terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
12 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 170 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
kamis paing, 6 Februari 2020
Pengemban Pengamal Pancasila
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Ramai, Wisman ke Nusa Penida
Polisi Tertibkan Pelajar SMP
Gali Potensi Pajak Vila
Denyut kehidupan wisata di Pantai Sanur masih terlihat ramai, walaupun turis Tiongkok distop ke Bali. Buktinya, wisatawan yang hendak menyeberang ke Nusa Penida, Nusa Lembongan maupun Nusa Ceningan masih terlihat ramai.
Polisi merazia pelajar SMP yang mengendarai sepeda motor. Saat dirazia, Rabu siang kemarin, para pelajar SMP ini dijejer di pinggir jalan. Mereka pun diberi pengarahan terkait tata tertib lalu lintas.
DPRD Karangasem mendesak eksekutif serius menggali potensi pajak dari vila dan bungalo. Pasalnya, selama ini cukup banyak vila dan bungalo yang beroperasi, namun tidak dipunguti pajak.
GIANYAR | HAL. 6
DENPASAR | HAL. 2
KARANGASEM | HAL. 8
Pergub 1/2020 tentang Minuman Khas Bali
Sempat Masuk Daftar Negatif Investasi, Arak Bali Kini Legal
Gubernur Wayan koster kembali mewujudkan janjinya untuk melindungi kearifan lokal Bali. Terbitnya Pergub No. 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali, salah satu buktinya. Regulasi ini sebelumnya tidak mungkin dibuat karena dalam Perpres No.39 Tahun 2014, minuman khas Bali yang dimaksud yakni arak masuk dalam daftar negatif investasi. Namun dengan penetrasi yang kuat, Gubernur Bali Wayan Koster akhirnya bisa mewujudkan payung hukum bagi para perajin arak di Pulau Dewata. ‘’Belum ada satu gubernur pun di Indonesia dari 34 provinsi yang bisa menembus ini, karena itu, ini satu-satunya pergub. Kebetulan juga bisa nomor 1 tahun 2020,’’ ujar Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra dalam acara sosialisasi Pergub No.1 Tahun 2020, di Jayasabha, Denpasar, Rabu (5/2) kemarin. Menurut Dewa Indra, muatan utama dari visi Gubernur adalah mengangkat budaya Bali untuk menjadikan Bali terhormat. Produk budaya yang adiluhung diangkat lagi, apalagi yang bernilai ekonomi. Sebab, jika dikelola dengan baik, akan memberikan benefit yang luar biasa. Seperti halnya arak Bali, karena petani atau perajin yang terlibat dalam produksinya sangat banyak. ‘’Mimpi beliau (Gubernur), bagaimana produk budaya kita ini ki-
OPINI
Menggerakkan Kemerdekaan Belajar Oleh: I Kadek Darsika Aryanta
ra-kira sama kuatnya dengan sake di Jepang, atau lebih kuat bila perlu. Kita ingin menciptakan satu pandangan bagi wisatawan, kalau belum membawa arak maka belum terbukti secara sah pernah ke Bali,’’ jelasnya. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, Pergub No.1 Tahun 2020 telah disetujui oleh Kementerian Dalam Negeri, yang diundangkan 29 Januari lalu. Regulasi pro-rakyat berbasis kearifan lokal ini terdiri dari 9 bab dan 19 pasal. Ada lima minuman khas Bali yang diatur dalam pergub meliputi tuak Bali, brem Bali, arak Bali, produk artisanal, dan brem/arak Bali untuk upacara keagamaan. Hal. 11 Tata Kelola
Jadi ’’Welcome Drink’’ di Hotel Hotel di Bali ke depan wajib menyuguhkan arak Bali untuk wisatawan. Mengingat saat ini mayoritas minuman beralkohol yang disajikan untuk wisatawan adalah produk impor. Gubernur Bali Wayan
’’Dengan pergub ini, kita bisa melakukan tata kelola untuk mengatur produk khas Bali dari hulu sampai hilir. Saya kira ini satu produk baru sebagai basis ekonomi kerakyatan sesuai dengan kearifan lokal yang sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.’’ Wayan Koster Gubernur Bali
Perajin Tak Lagi Waswas, Minta Dijembatani Pasar Amlapura (Bali Post) Terbitnya Pergub No. 1 Tahun 2020 disambut gembira para perajin arak di Karangasem. Mereka mendapat perlindungan hukum dari pemerintah dalam memproduksi arak serta tidak lagi kucing-kucingan dengan pihak kepolisian dalam menjual hasil produksi. Perajin arak Banjar Asah Dulu, Desa Datah, Abang, Karangasem, I Nyoman Artawa, Rabu (5/2) kemarin, men-
Kemerdekaan belajar guru dan siswa merupakan idaman bagi seluruh insan pendidikan. Kemerdekaan belajar yang mulai digaungkan oleh menteri baru Nadiem Makarim merupakan salah satu solusi awal dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Kemerdekaan guru dalam mengajar dicirikan oleh adanya kemampuan berpikir siswa dalam bernalar menjadi lebih tinggi. Keterampilan berpikir tingkat tinggi ini mutlak diperlukan untuk menghadapi era disrupsi serta Revolusi Industri 4.0. Kemerdekaan belajar ini juga dicirikan oleh kemampuan siswa bebas memaknai dirinya. Siswa belajar tidak dalam tekanan sehingga siswa merasa belajar merupakan kebutuhannya. Belajar tidak hanya pada buku, kelas dan ujian saja, namun yang lebih penting adalah mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki untuk menjadikan dirinya sebagai individu yang berguna bagi sesama. Siswa yang merdeka belajar lebih luwes untuk berdiskusi, aktif dalam pembelajaran dan kreatif dalam berpikir. Siswa yang merdeka dalam belajar lebih memiliki entitas diri menjadi lebih terbuka. Kemerdekaan belajar bagi seorang guru bisa diartikan sebagai kemerdekaan berpikir bagi guru dalam mengajar. Tanpa adanya kemerdekaan guru, tidak mungkin kemerdekaan belajar siswa bisa terjadi. Kemerdekaan mengajar guru membuktikan bahwa keluwesan dalam belajar merupakan suatu syarat mutlak dalam penumbuhan berpikir kreatif siswa. Konsepsi kemerdekaan belajar ini merupakan suatu jawaban atas masalah apa yang terjadi di dalam dunia pendidikan sekarang ini. Sekarang ini siswa jadi objek investasi dari guruorangtua dan pemerintah. Peserta didik diberikan ilmu pengetahuan agar kelak mendapatkan hasil yang berlipat ganda. Selama ini juga siswa dianggap sebagai objek yang tidak tahu apa-apa yang harus dibanjiri dengan pengetahuan yang belum tentu siswa senangi atau dia minati. Hal. 11 Dalam Kelas
gatakan sangat menyambut baik terbit Pergub No. 1 Tahun 2020. Artinya perajin arak dilindungi oleh legalitas hukum dari pemerintah. ‘’Ini sangat saya apresiasi. Ini sebuah kabar baik bagi perajin arak di Karangasem,’’ ucapnya. Artawa menambahkan, selama ini para perajin waswas dalam memproduksi arak. Sebab, belum ada perlindungan hukum. Kondisi itu membuat para perajin waswas dalam mendistribusikan hasil produksinya, karena takut ditangkap oleh pihak kepolisian karena arak masih ilegal. ‘’Selama ini saya waswas menjual arak. Karena kalau ketahuan aparat bisa ditangkap dan diproses secara hukum. Semoga dengan pergub ini, ke depannya produksi arak bisa lebih maksimal,’’ katanya. Sementara itu, Karmayasa, perajin arak di Sidemen, mengatakan di satu sisi menyambut baik Pergub No. 1 Tahun 2020. Namun di sisi lain dapat menimbulkan permasalahan baru, khususnya bagi perajin arak berbasis tradisional. Sebab, dengan pelegalan arak ini, nantinya ada daerah lain yang menekuni pekerjaan sebagai perajin arak. ‘’Saya berharap pemerintah dapat memberikan hak istimewa terhadap wilayah perajin arak tradisional. Selain itu,
Januari 2020 Harian Bisnis Bali Tak Ada Alasan Bank Takut Biayai UMKM Tumbuh kembangnya UMKM tidak bisa terlepas dari peran perbankan. Karenanya, tidak ada alasan bagi bank untuk takut menyalurkan kredit ke UMKM. Apa pertimbangan lainnya? www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Tekuni Rumput Laut Pasca-anjloknya kunjungan turis Tiongkok, warga Nusa Penida diajak beralih ke sektor lain misalnya kembali menekuni rumput laut.
www.denpost.id
Koster menilai tidak adil dan membuat pemerintah berada dalam posisi seperti ‘’penjajah’’. Sebab, produk lokal seperti arak dan brem Bali justru masuk dalam daftar negatif investasi. Hal. 11 Kurangi Impor
pemerintah dapat menjembati dalam pendistribusian arak sampai ke luar Bali,’’ katanya. Perajin lainnya, I Nyoman Redana, mengakui kalau pihaknya juga sangat bersyukur dilegalkannya arak oleh pemerintah. Ini artinya pemerintah mulai bisa memperjuangkan masyarakat kecil yang berkecimpung sebagai perajin arak. ‘’Ini bagaikan angin segar bagi perajin arak. Jadi, kini tidak lagi kucingkucingan menjual arak dengan petugas kepolisian,’’ katanya. Selain bersyukur mereka juga khawatir dengan nasib kerajinan arak ke depan. Sebab, saat ini tidak ada lagi generasi muda yang menekuni pekerjaan sebagai perajin arak. Rata-rata perajin arak usianya 40 tahun ke atas. ‘’Anak-anak muda enggan menjadi perajin arak. Mereka memilih merantau dan bekerja di luar Karangasem. Sangat jarang perajin arak berusia muda,’’ jelas I Nyoman Redana. Dia menjelaskan, kendati arak sudah dilegalkan, belum meyakini anak-anak muda mau bergelut menjadi perajin arak. ‘’Meski arak dilagalkan, tapi belum pasti anak-anak remaja mau berkecimpung menjadi perajin arak,’’ jelas Redana. (kmb41)
Penumpang di Ngurah Rai Naik 14 Persen MEREBAKNYA virus Corona tidak berpengaruh pada jumlah penumpang yang datang ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai. Januari ini jumlahnya meningkat dari tahun sebelumnya. ‘’Prestasi pertama kami, pada Januari tahun 2020 ini tercatat sebanyak 13.839 pesawat udara terlayani keluar-masuk Bali. Jika dibandingkan dengan tahun 2019 pada periode yang sama, di mana saat itu tercatat ada 12.848 pergerakan pesawat. Maka ada pertumbuhan sebanyak 991 pergerakan pesawat, atau tumbuh sebesar 8 persen,’’ kata General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali Herry A.Y. Sikado, Rabu (5/2) kemarin. Sementara dalam pergerakan penumpang, pihaknya mencatat telah melayani 2.122.632 orang selama Januari tahun ini.
Sedangkan di tahun lalu, hanya 1.857.228 penumpang. ‘’Jadi, untuk Januari 2020 ini tumbuh cukup tinggi yaitu 14 persen,’’ tambahnya. Untuk rute domestik, lanjut Herry, jumlah pergerakan pesawat pada Januari 2020 sebanyak 7.095 pergerakan atau tumbuh 6 persen dibanding periode Januari 2019, yang hanya 6.701 pergerakan. Sedangkan untuk rute internasional, dengan jumlah pergerakan sebanyak 6.728 pesawat yang terlayani, tercatat terdapat pertumbuhan sebesar 10 persen dibanding pencatatan di periode Januari 2019 dengan 6.139 pergerakan. Untuk catatan pergerakan penumpang, pada Januari 2020 ini rute domestik tumbuh sebesar 5 persen dengan catatan jumlah penumpang sebanyak 843.444 orang, berbanding dengan 806.204 penumpang
pada Januari 2019. Pada rute internasional, jumlah penumpang yang terlayani pada Januari 2020 tercatat sebanyak 1.230.441 jiwa. Jika dibandingkan dengan catatan pada Januari 2019 yang hanya terdapat sebanyak 1.048.186 penumpang terlayani, maka terdapat pertumbuhan yang cukup signifikan yaitu sebanyak 182.255 penumpang, atau tumbuh sebesar 17 persen. (jay) NGURAH RAI - Pergerakan pesawat di Bandara Ngurah Rai, Rabu (5/2) kemarin.
Kamis Paing, 6 Februari 2020
FIGUR Tingkatkan Penelitian Internasional PROGRAM Pascasarjana Universitas Warmadewa (Unwar) kini dipimpin Dr. Dra. Anak Agung Rai Sita Laksmi, M.Si. Di bawah kepemimpinan perempuan kelahiran Gianyar, 8 Agustus 1959 ini, Pascasarjana Unwar langsung membuka dua program studi (prodi) baru tahun akademik 2020/2021, yakni Prodi Magister Sains Pertanian dan Magister Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan. Dengan dibukanya dua prodi baru, kini Pascasarjana Unwar mengasuh tujuh prodi. Rai Sita Laksmi mengatakan, dalam upaya meningkatkan kualitas mutu pendidikan, khususnya di Pascasarjana Unwar pihaknya masih mengacu pada 9 kriteria akreditasi, sembari menunggu kebijakan pemerintah yang sedang disosialisasikan. Selain itu, juga mengacu pada visi misi Pascasarjana Unwar, yaitu menjadikan Program Pasacasarjana yang bermutu, berwawasan ekowisata, dan berdaya saing global tahun 2034. Dalam proses Tri Dharma Perguruan Tinggi, lulusan Doktor Kajian Budaya Unud ini terus berupaya mengikuti perkembangan zaman. Dalam proses pembelajaran, pihaknya telah menerapkan proses pembelajaran berbasis elearning. Sementara dalam pengabdian kepada masyarakat telah dilakukan, tidak hanya di dalam negeri, namun juga tengah merancang hingga ke luar negeri. Begitu juga dalam proses pengembangan penelitian akan ditingkatkan ke tingkat internasional. ‘’Yang terpenting adalah luarannya, bagaimana hasil-hasil penelitian oleh dosen maupun mahasiswa tidak hanya ditaruh dalam lemari, tetapi dapat dipublikasikan sehingga diterapkan oleh masyarakat,’’ ujar mantan Kepala Pusat Penelitian Unwar periode 20082012 ini, Rabu (5/2) kemarin. (win)
Wagub Lepas Penerbangan Terakhir ke Tiongkok WAKIL Gubernur Bali (Wagub) Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati melepas dan meninjau langsung penerbangan terakhir menuju Tiongkok di Bandara Ngurah Rai, Bali, Rabu (5/2) pukul 00.30 Wita. Penerbangan terakhir menuju Guangzhou itu adalah
maskapai China Southern dengan nomor penerbangan CZ2626. Saat itu Wagub didampingi jajaran Dirjen Kemenhub dan PT Angkasa Pura. Terdapat 164 penerbangan dari Pulau Dewata menuju kawasan Tiongkok akan dihentikan sementara
waktu. Seluruh penerbangan yang menghubungkan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dengan seluruh destinasi di Tiongkok dibatalkan mulai Rabu, 5 Februari 2020 pukul 00.00 WIB. Wagub Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati
mengatakan, kita membuat kesan baik pada wisatawan terutama dari Tiongkok. Tidak ada kesan mengusir, karena kebijakan pemerintah. Hal ini menunjukkan pula rasa empati. Wagub berharap virus ini lekas teratasi di Tiongkok. Pihaknya bersyukur tidak ada terindikasi positif virus Corona di Bali dan Indonesia secara umum. Dikatakan, ada kompensasi perpanjangan visa bagi warga Tiongkok yang memperpanjang masa tinggal, sesuai arahan pemerintah pusat. ‘’Warga negara asing (WNA) juga dipersilakan memperpanjang masa tinggal selama penerbangan ditutup. Banyak WNA sehat yang ingin perpanjang masa libur di Bali, itu tidak ma-
salah,’’ ujarnya. Direktur Keamanan Penerbangan Kemenhub Mohammad Alwi mengatakan WHO sudah mengumumkan perihal penyebaran virus Corona. Ada 24 negara terjangkit. Pihaknya bersama pemda melakukan langkah preventif untuk mencegah penyebaran virus masuk ke Indonesia, terutama Bali. ‘’Jangka waktu 5 hari hingga tanggal 5 Februari, diberikan sebagai tenggang waktu WNA untuk kembali ke negaranya, sebelum penerbangan ditutup sementara. Semua maskapai sudah sepakat dan belum ada permintaan penerbangan khusus selama penerbangan ditutup sementara,’’ ujarnya. (kmb)
Ini menunjukkan pula rasa empati. Semoga virus Corona segera bisa diatasi. Kita bersyukur tidak ada terindikasi positif virus Corona di Bali dan Indonesia secara umum. Bali Post/ist
PENERBANGAN - Wagub meninjau langsung penerbangan terakhir menuju Tiongkok di Bandara Ngurah Rai, Bali, Rabu (5/2) pukul 00.30 Wita.
Diduga Korban Pembunuhan
Senawati Candra Ditemukan Babi Mati di Bali Positif ASF Bersimbah Darah
Denpasar (Bali Post) Teka-teki kematian 888 ekor babi di Badung, Tabanan, Gianyar, Bangli, Karangasem, dan Denpasar akhirnya terpecahkan. Dari beberapa sampel yang diperiksa, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra menyebut babi mati karena positif ASF (African Swine Fever). Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bersama Balai Karantina dan Balai Besar Veteriner dikatakan sudah langsung mengambil tindakan untuk mengendalikan virus tersebut. “ASF itu ada (babi yang positif - red). Tapi itu belum masuk kategori zoonosis, artinya dari hewan ke manusia atau sebaliknya, ini bukan. Jadi hanya pada babi,” ujarnya di Jayasabha, Denpasar, Rabu (5/2) kemarin. Dewa Indra menambahkan, babi positif ASF terdeteksi di peternakan yang berlokasi dekat dengan bandara. Selain itu, ada juga yang positif ASF di Tabanan. Virus ASF diduga muncul dari sisa-sisa makanan pesawat yang dibawa wisatawan mancanegara. Sisa-sisa makanan itu kemudian dijadikan pakan babi. “Sudah kita larang dan kita awasi supaya tidak ada lagi, supaya sisa makanan itu dibuang,” imbuhnya. Menurut Dewa Indra, ASF bisa diatasi dengan memasak babi hingga matang. Pemprov Bali bahkan sudah merencanakan demo makan babi guling bersama di Dinas Pertanian
dan Ketahanan Pangan, Jumat (7/2). Sementara upaya pengendalian yang dilakukan dinas terkait, dengan membersihkan kandang-kandang babi. Terutama peternakan babi skala besar dan menengah dengan menyemprotkan desinfektan. “Desinfektan pun sekarang sudah mulai disebarkan kepada para peternak agar bisa menyemprot secara mandiri,” imbuhnya. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana mengatakan, untuk memutus mata rantai virus, babi yang sakit diisolasi supaya tidak menular kepada babi sehat. Kemudian, babi yang mati dikubur dan yang masih sehat dibersihkan kandangnya dengan desinfektan. Wisnuardhana menegaskan, virus ASF tidak akan berkembang pada suhu yang panas atau diberi desinfektan. Di Bali saat ini ada 690 ribu populasi babi. Pihaknya sudah mengedarkan 5.000 liter desinfektan untuk para peternak. Saat ini Bali tidak boleh mengeluarkan ataupun memasukkan babi dari luar. “Sudah ada pelarangan dari Karantina,” katanya. Sebelumnya diberitakan, perjalanan virus ASF dimulai September 2018 di Tiongkok, kemudian merembet ke beberapa negara seperti Hongkong, Laos, Korea, Vietnam, Mongolia, Filipina, Timor Leste, bahkan Indonesia di Sumatera Utara. (kmb32)
Denpasar (Bali Post) -
Kevin Sanjaya Candra (17), siswa SMA Negeri 8 Denpasar, ini sama sekali tidak menyangka akan melihat kondisi terakhir ibunya, Senawati Candra (55). Sepulang sekolah, Rabu (5/2) kemarin, dia melihat ibunya dalam kondisi tak bernyawa bersimbah darah di rumahnya di Jalan Ahmad Yani Utara, Gang Merpati, Denpasar Utara. Polisi masih menyelidiki apakah kasus ini murni pembunuhan atau perampokan? ‘’Kejadian kasus pembunuhan. Kami masih melakukan penyelidikan,’’ tegas Kapolesta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan saat ditemui di TKP. Kombes Ruddi menambahkan, hasil olah TKP ditemukan sejumlah luka di kepala korban. ‘’Kalau lihat di TKP, ini pembunuhan dan kami masih cari
pelakunya,’’ ujarnya. Sementara anak bungsu korban, Kevin, menyampaikan dari sekolah langsung pulang dan tiba di TKP. ‘’Saya sampai di rumah sekitar jam 2 kurang. Saya langsung masuk karena pintu gerbang tidak dikunci. Saat itu ibu sendiri di rumah,’’ ungkapnya. Sesampainya di teras
Bali Post/kmb36
DIEVAKUASI - Korban pembunuhan Senawati Candra dievakuasi dari rumahnya.
rumah, dia kaget karena melihat ceceran darah. Selanjutnya dia masuk makin banyak ada ceceran darah, bahkan sampai di dapur. Kevin langsung mencari ibunya dan dilihat tergeletak di kamarnya bersimbah darah. ‘’Saya langsung telepon kakak saya (Andi) dan kirim foto kondisi ibu. Saya pegang urat nadinya sudah tidak ada denyutnya,’’ kata Kevin, anak bungsu dari empat bersaudara ini. Menurutnya, dulu orangtuanya merupakan pemilik toko bangunan UD Maju Djaya Gemilang di Jalan Ahmad Yani No. 183 Denpasar. Namun sejak ayahnya meninggal tahun 2016, toko bangunan tersebut dikelola Andi dan akhirnya bangkrut. ‘’Toko di depan disewakan. Kakak saya berternak ayam hias dan cemani,’’ ungkapnya. Sementara anak sulung korban, Andi, mengatakan yang tinggal di rumah lantai dua tersebut, dia, istri, dan
Pelarangan Wisatawan Tiongkok ke Indonesia
Aktivitas ’’Cruise’’ Populasi Babi di Denpasar ke Nusa Penida Belum Berpengaruh Turun 50 Persen
Denpasar (Bali Post) – Kasus kematian babi secara mendadak mulai berdampak pada para peternak. Sejumlah peternak khawatir babinya mati mendadak, sehingga cepat dijual. Meski harganya di bawah standar. Akibatnya, populasi babi di Denpasar turun hingga 50 persen. Hanya karena babi mati sangat kecil, lebih banyak akibat dijual. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pertanian Kota Denpasar I Gede Ambara Putra, Rabu (5/2) kemarin. Dikatakan, populasi babi di Denpasar mencapai 20.000 ekor dari 200 peternak yang ada. Namun, kini mengalami penurunan drastis hingga 50 persen. Sedangkan penambahan bibit babi yang baru tidak dianjurkan, karena adanya kasus babi mati mendadak di beberapa lokasi. Meski sampai saat ini tidak ada laporan adanya babi milik masyarakat yang mati lagi. Sementara itu, salah seorang peternak babi, Ketut Karta, yang ditemui di kandang babinya di Jalan Hayam Wuruk Denpasar, mengakui khawatir dengan adanya kasus babi yang mati mendadak. Walaupun ternak babi yang dipeliharanya tidak ada yang mati. ‘’Belum sampai di sini. Ada babi yang mati, tapi mati biasa karena sesak napas, ini sudah dari dulu. Tidak seperti tempat lain seperti di Jimbaran yang babinya banyak mati,’’ kata
Karta. Hanya akibat kasus babi yang banyak mati ini berdampak pada penjualan. Setelah munculnya isu virus ASF, jumlah pencari babi sangat sedikit. Bahkan dirinya yang menjadi peternak babi sejak 10 tahun lalu, baru kali ini merasakan penjualan babi yang paling anjlok. ‘’Sejak saya jadi peternak sekitar 10 tahun lalu, baru kali ini mengalami kondisi seperti sekarang,’ ujarnya. Dirinya pun mengatakan banyak peternak yang menjual babinya dengan harga murah karena takut terkena virus ASF. Ada yang jual Rp 23 ribu per kilogram, kalau harga harihari biasa kan kisaran Rp 25 ribu per kilogram. Dikhawatirkan pada saat Galungan minat untuk mengonsumsi daging babi juga akan turun. Karena biasanya satu bulan menjelang Galungan sudah banyak yang mencari babi. Kali ini belum ada. Padahal Galungan sudah dekat. ‘’Kalau dulu menjelang Galungan sudah banyak yang order. Dalam sehari bisa menjual sampai 10 ekor babi,’’ kenangnya. Karta menambahkan, petugas dari dinas sering datang untuk mengecek kondisi ternaknya. Dirinya pun diminta lebih rajin melakukan penyemprotan kandang. Ia juga memberikan babinya vitamin B-Plek agar tak mudah terserang penyakit. (kmb12)
KEBIJAKAN pemerintah Indonesia melarang kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia dipastikan akan berdampak pada sektor pariwisata Bali. Terlebih kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali cukup banyak. Hanya dampak yang dirasakan bukan pada semua destinasi wisata. Seperti aktivitas wisata di Sanur. Pantauan Bali Post, Rabu (5/2) kemarin, denyut kehidupan wisata di Pantai Sanur masih terlihat ramai. Wisatawan yang hendak menyeberang ke Nusa Penida, Nusa Lembongan maupun Nusa Ceningan masih terlihat ramai. Petugas Marlin Lembongan Cruise, Kadek Dwi, yang ditemui di counter-nya mengakui aktivitas penyeberangan wi-
satawan ke Nusa Penida dan sekitarnya belum terdampak signifikan akibat distopnya kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia. Pengaruhnya dinilai sangat kecil, karena agen-agen yang membawa tamu ke Lembongan maupun Nusa Penida lebih banyak dari Australia. ‘’Kalau tamu Tiongkok sangat kecil, sehingga tidak terlalu berpengaruh,’’ ujar Kadek Dwi sambil melayani tamu yang sedang berdatangan ke counter-nya. Di counter-nya sudah terlihat beberapa wisatawan yang sedang menunggu untuk diberangkatkan. Marlin Lembongan Cruise memberangkatkan tiga kali wisatawan ke Nusa Penida. Setiap kali berangkat jumlah wisatawan masih cukup
Bali Post/ara
PENYEBERANGAN - Aktivitas penyeberangan wisatawan ke Nusa Penida dari Sanur.
banyak. Hal serupa juga diakui petugas Arthanas Cruise, Mita. Menurutnya, sampai saat ini belum ada penurunan yang signifikan jumlah kunjungan wisatawan ke Nusa Penida maupun Nusa Lembongan. Pihaknya memberangkatkan wisatawan tiga kali dalam sehari. Beberapa wisatawan yang diantarnya ada yang menginap dan tidak sedikit yang hanya satu hari melakukan perjalanan wisata di Nusa Penida. Menurutnya, wisatawan yang paling mendominasi selama ini yakni Australia. Sedangkan wisatawan asal Tiongkok jumlahnya relatif kecil. ‘’Kalau pengurangan pasti ada, karena sudah dilarang. Namun persentasenya tidak besar,’’ ujar perempuan mungil ini. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Denpasar MA Dezire Mulyani mengatakan jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok ke Denpasar cukup banyak. Bahkan bila dipersentasekan, Tiongkok yang paling banyak. Dari data tahun 2019, jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok sebanyak 51.524 orang, mengalahkan Australia yang mencapai 36.320 orang. Posisi ketiga ditempati wisatawan asal Ducth 14.483, disusul Germany 9.167, Prancis 8.936, Inggris 7.446, Jepang 6.260, Amerika 5.961, Denmark 3.981, dan India 3.154. (kmb12)
anaknya, korban dan Kevin. Sekitar pukul 10.30 Wita dia keluar bersama anak dan istrinya. ‘’Justru adik saya pulang sekolah ngabari (kejadian ini). Saya masih di luar. Ditelepon, ini mami berdarah-darah banyak. Saya suruh bawa ke rumah sakit. Dikirimi fotonya, aduh, saya langsung pulang,’’ tegasnya. Sesampainya di rumah dia tidak berani melihat kondisi ibunya. Apalagi anaknya terus menangis. ‘’Ditemukan di kamarnya. Saya gemetar lihat darah. Saya suruh Kevin cek masih napas ibu? Kok sampai di dapur darahnya? Jatuh atau gimana nih? Padahal jam 12 saya balik pulang ambil helm, lalu ke kos teman saya untuk ambil ayam,’’ kata Andi.
Usai olah TKP tim Identifikasi Polresta Denpasar, petugas BPBD Kota Denpasar lalu mengevakuasi mayat korban. Selanjutnya mayat korban dibawa ke RSUP Sanglah. Olah TKP juga dilakukan tim Labfor Mabes Polri Cabang Denpasar. Informasi di lapangan, polisi mengamankan orang diduga sebagai pelaku, tapi identitasnya masih dirahasiakan. “Masih dalam proses pemeriksaan. Nanti kami informasikan, mohon bersabar, “ kata Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan. (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Topik : Babi Mati di Bali Positif ASF
PHDI Dorong Pergub Objek Wisata Pura Bebas Pungutan untuk Umat Denpasar (Bali Post) Bali dijuluki Pulau seribu pura. Pesatnya perkembangan pariwisata, membuat sejumlah pura dijadikan destinasi wisata. Tarif masuk pura pun diberlakukan sesuai ketentuan masing-masing pengelola atau pangempon pura kepada wisatawan. Hal ini kerap menimbulkan kontroversi bagi umat Hindu yang hendak melakukan persembahyangan di pura tersebut. Mereka harus membayar pengutan dengan dalih membayar uang kebersihan dan lain sebagainya. Sebab, sejauh ini belum ada regulasi yang mengatur tentang boleh atau tidaknya pura yang dijadikan destinasi wisata, memungut biaya masuk bagi umat Hindu yang hendak melakukan persembahyangan. Menyikapi hal itu, Ketua PHDI Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. mendorong Pemerintah Provinsi Bali untuk segera mengeluarkan pergub tentang hal tersebut. Apalagi dikatakan saat ini Gubernur Bali sedang menggodok pergub tentang perlindungan pura. Pihaknya meminta pada pergub ini dimasukkan salah satu pasal tentang tidak boleh umat Hindu masuk pura dikenakan tiket masuk, meskipun itu pura destinasi wisata. Solusi lainnya yang ditawarkan, yaitu pangempon pura membuat imbauan secara tertulis bahwa bagi umat Hindu yang ingin melakukan persembahyangan ke pura tersebut tidak dikenakan tiket masuk. Ke-
Bali Post/dok
Gusti Ngurah Sudiana
cuali biaya parkir sepeda motor atau kendaraan lainnya. ‘’Tidak wajar (pamedek - red) dikenakan tiket masuk, karena sembahyang itu tujuannya untuk kesucian. Kalau biaya parkir sih gak masalah. Kalau untuk sembahyang cukup punia seikhlasnya saja yang sesuai dengan ajaran agama kita dan tidak boleh ditarget. Punia semampunya saja,’’ tegas Rektor IHDN Denpasar ini, Rabu (5/2) kemarin. Prof. Sudiana mengatakan, tiket masuk hanya boleh dipungut bagi umat Hindu yang tujuannya berwisata. Itu pun disesuaikan dengan tarif wisata yang telah ditentukan. Selain itu, agar tidak terjadi miskomunikasi antara pangempon pura dengan pamedek, sosialisasi juga sangat penting dilakukan. (win)
Kamis Paing, 6 Februari 2020
Musrenbang Kecamatan Kuta Utara
Direncanakan Jalan ”Shortcut” dari Tibubeneng Menuju Pererenan
MUSRENBANG - Wabup Suiasa saat menghadiri Musrenbang RKPD Kabupaten Badung Tahun 2021 di Kecamatan Kuta Utara, Rabu (5/2) kemarin.
UNTUK ketiga kalinya diadakannya pelaksanaan acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Badung Tahun 2021 di Kecamatan Kuta Utara, Rabu (5/2) kemarin. Musrenbang yang dilaksanakan di Ruang Rapat Sekar Jepun Kantor Camat Kuta Utara ini mengambil tema “Akselerasi Ekonomi Melalui Peningkatan SDM Unggul, Penguatan Infrastruktur, Budaya dan Lingkungan Hidup”. Turut hadir Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Kabupaten Badung I Putu Parwarta, Kepala Bappeda I Made Wira Dharmajaya, Ketua Dekranasda sekaligus Ketua TP PKK Ny. Seniasih Giri Prasta, Camat Kuta Utara Putu Eka Parmana, beserta kepala OPD, kepala desa dan lurah yang ada di wilayah Kuta Utara.
Wabup Suiasa dalam sambutannya mengatakan, musrenbang di Kecamatan Kuta Utara yang banyak adanya isu-isu strategis yang harus dijadikan suatu atensi wilayah di Kuta Utara berupa infrastruktur jalan untuk mengatasi masalah kemacetan, peningkatan kualitas serta penyelamatan lingkungan di daerah aliran sungai, serta berupa kesehatan dan infrastruktur pemerintah. “Untuk itu terkait dengan infrastruktur transportasi, di wilayah Kuta Utara ini akan diringkas dari arah jalan Canggu menuju Tanah Lot untuk mengurangi kemacetan. Kami memikirkan hal yang hilir untuk dibuatkan jalan shortcut dari Desa Tibubeneng menuju Canggu, dari Canggu menuju Pererenan dan pertigaan Aseman,” terang Wabup Suiasa. Lebih lanjut disampaikan, Pemerintah Kabupaten Badung mempunyai komitmen
untuk memperluas peningkatan layanan kesehatan kepada masyarakat di tingkat desa dan kecamatan, sehingga layanan rawat inap bisa dilaksanakan di setiap puskesmas se-Kecamatan di Badung. “Ke depan, kami akan pikirkan untuk membuat layanan puskesmas rawat inap untuk masyarakat. Saat ini di Kuta Utara masih dalam rancangan DED, sehingga ke depannya kami ingin meningkatkan infrastruktur pemerintah pada layanan publik kepada masyarakat, termasuk kantor yang ada di kelurahan,” imbuhnya. Sementara itu, Kepala Bappeda Kabupaten Badung I Made Wira Dharmajaya dalam sambutannya menyampaikan, penyelenggaraan Musrenbang RKPD merupakan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi
Pembangunan Daerah. “Sehingga agenda ini wajib kita laksanakan dalam proses penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah. Kami menyadari dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran tahun 2020 telah kita bahas bersama dalam Musrenbang pada tahun lalu,” kata Wira Dharmajaya. Sementara itu, Camat Kuta Utara I Putu Eka Parmana dalam sambutannya menyampaikan, wilayah Kecamatan Kuta Utara terdiri dari tiga desa dan tiga kelurahan dengan 43 banjar dinas dan 46 lingkungan serta 8 desa adat. Di samping itu, bila dibandingkan dengan usulan Musrenbang tahun 2019 sebanyak 520 usulan, di tahun ini mengalami penurunan menjadi 465 usulan. “Ini membuktikan bahwa infrastruktur di Kuta Utara sudah semakin membaik,” kata Eka Parmana. (ad137)
Tingkatkan Sinergitas untuk Selamatkan Sentra Peternakan Babi
Mangupura (Bali Post) – Kasus kematian ternak babi di Kabupaten Badung mulai meresahkan masyarakat setempat. Kasus ratusan babi mati mendadak ini juga membuat masyarakat takut mengonsumsi daging babi akibat adanya isu penyebaran virus African Swine Fever (ASF). Menyikapi kondisi tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung I Wayan Adi Arnawa meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) setempat mengatensi kasus tersebut. Terlebih, kematian babi terjadi menjelang hari raya Galungan dan Kuningan. ‘’Saya menginstruksikan kepada OPD teknis maupun OPD terkait lainnya untuk meningkatkan sinergitas guna mempercepat proses penyelamatan sentra ternak babi yang berbasis kemasyarakatan di Kabupaten Badung,’’ ujar Adi Arnawa, Rabu (5/2) kematian. Pejabat asal Pecatu, Kuta Selatan ini mengaku prihatin sekaligus sedih dengan apa yang terjadi saat ini. Tentunya hal ini menjadi pukulan berat bagi para peternak di Badung, karena berdampak dan berpengaruh langsung pada sisi kestabilan ekonomi
maupun pada sisi ketersediaan pangan masyarakat. Terlebih, dalam beberapa hari ke depan masyarakat Hindu akan menyambut hari raya Galungan dan Kuningan yang tentunya juga akan berpengaruh terhadap supply-demand daging babi yang memang menjadi kebutuhan pokok masyarakat. ‘’Untuk menjamin kesehatan daging yang akan dikonsumsi masyarakat, saya minta kepada OPD teknis menyiapkan dokter hewan untuk melakukan pendampingan dan pemeriksaan terhadap hewan yang akan dipotong saat penampahan,’’ tegasnya. Guna mengantisipasi meluasnya kasus kematian babi, Adi Arnawa juga meminta semua camat untuk mengumpulkan kadus atau kaling di wilayah masingmasing. Upaya ini bertujuan memudahkan OPD teknis
dalam memberikan sosialisasi informasi yang benar untuk meredam keresahan dan kepanikan masyarakat tentang kematian babi. ‘’Bisa juga kita buatkan pamflet sosialisasi pencegahan kematian babi yang simpel sehingga mudah dipahami masyarakat. Sembari kita menyiapkan formulasi payung hukum untuk memberikan dana kompensasi guna meringankan beban kerugian peternak kita, tanpa harus melanggar aturan sehingga tidak menjadi temuan di kemudian hari,’’ jelasnya. Adi Arnawa mengatakan, peternakan babi menjadi salah satu sentra unggulan yang dimiliki oleh Kabupaten Badung, mengingat sebagian besar masyarakat pedesaan di Badung merupakan pelaku langsung usaha ternak babi. Kecamatan Abiansemal dan Mengwi menjadi daerah yang terdampak paling tinggi di
Lulus ’’Passing Grade’’ Belum Tentu Bisa Ikuti SKB
SELEKSI Kompetensi Dasar CPNS Pemprov Bali telah berlangsung 28 Januari hingga 3 Februari lalu. Dari total 13 ribu lebih pelamar, tercatat hanya 12.376 yang mengikuti tes. Sebanyak 1.044 pelamar tidak hadir, termasuk ada yang terlambat. ‘’80 persen lebih lulus passing grade,’’ ujar Kepala BKD Provinsi Bali I Ketut Lihadnyana, Rabu (5/2) kemarin. Dalam hal ini, lanjut Lihadnyana, mayoritas peserta SKD telah memenuhi nilai ambang batas berdasarkan Permen PAN RB Nomor 24 Tahun 2019. Masing-masing, 65 untuk TWK, 80 untuk TIU dan 126 untuk TKP. Banyaknya peserta yang bisa memenuhi nilai ambang batas tidak lepas dari kenaikan syarat IPK. Yakni dari sebelumnya 2,75 menjadi 3,00. ‘’Artinya yang pintar-pintar bersaing sehingga akan menghasilkan ASN dari hasil seleksi ini yang paling pintar di antara yang pintar itu,’’ terangnya. Meski demikian, lanjut Lihadnyana, tidak semua yang lulus passing grade ini secara
otomatis bisa mengikuti tes Menurut Lihadnyana, Pemtahap berikutnya yakni Seleksi prov Bali mendapatkan 676 Kompetensi Bidang (SKB). formasi CPNS. Formasi yang Sebab, hal itu tergantung dari diusulkan menyesuaikan denformasi yang dicari. ‘’Kalau gan program prioritas dalam formasi itu misalnya mencari visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka 5, maka yang mengikuti SKB Bali’’. Yakni lebih mengedeadalah 5 kali 300 persen berar- pankan aspek adat, budaya, ti 15. Apabila yang lulus pass- dan lingkungan. Formasi ing grade misalnya 20, berarti terbanyak diminati adalah yang dicari yang lulus passing formasi teknis dengan jumgrade 15 teratas,’’ paparnya. lah pelamar 8.909. Disusul Lihadnyana memperki- formasi pendidikan sebanyak rakan sebanyak 2.028 peserta 5.080 pelamar dan yang akan lolos mengikuti kesehatan 3.052 SKB. SKB akan kembali mepelamar. (rin) makai Computer Assisted Test (CAT) dan tidak ada wawancara. Dengan demikian, hasil tes menjadi lebih objektif. Hasil perankingan SKD rencananya d i u m u m kan 22 Maret m e n datang. Sedangkan SKB akan dilakBali Post/rin sanakan 28 I Ketut Lihadnyana Maret 2020.
wilayah Kabupaten Badung dengan jumlah ternak babi yang mati per 4 Februari sebanyak 600 ekor. ‘’Sementara untuk keseluruhan wilayah Kabupaten Badung sebanyak 804 ekor atau sekitar 5 persen dari 12 ribu ekor populasi babi yang ada,’’ katanya. Dijelaskan, kematian babi di Bali merupakan kasus baru, setelah terjadi hal serupa di Sumatera Utara beberapa waktu lalu. Kasus di Bali kali pertama muncul di sentra peternakan babi yang berada di daerah Suwung, Denpasar, yang diindikasikan sentra peternakan tersebut memanfaatkan limbah hotel, restoran maupun bandara sebagai sumber pakan ternaknya tanpa melalui proses pemasakan yang baik dan benar terlebih dahulu. ‘’Setelah muncul di daerah Denpasar baru menyebar ke Badung dan Tabanan. Untuk mencegah penyebaran tersebut kami sudah melakukan langkah penanggulangan secara cepat dengan memberikan vaksinasi maupun melakukan penyemprotan
Bali Post/ist
RAPAT - Sekda Adi Arnawa saat memimpin rapat penanganan kasus kematian babi bertempat di Puspem Badung, Rabu (5/2) kemarin. disinfektan pada kandang warga,’’ terangnya. Pihaknya berharap masyarakat lebih proaktif dalam memberikan laporan tentang kondisi hewan ternaknya kepada Dinas Pertanian dan Pangan, sehingga pihaknya
dapat menyiapkan tim untuk melakukan penanganan. ‘’Mengingat kasus ini belum ada obatnya sampai saat ini, untuk itu kami sudah melakukan pengambilan sampel darah dengan melibatkan pihak kedokteran hewan
Unud yang nantinya dikirim ke BBvet Medan sebagai laboratorium rujukan untuk pengujian penyakit babi, guna memperoleh hasil klinis yang akurat sehingga penanganannya bisa tepat,’’ pungkasnya. (kmb27)
Periksa Kesehatan Hewan
Ratusan Petugas Dikerahkan Mangupura (Bali Post) Puluhan petugas dikerahkan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung guna memeriksa kesehatan daging babi. Sedikitnya, 140 petugas yang akan dilibatkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan daging babi saat hari raya Galungan. Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Gde Asrama mengatakan, pemeriksaan tersebut guna
memastikan babi yang dipotong warga maupun rumah potong hewan aman dikonsumsi, terlebih merebak kasus kematian babi yang belum diketahui penyebabnya. ‘’Selain 40 petugas nanti, kami juga akan dibantu oleh 100 mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan Unud untuk melakukan pemeriksaan,’’ ujar Asrama, Rabu (5/2) kemarin. Menurutnya, para petugas nantinya akan diterjunkan ke
Petani Gantung Diri Mangupura (Bali Post) Warga Banjar Bon, Desa Belok Sidan, Petang, Badung dikagetkan dengan kasus gantung diri, Selasa (4/2) lalu. Seorang petani berinisial BY (35) ditemu-
kan gantung diri di gubuk milik I Wayan Suparta. BY yang asal Buleleng ini gantung diri diduga terkait kasus pencurian ayam. “Korban ini diduga pelaku pencurian ayam
lapangan untuk melakukan pemeriksaan, baik sebelum babi dipotong (pemeriksaan antemortem) maupun setelah babi dipotong (pemeriksaan postmortem. ‘’Jadi, nanti tim akan disebar di seluruh kecamatan se-Badung. Untuk pemeriksaan antemortem akan kami lakukan pada hari Minggu (16 Februari 2020) sebelum hewan dipotong. Atau bisa juga Sabtu (15 Februari 2020), kalau ada pemotongan hari Minggu,’’
ungkapnya. Dikatakan, sesuai standar pemeriksaan antemortem sendiri, terangnya, melihat ciri-ciri fisik, termasuk sehat tidaknya hewan yang akan dipotong. Sementara pemeriksaan postmortem, yakni lebih kepada pemeriksaan bagian organ dalam hewan seperti hati, limpa, dan paru. ‘’Jika tidak ditemukan penyakit, maka daging babi tersebut layak untuk dikonsumsi,’’ katanya. (kmb27)
yang melarikan diri, Senin tanggal 3 Februari 2020 pukul 21.00 Wita. Waktu itu pelakunya sempat dikejar oleh warga,” kata Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa, Rabu (5/2) kemarin. Oka Bawa mengungkapkan, pada Selasà pukul 13.30 Wita saksi Wayan Suparta datang ke TKP untuk memberi makan sapinya. Setelah memberi makan sapi dia membuka gubuk miliknya yang berada di sebelah kandang sapinya.
”Setelah dibuka pintu gubuknya, Suparta melihat seseorang laki-laki (BY) gantung diri di sana,” ujarnya. Setelah melihat kejadian tersebut, Suparta menelepon Kadus I Wayan Dasta untuk segera datang ke TKP. Dasta bersama anggota Polsek Petang mendatangi TKP. Ternyata BY adalah orang yang diduga pelaku pencurian ayam yang melarikan diri pada Senin lalu. “Mayat korban dibawa ke rumah sakit,” tegasnya. (kmb36)
Cari Solusi Masalah Sampah
Komisi III DPRD Badung Kunja ke PSLB3 KLHK MENINDAKLANJUTI permasalahan sampah, Komisi III DPRD Badung melaksanakan kunjungan kerja (kunja) ke Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Kunjungan dipimpin langsung Ketua Komisi III Putu Alit Yandinata didampingi anggota serta Kadis PUPR Badung I.B. Surya Suamba dan Kadis LHK Wayan Puja. Alit Yandinata, Selasa (4/2) lalu mengatakan, kultur sampah di Bali khususnya Badung sangat berbeda dengan daerah lain di Indonesia. Perkembangan pariwisata yang mening-
kat dan dibarengi dengan kegiatan keagamaan membuat Bali menghasilkan sampah yang berbeda. ‘’Konteks penanganan dan pengelolaan sampah yang kita hadapi dengan istilah darurat sampah harus dimulai dari diri sendiri dan lembaga,’’ ujarnya. Artinya, lanjut politisi PDI Perjuangan asal Abiansemal ini, penerapan edukasi sangat penting dalam memilah kultur sampah, yang sebagian besar sampah tercampur baik plastik, kaleng, dan dedaunan (organik). Maka dari itu muncul istilah memilah. ‘’Sampah organik kita bisa jadikan kompos atau bisa diolah menjadi tenaga listrik, plastik kita pilah dan kita
kembalikan ke pabrik yang memproduksi plastik, tidak serta merta teknologi canggih pun bisa menyelesaikan persoalan sampah di dunia tanpa dibarengi dengan edukasi,’’ terangnya. Pemkab Badung, kata Alit Yandinata, telah menganggarkan dana di APBD Perubahan sebesar Rp 9 miliar, di APBD Induk 2020 Rp 2,5 miliar untuk setiap desa dan Rp 30 miliar untuk tempat pengolahan sampah. Pihaknya berharap dengan anggaran tersebut bisa menjawab persoalan sampah yang ada di Badung. ‘’Namun tidak sesederhana yang kita bayangkan. Banyak proses yang harus dilakukan, kita butuh edukasi, regulasi hu-
kum yang mengatur tentang tata kelola dan lembaga yang mengelola, kemudian kejelasan lembaga yang mengelola sehingga dalam proses penganggaran bisa dikategorikan efektif, efisien dan tepat sasaran sesuai dengan prinsip anggaran itu sendiri,’’ paparnya. Pihaknya juga berharap kepada pengguna anggaran baik pemerintah daerah dan pemerintah desa bisa melakukan hal yang terbaik dalam pengelolaan anggaran untuk mengatasi persoalan sampah ini. ‘’Tentu dibarengi dengan kesadaran masyarakat Badung memulai saat dini memilah sampah di rumah tangga sendiri,’’ terang Alit Yandinata. (ad128)
KUNJUNGAN KERJA - Komisi III DPRD Badung melaksanakan kunjungan kerja ke Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Selasa (4/2) lalu.
Kamis Paing, 6 Februari 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Memfasilitasi Program Kemerdekaan Belajar KEMERDEKAAN Belajar. Istilah keren ini memang lagi ngetren di dunia pendidikan. Malahan karena saking topnya banyak yang kemudian memplesetkan artinya. Kemerdekaan belajar diartikan ‘’mau belajar, mau tidak, pokoknya bebas merdeka’’. Tentu ini salah. Sangat salah. Hal ini muncul manakala ada semacam ketidakmampuan orangtua serta guru dalam memberikan batasan bagi sebagian besar anak atau anak didiknya yang sudah kecanduan gadget. ‘’Zat adiktif’’ yang bernama handphone ini sudah mendominasi kehidupan anak-anak dari dunia dia sebenarnya. Dari dunia belajarnya terutama. Kecanggihan teknologi tentu tidak bisa dibendung. Tinggal sekarang bagaimana memanfaatkannya dengan baik dan benar. Menggunakan perangkat itu untuk tujuan kemerdekaan belajar. Merdeka dari tekanan serta kewajiban siswa yang begitu menumpuk, sehingga mereka kekurangan waktu sebenarnya untuk bermain serta bersosialisasi. Kebanyakan tugas, pekerjaan rumah, mata pelajaran dan lainnya memaksa mereka untuk melahap semua itu. Tanpa memperhitungkan kemampuan masing-masing individu yang tentu berbeda. Seandainya mereka bisa memilih, tentu barangkali akan lain ceritanya. Mereka akan jadi lebih fokus, gembira dan menyatu dengan apa yang dipelajarinya. Kemudian mereka akan merasa tidak cukup dengan gurunya, sehingga pada akhirnya akan mencari referensi lain. Ya, melalui perangkat gadget-nya. Ini yang namanya komplementasi, melengkapi keingintahuan. Ini tentu positif. Bukan kebalikannya seperti yang terjadi saat ini. Siswa begitu jenuh dengan seabrek pelajaran, sehingga mereka kari ke handphone dan merasa benar-benar merasakan ‘’kemerdekaan belajar’’. Jadi, jangan istilahnya saja yang keren. Ayo kerjakan. Semua pihak hendaknya mendukung gerakan ini. Merdeka belajar hendaknya memberikan harapan baru bagi generasi muda bangsa tumbuh sesuai jati dirinya. Jangan membelenggu mereka dengan target-target yang kita pasang. Kita sadari bersama sering kali target yang kita pasang jauh dari kebutuhan dunia kerja dan perkembangan kekinian. Adaptasi dunia kerja dengan konsep merdeka belajar ini tentu memberikan harapan baru. Yang pasti mari kita dukung gerakan ini bersamasama. Mari fasilitasi gerakan merdeka belajar sesuai peran kita masing-masing. Adaptasi harus dilakukan semua elemen agar hasilnya lebih optimal. Terobosan baru ini mestinya menjadikan bangsa ini lebih berdikari dan profesional dalam dunia pendidikan.
POJOK
Pergub ‘’Arak’’ merupakan satu upaya angkat ekonomi kerakyatan. - Pengusaha hotel mesti dukung. *** Pemerintah nyatakan babi mati di Bali positif terserang ASF. - Lambat, babi sudah hampir habis. *** Wakil Gubernur Bali lepas pesawat terakhir menuju Tiongkok. - Jumpa lagi usai wabah Corona.
Berikan Efek Jera bagi Remaja Pembegal BEGAL merupakan kejahatan yang sedang marak terjadi belakangan ini. Bahkan, sekarang ini pelakunya sebagian masih remaja. Keterlibatan para remaja ini dalam aksi pembegalan diduga disebabkan karena pengaruh lingkungan. Selain itu, kondisi keluarga yang bermasalah juga menjadi alasan ketika remaja bergabung dalam kelompok begal. Seperti halnya yang terjadi di Bali, ada 15 remaja yang ditangkap aparat kepolisian lantaran terbukti melakukan pembegalan. Kini, mereka telah dijebloskan ke sel penjara. Melalui akun Facebook @balipost, sejumlah netizen memberikan komentarnya. Ada yang mem-bully dan ada juga yang meminta agar diberikan efek jera bagi remaja pembegal. Pujawan Igusti Semoga mereka bisa mengambil hikmah di dalam penjara akan perbuatannya, dan semoga saja mereka bertemu dengan napi yang baik, dengan harapan mampu memberikan nasihat yang baik-baik pula. Bukan sebaliknya.
Dubler Dhian Mantap. Selamat menikmati hotel berbintang 10.
I Nengah Sudarma Syukur kalau mereka mau bertobat, mau belajar bekerja, sehingga bisa hidup normal di masyarakat. Masalahnya justru di lapas mereka kursus lanjutan membegal.
Nyoman Palguna Suruh kerja untuk masyarakat. Misalnya bantu-bantu di panti jompo, biar hidupnya lebih bermanfaat.
Agus Wis Meskipun anak-anak di bawah umur, jika sudah melakukan tindak kejahatan, apalagi begal, hapus saja hak istimewa perlindungan anak di bawah umur! Muhammad Iqbal Semoga mereka dapat pembelajaran yang berarti di sana. Dan kelak tidak mengulanginya kembali.
S URAT PEMBACA Memastikan Transparansi Tes CPNS Provinsi Bali Pelaksanaan Tes CPNS di Provinsi Bali sudah dilakukan. Peserta bahkan sudah mengetahui hasil seleksi, atau hasil dari kemampuan mereka. Sekarang poinnya ada di pemerintah, dalam hal ini peran Gubernur Bali di tingkat provinsi dan wali kota/bupati di tingkat kabupaten. Di zaman serba terbuka dan transparan ini, masyarakat khususnya yang tidak punya beking (kenalan pejabat atau pun tokoh), tetapi mempunyai kemampuan secara akademis, punya etika, serta keahlian, sangat berharap bisa masuk ASN tanpa iming-iming dipegang si anu, ditenteng si anu, serta kedekatan kekerabatan lainnya. Intinya, setiap warga negara punya hak masuk ASN, tentu harus memenuhi persyaratan dan tes seperti SKD, SKB dan yang
Yoga Supraptha Passsss… walaupun di bawah umur, tapi perbuatannya kriminal.
Imade Umbarayana Buat efek jera. Biar ada dipakai cerita di luar. Adi Denut Bagusnya, mereka itu nantinya disel harus dipisahkan. 25 persen ke Lapas Bangli, 25 persen ke Lapas Negara, 25 persen ke Lapas Tabanan dan ke Lapas Kerobokan 25 persen. Ingat mereka kalau bersama akan menjadi geng. Maka sebaiknya dipisah-pisah supaya sadar dan mengerti bahwa perbuatan mereka
itu salah. Semoga Bapak Presiden Joko Widodo memantau hukuman bagi anak bangsa yang mulai nakal dan cukup membahayakan masyarakat. Terima kasih, Salam Sejahtera Buat Kita Semua. Lulut Wirajaya Untung tidak dikasi hadiah sebelum tinggal di Lapas Kerobokan. Made Topan Setiap tahun pasti masuk berita. Geng ini saja terus kelihatan. Bajil Aks Selamat cita-citamu tercapai masuk ormas tit... Candra Arbawa Walaupun di bawah umur, harus ditahan. Karena bibitnya sudah jelek. Alvin Anak Bali semua, beeuuhh bikin malu saja. Hukum adat juga biar ada efek jeranya ke depan jika sudah keluar dari lapas.
Semoga kelak bisa sadar atas kelakuan saat masih ABG labil. Juanda Prasetyo Selamat menginap di hotel prodeo ya... Kalau bisa jangan keluar-keluar lagi ya. Kadek Riko Wirabuana Sugiarta Bagaimana ya perasaan orangtuanya? De Jerman Kasihan orangtuanya. Boentex Sekali-sekali ditahan di sel tikus selama seminggu pak polisi. Wayan Sunarya Passss. Rasakan penderitaan korbanmu sekarang. Begal kampung. Sujana Pamperioot Kalo dijeblosin ke sel, jangan dikasih barengan dalam satu ruangan. Pisahin satu per satu biar tidak bisa diajak ngobrol.
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku. lainnya jika memang diharuskan. Nah, berkaca dari peristiwa sebelum-sebelumnya, ada anak muda tentu dengan kemampuan akademis yang mumpuni, didukung ketahanan fisik (jasmani) yang bagus, dengan indeks nilai yang bagus, mesti gigit jari karena tersingkir saat wawancara. Tes wawancara memang menjadi momok bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu. Astungkara saat ini informasinya Gubernur Bali Wayan Koster menghapus sesi wawancara tersebut. Besar harapan kami pada Gubernur Bali, wali kota, bupati dan BKD, menjaga marwah pejabat bebas korupsi, kolusi dan nepotisme. Dan saya yakin dengan apa yang disampaikan Pak Gubernur Bali, akan dilakukan oleh panitia seleksi guna menjaga nama pejabat di atasnya dalam hal ini gubernur dan wali kota/bupati. Intinya, jika peserta CPNS nilainya bagus,
janganlah ada geser-menggeser demi menjaga atau titipan oknum pejabat tertentu. Menjaga nama baik, menjaga transparansi, dapat mengukir sejarah bangsa dalam perekrutan yang serba transparan. Ayo Pak Gub, kawal nilai para peserta seleksi. Dewa Marsa Buleleng, Bali
Bali Tak Perlu Jalan Tol dan Kereta Api Sebagai WNI asal Bali, saya dengan tegas menolak adanya jalan tol di Bali. Bali tak perlu dibangun jalan tol segala. Termasuk kereta api dan jembatan Jawa-Bali yang konon dibuatkan jalan tol juga. Ini semua upaya untuk menghancurkan Bali. Saya bukannya antipembangunan,
melainkan agar kami tak menjadi bagian dari generasi perusak Bali akibat keserakahan Bali sendiri. Jika saya menjadi Gubernur Bali, saya akan menolak proyek besar ini. Biarkan Bali seperti sekarang karena sejak dulu sudah disengker oleh Pura Kahyangan Jagat dan Sad Kahyangan seluruh pesisir Bali. Jika mau bikin jalan tol, satu syaratnya yakni jangan sampai memakan lahan produktif. Buatlah seperti jalan layang di Jepang. Di mana di bawahnya tetap ajeg pertanian dan petaninya, di atasnya kendaraan ramai berlalulalang. Keduanya tak saling mengganggu. Terus terang, kalau saya jadi Gubernur Bali, saya malu mempercepat Bali ini rusak. Bali tak perlu jalan tol lagi. Termasuk jalan kereta api. Biarkan pemandangan itu milik warga kita di Jawa. Nang Eca Kesiman Petilan
Pendidikan
Unud Luncurkan ’’Joint Degree Master Programme in Tourism’’ dengan Griffith University Australia UNIVERSITAS Udayana (Unud) melalui Program Studi Magister Pariwisata Fakultas Pariwisata Unud bekerja sama dengan Griffith University di Australia, Rabu (5/2) kemarin me-launching ‘’Joint Degree Master Programme in Tourism’’. Bertempat di gedung Pascasarjana Unud, peluncuran ini dilakukan oleh Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). bersama jajaran dan perwakilan dari Griffith University ditandai dengan membunyikan alat musik ceng-ceng. Menurut Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)., Joint Degree Master Program ini merupakan salah satu program unggulan Universitas Udayana khususnya di bidang ilmu pariwisata. Di mana bidang ilmu pariwisata juga merupakan unggulan Universitas Udayana yang telah
berkembang dengan baik sejak lama mulai dari Strata 1 (sarjana), Strata 2 (magister) dan Strata 3 (doktor). ‘’Universitas Udayana merupakan satu-satunya universitas di Indonesia yang memiliki program studi pariwisata mulai S-1 sampai S-3,’’ katanya didampingi Wakil Rektor I Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, M.Eng. dan Wakil Rektor IV Prof. Dr. Ida Bagus Wyasa Putra, S.H., M.Hum. di sela peluncuran. Kata Raka Sudewi, kerja sama internasional sangat penting dalam rangka meningkatkan potensi yang dimiliki dan meningkatkan daya saing bangsa di kancah global. Dalam hal ini, Universitas Udayana senantiasa meningkatkan kompetensi lulusan yang mampu bersaing secara global menuju World Class University. ‘’Hal ini diwujudkan salah satunya melalui Joint
Degree Master Programme in Tourism bersama Griffith University di Australia. Program ini juga merupakan wujud dari kepercayaan dan pengakuan internasional terhadap Universitas Udayana,’’ pungkasnya. Dengan program ini, mahasiswa program magister pariwisata akan mengikuti perkuliahan di dua universitas, yaitu satu tahun di Universitas Udayana dan satu tahun di Griffith University Australia. Sedangkan setelah tamat nanti akan diberikan dua gelar, yaitu M.Par. dari Universitas Udayana, dan MITHM dari Griffith University. Pada kesempatan tersebut, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan Griffith University yang telah berkenan bekerja sama untuk melaksanakan Joint Degree Master Programme ini.
Dengan program ini, ia berharap mahasiswa tidak hanya belajar ilmu pariwisata namun dapat pula meningkatkan wawasan, pengalaman dan pergaulan internasional serta mengikuti pertukaran budaya. Dekan Fakultas Pariwisata Unud Dr. Drs. I Nyoman Sunarta, M.Si. sangat menyambut baik program ini. Ia menyampaikan, joint degree ini merupakan program yang kedua setelah sebelumnya dilakukan dengan beberapa universitas di Prancis. Namun yang membedakan adalah saat itu merupakan program Government to Government (G to G). Sedangkan untuk yang saat ini merupakan kerja sama antaruniversitas. ‘’Ke depan, kami berharap bisa lebih banyak lagi ada program kerja sama intenasional yang dilakukan,’’ harapanya. (ad126)
UNUD - Suasana Joint Degree Master Program in Tourism antara Program Studi Magister Pariwisata Fakultas Pariwisata Unud bekerja sama dengan Griffith University di Australia, Rabu (5/2) kemarin.
Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hubungi bagian iklan Hp/WA : 081802411818, Telp. : 0361-225764 atau redaksibalipost@yahoo.com; Naskah maksimum 2000 karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Kamis Paing, 6 Februari 2020
Minim Anggaran Tera Ulang Hanya Sasar Empat Pasar Tradisional Tabanan (Bali Post) Mencegah perilaku curang yang mungkin dilakukan pedagang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabanan melalui bidang terkait melaksanakan tera ulang timbangan di pasar tradisional. Namun akibat minimnya anggaran, layanan tera ulang tahun ini hanya bisa menyasar empat pasar tradisional saja. Tahun 2020 ini jumlah anggaran pelayanan tera ulang hanya Rp 57 juta. Alokasi dana itu menurun dibandingkan tahun lalu di angka Rp 60 juta. Kabid Meteorologi Wayan Roby Megananta seizin Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan I Gusti Arya Wardana, Rabu (5/2) kemarin menjelaskan, anggaran itu nantinya diarahkan untuk di dua bidang pelayanan tera ulang, yakni UTTP di empat pasar tradisional yang rencananya menyasar Pasar Kerambitan, Penebel, Pupuan, dan Dauh Pala. Namun tetap memprioritaskan layanan tera
SPBU yang wajib dilakukan sebagai salah satu syarat bisa mendapatkan stok suplai bahan bakar minyak. Kegiatan itu, kata Roby, memang menjadi prioritas layanan tiap tahun. “Tera ulang SPBU memang wajib dilayani semua. Sebab, dampaknya sangat besar untuk dapat stok suplai BBM. Jadi anggaran dioptimalkan untuk pelayanan di dua bidang itu. Alasannya, berdampak sosial,” ucapnya. Dikatakannya, kegiatan tera itu mengacu UU No. 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal. Bagi yang kedapatan melanggar, tentu saja dapat dikenai sanksi pidana penjara maksimal satu tahun dan denda Rp 1 juta. Keterbatasan anggaran yang didapatkan tahun ini terjadi karena penurunan pos anggaran kalibrasi standar. Padahal proses kalibrasi ini sangat krusial. Sebab menyangkut akurasi ketepatan standar kerja dalam melakukan pengujian. Terkait layanan tera ulang sebenarnya sangat penting
dilakukan. Hanya sejumlah kendala harus dihadapi saat ini. Hal itu menyebabkan pelayanan tera dan tera ulang belum mampu menyasar seluruh pasar maupun UTTP di Kabupaten Tabanan. Hambatan yang ada seperti terbatasnya SDM. SDM yang berhak atau memiliki kualifikasi di Kabupaten Tabanan jumlahnya sedikit. SDM-nya baru ada dua orang saja. Tidak kalah pentingnya belum tersedianya tempat reparasi UTTP bilamana UTTP yang saat ditera ulang itu perlu perbaikan. Saat ini hanya mengandalkan jasa reparasi di luar kabupaten saja. “Potret pelayanan tera ulang masih jauh dari harapan. Tentu perlu komitmen daerah sehingga ke depan kendalakendala ini diharapkan bisa diatasi, sehingga pelayanan tera ulang dapat lebih optimal. Itu penting demi mempercepat terwujudnya tertib ukur. Tujuannya memberikan perlindungan terhadap konsumen,” terangnya. (kmb28)
Bali Post/kmb28
PENURUNAN - DTW Tanah Lot sebagai salah satu objek wisata di Tabanan yang juga ikut kena dampak penurunan kunjungan wisatawan, khususnya asal Tiongkok.
Dampak Virus Corona
Tingkat Kunjungan Wisatawan Turun
Tabanan (Bali Post) Jumlah wisatawan asing, khususnya dari Tiongkok yang berkunjung ke sejumlah objek wisata di Kabupaten Tabanan, mengalami penurunan cukup berarti. Hal itu terkait kebijakan pemerintah yang mengeluarkan larangan melayani rute dari dan menuju Tiongkok lantaran wabah virus Corona di Wuhan.
Bali Post/kmb28
TERA ULANG - Petugas Disperindag saat melakukan kegiatan pengawasan UTTP dengan cara mentera ulang timbangan milik pedagang di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tabanan.
Babi Mati Capai 537 Ekor
Tabanan (Bali Post) Kekhawatiran peternak babi dengan kelanjutan usaha ternaknya terus saja berlanjut. Apalagi hasil uji coba sampel babi yang mati mendadak di Veteriner Medan sudah positif terjangkit virus African Swine Fever (ASF). Hingga kini babi yang mati di Tabanan sudah menembus angka 537 ekor. Kabid Peternakan Dinas Pertanian I Wayan Suamba, Rabu (5/2) kemarin mengatakan, hasil uji sampel virus ASF sudah keluar,
bahkan sudah disebutkan positif ASF. ‘’Sudah positif ASF,’’ terangnya. Namun, langkah-langkah konstruktif yang dilakukan Dinas Pertanian Tabanan adalah telah menyebarkan tim ke desa untuk melakukan kegiatan sosialisasi. ‘’Belum ada penambahan, kita sudah sebar tim lengkap dengan blangko dalam upaya pendataan. Memang belum ada laporan penambahan babi mati, terakhir di Desa Gadungan (Selemadeg Timur),’’ ucapnya.
Untuk saat ini ada tiga kecamatan yang belum terkena virus ASF massal, yakni Kecamatan Pupuan, Baturiti, dan Selemadeg. ‘’Pupuan belum, Baturiti dan Selemadeg juga belum,’’ ucapnya. Di sisi lain, adanya kematian babi itu membuat sejumlah warga peternak babi dilanda kepanikan. Maka tidak aneh banyak ketakutan berlebihan. Karena itu, mereka pun menjual babi secara murah. Setelah itu dilakukan sanitasi kandangnya. (kmb28)
Bali Post/kmb28
DIPINDAHKAN - Para napi dipindahkan ke Lapas Singaraja dan Rutan Negara, karena Lapas Tabanan mengalami overkapasitas.
Overkapasitas, 19 Napi Dipindahkan
Tabanan (Bali Post) Sebanyak 19 orang narapidana Lapas Tabanan terpaksa dimutasi alias dipindahkan ke Lapas Singaraja dan Rutan Negara, Rabu (5/2) kemarin. Pemindahan itu dilakukan lantaran kondisi Lapas Tabanan overkapasitas (kelebihan napi), dikhawatirkan situasinya semakin parah dan krodit. Kalapas Tabanan I Putu Murdiana mengatakan pemindahan terhadap 19 orang narapidana sudah dikoordinasikan dengan Rutan Negara sebanyak delapan orang. ‘’Pemindahan dilakukan lantaran sudah overkapasiti dari kapasitas 47 orang. Namun sekarang mencapai 185 orang. Jadi overkapasitasnya mencapai 300 persen,’’ terangnya. Pemindahan dilaksanakan Rabu pagi pukul 06.00 Wita. Proses pemindahan dikawal cukup ketat. Sebab, sebanyak empat orang anggota Sabhara Polres Tabanan ikut dalam tim selain sembilan orang personel Lapas Tabanan dengan membawa senjata lengkap. Lapas Tabanan tahun 2020 juga memperoleh program rehabilitasi medik dengan jumlah 100 orang. Peserta (narapidana rehab medik) yang ada saat ini baru berjumlah 15 orang.
Karena itu masih kekurangan 85 orang. Untuk memenuhi peserta rehab/residen ini, maka masih meminjam narapidana dari lapas penyangga, yaitu Lapas Kerobokan, Badung. ‘’Pemenuhan peserta re-
habilitasi medik dari Lapas Kerobokan sebanyak 20 orang. Untuk tujuan agenda rehabilitasi medik napi dari Kerobokan sudah tiba di Lapas Tabanan pagi kemarin,’’ terangnya. (kmb28)
Seperti diketahui, di Kabupaten Tabanan setidaknya ada dua objek wisata ternama yang selalu menjadi daya tarik wisatawan mancanegara terutama negeri Tiongkok, yakni DTW Tanah Lot dan Danau Beratan. Sebelum merebaknya virus Corona, kunjungan wisatawan mancanegara dari Tiongkok lumayan banyak. Misalnya saja di DTW Danau Beratan, Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, sebelum adanya isu virus Corona per hari kunjungan wisatawan asal Tiongkok mencapai 200-250 orang atau sekitar 20 persen. ‘’Secara global jumlah wisman mencapai 1.500 orang. Namun sekarang hanya 1.000 wisatawan. Itu artinya penurunannya
mencapai 25 persen,’’ beber Manager DTW Ulun Danu Beratan I Wayan Mustika, Rabu (5/2) kemarin. Meski terjadi penurunan kunjungan wisatawan Tiongkok, di sisi lain tingkat kunjungan wisatawan asal India meningkat. Per hari mencapai angka 300-350 orang. ‘’Jadi kunjungan wisatawan India hampir sama dengan kunjungan wisatawan Tiongkok sebelumnya,’’ tutur Mustika. Jika ditotal rata-rata kunjungan wisatawan ke Danau Beratan mencapai 2.450 per hari. Jumlah itu dibandingkan angka kunjungan wisatawan pada Januari tahun 2019, per harinya menurun atau hanya di angka 2.400. ‘’Februari belum bisa dihitung. Karena masih awal bulan,’’ terangnya.
Ia pun berharap penyebaran virus itu tidak sampai berpengaruh terhadap negara lain. ‘’Jika berpengaruh, artinya berdampak berbahaya juga. Pariwisata kita bisa lumpuh,’’ ucapnya. Kondisi serupa juga terjadi di DTW Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri. Manager Operasional DTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana, mengakui kunjungan wisatawan Tiongkok memang turun. Hanya data pastinya belum diketahuinya. Karena jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dihitung secara global, bukan tiap negara. ‘’Memang berdampak terhadap kunjungan wisatawan. Biasanya banyak wisatawan Tiongkok berseliweran. Namun sekarang sepi. Bahkan
tidak terlihat sama sekali. Hanya wisatawan asal negara lain, seperti India dan Eropa,’’ ujarnya. Penurunan kunjungan wisatawan Tiongkok, dikatakannya, sudah terlihat sejak empat hari lalu. Bahkan penurunan wisatawan Tiongkok ini juga sempat terjadi sebelumnya. Saat itu ada persoalan tentang pasar Tiongkok. ‘’Meskipun wisatawan Tiongkok turun, tetapi wisatawan India yang naik,’’ jelasnya. Jika dihitung secara global khusus wisatawan mancanegara, kata Toya, memang terjadi penurunan kunjungan ke Tanah Lot. Awal bulan tahun 2020 kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 111.227. Sedangkan di bulan Februari per tanggal 1-4 ada pada angka 10.580. ‘’Kalau per harinya jika kita hitung wisman saja biasanya 7.000. Namun kini hanya 6.000,’’ beber Toyo Adnyana. (kmb28)
46 LPD ’’Sakit’’, Terbanyak di Baturiti dan Penebel
KEBERADAAN Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Tabanan jumlahnya mencapai ratusan. Dari data Lembaga Pemberdayaan (LP) LPD di Tabanan, jumlahnya mencapai 307 unit. Sayangnya, tidak semua LPD itu beroperasi dengan baik alias masuk kategori sehat. Sebab, sebanyak 46 di antaranya masuk kategori ‘’sakit’’. Lalu bagaimana caranya agar LPD-LPD yang ‘’sakit’’ itu bisa bangkit kembali memberikan kontribusi kepada desanya sendiri? Koordinator LP LPD Tabanan Dewa Alit Astina mengatakan angka LPD ‘’sakit’’ tahun ini jika dibandingkan 2019 memang sudah ada penurunan. Tahun lalu sebanyak 56 LPD masuk kategori sakit. ‘’Tahun ini ada di angka 46. Terbanyak di Kecamatan Baturiti dan Penebel,’’ terangnya, Rabu (5/2) kemarin. Penurunan angka LPD ‘’sakit’’ itu, kata Alit Astina, karena gencarnya pembinaan yang dilakukan. Salah satu pembinaan dilakukan melalui klinik supervisor yakni pemanggilan bendesa adat. Tujuannya, untuk membangkitkan kembali LPD yang bermasalah atau macet itu. ‘’Saat bendesa adat diterima, kami tanyakan kesulitan apa saja yang hadapi LPD-nya masingmasing. Kemudian bendesa
adat itu diberikan motivasi agar mereka membangkitkan kembali LPD-nya. Pembinaan itu muaranya demi kesejahteraan krama dan pembangunan di desa setempat lebih baik,’’ ucapnya. Ia pun melihat sebagian besar LPD masuk kategori sakit itu lantaran tidak adanya rasa jengah pada pengelolanya, sehingga keberadaan lembaga keuangan milik desa ini berjalan stagnan. Di satu sisi juga kurangnya tokoh panutan di desa adat setempat. Selama ini, lancar tidaknya keberadaan LPD itu juga disebabkan kepercayaan krama setempat terhadap pengelolanya. ‘’Masyarakat melihat siapa yang cocok mengelola LPD itu. Atas dasar kepercayaan, rasa jengah bersamasama menghidupkan LPD,
saya yakin lembaga itu bisa berkontribusi aktif dan positif untuk segala bentuk pembangunan di desa adat,’’ ujarnya optimis. Dari beberapa persoalan yang dihimpun selama ini, LPD yang masuk kategori sakit alias tidak berkembang itu dominan disebabkan kesalahan tata kelola. Pola manajemen yang dilakukan pengurusnya termasuk kurang baik. Setelah LPD yang masuk kategori sakit itu mulai bisa bangkit, pemerintah akan memberikan dana perlindungan. Dana perlindungan itu, kata Dewa Alit, yakni semacam kredit lunak tanpa bunga. Jangka waktu peminjamannya selama dua tahun. Kisaran dana yang bisa diberikan sebesar Rp 50 - 100 juta. Hal itu tergantung potensi. ‘’Jadi setelah dinilai layak LPD itu tumbuh kembali, maka LPD itu diberikan dana perlindungan. Namun harus mengajukan proposal terlebih dahulu ke provinsi,’’ ucapnya. Dana perlindungan ini adalah bentuk pancingan pemerintah. Dalam kaitan ini,
pihak pemerintah memang benar-benar peduli dengan keberadaan LPD. ‘’Pemerintah tetap saja memperhatikan lembaga ini. Lalu mengapa krama selaku nasabah atau pemilik tidak punya perhatian yang sama. Tumbuhnya LPD adalah berdasarkan kepercayaan masyarakat itu sendiri. Jika antara pengurus, prajuru adat sudah bersinergi dengan baik, maka saya optimis LPD itu sehat kembali,’’ pungkasnya yakin. (bit)
Dewa Alit Astina
Kamis Paing, 6 Februari 2020
Kendarai Motor ke Sekolah
Polisi Tertibkan Pelajar SMP Gianyar (Bali Post) Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Jalan Raya Blahtanah, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati yang menewaskan seorang pelajar SMP, tentu wajib dijadikan pelajaran berharga oleh masyarakat, khususnya para orangtua siswa. Apalagi saat ini di wilayah Gianyar masih marak ditemukan pelajar yang belum cukup umur mengendarai motor sendiri ke sekolah. Rabu (5/2) kemarin, polisi melakukan penertiban terhadap para pelajar SMP yang ke sekolah membawa motor sendiri dan memarkir sepeda motornya di Jalan Manik, Gianyar. Saat memasuki jam pulang sekolah, sangat mudah mendapati sejumlah pelajar yang mengendarai sepeda motor sendiri. Kondisi seperti ini ditemui di sejumlah SMP negeri di wilayah Gianyar. Padahal mereka yang masih mengenakan seragam sekolah ini dominan masih di bawah umur dan dipastikan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Kasat Lantas Polres Gianyar AKP Laksmi Trisna Dewi Wieryawan mengatakan pihaknya sudah melakukan pengecekan terhadap pelajar SMP yang mengendarai motor sendiri ke sekolah. Apalagi puluhan pelajar ini memarkir kendaraannya menggunakan badan jalan di Jalan Manik, tepatnya di belakang Kantor Bupati Gianyar. ‘’Pelajar yang masih di bawah umur ini memarkir kendaraan di
badan jalan,’’ ujarnya. Saat dirazia polisi Rabu siang kemarin, para pelajar SMP ini dijejer di pinggir jalan. Mereka lantas diberi pengarahan terkait tata tertib lalu lintas. Mereka juga diedukasi terkait bahaya berkendara jika melanggar aturan. Pada razia kemarin para pelajar ini hanya diberi peringatan, belum ada yang ditilang. Namun petugas akan kembali melakukan pengecekan. Apabila ditemukan melanggar, maka akan ditindak dan dilakukan pemanggilan orangtua. ‘’Untuk sementara kami beri imbauan dan peringatan dulu. Ke depan, secara bertahap akan dilaksanakan penindakan,’’ tegasnya. Laksmi Trisna Dewi menjelaskan, selama ini pihaknya sudah berupaya melakukan pencegahan agar
anak-anak di bawah umur tidak mengendarai sepeda motor. ‘’Satlantas Polres Gianyar khususnya Unit Dikyasa secara rutin memberikan imbauan tertib berlalu lintas kepada pengguna jalan secara umum melalui penerangan keliling,’’ katanya. Dikatakan, sasarannya adalah seluruh pengguna jalan, dengan harapan masyarakat memahami pentingnya tertib berlalu lintas. Sedangkan kegiatan ke sekolah-sekolah juga rutin dilakukan, baik itu TK, SD, SMP, SMA, dan kampus yang ada di wilayah Gianyar. ‘’Program kami tidak akan terlaksana secara maksimal jika tidak didukung oleh masyarakat, terutama oleh para orangtua siswa. Jika orangtua masih mengizinkan anaknya yang belum cukup umur untuk mengendarai sepeda motor
Puluhan Kendaraan Operasional Polres Gianyar Rusak
Gianyar (Bali Post) Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan operasional Polres Gianyar di halaman Mapolres Gianyar, Rabu (5/2) kemarin. Sebanyak 172 kendaraan diperiksa kelayakannya, terdiri atas kendaraan roda dua, roda empat dan roda enam. Dari jumlah itu, puluhan kendaraan dalam kondisi rusak. Bahkan ada yang rusak berat dan rencananya akan dihapus melalui proses lelang. AKBP I Dewa Made Adnyana menjelaskan, kegiatan pemeriksaan kendaraan bermotor tersebut untuk mengecek kesiapan operasional yang ada. ‘’Kami cek semuanya. Apabila ada yang rusak dan sebagainya, akan ditindaklanjuti agar diperbaiki oleh bengkel yang sudah ditunjuk,’’ jelasnya. Dalam pemeriksaan tersebut, kendaraan yang diperiksa
Bali Post/kmb35
DIPERIKSA - Kendaraan operasional Polres Gianyar diperiksa kelayakan di lapangan Mapolres setempat, Rabu (5/2) kemarin. terdiri atas kendaraan roda dua sebanyak 125 unit, dengan keadaan baik 35 unit, dan rusak ringan 90 unit. Kendaraan roda empat sebanyak 39 unit, dengan keadaan baik sebanyak sembilan unit, rusak ringan 28 unit, dan rusak berat dua unit. Sedangkan
untuk kendaraan roda enam ada delapan unit, dengan keadaan baik tiga unit, rusak ringan empat unit, dan rusak berat satu unit. Sehingga total terdapat tiga kendaraan yang rusak berat dan selanjutnya akan diusulkan penghapusan atau dilelang. (kmb35)
Bali Post/kmb35
MENERTIBKAN - Polisi menertibkan puluhan pelajar SMP yang memarkir sepeda motornya di Jalan Manik, tepatnya di belakang Kantor Bupati Gianyar, Rabu (5/2) kemarin. ataupun mobil, maka tujuan kegiatan yang kami lakukan tentu akan sulit tercapai,’’ katanya mengingatkan. Laksmi Trisna Dewi menambahkan, pihaknya berharap sejumlah sekolah mendukung program Satlantas Polres Gianyar dengan memberikan sanksi kepada siswa yang mengendarai sepeda motor ke sekolah tetapi belum memiliki SIM. ‘’Seharusnya
bukan hanya SIM, tetapi secara aturan, seluruh ketentuan berkendara harus dipatuhi untuk mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas, dan menekan fatalitas korban kecelakaan lalu lintas tersebut,’’ tegasnya. Laksmi Trisna Dewi mengingatkan, benteng yang paling kuat seharusnya adalah orangtua. Jika orangtua tidak memfasilitasi anak-anak
yang belum cukup umur untuk berkendara, maka akan semakin kecil kemungkinan mereka menggunakan kendaraan bermotor. ‘’Jadi, kami sangat berharap pengertian orangtua untuk tidak memberikan anaknya mengendarai motor sebelum waktunya,’’ ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Enzo Scivo Hokaru Samallo meregang nyawa aki-
bat lakalantas di Jalan Raya Blahtanah, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Minggu (2/2) malam. Remaja berusia 14 tahun yang masih berstatus pelajar SMP di salah satu SMP negeri di Ubud ini terlibat lakalantas akibat out of control. Korban sempat dilarikan ke RS Ari Çanti, Desa Mas, Kecamatan Ubud, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan. (kmb35)
Derita Peternak di Banjar Abasan Desa Singapadu Kaler
41 Babinya Mati Mendadak Berkah Galungan Tinggal Mimpi JUMLAH ternak babi yang mati di Kabupaten Gianyar terus bertambah. Kondisi ini terjadi hampir di seluruh wilayah Gianyar, namun kematian babi yang paling tinggi terjadi di Banjar Abasan, Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati. Bahkan, ada seorang peternak yang babi peliharaannya mati hingga 41 ekor. Ditemui Rabu (5/2) kemarin, I Nyoman Dana Saputra mengakui babi-babi peliharaannya mati secara beruntun. Menurutnya, babi peliharaannya mati pertama kali pada 26 Desember 2019 lalu. Sejak saat itu, satu per satu babi peliharaannya mati. ‘’Ciri-cirinya sama, tidak mau makan dan minum. Ada bintik-bintik merah di kulit,’’ jelasnya. Tidak tanggung-tanggung, peternak ini mengaku sampai
saat ini jumlah babi peliharannya yang mati sebanyak 41 ekor. ‘’Ada empat ekor induk babi yang mati, salah satunya sedang bunting. Selain itu, ada seekor babi berat 150 kilogram, 9 ekor babi berat 70 kilogram, dan 27 ekor bibit. Jadi, total 41 babi saya yang mati,’’ katanya dengan nada pasrah. Padahal dari segi kebersihan kandang, babi peliharaan Nyoman Dana Saputra termasuk sangat diperhatikan dan dalam pengawasan dokter hewan. ‘’Vaksin sudah rutin, kebersihan kandang saya jaga betul. Makanya, saya heran, kok bisa mati beruntun seperti ini. Sekarang sisa dua ekor saja, kondisinya juga sama,’’ ujarnya. Kini, pria berusia 52 tahun ini hanya bisa meratapi nasibnya. Pasalnya, setiap menjelang hari raya Galungan dan Kun-
ingan semestinya ia panen dan meraup rezeki yang lumayan. Tetapi kenyataannya, ia harus gigit jari. Total kerugian yang dideritanya mencapai puluhan juta rupiah dan berkah Galungan tinggal mimpi. ‘’Kerugian sekitar Rp 45 juta,’’ katanya. Menurut Dana Saputra, puluhan ekor babi yang mati itu dikuburnya di lahan di sekitar kandang babi secara berjejer. Bahkan, ia mengaku sampai lelah untuk mengubur bangkaibangkai babi tersebut. Yang membuatnya tambah sedih, sebelum musibah ini terjadi dirinya sampai minjam uang di koperasi untuk biaya pakan. ‘’Saya berani minjam karena yakin akan bisa jual banyak babi menjelang Galungan. Bahkan, ada rencana mau perbaiki tembok. Tapi, kenyataannya seperti ini,’’ ujarnya sedih.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Gianyar I Made Santi Arka Wijaya mengatakan pihaknya terus melakukan pendataan kematian babi di wilayah kerjanya. ‘’Awalnya, dipastikan sebanyak 36 babi mati mendadak di Banjar Abasan. Tapi, sekarang jumlah yang kami data terus bertambah,’’ katanya. Santi Arka Wijaya mengakui kematian babi terjadi hampir di seluruh wilayah Gianyar. Namun, ia menampik jumlah babi yang mati di seluruh Gianyar mencapai ratusan. Ia juga mengungkapkan hasil penelitian laboratorium, babi yang mati di Desa Klusa, negatif virus ASF. ‘’Mudah-mudahan kasus ini tidak berlanjut,’’ katanya. (nik)
Kamis Paing, 6 Februari 2020
Puskesmas Dawan I Tangani 16 Kasus HIV/AIDS Semarapura (Bali Post) Perkembangan kasus HIV/ AIDS nampak kian mengkhawatirkan. Ini membuat KPA Klungkung harus intensif melakukan langkah-langkah. Dalam satu kecamatan saja, khususnya di Puskesmas Dawan I sudah menangani 16 kasus HIV/AIDS. Bahkan sepanjang tahun 2019 satu di antaranya telah meninggal dunia. Hal itu terungkap saat Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta, selaku Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Klungkung, melakukan kunjungan kerja dan koordinasi anggota Komisi Penanggulangan AIDS ser-
Satu Korban Meninggal
ta penanggulangan penyakit HIV/AIDS di UPT Puskesmas Dawan I, Desa Pikat, Dawan, Rabu (5/2) kemarin. Kepala UPT Puskesmas Dawan I, dr. Ida Ayu Ketut Sri Handayani, menyampaikan Puskesmas Dawan I cukup serius melakukan penanganan kasus HIV/AIDS, agar kasus serupa tidak semakin marak khususnya di Kecamatan Dawan. Pihaknya pun meminta petunjuk lebih lanjut dari KPA Klungkung, guna menekan kasus itu di tahun 2020. ‘’Kami ingin mendapatkan banyak arahan dan bimbingan untuk penanggulangan penyakit ini,’’ ujar Sri Handayani. Sekretaris KPA Klung-
kung, Wayan Sumananya, menambahkan semua puskesmas yang ada di Kabupaten Klungkung sekarang ini sudah mampu mengampu pengobatan penyakit HIV/ AIDS ini. Sehingga bila ada kendala serius agar selalu melakukan koordinasi dengan KPA. ‘’Melalui kunjungan ini, kami berikan pembekalan kepada petugas KPA di puskesmas dan mengunjungi semua puskesmas yang ada di Klungkung,’’ ujar Sumanaya. Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta, mengaku ingin mengintensifkan tugas KPA yang ada di puskesmas. Tujuannya, untuk memberikan bimbingan agar dapat
memahami tugasnya masingmasing dan selalu berkoordinasi dengan KPA kabupaten dan kepala puskesmas. Wabup Kasta berharap program inovasi ‘’Jaga Gerbang’’ yakni Jangkau, Siaga, Gerakan Fisik dan Bangunkan Jiwa, diharapkan bisa menangkal penyebaran HIV/ AIDS itu, sekaligus penanganan orang dengan HIV/ AIDS (ODHA). ‘’Program Jaga Gerbang itu ditindaklanjuti dengan berusaha menjangkau ODHA di tengah sulitnya mendapatkan informasi keberadaan ODHA itu. Tujuannya agar mau membuka dirinya, memberikan jalan keluar dan pengobatannya
serta tidak menimbulkan rasa malu,’’ ujar Made Kasta. Penderita HIV/AIDS relatif tinggi di Klungkung. Saat ini sudah terdata sebanyak 440 penderita. Dari jumlah itu hanya 60 orang penderita yang mendapatkan pendampingan. Namun, hanya 15 orang penderita HIV/AIDS yang mau secara terbuka dan menerima bantuan itu. Pemberian bantuan bagi kaum ODHA itu merupakan bagian program inovatif KPA Klungkung. Diistilahkan Jaga Gerbang (Jangkau Siaga Gerak Bangun). Program itu diciptakan sebagai upaya memberikan pelayanan terbaik kepada ODHA. (kmb31)
Bali Post/kmb31
UPT - Wabup Kasta saat turun ke UPT Puskesmas Dawan I bersama KPA Klungkung.
Kamis Paing, 6 Februari 2020
Eksekutif Didesak Gali Potensi Pajak dari Vila dan Bungalo Amlapura (Bali Post)DPRD Karangasem mendesak eksekutif, khususnya Badan Keuangan dan Pengelolaan Aset Daerah (BKPAD) serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), serius menggali potensi pajak dari vila dan bungalo yang beroperasi di Karangasem. Pasalnya, selama ini cukup banyak vila dan bungalo yang beroperasi, namun tidak dipunguti pajak. Kondisi ini tentu saja membuat pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pajak tidak maksimal.
Bali Post/kmb41
SIDAK - Petugas Satpol PP Karangasem saat melakukan sidak ke vila yang belum berizin, beberapa waktu lalu.
Anggota DPRD Karangasem, I Nengah Rinten, mengatakan potensi PAD dari pajak vila dan bungalo cukup tinggi. Ditegaskan, di wilayah Karangasem terdapat ratusan bangunan vila dan bungalo yang tersebar di Kecamatan Sidemen, Kecamaran Abang, Kecamatan Kubu, Kecamatan Manggis, dan Kecamatan Karangasem, khususnya di Desa Sangkan Gunung, Purwakerti, Bunutan Sidemen, Padangbai, dan Tulamben. ‘’Di Kubu dan wilayah lainnya banyak vila dan bungalo
yang tidak membayar pajak. Keberadaan vila dan bungalo ini luput dari pengawasan petugas, sehingga mereka tidak membayar pajak ke daerah. Kami minta eksekutif yang membidangi masalah perpajakan supaya melakukan pengecekan terhadap vila dan bungalo ini, sehingga ke depannya bisa dipungguti pajak untuk memaksimalkan PAD,’’ ujar Rinten, Rabu (5/2) kemarin. Hal senada juga dilontarkan anggota DPRD Karangasem, Wayan Sumatra. Menurutnya, banyak vila
dan bungalo yang tak berizin di Karangasem dan pemiliknya tidak membayar pajak ke daerah. Bahkan, ada yang tidak berizin tetapi tetap beroperasi. Kondisi itu tentu saja sangat memengaruhi pendapatan daerah. ‘’Pendapatan di sektor pajak menjadi tidak maksimal. Pemerintah harus bisa mencari solusi agar keberadaan vila dan bungalo itu bisa dipunguti pajak. Termasuk vila dan bungalo yang belum mengantongi izin, supaya bisa segera mengurus ini operasi, sehingga nantinya mereka
wajib membayar pajak ke daerah,’’ tegasnya. Sumatra menambahkan, di kawasan Candidasa dan Sidemen banyak rumah penduduk dijadikan vila dan penginapan. Pihaknya dewan meminta dinas terkait secepatnya mendata keberadaan akomodasi pariwisata tersebut. Dikonfirmasi terpisah, Kepala BKPAD Karangasem, Made Sujana Erawan, menjelaskan pihaknya berupaya mengoptimalkan pendapatan dari sektor pariwisata. Ditegaskan, pihaknya akan menjalin koordinasi dengan DPM-PTSP terkait perizinan vila dan bungalo tersebut. ‘’Kami akan cari regulasi tentang akomodasi wisata yang belum mengantongi izin operasi tersebut,’’ tegasnya. (kmb41)
Politik Senator RI Buka Konferda dan Rakerda Ke-1 Garda Bali
Arya Wedakarna Minta Ribuan Anggota Garda Jaga Visi Bali Berdaulat Trisakti Bung Karno MESIN pemenangan pemilu Arya Wedakarna (AWK) yang sukses mengantarkan salah satu putra terbaik Bali untuk sukses di Pemilu 2019 yakni Garda Bali menyelenggarakan Konferensi Daerah (Konferda) dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Ke-1 Tahun 2020 di Wantilan Gedung DPRD Bali. Acara konferensi dihadiri dan dibuka langsung oleh Ketua Dewan Pembina Garda Bali Dr. Shri Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III sekaligus Senator DPD-RI utusan Bali. Dalam sambutannya di hadapan kurang lebih 200 pengurus Garda dari sembilan kabupaten/kota di Bali, AWK menyatakan bahwa generasi muda Bali harus memiliki wawasan politik yang andal mengingat pengetahun politik akan ikut membantu eksistensi Bali di hadapan republik dan konstitusi. ‘’Anggota Garda Bali harus memahami bahwa perjuangan agama Hindu di
Indonesia dan juga Bali ke depan adalah terkait dengan eksistensi di bidang politik. Bali tidak akan bisa bertahan hanya dengan ritual dan upacara adat semata, tapi jika Bali ingin eksis maka yang paling penting adalah politik (dharma) dan kekayaan SDM (artha). Sudah diajarkan dalam Catur Purusa Artha dan dalam kitab-kitab Hindu Dharma juga sudah jelas mengajarkan tentang politik Satyagraha. Jadi, jika ingin membela kaum marhaen, ingin membela orang miskin dan orang tertindas, maka hanya melalui cara advokasi, cara politik dan cara diplomasi. Tidak ada yang lain,’’ ungkap AWK. Ia pun mencontohkan bagaimana bapak bangsa Indonesia yakni Bung Karno telah memberikan ajaran hebat yakni Tri Sakti Bung Karno yang justru diambil dari ajaran agama Hindu. ‘’Almarhum ayah saya, Shri Wedastera Suyasa, bercerita saat menjadi Ketua PNI Bali di zaman Bung
Karno sering diajak diskusi oleh Presiden Soekarno, termasuk saat ada rencana pendirian PHDI pada 1959 dan pembamgunan Istana Tampaksiring. Saat itu, Bung Karno banyak bertanya tentang makna Tri Murti dan Trisakti pada tokoh agama Hindu di Bali dan akhirnya atas kepentingan bangsa yang lebih besar, Bung Karno memakai nama Sansekerta yakni Tri Sakti untuk lebih menjelaskan makna Pancasila dan Marhaenisme. Tri Sakti itu berdaulat dalam bidang politik sebagai simbol Saraswati, berdikari bidang ekonomi sebagai simbol Dewi Sri Laksmi dan berkepribadian dalam bidang kebudayaan sebagai lambang Durga Parwati. Jadi, nama Tri Sakti itu benar-benar berasal dari ajaran Hindu Dharma dan kita harus bangga. Dan saat ini yang paling penting bagaimana anggota Garda bisa menjaga dan mengimplementasikan Tri Sakti ini dalam kehidupan sehari-hari,’’ ungkap AWK yang juga President The Su-
SOSOK Sampaikan Aspirasi WAKIL Ketua DPRD Karangasem asal Desa Rendang, I Made Agus Kertiana, membuat rumah aspirasi masyarakat. Pascadibentuknya rumah aspirasi itu, cukup banyak warga yang datang menyampaikan aspirasi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat selama ini. Dikatakan, rumah aspirasi ini dicanangkan sebelum dirinya sebagai wakil rakyat di DPRD Karanagsem. Sekarang pihaknya menepati janjinya untuk membuat rumah aspirasi itu sebagai tempat masyarakat untuk menyampaikan aspirasinya. ”Sudah banyak warga Rendang yang menyam-
paikan aspirasi terkait persoalan yang mereka hadapi. Warga meminta solusi terkait masalah pelayanan, mulai dari kesehatan, bedah rumah, listrik, kebutuahan air bersih dan aspirasi lainnya,” katanya, Rabu (5/2) kemarin. Ia menegaskan, banyak aspirasi masyarakat yang ditanganinya. Salah satunya, membuat kartu lansia. Termasuk, memberikan bantuan listrik kepada warga yang kurang mampu. “Saya siap memfasilitasi. Karena sudah menjadi kewajiban saya membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. (nan)
Pengunggah Video Pungutan di Tirtagangga Minta Maaf
Amlapura (Bali Post) Komang Astika yang mengunggah video terkait krama Bali atau pamedek yang masuk ke Objek Wisata Tirtagangga dipunggut karcis dan sempat viral di media sosial (medsos), akhirnya meminta maaf kepada pihak pengelola Objek Wisata Taman Tirtagangga, Selasa (4/2) malam. Permohonan maaf yang dilakukan di Puri Kanginan Agung Karangasem itu diterima langsung Ketua Badan Pengelola Taman Tirtagangga Anak Agung Made Kosalia beserta keluarga puri lainnya. Kosalia mengatakan, pihaknya sama sekali tidak meminta pamedek yang mengunggah video di medsos terkait pemungutan karcis untuk membayar uang kebersihan Rp 10 ribu itu meminta maaf kepada pihak pengelola. Namun, yang bersangkutan justru langsung datang kepada pihak pengelola untuk menyampaikan permohonan maaf atas hal tersebut. ‘’Kami justru tidak tahu yang bersangkutan akan menyampaikan maaf. Karena ada niat itu, kami terima yang bersangkutan di Puri Kanginan. Mengingat dia datang dengan baik-baik, maka kami juga terima dengan baik penyampaian maaf dari yang bersangkutan. Apalagi, yang
bersangkutan juga telah mengakui kesalahannya dan tidak akan mengulangi perbuatan seperti itu lagi,’’ ujarnya. Kosalia menjelaskan, pihaknya menanyakan alasan yang bersangkutan mengunggah video seperti itu ke medsos hingga viral. Dikatakan, yang bersangkutan mengaku tidak tahu ada aturan seperti itu di Objek Wisata Taman Tirtagangga. Selanjutnya, pihaknya juga meminta yang bersangkutan untuk meminta maaf di medsos. ‘’Kami juga meminta yang bersangkutan untuk menghapus unggahan video yang sempat viral itu agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat.
Yang bersangkutan mengaku siap meminta maaf lewat medsos setelah puncak upacara selesai digelar,’’ jelasnya. Dengan adanya kejadian ini, Kosalia mengimbau kepada masyarakat supaya lebih berhatihati dalam menyampaikan sesuatu di medsos. Karena sedikit keliru, akan sangat berdampak negatif di kalangan masyarakat luas. ‘’Kami minta masyarakat Bali lebih berhati-hati dalam menyampaikan sesuatu yang belum jelas permasalahannya, karena itu akan menjadi pandangan negatif di masyarakat. Padahal, belum tentu seperti itu,’’ katanya mengingatkan. (kmb41)
Bali Post/ist
MOHON MAAF - Komang Astika saat meminta maaf kepada Ketua Pengelola Objek Wisata Taman Tirtagangga, Selasa (4/2) malam.
karno Center. Dalam kesempatan itu, AWK meminta agar anggota Garda benar-benar setia dalam membela kebenaran apa pun risikonya khususnya mengubah karakter anak mudanya. ‘’Membela kebenaran itu ada dua risiko, yakni bisa menjadi populer atau sebaliknya. Dan jika untuk membela kebenaran ya… harus berani ambil risiko. Harus berani melawan kalangan status quo dan ortodoks. Di sinilah jiwa-jiwa anak muda bangsa dibutuhkan. Dan jika mau menjadi pemimpin kan memang harus disorot dulu, harus kontroversial dulu, harus berani melawan arus dulu demi membela Dharma. Lihat saja Arjuna menjadi hebat karena dia kontroversial dan paling ngeyel di antara seluruh Pandawa. Lihat Bung Karno bisa jadi pemimpin karena dia sangat berani melawan arus termasuk melawan bangsanya sendiri demi prinsip-prinsip Pancasila yang tegak. Begitu juga lihat Raja Dalem Wa-
turenggong dan Pahlawan Mr. Gusti Ketut Pudja yang berani mempertahankan Hindu Majapahit dan tegas memilih Pancasila dalam persiapan kemerdekaan Indonesia. Dan kini ada AWK yang berani menggebrak dan berbicara apa adanya demi meluruskan budaya Bali. Ini penting untuk dicontoh oleh Garda Bali berani bergerak dengan revolusioner dalam konteks Pancasilais,’’ ungkap AWK. Sebelum menutup acara, AWK meminta kepada Garda untuk mengamankan program Nawa Cita Presiden Joko Widodo apa pun costnya. ‘’Kalau ada yang berani melawan Nawa Cita Jokowi di Bali, maka Garda saya minta bergerak. Kita dukung Jokowi karena hanya beliau pemimpin bangsa yang kita andalkan untuk menjadi kebinekaan. Dan saya pastikan Bali akan nyaman di bawah leadership Joko Widodo,’’ ungkap AWK yang juga anggota Komite I Bidang Hukum DPD-RI ini. (ad129)
SATYAGRAHA – Senator Dr. Arya Wedakarna saat hadir di Desa Abian Tuwung, Tabanan dan Desa Werdi Bhuwana, Badung terkait aspirasi masalah administrasi dan hukum.
Kamis Paing, 6 Februari 2020
Kendalikan Serangan Lalat Buah
Petani Direkomendasikan Musnahkan Buah Busuk
Bangli (Bali Post) –
Petani cabai di Dusun Yeh Mampeh, Desa Batur, Kintamani dipusingkan dengan serangan lalat buah. Serangan hama itu mengakibatkan buah cabai menjadi rusak dan busuk. Menyikapi hal itu, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli telah turun mengecek kondisi di lapangan. Untuk mengendalikan serangan itu, petani direkomendasikan memusnahkan buah cabai yang busuk itu dengan cara dibakar/ditanam. Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Wayan Sarma, Rabu (5/2) kemarin mengatakan, pihaknya melalui petugas pengamat organisme pengganggu tumbuhan (POPT) sudah melakukan pemantauan ke perkebunan cabai di Yeh
Mampeh. Hal itu menyusul adanya keluhan petani soal serangan lalat buah yang mengakibatkan produksi cabai petani menurun. Dari hasil pemantauan, intensitas kerusakan cabai akibat serangan lalat buah itu masuk kategori ringan. Menurut Sarma, mun-
culnya serangan lalat buah itu, salah satunya dipicu cuaca. Meski serangannya tergolong ringan, pihaknya tetap merekomendasikan petani melakukan pengendalian. Di antaranya menyarankan petani memasang perangkap lalat buah. Seperti petrogenol dan se-
jenisnya guna mengurangi populasi lalat. Petani juga direkomendasikan mengumpulkan buah cabai yang jatuh. Kemudian cabai itu dimusnahkan dengan cara dibakar/ditanam. Supaya tidak menjadi inang atau tempat hidupnya lalat. Guna menghindari serangan hama itu, petani diminta menanam varietas yang tahan hama. ‘’Tanam cabai pada lahan yang steril dari HPT (hama pengganggu tanaman), bukan dari bekas tanaman mentimun, pare, cabai yang merupakan inang
dari lalat buah,’’ terangnya. Selain itu, petani juga direkomendasikan tidak menggunakan pestisida anorganik jelang masa panen. Sebagaimana diketahui petani cabai di wilayah Yeh Mampeh, Desa Batur, Kintamani itu tidak bisa mendapatkan hasil panen secara maksimal. Hal itu disebabkan tanaman cabai petani banyak diserang lalat buah, seperti yang dialami Wayan Karta. Tak Bisa Panen Maksimal Serangan lalat buah, kata Karta, sangat mengganggu
produksi cabainya. Ia tidak bisa memanen cabainya secara maksimal lantaran banyak buah cabainya busuk. ‘’Kalau biasanya bisa menghasilkan 300 kilogram per 30 are. Sekarang hasil panennya turun 45 persen,’’ ungkapnya, Selasa (4/2) lalu. Berbagai upaya sudah dilakukannya untuk mengatasi serangan lalat buah pada tanaman cabainya. Seperti memasang perangkap lalat, penyemprotan insektisida, dan lainnya. Namun serangan lalat itu terus saja muncul. Hal ini tidak saja dirasakannya
sendiri, namun juga petani cabai lainnya di Yeh Mampeh. Akibat banyaknya serangan lalat tersebut, Karta mengaku merugi hingga jutaan rupiah. Sebab, banyak sudah biaya dikeluarkan untuk pemeliharaan cabai itu. Saat ini, harga cabai rawit di tingkat petani tembus Rp 100-105 ribu per kilogramnya. Dengan menurunnya hasil panen akibat serangan lalat buah ditambah cuaca kurang bersahabat, pada masa panen kali ini ia pun tidak bisa menikmati harga jual cabai yang mahal. (kmb40)
Gagal, Regulasi Objek Wisata Baru
Pendidikan
Mahasiswa STMIK STIKOM Indonesia OPD Terkait Dituding Kurang Cerdas Mengadakan Kegiatan Artspirasi
ARTSPIRASI merupakan acara yang dinaungi tiga bidang Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) STIKI Indonesia yaitu, Gradasi (Graphic and Multimedia STIKI), SPC (Stiki Photography Community) dan Lingkaran Film. Artspirasi berasal dari dua kata, yaitu Art yang berarti seni dan Spirasi yang berasal dari kata Inspirasi. Diharapkan, kegiatan Artspirasi 5 ini dapat menjadi wadah penyaluran seni dan inspirasi generasi muda di bidang desain grafis, multimedia, photography dan videography.
Kali ini Artspirasi 5 mengangkat tema ‘’Artspirasi untuk Negeri’’. Melalui tema ini diharapkan masyarakat peduli terhadap kondisi lingkungan hidup di Indonesia. Sebab, kenyataanya pengolahan sampah saat ini masih sangat memprihatikan. Tidak hanya itu, masalah penebangan hutan liar semakin marak. Pembangunan kian membuat terbatasnya lahan penghijauan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semua kalangan terutama pemuda sadar. Mereka diharapkan membuat berbagai
inovasi dengan mengaplikasi secara nyata dan membumi segala kreativitasnya. Pada kegiatan ini ada beberapa lomba, yaitu lomba Short Movie dan Poster tingkat SMA/ SMK/Sederajat se-Provinsi Bali bertema Peduli Lingkungan Melalui Seni Dan Budaya. Tema itu bertujuan agar generasi muda sadar akan lingkungannya, baik mikro maupun makro tanpa melupakan budaya tradisional yang ada di Indonesia. Pengumuman pemenang diadakan tanggal 7 Februari 2020.
Digelar juga Seminar Nasional. Seminar yang diadakan 5-6 Februari 2020 itu terbuka untuk mahasiswa dan umum. Adapun tema seminar nasional itu adalah Create Your Masterpiece Design, Be Creative On Film Making, Capture Your Culture With Photography. Dengan berbagai tema tersebut diharapkan dapat menumbuhkan ide kreativitas serta membuka pemikiran bahwa ide itu bisa datang dari mana saja. Ide dan kreativitas itu bisa disalurkan melalui karya seni baik foto, film, maupun desain. Tidak hanya seminar, juga digelar pameran pada 2-8 Februari 2020. Pameran Artspirasi 5 kali ini berkolaborasi dengan UKM Teater STIKI dengan tema ‘’Lingkungan Indonesia’’. Tema tersebut mengangkat berbagai keresahan terhadap lingkungan hidup di Indonesia yang tidak lagi dipedulikan sebagian masyarakat sekitarnya. Karya yang dipamerkan merupakan karya dari UKM Gradasi, UKM SPC, dan ada dari Bapak dan Ibu Dosen (Desain Grafis Multimedia STIKI) dan juga karya dari beberapa komunitas yang ada yaitu Camera Indonesia, Pena Hitam. Peserta yang datang dari luar kampus adalah HMJ Photography ISI Denpasar selain itu UKM Multimedia ITB STIKOM Bali. (k250)
TEROBOSAN Bupati Bangli, I Made Gianyar, menaikan pendapatan asli daerah (PAD) dengan meregulasi dan mengenakan retribusi pada beberapa objek wisata baru yang sedang booming, gagal terwujud di tahun 2020. Apa kendalanya sehingga regulasi untuk menguatkan retribusi di objek wisata baru itu gagal terealisasi? Bupati Bangli, Made Gianyar, mengatakan kegagalan itu terjadi karena OPD terkait yang ditugaskan mewujudkan idenya itu kurang cerdas. Hanya Bupati enggan menunjuk langsung siapa yang dimaksud. “Pokoknya yang turun saat itu,” ujarnya, Rabu (5/2) kemarin. Dijelaskannya, kurang cerdas yang dimaksud, yakni dalam hal menjawab pertanyaan masyarakat. Proses penjajakan yang sudah dilakukan Pemkab Bangli selama ini, dianggap belum ada peran berarti menghadirkan dan juga mengembangkan destinasi baru itu. Padahal, kata Made Gianyar, peran Pemkab Bangli selama ini sudah sangat tinggi. Pertama, Pemkab telah memberikan regulasi berupa Perbup dan SK Bupati sebagai desa wisata. Kedua, Pemkab telah menyediakan infrastruktur jalan memadai menuju desa wisata itu. “Jadi kurang cerdas dalam menjawab,” terangnya. Untuk bisa mewujudkan terobosannya itu, Made Gianyar mengaku telah memerintahkan
jajarannya itu turun kembali melakukan penjajakan. “Harus dijelaskan lagi. Masak pemerintah dibilang tidak ada peran,” katanya. Menurutnya, membangun daerah itu dibutuhkan peran serta dan kontribusi masyarakat. Masyarakat harus punya pemahaman apa yang bisa diberikan kepada negara, bukan sebaliknya apa yang bisa didapat dari negara. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada masyarakat seperti Penglipuran, Kehen dan Kintamani yang selama ini telah berkontribusi kepada daerah melalui kerja sama pengelolaan objek wisata. “Ini kan semua pembangunan untuk rakyat. Sehingga bagi yang belum berkontribusi, karena masih ada hambatan kayaknya perlu dibangun kebersamaan. Apa yang sudah baik dilakukan
destinasi lain, diikuti,” ujarnya. Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani itu juga mengungkapkan pihaknya saat ini sudah menyetujui perubahan MoU atas bagi hasil pendapatan retribusi objek wisata, antara pemerintah dengan pengelola objek wisata. Kalau sebelumnya pembagiannya 60 persen masuk ke pemerintah dan 40 persen ke pengelola objek wisata, kini sebaliknya. Pihaknya menyadari perubahan prosentase itu perlu dilakukan lantaran pihak pengelola wisata selama ini punya beban berat untuk tetap menyuguhkan keindahan dan kenyamanan bagi wisatawan. Dia mencontohkan Pengelipuran. Pihak pengelola di sana perlu dana memperbaiki kerusakan angkul-angkul yang selama ini menjadi daya tarik wisatawan di Desa Pengelipuran. (ina)
I Made Gianyar
Kamis Paing, 6 Februari 2020
Dampak Virus Corona
Dua Hotel Kehilangan 300 ’’Room Night’’
Singaraja (Bali Post) Virus Corona yang merebak di beberapa negara, mulai dirasakan dampaknya oleh pelaku pariwisata Buleleng. Meskipun kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Buleleng tidak seramai Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, tetapi pelaku pariwisata di daerah ini telah kehilangan pesanan kamar dari wisatawan asal Negeri Tirai Bambu tersebut. Ketua Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Buleleng, Dewa Ketut Suardipa, Rabu (5/2) kemarin mengatakan, dari 180 pengusaha yang tergabung dalam PHRI, sampai sekarang ada dua pemilik hotel yang melaporkan kehilangan pesanan kamar akibat serangan virus Corona. Kedua hotel yang memang pasarnya wisatawan Tiongkok tersebut kehilangan sekitar 300 room night. Dia mengalkulasikan, dari dua hotel tersebut jika dirata-ratakan per kamar dipesan oleh dua orang, maka ada 600 orang wisatawan Tiongkok telah batal berlibur di Den Bukit. ‘’Walau tidak seperti Denpasar dan Badung hingga ribuan room night telah dibatalkan sejak virus Corona, kita juga merasakan dampaknya, apalagi pangsa pasar Tiongkok memang kecil dan kejadian seperti ini, ya… menambah sulit
Terjaring Operasi Lima Gepeng Dipulangkan Singaraja (Bali Post) -
Satpol PP menertibkan gepeng, Rabu (5/2) kemarin. Dalam razia tersebut, lima orang gepeng terjaring saat memintaminta. Empat orang yakni Ketut Radeng (70), Luh Santep (65), Wayan Madia (28), Gede Dian (2) asal Karangasem. Sedangkan, seorang lagi, Tohani (65) asal Sitobondo, Jawa Timur. Setelah dibina, kelimanya dipulangkan ke daerah asal masing-masing.
Bali Post/kmb38
Dewa Ketut Suardipa
anggota kita dalam menggeluti usahanya,’’ katanya. Menurut Dewa Ketut Suardipa, pembatalan pesanan kamar sebanyak itu diterima pihak hotel mulai pertengahan Januari sampai Februari 2020. Rencananya, ratusan wisatawan asal Tiongkok itu akan berlibur saat Tahun Bari Imlek yang lalu. Jumlah pembatalan pesanan kamar hotel dipastikan akan bertambah hingga beberapa bulan ke depan. Apalagi menyusul kebijakan pemerintah pusat yang menutup sementara penerbangan dari Tiongkok ke Indonesia. Meski demikian, pihaknya yakin kebijakan adalah solusi terbaik untuk kepentingan yang lebih besar. (kmb38)
Kasatpol PP Buleleng, Putu Hartawan, mengatakan penertiban ini dilancarkan karena anggotanya sering menemukan gepeng beraksi di sejumlah lokasi di Kota Singaraja dan Seririt. Tempat yang menjadi sasaran para gepeng ini seperti pertokoan Jalan Ahmad Yani dan Simpang Empat Pantai Penimbangan. Sementara di Kelurahan Seririt tidak ditemukan satu pun gepeng. Selain di tempat-tempat umum, para gepeng ini beraksi di beberapa traffic light. Para gepeng ini berusaha mengais rezeki dari uluran tangan warga. Tak hanya itu, gepeng ini sengaja membawa anak balita. ‘’Saat patroli, anggota menemukan gepeng, sehingga kita lakukan penertiban. Kelimanya ditemukan sedang meminta-minta,’’ katanya. Kelima gepeng tersebut bersama perlengkapannya hari itu juga diserahkan ke Dinsos. Para gepeng ini diterima Kepala Dinsos, Gede Sandhiyasa. Saat memberikam
pembinaan, Gede Sandhiyasa mengingatkan, kelima gepeng itu agar tidak kembali meminta-minta ke Buleleng. Apalagi, keberadaan gepeng tidak saja mengganggu kenyamanan dan ketertiban umum, tetapi keselamatannya tidak ada yang menjamin, kalau terjadi sesuatu. Setelah diberikan pembinaan terkait pelanggaran yang dilakukan, kelimanya kemudian dipulangkan ke daerah asal mereka. Empat orang gepeng termasuk seorang balita dipulangkan ke kampung halamannya di salah satu desa di Karangasem. Sedangkan seorang gepeng dengan kondisi cacat fisik asal Sitobondo karena lintas provinsi, sehingga Dinsos menyerahkan yang bersangkutan ke Dinsos Bali untuk dipulangkan ke kampung halamannya. ‘’Kami memfasilitasi untuk pemulangannya ke daerah asal, dan harapannya mereka tidak lagi kembali,’’ jelas mantan Kepala Dinas PMD ini. (kmb38)
Bali Post/kmb38
GEPENG - Lima gepeng yang terjaring razia dipulangkan ke daerah asalnya, Rabu (5/2) kemarin.
Antisipasi Virus ASF, Distan Siapkan Disinfektan
Bali Post/dok
ASF - Distan Buleleng mendistribusikan tablet untuk bahan disinfektan untuk mensterilkan kandang dan ternak babi dari kemungkinan terserang virus ASF.
Dcr Adm & SPG + Sopir.ByPas IB Mantra 112B Dps, 087754434981
B.BP.001.02.20.0000133
Dcr Admin wnt max 30th.Lamaran dibawa ke.CV.Warna Bali. Jln Gurita I No.20C,085100009398
B.BP.001.02.20.0000051
Dicari Salesman/Girl,Gaji 3jt, Transport,Komisi,Bonus Hub Hp.087 761 391 444
B.BP.001.01.20.0000723
SERVICE
Dicari segera, Tenaga STM / Pelaksana 2 orang,untuk proyek villa yang sedang berjalan. Lamanya proyek kurang lebih 2,5 Tahun. Lamaran bawa ke Jl.Tukad Unda No.10 Renon. Tlp. 0361-228667 B.BP.004.02.20.0000121
Dibthkan tng jadi Member infinycal dptkan tambahan income waktu flesible,Hp.085792351830 B.BP.001.02.20.0000113
SERVICE
Singaraja (Bali Post) Meskipun belum ditemukan kematian babi dalam jumlah besar, Distan Buleleng melakukan langkah pencegahan penularan virus African Swine Fever (ASF). Di setiap kecamatan saat ini sudah disiapkan tablet yang dijadikan cairan disinfektan. Setiap peternak babi baik skala rumah tangga dan skala besar telah dibagikan disinfektan untuk menetralisir kemungkinan virus tersebut menyerang babi. Kepala Distan Buleleng, Made Sumiarta, Rabu (5/2) kemarin mengatakan, sejak munculnya serangan virus ASF, pihaknya sudah melakukan
pemantauan ke beberapa desa yang warganya banyak menernakkan babi. Hasilnya, secara umum populasi ternak babi di daerahnya saat ini dijamin bebas dari serangan virus ASF. Ini dibuktikan dengan tidak ada temuan kematian babi secara massal seperti yang terjadi di Denpasar, Badung, Gianyar, dan di Kabupaten Tabanan. Selain itu, berbekal dari referensi dari Ditjen PKH Kementan Republik Indonesia yang menyebut virus ini berkembang biak melalui pemberian pakan dari limbah hotel dan restoran, pihaknya sudah melakukan penelusuran ke lokasi peternak
Dcr laki-laki D3 umur max 30th Hub:085100636609-0361-237066
PROPERTY
Dibutuhkan karyawan sbg costumer service.Gaji Rp.3.000.000/ bln Hub +62 812-3670-6128
Jual Ruko LB/LT 300/240 SHM Jl.Buruan Gianyar Bali. P 2% Hub.081998983805/081339517954
B.BP.001.02.20.0000108
B.BP.031.02.20.0000087
PROPERTY DIJUAL TANAH
Tnh Pgr Jl By Pass Kediri Tbn 18,26/680Jt/A,Ng /081242710784
B.BP.001.02.20.0000116
DIJUAL TEMPAT
B.BP.031.02.20.0000124
KEHILANGAN Hlg BPKBNo.H07413509-ODK1475 IM An.Harianto AG. Denpasar B.BP.001.02.20.0000114
yang berada di kawasan wisata, yakni di Kecamatan Banjar dan Kecamatan Gerokgak. Peternak di kedua wilayah itu belum ada yang menggunakan pakan dari limbah hotel atau restoran. Dengan demikian Sumiarta memastikan tidak ada serangan virus ASF di Buleleng. ‘’Pemantauan masih berlangsung. Di beberapa wilayah termasuk di kawasan wisata, peternak semuanya menggunakan pakan hijauan atau pakan babi pada umumnya. Dengan demikian, sampai sekarang babi hasil peternakan masyarakat bebas dari ASF,’’ katanya.
KEHILANGAN
Hlg BPKB DK 2153 GAN nosin LX150CEPB4359 Nym Yudiana B.BP.167.02.20.0000119
Hlg BPKB DK 4796 GS, No M 03604755 a/n Sunarto B.BP.167.02.20.0000118
BIRO JASA
Sy Siap Bntu Byar-Lporan Pajak BlannSPT ThunanNPWPSIUPTDP HP/WA081239026955&081338344155 B.BP.001.02.20.0000023
Untuk mengoptimalkan pencegahan, Made Sumiarta mengaku pemerintah daerah sudah mendistribusikan tablet untuk membuat cairan disinfektan. Satu tablet ini setelah dilarutkan pada 100 liter air dapat digunakan untuk mensterilisasi kandang atau ternak babi itu sendiri. Pencegahan ini epektif membasmi kemungkinan terjadinya serangan virus ASF. Selain itu, untuk sementara para tukang potong babi (jagal - red), diingatkan agar tidak sembarangan mendatangkan babi dari luar daerah. Kalau mendatangkan
dari luar Buleleng, pihaknya meminta agar sebelum dipotong, kesehatan hewan harus diperiksa terlebih dahulu. Sementara terkait dampak serangan virus ASF terhadap konsumsi daging babi, Sumiarta menyebut sejauh ini belum ada keterangan atau hasil penelitian yang menyebutkan bahwa virus ASF menular ke manusia. Untuk itu, masyarakat tidak perlu khawatir kalau akan mengonsumsi daging babi, asal daging babi dimasak dengan cara benar terutama memasak dalam suhu di atas 80 derajat celcius. (kmb38)
Kamis Paing, 6 Februari 2020
BPD Bali Cabang Negara Implementasi GNNT untuk Pemerintahan Desa Se-Jembrana
BANK Pembangunan Daerah (BPD) Bali Cabang Negara menggelar sosialisasi Implementasi Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT) di Gedung Kesenian I. Soekarno Jembrana, Rabu (5/2) kemarin. Kegiatan yang dibuka langsung Bupati Jembrana I Putu Artha ini diikuti seluruh perangkat desa di Kabupaten Jembrana, baik kepala desa, sekretaris, kaur hingga perangkat Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tim pembina APBDes, Kepala Dinas PMD Jembrana Gede Sujana dan camat se-Jembrana. Kepala BPD Bali Cabang Negara Ida Bagus Surawan mengatakan, kegiatan ini merupakan kerja sama Bank BPD Bali dengan pemerintah kabupaten melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Jembrana. Melalui GNTT ini Bank BPD Bali mendukung program pemerintah sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Dalam Negeri Nomor 9 10/1866/SJ dan Nomor 9 10/1867/ SJ tanggal 17 April 2017 tentang
implementasi transaksi nontunai masing-masing pada pemerintah daerah provinsi dan pemerintah daerah kabupaten/kota. ‘’GNNT ini merupakan elektronifikasi transaksi pemda yang diyakini dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi, sehingga perencanaan ekonomi daerah menjadi lebih akurat. Kami BPD Bali mendukung program GNTT ini dengan terus mengembangkan dan meningkatkan fitur-fitur produk dan layanan yang berbasis digital untuk mempermudah akses dan proses pelayanan kepada masyarakat,’’ terang Surawan. Disebutkannya, di awal tahun 2020 ini, Bank BPD Bali telah memperkenalkan sistem transaksi nontunai yaitu QRIS (Quick Response Indonesia Standard) yang berbasis QR code dan Bank BPD Bali adalah Bank Daerah nomor dua yang mendapatkan izin penggunaan QRIS dari Bank Indonesia setelah Bank DKI. Saat ini seluruh organisasi perangkat daerah (OPD)
di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana juga sudah menerapkan transaksi nontunai melalui layanan Bank BPD Bali yaitu internet banking bisnis (IBB) dan juga sudah diterapkan pembayaran retribusi melalui e-retribusi pasar. Dan mulai kemarin, layanan IBB juga diimplementasikan untuk seluruh pemerintahan desa di Kabupaten Jembrana, sehingga pengelolaan keuangan dapat lebih efisien, efektif dan transparan. ‘’Harapan kami sinergi antara pemerintahan daerah dengan Bank BPD Bali bisa terus ditingkatkan,’’ terangnya. Bupati Jembrana I Putu Artha yang membuka acara tersebut dihadapan para perangkat desa dan BPD menyampaikan terima kasih dan mendukung kegiatan yang digelar BPD Bali bekerja sama dengan Dinas PMD ini. Dengan transaksi nontunai diterapkan di pemerintah desa, dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi, sehingga
AHM Rilis Honda CRF1100L Africa Twin Adventure Sports PT ASTRA Honda Motor (AHM) merilis Honda CRF1100L Africa Twin Adventure Sports sebagai model terbaru bagi pencinta sepeda motor adventure tourer sejati di Indonesia yang mendambakan ketangguhan untuk menjelajah jarak jauh. Honda CRF1100L Africa Twin Adventure Sports kini hadir dengan mesin baru yang semakin bertenaga dan dilengkapi berbagai fitur canggih. Mesin baru berkapasitas 1.084cc 4 stroke SOHC dengan konfigurasi parallel twincylinder berpendingin cairan mampu menghasilkan tenaga maksimal 75 kW @7500 rpm dan torsi puncak 105 Nm @6000 rpm. Karakter sepeda motor ini memiliki tenaga yang kuat di semua putaran mesin. Dengan bobot sepeda motor yang kini lebih ringan 5 kg dari model sebelumnya membuat Honda CRF1100L Africa Twin Adventure Sports semakin lincah dalam bertualang di medan on-road maupun off-road. Ketangguhan Honda CRF1100L Africa Twin Adventure Sports semakin diperkuat dengan fitur yang lengkap dan canggih di kelasnya. Kehadiran sensor Inertial Measurement Unit (IMU) berfungsi untuk mendeteksi posisi sepeda motor dalam 6 poros dan dapat terhubung pada fitur lain seperti ECU dan ABS, sehingga sepeda motor dapat menyesuaikan kondisi medan yang dilalui. Motor adventure tourer ini juga telah dilengkapi pengaplikasian 4+2 riding mode, di mana pengendara dapat memilih mode yang sesuai dengan jalanan yang dihadapi yaitu mode tour, urban, gravel dan off-road. Sementara itu, untuk 2 riding mode tambahan merupakan pilihan mode yang dapat diatur sendiri oleh pengendara dalam menyesuaikan kebutuhannya dalam berkendara. President Director AHM Toshiyuki Inuma mengatakan, kehadiran Honda CRF1100L Africa Twin Adventure Sports merupakan jawaban bagi petualang sejati yang gemar berkendara jarak jauh dengan melintasi kondisi jalan yang beragam. ‘’Honda CRF1100L Africa Twin Adventure Sports hadir untuk memberikan pengalaman yang luar biasa dan menyenangkan dalam menaklukkan tantangan di berbagai medan dengan daya jelajah yang jauh,’’ ujar Inuma. Executive Vice President Direc-
tor AHM Johannes Loman menambahkan, hobi berkendara jarak jauh kini makin banyak diminati masyarakat Indonesia. Honda CRF1100L Africa Twin Adventure Sports hadir memperkaya pilihan bagi pencinta sport adventure di Indonesia yang saat ini semakin luas. ‘’Kami selalu berupaya menawarkan pilihan terbaik di setiap segmen. Honda CRF1100L Africa Twin Adventure Sports hadir bagi pencinta motor adventure kelas atas yang menginginkan sepeda motor adventure yang tangguh, canggih dan dapat menjelajah dengan jarak yang jauh. 11 Honda Big Wing kami pun siap memberikan layanan premium,’’ ujar Loman. Tampilan depan Honda CRF1100L Africa Twin Adventure Sports yang kokoh dan lebar memberikan kesan tangguh pada motor ini. Didukung dengan desain jok dan tangki bensin yang ramping berkapasitas 24,8 liter membuat pengendara semakin tangkas dalam melintasi jalanan off-road. Kesan posisi berkendara dengan gaya rally dan off road pun hadir pada model ini. Sasis Honda CRF1100L Africa Twin Adventure Sports mendukung tiga sektor utama, yakni performa saat off-road, kenyamanan saat touring, dan kelincahan ketika berkendara harian. Disematkannya windscreen yang dapat disesuaikan dengan lima tingkat ketinggian membuat sensasi berkendara semakin nyaman. Sistem elektronik secara keseluruhan mampu mengatasi kondisi apa pun, baik melaju di trek aspal atau sedang menjelajah medan off-road. Ini berkat adanya Honda Selectable Torque Control (HSTC) sistem yang menawarkan tujuh tahap kontrol (mode), yang memungkinkan pengendara menonaktifkan ABS roda belakang dan mendapat sensasi berkendara sesuai yang diinginkan. Fitur-fitur canggih pada motor sport adventurer ini pun mendukung pengendara dalam melakukan turing jarak jauh. Full digital panel
meter yang merupakan layar sentuh TFT dengan besar 6,5 inch menampilkan informasi yang lengkap seperti riding mode, temperatur udara, kecepatan, dan banyak informasi lain yang dapat diatur sendiri oleh pengendara. Selain itu fitur ini juga didukung oleh Apple Car Play dan koneksi bluetooth. Tersematnya fitur cruise control pada model ini turut memberikan rasa nyaman bagi pengendara saat menikmati perjalanan. Pada tipe DCT terdapat 2 mode, yaitu Mode D menawarkan keseimbangan terbaik antara konsumsi bahan bakar dan kenyamanan berkendara, sementara mode S memberikan tambahan performa sport. Ada juga ‘’G switch’’ untuk fluktuasi lebih bertenaga pada RPM rendah saat melewati medan off-road. Saat fitur ‘’G’’ ini dimatikan, pengiriman tenaga akan lebih lembut. Untuk Honda CRF1100L Africa Twin Adventure Sports tipe DCT telah dilengkapi fitur cornering detect. Fitur ini berfungsi menghasilkan perpindahan gigi lebih natural saat melewati belokan. Sensor IMU yang berfungsi untuk mendeteksi posisi sepeda motor dalam 6 poros dan terkoneksi dengan ECU dan ABS memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengendara. Fitur cornering ABS berfungsi mencegah ban terkunci saat pengereman saat berbelok, lalu rear lift control berfungsi mencegah ban belakang terangkat karena pengereman yang berlebih, fitur cornering light akan menyalakan lampu tambahan untuk membantu penerangan jalan sesuai dengan posisi kemiringan motor, dan wheelie control untuk mencegah ban depan terangkat akibat hentakan tenaga yang berlebih. AHM memasarkan Honda CRF1100L Africa Twin Adventure Sports dengan warna Tricolor, kombinasi merah, putih, dan biru. Untuk tipe manual dipasarkan dengan harga Rp 559.900.000(on the road DKI Jakarta) dan tipe DCT dibanderol Rp 599.900.000. (bns)
Kurangi Impor ’Kita akan suguhkan arak Bali, brem Bali ke hotel. Supaya dikurangi impornya. Pakai ini saja. Di bandara pakai ini,’’ ujar Koster. Menurut Koster, MoU akan segera dibuat dengan PHRI agar arak Bali bisa masuk ke hotel-hotel. Khususnya dijadikan sebagai welcome drink atau disajikan di setiap kamar, dan bila perlu menjadi oleh-oleh untuk dibawa pulang wisatawan ke negaranya. Hal itu nanti diperkuat juga dengan Pergub No. 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali. Minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali ini diharapkan bisa tumbuh menjadi industri dengan kearifan lokalnya. ‘’Kalau memang harus ditata dan dikendalikan, tidak ada masalah. Mau atur kadar alkoholnya silakan. Kalau dilarang,
jangan. Tidak fair,’’ jelasnya. Koster menambahkan, upaya promosi dan branding arak Bali juga akan dilakukan. Salah satunya lewat expo atau pameran di luar negeri dan membuat festival arak Bali. Kemudian menjalin kerja sama dengan provinsi lain di Indonesia agar lebih banyak pihak yang menyukai arak dan brem Bali. Dalam waktu dekat, sebuah acara promosi akan digelar di ITDC, Nusa Dua. Balai Besar POM di Denpasar turut mengawal implementasi Pergub No. 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali. Terlebih, registrasi produk minuman khas Bali itu nantinya ada di BBPOM. ‘’Kita (mengawasi) dari keamanan, jadi minimal 0,01 persen methanolnya,’’ ujar Kepala BBPOM di Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni di Jayasabha, Denpasar, Rabu (5/2) kemarin. Selama ini, lanjut Adhi Aryapatni, pihaknya sudah
mengawasi semua arak yang diproduksi di Bali. Dari hasil sampling, semua negatif dari methanol. Sebab, minuman yang murni produk fermentasi dari bahan alam tidak akan sampai menghasilkan methanol lebih dari 0,01 persen. ‘’Produk mereka kita sampling, mereka tidak tahu. Hasilnya sudah kita dapatkan aman dari segi methanol,’’ katanya. Menurut Adhi Aryapatni, methanol merupakan penyebab masalah keracunan. Seperti halnya dulu pernah ada kasus keracunan, itu karena arak dioplos dengan spiritus (methanol - red) sehingga menyebabkan kematian. Methanol dikatakan berbeda dengan ethanol atau alkohol yang memberi dampak mabuk. Dalam standar nasional Indonesia, kadar alkohol diatur minimal 30 persen. ‘’Kalau minum secukupnya ya… tidak akan menyebabkan kematian. Tapi kalau sudah mabuk, stop, jangan minum lagi,’’ jelasnya. (kmb32)
perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di desa lebih berkembang lagi. Bupati menyebutkan bahwa transaksi nontunai ini sebagai upaya mencegah penyalahgunaan dana di desa mengingat seluruh transaksi APBDesa akan dapat dilacak dengan mudah. Dengan pola ini, diharapkan manipulasi dalam pengelolaan dana di desa dapat diantisipasi lebih awal sehingga dapat mencegah terjadinya korupsi. Selain itu transaksi nontunai ini diperlukan seiring dengan perkembangan teknologi informasi. Sehingga memberikan dampak yang signifikan pada perubahan-perubahan di semua bidang termasuk pengelolaan keuangan desa yang makin modern dengan ditandai perubahan paradigma menuju era digital berbasis teknologi informasi dan komunikasi secara cepat, tepat, akurat dan akuntabel. (ad127)
KESEPAKATAN - Penandatanganan kesepakatan oleh Kepala BPD Bali Cabang Negara I.B. Surawan bersama Kepala Dinas PMD Jembrana terkait implementasi GNNT pada seluruh pemerintah desa, disaksikan Bupati Jembrana I Putu Artha.
Tata Kelola
‘’Dengan pergub ini, kita bisa melakukan tata kelola untuk mengatur produk khas Bali dari hulu sampai hilir. Saya kira ini satu produk baru sebagai basis ekonomi kerakyatan sesuai dengan kearifan lokal yang sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali,’’ ujarnya. Menurut Koster, penerbitan pergub bertujuan untuk memanfaatkan minuman khas Bali itu sebagai sumber daya ekonomi dalam meningkatkan kesejahteraan krama Bali. Kemudian, melakukan penguatan dan pemberdayaan perajin, mewujudkan tata kelola bahan baku, produksi, distribusi, pengendalian dan pengawasan
minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali, membangun standardisasi produksi untuk menjamin keamanan dan legalitas produk, serta melindungi masyarakat dari pangan yang tidak memenuhi syarat mutu dan keamanan. Sementara ruang lingkup pergub meliputi perlindungan, pemeliharaan, dan pemanfaatan; kemitraan usaha; promosi dan branding; pembinaan dan pengawasan; peran serta masyarakat; sanksi administratif; dan pendanaan. ‘’Saya kira arak Bali itu sudah sangat terkenal, tapi ada peraturan yang menghambat yaitu perpres yang mencantumkan sebagai daftar negatif investasi. Kemudian kita mendapat jalan keluar un-
tuk mengatur secara terbatas peredarannya, produksinya,’’ jelasnya. Koster menambahkan, masyarakat yang melaksanakan upacara keagamaan dapat membeli brem/arak Bali paling banyak 5 liter dengan menunjukkan surat keterangan dari bendesa adat. Pembelian brem/ arak Bali dapat dilakukan pada distributor yang bekerja sama dengan koperasi. Koperasi wajib membeli bahan baku dari perajin dan menjual bahan baku kepada produsen. Perajin atau koperasi yang melaksanakan pengangkutan bahan baku wajib dilengkapi dengan surat jalan dari kepala desa atau lurah setempat dengan menyebutkan nama perajin, jenis, dan jumlah bahan baku yang diangkut.
‘’Minuman fermentasi dan/ atau destilasi khas Bali hanya dapat dijual pada tempat-tempat tertentu di Bali, di luar Bali, dan/atau untuk ekspor sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,’’ imbuhnya. Minuman tersebut, lanjut Koster, dilarang dijual pada kalangan remaja, pedagang kaki lima, penginapan, bumi perkemahan, tempat yang berdekatan dengan sarana peribadatan, lembaga pendidikan, lembaga pemerintahan, dan fasilitas kesehatan, serta tempat-tempat sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan. Termasuk dilarang dijual kepada anak di bawah umur dan/ atau anak sekolah. (kmb32)
Dalam Kelas Metode pendidikan seperti ini akan memunculkan generasi-generasi yang antidialogis, superioritas, dan egosentrisnya guru di dalam kelas. Di dalam kelas guru mengetahui semuanya dan siswa dianggap tidak tahu. Guru terus menggunakan metode ceramah karena guru ibaratnya adalah sumber pengetahuan dan siswa adalah gelas kosong yang siap diisi kapan saja untuk menerima pengetahuan. Egoisitas guru dalam kelas masih kentara manakala dalam pembelajaran di kelas guru adalah subjeknya, sedangkan siswa adalah objek. Efek yang lain dalam pendidikan sekarang ini adalah adanya dehumanisme dalam pendidikan. Siswa dijadikan sebagai objek penderita dan dijadikan sebagai kelinci percobaan egoisitas yang sempit demi mencapai tujuan politis bagi beberapa pengampu kebijakan. Siswa dikungkung dalam keterikatan kurikulum yang kaku. Guru harus mengajarkan muatan pendidikan yang sesuai dengan kurikulum yang beraneka ragam serta tugas-tugas yang berjubel bagi siswa. Siswa tidak diberikan kebebasan untuk memilih matapelajaran yang dia sukai. Guru, pemerintah dan orangtua memaksakan muatan kurikulum secara seragam kepada seluruh siswa. Padahal kita ketahui bersama bahwa siswa merupakan peribadi yang unik dan beragam. Dari segi aspek pendidik, guru dijadikan budak administrasi oleh para pemangku kebijakan. Beban administrasi yang tinggi, seakan mengabur-
kan tujuan utama guru yaitu mengajar dan belajar. Guru seharusnya pedagog bukan demagog yang hanya tunduk dan kaku dalam hal administrasi. Selain itu, kewajiban jumlah mengajar minimal guru sangat berpengaruh terhadap kinerja mengajar guru. Berjubelnya tuntutan administrasi dan kewajiban mengajar minimal yang tidak sesuai dengan kesejahteraan guru yang jauh panggang dari api. Gaji buruh di pasar lebih besar dari guru honorer. Tak pelak profesi guru sangat tidak menjanjikan bagi kaum milenial. Tentu ini merupakan masalah yang sangat serius bagi Lembaga Perguruan Tinggi Kependidikan (LPTK). Lembaga penghasil calon-calon guru ini diharapkan bisa melahirkan guru-guru profesional dan memperjuangkan kesejahteraan guru. Di era Menteri Nadiem ini konsep merdeka belajar serasa digerakkan kembali. Nadiem seakan merobek kembali tiraitirai usang konsep pembelajaran lama dan mengembalikan marwah konsep belajar menyenangkan dari Ki Hajar Dewantara. Gerakan merdeka belajar yang digalakkan oleh Menteri Nadiem merupakan jawaban ampuh dalam mengejar ketertinggalan pendidikan Indonesia dengan negara-negara lain. Gerakan merdeka belajar di dunia pendidikan dimulai dari akar rumput pendidikan itu sendiri yaitu guru dan siswa. Gerakan ini dimulai dari arahan pidato Menteri Nadiem dalam Hari Pendidikan Nasional 25 November 2019 lalu. Membuat siswa aktif, berdiskusi dengan siswa dan memulai dengan proyek
tertentu merupakan arahan Menteri Nadiem untuk memulai kemerdekaan belajar bagi guru dan siswa. Gerakan merdeka belajar dapat diawali oleh guru. Guru adalah pembelajar andal. Karena sejatinya guru adalah pembelajar itu sendiri. Jadi bagaimana mungkin guru mampu menginspirasi siswa jika dirinya sendiri miskin akan inspirasi. Semakin guru sering belajar maka guru tersebut akan mampu menginspirasi siswa untuk terus belajar. Pemikiran guru yang terbuka sangat diperlukan untuk mewujudkan kemerdekaan belajar. Pemikiran guru yang terbuka ini (open minded) akan mampu memberikan efek perubahan ke arah yang positif bagi perkembangan pendidikan. Keterbukaan belajar guru ini akan memberikan efek yang luar biasa bagi komunitas belajarnya, baik di sekolah maupun di dalam sesama organisasi profesinya. Gerakan merdeka belajar yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah menciptakan suasana belajar dan mengajar yang menyenangkan dengan cara mengusung tingkat kesetaraan antara murid dan guru. Guru difasilitasi dengan sarana dan prasarana yang baik dalam mengajar dan siswa diberikan akses yang luas untuk mampu belajar dengan baik. Perhatian pemerintah terhadap dukungan sarana dan prasarana sekolah dapat difokuskan pada penyediaan sarana teknologi informasi yang mendukung pembelajaran. Penyediaan akses yang luas bagi siswa juga dapat dilakukan dengan membuat sanggar kegiatan
belajar bersama di seluruh pelosok tanah air kita. Langkah gerakan kemerdekaan belajar pada tahun 2020 ini dimulai dengan mengembalikan kewenangan penilaian akhir jenjang pada sekolah, guru didorong untuk mulai dan secara terusmenerus mengembangkan kapasitas profesionalnya terkait asesmen. Hal yang didobrak kembali adalah penilaian akhir jenjang tidak harus mengandalkan tes tertulis. Guru dapat menggunakan beragam bentuk asesmen yang sesuai dengan kompetensi yang diukur, termasuk bentuk asesmen yang lebih dikenal oleh masing-masing guru. Kemerdekaan belajar lainnya adalah peran Dinas Pendidikan dalam koordinasi penyelenggaraan ujian yang seragam sekarang ini sudah mulai dikurangi. Peran Dinas Pendidikan sekarang ini lebih diutamakan pada pengembangan kapasitas guru dan sekolah guna meningkatkan mutu pembelajaran. Sehingga guru menjadi lebih bebas mengajar dan menentukan penilaian siswa sesuai dengan kebutuhan. Konsekuensi kebijakan baru ini bagi sekolah yaitu sekolah perlu mendukung praktik asesmen yang baik, yakni asesmen yang berdampak positif pada proses dan hasil belajar siswa. Hal ini bisa dilakukan dengan memfasilitasi guru untuk berkolaborasi mengenai strategi asesmen yang tepat bagi siswa dan kondisi sekolah masing-masing. Penulis, Guru SMA Negeri Bali Mandara, Singaraja
Kamis Paing, 6 Februari 2020
Perkuat Hubungan Indonesia-AS Lewat Bahasa
Denpasar (Bali Post) –
Saat ini hubungan AS dan Indonesia sudah memasuki tahun yang ke-71. Hubungan itu diharapkan bisa ditingkatkan, baik dari sisi ekonomi, budaya maupun pendidikan. Konsul Jenderal AS untuk RI di Surabaya, Mark McGovern, menyampaikan hal itu saat berkunjung ke Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Rabu (5/2) kemarin. Kunjungan Konsul Jenderal McGovern diterima Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha. McGovern menyampaikan tujuannya berkunjung ke Bali yakni untuk memperkuat hubungan AS dengan Indonesia. ‘’Saat ini hubungan AS dan Indonesia sudah memasuki tahun yang ke-71 dan diharapkan bisa ditingkatkan, baik dari sisi ekonomi, budaya maupun pendidikan,’’ ujarnya. Di bidang pendidikan dan budaya, program yang dijalankan salah satunya adalah English Language Fellows yang mengajak warga AS untuk mengajar bahasa Inggris di sejumlah kota di Asia. Program ini, jelasnya, mengajarkan guru-guru tentang bahasa Ing-
gris sehingga siswa tertarik mempelajarinya. Ia pun mengutarakan di Bali ada program yang memadukan pembelajaran bahasa Inggris dan bahasa Bali yakni Multilingual Reading and Creative Writting Workshop. Program yang merupakan kerja sama dengan NGO di Bali ini berupaya memasyarakatkan bahasa Bali di kalangan generasi muda. ‘’Kami membuat komik yang berisi cerita-cerita rakyat khas Bali yang menggunakan bahasa Bali dan Inggris,’’ ungkap pria humoris ini didampingi Kepala Humas Konjen AS di Surabaya, Angie Mizeur.
Kegiatan yang rencananya dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster ini, lanjutnya, merupakan sebuah program untuk menjaga generasi muda menggunakan bahasa ibunya. Sekaligus juga mempelajari bahasa yang bisa membawa mereka ke dalam pergaulan internasional. Ia mengaku senang berkunjung ke Bali karena keindahan alam dan budayanya, serta keramahtamahannya. Terlebih, warga negara AS yang berkunjung ke Bali jumlahnya cukup banyak dan masuk dalam lima besar wisatawan mancanegara ke Bali. (kmb18)
Bali Post/iah
BERKUNJUNG - Konsul Jenderal AS untuk RI di Surabaya Mark McGovern saat berkunjung ke Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Rabu (5/2) kemarin.
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Penarukan Geliatkan Seni Budaya
SENI budaya, potensi besar dimiliki Desa Adat Penarukan Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan. Di desa ini ada sejumlah kesenian tradisi yang tetap lestari. Potensi itulah yang akan dipakai mendukung pengembangan desa wisata. Saat ini desa tersebut terus berbenah diri untuk bisa mengantongi SK desa wisata di tahun 2025 mendatang. Hal ini tentunya sejalan dengan program Pemprov Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ mewujudkan Bali Era Baru. Salah satunya memaksimalkan potensi desa adat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan. Keberadaan desa wisata nantinya akan dimasukkan dalam Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA). Bendesa Adat Penarukan Ida Bagus Tenaya mengatakan, saat ini baik adat maupun dinas tengah
berkolaborasi memanfaatkan potensi seni dan budaya serta keunikan yang dimiliki untuk bisa dikembangkan sebagai konsep yang dirasa pas untuk bisa mewujudkan desa wisata. Desa Adat Penarukan memiliki 740 KK adat. Sebagian besar warganya memiliki profesi di bidang ekonomi produktif, pengusaha dan tukang bangunan. Potensi di
sektor pertanian juga cukup besar dengan luas lahan mencapai 55 hektar. Potensi seni budaya dan potensi ekonomi yang dimiliki Desa Adat Penarukan tidak kalah dengan desa lainnya. Misalnya di bidang kesenian, Desa Adat Penarukan tengah berupaya membangkitkan kembali kesenian lama dengan menggandeng para generasi muda dalam wadah
kreasi Yowana, Ananta Winangun. ‘’Potensi seni Desa Adat Penarukan sangat besar. Tiap-tiap banjar memiliki cerita Calonarang dengan judul dan ikon yang berbeda. Seni tradisional lainnya seperti Topeng Sidakarya dan Geguntangan,’’ ujarnya. Selain juga memiliki potensi seni ukir. Bahkan style ukiran Penarukan berbeda
Salah satu kesenian di Desa Adat Penarukan.
dengan jenis ukiran lainnya. Di bidang ekonomi, Desa Adat Penarukan mampu menjadi nomor satu di tingkat Kecamatan Kerambitan untuk capaian aset LPD sebesar Rp 44 miliar dan nomor tujuh di tingkat kabupaten. ‘’Semua ini tidak terlepas dari kepercayaan warga, selain juga didukung oleh aktivitas ekonomi masyarakatnya di samping pertanian juga kegiatan ekonomi produktif berupa kelompok-kelompok usaha pedagang garam, kelompok usaha jajan upakara, dan juga ada kelompok serati banten,’’ terangnya. Mengingat Desa Adat Penarukan menjadi pelintasan ke objek wisata Kelating, pihaknya punya rencana jangka panjang menjadi desa wisata. Konsep yang rencananya ‘’dijual’’ yakni mempersiapkan hunian home stay dikombinasikan pertunjukan
Bali Post/bit
pentas seni tari dan jamuan makan malam, di samping atraksi tradisional seperti matekap, dan kunjungan kepada kube-kube kesenian ukir. Juga mempunyai beberapa tempat unik yang bisa dijual dalam paket pariwisata, seperti keberadaan Pura Kahyangan Tiga (Pura Puseh, Pura Dalem dan Prajapati) yang berada dalam satu areal. Juga beberapa tempat sakral yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yoga/semadi. Selain itu, Desa Adat Penarukan juga memiliki keunikan lain yakni magaleng setra (setra di hulu), mateben pura atau pura khayangan tiga berada di teben/hilir, di samping juga terdapat jala duara (sumber air yang tidak putus-putus). Jala duara ini mempunyai sejarah khusus terkait perjalanan Raja Tabanan membangun puri di Kerambitan yaitu pancoran/
beji Pererenan. Pihaknya sangat mengapresiasi positif kegiatan sosialisasi program Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ mujudkan Bali Era Baru. ‘’Materi sosialisasi dan pelatihan memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat adat pada umumnya saat ini, dan kami atas nama desa adat mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya acara ini,’’ ucapnya. (bit)
Potensi Seni Desa Adat Penarukan l Tiap-tiap banjar memiliki cerita Calonarang dengan judul dan ikon yang berbeda. l Seni tradisional lainnya seperti Topeng Sidakarya dan Geguntangan.