12 HALAMAN
NOMOR 135 TAHUN KE 71 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
Bali Post
balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
MINGGU umanis, 6 januari 2019
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Munggu ’’Ngerebeg’’ Mangupura (Bali Post) Tradisi ngerebeg atau sering disebut makotek yang digelar tiap Tumpek Kuningan di Desa Adat Munggu, Mengwi, Badung memiliki makna sebagai penghormatan pada para pahlawan, tolak bala dari hal-hal negatif dan alat untuk mempersatukan warga. Hal tersebut ditegaskan Bendesa Desa Adat Munggu, I Made Rai Sujana, di sela-sela prosesi ngerebeg di Pura Desa lan Puseh Desa Adat Munggu, Sabtu (5/1) kemarin. Hal. 11 Pasukan Mengwi
NGEREBEG - Krama lanang Desa Adat Munggu, Mengwi, Badung menggelar tradisi ngerebeg atau makotek bertepatan dengan hari raya Kuningan, Sabtu (5/1) kemarin.
Turun, Harga BBM Nonsubsidi Warga Denpasar Cenderung Memilih Pertalite
Denpasar (Bali Post) Seiring dengan turunnya harga rata-rata minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap dolar Amerika, PT Pertamina (Persero) menurunkan harga BBM nonsubsidi dengan besaran yang bervariatif. Ini artinya, kecuali premium, harga BBM lainnya mengalami penurunan. Adapun jenis BBM yang mengalami penurunan harga yaitu Pertalite turun Rp 150 per liter, Pertamax turun Rp 200 per liter, Pertamax Turbo turun Rp 250 per liter, Dexlite turun Rp 200 per liter, Dex turun Rp 100 per liter. Harga baru yang berlaku di beberapa daerah bisa berbeda-beda karena dipengaruhi oleh perbedaan
ERA
BARU
BALI
besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di masing-masing daerah. Dengan turunnya harga BBM, hasil pengamatan Bali Post di lapangan menunjukkan warga Denpasar menyerbu jenis BBM Pertalite. Namun, masyarakat Sabtu kemarin, tak begitu banyak memadati SPBU karena bersamaan
dengan hari raya Kuningan. Sejumlah petugas SPBU mengaku warga cenderung memilih Pertalite ketimbang Premium karena harganya nyaris sama setelah Pertalite mengalami penurunan harga Rp 150 per liter dari 7.800 menjadi sekitar Rp 7.650 per liter. Hal. 11 Tak Ada Antrean
SEPI - Pascapenurunan harga BBM, SPBU di Denpasar tampak sepi saat hari raya Kuningan, Sabtu (5/1) kemarin.
Kerugian Bus Trans Sarbagita Dipangkas Fasilitas Kurang dan Tak Tepat Sasaran
Puluhan bus Trans Sarbagita tampak terparkir di halaman Dinas Perhubungan Provinsi Bali. Hampir semuanya seperti tak terurus, bahkan ada bagian-bagian bus yang mengkarat. Informasi dari dinas setempat, total ada 25 bus yang parkir dan tidak lagi beroperasi. Terdiri dari 15 bus besar merek Hino, dan 10 bus medium merek Hyundai. Ini salah satu dampak era baru Bali yang dipimpin Gubernur Bali, Wayan Koster. Koster memangkas kerugian akibat pengoperasian bus Trans Sarbagita yang selalu merugi dan tak diminati masyarakat. Tiap tahun, operasional bus ini menyedot dana Rp 13 miliar. Ini juga bagian dari langkah berani Gubernur Wayan Koster tak mengembangkan program Mangku Pastika karena banyak menyedot anggaran namun tak diminati masyarakat. ‘’Masyarakat Bali lebih enak pakai kendaraan sendiri jika bepergian. Itu perlu kita pelajari,’’ tegasnya. Gubernur Koster membalasnya dengan langkah berani juga yakni menggratiskan siswa dan mahasiswa un-
tuk bus Sarbagita DenpasarGWK dan Denpasar-Nusa Dua. Segera Dilelang Lalu mau diapakan bus warna biru ini? Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, IGA Sudarsana, di Denpasar mengatakan dalam waktu dekat, seluruh bus itu akan dilelang. “Kita sudah sampaikan kepada BPKAD, pada dasarnya sekarang sudah ditangani BPKAD dan mendapat persetujuan Sekda, 15 bus besar ini akan dilelang. Ada juga 10 bus medium, itu karena baru turun hibahnya, Pemprov Bali yang sekarang resmi punya, ini pun kita akan lakukan pelelangan,” ujarnya. Hal. 11 Proses Lelang
UPT Trans Sarbagita Klaim Rata-rata Terisi 60 Persen SUBSIDI untuk bus Trans Sarbagita sejatinya jauh lebih rendah bila dibandingkan subsidi yang didapat Trans Jakarta dan Trans Jogja. Namun dari segi tren penumpang, Trans Sarbagita mengklaim penumpangnya sudah di atas rata-rata nasional yakni 60 persen. Dengan adanya kebijakan gratis untuk siswa dan mahasiswa, jumlah penumpang diharapkan lebih meningkat sekaligus ada perubahan perilaku. Khususnya agar para siswa tidak lain menaiki kendaraan sendiri seperti sepeda motor untuk pergi ke sekolah.
“Tren penumpang sekarang 60 persen. Artinya kalau dirata-ratakan, bus itu selalu terisi. Kalau di tempat lain, jauh di bawah itu,” ujar Kepala UPT Trans Sarbagita I Nyoman Sunarya di Denpasar, belum lama ini. Kendati dalam praktiknya, lanjut Sunarya, bus memang tidak selalu penuh. Ada kalanya bus padat penumpang, misalnya di pagi hari. Namun bisa juga hanya terisi beberapa orang pada siang hari. Data inilah yang dirata-ratakan memperoleh persentase 60 persen. Hal. 11 Kecenderungan Naik
BPM/wan
DIPANGKAS - Selain anggarannya dipangkas, armada bus Trans Sarbagita juga dipangkas karena merugi.
DIOPERASIKAN sejak 18 Agustus 2011 silam, kini keberadaan angkutan bus Trans Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan) semakin terpuruk. Bahkan, Pemprov Bali menghentikan trayek bus Trans Sarbagita karena dinilai pemborosan APBD. Padahal, tujuan awal diluncurkannya Trans Sarbagita ini untuk mengurai kemacetan di Bali. Namun, angkutan umum ini kurang diminati oleh masyarakat Bali. Guru Besar Fakultas Teknik Unud Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si., IAI. mengatakan, salah satu faktor kurang diminatinya bus Trans Sarbagita oleh masyarakat Bali karena fasilitasnya kurang baik. Masyarakat khususnya pelajar enggan memanfaatkan fasilitas umum tersebut untuk berpergian ke sekolah. Padahal, jika dilihat dari jumlah penduduk tetap di Kota Denpasar yang saat ini hampir mencapai 900 ribu jiwa, transportasi pub-
lik sangat diperlukan oleh masyarakat. Apalagi saat ini Kota Denpasar berbasis smart city. Dia menyarankan kepada pemerintah untuk membangkitkan kembali transportasi umum dan semua pihak harus gencar mensosialisasikannya. Bila perlu, pemerintah harus membuat regulasi yang jelas dan mengkaji ulang zonasi-zonasi mana saja yang masih bisa dikembangkan untuk menghidupkan kembali transportasi publik tersebut. “Bila perlu, masyarakat khususnya mahasiswa diwajibkan untuk menggunakan bus Trans Sarbagita untuk berpergian ke kampus. Sehingga tidak ada istilah untuk meniadakan transportasi umum ini, karena bagaimanapun juga, transportasi umum sangat diperlukan oleh masyarakat, di samping juga untuk mengurai kemacetan di dalam kota,” tandas Prof. Rumawan beberapa waktu lalu. Hal. 11 Mati Suri
Gratis, tetapi Tepat Waktu SEJAK 2 Januari 2019,, Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan kebijakan pelayanan gratis bagi pelajar dan mahasiswa pengguna angkutan bus Trans Sarbagita Koridor I (GOR Ngurah Rai menuju GWK PP) dan Koridor II (Tohpati menuju Nusa Dua PP). Kebijakan ini disambut positif oleh kalangan legislatif di DPRD Bali. Kendati, gratis saja sebetulnya tidak cukup karena bus Trans Sarbagita yang dioperasikan sejak 17 Agustus 2011 silam itu juga harus bisa tepat waktu. “Kita sangat memberikan apresiasi, karena spirit pelayanan publik itu memang tidak berorientasi ke profit. Tetapi menyangkut siswa dan mahasiswa, bahkan pegawai, yang terpenting bukan sebatas gratis. Pentingnya adalah tepat waktu, on schedule,” ujar anggota Komisi III DPRD Bali Ida Bagus Gede Udiyana saat dikonfirmasi, Sabtu (5/1)
kemarin. Menurut Udiyana, gratis tapi tidak tepat waktu sama saja dengan masih mubazir. Sebab, masyarakat yang bekerja termasuk siswa dan mahasiswa yang mendapat pelayanan gratis sangat membutuhkan ketepatan waktu sampai ke tujuan. Jadi, tidak semata-mata gratis, tapi sebetulnya yang ditekankan pada angkutan umum adalah kenyamanan, keamanan, tepat waktu, dan murah. “Kalau sekarang gratis, kan luar biasa. Tetapi karena kondisi jalan tidak memungkinkan ada busway, maka perlu ada bus priority agar bus bisa tepat waktu,” jelas politisi Golkar ini. Udiyana menambahkan, bus priority bisa diwujudkan dengan membuat semacam garis marka jalan khusus untuk bus. Hal. 11 Buat ”Pilot Project”
BPM/rin
APLIKASI - Lewat aplikasi ini, petugas di UPT Trans Sarbagita Dishub Bali bisa menginformasikan adanya kemacetan kepada sopir bus Trans Sarbagita maupun penumpang.
2
Minggu Umanis, 6 Januari 2019
Penataan Pasar Seni Geopark
Dewan Minta Tak Sekadar Wacana
Bangli (Bali Post) – Rencana Pemkab Bangli menata dan mengaktifkan keberadaan Pasar Seni Geopark, Kintamani pada tahun ini, mendapat dukungan dari Wakil Ketua DPRD Bangli Nyoman Basma. Menurutnya, sudah saatnya pemkab menata dan mengaktifkan pasar seni Geopark, termasuk pengaturan terhadap pedagang yang berjualan di areal kawasan objek wisata itu. Terlebih saat ini wajah objek wisata Penelokan sudah baru setelah mendapat proyek penataan.
BPM/wan
BERDESAK-DESAKAN - Bertepatan dengan hari raya Kuningan dan Siwaratri, ribuan umat Hindu memadati Pura Sakenan, Sabtu (5/1) kemarin. Bahkan untuk masuk ke jeroan, pamedek terlihat sedikit berdesak-desakan.
Hari Raya Kuningan, Pura Sakenan Dipadati ’’Pamedek’’
Diharapkan Umat Selalu Bijak Gunakan Plastik di Areal Pura Denpasar (Bali Post) Bertepatan dengan Saniscara Kliwon Wuku Kuningan yang juga bertepatan Hari Suci Siwalatri, Sabtu (5/1) kemarin, sejak pagi umat Hindu dengan berpakaian adat ke pura sudah memadati Pura Sakenan, Desa Pakraman Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan. Umat Hindu antusias menyambut dan merayakan hari raya Kuningan. Selain sembahyang di merajan rumah masingmasing, umat juga tangkil ke sejumlah pura, salah satunya Pura Sakenan. Tak terkecuali Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra beserta pimpinan dan staf OPD di Lingkungan Pemkot Denpasar juga tangkil ke pura tersebut. Persembahyangan bersama yang di-puput dua sulinggih yakni Ida Pedanda Budha Jelantik Giri Griya Gunung Sari Ubud dan Ida Pedanda Gede Sari Arimbawa Putra Keniten terasa sangat khusyuk diiringi dengan tarian topeng, kekidungan dan gamelan. Wali Kota Rai Mantra mengatakan pelaksanaan pujawali ini terasa sangat spesial, karena pada hari yang sama yakni Tumpek Kuningan yang bersamaan dengan hari suci Siwalatri merupakan suatu hal yang langka yang hanya dapat dilihat 46 tahun sekali. Dengan selalu memohon petunjuk ke hadapan Ida Shang Hyang Widhi Wasa dari pelak-
sanaan upacara ini mampu memantapkan sradha bhakti umat dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Namun tak terlepas dari hal tersebut, diharapkan kepada pamedek yang tangkil agar tertib dan mematuhi aturan yang ada, selalu menjaga kebersihan lingkungan pura serta membuang sarana-sarana persembahyangan di tempatnya. “Kami mengimbau kepada pamedek agar selalu bijak menggunakan plastik dalam melaksanakan persembahyangan,” ujar Rai Mantra. Panitia Karya Pujawali Pura Sakenan, Ida Bagus Gede Pidada, mengatakan pujawali kali ini menggunakan pebangkit disertakan pula pakelem alit ke segara.
Pujawali kali ini didukung Pemkot Denpasar dengan segala fasilitas. Menurutnya, Pura Sakenan di-empon oleh Puri Kesiman dan didukung empat desa adat yakni Desa Adat Serangan selaku pemilik wilayah, Desa Adat Pemogan, Desa Adat Kepaon, dan Desa Adat Kelan. Upacara pujawali ini secara rutin dilaksanakan bertepatan pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan dilaksanakan selama lima hari dan penyineban pada Selasa mendatang. Terkait dengan penataan parkir maupun kenyamanan pamedek, pihaknya mengaku sudah melaksanakan langkah intensif yang sudah dikoordinasikan dengan pangempon dan pangemong. (kmb12)
TANGKIL - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra ketika tangkil ke Pura Sakenan, Sabtu (5/1) kemarin.
“Saya harap rencana itu tidak sekadar wacana. Tapi benarbenar terlaksana,” kata Basma, Sabtu (5/1) kemarin. Basma menilai rencana Disperindag menata Pasar Seni Geopark yang berada di Penelokan sebagai langkah yang bagus dan tepat. Mengingat sejak selesai dibangun pasar berlantai tiga itu selama ini tak termanfaatkan secara optimal. Di Pasar Seni Geopark selama ini hanya beberapa kios yang terisi pedagang. Demikian juga dengan rencana Disperindag memasukkan pedagang acung ke dalam pasar tersebut, politisi asal Desa Suter itu pun mendukungnya demi kenyamanan wisatawan yang berkunjung di Penelokan. Bahkan, bila memungkinkan ke depannya Pemkab Bangli diharapkan dapat membuat kios tambahan yang representatif untuk menampung seluruh pedagang yang mengais rezeki di seputaran objek wisata Penelokan. “Saya yakin dengan kini sudah ditatanya objek wisata Penelokan dan dilakukannya pengaturan pedagang di kawasan itu dengan baik, kunjungan wisatawan bisa meningkat,” kata Basma. Seperti berita sebelumnya, pada tahun ini Disperindag Kabupaten Bangli ber-
encana akan mengaktifkan dan memaksimalkan keberadaan Pasar Seni Geopark dengan terlebih dahulu melakukan penataan ulang. Untuk menata pasar tiga lantai itu, Disperindag akan memanfaatkan dana alokasi khusus (DAK) yang dikucurkan Kementerian Perindustrian Rp 1 miliar. Kepala Disperindag Kabupaten Bangli Nengah Sudibya, Jumat (4/1) lalu, mengatakan dengan DAK itu, pihaknya akan melakukan penataan pada interior pasar. Selain itu, pihaknya juga akan menambah dan memperbaiki beberapa fasilitas pasar yang rusak, salah satunya seperti toilet. Untuk menata pasar itu, pihaknya akan bekerja sama dengan konsultan perencanan. “Pasar itu akan kita jadikan sebagai pusat promosi barang kerajinan dan industri kecil Bangli,” katanya. Sudibya menambahkan pada lantai dua pasar yang selama ini masih kosong rencananya akan dimanfaatkan untuk menampung pedagang acung yang menjajakan barang dagangannya di objek wisata Penelokan. Untuk memasukkan pedagang acung ke pasar itu, pihaknya mengaku akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
(Disparbud) Bangli. Hal itu mengingat pedagang acung yang ada di kawasan tersebut, pembinaannnya ada di bawah kewenangan Disparbud. “Kita akan upayakan bersama-sama. Ini jadi tanggung jawab kita bersama. Selama ini kita sudah coba memindahkan mereka, tapi belum mau pindah ke sana,” terangnya. Sementara di lantai tiga akan dipakai untuk pusat promosi. Semua rencana itu akan direalisasikan pada tahun ini.
Sebagaimana diketahui selama ini, Pasar Seni Geopark dibangun Pemkab Bangli pada 2013 lalu dengan dana miliaran rupiah. Sejak pembangunan rampung pertengahan 2014 lalu hanya lantai satu yang terisi pedagang. Sementara lantai dua berupa los yang sempat diwacanakan akan digunakan untuk menampung pedagang acung, hingga saat ini kondisinya tetap dibiarkan kosong. Demikian juga di lantai tiga, hanya sebagian yang dimanfaatkan pemkab untuk memajang beberapa produk kerajinan Bangli. Lantaran tak pernah dirawat, kondisi bangunan pasar terlihat kumuh dan beberapa bagian bangunan mulai rusak. (kmb40)
BPM/dok
OBJEK WISATA - Objek wisata Penelokan setelah mendapat perbaikan.
Gratiskan Kepesertaan BPJS Kesehatan
Pemkab Jembrana Siapkan Anggaran Rp 53 Miliar Lebih Negara (Bali Post) Memasuki tahun 2019, Pemkab Jembrana telah siap meng-cover seluruh warga Jembrana yang belum memiliki JKN KIS (di luar peserta JKN Mandiri) sebagai peserta BPJS Kesehatan kelas III. Adapun pembiayaan program ini melalui sharing dari Pemprov Bali. Pemkab Jembrana menyiapkan anggaran Rp 53.129.260.652,40. Kepala Dinas Kesehatan Jembrana dr. Putu Suasta, Jumat (4/1) lalu, mengatakan sesuai hitung-hitungan Pemprov Bali dan BPJS Kesehatan, di Jembrana ada 107.960 jiwa penduduk yang belum memiliki JKN, ditambah 72.351 jiwa penduduk yang telah didaftarkan pada tahun 2018. Untuk itu, diperlukan biaya untuk meng-cover 180.311 jiwa penduduk Jem-
brana. Suasta mengatakan Pemprov Bali membuat kebijakan untuk mendaftarkan 95 persen penduduk sebagai syarat minimal Universal Health Coverage (UHC) atau masyarakat yang ter-cover jaminan kesehatan. Karena itu, ditetapkan sejumlah 95 persen dari 180.311 jiwa penduduk Jembrana, itu adalah sebanyak 171.295 jiwa dengan kebutuhan dana Rp 47.277.544.200. Dari total kebutuhan itu, pemprov telah menyiapkan dana Rp 24.111.547.542 dan Pemkab Jembrana Rp 23.165.996.658. Ini merupakan kebijakan pemprov. Dari kebijakan 95 persen, itu artinya masih ada tercecer 9.016 jiwa. Pemkab Jembrana melalui dukungan DPRD, katanya, sudah dari awal berkomitmen
mendaftarkan 100 persen penduduk Jembrana yang tidak ber-JKN untuk tahun 2019. Awalnya, menyiapkan anggaran Rp 65 miliar. Namun, mengingat adanya kebutuhan mendesak, terkait musibah banjir bandang di Kelurahan Tegalcangkring, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, akhirnya dianggarkan Rp 53 miliar. Menurut Suasta, kelebihan dana Rp 5 miliar lebih itu dipastikan dapat membiayai sejumlah 21.201 peserta dengan iuran Rp 23.000 per bulan per orang. Terkait pendaftaran ke BPJS Kesehatan, itu dilakukan secara bertahap. Sebelumnya hingga 31 Desember 2018, sudah didaftarkan 91.703 jiwa yang belum tercetak kartu BPJS-nya, dan masih menunggu pembukaan
sistem data base dari BPJS Kesehatan. Dari koordinasi dengan BPJS Kesehatan, untuk 91.703 jiwa penduduk yang sudah didaftarkan, namun data base-nya masih terkunci dari BPJS Kesehatan dan sudah bisa dibuka pada Februari 2019 nanti. Suasta mengatakan untuk sistemnya dikelola BPJS Kesehatan. “Yang pasti, kita sudah siapkan anggarannya. Tinggal menunggu dari BPJS Kesehatan,” ungkapnya. Menurut Suasta, khusus di puskesmas, 91.703 jiwa penduduk yang masih menunggu pengaktifan data base-nya, termasuk warga Jembrana secara umum yang belum memiliki JKN, dipastikan tetap bisa menikmati layanan kesehatan secara gratis dengan membawa fotokopi Kartu Keluarga (KK). (kmb)
Ketika Pantai Karang Sewu Ramai Dikunjungi Wisatawan
Minim Fasilitas, Sampah Plastik Berserakan PANTAI Karang Sewu Gilimanuk terletak di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Pantai ini salah satu tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi. Lokasinya tidak jauh dari pelabuhan penyeberangan Gilimanuk. Secara administratif, pantai ini masuk dalam wilayah Kecamatan Melaya. Objek wisata ini terkenal dengan pemandanganan matahari terbitnya yang memukau. Hal inilah yang menyebabkan para wisatawan berdatangan ke kawasan ini. Untuk dapat menyaksikan pemandangan matahari terbit yang memukau itu, maka para pengunjung harus datang pagi hari. Kepala TNBB Agus Ngurah Krisna K., Sabtu (5/1) kemarin, mengatakan objek wisata Karang Sewu diakui dikelolanya bersama Forum Komunikasi Kelompok Swadaya Masyarakat Gilimanuk (FKKSMG). Sebelumnya, Pantai Karang Sewu dimanfaatkan untuk tempat berjualan, menyewakan perahu dan
lainnya. Fasilitas yang dibangun di kawasan ini dengan anggaran Rp 3,8 miliar terdiri dari jalan pedestrian, pos pantau wisata, pagar kawat berduri, dermaga wisata dan bundaran landmark. Untuk menuju ke sini, bisa melintasi jalan raya utama Gilimanuk-Denpasar. Selanjutnya tinggal menengok ke bagian kanan jalan, maka di situ akan menemukan keberadaan pintu masuk menuju pantai. Hanya perlu waktu lima menit perjalanan sudah sampai di Karang Sewu. Selain menyuguhkan pemandangan matahari terbit yang menakjubkan, objek wisata ini juga memi-
liki pemandangan indah lain seperti padang rumput yang luas. Pengunjung bisa melakukan berbagai aktivitas karena padang rumput ini memiliki struktur tanah yang datar dan terbuka. Tak hanya itu, juga terdapat beberapa pohon bidara yang berada di pinggir pantai. Keberadaan pohon-pohon itu bisa dijadikan sebagai lokasi berteduh ketika terik matahari menyengat. Demikian juga terd ap at hutan bakau yang menyejukkan dan indah. Lokasi foto favorit para pengunjung Pantai Karang Sewu Gilimanuk adalah pada bagian jembatan yang menjorok ke arah laut. Banyak wisatawan yang berfoto di tempat ini pada saat matahari terbit. Dengan fasilitas dan struktur pantai yang dimiliki, tempat ini kerap menjadi pilihan lokasi liburan untuk keluarga. Anak-anak pun pastinya merasa senang ketika berlarian di padang rumput yang luas.
Sementara, orangtua bisa tenang mengawasi anakanak bermain di bawah pohon yang teduh. Dari pantauan, banyak wisatawan yang datang ke objek wisata ini. Apalagi di saat hari raya dan hari libur, pengunjung pastinya meningkat. Sebelumnya, untuk masuk ke objek wisata ini gratis. Setelah ditata lebih baik dan dibangun berbagai fasilitas, kini pengunjung mulai dipungut biaya. Tiket masuk Rp 10 ribu per orang dan karcis masuk kendaraan roda empat Rp 10 ribu per hari. Menurut salah seorang penjaga tiket masuk, karcis itu sudah ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah RI No. 12 tahun 2014 tanggal 14 Februari 2014. Kini untuk masuk ke kawasan Karang Sewu sudah disiapkan areal parkir cukup luas dan ada bale bengong-nya. Kemudian dari areal parkir masuk dengan berjalan kaki melintasi jogging track
yang cukup panjang dan memutar. Di dermaga kayu, pengunjung bisa berswafoto. Ada pohon-pohon bidara eksotis, dermaganya yang cantik, beberapa gazebo dan tempat duduk. Demikian juga kelompok remaja Karang Sewu menawarkan beberapa tempat swafoto yang menarik lainnya dengan tarif Rp 5.000 per orang. Evy, istri Teguh, koordinator Remaja Karang Sewu mengatakan jika hari libur biasanya yang swafoto di beberapa tempat bisa puluhan orang. “Meski baru ditata, tapi sudah banyak yang swafoto. Tarifnya cuma Rp 5.000,” katanya. Evy mengaku hasil swafoto itu, bisa mendapat pemasukan Rp 100 ribu sehari. Di tengah ramainya pengujung yang datang, namun ada hal yang tak enak dipandang. Dari pengamatan, masih banyak sampah plastik terlihat di beberapa sudut. Ini karena
kurangnya fasilitas tempat sampah, sehingga sampah dibuang sembarangan. “Harusnya, tempat sampah yang besar disediakan di setiap sudut,” kata Yanti, seorang pengunjung yang secara spontan bersama rekannya memungut sampah di Karang Sewu. Terkait hal itu, Agus Ngurah Krisna menyat-
akan tempat sampah yang disiapkan diakui sering hilang. Pada 2 Januari lalu, pihaknya bersama FKKSMG melakukan giat pembersihan dan secara rutin teman-teman kelompok dan pedagang ikut membersihkan sampah. “Rencana mulai besok, kami akan bersihkan kembali,” ujarnya. (kmb)
BPM/kmb
SWAFOTO - Tempat swafoto di objek wisata Pantai Karang Sewu Gilimanuk.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
3
Minggu Umanis, 6 Januari 2019
Astrea Grand vs Vespa, Satu Tewas
Mangupura (Bali Post) Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Simpang Tiga Mengwitani, Banjar Dajan Peken, Mengwitani, Mengwi, Badung, Sabtu (5/1) pagi kemarin. Pengendara motor I Wayan Suada (68) meregang nyawa setelah terlibat kecelakaan dengan pengendara motor lainnya, I Kadek Widana Mahendra Putra (18). Korban tewas di TKP, sedangkan Widana mengalami luka di kedua lutut, pipi, bibir, dan rahang. Ia pun dilarikan ke RSUD Mangusaba untuk mendapatkan perawatan medis. Informasi yang dihimpun kemarin menyebutkan, kecelakaan ini berawal ketika korban Suada yang meng-
endarai sepeda motor jenis Honda Astrea Grand dengan nomor polisi DK 2896 GK melaju dari arah barat. Pria asal Banjar Jumpayah, Mengwi ini melaju di jalur lawan (lawan arus lalin). Selain di jalur salah, Suada yang kala itu mengenakan pakaian adat ini juga tidak mengenakan helm. Tanpa diduga, Widana yang mengendarai motor jenis Vespa DK 4802 GX melaju dari arah berlawanan (timur ke barat) pada jalur yang seharusnya. Sekitar pukul 05.15 Wita, terjadilah tabrakan. Benturan yang keras membuat kedua pengendara ini terjatuh. Kepala Suada yang tak mengenakan helm membentur trotoar dan terseret ke aspal. Dengan
cedera kepala berat (CKB) yang dialami, membuat Suada meregang nyawa dengan darah mengucur dari kepala belakangnya. Sedangkan lawannya, hanya mengalami luka lecet. Kasatlantas Polres Badung Iptu Kanisius Franata membenarkan adanya kecelakaan tersebut. “Kesimpulan sementara, diduga karena kurang hati-hatinya pengendara sepeda motor Honda Astrea Grand nopol DK 2896 GK (korban Suada) pada saat berlalu lintas, sehingga mengakibatkan kecelakaan dan kehilangan nyawa,” jelasnya. Dugaan ini juga berdasarkan keterangan dari saksi I Nyoman Budiyasa (50). “Lainnya masih kami dalami,” pungkasnya. (kmb)
BPM/ kmb
SIDANG - Terdakwa I Ketut Arya Wijaya saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.
Residivis Kasus Narkoba Diadili
Denpasar (Bali Post) Terdakwa I Ketut Arya Wijaya rupanya tak pernah kapok merasakan panasnya kursi pesakitan dan pengapnya jeruji besi. Hal ini terbukti dengan kembalinya terdakwa diadili Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (3/1) lalu. Meski sudah terbiasa merasakan hal itu, namun residivis kasus narkoba asal Melaya, Jembrana ini kini harus berhadapan dengan tiga majelis hakim. Di hadapan majelis hakim pimpinan I Wayan Kawisada, terungkap jika sebelumnya terdakwa ditangkap di seputaran Jalan LBC Sunset Road, Banjar Gelogor, Kuta, Badung pukul 15.30 Wita, Jumat (10/8). Dari tangan-
nya petugas mengamankan barang bukti tiga paket sabu seberat 2,09 gram bruto atau 1,49 gram neto. Sabu tersebut diambilnya di sebuah tempat di kawasan Jalan Tukad Badung atas suruhan seseorang yang dik-
etahuinya bernama Putra (DPO). Dari pengakuan selain dikonsumsi sendiri, terdakwa juga ngurir sesuai pesanan. Atas perbuatannya, Jaksa dari Kejari Badung Gusti Ngurah Arya Surya Diatmika menjerat terdakwa dengan
Pasal 112 ayat 1 dan Pasal 115 ayat 1 UU No. 35 Tahun 2009. Didakwa dengan dua pasal alternatif, terdakwa yang didampingi Desi selaku penasihat hukum dari Pusat Bantuan Hukum DPC Peradi Denpasar, tak keberatan. Kendati demikian, majelis hakim tetap menunda persidangan hingga pekan depan lantaran pihak JPU tak bisa menghadirkan para saksi. (kmb)
”Piodalan” di Pura Campuhan Windhu Segara Padanggalak Denpasar ( Bali Post) Ribuan umat mengikuti puncak piodalan di Pura Campuhan Windhu Segara Padanggalak, Kesiman, Sabtu (5/1) kemarin. Puncak piodalan yang rutin jatuh tiap Hari Siwaratri, kali ini bertepatan juga
dengan hari raya Kuningan. Aed piodalan diawali dengan ngiasin pada pukul 1 4 .0 0 Wita, dilanjutkan dengan malasti dan puncak piodalan sekitar pukul 16.00 Wita. Piodalan di-puput Jro
Mangku Penyarikan Kesiman. Sementara Sabtu malam dipentaskan dramatari calonarang. Mahaguru Aitriya Narayana mengungkapkan rasa syukurnya ratusan pemangku dari Bali ikut ngayah menyukseskan upacara piodalan. Sebagai
pura pelepasan, dia mengajak umat untuk mencintai lingkungan dan alam di tengah seringnya bencana alam melanda Indonesia. ‘’Dari Pura Campuhan, dan Bali kita firbrasikan cinta alam Indonesia,’’ tegasnya. Mulai sore kemarin ratusan umat melakukan palukatan sudamala di pura ini. Menurut Mahaguru Aitryia Narayana, umat yang didominasi kalangan anak muda ini langsung makemit di pura dan melakukan jagra dengan begadang semalam suntuk dan berpuasa. Yang menarik, malam harinya ribuan umat menyaksikan pentas calonarang. Saat itu Ratu Ayu Manik Segara, Ratu Ayu Linggsir, Ratu Ayu Durga, Barong Macan dan Barong Bangkal yang disungsung di Pura Campuhan napak caru. Sementara umat yang lain juga menggelar meditasi serta ritual Rudra Puja Bhiseka dan Siwa Puja Bhiseka. (sue) KERAUHAN - Pemundut tapakan rangda tampak kerauhan saat piodalan di Pura Campuhan Windhu Segara Padanggalak.
”Sambel Pangi” Dalam Nasi Ungu
Mampu Tarik Minat Wisatawan TAK disangka sambel pangi bisa menjadi daya tarik wisatawan dalam bidang kuliner. Padahal sambel pangi merupakan makanan tradisional Bali. Sambel pangi ini disajikan di atas nasi ungu, sajian khas Lembah Ayung Restaurant. Chef Lembah Ayung Restaurant I Wayan Jayantika saat ditemui belum lama ini menuturkan, sambel pangi atau dalam bahasa Indonesia dikenal dengan sebutan sambel kluek, mungkin tidak banyak yang tahu saat ini. Terutama generasi milenial yang lebih menyukai makanan internasional. Namun sambel pangi ini justru digunakan oleh salah satu restoran di Ubud yang tamunya dominan wisatawan mancanegara. Restoran itu adalah Lem-
bah Ayung Restaurant yang berada di area Pramana Watukurung Resort. Restauoran ini merupakan salah satu resto yang menyajikan sambel pangi dalam nasi campur hidangannya yang disebut nasi ungu. Ia mengatakan, sambel pangi memang sengaja ditambahkan dalam penyajian nasi ungu di tempatnya. Selain memberikan sensasi rasa yang unik, sambel pangi juga disajikan bertujuan memperkenalkan makanan yang biasanya dikonsumsi masyarakat Bali. “Tanggapan wisatawan pun positif, banyak yang gemar dengan sambel pangi ini,” ungkapnya. Untuk membuat sambel pangi, beberapa jenis bumbu dapur yang dibutuhkan yaitu bawang merah dan cabai
yang diiris tipis-tipis dicampurkan dengan pangi (kluek) dan ditambahkan minyak goreng. Sambel pangi ini kemudian disajikan di atas nasi campur atau nasi ungu. Sebagian sambel pangi juga dipakai untuk mencapur hidangan daging sapi yang melengkapi nasi ungu ini. Nasi ungu ini juga terdiri dari beberapa tambahan lauk lainnya, seperti sayur plecing, sate ikan, opor ayam, telur ayam dan kacang saur. “Sambel matah juga disisipkan, sebagai tambahan jenis sambel lainnya,” ujarnya. Nasi ungu merupakan konsep warna dari resort yang menaungi Lembah Ayung Restoran. Namun penyajian nasi ungu ini menggunakan nasi beras merah. “Pada mulanya kita
sempat menggunakan nasi ungu dari ubi ungu, namun kualitasnya tidak bagus, terutama setelah didiamkan. Sehingga memutuskan menggunakan beras merah yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh manusia,” katanya. (kmb42)
BPM/kmb31
UPACARA - Prosesi upacara pendanaan serangkaian karya di Dalem Agung Pura Kawitan Pratisentana Shri Nararya Kresna Kepakisan, Sabtu (5/1) kemarin.
Puncak Karya di Pura Dalem Agung Kawitan Pratisentana Shri Nararya Kresna Kepakisan Semarapura (Bali Post) Bertepatan dengan hari raya Kuningan, Sabtu (5/1) kemarin, dilaksanakan puncak karya mamungkah di Pura Dalem Agung Kawitan Pratisentana Shri Nararya Kresna Kepakisan (SNKK), Banjar Dukuh Nyuh Aya, Desa Gelgel, Klungkung. Sejumlah tari sakral dipentaskan seperti topeng, wayang lemah, rejang dewa, baris gede, dan rejang renteng, diiringi gong tegak dan slonding, serta pesantian. Sejumlah sulinggih memimpin prosesi puncak karya. Di antaranya, di utama mandala upacara di-puput Ida Pedanda Istri Anom Keniten, Ida Pedanda Gde Kediri Putra Keniten, Ida Pedanda Kekeran Blahbatuh, Ida Pedanda Buda Keling. Usai di utama mandala dilanjutkan upacara mapeselang, di-puput Ida Pedanda Griya Gede Kemenuh dan Ida Dalem Surya Sogatha Puri Klungkung. Mapeselang merupakan upacara sebagai lambang bertemunya Ida Batara Kawitan dengan pratisentananya. Beliau melimpahkan karunia berupa cinta kasih, dalam bentuk penciptaan dunia beserta isinya. Beliau diwujudkan sebagai Purusa Predana, sebagai Dewa Semara Ratih, lambang dewa cinta kasih. Di bale peselang, juga dilakukan upacara majejiwan dipimpin Ida Pedanda Buda Keling dan Ida Pedanda Kekeran Blahbatuh. Upacara majejiwan memiliki makna menghidupkan kehidupan atau menjiwai segala yang hidup. Kemudian upacara dilanjutkan dengan prosesi nginang di-puput Ida Pedanda Istri Suryati Keniten. Sedangkan upacara Pedanan di madya mandala dipimpin Ida Pedanda Putra Kumpul Griya Bona. Selain itu, upacara juga dilaksanakan di Pura Beji Dalem Agung Pura Kawitan Pratisentana Shri Nararya Kresna Kepakisan, yang di-puput Ida Pedanda Griya Purnawati Blahbatuh. Sekretaris Panitia Karya, Dr. I Made Legawa, S.E., mengatakan setelah puncak karya ini, Ida Batara Kawi-
tan akan nyejer hingga 15 Januari. Selama Ida Batara ngadeg/nyejer, akan dilakukan upacara pengayaran. Pasemetonan pratisentana SNKK dipersilakan untuk tangkil menghaturkan bhakti. Selain itu dilangsungkan juga upacara makebat daun dan bangun ayu pada 9 Januari, upacara nyenuk 11 Januari, dan nyegara gunung 19 Januari 2019. Karya yang diselenggarakan Pratisentana SNKK di Pura Dalem Agung adalah karya yang kedua. Karya pertama tahun 1994, setelah mulai dipugar kembali tahun 1984, pascaterdampak letusan Gunung Agung pada tahun 1963. Saat Gunung Agung meletus, laharnya menghanyutkan Pura Dalem Dukuh dan pura lainnya. Tapakan Ida Batara Kawitan berupa pratima pernah distanakan untuk sementara di Puri Keramas. Kemudian untuk menyatukan kembali pratisentana dari Ida Batara Kawitan, dilakukanlah pemugaran kembali di tahun 1984. Pura Dalem Agung memiliki sejarah cukup panjang. Pura Dalem Agung awalnya bernama Pura Dalem Dukuh. Dibangun masa pemer-
intahan Raja Dalem Waturenggong oleh Patih Agung Kyai Agung Petandakan, salah satu Pasemetonan Pratisentana SNKK. Yang distanakan di Pura Dalem Agung adalah Ida Batara Kawitan, Shri Nararya Kresna Kepakisan. Beliau, salah satu trah Raja Kediri yang ditugaskan mendampingi Sri Aji Kresna Kepakisan menjadi Adipati Bali, beristana di Samprangan sekitar tahun 1352 1380 Masehi. Selanjutnya, penyempurnaan Pura Dalem Dukuh dilanjutkan Ida I Gusti Agung Maruti. Setelah akhir pemerintahan dan pergi ke Jimbaran, Pura Dalem Dukuh selanjutnya di-empon Pratisentana SNKK dari treh Pangeran Nyuh Aya dengan cara nyineb wangsa, yang kini terhimpun dalam satu banjar Dukuh Nyuh Aya, Desa Gelgel. Ida Batara Kawitan Shri Nararya Kresna Kapakisan distanakan di palinggih meru tumpang sia, sedangkan leluhur yang dilainnya distanakan di gedong dalem di antaranya, Pangeran Nyuh Aya, Pangeran Asak dan para leluhur lainnya yang meninggal di Gelgel. (kmb31)
4
Minggu Umanis, 6 Januari 2019
Botox, Tindakan Estetika Terbanyak Dilakukan di Dunia
Banyak wanita mendambakan kecantikan. Ilmu kedokteran, khususnya kecantikan dan estetika pun berkembang seiring perkembangan zaman. Salah satu ilmu kedokteran di bidang estetika yang menjadi pilihan banyak wanita di dunia adalah botox dan filler. Kedua tindakan ini dapat menjadikan wanita lebih cantik dan awet muda. Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin sekaligus owner D & I Klinik Dr. dr. I Gusti Nyoman Darma Putra, Sp.KK. menjelaskan, botox (botolinum toxin) adalah suatu racun khusus yang sifatnya bekerja mengistirahatkan otot. Zat ini dimasukkan dengan cara disuntik. “Tapi jangan berpikir terlalu seram dengan istilah racun. Karena dia kandungannya sangat kecil dan efeknya lokal. Jadi kalau obat botox ke darah atau areal lain tidak akan berefek luas, efeknya lokal,” jelasnya, belum lama ini. Botox ini digunakan untuk mengurangi kerutan akibat gerakan otot. Karena cara kerjanya mengistirahatkan otot, jadi cara kerjanya bekerja pada kerutan akibat gerakan otot. Misalnya, pada area samping mata, di jidat, dan di antara alis. “Botox hanya berefek di sana. Jadi seringkali orang salah pengertian, di pipi atau garis senyum terasa ada kerutan, itu dipikir dengan botox semua akan hilang,” pungkasnya. Botox hanya terbatas pada kerutan karena gerakan otot. Saat tertawa kerutan tidak terbentuk. Efek botox bertahan dalam waktu 4 - 6
bulan. Tidak ada persiapan khusus sebelum melakukan tindakan ini. Yang sering salah pengertian tentang botox adalah suntikan botox dengan hitungan unit. “Unit itu bukan titik suntikan. Misalnya, daerah samping mata ada 16 - 20 unit. Tapi bukan 16 -20 suntikan. Tapi satu titik bisa 2 - 3 unit. Jadi kalau suntikan di samping mata kanan 3, mata kiri 3. Biaya pun ditentukan dari unit bukan dari titik yang disuntikkan,” pungkasnya. Fungsi Fungsi lain botox bisa untuk meniruskan. Karena cara kerja botox yang mengistirahatkan otot sehingga dengan demikian otot akan mengecil. Bagian yang disuntikkan adalah otot yang digunakan untuk menggigit. Pada wanita tertentu karena bawaan, rahangnya agak besar, sehingga wanita ingin dibotox. Dengan dibotox bukan berarti berhenti total untuk mengunyah, mengingat efek botox yang mengistirahatkan otot. “Bukan berarti tidak bisa mengunyah. Fungsi mengunyah tetap,” tandasnya.
Mengayunkan Bayi
Rawan Bahaya ”Shaken Baby Syndrome” Bayi yang menangis seringkali menjengkelkan, banyak cara yang dapat dilakukan untuk menenangkannya, terkadang para orang tua mempunyai kebiasaan buruk untuk menenangkan bayi mereka, seperti mengayun atau mengguncangkan bayi mereka secara keras, dengan harapan dapat menghentikan tangisan bayi tersebut. Namun pada kenyataannya tidak demikian. Hal tersebut justru dapat mengakibatkan bayi rawan terkena Shaken Baby Syndrome. Shaken baby syndrome/SBS (sindrom bayi yang diguncangkan) merupakan kerusakan otak yang disebabkan oleh kekerasan pada anak yang disertai dengan guncangan keras, yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan kesulitan belajar, cacat secara fisik, kebutaan, gangguan pendengaran, cacat suara atau cara bicara, kelumpuhan, kelainan tingkah laku dan kematian. Pada bayi hingga berumur 1 tahun, diperkirakan sekitar 35 kasus per 100.000 bayi mengalami SBS. Korban SBS biasanya terjadi antara umur 3-8 bulan. Hal ini juga dilaporkan pada bayi baru lahir dan anak-anak hingga usia 4 tahun. Sekitar 65% memiliki kecacatan saraf yang serius, dan 5-35% bayi meninggal akibat luka yang dideritanya. Kasus Kasus yang sering tiba di rumah sakit ialah dalam keadaan penurunan kesadaran atau kejang. Dalam banyak kasus, bayi tidak mendapatkan pengobatan karena tidak menunjukkan gejala yang berat. Gejala yang muncul ialah rewel, penurunan kesadaran, muntah, kejang, sulit bernapas, tidak mampu mengangkat kepala, dan tidak mampu memfokuskan penglihatan. Gejala tersebut umumnya lebih parah pada trauma kepala yang ‘disengaja’ daripada cedera kepala tumpul yang tidak disengaja. Patah tulang rusuk pada bayi sering terjadi pada anak-anak. Patah pada tulang tengkorak juga dapat terjadi akibat dari gaya langsung yang mengenai kepala. Kasus trauma yang parah akan muncul dengan tanda dan gejala yang mengancam jiwa. Individu yang bertanggung jawab tidak mau membawa bayi atau anak untuk perawatan karena takut akan reaksi hukum dan dengan harapan bahwa bayi atau anak
akan pulih seiring waktu sehingga penanganan SBS seringkali terlambat. Orang tua dan pengasuh sebaiknya tidak menyembunyikan riwayat bahwa bayi telah mengalami penganiayaan. Namun, saat ini ada standar diagnosis untuk SBS yang dikenal dengan ”shaken baby triad”, yaitu (1) perdarahan otak subdural, (2) perdarahan retina, dan (3) riwayat cedera bukan cedera lalu lintas atau jatuh dari tempat tinggi. Selain itu, setiap trauma bukan kebetulan sebaiknya dicurigai sebagai SBS. Pencegahan terhadap terjadinya SBS antara lain: Jangan pernah mengguncangkan bayi atau anak saat bermain ataupun ketika marah. Jangan memegang anak Anda ketika anda sedang bertengkar. Ketika Anda sedang merasa terganggu atau jengkel dengan bayi Anda, letakkan dia di ranjangnya dan cobalah untuk menenangkan diri. Mintalah bantuan orang lain bila Anda tidak dapat menenangkan diri. Pengasuh anak dan keluarga harus menemui konsultan bila terdapat kesulitan menghadapi bayi atau anak yang rewel. Jangan berdiam diri jika Anda mengetahui adanya kekerasan pada anak di lingkungan Anda. SBS merupakan kasus trauma kepala pada bayi yang angka kejadiannya cukup sering dan dapat bersifat fatal bila terjadi, tetapi kejadian SBS sudah semakin berkurang dengan semakin baiknya edukasi orang tua atau pengasuh bayi, dengan kata lain pengetahuan orangtua dan pengasuh anak dalam merawat anak sangat penting untuk dapat mencegah hal ini terjadi. ldr. I Gusti Ngurah Agung Jayadhi Widyakusuma, S.Ked.
GUNCANGAN - Mekanisme guncangan kepala bayi pada SBS.
Botox juga kerap disalahartikan membuat wajah kaku sehingga orang yang melakuka. botox ekspresinya tidak ada. Tindakan botox ini tergantung juga pada seni dokter dalam menginjeksikan. “Karena kalau botox sudah disuntikkan itu tidak bisa dikurangi. Kita hanya perlu waktu untuk menunggu agar dia berkurang sendiri. Maka untuk melakukan botox, dosisnya jangan terlalu tinggi dulu. Sambil kita lihat hasilnya 3 hari - 1 minggu. Kalau kurang bisa ditambah daripada kita kelebihan. Sehingga pasien bisa nyaman, ekspresinya masih nyaman,” bebernya. Botox adalah kegiatan estetik terbanyak dan tertinggi dilakukan di dunia karena paling diminati. Orang lokal biasanya terlalu takut melakukan botox karena biayanya mahal. Sedangkan orang asing yang melakukan botox mengingat hitungannya unit, sehingga tidak banyak biayanya. Namun efeknya nyata dan langsung terlihat. Bahkan pasiennya setelah tahu hasilnya, menjadi lebih rutin dan mengajak teman melakukan botox karena efeknya sehebat itu. Hasil botox terlihat 3 hari - 1 minggu, tidak ada lagi kerutan saat tersenyum. Filler Sementara filler adalah bahan yang umumnya dimasukkan ke tubuh adalah hilirianic acid, mirip dengan bahan yang ada dalam tubuh. Bahan ini berfungsi untuk mengganjal daerah yang diisi agar terangkat. Daerah yang sering disuntikkan filler adalah di daerah garis senyum. “Saat tersenyum biasanya ada garis kerutan, daerah itulah yanh bisa di-filler,” jelasnya. Saat ini trend penggunaan filler untuk daerah pipi. “Sekarang ngetrendnya di daerah mid face atau di daerag pipi,” imbuhnya. Biasanya orang yang bertambah usia, pipinya turun karena lemaknya berkurang. Sehingga filler ini bisa mengisi lemak yang berkurang ini agar terisi kembali. Sehingga pipinya bisa terangkat kembali dan terlihat lebih muda. Filler juga bisa digunakan di hidung. Digunakan untuk memancungkan hidung terutama di batang hidung dan dagu. Filler juga bisa digunakan di kantung mata. Namun penggunaan filler ini harus lebih hati-hati. Karena penyuntikan filler perlu skill khusus, tidak boleh sembarangan meski bahannya aman. Jika masuk ke pembuluh darah, sangat berbahaya.
Aman Dikatakan aman karena bahan bisa diserap tubuh dan akan menghilang dengan sendirinya. Filler ini walaupun kelihatan gel, bahan dari luar yang masuk ke tubuh, tapi lama- kelamaan. akan diserap tubuh. Filler jika salah penginjeksian masuk pembuluh darah, kulitnya bisa mati di satu area yang tersumbat pembuluh darahnya. Selain itu bisa sampai kebutaan. Sehingga penyuntikan filler memerlukan skill khusus. Seringkali filler disalahmengertikan dengan silikon. Silikon tidak dilakukan oleh dokter dan itu hal yang dilarang. Karena silikon yang bersifat cair, efek awalnya memang seperti filler. Karena silikon cair seperti gel yang dimasukkan ke tubuh. Silikon tidak menetap di satu area karena dalam suatu saat tergantung gravitasi dia akan turun atau meluber ke samping. “Sehingga orang yang disuntik silikon hidungnya akan kelihatan sama tampangnya, kelihatan kaya banci,” ungkapnya. Selain itu sifat silikon akan menyatu dengan kulit, menyatu dengan daging sehingga
susah dihilangkan. “ Sedangkan kalau filler, jika tidak suka ada bahan penetralnya, tinggal disuntikkan dia langsung hilang,” pungkasnya. Silikon memang tidak disarankan dan itu memang bukan tindakan medis. Karena efeknya bisa menyebabkan kerusakan permanen. Sehingga untuk menghilangkannya perlu operasi berkali-kali, harus dibedah kemudian dikerok karena menyatu dengan daging. Efek negatif jangka panjang dikatakan tidak ada. Orang juga takut ketika obat dari botox habis, kerutannya hilang, padahal tidak. “Ketika obat habis jadi takutnya tambah keriput, sebenarnya engga. Walaupun dia berulang kali, tidak ada efek samping apapun. Sehingga botox ini tren dan berlangsung lama banget dan itu tidak ada masalah apa-apa. Bahkan umumnya kalau rutin botox dan karena ototnya tidak bergerak, maka lamalama mengecil dan mengurangi kerutan, walaupun di saat tidak pakai obat,” ungkapnya. Demikian juga filler. Selama pengerjaan bagus, filler pun akan diserap tubuh dan dia akan hilang sendiri. (may)
EFEK - Efek negatif jangka panjang dikatakan tidak ada. Orang juga takut ketika obat dari botox habis, kerutannya hilang, padahal tidak. Walaupun berulang kali, tidak ada efek samping apapun. Sehingga botox ini tren dan berlangsung lama. Demikian juga filler. Selama pengerjaan bagus, filler pun akan diserap tubuh dan dia akan hilang sendiri.
Nyeri Kepala dan Sinusitis
Keluhan nyeri kepala umum dijumpai di masyarakat. Ada yang terasa nyeri di seluruh bagian kepala, separuh kepala dan ada pula yang nyeri di bagian tertentu saja. Biasanya nyeri akan segera hilang setelah meminum obat. Akan tetapi, apabila nyeri yang dirasakan berlangsung lama, menjalar ke daerah wajah dan tidak mereda dengan obat sakit kepala biasa, tidak menutup kemungkinan Anda menderita sinusitis.
hingga tahun). Berdasarkan penyebabnya sinusitis dibagi menjadi Sinusitis Rhinogenik (kelainan atau masalah di hidung seperti influenza, polip, dan septum deviasi) dan Sinusitis Dentogenik (kelainan gigi, sering pada gigi geraham atas). Tanda dan Gejala Sinusitis Untuk kriteria gejala sinusitis dapat dibagi menjadi Gejala Mayor (nyeri atau rasa tertekan pada wajah, cairan kental pada hidung, demam, hidung buntu dan tersumbat serta berkurang atau hilangnya daya penciuman)
Pada sinusitis maksilaris dimana merupakan jenis sinusitis tersering, gejala yang sering dirasakan berupa nyeri di bawah kelopak mata dan kadang menyebar hingga terasa di gigi. Nyeri jalaran juga dirasakan di dahi dan depan telinga. Wajah terasa bengkak, penuh, dan gigi terasa nyeri pada gerakan kepala mendadak, misalnya saat naik atau turun tangga. Seringkali terdapat nyeri pipi khas yang tumpul dan menusuk serta nyeri saat disentuh dan ditekan. Pemeriksaan fisik akan mengungkapkan adanya cairan kental dalam hidung dan terkadang berbau busuk. Jika tidak mendapatkan penanganan yang adekuat sinusitis dapat berubah menjadi sinusitis kronis yang berlangsung selama beberapa bulan atau tahun.
Sinus dan Sinusitis Manusia memiliki beberapa sinus (rongga) di sekitar kavum nasi (rongga hidung). Sinus–sinus ini membentuk ruangan di dalam beberapa tulang wajah dan diberi nama sesuai dengan nama tulang tersebut, yaitu sinus maksilaris, sinus sfenoidalis, sinus frontalis, dan sinus etmoidalis. Semua sinus ini karena Terapi dan Pengobatan terletak di sekitar hidung disebut sinus Pada beberapa buku kesehatan diparanasal. Sinus dalam keadaan norsebutkan sinusitis akut dapat diterapi mal sebenarnya steril. Apabila sekret dengan pengobatan dan pembedahan. mukosa dinding sinus berkurang atau Oleh karena itu apabila ada gejala saluran ke hidung tersumbat, akan seperti tersebut di atas, segera konmenimbulkan lingkungan yang baik sultasikan ke ahli atau spesialis THT. untuk pertumbuhan atau perkembanPembedahan (operasi) pada sinusitis gan mikroorganisme patogen penyebab akut jarang dilakukan, kecuali telah infeksi atau peradangan. Apabila terjadi komplikasi ke organ mata atau sekret dalam sinus mengalami infeksi otak. Nyeri yang hebat akibat cairan oleh karena bakteri, virus atau jamur yang tertahan di dalam sinus dan GEJALA - Untuk kriteria gejala sinusitis dapat maka terjadilah sinusitis. alirannya tersumbat dapat menjadi dibagi menjadi Gejala Mayor (nyeri atau rasa Selain karena peradangan siindikasi untuk dilakukan pembedahan. tertekan pada wajah, cairan kental pada hidnusitis juga bisa disebabkan alerung, demam, hidung buntu dan tersumbat serta gi atau ketidakseimbangan pada sistem Pencegahan berkurang atau hilangnya daya penciuman) dan saraf otonom yang menimbulkan Ada beberapa langkah yang dapat Gejala Minor (nyeri kepala, nyeri gigi, batuk, rasa perubahan struktur pada mukosa dilakukan untuk mencegah terjadinya lelah dan nafas berbau). sinus. Penderita sinusitis terbanyak disinusitis maupun kambuh kembali, jumpai pada kelompok usia produktif. antara lain rajin mencuci tangan, konSinusitis bisa terjadi pada salah satu dari dan Gejala Minor (nyeri kepala, nyeri gigi, sumsi cukup air putih, diet makanan bergizi, keempat sinus yang ada. Bila mengenai be- batuk, rasa lelah dan napas berbau). hindari stres, hindari alergen, menjaga keseberapa sinus disebut multisinusitis, sedangkan Tanda dan gejala pada sinusitis sangat hatan mulut dan menjauhi kegiatan dalam air bila mengenai semua sinus paranasal disebut bervariasi. Keluhan utama yang paling sering (berenang, menyelam). Sinusitis merupakan pansinusitis. ditemukan adalah sensasi tertekan pada penyakit yang tidak bisa dianggap remeh kareSecara klinis sinusitis dibagi atas tiga jenis wajah, nyeri gigi, nyeri telinga, nyeri kepala, na jika tidak mendapat penanganan yang tepat yaitu Sinusitis Akut (berlangsung beberapa demam, batuk, rasa lelah, napas berbau, atau dapat menjadi suatu penyakit yang serius. hari hingga minggu), Sinusitis Subakut (ber- berkurangnya penciuman. Pasien dengan ldr. Pande Nyoman Bayu Tirtayasa, langsung beberapa minggu hingga bulan) dan gejala di atas selama lebih dari 7 hari mengaS.Ked. Sinusitis Kronis (berlangsung beberapa bulan rahkan diagnosis ke arah sinusitis.
Kisara
Kado
Lalu apakah itu artinya remaja boleh “Kisara, perkenalkan namaku Hadi. Minggu lalu aku ultah yang ke-17 tahun, nah salah mengaksesk kondom? Iya, boleh jika remaja satu temenku ini ada yang ngasih aku kado berupa kondom, Kak. Aku ngerti sih dia cuma becanda aja, tapi ini ngebuat aku jadi berpikir, kok kondom boleh diperjualbelikan secara tersebut sudah seksual aktif atau sudah akbebas sih Kak? Kenapa nggak cuma untuk yang sudah bersuami istri saja? Terima kasih Kak!” tif melakukan hubungan seksual. Kehadiran kondom sangat penting bagi mereka untuk Halo Hadi! Pertama-tama Kisara men- melakukan hubungan seksual, menikah, mencegah kehamilan di usia remaja dan gucapkan selamat ulang tahun untuk kamu bahkan kapan dan berapa ingin punya anak. terpaksa menikah di usia dini. Jika kondom ya. Semoga apa yang kamu cita-citakan ter- Apapun keputusan mereka, itu hak mereka hanya untuk mereka yang sudah menikah, capai. Amiin. Semakin bertambah usia, se- untuk mengatur tubuhnya masing-masing, tentu saja di era sekarang ini akan semakin makin bertambah kritis juga pemikiranmu. Nah, sekarang, perlu kamu ketahui banyak angka remaja yang mengalami Sebelum Kisara menjawab pertanyaanmu, juga bahwa tidak semua pasangan meg- infeksi menular seksual, kehamilan di usia kita cari tahu dulu yuk, apa sih,sebenarnya inginkan kehamilan. Orang bilang, anak muda, menikah muda, dan putus sekolah. kondom itu? adalah anugerah. Namun, terkadang ada Saat ini, di era yang serba modern, kita tiKondom adalah alat kontrasepsi atau alat pasangan yang merasa cukup dengan dua dak bisa memungkiri lagi bahwa pergaulan untuk mencegah kehamilan dan penularan anak sehingga tidak ingin menambah anak remaja semakin luas dan remaja cenderung penyakit kelamin pada saat berhubungan lagi. Oleh karena itu, dapat menggunakan melakukan perilaku yang berisiko sehingga seksual. Saat ini, kondom yang beredar di kondom, jika tidak menggunakan alat kon- kondom dapat membantu mereka untuk Indonesia adalah kondom untuk laki-laki trasepsi yang lain. tetap sehat. atau male condom, padahal sebenarnya ada Oh ya, selain kondom masih ada alat Lalu, apa jadinya jika kondom tidak dijuga kondom untuk perempuan, namanya perkenankan untuk diperjualbelikan secara kontrasepsi yang dapat digunakan oleh female condom. bebas? Banyak risiko yang dapat terjadi, pasangan yang aktif berhubungan seksual, Kontroversi penjualan kondom ini sudah misalnya meningkatkan angka penularan seperti pil KB atau suntik KB. Semua lama terjadi. Nah, kenapa ya kondom ini infeksi seksual dan terjadi kehamilan yang alat kontrasepsi ini mempunyai tujuan boleh diperjualbelikan secara bebas? Penting tidak diinginkan (KTD) yang tentunya yang sama, yaitu untuk mencegah atau untuk kita ketahui bahwa setiap individu memiliki risiko aborsi yang tidak aman, menunda kehamilan, tapi digunakan oleh mempunyai konsen mereka masing-masing pernikahan dini, masalah psikilogis (stres/ perempuan. Semoga ini bisa menjawab untuk mengatur kapan mereka siap depresi), hingga kematian Ibu. pertanyaanmu ya!
5
Minggu Umanis, 6 Januari 2019
Capricorn
Cobalah untuk tidak banyak pikiran jika tidak ingin badan capek dan jatuh sakit, karena jika sampai terjadi maka akan menambah rumit persoalan saja. Tetaplah bersikap lepas dengan selalu berpikiran santai tetapi tetap waspada. Asmara: Tidak perlu emosi, hadapi semua itu dengan kesabaran, pasti nanti akan berlalu dengan sendirinya. Aquarius Benar-benar mengesankan kesuksesan dihari-hari kemarin, akan tetapi untuk saat ini sudah lain lagi ceritanya, maka dari itu keprofesionalan dalam berkerja sebaiknya tetap dijaga, agar sesuatu yang sudah baik itu tidak sampai mengalami kemunduran. Asmara: Keakraban dan keharmonisan masih terlihat dan terasa diminggu ini. Pisces Jangan terlalu rewel nanti partner anda malah bingung sendiri harus berbuat apa, pandai-pandailah mengarahkan kearah yang lebih baik dengan penjelasan-penjelasan yang mudah dicerna dan dipahami. Asmara: Masih menjengkelkan dan itu hanya masalah sepele yang sebenarnya bisa diatasi jika mau sedikit mengerti. Aries Kesempatan yang ditunggu-tunggu ternyata hasilnya jauh dari harapan, walau begitu jangan patah semangat tetaplah konsentrasi pada pekerjaan yang lagi dihadapi saat ini, dan tidak perlu meratapi yang sudah terjadi. Asmara: Sepusing apapun urusan diluar sebaiknya jangan dicampur adukkan kedalam hubungan asmara, bisa kacau jadinya. Taurus Jalinlah korespodensi dengan siapapun juga dan berusahalah untuk tidak membeda-bedakan status ataupun derajat, karena bagaimanapun juga Anda pasti akan membutuhkan sesuatu dari hubungan yang baik itu. Selami apa keinginan dan kepandaian mereka, karena hanya dengan itulah Anda bisa tetap meraih kesuksesan. Asmara: Jangan remehkan kerikil-kerikil yang cukup tajam itu, segera cari solusinya. Gemini Kreativitas tidak boleh berhenti hanya karena kegagalan dimasa lalu, tunjukkan bahwa diri Anda masih mampu berdiri dari kejadian pahit dimasa itu. Jadikan hal itu sebagai cambuk untuk meraih kesuksesan dimasa mendatang. Asmara: Jangan hanya memikirkan indahnya untuk saat ini saja, akan tetapi kepentingan dimasa depan itu yang lebih penting. Cancer Ada berita yang cukup mendadak dan memusingkan kepala, walau begitu cobalah untuk tetap menahan diri dan berusaha untuk tenang, sehingga pikiran dan ide-ide cemerlang bisa tetap muncul. Asmara: Tetaplah membina hubungan yang baik dengannya. Leo Diminggu ini cukup banyak peluang dan jebakan, untuk itu jangan cepat tergoda dengan sesuatu yang kelihatannya menguntungkan, sebab jika sembrono maka kerugian besar harus siap-siap Anda tanggung. Asmara: Ada sedikit cekcok mulut dan jika tidak ada yang mau saling mengalah, maka akan tetap seperti itu-itu saja. Virgo Berhati-hatilah dalam mengeluarkan statmen, jangan sampai menimbulkan gejolak yang tentu saja akan mengganggu kestabilan dan keharmonisan dilingkungan kerja Anda. Asmara: Cukup tenang dan cekcok mulut sudah tidak begitu sering terdengar. Libra Bersikap kritis itu memang tidak salah asalkan didasarkan pada rasio yang ada dengan tidak melibatkan terlalu banyak perasaan, karena kalau perasaan yang memang peranan maka bisa lain lagi ceritanya nanti. Tak perlu takut dimusuhi orang kalau itu memang realita yang ada. Asmara: Masih penuh dengan kegembiraan. Scorpio Masih santai dan rileks, karena memang tidak ada sesuatu masalah yang berat diminggu ini. Kalau sudah begini sebaiknya Anda enjoy saja dan berusaha menikmatinya dengan tidak mencari-cari masalah dan kesibukan baru. Asmara: Buat apa masalah kecil dipermasalahkan, karena itulah yang bikin suasana jadi panas terus. Sagitarius Jangan terlena dengan hawa malas yang muncul diminggu ini, cobalah tetap concern dengan urusanurusan yang sudah seharusnya cepat diselesaikan. Jika ada yang berusaha memancing konfrontasi, sebaiknya dihindari saja karena tidak ada untungnya. Asmara: Cukup tenang dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.
Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu Berlaku :
6 Januari 2019 s/d 12 Januari 2019
”Mauna Prarthana”: Mendamaikan Bhumi Om dyauh santir antariksam santih, prthivi santir apah santih, osadhayah santih vanaspatayah santir, visvedevah santir brahma santih, sarvam santih santir eva santih, sa ma santir edhi om santih santih santih om (Yajur Veda, 36.17) “Ya Tuhan, semoga damai di Langit, damai di antariksa, damai di Bhumi, damai di Air, damai pada Tumbuh-tumbuhan, damai pada Pepohonan, Seluruh Dewata menjadi damai, damai Sang Pencipta, damai Semuanya, damai dan hanya damai. Semoga kedamaian datang kepada kami. Ya Tuhan, semoga damai, Damai, dan damai selalu.”
Keinginan, doa, sembahyang dan harapan kedamaian disampaikan dari suara hati terdalam, menyebar merasuk ke seluruh arah tanpa batasan sama sekali. Ia murni suara hati terdalam insan Tuhan, menembus serta mengatasi batas-batas suku, agama dan lain-lain sekat atau jurang pembatas insan bertemu insan, insan bertemu alam lingkungan dan insan bertemu Tuhan. Orang-orang berhati mulia setiap hari akan melakukan doa, sembahyang, meditasi dalam Mauna Prarthana. Kekuatan Mauna Prarthana ada pada kelembutan cinta kasih “Divine Love”. Mauna Prarthana dilakukan dengan atau tanpa sarana karena sudah bersama hati yang mulia. Menurut Maharesi Vyasa, tidak ada lagi isi lebih dari kitabkitab suci selain melakukan kemuliaan terhadap yang lain dan tidak menyakiti atau memberikan kedukaan kepada yang lain (paropakaraya punyaya papaya para-pidanam). Mauna berarti diam, diam ke dalam diri, tanpa bicara, sepi, sepi dari duniawi tetapi sibuk
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa
spiritual, dalam hal ini termasuk melakukan sesuatu yang baik, indah dan mulia secara diam-diam, tanpa banyak gembar-gembor, atau dilakukan dengan cara di“rahasia”-kan. Prarthana berasal dari kata dalam bahasa Sanskerta “pra” yang berarti memohon, meminta dalam cinta kasih bhakti), dan “artha” yang berarti tujuan yang disampaikan dalam kesungguhan bhakti. Prarthana berarti doa, harapan, permohonan, atau permohonan yang disampaikan “agak memaksa” dalam pengabdian bhakti, sembahyang, puja-bhakti. Mauna Prarthana berarti doa mulia yang dilakukan secara pribadi dengan tulus ikhlas. Oleh karena Mauna Prarthana dilakukan demi niat mulia “mamahayu hayuning bhuwana” maka Mauna Prarthana berarti doa sembahyang yang dilakukan dengan tulus ikhlas secara pribadi tanpa perlu diketahui atau disemangatkan oleh yang lain. Mauna Prarthana barangkali dapat dibahasa-inggriskan dengan “Silent Prayer” yang berarti “doa diam”, “doa sepi”, “doa spiritual”, “doa sejati”, atau doa yang dilakukan dengan sungguh-sungguh melalui permohonan atau tekad dalam pengabdian cinta kasih bhakti kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dengan tujuan-tujuan yang agung dan mulia. Kita semua sudah sangat rajin melakukan doa prarthana untuk diri sendiri dan keluarga. Saatnya sekarang orang melakukan Mauna Prarthana karena ia tidak dilakukan untuk diri sendiri dan juga tidak untuk keluarga, walaupun pada akhirnya semua juga berpulang pada diri sendiri dan keluarga. Hanya saja, penekanan fokus perhatian doa prarthana tidak lagi mengarah pada diri sendiri dan keluarga melainkan
pada bhumi tercinta beserta sekalian isinya, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak (cara-acara). Mentalitas “memuja” dan “mengagung-agungkan” yang lain atau yang datang dari luar merupakan kelemahan setiap orang, yang dianggap sebagai kelebihan atau “guna-mahottama”. Sejalan dengan itu, kebiasaan menjejal, menjelek-jelekkan serta menjatuhkan orang sendiri, keluarga sendiri, agama, tradisi, bhumi atau tradisi serta sastra leluhur, dianggap sebagai kehebatan. Inilah kelemahan orang pada umumnya. Mauna Prarthana, mengabaikan semua itu karena ia memberikan tekad teguh pada kemuliaan, kesejahteraan dan kebahagiaan yang lain. Melalui Mauna Prarthana orang akan “memuja” dan “mengagung-agungkan” keluarga sendiri, bhumi tempat berpijak, tradisi, seni, budaya dan sastra-sastra warisan leluhur. Jika ada kekurangan pada keluarga dan kawan, mereka tidak akan menjatuhkan melainkan akan membantu mengangkat keluarga atau kawan-kawannya. Itulah efek Mauna Prarthana jika ia dilakukan secara tulus, sungguhsungguh dalam tekad ning suci nirmala serta dilakukan secara diam-diam. Orang akan menjadi mulia dalam kemuliaan dan bukan “mulia” dalam keburukan. Melalui pelaksanaan Mauna Prarthana setiap hari kita memohon kepada Hyang Parama Kawi agar berkenan memberikan karunia ketenangan, kedamaian, kesejahteraan dan kebahagiaan kepada bhumi, langit, angkasa, air dan unsur Panca Maha Bhuta lainnya, binatang-binatang, tumbuhtumbuhan, umat manusia, para Dewa dan seluruh ciptaan-Nya. Sebagaimana orang mempunyai kewajiban terhadap anak dan istri, demikian pula orang hendaknya menerima sebagai kewajiban mulia usaha-usaha apa saja yang dilakukan demi ketenangan, kedamaian, kesejahteraan dan kebahagiaan demi orang dan makhluk lainnya. Bhumi memang tidak “menangis” seperti ketika anak dan is-
tri diabaikan. Mereka kelihatan menangis, tampak air matanya deras mengalir keluar dan mungkin dengan suara sesenggukan. Akan tetapi, pernahkah kita berusaha “mendengan tangis bhumi” ini? Ketika kita mengotori bhumi dengan sampah plastik, mengeruk segala isi bhumi tanpa batas, menggunduli gunung dan bukit, pernahkah kita mendengar “tangis” bhumi? Mauna Prarthana akan membantu orang bisa “mendengar tangis bhumi”. Orang akan mulai mencintai dan mengasihi bhumi tempat lahir dan tempatnya berpijak. Sebelum Sri Rama meninggalkan Ayodhya untuk menunaikan kewajiban memenuhi perintah ayahnya, Raja Dasaratha, agar Rama pergi ke hutan belasan tahun, Srī Rama “mengambil” segenggam tanah Ayodhya, dibungkus dengan kain dan dibawa kemana-mana bersama dirinya selama dalam pengasingan di hutan. Orang akan sangat kagum mengetahui doa dan pendapat Sri Rama terhadap bhumi tempat kelahiran dan yang memberikan makan-minum kepadanya. “Janani-janma-bhumis ca svargad api gariyasi”, bahwa Ibu kandung dan Ibu Pertiwi lebih mulia bahkan dari alam-alam Surga. Orang-orang berhati mulia tidak akan tega melihat apalagi membantai bhumi, alam lingkungan, tumbuhan, binatang, manusia hanya demi pencapaian Surga. Pencapaian Surga adalah melalui cinta kasih dan bukan melalui kesakitan atau pembantaian. Orang bijaksana tidak akan pernah bermimpi bisa bersembahyang dan bermeditasi sambil membabat atau menggunduli hutan serta bukit-bukit indah menghijau. Orang suci bijaksana akan menabur “mantra” hati penuh cinta kasih kepada alam dan seluruh isinya. Mereka juga akan mengagung-agungkan, mengucapkan, menyanyikan dan men-Japa-kan mantra-mantra kedamaian “Santi Mantra”. Doa mantram memegang peran penting di dalam menciptakan kedamaian dan keharmonisan hidup manusia, baik di dalam diri maupun diluar diri (bhuwana alit dan bhuwana agung). Khususnya
Santi-mantra seperti di atas, sangat mempengaruhi orang yang mengucapkan dan lingkungan sekitarnya. Orang-orang zaman dahulu memanfaatkan kekuatan pikirannya untuk berdoa. Mereka tidak membiarkan pikirannya kosong doa. Pikiran yang tidak dipagari dan diarahkan di dalam doa akan menjadi musuh berbahaya bagi diri sendiri (anatmanas tu satrutve). Sebaliknya, pikiran yang telah diisi dengan doa demi kebaikan dan kesejahteraan yang lain akan segera tersucikan dan pikiran itu akan menjadi teman paling baik bagi diri sendiri (bandhur atmatmanas tasya). Pikiran yang telah dibersihkan melalui doa demi kesejahteraan yang lain mempunyai kekuatan luar biasa untuk merubah “arah jarum jam” dunia ini. Ia akan memungkinkan segala sesuatu yang tidak mungkin terjadi -- menjadi nyata terjadi. Mauna Prarthana yang terus menerus dilakukan demi kesejahteraan orang lain, makhluk lain dan alam semesta secara pasti akan mengubah wajah dunia. Tentu saja doa melalui Mauna Prarthana akan memberikan hasil maksimal karena Mauna Prarthana mempunyai tujuan besar. Mauna Prarthana dilakukan dengan tujuan besar akan lebih cepat berhasil jika ia dilakukan bersama-sama oleh setiap insan di atas muka bumi ini. Doa seperti itu selain akan mampu menyentuh dan memperlembut hati setiap insan manusia di dunia, secara pasti ia juga akan berhasil menenangkan “kemarahan alam”. Selain dengan cara “mapekelem” dan lain-lain, sudah saatnya kita menambahkan cara “Doa Santi Mantra” untuk menenangkan ketidaknyamanan alam akibat tingkah laku manusia yang tidak adil terhadapnya. Alam selalu “menjawab”. Apa, bagaimana dan sejauh mana pikiran serta perbuatan yang kita lakukan terhadap alam, sangat segera alam akan memerikan “jawaban”-nya. Demi mendapatkan “jawaban” damai dari alam, memulai doa damai Mauna Prarthana merupakan langkah sangat mulia.
MIMBAR AGAMA
Memaknai Kuningan dan Siwaratri
I Gusti Ketut Widana Awal tahun baru 2019 ini ada dua hari suci yang pelaksanaannya berbarengan, Kuningan dan Siwaratri. Keduanya memiliki ritual yang berbeda tetapi mengandung makna sejalan. Hari suci Kuningan mengingatkan manusia untuk bertanggung jawab atas kehidupannya setelah secara ritual Ida Batara-Batari dinyatakan akan kembali ke kahyangan. Sementara Siwaratri lebih menekankan pada keasadaran manusia dalam mencari, menemukan jalan menuju pencapaian kesadaran Sang Diri (Atman). Seperti halnya hari suci Hindu lainnya, selalu mengandung makna tattwa, susila, dan acara. Secara tattwa, Kuningan dan Siwaratri mengandung makna sebagai proses pembelajaran menuju kedewasaan manusia untuk bertanggung jawab atas dirinya dengan kesadaran dharma. Sedangkan secara susila, ada tuntunan bagaimana umat Hindu pada setiap pelaksanaan ritual
brolan BALE BANJAR ARIDUS KENDATI atmosfir politik kian naik, karena tahun 2019 diberi merek Tahun Politik, namun kedatangan Tahun Shio Babi Tanah mengganti Anjing Tanah, disambut dengan kedamaian. Perayaan Natal dan Malam Tahun Baru 2018 berjalan mulus tanpa ancaman dan percik darah seperti dikhawatirkan banyak pihak seturut pengalaman sebelumnya. Tentu semua itu berkat kerja keras aparat keamanan yang bersinergi dengan masyarakat yang cinta damai, persaudaraan
dapat menjadikannya sebagai jalan mencapai kesadaran spiritual. Sementara itu secara acara, tidak lepas dari prosesi ritualistik, yang untuk hal ini tidak jarang menjebak umat tetap asyik bermain di tataran simbolik hingga melupakan tuntutan berperilaku etik normatif. Hari suci Kuningan dan Siwaratri menjadi momentum sakral lewat ritual guna mengembalikan sinar suci Atman (Tuhan dalam diri) yang selama ini boleh jadi dibutakan atau digelapkan kenikmatan materi sehingga melahirkan Sapta Timira (tujuh kegelapan). Sebab, kesejatian manusia sesungguhnya bukanlah materi melainkan Sang Diri yang merohani. Karenanya, sepatutnya terus dinyalakan cahaya spirit hingga semakin spiritual, bukan sebaliknya kian tenggelam dalam kenikmatan material duniawi yang tidak kekal, meski seringkali memberikan kesenangan sensasional. Jika ritual Kuningan yang dilaksanakan sepuluh hari setelah Galungan dilengkapi simbol-simbol alat perang, seperti Tamiang (perlindungan/pertahanan), Ter (ketajaman pikiran), Endongan
(perbekalan), dan Sampian Gantung (penolak rintangan). Semua simbol ritual itu dimaksudkan sebagai kesiapan untuk bertanggung jawab atas kehidupan dengan tuntunan dharma yang tidak pernah lepas dari godaan, gangguan, rintangan, bahkan ancaman adharma. Sedangkan pada saat ritual Siwaratri, karena lebih menekankan pada pencapaian kesadaran spiritual, maka yang diutamakan adalah pelaksanaan brata meliputi upawasa (menahan nafsu ragawi), mona (mengendalikan bicara), dan majagra (selalu dalam keadaan sadar/eling). Lengkap sudah, pertemuan hari suci Kuningan dan Siwaratri menjadi satu-kesatuan makna, bahwa setiap umat bertanggung jawab atas diri dan kehidupannya berlandaskan dharma, yang realisasinya disertai kesadaran etik, sosial, intelektual menuju obsesi pencapaian spiritual. Hanya dengan kesadaran spiritual, bukan kenikmatan material, umat dapat mencapai dan kembali pada alam kekal -- Tuhan transendental (nirguna Brahman). Bagaimanapun, hakikat manusia bukanlah materi tetapi rohani (Purusa/Jiwa/ Atman). Hanya karena dibung-
kus materi, kehidupan manusia memerlukan asupan gizi material. Tetapi Sang Purusa/Jiwa/ Atman tidak boleh tenggelam oleh kuasa materi, sebab yang dibutuhkan hanyalah kesadaran rohani menuju religiosity atau spirituality. Keberadaan materi duniawi, meski dibutuhkan tidak boleh sampai membuat manusia silau, terpesona lalu terlena hingga melupakan kesejatian Sang Diri (Atman). Pesan ini telah diamanatkan Sang Kawi Mpu Tanakung dalam suratan Kakawin Siwaratrikalpa : “wruh ngwang nisphala ning mango jenek alanglang I kalangen ikang pasir wukir” (KS,I:21), artinya, ”aku tahu, percuma saja menikmati keindahan, jika hanya melanglang buana lalu terpesona menikmati keindahan pemandangan pasirgunung“. Maknanya, “Percuma saja kita menikmati kakawin Siwaratri, jika hanya memesona menikmati lapis-lapis kulitnya saja berupa wirama, jalan ceritra, dan permainan bunyi, permainan kata-kata yang membangun kakawin itu tanpa berusaha menyimak makna simbolik yang terkandung di dalamnya''.
Analoginya, betapapun pernakpernik kehidupan dengan segala keindahan atau kenikmatan materi duniawi, tetaplah bersifat sementara, semu (maya) dan seringkali menjerumuskan. Terpesona pada kehidupan duniawi bisa membuat umat terlena, lalu lupa pada kesejatian Sang Diri (Atman) yang wajib selalu dicemerlangkan cahayanya agar tidak digelapkan gemerlap materi duniawi. Manusia memang membutuhkan materi untuk keberlangsungan kehidupannya di dunia, tetapi manusia sejati lebih mengarahkan hidupnya menuju penyucian rohani dan kecemerlangan Atman. Hanya dengan begitu jalan terang menuju pencapaian kesadaran spiritual akan mudah dilalui dan dicapai. Melalui hari suci Kuningan dan Siwaratri, umat mendapat inpsirasi dan motivasi untuk lebih meningkatkan kualitas sradha dan bhakti. Hari suci Kuningan mengajarkan tentang tanggung jawab berkehidupan berdasar dharma, sementara Siwaratri lebih menekankan pada pentingnya pengendalian diri guna mencapai kesadaran Sang Atman: atutur ikang atma rijatinya.
dan keharmonisan. ”Pas menjelang akhir tahun 2018, umat Hindu di Bali juga merayakan Hari Raya Galungan, sehari setelah umat Kristiani merayakan Natal. Soal toleransi terkait keyakinan dan kepercayaan, kalau diizinkan sombong, masyarakat Bali boleh menepuk dada. Artefak budaya baik berupa material maupun immaterial yang berusia ribuan tahun bertebaran di pulau ini, sebagai bukti yang membanggakan. Sudah sering kututurkan, di beberapa tempat suci di Bali ada altar atau pelinggih yang diperuntukkan memuja roh suci tokoh yang bukan Hindu. Sebut saja Dalem Solo, Dalem Mekah, Ratu Gede Sundawan, Ratu Gede Pemelayu, Ratu Syabandar, Pura Balingkang! Kemudian ada wilayah pemukiman atau desa yang diberi nama Kampung Jawa, Kampung Arab, Kampung Cina, Kampung Bugis. Nomenklatur tersebut bukan dibuat di zaman modern atau setelah kemerdekaan, tapi saat zaman kerajaan ratusan tahun silam. Jadi, soal kebhinekaan bahkan
multikulturalisme, sudah dipahami orang Bali, sebelum teorinya dibuat orang Barat. Konon budayawan kondang Emha Ainun Najib pernah berseru pada para elit di Jakarta untuk datang ke Pura Kerta Negara Gambur Anglayang di Kubutambahan, Buleleng, Bali, buat belajar kebhinekaan dan multikulturalisme, saat dia berkunjung ke peninggalan purbakala tersebut, belasan tahun lalu,” papar Rubag. ”Ya, banyak tempat suci di Bali yang membanggakan, namun jangan terlalu bangga yang menyebabkan kita banggi dan bonggan alias belog ajum, yang justru merugikan diri sendiri karena mabuk pujian! Bersikap biasa-biasa saja sebab tantangan ke depan kian menjepit karena kepolosan dan keluguan kita. Terus terang, di usia yang sudah berkepala lima aku merasa Bali sudah tidak seperti Bali lagi. Aku malu pada Yopie Latul yang di tahun 1980’an sudah melantunkan 'Kembalikan Baliku Padaku'. Memang tidak berguna menangisi susu yang tumpah, namun kita
harus hati-hati agar susu yang baru diseduh tidak tumpah lagi. Apalagi menurut astrologi Cina, kini kita memasuki Tahun Babi Tanah! Berbagai analisa atau ramalan ditulis orang tentang Shio Babi, yang rata-rata optimis dan menguntungkan semua pihak, sesuai karakter babi umumnya, yang tidak serakah, egois penuh pencitraan, namun polos, welas asih dan toleran. Namun jangan sampai terlena pada ramalan, karena hidup di zaman sekarang kian sulit dan penuh tantangan. Sifat makhluk hidup termasuk babi, konon dipengaruhi unsur alam, sehingga Shio Babi ada yang disebut Babi Logam, Babi Air, Babi Kayu, Babi Api dan Babi Tanah. Memang dikatakan sifat babi pada umumnya, tenang, tahan kritik, kerja keras, tidak gampang marah, tidak suka menjelek-jelekkan pihak lain dan memfitnah, namun bila unsur api mendominasi karakternya, dia bisa ngamuk dan menyungkur apa saja yang menghalanginya. Sekali lagi jangan terlena pada ramalan!” saran Nyoman Sudi-
antara. ”Setuju, aku juga tidak terpengaruh pada ramalan, sebab aku percaya dengan garis tangan dan sebagai orang Bali aku lebih percaya pada lintang kelahiran. Menyikapi perubahan waktu, aku tertarik pada satu kalimat dari puisi WS. Rendra. Kemarin dan esok adalah hari ini! Menyimak kalimat itu, aku bersikap biasabiasa saja terhadap tahun baru, namun tetap bersyukur dikaruniai kehidupan dan usia cukup panjang. Ada yang mengatakan Tahun 2019 adalah tahun yang unik. Argumennya, setiap tanggal 1 setiap bulan jatuh pada hari Selasa. Dalam setiap bulan semua hari berulang empat kali, artinya dari Senin hingga Minggu datang empat kali dalam setiap bulan. Konon keunikan seperti ini hanya terjadi setiap 823 tahun sekali. Ini dikatakan Tahun Kantong Uang, yang mungkin jadi tahun keberuntungan bagi yang banyak punya utang, sehingga bisa melunasi pinjamannya, hahahaha,” gelak Made Surjanegara mengakhiri komentarnya.
Bali
6
Redité Umanis, 6 Januari 2019
TAMIANG – Pinaka sinalih tunggil cihna sajeroning rainan Kuningan, kramané ngenahang utawi nagingin sarana-sarana ring palinggih, kemulan wiadin bale adatnyané marupa Tamiang wiadin Kolem.
Rerainan Kuningan
Nyuksmayang ” Amertha” lan ” Kauningan” saking Ida Sanghyang Widhi Wasa Bencingah
Nyurud Ayu KUNINGAN wantah rerainan nguncarang suksmaning manah ring Ida Sanghyang Widhi Wasa antuk makasami waranugraha sané sampun kapaicayang Ida utamanipun sané marupa kasukerthan ring jagat. Upakara sané kawigunayang taler akéhan mawarna kuning pinaka niyasa panyiwian Ida Bhatara Mahadéwa pinaka prabawan Ida Sanghyang Widhi Wasa sané malinggih ring genah kauh sané kaniyasayang antuk warna kuning. Sajeroning rerainan inucap, boya kadabdabang antuk ngamargiang upacara wiadin ngaturang upakara kémanten, nanging prasida taler antuk parikrama tiosan. Sinalih tunggilnyané sakadi sané kabaosang Jero Mangku I Ketut Mandia, S.Ag., M.Ag., ring rerainan inucap krama sané sampun wusan ngamargiang parikrama upacara taler pamuspan pastika nglanturang antuk nyurud ayu utawi nglungsur upakara wiadin banten sané kaaturang ring rainan Kuningan. Pidabdabé punika kamargiang taler antuk nunas utawi ngajeng ajengan sané sampun dados lungsuran saking upakara inucap, antuk kapatutan daging upakara sané kaajeng kantun becik tur dados ajeng mangda nénten ngawinang panyungkan ring krama. Pidabdab nyurud ayu kaucap becik tur kajantenang jagi ngicén krama punika waranugraha taler merta luwih paican Ida Bhatara. Sios saking pidabdabé punika, wénten taler parikrama sané kamargiang ring raré sané durung ketus gigi miwah panglingsir sané sampun dados kumpi ring kulawarga inucap. Inggih punika ngamargiang upacara panyambutan antuk pangapti mangda ipun setata kaicén waranugraha tur slamet rahayu ring kahuripané puniki. “Punika duaning tatkala kacingak tegak genahnyané ring sajeroning kulawarga, rare sané durung ketus gigi punika wantah masaih tur asah genahnyané sareng panglingsir sané manados kumpi punika. Upakara sané kawigunayang wantah upakara panyambutan sané ketah kawigunayang Rbpm/WASing pakraman,” asapunika dané nartayang. (was)
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
bangket
1.
b\Ð)t/,
2.
bangkig
2.
b\Ðig/,
3.
banglot
3.
be\Þot/,
4.
bangras
4.
b\És/,
5.
bangsit
5.
b\uæit/,
6.
bantang
6.
bnÓ*,
7.
bantar
7.
bnÓ(,
8.
bantas
8.
bnÓs/,
9.
bantat
9.
bnÓt/,
10.
banteh
10.
bnÓ);,
SAKADI parindikan sané kanutin saking dresta sané kataminin olih krama Hindu, minakadi ngamargiang makudang-kudang upacara yadnya. Agama Hindu taler madué rerainan suci sané rauhipun kadasarin antuk makudangkudang parindikan. Patut kauningayang, pangrauh utawi kawéntenan rerainan inucap ketah mapaiketan sareng rerainan tiosan, minakadi indik tetueknyané wiadin pidabdab rerainanipun. Sinalih tunggilnyané sakadi rerainan Kuningan sané rauhipun wusan rainan Galungan. Rainan Kuningan utawi sané ketah kasengguh Tumpek Kuningan wantah rerainan sané rauhnyané nyabran 210 raina nepet ring raina Saniscara Kliwon wuku Kuningan. Ring rainané punika, krama
Hindu nyantenang pisan Ida Sanghyang Widhi Wasa antuk prabawan Ida pinaka Bhatara Mahadewa sareng para Pitara-pitariné lédang mapaica kasukertan lan karahayuan ring panjak utawi kramané sinamian. Manawita kacingak saking wit krunanipun, Kuningan mawit saking kruna “kuning” sané ring kahanan punika madué kalih soroh tegesnyané. Sané kapertama cihna saking “Amertha” utawi kasukertan sané kasinahang utawi kaniyasayang antuk warna kuning. Sané kaping kalih, prasida kabaosang antuk “kauningan” sané tegesipun wantah kapradanyanan utawi kawagedan. Sangkaning punika, tetujon lan tetuek rerainan Kuningan punika wantah nyuksmaning waranugraha sané sampun kapaicayang marupa amertha
miwah kapradnyanan majeng ring Ida Sanghyang Widhi Wasa antuk prabawan Ida pinaka Ida Bhatara Mahadewa taler kasarengin antuk para dewata-dewati sami. Sinalih tunggil cihna ring rerainan inucap wantah nagingin utawi ngenahang makudang-kudang sarana utawi pepayasan ring wewangunan suci miwah paumahan sané sujatiné madaging antuk tetuek. Sarana tamiang pinaka niyasa cakra, sanjata Ida Bhatara Wisnu. Endong niyasa saking Moksala, sanjata Ida Bhatara Sangkara. Panah utawi sara niyasa Nagapasa, sanjata Ida Bhatara Mahadewa. Ring raina inucap, krama Hindu utamanipun ring Bali taler ngaturang upakara sané madaging nasi kuning pinaka niyasa kasukertan sangkan-
ing kramané sampun prasida ngamolihang waranugrahan Ida Sanghyang Widhi Wasa. Sarana sané kawastanin tebog miwah selanggi pinaka aled nasi kuning i wawu. Siosan punika taler kaaturang upakara minakadi canang maraka, pasucian miwah canang wangi taler sesayut prayascita, sesayut nasi kuning, maulam bebek taler panyeneng. Ngawigunayang sarana upakara marupa nasi kuning manut Jero Mangku I Ketut Mandia, S.Ag., M.Ag., manggalaning Yayasan Bali Aparigraha, kadasarin antuk pikayunan yéning rerainan suci punika wantah rerainan nyiwi Ida Bhatara Mahadewa pinaka prabawan Ida Sanghyang Widhi Wasa sané manut pangider-ider bhuana malinggih ring genah kauh tur kaniyasayang antuk warna kuning. Malih dané mao-
sang, ring soang-soang genah utawi wewidangan sampun majanten upakara sané kawigunayang mabinayan. Punika sangkaning kawéntenan loka dresta taler pidabdab kramané irika nelebin dasar sastra sané mabina-binayan sané raris kanggén dasar ngamargiang upakara. Nénten wénten sané iwang manawita wénten krama sané ngawigunayang wangun upakara wiadin dagingnyané sané mabina-binayan. “Minakadi ring upakara utawi banten wénten sané ngawigunayang calon, wénten sané ngawigunayang saté lembat. Punika satmaka cihna saking dresta taler pidabdab pakraman ring wewidangannyané soang-soang mawinan nénten prasida kabaosang iwang,” Jero Mangku nartayang. (was)
Pamargin Rerainan Kuningan
Puput Sadurung “Dewa Mur Mwah Maring Swarga” KUNINGAN wantah rerainan sané rauhnyané nyabran 210 raina apisan sané mapaiketan ring rerainan Galungan. Punika mawinan ri kala mataki-taki taler nyayagayang sekancan piranti sané kaptiang jagi kanggén ring Galungan, sinah krama Hinduné taler nyayagayang saha nyangkepang sarana sané jagi kanggén ring rainan Kuningan. Yadiastun mapaiketan, upacara sané kamargiang ring rainan Galungan janten mabinayan sareng Kuningan. Punika mawinan rerainan inucap kasinahang niri-niri yadiastun sujatiné kawéntenanipun nénten prasida kapasahang. Rerainan Kuningan kakawitin saking rerainan Penampahan Kuningan sané rauhnyané ring raina Sukra Wagé Kuningan. Sané ketah kamargiang ring rainané punika wantah nabdabang sarana sané kawigunayang benjangnyané. Manut sakadi sané munggah ring Lontar Sundarigama kabaosang tur kaaptiang mangda kramané ngamargiang parikrama “rohani” utawi sané ketah kasengguh antuk sapuhakena malaning jnyana utawi ngicalang sekancan mala tur reged ring pikayunan. Ring Saniscara Kliwon Kuningan raris kasengguh Tumpek Kuningan. Sakadi sané munggah ring Lontar Sundarigama kabaosang mangda upacara ngunggahang upakara Kuningan sampun puput kamargiang nénten lintang saking jam 12.00 Wita utawi
tajeg surya. Punika duaning sakadi sané kajantenang olih krama yéning ring galahé punika para Dewata miwah Pitara-pitari sampun mawali ka Swargaloka utawi sané ketah kasengguh antuk Déwa mur mwah maring Swarga. Satios punika, ring rainan Kuningan ketah ngawigunayang sarana tebog. Tebog kakaryanin antuk ngawigunayang wakul tebog sané raris kadagingin antuk nasi kuning, saur, kacang botor miwah ulam calon. Wénten taler kadagingin antuk caling-calingan sané kakaryanin saking klapa magoréng saha kadagingin antuk don intaran duang bidang. Kakaryanin taler wayang-wayangan saking gedang matah utawi busung limang diri antuk genahnyané nyatur désa utawi kiwa, tengen arep, duri, lan ring tengah-tengah. Daging tebog madué makéh pisan tetuek, inggih punika nasi niyasa amertha, kacang botor niyasa tapa, daun intaran niyasa kasukertan, caling-calingan niyasa kapradnyanan, ulam calon niyasa kawibawan utawi prabawa tur wayang-wayangan pinaka niyasa saking Ida Sanghyang Widhi Wasa. Yéning selanggi wantah niyasa Sanghyang Tri Purusa sané maprabawa satyam siwam miwah sundharam sané mapaica pikayunan sané teguh lan kukuh, kasucian taler kasukerthan ring jagat miwah jadmané sami. (was)
SELANGGI – Sarana tebog miwah selanggi sané kadagingin ajengan utawi nasi kuning miwah ulam tiosan wantah sinalih tunggil banten sane patut katurang ring rainan Kuningan.
Dura désa
Gandrung Lombok, Kasub ring Suku Sasak
BOYA wantah ring Banyuwangi, sesolahan Gandrung taler nglimbak ring Lombok. Sesolahan Gandrung ring Lombok kasub ring suku Sasak. Sesolahan inucap taler kasub antuk aran sesolahan Jengger. Panglimbak sesolahan
Gandrung sampun kantos ka Banyuwangi, Bali, miwah Lombok, nanging sesolahan gandrung madué cihna sané tawah ring soang-soang genah inucap. Sesolahan Gandrung ketah kasolahang nyabran wengi wus manyi. Sinalih tunggil cihna
BPM/net
GANDRUNG - Sesolahan Gandrung Lombok kasub ring Suku Sasak. Kasolahang olih kalih pragina miwah pangibing.
saking sesolahan Gandrung puniki wantah ring gelungan sané kawigunayang olih sang pragina. Gelungan inucap ketah madaging sekar jepun ring ungkur gelungan. Sesolahan Gandrung ring Lombok metu sangkaning kawéntenan gamelan pinaka sarana ngibur para wadwa wusan masiat. Kala punika, para wadwa meled maliang-liang, sinarengan rauh anak istri ayu sané masolah saha nguduhang para lanangé taler masolah. Acara inucap nerus kamargiang, praginané magilihan ngajak lanang tiosan masolah. Sesolahan Gandrung ketah kasolahang ring kalangan sané kaiterin olih panonton. Pantara para panonton, majanten wénten sané pacang dados pragina, sané ring basa Sasak kawastanin “pangibing” utawi ngibing
sané martos masolah. Sajeroning pementasan sesolahan Gandrung Lombok, ketah kapah dados tigang paletan, luiré; bapangan, gandrangan, miwah parianom. Paletan kapertama kakawitin antuk bapangan. Ring bapangan puniki, para pragina medal sinambi masolah ngiterin kalangan kantos gending kapertama puput. Kala punika, pragina sinambi masolah sahasa nyinahang raga saha ngwedar kawagedan sané kaduénang. Wus punika, kalanturang ring paletan kaping kalih, gandrangan. Ring paletan puniki, pragina masolah sayan lemuh saha ngebatang kepet sané kabakta sinambi nyledét ka genah panonton. Kala punika taler sang pragina pacang nepak wiadin ngentungang kepet ka sinalih tunggil panonton lanang
sané pacang kaajak masolah widin ngibing. Tepakan kepet inucap kawastanin tepekan. Ring paletan kaping untat utawi paletan parianom wantah lanturan saking paletan gandrangan¸nanging gamelan pangiringnyané kagentosin sayan banban alon saha sederana. Salanturnyané sang pragina nyangkepin antuk gending sané mawasta besandaran. Parindikan inucap kamargiang kantos sesolahan puput. Sajeroning panglimbakannyané, Gandrung Lombok sayan nglimbak pinaka sesolahan balih-balihan, pementasan seni, miwah pinaka daya tarik wisata ring Lombok. Kaaptiang, para yowana pamekas ring Lombok sayan ngrajegang kawentenan seni budaya sané wénten ring wewidangannyané. (pusdat/berbagai sumber)
Redité Umanis, 6 Januari 2019 ANÉ madan tresna mula tusing bisa susud. Tuuh masi tusing nyidaang ngwatesin. Nanging nguda mara jani kapineh baan tiang disubané ombak kaidupan muntag-mapantigang déwék tiang? Tuah ulian keputusan ané kadén tiang lakar ngaé bagia,tiang kasasar ka bui ané wangun tiang padidi kanti jani tiang tusing nyidaang makitipan. Lara ané nepén buka negul déwék tiang tur setata ngaé tiang inget tekén solahé ilu. Satmaka asubakarma ané pantes katebus aji prabéa mael. Yén dadi té bayah aji pipis, meled tiang mayah prajani apang inganan tegenan idupé. Nanging pikobet ané arepin tiang tusing ja saderana buka kéto. Di tuuh tiangé ané mekén setimaan, pariselsel ngrangkéng paukudan tiang krana tiang tusing ngrunguang binih tresna ané taén tandura tekén anak muani di abian atin tiangé. Nak muani ané taén ngajak tiang nyicipin madun swargané, pajalan idup ané tusing dadi baan ngengsapang. Ané makrana tiang marasa dekdek lidek, jani tiang mawali nongos di kota ané suba makelo gedinin tiang kapaid nasib ané gaé tiang padidi. Tiang sing nawang apa kadén ané nguduhang tiang mabalik ka kota tongos Bajranala jenek. Ka tongos ia mukak prakték, mubad-ubadan nganggon kabisané ngracik hérbal. Ia sing tengkejut dugas tiang macelep ka ruang praktékné kadirasa suba nawang tiang pastika lakar teka buka kéné, atawa miribké ia suba engsap tekén paukudan tiang? “Rahajeng soré,” ia nyapa banban. Munyiné nu cara ipidan, rempuh tur madingehan tis. Tis ané nglangenin. Ané ipidan ngaé tiang kasmaran tekén paukudané dugas tiang nu masekolah di SMA. “Beli Bajra,” ucap tiang kamemegan, “Beli nu inget jak tiang?” “Nu.” Pasautné ané bawak makrana tiang kimud, ngeledang keneh masadu unduk pajalan idup tiangé sasukat ngalahin déwékné. “Kénkén né?” Tiang mandrengin muané. Ia nu ngenah cara ipidan. Kumis lan jénggotnya kedas. Tiang nawang ia mula anteng nyukur kumis lan jénggot sabilang wai. Yéning ada ané malénan, ento tuah kisut kamer ané malengkung di sisin bibihné nyiriang tuuhné suba maweweh, nanging di matan tiangé ia ngenah joh ngudaan tekén tuuhné. “Tiang ngraksa kanker rahim,” saut tiang seret buka kacekuk kolongané. Tiang ngapti ia tengkejut ningehang, sakéwala tusing. Ia tuah matakon, “Suba taén check up?” “Stadium dua,” munyin tiangé ngreres. “Dokter ngorahin operasi nanging tiang sing bani.” Bajra mandrengin tiang. Uli paliatné tiang nawang ia madalem déwék tiang. “Idup setata nyediang pilihan.” Lengkara cutet ané pesu uli bibihné ngaé kuping tiangé kebus. Mirib ia tusing ngelah keneh masesimbing nanging tiang marasa buka kadamplak. Pajalan idup tiangé ané suba lascaryang tiang dadi gelah galah jani buka kagebur buin, makrana keneh tiangé maadukan. Kapitui nyelsel tiang disubané netepang keneh nuutin munyin rerama katimbang milih makurenan ajak Bajra.
Nyastra
Nyesel Ketut Sugiartha “Bisa ya tiang seger?” tiang sing nyidang ngengkebang bimbang kenehé. “Suba liu ané muktiang, Hyang Widhi setata ngisinin pangapti ané pesu uli keneh tulus.” Kéto suba Bajra. Ia setata nyidasng ngrumrum tatkala atin tiangé biyut. “Cobak préksa malu.” Bajra matingtingan uli kursiné laut nyemak sénter cenik lan kaméra digital di rak kaca di durin méjané. Ia maekin tiang tur nyénterin paningalan kenawan tiang aji sénter ané gisina aji lima kébotné laut dingeh tiang kaméra ané ada di lima kenawané maceklék. Buin kejepné paningalan tiang ané kébot masi potréka. Pinih duri ia lantas motrék layah ané selépang tiang buka panagihné. Ia nunden tiang negak di sampingné apang tiang bareng ngatonang asil potrékané di layar komputer. Ia mapitau kénkén carané mendiagnose penyakit nganggon metode iridologi aji nuréksa paningalan tiang ané tayang di layar komputer. “Lambung ragané masi sing beneh,” ia nerangang kala ngédéngang potrékan layah tiangé. “Tiang pepes seneb kala masikatan.” “Marérén malu ngajeng ané masem lan lalah.” Bajra nawang yéning tiang demen ngrujak ané lalah. Nanging tiang nawang tusing ja ento ané makrana tiang sakit maag. Rarané biasané rasaang tiang kala papineh tiangé ruet. “Kanggoang kompromi malu.” “Kenapa?”
Satua
I Raré Angon (6) Kaketus saking Satua-satua Bali (I) NGIRING koné I Raré Angon, lantas ia mapamit budal. Teked jumahné morahan koné ia tekén kurenanné. Ditu lantas kurananné nyemak manikné, “Manik astagina apang ada naga!” ada koné lantas naga gedé pesan, tegakina lantas nagané tekén I Raré Angon ka puri. Ngokok koné nagané ento salantang margi. Suba neked di bancingah, nglépat ikut nagané bakat pentala koné candi bentaré. Aas candi pamedal Ida Anaké Agung. Anaké di bancingah pada pablesat malaib, takut tekén naga. Ida Anaké Agung mara mireng orta dogén Ida suba ngetor, kalingké ngaksinin méh Ida lemet prajani. Kapangandikayang lantas I Raré Angon ngediang nagané ento. Budal lantas I Raré Angon negakin naga, Teked jumahné nagané ento lantas pastuna tekén kurenanné dadi lu. Kacarita Ida Anaké Agung angob pesan tekén kasaktian I Raré Angoné. Buin maninné lantas I Raré Angon kandikayang ngalih tabuan sirah. Ditu lantas kurenanné ngadakang tabuan sirah, ambul guungané gedén umahné buin sedeng benbena, pagriyeng inané galak-galak. Ento koné téngténga tekén I Raré Angon abana ka puri. Suba teked di puri, pesu makejang inan tabuané sahasa ngrebut ngacelin Ida Anaké Agung kantos nyelé ati tur angganidané beseh makaukud. Suba suud ngacelin tabuanné lantas nambung, payu maranpa Ida Anaké Agung ka pamereman, lantas Ida tuara maéling ring raga. Buin maniné lantas Ida néwata, muung tangisé di jero puri tan papegatan. Kacarita sapandéwatan Ida Anaké Agung, kasub pesan kasaktian I Raré Angoné, lantas I Raré Angon kadegang agung baan panjaké. (Puput)
“Racikan ubadé ané lakar baang tiang rasané pait.” “Mirib sing ja lebihan kén pait idup tiangé,” saut tiang buka masadu. Bajra mendep. Mirib pinehina mula pantes tiang nyalanin makejang ento. Tiang inget kénkén lascaryané ia ngamaang tiang magedi ngalahin déwékné dugas ento. Salantang tuuh tiangé tusing taén tiang kacunduk ajak nak muani buka Bajra. Tatkala atiné raranin tiang, ia nu nyisaang keneh lascarya ngamaang tiang ngalahin déwékné lakar makurenan ajak nak muani lénan. “Yén ragané sing sadia natakin tis panes idupé ajak tiang, kema suba kalahin tiang,” kéto abetné dugas ento. “Bapan ragané pastika suba minehin nguda sing setuju nganggon tiang mantu.” Adaké ia ngraos buka kéto krana matilesang awak, atawa krana marasa luungan tusing ngelah matua cara bapan tiangé ané pinehina lakar ngaé jengah durinan? Dugas ento ia demen nulis puisi tur ngelah rencana lakar masuk fakultas sastra. Tatkala bapan tiangé nawang unduké ento, nyangetang ia mautsaha ngejohang tiang. “Panyair tusing ja lakar nyidaang ngaé Luh bagia,” ucap bapan tiangé sengitan. “Makejang anaké idup ulian nasi, sing ja puisi.” “Nanging tiang tresna….” “Bapa suba malunan nyolék uyah. Da bas precaya tekén pangrasa,” sangkuak bapan tiangé. “Pangrasa pepes nguluk-uluk. Yéning Luh sadia nrima Darja, Luh pasti lakar bagia.”
Kenyel miyegan ajak bapan tiangé, pamuputné tiang nerima papinehné. Tusing ada pelihné tiang nuutin kenehné apang tiang majangkepan ajak Darja ané dueg ngalih pangupajiwa, ané pastika lakar nekaang bagia. Makelo-makelo tiang masi tangeh yéning idupé tusing ja dadi tohin aji tresna dogén. Tresna masi merluang pipis apang wangunan kulawargané sida ajeg majujuk. Nanging berat sajan rasané yéning tiang tundena ngalahin Bajra. Paiketan tiang ajak dadua suba buka panci ajak tekepné, sukeh baan masahang. Kaliwat momo tiang. Makadua meledang tiang. Ento awanan tiang lantas nyerahang paukudan satondén tiang makalah lakar nerima rincikan reraman tiang. “Beli nu nulis puisi?” tiang matakon kala ia nulis resép. “Ento satmaka nasin tiangé,” ia masaut tan pamatolihan. “Kénkén unduké Beli bisa dadi herbalis?” “Uli cenik tiang suba demen nulungin i bapa ngracik loloh lan marasa bagia yéning nyidaang matulung aji kabisan ané gelahang tiang.” “Kuda Beli suba ngelah pianak?” Ia menékang lima kébotné tur ngatepang muncuk tujuh lan inan limané pinaka kode ia tusing ngelah sentana. “Utari ento pianak Beli,” tiang macempléng. Ia mandrengn tiang sakéwala paliatné tusing ja nyiriang ia tengkejut. ”Tiang nu nyepel asil tés DNA-né.” “Lakar anggon apa?” “Da sengsaya, sing ada nyén keneh tiang lakar meres Beli.” “Kapi ada keneh kéto sing ja kal nyidaang. Liani suba nawang uli pidan. Ia nawang kénkén carané nresnain nak muani.” Buin tiang masa kadamplak. Oh, dadi kenyih buka kéné pangrasan tiang jani? Miribké ento lawat dosa ané taén gaé tiang? Galahé majalan banban. Tiang uyang tatkala ngantosang ubadé karacik, makita énggal-énggal magedi uli tongosé ento. Tongos ané ngaé tiang marasa negak di malun hakim ané lakar ngetokang palu ponis. Makejang ento kakawitin uli keputusan. Yén nyidangté tiang mitehang galah, meled tiang menahin keputusanné ento. Nanging galahé tusing taén lémpas tekén semaya, mider terus miturut titah Hyang Widhi. Tiang kalara-lara ulian keputusan ané gaé tiang padidi. Yén Hyang Widhi nu ngicén tiang galah nutugang tuuh, tiang tusing ja lakar kadropon buin ngaé keputusan mapan nasib tiangé magantung ditu. “Ibu Darti?” Tiang matingtingan uli kursin ruang tungguné tur ngéncolang majalan ngojog konter tongos nebus ubad. “Sampun wénten petunjuk pemakaian driki nggih, Bu,” nak luh bajang di durin konteré mapitau sinambi nyerahang ubad hérbal ané kawadahin tas krésék putih. “Yéning wénten déréng jelas, télpun manten mriki.” Tiang mabayahan tur nerima tas kréséké ané enjuhanga laut énggalénggal magedi katimpalin rasa suung ané satmaka ngurek tangkah. -0-
Agus Hery Wahyuda
Makendang, Ngawi Ati Liang EMBAS pinaka pianak tunggal, nénten sahasa ngawinang Agus—sapunika ipun ketah kasambat dados pianak manying. Manut lanang antuk aran panjang I Wayan Agus Hery Wahyuda puniki, nénten wénten asil saking mayus-mayusan utawi mamanying-manyingan. Pikayunan punika taler ngawinang Agus saking kantun alit sampun ngwedar saha nglimbakang kawagedannyané pamekas ring widang kasenian tabuh. Agus sané embas ring Denpasar, 22 Desember 2005 puniki, saking alit sampun seneng ring seni tetabuhan. Daweg alit, nyabran kaajak muspa ka pura sané wénten sekaa gamelan, Agus marasa seneng mabalih anak nabuh. Sané ngarad manahnyané wantah tukang kendang sané kangken kabuatang pisan sajeroning tetabuhan. Sangkaning kasenengannyané punika, pianak pasangan I Nyoman Suandi-Ni Made Suratni puniki sayan ketah kaajak mabalih anak nabuh. “Tiang yukti seneng nabuh saking alit. Setata seneng yéning mabalih anak nabuh,” tutur Agus. Agus nyatuayang anggané marasa kirang percaya diri ri kala nyarengin pacentokan utawi masolah ring kalangan. Eling ring beciknyané molihang pengalaman miwah nincapang kawagedan, ngawinang anggané sayan seneng nyarengin pacentokan. Minakadi daweg ring SMAN 3 Denpasar, tetabuhan makendang tunggal Agus yukti ngulangunin, ngawi angob para panonton sané nyaksiang. Yadiastun yusannyaé kantun alit, kawagedanipun makendang yukti ngulangunin pisan. Kawagedan Agus ri kala makendang boya dangan kapolihang. Ipun sampun malajah makendang saking kantun TK. Yadiastun pangawit malajah marasa kirang nyatep santukan gedénan kendang, kasuénsuén ipun sayan biasa. Napi malih ri kala kaicén kendang sané alitan, ipun sayan ca-
cep makendang. Ipun matur suksma ring makekalih reramané santukan sampun urati ring kabisan sané kaduénang saha setata ngicén sokongan ri kala anggané pentas. “Minab, kawagedan seni puniki tedun saking ibun tiang sané seneng masolah,” baos agus matadah kimud. Nyabran nyarengin lomba, Agus marasa aget polih selah molihang pengalaman anyar. Yadiastun nénten wénten persiapan sané becik, ri kala makendang ipun marasa seneng. Agus prasida ngawi para panonton bengong manggihin kabisannyané makendang. Agus sané meneng ring Banjar Paang Kelod, Kelurahan Penatih meled terus malajahang raga. Napi malih anggané meled dados panabuh sapisanan pelatih tabuh. Yéning mrasidayang taler Agus meled madué sanggah tabuh. Agus ngaptiang, pamekas alit-alit saha yowana Bali mangda prasida nabuh utawi masolah saha marasa bangga ring kawagedan saha kabisan sané kaduénang. Napi malih kasenian tabuh saha sesolahan kawéntenané mautama pisan ring Bali, pamekas ri kala ngamargiang upacara yadnya. Ngeninin indik prestasi sané kapolihang Agus, minakadi juara kapertama sajeroning pacentokan makendang tunggal Barong Festival tingkat SD miwah SMP. Agus ngangken marasa seneng, nyabran makendang atine marasa liang. Satios punika, ipun taler matur suksma antuk sokongan sané kapolihang.
7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;s)mrnÑn. Pupuh Semarandana 38.mnwis*mnumdi,
Manawi sang manumadi, mult)Ïh&ptpn/,
mula terehing patapan, b)rtenlinÓ*kehot/, beratané lintang kaot, numdihs)eredtn/, numadi aserédétan, z)l*m(gir&mnus, nyelang margi ring manusa, wwuh)mãsÉrisÞmæus/, wawu embas raris lampus, m\u\uæiksÙ(gelok. mangungsi ka Swargaloka.
Saking Langit Bali Nindihin tresna Tusing sida ban nuturang Sangkaning sakit Ané rasayang Tresnané tusing sida kagelahang Ulian anak ané malegéndang Ngawi rerama tusing misaratang Yén alihang tiang seken sayang Dikenehé tuah adi Ané ngulayang Ngantos sekayang- kayang Kadi bungané nedeng kembang Ngawi idup tiangé liang Yén mula adi tresna Lan bareng- bareng mautsaha Nindihin sekancan rasa Tiang dini lakar satia Sawiréh tresnan adi ané ngaé bagia. I Wayan Suparwita (Suplir)
Redaksi nerima sesuratan sastra (Cerpen & Puisi) miwah reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia. Naskah mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
8
Minggu Umanis, 6 Januari 2019
Guruku Hebat Drs. I Made Darma Bagaimana tidak hebat Rutinitas pagi harus serba hemat Bangun tepat Mandi cepat Sarapan pun kalau sempat Guruku Hebat Jam 05.00 subuh sudah wangi Menjemput sang pelangi Mengantarkannya meraih mimpi Demi Ibu Pertiwi Guruku Hebat Bertahun tahun menahan diri Dari keinginan hati Dari nafsu duniawi yang menghampiri Walau kadang makan hati Guruku Hebat Bagaimana tidak hebat Tiap hari menopang martabat Walau kadang tak bersahabat Namun tetap harus kuat Guruku tetap hebat Dalam kekurangan tetap bertahan Dalam kesederhanaan tetap diam Dalam kemakmuran tetap tenang
Guruku memang hebat Meskipun bukan konglomerat Namun tak melarat Meski bukan bangsawan Namun tetap menawan Guruku Hebat Mendidik anak negeri Sepenuh hati Mengajarkan budi pekerti Agar menjadi insan yang bernurani Tanpa harus menyakiti Guruku tetap yang Hebat Gaji kecil tak sakit hati Gaji cukup tak sombong diri Meski banyak yang iri hati Karena guru dapat sertifikasi Guruku memang hebat Karena sertifikasi dituntut kompetensi Kalau tak mau diamputasi Oleh penguasa negeri yang katanya “baik hati” Guruku Memang Hebat Meski mutasi dan gandanya kompetensi Mengancam diri Tak menjadikannya patah hati Mengabdikan diri untuk negeri Sambil menunggu panggilan surgawi.
runalong deepSMSoliloquy ... in the longrun longsilent..., run, sail
Coming on Age in Balidwipamandala...
16 Agustus 2018
16 Agustus 2020
l CUKUP 3 Baris Puisi Besar SP-1928 untuk 90 tahun membelai dan dibelai Nafas Kita... l Spirit
Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita
CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2018 l
JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an
Desember-Rememberance 27 in 73…, 73 in 27
l Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart! Langsung Aktif menghubungi Wajengki Sunarta dkk via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA wentenplay di JKP-109 dr. Ketut Ngurah
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Bajra Bagaskara
Bagong Soebardjo
Achmad Cholid
Fotografi
Fotografi Minimalis
Mengemas Sesuatu yang Biasa Menjadi Menarik
Penjual Cinderamata karya John Hantoro Pudjoko LESS is more. Konsep itulah yang diterjemahkan para fotografer penekun fotografi minimalis dalam menciptakan karya-karyanya. Fotografi minimalis ini umumnya menampilkan objek atau komponen foto (warna, bentuk, dan garis) seminimal atau sesedikit mungkin dengan negative space (area kosong) yang cukup luas. Kendati terlihat sederhana, namun jika dieksekusi dengan teknik fotografi yang bagus, karya fotografi minimalis ini justru mampu memberikan pesan yang kuat bagi penikmatnya. Intinya, fotografi minimalis ini menuntut kejelian dari sang fotografer dalam memperhatikan dan mengemas sesuatu yang biasa dengan cara yang berbeda, sehingga menjelma menjadi karya fotografi yang menarik dan luar biasa. Objek fotografi minimalis bersifat bebas, bisa makhluk hidup, bendabenda mati maupun panorama alam atau gabungan dari semua objek tersebut. Tidak ada batasan baku
Petani Rumput Laut karya Ngurah Rai
mengenai jumlah objek, tapi upayakan objek seminimal mungkin. Prinsip minimalis itu juga diterapkan dalam penggunaan komponen seperti warna, bentuk, garis dan tekstur. Di sini fotografer dituntut untuk tetap menampilkan sesuatu yang sederhana. Namun sederhana itu bukan berarti objek foto akan terlihat membosankan. Makanya, hal krusial dalam fotografi minimalis adalah mencari objek yang menarik untuk dilihat. Selain itu, fotografer juga dituntut menemukan cara yang berbeda dalam membidiknya
Tersudut karya Made Arya Dwita Dedok sehingga menghasilkan karya fotografi yang unik sekaligus menarik. Area Kosong Selain jumlah objek yang minimal, fotografi minimalis juga dicirikan dengan adanya negative space atau area kosong yang cukup luas mengelilingi objek utama. Proporsi area kosong ini bisa mencapai 70 persen. Kehadiran area kosong ini sangat penting untuk meningkatkan point of interest dalam scene. Sama dengan jenis fotografi lainnya, komposisi juga merupakan sesuatu yang penting dan mendasar dalam fotografi minimalis. Perha-
Rumah Kita karya Made Arya Dwita Dedok tikan pola, bentuk geometris, dan warna yang ada di sekeliling objek utama. Guna menimbulkan kesan enak dilihat, prinsip rule of third tetap diterapkan. Tempatkan objek utama di tengah-tengah area foto untuk menimbulkan kesan lebih menonjol. Meskipun kesederhanaan menjadi karateriktik dari fotografi minimalis, namun wajib untuk mempertimbangkan bagaimana foto akan disajikan agar menciptakan sudut pandang yang artistik dan unik sehingga terlihat berbeda, namun tetap dikenali keadaan aslinya. Tak kalah pentingnya, fotografi minimalis juga tetap harus menyajikan sebuah cerita yang menarik. Dengan kata lain, foto tersebut harus mampu menggugah orang yang melihat foto tersebut berimajinasi untuk mengungkap cerita yang ada di balik foto tersebut. Akhirnya, selamat berkreativitas melalui fotografi minimalis! (ian)
Bermain Ski karya John Hantoro Pudjoko
Minggu Umanis, 6 Januari 2019
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
9
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN Butuh Kasir untuk daerah AbiansemalHub.081237172650WA B.BP.004.01.19.0000137
Dcr: FO,Bell Boy,HK,Driver, Engineering,Loundry,Security, untuk Hotel Email:newarenahote lkutabali@gmail.com B.BP.001.01.19.0000132
Dicari Segera Sopir Pribadi bs matic Hub no.085738296095 B.BP.004.01.19.0000141
Alam Sari Keliki Resort looking for Sales Marketing & FO Coordinator min.1 year experienced at same position. Send CV to:gm@alamsari.com B.BP.001.01.19.0000114
Coco Group Bali mmbuka kesmptn krj sbgai:1.Driver:P/W, mak 35 Thn,Min.SMA,SIM B1.2.Marketing Grosir:P/W,Min S1,Brpnglmn min 5thn,mmiliki networking Luas & memahami Market Area Bali, Trbiasa dgn trnsaksi B2B.Kirim CV serta lamarn ke asthrm@coco groupbali.com & cc:recruitment @cocogroupbali.com B.BP.803.01.19.0000152
SERVICE
Manager required for restaurant Kuta, excellent English. Ph.081337253869 B.BP.154.01.19.0000159
Dcr Pembantu utk Villa di Canggu Echo beach,berpengalaman Bhs Inggris, hub:0821 4479 1014 B.BP.004.01.19.0000155
Dcr Sopir Prbdi, peng,Gj.2,2Jt daerah Tohpati.Tlp.08123850501 B.BP.001.01.19.0000161
Dcr Sopir,SIM A,Tinggal Dalam HP:087860555275WA:085847666972 B.BP.001.01.19.0000117
Dcr sgr Sopir bujang,tak rokok, Makan dlm.Tdr luar. Gaji 2Jt. Hub.081339132993/085101978435 B.BP.001.01.19.0000157
Dicr Cook Helper staff Italian Food sunset Kuta 081999488590 B.BP.154.01.19.0000163
Dicari Accounting Staf Wanita max.27th min.S1 Akuntansi, tdk keberatan dgn jam kerja yg panjang,kemampuan komunikasi dan presentasi yg baik. Gaji besar,lokasi Gianyar. Kirimkan CV ke 081999919777 WA Only kutuskutusbali@gmail.com B.BP.001.01.19.0000158
RUPA-RUPA
DIJUAL RUMAH
BIRO JASA
Dicari Admin,Pramuniaga,Kasir Toko Dapurku WA:081939084292 B.BP.001.01.19.0000057
Dicari PRT,Baik,Jujur,Wnt,Tdur Dlm,Gaji 1,3Jt,HP:082145530990 B.BP.001.01.19.0000118
Dicari Waiter/ss,Kitchen ,Cleaning Service di Santa Fe Rest Jl.Camplung Tanduk Seminyak Hub.731147 WA 081999418286 B.BP.154.01.19.0000162
Dicari:Karyawati Utk Admin max. 28 thn,Minimal SMA/SMK untuk bekerja di perusahaan corrugated carton box.Jl.Sekar Sari No.23 Kesiman Kertalangu Hub. Segera:081337070443 B.BP.001.12.18.0000697
Dicr Sgr Therapis Pria&Wanita Bersedia Ditempatkan di Canggu Atau Denpasar Kota,Pengalaman diutamakan,Gaji&Bonus Menarik Hub:081239621123(Massaji Spa) B.BP.001.01.19.0000039
PAUD di Kerobokan membutuhkan Assistant Teacher dan Baby sitter pengalaman & Bhs Inggris Kirim CV:assistme01@gmail.com B.BP.004.01.19.0000165
DIJUAL RUMAH
Perusahaan Konstruksi Mmrlukan 1 Pelaksana Bangunan,STM Bangunan/Dip/S1 Teknik Sipil astina28@yahoo.com081936256259 Jl.Muding Mundeh II No.1 B.BP.001.01.19.0000078
Satpam /Waker. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
Waiter, Kasir, SMEA SMK ke Bali Pizza Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.04
Dibutuhkan segera Waiter/ss utk rumah makan di Jln.Pantai Berawa Canggu hub:08197205553 B.BP.154.01.19.0000145
Tukang masak bebek goreng. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
Cook Indonesia/India. Lamaran Shankara Kuta Jl.Bakung Sari Kuta Square Blok D33 depan Matahari Dept. Store, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
Sopir SIM A untuk catering antar jemput tamu. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp.081238553358 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
Produser Film/TV untuk produksi film pendek dan acara anak muda. Lamaran ke Bali TV Jl.Kebo Iwa 63 A, paling lambat 17 Januri 2019
Akuntansi S1-D1 wanita. Lamaran lengkap ke SDM Bali TV, Jl.Kebo Iwa 63A Denpasar. Lamaran paling lambat 17 Januari 2019
G.01
G.02
G.03
G.08
Waiter, Kasir SMEA SMK ke Shankara Kuta Jl.Bakung Sari depan Matahari Dept.Store Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com
G.05
DIJUAL RUMAH
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Jurnalis-Presenter Bali TVMultimedia, tamatan sarjana, diploma , SMTA,dll. Ayo bergabung. Lamaran ke Bali TV, Jl.Kebo Iwa 63A Denpasar, paling lambat 17 Januari 2019 G.11
Tenaga Teknik Elektro STM-D1 untuk Staf Teknisi, Kameramen Audio Bali Production. Lamaran ke Bali TV, Jl.Kebo Iwa 63A Denpasar, paling lambat 17 Januari 2019 G.12
DIJUAL RUMAH Djl Rmh Jln.Mekar II Blok A XI Pemogan.Hub:085729595722 B.BP.001.01.19.0000133
DISEWAKAN RUMAH Rumah Disewakan 5KT,2KM,tanah 200m2, parkir mobil Jl.Tegal Sari Gg.Tunjung No.15 KesimanDenpasar. Hub:081296073775 B.BP.004.01.19.0000149
DISEWAKAN RUKO
Sales Promotion Girl Public Relation wanita-laki. Lamaran datang langsung ke Bali TV, Jl.Kebo Iwa 63A Denpasar. Bawa lamaran lengkap paling lambat 17 Januari 2019.
Dikontrakan Ruko 2Lt Jl Gunung Agung 31 Dps.Hub.082115766688
G.07
G.13
Tim Marketing Multimedia S1-D Stikom menguasai mengelola Multimedia. Lamaran ke Bali Go Working Space, Jl.Veteran 86 Denpasar, Warung 63 Bali Coffee, paling lambat 17 Januari 2019
Event Staf tamat SMK , Diploma, Sarjana berbagai jurusan. Lamaran ke Bali TV / Bali Post, Jl.Kepundung 67A Denpasar. Paling lambat 17 Januari 2019
Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409
Sekretaris D1-S1 mahasiswa Sastra Inggris. Lamaran ke Bali TV Jl.Kebo Iwa 63A Denpasar, paling lambat 17 Januari 2019
Sopir SIM A-B. Lamaran ke Bali Coffee Warung 63 Jl.Veteran 86 Denpasar. Paling lambat 17 Januari 2019
G.06
G.09
G.10
G.14
G.15
B.BP.001.01.19.0000022
BIRO JASA
B.BP.001.12.18.0000878
Jasa Pelatihan Trading by murah(45x) 085931263189 WA B.BP.004.01.19.0000142
KEHILANGAN Hlg BPKB no M01516577-0 a/n Wati DK 7913 OU/081936343814 B.BP.154.01.19.0000096
10
Minggu Umanis, 6 Januari 2019
Mendatar: 1. Toxoplasma, Rubella, Citomegalovirus dan Herpez dalam bentuk vaksin. 6. Lemak dari kelenjar lemak kulit 9. Daya penggugah rasa 10. Umum ; Lazim 11. Buluh ; Bambu 12. Handuk 13. Lengah 15. Dibalik ; Suku bangsa yang selalu berpindah-pindah tempat. 17. Kayu lancip tambahan pada lunas perahu 20. Perusahaan dengan kegiatan bisnis 23. Universitas di Jawa Timur 25. Guna-guna/mantra ; Bisa membuat lupa diri 28. Ucapan 31. Pendekar wanita dalam cerita Saur Sepuh 33. Makhluk hidup yang bermutasi 34. Timpang ; Bengkok 35. Pasaran ; Tidak baku 36. Lanjut usia 38. Kelembaman ; Kemalasan 39. Tanduk rusa 40. Istilah suatu keberadaan spiritual tak kasat mata yang diyakini. Keberadaan ini dapat bersifat ilahiah.
Kapal Tanker Ocean Princess Rusak Biota Laut Selat Pandar KAPAL Tanker Ocean Princess yang karam di perairan dekat pesisir Desa Aemoli, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), diketahui telah merusak biota laut pada area Suaka Alam Perairan (SAP) Selat Pantar dan laut
sekitarnya. “Hanya tim masih menghitung berapa kerugian yang timbul akibat kerusakan biota laut tersebut,” papar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara Timur (NTT) Ganef Wurgiyanto di Kupang, Jumat (4/1),
BPM/ant
BAWAH LAUT - Sambut Hari Bumi, seorang penyelam membersihkan sampah saat melakukan aksi besih sampah bawah laut di Kupang, NTT pada 2017. Kapal Tanker Ocean Princess yang karam di perairan dekat pesisir Desa Aemoli, Kabupaten Alor, NTT, diketahui telah merusak biota laut pada area Suaka Alam Perairan (SAP) Selat Pantar dan laut sekitarnya.
terkait hasil investigasi tim di lapangan. Tim sudah selesai melakukan investigasi di lapangan pada Kamis (3/1) petang. Tim menemukan ada kerusakan biota laut di wilayah Suaka Alam Perairan (SAP) Selat Pantar, Alor dan menghitung kerugian, katanya. Setelah tim melakukan penghitungan, pihaknya akan mengajukan kepada pemilik kapal tanker untuk membayar ganti rugi sesuai dengan ketentuan berlaku. Mengenai kemungkinan dibawa ke pengadilan, dia mengatakan pihaknya hanya menuntut ganti rugi tanpa ada proses hukum. “Kami hanya bisa meminta ganti rugi. Tidak ada proses hukum karena peristiwa yang menyebabkan kerusakan biota laut pada wilayah laut yang dilindungi masuk dalam kategori musibah,” katanya menambahkan. Kapal Tanker Ocean Princess dilaporkan karam di pesisir kepulauan Alor, Kabupaten Alor, NTT, saat dalam pelayaran dari Dili, Timor Leste, menuju Singapura.(ant)
Menurun: 1. Bahasa sehari-hari di Filipina 2. Gulungan 3. Hebat 4. Kepala atau pemimpin pasukan 5. Besi bulat pipih bertepi tajam 6. Sedeng 7. Objek wisata di utara Pulau Sulawesi 8. Pemerintahan yang dikepalai seorang raja 14. Batu tulis (Bali) 16. Dayung (Inggris) 18. Seperseratus hektar 19. Nangro Aceh Darussalam 21. Longok 22. Seribu 23. Sawah 24. Ujian atau upacara bagi yang akan menjadi anggota baru suatu kelompok 25. Batu canai 26. Jual tampang 27. Orang yang sejak lahir tidak mempunyai kandungan atau uterus 28. Desa di Bali yang tersohor dengan seribu babi guling persembahannya 29. Bahan peledak 30. Sejenis masakan dari daging 32. Tidak “crispy” ; Tidak garing (Bali) 37. Kerah atau leher baju
(BBKSDA) Jawa Timur dan juga sedang berkoordinasi dengan lembaga konservasi yang menangani satwa untuk proses evakuasi,” kata Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah III Jember Setyo Utomo di Kabupaten Jember, Sabtu (5/1) kemarin. Kepolisian Daerah Jawa Timur mengamankan sebanyak 443 ekor burung langka yang
dilindungi dari sebuah perusahaan penangkaran CV Bintang Terang yang berada di Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, pada Oktober 2018, karena usaha penangkaran burung milik perusahaan tersebut tidak memiliki izin yang sah. Dari kegiatan tersebut, petugas berhasil menyita 443 ekor burung paruh bengkok yang diduga terdapat praktik
BPM/ant
MAKAN - Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh memberi makan burung rangkong yang sedang direhabilitasi di Aceh Besar, Aceh, baru-baru ini. Burung rangkong hasil sitaan BKSDA Aceh akan dilepasliarkan kembali ke habitatnya setelah melewati proses rehabilitasi sebagai upaya pelestarian satwa langka dan dilindungi.
Jawaban TTS No. 378 Mendatar: 1. CATWALK 5. MASKOT 8. AMPO 10. RONTGEN 11. EMERALD 12. GIRO 13. RIA 15. IJON 17. ABANGAN 20. NAIF 21. BALET 22. BUI 23. SKATE 25. IMUT (IMUTIMUT) 26. I O B S O R K (KROSBOI)
30. URUG 31. AIB 32. AMIS 33. TERNATE 34. ABALONE 35. A N O N (NONA) 36. SERIUS 37. G NAGGNE (ENGGANG) Menurun: 1. CARITA 2. TUNDRA 3. A G G N A G (GANGGA) 4. KANGEN 5. MOMO
(Redaksi)
SEMBAHYANG GALUNGAN
Setelah lahir dan tumbuh di Kota Kembang, Bandung, Ni Nyoman Dessyana Gita Pratista putri ketiga dari pasangan Kadek Suryana dan Komang Widya Dessy, akhirnya bisa pulang ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Galungan. Mang Gita bersembahyang pekan lalu bersama sang kakek Ketut Sutha dan sang nenek Ni Made Kartini serta sepupu dan keluarga besar di Banjar Blungbang, Bangli, dan di Banjar Sangging, Klungkung Kamasan, Bali.
perdagangan ilegal di dalam penangkaran satwa yang dilindungi tersebut. Burung-burung paruh bengkok berjenis nuri dan kakatua sitaan itu dititipkan kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, kemudian BBKSDA menitipkan barang bukti ke penangkaran CV Bintang Terang untuk dilakukan perawatan selama proses hukum berlangsung. Kemudian permasalahan muncul setelah Direktur CV Bintang Terang Liau Djin Ai ditahan oleh Kejaksaan Negeri Jember untuk menjalani proses hukum yang saat ini sudah memasuki tahap II. Sementara itu, Muhammad Davis, kuasa hukum Liau Djin Ai, mengatakan bahwa penahanan tersebut berdampak pada keberlangsungan hidup ratusan burung yang kini hanya tersisa 380 ekor. “Saat ini tidak ada institusi yang bertanggung jawab atas barang bukti yang sudah disita tersebut,” katanya. Ia juga telah meminta kepada pihak Kejaksaan Negeri Jember untuk mengabulkan pemohonan penangguhan kliennya agar 380 ekor burung yang sekarang masih ada di penangkaran tidak terbengkalai dan mati sia-sia. (ant)
Pemenang TTS No. 378
Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 380 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 12 Januari 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 20 Januari 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru “Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat isi buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahunpernikahan. Kirim foto menarik dan tulisan data lengkap identitas diri, orangtua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telp. (0361) 225764.
Ratusan Burung Hasil Sitaan Terancam Mati
RATUSAN burung yang dilindungi hasil penyitaan aparat kepolisian pada Oktober 2018 dari kasus pengungkapan aktivitas penangkaran ilegal di Kabupaten Jember, Jawa Timur, terancam mati karena telantar dan kehabisan pakan. “Saat ini kami sedang berkonsultasi dengan pimpinan di Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam
Ketentuan Menjawab
6. SERTIFIKASI 7. TEDUN 9. PIRANTI 14. I N T E L I GENSI 16. ODITUR 18. BLAZER 19. AA 22. BITUMEN 24. SO 26. INSANG 27. BANANA 28. OBLONG 29. KECELE 30. URTAS (SATRU) 32. ATAS
1. I Kadek Suparta Br.Anggasari, Desa Ekasari, Kec.Melaya, Kab.Jembrana (HP:087-785-664-XXX) 2. I Made Kadin Br.Gunung, Desa Penatih Dangin Puri, Kec.Denpasar Timur, Denpasar (HP:081-238-707-XXX) 3. I Gst Nym Oka Adiyasa Jl.Raya Besakih No.110X, Desa Selat, Kec.Klungkung, Kab.Klungkung (HP:081-338-319-XXX) 4. I Putu Supartha Jl. Gadung, Dangin Puri Kangin, Denpasar Utara (HP:081-337-598-XXX) 5. Ni Luh Parmini Br.Sambilaklak, Desa Kubu, Kec. Kubu, Kab.Karangasem (HP:085-237-619-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama: Ayu Rai Dwi Antini Alamat: Jl.Raya Kerobokan No.9X, Desa Kerobokan, Kec.Kuta, Kab.Badung (HP:081-337-392-XXX)
Minggu Umanis, 6 Januari 2019
Ketua KPK Tak Mau Datang Saat Debat Capres Jakarta (Bali Post) Ketua KPK Agus Rahardjo memastikan dirinya tidak akan datang dalam debat capres. Keputusan ini diambil agar KPK tidak terseret ke politik. “Kami sudah berdiskusi di KPK, kalau buat soal kita mau bantu akan berkontribusi. Tapi terkait tanggal 17 Januari waktu debat, kami tidak akan datang, supaya tidak ada kesan kami ditarik ke politik,” ujar Agus di Jakarta Pusat, Sabtu (5/1) kemarin. Agus mengatakan dirinya memang terlibat sebagai panelis untuk menyusun pertanyaan debat. Panelis, menurutnya, diperbolehkan tidak hadir saat debat capres berlangsung. “Panelis itu boleh datang boleh tidak pada waktu debat berlangsung. Kalaupun datang, hanya sebagai tamu,” ujar Agus. Pada hari ini, Agus bersama panelis lainnya membahas pertanyaan sesuai dengan tema debat capres yang telah ditentukan. Namun, pembahasan belum sampai ke penyusunan pertanyaan. “Kita berdiskusi masalah HAM dan masalah terorisme, ya itu kan saling
Jakarta (Bali Post) Pemerintah memastikan tak akan ada kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) hingga akhir 2019, begitu juga dengan harga BBM. Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, meskipun tarif listrik akan dievaluasi per tiga bulan sekali, namun pihaknya memastikan tak akan ada kenaikan hingga akhir tahun ini. “Kami tetap komitmen
terkait. Kita masih diskusi jadi belum tahu hasilnya,” tuturnya. Selain Agus Rahardjo, lima panelis lain yang ikut menyusun pertanyaan adalah eks Ketua Mahkamah Agung (MA) Bagir Manan, Ketua Komnas HAM Ahmad
Taufan Damanik, guru besar hukum internasional UI Hikmahanto Juwana, pengajar hukum tata negara dan hukum administrasi negara Bivitri Susanti, serta ahli hukum tata negara Margarito. (kmb)
masyarakat, terutama pelanggan setia produk-produk Pertamina,” ujar Nicke. Sementara Direktur Pemasaran Retail, Mas’ud Khamid, menambahkan, penurunan harga BBM nonsubsidi tersebut berlaku mulai Sabtu (5/1) kemarin pukul 00.00 waktu setempat. Sebagai gambaran, untuk wilayah Jabodetabek men galami perubahan yaitu Pertalite dari Rp 7.800 menjadi Rp 7.650, Pertamax dari Rp 10.400 menjari Rp 10.200, Pertamax Turbo dari Rp 12.250 menjadi Rp 12.000, Dexlite dari Rp 10.500 menjadi Rp 10.300,
Dex dari Rp 11.850 menjadi Rp 11.750. Mas’ud menambahkan, Pertamina akan terus mengevaluasi secara berkala harga BBM tersebut sesuai dengan dinamika harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah di pasar global. Pertamina berharap penyesuaian harga ini dapat meningkatkan loyalitas masyarakat yang sudah menjadi pelanggan produk Pertamina. Sekaligus sebagai upaya perusahaan untuk mengajak masyarakat untuk menggunakan produkproduk BBM berkualitas. (kmb42/025)
Proses lelang kemungkinan hanya tinggal menunggu jadwal dari BPKAD Provinsi Bali. Utamanya untuk 15 bus besar, yang dari segi izin melakukan pelelangan sudah disetujui. Saat ini, 15 bus besar secara administrasi sudah menjadi penguasaan BPKAD walaupun parkir di Dinas Perhubungan. Baik bus besar maupun bus medium yang berjumlah 25 bus itu dipensiunkan sesuai hasil evaluasi pada tahun 2017 pada era Gubernur Made Mangku Pastika. “Dari evaluasi itu, kami mendapat dukungan anggaran kurang lebih Rp 3,5 miliar untuk membeli pelayanan karena pihak ketiga yang menjalankan. Akhirnya, karena anggarannya turun drastis dari sekitar Rp 13 miliar, kami mengambil keputusan untuk mengoperasikan bus yang baru,” jelasnya. Sudarsana menambahkan, ada 10 bus baru ukuran medium yang dihibahkan Kementerian Perhubungan RI pada 2017. Sepuluh bus
penghormatan pada para pahlawan,” paparnya. Kemudian, terkait dengan tradisi sebagai tolak bala, Jro Bendesa menceritakan bahwa, awalnya ngerebeg dilakukan dengan tombak. Kemudian pada masa penjajahan Belanda tradisi ini sempat dilarang, karena dikira akan mengadakan pemberontakan. Beberapa kali tradisi ini sempat ditiadakan penyelenggaraannya. Akibatnya terjadi wabah penyakit atau gerubug menyerang warga desa, bahkan banyak pula warga yang meninggal dunia. Kondisi tersebut membuat beberapa tokoh adat dan agama melakukan negosiasi dengan Belanda, dan akhirnya tradisi ngerebeg diizinkan kembali digelar. Tetapi sarana yang dipakai bukan tombak, namun diganti dengan kayu pulet. “Mulai saat itu, tradisi ngerebeg yang biasanya menggunakan tombak diganti dengan sebatang kayu pulet yang panjangnya sekitar 3,5 meter. Dari keyakinan itu, tradisi ngerebeg
sebagai penolak bala atau menjauhkan dari hal-hal yang negative,” terang Jro Bendesa Rai Sujana. Makna ketiga dari tradisi ngerebeg yakni sebagai alat untuk mempersatukan warga. Karena tradisi ini diikuti hampir seluruh kaum laki-laki umur 14 tahun ke atas dari 12 banjar yang ada di Desa Adat Munggu. Mereka bebaur membawa tongkat kayu berjalan mengelilingi wilayah desa. Saat tiba di beberapa tempat, seperti persimpangan jalan mereka berkumpul dan menyatukan ujung tongkat membentuk piramida. Sesekali terlihat salah seorang pemuda memanjat tumpukan tongkat tersebut. “Jadi, tradisi ini untuk mempersatukan anak-anak muda yang ada di wilayah 12 banjar adat di Desa Adat Munggu. Dengan melaksanakan tradisi ngerebeg, maka mereka sudah pasti akan berbuat hal-hal yang positif. Mempererat rasa persatuan dan kesatuan di antara kaum pemuda,” tegas Jro Bendesa. (eka)
Kecenderungan Naik Jumlah penumpang sekaligus pendapatan kini sudah terinformasi dengan baik sejak bus Trans Sarbagita menerapkan e-ticketing mulai 2015 lalu. “Kecenderungannya pasti akan ada kenaikan penumpang (setelah ada kebijakan gratis, red). Cuma berapa itu kan kita belum bisa persentasekan, karena masih libur, belum normal. Kita berharap sih supaya terjadi kenaikan, nanti tinggal sosialisasikan,” jelasnya. Menurut Sunarya, satu bus yang beroperasi membutuhkan satu liter BBM untuk menem-
tahan. “Premium dan solar itu tidak ada pertimbangan kenaikan harga,” kata dia. Sementara itu, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Sommeng juga mengonfirmasi tak ada kenaikan listrik pada tahun ini. Menurutnya, pemerintah ingin menjaga daya beli masyarakat pada tahun ini. “Ya enggak naik. Artinya, kalau harga listrik tidak
dinaikkan, competitiveness negara kita semakin baik, daya beli masyarakat bisa terjaga,” katanya. Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto juga menegaskan, harga premium akan tetap Rp 6.450 dan solar Rp 5.150. “Premium pemerintah tetapkan tidak naik, tetap Rp 6.450, solar juga tetap Rp 5.150,” tambahnya. (kmb)
puh rata-rata 3,8 km. Namun, kebutuhan ini bisa berbeda ketika ada kemacetan atau terpengaruh dengan perilaku mengemudi. Untuk sopir dan pramujasa yang bertugas, sejak 2018 memakai sistem satu bus terdiri dari 2 kru yakni 1 sopir dan 1 pramujasa. Total ada 9 sopir dan 9 pramujasa yang bertugas untuk 8 bus efektif dan 2 bus cadangan. Lantaran memakai sistem pembelian layanan, seluruh sopir dan pramujasa dipekerjakan oleh operator yakni Damri. “Bus yang beroperasi di 2018 dan 2019 ini kan 10 bus, yang efektif jalan setiap hari 4 bus di masing-masing koridor.
Satu bus di masing-masing koridor itu cadangan,” paparnya. Untuk pemeliharaan bus, lanjut Sunarya, mulai 2018, sudah dilakukan oleh UPT Trans Sarbagita. Sebab, pihaknya fokus pada keselamatan. Artinya, kendaraan yang dioperasikan harus selalu siap dan laik jalan sehingga penumpang merasa aman dan nyaman. Pihaknya memisahkan antara perawatan rutin dan insidentil. “Perawatan insidentil cukup besar karena karakter mengemudi, kondisi jalan juga memengaruhi. Paling sering masalah di roda dan stir,” imbuhnya. (rin)
itulah yang kini dioperasikan dengan anggaran Rp 3,5 miliar untuk mengganti 25 bus sebelumnya. Masing-masing, 5 bus melayani Koridor I dan 5 bus di Koridor II. Sekalipun yang sebetulnya efektif beroperasi hanya 4 bus di masing-masing koridor, karena satu bus difungsikan sebagai cadangan. Namun, Sudarsana berkilah pendapatan dari 10 bus ini pada tahun 2018 sudah Rp 1,1 miliar lebih. ‘’Kalau yang dulu itu (dengan 25 bus, red), sampai mencapai Rp 2,5 miliar lebih,” imbuhnya. Sudarsana mengaku tidak memiliki kendala di internal terkait operasional bus Trans Sarbagita. Tantangan justru berkaitan dengan minat masyarakat untuk menaiki angkutan umum yang masih minim. Terlebih lagi, bus ini tidak akan bisa hidup kalau bekerja sendiri. Artinya, operasional bus Trans Sarbagita sangat memerlukan feeder-feeder yang diharapkan bisa disediakan oleh kabupaten/kota. Dari 17 koridor di Sarbagita, belum semua bisa kita laksanakan. Baru bisa
dua koridor, ucapnya. Mengenai kelanjutan 15 koridor lainnya, Sudarsana menegaskan hanya tinggal menunggu perintah gubernur. Namun untuk saat ini, gubernur memang hanya menginstruksikan pelayanan gratis bagi pelajar dan mahasiswa pengguna angkutan Trans Sarbagita Koridor I (GOR Ngurah Rai menuju GWK PP) dan Koridor II (Tohpati menuju Nusa Dua PP) yang berlaku mulai 2 Januari 2019. Di sisi lain, gubernur juga menyatakan bila operasional bus Trans Sarbagita bukanlah untuk mencari keun-
tungan. Melainkan untuk melayani masyarakat, seperti halnya perintah undangundang bahwa pemerintah wajib menyediakan angkutan umum. “Kami tetap sebagai pelaksana, dalam hal ini apa pun yang menjadi keputusan pimpinan (gubernur, red), kami siap melaksanakan. Apa pun, berkaitan dengan Sarbagita. Mungkin ke depan perlu penambahan koridor, kami siap melaksanakan. T i n g g a l menunggu perintah,” ujarnya. (rin/sue)
Mati Suri
Pasukan Mengwi
Jro Bendesa memaparkan makna-makna prosesi tersebut. Mulai dari Kerajaan Mengwi yang dulu beristana di Munggu, dengan rajanya Ida Cokorda Nyoman Sakti Munggu. Saat mempertahankan wilayah kekuasaannya di wilayah Blambangan, Jawa Timur, sebelum pasukan Mengwi yang bernama pasukan “Goak Selem” berangkat, tepatnya pada hari Tumpek Kuningan, Raja Mengwi melakukan semadi di Pura Dalem Kahyangan Wisesa, Munggu. Sang raja pun mendapatkan wahyu dari semadinya tersebut. Kembalinya pasukan yang membawa kemenangan atau keberhasilan perang diperingati dengan tradisi ngerebeg. “Sehingga saat Kuningan, tradisi ngerebeg terus diperingati di Desa Adat Munggu yang merupakan suatu penghormatan kemenangan perang Kerajaan Mengwi,
agar tarif listrik, dievaluasi tiap tiga bulan, sampai akhir tahun diharapkan tidak ada perubahan tarif listrik,” ujar Jonan. Tak hanya tarif listrik, Jonan juga menegaskan, pihaknya tak mempertimbangkan kenaikan harga premium maupun solar. Sayangnya, Jonan tak menjelaskan secara rinci sampai kapan harga premium dan solar akan di-
Proses Lelang
Tak Ada Antrean ‘’Di Denpasar tak sampai ada antrean panjang menunggu kebijakan turunnya harga BBM Sabtu dini hari,’’ tegas Gus Surya, petugas sebuah SPBU di Denpasar. Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, menyatakan, penyesuaian harga yang dilakukan Pertamina telah sesuai dengan mekanisme dan peraturan yang berlaku. “Kami telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memberikan pelayanan terbaik bagi
Pemerintah Jamin Tak Ada Kenaikan Tarif Listrik
Hal senada dikatakan Kaprodi Magister Administrasi Publik Program Pascasrjana Universitas Warmadewa (Unwar), Dr. Drs. A.A. Gde Raka, M.Si. Dikatakannya, mati surinya angkutan umum bus Trans Sarbagita disebabkan oleh budaya gengsi masyarakat Bali yang kurang paham
tentang manfaat dari angkutan umum tersebut. Bahkan, sebagian besar masyarakat Bali merasa malu menggunakan transportasi umum untuk bepergian ke tempat kerja ataupun ke sekolah, maupun ke kampus. Di samping itu, juga dikarenakan saat ini hampir seluruh masyarakat Bali memiliki kendaraan sepeda motor pribadi. Sebab, mem-
beli sepeda motor saat ini sangat mudah dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Selain itu, adanya transportasi online, seperti Go-Jek dan Grab juga menjadi salah satu faktor masyarakat Bali beralih ke mode transportasi zaman digital ini. Dia mengakui sangat sulit mengajak masyarakat untuk memanfaatkan angkutan bus Trans Sarbagita. Apalagi,
tujuan bus Trans Sarbagita kebanyakan tidak sesuai dengan tujuan kebanyakan masyarakat Bali pada umumnya. “Program pemerintah ini sangat bagus, tetapi sasarannya tidak tepat alias tak efektif dan efisien. Kalau mau kenapa tidak mobil mini saja, dan sasarannya untuk sekolah-sekolah, kan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran,” tandasnya. (win)
Buat ”Pilot Project” Saat ada bus Trans Sarbagita yang lewat, maka kendaraan lain harus mengalah. Namun, jalan khusus itu bisa dipakai oleh kendaraan lain saat tidak ada bus Trans Sarbagita yang lewat. Selain memang harus mengoptimalkan pula feeder-feeder. “Buat pilot project dulu dari koridor berapa yang memang dilalui oleh siswa dan mahasiswa, termasuk pegawai. Katakanlah ke Nusa
Dua, itu ada beberapa yang rutenya memang ke kampus. Buat garis marka jalannya, dan sosialisasikan agar bus ini diutamakan sehingga menjadi angkutan publik yang layak pakai. Kadangkala kan kalau macet, bus ikut macet,” ujarnya. Kepala UPT Trans Sarbagita, I Nyoman Sunarya, mengakui belum ada bus priority untuk Trans Sarbagita. Itu sebabnya, bus masih terus diupayakan agar mendekati tepat waktu. Minimal bus berangkat sesuai dengan jadwal
untuk memberikan kepastian di awal keberangkatan. Terlebih, bus Trans Sarbagita sudah memenuhi standar aman, nyaman, dan tarif terjangkau yakni Rp 3.500 untuk umum, serta gratis bagi pelajar dan mahasiswa. “Kalau tepat waktu, kami sih berupaya untuk mendekati itu. Tetapi kami kan bukan bus priority, jadi tidak punya jalan khusus. Jadi, kita tidak bisa ukur, di jalan kita tidak bisa prediksi. Kecuali kita punya jalur khusus, baru kita bisa hitung sampai di halte
ini jam sekian berdasarkan kecepatan,” ujarnya. Sunarya menambahkan, keberadaan atau posisi bus juga dikontrol lewat aplikasi. Dengan demikian, pihaknya dapat menginformasikan lebih awal kepada sopir bila jalan yang akan dilewati sedang macet dan sebagainya. “Penumpang juga bisa konfirmasi ke sini, misalnya kenapa bus belum juga dating, ternyata ada macet di situ. Kemudian bus apa saja yang operasi, bisa di situ,” jelasnya. (rin)
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
Minggu
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Umanis, 6 Januari 2019
Madrid Dihantui Rapuhnya Lini Belakang
Percasi Agendakan Porprov dan Pra-PON
Madrid –
Thibaut Courtois kecewa dengan hasil imbang 2-2 yang diraih Real Madrid saat menghadapi Villarreal pada lanjutan La Liga di Estadio Ceramica, Jumat (4/1) lalu. Kiper Madrid ini tak mau cari alasan. Dia mengakui Real Madrid memiliki masalah pertahanan yang cukup serius musim ini. Gawang Courtois pun lebih mudah dibobol, bahkan oleh tim-tim yang relatif lebih kecil dari Madrid. Courtois sendiri menyadari bahwa Real Madrid harus segera mencari solusi dari masalah tersebut. ‘’Kami punya masalah saat bertahan dan hal itu membuat kami kebobolan. Kami mendominasi penguasaan bola, kami mengontrol pertandingan dalam banyak momen dan lebih banyak menyerang Villarreal,’’ ujar Courtois, Sabtu (5/1) kemarin. Musim 2018/19 ini memang berjalan tak terlalu apik bagi Madrid. Los Blancos terus kesulitan sejak awal musim, bahkan sampai menjalani pergantian pelatih. Selanjutnya Madrid akan menjamu peringkat ke-15 Real Sociedad di Santiago Bernabeu. Melihat posisi tuan
Mangupura (Bali Post) Pengprpv Percasi Bali memasuki tahun 2019 dihadapkan pada kalender event Porprov Bali XIV/2019 di Tababan, September mendatang, serta Pra-PON. Untuk itu jajaran Pengurus Percasi Bali berniat menghadap KONI Bali pada pertengahan Januari nanti. Sekum Percasi Bali Handoko B. Samekto, di Badung, Sabtu (5/1) kemarin mengatakan, pascamenemui KONI Bali, pengurus Percasi akan menggelar rapat koordinasi dengan jajaran Pengkab dan Pengkot Percasi se-Bali terkait persiapan Porprov berikut teknis pelaksanaannya. Sementara pelaksanaan Pra-PON putra di Kalimantan, September mendatang. Untuk Pra -ON putra/i, bakal digelar di Karo, Sumatera Utara, November mendatang. ‘’Kami harus menyiapkan tim bayangan Pra-PON lebih awal,’’sebutnya. Handoko menambahkan, untuk event nasional akan diadakan kejurnas catur di Ambon, Maluku, Agustus nanti. Selain itu juga diselenggarakan Asian Junior Open and Girls U-20, rencananya di Yogyakarta atau Solo pada Juli ‘’Kami berencana menerjunkan pecatur junior yang potensial pada event tersebut,’’ ucap Handoko. Dikemukakan, pihaknya mengimbau agar seluruh pengkab dan pengkot Percasi getol mengadakan turnamen terbuka, baik perorangan maupun beregu. Tujuannya, supaya level permainan pecatur Bali menunjukkan grafik peningkatan pada olahraga asah otak ini. Agenda lain, kejurprov catur di Singaraja sekitar Juni atau Juli. (022)
rumah di klasemen sementara, maka laga melawan Real Sociedad diprediksi akan menjadi motivasi bagi Madrid untuk melanjutkan laga mereka di kompetisi domestik. Saat bermain di Santiago Bernabeu, Los Blancos menjadi klub terbaik di La Liga dalam hal penguasaan bola dan akurasi umpan. Karim Benzema dan kawan-kawan memiliki rata-rata penguasaan bola sebesar 63,6% saat bertanding di depan publik sendiri. Demikian halnya mengena‘’Kami akan
selalu terus berjuang. Kami mengambil intinya dan terus bersaing di La Liga. Kami ingin memenangkan pertandingan dan memiliki peluang untuk melakukannya,’’ ungkap pelatih Madrid Santiago Solari. Konsistensi menjadi pekerjaan rumah Solari. K e t i ka b e r t e m u t i m - t i m non-unggulan, Real Madrid justru sering terpeleset. Kini Solari harus memikirkan strategi yang tepat guna mengatasi tumpulnya lini depan serta rapuhnya lini belakang. (kmb33/afp)
PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN Madrid (4-3-3): Courtois; Marcelo, Ramos, Varane, Carvajal; Kroos, Casemiro, Modric; Isco, Benzema, Vazquez. Pelatih: Santiago Solari. Sociedad (4-2-3-1): Rulli; Elustondo, Llorente, Moreno, Zaldua; Illarramendi, Zubeldia; Oyarzabal, Zurutuza, Januzaj; Willian Jose. Pelatih: Imanol Alguacil. Statistik HEAD-TO-HEAD (LA LIGA) Pertandingan : 142 Madrid menang : 81 Gol Madrid : 312 Imbang : 37 Sociedad menang: 24 Gol Sociedad: 173. 5 PERTEMUAN TERAKHIR 11-02-2018 Madrid 5-2 Sociedad 18-09-2017 Sociedad 1-3 Madrid 30-01-2017 Madrid 3-0 Sociedad 22-08-2016 Sociedad 0-3 Madrid 30-04-2016 Sociedad 0-1 Madrid
(La Liga) (La Liga) (La Liga) (La Liga) (La Liga).
5 PERTANDINGAN TERAKHIR MADRID 13-12-2018 Madrid 0-3 CSKA 16-12-2018 Madrid 1-0 Rayo 19-12-2018 Kashima 1-3 Madrid 22-12-2018 Madrid 4-1 Al Ain 04-01-2019 Villarreal 2-2 Madrid
(UCL) (La Liga) (Piala Dunia) (Piala Dunia) (La Liga).
5 PERTANDINGAN TERAKHIR SOCIEDAD 02-12-2018 Betis 1-0 Sociedad (La Liga) 06-12-2018 Sociedad 2-0 Celta (Copa del Rey) 10-12-2018 Sociedad 1-2 Valladolid (La Liga) 15-12-2018 Getafe 1-0 Sociedad (La Liga) 22-12-2018 Sociedad 0-1 Alaves (La Liga).
Pecatur junior Bali.
Meski Menang Besar
BPM/ist
Spurs Kesulitan Cetak Gol Pertama
Singaraja Tuan Rumah Woodball Bali Seri IV
Denpasar (Bali Post) Turnamen woodball Bali Seri IV akan digelar di Lapangan SPN Singaraja pada 12-13 Januari nanti. Selanjutya para pemain woodball masih akan melakoni dua seri lagi khusus nomor striker. Ketua Harian Indonesia Woodball Association (IWba) Bali Maryoto Subekti yang dikontak, Sabtu (5/1) kamarin, mengemukakan selama 2018 woodball Bali seri telah menggelar tiga seri, kemudian dilanjutkan tiga seri lagi. ‘’Setelah melahap enam seri, para pemain masih akan menjalani Grand Seri,’’ tutur Maryoto. Melalui event ini pihaknya menjaring atlet putra (12) dan putri (12). Dikemukakan, ke-24 atlet ini diharapkan piawai dalam bermain baik di nomor fair way competition maupun stroke competition. ‘’Ke-24 pemain yang terjaring sekaligus merupakan tim bayangan Pra-PON,’’ ujarnya. Ia menyebutkan, jika jadwal Pra-PON mendahului Porprov, maka otomatis mereka masuk skuad tim Pra-PON Bali. Sebaliknya, katanya, kalau pelaksanaan Porprov mendahului Pra-PON, maka juara Porpropv akan diadu lagi meladeni atlet hasil woodball Bali Seri, dan yang terbaik berhak mewakili Bali ke Pra-PON. Menurut Maryoto, woodball Bali Seri melibatkan seluruh Pengkab dan Pengkot IWbA se-Bali. Bahkan tiap kabupaten dan kota di Bali hanya diperbolehkan mengirimkan atlet terbaiknya masing-masing putra (3) dan putri (3). (022)
Russell Westbrook
Westbrook Bawa Thunder Kalahkan Blazers
Portland – Russell Westbrook dan Paul George menjadi bintang Oklahoma City Thunder ketika menang tipis 111-109 dari Portland Trail Blazers pada lanjutan kompetisi NBA. Bermain di Moda Center kandang Blazers, Sabtu (5/1) kemarin, Thunder mendapatkan tekanan yang cukup berat sepanjang pertandingan. Setelah imbang di kuarter pertama dengan 28-28, Thunder lantas tertinggal 57-62 di kuarter kedua. Kuarter ketiga menjadi momentum Thunder ketika mampu menambah 36 poin, berbanding 25 poin lawan. Hingga akhirnya kuarter empat ditutup dengan manis oleh Thunder, meski hanya mampu membuat 18 poin pada 12 menit terakhir laga. George dan Westbrook memperlihatkan dominasi mereka pada laga ini. George mampu menjadi pencatat poin tertinggi tim dengan 37 poin ditambah delapan rebounds. Sementara itu Westbrook
kembali unjuk kebolehan. Setelah berhasil mencatat triple-double melawan Los Angeles Lakers (14 poin, 16 rebounds, 10 assists), Westbrook mampu membuat 31 poin, sembilan rebounds, dan tujuh assists di laga ini. Superiornya dua pemain tersebut membuat andil Damian Lillard dan Jusuf Nurkic kurang terlihat di kubu lawan. Paahal Lillard mampu membuat 23 poin dan Nurkic mencetak 22 poin. Thunder masih duduk di peringkat kedua klasemen wilayah barat sementara dengan rekor 25-13. Sedangkan Blazers di urutan ketujuh dengan 22-17. Sedangkan Los Angeles Lakers gagal menang di kandang sendiri. Tanpa diperkuat LeBron James yang masih absen, Lakers takluk 112-119 dari New York Knicks. LeBron sudah absen dalam lima laga NBA terakhir Lakers karena cedera pangkal paha pada Natal. Tanpa LeBron, Lakers cuma bisa menang sekali.
Lakers tak diperkuat dua pemain kunci lainnya, power forward Kyle Kuzma dan point guard Rajon Rondo. Minimnya pemain inti membuat permainan Lakers di kuarter pertama berantakan. Lakers kemasukan 39 poin dan cuma bisa membuat 25 poin. Knicks bahkan sempat unggul 17 angka. Memasuki kuarter kedua, pelatih Lakers Luke Walton bisa memperbaiki kinerja tim. Lakers bisa memangkas jarak menjadi hanya tertinggal empat poin saat jeda babak pertama. Lakers bahkan makin mengamuk di kuarter tiga. Brandon Ingram dan kawan-kawan bisa berbalik unggul setelah membuat 33 poin berbanding 23 di kuarter tiga. Sial bagi LA Lakers, di kuarter penentuan Knicks kembali menemukan sentuhan terbaik. Knicks balik unggul lagi dengan dimotori Enes Kanter dan Tim Hardaway Jr. Empat poin beruntun Kanter di menitmenit akhir membuat Knicks unggul enam poin dan tidak lagi terkejar. (kmb33/afp)
Livepool – Tottenham Hotspur menang besar atas Tranmere Rovers di babak ketiga Piala FA. Mauricio Pochettino mengungkapkan susahnya mencetak gol pertama. Stadion Frenton Park, Sabtu (5/1) kemarin Spurs memetik kemenangan 7-0 atas Tranmere. The Lilywhites amat dominan di laga itu dengan menguasai bola sebesar 74 persen. Ada sebanyak 17 tembakan yang dilepaskan Harry Kane cs, 12 di antaranya mencapai sasaran. Kendati demikian, Spurs harus menunggu 39 menit untuk menjebol tim divisi empat Liga Inggris itu. Serge Aurier yang memecah kebuntuan tim asal London utara itu. Tendangan jarak jauh
pemain timnas Pantai Gading itu mengarah ke pojok kiri atas gawang Tranmere. Setelah itu Spurs bisa memanfaatkan peluang dengan lebih baik. Fernando Llorente mencetak hat-trick, Kane dan Son Heung-min mencetak satu gol, serta Aurier menambah satu gol lagi. ‘’Saya sangat senang, tapi sangat dingin. Sangat dingin. Kami solid, mereka bekerja sangat keras di babak pertama dan tentu saja kami sangat beruntung bisa mencetak gol pembuka,’’ kata Pochettino di BBC. ‘’Pada babak kedua kami menemukan ruang dan kami sangat tajam di depan gawang. Skor akhirnya memang 7-0, tapi sangat sulit mencetak gol pembuka,’’ tutupnya. (kmb33/afp)
Fernando Llorente
BPM/afp