16 HALAMAN
NOMOR 332 TAHUN KE 71 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha
Bali Post
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Senin Paing, 5 Agustus 2019
Sebagian Jawa ’’Blackout’’, Bali Aman Jakarta (Bali Post) Sebagian Pulau Jawa mengalami pemadaman listrik total (blackout). Beruntung listrik di wilayah Bali tetap aman. Blackout sebagain Jawa diakibatkan gas turbin 1 sampai dengan 6 Suralaya mengalami trip, sementara gas turbin 7 saat ini dalam posisi mati (off). Selain itu Pembangkit Listrik Tenaga Gas Turbin Cilegon juga mengalami gangguan atau trip.
Bali Post/ant
PENUMPUKAN KENDARAAN - Suasana salah satu ruas Kota Jakarta yang biasanya di hari Minggu agak lengang, kemarin mengalami kemacetan akibat matinya traffic light dampak padamnya listrik. Gangguan di sejumlah pembangkit listrik disebutkan PLN menjadi pemicu sebagian Pulau Jawa mengalami pemadaman total (blackout).
Gangguan ini mengakibatkan aliran listrik di Jabodetabek mengalami pemadaman. ‘’Kami mohon maaf sebesar-besarnya untuk pemadaman yang terjadi, saat ini upaya penormalan terus kami lakukan, bahkan beberapa gardu induk sudah mulai berhasil dilakukan penyalaan,’’ kata Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka, di Jakarta, Minggu (4/8) kemarin. Di Jawa Barat (Jabar) terjadinya gangguan pada transmisi SUTET 500 kV mengakibatkan padamnya sejumlah area sbb: Bandung, Bekasi, Cianjur, Cimahi, Cirebon, Garut, Karawang, Purwakarta, Majalaya, Sumedang, Tasikmalaya, Depok, Gunung Putri, Sukabumi dan Bogor. ‘’Sekali
lagi kami mohon maaf dan pengertian seluruh pelanggan yang terdampak akibat gangguan ini. Kami berjanji akan melakukan dan mengerahkan upaya semaksimal mungkin untuk memperbaiki sistem agar listrik kembali normal,’’ tutup Made. Dari sisi perbaikan, penyebab gangguan, kata Made, sudah dilaksanakan pengamanan GSW yang putus, dan penyalaan kembali GT di Suralaya. Ia mengatakan akan dilaksanakan scanning assesmen kondisi GSW yang setipe. ‘’Perlu pengaturan beban dari UP2B untuk meminimalisir pemadaman,’’ jelasnya. Terjadinya gangguan transmisi di Ungaran-Pemalang 500 kV, tidak berdampak pada kondisi kelistrikan
di Bali. ‘’Di Bali aman, tidak terjadi pemadaman,’’ kata Made Arya, Plt. Manager Komunikasi Unit Induk Distribusi (UID) Bali, dikonfirmasi Minggu kemarin. Made Arya mengatakan, sistem kelistrikan Jawa-Bali memang saling terkoneksi. Tetapi ketika terjadi gangguan, pihaknya berupaya untuk melakukan lokalisir (memutus gangguan) agar pemadaman itu tidak berdampak lebih luas. ‘’Sementara ini gangguannya kan di Jakarta dan Jawa Barat. Sedangkan Jawa bagian timur dan Bali, kita pisahkan. Jadi Bali aman. Setelah sistem itu normal, penormalan yang Jakarta dan Jawa Barat kan sedang on progress. Setelah sistem normal, baru di-loop-kan kembali,’’ jelasnya. (son)
Dampak di Jakarta Paling Parah PADAMNYA aliran listrik akibat gangguan di beberapa pembangkikt listrik PLN menimbulkan sejumlah masalah. Mulai dari terganggunya sejumlah operator seluler, matinya lampu lalu lintas, kereta listrik yang berhenti operasi, hingga pusat perbelanjaan yang udaranya lebih gerah karena pendingin yang mati. Kondisi paling parah akibat pemadaman ini dialami Jakarta. Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jakarta Timur tidak dapat melayani pembeli. Banyak SPBU yang memasang papan ‘’maaf sedang mati lampu’’. Meski demikian pengendara roda empat nampak menunggu di areal SPBU.
Gangguan juga dialami layanan angkutan daring (online) yang bergantung pada jaringan internet. ‘’Dari tadi sinyal hilanghilang terus akibat pemadaman listrik,’’ kata Chandra Saputra, pengemudi angkutan daring di Jakarta. Ia mengatakan hanya daerah tertentu yang memiliki jaringan internet bagus. Di Jakarta Timur, lalu lintas di sepanjang Jalan RS Soekamto tersendat akibat traffic light yang terpasang di persimpangan jalan mati. Selain itu banyaknya pengendara yang melewati persimpangan di wilayah tersebut secara bersamaan juga menyebabkan kemacetan di sejumlah ruas jalan di Jakarta Timur.
Pelayanan di sejumlah mall di Jakarta sempat terganggu. Salah satunya di Grand Indonesia yang terletak di Jakarta Pusat. Setelah menggunakan power plan internal, pelayanan kembali normal. ‘’Sudah kembali normal karena langsung ter-cover oleh genset,’’ kata Nisa, Humas Grand Indonesia. Tidak demikian dengan mall di Bekasi. Pengunjung mall dilanda kegerahan akibat fasilitas pendingin ruangan yang padam. Tidak semua mengalami gangguan akibat pemadaman listrik tersebut. Tol Palikanci, misalnya, tetap beroperasi normal. Demikian pula dengan Bandara Soetta. Namun, Kereta
Commuter Indonesia (KCI) mengalami gangguan cukup parah. Bahkan manajemen menyarankan agar masyarakat menggunakan angkutan alternatif lainnya karena belum mengetahui pasti kapan pelayanan akan normal kembali. Pemadaham listrik terjadi sejak pukul 11.30 WIB. Pihak Manajemen PLN menyampaikan permohonan maaf. Plt. Direktur Utama PT PLN Sripeni Inten Cahyani mengatakan listrik di wilayah Banten, Jakarta, dan Jawa Barat akan normal kembali 3 jam sejak pukul 16.27 WIB. Artinya, listrik diperkirakan akan kembali normal Minggu (4/8) pukul 19.27 WIB. (kmb/ant)
Bali Post/ant
SERBU TOKO GENSET - Sejumlah warga menyerbu toko yang menjual genset di kawasan Glodok akibat terjadi pemadaman listrik di seluruh Jakarta. Hingga Minggu (4/8) kemarin listrik di sejumlah wilayah di Jakarta belum normal.
Kursi Menteri Wajib Jokowi Adu Menterinya Lomba Makan Kerupuk Pertimbangkan Keterwakilan Daerah
Jakarta (Bali Post) Guru Besar Universitas Islam Negeri Syarif Kasim Riau Prof. Alaidin Koto mengatakan pemilihan menteri pengisi Kabinet Kerja jilid II perlu mempertimbangkan keterwakilan daerah sebagai pengikat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). ‘’Keterwakilan daerah itu adalah salah satu langkah mengantisipasi munculnya gejolak-gejolak yang berdasarkan kedaerah untuk mempeteguh nilai-nilai, rasa ke-NKRI-an,’’ kata Alaidin di hubungi Antara di Jakarta, Minggu (4/8) kemarin. Ia mengatakan keter-
wakilan daerah menjadi penting, namun yang paling utama adalah orang-orang yang memiliki profesionaliti, integriti, nasionaliti dan rekam jejak yang baik. ‘’Harus ada the right man on the right place,’’ katanya. Lebih jauh Alaidin menjelaskan mengenai kedaerahan tersebut, kalau dari sekian pakar orang profesioanl yang memiliki integritas yang bagus, rekam jejaknya bagus dan sudah terbukti sama dengan orang-orang ahli di berbagai daerah. Hal. 15 Merata
Bali Post/ant
MAKAN KERUPUK - Wapres Jusuf Kalla (tengah) nampak semangat mengikuti lomba makan kerupuk dalam ‘’family gathering’’ yang digelar di Istana Bogor, Minggu (4/8) kemarin. Acara ini digelar Presiden Jokowi untuk meningkatkan solidaritas anggota kabinetnya.
PRESIDEN Jokowi mengajak para menterinya santai sejenak di tengah kerja keras yang dilakukan dalam melayani rakyat. Para menteri diadu dalam lomba-lomba yang khas perayaan 17 Agustus-an di Istana Bogor. Para menteri yang ikut berlomba makan kerupuk di babak pertama ialah Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi. Beberapa menteri tampak kesulitan menghabiskan kerupuk yang bergelantungan. Mereka yang kesulitan menghabiskan kerupuknya ialah Yasonna dan Sri Mulyani. Para menteri yang tidak ikut lomba memberikan semangat kepada rekan-
rekannya. Wapres Jusuf Kalla juga ikut lomba namun gagal menang. Pada lomba lari klereng, barulah Kalla berhasil menang. Jokowi menggelar acara Gathering di Keluarga Kabinet Kerja Solidaritas Tanpa Batas di Istana Kepresidenan Bogor, Minggu (4/8) kemarin. Para menteri juga mengajak anggota keluarga bersama untuk mengikuti acara yang diisi dengan senam serta sejumlah lomba ringan. ‘’Ya… semuanya yang telah ikut bersama-sama bekerja keras untuk pemerintahan, untuk negara kita, semuanya kita undang yang intinya selain 17-an, kita ingin ada kumpul bareng untuk memperkuat solidaritas kita,’’ kata Jokowi. Hal. 15 Enam Bulan Sekali
Soal Indeks Demokrasi Bali Terbaik Ke-2
Semu, di Bawah Bayang-bayang Bansos dan ’’Suryak Siu’’ Indeks Demokrasi daerah Bali yang meningkat bahkan terbaik kedua secara nasional sesuai rilis Biro Pusat Statistik (BPS), dinilai semu. Praktik demokrasi di Bali beberapa tahun belakangan diwarnai dengan guyuran bantuan sosial (bansos), dinilai mencederai demokrasi. Selain itu, budaya suryak siu juga masih kental, sehingga mengungkung pilihan politik warga Bali yang hidup dalam komunitas sosial klan, dadia, banjar dan desa adat. Indeks demokrasi data BPS belum menjadi cerminan sehatnya kehidupan demokrasi di Bali.
Indeks Demokrasi Bali 78,80%
82,37%
2017
2018
Angka-angka yang diperoleh BPS terkait indeks demokrasi, menurut akademisi FISIP Unud Anom Wiranata, harus dipahami berdasarkan indikator-indikator yang digunakan sebagai ukuran. Biasanya indikator yang diukur juga ada di level permukaan. Misalnya dari seberapa sering terjadi demonstrasi massa yang menyampaikan aspirasi berjalan dengan aman dan damai. ‘’Makin sering demo damai, indeks demokrasi akan bagus,’’ kata Anom. Diakui Anom, indeks demokrasi berdasarkan BPS adalah upaya menyentuh ukuran demokrasi, namun demokrasi secara prosedural tidak substantif. ‘’Yang digunakan BPS tidak definisi demokrasi yang subtantif,’’ tegasnya. Warga Bali memang terkesan bebas memilih dalam pemilu. Hanya siapa yang mereka pilih, belum didasarkan pada kesadaran objektif sehingga kebebasannya tersandera. Praktik politik dan demokrasi yang sifatnya lebih mendalam, belum dicatat sebagai indikator indeks demokrasi. ‘’BPS tidak melihat belenggu-belenggu struktural yang berlangsung dalam praktik demokrasi di Bali misalnya dalam soal
bansos,’’ tegas Anom. Pengukuran indeks demokrasi yang melahirkan angkaangka penggambaran realitas demokrasi di Bali belum sepenuhnya mencerminkan realitas. Angka-angka indeks demokrasi Bali, menurut aktivis demokrasi Bali Nyoman Mardika, semu. Ia melihat praktik demokrasi di Bali yang masih berdasarkan kesepakatan-kesepakatan yang tidak demokratis. Kesadaran individu untuk menentukan pilihan politiknya juga masih belum terbangun karena terbelenggu janjijanji finansial dalam bentuk bansos. Angka indeks demokrasi Bali terbaik nomor dua nasional terasa semu,’’ tegas Mardika. Kehidupan komunal masyarakat Bali dalam ikatanikatan sosial mulai dari klan, dadia, banjar dan desa adat yang masih sangat kental, menurut Mardika, juga mengungkung kehidupan demokrasi. Kondisi ini sayangnya justru dimanfaatan para elite politik yang bertarung dalam kontestasi pemilu. ‘’Kehidupan komunal masyarakat Bali yang sering menentukan keputusan dengan suryak siu, dimanfaatkan para politisi untuk mendapat dukungan
politik,’’ katanya. Salah satu instrumen yang paling sering digunakan para politisi di Bali adalah memberikan bansos melalui lembaga-lembag komunal seperti dadia, banjar dan desa adat. Ironisnya praktik seperti ini justru dianggap sebagai hal yang lumrah. Padahal, kata Mardika, ini jelas-jelas membelenggu pilihan individu sehingga akan merusak demokrasi. ‘’Seharusnya para elite politik tidak memanfaatkan kehidupan komunal masyarakat Bali demi kepentingan kekuasaannya,’’ tegas Mardika. (ata)
Indeks Kebebasan Sipil
95,91% 94,72%
2017
2018
Mardika
Indeks Hal-hal Politik
66,80% 68,08%
Anom Wiranata
Indeks Lembaga Demokrasi
89,55% 76,85%
2
Senin Paing, 5 Agustus 2019
FIGUR Ditargetkan Rp 39 Miliar TAHUN 2019 ini, pendapatan PD Pasar Kota Denpasar ditarget Rp 39 miliar. Guna merealisasikan hal itu, PD Pasar Kota Denpasar terus berupaya melakukan pembenahan. Baik sektor Sumber Daya Manusia (SDM), maupun pembenahan secara fisik. Dirut PD Pasar Kota Denpasar I.B. Kompyang Wiranata menegaskan, saat ini PD Pasar dalam kondisi pembenahan di segala bidang. Hal itu dilakukan mengingat PD Pasar sedang menuju ke arah pengelolaan yang profesionalisme dan penerapan teknologi digitalisasi. ‘’Karena itu semua jajaran SDM di perusahaan harus siap untuk berubah. Pengelolaan Pasar Badung harus menjadi contoh pengelolaan pasar-pasar yang dikelola PD Pasar ke depan,’’ katanya saat memberikan sambutan pada puncak HUT ke-25 PD Pasar, belum lama ini. Ia juga menegaskan pentingnya perusahaan melakukan inovasi dan ekspansi usaha untuk menopang pendapatan. E-parkir harus segera diterapkan di pasar, sehingga dalam tahun 2019 ini diharapkan PD Pasar mampu meraih pendapatan sebesar Rp 39 miliar. ‘’Target ini meningkat cukup signifikan. Ini memerlukan kerja keras bersama, sehingga PD Pasar ke depan bisa berbuat yang terbaik untuk kota Kenpasar,’’ ujarnya. (ara)
Mobil Dicongkel Polisi Kehilangan Pistol Denpasar (Bali Post) Pintu mobil anggota Polres Jembrana berinisial KP dicongkel saat ditinggal sembahyang di Pura Sakenan, Denpasar Selatan (Densel), Sabtu (3/8) lalu. Akibatnya, pistol dinas yang dibawa KP lengkap dengan pelurunya raib. Selanjutnya KP melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Denpasar. Informasi yang dikumpulkan di lapangan Minggu (4/8) kemarin, awalnya korban yang tinggal di Aspol Jembrana tersebut sembahyang bersama keluarganya ke Pura Sakenan. Setibanya di sana, korban memarkir mobilnya di tempat yang telah disediakan. Selanjutnya korban menaruh senjata apinya tersebut di dalam mobil. Korban mengunci pintu dan menutup
kaca jendela. Setelah itu dia jalan kaki menuju pura. “Korban selesai sembahyang sekitar pukul 01.30 Wita dan langsung menuju tempat parkir,” kata sumber. Korban kaget bukan kepalang karena pintu mobilnya rusak karena dicongkel. Ia makin panik karena pistolnya dibawa kabur maling. Korban langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Anggota Polsek Densel dan Polresta langsung ke TKP. “Masih dalam penyelidikan dan korban sudah dimintai keterangan,” ujar sumber tersebut. Kapolsek Densel Kompol I Nyoman Wirajaya saat dikonfirmasi mengatakan tidak ada laporan kasus itu ke Polsek Densel. “Silakan tanya ke Polresta Denpasar,” tegasnya. (kmb36)
Denpasar (Bali Post) I Komang Agus Ardika (24), terdakwa kasus dugaan jual beli narkotika, dituntut 12 tahun penjara oleh JPU Ferry Harya. Dalam sidang pekan lalu, pria asal Kerobokan itu dinilai telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana secara tanpa hak atau melawan hukum sebagai penyedia narkotika jenis sabu-sabu. Terdakwa dinyatakan bersalah melanggar Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Selain dituntut 12 tahun penjara, terdakwa juga didenda sebesar Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan. Atas tuntutan itu, terdakwa melalui penasehat hukumnya dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi Denpasar akan mengajukan pembelaan tertulis. Disebutkan dalam dakwaan JPU, terdakwa Ardika ditangkap polisi
15 Maret 2019 sekitar pukul 18.30 Wita di kamar kos di Jalan Raya Muding, Gang Bila Sari, Muding Kelod, Kerobokan, Bandung. Saat ditangkap, terdakwa sedang bersama temannya Muhammad Kharisma Jaya Pradana. Namun saat dilakukan pengeledahan, aparat tidak menemukan sabu-sabu pada Prada. Sementara dari dalam kamar kos terdakwa, petugas menemukan satu kotak bekas kemasan permen yang berisi 20 paket sabu-sabu dengan total berat 5,11 gram neto. Terdakwa mengaku mendapatkan sabu-sabu tersebut dengan cara membeli dari seseorang bernama Lelo sebanyak satu paket seberat 10 gram dengan harga Rp 12 juta. 10 gram sabu-sabu tersebut kemudian terdakwa bagi-bagi lagi menjadi 26 paket untuk dijual kembali. Dalam menjalankan aksinya, terdakwa keburu ditangkap polisi. (kmb37)
Komang Agus Dituntut 12 Tahun Penjara
Topik : PELANTIKAN DEWAN DIANGGARKAN RATUSAN JUTA RUPIAH
Bali Post/eka
SAPI BALI - Seorang petugas tengah membersihkan peternakan sapi Bali di Sobangan, Badung. Ratusan ekor sapi Bali dikembangkan di peternakan ini.
Petani Didorong Ikut Asuransi Usaha Ternak Sapi
Denpasar (Bali Post) Sapi Bali merupakan salah satu hewan ternak unggulan Bali. Untuk melindungi petani dari kerugian karena sapinya mengalami mati mendadak akibat sakit, mengalami cacat ataupun hilang, pemerintah mengeluarkan program Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS). Bantuan berupa subsidi pembayaran premi sebesar 80 persen. Dimana dari premi sebesar Rp 200.000, pemerintah menanggung sebesar Rp 160.000 dan petani hanya membayar sebesar Rp 40.000 per ekor. Kabid Prasarana Sarana dan Penyuluhan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Ketut Ariya Utama mengatakan, tahun 2019 ini Bali mendapatkan kuota sebanyak 3.225 ekor sapi untuk diikutkan AUTS. Hingga saat ini tercatat sebanyak 1.804 ekor sapi yang sudah masuk ke dalam AUTS. Adapun syarat ternak sapi diikutkan dalam program ini adalah sapi betina dengan usia di atas satu tahun. ‘’Saat ini populasi sapi betina di Bali kurang lebih 190 ribu ekor. Enam puluh persennya masuk dalam syarat AUTS. Tahun ini Bali dijatah 3.225 ekor untuk ikut program AUTS,’’ ujar Ariya Utama, Minggu (4/8) kemarin. Jika dilihat dari minat petani untuk mengikutkan ternak sapinya ke program AUTS, kata
Ketut Ariya, berbeda-beda untuk masing-masing daerah. Untuk Karangasem misalnya, ditargetkan sebanyak 200 ekor sapi mengikuti AUTS namun pencapaiannya 130 persen atau melebihi target. Di sisi lain, Buleleng yang ditarget tinggi karena populasi sapi Bali tinggi di daerah tersebut belum mencapai target yang ditetapkan. ‘’Untuk Buleleng targetnya tinggi yaitu 1.105 ekor dan hingga saat ini tercatat 275 ekor sapi betina yang didaftarkan AUTS. Jadi masih belum memenuhi target,’’ ujarnya. Sementara pencapaian untuk kabupaten/kota lain antara lain Kabupaten Tabanan ditargetkan 500 ekor baru tercapai 178 ekor. Kabupaten Badung ditargetkan 500 ekor baru tercapai 180 ekor. Kabupaten Jembrana ditargetkan
280 ekor baru tercapai 133 ekor. Kabupaten Klungkung ditargetkan 200 ekor baru tercapai 25 ekor. Kabupaten Bangli ditargetkan 200 ekor baru tercapai 13 ekor, dan Kota Denpasar ditargetkan 20 ekor baru tercapai lima ekor. Menurut Ariya Utama, data ini bisa saja bertambah. Terlebih untuk Tabanan dan Badung, karena pemkab setempat menganggarkan pembayaran sisa premi AUTS. ‘’Jadi untuk Tabanan dan Badung rencananya sisa premi yang harusnya dibayarkan petani ditanggung oleh pemerintah kabupaten. Jadi data ini masih bisa bertambah,’’ ujarnya. Untuk kabupaten lain, kata Ariya Utama akan terus didorong lewat sosialisasi mengenai pentingnya ternak sapi diikutkan dalam program AUTS. ‘’Biasanya petani yang mengikuti AUTS ini sempat mengalami kerugian karena sapinya mati atau cacat. Sementara yang lain kebanyakan belum pernah merasakan kematian sapi secara mendadak atau cacat. Inilah mengapa sosialisasi mengenai AUTS penting terus diberikan,’’ paparnya. Menurut Ariya Utama, tang-
Denpasar (Bali Post) Pada Juli 2019, wilayah Bali yang diwakili oleh Denpasar dan Singaraja tercatat mengalami inflasi yang relatif tinggi, karena dibandingkan tingkat nasional yang juga mengalami inflasi namun lebih rendah dari Bali yaitu 0,3 persen. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho mengatakan, Denpasar mengalami inflasi 0,60 persen, lebih dari setengah yang artinya inflasinya nyata. Apalagi di Sin-
garaja, inflasinya mencapai 1,03 persen. Inflasi yang cukup tinggi ini karena adanya perayaan hari Raya Galungan ditambah dengan adanya kelangkaan pasokan. “Di tingkat nasional juga terjadi inflasi 0,3 persen, lebih rendah dari apa yang dicapai di Bali. Mungkin karena memang ada situasi di Bali sedikit berbeda dari nasional, yaitu berlangsungnya hari raya Galungan yang dilanjutkan dengan Kuningan,” jelasnya. Dalam menyongsong hari raya itu, ada beberapa peningkatan
kebutuhan sehingga menyebabkan dorongan kenaikan harga. Selain itu, komoditas tersebut juga sedang mengalami kelangkaan secara nasional. Seperti harga cabai merah dan cabai rawit. “Tidak hanya di Bali, cabai juga tercatat mengalami kenaikan tapi di wilayah lain juga sehingga secara nasional juga menyumbang inflasi,” imbuhnya. Namun kemudian tekanan inflasi menjadi lebih kuat karena pada saat cabe merah dan cabe rawit itu sedang langka, di Bali permintaannya sedang meningkat.
gungan asuransi bagi ternak sapi yang mati karena sakit adalah Rp 10.000.000 per ekor. Jika cacat akan ditanggung sesuai nilai jual ekonomisnya. ‘’Misalkan ada sapi yang patah kakinya. Kemudian laku dijual seharga Rp 6 juta. Maka sisanya lagi empat juta rupiah akan diberikan oleh penyelenggara asuransi dalam hal ini Jasindo. Untuk sapi hilang juga ditanggung oleh AUTS dengan syarat ada laporan kehilangan dari Kepolisian,” ujarnya. Menurut Ariya Utama, langkah pendaftaran AUTS tidaklah rumit. Petani hanya perlu melaporkan sapi betinanya yang memenuhi syarat kepada Dinas Kesehatan kabupaten/kota. Mereka akan didatangi oleh petugas dan sapinya akan diberi ear tag secara gratis. Jika sudah diberikan ear tag, kodenya akan masuk dalam sistem sehingga keluar premi dan SK-nya. (kmb24)
Sehingga pengaruhnya lebih kuat daripada yang berlangsung di tingkat nasional. Penyumbang inflasi 10 besar di Denpasar yaitu cabai rawit, tarif air minum PDAM, cabai merah, emas perhiasan, obat dengan resep, apel, jeruk, buku tulis bergaris, tarif pulsa ponsel, baju kaos berkerah. Sedangkan penyumbang inflasi 10 besar di Singaraja yaitu cabai rawit, pisang, rokok kretek filter, tarif air minum PDAM, makanan ringan, apel, batu, cabai merah, mi instan, beras. (kmb42)
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Galungan, Inflasi Bali Lebih Tinggi dari Nasional
Pemenuhan Hak Anggota Polri Korban Terorisme
Bali Post/ist
LPSK - Wakil LPSK Maneger Nasution bertemu dengan Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha membahas pemenuhan hak korban tindak pidana terorisme, Kamis (1/8) lalu.
Denpasar (Bali Post) Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Maneger Nasution bertemu dengan Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Wayan Sunartha, Kamis (1/8) lalu. Pertemuan tersebut bertujuan menggandeng Polda Bali dalam pemenuhan hak bagi saksi dan korban tindak pidana terorisme, di mana beberapa di antaranya merupakan anggota Polri. ‘’Terkait lokasi berasal dari mana dan ditempatkan di mananya (korban dan saksi - red), dirahasiakan karena ada kekhawatiran jaringan-jaringan teroris men-tracking pemberitaan media. Ini untuk keamanan korban saja,’’ tegas Faly dari Humas LPSK RI, Minggu (4/8) kemarin. Dalam pertemuan tersebut, Maneger Nasution mengatakan, korban berhak mendapatkan ban-
tuan medis juga rehabilitasi medis dan psikologis serta psikososial. Khusus korban pelanggaran HAM berat dan terorisme, juga berhak mendapat kompensasi atau ganti rugi dari negara, dalam hal ini LPSK mewakili negara. Karena kompensasi melalui perhitungan LPSK, maka setelah ada putusan pengadilan nanti akan dibayar. Untuk memastikan kompensasi diterima sesuai dengan kerugian yang dialami oleh korban, maka LPSK terlebih dahulu harus melakukan penghitungan. LPSK harus segera memasukan penghitungan kompensasi sebelum persidangan di pengadilan. Oleh karena itu, LPSK memerlukan dokumen serta data dukung untuk melakukan penghitungan kompensasi tersebut. ‘’Ada beberapa dokumen terkait ganti rugi. Salah satunya dokumen yang menyatakan cacat pada
bagian tubuh serta dokumen lainnya untuk melakukan operasi dan untuk pemulihannya ke depan,’’ ujar Maneger Nasution dalam pertemuan tersebut. Untuk itulah LPSK butuh dukungan Polda Bali untuk mewujudkan hak korban. Sementara itu, Wakapolda Brigjen Sunartha mengatakan, pihaknya akan memberikan atensi kepada korban, khususnya soal rehabilitasi medis berupa penyediaan kaki palsu (protesa). Mantan Kabida Bali ini menyempatkan diri menelepon korban menanyakan tempat tinggal dan kondisinya terkini. Dia juga memerintahkan Kabid Dokkes Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bali untuk memeriksa dan memberikan bantuan medis bagi korban. Juga menyiapkan dokumen yang dibutuhkan oleh LPSK terkait penghitungan kompensasi. (kmb36)
BADUNG
Senin Paing, 5 Agustus 2019
3
Pembangunan Pura Desa lan Puseh Rampung
Krama Desa Adat Semate Gelar Karya Ngusaba Desa dan Ngusaba Nini TELAH rampungnya pembangunan Pura Desa lan Puseh, Desa Adat Semate, Kelurahan Abianbase, Kecamatan Mengwi, krama setempat melaksanakan Karya Ngenteg Linggih, Mapadudusan Agung Menawa Ratna, Melaspas, Mupuk Padagingan, Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini, Balik Sumpah Utama pada Saniscara Kliwon Kuningan, Sabtu (3/8). Karya ini mendapat bantuan dari Pemkab Badung melalui dana hibah pada anggaran induk tahun 2019 yang difasilitasi Wakil Ketua DPRD Badung I Made Sunarta sebesar Rp 1,2 miliar. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta hadir pada puncak karya Sabtu lalu. Ia berkesempatan menandatangani prasasti, kemudian masimakrama dengan krama Desa Adat Semate. Turut
hadir Wakil Ketua DPRD Badung yang juga Bendesa Adat Abianbase Made Sunarta, Camat Mengwi I Gusti Ngurah Jaya Saputra, Tripika Kecamatan Mengwi, Lurah Abianbase Dewa Rai Wijaya, Bendesa Adat seKecamatan Mengwi, Klian Banjar Adat dan Dinas seKelurahan Abianbase serta tokoh masyarakat setempat. Bupati Badung Nyoman Giri Prasta sangat mengapresiasi semangat krama Desa Adat Semate yang telah melaksanakan pembangunan Pura Desa lan Puseh termasuk karya kali ini dengan cara gotong royong dan swadaya. Giri Prasta mengajak masyarakat Semate bersatu dalam melaksanakan kegiatan di masyarakat. Menurutnya, Karya Ngusaba Desa lan Ngusaba Nini
dapat dilaksanakan setiap 30 tahun sekali. Melalui karya ini diharapkan krama Desa Adat Semate selalu diberikan keselamatan dan kesejahteraan. Bendesa Adat Semate Gede Suryadi menjelaskan, krama Desa Adat Semate sudah dari 15 tahun yang lalu mulai memperbaiki palinggih yang ada di Pura Desa dan Pura Puseh dan berhasil rampung pembangunan tahun ini. Dengan rampungnya pembangunan pura, dilaksanakan karya yang didorong dari keinginan krama. Karya ini dikerjakan secara gotong royong dari empat bulan yang lalu dan karya kali ini merupakan karya yang pertama kali menurut sejarah Desa Adat Semate. ‘’Kami berterima kasih kepada Bapak Bupati Nyoman Giri Prasta yang
telah membantu pandanaan Rp 1,2 miliar dalam karya kali ini,’’ terangnya. Selain bantuan dari Bupati, ada pula dana punia dari krama dan donatur sebesar Rp 175 juta, sehingga total menghabiskan Rp 1,4 miliar. Desa Adat Semate terdiri dari satu banjar adat dan satu desa adat yang me-ngempon Pura Kahyangan Tiga terdiri dari Pura Desa, Pura Puseh dan Pura Dalem. Jumlah penduduknya 73 KK. Pada puncak karya dihaturkan upakara Aci Padudusan Agung, Tawur Balik Sumpah Utama, Mapeselang, Pangusaban dan Mapedanan, Caru Balik Sumpah Titi Mamah Kebo Yusmarana, Eka Sata, Manca Sanak. Puncak karya di-puput 11 Ida Pandita Mpu dan 2 Ida Pedanda termasuk Ida
Pedanda Siwa dan Buda. Dipersembahkan wali Topeng Sidakarya, Wayang Lemah, gambelan Selonding, Rejang Dewa dan Rejang Sari. Dudonan karya pada Rabu (27/3) dilaksanakan matur piuning, Kamis (4/4) nyukat genah, Jumat (26/4) negtegan manik galih, Sabtu (18/5) mendak tirta ring khayangan jagat, Selasa (16/7) melaspas bagia pulakerti, Minggu (22/7) malasti ke segara, Minggu (28/7) mapepada tawur, Rabu (31/7) tawur agung, Kamis (1/8) mapepada karya, Sabtu (3/8) puncak karya padudusan agung, Minggu (4/8) sampai (14/8) Ida Batara katurang panganyaran, Kamis (15/8) nyegara gunung dan Jumat (16/8) makebat daun, nuwek bagia pulakerti dan Ida Batara kasineb. (ad066)
HADIRI KARYA - Bupati Giri Prasta saat menghadiri Karya Ngenteg Linggih di Pura Desa lan Puseh, Desa Adat Semate, Kelurahan Abianbase, Mengwi, Sabtu (3/8).
Pengembangan Wisata Tukad Bangkung Gunakan Skema KSPI
Mangupura (Bali Post) -
Pemkab Badung akan mengembangkan objek wisata Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Petang. Proyek pembangunan objek wisata dengan luas sekitar empat hektar tersebut skemanya melalui Kerja Sama Penyedia Infrastruktur (KSPI). Bali Post/sue
PARUMAN - Panglingsir Puri Agung Jrokuta AAN Jaka Pratidnya saat paruman persiapan piodalan di Pura Uluwatu, Minggu (4/8) kemarin.
Selama ”Piodalan” di Pura Uluwatu
Umat Diimbau Berbusana yang Baik dan Kurangi Plastik Mangupura (Bali Post) Pada Anggara Kasih Medangsia, Selasa (13/8) nanti, perhatian umat Hindu di Bali tertuju pada puncak piodalan di Pura Uluwatu, Badung. Saat itu umat diimbau menggunakan busana ke pura sesuai dengan tatanan yang baik. Umat juga dilarang nunas tirta dengan wadah berbahan plastik. Demikian hasil paruman Desa Adat Pecatu dan pangempon Pura Uluwatu, Minggu (4/8) kemarin. Panglingsir Puri Agung Jrokuta selaku Pangempon Pura Uluwatu A.A. Ngurah Jaka Pratidnya usai paruman persiapan piodalan menjelaskan, busana ke pura kini mendapat perhatian agar sesuai dengan tata krama busana yang baik dan benar. Selain itu, juga diputuskan untuk menertibkan persembahyangan umat akan dibuatkan panyawangan Pura Jurit dan Pura Luhur Uluwatu di madya mandala. Paruman juga memutuskan untuk memperkuat Pergub Bali dan Perwali dalam pengurangan penggunaan kantong plastik. Umat dilarang nunas tirta menggunakan tempat berbahan plastik. Menurut Turah Joko, sebaiknya umat membawa tempat tirta dari rumah masing-masing bukan dari bahan plastik seperti toples kecil. Para pemangku juga tidak melayani dan menyiapkan tirta yang dibungkus dengan plastik. Langkah ini dilakukan karena pangempon
dan pangemong Pura Luhur Uluwatu berkomitmen mengurangi penggunaan bahan plastik dalam kehidupan beragama. ‘’Hal ini kami sudah lakukan sejak pioalan enam bulan lalu,’’ tegasnya. Kedua, para pedagang sekitar pura juga dilarang menggunakan tas plastik saat melayani konsumen. Dengan demikian, Pura Uluwatu yang pertama kali menerapkan kebijakan ini guna ikut mengedukasi umat menjaga lingkungan dan kebersihan. Terkait dengan kebersi-
han, dalam paruman juga disepakati umat langsung membawa bekas sarana pamuspaan ke bak sampah yang sudah disiapkan. Hal ini dilakukan untuk mendidik umat secara mandiri menjaga kebersihan pura. Sedangkan mengantisipasi ganasnya serangan monyet penghuni Alas Kekeran, Pecatu, pangempon sudah menyiapkan petugas dan upakara secara niskala sehingga umat bisa bersembahyang dengan nyaman. (025)
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung I.B. Surya Suamba, Minggu (4/8) kemarin mengatakan, proyek yang bernama Giri Park Land itu sudah masuk tahap Feasibility Study (FS). Setelah itu baru dilanjutkan penyusunan Detail Engineering Design (DED) dan tahun 2020 proses
pembebasan lahan. Menurutnya, skema KSPI telah berdasarkan PP No. 27 Tahun 2017, Permenkeu No. 78 dan 164 Tahun 2014. ‘’Kegiatan ini akan dikerjasamakan dengan badan usaha,” ucapnya. Diterangkan, kerja sama proyek tersebut dilakukan secara simultan. Nilai investasi wahana ini
diperkirakan Rp 500 miliar. Rencana pembangunan wahana tersebut telah beredar di media sosial. Dari informasi yang dihimpun, Giri Park Land dirangkaikan dengan tiga daya tarik wisata terpadu di Badung utara yang bernuansa alam, yakni Giri Park Land, Air Terjun Nungnung dan Agro
Techno Park. Giri Park Land akan menyajikan wahana permainan bertaraf internasional, seperti roller coaster, rong up, mega drop tower dan lainnya. Selain itu ada kereta gantung menuju Air Terjun Nungnung serta dilengkapi lift kaca yang nantinya pengunjung bisa langsung turun menuju air terjun tanpa jalan kaki. Restoran dan pusat perbelanjaan khas daerah juga akan tersedia di objek wisata baru itu. (kmb27)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Senin Paing, 5 Agustus 2019
STD Bali Selenggarakan Upasaksi Patung Dewi Kwam Im Tertinggi, Wedakarna Persilakan Kelas Internasional ’’Tropical Architecture’’ Senator RI Hadiri Peresmian Wihara yang Sempat Disegel Pemkot Denpasar
Umat Buddha Dirikan Wihara di Seluruh Pelosok Bali
SING main-main. Begitulah wujud dukungan Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III terhadap perkembangan umat Buddha dan Konghucu di seluruh Bali. Wujud dukungan ini terlihat langsung dari kehadiran Senator Arya Wedakarna (AWK) saat menghadiri peresmian Wihara Satya Dharma yang terletak di depan kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar dan juga Wihara Grhapati di kawasan Sidakarya, Denpasar. Dalam dua kesempatan berbeda itu, AWK menyampaikan kebahagiannya karena umat Buddha sudah berkembang secara signifikan di Bali. Dalam sejarah Bali, hubungan kerja sama antara umat Hindu dan umat Buddha serta Konghuchu sudah erat sejak zaman leluhur Bali. Hal ini disampaikan di sela–sela AWK menyaksikan langsung peresmian dan pamelaspasan Patung Rupang Dewi Kwam Im di Wihara Satya Dharma di Benoa. ‘’Dibanding yang lain, hubungan harmonis antara umat Hindu dan Buddha sangat baik. Ini karena umat Buddha di Bali sangat tahu cara menghargai budaya Bali yang adihulung. Umat Buddha yang sebagian besar adalah kaum penggerak ekonomi Bali sangat hormat dengan budaya Hindu. Contohnya, saya melihat di setiap tempat usaha umat Buddha selalu ada pelangkiran, selalu menyediakan palinggih dan ketika upacara Galungan dan Kuningan sebagian besar memasang penjor di tempat usaha. Dan juga di saat ada odalan-odalan di Pura Khayangan Jagat seperti di Pura Batur, Pura Dalem Balingkang, Pura Tanah Kilap, justru umat Buddha datang untuk bersembahyang ke pura kami. Lalu bagaimana kami tidak sayang dengan umat Buddha? Mereka adalah warga Bali yang berkualitas, termasuk kedatangan warga pendatang umat Buddha di Bali justru mereka sangat respek dengan budaya kami. Maka dari itu, saya serukan agar orang Bali, umat Hindu, warga adat ngiring bahu-membahu membantu umat Buddha dalam menjalankan usaha dan menerima mereka dalam komunitas Hindu, termasuk bantu dalam mendirikan tempat ibadah di manapun berada. Secara politik, umat Buddha mendapatkan dukungan dan perlindungan dari saya,’’
SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Kasdi (Ketua Yayasan Wihara Satya Dharma) di Benoa dan bersama Endang Taufik (Ketua Wihara Grhapati) Sidakarya. kata AWK. Secara filosofi, AWK menyampaikan jika dalam ajaran Hindu, bahwa Sang Buddha adalah awatara Dewa Wisnu dan wajib hukumnya setiap penganut Hindu di dunia menghormati Sang Buddha. ‘’Selain Sang Buddha, orang Bali mengenal Dewi Kwam Im (Guan Yin) layaknya seperti Dewi Sri Laksmi sebagai lambang Dewi Welas Asih dan kemakmuran jagat. Apalagi dalam sejarah Bali, tokoh Raja Bali yakni Dalem Jayapangus dahulu memiliki permaisuri yakni Dewi Kang Cing Wi, yang kini distanakan di Pura Dalem Balingkang dan penghormatan penggunaan uang kepeng sampai sekarang sebagai wujud mutualiasme umat Hindu Bali. Dalam kehidupan toleransi yang kita harus gali persamaan-persamaan karena itu akan membuat Pancasila utuh,’’ jelas AWK yang juga Presiden The Hindu Center of Indonesia. Terkait dengan keberadaan Wihara Grhapati di kawasan Sidakarya, sempat mencuat akibat disegel oleh Pemkot Denpasar, dan pada awal tahun 2019, AWK secara khusus hadir membantu memediasi dan menyelesaikan
masalah teknis perizinan antara pihak umat dan yayasan dengan pihak desa dan Pemkot Denpasar. ‘’Pendirian tempat ibadah apa pun di Bali adalah mengacu pada SKB 2 Menteri dan saya kira dukungan Bali terhadap umat Hindu dan Buddha adalah prioritas. Ke depan Bali memerlukan kepala desa, lurah, camat dan bendesa adat yang kuat dalam menjaga palemahan Bali Dwipa. Di satu sisi Bali sebagai pendukung Jokowi tentu mendukung keberadaan negara yang saat ini memberantas radikalisme yang antiPancasila dan tentu umat Buddha adalah komponen bangsa yang penting dalam membela Pancasila. Umat tidak boleh lupa kasus pembakaran 11 wihara di Tanjung Balai, Medan dan juga penutupan paksa Patung Dewa Perang di sebuah tempat ibadat di Tuban, Jawa Timur. Kita boleh memaafkan sejarah, tapi jangan sampai melupakan keburukan-keburukan kaum antitoleransi. Ini yang harus saya ingatkan terus-menerus. Om Namo Buddhaya,’’ pungkas AWK yang juga Duta Besar Perdamaian (UPF PBB) ini. (ad067)
Beachwalk Shopping Center
I Am Fashion-August 2019 FASHION Starrs Here! Beachwalk Shopping Center kembali dengan tema ‘’I Am Fashion’’ yang menghadirkan kembali fashion sebagai tema utama pada Agustus 2019. Beachwalk selalu memberikan atmosfer dan semangat baru lewat berbagai kejutan promo menarik untuk pengunjung selama merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Untuk merayakannya, Beachwalk memberikan event menarik pada 17-18 Agustus 2019. Akan ada National Pride Fashion Show pada 17 Agustus 2019, dimulai pukul 17.00 – 20.00 Wita, dan Student Performance pada 18 Agustus 2019 dimulai pukul 17.00 – 21.00 Wita. Beachwalk juga memberikan program special Happy Independence Day! untuk pengunjung pada periode 16 – 18 Agustus 2019. Pengunjung bisa mendapatkan penambahan 17 points dengan berbelanja minimal IDR 1.000.000 dengan maksimal 2 struk. Beachwalk juga memberikan Independence Giveaway untuk pengunjung berkesempatan memenangkan voucher menginap 1 malam di B Hotel hanya dengan berfoto di area Beach Gate Beachwalk Shopping Center level 1 dengan tulisan tradisional Bali ‘’Beachwalk’’. Kemudian mengunggah foto tersebut ke Instagram, tag @beachwalk_bali & @bhotel_bali dengan membubuhkan hashtag #beachwalknationalpride. Pemenang akan diumumkan pada 31 Agustus 2019 (*S&K berlaku). Berita baik hadir belum lama ini, Beachwalk baru saja meluncurkan area baru yang bernama Sunset Deck di level 3 untuk memberikan pengalaman dan suasana baru bagi pengunjung. Sunset Deck merupakan tempat terbaik untuk menikmati indahnya pemandangan matahari terbenam Pantai Kuta lengkap dengan embusan angin pantai dan nyiur melambainya bersama keluarga dan kerabat tercinta. Anak-anak juga dapat menghabiskan waktu di Sunset Deck dengan bermain ular tangga yang tersedia di area Sunset Deck atau sekadar duduk-duduk santai di atas bean bags selagi menikmati pemandangan matahari terbenam. Dikelilingi varian tenant-tenant makanan dan minuman dan ditemani berbagai hiburan menarik pilihan seperti Bali Cultural Experience, pertunjukan band terfavorit, sunset yoga, dan lainnya yang tersusun dalam program ‘’Beachwalk Sunsetion’’ setiap hari mulai pukul 17.30 – 18.00 Wita. Sunset Deck Beachwalk Shopping Center menjanjikan pengalaman menikmati matahari terbenam yang paling
unik dan tidak terlupakan. Bali Starts Here. Setiap Selasa dan Rabu di Sunset Deck level 3 pukul 18.00 Wita, berbagai kegiatan budaya yang otentik diadakan secara reguler untuk dinikmati pengunjung. Seperti belajar tari Bali tradisional atau hanya menikmati berbagai pertunjukan menarik lainnya. Misalnya pertunjukan tari kontemporer, tari Kecak, tari barong, dan masih banyak lagi lainnya. Beachwalk juga menampilkan pertunjukan reguler ‘’ACOUSTIC EVE’’ setiap Rabu-Senin pukul 18.00 Wita – 20.00 Wita di area Fountain Stage Level 1 untuk menghidupkan suasana. Pengunjung juga dapat melakukan selfie dengan Costume Play yang tersebar di beberapa area fotogenik sepanjang hari. Sungguh suatu pengalaman yang tidak bisa dilewatkan begitu saja di Beachwalk Shopping Center. Your Rewards, Your Way! Beachwalk Shopping Center sangat menghargai pengunjung setianya. Terbukti sejak Oktober 2017 dengan diluncurkannya program kartu Corner’s Card khusus untuk pelanggan setia. Melalui program loyalitas ini pengunjung dapat mengumpulkan dan menukarkan poin dengan berbagai macam hadiah serta voucher menarik. Cara mendapatkan Corner’s Card sangatlah mudah. Hanya dengan melakukan minimum transaksi senilai Rp 50.000 dalam satu struk di hari yang sama di seluruh tenant Beachwalk Shopping Center dan menukarkannya ke Customer Service di lantai 1. Pemegang Corner’s Card ini akan mendapatkan benefit keanggotaan tidak hanya di Beachwalk Shopping Center, namun di semua mall dalam naungan Management Cornerstone lainnya yakni FX Sudirman Jakarta dan 23Paskal Bandung. Keistimewaan lainnya, pemegang kartu Corner’s Card juga berkesempatan memenangkan lucky draw voucher menginap semalam di Renaissance Bali Uluwatu Resort & Spa (*S&K berlaku). Spesial selama periode program Beachwalk ‘’Fashion Starts
Here’’ pada Juli – September 2019, Beachwalk Shopping Center memanjakan hasrat belanja fashionista pemegang kartu Corner’s Card dengan memberikan Weekdays Special ‘’Fashion Additional Points’’ khusus untuk pembelanjaan pada hari kerja di hari Senin s.d. Kamis. Pada program istimewa ini tambahan 20 point berlaku bagi pemegang kartu Corner’s Card yang berbelanja minimal Rp 1.000.000 dalam 1 struk pada tenant-tenat fashion, apparel & accessories yang ada di Beachwalk Shopping Center. Beachwalk juga baru saja meluncurkan program Tourist Wallet, yang hanya bisa dinikmati oleh wisatawan mancanegara yang menawarkan dua hak istimewa sebagai member program ini di Beachwalk Shopping Center. Instant Reward akan diberikan dengan pembelanjaan minimal IDR 300.000 dan Jasa Penitipan Koper Gratis akan diberikan dengan pembelanjaan minimal IDR 500.000 di tenant-tenant Beachwalk Shopping Center. Pendaftaran untuk menjadi member program Tourist Wallet ini bias dilakukan di meja Customer Service, lantai 1 hanya dengan menunjukkan passport yang masih berlaku. Kunjungilah website Beachwalk Shopping Center yang baru pada tautan www.beachwalkbali.com dengan desain dan konsep baru, dan menambahkan beberapa fitur tambahan seperti tampilan baru supaya lebih user-friendly dan fitur floor map interaktif untuk memudahkan akses pengunjung dalam mengetahui lokasi dan tenant-tenant apa saja yang ada di Beachwalk Shopping Center. Beachwalk Shopping Center selalu berusaha menghadirkan pengalaman menarik dan tidak terlupakan bagi pengunjungnya. Beragam program bulanan yang diberikan telah menambah daya tarik tersendiri bagi Kuta dan sekitarnya dan ini mengukuhkan tagline Beachwalk Shopping Center, ‘’Bali Starts Here’’. (ad068)
TAHUN 2019 ini, untuk ketiga kalinya Sekolah Tinggi Desain (STD) Bali menyelenggarakan program kelas internasional. Yaitu STD Bali Summer School dengan konsentrasi Tropical Architecture. Program yang berlangsung selama empat minggu ini terbuka untuk mahasiswa asing, baik yang sedang menempuh gelar sarjana, pascasarjana maupun untuk profesional yang berminat mempelajari arsitektur dan interior tropis di Bali. Kali ini program hasil kerja sama antara STD Bali dengan Study In Bali Germany ini diikuti 55 orang mahasiswa mancanegara yang berasal dari 21 negara berbeda seperti Jerman, Austria, Belanda, Inggris, Spanyol, Korea Selatan, Amerika hingga Uganda. ‘’Program ini tidak hanya memberikan pengayaan wawasan mengenai arsitektur dan interior tropis namun juga mengajak mahasiswa asing mempelajari kebudayaan dan tradisi di Bali, karena kedua hal tersebut sangat erat kaitannya dengan arsitektur di Bali,’’ ungkap Made Vairagya Yogantari, S.Sn., MFA. selaku Ketua Program Summer School. Kegiatan yang berjalan sejak tanggal 27 Juli – 24 Agustus ini terdiri dari kegiatan perkuliahan, kunjungan industri, serta workshop yang dikemas dengan sangat menarik dan unik. Mengundang para praktisi di bidang arsitektur dan interior, STD Bali merancang kegiatan perkuliahan bersama para akademisi agar materi dapat tersampaikan sebaik mungkin dalam waktu yang cukup singkat. Tujuan akhir dari program ini, diharapkan para peserta mampu membuat dan
WORKSHOP - Para mahasiswa kelas internasional tropical architecture Sekolah Tinggi Desain Bali saat mengikuti Workshop Balinese Traditional Activity. mempresentasikan karya berupa desain vila berlokasi di Bali dengan konsep yang bertumpu pada aspekaspek arsitektur Bali, Bali resort & hospitality design, serta green design. Karya tugas akhir ini nantinya akan dijadikan portofolio oleh mahasiswa. Yang berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini para mahasiswa akan dikenalkan lebih dalam lagi tentang seni arsitektur Bali melalui kegiatan Denpasar City Heritage Tour. Bekerja sama dengan Badan Kreatif (Bekraf) Denpasar, mereka diajak berkeliling mengunjungi beberapa bangunan dan situs bersejarah yang ada di Kota Denpasar. STD Bali Summer School Tropical Architecture ini juga menghadirkan dosen tamu dari Karls Concept, Technical University of Vienna yang akan memberikan workshop mengenai Smart Hous-
ing & Arsitektur. Program lainnya yang akan mereka ikuti adalah kunjungan dan workshop di Green Village, Popo Danes Architect Studio, Wanaka Bali, Taman Nusa & Desa Penglipuran hingga workshop pembuatan upakara dalam ritual agama Hindu di Bali serta belajar tari tradisional Bali. Ketua STD Bali Made Arini Hanindharputri, S.Sn., M.Sn. menjelaskan, selain bermanfaat bagi mahasiswa asing, program ini adalah salah satu bentuk kegiatan internasionalisasi dari STD Bali agar mahasiswa reguler dapat berinteraksi dan bertukar wawasan dengan mahasiswa mancanegara. Ke depannya akan lebih banyak lagi program-program internasional yang akan berjalan di STD Bali, sehingga kualitas mahasiswa STD Bali dapat setara dengan mahasiswa mancanegara. (ad071)
Rangkaian Anniversary Ke-22
HardysCorp Gelar Kegiatan CSR HardysPeduli di Panti Asuhan Yasa Kerti Amlapura HARDYSCORP didirikan Gede Hardy dan Ketut Rukmini Hardy pada 11 Juli 1997, yang saat ini telah melepaskan seluruh unit bisnisnya guna penyelesaian kewajiban kepada seluruh kreditur. HardysCorp memiliki sembilan pilar perusahaan, salah satunya CSR HardysPeduli dilaksanakan melalui HardysFoundation yang bergerak dengan tiga bidang. Di antaranya bidang lingkungan hidup, kemanusiaan dan bidang kebudayaan dan spiritual. Dalam ajaran agama Hindu hal ini sering disebut Tri Hita Karana. Salah satu agenda CSR HardysPeduli yang dilakukan dalam rangkaian perayaan Anniversary HardysCorp yang ke-22 yaitu menggelar kegiatan CSR di Panti Asuhan Yasa Kerti, Amlapura. Kegiatan CSR HardysPeduli ini dilaksanakan dan dihadiri perwakilan karyawan. Begitu juga karyawati HardysCorp dan generasi muda serta penerus Hardys Grup (Hillary Angelina Gardenia Hardy, Lilly Harmony Hardy, dan Jasmine Lovely Hardy) bersama kelompok Peduli Umat Hindu Dharma pada 14 Juni 2019. Panti Asuhan Yasa Kerti yang beralamat di Jalan Ngurah Rai No. 45, Amlapura, Karangasem-Bali adalah sebuah yayasan yang saat ini menampung 30 orang anak. Terdiri dari 7 anak Sekolah Dasar, 12 anak SMP, dan 11 SMA. Adapun bantuan yang
BANTUAN - Pelaksanaan acara CSR HardysPeduli dengan penyerahan bantuan kepada Panti Asuhan Yasa Kerti Amlapura, Karangasem-Bali yang dihadiri perwakilan karyawan-karyawati dan generasi penerus HardysCorp. diberikan dari HardysCorp melalui CSR HardysPeduli yakni berupa jnana yadnya dan dana tunai. Ni Kadek Suartini selaku pengasuh Panti Asuhan Yasa Kerti, Amlapura mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan HardysFoundation. Berupa pemberian edukasi sebagai motivasi kepada anak-anak agar lebih semangat menuntut ilmu. Dengan demikian mereka mendapatkan nilai yang bagus pada tahun ajaran baru sebagai bekal di masa yang akan datang untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Selain itu juga pemberian bantuan berupa dana tunai untuk pembelian sembako dan perlengkapan mandi. Harapan dalam
kegiatan CSR HardysPeduli ini dapat menggugah partisipasi dari masyarakat yang mampu, instansi maupun perusahaan lainnya untuk tergerak membantu mengurangi beban dan masalah sosial yang dihadapi anak-anak masyarakat kurang mampu. Kegiatan CSR HardysPeduli ini menjadi agenda rutin secara berkesinambungan dan konsisten dilaksanakan HardysFoundation. Untuk selanjutnya kegiatan CSR HardysPeduli lebih mengutamakan pemberian bantuan berupa Jnana Yadnya atau ilmu pengetahuan/edukasi/pelatihan mengenai investasi saham kepada anak-anak ashram/ panti/desa se-Bali. (ad069)
kan diet dengan mengonsumsi serat dari kacang-kacangan, buah dan sayuran, serta karbohidrat tinggi serat. Gunakan pemanis alternatif seperlunya. Olahraga dilakukan secara teratur 3-5 kali seminggu selama 30-45 menit dengan total 150 menit seminggu. Jeda antarlatihan tidak lebih dari dua hari berturut-turut. Olahraga bermanfaat untuk menjaga kebugaran, menurunkan berat badan, dan memperbaiki sensitivitas insulin sehingga kadar glukosa darah terkendali. Olahraga yang dianjurkan yaitu jalan cepat, bersepeda santai, jogging, dan berenang dengan intensitas sedang. Pengobatan DM tipe 2 dilakukan dengan obat oral, suntikan, dan/atau kombinasi keduanya. Ketiganya bertujuan untuk menjaga agar kadar gula darah normal. Terkadang masyarakat abai terhadap gejala DM karena tidak spesifik
dan dampak penyakit tidak secara langsung dirasakan. Banyak kasus penyandang DM kembali berobat setelah lama tidak kontrol dan menghentikan sendiri pengobatannya karena kondisi tubuh sudah dirasa membaik, datang ke RS dalam kondisi kesadaran menurun dan sesak napas. Hasil pemeriksaan didapatkan komplikasi pada jantung dan ginjal. Hal ini seharusnya menjadi perhatian penyandang DM. Penyandang DM harus rutin memeriksakan diri ke dokter meskipun sudah merasa sehat dan bergaya hidup sehat yaitu dengan rutin berolahraga, tidak merokok, makan makanan bergizi kaya serat, membatasi asupan gula, dan mengendalikan stres. Kualitas hidup penyandang DM akan baik dan menyenangkan bila peduli pada penyakitnya.
Berteman dengan Diabetes Mellitus
DIABETES Mellitus (DM) atau kencing manis adalah penyakit metabolik yang sering dijumpai di masyarakat. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi penyakit ini akan menjadi ancaman kesehatan global. Ada tiga tipe DM yakni DM tipe-1 yang disebabkan kegagalan pankreas memproduksi insulin, DM tipe-2 yang disebabkan resistensi insulin sehingga sel tubuh tidak mampu merespons insulin secara normal, dan DM tipe lainnya. Pada tahun 2000, jumlah penyandang DM tipe-2 di Indonesia mencapai 8,4 juta jiwa dan diprediksi akan meningkat menjadi 21,3 juta jiwa pada tahun 2030. DM tipe-2 adalah penyakit yang prosesnya berlangsung lama, tidak terjadi secara tibatiba. Namun mengancam jiwa. Penyakit ini ditandai dengan kadar gula darah tinggi yang disebabkan kelainan produksi hormon insulin, kerja hormon insulin terganggu, atau gabungan dari keduanya. DM dapat menyebabkan kebutaan, gagal jantung, gangguan pencernaan, gagal ginjal, amputasi, hingga kematian. Gejala DM yakni sering haus, sering buang air kecil di malam hari, sering merasa lapar, berat badan turun tanpa sebab yang jelas, berkurangnya masa otot, lemas, pandangan kabur, dan luka yang sulit sembuh. Jika beberapa gejala itu dirasakan, segera periksa ke dokter dan dokter akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan gula darah. Apabila Anda sudah menderita DM, sebaiknya melaku-
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
l dr. Cahyo Edi Baskoro
DAERAH
Senin Paing, 5 Agustus 2019
Unwar Lepas 1.056 Mahasiswa KKN-PPM
Tersebar di 50 Desa dari 5 Kabupaten/Kota Se-Bali UNIVESITAS Warmadewa (Unwar) melepas sebanyak 1.056 orang mahasiswa KKN-PPM (Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat) Tahun 2019 di Lapangan Kampus Unwar, Kamis (1/8) lalu. Peserta KKN-PPM akan disebar di 50 desa dari lima kabupaten/kota di Bali, yaitu Denpasar, Badung, Gianyar, Klungkung dan Tabanan. KKN-PPM akan berlangsung hingga 13 September mendatang. Pelepasan dilakukan langsung oleh Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. bersama Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. yang dihadiri seluruh civitas akademika Unwar serta perwakilan Pemda Kabupaten/Kota terkait. Ketua Panitia KKN-PPM Ir. Putu Gede Suranata, M.T. mengatakan tema yang diangkat pada KKN-PPM kali ini adalah ‘’Pengembangan Ekowisata Menuju Kemandirian dan Kesejahteraan Masyarakat Desa’’. Dengan tema besar ini, mahasiswa KKN-PPM diharapkan mampu menerapkan ilmu pengetahuannya untuk pemberdayaan masyarakat, sehingga mampu melakukan perubahan ke arah kemajuan desa. Terutama perubahan mindset masyarakat yang dikaitkan dengan pemahaman tentang ilmu pengetahuannya, skill, dan attitude. Apalagi, masingmasing kelompok terdiri dari berbagai multidisiplin ilmu, sehingga apa yang menjadi kendala yang dihadapi desa selama ini dapat dicarikan solusi oleh mahasiswa. Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. mengatakan pada KKN-PPM kali ini ada aspek pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat. Seh-
DILEPAS - Sebanyak 1.056 mahasiswa peserta KKN-PPM Unwar dilepas dan siap disebar di 50 desa dari lima kabupaten/kota se-Bali. ingga mahasiswa yang telah mendapatkan kompetensi selama mengikuti perkuliahan dianggap sudah mempunyai kapabilitas untuk bisa merealisasikan apa yang dimaksud dengan KKN-PPM tersebut. ‘’Dalam konteks pemberdayaan masyarakat dengan kemampuan yang dimiliki mahasiswa kita ingin mereka mampu mempergunakan keterampilannya untuk bisa bekerja bersama-sama dengan masyarakat untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi,’’ ujar Prof. Widjana di sela-sela pelepasan peserta KKN-PPM. Dengan kegiatan KKNPPM yang bersifat berkelanjutan ini, diharapkan masalahmasalah yang dihadapi masyarakat secara perlahan bisa diminimalisir, sehingga kemandirian masyarakat otomatis akan tumbuh dengan sebaik-baiknya. Sedangkan dalam hal pembelajaran bisa dimanfaatkan oleh mahasiswa untuk bisa belajar, karena media pembelajaran ini sangat penting sekaligus sebagai media untuk mengimplementasikan apa yang di dapatkan selama
perkuliahan. Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. mengatakan Warmadewa selalu tampil tidak saja dalam dunia akademik tetapi ikut sharing di tengah-tengah masyarakat melalui program KKN-PPM. Sebanyak 1.056 mahasiswa KKN yang disebar di 50 desa dari 5 kabupaten/kota di Bali ini diharapkan mampu berinteraksi, menemukan masalah, dan memecahkan masalah bersama-sama masyarakat. Apalagi, kampus sebagai menara air harus ikut hadir memecahkan permasalahan yang ada di masyarakat. Terlebih mahasiswa sebagai kelompok intelektual yang tidak saja berkutik pada tataran teoritik, harus mampu mengimplementasikan teori-teori yang didapatkan di bangku kuliah sesuai dengan bidang ilmunya di masyarakat. ‘’Mempertemukan dunia kampus dengan masyarakat untuk menyelesaiakn permasalahan yang ada adalah salah satu yang dilakukan Warmadewa melalui kegiatan KKN,’’ pungkasnya. (ad070)
5
Rencana Kerja Sama PT dan Pelatihan dengan Lembaga Pendidikan dan Pelatihan City of Joondalup, Western Australia Digelar 3 Agustus 2019 di Prama Bali Beach Hotel
PEMERINTAH Australia melalui Konsulat Jenderal (Konjen) RI di Perth, WA telah berkomunikasi dengan Dr. drh. Hamong Suharsono, M.Kes, selaku Wakil Rektor Khusus Universitas Udayana (Unud) dan selaku Ketua Yayasan Widya Laros yang menyelenggarakan pendidikan SMK Visi Global Banyuwangi dan Politeknik Mitra Global Banyuwangi dan Politeknik Mitra Global Jember. Pejabat konsulat yang berkantor di Perth, Australia Dewi Gustina Tobing sangat memberi atensi terkait pengembangan tenaga pendidikan dan kependidikan SDM yang ada di Indonesia. Pengamatan konjen tentang tenaga kerja Indonesia yang ada di Australia hampir mayoritas mereka bekerja tidak sesuai kopetensi (keahlian). Konjen pun melalui Presiden Diaspora Indonesia yang ada di Perth Australia mengutus Haris Khumar dan tim anggota Diaspora Australia melakukan kunjungan awal pertama di Unud pada 30 Maret 2019 dan diterima Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). dan mengunjungi Yayasan Widya Laros pada 6 Desember 2018 dan diterima Dr. drh. Hamong Suharsono, M.Kes., Ketua Pembina Yayasan. Dalam kunjungan ini, baik Unud maupun Politeknik Mitra Global diawali dengan tawaran kerja sama Australia dan Indonesia yang meliputi bidang seni budaya, tourism, bisnis, pendidikan dan pelatihan. Tawaran tersebut akan difasilitasi dalam hal kemudahan pembuatan visa, bebas pajak bagi produk yang masuk ke Australia (pajak impor). Dari hasil kunjun-
gan yang telah dilakukan Diaspora ke provinsi di seluruh Indonesia, kemudian diwujudkan dalam bentuk penyelenggaraan pameran berupa Miniatur Indonesia Rountable pada 28 Juni 2019 di Perth, Australia. Kemudian penjajakan kerja sama ini oleh Konjen Australia lebih difokuskan pada bidang pelatihan dan pendidikan SDM. Sebelum kunjungan, pihak konjen telah bersurat kepada Kemenristek Dikti dan diterima Sekjen. Isinya mengarah kepada penjajakan kerja sama lebih riil antara IndonesiaAustralia. Kegiatannya seperti observasi tentang sistem dan kebutuhan pendidikan vokasi dan pelatihan (Vocational Education and Traening) pada 22 Juli 2019 yang di koordinir City of Joondalup dengan delegasi Mr. Michael Faulkner. Kemudian penjelasan tentang kegiatan dari pendidikan vokasi yang berada di City of Joondalup. Misalnya Australian Medical Association WA College, NICA (National Electrical Communication Association) Electrical College, Black Swan Organization, Northern Metro TAFE, WA Police Academy dan Universitas Edith Cowan. Dari penjajakan kerja sama tersebut di antaranya pengiriman tenaga ahli lembaga pendidikan dan pelatihan dari Pert, Australia untuk melatih pendidikan vokasi di Indonesia. Tenaga kerja Indonesia untuk latihan kerja di Perth, Australia dan kursus melalui internet. Bentuk pelatihan yang ditawarkan yakni education anda community service (community service, aged care), health, beauty dan
fitness (allied health, enrolled nursing), hospitality tourism and events (tourism and travel), IT library and digital (general IT, multimedia and games, networking and security, website design and software development). Menindaklanjuti penjajakan kerja sama itu, pemerintah Perth, Australia mengutus Mr. Michael Faulkner, International Economic Development Advisor, City of Joondalup, Western Australia ke Indonesia (Jakarta, Surabaya dan Bali) pada 29 Juli hingga 3 Agustus 2019. Kunjungan Michael Faulkner untuk mempelajari lebih dalam tentang sistem kebutuhan pendidikan vokasi dan pelatihan (VET) di Indonesia. Sebagai bahan persiapan rencana kunjungannya pada Maret/April 2020 ke Indonesia dengan beberapa delegasi lembaga pendidikan yang terkait kerja sama dengan lembaga pendidikan di Ausralia Barat yang akan dikoordinir City of Joondalup. Antara lain pengiriman tena-
ga ahli dari Western Australia untuk pendidikan vokasi dan pelatihan di lembaga pendidikan dan pelatihan di Indonesia seperti kursus melalui internet (online courses). Kemungkinan pelatihan kerja di Australia Barat maupun kerja sama lainnya. Sementara Hamong sangat berterima kasih dan apresiead atas kesempatan yang telah diberikan KJRI Perth melalui Konsul Jenderal Dewi Gustina Tobing yang telah memfasilitasi kepada Michael Faulkner untuk menjajaki rencana kolaborasi dengan City of Joondalup di bidang pendidikan, pelatihan dalam rangka peningkatan SDM yang berakreditasi internasional. Bentuk pelatihan yang ditawarkan yakni community service, aged care, health, beauty dan fitness allied health, enrolled nursing, hospitality tourism and events, general IT, multimedia and games, networking and security, website design and software development. (ad072)
Pelantikan Dewan Badung Telan Biaya Rp 900 Juta Mangupura (Bali Post) Wakil rakyat terpilih di Kabupaten Badung, Senin (5/8) ini resmi dilantik. Pelantikan DPRD Badung periode 2019-2024 ini menelan biaya Rp 900 juta. Sekretaris DPRD (Sekwan) Badung I Nyoman Predangga mengatakan besarnya anggaran dimanfaatkan untuk pengadaan seragam anggota dewan terpilih, dua biji lencana emas seberat 5 gram dan 10 gram, konsumsi, dekorasi dan lainnya. ‘’Kami sebelumnya sudah melakukan geladi bersih, pembuatan baju, penyebaran undangan dengan total 515 undangan dan lain sebagainya,
jadi sudah 90 persen siap tinggal teknisnya saja besok (hari ini),’’ ungkap Predangga, Minggu (4/8) kemarin. Menurutnya, biaya pelantikan menelan anggaran sekitar Rp 900 juta yang diambil dari APBD Badung. Sementara dari 40 kursi DPRD Badung yang dilantik, ada 28 orang dewan incumbent dan 12 orang yang new comer. Kemudian, dewan periode 2014-2019 yang sudah memasuki masa purnatugas mengacu pada PP No. 18 Tahun 2017, mereka mendapat enam kali uang representatif dewan. Dijelaskan, besaran penerimaan uang jasa peng-
abdian ada sedikit perbedaan antara pimpinan dan anggota. Untuk jabatan ketua DPRD Badung mendapat Rp 9,8 juta, jabatan wakil DPRD Rp 8,5 juta, untuk anggota rata-rata mendapat Rp 8 juta. ‘’Para anggota DPRD Badung yang purnatugas juga mendapat uang jasa pengabdian, itu juga sesuai aturan kami jalankan,’’ sebutnya seraya menambahkan, berakhirnya masa jabatan DPRD Badung periode 20142019 pada 4 Agustus, karena bertepatan dengan hari Minggu jadi diundur menjadi hari Senin, itu sesuai aturan. (kmb27)
Air Laut Pasang, Pantai Kuta Tetap Ramai Pengunjung Mangupura (Bali Post) Gelombang laut pasang di Pantai Kuta kembali terjadi, Minggu (4/8) kemarin. Meski ombak sedikit tinggi, namun wisatawan yang berkunjung tetap ramai. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, pihak Balawista tetap siaga di sepanjang pantai. Bahkan bendera larangan berenang kembali dipasang di pinggir pantai. Meski kondisi gelombang tinggi hingga sedikit meluber
ke pinggir, pihak Balawista tidak menutup aktivitas di kawasan Pantai Kuta. Meskin demikian pengawasan terus dilakukan. Koordinator Balawista Kabupaten Badung I Ketut Ipel mengatakan air laut pasang di Pantai Kuta pada Minggu siang, hampir sama seperti yang terjadi pada Sabtu (3/8) lalu. Diakui, gelombang laut memang tidak terlaku besar dan tidak juga kecil. Untuk pengamanan tetap seperti biasa sesuai dengan SOP.
‘’Gelombang laut tidak terlalu besar dan tidak juga kecil, alias normal,’’ katanya. Kondisi air laut pasang ini, kata Ipel, tidak sampai mengganggu aktivitas wisata. Pihaknya tetap mengimbau kepada wisatawan agar selalu mematuhi rambu-rambu yang telah dipasang di sepanjang pantai. Tidak hanya itu, mereka juga diharapkan selalu waspada dan jika mandi atau berenang agar di antara dua buah bendera merah kuning. (kmb23)
Bali Post/ist
EVAKUASI - Proses evakuasi Ni Putu Darmayanti dari dasar sungai.
Putus Cinta, Wanita Asal Bangli Terjun dari Jembatan
Mangupura (Bali Post) Ni Putu Darmayanti (23) asal Banjar Satra, Desa Satra, Kecamatan Kintamani, Bangli, melompat dari jembatan Tukad Ngongkong, Petang. Tubuh Darmayanti berhasil dievakuasi pada Minggu (4/8) kemarin dalam kondisi kritis. Aksi nekatnya itu dilakukan setelah putus cinta dengan pemuda asal Tabanan. ‘’Anggota Polsek Petang sudah minta keterangan saksi yaitu ayah mantan pacar korban,’’ kata Kapolres Ba-
dung AKBP Yudith Satriya Hananta. Hasil penyelidikan, lanjut Kapolres Yudith, pada Sabtu (3/8) pukul 17.00 Wita, korban chatting dengan mantan pacarnya, I Putu Candra Kusuma. Mereka putus pacaran sejak dua minggu lalu. Saat chatting, kepada mantan pacarnya tersebut, korban menyampaikan menitipkan orangtuanya dan supaya dijaga atau paling tidak ditengok. Saat chatting tersebut korban mengutarakan mau bunuh diri. ‘’Korban juga sempat mengirim foto
di jembatan Tukad Ngongkong pukul 20.00 Wita,’’ tegasnya. Pada Minggu pukul 02.00 Wita, Candra langsung ke TKP tetapi tidak menemukan korban. Dia hanya melihat sepeda motor Honda Scoopy milik korban parkir di sana. Selain itu ditemukan HP Vivo dan obat antinyamuk dalam keadaan utuh. ‘’Sekitar pukul 09.00 Wita baru dilihat tubuh korban tergeletak di dasar Tukad Ngongkong,’’ ungkap mantan Kapolres Muna, Sulawesi
Tenggara ini. Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Petang. Sekitar pukul 10.00 Wita, tim gabungan Damkar, SAR, Polsek Petang dan BPBD Badung tiba di TKP. Proses evakuasi berjalan lancar dan tubuh korban berhasil dinaikan ke atas jembaran pukul 12.30 Wita. ‘’Kondisi korban kritis dan langsung dibawa ke Puskesmas Petang. Rencananya akan dirujuk ke RSUD Mangusada Badung,’’ ujar Yudith. (kmb36)
Warung Global
SDM Pengelola Koperasi Dibina agar Lebih Profesional
Bali Post/edi
RAMAI - Meski air laut pasang, kunjungan wisata ke Pantai Kuta tetap ramai, Minggu (4/8) kemarin.
KOPERASI adalah suatu badan hukum yang dibentuk atas asas kekeluargaan, di mana tujuannya adalah untuk menyejahterakan para anggotanya. Dalam hal ini, koperasi dibentuk di mana kegiatannya berdasarkan prinsip gerakan ekonomi kerakyatan. Koperasi dapat didirikan secara perorangan atau badan hukum koperasi. Badan usaha ini mengumpulkan dana dari para anggotanya sebagai modal dalam menjalankan usaha sesuai aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi. Namun, dalam perkembangannya yang cukup pesat, keberadaan koperasi saat ini juga perlu pembinaan ekstra. Pasalnya ada ratusan koperasi yang tidak aktif di Gianyar. Ada Kawan Global, warga Gianyar menyampaikan usulan agar pembinaan terhadap ratusan koperasi jangan dipaksakan. Tak masalah jumlahnya sedikit yang penting berkualitas. Ada juga beberapa kawan dalam acara dialog interaktif Warung Global ini menyarankan ke depannya agar SDM pengelola koperasi dibina agar lebih profesional. Berikut rangkuman opini pendengar setia Radio Global 96,5 FM selengkapnya.
Zaman sekarang perkembangan koperasi dari segi jumlah sangat pesat. Seiring dengan pesatnya perkembangan koperasi, menurut Febri di Denpasar, banyak pula kendala yang dihadapi koperasi. Selain faktor internal yakni SDM sebagai pengelola yang kurang profesional, juga persaingan suku bunga. Apalagi sekarang banyak lembaga keuangan nonperbankan LPD dan BUMDes. Kenapa ada koperasi yang tidak aktif? Di sisi lain ada koperasi yang sukses dengan aset besar. Ini menjadi pertanyaan Budiada di Tabanan. Ia juga senada dengan pengopini sebelumnya bahwa karakter SDM yang buruk jadi penyebab. ‘’Jangan dipaksakan untuk aktif kembali,’’ demikian Werdha, salah seorang warga Tegalalang, Gianyar, menyampaikan saran. Biarpun jumlah koperasi sedikit tetapi memiliki kualitas baik. (sikha)
OPINI
6
Senin Paing, 5 Agustus 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Memproteksi Lahan Pertanian Bali SOAL alih fungsi lahan kembali menjadi sorotan. Atas kondisi tersebut, sejumlah solusi pun mengemuka. Salah satunya membangun rumah susun utamanya di tempat-tempat tertentu. Banyak yang setuju, namun tak sedikit juga menolak. Semunya memiliki argumen semdiri-sendiri. Mereka yang setuju berkeyakinan, rumah susun diyakini berhasil menekan laju alih fungsi lahan. Mereka yang tak setuju juga punya alasan. Salah satunya pembangunan rumah susun yang komersial (untuk perorangan) akan menimbulkan masalah baru bagi Bali. Selain soal budaya, hal itu akan membuat Bali semakin sesak penduduk. Untuk itulah Bali harus segera bergerak menyelamatkan pertaniannya. Dengan demikian akan mencegah masyarakat Bali menjual tanahnya dan tetap menekuni bidang pertanian. Tantangan ini juga akan terasa berat ketika keberpihakan tak dibangun sedini mungkin. Bahkan jika abai terhadap pertanian Bali, bukan hanya ketersediaan pangan yang menjadi ancaman, pelestarian budaya tradisi dan hancurnya tata kelola ruang di Bali juga akan makin terbuka. Maka sangatlah relevan jika ke depan, kita mulai melakukan langkah strategis melakukan upaya proteksi terhadap lahan pertanian Bali. Selama ini, optimalisasi pengelolaan pertanian Bali cenderung hanya nikmat di tataran wacana. Bahkan politisasi terhadap isu-isu pertanian juga sering dilakukan. Keberpihakan pemerintah Bali selama ini juga tak nyata hasilnya. Indikator nyata dari keterpurukan pengelolaan sektor pertanian adalah makin menyusutnya lahan pertanian dan cadangan air irigasi menipis. Bisnis air kemasan dengan menggunakan sumber mata air dan air bawah tanah (ABT) justru marak. Air irigasi juga mulai dikelola untuk melayani air bagi pengembangan permukiman baru yang dikelola oleh pengembang. Realita ini tentu merupakan efek dari laju pertumbuhan penduduk Bali dan makin terbukanya Bali sebagai daerah tujuan wisata. Kini, saat pariwisata berbasis pedesaan juga menguat di Bali, potensi tergerusnya lahan pertanian juga menguat. Ini layak dicermati bersama. Banyak wisata desa yang menjadikan lahan pertanian sebagai objek dan pengembangannya membutuhkan fasilitas. Kondisi ini akhirnya membuat lahan pertanian harus dikorbankan untuk parkir, fasilitas pembangunan wisata desa, serta untuk fasilitas penunjang lainnya. Untuk itulah harus ada kajian yang matang untuk menentukan kelayakan suatu desa dikembangkan menjadi wisata desa. Jangan mengejar target terbentuknya wisata desa tanpa melakukan pengawalan yang jelas. Kualitas wisata desa hendaknya memerhatikan aspek-aspek lingkungan. Jangan sampai program pengembangan wisata desa ini justru menghancurkan tata kelola sektor pertanian dan membuat generasi muda menjauh dari pertanian. Untuk itulah harus ada kebijakan terukur menjaga pertanian Bali. Kebijakan haruslah berbasis petani dengan membuka ruang yang lebih terbuka kepada petani untuk bisa menikmati kesejahteraan. Sering anjloknya harga produk pertanian dan tak sebandingnya harga produk pertanian dengan produk teknologi membuat sektor pertanian akan dijadikan pilihan alternatif. Ini juga tak akan mampu menarik minat generasi muda untuk menggeluti pertanian. Terlebih pada era milenial ini, minat untuk menekuni pertanian nyaris menipis. Ini kondisi yang patut segera disikapi dengan mendesain kebijakan pertanian yang diminati generasi muda. Tentu kita tak bisa hanya menyiapkan generasi petani tanpa melihat prospek pemasaran produk pertanian ke depan. Dengan adanya kebijakan Gubernur Bali dengan perda perlindungan produk pertanian lokal dan penyerapannya, hal ini tentu bisa menjadi harapan baru. Namun penjabaran program ini juga harus jelas, tak bisa berhenti pada tataran regulasi. Keberpihakan pemerintah dengan regulasi pertaniannya ini haruslah direalisasikan dalam bentuk yang lebih riil.
S URAT PEMBACA
Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Membangun Sawah Abadi Saya sempata mendengar Bali akan memperjuangkan terbentuknya sawah abadi. Langkah ini mungkin efektif untuk menghambat alih fungsi lahan. Namun, sampai saat ini saya lihat belum ada rencana aksi ke arah itu. Yang terjadi justru banyak lahan persawahan yang terus digerogoti untuk alih fungsi. Pembangunan hotel, vila banyak menjamah kawasan persawahan. Mudah-mudahan pada era Gubernur Koster ini gerakan untuk membentuk sawah abadi bisa dijalankan. Sawah abadi menurtut saya bisa dibentuk di sejumlah kawasan di Bali. Subak-subak yang masih asri segera didata dan diayomi. Petani yang makin sulit menjaga aliran airnya hendaknya dibantu. Jangan sampai pembangunan fasilitas pariwisata membuat irigasi pertanian terhambat. Sebaliknya, kini saya rasakan pelanggaran tata ruang di Bali sudah tidak terbatas lagi. Toleransi atas pelanggaran tata ruang juga terkesan terlalu tinggi. Padahal di setiap daerah sudah ada Satpol PP yang tugasnya mengamankan pelanggaranpelanggaran atas perda yang ada. Untuk itulah, ke depan pemerintah daerah agar lebih serius melakukan kontrol terhadap pelanggaran tata ruang. Sebagai krama Bali, saya berharap Bali benar-benar menjaga keseimbangan alamnya, bukan terlalu berambisi mengejar pendapatan dari perizinan. Besar harapan saya agar kawasan sawah abadi bisa terwujud. Ni Made Sumantari Gianyar, Bali
Trilogi Bencana Alam Bali Rumah susun solusi alih fungsi lahan. Headline Bali Post (27/7) ini menyiratkan masifnya alih fungsi lahan yang melanda seantero Bali akibat derasnya pembangunan perumahan. Pesatnya pembangunan fisik di Bali memang telah banyak merambah area terbuka hijau, utamanya kawasan pertanian. Di sisi lain Bali saat ini juga mengalami defisit air bersih hingga dua miliar meter kubik, sebagaimana dinyatakan oleh Kepala Pusat Pengembangan Pembangunan Ekoregion (P3E) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bali dan Nusa Tenggara (Bali Post, 8/12).
Oleh Agung Kresna
D
ampak buruk masifnya pembangunan fisik di Bali bagai mulai menampakkan wajahnya. Banyaknya bangunan beton seakan merampok air dari perut bumi Bali. Sementara jutaan wisatawan yang datang ke Bali ikut berperan minum jutaan galon air dari bumi Bali. Banjir pun melanda seputaran Denpasar dan sekitarnya, meski hujan hanya turun semalaman. Bencana banjir dan tanah longsor bak tidak terelakkan lagi terjadi juga di Gianyar, Badung, Jembrana. Investasi properti di bidang pariwisata yang bersifat padat modal, telah ikut memunculkan derasnya arus alih fungsi lahan. Pemilik tanah lokal berlomba menjual propertinya, sementara pemilik modal semakin agresif dalam menguasai lahan strategis. Bahkan area-area yang bersifat suci secara keagamaan dan cukup kental aura budayanya, tak luput dari rambahan para pemodal. Hal ini akibat nilai strategis secara ekonomi yang dikandung area suci tersebut. Filosofi Tri Hita Karana yang seharusnya menjadi pegangan hidup keseharian segenap
krama Bali, seakan terlupakan sama sekali. Kondisi ini mengakibatkan tingginya alih fungsi lahan akibat terdesaknya kawasan alam, budaya dan suci oleh roda ekonomi modern. Pemahaman mendalam tentang filosofi Tri Hita Karana, sudah seharusnya menjadi pola pikir krama Bali. Pemahaman atas filosofi tersebut akan membuat masyarakat selalu menjaga lingkungan fisik dan sosial kehidupannya. Realitas Tata Ruang Bali Bali saat ini bagaikan sedang menghadapi dikotomi antara deraan arus ekonomi global dengan napas tradisi masyarakat yang semestinya masih kuat melekat dalam kehidupan kesehariannya. Padahal, karena filosofi Tri Hita Karana-lah kita saat ini masih bisa menikmati keindahan alam Bali beserta kehidupan masyarakatnya. Segala jenis bentuk pembangunan fisik (lingkungan buatan) di Bali sudah seharusnya berpegang teguh pada Tri Hita Karana sebagai aura yang harus mewarnai tampilan lingkungan buatan yang baru. Keberadaan Peraturan Daerah (Perda) No. 16 Tahun 2009
tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Bali Tahun 2009–2029 sebenarnya sudah sangat rinci dalam mengatur tata ruang Bali, karena perda ini dianggap sangat ramah dari sisi lingkungan serta melindungi Bali dari kehancuran. Namun realitasnya terlihat adanya kegamangan dalam mengimplementasikan dan menegakkan Perda RTRWP Bali tersebut. Kondisi ini tentu menjadikan alam dan budaya Bali sebagai pertaruhannya. Tingginya tingkat tekanan alih fungsi lahan telah mengakibatkan banyaknya kawasan di Bali yang peruntukan ruangnya tidak lagi sesuai dengan apa yang sudah ditentukan dalam RTRWP Bali, Hal ini terlihat pada banyaknya kawasan yang sedianya diperuntukkan sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH), namun realitasnya justru menjadi kawasan terbangun yang disesaki bangunan gedung. Utamanya untuk fungsi permukiman dan akomodasi pariwisata. Situasi ini menunjukkan adanya problem dalam implementasinya. Berubahnya lahan pertanian maupun RTH menjadi kawasan terbangun memberi
andil berkurangnya resapan air yang dapat masuk ke dalam perut bumi Bali. Pada gilirannya memunculkan defisit air bersih yang ada di dalam bumi Bali. Akhirnya, tertutupnya area yang seharusnya menjadi pintu masuk air hujan ke perut bumi akan memicu terjadinya genangan air maupun banjir pada saat terjadi curah hujan dengan intensitas tinggi. Kondisi ini tentu akan menimbulkan adanya ketidakseimbangan daya dukung alam maupun sosial atas tata ruang wilayah secara keseluruhan dalam kawasan tersebut. Tatanan ruang yang sudah ditentukan dalam RTRWP Bali, tentu bukan begitu saja muncul dalam Perda tersebut. Kajian mendalam telah dilakukan sehingga menghasilkan peruntukan ruang sebagaimana tersebut dalam pasal-pasalnya. Pengendalian bencana alam Bali sebenarnya dapat dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal berikut. Pertama, perlunya kesamaan pemahaman dan cara pandang atas pedoman tata ruang yang tertuang dalam RTRWP Bali. Pedoman tata ruang tersebut tidak boleh dipahami dengan sudut pandang kepentingan masing-masing pihak. Setiap pihak tidak bisa menyatakan bahwa apa yang dilakukannya sudah sesuai RTRWP Bali, dengan segala penjelasan dan argumentasi menurut sudut pandangnya sendiri, meski sebenarnya bertentangan dengan esensi yang terkandung dalam RTRWP Bali tersebut. Kedua, konsistensi implementasi RTRWP secara konsekuen sesuai klausul-klausul yang tertera dalam Perda RTRWP.
Konflik Agraria Tidak Pernah Surut
KASUS sengketa tanah masih sering terjadi. Hal ini disebabkan peningkatan aktivitas manusia yang berujung pada konflik horizontal. Selain itu, pertumbuhan jumlah penduduk yang bertolak belakang dengan ketersediaan tanah rentan menimbulkan gesekan di tengah masyarakat. Persoalan lain, di tengah gencarnya pemerintah mengeluarkan sertifikat tanah bagi masyarakat, masih sering muncul kasus pertanahan dengan lebih dari dua kepemilikan. Untuk itu, penegakan UU Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA) harus lebih implementatif. Permasalahan yang berpotensi memunculkan konflik pertanahan dan sengketa tanah antara lain yaitu masalah konversi tanah bekas hak barat, penguasaan dan pemilikan tanah, tumpang tindih dan izin lokasi, batas dan letak bidang tanah, ganti rugi tanah eks tanah partikelir, tanah objek landreform, tanah ulayat, putusan pengadilan, dan pengadaan tanah. Masalah-masalah tersebut berpeluang menjadi sengketa apabila tidak dapat diselesaikan dengan baik. Banyaknya konflik di bidang pertanahan yang muncul kepermukaan dapat menimbulkan kesan bahwa tanah yang sering disebut sebagai sumber kemakmuran dan kesejahteraan rakyat seakan-akan telah beralih menjadi sumber pemicu timbulnya konflik dalam masyarakat. Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan A. Djalil mengatakan, akar permasala-
Oleh Pujha Setiawan J. han sengketa tanah adalah bukti kepemilikan dan masih tingginya ketimpangan penguasaan tanah. Dari data BPN, sejauh ini sampai pertengahan Mei tahun 2019, terdapat 8.959 kasus sengketa tanah yang terjadi. Sekitar 56 persen di antaranya adalah sengketa antara masyarakat, tetangga, dan sengketa batas. Sebanyak 15 persen orang dengan badan hukum, sengketa antara masyarakat perorangan dengan badan hukum: dengan Perseroan Terbatas (PT), Hak Guna Usaha (HGU), dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Secara spesifik, sepanjang tahun 2018 tercatat 2.546 kasus sengketa tanah. Tak bisa dimungkiri, kasus sengketa tanah juga menimbulkan dampak negatif yang secara langsung dirasakan oleh masyarakat. Pertama, dampak sosial, seperti pertikaian antarwarga. Hal ini terjadi beberapa waktu lalu di Kelurahan Gudang, Bogor Selatan, Kota Bogor. Bentrokan dipicu oleh perebutan lahan tidur dengan luas sekitar 7.000 meter persegi. Perebutan tanah sengketa tanah ini terjadi antara oknum TH dan R. Pihak R mengaku sebagai pemilik tanah yang sah dengan bukti akta jual beli (AJB) tahun 1997. Sementara di lain pihak, TH mengklaim sebagai pemilik sah atas tanah yang pernah dijadikan sebagai area parkir itu. Kepemilikan tersebut dibuktikan dengan sertifikat yang
dimiliki tahun 1993. Sempat terjadi peristiwa penganiayaan dari salah satu kubu. Dampak ekonomi. Akibat sengketa tanah banyak warga yang mengalami kemunduran ekonomi. Tanah di mana biasanya mereka meraup pencaharian, saat bermasalah, tentu akan memengaruhi pendapatan mereka. Dalam jangka panjang, kalau tidak segera ditangani, maka banyak warga yang akan jatuh miskin. Hal ini tentu menjadi hal yang harus dihindarkan. Konflik agraria atau pertanahan di Indonesia perlu menjadi sorotan dan diprioritaskan. Dalam pandangan penulis, ada sejumlah cara yang bisa dilakukan. Pertama, melalui BPN. Kasus pertanahan timbul karena adanya klaim, pengaduan, keberatan dari masyarakat (perorangan/badan hukum) yang berisi kebenaran dan tuntutan terhadap suatu keputusan tata usaha negara di bidang pertanahan yang telah ditetapkan oleh pejabat tata usaha negara di lingkungan BPN. Dengan adanya klaim tersebut mereka ingin mendapat penyelesaian secara administrasi yang disebut dengan koreksi serta merta dari pejabat yang berwenang untuk itu. Setelah menerima berkas pengaduan dari masyarakat tersebut diatas, pejabat yang berwenang akan mengadakan penelitian dan pengumpulan data terhadap berkas yang diadukan
tersebut, terhadap kasus pertanahan yang disampaikan ke BPN untuk dimintakan penyelesaiannya. Apabila dapat dipertemukan pihak-pihak yang bersengketa, maka sangat baik jika diselesaikan melalui cara musyawarah. Dalam penyelesaian ini, BPN seringkali diminta sebagai mediator di dalam menyelesaikan sengketa hak atas tanah secara damai saling menghormati pihak-pihak yang bersengketa. Kedua, melalui badan peradilan. Apabila penyelesaian melalui musyawarah di antara para pihak yang bersengketa tidak tercapai dan jika penyelesaian secara sepihak dari kepala badan pertanahan nasional tidak dapat diterima oleh pihakpihak yang bersengketa, maka penyelesaiannya harus melalui pengadilan. Ketiga, melaksanakan pendaftaran tanah di seluruh Indonesia untuk memberi jaminan kepastian hukum dan perlindungan hukum bagi pemegang hak serta mengikuti program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). PTSL merupakan sebuah solusi untuk pertanahan. Apabila tanah sudah terdaftar, maka konflik juga akan menurun, karena kepemilikan tanah sudah jelas. Tujuan program PTSL untuk percepatan pemberian kepastian hukum dan perlindungan hukum hak atas tanah masyarakat serta mengurangi dan mencegah sengketa dan konflik pertanahan.
Sanksi tegas harus dikenakan kepada para pelanggarnya, baik bagi para penggunanya maupun Aparat Sipil Negara yang memberikan rekomendasi perizinannya. Pengenaan sanksi secara tegas sesuai aturan yang ada tentu akan membuat jera para pelanggarnya, sekaligus menjaga marwah RTRWP Bali itu sendiri. Ketiga, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) harus menjadi pintu utama dalam pengendalian alih fungsi lahan. Hanya dengan IMBlah Aparat Sipil Negara sebagai pemegang kebijakan sekaligus pemberi rekomendasi perizinan, dapat menjaga konsistensi implementasi RTRWP. IMB menjadi muara atas segala jenis peraturan perizinan yang ada. Segala jenis perizinan pembangunan selalu menjadi berkas lampiran dalam suatu IMB. Tanpa memiliki IMB, suatu lingkungan buatan harus tidak boleh dibangun. Berbagai bentuk pembangunan Bali sudah selayaknya tetap berpijak pada filosofi Tri Hita Karana, dengan pemahaman yang benar dan mendalam. Kita harus berkaca pada bencana perkampungan yang dirusak kawanan gajah di Sumatera, karena pada hakikatnya perkampunganlah yang telah merambah hunian alami kawanan gajah. Demikian pula dengan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di kawasan permukiman Bali. Permukimanlah yang telah merambah kawasan air maupun sempadan sungai, bukan sebaliknya. Penulis, Arsitek, Senior Researcher pada Centre of Culture & Urban Studies, tinggal di Denpasar
POJOK Tiga puluh hektar hutan TNBB di Buleleng terbakar. - Hutan pun terbakar. *** Pelantikan dewan baru Jembrana dianggarkan lima pakaian dan pin emas. - Biar semangat. *** Mimbar Merah Putih di Klungkung tanamkan jiwa anti-KKN sejak dini. - Perjuangan Merah Putih.
Penulis, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum, Universitas Jambi
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Senin Paing, 5 Agustus 2019
Piodalan, ”Pamedek” Padati Pura Luhur Pakendungan pukul 11.30 Wita dan diiringi atraksi Okokan yang menjadi ciri khas Desa Adat Kediri. Usai pangrebegan, dilanjutkan dengan ngaturang piodalan yang berlangsung pukul 14.00 Wita. Ngelebar dilaksanakan pada pukul 20.00 Wita sampai pukul 23.00 Wita. Desa yang muput upacara kali ini adalah Desa Adat Beraban. Pamedek melakukan persembahyangan mulai pukul 05.00 Wita. Keramaian mulai terlihat pada pukul 10.00 Wita dan puncaknya pukul 14.00 Wita sampai malam hari. Yang berbeda, kali ini pamedek diimbau
menyiapkan tempat tirta sendiri dari rumah masingmasing untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. Bersamaan dengan piodalan di Pura Luhur Pakendungan, hari itu juga merupakan piodalan di Pura Batu Mejan yang lokasinya di areal Enjung Galuh yang berdekatan dengan Pura Batu Bolong serta piodalan di Pura Patok yang lokasinya berdekatan dengan Pura Luhur Pakendungan. Selain banyaknya jumlah pamedek yang nangkil ke Pura Luhur Pakendungan, dan Pura Batu Mejan, objek wisata Tanah Lot juga tetap ramai kunjungan
PIODALAN - Piodalan di Pura Luhur Pakendungan yang jatuh tiap hari raya Kuningan. Tampak pamedek yang membeludak, Sabtu (3/8) lalu.
Tabanan (Bali Post) Ribuan pamedek dari berbagai wilayah di Bali, Sabtu (3/8) lalu memadati Pura Luhur Pakendungan, serangkaian piodalan di pura setempat. Terik matahari tidak menyurutkan semangat pamedek untuk mengikuti persembahyangan. Dari informasi pengelola DTW Tanah Lot, sehari sebelum puncak piodalan, digelar sejumlah upacara keagamaan seperti ngabejian. Selanjutnya dilangsungkan pangerebegan dari Puri Kediri dengan membawa Keris Bendesa Sakti yang disimpan di puri tersebut. Prosesi ini dimulai
Tertabrak Truk
Seleksi Terbuka Empat Posisi Kadis
Bali Post/ist
Pasutri Tewas Anaknya Selamat
Tabanan (Bali Post) Tragis menimpa pasangan suami-istri (pasutri) I Gede Rustiada (37) dan Ni Wayan Juni Ariani (36). Pasutri yang beralamat di Banjar Selingsing Kelod Desa Pangkung Karung Kecamatan Kerambitan ini tewas di tempat setelah mengalami lakalantas, Minggu (4/8) kemarin di Jalan Ir. Soekarno, tepatnya di sebelah barat bundaran Patung Adipura, wilayah Banjar Dauh Pala Desa Dauh Peken, Tabanan. Sementara korban lainnya yang merupakan anak pasutri tersebut, Ni Made Sindi Ariyadi (9) selamat dalam kecelakaan maut tersebut. Menurut keterangan Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu Made Budiarta, lakalantas terjadi pukul 10.30 Wita. Pasutri dan anaknya tersebut mengendarai sepeda motor Vario nomor pelat kendaraan DK 6196 HZ datang dari arah utara atau jurusan Gilimanuk menuju selatan. Setibanya di tempat kejadian, sepeda motor yang dikendarai Rustiada mendahului kendaraan lain yang identitasnya tidak diketahui dengan mengambil haluan terlalu ke kanan. Saat bersamaan, datang sepeda motor lain ikut mendahului. Sontak Rustiada kaget kemudian jatuh melintang
di marka jalan. Nahas, dari arah berlawanan melaju truk P 9503 UX yang dikemudikan Sofyan (50) asal Banyuwangi. Karena jarak yang cukup dekat, pengemudi truk tidak bisa mengendalikan kendaraannya sehingga menabrak korban. Pasutri tersebut sempat terseret dan diduga kepala korban yang dibonceng tergilas ban belakang kanan truk. Rustiada mengalami luka pada lutut kiri, pendarahan dari telinga dan hidung. Ia tewas dalam perjalanan ke RS. Sedangkan istrinya tewas di tempat. ‘’Satu orang lagi anak berusia 9 tahun selamat, dan mengalami luka pada lutut, bengkak pada alis mata kanan, memar pada pundak kiri dan kini dirawat di rumah sakit Tabanan,’’ ucapnya. Dikatakannya, lakalantas terjadi lantaran pengendara sepeda motor kurang hati-hati saat mengambil lajur kanan dan mendahului kendaraan dalam keadaan situasi arus lalu lintas tidak aman. Terkait hal itu, Iptu Budiarta kembali menekankan agar pengendara senantiasa selalu berhati-hati dan tetap mematuhi ramburambu lalu lintas. ‘’Kebanyakan kasus lakalantas di Tabanan juga terjadi karena faktor human error. Untuk itu saya imbau lebih berhati-hati,’’ katanya. (kmb28)
wisatawan mancanegara. Upacara keagamaan ini menambah daya tarik. Banyak wisatawan mancanegara yang mengabadikan moment tersebut. Guna mengantisipasi kemacetan, Pecalang Desa Adat Beraban yang bekerja sama dengan divisi terkait di DTW Tanah Lot sudah berkoordinasi sebelumnya. Pamedek diarahkan ke parkir umum di sebelah barat yang biasanya digunakan sebagai parkir bus, parkir pelaba Pura Luhur Pakendungan dan parkir cadangan sebelah selatan parkir umum Tanah Lot. Selain itu pihak manajemen juga mengantisipasi
dengan memasang ramburambu petunjuk khusus untuk pamedek. ‘’Untuk kantong-kantong parkir maupun pengamanan sudah kami antisipasi, dengan harapan pamedek bisa tetap menghaturkan sembah bhakti-nya dengan baik. Begitu pula pengunjung Tanah Lot juga tetap nyaman dan aman,’’ ucap Manajer Operasional DTW Tanah Lot I Ketut Toya Adnyana, Minggu (4/8) kemarin. Piodalan di Pura Luhur Pakendungan, lanjut Toya Adnyana, berlangsung atau nyejer selama tiga hari, yaitu sampai Selasa (6/8) besok. (kmb28)
Pansel Tolak Berkas yang Belum Lengkap
Tabanan (Bali Post) -
Tahapan seleksi terbuka untuk empat posisi kepala dinas (kadis) di Pemkab Tabanan yang lowong telah diumumkan 1 Agustus lalu oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tabanan. Pada Jumat (2/8), pendaftaran telah dibuka. Namun hingga Minggu (4/8) kemarin, atau hari ketiga belum ada yang mendaftar untuk menempati empat jabatan strategis tersebut. Kepala BKPSDM Tabanan I Wayan Sugatra menyampaikan, setelah rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) turun, pihaknya langsung mengumumkan pembukaan pendaftaran dan seleksi administrasi. Bahkan sejumlah staf yang tergabung dalam sekretariat panitia seleksi (pansel) tetap bertugas saat hari raya Kuningan maupun hari libur. Pasalnya, untuk waktu pendaftaran seleksi terbuka akan berlangsung selama 15 hari kerja yakni 2 hingga 16 Agustus. ‘’Kemungkinan banyak yang mengira libur. Padahal staf kami yang bertugas di sekretariat pansel tetap stand-by meski hari raya, jika kemungkinan ada yang mendaftar. Jadi, tidak boleh tutup,’’ terang Sugatra. Meski demikian, Sugatra menekankan agar siapapun
nanti yang mendaftar dalam seleksi terbuka ini terlebih dahulu memastikan berkas telah sesuai dengan persyaratan. Karena berkas para pendaftar tersebut nantinya akan langsung diverifikasi. ‘’Kami tidak akan menerima pendaftaran yang berkasnya belum lengkap. Tidak bisa sekadar titip dulu, karena berkas langsung kami verifikasi. Kami tidak mau gegabah dan semuanya harus dalam bentuk pasti. Kalau tidak memenuhi administrasi, tentu tidak lolos ke tahap berikutnya,’’ terangnya. Terkait seleksi terbuka empat posisi strategis tersebut, Sugatra menyatakan, untuk masing-masing posisi minimal harus ada empat orang pendaftar dengan jumlah maksimal sebanyakbanyaknya. Untuk diketahui, di Pemk-
Bali Post/ist
PENGUMUMAN - Pengumuman seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT). ab Tabanan saat ini ada empat posisi Kadis yang tak bertuan. Posisis Kepala Dinas Pendidikan kini lowong lantaran I Gede Susila kini menjabat Sekda Tabanan. Posisi Kadis Pariwisata lo-
wong setelah ditinggalkan I Made Yasa yang kini menjadi Kadis Koperasi dan UMKM. Jabatan Kadis Komunikasi dan Informatika juga lowong yang sebelumnya dijabat I Nyoman Sumartana yang kini
Staf Ahli Bupati Tabanan. Terakhir, posisi Kadis Perhubungan lowong pasca Made Agus Harthawiguna dilantik menjadi Asisten Administrasi Umum Setda Tabanan. (kmb28)
Pemancing Tewas Tenggelam di Dam Telaga Tunjung
Bali Post/ist
KORBAN - Korban lakalantas di patung Adipura, Desa Dauh Peken, Tabanan.
Tabanan (Bali Post) Bendungan Telaga Tunjung kembali memakan korban jiwa. Pada Minggu (4/8) kemarin, warga setempat beramai-ramai mendatangi lokasi untuk melihat lebih dekat proses evakuasi terhadap warga Wonogiri, Jawa Tengah, yang dilaporkan tenggelam saat memancing pada Sabtu (3/8) malam. Korban ditemukan telah tewas setelah sempat tenggelam di Dam Telaga Tunjung, Banjar Dinas Pegubugan Kangin Desa Pesagi Kecamatan Penebel. Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu Made Budiarta seizin Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa menerangkan, korban tewas bernama Yanto (23). Menurut keterangan sejumlah saksi, sebelum ditemukan tewas, korban bersama dua rekannya yakni Bayu Kurniawan
asal Blitar, Jawa Tengah dan Haris Kurniadi pada Sabtu malam sekitar pukul
20.00 Wita datang ke lokasi untuk memancing. Sebelum memancing, sempat membeli
Bali Post/ist
EVAKUASI - Proses evakuasi pemancing yang tewas tenggelam di Dam Telaga Tunjung.
minuman keras jenis arak di Banjar Sandan, Penebel. Setibanya di Telaga Tunjung, korban memasang umpan pancing. Sembari menunggu hasil tangkapan, korban meminum arak yang dibelinya bersama salah satu rekannya. Korban pun sempat pindah lokasi memancing dengan membawa arak. Sekitar pukul 02.00 Wita, rekan korban pulang dan korban pun sempat diajak paksa untuk pulang. Namun korban menolak pulang. Kala itu korban diperkirakan sudah dalam keadaan mabuk minuman keras. Korban pun ditinggalkan sendirian. Hingga Minggu kemarin pukul 06.00 Wita, korban tak kunjung pulang ke kosnya. Merasa khawatir, rekan dan istri korban pun melakukan pencarian ke tempat mancing. Namun hasilnya nihil.
Sementara sepeda motor dan pancing yang dibawa korban masih ada di lokasi tersebut. Setelah diadakan pencarian dibantu beberapa warga, korban ditemukan tewas di dasar kolam. Dari mulut korban keluar cairan seperti muntahan. Diduga korban yang dalam keadaan mabuk minuman keras terjatuh ke bendungan hingga akhirnya tenggelam. Menurut Iptu Budiarta, dari hasil pemeriksaan terhadap tubuh korban, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dari pemeriksaan di sekitar lokasi kejadian juga tidak ditemukan hal-hal yang mencurigakan. Terkait musibah tersebut, pihak keluarga menerima dengan ikhlas dan telah menandatangani surat pernyataan untuk tidak dilakukan autopsi. (kmb28)
BULELENG
8
Senin Paing, 5 Agustus 2019
Buat Infrastruktur Wisata Desa
Kemendes PDTT Kucurkan Dana Rp 7 Miliar Singaraja (Bali Post) – Kabupaten Buleleng tahun 2019 ini mendapat kucuran dana bantuan Rp 7 miliar dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendes PDTT RI). Bantuan itu bukan saja untuk infrastruktur di pedesaan menunjang wisata desa, juga buat Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL-red). Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat (PMD) Buleleng Made Subur, Minggu (4/8) kemarin mengatakan, bantuan ini berhasil diakses tidak lepas dengan pendekatan secara politik dari Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana. Bahkan Buleleng menerima kucuran dana sebesar itu tanpa mengajukan proposal lebih dahulu. Melainkan setelah Kemendes PDTT RI mengalokasikan bantuan Rp 7 miliar lebih itu baru ditindaklanjuti dengan proposal. ‘’Memang dalam pembangunan ini tidak lepas dari pendekatan secara politis. Bantuan itu bisa kita terima berkat komitmen pimpinan kita di daerah, sehingga pusat mengucurkan dana yang kita perlukan itu,’’ katanya. Sesuai proposal dan ka-
jian teknis kata Subur, bantuan ini dipilah menjadi dua bentuk yaitu untuk pengembangan infrastruktur pendukung desa wisata dan mendukung PEL di beberapa desa. Untuk infrastruktur desa wisata, PMD mengalokasikan bantuan tahun ini sebesar Rp 540 juta untuk pengembangan Taman Wisata Alam (TWA) Danau Buyan, Desa Pancasari, Sukasada. Sesungguhnya, bantuan ini sudah direalisasikan di beberapa waktu lalu saat peletakan batu pertama menandai pembangunan gazebo, penataan jogging track dan pemasangan lampu penerangan jalan umum (LPJU). ‘’Kita kembangkan TWA Buyan karena potensi itu memberikan peran positif untuk pengembangan ekonomi masyarakat di sana,’’ jelasnya. Selain itu, pengembangan desa wisata Bali Aga (Sidatapa, Cempaga, Tigawasa, Pedawa dan Banyuasri. Selama ini kelompok masyarakat dan pemuda di Bali Aga itu sudah banyak berperan aktif dalam mengembangkan wisata desa Bali Aga. Wisatawan mancanegara (Wisman) mulai ramai berkunjung ke Bali Aga. Tidak sekadar berlibur, tetapi juga melak-
sanakan aktivitas peduli lingkungan hingga menjadi pengajar melalui program Sidatapa English Corner (SEC). Untuk mendukung pengembangan itu, bantuan Kemendes PDTT tersebut dialokasikan sebesar Rp 1,5 miliar. Bantuan ini dimanfaatkan untuk membangun fasilitas penunjang wisata seperti homestay dan tempat pameran aneka produk kerajinan atau beberapa produk olahan warga lokal. Untuk sektor pertanian, Subur menyebut bantuan dari pemerintah pusat ini juga dialokasikan untuk pengembangan produk olahan Kopi Arabika di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada dengan nilai Rp 1,5 miliar. Bantuan dengan nilai yang sama juga dialokasikan di Desa Sambangan. Kelompok petani di desa ini sekarang sedang merintis teknik pertanian hidroponik. ‘’Selain beberapa desa itu yang menerima dana ini. Kecamatan juga dapat distribusi terutama memfasilitasi percepatan program inovasi desa, sehingga PEL yang digulirkan Kemendes PDTT ini berkembang, sesuai konsep pembangunan Nasional, yakni membangun Indonesia dari pinggiran,’’ jelasnya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
BANgun GAZEBO – Setelah mendapatkan kucuran dana Kemendes PDTT RI, pemerintah daerah membangun gazebo di kawasan TWA Danau Buyan Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada.
TNBB TERBAKAR – Sekitar 30 hektar hutan TNBB di wilayah Pahlengkong tepatnya di Banjar Dinas Banyuedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak terbakar, Minggu (4/8) kemarin.
30 Hektar Hutan TNBB Terbakar Diduga Ada Buat Titik Api
Singaraja (Bali Post) – Kebakaran hutan di Buleleng kembali terjadi. Hutan yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) terbakar, Minggu (4/8) kemarin. Akibat kebakaran itu, ada sekitar 30 hektar kawasan hutan terdampak kebakaran. Selain semak dan rumput liar, vegetasi tanaman hutan ikut terbakar dan pohon terancam mati. Penyebab kebakaran hutan ini masih dalam penyelidikan TNBB. Namun demikian kuat dugaan kebakaran ini karena faktor kesengajaan. Diduga ada yang membuat titik api di dalam kawasan hutan. Dari informasi yang dikumpulkan di lapangan, titik api diketahui secara tiba-tiba mulai sekitar pukul 14.00 Wita. Saat dilaporkan, titik api menyebar di beberapa lokasi kawasan hutan Pahlengkong di sebelah utara Jalan Singaraja – Gilimanuk persisnya di Banjar Dinas Banyuedang, Desa Pejarakan Kecamatan Gerokgak. Titik api itu dengan cepat merembet membakar semak dan rumput liar yang sudah kering. Selain itu, percikan api juga membakar ranting dan daun pohon. Percikan api itu semakin banyak menyebar karena angin kencang, sehingga kebakaran terus saja meluas. Menyusul peristiwa itu, regu Pemadam Kebakaran (Damkar) TNBB dikerahkan. Mereka dibantu Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng dan beberapa pengusaha wisata di kawasan itu turut membantu melokalisir kobaran api agar
tidak semakin meluas. Banyaknya titik api, membuat asap tebal terlihat jelas dari pinggir jalan. Situasi ini menyita perhatian pengguna jalan yang kebetulan melintas. Kepala Balai TNBB Agus Ngurah Krisna membenarkan kejadian kebakaran hutan TNBB tersebut. Ngurah Krisna mengatakan, dari kejadian ini pihaknya memperkirakan areal hutan yang terdampak kebakaran hutan sekitar 30 hektar dari total kawasan hutan lindung seluas 19.026,97 hektar. Terkait penyebab kebakaran, Ngurah Krisna menyebut, pihaknya masih melakukan penyelidikan. Namun demikian, kebakaran hutan saat kemarau seperti sekarang berpotensi terjadi. Alasannya, sangat sulit mengawasi warga yang bebas keluar masuk kawasan hutan. Aktivitas warga di dalam hutan mulai dari mencari
rumput untuk pakan ternak. Ada juga warga yang memburu lebah madu. Aktivitas seperti ini diduga memicu terjadinya kebakaran hutan. Pasalnya, ada warga yang membuat titik api. Kemudian titik api itu tidak dipadamkan dengan baik. “Secara pasti belum kita ketahui dan anggota kami masih melakukan penyelidikan. Kayaknya ini karena kesengajaan karena sangat sulit kita awasi warga yang masuk hutan. Mereka bisa saja membuat titik api dan lupa dipadamkan. Selain itu kami curiga ada yang membuang puntung rokok, sehingga hutan terbakar,” katanya. Ngurah Krisna menambahkan, memasuki kemarau pihaknya sendiri mengoptimalkan patroli untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan. Hanya saja, dibandingkan luas kawasan hutan dengan personel di lapangan masih minim,
sehingga pemantauan ini belum optimal. Untuk memaksimalkan pencegahan kebakaran hutan, TNBB telah membentuk kelompok partisipasi masyarakat dari desa sekitar kawasan hutan. Kelompok yang dijuluki “Warga Peduli API” ini setiap kemarau aktif membantu mencegah kebakaran hutan. Kelompok ini juga gencar mengedukasi warga agar sadar mencegah kebakaran hutan dengan tidak membuat titik api atau membuang puntung rokok ketika berada di dalam hutan. “Kami tidak menutup mata dan memang kebakaran seperti ini lepas dari pengawasan kami, karena memang keterbatasan personel. Namun kami merangkul warga sekitar kawasan hutan bersama-sama mencegah agar kebakaran hutan tidak terulang,” jelasnya. Hingga sore kemarin pemadaman masih berlangsung. Pemadaman dengan cara menyemprotkan air dari mobil pemadam. Selain itu ada pula regu Damkar TNBB yang menyemprotkan di beberapa titik api yang tidak terjangkau pemadam menggunakan penyemprot air manual. (kmb38)
Dijadikan Arena Bulfest, Delapan Titik Jalan Protokol Ditutup PEMERINTAH bulan ini menggulirkan hajatan tahunan Buleleng Festival (Bulfest) ke-7. Event yang didesain bersamaan dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) 2019 tahun ini terpaksa ‘’mengorbankan’’ ruas jalan protokol di kota Singaraja. Ada delapan ruas jalan ditutup total karena sementara dijadikan lokasi beberapa kegiatan selama Bulfest dari 6 sampai 10 Agustus 2019. Apakah ada pelayanan khusus bagi pengunjung dari pelosok desa dalam ikut menikmati hajatan Bulfest itu? Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng Gede Gunawan mengatakan, sama seperti hajatan Bulfest tahun sebelumnya ruas jalan ditutup total itu, yakni Jalan Veteran dari Patung Panji Sakti ke barat sampai depan Taman Makam Pahlawan Curastana. Jalan Ngurah Rai dari Tugu Singa Ambararaja
ke utara hingga depan lapangan Taman Kota (Tamkot). Ada beberapa ruas jalan ini sementara dimanfaatkan sebagai ‘’kantong’’ parkir. ‘’Sama seperti tahun sebelumnya ruas jalan yang ditutup total itu karena dijadikan lokasi panggung dan stan pameran. Ada juga jalan ditutup untuk dijadikan lokasi
parkir,’’ katanya. Mantan Kepala Bagian (Kabag) Humas Protokol Setda Buleleng itu menambahkan, ruas jalan yang dijadikan arena Bulfest tidak seluruhnya tutup. Pada jalan yang ditutup total, kendaraan pribadi atau truk, angkutan barang akan dialihkan melalui skema rekayasa arus lalulintas (lalin). Untuk truk dan angkutan barang dari arah Karangasem dan Bangli dari simpang empat Jalan Gempol akan dialirkan ke Jalan Gajah Mada kemudian ke Jalan Ahmad Yani. Kendaraan dari Denpasar ke Singaraja, disarankan menggunakan jalur Wanagiri, Munduk, dan Seririt. Sedangkan untuk yang ke Buleleng Timur, diarahkan melewati pertigaan di Gitgit kemudian menuju Desa Lemukih, Kecamatan
Sawan. ‘’Ini semua untuk mengurangi kemacetan, sehingga selama empat hari ke depan kami terjunkan 80 personel untuk memberikan petunjuk dalam rekayasa arus lalin selama Bulfest,’’ katanya. Jika angkutan umum dan mobil pribadi ditutup total, namun Dishub menerapkan kebijakan buka tutup arus kendaraan. Ini tidak lepas karena di arena Bulfest di Jalan Veteran dan Ngurah Rai itu terdapat objek vital seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Jalan Ngurah Rai dan Rumah Sakit Bali Med Buleleng di Kelurahan Banjar Tegal. Untuk hal ini, Gunawan telah menyiapkan personel pengawal untuk memudahkan kendaraan yang akan mengantar atau menjemput pasien termasuk
akses ambulans. ‘’Karena di jalur arena Bulfest ini ada objek penting. Jadi kami pastikan akan tetap bisa melintas. Kami siagakan personel untuk mengawal, sehingga urusan layanan rumah sakit kami jamin tidak terganggu selama Bulfest kali ini,’’ katanya. Terkait pengutan parkir, Gunawan menyebut sesuai keputusan rapat panitia Bulfest. Kebijakan pemerintah, parkir kendaraan itu dikelola masing-masing desa pakraman yang mewilayahi ruas jalan yang difungsikan sebagai lokasi parkir itu. Meskipun dikelola desa pakraman di wilayah masingmasing, namun Dishub memastikan tarif parkir untuk sepeda motor ditetapkan Rp 1.000 dan kendaraan roda empat Rp 2.000 untuk
satu kali parkir. ‘’Karena ini sudah kerja sama, jadi tarif parkir untuk pengunjung Bulfest tetap mengikuti regulasi tentang parkir di tepi jalan umum,’’ jelasnya. Angkot Gratis Selama Bulfest, pengunjung dari pelosok desa dipastikan dapat berkunjung menikmati pementasan kesenian atau menikmati hiburan modern. Panitia menyiagakan puluhan angkutan kota (angkot) yang siap mengantar warga ke arena Bulfest itu. Puluhan armada angkot ini dipilih oleh Dishub dengan syarat pengemudinya mengantongi SIM A, STNK dan Izin KIR yang masih berlaku. Masingmasing armada angkutan gratis ini dibayar Dishub Rp 500.000. (mud)
Gede Gunawan
GIANYAR
Senin Paing, 5 Agustus 2019
9
Persiapan Eksekusi di Pakudui
Polisi Kembali Gelar Diskusi
Gianyar (Bali Post) -
Bali Post/kmb35
MEMANTAU - Petugas balawista tengah memantau pengunjung yang beraktivitas di Pantai Purnama, Sukawati pada Umanis Kuningan, Minggu (4/8) kemarin.
Pascasidang aanmaning di Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Jumat (2/8) lalu, pihak kepolisian kembali akan menggelar diskusi. Hal ini dilakukan menjelang eksekusi kasus tanah pelaba Pura Puseh Desa Pakraman Pakudui, di Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang. Polres Gianyar pun kini menyiapkan diri untuk eksekusi tersebut. Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo mengatakan, pascasidang aanmaning di mana warga sampai membawa pratima ke PN Gianyar, polisi akan kembali menggelar diskusi bersama para pihak terkait. “Berikutnya kami akan gelar diskusi, diskusi, dan diskusi di bawah tim penanganan konflik,” ujar Priyanto Priyo Hutomo, belum lama ini. Priyanto Priyo Hutomo mengungkapkan, tim penanganan konflik itu disebut sebagai tim khusus, yang terdiri dari kepolisian, Kesbang, Bupati Gianyar, Dandim 1616/Gianyar, MUDP serta PHDI. Selain itu, diskusi juga akan diikuti oleh
Pantai Dipadati Pengunjung
Anggota Balawista Siaga Gianyar (Bali Post) Pantai menjadi pilihan banyak warga untuk menikmati akhir liburan yang bertepatan dengan Umanis Kuningan, Minggu (4/8) kemarin. Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, petugas Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Gianyar siaga di sepanjang pesisir pantai wilayah Gianyar. Seperti yang terpantau di Pantai Purnama, Sukawati, warga tampak sangat antusias berwisata ke pantai. Warga menikmati aktivitas berjalan-jalan pada hamparan pasir di bibir pantai tersebut. Di seputaran pantai itu juga nampak sejumlah petugas Balawisata yang berkeliling menjaga keamanan pengunjung. Anggota Balawista Ketut Mardiana mengatakan, dalam pengamanan Minggu kemarin ada sekitar 23 anggota Balawista yang siaga di pesisir pantai wilayah Gianyar. Pantai di Kabupaten Gianyar mencapai 15,5 kilometer dari Pantai Siyut sampai Pantai Lembeng.
Sehingga 23 anggota itu harus dibagi pada pos-pos yang telah ditetapkan. ‘’Untuk satu pantai atau objek wisata itu anggota yang jaga sebanyak dua hingga empat orang. Kita juga perhitungkan mana pantai yang banyak dikunjungi dan tidak, yang banyak kita tambahkan juga anggota,’’ ujarnya. Pria asli Desa Lebih itu mengungkapkan, ada beberapa pantai yang rawan di Gianyar, yakni Pantai Masceti, Pantai Saba, Pantai Rangkan, Cucukan dan Lebih. Hal itu ditetapkan karena kondisi ombak yang tidak menentu. ‘’Pantai yang rawan ini sudah dipasang tanda dilarang berenang,’’ katanya. Meski sudah terpasang tanda larangan, Mardiana mengakui masih ada saja pengunjung yang mengabaikan peringatan tersebut. Pihaknya tidak bisa mengintervensi pengunjung lebih jauh, namun pihaknya tetap mempersiapkan diri bila terjadi hal yang tidak diinginkan. ‘’Kami sudah imbau pengunjung agar tidak melanggar tempat
yang sudah dipasangi tanda dilarang berenang. Karena itu akan membahayakan pengunjung sendiri. Kadang ada yang tidak menghiraukan pengumuman yang sudah terpampang,’’ terangnya. Mardiana menambahkan, saat ini tinggi gelombang sepanjang pantai wilayah Gianyar dikatakan sedang. Dengan ketinggian gelombang 3,5 feet dan aman untuk beraktivitas. ‘’Namun dengan cuaca saat ini, gelombang masih masuk kategori sedang dan tidak membahayakan pengunjung yang beraktivitas,’’ katanya. Selain berkoordinasi dengan pecalang desa yang mewilayahi masing-masing pantai, Mardiana mengaku juga berkoordinasi dengan Polisi Air Polres Gianyar. ‘’Selain kita berkoordinasi dengan pecalang, ada juga dari anggota Pol Air. Sedangkan untuk jaganya kita mulai dari pukul 07.30 sampai pukul 18.30 Wita. Jadi, kita pantang pulang sebelum matahari terbenam,’’ tegasnya. (kmb35)
Rehab Ruang Sidang Kantor Bupati Dianggarkan Rp 2 Miliar Gianyar (Bali Post) Tahun 2019 ini, Pemkab Gianyar tidak hanya menyiapkan rumah dinas Bupati Gianyar senilai Rp 11 miliar. Ruang Sidang Utama Kantor Bupati pun tahun ini ikut direhab. Tidak tanggungtanggung, anggaran untuk rehab itu mencapai Rp 2 miliar yang bersumber dari Anggran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Gianyar. Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar Ir. I Made Gede Wisnu Wijaya membenarkan, anggaran Rp 2 miliar untuk rehab Ruang Sidang Utama Kantor Bupati Gianyar itu bersumber dari APBD Kabupaten Gianyar. Dikatakan, saat ini proses tersebut masih memasuki tahap tander. “Kalau pengerjaannya belum, saat ini masih proses tender,” katanya. Wisnu Wijaya mengatakan, direhabnya ruang sidang yang bertempat di lantai dua itu, lantaran dianggap sudah tidak bisa lagi menampung peserta kegiatan ketika dilakukannya sebuah rapat maupun acara penting lainnya. Sehingga diputuskan direhab dengan diperluas lagi, agar setiap kegiatan yang dilakukan tidak berdesak-desakan. Interiornya akan diubah dan menyesuaikan dengan model yang bernuansa ruang sidang berkelas. “Itu kondisinya sudah tidak bisa lagi menampung kalau
Bali Post/kmb35
I Made Gede Wisnu Wijaya ada acara. Makanya, kita akan perluas dengan podium juga akan digeser lagi. Mulanya podium di sebelah timur, nanti akan di sebelah utara kalau bisa,” ujarnya. Wisnu Wijaya mengungkapkan, kapasitas ruang sidang yang ada saat ini maksimal menampung sebanyak 90 orang. Dalam sejumlah kegiatan, terkadang peserta yang hadiri melebihi jumlah tersebut. Setelah ruangan itu direhab, nantinya akan bisa menampung sebanyak 150 orang. “Kita perluas lagi supaya bisa menampung 150 orang. Kalau dulu hanya bisa menampung 90 orang sudah maksimal. Makanya sekarang kita ubah podium jadi di sebelah utara, otomatis harus kuat juga,” katanya.
Agenda rehab ruang sidang utama kantor bupati yang menelan biaya hingga Rp 2 miliar ini cukup disayangkan. Apabila melihat sejumlah kantor pelayanan seperti Disdukcapil Gianyar yang kondisinya memprihatiankan. Selain itu, sejumlah OPD seperti Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) bahkan tidak memiliki kantor sendiri, sehingga harus mengontrak ruko di seputaran Gianyar sebagai kantor. Terkait kondisi sejumlah kantor di Lingkungan Pemkab Gianyar yang saat ini kondisinya memprihatinkan, Bupati Mahayastra mengungkapkan rencananya untuk membangun puspem. Dikatakan, seluruh pemerintahan akan berjalan di puspem yang akan didirikan di atas lahan 50 hektar. “Lahan sudah siap, tapi lokasinya masih kami rahasiakan,” ujarnya, beberapa waktu lalu. Mengingat adanya rencana membangun puspem tersebut, kata Mahayastra, pihaknya tidak melakukan perbaikan kantor OPD secara besar-besaran. Kalaupun ada perbaikan hanya skala kecil. Hal ini juga berlaku untuk Kantor Disdukcapil Gianyar yang aset bangunannya milik Pemprov, dan SDM-nya ada di bawah kewenangan pusat. “Makanya, untuk Disdukcapil kalau mau diperbaiki harus minta izin dulu,” tegasnya. (kmb35)
para pihak yang bersengketa, yakni Pakudui Kawan dan Pakudui Kangin. “Kami akan mengundang kedua belah pihak. Itu di ruang Bapak Bupati,” jelasnya. Di samping itu, diskusi juga akan menghadirkan pihak pura. Priyanto Priyo Hutomo menegaskan, diskusi itu bertujuan untuk mencari solusi terbaik. Dikatakan, pihaknya masih memiliki batas waktu eksekusi hingga 9 Agustus mendatang. “Itu kami cari solusi terbaik. Kami masih punya waktu terakhir sampai 9 Agustus. Pukul 08.00 Wita itu terakhir untuk kami diskusi,” jelasnya. Diakui, diskusi membahas Pakudui ini sudah berulang kali dilakukan, bahkan sudah sampai 10 kali digelar diskusi formal terkait hal ini. “Itu yang formal. Yang nonformal sudah ke sekian kali,” terangnya. Mengenai situasi di Desa Pakudui, perwira melati dua di pundaknya ini mengatakan, saat ini kondisi masih kondusif tanpa ada permasalahan. “Oh, tidak ada, biasa saja. Situasi kondusif. Bahkan, tamu asing yang bertamu di sana juga fun-fun saja,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, saat sidang aanmaning pada Jumat lalu, warga Pakudui Kangin mengusung pratima ke PN Gianyar. Pratima itu ditandu empat orang, lengkap dengan pembawa tedung (payung) dan diiringi gamelan baleganjur. Pihak pamangku mengaku membawa pratima untuk mencari keadilan sekala maupun niskala. (kmb35)
Dishub Baru Pasang Lima CCTV Gianyar (Bali Post) CCTV kini menjadi kebutuhan penting untuk memantau kondisi lalu lintas serta berbagai kejadian lainnya. Namun hingga 2019 ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gianyar baru memasang lima CCTV di sejumlah titik strategis. Pemerintah pun masih mengupayakan pengadaan CCTV di daerah strategis lainnya, khususnnya kawasan objek wisata yang ada di wilayah Gianyar. Kepala Dishub Gianyar Wayan Suamba mengatakan, saat ini jumlah CCTV tersebut memang tergolong sedikit, dibandingkan kebutuhan yang ada di Kabupaten Gianyar. Terlebih CCTV sangat dibutuhkan untuk memantau kepadatan lalu lintas di sejumlah objek wisata seperti Ubud dan objek wisata lainnya. “Kita baru pasang di lima titik,” kata Suamba, Minggu (4/8) kemarin. Menurut Suamba, lima CCTV yang sudah terpasang itu sudah ditempatkan pada titik yang strategis. Seperti pertigaan Semenggon, Perempatan Kemenuh, Pertigaan Semebaung, Perempatan DPRD Gianyar dan Perempatan Yon Zipur Gianyar. “Ini dipasang bertahap sejak 2013 lalu. Untuk pos pantau utamanya berada di Kantor Dishub Gianyar,” paparnya. Suamba menambahkan, Dishub Gianyar berencana memasang CCTV pemantau lalu lintas di daerah-daerah wisata. Seperti di kawasan
Bali Post/kmb35
KEMACETAN - Kawasan Catus Pata Ubud yang setiap hari mengalami kemacetan sampai saat ini belum dipasangi CCTV. Ubud, Tampaksiring, Objek Wisata Ceking, Tegallalang atau daerah yang rawan kemacetan. Tahun 2020 mendatang, pihakya akan mengusulkan penambahan pemasangan CCTV untuk memantau lalu lintas di objek wisata tersebut. “Pemasangan CCTV ini baru sebatas untuk me mantau kondisi lalu lintas. Jika nanti ditujukan untuk pelanggar lalu lintas, tentu ada pembicaraan atasan kami bersama pihak kepolisian. Begitu juga kalau terpantau padat dan macet, petugas Dishub meluncur ke lokasi mengurai kemacetan,” katanya. Suamba mengakui, fungsi CCTV tersebut sangat efektif dalam memantau kepadatan lalu lintas dan menjerat pelanggar. Ken-
dati demikian, pihaknya tidak berwenang untuk menilang pengendara. “Jika terjadi kasus tabrak lari atau kasus kriminal yang terpantau CCTV, rekaman siap kami berikan ke pihak kepolisian,” tegasnya. Sebelumnya, Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo mengharapkan adanya pengadaan CCTV dari pemerintah. Dikatakan, dengan pengadaan CCTV polisi bisa lebih mudah dan cepat memantau pengandara yang melanggar. Khususnya di objek wisata di wilayah Gianyar. Namun terealisasi atau tidaknya rencana tersebut, Priyanto Priyo Hutomo mengaku tergantung dari kesiapan Bupati Gianyar Made Mahayastra. Karena pengadaan CCTV tersebut
akan diserahkannya ke Pemkab Gianyar. Mengingat Polres Gianyar belum bisa memasang anggaran untuk pengadaan CCTV tersebut. Jika CCTV sudah terpasang, kata Priyanto Priyo Hutomo, maka anggotanya tinggal memantau di server induk. Sehingga ketika ada yang melanggar, tinggal zoom dan mencatat pelat nomor kendaraan. Selanjutnya bukti tilang dapat dikirim ke rumah si pelanggar. “Ketika ada yang melanggar, tinggal teropong, zoom, catat pelatnya dan bukti tilang diantar ke rumahnya. Hanya saja permasalahannya ada di biaya. Siapa yang nanti biayai internetnya, dan sebagainya karena di DIPA kami tidak ada itu,” ungkapnya. (kmb35)
JEMBRANA
10
Senin Paing, 5 Agustus 2019
Bupati Artha ”Ngaturang Bhakti Panganyar” di Pura Agung Blambangan Sehari setelah perayaan hari raya Kuningan, Bupati I Putu Artha ngaturang bhakti panganyar di Pura Agung Blambangan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (4/8) kemarin. Didampingi istri, Ny. Ari Sugianti Artha, Ketua DPRD I Ketut Sugiasa, Sekda I Made Sudiada serta pimpinan OPD di Pemkab Jembrana, rombongan diterima Ketua Panitia Karya Piodalan Pura Agung Blambangan, Budi Langkung. Bhakti panganyar Pemkab
Jembrana di-puput Ida Bopo Giri Dharma Arsa dari Padepokan Purwo Santi Purwerejo. Seluruh prosesi bhakti panganyar hingga persembahyangan bersama berjalan lancar dan khusyuk. Ketua Panitia Piodalan Budi Langkung mengatakan, puncak upacara pujawali di Pura Agung Blambangan berlangsung pada Sabtu bertepatan dengan hari raya Kuningan. Selanjutnya pada Minggu dilanjutkan panganyaran dan pada Selasa (6/8) sore besok dilakukan pany-
Angin Kencang Gilimanuk-Ketapang Tutup 1,5 Jam Negara (Bali Post) Dipicu cuaca buruk di Selat Bali, penyeberangan Pelabuhan Gilimanuk, Bali menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Sabtu (3/8) malam sempat ditunda. Penutupan sementara penyeberangan tersebut dilakukan guna menghindari kecelakaan. Informasi yang dihimpun, penutupan sementara ini dilakukan setelah Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) atau Syahbandar baik di Gilimanuk maupun Ketapang memantau adanya angin kencang di jalur penyeberangan pukul 22.00 Wita. Dari koordinasi dengan nakhoda kapal dan pemantauan jalur lalu lintas penyeberangan, Syahbandar akhirnya meminta agar penyeberangan ditunda sementara. Angin yang berhembus di perairan Ketapang tercatat mencapai 32-35 knot per jam. Kondisi tersebut dikhawatirkan membahayakan penyeberangan sehingga mulai pukul 22.10 Wita, penyeberangan mengalami penundaan sementara. Kepala UPP Gilimanuk Ketut Aryadana, Minggu (4/8) kemarin, membenarkan adanya penundaan sementara penyeberangan pada Sabtu malam. Kondisi jalur lintasan penyeberangan terutama di tengah Selat Bali dinilai membahayakan penyeberangan. Angin kencang di tengah laut bisa membuat kapal terseret keluar jalur pelayaran. Kata dia, untuk kecepatan angin yang terpantau di perairan Gilimanuk tidak sekencang di perairan Ketapang. Di Gilimanuk kecepatan angin berkisar 15 knot per jam. Namun kecepatan angin di tengah Selat Bali mencapai 41-42 Knot per jam. Sehingga kapal-kapal yang hendak bertolak dari Pelabuhan Gilimanuk sementara ditunda sambil menunggu cuaca kembali membaik. Kendaraan yang hendak masuk ke kapal juga diminta menunggu di areal parkir pelabuhan. Penyeberangan baru dibuka kembali setelah 1,5 jam kemudian. Menurutnya, kecepatan angin baik di perairan Ketapang maupun tengah Selat Bali pada pukul 23.45 Wita sudah memungkinkan untuk pelayaran. Sehingga kendaraan yang sebelumnya parkir diperbolehkan masuk ke kapal. (kmb26)
ineban di Pura Agung Blambangan. Budi memaparkan untuk pangempon pura terdiri 5 desa yang paling banyak Desa Sumbersewu dan Kemendung di Kecamatan Muncar. Karena piodalan ini cukup besar, pangempon melibatkan panyungsung dari lima desa di Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Terkait upakara, Budi Langkung mengungkapkan, tingkatan upakara menggunakan banten mencak bingin, dibantu juga oleh krama pangempon selama pelaksanaan-
nya. “Kami juga kombinasikan dengan tatanan upakara Bali dan Jawa. Selama prosesi berjalan, upacara piodalan di-puput oleh sulinggih baik sulinggih dari Banyuwangi juga sulinggih dari Bali,” jelas Budi selaku panitia karya. Usai persembahyangan, Bupati I Putu Artha ngaturang punia sebesar Rp 10 juta. Selain Bupati, punia juga diserahkan Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa diterima Ketua Panitia Karya Piodalan Budi Langkung. (ad065)
BHAKTI PANGANYAR - Bupati Artha didampingi Ny. Ari Sugianti Artha dan Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa ngaturang bhakti panganyar di Pura Agung Blambangan, Banyuwangi.
Pelantikan Dewan 13 Agustus
Anggaran Lima Pakaian Rp 216 Juta Beli Pin Emas 22 Karat Rp 227 Juta
Negara (Bali Post) Pelantikan 35 anggota DPRD Jembrana 20192024 terpilih dipastikan digelar Selasa (13/8) mendatang. Sekretariat DPRD Jembrana menyebutkan pelaksanaan pelantikan dalam Sidang Istimewa DPRD Jembrana itu tidak mengalokasikan anggaran khusus. Namun beberapa hak yang harus dipenuhi untuk Anggota DPRD yang baru telah dialokasikan. Hak yang dimaksudkan itu berkaitan dengan pakaian anggota DPRD dan pin berbahan emas 22 karat. Dari data yang dihimpun untuk anggaran hak para dewan baru itu mencapai ratusan juta rupiah. Pertama menjabat 35 anggota DPRD ini diberikan fasilitas lima stel pakaian untuk bertugas. Di antaranya, pakaian sipil harian (PSH), pakaian sipil lengkap (PSL), pakaian dinas harian (PDH) dan pakaian sipil resmi (PSR). Selain itu, masing-masing wakil rakyat ini juga berhak menerima pin dari emas 22 karat. Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Jembrana,
Made Sudantra, ditemui akhir pekan lalu mengungkapkan, untuk pelantikan tidak ada anggaran khusus yang dialokasikan. Hal tersebut dikarenakan pelaksanaan dalam Sidang Istimewa sudah menjadi rutinitas dalam kegiatan DPRD. “Tempat di sini (ruang sidang utama), anggaran sudah ada rutin. Tinggal menyesuaikan dengan acaranya dan penataan ruang. Tidak ada alokasi khusus. Kecuali untuk hakhak anggota DPRD baru yang harus kita penuhi,” ujar Sudantra. Hak yang dimaksudkannya itu di antaranya seragam dan pin. Anggaran untuk hak
dewan itu mencapai Rp 400 juta lebih. Rinciannya, PSH senilai Rp 1 juta tiap anggota dewan (Rp 35 juta), PSL senilai Rp 2,550 juta per item (Rp 89 juta), PSH Rp 1,150 juta (Rp 40 juta) dan PSR Rp 1,5 juta (Rp 52 juta). Sedangkan untuk pin emas yang wajib dimiliki anggota DPRD juga telah dialokasikan melalui tender senilai Rp 227 juta. Pin emas 22 karat ini resminya akan disematkan saat pelantikan yang digelar 13 Agustus nanti. Baik pakaian maupun pin itu merupakan hak yang harus dipenuhi untuk anggota DPRD terpilih dan dilantik. Terkait pakaian yang akan dikenakan saat pelantikan, merunut aturan dan surat edaran Kementerian Dalam Negeri nomor 162/3449/ OTDA tertanggal 28 Juni 2019, disebutkan anggota terpilih 2019 maupun anggota sebelumnya mengenakan pakaian PSL. “Kalau untuk pakaian anggota terpilih nanti menyesuaikan.
Bila memang menggunakan pakaian adat madya kami persilakan. Tapi kami telah menyiapkan pakaian PSL untuk pelantikan,” ujar Sudantra. Untuk PSL pemakaiannya memang tidak setiap hari. Momen tertentu saja s a l a h satunya Sidang I s -
timewa pelantikan anggota DPRD tersebut. Sementara untuk tiga pakaian lainnya diberikan setiap tahun. (kmb26)
Terkait Penggunaan APBDes Warga Pergung Lapor Kejaksaan Negara (Bali Post) – Sejumlah warga Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Desa (MPD) Pergung, mempertanyakan tindak lanjut laporan dugaan penyelewengan pembangunan di desa yang sebelumnya mereka sampaikan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana. Dalam surat laporan yang mereka sampaikan 18 Juli dengan tanda tangan 25 warga tersebut, termuat dugaan penggunaan dana desa yang tidak transparan. Jalan – Proses pembangunan jalan beton di Jalan Suli, Banjar Pangkung Apit tahun 2019 disoroti warga dan sudah dilaporkan ke Kejari Jembrana belum lama ini.
Sejumlah warga yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Desa, Minggu kemarin, mengungkapkan indikasi itu terjadi pada APBDes 2018 dalam kegiatan pembangunan infrastruktur secara swakelola. Kegiatan pembangunan berupa jalan beton dan jembatan yang tersebar di beberapa lokasi, di antaranya Banjar Pangkung Apit, Petapan Kaja dan Petapan Kelod. Diindikasikan, ada bahan yang tidak digunakan atau tidak sesuai dalam RAB dan pertanggungjawaban. Seperti bahan tanah, pasir dan batu (tasirtu), plastik serta semen. Dalam surat yang ditembuskan ke Kejati Bali, Jaksa Agung RI, JAM Pengawasan Kejaksaan Agung dan JAM Intelejen Kejagung ini tertuang tiga poin yang diduga ada kerugian anggaran desa.
Warga memandang adanya indikasi agenda pembangunan fisik yang tak transparan dan terindikasi adanya perbuatan melawan hukum. Karena itu warga memohon agar Kejari Jembrana menindaklanjuti laporan dan memanggil pihak-pihak yang terkait. “Harapan kami ada tindak lanjut terkait ini,” terang salah satu warga. Kasi Pidsus Kejari Jembrana Ivan Praditya Putra dikonfirmasi membenarkan adanya laporan yang mengatasnamakan Masyarakat Peduli Desa itu. Kasi Pidsus memastikan akan menindaklanjuti laporan yang disampaikan dengan melakukan penyelidikan. Menurutnya laporan baru diterima dan pihaknya memastikan akan ditindaklanjuti setelah menelaah laporan. (kmb26)
Senin Paing, 5 Agustus 2019
SOSOK Tuntaskan Revitalisasi Pasar
PEMKAB Karangasem semakin serius menuntaskan program revitalisasi pasar di seluruh kecamatan. Ini terlihat dari dukungan anggaran tiap tahunnya yang terus meningkat. Bahkan tahun ini hingga 2020, sudah ditarget mampu merevitalisasi 15 pasar. Ini ditegaskan Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, belum lama ini. Itu tertuang di dalam program peningkatan efisiensi perdagangan dalam daerah. Keseriusan Bupati Mas Sumatri terlihat pada postur anggaran pembangunan pasar rakyat di Kabupaten Karangasem yang terus meningkat tiap tahunnya. Tahun 2016 anggaran hanya berjumlah Rp 1,9 miliar. Kemudian naik tahun 2017 menjadi Rp 7,5 miliar. Melihat vitalnya pasar rakyat dalam pertumbuhan ekonomi mikro di desa, Pemkab Karangasem kembali menaikkan anggaran tahun 2018 menjadi Rp 9,8 miliar. Bahkan tahun 2019 dan 2020 naik cukup besar menjadi masing-masing Rp 19,8 miliar dan Rp 97,5 miliar. ‘’Dari anggaran tersebut, Pemkab Karangasem telah merevitalisasi tujuh unit pasar rakyat pada tahun 2016 - 2018. Tiga di antaranya Pasar Tukad Belatung Kubu, Pasar Umum Subagan, dan Pasar Umum Bebandem. Ada 15 pasar lagi yang ditargetkan direvitalisasi hingga tahun 2020,’’ katanya. Selain anggaran revitalisasi pasar, Bupati menambahkan, pada program KKS (Kartu Karangasem Sehat) anggarannya juga terus dinaikan setiap tahun. Sejak tahun 2017, dari anggaran hanya sebesar Rp 393 juta, naik menjadi Rp 6,5 miliar tahun 2018. Kemudian tahun 2019 dan tahun 2020 naik lagi masingmasing menjadi Rp 9,7 miliar. (gik)
Kebakaran, Rumah Mewah Ludes Saat Kuningan Kerugian Diperkirakan Rp 800 Juta
Amlapura (Bali Post) Keluarga I Komang Tantra tak bisa melewati hari raya Kuningan tahun ini seperti biasa. Keluarga asal Banjar Mekar Sari, Desa Sukadana, Kecamatan Kubu ini mengalami musibah. Rumahnya tiba-tiba ludes terbakar hingga menghanguskan seluruh harta bendanya, Sabtu (3/8) malam. Kebakaran itu diduga dipicu korsleting listrik. Api begitu cepat membesar menghabiskan seisi rumah. Api yang sudah telanjur besar membuat warga sekitar kaget dan berupaya membantu memadamkan kobaran api. Ada pula warga yang segera melaporkan peristiwa itu kepada petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Karangasem. Sebanyak 13 personel Damkar Karangasem bergegas ke lokasi kejadian dengan empat unit mobil damkar sekitar pukul 22.00 Wita. Kepala Dinas Damkar Karangasem Nyoman Tari mengatakan petugasnya berjibaku melakukan pemadaman api sekitar 3 jam, dengan menghabiskan 9.000 liter air. Peristiwa kebakaran ini juga menjadi perhatian aparat kepolisian. Aparat dari Polsek Kubu merapat ke TKP memastikan penyebab terjadinya kebakaran. Dari hasil olah TKP, Kapolsek Kubu AKP I Nyoman Suramatika saat dikonfirmasi, Minggu (4/8) kemarin, mengatakan kebakaran diduga terjadi karena adanya arus pendek listrik di rumah koban. Sehingga sementara dipastikan tidak ada sabotase dalam musibah kebakaran itu. Kobaran api yang begitu dahsyat, menghanguskan seluruh harta benda korban.
Dari hasil olah TKP pihak kepolisian, aset berharga di dalam rumah korban yang terbakar, antara lain berupa sertifikat tanah, BPKB mobil dan sepeda motor, perhiasan emas seberat 560 gram dan uang tunai. Total kerugian keseluruhan mencapai sekitar Rp 800 juta. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Korban Tantra nampak amat shock dengan musibah ini. Ia belum bisa memberi penjelasan perihal musibah ini. Pasar Rubaya dan Padangkerta Sebelumnya kebakaran juga terjadi di Pasar Rubaya, Desa Kubu, Kecamatan Kubu, Sabtu (3/8) sekitar pukul 12.45 Wita. Kebakaran disebabkan api dari dupa yang kemudian melalap isi toko pedagang setempat. Beruntung kejadian itu dapat ditangani cepat, sehingga tidak sampai melebar ke tempat jualan pedagang lain. Peristiwa serupa selanjutnya juga terjadi Minggu (4/8) kemarin. Kali ini lokasinya di dekat kota Amlapura, persisnya di Gang Sakura, Keluhan Padangkerta. Kepala Pelaksana BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa yang melakukan pendampingan penanganan bersama petugas Damkar menyampaikan kebakaran ini diduga akibat kelalaian anak pemilik rumah, Ni Made Sariati, yang lupa mematikan kompor saat meninggalkan rumah. Akibatnya, rumah dengan empat kamar tidur ini pun ludes terbakar. Belum diketahui kerugian yang diderita korban. Sementara dipastikan tidak ada korban jiwa pada peristiwa itu. (kmb31)
KARANGASEM
11
Ganggu Pembahasan KUA/PPAS Dewan Desak Bupati Cabut SK Mutasi Sekda Amlapura (Bali Post) Langkah Bupati Karangasem mengeluarkan SK mutasi bagi Sekda Karangasem I Gede Adnya Mulyadi, dinilai sebagai keputusan kurang tepat. Sebab, dampak dari mutasi ini amat mengganggu mekanisme prinsip birokrasi yang harus dituntaskan sekda. Seperti pembahasan KUA/PPAS yang terpaksa terhenti sementara, karena posisi sekda definitif kosong. Guna menstabilkan kembali situasi politik pemerintahan daerah, dewan mendesak Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri segera mencabut SK mutasi Sekda Adnya Mulyadi. Hal itu dipandang mendesak terkait pembahasan KUA/PPAS agar kembali dapat dilanjutkan. Desakan itu sendiri disampaikan Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi, Sabtu (3/8). Pada kesempatan itu, Sumardi meluruskan bukan Dewan Karangasem yang menolak membahas KUA/PPAS (Kebijakan Umum Anggaran/ Prioritas Plafon Anggaran Sementara), tetapi situasi yang terjadi saat ini merupakan ulah eksekutif, yang dinilai membuat keputusan krusial pada momentum yang tidak tepat. ‘’Pembahasan KUA/PPAS macet lantaran ulah eksekutif memutasi sekda. Bukan kami yang sengaja menghambat. Kami tidak mau terus-terusan dikambinghitamkan,’’ elak
politisi Golkar asal Desa Sibetan ini. Sumardi menegaskan, permasalahan ini harus segera diselesaikan. Solusi yang paling cepat adalah dengan SK mutasi itu dikembalikan. Namun, cara ini diakui bukan opsi cocok bagi Bupati, yang sejak awal memang terlihat tidak cocok dengan Adnya Mulyadi. Apalagi, Sumardi menyadari, menarik SK yang sudah dikeluarkan itu tentu gengsi. Sebab, sama saja dengan menelan ludah sendiri. Namun, demi kepentingan yang lebih besar tentang masa depan daerah, menurutnya, tentu opsi ini paling relevan saat ini. Masalahnya, daripada terusterusan dalam situasi konflik dengan bawahan sendiri. Sebagai tindak lanjut persoalan ini, Sumardi menegaskan dewan sudah melakukan konsultasi kepada BKD Bali. Apa yang menjadi pemikiran dewan pun dinilai tepat. Selain opsi mengembalikan atau menarik SK mutasi yang sudah
dikeluarkan, sedangkan opsi berikutnya bisa juga melalui campur tangan Gubernur Bali, menengahi permasalahan ini. Misalnya, memanggil Bupati dan meminta agar Bupati tidak sewenang-wenang. Gubernur Bali, menurutnya, bisa melakukan itu, sebab kalau mencabut SK Bupati, tentu Gubernur Bali tidak punya kewenangan, karena pencabutan SK mutasi hanya bisa dilakukan Bupati sendiri. Pencopotan sekda itu mestinya menggunakan pansel. Pansel yang dibentuk Provinsi Bali. Dasar pencopotan pun harus jelas kesalahannya apa. Kalaupun ada kesalahan, yang bersangkutan masih diberikan kesempatan memperbaikinya selama enam bulan. Kalau masih membandel, baru bisa diganti. Keputusan itu pun haruslah sepengetahuan Provinsi Bali. Sumardi menambahkan, masalah ini tidak akan selesai dengan manuver Bupati Mas Sumatri menunjuk se-
orang Pelaksana Harian (Plh) Sekda Sujana Erawan. Dewan tetap tidak akan membahas KUA/PPAS, sekalipun drafnya dikirim ke dewan, sebelum ada sekda definitif. Sebab, pembahasan itu memerlukan sekda sebagai Ketua TAPD. Sementara posisi pelaksana harian sekda, jelas tidak bisa masuk ke dalam ranah itu. Jika SK mutasi tidak segera ditarik, kemudian Adnya Mulyadi sendiri terus melawan, bahkan melakukan gugatan ke PTUN, maka masalah ini akan terus berlarut-larut, sampai delapan bulan sebelum ada keputusan berkekuatan hukum tetap. Masalahnya, bukan hanya KUA/PPAS APBD Perubahan
yang terancam, bahkan APBD Induk 2020 juga bisa bernasib sama. (kmb31)
Nengah Sumardi
Pantai Bias Putih Diserbu Pengunjung BP2DAB Terus Lakukan Penataan Pantai Bias Putih semakin menjadi pilihan utama masyarakat Karangasem untuk mengisi liburan setelah dua pekan terakhir merayakan hari raya Galungan dan Kuningan. Pantai sepanjang satu kilometer ini nampak dipenuhi masyarakat sejak siang sampai sore, Minggu (4/8) kemarin. Keramaian pantai ini tidak terlepas dari upaya Badan Pengelola Pariwisata Desa Adat Bugbug (BP2DAB) dalam melakukan penataan, seperti akses jalan dan akan terus berlanjut sampai penataan garis pantai dari warung-warung semipermanen. Lalu bagaimanakah langkah-langkah dan model penataan untuk mempercantik objek wisata Pantai Bias Putih itu? MAYORITAS para pengunjung masuk dari akses jalan Taman Harmoni Bali (Bukit Asah). Pasalnya, sebelumnya mereka menikmati keindahan alam sekitar dari atas taman ini lebih dulu. Kemudian baru turun menuju Pantai Bias Putih. Ternyata, akses jalan dari baru masuk sampai tepi pantai sudah cukup bagus, sehingga bisa ditempuh baik menggunakan sepeda motor maupun kendaraan roda empat. Pengunjung memilih lokasi ini untuk berlibur, karena lokasinya cukup dekat. Bahkan, bisa menikmati dua tempat wisata sekaligus, yakni keindahan Bukit Asah yang populer sebagai tempat kemah maupun menikmati keseruan berlibur ke pantai. Salah satu pengunjung, Ketut Indra, mengatakan penataan Bukit Asah hingga ke Pantai Bias Putih sudah cukup besar. Terutama akses masuk hingga parkir yang sudah semakin nyaman. ‘’Dari pertama kali ke sini, sampai sekarang, perubahannya sudah besar sekali.
Sebagai destinasi unggulan Karangasem, tempat ini tinggal didukung fasilitas umum saja, agar lebih terlihat seba-
gai destinasi wisata. Mulai dari pintu masuk, sepanjang akses jalan menuju lokasi agar lebih indah, hingga parkir dan sarana penunjang yang dapat dinikmati pengunjung,’’ katanya. Seperti di Pantai Bias Putih, akses jalan sudah bagus hingga ke tepi pantai. Tetapi, sampai di tepi pantai kendaraan yang parkir nampak tak beraturan. Artinya, mana tempat parkir, mana lahan pribadi dan fasilitas parkir jukung nelayan, belum diatur dan disiapkan secara matang. Demikian pula, melihat keberadaan warungwarung semipermanen di tepi pantai. Jika penataan lebih serius dilakukan, dia yakin ke depan Pantai Bias Putih akan semakin ramai
dikunjungi wisatawan lokal maupun asing. Sepanjang pantai ini dipadati ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Tidak hanya dari Karangasem, tetapi juga ada dari daerah lain. Seperti Bangli, Gianyar dan Klungkung. Mayoritas mereka mengaku penasaran ingin melihat langsung, setelah sering melihat objek ini viral di media sosial. Pantai Bias Putih sendiri tidak hanya ramai saat akhir hari raya Galungan dan Kuningan. Pada hari biasa dan libur nasional, juga cukup ramai. Bahkan, memasuki periode Agustus hingga Oktober ini, diperkirakan kunjungan wisatawan bakal membeludak. Ketua BP2DAB Gede Pu-
tra, Minggu (4/8) kemarin, mengatakan penataan Bukit Asah dan Pantai Bias Putih sebagai satu-kesatuan dari Taman Harmoni Bali Desa Bugbug. Diakui memang masih dilakukan penataan secara bertahap. Khusus Pantai Bias Putih, setelah akses jalan, penataan direncanakan dilanjutkan pada penyediaan sarana parkir yang memadai, dan penataan warung semipermanen itu agar tidak terlalu menjorok ke garis pantai. Namun, dia menyadari penataan tentu tidak bisa dilakukan instan. Tetapi, rencana ke arah itu tentu segera dilakukan, untuk membuat potensi pariwisata ini semakin layak dikunjungi wisatawan. (gik)
PANTAI BIAS PUTIH - Wisatawan asing saat menikmati keindahan Pantai Bias Putih bersama warga lokal yang nampak menyemut di tepi pantai.
KLUNGKUNG
12
Senin Paing, 5 Agustus 2019
Mimbar Merah Putih
Tanamkan Jiwa Anti-KKN Sejak Dini
PraktIk KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme), gratifikasi, dan pungutan liar (pungli) acap kali menjadi batu sandungan para elite politik dan pejabat. Oleh karena itu, generasi muda sangat penting diedukasi terhadap dampak yang ditimbulkan dari praktik KKN, gratifikasi dan pungli. Melalui Mimbar Merah Putih yang merupakan salah satu Program Gema Santi, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta memberikan kesempatan kepada sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Klungkung untuk menyampaikan aspirasinya. Bertepatan dengan suasana hari raya Umanis Kuningan, Minggu (4/8) kemarin, ada tiga sekolah yang menampilkan aspirasinya pada Mimbar Merah Putih di hadapan Bupati Suwirta. Diawali SMP Negeri 1 Semarapura yang menyampaikan tema ‘‘Korupsi, Kolusi dan Nepotisme’’ yang mengandung makna suatu tindakan yang tidak baik dan tidak patut ditiru yang
juga bisa merugikan negara maupun masyarakat. Kemudian dilanjutkan SMK Panca Atma Jaya dengan tema “Gratifikasi”, sementara SMA Pariwisata PGRI Dawan menyampaikan tema ‘‘Pungli’’. Bupati Suwirta sangat mendukung penuh kegiatan tersebut. Menurut Bupati asal Desa Ceningan ini, kegiatan Mimbar Merah Putih adalah salah satu wujud nya-
ta untuk memberikan ruang bagi anak-anak muda dalam menyampaikan aspirasinya, baik terkait pembangunan Pemkab Klungkung maupun hal positif lainnya. “Untuk ke depannya sekolah-sekolah lainnya harus ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini dan mampu menciptakan inovasi yang terbaik,” ujar Bupati Suwirta. Diangkatnya tema ‘‘KKN, Gratifikasi dan Pungli’’ pada
Mimbar Merah Putih ini diharapkan menjadi edukasi para generasi muda untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan apabila melakukan praktik KKN, gratifikasi, dan pungli. Dengan mengetahui dampak tersebut, maka akan tertanam jiwa anti-KKN, antigratifikasi dan antipungli. “Maknai dengan baik tentang dampak korupsi, gratifikasi maupun pungli agar jangan sampai ada siswa yang melakukan perbuatan tersebut,” tandasnya. Salah satu siswa perwakilan dari SMP 1 Semarapura, I Made Wikanta Dananjaya Githa (14), asal dari Desa Tihingan, Banjarangkan mengaku senang bisa
diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi di hadapan Bupati. Bahkan, ia bersama timnya menyiapkan materi selama 1 minggu. “Kami mempersiapkan kegiatan ini selama seminggu, semoga kegiatan ini juga nantinya bisa diikuti oleh sekolah-sekolah lainnya,” ujar Made Wikanta. Pada akhir acara, Bupati Suwirta menyerahkan uang tunai dengan memakai dana operasional pribadi kepada masing-masing perwakilan sekolah. Adapun juara pertama diraih SMP 1 Semarapura, juara kedua SMK Panca Atma Jaya dan juara ketiga SMA Pariwisata PGRI Dawan. (win)
Bali Post/win
MIMBAR - Bupati Suwirta hadir di tengah-tengah siswa yang menyampaikan aspirasinya pada Mimbar Merah Putih, Minggu (4/8) kemarin.
Tradisi ”Nyaagang” Tetap Eksis ”Caru Tawur Gentuh” di Pura Dalem Gandhamayu Digelar 31 Desember 2019 Semarapura (Bali Post) Bertepatan dengan rahina Anggara Kliwon Kulantir pada 31 Desember 2019 mendatang akan dilaksanakan Karya Agung Caru Tawur Gentuh, Mamungkah, Mupuk Padagingan, Mapedudusan Agung, Ngenteg Linggih, Mapeselang dan Mapedanan di Pura Dhang Kahyangan Dalem Gandhamayu. Persiapan pelaksanaan upacara tersebut dibahas dalam rapat Ida Pedanda Siwa-Budha Dharmagosana se-Nusantara dipimpin Yajamana Karya Ida Pedanda Tembau dari Geria Aan, Banjararangkan bersama Manggala Karya Ida Bagus Oka Gunastawa dan Panasihat Karya Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia di Wantilan Pura Dhang Kahyangan Dalem Gandhamayu, Minggu (4/8) kemarin. Manggala Karya Ida Bagus Oka Gunastawa di sela-sela rapat mengatakan, menyongsong puncak karya di Pura Dhang Kahyangan Dalem Gandhamayu akhir Desember mendatang sangat penting mengundang Ida Pedanda Siwa-Budha seNusantara dari Dharmagosana Pusat untuk hadir memberikan restu sekaligus membahas persiapan upacara. Mengingat posisi Pura Dhang Kahyangan
Gandhamayu merupakan pura yang sangat strategis dan memerlukan dukungan seluruh elemen, khususnya dari pasemetonan Siwa-Budha seluruh nusantara. Menurutnya, rapat para sulinggih Siwa-Budha se-Nusantara yang dihadiri Dharmagosana Pusat dan kabupaten/kota se-Bali, serta Dharmagosana perwakilan dari luar Bali ini membahas berbagai persiapan upacara termasuk kelengkapan upakara dan sesajen, serta tahapan pelaksanaan upacara. Lembaga Dharmagosana terdiri dari Ida Pedanda SiwaBudha yang terorganisir dalam rangka menyelenggarakan berbagai kegiatan-kegiatan kelembagaan. Salah satunya menyokong kegiatan upakara besar yang dilaksanakan di pura-pura besar di Bali. Selain itu, pada pertemuan ini juga membahas persiapan pelaksanaan karya agung caru, tawur gentuh, mamungkah, mupuk padagingan, mapedudusan agung, ngenteg linggih, mapeselang lan mapedanan di Pura Dhang Kahyangan Dalem Gandhamayu. ”Tahapan pelaksanaan upacara kami laksanakan mulai 1 September sampai 31 Desember mendatang,” ujar Oka Gunastawa.
Pura Dhang Kahyangan Dalem Gandhamayu didirikan oleh Ida Dang Hyang Dwijendra pada tahun 1476 (Çaka 1398). Karya pertama dilakukan setelah Pura Dhang Kahyangan Dalem Gandhamayu dibangun. Tahun ini upacara besar akan dilaksanakan seiring telah selesainya pemugaran besar-besaran pura yang telah dilakukan. “Ini merupakan upacara kedua setelah pemugaran selesai akibat erupsi Gunung Agung tahun 1963. Semua palinggih yang ada di Pura Dhang Kahyangan Gandhamayu diterjang lahar, hanya tinggal beberapa bangunan saja,” tutur Oka Gunastawa. Penasihat Panitia Karya Ida Bagus Putu Dunia mengungkapkan, para semeton Brahmana seluruh Indonesia dan khususnya Bali berlomba-lomba menggelar yadnya dan berpartisipasi untuk kelancaran upacara yang akan dilaksanakan ini. Ia mengajak seluruh umat Hindu di Bali dan pemerintah untuk ikut beryadnya suci dan meningkatkan spiritual, sehingga ajeg Bali akan tercapai. ”Kami harapkan seluruh elemen masyarakat dapat menyukseskan karya agung di Pura Dhang Kahyangan Dalem Gandhamayu,” harap Dunia. (win)
Bali Post/ist
NYAAGANG - Tradisi Nyaagang warga Banjar Jelantik Kuribatu, Desa Tojan, Desa Pakraman Gelgel, Klungkung.
Semarapura (Bali Post) Desa Pakraman Gelgel masih menyimpan tradisi unik yaitu tradisi Nyaagang. Tradisi yang diwarisi secara turun-temurun ini dilaksanakan bertepatan pada hari raya suci Kuningan, Sabtu (3/8). Pelaksanaan ritual tradisi ini dilaksanakan sebelum lewat tengah hari di depan pamesu rumah atau di mulut gang masing-masing warga. Tradisi ini merupakan waktu yang tepat untuk mengantar roh leluhur kembali ke nirwana. Menariknya, setelah upacara ritual usai seluruh keluarga langsung makan bersama di tempat tersebut sebagai wujud kebersamaan dan kedamaian. Dewa Ketut Soma, pemerhati sastra asal Desa Satra, Klungkung ini mengatakan, ritual Nyaagang ini merupakan tradisi yang sudah mendarah daging bagi warga Klungkung, utamanya warga Desa Pakraman Klungkung bagian selatan. Menurutnya, ritual Nyaagang ini sebagai upakara berakhirnya pelaksanaan hari raya Galungan yang jatuh pada Rabu (24/7) lalu dan pemuncaknya pada perayaan hari raya Kuningan, Sabtu (3/8). Urutan ritual perayaan hari kemenangan dharma melawan adharma ini diawali dari datangnya hari Panyekeban, hari Sugian Jawa, Sugian Bali, Penampahan Galungan, hari raya Galungan, hari Umanis Galungan, hari Panampahan Kuningan dan dipungkasi dengan perayaan hari raya Kuningan. Menurutnya, sejak hari Pa-
Kembangkan Hidroponik
Bali Post/win
RAPAT KARYA - Yajamana Karya di Pura Dhang Kahyangan Dalem Gandhamayu, Ida Pedanda Tembau (pegang mik) dari Griya Aan, Banjarangkan memimpin rapat pelaksanaan upacara dihadiri Ida Pedanda Siwa-Budha Dharmagosana seNusantara dan kabupaten/kota se-Bali di Wantilan Pura Dhang Kahyangan Dalem Gandhamayu, Minggu (4/8) kemarin.
Kemajuan pariwisata Nusa Penida tampaknya telah disikapi oleh I Ketut Sukandia. Bukannya dia membuat hotel atau restoran, tetapi lelaki yang hobi fotografi ini mengembangkan tanaman hidroponik. Harapannya, kemajuan pariwisata akan berimbas akan naiknya permintaan sayur- mayur yang segar dan sehat. Sejak dua bulan lalu, ia tengah mengembangkan tanaman hidroponik di Nusa Penida. Tepatnya di Dusun Celuk, Desa Kutampi Kaler, Nusa Penida. Pengetahuannya tentang pengembangan tanaman hidroponik ia dapatkan dari menonton tetorial cara berkebun tanaman hidroponik di media. ‘’Hasil panen pertama lumayan bagus,” ujarnya beberapa waktu lalu. Diakui, dari hasil panen pertama yang dilaku-
kannya mendapat respons positif dari masyarakat. Sayur yang dihasilkan sementara dijual ke pasar umum. Dirinya belum mampu merambah hotel dan restoran karena produknya masih belum banyak dan tidak kontinu. “Untuk sementara saya jual ke pasar,” tandasnya. Ke depan, melihat semakin pesatnya perkembangan hotel, vila dan restoran di Nusa Penida, pihaknya berencana akan mensuplai kebutuhan sayur di hotel, vila dan restoran. Sehingga, selain kualitasnya lebih segar juga harganya bisa lebih murah, karena biaya distribusinya bisa dipangkas. “Ke depannya tentunya sambil mengembangkan produksinya, saya berencana mensuport sayuran untuk hotel dan restoran,” pungkasnya. (win)
nyekeban ini warga mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut kedatangan sang Pitara (roh para leluhur) masing-masing untuk datang mengunjungi keluarganya yang masih hidup, sekaligus ikut merayakan hari raya Galungan dan Kuningan bersama-sama. Di mana, saat perayaan Galungan maupun Kuningan ini masing-masing sanggah merajan maupun di bale Bali oleh warga setempat digelar soda untuk menjamu leluhur, dan keluarga wajib menghaturkan bakti kepada sang leluhur. Setelah bersama-sama merayakan hari suci Galungan dan Kuningan, diakhiri dengan puncak ritual Nyaagang di depan pamesu maupun di depan gang rumah warga sebagai makna perpisahan dengan menggelar wewantenan yang berisi bekal untuk sang Pitara yang akan kembali menuju alam nirwana. Hal senada diungkap Jro Mangku Andi (Jro Mangku Alit), Pamangku Pura Pajenengan Banjar Jelantik Kuribatu, Desa Tojan. Menurut seniman Topeng Sidakarya ini, tradisi Nyaagang memang tidak termuat di cakepan, namun sudah menjadi tradisi turun-temurun yang sangat kental bagi warga Klungkung maupun warga Banjar Jelantik Kuribatu Desa Tojan, Desa Pakraman Gelgel. “Entah kapan ritual Nyaagang ini dimulai, siapa pun tidak bisa memastikan secara pasti. Karena ini menjadi tradisi warga kita di Pakraman Gelgel,” tandasnya. (win)
Bali Post/win
HIDROPONIK - Tanaman Hidroponik yang dikembangkan I Ketut Sukandia di Dusun Celuk, Desa Kutampi Kaler, Nusa Penida.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Senin Paing, 5 Agustus 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dicari Wanita Pembantu RT Tinggal Dalam untuk Rumah Imam Bonjol Dps. Gaji 2 juta SMS WA 0816571027
B.BP.004.08.19.0000057
BVC Krj Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692 B.BP.004.08.19.0000046
Dcr Marketing pnglman min.2th, Tng Operasional,kend.sendiri, pnmpln mnarik.Gaji,Bns tinggi. Hub. WA saja 085 738 562 009 B.BP.001.08.19.0000062
Global Expat Recruiting is looking for Secretary. Good English, outgoing, work independently, knowledge hospitality industry. CV to jobs@globalexpatrecruiting.com
B.BP.004.07.19.0000982
Luxury Villa is looking for a Cook,Indonesian &International cooking. Excellent salary for skilled staff. Call and text on +6281238321945.
B.BP.004.08.19.0000056
Dcr Adm Pria Min D1 u/Logistik Proyek.WA:081239177009/413416 B.BP.001.08.19.0000001
Dcr Sgr 1 Org Cleaning Service Cowok&1 Org IT.Hp:085238101605 B.BP.001.07.19.0000974
Dcr Sopir Pribadi, Pengalaman M/Matic KTP Bali HP.0811399886
B.BP.001.08.19.0000010
Dcr Sopir pribadi (sdh menikah) daerah Sanur SMS 0811394065
B.BP.001.08.19.0000064
Dcr Tenaga utk Percetakan yg berpengalaman Hub:08123972371
B.BP.001.08.19.0000034
Dcr Terapist wanita pengalaman Canggu 08113804020 B.BP.004.07.19.0000904
Dibutuhkan Manager Koperasi,HR Menarik n Proposional,Syrt Phm Akuntansi,Tertib Adm,Teamwork Hub:tugasbali@yahoo.com
B.BP.001.08.19.0000006
Dicari Administrasi,Bawa Surat Lamaran ke Jl.Pulau Kawe No.77 B.BP.001.07.19.0000968
Dicari:Receptionist,Therapist, Cleaning Service.Syarat: Perempuan,Min SMU,Pengalaman Min 1th.Lam ke Bodyworks Spa, Jl.Kayu Jati No.2 Petitenget
B.BP.001.07.19.0000854
Divine Diva Bali, Looking for An amazing exp. Production Manager& Super Asst.Manager w/exp min 3yrs in this position must apply with written reference from last current position, excellent salary for both position.Send CV to email divinediva_189@hotmail.com
B.BP.001.08.19.0000045
Pngawas Proyek SIM A,Sopir Jl. Tunjung Biru No.8 T.0361461080
Lowker: Admin Wanita min.SMA Rajin,jujur bisa email, English punya kendaraan & SIM Hub.Modhy WA: 08113946678 B.BP.004.07.19.0000905
PMA bthsgr Marketing Executive utk. Hospitality Jujur, Ulet, Smart. Kirim CV lengkap ke: operationsmgr.ei@gmail.com B.BP.004.07.19.0000975
Villa Seminyak Housekeeping pengalaman SMS 081999882123 B.BP.004.08.19.0000040
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL MOBIL
PROPERTY
HONDA
DIJUAL RUMAH
CRV’16 matic 2,0 as.Bali Putih KM.18.000 Hp.0811397898
Dijual Rmh Sidakarya Dps DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:082236881191/081805374433
B.BP.001.08.19.0000060
PROPERTY DIJUAL TANAH
Tnh:26A SS.Road Seminyak, 15A Cargo Indah 4 Dps.085100867168 B.BP.001.08.19.0000055
PROPERTY
B.BP.004.07.19.0000074
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.08.19.0000059
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818
Ruko Kertha Wijaya A1, Buluh Indah 26C Dps Hub:085100867168
Hilang IMB No.1279/BPPT/IMB/20 16 an. I Nyoman Kona
G.01
B.BP.001.08.19.0000054
B.BP.001.08.19.0000058
B.BP.001.07.19.0000939
SERVICE
DIJUAL RUKO
BIRO JASA
KEHILANGAN
RUPA-RUPA
BANGLI
14
Senin Paing, 5 Agustus 2019
Aktivitas Penyeberangan Wisatawan ke Terunyan Naik Tak Seramai Tahun Sebelumnya
Bali Post/kmb40
WISATAWAN - Sejumlah wisatawan sedang menyeberangi Danau Batur menggunakan boat.
Rencana Pengenaan Retribusi
Satu dari Tiga Destinasi Wisata Milik Perseorangan Bangli (Bali Post) – Keinginan Bupati Bangli I Made Gianyar menaikkan pendapatan asli daerah (PAD) dengan mengenakan tarif retribusi pada tiga destinasi wisata di Bangli yang belakangan ini tengah naik daun (booming), nampaknya tidak bisa terealisasi sepenuhnya. Sebab dari tiga destinasi itu, salah satunya ternyata merupakan milik perseorangan. Adapun tiga destinasi wisata yang rencananya akan dikenakan retribusi, yakni Air Terjun Tukad Cepung, Twinhill Stone Garden, dan Tirta Sudamala. Alasan Bupati memilih tiga destinasi itu sebagai sumber pendapatan baru, karena tiga destinasi tersebut belakangan ini sangat booming. Tingkat kunjungannya disebut luar biasa ramai. Pengelola Twinhill Stone Garden, Putu Rukianto, dimintai tanggapannya terkait rencana Bupati tersebut mengatakan, bahwa objek wisata Twinhill tidak bisa dipunguti retribusi oleh pemerintah. Sebab, status objek wisata yang berlokasi di Banjar Guliang Kawan, Desa Bunutin, Bangli tersebut dimiliki dan dikelola oleh perorangan. Ia menjelaskan, Twinhill Stone Garden memang berada di tanah laba pura. Namun dirinya selaku owner telah mengontrak lahan tersebut selama 15 tahun untuk dikelola sebagai destinasi wisata seperti sekarang. “Jadi bukan dikelola adat. Tapi dikelola perorangan, saya sendiri,” kata Rukianto saat dihubungi, Minggu (4/8) kemarin. Menurutnya, Bupati Bangli belum mengetahui secara jelas terkait pengelolaan Twinhill Stone Garden. Roki mengatakan, kalau memang pemerintah serius ada rencana mengenakan retribusi, pihaknya siap bertemu un-
tuk menjelaskan status dan pengelolaan Twinhill Stone Garden. “Agar tidak salah paham. Ini bukan dikelola adat, tapi perorangan. Saya bayar pajak,” terangnya. Ketua Pokdarwis Tukad Cepung Ketut Joni dihubungi terpisah tidak memberikan banyak tanggapan terkait rencana pengenaan retribusi terhadap tiga objek wisata yang tengah booming termasuk salah satunya tukad Cepung. Karena hal itu baru sebatas wacana, pihaknya belum menyikapi hal itu dengan pihak desa. “Tukad cepung selama ini dikelola oleh banjar bekerja sama dengan desa melalui Bumdes. Untuk sementara ini belum ada tanggapan apa. Dari desa, bendesa dan pengelola belum ada menggelar rapat terkait hal itu. Karena itu kan baru rencana saja, belum ada disampaikan secara langsung,” terangnya. Kalaupun memang pemerintah serius dengan rencana itu, menurut Joni tidak ada masalah. Asalkan dalam kesepakatan nantinya tidak ada pihak yang dirugikan. Selama ini pengembangan objek wisata Tukad Cepung dilakukan secara swadaya oleh masyarakat. Belum ada bantuan fasilitas dari pemerintah kabupaten. Sejauh ini bantuan yang ada hanya berupa pembuatan jalan setapak dari pemerintah desa. “Harapannya kalau bisa fasilitas dilengkapi dulu. Akses jalan, parkir masih banyak yang belum lengkap. Kalau itu bisa dipenuhi, ya kita bisa sama-sama jalan,” jelasnya. Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar dikonfirmasi sore kemarin kembali menjelaskan bahwa rencana pengenaan retribusi terhadap tiga destinasi wisata yang tengah booming itu dilakukan sebagai upaya
meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Ia mengatakan, sesuai ilmu keuangan sejatinya APBD Bangli tidak sehat. Sebab uang yang dikelola yang bersumber dari PAD sangat kecil. Dari Rp 1 triliun lebih APBD Bangli, PAD-nya hanya Rp 130 miliar. Karenanya peningkatan PAD ke depannya perlu dilakukan. Untuk mencapainya target PAD upaya yang harus dilakukan adalah ekstensifikasi di segala lini. “Tidak hanya di pariwisata. Tapi di pasar juga dan retribusi lainnya juga akan kita tinjau,” jelasnya. Made Gianyar mengucapkan terima kasihnya kepada masyarakat Bangli yang telah ikut mewarnai pariwisata Bangli dengan memunculkan destinasi wisata baru. Rencana Pemkab Bangli untuk mengenakan pungutan bukan semata untuk mendapatkan pendapatan, namun juga memberikan penguatan legalitas kepada destinasi wisata itu sendiri. Setelah nantinya masuk sebagai objek wisata kabupaten seperti halnya Penglipuran, pemerintah tentunya akan membantu dalam hal penataan, pelatihan SDM dan pengelolaan sehingga menjadi lebih baik. Pendapatan yang didapat pemerintah pun akan kembali lagi ke masyarakat dalam bentuk pembangunan. (kmb40)
Bangli (Bali Post) – Aktivitas penyeberangan wisatawan ke objek wisata Terunyan pada libur hari raya Galungan dan Kuningan mengalami kenaikan dibanding hari biasanya. Ketua Kelompok Perahu Dayung Desa Terunyan Wayan Warjaya menyebutkan, pada libur hari raya kemarin, jumlah boat/ perahu dayung yang menyeberangkan wisatawan dari pusat desa ke setra Terunyan mencapai 25 unit. Meski mengalami kenaikan, kunjungan wisatawan ke Terunyan saat ini tak seramai tahun sebelumnya. Warjaya mengungkapkan pada hari-hari normal, jumlah wisatawan yang menyeberang ke Setra Terunyan mencapai 5-7 kapal per hari. Saat memasuki libur hari raya seperti Galungan lalu, jumlah wisatawan yang menyebrang meningkat hingga 25 kapal. Hal yang sama diperkirakan terjadi pada libur Umanis Kuningan kemarin. Sampai siang hari kemarin, sudah ada 5 kapal yang menyeberang. “Biasanya mulai jam 2 atau 3 sore ramai,” ungkapnya, Minggu (4/8) kemarin. Warjaya mengatakan, ken-
dati terjadi peningkatan kunjungan wisatawan, namun tak seramai dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya hal itu terjadi karena dampak erupsi Gunung Agung sekitar tahun 2017 lalu yang menyebabkan kunjungan wisatawan menurun. Tak jauh berbeda dengan Warjaya, Ketua Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Danau Batur Nengah Dester saat dikonfirmasi terpisah kemarin juga mengungkapkan hal serupa. Ia mengatakan, kunjungan wisatawan ke Setra Terunyan dari Dermaga Kedisan pada libur Galungan Kuningan ini tak seramai libur yang sama sebelumnya. Pada libur sebelumnya wisatawan yang menyeberang bisa mencapai 10-15 kapal per hari. Sementara pada libur kali ini hanya 7 kapal. Menurunnya wisatawan yang menyeberang menurut Dester disebabkan karena ekonomi lesu. “Kalau hari normal penyeberangan di Kedisan 5-7 kapal. Tapi kadangkadang kosong, tidak ada yang nyeberang,” ungkapnya. (kmb40)
Tinggi, Tingkat Konsumsi Beras di Bangli
Gerakan ”One Day No Rice” Belum Maksimal Bangli (Bali Post) -
Tingkat konsumsi beras di Kabupaten Bangli masih cukup tinggi. Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli mencatat tingkat konsumsi beras saat ini berada di angka 98 kilogram per kapita per tahun. Sejumlah upaya selama ini telah dilakukan Pemkab Bangli untuk menurunkan tingkat konsumsi beras, salah satunya membuat gerakan One Day No Rice (satu hari tidak mengonsumsi beras). Sejak dicetuskan Bupati beberapa bulan lalu, gerakan One Day No Rice belum diterapkan secara maksimal oleh masyarakat. Sekretaris Dinas PKP Kabupaten Bangli Wayan Sarma dikonfirmasi, Minggu (4/8) kemarin, mengakui bahwa gerakan One Day No Rice masih belum bisa berjalan maksimal. Namun khusus di lingkungan Dinas PKP, gerakan One Day No Rice sudah diterapkan secara konsisten dan kontinu. Setiap hari Kamis, dua kantin yang ada di Dinas PKP selalu menyediakan makanan yang dominan olahan bahan pangan lokal non-beras sebagai alternatif pengganti bahan pangan beras. “Kalau di luar, saya sudah sempat minta informasi ke beberapa penyuluh soal penerapan One Day No Rice, katanya ada beberapa yang sudah konsisten, ada juga yang belum. Jadi memang masih belum maksimal,” terangnya. Diakui Sarma, belum maksimalnya gerakan One Day No Rice dikarenakan masih banyak masyarakat yang belum terbiasa
mengganti nasi dengan olahan pangan non-beras. Sebagian masyarakat masih mempunyai anggapan belum makan kalau belum mengonsumsi olahan pangan beras. Padahal dari aspek kesehatan mengonsumsi olahan pangan beras (nasi) terlalu banyak bisa berdampak kurang baik bagi tubuh. One Day No Rice, jelas Sarma merupakan salah satu gerakan Pemkab Bangli untuk meningkatkan penganekaragaman pangan lokal. Upaya peningkatan keanekaragaman pangan selama ini terus dilakukan Dinas PKP Bangli mengingat Kabupaten Bangli minus bahan pangan beras. Berdasarkan data terakhir produksi beras di Bangli tercatat 18.474,52 ton. Sementara kebutuhan konsumsi 22.167,6 ton, sehingga minus beras 3.637 ton. Untuk memperkuat ketahanan pangan, Dinas PKP mendorong masyarakat mengonsumsi bahan pangan
lokal non beras, seperti ketela, jagung, sagu dan beberapa bahan pangan lokal lainnya. Dikatakan Sarma, bahwa meski tigkat konsumsi beras di Bangli saat ini masih cukup tinggi dan belum berada di angka standar nasional 86 kg/ kapita per tahun, namun sudah mengala m i
penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2014, pihaknya mencatat tingkat konsumsi beras di Bangli berada di angka 113 kg/kapita per tahun. “Berarti sudah ada kemajuan ke arah penganekaragaman pangan n o n beras,” p u n g kasnya. (kmb40)
OLAH RAGA
Senin Paing, 5 Agustus 2019
15
Teco Puji Al Ayyubi Denpasar (Bali Post) – Penampilan Fahmi Al Ayyubi dalam beberapa pertandingan terakhir mendapat pujian dari berbagai pihak, salah satunya pelatih kepala Bali United Stefano Cugurra. Pelatih yang akrab disapa Teco tersebut menyebut bila Fahmi telah menunjukkan progres peningkatan yang cukup baik. ‘’Fahmi sudah mampu be-
radaptasi dengan sistem permainan tim ini. Walaupun dia bisa dibilang salah satu pemain terakhir yang bergabung dengan tim. Selain itu kita tahu dia sempat harus menunggu lama untuk bisa langsung latihan dengan tim karena suatu masalah. Tapi sekarang saya lihat progres dia cukup positif,’’ ujar Coach Teco, Minggu (4/8) kemarin. Disinggung mengenai penampilan Fahmi saat laga kontra PSM Makassar hari Kamis (1/8) lalu, pelatih asal Brazil ini mengaku cukup puas dengan performa pemain yang identik dengan rambut pirangnya tersebut. ‘’Fahmi bermain sangat baik saat pertandingan melawan
PSM kemarin. Walaupun turun dari bangku cadangan, tapi dia bisa merepotkan pertahanan lawan. Dia juga mau membantu pertahanan ketika tim diserang. Secara keseluruhan penampilan dia bagus,’’ kata Teco lagi. Saat laga kontra PSM, Fahmi Al Ayyubi tampil di babak kedua tepatnya menit 57 menggantikan Irfan Bachdim. Maskipun baru dimainkan di babak kedua, namun beberapa kali pergerakannya yang cepat mampu membuat repot pemain belakang PSM Makassar. Bahkan tidak jarang juga pemain belakang PSM harus melakukan pelanggaran keras untuk menghentikan kecepatan Fahmi. (kmb33)
Dortmund – Musim lalu Jadon Sancho muncul sebagai bintang kejutan Borussia D o r t mund. Musim i n i tandatanda penye r a n g asal Inggris itu akan melanjutkan kegemilangan langsung terlihat. Jadon Sancho menjadi bintang kemenangan 2-0 Borussia Dortmund atas Bayern Muenchen dalam laga DFL Supercup alias Piala Super Jerman, Sabtu (3/8) kemarin di Stadion Signal Iduna Park. Setelah membuat assist untuk gol pembuka skor yang dicetak Paco Alcacer pada menit ke-48, Jadon Sancho sendiri mencetak gol di menit ke-69. Sejak bergabung ke Borussia Dortmund pada musim 2017-2018, Sancho telah mencetak 15 gol dan membuat 24 assist dalam 56 laga kompetitif. Artinya, pemain berusia 19 tahun ini
terlibat dalam satu gol timnya setiap 1,4 pertandingan. ‘’Kami masuk ke pertandingan ini dengan mengetahui bahwa pertandingan ini akan menantang. Bayern Muenchen meraih gelar ganda tahun lalu, jadi kami mencoba menunjukkan kapasitas tim ini,’’ kata Sancho. ‘’Kami bekerja keras selama pramusim dan hasil ini adalah buktinya. Saya bahagia untuk tim, juga untuk diri sendiri, terutama setelah membuat satu gol dan satu satu assist,’’ imbuhnya. ‘’Saya bahagia telah melakukan start dengan bagus. Tahun ini mungkin akan menjadi milik kami,’’ lanjut eks anggota akademi Manchester City itu. Tahun lalu Borussia Dortmund sempat memimpin klasemen Bundesliga, tetapi kebangkitan Bayern Muenchen dan sejumlah hasil buruk dari mereka sendiri membuat Tim Kuning-Hitam disalip rivalnya itu dalam perebutan gelar juara. Sekarang dengan keberhasilan menjuarai Piala Super Jerman, yang digelar sebagai pembuka tirai Bundesliga 2019-2020, Borussia Dortmund mengirim sinyal bahwa mereka mampu kembali bersaing di jalur juara. Borussia Dortmund selalu menang dalam 6 laga pramusim 2019-2020, termasuk laga DFL Supercup. (kmb33/afp)
Sancho Jadi Bintang Piala Super Jerman
Bali Post/ant
MENANG - Timnas Indonesia U-15 berhasil mengalahkan Myanmar di laga terakhir Grup A Piala AFF U-15 dengan skor telak 5-0.
Piala AFF U-15
Timnas Indonesia Bantai Myanmar
Chonburi –
Timnas Indonesia U-15 membantai Timnas Myanmar 5-0 pada laga pemungkas Grup A Piala AFF U-15 di Stadion IPE Chonburi Minggu (4/8) kemarin. Lima gol skuad arahan Bima Sakti ini dicetak oleh Faizal Shaifullah dua gol, Marselino Ferdinan, Ruy Arianto, dan Muhammad Valeron. Marselino dan kawankawan unggul 2-0 di babak pertama. Timnas Indonesia menambah keunggulan menjadi 3-0 pada awal babak kedua. Adalah Faizal Shaifullah yang melepaskan tembakan keras dan gagal dimentahkan kiper Myanmar pada menit ke-43.
Timnas Myanmar menciptakan peluang emas pada menit ke-52. Tendangan Min Thu dari luar kotak penalti masih melambung di pojok kiri atas gawang yang dijaga I Made Putra Kaicen. Timnas Indonesia kembali menambah skor menjadi 4-0 berkat gol Ruy Arianto
pada menit ke-54 dari luar kotak penalti. Bola tendangannya mengarah ke sisi kiri atas gawang Myanmar dan tak mampu dijangkau kiper lawan, Htet Arkar Win. Memasuki masa injury time babak kedua, Muhammad Valeron berhasil menambah keunggulan Timnas
Indonesia U-15 dengan tendangan mendatar ke pojok kiri gawang Myanmar tak mampu dicegah kiper lawan. Tak ada gol lagi setelah itu dan Timnas Indonesia U-15 berhasil mengakhiri laga dengan kemenangan 5-0 atas Myanmar. (kmb33)
Cardiff Favorit Tuan Rumah Tim Putri Perseden U-17 Wakili Bali ’’Rematch’’ Ruiz Jr. Vs Joshua
Las Vegas – Diskusi pertandingan ulang Anthony Joshua versus Andy Ruiz Jr. hampir selesai. Promotor Eddie Hearn menyebutkan Kota Cardiff, Wales, sebagai opsi utama untuk tuan rumah pertarungan. Meskipun muncul sejumlah tempat netral menghormati Ruiz yang tak ingin duel digelar di Inggris. Hearn telah memberi kabar terbaru tentang kemajuan negosiasi pertandingan ulang Joshua melawan Ruiz Jr. ‘’Saya paham, saya pikir, ke mana pertarungan akan dilakukan, tetapi saya hanya tinggal menunggu beberapa dokumen untuk disepakati dan kemudian kami akan membuat pengumuman,’’ kata Hearn, Minggu (4/8) kemarin. ‘’Cardiff masih meru-
Dari Hal. 1
pakan opsi utama. Kami memiliki dua atau tiga opsi lain di seluruh dunia untuk venue netral. Tempattempat netral akan mengurangi sakit kepala Andy Ruiz, tetapi jika itu terpilih Wales, jadilan Wales, dan di situlah pertarungan akan terjadi,’’ imbunya. ‘’Tapi, kami hanya menunggu dokumen yang akan disepakati dan kemudian Ruiz Jr. akan diberi tahu di mana tempat pertarungan itu,’’ kata Hearn lagi. Hearn juga hati-hati karena Ruiz belum pernah bertarung di Inggris hingga saat ini, dan mengakui bahwa petinju Meksiko lebih suka tempat yang netral. Namun sesuai dengan perjanjian asli, tempat pertandingan ulang akan diputuskan oleh kamp Joshua.
‘’Secara kontrak kami tahu posisi kami, tetapi kami ingin memastikan menyelesaikan pertarungan. Kami ingin menghormati Andy Ruiz, tetapi kami akan memutuskan di mana lokasinya,’’ tambah Hearn. ‘’Tempat yang netral, dia akan jauh lebih bahagia dengan itu. Saya pikir saya bisa mengesampingkan Amerika saat ini. Cardiff masih menjadi terdepan, masih favorit,’’ kata Hearn. Andy Ruiz mengalahkan Joshua pada perebutan sabuk juara kelas WBA, IBF, WBO dan IBF di Madison Square Garden (MSG), New York, Amerika Serikat pada 1 Juni lalu. Joshua empat kali mencium kanvas sebelum Wasit Mike Griffin menghentikan pertarungan di ronde ketujuh. (kmb33/ afp)
Enam Bulan Sekali
Presiden berharap setelah acara ghatering tersebut, para menteri dapat semakin bekerja sebagai tim. Acara serupa direncanakan Jokowi akan digelar setiap enam bulan sekali sejak awal pemerintahannya. Namun baru kali ini bisa diwujudkannya. ‘’Ya… kita ingin enam bulan sekali, setahun sekali,
tapi kejadian baru lima tahun sekali he… he… coba, karena semuanya fokus ke pekerjaan masing-masing, kerja-kerja,’’ ungkap Jokowi. Saat para wartawan mengajukan pertanyaan apakah susunan kabinet sekarang ini akan dipertahankan, Jokowi tidak memberi jawaban tegas. ‘’Oh dilanjutkan, ha… ha…,’’ jawab Jokowi
Dari Hal. 1
Merata
Itu hendaknya diambil dari berbagai daerah secara merata. ‘’Artinya penguasaan ilmu, apalagi Indonesia yang cukup luas dan sangat beragam dari berbagai perspektif budaya, politik, ekonomi hendaknya itu tercermin dalam sebuah tim (kabinet) yang solid, bukan tim yang homogen, tapi tim yang heterogen,’’ jelasnya. Menurutnya, heterogenitas itu menciptakan sebuah dinamika kerja yang bagus selama ada unsur dalam keheterogenan itu adalah orang-orang yang profesional, punya komitmen kebangsaan yang tinggi diwujudkan
jadi satu-kesatuan sehingga daerah merasa terwakili dan terperhatikan secara adil. ‘’Itu yang terpenting, maka keterwakilan daerah dalam kabinet jadi penting,’’ tegasnya. Ia mengatakan kalau y a n g d ipilih hanya dari daerah-daerah tertentu saja, tetapi di daerah lain ada orang yang memenuhi syarat dan rekam jejak yang baik, maka ada kerawanan untuk keutuhan bangsa Indonesia. Akan terjadi diskriminasi terkait profesionalitas. ‘’Jangan ada daerah yang merasa disepelekan,’’ kata Alaidin. (ant)
sambil tertawa. Sementara itu, Jusuf Kalla mengatakan bahwa acara tersebut untuk menambah semangat dalam bekerja. ‘’Makan kerupuk kalah, lomba kelereng juara, ya.. happy saja kan, fun dan itu supaya, itu namanya kalau dalam hidup di-charger. Kesini langsung segar,’’ kata Kalla. (ant)
Denpasar (Bali Post) Kesebelasan putri Perseden Denpasar U-17 berhak mewakili Bali guna mengikuti kejuaraan Piala Menpora Seri Nasional di Lapangan Pusdikpom, Bandung, Jabar, 5-10 Agustus. Tim putri Laskar Catur Muka berkekuatan 16 pemain dan ditargetkan tembus melaju pada peringkat 10 besar. Sekum Askot PSSI Kota Denpasar Gede Made Anom Prenatha, di Denpasar Minggu (4/8) kemarin menerangkan, tim yang diarsiteki duet pelatih Roy dan Imron ini berhak mewakili Bali usai di final seri provinsi menang atas Paradise Footbal Academy (PFA) dengan skor 2-0 di Lapangan Sidakarya, Jumat
(2/8) lalu. Anom Prenatha menjelaskan bahwa ini adalah pertama kalinya tim putri Perseden mewakili Bali ke seri nasional. ‘’Untuk itu, kami tidak memasang target, namun untuk berada di peringkat 10 besar saja sudah bagus,’’ ujarnya. Piala Menpora diikuti 34 provinsi dan dibagi dalam delapan grup. Tim Perseden sebagai wakil Bali menghuni grup A bersama Jatim, Maluku dan Papua Barat. Tim putri Perseden U-17 dilepas oleh Exco Askot PSSI Kota Denpasar Bidang Kompetisi I Gusti Lanang Rai, seizin Ketua Umum Askot PSSI Kota Denpasar AAN Garga Candra Gupta. Lanang Rai juga menyerahkan bantuan Rp 25 juta. (022)
Madrid Incar Van de Beek Arnhem – Donny van de Beek menuju Real Madrid. Gelandang Ajax itu mengonfirmasi kalau Madrid sedang menegosiasikan kepindahannya. Van de Beek belakangan dikaitkan dengan Madrid. Kabar tersebut muncul setelah upaya Madrid mendaratkan Paul Pogba ke Santiago Bernabeu tak kunjung membuahkan hasil. Van de Beek memang tampil luar biasa bersama Ajax pada musim lalu. Gelandang berusia 22 tahun
itu mengemas 17 gol dan 13 assist. Soal ketertarikan Madrid, Van de Beek sudah mengetahuinya. Kini ia mengonfirmasi kalau Ajax dan Madrid tengah menjalin kontak. ‘’Benar bahwa Madrid sedang negosiasi dengan Ajax, tapi saya tidak bisa bilang lebih banyak lagi,’’ ujar Van de Beek, Minggu (4/8) kemarin. ‘’Agen saya sudah bicara dengan mereka. Real Madrid adalah klub hebat, tapi Ajax juga masih klub luar biasa.
Senin, 5 Agustus 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya, Pura Dalem Desa Adat Dalung (3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Adi Parwa (2) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Yowana Magz Tim KIR SMAN 6 Denpasar Raih Prestasi Tingkat Nasional dan Internasional 09:30 Wita Solusi Alternatif
Bali Post/ist
SERI NASIONAL - Tim putri Perseden U-17 mewakili Bali guna berlaga ke Piala Menpora Seri Nasional, di Bandung, 5-10 Agustus.
Marion Sam 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Lejel Home Shopping 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya, Pura Dalem Desa Adat Dalung (4) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Ocydia Home Shopping 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Yowana Live Sang Juara dari SMK Prada 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita DW TV
16:30 Wita Folk Song 17:00 Wita Dialog Interaktif PT Dinamika Tiga Pilar 17:30 Wita Sansekerta 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Diabemed 21:30 Wita Taksu I Gede Sudi Arcana, Komit Lestarikan Seni Tari 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Dialog Proaktif Bentraf 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel Tourist TV
Kita lihat saja apa yang akan terjadi,’’ imbuhnya. Kabar soal ketertarikan Madrid kepada Van de Beek juga mendapat respons dari fans Ajax. Suporter menyerukan ‘’Donny, bertahan satu tahun lagi, bertahan satu tahun lagi...’’ saat Ajax
menghadapi Vitesse di pekan perdana Eredivisie, Sabtu (3/8). ‘’Ya, saya mendengarnya,’’ kata Van de Beek soal chant untuknya itu. Dalam laga itu Ajax bermain imbang 2-2 lawan Vitesse. (kmb33/afp)
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
SENIN paing, 5 agustus 2019
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
’’Bold Riders Night Out’’, Wadahi Semangat Kebersamaan Bikers Bali BOLD Riders Night Out, sebuah event yang diramaikan oleh beragam genre komunitas motor yang ada di Denpasar, Bali digelar di Plasa Amarta, Garuda Wisnu Kencana, Ungasan, Bali pada Jumat (2/8). Event yang mewadahi semangat kebersamaan bikers Bali memang ditunggu-tunggu oleh para Bold Riders Denpasar, yang menyuguhkan suatu konsep event yang berbeda daripada events bertemakan motor pada umumnya. Dengan tagline ‘’The Spirit of Brotherhood’’, Bold Riders merangkul berbagai komunitas motor dan tidak terbatas pada salah satu genre saja. Karena itulah gerakan ini bisa diterima oleh banyak komunitas motor di seluruh penjuru Indonesia. Sejak sore hari, para rider silih berganti datang meramaikan event ini. Suasana semakin ramai saat dilakukan perakitan langsung sepeda motor custom yang
akan digunakan sebagai doorprize. Suasana semakin hidup saat penampilan sejumlah band pendukung. Marketing Research HQ - PT Djarum Suharto pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh rider yang berpartisipasi pada Bold Riders Night Out. Kegiatan ini, katanya, kolaborasi antara Bold Riders dengan PT Djarum. ‘’Kegiatan ini memang dari komunitas untuk komunitas, dan kita sebagai support system dari PT Djarum. Terima kasih semua atas kerja sama yang baik dengan kami,’’ pungkasnya. Hal senada disampai kan Marketing Manager DSO Denpasar, Jonny Andriyanto. Pihaknya juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya untuk semua riders. Dikatakannya, momen ini menjadi sangat fenomenal untuk Bali. Karena, menurutnya, Bali bukan hanya soal pari-
wisata, namun Bali adalah daerah dengan komunintas yang berwarna-warni dan sampai saat ini terus berkembang. ‘’Apresiasi tertinggi untuk rekan-rekan semua,’’ ucapnya. Perwakilan Bold Riders Denpasar, Bengbeng dari Dewata Rockers, menyampaikan bahwa acara ini memang diapresiasikan untuk riders yang ada di Bali. Diakuinya, memang jarang sekali ada acara yang bisa menyatukan seluruh genre motor. Seperti dari motor sport, motor custom, ada dari motor klasik dan semuanya berkumpul. Pihaknya juga menyampaikan terima kasih kepada PT Djarum yang memberikan wadah untuk para rider berorganisasi, berkenalan dengan semua komunitas yang sebelumnya belum saling kenal. ‘’Kami tidak mau mengkotak-kotakkan berbagai komunitas yang ada di Denpasar. Karena
pada dasarnya kita semua itu sama, memiliki kecintaan dan hobi yang sama, dan kita semua berbagi satu aspal,’’ ungkapnya. Salah seorang Inspiring Rider di Skena Motor Indonesia, Teddy AWS, juga hadir pada event Bold Riders Night Out. Teddy yang merupakan seorang Bold Riders, telah melanglang buana dengan motor tuanya, di banyak pelosok daerah di Indonesia bahkan sampai Asia Tenggara. Pada event ini ia menyampaikan tentang banyak cerita yang ia alami pada saat riding kepada para Bold Riders di Bali. ‘’Value motor itu bukan dilihat dari seekstrem apa modifikasinya, atau semengkilat apa finisihingnya, melainkan dari cerita dan pengalaman apa yang kita alami ketika menaikinya. Jadi motor itu ya… untuk dinaiki di jalan, bukan cuma nongkrong di rumah saja,’’ tutur Teddy.
Bold Riders - Jajaran manajemen PT Djarum bersama perwakilan Riders saat menghadiri event Bold Riders Night Out, Jumat (2/8) di GWK. Event Bold Riders Night Out ini juga menyuguhkan berbagai aktivitas. Seperti misalnya Rolling Thunder, Meet Up dan Talk Show
dengan Inspiring Riders, Apparel Market. Ada juga penampilan dari berbagai band, salah satunya adalah White Swan, serta 1 buah
doorprize berupa sebuah motor custom keren bertemakan ‘’Scrambler’’ bagi pengunjung yang beruntung. (ad08)
Batik Membawa Taty Mendunia
KULINER KESEHATAN
The Trans TOP Resort Bali
IN VASI Resort Terbaik di Pulau Dewata WONDERFUL BALI THE TRANS Resort Bali merupakan salah satu resost mewah dengan predikat terbaik di Bali. Ini dibuktikan dengan pencapaiannya dalam menerima penghargaan sebagai ‘’Resor Terbaik di Bali’’ oleh Bali Tourism Awards 2019/2020 beberapa waktu lalu. ‘’Kami bersaing dengan banyak jaringan hotel internasional dan The Trans
BUDAYA
Resort Bali telah terbukti menjadi akomodasi nomor satu bagi wisatawan di Bali,’’ ujar Sisca Oktavia, Marketing Communications Executive The Trans Resort. Resor ini memiliki 184 kamar dan suite, serta 16 vila mewah dengan kolam renang pribadi. Kamar standar seluas 65 m2 memiliki balkon yang luas dengan sofa dan jacuzzi pribadi yang menghadap ke kolam renang dengan pasir pantai yang berkilauan dan taman tropis. Sedangkan kamar tipe Celebrity Suite dengan luas 130 m2 memiliki ruang tamu yang luas dan
PENDIDIKAN
teras yang memberikan akses pribadi ke kolam renang utama. ‘’Semua kamar dan fasilitas kami rancang dengan kemewahan untuk kepuasan para tamu. Kami ingin agar tamu yang menginap disini mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan,’’ imbuhnya. Kemewahan akomodasi juga dapat dilihat pada tingkat detail yang diberikan pada bahan dan hasil akhir, di mana veneer eksotis dari Amerika Selatan dan Eropa dan marmer Golden Spider digunakan. Sebuah lukisan
langit-langit Kamasan di lobi dan artefak topeng perak di kamar mandi bersumber dari pengrajin Bali yang berbakat. Diluncurkan dan didirikan pada bulan Desember 2014, The Trans Resort Bali adalah jaringan hotel mewah CT Corp ke-2 setelah The Trans Luxury Hotel Bandung – merek hotel ternama di Indonesia dengan keramahan dan layanan khas Indonesia yang memiliki visi untuk menjadi ‘’kebanggaan bangsa’’ dan untuk dikembangkan sebagai merek hotel internasional ternama di masa depan. (gie)
Liang Coffee Bali, Kedai Kopi SENIMAN Berbasis Filosofi Bali
KULINER KESEHATAN TOP IN VASI BELUM memiliki tempat ngopi yang fantastis? Cobalah ngopi di Liang Coffe Bali yang berlokasi di Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Kedai kopi yang telah diluncurkan oleh dua pemuda lokal Bali, Putu Sumardiana dan Ida Putu Arisudana, beberapa waktu lalu,
WONDERFUL BALI
BUDAYA
tak hanya menyajikan kopi enak dan nikmat, tetapi juga menawarkan filosofi Bali dengan konsep Tri Hita Karana. Beberapa menu andalannya seperti Liang Es Kopi dan Chizzu, tersedia pula Blueberry, Aiceepresso, Lemon Drop, dan teh Mawar untuk minuman cold. Sementara minuman hot, antara lain Espresso, Doppio Espreso, Americano, Cappuccino dan Latte. Kedai kopi ini juga dilengkapi Wifi dan booth grabh and go. ‘’Kami ingin
memberikan keseimbangan yang berkelanjutan melalui suguhan kopi dan tempat yang khas dan kental dengan nilai-nilai keseimbgangan,’’ kata Sumar dan Ari selaku owner kompak. Filosofi itu digunakan dalam setiap hal dalam menjalani usaha kedai kopi ini. Mulai dari peracikan, pilihan bahan baku hingga karakter kedai. Dengan begitu, pihaknya bisa memberikan rasa dan tempat yang berbeda untuk menikmati kopi khas buatannya. ‘’Kami ingin mencoba bisnis ini. Kami ingin lebih mengutamakan produk Bali, sehingga biji kopi khusus didatangkan dari Kintamani, yaitu arabika dan robusta masingmasing 50 persen, sehingga ada cita rasa yang berbeda,’’ ucap pekerja pariwisata ini. Ari mengatakan, menjamurnya kedai kopi di Bali merupakan perpanjangan tangan dari kopi yang sudah menjadi bagian dari gaya hidup para milenial. Karena itu, Liang Coffee Bali ini diharapkan bisa sebagai tempat favorit ketiga setelah rumah dan sekolah untuk menghabiskan waktu mereka. ‘’Mayoritas mudamudi Bali telanjur terserap di bidang yang sama. Kami pun bagian dari mereka, namun dengan semangat
kewirausahaan dan perkembangan skema kopi, kami merintis bisnis ini dengan harapan agar bisa berdiri di kaki sendiri,’’ ujarnya. Duduk-duduk sambil ngopi di sana, paling tidak ada enam jenis Liang Coffee Bali yang bisa dicoba. Tentu rasanya sangat khas dan memiliki kelebihan daripada es kopi yang lain. Keenam jenis Liang Coffee ini menggunakan gula kayu manis asli. Jika meminumnya, awalnya terasa asem, namun semakin lama rasanya menjadi semakin manis. Demikian merasakan es kopi, awalnya terasa pahit banget, setelah terus meminumnya akan terasa manis dan enak. ‘’Ini kedai cabang pertama, kami berharap buka cabang lain lagi,’’ harap Ari. Menurutnya, memilih lokasi di Dalung berdasarkan survei sebelumnya. Kawasan ini merupakan tempat di mana anak sekolah, kuliahan cukup ramai sehinagga cocok untuk membuat tempat nongkrong yang nyaman. ‘’Kami juga menyesuaikan dengan penghuni areal ini, sehingga buka dari pukul 10.00 Wita hingga 22.00 Wita. Anak-anak muda. Lagian harganya sangat terjangkau, mulai dari Rp 13 ribu hingga Rp 25 ribu,’’ tutupnya. (bud)
BATIK merupakan warisan budaya Indonesia yang memiliki nilai dan perpaduan seni yang tinggi. Berbagai daerah di Nusantara pun mempunyai motif batik khas tertentu, dan salah satu yang terkenal dan telah mendunia adalah batik Cirebon. Taty Sugiarti yang lahir dan dibesarkan di Cirebon sangat mencintai batik khas daerahnya sehingga mencoba untuk mengembangkanya. ‘’Saya ingin melestarikan batik Cirebonan dalam konteks yang lebih modern, baik di tingkat nasional maupun internasional,’’ ujar Taty. Produk batik kreasi Taty yang dipasarkan pun bukan hanya pakaian saja, tetapi juga dibuat menjadi hampers/ bingkisan cantik yang diminati banyak kalangan. ‘’Produk Laksmi batik sendiri mengedepankan keunikan desain dan detail tanpa mengubah pakem dari batik itu sendiri,’’ ujar Taty yang kini telah memiliki pelanggan di seluruh Indonesia dan berbagai negara di Asia. Taty mencoba memasarkan produknya sendiri yang didirikan tahun 2016, setelah berhasil mengelola outlet muslim wanita. Ia mengungkapkan bahwa berbagai hal yang diraihnya tidak datang begitu saja tanpa usaha dan tekad yang kuat serta memiliki passion tersendiri dalam berbisnis.
‘’Awalnya mendirikan saya memilih dan membawa bahan batik dari Cirebon ke Bandung untuk dipasarkan ke teman–teman dekat, alhamdulillah produk–produknya dapat diterima masyarakat luas, hingga dipergunakan oleh beberapa public figure. Saat ini Batik Laksmi didukung oleh 15 karyawan dan pengrajin batik di Cirebon,’’ ungkap wanita dua anak ini. Taty yang memiliki hobi traveling ini mengatakan, ‘’Bagi saya, manusia hidup dan bekerja bukan sekadar men-
cari materi, namun bagaimana manusia itu dapat merasa lebih hidup. Selama orang mau berusaha dan melakukannya dengan cara yang positif, maka hobi akan menjadi peluang yang menjanjikan.’’ Keinginannya yang besar untuk melestarikan budaya batik Cirebon serta mengenalkannya ke seluruh Nusantara dan dunia dilakukan Taty dengan serius. Putrinya pun mengikuti langkahnya dengan lulus di bidang fashion design dan kini menjadi desainer Batik Laksmi. (gie)
Kerajinan dari Bambu Layani Suvenir Sokasi Isi Nama BANGLI memiliki kekayaan alam berupa bambu. Karenanya banyak perajin bambu terlahir dari daerah ini. Salah satunya Gusti Ngurah Suedana. Melihat potensi yang ada, sejak tiga tahun lalu Suedana mencoba-coba terjun ke dunia kerajinan bambu berupa pembuatan sokasi, dulang, bokor dan lainnya yang ia namakan Rahorder Keben Bali. Agar berbeda dengan kerajinan lainnya, ia menerima pesanan suvenir berupa sokasi berisi nama, baik itu nama pribadi ataupun nama lembaga seperti koperasi. Ditemui beberapa waktu lalu di pameran koperasi yang digelar di Wantilan Bali TV, Suedana mengaku mulai terjun ke usaha pem-
buatan kerajinan dari bambu berupa dulang, bokor hingga sokasi dan lainnya ini sejak tiga tahun lalu. ‘’Awalnya melihat potensi di mana di Bangli banyak bahan baku kerajinan ini yaitu bambu. Serta banyak permintaan untuk kerajinan seperti sokasi, dulang dan bokor dari bambu ini,’’ ujarnya. Selain membuat pesanan sendiri, Suedana juga mengambil kerajinan dan perajin lain. Pesanan biasanya akan mengalami peningkatan jika mendekati hari raya. ‘’Salah satu tantangannya sekarang adalah saat hari raya pesanan banyak, tetapi tenaga perajinnya justru terbatas karena kebanyakan sibuk ngayah. Sehingga kadang
tidak semua pesanan bisa diambil,’’ ujarnya. Usaha lain yang dikembangkan Suedana dalam meningkatkan penjualan lainnya adalah menerima pesanan untuk suvenir berupa sokasi berisi nama. Biasanya ia menerima pesanan ini dari koperasi yang hendak melakukan RAT. Sehingga selain membuat pesanan kerajinan yang diminta, pihaknya juga mengembos logo pemesan. Untuk harga yang diberikan cukup bersaing. Menurut Suedana, untuk sokasi dihargai Rp 95.000 sampai Rp 100.000 sesuai besar-kecil dan hiasannya. Untuk harga termurah seharga Rp 10.000-an berupa bokor kecil tempat bunga. (san)