Skip to main content

Edisi Senin 6 Januari 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

12 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 140 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

senin umanis, 6 januari 2020

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Ambruk Diterjang Angin

Tinjau Proyek di Nusa Penida

Disambar Petir Rumah Terbakar

Hujan disertai angin kencang, Sabtu (4/1) lalu, menyebabkan gudang penyimpanan peralatan surfing di Desa Lalanglinggah, Selemadeg Barat, ambruk. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta meninjau proyek infrastruktur di Nusa Penida, Sabtu (4/1). Ini merupakan kegiatan khusus untuk melihat langsung keadaan infrastruktur yang ada di Nusa Penida. KLUNGKUNG | HAL. 7

Sebuah rumah di Banjar Dinas Sangambu, Tejakula terbakar. Kebakaran ini diduga dipicu sambaran petir. Pemilik rumah Ketut Darmana kehilangan perlengkapan rumah tangga dan barang berharga, hingga menelan kerugian Rp70 juta.

TABANAN | HAL. 5

BULELENG | HAL. 10

Pungutan Desa Adat

Perlu Regulasi Jelas dan Tegas

Pungutan oleh desa adat di Bali sempat dianggap sebagai pungutan liar (pungli) oleh pihak aparat hukum. Pascapenetapan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali, pungutan oleh desa adat diberikan ruang legalitas dengan sejumlah persyaratan. Meski demikian, regulasi tertulis dan tegas tentang bolehnya desa adat melakukan pungutan perlu dikeluarkan oleh pemerintah daerah. Tujuannya agar ada kesatuan pemahaman, baik dari pihak desa adat maupun pemerintahan, terutama aparat hukum.

P

erda Desa Adat telah diundangkan. Namun di tingkat akar rumput masih merasakan kegamangan dalam hal legalisasi pungutan desa adat. Hal ini disebabkan masih umumnya ketentuan yang diatur dalam perda yang diklaim memperkuat desa adat tersebut. Bendesa Adat Denpasar A.A. Ngurah Rai Sudarma, Jumat (3/1) mengungkapkan, diperbolehkannya pungutan desa adat akan membantu mewujudkan berdikarinya desa adat. Hal. 11 Hukum Nasional

Meringankan Beban Krama Jaga Budaya

Made Mawi Arnata BEBAN desa adat dalam menjalankan tanggung jawab religi dan tradisi budaya sangatlah berat. Penyelenggaraan ritual, pembangunan dan pemeliharaan fisik Pura Kahyangan Tiga membutuhkan dana yang tidak sedikit. Di sisi lain kewajiban krama adat aktif dalam penyelenggaraan ritual seringkali menyita waktu hingga diakui atau tidak menghambat akses ekonomi dan kesempatan berusaha. Akibatnya krama mengalami tekanan secara ekonomi, sehingga pembiayaan kepentingan ritual di tingkat desa secara iuran menjadi makin

sulit diharapkan. Apabila ada dana hasil pungutan desa adat tentu sangat membantu meringankan beban krama Bali. Sejumlah desa adat yang membuat pararem melakukan pungutan mengakui bahwa dana yang dikumpulkan digunakan untuk pembangunan pura, penyelenggaraan piodalan bahkan santunan kematian. Mengharapkan dana-dana untuk keperluan tersebut dari pemerintah tentulah tidak selalu bisa dipenuhi. Kertadesa Desa Adat Sanur I.B. Alit Sudewa mengatakan, pendapatan dari retribusi masuk kawasan wisata Pantai Matahari Terbit, Sanur dipakai untuk pembangunan Desa Pakraman Sanur. Seperti untuk kepentingan upacara adat, pembangunan pura, hingga untuk santunan kematian. Pernyataan tersebut disampaikan saat 11 orang pecalang yang ditugaskan memungut retribusi di Pantai Matahari Terbit ditangkap Saber Pungli akhir tahun 2018 lalu. Bendesa Manukaya Let, Made Mawi Arnata, mengatakan pihaknya yang memiliki Pura Tirta Empul menyerahkan semua pengelolaan keuangan objek wisata mata air itu ke Pemda Gianyar. ‘’Semua diserahkan ke Pemda, kami hanya menerima 40 persen sesuai kerja sama. Itu saja tidak ada lagi yang lain,’’ katanya. Selama ini 40 persen dari pemasukan Pura Tirta Empul dominan digunakan untuk pembangunan pura, hingga untuk prosesi upacara di pura tersebut. ‘’Kami utamakan sekali setiap prosesi upacara di pura, kemudian pembangunan di pura. Jadi sarana kita utamakan, sementara masyarakat tidak lagi dibebani,’’ katanya. (kmb12/kmb35)

Ada Pengaduan Pasti Diproses PENGUATAN desa adat di Bali terus dilakukan. Selain diatur dalam perda yang telah diundangkan, Pemprov Bali juga membentuk Dinas Pemajuan Masyarakat Adat Provinsi Bali. I Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra, Kepala Dinas Pemajuan Masyarakat Adat, menyatakan akan menjalankan misi penguatan kedudukan, tugas dan fungsi desa adat di Bali dari sisi perekonomiannya, kelembagaannya, termasuk awig-awig dan pararem. Bahkan, ia menyebutkan (BP, 3/1), desa adat boleh saja melakukan pungutan terkait bagian dari desa adat itu yang memang dimanfaatkan masyarakat umum. Namun, harus memiliki dasar hukum yang jelas seperti pararem. Kemudian, petugas yang memungut juga harus dilengkapi dengan surat keputusan dan surat tugas yang jelas. Lalu bagaimana tanggapan aparat Polda Bali terkait hal tersebut? Polda Bali berharap penetapan aturan terkait pungutan oleh desa adat harus berpedoman dan tidak menyimpang dari hukum positif. ‘’Kalau pungutan itu masuk ke ranah pemerintah itu termasuk korupsi lho. Bukan pungli kayak pemerasan. Ka-

lau pemerasan jelas ditangani Ditreskrimum dan melanggar Pasal 368 KUHP. Tapi kalau dilakukan institusi pemerintah itu gratifikasi masuk lingkup korupsi,’’ tegas Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan, Sabtu (4/1), saat ditemui di Lapangan Brimob, Tohpati, Denpasar Timur. Ia menyatakan sangat menghormati hukum lokal. Jika hukum lokal diterima masyarakat, pihaknya pasti menghormatinya. ‘’Tapi kalau ada yang komplain dan pengelolaannya tidak benar, ada indikasi penggunaan yang tidak sesuai ketentuan dan itu nanti ada peritiswa pidana di sana, nanti saya akan masuk (proses hukum). Saya kan selaku penegak hukum,’’ ungkapnya. Kombes Andi kembali menegaskan kalau nanti dalam pengelolaan hasil pungutan tersebut terjadi hal-hal tidak sesuai peruntukannya, berpotensi merugikan masyarakat, dan ada pengaduan, pasti pihaknya memproses sesuai prosedur. Sebelumnya, Gusti Agung Ketut Kartika Jaya Seputra mengatakan akan menjalankan misi penguatan kedudukan, tugas dan fungsi desa adat di Bali dari sisi

perekonomiannya, kelembagaannya, termasuk awig-awig dan pararem. Sebagai langkah awal, lanjut Kartika, akan dilakukan konsolidasi dengan desa adat. Kemudian mensinergikan desa dan desa adat untuk membangun Bali sesuai visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Menurut Kartika, desa adat boleh saja melakukan pung-

utan terkait bagian dari desa adat itu yang memang dimanfaatkan masyarakat umum. Namun, harus memiliki dasar hukum yang jelas seperti pararem. Kemudian, petugas yang memungut juga harus dilengkapi dengan surat keputusan dan surat tugas yang jelas. ‘’Kalau itu sudah ada, apa pun yang dilakukan oleh desa adat itu sah, boleh,’’ jelasnya. (kmb36)

Pascanelayan China Masuk Natuna Harian Bisnis Bali LPD Diyakini Bisa Bertumbuh

TNI Kerahkan Enam KRI Usir Nelayan

Beberapa tahun terakhir, lembaga keuangan dihadapkan dengan persoalan ekonomi lesu, tidak terkecuali Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Namun LPD pada 2020 dipastikan tetap bertumbuh. Apa yang mendasarinya? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST

Balita Kelainan Tempurung Kepala Ni Kadek Dwi Anggraini (1,5) sejak baru lahir mengalami kelainan pada tempurung kepala. Jika menangis, matanya melotot.

www.denpostnews.com

Bali Post/ant

SIAGA TEMPUR - KRI Teuku Umar-385 usai mengikuti upacara Operasi Siaga Tempur Laut Natuna 2020 di Pelabuhan Pangkalan TNI-AL Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (3/1).

Tanjungpinang (Bali Post) – Sejumlah nelayan China menangkap ikan di perairan Natuna. Selain menggunakan pukat harimau, mereka juga dikawal kapal penjaga pantai. Untuk membersihkan kawasan itu dari nelayan asing, kini TNI telah menggelar operasi dengan mengerahkan dua kapal perang. Hari ini akan ditambah lagi empat kapal perang. Waktu operasi tidak terbatas, sampai nelayan tersebut keluar dari Natuna. Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya TNI Yudo Margono

menyatakan kapal nelayan China menangkap ikan dengan menggunakan pukat harimau yang ditarik dua kapal di laut Natuna, Kepulauan Riau. ‘’Berdasarkan pantauan kami dari udara, mereka memang nelayan China yang menggunakan pukat harimau,’’ kata Pangkogabwilhan I dalam konferensi pers di Pangkalan Udara TNI-AL, di Tanjungpinang, Kepri, Minggu (5/1) kemarin. Ia mengemukakan, pukat harimau di Indonesia dilarang oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 2 Tahun

2015. Terakhir kali nelayan China menggunakan pukat harimau di laut Natuna sekitar tahun 2016 silam, di mana saat itu TNI menangkap dua kapal negara asing tersebut. Sejak penangkapkan itu, lanjutnya, tak ada lagi nelayan China yang berani menangkap ikan di Natuna. Namun, sekarang mereka datang kembali menjarah potensi laut Indonesia. ‘’Bahkan aktivitas nelayan mereka kini didampingi dua kapal penjaga pantai (coast guard) dan satu pengawas perikanan China,’’ ucapnya. Hal. 11 Upaya Persuasif


Senin Umanis, 6 Januari 2020

Tanggap Bencana

Polresta Siapkan Mesin Senso dan Perahu Karet

Bali Post/ist

POTONG KAYU - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan memotong kayu menggunakan mesin senso milik Polresta.

Angin Kencang

Banyak Jaringan Terganggu, PLN Tak Siapkan Dana Khusus Denpasar (Bali Post) Angin kencang yang mencapai 30 knot atau 56 km/jam, pada Sabtu (4/1), membuat banyak pohon tumbang. Pohon-pohon itu menimpa bangunan masyarakat. Kecepatan angin disertai dengan adanya gusty atau angin kencang tiba-tiba ini juga berdampak pada jaringan PLN. Manager Komunikasi PLN UID Bali, I Made Arya, menyampaikan, ada banyak jaringan PLN yang terdampak angin kencang, Sabtu (4/1), di seluruh Bali. Seperti di Bali Utara, pohon menimpa jaringan PLN namun diakui tidak ada listrik pelanggan yang padam. Di Singaraja, pohon tumbang mengenai JTR (jaringan tegangan rendah) dan MVTIC (medium voltage twisted insulated cable) atau kabel berisolasi tegangan menengah. Di daerah Wanagiri, Buleleng, pohon tumbang juga menyebabkan SUTM mengalami gangguan. Di Klungkung, pohon tumbang di daerah Pikat, Dawan

menimpa JTR. Di Bangli, ada beberapa COP yang putus karena ranting dan pelepah terbang mengenai jaringan, 144 kabel putus karena tersambar petir dan ditimpa pohon. Di Karangasem juga demikian, banyak gardu yang padam dan jaringan putus. Di Tabanan, tiang PLN patah dan gardu padam. Sementara kelistrikan di-back-up genset PLN 6,6 kVa. Di Mengwi, JTR dan JTM (jaringan tegangan menengah) ditimpa pohon. Di Denpasar, pohon menimpa JTR dan gardu. Di Kuta terjadi gardu padam, tiang tegangan menengah lepas, kabel JTR dan SR (sambungan rumah) tertimpa baliho. Hingga saat ini, ia belum bisa menghitung total kerugian PLN akibat angin kencang yang terjadi di Bali. Diakui, PLN pun tidak menyiapkan dana khusus untuk perbaikan jaringan dan pemeliharaan jaringan ketika terjadi bencana. “Dana yang dipakai adalah biaya operasional untuk recovery,” tandasnya. (kmb42)

I Made Arya

Bali Post/may

Topik : perda sampah belum berjalan

Denpasar (Bali Post) Angin kencang disertai hujan mulai terjadi di Bali, mengakibatkan banyak pohon bertumbangan. Sebagai upaya tanggap bencana alam, Polresta Denpasar menyiapkan sejumlah mesin senso (potong kayu) dan perahu karet. “Untuk mengecek kondisi peralatan penanganan bencana alam, kemarin (Sabtu) digelar Apel Kesiapsiagaan Penaggulangan Bencana Alam. Ada sejumlah mesin senso dan perahu karet siap digunakan,” kata Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muh. Nurul Yaqin, Minggu (5/1) kemarin. Seperti disampaikan Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan saat apel, lanjut Iptu Yaqin, ben-

cana alam dapat terjadi kapan saja dan sangat merugikan. Masalah bencana alam saat ini sudah menjadi topik yang sangat ramai di era modern, karena berbagai macam bencana alam tersebut datang tanpa disadari oleh siapa pun. Oleh karena itu Polri bersama instansi terkait harus melakukan langkah-langkah proaktif untuk membantu masyarakat yang terkena bencana. Selain itu, sebagai petugas sudah seharusnya siap siaga tanggap bencana dan all out serta bersinergi dengan BNPB, BPBD, TNI, pemerintah daerah dan masyarakat untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut. Hal serupa juga dilakukan Polres Badung. Menurut

Kasubbag Humas Polres Badung, Iptu Ketut Gede Oka Bawa, apel siap siaga penanggulangan bencana dilaksankan di Lapangan Umum Mengwi, Sabtu lalu. “Apel melibatkan instansi terkait tersebut dipimpin Kapolres Badung, AKBP Roby Septiadi,” ujarnya. Iptu Oka Bawa menyampaikan, dalam amanatnya, Kapolres Roby menegaskan kesiapsiagaan personel maupun alat, sarana dan prasarana sangat diperlukan mengingat bencana alam saat ini sudah masuk dalam situasi kontijensi. Diharapkan ke depannya apabila terjadi bencana alam di wilayah Polres Badung agar cepat ditangani dan sigap membantu korban. (kmb36)

capaian target luas tanam padi. Misalnya Kabupaten Klungkung, realisasi luas tanam padi di tahun 2019 meningkat sebanyak 7,69 persen dibandingkan realisasi luas tanam tahun 2018 atau sekitar 388,67 hektar, serta Kabupaten Karangasem meningkat 4,87 persen atau 562,915 hektar. Menurut Sunarta secara umum realisasi luas tanam padi di Bali tahun 2019 memang menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dikarenakan musim kemarau yang panjang dan musim yang tidak bisa diprediksi. ‘’Awalnya target ini diyakini bisa dicapai dengan adanya prediksi musim hujan akan

dimulai pada November atau Desember. Sehingga petani bisa melakukan penanaman di bulan tersebut. Ternyata musim hujannya mundur dan menyebabkan periode tanam di November dan Desember menurun drastis,’’ ujarnya. Musim kemarau yang panjang ini juga menyebabkan realisasi luas tanam jagung yang merupakan tanaman hortikultura dan biasanya ditanam saat musim kemarau tidak tercapai. (kmb24)

Kemarau Panjang, Target Luas Tanam Padi Tak Tercapai

Denpasar (Bali Post) -

Musim kemarau panjang tahun 2019, membuat target luas tanam padi Bali tidak tercapai. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, pencapaian luas tanam padi tahun 2019 menurun 6,21 persen atau seluas 9.336 hektar, dibandingkan realisasi luas tanam padi tahun 2018. Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Wayan Sunarta, Minggu (5/1) kemarin mengatakan, setiap tahunnya target tanam padi dipatok meningkat lima persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, tahun 2019, target ini tidak tercapai, bahkan menurun sebanyak 6,21 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2018, realisasi luas tanam padi di Bali

sebanyak 150.300,545 hektar, sedangkan tahun 2019 realisasinya 140.964,544 hektar. Artinya, realisasi luas tanam padi tahun 2019 menurun 9.336,001 hektar. Kondisi ini juga terjadi pada realisasi luas tanam jagung. Tahun 2018 luas tanam jagung mencapai 14.716,36 hektar, sementara tahun 2019 sebanyak 11.585,52 hektar. Atau terjadi penurunan 21,27 persen atau 3.130,84 hektar. Realisasi luas tanam padi di Bali tahun 2019, kabu-

paten terluas masih dipegang Tabanan seluas 36.559 hektar, menyusul Gianyar 27.502,414 hektar. Kabupaten Buleleng seluas 21.552 hektar, Kabupaten Badung 19.397 hektar, Kabupaten Karangasem 12.133,48 hektar, Kabupaten Jembrana 8.920 hektar, Kabupaten Klungkung 5.443,65 hektar, Kabupaten Bangli 5.358 hektar dan Kota Denpasar seluas 4.059 hektar. Kendati demikian, tidak semua mengalami penurunan pen-

Harga Gabah Naik 3,70 Persen Denpasar (Bali Post) Luas tanam yang turun, berpengaruh terhadap harga gabah di tingkat petani. Berkurangnya luas tanam padi pada tahun 2019, karena terjadi musim kemarau yang berkepanjangan. Harga gabah pun naik. Harga gabah pada September dan Oktober 2019, tercatat naik 3,70 persen (mtm) dari Rp4.513 per kg menjadi Rp4.656 per kg di tingkat petani. Demikian juga di tingkat penggilingan, harga gabah juga naik dari Rp4.603 per kg, menjadi Rp4.754 per kg (naik 3,27 persen). Kenaikan gabah ini mengindikasikan harga beras akan naik dan akan mempengaruhi tingkat inflasi. Sejak musim kemarau terjadi, harga gabah memang terus mengalami peningkatan mulai Juni 2019 dari Rp4.119 per kg di tingkat petani menjadi Rp4.245 pada Juli 2019 dan terus merangkak naik hingga Desember 2019 menjadi Rp4.809 per kg. Data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, tahun 2019 luas tanam menurun 3.000 ha, dari 143.000 ha menjadi 140.000 ha. Jika dalam kondisi normal, luas panen diperkirakan 95 persen dari luas tanam, yaitu 13.300 ha. Data BPS tahun 2018, luas panen 2018, yaitu 108.794 ha. Hal ini pun memicu inflasi pada kelompok bahan pangan, gabah. Kepala Badan Pusat Statistik, Adi Nugroho, baru-baru ini menyampaikan, prediksi kenaikan harga beras di Bali ini tentu akan menyumbang inflasi untuk

Bali dari sisi komoditi bahan pangan. Apalagi beras memiliki bobot yang paling tinggi dalam penghitungan inflasi. Sehingga penghitungan harga beras naik atau turun sangat berpengaruh pada penghitungan inflasi atau deflasi. Penurunan luas tanam ini dipengaruhi oleh kemarau yang lebih panjang dari musim kemarau sebelumnya. Hal ini mempengaruhi kemampuan petani atau daya beli petani terhadap kebutuhan rumah tangga petani dan kebutuhan sehari–harinya. Inflasi pada Desember 2019 di Kota Denpasar, salah satunya disumbang oleh kelompok bahan makanan sebesar 1,36 persen (mtm) dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 2,21 persen (mtm). Di Singaraja, inflasi disumbang oleh kelompok bahan makanan sebesar 0,58 persen (mtm) dan kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,65 persen (mtm). Daya beli petani tercermin dari NTP (Nilai Tukar Petani) dan NTUP (Nilai Tukar Usaha Petani), indeks yang membandingkan indeks yang diterima petani dengan indeks yang dibayar petani. Pada Desember 2019, pada pengujung musim kemarau 2019 menunjukkan kenaikan NTP sebesar 0,55 persen (mtm). Indeks yang diterima petani naik 1,08 persen dan indeks yang dibayar petani juga naik 0,52 persen. Indeks yang diterima artinya, hasil usaha pertanian yang dilakukan petani mengalami peningkatan. Namun, indeks yang diterima petani

untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan dalam kegiatan usaha bertani juga mengalami kenaikan. Hanya kenaikan indeks yang diterima petani lebih tinggi dari indeks yang dibayar petani. NTP dipengaruhi beberapa subsektor tanaman pangan, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan. (kmb42) Harga Gabah Kering Panen (GKP) 2019 l Di Tingkat Petani (per kg) Juni Juli Agustus September Oktober November Desember

: Rp4.119 : Rp4.245 : Rp4.455 : Rp4.513 : Rp4.656 : Rp4.752 : Rp4.809

l Di Tingkat Penggilingan Juni Juli Agustus September Oktober November Desember

: Rp4.209 : Rp4.334 : Rp4.547 : Rp4.603 : Rp4.754 : Rp4.846 : Rp4.905

Harga GKP 2018 l Di Tingkat Petani November Desember

: Rp4.706 : Rp4.730

l Di Tingkat Penggilingan November Desember

: Rp4.791 : Rp4.817

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Sebarkan Data Pinjaman ”Online” Bisa Dijerat UU ITE Denpasar (Balipost) – Penyebaran data peminjam uang melalui jasa pinjaman online kini marak terjadi. Hal ini menghiasi pengaduan selama tahun 2019 yang diterima Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Bali. Konsumen yang mengadukan penyebaran data pinjaman online tercatat sebanyak 187 orang. Atas perbuatan itu, karena konsumen merasa dirugikan, pelaku penyebaran data pinjaman online bisa dijerat melalui UU ITE. Hal tersebut diakui Direktur Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumem (YLPK) Bali I Putu Armaya, S.H. dikonfirmasi, Minggu (5/1) kemarin. Pengaduan pinjaman online tahun 2019 menduduki peringkat ketiga, setelah pengaduan konsumen perbankan 221 pengaduan dan leasing 195 pengaduan. “Kasus pinjaman online, banyak masyarakat diteror oleh oknum petugas juru tagih dan datanya disebar di online,” jelasnya. Terhadap masalah pengaduan data pinjaman online kendala yang dihadapi selama ini, pelakunya kebanyakan berada di luar Bali. Namun demikian, pinjaman online yang menyebarkan data konsumen telah ditindaklanjuti. Bagi pinjaman online yang terdaftar sudah dilaporkan ke OJK. Sedangkan yang belum terdaftar dilaporkan ke pihak kepolisian. Langkah yang dilakukan selama ini oleh OJK terhadap usaha pinjaman online yang terdaftar adalah dengan melakukan pemblokiran terhadap akun mereka. Hanya yang belum dilakukan adalah melanjutkannya ke laporan polisi, karena perbuatan yang dilakukan dengan menyebarkan data konsumen secara online melanggar ketentuan UU ITE. “Kami berharap ke depannya, OJK tidak saja memblokir akun pinjaman online, tetapi melakukan pemblokiran juga terhadap usahanya,” katanya. Sementara itu, selama setahun YLPK Bali menerima pengaduan dari konsumen sebanyak 1.172 kasus, terdiri dari masalah pelayanan perbankan, leasing, pinjaman online, layanan BPJS, pelayanan PDAM, PLN, jasa pengiriman barang, layanan pariwisata, layanan rumah sakit dan kartu kredit. (kmb16)

Wanita Lebih Rentan Kena Obesitas Sentral Wanita lebih mudah terkena obesitas dibandingkan laki–laki. Terutama pada wanita usia 40 tahun ke atas. Hal ini karena kurang mengonsumsi serat yang dapat mempermudah penyerapan nutrisi yang masuk ke tubuh. Dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat (IKM) Bagian Gizi Fakultas Kedokteran Universtias Udayana (Unud) Dr. Kadek Tresna Adi, S.KM., M.Kes. mengatakan, kurangnya asupan serat ini karena pengaruh gaya hidup dan gaya makan daerah perkotaan yang serba praktis dan cepat. Banyak yang menjual makanan cepat saji yang notabene kandungan seratnya kurang, bahkan tidak ada. “Serat itu sebenarnya sudah mulai rutin

dikonsumsi sejak usia 40 tahun. Seharusnya sudah mulai makan makanan yang tinggi serat, kurangi lemak,” ujarnya belum lama ini. Makanan tinggi serat bisa didapat dari sayur-sayuran, beberapa jenis kacang-kacangan dan gandum. Asupan serat yang dianjurkan antara 20-30 gram per hari. Jika asupan serat lebih dari itu akan menyebabkan diare, mengganggu penyerapan zat yang lain seperti kalsium, besi, dan sebagainya. Namun realitanya,

asupan serat tidak sampai 20 gram per hari, paling banyak 17 gram per hari dikonsumsi wanita dan laki-laki paling banyak mengonsumsi serat 19 gram per hari. Kurangnya mengonsumsi serat menurutnya karena kebiasaan makan makanan yang kurang serat sehingga ketika usia telah memasuki usia rawan obesitas, mengonsumsi makanan kaya serat menjadi tidak terbiasa. “Kita harus sadar dari diri sendiri bahwa serat itu penting karena risiko penyakit degeneratif memang paling tinggi untuk usia 40 tahun ke atas,” ungkapnya. Mulai usia 19 tahun ke atas, Angka Kecukupan Gizi (AKG) akan

semakin menurun. Karena semakin bertambahnya usia, semakin menurun gizi yang dibutuhkan. Apalagi zaman modern, membuat manusia cenderung minim melakukan aktivitas fisik seperti berjalan, bersihbersih dan bekerja. Segala aktivitas telah dimudahkan dengan adanya kemajuan teknologi. “Orang ketika mau beli makanan, mereka tidak perlu lagi berjalan menuju kantin atau restoran. Mereka bisa memesannya lewat aplikasi dan diantar langsung ke tempat pemesan, tanpa kita jalan,” bebernya. Perubahan gaya hidup dan bertambahnya usia, menyebabkan ke-

butuhan energi semakin menurun. Jika usia remaja 13–18 tahun AKG yang dibutuhkan berkisar 2.200 kkal ke atas, pada usia 50 tahun ke atas dengan berat 54 kg, AKG yang dibutuhkan 1.600 kkal pada wanita dan 2.050 kkal pada laki-laki. Penurunan jumlah energi yang dibutuhkan ini juga karena usia 50 tahun ke atas metabolisme tubuh semakin lambat. Jika metabolisme lambat, energi yang masuk berlebihan akan berubah menjadi lemak. Lemak pada wanita akan menumpuk di perut dan terjadi obesitas sentral (seperti buah pir). Obesitas sentral sangat berbahaya karena banyak organ penting

di daerah tersebut. Sehingga pola makan perlu mendapat perhatian. Orang dengan obesitas sentral itu rentan kena penyakit degeneratif seperti kanker, diabetes, hipertensi. Di samping pola makan, aktivitas fisik juga harus dilakukan. Olahraga itu penting. Mengingat tahun baru, perlu membuat resolusi untuk beraktivitas fisik dan berolahraga untuk hidup sehat dan berkualitas ke depannya. Setiap hari harus melakukan aktivitas fisik dan olahraga selama 30 menit. “Jalan saja 30 menit setiap hari, itu sudah bagus sekali. Main HP saja kita bisa 2 jam. Kadang jalan 30 menit saja susah,” tandasnya. (may)


Senin Umanis, 6 Januari 2020

Langkah Cepat Bupati Giri Prasta Dalam Mengatasi Polemik Tapal Batas Wilayah Desa Adat BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta mendatangi lokasi polemik tapal batas wilayah antara Desa Adat Seseh dengan tiga desa adat lainnya, yaitu Desa Adat Cemagi, Sogsogan dan Mengening, Sabtu (4/1) lalu. Kehadiran orang nomor satu di Badung ini, datang bersama Kapolres Badung AKBP Roby Setiadi, S.IK. didampingi anggota DPRD Badung I Wayan Edy Sanjaya, pimpinan OPD terkait, perwakilan Camat Mengwi, Perbekel Cemagi, prajuru serta tokoh masyarakat dari masing-masing desa adat yang berpolemik. Bupati Giri Prasta langsung hadir di lapangan menyaksikan pencabutan plang tapal batas wilayah antara Desa Adat Seseh dan Desa Adat Sogsogan, Cemagi dan Mengening. Langkah cepat ini diambil sebagai tindak lanjut atas hasil mediasi yang dilaksanakan di rumah jabatan Bupati Badung pada hari sebelumnya. Pejabat asal Desa Pelaga, Petang ini, mempertemukan prajuru adat

dan tokoh masyarakat dari Desa Adat Seseh dengan Desa Adat Sogsogan, Cemagi dan Mengening. Mediasi berlangsung dalam suasana kekeluargaan, yang mana pada akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk mencabut plang tapal batas di daerah perbatasan yang selama ini berpolemik serta berkomitmen untuk saling menjaga kondusivitas dan kedamaian di wilayah kedua belah pihak. Pencabutan plang tapal batas wilayah ini merupakan tahap awal yang dilakukan Pemkab Badung dalam meminimalisir potensi terjadinya konflik horizontal antarwarga desa adat. Bupati beserta jajaran terkait akan segera menyusun formulasi yang sesuai dengan aturan dan undang-undang yang berlaku, sehingga Pemkab Badung bisa mengambil langkah konkret dan strategis guna memberikan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak. Di sela acara tersebut, Bupati Giri Prasta juga mengingatkan polemik batas

wilayah adat bisa berpotensi muncul di mana saja. Oleh karena itu, prajuru adat maupun tokoh masyarakat diminta cermat dan aktif melakukan koordinasi dengan instansi terkait agar potensi munculnya konflik bisa segera diatasi dengan mencari solusi bersama yang didasari semangat musyawarah serta mengedepankan rasa persatuan dan kekeluargaan. “Kita harus meninggalkan legacy untuk anak cucu kita. Bukan mewarisi mereka dengan polemik yang berkepanjangan. Kami selaku pemerintah daerah sudah melaksanakan kewajiban dalam hal pemenuhan hak dan kebutuhan dasar masyarakat, karenanya kami ingin masyarakat bisa berkonsentrasi pada hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan produktivitas di segala aspek bukan malah terjebak dan menguras energi untuk hal yang kontraproduktif,” ujar Giri Prasta. Ditegaskan, sebagai seorang pemimpin, dia akan selalu

hadir di tengah masyarakat serta menjalin sinergitas yang erat dengan aparat keamanan guna mewujudkan kedamaian keamanan dan kenyamanan di segala lapisan dan kelompok masyarakat yang ada di Kabupaten Badung. Masyarakat diminta jangan membenturkan hukum adat dengan hukum nasional, harus mengutamakan persatuan demi kedamaian wilayah desa adat setempat. Mengingat Desa Adat Seseh dan Desa Adat Sogsogan, Cemagi dan Mengening merupakan daerah yang sedang berkembang di industri pariwisata. Untuk mensupport itu semua, Bupati Giri Prasta menetapkan sekala prioritas dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp85 miliar untuk menata wajah pantai sepanjang Seseh sampai Mengening. Sebagai komitmen nyata, Pemkab Badung ingin menjadikan masyarakat lokal sebagai tuan rumah dalam pengelola industri pariwisata yang ada di wilayah masingmasing. (ad98)

TAPAL BATAS - Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta, bersama sejumlah tokoh masyarakat melakukan peninjauan pencabutan plang tapal batas wilayah, Sabtu (4/1) lalu.

Cuaca Ekstrem, Wisata Bahari Sempat Ditutup Mangupura (Bali Post) -

Akibat cuaca ekstrem yang sempat terjadi Sabtu (4/1) lalu berdampak terhadap penutupan sementara wisata bahari di Tanjung Benoa. Hampir semua aktivitas di kawasan ini ditutup demi keselamatan wisatawan. Meski kondisi cuaca sudah sedikit membaik, namun pengelola wisata bahari masih merasa waswas.

Bali Post/edi

BERJEJER - Deretan boat berjejer di Pantai Tanjung Benoa. Akibat cuaca ekstrem, aktivitas wisata bahari sempat dihentikan sementara.

Penjaga Rumjab Bupati Dianiaya Mangupura (Bali Post) Kasus penganiayaan terjadi di rumah jabatan (rumjab) Bupati Badung di Desa Sempidi, Kecamatan Mengwi, Sabtu (4/1) lalu. Sekuriti rumjab I Gusti Ngurah Sumerta (52) dianiaya oleh Made Rai Topan Mulyawan (37), diduga anggota salah satu ormas di Bali. Alhasil, pelaku ditangkap Tim Opsnal Polsek Mengwi di rumahnya di wilayah Desa Sempidi. Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi saat dikonfirmasi, Minggu (5/1) kemarin, membenarkan adanya kejadian tersebut. “Terkait pelaku diduga anggota ormas, masih kami dalami,” tegasnya. Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Ketut Oka Bawa mengatakan, kejadiannya sekitar pukul 15.30 Wita. Korban bersama rekan kerjanya, I Ketut Darmayasa (43), sedang melaksanakan tugas jaga di rumjab Bupati Badung. Datanglah pelaku dan menemui korban. Pelaku menanyakan anaknya bupati. “Dijawab korban kalau anak bupati sedang ada di Pelaga. Setelah itu, terjadi percakapan antara pelaku dan korban masalah menang tender security di Puspem Badung,” tegasnya. Dari pembicaraan tersebut,

Bali Post/ist

DITAHAN - Pelaku penganiayaan Made Rai Topan saat ditahan di Mapolsek Mengwi. pelaku merasa tersingung. Dia langsung menendang kaki kiri dan memukul bibir korban sebanyak satu kali. Setelah pelaku pergi, korban melaporkan kejadianya ke Polsek Mengwi. Berdasarkan laporan tersebut, Tim Opsnal Polsek Mengwi dipimpin Kanitreskrim, Iptu Wayan Sujana, langsung memburu pelaku. Polisi ber-

hasil menangkap pelaku di rumahnya dan langsung dibawa ke Mapolsek Mengwi. Iptu Sujana, saat dikonfirmasi membenarkan menangani kasus tersebut. “Informasinya pelaku anggota ormas, tapi akan dicek kepastiannya. Pelaku sudah kami tahan,” tegas Oka Bawa, didampingi Kanitreskrim Iptu Sujana. (kmb36)

Menurut Kepala Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah III Denpasar, Iman Faturahman, Minggu (5/1) kemarin, dalam tiga hari ke depan, potensi kecepatan angin diperkirakan bisa mencapai 40 jam lebih. Sementara untuk ketinggian gelombang laut, perairan utara Bali berkisar 0,25 - 2 meter, selatan Bali 1-3 meter, Selat Bali 0,25 - 2 meter dan Selat Lombok 0,5-2 meter. Dengan kondisi itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat, terutama masyarakat nelayan dan pelaku kegiatan wisata bahari untuk terus mewaspadai terjadinya

tinggi gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter atau lebih di sekitar perairan utara dan selatan Bali. Masyarakat juga diimbau agar berhati-hati terhadap dampak bencana, seperti pohon tumbang. Sementara itu, Ketua Gahawisri Badung, Nyoman Wana Putra, mengaku aktivitas wisata bahari di Tanjung Benoa sempat dihentikan demi keselamatan. Selama terjadi cuaca ekstrem, pihak pengelola wisata bahari terpaksa harus menolak keinginan wisatawan untuk berwisata bahari. “Karena angin yang terlalu kencang,

sehingga sangat berisiko,” katanya. Wana Putra menambahkan pengelola wisata bahari selama ini sangat memperhatikan anjuran dari BMKG. Tidak hanya itu, sebelum memulai beraktivitas, mereka mengupdate info terkait cuaca. Apalagi setiap pengelola wisata bahari ini sudah mempunyai catatan terkait pasang surut air dan situasi kondisi hembusan angin. “Jadi mereka tetap mengikuti arahan dari BMKG dan situasi di lokasi. Sekarang (Minggu - red) masih melihat kondisi cuaca,” ujarnya. (kmb23)

Tangani Sampah Pantai Kuta

DLHK dan PUPR Kerahkan Empat Alat Berat Mangupura (Bali Post) Sampah kiriman di sejumlah pantai di Badung mulai menyerbu. Khususnya di kawasan Pantai Kuta, Minggu (5/1) kemarin sampah kiriman dari berbagai jenis mulai terlihat menepi di pinggir pantai. Untuk membersihkannya, DLHK bersama PUPR Badung berkolaborasi dengan mengerahkan sedikitnya empat alat berat. Tiga alat berat di antaranya memang khusus milik DLHK Badung dan satu alat berat milik Dinas PUPR Badung. Plt. Dinas DLHK Badung, I.B. Surya Suamba, mengatakan pembersihan sampah pantai pada Minggu kemarin menghasilkan sampah sebanyak delapan truk. Ia mengatakan, pembersihan sampah pantai itu harus selesai pada pukul 08.00 Wita. Sebab, sebelum pengunjung banyak, kondisi pantai sudah bersih dari sampah kayu dan beberapa sampah plastik. “Kita mesti membuat pengunjung pantai nyaman. Jangan sampai, pengunjung banyak, sampahnya juga banyak,” bebernya. Dengan keterbatasan tenaga dari DLHK, pembersihan sampah khususnya di Pantai Kuta juga melibatkan petugas dari Dinas PUPR Badung. “Tenaga dari DLHK kan terbatas. Mereka pagi-pagi ada yang menyapu di ruas jalan, sehingga tenaga dari PUPR-lah yang full ikut membantu membersihkan sampah pantai,” ungkap Surya Suamba. (kmb23)

Bali Post/edi

BERSIHKAN SAMPAH - Sejumlah petugas DLHK dan PUPR Badung saat membersihkan sampah kiriman di Pantai Kuta dengan mengerahkan alat berat, Minggu (5/1) kemarin.

Kemampuan Peserta Lelang Jabatan Eselon II Diuji

Bali Post/par

UJI KOMPETENSI - Puluhan peserta lelang jabatan eselon IIb mengikuti uji kompetensi setelah lulus administrasi.

Mangupura (Bali Post) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Badung menguji kemampuan peserta lelang jabatan eselon IIb, Sabtu (4/1) lalu. Uji kompetensi ini diikuti 59 orang yang lulus seleksi administrasi. Sekretaris Daerah (Sekda) I Wayan Adi Arnawa saat dikonfirmasi, Minggu (5/1) kemarin, membenarkan peserta lelang yang lulus administrasi mengikuti tahapan kedua, yakni uji kemampuan. Hal ini dilakukan dalam rangka memastikan peserta lelang memiliki jabatan sesuai dengan formasi yang ada. “Munah-mudahan dari hasil hari ini, akan ditindaklanjuti dengan adanya tes wawancara, sehingga kami bisa tahu sejauh

mana kedalaman atau kemampuan daripada kompetensi yang dimiliki para peserta itu sendiri untuk menempati jabatan yang sudah diformasikan pada tahun 2020 ini,” ungkap Ketua Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia I Gede Wijaya mengatakan, peserta lelang jabatan pimpinan tertinggi pratama yang lulus administrasi melanjutkan jenjang uji kompetensi. “Para peserta diuji kompetensinya, baik dari pengetahuannya, keterampilannya, maupun sikapnya, sehingga diharapkan kami mengetahui calon ini memiliki kompetensi bahwa seberapa besar dimiliki dalam aspek-aspek kemampuan

yang dimilikinya,” katanya. Dijelaskan, sesuai dengan jadwal, akan dilaksanakan wawancara disertai penelusuran rekam jejak para peserta. Selanjutnya akan diumumkan nilai keseluruhan tiga besar dari peserta yang mengikuti tes saat kompetensi. Proses lelang jabatan eselon IIb sendiri memang ada perubahan. Semula tes kompetensi dijadwalkan pada 6-7 Januari 2020, dilanjutkan dengan pembuatan makalah, presentasi dan wawancara pada 8-9 Januari 2020. Sementara penelusuran rekam jejak akan dilakukan pada 10-11 Januari 2020. Namun, jadwal itu kemudian diubah. “Pelaksanaan tes kompetensi menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test)

diselenggarakan di SMPN 1 Kuta Utara,” ucapnya. Menurutnya, perubahan jadwal ini sudah disosialisasikan sebelumnya. Dengan demikian, katanya, tidak ada masalah bagi para peserta yang mengikuti tes kompetensi. Mengingat jadwal sudah berubah, sehingga sehari setelah pelaksanaan tes kompetensi langsung dilakukan ke tahap berikutnya, yakni pembuatan makalah, presentasi, wawancara, dan penelusuran rekam jejak pada Minggu (5/1) kemarin. “Nilainya kemudian akan dirangkum untuk diambil tiga besar pada masing-masing kursi eselon IIb dan diajukan tiga besar kepada Bapak Bupati,” pungkasnya. (kmb27)


Senin Umanis, 6 Januari 2020

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Peluang Wisata Kesehatan di Bali

Mengembalikan Roh Pariwisata Bali

Saya geram sekali mendengar media asing Fodors.com menulis bahwa Bali masuk dalam places to reconsiders in 2020 (destinasi yang tidak direkomendasikan). Setelah saya baca, ternyata Venice, Amsterdam, Koh Tachai (Thaiand) pun masuk dalam daftar itu sejak tahun 2018. Sementara kota Barcelona, Angkor Wat (Kamboja) bersama dengan Bali juga masuk ke dalam no list 2020. Aspek yang dipertimbangkan oleh Fodors adalah sosial, budaya, lingkungan hidup sampai dengan politik. Di Bali, isu yang disampaikan terkait dengan sampah, sumber daya air dan perilaku wisatawan.

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Tajuk Rencana

KEBIJAKAN pemerintah terkait pariwisata telah berubah. Dulu menargetkan wisatawan sebanyakbanyaknya. Tak peduli wisatawan kaya atau miskin. Menginap di hotel berbintang atau tidur berdesakdesakan di kamar kos-kosan. Yang penting mereka mau datang ke Bali. Kini kebijakan tersebut telah ditinggalkan. Pemerintah khususnya di Bali menargetkan wisatawan yang berkualitas. Walaupun tidak banyak jumlahnya tetapi uang yang dihabiskan melimpah. Demikian pula tinggal di Bali juga dalam jangka waktu yang lebih lama. Ini tentu sesuai dengan wisata budaya yang dikembangkan Bali. Jadi mereka yang datang ke Bali betul-betul ingin menikmati budaya, alam dan adat istiadat Bali. Perubahan dari pariwisata massal menjadi pariwisata yang berkualitas tentu akan menimbulkan persoalan. Sebab, di Bali sudah dibangun kamar hotel yang sangat banyak. Demikian pula berbagai objek dikembangkan. Baik yang berbasis masyarakat maupun sentuhan tangan investor. Tentu hal ini akan menimbulkan persoalan baru ketika kunjungan wisatawan berkurang. Akan muncul perang tarif kamar hotel seperti yang terjadi saat ini. Akan ada hotel atau restoran yang mengurangi tenaga kerja. Namun bukan berarti persoalan tersebut menghambat program mendatangkan wisatawan yang berkualitas. Sebab, Bali sudah sangat krodit. Tidak saja krodit wisatawan, juga banyaknya pekerja yang datang ke Bali. Inilah yang akan mempercepat kehancuran alam Bali. Sebab, pariwisata mengandung potensi kemakmuran. Pada sisi lain pariwisata juga mengandung potensi penghancur yang amat dahsyat. Maka mengembalikan pariwisata Bali sudah menjadi keharusan. Keharusan untuk menjaga alam, menjaga budaya dan keharusan menjaga manusia Bali. Apalagi Bali mengusung konsep pariwisata budaya. Jika memang mengembangkan pariwisata budaya, maka pastilah yang diutamakan kualitas, bukan kuantitas. Pariwisata dengan modal budaya jelas ada baik-buruknya. Positifnya, budaya kita dikagumi oleh masyarakat luar. Akan tetapi, memamerkan kebudayaan sebagai objek pariwisata terasa kurang adil. Gerak tindak kita, baik yang bersifat adat maupun agama, tiba-tiba saja disaksikan secara bebas. Nampak terasa ada kekurangan etika pada konteks ini. Tentu tidak bagus manakala umat sedang sembahyang, tiba-tiba ditonton dengan menggunakan pakaian yang tidak pantas. Inilah yang mesti kita atur. Sejauh mana mereka bisa masuk ke ranah ritual umat Hindu. Jangan sampai semua bebas demi uang. Harus ada rambu-rambu yang jelas di mana wisatawan boleh masuk di mana tidak. Ramburambu serupa juga harus ada terhadap investor. Apalagi di Bali sudah ditetapkan mana kawasan suci mana tidak. Kalau saja itu ditaati, maka Bali benar-benar berpedoman pada pariwisata budaya.

Oleh M. Setyawan Santoso su ini sudah dibantah oleh insan pariwisata mulai dari asosiasi pariwisata, Pemerintah Provinsi Bali hingga Kemenparekraf. Meskipun percaya bahwa Bali tahun 2020 tetap menjadi destinasi wisata unggulan, namun argumentasi saya bukan dengan cara membantah kritiknya Fodors, melainkan dengan menyampaikan keunggulan komparatif Bali. Menurut teori Heckscher Ohlin (1933), negara memiliki keuntungan apabila melakukan ekspor barang (jasa) yang diolah dari faktor produksi yang berlimpah di daerah tersebut (factor endowment). Saya berargumen bahwa Bali memiliki keunggulan di bidang wisata kesehatan, sehingga Bali memiliki peluang untuk meraih keuntungan dari ekspor jasa pariwisata. Sebagai daerah wisata internasional, Bali telah memiliki salah satu aspek penting destinasi internasional yaitu aspek kesehatan. Suatu destinasi wisata disebut wisata kesehatan (health tourism) jika kesehatan sudah menjadi tujuan utama wisatawan berkunjung ke daerah tersebut. Wisata kesehatan (health tourism) dapat terdiri dari wisata pengobatan (medical tourism) dan wisata kebugaran (wellness tourism). Apakah Bali pantas disebut sebagai Indonesian heatlh toursm destination? Mari kita buktikan. Dari data yang disajikan Badan Pengembangan Pemberdayaan SDM Kesehatan (BPP-SDMK) Kementerian Kesehatan RI, pada tahun 2018, Bali memiliki tenaga medis dokter sebanyak 3 ribu dokter. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan dengan Jawa Timur atau Jawa Tengah yang memiliki masing-masing 12 ribu dan 16 ribu dokter. Namun apabila diband-

ingkan secara rasio penduduk terhadap dokter, satu orang dokter di Bali cukup melayani 1,3 ribu pasien, lebih baik dibandingkan dengan Jatim sebesar 4,5 ribu dan Jateng 5,8 ribu. Jumlah dokter yang banyak inilah yang melayani wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali. Indikator lain peningkatan pelayanan kesehatan adalah meningkatnya jumlah rumah sakit, puskesmas, perawat, bidan dan tenaga penunjang kesehatan. Sebagai medical tourism Bali memiliki setidaknya ada lima rumah sakit bertaraf internasional di daerah pusat-pusat wisata. Selain itu Bali memiliki pelayanan pengobatan khusus seperti RSU Sanglah memiliki keunggulan di bidang penyakit jantung, RS Gianyar di bidang saraf, RS Badung di bidang penyakit trauma dan RS Bali Mandara di bidang penyakit kanker. Sebagai wisata wellness tourism, Spa di Bali mendapat predikat destinasi wisata Spa dan kebugaran terbaik di dunia oleh majalah Seling Travel London pada tahun 2017. Penghargaan tersebut terjadi karena pelayanan yang sangat baik dari para instruktur, terapis, tenaga ahli Spa, layanan pijat dan urut. Saat ini Bali memiliki lebih dari 200 layanan Spa yang tergabung dalam Bali Spa and Wellness Association. Meskipun demikian, diperkirakan ada ribuan Spa yang beroperasi di Bali. Berdasarkan data BPP–SDMK, Bali memiliki lebih dari 10.600 tenaga penunjang medis yang mencakup para terapis spa. Bali memiliki rasio tenaga penunjang kesehatan terbanyak di Indonesia yaitu sebanyak 1 terapis per 390 orang. Prestasi ini hanya bisa disaingi oleh DKI Jakarta dengan rasio 1 terapis per 310 orang.

Spa di Bali memiliki kekhasan mutlak karena menggunakan aromaterapi khas loloh yang berasal dari bahan alami yang hanya ditemukan di Pulau Bali. Treatmen Spa menggunakan massage oil, sabun, scrub dan cairan aromaterapi yang bukan hanya menimbulkan relaksasi tetapi juga bermanfaat untuk menyegarkan pernapasan, menghaluskan kulit. Ramuan loloh berasal dari daun cemcem atau kedondong hutan. Ramuan loloh tertuang di naskah kuno lontar bernama Taru Pramana yang tertulis ribuan tahun yang lalu, kemudian diajarkan oleh nenek moyang orang Bali kepada cucu-cucunya sebagai ramuan kesehatan dan kebugaran. Dengan loloh maka wisatawan yang telah berolahraga dan terapi Spa akan merasa tubuhnya makin sehat dan segar. Singkatnya, potensi Bali sebagai health tourism dan wellness tourism didukung beberapa fenomena berikut. (1) Biaya pengobatan di dunia semakin tinggi. Tingginya biaya dikarenakan pengobatan adalah bisnis jasa di mana nilai jasa di negara maju relatif lebih mahal dibandingkan dengan Negara berkembang. Menurut Rene Marie Stephano, CEO Global Healthcare Resources and Medical Tourism Association, yang dilansir dari harian Healthy Travel Media, terdapat 10 destinasi wisata kesehatan di dunia yang menyajikan pelayanan kesehatan berkualitas dengan harga yang murah, yaitu India, Brazil, Malaysia, Thailand, Turki, Mexico, Costa Rica, Taiwan, South Korea, Singapura. Ada enam negara Asia yang termasuk di dalamnya. Sayang sekali Indonesia belum termasuk di dalamnya. (2) Meningkatnya tren special interest tourism, wisata minat khusus seperti wisata kesehatan, kuliner, olahraga, budaya, keles-

tarian lingkungan dan wisatawan lainnya. Bali dengan jumlah dokter dan rumah sakit bertaraf internasional dapat menjadi medical tourism untuk pasar Asia Pasifik. Bali dengan ribuan Spa beraroma loloh menjadi wellness tourism paling populer di dunia. (3) Terjadi perubahan selera wisatawan. Dari laman Popsugar edisi Maret 2019, tren pariwisata saat ini adalah pariwisata aktif. Artinya, wisatawan ketika berlibur tetap aktif melakukan kegiatan seperti fitness, yoga, main ski, berkuda, bersepeda dan mendaki gunung. Orang Jepang lebih senang berlibur ke Hawaii karena di sana bisa belajar selancar. Begitu pula orang Eropa lebih menyukai Bali karena terdapat pusat-pusat fitnes dan yoga dengan pemandangan alam yang cantik. Disebutkan bahwa Bali sebagai the relaxing island destination karena memiliki banyak destinasi wisatawan aktif yang mampu membangkitkan perasaan relaks wisatawan. Keunggulah ini menyebabkan Bali telah masuk ke dalam 7 health travel destinations yang direkomendasikan. Sekarang, hal terpenting adalah bagaimana mengubah peluang health tourism menjadi lading devisa kita. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, berikut yang harus kita terapkan. (1) Biaya pengobatan yang terjangkau. Jika menginap di Bali merupakan hal yang murah, maka sebaiknya biaya berobat juga demikian. Di Malaysia negara mengatur standar pelayanan kesehatan, memberi subsidi bagi RS negeri dan mengatur batas atas biaya pengobatan RS swasta. Apakah hal yang sama dapat kita terapkan? (2) Memberikan fasilitas layanan terpadu bandara-rumah sakit. Layanan ini berupa penjemputan, layanan bandara, transportasi dari dan ke bandara sampai dengan check in di rumah sakit. Sebaiknya rumah sakit memesankan lounge khusus bagi pasien yang berasal dari luar negeri, sehingga pelayanan rumah sakit sudah dirasakan sejak pertama menginjakkan kaki di Bali. (3) Memberikan layanan Hotel di RS. Mengingat tujuan wisatawan berkunjung adalah untuk berwisata berobat, maka keuntungan wisatawan berobat

ke Bali adalah dapat menikmati pengobatan sekaligus menikmati indahnya suasana di Bali. (4) Melakukan promosi health tourism. Kementerian yang menangani kesehatan dan parisiwata dapat berkoordinasi mempromosikan RS-nya di Bali ke seluruh dunia. Promosi ini misalnya dapat dilakukan dengan payung Indonesia Health Tourism Year atau dengan ungkapan lainnya. Fasilitas yang diberikan mulai dari konsultansi calon pasien sebelum ke Indonesia, Peta Perjalanan (itenerary). Rumah sakit dapat memanfaatkan layanan digital dengan membuka informasi dan regristrasi dalam berbagai bahasa. Penulis, pengamat ekonomi, bekerja di Bank Indonesia

POJOK

Pungutan desa adat perlu regulasi yang jelas dan tegas. - Jangan timbul korban lagi. *** Perda soal sampah jangan sampai jadi macan kertas. - Petugasnya macan ompong. *** Nelayan China akhirnya kembali masuk perairan Indonesia. - Dulu takut sama Bu Susi.

Pendidikan Promosi Doktor Ke-74 Unhi Denpasar

Hindu Muda Award Ke-17 dan Sertifikat Sukla di Istana Mancawarna

I Made Sudarsana Lulus ’’Cumlaude’’

MENYIKAPI aspirasi masyarakat Hindu khu susnya di kalangan urban, yang merasa keberatan akan maraknya perkembangan warung–warung yang beroperasi selama 24 jam dan diduga dibiayai oleh gerakan ekonomi bernuansa agama tertentu, disuarakan oleh Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III. Hal itu disampaikannya saat berpidato di hadapan ratusan undangan yang memenuhi Istana Mancawarna Tampaksiring dalam rangka penyerahan penghargaan Hindu Muda Award Ke17, penghargaan Olimpiade Agama Hindu serta penghargaan Sertifikat Sukla Satyagraha kepada para tokoh Hindu. Dikatakan oleh Shri Arya Wedakarna, sesungguhnya kehancuran ekonomi umat Hindu di Bali lebih banyak pada terlalu terbukanya pemimpin di desa baik perbekel, lurah, bendesa adat dan juga para klian dinas adat dalam mengatur palemahan dan pawongan. Inilah yang menyebabkan umat Hindu di desa semakin sulit bersaing. ‘’Warga Hindu Bali jangan pernah khawatir jika ideologi ekonomi kerakyatan desa adat di Bali akan berbenturan dengan NKRI. Ketika kita memproteksi ekonomi umat Hindu, itu jelas bukan rasis, itu jelas bukan berat sebelah, tapi justru membantu masalah SARA bangsa ini.

DOKTOR - Dr. I Made Sudarsana, S.Kom., M.M.Kom. (jas hitam) berfoto bersama Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. (lima dari kanan) dan para dewan penguji seusai ujian terbuka promosi doktor di Gedung Pascasarjana Unhi Denpasar, Sabtu (4/1).

Wedakarna Minta Desa Adat Stop Perkembangan Warung 24 Jam yang Dibiayai Gerakan Ekonomi Agama Tertentu Saya tidak ingin ke depan banyak masalah sosial di Bali dan jangan lupa orang Bali jika sudah terdesak akan melakukan puputan, orang Bali punya sejarah heroik saat puputan, saat kemerdekaan, saat Gestok 1965, saat Kuningisasi 1972, saat reformasi 1998. Ia mengajak kepada semua umat Hindu agar melakukan Gerakan Satyagraha yang pernah dilakukan oleh Ida Dalem Waturenggong (Raja Bali) yang dalam Babad Bali pernah mengusir utusan dagang dan kelompok radikal dari tanah seberang yang coba–coba ingin mengganti budaya orang Bali. ‘’Bali hanya satu–satunya di dunia dan sesuatu yang langka ini hanya bisa diproteksi dengan sistem yang ketat. Contoh ketegasan Sabdo Palon Nayogenggong saat menolak meninggalkan Siwa Buddha, contoh ketegasan Raja Dalem Waturenggong mengusir kaum anti-Pancasilais saat beliau berkuasa dan tengok ketegasan almarhum Prof. IB Mantra saat memproteksi Bali dengan kebijakan yang pro-adat Hindu. Apakah sekarang ada pemimpin macam begitu? silakan pilih, apa kita mau jadi pemimpin yang hanya dikenal satu generasi atau pemimpin yang dikenal di banyak generasi? Semua tergantung diri kita,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Adapun penerima Hindu Muda Award 2019 yakni Ida

AWAL tahun 2020, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar melahirkan seorang Doktor Ilmu Agama dan Kebudayaan pada ujian terbuka promosi doktor di Gedung Pascasarjana Unhi Denpasar, Sabtu (4/1). Ia adalah I Made Sudarsana, S.Kom., M.M.Kom. Dengan semangat, ketekunan, serta keuletannya dalam menempuh pendidikan doktor, suami Ni Luh Putu Dina Susanti ini dinyatakan lulusan dengan predikat Cumlaude dan merupakan Doktor ke-74 yang promosinya di Program Pascasarjana Unhi Denpasar. Dalam disertasinya, I Made Sudarsana mengangkat penelitian tentang ‘’Digitalisasi Lontar di Pusat Kajian Lontar Universitas Udayana Denpasar’’. Dijelaskan, lontar yang berfungsi sebagai buku untuk mencatat resep, jimat, cerita, puisi, dan pedoman kehidupan masyarakat Bali kuno yang kaya akan nilai-nilai yang sangat berharga dewasa ini tidak tertangani dengan

baik. Banyak lontar yang belum ditangani proses digital atau disalin ke dalam bentuk komputer, namun dibiarkan begitu saja sehingga menjadi rusak karena tidak disimpan dengan baik. Hal itu terjadi karena kurangnya dukungan sarana dan prasarana, serta SDM yang memadai dan berkualits sesuai tuntutan zaman. Dengan demikian, kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat juga kurang memadai. Terlebih lontar-lontar masih disimpan dengan caracara tradisional. Tentu hal ini mengakibatkan lontar mudah lapuk dan rusak. ‘’Sangat penting dilakukan digitalisasi lontar seperti yang dilakukan lontar digital di Pusat Kajian Lontar Unud,’’ ujar I Made Sudarsana. Ada beberapa alasan mendasar digitalisasi lontar yang dilakukan Pusat Kajian Lontar Unud. Yaitu, ideologis lontar sebagai cerminan masyarakat Bali yang berisi ajaran Satyam Siwam Sundaram sebagai dasar menjalani kehidupan,

sehingga lontar perlu untuk dilestarikan agar tidak punah keberadaannya. Selain itu, teologis lontar merupakan karya sastra yang mengandung aspek religius yang di dalamnya berisi ajaran Weda memuat tentang kebajikan, bertingkah laku, dan menjalani hidup sebagai simbol pengetahuan agama. ‘’Teknologi digitalisasi itu penting dilakukan dengan tujuan agar ketika lontar itu hilang akibat faktor alam dan manusia sudah ada salinannya disimpan di media, baik berupa harddisk, CD (compact disk), flashdisk maupun di simpan di dunia maya. Dengan demikian, cepat dapat diakses dan ditemukan salinannya,’’ tandasnya. Ujian terbuka promosi doktor yang berlangsung selama dua jam ini dipimpin Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S., Prof. Dr. I Wayan Suka Yasa, M.Si. selaku Promotor dan Dr. I Wayan Budi Utama, M.Si. selaku Kopromotor, serta diuji 8 dewan penguji lainnya. (ad101)

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS bersama Ida Prameswari saat menyerahkan Penghargaan Hindu Muda Award 2019 dan Sertifikat Sukla Satyagraha kepada pengusaha Hindu di Istana Mancawarna Tampaksiring. Nabe Shri Bagawan Lakshmi Ratu Manik (Tokoh Brahmana Hindu), Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Dwija Hari Murti (Tokoh Internasional), I Ketut Putra Jaya (Tokoh Ekonomi Hindu), I Ketut Suasana (Tokoh Pembaharu Hindu), I Ketut Gerejed, S.Ag., M.Pd.H. (Tokoh Asram), Ida Dalem Mas Segara (Tokoh Pemuda), Pesantian Bali Gita Swara (Lembaga Seni), BUMDes Bulan Palapa Desa Adat

Landih Bangli (Lembaga Adat), TK Green Lion Gianyar (Lembaga Hindu). Sementara penerima Penghargaan Sukla Satyagraha 2019 yakni Bali Taksu Sarana, Kesya Digital O’lshop, Warung Ketog Asah, Warung Audrey, Vanabi Warung Sate Babi, Jamu Bu Ning, Warung Lawar Bali, Bawi Box, Astungkara Coffe, Warung Tingkih, Jafa Streat Food, 3 a Collection, Nasi Jinggo Jukut Undis. (ad100)

Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.  Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Senin Umanis, 6 Januari 2020

PENDIDIKAN Siapkan SDM Hindu Unggul Bidang Tenaga Kerja Pariwisata

Unhi Denpasar MoU dengan Ganesha Indonesia Mengawali Tahun Baru 2020, Univeritas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Lembaga Riset Ganesha Indonesia, Sabtu (4/1) lalu. MoU ini bertujuan menciptakan dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) Hindu yang unggul di bidang tenaga kerja pariwisata. Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. mengatakan kerja sama yang dilakukan dengan Lembaga Riset Ganesha Indonesia untuk peningkatkan kualitas SDM Hindu terkait pengembangan tenaga kerja di bidang jasa pariwisata. Pengembangan SDM yang tercipta nantinya itu diharapkan memiliki kualifikasi memadai dikirim bekerja ke Jepang maupun Korea. Apalagi, Unhi Denpasar sebagai Universitas berbasis agama dan kebudayaan, maka diyakini akan menjadi daya tarik bagi negara Jepang maupun Korea. Sebab, dikatakan, selain memiliki ilmu pengetahuan yang handal, kualitas lulusan yang

dihasilkan Unhi Denpasar juga memegang teguh budaya. Cultur itu dipercaya merupakan nilai lebih dan spesifik dibandingkan lulusan perguruan tinggi lainnya. SDM yang punya basic cultur yang baik seperti itu, sangat dibutuhkan negara-negara yang memiliki identitas budaya lokalnya kuat, seperti Jepang dan Korea. “Karena itulah Lembaga Riset Ganesha Indonesia memilih Unhi Denpasar diajak berkolaborasi dalam pengembangan SDM Hindu, terutama di bidang pariwisata. Karena di samping memang tenaga yang dibutuhkan di luar negeri adalah tenaga yang berasal dari Bali. Kelebihan cultur Bali itu juga diprioritaskan,” ujar Prof. Damriyasa. Hal senada juga diungkapkan Penasihat Lembaga Riset Ganesha Indonesia, Ir. I Made Wijaya Kusuma, M.AP. Dikatakan, MoU yang dilakukan dengan Unhi Denpasar untuk pengembangan dan meningkatkan SDM Hindu Bali agar bisa bersaing dikancah global guna merebut pasar internasional. Bukan saja di bidang industri

manufaktur juga tenaga kesehatan, terutama di Jepang dan Korea. Pihaknya menilai selama ini pengembangan SDM Hindu terutama dalam penguasaan bahasa masih relatif lemah, sehingga sangat penting dilakukan pengembangan lebih optimal. Untuk itu, sebelum diberangkatkan ke Jepang dan Korea, maka akan dilakukan pendampingan bahasa di kampus Unhi Denpasar. “Nah untuk membekali tenaga sebelum ke luar negeri, maka akan dilatih bahasa. Penguasaan bahasa penting agar para tenaga siap kerja lebih baik. Karena itu, penguasaan bahasa negara yang akan dituju, sangat urgen dilakukan,” tandasnya. Kendati demikian, Wijaya juga mengakui SDM Hindu Bali memiliki beberapa kelebihan. Salah satunya SDM Hindu Bali punya cultur yang baik, sehingga menjadi prioritas Negara Jepang dan Korea. “Langkah selanjutnya setelah MoU ini akan dilakukan sosialisasi kepada sekolah-sekolah maupun kampus yang ada di Bali,” pungkasnya. (ad102)

AMBRUK - Diterjang angin kencang Sabtu lalu, gudang tempat penyimpanan peralatan surfing di Selemadeg Barat ambruk.

Gudang Vila Ambruk Diterjang Angin

Tabanan (Bali Post) Hujan disertai angin kencang, Sabtu (4/1) lalu menyebabkan gudang untuk penyimpanan peralatan surfing yang baru setengah jadi di Villa Ben, Banjar dan Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat, Tabanan, ambruk. Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa, namun gudang milik warga asing asal Selandia Baru itu tampak rusak parah. Kerugian ditafsir mencapai Rp15 juta. Dari informasi yang dihimpun, sekitar pukul 12.30 Wita, karyawan vila, Ni Wayan Yudikayani, tengah beristirahat lantaran saat itu turun hujan disertai angin kencang. Tiba-tiba saja datang rekannya, Wayan Sukariana, yang memberitahukan gudang Villa Ben roboh diterjang

angin. Mendapat informasi tersebut, kedua karyawan itu pun langsung mengecek ke lokasi yang dimaksud. Dan memang benar gudang yang masih dalam proses pembangunan itu ambruk. Rencananya, gudang yang dibangun semipermanen itu digunakan tempat menyim-

pan peralatan surfing. Usai kejadian, Kapolsek Selemadeg Barat AKP Wayan Sugita ketika dikonfirmasi pun membenarkan ada gudang peralatan surfing ambruk. Gudang semipermanen yang akan dimanfaatkan untuk menyimpan peralatan surfing ini roboh akibat angin

kencang. “Tidak ada korban jiwa. Sebab, saat kejadian tidak ada satu orang pun yang melintas karena memang sedang hujan lebat,” ujar Kapolsek yang dikonfirmasi, Minggu (5/1) kemarin. Dijelaskan, gudang tersebut berada di areal Villa Ben milik Ben Moris (57), warga asing asal Selandia Baru. Gudang itu belum rampung total seratus persen. Saat ini masih dalam proses pengerjaan. “Kerugian kira-kira ditafsir sekitar Rp15 juta,” ucap AKP Sugita. (kmb28)

Dua Pelaku Pengeroyokan Diciduk Polisi MOU - Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. (6 dari kanan) didampingi jajaran Unhi Denpasar berfoto bersama usai melakukan penandatanganan MoU dengan jajaran Lembaga Riset Ganesha Indonesia, Sabtu (4/1) lalu.

Selama Sepekan BPBD Tangani 15 Pohon Tumbang BENCANA alam tidak bisa diprediksi kapan datangnya. Baru beberapa hari memasuki awal tahun 2020, sudah terjadi 15 pohon tumbang akibat hujan disertai angin kencang di Tabanan. Dari catatan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Minggu (5/1) kemarin, kejadian 15 pohon tumbang itu tersebar di sejumlah titik. Bagaimanakah upaya-upaya riil kesiapan kebencanaan yang didesain BPBD Tabanan? Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa akibat kejadian 15 pohon tumbang termasuk satu tanah longsor itu, kerugian yang ditimbulkan ditafsir mencapai Rp50 juta. Dari belasan kejadian pohon tumbang itu di antaranya menimpa bangunan milik warga seperti garasi kendaraan. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan I Putu Trisna Widiatmika seizin Kepala Pelaksana BPBD Tabanan Gusti Ngurah Sucita mengatakan, belakangan ini intensitas hujan disertai angin kencang memang cukup tinggi. Alhasil banyak menimbulkan kejadian alam seperti pohon tumbang termasuk tanah longsor. “Tercatat sampai Minggu (kemarin - red) ada sekitar 15 kejadian pohon tumbang. Satu kejadian lainnya tanah longsor di jalur menuju Pura Besi Kalung Penebel,” terangnya. Dari 15 kejadian pohon tumbang itu, kata Trisna tidak sampai ada korban jiwa. Hanya saja memang ada satu kejadian pengendara motor tertimpa ranting pohon saat

melintas. Peristiwa itu terjadi di wilayah Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken. Namun, sudah langsung dibawa ke rumah sakit. Beruntung hanya mengalami luka ringan. Ada pula dua titik kejadian sampai menimpa garasi milik warga, di Desa Kukuh, Marga dan Desa Sesandan Tabanan. “Kerugian diperkirakan mencapai Rp50 juta. Sebab yang dua titik terkena garasi,” terangnya. Walau kejadiannya relatif banyak, menurut Trisna masih bisa ditangani dengan baik. “Kalau ada kejadian di banyak titik dan sifatnya bersamaan, petugas TRC yang libur pun kami berdayakan. Di samping tetap menerapkan skala prioritas. Jika kejadiannya menutupi akses jalan utama, hal itu sudah pasti penanganan prioritas. Penting agar jalan cepat lancar. Demikian juga jika menimpa rumah apalagi ada korban, maka akan dikerjakan terlebih dahulu,’’ terangnya. Tambahan Mesin Senso Untuk melengkapi fasilitas di tengah banyaknya kejadian

TUTUP - Pohon tumbang jenis bambu di Perean, Baturiti sempat menutup akses jalan.

belakangan ini, BPBD Tabanan mengusulkan pengadaan tambahan mesin senso sebanyak lima unit. “Nanti kami koordinasi dengan Bakeuda biar bisa keluar No. SPD untuk amprahan alatnya,” pungkasnya. Dalam tugas-tugas di lapangan, pihaknya disokong tim reaksi cepat (TRC) dengan kekuatan 37 personel. Rinciannya di Kecamatan Selemadeg dan Kediri masing- masing 1 orang, Kecamatan Penebel 6 orang, Baturiti 3 orang, Tabanan 15 orang, Marga 7 orang, Kerambitan 4 orang. “Namun di Pupuan belum ada personelnya,” ucapnya. Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, Gusti Ngurah Sucita, mengatakan Tabanan termasuk daerah rawan bencana karena topografi Tabanan berbukit di hulu. Dan sebagian wilayah berhadapan dengan samudra. Hasil kajian BNBP, Tabanan memiliki 11 ancaman potensi bencana. Seperti tanah longsor, gempa bumi, tsunami, banjir, kekeringan dan bencana lainnya. Dari 11 potensi ancaman bencana itu, BPBD menetapkan empat kecamatan masuk zona rawan tanah longsor, yakni Selemadeg, Penebel, Pupuan dan Baturiti. Potensi tsunami ada di enam kecamatan, yakni Kediri, Tabanan, Kerambitan, Seltim, Selemadeg dan Selbar. Untuk tanah longsor sebenarnya semua kecamatan memiliki potensi. Namun, hanya empat kecamatan kapasitasnya lebih besar. Terkait empat kecamatan masuk zona rawan longsor itu tidak ada pengawasan secara khusus. Hanya BPBD memiliki relawan yang tersebar di semua kecamatan. Di samping itu juga ada tim reaksi cepat dan ruang pusat pengendalian operasional. Selain itu senantiasa berkoordinasi dengan muspika terkait informasi kejadian di masingmasing wilayah. (bit)

Tabanan (Bali Post) Dua orang pemuda terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian lantaran kasus pengeroyokan yang terjadi di Jalan Sudirman, Banjar Dangin Carik Desa, Sabtu (4/1) lalu. Keduanya yakni, Andreas Corsini Jemagu alias Kondro (18), pelajar alamat Desa Dajan Peken dan Eliyas (21) asal Banyuwangi. Pihak kepolisian pun kini masih melakukan pemeriksaan terkait motif pelaku melakukan pengeroyokan terhadap I Made Gangga Gamulya, warga Banjar Babahan Kawan, Desa Babahan, Penebel. Dari informasi sementara yang berhasil dihimpun, kasus pengeroyokan terhadap korban yang akrab dipanggil Benyek itu berawal ketika kedua pelaku sekitar pukul 22.00 Wita usai pulang nonton joged bertemu dua wanita, Ningsih dan Dewi. Kedua perempuan itu mengatakan mereka dicari korban Benyek. Mendapat informasi itu kedua pelaku yang kesal pulang ke rumahnya. Saat itu Eliyas

mengambil sabit. Pelaku kemudian mencari korban dan bertemu di Jalan Sudiarman di depan gudang kantor pajak (barat lapangan Dangin Carik). Saat itu Eliyas langsung menarik kerah baju korban kemudian mendorongnya. Saat korban terjatuh itulah Eliyas langsung menyabetkan sabitnya dan mengenai kaki korban, hingga luka mengucur. Setelah menebas korban, pelaku langsung kabur. Korban kemudian ditolong rekannya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pengobatan. Kasus itu selanjutnya dilaporkan ke Polres Tabanan. Mendapat laporan itu tim Opsnal Reskrim Polres Tabanan melakukan penyelidikan. Dari keterangan saksi di lapangan diketahui pelaku berada di rumah seseorang bernama Yogi di Jalan Majapahit Banjar Pande, Tabanan. Berbekal informasi itu, petugas langsung mendatangi lokasi dan berhasil menangkap pelaku tanpa perlawanan

berarti. Petugas juga mengamankan barang bukti sabit dan motor yang dipakai kedua pelaku, selanjutnya dibawa ke Polres dan diperiksa intensif. Dari kejadian itu diamankan barang bukti dari tersangka berupa 1 buah sabit dan 1 buah sepeda motor Honda Beat warna hitam.

Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Made Budiarta ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dikatakan, petugas telah menangkap kedua pelaku penganiayaan. “Motifnya belum bisa kita pastikan. Sebab masih dilakukan pemeriksaan,” terangnya. (kmb28)

PELAKU – Dua pelaku pengeroyokan saat dimintai keterangan oleh petugas kepolisian.


Senin Umanis, 6 Januari 2020

Panwaslu dan Polres Atensi Pelaksanaan Pilkel

Gianyar (Bali Post) Awal 2020, pemilihan perbekel (pilkel) serentak di Kabupaten Gianyar telah memasuki tahap kampanye. Pilkel yang berlangsung di 29 desa ini pun mendapat atensi dari Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan Polres Gianyar. Hal ini dilakukan guna menjaga kondusivitas serta mengantisipasi hal yang tidak diinginkan selama proses pilkel. Ketua Panwaslu Gianyar, I Wayan Hartawan, mengaku pihaknya ikut memberi atensi terhadap pelaksanaan pilkel di kawasan seni ini. Atensi itu dilakukan secara sharing untuk setiap tahapan dengan masing-masing panitia pilkel. “Terkait potensi memungkinkan pelanggaran, kita kasi sharing pengalaman. Kita juga akan turun ke 29 desa, khususnya yang berpotensial pelanggarannya tinggi,” katanya, Minggu (5/1) kemarin. Ditegaskan, pihaknya memberi atensi pada tahapan pilkel yang sedang berlangsung, terutama dari sisi kampanye. Tujuannya menghindari ad-

anya black campain, hoax, money politic, termasuk juga isu SARA. “Pengertian kita isu SARA bisa dalam hal yang lebih spesifik. Misalnya, bisa masalah soroh, itu bagian dari SARA dalam lingkup yang lebih kecil,” ucapnya. Sementara itu, Kapolres Gianyar, AKBP I Dewa Made Adnyana, menyampaikan telah mengintruksikan kepada anggotanya untuk melakukan atensi terhadap setiap tahapan pilkel tahun ini. “Khususnya pada saat tahap pencoblosan nanti akan dilaksanakan pengamanan secara maksimal,” jelasnya. Diakui sampai saat ini, pihaknya belum mendeteksi adanya indikasi daerah yang rawan dalam perhelatan pilkel serentak ini. Diperkirakan, hal ini karena masyarakat yang sudah berangsur dewasa dalam hajatan yang ada. Lebih lanjut perwira asal Klungkung ini menerangkan jumlah personel yang ditugaskan dalam pengamanan tahapan kempanye masih bersifat dinamis dan fleksibel. (kmb35)

Bali Post/nik

BALIHO - Pemasangan baliho terkait pemilihan perbekel (pilkel) serentak di wilayah Kabupaten Gianyar, Minggu (5/1) kemarin.

Pelaku Penebasan Diamankan Gianyar (Bali Post) Polisi mengamankan kakak beradik Made Suparta alias Kempur dan Ketut Sudana alias Sayong, Minggu (5/1) kemarin. Kedua pelaku ini nekat menebas korban I Wayan Suprapta hingga kritis di Pantai Masceti, Kecamatan Blahbatuh, Jumat (3/1) malam. Diduga, aksi ini terjadi lantaran kedua pelaku sedang dalam pengaruh minuman alkohol alias mabuk. Kapolsek Sukawati, AKP Yoga Widyatmoko, mengatakan kejadian itu berawal ketika korban bersama teman-temannya datang ke warung milik pelaku di Pantai Masceti pada Jumat malam. Kala itu antara korban dengan pelaku sudah sama-sama dalam pengaruh minuman beralkohol. “Ya malam itu mereka sama-sama habis minum,” ujar AKP Yoga. Korban dengan pelaku

ini sesungguhnya tidak saling kenal, bahkan mereka tidak punya masalah apa-apa sebelumnya. Keributan itu terjadi ketika korban yang bersama teman-temannya membuat pelaku tersinggung. Selanjutnya pelaku yang kakak-beradik itu mengeluarkan senjata tajam, sebuah parang dan sebuah kapak. Melihat senjata tajam, korban beserta teman-temannya lari kocar-kacir. Korban yang terjatuh dari kejaran pelaku tak bisa berkutik. Punggung korban ditebas pelaku Ketut Sudana. Tidak puas dengan sekali tebasan, pelaku kembali menebas bagian pelipis korban. Melihat darah korban mulai mengucur, ternyata membuat pelaku sedikit sadar. Kedua pelaku ini sempat meminta bantuan teman-temannya lantas melarikan korban ke RS Kasih Ibu Saba. (kmb35)

Tim Gabungan Siapkan Posko Kebencanaan di Mapolres Gianyar (Bali Post) Hujan lebat yang terjadi belakangan ini kerap menimbulkan bencana alam. Tak hanya pohon tumbang, tapi juga tanah longsor dan banjir. Guna mengantisipasi hal itu, tim gabungan dari kepolisian, TNI, Satpol PP Gianyar dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar menyiapkan posko kebencanaan di Mapolres Gianyar, Minggu (5/1) kemarin. Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana menyampaikan, dibukanya posko kebencanaan ini diawali dengan apel gelar pasukan. Tujuannya mengecek kesiapsiagakan personel, peralatan, sarana dan prasarana lainnya. “Seperti kita ketahui bersama, Januari hingga Februari 2020 merupakan musim penghujan. Hal ini berpotensi terjadinya bencana alam seperti longsor, banjir dan pohon tumbang,” jelasnya. Ditambahkan, sebagian besar wilayah Gianyar ini dikelilingi daerah perbukitan dan perairan. Untuk itu, tidak menutup kemungkinan akan terjadi bencana alam seperti banjir, tanah longsor maupun pohon tumbang. Maka dari itu, perlu adanya peran dan partisipasi dari semua pihak. Penanggulangan bencana pun harus dilakukan dengan cara yang tepat sesuai Undangundang nomor 24 tahun 2007, agar tidak berdampak buruk bagi korban dan tim evakuasi. Dalam kesempatan itu,

personel gabungan ini juga melakukan pemeriksaan peralatan dan perlengkapan yang diperlukan. Mulai dari perahu karet, pelampung, helm, dayung, gergaji mesin, tambang, sekop, senter, sepatu boots hingga kendaraan khusus, misalnya mobil pemadam kebakaran, ambulans, dan mobil BPBD. “Jadi kalau nanti ada bencana alam, baik itu banjir maupun tanah longsor kita siap terjun. Kita bantu masyarakat Gianyar,” imbuh Kepala BPBD Gianyar A.A. Gde Oka Digjaya. Berkaca dari tahun sebelumnya, di Kabupaten Gianyar ada wilayah yang mendapat perhatian khusus, yakni Kecamatan Tagallalang dan Kecamatan Payangan. Di dua wilayah ini juga lebih sering terjadi bencana pohon tumbang hingga tanah longsor yang cukup membahayakan. “Dua wilayah tersebut curah hujannya lumayan tinggi. Wilayah lain tentu juga akan menjadi atensi kita bersama,” tandasnya. Sebelumnya Wakil Ket-

Bali Post/nik

CEK PERALATAN - Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana bersama tim saat melakukan pengecekan peralatan penanggulangan bencana di Polres Gianyar, Minggu (5/1) kemarin. ua DPRD Gianyar, I.B. Gaga Adi Saputra, mengingatkan pentingnya langkah antisipasi bencana, terlebih untuk menghadapi cuaca ekstrem. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan tindakan koordinatif dan sinergis lintas instansi. “Mulai dari proses pemetaan, mitigasi

dan antisipasi secara terencana, agar jika terjadi bencana, semua sudah siap digerakkan,” ucap mantan Sekda Gianyar ini. Ditambahkan, BPBD dan instansi terkait lain pasti sudah punya catatan wilayah yang rentan bencana. Pria akrab

sapaan Gus Gaga ini juga mengingatkan intansi terkait untuk lebih aktif memantau informasi dari BMKG. “Di musim penghujan tiap tahun selalu saja terjadi bencana dengan intensitas dan tingkat kerusakan yang variatif, “ katanya. (kmb35)

Hujan Disertai Angin Kencang

Bangunan Semipermanen Roboh Gianyar (Bali Post) Hujat lebat disertai angin kencang memicu sejumlah bencana di Kabupaten Gianyar. Mulai dari pohon tumbang hingga bangunan roboh. Seperti yang terjadi di Desa Mas, Kecamatan Ubud, Sabtu (4/1) lalu. Bangunan semipermanen milik Taman Pendidikan Sarin Rare Yayasan roboh setelah diterjang angin kencang. Pengurus Yayasan Made Ariasa, Minggu (5/1) kemarin menjelaskan, robohnya bangunan berbahan bambu tersebut akibat diterjang angin kencang. Kejadiannya secara tibatiba. Beruntung saat itu tidak ada aktivitas di bangunan berukuran 8x4 meter tersebut. “Bangunan yang bertiang bambu itu awalnya untuk taring kegiatan upacara keagamaan dan itu juga menjadi bagian tempat pendidikan keagamaan, karakter dan seni. Misalnya majejaitan, menari, makidung dan lain sebagainya,” jelas Ariasa. Dikatakan Ariasa, bangunan tersebut baru selesai diupacarai beberapa bulan lalu. Sementara pascaroboh,

kegiatan belajat anak didik di yayasan tersebut akan dipindahkan ke areal yang lebih memadai serta memanfaatkan alam terbuka hijau. “Kami hanya berharap kejadian ini tidak menyurutkan semangat anak-anak mengasah seni budaya dan kearifan lokal,” bebernya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, A.A Oka Digjaya, menyampaikan selain kejadian tersebut, terdapat pohon tumbang di beberapa titik. Salah satunya yang diatensi adalah di jembatan Jagaraga, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati. Serumpun pohon bambu tumbang di sana dan sempat menutup badan jalan. “Minggu sekitar pukul 06.22 Wita, serumpun pohon bambu tumbang dengan panjang sekitar 8 meter. Lokasinya di jembatan Jagaraga, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati yang disebabkan oleh hujan deras dan nihil korban jiwa. Itu sudah dievakuasi anggota TRC BPBD Gianyar,” jelas. (kmb35)

Bali Post/nik

ROBOH - Bangunan semipermanen di Taman Pendidikan Sarin Rare Yayasan Ketut Alon, Desa Mas, Kecamatan Ubud roboh, Minggu (5/1) kemarin.

TPA Liar akan Disulap Jadi Hutan Kota

Bali Post/nik

CEK - Bupati Gianyar I Made Mahayastra ketika melakukan pengecekan persiapan hutan kota di kawasan yang sebelumnya merupakan TPA liar.

Gianyar (Bali Post) Proses pengurukan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) liar di Banjar Blahpane, Desa Sidan, Kecamatan Gianyar, sudah rampung. Selanjutnya penataan hutan kota di kawasan tersebut akan dimulai awal tahun ini. Plt. Kepala DLH Gianyar, I Wayan Kujus Pawitra, mengatakan proses pengurukan kawasan yang sebelumnya merupakan TPA itu sudah rampung akhir 2019 lalu.

Bahkan Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, melakukan pengecekan hasil pengurukan TPA tersebut, Minggu (5/1) kemarin. “Ya tadi (kemarin - red) Pak Bupati mengecek pengurukan bekas TPA liar tersebut,” ucap Kujus Pawitra. Dikatakan, Pemkab Gianyar akan melakukan pengecekan terkait komposisi penataan areal yang akan disulap menjadi hutan kota itu. “Nanti akan ditanami

pohon dijadikan hutan kota agar teduh dan menambah oksigen,” katanya. Areal tersebut, lanjut dia, akan ditanami sejumlah pohon yang kaya oksigen, seperti sentoxema, ketapang kencana dan pohon pala. Sementara untuk pembatas dengan pemukiman penduduk akan ditanami pohon bambu. “Di bagian depan, kita juga tata dengan taman agar tampilan bagus,” tandasnya. (kmb35)


Senin Umanis, 6 Januari 2020

Bupati Suwirta Tinjau Proyek Infrastruktur di Nusa Penida BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman Klungkung A.A. Gede Lesmana didampingi Camat Nusa Penida Komang Widiasa Putra meninjau proyek infrastruktur di Nusa Penida, Sabtu (4/1). Ini merupakan kegiatan khusus untuk melihat secara langsung keadaan infrastruktur yang ada di Nusa Penida, ketika selesai dikerjakan oleh rekanan maupun yang sedang berlangsung. Hasil akhir pengerjaan infrakstruktur jalan ini dinilai cukup bagus.

PENGERJAAN JALAN - Bupati Suwirta (kanan) saat mengecek hasil akhir pengerjaan jalan di Nusa Penida.

SOSOK Siaga Penanggulangan Bencana MELIHAT perkembangan situasi saat ini, di mana banyak terjadi bencana alam, pihak kepolisian menyiapkan langkah-langkah antisipatif. Mereka siap melebur diri ke lembaga terkait guna membantu proses penanganan dampak bencana selain melakukan upaya pencegahan, agar mampu menghindarkan terjadi korban jiwa. Demikian disampaikan Kapolres Klungkung AKBP Komang Sudana saat mengecek kesiapan personelnya menghadapi penanggulangan dampak bencana di Mapolres Klungkung, Sabtu (4/1). Kesiapsiagaan ini bertujuan mengecek kesiapan personel dan perlengkapan serta menghimpun kekuatan TNI-Polri, BNPB, Basarnas dan instansi lainnya untuk turut serta berpartisipasi dalam upaya penanggulangan bencana ini. Sebagaimana amanat Kapolda Bali, kata Kapolres Klungkung, akibat terjadi perubahan cuaca ini telah menimbulkan bencana. Seperti memaksa masyarakat mengungsi, adanya korban jiwa, serta rusaknya fasilitas publik atau rumah warga. Berdasarkan perkiraan cuaca, dikatakan, wilayah Bali sudah memasuki musim hujan. Puncaknya diperkiraan terjadi Februari nanti. Sehingga perlu diwaspadai hujan lebat dan angin kencang serta bentuk bencana lainnya, terutama tanah longsor. Mengingat di tengah-tengah Pulau Bali ini terbentang perbukitan yang memanjang dari barat ke timur, karena itu memang rawan terjadi bencana tanah longsor. Mencermati hal itu maka memerlukan langkah-langkah proaktif anggotanya dalam upaya membantu masyarakat yang terkena bencana. Sebagaimana tugas Polri adalah melindungi keselamatan jiwa raga, harta benda, masyarakat dan lingkungan hidup dari gangguan ketertiban bencana, termasuk memberikan bantuan dan pertolongan. ‘’Kami siap turun bekerja sama dengan lembaga terkait, baik melakukan upaya pencegahan maupun penanganan reaksi cepat di lapangan,’’ katanya usai pemeriksaan dan peninjauan ranmor dan peralatan di sekitar Mapolres Klungkung. (gik)

Lokasi infrastruktur yang ditinjau antara lain infrastruktur di Jalan Podokhe – Senangka, Jalan Pikat – Sompang, dan proyek yang sedang berlangsung, yakni peningkatan jalan kabupaten pada jalan Ambengan – Pelilit. Pemkab akan terus melakukan penataan di wilayah Nusa Penida, sebagai titik ungkit dalam upaya menyejahterakan masyarakat di Kabupaten Klungkung. Pemkab terus melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat

dalam upaya menyejahterakan masyarakatnya. ‘’Izinkan pemkab bekerja menyejahterakan masyarakat Klungkung. Dalam proses tersebut, masyarakat dapat melakukan pengawasan termasuk mengevaluasi hal yang dikerjakan pemkab. Namun tentu berlandaskan sikap santun,’’ pinta Bupati Suwirta. Dia mengajak agar bersama-sama mengubah mindset, pola pikir, belajar bersyukur dan mendorong agar menghidupkan kembali po-

tensi pada bidang pertanian, perternakan, dan kelautan yang ada di Nusa Penida. Bupati Suwirta berharap supaya masyarakat Klungkung ikut mengawasi dan mengevaluasi proyek infrastruktur sesuai kompetensi yang dimiliki. Masyarakat Nusa Penida agar dapat bersabar, dan mensyukuri apa yang sudah ada di Kecamatan Nusa Penida saat ini. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman A.A. Gede Lesmana

menyatakan jalan yang ada di Kecamatan Nusa Penida dari 209 kilometer ruas jalan merupakan jalan kabupaten saat ini sudah tertangani sejauh hampir 179 kilometer. Tinggal menyisakan 30 kilometer. Pemkab menargetkan tahun 2021 semua jalan kabupaten sudah ditangani termasuk jalan menuju destinasi ke objek wisata. Pemkab Klungkung juga berencana mengambil alih jalan desa yang luas dan panjang untuk dijadikan jalan kabupaten dan kemudian akan ditangani, sehingga Dana Desa itu dapat digunakan untuk perbaikan infrastruktur lain. Seperti perbaikan gang termasuk bidang pemberdayaan masyarakat, bidang kebudayaan dan lain sebagainya. (ad99)

Antisipasi Angin Kencang Pohon Perindang Wajib Segera Dipangkas CUACA ekstrem disertai angin kencang dua hari terakhir hingga Minggu (5/1) kemarin, menimbulkan ancaman bagi masyarakat. Rumah banyak rusak diterjang pohon tumbang. Pengguna jalan jadi korban hingga tiang listrik dan telepon dibuat miring karena kondisinya sudah keropos. Wakil Bupati Klungkung Made Kasta meminta warga melakukan langkah-langkah antisipasi. Lalu langkah apa kirakira harus dilakukan secara efektif, sehingga bisa meminimalisir bencana itu? Wabup Kasta meninjau langsung dampak pohon tumbang yang disebabkan oleh hujan deras yang disertai angin kencang. Adapun beberapa titik lokasi bencana yang ditinjau langsung antara lain pada titik dampak bencana di Kusamba, Goa Lawah, dan Belatung. Dalam tinjauan di lapangan pihaknya menyampaikan, rata-rata pohon yang tumbang itu adalah pohon sudah tua. Hal itu disebabkan angin berembus sangat kencang, sehingga menyebabkan akar pohon tersebut tidak mampu menopangnya. Sebagai upaya antisipasi, jika ada pohon perindang di sekitar rumah segera harus dipangkas. Wabup Kasta mengimbau kepada masyarakat tetap waspada dan siaga menghadapi periode musim hujan, waspada tanah lonsor, banjir, angin kencang dan pohon tumbang. ‘’Untuk masyarakat yang melihat kejadian dan yang terkena bencana, segera hubungi BPBD Klungkung. BPBD sudah mempunyai tim reaksi cepat menanggulangi

bencana,’’ ujar Wabup Kasta. Hingga Minggu kemarin, dampak angin kencang masih terjadi di sejumlah tempat. Seperti di rumah warga di Banjar Pasekan, Desa Dawan Kaler, tertimpa pohon hingga atapnya hancur. Sehingga dengan cepat dilakukan penanganan BPBD Klungkung. Penanganan pohon tumbang juga dilakukan di Dusun Belatung Desa Pesinggahan. Di sana pohon menimpa rumah warga Nyoman Srianta. Tidak hanya itu, tiang listrik dan telepon juga dilaporkan banyak miring akibat angin kencang. Hal itu sudah pasti membahayakan warga sekitar, sehingga warga meminta pihak terkait mengamankan. Sebab, kondisinya sudah keropos. Seperti di Dusun Jero Kapal Desa Gelgel dan Bukit Panorama Desa Jungut Batu. Kalak BPBD Putu Widiada menyampaikan, ada banyak titik lokasi bencana pohon tumbang yang disebabkan hujan disertai angin kencang tersebut. Titik-titik lokasi ben-

cana itu di antaranya di Desa Nyalian pohon menimpa warga A.A. Oka Pariana (67). Korban yang dalam keadaan sadar itu sudah dibawa ke IGD RSU Klungkung. Di Batutabih pohon menimpa mobil Toyota Rush. Hal itu menyebabkan bumper depan mobil itu hancur. Di Sengguan pohon mangga menimpa kabel listrik dan lampu penerangan jalan patah. Di Jalan Kenyeri pohon menimpa kabel

dan bangunan, di Tihingadi pohon menutup akses jalan. Demikian juga di Goa Lawah. Pohon menutup setengah akses jalan, di parkiran Goa Lawah pohon menimpa warung salah satu pedagang. Di Belatung pohon menutup setengah akses jalan utama, dan terakhir di Nusa Penida tepatnya di depan Pura Ped pohon menutup setengah akses jalan. Ada juga di Jalan Raya Dalem Tugu Desa

Gelgel menutup akses jalan. Sementara di Banjar Pancingan, ada pohon menimpa rumah. Namun, meski menimpa rumah, tetapi kerusakannya tidak terlalu parah, sehingga selanjutnya warga diminta melakukan langkah-langkah antisipasi. Apabila ada bencana dan pohon itu dirasa membahayakan bisa menghubungi call centre BPBD Klungkung di nomor 2300. (gik)

TIMPA RUMAH - Salah satu dampak pohon tumbang menimpa rumah di Dusun Blatung Desa Pesinggahan, Klungkung.


Senin Umanis, 6 Januari 2020

Diterjang Angin Kencang

Bale Pesantian dan Pesandekan Pura Penataran Agung Nangka Hancur Amlapura (Bali Post) Hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah Karangasem tidak hanya mengakibatkan pohon tumbang. Tetapi dua bangunan, yakni bale pesantian dan pesandekan di Pura Panataran Agung Nangka, Desa Buana Giri Kecamatan Bebandem Kabupaten Karangasem juga hancur, Sabtu (4/1) lalu. Akibat kejadian itu, kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah. Berdasarkan pantauan di lapangan, Minggu (5/1) kemarin, dua bangunan yang sebelumnya berdiri kokoh kini hancur berkepingkeping. Penyangga bangunan patah lantaran tidak

kuat menahan beban di atasnya setelah diterjang angin kencang. Atap bangunan berbahan genteng hampir semuanya pecah. Dan sampai saat ini reruntuhan bangunan masih dibiarkan di lokasi dan belum dibersihkan. Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karangasem Putu Eka Tirtana mengatakan, dua bangunan yang roboh akibat diterjang angin kencang, yakni berupa bale pesantian dan pesandekan. ‘’Kedua bangunan ini hancur. Sampai saat ini puing-puing bangunan masih di lokasi dan belum dievakuasi karena kami lebih memprioritaskan

penanganan pohon tumbang di jalan raya. Nanti kami pasti akan membantu membersihkan reruntuhan bangunan tersebut,’’ ujarnya. Eka Tirtana menambahkan, selain dua bangunan itu, bale pamaruman juga sedikit miring akibat tiupan angin. Tapi bila kembali diterjang angin kencang, maka tidak menutup kemungkinan bangunan itu juga akan ikut roboh. Terlebih, potensi angin kencang masih terjadi sampai beberapa hari ke depan. Pohon Tumbang Selain dua bangunan itu, pohon tumbang terjadi di sejumlah titik. Kalak BPBD

Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa menjelaskan, pohon tumbang terjadi di Dusun Samuh Desa Bugbug Kecamatan Karangasem. Kemudian di seputaran jalan raya Candidasa, di areal parkir Pelabuhan Padangbai dan di kawasan Vila Amankila. ‘’Untuk di Vila Amankila, pohon menimpa empat kendaraan yang parkir,’’ katanya. Tak hanya itu, pohon tumbang juga terjadi di Jalan Ahmad Yani, di Banjar Dinas Bukit Paon Desa Bhuana Giri Kecamatan Bebandem, di Banjar Dinas Mumbul Desa Jungutan, Bebandem, di Banjar Dinas Pangleg Desa Jungutan, Bebandem,

di Banjar Dinas Tihing Seka Desa Bebandem Kecamatan Bebandem, di Br. Dinas Dukuh Desa Bebandem Kecamatan Bebandem dan di Banjar Dinas Perangsari Kelod Desa Duda Utara Kecamatan Selat. Arimbawa mengimbau kepada seluruh masyarakat supaya selalu meningkatkan kewaspadaan, mengingat saat ini mulai sering turun hujan lebat disertai dengan angin kencang. ‘’Kami meminta warga selalu waspada terhadap cuaca ekstrem belakangan ini. Upaya ini kami lakukan untuk mengantisipasi halhal yang tidak diinginkan,’’ jelas Arimbawa. (kmb41)

Bali Post/kmb41

HANCUR - Bale pesantian dan pesandekan yang ada di Pura Penataran Agung Nangka, Desa Buana Giri Kecamatan Bebandem Kabupaten Karangasem hancur akibat diterjang angin kencang, Sabtu (4/1) lalu.


Senin Umanis, 6 Januari 2020

Belasan Sekolah Tak Punya Kasek Definitif Bangli (Bali Post) – Belasan sekolah di Kabupaten Bangli tak punya kepala sekolah (kasek) definitif. Hal itu terjadi lantaran Pemkab kekurangan stok guru yang mengantongi sertifikat calon kepala sekolah (cakep), yang merupakan syarat utama bisa mengemban tugas sebagai kasek itu. Terkait hal itu, Pemkab Bangli tahun ini telah menganggarkan dana ratusan juta untuk mengadakan diklat cakep. Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kabupaten Bangli, Gede Arta, mengatakan pihaknya di tahun 2020 ini telah mengagendakan pendidikan cakep. Untuk melak-

sanakan kegiatan itu, telah disiapkan dana Rp227 juta. Ada 40 orang guru yang akan diikutsertakan dalam proses seleksi itu. Kemudian mereka diikutkan diklat cakep. “Nanti kami segera bersurat ke Disdikpora untuk mohon pesertanya,” terangnya ditemui belum lama ini. Sesuai mekanisme, mengadakan diklat terlebih dahulu harus bersurat ke lembaga pengembangan dan pemberdayaan kepala sekolah (LPPKS). Selanjutnya bersurat ke Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) memohon jadwal BKDPSDM Bangli untuk merancang kegiatan diklat cakep itu, agar bisa terlaksana Maret. Diklat cakep itu biasanya berlang-

sung selama kurang lebih tiga bulan. Tahun lalu, diakui, BKDPSDM Bangli sudah sempat mengagendakan kegiatan diklat cakep itu. Anggarannya pun telah disiapkan. Namun, karena ada perubahan sistem di LPPKS dan waktu pelaksanaan yang mepet, rencana diklat cakep itu pun batal. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli, Nengah Sukarta, menyebutkan ada 15 sekolah yang saat ini belum punya kasek definitif. Rinciannya 11 SD dan 4 SMP. Karenanya sekolah baru diisi kasek yang berstatus pelaksana tugas (Plt). (kmb40)

Tertimpa Pohon, Sejumlah Bangunan Warga Rusak SEJUMLAH bangunan milik warga rusak tertimpa pohon saat hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Bangli, Sabtu (4/1) lalu. Bukan saja merusak bangunan, kejadian pohon tumbang itu menyebabkan arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan terganggu. Lalu sejauh ini bagaimanakah action BPBD mengatasi bencana yang disebabkan cuaca relatif ekstrem belakangan ini melanda Bangli itu? Berdasarkan laporan yang masuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli, cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bangli sekitar pukul 13.00 Wita itu menimbulkan dampak bencana di beberapa kecamatan. Di Tembuku, tepatnya di Dusun Tegalasah Kaja, Desa Tembuku, pohon menimpa bangunan dapur dan kandang ayam milik I Wayan Laba (63). Tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu. Kerusakan tersebut menyebabkan korban mengalami kerugian hingga Rp50 juta.

Di Kecamatan Bangli, tepatnya di Lingkungan/Kelurahan Kubu, sebuah pohon kelapa menimpa bangunan gudang milik Jro Mangku Pucak (69). Kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian itu ditaksir Rp10 juta. Di Kecamatan Susut, atap warung milik Jro Mangku Bujangga, warga Banjar Tanggahan Peken, Desa Sulahan juga rusak akibat tertimpa pohon cempaka. Tidak ada korban jiwa dilaporkan dalam kejadian itu. Sementara itu di ruas jalan Bangli - Kintamani tepatnya di Desa Sekardadi, pohon tum-

Bali Post/ist

TERTIMPA POHON - Kondisi bangunan yang rusak milik warga akibat tertimpa pohon.

bang menyebabkan arus lalu lintas terganggu hingga macet. Peristiwa sama terjadi di ruas jalan Suter-Karangasem, tepatnya di wilayah hutan BKSDA. Pohon melintang ke jalan menyebabkan arus lalu lintas tersendat. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bangli Ketut Agus Sutapa seizin Kalak BPBD, I Ketut Gede Wiradana, Minggu (5/1) kemarin mengatakan kejadian pohon tumbang di sejumlah titik tersebut telah mendapat penanganan memadai. Selain BPBD, kejadian tersebut mendapat atensi TRC Dinas PU Provinsi Bali, kepolisian, koramil dan camat di masing-masing wilayah. Agus mengatakan, sesuai rilis BMKG, hasil analisis dinamika atmosfer terkini menunjukan masih adanya potensi hujan lebat di beberapa wilayah Indonesia, termasuk Bali, sepekan ke depan. Karenanya masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin. (ina)

PASAR YANGAPI - Kondisi Pasar Yangapi di Kecamatan Tembuku.

Disperindag Pertajam Aset Pasar Yangapi Bangli (Bali Post) Pasar Amerta Gunung Sari atau yang selama ini lebih dikenal masyarakat dengan nama Pasar Yangapi sangat memprihatinkan. Pasar yang dibangun pemerintah di era 90-an itu terbengkalai dan tak terurus. Kios-kios yang ada banyak kosong akibat ditinggalkan oleh pedagang. Tidak pelak, kondisinya pun rusak parah. Meski keadaan seperti itu sudah berlangsung bertahun-tahun, sampai sekarang belum juga ada upaya pemeliharaan atau revitalisasi pihak pemkab, terhadap pasar yang ada di Kecamatan Tembuku itu. Plt. Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli, Wayan Gunawan, dikonfirmasi Minggu (5/1) kemarin mengungkapkan, pihaknya sejatinya punya keinginan melakukan perbaikan/revitalisasi terhadap pasar Yangapi. Namun, hal itu tidak bisa dilakukan. Alasannya, terbentur kepemilikan aset. Pasar Yangapi yang memiliki banyak kios, tercatat sebagai aset Pemerintah Provinsi Bali. Pihaknya mengaku kurang tahu pasti bagaimana kerja

sama pemanfaatan aset tersebut selama ini. Karenanya, tahun ini ia berencana melakukan penajaman aset. “Yang jelas dulu kan memang ada surat menyuratnya. Tapi itu belum saya temukan. Karenanya kami akan perjelas lagi. Kalau memang suratnya tidak berlaku lagi, biasanya kan ada batas waktu untuk hak guna pakainya, maka kami akan mohonkan lagi. Sehingga bisa kami lakukan pemeliharaan dan revitalisasi,” jelasnya. Menurut Gunawan kalau upaya itu

tidak dilakukan maka kondisi pasar Yangapi sekarang akan terus menerus jadi PR Disperindag. Ditambahkannya, Pasar Yangapi merupakan salah satu dari empat pasar rakyat yang ada di Kabupaten Bangli. Pasar itu saat ini masih beroperasi dan dimanfaatkan beberapa pedagang. Dari pasar itu, Disperindag selama ini mendapat pendapatan penarikan retribusi. Sebagaimana pantauan selama ini, kondisi Pasar Yangapi nampak tak terurus.

Bangunan yang ada di pasar sudah mengalami banyak kerusakan. Terutama kioskios yang ada di sisi selatan pasar. Hampir sebagian besar kios itu nampak kosong akibat tidak lagi ditempati pedagang. Selain bagian atapnya banyak jebol, kerusakan juga banyak terjadi pada pintu rolling door. Bahkan di beberapa kios, terlihat sudah tidak dilengkapi rolling door. Tak hanya rusak, lingkungan pasar itu juga kumuh. Bupati Bangli I Made Gianyar beberapa waktu lalu sempat mengungkapkan rencananya akan mengubah Pasar Yangapi itu menjadi Pasar Agro, bahkan sempat pula ada rencana menjadikan pasar itu sebagai rumah sakit. Namun sampai sekarang, rencana itu masih sebatas wacana. (kmb40)


Senin Umanis, 6 Januari 2020

Angin Kencang

Rumah Roboh Sejumlah Pohon Tumbang Singaraja (Bali Post) -

Angin kencang melanda beberapa wilayah di Buleleng, mengakibatkan rumah roboh yang membuat pemiliknya mengungsi ke tempat lebih aman. Selain itu, di beberapa lokasi terjadi pohon tumbang. Data dihimpun Bali Post, Minggu (5/1) kemarin, bencana angin kencang merobohkan rumah warga di Dusun Yeh Panes, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak. Bencana ini terjadi Sabtu (4/1) lalu sekitar pukul 16.00 Wita. Sebelum kejadian, pemilik rumah, I Kadek Wardana (44), bersama istrinya, Ni Nengah Karini (39), baru saja datang dari bekerja menanam jagung di kebun. Pasutri itu kemudian membuat pakan babi di dapur yang terpisah dari rumah utama. Sementara, kedua anaknya, Ni Luh Ayu Tina (17) dan I Kadek Angga

Saputra (10) beraktivitas di luar rumah. Tidak disangka, tiba-tiba angin kencang terjadi. Atap rumahnya yang terbuat dari genteng tiba-tiba ambruk. Tidak hanya itu, dinding yang terbuat setengah dari batu bata dan gedek itu ikut roboh, sehingga rumah kesayangannya itu rata dengan tanah. Barang-barang perlengkapan rumah tangga termasuk

perlengkapan sekolah kedua anaknya tertimbun material bangunan. Wardana termasuk warga kurang mampu. Wardana bersama istri dan kedua anaknya memilih mengungsi ke rumah tetangganya. Kelian Dusun Yeh Panes, Desa Pemuteran, Nyoman Narda, mengatakan korban hanya memiliki satu rumah yang sekarang hancur karena

Petani Tewas di Sawah tidak bernyawa setelah keluarganya melakukan pencarian hingga Minggu (5/1) dini hari kemarin. Kapolsek Kota Singaraja Kompol I Gusti Ngurah Yudistira seizin Kapolres Buleleng, AKBP Made Sinar Subawa, membenarkan kasus penemuan mayat tersebut. Yudistra mengatakan, dari

bencana alam. Selain itu, warganya itu kehilangan perlengkapan rumah tangga, termasuk perlengkapan sekolah kedua anaknya tertimbun. Pascakejadian itu, tetangganya berusaha membantu korban membersihkan puing-puing reruntuhan dan mengambil barang yang bisa diselamatkan. Sementara, pihaknya telah melaporkan kejadian ini ke pemerintah kecamatan dan kabupaten. Pihak desa juga mengajukan permohonan untuk bantuan memperbaiki rumah korban yang rusak berat. Tidak hanya merobohkan rumah warga, angin kencang

EVAKUASI - Polisi bersama warga mengevakuasi mayat korban, Minggu (5/1) dini hari kemarin.

pemeriksaan di lokasi kejadian dan keterangan saksi, pada Sabtu (4/1) lalu korban berpamitan kepada istrinya, Ketut Kertianing, untuk pergi ke sawah. Korban berangkat ke sawah sekitar pukul 14.00 Wita sembari membawa cangkul mengendarai sepeda motor. Awalnya, istri korban tidak memiliki firasat buruk. Perasaannya mulai tidak enak ketika suaminya tidak pulang sampai pukul 18.00 Wita. Dia lantas memberitahu saksi Ketut Ginarta untuk meminta bantuan mencari korban. Informasi itu kemudian menyebar, sehingga warga ramai-ramai membantu mencari korban. Dengan menyusul ke sawah tempat biasanya korban bekerja, kerabat dan warga melakukan pencarian. Sekitar pukul 01.30 dini hari kemarin, korban ditemukan tergeletak di petak sawah di Banjar Dinas Bukit, Desa Jinang Dalem. Saat ditemukan, posisi korban tengkurep dan

tangannya masih memegang jangkul. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada aparat desa dan diteruskan ke polisi. “Karena sudah hampir malam korban tidak balik, istrinya panik dan memberitahu saksi lainnya. Setelah dicari, dini hari tadi baru ditemukan dan sudah meninggal dunia. Jenazah dievakuasi untuk diperiksa di RSUD Buleleng,” katanya. Menurut Yudistira, penyebab pasti korban meninggal dunia belum terungkap. Upaya penyelidikan itu masih dilakukan, namun pihak keluarga korban menolak polisi melakukan autopsi. Pihak keluarga mengikhlaskan kepergian korban. Namun demikian, dari visum luar oleh dokter RSUD Buleleng, ditemukan luka lecet pada kepala sebelah kiri, pada dagu, dan dari telinga mengeluarkan darah. Luka tersebut diduga karena korban mengalami pecah otot kepala, sehingga menyebabkan kematian. (kmb38)

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Cr Guru Inggris SD full/Partime u/Bimbel Panjer081338728509

Dcr Security & Sopir SIM B utk Cargo di Kuta hub.081916224131

Cr 3PRT/bs msk,3Tk.Kbn,1Sopir 2Satp.Hub Villa Ayu Br.Kuwum Kauh II/21X Krbkn.082147463111

Dcr Cleaning Service, Scurity di Jln. Petitenget 082210090909

Dicari sopir Srabutan max. 35th Hub.Jl.Gurita 1 No.20C Sesetan WA:085100009398

Singaraja (Bali Post) Penemuan mayat di pematang sawah menggegerkan warga Desa Jinang Dalem, Kecamatan Buleleng. Setelah diidentifikasi, mayat tersebut diketahui bernama Ketut Sarka (60), warga Banjar Dinas Ketug Ketug, Desa Jinang Dalem yang kesehariannya bertani. Korban ditemukan

Bali Post/ist

B.BP.154.01.20.0000089

Dcr Koki masakan Bali (Halal) Waiters Barista 20-35th utk Resto Kubaliji. Tukad Badung 200X Renon Dps. WA:0811447272 B.BP.004.01.20.0000079

Dcr Sopir SIM A/B1 min SMA,ijazah asli,usia max 35th Lam PT Maya Bali Utama Jl.Gatsu II BI No.6 Dps Hp.08124646409 B.BP.001.01.20.0000062

LOKER

B.BP.001.01.20.0000069

B.BP.004.01.20.0000076

Dcr Kaywti u/Klinik Kecantikan Jl.Bedahulu 35A, 081239190308

B.BP.001.01.20.0000081

Dcr Sopir utk Catering,tgl .dlm fas.Mess+Mkn+Bns.081237002020 B.BP.001.01.20.0000093

Dcr Tng 2wnt+3laki serabutan min SMA,UD Kabik,081999415788 B.BP.001.01.20.0000065

Dcr staf Admin Wnt pengalaman single Hub:082146010008 B.BP.001.01.20.0000095

DIJUAL RUMAH

B.BP.166.01.20.0000104

Dicr:Sarjana Akuntansi berpglm min 3th H.085100636609 B.BP.001.01.20.0000021

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

SPA Bali membutuhkan”Spa Therapist” pria/wanita,pengalaman/ tdk,jujur,rajin, bertanggungjawab WA:+62 8113887714, Email: spabali@gmail.com

B.BP.001.01.20.0000017

Sekolah Prhotelan&Kapal Pesiar IHM, now hiring staf/Admin, Secretary, Accounting,Marketing Instructor,OffBoy,Rq:M/F fresh Grad,S1S2 good appearance,spk English max25yr.Pls bring CV : Jl.Ambarawati,Mas Ubud, Email: ndiana249@yahoo.com, Phone:081236332239

B.BP.001.01.20.0000097

BIRO JASA SERVICE

BIRO JASA

menimpa jaringan kabel PLN. Selain itu, pohon wani milik warga di Desa Pegadungan, Kecamatan Buleleng tumbang. Pohon yang sudah berusia tua itu tumbang menutup jalan, sehingga akses lalu lintas di desa tersebut terganggu. Sementara, pada Minggu (5/1) dini hari tadi, pohon tumbang terjadi di Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada dan di Desa Anturan, Kecamatan Buleleng. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana

Singaraja (Bali Post) Sebuah rumah permanen di Banjar Dinas Sangambu, Desa Madenan, Kecamatan Tejakula terbakar. Rumah dalam kondisi kosong itu dilahap si jago merah diduga karena disambar petir. Pemilik rumah Ketut Darmana dan keluarganya kehilangan perlengkapan rumah tangga dan barang berharga, hingga menelan kerugian Rp70 juta. Kapolsek Tejakula AKP Nyoman Adika seizin Kapolres Buleleng, AKBP Made Sinar Subawa, Minggu (5/1) kemarin mengatakan, kebakaran terjadi pada Jumat (3/1) lalu sekitar pukul 20.00 Wita. Pemilik rumah dan keluarganya sedang mengikuti upacara perkawinan kerabatnya di Kabupaten Bangli. Sebelum kejadian, Desa Madenan yang lokasinya di ketinggian dilanda hujan deras disertai petir. Diduga, rumah korban terkena sambaran petir sehingga menyebabkan muncul

percikan api. Api itu dengan cepat membesar dan menghanguskan seisi rumah yang berukuran 6,5 x 5,5 meter persegi tersebut. Upaya pemadaman gagal dilakukan karena jalan tanjakan terjal menyulitkan mobil pemadam menjangkau lokasi kebakaran. Tak pelak, api padam sendirinya setelah seluruh bangunan menjadi

Bali Post/ist

PROPERTY

PROPERTY

RUPA-RUPA

DIJUAL RUMAH

DISEWAKAN RUKO

Dijual Rmh Panji Sukasada Bllng Dp 10% Bunga Krd 0,83% Hub.082236881191/081805374433

Ruko 12x6M2 Jln,Gatsu XI Q/8 Denpasar.Hubungi:087817708640

B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172

B.BP.004.11.19.0000749

PROPERTY DIJUAL TANAH

BU Tanah 3are Ayani Utara 160/ are lebar 20M. 082144442900 TP B.BP.001.01.20.0000094

B.BP.001.01.20.0000057

PROPERTY DISEWAKAN TOKO

Over Kont Toko Jl.Kediri Tuban Kuta sblh Tiki / 081353459421

BIRO JASA Saya siap kerja partime bantu lapor pajak bln/Thn, Gaji 300K WA:085931263189

B.BP.004.01.20.0000090

KEHILANGAN RUPA-RUPA

SINGARAJA

Hlg BPKB Mbl F.8131355-O DK 1656 UC an.Nyoman Piluani

B.BP.001.01.20.0000022

B.BP.001.01.20.0000096

n

B.BP.001.01.20.0000074

B.BP.154.01.20.0000091

B.BP.001.12.19.0000667

Desig

puing. Keesokan hari, Sabtu (4/1), kejadian ini baru diketahui oleh saksi Nyoman Tomblos dan Wayan Karmi. Saat akan bekerja ke kebun, keduanya terkejut setelah menemukan rumah korban tinggal puing. Kejadian itu dilaporkan kepada aparat desa dan menghubungi polisi. (kmb38)

TERBAKAR - Rumah Ketut Darmana, warga Banjar Dinas Sangambu, Desa Madenan, terbakar.

Atasi Rmh Bocor Dak Dinding Atap,P.Sefri 085100774702 Grns

Free

Daerah (BPBD) Buleleng Ida Bagus Suadnyana, S.H. mengatakan dampak angin kencang tersebut sudah ditangani dengan menerjunkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC). Terkait ancaman bencana alam yang masih berpotensi terjadi, Suadnyana menyebut, bencana banjir bandang dan tanah longsor. Ini patut diwaspadai di Kecamatan Tejakula, Kubutambahan, Sawan, Sukasada, Banjar, Busungbiu, dan di Kecamatan Gerokgak. (kmb38)

Diduga Tersambar Petir Rumah Warga Madenan Terbakar

Tnh 2A Tk.Unda Gg.III/10A Renon H.1M/A,0811387484,08123928624

Money Back Guarantee

SERVICE

juga menumbangkan pohon di pinggir jalan di sejumlah desa di Buleleng. Kejadian ini terjadi di Desa Selat, Kecamatan Sukasada, Sabtu (4/1) lalu. Pohon santen dengan diameter 60 sentimeter tumbang dan menutup badan jalan. Di Jalan Jatayu, Kelurahan Kaliuntu, Singaraja juga terjadi pohon tumbang karena angin kencang. Pohon perindang dengan lingkar pohon sekitar 40 cm ini tumbang karena batang dan akarnya sudah lapuk. Pohon dan ranting

Sopir Serabutan,Adm Penagihan marketing,Tkg Las: 085103167222

B.BP.001.01.20.0000049

RUPA-RUPA

Bali Post/kmb38

ROBOH - Rumah I Kadek Wardana, warga Desa Pemuteran, Gerokgak, roboh karena diterjang angin kencang.

B.BP.158.01.20.0000080


Senin Umanis, 6 Januari 2020

Bupati Artha Pimpin Apel Kesiapan Penanggulangan Bencana Alam

CEK PERALATAN - Bupati Artha bersama Kapolres dan Dandim serta Basarnas Jembrana mengecek sejumlah peralatan untuk kesiapan penanggulangan bencana seusai Apel Gelar Kesiapan Perlengkapan/Sarpras dan Personel dalam rangka Penanggulangan Bencana Alam.

Perda Sampah Belum Jalan Negara (Bali Post) Permasalahan sampah harus menjadi perhatian bersama. Bukan hanya menjaga kebersihan, melainkan juga pengelolaan dari rumah tangga hingga ke TPA. Peran pemerintah daerah sangat diperlukan, apalagi sudah dipayungi dengan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah. ‘’Penerapan perda pengelolaan sampah itu agar benar-benar I Ketut Catur dijalankan. Jangan sampai perda itu hanya macan kertas,’’ ujar anggota Komisi B DPRD Jembrana I Ketut Catur, Minggu (5/1) kemarin. Menurutnya, masalah sampah ini mesti ada solusi. Salah satunya menerapkan perda dengan menindak kebiasaan buruk warga membuang sampah sembarangan. Terutama di saluran air yang berdampak banjir ketika musim penghujan. Ketua Fraksi Demokrat Jembrana ini juga mengapresiasi upaya pemerintah melakukan program pengelolaan sampah. Salah satunya membuat tempat pengelolaan sampah hingga ke desa-desa. Akan tetapi, perlu digencarkan lagi karena di beberapa lokasi tidak jalan. Masih banyak produksi sampah dari masyarakat dan usaha dibuang sembarangan. ‘’Sudah waktunya diterapkan perda yang di salah satu pasalnya disebutkan bahwa membuang sampah tidak pada tempat dikenai sanksi. Dalam pasal 46, selain ancaman pidana dengan kurungan paling lama 3 bulan juga denda Rp 500 ribu,’’ ujarnya. (kmb26)

BUPATI Jembrana I Putu Artha memimpin apel gelar kesiapan perlengkapan dalam rangka siaga bencana alam, Sabtu (4/1) lalu di GOR Kresna Jvara, Lingkungan Sawe Rangsasa, Dauhwaru, Jembrana. Hadir pula pada Apel Gelar Kesiapan Perlengkapan/ Sarpras dan Personel dalam rangka Penanggulangan Bencana Alam tersebut Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Adi Wibawa, Dandim 1617 Jembrana Letkol Kav. Djefry Marsono Hanok serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Dalam apel itu, Bupati Jembrana I Putu Artha bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara selaku Komandan Apel yaitu KBO Lantas Polres Jembra Iptu I Made Astawa Setiawan. Dalam sambutannya, Bupati Artha membacakan amanat

Dari pengamatan di Pasar Umum Negara, Minggu (5/1) kemarin, sebagian besar bahan kebutuhan dapur itu mengalami kenaikan harga. Sejumlah pedagang mengaku harga yang dijual ke pembeli itu menyesuaikan dengan kenaikan harga dari pemasok. ‘’Sebagian besar masih dari Jawa. Seperti cabai dan bawang, semuanya (harga) naik. Kita juga menyesuaikan,’’ terang Komang Astika (45), pedagang bumbu dapur. Salah satu pemicu naiknya harga disinyalir cuaca buruk di Pulau Jawa yang merupakan pemasok utama bahan-bahan kebutuhan. Banjir selain mengakibatkan lahan pertanian mengalami kerusakan, juga tersendatnya pengiriman, sehingga barang yang diterima juga tak sebanyak seperti hari normal.

Bali Post/olo

dalam kondisi kurang mengenakkan. Terutama setelah unit usaha retribusi diambilalih ke OPD yang membidangi, Perusda tak memiliki lagi usaha yang mumpuni. Bahkan terpaksa juga banyak karyawan yang tidak bekerja karena kondisi perusahaan tak jalan. (kmb26)

Senin, 6 Januari 2020 05:00 Wita 05:52 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita

06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 11:00 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Brahmacari Sebagai Landasan Untuk Mencapai Kemakmuran (1) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Bal Hanoman (2) Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Punggung Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Lejel Homeshopping Seputar Bali Terkini

11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali TV Shop Punggung 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Yowana Live Peran Pemuda Terhadap Perlindungan Intelektual Kebudayaan 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 17:00 Wita Ocydia Home Shopping 17:00 Wita Sansekerta

terpenting agar menjaga keselamatan diri, selalu memohon doa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pelaksanaan tugas dapat berjalan dengan baik, lancar dan aman. Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Adi Wibawa mengatakan bahwa kepolisian mendapatkan instruksi dari Kapolda untuk melaksankan apel gelar kesiapan dalam rangka antisipasi terjadinya bencana di wilayah Kabupaten Jembrana, sehingga pada Sabtu pagi dilaksanakan apel tersebut guna mengecek kesiapan personel. ‘’Apabila terjadi bencana khususnya di wilayah Kabupaten Jembrana kami sudah sangat siap untuk mengatasinya,’’ ungkapnya. Usai pelaksanaan apel gelar pasukan, Bupati Artha beserta Kapolres dan Dandim 1617 Jembrana melanjutkan dengan mengecek kendaraan didampingi tamu undangan. (ad103)

Negara (Bali Post) – Cuaca buruk yang terjadi di sejumlah daerah di Pulau Jawa, berdampak pada pasokan bahan kebutuhan dapur di sejumlah pasar tradisional di Jembrana. Karena barang yang berkurang maka harga sejumlah kebutuhan itu melonjak. Khususnya bumbu dapur seperti cabai, tomat dan bawang.

Gedung Perusda - Salah satu gedung baru di areal PDAM yang rencana awal untuk kantor BPR Jembrana dan kantor Perusda. nan seleksi akan molor dari waktu sebelumnya yakni sekitar bulan April. ‘’Ya, kita lakukan audit dulu independen. Baru menentukan langkah selanjutnya. Untuk sementara nanti Plt dulu (setelah masa jabatan usai),’’ terang Natalis. Saat ini kondisi perusahaan daerah memang

Dalam upaya penanggulangan terjadinya bencana di Bali, sepatutnya harus tanggap terhadap terjadinya bencana, sehingga kita dituntut untuk siap siaga dan all out bersinergi dengan pemerintah daerah atau instansi terkait lainnya untuk meminimalisir dan dampak yang ditimbulkan dari peristiwa tersebut. ‘’Oleh karena itu apel pergelaran penanggulangan bencana alam kita laksanakan bertujuan untuk mengetahui kesiapan kita dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam yang ada di Bali, baik dari kesiapan personel sarana dan prasarana serta dukungan logistik lainnya,’’ terang Bupati Artha. Mengakhiri amanat yang dibacakan Bupati Artha itu, Kapolda berpesan agar setiap anggota tetap menjaga kesehatan dan stamina serta yang

Banjir di Jawa Akibatkan Harga Bumbu Dapur Naik Dari pengalaman, biasanya harga akan terus naik ketika kondisi tersebut masih berlangsung. Naiknya harga bumbu dapur itu juga diakui Ni Nengah Sueni (40), pedagang lainnya di Pasar Umum Negara. Khususnya untuk cabai merah kecil dari mulanya Rp 38 ribu per kilogram, naik menjadi Rp 45 ribu. Dan terakhir pada Minggu pagi kemarin sudah tembus Rp 55 ribu per kilogram. Begitu juga dengan cabai besar dari Rp 30 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram. Tomat naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp 12 ribu per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada bawang merah dari Rp 28 ribu menjadi Rp 35 ribu per kilogram. Harga bawang putih Rp 25 ribu per kilogram menjadi Rp 35 ribu per kilogram. (kmb26)

Perusda Bisa Dibubarkan Negara (Bali Post) Perusahaan Daerah (Perusda) Jembrana sejak dua tahun ini mati suri. Pascadialihkannya pemungutan retribusi parkir dan pasar ke OPD terkait, belum ada usaha lain yang menyokong perusahaan ini bisa berjalan. Pada pertengahan 2020 ini masa jabatan Direktur Perusda juga sudah berakhir. Namun dari informasi, sebelum ada penentuan Direktur Perusda, pemerintah daerah akan melakukan audit kondisi perusahaan. Audit yang dilakukan tim independen ini konon akan menjadi pertimbangan apakah Perusda tetap jalan dengan usaha-usaha lain, atau justru dibubarkan. Kepala Bidang Ekonomi Pembangunan Kesejahteraan Rakyat (Ekbangkesra) Si Luh Ktut Natalis Semaradani mengatakan, sebelum perekrutan direktur, akan dilakukan audit yang melibatkan tim independen. Audit ini dilakukan guna mengetahui kondisi Perusda Jembrana saat ini. Karena adanya audit ini kemungki-

dari Kapolda Bali. Berdasarkan perkiraan cuaca wilayah Bali sudah memasuki musim hujan yang puncaknya diperkirakan terjadi pada bulan Januari hingga Februari 2020. Sehingga perlu diwaspadai hujan lebat dan angin kencang serta bencana lainnya terutama tanah longsor. Mengingat di tengah-tengah Pulau Bali terbentang pegunungan yang memanjang dari barat ke timur, sehingga rawan akan terjadinya bencana tanah longsor. Mencermati hal tersebut, Kapolda mengamanatkan perlu dilakukan langkah-langkah proaktif untuk membantu masyarakat yang terkena bencana sebagaimana tugas Polri melindungi keselamatan jiwa raga, harta benda masyarakat dan lingkungan hidup dari gangguan ketertiban atau keamanan termasuk memberikan bantuan dan pertolongan.

18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:30 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita 00:05 Wita

Puja Trisandya Seputar Bali Bali TV Shop Kalung Omkara Orti Bali Dialog Nuansa Property Bali TV Shop Kalung Omkara Taksu Made Gunawan, Lestarikan Alam Lewat Media Lukisan Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Folk Song Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali TV Shop Kalung Omkara Solusi Alternatif Marion Sam

Bali Post/olo

BUMBU DAPUR - Salah satu pedagang kebutuhan bumbu dapur di Pasar Umum Negara.

Upaya Persuasif

Yudo menegaskan, pihaknya telah melakukan upaya persuasif mengajak kapal penjaga pantai China membawa nelayan-nelayannya meninggalkan perairan Natuna. Menurutnya, sesuai aturan seharusnya nelayan China tersebut ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Sementara kapal penjaga pantai memang hanya diusir keluar dari perairan Indonesia. Yudo menambahkan, TNI juga telah menggelar operasi dengan menurunkan dua unsur KRI guna mengusir kapal asing tersebut keluar dari Natuna. Operasi ini, katanya, tidak memiliki batas waktu sampai kapal China betul-betul angkat kaki dari wilayah maritim Indonesia. ‘’Fokus kami sekarang ialah menambah kekuatan TNI di sana. Besok akan ada

penambahan empat unsur KRI lagi untuk mengusir kapal-kapal tersebut,’’ tuturnya. Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD menyatakan bahwa pemerintah tengah meningkatkan dan memperkuat patroli untuk menghalau kapal-kapal penangkap ikan asal China, yang beroperasi secara ilegal di perairan Natuna. ‘’Patroli akan diperkuat, penguatan kapalkapal kita, yang sekarang ada di wilayah lain, akan dikerahkan ke sana untuk menghalau,’’ kata Mahfud, Minggu kemarin. Sebelumnya telah terjadi pelanggaran oleh kapalkapal China di wilayah zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia pada perairan Natuna, Provinsi Kepulauan Riau. Kapal-kapal asal China tersebut melakukan penangkapan ikan secara

Hukum Nasional Namun perlu diantisipasi kebijakan ini agar tidak tumpang tindih dengan peraturan hukum nasional yang ada. Dikatakannya, regulasi ini penting menjadi pedoman bagi desa adat agar bisa sejalan dengan hukum nasional lainnya. Karena itu, Majelis Desa Adat perlu melakukan koordinasi agar regulasi yang ada bisa pararel dengan peraturan hukum lainnya. Selain itu, adanya kebijakan memberikan kewenangan desa adat melakukan pungutan diharapkan tidak diskriminatif. Karena itu, diperlukan sebuah regulasi yang jelas dan kuat, bukan hanya sebatas pararem. Mengingat, dalam satu desa adat bisa terdiri dari banyak banjar

adat. Seperti di Denpasar ini ada 105 banjar adat yang memiliki karakteristik masing-masing. ‘’Saya pribadi sangat mendukung kebijakan ini, namun harus dilengkapi dengan regulasi agar tidak tumpang tindih,’’ ujarnya. Wakil Ketua Bidang Pawongan (Patajuh II) Desa Adat Denpasar A.A. Putu Gede Wibawa menegaskan, pungutan yang selama ini dilakukan desa adat ditentukan melalui parum agung. Artinya, mana saja yang kena pungutan dan apa saja yang tidak kena semua diputuskan dalam parum agung tersebut. Terkait dengan penggunaannya, lebih banyak untuk operasional sekretariat. Karena biaya untuk di sekretariat cukup besar. Misalnya, ada undangan dari banjar-banjar, suratmenyurat, serta keperluan di sekretariat.(kmb12)

ilegal di wilayah Indonesia. Mahfud menjelaskan, peningkatan dan penguatan patroli di kawasan perairan Natuna tersebut bukan berarti Indonesia melakukan perang dengan pemerintah China. Akan tetapi, pemerintah Indonesia menghalau kapal asing untuk menjaga wilayah perairan Indonesia. ‘’Kita tidak berperang, akan tetapi menghalau untuk menjaga daerah kita sendiri,’’ ujar Mahfud. Sementara itu, pemerintah Tiongkok mengklaim secara sepihak dan menyatakan bahwa perairan Natuna merupakan bagian dari wilayah mereka, dengan sebutan Nine Dash Line. Namun, pemerintah Indonesia tidak pernah mengakui klaim China tersebut. Nine Dash Line diklaim sebagai wilayah Laut China Selatan seluas dua juta kilometer persegi, berdasarkan hak maritim historis mereka.

Jalur tersebut membentang sejauh 2.000 kilometer dari daratan China hingga beberapa ratus kilometer dari Filipina, Malaysia, dan Vietnam. ‘’China menyatakan itu hak tradisional mereka, karena sejak ribuan tahun nelayan mereka ke wilayah itu. Apa dasarnya, dan apa buktinya?’’ ucap Mahfud mempertanyakan. Berdasarkan Konvensi Perserikatan BangsaBangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982 menyatakan bahwa perairan Natuna merupakan wilayah ZEE Indonesia, dan China tidak memiliki hak apa pun pada perairan tersebut. Pemerintah Indonesia juga tidak membuka ruang untuk negosiasi dengan pemerintah China terkait perairan Natuna, dan tetap berpegang pada UNCLOS 1982, di mana wilayah tersebut merupakan wilayah perairan Indonesia. (ant)


Senin umanis, 6 JANUARI 2020

Permainan Tradisional

Media Penghalus Budi yang Terancam Punah

PERMAINAN tradisional Bali kini semakin memudar pesonanya, bahkan eksistensinya terancam punah. Mayoritas anak-anak Bali sudah tidak kenal lagi dengan permainan Meong-meongan, Goak Maling Taluh, Deduplak, Godog-godogan, Lait Kancing dan sebagainya. Jangankan pernah memainkannya, sekadar mendengar nama permainan tradisional itu saja mungkin tidak pernah. Saat ini mereka lebih merasa betah duduk berjam-jam di depan perangkat elektronik bernama play station dan game online lengkap dengan beragam menu permainan beraroma kekerasan.

Bali Post/ian

TRADISIONAL - Gebug Galeng (Bantal), salah satu permainan tradisional, yang mulai jarang dimainkan oleh anak-anak Bali.

Film NKCTHI

Kisahkan Sebuah Keluarga Menyimpan Rahasia SEBUAH karya film layar lebar terbaru ‘’Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini’’ (NKCTHI) persembahan Visinema Pictures hadir di awal tahun 2020. Film yang diperankan sejumlah aktor dan aktris nasional ini sudah tayang sejak 2 Januari 2020. Di Bali, acara nonton bareng dilangsungkan di Level 21 XXI dan Cinepolis Lippo Plaza Kuta-Bali, Sabtu (4/1). Dihadiri langsung penulis skenario Jenny Jusuf dan Rio Dewanto yang berperan sebagai Angkasa. Masyarakat Bali pun tampak sangat antusias dengan kehadiran mereka. Menariknya, dalam dua hari penayangan film NKCTHI mampu menggaet 275.000 penonton. Pencapaian ini merupakan rekor penonton terbanyak di hari kedua penayangan film bagi Visinema Pictures dalam 10 tahun terakhir. Bahkan, pihak bioskop pun banyak membuka layar tambahan, dengan total 500 layar yang memutarkan film NKCTHI. ‘’Terima kasih para penonton yang menyambut NKCTHI dengan penuh antusias, khususnya masyarakat Bali. Semoga film ini bisa membuat hubungan kita semakin erat dengan keluarga,’’ ujar produser Anggia Kharisma. Film yang diangkat dari buku karya Marchella FP ini versi aslinya berisi pesanpesan pendek. Buku tersebut berisi kumpulan tulisan yang mencerminkan pengalaman pribadi seseorang yang sederhana, namun unik dan memikat. Pesan dalam buku itu diracik hingga menjadi sebuah cerita utuh mengenai kisah sebuah keluarga yang menyimpan sebuah rahasia. Film NKCTHI berkisah mengenai Angkasa (Rio Dewanto), Aurora (Sheila Dara) dan Awan (Rachel Amanda), kakak beradik yang hidup dalam keluarga yang tampak bahagia. Setelah mengalami kegagalan besar pertamanya, Awan berkenalan dengan Kale,

seorang cowok eksentrik yang memberikan Awan pengalaman hidup baru tentang patah, bangun, jatuh, tumbuh, hilang dan semua ketakutan manusia pada umumnya. Perubahan sikap Awan mendapat tekanan dari orangtuanya. Hal tersebut mendorong pemberontakan ketiga kakak beradik ini yang menyebabkan terungkapnya rahasia dan trauma (luka) besar dalam keluarga mereka. NKCTHI adalah karya terbaru dari Sutradara Angga Dwimas Sasongko, sebuah penanda 15 tahun perjalanan kariernya di dunia penyutradaraan. Film ‘’Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini’’ adalah persembahan dari Visinema Pictures. Film produksi ke-13 dari Visinema Pictures ini dibintangi oleh Rachel Amanda, RioDewanto, Sheila Dara, Donny Damara, Susan Bachtiar, Chicco Jerikho, Oka Antara, Niken Anjani, Agla Artalidia, Umay Shahab, Muhammad Adhiyat, Sinyo, Nayla Denny Purnama, Alleyra Fakhira Kurniawan, dan Syaqila Afiffah Putri serta musisi Ardhito Pramono. (win)

Bali Post/win

FILM - Acara nonton bareng film NKCTHI bersama Rio Dewanto di Level 21 XXI, Sabtu (4/1) malam.

MENAMPILKAN musik bertema ‘’Prince Of Persia: Sand Of Time’’, Marching Band Laskar Sri Ksari Warmadewa Universitas Warmadewa (Unwar) mengharumkan nama Bali di tingkat nasional. Marching Band Warmadewa (MBW) yang terbentuk sejak 14 Februari 1995 ini berhasil merebut juara umum III pada ajang Grand Prix Marching Band XXXV 2019, memperebutkan Piala Presiden, 28-29 Desember lalu di Senayan Jakarta. Berbagai persiapan dilakukan selama satu tahun empat bulan untuk bisa tampil maksimal. Sebab, kompetisi nasional bergengsi ini diikuti 11 tim dari seluruh Indonesia. Wakil Rektor III Unwar Dr. Ir. I Wayan Parwata, M.T., IPM. mengatakan prestasi prestisius yang diraih tim MBW merupakan suatu kebanggaan yang sangat besar bagi lembaga. Apalagi dengan prestasi tersebut dapat membantu peningkatan peringkat di Simkatmawa Ristekdikti. Selaku wakil rektor bidang kemahasiswaan pihaknya akan terus mendorong kegiatan kemahasiswaan untuk mengikuti berbagai bidang kompetisi, baik di tingkat regional, nasional bahkan internasional. Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. mem-

di Singapura Terbuka bulan yang sama, tetapi diharapkan ada rentang waktu yang cukup. Soalnya, untuk lompat tinggi ini minimal tenggang waktunya sepekan, bertujuan supaya atlet bisa mencapai puncak penampilannya (peak performance). ‘’Kami harap rentang waktu antara Jatim Open dan Singapore Open digelar selisih seminggu lebih,’’ harap Widiana. Ia penasaran terhadap prestasi atlet asuhannya, Gede Antara, yang pada tiga event yakni Jatim Terbuka, Jateng Terbuka dan Kejurnas mampu mengalahkan atlet Pelatnas Rizky Gusava (DKI). Widiana juga merasa jengah, karena selama ini Antara mampu melompat setinggi 210 cm, sedangkan prestasi terbaik Rizky 215 cm. ‘’Selama ini Antara mencoba melompat setinggi 216 cm tetapi senantiasa gagal, sehingga belum mampu memecahkan Rekornas,’’ tuturnya.

kandung dalam permainan tradisional. Pertama, dengan mengenal permainan tradisional itu, anak-anak akan tergugah untuk lebih menghargai, menghayati dan membanggakan seni budaya yang dimilikinya. Sebab, permainan rakyat itu merupakan local genius yang boleh jadi tidak ada di daerah atau negara lainnya. Kedua, permainan rakyat juga sangat konstruktif dalam pengembangan kepribadian anak-anak. Banyak sekali nilai positif yang terkandung dalam permainan rakyat. Permainan tradisional akan memupuk jiwa kebersamaan anak-anak, karena permainan itu cenderung bersifat kolektif atau harus dilakukan oleh banyak orang. Di sini anakanak dituntut bisa berinteraksi dan bekerja sama dengan rekan sebayanya. ‘’Arena permainan tradisional ini juga merupakan media pembelajaran yang efektif bagi anak-anak untuk berdemokrasi, menghargai kesepakatan bersama dan berani mengeluarkan pendapat. Dalam permainan tradisional,

anak-anak juga dididik untuk bersikap jujur dan sportif karena permainan seringkali berakhir dengan predikat kalah dan menang,’’ katanya. Wahyudita menegaskan, permainan tradisional juga sangat relevan untuk mendidik anak-anak menjadi insan yang taat hukum mengingat di dalam permainan itu ada sejumlah peraturan yang wajib ditaati di mana peraturan itu disusun oleh mereka sendiri berdasarkan kesepakatan pihak-pihak yang terlibat dalam permainan tersebut. Mereka yang tidak menepati peraturan itu akan diganjar dengan sanksi tertentu atau dinyatakan sebagai pihak yang kalah dalam permainan itu. ‘’Tak kalah pentingnya, permainan tradisional jelas memiliki fungsi rekreatif atau menyenangkan mengingat dapat dipastikan seluruh anak yang terlibat dalam permainan berwajah ceria. Permainan tradisional juga menyehatkan karena anak-anak dituntut aktif bergerak sepanjang permainan,’’ tegasnya. (ian)

Marching Band Warmadewa Harumkan Bali

p S Antara dan Eppi Turun DUA atlet lompat tinggi PON Bali, Gede Antara dan Ni Made Eppi Wilantika, diproyeksikan bakal turun pada kejuaraan internasional Singapura Terbuka, di Singapura, April mendatang. Bahkan, Antara dan Eppi bakal berlaga pada Jatim Terbuka, yang diperkirakan juga digelar pada bulan yang sama. Pelatih lompat tinggi PON Ketut Gede Widiana, di Badung, Minggu (5/1) kemarin menuturkan, pihaknya berharap meskipun Jatim Open dan Singapore Open dihelat pada

Makin berjaraknya anakanak Bali dengan permainan tradisional warisan leluhur manusia Bali itu sangat disayangkan oleh Pimpinan Penggak Men Mersi, Kadek Wahyudita. Menurut seniman jebolan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar yang dikenal memiliki atensi tinggi terhadap upaya-upaya pelestarian permainan tradisional Bali ini, dengan menggelar Rare Bali Festival sejak tahun 2014 lalu ini, masyarakat Bali akan sangat kehilangan jika permainan tradisional itu sampai punah. Pasalnya, di dalam permainan tradisional itu terkandung banyak nilai luhur kemanusiaan yang diyakini mampu menghaluskan budi pekerti anak-anak Bali. ‘’Saya berharap makin banyak lagi pihak-pihak yang mau terlibat aktif untuk mengeksplorasi, menggali dan memperkenalkan ragam permainan tradisional Bali kepada anak-anak Bali,’’ kata Wahyudita, Minggu (5/1) kemarin. Wahyudita mengatakan, ada dua nilai besar yang ter-

Oleh sebab itu, pihaknya berharap Antara berhasil meraih prestasi terbaik pada Singapura Terbuka. Alasannya, hajatan itu diakui resmi oleh International Athletic Amateur Federation (IAAF). Apalagi, biaya ikut kejuaraan ke Singapura tidak terpaut jauh dibandingkan terjun di Jatim Terbuka. Diakuinya, Widiana mulai intensif menggenjot latihan Antara dan Eppi. Selain mengikuti Jatim Terbuka dan Singapura Terbuka, Antara dan Eppi juga akan diturunkan pada Jateng Terbuka, yang digulirkan sekitar Juni hingga Juli mendatang. ‘’Mereka ini perlu mengikuti ajang try out. Apalagi, Jateng Open berdekatan dengan pelaksanaan PON Papua,’’ jelasnya. Catatan prestasi Eppi mampu melompat 167 cm, sedangkan atlet Pelatnas Nadia (DKI) bisa melompat 170 cm. (022)

berikan apresiasi kepada tim MBW yang berhasil membawa nama baik Unwar di kancah nasional dengan merebut juara umum III di ajang Grand Prix Marching Band 2019. ‘’Ini merupakan raihan yang sangat besar. Kita harus apresiasi yang luar biasa. Mudah-mudahan prestasi ini bisa menjadi motivasi bagi seluruh keluarga besar Marching Band Warmadewa, sehingga tahun depan bisa berkompetisi kembali dan berhasil merebut juara umum I dan tentu-

nya juga kompetisi yang lebih tinggi lainnya,’’ harapnya. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. juga memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas kerja keras serta totalitas tim MBW dalam mempersembahkan persembahan terbaiknya di ajang Grand Prix Marching Band Piala Presiden. Menurutnya, dengan menjadi juara di tingkat nasional tentu hal tersebut tidak hanya mengharumkan nama Un-

war, tetapi juga nama Bali. Sebab, MBW satu-satunya yang mewakili Bali untuk ikut kompetisi Grand Prix Marching Band Piala Presiden tersebut. Selain menjadi juara umum III, pada ajang ini MBW juga memperoleh beberapa juara lainya, antara lain juara II perkusi terbaik, juara III teknik pit instrumen, juara I teknik colour guard, juara II assemble music, juara II assemble visual, dan juara III assemble colour guard. (win)

Bali Post/ist

GRAND PRIX - Tim Marching Band Laskar Sri Ksari Warmadewa tampil gemilang pada ajang Grand Prix Marching Band XXXV 2019 di Senayan, Jakarta.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Senin 6 Januari 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu