Skip to main content

Edisi Jumat 5 Juli 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Bunyikan Lesung, Bupati Giri Prasta Buka FBP Ke-8 FESTIVAL Budaya Pertanian (FBP) Kabupaten Badung kembali digelar di Jembatan Tukad Bangkung, Pelaga, Petang. Event tahunan tersebut dibuka Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dengan membunyikan lesung didampingi Wakil Bupati I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Badung I Putu Parwata, Panglingsir Puri Ageng Mengwi A.A. Gde Agung dan Plt. Kadis Pertanian dan Pangan Badung I Ketut Sudarsana, Kamis (4/7) kemarin. Hadir pula dalam BUKA FBP - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Wabup I Ketut Suiasa, Ketua DPRD Putu Parwata dan Pangelingsir Puri Ageng Mengwi A.A. Gde Agung membuka Festival Budaya Pertanian (FBP) Kabupaten Badung Ke-8 yang ditandai dengan membunyikan lesung, Kamis (4/7) kemarin di Jembatan Tukad Bangkung, Pelaga, Kecamatan Petang.

kesempatan itu anggota DPRD Badung, Sekda Badung Adi Arnawa dan pimpinan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta mengatakan, FBP tahun ini mengangkat tema ‘’Amerih Guna Phalaning Bumi’’ yang berarti mari menggunakan produk pertanian lokal. Melalui FBP ini diharapkan bisa menumbuhkan sentrasentra produksi pertanian lokal di Badung yang diperlukan hotel-hotel di Badung Selatan. ‘’Jika sudah ada di Badung mari kita gunakan itu, untuk mengangkat produk pertanian lokal. Pemerintah harus bisa menjadi jembatan antara petani dan hotel. Kalau tidak ada baru gunakan hasil daerah lain,’’ katanya. Bupati Giri Prasta menginginkan Badung Utara menjadi pertanian kontemporer yakni pertanian yang berbasis pariwisata. Pihaknya pun tengah merancang Giri Park Land untuk Badung Utara. Tujuannya agar masyarakat Badung bangga menjadi pet-

APBN 2018 Defisit Rp 269 Triliun Jakarta (Bali Post) – Menteri Keuangan Republik Indonesia Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar Rp 269,4 triliun masih berada pada kisaran yang aman. ‘’Defisit APBN Tahun 2018 masih berada pada kisaran yang aman, yakni 1,81 persen dari produk domestik bruto (PDB),’’ katanya dalam Rapat Paripurna DPRRI dengan agenda Penyampaian RUU Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (PPAPBN) TA 2018, di Jakarta, Kamis (4/7) kemarin.

Angka tersebut, kata Menkeu, lebih rendah dari defisit indikatif APBN Tahun Anggaran 2018 sebesar 2,19 persen, atau jauh di bawah ambang batas yang diatur dalam undangundang, yaitu 3 persen terhadap PDB. Persentase defisit terhadap PDB tersebut merupakan yang terkecil sejak 2012. Hal tersebut, kata Menkeu, menunjukkan bahwa pengelolaan defisit APBN telah dilaksanakan secara optimal. Dengan demikian, peran APBN sebagai instrumen kebijakan fiskal dapat berjalan dengan baik, kredibel

ani. ‘’Nanti, Giri Park Land ini akan dijadikan home based desa wisata. Di dalamnya akan ada kereta gantung, agrowisata, ekowisata, health wisata dan culture wisata. Astungkara, Badung Utara bisa jadi Bogornya Badung,’’ ungkapnya. Bupati asal Desa Pelaga, Petang ini mengungkapkan, pihaknya dalam merancang program-program menggunakan landasan ideologi Pancasila, landasan yuridis UUD 45, Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana sebagai jembatan dengan tujuan Tri Sakti Bung Karno. Yakni berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian di bidang budaya. ‘’Berdaulat di bidang politik artinya tidak ada intervensi, berdikari di bidang ekonomi artinya kebutuhan Badung bisa terpenuhi, sedangkan berkepribadian di bidang budaya artinya tidak boleh keluar dari budaya. Itu sudah kita terapkan di Badung,’’ paparnya. Usai acara pembukaan dilanjutkan dengan pawai dari SMKN 1 Petang dan masing-masing kecamatan di Badung. (ad227)

dan efisien, serta mampu menjaga keberlanjutan fiskal. Defisit anggaran tersebut ditutup dengan pembiayaan (neto) sebesar Rp 305,7 triliun. Pembiayaan atau neto tersebut berasal dari sumber-sumber pembiayaan dalam negeri sebesar Rp 302,7 triliun dan pembiayaan luar negeri sebesar Rp 3,2 triliun. Dia juga menambahkan bahwa dengan demikian terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) untuk tahun anggaran 2018 sebesar Rp 36,2 triliun. (ant)

PKK Kota Denpasar Raih Predikat LBS Terbaik Tingkat Nasional

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra didampingi Wakil Ketua TP PKK Ny. Antari Jaya Negara dan Ny. I.A. Kerti Rai Iswara.

TIM Penggerak PKK Kota Denpasar kembali sukses meraih Pakarti Utama Lomba Pelaksana Terbaik Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) Kategori Kabupaten/Kota Tahun 2019. Penetapan peraih penghargaan ini diumumkan serangkaian Pembukaan Pameran dan Gelar Dagang Harganas (Hari Keluarga Nasional) XXVI Tahun 2019 di Banjar Baru, Kalimantan Selatan, Kamis (4/7) kemarin. Pameran dan Gelar Dagang Harganas yang dibuka langsung Ketua Umum Tim Penggerak PKK Erni Guntarti Tjahjo Kumolo ini juga dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kota Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra didampingi Wakil Ketua TP PKK Ny. Antari Jaya Negara, Ny. I.A. Kerti Rai Iswara dan Kadis Disperindag Kota Denpasar Ni Nyoman Sri Utari. Dalam kesempatan itu, Ny. Selly Mantra mengucapkan syukur atas suksesnya Tim Penggerak PKK Kota Denpasar kembali mengharumkan Kota Denpasar dan Bali dengan meraih Pakarti Utama

dalam lomba LBS. Penghargaan ini, menurut Ny. Selly, akan menjadi motivasi PKK Kota Denpasar untuk terus berinovasi. Lebih lanjut Ny. Selly mengatakan, penghargaan ini dapat diraih berkat sinergi antara Penggerak PPK Kota Denpasar dengan Pemerintah Kota Denpasar. ‘’Program unggulan Pemerintah Kota Denpasar selalu diaplikasikan pada kader-kader PKK di bawah,’’ ungkapnya. Menurutnya, saat ini Pemerintah Kota Denpasar sedang menggalakkan lingkungan bersih dan menciptakan gang-gang hijau serta mengurangi penggunaan kantong plastik. Dari program itu, Tim Penggerak PKK Kota Denpasar mengiplementasikan dengan kader-kader PKK hingga tingkat desa/ lurah bahkan banjar/dusun, salah satunya diterapkan di areal Tukad Bindu Banjar Ujung Kelurahan Kesiman Kecamatan Denpasar Timur. Dari program tersebut, pihaknya selalu berusaha memberdayakan kader-kader

PKK untuk membersihkan tukad yang dulunya kotor kini menjadi destinasi wisata baru di Kota Denpasar. Tidak hanya itu, PKK Kota Denpasar membuat inovasi yakni mempunyai kebun organik di Tukad Bindu. Di mana hasil kebun organik tersebut dijual setiap hari minggu di dalam Pasar Nusantara. ‘’Jadi kami betul-betul memberdayakan kader-kader PKK di Kelurahan Kesiman sehingga lingkungan bersih bisa berimbas ke seluruh Kota Denpasar,’’ tegasnya. Ny. Selly Mantra menambahkan, PKK Kota Denpasar sebelumnya juga meraih berbagai penghargaan yakni 2015 Penghargaan Pakarti Utama 2 Bidang Administrasi PKK Desa Sanur Kaja, tahun 2016 penghargaan Pakarti Utama 1 Bidang Pelaksana Terbaik Lingkungan Bersih dan Sehat (LBS) Kelurahan Sesetan dan juara I Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Kelurahan Penatih. Tahun 2017 Pakarti Utama 1 Bidang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Kelurahan Penatih

dan Pakarti Utama 1 Bidang Tertib Administrasi PKK Kelurahan Penatih, tahun 2018 juga meraih Pakarti Utama dan Pelaksana Terbaik IVA Test Kelurahan Pedungan. ‘’Dengan penghargaan ini saya berharap bisa berhimbas ke seluruh Kota Denpasar,’’ harap Ny. Selly. Ketua Umum Tim Penggerak PKK Erni Guntarti Tjahjo Kumolo mengucapkan selamat atas penghargaan yang diraih oleh PKK Kota Denpasar. Melalui penghargaan ini pihaknya berharap agar PKK terus berinovasi sehingga tercipta keluarga sehat, berdaya, mandiri, peduli, berbagi dan keluarga sejahtera sesuai dengan tema Harganas XXVI. Dalam kesempatan tersebut, Erni Guntarti Tjahjo Kumolo mengatakan perayaan Hari Keluarga Nasional XXVI sengaja dilaksanakan pameran dan gelar dagang sebagai salah satu upaya untuk menyosialisasikan berbagai pogram pemberdayaan ekonomi keluarga. Sehingga Pameran dan Ge-

lar Dagang ini ditampilkan berbagai produk sejumlah kerajinan usaha kecil dan menengah seluruh provinsi di Indonesia. Pameran ini juga ditampilkan produkproduk unggulan lainnya dari kader PKK seluruh Indonesia. Menurutnya, pameran dagang ini untuk mempertemukan dua unsur manajemen yakni manajemen pembangunan dengan manajemen pemerintahan. Pada hakikatnya pembangunan keluarga merupakan komponen utama dalam manajemen pembangunan nasional sekaligus kunci manajemen pemerintahan. Maka dari itu pihaknya mengucapkan terima kasih kepada peserta pameran dan ia juga minta agar melalui pameran ini diharapkan dimanfaatkan untuk menimba ilmu dan wawasan dalam menciptakan ketahanan keluarga dan meningkatkan kesejahteraan keluarga di Indonesia. Hal. 15 Sesuai Potensi

Kategori Posyandu Terbaik Nasional

Buleleng Rebut Penghargaan Pakarti Madya Tiga

PENGHARGAAN tingkat Nasional kembali diterima Kabupaten Buleleng. Awal tahun ini, Pemkab Buleleng di bawah duet periode kedua Bupati Putu Agus Suradnyana dan Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. (PAS-Sutjidra) menerima penghargaan Pakarti Madya Tiga. Penghargaan untuk kategori Posyandu Terbaik Nasional itu dipersembahkan kelompok Posyandu Mawar Merah Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula. Penghargaan ini diterima Ketua Tim (TP) PKK Kabupaten Buleleng Ny. Aries Suradnyana, Kamis (4/7) kemarin. Penghargaan diserahkan serangkaian puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) Ke-26 Tahun 2019 yang dipusatkan di Kalimantan Selatan

(Kalsel). Penghargaan ini diserahkan Ketua Umum TP PKK Erni Guntarti Tjahjo Kumolo. Ditemui usai menerima penghargaan, Ny. Aries Suradnyana menyatakan bahagia dan bangga setelah Buleleng meraih penghargaan bergengsi. Istri Bupati Putu Agus Suradnyana ini mengatakan persaingan dalam lomba serangkaian Harganas tahun ini cukup ketat. Semua peserta mempersiapkan diri dengan baik. Dengan kerja keras terutama pengelola Posyandu Mawar Merah Desa Penuktukan mampu mengantarkan Buleleng menerima penghargaan Pakarti Madya Tiga. ‘’Dulu Buleleng pernah mendapatkan juara II Nasional. Tapi sekarang lebih bagus dari yang raihan prestasi

sebelumnya,’’ katanya. Menurut Ny. Aries Suradnyana, kader Posyandu Mawar Merah Penuktukan selain mampu melaksanakan pengelolaan posyandu mengikuti Standar Oprasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan, juga melakukan sejumlah inovasi dalam pelayanan kepada masyarakatnya. Dari sekian banyak inovasi itu di antaranya adalah para kader posyandu di ujung timur Buleleng itu melakukan massage (pijat) bayi. Inovasi lainnya adalah melakukan gerakan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya minum air. Inovasi ini ditunjukkan dengan program Ayo Minum Air (AMIR). Tidak hanya itu, kader posyandu di desa ini sukses rutin melakukan

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) baik kepada bayi lima tahun (balita) dan kalangan lanjut usia (lansia). Terobsoan menarik lain adalah melaksanakan gerakan deteksi dini kanker rahim dengan metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Test. ‘’Keunggulan dan kreativitas yang dilakukan kader Posyandu Penuktukan ini membawa kita merebut penghargaan ini, dan masih banyak program unggulan lain, termasuk pelaporan kegiatannya sudah berbasis online. Kami memberikan apresiasi positif atas kerja keras dan membawa daerah kita merebut penghargaan ini,’’ jelasnya. Hal. 15 Kegiatan Posyandu

PENGHARGAAN - Ketua TP PKK Buleleng Ny. Aries Suradnyana menerima penghargaan Pakarti Madya Tiga untuk kategori Posyandu Terbaik Nasional.


2

Jumat Umanis, 5 Juli 2019

FIGUR Menuju Bali Bebas Plastik KEPEDULIAN terhadap Bali bersih terus bergulir dan direspons banyak pihak. Kegiatan-kegiatan peduli sampah plastik pun makin banyak digelar. Salah satunya Jimbafest 2019. Pada sesi akhir kegiatan yang mengangkat tema ‘’Menuju Bali Bebas Sampah Plastik’’ ini didedikasikan untuk mengedukasi masyarakat peduli terhadap kebersihan Bali. ‘’Bali bersih dan bebas sampah plastik menjadi salah satu agenda strategis Jimbafest 2019,’’ ujar CEO Jimbaran Hijau Putu Agung Prianta, Kamis (4/7) kemarin. Ia mengatakan, kini gerakan peduli sampah plastik yang digulirkan di Bali diapresiasi dunia internasional. Gerakan yang digulirkan Gubernur Wayan Koster ini juga diharapkan menjadi gerakan untuk menuju budaya peduli terhadap Bali Hijau. Untuk itu, kata inisiator acara Green Startup ini, Jimbaran Hijau akan membawa dua Green Startup dari Bali untuk menghadiri Innovfest Unbound 2019 di Singapura. Ide dan inovasi kedua Green Startup yang menjadi perwakilan dari Bali mengangkat aspek platform teknologi dan produk ramah lingkungan. Refill My Bottle mengusung platform aplikasi dan layanan untuk air minum isi ulang, sedangkan Mess Free mengangkat produk pakai ulang dalam upaya memperkenalkan gaya hidup tanpa plastik di Indonesia. Ide dan inovasi tersebut dinilai mampu memberikan social impact dan layak dipaparkan di hadapan ribuan peserta Innovfest Unbound 2019. Terkait dengan Jimbaran Hijau, ia mengatakan Jimbaran memiliki yang sangat besar untuk menjadi sebuah desa kreatif dan destinasi untuk tinggal, berkreasi dan berekreasi (livework-play), dalam sebuah konsep Integrated Living Destination. Bahkan, Kelvin Tan selaku Programme Director dari NUS Enterprises mengungkapkan bahwa Innovfest Unbound 2019 sangat senang dengan kehadiran Jimbaran Hijau dan presentasi yang disampaikan oleh Putu Agung Prianta mengenai sustainability dalam masa kritis ini yang sejalan dengan perhatiannya akan betapa pentingnya kesadaran startup yang saat ini mulai memasuki fase teknologi 4.0. Putu Agung Prianta berharap agar para startup di Indonesia terinspirasi memunculkan ide-ide kreatif, berinovasi dan solusi dalam menangani isu sampah plastik, sehingga mampu membawa Bali ke dunia dan membawa dunia ke Bali. (kmb)

Eksepsi Alit Wiraputra Ditolak Denpasar (Bali Post) Majelis hakim pimpinan Ida Ayu Adnya Dewi, Kamis (4/7) kemarin membacakan putusan sela atas perkara dugaan penipuan pengurusan perizinan pengembangan reklamasi kawasan Pelabuhan Teluk Benoa dengan terdakwa Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra. Dalam amar putusannya, ketua majelis hakim Ida Ayu Adnya Dewi didampingi hakim anggota Made Pasek dan Ngurah Partha Bhargawa tidak dapat menerima eksepsi yang diajukan tim kuasa hukum terdakwa. Selain itu, hakim juga memerintahkan JPU Raka Arimbawa untuk melanjutkan pemeriksaan dan pembuktian perkara. Atas putusan itu, terdakwa Alit Wiraputra yang merupakan mantan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bali itu mengaku menghormati putusan hakim. ‘’Pada prinsipnya apa yang dibacakan majelis hakim, saya setuju. Kita akan buktikan bahwa apa yang disampaikan dalam eksepsi kami itu benar,’’ tegasnya. Ia kembali menjelaskan soal aliran dana, yakni kepada Candra Wijaya, Putu Pasek Sandoz Prawirotama dan Made Jayantara. Atas kondisi itu, majelis hakim diminta untuk menghadirkan ketiga orang tersebut yang disebut menerima bagian dana. Dalam dakwaan jaksa sudah disebut rincian pembagian dana milik investor Sutrisno Lukito Disastro. Yakni, Putu Pasek Sandoz sebesar Rp 7,5 miliar plus uang asing, Candra Wijaya Rp 4,6 miliar dan Jayantara Rp 1,1 miliar. (kmb37)

Bali Post/kmb37

SIDANG - Terdakwa Anak Agung Ngurah Alit Wiraputra mendengarkan putusan sela dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (4/7) kemarin.

AGENDA PKB XLI-2019 Jumat, 5 Juli 2019 Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Dramatari Arja Lansia, Br. Celuk, Desa Dalung, Kec. Kuta Utara, Kabupaten Badung Pukul : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Angsoka Kegiatan : Gamelan Saron, Sanggar Sudamala, DesaTangkas, Kec. Klungkung, Duta Kabupaten Klungkung Pukul : 19.30 Wita Tempat : Wantilan Kegiatan : Tari dan Tabuh “Untaian Mutiara di Bumi Nusa Tenggara Barat”, partisipasi Sanggar Tari Dewi

Topik :

Saraswati, Kota Mataram

Pukul : 19.30 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Parade Drama Gong, Sekaa Drama Gong Bhara Budaya, Polres Klungkung, Duta Kabupaten Klungkung Pukul : 19.30 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra Kegiatan : Parade Gong Kebyar Anak-anak, Sekaa Gong Anak-anak Panji Semara Giri, Desa Padangaji, Kec. Selat, Duta Kabupaten Karangasem dengan Sanggar Alit Sundari, Desa Batuyang Kangin, Kec. Sukawati, Kabupaten Gianyar

TAK ADA PPDB GELOMBANG KEDUA

Bali Post/eka

NARKOBA - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan memusnahkan barang bukti narkoba di Mapolresta Denpasar, Kamis (4/7) kemarin.

1,5 Kilogram Narkoba Dimusnahkan rang bukti ini hasil tangkapan Satresnarkoba Polresta, Satgas CTOC Polda Bali dan Bea Cukai Ngurah Rai,’’ ujarnya. Barang bukti yang dimusnahkan rinciannya, 1.559,84 gram SS, 927 butir ekstasi, 20,35 gram hasish, 3,24 gram ganja, 5,96 gram ketamin, 13 butir tablet psikotropika dan 57,77 gram serbuk psikotropika. Narkotika tersebut disita dari pasutri, Setyawan Santoso dan

Septian Lanjarsari, Jay Kumar Tamang dan Ngir Man Gurung asal Nepal, Ronny Samuel Ra Holo Kaka serta Indra Jayengerana. ‘’Sebelum dimusnahkan, barang bukti tersebut kami sisihkan untuk proses persidangan. Barang bukti yang dimusnahkan itu terlebih dulu dicek petugas Labfor Mabes Polri Cabang Denpasar,’’ ungkap Dansatgas CTOC Polda Bali ini. Ruddi Setiawan menegaskan,

tujuan dari pemusnahan ini supaya barang bukti tersebut tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. ‘’Harapan kami, para tersangka ini diputus setinggi-tingginya. Turut dalam pemusnahan ini Kepala Bea Cukai Ngurah Rai, perwakilan hakim Pengadilan Negeri Denpasar, Kejaksaan Negeri Denpasar dan BNNP Bali. Tersangka juga dihadirkan,’’ ujarnya. (kmb36)

Denpasar (Bali Post) DPRD Bali lewat Komisi IV dan Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Bali memastikan tidak akan ada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK gelombang kedua. Dengan kata lain, PPDB tetap konsisten diterapkan sesuai Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 sampai pengumuman, Jumat (5/7) hari ini. Kendati demikian, dewan dan eksekutif menjamin tidak ada calon peserta didik yang sampai tidak bersekolah lantaran tidak diterima di sekolah negeri pilihannya.

dan swasta. Untuk skema terakhir, informasi yang beredar adalah sekolah swasta kini sudah menutup masa pendaftaran calon siswa baru. Namun, pihaknya ingin bersinergi tanpa melihat sekolah negeri atau swasta.

Kepala Disdik Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa mengaku sudah berulangkali melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Terutama surat domisili yang patut diragukan. Itu pun, pihaknya sudah mendiskualifikasi banyak calon peserta didik yang memang memakai surat keterangan domisili tidak benar. Jika pemakai surat keterangan domisili dikatakan lebih banyak daripada KK, menurutnya, itu hanya asumsi publik saja. ‘’Hanya asumsi publik karena berkembang terus, jadi disampaikan begitu. Kalau dari data, domisili jauh lebih sedikit. Tidak signifikan,’’ jelas mantan Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali ini. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Wirya mencontohkan di SMAN 1 Denpasar, ada 500-an calon peserta didik yang memakai KK. Sedangkan yang memakai surat keterangan domisili hanya 85 orang. Itu pun setelah diverifikasi, surat keterangan domisili yang benar ternyata 52. ‘’Berarti sudah terpatahkan bahwa domisili mengalahkan KK. Belum tentu juga dia lulus, itu baru dia masuk sebagai pendaftar. Masalah lulus atau tidak dihitung dari zonasi. Bisa saja mencari domisili 1 kilometer, sedangkan yang lulus 400 meter,’’ ujarnya. (kmb32)

Denpasar (Bali Post) Polresta Denpasar memusnahkan barang bukti narkoba di Mapolresta, Kamis (4/7) kemarin. Barang bukti yang dimusnahkan dengan cara dibakar menggunakan mesin incinerator milik BNNP Bali tersebut, di antaranya 1.559,84 gram sabu-sabu (SS) dan 927 butir ekstasi. Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan berharap pelakunya dihukum berat. ‘’Pemusnahan ba-

Dewan dan Disdik Bali Sepakat Tak Ada PPDB Gelombang Kedua ‘’Kita tunggu tanggal 5 Juli, nanti berapa yang tidak tertampung kita akan carikan solusi. Solusinya adalah optimalisasi daya tampung sesuai dengan kebutuhan. Bukan membuka gelombang kedua,’’ ujar Wakil Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Wirya usai memimpin rapat kerja terkait PPDB SMA/SMK di Gedung DPRD Bali, Kamis (4/7) kemarin. Menurut Wirya, solusi tersebut khususnya berlaku untuk yang mendaftar di negeri tetapi tidak diterima karena tidak masuk zonasi. Sedangkan calon peserta didik yang sudah mendaftar dan diterima di sekolah swasta agar tetap bersekolah di swasta. Hal itu juga telah disampaikan kepada sejumlah perwakilan orangtua siswa yang turut hadir dalam rapat kerja kemarin. Dikatakan, optimalisasi daya tampung sekolah bisa dilakukan dengan menambah rombongan belajar (rombel), menambah shift, bahkan kalau perlu membuka kelas sore. ‘’Di masing-masing daerah kan berbeda. Bangli tidak ada masalah, Singaraja sedikit, Negara tidak ada, Tabanan ada sedikit, Badung dan Kota Denpasar yang paling banyak,’’ imbuh politisi Golkar asal Tabanan ini. Menurut Wirya, opsi terbaik se-

bagai solusi nantinya akan diputuskan oleh Disdik. Pihaknya meminta segera diputuskan, agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat. Terutama orangtua yang takut anaknya tidak mendapat sekolah. ‘’Kalau sekolah pasti dapat, tapi kalau di swasta nanti biayanya terlalu tinggi,’’ imbuhnya. Namun, Wirya tetap meminta Dinas Pendidikan untuk bersinergi dengan sekolah swasta dalam optimalisasi daya tampung. Termasuk mengecek sekolah swasta yang sudah menutup masa pendaftaran, apakah memang benar sudah penuh atau tidak. Untuk sekolah swasta yang ‘’nakal’’, diminta agar ditindak tegas. ‘’Nakal itu begini, ada kesempatan dia menerima siswa tapi karena situasi sekarang adalah krusial, dia tutup biar meningkatkan nilai tawar,’’ jelasnya. Kepala Disdik Provinsi Bali Ketut Ngurah Boy Jayawibawa mengaku segera melakukan pendataan untuk optimalisasi daya tampung. Pendataan tersebut akan melibatkan kepala sekolah. Beberapa skema yang akan diterapkan untuk optimalisasi daya tampung, antara lain pembentukan unit sekolah baru, ruang kelas baru, penambahan rombel, double shift

Surat Keterangan Domisili Salah seorang perwakilan orangtua siswa, I Nyoman Sukarja, mengatakan anak-anak kini merasa kecewa lantaran nilai Ujian Nasional (UN) tidak lagi dipakai dalam PPDB. Selain itu, penduduk asli yang memiliki KK juga disebut banyak ‘’kalah’’ dengan mereka yang memakai surat keterangan domisili. ‘’Saya apresiasi sistem pemerintah untuk pemerataan pendidikan biar tidak numplek di kota. Kalau itu dipakai acuan, kenapa yang pakai domisili dari luar Denpasar nyerbu ke Denpasar? Sedangkan daya tampung tidak memadai,’’ katanya. Salah seorang calon peserta didik, Darma Adi, mengatakan nilai UN mestinya masih dipakai untuk mencari sekolah. Sebab, hal itu dinilai akan meningkatkan daya saing siswa. ‘’Siswa bisa belajar bahwa dunia ini penuh dengan persaingan. Untuk menjadi yang terbaik, anda perlu bersaing,’’ ujar alumni SMPN 1 Denpasar ini. Selain itu, lanjut Darma Adi, prestasi juga harus mendapat porsi lebih. Terutama untuk mengakomodir siswa yang berprestasi di bidang nonakademis. ‘’Antara UN dan prestasi perlu diberi reward karena mereka sudah berjuang untuk itu,’’ jelasnya. Terkait surat keterangan domisili,

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Diundi Setiap Enam Bulan

Nasabah Simpedes Kembali Panen Hadiah BRI BANK Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang (Kanca) Denpasar Gajah Mada dan BRI Kanca Denpasar Renon, betul-betul memanjakan nasabahnya. Diundi setiap enam bulan sekali, nasabah Simpedes diberikan hadiah yang berlimpah. Bahkan, hadiah itu tidak dipungut pajak ke pemenang, karena pajak ditanggung BRI secara langsung. Untuk Periode II tahun 2018, yakni dari 1 September 2018 sampai 28 Februari 2019, BRI Kanca Denpasar Gajah Mada dan BRI Kanca Denpasar Renon kembali mengundi hadiah yang begitu memukau, Kamis (4/7) kemarin. Lokasi pengundian kali ini dilakukan di tengahtengah masyarakat, yakni di Pasar Badung, Denpasar yang beberapa waktu lalu diresmikan Presiden RI Joko Widodo. Sebelum diundi, pihak Dinas Sosial, notaris dan kepolisian membacakan aturan pengundian tersebut. Pasalnya dari dua Kanca BRI itu, untuk Kanca Denpasar Gajah Mada diundi atau diikuti 37,814 juta pemegang kupon dan Kanca Denpasar Renon diikuti 2,516 juta pemegang kupon. Di hadapan notaris, Dinas Sosial dan pihak kepolisian, undian yang dikocok lewat perangkat komputer itu menyertakan hadiah

utama dua unit mobil Suzuki Ertiga terbaru, belasan sepeda motor, dan belasan TV Led Samsung. ‘’Ini bentuk apresiasi terhadap nasabah. Hadian undian Simpedes selalu meningkat setiap periodenya seiring peningkatan saldo tabungan Simpedes di BRI unit manapun di kanca kami. Tentunya itu partisifasi masyarakat. Kami berharap agar menginformasikan ke sanak keluarga, teman, tetangga, kenalan dan siapapun saja untuk bergabung dengan kami di BRI. Percayalah kami akan memberikan apresiasi baik dalam bunga yang selalu bersaing maupun hadiah yang semakin bertambah besar,’’ ujar Pemimpin Cabang (Pinca) BRI Denpasar Gajah Mada I Ketut Manuartha. Dijelaskan, untuk Kanca Denpasar Gajah Mada saja disediakan 18 unit TV, 9 motor dan dua grandprize Suzuki Ertiga terbaru. ‘’Total nilai hadiah Rp 615 juta lebih, untuk Cabang Denpasar Gajah Mada saja. Cabang Renon ada 10 unit sepeda motor,’’ jelasnya. Manuartha menambahkan, undian Simpedes ini sangat lokal, yakni tingkat cabang. Sehingga, peluang nasabah untuk menang lebih besar. Ditambahkan, BRI mempunyai jaringan yang sangat luas, yang sudah barang tentu dapat mempermudah

SIMPEDES - Para pemenang undian hadiah Simpedes foto bersama dengan pejabat BRI dan undangan lainnya. akses dalam meningkatkan tabungan Simpedes. ‘’Kami mempunyai unit kerja yang tersebar di Kota Denpasar untuk Kanca Denpasar Gajah Mada ada sebanyak 16 BRI Unit, delapan teras yang seluruhnya sudah online,’’ tegasnya. Yang menarik, Simpedes sekarang dikemas lebih modern, yakni bisa diambil dengan menggunakan ATM dan fasilitas mobile BRI yang juga dapat diakses melalui internet maupun handphone selama 24 jam. Dalam memanjakan nasabah BRI, kata Manuartha, semakin meningkat saldo tabungannya, semakin banyak kesempatan memenangkan

periode undian Simpedes berikutnya. Kemarin, yang beruntung dapat hadiah Suzuki Ertiga adalah I Dewa Gede Eka Putra dari Unit BRI Kereneng Denpasar dan I Wayan Gunantra dari Kanca BRI Denpasar Gajah Mada. ‘’Dengan nasabah banyak yang menabung, akan memberikan ruang gerak pada bank untuk bisa menyalurkan kredit pada masyarakat yang lebih luas. Selanjutnya menyalurkan kembali dalam bentuk kredit. Semakin banyak nasabah, kami lebih leluasa memberikan pinjaman untuk menumbuhkan ekonomi masyarakat,’’ tegas Manuartha. (ad3)


BADUNG

Jumat Umanis, 5 Juli 2019

3

Gelombang Tinggi Pantai Kuta Tidak Ditutup Mangupura (Bali Post) Gelombang tinggi di Pantai Kuta yang terjadi sejak Rabu (3/7), kembali terjadi Kamis (4/7) kemarin. Gelombang bahkan diperkirakan mencapai 4 meter. Air laut naik dan meluber hingga ke trotoar. Untuk mengantisipasi halhal yang tidak diinginkan, Balawista mengerahkan personel untuk bersiaga di sepanjang pantai. Bahkan bendera larangan berenang kembali dipasang di pinggir pantai. Meski kondisi gelombang tinggi, Balawista tidak

Bali Post/edi

Sejumlah Perkara Korupsi Masuk Pengadilan Tipikor Dana Dikembalikan, Kasus Promosi Pariwisata Tak Dilanjutkan Mangupura (Bali Post) Dalam catatan Pengadilan Tipikor Denpasar, perkara korupsi yang terjadi di Kabupaten Badung, banyak yang sudah masuk persidangan. Ada beberapa yang masih dalam pembuktian dan sebagian lagi sudah divonis. Yang sudah vonis seperti kasus korupsi bibit sapi, korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) RSUD Mangusada, kasus Dana Desa di Desa Baha dan korupsi LPD Kapal. Seiring pengembangan kasus dugaan pidana korupsi, baik kepolisian maupun kejaksaan sempat beberapa kali mengangkat sejumlah informasi temuan. Temuan itu sempat ditelisik walau akhirnya dinyatakan tidak ditemukan adanya perbuatan melawan hukum (PMH). Misalnya kasus BBM, dugaan kasus perizinan yang sempat memeriksa sejumlah pejabat di Badung, kasus proyek Tukad Mati yang konon sudah

di-SP3-kan, sempat juga mencuat soal tirtayatra, hingga Pajak Hotel dan Restoran. Termasuk di dalamnya yang beberapa waktu lalu sempat heboh yaitu kasus dana Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kabupaten Badung. Namun saat itu, pihak kejaksaan mengaku baru sebatas menggali informasi dan meminta keterangan sejumlah pihak. Kasus tersebut tidak dilanjutkan karena ada pengembalian ke kas daerah. Kasiintel Kejari Badung Waher Tulus Jaya Tarihoran yang dikonfirmasi soal perkembangan kasus dana promosi pariwisata Badung, Kamis (4/7) kemarin, hanya menjawab singkat. Kasus itu tidak dilanjutkan karena sudah ada pengembalian dana ke kas daerah. ‘’Sudah mengembalikan ke kas daerah. Bukan lewat kita (kejaksaan),’’ kata Waher. Sementara perkara dari Badung yang sedang dalam

proses pembuktian di Pengadilan Tipikor Denpasar adalah korupsi LPD Kapal dengan lima terdakwa. Terdakwa pertama adalah Ni Kadek Ratna Ningsih (38) dari Banjar Tegal, Kelurahan Kapal. Dia adalah mantan kolektor LPD Kapal. Kedua, Ni Wayan Suardiani (36) asal Banjar Panglan, Kapal yang saat ini sebagai pegawai kontrak di RSUD Badung, yang sebelumnya juga kolektor di LPD Desa Adat Kapal. Ketiga, Ni Made Ayu Ardianti (42) asal Banjar Titih, Kapal. Dia juga mantan kolektor di LPD Desa Adat Kapal. Lalu, Ni Nyoman Sudiasih (36) asal Banjar Lagon, Kapal. Wanita tamatan SMK ini juga kolektor di LPD Desa Adat Kapal. Dan terakhir, Ni Luh Rai Kristianti (50) asal Lingkungan Banjar Celuk, Kapal, yang juga mantan kolektor di LPD Desa Adat Kapal. (kmb37)

Rasionalisasi Anggaran Promosi Pariwisata

AIR LAUT - Akibat gelombang tinggi di Pantai Kuta, air laut sempat meluber hingga ke trotoar, Kamis (4/7) kemarin.

menutup aktivitas di kawasan Pantai Kuta. Koordinator Balawista Kabupaten Badung I Ketut Ipel mengatakan, melubernya air laut hampir sama seperti kejadian pada Rabu lalu. Melubernya air laut sempat berlangsung selama 2 jam dari pukul 10.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita. Dikatakannya, air laut naik hingga trotoar yang jarak dari bibir pantai sekitar 20 meter. Akibat gelombang tinggi, pihaknya melakukan pemantauan ekstra di sepanjang pantai. Pihaknya juga terus mengimbau wisatawan agar lebih waspada saat berwisata di pantai. ‘’Gelombang tinggi memang secara tiba-tiba, sehingga kita langsung waspada terhadap sesuatu yang tidak

diinginkan,’’ kata Ipel. Saat naiknya air laut hingga ke trotoar, pihaknya fokus melakukan pengawasan untuk wisatawan anak-anak dan manula. Karena, empasan gelombang itu cukup kuat dan bisa merobohkan wisatawan dalam kategori itu. Tidak sampai di situ, air laut juga bisa menarik apa pun ke dalam laut. Menurut Ipel, kondisi seperti ini hampir setiap tahun terjadi dan diperkirakan dari Juni hingga Agustus. ‘’Untuk saat ini, air laut yang naik sampai di trotoar saja dan tidak meluber ke jalanan seperti tahun lalu. Meski begitu, kita tetap melakukan pengawasan ekstra hingga kondisi kembali normal,’’ ucapnya. (kmb23)

Bawa Nama Bali

Promosi Pariwisata Diharapkan Satu Pintu Melalui Pemprov Mangupura (Bali Post) -

Pemkab Badung saat ini menghentikan sementara kegiatan promosi pariwisata ke luar negeri akibat hambatan anggaran. Hal ini tentu menjadi pelajaran ke depan agar bisa mencari solusi lain dalam hal promosi pariwisata. Menurut Ketua Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bali Dr. Wayan Mertha, S.E., M.Si., untuk promosi antara pemerintah dengan pemerintah atau G to G memang perlu dilakukan dengan datang langsung bertemu pemerintah tujuan promosi. Namun, dia berharap ke depannya promosi pariwisata ke luar negeri antara pemerintah dengan

pemerintah tujuan, agar bisa dilakukan satu pintu yaitu melalui Pemprov Bali. Karena dalam hal ini brand yang dipasarkan adalah Bali. Dikatakan Mertha, memang untuk produk-produk yang ditawarkan berada di Badung, Gianyar, Klungkung, Karangasem dan kabupaten lain. Namun, untuk promosi antarpemerintah, lebih bagus dipusatkan dalam satu pintu yaitu Bali. Kecuali

business to business (B to B), dia mempersilakan dilakukan masing-masing, karena itu berkaitan dengan klien bisnis yang bersangkutan. ‘’Untuk pemerintahan, tidak hanya bicara bisnis, namun juga destinasi dan juga fasilitas penunjang. Mungkin kita dapat pelajaran saat ini, bahwa ke depan kita dapat padukan semua fasilitas promosi ke luar negeri dengan menggunakan brand nama Bali, dengan

support dari masing-masing kabupaten,’’ ucapnya. Mertha yang juga Bendesa Adat Kedonganan ini menambahkan, terkait penghentian promosi ke luar negeri karena terkendala anggaran, tentu bisa memengaruhi kunjungan wisatawan meskipun tidak secara langsung. Sebab, promosi yang dilakukan sekarang, hasilnya tidak sekarang. Lebih lanjut dia berharap Pemkab Badung melakukan promosi pariwisata secara online. Hal ini mengingat promosi online tidak memerlukan dana yang besar. (kmb23)

Dewan Sebut Upaya Efisiensi Mangupura (Bali Post) Rasionalisasi anggaran promosi pariwisata Kabupaten Badung lantaran target pendapatan daerah yang tidak tercapai, menuai komentar dari kalangan wakil rakyat. Legislator Badung menilai kebijakan tersebut sebagai salah satu upaya efisiensi dan fokus pada program prioritas. Seperti dikemukakan Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Kamis (4/7) kemarin. Politisi PDI-P ini mengungkapkan, efisiensi anggaran promosi pariwisata tidak serta merta membuat Badung yang mengandalkan pendapatan dari sektor pariwisata berdiam diri. ‘’Kami tetap promosi, cuma dengan model baru. Jadi kami tidak sepakat disebut rasionalisasi, tetapi efisiensi untuk memaksimalkan efektivitasnya,’’ katanya. Parwata menyebutkan, promosi pariwisata akan dianggarkan kembali pada APBD Perubahan 2019. Hanya model promosi yang dilakukan akan lebih maksimal, seperti mengundang agen perjalanan wisata. ‘’Tolok ukurnya juga jelas. Misalnya, kedatangan wisatawan lewat bandara, kapal pesiar berapa. Kami juga akan mengundang stakeholder untuk berdiskusi promosi model apa yang cocok dilakukan,’’ terangnya. Lantas langkah apa yang ditempuh untuk mendatang-

kan wisatawan ke Badung? Parwata mengatakan akan memanfaatkan teknologi. Sep ert i memaksimalkan penggunaan media sosial (medsos) dan lainnya. ‘’Kami akan memaksimalkan promosi digital lewat Instagram dan Facebook. Semua orang sekarang kan pegang handphone, jadi semua orang bisa berpromosi,’’ terangnya seraya menambahkan akan menjalin kerja sama dengan agen pariwisata di luar negeri. Di tempat terpisah, seluruh pimpinan OPD menggelar rapat tertutup yang dipimpin Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa di ruang Griya Gosana, Puspem Badung. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Badung I Made Wira Dharmajaya yang dikonfirmasi hal ini, tak menampik adanya rapat antarpimpinan OPD. Rapat tersebut dalam rangka menyusun Rancangan APBD Perubahan. ‘’Ini masih konsolidasi internal,’’ ucapnya. Pada rapat tersebut juga dibahas rasionalisasi anggaran, sebab OPD perlu menyelaraskan pendapatan dan belanja. ‘’Prinsipnya penganggaran kan begitu, antara pendapatan dan belanja harus balance. Namun ini masih proses, ini baru pembahasan menyusun rancangan untuk itu,’’ jelasnya. Seperti diberitakan se-

belumnya, Pemkab Badung menghentikan seluruh program promosi pariwisata mulai Juli ini. Akibatnya, program promosi yang telah dirancang dalam setahun mogok di tengah jalan. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung I Made Badra mengatakan, anggaran yang dirasionalisasi mencapai Rp 6 miliar. Dengan adanya rasionalisasi anggaran yang membatalkan promosi ke luar negeri, akan memengaruhi kunjungan pariwisata di Badung. ‘’Kita sekarang tidak bisa ikut ke mana-mana, ini karena ada rasionalisasi anggaran. Rencananya kami kan buat Festival Indonesia di Moskow, tapi tidak ada anggaran. Semuanya jadi batal,’’ ujarnya. Dia menilai pemangkasan anggaran akibat keuangan Badung kembali bermasalah tersebut akan memengaruhi kunjungan wisatawan ke Badung. Kebijakan merasionalisasi dana promosi telah disampaikan tim anggaran dari Badan Pendapatan Kabupaten Badung dalam rapat belum lama ini. ‘’Dari bulan Juli hingga akhir tahun tidak akan ada promosi pariwisata ke luar negeri lagi. Dalam rapat, yang dibahas itu intinya menyampaikan pendapatan Badung tidak tercapai. Jadi, semua program kegiatan promosi kita ditiadakan,’’ jelasnya. (kmb27)

Bali Post/ist

TERBAKAR - Gudang rongsokan di wilayah Denpasar yang berbatasan dengan Legian dan Seminyak, kembali terbakar. Kondisi tersebut kerap dikeluhkan warga.

Kerap Terbakar, Gudang Rongsokan Dikeluhkan Warga Legian

Mangupura (Bali Post) – Gudang barang bekas atau rongsokan di wilayah Denpasar, yang berbatasan dengan Legian dan Seminyak, Badung, kembali terbakar, Kamis (4/7) kemarin. Kebakaran tersebut bukan kali

pertama terjadi. Persoalan ini pun sudah kerap dikeluhkan warga Legian dan Seminyak. Kebakaran gudang rongsokan ini, kata Lurah Legian Made Madia Surya Natha, sudah terjadi lebih dari empat kali. Warga Legian dan

Kuota SMP Negeri Masih Tersisa Mangupura (Bali Post) Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 di Kabupaten Badung nyaris tanpa hambatan. Bahkan, dari kuota yang tersedia di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) yang mencapai 7.584 siswa, hanya 6.931 siswa yang diterima, sehingga masih ada kuota yang tersisa. Kabid Pendidikan Disdikpora Badung I Gusti Lanang Bagus Ardhana mengatakan, pihaknya tidak akan melakukan pendaftaran gelombang kedua meski kuota masih tersedia.

‘’Tidak ada pendaftaran gelombang kedua, mungkin yang belum diterima di SMP negeri ada kemungkinan diterima di sekolah swasta,’’ ujar Bagus Ardhana, Kamis (4/7) kemarin. Setelah pengumuman, pihaknya akan melanjutkan tahap pendaftaran ulang. Pada pendaftaran ulang, siswa langsung ke sekolah yang dituju. ‘’Pendaftaran ulang akan dilakukan pada 9, 10, 11 Juli 2019 pada pukul 08.00 Wita,’’ terangnya. Dijelaskan, sebanyak 6.172 siswa diterima di 28 SMP negeri melalui jalur zo-

nasi umum. Pada jalur zonasi umum ini sekolah yang paling banyak menerima siswa adalah SMPN 1 Kuta Utara dan SMPN 5 Kuta Selatan. Sekolah tersebut masingmasing menerima total 322 siswa dari jalur zonasi. Sedangkan sekolah paling sedikit menerima siswa pada jalur zonasi umum yakni SMPN 2 Petang yakni 68 siswa. Di samping SMPN 2 Petang, sekolah lainnya yang menerima siswa paling sedikit berikutnya adalah SMPN 3 Petang dengan total 75 siswa, SMPN 4 Petang dengan total 85 siswa, dan SMPN

1 Petang dengan 126 siswa. ‘’Seluruh jalur PPDB tahun ini telah rampung dan telah pula diumumkan. Pada jalur zonasi yang telah diumumkan, total ada 6.172 siswa yang dinyatakan diterima,’’ ungkapnya. Pada tahun ajaran 2019/2020, empat sekolah di Badung Utara tersebut tidak banyak memasang rombel mengingat jumlah siswa di Kecamatan Petang juga tidak terlalu banyak. Berbeda dengan kondisi sekolah di Badung Tengah maupun Badung Selatan yang memasang rombel maksimal yakni

11 rombel. ‘’Untuk jalur prestasi, jumlahnya 212 siswa, jalur disabilitas atau siswa kurang mampu sebanyak 386 siswa dan dari jalur perpindahan orangtua siswa ada 161 siswa,’’ imbuhnya. Ditambahkan, jika ditotal dengan jalur penerimaan yang lain seperti jalur prestasi, jalur disabilitas atau siswa kurang mampu, serta jalur perpindahan orangtua, maka total siswa yang diterima di 28 sekolah negeri di Badung mencapai 6.931 siswa. Padahal, kuota yang tersedia mencapai 7.584 siswa. (kmb27)

Seminyak sejatinya berharap gudang rongsokan itu dipindahkan guna mengantisipasi kejadian serupa. Selain itu, gudang rongsokan tersebut dinilai merusak citra pariwisata. ‘’Selain menimbulkan bau, dari segi tampilan tidak bagus kelihatannya. Bahkan, mereka kalau masuk ke sana, tentu melewati jalan by-pass. Itu yang perlu ditindaklanjuti agar tidak terus berlarut. Ini perlu dicarikan solusi,’’ tegasnya.

Sebelumnya, Lurah Seminyak Kadek Oka Parmadi juga mengeluhkan hal yang sama. Aktivitas jasa sampah di wilayah perbatasan antarkabupaten tersebut, dikeluhkan masyarakat Seminyak dan Legian karena kerap menebar bau tidak sedap dan terkesan jorok. ‘’Itu sudah sering dikeluhkan masyarakat. Karena menyangkut citra wilayah kita. Tapi saya menyadari, dalam hal ini hanya mampu memberikan imbauan,’’ ujarnya. (kmb23)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Road to 60th Diamond Years Jubileum Mahendradatta University 2023

Jumat Umanis, 5 Juli 2019

Jambore Pasraman Tingkat Nasional V

Dosen FT Unmar Berhasil Lolos Penelitian Upaya Tanamkan Jiwa dan Semangat Bertaraf Internasional di Kamboja Kebersamaan Generasi Muda

GUNA meningkatkan publikasi ilmiah dan kemampuan di bidang penelitian, dosen Fakultas Teknik Universitas Mahendradatta (FT Unmar) berhasil lolos dalam International Conference on Civil and Architectural Engineering (ICCAE) yang dilaksanakan di Phonom Penh, Kamboja dan akan diterbitkan di jurnal internasional. Dosen tersebut adalah Wakil Rektor I Unmar I Made Agus Mahendra, S.T., M.Sc., C.T. dan Dekan Fakultas Teknik Ni Putu Suda Nurjani, S.T., M.T. ICCAE ini diselenggarakan oleh International Academy of Science, Technology, Engineering and Management (IASTEM) dan merupakan asosiasi swasta nirlaba yang didedikasikan untuk mempromosikan pendidikan internasional dan kerja sama universitas di bidang sains, teknologi, teknik dan manajemen. Bertujuan menyediakan platform kelas dunia bagi para peneliti untuk berbagai temuan penelitian dengan menyelenggarakan konferensi internasional dan nasional. Menggunakan hasil penelitian dari konferensi di ruang kelas untuk kepentingan siswa serta mendorong para peneliti untuk mengidentifikasi masalah penelitian yang signifikan di bidang-bidang yang diidentifikasi, bidang sains, teknik, teknologi dan manajemen. Di tahun ajaran 2019 ini, Unmar membuka kembali pendaftaran mahasiswa baru untuk

ICCAE – Dosen Fakultas Teknik Unmar I Made Agus Mahendra, S.T., M.Sc., C.T. dan Ni Putu Suda Nurjani, S.T., M.T. saat menghadiri acara ICCAE di Kamboja. Fakultas Teknik dan Rekayasa Unmar sendiri adalah Fakultas Teknik Industri satu-satunya yang ada di Bali. Di mana secara keilmuan, fakultas ini memiliki konsentrasi khusus melahirkan calon-calon sarjana teknik yang ahli dalam bidang manajemen teknik industri. Di mana lulusannya sangat diminati pangsa pasar saat ini. Terlebih dengan ledakan industri digital, rekayasa dan infrastruktur di era pemerintahan saat ini. Selama konfrensi di Kamboja, hal-hal inilah yang sempat didiskusikan FT Unmar, khususnya dengan sejumlah schoolar yang berasal dari sejumlah wilayah dari beberapa negara ASEAN. Selain itu, misi Fakultas Teknik Industri dan Rekayasa Unmar hadir dalam konferensi internasional di luar negeri adalah untuk memban-

gun jaringan Bali sebagai salah satu pusat hub teknik industri di ASEAN, baik revelansinya dengan pariwisata dan potensi ekonomi dalam bidang teknik. Sebagaimana diungkap Dekan FT Suda Nurjani di sela-sela konferensi. ‘’Akademisi teknik di Bali harus berani membawa misi ganda dalam pengenalan ke ilmuwan industri di tataran internasional. Bali harus dikenal sebagai center of excellent dari ahli teknik dunia. Selain kita juga bisa menyebarkan manfaat keilmuan untuk mendukung potensi utama Bali, saat ini yakni di bidang industri jasa. Di sini peran FT Teknik Unmar sebagai PTS peninggalan Bung Karno agar Bali bisa memberikan teladan. Itu misi ganda kami,’’ ungkap kandidat Doktor Teknik Universitas Udayana ini. (ad230)

Songsong Akreditasi Unggul

Suntikan Motivasi dari Direktur Pembina Kelembagaan Dikti untuk Undiknas UNIVERSITAS Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar, Rabu (3/7) lalu mengadakan penyegaran terhadap pemahaman Instrumen Akreditasi Perguruan Tinggi (IAPT) 3.0 dan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) 4.0 bertempat di Auditorium Dwi Tunggal Undiknas. Sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terbaik di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII, terus berupaya dalam meningkatkan akreditasi di setiap program studi menuju peringkat akreditasi unggul. Dengan memiliki 50 persen dari jumlah program studinya yang telah terakreditasi unggul, Undiknas semakin yakin memperoleh peringkat akreditasi unggul. Mengawali kegiatan ini, Rektor Undiknas Dr. Nyoman Sri Subawa, M.M. menyatakan seluruh pejabat struktural dan administratif Undiknas hendaknya perlu memahami instrumen akreditasi untuk program studi dan perguruan tinggi yang terkini. Instrumen ini berbeda dengan sebelumnya karena lebih menekankan pada output dan outcome yang ditujukan untuk memotret kualitas program studi dan perguruan tinggi, bukan hanya kuantitasnya. Penyegaran instrumen akreditasi ini menghadirkan seluruh jajaran Wakil Rektor, Dekanat, Kepala Program Studi, Kepala Lembaga Penjaminan Mutu dan Akreditasi, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, serta pejabat struktural dan administratif lainnya di lingkungan Undiknas Denpasar. Dalam kesempatan ini, Undiknas mendapat kesempatan langka dengan kedatangan Direktur Pembinaan Kelembagaan Perguruan Tinggi

DIREKTORAT Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Hindu Kementerian Agama Republik Indonesia (RI) menggelar kegiatan Jambore Pasraman Tingkat Nasional V Tahun 2019. Kali ini, kegiatan tiga tahunan yang menjadi program unggulan Ditjen Bimas Hindu tersebut dibuka secara resmi Menteri Agama Republik Indonesia Lukman Hakim Saefuddin di Aston Hotel, Jalan Gatot Subroto Denpasar, Rabu (3/7) malam. Kegiatan ini berlangsung dari 2 hingga 7 Juli mendatang. Pembukaan dihadiri Ketua Harian Umum PHDI Pusat Wisnu Bawa Tenaya, Senator DPD-RI Dapil Bali Arya Wedakarna, Dirjen Bimas Hindu Prof. I Ketut Widnya, M.A., M.Phil., Ph.D. serta pejabat eselon I dan II di lingkungan Kementerian Agama RI dan SKPD Provinsi Bali. Sementara Gubernur Bali diwakili Asisten III Wayan Suarjana. Kegiatan ini diikuti 1.000 peserta dari 33 provinsi di seluruh Indonesia dengan mengusung tema besar ‘’Jambore Pasraman Tingkat Nasional V Tahun 2019 sebagai Wahana Meningkatkan Kepekaan dan Solidaritas untuk Kesadaran Generasi Muda Hindu Dalam Tanggung Jawab Membangun Masa Depan Bangsa’’. ‘’Tema ini memiliki makna yang sangat dalam bagi generasi muda Hindu. Salah satunya sebagai upaya untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian, dan rasa kebangsaan kepada generasi muda Hindu,’’ ujar Prof. Widnya. Sebagaimana diketahui, pendidikan keagamaan Hindu yang dilaksanakan pada setiap pasraman di Indonesia memiliki karakteristik yang sangat khas dan berbedabeda. Kekhususan itu terletak pada

JAMBORE - Menteri Agama RI Lukman Hakim Saefuddin didampingi Dirjen Bimas Hindu Prof. I Ketut Widnya, M.A., M.Phil. (kiri) saat membuka secara resmi Jambore Pasraman Tingkat Nasional V di Aston Hotel, Jalan Gatot Subroto Denpasar, Rabu (3/7) malam. diberinya ruang pada pengaruh adat atau budaya keagamaan yang berkembang pada daerah tertentu. Karenanya, melalui Jambore Pasraman ini diharapkan ajaran agama dapat diimplementasikan dan dikolaborasikan dengan adat dan budaya setempat. Berbagai kegiatan dilombakan pada Jambore Pasraman. Di antaranya lomba mantra Tri Sandhya, Kramaning Sembah, Yoga Asanas, Cipta Baca Puisi Keagamaan Hindu, Bercerita Keagamaan Hindu, Pelafalan Doa Sehari-hari, Outbound dan lomba Dharmawidya (cerdas cermat). Selain itu, dilaksanakan juga kegiatan pendalaman/pembinaan dalam bentuk sarasehan. ‘’Kami berharap iklim kompetisi dalam Jambore Pasraman dapat dijadikan tiang pancang untuk meningkatkan kompetensi, profesionalitas, moral dan etika dari semua pihak yang terlibat dalam kegiatan ini, utamanya generasi muda,’’ tandasnya. Menteri Agama RI Lukman Ha-

Sosialisasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat

KENANG-KENANGAN - Rektor Undiknas Dr. Nyoman Sri Subawa, M.M. menyerahkan kenang-kenangan kepada Direktur Pembinaan Kelembagaan Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek & Dikti Kemenristekdikti Dr. Totok Prasetyo, B.Eng., M.T. Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Kemenristekdikti Dr. Totok Prasetyo, B.Eng., M.T. dan seorang asesor dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Prof. Dr. Ir. Mursalim. Suntikan motivasi dari Dr. Totok Prasetyo membangkitkan kembali semangat para pejabat struktural dan administratif di lingkungan Undiknas Denpasar terus berupaya dalam memahami hal-hal yang harus dipersiapkan untuk memenuhi tujuh kriteria terkini yang digunakan dalam IAPS 4.0. Kriteria yang dimaksud adalah visi, misi, tujuan dan strategi, tata pamong, tata kelola dan kerja sama, mahasiswa, sumber daya manusia, keuangan, sarana dan prasarana, pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan luaran serta capaian tri dharma. Dalam pemaparan materinya, Prof. Mursalim juga menjelaskan saat ini BAN-PT mengeluarkan regulasi baru akreditasi prodi dan

akreditasi perguruan tinggi. Untuk akreditasi prodi dibutuhkan dokumen Laporan Evaluasi Diri (LED) dan dokumen Laporan Kinerja Akademik (LAK). Sementara untuk akreditasi perguruan tinggi dibutuhkan dua dokumen juga yaitu LED Perguruan Tinggi dan dokumen Laporan Kinerja Perguruan Tinggi (LKPT). Di sela-sela pemaparan materinya, Dr. Totok sempat bergurau. ‘’Sekarang ini, tidak mungkin ada program studi ataupun perguruan tinggi yang mendapatkan akreditasi A, dikarenakan merujuk pada aturan terbaru. Hasil akreditasi akan dinyatakan dalam bentuk status akreditasi dan peringkat terakreditasi sebagai: status akreditasi terakreditasi atau tidak dan peringkat perakreditasi: baik, baik sekali dan unggul,’’ ucapnya yang seketika mengundang gelak tawa dari seluruh hadirin. Di akhir sesi pemaparan materi, ia juga berharap agar Undiknas bergerak cepat dan segera memperoleh peringkat terakreditasi unggul. (ad231)

DALAM upaya meningkatkan kesadaran, kepedulian dan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat secara benar, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar melakukan sosialisasi Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat. Edukasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) di Kabupaten Gianyar diselenggarakan pada Kamis (4/6) kemarin di UC Silver Batubulan, Sukawati dan dihadiri Kepala Seksi POR Kementerian Kesehatan Erie Gusnallyanti, S.SI.Apt., MKM., Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM. dan para stakeholder di Kabupaten Gianyar. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar dr. Ida Ayu Cahyani mengatakan tahun 2015 Kementerian Kesehatan telah mencanangkan kegiatan Gema Cermat. Dengan Gema Cermat ini diharapkan penggunaan obat secara rasional oleh masyarakat dapat tercapai. Penggunaan obat dikatakan rasional apabila pasien menerima obat yang sesuai dengan kebutuhan klinisnya, dalam dosis sesuai dengan kebutuhan dan dalam periode waktu yang adekuat. Sementara berdasarkan data WHO, diperkirakan di seluruh dunia lebih dari 50% obat diresepkan dan digunakan secara tidak tepat, termasuk Indonesia. Dari data riset kesehatan, dasar tahun 2013 ditemukan bahwa 35,2% rumah tangga menyimpan obat untuk

GEMA CERDAS - Sosialisasi Penggunaan Obat Rasional (POR) melalui Gema Cerdas yang dihadiri Kepala Seksi POR Kementerian Kesehatan Erie Gusnallyanti, S.SI.Apt., MKM., Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM., Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar dr. Ida Ayu Cahyani, serta para stakeholder di Kabupaten Gianyar. swamedikasi dan 27,8% obat yang disimpan tersebut di antaranya adalah antibiotik yang diperoleh tanpa resep dokter. ‘’Dari data tersebut terlihat gambaran adanya perilaku yang salah atau tidak rasional dari masyarakat terkait swamedikasi. Akibatnya bisa membahayakan masyarakat karena kemungkinan terjadi efek samping obat yang tidak diinginkan serta berdampak pada ancaman meningkatnya resistensi terhadap antibiotika,’’ kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM. Menurut Suarjaya, sosialisasi Gema Cermat di Bali sudah di-

lakukan sejak tahun 2016 di Kota Denpasar, tahun 2017 di Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Jembrana, dan tahun 2018 telah dilaksanakan di Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Bangli serta hari ini di laksanakan di Kabupaten Gianyar. Keberhasilan pemberdayaan masyarakat akan terwujud apabila dilaksanakan secara terus-menerus dan didukung berbagai pihak mulai dari pemegang kebijakan, praktisi pendidikan, organisasi profesi, tenaga kesehatan, kader kesehatan serta pihak lainnya. Apresiasi juga buat apoteker yang telah bersedia ditunjuk sebagai agen perubahan (agent of change) dalam kegiatan Gema Cermat. (ad226)

mendapatkannya sangatlah mudah, hanya dengan melakukan minimum transaksi senilai Rp 50.000 dalam satu struk di hari yang sama di seluruh tenant dan menukarkannya ke customer service di lantai 1. Pemegang ‘’Corner’s Card’’ ini akan mendapatkan benefit keanggotaan tidak hanya di Beachwalk Shopping Center, namun di semua mall dalam naungan Management Cornerstone lainnya yakni FX Sudirman Jakarta dan 23Paskal Bandung. Keistimewaan lainnya, pemegang kartu juga berkesempatan untuk memenangkan lucky draw voucher menginap semalam di Radisson Blu, Bali, Uluwatu (*S&K berlaku). Spesial selama periode program Beachwalk ‘’Fashion Starts Here’’ bulan Juli – September 2019, hasrat belanja fashionista pemegang kartu dengan memberikan Weekdays Special ‘’Fashion Additional Points’’ khusus untuk pembelanjaan

pada Senin-Kamis. Pada program istimewa ini tambahan 20 poin berlaku bagi pemegang kartu yang berbelanja minimal Rp 1.000.000, dalam 1 struk pada tenant-tenat Fashion, Apparel & Accessories yang ada di Beachwalk. Beachwalk juga baru saja meluncurkan program ‘’Tourist Wallet’’, hanya bisa dinikmati wisatawan mancanegara yang menawarkan dua hak istimewa sebagai member program ini. Instant Reward akan diberikan dengan pembelanjaan minimal IDR 300.000 dan jasa penitipan koper gratis akan diberikan dengan pembelanjaan minimal IDR 500.000 di tenant-tenant Beachwalk Shopping Center. Pendaftaran untuk menjadi member program Tourist Wallet ini bisa dilakukan di customer service, lantai 1 hanya dengan menunjukkan paspor yang masih berlaku. Kunjungilah website Beachwalk Shopping Center yang baru pada tautan www.beachwalkbali.com dengan desain dan konsep baru. Menambahkan beberapa fitur tambahan seperti tampilan baru supaya lebih user-friendly dan fitur floor map interaktif untuk memudahkan akses pengunjung dalam mengetahui lokasi dan tenant-tenant apa saja yang ada di Beachwalk Shopping Center. Beachwalk Shopping Center selalu berusaha menghadirkan pengalaman menarik dan tidak terlupakan bagi pengunjungnya. Beragam program bulanan yang diberikan telah menambah daya tarik tersendiri bagi Kuta dan sekitarnya dan ini mengukuhkan tagline Beachwalk Shopping Center, ‘’Bali Starts Here’’. (ad229)

Beachwalk Shopping Center

I Am Fashion-July 2019 FASHION Starts Here! Beachwalk Shopping Center kali ini kembali dengan program ‘’I Am Fashion’’ menghadirkan fashion sebagai tema utama untuk memberikan atmosfer dan semangat baru lewat berbagai kejutan promo menarik bagi pengunjung selama liburan pada Juli 2019 ini. Beachwalk Shopping Center sebagai destinasi belanja utama bagi para fashionista untuk menemukan international brand maupun local brand, kali ini akan menghadirkan program ‘’Becahwalk Summer Sale’’ yang tidak dapat dilewatkan para penggemar wisata belanja. Sale Starts Here. Untuk merayakan semangat liburan musim panas, penggemar wisata belanja dapat menikmati ‘’Becahwalk Summer Sale’’ selama Juni - Juli 2019 yang diikuti tidak hanya tenant fashion maupun restoran dan café dengan memberikan berbagai macam diskon dan promo menarik hingga 70% bagi pengunjung. Berbagai diskon akan diberikan sejumlah brand ternama seperti Mango, Zara, Pull & Bear, Bershka, Bath & Body Works, TUMI, Michael Kors, Kate Spade, Coach dan masih banyak brand menarik lainnya. Selain penawaran diskon, Beachwalk juga memberikan berbagai promo menarik dengan kejutan spesial. Pengunjung bisa mendapatkan voucher Expat Roasters hanya dengan melakukan registrasi member Corner’s Card selama 1-31

kim Saefuddin berharap kegiatan Jambore Pasraman ini mampu menjadi media dalam menanamkan jiwa dan semangat kebersamaan, kepedulian, dan cinta tanah air, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Dengan demikian, peserta didik kelak dapat tampil dalam barisan terdepan dan bertanggung jawab membangun masa depan bangsa ini menuju Indonesia yang lebih baik. Selain itu, kegiatan ini ke depannya bisa mencapai sasarannya, yaitu mampu mendorong dinamika generasi muda Hindu menjadi lebih dinamis, eksploratif dalam meningkatkan pengetahuan dan wawasannya, memupuk jiwa patriotisme, nasionalisme, dan semangat membangun untuk kejayaan negara, dengan memupuk rasa tanggung jawab dan rasa kepedulian. ‘’Kesadaran ini harus dibangun sejak dini, dipupuk secara terus-menerus dan berkesinambungan untuk memperkuat rasa kebersamaan sebagai tunas bangsa,’’ harapnya. (ad228)

Juli 2019 (*S&K berlaku dan *selama persediaan masih ada). Untuk kejutan spesial selama weekdays, pengunjung bisa mendapatkan voucher Gold Tiket The Great 50 Show dengan melakukan minimum pembelanjaan Rp 1.000.000 (maksimal 2 struk), berlaku setiap hari Rabu di bulan Juli 2019 (*S&K berlaku dan *selama persediaan masih ada). Khusus pengunjung pria, Beachwalk mengadakan program khusus Gentleman’s Day Out dengan memberikan voucher Grab untuk minimum pembelanjaan Rp 250.000 dalam 1 struk, berlaku pada Senin – Kamis (*S&K berlaku). Untuk merayakan Galungan & Kuningan pada Juli-Agustus ini, Beachwalk memberikan program spesial ‘’Instant Reward Galungan & Kuningan THR’’ untuk periode 22 Juli – 3 Agustus 2019. Pengunjung bisa mendapatkan kejutan THR pada hari raya Galungan & Kuningan hanya dengan menunjukkan Corner’s Card dan KTP Bali untuk mendapatkan voucher parkir gratis dan voucher Expat Roasters. Lebih menariknya lagi, dengan melakukan pembelanjaan minimum Rp 500.000 (*maksimal 2 struk, berlaku hanya 1 kali penukaran dalam 1 hari, S&K berlaku) pengunjung dapat menukarkan struk belanja dengan berbagai kejutan spesial THR lainnya. Beachwalk juga memberikan ‘’Galungan & Kuningan Giveaway’’ untuk member Corner’s

Card untuk berkesempatan memenangkan voucher menginap 1 malam di Hotel Santika, Seminyak hanya dengan berfoto di kawasan Beachwalk Shopping Center, kemudian mengunggah foto tersebut ke Instagram, tag @beachwalk_bali & @hotelsantikaseminyak dan membubuhkan hashtag #galunganatbeachwalk. Pemenang akan diumumkan pada 31 Juli 2019 (*S&K berlaku). Beachwalk baru saja meluncurkan area baru yakni ‘’Sunset Deck’’ di level 3 untuk memberikan pengalaman dan suasana baru bagi pengunjung. Sunset Deck merupakan tempat terbaik untuk menikmati indahnya pemandangan matahari terbenam Pantai Kuta, lengkap dengan embusan angin pantai. Anak-anak juga dapat menghabiskan waktu di Sunset Deck dengan bermain ular tangga yang tersedia atau sekadar duduk-duduk santai di atas bean bags selagi menikmati pemandangan matahari terbenam. Dikelilingi varian tenant-tenant makanan dan minuman dan ditemani berbagai hiburan menarik pilihan seperti Bali Cultural Experience, pertunjukan Band Terfavorit, Sunset Yoga & Zumba, dll. yang tersusun dalam program ‘’Beachwalk Sunsetion’’ setiap hari mulai pukul 18.00 – 18.30 Wita, Sunset Deck menjanjikan pengalaman menikmati matahari terbenam yang paling unik dan tidak terlupakan. Bali Starts Here. Setiap Selasa

dan Rabu di Sunset Deck level 3 pukul 18.00 Wita, berbagai kegiatan budaya yang otentik diadakan secara reguler untuk dinikmati pengunjung, seperti belajar tari Bali tradisional atau hanya menikmati berbagai pertunjukan menarik lainnya. Di antaranya pertunjukan tari kontemporer, tari Kecak dan tari Barong. Beachwalk juga menampilkan pertunjukan reguler ‘’Acoustic Eve’’ setiap Rabu - Senin pukul 18.00-20.00 Wita di area Fountain Stage Level 1 untuk menghidupkan suasana. Your Rewards, Your Way! Beachwalk Shopping Center sangat menghargai pengunjung setianya, terbukti sejak Oktober 2017 dengan diluncurkannya program kartu ‘’Corner’s Card’’ khusus untuk pelanggan setia. Melalui program loyalitas ini pengunjung dapat mengumpulkan dan menukarkan poin dengan berbagai macam hadiah serta voucher menarik. Cara

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


DAERAH

Jumat Umanis, 5 Juli 2019

5

AHM Segarkan Tampilan Skutik Premium Honda SH150i PT ASTRA Honda Motor (AHM) memberi penyegaran skutik premium Honda SH150i melalui pilihan warna baru yang semakin memperkuat kesan timeless elegan. Penyegaran ini akan menjadi pilihan terbaru kaum urban di Tanah Air yang menyukai gaya hidup kelas atas. Kehadiran warna baru Mat Galaxy Black Metallic didominasi warna hitam melalui tampilan baru pada area cover suspense depan, cast wheel dan rear grip. Selain itu, bodi skutik premium ini kini memiliki warna hitam matte. Penyematan warna siluet merah pada garis jok sepeda motor serta emblem logo SH150i menjadikan tampilan skutik premium Honda tampil semakin premium dan elegan. Honda SH150i dengan pilihan warna baru ini melengkapi pilihan warna lainnya, yaitu Pearl Jasmine White, Poseidon Black Metallic dan Candy Luster Red. Produk skutik premium ini mengadopsi tampilan bergaya Eropa yang hadir dengan fitur yang memberikan kenyamanan, lincah, dan nyaman dikendarai di berbagai kondisi jalan perkotaan di Indonesia. Direktur Marketing AHM Thomas Wijaya mengatakan, Honda SH150i dilengkapi dengan beragam teknologi canggih dan fitur terbaik yang mengutamakan kenyamanan dalam berkendara. Kehadiran warna baru ini diharapkan dapat menjadi pilihan baru bagi konsumen premium skutik Honda yang ingin tampil berkelas melalui pilihan warna elegan. ‘’Kami memberi penyegaran warna baru Honda SH150i sebagai alternatif pilihan bagi konsumen yang ingin tampil semakin berkelas,’’ katanya. Honda SH150i merupakan model skutik premium yang telah melegenda lebih dari 35 tahun di Benua Eropa. Hadir dengan tema styling dynamic dan light feeling model ini menggunakan lampu LED dan dilengkapi dengan beragam fitur keamanan canggih di kelasnya yakni Honda Smart Key System yang terdiri dari switch on/off, answer back system dan anti theft alarm system

yang terintegrasi dalam 1 unit remote. Pada saat pengendara mengaktifkan kenop on, lampu iluminasi biru akan menyala dan memudahkan pengendara untuk menghidupkan mesin hanya dengan menekan dan memutar kenop kunci. Kenop ini juga berfungsi untuk membuka jok dan mengunci setang kemudi. Honda SH150i menghadirkan posisi berkendara yang natural dan nyaman melalui penyematan pijakan kaki rata memberikan ruang kaki yang luas bagi pengendara, ditunjang dengan ukuran pijakan kaki yang ramping memudahkan pengendalian. Jarak terendah ke tanah 146 mm dan memiliki jok nyaman untuk berkendara sendiri maupun berboncengan. Model ini dilengkapi fitur unggulan seperti standar samping otomatis (Side Stand Switch), di mana mesin tidak dapat dinyalakan apabila dalam posisi turun, power charger yang terdapat di dalam console box dapat dimanfaatkan oleh pengendara untuk pengisian baterai ponsel (*dibutuhkan connector charger), kapasitas tangki terbesar di kelasnya 7,5 liter dan bagasi yang dapat menyimpan helm fullface. Honda SH150i hadir dengan mesin Liquid Cooled, 4-Stroke, SOHC, 150cc eSP (Enhanced Smart Power) sehingga mampu memaksimalkan pembakaran secara efisien dan meminimasi gesekan untuk mengurangi risiko energi terbuang percuma, serta mengoptimalkan energi yang keluar. Teknologi eSP terintegrasi dengan ACG Starter

DAIHATSU kembali membuktikan komitmen tanggung jawab sosialnya melalui salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) pada pilar Hijau Bersama Daihatsu. Daihatsu bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu terus melakukan pelestarian di bidang keanekaragaman hayati, khususnya ‘’Penyu Untuk Indonesia’’, dan meresmikan Pusat Sanctuary Penyu pada 30 Juni 2019 di Pulau Pramuka. Turut hadir pada peresmian ini, Mintarjo selaku Direktur Perbenihan Tanaman Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu Badiah dan perwakilan manajemen PT Astra Daihatsu Motor Kirana Belly selaku Head of CSR Department. Peresmian area ini ditandai dengan pelepasan sebanyak 50 tukik ke laut dari bibir pantai oleh seluruh tamu undangan. Pusat konservasi penyu ini selain dibangun dengan tujuan sebagai tempat pen-

etasan telur serta pelepasan tukik ke laut, juga digunakan untuk beristirahatnya penyu yang membutuhkan perhatian atau perawatan khusus. Kerja sama Daihatsu dengan Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu telah berlangsung sejak tahun 2014. Didukung dengan pemberian beragam fasilitas operasional dan juga melibatkan klub mobil Daihatsu. Bagi para pengunjung yang datang ke konservasi ini dapat memperoleh edukasi untuk menjaga penyu sebagai salah satu satwa yang dilindungi. Karena selain sebagai bina-

untuk menghidupkan mesin lebih halus tanpa suara, serta menjadi dasar pengaplikasian fitur canggih Idling Stop System (ISS) yang mampu mematikan mesin secara otomatis saat berhenti lebih dari 3 detik dan hanya perlu menarik tuas gas untuk menghidupkannya lagi. Skutik populer Honda ini menyuguhkan konsumsi bahan bakar yang irit di kelasnya mencapai 40.9 km/liter melalui pengaktifan fitur ISS (metode ECE R40) dengan metode pengetesan EURO 3. (AHM internal tes). Honda SH150i telah disematkan frame hightensile steel tubular underbone yang rigid dan kuat. Velg diecast alumunium berukuran 16 inci dan ban tubeless menjadi kunci utama handling dan memberikan kestabilan saat berkendara di berbagai kondisi jalan perkotaan. Sementara itu jarak sumbu roda compact berukuran 1340mm menghadirkan kelincahan saat berkendara. Model premium ini juga dilengkapi dengan suspensi belakang dual damper swing arm dengan 5 langkah pre-load yang dapat disesuaikan dan suspensi depan 33mm telescopic fork mampu menghadirkan pengendalian optimal. ABS (Antilock Braking System) telah disematkan dengan diameter berukuran 240mm dengan 2 piston caliper untuk rem depan dan 1 piston caliper untuk rem belakang. Honda SH150i dipasarkan dengan harga OTR (On The Road) DKI Jakarta Rp 41.900.000 di seluruh jaringan Wing Dealer Honda. (bns1)

Dua Gudang Rongsokan Ludes Terbakar

Denpasar (Bali Post) -

Kobaran api melalap dua gudang rongsokan di Jalan Pulau Ayu No. 199, Kelurahan Pedungan, Denpasar Selatan (Densel), Kamis (4/7) kemarin. Selain barang bekas, si jago merah juga melalap dua sepeda motor dan barang berharga milik pemilik gudang Haliman alias Wahyu (53) dan Yono alias Ali (61). Informasi di lapangan menyebutkan, yang terbakar bangunan tempat penyimpanan barang-barang rongsokan, warung, dua sepeda motor, televisi dan barang lainnya. Selain itu, rumah lantai dua milik warga yang bersebelahan dengan gudang tersebut tembok belakangnya dijilat api, termasuk

tower air, jendela rumah dan kabel AC. Saksi pertama mengetahui kejadian ini yakni Yono alias Ali, seorang pemulung. Pada pukul 15.30 Wita, dia baru tiba di TKP setelah mencari barang bekas. Saat itu dia melihat kobaran api yang melalap gudang miliknya. Api dengan cepat

Mangupura (Bali Post) Kerangka manusia diduga berjenis kelamin perempuan ditemukan di bekas galian C di Banjar Dinas Giri Sari, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Kamis (4/7) pagi kemarin. Kerangka manusia ini ditemukan di semak-semak, berjarak cukup jauh dari jalan raya. Di sekitar lokasi juga ditemukan pakaian dalam wanita. Temuan kerangka manusia ini pun sempat menggegerkan warga Pecatu. Bandesa Pecatu I Made Sumerta mengatakan, kerangka manusia tersebut awalnya ditemukan seorang warga I Nyoman Sudarma (49) pada Rabu (3/7) sore. Saksi ini kerap mencari pakan sapi di sana. Tetapi Sudarma baru melaporkan kasus ini ke pihak desa Rabu pukul 20.00 Wita. Atas laporan itu, pihak desa berkoordinasi dengan Babinsa Desa Pecatu untuk menindaklanjuti. Tapi karena situasi di lapangan yang gelap gulita, pemeriksaan baru bisa dilakukan keesokan harinya pukul 09.30 Wita. Petugas dari desa bersama

kepolisian mendatangi lokasi temuan yang berjarak kurang lebih 2 km sebelah selatan Jalan Raya Uluwatu. Tim yang terjun ke lokasi mendapati kerangka manusia tersebut dan juga terdapat celana dalam dan BH warna pink. Dengan demikian kuat dugaan kerangka manusia itu berjenis kelamin perempuan. Setelah dipastikan temuan itu identik dengan kerangka manusia, pihaknya langsung melakukan pengecekan terhadap warga Desa Pecatu yang selama ini belum diketahui keberadaannya atau menghilang. Namun dari pendataan itu, tidak ada warga yang mengaku kehilangan keluarganya, sehingga ada dugaan kerangka manusia itu berasal dari luar wilayah Pecatu. Selain mendata warganya, Sumerta juga mendalami keterangan saksi. Bahkan, menurut penuturan Sudarma, ternyata sempat diberi tahu anaknya bernama Ni Komang Ayu Pranita Dewi (13) yang juga pernah melihat kerangka manusia itu sekitar seminggu lalu. Hanya, pria yang sehari-

merembet ke gudang milik Haliman. ‘’Yono berusaha memadamkan api tapi gagal. Dia langsung minta tolong kepada tetangga. Namun api semakin membesar dan warga langsung menelepon pemadam kebakaran,’’ ucap sumber di lapangan. Sementara Haliman mengatakan, awalnya dia sedang sibuk merapikan barang-barang rongsokan yang ada di TKP berupa kardus, botol air mineral bekas dan barang lainnya. Tiba-tiba dia mendengar teriakan Yono bahwa kamarnya terbakar. Mengingat

di gudang tersebut dominan dipakai menyimpan barang bekas mudah terbakar, api dengan mudah membesar dan meludeskan isi dan bangunannya. Sekitar enam mobil pemadam dikerahkan ke TKP. ‘’Upaya pemadaman masih berlangsung. Asap kebakaran itu sangat pekat,’’ ujarnya. Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Densel Iptu Hadimastika saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. ‘’Kami masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Anggota kami masih di lapangan,’’ tegasnya. (kmb36)

Temuan Kerangka Manusia Gegerkan Warga Pecatu

Konservasi Penyu dari Daihatsu untuk Indonesia tang purba, dari tujuh spesies penyu yang ada di dunia, enam di antaranya terdapat di Indonesia. Sebagai tambahan informasi, pada program Penyu Untuk Indonesia ini, Daihatsu membina empat konservasi yang terletak di Pulau Pramuka, Batu Hiu-Pangandaran, Perancak-Bali, dan Pasir Jambak-Padang. Kepedulian Daihatsu terhadap penyu juga telah dideklarasikan pada Our Ocean Conference 2018 lalu dan didukung Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (bns2)

Bali Post/edi

KERANGKA - Lokasi penemuan kerangka manusia. hari mencari pakan ternak di seputaran lokasi ini tidak percaya dengan penuturan anaknya. Sementara itu, Kapolsek Kuta Selatan AKP Doddy Monza membenarkan adanya temuan kerangka manusia tersebut. Berdasarkan laporan, pihaknya langsung turun ke lokasi bersama tim

forensik untuk olah TKP dan melakukan identifikasi. Meski di lokasi ditemukan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan pakaian perempuan, namun pihaknya belum bisa memastikan hal itu. ‘’Kami masih menunggu hasil resmi uji forensik, termasuk terkait penyebab kematian korban,’’ ucapnya. (kmb23)

Warung Global

Promosi Pariwisata Diminta Tetap Dilakukan dengan Efektif dan Efisien PELEPASAN - Pelepasan tukik ke laut oleh perwakilan manajemen Daihatsu, Astra International, KLH, tokoh masyarakat Pulau Pramuka, dan tamu undangan.

Cek Penerapan Transaksi ’’Online’’

KPK Datangi Bapenda Badung Mangupura (Bali Post) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Pasedehan Agung Kabupaten Badung didatangi Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK). Kepala Bapenda Badung Made Sutama saat dikonfirmasi, Kamis (4/7) kemarin, membenarkan perihal tersebut. Hanya kedatangan tim antirasua itu bukan lantaran ada kecurangan di OPD tersebut, malainkan ingin mengetahui penerapan sistem transaksi online yang telah diterapkan Pemkab Badung sejak dulu. ‘’Ya, kedatangan perwakilan KPK hari ini (kemarin - red) adalah ingin meninjau langsung penerapan dan memonitoring transaksi online di Badung,’’ katanya. Birokrat asal Pecatu, Kuta Selatan ini mengatakan, dalam pertemuan itu pimpinan KPK mengapresiasi apa yang telah dilakukan Kabupaten Badung. Melalui dinas pemungutan pajak, Pemkab Badung telah memonitoring transaksi online melalui perangkat cash register secara online, tapping box dan webservice. Mantan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi itu juga menjelaskan ada sejumlah masukan yang diberikan pimpinan KPK untuk Bapenda dan Pemerintah Kabupaten Badung, salah satu tentang pemungutan pajak ini. Kedatangan rombongan

Bali Post/ist

KEBAKARAN - Kebakaran terjadi di gudang rongsokan di Jalan Pulau Ayu, Densel, Kamis (4/7) kemarin.

pimpinan KPK tersebut diwakili Wakil Ketua KPK Saut Situmorang bersama Asep Rachmat Suwanda selaku Kepala Koordinator Wilayah Jatim, Bali dan NTB. ‘’Kami diminta terus melaksanakan penerapan transaksi online dan berharap wajib pajak melalui PHRI memberikan imbauan kepada anggotanya untuk taat serta melaporkan dan menyetorkan kewajibannya atau hasil pemungutan pajaknya tepat waktu,’’ terangnya. Pihaknya berterima kasih atas sejumlah masukan yang telah diberikan pimpinan KPK saat berkunjung ke Bapenda Badung. ‘’Arahan yang diberikan pimpinan KPK ini akan kami jadikan motivasi dalam

mengoptimalkan pendapatan asli daerah dari sektor pajak,’’ paparnya. Sebelumnya Bapenda Badung terus gencar melakukan inovasi dalam meningkatkan pendapatan daerah. Mulai dari penagihan piutang pajak melalui surat paksa hingga pemasangan spanduk bagi wajib pajak yang tidak memenuhi kewajibannya membayar pajak. ‘’Melihat situasi saat ini, pendapatan asli daerah di sektor pajak masih paling tinggi dari PHR. Kami di Bapenda Badung akan terus bekerja keras untuk memenuhi peningkatan pendapatan daerah di Badung, walaupun banyak faktor yang memengaruhi fluktuatifnya pendaptan daerah,’’ pungkasnya. (kmb27)

Bali Post/ist

DITERIMA - Rombongan pimpinan KPK yang diwakili Wakil Ketua KPK Saut Situmorang bersama Asep Rachmat Suwanda selaku Kepala Koordinator Wilayah Jatim, Bali dan NTB diterima Kepala Bapenda Badung Made Sutama dan Inspektur Kabupaten Badung Luh Suryaniti serta sejumlah pejabat Bapenda Badung.

AGENDA promosi pariwisata ke Rusia, Jepang dan beberapa negara lainnya oleh rombongan Promosi Pariwisata Badung pupus sudah. Pasalnya, Pemkab Badung menghentikan seluruh program promosi pariwisata mulai Juli ini. Akibatnya program promosi ke sejumlah negara mogok di tengah jalan lantaran tidak ada anggaran. Kawan Global menanggapi berita ini. Lewat acara dialog interaktif yang disiarkan Radio Global 96,5 FM ini, mereka justru menyarankan agar promosi pariwisata dilakukan dengan efektif dan efisien. Apa saja saran mereka? Beratayasa di Kapal mengamati segelintir pejabat di Badung sering ke luar negeri dengan dalih promosi pariwisata. Tentunya mereka banyak dapat anggaran yang sebagian masuk ke kantong pribadi. Kita sebagai pelaku seni sepertinya diabaikan. Intinya ia setuju tidak ada anggaran lagi untuk promosi tersebut. Lebih baik para perupa dibantu untuk ajang pameran di daerah, bahkan ke luar negeri. Kayan di Tabanan menilai anggaran promosi dihentikan bisa jadi karena harga tiket mahal. Solusinya jangan bepergian jauh-jauh, cukup dekat-dekat saja. Misalnya jalan kaki, naik sepeda gayung atau motor. Promosi itu penting, hotel dan travel agent sudah rutin melakukan promosi dengan berbagai cara. Baik via medsos, mengundang buyer dalam ajang pameran tahunan di Nusa Dua dan tempat-tempat lain maupun mengirim sales dan marketing-nya ke luar negeri serta lain-lain. Pemerintah cukup memotivasi mereka dalam berbagai kesempatan sehingga promosinya gencar dan efektif. Demikian Wayan Beratayasa di Kapal menyampaikan. Promosi lewat media sosial, menurut Arya di Denpasar, lebih efektif dan efisien. Promosi apa jalan-jalan? Sekarang zaman sudah canggih tapi ekonomi su-

lit. Tiket pesawat juga mahal. Ia harap wisatawan yang datang ke Bali yang berkualitas. Menurut Febri di Denpasar, barangkali Badung tak perlu dipromosikan. Karena sudah dikenal. Bukannya tak ada anggaran. Buktinya berikan tunjangan kepada pasien dan penunggu pasien. Masih bisa

kok. Selain Badung, daerah lainnya tetap harus promosi. Tidak ada anggaran? Program promosi pariwisata dihentikan di tengah jalan? Kok lucu, demikian Werdha di Gianyar berpendapat. Apa yang dicari terus ke Bali? Budaya? Lestarikan dan kembangkan budaya yang jadi daya tarik Bali ini. Kemudian alam lingkungan yang lestari. Apalagi Bali dapat julukan sorga dunia. Anggaran promosi pariwisata dialihkan ke sektor lain. Promosi tak harus mendatangi, tapi bisa dilakukan dengan cara efektif dan efisien melalui media massa, medsos, media elektronik dan lainnya. Promosi? Apa perlu? Strategi marketing mestinya membuat tamu penasaran ingin

melihat dan datang ke Bali. Demikian menurut Budiada di Tabanan. Pariwisata pasti ada pasang-surutnya. Benahi internal kita saat ini, apa kekurangannya, anggaran promosi ini yang dipakai. Mangku Kanta di Karangasem berpendapat, semasih pelayanan kita kurang bagus di segala bidang, untuk sementara cukup promosi lewat IT saja. Dulu pernah ada kasus di Pura Besakih tentang pemalakan oleh guide terhadap tamu. Bicara soal promosi, membuat Nyoman Mastra di Gianyar sedikit geram. Bali tak usah promosi lagi. Negara Eropa sudah ratusan tahun menguasai negara Indonesia. Jadi tahu banyak pulau yang ada di negara kita. (sikha)


OPINI

6

Jumat Umanis, 5 Juli 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Mengeliminasi Jebakan Zonasi pada Awal Tahun Ajaran ZONASI kini banyak diperdebatkan. Tampaknya, pihak yang mendukung kalah suara dibandingkan pihak yang mencibir pola baru perekrutan siswa baru pada pertengahan tahun 2019 ini. Yang jelas, zonasi telah menjadi salah satu sumber kebingungan masyarakat. Olok-olok soal zonasi juga bertebaran di media sosial. Bahkan nyaring terdengar adalah agar sistem ini segera dievaluasi. Zonasi telah memantik kebingungan dan harapan untuk pemerataan kesempatan belajar menjadi makin jauh. Bagaimana mungkin semua pihak bisa terakomodasi manakala fasilitas pendidikan menumpuk di perkotaan, sementara di desa-desa minim fasilitas. Yang kita pahami bersama adalah pendidikan merupakan gerbang untuk mengubah dunia. Dunia pendidikan hingga saat ini masih menjadi prioritas utama pembangunan di berbagai negara. Di Indonesia bahkan tercatat 20 persen anggaran APBN digunakan untuk mendukung program pendidikan. Maka untuk itulah sangat strategis jika negara ini memudahkan warganya untuk mendapatkan pendidikan. Jika proses awalnya saja sudah ribet dan penuh biaya, maka akan sangat sulit bagi generasi negeri ini menghadapi persaingan. Profesionalisme mungkin juga lahir dari pelatihan, namun kontribusi dari lahirnya sumber daya manusia (SDM) profesional juga pendidikan. Untuk membentuk SDM berdaya saing dan profesional, maka investasi dalam dunia pendidikan hendaknya memadai. Setidaknya, sistem pengelolaan pendidikan hendaknya berpihak pada rakyat bukan pada pencitraan pejabatnya. Pendidikan seperti yang kita ketahui berjenjang mulai dari Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, hingga Perguruan Tinggi. Kelulusan dapat kita ibaratkan sebagai langkah awal menuju ke jenjang berikutnya. Sejalan dengan paradigma itu, untuk memberikan ruang yang adil bagi semua generasi di negeri ini, maka hak untuk mendapatkan kesempatan belajar juga harus sama. Jauh-dekat rumah dengan sekolah mestinya bukan menjadi indikator utama. Jauh-dekat rumah dengan sekolah mungkin bisa menjadi salah satu indikator saja. Zonasi jangan membatasi ruang gerak anak mendapatkan pendidikan berkualitas. Negeri ini harus mengeliminasi dampak zonasi terhadap kebebasan anak mendapatkan pendidikan bermutu. Yang pasti, dunia pendidikan memerlukan kompetisi. Kompetisi akan memberikan mentalitas bersaing pada anak, bukan semata untuk kepintaran. Kompetisi dengan indikator yang jelas juga akan melahirkan kejujuran. Mentalitas inilah yang harus dipupuk. Seorang anak mestinya memiliki ruang beradaptasi dan memperluas pergaulannya di dunia pendidikan. Jika sekat-sekat zonasi membatasi mereka, maka dunia mereka tak akan berkembang. Ketika pengalaman beradaptasi dengan dunia luar menjadi salah satu indikator pengayaan wawasan, maka sistem zonasi jelas membatasi ruang anak ke arah menambah pergaulan dengan dunia luar. Negeri ini juga hendaknya memberikan yang lebih otonom kepada sekolah-sekolah untuk menentukan calon anak didiknya. Di sinilah standardisasi harus diatur. Pengawasan juga harus jelas. Sekolah yang menerapkan standar ganda dalam perekrutan siswa mestinya ditegur. Selama ini, kelemahan otonomi adalah adanya budaya tekanan politik. Budaya ini hendaknya dikontrol jika ke depan sekolah diberikan kewenangan menyeleksi calon peserta didiknya. Pemerintah tentu bisa menyiapkan rambu-rambunya. Jangan sampai semua hal diatur pemerintah, sampai halhal kecil termasuk penerimaan anak didik. Campur tangan pemerintah dalam hal ini hendaknya didelegasikan kepada sekolah. Hal lain yang mestinya dicermati dalam zonasi kali ini adalah beban orangtua siswa. Ada banyak orangtua siswa yang mengeluh dan merasa tersandera kepentingan bisnis dalam dunia pendidikan. Ketika pengumuman di sekolah negeri belum dilakukan, banyak sekolah swasta sudah meminta orangtua melunasi kewajibannya membayar uang tanda jadi masuk sekolah di sekolah bersangkutan. Jika nantinya anak-anak mereka diterima di sekolah negeri, maka otomatis uang yang mereka bayarkan akan hangus. Ini adalah beban ekonomis yang juga dipikul orangtua siswa pada awal tahun ajaran. Model-model semacam ini hendaknya disikapi. Orangtua siswa jangan sampai tersandera dalam hal mencarikan anaknya sekolah. Tanggung jawab pemerintah mengeliminasi beban ekonomi orangtua siswa pada awal tahun ajaran baru.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Pengawasan terhadap BOS Bawasda, Inspektorat, dan lembaga terkait lainnya yang diberikan kewenangan melakukan pengawasan terhadap pengelolaan dana-dana sekolah agar lebih intensif melakukan pengecekan ke sekolah-sekolah. Terutama terkait dengan pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Pemanfaatan dana ini hendaknya dijelaskan secara terbuka kepada orangtua siswa. Pengawas hendaknya memastikan pengelolaan dana BOS tak direkayasa, sehingga bantuan pemerintah untuk menekan beban biaya pendidikan bisa dirasakan oleh para orangtua siswa. Jika memungkinkan penggunaan dana BOS agar dibuatkan pertanggungjawabannya dalam bentuk lembaran atau online, sehingga orangtua dan masyarakat bisa mengontrolnya. Bahkan, saat perencanaan juga perlu disosialisasikan. I Gede Arsana Putra Gianyar, Bali

Sistem Zonasi Butuh Pemerataan Tenaga Pendidik Pemerintah berkewajiban menjamin terselenggaranya pendidikan bermutu bagi setiap warga negara tanpa diskriminasi, seperti yang tertuang pada Pasal 5 UndangUndang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Upaya pemerataan sistem pendidikan nasional sesuai aturan itu, sejak beberapa tahun lalu diimplementasikan melalui kebijakan sistem zonasi pada proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Kebijakan ini tentu seharusnya tidak hanya tentang pemerataan peserta didik, namun juga pemerataan pada kualitas dan kuantitas tenaga pendidik.

Oleh I Ketut Manik Asta Jaya

P

enerapan sistem zonasi memberi pertanyaan besar terhadap kesiapan guru pada setiap sekolah negeri. Khususnya terkait kesiapan mengedukasi berbagai macam anak didik tanpa ada diskriminasi. Terlebih fakta yang terjadi selama ini, melalui proses PPDB sekolah negeri hanya menerima siswa dengan nilai baik, lantas mengeliminasi generasi muda bangsa yang dinilai masuk katagori bodoh. Padahal generasi yang nilainya kurang itu justru yang membutuhkan bimbingan dan perhatian lebih agar menjadi lebih baik. Dikalangan masyarakat proses yang berlarut ini pun telah membentuk pradigma sekolah favorit. Sebab sekolah negeri yang mampu menjaring bibit ungul, selanjutnya dengan mudah mengantarkan siswa tersebut menuju

prestasi yang gemilang, seperti mengikuti olimpiade nasional hingga international, termasuk juga siswa dengan lulusan nilai ujian nasional (NUN) tertinggi. Dibalik mencuatnya sekolah favorit, dedikasi para tenaga pendidik juga tidak bisa dipungkiri. Munculnya siswa dengan segudang prestasi, tentu ada peran guru yang kreatif dan inovatif dalam mengkemas berbagai strategi pembelajaran. Bahkan banyak guru pada sekolah favorit yang mencurahkan waktu diluar jam mengajar, untuk membimbing anak didik yang memiliki semangat tinggi dalam belajar. Melihat output itu, tentu tidak salah juga bila orang tua mengklasifikasikan sekolah favorit. Sementara disisi lain, ada sekolah negeri yang minim prestasi, meski setiap tahun mendapat anggaran yang sama dari pemerintah. Kondisi ini kerap terjadi akibat guru

pada sekolah kurang diminati itu terlalu sibuk urusan pribadi, ketimbang mencurahkan semangat mengedukasi kepada anak didik untuk berprestasi. Problematik ini jelas tidak bisa dibiarkan berlarut, apalagi menunggu kebijakan dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah seharunya bisa mengambil langkah cepat, demi pemerataan kualitas pendidikan. Hal ini dapat dilakukan sebagai bentuk desentralisasi. Menurut Onisimus (2011:98) desentralisasi adalah penyerahan sebagian kewenangan dan tugas pemerintah pusat kepada pemerintah daerah untuk dikelola sesuai kemampuan dan potensi yang dimiliki demi meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di daerah. Pemberian kewenangan didasarkan pada UU Nomor 32 Tahun 2004 khususnya pasal 14 ayat 1 huruf (f). Jika sebelumnya

penyelenggaraan pendidikan menjadi tanggungjawab pusat, maka dengan desentralisasi pendidikan kabupaten/kota memiliki kewenangan untuk menyelenggarakan pendidikan. Berdasarkan aturan tersebut diatas tentu pemerintah daerah bisa mengambil langkah cepat, dalam mewujudkan pemerataan pendidikan di daerah. Salah satu langkah jitu dalam pemerataan kualitas pendidikan ini dengan mutasi tenaga pendidik. Mutasi ini untuk meratakan guru yang kreatif dan inovatif di seluruh sekolah negeri yang ada dalam satu pemerintahan daerah. Tentunya proses mutasi ini harus diiringi dengan verifikasi para guru terlebih dahulu oleh dinas pendidikan di daerah. Selain itu, proses mutasi ini juga tetap mempertimbangkan jarak tempat tinggal guru dengan sekolah yang perlu dibangun secara kualitas. Selain pergeseran guru secara formal. Peningkatan kualitas manajemen sekolah juga bisa dilakukan dengan promosi jabatan guru berprestasi menjadi kepala pada sekolah yang kualitasnya kurang. Tentunya hal ini berlaku untuk guru yang sudah memiliki sertifikat calon kepala (cakep) sekolah. Hal ini dilakukan agar guru tersebut bisa memperbaiki manajemen termasuk kedisiplinan guru lainnya. Upaya ini harus segera dilakukan pemerintah demi mewujud-

Tabloid Sebatas Formatkah? SEKELOMPOK orang terlibat diskusi kecil pada suatu hari menyangkut media massa cetak, khususnya tabloid. Mereka bertanya, apa sih tabloid itu? Antara surat kabar dan tabloid apakah sama atau sebaliknya berbeda, dan seterusnya sampai-sampai debat mereka itu tertuju kepada masalah iklan, sirkulasi, dan perizinan. Namanya juga masih awam tentang yang didiskusikan perihal seluk-beluk media pewartaan, tentu saja pertanyaanpertanyaan yang muncul dari mereka dapat dianggap masih tergolong WTS alias wajar tanpa syarat. Guna tidak menambah ketegangan di antara mereka itu, ada baiknya jika pertanyaan yang mereka ungkapkan itu dijawab satu demi satu walau di sana sininya terpaksa membuka-buka cakepan demi kelengkapan informasi yang diharapkan. Yang sudah pasti, tabloid itu merupakan wahana atau media komunikasi-informasi yang bahannya terbuat dari kertas (tercetak) dalam bentuk ukuran yang rata-rata mungil. Sebagai suatu media komunikasi jelas di dalamnya akan terkait serentetan kegiatan dan produk yang dilakukan oleh para redaktur, penulis, dan wartawan. Pusat Bahasa Jakarta, dalam Kamus Istilah Jurnalistik mengartikan tabloid sebagai surat kabar yang terbit dengan ukuran setengah dari ukuran biasa dan dengan gaya jurnalistik yang khas. ‘’Di kalangan pers Barat seperti yang ditulis Kurniawan Junaedhie dalam Ensiklopedi Pers Indonesia, bahwa tabloid juga sering diartikan sebagai surat kabar sensasi yang menyajikan berita dan tulisan-tulisan tentang masalah seks, kriminal dan key hole atau berita-berita seputar dapur dan kamar tidur orang yang tidak ada sangkut-pautnya dengan kepentingan umum. Jelasnya, dia itu sebuah surat kabar atau koran kuning. Konon di Amerika Serikat tabloid muncul pada tahun 1920-an

Oleh Romi Sudhita kemudian disusul dengan kemunculannya di beberapa negara di Eropa seperti halnya Jerman dan Inggris. Di Indonesia, tabloid lebih diartikan pada pengertian ukuran atau format dan tidak sejalan dengan pengertian pers Barat. Sejak 1960-an, masih menurut Kurniawan, banyak surat kabar Indonesia terbit dalam ukuran tabloid. Tabloid pertama yang populer adalah Tabloid Mutiara yang diterbitkan oleh kelompok Penerbit Sinar Harapan (kini Suara Pembaruan) pada tahun 1964. Tapi tabloid yang pernah populer dan bertiras (beroplag) hampir 500 ribu eksemplar adalah Tabloid Monitor yang terbit tahun 1987, namun kini sudah ‘’almarhum’’ alias gulung tikar. Keberhasilan tabloid Monitor waktu itu diikuti pula oleh yang lain seperti Tabloid Nova pada awal 1988 yang sebelumnya juga berbentuk majalah. Di Malang, surat kabar Suara Indonesia pada November 1988 juga mengubah wajah menjadi tabloid. Dengan mengikuti uraian-uraian terdahulu maka secara tidak langsung kita sudah diajak untuk membandingkan antara tabloid dengan surat kabar. Dilihat dari keragaman isi mungkin terdapat kesamaan, katakanlah kalau di surat kabar lazim kita temui tulisan yang bernama tajuk rencana, berita, artikel, feature (karangan khas), pojok, dan surat pembaca, maka akan ditemui pula dalam tabloid. Justru yang membedakan secara tajam adalah teknik penyajiannya. Pada surat kabar harian akan mengutamakan segi aktualitas sebagai salah satu ciri penerbitan pers, sedangkan pada tabloid yang umumnya terbit bukan harian (bisa mingguan, dwimingguan, atau bulanan), jelas lebih menyukai tulisan-tulisan ala feature, berita-berita investigatif

wawancara, dan artikel menarik lainnya. Lalu, bagaimana dengan masalah-masalah yang lain seperti penyajian iklan, sirkulasi, dan masalah perizinan terbitnya media tersebut? Jawaban atas tiga pertanyaan ini agaknya lebih transparan apabila kita mengarahkan pandangan pada dua jenis penerbitan, yakni penerbitan pers dan penerbitan khusus atau non-pers. Dalam Undang-undang Pokok Pers No. 21 Tahun 1982, pasal 1, dinyatakan bahwa Pers adalah lembaga kemasyarakatan, alat perjuangan nasional, yang mempunyai karya sebagai salah satu media komunikasi massa bersifat umum berupa penerbitan yang teratur, waktu terbitnya teratur, dan dilengkapi dengan alat-alat foto, mesin stensil serta alat-alat teknik lainnya. Sementara pada pasal 13 (6) diperjelas lagi bahwa setiap penerbitan pers yang diselenggarakan oleh perusahaan pers memerlukan Surat Izin Usaha Penerbitan Pers (SIUPP) yang dikeluarkan oleh pemerintah. Lancar tidaknya penerbitan pers sebagian di antaranya ditentukan oleh hadirnya iklan. Semakin banyak penerbitan itu menyajikan iklan berarti semakin cerah pula kelanjutan penerbitan pers tersebut. Hanya, dalam era reformasi ini persoalan SIUPP tidak menjadi keharusan untuk bisa terbitnya penerbitan pers semisal surat kabar. Jiwa dari UU No. 21 Tahun 1982 di atas apabia dicermati secara mendalam tak begitu jauh berbeda dengan yang ada pada UU RI No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Tabloid Penerbitan khusus atau nonpers sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Penerangan RI No. 01 Tahun 1975 terdiri dari

4 bab dan 8 pasal. Pada pasal 1 dikemukakan, yang dimaksud dengan penerbitan khusus adalah alat komunikasi berupa penerbitan berkala, baik yang tercetak, distensil atau diterbitkan dengan cara lain, terbit sekurang-kurangnya enam bulan sekali dan isinya tidak bersifat umum. Untuk ukuran sekarang antara pers (umum) dengan penerbitan khusus sepertinya sudah pada posisi beda tipis. Apalagi jika dilihat dari konsumen pembacanya yang samasama berada pada ranah publik. Pertanyaan muncul, dapatkah penerbitan khusus itu diedarkan atau disebarkan ke sembarang tempat? Pada dasarnya, sebaran penerbitan khusus terbatas di kalangan orang-orang yang mempunyai sangkut-paut erat dengan bidang kegiatan yang menjadi dasar diterbitkannya penerbitan khusus tersebut. Misalnya, pada sebuah kantor Kementerian Pertanian, bisa saja diadakan penerbitan khusus berlabel Tabloid Ägrobisnis. Begitu juga penyebaran penerbitan khusus pada umumnya tidak dipungut bayaran, atau jika dipungut bayaran, itu pun hanya sebagai pengganti ongkos cetak. Apakah dalam penerbitan khusus masih diperlukan juga iklan? Pemuatan iklan dalam penerbitan khusus sejauh tidak dapat dihindari, semata-mata untuk menunjang pengeluaran biaya cetak, tentu masih diperlukan. Itu pun tidak sebesar seperti yang dilakukan oleh penerbitanpenerbitan pers. Yang penting untuk kita ketahui dan maklumi bersama bahwa antara pers dan non-pers (penerbitan khusus), kedua-duanya dapat diterbitkan berupa tabloid, apalagi kita meyakini benar bahwa tabloid dan surat kabar hanya dibedakan oleh format atau ukuran fisiknya semata.

kan pemerataan pendidikan dalam mengimbangi sistem zonasi yang sudah berjalan. Bila hal ini tidak dilakukan, maka siswa yang masuk katagori bibit unggul tidak akan terarah dengan baik tanpa bimbingan tenaga pendidik berkualitas. Sementara ditangan guru yang kreatif dan inovatif , anak yang selama ini masuk katagori kurang pintar, mendapat kesempatan mengembangkan kemampuan diri yang selama ini belum digali. Sebab guru yang baik bisa menemukan dan mengembangkan berbagai strategi pembelajaran yang dapat merangsang peserta didik untuk belajar kreatf dan inovatif. Pemerataan dunia pendidikan tentu tidak hanya dari segi peserta didik atau tenaga pendidik, namun juga harus ada pemerataan meliputi sarana prasarana pendidikan. Terlebih dalam beberapa daerah masih ada yang membutuhkan penambahan sekolah negeri yang baru. Hal ini harus segera dibangun untuk mengimbangi sistem zonasi saat ini dijalankan pemerintah, serta demi mewujudkan kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan bagi seluruh anak bangsa. Upaya ini juga sesuai dengan tujuan awal pendekatan zonasi dalam pelaksanaan PPDB, yakni memberikan akses setara dan berkeadilan kepada seluruh peserta didik, tanpa melihat latar belakang kemampuan ataupun perbedaan status sosial ekonomi. Kebijakan ini juga seharusnya mempu menghapus kesan sekolah favorit yang selama ini justru memicu diskriminasi. Penulis wartawan Bali Post

POJOK Bupati Giri Prasta tegaskan Badung harus berdikari bidang ekonomi. - Termasuk investasi. *** APBN 2018 defisit Rp 294 triliun, Menkeu Sri Mulyani sebut masih aman. - Aman terkendali. *** Pascapengumuman PPDB, DPRD Bali dan Disdik sepakat cari solusi. - Terbuka jalur ’’khusus’’.

Penulis adalah pemerhati pendidikan dan pegiat pers

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Jumat Umanis, 5 Juli 2019

7 TABANAN 400 Babinsa Ikuti Sosialisasi Pendampingan Upsus

Bali Post/kmb

SAPRODI - Penyerahan secara simbolis saprodi pertanian dalam rangka Lomba Demplot Bali dan Nusra.

Pemkab Rancang Pengelolaan Sampah ’’Online’’

Tabanan (Bali Post) Program Pendampingan Upaya Khusus (Upsus) Pertanian kerja sama TNI-AD dengan Kementan RI telah berjalan empat tahun. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan pencapaian program pertanian yang pada akhirnya membuat Indonesia menjadi negara berswasembada pangan. Hal tersebut disampaikan Asisten Teritorial Kasad Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, S.IP., M.Si. saat membuka Sosialisasi Pendampingan Upsus Tersebar Bidang Pertanian TA 2019 di Aula I Gusti Ngurah Rai, Rindam IX/ Udayana, Tabanan, Kamis (4/7) kemarin. Kegiatan ini diikuti 400 Babinsa wilayah Jajaran Kodam IX/Udayana. Lebih lanjut disampaikan, selama pelaksanaan pendampingan oleh TNIAD dalam bidang pertanian,

Persoalan sampah masih menjadi pekerjaan rumah bagi sejumlah daerah, begitu pula Kabupaten Tabanan. Data TPA Mandung, ketinggian sampah di lahan seluas 2,5 hektar tersebut telah mencapai 15 meter. Mengatasi hal itu, Bapelitbang Tabanan tengah merancang Garbage Startup Online (GS Online). Pada program ini, pengelolaan sampah dikemas terpadu terintegrasi dengan menggunakan aplikasi berbasis Android. dibayar sesuai berat sampah ditambah ongkos kirim untuk ojek online. Setelah sampah di TPS BUMDes penuh, BUMDes juga menerapkan hal serupa yakni dengan aplikasi GS Online order pick up online untuk mengangkut sampah yang sudah terpilah ke TPA. ‘’Jadi, sampah yang nantinya ke TPA adalah sampah yang sudah terpilah tidak lagi campuran,’’ ujar Rustini. Terkait terobosan ini, kata Rustini, sudah dilakukan diskusi sebanyak tiga kali dengan instansi terkait. Mulai dari tingkat kepala daerah, DPRD, hingga OPD terkait. Persiapan tengah dimatangkan, termasuk cara perekrutan anggota ojek online, anggota pick up, tempat membawa sampah dan lain-lain. ‘’Sekarang, intinya tengah menyusun desain, melakukan kajian dari segi lingkungan, proses, tata kelola dan sosial budaya,’’ terang Rustini. Dia berharap program ini bisa diterapkan pada p e r t e n g a ha n t a h un 2020. Program ini

murni dirancang oleh Pemkab Tabanan tanpa melibatkan program ketiga ataupun swasta. ‘’Rancangan program ini adalah terintegrasi dan terpadu tidak hanya penanganan satu sampah, bahkan dalam menjalankan program ini seluruh instansi terlibat,’’ katanya. Pihaknya juga ingin memadukan desain mirip Gojek, hanya tidak mengambil desain dari Gojek. ‘’Masih tahap penyempurnaan dan rancangan dari segala persiapan. Sebelum program diluncurkan tentu nanti kami akan lakukan pilot project satu desa,’’ ujarnya. Guna mendorong masyarakat mau memilah sampah, pihaknya akan bekerja sama dengan desa adat untuk dibuatkan awig-awig. Selain itu, juga akan dibuatkan aturan khusus dalam perda. (kmb28)

Bali Post/bit

KOORDINASI - Kabid Penelitian dan Pengembangan Ni Komang Ayu Rustini saat berkoordinasi dengan staf Bapelitbang.

Bali Post/bit

PACARUAN - Krama Desa Adat Megati Kelod melaksanakan pacaruan manca sanak di lokasi penemuan mayat.

diterima Kabupaten Tabanan telah mencapai 1.602 unit yang tersebar di 20 desa di lima kecamatan. Menurutnya, BSPS sangat bermanfaat dalam rangka penyediaan hunian yang layak khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Diharapkan program ini bisa berkelanjutan dan ditingkatkan khususnya untuk Kabupaten Tabanan. ‘’Harapan kami kepada pihak Kementerian, khusus untuk Kabupaten Tabanan agar dapat diprioritaskan dalam tahun mendatang. Baik melalui dana APBN atau DAK sesuai usulan kami,’’ katanya. Lebih lanjut, pihaknya mengimbau masyarakat penerima bantuan agar memanfaatkan bantuan secara maksimal. Masyarakat diharapkan dapat cukup ter-

Tabanan (Bali Post) Sejumlah gepeng diamankan Tim Penanganan Gelandangan dan Pengemis Dinas Sosial Tabanan di dua lokasi berbeda, Kamis (4/7) kemarin. Usai didata dan dibina, para gepeng dibawa ke Dinas Sosial Kabupaten Karangasem, mengingat identitas kelimanya berasal dari Karangasem. Kepala Bidang Pelayanan Rehabilitasi Sosial (PRS) Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dra. Driana Rika Rona seizin Kepala Dinas Sosial mengatakan, belakangan ini banyak pengaduan dari masyarakat terkait maraknya gepeng. Menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya berinisiatif melakukan penelusuran ke sejumlah lokasi yang dilaporkan. Meski harus kucing-kucingan, petugas berhasil mendapati lima orang gepeng yang tengah melakukan aksinya. Empat orang diamankan di Desa Luwus Kecamatan Baturiti dan dua orang di Desa Kukuh Kecamatan Marga. Namun, satu orang yang beraksi di desa Kukuh berhasil melarikan diri. ‘’Dari awal sebenarnya kami sudah tahu ciri-ciri mereka itu gepeng atau tidak, tetapi tentunya harus cukup bukti dulu. Jadi, kami tunggu mereka beraksi dulu baru diamankan, sehingga tidak bisa mengelak,’’ terangnya. Empat orang yang diamankan di wilayah Luwus setelah didata

Bali Post/bit

BSPS - Penyerahan BSPS di Kabupaten Tabanan. bantu sehingga mampu membangun hunian layak secara swadaya, sesuai tujuan program BSPS. Pihaknya juga meminta agar TP4D memberikan bimbingan dan

Tabanan (Bali Post) Pascatemuan mayat dalam kardus di Desa Megati Kelod Kecamatan Selemadeg Timur, sejumlah warga mengaku dihantui rasa takut saat melintas di lokasi temuan yang berada tepat di tegalan pinggir jalan utama. Bahkan belakangan muncul rumor, salah seorang warga pernah melihat bayangan sosok wanita di lokasi tersebut, namun terlihat bukan seperti warga setempat. Bendesa Adat Desa Pakraman Megati Kelod I Gusti Putu Ngurah Aryawan mengungkapkan, kemungkinan warga masih terbayang kejadian penemuan mayat tersebut. Dia pun mengakui tidak sedikit warga yang masih ketakutan. Guna membersihkan teritorial desa adat secara niskala, Kamis (4/7) kemarin Desa Adat Megati Kelod menggelar pacaruan manca sanak di dua tempat yakni di lokasi

temuan mayat dan simpang empat desa (catus pata). Pacaruan melibatkan pemilik tegalan yang menjadi tempat mayat tersebut ditemukan serta seluruh krama Desa Adat Megati Kelod. Rangkaian upacara diawali dengan ritual nebusin. ‘’Nebusin terlebih dahulu di TKP, baru pembersihan atau pacaruan menggunakan sarana manca kelud ayam dan bebek. Ini dilakukan di dua lokasi untuk membersihkan kembali wewidangan desa kami,’’ terangnya. Seperti diberitakan sebelumnya, Minggu (30/6) sore, warga Selemadeg Timur digegerkan temuan mayat dalam kardus dalam kondisi mengering. Mayat tersebut ditemukan warga setempat, Nyoman Sudi Astawa, yang hendak mencari rumput. Mayat tersebut terbungkus kardus air compressor berwarna cokelat yang sudah dalam keadaan terbuka. (kmb28)

Sejumlah Gepeng Diamankan Petugas

BSPS Sasar Empat Kecamatan Tabanan (Bali Post) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Rabu (3/7), kembali menyerahkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) kepada Kabupaten Tabanan. BSPS tahun 2019 yang diserahkan melalui Satuan Kerja Non-Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Rumah Provinsi Bali tersebut sebanyak 395 unit. Bupati Tabanan dalam sambutan yang dibacakan Sekretaris Dinas PUPRPKP Tabanan I Gusti Agung Nyoman Kamasan menyampaikan, Kementerian PUPR mengalokasikan bantuan tahun ini untuk delapan desa di empat kecamatan di Tabanan yakni Kecamatan Pupuan, Selemadeg Timur, Kediri, dan Baturiti. Dengan begitu, sejak tahun 2016, BSPS yang

potensi hasil panen tiap-tiap daerah dan laksanakan mekanisme rantai penyerapan gabah/beras secara terjadwal, serta rangkul petani dan pengusaha agar menjual gabah/ beras ke Bulog terutama bagi mereka yang mendapat bantuan dari pemerintah,’’ ucapnya. Acara diakhiri penyerahan saprodi pertanian secara simbolis dalam rangka Lomba Demplot Bali dan Nusra dari Aster Kasad yang didampingi Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri, Dirjen PSP Kementerian RI Dr. Sarwo Edhy, S.P., M.M., Danrem 163/Wira Satya, Danrindam IX/Udayana, Aster Kasdam IX/Udayana, Paban III/Wanwil Sterad, Paban IV/ Komsos Sterad, CEO Talita Grup serta undangan lainnya. Saprodi diserahkan kepada para perwakilan Babinsa Kodim Jajaran Kodam IX/ Udayana. (kmb)

Krama Megati Kelod Gelar ’’Pacaruan’’ di Lokasi Penemuan Mayat

Tabanan (Bali Post) -

Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Bapelitbang Tabanan Ni Komang Ayu Rustini, Kamis (4/7) kemarin mengungkapkan, desain dan konsep layanan tersebut sedang dimatangkan. Program ini akan dikerjasamakan dengan BUMDes dan Perusahaan Daerah. ‘’Selama ini, BUMDa belum mengelola sampah termasuk juga BUMDes belum semua melakukan pengolahan sampah dengan baik,’’ tegasnya. Masyarakat yang hendak memanfaatkan layanan online ini diwajibkan memilah sampah menjadi tiga jenis yakni sampah plastik, organik, dan non-organik. Masyarakat tidak perlu lagi membuang sampah ke TPS. Cukup menggunakan aplikasi GS Online, maka petugas ojek online akan mengambil sampah yang sudah terpilah ke BUMDes yang sudah memiliki TPS. Di sana sampah akan ditimbang oleh BUMDes dan

pada tahun 2018 menunjukkan hasil yang positif. Hal tersebut patut disyukuri bersama, Mengakhiri sambutannya, Aster Kasad menekankan beberapa hal yang menjadi tugas Babinsa terkait program Pendampingan Upsus Pertanian, antara lain mendorong petani untuk melaksanakan budaya tanam serentak dan meningkatkan luas tambah tanam (LTT). Kedua, membantu pembangunan infrastruktur jaringan irigasi tersier seperti embung, long storage, parit, dan sebagainya. Ketiga, terus mengawal pendistribusian sarana produksi (saprodi) yaitu pupuk dan benih secara simpatik dan berkoordinasi dengan instansi terkait. ‘’Optimalkan Brigade Alsintan Kodim guna mendukung percepatan tanam, tingkatkan indeks pertanian dan tanam serentak. Selanjutnya, petakan

arahan terhadap pelaksanaan program Pemkab Tabanan, termasuk BSPS, sehingga tujuan pembangunan di Tabanan yaitu Tabanan Serasi bisa diwujudkan. (kmb28)

ternyata masih satu keluarga asal Banjar Dinas Bukit Ambu Desa Pedahan Kecamatan Tianyar Tengah Kabupaten Karangasem. Mereka adalah ibu berusia 40 tahun dan kedua anaknya masing-masing berusia 15 dan 6 tahun, serta keponakan yang berusia 10 tahun. Sementara satu orang diamankan di Desa Kukuh yakni perempuan berusia 59 tahun asal Banjar Dinas Munti Gunung Tengah Desa Tianyar Tengah Kecamatan Kubu, Karangasem. ‘’Mereka ini wajah-wajah lama, yang sudah dipulangkan, balik lagi. Ada satu di antaranya membawa uang Rp 3,2 juta. Pengakuannya, uang itu dibawa dari rumah,’’ ucap Driana Rika. Saat diamankan, ada saja alasan dan dalih yang dilontarkan para gepeng. Namun, setelah ditunjukkan bukti, kelimanya hanya terdiam. ‘’Kami berikan pembinaan. Begitu pula pada para pedagang tempat para gepeng diamankan juga langsung kami bina agar tidak membiasakan diri memberikan uang dengan alasan kasihan. Coba beri sedikit pekerjaan sebelum memberikan uang, pasti ngeloyor pergi, karena sifatnya malas,’’ terangnya. Modus yang digunakan oleh para gepeng masih modus lama. Ada yang sembari menggendong bayi, mengenakan pakaian lusuh hingga ada yang berpura-pura menjadi penyandang disabilitas. (kmb28)

Bali Post/ist

MENDATA - Petugas mendata dan membina gepeng yang berhasil diamankan, Kamis (4/7) kemarin.


BULELENG

8

Jumat Umanis, 5 Juli 2019

Tindak Lanjuti Pergub 99

Buah Lokal Dibekali Sertifikat Perlindungan Singaraja (Bali Post) – Pemkab Buleleng turut menindaklanjuti Peraturan Gubernur (Pergub) Bali No. 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali. Salah satunya dengan menerbitkan sertifikat perlindungan varietas buah lokal sebagai upaya proteksi dan pelestarian buah endemis di bumi Denbukit. Di antaranya, mangga bikul, pisang saba tabah, padi beras merah munduk, padi cicih gundil sudaji, padi gondrong sudaji, keladi togog kuning, dan ketan gundil sudaji. “Dengan upaya seperti ini, ke depan produk pertanian lokal di daerah kita ini diharapkan semakin terangkat dan memberi keuntungan untuk petani,” ujar Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng Made Sumiarta, Kamis (4/7) kemarin. Selain memproteksi, lanjut Sumiarta, citra buah lokal juga diangkat. Utamanya di tengah persaingan dengan keberadaan buah impor. Mengingat dalam kegiatan keagamaan atau kegiatan lain, pemanfaatan buah lokal Bali semakin minim. Sebaliknya, buah impor terus membanjiri pasar tradisional hingga supermarket di Bali. Tidak heran, kondisi ini membuat keberadaan buah lokal Bali terancam punah. Oleh karena itu, promosi buah lokal juga turut digencarkan dalam event Twin Lake Festival (TLF) ke-6 tahun 2019. Dalam gelaran yang dipusatkan di Danau Buyan Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada

dan Danau Tamblingan, Desa Munduk, Kecamatan Banjar ini, pemkab salah satunya menggulirkan lomba membuat gebogan. Lomba ini diikuti 15 kelompok terdiri dari Tim Penggerak (TP) PKK, Persatuan Hotel Restoran Indonesia (PHRI) Buleleng, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan perwakilan SMK di Buleleng. “Buah yang digunakan dalam lomba adalah buah asli Buleleng yang banyak dihasilkan di Desa Pancasari dan desa-desa tetangga,” jelasnya. Menurut Sumiarta, lomba ini dijadikan media untuk meningkatkan promosi pemakaian buah lokal dalam kegiatan keagamaan atau budaya di Bali. Kalau pemakaian buah lokal semakin ramai dan warga tidak gengsi menggunakan buah lokal, otomatis permintaan buah dari daerah sendiri akan meningkat. Secara langsung manfaatnya akan diterima oleh para petani sebagai penghasil buah lokal. “Lewat lomba ini, kami

mengedukasi dan mengenalkan bahwa buah lokal di daerah kita tidak kalah dengan buah impor. Kalau ini semakin banyak dan terbiasa menggunakan buah lokal, maka imbasnya petani akan semakin semangat untuk menghasilkan buah lokal Bali utamanya di Buleleng,” katanya. Sementara itu, dewan juri Made Suastini, mengatakan, beberapa kriteria dalam penilaian lomba gebogan yakni ketinggian gebogan, hiasan janur, pemakaian buah lokal Bali, dan kreativitas peserta. “Buah yang digunakan dalam lomba kali ini sepenuhnya disediakan oleh panitia. Hal ini untuk menjamin keseragaman jenis buah dan kualitas buah yang digunakan,” jelasnya. Setelah menjalani proses penilaian, Tim PKK Kecamatan Kubutambahan keluar sebagai juara pertama. Disusul juara dua Tim PKK Kecamatan Seririt, dan Juara tiga direbut Tim PKK Kecamatan Sawan. (kmb38)

BUAH LOKAL – Melalui lomba membuat gebogan, Pemkab Buleleng berusaha melindungi dan melestarikan keberadaan buah lokal Bali terutama buah asli Buleleng. Lomba ini digulirkan serangkaian TLF ke-6 tahun 2019, Rabu (3/7) lalu.

Ranperda BPR Buleleng 45

Terdampak Kemarau Panjang

Dewan Ingatkan Eksekutif Komitmen 17 Desa Rawan Krisis Air Bersih Penuhi Modal Dasar Rp 60 Miliar Singaraja (Bali Post) – Pembahasan Rancangan Perda (Ranperda) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Buleleng 45 (Perseroda) terus digenjot. Ini tidak lepas karena semakin pendeknya masa jabatan anggota dewan di Bali Utara. Dalam pembahasan lanjutan, Kamis (4/7) kemarin, dewan meminta agar eksekutif komitmen untuk memenuhi ketetapan nilai modal dasar perusahaan Rp 60 miliar. “Ini penting, jangan sampai hanya klausul pasal saja dicantumkan dalam regulasi yang dibuat, tetapi pelaksanaannya nol besar,” ujar Ketua Komisi I DPRD Buleleng, Putu Mangku Mertayasa, saat mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) dengan eksekutif di ruang gabungan komisi DPRD Buleleng, kemarin. Rapat ini dipimpin Ketua Dewan, Ketut Susila Umbara didampingi tim pakar. Sementara eksekutif dipimpin Asisten Administrasi Umum Setda Buleleng, Putu Karuna, didampingi Kepala Bappeda Litbang, Nyoman Genep dan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Putu Mangku Mertayasa mengatakan, penyusunan Perda BPR Buleleng 45 (Perseroda) ini tepat dilakukan untuk mengikuti regulasi terbaru yang lebih tinggi. Selain itu, perubahan lembaga dari sekarang perusahaan daerah menjadi perseroda, dengan sendirinya akan meningkatkan pola manajemen perusahaan itu sendiri. Hal ini memerlukan dukungan kemampuan manajemen yang mumpuni dan kekuatan modal dasar yang dikelola. Untuk itu, dalam draf ranperda yang sedang dibahas, politisi PDI Perjuangan ini menyebut, modal dasar perusahaan sudah ditetapkan dalam klausul pasal dengan nilai Rp 60 miliar. Terhadap klausul pasal ini, pihaknya mengingatkan eksekutif dan jajaran Direksi BPR Bank Buleleng 45 agar komitmen merealisasikan amanat pasal tersebut. Nantinya, komitmen dalam pemenuhan modal dasar itu menunjukkan kalau pemangku kebijakan menaati amanat pasal perda yang sedang disusun. Sebaliknya, jika pelaksanaan amanat pasal itu tidak dipenuhi, dirinya khawatir kalau hal tersebut akan

Bali Post/kmb38

RDP – DPRD Buleleng membahas Rancangan Perda (ranperda) tentang BPR Buleleng 45 (Perseroda) dalam rapat dengar pendapat (RDP), Kamis (4/7) kemarin. menimbulkan preseden tidak baik terhadap kinerja pemerintah dalam mengelola perusahaan yang dimiliki. “Kami minta klausul pasal yang menyebut modal dasar Rp 60 miliar itu dipenuhi dan jangan sekadar wacana. Pemenuhannya pun bisa dilakukan bertahap dan Direksi BPR Buleleng 45 kita minta memasang target yang harus dicapai, sehingga amanat pasal ini bisa ditaati, bukan sekadar wacana,” katanya. Menanggapi usul tersebut, Asisten I Putu Karuna mengatakan, pertimbangan mengapa menetapkan nilai modal dasar Rp 60 miliar untuk menghindari terjadinya perubahan perda dalam waktu pendek, sehingga hal itu membutuhan biaya mahal untuk merevisi sebuah regulasi. Hal ini tidak lepas karena BPR Buleleng 45 yang akan menjadi Perseroda, memungkinkan pihak ketiga yang ikut menanamkan modal, sehingga dipastikan modal dasar yang dikelola perusahaan akan cepat berkembang. Kalau nilai modal dasar rendah, ketika ada peningkatan modal dasar

maka konsekuensinya pemerintah harus mengganti perda. “Sekarang saja modal dasar sudah Rp 15 miliar, belum termasuk nilai bangunan dan aset lain, dan kalau ditambah lagi maka semakin besar modal dasarnya, apalagi nanti akan mengajak pihak ketiga, perkembangan modal dasarnya akan meningkat. Sesuai ketentuan kalau modal dasar melebihi 25 persen nilai setoran modal awal, maka harus mengganti perda, sehingga kita pasang maksimal modal dasar Rp 60 miliar,” kata birokrat asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini. Selain membahas Perda BPR Buleleng 45 (Perseroda), pada hari yang sama, dewan juga membahas perda tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten (Riparkab) Buleleng tahun 2020-2035. Turut juga dibahas perda tentang pengelolaan kekayaan daerah, dan perda tentang pengelolaan air minum pedesaan. Keempat perda tersebut rencananya disahkan dalam bulan ini. (kmb38)

Singaraja (Bali Post) – Topografi wilayah Buleleng yang berbukit membuat 17 desa di daerah ini rawan mengalami krisis air bersih akibat kemarau panjang. Belasan desa yang terdampak kemarau panjang itu karena mengecilnya debit dari sumber mata air baku yang sebelumnya dikelola untuk memenuhi keperluan warga. Beberapa lokasi sumber mata air baku di kawasan hutan lindung saat ini bahkan mati total, sehingga melumpuhkan pelayanan air minum yang dikelola desa bersangkutan. “Dari pengalaman dampak kekeringan tahun-tahun sebelumnya itu, ada 17 desa yang rawan krisis air bersih. Dari perhitungan kasar dari semua desa itu ada sekitar 4.500 kepala keluarga (KK) warga kita yang terdampak krisis air bersih saat kemarau panjang ini,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Ida Bagus Suadnyana, Kamis (4/7) kemarin. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, 17 desa yang rawan mengalami krisis air bersih tersebar di beberapa kecamatan. Di antaranya, Kecamatan Tejakula yakni Desa Tembok, Sambirenteng, Pacung, Sembiran, dan Desa Penuktukan. Lalu di Kecamatan Kubutambahan, ada dua desa rawan krisis air yakni Desa Bukti dan Bengkala. Desa Selat di Kecamatan Sukasada juga masuk daerah rawan mengalami krisis air bersih menginjak kemarau panjang tahun ini. Kemudian di Kecamatan Banjar ada enam desa yakni Cempaga, Tigawasa, Pedawa, Sidatapa, Tampekan, dan Desa Kaliasem warganya rawan kesulitan air bersih. Krisis air bersih juga rawan terjadi di Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, dan Desa Pelapuan, Kecamatan Busungbiu. Menurut Suad-

nyana, belasan desa tersebut selama ini mengandalkan pasokan air bersih dari sumber mata air baku di kawasan hutan lindung di wilayah desa bersangkutan. Pengelolaannya dilakukan dengan teknik gravitasi. Memasuki kemarau panjang seperti sekarang, debit air dari sumbernya itu mulai mengecil. Bahkan, dari pengamatan personel Posko Siaga Bencana menyebut ada sumber mata air baru yang dikelola sudah mati total karena pengaruh kemarau. “Situasi ini membuat krisis air bersih tidak dapat dihindari,” jelasnya. Menurut mantan Camat Buleleng ini, BPBD sudah mengambil langkah antisipasi dengan menyiagakan mobil tangki air bersih untuk membantu warga yang kesulitan air bersih karena kemarau panjang. Seperti pengalaman tahun-tahun sebelumnya, warga yang kesulitan air bersih akan dibantu dengan pengiriman air tangki. Selain warga bisa mengambil langsung dari mobil tangki, pihaknya juga mengisi bak penampungan (reservoar) di desa yang mengalami krisis air bersih. BPBD juga berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Buleleng agar menambah armada mobil tangki air bersih untuk memenuhi kalau terjadi peningatan permintaan air bersih. “Mobil tangki sudah siap dan kalau ada permohonan personel Posko Siaga bencana akan bergerak memasok air tangki. Sekarang memang belum ada, namun kami siap kapan pun ada permintaan akan dikirim termasuk mengisi bak-bak reservoar di desa yang rawan krisis air bersih akan kami cover,” jelasnya. (kmb38)

Lomba Megangsing di TLF Ke-6

Permainan Warisan Leluhur Kental dengan Budaya Agraris

Bali Post/kmb38

GANGSING - Sebanyak delapan regu mengikuti lomba megangsing serangkaian TLF ke-6 tahun 2019, Kamis (4/7) kemarin.

Singaraja (Bali Post) – Budaya megangsing kini gencar dilestarikan oleh pemerintah desa dan kabupaten di Buleleng. Tujuannya agar permainan tradisional yang pertama kali muncul di Desa Munduk, Kecamatan Banjar ini tidak punah tergilas permainan modern. Apalagi, megangsing sangat kental dengan budaya agraris utamanya pertanian kopi dan cengkeh. Dari Desa Munduk, megangsing berkembang ke desa tetangga seperti Desa Gesing, Gobleg (Kecamatan Banjar), dan Desa Uma Jero (Kecamatan Busungbiu). Salah satu media pelestarian adalah melalui lomba atau parade serangkaian event rutin Twin Lake Festival (TLF) ke-6 tahun 2019 ini. Lomba diikuti delapan tim mewakili masing-masing desa yang belakangan ini getol melestarikan permainan gangsing. Kelompok dari dua desa masing-masing Pedawa dan Desa Kayuputih, Kecamatan Banjar, merupakan peserta yang pertama kali mengikuti lomba ini. Sama seperti lomba tahun sebelumnya, setiap regu beranggotakan 10 pemain. Masing-masing, 4 pemain merupakan tim inti, dan

enam lainnya menjadi pendamping. Sementara teknik permainannya sesuai dengan kebiasaan yang sudah diwariskan yakni menggunakan teknik pemelek (gangsing yang diputarkan-red) dan pemukul (gangsing yang digunakan memukul gangsing lawan-red). Kedua kelompok yang bertanding mendapat kesempatan yang sama menjadi pemelek dan pemukul. Sementara penilaiannya dengan menghitung pukulan yang mampu menghentikan putaran gangsing pemelek. Kalau gangsing pemelek tidak terkena pukulan lawan dan tetap berputar, penentuan pemenangnya dengan cara mengadu putaran gangsing. Putaran yang paling lama menjadi pemenangnya. Kepala Seksi Wisata Minat Khusus, Dinas Pariwisata (Dispar) Buleleng Nengah Nadra mengatakan, dibandingkan lomba yang sama tahun 2018 lalu peserta yang mengikuti lomba tahun ini mengalami peningkatan berarti. Ini menunjukkan permainan tradisional asli Buleleng semakin dikenal. Masyarakat utamanya generasi muda dan orang dewasa semakin bangga dan mencintai permainan gangsing.

Bahkan, tidak saja bertanding saat event rutin di kabupaten, namun di masing-masing desa. Tepatnya ketika memasuki musim panen kopi atau cengkeh, pemuda dan orang dewasa mengisi waktu senggang untuk megangsing. “Kecintaan sudah semakin baik, dan kami yakin permainan yang hanya ada di Buleleng akan tetap lestari dan tidak mudah punah karena pengaruh permainan di zaman milenial seperti sekarang,” katanya. Menurut Nadra, Dispar sekarang ini berupaya mengembangkan dan mempromosikan permainan Gangsing. Upaya itu melalui lomba Gangsing yang rutin digelar dua tahun sekali, masing-masing dalam rangkaian kegiatan TLF dan Lovina Festival (Lovefest). Semakin sering digelar, maka para pemain akan semakin termotivasi untuk melestarikan permainan gangsing dengan latihan rutin atau memproduksi gangsing, sehingga tidak mudah tersaingi dengan permainan pada zaman modern. Salah seorang peserta wakil Desa Uma Jro, Triwana Kusuma, mengaku telah berlatih sejak Janu-

ari lalu sebelum mengikuti lomba di arena TLF tahun ini. Dia mengikuti lomba tidak sekadar ingin menjadi pemenang, namun mengenalkan dan menumbuhkan kecintaan terhadap permainan warisan leluhur. “Supaya gangsing bisa lebih dikenal oleh seluruh masyarakat di Buleleng dan orang di Bali tahu bahwa permainan gangsing hanya ada di daerah kita,” katanya. Selain megangsing, TLF juga dimeriahkan dengan lomba pedau singa di kawasan Danau Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada. Sebanyak 12 tim mengikuti kategori umum dan 30 tim dari kategori Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Lomba ini memperebutkan hadiah uang pembinaan, trofi dan piagam penghargaan. Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS) mengatakan, lomba pedau singa adalah momentum untuk membangkitkan kesadaran semua komponen masyarakat untuk menjaga kelestarian kawasan Danau Buyan sebagai daerah hulu Bali yang disucikan. Di samping itu, lomba ini menjadi inspirasi pemuda agar lebih menghargai lingkungannya. (mud)


Jumat Umanis, 5 Juli 2019

GIANYAR

9

Masyarakat Diminta Kurangi Penggunaan Sarana Upacara Keagamaan Berbahan Plastik

Gianyar (Bali Post) Masyarakat diminta serius dalam mengurangi penggunaan produk plastik. Hal ini sesuai dengan Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Termasuk juga mengurangi penggunaan perabotan rumah tangga dan sarana upacara keagamaan berbahan plastik. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gianyar I Wayan Kujus Pawitra menegaskan hal itu saat sosialisasi Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 di Aula Dinas Pertanian Gianyar, Kamis (4/7) kemarin.

Bali Post/kmb35

MEMBAGIKAN - Petugas DLH Gianyar membagikan tas ramah lingkungan kepada warga yang berbelanja di Pasar Umum Gianyar, Kamis (4/7) kemarin.

Mengacu pada kaidah penciptaan kebersihan dan kesehatan lingkungan sesuai amanah Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018, kata Kujus Pawitra, penggunaan sarana upacara keagamaan berbahan plastik dan sejenisnya perlu dihindari. ‘’Mungkin kami akan disebut salah jika dikatakan melarang. Tapi alangkah baiknya, masyarakat secara bersamasama menguatkan komitmen memerangi sampah, terutama nonorganik, jenis plastik dan segala ikutannya,’’ ujarnya saat sosialisasi yang dihadiri Forum Komunikasi Perbekel dan Lurah (FKPL) Kabupaten Gianyar, serta unsur Majelis Adat Kabupaten Gianyar tersebut. Kujus Pawitra juga menekankan kepada ibu rumah tangga untuk mulai menggunakan prabotan rumah tangga yang rebih ramah lingkungan. ‘’Ibu-ibu jangan terjebak dengan keindahan perabotan dari bahan plastik, karena ini

Tegal Jambangan Masih Ditempati Sejumlah Warga

’’Pangempon’’ Pura Angkat Bicara Gianyar (Bali Post) Kawasan Tegal Jambangan Desa Sayan yang kembali ditempati sejumlah warga pasca-eksekusi 2017 lalu, membuat pihak pangempon Pura Taman Kemuda Saraswati (PTKS), Ubud angkat bicara. Pengacara Pangempon PTKS Cokorda Oka Yudhana bersama dua rekannya, I Wayan Ambon Antara dan I Wayan Suyasa, kembali memberikan keterangan terkait kronologi Tegal Jambangan, Kamis (4/7) kemarin. Oka Yudhana menerangkan, dahulu leluhur Tjokorda Raka Kerthyasa alias Cok Ibah yakni Tjokorda Ngurah Suyasa telah membeli tanah tegalan dari Puri Sayan seluas 30 hektar. Lokasi tersebut yang saat ini menjadi sengketa, namun sudah dieksekusi pada 2017 lalu. ‘’Dahulu oleh leluhur Cok Ibah, lahan ini kemudian didaftarkan sebagai tanah duwe Pura Taman Kemuda Saraswati,’’ katanya. Selanjutnya pada 2 September 1957, terbitlah Surat Tanda Pendaftaran Sementara Tanah Milik Indonesia (DD/Petok D).

Kemudian berdasarkan prona tahun 1995, oleh BPN Gianyar diterbitkan sertifikat hak milik dari tanah-tanah tersebut atas nama Duwe PTKS. ‘’Untuk memberi manfaat atas keberadaan tanah-tanah tersebut, baik kepada pura itu sendiri maupun masyarakat sekitar, maka sudah sangat bijaksana leluhur klien kami mengizinkan masyarakat yang datang ke puri untuk menggarap tanah-tanah tersebut,’’ katanya. Oka Yudhana mengatakan, masyarakat yang diizinkan bukan hanya berasal dari Desa Sayan, Ubud tetapi juga dari Badung, dengan syarat para penggarap menyetor hasil dan melakukan ayahan di Pura Taman Kemuda Saraswati. Mengawasi proses penggarapan dan penyetoran hasil, pangempon pura menunjuk sejumlah orang sedahan. Selanjutnya, ada yang membuat pondokan di lokasi penggarapan. Pondok tersebut selain sebagai tempat berteduh, juga sebagai tempat mengumpulkan hasil kebun yang kemudian disetorkan ke pangempon pura. ‘’Saat ini

sangat berbahaya buat lingkungan. Ini fakta, bukan retorika,’’ katanya mengingatkan. Pejabat asal Desa Lebih ini juga meminta kepada jajaran PHDI dan Majelis Adat di berbagai tingkatan untuk ikut mengampanyekan Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018. Hal ini dipandang penting agar umat tidak lagi menggunakan sarana upacara keagamaan berbahan plastik. ‘’Langkah terbaik yang harus dilakukan untuk menangani sampah adalah menggerakkan komitmen bersama mulai dari hal kecil di rumah tangga. Seluruh anggota keluarga mengurangi penggunakan produk pkastik terutama kantong plastik. Ibuibu bila berbelanja bawalah tas belanja, sehingga tidak terlalu banyak membawa tas kresek ke rumah, karena nantinya ini akan menjadi sampah plastik yang berbahaya bagi lingkungan,’’ ujarnya. Kujus Pawitra menegaskan, semua komponen masyara-

kat harus mulai menerapkan metode pilah sampah antara sampah organik yang mudah diurai dan sampah anorganik sejenis sampah plastik, metal, beling dan lainnya. Melalui metode pemilahan ini, sampah akan mudah dikelola mulai dari rumah tangga hingga di TPA. ‘’Untuk penerapan metode ini, kami di DLH Gianyar sedang menjajaki kerja sama pengelolaan sampah dengan Yayasan Bumi Sasmaya yang bermarkas di TPA Temesi, untuk pembangunan TPS 3R ataupun bank sampah di desa,’’ katanya. Sementara itu, Ketua FKPL Kabupaten Gianyar I Gusti Nyoman Gede Susila mengakui masih ada beberapa kendala prinsip dalam penaganan sampah di tingkat desa. Salah satunya, belum semua masyarakat punya kesadaran kolektif untuk mengelola sampah secara bijak. Tidak semua masyarakat tahu, jika salah mengelola sampah akan berdampak

buruk pada kehidupan ke depan. ‘’Saya kira pengetahuan tentang dampak buruk akibat sampah terutama plastik ini mesti terus dikampanyekan. Kesadaran ini perlu kita bangkitkan terus,’’ ujarnya. Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas DLH Provinsi Bali Made Arbani selaku narasumber dalam sosialisasi itu menegaskan, terbitnya Pergub Bali ini sebagai bukti kuat bahwa Pemerintah Provinsi Bali sangat berkomitmen untuk menciptakan Bali bersih, terutama bersih dari sampah plastik. Kegiatan sosialisasi ini juga disertai dengan kegiatan bagibagi tas belanja ramah lingkungan oleh petugas dari DLH Gianyar dan DLH Provinsi Bali kepada pengunjung di Pasar Umum Gianyar. Petugas juga menyosialisasikan agar warga yang berbelanja membawa tas belanja ramah lingkungan dari rumah. (kmb35)

Terbentur Karang Saat Surfing

Kepala Wisatawan Korea Terluka

banyak penggarap yang sudah meninggal,’’ katanya. Kemudian beberapa cucu dari penggarap itu tidak meneruskan. Karena tanah tidak efektif lagi, beberapa ada yang malah dijual. ‘’Namun ada yang masih duwe pura, dan ada yang dikerjasamakan, dengan tujuan supaya tanah tidak terbengkalai. Sebagai rasa terima kasih pada leuhurnya, keturunan penggarap juga sudah diberi kompensasi, per are tanah yang digarap diberi Rp 10 juta,’’ ujarnya. Sementara itu, pengacara warga Tegal Jambangan Putu Arsana membantah bila warga pemilik lahan di Tegal Jambangan disebut sebagai penyakap. Dikatakan, hal ini dibuktikan dengan surat Iuran Pembangunan Daerah (Ipda) tahun 1976-1977, semuanya tercatat atas nama tetua warga. ‘’Kalau dibilang penyakap, kan tidak masuk akal. Dalam perkara perdata terungkap pangempon pura hanya mengajukan bukti kepemilikan tanah seluas 20 are. Padahal, sertifikat yang diterbitkan untuk tanah itu seluas kurang lebih 35 hektar,’’

ujarnya. Secara prinsip, kata Arsana, yang dipermasalahkan adalah penerbitan sertifikat. Menurutnya, terbitnya sertifikat awal duwe PTKS terindikasi bodong. ‘’Kalau pihak pangempon bisa menjelaskan bagaimana proses penerbitan sertifikat awalnya, dan masuk akal, sekali lagi kami tegaskan akan lengsung meninggalkan Tegal Jambangan,’’ tandasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, pascaproses eksekusi sekitar 2017 lalu, sejumlah warga yang rumahnya sudah dirobohkan masih nekat menempati lahan di Tegal Jambangan, Desa Sayan, Kecamatan Ubud. Seperti yang dilakukan Dewa Made Rai mendirikan bedeng untuk tempat tinggal tepat di sebelah rumahnya yang roboh pada kawasan itu. Pria berusia 70 tahun asal Banjar Kutaraga, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung ini mengaku nekat melakukan hal tersebut, lantaran merasa sudah turun-temurun tinggal di atas lahan yang bersengketa itu. (kmb35)

Gianyar (Bali Post) Pemuda asal Probolinggo, Jawa Timur, Saifullah, harus mendekam di sel tahanan Mapolsek Tegallalang, Kamis (4/7) kemarin. Pemuda berusia 28 tahun ini telah melakukan aksi pencurian dengan pemberatan (curat) yang menyasar sebuah vila di Desa Tegallalang pada 15 Juni lalu. Saat ini, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku yang diduga juga beraksi di tempat lain. Jajaran Reskrim Polsek Tegallalang sudah cukup lama mendalami kasus pencurian dengan laporan Polisi Nomor

: LP-B/07/VI/2019/Res Gr/ Sek Tgll tersebut. Akhirnya, polisi mendapat informasi bahwa terduga pelaku berada di wilayah Ubud. Mendapatkan informasi tersebut, Tim Opsnal yang dipimpin Kanit Reskrim Ipda I Wayan Juwahyudhi langsung terjun dengan Unit Opsnal Reskrim Polsek Ubud, Rabu (3/7) siang sekatar pukul 10.30 Wita. “Pelaku pencurian pada vila di Tegallalang akhirnya berhasil ditangkap di seputaran Desa Peliatan, Ubud,” kata Ipda Juwahyudhi. Saat diinterogasi, kata Juwahyudhi, pelaku mengakui

perbuatannya telah melakukan pencurian pada vila di Desa Tegallalang. Pelaku beraksi dengan cara melompati tembok vila, kemudian mengambil sejumlah barang berharga. “Pelaku beraksi saat vila dalam kondisi sepi,” katanya. Di vila tersebut, pelaku mencuri TV LED dan Indihome dengan nilai jutaan rupiah. Dalam aksinya ini, pelaku mengaku mencuri di vila tersebut seorang diri. Namun, polisi masih mengembangkan keterangan tersebut. “Keterangan pelaku masih kami kembangkan,” tegas Juwahyudhi. (kmb35)

Gianyar (Bali Post) Dinas Sosial Kabupaten Gianyar bersama perangkat Desa Mas Kecamatan Ubud mengecek kondisi salah satu keluarga miskin di Banjar Juga, Desa Mas, Kamis (4/7) kemarin. Rumah yang dihuni dua orang janda ini kondisinya sangat memprihatinkan. Terdapat bale Bali lengkap, namun merupakan bangunan kuno. Dua janda yakni Ni Ketut Sulasih dan Ni Wayan Moglok ini tidak bisa berbuat banyak lantaran tulang punggung keluarga sudah meninggal dunia. Tampak pula bangunan dapur nyaris roboh, sebagian atapnya berlubang. Plt. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gianyar I Made Watha mengatakan, pihaknya terpanggil untuk datang karena ramai dibicarakan di media sosial. Dikatakan, dua janda ini terdaftar sebagai warga miskin dan kondisi rumahnya telah diatensi melalui program

bedah rumah Bali Mandara pada 2014 lalu, program rehab rumah dari bantuan pusat tahun 2013, jambanisasi melalui program PNPM Mandiri, dan GN-OTA untuk pendidikan anak semata wayang Ni Ketut Sulasih, I Wayan Bayu (19). ‘’Saat ini kondisi dapurnya memang tidak layak, hanya tidak ada program bedah dapur. Sehingga kita bersama Perbekel akan dorong pembangunan ini secara swadaya. Kan tidak besar ini biayanya,’’ ujar Watha yang juga Kepala Satpol PP Kabupaten Gianyar ini. Watha berharap keluarga ini punya semangat untuk bekerja sehingga secara bertahap bisa memperbaiki rumahnya. ‘’Anaknya kan sudah lulus sekolah, bahkan sudah lulus D-1 pariwisata. Mudah-mudahan bisa menjadi tumpuan keluarga di masa depan,’’ harapnya. Hal senada juga diharapkan pada keluarga Ni Wayan Moglok yang memiliki dua anak

yang sudah beranjak dewasa. Meskipun salah satu anaknya, I Kadek Suwitra, mengalami keterbelakangan mental sejak lulus SMA, anak pertama janda Moglok telah bekerja sebagai buruh bangunan. Kepala Desa Mas I Wayan Gede Darma Yuda mengatakan, warganya ini diperlakukan sama dengan KK miskin lainnya di Desa Mas. ‘’Ibu ini sering ke kantor desa. Apa yang dibutuhkan, selalu kami berusaha bantu,’’ jelasnya. Hanya, pihaknya tidak mungkin memberikan perhatian khusus, mengingat warga miskin di Desa Mas jumlahnya sekitar 156 KK. Terlebih, dua janda ini memiliki aset dua bidang tanah di utara rumahnya yang dikontrakkan untuk vila. ‘’Kami akan bantu lewat PTSL, karena saat ini yang dipakai cuma SPPT, agar bisa disertifikatkan sehingga punya hak yang jelas,’’ terangnya. (kmb35)

PERAWATAN Wisatawan Korea saat menjalani perawatan di RS Kasih Ibu Saba, Kamis (4/7) kemarin.

Gianyar (Bali Post) Gelombang tinggi masih terjadi di sepanjang pantai di wilayah Kabupaten Gianyar, Kamis (4/7) kemarin. Ironisnya, kondisi alam yang tidak bersahabat itu tidak menyurutkan keinginan Yonghee untuk berolahraga selancar atau surfing. Akibatnya, wisatawan asal Korea ini mengalami luka-luka di bagian kepala akibat terbentur batu karang saat berselancar di Pantai Cucukan, Gianyar. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Kasih Ibu Saba. Informasi yang dihimpun di lapangan, Yonghee berselancar di seputaran Pantai Cucukan, Kamis pagi kemarin. Padahal, di seputaran pantai tersebut sudah ada larangan berenang. Apalagi, kondisi cuaca saat itu kurang sahabat karena gelombang tinggi. “Korban nekat main selancar meski sudah ada larangan,” ujar salah satu anggota Balawista, Ketut Mardiana. Mendapati informasi ada warga mengalami luka setelah berselancar, Mardiana langsung melakukan evakuasi dan korban dilarikan ke RS Kasih Ibu Saba. ”Tadi saya mengevakuasi wisawatan asal Korea. Kepalanya robek karena terbentur batu karang,” katanya. Menurut Mardiana, gelombang tinggi terjadi mulai Kamis pagi sekitar pukul 08.30 wita. Kondisi serupa juga terjadi di perairan Pantai Lebih. Bahkan, areal parkir di Pantai Lebih kembali tergenang air. Pada waktu bersamaan, Desa Adat Lebih juga menggelar prosesi caru gentuh di Pantai Lebih. Prosesi upacara ini sempat tersendat karena air laut sampai ke tempat upacara yang lokasinya sangat dekat dengan pantai. (kmb35)

Bobol Vila, Pemuda Asal Probolinggo Dibekuk Polisi

Dinas Sosial Cek Warga Miskin di Desa Mas

Bali Post/kmb35

BARANG BUKTI - Pelaku pembobolan vila di Tegallalang dengan barang bukti hasil curiannya, Kamis (4/7) kemarin.

C.0000344-rpa-dp


JEMBRANA

10

Jumat Umanis, 5 Juli 2019

Hasil Pantauan Dinas Dikpora

SMPN 1 Kelebihan Pendaftar SMPN 3 Kekurangan Negara (Bali Post) – Sejumlah SMP Negeri di Jembrana harus menolak sejumlah siswa yang mendaftar karena jumlahnya melebihi kapasitas rombongan belajar (rombel). Dari hasil pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP, Kamis (4/7) kemarin, diketahui ada dua SMP Negeri yang harus menolak pendaftar siswa, yakni SMPN 1 Negara dan SMPN 4 Mendoyo. Asisten II Setda Jembrana I Gusti Ngurah Sumber Wijaya bersama Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Jembrana kemarin juga turun memantau kondisi pascapengumuman di sejumlah SMP Negeri tersebut. Dari hasil pemantauan, yang paling banyak harus menolak siswa adalah di SMP Negeri 1 Negara, yakni sebanyak 103 siswa. Sedangkan di SMP Negeri 4 Mendoyo di Tegalcangkring juga mengalami hal

serupa. Tetapi, kelebihan hanya sekitar 27 siswa pendaftar (kurang dari satu rombel). Kepala Dinas Dikpora Jembrana Ni Nengah Wartini dikonfirmasi seusai pemantauan kemarin mengatakan, sementara dari pemantauan Dinas baru dua SMP Negeri yang mengalami kelebihan siswa pendaftar. Terkait kelebihan dan tidak tertampung, Dinas Dikpora akan mendistribusikan ke sejumlah SMP Negeri yang diketahui masih kekurangan siswa. Seperti untuk kelebihan di SMPN 1 Negara diarahkan ke SMPN 3 Negara dan sekolah lainnya yang berada di zona. Sedangkan untuk SMPN 4 Mendoyo, menurutnya diarahkan ke SMP 5 Negara di Air Kuning dan SMP Negeri 1 Mendoyo di Penyaringan. “Di SMPN 1 Negara yang paling banyak dan kita arahkan ke SMP yang masih berada dalam zonasi yang kekurangan,” ujar pejabat asal Pengeragoan ini.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Negara I Made Riantori mengatakan, dari hasil pengumuman memang dari total pendaftar tidak semua diterima. “Ada lagi 103 yang kita tolak. Meskipun sebenarnya kita sudah menambah kelas. Kita alihkan ke SMP Negeri 3 Negara dan SMP Negeri 2 Mendoyo,” tambahnya. Terkait pengalihan atas kelebihan siswa ini menurutnya juga telah dibahas saat rapat sebelumnya dengan Dikpora Jembrana. Kepala SMP Negeri 3 Negara I Gusti Komang Arnawa dikonfirmasi terpisah mengatakan, dalam PPDB ini memang kekurangan pendaftar sekitar satu rombel lebih. Sejatinya kuota yang bisa diterima sebanyak 320 siswa, namun yang mendaftar ada 281 siswa. “Sekarang kalau ada yang dialihkan di sini kami mengikuti saja. Tetapi tetap harus ada rekomendasi dari Dinas Dikpora,” tandas Arnawa. (kmb26)

JEBOL – Sejumlah bagian plafon atap lantai II di Puskesmas II Pekutatan, di Desa Gumbrih yang jebol akibat kerusakan atap.

Atap Puskesmas Gumbrih Rusak Perlu Perbaikan Segera

Negara (Bali Post) – Atap Puskesmas II Pekutatan di Desa Gumbrih sejak beberapa bulan ini mengalami kerusakan. Hal tersebut mengakibatkan sejumlah ruangan bocor terutama di lantai dua. Meskipun tidak secara langsung mengganggu pelayanan kesehatan yang sebagian besar di lantai dasar, namun di lantai dua menjadi terdampak. Jika tidak segera diperbaiki, kerusakan akan mengganggu pelayanan kesehatan.

PENGUMUMAN – Suasana di SMP Negeri 3 Negara saat pengumuman PPDB SMP kemarin. SMP yang berada di wilayah Pendem ini menjadi salah satu sekolah menampung siswa yang ditolak di SMPN 1 Negara.

Derita Nyoman Ardiana

Alami Gangguan Fungsi Hati Ekonomi Keluarga Kini Lumpuh Keluarga Nyoman Ardiana (44) dari Dusun Pangkung Telepus, Munduk Anggrek Kangin, Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Jembrana kini kesulitan ekonomi. Sebagai kepala keluarga, Ardiana yang menyandang status duda dua anak ini kini menderita sakit gangguan fungsi hati sehingga tidak bisa lagi bekerja dan membuat perekonomian keluarganya lumpuh. Anak pertamanya juga mengalami kelainan jantung bocor. Sementara kakak kandung Ardiana mengalami keterbelakangan mental. Sebelumnya, Nyoman Ardiana adalah seorang buruh serabutan dengan penghasilan pas-pasan. Namun sejak dua bulan ini dia sakit parah, mengalami gangguan fungsi hati. Tubuhnya kini menghitam dan kakinya bengkak. Istri kedua yang dinikahinya delapan bulan lalu sudah meninggal dunia dua bulan lalu. “Kalau dengan istri pertama kami berpisah,” jelasnya. Di tengah sakitnya, Nyoman Ardiana harus menanggung dua orang anaknya. Anak pertama, Putu Riska Sumerta, harus istirahat total karena mengalami jantung bocor dan harus rutin berobat ke RS Sanglah setiap 10 hari sekali. Kini anak pertamanya ini lemah dan kakinya bengkak. “Karena saya sakit, anak pertama saya titipkan di rumah kakak saya. Kini kakak saya yang ngurus anak kami yang jantung bocor dan juga kami semua. Dia juga wara-wiri ke sini mengantar makanan,” kata Nyoman Ardiana di rumahnya, Kamis (4/7). Sementara anak keduanya, Kadek Agus Wiyasa, kini duduk di kelas III SMP. Sepatunya sudah robek dan compangcamping. “Syukur ada relawan kemanusiaan yang datang dan membantu kami dan membelikan anak saya sepatu dan tas,” jelasnya. Selain harus memperhatikan

dua anaknya, Nyoman Ardiana juga harus memperhatikan ayahnya, Ketut Metra (90), yang kini sudah renta dan susah mendengar. Sementara kakak lelaki Nyoman Ardiana yang bernama Kayan Ardika juga mengalami keterbelakangan mental. “Ya beginilah hidup kami. Kini hanya mengandalkan bantuan. Kalau bantuan PKH kami sudah dapat. Tapi yang kami tanggung juga banyak. Bersyukur ada kakak perempuan saya yang mengurus semuanya dan merawat kami semua,” katanya. Nyoman Ardiana mengaku hanya bisa pasrah dengan keadaan keluarganya yang mengalami musibah dan sakit secara beruntun. “Kami sudah tidak mampu bekerja. Hanya mengandalkan belas kasihan.

Entah apa yang harus kami lakukan,” katanya. Ardiana mengaku sangat bersyukur di tengah cobaan keluarganya masih ada yang peduli dan memperhatikan keluarganya. Di sisi lain, Pj. Perbekel Yehembang Kauh I Made Sumerta dikonfirmasi mengakui keluarga Nyoman Ardiana memang masuk dalam PKH (Program Keluarga Harapan). Mendapat bantuan PKH setiap 3 bulan sekali dan juga mendapat bantuan BPNT (bantuan pangan non-tunai) 1 bulan sekali. Pihaknya pun terus melakukan pemantauan terhadap yang bersangkutan. “Tiga hari lalu, kami dan Pak Sekdes serta Ketua PKH juga ke sana,” jelasnya. (kmb)

DERITA ARDIANA - Keluarga Nyoman Ardiana dari Munduk Anggrek Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo yang menderita gangguan fungsi hati. Sementara anak pertamanya juga mengalami kelainan jantung bocor.

Dari pengamatan belum lama ini, sejumlah genteng seng nampak sudah keropos dan beberapa di antaranya rusak. Sehingga ketika hujan air merembes hingga masuk bangunan. Yang paling kentara terlihat di plafon pinggiran gedung lantai dua. Di beberapa titik sekitar bangunan nampak jebol lantaran kena tetesan air dari atap. Bila tidak segera ditangani, kondisi tersebut akan semakin parah. Dari informasi, bangunan

pelayanan berlantai dua ini sejak dibangun 2013 lalu belum mengalami perbaikan. Saat dibangun bersamaan dengan beberapa puskesmas lainnya memang menggunakan bahan kap baja untuk atap. Kini setelah berjalan lima tahun, sejumlah bagian atap yang berbahan dari seng itu sudah keropos. “Ini pakai kap baja, sama dengan beberapa puskesmas lainnya,” terang salah seorang petugas. Kepala Dinas Kesehatan I Putu Suasta dikonfirmasi,

Kamis (4/7) kemarin, membenarkan kondisi atap rusak di Puskesmas II Pekutatan itu. Menurutnya kerusakan karena faktor alam baik hujan deras maupun angin puting beliung belum lama ini. Genteng ringan yang digunakan di atas kap baja menurutnya harus diganti. “Itu (kerusakan) karena faktor alam. Hujan deras dan angin puting beliung,” terang Suasta. Bila dibandingkan dengan puskesmas lain (bahan kap baja), yang pada 2013

lalu juga dikerjakan seperti Yehembang, Mendoyo, Yeh Kuning Pengambengan dan Melaya jauh berbeda dan sampai saat ini masih utuh. Sehingga kerusakan atap itu karena memang cuaca buruk. “Kalau yang lainnya masih tidak apa-apa, artinya memang karena dampak faktor alam,” katanya. Terkait kap baja, menurutnya, hampir sebagian besar puskesmas menggunakan bahan kap tersebut. Hanya satu puskesmas yang menggunakan kayu untuk atap adalah Puskesmas I di Desa Dangintukadaya, Kecamatan Jembrana. Selanjutnya kerusakan di Puskesmas Gumbrih tersebut akan segera diperbaiki, khususnya bagian genteng dari seng itu. (kmb26)

Produk UKM Jembrana Tampil di APKASI Otonomi Expo 2019 Jakarta PRODUK unggulan UKM Kabupaten Jembrana ikut berpartisipasi di Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo 2019 yang digelar di Jakarta Convention Center, tanggal 3 hingga 5 Juli 2019. Beberapa produk unggulan hasil dari usaha kecil dan mikro (UKM) ditampilkan di expo tersebut. Antara lain, UKM Kembar Sari Batuagung dengan potensi songketnya serta Cokelat Cho Jaen San, cokelat olahan yang ada di Desa Gumbrih Pekutatan. Dalam pameran yang juga dihadiri Bupati Jembrana I Putu Artha serta Kadis Koperindag I Komang Agus Adinata, tidak hanya tentang pengembangan UKM, kabupaten ujung barat Pulau Bali itu juga ingin mempromosikan atau memperkenalkan destinasi wisata favorit di Jembrana serta kekayaan budaya yang menjadi tujuan wisatawan. Bahwa Kabupaten Jembrana juga tak kalah dengan kabupaten di Bali lainnya karena punya potensi seperti wisata pantai, wisata bahari, pengunungan bahkan air terjun, sebagai daya dukung wisata. Kegiatan APKASI Otonomi Expo 2019 dibuka Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam) Wiranto, yang ditandai dengan pemukulan gong pertanda dimulainya pameran, Rabu (3/7). APKASI

Otonomi Expo 2019 adalah agenda rutin tahunan yang menampilkan potensi daerah dari seluruh kabupaten anggotanya yang ada di Indonesia. Ketua APKASI Mardani H Maming saat kegiatan menyampaikan pameran bertujuan untuk mempromosikan komoditi unggulan daerah, sekaligus menawarkan peluang investasi tepat bagi para investor. Kemudian

lanjutnya, APKASI Otonomi Expo 2019 mengusung tema “Kemitraan Bisnis Untuk Kemitraan Ekonomi Lokal Berkelanjutan”. “Melalui tema ini, diharapkan APKASI Otonomi Expo akan berdampak positif bagi percepatan pertumbuhan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja di setiap daerah di Indonesia,” jelas Mardani. Sementara Bupati Jembrana I Putu Artha berharap

melalui pameran ini produkproduk UKM asal Jembrana makin dikenal, sekaligus menambah pasar. “Pameran ini cukup penting karena juga diikuti UKM dari 154 kabupaten se-Indonesia. Selain lebih dikenal, kita juga berharap mereka mampu membangun jaringan kerja sama, sekaligus meningkatkan citra produk UKM serta potensi asli Jembrana,” sebut Artha. (ad224)

PAMERAN UKM – Bupati Jembrana I Putu Artha bersama Ny. Ari Sugianti Artha meninjau stand produk UKM di APKASI Expo 2019 Jakarta.


Jumat Umanis, 5 Juli 2019

Karangasem

11

Menggepeng di Tabanan Lima Warga Karangasem Dipulangkan Amlapura (Bali Post) Lima orang warga Karangasem dipulangkan oleh Pemkab Tabanan pascaterjaring razia karena menjadi gelandangan dan pengemis (gepeng) di Bumi Lumbung Beras. Mereka dikembalikan ke Karangasem oleh Dinas Sosial setempat, Kamis (4/7) pagi kemarin. Sebelumnya, hal yang sama juga dilakukan Dinas Sosial Kabupaten Gianyar yang mengembalikan tiga warga Munti Gunung lantaran terjaring razia petugas Satpol PP akibat menggepeng. Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Karangasem, I Wayan Sukarena, membenarkan kalau Kabupaten Tabanan lewat Dinas Sosial mengembalikan lima warga, masing-masing 4 orang dari Desa Pedahan, Kecamatan Tianyar Tengah dan 1 orang dari Desa Tianyar Tengah, Kecamatan Kubu akibat terjaring razia oleh petugas Satpol PP. Lima warga yang dikembalikan terdiri dari 2 orang dewasa berusia 40 tahun dan 59 tahun, serta 3 anak-anak masing-masing berusia 6 tahun, 10 tahun, dan 15 tahun. “Kelimanya terjaring razia saat menggepeng di Wilayah Tabanan,” ujarnya. Sukarena menambahkan, kelima orang yang dikembalikan tersebut yakni Ni Wayan Sari, Wayan Junita, Made Yasa, Kadek Yuli, dan Ni Ketut Elah. Saat ini, mereka sedang berada di BLK Amlapura untuk membuat surat pernyataan tidak menggepeng lagi. “Dari lima orang itu, dua orang dewasa dan tiga anak-anak. Setelah membuat surat pernyataan tidak menggepeng lagi, tapi nantinya mereka kembali menggepeng, maka mereka akan dikenai sanksi yang berlaku. Setelah kita berikan pembinaan, sekarang kelimanya akan dikembalikan ke rumahnya masing-masing,” jelas Sukarena. (kmb41)

Bali Post/kmb41

DIKEMBALIKAN - Dinsos Karangasem saat menerima lima warga Tianyar Tengah yang dikembalikan ke Karangasem akibat terjaring razia oleh petugas Satpol PP saat menggepeng di wilayah Tabanan, Kamis (4/7) pagi kemarin.

Penetapan Ditunda, Anggota DPRD Terpilih ”Luntang-lantung”

Bali Post/kmb41

DIPERTANYAKAN - DPRD Karangasem mempertanyakan tingginya Silpa APBD 2018 dalam rapat kerja gabungan komisi, Kamis (4/7) kemarin.

Dewan Pertanyakan Belanja Bansos Jadi Silpa Rp 22 Miliar

Amlapura (Bali Post) DPRD Karangasem mempertanyakan tingginya Silpa APBD 2018. Salah satunya yang menjadi sorotan yakni masalah silpa belanja bantuan sosial (bansos) yang nilainya mencapai Rp 22 miliar. Hal itu terungkap saat rapat kerja gabungan komisi dengan agenda pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban APBD tahun 2018, Kamis (4/7) kemarin. Anggota DPRD Karangasem Wayan Suastika mengaku sangat mengapresiasi Pemkab Karangasem yang telah mampu mendapatkan penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK. Hanya, raihan WTP berbanding terbalik dengan Sisa Lebih Pem-

biayaan Anggaran (Silpa) pada APBD 2018 yang cukup besar yakni mencapai Rp 120 miliar. “Jika dilihat silpa yang tinggi itu, artinya serapan anggaran sangat rendah dan itu berarti secara administrasi saja baik,” tegasnya. Suastika terutama menyoroti tingginya silpa pada kegiatan belanja bantuan sosial yang nilainya di atas Rp 20 miliar. Dia menanyakan anggaran sebesar itu sampai tidak direalisasikan. Sedangkan tingginya silpa harus dijadikan catatan dan acuan untuk penganggaran pada tahun 2020. “Belanja sosial silpanya mencapai Rp 22 miliar, itu apa sejatinya kendalanya (untuk merealisasikan - red). Saya in-

gin tahu. Kalau begini banyak anggaran yang tidak tersalurkan sesuai perencanaan,” jelasnya. Sementara itu, Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi menjelaskan, tingginya silpa dan kecilnya serapan anggaran di masing-masing OPD itu mencerminkan kegagalan dalam penyusunan anggaran. “Kami minta ke depan eksekutif lebih cermat dalam penyusunan perencanaan, sehingga tidak lagi terjadi silpa yang besar seperti ini,” pintanya. Sementara eksekutif yang diwakili Asisten Ekonomi Pembangunan, Anak Agung Rama, menjelaskan setiap laporan keuangan telah mendapat audit oleh BPK. Secara ad-

ministrasi, laporan keuangan Karangasem sudah sesuai dengan standar akuntabilitas pemerintah. “Memang ada beberapa catatan dari BPK yang harus kami benahi ke depannya,” paparnya. Terkait tingginya silpa di belanja bantuan sosial, menurut Agung Rama terdiri dari dua. Yakni silpa yang sedianya dipersiapkan untuk pengungsi Gunung Agung berupa pembelian lauk-pauk senilai Rp 1,5 miliar. Sedangkan sisanya, merupakan bantuan bedah rumah dari bupati Badung yang juga tidak bisa terealisasi. “Bedah rumah tidak terealisasi karena SK yang mendapatkan bedah rumah tidak sesuai,” katanya. (kmb41)

Amlapura (Bali Post) Penetapan anggota DPRD Karangasem terpilih yang seharusnya digelar Kamis (4/7) kemarin, ditunda. Penundaan dilakukan, menyusul adanya surat dari KPU RI nomor 986 perihal penetapan perolehan kursi dan calon anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten tahun 2019. Kondisi itu pun membuat para anggota dewan terpilih ‘‘luntang-lantung’’. Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana mengungkapkan, penetapan anggota DPRD Kabupaten terpilih memang seharusnya dilakukan pada 4 Juli. Hanya, muncul surat dari KPU-RI perihal penetapan perolehan kursi dan calon anggota DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten tahun 2019 sehingga membuat penetapan dewan terpilih untuk sementara ditunda. “Kita masih menunggu surat dari Mahkamah Konstitusi (MK), karena masih ada potensi gugatan ke MK. Sementara untuk di Kabupaten Karangasem tidak ada gugatan

terkait pileg,” ujarnya. Lantaran penetapan ditunda, pihaknya telah memberikan sosialisasi terkait isi surat yang diberikan oleh KPU-RI. Kata dia, dalam sosialisasi itu telah diberikan pemaparan tentang isi surat dari KPU-RI. Dalam sosialisasi surat KPU-RI ini diikuti oleh Forkopimda, partai politik dan sejumlah anggota DPRD yang lolos. “Jadi, pada intinya kita di KPU masih menunggu surat dari MK. Kalau surat itu sudah turun, maka baru bisa melakukan penetapan terhadap anggota dewan terpilih. Karena kita memiliki waktu lima hari pasca-surat itu turun untuk melakukan penetapan caleg DPRD Karangasem terpilih,” ujar Krisna. (kmb41)

I Gede Krisna Adi Widana

Bali Post/kmb41

Pelayanan Terpadu ”Goes To Banjar” Dioptimalkan

PELAYANAN - Pemkab Karangasem saat memberikan pelayanan terpadu “Goes To Banjar” kepada masyarakat.

Bali Post/kmb41

Amlapura (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Karangasem mengoptimalkan Pelayanan Terpadu “Goes To Banjar” untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Kali ini, program tersebut berlangsung di Banjar Dinas Saren Kauh, Desa Budakeling, Kecamatan Bebandem. Bupati Karangasem,I Gusti Ayu Mas Sumatri, Kamis (4/7) kemarin mengatakan, kegiatan pelayanan terpadu “Goes To Banjar” adalah bagian dari program Pemkab Karangasem yang tertuang dalam “Nawa Satya Dharma”. Kegiatan ini dilaksanakan sematamata untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat agar mendapatkan pelayanan dengan mudah dan cepat. “Pelayanan yang kita berikan ini seperti pengurusan surat Akta Kelahiran, Kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), perizinan serta dokumen administrasi lainnya,” ujarnya. Bupati Mas Sumatri ber-

harap dengan adanya fasilitas pelayanan terpadu “Goes To Banjar” dapat memberikan kemakmuran kepada masyarakat. “Pemerintah berharap dengan fasilitas dari Pemkab Karangasem dapat menjadikan rakyat makmur dan memiliki kemampuan yang lebih dibandingkan yang lainnya,” tuturnya. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Karangasem I Wayan Putu Laba Erawan menjelaskan, pelayanan yang diberikan dalam kegiatan pelayanan terpadu Goes To Banjar sebanyak 157 jenis layanan. Di antaranya, 98 jenis layanan perizinan dan 59 jenis layanan non-perizinan dengan jumlah petugas yang melayani 180 orang. Sedangkan MPP (Mall Pelayanan Publik) mengintegrasikan 166 jenis layanan yang diselenggarakan oleh 21 OPD/ Kementerian dan lembaga di MPP. (kmb41)


KLUNGKUNG

12

Jumat Umanis, 5 Juli 2019

Dibutuhkan Saat PPDB, Blangko KIA Kosong

Semarapura (Bali Post) Kelangkaan KIA (Kartu Identitas Anak) belum bisa tertangani dalam sebulan terakhir. Padahal, KIA belakangan amat dibutuhkan, khususnya bagi anak-anak dalam proses PPDB. Tidak hanya KIA, blangko E-KTP juga sudah kosong sejak sebulan lalu. Mengatasi kondisi ini, pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Klungkung mengeluarkan surat keterangan.

MELAYANI - Petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, saat melayani masyarakat. Sudah sebulan blangko KIA dan E-KTP kosong sehingga pelayanan administrasi kependudukan terganggu. Padahal pendaftaran PPDB membutuhkan KIA.

SOSOK Waspada Kanker Usus Besar

Kasus pasien mengidap kanker belakangan kian sering ditemukan dalam penanganan rumah sakit. Penyakit ini membutuhkan penanganan serius agar tidak semakin berdampak parah. Ada sejumlah jenis kanker berbahaya yang semakin mudah menyerang manusia, khususnya pada usia lanjut di atas usia 50 tahun. Ada kanker payudara, kanker darah (leukimia), bahkan kanker usus besar. “Hati-hatilah dalam memilih makanan. Kanker usus besar itu pemicunya paling besar karena sering makan makanan yang rendah serat plus tinggi lemak. Kalau sudah kanker, maka ususnya yang 25 meter itu tentu harus dipotong,” kata Direktur RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma, belum lama ini. Tahun 2018 ada sembilan orang pasien Kanker usus besar (kanker kolorektal) yang sempat mendapat penanganan di RSUD Klungkung. Sementara untuk tahun 2019, hingga Juni saja sudah tercatat ada 5 pasien yang sudah tertangani. Sehingga, kanker usus besar menjadi salah satu kasus serius yang mengingatkan masyarakat untuk teliti dalam memilih makanan yang berserat, seperti buah-buahan dan kurangi makanan berlemak jenuh. Dia menegaskan, kanker secara umum dipengaruhi beberapa faktor. Selain makanan yang merangsang kanker (karsanogenik), juga faktor genetik dan lingkungan. Saat ini di RSUD Klungkung pengobatan kanker masih pada pengobatan kanker terbatas, seperti kemoterapi, kanker payudara dan lainnya. “Jadi, langkah pertama untuk mencegah kanker usus besar adalah dengan membiasakan gaya hidup sehat, plus mengenali tanda-tanda kanker usus besar. Salah satunya, sakit perut yang parah dan mendadak,” tegasnya. (gik)

nawan, Kamis (4/7) kemarin, menyampaikan pemeriksaan secara maraton terkait kasus ini, dilakukan terhadap enam anak-anak perempuan dari salah satu SMP di Kecamatan Dawan. Demikian juga terhadap korban yang notabene temannya, Ni Ketut AP (15). Hasilnya, Satreskrim Polres Klungkung memutuskan tiga orang menjadi tersangka. Ketiganya dianggap lebih banyak berperan dalam upaya tindak kekerasan yang dialami korban, yang dilakukan secara brutal. Mulai dari me-

TERSANGKA - Salah satu tersangka pelaku kekerasan terhadap siswi SMP yang video sempat viral di medsos saat mendapatkan pendampingan di Ruang Sat Reskrim Polres Klungkung.

sudah tersedia. Pihaknya berharap blangkonya segera tersedia. Sehingga drafnya bisa segera dicetak. Sebelumnya, dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang mengurus KIA membludak. Bahkan hingga mencapai 10.000 orang. Hal ini dikarenakan salah satu syarat untuk mendaftar ke sekolah harus menggunakan KIA dari usia 0-16 tahun atau anak yang berusia 17 tahun kurang sehari ketika daftar sekolah. Kendati demikian anak juga bisa mendapatkan KIA namun hanya berupa draf saja. “Selasa proses PPDB ini anak memang banyak yang mohon KIA, kami mengeluarkan draf KIA sejak 10 Juni sudah mencapai 10.000,” ujar Dharma Suyasa. Beberapa manfaat KIA selain untuk mendaftar ke sekolah, juga untuk periksa kesehatan, menabung di bank, dan membeli tiket. “Syarat pembuatan KIA adalah fotokopi akta kelahiran, KK orang tua/wali, KTP orang tua/wali dan anak usia 5 - 17 tahun kurang lagi sehari

serta menyertakan foto diri mereka,” ujarnya. Pelayanan resmi KIA di Kabupaten Klungkung diluncurkan, Minggu 20 Januari 2019, oleh Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di Lapangan Puputan Klungkung. Bupati Suwirta mengatakan, kepemilikan KIA bagi anakanak akan mempermudah dalam melakukan cross check data anak dengan fakta di lapangan. Dengan kartu ini, jumlah anak di Klungkung akan diketahui sesuai pengelompokan usia. Kapan mereka dewasa dan harus mendapatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). “Dengan kartu ini, saya harapkan saat cross check nanti ada kecocokan data anak dengan fakta di lapangan,” ujarnya ketika peluncurkan KIA tersebut. Menurut Bupati Suwirta, KIA merupakan program pemerintah untuk memberikan layanan terbaik, terutama terkait data anak di Klungkung. Ia menargetkan, hingga tahun 2020, semua anak di Kabupaten Klungkung memiliki KIA. (kmb31)

Bupati Suwirta Ajak Masyarakat Sukseskan Penerapan ’’Pararem’’ KTR

BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta menghadiri Kegiatan Sosialisasi Pembuatan Pararem KTR (Kawasan Tanpa Rokok) bertempat di Wantilan Pura Jagatnatha Klungkung, pada Kamis (4/7) kemarin. Dengan pararem, diharapkan sasaran KTR bisa menjangkau masyarakat lebih luas dan lebih cepat berpengaruh kepada masyarakat. Sebab, bahaya merokok sudah semakin mengkhawatirkan. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung Ni Made Adi Swapatni menyampaikan tujuan kegiatan sosialisasi ini adalah supaya masyarakat di Kabupaten Klungkung secara bertahap dapat berhenti merokok. Dengan cara memasukkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) ke dalam Pararem Desa Adat, maka gerakan ini akan semakin diperkuat oleh Desa Adat. Swapatni juga menyampaikan bahwa pada 11 Juli 2019 akan ada Perayaan Hari Tembakau Sedunia yang akan dipusatkan di Kabupaten Klungkung. Momen ini akan dipakai untuk terus menguatkan gerakan KTR ini, sejalan dengan harapan Bupati Suwirta, yang sejak awal sudah komitmen dalam memerangi bahaya rokok. Kasi Berantas Badan Narkotika Nasional Kabupaten Klungkung Wiastu Andri Prajitno menyatakan, bahwa BNN Kabupaten Klungkung sangat men-support percepatan pembuatan Pararem KTR. Pararem KTR ini tentu akan mempermudah kerja BNNK Klungkung dalam menekan

angka penggunaan dan peredaran narkoba yang sudah kian meresahkan masyarakat hingga ke desa. “Kami tentu berharap pararem KTR ini segera direalisasikan,” tegasnya. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam sambutannya menyampaikan pembuatan Pararem KTR, merupakan komitmen dengan tujuan agar generasi muda dan keluarga dapat hidup sehat atau dijauhkan dari bahaya rokok maupun narkoba. Bupati Suwirta mengharapkan implementasinya dalam menguatkan pararem KTR tersebut, di beberapa tempat diisi pengumuman Kawasan Tanpa Rokok, misalnya di tempat karya ada pelang yang diisi dengan tulisan Kawasan Tanpa Rokok. Menurutnya, merokok merupakan urusan kesehatan. Apabila salah satu masyarakat merokok, tentu akan merugikan lingkungan di sekitarnya. “Melarang orang merokok tidak melanggar HAM, tetapi membiarkan orang lain merokok, kita melanggar HAM. Mari tumbuhkan niat dan komitmen untuk mensukseskan penerapan pararem KTR,” ajak Bupati Suwirta. Bupati Suwirta juga mengajak Bendesa Se-Kabupaten Klungkung untuk datang ke perayaan Hari Tembakau Sedunia, yang diselenggarakan 11 Juli 2019. Kegiatan juga dihadiri Majelis Madya Desa Pakraman Klungkung I Dewa Made Tirta dan bendesa adat se-Kabupaten Klungkung. (ad225)

Kasus Kekerasan Siswi SMP, Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Semarapura (Bali Post) Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, Sat Rekrim Polres Klungkung, akhirnya menetapkan tiga tersangka, dalam kasus dugaan kekerasan terhadap siswa SMP yang sempat viral di media sosial. Mereka adalah Ni Kadek KD, PR dan MP. Walaupun sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun pihak kepolisian berkesimpulan tidak akan melakukan penahanan. Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gu-

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Klungkung Komang Darma Suyasa, Kamis (4/7) kemarin, mengatakan kekosongan kedua blangko tersebut tentu menghambat proses administrasi kependudukan di kantornya. Situasi demikian sudah terjadi sejak sebulan terakhir. Sebagai antisipasi, Dinas Kependudukan terpaksa mengeluarkan surat keterangan sudah merekam e-KTP. Ini sebagai kelengkapan administrasi kependudukan, utamanya saat mengurus pendaftaran anak-anak dalam mencari sekolah baru. Demikian juga untuk KIA, yang dikeluarkan untuk warga lokal Klungkung dari usia nol sampai 17 tahun, diganti dengan surat keterangan untuk pendaftaran sekolah. “Sudah lebih dari 1.000 surat keterangan atau draf KIA, kami keluarkan,” kata Darma Suyasa. Dari 52.200 kebutuhan kartu KIA, baru bisa dicetak sebanyak 19 ribu. Sisanya sekitar 33 ribu belum bisa dicetak dan hanya diberikan kartu draf KIA dan akan dicetak kembali, jika blangko

nendang, mem-bully, hingga nyaris menelanjangi. Para tersangka ini dijerat dengan pasal 80 UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang sudah diubah ke dalam UU Nomor 35 Tahun 2014, dengan ancaman hukuman penjara 3 tahun 6 bulan dan atau denda Rp 72 juta. Meski demikian, banyak faktor yang dipertimbangkan sehingga para tersangka tak langsung ditahan. Mulai dari pelaku dan korban adalah sama-sama anak-anak saat kekerasan dilakukan pada Januari 2019 lalu. “Kemudian UU Perlindungan Anak juga mengisyaratkan demikian, karena ancaman hukuman di bawah tujuh tahun. Jadi mereka tidak ditahan,” terang AKP Mirza Gunawan. Dari pemeriksaan penyidik terhadap enam saksi dan saksi korban, ketiga tersangka yang paling aktif menganiaya korban. Ada yang mau menelanjangi korban, menendang korban serta melontarkan kata-kata kasar kepada korban. Saat pemeriksaan, Mirza Gunawan menegaskan, mereka mengakui perbuatan dan memang ada dalam video tersebut. Semua kooperatif saat diperiksa sehingga proses cepat berjalan. Karena masih di bawah umur, penyelesaian kasusnya

dengan sidang diversi atau pengadilan anak. Saat ini para tersangka masih menjalani pemeriksaan di unit PA Satreskrim Polres Klungkung, yang didampingi Balai Pemasyarakat (Bapas) serta Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Dan Anak (PP2TP2A). Orang tua para tersangka juga ikut mendampingi setiap pemeriksaaan. Nanti ketiganya juga harus wajib lapor didampingi orang tua mereka, karena para tersangka tidak ditahan. Kasus ini diduga dipicu karena kekesalan para tersangka dan kawan-kawannya. Korban dituding sempat melontarkan kata cabe-cabean kepada salah satu tersangka. Tetapi, pengakuan korban di hadapan penyidik, korban tidak pernah melontarkan apa yang ditudingkan para tersangka. Sehingga memicu peristiwa kekerasan itu terjadi di Bukit Buluh, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan. Setelah video kekerasan itu viral, Polres Klungkung langsung mengamankan sembilan remaja putri yang melakukan kekerasan terhadap korban. Semuanya diamankan, setelah adanya laporan dari orangtua korban, yang tidak terima atas kejadian itu. (kmb31)

PARAREM KTR - Bupati Suwirta saat hadir dalam sosialisasi pembuatan pararem KTR. Pembuatan pararem KTR, bertujuan agar generasi muda dan keluarga dapat hidup sehat atau dijauhkan dari bahaya rokok maupun narkoba.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Jumat Umanis, 5 Juli 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Cr:Waiter,Waitress utk Restaurant di Sanur Hub.08123614559

Dcr Sales&Sopir kanvas L300Box SMSWA081338085868/081999251555

Dicari Pengawas Proyek SIM A & SIM C.Hubungi:081236258886

1 Org IT,1 org Admin cewek Hub.087862383760

Dcr Kryawan/ti kerja serabutan Hub.081338085868/081999251555

Dcr Sopir Box Max 30th. Gaji 2,5Jt+Insentif.Hub.0361-427881

Dicari Sopir SIM B1 & Mekanik Hubungi: 0361-425082/3

BU:Sopir,krywn,Office GirlToko kain .Krm lamaran ke cv.saify (Jl.Mahendradatta No.52,Dps)

Dcr Krywan/i u/Kary.Arts Lukisan Bhs. Ing.Telp/WA:08123667044

Dcr Terapist wnt berpglmn/tdk Gaji Pokok+Bonus 0811399109

Dicari Sopir SIM A.Hub Jl.Kubu Anyar 58 Kuta 08123977988

B.BP.154.07.19.0000217

Dcr PRT berpengalaman sgra. Hub:087762672421

B.BP.154.07.19.0000221

Dcr karyawan Laundry segera Jl.Kerobokan 78X 081933110424

Dicari utk Teknisi Pria Lulusan SMA/STM/D3 Teknik/S1 IT. Lamaran ke Kairos Sejahtera.Jl Mahendradatta 100X.Telp:488899

B.BP.001.07.19.0000210

B.BP.004.07.19.0000071

Bth Admin min.SMA/SMK bisa komputer, teliti dan domisili Bali Hub.081908070892

B.BP.004.07.19.0000209

Bth Sopir Serabutan min.SIM A, biasa bw muatan H.081908070892 B.BP.004.07.19.0000208

Butuh Tukang Masak Kerja 8 Jam Telp/WA:081 239 911 912 B.BP.001.07.19.0000138

Cari segera 1 Sopir jujur u/ kantor di Taman Griya Jimbaran Hubungi 0851-0044-4884 B.BP.031.07.19.0000067

B.BP.001.07.19.0000198

B.BP.001.07.19.0000063

B.BP.001.07.19.0000201

B.BP.004.07.19.0000204

Need Office Staff Good English Both Oral& Written Good Salary E:sari.iskawari@ckabali.org

B.BP.001.07.19.0000139

Dcr Sales,Auditor Lapangan&Spv Marketing,Max 30th,Punya Kend. Pribadi&SIM C,Pend Min Diploma utk Auditor Lap&SMA utk Sales& SpvMarketing.Bawa Lam,CV,SKCK ke Banoli Motor, Jl.Buluh Indah No.75,Dom.Bali,Tlp.08113977520

SERVICE

B.BP.001.07.19.0000222

Dibutuhkan Sopir u/ PT.Korea Travel Hub.081338060220

B.BP.154.07.19.0000161

Dicari D3/SMK Akuntansi wanita Lamaran ke Seruni Guest House Jl.Mahendradata Selatan I/20 Dps Tlp.0361-8466714 B.BP.001.07.19.0000211

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818

G.01

BIRO JASA

BENGKEL LAS

SERVICE

B.BP.001.07.19.0000194

B.BP.001.07.19.0000205

RUPA-RUPA

RUPA-RUPA

B.BP.001.07.19.0000065

B.BP.001.07.19.0000148

B.BP.001.07.19.0000193

B.BP.001.07.19.0000052

The Plaza Karaoke & Lounge Lombok bth cpt: Ass.Manager.Lamaran dikirim ke ignoscar@gmail. com & budih_2014@yahoo.com

B.BP.031.07.19.0000064

Dicari Battler untuk Villa Exclusive di Canggu berpengalaman kerja di hotel/villa,lancar Inggris Hub.081337775758

B.BP.001.07.19.0000218

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Low Ker.Supervisor D3.25-35thn Kartika Plaza Hub.08111108902

PROPERTY DIJUAL RUMAH

DIJUAL TANAH

DIJUAL MOBIL

Tnh 5Are Jl.Dalem Wayah Banjar UmaKepuh,BudukH:081236877147

SUZUKI

Jl Rumah+Tnh 3,3 are pgr jln utama Pandak Gede Beten Poh Kediri Tabanan Hb.085100817836

Dijual X-Over Th 2008, Silver Hubungi:082236341366

PROPERTY

B.BP.004.07.19.0000216

B.BP.001.07.19.0000188

TOYOTA

Dijual Mobil Toyota Alphard S 2.4 AT 2012, Hitam, Bensin, 2.362 CC 450 Jt Nego, Hub: 081999250006 (Heri) BUC B.BP.004.06.19.0000726

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Dijual Kost 465m2 Singaraja DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:082236881191/081805374433 B.BP.004.07.19.0000075

PROPERTY

B.BP.001.07.19.0000203

B.BP.154.07.19.0000220

DISEWAKAN RUMAH

Rmh Jl.Tkd Batanghari 35Jt/Th Nego,Jl Hotmix.HP:082340773200

B.BP.001.07.19.0000202

PROPERTY DIJUAL TANAH

Dijual Tnh Lok.Medewi Pinggir Pantai,Cocok utk Villa 5Are. 12,8Are &18,65Are Harga 120Jt150Jt/Are.HB:08123917970/Siong

RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.06.19.0000788

KEHILANGAN Hilang BKPB No.A1412961-O DK 256 CR An.M.Zaenal B.BP.001.07.19.0000200

HlgBPKBNo:L01029151-ODK9710 FJ an.Ponco Ismadi081353151300 B.BP.004.07.19.0000219

Djl Tnh 3,2A hrg.1M/A lok Lap. Tenis Jaya Giri H.085100492291

Hlg Sertifikat Tnh HM 113 Dg LT:5.700 M2 Lok.Sembung-Mengwi An.I Gst Ngr Rai Ardhana

B.BP.001.07.19.0000167

B.BP.001.07.19.0000184

B.BP.001.06.19.0000758


BANGLI

14

Jumat Umanis, 5 Juli 2019

Sampah Pohon Perindang Diolah Jadi Pupuk Organik Bangli (Bali Post) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli rutin melakukan kegiatan pemangkasan terhadap pohon perindang yang ada di seputar Kota Bangli. Sampah dedaunan hasil pemangkasan tersebut tidak dibuang ke TPA, melainkan diolah menjadi pupuk organik. Selain dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman perkebunan di lingkungan Pemkab, pupuk organik yang dihasilkan tersebut juga disediakan secara gratis untuk masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan pengolahan sampah organik selama ini dilakukan DLH Bangli di tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) yang berlokasi di lingkungan Bebalang, Bangli. Dalam sehari, rata-rata jumlah sampah dedaunan yang diolah belasan petugas DLH di TPST Bebalang mencapai 600 kilogram. Pengolahan dilakukan dengan beberapa tahapan, mulai dari pencacahan, fermentasi dan penggilingan hingga menjadi butiran halus. Kasi Pengolahan Sampah DLH Kabupaten Bangli Desak Made Suarni ditemui di lokasi, Kamis (4/7) kemarin mengatakan, sampah organik yang diolah di TPST merupakan sampah hasil pemangkasan pohon perindang dan ada juga

sampah organik kiriman masyarakat sekitar. Kegiatan pengolahan sampah di TPST dilakukan menggunakan beberapa tenaga mesin pencacah dan penggiling. Proses pengolahan sampah hingga menjadi pupuk membutuhkan waktu kurang lebih dua minggu. Dikatakan Suarni, pupuk organik yang dihasilkan TPST selama ini dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman kebun di lingkungan Pemkab. Sebagian juga disediakan untuk masyarakat. “Kita sediakan untuk masyarakat secara gratis. Selama ini cukup banyak yang mencari ke sini untuk dipakai di kebunnya,” terangnya. Agar pupuk yang disediakan bisa terbagi merata untuk masyarakat, pemberiannya pun dibatasi. Satu orang hanya bisa membawa pulang pupuk organic maksimal lima kampil. “Kita batasi hanya untuk masyarakat di Kabupaten Bangli,” ujarnya. Kepala DLH Kabupaten Bangli Ida Ayu Yudi Sutha mengatakan, kegiatan pengolahan sampah organik yang selama ini dilakukan di TPST menjadi salah satu point tertinggi kedua yang menunjang keberhasilan Kabupaten Bangli meraih penghargaan Adipura. Selain di TPST Bebalang, kegiatan pengolahan sampah organik se-

lama ini juga dilakukan di Guliang Kangin. Dikatakan Yudi Sutha penyediaan pupuk organik secara gratis untuk masyarakat, bertujuan untuk mengubah kebiasaan masyarakat menggunakan pupuk kimia secara perlahan. Sehingga ke depannya dampak negatif dari pupuk kimia terhadap lingkungan bisa ditekan dan diminimalisir. “Jadi kita mencoba mengubah mindset dan kebiasaan masyarakat menggunakan pupuk kimia ke organik dengan cara ini,” ujarnya. Untuk memaksimalkan pengolahan sampah organik, rencananya tahun ini DLH akan melakukan perehaban terhadap sejumlah bangunan TPST di lingkungan Bebalang. Yudi Sutha mengatakan, bangunan yang ada di TPST merupakan aset Pemkab Bangli yang sudah berdiri sejak masa kepemimpinan Bupati Ida Bagus Ladip. Saat ini kondisi sebagian besar bangunan di TPST sudah banyak yang rusak. Ke depan keberadaan TPST juga akan ditambah di kawasan Geopark, Kintamani. “Kita juga selama ini sudah mendorong desa-desa di Bangli untuk membuat TPST di wilayah masing-masing dengan memanfaatkan dana alokasi dana desa (ADD),” kata Yudi Sutha. (kmb40)

SAMPAH - Sejumlah petugas melakukan pengolahan sampah organik di TPST Bebalang.

Belum Bisa Diterapkan, Perda Penagihan Pajak dengan Surat Paksa Bangli (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Bangli telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang penagihan pajak dengan surat paksa. Tetapi, sampai saat ini perda yang telah disahkan tahun 2016 tersebut tak kunjung diterapkan. Pemkab Bangli beralasan karena masih terkendala SDM. Sekretaris Badan Keuangan, Pendapatan, dan Aset Daerah (BKPAD) Kabupaten Bangli A.A. Trisna Wijaya saat dikonfirmasi, Kamis (4/7) kemarin mengatakan, SDM yang dibutuhkan dalam penerapan Perda tersebut yakni juru sita dan juru tagih. Juru sita bertugas memberikan penjelasan dan pemahaman, menegakkan perda serta memberikan sanksi

kepada wajib pajak yang membandel. Sementara juru tagih, bertugas melakukan penagihan atau pemungutan terhadap wajib pajak. “Petugas juru sita yang kita butuhkan sekitar 20 orang. Per kecamatan 4 orang. Sedangkan juru tagih kita butuhkan lebih dari 20 orang,” ungkapnya. Mereka yang ditugaskan sebagai juru sita dan juru tagih

diambil dari unsur pegawai. Sebelum menjalankan tugasnya, mereka harus melalui proses diklat. Terkait kebutuhan petugas juru sita dan juru tagih ini, Trisna Wijaya mengaku sudah mengusulkan dan mengirimkan sejumlah nama pegawai ke Pemkab Bangli untuk didiklat. Akan tetapi hingga saat ini usulan itu belum bisa direalisasikan, karena faktor anggaran yang terbatas. Ditanya soal tunggakan pajak, mantan Kabag Umum tersebut mengatakan cukup banyak. Hanya, berapa total nilainya, ia tak bisa menyebutkannya secara pasti. Un-

tuk menagih tunggakan pajak tersebut, pihaknya mengaku selama ini sudah melakukan upaya persuasif. Dari upaya yang telah dilakukan, beberapa wajib pajak yang menunggak sudah membayar. “Terhadap wajib pajak yang membandel, kita terpaksa berikan SP (surat peringatan),” terangnya. Trisna Wijaya menambahkan bahwa untuk melakukan pemungutan pajak secara maksimal pihaknya butuh tambahan kendaraan operasional. Saat ini kendaraan operasional yang efektif dipakai hanya dua unit. “Minimal perlu tambahan kendaraan operasional lagi dua unit,” imbuhnya. (kmb40)

Diundur Sehari karena Libur

Pelantikan Anggota Dewan 12 Agustus Bangli (Bali Post)Agenda pelantikan anggota DPRD Bangli periode 2019-2024 diundur sehari. Sesuai tanggal pelantikan anggota DPRD lima tahun lalu, anggota DPRD Bangli periode baru ini harusnya dilantik tanggal 11 Agustus. Namun karena tanggal 11 Agustus merupakan hari libur, maka agenda pelantikan dilaksanakan tanggal 12 Agustus 2019. Sekretaris DPRD Bangli Anak Agung Panji Awatarayana mengungkapkan hal itu, Kamis (4/7) kemarin. Ia mengatakan diundurnya agenda pelantikan anggota DPRD Bangli sehari dibolehkan secara aturan. Sesuai Surat dari Kementerian Dalam Negeri perihal tata cara pengucapan sumpah janji anggota DPRD Kabupaten/Kota masa jabatan Tahun 2019-2024, pada point keenam disebutkan bahwa dalam hal tanggal berakhirnya masa jabatan anggota DPRD Kabupaten/ Kota periode sebelumnya jatuh pada hari libur atau hari yang diliburkan, maka

pengucapan sumpah/janji dilaksanakan hari berikutnya sesudah hari libur atau hari yang diliburkan. Disebutkan juga bahwa hak keuangan untuk anggota DPRD Kabupaten/Kota yang jabatannya berakhir di hari libur/diliburkan dan pengucapan sumpah/janji anggota DPRD Kabupaten/Kota periode 2019/2024 dilaksanakan pada hari berikutnya, maka pembayaran hak keuangannya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. “Pelantikan anggota DPRD Bangli periode 2014-2019 kan dilaksanakan tanggal 11 Agustus 2014. Namun karena tanggal 11 Agustus 2019 adalah hari Minggu, sehingga pelantikan diundur satu hari jadi tanggal 12 Agustus. Kita mengacu pada poin enam,” jelasnya. Lanjut dikatakannya sesuai rencana awal, acara pelantikan anggota DPRD baru nantinya akan dilaksanakan di Gedung DPRD Bangli. Sejauh ini berbagai persiapan sudah mulai dilakukan pihak Sekretariat. Salah satunya menyiapkan

pakaian sipil lengkap (PSL) bagi 30 calon wakil rakyat yang akan digunakan saat acara pelantikan. “Pengukuran pakaian yang akan digunakan saat pelantikan, sudah dari tiga hari lalu. Hari ini sudah selesai semuanya,” kata Panji. Diakuinya bahwa pengukuran pakaian sudah dilakukan meski KPU Bangli belum melakukan penetapan kursi dan calon terpilih. Pengukuran pakaian mendahului penetapan terpaksa dilakukannya lantaran untuk pengadaan PSL membutuhkan waktu yang cukup. Tidak bisa selesai satu atau dua hari. “Secara informal kami sudah dapat komunikasi dengan KPU. Habis bagaimana, bikin pakaian kan tidak bisa sehari dua hari,” terangnya. Selain pengadaan PSL, pihaknya juga tengah menyiapkan papan nama, lencana emas bagi para anggota dewan. Adapun besaran anggaran yang disiapkan untuk menggelar acara pelantikan DPRD bulan Agustus mendatang mencapai Rp 600 juta. (kmb40)

Bali Post/kmb40

Ikut Pilkel, ASN Wajib Kantongi Izin Bupati Bangli (Bali Post) Tahap pendaftaran bakal calon perbekel dalam pemilihan perbekel (pilkel) serentak tahun 2019, akan dilaksanakan mulai 15 Juli mendatang. Sesuai persyaratan, aparatur sipil negara (ASN) termasuk tenaga honor/ kontrak dibolehkan ikut serta bertarung dalam pilkel serentak. Namun, harus mendapat izin tertulis dari Bupati. Jika tidak memiliki izin tersebut maka ASN yang bersangkutan harus mengajukan surat pengunduran diri. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Bangli, Dewa Bagus Riana Putra, Kamis (4/7) mengatakan, adanya persyaratan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Bangli No: 140/504/PEM tentang jumlah minimal calon dan calon perbekel dari ASN. Dalam point keenam disebutkan bahwa calon perbekel yang berasal dari ASN termasuk tenaga honor/kontrak dan sejenisnya, harus mendapat izin tertulis dari Bupati selaku Pejabat Pembina Kepegawaian. Kemudian dalam point ketujuh disebutkan bahwa calon perbekel yang berasal dari ASN termasuk tenaga honor/kontrak dan sejenisnya yang tidak memiliki izin tertulis dari Bupati dan tetap mencalonkan diri sebagai calon perbekel maka harus mengajukan surat pengunduran diri. “Jadi ASN boleh ikut kalau mendapatkan izin tertulis dari Bupati. Tapi yang jelas Bupati tidak akan pernah mengeluarkan izin. Sehingga kalau ada ASN memaksa ikut, maka harus mengundurkan diri,” kata Riana. Menurutnya, adanya kebijakan yang dibuat Bupati itu bertujuan untuk memberikan kesempatan pada masyarakat lain selain ASN mengabdi di desanya sebagai perbekel. Selain itu, kebijakan Bupati tak mengeluarkan izin tersebut juga bertujuan agar ASN di Bangli

bisa tetap bekerja profesional. Disampaikan juga oleh Riana bahwa dalam SE Bupati tersebut termuat bahwa apabila calon perbekel yang memenui persyaratan tetap kurang dari dua calon setelah perpanjangan waktu pendaftaran maka pemilihan perbekel bisa dilakukan secara musyawarah mufakat, atau pemungutan suara dengan calon tunggal melalui opsi setuju atau tidak setuju. Musyawarah mufakat dilaksanakan dengan beberapa ketentuan. Yakni paling sedikit 2/3 masyarakat yang memiliki hak pilih hadir dalam musyawarah tersebut, paling sedikit 3/4 masyarakat yang hadir menyatakan setuju untuk melaksanakan musyawarah mufakat, serta calon terpilih adalah calon yang disepakati oleh 3/4 dari peserta musyawarah yang dibuktikan dengan daftar hadir dan berita acara musyawarah. “Musrawarah mufakat dilaksanakan bersamaan

dengan jadwal pemungutan suara serentak,” terangnya. Diatur juga bahwa apabila dalam musyawarah mufakat tidak bisa menetapkan calon perbekel terpilih, maka pelaksanaan pemilihan perbekel dengan calon tunggal melalui opsi setuju atau tidak setuju. “Pelaksanaan dengan cara ini dilaksanakan paling lambat 14 hari setelah pelaksanaan musyawarah mufakat,” jelasnya. Riana menambahkan Pilkel serentak tahun ini akan diikuti 50 desa. Sesuai jadwal, pendaftaran bakal calon perbekel akan dibuka mulai tanggal 15 Juli hingga 1 Agustus. Perpanjangan pendaftaran bakal calon perbekel dijadwalkan mulai tanggal 16 Agustus hingga 4 September. Sementara tahap pemungutan suara (pencoblosan) dijadwakan pada 3 Oktober. Selanjutnya pelantikan perbekel terpilih dijadwalkan pada 12 Desember. (kmb40)


OLAHRAGA

Jumat Umanis, 5 Juli 2019

15

Copa America

Peru Kejutkan Chile

Porto Alegre – Peru membuat kejutan dengan mempermalukan juara bertahan Chile 3-0 pada babak semifinal Copa America 2019 di Porto Alegre, Brazil, Kamis (4/7) kemarin. Kemenangan tidak terduga ini membawa Peru mencapai final Copa America pertama dalam 44 tahun.

Tim Sepak Bola Porprov Badung.

Bali Post/ist

Tim Porprov Badung Masih Perlu Digenjot Mangupura (Bali Post) Tim sepak bola Porprov Kabupaten Badung sudah melakoni uji coba ke Jembrana dan Banyuwangi beberapa waktu lalu. Dalam tiga kali latih tanding, tim asuhan duet pelatih Nyoman Sujata dan Nyoman Karton Sukadana ini menelan dua kekalahan dan sekali seri. Manajer tim Porprov Badung Gede Wirawan menilai fisik pasukannya masih lemah, sehingga perlu digenjot lagi selama menjalani program latihan ke depan. ‘’Usai bertanding

dan besoknya harus merumput lagi meladeni lawan lain, fisik pemain kedodoran,’’ katanya di Mangupura, Kamis (4/7) kemarin. Tim Porprov Badung harus mengakui ketangguhan tim Porprov Jembrana dengan skor 2-4 pada laga pertama. Selanjutnya, tim Porprov Badung bermain imbang 3-3 saat dijamu tim Porprov Banyuwangi di Lapangan Diponegoro dan kalah tipis 0-1 saat menghadapi tuan rumah Putra Banyuwangi.

Pada bagian lain, Ketua Umum Askab PSSI Badung Nyoman Graha Wicaksana menyatakan, beberapa pemain absen saat tim Porprov melawat ke Jembrana dan Banyuwangi karena mengikuti seleksi di tim liga 3. Mereka adalah Angga Pratama, Yoga Setiawan dan Iqbal ditambah Dicky Kurniasandi yang menjalani tes polisi. Setelah melakukan evaluasi, beberapa pemain akan dicoret guna membentuk tim definitif. (022)

Gol dari Edison Flores, Yoshimar Yotun dan Paolo Guerrero membawa Peru menantang Brazil pada perebutan juara di Stadion Maracana, Minggu lusa. Sebaliknya, generasi emas Chile gagal merebut gelar ketiga berturut-turut setelah menang atas Argentina pada final 2015 dan 2016. Chile dan Argentina akan bertemu dalam perebutan tempat ketiga di Sao Paulo pada Sabtu besok. Sedikit yang bisa diharapkan dari Peru di babak sistem gugur setelah mengakhiri fase grup dengan kekalahan telak 0-5 dari Brazil. Tetapi setelah itu mereka diselamatkan oleh VAR tiga kali untuk mengalahkan Uruguay melalui adu penalti di perempatfinal. ‘’Tim telah kembali ke esensinya, mengoper bola dan berlari keras. Pertandingan melawan Brazil sangat sulit tetapi ini akan menjadi pertarungan yang berbeda. Ini adalah final yang harus dimenangkan. Kami harus bekerja keras dan mengangkat piala,’’ kata Yotun. Pelatih Peru Ricardo Gareca memuji timnya karena berhasil mengatasi kesulitan melawan Chile. ‘’Kami telah

melewati beberapa momen sulit di Copa dan kami layak berada di final. Kekalahan dari Brazil dinilai dengan tergesa-gesa dan memicu gelombang kritik keras,’’ sebut pria Argentina ini. Kapten Chile Gary Medel menerima kekalahan timnya. ‘’Ini menyakitkan bagi kami yang berjuang untuk gelar lain. Peru memainkan pertandingan yang hebat dan kami harus memberi selamat kepada mereka. Pertandingan dimainkan dengan sangat baik, bekerja sangat keras dan pantas berada di final,’’ ujarnya. Pelatih Chile Reinaldo Rueda bingung menjelaskan kinerja timnya yang sangat kontras dengan penampilan mengesankan ketika melawan Kolombia di perempatfinal. ‘’Saya tidak tahu faktor apa yang bisa memengaruhi 20 menit pertama ini yang membuat perbed a a n . K a m i t i d a k menunjukkan sikap atau

agresivitas. Peru mengejutkan kami,’’ tegasnya. Piala Dunia Kenaikan Belanda sebagai kekuatan dalam sepak bola wanita berlanjut. Gelandang Jackie Groenen membuat tim Oranye unggul 1-0 atas Swedia di semifinal Piala Dunia yang melelahkan di Lyon, Prancis. Juara Eropa 2017 yang dilatih Sarina Wiegman ini lolos ke final guna melawan Amerika Serikat. Groenen, mantan peraih medali perunggu Kejuaraan Eropa Judo dan baru-baru ini menyetujui kepindahan ke Manchester United, memecah kebuntuan pada menit ke-99. Ia melanjutkan umpan Danielle van de Donk dengan tembakan rendah dari jarak 20 meter yang jauh dari jangkauan kiper Swedia Hedvig Lindahl. Setelah menyingkirkan Italia dan Jepang di dua putaran sebelumnya, Belanda

tinggal melewati satu laga lagi untuk merebut gelar Piala Dunia pertama. ‘’Kami tidak pernah tahu ini akan mungkin. Satu pertandingan lagi kami mungkin akan menjadi juara dunia,’’ ungkap Groenen berseri-seri. Swedia yang menjadi runner-up Piala Dunia 2003 harus puas berebut tempat ketiga menghadapi Inggris di Nice. ‘’Sekarang tentang medali. Mengakhiri ketiga tentu saja jauh lebih baik daripada di urutan keempat. Kami akan melakukan segala daya untuk melakukan itu,’’ tandas pelatih Peter Gerhardsson. (afp/kmb)

FINAL – Kiper Pedro Gallase (kiri) dan Paolo Guerrero bergembira bisa membawa Peru ke final.

Sesuai Potensi

Bali Post/ist

KEJURPROV - Kejurprov Renang NPCI Bali yang digelar di Kolam Renang Dharmapala, Denpasar.

Dua Perenang Bali Lampaui Rekornas NPCI

Denpasar (Bali Post) Tercatat 18 perenang dari kabupaten dan kota di Bali mengikuti Kejurprov Renang National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Bali di

05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Meningkatkan Kualitas Pemangku dalam Pelayanan Umat (1) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Wirata Parwa (3) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Talk Show Merah Putih Perlindungan Tenaga Kerja Lokal 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Meningkatkan Kualitas Pemangku dalam Pelayanan Umat (2) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Solusi Alternatif Reiki Ling Chi 17:00 Wita Lila Cita Sanggar Siwa Surjana (3) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Bali Now Ganha Bali (Gema Ethnic Harmony Bali) 21:00 Wita Ocydia Home Shopping 21:30 Wita Ajeg Bali Tumpek Bubuh, Refleksi Pelestarian Lingkungan 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Cetik Durga Maya (1) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:05 Wita Bali Channel

Kolam Renang Dharmapala, Gatsu Barat, Denpasar, Kamis (4/7) kemarin. Dua perenang berhasil melampaui rekor nasional (rekornas) NPCI. Mereka adalah Fauzan Balbait dari Buleleng yang mencatat waktu 00.54.14 di nomor gaya bebas 50 meter S.14 dan Dewa Ayu Yuliani Safitri (Klungkung) yang mengukir waktu 00.49.11 di gaya bebas 50 meter S.14. Sementara Ketut Sumita (Badung) tampil sebagai juara nomor gaya bebas 50 meter S.11, S.12 dan S.13 dengan mencatat waktu 00.37.49. Wayan Sutarma (Buleleng) berjaya di nomor gaya bebas 50 meter S.7, S.8 dan S.9 dengan prestasi 00.55.88, di gaya dada 50 meter mencatat waktu 01.02.91 dan di nomor gaya dada 100 meter mem-

buat waktu 02.70.99. Ketut Widyadana (Denpasar) menjuarai nomor gaya bebas 50 meter S.15 dengan waktu 00.29.15, di gaya dada 50 meter mencatat waktu 00.38.42 dan di gaya kupu– kupu 50 meter membuat waktu 00.32.53. Sementara Kadek Dedy (Klungkung) menjadi yang tercepat di nomor gaya dada 50 meter S.14 dengan waktu 00.47.64. Ketua Panpel Komang Darma Wijaya menyatakan, tiap kabupaten dan kota menurunkan dua perenang dan masing-masing atlet maksimal tampil pada tiga nomor. Kejurprov ini bertujuan menyiapkan atlet ke ajang Pekan Pelajar Paralympic Nasional (Pepeparnas) dan Pekan Paralympic Nasional yang akan digelar di Papua. (022)

Ia juga berharap kepada pengunjung untuk menimba dan mencari pengalaman seluas-luasnya dari tampilan berbagai stan. Kembangkan informasi yang diperoleh dalam pameran ini untuk ditetapkan di daerah masingmasing sesuai dengan potensi dan kemampuan yang ada. Wakil Ketua IV PKK Provinsi Bali Ny. Sri Utari Satria Narada mengucapkan selamat dan terima kasih

kepada Tim Penggerak PKK Kota Denpasar yang telah mengharumkan nama Bali dengan prestasinya. Dengan penghargaan ini ia berharap PKK Kota Denpasar terus berinovasi. Salah satunya merevitalisasi semua tukad di Kota Denpasar seperti yang telah diterapkan di Tukad Bindu, sehingga menjadi contoh untuk kabupaten lainnya. ‘’Saya berharap penghargaan ini membuat PKK Kota Denpasar lebih semangat untuk berinovasi,’’ harapnya. (ad233)

Bali Post/afp

Kegiatan Posyandu Ny. Aries Suradnyana menambahkan, setelah meraih prestasi ini, ke depan pihaknya akan meningkatkan dan menggalakkan kegiatan posyandu di pelosok-pelosok desa. Dirinya manargetkan posyandu bukan cuma untuk mengikuti lomba, namun pengelolaannya digenjot untuk menyehatkan setiap anggota keluarga melalui berbagai kegiatan yang terintegrasi dengan kebijakan pemerintah kabupaten. ‘’Ke

depan kami akan tingkatkan lagi kegiatan posyandu. Bukan mentok untuk lomba saja, tapi ini harus berkelanjutan pada kegiatan keseharian untuk menyehatkan masyarakat,’’ jelasnya. Sementara itu, puncak perayaan Harganas ke-26 Tahun 2019 ini juga diisi pameran dan gelar dagang. Pameran diikuti perwakilan provinsi seluruh Indonesia. Dalam pameran dan gelar dagang menampilkan berbagai macam kerajinan dan makanan khas dari daerah masing-masing. (ad234)


@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom

balipost http://facebook.com/balipost

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Jumat Umanis, 5 Juli 2019

Sanggar Tedung Agung

Tampilkan Dramatari Gambuh Anyar ’’Gugurnya Prabu Lasem’’

BUNGBANG - Duta Kota Denpasar menampilkan gambelan Bungbang dan tari kreasi baru pada PKB XLI, Kamis (4/7) kemarin.

Bungbang, Terinspirasi dari Suara Gelembung Air BUNGBANG, itulah nama instrumen bambu yang bentuknya menyerupai kulkul (kentongan). Dimainkan dengan ceria oleh sekitar 45 anak muda yang tergabung dalam Sekaa Gong Bungbang Wirama Duta, Banjar Tengah, Sesetan di Kalangan Angsoka, Taman Budaya, Denpasar, Kamis (4/7) kemarin. Permainan Bungbang juga didukung alat musik khas Bali lainnya, seperti Gong Pulu, Cengceng Geprek dari bambu, Cengceng logam, dan Kenong. Pelatih Sekaa Gede Putra Widyutmala mengatakan, awalnya cukup sulit mengajak anakanak muda berlatih Bungbang. Namun kini gamelan Bungbang dikelola oleh krama Banjar Tengah sehingga mampu melibatkan seluruh lapisan masyarakat daerah tersebut. ‘’Sejak kita bikin Bungbang junior ini, ternyata generasi muda antusiasnya tinggi dan orangtua

KULINER

mendukung,’’ ujarnya. Menurut Widyutmala, Bungbang memiliki ukuran beragam, dari yang kecil, sedang hingga yang besar. Ketika bersatu padu bisa membentuk melodi nan sejuk dan ceria. Tak salah bila penampilan Sekaa Gong Bungbang Wirama Duta di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI ini disambut antusias oleh penonton. Bahkan ada yang rela menahan teriknya matahari hingga berdesak-desakkan hanya untuk melihat aksi para penabuh Bungbang dan eloknya gerak penari. ‘’Kalau belum ada dasar gong dan langsung terjun ke Bungbang susah, dari kecil dididik ke gong anak-anak baru bawa ke Bungbang,’’ imbuhnya. Ada empat garapan yang ditampilkan anak muda Sesetan ini, yaitu Tabuh bertajuk Katibambung, tari Mina Pradipta yang mencerminkan gerak ikan

KESEHATAN

TOP IN VASI

WONDERFUL BALI

Bayu Pramana

hias berenang-renang dengan cantik, Tabuh Keluarga Berencana yang mengisahkan sebuah keluarga bahagia, di mana Bungbang ibarat anak yang terlahir dari keluarga bahagia itu, serta tari Melayangan atau Rare Angon yang hadir sebagai garapan terakhir sebagai bentuk pemuliaan akan angin yang sesuai dengan tema PKB XLI ‘’Bayu Pramana (Memuliakan Sumber Daya Angin)’’. Bungbang diciptakan oleh I Nyoman Rembang (alm). Rembang sendiri merupakan maestro gamelan yang lahir di Banjar Tengah, Sesetan pada tahun 1937 dan tutup usia pada tahun 2001. Gamelan Bungbang diciptakan pada tahun 1985 yang terinspirasi dari suara gelembung air pada ikan-ikan kecil yang berenang di akuarium. Gamelan ini menggunakan laras pelog dan slendro. Pengamat musik I Komang

Bali Post/eka

PESTA KESENIAN BALI KE-41

Astita mengatakan, kemunculan Bungbang di tengah masyarakat Bali jangan hanya melalui PKB saja. Sudah sepantasnya seluruh elemen masyarakat dan pemerintah menciptakan ruangruang berkesenian lainnya untuk melestarikan keberadaan gamelan Bungbang. ‘’Bungbang sebagai warisan beliau (I Nyoman Rembang) kepada anak-anak muda yang sekarang ini kita nikmati, ini akan cocok sekali untuk mengisi dan memeriahkan acara yang mencerminkan kesederhanaan,’’ tutur Astita yang di masa lalu pernah menjadi asisten I Nyoman Rembang saat mengajar di ASTI (Akademi Seni Tari Indonesia) Denpasar. (rin)

RADEN WIRANTAJA (Panji) bertemu tunangannya, Dyah Rangkesari. Dalam pertemuan itu Dyah Rangkesari menyampaikan perasaan gusarnya karena dilamar Prabu Lasem. Dalam pertemuan itu disepakati bahwa Rangkesari berpura-pura menerima lamaran Prabu Lasem dengan syarat harus mampu mengalahkan musuh yang akan menyerang kerajaan. Persyaratan itu kemudian disampaikan Dyah Rangkesari kepada Prabu Lasem dan disanggupi. Prabu Lasem segera berangkat ke medan perang dengan menunggang kuda. Tiba-tiba di tengah perjalanan muncul seekor burung gagak yang memuntahkan darah di depan Prabu Lasem. Prabu Lasem menyadari hal itu sebagai pertanda buruk. Tetapi karena keinginannya sangat besar untuk mempersunting Dyah Rangkesari maka perjalanan dilanjutkan ke medan perang. Musuh yang ditunggu-tunggu pun tiba. Perang dahsyat pun tak bisa dihindari. Prabu Lasem akhirnya gugur di tangan musuh yang tiada lain adalah Raden Wirantaja yakni kekasih Dyah Rangkesari. Demikian kisah cerita dramatari Gambuh Anyar berjudul ‘’Gugurnya Prabu Lasem’’ yang ditampilkan Sanggar Tedung Agung, Puri Saren

GAMBUH - Sanggar Tedung Agung Puri Saren Ubud mementaskan dramatari Gambuh Anyar ‘’Gugurnya Prabu Lasem’’, Kamis (4/7) kemarin.

Yayasan Werdhi Sastra Kuatkan Budaya MutuBUDAYA SMK (SMEA) Pembangunan Masih Menerima Calon Siswa Baru

PENDIDIKAN JIKA ingin cepat bekerja di sektor mana saja, pilihannya adalah SMK (SMEA) Pembangunan Denpasar. Sekolah di bawah naungan Yayasan Werdhi Sastra Denpasar ini sejak 19 November 1970 berpengalaman mengelola pendidikan berkualitas. Lagi pula program keahlian yang dibuka sangat laris di dunia kerja mana saja yakni Akuntansi dan Keuangan, kompetensi keahlian Akuntansi dan Keuangan Lembaga. Program Manajemen Perkantoran dengan kompetensi Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran serta program Bisnis dan Pemasaran dengan kompetensi Bisnis Daring dan Kemasan. SME Pembangunan Denpasar, menurut Ketua Yayasan Werdhi Sastra Drs. I Wayan Warsa, konsisten menjalankan program tersebut sejak 49 tahun dan kini diperkuat lagi dengan budaya mutu. Makanya lulusan SMP yang Jumat ini diumumkan tak diterima di sekolah negeri, dia mengajak bergabung ke SMEA Pembangunan di Jalan Sari Gading No. 2, Nangka Tengah (kawasan Gatsu Timur). Pendaftaran dibuka hingga akhir Juli 2019 sampai kuota terpenuhi lima kelas. Hingga saat ini sekolah ini sudah menerima tiga kelas siswa baru. Hebatnya, sekolah ini menggratiskan uang gedung dan biaya pendaftaran. Didukung 34 guru yang sebagian besar guru produktif, semua siswanya masuk pagi. SMEA Pembangunan Denpasar dibuat oleh yayasan dengan fasilitas lengkap, parkir yang luas, gedung berlantai dua, suasana belajar yang nyaman, memiliki lab akuntansi Myob dan tercanggih. SMK Pembangunan juga dipakai sekolah lab Akademi Akuntansi Denpasar. Ketua Yayasan Werdhi Sastra Wayan Warsa dikenal sebagai pendiri dan tokoh pendidikan yang berjasa membesarkan sekolah ini bersama empat rekannya sejak 1970. SMEA Pembangunan menjadi sekolah paling dipilih di era 1980-an dengan siswa 1.000 lebih. Bahkan hingga kini SMEA Pembangunan menjadi pilihan pertama calon siswa setelah negeri. SMK Pembangunan terakreditasi A (unggul) sebagai bukti pengakuan pemerintah atas kualitas sekolah ini. Namun, I Wayan Warsa yang 49 tahun memimpin yayasan tetap berpandangan ke depan bahwa di era kompetensi ini kita harus menang dalam budaya mutu. Berbagai strategi dilakukan

SENIMAN

yakni menjaga disiplin, penguatan kualitas SDM guru yang profesional. Siswanya disiapkan beasiswa, meraih juara olimpiade dan ajang akademis lainnya. Khusus nilai rata-rata UNBK 2019, SMK Pembangunan sukses menempati ranking VI terbaik SMK negeri dan swasta se-Bali. Selain lokasinya strategis dan biaya pendidikannya terjangkau, sekolah ini melakukan penguatan bidang kompetensi keahlian. Sekolah mewajibkan siswanya menjalani UNBK dan uji seritifikasi akuntansi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Uji meliputi etika profesi, K3LH, siklus akuntansi, spreadsheet dan aplikasi komputer akuntansi (myob). Tahun ini 100 persen lulusannya menerima sertifikat dari BNSP. Sertifikat ini sangat diperlukan di dunia kerja. Dengan uji sertifikasi ini, yayasan membuka jendela pekerjaan bagi lulusannya. ‘’Ini artinya kami seken-seken menyiapkan lulusan menjadi SDM siap kerja dan berdaya saing tinggi,’’ tegas Wayan Warsa seraya mengatakan saat ini diperlukan tenaga akuntansi yang andal plus memiliki sertifikat kompetensi. (sue)

SERTIFIKAT BNSP - Ketua Yayasan Werdhi Sastra Wayan Warsa menunjukkan sertifikat BNSP yang diterima siswa SMK Pembangunan Denpasar.

Agung Ubud, Gianyar di Kalangan Ratna Kanda, Art Center Denpasar, Kamis (4/7) kemarin. Gambuh ini diiringi dengan gamelan Semaradhana yang memakai laras pelog tujuh nada. Perangkat gamelan ini pertama kali dibuat I Wayan Berata (alm) dari Denpasar dan pertamakali berkembang di Desa Ubud yakni di Puri Saren Agung Ubud. Gending-gending yang dimainkan merupakan gending-gending pegambuhan yang ditransfer ke dalam gamelan Semaradhana. Penampilan Sanggar Tedung Agung ini didukung oleh empat sekaa gong yaitu Sadha Budaya, Bina Remaja, Panca Artha dan Jaya Swara. Sebagai penata tari I Gusti Ayu Srinatih (alm), I Made Sidia dan Wayan Sutirta. Sedangkan penata tabuh I Wayan Rai S, I Wayan Pasek Sucipta dan I Wayan Sumadi. Pementasan Gambuh Anyar ini diawali dengan sebuah pawai yang menggambarkan sebuah upacara Dewa Yadnya piodalan di Merajan Agung Puri Ubud. Pawai bergerak mulai depan Pura Taman Budaya menuju Kalangan Ratna Kanda. Bersamaan dengan itu penabuh gamelan Semaradhana mulai menyuguhkan gending-gending Petegak di Kalangan Ratna Kanda. Setelah pawai tiba di Kalangan Ratna Kanda maka Gambuh dimulai dengan tari penyambutana Selat Segara. ‘’Kami ingin mempersembahkan sesuatu yang beda. Karena itu ada pawai menuju ke tempat pementasan,’’ ujar Ketua Sanggar Tedung Agung Ir. Tjokorda Bagus Astika. Tampak hadir menyaksikan pementasan ini, Pengayom Sanggar Tedung Agung Drs. Tjokorda Gde Putra Sukawati (Panglingsir Puri Agung Ubud), Penasihat Sanggar Prof. I Wayan Rai S. dan Tjokora Gde Agung Ichiro Sukawati. 7(lun)

KULINER KESEHATAN TOP IN VASI

Desa Visesa Ubud Kombinasikan Kemewahan dan Budaya KOMBINASI antara kemewahan dan uniknya tradisi budaya Bali berpadu dengan harmonis di Desa Visesa Ubud. Perpaduan yang unik ini akan memberikan pengalaman yang tidak terlupakan bagi tamu. ‘’Pengalaman dan sensasi menginap yang kami tawarkan di Desa Visesa memang berbeda dengan akomodasi pariwisata lainnya. Kami sangat mengedepankan keunikan tradisi Bali,’’ ujar Yanti Lestari, PR & Marcom Manager Desa Visesa Ubud, belum lama ini. Memang, sebagian besar area yang total seluas

6,5 hektar tersebut dibiarkan alami untuk berbagai keperluan. Salah satunya adalah kebun di tengahtengah akomodasi digunakan untuk memberikan edukasi bagi pengunjung tentang bagaimana bercocok tanam. ‘’Banyak tamu Desa Visesa yang tertarik dan bahkan ikut terjun langsung mencoba bagaimana cara menanam buah ataupun sayuran. Inilah salah satu cara kami memberikan pengalaman yang berbeda karena lokasi kebun dan sawah di tengah-tengah 66 vila dan 40 suites di Desa Visesa,’’ imbuh Yanti.

Selain itu, kegiatan ritual umat Hindu juga tetap berlangsung di tengah kawasan Desa Visesa. Tidak jarang terlihat ibu-ibu membawa banten untuk dihaturkan di beberapa palinggih yang tersebar di beberapa area. Hal ini menarik perhatian bagi tamu khususnya wisatawan asing. Nuansa tradisional juga terdapat dalam spa yang ditawarkan oleh Desa Visesa. ‘’Kami mengusung konsep Balinese healing spa. Perawatan ini bukan perawatan tubuh biasa namun kami mengambil konsep Bali Usada. Konsep ini akan memberikan

Bali Post/ist

WONDERFUL BALI kenyamanan yang luar biasa karena kami menggunakan tumbuhan dan rempah pilihan berdasarkan Ayurweda,’’ terang Yanti. Dia menambahkan bahwa spa akan dilakukan di dalam gua buatan yang terbagi menjadi 5 yaitu Apah, Teja, Bayu, Pertiwi dan Akasha. Meskipun ada lima tempat berbeda namun tujuannya tetap satu yakni mengurangi stres dan relaksasi. Dengan sebuah properti yang luar biasa, Desa Visesa Ubud menawarkan sebuah pengalaman unik yang tidak akan terlupakan. (gie)

BUDAYA

PENDIDIKAN


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook