Skip to main content

Edisi Kamis 5 Desember 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

16 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 110 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

kamis wage, 5 DESEMBER 2019

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Target Tanam Padi

Tindak Pelanggar Parkir

Pura Terbakar

Musim kemarau yang panjang menyebabkan Bali belum mencapai target tanam padi tahun 2019. Target yang belum terwujud mencapai 25.000 hektar. Lalu apa yang harus dilakukan?

Komisi III DPRD Gianyar menyoroti kemacetan di sejumlah ruas jalan. Wakil rakyat pun meminta Dinas Perhubungan tak ragu-ragu menindak tegas para pelanggar parkir.

Pura Dalem di Banjar Paselatan, Labasari, Abang terbakar, Rabu (4/12) kemarin. Kebakaran diduga akibat percikan api dari pembakaran lahan di kebun sebelah pura.

GIANYAR | HAL. 9

DENPASAR | HAL. 2

SEA Games

Juara Keenam Kalinya Manila – Indonesia meraih medali emas bulu tangkis beregu putra SEA Games 2019 setelah menang 3-1 atas Malaysia pada babak final di Muntilupa Sports Complex, Manila, Rabu (4/12) kemarin. Hasil ini membuat tim bulu tangkis Indonesia menjadi juara SEA Games enam kali berturut-turut. Kemenangan diraih pada SEA Games 2007, 2009, 2011, 2015, 2017 dan 2019. Pasangan Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf yang turun pada partai keempat memastikan medali emas untuk Indonesia itu lewat kemenangan 21-16, 21-19 atas Ong Yew Sin/Teo Ee Yi. Menurut Ade, dia tidak merasa terbebani saat tampil pada partai keempat yang menentukan. ‘’Kita ingin membuktikan saja. Bahwa kita bisa. Ibarat ujian, tadi kita mempraktikkan hasil latihan dan ternyata lulus,’’ timpal Arya. Arya sendiri melihat beban justru ada pada lawan, karena jika kalah otomatis emas lepas. Sedangkan seandainya dia dan Ade kalah masih ada harapan dari Shesar Hiren dalam partai kelima. Hal. 15 Partai Pertama

KARANGASEM | HAL. 11

Dubes Swiss Apresiasi Kebijakan Bali Terkait Pertanian Organik Kebijakan Pemprov Bali yang mengembangkan energi bersih dan pertanian organik diapresiasi Kurt Kunz, Duta Besar Swiss untuk Indonesia. Sebab, hal tersebut dapat menjaga kelangsungan alam Bali yang mengandalkan pariwisata. ‘’Budaya dan lingkungan sangat penting bagi masyarakat lokal. Ini modal yang harus dirawat oleh Bali,’’ ujar Kurt Kunz saat bertemu Gubernur Bali Wayan Koster di Ruang Tamu Gubernur Bali, Kantor Gubernur Bali, Rabu (4/12) kemarin. Kurt Kunz juga menyambut baik langkah-langkah yang dilakukan Gubernur Bali Wayan Koster dalam menata pembangunan Bali. Hal. 15 Beri Masukan

’’Untuk mewujudkan

Bali Post/ant

EMAS - Timnas bulu tangkis putra Indonesia seusai penyerahan medali emas SEA Games 2019, Rabu (4/12) kemarin.

Nasabah Jiwasraya Mengadu ke DPR Jakarta (Bali Post) Kasus PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang mengalami kerugian sekitar Rp16 triliun perlu segera dicarikan solusinya. Pemerintah, khususnya Meneg BUMN, tidak boleh lepas tangan begitu saja. Pasalnya ada ribuan nasabah yang menunggu hakhaknya untuk dikembalikan. ‘’Komisi VI DPR harus memanggil para Direksi PT Asuransi Jiwasraya, karena merekalah yang harus bisa memberikan solusi, bagaimana win-win solutionnya,’’ kata anggota Komisi VI DPR I Nyoman Parta dalam Rapat Dengar Pendapat Dengan (RDPU) dengan puluhan nasabah yang mengadukan nasibnya ke DPR di Jakarta, Rabu (4/12) kemarin. Tidak hanya itu, kata politisi PDI Perjuangan ini, Komisi VI DPR juga bisa memanggil Menteri BUMN Erick Tohir dalam rapat kerja mendatang, sehingga kasus BUMN asuransi ini menjadi jelas duduk persoalannya. ‘’Saya yakin Pak Menteri BUMN pasti hadir dan bisa menyelesaikannya,’’ ucapnya. Komisi VI DPR-RI juga akan mengundang nasabah PT Asuransi Jiwasraya (Persero) terkait tunggakan pembayaran klaim nasabah pemegang polis. Setidaknya ada sekitar 48 nasabah hadir dan beberapa perwakilan memaparkan keluhannya. Salah satu nasabah yang menjadi korban, Patrick Simanjuntak, menyatakan permasalahan tertunggaknya pembayaran polis Asuransi Jiwasraya agar segera diselesaikan. ‘’Kami kumpul di sini tujuannya supaya kita cari jalan keluar, dengan cara yang benar supaya tujuan utama pembayaran kami kembali. Kami ini cerita, banyak sekali kerugian kami dengan kegagalan bayar ini,’’ ucap Patrick di saat mengadukan nasib ribuan PT Jiwasraya di depan Komisi VI DPR-RI. Selain nasabah Indonesia, juga terdapat beberapa nasabah asing, seperti Lee Kang Hyun dan Kim Ki Pong, warga negara Korea Selatan, dan Johnny, warga negara Belanda yang hidup di Suriname. Kim di depan para anggota Komisi VI DPR-RI menceritakan bagaimana dirinya hidup di Indonesia seorang diri dan tak bisa kembali ke negara asalnya. ‘’Kasus ini sudah dibahas sampai Parlemen Korea, namun mereka menyerahkannya kepada pemerintah Indonesia,’’ kata Kim lagi. Sementara itu, Johnny, warga negara Belanda, yang juga ikut dalam rapat mengaku optimistis Komisi VI DPR mampu menjembatani nasabah dengan regulator terkait seperti Kementerian BUMN dan Otoritas Jasa Keuangan. Perusahaan asuransi pelat merah tersebut terbelit persoalan keuangan yang belum juga usai. Jumlah aset Jiwasraya pada kuartal III-2019 hanya Rp 25,6 triliun, sementara utangnya Rp 49,6 triliun. Artinya, total ekuitas atau selisih aset dan kewajiban Jiwasraya minus Rp 23,92 triliun. (kmb4)

BERSAMA - Gubernur Bali Wayan Koster foto bersama dengan Duta Besar Swiss untuk Indonesia Kurt Kunz (kiri). Sebelumnya mereka membicarakan sejumlah hal di antaranya pariwisata, transportasi dan lingkungan.

alam Bali yang bersih akan diterapkan sistem pertanian organik untuk mengurangi zat kimia di tanah, sehingga tidak terjadi pencemaran lingkungan.’’ Wayan Koster Gubernur Bali

Megawati Bicara Bumikan Pancasila

Dari Prabowo Sampai Khilafah

Kedekatan Megawati dengan Prabowo dan adanya suara-suara soal pembentukan khalifah menjadi topik bahasan ketika Megawati berbicara pada ‘’Presidential Lecture’’ Internalisasi dan Pembumian Pancasila yang digagas BPIP. Dalam acara tersebut hadir Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, anggota Dewan Pengarah BPIP, menteri Kabinet Indonesia Maju serta para kepala lembaga pemerintah. Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri mengawali ceritanya soal kedekatannya dengan Prabowo Subianto. Ia menceritakan mengapa ia dapat dekat dengan Menteri Pertahanan yang juga Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. ‘’Sampai orang bingung kok saya bisa sobatan sama Prabowo Subianto? Memangnya kenapa? karena kalau buat saya, Pancasila itu musuh harus dirangkul, kalau Pak Prabowo musuh saya, saya suruh dia pulang,’’ kata Megawati di Istana Negara Jakarta, Selasa (3/12). ‘’Dulu saya ambil beliau yang keleweran, saya marah sebagai presiden, siapa yang buang beliau jadi stateless? Saya marah pada Menlu, saya marah pada Panglima. Apa pun juga beliau manusia Indonesia, pulangkan. Itu tanggung jawab kita,’’ tambah Megawati. Sebagai Dewan Pengarah BPIP,

Megawati mengaku tugasnya sangat berat. ‘’Tanggung jawab kami sangat berat sekali. Jadi kami mohon segala pemerintahan kita satukan dulu yang namanya roso, karena kita tahu sudah berapa jauh terpaparnya masjid-masjid kita, apakah Allah SWT itu memang penyampaiannya kebencian? Merusak? Tidak toleran? Pikiran ini harus disatukan mau diapakan? Apa antidotnya? Apa penawarnya? Bukan obatnya, itu harus jadi satu,’’ ungkap Megawati. Megawati pun mengaku sempat meminta bantuan Jusuf Kalla sebagai Ketua Dewan Masjid agar masjid-masjid di kementerian tidak membicarakan soal kebencian. ‘’Saya waktu itu bilang ke Pak Jusuf Kalla sebagai Ketua Dewan Masjid, tolong Pak kalau dibiarkan saja hanya kebencian yang diberikan ke mereka ini, rakyat kita yang rohaninya perlu diisi bagaimana kalau kita seperti Timur Tengah? Siapa yang akan menghentikan?’’

tambah Megawati. Ia juga meminta agar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Tjahjo Kumolo berhati-hati terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga terpapar paham radikal. ‘’Kami Fraksi PDI Perjuangan itu membuka diri, mari datang ke fraksi kami, dan mungkin Mas Prabowo juga bisa di dalam fraksinya, buka diri ya Pak. Bagi mereka yang sangat berkeinginan untuk mendirikan yang namanya khilafah, boleh ke DPR. Kita dengarkan itu. Opo toh karepe?’’ tambah Megawati. Hal. 15 Anak Buah

Pendidikan Harian Bisnis Bali Upaya Mitigasi Risiko BPR Diuji Dalam melaksanakan fungsi intermediasi, BPR dituntut untuk melakukan mitigasi risiko. Sejauh mana BPR mampu melakukan mitigasi risiko sehingga mampu menekan laju peningkatan kredit bermasalah (NPL)? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Siswa Difabel Produksi Tas Penyandang difabel di SLB Negeri Bangli berkreasi menyulap sampah plastik menjadi tas cantik dan elegan. www.denpostnews.com

Merdeka Belajar dan Guru Penggerak ’’Dalam lima tahun ke depan tentunya tidak akan nyaman sama sekali untuk berbagai macam institusi pendidikan. Tetapi harus lakukan perubahan ini.’’ Nadiem Makarim Mendikbud

Depok (Bali Post) – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengemukakan keinginannya memberi mahasiswa kemerdekaan untuk belajar sesuai dengan kemauan, kemampuan, dan minat. ‘’Mahasiswa belajar sesuai dengan kemauannya dan interesnya masing-masing. Kita harus lakukan perubahan ini,’’ kata Nadiem saat menyampaikan pidato pada acara pelantikan Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof. Ari Kuncoro di Kampus UI, Depok, Rabu (4/12) kemarin. Ia menambahkan, mahasiswa mestinya juga bisa merdeka melakukan berb-

agai kegiatan di luar program pendidikan. Ia mengatakan, kemampuan perguruan tinggi dalam memberikan pendidikan kepada mahasiswanya sangat penting dalam upaya mewujudkan visi Presiden Joko Widodo mencetak sumber daya manusia yang unggul. ‘’Interpretasi terhadap visi Presiden ada dua hal, yaitu merdeka belajar dan guru penggerak,’’ katanya. Dalam upaya mewujudkan kemerdekaan belajar di jenjang pendidikan terendah sampai perguruan tinggi, menurutnya, perbaikan regulasi dan birokrasi perlu dilakukan. ‘’Dalam lima tahun ke depan tentunya

tidak akan nyaman sama sekali untuk berbagai macam institusi pendidikan. Tetapi harus lakukan perubahan ini,’’ kata Nadiem. Sementara mengenai guru dan dosen penggerak, ia mengatakan bahwa guru dan dosen penggerak akan berusaha mencari ilmu dan pengetahuan untuk memperbaiki kegiatan pembelajaran di kelas. ‘’Dia enggak akan buang-buang waktu di kelas, sehingga di kelas dia diskusi atau belajar kelompok dan mengerjakan berbagai macam proyek di luar tetapi melibatkan mahasiswanya agar mereka mendapat pengalaman yang berbeda,’’ katanya. (ant)


Kamis Wage, 5 Desember 2019

FIGUR Ancaman Pneumonia ADA ancaman penyakit pada anak-anak ketika mengunjungi rumah sakit yaitu pneumonia. Pada dasarnya, rumah sakit memang bukan tempat untuk anak-anak. Maka jangan heran bila peraturan yang ditetapkan cukup ketat. Direktur Rumah Sakit Bali Mandara (RSBM) dr. Bagus Darmayasa mengatakan, ada dua alasan utama mengapa anak-anak sebaiknya tidak ikut berkunjung ke rumah sakit. Tak seperti orang dewasa, sistem daya tahan tubuh anak-anak di bawah 12 tahun belum cukup kuat, meskipun dari luar anak tampak sehat. Sementara itu rumah sakit adalah sarang bagi berbagai jenis organisme penyebab penyakit. Mulai dari bakteri, virus, kuman hingga toksin. Organisme-organisme tersebut bisa menular pada anakanak dengan mudah. Salah satu penyakit yang paling sering ditularkan pada anak yang sering berkunjung ke rumah sakit adalah infeksi paru (pneumonia) karena bakteri. ‘’Jadi, orangtua mungkin tidak sadar kalau anak sebenarnya tertular penyakit di rumah sakit,’’ ujarnya, Rabu (4/12) kemarin. Selain karena berkunjung ke rumah sakit berisiko bagi anakanak, kehadiran anak-anak di rumah sakit juga mungkin mengganggu pasien yang sedang dirawat. Pasalnya, anak kecil cenderung lebih antusias ketika berada di sebuah tempat dan suasana baru, yaitu di rumah sakit. ‘’Apalagi kalau mereka melihat lorong-lorong panjang rumah sakit. Timbul hasrat dalam diri anak-anak untuk bermain dan berlari-larian di sepanjang lorong rumah sakit,’’ katanya. (kmb42)

Berjualan di Trotoar PKL Didenda Rp 300 Ribu Denpasar (Bali Post) Satpol PP Denpasar kembali menggiring pelanggar peraturan daerah (perda) ke sidang tindak pidana ringan (tipiring). Kali ini, pelanggaran dilakukan seorang pedagang kaki lima (PKL) yang kedapatan berjualan di trotoar Jalan Gatot Subroto Tengah, Denpasar. Pada sidang dengan hakim I Ketut Kimiasa, S.H. dan panitera Gusti Ayu Saraswati, S.H. tersebut, PKL tersebut dijatuhi denda Rp 300 ribu dengan subsider kurungan dua hari. Kepala Satpol PP Kota Denpasar Dewa Gede Anom Sayoga mengatakan, pelaksanaan sidang tipiring ini merupakan upaya memberikan efek jera bagi masyarakat yang melanggar perda. Selain dilaksanakan di Pengadilan Negeri Denpasar, sidang tipiring juga dilaksanakan di banjar atau ruang publik lainnya. Hal ini sekaligus sebagai bentuk sosialisasi perda guna meminimalisasi pelanggaran perda oleh masyarakat. ‘’Sidak dan sidang tipiring bukan untuk mencari kesalahan, melainkan penegakan perda dan menyosialisasikan perda itu sendiri, sehingga masyarakat dapat mengikuti dan menaatinya,’’ kata Anom Sayoga, Rabu (4/12) kemarin. Anom Sayoga menambahkan, masih adanya laporan dari masyarakat akan gangguan keamanan dan ketertiban menyebabkan Satpol PP Kota Denpasar gencar melaksanakan sidak. Hal ini juga untuk memastikan tidak adanya aktivitas yang dapat merugikan dan mengganggu orang lain. ‘’Sidak akan terus kami lakukan sampai masyarakat paham pentingnya taat aturan. Dipilihnya banjar sebagai lokasi pelaksanaan sidang tipiring adalah untuk memberikan efek jera sekaligus sebagai wahana sosialisasi perda bagi masyarakat,’’ ujarnya. (kmb12)

Melawan, Perampok Warga Spanyol Ditembak Denpasar (Bali Post) Dua minggu melakukan penyelidikan, tim gabungan Resmob Polresta Denpasar dan Polsek Kuta Selatan di-back up Satgas CTOC Polda Bali berhasil mengungkap kasus perampokan warga Spanyol, Rosse Pie Leal (40). Pelakunya, Arjuna Wiranata alias Wira (25), dibekuk saat bersembunyi di rumah orangtuanya di Desa Empang Atas, Kabupaten Sumbawa Besar, NTB, Senin (2/12) lalu. Polisi terpaksa menembak kaki pelaku karena melawan dan berusaha kabur saat mencari barang bukti. Korbannya lahir di Spanyol, tetapi tinggal di Australia. Motif kasus ini, pelaku mengaku tidak punya uang untuk menebus biaya kelahiran anaknya di rumah sakit di kampungnya. Dikonfirmasi Rabu (4/12) kemarin, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan mengatakan, setelah melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi, tim yang dipimpin Kanit Satreskrim I Iptu Made Yudhistira dan Panit Iptu Ngurah Eka Wisada berhasil melacak Iphone X milik korban. Iphone tersebut dijual pelaku kepada penadah, Heri Saputra. ‘’Dari penadah yang kami tangkap ini dikembangkan dan terlacak pelaku sembungi di kampungnya di Sumbawa Besar,’’ ujar Ruddi didampingi Kasatreskrim Kompol I Wayan Arta Ariawan. Dua hari melakukan penyelidikan di wilayah Sumbawa Besar, tim gabungan bersenjata laras panjang ini berhasil menangkap pelaku pada Senin (2/12) pukul 15.00 Wita. Saat diinterograsi, pelaku mengakui perbuatan merampok di TKP. Usai merampok dan menganiaya korban, pelaku membuang parang beserta sarungnya di TKP. ‘’Untuk parangnya belum ditemukan. Pelaku mengaku dibuang di jurang. Kondisi korban semakin membaik dan sudah kembali ke vilanya,’’ ujar mantan Kapolres Badung ini. Seperti diberitakan sebelumnya, kasus perampokan dialamai warga negara asing (WNA) terjadi di areal parkir Pantai Padang-padang, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan (Kutsel), Bandung, Kamis (21/11) lalu. Korbannya, Rosse Pie Leal (40) asal Spanyol, mengalami sejumlah luka di tubuhnya akibat ditebas perampok tersebut. Akibat ulah perampok tersebut, korban mengalami luka di bahu kiri, siku kiri, siku kanan, jari kiri, punggung tangan kanan, dan pinggang. Sedangkan tas korban berisi Iphone X hitam, uang, credit card dan gelang papan surfing dibawa kabur oleh perampok tersebut. (kmb36)

Bali Post/eka

PAPAH - Polisi memapah salah satu tersangka pencurian dengan kekerasan (curas) saat gelar kasus di Mako Polresta Denpasar, Rabu (4/12) kemarin. Para tersangka ini ditangkap polisi terkait kasus curas terhadap wisatawan asing.

Bali Post/eka

SEMPROT - Seorang petani menyemprot tanaman padinya agar terhindar dari serangan hama. Musim kemarau yang panjang menyebabkan Bali belum mencapai target tanam padi di tahun 2019.

Bali Belum Capai Target Tanam Padi

Denpasar (Bali Post) Musim kemarau yang panjang menyebabkan Bali belum mencapai target tanam padi di tahun 2019 ini. Adapun target tanam padi yang belum tercapai seluas 25.000 hektar dari target tanam yang dipatok pada tahun 2019 ini. Untuk kekurangan ini, diharapkan bisa dicapai pada musim tanam pada Desember 2019. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Ir. Ida Bagus Wisnuardhana, M.Si. mengatakan, dalam rangka swasembada beras, produksi beras untuk tahun 2019 ini ditargetkan meningkat dua persen dari tahun sebelumnya. Namun kemarau panjang yang melanda, dikha-

watirkan akan berdampak pada capaian yang ditargetkan. Menurut Wisnuardhana, luas tanam padi di Bali tahun 2018 tercatat 143.773 hektar dengan produksi 862.635 ton gabah kering giling atau setara dengan 564.835 ton beras. Pada tahun 2019 ini, luas tanam padi ditargetkan 145.000 hektar dengan target produksi 870.000 ton gabah kering giling atau setara dengan 639.400 ton beras yang berarti ditargetkan meningkat 2%. ‘’Untuk memenuhi kebutuhan beras bagi penduduk Bali yang berjumlah 4,2 juta jiwa dari produksi lokal, Bali harus menyediakan sekurangkurangnya 420.000 ton beras setiap tahun,’’ ujarnya. Dalam upaya menggenjot

peningkatan produksi beras ini, kata Wisnuardhana, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pertanian kabupaten/ kota se-Bali yang bertugas membina pertanian terus berupaya untuk meningkatkan produksi padi di tengahtengah semakin kompleksnya tantangan berupa alih fungsi lahan sawah, persaingan pemanfaatan air/irigasi dan anomali iklim. Selain itu, pihaknya mendorong program swasembada pangan melalui upaya khusus (upsus) yang dicanangkan pemerintah pusat bersinergi dengan program pemerintah daerah bahkan secara khusus mendapat pendampingan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Program ini terbukti cukup berhasil

meningkatkan produksi beras dari tahun ke tahun. Mengenai kekurangan luas tanam padi seluas 25 ribu hektar, kata Wisnuardhana, akan dilakukan langkah percepatan dan perluasan tanam pada Desember 2019 dengan memanfaatkan musim hujan yang diperkirakan terjadi pada awal Desember 2019. Upaya percepatan tanam dilakukan antara lain dengan mengoptimalkan pemanfaatan tambahan bantuan peralatan dan mesin yang telah disalurkan pada 2019 ini, yaitu bantuan traktor 49 unit, alat tanam (rice transplenter) 8 unit, mesin perontok (threser) 60 unit serta bantuan infrastruktur lainnya. ‘’Tim Upsus provinsi dan kabupaten/kota bertugas

memantau agar benih dan pupuk tersedia tepat waktu dengan jumlah sesuai kebutuhan di lapangan. Upaya percepatan tanam dan peningkatan mutu intensifikasi digerakkan mulai tingkat kecamatan melalui program Komando Strategis Pertanian di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) yang ada di setiap kecamatan,’’ ujarnya. Wisnuardhana menambahkan, pihaknya juga meningkatkan kewaspadaan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman dan kemungkinan kebanjiran pada lahan usaha tani. Untuk melindungi gagal panen karena masalah ini, petani didorong untuk mengikuti Asuransi Usaha Tani Padi. (kmb24)

sional kira-kira pertengahan bulan ini,’’ imbuhnya. Ika Putra menambahkan, usulan saat ini telah dilengkapi dengan perencanaan baik berupa gambar proyek maupun kesiapan lahan. Paling tidak, ada komitmen dari daerah untuk menyelesaikan tahapan perencanaan tersebut. Tujuannya agar setelah masuk menjadi prioritas nasional dan mendapat dana APBN sudah bisa langsung

dieksekusi. ‘’Jadi, sudah diantisipasi gambaran masalah dengan solusinya. Bappeda mengawal prioritas visi-misi Gubernur menjadi prioritas nasional dalam Pra-Musrenbang Nasional RPJMN,’’ tegasnya. (kmb32)

Bappeda Bali Kawal Program Prioritas Daerah

Denpasar (Bali Post) -

Sejumlah program prioritas daerah sesuai visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ kini tengah diperjuangkan agar masuk ke dalam RPJMN 2020-2024. Hal ini dikawal betul oleh Pemprov Bali lewat Bappeda Litbang agar bisa menjadi prioritas nasional. Dengan begitu, program-program prioritas daerah tersebut sudah pasti akan mendapat dukungan APBN. ‘’RPJMN itu adalah rencana untuk lima tahun ke depan setelah Jokowi ditetapkan sebagai Presiden RI periode kedua. Ketika kita menyusun prioritas di daerah berdasarkan visimisi Gubernur kan tidak dari APBD saja. Sekarang mana kita mintakan dana APBN sekaligus kita usulkan menjadi prioritas nasional,’’ ujar Kepala Bappeda Litbang Provinsi Bali I Wayan Wiasthana Ika Putra, Rabu (4/12) kemarin. Menurut Ika Putra, program prioritas daerah yang diusulkan mencakup semua bidang. Mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pariwisata, hingga adat dan

budaya. Bidang infrastruktur khususnya, hampir semua membangun konektivitas antardaerah di Bali. Ini sesuai dengan apa yang menjadi penekanan Menteri PPN/ Kepala Bappenas RI Suharso Monoarfa pada saat pembukaan Pra-Musrenbang Nasional Penyusunan Rancangan RPJMN 2020-2024 di Nusa Dua, Selasa (3/12) lalu. Yakni pembangunan harus terkoneksi antardaerah atau antarwilayah. ‘’Hampir semua terkoneksi, Bandara Bali Utara, Pusat Kebudayaan Bali, penataan Kawasan Suci Besakih, pelabuhan segitiga Sanur-Nusa Lembongan-Nusa Penida, kemudian shortcut Bali Utara dan Selatan, short-

cut Denpasar-Gilimanuk, dan jalan lingkar Nusa Penida,’’ jelasnya. Selain meningkatkan infrastruktur di Bali, lanjut Ika Putra, pihaknya mengusulkan Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) TPA Sarbagita Suwung juga mendapat dukungan dana dari APBN. Meskipun saat ini, PSEL sudah dirancang memakai skema KPBU (Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha) dan masuk dalam prioritas nasional. ‘’Artinya kita memastikan usulan kita ini menjadi prioritas nasional, karena sekarang baru PraMusrenbang Nasional. Nanti finalnya di Musrenbang Na-

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Topik : Bappeda Bali Kawal Program Prioritas Daerah

Parkir Elektronik Sasar Dua Pasar

Denpasar (Bali Post) – Penerapan parkir elektronik yang dilakukan oleh PD Pasar semakin meluas. Setelah diterapkan di Pasar Badung dan Pasar Kumbasari, kini dua pasar kembali disasar untuk dibangun parkir elektronik. Pasar tersebut meliputi Pasar Cokroaminoto (eks Tiara Grosir) dan Pasar Gunung Agung Utara. Direktur Umum PD Pasar Denpasar A.A. Ngurah Yuliarta mengatakan hal itu, Rabu (4/12) kemarin. Yuliarta mengatakan, saat ini sedang berlangsung pemasangan alat parkir elektronik di Pasar Cokroaminoto. Sedangkan pemasangan alat di Pasar Gunung Agung mendekati rampung. ‘’Pemasangan mesin parkir elektronik di dua pasar ini telah dimulai sejak 27 November 2019 lalu,’’ katanya. Menurut Yuliarta, parkir elektronik di Pasar Gunung Agung Utara rencananya akan dioperasikan mulai 7 Desember 2019. Sedangkan untuk di Pasar Cokroaminoto akan menyusul. ‘’Paling tidak pada pertengahan Desember tahun ini sudah beroperasi,’’ ujarnya. Penggunaan parkir elektronik ini, kata Yuliarta, bertujuan untuk memaksimalkan perolehan dari parkir. Karena dengan parkir ini mampu menekan kebocoran pendapatan parkir di pasar. Artinya, pendapatan parkir akan bisa lebih besar. Meskipun menggunakan parkir elektronik, namun tarifnya tetap. Belum menerapkan parkir progresif seperti di mall-mall. ‘’Tarif parkir yang diterapkan yakni Rp 1.000 untuk kendaraan roda dua dan Rp 2.000 untuk kendaraan roda empat,’’ jelasnya. Yuliarta mengatakan, biaya pengadaan dan pemasangan peralatan parkir elektronik di Pasar Gunung Agung sebesar Rp 106.165.000. Sedangkan anggaran serupa untuk di Pasar Cokroaminoto sebesar Rp 147 juta. (kmb12)

Bali Post/kmb12

PARKIR - Rencana penerapan parkir elektronik di Pasar Cokroaminoto mulai digarap PD Pasar dengan mengerjakan pemasangan alat parkirnya.


Kamis Wage, 5 Desember 2019

Jumpa Pers Akhir Tahun Bupati dan Wakil Bupati Badung

Ajang Refleksi Diri, Jawab Kritikan dengan Bekerja BUPATI Badung Nyoman Giri Prasta yang didampingi Wabup Ketut Suiasa dan Kabag Humas Made Suardita, Rabu (4/12) kemarin menggelar jumpa pers akhir tahun. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat Rumah Jabatan Bupati, kawasan Puspem Badung tersebut merupakan ajang merefleksikan diri untuk melanjutkan yang bagus, meninggalkan yang jelek dan melaksanakan program yang belum dijalankan. Dikatakan Giri Prasta, pemimpin yang baik adalah pendengar yang baik. Segala masukan merupakan suatu hal yang positif dalam upaya pembenahan dan pihaknya menjawab kritikan dengan bekerja, sehingga pembangunan Badung ke depan bisa menjadi role model tingkat nasional. Lebih lanjut Giri Prasta menyatakan kebijakannya dipastikan berpihak kepada ekonomi, kemiskinan, tenaga

kerja, budaya, lingkungan dan penegakan hukum. Walau program ini dipastikan sudah jalan, pihaknya tetap meminta dukungan atau sinergi dengan semua pihak, termasuk media, mengingat peran media sangat penting dan strategis dalam menyosialisasikan serta menginformasikan segala program pembangunan di Kabupaten Badung, sehingga diketahui masyarakat luas. Berkaitan dengan program Badung Angelus Bhuana yang bermakna Badung Berbagi, dari Badung untuk Bali, dipastikan terus berlanjut mengingat hal ini sesuai dengan program Nawacita Presiden Jokowi yakni membangun dari pinggiran, karena program ini dilaksanakan sesuai dengan prioritas dan urgensinya. ‘’Program ini sudah berjalan mulai Kabupaten Buleleng yakni Sidatapa dan beberapa desa pinggiran lainnya. Karangasem mulai

Desa Munti Gunung dan Klungkung dimulai dari beberapa desa di Nusa Penida,’’ katanya. Bupati Giri Prasta juga menegaskan, anggaran merupakan kata kunci untuk bisa melaksanakan program pembangunan. Karena itu, dia mengaku akan memaksimalkan pendapatan dari sektor pariwisata seperti pajak hotel dan restoran (PHR). ‘’Kami akan bekerja sama dengan pihak ketiga untuk mengelola aplikasi mengenai transaksi di sektor pariwisata. Dengan aplikasi ini, dipastikan semua transaksi akan terpantau. Dengan begitu, potensi lost pajak bisa ditekan seminimal mungkin. Sehingga pendapatan daerah jadi meningkat dan program pembangunan termasuk Badung Angelus Bhuana bisa berjalan dengan baik,’’ ungkapnya. Dijelaskan, APBD Badung tahun 2020 yang dirancang Rp 6,3 triliun merupakan po-

tensi riil pendapatan Badung yang akan dikelola dengan baik sehingga semua program bisa berjalan dengan bagus. Bupati juga memastikan sandang, pangan dan papan yang merupakan kebutuhan primer masyarakat bisa terpenuhi. Di bidang kesehatan, Badung menerapkan dengan konsep Tri Kona, mulai dari lahir, hidup dan mati ditanggung. Lahir melalui program AKU SAPA (Admistrasi Kependudukan Satu Paket), gratis dan langsung memperoleh akta. Hidup juga ditanggung melalui program jaminan kesehatan Krama Badung Sehat, selanjutnya mati pun memperoleh santunan Rp 10 juta termasuk penerbitan akta kematian dan perubahan KK. ‘’Satu lagi, penunggu pasien memperoleh santunan Rp 200.000 per hari bagi pasien di kelas III,’’ katanya. Selanjutnya, untuk jaminan sosial dan ketenagakerjaan salah satunya dilakukan

JUMPA PERS - Bupati Giri Prasta bersama Wabup Suiasa saat jumpa pers akhir tahun di ruang rapat Rumah Jabatan Bupati, Puspem Badung, Rabu (4/12) kemarin. dengan memberikan santunan bagi lansia umur 72 tahun ke atas. Santunan ini merupakan

insentif senilai Rp 1 juta per bulan. ‘’Semua ini merupakan kebutuhan dasar masyarakat

Badung dan anggaran untuk kebutuhan dasar sudah terkunci,’’ katanya. (ad110)

Oktober 2019

Kunjungan Wisman Tertinggi Dalam Empat Tahun Terakhir Bali Post/edi

SYUKURAN - Suasana syukuran peringatan HUT ke-63 PIA Ardhya Garini.

PIA Ardhya Garini Lanud Ngurah Rai

Diharapkan Tingkatkan Kualitas Pengabdian Mangupura (Bali Post) Pada usia ke-63 tahun, PIA Ardhya Garini Cab. 5/D. II Lanud I Gusti Ngurah Rai diharapkan semakin mampu meningkatkan peran serta dan kualitas pengabdian sesuai tugas dan kewajibannya. Hal itu disampaikan Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai, Kolonel Pnb. Wibowo Cahyono Soekadi S.Sos., di sela-sela syukuran peringatan HUT ke-63 PIA Ardhya Garini, Selasa (3/12) lalu. Pada kesempatan tersebut, Danlanud juga berharap kepada seluruh anggota Pia Ardhya Garini untuk tetap memegang teguh jati dirinya sebagai organisasi sosial kemasyarakatan di masa mendatang. Caranya dengan kerja nyata disertai semangat kebersamaan, senasib

sepenanggungan, kepedulian sosial dan komunikasi yang baik dengan organisasi lainnya. Selain mengadakan acara syukuran, PIA Ardhya Garini Cab. 5/D. II Lanud I Gusti Ngurah Rai juga telah mengadakan berbagai kegiatan, di antaranya bakti sosial di Pantai Kelan, anjangsana ke panti asuhan Adzkiyah Al-Khair, silaturahmi ke Warakawuri, mengadakan lomba voli, donor darah dan ziarah. Peringatan HUT PIA Ardhya Garini tahun ini bertemakan kebersamaan dan kepedulian sosial sebagai kunci pengabdian Pia Ardhya Garini untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan seluruh keluarga besar TNI Angkatan Udara dan masyarakat. (kmb23)

Bali Post/edi

VAKSINASI - Vaksinasi dan sterilisasi anjing yang berkeliaran di kawasan Pantai Kuta belum lama ini. Anjing liar rentan terkena penyakit.

Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Oktober 2019 menempati posisi tertinggi jika dibandingkan dengan Oktober empat tahun belakangan. Pada Oktober 2019, jumlah kunjungan wisman sebanyak 568.067 orang. Sementara pada tahun 2018 sebanyak 517.889 orang, tahun 2017 sebanyak 465.085 orang, dan tahun 2016 sebanyak 432.215 orang. Kepala Bidang Tata Usaha Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Dewa Suambara membeberkan, jika dibandingkan dengan Oktober 2018, jumlah kunjungan Oktober 2019 meningkat 9,69 persen. Namun, dibandingkan dengan September 2019, kunjungan wisman turun 3,81 persen. ‘’Kunjungan wisman sebesar 568.067 orang ini berkontribusi 41,94 persen terhadap wisman secara nasional,’’ ujarnya, belum

lama ini. Kunjungan wisman tertinggi, Australia yaitu 21,02 persen dari total jumlah kunjungan wisman ke Bali. Peringkat kedua Tiongkok 15,46 persen, India 5,15 persen, Inggris 4,67 persen dan Prancis 4,18 persen. Tingkat kunjungan wisatawan Australia pada Oktober 2018 sebanyak 105,895 orang atau meningkat menjadi 119.382 orang. Sedangkan kunjungan wisatawan

Mangupura (Bali Post) Meskipun secara konstitusi dan undang-undang, pers telah diberikan jaminan perlindungan, namun realitanya kebebasan pers tidak serta merta berlangsung mulus. Kebebasan pers masih mengalami berbagai hambatan, bahkan tekanan. Oleh sebab itu, kebebasan pers perlu terus dikawal dan dijaga agar tidak bergerak mundur. Dalam konteks inilah pemantauan terhadap kondisi kebebasan atau kemerdekaan pers penting dilakukan. Demikian disampaikan Ketua Dewan Pers Prof. Mohammad Nuh dalam kegiatan Sosialisasi Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) tahun 2019 yang digelar di Hotel Santika, Nusa Dua, Rabu (4/12) kemarin. Mohammad Nuh mengatakan, pemantauan terhadap kebebasan pers dapat dilakukan melalui penyusunan IKP yang akan menjadi tolok ukur dalam melihat derajat kemerdekaan dalam kurun waktu tertentu. Dewan Pers telah melaksanakan survei IKP sejak tahun 2015 dengan cakupan wilayah sebanyak 24 provinsi. Tahun kedua cakupan survei diperluas menjadi 30 provinsi. Sejak tahun 2017 survei IKP mencakup seluruh provinsi di Indonesia. Hasil survei menunjukkan, IKP dari 34 provinsi di Indonesia pada tahun 2019 mencapai 73,71. Hal ini berarti mengalami peningkatan dibandingkan 2018 yang hanya

meraih 69,00. Dengan kategori ini IKP Indonesia telah mengalami lompatan dari kategori sedang atau agak bebas menjadi kategori baik atau cukup bebas. Pada indeks tahun ini, IKP lingkungan bidang hukum kembali paling rendah, sedangkan lingkungan fisik dan politik mengalami peningkatan tertinggi dibandingkan dua lingkungan lain. Dari segi cakupan wilayah, dari 34 provinsi sudah ada 29 provinsi yang masuk kategori cukup bebas dan hanya 5 provinsi yang masih dalam kategori agak bebas. Kelima provinsi tersebut adalah DI Yogyakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, Lampung dan Papua. Selain itu, pada IKP 2019 juga ditemukan ada 12 provinsi yang meningkat status dari agak bebas menjadi cukup bebas. Ke-12 provinsi tersebut adalah Riau, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat dan Papua Barat. Khusus di Bali, indeks kebebasan pers meningkat menjadi 77,37 dari 69,15 pada tahun 2018. Survei IKP ini ditujukan untuk melihat perkembangan kemerdekaan pers di masing-masing provinsi melalui tiga faktor utama yakni lingkungan fisik politik, lingkungan ekonomi dan lingkungan hukum. Penelitian IKP dilakukan terhadap para informan ahli untuk

Tiongkok Oktober 2018 sebanyak 118.130 turun menjadi 87.819 pada Oktober 2019. Menurut kawasan, kunjungan tertinggi selama Januari – Oktober 2019, yaitu Asia, selain ASEAN, 1,9 juta orang. Peringkat kedua diduduki Eropa sebanyak 1,2 juta orang, Oseania 1,1 juta orang, dan ASEAN 484 ribu orang. Meski kunjungan wisman Oktober 2019 menurun dibandingkan September 2019 (mtm), Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang tercatat 63,30 persen atau mengalami kenaikan 0,08 poin karena TPK bulan sebelumnya hanya 63,22 persen. Jika dibandingkan Oktober 2018, TPK hotel berbintang Oktober 2019 mengalami penu-

runan 4,76 poin karena TPK tahun lalu 68,06 persen. Padahal tingkat kunjungan secara yoy mengalami peningkatan. Kepala BPS Provinsi Bali Adi Nugroho menambahkan, secara yoy, TPK yang turun saat kunjungan naik (yoy) disebabkan belum pulihnya kunjungan wisatawan domestik. Sementara penurunan indikator secara mtm, adalah karena Bali sedang memasuki low season. ‘’Karena di satu sisi, kita melihat bahwa tingkat kunjungan wisman sudah pulih. Saya menggunakan kata pulih, merujuk pada situasi awal tahun 2019 yang tidak menggembirakan sampai dengan bulan Mei,’’ jelasnya. (kmb42)

Indeks Kebebasan Pers di Bali Meningkat

Bali Post/win

IKP - Ketua Dewan Pers Mohammad Nuh saat memberikan paparan terkait sosialisasi IKP tahun 2019. menilai kemerdekaan pers di masingmasing provinsi, seperti akademisi, pejabat pemerintah, hakim, jaksa, kepolisian serta masyarakat sipil. Mereka diminta pendapatnya atas sejumlah indikator kemerdekaan pers di sepanjang tahun 2018 dalam konteks provinsi masing-masing. Hasil penelitian ini kemudian disajikan dalam bentuk analisis kuantitatif dan deskriptif. Hasil survei IKP diharapkan menjadi masukan bagi seluruh stakeholder, baik dari Dewan Pers, perusahaan pers, wartawan, pemerintah, kalangan akademis maupun penegak hukum, untuk dapat memberikan kontribusi dalam mendorong dan

menjamin pelaksanaan kemerdekaan pers di masing-masing provinsi. ‘’Dari hasil survei IKP tahun 2019 ini diperoleh tiga isu utama yaitu independensi dari kelompok kepentingan yang kuat, kesejahteraan karyawan pers, dan kesetaraan akses bagi kelompok rentan. Kompetensi wartawan juga harus terus ditingkatkan atau di-upgrade,’’ tegas Mohammad Nuh. Terkait maraknya berita bohong (hoax) yang menyebar dengan cepat di era digital, Mohammad Nuh mengimbau agar wartawan memiliki kemampuan sensor dari dalam diri sehingga bisa memilah mana berita fakta dan berita hoax. (win)

DLHK Badung Dapat Dukungan Penuh Wujudkan Benoa Recycle Park PASCAKISRUH masalah pengelolaan sampah, angin segar mulai berembus untuk warga Badung, terutama di Kuta Selatan. Pasalnya, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan kini dipastikan akan memiliki lahan seluas satu hektar yang akan dimanfaatkan sebagai tempat pengolahan sampah reduce reuse dan recycle (TPS 3R). Hal ini merupakan kesepakatan antara desa adat yakni Bualu dan Kampial. Keputusan tersebut disepakati pada pertemuan yang digelar di Kantor Lurah Benoa, Rabu (4/12) kemarin. Hadir pada pertemuan tersebut, Lurah Benoa, perwakilan Camat Kuta Selatan, anggota DPRD Badung asal Kampial dan Bualu yakni I Wayan Loka Astika, S.H. dan Drs. I Made Retha, S.H., M.AP. Turut hadir Bendesa Adat Bualu, perwakilan Bendesa Adat Kampial, Managing Director The Nusa Dua

I Gusti Ngurah Ardita, Ketua LPM Benoa I Wayan Ambara Putra, S.T., kaling dan komponen usaha. Keputusan ini tentu memberikan dukungan untuk Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung untuk bisa menyelesaikan permasalahan yang selama ini menerpa Badung. Menurut Kepala DLHK Badung, Putu Eka Merthawan, tanah seluas satu hektar tersebut merupakan tanah pelaba Pura Dalem Penataran Desa Adat Bualu dan Desa Adat Kampial. Rencananya, lahan ini akan dipakai untuk pembangunan TPS 3R berbasis ramah lingkungan tingkat kelurahan melalui dana pendampingan APBD tahun 2020. ‘’Desa Adat Bualu dan Kampial melalui BUPDA akan menggunakan lahan tersebut hanya untuk pengelolaan sampah bukan untuk yang lain. Ini diharapkan dapat mengatasi

masalah pengelolaan sampah di Kelurahan Benoa,’’ katanya. Rencananya, pembangunan TPS 3R dimulai tahun 2020 melalui dana pendampingan yang akan dilaksanakan oleh DLHK Badung dengan prosedur resmi. Sedangkan tahun 2021 semua diharapkan siap dioperasikan. Untuk pengolahan sampah di Badung terutama di desa/kelurahan sepakat akan menggunakan istilah recycle park. Sedangkan khusus di Kelurahan Benoa akan memakai nama Benoa Recycle Park (BRP) yang mewilayahi Bualu, Kampial dan Peminge. ‘’Ini langkah nyata yang kami lakukan. Ini langkah yang bukan populis, apalagi lips service,’’ tegasnya. Pembangunan TPS 3R, lanjut Eka Merthawan, diperkirakan menghabiskan dana sebesar Rp 2,5 miliar. Dengan perkiraan akan ada sebanyak dua mesin yang

satu di antaranya menjadi cadangan. Cadangan diperlukan mengingat mesin pengolahan sampah rentan rusak akibat penggunaan amoniak yang tinggi dalam mengolah sampah. Sementara untuk teknologinya akan menggunakan non-incenerator yang menggunakan listrik bukan diesel, supaya lebih soft dan ramah lingkungan. Hasil pengolahannya akan berupa kompos. Mesin tersebut mampu mengolah sampah maksimal, efisien, mudah dioperasikan dan mudah perawatan. Meski demikian, pihaknya mengaku bukan berarti alergi dengan alat yang canggih. ‘’Teknologinya kita ambil yang sederhana, supaya mudah pemeliharaannya. Saya tidak mau menggunakan teknologi yang tersohor namun akhirnya tekor,’’ katanya. Dari kajian, diperkirakan maksimal 15 hingga 20 pe-

PERTEMUAN - Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan (tengah) berfoto bersama usai pertemuan membahas rencana pembangunan Benoa Recycle Park, Rabu (4/12) kemarin. kerja yang akan dikerahkan pihak kelurahan untuk bekerja di sana. Namun kawalan ketat akan dilakukan oleh DLHK. Oleh karena

itu, lurah wajib menandatangani pakta integritas bahwa proyek ini tidak boleh gagal, bermanfaat serta berkelanjutan. ‘’Ini kata kuncinya

tiga, tidak boleh gagal, bermanfaat dan berkelanjutan. Itu nanti yang akan ditandatangani oleh lurah,’’ tegasnya. (kmb23)


Kamis Wage, 5 Desember 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Itekes Bali Kumpulkan Siswa SMA-SMK

Beri Ceramah Manajemen Stres dan Sosialisasikan Prodi INSTITUT Teknologi dan Kesehatan (Itekes) Bali kini memiliki program Itekes Goes to Daerah. Program ini diawali di Kabupaten Badung, Rabu (4/12) kemarin, dan akan berlanjut ke semua daerah di Bali. Program ini diisi dengan ceramah manajemen stres bagi remaja, sekaligus sosialisasi tentang program studi dan keberadaan Itekes Bali. Ketua YP2LPK Bali Drs. Ida Bagus Arka bersama Rektor Itekes Bali I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kep., M.Ng., Ph.D. menyambut 500 anak-anak SMA-SMK dengan penuh senyum dan kekeluargaan dipusatkan di Kerta Gosana Puspem Badung. Ida Bagus Arka mengungkapkan program ini sengaja menyasar anak-anak SMA dan SMK yang sering galau dan stres dengan berbagai problema. Generasi milenial Bali ini, katanya, harus diselamatkan agar tak cepat berputus asa, apalagi mengambil tindakan negatif merusak diri dan masa depannya. Anakanak SMA/SMK, katanya, sering stres ketika mempersiapkan diri menghadapi ulangan umum, ujian nasional dan ujian sekolah. Apalagi saat ini di tengah kebingungan pemerintah, apakah UN akan jalan atau tidak. Belum lagi mereka dijejali dengan tugas-tugas lainnya, termasuk masalah pribadi. Makanya para siswa ini diberikan bekal manajemen stres agar mampu mengelola stres dengan baik. ‘’Kami Itekes Bali sangat peduli dengan generasi milenial Bali agar kelak menjadi pemilik masa depan terbaik bagi dirinya, keluarga serta bangsa,’’ tegasnya seraya mengatakan remaja Bali juga memerlukan infomasi studi lanjut secara benar. Rektor Darma Suyasa mengungkapkan, program ini akan

SISWA - Ketua YP2LPK Bali Ida Bagus Arka dan Rektor Itekes Bali I Gede Putu Darma Suyasa bersama siswa peserta sosialisasi manajemen stres dan prodi Itekes Bali. dilanjutkan ke semua kabupaten di Bali dengan materi yang sama. Usai Badung akan disasar anak SMA-SMK di Karagasem, Buleleng, Jembrana, Klungkung dan Tabanan. Dia sengaja menyelipkan ceramah dengan sosialisasi agar Itekes Bali yang sudah dikenal masyarakat lebih dikenal lagi oleh anak-anak SMA dan SMK sebagai lembaga pusat inovasi bidang teknologi dan kesehatan. Mereka ini adalah kader bangsa yang mesti mendapat pelayanan pendidikan terbaik dan berkualitas. Lembaga berkualitas yang dimaksud adalah Itekes Bali yang namanya sudah akrab di Indonesia dan Asia. Saat itu, Darma Suyasa memaparkan 10 Program Studi (Prodi) Itekes Bali yang bisa dipilih lulusan SMA dan SMK. Di antaranya S-1 Keperawatan, S-1 Kebidanan, S-1 Farmasi Klinik dan Komunitas, S-1 Sarjana Teknologi Pangan, S-1 Terapan Keperawatan Anestesiologi, D-3 Keperawatan, D-3 Kebidanan, Pendidikan Profesi Ners, Pendidikan Profesi Bidan dan

bagi lulusan S-1 disiapkan Magister Keperawatan. Kampus ini dikenal dikejar calon mahasiswa baru. Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (Sipenmaru) 2020/2021 sudah dimulai dengan pendaftaran calon mahasiswa baru jalur PMDK, dimulai 3 Desember 2019 - 30 Mei 2020. Sedangkan jalur reguler dan program B dijadwalkan dibuka 1 Juni - 14 Agustus 2020. Untuk itu, Rektor Itekes Bali Darma Suyasa menekankan peluang terbaik kuliah di Itekes Bali harus dimanfaatkan masyarakat Bali. Apalagi lulusan Itekes Bali dikenal banyak diterima di Jepang, AS dan Australia. Kampus ini dikenal banyak memiliki pogram pertukaran mahasiswa dan dosen di Asia. Pembicara Ners Nuartini, S.Kep. menjelaskan stres bisa dialami oleh siapa saja, apalagi bagi remaja. Kata kunci untuk terhindar dari dampak negatif stres adalah selalu membuka diri dan menjalin komunikasi jika menghadapi masalah, baik kepada guru, teman dan orangtua sendiri. (ad108)

Kunjungan BURT DPR-RI ke RS BaliMed Harus Miliki ’’Database’’ Lengkap

DALAM rangka mengetahui layanan RS provider yang bekerja sama dengan PT Jasindo terkait dengan pelayanan Jaminan Kesehatan Utama (Jamkestama), Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR-RI mengadakan kunjungan ke RS BaliMed, Rabu (4/12) kemarin. Ketua Tim Kunjungan Kerja BURT DPR-RI yang juga Wakil Ketua BURT DPR-RI Hj. Novita Wijayanti mengatakan, adapun kunjungan kerja ini dilakukan mengingat tugas konstitusi yang diemban anggota DPR-RI sangatlah berat. Karena amanat konstitusi, tak jarang wakil rakyat diharuskan bekerja selama 24 jam tanpa istirahat. Untuk itu, pelayanan Jamkestama terhadap anggota DPRRI dari rumah sakit provider harus benar-benar maksimal, layanan cepat dan juga tepat. Selain pelayanan yang maksimal, politisi Fraksi Gerindra ini juga menyarankan agar RS provider memiliki database dari anggota DPR-RI beserta keluarganya, sehingga meminimalisir kesalahan penanganan pertama terhadap pasien Jamkestama serta mempercepat pelayanan. Ia melanjutkan, BURT DPR-RI memiliki tugas untuk memastikan kesiapan rumah sakit yang bekerja sama dengan Jasindo. ‘’Tugas BURT DPR-RI bertugas untuk melakukan monitoring RS yang menjamin kesehatan para anggota dewan maupun pejabat beserta keluarganya,’’ ujarnya. Ia menerangkan, saat ini ada sebanyak 575 anggota dewan dan ia berharap agar layanan di RS BaliMed melengkapi database sehingga bisa memberikan layanan secara cepat. ‘’Kadang ada kasus anggota dewan atau keluarganya lupa membawa kartu. Saat hendak mengakses layanan tidak diterima. Jadi diharapkan database ini

dilengkapi sehingga saat terjadi kelupaan bawa kartu, tetap bisa dilayani,’’ harap Wijayanti. Kunjungan yang rutin dilakukan BURT DPR-RI, lanjut Wijayanti, berjalan dua arah. Selain mengecek kesiapan rumah sakit yang bekerja sama dengan Jasindo juga mengecek kelancaran pembayaran dari Jasindo ke rumah sakit yang bersangkutan. Menjawab pertanyaan dari BURT DPR-RI, Direktur RS BaliMed dr. I Putu Oka Dharmawan, MARS. Mengatakan, untuk database nama-nama anggota DPR-RI beserta keluarga, pihak rumah sakit sudah berkoordinasi dengan pihak Jasindo. ‘’Database sudah ada dan lengkap,’’ ujarnya. Mengenai layanan yang cepat, tepat dan aman, RS BaliMed sudah memiliki pendaftaran online. Untuk anggota dewan dan keluarganya memiliki akses khusus di mana akan dibantu pendaftarannya. Oka melanjutkan, RS Bal-

iMed adalah RS tipe C, di mana layanan unggulannya adalah di bidang kataresasi jantung dan otak. Juga dilengkapi dengan layanan Ambulance Advance. Sementara di layanan penunjang dilengkapi dengan Radiologi dan CT-Scan 64 slice yang bisa mendeteksi kelainan otak, jantung dan saluran cerna. ‘’Untuk Cath Lab mampu membantu kelainan jantung anak, jantung dewasa, dan otak salah satunya DSA,’’ jelas Oka. Layanan lain yang dimiliki RS BaliMed adalah layanan cuci darah/hemodialisis dengan dilengkapi 18 mesin cuci darah, endoskopi paru dan saluran cerna, ESWL untuk batu ginjal, serta laser katarak dan retina. Untuk kamar sendiri, RS BaliMed memiliki 106 bed kelas III, II, I, VIP dan Executive dan Suite. ‘’Untuk anggota dewan dan pejabat negara kita siapkan di suite di mana tersedia sebanyak empat kamar,’’ tutur Oka. (ad106)

KUNJUNGAN - Kunjungan BURT DPR-RI ke RS BaliMed, Rabu (4/12) kemarin.

Tycoon Dr. BK Modi Sebut Pidato Senator AWK dengan ’’Electrifying Speech’’

Berkat Dorongan Wedakarna, Triliuner Asal India Pindahkan Sebagian Kantor dan Unit Usaha ke Pulau Bali

SENATOR termuda DPD-RI asal Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III membuktikan dirinya sebagai diplomat ulung dalam hal mendulang investasi untuk kepentingan Bali. Hal ini terungkap dalam acara internasional yang bertajuk ‘’Bali Youth Conference’’ di Grand Bali Beach Hotel Sanur yang menghadirkan speaker internasional yang juga seorang triliuner asal India yakni Dr. BK Modi. Tampak juga hadir Senator Made Mangku Pastika (President World Hindu Parishad), Dato Pardip (World Hindu from Malaysia), Anand Krishna, ratusan tokoh muda dan pengusaha muda Hindu dari sejumlah wilayah di Indonesia. Kepada audiense, Dr. BK Modi menyampaikan kedatangannya di Bali saat ini adalah berkat undangan dari Senator Arya Wedakarna (AWK). Ia menerangkan bahwa ia diminta AWK membantu ekonomi Bali, khususnya di bidang pariwisata. ‘‘Bali harus lebih banyak memiliki pemimpin muda seperti Arya Wedakarna Ji karena Bali tidak ada duanya di dunia. Saya melihat Arya Ji sebagai pemimpin Hindu yang berani, visioner dan sangat bangga dengan agama Hindu. Ini yang menjadikan saya sangat mendengar nasihat-nasihatnya. Saya diminta untuk membantu agar Bali lebih berkembang di bidang ekonomi. Saya sambut semua tawaran tadi dengan suatu niat ikhlas untuk membantu Bali. Dan jalan utama untuk mencapai hal itu adalah dengan ekonomi yang dilandasi Jnana dan Dharma,’’ kata Dr. BK Modi, pebisnis asal India yang kini berbasis di Singapura ini. Hal senada juga diungkapkan Vany Shastri yang merupakan wakil dari Royal Bali Network International. Ia menyatakan berkat lobi dari Arya Wedakarna, maka Dr. BK Modi akan memindahkan sejumlah kantor dan unit usahanya yang terletak di seluruh penjuru dunia ke Bali. ‘’Dr. BK Modi sangat percaya dengan Arya Wedakarna. Tadi saja saat Senator Arya Ji menyerahkan Tongkat Dwi Ananta Majapahit, langsung saja dia menunjuk dua

SATYAGRAHA – Senator DPD-RI Arya Wedakarna saat berbicara di hadapan salah seorang terkaya di India saat memotivasi anak muda Hindu di Sanur. orang menjadi deputi untuk kerajaan bisnisnya di Bali. Besok, atas arahan AWK, perusahaan ini akan membebaskan 14.000 meter persegi tanah di wilayah Kuta dan Dr. Modi sudah berjanji akan membuat suatu pusat ekonomi Satyagraha di sana. Ke depan banyak kerja sama yang akan dilahirkan karena arahan dan nasihat dari Arya Wedakarna. Sangat luar biasa,’’ ungkap Vany Shastry, salah seorang pendiri dari Balinese India Friendship Association (BIFA) ini. Usai acara konferensi di Bali Beach, Senator AWK dan Dr. BK Modi melakukan pembicaraan secara terbatas, terkait dengan rencana investasi sejumlah pengusaha Hindu dari USA, India, UK, Kashmir, Singapura, Malaysia yang akan membantu ekonomi, khususnya umat Hindu di Bali. Rencana seluruh program ekonomi akan dieksekusi pada tahun 2020. ‘’Kita

berdoa saja agar seluruh cita-cita besar dari Arya Wedakarna dengan gagasan Satyagraha-nya menjadi lebih nyata dengan kerja sama korporasi ini. Kita berharap agar Bali berdaulat di bidang ekonomi ini. Dan kami tetap meminta agar Dr. Arya Wedakarna terus menjadi penasihat di program kami ini,’’ ucap Mr. Maneesh (pengusaha telekomunikasi) asal Singapura ini. Sejumlah megaproyek rencananya akan didirikan di Bali yakni Wellness Center, perusahaan telekomunikasi, perusahaan energi, proyek farmasi serta kegiatan sosial di bidang pendidikan dan kesehatan serta pendirian pura Hindu internasional yakni Siwa Sakti Mandir. Sebelumnya, Dr. BK Modi menemui AWK di Istana Mancawarna Tampaksiring dan selanjutnya rombongan delegasi ekonomi ini akan bertemu Gubernur Bali di Jayasabha, Depasar. (ad114)

Tingkatkan Wawasan dan Motivasi Mahasiswa

PNB Hadirkan Alumni, Beri Kuliah Tamu POLITEKNIK Negeri Bali (PNB), Rabu (4/12) kemarin menyelenggarakan kuliah tamu dengan menghadirkan narasumber dari alumni PNB angkatan ke-2 yang telah sukses berkarier dalam dunia bisnis dan industri pariwisata. Pelaksanaan kuliah tamu ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan motivasi mahasiswa agar siap memenangkan persaingan di dunia kerja. Pembicara yang dimaksud yakni Sang Putu Eka Pertama, S.E.Ak., M.M., CA., yang saat ini sukses berkarier dalam dunia bisnis dan pariwisata dengan menduduki sejumlah jabatan. Seperti General Manager The One Legian, Advisor Hotel Villa Lumbung, Owner Representative PT Legian Paradise, Owner Representative PT Lumbung Mas Sentosa, Elected President Rotary Club Bali Denpasar dan peraih penghargaan Bali Top Hospitality Leader 2019 dari BTA Awards. Kegiatan kuliah tamu yang digelar di Gedung Widyaguna kampus setempat, dibuka secara resmi oleh Wakil Direktur (Wadir) I PNB A.A. Ngurah Bagus Mulawarman, S.T., M.T. Kegiatan ini diikuti 100 orang mahasiswa dari tiga jurusan, yakni Jurusan Akuntansi, Pariwisata dan Administrasi Niaga. Menurut Bagus Mulawarman, kegiatan kuliah tamu ini merupakan salah satu bagian dari bentuk kerja sama triple helix. Yaitu kerja sama akademisi dengan dunia industri dan pemerintahan. Ditambahkannya, dalam penyusunan

kurikulum, pihaknya juga meminta masukan dari pihak industri, sehingga bisa menyusun kurikulum dan meningkatkan sarana dan prasarana dalam rangka mendukung kegiatan perkuliahan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Sementara narasumber yang juga alumni angkatan ke-2 PNB, Sang Putu Eka Pertama, pada kesempatan tersebut membawakan materi berjudul ‘’Peningkatan Peran Industri dalam Pendidikan di PNB untuk SDM Unggul 4.0’’. Menurutnya, dalam dunia kerja, kunci utama untuk meraih kesuksesan adalah disiplin. Hal ini, katanya, sudah diperolehnya sejak menempuh kuliah di PNB, sekitar periode tahun 1988-1991. Melalui kuliah tamu ini, pihaknya mengajak para maha-

siswa untuk tetap mengedepankan disiplin dan kerja keras. Dengan disiplin dan kerja keras, maka akan menjadi manusia tangguh. Sehingga kesulitan apa pun yang dihadapi, tentu akan bisa dipecahkan dengan solusi maksimal. Selain itu, di era revolusi industri 4.0 sekarang ini, generasi muda juga harus membekali diri dengan kemampuan hard skill dan soft skill serta tetap meng-update ilmu pengetahuan. ‘’Jangan berhenti belajar, karena teknologi akan terus berkembang,’’ pungkasnya. Dalam kesempatan tersebut, juga dilaksanakan penandatanganan MoU antara PNB dengan The One Legian, baik dalam kaitan penempatan mahasiswa magang maupun untuk perekrutan pegawai. (ad113)

Wakil Direktur (Wadir) I PNB A.A. Ngurah Bagus Mulawarman, S.T., M.T. (dua kanan) bersama General Manager The One Legian Sang Putu Eka Pertama, S.E.Ak., M.M., CA. saat penandatanganan MoU antara PNB dan The One Legian di sela kegiatan kuliah tamu, Rabu (4/12) kemarin.

Pengaruh ’’Stunting’’ terhadap Tumbuh Kembang Anak STUNTING merupakan suatu kondisi di mana balita memiliki panjang atau tinggi badan kurang, jika dibandingkan dengan umur atau dengan kata lain, panjang atau tinggi badan berada di bawah standar. Kondisi ini diukur dengan kurva pertumbuhan dari World Health Organization (WHO). Anak stunting memiliki skor panjang atau tinggi badan menurut umur di bawah minus dua standar deviasi. Tahun 2017, terdapat 22,2 persen atau sekitar 150,8 juta balita di dunia mengalami stunting. Namun angka ini sudah mengalami penurunan bila dibandingkan dengan 32,6 persen di tahun 2000. Jumlah balita stunting di dunia terdiri atas 55 persen berasal dari Asia, sedangkan 39 persen berasal dari Afrika. Indonesia menduduki peringkat ketiga untuk jumlah balita stunting di regional Asia Tenggara. Berdasarkan hasil Riset Dasar Kesehatan (Riskesdas) tahun 2018, jumlah balita stunting di Indonesia mencapai 30,8 persen. Stunting disebabkan oleh asupan nutrisi yang tidak optimal dan kebutuhan nutrisi yang meningkat akibat suatu penyakit. Bila kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi, dapat memberikan efek kekurangan gizi jangka panjang atau malnutrisi kronis sehingga mengganggu pertumbuhan anak. Malnutrisi kronis disebabkan banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, kurangnya pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi saat hamil, pemberian ASI dan MPASI yang kurang optimal serta sanitasi lingkungan yang kurang bersih. Kondisi kurangnya asupan gizi pada anak bisa dimu-

lai sejak di dalam kandungan. Menurut WHO, sekitar 20 persen kejadian stunting sudah terjadi saat bayi masih di dalam kandungan. Kurangnya asupan gizi selama ibu hamil, menyebabkan nutrisi yang diterima janin menurun, sehingga pertumbuhan di dalam kandungan mulai terhambat. Sulitnya air bersih dan sanitasi yang buruk dapat memicu stunting pada anak. Hal ini memudahkan anak terkena infeksi seperti diare (gangguan pencernaan) yang dapat mengganggu proses penyerapan nutrisi. Beberapa penyakit infeksi yang diderita dapat menyebabkan berat badan bayi turun. Jika kondisi ini terjadi dalam waktu cukup lama dan tidak disertai dengan pemberian asupan yang cukup untuk proses penyembuhan maka dapat mengakibatkan stunting. Dampak yang ditimbulkan stunting pada anak dapat berupa terganggunya perkembangan otak, menurunnya kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik, dan gangguan metabolisme dalam tubuh. Bila tidak dilakukan penanggulangan segera, akan terjadi menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar anak di sekolah, menurunnya kekebalan tubuh sehingga mudah sakit dan risiko tinggi untuk munculnya penyakit diabetes, obesitas, penyakit jantung koroner dan disabilitas pada usia tua. Pencegahan dapat dilakukan dengan memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil dan anak, memperhatikan pola asuh anak, serta sanitasi dan akses air bersih. Pemberian gizi yang

optimal sangat penting dipenuhi pada anak sejak masih di dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Inisiasi menyusui dini (IMD) harus dilakukan segera setelah melahirkan dan berupaya agar bayi mendapatkan kolostrum air susu ibu (ASI). Pemberian ASI eksklusif hingga bayi berusia enam bulan setelah itu berikan makanan pendamping ASI (MPASI). Kualitas dan kuantitas MPASI yang baik merupakan hal penting dalam makanan karena mengandung sumber gizi makro dan mikro yang berperan dalam pertumbuhan. Pemberian makanan yang tinggi protein, kalsium, vitamin A, dan zinc dapat memacu tinggi badan anak. Pengetahuan ayah dan ibu mengenai pola asuh anak sangat penting dimulai dari edukasi tentang pola hidup sehat, kebutuhan nutrisi anak dan kesehatan reproduksi remaja sebagai cikal bakal keluarga. Pola hidup sehat perlu diterapkan sejak dini seperti cuci tangan menggunakan sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, berhenti buang air besar sembarangan, serta pengelolaan sampah dan limbah rumah tangga. Ayah dan ibu harus memantau tumbuh kembang anak, terutama tinggi dan berat badan anak. Hal ini dapat dilakukan dengan membawa anak ke posyandu atau pelayanan kesehatan terdekat secara rutin.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

l dr. Ni Made Praba Laras Kinasih, S.Ked.

t


Kamis Wage, 5 Desember 2019

Seminar D-4 Manajemen Pariwisata STPBI

Pengembangan Wisata Minat Khusus di Desa Julah

Bali Post/nik

DITERTIBKAN - Sejumlah petugas Satpol PP Gianyar saat menertibkan spanduk pendukung sepak bola.

Tak Berizin Satpol PP Tertibkan Spanduk Suporter Bola Gianyar (Bali Post) Petugas Satpol PP melakukan penertiban terhadap baliho dan spanduk di seputaran Kabupaten Gianyar. Spanduk yang ditertibkan itu dominan merupakan dukungan dari suporter bola. Pemasangan spanduk itu dipastikan sudah melanggar Perda No. 15 Tahun 2015 tentang Ketertiban Umum. Hal ini diungkapkan Kasat Pol PP Gianyar I Made Watha, Rabu (4/12) kemarin. Watha mengatakan, pihaknya secara rutin melakukan penertiban sejumlah pelanggaran di Kabupaten Gianyar. Salah satunya, petugas melakukan penertiban pemasangan baliho, spanduk yang tidak berizin. Spanduk dan baliho yang ditertibkan berada di seputaran Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh. ‘’Kemarin itu banyak spanduk dukungan dari suporter bola. Kita tertibkan sekarang,’’

DIPLOMA 4 (D-4) Manajemen Pariwisata 2016 Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) menggelar seminar hasil lapangan pariwisata 2019 di Auditorium STPBI, Rabu (4/12) kemarin. Seminar mengambil model pengembangan wisata minat khusus di Desa Julah, Tejakula, Buleleng. Hasil penelitian tersebut dipresentasikan I Putu Niko Setiawan, Putu Eni Oktaviani, dan I Kadek Andy Apriawan, dari Prodi D-4 MKP/7. Pada seminar ini hadir perwakilan dari Provinsi Bali, Kabupaten Buleleng, Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA. dan undangan lainnya. Menurut Ketua Prodi D-4 Managemen Pariwisata STPBI Komang Trisna Pratiwi Arcana, SSTPar., M.Par., M.Rech., dalam hal ini para mahasiswa melaporkan hasil pengumpulan data pelatihan

dan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan di Desa Julah sekitar 2,5 bulan. Selain seminar hasil, hari ini juga digelar eksebision dan makanan khas dari Buleleng. Desa Julah sendiri telah dicanangkan sebagai desa wisata, namun masyarakat desa sendiri belum memahami tentang konsep desa wisata. Untuk itulah, pihaknya berkomitmen untuk mengembangkan SDM-nya dengan memberikan beberapa pelatihan. Jadi untuk ke depannya masyarakat Desa Julah dapat lebih siap menerima wisatawan untuk datang ke desa. ‘’Jadi tentunya untuk membantu tingkat kunjungan wisatawan yang ada di Desa Julah,’’ papar Trisna. Ditambahkannya, Desa Julah sendiri memiliki keunikan tradisional Bali kuno. Seperti gaya arsitektur, tarian adat, properti upakara, adat dan tradisi yang sangat dijaga. Hal

senada juga disampaikan Ketua STPBI, Dr. I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA. Menurutnya penelitian merupakan salah satu tugas dari setiap prodi, khususnya di bidang kepariwisataan. Dengan tujuan, agar nantinya para mahasiswa mendapatkan pengalaman dalam mengembangkan destinasi pariwisata di daerah, khususnya di pedesaan. Sekarang ini pemerintah sedang giat-giatnya melakukan pengembangan pariwisata, khususnya pariwisata pedesaan. Hal itulah yang mendasari pihaknya mengarahkan mahasiswa untuk ke desa-desa melihat potensi pariwisata yang ada. Dari penelitian ini, Sudjana berharap para mahasiswa yang telah lulus nantinya memiliki pengalaman lapangan melihat dan mengembangkan potensi

SEMINAR - Ketua STPBI dan undangan lainnya foto bersama saat pembukaan seminar D-4 Manajemen Pariwisata STPBI, Rabu (4/12) kemarin. daerah/desa. Kemudian, diharapkan juga nantinya hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi desa yang diteliti, sehingga dapat melihat potensi dan kekurangan-kekurangan

yang dialami desa tersebut. ‘’Karena di dalam satu destinasi memiliki kompleksitas dan banyak komponen yang harus disiapkan agar bisa menerima tamu secara profesional,’’ terangnya. (ad)

katanya. Spanduk itu terpasang pada sejumlah sudut jalan menuju Stadion Kapten I Wayan Dipta. Spanduk itu pun mencantumkan berbagai tulisan seperti ‘’Juara’’ hingga ‘’You Are The Champion’’. Ia memastikan baliho dan spanduk itu diamankan petugas karena melanggar dan tidak memiliki izin. Puluhan reklame itu langsung diamankan ke kantor Satpol PP Gianyar. Selain spanduk dan baliho, pihaknya juga menertibkan pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di Jalan By-pass Prof. IB Mantra dan di depan Pasar Tampaksiring. Diakui mereka yang ditertibkan ini merupakan wajah lama yang masih membandel. Namun, para PKL ini masih tetap diberikan pembinaan, untuk tidak berjualan di tempat yang sudah dilarang. (kmb35)

Divonis Satu Bulan Warga Jerman Tak Ditahan

Gianyar (Bali Post) Celine Dalkarin (23), turis asal Jerman yang melakukan tindak pidana pencurian beberapa waktu lalu, Rabu (4/12) kemarin, menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Gianyar. Dalam sidang yang dipimpin hakim tunggal, Dori Melfin, terdakwa divonis satu bulan penjara. Anehnya, hakim memutuskan bahwa terdakwa tidak perlu ditahan. Menurut Humas PN Gianyar, Wawan Edy Prastiyo, terdakwa melanggar pasal 364 KUHP. Dalam sidang kemarin, ada lima poin yang mengadili terdakwa Celine. Pertama, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana pencurian ringan. Kedua, menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama satu bulan. Ketiga, memerintahkan pidana tersebut tidak perlu dijalani. ‘’Kecuali di kemudian hari ada putusan hakim yang menentukan lain disebabkan karena terpidana melakukan tindak pidana sebelum masa percobaan selama tiga bulan berakhir,’’ jelasnya. Kemudian poin keempat, barang bukti berupa motor, helm, tas kain dan paspor dikembalikan ke terdakwa.

Sedangkan barang bukti rekaman CCTV terkait pencurian, dikembalikan ke korban. Sementara poin terakhir, membebankan biaya perkara kepada terdakwa sebesar Rp 5.000. Lebih lanjut ditegaskan Wawan, sesuai bunyi amar putusan, terpidana Celine tidak ditahan. ‘’Tidak ada penahanan,’’ tegasnya. Perlu diketahui, penangkapan perempuan asal Jerman itu bermula pada Minggu (1/12). Kala itu, Celine masuk ke toko di Jalan Raya Campuhan, Desa Sayan, Kecamatan Ubud. Di toko tersebut, Celine diam-diam mencuri suplemen seharga Rp 1,4 juta. Barang curian itu lantas dimasukkan ke dalam tas krem yang dibawanya. Kemudian, tanpa membayar ke kasir, Celine nekat pergi dari toko. Tak berselang lama, pengelola toko yang mengetahui ada pencuri langsung melapor ke polisi. Berkat rekaman CCTV, petugas Polsek Ubud langsung meringkus Celine di vila tempatnya menginap. Celine ditangkap pada Senin (2/12). Tanpa perlawanan, Celine mengaku mencuri. Dia sempat digiring ke Mapolsek Ubud. Namun, sejak diamankan, Celine tidak ditahan polisi. (kmb35)

t

PENGAMANAN - Sejumlah petugas kepolisian bersenjata laras panjang saat melakukan pengamanan wilayah di Kuta.

Bali Post/dok

Amankan Nataru

Kapolresta Ancam Tembak Penjahat Jalanan Denpasar (Bali Post) -

Persiapan pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) telah dilakukan Polresta Denpasar. Sedangkan ulah pejahat jalanan akhir-akhir meresahkan karena menyasar warga negara asing. Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Ruddi Setiawan, pun mengancam akan menembak pejahat jalanan jika berani beraksi saat Nataru. Wakasatgas CTOC Polda Bali ini me-warning pelaku kejahatan jalanan untuk mengurungkan aksinya di Bali, khususnya di Denpasar. ‘’Kalau pelaku lari

akan dilumpuhkan dengan menembak kakinya. Tapi kalau sampai melawan akan ditembak mati,’’ tegasnya. Selain itu, mantan Kapolres Badung ini menyam-

paikan, Polresta bersama TNI dan stakeholder terkait melakukan pengamanan gabungan. Termasuk menyiapkan sejumlah pos pengamanan terpadu sela-

ma perayaan Nataru. ‘’Kita amankan seluruh gereja saat ibadah, tempat keramaian dan tempat ibadah lainnya. Juga melakukan patroli gabungan. Kami akan mengerahkan 1.609 personel,’’ ujarnya. Pos pengamanan terpadu akan dibuat di Ubung, Bandara Ngurah Rai, Kuta, dan Renon. Kapolresta juga mengatakan akan menger-

ahkan personel pakaian preman di tempat-tempat banyak wisatawan asingnya, juga anggota pakaian dinas. ‘’Kami mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan asing supaya hati-hati. Kalau naik kendaraan jangan main HP. Lebih baik berhenti dan nyari tempat aman kalau nelepon,’’ ucap Kombes Ruddi. (kmb36)

Pura Kebo Edan Ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya Gianyar (Bali Post) Pura Kebo Edan yang berlokasi di Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring telah ditetapkan sebagai cagar budaya pada November 2019 lalu. Usai penetapan itu, diharapkan ada bantuan perawatan dan penelitian lebih dalam terhadap peninggalan yang ada di pura tersebut. Pemangku Pura, Jero Mangku Ngakan Putu Duaja, Rabu (4/12) kemarin menuturkan pura dan situs di areal tersebut memiliki banyak manfaat. Mulai dari tempat edukasi, dalam hal ini belajar sejarah, agama, organisasi hingga belajar spiritual. “Makanya setelah ditetapkan, kami berharap agar lebih diperhatikan,” katanya. Disebutkan, di Pura Kebo Edan ini terdapat Arca Bhairawa Bima yang memiliki tinggi hingga 3,6 meter. Menurutnya arca tersebut

salah satu yang paling tinggi di Indonesia. Keyakinan terhadap arca tersebut juga beragam, mulai dari diyakini sebagai tempat mohon kesembuhan, mohon keturunan, hingga taksu. “Ada saja yang datang ke sini, biasanya saat malam melakukan persembahyangan,“ ucap pensiunan guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Ubud ini. Jero Mangku Ngakan Duaja juga mengaku, khusus untuk masyarakat lokal yang datang ke pura ini biasanya tidak bisa ditebak. Warga lokal yang datang itu, tidak menentu. Kadang saat hari suci atau rerahinan maupun hari biasa. Namun, paling sering datang saat malam, karena mereka rata-rata menghaturkan sebuah upakara berupa banten pejati, untuk nunas kesembuhan medis dan nonmedis. “Dulu sempat yang sakit,

perutnya membesar. Saat dapat jeda menunggu jadwal operasi diajak ke sini nunas tamba. Setelah itu keluar penyakitnya saat buang air besar, dan tidak jadi operasi,” ungkapnya. Disinggung sarana yang harus dibawa, ia mengaku cukup dengan satu tanding banten pejati saja. Begitu juga dengan harinya, tidak perlu menunggu hari yang ditentukan. Menurutnya semua hari baik. Selain itu juga waktu disesuaikan dengan sebisanya. “Tuhan itu Maha Tahu, kapan saja kita datang untuk kepentingan apa, pasti beliau sudah tahu,” bebernya. Terkait kunjungan wisata, kedatangaan wisatawan sempat ramai untuk melihat peninggalan arca di areal pura tersebut. Namun, dalam beberapa waktu terakhir kunjungan wisatawan mulai menurun. “Dulu sem-

pat turis ramai-ramai ke sini untuk melihat-lihat arca. Tetapi akhir-akhir ini mulai menurun, bahkan sehari kadang tidak ada sama sekali. Mungkin perlu promosi kembali. Harapan kami pemerintah desa bisa bersinergi dengan pemerintah daerah,” jelasnya. Perlu diketahui, Pura Kebo Edan ditetapkan sebagai situs cagar budaya pada Sabtu (30/11). Penetapan itu pun tertuang dalam surat keputusan Bupati Gianyar Nomor 1345/E-01/HK/2019 tentang penetapan Arca Bhairawa Pura Kebo Edan sebagai benda cagar budaya. Sedangkan tiga lainnya terdiri atas Nekara Pejeng Pura Penataran Sasih sebagai benda cagar budaya, Pura Pegulingan sebagai struktur cagar budaya, dan Pura Mengening sebagai struktur cagar budaya. (kmb35)

Bali Post/nik

ARCA - Jero Mangku Pura saat menunjukan arca di Pura Kebo Edan, Rabu (4/12) kemarin.


Kamis Wage, 5 Desember 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Menuju Sisdiknas yang Menghargai Potensi Individu NAH kan, selalu saja begitu. Ganti menteri, ganti kebijakan. Hal yang selalu terjadi di Kementerian Pendidikan Nasional. Ganti menteri ganti kebijakan. Seolah-olah memang mesti begitu. Memang sudah menjadi keharusan. Atau apalah namanya, faktanya memang begitu. Kalau ‘’umur’’ menterinya lima tahun, okelah, mungkin bisa dimengerti. Bagaimana kalau ‘’umur’’ jabatan itu hanya seumur jagung. Katakanlah setahun, misalnya. Presiden Joko Widodo punya kekuasaan, hak prerogatif. Pergantian menteri ada di tangannya. Bagaimana kalau menteri yang hanya menjabat setahun, dua tahun dan kemudian diganti? Bagaimana kemudian arah kebijakannya? Bagaimana kelanjutannya? Apakah sang menteri pengganti mau melanjutkan? Atau malahan kembali ke pola lama yakni buat kebijakan baru lagi. Lalu, bagaimana dengan sistem pendidikan nasional itu sendiri. Sasaran jangka pendek, menengah, dan jangka panjangnya? Bagaimana nasib anak didik? Ini yang terutama. Berbagai pertanyaan muncul manakala Menteri Pendidikan Nadiem Makarim memunculkan wacana penghapusan ujian nasional (UN). Pada saat awal-awal menjabat, mantan bos Gojek ini memang sempat mengusulkan wacana pemangkasan materi pelajaran, karena dinilai terlalu banyak dan membebani. Pada saat itu, tampaknya tidak banyak memantik kehebohan. Memang, kalau dinilai secara objektif, rasanya memang terlalu banyak. Banyak beban sehingga anak-anak cenderung menjadi seperti robot. Tampaknya pula ide sang Menteri diamini alias disetujui. Namun manakala kemudian dia mencuatkan ide penghapusan UN, nah ini banyak yang komentar. Banyak yang komentar atau sebaliknya? Entahlah, mungkin juga sebagian besar masyarakat sudah menduga. Pasti ada yang baru, pasti ada yang kontroversial dari menteri di bidang pendidikan ini. Kalau tidak, bukan menteri pendidikan namanya. Begitulah kira-kira. Oke, kalau UN dihapus, bagaimana tolok ukurnya? Bagaimana kemudian menentukan parameter bahwa pelajaran itu sudah dimengerti atau tidak? Bagaimana mengetahui kemampuan siswa? Bagaimana pula mengetahui kemampuan guru dalam menjalankan kewajibannya? Itu di antaranya. Lalu penggantinya seperti apa? Trial and error di bidang pendidikan selalu saja menimbulkan gejolak, menimbulkan sikap serta polemik berkepanjangan. Bukan apaapa, ini masalah yang sangat krusial. Masalah pendidikan anak bangsa sebagai generasi penerus. Sudah puluhan tahun, ternyata kita belum juga mempunyai formulasi yang pas dan jitu dalam sistem pendidikan nasional kita. Entah sampai kapan? Pertanyaan ini tentu sangatlah sulit kita jawab. Pemetaan pada dunia pendidikan dan pola pembelajaran yang cenderung sesuai selera menteri telah membuat sistem pendidikan negeri ini tak berwujud. Semua tentatif dan temporer. Kini ketika milenial menjadi rujukan mengelola lembaga pendidikan, kita juga belum paham betul ke mana arah dunia pendidikan anak-anak kita ke depan. Yang patut diharapkan dan dikondisikan saat ini adalah terbangunnya kesadaran baru dan kebersamaan untuk menuju sistem pendidikan nasional (sisdiknas) yang berpihak pada keragaman dan menghargai potensi individu.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Menjaga Bahasa Bali Perlu Dukungan Bersama Komitmen pelestarian bahasa Bali dan menjaga penuturnya untuk tetap setia menggunakan bahasa Bali, kini terus digaungkan Gubernur Bali Wayan Koster. Langkah ini saya sangat apresiasi dan saya pikir semua elemen perlu mendukungnya. Terlebih kini telah ditetapkan bulan berbahasa Bali termasuk hari berbahasa Bali setiap hari Kamis. Sekarang tinggal menjabarkan program ini secara lebih jelas dan menyiapkan ruang untuk itu. Pada tahun kedua pemerintahan Gubernur Bali Wayan Koster dan Cok Ace, saya harapkan pengembangan dan ruang pembelajaran bahasa Bali ditingkatkan. Jika memungkinkan lomba–lomba membaca dan menulis aksara Bali juga diperbanyak. Dengan cara ini, anakanak akan termotivasi untuk belajar bahasa Bali. Paling tidak, pada saat perayaan ulang tahun sekolah dan setelah tes sumatif, siswa bisa diajak untuk melakukan pengembangan diri belajar bahasa Bali. Selain itu, saya juga berharap para orangtua tetap memberikan pemahaman pada generasi muda Bali tetap belajar bahasa Bali, selain menguasai bahasa asing. Jika ini bisa dilakukan secara rutin dan melibatkan semua komponen, saya yakin terobosan Gubernur Bali Wayan akan efektif. Ni Wayan Purnami Gianyar, Bali

Menanti Reformasi Pendidikan Indonesia Euforia kehadiran para profesional muda menjadi anggota Kabinet Indonesia Maju dan staf khusus Presiden Joko Widodo terasa demikian kuat. Ekspektasi tinggi disematkan pada para profesional muda yang dipercaya Presiden Jokowi untuk memimpin kementerian dalam Kabinet Indonesia Maju dan teman diskusi Presiden tersebut. Jiwa muda dengan pengalaman profesional memadai, diharapkan dapat menciptakan angin baru di kementerian dan kabinet. Meski tetap saja ada pihak yang meragukan kemampuan mereka dalam mengatasi birokrat kementerian dengan tradisi birokrasi yang mengakar kuat.

Oleh Agung Kresna

S

ejuta harapan memang digantungkan pada anggota Kabinet Indonesia Maju dalam membuat terobosan kebijakan untuk menuju Indonesia Maju 2045. Sebagaimana visi dan misi Presiden dalam masa pemerintahan periode 2019-2024 adalah menitikberatkan pembangunan sumber daya manusia (SDM), maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang paling menjadi sorotan publik. Apalagi Presiden Joko Widodo memercayakan nakhoda kementerian ini pada Nadiem Anwar Makarim, sosok profesional muda yang sukses membangun bisnis startup bidang transportasi berkelas de cha corn. Ada harapan sekaligus keraguan dalam membenahi kementerian yang mengurusi pembangunan SDM melalui jalur pendidikan. Ada harapan menunggu konsep baru bidang pendidikan yang akan ditawarkan dan dijalankan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) yang baru. Namun juga ada keraguan apakah sang Menteri mampu melakukan pembenahan bidang pendidikan yang selama ini dikenal penuh administrasi birokrasi yang justru sering membelenggu para guru

dan siswa didik. Isi pidato Mendikbud pada peringatan Hari Guru 25 November 2019 yang beredar di media sosial sejak dua hari sebelum Hari Guru, telah menyiratkan angin pembaruan yang akan diterapkan Mendikbud. Sang Menteri mengajak para guru untuk berani mulai melakukan perubahan kecil di kelas tanpa menunggu perintah. ‘’Jika setiap guru melakukannya secara serentak, kapal besar bernama Indonesia ini pasti akan bergerak’’. Selama ini sosok Nadiem dikenal sukses memanfaatkan teknologi digital sebagai aplikasi dalam menjalankan bisnis transportasinya. Melalui berbagai inovasi teknologi yang dikembangkannya telah membuat bisnisnya terus berkembang, hingga merambah digitalisasi bisnis finansial sekaligus sebagai pendukung core bisnis transportasinya. Digitalisasi pendidikan kemudian menjadi harapan baru yang akan dikembangkan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai sarana untuk mengatasi administrasi birokrasi pendidikan. Utamanya hal ini guna menyelesaikan administrasi birokrasi yang melibatkan guru dan siswa didiknya, sebagai hal yang ser-

info singaraja fm radio_singaraja_92.0_fm

081933004217

Sampah Masih Jadi Polemik di Masyarakat Persoalan sampah masih menjadi polemik di masyarakat. Berbagai solusi ditawarkan oleh banyak pihak untuk menyelesaikan masalah ini. Namun, belum ada solusi yang benar-benar menyelesaikan masalah sampah dari hulu ke hilir hingga tuntas. Kondisi inilah yang menjadi sorotan pendengar setia Singaraja FM. Selain itu, maraknya situs porno juga menjadi perhatian. Berikut rangkumannya. Gung De di Jalan Ngurah Rai dan Gung Surya di Lovina sama-sama menyoroti polemik sampah. Menurut mereka, persoalan sampah ini tidak akan selesai jika hanya diserahkan ke satu pihak, misalnya pemerintah. Warga masyarakat harus ikut berperan serta dalam memerangi sampah, misalnya dengan cara membuang sampah pada tempatnya atau memilah sampah mulai di tingkat rumah tangga. Selain itu, ada juga bank sampah yang siap menampung sampah-sampah rumah tangga. Selain itu, mereka juga setuju jika mereka yang membuang sampah sembarangan dikenai sanksi tipiring sesuai dengan perda yang ada. Hal ini akan memberikan efek jera bagi mereka yang melanggar. Mereka berharap penegakan hukum ini berlangsung dengan

rutin dan tegas. Papa Dimas di Pancoran, P anj i m enegaskan kepada pihak Kominfo agar bisa memblokir situs porno dari medsos. Hal ini perlu dilakukan guna menghindari perbuatan kriminal seperti pelecehan seksual terhadap orang lain. Selain itu, dia juga berharap pelaku pembunuhan yang sadis agar dijerat dengan ketentuan hukum yang lebih berat seperti hukuman mati. Sementara itu, Dereksen di Jalan Teratai berharap pemerintah bersikap terhadap pihak-pihak yang menyamakan Pancasila dengan ideologi yang dianutnya. Menurutnya, jangan menyamakan Pancasila dengan Pancasila yang mereka katakan. ‘’Pancasila adalah idelogi dasar yang dianut oleh negara kita,’’ ujarnya. (kmb)

ing dianggap menghambat guru dalam mendidik siswa selama proses pendidikan dan pengajaran di kelas. Reformasi Paradigma Namun perlu diingat bahwa hal paling progresif dan revolusioner yang dilakukan Nadiem dalam membangun bisnis tansportasinya, tidak semata pada kesuksesan basis aplikasi digitalnya. Namun justru ada dobrakan mindset/paradigma bisnis dari yang sudah ada selama ini. Nadiem sukses membangun bisnis transportasi tanpa perlu memiliki aset kendaraan. Sesuatu yang barangkali tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Pola pikir seperti itulah yang mestinya diterapkan pada dunia pendidikan di Indonesia. Kita tidak boleh terjebak pada wacana digitalisasi semata dalam dunia pendidikan. Reformasi dunia pendidikan Indonesia harus dilakukan dengan cara mengubah paradigma pendidikan itu sendiri. Pendidikan harus didudukkan kembali pada marwahnya. Wacana tentang penghapusan Ujian Nasional yang kembali digulirkan, barangkali bisa kita jadikan pintu masuk dalam memaknai

kembali marwah pendidikan. Pendidikan sudah seharusnya merupakan upaya menggali potensi yang dimiliki setiap siswa didik. Pendidikan tidak boleh hanya menjadi sarana memberikan kemampuan intelektual yang seragam kepada setiap siswa didiknya semata. Pada era tahun 90-an ketika komputer menjadi teknologi baru yang mendunia, setiap sekolah berlomba menyiapkan laboratorium komputer. Sekolah yang memiliki ruang komputer dianggap sebagai sekolah yang modern, unggul, dan bertaraf internasional. Tentu saja ini merupakan paradigma yang salah dalam pelaksanaan pendidikan. Taraf internasional mestinya diukur dari pola pikir/ mindset guru dan siswa didik, bukan ketersediaan prasarana teknologi. Proses pendidikan sudah seharusnya mampu menumbuhkan perubahan pola pikir dan pola tindak pada siswa didiknya, bukan sekadar menjadikan siswa didik pintar secara intelektual semata. Reformasi pendidikan Indonesia harus dilakukan secara komprehensif dan berkesinambungan. Ada beberapa catatan terkait hal ini. Pertama, masalah pendidikan adalah upaya mencerahkan siswa didik. Selama ini proses pendidikan Indonesia sejak pendidikan dasar hingga tingkat pendidikan tinggi, masih cenderung sebatas upaya menghafal informasi. Semua masih berkutat di wilayah pengajaran, belum optimal dalam wilayah pendidikan. Pendidikan harus menghasilkan siswa yang merdeka dalam berpikir. Kedua, reformasi pendidikan Indonesia harus dilakukan melalui optimalisasi teknologi sesuai perkembangan revolusi industri 4.0. Hal ini mengin-

Warung Global

Membumikan Pancasila bagi Anak Muda Pancasila merupakan sebuah landasan dasar ideologi bangsa yang harus dipahami, sehingga dapat membentuk jati diri Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Namun di era milenial, nilai-nilai luhur Pancasila sudah tidak lagi terjaga dengan baik. Pada kenyataannya, banyak generasi milenial atau biasa disebut kids zaman now suka menerabas nilai luhur dari Pancasila itu sendiri, sehingga Pancasila pun sudah tidak memiliki makna sesungguhnya. Ada cara jitu dalam mengatasi anak zaman sekarang yang kerap kali menyampingkan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, misalnya bagaimana kita menanamkan pemahaman nilai Pancasila yang cocok, bagaimana kita menggunakan media agar mereka akrab dengan Pancasila terutama media sosial dan komputer grafik untuk menyebarkan nilai Pancasila. Bukan hanya generasi muda yang diingatkan soal pemahaman dan pengamalan Pancasila, generasi tua juga harus diberikan pemahaman. Demikian beberapa pendapat yang disampaikan Kawan Global dalam acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM. Bagi Sridham di Mengwi, Pancasila adalah kitab suci jadi kita harus rajin memahami serta mengamalkannya. Pada masa pemerintahan presiden sebelum Pak Jokowi sudah ada diajarkan soal pemahaman dan pengamalan terhadap Pancasila yang tertuang dalam kegiatan penataran P4. Pancasila bukan untuk dihafal saja, tetapi diamalkan juga, demikian Ketut Mursi di Denpasar. Ia menambahkan, bukan hanya dibumikan tetapi diaplikasikan juga. Selain itu, ia menyarankan agar Pendidikan Moral Pancasila dimasukkan kembali dalam kurikulum pendidikan. Sementara Wayan Wisarja di Tabanan turut menambahkan, bukan untuk generasi muda saja Pancasila dibumikan, tetapi

generasi tua juga perlu diberikan seminar atau ceramah soal pemahaman Pancasila itu. Menurut Nyoman Mastra di Gianyar, jika ingin membumikan Pancasila, harus dibedah dulu untuk mendapatkan intinya. Fera di Tabanan menyarankan agar Pendidikan Moral Pancasila diberikan di tingkat TK. Sementara Febri di Denpasar juga berharap Penataran P4 dihidupkan kembali. Pancasila jangan hanya dibaca. Angga di Tabanan menilai bahwa Pancasila sudah membumi. Jangan dihanguskan karena tujuan politis dan tujuan mayoritas. Ia juga menyampaikan bahwa kesadaran universial adalah Pancasila. Jadi hal ini harus diterapkan pada lini pendidikan formal. (sikha p)

gat bahwa kemajuan teknologi adalah sebuah keniscayaan. Sehingga teknologi digital yang terus berkembang harus dimanfaatkan secara optimal sesuai konteks pendidikan di lingkungan masing-masing. Ketiga, siswa didik harus dapat mengembangkan diri sesuai passion/minat dan bakat yang ada dalam diri seorang siswa, melalui proses pendidikan yang dijalaninya. Setiap siswa didik memiliki passion yang berbedabeda, sehingga pada proses pendidikan tidak boleh dilakukan penyeragaman dalam mengukur tingkat kemampuan intelektual seorang siswa didik. Tidak ada salahnya jika kita merenungkan kembali hakikat proses pendidikan yang dicetuskan oleh Bapak Pendidikan Indonesia Ki Hajar Dewantoro. Ing Ngarsa sung Tulada (di depan memberi contoh), Ing Madya Mangun Karso (di tengah membangun kebersamaan), Ing Wuntat Tutwuri Handayani (di belakang memberi dukungan dan apresiasi). Reformasi pendidikan Indonesia harus membuahkan manusia didik yang berpikiran merdeka, namun tetap bertanggung jawab atas segala perilakunya. Jangan sampai terjebak dalam kemajuan teknologi itu sendiri. Sebagaimana yang terjadi dengan perangkat gadget kita. Gadget semakin pintar namun penggunanya tidak bertambah pintar, karena para pengguna tetap saja memakai paradigma/mindset lama dalam berperilaku menggunakan gadget. Penulis, Arsitek, Senior Researcher pada Centre of Culture & Urban Studies (CoCUS) Bali, tinggal di Denpasar

POJOK Mendikbud ingin mahasiswa merdeka belajar dan guru penggerak. - Jangan hanya rutinitas. *** BI minta waspadai pasokan produk pertanian dari luar. - Sudah lagu lama. *** Baru 13 dari 133 desa di Tabanan yang dapat bonus kinerja. - Sisanya tingkatkan kinerja.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Kamis Wage, 5 Desember 2019

Intensity Meter Dipasang di Tujuh Lokasi Tabanan (Bali Post) Kabupaten Tabanan merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi bencana tertinggi di Bali. Hal ini didasarkan atas indeks informasi dan risiko bencana Indonesia yang dikeluarkan BNPB pada tahun 2013 yang menyatakan Tabanan adalah salah satu daerah yang memiliki nilai indeks risiko gempa bumi yang tinggi. Terkait hal ini, BMKG Pusat dan BMKG Provinsi Bali memasang 50 alat untuk mengestimasi tingkat getaran gempa bumi dengan cepat atau intensity meter di sejumlah kabupaten di Bali. Di Kabupaten Tabanan, alat ini dipasang di tujuh lokasi. Hingga Rabu (4/12) kemarin baru selesai dipasang di empat lokasi. ‘’Sisanya, dari informasi yang kami dapat, akan dikerjakan minggu ini,’’ kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan I Putu Trisna Widiatmika. Tentang tujuh titik lokasi pemasangan, kata Trisna, berdasarkan pemetaan langsung BMKG. Pihaknya hanya sebatas memberikan masukan terhadap wilayahwilayah yang rentan terjadi gempa. Rentang jarak satu alat dengan lainnya kurang lebih 50 kilometer. ‘’Jadi dalam rentang tersebut dipilih instansi pemerintahan atau sekolah sebagai lokasi agar lebih mudah dipantau dan proses pemeliharaan,’’ terangnya. Tujuh lokasi pemasangan intensity meter adalah di Kantor BPBD Tabanan, SMPN 2 Selemadeg Timur, Kantor Perbekel Desa Gadungan, Kantor Camat Marga, Kantor Perbekel Desa Tua, Kantor Perbekel Desa Bangli dan Kantor Perbekel Desa Lumbung. ‘’Yang sudah terpasang baru di BPBD Tabanan, SMPN 2 Selemadeg Timur, Kantor Perbekel Gadungan dan Kantor Camat Marga,’’ ucapnya. Ditanya tentang fungsi alat ini, Trisna menyebutkan, untuk mengestimasi tingkat getaran akibat gempa bumi dengan cepat, sehingga dapat sesegera mungkin disampaikan ke pemerintah daerah. Data hasil pengamatan tingkat guncangan dari intensity meter kemudian dianalisis untuk dapat dijadikan salah satu parameter untuk memonitoring potensi tingkat dampak kerusakan yang disebabkan oleh gempa bumi. Rencananya akan ada penambahan alat sehingga kerapatannya lebih baik. (kmb28)

Hanya 13 Desa Dapat Bonus Kinerja

Tabanan (Bali Post) -

Pemerintah pusat menyiapkan alokasi dana kinerja bagi desa. Dana tersebut diberikan melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Dana ini akan menjadi tambahan pendapatan bagi desa yang digabung dalam dana desa. Namun tidak semua desa bisa mendapatkan alokasi dana tersebut. Dari 133 desa di Kabupaten Tabanan, hanya 13 desa yang akan menerima reward atas kinerjanya dalam pengelolaan keuangan desa. Per desa akan mendapatkan tambahan dana kinerja sebesar Rp 144 juta. Kepala Dinas Pemerdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Tabanan Roemi Liestyowati mengatakan, dana tersebut merupakan sebuah reward dari pemerintah pusat kepada pemerintah desa karena telah berhasil dan baik dalam pengelolaan dana desa. ‘’Kriterianya adalah desa yang dengan baik mengelola APBDes, output dana desanya baik dan outcome juga baik,’’ terangnya, Rabu (4/12) kemarin. Desa yang mendapatkan reward tersebut yakni Desa Mambang, Desa Mundeh Kangin, Desa Lalanglinggah, Desa Kelating, Desa Penarukan, Desa Kerambitan, Desa KabaKaba, Desa Pandak Gede, Desa Buruan, Desa Mangesta, Desa Senganan, Desa Batunya dan Desa Belatungan. ‘’Jadi, akan ada tambahan anggaran sebanyak Rp 1,8 miliar dibagi untuk 13 desa tersebut,’’ terangnya. Sementara itu, total dana desa tahun 2020 di Kabupaten Tabanan sebesar Rp 122.922.870.000. Itu sudah termasuk anggaran kinerja di dalamnya. ‘’Dana dari pusat ini nantinya ditransfer dulu ke rekening daerah, baru diteruskan ke rekening desa,’’ imbuhnya. Menurut Roemi, ada sejumlah kriteria yang dijadikan acuan atau pedoman pemerintah

pusat dalam pemberian reward atau anggaran kinerja. Salah satunya, desa tersebut menjadi indek desa mandiri, dari sebelumnya menyandang status berkembang dan sudah menjadi desa maju. ‘’Penilaian ini pun datangnya dari pusat ke masing-masing desa. Yang jelas, untuk di Tabanan di tahun 2018 dari tiga desa yang statusnya mandiri, sekarang di tahun 2019 sudah menjadi 24 desa,’’ tegas Roemi. Sementara untuk desa maju di Tabanan saat ini sudah ada 60 desa dan status desa berkembang sebanyak 49 desa. Sehingga diharapkan pemerintah harus mendorong agar desanya bisa menjadi desa mandiri baik dari sosial, lingkungan dan lain-lain. ‘’Kalau desa sudah maju otomatis kesejahteraan masyarakat meningkat. Penambahan anggaran ini juga untuk merangsang desa lain untuk meningkatkan kinerja mereka,’’ pungkasnya. (kmb28)

Polres Atensi Khusus Angkutan Barang Melebihi Kapasitas Tabanan (Bali Post) Truk dan berbagai angkutan barang yang melintas di jalan raya DenpasarGilimanuk kerap melanggar ketentuan terutama bermuatan melebihi kapasitas angkutannya. Kondisi ini telah menjadi keluhan klasik masyarakat dan pengguna jalan lainnya karena sangat membahayakan. Terlebih kasus truk mogok atau terguling di jalur rawan sudah sering terjadi. Menyikapi persoalan tersebut, Polres dan Di-

shub Tabanan, Rabu (4/12) kemarin menggelar rapat koordinasi guna membahas upaya antisipasi kemacetan lalu lintas akibat kendaraan angkutan barang yang overkapasitas. Rapat ini dihadiri langsung Kapolres Tabanan AKBP Agus Tri Waluyo dan Kepala Dinas Perhubungan Tabanan Gusti Putu Ngurah Dharma. ‘’Rapat koordinasi ini sebenarnya ajang silaturahmi dan meningkatkan sinergitas untuk menciptakan kamtibcarlantas jelang hari raya Natal dan tahun baru,’’

ucap Kapolres. Dikatakannya, truk yang bermuatan bahan kebutuhan pokok maupun bermuatan bahan bangunan yang berpotensi menyebabkan kemacetan akan menjadi atensi khusus pihaknya. Operasi penertiban pun akan dilaksanakan secara berkelanjutan. Dalam hal ini pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait khususnya Dishub. Sementara itu, Kasatlantas Polres Tabanan Iptu

Ni Luh Putu Wila Indrayani mengatakan, selama delapan bulan atau sejak bulan April sampai dengan November 2019, tercatat sudah ada 11 truk mogok yang menyebabkan kemacetan. Rata-rata kemacetan yang ditimbulkan selama lebih dari tiga jam. ‘’Selama ini dominan terjadi di tanjakan Samsam. Dengan demikian, kami juga nanti akan merencanakan kegiatan gabungan untuk antisipasi hal tersebut,’’ ungkapnya. (kmb28)

Bali Post/ist

SOSIALISASI - Sosialisasi tentang bahaya narkoba yang digelar di Kodim 1619/ Tabanan.

Kodim Gencarkan Sosialisasi Bahaya Narkoba

Tabanan (Bali Post) Sebagai bentuk pencegahan agar anggota Kodim 1619/Tabanan maupun keluarga, lingkungan dan desa binaan Babinsa masing-masing tidak sampai terjerumus kasus narkoba, Kodim 1619/Tabanan secara rutin melaksanakan sosialisasi atau penyuluhan tentang bahaya narkoba dalam program P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba). Seperti halnya Rabu (4/12) kemarin, sosialisasi kembali digelar di aula Makodim 1619/Tabanan, Jalan Katamso No. 2 Tabanan. Kegiatan penyuluhan terkait bahaya narkoba kali ini mengundang narasumber dari BNNK Tabanan yang juga ditugaskan di BNNK

Badung, Agung Witarini, yang diterima Kasdim 1619/ Tabanan Mayor Inf. Dewa Putu Oka. Sosialisasi dihadiri seluruh perwira, bintara, tamtama serta ASN Kodim 1619/Tabanan. Kasdim Dewa Putu Oka mewakili Dandim 1619/Tabanan dalam arahannya menyampaikan, sosialisasi tentang bahaya narkoba yang telah rutin digelar ini agar dijadikan pengetahuan dan dasar untuk pemahaman baik pada diri sendiri dan keluarga serta lingkungan di mana pun berada. Terutama ditujukan kepada para Babinsa agar benar-benar paham akan bahaya narkoba, sehingga dapat memberikan pemahaman dan menularkan ilmu yang disampaikan narasumber kepada warga desa binaannya masing-mas-

ing. ‘’Setidaknya seluruhnya dapat mendukung dan membantu program pemerintah dalam menanggulangi bahaya narkoba yang saat ini sudah sangat mencemaskan terutama bagi anak-anak kita generasi penerus bangsa,’’ ucap Kasdim. Selain kegiatan sosialisasi, Kodim 1619/Tabanan juga menggelar tes urine secara acak kepada anggota yang dilaksanakan sewaktu-waktu. Hal ini untuk memastikan tidak ada keterlibatan anggota Kodim dalam penyalahgunaan narkoba. ‘’Kita berharap tidak ada anggota TNI, ASN Kodim 1619/Tabanan maupun keluarganya yang terjerumus narkoba. Kalau ada, dia sudah tahu apa risikonya,’’ tegas Kasdim. (kmb28)

KOORDINASI - Rapat koordinasi antara Polres Tabanan dan Dishub, Rabu (4/12) kemarin.

Bali Post/ist


Kamis Wage, 5 Desember 2019

”Shortcut” Lima - Enam Rampung 31 Desember

Pengaspalan Jalan Terganggu Hujan Singaraja (Bali Post) – Pelaksanaan proyek pembangunan jalan baru batas Kota Singaraja – Mengwitani di lokasi lima dan enam dipastikan rampung 31 Desember 2019. Saat ini, pelaksaaan jalan dan jembatan itu sudah mencapai 97,26 persen. Sekarang, rekanan tinggal menyelesaikan sisa pekerjaan pengaspalan jalan itu. Dalam pengaspalan ini rekanan mengalami sedikit kendala, karena seringnya hujan di lokasi proyek. Apalagi, pengaspalan itu tidak boleh terkena hujan, sehingga rekanan terpaksa harus melakukan pengaspalan malam hari. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan jalan baru batas Kota Singaraja – Mengwitani, Ketut Payun Astapa, mengatakan hal itu, Rabu (4/12) kemarin. Menurutnya, sejak pelaksanaan proyek dimulai memang menunjukkan tren adanya percepatan realisasi proyek itu. Walaupun kontrak pelaksanaan berakhir 31 Desember 2019, rekanan sempat optimis pekerjaan itu bisa rampung November 2019. Akan tetapi, pada taha-

pan pengaspalan jalan baru dan jembatan rekanan itu sedikit menghadapi kendala. Pasalnya, curah hujan yang relatif tinggi memaksa pekerjaan itu tidak bisa berjalan sesuai perencanaan. Apalagi, dari desain jalan dan jembatan yang harus dibuat tiga lapisan pengaspalan. Lapisan pertama ketebalannya 8 cm ac-bc. Lapisan dua ketebalannya 6 cm ac-bc, dan lapisan tiga permukaan setebal 4 cm. Tahapan pengaspalan ini tidak boleh sampai terkena air hujan. Kalau terkena air, maka permukaan jalan yang diaspal itu bisa bergelombang. Meski demikian, Payun menyebut rekanan dan tim di lapangan mengutamakan kualitas pengaspalan, sehingga pengaspalan itu dilakukan pada malam hari. “Pengaspalan tidak boleh saat hujan. Kalau hujan maka harus dihentikan. Di sini biasanya mulai pukul 15.00 Wita sampai pukul 18.00 Wita hujan. ‘’Karena itu kami mengaspal malam hari,” ujarnya memberi alasan. Ketut Payun menambahkan, terkait pemasangan rumput pada zona 1, 3, dan

zona 4 sebagian besar sudah tumbuh. Meski demikian, pada galian terakhir kontur tebing berbatu, sehingga penanaman rumput pada area tersebut sedikit lebih lama. Di traf terakhir itu ada batu, sehingga harus ditangani dengan cara metode hydroseeding menggunakan sabut kelapa berbentuk jaring yang ditempelkan pada batu dengan ditambah tanah liat, maka bibit rumput itu dengan mudah bisa ditanam, dan bisa tumbuh dengan baik pada lereng berbatu tersebut. “Kami optimis pertengahan bulan itu akan selesai. Selanjutnya jembatan itu akan kami pelaspas,” jelasnya. Terkait antisipasi tanah longsor di pinggir jalan, Payun menjelaskan, sesuai perencanaan sepanjang jalan baru itu dilengkapi pencegahan tanah longsor. Dari zona 1 sampai zona 4 terdapat 2.000 titik traf. Setiap traf sudah dilengkapi saluran penangkap yang dialirkan ke drainase di pinggir jalan. “Di sepanjang jalan itu sudah dibuat drainase untuk mengantisipasi terjadinya tanah longsor dan juga air hujan meluap,” jelasnya. (kmb38)

Bali Post/kmb38

DEKATI RAMPUNG - Shortcut lokasi lima dan enam mendekati rampung di mana realisasi pelaksanaan mencapai 97,26 persen.

Bali Post/kmb38

RAPAT EVALUASI – Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. (tengah) memimpin rapat evaluasi rekrutmen CPNS tahun 2019, Rabu (4/12) kemarin.

Ditemukan 881 Berkas Pendaftaran Pelamar TMS

Singaraja (Bali Post) –

Setelah penutupan batas akhir pendaftaran rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2019, panitia perekrutan masih melakukan verifikasi kelengkapan syarat administrasi para pelamar. Dari 7.422 pelamar untuk formasi tenaga pendidik (guru), kesehatan, dan tenaga teknis lain, terhitung 4 Desember 2019 panitia menemukan 881 orang berkas pendaftarannya dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS - red). Jumlah ini berpotensi bertambah, karena panitia masih melakukan penyisiran terhadap dokumen pendaftaran hingga sehari sebelum pengumuman, pelamar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Hal itu terungkap pada rapat evaluasi panitia rekrutmen CPNS, Rabu (4/12) kemarin. Rapat dipimpin Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. didampingi Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Gede Wisnawa dan Kepala Inspektorat Daerah, Putu Yasa. Kepala BKPSDM, Gede Wisnawa, mengatakan tahapan penyisiran berkas pendaftaran itu dilakukan sebelum panitia pengumumkan pelamar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi. Dari penyisiran ini, Wisnawa menyebut berkas administrasi pelamar yang dinyatakan TMS itu disebabkan beberapa faktor. Dia mencontohkan, ada pelamar yang tidak memenuhi syarat Indek Prestasi Komulatif (IPK) minimal 3.0. Ada juga ijazah yang tidak sesuai formasi jabatan

yang dilamar. Selain itu, panitia menemukan ada pelamar tidak mengunggah scan akreditasi jurusan perguruan tinggi asal tempat mereka menempuh pendidikan. Sehingga dokumen administrasinya dikategorikan TMS. Namun, hal itu masih diverifikasi ulang. Alasannya, terbitnya Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Men-PAN RB) tanggal 4 Desember 2019 tentang Persyaratan Akreditasi Pendaftaran CPNS. SE itu mengatur pelamar yang tidak mengunggah akreditasi, namun sepanjang jurusan atau universitas tempatnya kuliah itu terdaftar, maka berkas administrasinya dinyatakan memenuhi syarat (MS). “Dari evaluasi itu, kami sampaikan tahapan setelah penutupan pendaftaran. Sekarang kami masih lakukan verifikasi

berkas administrasi pelamar. Ada 881 berkas pelamar yang TMS. Hal itu memang belum final. Kami masih melakukan penyisiran. Rencananya sehari sebelum pengumuman pelamar yang lolos administrasi,” katanya. Di sisi lain Wisnawa menyebut, bagi pelamar yang berkas pendaftarannya TMS dipastikan gugur. Mereka tidak berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Namun, pelamar yang TMS itu diberikan kesempatan mengajukan sanggahan untuk meminta penjelasan terkait alasan yang menyebabkan berkas pendaftarannya itu TMS. Masa sanggah ini dapat diajukan melalui aplikasi SCCN Badan Kepegawaian Negara (BKN). Tanggapan atas sanggahan itu selanjutnya diputuskan BKN. “Bisa dibilang gugur, namun

pelamar diberikan waktu mengajukan sanggahan. Kami akan buatkan berita acara agar ditanggapi BKN,” jelasnya. Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P. mengatakan panitia rekrutmen melaksanakan tugasnya secara transparan. Mereka mengikuti semua mekanisme yang sudah diatur. Salah satu kerja profesional panitia adalah memberikan kesempatan kepada pelamar yang berkas administrasinya TMS itu mengajukan sanggahannya selama dua hari. Apapun keberatan pelamar dalam masa sanggah itu akan dibuatkan berita acara. Kemudian dikirim ke BKN. “Saya kira panitia sudah bekerja profesional dan transparan. Setelah verifikasi berkas administrasi dan kesempatan mengajukan sanggahan terhadap pelamar TMS. Hasil seleksi administrasi rencananya diumumkan 16 Desember 2019 ini,” katanya. Tahun 2019 ini, Buleleng mendapat “jatah” menambah PNS baru sebanyak 358 orang. Jumlah itu rinciannya orang untuk menempati formasi tenaga pendidik (guru), 99 orang tenaga kesehatan, dan 61 orang formasi tenaga teknis lain. (kmb38)

Dua Warga Buang Sampah Sembarangan, Diganjar Denda Rp200.000 Setelah menangkap warga yang membuang sampah sembarangan, Tim Yustisi Pemkab Buleleng, Rabu (4/12) kemarin mengajukan sidang tindak pidana ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Singaraja. Dari empat warga yang terjaring operasi yustisi itu, dua orang didenda masing-masing Rp 200.000. Dua pelanggar lainnya tidak hadir pada sidang itu. Satu pelanggar tidak diajukan ke persidangan karena Berita Acara Pemeriksaan (BAP)-nya tidak lengkap. Lalu bagaimanakah harapan warga terkiat sidang tipiring pembuangan sampah sembarangan itu? SIDANG tipiring digelar secara bergiliran di ruang Sidang Cakra. Sidang pertama dipimpin Ketua Majelis, A.A Sagung Yuni, S.H. Pada sidang itu terdakwa Herlina warga Kelurahan Kaliuntu dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan membuang sampah sembarangan. Perbuatannya itu dianggap melanggar Perda No. 1 Tahun 2013 yang telah diubah jadi Perda No. 6 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah. Diapun dinyatakan bersalah dan kemudian harus menerima vonis denda Rp200.000 dan membayar biaya perkara

Rp5.000. Atas keputusan itu, Herlina sendiri menyatakan menerima dan sanggup tidak mengulangi perbuatannya. Namun, perempuan ini meminta penegakan perda itu harus berkeadilan. Sidang kedua dipimpin ketua majelis A.A Ayu Merta Dewi dengan terdakwa Hasan Basri dari Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng. Sesuai fakta dan pemeriksaan saksi dan barang bukti itu, Hasan Basri dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan membuang sampah sembarangan. Pria yang sehari-hari sebagai penjual pentol itu diganjar denda Rp200.000

dan biaya perkara Rp2.500. Jika tidak dibayar, maka diganti hukuman tujuh hari kurungan. Atas vonis itu, Basri memilih membayar denda dan berjanji tidak mengulangi perbuatan melanggar peraturan daerah (perda) itu. Basri pun mengusulkan agar penegakan perda itu konsisten, sehingga siapapun warga harus tunduk pada aturan terkait pembuangan sampah itu. “Saya kapok dan mulai sekarang saya buang sampah melalui petugas angkut sampah di lingkungan rumah. Penegakan perda ini bagus. Namun, saya harap konsisten diterapkan semua warga,” tegasnya. Pada sidang tipiring itu Majelis Hakim PN menyampaikan saran kepada instansi pemerintahan agar tidak terpaku hanya menegakkan perda. Namun, pintanya, perlu terlebih dahulu dilakukan sosialisasi terkait regulasi dan lokasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) itu. Mestinya disampaikan kepada masyarakat luas. Itu penting, karena terdakwa mengaku

membuang sampah di lokasi dilarang itu karena banyak warga lain juga membuang sampah di tempat tersebut. Sementara dua pelanggar lainnya gagal diajukan pada sidang tipiring itu. Meskipun Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) telah menyusun BAP dan diajukan ke PN Singaraja, keduanya memilih tidak menghadiri sidang. Bahkan, dua pelanggar ini tidak mengkonfirmasi kepada PPNS terkait alasan ketidakhadiran terdakwa itu pada sidang itu. Selain itu, satu warga yang juga melakukan pelanggaran perda kasusnya tidak dilanjutkan. Ini karena yang bersangkutan ketika dipanggil untuk diperiksa tidak memenuhi panggilan pihak PPNS. Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Buleleng, Putu Suryawan, mengatakan dua terdakwa yang sudah divonis denda itu menjadi kewenangan Majelis Hakim. Yang jelas, vonis itu diharapkan memberikan efek jera. Sehingga warga mulai sadar untuk

Bali Post/mud

SIDANG TIPIRING – Dua terdakwa dinyatakan bersalah membuang sampah sembarangan. Mereka diganjar sidang tipiring dan harus bayar denda Rp200.000 pada sidang di PN, Rabu (4/12) kemarin. tidak seenaknya membuang sampah. Sementara uang pembayaran denda itu diserahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Singaraja untuk disetorkan ke Kas Negara. Terkait dua terdakwa yang tidak hadir, Suryawan mengaku, pihaknya menyerahan

sepenuhnya kepada Majelis Hakim. Kalau BAP dikembalikan atau pihaknya ditugaskan menghadirkan keduanya, maka Satpol PP tetap akan menghadirkan mereka guna mengikuti sidang tipiring itu. “Dua orang tidak hadir itu memang tanpa alasan. Kami

menunggu petunjuk majelis apakah BAP dikembalikan atau tetap kami harus menghadirkan mereka itu. Kalau demikian maka kami akan kejar, karena pada kasus itu bagian dari komitmen penegakan perda,” jelasnya. (mud)


Kamis Wage, 5 Desember 2019

Dewan Minta Dishub Tindak Tegas Pelanggar Parkir Gianyar (Bali Post) -

Komisi III DPRD Gianyar menyoroti kemacetan lalu lintas (lalin) yang terjadi pada sejumlah ruas jalan di wilayah Kabupaten Gianyar. Bahkan, kalangan dewan sudah turun melakukan pengecekan kemacetan di seputaran Objek Wisata Ceking, Desa Tegallalang dan kawasan wisata Ubud. Wakil rakyat ini meminta Dinas Perhubungan (Disbud) tak ragu-ragu menindak tegas para pelanggar parkir.

Bali Post/kmb35

MENERTIBKAN - Petugas gabungan menertibkan kendaraan roda dua yang melanggar parkir di Ubud, Rabu (4/12) kemarin.

Ketua Komisi III DPRD Gianyar Putu Gede Pebriantara menegaskan, pihaknya sudah turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan. Hal ini dilakukan karena tingginya keluhan masyarakat terkait kemacetan yang selama ini terjadi di sejumlah titik. ‘’Yang paling krodit di kawasan Ubud sampai Pengosekan, termasuk juga di Ceking banyak pemilik kendaraan yang tidak tertib parkir,’’ kata Pebriantara, Rabu (4/12) kemarin. Apabila kondisi ini dibiarkan, Pebriantara khawatir bisa mengganggu sektor pariwisata. Oleh karena itu,

kalangan dewan sudah menggelar rapat evaluasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Gianyar. ‘’Dalam rapat itu, Komisi III memutuskan langsung turun mengecek kondisi lalin yang ada. Dengan mengetahui kondisi di lapangan, kami rencananya akan merekomendasikan rekayasa arus lalin yang nantinya bisa membantu mengurai kemacetan,’’ ujarnya. Wakil rakyat dari PDIP ini mengatakan, khusus untuk kemacetan di Ubud, pihaknya akan menggelar rapat lanjutan yang dibarengi dengan turun melakukan pengecekan di Ubud. ‘’Kami

harus beberapa kali turun ke Ubud, dan berkoordinasi dengan pihak desa yang memiliki kantong parkir,’’ katanya. Menurut Pebriantara, saat ini Desa Pakraman Padangtegal, Ubud sudah memiliki sentral parkir yang memadai. Namun, kesadaran masyarakat masih minim untuk menggunakan kantong parkir tersebut. ‘’Kesadaran ini memang tidak mungkin akan tumbuh dengan sendirinya tanpa diikuti penindakan yang tegas dari Dishub Gianyar,’’ katanya mengingatkan. Politisi asal Sukawati ini menegaskan, pihaknya mendukung penuh agar Dishub

Gianyar melakukan tindakan tegas untuk para pelanggar parkir. Tidak hanya menindak pemilik kendaraan roda dua, namun kendaraan roda empat yang melanggar agar langsung diderek oleh petugas. ‘’Kalau sudah ada pelanggaran, langsung tindak tegas. Jangan khawatir kalau nanti mobil pelanggar ini ada lecet atau semacamnya. Itu risiko dia (pelanggar parker - red). Pokoknya, saya minta Dishub menindak tegas para pelanggar parkir,’’ tegasnya. Pebriantara juga menyarankan agar pemerintah menambah armada berupa mobil derek, sehingga lebih banyak mobil yang melanggar parkir bisa diderek oleh petugas. ‘’Jika anggaran memungkinkan, kami akan usulkan pengadaan mobil derek lagi satu,’’ ujarnya. Dikonfirmasi terpisah,

Kepala Dishub Gianyar I Wayan Suamba mengatakan, untuk menindak tegas para pelanggar parkir, pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait, khususnya aparat kepolisian di lintas sektor. Selama ini jajarannya sudah rutin mengangkut kendaraan roda dua yang melanggar parkir. ‘’Ya, kami tetap komunikasi dulu dengan Polsek. Kami tidak bisa jalan sendiri,’’ katanya. Suamba juga mengharapkan ada gerakan dari pihak desa adat setempat untuk mengatasi pelanggaran parkir. Dikatakan, pihaknya mengalami keterbatasan SDM dan peralatan. ‘’Kami juga terus mengimbau masyarakat menaati ramburambu lalu lintas dan menggunakan kantong parkir yang sudah disiapkan,’’ tegasnya. (kmb35)


Kamis Wage, 5 Desember 2019

vianus

Bali Post/kmb26

TULANG-BELULANG – Proses pembongkaran rumah dan sumur tua di Banjar Tegal Badeng serta tulang-belulang yang ditemukan di dalamnya, Rabu (4/12) kemarin.

Rumah dan Sumur Tua Dibongkar

Ditemukan Kerangka Korban G-30-S/PKI Negara (Bali Post) – Sebuah rumah dan sumur tua di Banjar Tegal Badeng, Desa Tegal Badeng Timur, Kecamatan Negara, akhirnya dibongkar, Rabu (4/12) kemarin. Itu dilakukan untuk mencari kerangka tujuh korban tragedi G-30-S/PKI tahun 1965. Sumur tua tersebut ditutup pascatragedi 54 tahun lalu dan pada 2003 didirikan rumah di atasnya. Pembongkaran menggunakan alat berat itu dibiayai sendiri oleh pemilik rumah, Kadek Suryawan, warga Tegal Badeng Timur. Suryawan mengaku mengetahui adanya tulang-belulang manusia korban

pembantaian G-30-S/PKI di sumur tersebut dari kejadian-kejadian janggal dan di luar nalar yang dialami keluarganya. Beberapa hari lalu anaknya kesurupan dan minta agar sumur itu

digali serta tulang-belulang manusia di dalamnya diangkat dan diupacarai dengan layak. Dulu ayahnya, Ketut Sangga (alm), bersikukuh tidak mau membongkar sumur tua yang sudah ditutup itu. Makanya dia berani membangun rumah dengan tiga kamar tahun 2003. Pada akhirnya muncul kejadiankejadian aneh di rumah tersebut. Keluarganya sering kesakitan, perekonomian juga terpengaruh. Ayahnya jatuh sakit cukup lama, namun tetap tidak percaya dan

mengatakan sumur sudah bersih dan pamannya yang menjadi korban telah diaben. “Setelah ayah saya meninggal, baru kami minta petunjuk lagi,” jelas Suryawan didampingi Nengah Asih. Ayahnya meninggal enam bulan lalu. Setelah masuugan dan nunas baos, barulah dibolehkan membongkar sumur sedalam 8 meter tersebut. ‘’Saat itu almarhum nunas iwang dan ngaku sisip,” kata Nengah Asih. Ketut Suara (77), kerabat pemilik

rumah yang juga saksi mata saat pembantaian G-30-S/PKI di Desa Tegal Badeng Timur membenarkan di areal rumah Suryawan ada sumur yang digunakan untuk mengubur lima sampai tujuh korban. Dua korban merupakan kerabatnya. “Dua orang misan saya yang hilang,” ujarnya. Setelah penggalian mencapai kedalaman sekitar delapan meter, ditemukan serpihan tulang-belulang manusia, beberapa kancing baju yang masih utuh, beberapa

batu besar yang dipakai untuk menumbuk/mengolah bumbu, beberapa besi dan kayu balok serta uang logam. Tim Inafis Polres Jembrana yang datang ke lokasi mengamankan tulang-belulang tersebut. Suryawan akan mengupacarai tulang-belulang tersebut sesuai keyakinan umat Hindu, sehingga arwah pemiliknya bisa tenang. Setelah itu, ia berharap tidak ada lagi kejadian atau musibah yang dialami keluarganya. (kmb26)

Mempertahankan Kesenian Leko di Pancardawa

SOSOK Mudahkan Berperkara

PENGADILAN Negeri (PN) Negara saat ini telah menerapkan sistem elektronik yang memudahkan masyarakat yang berperkara. Melalui sistem elektronik e-elitigation dan eraterang, untuk memenuhi administrasi perkara, bahkan persidangan, masyarakat tidak perlu hadir ke pengadilan. “Sistem elektronik ini untuk memudahkan dan mempercepat pelayanan. Cukup dari rumah mengirim data (administasi). Sekarang sementara persidangan di kantor pengadilan,” ujar Ketua PN Negara Benny Octavianus di sela-sela sosialisasi e-litigation dan gugatan sederhana di PN Negara. Menurut Benny, pola elektronik merupakan program Mahkamah Agung (MA) merujuk pada Peraturan MA (Perma) RI Nomor 1 Tahun 2019 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik. Tahun 2020 nanti akan serentak diterapkan. Sejatinya, saat ini pun PN Negara sudah menerapkan sistem elektronik dalam sejumlah pelayanannya. Termasuk jadwal sidang dan urutan sidang, dilakukan berdasar sistem secara otomatis. Melalui sistem elektronik, jadwal dan agenda persidangan lebih pasti. Semua proses mulai dari dokumen jawaban, replik, duplik hingga kesimpulan dikirim secara elektronik. Bukti-bukti tertulis dikirim secara elektronik dan dibolehkan tanda tangan digital. Diakui Benny, ada kelemahan dari sistem elektronik ini apabila tidak diproteksi dengan kuat. Sebab, bisa saja dibobol oleh peretas misalnya. PN Negara sudah dua kali mengalami peretasan, meskipun tidak berdampak fatal. Jadi, sistem elektronik harus ada sistem pengaman yang benar-benar paten. (olo)

KESENIAN Leko merupakan salah satu kesenian tradisional yang cukup tua di Kabupaten Jembrana. Kesenian yang tergolong langka ini sekarang masih bisa ditemui di Banjar Pancardawa, Kelurahan Pendem, Kecamatan Jembrana. Tarian yang diiringi musik tradisional ini hampir menyerupai musik bumbung. Seperti kesenian lainnya di Jembrana, gamelan yang digunakan berbahan dasar dari bambu. Menurut masyarakat setempat, Leko diciptakan sekitar tahun 1915. Nada serta alunan iringan kesenian tari dan gamelan ini mengarah ke Legong Keraton. Seiring berjalannya waktu, kesenian ini kalah populer dibandingkan kesenian lainnya dan semakin sedikit yang menggelutinya. Namun, hingga kini kesenian Leko masih mampu bertahan. Bahkan beberapa kali, kesenian langka ini pentas di Pesta Kesenian Bali (PKB). Bangkitnya kesenian kuno ini dimulai di era Bupati Jembrana, Ida Bagus Indugosa. Pada saat itu, sejumlah kesenian kuno yang sudah jarang ditemui kembali dihidupkan dengan pembinaan dan ruang untuk pentas di ajang-ajang kesenian. Bahkan, tampil pada PKB. Kini, penarinya sudah berusia sepuh. Beberapa di antaranya tak sekuat dulu lagi, sehingga untuk menari sudah tidak mampu. Salah satu penggiat seni Leko, I Nyoman Dika, mengungkapkan, kesenian ini kendati tidak ada catatan pasti, secara turun-menurun diketahui diciptakan sekitar tahun 1915. Dari penuturan para panglingsir, kesenian Leko sudah ada jauh sebelum Indonesia merdeka. Kesenian ini

SPESIALIS STANDAR/MODIF INTERIOR MOBIL & SALON MOBIL DETAIL

PROMO SPESIAL AKHIR TAHUN DAPATKAN

DISKON 15 s/d 25% UNTUK PEMBELIAN PAKET COVER JOK + KARPET MOBIL DAN

NANO CERAMIC COATING PROMO TERBATAS!! *Syarat dan ketentuan berlaku

JOK SEMI (KULIT) SARUNG/PATEN KARPET DOOR TRIM DASBOARD (BUNGKUS/CAT) PLAFON

- POLES BODY / PAINT PROTECTION (NANO CERAMIC COATING) - POLES KACA MU K A TU & LITA - CLEANING INTERIOR TEW S BER RJAMIN GAR - CLEANING MESIN ANS I - PEREDAM

READY STOCK SARUNG JOK & KARPET! AVANZA, INNOVA, X PANDER, XENIA, MOBILIO, APV, R3 Auto Nyaman

JL. GUNUNG AGUNG 183 DENPASAR - BALI Telp. 424390, 428288, WA: 081999564360, 08118400723 www.nyamanautomotive.com

autonyaman.bali

L.0000848-BLS

tercipta bermula dari masyarakat agraris di Pendem seusai menanam padi di lahan sawahnya. Setelah melakukan tahap perabasan padi, sembari melepas lelah usai bercocok tanam, mereka membuat gamelan dari bambu, bahan yang mudah ditemui saat itu. Selanjutnya tetabuhan dari hasil alat musik bambu itu mereka sebut dengan Leko. Pencipta musik gamelan tradisional Leko bernama Wayan Tragi. Kemudian dibantu temannya, Wayan Dresta, mengembangkan kesenian ini. Awalnya hanya berupa gamelan. Namun, seiring berjalannya waktu, kesenian gamelan ini berkembang dengan tarian. Dalam musik Leko, ada sejumlah istilah, seperti Sebitan Penyalin, Ngendih-ngendih Api, dan Cunguh Landak. Istilah itu secara turun-temurun masih digunakan hingga saat ini dan diterapkan dalam gamelan. Berlanjut pada tarian. Secara umum tarian Leko tidak berbeda jauh dengan tarian Legong. Setelah kesenian ini berkembang, bertambah kesenian dari alat bambu lain yang tercipta seperti Bumbung Grantang dan Bumbung Kepyak. Di zaman modern ini, regenerasi seni Leko sangat susah. Para remaja kurang meminati bagian menabuh atau menjadi penabuh gamelan. Tetapi untuk tarian, generasi muda sudah mulai banyak yang berminat. Kesenian langka ini masih mendapat tempat bahkan menjadi perhatian tamu-tamu dari luar negeri. Sejumlah pemerhati kesenian ini di Pancardawa secara konsisten melestarikan Leko. (olo)

Bali Post/olo

PENARI LEKO – Nengah Nawar, salah satu penari Leko yang sudah berusia lanjut di Banjar Pancardawa. Kesenian ini tetap dipertahankan kendati digerus kesenian lainnya.


Kamis Wage, 5 Desember 2019

Tepercik Api Sampah, Pura Dalem Labasari Terbakar Kerugian Diperkirakan Rp1,5 Miliar

Amlapura (Bali Post) -

Kebakaran bangunan pura kembali terjadi di Karangasem. Rabu (4/12) kemarin, Pura Dalem yang ada di Banjar Paselatan, Desa Labasari, Abang itu ludes terbakar. Kebakaran itu diduga akibat ada warga yang membakar sampah, sehingga api diperkirakan menjalar kemudian memercik ke bangunan pura itu. Akibat kebakaran itu kerugian material diestimasi mencapai Rp1,5 miliar.

Bali Post/kmb41

PADAMKAN API - Petugas Damkar Karangasem saat memadamkan api.

Mabuk Naik Sepeda Motor

Daniarta Jatuh dan Tewas di TKP

MENINGGAL - I Nyoman Daniarta (35) mengalami lakalantas. Korban meninggal dunia di TKP akibat luka serius di bagian kepalanya. Amlapura (Bali Post) Lakalantas memakan korban jiwa kembali terjadi di Karangasem. Seperti Selasa (3/12), I Nyoman Daniarta (35) jadi korban lakalantas diperkirakan usai minum minuman keras. Pria asal Banjar Dinas Kayuaya, Desa Sukadana, Kecamatan Kubu itu diduga mabuk kemudian mengalami kecelakaan tunggal di jalan Banjar Dinas Asah Dulu menuju Banjar Belatung.

Korban pun langsung meregang nyawa di TKP akibat luka parah di bagian kepala. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa lakalantas itu terjadi sekitar pukul 20.20 Wita. Sebelum kejadian, korban yang mengendarai sepeda motor Yamaha Xeon warna biru putih DK 5114 BT datang dari arah selatan (Asah Dulu) menuju arah utara (Belatung). Setibanya di TKP, korban yang diduga mengantuk dan juga mabuk akibat pengaruh minuman beralkohol memasuki jalan turunan. Kendaraan yang dikendarai korban terpeleset disebabkan ada tumpahan material pasir yang berserakan di badan jalan, sehingga korban tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya dan terjatuh lalu tewas. Kasat Lantas Polres Karangasem AKP Ida Ayu Kalpika mengatakan, lakalantas itu dipicu akibat korban terpeleset mengendarai sepeda motor setelah melintasi pasir yang berserakan di tikungan. Korban diduga terpengaruh minuman keras. Karena itu tidak bisa mengendalikan kendaraannya dengan baik sehingga terjatuh.(kmb41)

Jro Mangku Pura Dalem Desa Pakraman Peselatan, Wayan Sukada, mengungkapkan titik api berasal dari sebelah barat pura. Di sana awalnya ada warga membakar sampah. Tanpa sengaja, api kemudian merembet dan mengenai atap pura yang berbahan ijuk itu. Terlebih tiupan angin cukup kencang. Hal itu membuat api semakin cepat membakar sehingga semua bangunan Pura Dalem itu ludes terbakar. ‘’Semua bangunan pura itu memang ludes terbakar. Mulai bangunan Tungkup, Gedong Jajar dan bangunan lainnya semua terbakar,’’ ujarnya.

Kadis Damkar Karangasem I Nyoman Tari mengatakan, kebakaran pura itu terjadi sekitar pukul 12.18 Wita. Setelah menerima laporan tersebut, pihaknya langsung menerjunkan petugas beserta armada untuk memadamkan kobaran api itu. ‘’Untuk pemadaman kobaran api itu kita terjunkan enam personel dan dua unit armada damkar. Selain petugas damkar, pemadaman juga dibantu BPBD Karangasem dan masyarakat setempat,’’ ujarnya. Penyebab kebakaran itu, kata Tari, diduga akibat adanya masyarakat yang membakar sampah di dekat pura.

Sehingga percikan api bekas bakar sampah itu mengenai bangunan pura akibat tiupan angin kencang. ‘’Akibat peristiwa ini, kerugiaan material diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar,’’ jelasnya. Kapolsek Abang AKP I Nyoman Wiranata mengatakan, awal terjadinya kebakaran itu karena ada warga membakar sampah di dekat pura. Pihaknya masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kebakaran itu. ‘’Kita masih mencari informasi dan juga meminta keterangan ke warga untuk memastikan penyebab pasti kebakaran itu,’’ tegas Wiranata. (kmb41)

Air Terjun Dukuh Sakti

Sajikan Tiga Susunan Air Jernih dan Alami Destinasi wisata baru terus bermunculan di Karangasem. Selain objek wisata alam pegunungan, kabupaten paling timur Pulau Bali itu juga punya tempat wisata air terjun yang tidak kalah indahnya. Seperti objek wisata air terjun Dukuh Sakti yang ada di Dusun Pungutan, Desa Eka Tri Buana, Bebandem. Objek air terjun itu menawarkan tiga susunan air secara bertingkat. Keindahan alami objek air terjun itu sudah berkembang, sehingga relatif sudah banyak pengunjung mulai menikmati keindahan objek itu. Lalu bagaimanakah keunikan objek air terjun bersusun tiga tingkat itu ? KEPALA Desa Tri Eka Buana, I Ketut Derka, mengungkapkan air terjun Dukuh Sakti itu sejatinya sudah ada sejak zaman dulu. Tekstur bebatuan air terjun itu tampak masih alami. Bahkan, bentuk yang disajikan sedikit berbeda dengan air terjun lainnya. Di mana bebatuan air terjun itu bersusun tiga tingkat, jadinya sangat indah. ‘’Air terjun itu memiliki ketinggian sekitar dua puluh meter. Airnya masih bersih dan alami. Air itu mengalir dari tengah hutan tepatnya dari Bukit Abah. Sesuai kepercayaan, air terjun itu diyakini dapat mengobati penyakit,’’ ujarnya penuh keyakinan. Derka menambahkan,

bagi para pengunjung selain dapat menikmati indahnya air terjun itu, turis asing maupun domestik juga bisa berswafoto dengan latar belakang air terjun itu. Belakangan ini sudah mulai ada pengunjung yang datang menikmati destinasi ini. ‘’Selama ini, air terjun itu ramai dikunjungi. Syukur objek itu mulai dilirik pengunjung. Karena itu perlu bantuan pemerintah untuk menata objek wisata air terjun itu agar lebih baik,’’ harapnya. Keberadaan air terjun itu semakin dikenal sebagai destinasi wisata baru yang punya nilai keabadian diyakini masyarakat Karangasem. Salah seorang pengunjung, I

Bali Post/kmb41

AIR TERJUN - Objek wisata air terjun Dukuh Sakti di Dusun Pungutan, Desa Eka Tri Buana, Bebandem mulai dilirik pengunjung. Wayan Suta Ariawan, mengatakan dirinya sebagai jero mangku juga sering berkunjung ke objek wisata air terjun Dukuh Sakti itu. Ia

tertarik berkunjung bukan semata karena keindahann air terjun tiga tersusun itu juga karena aura niskalanya. ‘’Airnya sangat alami

rasa pegunungan. Bebatuannya tersusun dengan tekstur yang indah. Objek itu bagus juga untuk berswafoto,’’ katanya.(nan)


Kamis Wage, 5 Desember 2019

Cegah Radikalisme

SOSOK Jangan Terhasut Provokasi ISU-ISU radikalisme sudah semakin mengkhawatirkan. Pihak kepolisian terus melakukan upaya membangun kesadaran masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan. Sebagai upaya pencegahan, jajaran kepolisian terus mengingatkan warga agar jangan mudah terhasut oleh ragam bentuk provokasi yang dikemas dalam isu-isu agama di media sosial. Demikian disampaikan Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana di hadapan para perbekel se-Klungkung, Rabu (4/12) kemarin. Kapolres ingin agar seluruh perbekel selalu bisa merawat keberagaman di sekitarnya dan menjaga keutuhan masyarakat dari pengaruh gerakan radikal. Sudana minta masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap paham radikal, intoleransi dan gerakan yang mengarah kepada anti-Pancasila. Pemahaman ini penting untuk bersama-sama menjaga persatuan dengan tidak menjadikan perbedaan sebagai alasan timbulnya intoleransi. Kapolres juga berharap masyarakat lebih cerdas dalam menggunakan media sosial. Karena seiring berkembangnya teknologi, segala jenis informasi dapat disajikan langsung melalui jaringan internet. Banyak pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan itu sebagai alat menyebarkan informasi bohong atau isu SARA yang menimbulkan perpecahan. “Melalui media sosial, benih intoleran sangat mudah timbul. Ini akan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan pribadi dengan cara menebar ujaran kebencian,” katanya. Inilah yang membuat masyarakat sangat mudah terhasut dan terprovokasi, sehingga terciptalah perpecahan antarmasyarakat yang dapat mengganggu stabilitas kamtibmas. Meski demikian, pihaknya bersyukur sejauh ini di Klungkung, seluruh elemen masyarakat cukup peduli dan mau bergerak untuk menangkal gerakan yang semakin masif ini. Namun, melihat dampak yang dihasilkan sangat serius, pihaknya tetap meminta masyarakat khususnya para perbekel agar terus menjaga keamanan dan ketertiban di masing-masing wilayahnya. (gik)

Bupati Suwirta Minta Perbekel Waspadai Duktang Semarapura (Bali Post) Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) mengumpulkan para perbekel se-Kabupaten Klungkung di Ruang Rapat Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Klungkung, Rabu (4/12) kemarin. Ini untuk memastikan agar gerakan cegah tangkal radikalisme dan intoleransi tepat sasaran. Para lurah, camat dan tokoh masyarakat juga memadati lokasi, agar gerakan cegah tangkal semakin masif dalam menyikapi semakin gencarnya gerakan radikal. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta hadir bersama Wakil Bupati Made Kasta dan Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana. Bupati Suwirta mengatakan, radikalisme sebagai sikap yang mendambakan perubahan secara total dengan menjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada, lewat kekerasan dan aksi yang ekstrem. Ciri-cirinya adalah tidak mau menghargai pendapat dan keyakinan orang lain, selalu merasa benar, serta cenderung menggunakan cara-cara kekerasan untuk mencapai tujuan. Pihaknya mengajak semua pihak untuk tetap waspada di tengah perkembangan pariwisata dan teknologi karena akan hadir penduduk pendatang (duktang) dengan membawa ajaran dan ideologinya. Para perbekel dan lurah harus senantiasa mengantisipasi

lingkungannya serta sensitif melihat situasi yang ada. Hasil pertemuan ini supaya disosialisasikan di desa dan wilayah masing-masing. “Perangkat desa harus lebih sensitif dan mengantisipasi setiap perkembangan, sehingga akan terjalin komunikasi yang baik pula dalam menangkal radikalisme,” ujar Bupati Suwirta. Sementara itu, Kapolres Klungkung AKBP Komang Sudana menyatakan, intoleransi bisa terjadi jika membesar-besarkan perbedaan dan memunculkan fanatisme berlebihan. Keamanan perlu dijaga untuk meningkatkan investasi di tengah perkembangan pariwisata. Masyarakat supaya bersama-sama menjaga persatuan dengan tidak menjadikan perbedaan sebagai timbulnya intoleransi. “Kepada para perbekel, lurah atau camat sebagai

Bali Post/kmb31

NARASUMBER - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta hadir sebagai narasumber dalam sosialisasi cegah tangkal radikalisme dan intoleransi, Rabu (4/12) kemarin. ujung tombak, agar membina warganya serta mengajak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kenyamanan di desanya dengan mendata dan mengetahui latar belakang para pendatang,” katanya.

Selain itu, Kapolres Sudana minta perbekel mengajak warganya untuk saling menghargai dan menerima perbedaan serta tidak mudah terhasut oleh informasi yang berpotensi menimbulkan perpecahan di masyarakat.

Jika menemukan pihakpihak yang berpotensi menimbulkan konflik agar segera mengoordinasikan dengan Babinkamtibmas atau Babinsa di desanya guna mendapat tindak lanjut dari pihak terkait. (kmb31)

Dekranasda Arahkan Pelaku Terdakwa Divonis Empat Tahun Usaha Masuk Pasar Digital Kasus Pesta Sabu-sabu Anak Pejabat

dan Didenda Rp800 Juta Semarapura (Bali Post) Penangkapan terhadap sejumlah pengguna narkoba saat pesta sabu-sabu yang melibatkan anak pejabat di Klungkung, mulai memasuki tahap persidangan, Rabu (4/12) kemarin. Dari tiga terdakwa yang menjalani proses hukum, baru dua orang yang mengikuti proses hukum di kursi pesakitan PN Semarapura. Salah satunya divonis 4 tahun penjara dan denda Rp800 juta subsider bulan kurungan penjara. Terdakwa yang diganjar 4 tahun penjara ditambah denda Rp800 juta itu, Dewa Alit Krisna Meranggi (18), pelajar kelas XII IPS SMAN 1 Dawan. Majelis hakim Sahida Ariani (ketua) dan dua hakim anggota masingmasing Ni Luh Made Kusuma Wardani dan Andrik Dewantara menegaskan, terdakwa terbukti sah dan meyakinkan melakukan penyalahgunaan narkotika jenis sabu-sabu. Meski masih berstatus pelajar, tanpa ampun majelis hakim menjatuhkan hukuman 4 tahun penjara kepadanya dan denda Rp800 juta, subsider 2 bulan penjara. Vonis ini lebih rendah daripada tuntutan JPU yang menuntut terdakwa dengan hukuman 4 tahun enam bulan penjara. Majelis hakim menyampaikan, terdakwa melanggar Pasal 112 ayat 1 junto Pasal 132 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Atas hukuman tersebut, terdakwa yang tidak didampingi penasihat hukum atau pengacara, tanpa pikir panjang langsung menerima. Demikian juga dua JPU, Soma Dwipayana dan Desak Nyoman Putriani. Terdakwa kedua, Luh Nila Emaliani (19), divonis lebih rendah. Emaliani hanya divonis dua bulan kurungan penjara, karena dinilai

bersalah melanggar Pasal 131 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Vonis tersebut separuh lebih rendah daripada tuntutan JPU yang menuntut terdakwa Emaliani dengan hukuman 4 bulan penjara. Melihat vonis yang mengejutkan itu, JPU memutuskan masih pikir-pikir. Begitu pula terdakwa Emaliani. Satu terdakwa lagi yakni I Nyoman Dharma Yuda Hendrawan (22), anak kepala dinas, belum bisa menjalani proses persidangan. Khusus untuk Yuda, prosesnya masih dalam tahapan pemeriksaan saksi-saksi di Kejari Klungkung. Belum bisa dipastikan kapan Yuda menyusul teman-temannya duduk di kursi pesakitan dan menerima vonis dari majelis hakim. Kepala SMAN 1 Dawan, Made Mardika, mengakui Krisna Meranggi adalah salah siswa setempat. Dia tidak pernah masuk sekolah sejak terlibat dalam pesta narkoba itu. Karena sudah divonis, pihaknya segera merapatkan dengan pihak terkait di sekolah. Namun, ditegaskannya, kalau sudah masuk penjara, siswa akan dikeluarkan dari sekolah. Selanjutnya pihaknya menyarankan agar nantinya bisa melanjutkan sekolah pada pendidikan nonformal, seperti kejar paket. Seperti diberitakan sebelumnya, petugas kepolisian Polres Klungkung menangkap ketiganya di sebuah kamar kos, Agustus lalu. Saat itu, Yuda mengakui sedang memakai sabu-sabu di dalam kamar kos kekasihnya bersama temannya, I Dewa Alit Krisna Meranggi (18). Sementara Luh Nila Emaliani (19) mengaku hanya menemani kedua tersangka. Yuda merupakan kekasihnya. (kmb31)

RSUD akan Bangun Gedung Perawatan Penyakit Dalam Semarapura (Bali Post) RSUD Klungkung terus berbenah memperbaiki kualitas pelayanannya kepada masyarakat. Perbaikan infrastruktur terus dilakukan. Setelah merampungkan sejumlah pembangunan fisik, pihak RSUD Klungkung kembali berencana menyediakan gedung baru sebagai tempat perawatan penyakit dalam yang lebih representatif. Guna mewujudkan rencana tersebut, RSUD melalui Pemkab Klungkung berencana mengajukan pinjaman daerah ke BPD Bali senilai Rp25 miliar. Direktur RSUD Klungkung, dr. Nyoman Kesuma, Rabu (4/12) kemarin mengungkapkan, pihaknya mengajukan pinjaman SCF (Supply Chain Financing). Pihak rumah sakit berencana membangun gedung perawatan penyakit dalam agar terpusat dalam satu gedung. Ini akan memudahkan pelayanan serta membuat tenaga dokter dan perawat menjadi lebih efektif. Jangka waktu pinjaman mencapai lima sampai tujuh tahun. Sesuai kesepakatan dengan BPD Bali, pihaknya dibebaskan angsuran pokok selama seta-

hun. Jadi, tahun depan hanya membayar bunganya, sedangkan tahun berikutnya baru dibayar cicilan pokoknya. Pinjaman daerah untuk membangun gedung baru ini dinilai cukup mendesak. Sebab, layanan penyakit dalam semakin padat dan membutuhkan keberadaan gedung baru yang lebih representatif. Rencananya, gedung baru ruang perawatan penyakit dalam ini dibangun di areal gedung D yang di dalamnya terdapat pelayanan poli. “Sebelumnya, layanan penyakit dalam di tiga gedung terpisah, yakni Ruang Cermai, Jambu dan Kedondong. Layanan terpadat memang penyakit dalam. Kami ingin terpusat dalam satu gedung, sehingga pelayanannya menjadi lebih bagus,” tegasnya. Selain itu, tenaga medis lainnya bisa dilakukan efisiensi. Selama ini setiap satu gedung membutuhkan satu tim yang terdiri atas beberapa tenaga medis. Dengan terpusat dalam satu gedung, maka tim yang dibutuhkan lebih sedikit dan efektif melakukan pelayanan. “Gedung D akan dibongkar, di sana bakal dibangun gedung baru. Sementara layanan

poli-poli dipindahkan ke PIP (Pusat Investasi Pemerintah) lantai 2. Jadi, kamar PIP-nya yang dikurangi,” jelas dr. Kesuma. Dengan pinjaman daerah ini, maka persetujuannya cukup dalam proses mekanisme APBD 2020. Tidak perlu dibahas khusus bersama lembaga dewan, untuk memperoleh persetujuan. Karena di dalam APBD sudah dicantumkan rencana ini. Proses ini berbeda dibandingkan pandangan umum lembaga dewan yang disampaikan beberapa waktu lalu, bahwa pinjaman daerah, baik jangka menengah maupun jangka panjang, wajib mendapat persetujuan dewan, dengan keputusan tersendiri melalui rapat paripurna tersendiri. Sebab, persetujuan dewan itulah yang digunakan sebagai lampiran dalam pengajuan dokumen usulan pinjaman daerah ke pusat. Kesuma menegaskan, pinjaman daerah ini tidak dilakukan ke pusat atau LKB, LKBB atau PIP. “Dulu pernah kami mengajukan pinjaman daerah ke PIP. Karena belum memiliki perda tentang pinjaman daerah, permohonan yang kami ajukan ditolak,” tambahnya. (kmb31)

Semarapura (Bali Post) Era digital membuka lebar pasar bagi pelaku IKM (Industri Kecil Menengah). Dekranasda (Dewan Kerajinan Nasional Daerah) sebagai wadah di daerah mengarahkan perajinnya agar lebih berani memanfaatkan pasar digital untuk mengembangkan usahanya. Dekranasda mendorong perajin masuk pasar digital dengan memberikan pelatihan e-Smart IKM Go Digital di Ruang Rapat Praja Mandala Pemkab Klungkung, Rabu (4/12) kemarin. Dekranasda mendorong para perajin dan siswa SMK dalam pengembangan entrepreneur dan calon wirausaha muda di Kabupaten Klungkung menuju pebisnis yang mampu masuk ke pasar digital. Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, mengatakan pelatihan ini menyasar anak-anak muda untuk lebih mandiri menjadi agen perubahan marketing usahanya dengan smartphone. Mereka harus berani mengubah mindset bisnisnya ke arah yang lebih maju. Bupati Suwirta berharap pemanfaatan gadget di era sekarang dapat dimaksimalkan tidak hanya untuk sekadar ngobrol atau berfoto, tetapi bisa menghasilkan sesuatu yang positif dan bermanfaat. “Manfaatkan smartphone dengan baik untuk berbisnis. Jangan salah menggunakan, apalagi hanya untuk perilaku konsumtif,” ujar Bupati Suwirta usai membuka kegiatan pelatihan ini. Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Klungkung, I Gede Kusumajaya, menyatakan e-smart digital menjadi jawaban terhadap tan-

Bali Post/kmb31

PELATIHAN - Para perajin dan pelaku usaha lainnya saat mengikuti pelatihan yang diadakan Dekranasda Klungkung. tangan dari pemerintah untuk secara bertahap mengalihkan model promosi manual ke era digital. Ini memanfaatkan kemajuan teknologi serta memberikan informasi strategi pemasaran lewat smartphone bagi pelaku UMKM dalam menghadapi tantangan terbesar di era digital. “Ini wujud nyata peran Dekranasda dalam menggenjot pelaku industri kecil menengah agar aktif dalam mengembangkan usahanya dengan smartphone,” kata Kusumajaya seraya menyampaikan,

pelatihan ini disambut cukup antusias, dengan hadirnya puluhan pelaku usaha dan siswa SMK serta narasumber dari Shopee Jakarta. Ketua Dekranasda Klungkung Ayu Suwirta dan Wakil Ketua Harian Dekranasda Mariati Winastra juga hadir di lokasi. Ayu Suwirta berharap cara ini menjadi salah satu jawaban betapa besarnya tuntutan masyarakat untuk masuk ke pasar online dan berkembang mengikuti minat pasar dan tren kekinian pada umumnya. (kmb31)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Kamis Wage, 5 Desember 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr:Wanita PRT,Tinggal Dalam, Umur diatas 30 thn untuk rumah Pengalaman. Gaji 2.5 jt. SMA/WA 0816571027 B.BP.004.12.19.0000112

Dbthkn Tenaga Pengajar Sirkus, Pria/Wnt,bs B.Inggris,Dom.Bali Krm CV:rizqi@balicircus.com B.BP.031.12.19.0000033

SERVICE

Dcr ART,Wanita,Tinggal dalam Hub.081374220873 B.BP.001.12.19.0000089

Dcr Tng 1 wnt+1 laki serabutan min SMA, UD Kabik, 081999415788 B.BP.001.12.19.0000015

Di bthkan Clean Service Wanita u/Klinik Dokter H.081238205400 B.BP.004.12.19.0000103

Dibutuhkan Admin segera ! Hub.087 861 340 445 B.BP.001.12.19.0000016

SERVICE

Dicari Restaurant Manager, CV bawa ke Jl.Danau Tamblingan No.21 Sanur.Attn Wayan Erry B.BP.001.12.19.0000088

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

Dicr Waiter/ess,Kitchen. Kirim CV ke Warung Subak Peguyangan 0361410940, 085100436702 B.BP.001.12.19.0000081

BIRO JASA

Marketing Bawa srt lamaran ke Pertokoan Sudirman Agung B-25 B.BP.001.11.19.0000759

Dicari staff Toko oleh-oleh Hub.082236365599 B.BP.154.12.19.0000099

DIJUAL MOBIL TOYOTA

Avanza Veloz Hitam th 2018 085100041589 B.BP.154.12.19.0000109

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY

TOYOTA

KOST

Yaris 1.5 SM/Th 2012 Putih Hubungi:081337271022

Over kontrak Kos2an 11 kmr. Jl.Tkd Badung Renon H085100888379

B.BP.001.12.19.0000090

B.BP.004.12.19.0000101

PROPERTY

PROPERTY

DIJUAL RUMAH

DIJUAL TANAH

Dijual Rmh/Tnh Antosari Tbn Dp 10% Bunga Krd 0,83%/Bln Hub.081338183031/081805374433 B.BP.004.11.19.0000725

BIRO JASA

Djl Tnh 1A Dalung Umasari 470 15,40A Tangeb H.082147454248 B.BP.001.12.19.0000100

Tnh Pinggir Jalan 17A/Rp.250Jt /A,Ng Sebatu Gyr/081242710784 B.BP.001.12.19.0000057

RUPA-RUPA

Sy Siap Bantu bayarkan,Laporkn Pjk Hotel,Pjk Restaurant,Toko NPWP,SIUP. HP:081.338.344.155 B.BP.001.11.19.0000544

KEHILANGAN

Hilang BPKB No.08150754-O DK 1433 SI An. Suparti B.BP.001.12.19.0000098


Kamis Wage, 5 Desember 2019

SUMBANGAN - Bangunan panyengker dan padmasana yang dibangun dengan dana sumbangan masyarakat.

Bali Post/kmb40

Warga Dua Banjar Urunan Perbaiki ’’Panyengker’’ dan Padmasana Sekolah Bangli (Bali Post) – Warga dua banjar di Desa Susut, yakni Banjar Manuk dan Tangkas, urunan untuk memperbaiki tembok panyengker dan bangunan Padmasana di SDN 2 Susut. Ini dilakukan lantaran usulan perbaikan yang telah diajukan pihak sekolah ke pemerintah tak kunjung mendapat tindak lanjut. Sekretaris Komite, Wayan Nganta, didampingi Kasek SDN 2 Susut, Wayan Widia, Rabu (4/12) kemarin men-

gungkapkan, perbaikan panyengker dan Padmasana SDN 2 Susut merupakan inisiatif dari Komite Sekolah. Pihaknya menilai perbaikan perlu dilakukan demi kenyamanan siswa di sekolah. Dia menuturkan, awalnya panyengker di sisi utara sekolah hanya berupa pagar hidup (dari tanaman). Pagar tersebut sekaligus menjadi pembatas antara areal sekolah dan kuburan. Sekitar tahun 2017, panyengker sekolah tersebut terkena alat berat

saat proses pembuatan jalan usaha tani. Tembok padmasana yang ada di pojok timur laut pun ikut rusak. Pihak sekolah kemudian berupaya mengajukan usulan perbaikan ke pemerintah. Namun, tidak mendapat tindak lanjut. Pihak Komite sekolah yang prihatin melihat kondisi sekolah seperti itu, lalu berinisiatif mencarikan dana ke donatur. Akhirnya di tahun 2018 panyengker berhasil dibangun dengan batako sepanjang 30 meter dengan

dana bantuan Rp 6-7 juta. Pembangunannya dilakukan gotong royong oleh masyarakat. “Kami prihatin karena saat belum di-sengker, anakanak sering merasa tidak nyaman di sekolah,” ungkapnya. Kemudian pada tahun 2019 ini, Komite Sekolah kembali berinisiatif untuk membantu perbaikan Padmasana sekolah. Karena pembangunan Padmasana tidak bisa dilakukan dengan dana BOS, maka pihakya mencari solusi lain dengan berkoordi-

Serangan Lalat Emas Meningkat

Petani Jeruk Merugi Bangli (Bali Post) – Sejumlah petani jeruk di Kintamani dipusingkan dengan lalat emas yang menyerang tanaman jeruk mereka. Apalagi di musim kemarau panjang akhir-akhir ini, serangan lalat emas kian meningkat. Dampak serangan lalat menyebabkan petani merugi karena buah jeruk petani jadi membusuk di pohon lalu rontok. Seperti yang diungkapkan petani jeruk di Desa Manikliyu, Ketut Sandia. Pada musim kemarau panjang ini, populasi lalat emas meningkat. Setidaknya hal ini sudah dirasakannya sejak dua bulan terakhir. “Lalat emas pada umumnya memang lebih cepat berkembang pada musim kemarau,” ungkapnya, Rabu (4/12) kemarin. Dijelaskannya, ciri-ciri buah jeruk yang telah dis-

erang lalat emas biasanya akan berubah layu dan busuk. Lama-kelamaan buah tersebut akan rontok. Untuk mengatasi serangan lalat emas, Sandia mengaku sudah mencoba melakukkan berbagai upaya mulai dari penyemprotan hingga pemasangan petrogenol. Namun, itu diakuinya tidak cukup efektif untuk mengatasi serangan lalat emas. Menurutnya agar penanganan serangan lalat emas bisa

efektif, pemasangan petrogenol harus dilakukan secara serentak oleh semua petani. “Kalau sendiri-sendiri hasilnya tidak maksimal,” terangnya. Sandia mengatakan musim panen raya jeruk di Kintamani sudah berakhir Oktober lalu. Meski demikian, saat ini masih ada tanaman yang memproduksi buah di luar musim (nyeladian). Untuk menghindari kerugian akibat serangan lalat buah, dirinya memilih

Disdukcapil Tertarik dengan ADM

Bangli (Bali Post) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bangli tertarik dengan anjungan dukcapil mandiri (ADM) yang di-launching Kemendagri saat rakor belum lama ini. ADM merupakan sebuah mesin berteknologi canggih yang bisa melayani proses pembuatan dan pencetakan dokumen kependudukan masyarakat. “Bangli ingin sekali punya alat itu untuk mempermudah pelayanan ke masyarakat,” ungkap Kadisdukcapil Bangli, Nyoman Sumantra, Rabu (4/12) kemarin. Hanya untuk bisa memiliki alat itu, harganya cukup mahal mencapai Rp165 juta per unit. Dengan kondisi keuangan daerah seperti sekarang, Sumantra menyadari pihaknya di Disdukcapil belum bisa melakukan pengadaan mesin itu. Selain terkendala dana, pengadaan mesin ADM, sulit dilakukan lantaran kegiatan itu belum masuk dalam renstra (rencana strategis) yang dibuat tahun 2016 lalu. “Kita tidak bisa ujug-ujug beli, harus masuk dalam renstra dulu,” jelasnya. Dijelaskan lebih lanjut bahwa ADM bisa melayani pembuatan akta-akta, kecuali akta perceraian. Mesin itu juga bisa untuk pencetakan KTP. Untuk membuat akta perkawinan misalnya, warga hanya tinggal memasukkan persyaratan yang dibutuhkan seperti nomor surat perkawinan dari desa, memasukan NIK dan syarat lainnya. Setelah lengkap semua, selanjutnya mesin akan memproses untuk dilegalisir oleh yang berwenang. Kemudian pada mesin akan muncul pilihan apakah akan langsung diprin atau ditunda.

Sementara itu, untuk pembuatan KTP, mesin tersebut hanya bisa melakukan pencetakan. Untuk perekamannya tetap harus dilakukan di Kantor Disdukcapil. “Rekaman tetap sesuai prosedur karena kamera yang dipakai untuk perekaman adalah kamera khusus,” terangnya. (kmb40) Nyoman Sumantra

menjual buah jeruknya yang masih muda dan belum siap panen. Per kilogramnya laku Rp4.500. Diakuinya, saat ini harga jeruk sudah membaik. Kemungkinan itu disebabkan produksi buah jeruk di tingkat petani sangat terbatas. Hal senada disampaikan petani jeruk di Sekardadi Wayan Suardanayasa. Pihaknya mengakui banyak terjadi serangan lalat emas. Lalat buah tersebut mudah berkembang. ‘’Sebagian besar jeruk petani diserang lalat buah, karena jeruk juga sedikit. Tak musimnya sekarang. Pemeliharaannya lebih sulit,’’ katanya. (kmb40)

nasi bersama klian di Banjar Manuk dan Tangkas. Kemudian masing-masing klian menyosialisasikan kondisi sekolah sekaligus mengajak masyarakatnya untuk membantu perbaikan dengan urunan. Urunan bersifat sukarela. “Masyarakat sebagian besar setuju urunan. Karena sifatnya sukarela, jadi yang tidak urunan tidak apa-apa,” ujarnya. Ketua Komite Sekolah, Ketut Suena, menambahkan dari sumbangan masyarakat

di dua banjar terkumpul dana Rp 20 juta lebih. Dana tersebut kini telah dipakai untuk perbaikan padmasana. Rencananya pada hari raya Saraswati, Sabtu nanti, bangunan Padmasana yang baru selesai diperbaiki akan diupacarai. Dikatakan Suena, untuk membiayai upacara dana yang tersisa masih kurang. Karenanya untuk biaya upacara akan diupayakan dengan urunan komite bersama guru. Sebagai bentuk pertanggung-

jawaban atas uang sumbangan masyarakat, rencananya nanti akan dibuatkan laporan untuk dua banjar tersebut. Sementara itu, Kasek SDN 2 Susut, Wayan Widia, menambahkan saat ini masih terdapat kerusakan pada bagian tembok panyengker bagian timur sekolah. Untuk perbaikannya, Widia mengatakan hal itu telah diusulkan lewat musrenbang. Panjang tembok yang diusulkan mencapai 50 meter. (kmb40)

Siswa SLB Produksi Tas Kain Pengganti Plastik Bangli (Bali Post) – Sejak dikeluarkannya Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai, masyarakat akhir-akhir ini mulai beralih menggunakan tas kain saat berbelanja. Tas berbahan kain dianggap ramah lingkungan karena bisa digunakan berulang kali dan tidak mencemari lingkungan. Di Bangli, tas ramah lingkungan belakangan ini diproduksi oleh siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Bangli. Tas buatan para siswa cukup diminati, bahkan sampai kebanjiran order. Tas kain ramah lingkungan tersebut dikerjakan belasan siswa SMP dan SMA SLB di ruang kelas keterampilan sekolah. Dalam kegiatan produksi, mereka didampingi beberapa guru pengajar keterampilan. Jumirah, salah satu guru pengajar keterampilan di SLBN 1 Bangli mengungkapkan, tas kain mulai diproduksi siswanya sejak dua bulan terakhir. Tas ramah lingkungan awalnya dibuat dengan tujuan untuk mengurangi penggunaan sampah plastik. “Kemudian guru di sini yang punya toko udeng dan saput langsung pesan 300 pcs. Instruktur tenun di sini juga punya produksi tenun sendiri, juga langsung pesan. Setelah itu, orderan terus mengalir. Sekarang kita

Bali Post/kmb40

SLB - Tas kain ramah lingkungan buatan siswa SLBN 1 Bangli. sedang kerjakan orderan tas dari bimbel di Klungkung,” ungkapnya ditemui, Rabu (4/12) kemarin. Dijelaskan, pembuatan tas kain ramah lingkungan tidak sulit bagi para siswanya. Bahan yang digunakan berupa kain spunbond. Tas yang bisa dibuat siswanya sejauh ini ada dua jenis. Ada yang berbentuk kotak polos seperti tas kain yang dijual di toko swalayan, dan ada juga yang berbentuk tas gendong untuk anak-anak. Harganya bervariasi mulai Rp

2 ribu per pcs-nya. Hasil penjualan dibagi untuk siswa dan sebagian dikumpulkan melalui koperasi untuk kegiatan akhir tahun di sekolah. Dikatakan Jumirah, selain membuat tas kain yang ramah lingkungan, belasan siswanya yang ikut kelas keterampilan menjahit juga lebih dulu telah membuat aneka jenis dompet dan tas pesta berbahan kain endek. Dompet dan tas hasil produksi siswa, selama ini sudah sering ditampilkan dalam ajang pameran. (kmb40)


Kamis Wage, 5 Desember 2019

OLAHRAGA

15

Jelang Laga Kontra Laos

Indonesia Berpeluang Besar Lolos ke Semifinal

Manila Indonesia masih ada di posisi kedua, namun Indonesia memiliki peluang yang besar untuk lolos ke semifinal SEA Games 2019. Garuda Muda kini justru diuntungkan setelah laga keempat grup B SEA Games 2019 selesai dipertandingkan. Di laga hari Selasa (3/12), Indonesia meraih kemenangan telak 8-0. Di saat bersamaan, Vietnam hanya unggul 1-0 atas Singapura dan Thailand hanya mampu menang lawan Laos dengan dua gol di pengujung pertandingan. Perbedaan kemenangan tersebut mengangkat posisi Indonesia di klasemen grup. Indonesia kini punya selisih gol +11 dan duduk di posisi kedua, mengungguli Thailand yang punya selisih gol +10. Vietnam memang masih di atas angin dengan selisih gol +13 plus nilai sempurna 12 poin, tetapi situasi mereka tidak senyaman Indonesia jelang laga terakhir.

Di laga terakhir, Indonesia akan menghadapi Laos yang sudah dipastikan tersingkir dari arena SEA Games, sedangkan Vietnam harus menjalani laga hidup-mati melawan Thailand. Bila menilik posisi klasemen, Thailand jadi negara yang posisinya paling tidak nyaman. Mereka wajib menang dengan selisih dua gol atas Vietnam di laga terakhir. Hasil imbang sudah berarti situasi kritis untuk mereka, meski ada harapan mereka bisa lolos andai Indonesia kalah di tangan Laos. Vietnam yang ada di puncak klasemen dengan nilai sempurna juga tak akan bisa sepenuhnya nyaman dalam singgasana. Meski bisa lolos dengan kekalahan satu gol, Vietnam harus menghadapi Thailand di laga terakhir yang selama ini dikenal sebagai raja Asia Tenggara. Memang sejumlah skenario bisa saja

terjadi tergantung dengan hasil yang didapatkan Evan Dimas dkk. ketika menghadapi Laos dan hasil pertandingan Vietnam kontra Thailand. Pelatih timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri, mengaku tidak ingin mengkhawatirkan duel melawan Laos, kendati laga tersebut sangat menentukan nasib timnya. Menurut Indra, pertandingan tersebut bukan merupakan persoalan hidup dan mati sehingga tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. ‘’Tidak ada pressure. Doakan saja. Kalau khawatir nanti malah jadi masalah. Jadi harus optimistis,’’ tutur Indra Sjafri di Filipina, Rabu (4/12) kemarin. ‘’Pertandingan itu tidak ada hidup-mati, yang hidupmati itu sakratul maut. Di sepak bola enggak ada,’’ ujarnya menambahkan. Namun, dia berharap anak asuhnya tetap fokus guna memastikan tiket ke semifinal. (kmb33)

Teco Ungkap Rahasia Administrasi Tujuh Pemain Bali United Jadi Juara Belum Lengkap Pra-PON

Mangupura (Bali Post) Setelah dilakukan verifikasi, terungkap tujuh pesepak bola dari NTB (4 pemain), ditambah NTT (3 pemain) belum memenuhi persyaratan administrasi. Untuk itu, data ketujuh pemain dikembalikan dan

diharapkan melengkapi persyaratan dengan batas akhir, Rabu ( 4 / 1 2 ) m a l a m kemarin. Technical D e l egate ( T D ) d a r i P S S I Pusat R a y m o n d di Kuta, kemarin siang menuturkan, melalui ajang PraPON wilayah III ini (Bali, NTB, NTT) akan lolos satu provinsi. Untuk wilayah lainnya, meloloskan sembilan provinsi, ditambah tuan rumah Papua, serta Jabar yang merupakan peraih emas PON 2016. ‘’Jadi, PON Papua 2020 melibatkan 12 tim provinsi,’’ ungkap Raymond. Manajer Tim NTT Jimmy Sianto mengakui pihaknya

optimis mampu memenuhi kelengkapan administrasi. Apalagi, seluruh skuad kelahiran NTT. ‘’Selama ini, Bali yang langganan lolos, tetapi kali ini kami bertekad merebut tiket PON,’’ ujarnya. Dikemukakan, Tim PraPON NTT ditangani pelatih berkualitas Ricky Nelson. Bahkan, mereka telah menjalani pemusatan latihan di Surabaya, sebelum bertolak ke Bali. Sementara itu, Manajer Tim NTB M. Salahudin mengemukakan, pihaknya juga yakin bisa melengkapi administrasi keempat pemainnya. Ia menjelaskan, peluang ketiga provinsi lolos ke PON, peluangnya 30 persen. Di sisi lain, pelatih PraPON Bali Kadek Swartama menerangkan, para pemain NTT rata-rata fisik dan staminanya tangguh. Ia pun sudah menyiapkan asuhannya usai Porprov Bali di Tabanan, September lalu. ‘’Saya hanya menginstruksikan kepada pemain agar mereka fokus bertanding dan memetik kemenangan,’’ tuturnya. (022)

Anak Buah Megawati pun mempertanyakan bila ingin mendirikan khilafah, siapakah khalifahnya? ‘’Pertanyaannya, khalifahnya itu sopo? Kalau saya baca-baca soal khilafah itu adalah sebuah, seperti

nation tanpa border. Lalu bagaimana ya memilih khalifahnya? Khalifahnya lalu dari mana?’’ tanya Megawati. Megawati pun mengaku tidak ada yang datang ke DPR untuk berdiskusi mengenai pendirian khilafah. ‘’Enggak ada yang datang ke DPR bicara. Saya su-

dah nunggu-nunggu, bukan saya, nanti yang hadapi anak buah saya. Supaya enak gitu lho, pantes ooh… ini mau mengubah negara kita tercinta ini. Sebentar lagi 75 tahun, bayangkan lho, sebuah negara bisa hancur,’’ tegas Megawati. (ant)

Beri Masukan

Selain itu, ia juga memberi masukan di bidang pariwisata seperti layanan imigrasi, kebersihan dan lalu lintas. Terlebih, ada sekitar 700 ribu wisatawan Swiss yang datang ke Indonesia setiap tahunnya. Mayoritas berkunjung ke Bali, bahkan tak sedikit yang menetap di Pulau Dewata. ‘’Sekitar 520 orang warga Swiss tinggal di Bali,’’ imbuhnya. Itu sebabnya, Kurt Kunz menaruh perhatian terhadap kenyamanan dan keamanan wisatawan Swiss di Bali. Termasuk warga Swiss yang menetap dan berkecimpung di berbagai bidang seperti pendi-

dikan, pariwisata, kuliner dan lingkungan. Ia juga berharap hubungan Swiss dengan Indonesia, dan Bali khususnya semakin baik, khususnya di bidang ekonomi, lingkungan dan pariwisata. Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan arah pembangunan Bali ke depan dengan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Di antaranya menata pariwisata, merawat kearifan lokal dan menjaga lingkungan alam. ‘’Untuk mewujudkan alam Bali yang bersih, akan diterapkan sistem pertanian organik untuk mengurangi zat kimia di tanah, sehingga tidak terjadi pencemaran lingkungan. Juga sedang kami desain dengan pergub

menerapkan kebijakan Bali energi bersih,’’ kata Ketua DPD PDI-P Bali ini. Terkait keamanan wisatawan, lanjut Koster, Bali telah memiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah yang siap mengantisipasi bencana yang mungkin terjadi. Di sisi lain, pihaknya berharap bisa belajar dari Swiss untuk mengembangkan industri jam tangan terkait pengembangan ekonomi kreatif di Bali. ‘’Orang Bali punya keterampilan tangan yang baik dan pandai membuat desain. Saya berharap desain yang dibuat orang Bali bisa melengkapi pengalaman dan teknologi yang dimiliki Swiss dalam membuat jam tangan,’’ ujarnya. (kmb32)

Kamis, 5 Desember 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Mamungkah Ngenteg Linggih (4) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Aranyaka Parwa (2) Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Solusi Alternatif Marion Sam Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV

11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Wirasa Peduli Sesama 11:30 Wita Mahadewi Pelestarian Endek 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Mamungkah Ngenteg Linggih (5) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:30 Wita Bali TV Shop 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita Gita Santhi Sekaa Santhi Budhi Darma Bakti (1)

17:00 Wita Diabemed 17:30 Wita Kartun Aranyaka Parwa (3) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Lipsus Tingkatkan Pelayanan Publik, Melalui MPP, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kab.Badung 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Nuansa Property 21:00 Wita Talk Show Merah Putih Dipertanyakan Kesiapan Bali Hadapi Bencana 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel

Gianyar (Bali Post) – Pelatih Bali United, Stefano Cugurra alias Teco, menjelaskan bahwa keberhasilan timnya meraih juara Liga 1 2019 tidak lepas dari gaji pemain yang lancar. Bali United akhirnya resmi memastikan diri menjadi juara kompetisi Liga 1 2019. Kepastian Bali United juara Liga 1 2019, setelah mereka berhasil mengalahkan Semen Padang 2-0 tanpa balas pada laga pekan ke-30 Liga 1 2019. Pertandingan antara Semen Padang dan Bali United berlangsung di Stadion Haji Agus Salim, Kota Padang, Sumatera Barat, Senin (2/12). Dua gol kemenangan Bali United atas Semen Padang disumbangkan oleh Ilija Spasojevic menit ke-51 dan 85. Pelatih Bali United, Stefano Cugurra alias Teco, menjelaskan ada beberapa faktor mengapa timnya berhasil menjadi juara Liga 1 2019. Gaji pemain yang tidak pernah terlambat menjadi salah satu kunci Bali United juara Liga 1 2019. Teco menilai seluruh komponen tim, termasuk manajemen yang mengatur keuangan berperan besar terhadap keberhasilan

Bali United. Dia pun lantas menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pemain dan suporter yang telah memberikan dukungan. ‘’Terima kasih kepada semua pemain. Ini adalah kerja keras seluruh tim. Terima kasih juga kepada suporter Bali United,’’ ujar Teco. ‘’Terima kasih kepada semua komponen dalam tim, pelatih, ofisial, manajemen, gaji tidak pernah terlambat,’’ imbuhnya. Kemenangan atas Semen Padang membuat Bali United saat ini memimpin klasemen dengan koleksi 63 poin. Jumlah tersebut sudah tidak mungkin terkejar lagi oleh tim lain, sekalipun Bali United nantinya kalah dalam empat laga sisa. (kmb33)

Partai Pertama ‘’Tadi kita main enak. Lawan juga sudah tahu cara mainnya. Kita sudah siapkan antisipasinya di latihan,’’ kata Arya. Sebelumnya, Jonatan Cristie mengalahkan Lee Zii Jia pada partai pertama dan Anthony Ginting yang menang atas Soong Joo Ven dalam partai ketiga, sedangkan pada partai kedua, Fajar Alfian menyerah kepada Aaron Chia Teng Fong/Soh Wooi Yik. Anthony Sinisuka Ginting mengaku cukup repot menghadapi Soong Joo Ven. Soon yang hanya berperingkat 62 dunia dan Ginting yang memiliki ranking 8 dunia dipaksa

bekerja keras sebelum menang 13-21, 21-15, dan 21-18. ‘’Tadi tidak mudah ya. Dia ulet dan netting-nya juga bagus. Set pertama saya banyak tertekan dan mati sendiri,’’ kata Ginting seusai pertandingan. Pada partai ketiga beregu putra itu, Ginting memang terlihat kesulitan pada gim pertama terutama menghadapi determinasi pemain kidal Malaysia tersebut. Pada gim pertama, Soon yang bermain spartan membuat Ginting kesulitan menembus pertahanannya. Beberapa kali bola sulit Ginting mampu dikembalikan Soon. Sejak awal gim pertama, Ginting selalu tertinggal dalam pengumpulan angka. Pada interval, Soon unggul 6-11. Laju

angka Soon belum tertahan hingga unggul 17-10. Ginting kemudian menambah dua poin, tetapi Soon melesat hingga kedudukan 19-12. Sebuah pengembalian Ginting yang menyangkut net mengakhiri gim pertama dengan skor 13-21 untuk Malaysia. Mengawali gim kedua, Ginting sempat unggul 3-0 tetapi kemudian disamakan bahkan disusul hingga tertinggal 3-5. Setelah itu, melalui beberapa kali permainan net yang cantik, Ginting telaten mengumpulkan angka dan unggul 11-8 saat interval. Seusai interval, Ginting mengendalikan permainan sepenuhnya terutama lewat pukulan-pukulan kedutnya yang sulit ditebak. Ginting unggul 21-15 untuk memaksa

pertandingan dilanjutkan ke gim ketiga. Pada awal gim ketiga, Ginting tertinggal 0-2, tetapi setelah itu mengejar dan menyamakan poin 6-6. Kejarmengejar kemudian terjadi hingga interval, Ginting tertinggal 10-11. Setelah bertukar tempat, melalui permainan rally, Ginting menyusul dan unggul 16-12. Soon kemudian mengejar hingga berselisih satu poin di angka 18-17. Namun, Ginting kembali unggul dan sebuah servis Soon yang menyangkut di net mengakhiri gim ketiga dengan keunggulan Ginting 21-18. Menurut Ginting, kunci kemenangannya adalah berusaha bermain sabar dan menerapkan pola rally. (ant)


Kamis Wage, 5 Desember 2019

Sukses Acara HGN dan HUT Ke-74 PGRI

PGRI Bali Ucapkan Terima Kasih kepada Gubernur dan Putri Suastini Koster RANGKAIAN kegiatan Hari Guru Nasional (HGN) 2019 dan HUT ke-74 PGRI diakhiri, Sabtu (30/11) lalu di Jakarta. Acara puncak ini dihadiri Mendikbud, Nadiem Makarim. Sementara Bali mengirim sejumlah utusan dipimpin Ketua PGRI Bali Dr. Drs. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. bersama IB Wibawa, I Wayan Kamasa, I Made Suada, Nengah Madiadnyana, I Nyoman Winata, I Komang Artha Saputra, I Nengah Sukama, I Ketut Suarya, I Made Rumpyuk dan Izhak Jafar Nasution. Ketua PGRI Bali, Gede Wenten Aryasuda, Rabu (4/12) kemarin secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua komponen baik lembaga maupun pribadi yang ikut menyukseskan semua

agenda HGN dan HUT ke-74 PGRI di Provinsi Bali. Yang pertama dan utama ucapan terima kasih kepada Gubernur Bali Wayan Koster dan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster yang menghadiri sekaligus memberikan sambutan saat HGN di Ardhna Candra, 25 November yang lalu. Termasuk kepada Putri Koster yang ikut memberi hiburan membaca puisi ‘’Sumpah Kumbakarna’’ serta mendukung agar guru PAUD/ TK ikut mendapat bantuan dari Pemprov Bali. Ucapan terima kasih juga disampakan kepada Ketua DPRD Provinsi Bali, Ketua Komisi IV DPRD Prov. Bali, Ketua PHRI Bali, Ketua DPRD, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Kepala Dinas Pendidikan Bali, Kepala LPMP

dan Kepala Taman Budaya Denpasar yang banyak membantu dalam penyiapan fasilitas. Aryasuda yang juga kepala SMP PGRI 2 Denpasar ini didampingi Sekretaris, Dra. Mercy Viktoria Gigir, juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada segenap pengurus YPLP Provinsi PGRI Bali, Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali, IGB Arthanegara, Rektor IKIP PGRI Bali, Dr. I Made Suarta, beserta jajarannya. Selain memberi dukungan fasilitas untuk lomba geguntangan dan seminar juga memberikan hiburan calonarang ‘’Ambekin Kawisesan’’. Selain itu dia juga mengucapan terima kasih kepada pengurus IGTKI PGRI Provinsi Bali, pengurus PGRI kabupaten/kota, pengurus K3S SD

Kota Denpasar, MKKS SMP Kota Denpasar, MKKS SMA Kota Denpasar dan MKKS SMK Kota Denpasar yang membantu pengerahan massa sehingga bisa menghadirkan 11.000 lebih penonton. Dengan kehadiran guru yang banyak serta berbaur dengan masyarakat membuat acara HGN dan HUT PGRI berjalan meriah dan penuh makna. Dikatakan penuh makna menurut Aryasuda karena Gubernur Bali Wayan Koster yang ikut berjuang melahirkan UU Guru dan TPG kini mau menaikkan tunjangan guru SD, SMP, SMA dan SMK. Sementara itu sejumlah pimpinan PGRI menilai Aryasuda yang memimpin PGRI Bali selama dua periode sukses membawa organisasi menjadikan profesi guru semakin se-

HGN - Gede Wenten Aryasuda bersama pengurus PGRI saat menghadiri HGN dan HUT ke-74 PGRI di Jakarta. jahtera dan bermartabat. Aryasuda banyak terlibat berjuang dengan Pengurus PGRI Pusat guna menjadikan guru sebagai profesi. Termasuk sering bertemu dengan Wayan Koster di Komisi X saat memperjuangan lahirnya UU Guru, TPG hingga guru bantu. Makanya sejumlah komponen menilai Aryasuda yang dekat den-

gan kalangan bawah dan atas ini pantas dan wajar dipilih kembali untuk ketiga kalinya memimpin PGRI Bali. Perpanjangan lebih dari dua kali dibolehkan asalkan mendapat persetujuan PGRI pusat dan dipilih secarat aklamasi. Ketika hal itu ditanyakan kepada Aryasuda, dia menegaskan belum mengambil

keputusan. Dia ingin fokus pada bidang tugas. Sebab menjadi pengurus sangat berat, memerlukan pengorbanan waktu, tenaga hingga finansial. Yang penting lagi, memahami permasalahan guru di daerah. ’’PGRI Bali siap mendukung visi Gubernur Nangun Sat Kerthi Loka Bali,’’ tegasnya. (ad107)

MASIFNYA penggunaan kemasan plastik sekali pakai dan kurangnya informasi tentang solusi alternatif adalah tantangan terbesar bagi masyarakat dalam upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Demikian hasil riset tim Pulau Plastik. Oleh karena itu, sosialisasi mengenai dampak buruk plastik sekali pakai serta penyediaan solusi pengelolaan sampah yang dapat diakses oleh masyarakat menjadi sangat penting agar seluruh lapisan masyarakat dapat turut andil dalam upaya pengurangan sampah plastik. Hal itu disampaikan Gede Robi, pembawa acara serial “Pulau Plastik” yang juga aktivis lingkungan hidup dan vokalis band

grunge asal Bali, Navicula, Selasa (3/12). “Sebenarnya ada berbagai solusi alternatif yang lebih ekonomis sekaligus selaras dengan nilai-nilai budaya di Bali. Nilai-nilai ini kini justru banyak ditinggalkan. Saatnya kita mengenalkannya kembali, seperti penggunaan daun pisang untuk pembungkus canang atau menggunakan wadah yang bisa dipakai berulang kali saat membawa perangkat upacara ke pura,” bebernya dalam sebuah acara diskusi. Ide-ide sederhana berbasis kebijakan lokal seperti ini yang coba ia bagikan melalui 4 episode baru serial Pulau Plastik. Pulau Plastik adalah kampanye kolaboratif antara Ko-

pernik, Akarumput, dan Visinema dalam menangani isu plastik sekali pakai di Bali dan sekitarnya. Selain serial video dan iklan layanan masyarakat, “Pulau Plastik” juga tengah memproduksi film dokumenter untuk layar lebar yang akan diluncurkan tahun 2020. Serial terbaru “Pulau Plastik” ini mencakup isu seputar plastik sekali pakai serta membahas hubungan filosofi dan kepercayaan masyarakat Bali dalam kaitannya dengan plastik sekali pakai. Seperti dapat dilihat dari pemilihan judul untuk tiap episodenya: “Segara Kertih”, “Bedawang Nala”, dan “Tri Hita Karana”. Tiap episode tersebut menampilkan figur lokal seperti

Wayan Koster selaku Gubernur Bali, IB Rai Dharmawijaya Mantra selaku Wali Kota Denpasar, Suzy Hutomo dari The Body Shop Indonesia, dan Ida Mas Dalem Segara sebagai pemuka agama/sulinggih. Kendati serial ini baru akan diluncurkan secara resmi pada 6 Desember di Pasar Badung, keempat episode tersebut telah diputar di beberapa banjar dan komunitas di Bali. Dikatakan, perubahan positif mulai terlihat terhadap pengurangan penggunaan plastik sekali pakai di kalangan warga, serta munculnya kolaborasi lintas pihak terkait pengurangan sampah plastik dan berbagai inisiatif masyarakat Bali merupakan dampak nyata

penerapan Peraturan Gubernur Bali No.97 tahun 2018 tentang pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai. Senior Project Officer Pulau Plastik Kopernik Andre Dananjaya mengatakan, di samping peran pemerintah, masing–masing individu juga punya andil dalam upaya pengurangan plastik sekali pakai. “Sebagai konsumen, kita perlu lebih cermat dalam memilih produk yang kita gunakan sehari–hari. Prioritaskan produk yang melestarikan lingkungan. Inilah pesan yang ingin kami sampaikan dalam kerja sama “Pulau Plastik” dengan inisiatif masyarakat di tingkat desa maupun di ranah agama,” ujarnya. (may)

Gugah Kesadaran Kurangi Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Andre Dananjaya dan I Gede Robi

Bali Post/may

Farabi Gelar ”90’s Spirit Kadek Shellon Arya Dwinata Concert Unlimited Talent” di Bali Kuat Dalam Penjiwaan

LEMBAGA Pendidikan Musik Farabi akan menggelar konser musik “Farabi 90’s Spirit Concert Unlimited Talent” yang menghadirkan Farabi All Star. Kali ini, Farabi Bali ditunjuk sebagai tuan rumah oleh Farabi Pusat. Konser tahunan ini akan digelar di Gedung Ksinarnawa, Taman Budaya Art Center, Denpasar pada 19 Desember 2019 mendatang. Berbagai persiapan telah dilakukan Farabi Bali. Mengingat konser yang akan digelar dalam 2 tahapan ini mengusung sebuah konsep tampilan musikal modern yang dikolaborasikan dengan musik etnik tradisional yang menjadi kebanggaan masyarakat Pulau Dewata. Peserta konser tidak hanya dari siswa-siswi LPM Farabi Bali, namun juga melibatkan siswa-siswi dari Farabi cabang Jakarta (3 cabang) dan 1 cabang di Medan. Total penyanyi yang terlibat 200 orang lebih. Bahkan, sejumlah penyanyi tanah air yang merupakan alumni Farabi juga akan memeriahkan konser spektakuler ini. Di antaranya, Barry Likumahuwa, Agam Hamzah, Budhy Haryono, Ita Purnamasari, Armand Maulana, Dewi Gita, Ayu Gustav, dan Putu Indah. Menariknya, Owner Farabi, Dwiki Dharmawan, juga akan terlibat langsung di dalam konser yang akan dimulai pukul 16.00 - 22.00 Wita ini. Direktur LPM Farabi Bali, Anak Agung Ayu Karina Suryandari, S.E., mengatakan konser ini mengusung tema musik 90-an. Tema ini dipilih karena

memiliki memori indah bagi Indonesia sebagai masa-masa keemasan industri musik di Indonesia. Pada saat itu muncul bintang-bintang musik Indonesia, seperti grup Krakatau, Ita Purnamasari, Dewi Gita, dan banyak artis dan musisi Indonesia lainnya. “Indonesia dikenal sebagai sebuah negeri yang memilik banyak talenta musik dari generasi ke generasi. Karena itu, dalam konser ini kami menampilkan semua siswa Farabi Music School,” ujar Kirana saat jumpa pers di kantor LPM Farabi Bali, Selasa (3/12) malam. Kirana mengatakan, konser musik ini nantikan akan dikemas menarik dengan penampilan yang sangat atraktif. Tidak hanya itu, konser ini juga akan dimeriahkan dengan berbagai genre musik yang dikemas dengan aransemen yang apik, sehingga memperkaya khazanah musik yang edukatif dan menghibur dengan menampilkan para musisi muda

berkolaborasi dengan para mentor seniornya. Sebagai informasi, LPM Farabi yang dipimpin oleh musisi Dwiki Dharmawan lahir dan hadir di Jakarta pada tahun 1996. Farabi kemudian menjadi laboratorium bagi pembinaan dan pendidikan talenta-talenta muda musik yang di kemudian hari muncul dan berhasil mengisi dan menghiasi blantika musik nasional. Dwiki Dharmawan juga membuka Farabi di Denpasar Bali pada awal tahun milenial 2000 dan sampai saat ini terus menjadi salah satu pusat pendidikan musik terkemuka di Pulau Bali. “Pendidikan musik sangat penting dalam pembinaan generasi muda bangsa, karena banyak hal positif yang didapat dalam bermusik, selain fun banyak nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya, seperti ketahanan budaya dan menghaluskan budi,” pungkas Owner LPM Farabi, Dwiki Dharmawan. (win)

Bali Post/win

PERFORM - Dwiki Dharmawan saat perform di selasela jumpa pers.

SELAIN memiliki bakat di bidang musik, Kadek Shellon Arya Dwinata (12) juga memiliki hobi bernyanyi. Bakat di bidang olah vokal diketahui oleh guru sekolahnya di SD Saraswati 5 Denpasar. Sehingga, Shellon, sapaan akrabnya, sering ditunjuk oleh gurunya untuk mewakili lomba antarsekolah. Untuk lebih mematangkan teknik olah vokalnya, putra pasangan I Wayan Swabawa, S.E. dan Dewa Ayu Ritawati Diah Andryani ini bergabung ke Sanggar Seni Cressendo “Griya Musika Sukawati” sejak 2 tahun yang lalu. Di Sanggar milik I Komang Darmayuda ini, siswa SMPN 8 Denpasar ini dibentuk lagi vokal, napas, artikulasi, dan ambitusnya diperlebar serta power-nya ditingkatkan. Alhasil, ia pun berhasil masuk ke dalam Bali Kumara generasi 7 bersama 20 penyanyi anak-anak berbakat lainnya. “Shellon adalah sosok yang sangat kreatif dan greget dalam menyanyikan lagu, dengan ekpresi dan penjiwaannya yang kuat. Dia juga mahir menari, sehingga kelenturan gesturnya sangat apik saat bernyanyi sambil bergaya,” ujar I Komang Darmayuda, Rabu (4/12) kemarin. Di album “Bali Kumara 7”, Shellon kelahiran Gianyar, 7 Juni 2007 ini dipercaya membawakan sebuah lagu “Ekawalya Bhakti ring Guru” yang diciptakan langsung I Komang Darmayuda. Lagu ini memiliki pesan yang penuh makna. Cerita lagu ini

memberi inspirasi kepada anak untuk selalu tekun dan giat belajar, sekalipun tanpa dibimbing seorang guru. Seperti halnya Ekalawya dalam kisah Mahabharata. Meskipun tidak diterima menjadi murid oleh Guru Drona, namun dia tetap semangat dan tekun belajar dengan cara berguru kepada patung guru Drona yang dibuatnya di tempat belajarnya. Akhirnya, Ekawalya bisa mensetarakan kemampuannya dengan Sang Arjuna yang merupakan murid terbaik dari Guru Drona. Selain memiliki bakat bermain musik dan hobi bernyanyi, Shellon juga hobi Masatwa Bali dan membaca puisi. Berbagai prestasi pernah diraihnya. Di antaranya, juara 1 lomba puisi tingkat Kota Denpasar, juara 2 lomba masatwa Bali tingkat Kota Denpasar, juara 3 lomba marching band se-Indonesia, juara 3 lomba lawak Bali seBali, juara 1 lomba menyanyi, juara harapan 1 lomba paduan suara, juara harapan 2 lomba paduan suara, juara harapan 3 lomba menyanyi, dan juara 1 lomba fashion show busana adat Bali. (win)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Kamis 5 Desember 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu