Bali Post
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Menteri Puspayoga: Indonesia Dibangun dengan Silaturahmi MENTERI Koperasi dan UKM Puspayoga bersilaturahmi dengan 16 pengurus koperasi besar, di rumah kediamannya, di Denpasar, Bali. Menteri mengatakan silaturahmi sangat penting dan merupakan bagian dari sejarah bangsa Indonesia. ‘’NKRI dibentuk lewat silaturahmi oleh para pendiri bangsa. Kalau tidak ada silaturahmi tidak ada NKRI,’’ kata Menteri, Senin (4/2) di Denpasar, Bali. Menteri mengatakan tahun 1945, lebih dari 90 persen penduduk Indonesia adalah muslim. Jika pada saat itu tokohtokoh bangsa mau mendirikan negara Islam, sangat mungkin terjadi. Namun lewat silatur-
ahmi para tokoh bangsa yang mayoritas Islam mengajak Hindu, Kristen, Buddha membentuk NKRI berdasarkan Pancasila. Atas dasar Pancasila, semua suku dan agama di Indonesia dapat hidup berdampingan dengan nyaman. ‘’Saya beragama Hindu menjadi menteri tidak ada yang protes, banyak Kristen jadi menteri juga tidak ada yang protes, begitu juga agama lain,’’ tegas Puspayoga. Menurutnya, Provinsi Bali yang mayoritas Hindu bisa mencontoh rumah besar Indonesia dan tetap mempertahankan kenyamanan semua orang yang hadir di Bali.
Menteri mengatakan koperasi merupakan gerakan ekonomi besar harus mempertahankan Pancasila dan NKRI. Koperasi hadir untuk menetralisir monopoli. Itu sebabnya, Menteri menegaskan, Presiden Jokowi empat tahun lalu meminta dilakukan Reformasi Total Koperasi. Reformasi Total Koperasi menjadi prioritas agar koperasi tidak sekadar ada tetapi berkualitas dan mampu berkontribusi makin besar bagi perekonomian nasional. ‘’Masih banyak yang akan dilakukan dan kami meminta masukan apa yang perlu diperbaiki ke depan,’’ kata Puspayoga. Para pengurus koperasi
dalam silaturahmi tersebut sepakat bahwa perlu kebersamaan untuk membangun koperasi di Indonesia. Koperasi juga siap berkolaborasi untuk membangun usaha bersama dalam berbagai bidang. Ketua Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia Kamarudin Batubara mengatakan, budaya Indonesia dalam bentuk kerja sama dan gotong royong adalah wujud koperasi. Nilai budaya ini harus dibangun kembali dan terus dibangun dan menjadi sebuah gerakan bersama. ‘’Koperasi harus menjadi kebanggaan nasional,’’ kata Kamarudin. (kmb)
Puspayoga
Umat Islam Diminta ’’Rangkul’’ Kristen
Abu Dhabi – Imam Besar Masjid sekaligus Universitas Al-Azhar di Mesir, Syekh Ahmed al-Tayeb, meminta umat Islam di Timur Tengah agar ‘’merangkul’’ komunitas Kristen setempat. ‘’Terus rangkul saudara Anda warga Kristen di mana pun berada, karena mereka adalah mitra kita di negara ini,’’ kata Imam Besar dalam pidatonya pada sebuah acara yang disiarkan melalui televisi di ibu kota Uni Emirat Arab (UEA), Abu Dhabi, Senin (4/2). Acara tersebut juga turut dihadiri Paus Fransiskus.
Bali Post/afp
MESIR - Paus Fransiskus (kiri) dan Imam Besar Azhar Mesir Sheikh Ahmed al-Tayeb di Founders Memorial di Abu Dhabi, Senin (4/2).
LPD Se-Bali Tolak LOKA Urusi LPD Denpasar (Bali Post) Keberadaan Lembaga Otoritas Perekonomian Adat (LOKA) dalam Ranperda tentang Desa Adat turut menuai kontroversi. LOKA diharapkan tidak ikut mengurusi LPD. Ini merupakan satu dari tiga poin pernyataan sikap Ketua LPD se-Bali yang mendatangi DPRD Bali, Senin (4/2) lalu. Kedatangan para Ketua LPD dipimpin Ketua Badan Kerja Sama (BKS) LPD Provinsi Bali I Nyoman Cendikiawan dan Ketua Lembaga Pemberdayaan LPD Provinsi Bali I Nyoman Arnaya. Pernyataan sikap pertama adalah menolak perubahan nama LPD menjadi Labda Pacingkreman Desa. Kedua, tidak menolak adanya LOKA sepanjang tidak mengurusi keberadaan LPD. Ketiga, agar ada pemisahan antara pemilik LPD dengan pengelola LPD, sebab LPD merupakan sebuah lembaga yang mengurusi keuangan. ‘’Tentu ini dalam upaya menyikapi tentang ranperda khususnya yang menyangkut tentang LPD. Kami menyampaikan isi hati secara murni, tidak ada paksaan, bahwa ini adalah murni aspirasi untuk mengajegkan LPD kita yang sudah berumur hampir 35 tahun,’’ ujar Cendikiawan. Menurutnya, aspirasi para kepala LPD juga sudah disampaikan secara tertulis agar menjadi pertimbangan dalam pembahasan Ranperda tentang Desa Adat. Hal. 15 Ikut Campur
Kemudian ia menyapa kepada umat Kristiani dengan mengatakan, ‘’Anda bagian dari negara ini. Anda warga negara bukan minoritas. Anda adalah warga negara yang memiliki hak dan tanggung jawab yang penuh.’’ Syekh Tayeb juga meminta umat Islam di negara Barat untuk berbaur dengan negara yang menjadi tuan rumah mereka dan menghormati hukum setempat. Sementara itu, Paus Fran-
siskus pada Minggu menjadi bapa suci pertama yang menginjakkan kaki di Jazirah Arab, selisih beberapa jam saja dari pernyataannya yang keras dalam mengecam perang di Yaman. Sesaat sebelum bertolak ke Abu Dhabi, Paus Fransiskus mengatakan ia terus mengikuti krisis kemanusiaan di Yaman dengan kecemasan besar dan memanfaatkan khotbah Minggu di Vatican City untuk
mendesak semua pihak agar menerapkan perdamaian dan mengirim bantuan bagi jutaan orang yang kelaparan. UEA menyambut pesan Paus mengenai Yaman dan yakin bahwa kesepakatan perdamaian yang disampaikannya merupakan terobosan sejarah, kata Menteri Luar Negeri Anwar Gargash di dalam tulisan di Twitter. Hal. 15 Tahun Perdamaian
JUMLAH PENDUDUK MISKIN DI PROVINSI BALI Buleleng Karangasem Gianyar Tabanan
26,100
Denpasar
19,300
Klungkung
22,630
31,800 19,000
Bangli
22,680
31,000
Jembrana Badung
32,960
50,300
16,900 15,000
19,770
14,340 20,720
12,660 12,510
26,020 21,260
21,000 15,300
35,200
12,970
9,900 11,050
12,500 9,300 10,430
2002
2018
2012
’’…warga yang tercatat dalam database sudah mendapat berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraannya. Program untuk siswa miskin ditangani Disdikpora, bedah rumah digarap Perkim, kesehatan oleh Diskes, serta Dinas Sosial melakukan pemberdayaan masyarakat miskin melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE), dan program bedah warung oleh Disperindag.’’ Rai Mantra
Tekan Angka Kemiskinan di Bali
Bali Post/ist
ASPIRASI - Kepala LPD se-Bali yang dipimpin BKS LPD dan LP LPD saat menyampaikan aspirasi ke DPRD Bali.
Penculik Anak Dituntut Lima Tahun Penjara
Tolak Bala Awali Imlek di Kuta
Aksi penculikan anak di Jalan Pulau Saelus, Denpasar, Senin (4/2) lalu, memasuki agenda tuntutan. Terdakwa Hasan Al Hadat (33) yang duduk di kursi pesakitan oleh JPU Ari Suparmi dituntut pidana penjara selama lima tahun. Halaman 2
Warga keturunan Tionghoa, Selasa (5/2) kemarin merayakan Tahun Baru Imlek. Rangkaian perayaan Imlek diawali dengan tradisi tolak bala, Senin (4/2) lalu yang juga diisi pawai barongsai. Prosesi tolak bala ini dilakukan dengan mengelilingi kawasan Kuta.
Warung Nyaris Terbakar Kebakaran terjadi di warung milik Ni Wayan Gedang di Banjar Pekandelan, Kelurahan, Karangasem, Selasa (5/2) kemarin. Kebakaran tersebut nyaris meludeskan warung beserta rumahnya. Untung saja api dengan cepat bisa dipadamkan warga setempat. Halaman 11
Halaman 3
Libatkan Banyak OPD, Gali Potensi Lokal
Bali yang pariwisatanya telah mendunia, ternyata belum mampu mengikis kerak kemiskinan. Jumlah penduduk miskin masih bertengger pada angka 4,01 persen. Menurun 0,48 persen kalau dibandingkan 2013. Rupanya Gubernur Wayan Koster tak mau berlama-lama ‘’menyimpan’’ warga miskin. Lima tahun lagi warga miskin di Bali ditargetkan hanya tersisa 1 - 1,5 persen. Regulasi, program dan berbagai terobosan telah pula disiapkan. Lalu seperti apa sinergi yang akan dibangun dengan kabupetn/kota untuk menuntaskan warga miskin?
Bali menargetkan angka kemiskinan pada 2023 ada pada kisaran 1 - 1,5 persen. Jauh di bawah realitas saat ini, 3,95 persen. Kalangan dewan menilai target 1 - 1,5 persen itu terlalu muluk-muluk. Bahkan, anggota DPRD Bali Nyoman Adnyana menyebut fantantis dan tak masuk akal (BP, 31/1). Pernyataan itu sontak mendapat tanggapan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. ‘’Sesuai data BPS, angka kemiskinan di Bali tahun 2018 sudah mencapai 3,95 persen, jauh melampaui target 2025 yang dipasang 4,2 persen. Untuk itu saya melakukan revisi target kemiskinan menjadi 1 - 1,5 persen dengan mengikis kerak-kerak kemiskinan yang ada,’’ ujarnya membacakan jawaban Gubernur Bali pada sidang di DPRD Bali. Wagub yang akrab disapa Cok Ace ini melanjutkan, strategi dan program yang diterapkan adalah berskala mikro dan langsung menyentuh sasaran ma-
syarakat miskin. Salah satunya adalah menetapkan Pergub Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Kebijakan ini memberikan perhatian serius pada pemasaran produk lokal dan hasil pertanian. ‘’Kebijakan ini akan saya ikuti dengan menetapkan kebijakan lainnya yang bersifat mikro, sehingga langsung menyentuh kebutuhan masyarakat miskin,’’ jelasnya. Lalu seperti apa peta kemiskinan yang ada di kabupaten/kota di Bali. Upaya pengentasan kemiskin yang dilakukan pemerintah semakin beragam. Pelaksanaannya pun dilakukan beberapa OPD. Namun, hingga saat ini jumlah penduduk miskin masih ada. Tidak terkecuali di Denpasar. Sampai saat ini kota berwawasan budaya ini masih mengantongi 3.851 KPM (Keluarga Penerima Manfaat) atau sekitar 11 ribu jiwa. Dari data itu, sebanyak 2.626 (KTP Denpasar) dan
1.225 (KTP non-Denpasar) yang menerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH). Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Kepala Dinas Sosial I Made Mertajaya, Selasa (5/2) kemarin mengatakan, warga yang tercatat dalam database tersebut sudah mendapat berbagai program untuk meningkatkan kesejahteraannya. Program untuk siswa miskin ditangani Disdikpora, bedah rumah digarap Perkim, kesehatan oleh Diskes, serta Dinas Sosial melakukan pemberdayaan masyarakat miskin melalui Kelompok Usaha Bersama (KUBE), dan program bedah warung oleh Disperindag. Bantuan melalui dana APBD hanya untuk yang ber-KTP Denpasar saja. Sedangkan untuk program nasional, bisa diterima warga yang non-KTP Denpasar. Hal. 15 Berbagai Layanan
DENPASAR
2
Rabu Paing, 6 Februari 2019
FIGUR Semua Materi PKB SERANGKAIAN pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI Tahun 2019, Pemkot Denpasar melalui duta kesenian yang dikoordinir Dinas Kebudayaan kembali mengikuti semua materi yang diwajibkan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali selaku panitia penyelenggara PKB. Bahkan, selama kurun waktu lima tahun terakhir Kota Denpasar tidak pernah absen satu materi pun pada gelaran PKB. Kadis Kebudayaan Kota Denpasar IGN Bagus Mataram mengatakan, Denpasar sangat siap menyambut gelaran seni tahunan di Bali ini. Beragam persiapan telah dilaksanakan mulai dari penunjukan duta serta finalisasi materi yang akan dibawakan. ‘’Dari tahun ke tahun kami di Kota Denpasar memang tidak pernah absen untuk mengikuti seluruh materi yang diwajibkan oleh Disbud Provinsi selaku panitia,’’ ujarnya, Selasa (5/2) kemarin. Pejabat bertubuh jangkung ini mengatakan, pada PKB 2019 ini terdapat 24 materi yang diwajibkan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Materi tersebut terbagi dalam beberapa jenis, yakni pawai, parade, lomba, pagelaran, workshop, pameran, dan serasehan. Adapun jumlah duta kesenian yang diterjunkan Kota Denpasar sebanyak 26 duta kesenian dengan melibatkan ribuan seniman. ‘’Dari 24 yang diwajibkan, kami mengirim 26 duta. Semua materi tersebut sudah kami siapkan, dan saat ini sudah tahap latihan guna memberikan hasil yang maksimal,’’ paparnya. Ia menambahkan, gelaran PKB ini hendaknya dimanfaatkan oleh insan seni Kota Denpasar sebagai ajang apresiasi seni dan kebudayaan Bali. Sehingga ke depan seni, budaya serta kearifan lokal Bali dapat tetap ajeg dan lestari dengan tetap berpedoman pada pakempakem seni itu sendiri. ‘’Kami berharap seluruh insan seni yang sudah dipercaya untuk menjadi duta Kota Denpasar agar senantiasa berlatih dengan maksimal untuk hasil yang maksimal pula. Pemilihan duta kesenian ini dilaksanakan secara bergilir di empat kecamatan,’’ tegasnya seraya menambahkan, PKB 2019 mengangkat tema pokok ‘’Bayu Pramana’’ yang mangandung makna memuliakan sumber daya angin. (ara)
Terlibat Kasus SS
Karyawan Pengiriman Barang Dituntut 3,5 Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Dua orang karyawan perusahaan jasa pengiriman barang dagangan ke toko-toko seluruh Bali, terdakwa I Komang Suparta (38) tinggal di Angantaka, Badung dan Rizky Aditya Ramadhany (27) tinggal di Tegal Jaya, Dalung, Senin (4/2) lalu dituntut pidana penjara selama 3,5 tahun atau tiga tahun enam bulan. JPU Made Agus Sastrawan di hadapan majelis hakim pimpinan I Wayan Kawisada dalam surat tuntutannya menyatakan kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana narkoba. Yakni menggunakan sabusabu (SS) untuk dirinya sendiri, sebagaimana diatur dalam Pasal 127 ayat 1 huruf a UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Diuraikan jaksa, pada 27 Agustus 2018 lalu kedua terdakwa disuruh mengirim barang berupa makanan dan minuman ke seluruh Bali. Siang itu mereka mengendarai mobil boks pelat L 8830 LK. Malamnya, saat balik dan melintas di wilayah Ubud, Suparta yang sebagai sopir mengajak Rizky membeli SS dengan cara patungan. Masing-masing mengeluarkan uang Rp 600 ribu dan Rp 700 ribu. Terdakwa Suparta kemudian menelepon penjual SS yang diketahui bernama Gatep dan uang Rp 1,3 juta kemudian ditransfer melalui rekening BCA di Ubud ke rekening atas nama Wayan Mudita. Setelah uang dikirim, Suparta disuruh mengambil tempelan di Jalan Nangka Selatan, di sebuah got. Malam itu juga terdakwa ke sana dan mengambil tempelan itu. SS tersebut kemudian ditaruh di jok belakang mobil boks. Pada 28 Agustus dini hari, terdakwa yang akan pulang dari mengirim barang dagangan melintas di perempatan Jalan Hayam Wuruk-Kapten Japa. Di sanalah terdakwa digeledah dan ditangkap petugas Polresta Denpasar, lengkap dengan barang bukti satu klip SS. Kedua terdakwa mengakui sudah sering mengonsumsi narkoba, dengan alasan untuk menambah stamina. (kmb37)
Is Akui Aniaya Istrinya
Denpasar (Bali Post) Ketut Is yang dilaporkan terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Senin (4/2) lalu memenuhi panggilan penyidik. Menurut Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol I Wayan Arta Ariawan, Is mengakui telah menganiaya istrinya, YY. Pemicunya gara-gara YY membeli bakso Rp 50 ribu. ‘’Dia (Is) juga mengakui bilang kalau istrinya menghamburkan uang untuk beli makanan,’’ ujar Ariawan Arta, Selasa (5/2) kemarin. Setelah penyelidikan kasus ini diproses, kata Arta Ariawan, YY mengajukan permohonan pencabutan laporan. ‘’Itu kan hak pelapor (YY), silakan saja,’’ kata mantan Kasatreskrim Polres Badung ini. Apakah penyelidikan kasus ini dihentikan? ‘’Nanti kasus ini akan dilakukan gelar perkara. Tergantung hasil gelar perkaranya,’’ kata perwira melati satu di pundak ini. Seperti diberitakan sebelumnya, pentolan ormas berinisial Ketut Is (40) kembali dilaporkan ke Polresta Denpasar, Rabu (30/1) lalu. Dia dilaporkan oleh istrinya, YY (32), terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Hasil visum dari rumah sakit menyatakan ditemukan tindak kekerasan dan paling parah di bagian mata korban. Untuk itu, polisi memeriksa pentolan ormas Ketut Is. (kmb36)
Topik :
Bali Post/eka
IMLEK - Warga keturunan Tionghoa melaksanakan persembahyangan dalam perayaan Tahun Baru Imlek di Geria Kongco Dwipayana Tanah Kilap, Denpasar, Selasa (5/2) kemarin.
Perayaan Imlek 2570
Barongsai Masuk Pasar, Konco Dwipayana Dipadati Warga
SUASANA perayaan Tahun Baru Imlek 2570, Selasa (5/2) kemarin, cukup semarak di Denpasar. Bahkan, sehari menjelang Tahun Baru Imlek tiba, berbagai perayaan telah dilakukan. Bukan saja oleh warga etnis Tionghoa, namun juga warga pribumi. Seperti yang terlihat di Pasar Badung (eks Tiara Grosir), para pedagang ikut merayakan Tahun Baru Imlek dengan menggelar pementasan Barongsai. Sementara itu, di Geria Konco Dwipayana, Tanah Kilap, Denpasar Selatan dipadati warga untuk sembahyang. Pemangku di Kongco
Dwipayana Ida Bagus Adnyana mengatakan, persembahyangan bersama telah dilakukan pada pukul 24.00 Wita untuk melepas tahun yang sebelumnya dan membuka tahun yang baru. Selain itu juga dipentaskan Barongsai sebagai simbol kebaikan dan kejahatan. Sebelum persembahyangan, kata Adnyana, di konco tersebut juga dilakukan kegiatan pembersihan patungpatung dewa yang ada di konco itu. Di konco ini ada hampir ratusan patung dewa, sehingga disebut terlengkap di Bali. Dewa tersebut sep-
erti Dewa Kwankong, Dewa Laut, Ratu Syahbandar, Sam Po Kong, Dewa Naca, dan Patung Tujuh Dewi. ‘’Untuk pembersihan patung-patung dewa ini, khususnya Patung Tujuh Dewi, harus dilakukan oleh orang yang sudah di-winten atau dibersihkan dengan upacara,’’ ujarnya. Sehari sebelumnya, suasana Pasar Badung sedikit berbeda. Menjelang Imlek, pedagang setempat ikut merayakan dengan menggelar pentas Barongsai. Sebelum atraksi Barongsai dimulai, acara diawali dengan persembahyangan bersama
di Padmasana setempat. Selanjutnya, sejumlah pedagang berbaur menghaturkan sesajen berupa buah-buahan, makanan dan minuman hingga tebu di halaman Pasar Badung. Usai persembahyangan, baru kemudian acara puncak yakni penampilan Barongsai. Atraksi Barongsai diawali dengan penampilan Naga Liong yang ditarikan sekitar delapan orang. Dilanjutkan dengan penampilan tiga Barongsai dengan warna kuning dan ungu. Tak hanya pentas di halaman pasar, diiringi tambur dan cengceng, Barongsai
juga berkeliling menuju los dan kios dagangan di pasar tersebut. Saat Barongsai beraksi, sejumlah pedagang nampak berebut untuk memberikan angpao kepada Barongsai. Ketua pelaksana kegiatan yang juga Manajer Koperasi Pasar Kamboja Wayan Darni (Jero Kamboja) mengatakan, penampilan Barongsai ini merupakan yang ketiga kalinya digelar di pasar ini untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Selain untuk menyambut Imlek, tujuan utama pelaksanaan atraksi dan ritual tersebut untuk memohon keselamatan. (ara)
Denpasar (Bali Post) Aksi penculikan anak yang menghebohkan di Jalan Pulau Saelus, Denpasar, Senin (4/2) lalu memasuki agenda tuntutan. Terdakwa Hasan Al Hadat (33) yang duduk di kursi pesakitan oleh JPU Ari Suparmi dituntut pidana penjara selama lima tahun.
pasar tersebut juga menuntut terdakwa denda Rp 60 juta, subsider tiga bulan kurungan. Jaksa di hadapan majelis hakim pimpinan I Wayan Kawisada mengatakan, terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 76F jo Pasal 83 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dijelaskan, terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak
pidana penculikan anak. Dalam pertimbangan yang memberatkan, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat dan mengakibatkan korban dan keluarga korban mengalami trauma berat. Atas tuntutan itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya, Mangasi Simangunsong, bakal mengajukan pledoi atau pembelaan dalam sidang pekan depan. Yang menarik, usai sidang terdakwa sempat mengham-
piri ibu korban, Jero Wiratni, untuk meminta maaf. Namun, ibu korban terlihat masih penasaran apa motif terdakwa mengajak kabur putrinya yang mengalami keterbelakangan mental tersebut. (kmb37)
Penculik Anak Dituntut Lima Tahun Penjara Informasi yang dihimpun Selasa (5/2) kemarin, saat sidang tuntutan tersebut, ibu korban datang langsung menyaksikan pembacaan tuntutan jaksa di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar. Bahkan, dia
sempat menanyakan motif pelaku menculik anaknya. Sebagai korban dalam perkara ini adalah AS yang mengalami gangguan mental. Selain dituntut lima tahun penjara, jaksa dari Kejari Den-
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Tidak Relevan Secara Logika, Melenceng dari Sastra
Denpasar Tetap Konsisten Larang ”Sound System” Saat Mengarak Ogoh-ogoh PEMKOT Denpasar tetap melarang penggunaan sound system saat pengarakan ogohogoh saat malam Pangerupukan. Selain karena mengganggu dan menimbulkan keresahan di masyarakat, penggunaan sound system juga tidak sesuai dengan sastra agama Hindu, serta dapat mengaburkan kebudayaan Bali yang adiluhung ini. Ketua Sabha Upadesa Kota Denpasar I Wayan Meganada menjelaskan, pelaksanaan Pangerupukan merupakan salah satu rangkaian Hari Suci Nyepi. Sehingga, pelaksanaannya harus senantiasa berpedoman pada tri kerangka umat Hindu yakni tattwa, susila dan upacara. Secara tattwa, Meganada mengatakan, Pangerupukan dimaknai sebagai wahana untuk nyomya bhuta kala. Di mana, pada hari tersebut energi negatif yakni bhuta dilaksanakan nyomya dengan beragam sarana mulai dari pacaruan, hingga ogoh-ogoh sehingga dapat menjadi energi positif Dewa. “Seluruh rangkaiannya merupakan hari suci, dan dalam pelaksanaannya senantiasa berpedoman pada tattwa agama,” jelas Meganada, Senin (4/2) lalu. Dari pelaksanaan caru tersebut, kata Meganada, terdapat pengiring yang dikenal dengan Panca Suara. Ogoh-ogoh masih merupakan rangkaian pacaruan yang bertujuan untuk nyomya bhuta kala. Meganada
menuturkan, dalam Aji Gurnita disebutkan bahwa suara pokok terdiri atas lima nada. Yakni ndang, ndeng, ndong, ndung, dan nding yang meruakan simbol dari Dewa Iswara, Dewa Brahma, Dewa Mahadewa, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa. “Ketika itu merupakan yadnya, tentu seluruh rangkaiannya juga merupakan yadnya yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya. Alangkah baiknya menggunakan gamelan baleganjur dan instrumen tradisional lainnya. Kalau sound system tidak sesuai dengan sastra Hindu dan jangan sampai karena modernisasi ini kita justru kehilangan identitas sebagai masyarakat Hindu Bali,” jelas mantan Bendesa Sesetan ini. Meganada menambahkan, setelah pacaruan di pekarangan rumah diwajibkan melaksanakan upakara dengan memukul alat seadanya sehingga menimbulkan suasana bising, jadi konsepnya tentu dalam mengarak ogoh-ogoh kita wajib menggunakan instrumen yang dipukul dan memberikan nuansa gaduh. “Hal yang sama juga terdapat saat kita ngider caru sehingga mampu mendukung pelaksanaan upacara yadnya, peran alat-alat tersebut tentu tidak bisa digantikan oleh sound system semata,” ujarnya. Meganada mengatakan, memberikan izin penggunaan sound system dengan memutar
gamelan tentu tidak efektif. Hal tersebut merupakan hasil evaluasi pelaksanaan Pangerupukan di Kota Denpasar pada tahun 2017 lalu. Alhasil, masih banyak yang membawa sound system yang awalnya memutar gamelan, tapi semakin malam justru berubah dengan musik modern berbagai jenis. “Awalnya memang memutar gamelan, tapi semakin malam musik berganti, mulai dari lagu rock, dangdut, hingga house musik yang tentunya sangat sulit untuk dihentikan,” paparnya. Ketua Majelis Madya Desa Pakraman Kota Denpasar Dr. A.A. Ketut Sudiana mengatakan, pengarakan ogoh-ogoh hendaknya memperhatikan pakem yang ada. Hal ini telah tertuang dalam keputusan bersama MMPD Kota Denpasar yang mengatur tentang pengarakan ogoh-ogoh. Di dalamnya secara jelas sudah disebutkan tentang larangan penggunaan sound system. Mengingat dalam pelaksanaan malam Pangerupukan terdapat tiga hal yang harus diperhatikan, yakni nilai etika, estetika dan logika. Secara etika, menurut Sudiana, masyarakat Hindu hendaknya menghargai hasil budaya kita utamanya yang tangible dan intangible yang dalam hal ini adalah gamelan Bali. Secara estetika tentunya ogohogoh merupakan simbol dari bhuta kala yang merupakan
I Wayan Meganada spirit dari pelaksaaan yadnya, sehingga harus memperhatikan unsur-unsur yadnya yang salah satunya adalah gamelan Bali. Sedangkan berkaitan dengan logika tentu penggunaan sound system sangat tidak relevan dengan pelaksanaan yadnya. “Secara logika tentunya kita harus menggunakan gamelan tradisional Bali dalam setiap rangkaian pelaksanaan yadnya,” ungkapnya. Salah seorang pemilik rental sound system, Agung Wisnawa, mengaku sangat mendukung pelarangan sound system ini. Pihaknya mengaku penyewaan
sound system yang digunakan saat ogoh-ogoh justru merugikan. Di mana, dalam pelaksanaannya sound system justru rentan terkena hujan, diputar dengan volume terlalu keras dan memungkinkan sound jebol, serta beberapa ada yang tidak kembali setelah pengarakan ogoh-ogoh. “Kalau menggunakan sound system justru membuat pengarakan ogohogoh menjadi tidak mataksu, karena hanya dengan menggunakan gamelan Bali saja sebuah karya ogoh-ogoh dapat lebih berkharisma atau mataksu,” pungkasnya. (ad0135)
Rabu Paing, 6 Februari 2019
FIGUR Buka Peluang DINAS Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Badung membuka kesempatan bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Badung untuk merasakan magang kerja serta menimba ilmu di luar negeri. Hal ini mengingat masih banyak warga Badung yang belum punya kesempatan mendapatkan pengalaman bekerja di luar negeri. Menurut Kepala Disperinaker Badung I.B. Oka Dirga, pihaknya tengah menyeleksi belasan orang yang akan bekerja di luar negeri. Mereka akan bekerja di sektor pertanian dan perkebunan. Jepang adalah negara tujuan utama magang warga Badung. Mengingat, negeri matahari terbit ini dinilai sudah mumpuni di bidang teknologi pertanian. Mantan Kabag Umum Setda Badung itu menyebutkan, perekrutan untuk magang ke Jepang sedang berlangsung. Targetnya sebelum Maret kuota sudah terisi, sehingga bisa melangkah tahap selanjutnya yakni pelatihan. Selanjutnya, peserta magang akan di-interview oleh LPK dan perusahan Jepang, dilanjutkan karantina selama dua sampai tiga bulan. ‘’Jadi nanti ada pelatihan khusus sebelum berangkat seperti kursus bahasa Jepang. Setelah semua tahapan dilewati, targetnya bulan Juli-Agustus 2019 sudah bisa berangkat,’’ pungkasnya. (par)
BADUNG
3
TPS Kekeran Masih Menampung Sampah Mangupura (Bali Post) -
Tempat pembuangan sementara (TPS) Desa Kekeran, Mengwi, masih menjadi tempat pembuangan sampah masyarakat sekitar. Padahal, TPS itu sudah ditutup. Bahkan pengelola telah memasang papan larangan membuang sampah di perbatasan Mengwi dan Kapal tersebut. Perbekel Desa Kekeran I Nyoman Suarda, Selasa (5/2) kemarin mengungkapkan, papan larangan tersebut serta tali pembatas di kawasan itu merupakan tindak lanjut instruksi pemerintah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung untuk menutup TPS tersebut lantaran melanggar UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. ‘’Saat ini kami tengah mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah di tempat itu dengan memasang tanda larangan membuang sampah,’’ ungkapnya.
Kendati demikian, pihaknya mengakui tidak bisa serta merta membersihkan lokasi tersebut. Sebab, pihaknya masih menunggu janji DLHK Badung yang akan memfasilitasi pengangkutan sampah ke TPA Suwung. ‘’Kami akui sampah-sampah sisa pemilahan masih dibuang di sana, karena tidak bisa kami kelola. Sebab, kami dijanjikan akan difasilitasi truk pengangkut sampah. Kami masih menunggu dari pihak dinas, kapan bisa direalisasikan itu,’’ jelasnya. Seperti diketahui, Kepala DLHK Badung I Putu Eka Merthawan telah menyatakan TPS tersebut ditutup. ‘’Kami
sebut itu TPA liar, karena sampah yang dibuang tidak dipindah ke TPA Suwung. Kami tidak akan memberikan toleransi. Apapun alasannya, tidak dibenarkan membuang sampah dengan sistem pembuangan terbuka,’’ katanya. Dijelaskannya, Desa Kekeran sejatinya telah memiliki tempat pengolahan sampah sendiri. Hanya saja residu dari pemilahan sampah dibuang di tempat yang salah. ‘’Yang bisa diolah di tempat pengolahan sampah desa, sampah-sampah itu diolah. Nah, residu yang dihasilkan ini harusnya kan ke TPA Suwung langsung,’’ tegasnya. (kmb27)
Bali Post/par
SAMPAH - Kendati telah dipasangi papan larangan dan tali pembatas, TPS Kekeran masih menjadi tempat pembuangan sampah.
Lanud I Gusti Ngurah Rai Gelar Latihan Pengamanan Pemilu Mangupura (Bali Post) Personel Lanud I Gusti Ngurah Rai mengikuti pembekalan dan latihan pengamanan Pemilu 2019, Senin (4/2) lalu, di ruang serba guna Oemar Dhani Lanud I Gusti Ngurah Rai. Pelatihan ini dalam rangka meningkatkan kemampuan dan keterampilan personel, khususnya terkait pengamanan Pemilu 2019. Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai Kolonel Pnb. Wibowo Cahyono Soekadi, S.Sos. dalam sambutan yang dibacakan Kasi Opslat Mayor Tek Verdian menegaskan, sebagai prajurit yang profesional, netralitas merupakan harga mati. Dalam hal ini,
prajurit TNI-AU diharapkan tidak memihak calon manapun dalam pileg dan pilpres. Danlanud berharap seluruh prajurit agar profesional dan andal dalam melaksanakan tugas perbantuan kepada pemda dan Polri dalam rangka turut mensukseskan pelaksanaan pemilu. Dikatakan, salah satu tugas TNI dalam operasi militer selain perang adalah memberikan bantuan kepada pemda dan Polri dalam menangani kerusuhan sosial. Selain itu, juga menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman disintegrasi bangsa dan ancaman lainnya yang dapat mengganggu serta menjaga
stabilitas keamanan wilayah. ‘’Utamakan keselamatan selama pelaksanaan latihan. Laksanakan latihan sesuai prosedur sehingga nantinya saat pelaksanaan tugas, dapat berjalan dengan baik dan aman sesuai harapan pimpinan,’’ tegas Danlanud. Dalam pembekalan dan latihan, personel Lanud I Gusti Ngurah Rai diberikan pedoman, petunjuk serta prosedur menghadapi permasalahan maupun kendala saat bertugas melaksanakan pengamanan pemilu. Para personel mendapatkan materi mengenai analisa daerah operasi, HAM, perbantuan TNI kepada Polri hingga kemampuan bin teritorial. (kmb23)
Bali Post/edi
RAYAKAN IMLEK - Sejumlah warga keturunan Tionghoa membawakan tarian naga pada prosesi tolak bala serangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2570, di Vihara Dharmayana, Kuta, Senin (4/2).
Tradisi Tolak Bala Awali Perayaan Imlek di Kuta Mangupura (Bali Post) Warga keturunan Tionghoa, Selasa (5/2) kemarin merayakan Tahun Baru Imlek atau Tahun Baru Cina 2570. Seperti yang dilaksanakan di Vihara Dharmayana Kuta, sejak malam pergantian bulan mati ke hari berikutnya, warga keturunan Tionghoa melakukan persembahyangan bersama. Rangkaian perayaan Imlek ini diawali dengan tradisi tolak bala. Pada Senin (4/2) lalu, dilakukan upacara
persembahyangan tolak bala yang juga diisi pawai barongsai. Prosesi tolak bala ini dilakukan dengan mengelilingi kawasan Kuta. Menariknya, saat pawai berlangsung, para barongsai menghampiri kerumunan orang yang hendak memberi angpao. Penanggung Jawab Vihara Dharmayana, Adi Dharmaja, menjelaskan prosesi tersebut antara lain berupa persembahyangan tolak bala di masing-masing pertigaan dan perempatan, yang diawali di
depan vihara. Secara tradisi Tionghoa, hal itu bermakna agar di dalam menyambut Tahun Baru Imlek 2570, bisa berjalan dengan penuh suka cita dan tidak ada aral melintang. Menurutnya, saat ini merupakan tahun Shio Babi Tanah. Menurut kepercayaan Tionghoa, babi memiliki sifat malas, banyak makan dan banyak tidur. Oleh karena itu, manusia harus bisa menghilangkan sifat-sifat kurang baik itu. Di tahun baru ini
pihaknya berharap semua orang agar lebih bersemangat dalam menjalani keseharian. Dalam arti, berusaha dan lebih bersemangat baik dalam ekonomi, kesehatan, keamanan. Apalagi, tahun 2019 merupakan tahun politik, tentu harus bisa menyikapinya dengan baik. ‘’Kita jangan meniru sifat babi. Harus tetap semangat dan lebih kreatif dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan keahlian masingmasing,’’ jelasnya. (kmb23)
WAKIL Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri Karya Mamungkah, Padudusan Alit dan Ngenteg Linggih, Caru Weraspati Kalpa di Banjar Tanggayuda, Desa Bongkasa Kecamatan Abiansemal, Senin (4/2). Turut hadir panglingsir Puri Banyuning, anggota DPRD Badung Ida Bagus Made Sunarta, Wakil Ketua DPC PDI-P Badung I Bagus Alit Sucipta, tokoh masyarakat I G.N. Kesuma Kelakan, Kasi Trantib Kecamatan Abiansemal Gusti Putu Cakra, unsur Tripika Keca-
matan Abiansemal, Perbekel Bongkasa I Ketut Luki serta tokoh masyarakat setempat. Ketua Panitia Karya I Wayan Sunarta menyampaikan, krama Banjar Tanggayuda berjumlah 59 KK pokok atau pangarep dan 216 KK kawin dengan jumlah warga keseluruhan 770 orang. Banjar Tanggayuda memiliki tanggung jawab terhadap Pura Melanting, Pura Desa, Pura Puseh, Pura Taman Sari dan Pura Dalem Alit. ‘’Kami mewakili masyarakat Tanggayuda tidak hen-
ti-hentinya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Bupati Badung serta jajarannya yang sudah memberi bantuan untuk pembangunan dan kegiatan kemasyarakatan di Tanggayuda ini,’’ jelasnya. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa sangat mengapresiasi pelaksanaan Karya Mamungkah, Padudusan Alit dan Ngenteg Linggih, Caru Weraspati Kalpa di Pura Melanting, Banjar Tanggayuda. Untuk mendukung karya tersebut, Pemkab Badung memberikan
bantuan sebesar Rp 400 juta. Bantuan ini diberikan sesuai permohonan masyarakat Banjar Tanggayuda, untuk mendukung kegiatan keagamaan serta mendorong eksistensi agama, adat, seni dan budaya. Menurutnya, Pemkab Badung sangat berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan seni, adat, agama dan budaya di Badung. Untuk itu, pemerintah senantiasa berada di tengah-tengah masyarakat untuk meringankan beban masyarakat. ‘’Kami harapkan bantuan ini dapat bermanfaat untuk mendukung kegiatan keagamaan, terutamanya dalam kegiatan upacara piodalan ini,’’ terangnya. Wabup Suiasa juga menyampaikan, dengan diadakannya upacara ini masyarakat bisa tetap bersatu menjalankan kewajibannya. Pemkab Badung akan selalu siap dan berkomitmen membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pribadi maupun komunal masyarakat. Dalam meringankan beban kebutuhan pribadi masyarakat, Pemkab membantu seperti melalui program kesehatan gratis, pendidikan gratis dan PBB gratis. Sedangkan untuk membantu kebutuhan komunal masyarakat, Pemkab membantu dalam hal pengeluaran (peson-peson) upakara, upacara, perbaikan pura, balai banjar dan lainnya. ‘’Agar masyarakat tidak terlalu dibebani dalam melaksanakan upacara besar seperti ini,’’ jelasnya. (ad0136)
Wabup Suiasa Hadiri Karya di Pura Melanting Tanggayuda
HADIRI KARYA - Wabup Badung Ketut Suiasa menghadiri Karya Mamungkah, Padudusan Alit dan Ngenteg Linggih, Caru Weras Pati Kalpa di Pura Melanting, Banjar Tanggayuda. Pada kesempatan tersebut, Suiasa menyerahkan bantuan hibah sebesar Rp 400 juta.
Bali Post/edi
PEMBEKALAN - Suasana pembekalan dan latihan pengamanan Pemilu 2019.
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S
Tahun Ini, 400 Siswa SMP Dwijendra Denpasar Gelar UNBK Juara I Lomba Kramaning Sembah Se-Bali
MULAI tahun ini, SMP Dwijendra Denpasar menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Hal ini dilakukan berkat dukungan Yayasan Dwijendra Denpasar. Kepala SMP Dwijendra Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd. mengungkapkan sebanyak 400 siswa kelas IX akan menjalani UNBK dan menyiapkan lima ruangan dengan tiga sesi. Sementara simulasi sudah digelar dua kali agar siswa menyiapkan diri seperti menjalani UNBK sebenarnya. Ke depan SMP Dwijendra Denpasar, kata Nadi Supartini, bisa mengadakan UNBK secara mandiri. Tahun ini SMP Dwijendra Denpasar akan menerima 320 siswa baru atau sebanyak 10 kelas. Untuk menjaring calon siswa baru, SMP Dwijendra juga mengadakan try out ‘’Siap UN SD se-Kota Denpasar’’ yang diadakan pada Minggu 10 Februari 2019. Dengan pembatasan jumlah kelas ini SMP Dwijendra konsisten mempertahankan mutu semua siswa bisa lima hari belajar. Soal prestasi anak-anak SMP Dwijendra adalah gudangnya. Tim SMP Dwijendra Denpasar meraih juara I lomba LCC agama Hindu tingkat SMP se-Bali. Tim ini diperkuat Kadek Wina Nirmala Anjani AS, Ni Putu Prema Puja Sai Gayatri dan I Made Arya Pramana. Tim binaan Ni Nyoman Maryani, S.Ag., M.Pd.H. juga meraih juara harapan I di Undiksha. Masih di bidang agama Hindu, siswa SMP Dwijendra Komang Widhiana Permana Putra meraih juara I lomba Dhainika Upasana Kramaning Sembah SMP seBali yang diadakan SMAN 7 Denpasar. Siswa lainnya juara II poster KSPAN di SMAN 7 Den-
PRESTASI - Kepala SMP Dwijendra Nadi Supartini didampingi Ketua Yayasan Chandra Jaya dan guru pembina Maryani berfoto bersama dengan siswa berprestasi SMP Dwijendra. pasar atas nama II Putu Bayu Cahya Artha Raditya. Juara II dan III modeling di Denpasar Festival 2018 oleh Ida Ayu Nadia Arlista dan Ni Putu Ocha Savitri. Di olahraga siswa SMP Dwijendra juga meraih juara I judo oleh I Gede Prabawa Kusuma. Kasek Ni Wayan Nadi Supartini didampingi Wakasek I Made Yoga Mahendra Andika, S.Pd., M.Pd., I Wayan Suwita, S.Pd. dan Ida Bagus Putra Arsana, S.Pd. mengungkapkan prestasi ini dicetak berkat 30 jensi ekstra disiapkan untuk siswa. Bahkan sekolah ini satu-satunya berstatus ramah anak tingkat nasional. Ini artinya SMP Dwijendra adalah sekolah yang paling baik untuk pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah. Kemudian fasilitasnya juga lengkap. Semua ruangan berAC dan LCD. Suasana lingkungan sekolah hijau dan asri. Nadi Supartini menegaskan semua peserta dibebaskan dari biaya pendaftaran alias gratis. Mereka yang pertama dan lebih dulu
menentukan pilihan di SMP Dwijendra yang diprioritaskan diterima lebih awal. Hal ini dilakukan karena SMP Dwijendra tak mengenal PPDB gelombang I dan II, begitu kuota terpenuhi langsung ditutup. Makanya dia mengajak masyarakat yang ingin pendidikan anaknya disiplin dan berkarakter menentukan pilihan sejak awal di SMP Dwijendra. Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. menegaskan penyelenggaraan pendidikan di Dwijendra berlangsung kondusif. Bahkan semua sekolah di Dwijendra kini menjalani UNBK. Untuk itu, dia meminta semua pihak mengerem diri terlibat dalam masalah internal Yayasan Dwijendra. Apalagi kuasa hukumnya menduga ada pemalsuan akta nomor 5. Sebab, ada pengurus yayasan yang tak tahu akta dan tak pernah meneken akta. Ini artinya ada pihak yang memaksakan kehendak masuk ke Dwijendra tanpa menunggu proses hukum yang sedang berlangsung di pengadilan. (ad0134)
Dealer Kecak Motor Bersama Banjar Tegal Jaya Gelar Aksi Angkut Sampah Plastik SALAH satu dealer yang berada di wilayah Badung, Bali, Dealer Kecak Motor memprakarsai pembersihan sampah di sekitar area Banjar Tegal Jaya, Dalung yang merupakan lokasi dari dealer tersebut. Didukung ibu PKK banjar tersebut, Minggu (3/2) lalu sebanyak 110 peserta yang merupakan gabungan dari personel Dealer Kecak Motor dan warga melakukan aksi bersih-bersih fokus pada pemungutan sampah plastik. Aksi peduli lingkungan ini merupakan bentuk nyata atas dukungan dari Pergub No. 97 Tahun 2018 tentang pembatasn sampah sekali pakai yang sudah mulai dijalankan mulai Januari 2019. Aksi angkut sampah plastik ini berjalan lancar. Banyak sampah plastik seperti botol minuman, kemasan makanan ringan, kantong plastik, bungkusan bekas mi instan dan bungkus kulit permen yang terkumpul dalam lima karung. Seluruh peserta yang merupakan warga sekitar turut dalam kegiatan ini. Dibagi ke lima lokasi, mulai dari wantilan banjar, sekitar dealer hingga traffic light, kemudian keselatan menuju wilayah Mogan hingga di lapangan voli utara. ‘’Kegiatan bersih-bersih sampah di lingkungan Banjar Tegal Jaya adalah sebagai wujud kepedulian dealer terhadap
BERSIH-BERSIH - Personel Dealer Kecak Motor bersama warga Banjar Tegal Jaya, Dalung saat menggelar aksi bersih-bersih, Minggu (3/2) lalu. lingkungan di sekitar. Kami sadar dengan lingkungan yang bersih, tentunya juga secara tidak langsung ikut menjaga tempat dan menjaga kesehatan,’’ ungkap Regi selaku PIC Dealer Kecak Motor. Setelah aksi bersih-bersih tersebut seluruh warga Banjar Tegal Jaya disuguhkan dengan informasi tentang program dan produk terbaru Honda PCX dan berbagai keunggulan dari produk ini. Pada Maret lalu, All New Honda PCX dinobatkan sebagai Bike of The Year
pada ajang penghargaan Otomotif Award 2018. Selain itu Honda PCX meraih gelar ‘’Favorite Motorcycle by Survey’’ pada Gridoto Award 2018 yang dirilis di Jakarta pada Oktober lalu. Motor skutik premium ini diproduksi di Indonesia mengusung mesin generasi terbaru 150cc, eSP, serta memiliki konsumsi bahan bakar 45 km/liter berdasarkan metode pengetesan ECE R40 standar Euro 3 dengan mengaktifkan fitur Idling Stop System. (bns1)
Rabu Paing, 6 Februari 2019
Pensisba STPBI dan SPB
Mahasiswa Bebas Memilih Training di Dalam atau Luar Negeri SEKOLAH Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) dan SPB melaksanakan acara pembukaan Penerimaan Mahasiswa Baru (Pensisba) tahun ajaran 2019/2010 pada Senin (4/2). Pensisba ditandai dengan pelepasan balon. STPBI memiliki beberapa program yaitu S-1 Pariwisata, D-4 Hotel Management, D-4 Tourism Managemen, D-3 Hotel Operation. Sementara program SPB ada tiga yaitu program SPB, Program SPB Spa Training Center, dan Program SPB Maritime Training Center. Pensisba terdiri dari dua gelombang pendaftaran. Yaitu gelombang I yang dibuka dari 4 Februari – 27 Maret 2019 dan pendaftaran gelombang II dibuka dari 28 Maret – 24 Mei 2019. Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun Dr. I Nyoman Astina, M.Pd., CHT., CHA. mengatakan tahun 2019/2020, STPBI menargetkan jumlah pendaftar 2.500 mahasiswa baru. Dengan proses penyeleksian dari 2.500, diharapkan mendapatkan mahasiswa baru sebanyak 1.770. Kuota penerimaan mahasiswa ini meningkat dari tahun 2015 yang hanya 1.422. Sehingga dengan peningkatan kuota tersebut, STPBI dibuka untuk dua shift. ‘’Shift pagi dari pukul 08.00 sampai pukul 14.00, shift sore dari pukul 14.30 sampai pukul 21.00,’’ bebernya. Penambahan kuota ini berdasarkan permintaan masyarakat, baik di Bali maupun di seluruh Indonesia. Calon mahasiswa juga tidak datang dari Bali, tetapi juga seluruh Indonesia dan luar negara Indonesia. Seiring dengan peningkatan jumlah mahasiswa, STPBI juga meningkatkan fasilitas pembelajaran. ‘’Kami tidak bisa berdiam diri, karena kami ingin mereka merasa aman dan nyaman sehingga target belajar mengajar bisa dicapai dengan maksimal. Maka dari itu fasilitas pembelajaran terus ditingkatkan. Karena kami tidak ingin lulusan
LEPAS BALON - Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun bersama Ketua Panitia dan Panitia Pensisba 2019 melepas balon, tanda pembukaan pendaftaran Pensisba 2019. kami tidak diperhitungkan, lulusan diharapkan unggul baik di dalam maupun di luar negeri,’’ ucapnya. Mahasiswa STPBI dapat mengikuti training di dalam maupun di luar negeri. Karena STPBI memiliki partner-partner di luar negeri, terutama di Amerika. Selain itu semua hotel besar di Bali dan di Indonesia bisa menjadi pilihan mereka untuk melakukan training. Selain Amerika, mahasiswa STPBI juga dapat mengikuti training di Jepang, Thailand, Dubai, Singapura, Malaysia, Jerman, Kanada. ‘’Silakan. Ada banyak pilihan bagi maereka,’’ terangnya. Pengalaman sebelumnya, mahasiswa STPBI dapat diterima di sana dengan baik. ‘’Skill, kemampuan mereka, behaviour mereka sangat disukai partner-partner kita di Amerika. Itu artinya kualitas sudah ada di mahasiswa kita,’’ tandasnya. Masyarakat tidak perlu ragu lagi untuk menyekolahkan anaknya di STPBI, karena STPBI memiliki konsep one stop learning. Sekali datang, keinginan dan mimpi para orangtua harus diwujudkan. Sehingga ketika para orangtua menyekolahkan anaknya di STPBI, maka kurikulum
harus link and match dengan industri. Yang dibutuhkan di industri, maka itulah yang diajarkan di STPBI. Setelah mereka tamat, STPBI juga siap mencarikan pekerjaan. Karena STPBI memiliki Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) yang dikelola PT Bali Duta Mandiri (BDM), ditugaskan oleh yayasan untuk mencarikan para lulusan pekerjaan baik di darat, di kapal pesiar dan di seluruh dunia. Ketua Panitia Pensisba Ni Made Ayu Sulasmini, S.Pd., M.Pd., CHT., CHE. mengatakan tahun akademik 2019/2020 pendaftaran bisa dilakukan secara online. Untuk bisa mendaftar di STPBI dan SPB, mahasiswa baru harus mengisi formulir pendaftaran. Selain itu menyiapkan Kitas/KTP/KK, fotokopi ijazah yang dilegalisir, transkrip nilai/raport, surat keterangan sehat, dan pasfoto 3x4. Pada hari itu juga STPBI membuktikan komitmennya akan pengurangan penggunaan plastik dan styrefoam, dengan membagikan tumbler dan tas kain pada mahasiswa baru dan semua komponen kampus. (ad0130)
2019 (*S&K berlaku). Program selanjutnya yang dapat diikuti adalah Instant Reward Lucky Angpao, dengan berbelanja minimal IDR 1.000.000 (maksimal 2 struk). Selain bulan penuh kemakmuran, Februari juga dikenal sebagai bulan penuh cinta dan untuk merayakan Hari Valentine. Beachwalk membagikan Giveaway untuk para pasangan yang setia berbelanja di Beachwalk Shopping Center. Pengunjung mendapatkan kesempatan untuk memenangkan dinner romantis dan movie date dengan yang terkasih, hanya dengan membagikan cerita kencan di Beachwalk Shopping Center di Instagram pribadi mereka. Pasangan yang memenangkan Giveaway ini akan di umumkan pada 13 Februari 2019 (*S&K berlaku) di @beachwalk_bali. Dalam rangka memeriahkan perayaan Tahun Baru Imlek dan Hari Valentine, Beachwalk Shopping Center
mengadakan Fashion Show dengan tema Tahun Baru Imlek dan Valentine pada 17 Februari 2019. Bali Starts Here. Di samping itu, Beachwalk Shopping Center juga mengadakan kegiatan reguler yang dapat dinikmati pengunjung yang sedang berbelanja. Setiap Selasa dan Rabu, pengunjung dari mancanegara dan domestik dapat menikmati berbagai macam kesenian tradisional Bali seperti Bali Cultural Experience. Sebagai tambahan hiburan pengunjung dapat berfoto dengan Custome Play yang tersebar di beberapa area lokasi iconic tempat berphoto di Beachwalk Shopping Center. Beachwalk mengadakan tambahan acara reguler yakni Acoustic Eve setiap Kamis - Senin pukul 17.30 Wita untuk menambah suasana saat berbelanja. Acara ini berlangsung di area Fountain Stage Beachwalk lantai satu. (ad0132)
Beachwalk Shopping Center, Smashin’ Beauty-Februari 2019
BEAUTY Starts Here! Beachwalk Shopping Center kembali mengangkat tema kecantikan dengan ‘’Smashin’ Beauty’’ di Februari 2019. Di mana Beachwalk memberikan suasana dengan spirit baru dalam Tahun Baru Cina dan Hari Valentine. Selain itu, Beachwalk Shopping Center mengadakan berbagai macam kegiatan dan promo menarik kepada para pengunjung. Untuk merayakan Tahun Baru Imlek, Beachwalk memberikan berbagai macam kegiatan, dimulai pada 4-5 Februari 2019 di area Fountain Stage. Akan ada face painting, ramalan kartu tarot, pertunjukan Barongsai yang akan diadakan di Fountain Stage, Level 1. Beachwalk juga menyediakan instalasi three little pigs, di mana tahun ini adalah tahun babi di area Beach Gate, Lampion Cina di area Garden Pod, dan Flowers of Prosperity di sekitar area koridor mall untuk melengkapi suasana Tahun Baru Imlek. Spesial di Tahun Baru Imlek, Beachwalk memberikan programprogram istimewa untuk customers. Program pertama adalah Giveaway Tahun Baru Imlek, pengunjung mendapatkan kesempatan untuk memenangkan voucher menginap satu malam di Hotel Fame Sunset Road hanya dengan berfoto di instalasi Tahun Baru Imlek dan membagikan foto tersebut di Instagram pribadi mereka. Pemenang akan diumumkan pada 25 Februari
Kunjungi Penyaringan dan Tegalcangkring Pascabanjir Bandang B R A N D I N G D I S I N I
Senator Wedakarna Dukung Sanksi Pidana bagi Oknum Penjarah Kayu di Hutan Jembrana
SENATOR DPD-RI asal Jembrana Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III hadir di Desa Penyaringan dan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana dalam rangka memeriksa korban banjir bandang yang terjadi beberapa waktu lalu. Disambut pejabat pemerintahan desa di Penyaringan dan Tegalcangkring, tampak hadir pula Dr. IGA Diah Werdhi Srikandi WS, S.E., M.M (anggota DPRD Provinsi Bali dari Fraksi PDI Perjuangan). Dalam kunjungan tersebut, Senator Arya Wedakarna (AWK) mendapatkan penjelasan dari pemerintah kecamatan dan desa terkait kronologi kejadian banjir bandang yang terjadi, hingga menyebabkan kerusakan pada jembatan serta dampak terhadap masyarakat yang ada di sekitar sungai. Terkait hal itu, Senator AWK juga mempertanyakan kondisi hutan, khususnya di kawasan, mengingat dalam banjir bandang tersebut cukup banyak material berupa kayu dan juga batang pohon ukuran raksasa
yang ikut hanyut dan merusak sejumlah infrastruktur yang ada. ‘’Saya mendapat penjelasan bahwa 10 tahun lalu sempat terjadi bencana seperti ini. Semoga bukan siklus 10 tahunan ya. Jelas dari sudut pandang logika bahwa banjir bandang ini tentu disebabkan karena tanah tidak bisa menyerap air. Kenapa tidak bisa menyerap air? Karena tumbuh-tumbuhan termasuk pepohonan di atasnya sudah tidak ada, mati. Artinya ada penggundulan hutan yang teroganisir dengan rapi. Kalau sudah seperti ini siapa yang salah? Itu yang harus kita cari tahu. Jika ada yang berani mencobacoba menebang hutan kita tanpa izin, sudah ada sanksi pidana menurut UU. Dan semua oknum yang terlibat bisa dimasalahkan, termasuk pejabat pemerintahan setempat. Tinggal telusuri saja dan saya akan mendukung jika pelaku penebangan hutan diproses pengadilan. Ini sudah membahayakan lingkungan,’’ kata AWK. Namun terlepas dari itu semua, AWK mengapresiasi kinerja aparat di lapangan yang
dengan sigap memberikan bantuan, khususnya pascabencana, termasuk kinerja relawan. ‘’Terlepas dari bencana yang ada, saya mengapresiasi dari gotong royong masyarakat yang bahumembahu dari proses penyelamatan dan evakuasi warga hingga penanganan wilayah pascabencana. Ini bukti kegotongroyongan adalah kunci dari society dalam penanganan bencana. Kita bersyukur tidak ada korban jiwa, dan semoga ke depan baik-baik saja,’’ ungkap AWK. Lebih lanjut Senator AWK meminta kepada perbekel dan lurah agar segera menginventarisasi dan mengajukan anggaran untuk perbaikan infrastruktur, termasuk memberikan perhatian pada korban bencana. ‘’Saya tahu anggaran Kabupaten Jembrana terbatas, dan kita akan bantu mengawal. Silakan ajukan apa yang bisa dibantu pemerintah pusat dalam hal ini kementerian terkait. Begitu juga apa yang bisa Pemerintah Provinsi Bali, apalagi di sini telah hadir Ibu Dr. Diah Srikandi yang juga
anggota Komisi III DPRD Bali bidang infrastruktur. Silakan saja berkomunikasi dengan pemerintah satu jalur, dan nanti urusan di pusat urusan saya selaku DPD. Tembuskan permohonan ke DPD-RI termasuk membangun jembatan baru, senderan sungai yang keropos dan jika perlu ada rumah warga yang direlokasi. Hampir sama dengan penanganan bencana banjir bandang di Songan, Kintamani. Di sini diperlukan camat, kepala desa dan lurah yang agresif serta cepat menginventarisir. Tiang selaku anggota DPD-RI akan membantu mengawal dan semoga pemerintah pusat Presiden Jokowi bisa memprioritaskan Penyaringan dan Tegalcangkring. Tiang tunggu pengajuannya,’’ imbuh Gusti Wedakarna yang merupakan cucu dari tokoh besar di Jembrana yakni I Goesti Ngoerah Ketoet Soeyasa ini. Selama di Penyaringan dan Tegalcangkring, AWK meninjau sejumlah permukiman terdampak, korban bencana, dan pos darurat bencana. (ad0133)
MARHAENIS - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MW Suyasa III (anggota DPD-RI Utusan Bali) dan Dr. IGA Diah Werdhi Srikandi W Suyasa (anggota DPRD Provinsi Bali) di Mendoyo, Jembrana.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Rabu Paing, 6 Februari 2019
DAERAH
5
Terlibat Pembobolan ATM
Turis Bulgaria Hanya Dituntut 10 Bulan
Denpasar (Bali Post) Jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejati Bali Agung Tedja menuntut pidana penjara superringan terhadap terdakwa orang asing dalam kasus bobol ATM, senjata tajam dan airsoft gun. Terdakwa Stefan Ivanov Klenovski (53) asal Bulgaria, hanya dituntut 10 bulan penjara. Jaksa di hadapan majelis hakim pimpinan Dewa Budi Watshara, Senin (4/2), membuktikan dan menjerat terdakwa dengan UU Darurat. Yakni terdakwa dinyatakan bersalah dan melanggar Pasal 2 ayat 1 Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Dan atas pertimbangan itu, jaksa kemudian menuntut terdakwa untuk dihukum selama 10 bulan penjara. Sebagaimana dalam persidangan, terdakwa dalam perkara ini diadili atas kepemilikan senjata tajam jenis pisau lipat. Namun saat di kepolisian, terkuak bahwa terdakwa juga ditangkap atas kepemilikan airsoft gun dan martil. Senjata itu bahkan digunakan untuk membobol sejumlah ATM di kawasan Kerobokan. ‘’Terdakwa terbukti bersalah memiliki dan menyimpan senjata penikam atau pisau dan pistol airsoft gun untuk mengambil sesuatu barang,’’ tuntut jaksa. Dan atas tuntutan itu, terdakwa bakalan mengajukan pembelaan dalam sidang berikutnya. Sebelumnya, terdakwa ditangkap polisi di Restoran Laota, Tuban, Badung. Terdakwa ditangkap karena ada laporan dari pihak Bank Mandiri bahwa ATM Mandiri SPBU Kerobokan sering terjadi penarikan uang dengan menggunakan kartu ATM palsu oleh warga asing. Atas laporan itu, polisi melakukan lidik. Dan pelakunya mengarah pada terdakwa. Polisi pun langsung melakukan penangkapan. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan satu pisau lipat, senjata airsoft gun yang disimpan terdakwa di bawah jok motor miliknya. Selain itu ada juga kartu ATM palsu. Berbekal barang bukti itu, terdakwa digiring ke Mapolda Bali untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (kmb37)
Perayaan Imlek, Polresta Jaga Ketat Wihara
Denpasar (Bali Post) Perayaan Imlek, Selasa (5/2) kemarin, Polresta Denpasar mengerahkan personelnya untuk memperketat pengamanan wihara. Untuk memastikan pengamanan tersebut, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan mengecek wihara yang ada di Denpasar dan Badung. Kombes Ruddi membenarkan setiap lokasi perayaan Imlek dijaga dengan aparat kepolisian. Mantan Kapolres Badung ini meninjau langsung pengamanan di sejumlah konco dan wihara. ‘’Hal ini dilakukan agar situasi benar-benar aman saat perayaan Imlek,’’ ungkapnya. Salah satu konco yang ditinjau Kapolresta yaitu Konco Tanah Kilap yang berada di Wilayah Denpasar Selatan. Saat itu Kombes Ruddi didampingi Kabag Ops Kompol Nyoman Gatra. Kepada anggotanya yang jaga di wihara atau konco, mantan Wadir Reskrimsus Polda Bali ini menginstruksikan supaya personel jajaran Polresta Denpasar yang terploting pengamanan Imlek agar melaksanakan tugas semaksimal mungkin. Tujuannya agar masyarakat yang merayakan Imlek 2019 ini berjalan aman, nyaman dan lancar. (kmb36)
Diblokade Ratusan Truk
Jalur Protokol Banyuwangi Lumpuh Enam Jam
Banyuwangi (Bali Post) -
Jalur protokol depan Kantor Pemkab Banyuwangi lumpuh, Senin (4/2). Pemicunya, sekitar 200 armada dump truck angkutan galian C memblokir jalan di pusat kota itu. Aksi ini memprotes penahanan satu armada dump truck di Kejaksaan Negeri setempat.
Bali Post/ist
CEK - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan mengecek pengamanan perayaan Imlek.
Aksi ratusan sopir yang tergabung dalam Asosiasi Armada Material Banyuwangi ini berlangsung mulai pukul 10.00 WIB. Mereka berkonvoi sejak pagi, lalu berhenti tepat di depan kantor Pemkab. Imbasnya, jalur di pusat kota ini lumpuh total. Polisi terpaksa mengalihkan pengguna jalan lain ke jalur alternatif.
Sukses Amankan Pertemuan IMF
Lanud Ngurah Rai Terima Penghargaan dari Pangkoopsau II Mangupura (Bali Post) Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) I Gusti Ngurah Rai menerima piagam penghargaan Pangkoopsau II sebagai Lanud yang mempunyai prestasi dan menonjol dalam pelaksanaan tugas di jajaran Koopsau II. Piagam penghargaan ini diserahkan Pangkoopsau II Marsekal Muda TNI Henri Afiandi kepada Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai Kolonel Pnb. Wibowo Cahyono Soekadi, S.Sos. pada acara Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tahun Anggaran
2019, Senin (4/2). Pemberian piagam penghargaan itu atas keberhasilan personel Lanud I Gusti Ngurah Rai dalam menyukseskan IMF-World Bank Meeting 2018 di Bali. ‘’Penghargaan ini merupakan bagian dari ibadah yaitu hasil kerja keras segenap personel Lanud I Gusti Ngurah Rai yang telah menunjukkan dedikasi yang tinggi dalam setiap pelaksanaan tugas yang diberikan negara,’’ ungkap Danlanud Kolonel Wibowo Cahyono, Selasa (5/2) kemarin. Danlanud menyampaikan
Bali Post/udi
BLOKADE - Ratusan sopir truk galian C memblokade jalan protokol Pemkab Banyuwangi, Senin (4/2).
ucapan terima kasih kepada Pankoopsau II yang telah memberikan penghargaan kepada Lanud I Gusti Ngurah Rai sebagai Lanud berprestasi dalam pelaksanaan tugas. Ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya juga disampaikan Danlanud kepada seluruh personel Lanud I Gusti Ngurah Rai yang telah banyak memberikan dukungan selama pelaksanaan IMF-World Bank Meeting 2018 di Bali dapat berjalan dengan lancar, selamat dan aman. (kmb23)
Tiba di depan pemkab, orasi digelar. Isinya, mendesak pemkab memperhatikan para sopir material proyek ini. Selama ini para sopir merasa menjadi korban penegakan hukum. Terutama, penertiban galian C ilegal. Puncaknya, saat lima armada dump truck digiring ke Polres dua bulan lalu. Anehnya, dari lima armada ini, tinggal satu
armada yang berlanjut hingga ke kejaksaan. ‘’Aksi ini sebagai bentuk solidaritas. Kalau empat armada bisa dikeluarkan, kenapa yang satu masih ditahan di kejaksaan,’’ kata Taufik, Wakil Ketua Asosiasi Armada Material Banyuwangi. Usai berorasi, perwakilan massa diterima perwakilan Pemkab, Polres dan Kejaksaan. Per-
temuan sempat memanas. Selama pertemuan, seluruh armada truk tetap bertahan di depan pemkab. Lumpuhnya jalur protokol ini berlangsung hingga enam jam. Massa baru membubarkan diri setelah pihak kejaksaan mengabulkan tuntutan para sopir. Satu armada truk yang ditahan dibebaskan. Statusnya pinjam pakai. Sebelum bubar, massa sempat memanas. Mereka sempat mengancam akan melakukan blokade di Pelabuhan Ketapang dan Bandara Banyuwangi.
‘’Setelah dialog panjang, satu armada teman kita akhirnya dilepaskan,’’ kata Zaenuri, Ketua Asosiasi Armada Material Banyuwangi. Pria ini menegaskan aksi para sopir murni solidaritas. Tidak ada ditunggangi pemilik galian C atau politik. Menurutnya, para sopir dump truck selalu menjadi korban. Padahal, mereka hanya mencari nafkah. ‘’Kami hanya mengambil material galian C yang resmi. Kalau memang penertiban galian C ilegal, jangan kami yang disasar,’’ sesalnya. (udi)
Gelar Rakerda, Peradah Bali Rancang Program Masuk Desa
Denpasar (Bali Post) Menjawab tantangan ke depan yang menuntut kerja nyata di masyarakat, Dewan Pimpinan Provinsi Perhimpunan Pemuda Hindu (DPP Peradah) Indonesia Bali siap turun ke desa. Gerakan tersebut dikukuhkan dalam Program ‘’Peradah Masuk Desa’’ yang menyasar desa pakraman di Bali. Program tersebut merupakan salah satu unggulan dari puluhan program kerja yang siap direalisasikan selama satu periode kepengurusan DPP Peradah Indonesia Bali 2018-2021. Ketua DPP Peradah Bali Komang Agus Widiantara, S.Ikom., M.Ikom. mengatakan program tersebut tujuannya meningkatkan kehadiran organisasi yang hampir berumur 35 tahun itu. ‘’Bentuknya nanti bisa berupa sosialisasi, dharmatula, dan kegiatan-kegiatan lain yang kita sinergikan dengan masyarakat di desa, termasuk sekaa teruna yang semestinnya menjadi corong terdepan menjaga Hindu di Bali,’’ katanya dalam Rapat Kerja Daerah VII Peradah Indo-
nesia Bali di Gedung PHDI Bali, Denpasar, Selasa (5/2) kemarin. Di sisi lain, program itu dicanangkan sebagai respons pembangunan desa yang selama ini dinilai lebih banyak bertumpu pada pembangunan fisik. Sementara pembangunanpembangunan yang bersifat pengembangan SDM hingga skill khususnya pemuda masih mendapat porsi yang kecil.
‘’Saat ini kebanyakan pembangunan desa itu diarahkan untuk program pembangunan, anggarannya untuk merenovasi pura atau pembangunan sarana-sarana fisik, hanya sedikit yang diarahkan untuk peningkatan sumber daya manusianya,’’ ucapnya. Sementara itu, selain ‘’Peradah Masuk Desa’’, program unggulan yang siap direalisa-
sikan di antaranya Peradah Goes to School & Campus, Literasi Milenial Bali, Pelatihan Keriwausahaan, Dharmaduta Go Digital, Peradah Ngejot, Gerakan Kedas Sampah Plastik (Gedastik), hingga Diklat Advokasi dan pembentukan Klinik Hukum Hindu. ‘’Diklat Advokasi dan pembentukan Klinik Hukum Hindu disiapkan untuk mengadvokasi masalahmasalah keagamaan dan adat yang selama ini banyak terjadi di Bali,’’ ujarnya. Rankerda yang dihadiri kader Peradah se-Bali tersebut juga untuk konsolidasi dan sinergi program dengan pengurus Peradah di tiap-tiap kabupaten/ kota dan organ pemuda serta mahasiswa. Pada kesempatan tersebut, Peradah Bali juga memetakan kabupaten/ kota yang potensial dan mesti mendapatkan perhatian khusus seperti Denpasar, Badung, Jembrana dan Karamgasem. ‘’Kabupaten dan kota ini kami pandang memiliki persoalan sosial, budaya, ekonomi, dan SDM yang wajib mendapat perhatian dari pengurus Peradah di daerah,’’ ucapnya. (kmb)
pada wanita. Salah satu penyebab utama adalah infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Infeksi HPV menyebabkan sekitar 70% kanker serviks dan 80% orang yang aktif seks mengalami infeksi HPV. Adapun cara mendeteksi secara dini yakni dengan Pap-smear dan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) yang dapat dilakukan di puskesmas atau di rumah sakit terdekat. Untuk itu, dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada 4 Februari 2019, Bagian Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Pengembangan
Pariwisata Indonesia atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) melakukan penyuluhan mengenai pencegahan kanker serviks. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan awareness dan pengetahuan mengenai bahaya kanker serviks dan cara pencegahannya. Dengan menggandeng Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Bali, kegiatan ini diikuti 50 orang peserta. Yaitu dari tenaga wanita common area The Nusa Dua yang merupakan tenaga utama dalam menjaga kebersihan dan keas-
rian kawasan The Nusa Dua. Kepala Sekretaris Perusahaan dan CSR ITDC Miranti N. Rendranti mengatakan, kegiatan ini diadakan sebagai bentuk kepedulian ITDC terhadap kesehatan wanita. Khususnya para wanita yang bekerja di lingkungan perusahaan agar dapat mengenali berbagai risiko penyakit dan meningkatkan pola hidup sehat sehingga terhindar dari risiko-risiko tersebut. ‘’Kegiatan penyuluhan ini juga dilakukan untuk mendukung program penanggulangan kanker serviks di Indonesia,’’ pungkasnya. (kmb23)
Bali Post/kmb
RAPAT - Rapat Kerja Daerah VII Peradah Indonesia Bali di Gedung PHDI Bali, Denpasar, Selasa (5/2) kemarin.
Prevalensi Kanker Serviks di Indonesia Tertinggi di Asia
Bali Post/ist
PENGHARGAAN - Pangkoopsau II Marsekal Muda TNI Henri Afiandi (kiri) menyerahkan penghargaan kepada Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai Kolonel Pnb. Wibowo Cahyono Soekadi, S.Sos. pada acara Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tahun Anggaran 2019, Senin( 4/2) di Ruang Rapat Bekmapus, Dismatau, Jakarta.
Mangupura (Bali Post) Indonesia termasuk salah satu negara dengan prevalensi kanker serviks tertinggi di Asia. Jumlah penderita tidak kurang dari 15.000 perempuan setiap tahunnya. Menurut data yang dimiliki Yayasan Kanker Indonesia (YKI), kanker serviks sebagai penyakit pembunuh wanita nomor satu di Indonesia. YKI memperkirakan setiap harinya 20 dari 40 wanita yang terdiagnosis menderita kanker serviks meninggal. Kanker serviks atau kanker leher rahim menempati urutan ke-2 dari 10 kanker terbanyak
OPINI
6
Rabu Paing, 6 Februari 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Pilih Gengsi atau Nilai Uangnya? JIKA berbicara soal pertanian kita patut bersuhu ke negeri Tiongkok. Negara ini benarbenar sukses menerapkan pertanian massal. Termasuk melahirkan regenerasi petaninya. Thailand juga patut dijadikan contoh dalam mengelola pertanian dan meregenerasi petaninya. Caranya, mereka dihadapkan pada masa depan yang menjanjikan menjadi petani. Gebrakan kedua di Tiongkok yakni melakukan industrialisasi pertanian. Artinya, pemerintah mendorong muculnya teknologi pertanian dengan garapan yang luas serta pemerintah menjamin kerugian akibat gagal panen. Nah, ini sangat memungkinkan dilakukan di Tiongkok karena semua tanah adalah milik negara, jarang milik rakyat. Jadi, rakyat hanyalah penggarap dan hasilnya dijual ke pemerintah. Sementara yang perlu kita tiru adalah adanya teknologi pertanian. Hanya, dihambat oleh model petani kita yang hanya memiliki lahan puluhan are, bukan hektaran. Teknologi pertanian bisa efektif jika untuk lahan garapan yang luas. Namun tentu kemajuan teknologi pertanian bisa diterapkan di mana saja. Sementara di Thailand menonjol dalam rekayasa genetika produk pertanian. Di sini, raja yang memberi contoh pentingnya menjadi petani dan hasil-hasilnya dibeli oleh pemerintah. Nah, ini yang perlu kita tiru, sekalipun Bali bukanlah sebuah negara. Banyak regulasi pertanian yang harus diganti agar berpihak pada pertanian dan kesejahteraan petani. Anak muda Bali tak tertarik menjadi petami karena tak adanya jaminan kesejahteraan itu. Jangan salahkan mereka memilih pekerjaan yang dinilai bergengsi seperti menjadi pegawai di restoran dan hotel atau PNS dengan pakaian seragam yang serbabersih. Padahal penghasilannya kalah jauh dengan mereka mengerjakan sektor pertanian secara sungguh-sungguh. Baru di Jepang di Asia yang kelihatan petaninya memakai jas mahal karena kaya dari pertanian. Jika kita cerdas, generasi milenial Bali mestinya tak boleh gengsi menekuni sektor pertanian. Tidak harus menjadi petani dan berlumpur ria, melainkan menggarap pemasaran, teknologi dan lainnya. Gajinya jauh lebih besar ketimbang menjadi PNS. Nah, mau gengsi atau mengejar nilai uangnya? Semua tergantung pada karakter masing-masing. Dengan adanya Pergub Buah Lokal, kini petani Bali perlu difokuskan pada produksi dan konsumsi untuk pariwisata. Maka diperlukan adanya perencanaan produksi dan konsumsi terhadap buah-buahan, sayur dan lainnya yang ada di Bali. Di sinilah diperlukan perencanaan produksi perencanaan konsumsi, pada berbagai kegiatan yang memerlukan produk pertanian. Adanya perencanaan produksi ini sangat penting mengingat Provinsi Bali memiliki potensi yang sangat besar untuk dapat menghasilkan berbagai produk hortikultura seperti buah dan sayuran. Dalam kaitannya dengan pengembangan agrobisnis, pengelolaan usaha tani yang sedemikian ini tidak akan dapat diperoleh pendapatan yang maksimal. Ketersediaan bibit unggul perlu dibarengi oleh good agricultural practices di dalam pengelolaan uaha tani tanaman buah lokal. Kebijakan pendukung lainnya yang penting dalam pengembangan agrobisnis produk buah lokal adalah perbaikan dan peningkatan kualitas prasarana infrastruktur. Siapkan juga insentif bagi petani dalam menekuni usaha tani.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Pantau Bansos Bibit Sapi Saya tertarik membaca berita soal turunnya populasi sapi yang dimuat Bali Post di Kabupaten Tabanan, Senin (4/2) lalu. Keperihatinan atas turunnya populasi sapi Bali ini tentu layak dipertanyakan dan dievaluasi. Masalahnya, yang saya tahu banyak bantuan bibit sapi termasuk bibit babi yang disalurkan Pemerintah Provinsi Bali mungkinkah juga kabupaten/kota kepada kelompok tani. Mestinya, bantuan ini segera dievalusi dan para penerima bantuan bibit sapi ini dikumpulkan oleh Dinas Peternakan. Ini untuk mengetahui apakah bantuan bibit sapi ini masih ada atau malah telah habis dijual oleh oknum anggota kelompok. Masalahnya, yang saya tahu ada kelompok ternak fiktif yang menerima bantuan bibit sapi. Kasus ini kalau tak salah terjadi di Rendang, Karangasem. Bahkan, pelakunya sudah ditahan. Ini saya ingatkan karena saya punya keyakinan masih ada kelompok penerima bantuan bibit sapi yang kelompoknya tak ada dan sapinya juga tak jelas. Ini harus dievaluasi oleh legislator yang yang mamafasilitasinya. Saya usulkan ke depan, bantuan bibit sapi atau bibit babi ini dilakuakn secara terukur. Ada baiknya bantuan diberikan kepada banjar-banjar. Di tingkat banjar ini bantuan lalu dikontrol oleh prajuru banjar. Tujuannya agar ada pelaporan berkala. I Nyoman Putra Gianyar, Bali
Bali Darurat Regenerasi Petani Menurut data proyeksi penduduk oleh BPS, Indonesia pada rentang tahun 2020-2035 akan mendapatkan bonus demografi yaitu suatu keadaan dengan struktur penduduk yang didominasi oleh kelompok usia produktif (15-64 tahun). Seyogianya, hal ini akan memberi keuntungan bagi percepatan pembangunan bangsa. Namun, fenomena bonus demografi ini berpotensi tidak dinikmati oleh sektor pertanian di Bali.
Oleh Putu Simpen Arini
K
etersediaan sumber daya manusia produktif pada masa bonus demografi akan sangat melimpah. Diperkirakan sekitar 70 persen dari populasi penduduk di Indonesia saat itu merupakan penduduk dengan rentang usia produktif. Jumlahnya diperkirakan mencapai 185 juta jiwa sedangkan total populasi penduduk usia tidak produktif hanya 84 juta jiwa. Mereka memiliki tingkat pendidikan yang lebih baik daripada generasi sebelumnya. Rata-rata mereka telah mengenyam pendidikan minimal SMA. Bahkan, penduduk yang memiliki pendidikan diploma dan sarjana di Bali semakin meningkat tiap tahunnya. Berbagai sektor ekonomi telah mulai menikmati banjirnya tenaga kerja usia produktif ini. Sektor perdagangan, rumah makan dan hotel merupakan penyerap tenaga kerja terbanyak. Sektor ini berkembang pesat seiring pesatnya perkembangan pariwisata di Bali. Dengan tawaran menggiurkan sektor pariwisata, semua berlomba-lomba masuk ke bidang pariwisata. Anak-anak petani di daerah perdesaan juga tidak mau ketinggalan. Sebagian besar orang menikmati euforia kebangkitan pariwisata Bali.
Berbeda dengan sektor pariwisata, sektor pertanian justru ramai-ramai ditinggalkan. Selama dasawarsa terakhir, jumlah petani di Bali terus menurun. BPS mencatat pada tahun 2007, sebanyak 36,03 persen penduduk usia kerja bekerja di sektor pertanian, namun kini jumlahnya hanya tinggal 19,44 persen. Sebagian besar dari mereka yang masih bergerak di bidang pertanian didominasi oleh penduduk yang sudah tua. Berdasarkan data Sensus Pertanian 2013, diketahui 61,8 persen petani berusia di atas 45 tahun dan hanya 12,2 persen yang berusia di bawah 35 tahun. Mereka memiliki pendidikan rata-rata SD dan mengolah pertanian secara tradisional dengan sisa-sisa tenaga masa tuanya. Tentu saja walaupun teknologi pertanian telah berkembang tapi tidak dapat dijalankan bila kualitas petaninya rendah. Peningkatan kualitas SDM muda Bali berbanding terbalik dengan minat mereka untuk terjun ke dunia pertanian. Tren saat ini, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka kemungkinan untuk memilih pekerjaan di bidang pertanian semakin kecil. Anak-anak petani sebagai pewaris enggan melanjutkan pekerjaan sebagai petani.
Pekerjaan petani dianggap tidak menarik, kotor, berlumpur, dan cenderung dekat dengan kemiskinan. Bukan rahasia lagi jika posisi tawar petani saat ini sangat lemah. Saat panen, petani dihadapkan pada kenyataan rendahnya harga akibat stok yang melimpah. Sedangkan saat harga naik, petani umumnya tidak memiliki stok. Panjangnya rantai perdagangan komoditas pertanian membuat harga yang diterima petani jauh lebih kecil daripada harga yang dibayar konsumennya. Hasil pola distribusi beberapa komoditas pertanian menunjukkan bahwa margin keuntungan terbesar pada usaha di sektor pertanian justru dinikmati oleh distributor, kelompok pedagang pengepul, tengkulak, dan mafia komoditas pangan. Berbagai kebijakan telah pemerintah lakukan untuk meningkatkan pendapatan petani. Pemerintah memberikan aneka subsidi kepada petani mulai dari bibit, pupuk, hingga pajak untuk petani. Tidak cukup di sana, pemerintah kini juga mulai memerhatikan pemasaran dan kelangsungan harga produk pertanian. Baru-baru ini, pemerintah Provinsi Bali telah mengeluarkan kebijakan Pergub No. 99 Tahun 2018. Melalui kebijakan ini toko
swalayan wajib membeli dan menjual produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali dalam kegiatan usahanya. Hotel, restoran, katering dan toko swalayan wajib membeli produk pertanian lokal Bali dengan harga paling sedikit 20% (dua puluh persen) di atas biaya produksi dari petani, kelompok tani, subak dan pelaku usaha tani. Pergub ini merupakan angin segar bagi petani. Penerapan Pergub ini dapat memberikan jaminan pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian di Bali. Adanya kemitraan langsung antara hotel, restoran, katering, dan swalayan dengan kelompok petani diharapkan dapat memangkas margin perdagangan komoditas pertanian. Dengan demikian, petani dapat menerima harga yang lebih tinggi daripada jika menjual ke pengepul. Satu hal yang masih memerlukan sentuhan pemerintah Bali yaitu kebijakan untuk regenerasi petani muda. Di negara-negara maju, regenerasi menjadi salah satu faktor kunci dalam pembangunan berkelanjutan di sektor pertanian. Pemerintahnya mengelola pertanian dengan serius demi menjaga kedaulat a n p a ng a n y a ng sem a kin berat di tengah peningkatan jumlah penduduknya. Mereka melakukan kebijakan insentif dengan memberikan bantuan finansial khusus bagi pemuda tani untuk memperkuat kapasitas permodalan guna memulai berbisnis di pertanian dan memperoleh kepemilikan lahan pertanian. Sementara, di negara-negara berkembang, bentuk dukungan kepada petani muda lebih banyak bersifat pelatihan dan pening-
Indeks Demokrasi Naik DEMOKRASI Indonesia saat ini masih tergolong baik. Bagi pihak yang mengatakan masih ada pembungkaman bagi masyarakat untuk menyampaikan hak demokrasinya harus dipertanyakan lagi. Pasalnya, Indeks Demokrasi Indonesia 2017, menurut Badan Pusat Statistik, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi masih berada pada taraf sedang. Angka Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2017 adalah 72,11 dalam skala 0 sampai 100. IDI meningkat dibandingkan dengan angka 2016 sebesar 70,09. Dalam standar pengukuran BPS, indeks demokrasi masuk kategori baik jika berada di atas angka 80, sedang di angka 60-80 dan buruk di bawah 60. Meskipun naik, nilai IDI relatif stagnan sejak diluncurkan pada 2009. Indeks ini mengukur tiga aspek demokrasi, yaitu kebebasan sipil, hak-hak politik dan lembaga demokrasi. Kenaikan IDI disebabkan peningkatan aspek kebebasan sipil dan lembaga demokrasi yang naik nyata dan menurun pada aspek hak-hak politik. Peningkatan IDI patut kita jaga maupun ditingkatkan lagi demi terciptanya demokrasi yang bebas dan tentu juga santun. Cara menjaganya adalah dengan menjamin setiap orang berhak menyampaikan pendapat atau aspirasinya dan berhak memilih pilihan politik secara bebas. Begitu pun lembaga
Oleh Juandi Manullang demokrasi beserta pemerintah turut serta membangun dan membina demokrasi tersebut karena Indonesia adalah negara demokrasi. Terutama dalam tahun politik ini adalah tantangan bagi kita untuk menunjukkan hasil penelitian itu adalah benar. Wajib setiap warga negara membuktikan diri dalam tahun politik ini misalnya, memberikan suara atau berpartisipasi dalam pemungutan suara Pemilu 2019 nanti. Itu hal terkecil yang membuktikan demokrasi semakin naik. Selain itu, diharapkan tidak ada masyarakat yang golput agar hasil penelitian tidak tercoreng. Setelah itu, berikan kebebasan bagi masyarakat untuk berpendapat tentang pemerintahan saat ini, namun tetap dipertegas menyuarakan pendapat wajib dengan santun, data yang valid dan tidak berunsur fitnah. Dengan demikian, indeks demokrasi tetap terjaga bahkan dapat meningkat yang akan memberikan kebaikan dan kesejahteraan bagi semua. Dalam IDI ini, masyarakat dijadikan tulang punggung menjaga demokrasi. Masyarakat diharapkan jadi penyeimbang dan pengontrol pemegang kekuasaan sekaligus menghasilkan pendidi-
kan politik kepada masyarakat lainnya. Masyarakat diharapkan menjaga kekritisan berpikir untuk menyuarakan kritikan terhadap penyelenggara negara terhadap kebijakan yang dijalankan. Kritikan itu pun harus sesuai rasionalitas, fakta, dan data yang benar. Dengan begitu, demokrasi kita akan semakin baik. Selain itu juga, masyarakat sebagai tulang punggung demokrasi wajib menjauhi namanya penyebaran berita hoax dan ujaran kebencian. Jangan menyalahgunakan demokrasi dengan menyebarkan hoax dan ujaran kebencian tersebut. Demokrasi yang santunlah yang ditonjolkan. Masyarakat jangan sampai marah dan menganggap penyelenggara negara tidak mengedepankan demokrasi ketika penegak hukum menangkap pelaku penyebar hoax dan ujaran kebencian dengan dalih hal itu adalah hak demokrasi rakyat. Jangan akibat proses hukum yang dilakukan oleh penegak hukum memberikan tanggapan masyarakat bahwa itu adalah kriminalisasi. Masyarakat harus kritis dan bijak dalam menjawab persoalan yang dihadapi negeri saat ini. Diingat pula, demokrasi yang dika-
katan kapasitas. Sri Hery Susilowati dalam penelitiannya pada tahun 2016 menyatakan berbagai upaya negara maju mendukung pertaniannya agar tetap eksis. Di Jepang, pemerintah mengadakan program bantuan suksesi pertanian (Farm Succession Aid Programme). Tujuannya untuk mempertemukan pemilik lahan yang akan menjual atau menyewakan lahannya dengan petani pemula. Setelah terjadi kesepakatan jual beli atau sewa, pemerintah melalui dana dari Japanese Ministry of Agriculture, Forestry, and Fisheries (JMAFF) memfasilitasi proses takeover training, yaitu masa percobaan memanfaatkan lahan selama dua tahun dengan biaya pemakaian disubsidi oleh pemerintah. Selain itu, di Jepang juga terdapat program Young People Employed by Farms. Melalui program tersebut, perusahaan korporasi pertanian yang memperkerjakan petani muda berhak mengajukan subsidi hingga US$ 12.000 untuk setiap mempekerjakan satu orang per tahun. Bali memiliki target mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Oleh karena itu, kebijakan untuk menarik petani muda ke sektor pertanian merupakan kebijakan penting dan strategis. Sudah saatnya kini yang muda yang bertani. Usahausaha untuk memperlancar alih generasi melalui suksesi usaha pertanian keluarga merupakan kebijakan yang relevan dengan kondisi Bali. Profesi petani harus diubah menjadi profesi yang keren sehingga anak muda tertarik. Penulis, statistisi pada BPS Provinsi Bali
POJOK
takan oleh Abraham Lincoln bahwa demokrasi adalah dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat tidak disalahgunakan maknanya sebagai kebebasan berpendapat sebebas-bebasnya. Alih-alih mengatakan bahwa masyarakat memiliki kedaulatan penuh atas negara ini, sehingga tak boleh dibendung hak berpendapatnya yang tergolong tidak santun oleh pemerintah. Membiarkan masyarakat sesukanya berpendapat, menjual ujaran kebencian dan berita hoax. Bijaklah dalam memahami demokrasi yang kita anut saat ini. Tak perlu mengembangkan opini publik ke arah yang negatif, akan tetapi membangun optimisme bahwa demokrasi kita sudah semakin baik. Bagi kita juga jangan cepat terpengaruh oleh hasutan yang mengatakan demokrasi rakyat sudah dibungkam atau tidak bebas berpendapat dan beraspirasi. Sadarilah bahwa hak rakyat berdemokrasi masih dijamin oleh konstitusi. Tetaplah suarakan kebenaran daripada fitnah, hoax dan ujaran kebencian. Hindarilah segala bentuk kekerasan akibat perbedaan pendapat, agama atau kepercayaan dan pilihan politik.
Desa adat perlu membuat dana abadi untuk LPD. - Selamatkan desa adat, selamatkan Bali. *** Berantas kemiskinan, Tabanan angkat potensi lokal. - Banyak cara selamatkan manusia Bali. *** Tangani penduduk miskin, Denpasar libatkan banyak OPD. - Berikan kail, bukan ikan.
Penulis adalah alumnus Universitas Katolik Santo Thomas Sumut dan penulis lepas tinggal di Medan
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Rabu Paing, 6 Februari 2019
Imlek, Warga Tionghoa Pupuan Pentaskan Barongsai
Bali Post/ist
BARONGSAI - Pementasan barongsai di Desa Pupuan.
Tabanan (Bali Post) Tahun baru Cina atau biasa dikenal dengan sebutan Imlek identik dengan barongsai. Pementasan barongsai tahun ini juga digelar warga Tionghoa di Desa Pupuan, Selasa (5/2) kemarin. Usai melakukan persembahyangan, mereka menyaksikan pementasan barongsai yang dipentaskan di simpang tiga Desa Pupuan. Bahkan, pementasan barongsai juga diikuti oleh umat Hindu. Perbekel Desa Pupuan I Gede Suana mengatakan, pementasan barongsai di simpang tiga Desa Pupuan merupakan kegiatan rutin setiap perayaan Imlek. Kegiatan dilakukan oleh umat Konghucu usai melaksanakan persembahyangan di Vihara Dharma Giri yang ada di Desa Pupuan. ‘’Ada dua barongsai yang menghibur perayaan Imlek tadi (kemarin - red),’’ ungkapnya. Pementasan barongsai dimulai pukul 09.00 wita hingga pukul 11.00 wita.
Warga tampak antusias menyaksikan tradisi yang sarat akan nilai toleransi tersebut. Sebab selain umat Konghucu, barongsai juga ditarikan warga yang beragama Hindu. ‘’Barongsai ini berkeliling. Setelah menari di pertigaan, juga masuk ke gang-gang rumah warga di dekat vihara,’’ jelasnya. Tak luput juga saat itu ada pembagian angpao oleh umat Konghucu kepada para penari barongsai. Hal ini menambah kemeriahan tradisi tersebut. Ditambahkan Suana, di wilayah Desa Pupuan diperkirakan ada sekitar 30 KK warga Kong Hu Cu. Setiap perayaan Imlek, mereka juga ada tradisi ngejot kepada umat Hindu, Islam, maupun Kristen yang biasanya dilakukan sebelum Imlek. ‘’Perayaan Imlek di sini juga sama di Desa Mangesta. Mereka biasanya ngejot nasi dan jajan. Sama seperti umat Hindu ketika hari raya Galungan,’’ jelasnya. (kmb28)
’’Fogging’’ dan Pengadaan Abate Dianggarkan Rp 1 Miliar Tabanan (Bali Post) Guna menangani Demam Berdarah Denque (DBD), setiap tahunnya Pemkab Tabanan mengalokasikan anggaran untuk kegiatan fogging dan penyediaan abate. Tahun ini anggaran penanganan DBD dialokasikan Rp 1 miliar. ‘’Dana ini untuk pembelian pestisida, operasional fogging maupun pembelian abate,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan dr. Nyoman Suratmika, Selasa (5/2) kemarin. Ia melanjutkan, untuk fogging, pihaknya tidak melakukannya bergilir di setiap desa. Fogging hanya dilaksanakan di desa atau wilayah yang dinyatakan positif DBD. ‘’Jadi jika pasien dinyatakan positif DBD lewat pemerikasan laboratorium dan dari dokter spesialis penyakit dalam, maka akan dilaporkan ke Dinkes untuk dijadwalkan pelaksanaan fogging di wilayah atau desa tempat pasien berasal,’’ jelas Suratmika. Untuk tahun ini, fogging telah dilakukan di wilayah Sanggulan, Tabanan pada Sabtu (2/2) lalu. Sebab, di wilayah tersebut sudah ter-
catat adanya pasien positif DBD. Menurut Suratmika, selektifnya Dinkes dalam melaksanakan fogging, karena fogging bukanlah langkah efektif menangani DBD. Fogging hanya untuk membunuh nyamuk dewasa. ‘’Jadi jika ada pasien yang positif, berarti ada nyamuk pembawa virus di daerah tempat pasien tinggal, sehingga diperlukan fogging agar mematikan nyamuk dewasa,’’ jelas Suratmika. Jika terlalu sering dilakukan, fogging justru berbahaya bagi kesehatan. Menurut Suratmika, fogging atau pengasapan adalah sebuah teknik yang dipakai untuk membunuh serangga yang melibatkan pemakaian semprotan pestisida murni yang diarahkan oleh sebuah pompa udara. ‘’Jadi kalau sering fogging, maka sering juga masyarakat menghirup asap yang mengandung pestisida. Tentu berbahaya bagi kesehatan. Apalagi fogging tidak hanya membunuh nyamuk tetapi juga serangga lainnya sehingga berbahaya bagi ling-
kungan,’’ jelas Suratmika. Oleh karena itu, pihaknya lebih menekankan melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) ke masyarakat. Jadi diharapkan masyarakat semakin gencar menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan PSN di tempat tinggalnya. Sebab, dengan memberantas sarang nyamuk, maka masyarakat telah melakukan langkah pencegahan DBD langsung ke akarnya yaitu memberantas jentik nyamuk. ‘’Jentik jika dibiarkan akan menjadi nyamuk dewasa. Jadi jika hanya nyamuk dewasanya saja yang dibasmi sementara jentiknya tidak, maka nyamuk akan tetap ada. Ini pentingnya melakukan PSN secara rutin,’’ jelas Suratmika. Pada Februari, menurut Suratmika, belum ada laporan kasus positif DBD. Namun pada Januari, Tabanan telah mencatat setidaknya enam kasus DBD positif. Jumlah kasus ini mengalami penurunan dibandingkan periode tahun-tahun sebelumnya. (kmb24)
Bali Post/kmb
VILA - Botanical Private Villa yang berlokasi di Banjar Pangkung Desa Pandak Gede Kecamatan Kediri dipasangi garis polisi. Polisi tengah menyelidiki kasus dugaan penggelapan gaji karyawan vila tersebut.
Tersangkut Kasus Penggelapan Gaji Karyawan Vila
Petinggi Ormas Ditetapkan Tersangka
Tabanan (Bali Post) -
Polisi masih mendalami kasus dugaan penggelapan yang dilakukan pentolan ormas di Tabanan berinisial Gusti MA (55). Saat ini, Gusti MA diamankan di sel Polres Tabanan dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Decky Hendra Wijaya, Selasa (5/2) kemarin.
Bali Post/san
FOGGING - Fogging yang dilaksanakan di Sanggulan, Sabtu (2/2) lalu.
Menurutnya, Gusti MA diamankan karena dugaan penggelapan gaji karyawan vila yang dilakukan September 2018. Korbannya berinisial I Ketut S (50), asal Dalung, Kuta Utara. Ketut S merupakan tukang kebun di Botanical Private Villa yang berlokasi di Banjar Pangkung Desa Pandak Gede Kecamatan Kediri. Diterangkan AKP Decky, kasus ini berawal ketika pada November 2017, pemilik vila berinisial PS (50) yang asal Denpasar, meminta bantuan Gusti MA untuk mencari tukang kebun. Gusti MA kala itu menyarankan agar PS mempekerjakan Ketut S, dengan gaji
Pria Beristri Setubuhi Anak di Bawah Umur Tabanan (Bali Post) Aksi bejat dilakukan seorang pria berinisial I Komang L (33) asal Desa Munduktemu Kecamatan Pupuan, Tabanan. Meski telah beristri, pria ini nekat menyetubuhi anak di bawah umur. Sampai saat ini, kepolisian masih melakukan pendalaman terkait motif pelaku. Dari informasi yang dihimpun, terungkapnya kasus persetubuhan ini berawal pada Sabtu sekitar pukul 19.30 Wita. Korban yang asal Kecamatan Pupuan tengah tertidur sendirian di dalam kamarnya. Saat itu datang adik korban tidur bersama dengan korban. Selang beberapa menit, korban yang masih berstatus pelajar SMP ini mengaku hendak buang air kecil. Namun lama berselang, korban tidak kunjung kembali ke kamar. Adik korban pun mencari ke kamar mandi namun korban tidak ada. Mendapati kakaknya hilang, adik korban pun memberitahukan pada orangtuanya. Selanjutnya ayah korban, I Wayan L, mencoba mencari putrinya ke kamar mandi hingga ke jalan, namun korban tidak ditemukan. Korban bahkan tidak kembali hingga Minggu (3/2). Curiga terjadi sesuatu, keluarga pun melapor ke polisi keesokan harinya, sekitar pukul
10.00 Wita. Hilangnya korban membuat resah keluarga dan warga setempat. Namun pada Minggu sore sekitar pukul 18.00 Wita, ada kabar dari klian dinas setempat bahwa korban yang berinisial KN ada di rumah I Komang L di Desa Munduktemu. Polsek Pupuan pun langsung ke lokasi dan benar saja, korban saat itu ada di rumah pelaku. Korban dan pelaku lantas dibawa ke Polsek Pupuan untuk dimintai keterangan. Terungkap, korban mengaku saat ke kamar mandi Sabtu malam, ternyata dijemput pelaku di depan rumah korban. Lalu pelaku mengajak korban ke rumahnya dan melakukan hubungan suami-istri. Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Decky Hendra Wijaya saat dikonfirmasi, Selasa (5/2) kemarin, membenarkan adanya laporan kasus tersebut. Dikatakannya, saat ini pelaku sudah diamankan di Polres Tabanan untuk keperluan penyelidikan. Pelaku sudah diamankan pada Senin (4/2) sore. Disinggung terkait motif pelaku, AKP Decky belum bisa memastikan. Namun diduga pelaku menjanjikan korban akan diajak menikah. ‘’Motif kami masih dalami. Baru Senin sore diamankan,’’ terangnya sembari Bali Post/ist menyebutkan pelaku telah berisPELAKU - Pelaku (kanan) diamankan polisi. tri. (kmb28)
Rp 1,5 juta dengan uang kehadiran Rp 15 ribu. Setelah Ketut S bekerja, PS mentransferkan gaji setiap bulannya melalui rekening Gusti MA. Namun sekitar September 2018, Ketut S memberitahukan kepada PS bahwa gaji Juli dan Agustus 2018 belum dibayarkan oleh Gusti MA. Mendengar informasi tersebut, PS pun kemudian mempertanyakan hal ini ke Gusti MA, dan dijawab memang benar bahwa gaji masih di rekening dan belum diberikan ke Ketut S, lantaran pelaku tidak suka dengan Ketut S karena jarang hadir. Akibat perbuatan Gusti MA
yang menahan gaji Ketut S, PS pun melaporkan hal ini ke Polres Tabanan. Polres Tabanan lantas menindaklanjuti dengan mengamankan Gusti MA beserta barang bukti 1 lembar bukti transfer. ‘’Jadi, pelaku ini menerima uang gaji korban dari saksi PS, namun tidak diberikan kepada korban,’’ kata AKP Decky Hendra Wijaya. Meski demikian, pihaknya masih akan terus melakukan pendalaman. Apalagi Gusti MA seperti disampaikan oleh Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa sebelumnya, dilaporkan dalam dua kasus berbeda yakni kasus perusakan yang
dilaporkan oleh PS ke Polda dan kasus penggelapan yang dilaporkan ke Polres Tabanan. ‘’Masih pengembangan. Sudah ditetapkan tersangka. Tetapi yang sedang ditangani di Polres kasus penggelapan,’’ ucapnya. Begitu pun terkait kemungkinan apakah ada penambahan tersangka, AKP Decky hanya menjawab singkat. ‘’Semoga. Pasti bisa lebih dari satu, sabar,’’ ucapnya. Atas perbuatannya, Gusti MA dijerat dengan pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara. Sementara sumber informasi lainnya mengatakan, antara pelapor dan terlapor memiliki persoalan sejak lama. Hal ini berkaitan dengan pengelolaan vila yang berlokasi di Desa Pandak Gede. (kmb)
Penuhi Kebutuhan Darah
PMI Usulkan Pengadaan Mesin Apheresis Tabanan (Bali Post) Dalam memenuhi kebutuhan darah, Tabanan tahun ini kembali mengusulkan pengadaan mesin apheresis ke pemerintah pusat. Mesin ini selain bisa memenuhi kebutuhan darah juga dapat memberikan komponen darah yang diperlukan pasien atau penerima darah, sehingga tidak ada komponen darah yang terbuang percuma. Kepala UTD PMI Tabanan dr. I.N. Gede Sumardika, Sp.PK. beberapa waktu lalu mengatakan, agar bisa memenuhi kebutuhan darah di Tabanan, jumlah pendonor tetap harus 2 persen dari total penduduk. Dengan jumlah penduduk sekitar 445.795 jiwa, Tabanan idealnya memiliki 8.915 pendonor darah tetap. Sayangnya, saat ini jumlah pendonor tetap baru 5.018 orang. Lanjut Sumardika, tahun lalu, untuk memenuhi kebutuhan darah di Tabanan, pihaknya mendapatkan bantuan dari kabupaten lain maupun RSUP Sanglah sebanyak 412 kantong darah. ‘’Total kebutuhan darah Tabanan selama 2018 adalah
5.200 kantong. Sekitar 412 bantuan dari UTD lain,’’ ujarnya. Dengan semakin majunya ilmu kedokteran, menurut Sumardika, saat memberikan darah tidak lagi dengan komponen lengkap tetapi diberikan komponen sesuai kebutuhan. Dalam darah terdapat banyak komponen mulai dari sel darah merah, trombosit, plasma darah dan lainnya. Dari 5.200 kantong darah yang terserap di Tabanan, kebanyakan yang dibutuhkan adalah komponen sel darah merah. Pihak UTD sebenarnya sudah memiliki alat pemisah komponen darah. Sayangnya, karena hanya diberikan komponen yang diperlukan, beberapa komponen yang dipisahkan terpaksa terbuang karena tidak bisa digunakan. Karena inilah UTD PMI Tabanan mengajukan mesin apheresis ke pusat. Menurut Sumardika, pihaknya sudah mengusulkan mesin ini semenjak tiga tahun lalu. ‘’Selalu kami ajukan. Jika tahun ini belum diluluskan, akan kami ajukan lagi tahun depan,’’
ujarnya. Mesin apheresis memiliki kelebihan untuk mengambil komponen darah yang diperlukan saja. Jadi, saat pendonor mendonorkan darahnya lewat mesin ini, mesin langsung memisahkan komponen yang dipilih dan sisanya dikembalikan lagi ke dalam tubuh pendonor. ‘’Misalnya perlu sel darah merah saja, maka hanya sel darah merah saja yang masuk dalam kantong darah sementara bagian yang lain kembali ke dalam tubuh pendonor,’’ jelas Sumardika. Selain terbuang karena kedulawarsa, ada juga darah yang terbuang karena terpapar infeksi penyakit seperti hepatitis hingga HIV. Kata Sumardika, darah yang diambil biasanya dites terlebih dulu oleh petugas sebelum didonorkan. Jika diketahui terinfeksi, maka darah akan dibuang dan pendonor akan dianjurkan untuk memeriksakan dan menjalani pengobatan. Pada tahun 2018, total ada 48 kantong darah yang terbuang baik karena kedulawarsa maupun terinfeksi penyakit. (kmb24)
BULELENG
8
Rabu Paing, 6 Februari 2019
KUMPULKAN BUKTI - Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja mengumpulkan bukti, mengungkap pelaku pembobolan toko modern di Penarukan, Kecamatan Buleleng.
Perubahan Status BPR Buleleng 45
Pansus Minta Kajian Akademik
Singaraja (Bali Post) – Setelah menerima nota pengantar Bupati Buleleng terkait usulan perubahan status Perusahaan Daerah (PD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Buleleng 45 menjadi Perseroan Terbatas (PT), Panitia Khusus (Pansus) DPRD Buleleng mulai melakukan pembahasan intensif. Dari pembahasan awal, pansus meminta agar ada naskah akademik yang mendasari usulan itu untuk ‘’melebur’’ bank milik pemerintah itu. Keputusan itu terungkap saat Pansus DPRD melakukan pembahasan internal melibatkan tim pakar DPRD Buleleng Senin (4/2) lalu. Ketua Pansus Putu Tirta Ad-
Putu Tirta Adnyana
Bali Post/ kmb 38
nyana mengatakan, pada prinsipnya, dewan setuju ada perubahan status BPR Buleleng 45 itu. Terlebih, perubahan status itu sejalan dengan UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Sayangnya, dalam rancangan perda yang diajukan eksekutif, hanya dilengkapi kajian dari Bagian Hukum dan Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Sekkab Buleleng. ‘’Yang kami perlukan adalah naskah akademik. Setidaknya, ranperda ini dilampiri hal itu, sehingga lebih komprehensif. Biaya buat perda itu sebetulnya tidak sedikit. Nah, agar hasilnya maksimal perlu juga waktu relatif lama,’’ katanya. Menurut politisi Partai Golkar ini, di samping mengacu peraturan tentang pemerintahan daerah, ranperda yang diajukan pemerintah itu harus mengacu Peratuan Bank Indonesia serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ini karena, BPR akan menjadi layanan keuangan publik.
Selain itu, ranperda juga harus mengacu UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. ‘’Ini harus kita cermati, karena ada regulasi OJK, ada Peraturan Bank Indonesia, dan ada UU Perseroan Terbatas dan materi ini belum menyentuh ke hal itu,’’ jelasnya. Di sisi lain, Tirta Adnyana mengusulkan, pemerintah melakukan penghitungan ulang terhadap aset BPR Buleleng 45 saat ini. Sebab, dengan perkembangan ekonomi, tak menutup kemungkinan terjadi penambahan nilai aset maupun penyusutan nilai aset yang harus dituangkan dalam modal. Terlebih besaran modal itu nantinya berdampak pada penentuan proporsi direksi perusahaan. ‘’Produk hukum ini biar benar-benar jelas, sehingga akan dibahas lebih detail lagi bersama eksekutif. Apalagi, perda ini akan jadi referensi terbitnya peraturan bupati sebagai produk turunannya,’’ tegasnya. (kmb38)
Jelang Relokasi Pasar Banyuasri
PADA kesempatan itu pihak Disdagprin Buleleng juga akan menyosialisasikan gambar pembangunan pasar darurat yang akan ditempati para pedagang selama pelaksanaan revitalisasi Pasar Banyuasri menjadi pasar semimod-
ern. Kepala Disdagprin Ketut Suparto, Selasa (5/2) kemarin mengatakan, sosialisasi ini dilakukan karena pemerintah tidak ingin dalam relokasi nanti menimbulkan polemik di kalangan pedagang. Terutama terkait lokasi dan ukuran
Bali Post/doc
DIUNDANG SOSIALISASI - Kembali para pedagang Pasar Banyuasri diundang sosialisasi, Rabu hari ini. Padahal sebelumnya (5/10) tahun lalu, para pedagang itu malah pernah diundang Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana untuk mengklirkan isu miring yang diterima para pedagang terkait rencana relokasi pasar terbesar di Buleleng itu.
los, kios dan ruko di lokasi darurat. Dari sosialisasi itu pihaknya akan meminta usulan dan masukan dari pedagang, sehingga selama menempati pasar darurat itu semua pedagang bisa melakoni usahanya dengan baik, paling tidak seperti ketika berjualan di pasar sebelumnya. ‘’Besok (Rabu 6/2) semua pedagang di los, kios dan ruko sesuai data potensial yang diberikan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng kita undang. Kita sampaikan kepada para pedagang bahwa penyusunan Detail Engineering Design (DED) itu sudah selesai. Kemudian, bulan ini masuk tahap tender kurang lebih 1,5 bulan dibangun, sehingga paling lambat April mereka kita relokasi ke tempat itu,’’ janjinya. Khusus pedagang yang menempati ruko, pemerintah sudah menyiapkan lokasi di bahu Jalan Samudra. Lokasi itu diserahkan kepada pedagang. Tetapi, kalau ada pedagang yang memiliki lokasi lain, dipersilakan untuk tidak memanfaatkan lokasi yang telah dibangun pemerintah. Pada hal ini, pemerintah berusaha menyiapkan berdasarkan mekanisme yang ada. ‘’Kalau pedagag yang ingin berjualan di tempat lain, maka kita persilakan tidak memakai fasilitas yang kita buat itu. Namun kalau mamakai tempat
Dua Pencuri Bercadar Bobol Toko Modern di Penarukan
Singaraja (Bali Post) – Dua pencuri menggunakan cadar menyasar sebuah toko modern di Jalan WR Supratman, Kelurahan Penarukan Kecamatan Buleleng. Aksi kedua pelaku curat (pencurian dengan pemberatan) yang menggunakan cadar itu terekam kamera pengintai (CCTV). Diduga kedua pelaku itu berhasil membawa kabur uang tunai Rp 15 juta di brankas, rokok, termasuk uang cash di kasir. Peristiwa itu terjadi Senin (4/2) lalu sekitar pukul 07.00 Wita. Kejadian itu pertama kali diketahui dua karyawan toko, Ketut Astrawan dan Nyoman Ratna Sari. Keduanya memang bertugas pagi hari. Setelah membuka pintu utama,
keduanya kaget melihat pintu belakang toko itu terbuka. Setelah dilakukan pengecekan, mereka pun melihat brankas sudah dalam keadaan terbuka dan berantakan. ‘’Di brankas ada uang Rp 15 juta hilang. Uang di laci kasir juga hilang Rp 200.000 termasuk tablet dan juga rokok banyak yang diambil,’’ katanya. Setelah melihat kejadian itu, keduanya melaporkan kejadian itu ke Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja. Setelah menerima laporan Unit Reskrim bergegas menuju TKP untuk melakukan olah lokasi peristiwa. Selain itu, polisi juga mengamankan rekaman kamera pengawas (CCTV) milik toko tersebut. Kapolsek Kota Singaraja
Kompol A.A. Wiranata Kusuma mengatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa pelaku pencurian itu. Ia juga akan mempelajari rekaman CCTV, karena kedua pelaku itu terekam di memori kamera pengintai. Polisi juga terus melakukan upaya pengembangan kasus pencurian dengan pemberatan pada toko modern tersebut. Tiga orang saksi diperiksa sebagai upaya proses penyelidikan lebih lanjut. ‘’Dua pelaku yang tertangkap kamera itu masing-masing memakai penutup wajah. Sejauh ini, masih belum ada gambaran apa-pa. Sebab, kami masih mengejar dan melakukan penyelidikan,’’ tegasnya. (kmb38)
Bali Post/mud
Hari Ini, Sosialisasi kepada 500 Pedagang Dinas Perdagangan Perindustrian (Disdagprin) Buleleng rencananya mengundang 500 lebih pedagang yang berjualan di Pasar Banyuasri, Kecamatan Buleleng. Mereka diundang dalam agenda sosialisasi relokasi pasar setempat. Seluruh pedagang yang menempati los, kios dan rumah toko (ruko) diharapkan datang, Rabu (6/2) hari ini, agar mempersiapkan diri sebelum relokasi yang direncanaakan awal April 2019 mendatang. Lalu mengacu pada ukuran standar seperti apa penggantian relokasi untuk los, kios dan ruko itu?
Bali Post/kmb38
yang kita bangun itu ya… kita persilakan. Intinya, pedagang yang direlokasi itu bisa tetap nyaman jualan seperti di tempat lama,’’ katanya. Selain soal lokasi pasar darurat, Suparto menyebut materi sosialisasi adalah menjelaskan desain pasar setelah direvitalisasi. Ini karena dalam presentasi oleh konsultan perencana, masih ada pedagang yang belum mendapatkan inform a si akurat. Sehingga dalam sosialisasi itu pihaknya kembali menjelaskan terkait desain pembangunan pasar semimodern tersebut. ‘’Kalau dulu sudah dipaparkan bagaimana gambar pasar. Nanti yang belum kita tayangkan kembali desainnya, sehingga informasi utuh dan revitalisasi ini sesuai program. Terpenting didukung pedagang itu sendiri,’’ jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, sesuai data dan kajian pedagang yang potensial berjualan sekarang, ini pemerintah membangun pasar darurat dengan rincian 500 unit los, kios 56 dan ruko 95 unit. Ukuran los, kios dan ruko di pasar darurat itu mengacu Standar Nasional Indonesia (SNI). Dengan acuan itu os dibangun dengan ukuran 2 x 2,5 meter persegi. Kios ukurannya 3 x 3 meter persegi, dan ruko luasnya 3 x 4 meter persegi. (mud)
NGEREBEG – Warga Adat Kubutambahan menggelar upacara Ngerebg, Selasa (5/2) kemarin.
Mohon Keselamatan dan Terhindar Bencana
Warga Adat Kubutambahan Gelar Ritual ’’Ngerebeg’’
WARGA Desa Adat Kubutambahan menggelar upacara Ngerebeg, Selasa (5/2) sore kemarin. Sejatinya, upacara yang ditujukan kepada para bhuta itu dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Tradisi yang menggunakan sarana utama berupa godel luwe (anak sapi betina - red) itu dipercaya untuk menetralisir pengaruh negatif bhuta kala, sehingga warga terhindar dari bencana alam termasuk penyakit. Prosesi upacara diawali krama ramai berkumpul di Pura Dalem Purwa Desa Kubutambahan sejak pukul 13.00 Wita. Sebelum upacara inti dimulai, seluruh krama wajib melaksanakan persembahyangan di Pura Dalem Purwa untuk memohon keselamatan. Setiap warga laki-laki membawa tombak dan keris, selain sudukan yang terbuat dari batang bambu yang diruncingkan berukuran sekitar 1,5 meter. Sarana sudukan, tombak dan keris ini sebagai simbol senjata yang nantinya digunakan menusuk godel itu. Godel itulah disimbolkan sebagai bhuta kala, setelah itu akhirnya godel itu dilarung ke laut. Seusai persembahyangan sekitar pukul 15.30 Wita krama langsung berjalan kaki menuju Pura Segara. Krama berjalan secara beriringan sembari mem-
bawa sudukan. Sesampai di depan Pura Segara, krama kembali mengikuti persembahyangan sebelum melakukan bhakti ngerebeg. Persembahyangan persis dilangsungkan di tepi pantai Dusun Kubuanyar Desa Kubutambahan dengan sejumlah sarana upakara. Selesai sembahyang krama laki-laki yang membawa sudukan, tombak dan keris itu berkumpul mengelilingi godel itu. Setelah Pemangku Pura Dalem mendahului menusuk godel itu dengan keris di Pura Dalem, selanjutnya diikuti seluruh krama. Mereka secara bergiliran menusukkan sudukan, keris dan tombak ke godel tersebut. Warga mempercayai darah dari sarana godel luwe itulah yang diyakini sebagai penolak bala dan bencana. Seorang krama Desa Kubutambahan Ketut Wijasa yang berprofesi sebagai guru ini mengatakan sudah lima kali melewati tradisi ini semasa hidupnya. Seperti biasa, seusai ngerebeg, tombak yang ujungnya berisi darah godel itu kemudian disimpan di kamar suci di rumah masing-masing. ‘’Tombak itu tidak boleh dicuci. Dipercaya bisa dipakai obat pemalinan. Kalau sakit perut, akibat pemalinan ujung tombak bisa dibasuh, lalu airnya diminum. Nah kami sangat meyakini hal
itu. Karena memang sudah terbukti,’’ katanya. Klian Desa Adat Kubutambahan Jro Ketut Warkadea mengatakan tradisi yang digelar ini merujuk Lontar Roga Sanggara Bumi. Menurutnya, dalam situasi alam yang tidak menentu seperti adanya bencana seperti air laut naik, banjir, gempa, tsunami, angin puting beliung, kebakaran, gunung meletus, gagal panen hingga penyakit yang membuat masyarakat meninggal akibat ulah pati dan salah pati menjadi penanda agar tradisi ini dilaksanakan. Bahkan tradisi ini diyakni sudah ada sejak tahun 1700 Masehi. Terlebih, Desa Kubutambahan dulu dikenal sebagai bentengnya Pulau Bali. Setelah tradisi ngerebeg, godel itu langsung dilarung ke laut. Dengan harapan segala marabahaya, penyakit dan kekuatan negatif dari bhuta kala itu segera dimusnahkan sehingga tidak mengganggu kehidupan manusia. ‘’Rangkaiannya dari tilem kaenem, kapitu dan tilem kawulu. Sekarang saat sehari setelah tilem kawulu inilah kami menggelar tradisi ngerebeg. Mudah-mudahan kami tidak dikhawatirkan berbagai jenis marabahaya yang disebabkan unsur Panca Mahabhuta. Seperti angin, api, air, tanah dan gas,’’ katanya. (mud)
GIANYAR
Rabu Paing, 6 Februari 2019
9
NGELAWANG - Anak-anak dari Taman Pendidikan Sarin Rare menggelar atraksi ‘’ngelawang’’ barong keliling kawasan wisata Ubud, Selasa (5/2) kemarin.
Isi Libur Imlek
M O M E N libur Tahun Baru Imlek dimanfaatkan oleh anak-anak Taman Pendidikan (TP) Sarin Rare di Desa Mas Kecamatan Ubud untuk menggelar atraksi ngelawang barong keliling kawasan wisata Ubud, Selasa (5/2) kemarin. Mereka mencari uluran tangan wisatawan
Sarin Rare ’’Ngelawang’’ untuk Korban Bencana yang berkunjung. Selanjutnya, uang yang terkumpul diserahkan kepada korban bencana. Sebelum berkeliling, anakanak berkumpul di Lapangan Astina Ubud. Anak-anak ini dibagi menjadi dua kelompok. Dari lapangan, anak-anak yang memainkan barong
dan gamelan turun menuju Monkey Forest Ubud. Sambil memainkan barong, anak lainnya kebagian tugas untuk memohon uluran dana dari wisatawan yang menonton aksi mereka. Pengurus TP Sarin Rare yang juga Komisioner Komisi Penyelenggara Perlindungan
Anak Daerah (KPPAD) Bali Made Ariasa mengatakan, upaya ini dilakukan untuk pendidikan kepedulian dan pengabdian anak-anak terhadap sesama. Dikatakan, hal ini penting ditanamkan sejak dini. ‘’Tetap harus ditanamkan sejak dini,’’ ujarnya. Menurut Ariasa, para wi-
kepada para korban gempa di Jawa Barat, Palu dan Lombok. Hasil itu juga akan dibelikan sejumlah kebutuhan seperti buku dan alat tulis untuk dikirimkan ke daerah terdampak bencana. ‘’Sekecil apa pun hasilnya, tapi nilai manfaat pendidikan kepedulian ini jauh lebih penting,’’ jelasnya.
Ariasa menambahkan, buku dan alat tulis serta perlengkapan belajar lainnya akan dikirimkan kepada pihak-pihak yang mengetahui alamat korban bencana supaya tepat sasaran. ‘’Ini masih kami telusuri ke mana harus mengirimkan ini,’’ ujarnya. (nik)
Dalami Kasus Kematian Sagog
SOSOK Perangi Kanker KETUA Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Gianyar Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra menegaskan, sosialisasi penanganan kanker sejak dini sudah dilakukan secara berkesinambungan. Berkat upaya tersebut, berdasarkan data 2018 di RSUD Sanjiwani, untuk kasus kanker leher rahim sudah nihil. ‘’Sepanjang tahun lalu, tidak ditemukan kasus yang baru,’’ ujarnya, belum lama ini. Istri Bupati Gianyar Made Mahayastra ini mengatakan, semua itu berkat komitmen berbagai pihak seperti deteksi dini kanker leher rahim pada perempuan usia 3050 tahun, dengan menggunakan metode pemeriksaan IVA dan pap-smear. Sedangkan untuk pemeriksaan payudara menggunakan metoda pemeriksaan payudara klinis. Tidak hanya itu, upaya sosialisasi pencegahan kanker sedini mungkin juga dilakukan YKI Cabang Gianyar bekerja sama dengan Dinas Kesehatan menyasar pihak sekolah melalui Penanganan Kanker Terpadu Paripurna (PKTP). ‘’Misalnya seperti pembentukan Kelompok Peduli Kanker, penyuluhan kanker untuk siswa hingga pembinaan kantin sekolah,’’ katanya. Ibu tiga anak ini menambahkan, pemberian vaksin HPV untuk mencegah kanker leher rahim juga diberikan untuk siswi SMP se-Kabupaten Gianyar, dengan menyasar siswi kelas VII, siswi berprestasi, siswi yang berasal dari KK miskin dan dari keluarga pra-kanker. ‘’Saat ini, Pemkab Gianyar sudah memiliki Poliklinik Kesehatan Perempuan yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh pegawai di Lingkungan Pemkab Gianyar untuk pemeriksaan pap-smear. Ini membuktikan komitmen dan upaya kami dalam memerangi penyakit kanker,’’ tegasnya. (nik)
Polisi Tunggu Hasil Autopsi Gianyar (Bali Post) Polisi masih berupaya mendalami kasus kematian I Nengah Sagog di dalam mobil Ford Ranger DK 9840 BN di By-Pass I.B. Mantra atau di wilayah Desa Lebih Kecamatan Gianyar, Jumat (1/2). Dari hasil olah TKP, polisi belum menemukan hal yang janggal terkait tewasnya pria berusia 64 tahun itu. Polisi juga masih menunggu hasil autopsi yang diajukan pihak keluarga korban. Dikonfirmasi Selasa (5/2) kemarin, Kapolsek Kota Gianyar Kompol Ketut Suastika mengatakan, pihaknya masih berupaya melakukan pendalaman terkait penyebab kematian korban. Dari hasil olah TKP, sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. ‘’Hasil luar tidak ada apa. Tidak ada tanda kekerasan, tapi tetap kami dalami,’’ tegasnya. Menurut Suastika, hasil pengecekan pada mobil Ford Ranger DK 9840 BN yang menjadi lokasi ditemukannya korban juga tidak ada yang mencurigakan. Namun, polisi yang melakukan pengecekan mendalam mendapati karburator kendaraan tersebut dalam kondisi rusak. ‘’Karburator mobilnya itu yang kayaknya meledak, mungkin karena panas. Menurut bengkel, seharusnya ini tidak ada hubungan ke dalam. Kalau AC baru berhubungan ke
dalam,’’ jelasnya. Suastika menegaskan, pihak kepolisian masih menunggu hasil autopsi yang sudah dilakukan beberapa hari lalu di RSUP Sanglah. Informasi yang ia terima, hasil tersebut baru akan keluar dua pekan setelah pengecekan. ‘’Kami tunggu hasil autopsi. Setelah itu, nanti baru kami hubungkan dengan hasil olah TKP,’’ tegasnya. Suastika menambahkan, proses autopsi ini dilakukan lantaran pihak keluarga tidak terima dengan kematian korban. ‘’Keluarga yang datang ke Mapolsek Gianyar meminta jasad diautopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya,’’ ujarnya. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, kata Suastika, korban tidak punya riwayat sakit yang menonjol. Namun, korban sebelumnya memang diketahui menderita sakit kepala sebelah
Gianyar (Bali Post) Warga di Desa Peliatan Kecamatan Ubud dikejutkan dengan aksi bunuh diri yang dilakukan korban berinisial CIP, Selasa (5/2) sore kemarin. Korban berusia 27 tahun yang merupakan anak seorang pejabat di lingkungan Pemkab Gianyar ini diketahui tewas dengan cara gantung diri di kamarnya. Belum bisa dipastikan
penyebab korban melakukan aksi nekat tersebut. Ada informasi, korban sempat cekcok dengan sang istri. Kapolsek Ubud Kompol Nyoman Nuryana membenarkan aksi bunuh diri yang dilakukan korban di rumahnya di Desa Peliatan. Dipastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban, sehingga kejadian tersebut murni aksi bunuh
gianyar - 943056 - 943144 - 7844717/7844718 - 943113 - 944436 - 943020 - 944225/943233 - 942184 - 8958414 - 947261 - 946122 - 947166 - 943069 - 942289 - 941167 - 974792 - 901601 - 297564
dengan tensi sampai 140. ‘’Katanya korban ini tidak memiliki riwayat sakit keras. Makanya, pihak keluarga minta diuatopsi untuk mengetahui kepastiannya,’’ jelasnya. Selain itu, korban yang berasal dari Kecamatan Busungbiu, Buleleng itu sempat pamitan kepada keluarganya. Kala itu, dia pamitan mau ke Jimbaran. Saat ini mobil yang dikendarai korban masih diamankan di Mapolsek Gianyar. Seperti diberitakan sebelumnya, korban Nengah Sagog ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam mobil Ford Ranger, Jumat (1/2) lalu. Saat itu, korban mengenakan pakaian adat ke pura dan ditemukan tergeletak di dalam mobil oleh pembeli warung lesehan yang curiga karena posisi mobil berhenti di tepi kanan By-pass I.B. Mantra. (kmb35)
CIP Tewas Gantung Diri
Telepon Penting Kantor Bupati DPRD BPBD PMK Kantor Satpol PP RSUD Sanjiwani PDAM KPA Gianyar PMI Gianyar KONI Gianyar BNN Kab. Gyr. PLN Kodim 1616 Gyr Koramil Gianyar Koramil Blahbatuh Koramil Tegallalang Koramil Tampaksiring Koramil Sukawati
satawan yang menyaksikan aksi mereka memberikan uang secara sukarela. Hasilnya langsung dihitung bersamasama disaksikan oleh aparat kepolisian. ‘’Hasilnya sebanyak Rp 3.117.000 dalam rentang waktu dua jam lebih,’’ jelasnya. Ariasa menambahkan, uang itu akan dikirimkan
Bali Post/kmb35
LOKASI - Polisi menunjukkan lokasi korban gantung diri di rumahnya di Desa Peliatan, Ubud, Selasa (5/2) kemarin.
diri. ‘’Ya, benar. Saya masih mencoba berkoordinasi dengan pihak keluarga korban di TKP,’’ ujarnya. Informasi dihimpun Bali Post, Selasa pagi sekitar pukul 07.30 Wita, korban pulang ke rumahnya di Desa Peliatan dengan berjalan kaki. Setiba di rumah, korban sempat ditanyai oleh seorang warga kenapa pulang berjalan kaki. Korban menjelaskan bahwa dirinya habis bertengkar dengan istrinya di rumahnya di Denpasar. Usai menjelaskan hal itu, korban lantas masuk ke kamar yang berlokasi di sebelah barat dengan mengunci pintu kamar dari dalam. Saat itu pihak keluarga mengira korban beristirahat atau tidur karena kelelahan. Hingga Selasa sore, orangtua korban mulai curiga. Orangtuanya berupaya membangunkan dengan memanggil dari luar, namun tidak ada jawaban. Saat pihak keluarga menggedorgedor pintu kamar korban, juga tidak ada jawaban. Selanjutnya, pihak keluarga mendobrak pintu kamar, namun korban tidak ada di tempat tidur. Saat dicek ke kamar mandi, saat itulah pihak keluarga terkejut melihat korban gantung diri dengan selendang yang terikat pada kusen kamar mandi tersebut. Selanjutnya, pihak keluarga berupaya mengevakuasi korban. Saat dicek, kondisi korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. (kmb35)
Bali Post/dok
MENGEVAKUASI - Aparat kepolisian saat mengevakuasi jenazah I Nengah Sagog yang ditemukan di dalam mobil, beberapa waktu lalu.
Isi Jabatan Lowong, Pemkab Siapkan Tes
Gianyar (Bali Post) Sejumlah jabatan eselon II di lingkungan Pemkab Gianyar masih lowong. Memasuki 2019 ini, beberapa posisi strategis itu dipastikan akan segera terisi. Pengisian jabatan lowong ini akan dilakukan melalui tes. Sekda Gianyar Ir. I Made Gede Wisnu Wijaya, M.M. mengatakan hal itu, belum lama ini. Terkait banyaknya jabatan yang lowong tersebut, kata Wisnu Wijaya, lantaran terbentur aturan. Saat ini Bupati Gianyar memang belum bisa mengisi jabatan yang lowong tersebut. ‘’Sesuai aturan, Bupati baru boleh menggelar mutasi setelah menjabat enam bulan. Jadi, semua karena terbentur aturan,’’ jelasnya. Wisnu Wijaya menegaskan, pengisian jabatan itu tidaklah mudah, apalagi berdasarkan pesanan. Akan ada tahapan berupa tes yang mesti dilalui para calon pejabat untuk memburu jabatan yang diinginkan. ‘’Untuk pengisian, pasti melalui tes,’’ tegasnya. Jabatan eselon II yang lowong di antaranya Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kepala Dinas Kebudayaan yang ditinggal pensiun oleh pejabat sebelumnya. Termasuk juga Kepala Badan Pengelolaan
Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Gianyar yang sudah pensiun. Selain itu, jabatan yang lowong adalah posisi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu yang sempat terbelit kasus OTT. Terbaru, eselon II yang lowong adalah Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan karena pejabat sebelumnya I Made Oka Wijaya meninggal dunia akibat sakit. (kmb35)
Bali Post/kmb35
Ir. I Made Gede Wisnu Wijaya, M.M.
JEMBRANA
10
Rabu Paing, 6 Februari 2019
Bali Post/olo
DIPERBAIKI – Pintu gerbang di KR Jagatnata yang rusak akhirnya diperbaiki pihak rekanan. Begitu juga ornamen-ornamen di jembatan kayu akan diperbaiki oleh pihak rekanan, apalagi saat ini masih masa pemeliharaan
Masih Masa Pemeliharaan
Rekanan KR Jagatnata Perbaiki Kerusakan Negara (Bali Post) –
Sejumlah ornamen di Kebun Raya (KR) Jagatnata yang mengalami kerusakan akhirnya diperbaiki pihak rekanan. Termasuk pintu gerbang yang mengalami kerusakan, Selasa (5/2) kemarin nampak dilas. Pihak rekanan dari PT Mari Bangun Persada Spesialis dari Karangasem mengaku siap memperbaiki setiap kerusakan apalagi saat ini masih masa pemeliharaan. Made Oka Saputra dari pihak rekanan mengaku segera melakukan perbaikan yang
diperlukan di KR Jagatnata ini. Termasuk pintu gerbang yang sebelumnya rusak. Se-
lama masa pemeliharaan, menjadi tanggung jawab pihak rekanan bila ada kerusakan.
SOSOK Lapang Dada Dalam rangka hari raya Nyepi, Pemkab Jembrana tahun ini masih menyelenggarakan lomba ogoh-ogoh yang akan dilaksanakan di Catus Pata depan Kantor Bupati pada Pangrupukan (6/3). Meskipun dikemas dalam lomba, para peserta yang merupakan sekaa teruna teruni dengan karya terbaik di Kabupaten Jembrana diharapkan menjunjung tinggi kebersamaan. “Siapapun yang menang nantinya, yang kalah harus menerima dengan lapang dada,” pesan Wabup Jembrana Made Kembang Hartawan yang juga ketua panitia lomba ogoh-ogoh. Dalam lomba tahun ini, diikuti sebanyak 284 sekaa dan masingmasing menerima uang operasional Rp 1 juta. Kembang juga meningatkan sejumlah syarat teknis antara lain, ogoh-ogoh berbentuk bhutakala, terbuat dari bahan ramah lingkungan (styrofoam dilarang keras), tinggi maksimal 3 meter (dari atas sanan), lebar sanan maksimal 6 meter, pengusung 20 orang, ogoh-ogoh yang dinilai saat pemantauan minimal sudah 95%. Secara umum yang menjadi dasar penilaian adalah komposisi, kretivitas dan ekspresi ogoh-ogoh tersebut. Lanjut mantan Ketua DPRD Jembrana ini, panitia menyiapkan hadiah untuk juara I Rp 6 juta, juara II Rp 5 juta, serta juara III Rp 4 juta. Begitu halnya Harapan I dan II masing-masing memperoleh Rp 2 juta. (olo)
Hadiri Kampanye Caleg
Oknum PNS Dikenai Sanksi Teguran Tertulis Negara (Bali Post) – Oknum pengawas di UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Mendoyo yang sempat dimintai klarifikasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jembrana terkait kehadiran dalam kegiatan kampanye calon legislatif dipastikan dikenai sanksi berupa teguran tertulis. Pemberian sanksi tersebut didasari pertimbangan bahwa oknum pegawai negeri sipil (PNS) tersebut hanya menghadiri kampanye bukan menjadi tim sukses. Berdasarkan hasil pemeriksaan Inspektorat Jembrana yang direkomendasikan ke Bupati Jembrana, oknum pengawas di UPT bernama Ketut Sumantra dinilai telah melanggar kedisiplinan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Sebab, yang bersangkutan meninggalkan tugas (jam kerja) untuk menghadiri undangan keluarga, tanpa izin dari atasan dalam hal ini UPT Dinas Pendidikan.
Apesnya, dalam pertemuan keluarga tersebut, ternyata disisipi dengan kegiatan kampanye oleh salah satu caleg DPR-RI yang saat itu memang hadir. Saat pertemuan itu ada pembagian stiker caleg tersebut. Dari hasil rekomendasi Bawaslu itu, Sumantra diberikan sanksi ringan berupa teguran tertulis dari Bupati Jembrana. Sanksi teguran tertulis ini diberikan karena yang bersangkutan tidak terlibat dalam kampanye atau menjadi tim sukses. Bupati Jembrana I Putu Artha kepada wartawan, Senin (4/2) lalu menyebutkan pelanggaran yang dilakukan Sumantra merupakan pelanggaran disiplin. Sumantra selaku pengawas sekolah di Kecamatan Mendoyo yang saat itu sedang jam dinas, semestinya tidak serta merta meninggalkan tugas. Apalagi tanpa seizin dari atasan saat jam kerja. Sejatinya rekomendasi
dari Bawaslu Jembrana sudah dikirimkan sejak Selasa (22/1) lalu ditujukan kepada Bupati Jembrana. Rekomendasi itu ternyata sudah langsung ke Inspektorat Jembrana untuk ditindaklanjuti. Saat itu Ketua Bawaslu Jembrana, Pande Made Ady Muliawan menyebutkan dari hasil klarifikasi Bawaslu terhadap oknum PNS tersebut bahwa kegiatan yang dihadiri di Desa Perancak merupakan kegiatan kampanye kepada umum. Sebab, saat acara ada unsur p e n y e b e r a n s t i ke r ca l e g dari Partai Golkar itu. Dalam kasus ini, kehadiran PNS dalam kampanye menurutnya bukan ranah pelanggaran kampanye. Tetapi bisa mengarah ke UU lainnya seperti UU Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang lebih jauh diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS. (kmb26)
Terkait beberapa ornamen yang rusak seperti di jembatan kayu menurut Oka Saputra hal tersebut akibat curah hujan tinggi belakangan ini. Ditegaskan kerusakan bukan karena kualitas bahan dan pengerjaan yang buruk. Dari pengamatan kemarin perbaikan dilakukan pada
pintu gerbang di bagian depan KR Jagatnata berbentuk bundar. Pintu di sisi timur itu nampak dilas bagian penyangganya karena pekan lalu terlepas. Sehingga saat itu pintu tidak dapat dengan sempurna ditutup. Sementara itu, PPK Satuan Kerja Penataan Bangunan
dan Lingkungan Provinsi Bali Ketut Suarta kemarin juga menegaskan bahwa pembangunan tahun 2018 itu masih masa pemeliharaan. Pihaknya juga telah menekankan kepada pihak rekanan untuk memperbaiki beberapa ornamen yang mengalami kerusakan. Diberitakan sebelumnya,
sejumlah ornamen di KR Jagatnata mengalami kerusakan seperti ornamen pada jembatan kayu dan pintu gerbang di sisi timur. Meskipun demikian, pihak rekanan masih memiliki tanggungan pemeliharaan selama enam bulan pascapekerjaan selesai. (kmb26)
Dua Oknum Satpol PP Pelaku Pungli
Di-”nonjob”-kan dan Penundaan Kenaikan Pangkat Negara (Bali Post) – Dua oknum Satpol PP Jembrana yang diamankan Saber Pungli akhirnya dikenai sanksi. Bupati Jembrana I Putu Artha, ditemui Senin (4/2) mengatakan telah menerima rekomendasi dari hasil pemeriksaan Inspektorat Jembrana dan telah memutuskan sanksi yang dikenai bagi keduanya. Sanksi tersebut di antaranya nonjob, pemindahan tugas dan penundaan kenaikan pangkat. Beruntung bagi keduanya masalah tersebut diserahkan ke pemerintah daerah. Jika ditindaklanjuti aparat hukum bisa berujung pemberhentian karena termasuk tipikor. Meskipun diserahkan ke Inspektorat, namun sanksi juga tergolong berat. Dari pemeriksaan Inspektorat, pelanggaran keduanya tergolong pelanggaran administrasi. Untuk IKPA yang sebelumnya menjabat Kasubag Umum dan Kepegawaian Satpol PP Jembrana di-nonjob-kan dan dipindahkan ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Jembrana. IKPA juga mengalami penundaan pangkat. “Biar di Perpustakaan agar membaca lagi aturan yang ada,” tegas Bupati Artha. Sementara IND yang sebelumnya staf bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP, dipindahkan ke seksi kebakaran. Bupati yang didampingi Sekda Jembrana I Made Sudiada mengatakan, berkas keputusan sanksi itu juga telah
diserahkan Senin lalu. Persoalan pungli di Satpol PP ini merupakan yang kesekiankalinya terjadi. Karena itu, Bupati Artha meminta Kasatpol PP Jembrana I Gusti Ngurah Rai Budhi selaku pimpinan untuk terus melakukan pembinaan pada jajarannya. Bila nanti terulang lagi, atasannya juga kena. Dua oknum Satpol PP ini sebelumnya diamankan Saber Pungli Polres Jembrana karena meminta “uang pengertian” terhadap penduduk pendatang terkait administrasi Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS). Para penghuni kos yang ratarata perempuan ini diminta menyetorkan uang agar tidak terkena razia duktang. Polisi juga mengamankan uang Rp 350 ribu serta ponsel berisi percakapan lewat pesan singkat serta sepeda motor. Keduanya selanjutnya diserahkan ke Inspektorat Jembrana untuk tindak lanjut. (kmb26) Bupati Jembrana I Putu Artha
Belum Ada Kepastian, Pemenuhan Kekurangan Ratusan Kotak Suara
Bali Post/ kmb PERAKITAN - Perakitan ribuan kotak suara yang dilaksanakan KPU Jembrana mulai dilakukan. KPU Jembrana mengakui masih kekurangan ratusan kotak suara akibat penambahan jumlah TPS. Namun, hingga kini belum ada kepastian, kapan kekurangan kotak suara tersebut dapat dipenuhi.
Negara (Bali Post) Menjelang Pemilu 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jembrana mulai mempersiapkan logistik. KPU Jembrana mengakui masih kekurangan ratusan kotak suara akibat penambahan jumlah TPS. Namun hingga kini belum ada kepastian, kapan kekurangan kotak suara tersebut dapat dipenuhi. Mulai Senin (4/2), KPU melakukan perakitan kotak suara. Dari catatan yang ada, KPU Jembrana masih kekurangan ratusan kotak suara. Sebelum perakitan kotak suara, juga telah disiapkan amplop, alat tulis dan kesiapan untuk KPPS di 876 TPS. Ketua KPU Jembrana I Ketut Gede Tangkas Sudiantara yang ditemui di kantor KPU Jembrana mengatakan, jumlah kotak suara yang sudah ada saat ini dan akan dirakit sebanyak
4.370 kotak. Jika dilihat dari jumlah kotak suara yang diperlukan oleh KPUD Jembrana yakni sebanyak 4.507 kotak. Sehingga KPU Jembrana masih kekurangan kotak s u a r a s e b a n y a k 1 3 7 k otak suara. Kekurangan itu menurut Tangkas karena ada penambahan TPS. Dengan adanya penambahan DPT HP 2 sehingga ada penambahan TPS. Guna mengantisipasi kekurangan kotak suara ini, KPU Jembrana telah bersurat ke KPU RI untuk segera mengirimkan kekurangan kotak suara ini ke KPU Jembrana. Namun, hingga saat ini, KPU Jembrana belum menerima pemberitahuan kapan kekurangan kotak suara ini akan dikirim oleh KPU RI. “Untuk saat ini kami memaksimalkan perakitan kotak suara yang ada dulu,” jelasnya. (kmb)
Rabu Paing, 6 Februari 2019
Karangasem
11
Kena Percikan Api Dupa
Warung Nyaris Terbakar Amlapura (Bali Post) Kebakaran terjadi di warung milik Ni Wayan Gedang di Banjar Pekandelan, Kelurahan, Karangasem, Selasa (5/2) kemarin. Kebakaran tersebut nyaris meludeskan warung beserta rumahnya. Untung saja, api yang membesar dengan cepat bisa dipadamkan oleh warga setempat. Sehingga hal itu membuat warung dan rumah selamat dari amukan si jago merah. Dari pantauan di lokasi, warga terlihat berkerumun di lokasi kebakaran. Saat itu, satu unit mobil damkar milik pemkab turun ke lokasi, yang rencananya memadamkan api. Namun, setibanya di lokasi, api lebih dulu mampu dipadamkan warga setempat sebelum api membesar membakar warung dan rumah yang ada di lokasi. Sementara kasur yang terbakar di buang ke sungai oleh warga. Pemilik warung, Ni Wayan Gedang, mengatakan dirinya dapat informasi bahwa warung miliknya terbakar dari tetangganya. Pasalnya, saat kebakaran terjadi, ia tidak ada di warung, sebab kebetulan berkunjung ke rumah menantunya. Sebelum kebakaran, sekitar pukul 07.00
Wita, suaminya memang s e m p a t s em b a hy a ng ng aturang canang di pelangkiran yang ada di warung. “Kebakaran dipicu akibat dupa jatuh mengenai kasur kecil di bawah pelangkiran. Untungnya yang terbakar baru kasur saja. Sedangkan barang-barang yang lainnya masih selamat. Karena warga dengan sigap memb a n t u memadamkan api di warung menggunakan air. Kalau tidak ada warga, mungkin semua sudah ludes terbakar,” katanya. Kapolsek Karangasem Kompol I Nengah Berata mengatakan, pihaknya mengimbau kepada warga jika setelah melakukan ritual sembahyang, diharapkan sesegera mungkin mengambil dan memadamkan dupa. Apalagi rumah akan ditinggal. Karena itu, sebelum ditinggal, pastikan rumah benar-benar aman. Banyak peristiwa kebakaran terjadi akibat faktor kelalaian. “Kita sudah memberikan imbauan kepada masyarakat melalui Babinkamtibmas untuk memberi atensi setelah sembahyang, dupa diamankan dan dimatikan. Hal itu penting dilakukan untuk mencegah hal seperti itu kembali terjadi di masyarakat,” pesan Berata. (kmb41)
Bali Post/kmb41
RITUAL SIAT API - Dirangkaikan upacara Usaba Dodol, dilangsungkan ritual siat api di Desa Pakraman Duda, Selat, Karangasem, Senin (4/2) lalu.
Jelang Usaba Dodol
Desa Duda Gelar Ritual ’’Siat Api’’ Amlapura (Bali Post) Ritual siat api dilaksanakan di Desa Pakraman Duda, Selat, Karangasem, Senin (4/2) lalu. Pelaksanaan tradisi tersebut serangkaian upacara Usaba Dodol yang akan dilaksanakan Kamis (7/2) besok. Persiapan ritual siat api itu diawali dengan menggelar persembahyangan bersama di Pura Puseh Desa Pakraman Duda. Dari Pura Puseh, peserta ritual siat api itu akan bergeser menuju Jembatan Tukad Sangsang. Tim dibagi dua kubu yang sama-sama mengenakan kain saput poleng tetapi tanpa mengenakan baju. Untuk membedakan satu tim dengan tim lainnya, dengan mengenakan udeng warna
Bali Post/kmb41
KEBAKARAN - Petugas Damkar Karangasem saat mendatangi lokasi kebakaran.
Empat IPAL Dibangun, Kondisikan Lingkungan Senantiasa Sehat
Amlapura (Bali Post) Mengondisikan lingkungan senantiasa sehat, instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dibangun secara berkesinambungan. Program itu terus berlanjut dilaksanakan Pemkab Karangasem melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Tercatat, tahun ini, Dinas PUPR kembali membangun empat IPAL. Kabid Persampahan dan Penyehatan Lingkungaan, PUPR Karangasem Gusti Lanang Suyadnya mengatakan, pembangunan empat IPAL komunal ini akan dilakukan di sejumlah wilayah di Karangasem di antaranya Bungaya, Subagan, Karangasem. Pembangunan empat IPAL ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Ke-
menterian PUPR sebesar Rp 2,8 miliar. Tahun ini, pemerintah daerah juga menganggarkan 200 juta sambungkan sekitar 25 KK ke IPAL komunal. “Pembangunan IPAL ini segera direalisasikan,” ujarnya. Sejauh ini, kata Suyadnya, pihaknya sudah membangun 21 IPAL kumonal di Kecamatan Karangasem dan Bebandem. Pembangunan IPAL ini bertujuan penyehatan lingkungan di sekitar permukiman. Tujuannya agar tidak ada limbah berserakan. Agenda itu menyukseskan program presiden 100- 0- 100. “Satu unit IPAL bisa handle 50 -100 KK. Kita harap dengan pembangunan IPAL itu, tidak ada lagi limbah berserakan di permukiman warga,” jelasnya. (kmb41)
merah dan yang lainnya memakai udeng putih. Prosesi ritual siat api itu dimulai sekitar pukul 18.00 wita. Iringan tabuh baleganjur membuat gelaran tradisi yang relatif unik itu semakin semarak. Percikan api menyembur setelah dipukul prakpak dari daun kelapa kering berisikan api. Seakan warga yang ikut ritual siat api itu tidak merasakan sakit dan panas di kulit, kendati mereka terkena
bara api. Mereka terus berteriak bergembira dengan spirit baku serang secara sengit. Ritual siat api itu hanya melibatkan krama laki-laki di Desa Pakraman Duda. Tradisi itu dilaksanakan di Tukad Sungsang (Jembatan Sungsang), perbatasan Desa Duda Timur dengan Desa Duda. Bendesa Pakraman Duda, Jro Komang Sujana, mengatakan, ritual siat api itu sebetulnya dilaksanakan se-
tiap tahun sekali. Prosesi itu bertepatan dengan ritual petabuhan. Suatu ritual nyomia bhuta kala. Upacara itu dirangkaikan Aci Usaba Dodol yang dilaksanakan di Pura Dalem dan upacara Taur Gentuh di Pura Puseh, Kamis (7/2) besok. “Ritual siat api itu menjadi puncak upacara pecaruan dengan membakar keplug-keplugan (terbuat dari bambu) yang dilaksanakan di masing-masing rumah warga,” ujarnya. Ritual siat api, kata Sujana, merupakan tradisi turun-temurun yang diwariskan leluhur. Tradisi itu sempat dihentikan
setelah Gunung Agung meletus pada tahun 1965. Namun sejak tiga tahun terakhir ini, tradisi adiluhung itu kembali dibangkitkan. Pasalnya, banyak warga mengkhawatirkannya jika tradisi tersebut tidak pernah dilaksanakan, maka akan berimplikasi kurang baik, bahkan dipercaya terjadi hal kontra produktif di desa itu. “Tradisi ini bermakna nyomia bhuta kala. Nyomia atau mendamaikan segala hal yang bersifat mengganggu, dengan tujuan utama keseimbangan alam semesta berserta lingkungan dan isinya,” kata sujana (kmb41)
Jelang Pemilu, KPU Rakit Ribuan Kotak Suara Amlapura (Bali Post) Berbagai persiapan intensif belakangan ini terus dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem menjelang Pemilu yang dihelat April mendatang. Aktivitas KPU, Selasa (5/2) kemarin, adalah menggelar perakitan ribuan kotak suara di GOR Gunung Agung, Amlapura. Perakitan kotak suara itu melibatkan
puluhan orang. Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana mengungkapkan, dalam proses pelipatan kotak suara itu, pihaknya melibatkan puluhan orang. Mulai anggota PPK, staf sekretariat KPU Karangasem termasuk masyarakat umum. Diikutkannya PPK, selain mempercepat proses perakitan, juga
mengenalkan kotak suara maupun surat suara. Sebab, PPK itu nantinya yang ada di lapangan saat distribusi logistik ini. Dengan begitu, mereka bisa mengetahui dan membedakan mana kotak suara untuk Presiden, DPR-RI, DPD, maupun DPRD. “Kotak suara yang dirakit sebanyak 8.530 kotak suara. Perakitan kotak suara itu ditargetkan
Bali Post/kmb41
KOTAK SUARA - KPU Karangasem saat merakit kotak suara jelang pemilu April mendatang di GOR Amlapura, Selasa (5/2) kemarin.
selama tiga hari,” ujarnya. Karena banyaknya kotak suara, pihaknya masih kekurangan tempat. Pasalnya, GOR yang dipinjam itu dinilai masih kurang untuk menaruh logistik kotak suara. Setelah kotak suara itu selesai dirakit, nantinya ditaruh mengelilingi tempat duduk yang ada di dalam GOR. “Ini baru kotak suara saja. Belum surat suaranya. Jadi, untuk menyiasati tempat, maka setelah kotak suara selesai dilipat dan disortir sesuai ketentuan selanjutnya. Surat suara yang sudah dilipat itu langsung kita masukkan ke kotak suara masing-masing. Sehingga kita tidak kekurangan tempat,” jelas Krisna. Hanya, jelas Krisna, pelipatan surat suara baru bisa dilakukan setelah proses perakitan kotak suara selesai dilakukan. Sejauh ini, pihaknya baru menerima surat suara sebagian saja, yakni surat suara pemilihan Pilpres dan DPR-RI. Sedangkan, surat suara yang belum yakni DPD, DPR Provinsi, dan DPR Kabupaten. Surat suara yang telah diterimanya yakni 776 dus surat suara DPR-RI. Rinciannya 775
dus yang masing-masing berisikan 500 lembar surat suara. Sedangkan satu dus berisikan 229 surat suara. Total keseluruhan mencapai 387.799. Untuk surat suara Pilres pihaknya menerima 194 dus. Sebanyak 193 dus berisi 2.000 lembar dan 1 dus berisi 1.799 surat suara sehingga jumlah totalnya mencapai 387.799 surat suara ada penambahan 2 persen. “Infonya, surat suara yang ada akan tiba empat hari lagi. Setelah itu baru bisa dilakukan pelipatan surat suara. Pelipatan surat suara pertama mulai dari kabupaten,” jelasnya. Saat proses pelipatan surat suara, kata Krisna, barulah nantinya bisa diketahui berapa jumlah kekurangannya. Jika nantinya surat suaranya kurang, karena ada kerusakan surat suara, maka bisa lebih dahulu diketahui. Solusinya, bisa meminjam ke kabupaten lain atau tidak tertutup juga keluar pulau. “Untuk pelipatan surat suara itu, kita rekrut 100 orang yang dibagi 10 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 10 orang,” jelas Krisna. (kmb41)
Ganggu Aktivitas Warga
Material Banjir Jalan Raya Butus ke Nangka Dibersihkan Hujan lebat yang mengguyur wilayah Karangasem mengakibatkan banjir di sejumlah titik. Salah satu dampak yang cukup parah adalah banjir yang menerjang akses utama Jalan Raya Butus menuju Nangka, Desa Bhuana Giri, Bebandem. Jalan itu kembali dipenuhi material banjir berupa batu, kerikil, termasuk ranting pohon. Itu terjadi saat hujan lebat, air dari Gunung Agung melintasi jalur itu. Kondisi itu mengakibatlan akses lalu lintas terganggu. Akibatnya, warga tidak bisa melintasi jalan itu untuk melakukan aktivitas ke luar desa. Lalu, bagaimana upaya BPBD Karangasem mengatasi hal itu? KALAK BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa mengatakan, hujan lebat yang mengguyur wilayah Karangasem Senin (4/2) lalu memicu terjadinya banjir di sejumlah titik. Salah satunya di Jalan Raya Butus menuju Nangka, Desa Bhuana Giri, Bebandem. Pasalnya, air dari Gunung Agung volumenya sangat besar. Di samping itu, juga jalur tersebut memang dilintasi juga air sungai. Sehingga
ketika hujan lebat terjadi, maka air besar dari Gunung Agung itu membawa material kerikil, batu, termasuk ranting pepohonan. “Sebelumnya, banjir sempat menerjang jalur ini. Hampir setiap hujan lebat, air besar itu menerjang jalan ini. Akibat terjangan banjir itu, material kerikil, batu, dan ranting pepohonan memenuhi akses jalan. Kondisi itu mengakibatkan aktivitas warga sempat ter-
ganggu karena jalan tidak bisa dilalui mengingat badan jalan dipenuhi material sisa banjir,” ujarnya. Salah seorang warga, Budiasa, menjelaskan, sejak erupsi Gunung Agung yang menyebabkan banjir lahar di ngi n, k ubangan bek as galian C itu saat ini menjadi penuh. Sehingga ketika turun hujan lebat, sungai yang sudah digerus akibat galian C itu selalu banjir. Banjir itu menghanyutkan material menutupi pelintasan jalan di sungai itu. “Akibat terjangan banjir ini, kendaraan tidak dapat melintasi jalan akibat banyaknya material yang dibawa bajir. Seperti kerikil, batu, serta pepohonan memenuhi badan jalan. Sehingga aktivitas warga menjadi terganggu,’’ ujarnya. Jika warga ingin bepergian, maka harus mencari jalan lain yang jaraknya lebih jauh yakni jurusan Umanyar ke Ababi. Tetapi kini, material sudah dibersihkan petugas BPBD meng-
gunakan alat berat. Kini, aktivitas warga sudah kembali normal. Permasalahan itu diyakini akan terus terjadi, sebelum ada solusi dibangunnya jembatan. Pasalnya, setiap hujan lebat, banjir pasti akan kembali menerjang jalur tersebut. Sehingga aktivitas warga dipastikan kembali terganggu. “Sekarang, hujan lebat terus terjadi. Sehingga banjir terus mengancam. Jadi jalan satu-satunya, harus segera dibangun jembatan,” jelas Budiasa. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa mengatakan, upaya menyingkirkan bebatuan yang menutupi jalan itu sudah dilakukan tadi pagi (Selasa red), menggunakan alat berat milik pengusaha galian C terdekat di Butus. “Sekarang, jalan pelintasan sudah normal kembali. Jalan sudah dapat dilewati kendaraan,” katanya. Arimbawa menambahkan, kalau jembatan darurat yang
dibangun BPBD bersama relawan dan warga November lalu yang menghubungkan Banjar Dinas Sogra dengan Yehkori, masih aman untuk dilewati. Tetapi, hanya pengendara sepeda motor yang bisa lewat. Sedangkan untuk mobil sama sekali
tidak bisa lewat. Pihaknya juga menerima laporan senderan Jalan Raya BadegDukuh, Desa Sebudi, Selat, dengan tinggi 20 meter dan lebar 15 meter itu malah amblas. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, BPBD memasang rambu ba-
haya. Hal itu sebagai upaya mengingatkan masyarakat agar mereka ekstra hati-hati ketika terpaksa melintas. “Untuk tindak lanjut penanganannya akan dikoordinasikan dengan instansi terkait,” jelas Arimbawa. (nan)
Bali Post/kmb41
BERSIHKAN MATERIAL - Petugas BPBD Karangasem saat membersihkan material banjir di Jalan Raya Butus menuju Nangka, Desa Bhuana Giri, Bebandem menggunakan alat berat.
KLUNGKUNG
12
Rabu Paing, 6 Februari 2019
BAYI - Bayi laki-laki t saat ditemukan di TKP oleh warga. Kemudian, mendapat perawatan di RSUD Klungkung, guna penanganan lebih lanjut.
SOSOK
Bayi Laki-laki Dibuang di Kusamba
Kejar Pembuang Bayi Penemuan bayi laki-laki yang masih hidup di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, tepatnya di pinggir jalan By-pass Prof. Ida Bagus Mantra, kini membuat pihak kepolisian berupaya keras untuk mengungkapnya. Setelah memastikan kondisi bayi dalam keadaan sehat dan dalam tanggung jawab Dinas Sosial Klungkung, polisi kini fokus mengejar siapa orangtua yang tidak mengharapkannya itu, dan tega membuangnya begitu saja. Polisi bergerak mencari petunjuk ke sejumlah tempat yang dicurigai, seperti mengecek koskosan hingga ke tempat bedeg-bedeg yang ada di lokasi eks galian C Gunaksa. “Penyelidikan masih berlangsung, kami sempat mencurigai pelakunya adalah anak keterbelakangan mental di sekitar Dawan. Setelah dicek ternyata anak itu sudah melahirkan dan dipastikan bukan pelakunya,” kata Kasubag Humas Polres Klungkung, AKP Putu Gede Ardana, Selasa (5/2) kemarin. Untuk mempercepat proses pencarian, pihak kepolisian juga menyampaikan perihal proses penyelidikan ini kepada Forum Perbekel Klungkung maupun para camat untuk mengecek warganya yang sebelumnya hamil tua. Bila ada yang dicurigai, harap segera disampaikan kepada pihak kepolisian untuk segera ditindaklanjuti. Tetapi, sejauh ini dikatakan belum ada laporan dari perbekel. Polisi juga mencurigai, bahwa ada kemungkinan warga luar Klungkung yang membuangnya ke Klungkung. Seluruh kemungkinan itu, sedang diselidiki lebih lanjut untuk memperoleh titik terang pengungkapan kasusnya. Saat ini bayi dengan berat 2,7 kg dan panjang 46 cm ini, sedang dirawat di Ruang Perinatologi RSUD Klungkung. Sejumlah pihak yang merasa iba, malah ingin segera mengadopsinya. Namun, itu belum bisa dilakukan sebelum kasus ini terkuak jelas. (gik)
Letkol CZI. Paulus Joni Simbolon Pimpin Kodim 1610/Klungkung Semarapura (Bali Post) Tapuk pimpinan Kodim 1610/Klungkung kembali berganti. Setelah cerita panjang kepemimpinan Dandim Letkol Kav. Jacob Janes Patty di Klungkung, Senin (4/2) lalu resmi berganti kepada Letkol CZI. Paulus Joni Simbolon. Keduanya resmi melakukan itu melalui proses pisah sambut yang dipusatkan di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya. Pada kesempatan itu, Kolonel Kav. Jacob Janes mengatakan, Klungkung sebagai kabupaten tempatnya bertugas memiliki kesan panjang dalam kariernya. Setelah mengakhiri tugas di Bumi Serombotan, Kolonel Kav. Jacob Janes Patty selanjutnya akan menjabat sebagai Kasrem 163 Wirasatya di Korem Denpasar. Ia mengaku terkesan selama bertugas di daerah yang dulunya sebagai episentrum kerajaan dan kebudayaan Bali ini. Pengalaman paling berkesannya adalah dalam penanganan para pengungsi Gunung Agung, saat gunung tertinggi di Bali itu mengalami erupsi dan dampaknya dirasakan setahun lebih. Kerja sama dan kesigapan semua pihak di Klungkung saat menangani para pengungsi erupsi Gunung Agung, cukup membuat catatan berkesan dalam kariernya. “Kerja sama semua pihak saat menangani pengungsi Gunung Agung sangat luar
Letkol CZI. Paulus Joni Simbolon
biasa dan saya sangat terkesan, sehingga para pengungsi saat itu dapat tertangani dengan baik,” ungkapnya. Kerja sama pemerintah, FKPD dan masyarakat juga terjalin baik. Sehingga tercipta rasa aman dan damai. Berkat kerja sama yang baik pula, Kodim 1610/Klungkung saat itu mampu menjadi Kodim dengan peringkat terbaik se-Indonesia. Menurutnya, Klungkung yang rutin memperoleh prestasi di tingkat nasional telah memberikan vibrasi positif kepada lembaga lain di wilayahnya, sehingga Kodim yang dipimpinnya ikut memperoleh penghargaan di tingkat nasional. Dandim 1610/Klungkung yang baru, Letkol CZI. Paulus Joni Simbolon juga mengaku terkesan dengan Klungkung. Berdasarkan p e n e l u s u ra n ny a , K l u ng kung dikenal sebagai salah satu kabupaten yang luar biasa, dengan catatan pencapaian di atas rata-rata kabupaten/kota lain di Bali. Setelah menginjakkan kaki di Klungkung, menurutnya masyarakatnya juga komunikatif dan dinamis. Dia berharap bisa meneruskan program gemilang dandim yang lama dan menyempurnakan kekurangannya. “Mohon dukungan semua pihak dalam menjalankan tugas di kabupaten Klungkung,” ujar Perwira kelahiran Medan, 8 Februari 1979 ini. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat hadir pada kesempatan itu, mengucapkan terima kasih kepada Letnan Kolonel Kav. Jacob Janes Patty atas pengabdian dan kerja sama yang terjalin selama bertugas di Klungkung. Berkat kerja sama yang baik semua pihak, situasi di Klungkung selama ini telah berjalan kondusif serta cukup aman dan damai. Sementara, kepada Letkol CZI. Paulus Joni Simbolon, Bupati Suwirta menyampaikan selamat datang dan berharap desain programnya dapat tetap sejalan dengan aksi Gema Santi Pemkab Klungkung. Salah satunya, sinergi dalam pembuatan rumah untuk keluarga miskin. (kmb31)
Sehat dan Normal, Banyak Ingin Mengadopsi I Nengah Garnita (54), seorang petani, Senin (4/2) sekitar pukul 09.00 Wita mendengar suara tangis bayi di tepi By-pass Prof. Ida Bagus Mantra di wilayah Desa Kusamba, Dawan, Klungkung. Setelah mencari sumber suara, Garnita menemukan bayi terbungkus kain bedong putih, di dalam tas belanja dengan kondisi tubuhnya sudah dikerubuti semut. Beruntung bayi itu sehat dan normal sehingga banyak yang ingin mengadopsi. Hanya untuk mengadopsi tentu ada persyaratan yang harus dipenuhi. Kapolsek Dawan AKP Kadek Suadnyana mengatakan, saat pertama kali menerima laporan penemuan bayi, personel polisi langsung mendatangi TKP yang berada persis di antara sebelah timur Pertamina Kusamba dengan sebelah barat Tukad Banges dan kemudian melakukan pengamanan. Polisi juga segera membawa bayi mungil ini ke Puskesmas Dawan II guna memastikan kondisi kesehatannya. “Hasil penanganan di Puskesmas Dawan II, bayi laki-kaki ini dinyatakan sehat dan normal. Beratnya 2,7 kg dan panjangnya 46 cm,” kata Kapolsek AKP Suadnyana.
Bayi mungil ini selanjutnya dirujuk ke RSUD Klungkung. Di sana langsung mendapat penanganan maksimal oleh dokter spesialis anak dr. Gusti Sudiana. Sudiana juga kembali menegaskan, mesti bayi ini sempat dikerubuti semut ketika dibuang di TKP, namun setelah dibersihkan dan dicek ulang kondisi kesehatannya, bayi ini benar-benar lahir normal tanpa cacat fisik atau gangguan organ lainnya. “Berdasarkan hasil pemeriksaan di UGD pasien dalam keadaan sehat dengan umur, berat dan panjang normal. Saat ini sedang dirawat di Ruang Perinatologi untuk stabilisasi,” kata Direk-
tur RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma. Warga yang menemukan bayi ini dan warga lain yang menjadi saksi hingga dirawat di RSUD Klungkung sangat bersyukur, bayi ini masih dalam kondisi sehat. Kabar ditemukannya bayi laki-laki ini pun cepat tersebar dan banyak warga mendatangi RSUD Klungkung, karena ingin mengadopsinya. Mereka yang datang, adalah pasangan suami istri yang sudah lama tak dikaruniai momongan. Ada juga orangtua yang ingin mengadopsikan anaknya. Salah satunya, Ketut Alit Mahardika (32), warga Banjar Suwitrayasa, Desa Pesinggahan. Dia sangat berniat mengadopsinya, lantaran sudah belasan tahun menikah belum memiliki anak. Dia mengaku amat prihatin, di tengah banyak pasangan suami istri sangat mengharapkan momongan seperti dirinya, di sisi lain ada pula orangtua yang tega membuang bayi laki-laki itu. “Saya sudah 15 tahun menikah. Sangat mengharapkan momongan. Semoga saya bisa mengadopsinya,” katanya.
Warga lainnya, Moh. Saleh asal Kampung Jawa, juga amat berniat mengurus bayi tersebut. Dirinya ingin mengadopsi lantaran anaknya sudah enam tahun berkeluarga, tetapi belum juga berkesempatan memperoleh keturunan. Penemuan bayi ini mengundang rasa iba banyak pihak. Pascaditemukan, kabar bayi ini bisa diselamatkan langsung viral di media sosial. Banyak pihak yang mempertanyakan, kenapa kedua orangtuanya langsung membuangnya begitu saja. Banyak yang juga bertanya-tanya, orangtua seperti apa yang tega membuang buah hatinya. Masih Diselidiki Kapolsek Dawan AKP Kadek Suadnyana mengaku masih melanjutkan serangkaian penyelidikan untuk mengendus siapa identitas kedua orangtuanya. Sejumlah saksi terkait sudah dimintai keterangan. Tetapi, sejauh ini ditegaskan belum ada petunjuk lebih lanjut yang bisa dijadikan jalan untuk menguak misteri kenapa bayi laki-laki ini dibuang. “Kami harus berupaya keras
mengungkap siapa pelakunya. Apakah memang kedua orangtuanya, atau ada pelaku lain. Tunggu saja perkembangannya,” tegasnya. Disinggung mengenai keinginan banyak pihak untuk mengadopsinya, sementara tidak akan diizinkan oleh pihak kepolisian. Kapolsek AKP Suadnyana menegaskan, bayi sementara akan dipelihara oleh negara melalui Dinas Sosial Klungkung, selama proses penyelidikan masih berlangsung. Siapapun pihak yang nanti ingin mengadopsinya, harus mengikuti prosedur dan mendapat penetapan oleh pengadilan. Menurutnya, siapapun bisa mengadopsi anak itu. Tetapi, akan lebih baik jika kedua orangtuanya terkuak dahulu. Jangan sampai bayi sudah diadopsi, kemudian ada yang mengakui bayinya. Sehingga, ke depan tidak menimbulkan masalah lain. “Kami harus berhati-hati menangani kasus ini. Semua harus sesuai proses. Untuk sementara, bayi masih dirawat di RSUD Klungkung,” tegas Kapolsek AKP Suadnyana. (kmb31)
Alat Penyedot Rusak
Sumur Dalam Bantuan Kementerian ESDM Tak Berfungsi
Semarapura (Bali Post) Sumur Dalam bantuan Kementerian ESDM di Desa Tihingan sudah lama tak berfungsi. Ini disebabkan alat penyedot mesin tersebut rusak sejak tahun 2016. Saat ini, pemerintah daerah sedang berupaya memfungsikan Sumur Dalam ini kembali, agar dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga sekitar. Petugas Pengelola Air Minum Desa, Nyoman Sukadana, belum lama ini, menyatakan Sumur Dalam ini sesungguhnya sudah ada sejak tahun 2013 lalu. Saat itu, Kementerian ESDM merealisasikan bantuan di Desa Tihingan, untuk menjawab persoalan kebutuhan air bersih di tempat tersebut. Namun, setelah bantuan ini beroperasi, ternyata mesin
pompanya hanya berfungsi tiga bulan sejak selesai dikerjakan tahun 2013 lalu. Penyebabnya, karena mesin dieselnya rusak. Untuk mengefektifkan kembali Sumur Dalam ini, maka pada tahun 2016 Pemkab Klungkung sempat membantu dengan menyediakan panel tenaga surya sebagai pengganti tenaga pengoperasiannya. Saat itu, Sukadana mengata-
kan proses ini awalnya cukup efektif, karena mampu menghasilkan debit air sebanyak 2 liter per detik. “Untuk saat ini proyek Sumur Dalam tersebut tidak beroperasi karena alat penyedot airnya mengalami kerusakan,” ujar Sukadana. Kondisi sumur dalam yang demikian, menjadi perhatian dalam agenda Bedah Desa Pemkab Klungkung di Desa
Tihingan beberapa waktu lalu. Keluhan warga setempat perihal keberadaan Sumur Dalam ini langsung disikapi Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, dengan mengecek langsung ke lokasi di Dusun Pau. Bupati Suwirta meminta agar Perbekel Tihingan segera bersurat kepada Bupati Klungkung, untuk kemudian diteruskan kepada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman Pemkab Klungkung. Dinas Pekerjaan Umum nantinya akan bekerja sama dengan PDAM Klungkung untuk mengkaji persoalan
BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Ketua TP PKK Klungkung Ny. Ayu Suwirta dan Wakil Ketua Ny. Sri Kasta menyambut kedatangan rombongan PKK Provinsi Bali di Balai Desa Tohpati, Kecamatan Banjarangkan, Senin (4/2) lalu. PKK Provinsi dipimpin langsung
Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Putri Suastini Koster hadir dalam kegiatan harmonisasi dan sinkronisasi Gerakan PKK tahun 2019. Pada kesempatan itu, Ny. Putri Suastini Koster menyampaikan tujuannya ingin memperkenalkan Program PKK yakni Halaman Asri Teratur Indah dan
Nyaman (HATINYA) PKK. Selama ini program HATINYA hanya diterapkan di beberapa rumah saja. Ke depan, dia ingin program ini dapat diterapkan di semua rumah. “Melalui program ini saya ingin mendorong terwujudnya visi-misi Gubernur Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali,” ujarnya, usai pemotongan pita peresmian Rumah Percontohan Program HATINYA PKK di desa setempat. Selain mengajak masyarakat Bali dalam menata keindahan taman atau halaman rumah, program ini juga bermanfaat dengan cara menanam tanaman yang bermanfaat nantinya. Misalnya, tanaman untuk keperluan bahan memasak, tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk kesehatan dan jenis tanaman lainnya. Ini tentu dapat membantu menekan inflasi daerah dengan menanam tanaman seperti cabai dan tanaman lainnya. Suastini Koster mengaku sangat bahagia dalam
kunjungannya pasa hari ke-9 ke Desa Tohpati ini. Masyarakat Klungkung dinilai beruntung mempunyai bupati yang begitu peduli terhadap hal-hal yang mendasar yang dibu tuhkan oleh masyarakatnya. “Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, satusatunya kepala daerah yang hadir dari sembilan kali saya melakukan kegiatan yang seperti ini,” ungkapnya dengan rasa kagum. Ketua Tim Penggerak PKK Klungkung Ny. Ayu Suwirta menyambut baik program HATINYA PKK ini. Dari empat kecamatan, masing-masing kecamatan akan mempunyai satu rumah contoh HATINYA PKK. Tim Penggerak PKK ke depan akan selalu berkoordinasi dengan Bupati Klungkung untuk dapat membantu mewujudkan program ini di seluruh desa di Klungkung. “Rumah percontohan di Desa Tohpati ini dapat dijadikan contoh dan diterapkan di desa masingmasing,” kata Ayu Suwirta kepada Tim Penggerak PKK
ini, agar sumur dapat beroperasi seperti biasanya lagi. Masyarakat setempat diminta bersabar, karena solusi sedang disiapkan pemerintah daerah. Berkaca dari persoalan Sumur Dalam di Desa Tihingan, Bupati Suwirta berharap kepada para perangkat desa di setiap desa agar lebih proaktif lagi, menyampaikan persoalannya di lapangan. “Proyek Sumur dalam ini, apabila beroperasi seperti biasanya, nantinya dapat membantu meringankan tugas PDAM dalam menyediakan air bersih di Desa Tihingan,” ujarnya. (kmb31)
Desa se-Klungkung, seraya menyampaikan program PKK Klungkung ke depan, akan segera membentuk koperasi yang nantinya akan khusus digunakan untuk keperluan anggota PKK Klungkung. Salah satu fungsinya, antara lain simpan pinjam. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan akan mensinergikan Program PKK Provinsi ini ke kecamatan, bahkan langsung desa. Dia meminta perangkat desa dan TP PKK Klungkung untuk melihat ke rumah percontohan dan mensosialisasikan ke masyarakatnya di desa. Agar, menerapkan Program HATINYA PKK di halaman atau taman rumahnya. Selain meresmikan rumah percontohan, kegiatan juga diisi dengan pemberian makanan tambahan kepada masyarakat Desa Tohpati, dan penyerahan bibit dan dana bantuan Program HATINYA PKK kepada Ketua TP PKK Desa Tohpati Ni Nengah Merta. (ad 0131)
Bupati Suwirta Dorong Warga Terapkan Program ”HATINYA” PKK Provinsi
HARMONISASI - Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Putri Suastini Koster saat disambut Ny. Ayu Suwirta dan Bupati Suwirta di Desa Tohpati dalam kegiatan harmonisasi dan sinkronisasi Gerakan PKK tahun 2019.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Rabu Paing, 6 Februari 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
Bth Supervisor Modern T/30 th ada mtr SIM C u/ Denpasar + Salesman u N.Penida ada mtr Hub:081291435110
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA AKUNTANSI
Staf Akuntansi tamat Diploma dan S1 Akuntansi baru tamat kerja atau pengalaman 1th kerja. Lamaran SMS/WA 0818621818
G.06
WAITER
Tamat SMP/ SMK belum pengalaman kerja untuk Sanur dan Kuta. Lamaran ke Shankara Kuta depan Buger King Jl.Bakung Sari Blok D33 Kuta Square SMS/WA 0818621818
G.07
DRIVER
SIM A SMP/SMTA pengalaman mobil kecil Pick Up minimal 2th. Lamaran Jl.Danau Toba 7 Sanur
G.08
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692 B.BP.004.02.19.0000085
BENGKEL LAS
B.BP.004.02.19.0000113
Bth 4 Waitress / 4 Cook / 1Bar utk Restaurant di Seminyak Whatsapp : 081237232321
B.BP.004.02.19.0000119
Cr Adm toko,Gdg,Sopir prbd,SMA /K,Tk.Pondong Brng Gj.UMR,BPJS PT.TohpatiPoultry 081337273111
B.BP.001.02.19.0000117
Cr Mrktng Pendingin & Pembeku Prtable hmt lstrk, bs Kmpter / Medsos. 082244148863. CV:devitatanner@yahoo.co.id
Cr PRT wnta tggl luar, Gj. 2,2Jt, SimpangSiur Kuta 081239232035 B.BP.154.02.19.0000116
Dcr Driver bisa B.Inggris Hub.Merrys Tour T.0361-235700 B.BP.801.02.19.0000125
Dcr Pria untuk Sopir Laundry Jl.Kerobokan 78X, 081933110424
B.BP.001.02.19.0000097
Dcr Serabutan Cewek & Tk.Jahit Jl.Patih Nambi 7A,085100061049
B.BP.001.02.19.0000101
Dcr Sgr Therapist Spa Pria & Wanita bersedia ditempatkan di Canggu/Denpasar Kota.Pengalamn diutamakan,Gaji&Bonus Menarik Hub.081239621123(Massaji Spa)
B.BP.031.02.19.0000120
B.BP.001.01.19.0000960
Dcr 2 SPG u/di Jl.Raya Celuk & Bypass Tuban,max.22th,pnmpilan menarik, tinggal di tmt kerja. Hub:085792900333/081338410519
Dicari: Security,Cleaning Service Maintenance & Accounting utk Villa Management di Canggu , berminat? Email CV:mayaseptiab vs@gmail.com / WA 081238107881
B.BP.001.02.19.0000108
Dcr 3 Tk Msk; 3 Tk Kbn; 2 Sopir; 2Satpam.Hub Villa Ayu Br.Kuwum Kauh II/21X Krbkn. 4731979
Dicari Karyawan bs computer u/ di Batuan-Gyr.HP/WA:08123805533
B.BP.154.02.19.0000127
B.BP.001.02.19.0000103
BIRO JASA
DIJUAL RUMAH
DIJUAL MOBIL
RUPA-RUPA
SERVICE
B.BP.166.02.19.0000129
Dcr Pembantu u/Villa Jln.Kesambi Gg.Kesambi Indah No.22 Kerobokan081337542061/081381302935 B.BP.001.02.19.0000126
Dicr Krywti Laundry bs Tdr Dlm Gaji Menarik.Hub:087861070289 B.BP.001.02.19.0000107
JB School Memerlukan Tenaga Berpengalaman u/Mengisi Posisi Guru:E-Math,E-Science,Biologi, Kimia,Fisika,Matematika,Ekonomi,Sejarah,PKN,BP,B.Indo,B.Ing B.Mandarin,Musik,Pend.Jasmani, Komputer,PG/TK.Kirim ke Jl. Raya Kuta No.1 Kuta Bali B.BP.001.02.19.0000102
PT.BPR Padma Dibutuhkan Segera Security Yang Memiliki Sertifikat Gada Pratama. Kirim Lamaran ke Jalan Raya Sesetan No.324 Dps B.BP.001.02.19.0000106
Sekuriti (Pabrik Tabanan), Sertifikat, pengalaman. hub.Dewi, Hp.081236222509 B.BP.031.02.19.0000121
BIRO JASA
BIRO JASA
BIRO JASA
BIRO JASA
Yamaha Bisma Dicari: 1.Mekanik; 2.OB. Hub.T.Umar 142 Dps
B.BP.001.02.19.0000098
DIJUAL MOBIL HONDA
New Jazz 2006 IDSI Manual DK Abu Met 93Jt Nego 081236809809
B.BP.001.02.19.0000111
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY
RUPA-RUPA
DIJUAL RUMAH
Atasi Rmh Bocor Dak Dinding Atap,P.Sefri 085100774702 Grns
Rumah 2 lantai , 1 master room + 2 room di belakang bangunan induk ada satu bangunan dgn 1 room + dapur + taman belakang, luas tanah 4 are, Jl.Kusuma Dewa Denpasar Hub.0852 1867 9944 G.04
SUZUKI
Djl Swift GX 2014 warna Putih hrg nego lsg Hub:081237110223 B.BP.001.02.19.0000114
PROPERTY DIJUAL RUKO
Dijual Ruko Sukasada Buleleng DP 10% Bunga Krd 1% per bln Hub:087862017342/081805374433 B.BP.004.01.19.0000837
PROPERTY DIJUAL TANAH
Tnh Kav 4,4A 100jt/A nego jln paping,Angantaka,087760456844 B.BP.004.02.19.0000118
PROPERTY
B.BP.001.02.19.0000128
Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.02.19.0000055
KEHILANGAN Hilang Sertipikat No.22.09.03 04.1.07051 An.I Made Wiyasa B.BP.001.02.19.0000105
RUANG USAHA
Disewakan ruang usaha, kuliner, food court, UKM, dll, Jl.Raya Kuta 88 Hub.0811 187 6363 / 0811 397 6363 G.05
Hlg BPKB No:8758957-O an: Ni Md Sari Dewi M.Karangasem B.BP.012.02.19.0000124
Hlg BPKB No:9946530-O an: I Ketut Subrata,Bugbug,Kr.asem B.BP.012.02.19.0000123
PROPERTY DISEWAKAN TANAH
Tanah Luas 60 are area Canggu Jl.Nelayan, cocok untuk Villa, Restaurant, dll. minimal 30 thn, Hub.0811 187 6363 / 0811 397 6363 G.03
Hlg BPKB No:A8683888-O an: I Made Carik,Manggis.Kr.asem B.BP.012.02.19.0000122
BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155 B.BP.001.01.19.0001032
BANGLI
14
Rabu Paing, 6 Februari 2019
Rayakan Imlek, Umat Tionghoa Bersembahyang di Konco Batur
Bali Post/kmb40
IMLEK - Umat Tionghoa merayakan Imlek dengan bersembahyang di Konco Batur, Selasa (5/2) kemarin.
Bangli (Bali Post) Umat Tionghoa merayakan Tahun Baru Imlek 2570, Selasa (5/2) kemarin dengan mendatangi Konco Batur yang berada di areal utama mandala Pura Ulun Danu Batur, Kintamani. Di sana mereka bersembahyang untuk memohon keselamatan dan kemakmuran di tahun yang baru ini. Berdasarkan pantauan, Konco Batur yang merupakan Konco terbesar di Kintamani mulai didatangi umat Tionghoa secara silih berganti sejak pagi hari. Tak hanya umat Tionghoa Tri Dharma dari wilayah Kintamani, umat Tionghoa yang datang untuk bersembahyang di Konco Batur juga berasal dari berbagai daerah lainnya di Bali. Dalam kegiatan persembahyangannya, beberapa umat terlihat melakukan ritual pembakaran uang kertas emas. Ketua Konco Batur Putu Gede Yoli Pramajaya mengatakan, rangkaian perayaan Imlek di Konco Batur sudah dimulai sejak tanggal 24 bulan 12 tahun Tionghoa. Sesuai kepercayaan umat Tionghoa, pada saat itu para dewa naik ke khayangan. Umat diperbo-
lehkan untuk melaksanakan ritual bersih-bersih altar, sebelum melakukan kegiatan persembahyangan saat hari raya Imlek. “Pada hari ini tanggal 1 bulan 1 tahun Tionghoa, umat melaksanakan persembahyangan di konco. Di sini, persembahyangan dilaksanakan sendiri-sendiri, tidak sembahyang bersama. Kalau saat Sejit (ulang tahun Konco Batur pada tanggal 15 bulan 3 Tionghoa) baru diadakan persembahyangan bersama,” terangnya. Dijelaskannya bahwa kegiatan persembahyangan di Konco Batur dilaksanakan umat di 12 altar untuk memuja para dewa. Dalam kegiatan persembahyangannya, umat mempersembahkan buahbuahan dan menggunakan 17 hio (dupa). Yoli mengatakan, persembahyangan di Konco Batur juga diisi ritual bakar uang kertas emas di sebuah tempat yang dinamakan kas uang. Ritual itu bermakna menabung dengan harapan mendapat kelancaran rezeki. “Yang hari ini datang untuk bersembahyang di Konco Batur bukan saja umat Tionghoa
Tri Dharma yang tinggal di wilayah Kintamani saja, tapi juga ada yang dari Denpasar, Singaraja, Baturiti, Kuta, dan dari wilayah lainnya. Karena Konco Batur adalah sungsungan jagat,” terangnya. Lanjut dikatakannya bahwa tiga hari setelah Hari Raya Imlek, umat Tionghoa akan melaksanakan persembahyangan bersama untuk menyambut para dewa turun dari kahyangan. Perayaan Imlek akan berakhir pada tanggal 15 bulan 1 Tionghoa mendatang. Berakhirnya perayaan imlek disebut dengan hari raya Cap Gomeh. “Saat itu kembali akan dilaksanakan persembahyangan bersama untuk memohon keselamatan dan kemakmuran,” ujarnya. Yoli menambahkan dalam perhitungan kalender Cina, tahun baru imlek kali ini merupakan tahun babi tanah. Sesuai kepercayaan umat Tionghoa, pada tahun babi tanah ini diprediksi perekonomian dan rezeki akan lebih bagus dari sebelumnya. “Cenderungnya di bidang pertanian. Mudahmudahan tahun ini hasil pertanian lebih bagus dari sebelumnya,” harapnya. (kmb40)
Perekrutan P3K
Bupati Segera Bersurat ke Men-PAN RB dan BKN
Bangli (Bali Post) -
Bupati Bangli I Made Gianyar akan segera bersurat ke Menteri Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PAN RB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) terkait adanya rencana pemerintah pusat merekrut Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Made Gianyar berharap pegawai honorer di Bangli yang nantinya bisa ikut seleksi dan diangkat sebagai P3K ini lebih banyak dari kuota yang akan diberikan untuk Bangli. Ditemui belum lama ini, Made Gianyar mengatakan, sesuai PP No. 49 Tahun 2018, perekrutan P3K tahap pertama ini dibuka untuk pegawai guru, tenaga kesehatan dan penyuluh pertanian. Sejauh ini pihaknya mengaku belum mendapat informasi mengenai kuota yang diberikan. Namun jika disesuaikan dengan ketentuan pusat, tenaga di
Bangli yang berpeluang diangkat menjadi P3K diyakini sangat kecil. Karena itu dirinya berencana bersurat khusus ke Men-PAN dan BKN. Harapannya agar pegawai yang bisa masuk dalam seleksi dan pengangkatan P3K ini lebih banyak. Mengingat saat ini Kabupaten Bangli mengalami kekurangan tenaga guru, tenaga kesehatan serta
penyuluh pertanian. Dikatakan juga oleh Made Gianyar bahwa saat ini pihaknya telah memerintahkan BKD dan inspektorat untuk melakukan pendataan pegawai terkait perekrutan P3K ini. Proses pendataan dilakukan agar didapat data valid dan tidak menimbulkan masalah. Pihaknya tidak ingin ada pegawai yang mestinya
Hari Ini, Balingkang Kintamani Festival Digelar
Arus Lalin Dialihkan, Truk Galian C Dilarang Beroperasi
Bangli (Bali Post) – Arus lalu lintas BangliSingaraja akan dialihkan selama beberapa jam pada Rabu (6/2) hari ini. Pengalihan arus dilakukan sehubungan dengan digelarnya Balingkang Kintamani Festival di jaba Pura Ulun Danu Batur, Desa Pakraman Batur, Kintamani. Demi kelancaran pelaksanaan festival yang akan dihadiri ribuan turis Cina tersebut, truk pengangkut galian C dilarang beroperasi mulai dini hari. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Selasa (5/2) kemarin mengatakan, terkait dengan pelaksanan Balingkang Kintamani Festival, Polres Bangli telah menyiapkan rekayasa pengalihan arus lalin. Sesuai rencana yang disusun, kendaraan yang datang dari arah Singaraja menuju Bangli, Gianyar, Denpasar, akan dialihkan di simpang tiga Puskesmas 1 Kintamani/ Desa Belancan belok kanan tembus di simpang empat Pludu, Desa Bayung Gede. Sedangkan kendaraan yang datang dari arah Bangli, Gianyar, Klungkung, Karangasen menuju Kintamani/ Singaraja, sampai di simpang tiga Restoran Maharaja dialihkan belok kiri. Dari simpang tiga Desa Bayung Gede selanjutnya kendaraan dialihkan belok kanan sampai di simpang empat Pludu dan diarahkan belok kanan sampai di simpang tiga Gunung Kunyit kemudian belok kiri sampai di simpang tiga KUD. “Pengalihan arus lalin ini diberlakukan mulai pukul 08.00 sampai pukul 14.00 Wita,” kata Sulhadi. Demi kelancaran pelaksanaan festival diberlakukan juga larangan bagi kendaraan truk pengangkut galian C untuk beroperasi di wilayah Kintamani. Larangan untuk truk galian C diberlakukan mulai Rabu dini hari pukul 01.00 Wita. Selama festival berlangsung, Polres Bangli mengimbau kepada masyarakat Batur agar tidak parkir di sepanjang jalan dari depan Pura Ulun Danu Batur sampai di simpang tiga Katung. “Kendaraan peserta
Bali Post/ist
FESTIVAL - Peta pengalihan arus lalin selama pelaksanaan Balingkang Kintamani Festival. festival diarahkan parkir di tempat parkir Tunon, Desa Batur, Kintamani,” kata Sulhadi. Sementara itu, untuk mematangkan pelaksanaan Balingkang Kintamani Festival, pada Senin (4/2) dilaksanakan
rapat kooordinasi di Kantor Disparbud Bangli. Balingkang Kintamani Festival yang pertamakali diadakan di Bali akan dihadiri sekitar 150 orang tamu VIP dan 1.500 wisatawan Tiongkok. (kmb40)
layak ikut seleksi justru tidak dapat, begitu juga sebaliknya. Ia juga menyampaikan rencananya untuk mengangkat GTT dan PTT kesehatan pada tahun 2020 mendatang. Pengangkatan dilakukan sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangan daerah. Tak hanya melakukan pengangkatan, pada tahun itu pihaknya juga berencana menaikkan honornya. Tujuannya sebagai upaya untuk memacu kinerja tenaga PTT dan GTT di Kabupaten Bangli. “Untuk GTT nanti kita prioritaskan yang sudah mengabdi. Saya kasihan melihat mereka jadi guru abdi hanya
mendapat gaji Rp 300 ribu,” terangnya. Sebagaimana diketahui, belum lama ini,Komisi I DPRD Bangli sempat menggelar rapat kerja dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Bagian Ortal untuk membahas kejelasan mengenai mekanisme perekrutan termasuk jumlah kebutuhannya. Ketua Komisi I DPRD Bangli Satria Yudha didampingi Sektetaris Komisi I I Nengah Darsana ditemui usai rapat mengatakaan bahwa sesuai dalam PP No. 49 pasal 4, sebelum perekrutan dilakukan, harus ada kejelasan mengenai analisis beban kerja (An-
jab). Sementara saat ini anjab tenaga honorer di Bangli belum ada. Karena itu, dalam raker tersebut pihaknya telah meminta kepada BKD untuk segera menuntaskan anjab sebelum juklak-juknis turun dari Kementerian PAN RB. “Dengan anjab itu, diketahui berapa kebutuhannya,” terangnya. Sesuai janjinya BKD akan menyelesaikan anjab ini secepatnya, satu hingga dua hari ini mendatang. Lanjut dikatakannya bahwa berdasarkan hasil rapat koordinasi (rakor) yang diikuti BKD Bangli, perekrutan P3K tahap pertama ini bisa
diikuti pegawai fungsional seperti tenaga guru (GTT) dan tenaga kesehatan dan K 2 yang tercecer serta penyuluh pertanian. Berdasarkan hitungan sementara dari BKD, jumlah pegawai honorer yang bisa mengikuti seleksi P3K di Kabupaten Bangli sebanyak 718 orang pegawai. “Jumlah ini belum pasti, karena baru hitungan-hitungan kasar. Jadi BKD harus menuntaskan persyaratan agar tidak simpang-siur,” katanya. Terkait perekrutan P3K tersebut, Darsana mengatakan BKD juga rencananya akan bersurat ke Bupati Bangli. (kmb40)
Rakit Kotak Suara Libatkan 30 Warga
Bangli (Bali Post) Ribuan kotak suara untuk pemilihan umum (Pemilu) 2019 mulai dirakit Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli, Selasa (5/2) kemarin. Proses perakitan dilakukan dengan melibatkan puluhan warga yang ditargetkan selesai, Rabu (6/2) hari ini. Perakitan kotak suara dilakukan secara serentak di empat gudang KPU Bangli yang ada di tiga lokasi, yakni gudang A di wilayah Banjar Bebalang, gudang B dan C di wilayah Banjar Petak, Kelurahan Bebalang, dan gudang D di Banjar Sidawa, Desa Tamanbali, Bangli. Proses perakitan mulai dilakukan sejak pagi hari. Berdasarkan pantauan, tenaga yang dilibatkan dalam kegiatan itu kemarin kebanyakan perempuan. Dilakukan dengan cukup hati-hati dan di tempat yang bersih untuk mengantisipasi terjadinya kecacatan atau kerusakan kotak. Komisioner KPU Bangli Gde P. Roy Suparman mengatakan, total jumlah kotak suara berbahan kardus yang dirakit, yakni 4.215 buah. Jumlah itu sesuai dengan jumlah TPS yang ada, yaitu 843 TPS dikali 5. Melibatkan sebanyak 30 warga yang dibagi di empat gudang.
Warga yang dilibatkan dibayar Rp 1.500 per satu kotak suara. Dengan banyaknya tenaga yang dilibatkan, diperkirakan proses perakitan kotak suara tuntas dalam waktu dua hari hingga Rabu (6/2) hari ini. “Target awalnya lima hari, tapi dalam proses ini kita perkirakan bisa diselesaikan dua hari saja,” ungkapnya. Untuk memastikan kondisi kotak suara dalam kondisi baik sebelum digunakan nanti, setelah proses perakitan selesai, KPU akan melakukan inventaris terhadap kotak suara. Jika ada yang ditemukan rusak atau robek karena proses pengepakan atau pengiriman akan dilaporkan untuk diganti yang baru. “Kerusakan sampai saat ini belum kami temukan,” kata Roy. Disinggung mengenai kelengkapan logistik Pemilu lainnya, Roy mengatakan semuanya sudah didistribusikan dan disimpan di masing-masing gudang. Adapun kelengkapan logistik yang dimaksud yakni alat bantu coblos, sampul, gembok, kunci, tinta, tanda pengenal KPPS dan saksi. Khusus untuk stiker disimpan di Kantor KPU. “Mengenai surat suara, direncanakan akan datang pertengahan Februari. Saat ini masih proses pengadaan,” ujarnya. (kmb40)
Bali Post/kmb40
KOTAK SUARA - Proses perakitan kotak suara di gudang KPU Bangli di wilayah Banjar Petak, Kelurahan Bebalang, Bangli, Selasa (5/2) kemarin.
15
Rabu Paing, 6 Februari 2019
Pengurus Golkar Bali Di-’’reshuffle’’ Denpasar (Bali Post) Partai Golkar Bali kembali gaduh dengan munculnya Keputusan DPP Partai Golkar No.KEP-365/DPP/ GOLKAR/I/2019 tentang Pengesahan Perubahan Komposisi dan Personalia DPD Partai Golkar Bali. Keputusan DPP yang ditetapkan di Jakarta, 31 Januari lalu itu ditandatangani Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Sekjen Lodewijk F. Paulus. ‘’Ya...Besok (hari ini - red) rapat plenonya,’’ ujar Plt. Ketua DPD Golkar Bali I Gde Sumarjaya Linggih membenarkan adanya reshuffle pengurus Golkar Bali ketika dikonfirmasi, Selasa (5/2) kemarin. Menurut pria yang akrab disapa Demer ini, ada beberapa pengurus lama diganti dalam susunan pengurus baru. Penggantian ini pun sudah melalui diskusi panjang dengan DPP, seperti Bidang Kepartaian, Korwil Pemenangan Pemilu, dan termasuk Ketua Umum. Dikatakan reshuflle ini merupakan salah satu strategi untuk mendulang suara dalam
pemilu serentak 2019. ‘’Kan soliditas harus terjadi. Kalau konsolidasi tanpa soliditas bagaimana caranya? Kedua, banyak yang tidak aktif. Kita harus benahi yang mau aktif sekarang ini. Kalau yang tidak aktif kita tunggu untuk rapat kan sulit,’’ imbuhnya. Demer menambahkan, reshuffle juga bertujuan untuk mengaktifkan para kader yang berpotensi mendulang suara dalam pileg dan pilpres. Seperti misalnya kader yang kini menjadi anggota DPRD Bali. Sebelumnya, Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Bali I Wayan Gunawan pun telah dicopot dan
digantikan oleh I Made Dauh Wijana. Dikonfirmasi terpisah, para pengurus lama yang kena reshuffle tak kecewa diberhentikan. Di antaranya I Gusti Putu Wijaya yang dicopot dari jabatan Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Daerah, Anak Agung Ngurah Rai Wiranata (sebelumnya Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat), Made Dedung Suardana (sebelumnya Wakil Ketua Korbid Pemenangan Wilayah Badung), dan Wayan Subawa (sebelumnya Wakil Ketua Korbid Pemenangan Wilayah Denpasar). Namun, mereka mempermasalahkan cara Demer mengurus partai yang dinilai tidak melihat aturan dan cenderung untuk kepentingan pribadi. ‘’PO 08/2010 jelas menyatakan bahwa yang boleh di-reshuffle itu adalah pengurus mengundurkan diri, pindah partai, meninggal, atau kena sanksi. Kena sanksi pun
ada proses,’’ ujar I Gusti Putu Wijaya. Menurutnya, tidak pernah ada rapat pleno yang dilakukan sebagai dasar pengajuan reshuffle ke DPP. Begitu juga saat Gunawan dicopot menjadi Ketua Fraksi Partai Golkar di DPRD Bali. ‘’Cara mengurus partai seperti ini tidak melihat aturan, apa maunya dia, untuk kepentingan-kepentingan pribadinya,’’ jelas Wijaya yang ikut membesarkan Golkar sejak 1971 ini. Lebih lanjut dikatakan, tugas pokok Plt. dalam SK 362 adalah mempersiapkan musdalub di samping tugas-tugas kepartaian. Namun, Demer malah mengundang Pengurus Kecamatan (PK) agar tidak sepakat untuk menggelar musdalub. Demer juga dituding membuat trik lewat pernyataan akan mengembalikan jabatan ketua kepada Sudikerta saat kasus hukumnya selesai. Padahal, pemberhentian Sudikerta bersifat permanen dan hanya
bisa dikembalikan lewat musdalub sesuai AD/ART partai. Di sisi lain, Wijaya dan pengurus lain sebetulnya kaget saat turunnya Plt. terbilang begitu cepat yakni hanya selang beberapa hari setelah Sudikerta ditetapkan sebagai tersangka. Kendati, pihaknya mengaku menghormati keputusan DPP tersebut. Wayan Subawa justru berterima kasih dengan adanya reshuffle yang dilakukan Plt. Ketua Partai Golkar Bali. Apalagi sebelumnya, ia tidak pernah memohon untuk dijadikan salah satu pengurus Golkar Bali. Anak Agung Ngurah Rai Wiranata mengaku tidak keberatan jabatannya kini diganti oleh kader lain. Namun, ia mempermasalahkan reshuffle dilakukan tidak sesuai dengan AD/ART, juklak, serta PO partai. Politisi gaek ini berpesan kepada Plt. agar jangan terlalu banyak bermanuver di saat-saat seperti ini. (kmb32)
Desa Adat Perlu Buat Dana Abadi untuk LPD Denpasar (Bali Post) LPD telah berdiri 35 tahun lalu. Sudah saatnya berubah dan siap menerima perubahan agar tetap eksis. Perubahan yang harus dilakukan tidak hanya saat ini, tetapi untuk LPD 5 tahun atau bahkan 50 tahun mendatang. Salah satu perintis LPD I Wayan Gatha mengatakan, sampai saat ini LPD sudah berjalan baik, namun perlu ditingkatkan. Peraturan LPD perlu disempurnakan agar lembaga ini dilindungi oleh aturan yang dibuat oleh pemerintah. ‘’Perubahan itu sangat diperlukan agar LPD tetap ajeg 5 tahun atau 50 tahun ke depan,’’ ujarnya, Senin (4/2). Selain itu, saat ini nama LPD diharapkan tetap Lembaga Perkreditan Desa. Karena yang perlu menjadi fokus per-
hatian saat ini adalah terkait perbaikan LPD ke internal serta aturan pemerintah dan desa adat. Terkait nama, jika penggantian nama LPD menjadi Labda Pacingkreman Desa, maka juga perlu penggantian istilah lain untuk kata tabungan, deposito, kas, pinjaman, tabungan berjangka, dll. ‘’Semua ke depan harus berpikir ke sana, supaya LPD memiliki ciri khas tersendiri, tidak sama seperti lembaga keuangan lainnya,’’ ungkapnya. Perubahan lain yang harus dilakukan LPD maupun desa adat selaku pemilik LPD adalah dana setoran 20% yang diberikan LPD untuk desa adat agar disisihkan 20%-nya untuk mem-back–up LPD itu sendiri. Jika suatu saat LPD mengalami pailit atau bangkrut,
agar dapat dibangun kembali dari dana ini. ‘’Desa adat perlu membuat dana abadi untuk mem-backup LPD jika kelak mengalami kebangkrutan. Dana abadi ini sumbernya dari setoran LPD 20%, jadi setoran LPD itu jangan dihabiskan. Sisakan 20% untuk membentuk dana abadi,’’ jelasnya. Namun dana abadi ini tidak disimpan di LPD tetapi di bank yang dijamin dan bersifat liquid, agar ketika diperlukan dapat dicairkan segera. Jika dana ini tersimpan selama 35 tahun saja, maka dapat menjadi sumber dana untuk pembangunan desa ataupun Pemprov Bali bisa meminjam untuk pembangunan Bali ke depan. Dana ini juga perlu dibuatkan pararem tersendiri oleh desa adat.
Berbagai Layanan
Pemkot Denpasar juga memberikan bantuan bagi lansia telantar. Dinas Sosial juga telah merancang program untuk keluarga yang rentan miskin. Program yang dibuat itu untuk memberikan beberapa layanan kepada masyarakat yang belum masuk database warga miskin. Mereka yang masuk data ini sudah mendapatkan berbagai layanan, seperti kesehatan karena sudah tercatat sebagai pemegang kartu JKN, pendidikan, serta peningkatan kesejahteraan melalui pemberian beras. Sebelumnya, Dinsos juga sudah menggodok program Sistem Layanan Rujukan Terpadu (SLRT) dan Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) dan membentuk Unit Pelayanan Terpadu (UPT) yang akan menggarap masalah kemiskinan. UPT ini akan menangani masalah kemiskinan yang siap mengelola berbagai pelayanan bidang sosial di Kota Denpasar.
Sementara itu kemiskinan di Tabanan tahun 2018 adalah 4,46 persen. Angka ini mengalami penurunan dari tahun 2017 yang tercatat 4,92 persen. Dalam menurunkan angka kemiskinan ini, Pemkab Tabanan banyak menggelar program di masing-masing OPD. Salah satu yang sedang didorong adalah program yang mengolaborasi potensi lokal dengan pariwisata. Kepala Bapelitbang Tabanan I.B. Wiratmaja, Selasa kemarin mengatakan kolaborasi potensi lokal dengan pariwisata ini bisa dilihat dari program Nikosake (nila, kopi, salak dan kelapa) di mana dipilih desa-desa yang masuk dalam kawasan nikosake. Dalam program ini, desa yang masuk dalam kawasan Nikosake serta desa penyangganya masingmasing menggali potensi lokalnya, dalam hal ini dari segi perkebunan, dan membuat produk berciri khas. ‘’Dalam pelaksanaannya semua melibatkan masyarakat sehingga diharapkan bisa memberikan
pengaruh signifikan terhadap perbaikan ekonomi masyarakat desa,’’ ujar Wiratmaja. Selain program Nikosake, dalam menurunkan angka kemiskinan ada juga program yang dinamakan program gempur miskin. Untuk program ini didanai oleh program PIK atau Pagu Indikatif Kecamatan dengan perhitungan Rp 200 juta per desa. Program ini juga didukung oleh pendanaan dari Kanada yang dinamakan Responsive Inovatif Fund berupa pendampingan pembentukan kelompok. ‘’Dalam program ini, masyarakat desa melalui kelompok didorong untuk produk layak jual. Nantinya akan dijual melalui PDDS,’’ jelas Wiratmaja. Selain itu untuk memenuhi kebutuhan papan telah digelar program seperti bedah rumah, rehab rumah, pembangunan jamban sehat, perbaikan sanitasi dan lainnya. Begitu juga telah dilaksanakan bantuan langsung seperti BLT, BPNT, PKH dan e-warung. (ara/san)
Rabu, 6 Februari 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:05 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Wariga Tenung (4) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Wirata Parwa (2) Bali Channel Tourist TV Inovator Ista Dewata Pura Penataran Agung Jukut Paku Singakerta Lejel Homeshopping
11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Wariga Tenung (5) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Marion Sam Sugli Sinoil (3) 15:00 Wita Agrobisnis Meraih Keuntungan dari Sayur Gondo 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:05 Wita Dialog Interaktif Ambarasram 17:00 Wita Dialog Interaktif
18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita
Putra SBA Puja Trisandya Seputar Bali Orti Bali Dialog Interaktif Dedy Susanto Wawancara Putu Supadma Rudana Mahadewi Loloh untuk Kesehatan Berita dan Bincang Terkini Lila Cita Calonarang Pura Puseh Beng Carangsari (5) Berita dan Bincang Terkini Folk Song Bali Channel
LPD diharapkan selalu ingat bahwa akar rumput LPD adalah krama desa adat di desa itu maupun di banjar. Sehingga perkembangan LPD juga diharapkan bisa bermanfaat untuk kesejahteraan masyarakat desa dan untuk yadnya. Empat pilar yang harus dipegang teguh oleh LPD adalah permodalan, teknologi informasi (IT), SDM dan Satuan Pengawas Internal harus melekat dalam LPD. Karena LPD adalah milik desa adat di Bali, maka untuk memenuhi keempat pilar tersebut juga harus memberdayakan masyarakat Bali sendiri. Seperti penggunaan IT untuk pen-
ingkatan layanan LPD agar memberdayakan masyarakat Bali untuk mengelolanya. Karena IT adalah berbasis data, sehingga data LPD akan tetap aman. Untuk menguatkan dan melindungi LPD, dana pemberdayaan 5% yang termuat dalam SK Gubernur, agar dianggarkan oleh pemerintah provinsi. Menurutnya, setiap SK dibarengi dengan anggaran pembinaan. Maka dari itu, pemerintah provinsi yang mengeluarkan SK agar menganggarkan dana melalui APBD Provinsi secara berkesinambungan untuk pemberdayaan LPD. (kmb42)
Tahun Perdamaian ‘’Mari kita pastikan penerapannya dan membuat 2019 sebagai tahun perdamaian di Yaman,’’ katanya setelah paus mendarat di Abu Dhabi.
Dia mengatakan bahwa perjalanan ini, yang akan berakhir pada Selasa, adalah sebuah peluang untuk menulis ‘’halaman baru dalam sejarah hubungan antar-agama’’. UAE, yang menjadikan 2019 sebagai Tahun Toleransi. (ant)
Ikut Campur Pada intinya agar tata kelola LPD tetap disesuaikan dengan Perda No.3 Tahun 2017 tentang LPD. Segala kekurangan yang masih terdapat di tubuh LPD seperti masalah SDM dan IT agar diperbaiki bersama-sama. ‘’Masalah pembentukan LOKA silakan dari beliaubeliau, tapi kita menolak fungsi LOKA biar tidak ikut campur mengurusi LPD,’’ tandasnya. Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry men-
gatakan, aspirasi dari para kepala LPD se-Bali akan dijadikan bahan kajian Pansus sebelum mengambil keputusan. Pihaknya pun sudah memahami dan menangkap maksud dari aspirasi tersebut. ‘’Tadi argumentasinya banyak, pertama secara historis kemudian aspek tata kelola, kemudian juga efektivitas kerja dan sebagainya. Semua itu mereka sampaikan dengan argumentasi dan sudah tentu kami dari DPRD akan perhatikan untuk sekali lagi kami akan jadikan bahan pertimbangan,’’ ujarnya. (kmb32)
WARUNG GLOBAL
Bahan Pembuatan Ogoh-ogoh Sebaiknya yang Ramah Lingkungan SEBAGAIMANA umumnya, ogoh-ogoh yang akan memeriahkan Pangerupukan Nyepi nanti di Bali dibuat memakai rangka besi yang dilas, dikombinasi dengan kayu dan bambu. Rangka yang telah dirancang berbentuk tertentu, berkulit dan bertopeng dari anyaman bambu, dilapisi kertas. Anyaman bambu ini untuk menghindari pemakaian styrofoam (gabus putih) yang tak ramah lingkungan. Penggunaan styrofoam apalagi diiringi dengan musik dari sound system yang tak sesuai dengan budaya Bali, memang tidak tepat. Kawan Global yang bergabung dalam acara Warung Global kali ini juga sangat khawatir hal tersebut malah akan mengaburkan budaya Bali. Berikut rangkuman opini Kawan Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Senin (4/2). Menurut Arya di Denpasar, zaman sekarang semua maunya instan. Barangkali karena styrofoam itu mudah dibentuk, ringan dan beberapa keunggulan lainnya maka dipakai bahan pembuatan ogoh-ogoh. Tetapi, menurutnya, yang perlu diantisipasi adalah hal-hal yang bisa memicu keributan terjadi antarpemuda. Berdasarkan pengalaman, Fera di Tabanan melihat bahwa ogoh-ogoh dulu memakai ulatan bambu dan bahan lain yang bisa diambil dari alam. Ketut Mursi di Denpasar menyampaikan, berkreasi dalam seni boleh saja, tetapi jangan sampai kebablasan. Ia setuju bahwa pengarakan ogoh-ogoh nanti diiringi dengan musik tradisional baleganjur dan instrumen musik Bali lainnya. Penggunaan bahan sebaiknya memang yang ramah lingkungan. Yang membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan sebaiknya jangan dipakai. Senada dengan Ayu di Petang. Styrofoam jika dibakar, asapnya bisa menimbulkan sesak dan sakit kepala. Musik keras yang dikeluarkan dari sound system mengganggu, apalagi memutar house music, sangat tidak cocok. Menurut Made Jemet di Denpasar, ogoh-ogoh dibuat memakan waktu sampai bulanan, sementara diarak hanya sehari. Ia harap ini dikaji lagi memperhitungkan manfaat baik dan buruknya. Sementara Werdha di Gianyar sangat setuju jika memakai bahan yang ramah lingkungan. Mengenai penggunaan sound system, ia ingin tahu lebih detail, jika ini dilarang apakah tidak menjadi penghambat nantinya, sebab ada ogoh-ogoh yang dilombakan. Saat pentas, seorang dalang akan membacakan narasi, tak bisa dibayangkan jika tak pakai sound system. Werdha mengatakan, sebaiknya tak pakai styrofoam, pakailah bahan alami. Dikatakan, ada ogoh-ogoh yang dilombakan, kemudian ada pementasan ada dalangnya bercerita saat display. Jika tak pakai sound system nanti gak kedengaran suara dalangnya. Kemudian selain baleganjur, tektekan, dan instrumen Bali, dilarang. Imbauan pelarangan memakai styrofoam dan sound system, menurut Ketut Dawi di Abiansemal, bisa dilaksanakan. Kreativitas pembuatan ogoh-ogoh sudah semakin berinovasi saat ini dibuat oleh para pemuda di Bali, dengan mengaplikasikan teknologi di dalamnya. Itu tak menjadi masalah. Berkomentar lewat facebook, Gus Dark di Denpasar menyampaikan, untuk membuat seluruh masyarakat mengerti betapa beracunnya styrofoam memang diperlukan penyebaran informasi yang tak kenal lelah ke akar rumput, sinergi semua elemen masyarakat dan pemerintahan termasuk seniman ke sekolah-sekolah, STT dan banjar. Informasi ini tak bisa hanya sekali dua kali dan hanya disampaikan di hadapan masyarakat yang terdidik, tetapi harus turun ke bawah. (sikha p)
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
Rabu Paing, 6 Februari 2019
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Anggota Kodam Wajib Olahraga Tiap Hari
Liverpool Imbang Lagi
Klopp Tak Tertekan
Denpasar (Bali Post) Tiada hari tanpa olahraga di lingkungan anggota Kodam IX/Udayana, termasuk para PNS. Personel Kodam diwajibkan minimal satu jam berolahraga setiap hari. Hal ini dilakukan untuk menjaga kebugaran dan fisik prima. Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G, S.IP. menyampaikan, anggota baik militer maupun PNS di lingkungan Kodam melaksanakan kegiatan olahraga setiap hari kerja. Minimal satu jam melakukan olahraga atau aerobik, kecuali setiap Jumat aerobik dilanjutkan dengan olahraga umum sesuai hobi masing-masing, seperti sepak bola, tenis lapangan, bulu tangkis, bola voli, basket dan renang. ‘’Untuk sarana permainan ini, semuanya difasilitasi oleh Bapak Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP.,’’ tegasnya di lapangan tenis kediaman Pangdam IX/Udayana, Selasa (5/2) kemarin. Dengan berolahraga secara rutin diharapkan semua anggota memiliki fisik yang selalu bugar, prima dan sehat saat melaksanakan tugas. Sementara saat hari libur nasional seperti perayaan Imlek, kemarin, kata Kapendam, para pejabat Kodam memanfaatkannya dengan olahraga bersama. Acara diawali fun bike pukul 06.30 Wita start di kediaman Pangdam, menuju Jalan Cok Agung Tresna, Jalan Muhamad Yamin, Jalan Raya Puputan, Renon, Sanur, melewati pertigaan Pantai Sindu dan Pantai Mertasari. Setelah istirahat sejenak, rombongan fun bike pimpinan Pangdam kembali ke kediaman dan dilanjutkan kegiatan tenis lapangan. Pangdam turun di nomor ganda berpasangan dengan Sekretaris Babinminvetcaddam IX/ Udayana. Lawannya adalah pasangan perwira ahli bidang OMP dan Kapuskodalopsdam IX/ Udayana. Para pejabat yang hadir sangat antusias memberikan semangat kepada kedua pasangan. Setelah terlibat dalam permainan alot dan saling kejar angka, Pangdam akhirnya menang dengan skor 9-7. (kmb36)
London – Liverpool kembali kehilangan angka dalam perburuan gelar juara Liga Utama Inggris setelah ditahan 1-1 oleh tuan rumah West Ham pada pekan ke-25, Selasa (5/2) dini hari kemarin. Hasil ini membuat Si Merah tinggal unggul tiga poin atas Manchester City yang berada di posisi kedua klasemen sementara. Itu merupakan hasil imbang
kedua berturut-turut setelah sebelumnya Liverpool dipaksa berbagi skor 1-1 oleh Leicester di Anfield. City yang dilatih Pep Guardiola bisa mendapatkan kembali posisi teratas jika menang di kandang Everton pada Rabu (6/2) malam ini. Manajer Liverpool, Juer gen Klopp, mencoba mendahului pertanyaan tentang kemampuan timnya mengatasi tekanan ini. ‘’Mungkin semua laporan sudah ditulis tanpa saya katakan apa-apa. Saya tidak melihat apa pun tentang tekanan yang dapat Anda tanyakan dalam beberapa pertanyaan berikutnya,’’ kata pelatih asal Jerman ini yang ingin menjadi manajer Liverpool pertama dalam 29 tahun yang memenangkan gelar Liga Inggris kepada BBC. Sadio Mane memberi Liver-
pool keunggulan pada menit ke22 di Stadion London, meskipun Hammers mengeluh bahwa James Milner berada dalam posisi offside. Pasukan Manuel Pellegrini menyamakan kedudukan enam menit kemudian lewat tendangan bebas cerdas Michail Antonio yang melewati kiper Alisson. Pemain pengganti Divock Origi mestinya bisa membawa Liverpool memenangkan pertandingan melalui tendangan terakhirnya. Akan tetapi Origi offside sehingga gagal mengoyak gawang West Ham yang dijaga Lukasz Fabianski. ‘’Pertandingan yang sulit. Ini poin yang adil. Kami mengalami pasang-surut. Sekarang kami ambil intinya dan melanjutkan,’’ tambah Klopp. Menurut kapten Hammers, Noble, pihaknya telah mengintimidasi The Reds. ‘’Anda tidak bisa bertanding satu lawan satu melawan Liverpool dan mengalahkan mereka. Kamu harus menjaga dan menghentikannya. Kami menakuti mereka. Anda harus melakukan itu terhadap tim-tim top,’’ terangnya kepada Sky Sports. Kompany Kapten Manchester City, Vin-
cent Kompany, berharap berperan dalam pencarian klub untuk merebut empat trofi musim ini meskipun mengalami cedera yang membuatnya frustrasi. Ia telah absen selama sebulan terakhir akibat masalah otot. Belum ada tanggal yang ditetapkan untuk kembalinya pemain Belgia berusia 32 tahun ini. Kompany mengatakan telah berpengalaman pada cedera sebelumnya sehingga tahu bagaimana memastikan kembali beraksi sesegera mungkin. ‘’Aku akan menghadapinya seperti biasa dan kemudian kembali berputar lagi. Saya bukan orang yang bisa memberi Anda timing saat ini tetapi kuncinya adalah saya memiliki peta jalan tentang cara terbaik untuk pulih dari kemunduran. Saya akan mengikuti itu dan Anda akan melihat saya di ujungnya sekuat sebelumnya,’’ jelasnya. Kompany telah membantu City memenangkan tiga gelar Liga Primer sejak tiba di Stadion Etihad pada 2008 lalu, tetapi kontraknya saat ini berakhir akhir tahun ini. City selaku juara bertahan Liga Inggris juga masih terlibat dalam tiga kompetisi lainnya. Mereka menghadapi Chelsea di final Piala Liga akhir bulan ini, Newport atau Middlesbrough di putaran kelima Piala FA dan Schalke di 16 besar Liga Champions. (afp/kmb)
Ketum AFP Bali Ingin Diganti Denpasar (Bali Post) Masa kepengurusan Asosiasi Futsal Provinsi (AFP) Bali yang dinakhodai Ketua Umum (Ketum) Komang Mahendra Wistawan telah berakhir 2017 silam. Akan tetapi hingga kini belum dilakukan kongres guna memilih ketua umum baru. Komang Mahendra terpilih menjadi Ketua Umum AFP Bali sejak April 2013 silam dan bertugas sampai 2017 lalu. Oleh sebab itu, ia mengharapkan segera digelar kongres untuk mengisi kevakuman pengurus. ‘’Saya ingin secepatnya diadakan kongres untuk memilih ketua umum AFP yang baru. Apalagi belakangan ini saya sibuk menggeluti bisnis di Jawa Timur. Turnamen futsal juga agak jarang,’’ ujarnya di Denpasar, Selasa (5/2) kemarin. Ia sudah menghubungi Ketua Umum Asprov PSSI Bali Ketut Suardana dan Wakil Ketua Ketut Sukadana perihal pengganti dirinya dengan harapan secepatnya dibentuk pengurus definitif. Sebab, untuk menggelindingkan roda organisasi AFP memerlukan figur yang kuat secara finansial dan mempunyai waktu luang. ‘’Kalau bisa saya secepatnya diganti. Saya ingin muncul sosok ketua umum yang rela berkorban demi kemajuan prestasi futsal Bali. Kalender kegiatan futsal di Bali mesti bertambah dan seluruhnya masuk agenda AFP,’’ terangnya. Sebelumnya, anggota Komite Eksekutif AFP Bali Putu Sugi Darmawan menyatakan mundur karena kesibukannya. Hanya Wayan Artanayasa dari Buleleng yang masih aktif di komite eksekutif. Sementara Ketut Sukadana ditunjuk sebagai manajer tim Pra-PON. (022)
Bali Post/ist
TENIS - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto (dua dari kanan) usai bertanding tenis lapangan.
Pistons Bangkit dari Kekalahan Detroit – Andre Drummond mencetak angka tertinggi musim ini dengan 27 poin ketika Detroit Pistons bangkit dari kekalahan telak atas Los Angeles Clippers tiga hari lalu dengan kemenangan 129-103 atas Denver Nuggets dalam lanjutan kompetisi NBA, Selasa (5/2) kemarin. Drummond juga membuat 12 rebound dan 3 assist. Stanley Johnson mencetak 21 poin dan Blake Griffin menambahkan 17. Nuggets dipimpin oleh Monte Morris yang mebukukan 18 poin. “Saya suka cara orang-orang kami merespons kekalahan dengan antusiasme dan kebersamaan,” kata pelatih Pistons, Dwane Casey. Dalam laga lainnya, James Harden mencetak 14 dari 44 poinnya pada kuarter keempat dalam kemenangan 118-110 Houston Rockets atas Phoenix Suns. Harden yang juga menyumbang 8 rebound dan 6 assist, memperpanjang prestasinya membuat lebih dari 30 poin menjadi 27 kali. Milwaukee Bucks mendorong rekor menangkalahnya menjadi 39-13 setelah mengatasi tuan rumah Brooklyn Nets 113-94. Bintang Bucks, Giannis Antetokounmpo, mencetak 30 poin, 15 rebound dan 9 assist untuk merebut kemenangan keempat beruntun. Laga di Barclays Center ini disaksikan mantan Presiden AS Bill Clinton dan pegolf ternama Brooks Koepka. Hasil lengkap: Brooklyn Nets vs Milwaukee Bucks 94-113, Sacramento Kings vs San Antonio Spurs 127-112, Phoenix Suns vs Houston Rockets 110-118, New Orleans Pelicans vs Indiana Pacers 107-109, Detroit Pistons vs Denver Nuggets 129-103, Washington Wizards vs Atlanta Hawks 129-137. (afp/kmb)
Porlasi Sudah Punya Tim Bayangan Pra-PON
Juergen Klopp
Denpasar (Bali Post) – Pengprov Porlasi Bali mempersiapkan tujuh atlet putra dan putri untuk berlaga para Pra-PON cabang olahraga selancar angin. Ketujuh atlet ini masih proyeksi sementara mengingat tempat dan nomor yang dipertandingkan di Pra-PON belum pasti. Menurut Sekretaris Umum Pengprov Porlasi Bali Wayan Sujana di Sanur, Selasa (5/2) kemarin, jika PP Porlasi sudah menurunkan keputusan resmi, bisa jadi proyeksi atlet dan nomornya berubah. Meski demikian, para atlet tersebut merupakan tim bayangan dan
Pelatih Dede Berguru ke Inggris Denpasar (Bali Post) Pelatih Bali United U-17, I Gede Dede Mahatmadarma, yang sukses membawa timnya keluar sebagai juara dalam turnamen Piala Soeratin U-17 Rayon Bali berkesempatan menimba ilmu ke Inggris. Ia belajar di sana bersama Ilham Romadhona (Pelatih Barito Putera U-16) dan Sopiah Hadi (Pelatih GK Persija U-16). Mereka memperdalam ilmu kepelatihan sepak bola di Kota Birmingham. ‘’Saya berlatih di sini selama enam bulan. Kebetulan cu-
Komang Mahendra Wistawan
aca di Birmingham sangat dingin,’’ tutur Dede yang dikontak dari Denpasar, Selasa (5/2) kemarin. Dede berangkat ke Inggris karena mendapat beasiswa untuk magang melatih Garuda Select. Ia dan kawan-kawan ditanggung mulai akomodasi, konsumsi, transportasi sampai uang bulanan. Mereka berada di negara Ratu Elizabeth sejak Desember 2018 hingga Mei mendatang. ‘’Saya belajar melatih di bawah pengawasan instruktur dan pelatih profesional dari FA Inggris,’’ jelasnya.
Program magang beasiswa ini tidak memengaruhi status kepelatihan mereka di klub. Ketiganya dipilih karena berlisensi C AFC, bisa berbahasa Inggris (minimal conversation) serta menguasai IT (internet dan microsoft office). Pemilik klub Putra Tresna, IGAN Anom Jaksa Saputra, menyatakan bangga pelatih Dede berkesempatan memperdalam ilmu ke Inggris. ‘’Kami mendukung karier kepelatihannya. Dede awalnya merupakan pelatih Putra Tresna, kemudian direkrut
Bali United,’’ ujarnya. Selain pelatih Dede, tercatat enam pemain Putra Tresna juga diboyong Bali United. ‘’Saya suka, awalnya para pemain dan pelatih ini biasa, lalu berprestasi dan diambil Bali United. Seandainya Bali United tidak menggunakan tenaga pelatih dan pemain Putra Tresna, kami bersedia menampung kembali,’’ ungkap Anom Jaksa. (022) I Gede Dede Mahatmadarma (kiri)
pastinya mengarah ke tim inti Pra-PON selancar angin Bali. Ketujuh atlet itu adalah I G.M. Oka Sulaksana dan Komang Suartana yang akan turun di kelas RSX, Gede Subagiasa, Gopala Sulaksana (nomor RS1), Candra Pertiwi Sulaksana (nomor RSX putri), Wayan Duta Kirana dan Gusti Agus Danendra Hesel (nomor techno putra). Ia memperkirakan jadwal Pra-PON akan ditentukan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PP Porlasi akhir Februari ini. Pra-PON kemungkinan tidak digelar di Papua, karena venue-nya belum siap. Jakarta
Bali Post/ist
berpeluang besar menjadi tuan rumah sebab arenanya sudah ada yang dipakai pada Asian Games 2018. ‘’Seharusnya Pra-PON diadakan di tempat PON, namun karena kondisinya demikian, ya bagaimana lagi,’’ ujarnya. Sujana menambahkan, pihaknya kesulitan mencari bibit dan pelapis atlet putri Candra Pertiwi Sulaksana. Ini disebabkan belum adanya anak putri yang mau berlatih dan serius menekuni olahraga selancar angin. Demikian juga pelatih, ia masih tetap melatih bersama Oka Sulaksana yang merangkap sebagai atlet. (kmb)