sebenarnya menguntungkan peternak. Namun, jika menelusuri kerugian peternak dari bulan-bulan sebelumnya akibat penumpukan stok, bisa mencapai Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar. (kmb42)

BPM/dok

Daging ayam - Daging ayam yang dijual di pasar. Harga daging ayam belakangan ini mulai naik.


4

Minggu Pon, 6 Agustus 2017

SEKTE - Berubahnya zaman tidak membuat segenap yang namanya sekte ketinggalan zaman. Tanpa disadari sekte sebagai kelompok atau golongan eksis mengikuti perkembangan zaman. Hanya saja tampil dalam bentuk yang berbeda. Dulu sekte lebih eksis dalam hal niskala berupa kepercayaan, tetapi zaman modern ini tak hanya sebatas niskala, melainkan di sekala pun sangat berkembang. Itulah sekte modern sebagai kelompok atau golongan yang eksis masa kini, masa modern ini.

SEKTE identik dengan zaman dahulu sebagai aliran kepercayaan masyarakat kala itu. Sekte pun dikatakan sebagai kelompok atau golongan. Tak dapat dipungkiri sekte juga diartikan sebagai kelompok keagamaan atau politik yang memisahkan diri dari kelompok yang lebih besar akibat adanya perbedaan pandangan. Apapun itu yang jelas Kamus Besar Bahasa Indonesia menyatakan bahwa sekte merupakan kelompok golongan orang yang mempunyai kepercayaan atau pandangan agama yang sama, yang berbeda dari pandangan agama yang lazim diterima oleh para penganut agama tersebut (KBBI, 1990:797). Berubahnya zaman tidak membuat segenap yang namanya sekte ketinggalan zaman. Tanpa disadari sekte sebagai kelompok atau golongan eksis mengikuti perkembangan zaman. Hanya saja tampil dalam bentuk yang berbeda. Dulu sekte lebih eksis dalam hal niskala berupa kepercayaan, tetapi zaman modern ini tak hanya sebatas niskala, melainkan di sekala pun sangat berkembang. Itulah sekte modern sebagai kelompok atau golongan yang eksis masa kini, masa modern ini. Sekta Zaman Dulu 988 M Bali dipimpin oleh raja suami-istri bergelar Dharma Udaya Warmadewa dengan Sri Gunapriya

Sekte Bali Masa Kini

Dharma Patni selama kurang lebih 23 tahun dari 988-1011 M. Masa kepemerintahannya terjadi berbagai perubahan yang hampir menyangkut seluruh tatanan kehidupan masyarakat Bali, baik di politik, sosial, budaya, maupun keyakinan (agama). Namun yang lebih menonjol mengenai keyakinan akibat masyarakatnya menganut berbagai aliran kepercayaan yang disebut dengan sekte. Beberapa sumber menyatakan, kala itu sebagian besar masyarakat Bali berkeyakinan Indra, yaitu menyembah gunung dan bulan, selain lima sekte lainnya. Sehingga saat itu ada 6 sekta. Soeka (1993:4), menyatakan ke-6 sekte itu adalah Sambu, Brahma, Indra, Wisnu, Bayu, dan Kala. Pendapat lain juga menyatakan kala itu di Bali terdapat 9 sekte, yakni: Siwa Sidhanta, Pasupata, Bhairawa, Wesnawa, Bodha atau Sogata, Rsi, Brahmana, Sora, serta Ganapatya (Goris, 1986:4). Uraian tersebut menggambarkan kala itu masyarakat Bali menganut berbagai aliran kepercayaan sebagai keyakinannya. Walaupun secara umum hanya nampak 6 sekte dalam artian pengikutnya lebih banyak, tetapi yang pengikutnya sedikit tetap berpengaruh di lingkungan masyarakat maupun di pemerintah. Sebab keberadaan sekte tersebut masing-masing menempuh jalannya sendiri-sendiri sehingga di masyarakat tidak adanya persatuan dalam hal ber-

keyakinan walaupun berada dalam satu wilayah maupun suku.

Mampu Menyadari segala kemampuannya belum mampu mengatasi masalah sosial keagamaan rakyatnya, akhirnya raja dan ratu dengan bijaksana mendatangkan rohaniawan bernama Mpu Kuturan beragama Budha aliran Mahayana yang tiba di Bali 1001 M. Mpu Kuturan menjalankan tugasnya menata kehidupan beragama masyarakat dengan mengadakan pertemuan agung yang disebut dengan samuan tiga. Secara aklamasi samuan tersebut menyetujui lima butir keputusan, salah satunya adalah ketiga aliran agama yaitu Budha Mahayana, Siwa, dan Bali Aga dengan semua sektenya sepakat melebur diri ke dalam satu paham yang dinamakan paham Tri Murti / Tri Sakti / Tri Tunggal. Keputusan tersebut menghasilkan masyarakat yang sosioreligius yakni kumpulan masyarakat sosial religi lengkap dengan pura sebagai tempat pemujaannya baik itu kahyangan tiga setiap desa adat, rong telu setiap pekarangan, dan sebagainya. Semenjak itu kehidupan masyarakat Bali kala itu menjadi lebih tertib, aman, rukun, dan damai. Sekte Modern Membayangi masa pemerintahan raja dan ratu UdayanaMahendradata yang didasari atas berbagai aliran kepercayaan yang

disebut dengan sekte sebagai bentuk perbedaan di niskala yang berpengaruh di dunia nyata (sekala) yaitu di lingkungan masyarakat dan pemerintah. Tak dipungkiri kala itu masyarakat seolah-olah terbelah atau mengelompok dalam satu wilayah, sehingga tidak menutup kemungkinan terjadi berbagai perselisihan maupun pertentangan yang didasari atas keteganganketegangan yang mengganggu ketentraman masyarakat. Disadari atau tidak, keadaan pulau Bali zaman modern ini hampir menyerupai keadaan seperti saat bertahtahnya raja dan ratu. Bahkan sekarang lebih parah dibandingkan kala itu. Dulu hanya perbedaan di niskala berdampak di sekala. Namun sekarang perbedaan di niskala yang tidak sendikit masyarakat Bali telah membentuk kelompok atau golongan baru (sekta) berdasarkan paham dan pandangan yang berbeda-beda yang masih dalam satu agama (Hindu), satu leluhur (Bali), serta satu adat dan budaya (Bali). Begitu pula di sekala telah terbentuk golongan baru (sekta) berupa kelompok, geng, crow, clab, dan sebagainya dalam satu suku (Bali), satu provinsi (Bali), satu pulau (Bali), satu bahasa daerah (Bali), serta satu sebutan manusia (Bali).

terelakan dengan terjadinya berbagai tragedi dan peristiwa yang tidak manusiawi di tanah yang konon katanya sebagai surga dunia. Buktinya berkali-kali ditayangkan di televisi yang menegangkan urat mata dan telinga ketika menyaksikan dan mendengar peristiwaperistiwa yang mengerikan terjadi di jalan maupun di gedung-gedung baik yang dilakukan perorangan atau berkelompok, entah itu antara yang diserang maupun yang menyerang. Yang jelas kejadian itu masih dikatagorikan bersaudara, sebab antara pelaku dan korban masih berlebel I Wayan, I Made, I Komang, I Ketut. Didengar maupun tidak, akibat sekte-sekte tersebut terutama sekta niskala sering menimbulkan masyarakat Bali “pakrimik” yang didasari atas ketidaksepahamannya sama-sama menjadi manusia Hindu Bali, ketidaksepahamannya menjalankan adat, ketidaksepahamannya melaksanakan upacara membina keharmonisan baik itu parhyangan, palemahan, maupun pawongan. Akibatnya tak jarang berdampak dalam madadia maupun mabanjar menimbulkan rasa “sungkan” dalam patedunan seolah-olah adanya perbedaan yang berujung seperti kasepekang atau disepekang.

Huru-hara Dilihat atau tidak, akibat sektesekte tersebut terutama di sekte sekala menyebabkan huru-hara tak

Bijaksana Keadaan seperti ini, mungkinkah akan ada raja dan ratu bijaksana seperti Udayana Mahen-

dradata yang mampu mengatasi berbagai polemik masyarakatnya? Sehingga Bali mawali seperti sebutannya menjadi pulau surga yang masyarakatnya sosioreligius di kelilingi seribu pura lengkap dalam pemujaannya kaya akan adat, tradisi, dan budaya. Bukan sebaliknya menjadi pulau balibalian (pulau tontonan) yakni menjadi bahan tertawaan orang-orang selat tukad atau krama tamiu atas kekacauan tatanan di masyarakat yang membangga-banggakan konsep huru-hara. Ataukah mungkin akan adanya Mpu Kuturan jilid II sebagai rohaniawan intelektual spritual dengan segenap kewikanan-nya mampu mengatur tatanan masyarakat serta melebur segala huru-hara di niskala maupun sekala? Atau sebaliknya, apakah mungkin akan adanya kesadaran dari masyarakat Bali itu sendiri atas segenap kekeliruannya selama ini menjadi umat Hindu Bali? Seandainya semuanya tidak. Artinya semakin menjadijadi. Selanjutnya, masihkah Bali ini sebagai pulau surga dunia dengan segenap adat, tradisi, budaya, dan keramahtamahan masyarakatnya? Tidakkah generasi berikutnya menerbitkan buku “Babad Bali Benyah” ! I Gede Pariadnya Penyuluh Agama Hindu Non PNS Ds. Sakti, Nusa Penida, Klungkung

Cegah Kecacingan pada Anak

Si Kecil gemar makan, tidak hanya makan utama, tetapi juga ngemil. Tapi kok badannya kurus? Apakah si Kecil menderita kecacingan? Penyakit kecacingan atau biasa disebut cacingan masih dianggap sepele oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Cacingan bisa terjadi pada siapa saja. Namun, umumnya anak-anak lebih rentan mengalami cacingan.

”Homecare” dan Solusi Penanganan Orang dengan Gangguan Jiwa PERSOALAN gangguan jiwa di Bali tak bisa dianggap sepele. Menurut data riset, ada 9.000 orang yang mengidap gangguan jiwa pada tahun 2015 dan 350 orang di antaranya dipasung. Pemerintah Provinsi Bali diharapkan serius dalam menangani persoalan ini. Perlu adanya penanganan terpadu sebab masalah gangguan jiwa bukan hanya tanggung jawab LSM maupun Rumah Sakit Jiwa (RSJ) namun juga pemangku kebijakan lainnya. Luh Ketut Suryani, psikiater kondang Bali dalam diskusi terbuka “Bali Rahayu Tanpa Pasung” yang digelar DPP Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Bali bekerja sama dengan Suryani Insitute for Mental Health beberapa waktu lalu mengatakan, alasan keluarga memasung ODGJ biasanya karena menganggap penyakit jiwa sebagai kutukan yang tak bisa sembuh, juga karena alasan warisan. Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang memiliki materi dibiarkan menjadi sakit agar warisannya bisa diambil, dan ada juga untuk meminta bantuan dari pendonor atau pemerintah. Suryani sejak tahun 1988 memiliki perhatian yang besar terhadap ODGJ)di Bali. Bersama Suryani Institute for Mental Health yang didirikannya ratusan ODGJ yang dipasung berhasil dikeluarkan dari pasungan dan dirawat hingga sembuh. Di sisi lain, penanganan ODGJ

selama ini dinilai belum maksimal. Para penderita gangguan jiwa yang biasanya dirujuk dan dirawat di Rumah Sakit Jiwa ketika dibawa pulang ke keluarga biasanya kambuh karena putus obat akibat kurangnya pengetahuan keluarga dan sistem kesehatan yang kurang memadai. Homecare atau perawatan intensif di rumah dipandang sebagai solusi. ”Homecare” I Gusti Rai Putra Wiguna, psikater RSUD Wangaya Denpasar menceritakan pengalamannya menangani pasien gangguan jiwa dalam program homecare yang berjalan sejak Januari 2016 lalu. Pasien yang ditanganinya biasanya sudah kronis dan dipasung karena oleh keluarga karena dianggap membahayakan. Menurutnya, untuk menangani ODGJ yang di dalamnya penderita skizofrenia itu sangat unik. Jika kita menunggu dan menangani di poliklinik kita hanya dapatkan sebagian kecil penderita untuk mendapatkan terapi. Kadangkala ada yang datang hanya keluarganya, karena pasien tak mau datang atau kondisinya kronis, ini dilema bagi kami, jika tidak diberikan obat maka pasien putus obat, tapi kalau diberikan kami salah juga karena tak mengetahui pasti kondisi pasien,” ujarnya. Ia menambahkan, ada juga masalah di sistem kesehatan. Pasien gangguan jiwa seperti skizofrenia stabil menjadi wewenang PPK I

atau puskesmas, padahal pengetahuan penanganan pasien skizofrenia masih minim, di samping ketersediaan obat yang belum optimal. Jangka Panjang Perlu dicatat bahwa ODGJ butuh penanganan jangka panjang. Biasanya ketika minum obat secara teratur dianggap telah sembuh dan akhirnya putus obat lalu dibawa ke RSJ. Sepulang dari RSJ puskesmas dan RSUD tidak tahu-menahu dan akhirnya putus obat dan kumat lagi, begitu seterusnya. Itu bukan solusi yang baik. Maka itu, RSUD Wangaya Denpasar mengajukan sistem yang lebih baik yakni homecare atau dirawat intensif di rumah yang memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan merawatinapkan pasien di rumah sakit karena keluarga bisa melihat dan merasakan sendiri perbaikannya, ikut berlatih cara menangani pasien di rumah dan belajar mengenali gejala-gejala awal akan kumat. “Program homecare ini merupakan kerja sama antara RSUD Wangaya, Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dan puskesmas seluruh Kota Denpasar. Ditangani oleh dokter spesialis kedokteran jiwa, perawat CMHN (Community Health Mental Nursing) dan dokter puskesmas secara berkelanjutan. Obat menggunakan mekanisme BPJS sehingga dapat berkelanjutan,” jelasnya. I Ketut Angga Wijaya

Padahal, prevalensi penyakit cacingan di Indonesia termasuk tinggi dan jika dilihat dampak jangka panjang, kecacingan menimbulkan kerugian yang cukup besar bagi anak dan keluarganya. Setidaknya 20-30 persen anak di Indonesia mengalami cacingan. Cacingan dapat terjadi akibat kurangnya kesadaran orangtua terhadap kebersihan diri sendiri maupun si kecil. Beragam gangguan kesehatan pun akan mendera anak. Lantaran cacing yang menempel di dalam tubuh menggegorogoti semua nutrisi anak. Jika diabaikan atau tidak diobati, cacingan pada anak mempunyai dampak negatif terhadap proses tumbuh kembangnya. Kecacingan akan mengganggu status gizi anak yang terinfeksi dalam berbagai cara. Beberapa jenis cacing sangat potensial untuk menimbulkan infeksi pada anak-anak, pertama adalah cacing gelang yang panjang bisa mencapai 20-30 cm ini mampu bertelur 200.000 telur

per harinya. Cacing ini hidup sebagai parasit dalam usus halus, sehingga akan mengambil nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh kita dan menimbulkan kerusakan padalapisan usus tersebut. Akhirnya menyebabkan diare dan sehingga mengganggu penyerapan karbohidrat dan protein. Kedua adalah cacing cambuk dewasa dapat menghasilkan telur sampai 10.000 setiap harinya. Cacing ini dapat menancapkan kepalanya di dalam dinding usus besar, sehingga mengakitbatkan luka di usus. Pada infeksi berat biasanya berupa diare berdarah dan berlendir, sakit perut, berat badan menurun dan anemia. Ketiga adalah cacing kremi yang berbentuk kecil dan berwarna putih. Cacing ini bersarang di usus besar. Cacing kremi jika sudah dewasa akan berpindah ke anus untuk bertelur. Telur inilah yang menimbulkan rasa gatal pada anus. Bila digaruk, telur akan pecah dan larva masuk ke dalam dubur. selain itu, telur akan bersembunyi di jari, kuku, menempel pada pakaian/sprei/

handuk sehingga dapat menulari orang lain. Keempat yaitu cacing cambuk dapat menyebabkan diare dan disentri, sedangkan cacing tambangmampu bertelur 15-20 ribu butir per hari. Larva cacing tambang mampu hingga menembus kulit kaki dan selanjutnya terbawa oleh pembuluh darah ke dalam usus halus, paru dan jantung. Infeksi cacing tambang CACING — Selain menerapkan pola PHBS, pencegahan infeksi cacing dapat dilakukan dengan pemberian obat cacing. Pemberian obat cacing dapat dimulai sejak anak usia 2 tahun. Pasalnya, pada usia 2 tahun anak sudah bisa mengonsumsi obat cacing karena pada usia tersebut anak sudah aktif bergerak dan mulai bermain kotor-kotoran yang sudah terjadi adanya kontak dengan tanah yang merupakan sumber penularan infeksi cacing.

ini akan menimbulkan perlukaan usus yang lebih dalam sehingga perdarahan dapat lebih berat yang dapat mengakibatkan anemiadibanding infeksi cacing jenis lain. Anak Sebenarnya tidak sulit untuk mencegah kecacingan pada anak yaitu dengan menerapkan pola perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dengan caramengajari anak untuk mulai menjaga kebersihan kaki dan tangannya. Caranya, ajarkan untuk rutin cuci tangan dan kaki sebelum dan setelah melakukan aktivitas dengan menggunakan sabun, lakukan toilet training pada waktunya dan ajarkan cara menjaga kebersihan saat BAB dan BAK, mandikan anak setiap hari dengan menggunakan air bersih, hindari si kecil melakukan kebiasaan menggigit kuku yang bisa membuat beberapa kuman, bakteri atau telur cacing bisa masuk ke mulut, guntinglah kuku anak secara teraturseminggu sekali, biasakan anak untuk selalu menggunakan alas kaki bila keluar rumahterutama bila berjalan di tanah, selalu mencuci buah dan sayur sebelum dikonsumsi dengan air bersih yang mengalir bila perlu gunakan sabun yang bisa digunakan untuk mencuci sayuran maupun buah-buahan agar bersih dari hama dan pastikan memasak bahan makanan hingga matang, pelihara kebersihan lingkunganbaik di dalam maupun halaman rumah, jika memiliki hewan peliharaan buanglah kotoran hewan tersebut pada tempat pembuangan khusus. Selain menerapkan pola PHBS, pencegahan infeksi cacing dapat dilakukan dengan pemberian obat cacing. Pemberian obat cacing dapat dimulai sejak anak usia 2 tahun. Pasalnya, pada usia2 tahun anak sudah bisa mengonsumsi obat cacing karena pada usia tersebut anak sudah aktif bergerak dan mulai bermain kotor-kotoran yang sudah terjadi adanya kontak dengan tanah yang merupakan sumber penularan infeksi cacing. Pemberian obat cacing dapat diulang setiap 6 bulan sekali. Sedangkan, untuk daerah non endemis pemberian obat cacing harus diberikan sesuai indikasi dan atas sesuai pemeriksaan dokter dengan hasil pemeriksaan tinja positif ditemukan telur cacing atau cacing. Mari waspada, kenali dan cegah kecacingan pada anak, sehinggasi kecildapat terhindar atau sembuh dari infeksi cacing agar sang buah hati dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. dr. I Gede Ardi Pratama


5

Minggu Pon, 6 Agustus 2017

Resensi Buku

Mencoba Membaca Karakter Orang Bali Judul Buku : Sigug Penulis : I Nyoman Kandut Supatra Penerbit: Pustaka Bali Post Tahun Terbit : 2006 Jumlah hal. : 148 hal

Dari mana sesungguhnya kita memahami orang Bali? Apa yang sesungguhnya diinginkan manusia Bali? Apa impiannya? Buku ini mencoba menangkap fenomena karakter masyarakat Bali. Fenomena sigug ini diangkat dari realitas kehidupan masyarakat Bali saat ini. Kesigugan yang diungkap dalam buku ini adalah sebagai sebuah hasil dari pengamatan dan merasakan sekaligus mengalami sendiri beragam kejadian di dalam masyarakat. Buku ini berisi beragam kritik dan pandangan orang Bali sendiri tentang beragam hal yang menyangkut detak dan deraknya. Menarik juga untuk dijadikan koleksi dan renungan. (osi)

Resensi Film

Gonjang-ganjing Ekonomi AS Judul Film : The Wizard Of Lies Sutradara : Barry Levinson Produser : Robert De Niro, Jane Rosenthal, Barry Levinson Penulis Naskah : John Burnham Schwartz, Sam Levinson, Sam Baum Pemain : Robert De Niro, Michele Pleffer, Alessandro Nivola, Kristen Connolly dan Lily Rabe, Nathan Relase : 2017

Bernie Madoff, penasihat investasi dan pemodal menjadi berita utama di seluruh dunia ketika dia ditangkap karena melakukan kecurangan finansial terbesar dalam sejarah Amerika Serikat, pada 2008. “The Wizard Of Lies” mengisahkan skema Ponzi dari Bernie Madoff, penipuan, kebohongan, dan bagaimana dia bersembunyi. Kasus penipuan ini berawal dari pendirian perusahaan bernama Bernard L Madoff Investment Securities LLC, perusahaan pialang dan perusahaan yang mengelola dana-dana warga kaya. Madoff mendirikan perusahaan itu pada 1960. Hingga 2008, perusahaan punya reputasi baik karena memberikan keuntungan tinggi bagi investor. Akan tetapi, pada 2008 kedok perusahaan terbongkar. Saat puncak krisis ekonomi AS pada tahun itu, perusahaan tidak lagi bisa memberikan keuntungan. Bahkan, kemudian ketahuan semua dana investasi, termasuk milik sutradara kondang Steven Spielberg, ludes. Total dana investasi yang lenyap lebih dari 50 miliar dollar AS. Madoff sendiri sedang meringkuk di penjara untuk menjalani 150 tahun kurungan. Akan tetapi, buntut kasus penipuan perusahaan masih menyisakan persidangan dan akhirnya kelar pada Senin lalu. Film yang berasal dari fakta ini begitu menggungah, dan cocok untuk menemani akhir pekan Anda. Di samping sisi jahat ada sesuatu yang membuat kita berpikir lebih dalam lagi. (osi)

Mei

CERPEN

Oleh Sebastian Partogi Beberapa hari setelah Kak Mei memutuskan berhenti bicara untuk selamanya, aku mengunjungi rumahnya. Ia memintaku untuk datang berkunjung melalui sebuah pesan singkat di telepon genggam. Ketika aku mengetuk pintu rumahnya di Jakarta Barat, di mana ia tinggal sendirian, ia segera membuka pintu. Tatapannya kosong. Mulutnya terkunci rapat. Ia menganggukkan kepalanya padaku sebagai isyarat bagiku untuk masuk ke dalam. Aku duduk di ruang tamu. Kak Mei beranjak ke dapur untuk menyiapkan minuman dan makanan kering. Begitu masuk kembali ke dalam ruang tamu, ia membawa sebuah nampan yang berisi penganan beralaskan piring kecil, secangkir kopi hitam dan secarik amplop berwarna putih. Ia meletakkan nampan di atas meja lalu menyerahkan amplop berwarna putih itu kepadaku. Aku membukanya lalu membaca kalimat yang tertera di kertas surat yang kuambil dari dalam amplop tersebut. “Aku mengundangmu kemari untuk memberi tahu dirimu bahwa mulai hari ini, aku tidak mau lagi bersentuhan dengan dunia luar ataupun manusia lain. Aku juga tidak akan mengucapkan atau menuliskan sepatah kata apapun lagi dalam hidupku. Di dunia ini sudah terlalu banyak manusia yang suka membual dan aku merasa tidak perlu menambah jumlah mereka. Sudah kau ketahui bahwa aku juga tidak akan menjelaskan mengapa aku membuat keputusan ini. Mulai sekarang dan seterusnya, aku hanya ingin menyendiri”. “Namun, mengapa?” aku menatap matanya dengan heran. Ia hanya menggelengkan kepalanya, memberi isyarat padaku melalui matanya agar aku cepat menghabiskan kopi dan penganan tersebut. Lalu ia memberi isyarat dengan telunjuknya agar aku segera meninggalkan rumahnya. Telunjuknya menunjuk ke arah pintu masuk sementara kedua bola matanya menatapku tajam. Diam-diam, aku memahami rasa tertekan yang ia alami. Ia merasa dikecewakan oleh hidup. Bayangan romantisnya tentang menjadi wartawan yang bekerja di kantor media untuk membuat negeri ini lebih baik ternyata tidak lebih dari sekadar isapan jempol belaka. *** “Mengapa Kak Mei ingin menjadi wartawan?” tanyaku padanya 30 tahun yang lalu saat kami masih tinggal di rumah ayahku. Waktu itu usiaku 18 dan usianya 21. Ia baru lulus kuliah dan baru saja diterima di sebuah surat kabar nasional bergengsi, Lentera Indonesia, yang dikenal karena cukup berani lantang mengkritik kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia. “Untuk memberi suara kepada orang-orang kecil yang tidak berdaya,” ujarnya. Itu saja. Lalu ia beranjak pergi ke kamarnya. Hari itu ia membereskan semua barangbarangnya untuk pindah ke rumah kontrakan yang baru saja ia sewa. Aku curiga alasan Kak Mei sesungguhnya untuk menjadi wartawan adalah agar ia bisa melarikan diri sejauh mungkin dari mimpi buruk masa kanak-kanaknya. Dari rasa kesepian yang selalu ia derita lantaran ditelantarkan orangtua kandungnya. Lantaran harus tumbuh dewasa bersama paman dan bibi yang merawatnya karena terpaksa dan sering bersungut-sungut karena

menganggap kehadirannya sebagai sebuah gangguan belaka. Pada masa Orde Baru, saat rezim militer Soeharto yang begitu keji masih berkuasa, ia memberitakan tentang dampak buruk pembangunan ekonomi bagi orang kecil. Saat reformasi telah terwujud, ia jadi semakin berani. Ia mengangkat masalah-masalah yang sebelumnya ditutup-tutupi, seperti pelanggaran hak asasi manusia berat selama masa Orde Baru, pembantaian 1965, pembantaian terhadap kelompok agama minoritas serta korupsi yang dilakukan pejabat dan politisi. Akibat sering terpapar oleh kenyataan tentang penderitaan dan kekejian manusia, Kak Mei bercerita padaku bahwa ia seringkali sulit tidur, merasa tidak nafsu makan, menangis hingga dadanya sesak, hingga mengalami mimpi buruk bertubi-tubi. Semua ini nyaris tidak berkesudahan selama tiga dekade ia merenda kiprahnya sebagai wartawan. Namun, entah didorong oleh apa, ia tetap bertahan. Ia masih percaya bahwa negara ini bisa berubah berkat bantuan para wartawan. “Ini sudah tugas,” katanya. Aku menganggukan kepala saja. *** Awal tahun 2016, kemelut keuangan global mulai menyebabkan perusahaan-perusahaan minyak, gas serta otomotif yang biasa menjadi pengiklan surat kabar mulai terpukul. Jumlah iklan makin lama makin turun seiring juga dengan menurunnya oplah koran yang kalah oleh berita yang bisa dikonsumsi lebih cepat dan murah melalui internet. Akibatnya, status kepegawaian Kak Mei diturunkan; ia jadi pegawai kontrak. Jerih payahnya selama puluhan tahun harus menahan rasa sakit untuk melakukan liputan dan penulisan tentang sisi kelam dunia sama sekali tidak diperhitungkan. Akibat terlalu sibuk oleh pekerjaannya, Kak Mei tidak memiliki teman; teman-temannya hanyalah rekan kerjanya, dan mereka pun mulai tidak peduli padanya dan lebih memilih untuk membentuk kubu-kubu karena khawatir mereka pun akan dirugikan oleh kemelut yang sedang menerpa perusahaan di tempat mereka bekerja. Hari demi hari ia habiskan hanya untuk liputan, menulis, lalu kembali ke rumahnya, tempat ia tinggal sendirian. Ia berkata tidak ada seorang pun kecuali diriku yang bisa diajaknya bicara untuk sekadar melampiaskan beban hatinya. *** Pagi itu, redaktur pelaksana Lentera Indonesia Mei tiba-tiba melemparkan koran ke wajahnya. “Mei! Berani-beraninya kamu mengecam kebijakan Gubernur Suprapto tentang Reklamasi Teluk Jakarta!” semprot Anwar. “Korea Selatan dan Jepang telah menyesal melakukan reklamasi akibat dampak buruknya seperti kerusakan apabila bencana alam seperti gempa terjadi. Selain itu juga bisa merusak keseimb...” “Diam!” potong Anwar. “Kamu memang sudah mulai tidak becus melaksanakan tugas! Kemarin kamu juga mengkritik Suprapto habis-habisan karena penggusuran di bantaran kali! Mengapa kamu begitu anti terhadap dia? Siapa yang menyogok kamu?” “Jangan kurang ajar bicara! Ma-

berapa preman untuk melakukan pemerkosaan terhadap Kak Mei. Seantero negeri geger oleh peristiwa tersebut. Pada akhirnya pemilik koran Lentera dinyatakan bersalah dan dipenjara; koran tersebut harus tutup karena nama baiknya telah hancur. Namun luka batin Kak Mei tak kunjung sembuh. Begitu dalam luka tersebut, ia memutuskan mengundurkan diri dari tawaran kerja di kantor berita Jepang itu dan memilih beralih pekerjaan sebagai penerjemah. ***

salah perkotaan, saya yang lebih paham karena sudah lebih lama jadi wartawan masalah urban daripada kamu! Sudah, saya tidak mau lagi bicara sama kamu!” ujar Mei. Keesokan harinya, pembangkangan Mei diganjar dengan sebuah amplop putih. Di situ terdapat sebuah surat dengan kepala berjudul ‘MUTASI’. Tertera kalimat, mulai 1 Agustus 2016 saudari Meiliana dipindahkan ke bagian pusat dokumentasi. *** “Kurang ajar betul itu si Anwar! Aku tahu, ia memang sengaja ingin menjilat Gubernur Suprapto dengan menaikkan berita-berita yang bagus semua supaya dia bisa dapat jabatan di DKI! Mungkin ia menyesal jadi wartawan, kerjanya capek, tidak dihargai orang dan tidak kunjung kaya, makanya ia menggunakan pekerjaannya untuk jilatjilat pejabat agar bisa berkuasa!” ujar Kak Mei berang. “Ya ampun Kak, sabar ya, aku tahu menjadi wartawan adalah darah Kak Mei... Mengapa tidak pindah saja, Kak?” tanyaku. “Aku sudah diterima di kantor berita Jepang. Mulai September yang akan datang aku akan kerja di sana. Namun, selama sebulan ini, aku harus genapi dulu tugasku di pusat dokumentasi. Sudah saatnya aku tinggalkan koran munafik itu. Sok-sok membela HAM, padahal orang-orangnya hanya mau berkuasa. Wartawan diperlakukan bagai babu. Cuih!” ujarnya marah. “Lalu apa yang akan kakak lakukan?” tanyaku. “Aku tidak akan tinggal diam menerima penghinaan dari konglomerat media cecunguk itu. Aku akan tulis semua ketidakadilan yang kualami di kantor Lentera di blog milikku,” ujarnya. *** Begitu aku membuka pintu, Kak Mei menyambut diriku dengan tangisan. Ia minta kami bicara berdua di kamarku saja, agar tidak terdengar suami atau anak-anakku. Di kamar lalu ia bercerita. Merasa berang atas pengakuan Kak Mei tentang ketidakberesan di kantor Lentera yang telah membuat surat kabar tersebut makin kehilangan pamor, sang pemilik menyewa be-

Menjelang pemilihan presiden 2019, Kak Mei mulai mengurung dirinya dalam rumah dan hanya menghubungiku lewat telepon. “Negara ini tidak punya harapan. Dulu aku masih percaya pada perubahan, namun ternyata semua yang kulakukan selama lebih dari 30 tahun tidak ada gunanya... Malah Indonesia menjadi semakin buruk”. Masalah dengan Gubernur Suprapto berkembang jauh melampaui dugaan. Ia gagal terpilih sebagai gubernur untuk kedua kalinya karena isu yang ditiupkan bahwa ia adalah seorang Jawa-Tionghoa dan Kristen. Kebencian terhadap orang Tionghoa ini kemudian dikipas-kipas lagi menjelang pemilihan presiden 2019 untuk memenangkan seorang calon, seorang jenderal dari masa Orde Baru. Untungnya, kali ini, si jenderal dari zaman Orde Baru itu gagal untuk jadi presiden. Lawannya yang terkenal progresif menang. Namun kemenangan itu memiliki harga yang harus dibayar. Juga seiring dengan pelemahan ekonomi di mana nilai satu dolar Amerika Serikat setara dengan dua puluh ribu rupiah. Kerusuhan rasialis kembali membakar Jakarta seperti Mei 1998. Warga Tionghoa banyak yang dibakar. Perempuan-perempuannya dilecehkan secara seksual. Warga lainnya yang miskin digoda untuk menjarah lalu dibakar hidup-hidup. Mereka mengejar Kak Mei yang baru saja pulang belanja dari pasar, tidak menyangka bahwa kerusuhan akan meledak pada hari yang dimulai dengan tenang itu. Amoy! Amoy! Amoy! Massa menjerit. Ia berusaha lari namun massa lebih cepat. Mereka berhasil menangkap dirinya. Di sana, ia bersama beberapa perempuan lain kemudian diperkosa beramai-ramai oleh massa yang seolah-olah sedang melakukan persembahan bagi dewa mereka melalui tubuh perempuan. Kak Mei pun berhenti bicara. *** Aku melaporkan ke polisi bahwa Kak Mei menghilang. Kami telah mendobrak pintu rumahnya dan mencari-cari dirinya di dalam, namun kami tidak menemukan siapapun di sana. Namun, tidak juga ada tanda-tanda bahwa telah terjadi perampokan atau pembunuhan. Aku bingung memutar otak. Lenyapnya Kak Mei menambah deretan misteri yang tidak akan pernah bisa kupahami tentang sepupuku itu. *** Mei memejamkan matanya. Memusatkan perhatian pada nafasnya. Perlahan-lahan tubuhnya mulai sirna. Ia pun moksa. Meninggalkan dunia yang penuh kebiadaban. Di mana kata-kata sudah tidak berarti apa-apa.

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Dewa Komang Mahadewa

Afrizal

Dewa Made Muliana

Khamidi

Umi Lestari

Bagong Soebardjo


DIMENSI

6 Capricorn Peruntungan: Memang dalam teori dan praktiknya belum tentu sama. Untuk itu cobalah untuk bisa memikirkan kemungkinan terburuk dari semua rencana Anda. Anggaplah ini semua sebagai batu loncatan untuk dapat meraih semua apa yang Anda impikan. Karier: Terus saja melangkah dengan keyakinan diri. Kesehatan: Jangan berlagak pilon dengan berbagai ganjalan yang ada di dalam tubuh Anda. Segera konsultasikan ke dokter, jangan tunggu nanti. Keuangan: Dana lebih ada baiknya disimpan saja. Ajakan teman untuk berfoya-foya sebaiknya dipikir dulu. Jangan sampai timbul penyesalan di kemudian minggu. Asmara: Nafsu amarah hanya akan bikin si dia menjadi jauh dengan diri Anda. Aquarius Peruntungan: Rencana berekreasi ke luar kota bersama kawan-kawan akan mendatangkan kerugian yang tidak terduga. Oleh sebab itu lebih untung jika berdiam diri di rumah bersantai bersama keluarga. Karier: Semuanya masih dalam perjuangan yang tiada akhirnya. Kesehatan: Jangan sampai salah makan, hindari daging kambing. Keuangan: Jangan banyak pikir, jika itu hanya mendatangkan kerugian saja lebih baik Anda tinggalkan. Asmara: Kasihnya hanya untuk Anda seorang. Pisces Peruntungan: Luar biasa sibuknya minggu ini banyak pekerjaan yang menjadi tanggung jawab Anda. Sayangnya di pertengahan minggu muncul problem yang membuat hati kecewa. Karier: Tenang akan menang. Jika ambisius bisa kecewa. Kesehatan: Sehat walafiat, hanya saja jangan terlalu kecapaian. Keuangan: Yang diharapkan dapat uang tidak didapat yang tidak diduga datang miliknya. Asmara: Mengapa menipu diri dan mundur sebelum maju. Aries Peruntungan: Tiada yang dapat diharapkan di minggu ini. Lebih baik istirahat saja bersantai bersama keluarga agar tidak menambah problem baru. Nikmati minggu ini dengan ketenangan dan kedamaian hati. Karier: Diam akan untung, namun jika diurus malah buntung. Kesehatan: Jangan terlalu memporsir diri dan gizi makan harus dijaga. Terlalu banyak makan mie instan kurang baik bagi pecernaan Anda. Keuangan: Cukup stabil sekalipun pemasukan masih kurang bagus seperti biasanya. Asmara: Jangan menyakiti hatinya, bagaimanpun juga Anda banyak berhutung budi padanya. Taurus Peruntungan: Jangan terlalu berbangga dulu jika belum ada buktinya. Minggu ini cocok untuk bersantai bersama keluarga, akan memberi semangat baru untuk berjuang esok minggunya. Karier: Masih biasa-biasa saja. Kesehatan: Sehat walafiat. Keuangan: Jangan gegabah menyikapi setiap tawaran yang datang. Sebaiknya dikondisikan dulu dengan keuangan Anda. Asmara: Jangan manja, nanti malah membosankan. Gemini Peruntungan: Jika hati terasa bimbang dan ragu boleh curiga, tapi jangan negative thinking, agar hubungan tetap baik. Jagalah kekompakan dengan relasi Anda sebaik mungkin, agar tidak bisa tersusupi oleh berbagai macam tipu muslihat dari kompetitor Anda. Karier: Masih tetap unggul. Kesehatan: Jangan minum asamasam, jaga lambungnya. Keuangan: Jaga pengeluaran, jangan sampai timbul pemborosan. Asmara: Berbuatlah kebaikan demi cinta sejati. Cancer Peruntungan: Cobalah Anda sabar dan menerima apa adanya. Sebab bagaimanapun juga minggu ini belum ada harapan yang dapat mendatangkan keuntungan yang besar. Karier: Masih tetap dalam perjuangan. Kesehatan: Perbanyak istirahat total di minggu libur ini dalam suasana yang tenang. Keuangan: Teruslah menjaga dana yang ada, jangan sampai pemborosan merusak segalanya. Asmara: Semuanya tidaklah abadi. Leo Peruntungan: Semua ini tugas Anda dan jangan ditunda-tunda lagi. Mumpung situasinya masih hangat. Tak perlu ragu untuk berinovasi dan berkreasi yakinlah bahwa setiap apa yang Anda lakukan adalah sudah benar dan sesuai dengan prosedur yang ada. Karier: Jangan sombong jika sudah sukses berhasil, perjalanan masih jauh dan penuh liku-liku yang menantang. Kesehatan: Emosi bisa mendatangkan penyakit yang fatal bagi diri Anda pribadi, jika terlalu dimasukkan ke dalam hati. Keuangan: Soal keuangan tidak terlalu membanjir alias stabil-stabil saja. Asmara: Jika tidak ingin sakit hati atau kecewa, lebih baik bercinta saja kepada Tuhan. Segalanya aman dan pasti menyenangkan. Virgo Peruntungan: Sekalipun di minggu ini masih banyak peluang yang masih bisa dimanfaatkan, sebaiknya tetap berhati-hati dalam mencari teman bicara. Untuk rahasia pribadi usahakan jangan sampai ke telinga mereka, karena dalamnya hati siapa yang tahu. Karier: Tiada perubahan yang berarti, semuanya masih memerlukan kerja keras dan dedikasi yang tinggi. Kesehatan: Perlu dijaga dan jangan melamun agar tidak terpeleset. Keuangan: Masih ada saja pemborosan yang membebani keuangan Anda di minggu ini, sehingga penghematan masih sangat diperlukan. Asmara: Sungguh indah jika sudah menjadi miliknya. Libra Peruntungan: Bersiaplah menyambut amarah dari kesalahan Anda tempo dulu. Jika Anda mau legowo semuanya cepat kembali seperti semula. Bicaralah terus terang, buat apa Anda menutup-nutupi kesalahan yang sudah diketahui oleh mereka. Karier: Masih banyak hambatan. Kesehatan: Tidak ada problem yang mengawatirkan. Keuangan: Hindari melakukan pengeluaran untuk hal yang tak terlalu penting. Asmara: Anda tidak bertepuk sebelah tangan. Scorpio Peruntungan: Awal yang bagus untuk memulai hal baru untuk itu usahakan untuk tetap yakin dengan apa yang telah menjadi rencana Anda. Tak perlu mendengarkan omongan orang kalau akhirnya hanya akan membikin bingung saja. Karier: Ada kesedihan terselubung. Kesehatan: Periksalah ke dokter jika rasa sakit itu terus mengganggu. Keuangan: Banyak pengeluaran uang karena Anda tidak bisa menolak ajakan kawan-kawan. Asmara: Semuanya sudah terlanjur, ibarat piring sudah retak tak bisa kembali sempurna. Sagitarius Peruntungan: Peluang masih belum begitu terbuka lebar untuk itu boleh saja berusaha, namun jangan terlalu berambisi karena minggu ini tiada keberuntungannya. Utamakan berlibur bersama keluarga. Karier: Masih tetap seperti semula. Kesehatan: Jangan banyak melamun nanti rambut cepat putih. Keuangan: Pemasukan cukup baik hanya saja tetap harus mau menahan diri. Asmara: Boleh berterus terang agar hati plong, namun tidak vulgar.

Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu

Berlaku : 6 - 12 Agustus 2017

Minggu Pon, 6 Agustus 2017

Sang Mahākāla: Mengikis Semua dan Segala Imā me agna’iṣṭakā dhenavaḥ santvekā ca daśa ca daśa ca śataṁ ca śataṁ ca sahasraṁ ca sahasraṁ cāyutaṁ cāyutaṁ ca niyutaṁ ca niyutaṁ ca prayutaṁ cārbudaṁ ca nyarbudaṁ ca samudraś ca madhyaṁ cāntaś ca parārdhaś caitā me agna’iṣṭakā dhenavaḥ santvamunnārmuṣmaṁlloke.

Redaktur Khusus weda

WAKYA

(Yajur Veda 17.2) “1, 10, 100, 1000, 10000, 100000, 1000000, 10000000, 100000000, 1000000000, 10000000000, 100000000000, 1000000000000, 10000000000000. Semua itu mungkin satu, sepuluh, dan sepuluh puluhan, seratus, dan sepuluh ratusan, seribu, sepuluh ribu (Ayuta), seratus ribuan dan satu lac dan sepuluh lacs, satu juta (Niyuta, Prayuta), dan sepuluh juta Koti/crore, sepuluh crores, seratus crores (Arbuda, Vrnda, Nyarbuda), Seribu crores, sepuluh kali Mahā Padma, sepuluh kali Shankha, sepuluh kali Samudra, sepuluh kali Madhya, sepuluh kali Parārdha.” Kāla adalah waktu. Kāla adalah saat demi saat semua dan segala yang ada di alam semesta material ini menjadi terkikis untuk habis. Kāla adalah Tuhan Yang Maha Kuasa. Kāla adalah saat demi saat yang dengan begitu kuatnya memaksa orang mengkhayal untuk menjadi maha berkuasa serta bebas dari tangkapan sang Kāla. Tiada apa pun dan siapa pun yang terbebas dari kendali Sang Waktu, yaitu Sang Hyang Kāla, Sang Maha Kuat, Penguasa segala, Pengikis segala, dan yang adalah Tuhan Sendiri. Kemaha-kuasaan Tuhan diumumkan oleh Sang Maha Kuasa Sendiri, “Kālo’smi…” – Aku adalah Sang Kāla, di hadapan Siapa semua dan segala menjadi tunduk bertekuk lutut tanpa daya. Tuhan adalah Sang Waktu. Sejak zaman dahulu sampai sekarang ini, tidak ada apa pun dan siapa pun yang terbebas dari tangkapan kuasa dan kendali dari Sang Mahākāla yang adalah Tuhan Sendiri. Waktu telah menjadi bagian terpenting dalam hidup dan kehidupan manusia sejak zaman dahulu. Pengamatan terhadap peristiwa-peristiwa alam yang terjadi sepanjang hari telah membuat leluhur kita membagi waktu dalam berbagai macam satuan waktu, mulai yang terkecil hingga yang terbesar, mulai dari satu samai pada

Darmayasa parārdha masa kiamat (imā me … parārdhaś caitā). Pengaturan waktu menjadi sangat penting ketika dalam peradabannya manusia mulai menata setiap aspek kehidupan dalam bagian-bagian tertentu. Kapan mereka harus bangun tidur, kapan bersembahyang, kapan bekerja, kapan beristirahat, berapa lama waktu yang diperlukan untuk sebuah perjalanan, berapa lama kehidupan berlangsung, bagaimana menyentuhkan waktu-waktu tersebut dengan segala aktivitas yang akan mengantarkan manusia kepada hidup yang sejahtera dan bahadia, bagaimana menata waktuwaktu sehingga di dalam tangkapan pengkikisan diri dalam segala hal orang bisa memperoleh segala jenis kemuliaan dan kebahagiaan, bahkan pembebasan kekal abadi (mokṣa), dan sebagainya. Sebagai manusia masa kini, dalam keseharian kita semua sudah melupakan satuan-satuan waktu yang telah dibuat oleh leluhur kita dengan begitu rapi dan sempurna. Kita lebih mengenal satuan waktu yang lebih baru seperti detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, dan abad. Bahkan beberapa orang sudah tidak mengenal lagi satuan “windu” yang sama dengan 8 tahun. Orang-orang Bali kebanyakan juga sudah tidak lagi menggunakan istilah “apemakpak base” atau “apenginangan” yang berarti sekunyahan sirih yang lamanya sekitar 15 - 20 menit. Ada yang disebut “akijapan”, yang berarti sekejap mata, yaitu waktu yang hanya sepersekian detik yang dalam pergaulan dipergunakan untuk menunjukkan waktu yang sangat singkat. Ada pula satuan waktu yang disebut “cééng” atau ada yang menyebut ”jéngki”. Pada keduanya, huruf é dibaca seperti e dalam kata bebek. Satu “cééng” atau “acééng” lamanya sekitar 10 detik. Pengukurannya menggunakan ½ bagian tempurung kelapa yang berlubang pada dasarnya dan dicelupkan ke dalam kendi atau ember berisi air. Waktu dihitung sejak tempurung masuk ke air hingga tepian paling atas tempurung tenggelam ke dalam air. Bali sangat kaya dalam

mengenal satuan-satuan waktu. Ada juga dikenal satuan waktu “awai” (sehari), “apeteng” (satu malam), “aoton” (satu oton yang lamanya 210 hari), “asasih” (satu bulan atau 30 hari), dan lain-lain. Para penganut Veda dalam kesehariannya tidak lagi menggunakan istilah “kalpa”, juga “yuga”, dan “muhurta”, dan lain-lain. Bahkan bisa dikatakan, sangat banyak umat Hindu atau penganut ajaran Veda yang tidak memahami satuan waktu yang telah tercantum dalam Veda. Saat ini pengetahuan tentang pembagian waktu dalam tradisi Veda lebih banyak dipergunakan oleh para ahli Veda atau akademisi dalam rangka penelitianpenelitian. Tercantumnya pembagian waktu dalam Veda menunjukkan tingginya kecerdasan para Maharesi kita pada zaman dahulu. Dengan teknologi yang mereka miliki saat itu, entah bagaimana bentuknya, telah mampu mengukur waktu dengan seksama. Bahkan juga mampu mengukur jarak dengan akurasi tinggi bila dibandingkan dengan pengukuran modern. Salah satu contoh adalah ukuran keliling bumi yang dalam Sulva Sidhanta disebut 4,02 x 107 “danda” sedangkan dalam pengukuran modern juga disebut 4,02 x 107 meter. Khusus mengenai satuan waktu, yang sedang kita bahas saat ini, Veda memiliki pembagian satuan waktu yang sangat canggih dan kompleks. Satuan terkecil yang sering dipergunakan adalah “truti” yang nilainya setara dengan 1/33.750 detik; 100 truti = tatpara; 45 tatpara = 1 nimesha; 3 nimesha = 1 vipala yang setara dengan 0,4 detik; 30 nimesha = 1 prana yang setara dengan 4 detik; 60 vipala/ nadi (nafas) = 1 pala/vinadi = 24 detik; 60 pala/vinadi = 1 nadi/ghati/ ghali = 24 menit; 2 ghati = 1 muhurta = 48 menit; 60 nadi (ghati) = 30 muhurta = 1 ahoratra = 24 jam; 7 ahoratra = 1 saptah (1 minggu); 2 saptah = 1 paksa; 2 paksa = 1 masa (bulan); 2 masa = 1 ṛtu (musim); 3 ṛtu = 1 ayana; 2 ayana = 1 samvat/ varsha (1 tahun); 1 shatabda = 100 tahun; 1 divya varsa = 360 tahun; 10 Shatabda = 1 Sahasrabda = 1 Milenium = 1.000 tahun. Veda mengenal Catur Yuga. Pembagiannya adalah: Satya Yuga = 4.800 divya varsa = 1.728.000 tahun; Treta Yuga = 3.600 divya varsa = 1.296.000 tahun; Dvapara Yuga = 2.400 divya varsa = 864.000 tahun; Kali Yuga = 12.000 divya varsa = 432.000 tahun. Keseluruhan Catur Yuga = maha yuga = divya yuga = deva yuga = (Satya Yuga + Trata Yuga + Dvapara Yuga + Kali Yuga) memiliki rentang waktu selama

4.320.000 tahun. Era Mahābhārata terjadi pada akhir Dvapara Yuga dan perang Bharata Yudha dimulai pada tanggal 16 Oktober 5561 SM. Reṣi Bhῑṣma wafat saat dimulainya siklus Uttarāyana, yaitu mulai bergeraknya matahari ke arah Utara dari titik paling Selatan, pada tanggal 22 Desember 5561 SM. Setiap tanggal 21 atau 22 Desember, matahari berada di titik paling Selatan bumi, yaitu pada 23,5o Lintang Selatan. Selanjutnya, 71 Catur Yuga = 1 manvantara = 306.720.000 tahun; 1 sandhikala = 3 Catur Yuga = 12.960.000 tahun; 14 manvantara + 2 sandhikāla = 1000 Catur Yuga = 1 sṛsti = 1 kalpa = Brahmā dina = 4 milyar 320 juta tahun; 1.000 Catur Yuga = 1 pralaya = 1 vikalpa = 1 Brahmā rātri = 4 milyar 320 juta tahun; 2.000 Catur Yuga = 1 Brahmā ahoratra = 8 milyar 640 juga tahun; 30 Brahma ahoratra = 1 Brahmā masa; 12 Brahmā masa = 1 Brahmā varsa (tahun Brahmā); 100 Brahmā varsa = 1 para = 1 mahākalpa. Pada masa sekarang ini sedang berlangsung Kali Yuga ke-28 dari Catur Yuga, Vaivasvata Manvantara ke-7, Sveta Varāha pertama dari 1 hari Brahmā. Tahun 2017 ini merupakan tahun Kali Yuga 5117. Menurut tokoh astrologi Barat (Eropa), Bailley, usia Kali Yuga sekarang adalah 5118. Menurut perhitungan kalender Bali, sebelum hari raya Nyepi tanggal 28 Maret 2017, kita berada pada tahun Kali Yuga 5118. Bertepatan dengan hari raya Nyepi, masuk tahun Kali Yuga 5119. Berdasarkan kalender Julian (Julian Calendar), Kali Yuga dimulai pada tengah malam, 17/18 Februari 3102 SM atau 22/23 Januari 3102 SM berdasarkan kalender Gregorian, sistim kalender internasional yang berlaku saat ini. Perhitungan waktu dalam satu hari satu malam dibagi menjadi 30 muhurta. Ada 15 muhurta untuk satu hari: 1. Rudra; 2. Ahi; 3. Mitra; 4. Pitṛ; 5. Vasu; 6. Varāha; 7. Viśvedeva; 8. Vidhi; 9. Śatamukhi; 10. Puruhuta; 11. Vahini; 12. Naktanakāra; 13. Varuṇa; 14. Aryaman; dan 15. Bhaga. Sedangkan 15 muhurta untuk satu malam: 1. Girῑśa; 2. Ajapada; 3. Ahirbudhnya; 4. Puṣya; 5. Aśvini; 6. Yama; 7. Agni; 8. Vidhatṛ; 9. Kaṇḍa; 10. Aditi; 11. Jῑva/Amṛta; 12. Viṣṇu; 13. Dyumadgadyuti; 14. Brahmā; dan 15. Samudram. Di atas sudah disebutkan bahwa 1 muhurta lamanya 48 menit maka total 30 muhurta lamanya 1.440 menit atau 24 jam. Rudra muhurta dimulai sekitar pukul 06.00 yaitu pada saat terbitnya matahari. Selanjutnya muhurta yang lain bisa dihitung setiap 48 menit.

MIMBAR AGAMA

Pembinaan Diri Sebagai Hakikat Dasar Keagamaan Redaktur Khusus MIMBAR

Khonghucu WS. CH. Budhi S. Pribadi.SP MANUSIA mempunyai cita-cita dalam hidupnya. Untuk mencapai cita-citanya itu, harus dilatih dengan cara membina diri. Tanpa pembinaan diri yang benar, tak akan pernah tercapai cita-citanya itu. Harus dilatih dengan cara membina diri, tanpa pembinaan diri yang benar tak akan pernah tercapai cita-citanya. Karena membina diri itulah pokok yang utama. Adapun proses pembinaan – diri dalam ajaran Khonghucu/Konfusius, merupakan titik tolak menuju suatu cita-cita mencapai kedamaian dunia dengan mengembangkan kebajikan yang paripurna/gemilang. Dengan diri yang terbaik, maka akan didapat diri yang siap pakai dalam menghadapi setiap permasalahan yang datang dari dalam maupun dari luar dirinya. Itulah disebutkan bahwa pembinaan diri merupakan kewajiban yang paling pokok bagi setiap manusia. Adapun proses pembinaan diri itu sendiri mencakup tiga tahapan utama yakni (i) mengendalikan hawa-nafsu, (ii) menerima kenyataan, dan (iii) mengembangkan kepribadian. Ada suatu keadaan yang tidak mungkin kita capai yaitu keadaan sempurna yang ideal. Namun manusia adalah makhluk yang memiliki nafsu dan berpikir serta bercita-cita meraih kesempurnaan. Begitu pula dalam kehidupan rohaninya, manusia senantiasa berusaha menyentuh hal-hal yang supranatural/transendertal/non empiris. Semua itu lumrah dan sudah semestinya di dalam. Mengapa? Karena manusia dikaruniai dengan kekuatan batik oleh pencipta, dan sudah selayaknya tidak ada hal yang tidak dapat diketahui. Untuk mengetahuinya adalah dengan pembinaan – diri yang bertahap/di atas). Hal Mengendalikan Hawa Nafsu Di dalam kehidupan manusia ada suatu hasrat yang sangat dominan yaitu keinginan yang harus dipenuhi. Hal ini menunjukkan bahwa selama

hidupnya manusia tidak akan pernah lepas dalam keinginan dan keinginan itu merupakan hawa nafsu yang telah menjadi pelengkap setiap manusia hidup semenjak kelahirannya di dunia. Jadi dapat dikatakan bahwa manusia/kita hidup ini, karena adanya hawa-nafsu atau dengan kata lain tidak ada manusia yang sanggup hidup tanpa adanya hawa-nafsu dalam dirinya. Namun, kenyataan ini bukanlah suatu yang layak diterima hanya dengan kepasrahan untuk mengikutinya semata. Sebab manusia memiliki watak sejati yang mengandung unsur-unsur cinta kasi (REN), kebenaran (Yi), Kesusilaan (li), dan Kebijaksanaan) (Zhi). Untuk dapat membedakan mana hawa-nafsu yang tidak patut diikuti dan mana hawa nafsu yang dapat diikuti. Dengan melihat unsur-unsur/benih-benih kebajikan yang dikaruniakan Tuhan Yang Maha Esa semenjak terlahir sebagai watak asli manusia (lahiriah) seharusnya manusia/kita dapat mengendalikan hawa nafsu yang hadir dalam dirinya, supaya tidak merusak kelurusan hati yang telah difitrahkan. Tetapi kesulitan untuk mengendalikan hawa nafsu itu jauh lebih sulit daripada mengikutinya. Hal ini telah menjadi sifat manusia pada umumnya untuk lebih cenderung memilih hal-hal yang mudah, daripada menemuh kesulitan di awal dan kenyataan inilah yang harus kita gunakan sebagai patokan untuk mengamati setiap jengkal langkah dalam kehidupan. Dengan harapan lebih berhati-hati dalam ayunan langkah kita berikutnya. Adapun masalah mengendalikan hawa nafsu, yang paling penting, adalah unsur disiplin diri yang didukung oleh kemauan untuk merealisasikan dengan ada yang disebut ‘’Menunda Kekuasaan’’ misalnya seorang yang sudah terbiasa bangun siang, akan sangat menderita jika harus bangun pagi. Inilah suatu kebiasaan yang menyenangkan, yang menghambat tindakan yang positif/ berguna. Dengan “Penundaan Kepuasaan” ini agar diperoleh kepuasaan yang lebih besar setelah dilakukan. Hal ini bisa kita ambil dari pepatah “Berakit-rakit ke hulu”. Dari pepatah ini tersirat suatu makna yang menggambarkan kepuasaan akhir yang dilakukan dengan mendahulukan jerih parah dan mencpaai hasil yang memuaskan. Inilah satu-satunya cara

hidup yang layak. Hal “Penundaan Kepuasaan” ini, erat kaitannya dengan pengaturan jadwal yang prosesnya telah ada dalam kehidupan sehari-hari kita. Misalnya, dalam permainan kelereng, dimana ada anak yang pilih giliran yang terakhir, agar lebih menikmati permainannya. Contoh lain, pada umumnya anak makan kue berlapis gula. Di mana lapisan gulanya akan dimakan yang terakhir. Jadi dapat dikata ‘’menunda kepuasaan

adalah ciri kedewasaan/kematangan jiwa seseorang. Tentang fenomena perkelahian antar remaja, adalah karena kurang berkembangnya dalam menunda kepuasan ‘sebagai kemampuan dalam bertindak, dimana mereka mengendalikan motto ‘’Hantam Dahulu, Urusan Belakang’ yang berakibat kerugian’ diri. Hal ini adalah dikarenakan tidak ada kemampuan dalam mengendalikan diri sendiri, hanya terdorong emosi sesaat.

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi) Telah lahir sehat putri pertama dari pasangan I Kadek Buana Adi dan Rika Rahsa Akana, ananda “Putu Ira Sahsa Alisha” pada tanggal 2 Agustus 2017. Semoga menjadi anak yang berbakti kepada orang tua dan negara. I Kadek Mustika Alit dan Ni Putu Puspita Nana Santi Dewi melangsungkan pernikahan pada 27 Juli 2017. Acara pernikahan digelar di kediamannya di Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Berkat doa orangtua, keluarga dan sahabat, acara kami berjalan dengan lancar. Kami ucapkan terima kasih atas kehadirannya.


Redité Pon, 6 Agustus 2017

Bali L e m b a r

Bencingah I Madé Bandem

Taksu sané Mautama

PRAGINA sané ngamargiang swadharma nyolahang tapel yadnya patut éling ring sekancan tokoh sané jagi kasolahang taler sapunapi parikramanipun. Manut Prof. Dr. I Made Bandem, M.A., budayawan taler pragina Bali sané sampun waged masesolahan saking alit, sané pinih kautamayang ri kala nyolahang tapel wantah taksu. Punika mawinan samian pragina mautsaha mangda prasida ngamolihang taksu tatkala nyolahang tapel, sinalih tunggil antuk sumeken tur becik-becik nyinahang sapunapi parikrama saking soang-soang tapel sané kasolahang malarapan antuk sapunapi sesolahan, bebaosan miwah agemnyané. “Sané mautama wantah uleng pikayunan pragina inucap tatkala nunas paica marupa taksu saking Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” baos dané. Malih dané maosang, ri kala nyolahang sesolahan tapel yadnya, sané ketah dados unteng sesolahan inggih punika tapel Dalem Sidakarya pinaka pamuput yadnya. Punika ketah ngambil lakon saking Babad Dalem Sidakarya utawi Brahmana Keling sané nglampahang indik Ida Sang Brahmana saking Keling utawi ring Jawi Kanginan rauh jagi nyantenang raga pinaka raka saking Dalem Waturenggong saha meled nyarengin parikrama yadnya sané kamargiang Ida Sang Prabu. Sakéwanten, Ida Sang Brahmana katulak tur katundung olih raja sané ngawinang Ida bendu saha mastu mangda upacara yadnya inucap manados kaon. Pamuputné risampuné Ida Sang Prabu nagingin pangaptin Ida Sang Brahmana inucap, sinah parikrama yadnya prasida becik mamargi tur sangkaning punika Ida Sang Brahmana kapaicayang genah ring wewidangan Sidakarya Denpasar olih Ida Sang Prabu. “Sios punika, Sidakarya manados parindikan sané mabuat sajeroning upacara yadnya. Nénten wantah tapelnyané, tipat miwah tirta Sidakarya taler jagi katunas tatkala kamargiang parikrama upacara yadnya sané ageng,” baos lanang sané ngripta sesolahan Anoman ring Sendratari Ramayana. (was)

I Nyoman Juala

Warna Bali

PABINAYAN soangsoang tapel babad majanten kasinahang saking sapunapi wangun miwah iconografi-ipun minakadi panyingakan utawi cerawisnyané. Sané taler kanggén cihna wantah warnan tapel, minakadi barak majanten wantah tapel keras, sané putih ketah cihna tapel dalem. Indik warna sané kanggén ring tapel, I Nyoman Juala, sangging tapel saking Br. Abasan, Singapadu Tengah, Sukawati, Gianyar maosang wénten kalih soroh, luiré; warna Acrylic utawi kimia miwah warna Bali utawi ketah kasambat warna tulang. Pabinayannyané, warna acrylic, parikrama makarya tapel lewih gelis, nanging sayan sué sayan kaon rupan tapelé. Yéning ngawigunayang warna Bali, sinah sayan tua tuuh tapel inucap majanten warnanyané sayan ngendih utawi sayan becik tur kasinahang mataksu. “Sangkaning punika ketah tamiu dura negara utamanipun saking Prancis meled mangda kakaryanang tapel antuk warna Bali, ” baos dané. Dané malih maosang, kalewihan warna Bali nénten malih ngawigunayang cét cleargloss sakadi tapel cét acrylic. Sakéwanten ngawigunayang lakar alami sané kawastanin “ancur” sané patut kadagingin ri kala ngaryanin warna Bali punika. Yéning warna putih ketah ngawigunayang tulang menjangan sané katunu tur kacakcak dekdek, warna barak nganggén kincu, warna selem nganggén mangsi sané sampun kadagingin antuk minyak tanusan kelapa. Yéning warna gading antuk atal utawi serpihan mineral alami, warna gadang ngawigunayang sanura sané wangunipun sakadi bulung gadang. “Sangkaning méweh ngamolihang lakar taler sué tatkala makarya, pangargan tapel dados maelan bandingang ring tapel antuk cét acrylic,” asapunika nguningayang. (was)

(88)

B a s a

7

B a l i

Tapel, Tetamian Budaya pinaka Piranti Niwakang Tutur Babad TAPEL wantah sinalih tunggil wangun budaya sané ketah kapanggihin ring makudangkudang genah ring Nusantara miwah ring dura negara. Wangun miwah kawigunannyané taler mabina-binayan. Nénten akidik sané pinaka tetamian saking masan pra-sejarah. Yéning ring Bali, tapel ketah kapanggihin sajeroning pakraman utamanipun ring krama Hindu Bali. Minakadi ring toko seni kantos ring pura sané kasuciang olih krama adat miwah ring sekancan balihbalihan seni kantos sesolahan ring parikrama yadnya. Punika makacihna yéning tapel wantah sinalih tunggil wangun piranti budaya sané setata nyarengin parikrama kahuripan krama Hindu. Yéning katilik ring wangunipun, tapel utawi sané ring basa Inggris kabaosang antuk mask puniki wantah piranti sané kawigunayang ring prerai/ wajah. Budayawan Bali, Prof. Dr. I Made Bandem, M.A. maosang, kacingak ring budaya totem kuna utawi budaya animisme miwah dinamisme, tapel nyinahang sapunapi parikrama jadma primitive sané dumun ngamargiang kahuripannyané saraina. Kasuén-suén punika sayan nglimbak, sios saking cihna jadma taler kawigunayang cihna kasidhian jagat utawi cihna beburonan minakadi singa, naga, miwah sané siosan sané kajantenang madué kasidhian utawi kasaktian malarapan antuk tapel. Malih dané maosang, ring Bali kawigunan tapel taler sakadi pratima pinaka sarana ngulengang pikayunan ngacep Ida Sang Hyang Widhi Wasa taler prawatek déwatané sami miwah cecihnan saking para pitara.

“Sios punika, ring budaya Bali tapel taler kawigunayang dados sarana pangajah-ajah indik sejarah kulawarga utawi tutur-tutur indik soroh utawi wangsa. Punika ketah kasinahang malarapan antuk parikrama sesolahan tapel yadnya utawi tapel wali manut saking babad utawi lakon sané kamargiang,” baos dané. Dané ngwewehin, ring Bali wénten sia pupulan tapel sané kadasarin antuk cihna miwah wangun taler kawigunanipun. Luiré; kapertama wantah Barong Brutuk pinaka unén-unén Ida Bhatara Pancering Jagat sané tetuek ipun wantah ngardi kasukertan jagat sané akéhipun selikur diri. Kaping kalih, Barong Ket inggih punika wangun sekala saking Banaspati Raja sané ketah marupa singa, nanging wénten taler marupa Barong Bangkal, Barong Macan, Barong Kijang miwah sané siosan. Kaping tiga marupa Barong Landung sané yéning kacingak wantah marupa puppét utawi sakadi ogoh-ogoh ageng sané wangunipun kadasarin antuk satua Ida Sang Prabu Jaya Pangus miwah Putri Kang Cing Wie. Sané kaping pat inggih punika tapel Barong Kedingkling utawi Barong Wanara sané ketah nglawang ring Galungan-Kuningan ka umah-umah krama jagi ngulah sekancan kaon. Kaping lima wantah tapel Wayang Wong utawi panglimbak tapel Barong Kadingklik sané kadagingin malih antuk tapel Rama, Laksmana, Sita miwah Wibisana. Sané kaping nem inggih punika tapel karaksasan utawi tapel sané nyinahang wangun sakadi raksasa sané serem minakadi rangda, celuluk miwah jauk. Sané kaping pitu inggih punika

TAPEL – Pinaka piranti tetamian budaya, tapel ketah kapanggihin ring kahuripan krama Bali antuk wangun taler cihna sané mabina-binayan. Asapunika taler indik kawigunanipun majanten matios-tiosan. tapel dedari sané wangunipun wantah sia diri tur magenah ring Pura Jogan Agung. Punika kawigunayang dados palégongan irika saha pinaka pangawit saking sesolahan Légong Kraton ring Bali. Tapel kaping kutus inggih punika tapel Gajah Mada utawi tapel kuna sané wénten ring Ketéwél miwah Blahbatuh. Wangun tapel punika minakadi Gajah Mada, Hayam Wuruk, Waturenggong, Dalem Kresna Kepakisan, Dalem Tarukan miwah sané siosan inggih punika para prabu sané rauh saking jagat Jawi ka Bali. Sané kaping sia inggih punika tapel babad utawi tapel sané nglampahang lakon tutur-

tutur sané munggah ring sastra Babad. Tapel punika kakepah dados kalih inggih punika tapel pajegan utawi tapel babad sané akéhipun nyantos limolas nanging kasolahang preragan miwah tapel panca inggih punika tapel babad sané kasolahang olih pragina limang diri. Dané malih maosang, tapel taler nyinahang ambek utawi parisolah-parisolah jadma sané kasinahang antuk cihna sané munggah ring tapel inucap. Minakadi tapel sané nelik utawi dedeling ageng majanten cihna tapel sané masolah keras. Sakéwanten sané mamata sipit tur makenyem wantah cihna

tapel sané masolah alus. Parindikan inucap taler kabaosang I Nyoman Juala, sangging tapel tradisional saking Singapadu, Gianyar. Dané maosang, sujatiné soang-soang tapel nyinahang ambek sané mabinayan, minakadi keras sané kasinahang saking tapel pepatih miwah solah alus saking tapel Dalem utawi Harsa Wijaya. “Punika mawinan semu sané nyinahang ambek ring soang-soang tapel patut kaadungang tur manados parindikan sané pinih méweh tatkala makarya tapel,” dané nguningayang. (was)

Ngawigunayang Tapel

Tetulad Tokoh sané Pinih Adung

YADNYA – Sinalih tunggil jalaran nyolahang tapel inggih punika ring parikrama yadnya, irika ketah kasolahang tapel babad antuk paletan-paletan sesolahan sadurung kapuput antuk tapel Dalem Sidakarya.

majanten ngawigunayang tapel,” baos Nyoman Juala. Yadiastun makasami praginanipun ngawigunayang tapel, nanging tapel-tapel babad inucap nénten nyinahang tokoh asiki sakadi ring tapel Gajah Mada. Duaning manut Prof. Dr. I Made Bandem, M.A., sekancan tapel ring seolahan tapel babad utawi wali wantah tetulad indik tokoh sané pinih adung tur becik. Minakadi yéning tapel dalem mawarna putih, macerawis tipis, panyingakan sipit tur makenyem, punika wantah cihna sané pinih becik saking prabu utawi raja. Dadosné sapapsira raja sané kalampahang ring sesolahan sané kagelar, majanten jagi ngawigunayang tapel dalem inucap. Asapunika taler indik tapel patih sané mawarna barak, mapanyingakan dedeling utawi nelik taler macerawis tebel, sinah punika nyinahang wangun pepatih sané pinih becik tur jagi kawigunayang tatkala nyolahang pepatih sapasira ja peséngannyané. Malih dané nartayang, sios saking iconografi utawi cecihnan sané wénten ring sajeroning tapel, pabinayan karakter tapel taler kasinahang saking parindikan siosan. Minakadi sané kapertama kacingak sak-

ing klambinnyané, yéning tapel wang istri majanten makamen sané kancutipun mabuletan. Mabinayan sareng kancut tapel lanang. Sané kaping kalih kacingak saking sesolahan sané kamargiang sangkaning antuk klambinipun, minakadi tapel keras utawi pepatih tatkala ngambil kancut jagi maparikrama sané kawastanin antuk “nepuk kampuh” tur batisnyané matingkangan akidik. Yéning tapel Dalem nénten dados asapunika, nanging maparikrama tios sané kawastanin antuk “sambir” utawi “nyambir” taler parikrama sesolahanipun sada banban. Suara sané kamedalang taler mabinayan. Yéning tapel Dalem majanten suaranyané jangih taler alon-alon sané mawasta Legato. Yéning pepatih, suara miwah kedéknyané andap antuk témpo pegat-pegat sané kawastanin Stakato. “Tetabuhanipun taler manados cecihnannyané, manawita sané katabuhang tembang Jaran Sirig sinah sané medal wantah tapel Dalem. Yéning tabuh Byakalang sinah tapel pepatih. Yéning tabuh telu utawi raja gumulung majanten medal tapel tua,” asapunika dané nartayang. (was)

“BÉH sedek ngulangunin Rah Jelada, liu ada toris malali tuun ka danu. Truk miwah mobil ané biasa menék tuun ngaba bias lan asil danuné masih sepi,” baosné Nang Geria. “Ayo iraga tuun madéng-adéngan,” pasaurné Ngurah Jelada numunin ngamargiang motorné alon-alon nedunang tututina ring Arniek lan Lanang Geria miakang sayongé tipis kadi sutra. Hawané sayan ngangetang ngantos mararian ring nampek restoran “Ulam Danu”. “Nggih, becikan kingsanang motoré driki. Kanggoang majalan ka Toya Bungkah,” baosné Arniek nitipang barang-barangné ring Tim Pang Siulan, timpalné sané dados kepala koki Chinese food ring restoran punika. Ipun wiyakti jegég, nanging batisné kéjok keni polio saking alit matamba sambil kuliah ring Pariwaisata Taiwan jurusan masakan China. “Pang Siu, Cang nitip barang malu dini kalahin ka Toya Bungkah nguadang batis.” “Youis Arniek, nyanan dini makan. Ada bé sinona mérah

ing ka kokiné ané séksi,” Arniek nyeréré Siulan. “Sajaan yén tingalin sedeng ngorta jegég sajan puk. Sayang mara majalan énjok-énjok materayuan cara guminé sing rata. Nanging masakanné jeg mimiih jaen san… ayo,” Lanang Geria maekang piringné si nona marebut tendasné sareng gélanné Ayu Swandéwi. Lian pisan sareng Ngurah Jelada-Arniek pada asyiik nyiup sop asparagus. Mancan rauh di piringé opal Ngurah Jelada ngawit saking tendas lan Arniek saking ikuhné si nona manis. “Niek, matanné enuang tiang, nyanan Arniek ngecot, kadén biasa ngecup kanti mamunyi cep cep cop cuup uaah,” baosné Ngurah Jelada makisi-kisi saling cubit. “Terus... cingurné si nona nguda ten lumat pang kanti jebir? Kadén biasa....,” Arniek mujuhang bibihné barak kalalahan. Ngurah Jelada gregetan ngimpek paanné Luh Suwarni. “Cingur karper tau, giginné rangap mangan. Lén totonan genyel-genyel empuk,” baosné

Ngurah Jelada nyiup anggurné. Arniek ngecot matan ebé dedemenanné alon-alon. Ajam suénné sang kacatur mapéstaan di réstoran pinaka selametan kenaikan kelasné. Sami kataur olih Luh Suwarni nanging angur merahné pinaka bonus saking Tim Pang Siulan. “Kamsia lho Pang Siu, gua udah nganggu kesibukan lu. Tamuné tumbén liu gati,” baosné Arniek ngecup pipinné Pang Siulan raris medal ngojog motorné soang-soang. “Matur suksma, Tungurah samian tumbén meriki makta panglaris. Ati-ati di jalan di alasé pinggir danuné iding asri ngulangunin,” aturné Siulan ma daag daag. Rombongané matilar ngamenékang rauh ring Panelokan mabélok ka kiwa ngranjing ka alasé sunia ruri. Ring bengangé mula wénten kubu panemang genah parajanané sané nglintang irika mararian namtamin kaasrian Danu Baturé saking munggiré Kelod.

SAKADI sané sampun kauningayang, tapel wantah sinalih tunggil wangun budaya sané ketah kapanggihin ring makudang-kudang wewidangan taler kahuripan krama nénten wantah ring Bali kémanten, nanging taler ring dura negara. Yadiastun akéhan tapel wantah tetamian budaya kuna, ring Nusantara utamanipun ring Bali kantos mangkin kantun ketah kawigunayang minakadi sajeroning parikrama upacara yadnya sakadi sesolahan tapel Dalem

Sidakarya. Punika makacihna parikrama agama Hindu inucap prasida dados jalaran nglestariang tetamian budaya para panglingsiré nguni. I Nyoman Juala maosang, sesolahan ring Bali ketah ngawigunayang tapel minakadi sesolahan tapel yadnya utawi tapel wali sané setata maparikrama kadasarin ant u k m a ku d a n g - ku d a n g l e lampahan utawi babad. Indik parikrama sané ketah kamargiang, kakawitin saking tapel keras utawi panglembar

manis, lu pingin nyobak masakan gua kan? Biar nyapnyap pacar lu nyaho gigit cingur lu ngko,” baosné Nona Siulan. “Oooh ya, Icang tondén ngenalin gépéan gua niih...Gusti Ngurah Jelada uli Bangli.” “Hah... ampura nggih Tungurah, tiang ngrasanin wau. Bangsat Arniek tak kasi kode, kan nyosnyos aja bicara gua,” baosné Siulan saha nyalamin tamiunné pakedék pakenyung. “Ten kénkén, melahan kénten. Dadinné tambah akrab... leket matimpal.” Pasaurné Ngurah Jelada nitipang tasné raris malaib-laiban ring pasisin danuné ngungsi ka “Villa Sutan Takdir Alisyahbana” punika. Hawané tampek ka toya mpul karasa anget, ulamé paklimun. Benégané ngentungang pencarné nudukin mujair sané ngrunyung marebut roti. Wénten taler sané mancing nganggé baneh pélét ngrereh ulam karper, nila, lan gabus. Usan malinder ring villa namtamin kaluihan tamané kakiter pemandangan danuné ngulangunin pasangan semara ratihé mawali

sané kalanturang antuk tapel tua. Risampuné punika wawu kalanturang antuk tapel penasar saha medal tapel Dalem miwah bebondrésan. Wusan punika wawu kalanturang malih antuk tapel pandita, bendésa utawi utusan. Wus punika wawu kapuput antuk Dalem Sidakarya. “Sios saking tapel wali, ring calonarang wénten taler kasolahang tapel sané marupa barong, rangda utawi celuluk. Napi malih sajeroning sesolahan télék, para praginanipun

ka réstoran Ulam Danuné. “Oké, sampun waneh malancaran? Mangkin ayo nyicipin sinona manis tergolék di piring opal. Capcay udang, sop kepiting asparagus, lan puyunghay. Inumané sané paling cocok anggur mérah. Sampunang ngebir utawi wisky, bikin mabok. Kalian kan paké motor,” baosné Tim Pang Siulan makenyem manis magaya chef pofesional muda. “Waduh, ngadek bonné dogén sampun seduk. Napi malih ningalin wajah si nona ané baag nyeleméh mamelas di piring opalé ..... sesst jeg makita nyaplok,” baosné Lanang. “Naah, dengkek suba tendasné. Utawi malon-alonan uli tebén cubit tungkayakang.” Ngurah Jelada ngakak, saha ngajeng uli sop asparagus, nincap ka fuyunghay lan capcay. “Apa, nyén dengkek tungkayakang? Ené... si nona bé jaen, kadén nyén daar jani?” “Aah Tungurah biasa ngomong ngémpélin, ngaé-ngaé timpal salah tampi. Cingakin sledétné nukik dong ja ka kabakné, nang-

(Masambung)


Upacara

8

Redité Pon, 6 Agustus 2017

Bebantenan

JINAH - Buda Wagé Klawu utawi ketah ka-

Tetuek Majapa ”Om Namah Siwa ya” MANTRA mawit saking kruna “Man” (manah) miwah “Tra” sané kategesin pinaka pupulan kruna pinaka “pembebasan pikiran”. Saking wit krunané, prasida kaumpamiang yéning mantra madué kawigunan sajeroning “pembebasan” pikayunan saking parindikan sané kaon. Mantra kajantenang madaging getaran-getaran sané becik miwah mapaiketan langsung sareng Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Mantra ngredana Bhatara Siwa inggih punika; “Om Namah Siwa ya” kasengguh ngwakilin samian mantra saking tantra, sangkaning kagungan kawigunannyané sané rahasia. Sajeroning basa Sansekerta “Om Namah Siwa ya” mateges nunas perlindungan, tuntunan, kaselametan, karahayuan, miwah waranugraha majeng Ida Bhatara Siwa. Nanging tetueknyané boya sawates irika. Mantram “Om Namah Siwa ya” madaging kekuatan sané agung, nyabran krunané madaging kasidhian miwah prasida ngwantu jiwa sané kaiket antuk pikayunan sané kaon. “Om Namah Siwa ya” yéning tlatarang sakadi puniki; Om mateges Ida Sang Hyang Widhi, Namah mateges hormat, Siwa mateges Bhatara Siwa, Ya mateges yukti. Mantram “Om Namah Siwa ya” inggih punika panca aksara sané ketah kasengguh panca aksara Tirta. Panca aksara puniki taler nyinahang daging Bhuwana Agung (alam semesta) sané mawit saking lima unsur dasar (Panca Maha Bhuta), luiré; Na wantah unsur padat (pertiwi), Ma wantah unsur air (apah), Si wantah unsur cahaya (teja), Wa wantah unsur udara (bayu), miwah Ya wantah unsur ruang (akasa). Sajeroning Mantra “Om Namah Siwa ya” madaging tetuek sané maguna sané prasida karasayang. Ri kala majapa mantra “Om Namah Siwa ya”, sang sané majapa nagingin pikayunané antuk limpahan energi-energi mahasuci saking kesadaran kosmik Bhatara Siwa. Parindikan puniki ngawinang angga miwah pikayunané lewih bresih, lewih murni saking tingkat kesadaran, secara niskala lewih ageng. Santukan sang sané majapa ngamargiang utsaha ngruruh margi ngamolihang energi mahasuci kesadaran kosmik. Majapa “Om Namah Siwa ya” pacang ngawi kateguhan miwah kaheningan pikayunan, santukan antuk japa inucap ngawinang pikayunan kaon sang sané majapa sayan sué sayan ical. Mawinan sang sané ketah majapa “Om Namah Siwa ya” nénten pacang gelis bendu sangkaning kahanan utawi pikobet sané karepin, saha pikayunan nénten pacang mingmang. Mawinan punika, pastika prasida ngamolihang kadegdegan pikayunan. Majapa mantra “Om Namah Siwa ya” antuk teleb tur sumeken saha antuk pikayunan uleng, pacang prasida ngranjing jroning angen saha ngawinang Ida Bhatara Siwa kayun tedun. Cahayan Idané pacang prasida nyunarin miwah nglepas sang sané majapa saking awidya miwah gegodan sané wénten. Majapa mantram “Om Namah Siwa ya” antuk teleb tur tiling, ri kala sang sané majapa padem, Ida Bhatara Siwa pacang tedun ngambil sang atma tur baktana ka Siwa Loka. Taler pacang molihang tuntunan saking Ida. (Ida Rsi Bhagawan Smerti Kusuma Wijaya Sebali)

sengguh Buda Cemeng Klawu kangken krama Bali pinaka raina piodalan jinah. Sajeroning ngawigunayang jinah minakadi kawigunayang pinaka sesari, jinah patut kawigunayang sabecik-beciknyané.

Buda Cemeng Klawu

Metuéling Krama Mangda Wicaksana Ngawigunayang Jinah DAWEG Buda (2/8) lintang, krama Bali malih makélingin raina Buda Wagé Klawu utawi ketah kasengguh Buda Cemeng Klawu. Krama Bali ngangken Buda Cemeng Klawu wantah raina piodalan jinah (uang). Ring raina inucap, bhatara sané kaayat maprabhawa Ida Bhatari Rambut Sedana sané kangken pinaka dewaning jinah. Ring raina puniki taler metuéling krama mangda sayan wicaksana ngawigunayang jinah. Jero Mangku Alit, sinunggil Jero Mangku ring wewidangan Désa Peguyangan maosang, Buda Cemeng Klawu sané rauh nepet raina Buda Wagé wuku Klawu ring kalender Bali yéning kakantenang ring adat istiadat, umat Hindu Bali banget percaya Ida Bhatari Rambut Sedana/Déwi Laksmi sedek nglaksanayang yoga. Duaning asapunika dané nlatarang, ri kala puniki umat Hindu nénten kadadosang ngawigunayang jinah yéning jinahé punika nénten pacang mawali, umpaminipun kawigunayang naur utang. “Duaning kapercayain jinah

sané kaduénang inucap kawekas nénten pacang mawali tur ical kasorang olih katamakan sifat manusa,” baosnyané. Sajeroning Nitisastra kaunggahang, ‘Singgih yan tekaning yuganta kali tan hana lewiha sakeng mahadhana. Tan waktan guna sura pandita widagdha pada mengayap ring dhaneswara’. Artosnyané, ‘Yéning Kaliyuga sampun rauh, nénten wénten malih sané lewih mautama sajabaning jinah. Para ilmuwan, ksatria, anak suci wiadin sapasira ugi samian pacang ngayahin anaké sugih’. Madasar Susastra Hindu inucap, prasida kauningin yéning jinah wantah pinaka sarana boya ja tetujon urip. Dané nuwekang, yéning jinah inucap kapolihang saha kawigunayang manut konsép ajah-ajahan agama, majanten jinah punika pacang maguna nyalantarayang manusa molihang urip bagia sekala niskala. Pacang sawaliknyané yéning jinah inucap kanggehang pinaka tetujon urip, majanten jinah inucap pacang prasida ngiringang manusa nuju urip sengsara. “Punika awinan, nyabran

nganem bulan krama Bali kaélingang malih mangda wicaksana ngawigunayang jinah, ngrereh jinah antuk utsaha sané becik. Krama kaélingang yéning jinah boya bhatara. Mawinan ring raina Buda Cemeng Klawu, kangken nénten kadadosang ngawigunayang jinah minakadi naur utang utawi mautang,” ucap dané. Dané ngwewehin sapisanan metuéling mawali umat Hindu mangda jakti-jakti ngresepang teges Buda Cemeng Klawu Mangda umat mawali éling ring ajah-ajahan agama pamekasnyané Catur Purusa Artha, inggih punika; Artha, Kama, Dharma miwah Moksa. Dané negesang, teges Artha iriki nénten sawates kasugihan kémanten, nanging taler mateges tetujon sané macihna kasukertan. Jero Alit taler nyelehin, kawéntenan jinah sareng kawéntenan palemahané mangkin, manut dané kramané mangkin sampun ngawit kelem ring jagat materi, ngrereh materi utawi kasugihan majalaran ngamargiang sakatah pamargi yadiastun nénten anut tur nénten kadadosang olih ajah-

SESARIN canang pinaka rasa bakti manusa majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa miwah para pangayahnyané. Sesarin canang pacang kapanggihin ring canang sané katur. Sesariné mangkin ketah marupa jinah sané kagenahang ring canang sariné. Sesari marupa jinah sakadi mangkin kajantenané wawu makudang-kudang masa kawigunayang. Yéning kadasarin antuk pakibeh jagaté, jinah sané kawigunayang nglintangin sakatah paletan wentuk. Punika artiné, sesari taler nginutin pakibeh masa. Sesari wiadin canang sari, nénten wantah katurang ri kala ka pura kémanten, akéh parikrama agama sané siosan ring saraina ngawigunayang sesari. Luas nunas baos (mapaluasan) umpaminipun, canang madaging sesari taler kawigunayang. Manut Ni Madé Gerot (74), warga sané taler balian ring wewidangan Besakih, Rendang, Karangasem, daweg kacunduk wawu puniki nuturang, manut pengalamannyané salami ngayah, sesari ngawigunayang jinah sakadi mangkiné wawu makudangkudang masa katerapang.

Lantur dané, manut panglingsirnyané nyaritayang majeng dané, dumun sadurung ngawigunayang jinah sakadi mangkin, wénten makudang-kudang paletan jinah sané kawigunayang pinaka sesari. Samaliha sadurung jinah, sesarin canang sané kawigunayang marupa tetampihan basé magulung jangkep sareng pamor, mako, gambir, miwah buah. “Tetampihan inucap dumun sané kagenahang ring duur canang, maka cihna panyangkep subakti i manusa, yadiastun mangkin sesampun ngawigunayang jinah, tetampihan basé kantun kawigunayang,” tegesnyané. Dané nyaritayang malih, manut cerita panglingsirnyané dumun, sadurung ngawigunayang jinah sakadi mangkiné, sadurung ngawigunayang pis bolong, daweg sadurung warsa 1963, sesari sané kawigunayang wantah jinah ringgit, rupiah (perak), sukuan, talén, ketip, kelip, gobang, jinah sén, salanturnyané wawu sesampun warsa 1963 pis bolong kawigunayang kantos mangkin nglimbak ngawigunayang jinah kertas ri kala kramané tangkil nunas baos.

“Ngawigunayang jinah rupiah pinaka sesari mangkin sah kémanten, sané penting wantah kalascaryan sané ngaturang inggian sesari ring pura wiadin genah tiosan,” teges dané. Dané ngaptiang saha metuéling, pinaka umat inggian punika para pangayah, wiadin krama sami, sesari wantah sinalih tunggil cihna persembahan. Sujatiné jinah sané kawigunayang ring canang sari wantah pis bolong. Duaning pis bolong inucap pinaka pralambang saking Siwa Sunya utawi artiné paica kadasarin rasa tulus, lascarya. Dané ngwewehin, jinah ring masané mangkin olih manusa kanggehang pinaka materi sané kabuatang olih sira ugi, nanging umat pinaka manusa sané magama patut setata éling, sesari mangda kadasarin tata krama miwah étika ngaturang, patut setata éling ring kautaman sesari madué nilai religius. “Lewih penting malih, sapunapi suksman sesari punika. Sesari sampunang kanggehang pinaka materi, selehin sesari malarapan malajah saking sejarah sesari sajeroning peradaban umat, gumanti umat prasida sayan lewih wicaksana,” baosnyané. (uma)

ajahan agama nanging tetep kalaksanayang. Samaliha kantos kalestarian palemahan sané sampun katamiang antuk sakatah konsép para leluhur ngawit kalaliang mangda molihang jinah. “Titiang taler rumasa angen ring kawéntenan kramané mangkin, akéh sané ngruruh jinah antuk mamaling, ngulah laku malaksana, mocolin palemahan, laksana sakadi punika sampun nénten anut sareng ajah-ajahan agama. Pateh ring nénten ngresepang smertin rainan Buda Cemeng Klawu,” tutur dané. Upacara Buda Cemeng Klawu puniki kalaksanayang olih umat Hindu sajebag Bali, utamannyané krama sané madué pak-

aryan pinaka dagang, minakadi dagang ring pasar, warung, jasa keuangan, béngkél, miwah taler olih perusahaan-perusahaan sané ngembahang dana. Upacarané biasané pacang kalaksanayang pamekasnyané ring genah nyimpen jinah, katurang pangastawa majeng Ida Bhatara Rambut Sedana utawi Déwi Laksmi makacihna ngaturang rasa suksma duaning sampun ngicén waranugraha miwah kasukertan. Antuk upacara puniki samian angganing kairingang mangda becik-becik ngawigunayang jinah, ngrereh jinah mangda manut ajah-ajahan dharma, ngawigunayangnyané taler ninutin dharma. -(uma)

Satua

Sesarin Canang, Ngawit Tetampihan Basé kantos Jinah

Ipian I Samong Olih : Madé Taro TUKANG tenung ento bengong mamegeng. Sinambi ngidemang panyingakané, dané mapineh abos-bos. “Pabuaté ené sukil pesan,” baosné jroning kayun. Yén macan ané loba ento tuukin kenehné, sinah I Jaran ané ngemasin dadi amah-amahané. Sakéwala, yén I Macan tusing tuutin kenehné, orahang ipiané ento tusing beneh, sinah i déwék ané bakal amaha. Sahasa Jero Dukuh ento mukak panyingakané tur mabaos, “Beneh tuturané I Samong. Ipian patut sakadi buka kéto. Patut seken. Tusing ké, yén iraga ngipi ngenceh, di subané bangun iraga ngencehin?” baos Jero Dukuh bangga sambilanga kedék ingkel-ingkel. Blug…! I Bojog sahasa ulung pas di arepan Jero Dukuhé ento. Suara magedeblug ento sahasa ngaé I Samong ngep, suud kedék ngakak. “Eh… Cai Bojog? Apa gaé Cai ento? Ngudiang Cai ngadukngaduk?” Dengkik Jero Dukuh sangkaning tengkejut. “Ampurayang Jero Dukuh sané wangiang tiang,” baos alep bojogé ento. “Tiang wantah bojog ané maang pajalan I Samong lan I Jaran ka tongosé ené nakonang indik ipiané I Samong. Sang kalih wantah ngidih pamatut. Kala Jero Dukuh mirengang satuané I Samong lan I Jaran, tiang ngintip uli langit-langit umahé niki. Ulian anginé ngasirsir tiang pules leplep. Di pules tiangé, tiang ngipi melah pesan,” I Bojog makenyem. “Apa ané ipiang Cai, Bojog?” Jero Dukuh meled nawang. “Ampura Jero Dukuh, lek tiang nyatuayang!” “Tusing perlu elek, Bojog! Gelah sida maang pamatut.” “Di ipiané ané melah ento,” I Bojog lek-lekan nyatua. “Tiang matemu sareng Luh Kantrungan, pianak Jero Dukuh ané jegég punika,” sambung I Bojog sambilanga nujuhang anak luh ané sedekan nyampat di natah umahné Jero Dukuh. “Lantas, kénkén buin lanturané?” sarat Jero Dukuh matakon. “Ampurayang, Jero! Luh Kantrungan maekin tiang tur ngajakin tiang nganten.” Byarrr! Tukang tenungé ento makesiab ningehang satuané I Bojog buka kéto. Jero Dukuh negak mamulisah tusing karuan. Ulian madasar dueg, Jero Dukuh ngengkebang rasa elekné, laut mabaos, “Béhh…, to tuah ipian! Ipian tuah bungan sirep dogén. Ipian tusing lakar saja buka kéto. Patuh masih cara ipiané I Samong ngamah I Jaran. Tuah ipian, boya seken-seken buka kéto.” (Puput)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


Minggu PON, 6 AGUSTUS 2017

9

SPORT

“Fairing” Baru Belum Bantu Lorenzo HAL 12

“The Neymar Effect” London –

Kepindahan Neymar Junior dari FC Barcelona ke Paris Saint-Germain (PSG) telah menyita banyak perhatian dari pencinta sepak bola dunia. Banyak hal menarik dari transfer termahal di dunia ini. Neymar Junior pindah dari Barcelona ke PSG dengan nilai transfer tertinggi sepanjang sejarah, 222 juta euro (sekitar Rp 3,4 triliun). Ada banyak hal menarik untuk ditunggu dari transfer terheboh pada musim panas 2017 ini. Yang patut ditunggu tentunya efek domino dari mega transfer pemain 25 tahun itu karea sejumlah klub top Eropa akan terkena imbasnya. Kepergian Neymar ke PSG tentu paling mengkhawatirkan untuk Liverpool. Sebab saat ini bintang utamanya Philippe Coutinho terus diganggu isu seputar masa depannya. Coutinho disebut-sebut akan diboyong Barca untuk menggantikan sosok Neymar. Tawaran Barca sendiri senilai 80 dan 100 juta euro sudah ditolak mentah-mentah oleh kubu The Reds. Meski demikian, selama bursa transfer belum ditutup, maka segala kemungkinan masih bisa terjadi. Liverpool tentu tidak lupa bagaimana dulu mereka kehilangan Luis Suarez yang pindah ke Barca. Kalaupun akhirnya Coutinho tidak jadi ke Barca, Liverpool juga patut w a s - w a s t e r k a i t p e r j a njian di balik kepindahan Neymar ke PSG. Bisa jadi

Neymar meminta Coutinho sebagai salah satu syarat dirinya mau berseragam Les Parisien. Meski PSG punya banyak pemain Brasil seperti Thiago Silva, Dani Alves, Marquinhos dan Lucas Moura, Coutinho adalah teman baik Neymar dan tentu dia akan lebih nyaman jika bersama-sama. Juventus tentu patut was-was juga dengan kepindahan Neymar karena Paulo Dybala juga masuk dalam daftar belanja Barca. Kabarnya Barca siap menggelontorkan dana 100 juta euro yang bisa saja menggoda Juve untuk melepas pemain asal Argentina. Apalagi Dybala juga bisa mewujudkan impiannya bermain bareng Lionel Messi sepanjang pekannya. Ada juga nama-nama seperti Thomas Lemar (AS Monaco), Antoine Griezmann serta Yannick Carrasco (Atletico Madrid) jadi calon pengganti Neymar. Kedatangan Neymar juga berarti jalan keluar bagi beberapa pemain PSG, sebut saja Angel Di Maria yang

bakal dijual dengan banderol 45 juta euro, lalu bek Serge Aurier yang dihargai 20 juta euro, gelandang Blaise Matuidi yang dibanderol 18-20 juta euro, serta beberapa pemain pelapis seperti Hatem Ben Arfa, Jese Rodriguez dan Gregorzs Krychowiak. Penjualan para pemain itu tentu dibutuhkan PSG demi menyeimbangkan keuangan setelah transfer Neymar. agar mereka tak lagi dihukum UEFA karena dianggap melanggar Financial Fair Play (FFP). Manajer Manchester United, Jose Mourinho menilai transfer Neymar masih dalam batas wajar. Namun Mourinho tak menampik akan ada dampak buruk yang ditimbulkan dari transfer Neymar, yakni harga pemain semakin tak masuk akal. “Ketika kami dulu mendapatkan Paul Pogba, saya bilang dia tidak mahal-mahal amat. Mahal itu kalau seorang pemain pindah klub tanpa punya kualitas yang jelas,” bela manajer asal Portugal itu, Sabtu (5/8) kemarin.

“Saya pikir harga 222 juta euro untuk Neymar itu tidak terlalu mahal juga,” imbuh Mourinho. Manajer Liverpool, Juergen Klopp, setuju dengan Mourinho. Klopp merasa tak seha rusnya transfer ini terjadi lantaran bisa merusak nilai pasar pemain di sepak bola. Manajer Arsenal, Arsene Wenger mengaku terkejut dengan biaya transfer yang dikeluarkan PSG untuk Neymar. “Anda tak dapat membayangkan berapa nilai sesungguhnya dari seorang pemain lagi. Inflasi terjadi dengan begitu cepat. Kita baru saja melewati angka 100 juta pound tahun lalu dan hanya satu tahun kemudian kita melewati batas 200 juta pound,” ujarnya. “Ketika Anda berpikir bahwa Trevor Francis yang merupakan pemain pertama yang menyentuh angka satu juta pound dan terlihat tak masuk akal, hal itu menunjukkan bahwa sepak bola sudah sangat besar. Kepemilikan klub telah mengubah seluruh aspek sepak bola dalam 15 tahun terakhir. Sekali sebuah negara memiliki klub, semuanya akan mungkin. Akan sangat sulit untuk menghormati aturan Financial Fair Play,” tambah dia. Wenger pun yakin efek dari transfer Neymar akan menjadi menyeluruh ke timtim lainnya.

“Hal ini akan menyebabkan efek domino. Klubklub, ketika Barcelona ingin membeli pemain, mereka akan berkata bahwa mereka (Barcelona) memiliki 250 juta pound, jadi apa yang seharusnya berharga hanya 15 juta pound akan menghabiskan 100 juta pound untuk pemain tersebut,” kata dia. Ketakutan manajermanajer itu bisa dimaklumi. Sebab dalam bursa transfer musim panas 2017 bergulir isu-isu gila terkait beberapa pemain bintang di Eropa. Kylian Mbappe menjadi salah satu pemain yang berpotensi rusak harganya. Sejauh ini Mbappe dianggap memiliki nilai jual sebesar 180 juta Euro atau setara Rp 2,7 triliun. Bisa jadi lantaran transfer Neymar harga Mbappe bisa naik. Bukan cuma Mbappe, harga dua bintang Premier League lain Eden Hazard dan Philippe Coutinho juga berpotensi melonjak dalam angka yang tak wajar. Apalagi keduanya sedang diincar raksasa Spanyol yang tak pelit dalam urusan transfer, Real Madrid dan Barcelona. Thomas Lemar juga kemungkinan jadi pemain yang melonjak harganya usai transfer Neymar. Bisa jadi Liverpool dan Arsenal makin kesulitan menebus klausul Lemar. (kmb33/rrtr)

Berikut daftar 10 nilai transfer termahal di dunia: MAHAL - Pemain Brazil Neymar memamerkan kostum yang akan dipakainya bersama Paris saint Germain. Klub Prancis tersebut membeli Neymar dengan nilai 222 juta Euro atau sekitar 3,5 Triliun rupiah. Harga tersebut membuat mantan pemain Barcelona itu menjadi pemain termahal di dunia.

Marquez Raih “Pole” di Brno

Brno – Pebalap Repsol Honda, Marc Marquez merebut pole position MotoGP Republik Ceska setelah menjadi yang tercepat pada sesi kualifikasi, Sabtu (5/8) kemarin. Dia mengungguli Valentino Rossi dan Dani Pedrosa yang ada di posisi kedua dan ketiga. Pada sesi kualifikasi yang berlangsung di Sirkuit Brno itu, Marquez menorehkan waktu lap terbaik 1 menit 54,981 detik. Dia lebih cepat 0,092 detik ketimbang Rossi. Sedangkan Pedrosa terpaut 0,138 detik dari Marquez. Posisi keempat ditempati pebalap Ducati, Andrea Dovizioso yang terpaut 0,460 detik dari pemuncak klasemen sementara MotoGP 2017 itu. Sementara rekan setimnya, Jorge Lorenzo bakal start dari posisi keenam. Pada kualifikasi pertama, nasib apes dialami pebalap KTM Pol Espargaro dan rider Aprilia Racing, Sam Lowes. Keduanya terpaksa harus mengakhiri perjuangannya setelah terjatuh. Sementara itu, Jonas Folger sempat mencuatkan asa setelah menjadi yang tercepat. Namun sayang posisi itu gagal dipertahankannya. Pada kesempatan terakhirnya, Danilo Petrucci mampu mencetak waktu lap terbaik pada kualifikasi pertama ini. Dia menorehkan waktu 1 menit 56,220 detik. Alvaro Bautista menemani Petrucci setelah unggul 0,006 detik atas Alex Rins yang sebelumnya sempat menduduki posisi kedua. Pada kualifikasi kedua, Cal Crutchlow langsung melesat menjadi yang tercepat dengan torehan waktu 1 menit 55,778 detik. Dia unggul 0,202 detik atas Rossi. Dani Pedrosa kemudian menggeser posisi Cruthclow saat kualifikasi kedua tersisa sepuluh menit. Dia mencatatkan waktu 1 menit 55,313 detik. Di posisi kedua ada Marquez yang terpaut 0,026 detik dari rekan timnya itu. Namun posisi ini tak bertahan hingga akhir kualifikasi. Marquez berhasil mematahkan catatan waktu lap terbaik Pedrosa setelah menorehkan waktu 1 menit 54,981 detik. Sementara itu, Pedrosa harus puas menempati posisi ketiga. Posisi kedua ditempati Rossi yang juga mempertajam catatan waktunya jelang akhir kualifikasi. Sayang The Doctor masih kalah cepat dari Marquez. (kmb33/rtr)

• Neymar (Barcelona ke PSG, 2017) • Paul Pogba (Juventus ke Manchester United, 2016) • Gareth Bale (Tottenham ke Real Madrid, 2013) • Cristiano Ronaldo (Manchester United ke Real Madrid, 2009) • Gonzalo Higuain (Napoli ke Juventus, 2016) • Neymar (Santos ke Barcelona, 2013) • Romelu Lukaku (Everton ke Manchester United, 2017) • Alvaro Morata (Real Madrid ke Chelsea, 2017) • Luis Suarez (Liverpool ke Barcelona, 2014) • James Rodriguez (Monaco ke Real Madrid, 2014)

– Rp 3,5 triliun – Rp 1,5 triliun – Rp 1,4 triliun – Rp 1,4 triliun – Rp 1,31 triliun – Rp 1,3 triliun – Rp 1,3 triliun – Rp 1,2 triliun – Rp 1,1 triliun – Rp 1,1 triliun.

Menanti Kepantasan Harga Neymar Paris – Neymar menjadi pemain termahal sejagat. Nilai transfer Neymar dari Barcelona ke PSG mengalahkan rekor transfer Paul Pogba. Ketika memboyong kembali gelandang asal Prancis tersebut dari Juventus pada musim panas 2016, Manchester United (MU) harus mengeluarkan biaya 105 juta euro atau sekitar Rp 1,6 triliun. Ini merupakan kali kedua Neymar menjadi pemain termahal dunia. Sebelumnya ia pernah menyandang predikat tersebut ketika diboyong Barcelona

dari Santos dengan nilai transfer 85 juta euro atau Rp 1,3 triliun pada 2013. Pantaskah Neymar menjadi pemain termahal di dunia? Seperti diketahui, Neymar merupakan salah satu pilar kunci Barcelona. Bersama Lionel Messi dan Luis Suarez ia tampil trengginas di lini depan Blaugrana. Pada musim 2015-2016, Neymar membantu Barcelona memenangkan gelar juara La Liga Spanyol dan Copa del Rey. Di musim itu dia mencetak 31 gol di seluruh kompetisi. Neymar

pun sempat menjadi kandidat peraih gelar Ballon d’Or 2015. Saat voting pemain 25 tahun itu berada di posisi ketiga di bawah Messi dan Cristiano Ronaldo. Meski layak disebut sebagai salah satu pemain terbaik dunia berkat berbagai torehan prestasinya, Neymar dianggap Pele masih belum sebanding dengan Messi dan Cristiano Ronaldo. “Dia memang bagus, tapi dia tak memiliki kualitas Ronaldo dan Messi,” kata legenda Brasil tersebut. Kualitas Neymar memang belum sebanding Messi dan

Ronaldo. Namun Barcelona menganggap Neymar sebagai aset berharga. Karena itu tim Catalan ini memagari N e y m a r d e ng a n kl a usul pelepasan sebesar 222 juta euro di kontrak yang ditanda tangani pada 2016 lalu. Jumlah itu akan meningkat hingga 250 juta euro pada Oktober 2017. Dibandingkan Neymar, Messi lebih layak menyandang sebagai pemain termahal di dunia. Namun seperti diketahui, Barcelona tak akan menjual megabintangnya tersebut. Terlebih dalam kontrak yang

baru ditandatangani klausul pelepasan pemain Timnas Argentina itu melonjak hingga 300 juta euro atau sekitar Rp 4,74 triliun. Berdasarkan data Transfer markt, perpaduan Neymar dan Messi menghasilkan total 59 gol dari 161 laga yang dilakoni. Dari jumlah tersebut, 37 gol Messi karena assist Neymar, sedangkan 22 gol Neymar hasil assist Messi. Sementara itu, jumlah gol Suarez-Neymar adalah 43 dari 124 laga yang dilakoni. 20 gol Suarez hasil assist Neymar, sedangkan 23 gol Neymar karena assist Suarez. (kmb33/rtr)

Berikut ini hasil lengkap kualifikasi : 1. Marc Marquez Repsol Honda 1 menit 54,981 detik 2. Valentino Rossi Movistar Yamaha 1 menit 55,073 detik 3. Dani Pedrosa Repsol Honda 1 menit 55,119 detik 4. Andrea Dovizioso Ducati 1 menit 55,441 detik 5. Cal Crutchlow LCR Honda 1 menit 55,489 detik 6. Jorge Lorenzo Ducati 1 menit 55,552 detik 7. Maverick Viñales Movistar Yamaha 1 menit 55,663 detik 8. Danilo Petrucci Pramac 1 menit 55,738 detik 9. Alvaro Bautista Aspar 1 menit 56,027 detik 10. Johann Zarco Yamaha Tech3 1 menit 56,075 detik

BPM/rtr

Trio Penyerang Barcelona musim lalu.


OLAHRAGA

10

Minggu Pon, 6 Agustus 2017

Roma Tetap Incar Mahrez

Roma – Roma dilaporkan telah menaikkan tawaran menjadi 35 juta euro untuk mendapatkan Riyad Mahrez dari Leicester City. Namun pembayarannya dibagi ke dalam beberapa tahun. Rumor telah menyebutkan rekor transfer untuk Leicester sudah ada di atas meja. Namun rumor tersebut sekarang semakin beragam. Dikabarkan Roma setuju mengucurkan 35 juta euro, namun dengan pembayaran menyebar dalam struktur yang kompleks.

BPM/rtr

Riyad Mahrez

”Community Shield”

Misi Balas Dendam

London – Setelah absen hampir tiga bulan, pagelaran Premier League Inggris akan kembali digelar. Untuk membuka panggung termegah di dunia sepak bola saat ini, akan digelar partai Community Shield antara Arsenal berhadapan dengan Chelsea malam nanti. Seperti tradisi tahun-tahun sebelumnya, sebelum pertandingan pekan pertama EPL digelar maka FA akan menggelar pertandingan Community Shield. Laga ini akan mempertemukan dua juara Inggris musim sebelumnya, yaitu Arsenal selaku pemegang trofi FA Cup dan Chelsea selaku pemegang trofi EPL. Oleh karenanya, laga ini akan menjadi laga yang ditunggu-tunggu oleh para penggemar sepak bola Inggris. Pertemuan di Wembley nanti bukanlah kali pertama Arsenal dan Chelsea bertemu seusai musim 2016/2017 berakhir. Kedua tim sempat bertemu dalam partai ujicoba di Tiongkok, di mana pada saat itu The Blues menggilas Arsenal dengan skor 3-0. Untuk itu ada misi balas dendam diusung punggawa The Gunners pada laga ini. “Community Shield adalah kans tepat untuk mengulang penampilan di final Piala FA,” ujar Wenger, Sabtu (5/8) kemarin. Pelatih asal Prancis tersebut menyebutkan kalau kedua tim akan sama-sama mengincar trofi perdana di awal musim. “Arsenal dan Chelsea akan mengejar gelar pertama dengan kekuatan dan tekad. Tentu dua faktor itu juga penting,” tuturnya. Wenger tidak menampik bahwa Chelsea akan memberi perlawanan sengit. Dia memberi contoh kehadiran Michy Batshuayi yang merepotkan timnya saat bertemu di tur Asia beberapa pekan lalu. “Batshuayi bermain sangat bagus. Dia penyerang muda yang menjanjikan, jadi saya yakin mereka akan berjuang di laga

Menurutnya, Mahrez hanya ingin pindah ke klub di posisi enam besar. Shakespeare menjelaskan bahwa Mahrez masih ingin bertahan di Premier League. Namun ia hanya bersedia bermain di klub yang musim lalu berada di enam besar klasemen akhir dan akan bermain di kompetisi tingkat Eropa. “Mahrez ingin bermain untuk klub yang berada di enam besar. Jika kita tidak mendapatkan tawaran dari klub papan atas, dia akan tetap bertahan,” ucap Shakespeare kepada Daily Mail. Jika merujuk pada klasemen Premier League musim lalu, maka klub yang berada di posisi enam besar yakni Chelsea, Tottenham, Man City, Liverpool, Arsenal dan Manchester United. Namun itu bukan satu-satunya syarat yang bisa membuat pemain internasional Aljazair pindah dari King Power Stadium. Pasalnya, Shakespeare menegaskan bahwa Leicester juga tidak ingin menjual Mahrez dengan harga yang murah. “Jika tawaran dari mereka datang dan tidak sesuai harga, dia akan tetap bertahan,” katanya. “Sudah sangat jelas bagi saya saat ini, dia telah membuat pernyataan ingin pindah tapi dia masih jadi pemain kami,” tutup pelatih yang menggantikan posisi Claudio Ranieri tersebut. Meski diincar Roma, namun sebenarnya performa Mahrez musim lalu tidak sebaik dua musim sebelumnya ketika Leicester Juara Premier League. Bek legendaris Arsenal, Martin Keown menilai Mahrez mengalami degradasi gairah di atas lapangan

musim lalu. Ia menganggap bintang timnas Aljazair itu tak lagi punya hasrat untuk melewati pemain lawan maupun menciptakan peluang buat rekannya. “Dua musim lalu Mahrez sensasional dalam hal duel satu versus satu. Dia melewati lawan dengan mudah,” kata pria yang menyumbang tiga trofi Premier League untuk Arsenal itu. “Namun, ada kemalasan dalam permainan Mahrez pada tahun ini. Ia tidak terlihat benar-benar ingin melakukannya,” ucap Keown. Apakah opini Keown benar? Jika menilik data statistik, jawabannya adalah iya. Sang pemain memang mengalami penurunan dari beberapa segi. Rata-rata dribel sukses Mahrez di Premier League musim lalu adalah 2,09 per laga. Ada pun catatan penciptaan peluangnya adalah 1,81 per pertandingan. Coba bandingkan dengan catatan Mahrez saat membawa Leicester kampiun liga edisi 2015-2016. Winger yang pada musim itu menyabet titel Pemain Terbaik versi PFA menghasilkan 3,54 dribel per partai dan mengkreasi 1,81 peluang per pertandingan. (kmb33/rtr)

Rataan Statistik Mahrez 2016-2017 Total Operan: 28,48 per partai Dribe : 2,09 Total tembakan: 2,04 Penciptaan peluang: 1,26 Musim 2015-2016 Total Operan: 27,35 Dribel : 3,54 Total tembakan: 2,32 Penciptaan peluang: 1,81

Conte Masih Butuh Pemain Baru

BPM/rtr

BARU - Arsenal akan bertumpu pada striker barunya Alexandre Lacazette di ajang Community Shield kontra Chelsea, malam nanti. ini,” ucap Wenger. Arsenal bukan satu-satunya tim yang mengusung misi balas dendam pada laga ini. Chelsea juga bertekad untuk membalas kekalahan 2-1 di final FA Cup, yang menyebabkan mereka gagal mengawinkan gelar FA Cup dan EPL. Untuk itu laga di Wembley nanti dipastikan akan berlangsung panas. Selama sesi pra musim ini, kedua tim menunjukan gejala yang sama, yaitu masih belum menemukan konsistensi permainan yang baik. Kedua tim sama-sama menelan dua kekalahan sepanjang sesi pra musim mereka kali ini. Namun kedua tim sudah tidak buta mengenai peta kekuatan tim lawan mereka, sehingga menarik untuk ditunggu taktik seperti apa yang disiapkan kedua pelatih pada laga ini. Pada laga ini pelatih Arsenal, Arsene Wenger dikabarkan memiliki banyak pemain yang belum bisa dimainkan pada laga ini. Santi Cazorla, Francis Coquelin, Jack Wilshere dan

Gabriel Paulista dipastikan absen pada laga ini karena cedera. Sementara Shkodran Mustafi, Alexis Sanchez dan Aaron Ramsey masih diragukan tampil pada laga ini. Wenger sendiri diprediksi akan memainkan skema tiga bek pada laga ini, di mana Trio Nacho Monreal, Laurent Koscielny dan Rob Holding akan diturunkan di sektor pertahanan. Pada laga ini Wenger kemungkinan besar akan kembali memainkan Alexandre Lacazetee sebagai ujung tombak, di mana Mesut Ozil dan Danny Welbeck akan membantu di belakangnya. Di kubu Juara EPL, Antonio Conte juga memiliki sejumlah masalah pada skuatnya. Tiemoue Bakayoko, Eden Hazard, Pedro dipastikan absen karena cedera. Selebihnya seluruh punggawa The Blues siap diturunkan pada laga ini. “Mereka sedang bekerja keras untuk pemulihan, tetapi mereka tidak bs tampil. Kami harus menunggu dan sabar. Mereka

juga masih tidak siap untuk memulai musim baru,” Kata Antonio Conte kepada media. “Eden memiliki masalah pergelangan kaki. Usai operasi sangat penting untuk menghormati waktu yang tepat untuk proses pemulihan dan hal ini sama dengan Bakayoko. Dia baru saja jalani operasi lutut, tetapi kami berharap untuk pulih dengan sangat baik,” imbuhnya. Conte sendiri kemungkinan besar akan menurunkan skema 3-4-3 pada laga ini, di mana Michy Batshuayi akan diplot sebagai striker utama. Alvaro Morata kemungkinan akan digeser ke kiri mengisi posisi Hazard, sementara pos sayap kanan akan diisi oleh Willian. Absennya Bakayoko membuat Conte akan memainkan duet N’Golo Kante dan Cesc Fabregas sebagai pengontrol permainan, sementara Thibaut Courtois akan bertugas mengamankan gawang mereka dari gempuran lini serang Arsenal. (kmb33/ap)

pions musim depan. Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa klub Prancis lainnya, Paris SaintGermain sekarang sudah tak berminat lagi merekrutnya setelah mereka membeli Neymar. Dan Los Blancos lebih tepat untuk mendatangkan Mbappe. Namun kabarnya rival abadi Real Madrid, Barcelona juga berminat merekrut Mbappe. Mereka bisa membelinya setelah mendapat suntikan uang tunai dari penjualan Neymar. Selain kedua klub La Liga, Arsenal dan Manchester City juga disebut tertarik mendatangkan Mbappe yang membantu Monaco meraih gelar Ligue 1 dan tempat di semifinal di Liga

Champions musim lalu. Sebelumnya Real Madrid mencapai kesepakatan nonformal untuk merekrut Mbappe dari AS Monaco. Los Blancos dilaporkan mengeluarkan 180 juta euro (sekitar Rp 2,8 triliun). Real Madrid akan membayar biaya transfer itu dalam dua bagian. Sebanyak 160 juta euro disetor tunai ke Monaco dan variabel mencapai 20 juta euro tergantung performa Mbappe selama berkarier di Estadio Santiago Bernabeu. Juara Spanyol dan Eropa itu bakal mengontrak Mbappe selama enam tahun dengan upah tujuh juta euro per musim. Real Madrid memiliki sejarah mendatangkan pemain pada masa akhir bursa transfer,

seperti yang dilakukan kepada Gareth Bale, Luka Modric dan Cristiano Ronaldo. “Semua bisa terjadi hingga 31 Agustus,” ujar Zinedine Zidane. Real Madrid membutuhkan jasa Mbappe usai masa kering gol pada tur pramusim. Kepergian Alvaro Morata juga menyediakan tempat bagi sang pesepak bola berkebangsaan Prancis tersebut. Mbappe yang promosi dari Monaco U-19 pada Maret 2016, tampil sangat impresif pada musim lalu. Dia mempersembahkan 15 gol untuk membawa Monaco juara Ligue 1 serta enam gol untuk membantu Monaco menembus semifinal Liga Champions. (kmb33/ap)

Mbappe Ingin Main di Madrid

Madrid – Kylian Mbappe dikabarkan sudah mengakui kepada Real Madrid bahwa dia ingin meninggalkan AS Monaco. Mbappe ingin pindah ke Bernabeu musim panas ini. Setelah menyumbang 26 gol dalam 44 penampilan musim lalu, pemain berusia 18 tahun ini menjadi salah satu pemain paling diminati di dunia sepak bola. Media Spanyol, AS, Sabtu (5/8) kemarin melaporkan pemain muda Prancis dan ayahnya, Wilfried sudah bertemu dengan perwakilan Real Madrid pada bulan Juni untuk membahas masa depannya. Dan striker tersebut menyatakan keinginannya bermain untuk pemenang Liga Cham-

Ini secara efektif akan menjadi pinjaman dengan kewajiban untuk membeli pada akhir musim, kemudian Leicester City menerima persentase dari harga jual. Ini adalah kesepakatan serupa seperti saat membawa Mohamed Salah dan Edin Dzeko ke Roma dari Chelsea dan Manchester City. Perwakilan Roma dilaporkan sedang menuju ke Inggris untuk melakukan negosiasi lebih lanjut. Leicester City telah meminta 40 juta euro sejak awal, sementara penawaran Roma terbaru untuk Mahrez telah bertahan di angka 30 juta euro. Direktur Olahraga AS Roma, Monchi memberikan kabar terbaru ihwal saga transfer winger Riyad Mahrez. “Saya ingin menyampaikan dua hal. Pertama, untuk tim seperti Roma yang punya pemain seperti Lorenzo Pellegrini, Radja Nainggolan, Kevin Strootman, Edin Dzeko, Aleksandr Kolarov, dll tidak bergantung pada winger yang bergerak masuk,” ujarnya Sabtu (5/8) kemarin. “Kedua, Mahrez atau bukan, pemain penting akan datang dan memberikan kualitas yang luar biasa pada skuat,” imbuhnya. Monchi tidak menyebut siapa pemain yang dimaksud. Namun setidaknya ada dua pemain yang bisa menjadi representasi sosok pemain hebat yang disebut oleh mantan Direktur Olahraga Sevilla tersebut. Dua sosok tersebut yakni Samir Nasri (Man City) dan Emre Mor (Dortmund). Sementara itu, Pelatih Leicester City, Craig Shakespeare membuka alasan mengapa sejauh ini winger Riyad Mahrez masih belum juga pindah.

London – Manajer Chelsea, Antonio Conte menyebut jumlah pemainnya dalam skuat masih terlalu sedikit sehingga perlu ditambah pemain baru. Tidak perlu selevel Neymar. Pada musim panas sejauh ini Chelsea sudah mendatangkan penyerang Alvaro Morata dari Real Madrid, gelandang Tiemoue Bakayoko dari Monaco dan bek Antonio Ruediger dari AS Roma. Di sisi lain, The Blues juga sudah melepas Nemanja Matic ke Manchester United. Sementara itu Bakayoko akan absen di awal musim akibat cedera lutut. Dengan Chelsea harus tampil di Liga Champions pada musim 2017/2018, selain juga berusaha mempertahankan titel Premier League, Conte pun masih butuh pemain baru. “Buat kami sekarang sangatlah penting untuk meningkatkan skuat dari aspek jumlah. Saya pikir satu pemain saja tidaklah cukup untuk membuat tim kami lebih baik,” kata Conte Sabtu (5/8) kemarin “Kami masih memiliki skuat yang tipis. Kami butuh lebih banyak pemain, tidak level top seperti Neymar tapi semata untuk meningkatkan skuat dan kualitas kami. Saat ini kami masih punya pemain terlalu sedikit,” ujarnya. Conte khawatir musim depan akan menjadi yang terberat dalam karier manajerialnya. Pelatih Chelsea sejauh ini telah membuat transisi yang luar biasa dari gelandang legendaris menjadi pelatih yang inspirasional. Conte merebut tiga gelar di Juventus, mengilhami tim nasional Italia tampil apik di Piala Eropa 2016. Dia juga mengangkat gelar Liga Primer Inggris musim lalu dalam kampanye debutnya di Inggris. Namun, dengan kepergian beberapa pemain dan tim saingannya mulai mendatangkan

Antonio Conte pemain baru dengan dana besar, Conte sangat menyadari bahwa tim-tim lain akan menyerang balik. Menjelang Community Shield melawan Arsenal di Wembley, Conte mulai merasakan tekanan yang berat. Dia memprediksi musim 2017-2018 akan menjadi tahun terberatnya dalam karier sebagai pelatih. “Yang pasti, bagi saya ini musim yang paling sulit dalam karier saya. Saya yakin tentang ini,” katanya. “Saya tidak punya banyak waktu untuk menjelaskan banyak alasan ini. Tapi saya yakin tentang ini. Saya memiliki persepsi ini dan saya harap saya telah melakukan kesalahan. Di Inggris tekanannya tinggi dan Anda harus hidup dengan tekanan itu. Di Inggris, liga kuat, terkuat di dunia. Anda memiliki enam tim yang siap bertarung dan memenangi gelar juara. Tapi hanya satu tim yang bisa menang. Tidak akan mudah. Tapi kami mencoba melakukan ini,” sambungnya. Conte mengakui kekhawatirannya adalah dia bisa mengikuti jejak Jose Mourinho

dan Claudio Ranieri. Keduanya kehilangan pekerjaan setelah gagal mengangkat performa tim usai membawa tim yang dilatihnya menjadi juara musim sebelumnya. Mungkin belajar dari kesalahan Mourinho, Conte justru memuji para pemainnya. Dia yakin para pemainnya akan tetap berusaha membuat The Blues menjadi tim terbaik di Inggris. Di satu sisi dia merasa tekanan adalah temannya dan dia siap menghadapinya. “Saya sangat senang memiliki mereka semua karena komitmen mereka, tingkat pekerjaan yang mereka tunjukkan setiap hari sangat fantastis. Saya harus senang, senang bekerja dengan tim ini. Saya yakin akan komitmen mereka, saya yakin mereka ingin memperbaiki diri, saya yakin mereka ingin bekerja lebih keras dari musim lalu. Saya yakin akan hal ini,” ujarnya. “Jika saya tidak merasakan tekanannya, maka saya menahan diri di bawah tekanan. Itulah hidupku. Tekanan itu membantu saya memberikan yang terbaik, 120 persen,” tutupnya. (kmb33/ap)

Fernando Pindah ke Turki

Istanbul – Fernando bukan lagi pemain Manchester City. Gelandang Brasil itu melanjutkan kariernya ke Turki setelah resmi bergabung dengan Galatasaray, Sabtu (5/8) kemarin. Meski nilai transfernya tidak disebutkan, tapi mediamedia setempat meyakini sekitar 7-8 juta euro. Fernando dikontrak Galatasaray selama tiga tahun.

“Senang sekali pernah bermain untuk Manchester City,” kata Fernando di situs resmi City. Fernando gagal bersinar sejak didatangkan City dari Porto pada 2014 lalu. Selama tiga musim berkostum The Citizens, dia tampil pada 102 laga dan mencetak empat gol. Pada pekan lalu Fernando telah mengungkapkan hasratnya untuk pergi dari City. Dia merasa tak cocok dengan gaya bermain manajer Josep

BPM/rtr

Guardiola. Selama tiga tahun berseragam ‘biru langit, Fernando membantu City menjuarai Piala Liga pada 2015-2016. “Selama ini Fernando merupakan pelayan yang luar biasa bagi City. Dia adalah seorang profesional yang berdedikasi dan seorang pemain yang telah membuat kontribusi signifikan selama waktunya di sini,” ucap direktur City, Txiki Bergiristain. (kmb33/ap)


Minggu Pon, 6 Agustus 2017

11

GELANGGANG

PS Badung Tahan Persekap Pasuruan Mangupura (Bali Post)-

Tim PS Badung berhasil menahan imbang tuan rumah Persekap Kota Pasuruan dengan skor 1-1 (1-0) pada lanjutan Kompetisi Liga 2, Grup VII, di lapangan Untung Suropati, Pasuruan, Jatim, Sabtu (5/8) kemarin. Atas hasil ini, Tim Keris pulang membawa satu poin, bahkan satu-satunya nilai yang dibawa pulang tim asuhan Nyoman Sujata dan Freddy Herlambang selama melakoni laga tandang. Bahkan Tim Keris unggul dulu di babak pertama. Tendangan bebas yang dilesakkan Gede Warih Sentanu meluncur deras ke gawang Persekap Kota Pasuruan. Gol Warih pun membungkam ribuan pendukung setia Persekap Hingga turun minum PS Badung unggu 1-0. Di paruh kedua, tim tuan rumah Persekap Pasuruan mampu menyamakan kedudukan menjadi

1-1. Tendangan pemain Persekap yang mengarah ke gawang gagal diselamatkan kiper PS Badung Putu Febri Andika. Sampai pertandingan berakhir, skor tetap imbang 1-1. Manajer Tim PS Badung Nyoman Graha Wicaksana yang dikonta, kemarin, mengakui pihaknya patut berbangga sebab baru kali ini PS Badung merebut poin satu selama menjalani partai away. ‘’Terus terang kami

meraih satu poin ini melalui perjuangan berat dan susah payah,’’ sebut pria yang akrab disapa Koming ini. Dikisahkan, skuad PS Badung dipancing-pancing emosinya, namun bersyukur mereka tidak tersulut emosinya. ‘’Justru pemain tuan rumah yang emosi, bahkan beberapa kali terjadi insiden di lapangan hijau yang memaksa laga harus dihentikan wasit. Celakanya, korps pengadil lapangan

pun cenderung memihak tuan rumah,’’ jelas Koming. Diakuinya, perombakan pemain pada putaran kedua telah membuahkan hasil dan PS Badung siap menjamu tamunya Persekam Metro FC, Kabupaten Malang, pekan depan. (022) SATU POIN — Pemain PS Badung baru pertama kali merebut satu poin, pascamenahan seri tuan rumah Persekap Kota Pasuruan, Jatim dengan skor 1-1 dalam lanjutan Kompetisi Liga 2, Grup VII di Lapangan Untung Suropati Pasuruan, Sabtu (5/8) kemarin.

Madura FC Libas PS Sumbawa Barat Sumenep (Bali Post)Madura FC kokoh di puncak klasemen sementara Grup VII, Liga 2 Indonesia 2017 setelah melibas PS Sumbawa Barat dengan skor 3-0, dalam laga di Stadion A Yani Sumenep, Jatim, Sabtu (5/8) kemarin. Kemenangan di pertandingan kandang itu membuat Madura FC, tim asal Sumenep, Jawa Timur, tersebut meraih 18 poin dari 9 laga, yang telah dijalaninya, yakni 5 kali menang, 3 kali seri, dan 1 kali kalah. Dalam laga kontra PS Sumbawa Barat itu, Madura FC sudah unggul 1-0 pada

awal babak pertama, setelah pemain depannya, Ridho Nurcahyo mencetak gol pada menit ke-7. Gol pada awal babak pertama tersebut membuat pemain Madura FC lebih bersemangat menggedor daerah pertahanan lawannya. Lima menit kemudian, giliran pemain belakang Madura FC, Andre Vemberyono, yang ikut maju ke depan untuk membantu serangan berhasil mencetak gol, dari sisi kanan daerah pertahanan PS Sumbawa Barat dan skor pun berubah menjadi 2-0. Setelah itu, para pemain PS Sumbawa Barat mulai

agresif melakukan serangan, dan beberapa kali bisa menembus jantung pertahanan Madura FC. Namun, serangan yang dibangun para pemain PS Sumbawa Barat, berhasil dimentahkan oleh pemain belakang maupun kiper Madura FC, hingga babak pertama usai. Pada babak kedua, pemain Madura FC maupun PS Sumbawa Barat langsung tampil menyerang, dan jual beli serangan pun ditunjukkan oleh pemain kedua tim. Pada menit ke-85, Madura FC mendapat tendangan penalti, setelah pencetak gol pertama, Ridho Nurcahyo dilanggar di

daerah terlarang oleh pemain belakang PS Sumbawa Barat. Keputusan sang wasit, Sunarto asal Pati, yang menunjuk titik putih di kotak terlarang itu, diprotes oleh para pemain PS Sumbawa Barat. Setelah bersitegang beberapa menit, akhirnya para pemain PS Sumbawa Barat menerima keputusan wasit, dan Madura FC menunjuk Oktovianus Maniani sebagai eksekutor penalti. Impian Madura FC untuk menambah gol melalui penalti punah, setelah bola hasil tendangan Okto, membentur mistar gawang PS Sumbawa

Barat yang dijaga Junaidi. Namun, Okto berhasil membayar kegagalannya, dalam mengeksekusi penalti, setelah berhasil menyambar dengan cepat bola hasil pantulan dari mistar gawang tersebut dan gol. Skor 3-0 untuk kemenangan Madura FC akhirnya tak berubah hingga peluit sebagai tanda berakhirnya babak kedua ditiup oleh wasit. Madura FC Sumenep dan PS Sumbawa Barat tergabung dalam grup 7 Liga 2 Indonesia 2017 bersama Persekap Pasuruan, Persekam Metro FC Malang, PS Badung Bali, Persigo Semeru FC Lumajang, dan Celebest FC Palu.(ant)

Ronald/Annisa ke Final Selandia Baru Terbuka BPM/022

UNGGULAN — Dua petenis PON Bali Kadek Agus Satria Winaya alias Bombom (kiri) bersama Gede Falyawan merupakana petenis unggulan yang mengusung bendera Griya Santrian dalam Bali Open Tennis Tournament 2017, di Lapangan Tenis Werdhapura, Sanur, Sabtu (5/8) kemarin.

Tim Tenis Undiksha Tundukkan Rocky

Denpasar (Bali Post)Tim tenis Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja berhasil mengalahkan Rocky dengan skor tipis 2-1 pada hari pertama Kejuaraan Tenis Beregu bertajuk “Bali Open Tennis Tournament 2017”, di Lapangan Tenis Werdhapura, Sanur, Sabtu (5/8) kemarin. Tunggal pertama Undikhsa Komang Suma Indrawan menaklukkan Sana dengan skor 8-4, kemudian ganda Suma Indrawan/Artanayasa harus mengakui ketangguhan Sana/ Dena 3-8 dan laga penentuan tunggal kedua Undiksha Ngurah Bende menundukkan Yuliadi 9-7. Selanjutnya tim tenis Buyung Tennis Club (Butec) dikalahkan Prama Sanur Beach 0-2. Ricardo mengalahkan Agus 8-2, kemudian Agung/Ricardo menundukkan Ngurah/Wira 8-1. Hasil lainnya, Anvaya dikalahkan Catur Muka 2, dengan skor 0-2. Ryan Najib menang atas Tina 8-1, serta Ronald/Kadek menekuk Tina/Dewa 8-2.

Jakarta (Bali Post)Hanya satu wakil Indonesia yang tersisa untuk melangkah ke putaran final kejuaraan bulu tangkis Selandia Baru Terbuka 2017, yaitu pasangan ganda campuran Ronald Alexander/ Annisa Saufika. Ronald/Annisa memastikan tiket final berkat kemenangan atas pasangan gado-gado Taiwan dan Australia, Wang Chi-Lin/Wendy Chen Hsuan-Yu, dalam pertarungan ketat tiga set 21-9, 19-21 dan 21-6, di North Shore Events Centre, Auckland, Selandia Baru, Sabtu

(5/8 kemarin. Setelah menang secara dominan di set pertama, Ronald/Annisa mendapatkan perlawanan ketat di gim kedua yang kerap kali terjadi susul-menyusul angka, terutama di akhir-akhir gim tersebut. Akhirnya gim kedua itu dimenangkan oleh pasangan Wang/Chen itu yang memaksakan dimainkannya gim penentuan. Seakan tidak ingin mengulangi keteledorannya di gim kedua, Ronald/Annisa langsung tancap gas dan tidak sekalipun terkejar oleh duet beda negara tersebut,

hingga akhirnya satu tiket final Selandia Baru Terbuka berhasil diamankan pasangan Indonesia. Sementara itu, empat wakil Indonesia lainnya di putaran empat besar, yakni Greysia Polii/Apriyani Rahayu (ganda putri), Kenas Adi Haryanto/Moh Reza Pahlewi Isfahani (ganda putra) serta Fitriani dan Hanna Ramadini (tunggal putri) gagal mengikuti jejak Ronald/Annisa untuk berlaga di partai puncak. Di tunggal putri, Hanna Ramadini harus mengakui kemampuan unggulan per-

Denpasar (Bali Post)Sekitar 500 atlet Porprov Kota Denpasar mengikuti tes fisik (kebugaran) hari pertama, Jumat (4/8) lalu dan kedua Sabtu (5/8) kemarin, di Stadion Kompyang Sujana Jumat dan Sabtu (5/8). Humas KONI Kota Denpasar, Dewa Gede Rai mengatakan tes fisik hari pertama dan kedua diikuti 14 cabor, yakni pencak silat, kabaddi, balap sepeda, judo, woodball, tenis lapangan dan biliar. Atlet yang belum mengikuti tes hari pertama dan kedua wajib ikut tes hari ketiga, Minggu (6/8) ini. Menurut Dewa Rai, pelaksanaan tes fisik tahap kedua ini untuk mengetahui sejauh mana tingkat kebugaran dan fisik atlet selama menjalani pelatihan yang dilakukan dari April lalu hingga Agustus ini. Sehingga pelaksanaan TC desentralisasi di masing-masing cabor sudah terlaksana hampir empat bulan. ”Tes fisik yang dijalani para atlet apakah ada peningkatan kebugaran fisik atau tidak. Jika tidak akan dilakukan pembinaan sampai menjelang TC sentralisasi,’’ katanya. Ditanya kalau ada atlet tingkat kebugaran fisiknya stagnan, Dewa Rai menyatakan pihaknya masih memberi kesempatan untuk menjalani pelatihan. Ketika ada atlet prestasinya stagnan atau menurun, akan diberikan peringatan kepada cabor tersebut agar atlet tersebut ditangani secara khusus, sehingga fisik dan prestasinya bisa meningkat pada hari H nanti. (022/r)

tersebut kalah dalam pertarungan alot tiga gim 18-21, 21-13, 13-21. Harapan terakhir Indonesia untuk menambah wakil di final turnamen berlabel Grand Prix Gold tersebut, melalui nomor ganda putra yang bermain di partai terakhir semifinal juga urung terwujud, pasalnya pasangan Kenas Adi Haryanto/ Moh. Reza Pahlevi Isfahani harus menyerah dari unggulan pertama asal Taiwan Chen Hung Ling/Wang ChiLin dalam pertarungan dua gim langsung 13-21, 15-21. (ant)

Mitra Devata Tekuk Porprov Tabanan

Futsal Sementara hasil turnamen futsal yang dihelat Bali Travel News (BTN), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, serta Bali Hotels Association (BHA) di futsal Matahari Terbit, Sanur, memasuki babak semifinal, Minggu (6/8) ini. Empat tim yang melaju ke semifinal pada turnamen futsal antarkaryawan hotel ini, yakni Kuta Paradiso melawan Sofitel, serta The Jayakarta meladeni Grand Barong. ‘’Babak semifinal dilanjutan final hingga tuntas pada Minggu (6/8) ini,’’ terang Government Relation and Event Manager BHA Andy. Hasil kemarin Kuta Paradiso mengalahkan Amadea, The Laguna unggul atas St. Regis, Sheraton Kuta menundukkan Movenpick, Sofitel mengalahkan Sintesa, The Jayakarta menang atas Keraton, Harrys Seminyak menundukkan Soori Bali, Nusa Dua Beach unggul atas Bali Hai, Grand Barong menaklukkan Fairmont. Selanjutnya pada babak delapan besar Kuta Paradiso mengalahkan The Laguna, Sofitel menang atas Sheraton Kuta, The Jayakarta mengalahkan Harrys Seminyak, serta Grand Barong menang atas Nusa Dua Beach. (022)

500 Atlet Porprov Denpasar Jalani Tes Fisik

tama asal Thailand, Ratchanok Intanon dengan dua gim langsung 17-21, 13-21. Dengan kekalahan Hanna itu tak ada tunggal putri yang lolos ke partai final, karena sebelumnya Fitriani juga takluk dari pemain Jepang Saena Kawakami 12-21, 21-17, 17-21. Greysia/Apriyani yang menjadi satu-satunya wakil Indonesia di ganda putri, juga gagal melewati hadangan dari unggulan pertama asal Malaysia Vivian Hoo/ Woon Khe Wei. Ganda yang bakal jadi andalan Indonesia di SEA Games 2017

BPM/022

EXHIBITION CUP — Kejuaraan pencak silat pelajar se-Bali bertajuk Exhibition Cup I/2017 di aula SMPN 4 Denpasar, Sabtu (5/8) kemarin dan akan berakhir Minggu (6/8) ini.

Tabanan (Bali Post)Kesebelasan Mitra Devata unggul 3-1 atas tim Porprov Tabanan, dalam uji coba di Lapangan Debes, Tabanan, Sabtu (5/8) kemarin. Uji coba dengan sistem 3 x 30 menit dan pada 30 menit pertama Mitra Devata unggul melalui sontekan Nyoman Rafik Armawan. Pada 30 menit kedua, skuad Tim Porprov Tabanan yang bermaterikan pemain muda berupaya mengejar ketinggalan. Terbukti Porprov Tabanan berhasil menjebol gawang Mitra Devata dan unggul 1-0. Pada 30 menit ketiga, Mitra Devata mendapat penalti pasca Wayan Kartadnya dijatuhkan di petak keramat. Bomber jangkung Komang Mariawan yang mengeksekusi sukses memperdaya kiper Porprov Tabanan. Bahkan Wayan Kartadnya kembali mengoyak gawang Porprov hingga timnya unggul 2-0 dan totalnya menang 3-1. Sebelumnya Kesebelasan Mitra Devata unggul atas lawannya PS Sport Celuk dengan skor 4-2 pada latihtanding Jumat (4/8) lalu, dengan menggunakan sistem 3 x 30 menit. Pada 30 menit pertama Mitra unggul 1-0 berkat gocekan Komang Mariawan menuntaskan umpan terukur dari Nyoman Rafik Armawan. Pada 30 menit kedua Mitra Devata kembali unggul lewat sontekan Wayan Kartadnya. Akan tetapi, Sport Celuk mampu menjebol gawang Mitra Devata hingga skor imbang 1-1. Namun sialnya pemain belakang PS Sport Celuk melakukan gol bunuh diri dan kembali Mitra Devata memimpin 2-1. Bahkan PS Sport mampu menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Pada 30 menit terakhir, kedua tim melakukan pergantian lima sampai dengan enam pemainnya. Berbekal tenaga pemain yang masih segar, kedua tim saling melancarkan serangan. Alhasil Mitra Devata menambah pundi-pundi gol lewat sontekan Made Mutram. Dengan demikian, hasil akhir totalnya Mitra Devata menang 4-2. (022)

200 Pesilat Kertha Wisesa Berlaga di “Exhibition Cup” Muguruza ke Semifinal Denpasar (Bali Post)Sekitar 200 pesilat PPS Kertha Wisesa (KW) mengikuti Kejuaraan Silat Pelajar Exhibition Cup 2017 di aula SMPN 4 Denpasar sejak Sabtu (5/8) kemarin, sampai dengan Minggu (6/8) ini. Mereka berdatangan dari Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Bangli dan Kabupaten Karangasem. Event ini dihelat Ranting Gajah Mada Denpasar. Ketua Ranting Gajah Mada Agus Sudira, di selasela kejuaraan silat pelajar

kemarin menjelaskan, para pesilat ini membawa nama sekolah serta rantingnya. ‘’Peserta yang berlaga membawa nama 25 kontingen sekolah dan ranting,’’ sebut Agus Sudira. Dikemukakan, kejuaraan hanya mempertandingkan nomor laga dan dibagi dalam kategori pelajar SD kelas A sampai dengan I, untuk SMP mulai kelas A hingga bebas, serta SMA mulai kelas A sampai degan G. ‘’Tiap kelas mempertandingkan pesilat putra dan

putri,’’ jelas Agus Sudira. Dikemukakan, kejuaraan silat antarpelajar se-Bali yang dibuka Dewan Guru PPS Kertha Wisesa Pusat Made Arka, bertujuan sebagai wujud pembinaan pesilat-pesilat Kerta Wisesa di kabupaten dan kota secara berkesinambungan, mengembangkan pencak silat Kertha Wisesa di kalangan pelajar, sebagai warisan budaya leluhur Bali serta untuk mencetak pesilat Kertha Wisesa yang andal. (022)

CalifoniaJuara Wimbledon Garbine, Muguruza tidak kesulitan menekuk Ana Konjuh untuk melangkah ke semifinal Stanford Classic pada Sabtu (5/8) kemarin, ketika unggulan kedua Petra Kvitova dikalahkan oleh petenis muda asal AS Catherine Bellis 2-6, 0-6. Unggulan pertama Muguruza tanpa kesulitan menghentikan perlawanan unggulan kelima Ana dengan 6-1 6-3 pada pertandingan perempatfinal di Stanford

University di California. Dia lima kali mematahkan lawannya yang berusia 19 tahun itu dalam pertandingan yang berjalan hanya satu jam. “Saya pikir kemarin saya bermain akurat,” kata petenis asal Spanyol Muruguza. “Ana pemain bertenaga dan masih sangat muda, saya tahu saya harus konsentrasi,” tambahnya. “Saya harus pertarung melawan dia seagresif mungkin. Saya senang bahwa saya bisa melakukan itu,” katanya. (ant/rtr)


12

LAGA

Minggu Pon, 6 Agustus 2017

Pacquiao Tanding Ulang Lawan Horn

London – Manny Pacquiao tampaknya masih ingin terus berkarier di tinju dunia. Petinju legendaris Filipina itu berencana untuk melakukan tanding ulang melawan Jeff Horn di Brisbane pada 12 November 2017. “Manny menginginkan pertarungan ulang di Manila, namun sepertinya hal itu tidak mungkin dilakukan. Saat ini sedang berlaku undang-undang darurat militer di Filipina, dan itu situasi yang kurang menguntungkan untuk sebuah bisnis,” ujar Bob Arum, promotor Pacquiao, Sabtu (5/8) kemarin. Satu hal yang berbeda, kemungkinan pertarungan ulang tersebut tidak akan digelar di stadion seperti laga pertama di Suncorp Stadium. Laga Pacquiao Vs Horn II diusulkan untuk digelar di arena tertutup, salah satu arena yang dipilih adalah Brisbane Entertainment Centre. Pemerintah federal negara bagian Queensland sendiri belum mengeluarkan izin untuk rencana laga ulang Pacquiao Vs Horn tersebut. “Rencana pertarungan ulang Pacquiao Vs Horn sedang dirapatkan, dan akan terus dimatangkan untuk mendapatkan keputu-

san yang tepat,” ujar Annastacia Palaszczuk, Kepala Negara Bagian Queensland. Manny Pacquiao kalah angka 12 ronde dari Jeff Horn dalam laga tinju dunia di Suncorp Stadium, Brisbane pada 2 Juli lalu. Banyak yang menilai hasil pertarungan tersebut kontroversial, sehingga perlu digelar laga ulang. Pelatih tinju kenamaan, Freddie Roach yang telah mendampingi Manny Pacquiao selama lebih dari satu dekade, mengonfirmasi bahwa petinjunya siap melakukan tanding ulang dengan Jeff Horn. Pertarungan ini akan menjadi yang terakhir Manny Pacquiao sebelum dia melanjutkan karier sebagai politikus di Filipina. “Kami akan melakukan pertandingan ulang, saya akan menerima (skenario) Manny melawan Horn sekali lagi, karena dia menginginkan pertarungan. Jika pertarungan memang dilakukan, maka itu akan menjadi yang terakhir jadi Pacquiao bisa mendedikasikan dirinya untuk menjadi politisi yang lebih baik,” kata Roach. Awal bulan ini keputusan resmi telah memenangkan Jeff Horn dalam 12 ronde melawan Pacquiao dengan skor 117-111, 115-113,

115-113. Kemenangan ini sekaligus merebut gelar kelas welter WBO yang disandang Manny Pacquiao sebelumnya. Banyak pengamat merasa Pacquiao adalah pemenang dalam pertandingan di hadapan 51.000 penggemar Jeff Horn yang berlangsung di Stadion Suncorp di Brisbane, Australia. Pacquiao sempat membuat Horn kedodoran di ronde kesembilan dan wasit Mark Nelson bahkan memperingatkan untuk menghentikan pertarungan tersebut, tapi Pacquiao tidak melihatnya. Horn mampu pulih dan kembali melawan veteran berusia 38 tahun itu, meski reflek dan semangat juangnya tak lagi sama. “Itu terjadi saat Anda pergi ke rumah lawan dan Anda menghadapi 51.000 orang. Sayang, Manny kalah dalam pertarungan itu meskipun seluruh dunia melihat bahwa dia menang. Saya mengatakan kepadanya bahwa dia memiliki (Horn) di babak kesembilan, dan dia seharusnya menyelesaikan pertarungannya. Dia mencoba, tapi dia tidak bisa lakukan itu. Ini bagian dari olahraga,” katanya. (kmb33/rtr)

BPM/rtr

Jorge Lorenzo

”Fairing” Baru Belum Bantu Lorenzo

Brno – Setelah mengejutkan pada latihan bebas pertama, Jorge Lorenzo malah terpuruk dilatihan bebas kedua MotoGP Republik Ceko 2017 di Sirkuit Brno. Padahal itu adalah momen perdananya menggunakan fairing terbaru.

ULANG - Many Pacquiao siap tanding ulang dengan Jeff Horn.

BPM/rtr

Wawrinka Absen AS Terbuka

Bern – Selesai sudah musim Stan Wawrinka. Usai memastikan absen di Rogers Cup dan Cincinnati Terbuka, dia akan melewatkan AS Terbuka sekaligus sisa turnamen di 2017. Keputusan itu diambil setelah Wawrinka memilih naik meja operasi untuk menyembuhkan lutut kirinya. Seperti diberitakan sebelumnya, petenis Swiss itu mengalami cedera lutut kiri yang telah deritanya sejak tampil di Queen’s Club. Dengan demikian, Wawrinka tidak akan mempertahankan gelarnya di AS Terbuka yang akan bergulir akhir bulan ini. Absennya petenis

nomor empat dunia ini mengikuti jejak eks petenis nomor satu dunia Novak Djokovic yang lebih dulu memutuskan istirahat karena cedera siku. Sementara itu, petenis nomor satu Andy Murray belum bisa mengonfirmasi partisipasinya di Flushing Meadows. Murray sedang menyembuhkan cedera panggul dan sudah memastikan absen di Rogers Cup, pekan depan. “Aku sedih mengumumkan bahwa setelah berbicara dengan tim dan dokter ku, aku harus membuat sebuah keputusan sulit untuk menjalani intervensi medis di lutut ku,” kata Wawrinka dalam sebuah pernyataan,

Stan Wawrinka

Sabtu (5/8) kemarin. “Ini adalah satu-satunya solusi untuk memastikan aku akan bisa bersaing di level tertinggi selama bertahuntahun lagi,” lanjut dia. “Hal ini jelas sangat mengecewakan, tapi aku sudah menatap ke depan dan merencanakan penyembuhanku. Aku mencintai olahraga ini dan akan bekerja keras untuk kembali ke level tertinggi dan bermain selama bertahun-tahun lagi,” imbuhnya. Petenis Jerman Florian Mayer akan mengisi tempat yang ditinggalkan Wawrinka di dalam drawing AS Terbuka. (kmb33/ap)

BPM/ap

Sebelumnya, kecepatan Lorenzo pada latihan bebas pertama MotoGP Ceko mengejutkan banyak pihak. Itu karena ia mampu menempati posisi ketiga. Pembalap asal Spanyol itu hanya terpaut 0,120 detik dari Johann Zarco yang menjadi tercepat. Saat itu latihan bebas pertama MotoGP Ceko berlangsung dengan kondisi lintasan basah. Sayang tren positif itu gagal dipertahankan X-Fuera pada latihan bebas kedua. Kali ini ia hanya menempati posisi ke-15 dengan selisih 1,064 detik dari pembalap tercepat, Andrea Dovizioso. “Kami mencoba fairing di Qatar dan hasilnya lebih negatif. Karena itulah kami tidak lagi menggunakannya. Tapi yang satu ini, saya pikir hanya dalam lima lap kami punya potensi lebih baik,” kata Lorenzo, Sabtu (5/8) kemarin. “Saya mencoba memahami set-

ting mana yang harus menjadi fokus. Pastinya fairing baru ini meminta beberapa modifikasi untuk mencoba mendapatkan grip belakang lebih banyak. Jika cuaca membantu, kami akan mencoba memiliki lebih banyak kilometer,” ia menambahkan. Sejak penggunaan sayap dilarang pada MotoGP 2017, Ducati memang memusatkan upayanya dalam pembuatan fairing. Tujuannya adalah membuat fairing dengan fokus pada downforce agar motor memiliki lebih banyak keseimbangan, baik saat tikungan maupun lintasan lurus. Fungsi fairing baru pun hampir sama dengan sayap atau winglet. Kebetulan sayap pula yang membuat Ducati memiliki rapor bagus sejak akhir musim lalu. Dalam tes pramusim pun mereka begitu cepat dengan penggunaan

Washington – John Wall memiliki impian untuk bisa menjadi juara NBA, tapi dia tak ingin berpindah-pindah tim hanya untuk menjadi yang terbaik. Setelah memperpanjang masa baktinya selama empat musim bersama Washington Wizards, Wall hanya ingin melihat dua bendera yang berkibar, yakni jersey nomor dua miliknya dan gelar juara NBA. “Tak ada alasan untuk pindah tim, karena saya tahu di mana saya berada dan ingin jadi apa ke depan. Saya memiliki tujuan besar dan saya ingin melakukannya di sini,” ujar Wall, Sabtu (5/8) kemarin. Wall bakal berusia 27 tahun pada September ini, jadi dia bakal menginjak 32 tahun ketika kontraknya habis bersama Wizards. Tak seperti kebanyakan pemain bintang lain, seperti LeBron James dan Kevin Durant yang mengincar gelar juara bersama klub lain. Wall mengucapkan janji setianya untuk Wizards. Wizards telah absen di babak play off dalam lima tahun terakhir. Namun, saat ini klub besutan Scott Brooks tersebut menjadi salah satu tim yang disegani di wilayah timur, sejajar dengan

Cleveland Cavaliers, Boston Celtics dan Toronto Raptors. Dalam pertandingan menghadapi Boston Celtics di babak semifinal NBA wilayah timur, Wall tampak mengalami kelelahan sehingga membuat kekuatan Wizards berkurang. Wall berjanji kejadian tersebut tak akan kembali terulang di masa depan. “Kalian akan senang, dengan hanya melihat John Wall bertahan di Wizards. Ketika kalian mendapat tim dengan kombinasi pemain seperti saat ini, tak mungkin Wall bakal kelelahan di tengah pertandingan,” ujar pelatih Wizards, Scott Brooks. Musim lalu sang pemain mencapai performa spesial dengan rataan 23,1 poin, 10,7 assists dan dua steals per laga. Persentase field-goals-nya bahkan mencapai 45,1 persen. Dia terpilih untuk keempat kalinya menjadi bagian allstar tahun lalu. Normalnya, kontrak tambahan yang disetujui adalah empat tahun dengan 170 juta dolar. Tapi, karena Wall masih memiliki kontrak dua tahun lagi dengan 37 juta dolar sisa, totalnya menjadi 207 juta dolar. (kmb33/rtr)

sayap. “Sampai saat ini sulit bagi kami mencapai tingkat saat masih dengan sayap. Tapi kami mulai mendekatinya. Secara umum semuanya positif, katakanlah 80 persen positif, 20 persen negatif. Dalam hal kelincahan tidak berubah banyak atau tidak sebanyak yang diharapkan,” kata Lorenzo. Memang Lorenzo membutuhkan hasil positif, sebab performanya musim ini terbilang buruk. Lorenzo tak bisa memaksimalkan performa motor Ducati. Setelah tampil kurang baik di tiga seri awal, optimisme kembali memancar saat Lorenzo meraih podium di GP Spanyol. Tetapi setelah itu performa Lorenzo kembali melorot. Lorenzo bisa memacu motor di baris depan pada awal balapan, namun kemudian tak bisa bersaing saat akhir balapan. Pada dua seri terakhir di paruh per-

tama, Lorenzo pun hanya finis di posisi ke-15 pada GP Belanda dan posisi ke-11 di GP Jerman. Setelah sebelumnya menyatakan akan terus beradaptasi, Lorenzo pun pada akhirnya mulai memberikan kritik dan berharap ada perubahan pada motor Ducati. “Saya mencoba banyak hal, mulai dari cara berkendara dan pengaturan pada motor itu sendiri. “Namun tetap saja kami tidak menyelesaikan persoalan yang ada, atau kami tidak benar-benar menyelesaikan persoalannya. Kami menanti suatu hal yang baru pada motor,” kata Lorenzo pada awal bulan Juli lalu. Satu hal lain yang jadi pukulan telak bagi Lorenzo adalah Andrea Dovizioso bisa tampil kompetitif bersama motor Ducati. Dovizioso sudah dua kali jadi juara seri MotoGP dan sempat jadi pemuncak klasemen. Tentunya Lorenzo harus segera berbenah diri, karena dia memiliki potensi untuk berada di barisan depan. (kmb33/rtr)

John Wall Ingin Pensiun di Wizards

John Wall

BPM/ap


Sastra

Redité Pon, 6 Agustus 2017

I Kaki Dengkil

Sang Wijayasastra 17

SESAMPUNÉ kanten ring bucu Kangin Gumi Baliné, I Kaki Dengkil kanten ring Pura Uluwatu wenginé puniki, Pura Dang Khayangan sané dahat mautama. Kocap ring genahé puniki Ida Bhatara Dang Hyang Dwijendra mur ring Acintya. Ontek-ontek I Kaki Dengkil ring Balé Pasandekan Pura Uluwatuné marep Kauh sambilanga mabalih bintangé pakedipdip manatah pasih. Masruet Ipun éling wantah sané mangkin sampun katah baos mur ring Acintyané punika kanggén pangaksama dukita ri kala wénten kaempakan. “Mur ring Acintya? Agung pesan lengkarné ento. Suba seken ngalain ulian salah pati tur ulah pati masé mur ring Acintya? Da oraanga buin bekel matiné, begeh pesan bacakané. Da patuhanga ajak I Lubdaka, inan papané ento ané kabaos nyerucut ka Sunya Loka ulian maan panugrahan Ida Bhatara Siwa. Ngemasin Sang Jogor Manik muah Bhatara Yamadipati renget. Sasubané maan pamatut mara mahagamané ento tatas. Keto kasujatian dharmané, buin pidan ja anaké sumeken tiling bhaktiné, kayang ento mara prasida mur ring Acintya! Kénkénang tiling subhaktiné lamun pejah ulian ngulah pati? Da carukanga!” I Kaki Dengkil ngrémon asapunika sambilanga ngetug-ngetugang sirahné di tampulé genahé masadah. I Kaki Dengkil kanten iteh nungadah meték iga-iga ring Balé Pasandekan Pura Uluwatuné wenginé puniki. Wantah kantos asapunika sinah wénten sané manahanga. Napi sané manahanga? Indik kasujatian susatyané? Asapusira sané sumeken susatya ring déwékipuné ri kala sampun rauh panumayané? Somahé, pianak, mantu, cucuné? Kekanténané? Pasidikaraané? Krama banjaré tur désané? Aget Odah Dengkil sampun ngaonin. Wantah kantun urip, sinah I Kaki Dengkil jagi sangsaya Odah Dengkil jagi nénten purun masatya sakadi para patni rajané rihinan. Ngudiang para striné kamanten sané kabaos mangda masatya? Mailehan manah I Kaki Dengkilé sutsut wenginé puniki. Kocap kasengguh nénten wénten sujatiné susatyané punika jagi kaangkat antuk sabatak jatmané sané macunguh. Pamuktiané ri kala sampun panumayané mantuk ka alas wayah kocap parisentanané mapangenan. Pianak, cucuné, napi malih somahé sedih kingking manangisin. Dawegé kasiramang, mabriak makasami manangisin, asapunika naler sesampuné munggah tumpang salu, kantun kamanten makasami sedih. Sampun manut dewasané, raris baktana ka sétra. Rauh ring setra raris basmina, makasami sedih manangisin. Makudang-kudang raina sesampuné ngroras kantun manten wénten sané sedih, pamekas somahé sané marasa kicalan. Waluya asapunika, nénten wénten sané makayun nutug. Wantah karmané kamanten sané susatya nutug mantuk ka alas wayah. Asapunika kocap kasatuayang. “Sing ja kéto, da patuhanga ajak iluné. Dugasé panawangé tuah amonto. Saja pesan katah manahé apang masatya mara somahé ngalahin. Koné pabuaté ento magilihan ajak kasuksmané ngardanariswari. Kondén ada ané nepasin lekadé mula padidian, di mulihé ka alas wayah padidi masé. Tusing patuh ajak I Sai tekén somahné ané tepukina nylantah pegat angkiané ulian naar jukut nyawan suud semprota baan ddt.” I Kaki Dengkil ngrémon asapunika sambilanga ngélingélingang dawegé I Odah Dengkil ngaonin. Sapunapi Ipun ngrereh pamatut? Raris napi sujatiné sané manahanga wenginé puniki? Sada mamanah ring tanggu Kelod Gumi Baliné. Sada ring pura sané dahat kasuciané? Pamuputné I Kaki Dengkil ngamanahang gagelaran Sang Wijayasastra sané dahat mabuat indik kasusatyan Sang Nataratuné. Sujatiné, jabat Sang Nataratu, napi malih kasengguh Sang Angawarat patut susatya maring warginé kabéh tan pabina. “Suba ada baosanga nata tan pa bala sirna. Kéto masé bala tan pa nata sirna. Ento kamula pabuatné gagelaran Sang Wijayasastra mautama. Patut gelaranga antuk anaké marasa dadi Sang Angawarat. Tusing ada pikamkam Sang Angawarat ngamesehin Sang Bala kabéh. To aksinin, pongah juari Sang Angawaraté nangtangin warginé marebat nyabran sasih! Mara ririh mamunyi, jag makejang nagih warahina!” Dados mrika lakuna nylebat manah I Kaki Dengkilé? Mangkin sampun nyansan ngwengiang. Kanten I Kaki Dengkil uyuk-uyuk sirsir sayong sayan sué sayan maretang saking Kelod. Sambilanga naanang kiap, kantun kamanten Ipun ngamukmuk mabaos alon. “Tusing ké dugasé ngasorang déwék nagih kapalih aéng pesan janjiné lakar ngaé guminé trepti, gemuh landuh? Pamuputné kakéné riet guminé, kobet alihalihané? Nyandang aéngan tekén daitya rajya, pragat sénglad munyiné. Nyangdang beda ulu tusing nawang gagelaran Sang Wijayasastra!” Méweh pisan nampi baos I Kaki Dengkilé punika. Punapi wénten sané harsa nepasin? (Jelantik)

Gegélan Angin Putu Utari MN TIANG boya anak luh nakal cara satua anaké di sisi. Makejang tusing nawang kasujatian ané patut. Cén orta ané beneh cén ané pelih, makejang dadi besik. Pakrimik anaké di jalané ngorta boya-boya apanga tiang mecap jelék di désa. Tiang nawang, mémé lan bapan tiangé liu ngelah utang. Tiang madiolas, da pesan reraman tiangé jumah anggona ukuran. Lamun kenehang, mara petang tiban nongos di ibu kota makejang malénan. Tiang sesai ngemaang kabar apanga reraman tiangé di jumah suud ngalih utang. Diastun mawak lacur, sapatutné iraga éling ulian Widhiné sampun micayang iraga karahayuan. Iraga idup ngelah lima lan batis anggon matindakan tur ngruruh merta di jalané. Ento makada tiang ngwanénang déwék merantau ka ibu kota. Mamodal jengah apanga pajalan idupé melah, tiang luas ka Jakarta. Tiang suba med dadi anak lacur! “Mira, benar mau kerja di sini?” “Benar!” kéto tiang nyautin patakon dugasé interview mara nyumunin magaé dini. Pagencangin nyautin apanga énggal maan pipis. Dugasé ento, kenéh

tiangé tuah abesik. Kénkén carané apang dadi anak sugih tur liu ngelah pipis. Pipis lakar anggon mayah utang. Bos tiangé di kantor makenyem nepukin tiang. Miribang tawanga tiang uli désa ané merantau ka kota. Anaké ngorahang, lamun anaké di désa ajak ka kota sinah uling paliatné paling ulian tumbén nepukin galang, apa buin tengkejut nepukin wangunané nyujuh langit. Sinah lakar kilang-kileng ulian kaliwat angob tur sing nawang kangin-kauh. “Beli Putu, né madan Jakarta?” “Suud ngaukin Beli Putu! Kaukin Satya. Da patuhanga dini tekén di jumah. Iraga tusing patut ngenahang adan Baliné dini. Apang tusing ketara iraga merantau joh!” saut Beli Putu Satya ané kisi-kisi di kuping tiangé. Uli tuni Beli Putu seleg ngantiang tiang interview sig tongos tiangé lakar magaé. “Nah, Beli!” kéto tiang masaut. Buin kejepné, Beli Putu buin kisikisi di kuping tiangé. “Madiolas, da pesan orahanga iraga uli joh. Orahang adan Iluhé Mira uli Kampung Rambutan. Adan Iluhé sing misi émbél-émbél

13

nak Bali cara I Putu, I Kadék, lan I Komang. Ingetang san ento Luh!” kéto Beli Putu buin ngingetin apanga tiang suud nganggo adan Bali. Kondén ada limolas menit ngantiang, sagétan buin ada anaké ngaukin adan tiangé uli tengah ruangané. “Mira!” Beli Putu ngorahin tiang ngénggalang macelep ka tengah ruangané. Uli tuni, suba ping telu interview. Kené kéwehné ngalih gaé di Jakarta. “Buin, interview Beli?” “Aa, énggalin ka tengah! Beli ngantiang di sisi. Inget pabesen Beliné tuni!” Prajani tiang inget munyiné Beli Putu, da pesan ngenahanga iba uli joh. Abedik sing ada rasa jejeh di kenehé jani. Ané kenehang tuah abesik, kénkén carané apang énggal maan gaé. Ulian gaé tiang lakar maan pipis. Di tengah ruangané, buin tiang baanga patakon magenepan apanga nawang kasujatian tiangé ngalih gaé di ibu kota. Lamun katerima, tiang lakar dadi tukang pijit di SPA Therapi. Satondén merantau mai, tiang taén maburuh dadi tukang pijit di Kuta. Sing precuma ngelah keterampilan ané ngidaang nekang asil. Ento lakar andelang tiang apang ngidaang idup di Jakarta. Mara macelep ka tengah ruangané, sagétan ada anak luh negak tur makenyem ka arep tiangé. Sledétin tiang tulisan di duur mejané misi tulisan “Tuti Arisanti Manager SPA Happy”. Makelo tiang mapineh, miribang né adané Mami Tuti ané sesai sambatanga tekén Beli Putu. Anak luh ento nyingakin paukudan tiangé, uli duur neked ka betén batisé. Aget itunian tiang suba mapayas di salon apang sinah rapi tur jegég. Tiang lantas orahina negak tur makenalan. Ibu Tuti lantas ngamaang patakon-patakon. Sakabesik patakoné ento sautin tiang. Ané takonanga tuah adan, umur, alamat umah, lan suba ngantén apa tusing. Tiang nyautin, adan tiangé Mirayanti, umur duang dasa tiban, uli Kampung Rambutan lan mastatus single utawi kondén ngantén. Buin kejepné, buin takonina kuda lakar nagih gajih. Makelo tiang malengok, tumbén nepukin perusahaan bani nantangin gajih. Tiang makelo tusing bani masaut. “Sepuluh juta cukup?” Makelo tiang mapinéh. Liu san maan pipis dadi tukang pijit. Dugasé di Kuta paling banter maan satus tali piah. Bin sada ento suba kayang lemburan neked peteng. Né madan swécan Widhi, lakar maan pipis lebih. Jani kesempatan tiangé nantangin gajih apang ngidaang munduhang pipis. “Tambah lagi Ibu” kéto tiang masaut mamolos. Iseng-isengan nyén nawang maan gajih lebih. Ibu Tuti makenyir nepukin tiang nagih tambahan gajih. Ia maanggutan tur nyanggupin ngamaang

mayah kos-kosan abulan. Ento suba aget. Ulian wadih dadi nak lacur, tiang ngwanénang déwék makenalan ngajak tamu asing apang maan gegaén. Nyén nawang tiang milu ajaka luas ka luar negeri. Uli pidan tiang ngelah cita-cita apanga taén menék kapal terbang kanti ka luar negeri. Sagétan jani ada Beli Putu ané nyalanang citacita tiangé. Tiang ajaka luas ka Jakarta ngalih gaé. Di Jakarta tiang mara ngasanin cén ané madan idup dadi nak luh. Mara bisa mapayas ka salon lan meli panganggo ané maelmael. Dini tiang mara nawang cén pantes anggon timpal cén pantes anggon musuh. Di Bali, makejang bakat anggon nyama ulian ento tiang sesai sakitina. Di Jakarta, nyama bisa dadi musuh lan musuh bisa dadi nyama. Ané sing dadi beli, dadi beli dini. Né penting ada pis. Né madan Jakarta, guminé mabading tur édan. Ulian magaé di Jakarta tiang ngidaang meli umah. Ngidaang nyicil mobil lan nglunasin utangé di jumah. Reraman tiangé sabilang bulan kirimin pipis apanga demen tur makenyem sabilang wai. Né jani suba mabukti, tiang dadi anak sugih ulian dakin lima padidi. Disubané tiang bisa idup padidi tur nekang asil, makejang anaké teka nglemesin. Lamun saihang tekén idupé pidan, jani malénan pesan. Dugasé pidan, sing ada anak muani rungu tekén awak tiangé. Né jani, cenik, kelih, tua, bajang teka nglemesin apanga tiang nrima tresnané. Dugasé ené maan mulih ka Bali, makejang nakonang suba ngelah gegélan? “Suba di Jakarta,” kéto pasaut tiangé alus apanga makejang anaké nawang. Miribang ulian ento tiang sambatanga sombong tekén bajangbajangé di désa. Tiang orahanga ngadep iba di Jakarta. Dadi beli ulian pipis. Né suba jelé melah anaké di désa. Rungu tekén pisaga jumah nanging sing demen nepukin pisagané maju. Mara tiang sugih, makejang anaké iri. Tusing tawanga tiang sugih ulian puntag-pantig ngalih gaé. Lemah peteng ngalih pipis apanga ngidang idup di Jakarta. Di Jakarta, tiang suba ngelah gegélan angin. Angin ané ngaénang anaké dingin. Diastun di Jakarta guminé panes ulian liu kawangun pabrik, dini liu anaké dingin uyak angin. Sakabesik teka sig tongos tiangé magaé. Lemah peteng kanti engsap tekén umah. Ulian gegélan angin, tiang ngidaang idup di Jakarta tur ngelah pipis. “Luh, saja magaé di SPA Jakarta?” kéto pisaga Delod umahé nyekenang matakon. “Suba ngelah gegélan?” “Suba!” “Nyén adan gegélanné?” “Gegélan Angin!” Pasaut tiangé madabdaban lantas makenyem tur macelep ka tengah mobilé. ***

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Sang Prabhu Janamejaya (Kautaman Bhakti Maharsi Utanka)

Olih : I K. Satria, S.Ag

IDA Maharsi Utanka raris mamargi antuk pangapti prasida molihang sekancaning sané kaptiang. Digelis Ida mamargi nuju genah Sang Prabhu Saudasa sané tatkala punika sedeng ngelarang tapa sangkaning kabhisama olih Ida Maharsi Wasistha. Ida Sang Prabhu sampun mauwah dados raja sané dahat momo saha nénten malih ngaturang bhakti majeng ring leluhur. Sesampuné Ida Brahmana Utanka mamargi, Ida Brahmana Gautama raris rauh saha mapitakén buat kawéntenan Ida Maharsi Utanka. Irika raris katurang majeng ring Brahmana Gautama indik pamargin Ida Brahmana Utanka ngruruh ali-ali permaisuri Sang Prabhu Saudasa. Ida Brahmana Gautama nyaksiang strinidané antuk pangaksian sané dahat krodha, sinambi maosang punika pamargi sané nénten wicaksana sangkaning Sang Prabhu Saudasa sedek nyalanang tapa brata sangkaning kapastu olih Ida Rsi Wasistha. Sané mangkin Sang Prabhu punika sampun dados manusa sané dahat durbudi saha ngajeng sahananing sané nénten kapatutang. Ida Bhagawan Gautama dahat jejeh ring pikayunan yéning pradé Ida Maharsi Utanka sané dahat kasayangang punika kateda olih Sang Prabhu sané durbudi punika. Raris kacaritayang pamarginé punika wantah sangkaning pinunas Ida Maharsi Utanka, sami pacang prasida kamargiang sangkaning kawisésanidané sané nénten malih sandang baosang. Gelisang satua, kacaritayang Ida Maha Rsi Utanka sampun masadu ajeng ring Ida Sang Prabhu Saudasa sané sampun kaloktah sangkaning nénten ajerih ring sekancaning manusa ring jagaté. Sang Prabhu Saudasa tatkala punika dahat ngresresin pisan, cerawisnya akéh madaging rah manusa sané sampun tuh miwah kapikantenannyané punika ngawinang sang sané nyaksiang dahat ajerih. Ida Maha Rsi Utanka rauh antuk pikayunan sané dahat degdeg turin nénten ajerih ring sekancaning sané wénten irika, yadiastu Sang Prabhu Saudasa pikantenannyané tan bina sakadi Sang Bhatara Yama. Digelis Sang Prabhu sané madurgama punika ngandika nyapa sang sané rauh tatkala punika, “Wantah sampun kapatutan, angayubagia dahat manah titiang duaning Brahmana Rsi sampun rauh ri kala titiang nyaratang rah manusa utama sané mangkin, hahaha… hahaha… hahaha. Mangda kauningin, indik galahé mangkin wiakti sampun kacumawisang nénten pisan tempal, ri kala sampun wénten majanten titiang jagi nadah manusa sujati!” Sakadi asapunika pangandikan Ida Sang Prabhu. Ida Maha Rsi Utanka raris nyawis, “Nawe-

tambahan gajih. “OK! Saya bayar dua belas juta per bulan. Servis harus bagus. Mulai besok bisa mulai kerja!” Tiang maanggutan tur matur suksma tekén Ibu Tuti. Sing precuma luas ka ibu kota Jakarta ngalih gegaén. Uli jani tiang lakar munduh-munduhang bekel. Apang liu ngelah tabungan tur ngidaang nglunasin utangé jumah. “Beli Putu, tiang katerima magaé dini! Buin mani suba nyumunin magaé. Nyanan lamun tiang suba maan gajih, lakar ulihan pipis tikét pesawaté.” Beli Putu makenyem tur ngénggalang ngajak tiang pesu uli tengah kantoré. Tiang lantas ajaka ngalih kos-kosan ané mapaékan ngajak tongos magaé. Tiang lantas alihanga kos paék terminal Kampung Rambutan. “Beli Putu, dini tiang lakar ngekos?” “Aa, kanggoang malu. Jani Putu suba maan tongos magaé tusing pantes mapunduh ngajak Beli. Apa buin iraga boya makurenan. Di kos Beliné sing ada tongos sirep. Lamun ada apa-apa telpon dogén ka HP Beliné. Yéning Putu makeneh jalan-jalan telpon dogén taxi lan gojek motor. Orahin dogén kija keneh Putuné malali. Ingetang san beneh-benehang ngaba iba. Da patuhanga Jakarta tekén di Bali.” Kéto Bli Putu Satya masaut ngamaang tiang pabesen. Sujatiné tiang tusing ngelah hubungan apa-apa ngajak Beli Putu. Tiang makenalan dugasé magaé di Kuta. Dugasé ento, Beli Putu dadi guide tur ngajak tamu ka pasih. Ia ngajakin tamuné mapijit apanga taén ngasanin SPA Bali sambilang majemuh di sisi pasihé. Ditu lantas tiang makenalan tur nakonang dija ada tongos magaé ané melah. Apang liu maan pipis ulian tiang suba wadih idup lacur. Beli Putu lantas ngajakin tiang ka Jakarta. Ia suba nawang tiang tusing ngelah keterampilan lénan. Tuah bisa mijitin tamu. Dugasé ka Jakarta, Beli Putu ané ngamaang modal anggon meli tikét pesawat. Reraman tiangé jumah sing sanget rungu tekén idup tiangé. Makejang ngelah pajalan padidipadidi sasukat bapan tiangé mamadu. Apa buin i bapa uli pidan demen mamotoh lan liu ngelah utang. Milehan nyilih pipis kanti sertifikat umah magadé di bank. Ané padalemin tiang, i mémé ané puntag-pantig magaé. Lemah peteng makuli dadi tukang suun di peken apanga ngidaang nyekolahang adin tiangé kapapat. Kanggoang tiang padidi ané ngalah. Suud masekolah ulian sing ada béa. Tamat SMP tiang maburuh apang ngidaang idup padidi. Ditu lantas makenalan ajak timpaltimpal ané magaé di pariwisata. Tiang ajakina dadi tukang pijit magaé SPA di Kuta. Nem tiban dadi tukang pijit di Pasih Kuta, idupé sing ngelah apa. Tuah ngidaang meli nasi abungkus lan

gang Sang Prabhu, sapangrauh titiangé sakadi mangkin wantah sangkaning katitah olih Sang Guru Mautama Gautama. Ring pustakané kaunggahang, yéning pradé wénten sisya sané mautama ngelarang aguru susrusa sedek ngamargiang sapatitah Sang Guru nénten pisan dados piwalin tur kasengkalain.” Sakadi asapunika atur Brahmana Utanka sané raris kacawis malih olih Sang Prabhu. “Uduh Brahmana Mautama, sujatiné titiang sampun katitah mangda nglédangin jadma manusa yéning sampun panumaya, tur ring rainané mangkin sampun panumaya becik, wantah kapatutané titiang ngamargiang napi sané sampun kacumawisang, cutet sané mangkin Brahmana sané pacang kaunggahang!” Mirengang sakadi asapunika, raris Maharsi Utanka malih nyawis, “Inggih nawegang titiang Sang Prabhu, yéning sampun sakadi asapunika pikayunan palungguh Sang Prabhu, titiang wantah ngiringang. Sakémaon titiang masemaya, yéning sampun puput titiang ngamargiang titah sang maraga guru wiakti titiang pacang malih rauh ngaturang angga. Ri kala punika raris titiang miwah anggasariran titiangé puniki sampun palungguh Prabhu sané nuénang. Titiang taler sampun mirengang, sané aptiang tur rereh titiang wantah wénten ring wewidangan palungguh Sang Prabhu. Punika sané ngawinang titiang nangkilin Ida Sang Prabhu sakadi mangkin. Titiang taler sauninga, nyabran raina palungguh Sang Prabhu sampun maweweh antuk brana miwah emas majeng ring para brahmana. Palungguh Sang Prabhu sampun kaloktah taler ngamargiang dana majeng ring para brahmanané. Asapunika taler sami sané kapicayang olih palungguh Ratu wantah patut pisan katerima. Eling ring kawéntenan palungguh Sang Prabhu sakadi asapunika, titiang meled pisan mangda titiang taler molihang napi luir sané margiang palungguh Ratu. Nawegang titiang Sang Prabhu, sesampuné titiang nampi sané aptiang titiang saha ngaturang ring gurun titiangé, wantah kapatutan titiang pacang nangkilin palungguh Ratu saha ngaturang anggan titiangé. Sakadi asapunika semayan titiangé! Pinaka brahmana, titiang nénten purun tempal saha nénten satya wacana! Ring kahuripan titiangé, ngantos mangkin titiang nénten naanin bogbog yadiastun ring bebaosan. Napi malih sané patut aturang titiang majeng ring Sang Prabhu, wantah sakadi asapunika kautaman kawéntenan titiangé ring semaya,” Maharsi Utanka matur, degdeg pisan pikayunanidané. (Masambung)

Orta di Sisi Melahang ningehang orta di sisi Eda bes gegéson nampi Krana ortané tusing karuan mabukti Orta caah-cauh kemu-mai Melahang ningehang orta di sisi Ortané pesu bisa ulian iri Ngura orta anggona ngalih bati Pelih nampi ajak sametoné bisa brangti Eda bes sanget urati Teken orta ibi jani buin mani Mirib ortané anggona nglimurang ati Anggona ngenepin isin gumi Pelih nampi orta di sisi Bisa brangti ngajak nyama padidi Jelek nasibé bisa kanti mamati-mati Iraga padidi ané rugi Madé Suar - Timuhun


Kruna

14

Redité Pon, 6 Agustus 2017

A.A. Ketut Kendrawati

Cerakén

Nincapang Parikrama Mabebaosan

Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

pupu;p\С(.

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

Pupuh Pangkur 9.smiynÐËmengdk/,

Samian kramané gadak, ms)s)Ïp/,

maseserep, \udewnÓ)nÀmã¡w\i,

nguda wénten ambu wangi, \likubÓ)\h&dlu,

ngalikub tengahing dalu, minebÙnÓ)nÙidêdr,

minab wénten widyadara, widêdri,

widyadari, kln&bzupinru;,

Puspawati

kalaning Banyu Pinaruh,

Jero Madé Puspawati

smit)dunßkumСmn/,

Kangen Ngigel

sami tedun makumkuman, r&etoyn&puckuæri.

ring toya ning Pucaksari. 10.etoyensomæunßluwb/,

RASA tresna ring widang seni tari, ngawinang Jero Made Puspawati ngangken kangen masolah sakadi dumun. Sangkaning yusa sané sampun lingsir ngawinang dané nénten malih prasida masolah. Napi malih daweg puniki dané naan runtuh, ngawinang dané nénten malih lincah sakadi dumun. “Tiang dot terus nyidaang ngigel. Sedih pisan rasané mirengang gambelan, nanging tiang ten mrasidayang ngigel,” baos dané sebet. Maestro tari Bali puniki nyatuayang indik pamargin kahuripannyané mawit saking seni, tresna, kantos pamuputné anggané dados kulawarga Puri Satria. Jero Made Puspawati sané embas ring Br. Tegehkuri, Kelurahan Tonja, Denpasar Timur warsa tahun 1933, daweg alit mawasta Ni Made Rupawati. Peséngan Jero Made Puspawati, wantah peséngan anyar risampuné dané marabian sareng Cokorda Bagus Sayoga. Jiwa seni tedun saking ibun dané, pragina kasub daweg punika. Rupawati alit naan ngranjing ring Sekolah Rakyat daweg zaman penjajahan Jepang, nanging nénten kantos puput. Sangkaing sokongan ibundané, Rupawati malajah

Toyané sampun maluab, kumСmen,

kumkumané, t2(somæunæuputuæmi,

taler sampun puput sami, ewde\m\ÐinÐs)du;,

wédangé mangkin kaseduh, s\nenkccr*,

sanganané kacacarang, prhisÓËi,

para istri, mli\ái;sdkdulu,

malinggih sada ka dulu, prlne\mg)bg/,

para lanangé magebag, shhsuenr&pi\á^.

saha asuné ring pinggir.

Tari Palegongan saking pragina tari Bali, minakadi I Wayan Rindi saking Br. Lebah, I Nyoman Ridet, Ni Reneng, I Nyoman Kaler miwah tokoh tari tiosan. Sangkaning kasumekenan dané, makéh igelan sané prasida kasolahang. Minakadi; Tari Demang Miring, Tari Puspa Wana, Tari Margapati, miwah Tari Legong Kuntul. Warsa 1950, Jero Puspa – sakadi punika dané ketah kasambat, sampun ngigel ring Kota Surabaya. Mawit punika, I Wayan Rindi miwah Sindu ngajak Jero Puspa ngajahin ngigel ring banjar-banjar. Jero Made Puspawati wantah sinalih tunggil penari Presiden RI Pertama Ir. Soekarno. Nyabran kunjungan Presiden Soekarno ka Bali, sampun kapastikayang Jero Made Puspawati ngigel ring Istana Tampaksiring. Rumasuk ring makudang-kudang genah sané karauhin Presiden Soekarno. Daweg zaman pemerintahan Presiden Soekarno, Jero Made Puspawati polih tugas kenegaraan, ngigel ring makudang-kudang negara sajeroning diplomasi kebudayaan. Rasa tresnané ring widang seni nénten luntur sangkaning galah. Yadiastun sampun dados kulawarga puri, Jero Made Puspa-

wati tetep ngigel, dados guru tari ring banjar miwah ring puri tan papamrih. Rumasuk ngajahin tari Bali majeng toris sané meled malajah ngigel. Ibunda Menteri Koperasi dan UKM A.A. Ngurah Puspayoga puniki taler naen ngarya reportoar puisi sareng sastrawan Angkatan Pujangga Baru, Sutan Takdir Alisyahbana antuk murda “Perempuan Di Persimpangan Zaman”. Sangkaning katulusan dané ngayah nglestariang seni tari, makéh penghargaan sané sampun kapolihang. Minakadi pinaka dosen luar biasa STSI Denpasar, penghargaan seni Garjita Budaya saking Pemerintah Kabupaten Badung, penghargaan internasional sajeroning acara 17 warsa Balai Seni Toya Bungkah, miwah penghargaan Ciwa Natha Raja saking STSI Denpasar, miwah penghargaan tiosan. Jero Made Puspawati rumasa seneng santukan akéh alit-alit sané meled malajah ngigel. Yadiastun jaman sayan modern, dané ngangken kasenian Bali pacang ajeg lestari. “Iraga patut seneng, akéh anak dura Bali malajah kasenian tari Bali. Dumun Tiang akéh ngajahin toris ngigel ring puri,” baos dané makenyung. (ast/uma)

TRESNA ring pakaryan dados guru Taman Kanakkanak (TK) ngawinang Anak Agung Ketut Kendrawati, S.Pd., M.Pd. setata marasa bagia. Semu égar manados sinalih tunggil cihna saking istri sané embas ring Denpasar, 31 Desember 1957 sané ketah kasambat Gung Kendran puniki. Tatkala kacunduk ring genahnyané dados guru ring TK Dharma Putra, Br. Kedaton, Sumerta Kaja, Denpasar, Gung Kendran wantah seneng pisan tatkala prasida nutur indik makudang-kudang pengalamannyané. Utamanipun indik kesuksésan sané sampun kapolihang, nénten wantah ngeninin indik parikramanyané pinaka kepala TK Dharma Putra, nanging taler sajeroning kulawarga. Rabi saking Dewa Gede Kertawidana puniki maosang, sané patut kautamayang ri kala ngamargiang kahuripan puniki wantah parikrama kerja keras, disiplin miwah satya. Napi malih ngamecikang parikrama parerembugan utawi matembung basa miwah wirasa sajeroning parikrama kulawarga miwah genah makarya. “Mabebaosan utawi komunikasi wantah parindikan sané mabuat pisan. Akéh krama sané arang pisan mabebaosan duaning nénten naenin kamargiang saraina, asapunika taler maparilaksana sané jujur miwah disiplin. Jakti nénten dangan ngawitin parikrama punika, sakéwanten yéning sampun kautsahayang kasuénsuén sinah prasida becik kamargiang,” baosnyané. Gung Kendran ngicénin conto, kantun akéh manggalaning utawi pimpinan sané nénten meled matakén utawi nganikain sané becik ring pagawé utawi bawahannyané. Santukan pinaka manggalaning utawi pimpinan wantah patut pisan nganikain sané patut napi malih nibakang sanksi manawita wénten bawahan sané maparilaksana nénten anut ring tata-titi sané sampun kamargiang. Sakéwanten yéning sampun becik katibakang indik tata-titi punika, sinah nénten wénten jalaran jagi protés. Sané taler patut pisan kaélingang wantah nénten dados nibakang sanksi sangkaning rasa gedeg utawi nénten seneng ring sang sané kakeniang sanksi. Duaning tetujon nibakang sanksi wantah ngaptiang mangda bawahan prasida becikan malih kahanannyané. Asapunika taler kamargiang ring sajeroning paumahan utawi kulawarga. Tatkala akéh pisan kapanggihin kasus sané nyinahang para yowana maparilaksana kriminal, Gung Kendran sané naenin dados Guru Teladan tingkat TK miwah Kepala Sekolah TK Berprestasi tingkat Provinsi Bali puniki

kirang cumpu yéning punika makasami wantah kaiwangan yowanané kémanten. Duaning sané kantun maraga alit-alit utawi kantun yowana wantah patut kauratiang pisan olih reramannyané. “Tiang sebet pisan tatkala manggihin wénten siswa SMA sané nglaksanayang parikrama kriminal kantos mademang jadma siosan. Indiké punika majanten nénten pacang kapanggihin yéning komunikasi sané malarapan antuk parikrama mabebaosan saking pianak sareng reramannyané becik kamargiang,” baos ibu saking tetiga oka istri puniki. Yadiastun akéh madue pakaryan, ibu saking Desak Gede Krisna Cintya Dewi, Desak Made Agung Ratih Rosmilasari miwah Desak Nyoman Agung Wulan Rosmithasari puniki ngawigunayang parikrama mabebaosan pinaka jalaran nyinahang rasa tresna asih taler urati ring okanyané. Napi malih antuk kawéntenan teknologi komunikasi sané sayan canggih, majanten parikrama punika sayan dangan kamargiang. Sios punika patut kadasarin antuk tetujon, pikayunan sané anut adung taler patut kacumpuin sadurungnyané. Sinalih tunggil parikrama sané ngawinang Gung Kendran becik ngamargiang pakaryan saha nabdabang parikrama ring kulawarga inggih punika setata becik ngamargiang kasenian. Krama istri sané enerjik puniki wantah panguruk utawi pelatih ring Sanggar Jangér Br. Kedaton sané ngajahin alit-alit ring Pasraman Widyasrama banjar irika. Naenin taler dados panguruk Gong Kebyar TK, pragina Péndét miwah Olég Tamulilingan taler pragina Arja ring sesolahan jangér kréasi sané mamurda Arjuna Wiwaha sané kamargiang ring Porseni anak-anak miwah guru TK warsa 2016 lintang. Sané pinih anyar dané waged tur becik pisan nyolahang Mantri Manis sajeroning parikrama arja sané kasolahang olih kepala-kepala TK sajebag Denpasar Timur ring Taman Budaya, Denpasar wawu puniki. “Tiang jagi pensiun dados PNS ring panguntat Desember warsa puniki. Tiang éling pisan, napi sané sampun miwah kantun sida kamargiang wantah patut setata suksmayang tiang. Punika sané ngawinang tiang setata marasa bagia tur bangga antuk sekancan sané sampun polihang tiang,” baos dané makenyem. Gung Kendran ring warsané mangkin taler manados sinalih tunggil seniwati sané ngamolihang penghargaan Widya Kusuma indik Pendidikan sané jagi kasukserahang olih Gubernur Bali ring parikrama HUT Provinsi Bali kaping 53 sané jagi rauh. (ast/was)

Isin Gumi Panyiuan Jatah KIS ”Nganggur” JATAH Kartu Indonésia Séhat (KIS) ring Kabupatén Buléléng kantun wénten kirang langkung 3.362 kartu sané durung terserap kantos panguntat bulan Juli 2017. Dinas sosial (Dinsos) Buléléng marerincikan pacang ngicénin jatah Kartu Indonésia Séhat (KIS) sané “nganggur” punika majeng ring para pamangku Pura Kahyangan Tiga, Pura

Dang Kahyangan, miwah sulinggih ring Bali Utara. Kepala Dinas Sosial Buléléng, Gede Komang wawu puniki maosang, kantos mangkin anggannyané sampun nglaksanayang pendataan antuk nguningin data pasti kawéntenan pamangku miwah sulinggih ring sajebag Buléléng. Pendataan puniki kasarengin antuk vérifikasi lapangan

mangda Kartu Indonésia Séhat (KIS) puniki tepat sasaran antuk ngringanang miwah menjamin keséhatan pamangku miwah sulinggih pinaka pelayan umat Hindu. Parindikan ngicén Kartu Indonésia Séhat (KIS) majeng para pamangku miwah sulinggih yukti becik pisan. Parindikan puniki kabligbagang sajeroning acara Isin Gumi Radio Sin-

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

maguna

1.

mgun,

1. berguna

2.

maguneman

2.

mgun)mn/,

2. bermusyawarah

3.

magunjitan

3.

mguzéitn/,

3. bergoyang

4.

manda

4.

mnÑ,

4. teduh, tenang

5.

mandong

5.

men*Ño,

5. tertunda

6.

mangan

6.

m\n/,

6. tajam

7.

mangkug

7.

m\Сg/,

7. busuk

8.

mangu-mangu

8.

m\u-m\u,

8. bingung

9.

manying

9.

mz&,

9. manja

10. marma

10. m(m,

Bahasa Indonésia

10. ragu-ragu

garaja FM 92,0 Mhz raina Wraspati, 3 Agustus 2017 lintang. Komang suparta, Kerobokan Kantun akéhnyané Kartu Indonésia Séhat (KIS) nganggur, tunas titiang mangda kawawanin malih indik pendataan-nyané mangda yuktiyukti becik, sira kémanten sané molihang. Minab saking pendataan sané dumunan, wénten krama sané durung ngambil. Yéning kantun wénten sisa jatah punika kaicén majeng para pamangku miwah sulinggih, tiang cumpu pisan. Santukan dané pinaka pangayah umat sané abot pisan. Puniki wantah papineh becik saking Dinas Sosial Buléléng. Aji Bima, Banjar Risampun kaicén jatah punika, manawi kantun wénten sisa, mangda kaicénin ring warga sané durung polih antuk dasar vérifikasi sadurungnyané. Lianan punika, saking Dinas Sosial mangda tedun nyobyahang ka pakraman sapunapi syarat mangda prasida ngamolihang Kartu Indonésia Séhat (KIS) puniki. Kantun akéh krama sané meled madué kartu punika. Gung surya, Lovina Manut titiang, program

saking Dinas Sosial puniki becik pisan. Antuk ngicén Kartu Indonésia Séhat (KIS) majeng para pamangku Kahyangan Tiga miwah Dang Kahyangan taler para sulinggih wantah parindikan sané becik. Tunas titiang, sadurung kaicén majeng para pamangku miwah sulinggih, patut kawéntenang pendataan antuk becik mangda tepat sakadi tetujon utawi manut sasaranyané. Kaki Dukuh, Seririt Tunas titiang majeng aparat sakadi kelian dusun, perbekel mangda yakti sumeken nglaksanayang pendataan ring kramannyané. Janten wantah Ipun sané nguningin krama sané yukti-yukti tuara sané patut kaicén Kartu Indonésia Séhat (KIS) puniki. Satios kaicén majeng para sulinggih. Gung Dé, Singaraja Program Kartu Indonésia Séhat (KIS) pacang karasayang ngwantu pisan yéning kaserahang majeng para pamangku miwah sulinggih. Santukan janten nénten samian para pamangku miwah sulinggih punika kawéntenanyané mampu. Tiosan punika keséhatan wantah pinaka parindikan sané banget maaji pisan sajeroning kahuripan. (ama)

Gung Kendran

Redaksi nerima reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia (pinih akéh 3000 huruf) jangkép sareng foto profil. Profil mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


15

Minggu Pon, 6 Agustus 2017

Garuda Menebus Ibu Pertiwi… TENGAH-TENGAH asyik aku menulis puisi “Indonesia Bukanlah, Bukanlah Indonesia”, mendadak hatiku menghentikan pikiranku yang sedang bekerja. Aku bertanya ada apa, ia menjawab dengan pertanyaan: “Mana anakanakmu yang berjanji menuliskan hasil pembelajarannya tentang Pancasila Garuda dan Bhinneka Tunggal Ika?” “Kita perlu sabar menunggu”, aku menjawab “kita tidak boleh memaksakan kemauan kita, setidak sabar apapun suasana batin kita”. TETAPI HATIKU tak bisa ditawar. Ia mendesak terus dan tidak memberi ruang sedikit pun kepadaku untuk menyelesaikan puisiku tentang “Anak Asuh yang Bernama Indonesia” itu. KALAU TENTANG PANCASILA, lumayan meskipun sangat sedikit aku sudah invest wacana dan menabung referensi, sebelum pada akhirnya semoga ada kesempatan untuk menguraikannya selengkap dan sekomprehensif mungkin. Misalnya bahwa tidak mungkin Pancasila lahir kalau para penggali dan penyusunnya tidak dibesarkan oleh budaya dan kependidikan agama, utamanya Islam. Pengetahuan bahwa Tuhan itu Maha Esa, mungkin bisa diaspirasikan sendiri oleh pencarian akal dan hati manusia, tetapi hanya karena “ditanda-tangani” oleh ketegasan konsep “Tauhid” dalam Isalm, maka mereka menjadi yakin. APALAGI JELAS ADA 6 (ENAM) KATA dengan muatannya yang Pancasila menggali dan mengambilnya dari khazanah Islam: adil, adab, hikmat, musyawarah, wakil dan rakyat. Keenamnya ini juertu merupakan titik berat muatan filosofi dan prinsip nilai Pancasila. Sehingga kalau dalam ap-

likasi pengelolaan Negara di lapangan tiba-tiba muncul atmosfer berpikir yang mempertentangkan Pancasila dengan Islam, yang melebar ke polarisasi Nasionalis versus Islamis. Termasuk terpelesetnya, tidak matang dan tidak jernihnya kalimat “Ini Negara Pancasila, bukan Negara Islam”. TAPI HATIKU TAK SABAR sebelum anak-anakku setor kepadaku uraian tentang GAruda dan Bhinneka Tunggal Ika. Kemarin mereka bercerita panjang kepadaku tentang dua pusaka Nusantara itu. Aku ini jadul, bagian dari generasi yang terselip di selubung gelap masa silam. Ketika mendengar kisah itu aku sangat terpesona, tapi sama sekali kelabakan untuk merumuskannya kembali. Sehingga pikirannku tidak mampu mentransfer pengetahuan itu kepada hatiku. AKU HANYA INGAT SEKILASSEKILAS. Bahwa Bhinneka Tunggal Ika itu campuran antara bahasa Sansekerta dan Bahasa Jawa Kuno. “Bhinna” itu Sansekerta, “Tunggal” dan “Ika” itu Jawa Kuno. Mirip Bahasa Arab “Bina” yang artinya bangunan, membangun, mendirikan. Bhiina bermacammacam bangunan, beragam-ragam pendirian, berjenis-jenis susunan. Ika bukan kata benda. “Ika” bukan “satu”, bukan pula “tunggal”. Tidak ada “Tuhan Yang Maha Ika”. Ika ditransfer oleh sejarah panjang di masyarakat Jawa Timur menjdai “Iko”, artinya: Itu. Atau Bahasa Jawa Tengahnya: “Kuwi”. Bhinna Ika artinya “yang bermacam-macam itu” tunggal. Satu. “itu” memberi dua kali tekanan. Satu, Bhinna Ika. Dua, Tunggal Ika. Itu yang berbagai-bagai, itu Satu. Besok anak-anakku harus mengueraikannya

Wi-Wit Bukit di Kaki Bali l Catatan dari Bukit Kidul ing Bali Pulina~1

ALANGKAH singkat namanya: Wi. Warga sekitar Pecatu memang menyebutnya begitu sederhana, ringkas, tanpa embel-embel imbuhan apa pun. Di surat dalam aksara Bali dan diucapkan dalam lafal mana pun, tetap saja hanya berupa satu aksara, satu letupan udara dari rongga mulut saat bibir yang semula terkatup membuka, lalu mengucapkannya dengan lembut: Wi. Begitulah nama terpopuler satu kawasan hutan yang kini menjadi wilayah Desa Pecatu di Bukit Kidul ing Bali Pulina itu: Wi. Kenapa Wi? Apa pula Wi itu? Dalam bahasa susastra, Wi lazim digunakan untuk memberi pemaknaan yang lebih halus atau menghaluskan, memurnikan, memuliakan. Jnana, misalnya, sebagai pengetahuan kesadaran masih saja memiliki keterbatasan, sehingga mesti diperhalus lagi dengan Wi-jnana sebagai Pengetahuan Kesadaran Tertinggi Tanpa Batas. Berangkat dari pemaknaan yang demikian, maka tradisi menegaskan bahwa hanya Yang Mahamulia-lah yang dapat menjadikan mulia apa saja, di mana saja , dan kapan saja. Begitu pula halnya: hanya Yang Mahahalus dapat memperhalus kekasaran terkasar maupun kebebalan terbebal sekalipun. Hanya Yang Mahamurni dapat memurnikan segala sekehendak-NYA. Itulah: Wi.

Wi adalah Wit: awal, asal. Dalam pemaknaan Wi itu sebagai Wit yang berarti awal, asal, besar kemungkinan tradisi tuturan lisan kolektif warga di kawasan Bukit Pecatu memvisikan bahwa kawasan hutan Wi merupakan titik awal keberadaan manusia Bali Pulina di Bukit Kidul ing Bali Pulina. Tinggalan-tinggalan arkeologis maupun dialek tuturan kebahasaan memang menunjukkan bahwa kawasan Wi merupakan situs bukit kapur purba yang sezaman dengan kepulauan Nusa Ceningan-Nusa Lembongan-Nusa Penida di tenggara daratan Bali Pulina. Juga cenderung sezaman dan setipe dengan kawasan pelabuhan besar Kubutambahan, Buleleng, di belahan Bali Utara sana. Manakala Kepulauan Nusa Penida mewariskan Gunung Pucak Mundi dengan pancangan Karang Keng purba di tepian laut serta Pucak Temu di sebelahnya, lalu kawasan Kubutambahan mewariskan pancangan Karang Arum menghujam Pucak ing Giri, maka Wi mewariskan begitu utuh pancangan Lingga Acala batu karang alami sempurna: di bagian dasar ada rupa Lembu Nandini, di bagian tengah berupa penyu Kurma Agni Baawangnala, dengan puncak berupa Lingga Acala tegak berdiameter lebih besar tinimbang sepelukan orang dewasa. Itulah Wi sebagai Wit. l nirta ks

Kumbakarna…

USAI BATU CADAS menghantam keras kepada Prahasta. Raksasa sebesar gunung itu roboh. Darah memancar bagai hujan dari tubuhnya. Rahwana mulai terbayang kekalahannya. Ia tenggelam oleh deru gelombang ketakutannya: Keruntuhan Alengka-kota indah yang dibuat dari batu karang di puncak bukit menjulang dengan jalan-jalan bersepuh emas. SEHARI sebelum perang bengis yang panjang itu, di gelap malam, diadapan pengikut setianya Prahasta, Durmuka, Wajranu, Wajradumarta, Indrajit, Rahwana si Dasamuka bertanya. ‘’Rama, wangsa Ragu itu, dan ratusan ribu wanara yang jelek telah melintas lautan, laut yang senantiasa angin, kini siap menyerbu, apa yang bisa dilakukan?’’ Waktu itu, sambil mengacungacungkan gada yang basah oleh darah dan daging, Prahasta menjawab, ‘’Perang. Tuanku, walaupun Rama dibantu para dewa sekalipun, ia pasti hancur di tanganmu. Kita telah menaklukan dewata, danawa, dan gandarwa. Untuk apa kita takut pada makhluk-makhluk kerdil pesek? Tak ada yang perlu ditakuti. Tidak manusia. Tidak monyet-monyet.’’ Tapi itu justru yang tak terjadi. Setelah perang yang dahsyat itu Alengka sepi, Prahasta mati, Rahwana memerintahkan kembali: ‘’Jaga semua gapura dengan berlapis-lapis pasukan. Bangunkan Kumbakarna. Bangunkan!! Ia tiang agung para raksasa. Para Asura. Ia pasti mampu membuat kocar-kacir kerakera hina dan kedua anak raja sial itu.’’ KUMBAKARNA, yang tinggi bagai gunung dan bumi berderak di bawah langkahnya, dalam Ramayana Kisah ciptaan Valmiki, bisa jadi tokoh cerita keadilan tapi juga cerita pembalasan dendam. Apa yang ditegakkan oleh Kumbakarna ketika ia berkali-kali membanting Sugriwa ke tanah setelah tidur panjangnya? Bukan keadilan. Bisa saja ia menuntut balas atas kematian anak-anaknya atau karena musuhnya telah membakar dan meratakan Alengka. Kota yang amat dicintainya. Kumbakarna. Sebuah puisi menuliskannya seperti berikut. Kumbakarna tidur bagai ular mendengkur suaranya mengguntur mulut ternganga lebar bagai pintu ke dasar bumi

DI ANTARA para raksasa, seperti kata Wibhisana kepada Rama, dialah raksasanya. Lebarnya seratus busur panah, tingginya enam ratus busur. Dia seperti Kala, pemangsa segala. Penghancur segala. DI SATU-SATUNYA raksasa yang mampu mengelilingi bumi hanya dengan tiga langkah. Ia juga satu-satunya raksasa dengan hati yang pedih dan putus ada, berkata kepada Rahwana: Aku tak takut mati Aku telah memikirkan hal ini beberapa kali Aku akan berperang menghadapi Rama bukan karena aku membela dan membenarkan seluruh nafsu buasmu Namun karena kewajiban kepada Alengka -negeri yang kini hampir kalahyang akan jadi puing Meski aku tahu ini sia-sia Setidaknya kemenangan Rama tak akan datang dengan mudah di lembah Maliawan ini. ITULAH HAL yang sulit dimengerti dari Kumbakarna: ia berdiri dipihak rahwana, tapi ia tak bisa begitu saja membenarkan tindakan gila kakaknya. Ia masygul. Sedih. Yang tak ia perhitungkan, sesuatu yang buruk terjadi setelahnya, ialah bahwa Rama membuang istrinya, Sita, ke hutan usai perayaan kemenangannya. Setelah Rama datang dan berdiri di depan kepalanya yang terpenggal. TETAPI DARI SITU, mulailah kisah Kumbakarna Gugur, orang menemukan Kumbakarna dengan rasa jera. Ia tak lagi raksasa yang kejam, dingin, dan suka makan apa saja. Kumbakarna si pemurah lembut hati, yang bebas dari kekotoran diri, yang tak ingin mengkhianati negerinya sendiri. Karena itu dikagumi. Tetap jadi bersih. MENYESALKAN Kumbakarna? Tidak. Ia tahu, ia telah bertindak benar: tanpa keputusannya untuk berdiri di pihak yang salah, kesewenang-wenangan akan berakhir dengan sendirinya. Habis. Lenyap dari pandangan. l Agus Roisalam

berdasar lingkungan dan alur teks panjang dari mana Bhinneka Tunggal Ika diambil. Aku orang tua durhaka. Seharusnya aku yang menguasai pengetahuan tentang itu, kemudian aku regenerasikan kepada anak-anakku. Tetapi ini terbalik. Aku orang tua renta mengemis belajar kepada mereka. APALAGI HAL GARUDA. Anakanakku berkisah tiga episode panjang tentang perjuangan Garuda, tapi aku sudah terlalu pikun untuk menatanya dalam memori berpikirku. Mengingat sekadar bebrapa nama pun dari kisah itu tak mampu pikiranku merekamhya. Pantas dulu aku tak pernah tak dikeluarkan dari sekolah yang kumasuki, diusir dari Pesantrem yang aku nyantri padanya. Lulus SMA karena guruguru mempertimbangkan “daripada kita semua susah dan repot satu tahun lagi, lebih baik anak ini diluluskan saja, meskipun semua nilainya di bawah 5, pelajaran apapun”. KUAMBIL EPISODE KETIGA saja intinya. Alkisah Garuda itu bukan jenis burung, melainkan nama Burung. Burungnya ulung, atau elang atau rajawali. Ia putra dari ibu yang menderita hidupnya karena diperbudak oleh kakak kandungnya. Mereka berdua menempuh sayembara di antara mereka berdua untuk menebak apa warna kuda yang sedang berlari kencang di gigir cakrawala. Sang kakak mengatakan: “Hitam”. Adiknya yakin “Putih”. Kalau tebakannaya salah, maka ia menjadi budak dari yang tebakannya benar. Harus patuh disuruh apa saja. KETIKA SAATNYA TIBA, ternyata memang ekor kuda itu berwarna putih. Kakaknya tidak mau kalah. Ia punya peliharaan dan bersahabat dengan puluhan naga. Maka ia minta naga-naga itu menyembur atau menyemprotkan ludahnya ke ekor kuda agar hilang warna putihnya. Singkat kata akhirnya ewkor kuda itu cenderung hitam disbanding putih. Maka sang adik kalah dan menjadi budak kakaknya sendiri. SAMPAI SUATU HARI sang adik mempunyai anak yang ia namakan Garuda. Bayi ini kekasih Dewa, di dalam dirinya diisikan berbagai keistimewaan dan kesaktian. Dan Sang Ibu memang tahu bahwa putranya itulah yang kelak akan memerdekakannya dari perbudakan. SINGKAT CERITA, Garuda bertapa dan mendapatkan petunjuk bahwa untuk membebaskan ibunya, ia harus menemukan Air Amerta. Melalui perjuangan yang sangat gigih dan benarbenar pantang mundur, akhirnya Garuda diperkenankan oleh Dewa untuk menemukan air itu di sebuah pulau terpencil. Kakaknya panik, karena berarti ia harus membebaskan adiknya. SANG KAKAK SECARA BRUTAL mencoba merebut kantung air amerta, sampai sobek dan airnya tercecer men ciprati rerumputan tinggi, yang kemudian diberi nama Alang-alang. Karena dengan ia dibasahi oleh Amerta, maka ia memiliki kekuatan langit untuk menolak bala dan bencana. Itulah sebabnya ia bernama Alang-alang, karena ia mampu menjadi penghalang bencana. ALANG-ALANG ADALAH RAKYAT KECIL yang dipandang remeh, diinjak-injak, direndahkan dan dianggap tak berguna. Tetapi sepanjang kurun waktu tidak pernah alang-alang diberitakan mati. Yang selalu akhirnya mati adalah Penguasa yang menginjakinjaknya. JELAS JUNTRUNG sejarahnya sekarang. Ibu Pertiwi yang disandra dan diberbudak oleh saudaranya sendiri sesama manusia, sedang menantikan perjuangan Garuda untuk membebaskannya dari perbudakan yang bagai tak ada habisnya. l Emha Ainun Nadjib Surabaya, 18 Juni 2017

Membuka Ruang-ruang Ngorta l Potret Kelam Bunuh Diri di Bali~4

SATU di antara keperluan dasar manusia sebagai mahluk sosial adalah berkomunikasi, bertutur dalam keintiman hati dengan pihak lain. Untuk itulah orang berembug, bertutur, bercanda ria, dengan orangtua, saudara, teman, pasangan hidup. Lalu teknologi kini menjembatani dengan telepon cerdas, dengan segenap kecanggihannya. Bahkan, agama pun mengenal doa, sembahyang, sebagai cara berkomunikasi paling personal dan sublim antara manusia dengan Sang Maha Pencipta Mahaagung. Belajar dari situ maka tetua Bali Kuno lantas menciptakan ruang-ruang pengintegrasi sekaligus sebagai ruang budaya dan ruang komunikasi antarmanusia, berlapis-lapis. Ada bale banjar, permandian-permandian umum, sampai ke sekaa-sekaa, dan tempat-tempat suci (pura) berbagai jenjang diciptakan. Berbagai ritual digelar, diwajibkan, agar sesama manusia bisa saling bertemu, berbagi cerita, bertimba beban dan isi hati. Namun ketika modernisasi lantas menggiring Bali masuk ke modernisasi dengan tawaran nilai individual, serba praktis, ekonomis, kebanyakan orang Bali yang terbiasa dengan media-media komunalagraris itu pun terasing, kesepian. Tak semua orang sanggup memfasilitasi dirinya dengan teknologi komunikasi berbiaya tinggi. Tak semua orang sanggup berlari kencang dengan modernisasi, dengan hidup berlari dengan sang waktu. Rasa tersisih, tercampakl

Pertapaan Ramadlan (1)….

KUANJURKAN kepada berjutajuta anak dan cucuku untuk mengambil waktu selama sepuluh hari terakhir Ramadlan untuk bertapa, terutama di Masjid. Bertapa. Melakukan pertapaan. Berhenti. Diam. I’tikaf. DI ANTARA berjuta-juta mereka, yang berkonsentrasi sungguh-sungguh mendengarkan anjuranku, hanya seribu dua ribu. Di antara seribu dua ribu, yang menggunakan kecerdasan naluriah untuk memahami anjuranku, hanya seratus dua ratus. Di antara seratur dua ratus, yang bertandang melakukan anjuranku, hanya sepuluh dua puluh. DAN DI ANTARA SEPULUH DUA PULUH, yang menunjukkan indikasi bahwa mereka khusyu, intens, sublime, mendalam, menyelam hingga mendekati nucleous rohani-hanya satu dua orang. Mungkin tiga empat. Boleh juga dianggap empat lima. Demi apresiasi terhadap niat suci mereka, demi kemurahan dan rasa syukur. DI ANTARA BEBERAPA anakku itu ada yang belum bisa diajak berbicara. Konsentrasi bertapanya dibawa ke manapun ketika keluar dari masjid. Proses internalisasinya belum selesai. Perjalanan kontemprasinya masih berlangsung, meskipun secara jasad ia sudah melakukan berbagai hal sebagaimana orang lain. SATU DUA lainnya sudah bisa kusapa, kuajak bicara, kuwawancarai. ‘’Iktikaf itu bagaimana to?’’ ‘’Ya iktikaf saja. Berhenti. Diam’’ ‘’Yang berhenti apanya? Berhenti berpikir?’’ ‘’NGGAK JUGA SIH. Kita bisa mengendalikan pikiran, tapi terbatas. Kita bisa tidak memikirkan sesuatu, tapi pikiran itu berpikir sendiri di luar kemauan, perintah atau larangan kita’’ ‘’Jadi selama iktikaf pertapaanmu, pikiranmu tetap berseliweran ke sana kemari?’’ ‘’SEMACAM ITU. Seakan-akan pikiran itu makhluk lain yang bukan saya. Dia mandiri dan merdeka, meskipun saya bisa menawarnya, membelokkan, sedikit menghentikan atau menyuruh beralih konsentrasi. Tetapi ia memiliki otoritas untuk melakukan perjalanannya sendiri. Bahkan dia sering bisa menyentuh inspirasi, idea tau gagasan yang baru, yang saya tidak pernah mengetahui sebelumnya.’’ ‘’JADI IKTIKAFMU berisi aktivitas pemikiran? Semacam tafakku?’’ ‘’Sebenarnya pikiran mengaktivasi dirinya sendiri. Saya hanya bergialog dengannya, memesan sesuatu, menawar atau memintanya tentang sesuatu hal’’ ‘’BERARTI, keadaan-keadaan dunia kamu bawa ke dalam pertapaan iktikafmu? Juga keadaan negerimu Indonesia.?’’ ‘’ANDAIKAN tidak saya bawa, pasti ngikut juga. Sering saya merasa terganggu kalau Indonesia nyelonong-nyelonong masuk ke ruang batin Iktikaf saya. Indonesia sangat merepotkkan hati saya dan bikin lumpuh pikiran saya. Tetapi kalau saya berniat mengusir atau membuang Indonesia dari bilik kesunyian iktikaf, rasanya sayang juga, sebab bagaimana pun saya sangat mencintainya. Dan kan, dan tiada berguna lantas menggunung. Di titik itu bunuh diri menjadi cara puncak mengakhiri segala “ketidakberartian”. Upacara memang berjalan normal-normal saja: meriah, berbiaya tinggi, dan rutin. Ini sebenarnya media pengintegrasi sesama Bali yang luar biasa besar dan berlapislapis. Namun, bila penghayatan keagamaan hanya diwajibkan dengan satu cara tanpa menyediakan ruang-ruang pilihan lain, seperti suasana dialogial, lewat siraman tutur rohani, bacaan, dan lain-lain, niscaya hasilnya pastilah tidak maksimal. Adalah kenyataan Bali kini diisi generasi yang memulai beragama dengan membaca lalu belajar melakonkan, bukan lagi seperti odah-odah (tetua) dulu: penuh rasa hati melakonkan, menghayati, meskipun tak bisa membaca. Toh, Bali mesti bijak menerima kenyataan: jarum waktu kehidupan tak bisa diputar-putar balik ke masa lampau, tak juga mungkin terus ditancapkan tetap di satu titik, agar tak bergerak-gerak. Sepanjang jam itu hidup, jarum jam akan terus berputar, pelan tapi teramat pasti. Generasi baru terus bermunculan, setiap detik. Kelahiran baru, pertumbuhan kehidupan, lalu pelenyapan untuk munculnya penciptaan baru pun tak bisa dibendung. Maka, manusia di sepanjang zaman dituntut agar senantiasa kreatif dan inovatif berubah, mencari penyesuaian, dengan pengendalian. Di titik itu, praktek keagamaan sepatutnya ditafsirkan ulang, diberi makna dan implementasi baru; lembaga dan praktek adat seyogyanya disegarkan; dan seterusnya. Saatnya disadari: tidak semua masa lampau Bali itu baik, indah, penuh pengagungan harkat kemanusiaan. Tidak semua kenyataan hari ini juga jelek, begitupun tidak semua masa depan merupakan ketidakpastian, melainkan juga harapan. Adanya harapan di masa depan itulah yang menyebabkan orang berani dan bergairah hidup, bukan malah memilih bunuh diri. Tapi, adakah yang memang murni sanggup memberi harapan keselamatan kehidupan kini, di Bali? l deprabas

ternyata sangat mendalam.’’ ‘’MEMANG INDONESIA ADALAH KEKASIHMU. Kamu boleh kecewa, marah, berang, bahkan benci dan ingin membuangnya. Tetapi tetap saja ia adalah kekasih hatimu. Tapi kenapa sebenarnya kok kamu merasa bahwa Indonesia sangat merepotkanmu?’’ ‘’INDONESIA ADALAH wahana segala energi kehidupan yang serba melebihi ukuran. Indonesia adalah ruang segala yang gaib-gaib dan segala yang serba berlebihan. Komplikasi masalahnya melebihi ukuran ilmu pasien dan dokternya. Ketkahanannya melawan sakit dan penyakit juga melebihi ukuran makhluk normal siapapun dan apapun di bumi. Kehebatannya berlebihan, sehingga mengancam dirinya sendiri. Kepandaian berlebihan sehingga serabutan tempat dan aplikasinya.’’ ‘’TAPI BAGUS DONG, bagaimanapun itu adalah kepandaian’’ ‘’Jangan lupa kebodohannya berlebihan sehingga justru amat mengagumkan. Kebandelannya berlebihan sampai sampai saya membayangkan sejumlah malaikat mengeluh karena itu’’ ‘’ASAL KAMU TETAP INGAT bahwa tidak ada pasal keluhan dalam kehidupan Malaikat. Tidak ada system psikologi semacam itu pada makhluk yang utuh rohaninya.’’ ‘’TAPI KEBEBALANNYA MELEBIHI BATAS, sehingga saya terkadang berimajinasi bahwa Tuhan sendiri agak terperangah karena tidak pernah merasa menciptakan makhluk yang dahsyatnya sampai sebegitu’’ ‘’KALIMAT SEPERTI ITU jangan sampai kamu ucapkan dan didengar oleh siapapun, terutama para pemimpin Agama dan cerdik pandai Islam.’’ ‘’KAN SAYA BILANG BERIMAJINASI. Bukan berasumsi. Apalagi menyimpulkan suatu kenyataan. Itu pun saya tidak niat. Imajinasi itu muncul secara natural karena terbatasnya akal pikiran saya’’. ‘’KAMU TADI BILANG INDONESIA adalah ruang segala yang gaib-gaib. Maksudnya apa itu? Santet atau tenung selama Pilkada? Hantu sakti sejak BLBI, saham Papa hingga E-KTP? Mobilitas sejala komponen 2017-2018 yang dikonsentrasikan untuk perebutan 2019?’’ ‘’Aduuuuh…” ‘’PERTEMUAN NASIONAL para Mawali, Masayikh, para Ki Ageng dan Ki Gede, kaum Begawan dan Panembahan, beliau-beliau sukma yang mukswa dari zaman sebelum Yesus? Rapat para Ruh Nusantara dari 18 titik penjagaan Pusaka Sejarah? Keris-keris yang meloloskan diri dari Wrangkanya, minggat dari bilik penyimpanannya?’’ ‘’KOK INDIKATIF klenik begitu. Mohon tidak mendramatisir, yang saya maksud dengan gaib itu adalah semacam turunnya adzab dari langit, yang berupa suatu jenis kegelapan, yang membuat pikiran menjadi jadi buta, ilmu jadi lumpuh dan pengetahuan hilang arah. Indonesia berjalan dengan cacat, salah meletakkan orang di kursi, lapangannya kehilangan gawang, shalatnya salah kiblat, orang pada makan tinja karena packaging-nya mirip roti…’’ l Emha Ainun Nadjib Yogya, 19 Juni 2017 l Zinda Ruud Purnama Dalam Cintaku dalam cintaku kubayangkan sehelai kertas biru dipenuhi sejuk embun dan sajakmu dalam cintaku, cinta ialah langkah indah bocah-bocah di antara bulir-bulih hujan berguguran hening seperti bibirmu yang ingin dalam cintaku menjelmalah, cinta di setiap subuh dalam setiap kataku yang rindu l Reina Caesilia POHON SERANGGA Pohon serangga di mata cahaya tinggal di dalam sarang atau di sebuah cangkang bunga-bunga bertumbuh menghela jiwa yang penat membasuh debu pikiran berkarat di tikungan gelap berongga kita masih juga membaca hikayat ahli nujum membaca garis tangan di panggung melingkar seorang penari gemulai mengikuti irama tembang di luar jendela musim semi membisu angin berpendar perempuan itu berjalan menapak tilas peradaban memanggul kesunyian berharap singgah di sebuah rumah atau di sebuah cangkang

JKPemerdekaan – 109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an….

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta NUSANTARA 2017 l

Ngampoeng Seni JKP-109, Agustusan 27 Agustus 2017

l

Sangkan Paraning Dumadi, Yang Terpanggil Sepenanggungan

MINGGU Wage 27 Agustus 2017 di Jatijagat Kampung Puisi-109 yang mengundang semua yang LAHIR tanggal 27, Januari – Desember : Putri Suastini, Abiyoga, Made Budhiana, I Gusti Ngurah Harta SM, Nyoman Erawan, Emha Ainun Nadjib, I Gusti Made Arsawan, I GPB Samar Gantang, Putu Sutawijaya, PARA Agustusan Made Sujaya, Joan Arcana, Dayu Suwiti… SERATUS (100) MONOLOG Putu Wijaya yang keliling Bali, mohon dihadang di kota masing-masing se-Bali sampai Desember 2017 berakhir…. PARA pencinta APRESIASI (terutama dari luar Bali) MOHON memantau dan menghubungi Facebook Wayan Jengki Sunarta. JANGAN sampai mendadak jika Anda ingin beraktivitas di JKP-109. LEBIH awal lebih baik agar sempat publikasi… SABTU Kliwon, 2 September 2017 Peluncuran Kumpulan Puisi Terbaru Penyair Perupa FRANS NADJIRA (75) di BBBali Ketewel, By-pass Prof. Mantra 88A Denpasar – Gianyar


NASIONAL

16

Minggu Pon, 6 Agustus 2017

Petani Garam Nyambi Beternak

BPM/gik

PETANI GARAM - Seorang petani garam yang juga nyambi beternak, sedang memindahkan sapi dari sekitar lahan garapannya.

NELAYAN umumnya punya pekerjaan sampingan jika sedang tidak pergi melaut. Terlebih, terjadi angin kencang seperti sepekan terakhir, membuat nelayan harus memutar otak untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Demikian pula dengan nelayan yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Sari Mekar, Desa Tianyar Timur, Kecamatan Kubu, Karangasem. Untuk mengisi waktu senggang karena tak bisa melaut, mereka nyambi membuat garam. ‘’Lumayan, untuk tambahan uang dapur. Kalau mengandalkan melaut saja

Atasi Masalah Beras Jangan Hangat-hangat Tahi Ayam Denpasar (Bali Post) Belakangan masalah beras kembali mencuat. Mulai penemuan kasus pengoplosan beras belum lama ini, hingga penentuan HET (Harga Eceran Tertinggi) yang kontroversi membuat image tata niaga beras buruk. Patokan harga gabah dari pemerintah (HPP/harga pokok penjualan) yaitu harga gabah kering panen (GKP) Rp 3.700, sedangkan di tingkat petani harga GKP yaitu di atas Rp 4.500. Hal ini dinilai merugikan petani. Pengamat ekonomi dan guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Udayana, Prof. Dr. I Wayan Ramantha, S.E., M.M., mengatakan, untuk menentukan harga eceran gabah, di samping harus memiliki data/jumlah yang tepat untuk persentase impor, juga mesti dijaga dan diantisipasi produktivitas dari pertanian tanaman pangan khususnya beras.

Rencana pemerintah yang akan melakukan diversifikasi pangan nonberas juga hangat-hangat tahi ayam. “Ini yang secara rutin harus dimasyarakatkan. Tidak hanya dalam rangka bagaimana kita menjaga supaya perdagangan komoditas itu menjadi lebih stabil atau dalam jangka waktu tertentu kita bisa mengurangi impor. Tapi sebetulnya ini juga terkait dengan kesehatan masyarakat,” ungkapnya. Kebiasaan masyarakat pedesaan, yang porsi makan nasinya sangat tinggi. Akhirnya, kebiasaan tersebut memicu timbulnya berbagai penyakit seperti diabetes. Apalagi kualitas beras

sekarang tidak seperti dulu. Permainan di bidang beras begitu banyaknya bahkan sekarang kasus produksi beras oplosan sedang ramai. Begitu banyaknya permainan di bidang beras yang pada akhirnya terjadi penipuan pangan seperti temuan pengoplosan beras belum lama ini, menurutnya karena antara harga dasar yang ditetapkan dengan harga yang berlaku di pasar sangat berpotensi untuk terjadi permainan seperti itu. Sehingga kompleks sekali permainan di bidang beras ini. Termasuk pada tahap penetapan HPP dan komposisi yang harus diimpor. “Karena kalau nanti diimpor terlalu banyak yang

sebetulnya untuk cadangan kecukupan pangan, nanti diisukan tidak berpihak pada petani lokal. Tapi kalau tidak, harga beras menjadi lebih tinggi, pada akhirnya masyarakat kita yang tentu tidak semuanya petani akan merasakan harga yang sangat mahal,” bebernya. Diakuinya, ada atau tidak permasalahan di bidang beras ini mulai dari komposisi produksi dalam negeri dengan impor, harga patokan, diversifikasi pangan seharusnya merupakan program rutin. Tidak hanya pada saat masalah itu muncul baru kemudian dipikirkan program-program untuk mengatasi masalah itu. “Jadi, tiga masalah itu diharapkan merupakan program rutin karena itu sampai saat ini menjadi kebutuhan pokok,” ujarnya. (kmb42)

kadang tidak cukup. Kalau lagi apes pulang-pulang bisa tangan hampa,’’ ucap I Nyoman Semadi (40), salah satu nelayan dari kelompok nelayan setempat, belum lama ini. Sebagai anggota Kelompok Nelayan Sari Mekar, dia mengaku sudah puluhan tahun menjadi nelayan dan sudah cukup lama pula memiliki pekerjaan sampingan membuat garam. Menurut dia, kelompok nelayannya beranggotakan 19 orang dan semuanya nyambi bikin garam. ‘’Kami ada lahan sekitar 30 petak di Pantai Tapang Mas (di Tianyar Timur -red), masing-masing

petak berukuran dua meter persegi,’’ jelasnya. Bapak dua anak ini mengaku nyambi membuat garam hasilnya lumayan. Jika cuaca bagus, per orang bisa menghasilkan 1,5 kuintal garam setiap kali panen. Panen garam biasanya seminggu sekali. Garam produksi mereka biasanya dibeli pengepul dari Desa Culik, Kecamatan Abang dengan harga Rp 3.000 per kilogram. Kegiatan membuat garam lebih banyak dilakoni ibuibu. Karena hanya pekerjaan sampingan, hasilnya pun tidak begitu maksimal. Terlebih, membuat garam tidak bisa sepanjang ta-

hun. Menurut Semadi, memproduksi garam hanya bisa dilakukan pada bulan-bulan tertentu itu pun ketika cuaca cerah. Jika sudah memasuki musim hujan, nelayan praktis hanya mengandalkan dari hasil dari melaut. Selain membuat garam, sebagian anggota Kelompok Nelayan Sari Mekar juga punya pekerjaan tambahan yakni memelihara ternak. Namun karena kondisi alam yang lebih banyak tandus, beternak juga hanya menjadi pekerjaan untuk mengisi waktu luang. ‘’Saya juga pelihara sapi, satu ekor dari ngadas,’’ ungkap Semadi. (gik)

BERSAMA - Tora bersama Mieke sebelum ditangkap.

BPM/pik

Tora Sudiro Digiring ke BNN Jakarta (Bali Post) Aktor Tora Sudiro menjalani proses pemeriksaan di Balai Laboratorium Narkoba Badan Narkotika Nasional (BNN) di Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (5/8) kemarin. Tora yang mengenakan sweater berwarna biru dongker dan celana jin datang pukul 14.15 WIB didampingi anggota Polres Jakarta Selatan. “Doakan yah yang terbaik. Mbak Mieke pulang ke rumah istirahat,” kata Tora saat menuju ruang Balai Laboratorium Narkoba. Suami dari Mieke Amalia itu saat menuju ruangan dan menjawab pertanyaan wartawan dua kali menabrak pintu depannya. Tora akan menjalani assessment terkait kepemilikan pil Dumolid yang tergolong obat keras dan tes urine yang menunjukkan mengandung zat Benzo. Polres Metro Jakarta Selatan mengamankan Tora dan istrinya Mieke Ama-

lia di rumahnya di Jalan Denpasar, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Kamis (3/8). Petugas menemukan tiga strip atau 30 tablet Dumolid di rumahnya. Mieke dipulangkan sementara Tora ditahan. Ia dijerat dengan pasal 62 Undang-Undang nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika. Usai melakukan serangkaian tes dan penyelidikan, Tora Sudiro akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Polisi menemukan barang bukti berupa 30 butir Dumolid. Tak hanya Tora, sang istri Mieke Amalia juga positif mengonsumsi obat tersebut. Menurut pengakuan keduanya, mereka mengonsumsi obat tersebut lantaran susah tidur. Tora pun tampak shock saat dirinya tiba-tiba digerebek pihak berwajib. Berbeda dengan sang suami, Mieke Amalia justru diperbolehkan pulang. Para sahabat pun ikut menjenguk dan memberikan support un-

SMK Widya Mandala di Jalan Serma Anom Puspa, Mambal kini sudah menjadi sekolah pilihan utama bagi masyarakat Sibang dan Mambal, Abiansemal. Sekolah ini dikejar karena kualitas lulusannya teruji di dunia kerja. Kepala SMK Widya Mandala Badung, Drs. Putu Sukadana, M.M., mengungkapkan, saat ini SMK Widya Mandala membuka dua jurusan yakni Otomotif dan Akomodasi Perhotelan (AP). Kedua program keahlian ini sangat laris di pasar kerja. Makanya dia berani mengatakan lulusan SMK Widya Mandala memiliki masa depan. Dua jurusan ini diakui sangat relevan dengan kebutuhan tenaga kerja di masyarakat dalam menyiapkan tenaga bidang otomotif dan pariwisata di Badung. Apalagi Badung dikenal kampungnya turis sangat memerlukan tenaga kerja bidang pariwisata dari tingkat bawah hingga menen-

gah. Ini berarti kesempatan kerja terbuka luas bagi lulusan SMK ini. Jurusan AP laris juga karena di kawasan Sibang dan Mambal banyak berdiri vila dan hotel. Bahkan, ia menolak siswanya dijadikan tenaga harian lepas oleh hotel dengan tujuan biar fokus sekolah dulu. Sekolah di bawah Yayasan Widya Mandala ini kini terakreditasi A dan sekolah mandiri. Gedung dan lahannya sudah milik sendiri. Bahkan kini, sekolah ini memiliki lab lengkap otomotif dan perhotelan tempat siswa praktik. Sekolah ini juga dikenal prorakyat. Biaya pendidikanya sangat terjangkau dan membebaskan siswanya dari uang gedung. Anak yatim atau piatu diberikan diskon SPP 50 persen. Jika anak yatim-piatu bebas biaya SPP. Siswa berprestasi juga diberikan bebas SPP bervariasi.

tuk Tora yang kini mendekam di balik jeruji besi. Mieke yang sudah diperbolehkan pulang pun tetap memberikan support untuk suaminya. Lewat sebuah postingan di akun Instagram @mieke_ amalia menunjukkan support yang diberikan untuk suaminya ini. Dalam postingan tersebut, Mieke tampak merangkul Tora. Tak ada senyum di wajah keduanya. Penyesalanlah yang justru begitu tampak di raut pasangan suami istri ini. Melalui keterangan foto tersebut, Mieke berpamitan pada sang suami yang harus tetap tinggal di penjara. Mieke juga berpesan pada Tora untuk selalu tersenyum di tengah cobaan yang mereka hadapi. Sontak para netizen yang melihat postingan ini pun ikut dibuat sedih. Mereka pun turut memberikan support pada pemain film Warkop DKI Reborn 2 yang akan segera beredar. (pik)

Lulusan SMK Widya Mandala Teruji di Dunia Kerja

BERAS - Seorang pedagang beras dan pangan lainnya menunggu pembeli di Pasar Kapal, Badung.

NasDem Tak Beri Sanksi Victor

Jakarta ( Bali Post) Politikus NasDem, Victor Laiskodat, dihujat berbagai pihak karena pidato kontroversinya di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Elite NasDem pun pasang badan membela koleganya yang dicaci maki hingga dilaporkan ke polisi. Anggota Fraksi NasDem Ahmad Syahroni mengatakan, pernyataan Victor tak bisa dikenakan sanksi karena momentumnya saat masa reses anggota DPR dengan mengunjungi daerah pemilihannya. Hal ini mengacu Undang-Undang nomor 17 tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU

MD3). “Berdasarkan pasal 20 ayat (3) UUD 1945 jo pasal 224 UU MD3 bahwa yang disampaikan Victor dalam rangka melaksanakan kewajiban reses tidak dapat dikenakan sanksi apa pun, karena hak imunitas bersifat absolut mutlak,” kata Syahroni Sabtu (5/8) kemarin. Menurut dia, tak ada kewajiban bagi partai NasDem untuk memberikan sanksi terhadap Victor. Justru, kata dia, NasDem memberikan perlindungan konstitusional terhadap Victor sebagai anggota DPR dalam menjalankan tugas saat reses. “Tak ada kewajiban bagi

NasDem untuk memberikan sanksi, justru memberikan perlindungan konstitusional sebagai anggota DPR,” tutur anggota Pansus Angket KPK tersebut. Kemudian, ia menilai pidato Victor masih kategori biasa saja dan tak ada yang salah. Lalu, ia mengingatkan setiap anggota DPR memiliki hak bicara apa pun karena juga dilindungi undangundang. “Enggak ada yang salah dengan ucapan Victor,” tuturnya. Seperti diberitakan, publik dikejutkan dengan pidato Victor Laiskodat saat mengunjungi daerah pemilihannya di Kupang, NTT. Dalam pi-

BPM/eka

datonya, Victor menyatakan bahwa di Indonesia terdapat sejumlah partai politik yang mendukung sistem negara Khilafah. Pidato politik itu disampaikan Victor diduga saat deklarasi dukungan terhadap salah satu pasangan calon kepala daerah yang akan bertarung pada Pilkada 2018. Dalam pernyataannya, Victor mengajak masyarakat untuk tidak memilih calon kepala daerah yang didukung oleh partai politik yang mendukung sistem Khalifah Islamiyah di Indonesia. Empat parpol yang disinggung Victor yaitu Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN. (kmb)

Putu Sukadana

BPM/dok

Enaknya, semua siswa dapat pendidikan komputer. Bagi jurusan otomotif diberi kursus mengemudi gratis. (sue)

Minggu, 6 Agustus 2017 05.00 Gayatri Mantra 05.30 Bali Channel Tourist TV 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Pendidikan yang Menghasilkan Tenaga Profesional & Berkarakter (5) 06.35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.00 Klip Anak 08.35 Bali Channel Tourist TV 09.05 Taman Sari TK Titi Dharma

09.30 Belajar Menggambar Menggambar Anak bermain Pasir 10.05 Education On Bali TV 11.00 Bali Channel Tourist TV 11.30 Dunia Otomotif Avanza Nation Journey 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Upacara Pitra Yadnya (1) 12.30 Traventure 13.00 Wirasa 13.30 Lejel Homeshopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV 16.05 Harmoni Bali

17.05 Inovator 17.30 Githa Santhi Sekaa Santhi Yowana Gita Swara (2) 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Kuis Cerebrovit 19.30 Kris 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Lila Cita Calonarang Bakbakan Gianyar (5) 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Calonarang Batuyang (1) 23.00 Lila Cita Calonarang Pemecutan Kelod (3)


Minggu Pon, 6 Agustus 2017

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) - Iklan Still Store di Bali TV � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS!

Informasi pasang iklan Telepon

� Tarif iklan Mini/Baris

Dcr Tk.Cheking Max.25Th & Tk.Jarit/ Pengepul utk Garment Jl.Pemuda IV No.17 Tlp.236453

B.BP.001.08.17.0000309

Dibutuhkan segera ! Tutor Bahasa Jerman Lamaran kirim ke:deutschlingua@gmail.com atau contact WA:085333111919

B.BP.001.08.17.0000373

“Dcr Staff Pria 17-23Th,Gaji 1,5-2,5Jt H.081802777997"

B.BP.004.08.17.0000191

Dcr PRT Wnt 25-35Th Gj 2Juta Tinggal dalam Hub.082146808888

B.BP.001.08.17.0000147

Dicari:FO,Bellboy,HK,Driver, Engeneering,Laundry,Scurity u/Htl E:newarenahotelkutabali@gm ail.com/H.PO Box 2005 KutaBali B.BP.164.08.17.0000377

Dicari Supir SIM B1 Hub.08123637000

B.BP.001.08.17.0000307

Dcr Karyawan/wati yg serius bekerja Bag.Sopir&Admin.Lam Jl Prof.IB.Mantra No.77X Sukawati B.BP.001.08.17.0000257

Job Vacancy. The Griya Villas Bunutan,Abang,Kr.Asem. Dicari CDP, Sous Chef, Chef. Kirim CV Email: info@thegriya.com

Bth Spa Terapis Pglmn u/Htl Area Nusa2&Kuta Hub:087777438887

***Dcr karyawati Toko Perak di Seminyak Umur 20-30Th,bahasa Inggris Hub:085739912100

B.BP.004.08.17.0000280

B.BP.012.07.17.0002305

B.BP.001.08.17.0000178

**Dcr Kary Dps,Gyr,Ns2.Adm,Mekanik,IT Hardware Min.SMK/SMA Krm:hjbeton@yahoo.com/T4791079

B.BP.001.08.17.0000286

1 Adm menguasai Ms.Excel & Ms. Word, 1 Asisten Apoteker dgn SIK tanpa batasan umur. Hub: 081237524133/081936012522

B.BP.001.08.17.0000356

Dcr Helper Umur Max.30Th Pendidikan Min.SMA Bw Lmaran ke PT.Banoli Motor Jl.Buluh Indah 75

B.BP.001.08.17.0000173

B.BP.145.08.17.0000188

Cr pembantu tinggal dalam Nusa2, bs masak H:0818548457

Cr.Sales Acc Gadget laki2 penglm H.PT.Vivan Bali,081237763718

B.BP.001.08.17.0000349

Dcr Asisten Rmh Tangga UMR Max 38Th Bs Masak,081999072028

Dibutuhkan sgr Supervisor Laundry unt bagian produksi,paham jenis kain,CV ke Melia Laundry Jl.Patimura No.69(1)Denpasar

B.BP.001.08.17.0000198

Dcr Sales Otomotif Pria Max.30 Th Pngalaman Min.1Th Pny Kendaraan.Bw Lmrn ke Banoli Motor Jl.Buluh Indah 75 Dps

B.BP.001.08.17.0000174

B.BP.001.08.17.0000008

Dcr Staff Acct u/Travel.CV&Lam Send:lee_fusen@hotmail.com

B.BP.001.08.17.0000036

Dcr bar/waiter speak English Sanur area Tlp.0361-288962

Dcr Drafter(bisa Sketchup/3D max) Hub:081337029091 Dcr Pegawai Min SMA Sdrjt SIM C, Jl.Patih Jelantik 92 Gianyar

B.BP.001.08.17.0000252

Dcr tng Survei Market/Warung Lesehan krm CV remington1201@yahoo.com B.BP.154.08.17.0000372

B.BP.001.08.17.0000275

B.BP.001.08.17.0000361

Dibthkan pegawai Administrasi & Pajak Hp.08174716050 B.BP.001.08.17.0000347

Dibutuhkan segera karyawati Rina Spa Krobokan,081338704401 B.BP.001.08.17.0000365

: : : :

Rp 200.000,- (10 x tayang) � Rp 50.000,- (5 x tayang) � Rp 165.000,- (10 x muat) � Rp 82.500,- (10 x muat) �

Jakarta Mataram Denpasar Surabaya

: : : :

(021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 (0370) 639543 (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklanbp@yahoo.co.id (031) 5633456

VISA

� Email: pembacabalipost@gmail.com

Dibutuhkan Checker Gudang *Wanita Max 35 Thn,Pendidikan minSMA,Sederajat,Pengalaman min 1Thn.Kirim CV ke Jl.Maruti No.33 Denpasar(Srijaya Aluminium) UP.Pak Stevanus.

B.BP.001.08.17.0000244

Dibutuhkan Segera Admin Acc diutamakan wanita S1 Acc Fresh Grad Bisa Ms.Office Kirim CV Foto & Lamaran ke Email perint isjayainternasional@gmail.com

B.BP.001.08.17.0000004

Dicari Karwan u/Restaurant , Cuci piring,Waiter/s,Jln Raya Kuta Blok D No104 H.087882255690

B.BP.001.08.17.0000348

Dicari Supervisor untuk Villa di Canggu.Kirim CV via email ke igk.modana@gmail.com Telp.08121023775

B.BP.001.08.17.0000346

Dicari Terapist u/Spa diCanggu Gaji komisi dll Hub 082144248989/081238226979

Dicari Therapist ut Spa diUbud Monkey Forest Hub:085792295565

Management Service company in Sanur Bali is seeking Client B.BP.001.08.17.0000335 Support Administrator,Fluent B.BP.001.08.17.0000359 Dicari Tukang Masak Pengalaman English,MS Excel,MS Word,Power Masak Chines Western India Dicari Office Boy/Girl DiutaPoint and internet.Mentally Hub.08123637000 makan Wanita Maks.37Thn,Pria strong,Team work and able work B.BP.001.08.17.0000308 Dipersilahkanmelamar.BerdomiJoin us! PT.Clipan Finance to deadlines from instruction. sili di Denpasar Bali.Kirim Dibuka: Staff Surveyor(CMO) Email CV to(bhfs@cbn.net.id) Surat Lamaran&CV ke:BPR Tata B.BP.004.08.17.0000274 & Supervisor,Umur Max.30Thn, (kantor Pusat)Jl.Teuku Umar Brpengalaman,Info:081212420396 PRT Apartmn suami istri,tgldlm B.BP.001.08.17.0000102 Barat No.19(Marlboro),Denpasar mtr sdiri Gj 3,8Jt 08123889173 Lamaran u/Cozy Spa @BatuBelig B.BP.001.08.17.0000374 (Sebrang SPBU Pura Demak). Spa Reception,Lulusan SMA dan The travel agent is looking 0361-490683/8495382.Atau Email Ada Ijazah,Niat Bekerja for”Research and Development ke hrd.bprtata@gmail.com Gj 2,23,8Jt Lgs Dtg ke Cozy Batu B.BP.001.08.17.0000164 Product”person with good knowBelig TiapHari 081238506644/55 Need sales and marketing for ledge of written English and B.BP.001.08.17.0000115 Travel Agent min 1yr experience, French. Pls send CV.Photo, Villa Amita Pandawa Beach need CV to:info@balieasytrip.com reference&expected salary to: Female HK send CV to:m_ulhuda@ or 081236765023 hr@lotus-enterprises.com yahoo.com or WA:085239458854 B.BP.101.08.17.0000369

B.BP.154.08.17.0000370

B.BP.001.08.17.0000172

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post B.BP.001.08.17.0000341

O.Kredit Avanza Pth type E’16 ijin Pariwisata, 08179797508 B.BP.001.08.17.0000366 MITSUBISHI

Chevrolet Aveo’2004 as Bali mulus Hub.085101234990 Lilik

PT.Dipo Star Finance FE SHDX Th’15,FE HDV Th’15,Mirage Th’ 15 7-11 Agst 2017 Tlp.265007

FORD

HONDA

CHEVROLET

B.BP.001.08.17.0000352

B.BP.001.08.17.0000271

Ford Focus’2006 AT 80Jt+Supra X’11 H.7,2Jt T.085100856999

HRV-Prestige’15 pth kond mulus KM rendah Hub.081239005833

SUZUKI

Honda Jazz RS’2012 Putih Matic Plat L,KM 36Rb,Bgs081338736868

B.BP.141.08.17.0000363

Karimun GX’04 slv,Splash’11 slv, Ayla 13 & 14 pth,Jaz’05 slv, Jimny’95pth,085101978746 bsKrd

B.BP.001.08.17.0000357

TOYOTA

Land Cruiser VXR’97 Hijaumet Jl.Dewi Madri 40/081236000400

B.BP.001.08.17.0000344

B.BP.001.08.17.0000328

DISEWAKAN RUMAH 2Lt 3KT KMdlm Lux Komp Elit,RenonLaksamana XIIA/9 0811395051

B.BP.001.08.17.0000290

Dikont Rmh 3KT,3KM,Grs,Listrik B.BP.001.08.17.0000375 4400 Watt,Jl.Mawar 30 P.Moyo Djl Camry 2.4V Hitam Th’2010 Dps Hub:08133702550/0361262904 Hub.0811510588-(0361)499289 B.BP.164.08.17.0000376

Kijang Rover’1994 H.35Jt Bs Kredit Dp17Jt H.085100856999

B.BP.141.08.17.0000364

B.BP.001.08.17.0000329

Dikont Rumah diPuri Nusa Dua 3KT,2KM,Dpr Grs H:08123916651 B.BP.101.08.17.0000368

Dikont.Rmh Lt.2 3Kmr Tdr,3Kmr Mandi P.Moyo X H:085239995445 B.BP.001.08.17.0000185

Dikontrkan Rmh Hr 60Jt Fasilts Lngpak,Jl.P.Adi 6/081805343435 B.BP.001.08.17.0000338

Dikont Rmh Jl. Singosari A.Yani Utr,081805457051,083114505170 B.BP.001.08.17.0000384

DIJUAL RUMAH Rmh 2KT KitchenSet Asri Tenang Nyaman Komp.Elit 0811395051 B.BP.001.08.17.0000289

Rumah 2,5are Penamparan 2,5M Nego Hub.085100856999 Pribadi B.BP.141.08.17.0000362

DISEWAKAN RUKO ***Disewakan Ruko 3 Lantai Harga 33Jt nego,H.08124605156 B.BP.001.08.17.0000367

DIJUAL TANAH Tnh Kvl Di Mengwi 60Jt/A & 130Jt/A Bs Kredit 087862450004 B.BP.001.08.17.0000175

Tnh Nempil 250Jt/A,Jl.Besakih PondokCitra Pmogan 08123871809

DIJUAL TANAH

BU T.Umar 1,6Are 1 M Strategis Alfian:081284120025 NoPrantara

Tnh 15A Wanagiri Pancasari, view Indah,Hub:0811398154

B.BP.001.07.17.0002008

B.BP.001.08.17.0000320

BUC Jual Tnh Temesi,Gyr 1,40A Global 300Jt Ng TP,08164710819

B.BP.001.08.17.0000371

BUC-Murah/Tnh Jepun Pipil gatsu Tmr-Dps 9,1A(765Jt/A) Hub:08113899108/08123817654

B.BP.001.08.17.0000327

Djl Tanah 20A (Kerambitan)& Tnh 31,6A(Canggu)081558097478

B.BP.001.08.17.0000206

Djl Tnh Lok:1.Jl.Sekar Tunjung Ls.2Are;2.Jl.Cokroaminoto Ls.20Are Dps; 3.Jl.Ps.Kodok/OB Tbn Ls.4Are.Peminat Serius Hub 081338542300 Tanpa Perantara

B.BP.001.08.17.0000019

Pantai Kedungu Kediri Tbn,28A Hub:081934310335/081337283254

B.BP.001.07.17.0002052

Tnh kav 3A Sngt Strtgs Tepi Jl Utama Mambal-Ubud,081236358272 B.BP.001.08.17.0000325

SINGARAJA

B.BP.001.08.17.0000296

DISEWAKAN TOKO Kont Toko Lok Renon,Tkd YehAya Uk15x5m,parkir ls,085100584428

B.BP.001.08.17.0000358

RUPA-RUPA Bantu murah Pajak SPT Tahunan bulanan SIUP NPWP 081338344155

B.BP.001.07.17.0002124

BIRO JASA

RAJA BUNTU ATASI :

BMW

BMW 320i M Sport AT 2016 hitam KM9rb,TgI,asBali,081238331777

WC Garansi 1 bulan

- SALURAN AIR - WASTAFEL DLL - MAMPET - TANPA BONGKAR - TERIMA KURAS

081338013066 C.0001941-BRJ

SERVICE

SERVICE

SERVICE

TUNGGAL JAYA CENTRAL JAYA Service Bergaransi Kerja ditempat KULKAS G A R M.CUCI M.CUCI A N KULKAS CHEELER S W.HEATER I Kerja Ditempat FRESEER W.HEATER CHILLER

AC

081999111542 082144420026

C.0000360-SRV

AC

082339189900 C.0002241-srv

BIRO JASA

SERVICE

SERVICE

SALON

BIRO JASA

SERVICE

SERVICE

DIJUAL MOBIL

KONTAK JODOH Pria Canada mapan cr gdis Bali Hindu,u/ diperistri,umr:20-35 Hub: thelostguide015@yahoo.com B.BP.012.08.17.0000014

PELUANG BISNIS Peluang Bisnis tentang Mode akan sgr dibuka scr besar-besaran Hub081339555562PIN25AA3D88 B.BP.001.08.17.0000355

GEBYAR DAIHATSU JULI READY SIGRA X CK DP 11 Jt Angs 3 Jtan STO NEW AYLA DP 6 Jt / Angs 2 Jtan BUNGA PICK UPMEN URUN DP 5 Jt / Angs 2 Jtan * 0,9 XENIA DP 11 Jt Angs 4 Jtan

TRESNA : 083 114762592 081999920686, 085100648598 C.0002125-mbl

ALUMINIUM


REKREASI

18

Minggu Pon, 6 Agustus 2017

Pertanyaan Mendatar: 1. Meja kecil disamping kepala tempat tidur 6. Basah kuyup (Bali) 9. Penyimpangan dari yang normal 10. Roh jahat atau hantu atau setan 11. Alat tulis kantor 12. Uang 13. Naga-nagaan pada pertunjukan tahun baru Cina 14. Logam keperak-perakan dan sangat radioaktif 16. Sendok berujung pipih dengan tangkai panjang 19. Penjinak binatang buas 22. Mengapa (Bali) 24. Pedoman arah 26. Bisu (Bali) 28. Siap siaga 31. Bersifat mematikan 32. Hadiah perangsang prestasi kerja yang baik 33. Anti tetanus serum 34. Kerak nasi (Bali) 36. Alat penyesuai tegangan listrik/arus listrik 37. Penguasa lalim dan sewenang-wenang 38. Tungku masak kecil berbahan bakar arang

Rumah Hobbit di Desa Pedawa

Tawarkan Sensasi Layaknya Film ”Lord of the Rings”

DESA Pedawa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng tak hanya terkenal sebagai daerah produsen kopi. Tak juga sebatas memiliki tradisi yang unik hingga mampu memikat hati masyarakat luar untuk menyaksikan. Namun, di Desa Bali Aga ini juga terdapat objek wisata berupa Rumah Hobbit. Meski baru dibuka beberapa bu-

lan lalu, kunjungan wisatawan sudah cukup ramai. Lalu bagaimana keunikannya? Rumah mungil ini memiliki desain unik. Bahan yang dipakai bukan berupa beton. Namun dari kayu kopi, bambu, akar pohon, kaleng bekas, dan ranting buah kolang-kaling. Itu memancarkan kesan alami, bernuansa artisitik dan

nampak klasik. “Yang dipakai bahan-bahan yang memang tak terpakai lagi. Itu untuk memunculkam nilai seni,” tutur sang penggagas Ketut Sudi Harta belum lama ini. Pembuatan terinspirasi dari sebuah film “Lord of the Rings” yang menceritakan tokoh kecil, pendek yang disebut Hobbit. Tubuhnya yang pendek, maka

rumahnya pun akan dibangun sangat mungil. “Saya suka nonton filmnya, menurut saya Hobbit itu bukan orang yang memiliki kekurangan justru memiliki kelebihan. Awalnya hanya untuk menutupi bak penampungan air dan memang di dalamnya belum ada apa-apa,” sebutnya. Pasca itu, karyanya ini secara perlahan dikenal masyarakat, khususnya generasi muda. Kunjungannya disertai foto selfie banyak terupload di media sosial. Sejak itu rumah yang diklaim pertama di Bali ini menjadi incaran wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Tak hanya untuk berfoto, mereka juga sembari menikmati sejuknya alam yang masih asri ditambah kopi khas Pedawa beserta gula aren, lengkap dengan jajan senggait. “Pengunjung yang datang cukup membuat kaget,” tuturnya. Awal kemunculannya, pengunjung yang masuk ke rumah

2

3

4

5

6

7

8

9 10 11

12

13 14 16

17

15

18

19

26

25 28

21

23

22 24

20

27

29 31

30 32

33 34

35

36 37

38

SPT2017

Menurun: 1. Simpul atau ruas-ruas kecil 2. Permainan dengan menandai angka pada kolom/baris 3. Konde 4. Satpam tradisional Bali 5. Hukuman atau tanggungan 6. Tumor kelenjar getah bening 7. Harus ; usah atau penting 8. Kering dan tidak subur 15. Dekat (Bali) 17. United nations organization 18. International air port 20. Organisasi kesehatan dunia 21. Baru 22. National security agency 23. Uang yang disimpan dalam rekening 24. Kelelawar kecil ; “Microchiroptera” 25. Calon 26. Kawah gunung berapi yang sangat luas 27. Bentuk musik yang mengarah tradisional Hindia Barat 29. Orang yang baru masuk Islam 30. Kurang atau rugi 35. Label atau etiket (Inggris)

1

TTS Bali Post

KUPON TTS No.307 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 307 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 12 Agustus 2017. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 20 Agustus 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

29. Tunas 31. Riak 32.TimahHitam (Timah Hitam) 34. Ibarat 35. Santiago Menurun: 2. Ulaka 3. NIP 4. Antigravitasi 5. Puan 6. Ceri 7. RujakCingur (Rujak Cingur) 9. Aib

yang berlokasi di tengah perkebunan cengkeh dan durian ini tak dikenakan pungutan. Namun, karena dalam pengelolaannya melibatkan anakanak di desa, salah satunya pengaturan parkir, akhirnya dikenakan tiket Rp 10 ribu per orang. “Dengan sebesar itu, pengunjung sudah bisa bebas berselfie. Sehingga secara tidak langsung warga sekitar juga diberdayakan,” kata pria tiga anak ini. Mengingat Desa Pedawa berstatus sebagai desa wisata, rumah yang berdiri di lahan 41 are ini direncanakan dilengkapi akomodasi penginapan, tempat makan dengan menyediakan makan khas Pedawa, dan tempat roasting kopi dari tradisional hingga modern. “Kami akan kembangkan secara bertahap karena memerlukan modal yang cukup besar, yang terpenting bagaimana Pedawa ini dikenal sebagai tempat wisata Bali Aga,” pungkasnya. (sos)

Made Arsana Br. Bajangan, Dencarik, Banjar, Buleleng 81152 Ni Nengah Indrayanti Br. Bongan Jawa Kawan, Desa Bongan, Kec. Tabanan, Kab. Tabanan 82123 I Made Wijana Jl. Sultan Agung No.43, Pendem, Karangasem 80811 Ni Luh Mudari Br. Kelodan, Desa Suwug, Kec. Sawan, Kab. Buleleng

Jawaban TTS No. 305 Mendatar: 1. Kuningan 5. Pencar 8. Malapetaka 11. Arej (Jera) 12. Entri 13. Kambang 16. Rheumatic 19. Rua 20. THT 21. Deviasi 22. Non 23. NAD 24. Ordinat 26. Nanaker (Rekanan)

Pemenang TTS No. 305

10. KeretaKencana (Kereta Kencana) 11. Arya 13. Kontroversi 14. Murtad 15. Aladin 17. Mainan 18. Tindik 25. Ijuk 27. Aji 28. Eyang 29. Tata 30. Atat 33. Hot

Luh Sri Veronika Jl. Kaswari Gang Cempaka II No.7, Lingkungan Br. Sumaga, Penatih, Denpasar (Hp: 0877 6266 3929) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama: Ni Ketut Candra Rahayu Alamat: Jl. Kebo Iwa Utara No.65, Br. Uma Klungkung, Padangsambian Kaja, Denpasar 80117


19

Minggu Pon, 6 Agustus 2017

Modal Dasar Dari Hal. 1

Figur satu ini memiliki modal dasar kedisiplinan yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat. Bintang Puspayoga dinilai telah mengakar di tengah masyarakat. Mengingat posisinya yang pernah menjadi istri Wali Kota Denpasar saat Puspayoga menempati jabatan itu selama dua periode, kemudian berlanjut menjadi istri Wakil Gubernur Bali satu periode, dan kini istri Menteri Koperasi dan UKM RI. Ini belum termasuk jabatannya sebagai Ketua WHDI Bali dan Ketua Pengda PTMSI Bali. “Sebagai istri Puspayoga saat menjadi Wali Kota dan Wakil Gubernur, itu terus turun ke lapangan. Jadi, dia lebih populis, dalam arti lebih dikenal oleh masyarakat luas dan terutama kaum perempuan. Kan perempuan seolah-olah ingin juga diperhatikan dalam konteks Bali sekarang,” paparnya. Suka Arjawa melanjutkan, orang-orang bisa melihat bahwa Bali dulu memiliki pahlawan perempuan. Misalnya di Tabanan, ada Sagung Wah atau di Klungkung ada Ida I Dewa Agung Istri Kanya. Oleh karena itu, figur perempuan seperti Bintang Puspayoga menjadi lebih dikenal oleh masyarakat. Sementara itu, Ketua LSM Bali Sruti, Luh Riniti Rahayu, mengatakan WBT dan Bintang Puspayoga memiliki peluang besar untuk maju sebagai calon gubernur atau calon wakil gubernur. Sebagai contoh, Bintang Puspayoga bisa diusung oleh Partai Golkar sebagai bakal calon wakil gubernur. Atau keduanya

diusung oleh koalisi partai lain, selain PDI Perjuangan dan Golkar. “Bahkan masih sangat memungkinkan melalui jalur independen untuk pasangan WBT dan Bintang Puspayoga. Bila jalur independen ini bisa dipakai, maka pilkada akan semakin bergairah dan demokratis karena tidak mengandalkan balon (bakal calon) dari parpol saja. Sehingga rakyat lebih mempunyai alternatif pilihan,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Forum Sekar (Semeton Karangasem), I.B. Bima Putra, menilai kedua bakal calon gubernur hasil polling tersebut adalah figur publik yang mempunyai track record dan pengalaman dalam memerintah. Namun, lebih dari itu, politikus NasDem ini juga menginginkan pemimpin Bali ke depan harus mampu memahami roh dan napas gumi Bali, mampu mengajegkan adat istiadat Bali dan harus bisa menjunjung tinggi seni dan budaya Bali sebagai taksu Bali itu sendiri. Keduanya dinilai sebagai pemimpin Bali yang kredibel, bersih dari korupsi, bisa mengayomi masyarakatnya dan mampu membangun Bali yang lebih baik. Pendapat yang sama juga diungkapkan pengamat politik Dr. I Nyoman Subanda. WBT dan Bintang Puspayoga adalah pemimpin yang teruji memiliki investasi sosial tinggi di Bali. WBT dikenal teruji dalam kepemimpinan, strategi jitu dan problem solving serta dari nonparpol. Bintang Puspayoga dikenal mengakar di rakyat, perwakilan perempuan Bali dan berpengalaman di pemerintahan. (rin/win/sue)

Harga Mahal Dari Hal. 1

Produksi garam, sambung Suartini, sejatinya ada di sejumlah lokasi pesisir Kabupaten Klungkung, salah satunya di Kusamba. Namun, itu tak dilirik untuk pemindangan. Alasannya, harganya yang terlalu mahal, yakni kisaran Rp 7.000 per kilogram, di samping jumlahnya yang tak mampu memenuhi kebutuhan. “Tidak ada yang pakai garam lokal. Harganya mahal,” tuturnya. Proses pemindangan, ditambahkan perempuan berambut ikal ini untuk setengah ton ikan biasanya membutuhkan 50 kilogram garam. Salah seorang produsen pindang, Dewa Ayi Ratih, menuturkan sejak beberapa hari belakangan harga ikan juga naik, dari Rp 17 ribu menjadi Rp 20 ribu per kilogram. “Harga ikan naik, napi harga jual pindang tidak berubah. Tetap seperti dulu, Rp 40 ribu untuk satu keranjang paling kecil,” tandasnya. Selain pemindangan, kelangkaan garam dan lonjakan harga juga memukul usaha telur asin di Desa

Umasalakan, Kecamatan Banjarangkan. Kondisi itu menyebabkan biaya produksi yang dikeluarkan secara otomatis membengkak. Menghindari kerugian, produsen terpaksa mengurangi produksi. “Harga garam dari beberapa pekan naik dan cukup mahal. Itu sangat berdampak pada produksi,” ujar seorang produsen, I Wayan Tantra. Harga garam, sambung dia mencapai Rp 250 ribu per sak, melonjak dari sebelumnya yang hanya Rp 180 ribu. Sementara untuk harga kiloan, kini menyentuh Rp 4.500, naik Rp 2 ribu dari harga sebelumnya. “Ini tergolong mahal. Yang dipakai sekarang sisa stok sebelumnya,” keluhnya. Guna mengantisipasi kerugian harga jual telur yang sebelumnya Rp 3 ribu per butir terpaksa dinaikkan menjadi Rp 3.500. Hal ini sedikit memengaruhi penjualan ke pasar yang mengalami penurunan. “Kalau harga tidak naik, biaya tak tertutupi,” terangnya seraya berharap harga garam bisa segera normal. (sos)

Lima Tahunan Dari Hal. 1

“Makannya, kawan atau lawan mari kita fair lo. Ini kan mekanisme lima tahunan. Lima tahunan cepet lo, sekarang kan hawanya sudah pilpres. Mari kita secara objektif,” tutur mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan itu. Tak hanya Mendagri, Wapres Jusuf Kalla (JK) juga terusik dengan kasus ini. Menurut JK, langkah hukum adalah solusi tepat untuk menyelesaikan masalah. JK mengaku tidak ingin parpolparpol itu justru berseteru di ruang publik atas konflik yang terjadi. “Ini kan banyak partai yang mengajukan ke polisi. Saya

kira itu jalan yang benar, bahwa ada apa-apa, kita proses hukum saja. Jangan konfliklah. Itu proses hukum yang akan menunjukkan,” ujar JK di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Sabtu kemarin. JK secara pribadi mengaku belum mau menilai pernyataan Victor yang melempar tuduhan negatif kepada parpol-parpol di atas. JK hingga kini mengatakan belum melihat secara langsung rekaman video yang menjadi dasar pelaporan kepada pihak kepolisian. “Tentu saya tidak bisa berkomentar tentang apa yang terjadi sebenarnya. Saya cuma lihat judulnya,” ujar JK. (kmb)

Sangat Minim Dari Hal. 1

Pasalnya, produksi garam membutuhkan lahan produksi yang luas. Sedangkan sentra produksi garam tradisional seperti Kusamba (Klungkung) dan sekitarnya, juga di Buleleng hanya memiliki kapasitas sangat minim. “Sentra produksi garam tradisional itu akhirnya diarahkan ke produksi berkualitas tinggi dan lainnya ke arah produksi keperluan spa,” ujar politisi PDIP ini. Adhi Ardhana berharap pemerintah pusat dapat bertanggung jawab menjaga stabilitas ketersediaan dan harga jual garam di Bali sebagai daerah penyerap hasil. Kendati, garam tidak termasuk poin pent ing dalam inflasi. Namun apabila dibiarkan dapat menjadikan kualitas hidup masyarakat dan industri kuliner di Bali akan menurun. Garam Industri Pengamat ekonomi dan guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Udayana, Prof. Dr. I Wayan Ramantha, S.E., M.M., melihat persoalannya kebutuhan antara garam konsumsi dengan garam industri harus terjawab dari produksi dalam negeri. Produksi dalam negeri terjawab dengan potensi pantai dan lain sebagainya sangat tinggi,

di luar untuk tujuan pariwisata. “Namun selama ini, SDM kita dan teknologi untuk bisa menghasilkan garam konsumsi masih sangat rendah,” ujarnya. Dengan demikian, ada dua persoalan yang dihadapi Indonesia yaitu SDM dan teknologi. Ia berharap, ke depannya pemerintah dapat membantu meningkatkan produktivitas petani dengan cara memfasilitasi petani. Potensi garam rakyat di Bali Barat khususnya di Buleleng Barat dan Kusamba Klungkung perlu ditingkatkan. “Paling tidak bisa men-supply kebutuhan lokal,” ujarnya seraya mengharapkan adanya fokus pembinaan instansi terkait agar tak sampai mengimpor garam. Sementara itu, harga garam yang murah yaitu Rp 500/kg garam krosok di tingkat petani, membuat SDM kurang tertarik bertani garam. Hal itu menurutnya karena skala ekonomi. Ketika produktivitas petani garam yang konvensional saat ini hanya bisa memproduksi 10-100 kg/ hari, tentu tidak ekonomis. Tapi jika petani berproduksi secara besar-besaran, dengan teknologi dan jumlah tenaga kerja, pada akhirnya petani bisa meningkatkan produktivitas petani ratarata per tahun. “Misalnya cukup dengan tiga orang

tenaga kerja saja, tapi karena teknologi yang semula mereka menjinjing air, sekarang ada pompa yang bisa memutar kemudian ada teknologi untuk memanaskan misalnya dibuat berjenjang. Sehingga pada saat musim hujan, mereka tetap bisa berproduksi dengan rumah kaca, dan lain sebagainya,” bebernya. Pada akhirnya, dengan teknologi yang sederhana itu bisa mendapatkan Rp 200.000-Rp 500.000 per hari itu, otomatis mereka akan tertarik. Jika banyak yang tertarik mengerjakan, produktivitas akan meningkat. Jika produktivitas meningkat, bagi pemerintah akan menghemat devisa dan masyarakat dapat berperan. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Ir. I Made Gunaja, M.Si., mengatakan, selain kendala cuaca, luas lahan juga menjadi persoalan petani garam di Bali. Lahan di Bali secara kasatmata dikatakan ada yang beralih fungsi atau disulap menjadi tempat pariwisata misalnya hotel dan restoran. Namun, diakui, pihaknya belum memiliki data terkait perubahan fungsi lahan petambak garam menjadi restoran atau hotel. Tapi dari fakta di lapangan, terdapat lahan petambak garam yang berubah fungsi menjadi hotel. Contohnya di Pantai Kelating, Tabanan, tambahnya. (may/rin)

Terus Berkurang Dari Hal. 1

Sudah lebih dari sebulan, Wayan Putu tak bekerja membuat garam karena cuaca yang tidak memungkinkan. Tapi, bukan masalah cuaca yang membuat dia resah. Wanita ini mengaku pasrah karena lahan penggaraman terus berkurang. Ini membuat petani garam di Karangasem kian terjepit. Para pemilik lahan banyak yang sudah alih profesi. Lahan penggaraman sudah dialihfungsikan menjadi hotel ataupun sarana akomodasi pariwisata lainnya seperti vila dan rumah makan, karena dinilai lebih menguntungkan, ketimbang bergelut menjadi petani garam. Padahal, hasil dari menjadi petani garam cukup membantu kebutuhan ekonomi keluarganya. Melihat kondisi demikian, dia hanya petani penggarap juga tidak bisa berbuat banyak. ‘’Memang tidak sepanjang tahun, kalau sudah musim hujan bertani atau maburuh kalau ada proyek. Kalau cuaca bagus, dalam

empat hari kami bisa dapat empat bakul (sekitar 60 kg), per kilo harganya Rp 6.000,’’ ucapnya. Pendamping Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR), I Ketut Simpen, belum lama ini, pernah menegaskan bahwa dari tahun ke tahun, lahan penggaraman di Karangasem terus menyusut. Dilihat dari datanya, tahun 2014, lahan penggaraman di Karangasem mencapai 10,42 hektar, namun tahun 2015 menyusut menjadi hanya 8,31 hektar. Bagaimana dengan tahun ini? diperkirakan penyusutan lahan semakin besar, karena pembangunan akomodasi pariwisata di sentra-sentra pembuatan garam semakin pesat. Ini terlihat di wilayah Purwakerti, dua tahun lalu, ada sekitar satu hektar, tapi saat ini tersisa sekitar 60 are saja. Karangasem punya tiga kawasan penggaraman, di Kubu, Abang, dan Manggis. Ketiga kecamatan ini, petani garamnya mengalami masalah yang sama, selain faktor cuaca yang tidak me-

nentu. Perkembangan pariwisata menjadi penyebab menyusutnya lahan penggaraman di Karangasem. Di Amed contohnya, saat ini lahan penggaraman yang ada di lima titik masing-masing seluas dua are, sudah dikepung bangunan beton. Jumlah petani garam pun terus menyusut dari sebelumnya sekitar 150 orang, sekitar 120 orang di antaranya sudah memilih lebih fokus jadi buruh hotel dan buruh bangunan. Padahal, dulu produksi petani garam di Amed, sudah melegenda dan telah dikirim ke berbagai kota besar, seperti Jakarta, Bogor, dan Bandung. Setiap tahun sudah bisa menghasilkan sekitar 2 ton garam. Untuk menjaga kelestarian produksi garam Amed ini desa setempat akan melakukan pendekatan kepada 20 petani garam yang tersisa, agar tidak beralih profesi. Desa ingin membantu proses pemasaran, agar hasil produksinya cepat dipasarkan dan hasilnya lebih menjanjikan. (gik)

Desain Buleleng Dari Hal. 1

Pembukaan juga diisi dengan karnaval yang melibatkan 25 peserta mengutamakan desain endek lokal Buleleng. Megawati pun mengaku puas dengan penampilan endek Buleleng di ajang ini. Hanya, dia mengingatkan perlunya pemilihan bahan warna yang alami. Seperti tahun sebelumnya, BEC tahun ini juga dirangkaikan dengan Pawai Pembangunan yang diikuti oleh masing-masing kecamatan. Pembukaan BEC juga dihadiri Bupati Badung Giri Prasta, Ketua DPRD Provinsi Bali Adi Wiryatama, Perwakilan Bupati/Wali Kota se-Provinsi Bali, Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna, Setda Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, MP, dan Pimpinan OPD lingkup Pemkab Buleleng.

Kepala Bappeda Litbang Buleleng, Gde Dharmaja, yang ditemui di lokasi pembukaan BEC mengatakan, BEC tahun ini menampilkan desain endek yang sejuk, indah dengan kualitas yang bagus. Hal ini diselaraskan dengan tema BEC tahun 2017 yaitu Moonlight. Dharmaja pun menegaskan BEC tahun 2017 benarbenar menampilkan kualitas yang baik. “Tahun ini, kami menyeleksi peserta agar benar-benar bisa memiliki desain yang baik, karena kita mengejar kualitas bukan kuantitas sehingga kita bisa mendapatkan hal yang positif dari penampilan BEC ini,” tegasnya. Dia menambahkan, hal tersebut sesuai dengan arahan besar dari kegiatan BEC yaitu adanya variabilitas penggunaan kain endek itu sendiri. BEC ini juga merupakan salah satu proses

promosi kain endek khas Buleleng dengan belasan motif. Baik dari kebangkitannya hingga pergerakan dan eksistensinya saat ini di masyarakat. Bahkan, pengenalan dan pembibitan kain endek itu masih dalam proses. Sementara itu, dalam sambutan Bupati Buleleng yang dibacakan Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG., mengatakan sangat setuju dengan Ketua Panitia BEC yang lebih mengedepankan kualitas daripada kuantitas. Selanjutnya, Bupati Suradnyana meyakini dengan berbagai macam motif dan corak, endek Buleleng mampu bersaing di pasaran baik itu pasar lokal, maupun nasional. Dengan demikian, promosi harus lebih gencar dilakukan untuk memperkenalkan endek Buleleng lebih luas lagi. (ad)

Sangat Kontroversi Dari Hal. 1

Armaya juga menilai melambungnya harga garam menjadi ironi yang sangat besar bagi negeri ini, karena garis pantai Indonesia terpanjang di dunia sudah seharusnya memiliki pasokan garam yang melimpah. “Aneh, kelangkaan dan melonjaknya harga garam bisa terjadi di negeri ini. Selain kontroversi soal beras oplosan yang kini hilang dengan sendirinya, kini masyarakat konsumen di Indonesia masih dihadapi persoalan komoditas pangan lain yakni garam. Meskipun, naiknya harga garam tidak begitu tinggi, namun di saat kenaikan harga komoditas lainnya tentu makin menambah beban pengeluaran masyarakat konsumen,” tandas Armaya Sabtu (5/8) kemarin. Bukan hanya untuk konsumsi lokal dan nasional, seharusnya Indonesia mampu memasok untuk kebutuhan ekspor. Terapi, kenyataannya Indonesia justru menjadi negeri dengan peringkat ke35 di dunia untuk produksi garam, yang hanya 700 ribuan ton per tahun. Pihaknya menilai, ada beberapa hal yang menjadi penyebab rendahnya produksi garam di Indonesia, yaitu lahan produksi garam tidak bertambah secara signifikan, produksi garam nasional mengandalkan petani garam rakyat, sementara di sejum-

lah negara dikelola dalam skala korporasi. Alasan cuaca/iklim selalu dijadikan pemerintah sebagai sebab gagal panen, sementara di sejumlah negara seperti di Tiongkok, kendala cuaca sudah bisa diatasi dengan teknologi, sehingga masa produksi garam lebih lama. Untuk itu, YLPK Bali mendorong pemerintah pusat dan daerah seperti di Bali agar melakukan pengawasan secara ketat untuk mengatasi kenaikan dan kelangkaan garam dengan meningkatkan produksi garam nasional. “Berikan insentif pada petani garam. Jangan jadikan alasan kenaikan harga garam hanya untuk justifikasi terselubung untuk menaikkan kuota impor garam,” tegasnya. Lanjut Armaya, regulasi yang telah dibuat pemerintah lewat Peraturan Menteri Perdagangan nomor 20 tahun 2017, menjadi sumber kompilasi data stok pangan sebagai pedoman dalam mengantisipasi fluktuasi harga di daerah tertentu. Peraturan ini mewajibkan pedagang dan distributor mendaftar dan melaporkan posisi stoknya kepada pemerintah termasuk garam. “Beleid ini dinilai akan efektif memperkuat langkah-langkah pengamanan stok dan pengendalian harga bahan pokok yang telah ditempuh pemerintah,” ujarnya. (win)

Berusia Renta Dari Hal. 1

Kini, yang tersisa hanya 17 KK. Itu sebagian besar sudah berusia renta. “Sebagian besar sudah beralih ke profesi yang lebih menjanjikan. Yang tersisa sekarang sudah berusia tua. Sulit untuk mencari pekerjaan lain. Generasi muda tak ada mau menekuni bidang ini. Rasanya kami yang tersisa sekarang jadi yang terakhir,” tutur seorang petani, Nyoman Renu, belum lama ini. Produksi garam, sambung dia, memang cenderung fluktuatif. Saat cuaca baik, per hari kisaran 15 hingga 20 kilogram. Namun saat cua-

ca buruk, jumlahnya turun drastis, bahkan nihil. Meski demikian, di balik harga jualnya yang tergolong stabil, pertanian ini bisa menjadi penyambung hidup. “Kadang produksi memang turun. Tetapi kalau dilihat, pertanian ini bisa jadi penyambung hidup,” sebutnya. Kondisi tersebut juga dibenarkan petani, Dewa Ketut Candra. Pertanian bumbu dapur yang bercita rasa asin ini tak lagi dilirik generasi muda. Mereka lebih memilih untuk mencari pekerjaan lain ke kawasan perkotaan. “Sekarang tak ada generasi penerus,” terangnya. (sos)


balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost

Minggu Pon, 6 Agustus 2017

@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

Indonesia Raih 2 Piala di APFF 2017 Jakarta (Bali Post) Indonesia lewat film ‘’Rudi Habibie’’ berhasil merebut dua (2) penghargaan dari ajang Asia Pacific Film Festival (APFF) yang ke-57 pada tahun 2017 yang digelar di Phnom Penh, Kamboja. Reza Rahadian dinobatkan sebagai aktor terbaik dan Tya Subiakto menjadi penata musik terbaik lewat film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo tersebut. Film yang sebelumnya juga berhasil menjadi film terbaik Festival Film Bandung 2016 lalu itu, berhasil menyita perNikita Willy

BPM/pik

”Gasing Tengkorak”, Debut Horor Nikita Willy ARTIS Nikita Willy untuk pertama kalinya bermain film bergenre horor ‘’Gasing Tengkorak’’. Niki -begitu dia akrab disapa, yang dikenal acap kali bermain dalam sinetron itu dipilih langsung oleh produser KK Dheraj dan disetujui oleh sang sutradara Jose Poernomo. Sutradara ini sebelumnya menyedot publik lewat karya filmnya berjudul ‘’Jailangkung’’ pada tahun 2001. Niki mengaku senang ikut terlibat dalam film horor tersebut. malah, dia menjanjikan perannya belum pernah terlihat di film maupun di televisi. “Ini film genre favorit aku. Sebenarnya waktu itu aku kepingin banget main, tapi susah karena terbentur sama striping jadi sempat nggak bisa,” katanya saat peluncuran treaser Gasing Tengkorak di XXI Metropole, kawasan Megaria, Menteng, Jakarta Pusat belum lama ini. Namun, keputusan Niki berubah saat dirinya tahu siapa sutradara film tersebut. “Pas ditawarin saya tanya siapa sutradaranya. Setelah saya tahu om Jose, let’s do it,” ujarnya lagi. “Ini horor tercantik dan mewah. Selama syuting, ada jet pribadi yang disewa per hari Rp 3,5 juta, dan saran paranormal, selama di lokasi syuting selalu ada bunga melati untuk mengusir arwah-arwah yang tak diharapkan,” ungkap Nikita. (pik)

CALON GUBERNUR BALI

Deretan pemenang lain di APFF ke-57 : 1. Film Terbaik “Unnamed” 2. Sutradara Terbaik 3. Aktor Terbaik : Reza Rahadian 4. Aktor Pembantu Terbaik : Dustin Nguyen Tu Nghia 5. Aktris Terbaik : Yulia Peresild 6. Aktris Pembantu Terbaik : Angel Locsin 7. Sinematografi Terbaik “Tale of Love” 8. Penata Artistik Terbaik : Anelia 9. Penata Musik Terbaik : Tya Subiakto

brolan BALE BANJAR ARIDUS MENGEVALUASI hasil kegiatan proses belajar-mengajar, guru atau pendidik selalu melaksanakan tes lewat ulangan dan ujian. Tes yang lebih gampang menilainya adalah tes objektif, karena lembaran ulangan hanya berisi huruf ‘‘S” atau salah dan ‘‘B’‘ untuk benar. Yang lebih sulit menilainya adalah tes subjektif berupa esai, karena mengukur daya nalar siswa atau anak didik. Kendati guru pernah menerangkan materi mata pelajaran sebagai rujukan, namun nalar para siswa dalam menafsir dan memvariasikan materi, bisa menyulitkan dalam menilai. Guru yang bermental dan berprinsip “The King can do no wrong“, akan mencoret dan menganggap salah jawaban yang tidak sesuai dengan pendapatnya atau berbeda dengan apa yang pernah diterangkannya dalam kelas. Padahal jawaban murid secara esensial tidak menyimpang dari penjelasan guru, meski cara memaparkan tidak persis sama.

(Bangladesh) (“Munafik”, Malaysia) (“Rudy Habibie”, Indonesia) (“Jackpot”, Vietnam) (Russia) (Filipina) (Iran) (“Life Class” Australia) (“Rudy Habibie”, Indonesia)

Reza Rahadian

BPM/pik

Meriahkan Sanur International Kite Festival 2017

Denpasar (Bali Post) Sebanyak 64 peserta dari 19 negara dan 58 peserta dari berbagai kota di Indonesia tampil pada pembukaan Sanur International Kite Festival 2017, Sabtu (5/8) kemarin. Pembukaan ini dilakukan Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra yang ditandai dengan penerbangan layang-layang naga di Pantai Mertasari Sanur. Pada sore harinya, dilakukan pergelaran kolosal wayang di udara yang menampilkan lakon dengan tema Bhinneka Tunggal Ika.

Pada kesempatan tersebut, Rai Mantra sangat mengapresiasi berbagai kegiatan kreatif di Kota Denpasar seperti Sanur Village Festival yang dirangkai dengan berbagai kegiatan, termasuk Sanur International Kite Festival yang rutin diadakan setiap tahun. “Selain mendukung pelestarian kebudayaan layang-layang juga berdampak ekonomis, apalagi kegiatan ini bisa mendatangkan rare angon mancanegara,” katanya. Diharapkannya, festival seperti ini harus terus

dikembangkan dan dipertahankan sebagai suatu wadah dalam bentuk penguatan kebudayaan. Layang-layang merupakan atraksi budaya yang sudah ada sejak dahulu diharapkan terus terjaga di tangan anak-anak muda yang kreatif. Pada kesempatan itu, Rai Mantra menyematkan pin emas kepada sesepuh rare angon di antaranya A.A. Rai Giri Bunadhi, Si Nyoman Adnyana, dan Priyono. Ketua Panitia Sanur International Kite Festival Kadek Dwi Armika menambahkan,

festival ini merupakan bagian dari BritAma Sanur Village Festival yang menjadi salah satu sirkuit layang-layang yang dinantikan para master dunia. Sekitar 2.000 layanglayang diterbangkan sepanjang pelaksanaan festival. Selain menampilkan layanglayang tradisional bebean, pecukan dan janggan, festival ini juga menghadirkan layang-layang kreatif dan kontemporer. Pada Sabtu pagi hingga sore diterbangkan 500 layang-layang dan dilanjutkan malam hari 34 layang-layang

dalam sesi wayang di angkasa. “Pergelaran kolosal wayang di udara menampilkan lakon dengan tema Bhinneka Tunggal Ika yang juga merupakan semboyan NKRI yang diambil dari Kekawin Sutasoma karya Mpu Tantular,” ujarnya. Ketua Umum BritAma Sanur Village Festival Ida Bagus Gede Sidharta Putra mengatakan festival layanglayang tahun ini semakin menunjukkan kelasnya dengan keterlibatan para master layang-layang dunia. (kmb23)

Addie MS Satukan Bangsa Lewat Konser Kemerdekaan

Addie MS

“Guru otoriter yang meniru perilaku raja, menyitir Paulo Freire, disebut mendidik dengan mencekik dan membungkam, bukan membebaskan dan mencerahkan lewat inovasi. Text book thinking saat ini sudah ketinggalan sepur! Karena itulah dedengkot pendidikan kelahiran Brasil itu berseru, masyarakat harus dibebaskan dari sekolah atau de-scholed dan proses pendidikan disarankannya agar tidak bersifat formal. Kini, ada kecenderungan pendidikan tidak lagi berorientasi pada pengenalan realitas diri manusia dan diri anak didik sendiri. Karena sengaja digiring untuk tidak menjadi diri sendiri, maka tangan-tangan tidak kelihatan gampang membentuk masyarakat atom, yakni masyarakat tanpa identitas dan integritas. Masyarakat atom adalah masyarakat kerumunan yang hanya tunduk pada komando kaum demagog, yang punya uang, kuasa dan pengikut fanatik bertampang sangar namun nihil otak. Dihilangkan peran pendidikan agama, budi pekerti, sejarah dan ilmu kewarganegaraan sebagai penentu kenaikan kelas, merupakan jalan utama menuju pendidikan yang membungkam, sebagai mesin besar yang memfabrikasi masyarakat atom. Walhasil, kebisingan akibat konflik jadi paripurna. Berawal polemik atau debat di tingkat elite yang diwarnai amnesia sejarah, minus hati-nurani dan sok agamais namun meng-

lewat film ‘’My Stupid Boss’’ dan Piala Maya 2016. Ketua delegasi film Indonesia, Adi Soerya Abdi, sangat gembira atas penghargaan tersebut. “Tentu saja penghargaan ini sangat membanggakan kita semua. Mudah-mudahan ini bisa menjadi suntikan motivasi bagi insan perfilman di tanah air untuk makin bersemangat membikin karya dan memproduksi film berkualitas internasional,” ungkapnya. APFF ke-58 akan dihelat di Kathmandu, Nepal. (pik)

Pergelaran Kolosal Wayang di Udara

CALON WAKIL GUBERNUR BALI

’’Trouble Maker?’’

hatian dewan juri dari unsur akting pemeran utama pria dan tata musiknya. “Saya nggak nyangka, syukur alhamdulillah, ini adalah hadiah paling istimewa,” ujar Tya Subiakto. “Saya bisa menganggap bahwa kemenangan ini adalah pertanda baik untuk sepuluh tahun saya berkarya sebagai penata musik film,” imbuhnya. Sementara bagi Reza Rahadian, keberhasilan tersebut merupakan puncak prestasinya selepas menjadi aktor terbaik dalam FFI 2016 lalu

BPM/pik

ingkari makna ketuhanan. Bahkan, ideologi negara dan bangsa pun dilecehkan. Sedangkan di tingkat bawah terjadi lanjutan perang paregreg dan perang bubat, yang menjurus ke perang saudara,“ tutur Rubag. “Karena mengidap amnesia sejarah, banyak kisah faktual masa lampau dipelintir kalangan elite yang mabuk kekuasaan guna membius masyarakat atom yang sering disebut silent majority. Simbol, tanda, dan kata yang terhimpun dalam semiotika diubah menjadi postsemiotika, yang belakangan dijadikan alat menipu dan mengelabui. Aku sempat terpingkal membaca sebuah guyon di WhatsApp, tentang murid yang antusias belajar bahasa Inggris dari seorang guru yang jahil, penganut postsemiotika. Si Murid mengajukan pertanyaan ikhwal kentut secara detail dan Sang Guru menjawab sesuai mazabnya. Kentut diterjemahkannya wind of change, kentut tak berbunyi sound of silence, kentut berisi ampas dust in the wind, kentut tak sengaja careless whisper, kentut yang ditahan please release me, kentut yang bau banget killing me softly, kentut malam hari wonderfull tonight dan orang yang sering kentut some one like you, hahaha. Lelucon ini kutengarai sebuah satire atau parodi buat menyindir kondisi masyarakat tanpa integritas dan identitas saat ini yang dibodohi segelintir demagog pemburu kekuasaan. Keriuhan kian membahana karena para demagog yang mabuk kekuasaan tampil ke panggung politik dan bertindak seakan guru

Jakarta (Bali Post) Menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia, Komposer Addie MS bersama Twilite Orchestra akan menggelar konser Kemerdekaan. Acara akan berlangsung di Aula Simfonia Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, 16 Agustus 2017 pukul 19.30 WIB. Apa yang dilakukan suami Memes ini untuk mengingat semangat kemerdekaan dan persatuan bangsa. Sebagai musisi, Addie melihat musik sebagai salah satu cara yang bisa menyatukan masyara-

kat. “Berbagai isu yang berpotensi memecah belah bangsa di media sosial akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan. Untuk itu, konser Kemerdekaan ini untuk mengingat semangat kemerdekaan dan saya melakukannya melalui musik,” kata Addie. Orang tua Kevin Aprilio ini mengaku konser yang dibuatnya itu juga untuk menyegarkan kembali lagu nasional dan daerah di Indonesia pada kalangan muda yang saat ini lebih akrab dengan budaya

pop dan justru asing dengan lagu nasional dan daerah. Konser ini akan menampilkan lagu-lagu daerah dan perjuangan dengan melibatkan 160 paduan suara dan 65 musisi orkestra. “Kita bagi beberapa babak. Untuk babak pertama akan ada lagu-lagu daerah. Dilanjutkan babak kedua dengan lagu nasional. Tahun ini juga akan berbeda, saya akan bawakan lagu saya mars TNI dan Polri. Pasalnya, mereka itu sebagai pahlawan yang ada saat ini. Mereka melindungi kita,” terang Addie MS.

Konser ini juga didukung musisi seperti, Aning Katamsi, Dira Sugandi, Agus Wisman dan paduan suara Twilite Chorus, PSM Universitas Mercu BuanaJakarta, Perbanas Institute Choir, dan PSM IPB Agria Swara. “Untuk lagu yang akan dibawakan, seperti ‘Berkibarlah Benderaku’, ‘Satu Nusa Satu Bangsa’, ‘Indonesia Pusaka’, ‘Tanah Tumpah Darahku’, ‘Rangkaian Melati’. Untuk lagu daerah, seperti ‘Gending Sriwijaya’ dan ‘Rasa Sayange’,” paparnya. (pik)

bangsa, yang merasa berhak untuk menilai apa saja, yang tidak berkenaan di hati dan menghalangi kehendak mereka untuk berkuasa. Sayang, mereka tidak tahu hakikat dan perilaku guru bangsa, yang seyogianya tidak menghasut, menilai tanpa emosi, egoisme dan ambisi kekuasaan, namun menyejukkan, merekatkan persatuan dan kesatuan bangsa serta memberi nasihat demi kemajuan negara dan pemerintahan. Bukan menghujat, memfitnah dan memecah belah masyarakat!“ tegas Nyoman Putra. “Guru bangsa? Makhluk macam apa itu? Ketika Buya Syafii Maarif mengeluh tentang pelitnya Ibu Pertiwi melahirkan negarawan dewasa ini, kok ada yang tanpa malu menganggap diri sebagai guru bangsa. Guru sekolah saja kini harus punya sertifikat kompetensi, lalu guru bangsa siapa yang memberi sertifikat, apa jatuh dari langit? Tahapan menjadi guru bangsa terlebih dahulu harus menjadi pemimpin yang kredibel dan punya integritas, yang dievaluasi kualitasnya dalam mengatasi berbagai masalah secara bijak di dalam maupun luar negeri, sehingga patut disebut negarawan. Setelah purnatugas dan tetap didatangi warga bangsa untuk diminta wejangannya bila terjadi masalah besar dan saran serta opininya ternyata mampu menuntaskan kekisruhan, baru pantas disebut guru bangsa. Namun bila sejak menjadi pemimpin hingga pensiun terus menebar fitnah, mengadu domba masyarakat dan loba serta tamak plus nepotis, cocoknya disebut trouble maker bukan guru

bangsa! Jangan baru bisa menilai orang lain, apalagi yang dinilai adalah lawan politik, diberi gelar terhormat, sebab anak TK pun sangat pintar menilai. Menilai dengan desakan emosi, ambisi dan egoisme, bukanlah penilaian objektif. Hanya Tuhan yang tahu isi hati dan pikiran yang mendorong seseorang untuk melakukan suatu tindakan dan ucapan. Ingat, menilai orang lain dengan kebencian dan hasrat untuk berkuasa, seharusnya mengingat kearifan, telunjuk lurus kelingking berkait! Cuma satu jari atau telunjuk yang mengarah ke arah yang dituding, tiga jari ke dada sendiri dan jempol netral. Jangan menganggap telunjuk paling benar dan paling hebat, tanpa jari-jari yang lain kita tidak bisa mengepal atau memegang sesuatu dengan sempurna,” komentar Anom Wijaya. “Benar, bila seseorang berani menilai orang lain dengan menggali kejelekan dan cacat objek penilaiannya, dia harus berani dan siap menerima serangan balik, karena nekat membuka kotak Pandora. Dia akan disengat kejelekan dan kebusukan yang pernah dilakukannya saat berkuasa, sedangkan orang yang dikritisinya belum tentu pernah melakukan perilaku serupa. Mulat sarira atau introspeksi dan tepa selira atau retrospeksi adalah rem yang terbaik untuk mengurangi laju penilaian negatif terhadap orang lain. Menilai orang lain bukan dilarang, namun akan menjadi kritik membangun bila dilakukan secara proporsional dan tidak karena sirik dan

dengki. Bila menuduh orang lain otoriter, kafir, menyalahgunakan kekuasaan, apakah si penuduh steril dari perbuatan serupa saat memangku jabatan? Apakah semua perbuatannya sesuai dengan ajaran agama? Jangan sampai gajah di pelupuk mata tak tampak, sedangkan kuman di seberang lautan tampak ! Jadi, bukan hanya amnesia sejarah tapi kecenderungan untuk sengaja melupakan tabiat jahat diri sendiri, membuat orang mengobral kejelekan orang lain, apalagi will to power menggerogoti hati nurani dan otaknya. Bourdieu benar, habitus yakni kebiasaan naluriah akan berubah menjadi tabiat yang sulit diubah,

apalagi didukung berbagai modal yang dimiliki, seperti modal sosial, ekonomi, pendidikan dan jabatan, yang selalu akan dipraktikkan bila ditunjang ranah yang sesuai. Aku kembali ingat wanti-wanti Mbah Saeran terhadap cucunya Sarmidin. Anjing tetap bernaluri anjing, kendati kau pelihara dengan baik serta kau kasih rantai emas panjang yang diikat ke tiang, namun bila ada yang jahil melempar kotoran manusia terbungkus daun pisang, bukan hanya kotoran yang ludes, daun pembungkus pun dilalap habis, begitu wanti-wanti Si Mbah, hahaha,’’ tawa Made Surjanegara menutup cerita. (aridus)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 06 Agustus 2017 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu