Skip to main content

Edisi Selasa 5 Nopember 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

16 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 81 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Telusuri Dugaan Penambangan Pasir Pantai

Utang Membengkak Jadi Rp 26,5 M

Dua Dermaga Segera Direvitalisasi

Informasi penambangan pasir dan batu di Pantai Beraban, Selemadeg Timur, mendapat atensi khusus Satpol PP Tabanan. Pada Senin (4/11) kemarin petugas Satpol PP melakukan pengecekan ke lapangan.

Pemkab Klungkung berencana meminjam lagi Rp 13,5 miliar. Sebelumnya sudah punya utang Rp 13 miliar, sehingga total utang ke Pemprov Bali mencapai Rp 26,5 miliar.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangli Gede Arta menyebut dua dermaga penyeberangan yang bakal direvitalisasi, yakni Dermaga Kedisan dan dermaga di objek wisata Kuburan Terunyan.

KLUNGKUNG | HAL. 12

TABANAN | HAL. 7

BANGLI | HAL. 14

Umar Hadi, Dubes RI untuk Korea Selatan

Strategi Indonesia Maju dari Korsel

KOREA Selatan kini menjadi salah satu negara dengan ekonomi dan industri yang maju dan sangat kuat di dunia. Berbagai produk Negeri Ginseng ini kini menguasai pasar dunia. Mulai dari elektronik, otomotif maupun manufaktur lainnya. Negeri ini tercatat paling pertama mampu melepaskan diri dari krisis yang melanda dunia beberapa tahun silam. Apa saja peluang dan strategi apa yang harus dilakukan untuk bisa merebut pasar negara yang kini dipimpin Presiden Moon Jae-in ini? Berikut petikan wawancara Satria Naradha, Wartawan Utama Kelompok Media Bali Post, dengan Umar Hadi, Duta Besar Indonesia untuk Korsel, Selasa pekan lalu di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul. Beberapa hari kita sudah memiliki Kabinet Indonesia Maju, seperti apa strategi Bapak ke depan untuk mewujudkan Indonesia Maju? Tentunya kami berkomitmen penuh melanjutkan kerja keras apa yang sudah kita lakukan. Sekarang dengan 5 prioritas yang sudah dicanangkan Presiden, kita tetunya akan mencari peluang-peluang dan membawa lebih banyak lagi hal-hal yang bermanfaat sehingga pembangunan menuju Indonesia Maju benar-benar bisa terwujud. Korea Saksikan Wawancara lengkap di youtube dengan link : https://youtube.be/DQYxkr0No

Selatan tempat yang baik karena banyak hal yang bisa kita pelajari di sini, banyak hal yang bisa kita bawa. Bahkan pemerintah Korea Selatan sendiri sangat kuat komitmennya untuk bekerja sama dengan Indonesia, khususnya pada masa pemerintahan Presiden Moon Jae-in sekarang ini, di mana negaranegara di Asia Tenggara khususnya Indonesia menjadi fokus dan prioritas. Di Indonesia Maju ini, salah satunya bagaimana mendapatkan devisa lebih banyak lagi dari pariwisata. Saat Korsel menempati lima besar kunjungan wisatawan ke Bali, bagaimana analisis dan strategi untuk lebih meningkatkan kunjungan wisatawan dari Korsel? Dari segi brand Indonesia khsususnya Bali ini sangat bagus di Korsel. Orang Korsel mempunyai cita-cita kalau bulan madu inginnya ke Bali. Tatapi kalau pergerakan angkanya lima tahun terakhir berkisar antara 320.000 sampai 350.000, memang masih sangat kecil. Karena di Korsel tiap tahun ada 26 juta orang berlibur ke luar negeri. Yang paling banyak menerima kunjungan wisatawan Korsel adalah Vietnam sekitar 2 juta lebih, Filipina sudah sangat maju sekarang sekitar 1 juta lebih. Tantangannya bagaimana kita bisa mendongkrak itu karena potensinya masih sangat besar. Strategi kita dengan mengembangkan ‘’10 Bali baru’’ sangat tepat. Kita terus mempromosikan di sini. Yang kedua, yang penting mengoneksikan antara Indonesia sebagai tujuan pariwisata orang Korsel dengan produksi industri kreatif mereka. Korsel sangat maju dengan K-drama, K-Pop dan kita sangat gencar menghubungi rumah-rumah produksi di Korsel agar mereka membuat produksi di Indonesia. Contohnya ada acara Yuns Kitchen, produksinya di Lombok. Tiba-tiba Lombok jadi terkenal sampai-sampai tahun lalu charter flight Korean Air dari Korsel mencapai 5 sampai 6 flight ke Lombok. Ketiga, segmen anak-anak muda Korea sangat kreatif di industri digital, yang paling banyak dapat di Canggu. Satu dua tahun ini kita sangat gencar

memanfaatkan social media mereka. Tapi anakanak muda Korsel tidak sehebat anak-anak muda Indonesia dalam memanfaatkan sosmed, yang paling banyak di sini Instagram. Kita manfaatkan sosmed untuk mempromosikan Indonesia. Ternyata saat ini di Korsel banyak menemukan anak-anak muda Korsel yang lahirnya di Indonesia, atau sekolahnya lama di Indonesia. Ternyata sejak tahun 1970-an, sejak kita masuk investasi asing, kalau dari negara-negara lain yang masuk perusahaan-perusahaan besar, korporasi, dari Korsel yang datang pasangan muda yang banyak datang ke Bandung membuka pabrik garmen dan sejenisnya, anaknya lahir di Bandung. Kita kumpulkan dan jangkau mereka, karena itu sangat efektif memengaruhi persepsi mereka bahwa berlibur di Indonesia itu nikmat sekali. Hal. 15 Keragaman Budaya

Potensi wisatawan asal Korsel besar. Tiap tahun ada 26 juta orang berlibur ke luar negeri. Bali bisa menggarap peluang ini, misalnya dengan menjadikan Bali lokasi syuting K-drama maupun video K-Pop.

Peluang ekspor Indonesia ke Korsel potensinya yang paling besar produkproduk kayu dan kinerjanya cukup bagus. Juga produk-produk makanan dan minuman olahan dan komponen-komponen elektronik. Perlu memberi nilai tambah pada produk-produk hasil alam. Peluang untuk tenaga kerja dari Indonesia di sektor manufaktur dan perikanan masih sangat besar di Korsel. Indonesia perlu meniru kultur penelitian dan inovasi yang kuat di Korsel sehingga produk Indonesia memiliki daya saing.

Sinergi Berantas Korupsi Jakarta (Bali Post) – Dua institusi penegak hukum di Indonesia yang berwenang dalam penanganan tindak pidana korupsi yakni Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama ini sering menunjukkan perseteruan. Munculnya istilah Cicak vs Buaya, merupakan representasi dari perseteruan tersebut. Di bawah kepemimpinan Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Idham Azis, yang baru saja dilantik, perseteruan dimungkinkan akan jauh mereda. Keduanya kini menyatakan siap bergandengan tangan, bersinergi memberantas korupsi di Indonesia. MENERIMA AUDIENSI -- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga menerima audiensi Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Tri Tito Karnavian, Ketua Umum Bhayangkari Fitri Handari dan Ketua Umum Dharma Pertiwi Nanny Hadi Tjahjanto di Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA), Senin (4/11) sore. Pertemuan tersebut membahas sinergi program dan kegiatan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak antara Kemen-PPPA dengan Tim Penggerak PKK, Bhayangkari dan Dharma Pertiwi, baik yang sifatnya jangka panjang maupun kegiatan spesifik terdekat seperti peringatan Hari Ibu.

Sofyan Basir Divonis Bebas Jakarta (Bali Post) – Mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir divonis bebas oleh majelis Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (4/11) kemarin, dalam perkara pembantuan kesepakatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang RIAU-1 (PLTU MT RIAU-1). Dengan demikian Sofyan Basir adalah terdakwa ketiga yang divonis bebas oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Hal. 15 Koreksi Putusan

Harian Bisnis Bali ’’Rafting’’ Telaga Waja Melorot Objek wisata rafting di Sungai Telaga Waja cukup banyak. Namun jumlahnya terus melorot. Apa sebabnya? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Korban Ritual ’’Ngurek’’ Diaben Korban ngurek di Pura Batu Telu, Seraya Tengah, Karangasem, I Gede Suardana, yang diaben Senin kemarin, ditangisi anak dan keluarganya. www.denpostnews.com

T

anda-tanda ‘’damai’’ kedua istitusi terlontar ketika Idham Azis melakukan kunjungan ke Ketua KPK Agus Rahardjo, Senin (4/11) kemarin. ‘’Ke depan, kami berharap benar-benar institusi Polri dan KPK ini bisa bergandengan tangan, bisa bersama-sama membangun integritas yang positif di dalam rangka penegakan dan pencegahan masalah tindak pidana korupsi, ucapnya saat jumpa pers di Gedung KPK. Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa kedatangannya juga sebagai bentuk silaturahmi pasca ia dilantik sebagai Kepala Kepolisian Indonesia. ‘’Memang sebelumnya juga saya sejak baik di Polda Metro maupun di Bareskrim secara intens membangun komunikasi dan silaturahmi sama beliau, sehingga sebagai pejabat baru, saya datang sowan dan bersilaturahmi sama beliau memohon arahan,’’ katanya. Dalam pertemuan itu, dia

juga membicarakan banyak hal seperti program-program kerjanya. ‘’Banyak hal yang sudah dibicarakan, kemudian seperti juga di dalam program kerja saya, saya memang memantapkan lagi, apa saja yang sudah baik, yang sudah kita bangun dalam kerja sama selama ini,’’ katanya. Sementara itu, dalam kesempatan sama, Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi M Iqbal menyatakan, kedatangan Idham Azis ke KPK menunjukkan pesan bahwa dia ingin mendukung dan membantu tugas-tugas KPK. ‘’Yang jelas masa depan pemberantasan korupsi the show must go on, sekuat-kuatnya, dan temanteman dan publik juga harus paham Bapak Kapolri setelah dilantik oleh Bapak Presiden yang pertama dikunjungi adalah Panglima TNI setelah itu yang kedua Ketua KPK. Ini menunjukkan pesan bahwa beliau sangat ingin mendukung dan membantu tugas-tugas KPK secara lem-

baga,’’ ucap Iqbal. Sementara itu, Ketua KPK Agus Rahardjo juga mengharapkan kedatangan Kapolri bisa memperkuat kerja sama KPK dengan Polri ke depan. ‘’Ini kunjungan kedua Pak Kapolri setelah beliau ke Panglima TNI kemudian ke KPK. Kami sangat berharap dengan kunjungan ini, kerja sama KPK dengan Polri semakin baik, menghasilkan hal-hal yang terbaik bagi bangsa dan negara kita,’’ katanya. (ant) SINERGI BERANTAS KORUPSI - Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis (kiri) menjabat tangan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo di Gedung KPK, Jakarta, Senin (4/11) kemarin. Pertemuan Kapolri dan Ketua KPK bertujuan untuk membahas sinergi dalam pemberantasan korupsi.

Bali Post/ant

Bali Perlu Perda Infrastruktur Denpasar (Bali Post) Pemprov Bali khususnya Gubernur kini tengah gencar mencanangkan program pembangunan infrastruktur. Hal ini juga membutuhkan keseriusan dari Komisi III DPRD Bali yang membidangi masalah tersebut. Baik dalam perencanaan, penganggaran maupun monitoring dan pengawasan. Agar

ada kepastian terkait realisasi infrastruktur yang dicanangkan, Bali diharapkan memiliki regulasi berupa perda yang mengatur tentang percepatan pembangunan infrastruktur. ‘’Seperti di NTB yang sudah memiliki perda khusus tentang percepatan pembangunan infrastruktur jalan strategis provinsi dengan pola pembiayaan tahun jamak yakni Perda No.9 Tahun 2010,’’ ujar Ketua Komisi III DPRD Bali I Kadek Diana via telepon di sela-sela melakukan kunjungan kerja ke Dinas PUPR NTB, Senin (4/11) kemarin. Diana menambahkan, perda tersebut memberikan suatu kepastian khususnya me-

nyangkut penganggaran yang diploting untuk kegiatan pembangunan dan pemeliharaan jalan provinsi di NTB. Perda memiliki kekuatan mengikat karena sudah berdasarkan keputusan DPRD setempat dan disertai pula dengan pagu anggaran serta waktu pengerjaannya. Penyelesaian rencana tahapan pekerjaan per tahun dan kepastian penyelesaian proyek pun menjadi jelas. Sumber anggaran pembiayaannya juga pasti karena proyek yang sudah masuk dalam perda tidak boleh dianulir lagi. ‘’Contoh di perda itu ada nilainya Rp 750 miliar yang diatur pengerjaannya misalkan

2-3 tahun. Pokoknya sepanjang 2-3 tahun sesuai yang termaktub dalam perda itu, DPRD otomatis sudah memberikan persetujuan anggaran kepada gubernur. Di tahun pertama, dia bisa misalnya memasang Rp 200 miliar, tahun kedua Rp 300 miliar, dan tahun ketiga Rp 200 miliar, tidak masalah,’’ paparnya. Menurut Diana, hasil kunker dewan ini akan dikomunikasikan dengan Gubernur dan OPD terkait. Bali diharapkan memiliki regulasi serupa karena merupakan hal baik dan memberikan satu kepastian anggaran. Hal. 15 Tahun Jamak


Selasa Wage, 5 November 2019

Wapres Harapkan Peran MK Diperkuat Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai lembaga penguji undang-undang memiliki kewajiban menimbang efek dari sebuah produk hukum yang dihasilkan pemerintah. Jika peran MK dapat dilaksanakan maksimal, diharapkan hak ekonomi maupun sosial warga negara dapat lebih terjamin. Demikian disampaikan Wakil Presiden Ma’ruf Amin saat membuka “The 3rd Indonesian Constitutional Court International Symposium (ICCIS)” di The Apurva Kempinski Bali, Nusa Dua, Senin (4/11) kemarin. Dalam sambutannya, Wa-

pres juga menyinggung penguatan lembaga konstitusi di Indonesia. Kegiatan simposium ini dikatakan mempunyai nilai sangat penting. Karena, menurutnya, bukan hanya bertujuan menguatkan peran MK yang selama ini dikenal pengawal konstitusi, melainkan juga karena acara ini memberikan perhatian khusus terhadap peran MK dan dalam rangka memenuhi, melindungi, dan memajukan hak sosial ekonomi rakyat dan warga negara. ‘’Ini merupakan kali ketiga Mahkamah Konstitusi Indonesia menerima dan mendapat kepercayaan komunitas interna-

sional untuk menyelenggarakan acara yang sangat penting ini,’’ tegasnya. Disebutkan, saat ini tantangan yang dihadapi adalah arus informasi yang mudah didapat hingga perubahan dunia yang makin cepat. Hukum pun diharapkan lebih sigap merespons semua kebutuhan masyarakat. ‘’Tantangan ke depan terbentang luar biasa hebat. Hukum dituntut untuk lebih siap dan sigap. Hukum harus ditegakkan dengan tegak. Untuk itu, ide dan gagasan besar dengan perkembangan yang cepat sungguh dibutuhkan, bukan untuk apa-apa tapi

semuanya dilakukan hanya untuk menegakkan kembali tugas paling utama institusi negara yakni melayani, melindungi rakyat,’’ tuturnya. ICCS tahun ini dihadiri delegasi anggota The Association of Asian of Asian Constitutional Court (AACC), seperti Afganistan, Azerbaijan, Kazakstan, Korea Selatan, Kirghistan, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Pakistan, Rusia, Thailand, Turki, dan Usbekistan. Selain itu, kegiatan ini juga akan diikuti oleh para peneliti dari berbagai negara, di antaranya Albania, Andorra, Angola, Bolivia, Timor Leste, dan lainnya. (kmb23)

Bali Post/edi

ICCIS - Wapres Ma’ruf Amin di sela-sela The 3rd ICCIS di Nusa Dua, Senin (4/11).

Hujan Sekali, Aliran PDAM Terganggu

FIGUR

Denpasar (Bali Post) –

Hujan yang mengguyur Denpasar dan sekitarnya pada Sabtu (2/11) malam berdampak pada pelayanan Perumda Air Minum Tirta Sewaka Dharma (PDAM) Denpasar. Wilayah yang terdampak gangguan PDAM, di antaranya kawasan Denpasar Utara serta Denpasar Barat. Kondisi ini akibat dari bendungan karet di aliran Tukad Penet kempes diterjang aliran air yang besar.

Bali Post/dar

Menjaga Kualitas Pariwisata PERDA Provinsi Bali Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pramuwisata merupakan salah satu peraturan daerah yang dibuat untuk menjaga kualitas layanan dan citra pariwisata Bali secara keseluruhan. Selain itu, Perda Pramuwisata tersebut dalam rangka penertiban dan peningkatan kualitas pramuwisata yang memiliki kompetensi sesuai dengan persyaratan standar kompetensi, terutama dalam melestarikan pariwisata budaya. Sebagai penegak perda dan ikut andil dalam menjaga kualitas pariwisata Bali, Satpol PP Provinsi Bali bertindak tegas terhadap pelanggaran atas Perda Parmuwisata. Tindakan tegas yang dilakukan selama ini, terlibat dalam operasi di beberapa daerah terhadap guide liar. Para pelanggar sudah menjalani sidang tindak pidana ringan di Pengadilan Negeri Gianyar beberapa waktu lalu, dengan hukuman denda oleh majelis hakim sebanyak Rp 25 juta. “Ini bukti kami tidak main-main dalam menegakkan peraturan daerah sebagai bagian dalam menjaga kualitas pariwisata,” ujar Kepala Satpol PP Provinsi Bali Dewa Nyoman Rai Dharmadi. Menurutnya, pramuwisata merupakan petugas yang memberikan bimbingan, penerangan dan petunjuk mengenai daya tarik wisata serta membantu segala sesuatu yang diperlukan wisatawan. Dalam menjalankan kegiatannya, setiap pramuwisata wajib memiliki Kartu Tanda Pengenal Pramuwisata (KTPP) yang merupakan identitas bagi pramuwisata dalam melaksanakan tugas kepemanduan wisata. Apabila dilanggar, Pasal 18 mengatur sanksi pidana berupa pidana kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta. Ketentuan ini juga berlaku bagi guide di perusahaan travel agent. Usaha travel agent juga dapat dikenakan sanksi hukum lebih berat lagi, bahkan usahanya bisa di-bredel apabila melakukan pelanggaran serupa. (dar)

Topik : bali perlu perda infrastruktur

Dikonfirmasi Senin (4/11) kemarin, Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Sewaka Dharma Denpasar Putu Yasa mengatakan, hujan yang terjadi sempat mengganggu aliran air ke pelanggan. Pengaliran air dari SPAM Penet yang dikelola UPT PAM Provinsi baru semalam bisa operasional. Kendati demikian, gangguan masih terjadi di beberapa wilayah. Beberapa wilayah yang mengalami gangguan, yakni Denpasar Utara di Kelurahan Ubung dan sekitarnya, serta Denpasar Barat yakni wilayah Jalan Gunung Soputan, Jalan Gunung Guntur, Jalan Tangkuban Perahu, Jalan Gunung Lebah, Jalan Kargo, Jalan Merpati, dan beberapa wilayah lainnya. “Kami dari Perumda Air Denpasar membeli air baku di sana. SPAM Penet itu dikelola oleh Provinsi Bali. Akibat kejadian tersebut aliran air ke Denpasar ditutup sementara,” Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

ujar Yasa. Hal itulah yang membuat wilayah Denpasar Utara dan Denpasar Barat mengalami gangguan pengaliran air. Menurut Yasa, perbaikan sebenarnya sudah selesai dilakukan pada Minggu malam. Akan tetapi dikarenakan masih proses pengisian air sehingga aliran air belum bisa normal. “Tadi malam (kemarin,red) sudah operasional. Karena pipa kita kosong, jadi masih pengisian, sehingga belum pulih betul dan masih ada mampet di beberapa titik,” katanya. Ia menambahkan, saat ini gangguan masih terjadi di daerah yang relatif lebih tinggi. Sementara di daerah perkotaan menurutnya sudah mengalir walaupun belum maksimal. Yasa berharap dalam waktu secepatnya air sudah bisa mengalir dengan normal ke wilayah Denpasar. Gangguan aliran air saat hujan juga sempat disampaikan Putu Yasa saat menerima kunjungan kerja jajaran Komisi II dan IV DPRD Denpasar, belum lama ini. Saat itu Yasa mengakui saat

Bali Post/eka

IPA - Seorang petugas tengah memeriksa saringan Instalasi Pegolahan Air (IPA) Belusung, Denpasar, Senin (4/11) kemarin. musim kemarau seperti sekarang Perumda Air ini cukup kesulitan air, karena air permukaan debitnya sangat kecil. Demikian pula air bawah tanah mengalami penurunan

debit. Ironisnya lagi, di musim hujan bisa jadi Perumda milik Pemkot Denpasar ini juga tidak bisa operasional. Karena air permukaan mengalami kekeruhan cukup tinggi, se-

hingga tidak bisa diolah. “Jadi masyarakat sering bertanya, musim kemarau tidak ada air, kini musim hujan pun mengaku tak ada air,” ujar Yasa. (kmb12)

Bantuan Hukum bagi Masyarakat Miskin Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster sebelumnya telah mengajukan Ranperda tentang Penyelenggaraan Bantuan Hukum kepada DPRD Bali dalam Rapat Paripurna, Rabu (30/10) lalu. Ranperda tersebut selanjutnya dibahas oleh Komisi I, yang salah satunya melakukan kunjungan kerja (kunker) ke DPRD Jawa Tengah. Mengingat DPRD Jawa Tengah sudah memiliki perda serupa dan telah berjalan selama lima tahun. “Di sini (Jawa Tengah - red) sudah punya Perda Nomor 7 Tahun 2014, bahkan hampir sama isinya. Jadi kita bisa melihat bagaimana penerapannya, bagaimana dukungannya, anggarannya,” ujar Ketua Komisi I DPRD Bali I Nyoman

Adnyana saat dikonfirmasi via telepon di sela-sela kunker ke DPRD Jawa Tengah, Senin (4/11) kemarin. Menurut Adnyana, ranperda yang diajukan eksekutif utamanya terkait dengan bantuan hukum kepada masyarakat miskin. Artinya, kalau ada masyarakat miskin di Bali tersangkut kasus hukum, mereka bisa meminta bantuan kepada Pemprov Bali. Pemprov dengan Biro Hukum sebagai leading sector nantinya bekerja sama dengan LBH ataupun perguruan tinggi dengan kriteria tertentu. Di antaranya, memiliki akreditasi dan kantor. “Ada ketentuannya itu yang bisa diajak kerja sama oleh Pemprov Bali. Terus dibiayai setiap kasusnya oleh Pem-

prov Bali, sehingga rakyat miskin tidak perlu keluar uang,” jelas politisi PDI-P asal Bangli ini. Di Jawa Tengah, lanjut Adnyana, Pemprov setempat menangani sekitar 180 perkara setiap tahunnya dengan anggaran Rp 2,5 juta per satu perkara. Terbanyak merupakan masalah perceraian yang penanganannya melibatkan LBH. Menariknya, di Jawa Tengah belum pernah menangani perkara terkait tata usaha negara. Sementara untuk pidana tertentu seperti kasus narkoba tidak diberikan bantuan hukum. Pihaknya akan memberi masukan kepada eksekutif untuk memberlakukan hal itu juga di Bali. “Karena itu kan musuh

kita bersama. Jadi, wujud nyata kita memerangi narkoba dengan cara itu juga, tidak memberikan bantuan hukum kepada pelaku kasus narkoba,” jelasnya. Adnyana menambahkan, Bali sebetulnya tergolong lambat merespons terbitnya perda tentang penyelenggaraan bantuan hukum kepada masyarakat miskin. Sebab, Undang-undang terkait yakni UU Nomor 16 Tahun 2011 tentang Bantuan Hukum bagi Masyarakat Kurang Mampu sudah terbit sejak delapan tahun lalu. “Mungkin dulu tidak sempat terpikirkan. Tapi ini harus, karena untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dan memperlakukan masyarakat sama kedudukannya di muka

hukum. Setelah perda sah, kita juga akan menganggarkan di APBD supaya ini bisa berjalan. Lebih lanjutnya mungkin pergub, atau silakan eksekutif kerja sama dengan pihak ketiga yang memenuhi syarat,” tegasnya. Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris DPRD Bali I Gede Suralaga mengatakan, seluruh komisi di DPRD Bali sejak Minggu (3/11) hingga Selasa (5/11) hari ini memang melakukan kunker ke luar daerah terkait tupoksi komisi masing-masing. Komisi I dan II ke Jawa Tengah, sedangkan Komisi III dan IV ke NTB. Selanjutnya akan dilaksanakan Rapat Paripurna dengan agenda Pandangan Umum Fraksi Rabu (6/11) besok. (kmb32)

Abhiseka Ratu lan Prameswari Larung Abu Ratu Biang IGA Suwitry ke Sungai Gangga

Shri Arya Wedakarna Adakan Yadnya di Kota Suci India (Haridwar, Hrisikesh, Vrindawan) Sebelum Upacara ”Atma Wedana” di Jembrana SUNGGUH tindakan mautama dari seorang putra yang suputra saat berhasil melarung abu suci dari orangtuanya di tepi Sungai Gangga, India. Dalam agama Hindu, Sungai Gangga adalah sungai tersuci dalam Weda dan langsung berasal dari puncak Himalaya, dan bagi pemuja Siwa Sungai Gangga berasal langsung dari ikatan rambut di atas kepala (Siwa Duara) Mahadewa. Sejumlah purana Weda menyebutkan bahwa jika ada umat manusia membersihkn jiwa dan raga di Sungai Gangga, maka ganjarannya adalah nirwana. Ajaran-ajaran Veda seperti inilah yang sangat terasa kental di Puri Tegeh Kori Badung, khususnya saat upacara Pitra Yadnya serangkaian upacara yang dipersambahkan untuk (alm/swargi) Ratu Biang I Gusti Ayu Suwitry. Usai melaksanakan kegiatan

Palebon pada 10 Juli 2019, keluarga besar Puri kembali mengadakan sejumlah acara Pitra Yadnya lanjutan yakni Maligia Atma Wedana (Mamukur) pada November 2019, dan Malinggih-kan Atma yang telah suci di Merajan Kawitan Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori ring Penyaringan Jembrana bertepatan dengan Odalan Jelih pada Hari Suci Pagerwesi, Desember 2019. Namun sebelum itu dilaksanakan, ada satu tradisi dan wasiat keluarga puri bahwa ada kewajiban dari purusa untuk melarung sebagian abu dan tulang dari karya Palebon Ratu Biang ke tepi Sungai Gangga dengan tujuan menyempurnakan kesucian roh/atma dari leluhur. Demikian diungkapkan oleh Gusti Wastu Manggala (Juru Bicara Puri) saat memberi keterangan resmi terkait yadnya di India. “Upacara

yadnya di tanah suci India dilaksanakan oleh rombongan Puri yang dipimpin langsung oleh Ratu Gusti Ngurah Arya Wedakarna lan Prameswari Ida Ayu Ketut Juni Supari. Beliau-beliau akan langsung melepas abu suci di Kota Hindu Haridwar. Di kota suci inilah Dewa Siwa menapakkan kaki sebagai pertanda peradaban manusia itu dimulai, dan juga berakhir dalam siklus hidup dan mati. Dulu pada tahun 2001 saat ayahanda (alm/swargi) Shri Wedastera Suyasa wafat (lebar) juga sama, Ratu Gusti Wedakarna yang saat beliau walaka juga melaksanakan upacara yang sama. Ini bukan sebuah budaya keindia-indiaan, tapi manut saking sastra Purana Weda yang di mana Tuhan memberikan wahyu tentang keutamaan Sungai Gangga. Jika mampu silakan dilaksanakan secara seder-

hana dan ini yang diteladani oleh panglingsir kami di Puri Tegeh Kori. Apalagi dalam sejarah Hindu di Bali, sosok Shri Wedastera Suyasa bersama Ida Pedanda Oka Punia Atmaja merupakan inisiator dari World Hindu Federation saat konferensi bersama Perdana Menteri Indira Gandhi saat itu. Begitu juga sering ada diskusi ke-Hindu-an panglingsir Puri Tegeh Kori dengan Prof. Ida Bagus Mantra yang juga seorang penulis Kitab Suci Hindu Bhagawad-Gita saat menjadi Duta Besar di India. Jadi ini bukan pemikiran generasi saat ini, tapi lebih pada melaksanakan tradisi Weda dan memperkuat budaya Bali,” ungkap Gusti Wastu Manggala. Dari keterangan resmi Puri, selain upacara di tepi Sungai Gangga Haridwar, rombongan Puri juga melakukan tirtayatra dan puja

Gangga Aarti di Parmath Niketan Ashram Hrisikesh dan juga bersembahyang di tempat kelahiran Sri Krisna di Vrindawan. “Dalam jadwal resmi Puri, Ratu Gusti Wedakarna selain melakukan tirtayatra juga akan bertemu dengan Hon. Prahlad Singh

Patel (Menteri Pariwisata Kebudayaan Republik India) dan Hon. Manoj Tiwari (Ketua Partai Hindu Bharatiya/ Anggota Parlemen DPR India Lokshaba) di Ibu Kota New Delhi. Beliau akan membicarakan sejumlah hal terkai program Hindu Dharma dan

pendidikan untuk mengeratkan hubungan Bali Dwipa dan Jambu Dwipa. Selanjutnya akan diadakan sejumlah tirtayatra di Thailand sebelum kembali ke Tanah Air. Kami mohon doa restunya,” pungkas Wastu Manggala. (ad98)

INDIA – Abhiseka Ratu lan Prameswari saat melarung abu leluhur ibunda di Sungai Gangga, Haridwar, India.


Selasa Wage, 5 November 2019

Rapat Paripurna DPRD Badung Masa Persidangan Ketiga 2019

Bupati Giri Prasta Sampaikan Penjelasan Enam Ranperda

BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta menyampaikan enam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Badung Masa Persidangan Ketiga tahun 2019 yang digelar di ruang Utama Gosana, Gedung DPRD Badung, Senin (4/11) kemarin. Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Badung Putu Parwata didampingi Wakil Ketua II Made Sunarta. Keenam Ranperda yang disampaikan Bupati, yakni Ranperda tentang APBD Badung Tahun Anggaran 2020, Ranperda tentang Perubahan Kedua atas Perda No. 13 Tahun 2016 tentang RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Badung tahun 2016-2021, Ranperda Perubahan atas

Perda No. 14 Tahun 2011 tentang Pajak Parkir, Ranperda Perubahan Kedua atas Perda No. 17 Tahun 2011 tentang Pajak Hiburan, Ranperda Perubahan Kedua atas Perda No. 25 Tahun 2011 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga, serta Ranperda Penetapan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Badung. Selain Bupati, DPRD Badung juga menyampaikan lima Ranperda inisiatif dewan yang disampaikan Ketua Bapemperda I Nyoman Satria. Kelima ranperda inisiatif Dewan, yaitu Ranperda tentang Penguatan Program Bidang Pangan, Sandang dan Papan, Ranperda tentang Penguatan Program Bidang Kesehatan

dan Pendidikan, Ranperda tentang Penguatan Program Bidang Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan, Ranperda tentang Penguatan Program Bidang Adat, Budaya dan Keagamaan serta Ranperda tentang Penguatan Program Bidang Pariwisata. Untuk Ranperda APBD Badung tahun 2020, Bupati Giri Prasta menjelaskan, Pendapatan Daerah dirancang sebesar Rp 6,8 triliun lebih, terdiri dari PAD sebesar Rp 6 triliun lebih, dana perimbangan Rp 515 miliar lebih dan lain-lain pendapatan yang sah sebesar Rp 306 miliar lebih. Kemudian Belanja Daerah dirancang Rp 6,8 miliar lebih yang terdiri dari belanja langsung Rp 3,6 triliun lebih dan belanja tidak

langsung senilai Rp 3,2 triliun lebih. ‘’Di tahun 2020 kami tetap memprioritaskan pada lima program pembangunan, yakni pangan, sandang dan papan; kesehatan dan pendidikan; jaminan sosial dan ketenagakerjaan; seni, adat, agama dan budaya; serta pariwisata. Semua muaranya untuk kesejahteraan masyarakat Badung,’’ jelasnya. Bupati menambahkan, komposisi RAPBD tahun 2020 yaitu kontribusi PAD terhadap belanja daerah sebesar 88 persen, komposisi pendapatan daerah adalah PAD 88 persen, dana perimbangan 7,53 persen, serta lain-lain pendapatan yang sah sebesar 4,47 persen. Komposisi belanja daerah

SERAHKAN RANPERDA - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan Ranperda kepada Ketua DPRD Badung Putu Parwata pada rapat paripurna di ruang Utama Gosana, gedung DPRD Badung, Senin (4/11) kemarin. yaitu belanja langsung sebesar 53,30 persen dan belanja tidak langsung sebesar 46,70 persen. Komposisi belanja daerah berdasarkan penerima

manfaat, maka sebagian besar merupakan belanja publik yang manfaatnya diterima masyarakat sebesar 71,27 persen dan belanja aparatur 28,73

persen. Sementara alokasi anggaran pendidikan sebesar 22,97 persen dan kesehatan 18,40 persen dari total belanja daerah. (ad90)

Bupati Enggan Tanggapi Penolakan Pembangunan TPS

Mangupura (Bali Post) –

RANPERDA - Ketua DPRD Badung I Putu Parwata didampingi Wakil Ketua II Made Sunarta menyampaikan apresiasi terhadap Ranperda tentang APBD Kabupaten Badung Tahun 2020.

Dewan Apresiasi RAPBD Kabupaten Badung 2020

Satu Langkah Maju Sejahterakan Rakyat

DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Badung menggelar rapat paripurna, Senin (4/10) kemarin di gedung Dewan Badung. Rapat paripurna dibuka Ketua DPRD Badung I Putu Parwata dan beragendakan penjelasan Bupati Badung terhadap enam Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda). Salah satunya adalah Ranperda Kabupaten Badung tentang APBD Kabupaten Badung Tahun 2020. Ketua DPRD Badung I Putu Parwata usai sidang mengungkapkan, Bupati telah menjelaskan fokus pelaksanaan APBD 2020. Meski tahun 2019 ini beberapa kegiatan yang telah dirancang tidak bisa terlaksana. ‘’2020 nanti pemerintah daerah yakni eksekutif mengupayakan dan konsen agar semua prioritas tuntas,’’ ujarnya didampingi Wakil Ketua II DPRD Badung I Made Sunarta. Menurutya, dari Pendapatan Daerah tahun 2020 yang dirancang sebesar Rp 6,8 triliun dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 6,03 triliun, sepenuhnya digunakan oleh pemerintah untuk memenuhi dan menyelesaikan program-program

prioritas yang telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana. ‘’Jadi, 2020 semua akan dituntaskan. Kami apresiasi langkah-langkah Bapak Bupati ini,’’ katanya. Politisi PDI Perjuangan asal Dalung, Kuta Utara ini menyebutkan, dari dokumen yang telah disampaikan oleh eksekutif, 88 persen pendapatan digunakan untuk pembangunan Badung. Pendapatan sepenuhnya digunakan untuk menuntaskan lima program prioritas. ‘’Ini merupakan satu langkah maju sehingga betul-betul pendapatan Badung digunakan untuk kesejahteraan rakyat,’’ terangnya. Parwata mencontohkan bidang pendidikan yang semestinya 20 persen, Badung justru merancang 23 persen dari pendapatan daerah. Kemudian kesehatan yang semestinya 10 persen, Badung sudah merancang 19 persen. ‘’Ini sangat luar biasa kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat,’’ tegas Sekretaris DPC PDI Perjuangan Badung ini. Pada rapat paripurna tersebut Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta juga

membacakan lima ranperda lainnya, yakni Ranperda tentang Perubahan Kedua atas Perda Nomor 13 Tahun 2016 tentang RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Badung Tahun 2016-2021, Ranperda tentang Perubahan atas Perda Nomor 14 Tahun 2011 tentang Pajak Parkir, Ranperda tentang Perubahan Kedua atas Perda Nomor 17 Tahun 2011 tentang Pajak Hiburan, Ranperda tentang Perubahan Kedua atas Perda Nomor 25 Tahun 2011 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga, serta Ranperda tentang Penetapan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Badung. DPRD Badung juga memberikan penjelasan terhadap lima Ranperda inisiatif yang dibacakan Kepala Bapemperda I Nyoman Satria. Lima Ranperda tersebut yakni Ranperda tentang Penguatan Program Bidang Sandang, Pangan, dan Papan, Penguatan Program Bidang Kesehatan dan Pendidikan, Penguatan Program Bidang Jaminan Sosial dan Ketenagakerjaan, Penguatan Program Bidang Adat, Budaya dan Keagamaan, serta Penguatan Program Bidang Pariwisata. (ad89)

Pejabat asal Desa Pelaga Petang ini justru optimis akan menemukan solusi terbaik terkait penanganan sampah setelah munculnya larangan membuang sampah di TPA Suwung. ‘’Kita tidak bicara masalah kesan (penolakan warga). Tidak apa-apa (menolak), nanti kita carikan solusi,’’ ungkapnya. Ditanya apakah pihaknya akan mengundang tokoh masyarakat guna memberikan pemahaman terkait polemik tersebut sehingga tidak muncul penolakan, lagi-lagi ia menjawab dengan normatif. ‘’Nanti dulu, nanti kita akan melihat (latar belakang penolakan). Saya yakin semua masalah tidak bisa diselesaikan sendiri, tetapi saya yakin semua masalah ada solusi,’’ tegasnya.

Sebelumnya Bupati Giri Prasta optimis tidak akan ada penolakan masyarakat terhadap pembangunan TPS. ‘’Tidak ada alasan warga Badung untuk menolak. Yang kami lakukan ini untuk rakyat Badung, kok masyarakat Badung menolak, tidaklah,’’ ucapnya. Terkait pengelolaan sampah pascapembatasan pembuangan sampah dari Badung ke TPA Suwung, Pemkab Badung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) telah menginstruksikan agar sampah dibuang atau dikelola di wilayah desa/kelurahan. DLHK mengeluarkan Surat No. 660/2930/ DLHK/2019 perihal permakluman penanganan pembuangan sampah berbasis desa/kelurahan. Surat ditujukan kepada camat, perbekel, lurah, serta

pimpinan usaha jasa angkutan sampah se-Badung. Isi surat tertanggal 31 Oktober 2019 tersebut pada intinya menyatakan, mulai 5 November 2019 seluruh warga membuang atau mengelola sampah di wilayahnya masing-masing. ‘’Keputusan ini kami ambil bukannya tanpa sebab. Pertama, TPS Tuban sebagai penitipan sementara sudah tidak bisa menampung lagi alias penuh. TPS tersebut secara permanen akan kita tutup. Kemudian, rencana membangun TPS di wilayah Kuta Selatan sampai saat ini belum bisa diterima warga,’’ ungkap Kepala DLHK Badung I Putu Eka Merthawan. Keputusan ini pun sudah dilaporkan ke Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. ‘’Bapak

Bupati meminta seluruh desa dan kelurahan di Badung membantu pengurangan sampah,’’ imbuhnya. Terkait penolakan atas rencana pembangunan TPS di Kuta Selatan, pejabat asal Sempidi ini mengungkapkan, hal itu diungkapkan warga saat sosialisasi. ‘’Alasannya, ruas jalan yang sangat sempit sehingga lalu lalang truk pengangkut sampah menimbulkan kemacetan dan permasalahan baru di kawasan pariwisata. Padahal untuk tanah yang merupakan aset Pemprov Bali sudah tidak ada masalah,’’ terangnya. Pihaknya masih berharap rencana TPS di Sobangan bisa terealisasi. Jika mendapat persetujuan, ke depannya TPS di Sobangan dikelola dengan menggunakan teknologi pengolahan sampah. Meski lahan yang tersedia tidak begitu luas, pengolahan sampah menurutnya tetap dapat dilakukan secara maksimal dan lebih efisien. (kmb27)

TIDAK semua wisatawan mancanegara datang ke Bali untuk membelanjakan dolarnya. Tidak sedikit dari mereka terlibat kasus tindak pidana. Bahkan para pelaku merupakan sindikat internasional. Tahun ini, dominan WNA yang ditangkap pihak kepolisian terlibat kasus skimming. “Belakangan ini keamanan Bali terusik oleh oknum pelaku kejahatan kelas dunia yang terorganisasi atau transnational organized crime. Mereka melakukan berbagai kejahatan,” tegas Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Pol. Yuliar Kus Nugroho, beberapa waktu lalu. Kasus teranyar yang diungkap Ditreskrimsus, yakni

penangkapan Roman Vakal (37) asal Ukraina di ATM di Jalan Pantai Batu Bolong, Kuta Utara, Badung. Sedangkan pelaku Skimming yang diciduk berasal dari Bulgaria. Tiga pelaku asal Bulgaria yang ditangkap, Stoyanov Georgi Ivanov (43), Filip Aleksandrov (45), Boycho Angelov (41) dan Stoyan Vladimirov (37). Mereka ditangkap saat beraksi di wilayah Ubud, Kuta dan Sanur. Dia mengatakan, pelaku transnational crime memilih Bali sebagai salah satu tempat untuk berwisata sekaligus melakukan kejahatan dengan modus berwisata. Kejahatan yang sering dilakukan oleh warga negara asing, salah satunya kejahatan siber. Untuk menjaga Bali agar tetap aman dan kondusif, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose membuat kebijakan membentuk Satgas CTOC (Counter Transnational and Organized Crime) yang bertujuan untuk memantau dan menindaklanjuti informasi terkait adanya

kejahatan transnasional dan terorganisir yang mencoba mengganggu keamanan Bali. Sementara dalam kurun waktu dua tahun terakhir, Ditreskrimum Polda Bali mengungkap sembilan kasus skimming melibatkan komplotan asal Bulgaria dan Rusia. Pelaku yang ditangkap terakhir yakni Krasimir Stoykov (41) asal Rusia di ATM di supermarket Bali Delli di Jalan Dewi Kunti 1, Seminyak, Kuta, Selasa (9/7) pukul 05.45 Wita. “Ulah sindikat skimming ini mencoreng citra pariwisata Bali. Kami akan berupaya menangkap dan mengembangkan kasus ini,” tegas Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan. Jika bercermin pada tahun 2018, WNA yang terlibat tindak pidana tercatat 75 orang dan jadi korban 113 orang. Sebanyak 55 warga China terdiri dari 37 pria dan 18 wanita ditangkap tim gabungan Mabes Polri dan Polda Bali pada 11 Januari 2018. Mereka terlibat kejahatan cyber crime dengan

modus mengaku sebagai polisi dan jaksa untuk menguras uang korban. Dibandingkan tahun 2017, tercatat ada 12 kasus yang ditangani dengan 15 orang tersangka. Praktisi hukum, I Made Somya Putra, S.H., M.H. mengakui pelaku kejahatan transnasional semakin hari semakin marak. Tidak saja kejahatan narkoba, tapi juga kasus skimming. “Hal itu terjadi karena Indonesia dilihat memiliki struktur hukum yang lemah oleh pelaku kejahatan. Hukuman masih dirasakan ringan, akan tetapi keuntungan yang diperoleh sudah melebihi daripada masuk penjara yang tidak membuat jera,” kata Somya Putra, Senin (4/11) kemarin. Menurutnya, aspek pencegahan dari aparat penegak hukum dan perbankan masih memiliki celah bagi pelaku kejahatan. Selain itu, masyarakat tidak terlalu paham apa itu skimming sehingga kewaspadaan masih perlu ditingkatkan. (rah)

Penolakan warga Cengiling, Kelurahan Jimbaran dan warga Balangan Desa Ungasan atas rencana pembangunan TPS di Kuta Selatan, ditanggapi dingin Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Ditemui usai rapat paripurna DPRD Badung di gedung Dewan Badung, Senin (4/11) kemarin, Giri Prasta enggan menanggapi penolakan tersebut.

Pelaku ”Skimming” Usik Keamanan Bali

CSR Bandara Ngurah Rai

Diupayakan Disalurkan ke Seluruh Bali Mangupura (Bali Post) Penyaluran program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) terutama dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, diharapkan disalurkan ke seluruh wilayah di Bali. CSR jangan hanya disalurkan di lingkungan sekitar bandara. Hal itu diungkapkan Ketua Tim Penilai BUMN CSR Award Ni Wayan Suartini saat melakukan pendataan CSR di Bandara Ngurah Rai, Senin (4/11) kemarin. Menurutnya, sesuai undang-undang keuntungan sebesar empat persen dari perusahaan harus disalurkan ke masyarakat melalui CSR. Dengan disalurkannya CSR Bandara Ngurah Rai ke seluruh wilayah Bali, hal ini akan dapat membantu program pengentasan kemiskinan dan program pembangunan Bali secara menyeluruh. ‘’Sebab masih banyak masyarakat di luar lingkungan wilayah bandar udara yang memerlukan bantuan,’’ katanya. Terkait BUMN CSR Award,

Suartini menyampaikan ada 3 program yang dinilai, yaitu dari segi ekonomi, lingkungan hidup, dan sosial. Sementara itu, Co General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Sigit Herdiyanto, menyampaikan kekurangan pada bidang penyaluran CSR akan dibenahi supaya penyaluran CSR bisa lebih tepat sasaran. Sejauh ini penyaluran CSR Bandara Ngurah Rai sudah sesuai tiga aspek penilaian. ‘’Terkait CSR kepada UMKM, kita pernah melakukan pameran-pameran di dalam bandara. Ke depan kita akan buat pameran-pameran UKM mingguan di bandara. Kita sudah ada tempat khusus di terminal internasional,’’ jelasnya. Untuk diketahui, tim penilai CSR berasal dari akademisi dan praktisi yang menyangkut ekonomi, lingkungan hidup dan sosial. BUMN yang dinilai sebanyak 35 perusahaan. (kmb23)

Bali Post/edi

CSR - Tim Penilai BUMN CSR Award melakukan pengecekan di Bandara Ngurah Rai, Senin (4/11) kemarin.


Selasa Wage, 5 November 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

DTIK Festival 2019 Ditutup

Punya Konsep ’’Ngaturang Ayah’’

Diserahkan Berbagai Hadiah kepada Dr. I Wayan Gede Rumega Pemenang Lomba Berbasis Teknologi Informasi Resmi Jabat Waka PN Denpasar FESTIVAL berbasis teknologi bertajuk ‘’Denpasar Teknologi Informasi dan Komunikasi’’ (DTIK) yang digagas Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik Kota Denpasar resmi ditutup, Minggu (3/11) malam. Ajang kreativitas tahunan ini ditutup dengan penyerahan hadiah kepada para juara yang dimeriahkan sejumlah penyanyi. Di antaranya penyanyi anak-anak Bali Kumara 3, sejumlah band indie Bali dan ditutup penampilan Joni Agung & Double T. Kabid Komunikasi dan Informasi Publik Kominfo dan Statistik Kota Denpasar Gede Wirakusuma mengatakan, berlangsungnya selama empat hari, DTIK Festival 2019 jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Berbagai jenis lomba berbasis teknologi informasi digelar. Selain perlombaan, selama festival berlangsung juga disajikan berbagai hidangan kuliner tradisional, food truck, serta hiburan tradisional. Dijelaskan, DTIK Festival merupakan ajang tahunan di bidang teknologi informasi dan komunikasi untuk menghasilkan ekosistem yang berbasis teknologi sebagai upaya mendukung tumbuhnya start up baru di Kota Denpasar. ‘’Tidak banyak startup yang ikut. Hanya 5 sampai 6 start up yang bisa ikut pada kegiatan tahun ini. Kami berharap ke depan start up-start up yang ada, khususnya di Denpasar, bisa ikut lebih banyak. Sebab, start up ini akan kami dorong menjadi inkubator bisnis ke depannya,’’ ujar Wirakusuma. Apalagi, pada era revolusi industri 4.0 ini, teknologi dan digitalisasi menjadi elemen penting untuk bisa bersaing. Oleh karena itu, DTIK Festival hadir sebagai wahana bagi kreator teknologi untuk berinovasi dalam mendukung pengembangan karya menuju SDM unggul. Sehingga selain dapat menjadi peluang usaha, inovasi juga mampu mendukung eksistensi serta keber-

PEMENANG LOMBA - Kabid Kominfo dan Statistik Kota Denpasar Gede Wirakusuma (No. 2 dari kiri) menyerahkan hadiah kepada pemenang lomba robotik pada penutupan DTIK Festival 2019, Minggu (3/11) malam. lanjutan dalam era persaingan global saat ini. Di samping juga membuka wawasan masyarakat menjadi lebih luas terhadap kualitas produk di bidang teknologi, sehingga masyarakat memiliki gambaran serta acuan untuk penggunaan teknologi sebagai penunjang kehidupan sehari-hari. ‘’Ini (DTIK Festival - red) adalah sebuah ekosistem, kami mempertemukan antara komunitas, para pelaku, para akademisi, dan pengusaha di bidang teknologi informasi, sehingga mereka bisa bertukar pemikiran untuk mengembangkan start up mereka, bahkan muncul start up-start up baru,’’ tandasnya. Pada tahun ini, DTIK Festival mengangkat tema ‘’Think Smart to Live Happily’’, yaitu cara berpikir cerdas untuk mencapai

hidup yang bahagia melalui penggunaan teknologi yang tepat guna untuk dapat membantu kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. Selain itu, pada gelaran DTIK Festival kali ini turut menghadirkan 22 stan kreator berbasis teknologi dari universitas, inkubator bisnis, serta komunitas. Selain itu, juga turut dilaksanakan talkshow dan workshop dari berbagai narasumber, lomba kontes motor, lomba robotik, lomba menyanyi, lomba race drone, lomba tari Bali dan lomba menggambar. Terdapat pula stan kuliner, food truck, serta hiburan tradisional yakni Bondres Ayu Maenah dan Bondres Genta Wisesa. Turut dimeriahkan pula penampilan dari puluhan grup musik asal Kota Denpasar. (ad99)

Unhi Denpasar Beri Pendampingan Prodi Pendidikan Agama Hindu di Manado

SEBAGAI universitas berbasis agama dan budaya Hindu Bali, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan dan melestarikan keagamaan Hindu di Indonesia. Komitmen ini terus dilakukan Unhi Denpasar guna menghasilkan lulusan SDM berbasis keagamaan Hindu yang kompeten. Salah satunya, Unhi Denpasar sedang menjalin kerja sama untuk membina Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Hindu yang dikembangkan Universitas Negeri Manado. Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. mengatakan Universitas Negeri Manado memiliki salah satu prodi yang mengembangkan pendidikan agama Hindu. Bahkan, pada tahun 2015 lalu, sempat menerima mahasiswa 100 orang lebih. Namun, empat tahun belakangan prodi ini mulai sepi peminat dan tidak dibuka lagi. Padahal, status prodi ini masih aktif di pangkalan data Menristekdikti. ‘’Atas dasar itu, kami Unhi Denpasar melakukan kerja sama dengan Universitas Negeri Manado untuk membina prodi ini, sehingga dibuka kembali untuk masyarakat Hindu di seluruh Indonesia,’’ ujar Prof. Damriyasa, Senin (4/11) kemarin. Bahkan, dirinya bersama Yayasan Pendidikan Widya Kerthi sebagai penyelenggara pendidikan tinggi Unhi Denpasar telah berkunjung dan melakukan kerja sama dengan Universitas Negeri Manado. Langkah pertama yang dilakukan yaitu melakukan reakreditasi prodi.

DOKTOR I Wayan Gede Rumega, S.H., M.H., Senin (4/11) kemarin secara resmi dilantik sebagai Wakil Ketua Pengadilan Negeri (Waka PN) Denpasar. Pria kelahiran 18 Juli 1968 ini dipercaya menggantikan posisi Dr. H. Sobandi, S.H., M.H. Sedangkan Sobandi sendiri lebih dahulu promosi jabatan dan dia dipercaya menakhodai PN Denpasar. Oleh Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar Zaid Umar Bobsaid, S.H., M.H., berdasarkan Surat Keputusan Mahkamah Agung RI. Nomor 2986/DJU/ SK/KP04.5/9/2019 tanggal 16 September 2019, Sobandi sudah dilantik Jumat (1/11) lalu sebagai KPN Denpasar, menggantikan posisi Dr. Bambang Ekaputra, S.H., M.H. yang dimutasi ke Jakarta. Pada Senin kemarin, giliran Dr. I Wayan Gede Rumega dilakukan upacara pengambilan sumpah jabatan sekaligus pelantikan di PN Denpasar. Berdasarkan track record jabatan yang pernah diemban, karier Rumega memang begitu cemerlang. Sebelum dipercaya sebagai Waka PN Denpasar, pria asal Desa Ulakan Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem ini sebelumnya menjabat KPN Madiun. Sebelum melanglang buana, di Bali juga sering dia menjabat. Misalnya saja pernah menduduki Wakil Ketua Pengadilan Negeri Amlapura pada Maret 2015 hingga 17 Desember 2015. Dia juga pernah menduduki kursi KPN Tabanan yang dilantik akhir Desember 2015. Di luar Bali, dia pernah menjabat Wakil Ketua PN

SUMPAH JABATAN - Ketua Pengadilan Negeri (KPN) Denpasar Dr. H. Sobandi, S.H., M.H. saat membacakan sumpah jabatan kepada Wakilnya Dr. I Wayan Gede Rumega, S.H., M.H. di PN Denpasar, Senin (4/11) kemarin. Pare-Pare. Dalam pelantikan yang dipimpin KPN Denpasar Dr. H. Sobandi, S.H., M.H. kemarin, tampak hadir KPN Buleleng Wayan Sukanila dan Sekda Badung Adi Arnawa, sekaligus sebagai saksi. Selain itu, hadir undangan lain seperti Wakil Wali Kota Denpasar Gusti Ngurah Jaya Negara, Ketua DPRD Kota Denpasar Gusti Ngurah Gede, Kajari Denpasar Luhur Istighfar, Kajari Tabanan Ni Wayan Sinaryati, dan undangan lainnya tampak hadir memenuhi ruangan sidang Cakra PN Denpasar. Rumega menjelaskan setelah dilantik, dia akan langsung bekerja sebagaimana regulasi yang telah digariskan. Tujuannya untuk kemajuan dan meningkatkan serta integritas pelayanan bagi masyarakat pencari keadilan. ‘’Saya mempunyai spirit

ngaturang ayah (ngayah) di tanah kelahiran. Ini yang sangat penting,’’ jelas Rumega. Lantas, apa menjadi kunci sukses hingga dia meraih beberapa kali jabatan penting di lingkungan pengadilan? ‘’Yang penting, apa yang digariskan atasan, yang digariskan Mahkamah Agung, kita laksanakan sesuai SOP. Yang jelas, sebagai orang Bali, spirit ngaturang ayah itu adalah hal yang utama,’’ tandas pria asal Karangasem itu. Bagaimana soal sukses penegakan hukum dari kacamata hakim? ‘’Ya, apa yang digariskan undangundang, jangan keluar dari rel. Itu yang kita lalukan. Jangan keluar dari koridor hukum itu. Yang terpenting bukan penghukuman, namun menyadarkan masyarakat menjadi hidup yang lebih baik,’’ ucap Rumega. (ad100)

Ditutup, Pelatihan dan Uji Kompetensi Service HP Disperindag

DINAS Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Denpasar menyelenggarakan kegiatan pelatihan service handphone (HP). Menariknya, pelatihan ini dilanjutkan dengan uji kompetensi dan sertifikasi bagi para peserta. Pelatihan yang diikuti 20 perserta dari kalangan industri kecil dan menengah (IKM) di lingkungan Kota Denpasar berlangsung sejak Jumat (29/10) dan berakhir Senin (4/11) kemarin. Penutupan kegiatan ini dilakukan Kadisperindag Denpasar Ni Nyoman Sri Utari, S.Sos., M.Si. di UPTD Layanan Desain, Denpasar. Kadisperindag Denpasar Sri Utari mengatakan, penutupan

pelatihan service HP bagi IKM ini dilanjutkan dengan uji kompetensi dan sertifikasi. Melalui kegiatan ini diharapkan mampu membentuk tenaga uji yang kompeten di bidang industri teknisi handphone. Sementara itu, peserta pelatihan service HP ini dapat memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen. Ketua Panitia Pelatihan Service HP pada Kegiatan Pembinaan Kemampuan Teknologi Industri Telematika dan Elektronika Tahun 2019 Jarot Agung Iswayudi, S.E. didampingi Kasi Industri Elektronika dan Telematika Nyoman Tambun Ariasa, S.H. mengatakan, melalui pelati-

han service HP dan uji kompetensi serta sertifikasi ini diharapkan ke depan para teknisi dapat memberikan pelayanan yang prima dan mempunyai keyakinan kepada konsumen. Dikatakan, peserta yang berjumlah 20 orang ini diberikan pelatihan oleh tenaga dari LSP SKPI serta BNSP. Para peserta diberikan materi tentang pemeliharaan sistem operasional telepon seluler dan penggunaan software untuk perbaikan perangkat lunak. Sedangkan untuk pembiayaan kegiatan ini ditanggung sepenuhnya Disperindag Kota Denpasar dalam anggaran perubahan. (ad93)

KERJA SAMA - Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. didampingi Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A. dan Wakil Rektor I Prof. Gelgel saat melakukan kerja sama dengan Universitas Negeri Manado. Unhi Denpasar akan memberikan SDM yang ada untuk melakukan pendampingan terkait reakreditsi. ‘’Sungguh sayang kalau Prodi Studi Pendidikan Agama Hindu ada di universitas negeri yang mayoritas adalah non-Hindu, kalau ini tidak jalan. Setelah melakukan kerja sama dengan rektor dan wakil rektor, saya kumpulkan masyarakat Hindu yang ada di Manado dan kami arahkan agar ada generasi muda Hindu yang melanjutkan pendidikannya di Universitas Negeri Manado mengambil Prodi Pendidikan Agama Hindu,’’ ungkapnya.

Guru Besar jebolan Jerman ini mengatakan, kendala yang dihadapi Prodi Pendidikan Agama Hindu di Universitas Negeri Manado yaitu kurangnya kerja sama dengan perguruan tinggi berbasis agama Hindu di Indonesia. Padahal, peminat masyarakat yang ingin menempuh pendidikan agama Hindu di sana sangat antusias. Prodi ini telah didukung oleh tenaga pengajar dari umat Hindu. ‘’Kami tidak hanya fokus pada pengembangan internal Unhi Denpasar saja, tetapi juga eksternal untuk meningkatkan kualitas SDM umat Hindu di Indonesia,’’ pungkasnya. (ad97)

BBPOM di Denpasar Ajak Warga Nusa Penida Peduli Obat dan Pangan Aman SELAMA dua hari penuh, pada 1 sampai 2 November 2019, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar melaksanakan edukasi tentang obat dan makanan yang aman dan sehat serta pengawasan serentak di Kecamatan Nusa Penida. Camat Nusa Penida I Komang Widyasa Putra menyambut baik dan sangat berharap dengan kunjungan serta pengawasan yang dilakukan BBPOM di Denpasar, masyarakat Nusa Penida terhindar dari pangan, kosmetik, obat tradisional dan obat yang tidak memenuhi syarat dan berisiko terhadap kesehatan. Hari pertama dilaksanakan penyebaran informasi produk obat dan makanan di ruang pertemuan Kantor Camat Nusa Penida. Acara ini dibuka secara resmi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Klungkung Ayu Suwirta yang didampingi Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten

Klungkung Mariati Winastra. Dalam sambutannya, Ayu Suwirta menyampaikan ucapan terima kasih atas perhatian BBPOM di Denpasar kepada daerah Nusa Penida. Mengingat letaknya yang berada di seberang lautan, tetapi tidak mematahkan semangat BBPOM untuk melakukan edukasi dan juga pengawasan. Harapan besar dari Kabupaten Klungkung, semoga dengan kegiatan ini akan tercipta Nusa Penida yang sehat dan aman, bebas dari pemakaian bahan berbahaya pada makanan dan kosmetik. Begitu pula bebas dari peredaran obat tradisional palsu. Informasi dan edukasi diberikan Kepala BBPOM di Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni tentang keamanan pangan. Sedangkan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Luh Putu Witariathi memberikan edukasi tentang Keamanan Kosmetik dan Obat Tradisional, serta ajakan untuk

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

membuang sampah obat secara benar. PKK Kecamatan Nusa Penida merasakan manfaat yang sangat besar dan berjanji akan menularkan ilmu dan pemahaman yang diperoleh di desanya masing-masing supaya terwujudnya keamanan obat dan makanan di Kecamatan Nusa Penida. Pada 2 November 2019, Tim Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) BBPOM di Denpasar mengawali langkah dengan edukasi keamanan pangan di Desa Suana, Peed, dan Atap Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida. Medan yang sulit menuju lokasi KIE tidak memudarkan semangat tim. Kepala sekolah dan pramuka menyambut baik dan memiliki komitmen untuk membentuk tim keamanan pangan sekolah. Berawal dari sekelumit informasi dapat ditularkan ke sekolah lainnya di Nusa Penida hingga menjadikan Kecamatan POPA (Peduli Obat dan Pangan Aman). (ad105)


Selasa Wage, 5 November 2019

Pascadilimpahkan ke Kejaksaan

Turis Australia Dijebloskan ke Lapas Denpasar (Bali Post) Dua orang warga negara asing (WNA) asal Australia, tersangka David Dirk Johanes Van Iersel (38) dan William Roy Astillero Cabantog (36), Senin (4/11) kemarin dilakukan pelimpahan tahap II ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar. Tak lama setelah dilakukan pemberkasan, kedua tersangka yang tersangkut kasus kokain itu langsung dijebloskan dan dititip ke Lapas Kerobokan. ‘’Tadi dilakukan tahap II. Usai pemeriksaan berkas, langsung kami bawa ke Lapas Kerobokan,’’ kata Kasipidum Kejari Denpasar I Wayan Eka Widanta. Tim jaksa yang memeriksa berkas dan diberi tanggung jawab untuk menangani perkara ini yakni Made Ayu Citra Maya Sari. Dijelaskan, kedua tersang-

ka ini cukup memiliki keahlian dalam bidang pariwisata. Bahkan, tersangka David Dirk Johanes Van Iersel disebut sebagai Manager Lost City Club. Sedangkan tersangka William Roy Astillero Cabantog merupakan konsultan perhotelan. Kedua tersangka dibekuk di Lost City Club, Jalan Batu Mejan Gang Surf, Banjar Padang Linjong, Canggu, Kuta Utara. Saat ditangkap, polisi menyita plastik klip yang berisi serbuk putih mengandung sediaan kokain dengan berat bersih 1,12 gram. Atas barang bukti itu, tersangka kelahiran Melbourn, Australia dan beralamat sementara di Jalan Pantai Berawa Gang Bekul, Badung ini dijerat beberapa pasal. Yakni Pasal 112 UU Narkotika dan 127 UU yang sama. (kmb37)

Terlibat Kasus Kerajinan Satwa Dilindungi

Warga Belanda Dituntut Tiga Tahun Penjara

Denpasar (Bali Post) Turis asal Belanda yang diadili atas kasus dugaan penyelundupan kerajinan tangan yang terbuat dari tubuh dan kulit dari bagian satwa dilindungi, terdakwa Eric Roer (56), dituntut tiga tahun penjara. JPU Ni Luh Oka Ariani Adikarini dan Lovi Pusnawan, Senin (4/11) kemarin menjelaskan pria asal Belanda itu dinilai bersalah atas dugaan memperdagangkan barangbarang kerajinan yang terbuat dari tubuh maupun kulit satwa dilindungi selama kurun waktu 2013 sampai 2017. Atas tuntutan itu, terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya, Putu Suta Sadnyana, akan mengajukan pembelaan dalam sidang berikutnya. Sedangkan dalam surat tuntutannya, jaksa menilai terdakwa secara sah dan meyakinkan terbukti bersalah memperniagakan, menyimpan atau memiliki kulit, tubuh atau bagian-bagian lain satwa yang dilindungi. Atau barang-barang yang dibuat

dari bagian-bagian tersebut. Atau mengeluarkannya dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia. Perbuatan terdakwa diatur dan diancam Pasal 21 ayat (2) huruf d jo Pasal 40 ayat (2) UU RI No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Selain dituntut tiga tahun, terdakwa juga dipidana denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan. Sebelumnya, terdakwa Eric Roer diadili atas dugaan pengiriman barang dari Bali ke Belanda berupa barang kerajinan tangan dekorasi rumah dan patung kayu. Termasuk di antaranya berasal dari satwa yang dilindungi. Jaksa menyebut terdakwa memperniagakan satwa yang dilindiungi dalam keadaan mati. Terdakwa sendiri mengirim kepada Hans Timmers selaku pemilik perusahanan Timmers Gems di Belanda, yang mana perusahaan itu memang bergerak di bidang kerajinan. (kmb37)

Bali Post/asa

DIGIRING - Kedua tersangka asal Australia saat digiring ke kejaksaan.

Pembunuh ’’Sales’’ Mobil Mulai Diadili

Denpasar (Bali Post) -

Kasus pembunuhan sales mobil, Ni Putu Yu, di Penginapan Teduh Ayu, Jalan Kebo Iwa Utara, Padangsambian, Denpasar, mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Senin (4/11) kemarin. Pelaku pembunuhan, terdakwa Bagus Putu Wijaya alias Gustu (25) duduk di kursi pesakitan. Di hadapan majelis hakim pimpinan Heriyanti, jaksa Putu Oka Surya Atmaja menerangkan terdakwa dijerat beberapa pasal, termasuk Pasal 338 KUHP. Dijelaskan, terdakwa asal Desa Sinabun, Buleleng ini disebut dengan sengaja merampas nyawa orang lain. Awalnya, kata jaksa, terdakwa yang sempat tinggal di Manado ini kembali pulang kampung dan tinggal sementara di Jalan Kebo Iwa III, Gang Merak, Denpasar. Dia diajak I Made Budiarka alis Jero Kobar di bagian pembelian mobil sekaligus meminjam nama terdakwa untuk kredit mobil. Nah, terdakwa pun mencari sales di

aplikasi medis sosial (medsos) dan berkenalan dengan korban mengaku sebagai sales Mitsubishi. Mulai saat itulah, terdakwa sering berkomunikasi dengan korban. Terdakwa berkeinginan membeli mobil Mitsubishi Expander secara kredit. Setelah sepakat, terdakwa kemudian minta uang muka kepada Budiarka dan memberinya selembar cek senilai Rp 10 juta. Pada hari yang sama, 5 Agustus 2019, terdakwa bertemu dengan

korban untuk menyerahkan uang muka di Lapangan Lumintang, Denpasar. Sekitar pukul 13.00 Wita, korban datang dengan mengendarai mobil Suzuki Ertiga nopol DK 1988 HA. Mereka kemudian bersama-sama ke BRI untuk mencairkan cek tersebut. Kata jaksa, dalam perjalanan mereka ngobrol. Bahkan terdakwa merayu korban yang dalam kondisi pisah ranjang dengan suaminya dan menawarkan dirinya sebagai gigolo dengan

tarif Rp 500 ribu. Mereka bersepakat untuk berkencan dan mencari kamar untuk menginap. Sebelum itu, korban yang sudah kepincut dengan terdakwa, sempat membeli handphone sebagai hadiah untuk terdakwa. Sekitar pukul 18.00 Wita, mereka menginap di kamar No. 8 Penginapan Teduh Ayu, Jalan Kebo Iwa Utara, Padangsambian, Denpasar. Saat keduanya bercumbu, ternyata terdakwa tidak mampu secara seksual hingga memantik kemarahan korban. Dijelaskan jaksa, korban tiba-tiba menampar pipi kiri terdakwa sambil berkata ‘’aku belum puas, tapi kamu sudah keluar’’. Setelah membersihkan badan, terdakwa kemudian meminta korban

untuk pulang, namun hal itu membuat korban kesal. ‘’Terdakwa yang sedang berjalan menuju pintu, tiba-tiba jaketnya ditarik korban. Kemudian korban kembali menampar pipi terdakwa sambil berkata, ‘rugi saya membelikan HP buat kamu, saya enggak puas sama kamu’. Lantas korban membalikkan badan untuk mengambil tas di atas meja,’’ jelas jaksa dari Kejari Denpasar ini. Merasa kelaki-lakiannya direndahkan, terdakwa emosi dan mencekik leher korban dengan kuat hingga korban lemas. Terdakwa juga membekap mulut korban dengan handuk yang mengakibatkan korban meninggal dunia. (kmb37)

Kondisi Korban Penebasan Masih Kritis Satu Pelaku Buron

Bali Post/asa

SIDANG - Terdakwa Eric Roer usai menjalani sidang tuntutan di PN Denpasar.

Kasus Penebasan Pemuda Asal NTT

Polisi Periksa Mahasiswa hingga ’’Cleaning Service’’ Denpasar (Bali Post) Terkait kasus penebasan Umbu Maramba Walumanja alias Apris (21) di Jalan Pulau Singkep Gang Keong No. 4, Pedungan, Denpasar Selatan (Densel), penyidik kepolisian memeriksa delapan saksi. Saksi tersebut di antaranya Suentti Abet Bolu (22) berstatus mahasiswa, Arto Kahonbo Jurumana (19) bekerja sebagai cleaning service dan Umbu Anarara (23) bekerja di perusahaan telekomunikasi. Dari hasil penyelidikan, polisi menetapkan Yohanes Ronal Bili sebagai tersangka. Menurut sumber di kepolisian, Senin (4/11) kemarin, pada Sabtu (2/11) pukul 19.30 Wita, korban, pelaku dan delapan saksi tersebut minum minuman keras sebanyak tiga botol. Beberapa menit kemudian, korban dan pelaku beranjak dari tempat itu, kemudian pindah ke kos sebelahnya yang masih dalam satu pekarangan. ‘’Saat itu, saksi melihat korban dan pelaku sedang mengobrol. Namun apa yang sedang diobrolin saksi tidak mengetahui,’’ ujar sumber. Setelah itu, saksi melihat pelaku mendorong korban sehingga terempas di atas keramik. Melihat kejadian itu, saksi menghampiri pelaku dan menyarankan agar tidak ribut. Setelah mendapat saran tersebut, pelaku pergi. Dua

menit kemudian pelaku datang menghampiri korban sambil mengacungkan sebilah parang kepada saksi. ‘’Saksi meminta maaf dan langsung meninggalkan TKP dengan maksud meminta bantuan tetangga di sebelah kos, tapi tidak berhasil,’’ ungkapnya. Saat itulah pelaku menebas korban hingga bersimbah darah. Kejadian tersebut langsung didengar pecalang setempat lalu diteruskan ke Polsek Densel. Polisi langsung ke TKP dan menangkap pelaku. Sedangkan korban dibawa ke rumah sakit. Terkait kasus tersebut, polisi mengamankan barang bukti sebilah parang, pisau kecil sejenis badik, empat botol bir kosong, satu botol air mineral kosong, satu meja kecil dan satu gelas. Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Densel Iptu Hadimastika saat dikonfirmasi membenarkan telah menahan pelaku. ‘’Nanti pengungkapan kasus ini akan Kapolsek,’’ ucapnya singkat. Sebelumnya, kericuhan terjadi di rumah kos di Jalan Pulau Singkep Gang Keong, Denpasar Selatan (Densel), Sabtu (2/11). Pemuda asal Sumba, NTT, Umbu Maramba Walumanja alias Apris (21), ditebas saat pesta miras. Terkait kejadian ini polisi mengamankan delapan orang yang saat itu ada di TKP. (kmb36)

Mangupura (Bali Post) Korban penebasan di mes gudang besi di Jalan Muding, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Abdi Arizii (42), kondisinya masih kritis dan dirawat intensif di rumah sakit. Ia mengalami luka parah di kepala belakang akibat kena tebasan pedang serta dobel stik. Sedangkan terkait laporan pengeroyokan adik-kakak Seniks Simbri Oktavianus (25) dan Semi Adibu Oktavianus (27) ini ke Polsek Kuta Utara, polisi masih memburu satu pelaku yaitu Duro. ‘’Untuk motif pastinya belum ya, karena korbannya (Abdi - red) masih kritis sehingga belum bisa dimintai keterangan,’’ ujar Wakapolres Badung Kompol Sindar Sinaga didampingi Kanit I Satreskrim Ipda Ferlanda Oktora, Senin (4/11) kemarin. Ipda Ferlanda menegaskan, sebenarnya Abdi ingin melerai keributan antara pelaku dengan Duro. Namun, dia malah diserang oleh kedua pelaku ini. Mengingat Abdi belum bisa diperiksa, polisi saat ini baru mengantongi hasil penyidikan kedua pelaku asal NTT itu.

‘’Informasinya kedua belah pihak ini ada permasalahan sejak lama di tempat kerjanya. Saat kejadian mereka dalam pengaruh alkohol,’’ ungkap Kompol Sindar didampingi Kasubbag Humas Iptu Ketut Gede Oka Bawa. Semi tinggal di TKP, tepatnya di lantai dua. Sedangkan adiknya, Seniks, tinggal tak jauh dari TKP. Awal kejadian ini terjadi perang mulut antara Semi dan Duro. Merasa kalah jumlah, Semi menelepon adiknya dan dibilang dikeroyok. Mendengar hal itu, Seniks langsung ke TKP sambil membawa parang. Sesampainya di lantai dua, kedua pelaku ini menyerang Abdi hingga luka parah. Setelah itu giliran mereka diserang oleh Duro dan Sugianto hingga luka di kepala serta tangannya. ‘’Kedua pelaku ini langsung menyelamatkan diri dengan cara masuk ke kamar Semi,’’ tegas Ferlanda. Menurut Ferlanda, pascakejadian Sugianto datang ke Mapolres Badung untuk mengambil KTP-nya. Saat itulah dia langsung ditangkap dan diserahkan ke Polsek

Denpasar (Bali Post) Sektor pariwisata tidak lagi dipandang sebelah mata. Pariwisata kini menjadi komoditi unggulan di beberapa negara. Karena pariwisata telah terbukti dengan cepat meningkatkan PDRB dan pertumbuhan ekonomi. Tidak hanya Indonesia yang sedang berupaya berbenah untuk menggenjot pariwisata, negara lain seperti Jepang, Arab Saudi dan Vietnam juga tak mau kalah. Chief Representative Bank Indonesia di Jepang Causa Iman Karana, Senin (4/11) kemarin mengungkapkan, Jepang sudah melakukan beberapa hal untuk menarik minat wisatawan. Negara maju sekelas Jepang pun dikatakan masih meningkatkan program-programnya untuk kepentingan pariwisata. Belum lama ini pemerintah Jepang membolehkan pesawat melintasi Kota Tokyo di siang hari. Itu gunanya untuk menambah frekuensi

penerbangan, dari negara lain ke Jepang. ‘’Itu artinya Jepang sudah membuka diri untuk menjadi hub penerbangan internasional. Karena nanti ingin menjadi semacam Singapura. Paling tidak dia bisa menyaingi Singapura untuk menjadi hubnya. Itu artinya semua negara masih memikirkan pariwisata sedemikian rupa. Bali pun seharusnya memikirkan hal serupa,’’ selorohnya. Tidak hanya Jepang, ia yang bertugas sebagai Representative BI di Arab Saudi juga melakukan hal yang sama. Padahal, menurutnya, Arab Saudi jika hanya mengharapkan pendapatan dari kedatangan umroh dan haji saja sudah cukup kaya. ‘’Arab Saudi saja yang sudah cukup kaya itu, juga masih memikirkan pariwisata,’’ imbuhnya. Arab Saudi akan membuka destinasi-destinasi baru pariwisata yang berbasis sejarahsejarah Arab zaman dulu. Untuk itu, mereka menyiapkan

Bali Post/eka

ANIAYA - Polisi menunjukkan barang bukti dan para tersangka di Mapolres Badung, Senin (4/11) kemarin. Para tersangka ini ditangkap terkait kasus penganiayaan. Kuta Utara. ‘’Semua KTP orang-orang yang tinggal di sana kami amankan, termasuk Sugianto. Selanjutnya dia datang ke Polres untuk mengambil KTP-nya dan langsung ditangkap,’’ ucap Ferlanda.

Seperti diberitakan, kasus penebasan terjadi di mes gudang besi PT Supra Bintang Utama di Jalan Muding Mudeh, Kerobokan, Kuta Utara. Adik-kakak Seniks Simbri Oktavianus (25) dan Semi Adibu Oktavianus (27)

mengaku dikeroyok lalu melapor ke Polsek Kuta Utara. Terkait laporan tersebut polisi menetapkan Sugianto alias Toing dan Duro sebagai tersangka. Namun Duro masih dalam pengejaran polisi. (kmb36)

infrastrukturnya, mulai dari aksesnya dan destinasinya itu. ‘’Itu negara-negara sudah mapan saja masih mengandalkan pariwisata. Kita juga akan mengarah ke sana,’’ tandasnya. Bali sendiri memiliki keunggulan alam yang indah dan budaya. Maka Bali harus memikirkan hal serupa dan terencana. Vietnam juga begitu dan bahkan sangat agresif. Produk-produk Vietnam pun sudah masuk Jepang. Sebetulnya potensi pariwisata dan produk dari Bali sangat besar, terutama komoditi pertaniannya. Karena pertanian Bali sebagian besar organik. ‘’Jadi kan lebih bagus lagi pertanian ini dihubungkan ke Jepang. Karena branding pertanian organik yang punya ya… Bali,’’ ujarnya. Sementara produk-produk pertanian yang ada di Jepang sebagian berasal dari Vietnam, Thailand dan Brazil. Inilah peluang bagi Bali untuk mengirim produk perta-

nian ke Jepang. Minat orang Jepang untuk berwisata ke Bali pun masih besar. Namun Bali dalam kurun waktu tertentu atau setiap periode perlu berganti tema, sehingga wisatawan yang datang tidak bosan. Tentunya, masalah kemacetan, sampah dan lainnya harus diperbaiki. Jepang juga sedang me-

nyasar turis dari China, namun kelas atas dengan spending money yang besar. Itulah sebabnya Jepang memperbanyak penerbangan Tokyo-China. ‘’Jadi mereka mengizinkan pesawat terbang siang untuk menambah penerbangan Tokyo-China dan turis-turis ini bisa terbang langsung,’’ imbuhnya. (kmb42)

Genjot Pariwisata Bali Lewat Komoditi Pertanian


Selasa Wage, 5 November 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Menuju Generasi Global dengan Basis Kompetensi DUNIA pendidikan belakangan dituding melahirkan banyak pengangguran. Dunia pendidikan yang berorientasi pada gelar akademik telah memproduksi jutaan pengangguran di negeri ini. Adaptasi teori dengan lapangan kerja juga tak sejalan. Ironisnya, setelah 74 tahun Indonesia merdeka, Indonesia tak memiliki sistem pendidikan yang baku. Sistem pendidikan ‘’selera’’ menteri justru lebih kuat. Kebijakan sang menteri menjadi rujukan bersama. Upaya-upaya perbaikan sektor pendidikan tersandera pergantian kekuasaan. Kini di era milenial kebijakan pendidikan mestinya berorientasi pada hal-hal yang lebih strategis dalam artian, dunia pendidikan mesti menyiapkan kader bangsa menuju kecerdasan serta terakomodasinya kecakapan profesi. Daya saing lulusan mestinya menjadi rujukan, bukan sekadar mengantongi gelar akademis. Mungkin ada baiknya pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan evaluasi total terhadap berbagai kebijakan pendidikan yang ada saat ini. Bukan saja dari jumlah lembaga pendidikan, tetapi juga berorientasi pada kualitas lembaga pendidikan di negeri ini. Harapan baru itu mungkin telah dimulai dengan diangkatnya menteri muda Nadiem Makarim mengurusi sektor pendidikan. Terobosan Presiden mengangkat Nadiem Makarim sebagai Mendikbud tentu harus diapresiasi, tetapi juga tetap harus dicermati. Diapresiasi mungkin, karena kecerdasannya dalam melakukan terobosan pasar lewat teknologi. Selain itu, menteri muda ini juga diharapkan mampu membangun kompetensi dan koneksi lulusan lembaga pendidikan Indonesia dengan pasar global yang ada. Jika selama ini lulusan lembaga pendidikan juga gagal merebut pasar kerja di dalam nengeri, apalagi bersaing merebut peluang kerja di luar negeri. Artinya, dengan gaya milenial dengan kecerdasan menyiapkan perkembangan zaman, hadirnya Nadiem Makarim di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kita harapan membawa perubahan besar. Namun kegalauan banyak pihak dengan menteri yang relatif muda dengan minim latar belakang di dunia pendidikan dalam negeri, juga patut dicermati. Perubahan besar yang diharapkan pada dunia pendidikan tentu akan berhadapan dengan banyak asumsi dan logika berpikir. Terlebih kini Pendidikan Tinggi (Dikti) kembali menjadi urusan Kemendikbud. Dengan beragam jurusan dan kualitas PT yang ada, tentu bukan hal yang mudah mengharapkan perubahan segera terjadi. Komunikasi harus dibangun dan persamaan persepsi harus dituju. Jangan sampai harapan perubahan menimbulkan konflik. Kembali pada kecakapan profesi lulusan, tampaknya kita sangat sepakat jika kecakapan profesi itu dibangun sejak dini. Kemampuan beradaptasi dan memahami dunia luar sejak dini memang harus disiapkan. Maka pembelajaran bahasa Inggris akan menjadi pelajaran di tingakt sekolah dasar kita sangat mendukungnya. Selama ini banyak lulusan sarjana kita gagap bahasa Inggris sehingga mereka hanya bersaing di wilayah NKRI. Jika penguatan bahasa dibentuk sejak dini, maka mentalitas untuk menghadapi dinamika zaman juga terbangun. Untuk itulah kebijakan baru untuk pembenahan pendidikan utamanya dalam penanganan pembelajaran bahasa Inggris di SD memang perlu dilakukan sesegera mungkin agar apa yang menjadi kebingungan berbagai pihak di sekolah segera teratasi. Pencapaian tujuan utama belajar bahasa Inggris yang menjadi penegasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan baru, yakni kefasihan berbahasa Inggris sebagai bahasa utama di zaman milenial hendaknya dibangun sejak dini, karena landasan pendidikan hendaknya dikokohkan di tingkat dasar agar pada tingkat-tingkat di atasnya pembelajaran menjadi lebih baik dan mapan. Hanya melalui fondasi pendidikan yang hebat bisa membawa Indonesia pada kemajuan pesat.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Bersyukur Hujan Mulai Turun

Mungkin hari Minggu yang telah lewat ini banyak krama Bali bersyukur, karena hujan telah mulai turun. Saya sendiri merasa sangat senang ketika sore harinya langit mulai mendung dan malamnya hujan rintik-rintik sudah turun. Itu artinya kesejukan akan terasa di Bali. Turunnya hujan di Bali merupakan harapan banyak pihak setelah berbulan-bulan hari terasa panas dan gerah. Cuaca yang melebihi suhu biasanya membuat pohon-pohon banyak mati dan sejumlah bukit terbakar. Ini tentu memprihatinkan kita semua. Kini, setelah hujan turun saya berharap pemerintah kabupaten/kota tanggap bencana. Artinya, setelah hujan hari pertama banyak tanah longsor terjadi, maka kesigapan petugas bencana alam harus dibangun. Tak hanya itu, peralatan juga harus disiapkan. Sarana dan prasarana untuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga harus diatensi. Jangan sampai kita gagap mengantisipasi bencana saat musim hujan. Tak hanya itu, kebersihan lingkungan juga harus dijaga. Ini untuk menekan wabah deman berdarah (DB). Mudah-mudahan musim hujan ini membawa berkah bagi alam Bali, bukannya menimbulkan bencana baru. Mari jaga alam Bali dan mulailah menanam pohon saat musim hujan. I Gede Sumadina Tabanan, Bali

Pro-Kontra Insersi Pembelajaran Bahasa Inggris di SD Bahasa Inggris merupakan bahasa asing yang sudah sejak lama menjadi mata pelajaran wajib di sekolah menengah di Indonesia, baik SMP dan SMA. Sejak tahun 1996 bahasa Inggris menjadi mata pelajaran muatan lokal di Sekolah Dasar (SD). Pengenalan bahasa Inggris di SD bertujuan untuk memberikan fondasi akuisisi multibahasa sejak awal kepada peserta didik anak-anak. Teori pemerolehan bahasa juga membuktikan bahwa semakin dini peserta didik diperkenalkan dengan bahasa asing (bahasa target), semakin bagus pula penguasaan mereka terhadap bahasa tersebut.

D

Oleh Dr. Ni Made Ratminingsih, M.A.

i samping itu, usia peserta didik yang tergolong anakanak (6 s.d. 12 tahun) merupakan usia emas (golden age) yang mana otak mereka mampu menyerap dengan cepat berbagai pengetahuan kebahasaan yang mengarahkan mereka memperoleh bahasa target yang dipelajari. Oleh karena itu, pengenalan multi bahasa pada usia tersebut menjadi sebuah keniscayaan. Fakta membuktikan bahwa beberapa tahun terakhir, pembelajaran bahasa Inggris sebagai muatan lokal banyak ditiadakan di SD. Ada beberapa hal yang ditengarai sebagai alasan dari keputusan tersebut. Salah satunya adalah akibat dari nilai pembelajaran peserta didik dalam bahasa Indonesia lebih rendah daripada nilai bahasa Inggris. Fenomena ini dimaknai bahwa peserta didik lebih menyenangi belajar bahasa Inggris dibandingkan dengan bahasanya sendiri. Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan elite pemerintah yang bergelut di bidang pendidikan terkait dengan

nasionalisme generasi muda yang akan cenderung terkikis, karena lebih menjagokan bahasa yang menjadi identitas orang atau negara lain. Kekhawatiran tersebut tentu berbanding terbalik dengan kemajuan tenologi informasi yang lebih menekankan penguasaan bahasa internasional ini sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan pergaulan dunia. Berbagai akses pengetahuan dan pembangunan jejaring internasional justru menghendaki kompetensi dalam bahasa Inggris. Kebingungan yang sering dihadapi pihak sekolah (kepala sekolah dan guru) tentang apakah perlu tidaknya mengajarkan bahasa Inggris dan seringnya ada undangan mengikuti lomba berpidato bahasa Inggris, baca puisi bahasa Inggris, dan lomba bercerita bahasa Inggris untuk peserta didik SD, namun tidak tersedia guru pengampu pembelajaran bahasa Inggris yang memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai atau memiliki kualifikasi yang memadai tampaknya akan segera

info singaraja fm radio_singaraja_92.0_fm

081933004217

Daun Cengkeh Jangan Dijual PEMANFAATAN daun cengkeh menjadi minyak kembali mendapat sorotan pada acara Suara Buleleng, Senin (4/11) kemarin. Selain daun cengkeh, pengopini kembali menyoroti kebersihan saluran air menjelang musim hujan mendatang. Berikut rangkumannya. Gung De di Jalan Ngurah Rai mempersoalkan kembali ulah para petani yang menjual daun cengkeh untuk dimanfaatkan sebagai minyak cengkeh. Padahal hal tersebut sangat merugikan petani. Sebab, daun cengkeh bisa membunuh jamur putih yang menyerang akar pohon cengkeh tersebut. Kalau daun kering yang ada di tanah dipungut, akan menyebabkan jamur putih berkembang dan mengancam pertumbuhan cengkeh. Untuk itu, ia menyarankan kepada para petani agar tidak menjual daun cengkeh tersebut demi kelangsungan hidup pohon cengkeh. ‘’Janganlah untuk kepentingan sesaat namun akan menimbulkan kerugian lebih besar,’’ tegasnya. Ia juga menyoroti soal akan dibangunnya TPA modern di wilayah Grokgak. Ia mendukung program tersebut mengingat TPA di Bengkala nantinya akan mengganggu lalu lintas penerbangan apabila bandara di wilayah Kubutambahan dibangun. Terkait terobosan Menteri Pertanian yang baru akan membuka lahan pertanian baru untuk kelapa sawit, ia menyatakan sangat setuju. Sebab, dengan demikian warga tidak pergi ke luar wilayah Indonesia untuk jadi petani ke-

lapa sawit dan bisa bekerja di wilayah Indonesia. Putu Gamasastra dari Dusun Pemaroan, Desa Patemon, meminta warga agar bersama-sama membersihkan selokan. Terlebih menghadapi musim penghujan yang akan datang diharapkan kepada seluruh warga masyarakat agar membersihkan selokan atau saluran air yang ada di lingkungannya. Hal ini untuk menghindari banjir dan juga untuk menghindari berjangkitnya penyakit deman berdarah. ‘’Mari kita bersihkan lingkungan kita demi menjaga kesehatan kita bersama,’’ harapnya. Dereksen yang beralamat di Jalan Teratai mengharapkan para pejabat memberikan contoh yang baik kepada warga masyarakatnya. Jangan seperti kasus di Kalteng, di mana seorang pejabat melempar botol ke lapangan. Hal ini semestinya tidak terjadi. Apabila tak setuju dengan keputusan wasit mestinya melakuan protes ke Komisi Perwasitan serta kepada KONI maupun kepada PSSI. Jangan tunjukkan arogansi. Syukur tidak terjadi hal-hal yang merugikan semua pihak dan bila terjadi siapa yang disalahkan dan siapa bertanggung jawab dan siapa yang rugi dalam hal ini. (kmb)

mendapatkan solusi dengan kehadiran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang baru, Bapak Nadiem Makarim. Meski bukan dari kalangan yang memiliki profesi pendidik, namun memiliki latar belakang pendidikan yang kuat dan tampaknya akan membawa perubahan besar dalam bidang pendidikan. Hal ini terbukti dari pernyataannya bahwa bahasa Inggris menjadi prasyarat penting yang meski ditekankan dalam pendidikan mulai dari sekolah dasar. Ditegaskan pula bahwa kefasihan berbahasa Inggris sebagai syarat mutlak untuk kerja sama dan berkompetisi dalam dunia global, yang menjadi dasar keberhasilan kaum generasi milenial. Dengan adanya indikasi tersebut, tampaknya kurikulum SD dan pengajar yang akan mengimplementasikan pembelajaran termasuk sarana dan prasarana yang memadai perlu direvisi, direvitalisasi, dan difasilitasi untuk menyesuikan dengan tuntutan kemajuan. Kebijakan pada tataran makro dan mikro pedagogis hendaknya menjadi pemikiran

semua pihak agar penanganan pembelajaran bahasa Inggris di SD tidak sekadar diperkenalkan, namun diajarkan secara lebih profesional oleh mereka yang memang berkompeten di bidangnya, sehingga pembelajaran dilakukan bukan oleh guru kelas, namun oleh guru bidang studi. Tugas guru kelas saat ini menjadi “maha dewa” yang dituntut untuk tahu banyak hal, termasuk bahasa Inggris, sehingga penanganan pembelajaran bahasa Inggris menjadi kurang berkualitas. Kurikulum hendaknya mengatur dengan baik mata pelajaran bahasa Inggris di SD baik dari segi alokasi waktu dan materi yang diajarkan dengan tetap mengacu pada materi yang berisifat nasional dan materi yang bersifat muatan lokal. Standar proses pembelajaran hendaknya juga menjadi perhatian utama, karena mengajar bahasa Inggris untuk peserta didik anak-anak akan berbeda dengan mengajarkannya kepada orang dewasa. Pun halnya dengan pengajar, mereka hendaknya memang berasal dari akademisi yang memang dididik di LPTK dalam bidang studi mayor pembelajaran bahasa Inggris. Bukan hanya itu, mereka juga adalah para guru yang memang dilatih menjadi guru bahasa Inggris di SD dengan berbagai landasan keilmuan mata kuliah kependidikan terkait Teaching English for Young Learners (TEYL). Di samping kurikulum dan pendidik, fasilitas juga tidak luput dari perhatian. Fasilitas pembelajaran di SD mestinya disiapkan dengan lebih baik, karena fondasi pendidikan harusnya

Warung Global

Waspada Bencana

HUJAN mulai membasahi sejumlah wilayah di Bali. Cuaca ekstrem berpotensi terjadi di masa peralihan musim atau yang dikenal dengan masa pancaroba. Selain penyakit, waspadai juga bencana seperti pohon tumbang, banjir, tanah longsor. Pihak berwenang seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di masing-masing wilayah telah menyerukan agar warga masyarakat tetap waspada dan siaga terhadap cuaca ekstrem di musim pancaroba ini. Demikian terungkap dalam acara dialog interaktif Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM. Sebagai warga, Arya sering memantau keberadaan pohon perindang yang sudah layak dipangkas serta jalan-jalan yang rusak, berlubang yang perlu diperbaiki khususnya di wilayah Denpasar. Memasuki musim hujan kondisi jalan berlubang dan pohon tumbang sangat rawan. Agar tak timbul korban segera cek ke lapangan. Di samping itu, ia mengusulkan agar got-got sebaiknya jangan ditutup total, buat got agar mudah dibersihkan. Saat hujan sampahsampah dalam got sering meluber ke jalan, hal ini membuktikan juga bahwa warga masih membuang sampah tidak pada tempatnya. Warga Denpasar lainnya, Ketut Mursi, juga demikian. Harus diupayakan agar dampak buruk dari bencana ini bisa diminimalisir. Menurutnya, pihak berwenang tak usah lagi memberikan imbauan kepada masyarakat. Ini sudah merupakan kewajiban. Febri di Denpasar berharap pihak berwenang seperti BMKG agar terus merilis tentang perubahan serta update cuaca kepada masyarakat. Selain itu, BPBD di masing-masing wilayah juga memetakan daerah rawan bencana longsor. Selain tetap

waspada, ia mengajak agar kita semua berdoa sehingga bencana yang datang bisa ditangani untuk meminimalisasi korban baik materi dan nonmateriil. Kepala BPBD Tabanan I Gusti Ngurah Sucita menyampaikan imbauan lewat Whatsapp Group Radio Global bahwa pihaknya sudah menurunkan surat untuk disampaikan kepada masyarakat melalui camat, agar masyarakat selalu waspada dan maningkatkan kewaspadaan menghadapi musim hujan ini. ‘’Sedia payung sebelum hujan,’’ demikian semboyan yang sering kita dengar kata Yuli dan Fera di Tabanan. Ia menyampaikan beberapa tips saat musim pancaroba, musim hujan apalagi disertai angin kencang agar menghindari berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat hujan disertai angin kencang. Bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir dan longsor, lanjutnya, diimbau mulai saat ini agar memperhatikan lingkungan sekitar tempat tinggal. ‘’Lakukan antisipasi dini, kesiapsiagaan, dan keselamatan di lingkungan masing-masing yang dimulai dari keluarga, komunitas dan tempat kerja,’’ imbaunya. (sikha)

lebih kuat di tataran pendidikan dasar. Sebab, pengembangan keilmuan dan karakter justru terjadi di pendidikan dasar. Kesuksesan peserta didik dalam belajar suatu bahasa akan sangat didukung oleh fasilitas atau media pembelajaran. Pada zaman teknologi sekarang ini, tentu penerapan teknologi dalam pembelajaran menjadi sebuah kebutuhan. Oleh karena itu, guru bahasa Inggris juga dituntut untuk mampu menggunakan media teknologi dalam melaksanakan pembelajaran yang inovatif. Dengan demikian, pembelajaran dapat dikemas dengan lebih menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman, sehingga peserta didik termotivasi belajar dan mampu meningkatkan kompetensinya. Kebijakan baru untuk pembenahan pendidikan utamanya dalam penanganan pembelajaran bahasa Inggris di SD memang perlu dilakukan sesegera mungkin agar apa yang menjadi kebingungan berbagai pihak di sekolah segera teratasi. Pencapaian tujuan utama belajar bahasa Inggris yang menjadi penegasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan baru, yakni kefasihan berbahasa Inggris sebagai bahasa utama di zaman milenial hendaknya dibangun sejak dini, karena landasan pendidikan hendaknya dikokohkan di tingkat dasar agar pada tingkattingkat di atasnya pembelajaran menjadi lebih baik dan mapan. Hanya melalui fondasi pendidikan yang hebat bisa membawa Indonesia pada kemajuan pesat. Penulis, Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Undiksha

POJOK Polri dan KPK nyatakan siap bersinergi memberantas korupsi. - Bersama kita maju. *** Agar pembangunan berjalan berkesinambungan, Bali perlu perda infrastruktur. - Untuk rakyat Bali. *** Strategi Indonesia Maju dari Korsel. - Ayo maju Indonesia.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Selasa Wage, 5 November 2019

Satpol PP Telusuri Dugaan Penambangan Pasir Pantai Tabanan (Bali Post) Informasi mengenai penambangan pasir dan batu di kawasan Pantai Beraban, Desa Beraban, Kecamatan Selemadeg Timur, mendapat atensi khusus Satpol PP Tabanan. Pada Senin (4/11) kemarin petugas Satpol PP melakukan pengecekan ke lapangan. Namun sejauh ini hasilnya masih nihil. Petugas belum menemukan kawasan pantai yang dirusak. Yang ada hanya pengambilan batu hias oleh penduduk dan itupun sifatnya musiman. Kepala Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba mengatakan, di lokasi petugas menemui prajuru desa adat serta tokoh

masyarakat. Setelah dicek, tidak ditemukan adanya penambangan pasir atau batu pantai. ‘’Hanya masyarakat yang mencari batu hias dan sifatnya musiman, itupun bukan dari hasil menggali melainkan yang terdampar di pantai. Bahkan volume yang dicari kecil, tidak sampai dieksploitasi. Batu yang dicari bentuk pipih, datangnya musiman, kemudian dijual per kampil ukuran kecil Rp 25 ribu,’’ jelas Sarba. Meski nihil, Sarba menegaskan, pihaknya mengimbau masyarakat setempat dan tokoh adat agar tidak mengambil pasir atau batu dalam jumlah besar, sebab hal tersebut berpotensi me-

nimbulkan kerusakan lingkungan. Sedangkan terkait informasi pencurian pasir di kawasan pantai, Sarba mengaku memang belum ada laporan pasti. Hanya saja ia sempat mendengar adanya aksi tersebut di Pantai Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat. Namun setelah dicek, hasilnya nihil. ‘’Kami lakukan penyelidikan dulu karena sekarang laporan pencurian pasir secara pasti belum didapat,’’ tegasnya. Dia pun menegaskan dan mengingatkan bahwa Pemerintah Pusat sudah melarang aksi pencurian pasir dan batu karena berpotensi menimbulkan abrasi. (kmb28)

Bali Post/dok

CEK LOKASI - Kepala Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba saat mengecek informasi penambangan pasir dan batu, belum lama ini.

Terkait Permohonan Pembukaan Kotak Suara

BPD Denbantas Diminta Tegas Ambil Keputusan Tabanan (Bali Post) -

Tanggapan atas surat permohonan untuk membuka kotak suara di salah satu TPS di Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan yang dilayangkan calon perbekel incumbent Ir. I Made Gunarta, masih diupayakan diselesaikan di tingkat desa. BPD Denbantas, Senin (4/11) kemarin melakukan koordinasi di kecamatan. Hadir pula dalam kesempatan tersebut perwakilan dari Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (DPMD) Tabanan. ‘’Benar, kami minta petunjuk dan koordinasi. Terkait ini memang masih berproses di desa. Banyak berita acara yang masih perlu kami persiapan,’’ kata Ketua BPD Denbantas I Gusti Putu Widianata. H a l senada disampaikan

Pemkab Siapkan Tambahan Anggaran Iuran BPJS

Camat Tabanan I Putu Arya Suta. Menurutnya, kehadiran BPD Denbantas adalah untuk berkonsultasi dan berkoordinasi terkait jawaban atas surat permohonan pembukaan kotak suara. Namun tindak lanjutnya, dikatakan Arya Suta masih ada di ranah desa karena surat permohonan tersebut diajukan ke BPD desa setempat. Meski demikian, pihaknya menyarankan agar BPD segera menyelesaikan persoalan ini

Tabanan (Bali Post) Di tengah kondisi keuangan daerah yang belum stabil, Pemkab Tabanan kembali harus berpikir keras lantaran premi BPJS Kesehatan naik. Pemkab Tabanan kini tengah menyiapkan anggaran subisidi bagi 127.080 peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) di APBD 2020. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. I Nyoman Suratmika, Senin (4/11) kemarin mengatakan, nilai premi peserta PBI setelah adanya kebijakan kenaikan adalah Rp 42 ribu per bulan.

dan melengkapi berita acara yang dibutuhkan. ‘’Kami juga mengundang pihak DPMD karena mereka yang tahu regulasi dan mendesak BPD setempat untuk mempercepat proses penyelesaian di tingkat desa agar persoalan ini tidak berlarut-larut,’’ terangnya. Dari informasi yang dihimpun, persoalan penundaan penetapan perbekel terpilih di Desa Denbantas dipicu adanya perbedaan persepsi antara TPS satu dengan lainnya. Misalnya saja di TPS Tuakilang dan TPS Bakisan. Di TPS Bakisan surat suara yang tercoblos dua (simetris dan tidak mengenai calon lain) dianggap tidak sah. Sementara di TPS di Tuakilang dianggap sah. Terkait hal tersebut, calon incumbent melihat ada standar ganda dalam pilkel.

Selama ini premi ditanggung APBD Tabanan sebesar 49 persen dan dari APBD Provinsi Bali sebesar 51 persen. Total nilai premi bagi PBI di Tabanan adalah Rp 64 miliar lebih. Dari jumlah tersebut, APBD Tabanan menanggung Rp 31 miliar lebih dan APBD Provinsi Bali sebanyak Rp 32 miliar lebih. ‘’Kenaikan anggaran memang hampir setengahnya, karena sebelumnya preminya Rp 23 ribu per bulan sekarang Rp 42 ribu,’’ terangnya. Sementara itu, Kepala Bapelitbang Tabanan IB Wiratmaja mengatakan,

Kepala DPMD Tabanan Roemi Liestyowati mengatakan, terkait persoalan yang muncul ini BPD diminta tegas mengambil keputusan. Mengenai perbedaan persepsi dalam penghitungan suara, Roemi pun menerangkan, sejatinya sesuai Perda Nomor 5 Tahun 2016 tentang Pemilihan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Desa sudah ada pasal yang mengatur tentang suara pemilihan perbekel yang dinyatakan sah. ‘’Ini sudah jadi regulasi yang jelas. Hanya jika ada penambahan dalam tata tertib untuk unsur suara yang dianggap sah oleh panitia pilkel seperti pencoblosan simetris itu dianggap sah atau tidak tergantung kesepakatan, nah ini yang harus dipertegas ulang dari tata tertib yang dibuat oleh panitia,

kenaikan premi BPJS kesehatan yang berimbas pada pembiayaan pada PBI di daerah wajib dipenuhi dan menjadi prioritas Pemkab Tabanan meskipun kondisi keuangan daerah sangat terbatas. Disinggung apakah kemungkinan ada penyisiran pos anggaran untuk bisa meng-cover kenaikan tersebut, Wiratmaja hanya mengatakan saat ini masih pembahasan di dewan. ‘’Nanti akan ada pembahasan. Dalam pembahasan dengan DPRD akan dilakukan desk kelayakan sekaligus penyampaian hal-hal yang

apakah sudah mencantumkan unsur yang dipersoalkan tersebut. Ini yang akan menjadi acuan, apalagi sudah ada tanda tangan saksi,’’ terangnya. Roemi pun berharap persoalan ini bisa segera diselesaikan di tingkat desa agar tidak sampai berlarut-larut. Disinggung tentang kapan jadwal pelantikan perbekel terpilih, pihaknya masih mengkaji karena ada salah satu incumbent yang masa jabatannya habis pada 23 Desember dan dalam Pilkel tahun ini yang bersangkutan kalah. ‘’Harus mengkaji dari aspek regulasi kapan akan diselenggarakan pelantikan. Masih konsultasi dengan pimpinan karena ini kaitan dengan APBDes. Namun yang pasti bulan Desember,’’ pungkasnya. (kmb28)

tertinggal yang belum atau kurang teranggarkan,’’ terangnya. Sementara itu, data Dinas Sosial Kabupaten Tabanan dari kuota yang disediakan Kabupaten Tabanan sebanyak 127.080 peserta untuk PBI daerah, yang sudah terdaftar per bulan Oktober 2019 tercatat 119.541 peserta. ‘’Sebenarnya ada penambahan jumlah penerima PBI di bulan November, hanya saja kami belum terima datanya. Yang jelas sampai bulan Oktober terdata 119.541 jiwa,’’ pungkasnya. (kmb28)

Cegah DBD, Warga Diminta Efektifkan Gerakan 3M Tabanan (Bali Post) Belakangan ini hujan mulai rutin mengguyur wilayah Kabupaten Tabanan. Berbagai penyakit pada musim pancaroba pun mulai mengintai, salah satunya Demam Berdarah Dengue (DBD). Terkait hal ini, Dinas Kesehatan mengimbau warga untuk selalu waspada dan melakukan upaya pencegahan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, tahun ini hingga September sudah ditemukan 160 kasus DBD. Kasus ini ditemukan di sembilan kecamatan. Hanya Kecamatan Baturiti yang nihil temuan. Kasus tertinggi ada di Kecamatan Tabanan, Kerambitan, Kediri, dan Selemadeg Timur. Angka kasus DBD tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2018 yang hanya ditemukan 44 kasus. Salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan kasus adalah pola dan perilaku hidup masyarakat. ‘’Ada peningkatan kasus positif DBD dibandingkan tahun lalu. Biasanya terjadi pada masa peralihan musim,’’ ujar Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr Nyoman Suramika, Senin (4/11) kemarin. Selain peralihan musim, faktor penyebab lainnya yakni padatnya penduduk dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan sanitasi. Selain itu, masih adanya masyarakat yang belum menggelar kegiatan 3M, yaitu menutup rapatrapat tempat yang berpotensi menampung air, menguras secara rutin bak mandi atau tempat penampungan air, sehingga tidak jadi sarang nyamuk dan mengubur barangbarang yang bisa menampung air yang tidak digunakan lagi. ‘’Fogging sudah rutin dilakukan di lokasi yang ditemukan ada warga menderita DBD positif. Namun yang paling baik yakni bagaimana masyarakat juga harus menjaga kebersihan dan rutin menggelar 3M untuk membunuh atau membasmi nyamuk penular virus DBD agar tidak mudah berkembang,’’ jelasnya. Untuk fogging dan ULV tahun 2019, kata Suratmika dianggarkan Rp 1 miliar. Anggaran tersebut disesuaikan dengan jumlah kasus yang ditemukan. Semakin banyak kasus ditemukan, maka program fogging dan ULV akan semakin banyak

dilakukan. Fogging atau pengasapan biasanya dilakukan jika sudah ada kasus positif. Sementara ULV adalah tindakan pembunuhan nyamuk dewasa sebelum terjadinya kasus DBD, atau dilakukan sebelum pancaroba. Biasanya dilakukan sebelum musim hujan atau pada akhir tahun. (kmb28)

KARTU TANI - Penyerahan kartu tani di Desa Riang, Kecamatan Penebel.

Bali Post/bit

Penyaluran Kartu Tani Ditargetkan Tuntas Desember Tabanan (Bali Post) – Proses penyerahan kartu tani pada para petani di Kabupaten Tabanan dilakukan bertahap. Setelah menyasar Kecamatan Selemadeg dan Selemadeg Barat pada Senin (4/11) kemarin kegiatan menyasar Kecamatan Penebel, tepatnya kepada petani di Subak Riang Gede dengan jumlah yang diserahkan sebanyak 436 kartu tani. Diharapkan akhir Desember 2019, 21 ribu kartu tani yang telah dicetak sudah diterima petani bersangkutan. ‘’Total kartu tani yang

sudah diserahkan ke petani ada sekitar 800 kartu dari total 3.200 kartu tani yang diajukan ke Kementerian Pertanian,’’ beber Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Tabanan I Gusti Putu Wiadnyana, Senin (4/11) kemarin. Menurut rencana, setelah menyasar Kecamatan Penebel akan dilanjutkan ke Kecamatan Pupuan dan daerah lainnya. Proses penyerahan kartu tani tergantung kesiapan anggota subak, perbankan dan petugas penyalur. ‘’Hari libur pun kami siap

serahkan kartu tani, karena kami sendiri memang dikejar waktu untuk segera menyelesaikan ke petani,’’ ujarnya. Lebih lanjut dikatan Wiadnyana, pihaknya berupaya menuntaskan penyaluran 21 ribu kartu tani tahun ini. Bagi petani yang belum mendapatkan kartu tani, hal itu dikarenakan masih berproses di pusat atau kartu taninya belum terbit. Namun petani tersebut masih bisa mendapatkan hak untuk alokasi pupuk bersubsidi, asalkan sudah masuk dalam pencatatan e-RDKK.

‘’Termasuk update petani yang sebelumnya sudah tercatat sebagai calon penerima namun saat pendistribusian meninggal dunia. Maka pemegang kartu bisa digantikan oleh anak atau saudara,’’ ucapnya. Sementara itu, Pekaseh Subak Riang Gede sekaligus penerima kartu tani I Ketut Wija, menyambut baik program pemerintah dalam bentuk kartu tani ini. Ia menilai dengan adanya program ini maka subsidi diperuntukan bagi petani menjadi tepat sasaran. (kmb28)


Selasa Wage, 5 November 2019

Gulirkan Germas Hidup Sehat 2019

Diskes Bali Genjot Konsumsi Buah dan Sayur

GERMAS – Dinas Kesehatan Bali bersama Dinas Kesehatan Kabupaten mengampanyekan gerakan masyarakat (Germas) hidup sehat dengan terbiasa mengonsumsi buah dan sayur lebih awal sebelum memakan nasi dan lauk.

PERILAKU mengonsumsi buah dan sayur belakangan ini menunjukkan persentase rendah. Buktinya, pola mengonsumsi buah dan sayur di daerah ini hanya tujuh persen. Sisanya sebagian besar masyarakat belum terbiasa mengonsumsi buah dan sayur yang dapat menjaga kesehatan tubuh manusia. Atas kondisi ini, Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali mengampanyekan makan buah dan sayur melalui Gerakan Masyarakat (Germas) Hidup Sehat tahun 2019. Tahun ini, germas digulirkan di Buleleng dan Kabupaten Jembrana. Selain mengampanyekan makan buah dan sayur, guliran program ini, Diskes Bali juga mengampanyekan pentingnya menjaga kebugaran tubuh, tidak merokok, dan melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN - red). Mengawali germas di Bali Utara itu dilaksanakan penguatan penggerakan dan pemberdayaan masyarakat, Senin (4/11) kemarin di Hotel Aneka Lovina. Pertemuan ini dihadiri Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Diskes Bali Dian Ardiani didampingi Asisten Ekonomi Pembangunan Setda Ni Made Rousmini, dan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Buleleng dr. Nyoman Maha Pramana. Dian Ardiani mengatakan, rendahnya persentase mengonsumsi buah dan sayur ini karena perilaku masyarakat yang tidak terbiasa

mengonsumsi buah dan sayur sebelum makan nasi dan lauk pauk. Padahal dari ketersediaan buah dan sayur petani di Bali cukup memadai. Untuk merubah perilaku yang kurang baik ini, pemerintah daerah menggulirkan germas hidup sehat. Bukan saja untuk merubah perilaku buruk tersebut, germas juga mengimplementasikan Instruksi Presiden (Inpres) No. 1 Tahun 2017. Di mana regulasi ini memerintahkan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar mengampanyekan germas hingga menyasar lapisan masyarakat paling bawah. “Germas hidup sehat ini digulirkan ke sembilan kabupaten dan kota di Bali. Dan tahun ini ke Buleleng dan Jembrana. Selain melaksanakan Inpres No. 1 Tahun 2017 itu, kita ingin mengampanyekan makan buah dan sayur karena hasil penelitian menyebutkan kalau dari 100 orang hanya tujuh orang saja yang terbiasa mengonsumsi buah dan sayur,” katanya. Selain itu, Dian Ardiani menyebutkan kondisi kebugaran pelajar di Bali belakangan ini menunjukkan persentase masih kurang. Dari penelitian ahli disebutkan tingkat kebugaran kondisi tubuh anak-anak pelajar baru mencapai 61 persen. Hal ini juga menjadi masalah serius yang menuntut pemerintah harus melakukan kebijakan untuk meningkatkan kebugaran generasi muda. Untuk itu, lewat germas di kabu-

paten dan kota ini, pihaknya juga mengampanyekan agar memiliki perilaku menjaga kebugaran tubuh dengan baik. Ini bisa dilakukan sebelum memulai aktivitas seharihari penting dilakukan pergerakan tubuh dengan senam. “Yang jadi soal kondisi tubuh kita, termasuk pelajar ini bukan saja hanya tampak bugar. Namun secara fisik juga harus sehat. Untuk itu, menggerakkan tubuh sebelum memulai aktivitas itu penting termasuk para pelajar. Dengan badan yang bugar membuat tubuh kita tidak mudah terserang penyakit dan mewujudkan kualitas sumberdaya manusia unggul dan bisa bersaing di pasar kerja,” jelasnya. Asisten II Ekonomi Pembangunan Ni Made Rousmini mendukung penuh kebijakan pemerintah di atasnya dalam mengampanyekan gerakan masyarakat (Germas). Dia mengataan, setelah OPD, nantinya pemerintah daerah menggulirkan program yang sama. Pihaknya mengajak semua peserta betulbetul mencari wawasan, sehingga program yang sama dapat mengimbas ke masyarakat lapisan paling terbawah. “Sudah pasti kita mendukung program itu karena generasi muda yang unggul membutuhan kondisi badan sehat dan bugar, sehingga gerakan masyarakat (germas) ini sangat tepat digulirkan,” pintanya. (ad95)

Tak Ingin Masalah Terulang

KPU Bali Benahi Manajemen KPU Buleleng

Singaraja (Bali Post) – Putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang memberikan peringatan kepada para komisioner dan perintah mengganti Sekretaris KPU Buleleng telah ditindaklanjuti KPU Provinsi Bali. Manajemen lembaga itu akan diperbaiki secara menyeluruh, sehingga masalah yang terjadi saat pemilu serentak lalu, tidak terulang pada hajatan demokrasi berikutnya. Ketua KPU Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan mengatakan hal itu saat menghadiri pembukaan Rumah Pintar Pemilu di Sekretariat KPU Buleleng akhir pekan lalu. Lidartawan mengatakan, setelah keputusan DKPP dibacakan saat sidang Rabu (23/10) pekan lalu,

pihaknya telah mengambil langkah strategis. Di antaranya mengirim surat ke KPU-RI untuk memberikan sanksi pada komisioner KPU Buleleng sesuai putusan DKPP. Pihaknya juga mengaku telah berkoordinasi dengan Sekjen KPU-RI untuk menindaklanjuti putu-

Singaraja (Bali Post) – Pembahasan Rancangan APBD (RAPBD) Buleleng tahun 2020 mulai memasuki fase pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sesuai jadwal yang disusun Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Buleleng, Selasa (5/11) hari ini diawali pembahasan oleh Badan Anggaran (Bangar). Setelah proses itu dilanjutkan rapat gabungan dengan komisi-komisi. Berikutnya, masing-masing RKA yang disusun pada RAPBD 2020 itu, akan diserahkan kepada setiap komisi untuk “dibedah” alias dibahas lebih lanjut. Kepala Bagian (Kabag) Humas dan Pengawasan Sekretariat Dewan (Sekwan) Made Supartawan di ruang kerjanya, Senin (4/11) kemarin mengatakan, tahapan pembahasan ini setelah pemerintah daerah menyampaikan nota pengantar RAPBD kepada DPRD beberapa waktu lalu. Dewan sudah memutuskan pembahasan R A P B D itu tidak dilakukan dengan m e m bentuk panitia khusus (Pans u s ) , tetapi ditugaskan k e p a d a

Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dalam hal ini Banggar. Dari jadwal yang sudah disusun itu, Komisi I, II, III, dan Komisi IV ditugaskan membahas secara detail proporsi anggaran dan program yang dijalankan masing-masing OPD lingkup pemerintah daerah dalam satu tahun anggaran mendatang. “Mulai besok (hari inired) RKA OPD akan “dibedah” oleh masing-masing komisi dengan OPD yang menjadi mitra,” jelasnya. Mantan Camat Busungbiu itu menambahkan pembahasan ini dijadwalkan secara maraton. Hal itu tidak lepas dengan semakin dekatnya masa tutup tahun anggaran 2019. Dari target yang sudah dirancang, RAPBD sudah harus “diketok palu” alias disahkan menjadi peraturan daerah (Perda), pada pertengahan bulan ini. (kmb38)

Dewan Mulai Bedah RKA

Made Supartawan

Bali Post/kmb 38

Lidartawan menambahkan, KPU Bali akan melakukan penataan lebih lanjut di KPU Buleleng. terutama kesekretariatannya. Selama ini Lidartawan menilai ada sumbatan komunikasi dan koordinasi antara komisioner dengan kesekretariatan. Sehingga muncul masalah keterlambatan pengiriman logistik seperti pada Pemilu 2019 lalu. “Manajemen KPU Buleleng ini perlu diperbaiki agar situasinya kembali seperti sebelumnya, Saya minta kepada komisioner agar komunikasi

dengan semua pihak tetap dijaga. Jangan seperti kemarinkemarin,” jelasnya. Komisioner KPU-RI Ilham Saputra mengatakan, Sekretaris KPU wajib memberikan dukungan supporting system kepada para komisioner KPU. Terkait, putusan DKPP, Ilham meminta agar hal itu dijadikan bahan evaluasi. Sehingga tidak terjadi masalah serupa pada penyelenggaraan pemilu selanjutnya. “Keputusan yang diplenokan komisioner, selama ini agar tidak melanggar, maka aturan itu

wajib dilaksanakan. Selama tidak ada aturan yang dilanggar. Anggaran juga masih ada. Maka pihak sekretaris harus melaksanakan hal itu,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, DKPP memutuskan memberikan sanksi teguran pada seluruh komisioner KPU Buleleng sesuai Keputusan No. 144-PKE-DKPPVI/2019. Selain itu DKPP juga memberikan peringatan keras pada Sekretaris KPU Buleleng I Putu Aswina. Kemudian yang bersangkutan

diputuskan dikembalikan ke instansi asalnya. Sanksi itu buntut masalah distribusi logistik Pemilu April 2019 lalu. Logistik pemilu seharusnya sudah tuntas didistribusikan satu hari sebelum hari H pemilihan. Faktanya, logistik masih ada dikirimkan pada Hari H pemilihan. Situasi ini membuat sejumlah TPS mengalami kekurangan logistik. Kemudian keterlambatan distribusi itu berimbas pada molornya waktu pencoblosan saat pemilu itu. (kmb38)

DESA Sudaji, Kecamatan Sawan dikenal dengan aktivitas budi daya pertaniannya tetap bergaya tradisional. Walaupun teknologi pertanian mempengaruhi serba instan seperti pemakaian pupuk dan obatobatan kimia, tetapi para petani di desa ini melakoni usaha tani mereka dengan ramah lingkungan. Desa ini juga tetap menjaga warisan ritual Hindu dan kearifan lokal yang menunjukkan aktivitas masyarakatnya sangat bersahabat dengan lingkungan alam. Sejak tahun 2008 lalu “model” tersebut mulai dimanfaatkan beberapa tokoh masyarakat desa di sana untuk mengembangkan aktivitas wisata. Lalu bagaimana kemasan wisata yang memiliki nilai lebih dijual di Desa Sudaji, Kecamatan Sawan itu?

Ngerebeg. Prosesi itu digelar setiap upacara besar di Pura Bale Agung Sudaji. Kombinasi antara keindahan alam, tanggung jawab warga menjaga lingkungan dan budaya ini telah menuai hasil positif. Terbukti, wisatawan yang berkunjung tidak sekadar berlibur dan menikmati suasana pemandangan alam, tetapi juga beraktivitas sama seperti warga lokal terutama

mereka ikut menjaga kebersihan lingkungan dari ancaman pencemaran sampah. Saat ini, wisatawan Eropa, Jerman Prancis, Eropa Timur, Rusia dan tamu asal Republik Ceko mulai tertarik datang ke Sudaji. Pihaknya dengan perangkat pemerintahan dan tokoh masyarakat tidak mengejar jumlah kunjungan wisatawan atau menginginkan wisata hiburan.

‘’Target kami adalah quality. Artinya membuat wisatawan agar nyaman, tenang. Komitmen dan kesadaran warga menjaga lingkungan ini akan dicari. Dengan cara itu wisatawan jadi lebih lama tinggal dan berbaur dalam aktivitas keseharian dengan warga lokal,” jelasnya membuka strategi pengelolaan desanya sehingga diapresiasi wisatawan. (mud)

san menggantian Sekretaris KPU Buleleng Putu Aswina. “Sekjen KPU-RI meminta mengembalikan sekretaris KPU Buleleng ke instansi induknya di Pemkab Buleleng. Sekjen KPU-RI sudah memproses surat itu. Namun kita masih menunggu petunjuk lebih lanjut,” katanya.

Kembangkan Pariwisata Berkelas Masyarakat Desa Sudaji Lakukan Swadaya

Dengan menonjolkan semangat swadaya masyarakat, sekarang Sudaji menjadi sebuah desa wisata yang mulai ramai aktivitas wisatanya. Sukses itu bahkan sudah mulai dapat respons positif dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dengan menetapkan Sudaji sebagai juara pertama desa wisata terbaik. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Ganda Meru, Dr. Gede Panca belum lama ini mengatakan, munculnya wisatawan berlibur di Sudaji diawali adanya beberapa tokoh masyarakat desa yang kebetulan memiliki pengalaman dalam bisnis wisata. Mereka mencoba mengenalkan potensi Desa Sudaji itu. Waktu itu, sifatnya masih personal saat itu tokoh-tokoh masyarakat desa tersebut merancang akomodasi wisata model vila. Setelah berjalan, wisatawan mulai tertarik. Banyak turis akhirnya menghabiskan masa liburan mereka di Desa Sudaji. Desa itu memang dikenal memiliki hawa sejuk. Karena berbatasan dengan hutan lindung di sebelah selatan. Sejak tokoh-tokoh masyarakat mengawali langkah yang baik itu, kemudian tahun 2017 lalu dibentuk Pokdarwis Ganda Meru Sudaji. Lembaga itulah yang mengelola aktivitas wisata desa hingga saat ini. “Tokoh-tokoh desa yang mengawali hingga saat ini dibentuk Pokdarwis Ganda Meru Sudaji. Sampai sekarang di desa kami berkembang aktivitas pariwisata,” katanya. Sejak awal perkembangannya sampai wisata desa dikelola Pokdarwis kata Gede Panca,

konsep pengembangan wisata ini mengandalkan keindahan alam pedesaan yang dipadukan kekayaan kearifan lokal yang tidak dimiliki desa lainnya di Bali. Keindahan alam seperti air terjun di dalam hutan lindung tetap masih dipertahankan keaslian dan sifat-sifat alaminya. Bukan saja keindahan alam secara fisik, ditawarkan juga kesadaran warga menjaga lingkungan dijadikan keunggulan wisata Desa Sudaji. Aktivitas warga menjaga lingkungan ditunjukkan dengan modal swadaya. Dia mencontohkan komitmen warga menjaga kebersihan lingkungan itu dengan cara mendaur ulang sampah plastik itu. “Agar wisatawan bisa menikmati keindahan alam, kami kemas trekking yang indah. Warga sendiri tetap menjaga kebersihan lingkungan dan pengembangan pertanian organik. Hal itu kami perlihatkan kepada tamu yang berkunjung,” tegasnya. Kearifan lokal di Sudaji melalui aktivitas budaya dan ritual Hindu juga dikemas sedemikian rupa. Kemasan ritual afik dibuat untuk menggaet wisatawan datang ke Sudaji. Beberapa warisan budaya itu seperti tradisi Bukakak yang rutin digelar setiap tahun, tepatnya sekitar bulan Juli. Tradisi ini menggambarkan ungkapan puji syukur warga kepada Tuhan yang telah memberikan hasil panen pertanian yang baik sehingga menguntungkan warga. Upacara ini juga menunjukkan tanggung jawab warga dalam menjaga alam dan lingkungan desa. Tradisi lainnya adalah

Bali Post/mud

DESA WISATA – Warisan ritual Hindu, kearifan lokal dan keindahan alam Desa Sudaji, Kecamatan Sawan dijadikan “modal” dalam merintis pariwisata berkelas di Bali Utara.


Selasa Wage, 5 November 2019

Pascaterbakar, Pembangunan Blok A Pasar Ubud Belum Pasti Gianyar (Bali Post) -

Pascaterbakarnya bangunan Blok A Pasar Ubud pada 2016 lalu, hingga kini belum ada tanda-tanda dari pemerintah akan membangun ulang di lokasi tersebut. Kawasan pada bangunan yang terbakar itu kini sudah rata dan difungsikan sebagai parkir kendaraan. Bahkan untuk APBD Gianyar 2020 juga dipastikan tidak ada rencana membangun Pasar Ubud yang setiap hari dikunjungi ratusan turis itu.

Bali Post/kmb35

PARKIR – Lahan yang dulunya berdiri bangunan Blok A Pasar Ubud yang terbakar awal 2016, kini difungsikan sebagai areal parkir.

Derita Diabetes

Pentolan Ormas Meninggal Dunia Gianyar (Bali Post) Salah satu pentolan organisasi masyarakat (ormas) Dewa Putu Ngurah alias Dewa Saraf meninggal dunia pada usia 56 tahun. Almarhum mengembuskan napas terakhirnya dalam perawatan di RSUD Wangaya, Denpasar akibat penyakit diabetes yang dideritanya, Minggu (3/11). Upacara palebon akan dilakukan di kediaman almarhum di Banjar Pasdalem, Kelurahan Gianyar, Sabtu (9/11) mendatang. Pantauan di kediaman almarhum, Senin (4/11) kemarin, nampak masih sepi aktivitas persiapan upacara, karena jenazah almarhum masih berada di RSUD Wangaya. Namun, terlihat sudah ada satu karangan bunga tanda belasungkawa. “Benar beliau meninggal Minggu siang kemarin sekitar pukul 12.30 Wita. Saat ini jenazah masih di RSUD Wangaya,” ujar salah seorang adik almarhum. Dikatakan, jenazah almarhum baru akan dipulangkan ke rumah duka di Banjar Pasdalem, Kamis (7/11). Selanjutnya prosesi palebon/pangabenan akan digelar di Setra Adat Beng-Gianyar, Sabtu (9/11) mendatang. “Ini agenda sementara, nanti pas puncak akan sekalian dilaksanakan upacara nyiramin, ngaskara hingga palebon,” katanya. Ia mengaku tidak mengetahui banyak terkait keseharian kakaknya, sebab tinggal terpisah. “Rumah duka ini rumah tua kami. Beliau anak keempat dari tujuh bersaudara, tinggalnya dominan di Denpasar. Sesekali pulang ke Gianyar, itu pun di vilanya di Samplangan,” jelasnya. Kepergian almarhum, selain meninggalkan enam saudara kandung juga meninggalkan dua orang istri dan lima anak. Selama hidupnya, Dewa Saraf dikenal sebagai sosok orangtua yang baik. Terbukti pendidikan anaknya baik dan lulus Fakultas Kedokteran di Surabaya. “Ada satu lagi jadi bidan, beliau termasuk sukses mendidik dan menyekolahkan anak,” jelasnya. Lama menjadi pentolan ormas memang mambuat almarhum terseret dalam sejumlah kasus. Terakhir, almarhum terlibat dalam kasus penebasan pada 3 Juni 2016 di Gang Kabetan, Banjar Dentiyis, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati. Kejadian itu menewaskan korban Dewa Gede Artawan (31). Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, Dewa Saraf akhirnya dituntut JPU hukuman empat tahun penjara dalam sidang di PN Gianyar, 22 Desember 2016 lalu. Namun dalam sidang putusan yang dipimpin ketua majelis hakim Ida Ayu Sri Adriyanti Astuti Widja, S.H., M.H. dengan anggota Ida Bagus Ari Suamba, S.H., M.H. dan Wawan Edi Prasetyo, S.H. M.H. pada tanggal 9 Januari 2017, Dewa Saraf akhirnya divonis dua tahun enam bulan penjara. (kmb35)

Bali Post/kmb35

RUMAH DUKA - Suasana rumah duka almarhum Dewa Putu Ngurah alias Dewa Saraf di Banjar Pasdalem, Kelurahan Gianyar, Senin (4/11) kemarin.

Dikonfirmasi Senin (4/11) kemarin, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gianyar Ni Luh Gede Eka Suary mengatakan, setelah menjabat sebagai Kepala Disperindag, dirinya bersama staf sudah mengecek lokasi Pasar Ubud, termasuk areal Blok A yang terbakar beberapa tahun lalu. ‘’Saya sudah cek bersama Kabid. Sebenarnya sudah diusulkan untuk diperbaiki itu,’’ ujarnya. Eka Suary mengakui usulan itu tidak kunjung terealisasi. Tahun 2019 dan 2020, pemerintah fokus den-

Areal di Depan Kantor Desa Mas Tergenang Air Gianyar (Bali Post) Pascahujan lebat, genangan air membanjiri areal di depan Kantor Desa Mas, Kecamatan Ubud, Minggu (3/11) malam. Kondisi ini terjadi akibat derasnya hujan serta saluran irigasi yang tersumbat. Sekretaris Desa Mas I Wayan Eka Mustika seizin Perbekel Desa Mas mengatakan hal itu, Senin (4/11) kemarin. Menurut Eka Mustika, banjir di depan areal Kantor Desa Mas itu sudah terjadi sejak pukul 14.00 Wita. Menjelang sore genangan air semakin tinggi, bahkan semakin parah saat memasuki Minggu malam sekitar pukul 19.00 Wita. “Hujan memang cukup lebat, sehingga dari siang sudah terjadi genangan air sampai Minggu malam,” katanya. Eka Mustika mengatakan, kondisi ini terjadi akibat saluran irigasi yang sempit. Selain itu banyak material seperti sampah yang menyumbat saluran tersebut. “Selain karena debit air tinggi pascahujan, material yang hanyut dan nyangkut karena saluran irigasinya kecil juga menjadi penyebab air meluap,” jelasnya. Pria yang akrab dipanggil Eka Wem ini mengaku masih akan berkoordinasi dengan pihak terkait, agar bisa melakukan

buka tutup air pada saluran irigasi tersebut. Ketika hujan turun, agar bisa ditutup lebih kecil, dan ketika musim kemarau bisa dibuka. “Waktu Minggu malam kita terpaksa tutup sementara pakai kayu alirannya agar bisa kita bersihkan di sini. Mulai pukul 22.00 sampai pukul 01.30 Wita baru selesai kita bersihkan, dan air sudah bisa mengalir kembali agar subak tidak protes,” imbuhnya. Sebagai jalur rawan banjir, Eka Wem mengaku akan melakukan tiga tindakan sebagai solusi cepat. Mulai dari mengatur buka tutup irigasi di hulu desa, tepatnya di saluran irigasi Subak Desa Mas, mengimbau warga untuk tidak buang sampah sembarangan, dan setiap saluran irigasi yang ada di bawah trotoar akan diisi plat besi penangkap sampah. “Untuk rencana yang ketiga itu pun kalau diizinkan oleh PU pusat, karena ini wilayah PU Pusat,” ujarnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar Anak Agung Oka Digjaya mengatakan, penanganan banjir di Desa Mas berlangsung selama dua jam lebih. Penanganan dilakukan dengan mengerahkan Tim Reaksi Cepat BPBD Gianyar. (kmb35)

Bali Post/kmb35

IRIGASI - Sekretaris Desa Mas I Wayan Eka Mustika saat menunjukkan saluran irigasi yang kerap memicu banjir di depan kantor desa setempat, Senin (4/11) kemarin.

Pilkel PAW Desa Sebatu Digelar 9 November Gianyar (Bali Post) Pascaperbekel sebelumnya I Wayan Pasek Yusabawa meninggal dunia, Maret 2019 lalu, kini Desa Sebatu Kecamatan Tegallalang kembali menggelar pemilihan perbekel (pilkel) untuk pengganti antar-waktu (PAW). Pelaksanaan pilkel tersebut sudah diagendakan pada 9 November mendatang. Hal ini diungkapkan Kabid Bina Pemerintahan Desa I Wayan Gede Subayasa, Senin (4/11) kemarin. Menurut Subayasa, pilkel PAW ini diselenggarakan karena perbekel sebelumnya, I Wayan Pasek Yusabawa, meninggal dunia karena sakit. Tahap awal proses pemilihan PAW perbekel ini hampir sama seperti pilkel sebelumnya. “Pemilihan PAW ini diselenggarakan karena perbekel sebelumnya meninggal,” jelasnya. Dikatakan, pilkel PAW yang diagendakan 9 November mendatang, berbeda dengan persiapan pilkel serentak yang sedang berjalan. Proses pilkel PAW ini juga sudah dijalankan oleh panitia pilkel. “Kalau persyaratannya sama, calon minimal dua orang dan maksimal tiga orang,” katanya.

Bedanya, proses pemilihan pilkel PAW ini tidak melibatkan seluruh masyarakat desa. Melainkan setiap banjar di Desa Sebatu hanya boleh mengajukan utusan untuk memilih PAW perbekel. “Setiap banjar berbeda jumlah utusannya, itu ditentukan oleh panitia pilkel,” katanya. Dijabarkan, pemilihan utusan ini menggunakan penghitungan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu legislatif lalu. Untuk satu orang utusan mewakili 60 DPT, sehingga masing-masing banjar akan berbeda jumlah utusannya. “Masing-masing banjar mengeluarkan utusan, dari unsur PKK, tokoh msyarakat, karang taruna hingga tokoh agama,” kata Subayasa. Menurut Subayasa, di Desa Sebatu terdapat sembilan banjar. Tentunya, masingmasing banjar akan mempercayakan utusan dengan jumlah berbeda. Selanjutnya perbekel terpilih akan mengisi sisa massa jabatan sebagai pucuk pimpinan di Desa Sebatu hingga 2024 mendatang. “Total ada 127 utusan yang akan memilih perbekel. Itu perwakilan dari sekitar 8.000 lebih DPT,” ujarnya. Perbekel Desa Sebatu sebelumnya, I Wayan Pasek

Pelanggaran Parkir Masih Marak bawah pelang larangan parkir. Kondisi ini tentu sangat disayangkan, sebab maraknya pelanggaran itu terjadi di tengah berlangsungnya Operasi Zebra Agung 2019. Tidak hanya itu, parkir liar juga marak ditemukan pada sejumlah ruas jalur By-pass I.B. Mantra. Banyak kendaraan yang parkir pada badan jalan, khususnya di jalur lambat. Kondisi ini memicu keresahan warga, khususnya pengguna jalan yang melaju saat malam, karena di jalur tersebut tidak diterangi lampu penerangan jalan. Kasatlantas Polres Gianyar AKP Laksmi Trisna Dewi Wieryawan saat dikonfirmasi terkait kondisi ini mengaku akan segera melakukan tindak lanjut.

A Pasar Ubud. Namun, sudah dijelaskan bahwa pembangunan pasar akan dilakukan pemerintah secara bertahap. ‘’Sudah kita jelaskan, pembangunan pasar ini bertahap. Kalau sudah dipastikan oleh pimpinan, tentu kita siap melaksanakannya,’’ tegas pejabat asal Tabanan ini. Disinggung terkait sempat mencuatnya rencana meminta bantuan pusat sebesar Rp 40 miliar untuk membangun Pasar Ubud, Eka Suary mengaku belum mendapat informasi terkait hal itu. ‘’Terkait bantuan dari pusat itu, saya kurang tahu. Sampai

Saluran Irigasi Tersumbat

Operasi Zebra Agung

Gianyar (Bali Post) Gaung Operasi Zebra Agung 2019 nampak memang kurang didengar oleh pengguna jalan. Sebab, sejumlah pelanggaran masih dilakukan dengan leluasa, tanpa ada ketakutan akan ditindak polisi. Seperti pelanggaran parkir di seputaran Ubud, dan kendaraan roda empat dan truk angkut barang yang parkir sembarangan di badan jalan di kawasan By-pass I.B. Mantra, Senin (4/11) kemarin. Pantauan Bali Post, kawasan wisata Ubud masih menjadi pusat padatnya arus lalu lintas. Kondisi ini juga berdampak domino terhadap maraknya pelanggaran parkir. Tidak hanya parkir roda dua, kendaraan roda empat masih banyak yang parkir tepat di

gan pembangunan Pasar Gianyar yang menggunakan APBD Gianyar dan revitalisasi Pasar Seni Sukawati yang menggunakan anggaran pemerintah pusat. ‘’Untuk 2020, kita masih fokus dengan Pasar Seni Sukawati dan Pasar Umum Gianyar. Belum ada yang lain, tentunya Bapak Bupati akan terus mengusulkan secara bertahap. Mungkin di tahun 2021,’’ katanya. Menurut Eka Suary, beberapa hari lalu juga ada dari pihak desa adat yang mempertanyakan terkait pembangunan kembali Blok

sekarang memang belum ada data itu,’’ katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, bangunan Blok A Pasar Ubud terbakar pada awal 2016 lalu. Pascaterbakar, bangunan yang gosong itu sempat dibiarkan hampir dua tahun. Kondisi ini menjadi perhatian wisatawan yang melintas. Memasuki 2018, pemerintah akhirnya melakukan pembongkaran pada areal bangunan yang terbakar itu. Beberapa bulan kemudian, di areal yang sudah rata dengan tanah itu dilakukan pemasangan paving senilai Rp 190 juta lebih. Upaya ini dilakukan untuk menambah luas parkir di kawasan Pasar Ubud. Selain itu juga untuk persiapan menyambut delegasi IMF yang saat itu diperkirakan ramai berkunjung ke Ubud. (kmb35)

“Suksma infonya, kami cek di lapangan,” katanya. Laksmi Trisna Dewi sebelumnya menyampaikan Operasi Zebra Agung 2019 dilakukan terpusat oleh jajaran Satuan Polisi Lalu Lintas. Sebanyak delapan prioritas yang menjadi target dalam operasi yang digelar mulai 23 Oktober sampai 5 November 2019 ini. Terkait target Operasi Zebra Agung tahun ini, sebanyak 80 persen akan dilakukan penindakan dan 20 persen sebagai sosialisasi. “Ada delapan sasaran dari penertiban, terdiri atas pelanggar helm SNI, pengaruh alkohol/narkoba, pengendara di bawah umur, sabuk keselamatan, menggunakan HP saat berkendara, melawan arus, lampu

rotator/strobo, dan melebihi batas kecepatan maksimal,” terangnya. Ia menambahkan, sebanyak 80 persen operasi ini untuk penegakan hukum, sedangkan sisanya lagi 20 persen sebagai sosialisasi kepada masyarakat. “Kami sosialiasi ke sekolah-sekolah, pendekatan dengan para kelihan, sampai membuat pengumuman dengan spanduk ataupun melalui media sosial,” ujarnya. (kmb35) PARKIR - Sejumlah kendaraan parkir di badan jalan di kawasan By-pass I.B. Mantra di wilayah Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Senin (4/11) kemarin.

PILKEL - Para calon perbekel yang bertarung pada Pilkel PAW Desa Sebatu. Yusabawa, telah meninggal dunia. Almarhum belum setahun mengisi jabatan perbekel periode kedua. Berdasarkan

rekaman medis, almarhum dinyatakan meninggal dunia akibat pecahnya pembuluh darah yang ada pada kepal-

Bali Post/ist

anya. Kepergian almarhum di usia 53 tahun menyisakan duka mendalam di kalangan keluarga. (kmb35)


Selasa Wage, 5 November 2019

Kenaikan Tarif Penyeberangan Tunggu Keputusan Kemenhub Negara (Bali Post) – Rencana adanya kenaikan tarif penyeberangan antarprovinsi dari Pemerintah belum ada kepastian. ASDP Cabang KetapangGilimanuk masih menunggu keputusan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Bilapun nantinya akan ada kenaikan, ASDP akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu sebelum murni menerapkan. General Manager ASDP Ketapang Fahmi Alweni, Senin (4/11) kemarin, menyatakan belum menerima informasi dari Kementerian terkait kenaikan tarif tersebut. Bilapun nantinya turun instruksi, ASDP berkewajiban untuk melakukan sosialisasi terlebih dulu. Apalagi saat ini seluruh golongan kendaraan sudah menerapkan pembayaran tiket menggunakan uang elektronik (cashless). “Kami masih menunggu dari Kementerian. Kalau sudah ada instruksi dan peraturan menteri, kami akan lakukan sosialisasi dulu,” ujar Fahmi. Sama halnya dengan kebijakan penggunaan uang elektronik, dilakukan bertahap mulai dari sosialisasi dan uji coba untuk penumpang pejalan kaki dulu. Hingga akhirnya kini semua golongan kendaraan sudah menerapkan. Sementara itu adanya rencana kenaikan disambut baik dari kalangan Gabungan Pen-

gusaha Nasional Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap). Pasalnya selama ini, tarif penyeberangan belum pernah mengalami kenaikan, justru malah terjadi penurunan karena menyesuaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). “Dari sisi kami (Gapasdap), tentu sangat kami harapkan sekali penyesuaian tarif ini. Situasi sekarang berat, untuk docking saja sulit,” ujar Ketua DPC Gapasdap Banyuwangi I Putu Gede Widiana. Ia memaparkan, operasional pelayaran seperti biaya spare part kapal, docking bahkan hingga gaji pegawai mengalami kenaikan menyesuaikan upah minimum. Sementara tarif masih tetap dan hal ini sudah lama terjadi. Pengelola PT Putera Master ini mencontohkan, untuk tarif tiket penyeberangan untuk penumpang (orang) Rp 6.000, biaya pelayaran hanya Rp 2.600. Sisanya merupakan gabungan biaya lainnya seperti asuransi dan lain-lain. Dengan adanya penyesuaian tarif, diharapkan bisa memberikan harapan mengatasi operasional pelayaran yang terus mengalami peningkatan. (kmb26) GILIMANUK - Suasana penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk

Bali Post/olo

Penyesuaian Honor ”Ad-hoc”

KPU Perlu Tambahan Anggaran Pilbup Negara (Bali Post) Anggaran KPU Jembrana untuk Pemilihan Bupati (Pilbup) 2020 ternyata masih kurang. Hal ini dipicu adanya Surat Edaran (SE) dari KPU RI terkait honor panitia penyelenggara ad hoc yang mengalami kenaikan. Padahal Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) untuk anggaran Pemilihan Kepala Daerah sudah ditandatangani.

Ni Made Sri Sutharmi

Bali Post/olo

Masih Siapkan Jawaban Rapat Paripurna Ditunda Negara (Bali Post) Rapat Paripurna III DPRD Jembrana yang sedianya digelar, Senin (4/11) kemarin akhirnya ditunda. Rapat Paripurna terkait Ranperda APBD 2020 dengan agenda pembacaan jawaban Bupati Jembrana terhadap pandangan umum fraksi ditunda atas permintaan eksekutif. Pemerintah meminta lebih banyak waktu guna mempersiapkan jawaban terhadap pandangan umum fraksi. Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi membenarkan telah menjadwalkan ulang Rapat Paripurna yang sedianya digelar Senin (4/11) kemarin. Hal tersebut juga telah dibahas dan menjadi keputusan pada rapat Badan Musyawarah (banmus) kemarin, dan dijadwalkan digelar, Senin (11/11) mendatang. Kendati ada pengunduran waktu, sejumlah Ranperda baik APBD Jembrana 2020 maupun Ranperda lainnya yang turut dibahas tetap ditargetkan rampung November ini. Penundaan dilakukan lantaran adanya permintaan dari eksekutif guna mempersiapkan jawaban. DPRD mengharapkan pada bulan November ini, Ranperda-Ranperda yang dibahas bisa ditetapkan. Penundaan waktu rapat paripurna ini juga dibenarkan Sekretaris Daerah DPRD Jembrana I Made Sudantra. “Kita tunda sampai Senin mendatang, ini juga sudah dibahas dalam badan Musyawarah (banmus) DPRD Jembrana,” ujar Sudantra. Menurutnya, dari pemberitahuan penundaan ini dikarenakan adanya permintaan dari eksekutif. Sejatinya, permintaan penundaan Rapat Paripurna dengan agenda pembacaan jawaban Bupati Jembrana terhadap pandangan umum fraksi ini sudah diutarakan secara lisan seusai Rapat Paripurna II, Kamis (31/10) lalu. Selain untuk menyiapkan jawaban terhadap pandangan umum lima fraksi, juga untuk menyempurnakan Ranperda APBD 2020. Hal ini terkait adanya dana dari Pemerintah Pusat terkait bonus Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 75 miliar di tahun 2020. Dengan adanya tambahan dana bonus DID itu, tentunya perlu review di APBD 2020. Pemkab Jembrana di tahun 2020 nanti mendapatkan dana insentif berkat penghargaan opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) yang diperoleh lima kali berturut-turut. (kmb26)

Ketua KPU Jembrana I Ketut Gde Tangkas Sudiantara, Senin (4/11) kemarin mengatakan, kurangnya anggaran seperti yang ditetapkan dalam NPHD disebabkan turunnya SE KPU RI terkait honor penyelenggara ad hoc. Nilai honor untuk penyelenggara ad hoc seperti KPPS, PPS, PPK, Linmas dan PPDP ini mengalami kenaikan dibandingkan anggaran sebelumnya. Sesuai NPHD sebelumnya, ditetapkan anggaran Pilbup 2020 Jembrana senilai Rp 18,5 miliar khusus untuk KPU Jembrana. Nilai tersebut mencangkup honor penyelenggara ad hoc yang disesuaikan dengan

honor pemilu terakhir. Tetapi SE KPU RI yang baru turun ada penyesuaian honor dan lebih tinggi. Dimana sebelumnya misalnya untuk anggota KPPS semula Rp 500 ribu, berubah menjadi Rp 850 ribu. Begitu pula untuk Ketua dan anggota PPK dari semula Rp 1,850 juta naik menjadi Rp 2,2 juta (ketua) dan untuk anggota dari Rp 1,6 juta menjadi Rp 1,9 juta. Terkait adanya penyesuaian ini, Tangkas mengaku sudah berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Jembrana agar ada penyesuaian anggaran ini. Diperkirakan, dengan adanya kenaikan honor ini, KPU Jembrana memerlukan tambahan

Rp 2,6 miliar. Di sisi lain, di unsur penyelenggara lainnya Bawaslu, sudah lebih dulu mengantisipasi adanya kenaikan tersebut. Bawaslu sudah menyesuaikan kenaikan honor setelah menerima SE dari Bawaslu RI sebelum NPHD lalu. “Sudah kita sesuaikan, Surat dari Bawaslu pusat kita terima sebelum NPHD,” terang Ketua Bawaslu Jembrana, Pande Made Ady Muliawan. Karena itu Bawaslu tidak lagi meminta tambahan anggaran. Menurutnya, honor untuk penyelenggara ad hoc di Bawaslu tidak terlalu berbeda dengan honor dari ad hoc KPU Jembrana. (kmb26)

I Ketut Gde Tangkas Sudiantara

Bali Post/olo

Derita Katarak, Kakek Nekat Gantung Diri

Bali Post/olo

DOKAR - Salah satu dokar yang masih bertahan sebagai sarana transportasi di sekitar Pasar Umum Negara. Meskipun jumlahnya terus berkurang, namun masih ada masyarakat yang memanfaatkan dokar sebagai alat transportasi. Selain ramah lingkungan (tanpa polusi), dokar juga memiliki keunikan bagi pengguna jasa. Para kusir dokar berharap tetap diberikan ruang bagi mereka untuk tempat menunggu atau mangkal terutama di sekitar Pasar Umum Negara.

Negara (Bali Post) Diduga putus asa lantaran penyakit yang dideritanya selama bertahun-tahun, seorang kakek di Banjar Yeh Satang, Desa Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, Minggu (3/11) petang. Korban I Nengah Wetra (68) diketahui gantung diri di dahan pohon sawo dekat rumahnya. Dari informasi, ditemukannya korban tergantung berawal dari menantu korban, Ni Ketut Suteni (40), yang saat itu hendak mengambil ember di sebelah timur rumah. Tanpa sengaja, saksi melihat ke atas pohon sawo di dekat rumah dan mendapati korban sudah dalam keadaan tergantung pada salah satu dahan pohon tersebut. Mendapati mertuanya tergantung, saksi lantas memberitahukan kepada kerabat lainnya, I Ketut Mudana (42), dan diteruskan ke kepala kewilayahan (kelian) setempat. Selanjutnya oleh keluarga dan warga, korban diturunkan dari atas pohon setelah pihak kepolisian dari Polsek Mendoyo datang ke TKP. Pada saat ditemukan korban yang mengenakan

celana pendek dan tanpa baju itu sudah dalam kondisi meninggal dunia. Dari pemeriksaan awal, korban nekat gantung diri di dahan pohon sawo menggunakan selendang kain sutra warna ungu. Sedangkan di bawah pohon sawo ditemukan sandal jepit milik korban yang diduga terlepas saat korban mengantung dirinya. Kapolsek Mendoyo Kompol Made Karsa, Senin (4/11) kemarin membenarkan kejadian gantung diri tersebut. Dari hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas 1 Mendoyo dan unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Jembrana, dari alat kelamin korban keluar cairan, dan jejas melingkar pada leher. Jarak dari tanah ke simpul dahan pohon sekitar 3,8 meter. Dari pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri diduga akibat putus asa atas penyakit katarak/rabun yang di deritanya sejak beberapa tahun terakhir. Atas kejadian tersebut, pihak keluarga menerima dengan ikhlas sebagai musibah. (kmb26)

Kejari Terima SPDP Ribuan Slop Rokok Tanpa Cukai Negara (Bali Post) Peredaran rokok ilegal (tanpa cukai) masih saja marak terjadi. Permintaan akan rokok dengan harga tanpa cukai itu masih sangat tinggi. Hal ini terbukti saat tim penindakan dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Pabean A Denpasar berhasil menangkap rib u a n s l o p rokok ilegal y a n g diduga hendak d i e darkan di Bali, khusus-

nya Jembrana. Rokok tanpa cukai dengan berbagai merek ini diamankan petugas dari dua mobil pribadi di depan Rumah Makan Arema 77 di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk, Desa Yehembang Kangin, Kecamatan Mendoyo belum lama ini. Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana juga telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) pada akhir Oktober lalu. Dari informasi, penangkapan ribuan slop rokok ini bermula dari informasi masyarakat akan adanya transaksi pembelian rokok ilegal di wilayah Mendoyo. Selanjutnya petugas melakukan pengintaian pada malam hari di titik yang diduga akan dilakukan transaksi. Pada 24 Oktober dinihari sekitar pukul 04.00 Wita, petugas mendapati gelagat mencurigakan pengemudi dari dua unit mobil yang terparkir. Dari kedua mobil, yakni Suzuki APV hitam dan New Avanza warna putih diduga ada pemuatan barang berupa rokok ilegal. Petugas pun langsung memeriksa dan ternyata di dalamnya benar ada ribuan slop rokok ilegal (tanpa cukai) berbagai

merek. Rokok-rokok ini diakui milik H (49) warga Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, pengemudi mobil New Avanza putih. Dari kedua mobil tersebut, petugas mengamankan ribuan slop berbagai merek rokok. Seperti merek STILL, Seven, Grend, Grand, Milo Hitam, Milo Putih, Solid, Grend Light, CN dan S3. Totalnya lebih dari 1.000 slop. Atau lebih dari 100 ribu batang rokok. Kejaksaan melalui Seksi Pidana Khusus (pidsus) telah menerima SPDP tertanggal 25 Oktober lalu. “Benar SPDP terkait rokok tanpa pita cukai ini sudah kita terima dari Bea dan Cukai Denpasar,” ujar Kasi Pidsus Kejari Jembrana Ivan Praditya Putra dikonfirmasi, Senin (4/11) kemarin. Dari SPDP yang diterima Kejari Jembrana, ribuan rokok ini tanpa disertai pita cukai dan dijerat pasal 54 dan atau pasal 56 UU nomor 39 tahun 2007 tentang Perubahan atas UU nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai. Kasus rokok tanpa cukai bukan pertamakali terjadi di Jembrana. (kmb26)

Bali Post/olo

TKP – TKP penangkapan rokok tanpa cukai di Yehembang Kangin yang saat ini tengah dilakukan penyidikan dari Bea dan Cukai Denpasar.


Selasa Wage, 5 November 2019

DPRD Karangasem Sambangi Kantor I News TV Makassar SELAIN melakukan kunjungan ke Kantor DPRD Kota Makassar, DPRD Karangasem juga melakukan kunjungan ke Kantor Media I News TV Makassar. Rombongan Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana bersama dengan Sekda Gusti Gede Rinceg dan Sekwan Wayan Ardika. Mereka diterima Kepala Biro I News TV Makassar Yusup Alfarezi. Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana mengatakan, sejauh ini pihaknya menjalin hubungan sangat baik dengan media di Bali. Dirinya juga melihat berita-berita di Makassar cukup mendidik. Kata dia, pihaknya juga bangga bisa masuk dapur media TV lokal tersebut. ‘’Kita harap bisa melihat siaran secara langsung. Ke depannya agar kita bisa

menjalin kerja sama dalam pemberitaan,’’ ucap Gede Dana. Sementara itu, Kepala Biro I News TV Makassar Yusup Alfarezi mengatakan, pihaknya menjalin kerja sama dengan DPRD Makassar dengan I News TV, di antaranya saat acara reses dewan. Bahkan kita ada live saat dewan melakukan reses. Dengan ditayangkan secara live saat reses, diyakini sangat membantu kinerja wakil rakyat yang sedang turun ke masyarakat. Sehingga mereka juga terlihat bekerja untuk rakyat Makassar. ‘’Untuk acara seremonialnya paling saat paripurna atau kegiatan penting lainnya. Di samping itu, juga saat rapat kerja dengan eksekutif. Kita sengaja kreasi kegiatan Dewan lebih ke siaran

lapangan. Alasanya, agar program terlihat lebih bagus,’’ jelasnya. Dalam kunjungan tersebut Yusup mengajak DPRD Karangasem untuk bekerja sama termasuk juga dengan Pemkab Karangasem. Di mana tempat-tempat pariwisata di Karangasem kita siarkan di Makassar, sehingga menarik warga Makassar datang ke Bali. Begitu juga sebaliknya, kawasan wisata di Makassar juga disiarkan di Bali. ‘’Dalam posisinya sebagai TV lokal. Kami tidak hanya sebagai media publikasi semata, namun juga bisa menjadi mitra kerja pemerintah. Kami akui kalau TV di Bali sudah berkembang bagus. TV di Bali lebih kreatif. Dan hal itu bisa kita ajak kerja sama,’’ harap Yusup. (ad91)

BERKUNJUNG - Ketua DPRD Karangasem Gede Dana saat menyambangi kantor media I News TV Makassar, Jumat (1/11) lalu.

Banggar DPRD Rancang PAD Naik Rp 2 Miliar

Amlapura (Bali Post) Badan Anggaran (Banggar) DPRD Karangasem menaikkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karangasem 2020 sebesar Rp 2 miliar dari rancangan yang disampaikan eksekutif Rp 257 miliar. Jadi target PAD naik menjadi Rp 259. Hal itu terungkap saat rapat paripurna dengan agenda mendengarkan laporan Badan Angggaran atas rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2020, Senin (4/11) kemarin. Kadek Wiesya Kusmiadewi yang membacakan laporan Banggar mengatakan, berdasarkan hasil kesepakatan bersama saat digelar rapat kerja, telah disepakati PAD Karangasem 2020 dinaikkan sebesar Rp 2 miliar. Dimana rancangan PAD Karangasem tahun 2019 ini hanya sebesar Rp 257 miliar lebih. Karena targetnya naik Rp 2 miliar, kemudian PAD Karangasem jadi Rp 259

miliar lebih. Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri mengatakan, pemerintah belum mampu mengakomodasi kebutuham anggaran perangkat daerah. Pasalnya, anggaran daerah tersedot penggunaan buat penyelenggaraan pemilihan kepala daerah tahun 2020. Selain itu, juga mengakomodir pelayanan dasar yang memerlukan pelayanan besar. Ketua DPRD I Gede

Dana mengatakan, setelah KUA/PPAS ini disetujui, pihaknya meminta agar bupati Karangasem segera menyerahkan rancangan APBD induk 2020. “Kita harap akhir November APBD Induk 2020 sudah bisa disahkan. Jadi kita minta kepada eksekutif segera menyerahkannya. Paling lambat rancangan RAPBD itu sudah diterima dewan Minggu kedua,” ucap Gede Dana. (kmb41)

Pilkel Serentak 2019

DPMD Cetak 114 Ribu Surat Suara

Bali Post/ist

AMBLAS - Senderan akses jalan penghubung Banjar Waringin dengan Alasngandang amblas akibat diguyur hujan lebat.

Diguyur Hujan Lebat, Senderan Penghubung Banjar Waringin-Alasngandang Amblas

Amlapura (Bali Post) Hujan lebat yang mengguyur wilayah Karangasem, Sabtu (2/11), mengakibatkan senderan akses penghubung Banjar Waringin dengan Banjar Alasngandang, Desa Pempatan, Rendang, Karangasem amblas. Padahal senderan tersebut baru saja selesai dikerjakan. Bahkan proyek belum diserahterimakan. Warga Waringin Agus Setiawan, Senin (4/11) kemarin mengungkapkan, senderan jalan jebol saat hujan lebat Sabtu (2/11) lalu. Senderan jalan yang

jebol itu diameternya sekitar empat sampai enam meter. ‘’Padahal senderan itu baru selesai dibangun sekitar tiga minggu lalu. Memang saat hujan turun lebat airnya cukup besar datang dari arah timur. Mungkin karena senderannya masih labil, makanya ketika diguyur hujan lebat senderan tidak kuat, kemudian amblas,’’ ucapnya. Ajus berharap senderan yang jebol itu supaya segera dapat diperbaiki oleh kontraktor yang mengerjakan proyek itu. Sehingga ketika

turun hujan kerusakan badan jalan tidak semakin parah. ‘’Kalau tidak segera diperbaki, jika turun hujan lebat bisa-bisa kerusakan bertambah parah. Bahkan bukan tidak mungkin jalannya bisa amblas,’’ ujar Agus Setiawan khawatir. Kadus Waringin I Putu Sila membenarkan kalau senderan tersebut amblas. Senderan itu amblas Sabtu (2/11) sekitar pukul 17.00 Wita. Saat itu di wilayah Waringin memang diguyur hujan lebat. ‘’Senderan yang amblas itu diameternya kurang lebih sekitar lima

meteran. Akses jalan ini merupakan penghubung Banjar Waringin dengan Banjar Alasngandang,’’ ucapnya. Sila menambahkan, senderan jalan yang baru dibangun itu merupakan proyek Pemerintah Kabupaten Karangasem. Pembangunan senderan sebetulnya baru selesai dikerjakan sekitar tiga minggu lalu. Bahkan proyek itu belum diserahterimakan. ‘’Senderan baru dibangun awal Oktober 2019. Saya kurang tahu kapan akan serah terimanya,’’ jelas Putu Sila. (kmb41)

Amlapura (Bali Post) Pelaksanaan pemilihan perbekel (pilkel) secara serendak di Karangasem akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini, tepatnya 24 November 2019. Menyongsong pelaksanaan pilkel, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) saat ini masih dalam proses pencetakan surat suara. Kadis DPMD Karangasem I Nengah Mindra, Senin (4/11) kemarin mengungkapkan, jelang persiapan pilkel serantak yang tinggal menghitung hari, pihaknya tengah melakukan pencetakan surat suara. Setelah surat suara selesai dicetak, kemudian segera mendistribusikan ke desa-desa yang menggelar pilkel. “Untuk pelak-

sanaan pilkel, kita cetak sebanyak 114 ribu surat suara, termasuk cadangannya. Pendistribusian surat suara paling lambat 21-23 November,” ucapnya. Mindra menambahkan, selain masih mempersiapkan surat suara, pihaknya juga sedang melakuakn persiapan bilik suara. Namun untuk bilik suara, kata Mindra akan meminjam ke KPU Karangasem. “Kita sudah koordinasi dengan KPU terkait peminjaman bilik suara. Rencananya kita pinjam 609 bilik suara dan 203 kotak suara,” katanya. Terkait pengamanan surat suara, mengingat saat ini sudah memasuki musim penghujan, Mindra tidak ingin terjadi masalah. Karena itu pendistribusian surat suara nanti merupakan tanggung jawab petugas atau panitia pilkel di lapangan. (kmb41)

I Nengah Mindra

Bali Post/kmb41

Tergerus Akibat Hujan Lebat Proyek Drainase Rusak di Sejumlah Titik Hujan lebat yang mengguyur Karangasem selama dua hari tak hanya memicu tanah longsor. Hujan lebat juga mengakibatkan proyek pembuatan drainase di sepanjang jalan menuju Pura Penataran Agung Nangka, Bebandem, Karangasem rusak tergerus air. Akibat kerusakan itu, pekerja kembali memperbaiki drainase yang rusak tersebut. Sejauh mana tanggung jawab penggarap proyek membenahi drainase yang rusak tergerus air?

Bali Post/kmb41

RUSAK - Drainase jalan menuju Pura Penataran Nangka, Desa Bebandem rusak di beberapa titik akibat tergerus air hujan.

BERDASARKAN pantauan di lapangan kemarin, drainase yang tergerus masih dalam proses pengerjaan yang dilakukan para pekerja. Bahkan ada akses jalan di sana belum dibuatkan drainasenya. Di beberapa titik drainase yang sudah dibangun, namun belum dipelester, rusak. Termasuk tanah dan batu krikil yang ada di pinggir drainase juga ikut tergerus di bawa air. Sehingga hal itu menimbulkan lubang. Terlihat para pekerja menggali batu untuk memperbaiki drainase yang rusak tergerus akibat hujan deras selama dua hari belakangan ini. Pengawas proyek, I Wayan Suteja mengatakan, akibat hujan lebat yang mengguyur selama dua hari membuat sejumlah titik proyek drainase mengalami kerusakan relatif parah. “Ada sejumlah titik

drainase rusak akibat hujan deras melanda. Sekarang pekerja sedang memperbaiki drainase yang rusak itu,” ucap Suteja. Kabid Bina Marga I Ketut Prama Budarta menambahkan, sampai saat ini proyek pembuatan drainase masih berjalan. Jika memang ada drainase yang rusak akibat tergerus air hujan lebat, dipastikan kerusakan yang ada segera diperbaiki. “Sekarang masih dalam pelaksanaan. Kalau ada yang rusak pasti diperbaiki sebelum dilakukan serah terima,” ujar Prama Budarta sembari menyatakan, anggaran proyek drainase itu sekitar Rp 2 miliar lebih. Jalan Rusak Banyaknya truk pengangkut material dengan tonase relatif beban, membuat akses

jalan mulai mengalami kerusakan. Kondisi itu membuat para sopir truk harus ekstra berhati-hati agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Dari pantauan di lapangan, hampir sepanjang jalan menuju Pura Penataran Agung Nangka di Bebandem kondisi jalanya berlubang dan bergelombang. Jalan yang rusak bervariasi. Ada yang besar dan ada juga yang kecil. Kondisi itu membuat para sopir truk yang mengangkut material harus ekstra hati-hati agar truknya tidak terguling. “Dibeberapa titik jalan memang bergelombang dan berlubang. Ketika melintas memang harus berhatihati, apalagi pas ketemu lubang agar tidak terpeleset kemudian terjatuh,” ucap pengendara Suryadarma khawatir. (nan)


Selasa Wage, 5 November 2019

Hadiri Tentatif FGD Perkoperasian di Kota Denpasar

Bupati Suwirta Perkuat Semangat Peserta untuk Membangun Koperasi

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menghadiri acara Tentatif Focus Group Discussion (FGD) Perkoperasian di Kota Denpasar yang bertempat di Gedung Madu Sedana, Sanur Kauh Denpasar, Senin (4/11) pagi. Acara tersebut juga dihadiri para peserta dari anggota koperasi se-Kota Denpasar. Dalam kesempatan tersebut, selaku narasumber Bupati Suwirta menyampaikan

materi Sumber Daya Manusia (SDM) Unggul Koperasi Maju. Berbagai pengalaman juga disampaikan Bupati Suwirta ketika menukangi salah satu Koperasi selama 27 tahun, yakni Koperasi Srinadi Klungkung. Untuk masyarakat Kota Denpasar khususnya generasi muda ke depan agar selalu perkuat semangat yang tinggi dalam membangun koperasi. “Selalu perkuat semangat bersama untuk membangun

SOSOK Tingkatkan Kewaspadaan Memasuki musim hujan pada November ini, masyarakat diminta agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas, khususnya saat berada di jalan raya. Sebab, dalam situasi seperti ini, ancaman bencana tanah longsor dan pohon tumbang, senantiasa akan selalu mengancam. Demikian disampaikan Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Putu Widiada, saat ditemui di sela-sela penanganan bencana tanah longsor, Minggu (3/11) lalu. Ketika memasuki kemarau panjang, tanah mengering dan menimbulkan banyak pori-pori. Sehingga, ketika tiba-tiba turun hujan dengan intensitas tinggi, akan sangat rentan memicu tanah longsor. Terlebih, bagi daerah tebing yang di sekitarnya gundul. Demikian juga kaitannya dengan ancaman pohon tumbang. Ini sangat sering memakan korban di tengah jalan. Widiada meminta, kalau ada pohon tinggi yang kiranya dianggap membahayakan, Widiada meminta segera melapor kepada BPBD. Tim TRC BPBD Klungkung akan segera turun ke lokasi, agar selanjutnya dapat ditebang. “Pohon tinggi besar ketika tiba-tiba mendapat hujan, sangat rentan langsung roboh, terlebih bila dibarengi dengan tiupan angin kencang,” kata Widiada. Demikian pula kepada warga yang bermukim di bawah tebing, juga diminta lebih waspada melihat situasi. Kejadian tanah longsor sangat sulit ditebak, kecuali oleh orang yang sudah paham perubahan lingkungan sekitar. Dengan meningkatkan kewaspadaan, pihaknya berharap, masyarakat akan semakin teredukasi dalam proses mitigasi bencana. “Melihat situasi begini, dimana bencana tanah longsor sangat mungkin terjadi, kami tetap ingatkan agar selalu meningkatkan kewaspadaan,” katanya. (gik)

koperasi ke depan dengan sebaik-baiknya,” harap Bupati Suwirta. Selain itu, Bupati Suwirta juga mengenalkan salah satu program inovasi Pemkab Klungkung yakni Bima Juara. “Dimana program ini sebelumnya sudah mendapatkan penghargaan pada TOP 40 tentang Pelayanan Publik tahun 2018 lalu,” ujar Bupati Suwirta. Sementara itu, akademisi Unud Prof. Dr. I Wayan Ra-

matha, S.E., M.M., Ak., CPA. mengatakan, seluruh koperasi khususnya yang ada di Kota Denpasar harus memegang teguh idiologi koperasi. Ideologi koperasi adalah jati diri atau nilai koperasi itu sendiri. “Nilai-nilai koperasi harus terus ditanamkan di masing-masing koperasi. Kita harus kerja keras, cerdas dan maksimal bersama anggota melayani masyarakat,” ujarnya. (ad103)

KOPERASI - Bupati Suwirta saat tampil menjadi narasumber dalam acara Tentatif Focus Group Discussion (FGD) perkoperasian di Kota Denpasar.

Utang Jangka Pendek Jadi Rp 26,5 M Gubernur Bali Beri Sejumlah Catatan

Semarapura (Bali Post) Hasil evaluasi Ranperda tentang APBD-P 2019 Kabupaten Klungkung telah turun kepada Bupati Klungkung dan ditembuskan kepada lembaga dewan. Hasilnya, ada beberapa poin evaluasi yang tertulis dengan gamblang. Salah satunya, tentang rencana Pemkab Klungkung mengajukan pinjaman jangka pendek sebesar Rp 13,5 miliar. Apabila ini direalisasikan, maka total utang jangka pendek daerah tahun 2019 akan membengkak menjadi Rp 26,5 miliar. Ini terjadi karena sebelumnya sudah ada utang jangka pendek senilai Rp 13 miliar lebih. Sesuai dengan hasil evaluasi itu, Gubernur Bali pun memerintahkan agar Pemkab Klungkung segera melakukan pelunasan, sebelum ajukan pinjaman baru. TAPD harus melakukan rasionalisasi atau pergeseran anggaran senilai utang ini, apabila tetap ngotot ingin mengajukan pinjaman jangka pendek Rp 13,5 miliar. Sesuai dengan SK Gubernur Bali Nomor 2133/04-D/HK/2019, utang jangka pendek sebesar Rp 13 miliar itu sebelumnya menjadi laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan tahun anggaran 2018, terdiri dari

utang perhitungan pihak ketiga Rp 5,7 juta, pendapatan diterima dimuka sebesar Rp 113,5 juta dan utang beban sebesar Rp 12,8 miliar. Dari dokumen materi pembahasan Banggar DPRD-TAPD, dalam rangka penyempurnaan ranperda APBD - P, sesuai dengan hasil evaluasi Gubernur Bali, yang disusun oleh Tim Ahli Alat Kelengkapan Dewan, tertulis agar TAPD mempertimbangkan kembali rencana pinjaman jangka pendek 13,5 miliar itu. Sebab, dijelaskan untuk menutupi kekurangan Kas RSUD dengan sisa waktu hanya satu bulan dua

minggu (November-Minggu kedua Desember), Bupati sesungguhnya dapat menggunakan belanja tidak terduga, sesuai surat Mendagri. Surat dengan nomor :900/11445/SJ tertanggal 18 Oktober itu, yang diuraikan khusus mengenai penyelesaian permasalahan keterlambatan klaim pembayaran BPJS kepada RSUD. Dalam Surat Keputusan Gubernur, juga sudah ditegaskan bahwa seluruh hasil evaluasi Gubernur Bali ini harus ditindaklanjuti oleh Bupati dan DPRD Klungkung. Kalau tidak dipatuhi dan bersikukuh menetapkan Ranperda menjadi Perda tanpa mengindahkan setiap poin evaluasi Gubernur, maka Gubernur bisa melaporkannya kepada Mendagri. Kemudian Mendagri bisa menyampaikan kepada Menteri Keuangan untuk dapat dilakukan penundaan dan atau pemotongan dana transfer, salah satunya antara lain adalah DAU (Dana Alokasi Khusus). Sekda Klungkung Gede Putu Win-

astra, menegaskan tetap akan menggunakan opsi pinjaman. Sempat ada opsi menggunakan dana tak terduga untuk menutupi utang itu. Tetapi, tidak memungkinkan, karena jumlahnya terlalu kecil, hanya Rp 500 juta. Karena opsi pinjaman ini sudah jelas dasar regulasinya dan sudah mendapat persetujuan di pusat. Termasuk soal aturan bunga dan dendanya. Disinggung mengenai sudah adanya utang jangka pendek lain sebelumnya yang harus dilunasi lebih dulu, mengutip dokumen SK Gubernur Bali pada poin terakhir (V. lain-lain), Sekda Winastra mengaku belum melihat lebih detail dokumen tersebut. Termasuk, dokumen lanjutan, materi pembahasan Banggar DPRDTAPD, dalam rangka penyempurnaan ranperda APBD - P, sesuai dengan hasil evaluasi Gubernur Bali. Dia mengaku tak memeganh dokumennya. “Ampura, saya belum pegang dokumen itu. Dalam rapat tentu ada notulen di Setwan,” katanya. (kmb31)

Sekartaji Masih Kekeringan 12 November, Karya Ngusaba Jagat Pura Kentel Gumi

Semarapura (Bali Post) Bali sudah mulai diguyur hujan lebat dalam sepekan terakhir. Bahkan, hujan mengakibatkan sejumlah daerah mengalami bencana tanah longsor. Beda dengan wilayah Kepulauan Nusa Penida. Sejumlah desa malah sama sekali belum turun hujan. Seperti di Desa Sekartaji, kekeringan di sana membuat warga setempat harus rela berbagi air bersih dengan ternak sapi. Bahkan, lantaran sangat terdesak, ada pula warga setempat yang menjual ternak sapinya hanya untuk membeli air. Tokoh masyarakat setempat Wayan Suarta, Senin (4/11) kemarin, mengatakan meski di daerah lain sudah turun hujan, tetapi di desa ini sama sekali belum turun hujan. Selain Desa Sekartaji, anggota dewan dari Fraksi Gerindra ini mengatakan, dua desa lainnya, yakni Desa Tanglad dan Pejukutan juga mengalami hal yang sama. Ini membuat warga sekitar terus mengeluh. “Terakhir, turun hujan hanya di daerah barat Nusa Penida saja, di antaranya di Desa Toyapakeh dan Sakti. Sedangkan bagian selatan dan timur, masih sangat panas,” kata Suarta. Menyikapi persoalan ini, pihaknya sempat mengecek kondisi pipa dari sumber mata air guyangan, yang sudah sampai ke Sekartaji sejak 6 tahun lalu. Tetapi airnya sama sekali belum pernah mengalir sampai ke Sekartaji. Ia pun sempat mendatangi UPT Balai Wilayah Sungai Bali-Penida di Banjar Tulad, Desa Batukandik. Saat itu, dia dapat informasi bahwa pompanya rusak. “Saya juga sempat melaporkan ke pihak Balai di Renon. Jawabannya akan cepat diselesaikan, namun sampai sekarang belum diperbaiki,” tegasnya. Kekeringan parah yang dialami warga setempat, sudah terjadi sejak Agustus. Untuk memenuhi kebutuhan air, warga harus membeli air satu gentong seharga Rp 2.500 di Banjar Tulad, Desa Batukandik. Kebetulan, di sana ada warga yang masih menampung air bersih. Itu pun warga harus memesan lebih awal, karena datangnya air pesanan ini sangat lama. Situasi itu membuat warga setempat jarang mandi. Warga hanya mandi dua hari sekali atau cukup hanya cuci muka saja. Sebab, mereka sangat kesulitan memperoleh air bersih. Kalau sudah dapat, warga pun harus rela berbagi dengan ternaknya yang juga sangat membutuhkan air bersih.

Mantan Perbekel Sekartaji ini, mengatakan total warga di desa itu ada sebanyak 320 KK atau 2.709 orang. Mereka semua kini sangat terdampak. Mereka terbagi ke dalam enam dusun. Antara lain, Dusun Dlundungan, Bungkil, Tabuanan, Sekartaji, Ramuan dan Sedehing. Kalau Desa Tanglad terdiri dari Dusun Anta, Tanglad dan Watas. Sedangkan, di Desa Pejukutan, warga yang kesulitan air tersebar di Dusun Pelilit, Ambengan, Pejukutan, Ampel dan Karang. “Pemerintah daerah sempat berjanji mau bikin sumur bor di daerah Batukandik, tetapi masih sebatas wacana. Belum ada tindak lanjutnya,” sorot Suarta. (kmb31)

Bali Post/gik

TERNAK - Salah satu warga Desa Sekartaji saat memberi air pada ternaknya.

Semarapura (Bali Post)Karya Ngusaba Jagat di Pura Kentel Gumi kembali digelar tahun ini. Rencananya, karya setiap tahun ini puncaknya bakal digelar Anggara, Umanis, Wayang, Selasa (12/11) mendatang. Menyambut puncak karya nanti, sejumlah persiapan sudah dilakukan di areal Pura Kentel Gumi. Krama Desa Adat di wilayah Banjarangkan hingga lembaga pemerintahan seperti Kementerian Agama Kabupaten Klungkung beserta Penyuluh Agama Hindu Non-PNS mulai terlihat aktif melakukan berbagai persiapan. Seksi Upacara Ida Bagus Putu Suwamba, Minggu (3/11), mengatakan persiapan Karya Ngusaba Jagat ini mulai dilakukan sejak Minggu (13/10) sampai 20 Oktober lalu. Diawali dengan menggelar upacara Matur Piuning, Nanceb Taring dan Upacara Panyucian. Suwamba menambahkan, dalam waktu dekat, tepatnya pada Kamis (7/11) nanti, selanjutnya akan digelar upacara Nuur Tirta ke sembilan pura di Bali, di antaranya Pura Penataran Agung Besakih, Pura Ulun Danu Songan, Pura Ulun Danu Batur, Pura Pasar Agung, Pura Goa Lawah, Pura Watu Klotok, Pura Dasar Bhuana Gelgel, Pura Penataran Ped dan Pura Dalem Ped di Nusa Penida. Setelah itu, baru dilaksanakan puncak karya pada 12 November. Selanjutnya karya nyejer selama sebelas hari, sebelum masineb pada Sabtu (23/11) mendatang.

Dalam persiapan karya, Minggu (3/11) pagi puluhan Penyuluh Agama Hindu Non-PNS nampak ngayah mareresik hingga matanding aneka banten upakara. Menurut, Koordinator Penyuluh Agama Hindu Non PNS di Kecamatan Bankarangkan, Ni Komang Sri Sugiantari Asih, Penyuluh Agama Hindu Non PNS Kecamatan Banjarangkan menggelar mareresik ini untuk menyambut Karya Ngusaba Jagat di Pura Agung Kentel Gumi. “Selain mareresik, kami sekaligus membantu bikin banten-nya,” katanya.

Pihaknya juga mengajak umat Hindu untuk berpartisipasi menjaga kesucian Pura Agung Kentel Gumi selama upacara berlangsung. Salah satunya dengan melaksanakan Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Realisasinya, misalnya tidak menggunakan plastik untuk tempat canang dan di saat memohon tirta suci. Umat harus menyadari itu sebagai salah satu implementasi dalam kehidupan beragama. (kmb31)

Bali Post/gik

NGAYAH - Krama desa adat di Kecamatan Banjarangkan bersama Penyuluh Agama Hindu Non PNS saat ngaturang ngayah, Minggu (3/11) lalu.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Selasa Wage, 5 November 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Dcr:Reception,H.K,Hotel Puri Asih Jl.Pantai Kuta No.40 Bali

Dbthkn Sgr Waitres u/Restauran di Seminyak Hub.08123673166

Dicari Karyawan Utk Bakar Sate Gaji 3,5Jt/Bln.Hb:Jl.Arjuna 49

Dcr Tenaga bersih2,Gj .1,7Jt Jl.Jayagiri III/22. 089682828229

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818

B.BP.001.11.19.0000084

B.BP.001.11.19.0000075

Dicari Accounting wanita, berpengalaman ngerti pajak utk Toko Prima Moda Teuku Umar Email:calculus2050@gmail.com

B.BP.004.11.19.0000088

SERVICE

B.BP.001.11.19.0000080

B.BP.001.11.19.0000078

G.01

Dicari Sopir Untuk kantor PT. Korea Travel hub.08133860220 B.BP.154.11.19.0000101

SERVICE

Dicari Karyawan/ti utk Perusahaan Perak.Alamat Dewa Silver Canggu,Badung.Tlp:0361-8446108

B.BP.001.11.19.0000079

Sopir SIM A u/Ekspedisi-Dps Hub.08175275283

B.BP.001.11.19.0000086

Tng Administrasi Wnt sarjana/ Diploma,Ijasah Terakhir,KTP/CV Srt Ket.sehat&SKCK,Bs Komputer &Paham Kesekretarisan Kantor Lam Bw:ITEKES Bali Jl T.Balian No.180 Dps Telp:(0361)8956208

B.BP.001.11.19.0000033

BENGKEL LAS

DIJUAL MOBIL

DIJUAL MOBIL

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY

SUZUKI

NISSAN

DIJUAL RUMAH

Dijual APV GX Silver 2013 Hub.082147038579

Nissan Xtrail 2015 low Km Hitam Mulus terawat 270Jt Nego Hub.085238311111(WA/Telp)

Rmh Lt2 Perum Teras Ayung Blok D53 LT578m LB350m Telp.413421

B.BP.004.11.19.0000085

Splas Th2013Manual Hitam VR17 JKulit FVar Hp.081238169620Trwt B.BP.001.11.19.0000063

B.BP.004.11.19.0000092

PROPERTY

B.BP.004.11.19.0000066

PROPERTY DIJUAL GUDANG

TOYOTA

DIJUAL RUMAH

Dilelang Toyota Hi Ace’2015 Plat B Hub.089619874461

BUC.Dijual Rumah Perum Dalung III.Hubungi:081936264166

Jual Cepat Gudang Margomulyo Indah Sby.LT2621m2 LB920m2 Listrik 7700, Harga 7Jt/M2 hub.085238311111(WA/Telp)

B.BP.001.10.19.0000885

B.BP.004.11.19.0000094

B.BP.001.11.19.0000067

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

DIJUAL TANAH

2,5A Jl.Nagasari Penatih Dkt Jl Raya,Lb.Jl.5M, 085101512575

B.BP.001.11.19.0000076

BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155 B.BP.001.10.19.0000082

RUPA-RUPA Dijual Kaca kaca untuk salon dll Hub.Effendy 0817552058 B.BP.154.11.19.0000087


Selasa Wage, 5 November 2019

Dua Dermaga Penyeberangan Segera Direvitalisasi Bangli (Bali Post) Setelah berulang kali gagal terealisasi karena keterbatasan anggaran, rencana revitalisasi dermaga penyeberangan di Danau Batur dipastikan terlaksana pada 2020 mendatang. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gede Arta menyebut dua dermaga penyeberangan yang bakal direvitalisasi, yakni Dermaga Kedisan dan dermaga di objek wisata Kuburan Terunyan. Pihaknya berani memastikan revitalisasi terlaksana tahun depan setelah sempat ke Kementerian Perhubungan di Jakarta belum lama ini. Pihak Kementerian berjanji membantu perevitalisasian dermaga dengan memberi bantuan dana Rp 10 miliar. “Rencananya Rp 5 miliar untuk di Terunyan dan Rp 5 miliar untuk di Kedisan,” DERMAGA KEDISAN Kondisi Dermaga Kedisan yang terendam air Danau Batur.

jelasnya, Senin (4/11) kemarin. Sejatinya pihaknya mengusulkan revitalisasi lima dermaga ke Kementerian Perhubungan. Selain Dermaga Kedisan dan dermaga objek wisata Kuburan Terunyan, tiga dermaga lain juga diusulkannya, yakni dermaga Desa Terunyan, Dermaga Songan dan Toya Bungkah. Namun, untuk tahun 2020 Kementerian Perhubungan hanya memberikan bantuan yang oleh Dishub Bangli diprioritaskan untuk revitalisasi dua dermaga. “Kami prioritaskan Dermaga Kedisan dan objek wisata Kuburan Terunyan karena lebih banyak pertimbangan berorientasi pariwissata,” terang Arta. Seperti rancangan yang sudah dibuat, dua dermaga tersebut nantinya akan dibangun dengan konsep dermaga apung. Tujuannya, agar ketika air Danau Batur pasang, dermaga tidak lagi tenggelam seperti dermaga yang ada saat ini. “Nanti dermaganya yang menjulur ke danau dibangun permanen, sedangkan yang

di danau terapung, sehingga dapat mengikuti perkembangan danau,” ujarnya. Terkait rencana revitalisasi tersebut, pihak kementerian sudah sempat melakukan survei ke lapangan. Pihaknya berharap tiga dermaga lainnya yang belum bisa direvitalisasi tahun 2020, dibantu oleh Kementerian Perhubungan pada tahun 2021. “Kami akan berjuang kembali sehingga pusat dapat membantu untuk revitalisasi tiga dermaga lainnya,” pungkasnya. Sebagaimana diketahui, rencana revitalisasi dermaga di Danau Batur sudah diwacanakan Pemkab sejak beberapa tahun lalu. Revitalisasi direncanakan lantaran kondisi seluruh dermaga yang ada, yakni Dermaga Kedisan, Desa Terunyan, Objek Wisata Terunyan, Songan dan Toya Bungkah, sudah rusak dan tenggelam sejak lama. Terbatasnya anggaran menjadi kendala utama Pemkab Bangli belum bisa mewujudkan rencana yang sudah berulang kali diwacanakan itu. (kmb40)

18 Sekolah Tanpa Kasek Definitif

Disdikpora Hanya Punya Lima Calon Bangli (Bali Post) -

Sebanyak 18 sekolah di Kabupaten Bangli tak mempunyai kepala sekolah (kasek) definitif. Kosongnya posisi kasek terjadi lantaran ditinggal pensiun oleh kasek sebelumnya. Sementara itu, untuk mengisinya, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli kini hanya memiliki lima calon kasek. Kepala Disdikpora Kabupaten Bangli Nyoman Suteja mengatakan, 18 sekolah yang belum mempunyai kasek definitif sementara ini telah diisi dengan kasek berstatus pelaksana tugas (plt). Kasek plt. ini tetap bisa menjalankan tugas dan kewenangan sebagaimana kasek definitif. “Dalam kapasitas dan kewenangannya, semua bisa dilakukan oleh kasek pelaksana tugas. Tapi kalau kami

di fungsional ada hal yang masih kurang yakni masalah rasa. Orang kerja dengan status definitif dengan pelaksana tugas kan beda rasanya,” ujarnya ditemui belum lama ini. Sejatinya dirinya berkeinginan semua sekolah bisa diisi kasek definitif. Karenanya, pihaknya sudah menyiapkan 20 guru yang memenuhi standar untuk mengikuti sertifikasi calon kepala seko-

lah (cakep) sebagai syarat utama untuk bisa mengemban tugas sebagai kasek. Untuk mengadakan kegiatan sertifikasi cakep, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah, Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD-PSDM). Namun, dari hasil konfirmasi BKD, pelatihan cakep yang sudah ada anggarannya tahun 2019 ini tidak bisa di-

laksanakan karena dananya baru divalidasi di perubahan. Jadi, dalam waktu tiga bulan ini tidak memungkinkan bagi pemerintah melaksanakannya. Sebab untuk sertifikasi cakep membutuhkan waktu paling sedikit 3,5 bulan. Suteja menyebutkan, saat ini pihaknya hanya mempunyai stok lima guru yang sudah mengantongi sertifikat cakep. Mengenai kenapa lima guru tersebut tidak ditetapkan jadi kasek, ia tidak bisa memberi jawaban. Sebab, itu bukan kewenangannya. Disdikpora Bangli saat ini juga krisis pengawas. Suteja menyebut jumlah pengawas yang dimiliki saat ini hanya

21 orang. Sementara jumlah sekolah yang diawasi ratusan dengan rincian 164 SD, 28 SMP dan 13 TK. Minimnya jumlah pengawas yang ada menyebabkan beban kerja yang harus diemban cukup berat. Satu orang pengawas harus membina lebih dari 10 sekolah. Padahal idealnya satu orang membina delapan sekolah. Sama seperti kasek, tenaga pengawas juga harus melalui pelatihan yakni pelatihan calon pengawas (cawas). Guru yang bisa ikut pelatihan cawas harus memenuhi beberapa persyaratan. Salah satunya pernah menjabat kasek. (kmb40)

Nyoman Suteja

Gubernur Setujui Keinginan Bangli Manfaatkan TPA Bangklet

Bali Post/ist

IKAN NILA - Penjualan ikan nila di kalangan pegawai Pemkab Bangli.

Pegawai Serap 1,4 Ton Ikan Nila Bangli (Bali Post) – Sebanyak 1,4 ton lebih ikan nila hasil produksi pembudidaya ikan di Desa Terunyan diserap kalangan pegawai di lingkungan Pemkab Bangli. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli memfasilitasi pembudidaya ikan menjual hasil produksinya ke para pegawai dalam rangka membantu mengurangi kelebihan stok ikan di keramba jarring apung (KJA). Kabid Perikanan Nyoman Widiada mengatakan, dalam penjualan ikan ini, para pembudidaya men-droping ikan hasil produksinya ke masingmasing OPD. Pada hari pertama, Senin (4/11) kemarin, total ikan yang dikirim sebanyak 1.408 kilogram atau 1,4 ton lebih. “Tadi di-droping ke-9 OPD. Petani ikannya yang ngirim langsung ke OPD-OPD, kami hanya mengarahkan saja,” ujarnya. Per satu kilogramnya, ikan nila dijual dengan Rp 30 ribu. Ikan yang dijual sudah dalam kondisi bersih dan siap masak. Dinas PKP Bangli akan memfasilitasi penjualan ikan nila ke pegawai hingga Jumat mendatang. Pada hari ini, rencananya para pembu-

didaya ikan nila akan mendroping hasil produksinya ke-14 OPD. “Ada sektar 38 OPD yang akan didroping ikan. Selain OPD, penjualan ikan juga dilakukan ke puskesmas-puskesmas dan sekolah,” ujarnya. Total keseluruhan ikan yang akan dijual nantinya mencapai 4 ton lebih. Dijelaskan, pihaknya membantu pembudidaya ikan menjual hasil produksinya dalam rangka mengurangi kelebihan stok ikan di KJA. Pembudidaya ikan di Terunyan mengalami kelebihan stok karena banyaknya pasokan ikan nila dari wilayah Jawa yang masuk ke Bali serta tidak adanya kecocokan antara harga jual petani dengan harga yang diminta pengepul. “Masa panen raya ikan di Jawa bersamaan dengan di sini. Ikan dari Jawa sejak dua bulan lalu banyak masuk ke Bali sehingga stok ikan di petani kita banyak dan harganya menjadi murah,” terangnya. Ikan produksi pembudidaya ikan di Terunyan, kata Widiada saat ini hanya ditawar pengepul Rp 25-26 ribu per kilogram. Di bawah harga normal Rp 30 ribu per kilogram. (kmb40)

Bangli (Bali Post) – Keinginan Pemkab Bangli memanfaatkan TPA Bangklet hanya sebagai TPA Kabupaten Bangli disetujui Gubernur Bali Wayan Koster. Gubernur bahkan meminta Pemkab segera mengajukan permohonan hibah aset milik Pemprov Bali yang ada di lahan TPA Bangklet. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli Ida Ayu Gde Yudi Sutha, Senin (4/11) kemarin. Yudi Sutha menjelaskan, sesuai surat Gubernur Bali No: 602/2493/UPTDPS/ DISLH perihal pengelolaan TPA Bangklet, Gubernur pada intinya menyetujui permohonan Pemkab Bangli untuk memanfaatkan TPA Bangklet hanya sebagai TPA Kabupaten Bangli. Sebab, perjanjian kerja sama dan kesepakatan empat kabupaten meliputi Bangli, Gianyar, Karangasem dan Klungkung untuk memanfaatkan secara bersama-sama TPA Bangklet sebagai TPA Regionel sejak berdiri tahun 2007 sampai sekarang tidak bisa diwujudkan karena adanya penolakan masyarakat. Dalam surat yang baru diterimanya tersebut, Gubernur juga minta agar mu-

lai tahun 2020 seluruh biaya operasional dan pemeliharaan TPA Bangklet dibebankan pada APBD Kabupaten Bangli. Karena di lahan TPA Bangklet terdapat beberapa aset milik Pemprov, Pemkab juga diminta segera mengajukan hibah aset sesuai ketentuan yang berlaku. Aset milik Pemprov di TPA Bangklet berupa bangunan kantor, bangunan composting, hangar pemilah, hangar alat berat dan lainnya. Menindaklanjuti surat itu, Yudi Sutha mengaku segera mengurus permohonan hibah aset TPA Bangklet ke Pemprov Bali. Setelah dihibahkan, maka TPA Bangklet akan resmi menjadi milik Pemkab Bang-li. Di sisi lain, pihaknya juga akan mengajukan anggaran untuk pengelolaan TPA seluas 4,8 hektar tersebut. Sesuai perhitungan sementara, anggaran yang dibutuhkan untuk pengelolaan TPA mencapai Rp 3 miliar per tahun. Anggaran itu untuk pembelian bahan bakar alat berat, pembelian tanah untuk menguruk sampah dan pemanfaatkan lainnya. Selama ini pengelolaan sampah di TPA Bangklet dilakukan dengan sistem sanitary landfill. (kmb40)

TPA Bangklet di Bangli.

Bali Post/kmb40


Selasa Wage, 5 November 2019

OLAHRAGA

15

Pascameninggalnya Afridza

Marquez Ingatkan Risiko Menjadi Pembalap

Sepang – Juara dunia MotoGP 2019 Marc Marquez menganggap insiden yang membuat pembalap muda Indonesia Afridza Munandar meninggal di GP Malaysia menjadi pengingat bagi para pembalap akan risiko yang mereka hadapi. Pembalap 20 tahun itu meninggal setelah mengalami benturan keras di bagian kepala, di Sirkuit Sepang, Malaysia, Sabtu (2/11). Usai meraih posisi kedua pada balapan MotoGP Malaysia 2019, Marquez mendedikasikan podium untuk

Afridza. Pembalap 26 tahun itu menganggap meninggalnya Afridza sebagai salah satu insiden menyedihkan dalam ajang balap motor. Marquez juga menganggap meninggalnya Afridza menjadi pengingat bagi para pem-

balap akan risiko yang mereka hadapi. ‘’Ini hari emosional setelah berita yang sangat buruk untuk dunia balap motor kemarin. Kita kehilangan pembalap muda Afridza. Dia talenta muda, pembalap muda dari Indonesia dan saya kenal dia dari Astra Honda dan kami pernah menghabiskan waktu bersama,’’ ujar Marquez, Senin (4/11) kemarin. ‘’Kami tidak bisa lupa kalau setiap pembalap di sini tahu dan sadar risiko yang kami ambil di atas sirkuit. Kami

mengambil risiko demi bisa sampai ke momen manis dan mencapai target kami,’’ sambung Marquez. Marquez mempersembahkan podium kedua MotoGP Malaysia 2019 untuk Afridza. Pembalap Repsol Honda itu menunjuk kedua jari ke langit di atas podium sebagai bentuk penghormatan untuk Afridza. ‘’Ketika kami mencapai target kami harus menikmatinya. Hari ini kami menikmatinya untuk Afridza, karena dia mencari momen seperti ini. Dia

akan berusaha keras dan membalap penuh hasrat dan dia akan selalu menjadi pembalap paling spesial di Grand Prix,’’ ucap Marquez. ‘’Momen manis tiba untuk adik saya dan saya, yakni menjadi juara dunia tapi tentunya Afridza juga menginginkan hal ini. Pada akhirnya dia kehilangan nyawa, kita kehilangan dia, tapi dia ingin selalu membalap dengan penuh hasrat dan itu adalah yang terbaik. Semoga dia damai di atas sana,’’ tutup sang juara dunia. (kmb33)

kelihatan produk-produk made in Indonesia itu. Lainnya komponen-komponen elektronik, seperti transistor, alat-alat elektrikal, dll. Yang cukup bagus performanya dan potensinya cukup besar, komponen kendaraan bermotor cukup besar suplainya. Yang paling menarik, bagaimana caranya memberi nilai tambah pada produk-produk hasil alam kita. Terutama untuk agroindustri dan industri kehutanan. Contohnya, arang dari kayu dan produksinya di Indonesia dibawa ke Korea. Ini yang masih terbuka. Karena itu strategi kami, sebanyak mungkin mempertemukan para pengusaha Korsel dengan pengusaha Indonesia. Ini yang kita dorong terus, misalnya buahbuahan tropis. Di Indonesia perlu teknologi processingnya yang bisa didatangkan dari Korsel. Karena ujungnya adalah keselamatan konsumen. Makanya, eksporimpor ini sangat terkait juga

dengan investasinya. Salah satunya, bahan tekstil khusus untuk sepatu, kosmestik, biofarmasi yang sangat modern. Mereka perlu di Indonesia karena bahanbahan bakunya berlimpah di Indonesia.

Satu hal yang harus dibawa dari Korsel, kultur penelitian dan inovasi. Samsung saja jumlah tenaga penelitinya 25.000 orang. LG Group 17.000 orang dan targetnya menjadi 22.000. Koneksi atau link antara peneliti dengan industri sangat rapat. Daya saing dari produk-produk Korsel sangat tergantung dari inovasi dari penelitian yang dilakukan. Link antara pemerintah, universitas dan lembaga penelitian dengan industri sudah sangat nyambung. (sugiarta)

dan Suparman terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama. Majelis kasasi lalu menjatuhkan pidana kepada Johar Firdaus dan Suparman masing-masing selama enam tahun dan pidana denda masing-masing sebesar Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan. Keduanya juga dicabut haknya untuk dipilih dalam jabatan publik selama lima tahun terhitung sejak

keduanya selesai menjalani pidana pokoknya. Ketiga, Sofyan Basir divonis bebas oleh majelis Pengadilan Tipikor Jakarta pada 4 November 2019 dalam perkara pembantuan kesepakatan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Mulut Tambang RIAU-1 (PLTU MT RIAU1). KPK masih menyatakan pikir-pikir selama tujuh hari apakah akan menerima vonis tersebut atau menyatakan kasasi. (ant)

Keragaman Budaya

Dari segi pertukaran budaya, kalau kita tonjolkan budaya kita yang beragam, apa masih menarik dilakukan? Potensinya juga sangat besar. Di Korsel ada 36.000 tenaga kerja dengan usia 19 sampai 32 tahun, pendidikannya 60 persen SLTA, daerah asal 60 persen dari Jawa Tengah, mereka bekerja di sektor manufaktur. Jadi TKI yang paling beruntung yang ada di Korsel, hakhak dan jaminan mereka disamakan dengan pekerja lokal. Mereka sangat luar biasa mempromosikan budaya Indonesia. Mereka membentuk paguyuban-paguyuban dengan kegiatan budaya. Sambutannya sangat luar biasa, dan kekuatan kita memang keragaman budaya. Di mana orang Korsel ingin melihatnya.

Tadi Bapak menyinggung tentang peluang kerja, apakah peluang tenaga kerja di Korsel masih terbuka luas ataukah terbatas di bidang tertentu? Peluang kerja di korsel terbuka luas di sektor manufaktur dan perikanan. Ini kerja sama G to G, ada MoUnya. Strategi kita, memberi penghargaan pada pabrikpabrik yang mempekerjakan tenaga kerja Indonesia dengan baik. Peluangnya masih sangat besar, terutama di sektor manufaktur. Sekarang ada peluang kerja perawat para orang tua, mengingat di Korsel juga penduduk usia lanjut terus bertambah banyak jumlahnya. Tapi regulasinya sekarang, Korsel menutup atau tidak boleh pekerja asing di sektor itu. Kita sedang lobi-lobi dengan parlemen mereka, kita mulai dari kerja sama pendidikan akademi perawat yang cocok di Korsel.

Mengenai ekspor, dari Bali saja cukup tinggi. Seperti apa peluang kita, juga untuk menarik investasi dari Korsel, misalnya produk yang selama ini kita datangkan dari Korsel bisa dikerjakan di Indonesia? Kalau kinerja perdagangan bagus dan tren sejak lima tahun terakhir terus naik. Tetapi memang struktur ekspor kita yang belum baik, karena 40 persen isinya masih batu bara dan mineral, komoditi primer. Angkanya, jumlah dolarnya sangat tergantung dari harga batu bara. Karena itu, kami fokus mengembangkan ekspor produk-produk lainnya. Potensinya yang paling besar produk-produk kayu dan kinerjanya cukup bagus. Misalnya produk kayu lapis dan mulai signifikan proporsinya. Juga produk-produk makanan dan minuman olahan, ini juga cukup kuat. Di sini di toko-toko kecil sudah

Jadi strategi kita ke depan menarik investasi dari Korsel, tidak perlu yang besar-besar?

Koreksi Putusan Terdakwa pertama yang divonis bebas adalah Wali Kota Bekasi Mochtar Mohammad dalam perkara penyuapan anggota DPRD Bekasi sebesar Rp 1,6 miliar. Oleh Pengadilan Tipikor Bandung di Pengadilan Negeri Bandung pada 11 Oktober 2011, Mochtar Mohamad dinyatakan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan telah

Selasa, 5 November 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Kepemangkuan (4) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Bagus And Friend 08:05 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Gatra Praja 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Ocydia Home Shopping 10:30 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali TV Shop 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Kepemangkuan (5) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shopping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Bali TV Shop 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Upakara 17:00 Wita Nangun Yadnya Karya Raja Yadnya, Pawiwahan Agung Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradata Wedasteraputra Suyasa III dengan Ida Ayu Ketut Juni Supari 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Ista Dewata Pura Kahyangan Jagat Taman Sari Besakih, Pasar Agung 21:30 Wita Sansekerta 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Pura Tanjung Sari Sanur, Griya Santrian Sanur (2) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel

melakukan tindak pidana korupsi. Namun, KPK mengajukan kasasi sehingga Mahkamah Agung mengoreksi putusan tersebut pada 7 Maret 2012 dan menyatakan Mochtar terbukti melakukan korupsi dan divonis enam tahun penjara ditambah denda Rp 300 juta subsider enam bulan kurungan ditambah uang pengganti Rp 639 juta subsider enam bulan kurungan. Kedua, Bupati Kabupaten

Rokan Hulu Suparman dalam kasus tindak pidana korupsi pembahasan Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Provinsi Riau 2014 dan APBD 2015. Pada 23 Februari 2017, Pengadilan Tipikor Pekanbaru yang bertempat di Pengadilan Negeri Pekanbaru memvonis bebas Suparman. Mahkamah Agung pada 8 November 2017 lalu mengoreksi putusan tersebut dan menyatakan Johar Firdaus

TIBA - Petugas Kargo Bandara Soekarno-Hatta menurunkan peti jenazah pembalap motor Afridza Syah Munandar (20) setibanya dari Malaysia di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (4/11) kemarin. Afridza yang meninggal saat mengikuti kejuaraan balap motor di Sirkuit Iintenasional Sepang, Malaysia, jenazahnya tiba di Bandara Soetta sekitar pukul 14.00 WIB yang selanjutnya dibawa ke Tasikmalaya untuk dimakamkan.

Tahun Jamak

Sekaligus kepastian kebijakan terhadap sesuatu yang urgen dan sudah direncanakan. Eksekutif juga tidak perlu meminta persetujuan anggaran setiap tahunnya untuk proyek yang memang harus dikerjakan dengan tahun jamak. ‘’Namun, pelaksanaan kegiatan tidak boleh melebihi masa jabatan gubernur,’’ terang politisi PDI-P asal Gianyar ini. Di Bali, lanjut Diana, anggaran yang disetujui untuk proyek-proyek peningkatan atau pelebaran jalan selama ini hanya masuk dalam Perda APBD saja. Sementara perda tentang APBD diajukan setiap tahun oleh gubernur. Jika ada perda khusus tentang infrastruktur, tentu rencana proyek yang diajukan tidak hanya akan berakhir menjadi wacana. ‘’Pasti akan terlaksana karena sudah ada di perda, mau bagaimanapun kondisi keuangan saat itu tetap menjadi program prioritas,’’ jelasnya. Irigasi Selain infrastruktur, Diana menyebut NTB juga bisa dijadikan contoh terkait bidang irigasi. Saat ini

NTB mendapatkan 11 titik proyek bendungan dari total 63 proyek bendungan di Indonesia bantuan pemerintah pusat. Sedangkan Bali hanya mendapat 3 proyek yakni Bendungan Titab, Bendungan Sawan, dan Bendungan Belok Sidan. ‘’Mereka tidak melakukan lobi khusus. Kuncinya hanya satu, sepanjang lahannya siap, baik itu dari lahan pemerintah atau peran serta dari masyarakat. Kalau itu sudah siap, memperjuangkan di pusat itu tidak berat kata mereka,’’ ujarnya. Menurut Diana, harus ada langkah nyata dari Bali untuk menyiapkan lahan kalau memang menganggap penting persoalan air di daerah kritis. Seperti Karangasem, Buleleng, dan Jembrana. Untuk skala yang lebih kecil, bisa dibangun embung seperti halnya di NTB yang banyak dibangun secara swadaya oleh masyarakat di samping dibangun pemprov setempat. Sebab, usulan membangun embung juga banyak datang dari pemerintah kabupaten maupun pokok-pokok pikiran dewan di NTB. ‘’Kalau di Bali, anggaran untuk embung belum ada dari pemerintah. Jadi memang dibutuhkan peran kita, campur tangan pemerintah untuk mengurus,’’ pungkasnya. (kmb32)


Selasa Wage, 5 November 2019

Vergio dan Febriana Buat ’’Sumobot’’ TIM robot SMPN 2 Denpasar alias Spentwo meraih juara I lomba robot di Unud, belum lama ini. Tim ini diperkuat Vergio Evand Gigir (VII-1) dan Made Adelia Febriana (VII-1). Siswa binaan Kasek Mercy Viktoria Gigir ini membuat robot yang diberi nama Sumobot. Dua robot bertarung kayak sumo dengan konsep permainan. Caranya dengan menggerakkan pakai HP. Siswa ini membuat dua robot dengan aplikasi yang berbeda. Yang kalah adalah robot yang keluar dari line pembatas. Gambar robot ini sederhana yakni pada bagian depan bergambar kepala tengkorak, belakangnya warna hitam terbuat bahan acrylic. Baterainya dibuat dari 1500 MAH. Menurut Vergio, satu robot mereka menghabiskan dana sekitar Rp 400 ribu. Vergio dan Febriana mengaku suka membuat robot karena sejak kecil suka BALET KULINER - Sejumlah anak membawakan tarian pada pementasan balet kolosal, Minggu (3/11) malam.

Bali Post/dedi

Balet Kolosal Angkat Kisah Fantasi KESEHATAN

SEBUAH kisah fantasi terkenal dunia persembahan karya balet kolosal Dolls World at The Royal Kingdom memukau penonton,TOP Minggu (3/11) lalu di Balai Pertemuan Bhumiku. IN VASI Kepala Sekolah Ballet Royal Bali, Ika, mengatakan tarian balet kolosal Dolls World at The Royal Kingdom ini menWONDERFUL gangkatBALI sebuah kisah fantasi yang membawa penonton ke dunia Istana Boneka. Kisah

ini berputar di sekitar tokoh utama yang diperankan oleh Kathrine Permatasari yang menjadi boneka Ballerina. Boneka Ballerina ini diberi kalung indah oleh beberapa peri. Kalung itu menjadi sebuah kutukan bagi Ballerina, sehingga tidak dapat menari dengan indah lagi. ‘’Pertunjukan balet ini menampilkan berbagai macam karakter boneka yang ditata dengan

apik, sehingga dapat mencuri hati penonton,’’ pungkasnya. Pementasan ini diwarnai dengan permainan cahaya, musik, multimedia, efek dan properti tarian, sehingga dibawa masuk berada dalam dunia fantasi yang berbeda. Hal ini tentunya dapat memberikan pengalaman visual yang tak terlupakan bagi setiap penikmat seni di Pulau Dewata. ‘’Kami berharap

konser pertama ini dapat meningkatkan kepercayaan diri murid-murid Ballet Royal Bali,’’ harapnya. Dikatakan Ika, selain diadakan untuk merayakan apresiasi dan kerja keras muridmurid Ballet Royal Bali di bidang balet, pagelaran ini juga untuk memberikan sumbangan kepada anak-anak Panti Asuhan Yayasan Tunas Bangsa. (edi)

daya manusia (SDM) desa wisata melalui fasilitas dana ekonomi kreatif. Jika potensi dan keahlian mereka bisa dikelola serta ditingkatkan dengan pola manajemen modern sejalan kecenderungan pariwisata global, maka mereka akan menjadi ujung tombak meningkatkan penguatan kebertahanan desa adat dan pariwisata berkelanjutan. Hal itu disampaikan Prof. Dr. Ketut Sumadi, M.Par. dalam pidato pengukuhan jabatan guru besarnya dalam bidang Ilmu Pariwisata Bbud a y a dan Agama IHDN Denpasar, Kamis

(31/10) lalu. Pengukuhan Prof. Sumadi sebagai Guru Besar IHDN Denpasar merupakan yang ke-9 dan menjadi yang pertama di bidang Ilmu Pariwisata Budaya dan Agama. Kebetulan juga, IHDN mempunyai Jurusan Pariwisata Budaya. Prof. Sumadi menegaskan, relasi wacana dan kuasa pengelolaan modal budaya desa wisata tidak terlepas dari kebijakan Presiden Joko Widodo yang telah menetapkan pariwisata sebagai leading sector pembangunan Indonesia. Kebijakan Presiden tersebut gayung bersambut dengan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Wayan Koster dan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati ‘’Nangun Sad Kertih Loka Bali’’ sebagai pengejawantahan lebih luas nilai-nilai Tri Hita Karana. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio juga berjanji akan memberikan perhatian khusus pengelolaan desa wisata di Indonesia. ‘’Kebijakan pemerintah ini menunjukkan adanya relasi wacana dan kuasa pengelolaan desa wisata di Bali meningkatkan wawasan dan kesadaran masyarakat tentang eksistensi desa wisata di Bali merupakan bagian dari pembangunan pari-

wisata berkelanjutan berbasis Tri Hita Karana,’’ ujarnya. Dalam proses pengelolaannya harus melalui pendekatan sistem yang utuh dan terpadu, bersifat interdisipliner dan partisipatoris dengan kriteria ekonomis, teknis, ergonomis, sosial budaya, hemat energi, melestarikan alam dan tidak merusak lingkungan. Prof. Sumadi menyarankan perlu diadakan temu wirasa atau sosialisasi tentang modal budaya desa adat dengan mengaktifkan paiketan (organisasi) para pemangku, serati (tukang banten), belawa, tukang mebat, sekaa pesantian, sekaa pragina (penari), sekaa gambel (penabuh), undagi, pengurus LPD, pengurus koperasi desa, kelompok sadar wisata, dan asosiasi desa wisata. Di samping itu perlu segera dibentuk semua paiketan atau organisasi seperti tersebut di masing-masing desa adat, melalui acara paruman desa adat yang diorganisir dan difasilitasi oleh prajuru (pengurus) desa adat dan Majelis Desa Adat Bali, Parisada Hindu Dharma, dan pemerintah. Perlu dibuat pararem desa dan banjar untuk melindungi keberadaan desa adat yang berlandaskan Tri Hita Karana -- Pahyangan, Pawongan, Palemahan, sehingga tidak terjadi pelanggaran nilai-nilai ajaran agama, konflik sosial antarkrama desa dengan pengelola desa wisata atau konflik dengan pemerintah dalam pengelolaan modal budaya, dan eksploitasi sumber daya alam yang mengakibatkan kerusakan lingkungan desa adat. (lun)

BUDAYA Modal Budaya Desa Wisata PENDIDIKAN SINERGISITAS kinerja desa adat dengan desa dinas sangat penting dalam pengelolaan modal budaya desa wisata, agar berhasil membanSENIMAN gun peradaban hidup yang menyejahterakan masyarakat. Di sisi lain, pemerintah perlu memberikan bantuan, baik berupa pelatihan kewirausahaan maupun bantuan material kepada masyarakat desa dalam konteks pemberdayaan sumber

Dasawisma Agro Pertiwi

Berkebun Memanfaatkan Lahan Bekas Pembuangan Sampah BERKEBUN memanfatkan lahan pertanian, lumrah. Tetapi berkebun memanfaatkan lahan bekas pembuan-

gan sampah, tampaknya bisa dihitung dengan jari. Salah satunya bisa kita saksikan di Kota Denpasar. Kebun ini

Bali Post/san

BIBIT - Anggota Dasawisma Agro Pertiwi saat memindahkan bibit yang siap ditanam.

berlokasi di Desa Ubung Kaja dengan nama Dasawisma Agro Pertiwi. Kebun seluas 18 are ini dulunya adalah tempat pembuangan sampah. Namun berkat dorongan kepala desa serta warga, lahan ini kemudian disulap menjadi kebun yang ditanami berbagai macam tanaman produktif mulai dari sayur sampai buah-buahan. Ketua Dasawisma Agro Pertiwi, Sri Rejeki, mengatakan awalnya tanah yang dikelola kelompoknya adalah tempat pembuangan sampah. Kemudian kepala desa setempat mengajak masyarakat membersihkan lahan kosong ini dan kemudian dijadikan kebun produktif. ‘’Lahan ini dulu punya orang cuma dibiarkan dan akhirnya menjadi tempat pembuangan sampah. Kemudian kami sewa jangka

panjang untuk dijadikan kebun,’’ ujar Sri, belum lama ini. Dasawisma Agro Pertiwi saat ini memiliki 40 anggota. Setiap anggota kemudian diberikan jadwal untuk mengelola lahan dan menaman serta memeliharanya. Setiap sore akan ada anggota yang melakukan pempupukan sampai penyiraman. Berbagai jenis tanaman dibudidayakan di kebun ini seperti bawang, cabai, pepaya dan lainnya. Hasil panennya, selain dibagikan ke kelompok, juga sudah ada yang masuk ke swalayan. ‘’Kebetulan ada yang memfasilitasi untuk bisa masuk ke swalayan. Kami diminta untuk menyuplai daun bawang,’’ ujarnya. Saat ini Dasawisma Agro Pertiwi sudah memiliki kebun bibit sendiri. (san)

dengan iptek. ‘’Syukur kami bisa meraih juara, soalnya membuat robot itu rumit. Perlu konsentrasi,’’ ujar Vergio. (sue)

ROBOT - Robot dan remote karya Vergio dan Febriana berbentuk Sumobot. Vergio dan Febriana bersama Kasek Mercy Viktoria Gigir.

’’Ileh Aluh Elah’’ Garapan Tari Sarat Pesan ‘’Ileh Aluh Elah’’, demikian judul garapan tari kontemporer yang dibawakan Seniman Klungkung Berani (Sekuni) di Taman Budaya Bali. Garapan itu sarat pesan kebajikan. Komunitas seni dari Bumi Serombotan itu mengajak masyarakat khususnya kalangan generasi muda agar selalu menjadikan tradisi sebagai dasar menuju pada kebiasaan modern atau kontemporer. Komunitas yang didukung 33 anak muda kreatif itu tampil pada acara Adilango (pagelaran) dalam Festival Seni Bali Jani 2019 di Kalangan Madya Mandala Taman Budaya Bali, Sabtu (2/11). Komunitas Sekuni yang berdiri tahun 2017 itu menampilkan penari-penari yang memiliki dasar tari serta olah tubuh yang kuat. Mereka sangat lihai mengolah tubuhnya, memainkan ritme, hingga melakukan penuh ekspresi, sehingga menjadi perhatian pengunjung festival di sore itu. ‘’Melalui garapan ini, kami ingin mengingatkan anak-anak muda agar jangan melupakan seni tradisi. Seni tradisi yang kaya nilai-nilai dan simbol-simbol kehidupan itu dikuatkan dulu, baru belajar seni modern,’’ kata Agung Putra Dalem, koreografer yang juga Sektetaris Sekuni. Menurut Agung Dalem, begitu sapaan akrabnya, dalam garapan itu dirinya ingin menyesuaikan dengan tema Festival Seni Bali Jani ‘’Hulu-Teben, Dialektika Lo-

kal-Global’’. Artinya, dirinya mengajak anak-anak muda jangan melupakan hulu, seni tradisi itu untuk menuju teben, seni modern. ‘’Untuk mempelajari seni modern, kontemporer atau tari gendre yang lain itu, terlebih dahulu harus menguasai dan menguatkan diri dengan seni tradisi. Dengan mengetahui paileh, maka aluh (mudah) dan elah (gampang) melakukannya,’’ paparnya. Jika belajar tari kontemporer terlebih dahulu, baru kemudian menekuni seni tradisi, maka pasti terasa lebih susah. Kalaupun mampu melakukan gerak tari sesuai dengan metode tari, tetap saja terkesan kering. Intinya, kuatkan seni tradisi dulu, baru pindah ke gendre tarian lain. Dengan begitu, pasti menjadi lebih kuat, bahkan memiliki sesuatu yang lebih dan tampil beda. ‘’Itulah pesan yang ingin kami sampaikan dalam pertunjukan tari kontemporer berjudul ‘Ileh Aluh Elah’ ini,’’ tegasnya. Garapan tari kontemporer ini diawali dari penampilan anak-anak belajar menari dengan tidak melupakan tradisi. Mereka belajar kesenian khususnya tari Bali, mulai dari sikap dasar, perbendaharaan gerak tari, hingga mengolah gerak tubuh dengan rasa. Mereka belajar tari klasik hingga tari populer. Pada plot kedua, muncul anakanak yang bergaya modern tidak mau belajar seni tradisi.

Mereka langsung mempelajari seni kontemporer. Pada plot selanjutnya, menggambarkan anak-anak muda yang getol dan benarbenar masuk dalam seni tradisi. Setelah terasa kuat, baru mempelajari dan masuk ke hal-hal kontemporer atau tarian genre lainnya. Penari anak-anak juga ikut muncul dalam plot ini membawa berbagai busana tari yang saat itu membawa busana tari Baris Tunggal, sebagai dasar mempelajari tari putra. ‘’Hal itu untuk menyampaikan pesan untuk mengingatkan pada seni tradisi,’’ jelas Agung Dalem. Pada bagian terakhir, menggambarkan belajar paileh semua tarian tradisi, sehingga aluh baan ngabetang (mudah melakukan) dan hasilnya akan elah (gampang, luwes) dalam melakukannya. Tari kontemporer itu diiringi musik midi yang direkam. Agung Dalem mengaku Komunitas Sekuni berdiri 2017 berawal dari perkumpulan anak-anak pendukung Pesta Kesenian Bali (PKB). Walau namanya Seniman Klungkung Berani, namun dirinya tidak pernah mengatasnamakan diri sebagai seniman. ‘’Kami hanya pelaku seni yang menjadikan hal ini sebagai penyenang hati. Kami bukan komunitas anak-anak seniman. Nama itu diberikan agar komunitas ini bisa melejit dan cepat terkenal,’’ imbuhnya. (win)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook