Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
Bertemu SBY Prabowo Minta Maaf
Bogor (Bali Post) – Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, mengunjungi kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Puri Cikeas, Bogor, Senin (3/6) sore. Kehadiran Prabowo tersebut untuk menyampaikan dukacita atas meninggalnya Ibu Negara Kristiani Herawati atau Ani Yudhoyono. Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf tidak bisa menghadiri prosesi pemakaman Ibu Ani Yudhoyono pada Minggu (2/6). ‘’Saya juga menyampaikan permohonan maaf karena masih dalam perjalanan dari Eropa ke Indonesia,’’ kata Prabowo. Dia mengatakan kehadirannya ke kediaman SBY, secara khusus menyampaikan belasungkawa kepada SBY sebagai senior dan sahabatnya. Prabowo mengatakan dirinya baru selesai melakukan check-up kesehatan karena ada masalah cedera yang kambuh setelah dirinya melakukan kampanye Pemilu 2019. ‘’Saya meminta maaf, saya sempat menengok beliau di Singapura, dan ada niat untuk menjenguk kembali lalu saya dengar kondisi Ibu Ani membaik namun ternyata saya terlambat,’’ ujarnya. Prabowo mengenal sosok Ani sebagai istri prajurit yang hebat dan sangat mendukung suaminya, sangat cerdas dan juga sangat loyal. Karena itu, Prabowo sangat merasakan apa yang dirasakan SBY atas meninggalnya Ani Yudhoyono, sehingga dirinya memberikan dukungan moral kepada SBY secara pribadi dan tidak ada urusannya dengan politik. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo didampingi Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani, sementara itu SBY didampingi Sekjen Partai Demokrat Hinca Panjaitan dan besannya, Hatta Radjasa. (ant)
BERTEMU YUDHOYONO - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu Susilo Bambang Yudhoyono saat melayat di rumah duka, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin (3/6) kemarin.
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Idul Fitri 2019 5 Juni Besok
Jakarta (Bali Post) – Sidang Isbat Awal Syawal 1440 Hijriyah oleh Kementerian Agama di Jakarta, Senin (3/6) petang, menetapkan Idul Fitri jatuh pada Rabu, 5 Juni 2019. Ahli Astronomi dari Planetarium Jakarta Cecep Nurwendaya mengatakan, berdasarkan penghitungan falak tinggi bulan baru (hilal) di Pelabuhan Ratu, Jawa Barat, akan setinggi -0,56 derajat atau di bawah ufuk. ‘’Hilal tergolong muda karena berusia 40 menit 6 detik. Dan ini muncul sebelum matahari terbenam (qobla ghurub),’’ kata Cecep dalam paparannya mengenai hilal di depan hadirin Sidang Isbat Awal Syawal 1440 Hijriah di Jakarta, Senin kemarin. Dia mengatakan bahwa hilal terbenam tiga menit enam detik sebelum matahari terbenam, sehingga bulan baru tidak nampak setelah matahari terbenam. Maka secara penghitungan astronomi (hisab) tidak akan ada hilal terpantau mata perukyat setelah matahari tenggelam. Dia mengatakan terdapat kemungkinan hilal tidak akan terpantau oleh pemantau bulan (perukyat) di Pelabuhan Ratu. Biasanya jika bulan baru tidak terpantau maka menjadi persyaratan bulan Ramadhan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari dan Lebaran 2019 jatuh pada Rabu, 5 Juni. Hal itu bukan satu-satunya patokan, katanya, karena Pelabuhan Ratu hanya satu dari total 105 titik pengamatan hilal di seluruh Indonesia. Akan tetapi, dia mengatakan tidak ada referensi hilal Syawal 1440 Hijriah pada Senin dapat teramati dari wilayah Indonesia, karena umumnya belum memenuhi syarat derajat ketinggian bulan dapat dilihat perukyat. (ant)
Bali Post/ant
IDUL FITRI - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kanan) memberikan keterangan usai Sidang Isbat penentuan 1 Syawal 1440 H atau Idul Fitri 2019, Senin (3/6) kemarin.
Belum Pasti, Penangguhan Penahanan Eggi dan Kivlan
Masih ’’Digantung’’
Jakarta (Bali Post) – Penangguhan penahanan dua tokoh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yakni Eggi Sudjana dan Kivlan Zen belum pasti. Sementara penangguhan penahanan anggota BPN lainnya, Lieus Sungkharisma dan Mustofa Nahrawardaya, sudah diberikan. ‘’Nanti masih dikoordinasikan dengan kawan-kawan skemanya seperti apa. Tapi yang pasti hari ini saya menjamin penangguhan dua orang yaitu Lieus dan Mustofa (di Bareskrim),’’ kata Direktur Advokasi BPN Prabowo-Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad, di Jakarta, Senin (3/6) kemarin. Eggi merupakan tersangka kasus dugaan makar dan ditahan di Rutan Polda Metro Jaya sejak 14 Mei 2019 lalu. Sementara Kivlan Zen ditetapkan tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal dan ditahan di Rutan POM DAM Jaya Guntur, Jakarta Selatan, sejak 30 Mei 2019. Hal. 15 Tengah Diproses
Tidak Terbit Terkait Hari Raya Idul Fitri yang juga merupakan hari libur nasional, maka Bali Post pada Rabu (5/6) dan Kamis (6/6) tidak terbit. Bali Post terbit kembali seperti biasa mulai Jumat (7/6) mendatang. Untuk itu kepada para pelanggan dan relasi iklan mohon maklum. Penerbit
Bali Post/ant
BAGIKAN SEMBAKO - Presiden Joko Widodo (tengah) berbincang dengan warga saat pembagian paket sembako di Kelurahan Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (3/6) kemarin.
CAWAPRES terpilih Ma’ruf Amin mengaku bersyukur telah ditetapkan oleh KPU sebagai pemenang Pilpres 2019 bersama Capres Joko Widodo (Jokowi). Namun, Ma’ruf mengatakan kemenangannya masih mualaf. Demikian penegasan Ma’ruf Amin saat berbuka puasa di kediaman Ketua DPD-RI Oesman Sapta Odang (OSO), Senin (3/6) kemarin. Ia pun mengumpamakan pencalonannya bersama pasangannya, Jokowi, seperti pasangan nikah yang digantung. ‘’Jadi ada istilah kawin gantung. Karena masih digantung belum boleh kumpul. Nah, begitu juga kami masih digantung karena masih menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi,’’ ucapnya. Ma’ruf mengatakan, meski ada perbedaan dan sedikit gangguan dari hasil pilpres, ia meyakini tidak akan sampai merusak tatanan yang telah dibangun bangsa ini. Oleh karena itu, ia menekankan semua pihak untuk mencontoh sikap toleran dan lapang dada para pendiri bangsa saat bersepakat membentuk negara Indonesia. ‘’Meski bangsa ini majemuk berbeda agama dan suku tapi bisa selesaikan perbedaan membentuk NKRI melalui kesepakatan,’’ sebutnya. Indonesia, menurutnya, adalah negara kesepakatan. Ma’ruf menyebutnya sebagai darul mitsaq (negara kesepakatan). ‘’Kita harapkan semua pihak dapat mencontoh sikap dan perilaku yang diwariskan pendahulu bangsa. Harus bisa kita jaga melalui sikap toleran dan lapang dada,’’ pinta Ma’ruf. (kmb4)
Perda Desa Adat Memperkuat ’’Taksu’’ Bali PERDA No. 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat akhirnya dicanangkan pemberlakuannya mulai Selasa (4/6) ini. Perda tersebut diyakini dapat menciptakan keseimbangan antara kepentingan nasional dan daerah. Lantaran didasari oleh Undang-undang No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, Perda Desa Adat dari sisi penamaannya juga menjadi perda yang berdiri sendiri. Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta mengatakan, pada Pasal 236 ayat (4) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, bahwa perda dapat memuat materi muatan lokal sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. ‘’Ini dielaborasi dalam Penjelasan Umum UU 23/2014, Paragraf 5,’’ ujar Parta yang juga mantan Ketua Pansus Pembahasan Ranperda tentang Desa Adat, Senin (3/6) kemarin. Dari penjelasan umum UU 23/2014 Paragraf 5, lanjut Parta, disebutkan bila daerah sebagai satu-kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai otonomi
berwenang mengatur dan mengurus daerahnya sesuai aspirasi dan kepentingan masyarakatnya. Sepanjang hal itu tidak bertentangan dengan tatanan hukum nasional dan kepentingan umum. Dalam rangka memberikan ruang yang lebih luas kepada daerah untuk mengatur dan mengurus kehidupan warganya, maka pemerintah pusat dalam membentuk kebijakan harus memperhatikan kearifan lokal. Sebaliknya, daerah ketika membentuk kebijakan daerah baik dalam bentuk peraturan daerah maupun kebijakan lainnya hendaknya juga memperhatikan kepentingan nasional. ‘’Dengan demikian akan tercipta
keseimbangan antara kepentingan nasional yang sinergis dan tetap memperhatikan kondisi, kekhasan, dan kearifan lokal dalam penyelenggaraan pemerintahan secara keseluruhan,’’ imbuh politisi PDI-P ini. Anggota Komisi IV DPRD Bali I Made Dauh Wijana mengaku bersyukur Ranperda tentang Desa Adat bisa diselesaikan oleh Pansus di tengah tahun politik. ‘’Kita bersyukur sebagai warga Bali memiliki desa adat yang sudah mengambil peran, fungsi, dan wewenang berkaitan dengan bagaimana menjalankan parahyangan, pawongan dan palemahan. Sudah seyogianya kita berperan aktif dalam rangka tetap
memperkuat desa adat yang demikian adiluhung dan memiliki tugas mulia, termasuk di dalamnya bendesa adat,’’ jelas politisi Golkar asal Gianyar ini. Pengamat Adat Bali Prof. Dr. Wayan P. Windia mengatakan, Perda Desa Adat ini lebih lengkap dibandingkan dengan Perda Desa Pakraman. Hal ini berarti lebih baik dan lebih memperkuat desa adat. ‘’Terutama dalam hubungan dengan status desa adat, tugas dan kewenangan, tata kelola organisasi antara desa adat di Bali maupun internal masingmasing desa adat, dan masalah pendanaan,’’ katanya, Senin kemarin. Prof. Windia mengemukakan bahwa perda ini dapat disebut sebagai hulu dari berbagai perda, pergub dan sejenisnya tentang budaya Bali yang akan disusun kemudian. Dr. Made Gde Subha Karma Resen, S.H., M.Kn. yang merupakan Tenaga Ahli Dewan
dalam Pembentukan Ranperda Desa Adat mengatakan, kehadiran Perda Desa Adat di samping memperkuat adat di Bali, juga diharapkan dapat saling gisi antara masyarakat adat Bali. Saling gisi di bidang ekonomi, saling gisi di bidang politik, saling gisi di bidang keamanan, saling gisi mempertahankan adat dan budaya (culture identity) dengan tetap respons pada perubahan, dan saling gisi dalam mempertahankan taksu Bali. ‘’Nyama peturu Bali harus saling gisi,’’ katanya. Akademisi Fakultas Hukum Universitas Udayana ini menjelaskan, salah satu wujud memperkuat desa adat adalah dengan memperkuat kelembagaan adat, berupa paiketan pemangku, paiketan serati, paiketan wredha, pecalang, yowana desa adat, paiketan krama istri, pasraman; dan sekaa dan lembaga adat lainnya. (kmb32/kmb16)
Nyoman Parta
Dauh Wijana
Prof. P. Windia
Dr. Subha Karma Resen
2
Selasa Kliwon, 4 Juni 2019
FIGUR
Kembali ke Jalan yang Benar KENDARAAN berpelat luar Bali namun beroperasi dan menetap di Bali diharapkan agar ‘’kembali ke jalan yang benar’’. Terutama jika ingin mendapatkan hak untuk menggunakan infrastruktur jalan di Bali. Tentu pelat kendaraan-kendaraan itu mesti diubah menjadi DK, terkait dengan kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor. ‘’Seluruh transportasi yang beroperasi dan menetap di Bali itu kita harapkan sudah berpelat Bali. Karena pajak itu bagian dari kewajiban mereka yang harus dipenuhi. Di sana kan ada hak dan kewajiban,’’ ujar Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali I Made Santha, Senin (3/6) kemarin. Menurutnya, setiap pemilik kendaraan yang menggunakan infrastruktur jalan di Bali apalagi untuk kepentingan bisnis atau mencari nafkah, mesti ikut berpartisipasi membayar pajak kendaraan. Jangan sampai hanya menginginkan infrastruktur yang bagus, tetapi tidak pernah membayar pajak di Bali. Pihaknya tidak mengapresiasi hal yang tidak fair seperti itu. Apalagi, pemilik kendaraan
berpelat luar Bali tinggal menetap di Pulau Dewata. ‘’Saya sangat mengapresiasi ketika mereka itu yang seimbang. Mereka sadar menggunakan fasilitas di Bali, mereka juga mencari nafkah dan berbisnis di Bali, harus dia segera pindahkan kendaraannya sebagai kendaraan Bali,’’ jelasnya. Ia mencontohkan angkutan berbasis aplikasi online yang beroperasi di Bali masih banyak berpelat luar daerah. Begitu juga kendaraan-kendaraan yang digunakan perusahaan dari luar Bali, namun memiliki kantor di Bali. Untuk contoh terakhir, alasan yang dilontarkan perusahaan sangat klasik. Yakni menyebut kendaraan tersebut memang telah disediakan seperti itu oleh kantor pusat mereka. ‘’Harus ada keberpihakan, hak dan kewajiban. Mereka merasa menggunakan fasilitas di Bali, apalagi menetap di Bali lebih dari tiga bulan, kemudian berbisnis lagi di Bali. Saya berharap dia kembali ke jalan yang benarlah,’’ tegasnya. (rin)
Lestarikan Seni dan Budaya
ISI Denpasar Rekonstruksi Kesenian Langka Denpasar (Bali Post) Sebagai pusat perguruan tinggi seni terbesar di Bali, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar memiliki peranan yang strategis dalam upaya pelestarian, pengembangan dan pemajuan seni dan kebudayaan di Indonesia. Apalagi ISI Denpasar memiliki visi menjadi pusat penciptaan, pengkajian, penyajian dan pembinaan seni yang unggul, berwawasan kebangsaan, demi memperkaya nilai-nilai kemanusiaan sesuai dengan perkembangan zaman. Untuk mewujudkan visi tersebut, di bawah pimpinan Rektor Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha, S.SKar., M.Hum. telah dilakukan berbagai upaya untuk memunculkan dan mengembangkan pluralitas dan multikulturalitas budaya lokal dan Nusantara, sehingga memiliki daya saing dalam percaturan global. Peningkatkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang mendukung pendidikan dan kemajuan seni, ilmu pengetahuan dan teknologi juga telah dilakukan. Di samping juga menjalin hubungan kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di tingkat nasional dan internasional juga telah dilakukan, termasuk kerja sama dengan stakeholder terkait. Khusus untuk pelestarian dan pemajuan seni dan budaya Bali, ISI Denpasar memiliki program tahunan untuk merekonstruksi kesenian-kesenian di daerah setempat yang hampir punah. Upaya ini dilakukan untuk membangkitkan kekayaan budaya Bali agar tetap utuh, sekaligus mendukung proses pemajuan kebudayaan
Bali Post/dok
I Gede Arya Sugiartha yang sedang digalakkan oleh pemerintah. Sejumlah kesenian yang telah direkonstruksi, yaitu kesenian Joged di Pujungan (Tabanan), Wayang Wong di Budakeling (Karangasem), Legong Pingitan di Pengosekan, membuat prasi di Karangasem dan kerajinan dulang di Bangli, dan tari sakral Legong Dedari dari Banjar Adat Pondok, Desa Peguyangan Kaja, Kota Denpasar. ‘’Kesenian-kesenian yang hampir punah dan sakral di Bali perlu dibangkitkan dan diberikan penguatan agar bisa berjaya kembali. ISI Denpasar sangat komit untuk melakukan rekonstruksi terhadap kesenian-kesenian yang ditinggalkan oleh masyarakatnya, tentu kami perlu dukungan dari masyarakat,’’ ujar Arya Sugiartha. Selain gencar melakukan rekonstruksi kesenian yang hampir punah, kata Arya Sugiartha saat ini ISI Denpasar juga tengah menyusun Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2020-2024. Renstra ini untuk menyempurnakan visi ISI Denpasar yang telah
digunakan selama 20 tahun yaitu ‘’Menjadi Pusat Unggulan (Centre of Excellence) Seni Budaya Berbasis Kearifan Lokal Berwawasan Universal’’, yang akan berakhir pada tahun 2020. Rencananya, visi yang akan dikembangkan disesuaikan dengan perkembangan zaman, sehingga lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan terjadi di tengah masyarakat. Arya Sugiartha mengatakan, secara administratif visi ISI Denpasar saat ini telah tercapai. Sebab, dari 14 program studi (prodi) yang dikelolanya, sebanyak 12 prodi telah terakreditasi Unggul (A). Bahkan Akreditasi Institusi telah terakreditasi A sejak 2017. ‘’Apakah lulusan-lulusan kami sudah unggul? Itu penilaiannya masih subjektif. Namun kami berusaha para lulusan kami memiliki pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan kompetensi bidang mereka masing-masing,’’ ujarnya. Arya Sugiartha menegaskan, pihaknya akan terus melakukan transformasi dan lompatan-lompatan kreatif, sehingga Bali yang mewarisi kekayaan kesenian yang melimpah tidak hanya berhenti pada pelestarian dan pergelaran rutin, namun mampu melahirkan pemikirpemikir seni yang visioner. Di samping juga meningkatkan kualitas SDM, terutama memfokuskan dosen yang bergelar doktor menjadi profesor, meningkatkan kualitas kelembagaan, dan meningkatkan kualitas kegiatan mahasiswa, serta meningkatkan kualitas penelitian, publikasi ilmiah dan pengabdian masyarakat. (win)
Jelang Lebaran, Nihil Laporan Kasus Menonjol Denpasar (Bali Post)Waka Polresta Denpasar AKBP Benny Pramono menyambangi beberapa pos pelayanan, di antaranya di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung, Senin (3/6) kemarin. Hasil pemantauan tersebut, tidak ada laporan kasus menonjol di wilayah Polresta. “Sesuai laporan yang kami terima, dapat dipastikan situasi Bandara I Gusti Ngurah Rai pada H-2 Hari Raya Lebaran dalam keadaan
aman dan kondusif. Kami juga belum menerima laporan yang bersifat menonjol,” tegas Benny Pramono. Menurut Benny Pramono, kondusifnya situasi Bandara I Gusti Ngurah Rai dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya sering dilakukan patroli gabungan kepolisian dengan instansi terkait. Selain itu, juga ditempatkan personel untuk melakukan pengamanan di beberapa titik. Dengan demikian dapat dijamin keamanan dan ke-
nyamanan masyarakat atau penumpang yang akan mudik melalui bandara. Sementara itu, Kapolsek Udara Ngurah Rai Kompol Agung Budiarto mengatakan, kondusifnya bandara sampai saat ini tidak lepas dari peran serta dan upaya seluruh personel instansi terkait melalui beberapa kegiatan kepolisian yang ditingkatkan. Selain itu, terjalinnya koordinasi dan komunikasi yang baik antarinstansi. (kmb36)
Topik : Pemkot Denpasar Dinilai Sukses
Revitalisasi Pasar Rakyat
Terminal Ubung Layani Pemudik dengan AKDP Denpasar (Bali Post) – Setelah status Terminal Ubung turun menjadi C, berdampak pada angkutan Lebaran. Bila sebelumnya pemudik cukup banyak naik-turun di terminal ini, kini mengalami perubahan. Akibatnya, suasana mudik kali ini tidak terasa di terminal ini. Kendati demikian, pihak Terminal Ubung tetap melayani angkutan mudik dengan armada Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP). Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar I Ketut Sriawan mengatakan hal itu, Senin (3/6) Kemarin. Menurut Sriawan, pihaknya tetap melayani arus mudik. Namun tidak lagi melayani Angkutan Kota Antar-Provinsi (AKAP), karena sudah di Terminal Mengwi. “Kalau pemudik naik di Ubung, menuju Mengwi dan naik AKAP di sana, cukup banyak,” jelasnya. Sriawan mengatakan, ada sebanyak 50 hingga 75 unit kendaraan yang melayani penumpang atau pemudik dengan rute Denpasar-Gilimanuk. “Yang dari Denpasar langsung ke Gilimanuk, tapi kita lihat juga kartu pengawasannya. Pada umumnya itu penumpang dari Ketapang. Dia turun di Gilimanuk, naik ferry langsung ke Ketapang,” kata Sriawan. Di Terminal Ubung, aktivitas menaikkan penumpang yang akan mudik tetap dilaksanakan. Selanjutnya penumpang akan menuju Terminal Mengwi ataupun ke Pelabuhan Padang Bai maupun langsung ke Gilimanuk. Terkait kelancaran arus mudik di Denpasar, kemarin juga dipantau Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara bersama jajaran OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Rai Iswara berharap arus
Bali Post/eka
MENUNGGU - Beberapa sopir menunggu penumpang di Terminal Ubung, Senin (3/6) kemarin. mudik kali ini dapat berjalan lancar, sehingga warga yang merayakan Idul Fitri bersama keluarga bisa dilakukan dengan baik. Terkait dengan keberadaan pos pantau arus mudik, selain
di Ubung, juga disiagakan tiga pos yakni di Uma Anyar, Jalan Gajah Mada, dan di Titi Banda. Pos pantau ini dibuka mulai tanggal 29 Mei ini hingga 13 Juni 2019 mendatang. (kmb12)
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Mendag Apresiasi Pasar Intaran dan Pasar Sindu, Sanur
Pemkot Denpasar Dinilai Sukses Revitalisasi Pasar Rakyat MENTERI Perdagangan (Mendag) RI Enggartiasto Lukita kembali mengunjungi dua pasar rakyat di Kota Denpasar. Senin (3/6) kemarin, Mendag Enggartiasto Lukita mengunjungi Pasar Intaran dan Pasar Sindu, Sanur dalam rangka memastikan stabilitas harga menjelang Hari Suci Idul Fitri 1440 Hijriah dan melihat perkembangan aktivitas pasar rakyat di Kota Denpasar. Kunjungan ini diterima oleh Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara bersama Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar I Gusti Ayu Bintang Darmawati dan disambut hangat para pedagang dan pembeli di Pasar Intaran dan Pasar Sindu. Dalam kesempatan tersebut, Mendag Enggartiasto Lukita memastikan bahwa seluruh elemen mulai dari harga, pasokan, stok, dan distribusi secara nasional tetap kondusif dan aman. Pihaknya juga mengapresiasi keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar dalam merevitalisasi pasar rakyat di Kota Denpasar khususnya Pasar Intaran dan Pasar Sindu yang dinilai memiliki penataan yang rapi dan kebersihan yang terjaga. ‘’Wali Kota, Wakil Wali Kota dan seluruh jajaran pemerintah kota harus saya berikan apresiasi karena ini sangat luar biasa,’’ ungkapnya.
BERKUNJUNG - Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita saat berkunjung ke Pasar Intaran dan Pasar Sindu diterima Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar I Gusti Ayu Bintang Darmawati dan pengelola pasar, Senin (3/6) kemarin. Enggartiasto Lukita juga menyinggung Pasar Badung yang belum lama ini diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo juga sangat luar biasa. Diselesaikan dalam waktu yang singkat, rapi, bersih dan pengelolaan pasar yang baik. Ia menegaskan, ke depan akan ada peningkatan pelayanan yaitu digital banking. Dikatakan, tren sudah akan mengarah ke arah digital banking, mengingat tidak menutup kemungkinan wisatawan juga akan berbelanja ke pasar. ‘’Jadi, ada dua pilihan yaitu pembayaran cash dan pembayaran dengan digital banking, serta akan dihadirkan aplikasi pemesanan
digital,’’ ujarnya. Di Pasar Sindu, Mendag Enggartiasto Lukita juga memuji zonasi pedagang serta ketegasan pengelola pasar. Di mana, zonasi daging, sayuran, buah tertata dengan rapi. Bahkan, blok khusus bagi pedagang musiman atau PKL juga disediakan guna memfasilitasi hasil kerajinan, perkebunan, serta pertanian masyarakat sekitar. ‘’Kami harus mengakui bahwa Pasar Sindu ini lebih baik dari pasar yang lain. Ini karena Pasar Sindu telah mampu tumbuh dan berkembang, bahkan melebihi standar SNI dari Kemendag RI. Hal ini terlihat dari pola penanganan limbah
yang sangat rapi dan terpadu,’’ terangnya. Enggartiasto Lukita juga mengapresiasi berkembangnya pasar rakyat di Kota Denpasar yang tidak hanya menjadi tumpuan sektor perekonomian rakyat semata. Di mana, di dalamnya juga mampu memberikan dukungan terhadap geliat pertumbuhan pariwisata. ‘’Banyak saya lihat wisatawan mengunjungi pasar rakyat, tentunya program yang dicanangkan Pemkot Denpasar ini sangat produktif. Selain dapat memajukan perekonomian rakyat, juga dapat mendukung kemajuan pariwisata,’’ ujarnya. Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara menyambut baik kedatangan Mendag Enggartiasto Lukita, terlebih sangat berterima kasih atas apresiasinya. Menurutnya, hal tersebut menjadi motivasi agar sinergitas pemerintah dan masyarakat dalam menjaga pasar rakyat di Kota Denpasar semakin baik. ‘’Tentu kunjungan ini bagi kami Pemerintah Kota Denpasar sangat istimewa. Terlebih dengan apresiasi yang diberikan, ke depan inovasiinovasi termasuk digital banking tentu akan terus didukung demi kemajuan kita bersama, selain mempertahankan budaya tradisional masyarakat di pasar seperti tawar-menawar,’’ tegasnya. (ad068)
Rai Mantra dan Jaya Negara Ucapkan Selamat Hari Suci Idul Fitri 1440 Hijriah
HARI Suci Idul Fitri diperingati sebagai hari kemenangan yang dirayakan seluruh umat Islam di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Tak terkecuali di Kota Denpasar, perayaan Hari Suci Idul Fitri juga turut diperingati oleh seluruh umat Muslim yang didahului dengan ibadah puasa yang berlangsung khidmat dalam kebersamaan serta saling memaafkan selama satu bulan penuh di Bulan Suci Ramadhan. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara beserta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kota Denpasar pada kesempatan kali ini mengucapkan selamat Hari Suci Idul Fitri 1 Syawal 1438 Hijriah Tahun 2019. ‘’Selamat Hari Suci Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriah Tahun 2019 kepada seluruh umat Muslim di mana pun berada. Semoga momentum Idul Fitri ini dapat menjadi renungan bersama untuk saling introspeksi diri dan mempererat tali silaturahmi. Mohon maaf lahir batin,’’ ujar Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara di Kantor Wali Kota Denpasar,
Selasa (28/5). Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan, umat Muslim di Denpasar juga telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah puasa selama 30 hari, dengan aman, nyaman dan damai serta khusyuk. Wali Kota Rai Mantra berharap usaha berlatih kesabaran dan ibadah di Bulan Ramadhan dapat diwujudkan dalam sikap, perilaku, dan usaha dalam keseharian setelah Ramadhan berlalu. Idul Fitri menjadi momentum yang bermakna sebagai titik awal tekad dan usaha untuk mewujudkan kehidupan yang sejahtera. Rai Mantra juga mengharapkan kepada seluruh umat Islam dan masyarakat Kota Denpasar untuk dapat merenung dan merefleksikan kembali ajaran-ajaran agama Islam yang senantiasa mengajarkan kebajikan dan kemuliaan. Sehingga semangat Hari Suci Idul Fitri untuk lebih meningkatkan keyakinan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta senantiasa mengimplementasikan tri kerukunan umat beragama. Rai Mantra juga mengajak seluruh masyarakat Kota Denpasar untuk mengedepankan rasa solidaritas dan saling
Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara. menghormati antarsesama umat beragama. ‘’Dengan rasa persatuan dan kesatuan serta kedamaian melalui Hari Suci Idul Fitri akan dapat mewujudkan pembangunan Kota Denpasar yang kreatif, berwawasan budaya dalam keseimbangan menuju keharmonisan,’’ ujarnya. Sementara itu, Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara juga mengajak masyarakat Denpasar dalam merayakan Hari Suci Idul Fitri dapat berjalan dengan aman, khidmat dan penuh tenggang rasa. Tingginya rasa tenggang rasa yang selama
ini ditunjukkan masyarakat sangat membantu pemerintah dalam melaksanakan berbagai program yang digulirkan Pemkot Denpasar. Selain itu, Jaya Negara mengajak masyarakat Denpasar dalam kesucian makna Hari Suci Idul Fitri ini melakukan mawas diri, menyatukan pikiran, sehingga dapat merayakan hari raya dengan penuh khidmat. ‘’Kemampuan mengimplementasikan toleransi antarumat beragama memiliki makna menjadi kemenangan dalam kehidupan beragama,’’ ujarnya. (ad069)
BADUNG
Selasa Kliwon, 4 Juni 2019
3
Libur Lebaran, Objek Wisata Dipadati Kendaraan Luar Bali Mangupura (Bali Post) -
Pada H -2 hari raya Idul Fitri atau Senin (3/6) kemarin, kendaraan bermotor (ranmor) khususnya mobil yang lalu-lalang di wilayah Badung didominasi dari luar Bali. Ini menunjukkan wisatawan domestik banyak memanfaatkan libur Lebaran dengan menikmati objek wisata di Bali.
Bali Post/rah
PADAT - Arus lalu lintas di simpang Jalan Pantai Berawa-Jalan Raya Canggu, Senin (3/6) kemarin yang cukup padat.
pos untuk memberikan pelayanan dan pengamanan arus mudik. Pos tersebut yaitu pos pengamanan di Jalan Raya Sempidi dan pos pelayanan di Terminal Mengwi. Untuk pengamanan di Jalan Raya Sempidi dilengkapi sarana dan prasarana, di antaranya pelayanan kesehatan, mobil derek dan pemadam kebakaran. Pos ini difungsikan bukan hanya untuk memantau arus lalu lintas, tetapi juga sebagai tempat istirahat para pemudik. ‘’Pos-pos itu difungsikan mulai hari Rabu tanggal 29 Mei 2019 sampai 15 Juni 2019,’’ kata Kanisius. Selain itu, disiapkan 133 personel untuk mengurai kemacetan. Dalam pengamanan arus mudik, Polres Badung di-back-up personel TNI. Sebelum pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2019, personel yang terlibat sudah diberikan petunjuk dan pela-
tihan cara bertindak dalam menangani arus mudik, terutama cara pencegahan jika terjadi kemacetan arus lalu lintas, kecelakaan, dan kejahatan yang dapat mengganggu kamtibmas. Sementara itu, pada H -3 Lebaran atau Minggu (2/6), jumlah penumpang domestik yang datang melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sebanyak 18.392 orang. Jumlah ini lebih sedikit jika dibandingkan pada Sabtu (1/6) lalu yang sebanyak 19.755 orang. Meski menurun, pada H -3 Lebaran tahun 2019 ini terjadi peningkatan untuk jumlah kedatangan domestik dibandingkan pada periode sama tahun 2018 yang sebanyak 16.333 orang. Dengan demikian, secara persentase terjadi peningkatan sebesar 12,61 persen pada H -3 Lebaran. Menurut Communication
Bupati Giri Prasta Hadiri ”Nyekah” Massal di Banjar Adat Dangin Peken Penarungan
Figur Titipkan Rumah PENDUDUK pendatang khususnya dari Pulau Jawa, sebagian telah meninggalkan Bali karena mudik ke kampung halaman mereka. Mereka pun meninggalkan rumah dalam waktu lama dan kondisi ini rawan pencurian. Guna mengantisipasi pencurian, Polres Badung telah melakukan antisipasi dengan mengimbau pemudik supaya menitipkan rumah ke tetangganya. ‘’Untuk para pemudik agar meBali Post/rah mastikan keamanan rumah masing-masing. Kunci rapat semua pintu dan jendela, pastikan listrik dan gas benar-benar padam. Laporkan juga kepada tetangga dan kepala desa atau banjar masing-masing untuk menitipkan rumahnya,’’ kata Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta, Senin (3/6) kemarin. Yudith juga memberikan beberapa tips kepada pemudik yang mengendarai kendaraan pribadi, yaitu memeriksa kendaraan sebelum berangkat, memastikan tangki BBM dalam keadaan penuh guna mengantisipasi kepadatan di rest area dan SPBU, hingga membawa kelengkapan surat-surat berkendara seperti SIM serta STNK. Selain itu, pemudik yang mengemudikan mobil harus menggunakan sabuk keselamatan, sementara pengendara sepeda motor agar menggunakan helm SNI dan jaket cukup tebal. ‘’Patuhi aturan dan rambu lalu lintas, memperhatikan jarak antarkendaraan, kendalikan kecepatan kendaraan, hindari penggunaan ponsel saat berkendara, jangan membawa barang dan orang melebihi batas maksimal kendaraan,’’ ujarnya. Sedangkan kepada pemudik yang menggunakan angkutan umum diimbaunya selalu memperhatikan barang bawaan agar tidak ketinggalan atau hilang. Pemudik juga diharapkan tidak mengenakan perhiasan atau barang berharga dan mengenakan pakaian sopan untuk menghindari kriminalitas. ‘’Waspadai dan hindari menerima makanan atau minuman dari orang yang tidak dikenal. Gunakan angkutan umum yang baik dan layak jalan demi keselamatan. Jangan lupa berdoa sebelum menempuh perjalanan supaya selamat sampai tujuan,’’ katanya. (rah)
Kasatlantas Polres Badung Iptu Kanisius Franata mengatakan, situas lalu lintas saat ini terbilang lancar. Namun jalur menuju objek wisata cukup padat. ‘’Kepadatan kendaraan terjadi di wilayah Canggu dan Seminyak. Di Terminal Mengwi tidak sepadat seminggu lalu dan sekarang tidak begitu ramai,’’ ujarnya. Dari pantauannya, mayoritas kendaraan memadati objek wisata dari luar Bali. Oleh karena itu, jalur yang diatensi Polres Badung yaitu sepanjang Jalan Sunset Road barat sampai ke Kerobokan dan Jalan Gatot Subroto barat. ‘’Kalau titik kemacetan terjadi di Simpang Lio (Jalan Tangkuban Perahu-Jalan Raya Kerobokan), wilayah Kerobokan, Padonan dan Berawa,’’ ungkap Kanisius. Sementara dalam rangka pengamanan arus mudik, Polres Badung membuat dua
and Legal Sectionv Head Angkasa Pura I Arie Ahsannurohim, penumpang yang tiba di Bali berbanding terbalik dengan penumpang yang hendak meninggalkan Bali. Terjadi penurunan penumpang domestik yang akan meninggalkan Bali. Itu artinya, wisatawan ataupun pemudik masih bertahan di Bali untuk menikmati liburan. Penumpang yang meninggalkan Bali hanya 11.958 orang, berbeda dengan tahun lalu yang mencapai 14.983 orang. ‘’Jadi untuk kali ini pergerakan penumpang ke luar Bali menurun yakni minus 20,19 persen. Faktornya disebabkan berbagai kemungkinan, salah satunya mereka masih menikmati liburan di Bali,’’ imbuhnya. Sementara untuk internasional, penumpang yang datang ke Bali pada H -3 Idul Fitri mencapai 19.958 orang atau mengalami peningkatan 18,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yang sebanyak 16.828 orang. (kmb36/kmb23)
BANJAR Adat Dangin Peken, Penarungan, Kecamatan Mengwi menggelar upacara Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya, Nyekah massal, matelu bulan, mapetik dan macolongan. Upacara tersebut pada Senin (3/6) kemarin dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Kabag Humas Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta, tokoh masyarakat I Bagus Alit Sucipta, I G.N. Alit Kesuma Kelakan dan Made Yudana. Hadir pula Camat Mengwi I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra dan unsur Tripika Mengwi, Perbekel Desa Penarungan Ni Wayan Kerni, Ketua BPD Desa Penarungan I Ketut Warna, Bendesa Adat Penarungan I Made Widiada, Klian Adat dan Dinas se-Desa Penarungan. Pada kesempatan itu, Bupati Giri Prasta berkesempatan meninjau sawa dan masimakrama dengan warga setempat. Bupati menyerahkan punia Rp 100 juta. Kegiatan ini juga mendapat dukungan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Badung sebesar Rp 450 juta. Dalam simakrama-nya, Bupati Giri Prasta menyampaikan rasa senang dan bahagia karena masyarakat Banjar Adat Dangin Peken Penarungan dapat bersatu untuk melaksanakan upacara pitra yadnya nyekah massal. Menurutnya, masyarakat Dangin Peken telah melaksanakan inti sari dari konsep Pancasila yaitu gotong royong. ‘’Semoga upacara ini berjalan lancar labda karya sida sidaningdon nemu gemah ripah lohjinawi,’’ ujarnya.
Pada kesempatan tersebut Bupati juga menjelaskan tentang tata cara pelaksanaan upacara pitra yadnya dan manusa yadnya menurut sastra agama Hindu, salah satunya penjelasan tentang tata cara yang benar saat ngalinggihang sang hyang pitara di kemulan merajan dengan konsep padu muka. ‘’Konsep padu muka merupakan tata cara yang benar pada saat upacara ngalinggihang sang hyang pitara di kemulan merajan, di mana posisi kita saat ngalinggihang berhadapan dengan palinggih kemulan di sisi kiri posisi kita (utara) merupakan tempat linggih Sang Hyang Pitara Istri (perempuan) dan di sisi kanan posisi kita (selatan) adalah linggih Sang Hyang Pitara Lanang (laki-laki). Sedangkan di posisi tengah merupakan linggih Siwa Guru,’’ terangnya. Ke depannya, Bupati akan mengupayakan setiap desa adat akan dilaksanakan dharmaduta. ‘’Dharmaduta inilah yang nantinya akan menyampaikan tentang kebenaran dan kepatutan dalam ajaran agama,’’ ujar Bupati Giri Prasta. Di akhir sambutannya, Bupati mengharapkan masyarakat Banjar Dangin Peken menjaga persatuan. Sebab, dengan bersatu berarti setengah perjuangan sudah berhasil, sebaliknya kalau masyarakat tidak bersatu, maka setengah perjuangan akan gagal. ‘’Dengan bersatu maka akan memajukan segala program pembangunan baik itu di desa, kecamatan dan kabupaten,’’ terangnya. Sementara itu, Ketua Panitia Nyekah Massal I
HADIRI UPACARA - Bupati Badung Giri Prasta saat menghadiri upacara Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya di Banjar Adat Dangin Peken, Penarungan, Senin (3/6). Wayan Sudiarta melaporkan, karya pitra yadnya dan manusa yadnya di Banjar Adat Dangin Peken telah berlangsung sejak 22 Mei 2019. Peserta nyekah sebanyak 25 sawa, mapetik dan matelubulanan sebanyak 32 peserta, macolongan dua peserta dan mapandes diikuti 51 peserta. Dudonan upacara dimulai dengan macolongan dilanjutkan atur piuning karya dan nanceb surya, upacara ngangkid atau nebus di Tukad Penet, selanjutnya upacara ngangget don bingin dan ngajum sekah, mapurwa daksina, mendak tirta ning dan upacara ngalinggihang bawa. Puncak acara yaitu ngaturang sekah. Kemu-
dian dilaksanakan upacara maajar-ajar ke Pantai Seseh. Mewakili masyarakat Banjar Adat Dangin Peken, pihaknya menyampaikan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada Bapak Bupati Badung yang telah banyak membantu masyarakat dalam pembangunan infrastruktur dan pelaksanaan upacara yadnya. ‘’Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Badung beserta jajarannya. Dengan adanya bantuan dari Pemerintah Kabupaten Badung kami sebagai masyarakat Banjar Adat Dangin Peken merasa terbantu sekali dalam melaksanakan sradha bhakti kami kepada leluhur,’’ ucapnya.
Hal senada disampaikan Klian Adat Banjar Dangin Peken I Made Widiada. Dia menyampaikan terima kasih karena Pemkab Badung khususnya Bupati Badung telah membantu pelaksanaan upacara nyekah massal ini sehingga dapat berjalan dengan lancar. ‘’Kami mewakili masyarakat Banjar Adat Dangin Peken, Penarungan, menyampaikan terima kasih atas bantuan Pemerintah Kabupaten Badung, sehingga upacara nyekah massal ini dapat berjalan lancar sesuai harapan masyarakat kami. Ke depannya, kami akan terus mendukung program serta kebijakan Pemerintah Kabupaten Badung’’ katanya. (ad067)
Cuti Bersama, Disdukcapil Buka Setengah Hari Pemerintah Kesulitan Mendata Fasum dan Fasos di Kutsel
Mangupura (Bali Post) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Badung, Senin (3/6) kemarin tetap memberikan pelayanan administrasi kependudukan. Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kabupaten Badung Putu Suryawati mengatakan, pelayanan tetap diberikan selama cuti bersama. Namun, pelayanan untuk masyarakat dibuka setengah hari yakni dari pukul 08.00 hingga 12.00 Wita. ‘’Kami tetap melayani administrasi masyarakat untuk pelayanan surat keterangan (Suket) pengganti e-KTP, KIA, pemutakhiran KK dan lain sebagainya,’’ ujarnya. Menurutnya, pihaknya telah melayani perekaman e-KTP untuk sebanyak 23 orang, pencetakan suket sebanyak 110 lembar, KIA untuk 10 orang, dan pemutakhiran KK. Sementara sampai kemarin, total 4.904 eKTP yang sudah siap dicetak tetapi akhirnya diberikan suket lantaran blangko masih kosong. ‘’Untuk kekosongan blangko, kami masih menunggu dari pusat. Ya semoga saja segera nanti bisa mendapat pasokan blangko dari Pemerintah Pusat,’’ ungkapnya. Untuk diketahui, sejumlah
organisasi perangkat daerah (OPD) di Badung tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat selama cuti bersama. Tiga OPD dimaksud adalah Disdukcapil, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta menyampaikan, masyarakat yang ingin mengurus administrasi kependudukan, perizinan dan membayar pajak, tetap akan dilayani saat cuti bersama. Kebijakan ini sebagai upaya pemerintah memberikan pelayanan prima ke masyarakat. ‘’Tiga OPD itu akan tetap memberikan pelayanan saat cuti bersama, yakni dari 3 dan 4 Juni dari jam 07.30 Wita hingga 12.00 Wita,’’ katanya. Disebutkannya, tetap dibukanya pelayanan publik pada saat cuti bersama kali ini, mengingat pada tahun sebelumnya banyak masyarakat yang masih mengurus berbagai kelengkapan dan administrasi. ‘’Sesuai arahan Bapak Bupati, dengan beroperasinya tiga OPD ini, kami harapkan dimanfaatkan oleh masyarakat yang berkepentingan,’’ ujarnya. (kmb27)
Bali Post/par
DISDUKCAPIL - Pelayanan administrasi kependudukan di Disdukcapil Badung tetap buka pada cuti bersama.
Mangupura (Bali Post) Selama ini perumahan di Kuta Selatan (Kutsel) banyak yang sudah ditinggal pengembang atau sudah pindah kantor dan tidak lagi ada di lokasi perumahan. Persoalan ini mengakibatkan pendataan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) oleh pemerintah di tingkat kecamatan sulit dilakukan. Camat Kutsel I Made Widiana menyampaikan, di Kutsel terdapat 270 fasum dan fasos yang belum diserahkan oleh pengembang. ‘’Dari 312 perumahan di Kutsel, baru 42 yang menyerahkan fasum dan fasos. Cukup banyak, serta perlu dilakukan pendataan secara bertahap. Memang banyak pengembang yang sudah tutup kantornya dan ada juga yang tidak jelas di mana lokasinya,’’ katanya, Senin (3/6) kemarin. Untuk melakukan pendataan, pihaknya berencana meminta bantuan para Kepala Lingkungan (Kaling). Sebab yang paling tahu wilayah perumahan adalah para Kaling. Sementara terkait harapan warga Bualu agar pengembang Perumahan Taman Mumbul segera menyerahkan fasum dan fasos. Widiana mengungkapkan, sebenarnya pihaknya sudah merencanakan pemanggilan terhadap pengembang pada 23 Mei lalu. Namun ternyata dirinya ada kegiatan di Puspem Badung yang tidak bisa diwakilkan. Karena itu dia menjadwal ulang rencana tersebut. (kmb23)
DAERAH
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S
Operasional Terbatas Lebaran
Pihak Perbankan Optimalkan Laku Pandai Denpasar (Bali Post) Laku pandai saat ini menjadi tren dalam industri perbankan agar dapat meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Karena melalui laku pandai ini, masyarakat yang di pelosok pun bisa melakukan transaksi seperti di bank (bankable). Pada Senin (3/6) kemarin, perbankan sudah mulai melakukan operasional terbatas dalam rangka cuti bersama Lebaran mulai 3 - 7 Juni. Oleh karena itu, perbankan mengoptimalkan laku pandai untuk melayani transaksi masyarakat. Pemimpin Wilayah BRI Denpasar Ida Bagus K. Subagia mengatakan saat libur Lebaran, selama operasional terbatas, BRI hanya menerima layanan penebusan BBM dan non-BBM Pertamina, Pembayaran SPP Bulog, layanan pick-up service PT Pos, PT ASDP, dan Garuda Indonesia. Mengingat tidak semua unit kerja buka pada libur panjang Lebaran (operasional terbatas), maka BRI mengoptimalkan laku pandai yang disebut Agen BRILink. BRI memiliki 24.245 agen BRILink yang tersebar sampai ke pelosok Bali, NTB, dan NTT. ‘’Untuk wilayah Bali saja, kami memiliki 10.505 Agen BRILink yang tersebar dan sangat mudah dijumpai,’’ tandasnya. Selain memberi peluang usaha, dengan Agen BRILink masyarakat yang jauh dari perkotaan pun bisa terlayani layanan perbankan, baik kredit, setor tunai, transfer dan lainnya. Direktur Bisnis Korporasi BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan selama operasional terbatas BNI mengoptimalkan laku pandai yang disebut Agen BNI46. BNI melakukan layanan terbatas muali 1 – 7 Juni. Menurutnya, transaksi dari laku pandai cukup banyak, sehingga sangat potensial dioptimalkan dalam rangka melayani kebutuhan ber-bank masyarakat. Saat ini agen laku pandai BNI yang bernama Agen BNI46 sudah melayani pembukaan rekening, setoran tunai, tarik tunai dan berbagai transaksi pembelian (pembelian pulsa, dan lainnya) serta pembayaran tagihan (tagihan Telkom, listrik, dan lainnya). (kmb42)
Tiga Gedung RSD Mangusada Mulai Digarap
Mangupura (Bali Post) Tiga gedung di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada, Kabupaten Badung mulai digarap. Sejumlah pekerja, Senin (3/6) siang terlihat mengerjakan fondasi bangunan, seperti mengeruk lubang fondasi dan penyiapan rangka cakar ayam. Kepala Bidang Pelayanan RSD Mangusada dr. Made Nurija mengungkapkan, proyek gedung D, F, dan G mulai digarap November 2018. Proyek tahun anggaran jamak hingga 2020 ini digarap PT Tunas Jaya Sanur. ‘’Sebelum dikerjakan, kami sudah melakukan upacara peletakan batu pertama,’’ ujar Nurija. Menurutnya, tiga gedung yang sedang dibangun tersebut akan melengkapi serta menjadi pengembangan fasilitas di rumah sakit pelat merah itu. Seperti halnya gedung D, akan difungsikan sebagai ruang poliklinik, ruang operasi emergency, ICU, HCU, PICU, serta ruang rawat inap. ‘’Untuk lantai satu dan dua di gedung D akan difungsikan sebagai rawat jalan atau poliklinik. Seperti jantung, paru dan poliklinik lainnya, semua ada di sana, blok tambahan dari UGD yakni ruang operasi emergency, lantai tiga ruang ICU, HCU, dan PICU, lantai empat ruang inap kelas II dan I dengan 64 tempat tidur,’’ terangnya. Lebih jauh diterangkan, gedung F akan difungsikan sebagai ruang farmasi, ruang service excelence (untuk tindakan umum yang tidak ditanggung BPJS) dan instalasi pelayanan kanker terpadu. Gedung G akan dimanfaatkan sebagai tempat pelayanan hemodialisa, laundry, ruang gizi, ruang manajemen, ruang diklat. ‘’Pada basement ada perbengkelan. Tapi untuk pengerjaan fisik bisa ditanyakan ke Dinas PUPR yang menangani,’’ ucapnya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung I.B. Surya Suamba mengatakan, progres proyek hingga kini baru 11,172 persen. Jadi, masih ada 88 persen lebih yang harus dikerjakan. Disebutkan, dari grafik pengerjaan, proyek yang dianggarkan sebesar Rp 262 miliar ini telah melampaui target. ‘’Sudah sesuai target pengerjaan. Tinggal menunggu progres berikutnya saja, dan selama libur Lebaran ada 16 tenaga yang masih bekerja,’’ jelasnya. (kmb27)
Bali Post/par
B R A N D I N G D I S I N I
Selasa Kliwon, 4 Juni 2019
PROYEK RSD - Proyek pengembangan RSD Mangusada mulai digarap. Sejumlah pekerja, Senin (3/6) kemarin terlihat masih aktif bekerja meski dalam suasana libur perayaan Idul Fitri.
GALIAN - Kondisi bekas galian di Jalan Darmawangsa, Kuta Selatan yang masih belum diaspal.
Bali Post/edi
Dikeluhkan, Bekas Galian SKTT di Kampial Belum Diaspal Berbahaya bagi Pengguna Jalan
Mangupura (Bali Post) -
Dari pantauan di lokasi, Senin (3/6) kemarin, ada puluhan titik bekas galian yang belum diaspal. Salah seorang pengendara yang melintas di lokasi, Kadek Komala, mengaku selama beberapa bulan terakhir memang di lokasi tersebut kerap terjadi kemacetan. Sebelumnya, Kabid Binamarga PUPR Badung Sang Nyoman Oka Permana men-
gatakan pihaknya sudah sempat turun ke lokasi proyek melakukan pendataan. ‘’Sudah dilakukan pendataan terkait kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan,’’ katanya, belum lama ini. Namun pihaknya belum mengetahui apakah kerusakan yang ditimbulkan sudah mulai diperbaiki atau belum. Pihak PHPR juga sudah melayangkan surat biasa,
dan satu kali surat peringatan. ‘’Pada intinya mereka harus mengembalikan. Kalau tidak dikerjakan, akan kami klaim,’’ ujarnya. Dari pihak rekanan memang sudah menyanggupi. Bahkan selama pengerjaan proyek, pihaknya sudah menyarankan untuk menggunakan metode kerja yang sering dilakukan pihak PUPR, yaitu metode clean construction.
Namun, mereka tidak pernah melakukan itu. ‘’Kami akan memperingati sesuai prosedur saja. Kalau memang sampai akhir proyek mereka tidak bisa mengerjakan, kami akan mengklaim dan memasukkan ke kas negara. Kita akan ambil alih kalau mereka tidak mampu mengerjakan,’’ tegasnya. Dikonfirmasi terpisah, Toto Hadiani selaku pelaksana proyek SKKT 150 kV Darmawangsa mengaku pihaknya saat ini sedang melakukan rancangan perbaikan. Selain itu, ia juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk
Mangupura (Bali Post) Arus keberangkatan penumpang di Terminal Mengwi, Badung terus menunjukkan peningkatan signifikan. Bahkan, hingga H -3 perayaan Lebaran, jumlah penumpang yang mudik melalui terminal tipe A ini mencapai 4,099 penumpang dengan 127 armada. Koordinator Terminal Tipe A Mengwi Cok Agung Swarmaya, Senin (3/6) kemarin, membenarkan perihal tersebut. Lonjakan mulai terlihat sejak H -7 atau pada 29 Mei
lalu dengan jumlah penumpang 2,728 penumpang. ‘’Kalau tahun lalu jumlah penumpang H -7 mencapai 2,411 orang dengan 80 armada. Kalau sekarang 2,728 penumpang dengan 92 armada,’’ ungkapnya. Menurutnya, lonjakan penumpang juga terlihat pada arus kedatangan penumpang ke Bali, khususnya Badung melalui Terminal Mengwi. ‘’Memang jumlahnya tidak sebanding dengan keberangkatan, tapi menunjukkan peningkatan
pula. Berdasarkan catatan, ada 1.144 penumpang yang datang dengan 71 armada. Tahun lalu ada 95 armada dengan 1.082 penumpang,’’ jelasnya. Di sisi lain, lonjakan penumpang membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung menggencarkan pengawasan dan pengamanan selama Lebaran. Di samping ikut memantau arus mudik, instansi penegak perda ini juga melaksanakan patroli lantaran sebagian tempat
tinggal ditinggal para pemudik. Kasatpol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengatakan pihaknya telah melakukan pengawasan yang ketat sejak Jumat (31/5) lalu. Bahkan, tidak kurang dari 150 personel dikerahkan tiap hari bekerja sama dengan aparat lainnya, seperti TNI, Polri, BPBD, Dinas Kebakaran. ‘’Selain memantau arus mudik, kami juga menggencarkan patroli kewilayahan. Sejumlah personel juga telah ditempatkan
Proyek pengeboran untuk pemasangan Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kV di kawasan Jalan Darmawangsa, Kampial, Kuta Selatan, kembali dikeluhkan pengguna jalan. Meski pengeboran sudah selesai dilakukan, namun bekas galian yang ada di sepanjang jalan tersebut masih belum diaspal. Justru dibiarkan ditimbun pasir dan kerikil yang tentunya rawan terjadi kecelakaan.
desa, kecamatan dan Dinas PUPR Kabupaten Badung dalam proses pengerjaan ke depannya. Diakui pengerjaan tersebut memang sudah selesai pada Jumat (31/5) lalu. Namun karena mendekati Lebaran, pengerjaan dihentikan karena para pekerja sedang libur. ‘’Rencananya pengerjaan akan dilanjutkan pada 10 Juni mendatang,’’ ujarnya. Lebih lanjut dikatakan, pengerjaan rencananya akan menutup bekas galian sebanyak 20 lubang. ‘’Jadi benarbenar dikaji dulu. Ya... untuk pengerjaan 20 bekas galian itu,’’ tambahnya. (kmb23)
di beberapa titik vital. Seperti di bandara dan Terminal Tipe A Mengwi,’’ paparnya. Bagaimana dengan upaya pemeriksaan dan penertiban penduduk pendatang? Suryanegara menyatakan akan dilakukan mulai H +1 Lebaran. ‘’Untuk penduduk pendatang, kami akan mengintenskan pemeriksaan saat H +1 Idul Fitri. Ini untuk keamanan dan kenyamanan bersama,’’ katanya seraya menyebutkan suasana di wilayah Badung cukup sepi karena pengaruh cuti bersama. (kmb27)
Arus Penumpang di Terminal Mengwi Meningkat Signifikan
LPD Desa Adat Pecatu
Kembali Serahkan Iuran Dana Ngaben untuk Ringankan Beban Masyarakat Mangupura (Bali Post) Untuk kelima kalinya, di tahun 2019 ini, Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Pecatu kembali menyalurkan Iuran Dana (Ida) Ngaben dan punia untuk mendukung kegiatan ngaben massal tahun 2019. Dana untuk meringankan beban masyarakat ini diserahkan Kepala LPD Desa Adat Pecatu I Ketut Giriartha, S.Pd., M.M. kepada Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta, Senin (3/6) kemarin di Wantilan Desa Adat Pecatu. Menurut Giriartha, program Ida Ngaben ini memang dibuat LPD Pecatu untuk meringankan beban krama. Program ini sudah dibuat sejak tahun 2001, kemudian dibarengi dengan pararem desa adat tahun 2006, bahwa Desa Adat Pecatu akan melaksanakan ngaben massal setiap tiga tahun sekali. ‘’Untuk pertama kali, ngaben massal dilaksanakan tahun 2006. Kemudian yang kedua tahun 2009,
ketiga tahun 2013, keempat tahun 2016 dan yang kelima dilaksanakan tahun 2019 ini,’’ katanya. Terkait program ini, katanya, warga diharapkan memiliki minimal saldo Rp 200.000 mengendap. Dengan dana ini, warga juga dibebani pungutan Rp 1.000 per bulan. Kemudian dari bunga itu, dipakai sistem sharing, sehingga terkumpul Ida Ngaben ini. Untuk tahun 2006 pihaknya sudah menyalurkan Ida Ngaben kepada ahli waris sebesar Rp 2,5 juta per sawa. Kemudian tahun 2009 meningkat menjadi Rp 3,5 juta per sawa, tahun 2013 menjadi Rp 5 juta per sawa, tahun 2016 sebesar Rp 5 juta per sawa, ditambah semua biaya wewangunan bale ditanggung LPD. ‘’Untuk tahun 2019 ini per sawa diserahkan sebesar Rp 6,5 juta, kemudian untuk yang mamukur saja diberikan Rp 1,5 juta. Sedangkan untuk pelaksa-
naan kegiatan diserahkan sebesar Rp 200 juta,’’ terangnya. Tahun 2019 ini, jumlah peserta ngaben dan nyekah sebanyak 103 sawa. Sedangkan untuk mamukur saja sebanyak 7 peserta. ‘’Yang mamukur hanya diberikan sebesar Rp 1,5 juta karena sebelumnya sudah melaksanakan ngaben. Secara keseluruhan yang diserahkan untuk kegiatan tahun 2019 ini sebesar Rp 881.625.000,’’ bebernya. Ke depan, dengan program ini, pihaknya berharap komitmen krama Desa Adat Pecatu dalam menggunakan layanan produk dari LPD bisa terus meningkat. Dengan semangat gotong royong, paras-paros sarpanaya sagilik-saguluk salunglung sabayantaka, sehingga seluruh kegiatan keagamaan di Pecatu bisa terus dilaksanakan secara bersama-sama. Sementara itu, Bendesa Adat Pecaru I Made Sumerta menyam-
paikan penyaluran dana Ida Ngaben ini merupakan hak warga yang sudah mengikuti program semasa hidupnya. Pihaknya berharap ke depan program seperti ini bisa terus dilanjutkan. Karena program seperti ini sangat membantu meringankan beban dari masyarakat deng an tidak mengurangi makna. ‘’Ke depan kami juga akan merancang program-program yang lain terkait denga upacara baik Manusa Yadnya, Pitra Yadnya maupun Dewa Yadnya, sehingga ini bisa meringankan beban masyarakat,’’ pungkasnya. Untuk rangkaian kegiatan ngaben massal nanti, sudah dimulai sejak 26 Mei lalu dengan prosesi matur piuning. Kemudian 9 Juni akan dilaksanakan prosesi melaspas genah. Pada 10 Juni dilaksanakan prosesi ngulapin. Sementara untuk puncak ngaben massal akan dilaksanakan pada 13 Juni mendatang. (kmb23/k150)
IURAN - Kepala LPD Desa Adat Pecatu I Ketut Giriartha, S.Pd., M.M. (tiga dari kiri) bersama Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta di sela penyerahan Iuran Dana (Ida) Ngaben dan punia, Senin (3/6) kemarin, untuk mendukung kegiatan ngaben massal tahun 2019 di Desa Pecatu.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
DAERAH
Selasa Kliwon, 4 Juni 2019
Audit Dana Kampanye Calon DPD Patuh dengan Pengecualian Denpasar (Bali Post) KPU Bali menerima hasil audit laporan dana kampanye peserta Pemilu 2019 dari Kantor Akuntan Publik (KAP), Senin (3/6) kemarin. Selanjutnya, hasil audit tersebut diserahkan ke masingmaising calon DPD-RI dan partai politik peserta pemilu. Hasil audit KAP, untuk peserta pemilu DPD, dari 17 calon yang menyetorkan dana kampanye, semuanya mendapatkan penilaian patuh dengan pengecualian. Sedangkan untuk partai politik, ada yang mendapatkan penilaian patuh, dan ada juga patuh dengan pengecualian. Sementara untuk laporan dana kampanye, penerima dana kampanye terbesar adalah Partai Golkar sebesar Rp 1.775.987.012 dengan pengeluarannya sebesar Rp 1.775.513.377. Disusul Partai Demokrat dengan penerimaan Rp 1.107.0688.429, dengan pengeluaran Rp 1.106.618.400. Sementara untuk peserta pemilu dari DPD, penerimaan dana kampanye terbesar adalah Anak Agung Gde Agung, S.H. sebesar Rp 411.620.000 dengan pengeluaran sebanyak Rp 185.178.000. Jumlah dana tersebut berasal dari calon sendiri sebesar Rp 185.000.0000 dan sumbangan pihak lain perseorangan sebesar Rp 226.620.000. Untuk calon DPD yang pengeluarannya terbanyak adalah Made Mangku Pastika sebesar Rp 252.701.000, dengan penerimaan sebesar Rp 185.020.000. Di mana jumlah itu berasal dari sumbangan pihak lain perseorangan. Ketua KPU Bali Dewa Agung Gede Lidartawan mengatakan, jika melihat hasil audit KAP terhadap laporan keuangan peserta Pemilu 2019, seluruh partai politik di Bali hampir semua patuh, hanya ada beberapa pengecualian. Sementara dari DPD-RI, yang menyerahkan laporan dana kampanye sebanyak 17 orang, 5 orang tidak menyerahkan. Dari 17 orang DPD itu berdasarkan penilaian KAP adalah patuh dengan pengecualian. Hal ini artinya, ada klausul yang tidak sesuai standar akuntansi. (kmb16)
5
Syarat Keluarnya SEP
RSUP Sanglah Mulai Rekam Sidik Jari Pasien Denpasar (Bali Post) Berdasarkan surat edaran BPJS Kesehatan ke fasilitas kesehatan (faskes), RSUP Sanglah pun mulai melakukan perekaman sidik jari pada pasiennya. Rekam sidik jari merupakan syarat untuk keluarnya SEP (Surat Eligibilitas Peserta). Surat inilah yang digunakan pihak rumah sakit untuk mencairkan klaim pasien. Berdasarkan pantauan, Senin (3/6) kemarin, di area registrasi poliklinik RSUP Sanglah, antrean cukup padat untuk melakukan perekaman. Direktur Umum dan Operasional RSUP Sanglah Dra. Nining Setiawati turun langsung melayani pasien. Ia mengatakan, kemarin merupakan hari kedua perekaman sidik jari. Sebelumnya pada Rabu lalu, pihaknya sudah melakukan perekaman. Perekaman sidik jari dikhususkan untuk pasien yang akan menuju poliklinik mata, jantung dan rehabilitasi medis. Diperkirakan ada lebih dari 200 pasien yang wajib melakukan rekam sidik jari, terdiri dari 100 – 150 pasien jantung, 30 – 50 pasien rehabilitasi medis, dan 60 – 100
pasien mata. Sebelumnya, SEP keluar setelah pasien melakukan registrasi di loket poliklinik. Namun dengan adanya peraturan baru dari BPJS Kesehatan, pasien wajib membuktikan kehadirannya dengan sidik jari, sebagai syarat keluarnya SEP. ‘’Sidik jari ini syarat untuk terbitnya SEP. Kalau SEP-nya tidak terbit, pasien tidak dijamin BPJS, tidak dibayar oleh BPJS Kesehatan,’’ terangnya. Untuk dapat menerapkan aturan ini, RSUP Sanglah mengeluarkan biaya untuk membeli alat rekam sidik jari. Diakui harga alatnya Rp 1,5 juta. Saat ini alat yang dimiliki sebanyak 3 unit, satu di antaranya dipinjamkan oleh BPJS Kesehatan. ‘’Seperti yang terlihat di sini, rumah sakit bebannya menjadi bertambah,’’ selorohnya. Untuk menghindari antrean dan memberikan pelayanan yang maksimal, alat rekam sidik jari idealnya ada pada setiap counter registrasi. Sedangkan counter registrasi yang ada di RSUP Sanglah sekitar 10 counter. Rekam sidik jari ini tidak hanya berlaku di
SEDIK JARI - Pasien RSUP Sanglah melakukan rekam sidik jari. RSUP Sanglah tetapi di seluruh fasilitas kesehatan (faskes) I sampai III. Dalam evaluasi RSUP Sanglah, ditemukan ada beberapa pasien yang menggunakan
Bali Post/may
kartu milik orang lain. Ia menduga hal ini yang menjadi penyebab peraturan rekam sidik jari diberlakukan. ‘’Kita temukan dari klaim yang kita ajukan ke BPJS Keseha-
tan, ada cukup banyak yang ditolak BPJS Kesehatan,’’ ungkapnya sembari menyebut pelayanan gawat darurat di IGD tidak perlu menggunakan sidik jari. (kmb42)
bagian selatan, Laut Arafuru, dan perairan selatan P. Sumba hingga P. Sawu. Sedangkan ketinggian gelombang 4 - 6 meter terjadi di perairan Samudera Hindia barat Bengkulu hingga selatan Jawa. Sementara itu, potensi hujan lebat terjadi di beberapa tempat, seperti di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat, Kep. Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi
Utara, Gorontalo, Maluku, dan Papua. Selain potensi hujan lebat, diprakirakan juga ada potensi angin kencang di beberapa wilayah, yaitu Banten, Jawa Barat, NTT, Maluku, dan Papua. ‘’Kami mengimbau masyarakat agar waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan dari cuaca ekstrem, seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, serta potensi gangguan transportasi laut akibat angin kencang dan gelombang tinggi,’’ tulis Deputi Bidang Meteorologi Drs. R. Mulyono R. Prabowo, M.Sc. dalam siaran persnya. (win)
Waspadai Gelombang Tinggi di Selat Bali
Denpasar (Bali Post) -
Bali Post/kmb16
AUDIT - Penyerahan hasil audit dari KPU ke partai.
Anak Diduga Dibawa Kabur Suami, Istri Lapor Polisi
Mangupura (Bali Post) Siswa kelas IV SD, Matthew Akexander Dietrich Kohnke (10), dibawa kabur oleh seseorang, Kamis (23/5) lalu. Korban dibawa dengan mengendarai mobil di Jalan Perum Kesambi Baru, Kerobokan. Hingga saat ini, keberadaan korban belum diketahui. Korban merupakan anak pasangan Gilbert August (61) asal Kanada dan Ayu Sarasati (43) asal Bogor, Jawa Barat. Kejadian ini pun telah dilaporkan ke Polres Badung. Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta didampingi Kasatreskrim AKP Made Pramasetia saat dikonfirmasi, Senin (3/6) kemarin, membenarkan pihaknya menerima laporan tersebut. Saat ini pihaknya masih menyelidiki kasusnya. ‘’Laporannya terkait kekerasan fisik dan psikis terhadap anak,’’ tegasnya. Pramasetia menambahkan, upaya yang telah dilakukan pihaknya yaitu memeriksa saksi-saksi. ‘’Dalam kasus ini, terlapornya adalah Gibert (suami Ayu - red). Dia diduga membawa korban. Kami juga belum dapat informasi keberadaan terlapor di Bali,’’ ujarnya. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Imigrasi, tetapi tidak ada perlintasan atas nama Gilbert. ‘’Ini bukan kasus penculikan karena anak itu diambil bapak kandungnya sendiri. Dia (Gibert - red) memiliki hak asuh anak itu berdasarkan putusan pengadilan,’’ ujarnya. Sementara itu, Ayu menjelaskan proses perceraiannya dengan Gibert masih berlangsung dan saat ini sampai tingkat kasasi di Jakarta. ‘’Jadi belum ada putusan cerai dan hak asuh,’’ tegasnya. Terkait kronologinya, menurut Ayu, pada Kamis (23/5) pukul 07.15 Wita, korban bersama kakak tirinya, Airlangga Putra Dewa (18), berangkat ke sekolah di wilayah Sanur mengendarai sepeda motor. Sekitar 100 meter dari rumah, tiba-tiba motor mereka dihadang mobil hitam. Sedangkan mobil lainnya ada di belakang motor korban. ‘’Dari keterangan Airlangga, tidak mengetahui siapa yang berada di dalam mobil hitam tersebut. Ternyata ayah Matthew keluar dari mobil hitam itu. Matthew ditarik paksa dari motor yang ditumpanginya, lalu dimasukkan ke dalam mobil tersebut. Hal ini menyebabkan Matthew sangat ketakutan, dia menangis dan menjerit histeris ketakutan,’’ kata Ayu. Matthew berusaha melawan dengan memegang erat kakaknya, saat dia ditarik untuk dimasukkan ke dalam mobil tersebut. Di dalam mobil tersebut ada seorang laki-laki dan perempuan tidak kenal Matthew dan Airlangga. ‘’Matthew dibawa pergi dengan mobil hitam tersebut tanpa didampingi bapaknya. Sampai sekarang saya tidak tahu di mana keberadaannya. Mobil hitam yang membawa Matthew tidak ada pelat nomor polisinya,’’ tandasnya. Kata Ayu, banyak warga setempat melihat kejadian ini. Mereka juga memberitahunya selain mobil tersebut, ada mobil lain dan sepeda motor standby di TKP sejak pukul 06.00 Wita. ‘’Sampai sekarang tidak ada kabar mengenai Matthew. HP-nya mati. Nomor saya dan keluarga diblokir dari nomor HP dibawa Matthew,’’ ungkapnya. (kmb36)
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi tinggi gelombang terjadi di sejumlah perairan Indonesia, termasuk Selat Bali. Diprakirakan tinggi gelombang mencapai 4 meter. Tinggi gelombang dipengaruhi adanya peningkatan kelembaban atmosfer di wilayah Indonesia. Pemicu utama yang menyebabkan hal tersebut adalah aktivitas gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang mulai memasuki wilayah Samudera Hindia (Kuadran 2). Kondisi ini dapat menimbulkan adanya daerah pusaran angin, pertemuan angin, dan perlambatan kecepatan angin yang berpotensi menyebabkan terjadinya hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi ing dip-
rakirakan terjadi hingga 5 Juni 2019. Berdasarkan siaran pers BMKG, kemarin, wilayah perairan yang mengalami ketinggian gelombang 2,5 - 4 meter, di antaranya perairan utara Sabang, perairan selatan P. Rotte - Kupang, perairan barat Aceh, Laut Sawu, perairan barat P. Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Laut Timor Selatan NTT, perairan Bengkulu - P. Enggano, Sam-
Denpasar (Bali Post) Hari pertama pelaksanaan cuti bersama yang telah ditetapkan pada tanggal 3, 4 dan 7 Juni 2019 ternyata tak menyurutkan animo masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan publik di Kota Denpasar. Dari pantauan, Senin (3/6) kemarin, banyak masyarakat mendatangi Mal Pelayanan Publik Sewaka Dharma di Gedung Graha Sewaka Dharma, Lumintang. Masyarakat yang hadir sebagian besar melaksanakan pengurusan administrasi kependudukan. Salah seorang masyarakat, Maria Lestari Sarino, mengaku sengaja memanfaatkan cuti bersama untuk mengurus Surat Izin Tempat Usaha (SITU). Pengurusan ini dilakukan dengan harapan lebih sepi saat pelaksanaan cuti bersama. ‘’Karena ada cuti bersama ini saya pikir pelayanan akan sepi. Ternyata masyarakat yang datang cukup banyak, sehingga hampir sama seperti pelayanan hari biasanya,’’ katanya. Hal senada juga disampaikan Yogi Ambara. Pihaknya mengurus perpanjangan eKTP. Ia mengaku baru memiliki waktu luang saat cuti bersama, sehingga karena kebetulan pelayanan publik di Kota Denpasar buka dimanfaatkan untuk mengurusnya. ‘’Beruntung pelayanan publik masih buka, sehingga masyarakat
yang biasanya bekerja jadi terakomodasi saat cuti bersama ini. Walaupun harus agak pagi lantaran pelayanan dimulai pukul 08.00 Wita hingga pukul 12.00 Wita,’’ ujarnya. Kepala DPMPTSP Kota Denpasar I.B. Benny Pidada Rurus saat pelaksanaan pemantauan pelayanan publik bersama OPD terkait lainya menjelaskan, hal ini merupakan upaya seluruh jajaran dan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar guna memaksimalkan pelayanan publik kepada masyarakat. Hal ini merupakan implementasi dari motto Sewaka Dharma yang menitikberatkan pada melayani adalah kewajiban. Lebih lanjut dijelaskan, walaupun berada dalam suasana hari raya dan cuti bersama, pelayanan publik di Kota Denpasar harus tetap maksimal. ‘’Kami akan terus melaksanakan pemantauan guna memastikan pelayanan publik tetap berjalan maksimal. Jadi seluruh bidang yang menangani pelayanan publik mulai dari MPP, puskesmas, kecamatan, serta kantor desa/ lurah tetap memberikan pelayanan maksimal,’’ jelasnya. Sementara itu, Kadisdukcapil Kota Denpasar Dewa Gde Juli Artabrata mengatakan, antusiasme masyarakat untuk mengurus administrasi kependudukan tidak turun, walaupun saat ini telah me-
udera Hindia selatan Bali hingga NTT, perairan barat Lampung, perairan timur Kepepulauan Wakatobi, Samudera Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai. Kemudian di Laut Banda bagian selatan, Selat Sunda bagian selatan, perairan Kepulauan Letti hingga Tanimbar, perairan selatan Jawa hingga Sumbawa, perairan selatan Kepulauan Kei hingga Aru, Selat Bali – Lombok – Alas
Cuti Bersama, Pelayanan Publik Pemkot Denpasar Ramai Pengunjung
PDAM - Salah satu pelayanan di PDAM Denpasar saat cuti bersama. masuki masa cuti bersama. Justru, animo masyarakat untuk mengurus administrasi kependudukan semakin meningkat. Tercatat sebanyak 406 orang memanfaatkan layanan Disdukcapil Kota Denpasar di hari pertama cuti bersama
ini. Terbanyak adalah pengurusan KTP, sebanyak 148 orang. Pada DPMPSP Kota Denpasar terdapat 75 pemohon yang terdiri atas informasi dan pengaduan sebanyak 27, CSO izin bangunan sebanyak
Bali Post/ara
6, CSO izin usaha sebanyak 8, CSO tanpa kuasa sebanyak 8, advice planning sebanyak 15, loket pengambilan sebanyak 9 orang dan BPD sebanyak 2 orang. Bapenda Kota denpasar juga turut melayani sebanyak 24 permohonan. (kmb12)
Warung Global
Terpenting Tidak Melanggar Tri Hita Karana GUBERNUR Bali Wayan Koster menilai keberadaan desa adat begitu vital bagi kelangsungan aspek religius, sosial dan budaya di Bali. Sebagai langkah nyata prioritas utama, maka Gubernur Koster melakukan penguatan eksistensi desa adat melalui payung hukum yang tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. Seperti apa Kawan Global menanggapi hal ini? Berikut rangkuman selengkapnya dalam interaktif yang disiarkan Radio Global 96,5 FM.
Matthew
Budiada di Tabanan mengacungi jempol adanya Perda Desa Adat. Semoga aturan ini mengena sampai tatanan paling bawah menuju kesejahteraan masyarakat Bali. Ia men-
gatakan Bali ini balistik yakni tidak ada jangkauannya. Bali memiliki aura religius dan sakral. Mudah-mudahan ke depannya, Bali semakin maju dan sejahtera secara materi
dan rohani. Darsa di Denpasar mengatakan, pada hakikatnya desa adat memiliki nilai-nilai budaya yang luhur dan kekayaan yang tak ternilai seperti gotong royong, keramahtamahan, alam lingkungan yang indah, seni tradisi dan budaya. Semua ini modal dan aset sebagai pusat kebudayaan. Astika di Gianyar mengatakan, eksistensi desa adat yang ada sekarang ini muncul dan berkembang berdasarkan kegiatan turun-temurun yang menjadi unggulan di desa tersebut. Untuk menjaga dan melestarikannya, tentu bukan
tugas masyarakat saja. Pemerintah yang harusnya lebih banyak mengambil peran, sehingga desa adat dapat berkembang, terus berinovasi dan tetap eksis. Kerta Dana di Mengwi berpendapat, di masing-masing desa adat punya pelaku seni yang berbakat. Ini perlu dibina sehingga tetap memiliki regenerasi. Di sinilah peran pemerintah sangat dibutuhkan dengan memfasilitasi para pelaku seni. Tujuannya agar budaya, tradisi dan seni bisa tetap terjaga dengan baik. Sarja di Denpasar menilai
situasi kondisi yang menciptakan perubahan budaya sesuai dengan perkembangan Zaman. Desa adat bisa melaksanakan berbagai atraksi kesenian dan budaya, dikemas untuk kepentingan wisata dan mempertahankan budaya Bali. Sementara itu, Karda di Mengwi mengatakan, jangan lupa adat istiadat juga dijiwai agama Hindu. Adat istiadat yang bertentangan jangan dipakai rohnya. Pembangunan fisik secara global harus mengacu adat istiadat di Bali. Hal yang paling pokok yakni Tri Hita Karana tidak boleh dilanggar. (dika)
OPINI
6
Selasa Kliwon, 4 Juni 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Kebangkitan Pancasila PEMILIHAN Presiden (Pilpres) 2019 begitu hebatnya menyedot dan menguras perhatian dan energi bangsa Indonesia. Pilpres seakan menenggelamkan pemilihan legislatif (pileg) yang dilaksanakan serentak dengan kontestan yang justru jauh lebih banyak. Mulai dari calon anggota DPRD kabupaten/ kota, provinsi dan pusat, juga berbagai partai politik. Bahkan yang paling krusial sebenarnya, Pemilu 2019 ini merupakan pilihan mempertahankan ideologi negara Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan Bhinneka Tunggal Ika-nya. Gembar-gembor ganti presiden yang dikampanyekan sebelum pemilu hanyalah sebuah umpan dari sebuah kepentingan jauh lebih besar baliknya. Yakni mengganti dasar dan ideologi negara Pancasila dengan ideologi khilafah. Kesatuan dalam kebinekaan/keberagaman pun nyaris terkoyak dengan berbagai aksi anarkis berbau SARA (suku, agama, ras dan antarolongan). Ini puncaknya terlihat saat kerusuhan 22 Mei lalu. Kelompok radikal diduga kuat ikut bermain dalam kerangka tujuan menggantikan Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara. Gagalnya skenario 22 Mei 2019 lalu, kembali membuktikan kesaktian Pancasila yang digali para pendiri bangsa dari warisan leluhur. Karena itu, momen peringatan Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni 2019 bisa dinilai sekaligus sebagai Hari Kebangkitan Pancasila. Pancasila kembali menunjukkan sebagai ideologi yang paling sesuai untuk negara besar yang penduduknya heterogen terdiri dari berbagai suku, agama, ras, bahasa, adat dan budaya setempat. Jika sudah menyadari hal ini, semestinya Pancasila menjadi landasan pola pikir dan perilaku segenap bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-harinya. Penanaman nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila Pancasila haruslah dilakukan sejak dini dari lingkungan keluarga. Misalnya dari pola asuh di keluarga, lanjut ke lingkungan sekitar masyarakat yang lebih luas. Di sini peran lembaga-lembaga informal sangat penting mengarahkan ideologi masyarakat. Ketika anggota masyarakat tiap hari dijejali paham radikal oleh lingkungannya, maka yang tumbuh dan berkembang pastilah paham radikal. Jika mereka diasuh dengan nilai-nilai Pancasila, dalam pegaulan sehari-hari juga penuh penerapan nilai-nilai Pancasila, mereka juga akan tumbuh dan berkembang menjadi sosok nasionalis Pancasilais. Lingkungan berikutnya ketika anak-anak mengikuti pendidikan formal. Penanaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di sekolah maupun lembaga pendidikan formal lainnya. Peran guru dalam hal ini sangat sentral. Sementara para guru juga tidak bisa dilepaskan dari kurikulum sebagai acuan dalam proses belajar mengajarnya. Jika dulu ada mata pelajaran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4), barangkali sekarang perlu dibangkitkan lagi. Ini dalam kerangka memutus ideologi radikal yang ingin mengganti ideologi Pancasila. Penyusunan kurikulum sendiri sebagai pedoman dalam proses belajar mengajar, dilakukan para pakar yang sudah daikui dan teruji kompetensinya. Mereka dibayar oleh negara dari uang rakyat. Oleh karena itu, dalam penyusunan kurikulum ini penting dilakukan seleksi atau ujian ketat terhadap ideologi para penyusunnya. Jangan sampai anggaran yang dikeluarkan malah dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang menyusupkan orang-orang yang justru ingin menghilangkan dan mengganti ideologi Pancasila. Dalam penyusunan anggaran ini, dipastikan melibatkan atau minimal sepengetahuan pihak legislatif. Di sinilah kembali peran masyarakat yang telah memahami, menghayati dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari untuk membentuk dan melahirkan sosok legislator nasionalis Pancasilais. Dalam urusan terakhir inilah kentara saat pemilu kemarin. Betapa berbagai kekuatan ideologi asing berusaha masuk dan menggantikan Pancasila sebagai dasar negara. Syukurlah, skenario apik mereka dimentahkan oleh mereka sendiri karena tidak sabar dengan membuat kerusuhan 22 Mei 2019 lalu. Di sini Pancasila kembali menunjukkan kesaktian dan kebangkitannya. Penanaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari, jauh lebih penting dan berhasil dibandingkan hanya sebuah seremonial besar nan wah setahun sekali untuk tetap mempertahankan ideologi Pancasila dalam masyarakat yang berbineka dalam bingkai NKRI.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Menjaga NKRI Momen peringatan Hari Lahirnya Pancasila hendaknya menjadikan kita semakin sadar sebagai warga yang menjunjung tinggi ideologi bangsa. Makanya, saya rasa sangat tepat jika pada saat ini, Pencasila kita jadikan spirit untuk menjaga Negara Kasatuan Republik Indonesia (NKRI). Untuk itu, sosialisasi empat pilar di bulan ini hendaknya terus dioptimalkan. Saya yakin masih banyak warga negara yang belum paham tentang hal ini. Buktinya, masih banyak orang yang menjadi tersangka ujaran kebencian. Padahal, jika spirit empat pilar dijalankan maka keharmonisan akan menjadi identitas kehidupan. Untuk itu, saya juga berharap Bali pada Bali Era Baru ini terus membangun ruang komunikasi yang sehat dan berbudaya. Saya juga berharap kesadaran berbangsa makin menguat dengan kesadaran menumbuhkan solidaritas dan toleransi. Penindakan pada pihak-pihak yang ingin mengaburkan NKRI dengan cara-cara destruktif, saya pandang sudah tepat. Negara jangan memberi ruang kepada perusuh jika langkah komunikasi sudah diabaikan. Mudah-mudahan kita bisa bersatu dengan spirit hari lahirnya Pancasila menjaga NKRI. I Wayan Arsana Gianyar, Bali
Revitalisasi Moral Pancasila Bila dilihat dari sejarah bangsa Indonesia, tepat pada tanggal 1 Juni 1945 dilakukan sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Pada saat itu merupakan momentum yang sangat bersejarah bagi bangsa Indonesia karena dari sidang tersebutlah, ide-ide mengenai dasar negara Indonesia dicetuskan. Pada tanggal tersebut para tokoh seperti Muhamad Yamin dan Ir. Soekarno bekerja dengan semangat nasionalisme yang tinggi untuk membentuk landasan negara Indonesia.
Oleh I Kadek Darsika Aryanta
S
etelah Pilpres 2019 ini masih terlihat rona-rona pelik dalam diri kita melihat kerusuhan yang terjadi pada bulan Mei lalu. Jalinan demokrasi dirasa terkoyak oleh provokasi segelintir orang. Mereka membuat kerusuhan dengan membakar ban di jalanan, melempari aparat dengan batu, serta merusak fasilitas umum yang ada. Perusuh melakukan hal tersebut dengan atas dasar melindungi kepentingan rakyat. Sungguh hal yang tidak logis. Begitu mudahnya rakyat kita diprovokasi dengan dalil-dalil agama untuk melukai sesama sungguh sangat disayangkan. Ini membuktikan bahwa nilainilai Pancasila sudah luntur dalam sanubari para generasi muda sekarang ini. Lebih dari 66 tahun Indonesia mengenyam kemerdekaannya, berbagai periode kepemerintahan sudah dilalui, namun sekarang ini, nilai-nilai moral Pancasila sudah semakin luntur. Konflik sosial yang terjadi di masyarakat disebabkan oleh terlalu lebarnya amplitudo antara penduduk yang kaya dan miskin. Konflik masyarakat yang berbau suku agama, ras,
dan antargolongan (SARA) disebabkan oleh fanatisme yang berlebihan terhadap individualisme masyarakat. Dari segi birokrasi pemerintahan, runtuhnya moralitas para pejabat merupakan cerminan lunturnya nilai-nilai Pancasila di negara yang kita cintai ini. Fakta yang ada sekarang ini adalah merebaknya kasus korupsi di segala lini pemerintahan baik pusat maupun daerah, kasus narkotika yang semakin banyak, pelaksanaan kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat dan kasus pornografi yang dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Fakta yang sangat menggelikan sekaligus mengundang gelak tawa adalah di beberapa stasiun televisi memperlihatkan bahwa ada beberapa anggota DPR yang tidak hafal urutan, lambang, dan isi dari Pancasila. Fakta ini menunjukkan bahwa pada zaman sekarang ini, pendidikan Pancasila sangat urgen untuk direvitalisasi kembali agar identitas bangsa Indonesia mampu kembali tercitrakan baik dari dalam maupun luar negeri. Revitalisasi nilai-nilai Pancasila sangat penting untuk membangun karakter bangsa. Nilai-nilai Pancasila dapat
digunakan secara efektif untuk membangun rasa kekeluargaan dan nasionalisme bangsa Indonesia. Nilai-nilai Pancasila yang tertuang dalam 36 butir nilai-nilai Pancasila atau yang disebut Eka Prasetia Pancakarsa bila diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dapat dijadikan senjata ampuh untuk melawan segala permasalahan bangsa ini. Nilai-nilai yang tertuang dalam Eka Prasetia Pancakarsa seperti: saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah sesuai dengan agama, mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan persamaan kewajiban antara sesama manusia dapat dijadikan sebagai dasar untuk melakukan pelaksanaan pendidikan yang lebih baik. Penjabaran konkret nilainilai Pancasila untuk setiap generasi bangsa Indonesia dapat dilakukan dalam berbagai bidang seperti pendidikan. Penanaman nilai Pancasila dalam masyarakat seharusnya dilaksanakan sejak dini dari dunia pendidikan karena dengan penanaman nilai moral Pancasila dari bidang pendidikan makan kita akan dapat memutus mata rantai kebobrokan moral bangsa ini dari generasi
sebelumnya. Pengembangan nilai-nilai Pancasila di dalam pendidikan tidak sebatas pada pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), namun pengembangan nilai-nilai Pancasila harus dilakukan di setiap mata pelajaran. Pola pendidikan dan pengajaran yang dilakukan tidak hanya berdasar pada soal dan jawab, namun pola pendidikan yang mengarah pada pendidikan karakter peserta didik. Pendidikan yang terdiri dari 18 nilai karakter yaitu (1) religius; (2) jujur; (3) toleransi; (4) disiplin; (5) kerja keras; (6) kreatif; (7) mandiri; (8) demokratis; (9) rasa ingin tahu; (10) semangat kebangsaan; (11) cinta tanah air; (12) menghargai prestasi; (13) bersahabat/komuniktif; (14) cinta damai; (15) gemar membaca; (16) peduli lingkungan; (17) peduli sosial, dan (18) tanggung jawab. Penanaman nilai Pancasila dalam bidang pendidikan tidak hanya diajarkan teori, namun lebih kepada nilai sikap dan perilaku keseharian siswa. Pengembangan nilai karakter yang dipadukan dengan sikap Ekaprasetya Pancakarsa dalam pendidikan dapat mewujudkan generasi muda yang Pancasilais. Penanaman nilai Pancasila dan membangkitkan nilai Pancasila bagi pejabat dan para pengambil kebijakan adalah dengan cara melakukan reformasi birokrasi secara menyeluruh dan independen agar segala kebijakan yang ada benar-benar sesuai dengan amanat perundang-undangan yang berlaku. Penegakan hukum harus dilaksanakan dengan tidak mempolitisasi suatu kebijakan untuk mendiskred-
Belajar Makna Kesetaraan dari Ani Yudhoyono
SELEPAS upacara apel bendera, dalam peringatan Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni 2019, rakyat Indonesia berduka. Seorang perempuan tangguh yang pernah menjadi ibu negara dan merupakan istri dari mantan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono meninggal dunia. Tak hanya meninggalkan luka bagi keluarga dan rakyat Indonesia, tetapi juga meninggalkan sederet pengabdian yang seharusnya menjadi pembelajaran bagi perempuan-perempuan lainnya di Indonesia. Ani Yudhoyono memberikan contoh bagaimana sikap seorang istri kala menapaki kehidupan berkeluarga. Dia mendampingi suaminya dalam situasi senang maupun sulit. Terlahir dari keluarga seorang jenderal yang tentunya berkecukupan dari segi materi tak lantas membuatnya terlena. Demi mencukupi kebutuhan keluarganya yang sulit di masa SBY muda masih berpangkat letnan satu, Ani tak malu berjualan es mambo yang dia racik sendiri dari hasil jatah susu suami sebagai anggota TNI pada masa itu. Kesetiaannya itu diabadikan dalam buku ‘’Kepak Sayap Putri Prajurit’’ yang ditulis Alberthiene Endah. Perempuan hebat tak melulu lahir dari keadaan serbaberkecukupan. Kehidupan yang sulit dan berkekurangan akan mem-
Oleh Suheflihusnaini Ashady, S.H., M.H. bentuk karakter dan kesetiaannya terhadap keluarga. Setara dalam mengambil tindakantindakan yang menimbulkan maslahat bagi diri sendiri, keluarga, juga nusa dan bangsa. Pendidikan merupakan sarana yang sangat vital untuk melahirkan generasi-generasi hebat bagi suatu negara. Hal tersebut rupanya dimaklumi betul oleh Ani Yudhoyono. Pada saat perempuan-perempuan lain tidak begitu peduli dengan pendidikan tinggi dan terkungkung pemikirannya oleh paradigma di masyarakat yang senantiasa menganggap perempuan tugasnya di dapur dan melayani suami, Ani muda justru melawan paradigma primitif tersebut. Meski keluarga kerap berpindah-pindah, naluri pembelajarannya membuatnya cerdas dan pernah terdaftar sebagai mahasiswa kedokteran di sebuah universitas. Meski kemudian, dia tak memperoleh gelar sarjana kedokteran karena terpaksa berhenti saat ayahnya meneruskan pengabdian sebagai seorang duta besar, Ani tak kecewa dan lantas berhenti belajar. Dia mencari cara lain dan berhasil meraih gelar kesarjanaan sebagai sarjana Sosial Ilmu Politik dari Universitas
Terbuka (UT). Kesetaraan dalam dunia pendidikan diajarkan dengan begitu elegan oleh Ani kepada perempuan Indonesia. Dalam situasi apa pun, naluri sebagai pembelajar harus terus dipupuk. Perempuan yang cerdas akan melahirkan generasi-generasi muda yang terdidik. Ibu adalah guru pertama bagi anakanak di dalam sebuah keluarga. Perempuan yang cerdas dan berpendidikan akan menjadi motivator dan pemberi saran yang ulung pada saat suami dan keluarga membutuhkan masukan darinya. Ani Yudhoyono menjadi teladan bagi perempuan yang merupakan generasi emas untuk Indonesia yang lebih baik. Sebagai perempuan yang terdidik, ia kerap menyumbangkan pemikirannya dalam berbagai forum nasional dan internasional. Kesetaraan untuk berpendapat tak terbatasi oleh lingkup gender semata. Pemikiran hebat tak lantas terhegemoni isi kepala dari laki-laki semata. Kartini telah mendobrak sekat tersebut dan menjadi inspirasi kesetaraan perempuan di ruang publik. Ani Yudhoyono pantas kiranya disebut sebagai salah satu Kartini Indonesia pada
masa modern. Certificate of Global Leadership dari The United Nations Environment Program (UNEP) karena pengabdiannya dalam dunia lingkungan dan Pin Emas dari M. Yunus (Pemegang Nobel Perdamaian 2006 dan pendiri Grameen Bank, Bangladesh) sebagai apresiasi atas konsistensinya mendukung pengembangan UKM dan Kredit Mikro Indonesia melalui program PERKASSA (Program Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera) dan Indonesia Kreatif, hanyalah sedikit dari banyaknya penghargaan yang telah Ani Yudhoyono terima atas pengabdiannya bagi nusa dan bangsa. Perempuan hebat menjadi inspirasi bagaimana menapaki kesetaraan. Setara untuk melakukan hal-hal menimbulkan maslahat untuk keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Ada begitu banyak pekerjaan besar di negara ini yang membutuhkan sosok perempuanperempuan hebat lainnya. Mari, perempuan Indonesia, jangan letih dan teruslah berkarya untuk Indonesia yang lebih baik. Ambillah bagian dengan menjadi Kartini-kartini berikutnya dalam sejarah republik.
itkan golongan atau ormas tertentu. Penegakan hukum yang dipolitisasi akan menyebabkan persepsi dan kerancuan hukum di dalam negara ini. Untuk itu, solusi revitalisasi Pancasila di semua generasi baik dari sisi siswa dan pengambil kebijakan harus segera dilaksanakan melalui langkah-langkah di atas. Selain para pejabat, Aparatur Sipil Negara (ASN) juga perlu diberikan penguatan nilai-nilai Pancasila. Penanaman nilai Pancasila bagi ASN tidak cukup hanya saat diklat prajabatan, namun perlu diperkuat melalui kegiatan-kegiatan yang mampu meningkatkan kebanggaan nilai Pancasila di dalam dirinya. Banyaknya kasus korupsi, oknum ASN yang mendukung khilafah, penggunaan narkoba di kalangan ASN merupakan indikasi bahwa rasa nasionalisme dan kecintaan kepada negaranya sudah semakin berkurang, walaupun mereka digaji oleh negara. Sungguh sangat disayangkan. Untuk itu, marilah kita secara bersama-sama seluruh komponen bangsa untuk terus berupaya menggalang persatuan dan kesatuan. Mari kita rajut kembali persatuan bangsa yang berdasar pada Ketuhanan Yang Maha Esa untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Penulis, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN Bali Mandara
POJOK Perda Desa Adat akan memperkuat ’’taksu’’ Bali. - Taksu Bali untuk Indonesia. *** Lestarikan budaya Bali, ISI rekonstruksi kesenian langka. - Budaya Bali budaya Indonesia. *** Hadapi libur Lebaran, Panglipuran sediakan stan kuliner. - Keragaman kuliner rakyat Indonesia.
Penulis, dosen Fakultas Hukum di Universitas Bumi Gora Mataram, peneliti kesetaraan gender dan HAM
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Selasa Kliwon, 4 Juni 2019
Dua SMP Baru Minim Fasilitas
Tabanan (Bali Post) -
Jelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), dua SMP baru di Kabupaten Tabanan yakni SMPN 6 Tabanan dan SMPN 5 Kediri dikhawatirkan belum dapat beroperasi maksimal. Sebab, sarana dan prasarana di kedua sekolah tersebut masih minim. Plt. Dinas Pendidikan Tabanan yang juga Asisten I Setda Tabanan I Wayan Miarsana, Senin (3/6) kemarin mengatakan, kelengkapan sarana dan prasarana dua SMP baru ini sebenarnya sudah dianggarkan di APBD-P 2018. Hanya waktu tender yang tidak cukup, menyebabkan belum bisa terealisasi tahun ini. ‘’Karena tidak bisa tender, akhirnya digeser ke APBD 2019, tetapi belum bisa ter-cover. Mungkin ada hal prioritas lain,’’ ujarnya. Kata Miarsana, di APBDP 2018 anggaran pengadaan sarana dan prasarana di dua
sekolah tersebut dirancang Rp 700 juta. Pengadaan sarana dan prasarana untuk di sekolah lain juga dianggarkan. ‘’Kita memang sudah usulkan. Karena waktu tender mepet, jadi tidak bisa terealisasi,’’ imbuhnya. Meski demikian, Miarsana menegaskan, Dinas Pendidikan tetap mengusulkan pengadaan fasilitas sekolah tersebut agar bisa masuk di APBD-P 2019 sebesar Rp 700 juta. Pihaknya akan terus mengawal agar anggaran untuk dua sekolah tersebut bisa terwujud. Disinggung kemungkinan tidak bisa terealisasi di
APBD-P 2019, dia menyebutkan solusi yang bisa diambil yakni dengan menerapkan shift siang, namun bersifat sementara. Di sisi lain, Miarsana juga menyarankan bagi siswa yang tidak bisa diterima di sekolah negeri agar tidak ragu mendaftar di sekolah swasta. Sebab, dana BOS, tenaga pendidik dan sarana di sekolah swasta sama dengan sekolah negeri. Untuk diketahui, Pemkab Tabanan menyediakan dua SMP negeri baru lantaran terjadi kisruh pada PPDB 2018 khususnya di Kecamatan Kediri dan Kecamatan Tabanan. (kmb28)
Bali Post/bit
GOR - Para pekerja menggarap proyek tahap II GOR Debes.
Proyek Tahap II GOR Debes Mulai Dikerjakan
SEKOLAH - Bangunan yang sebelumnya difungsikan sebagai SDN 3 Dajan Peken, kini dijadikan SMPN 6 Tabanan.
Tabanan (Bali Post) Setelah sempat tertunda cukup lama, proyek GOR Debes tahap II kini dilanjutkan. Pengerjaan diharapkan berjalan sesuai dengan jadwal sehingga saat Porprov bisa difungsikan maksimal. Kabid Bangunan Gedung Dinas PUPRPKP Tabanan Ni Kadek Faridatini Suweca, Senin (3/6) kemarin mengatakan, proses tender sudah tuntas dan sudah ada rekanan yang dinyatakan sebagai pe-
yang menerima bantuan bedah rumah yang dibiayai BKK Badung. Mereka berinisiatif menggarap proyek sembari menunggu bantuan cair. Progresnya ada yang sudah mencapai 70 persen. Terkait pengerjaan lebih awal, dikatakannya, sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial. Bedah rumah tidak terpatok dengan RAB, namun jika memang ada swadaya, dipersilakan. Yang terpenting rumah dibangun sesuai standar yakni ada dua kamar tidur, dapur dan kamar mandi. ‘’Diinstruksikan boleh dikerjakan sesuai RAB, kalau ada penambahan silakan. Tetapi
telah menyarankan pada yang bersangkutan untuk mengurangi jumlah pekerja. ‘’Jadi memang sempat ada yang ke kantor, menanyakan tenaga tukang yang tidak bisa dibayar. Saya menyarankan pengerjaan dihentikan sementara sembari menunggu dana cair atau mengurangi jumlah tukang yang biasanya dua orang, satu saja dulu,’’ terangnya. Sementara itu, Camat Pupuan Hendra Manik mengatakan, Kecamatan Pupuan mendapat bantuan bedah rumah sebanyak 159 unit. Khusus di Desa Pupuan, ada beberapa penerima yang sudah mengerjakannya. (kmb28)
Bali Post/dok
Penerima Bantuan Bedah Rumah Tunggu BKK Cair
Tabanan (Bali Post) Meski anggaran bantuan bedah rumah dari BKK Badung belum cair lantaran masih diproses administrasinya, para penerima bantuan khususnya di Desa Pupuan Kecamatan Pupuan sudah mulai mengerjakan bedah rumah dengan dana swadaya. Namun sejumlah penerima bantuan saat ini terpaksa menunda pekerjaan akibat terkendala dana. Mereka pun memilih menunggu cairnya bantuan dari BKK Badung sebesar Rp 50 juta. Pj. Perbekel Pupuan Wayan Sukada, Senin (3/6) kemarin mengungkapkan, di Desa Pupuan ada sembilan warga
jangan sampai mengurangi dana yang didapat,’’ terangnya. Begitupun adanya pengerjaan yang mandek, juga diakui kebenarannya oleh Sukada. Setidaknya ada dua unit rumah yang pengerjaannya mandek lantaran dana pribadi penerima bantuan kemungkinan minim. Di satu sisi, pencairan BKK Badung untuk Keca matan Pupuan belum sepenuhnya komplit. ‘’Mandek karena betul-betul tidak mampu dan mengandalkan dana BKK yang belum cair. Tetapi tidak sampai mandek sekali, karena sudah pengerjaan 40 persen,’’ ucapnya. Terkait hal ini, pihaknya
Puskesmas Marga II
Ajak Warga Wujudkan Germas Melalui Program Kadar Emas TINDAKAN pengobatan tidaklah cukup untuk menurunkan angka kasus penyakit menular dan tidak menular. Perbaikan lingkungan dan perubahan perilaku lebih sehat secara sistematis dan terencana oleh seluruh komponen masyarakat menjadi kunci terpenting. Oleh pemerintah, hal tersebut diterjemahkan melalui program Gerakan Masyarakat Sehat (Germas). Guna mewujudkan Germas di setiap lini, masing-masing instansi memiliki inovasi tersendiri. Seperti Puskesmas Marga II dengan program Kadar Emas (Kader Berdaya Mendukung Germas). Program ini bertujuan meningkatkan peran serta masyarakat mewujudkan Germas dalam kehidupan sehari-hari. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Tabanan I Made Supardiyadnya, Senin (3/6) kemarin mengatakan, dalam Germas ada lima hal yang ingin dicapai yaitu peningkatan aktivitas fisik di masyarakat, kebiasaan mengkonsumsi sayur dan buah, mendorong masyarakat melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, tidak merokok dan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). ‘’Setiap instansi memiliki program, misalnya untuk aktivitas fisik ada yang membentuk kelompok senam sehat, seperti Puskesmas Marga II dengan Kadar Emasnya. Untuk pemberantasan sarang nyamuk ada namanya Pasukan Si DB yang melibatkan masyarakat, dan untuk konsumsi sayur dan buah, sejak tahun 2017, jika ada pertemuan atau rapat di Pemkab Tabanan menyuguhkan buah sebagai ganti snack,’’ jelas Supardi.
Salah satu program Germas yang saat ini dinilai inovatif sehingga menjadi finalis tenaga kesehatan teladan bidang kesehatan masyarakat adalah Bagian Promosi Kesehatan (Promkes) Puskesmas Marga II dengan program Kadar Emas. Tenaga Kesehatan Promkes Puskesmas Marga II, I Gusti Ayu Putu Puspariyani mengatakan, Kadar Emas dibuat untuk menarik minat masyarakat mengikuti kegiatan senam dalam club lansia yang dibentuk tahun 2017. ‘’Awalnya dibentuk klub lansia dan ada kegiatan senamnya seminggu sekali. Ternyata minat masyarakat saat itu untuk mengikuti senam masih sedikit,’’ ujarnya. Padahal senam yang digelar Puskesmas Marga II di masing-masing desa yang menjadi tanggung jawabnya, tidak hanya sekadar senam tetapi di sana juga dilakukan kegiatan penyuluhan kesehatan yang bekerja sama dengan lintas instansi. Penyuluhan antara lain mengenai kesehatan gigi, gizi, pemberantasan sarang nyamuk, hipertensi dan kencing manis hingga rumah sehat. Untuk meningkatkan minat masyarakat, Promkes Marga Tabanan membuat program Kadar Emas di tahun 2018. Promkes merekrut peserta di klub lansia untuk mengajak warga lainnya mengikuti senam sehat. ‘’Jadi, peserta
Bali Post/san
SENAM - Senam rutin di Desa Peken Blayu cukup diminati masyarakat setempat. Senam tersebut merupakan salah satu kegiatan dalam program Kadar Emas yang dilaksanakan Puskesmas Marga II. dalam klub lansia ini kami tarik sebagai kader. Merekalah yang mempromosikan kegiatan senam ini dari mulut ke mulut. Umumnya mereka menceritakan pengalaman mereka yang merasa lebih sehat saat ikut kegiatan senam. Lama kelamaan peserta semakin banyak,’’ jelas Puspa. Ia menyebutkan, dari enam desa di bawah tanggung jawab Puskesmas Marga II, kader yang berjalan baik baru di Desa Peken Blayu. Setelah satu tahun berjalan, kader yang aktif sebanyak 15 orang dan peserta senam mencapai 40 hingga 45 orang per kegiatan. Senam tidak hanya diikuti lansia, tetapi juga pra-lansia. Sebelumnya kegiatan hanya sekali dalam sepekan, namun sekarang dua kali sepekan. Untuk desa lainnya, diakui Puspa, kadernya tidak seaktif di Desa Peken Blayu. Karena itu pihaknya akan terus menin-
gkatkan peran kader sehingga tujuan Germas bisa tercapai di seluruh desa di bawah tanggung jawab Puskesmas Marga II. Dalam membantu puskesmas mewujudkan masyarakat sehat, menurut Puspa, setiap desa juga membantu lewat anggaran desa. Alokasi masing-masing desa berbeda sesuai dengan kebutuhan desa, namun secara umum anggaran diarahkan untuk pemberian makanan tambahan, pelaksanaan PSN hingga menyediakan reagen untuk pemeriksaan darah dasar, seperti gula darah, asam urat dan kolesterol. ‘’Tidak hanya lansia, kami juga menyasar usia produktif dalam hal layanan kesehatan. Untuk melayani kesehatan masyarakat di usia 15 hingga 50 tahun, ada yang namanya Pos Pembinaan Terpadu (Pospindu) yang digelar setiap sebulan sekali di masing-masing desa,’’ ujar Puspa. (san)
menang yakni PT Sida Dadi Prekanti. Sebelumnya juga telah dilakukan penyerahan lapangan kepada rekanan dan rekanan sudah memasukkan beberapa material ke lokasi. Sebelum pekerjaan fisik dimulai pada 29 Mei, dilaksanakan pra-construction meeting langsung di lokasi proyek. Kata Faridatini, sesuai kontrak, proyek tahap II GOR Debes dilaksanakan selama 180 hari atau sampai 17 Desember mendatang. Proyek
tersebut akan jeda selama pelaksanaan Porprov, namun dipastikan sudah bisa difungsikan untuk pertandingan. ‘’Sebelum Porprov, atau sekitar minggu kedua bulan Agustus sampai berakhirnya Porprov yang berlangsung lebih kurang satu bulan, kita berhenti dulu. Pekerjaan terkait penyiapan lapangan untuk Porprov kami usahakan sudah bisa diselesaikan,’’ terangnya. Dikatakannya lebih lan-
jut, untuk pengerjaan sebelum pelaksanaan Porprov mencakup pembuatan tribun penonton dengan tanggatangga menuju tribun, arena permainan, toilet dan ruang ganti di empat titik, tangga keliling gedung dan akses masuk ke lapangan dari arah jalan raya dengan pemasangan plat deukker serta pavingisasi jalan menuju gedung. ‘’Mudah-mudahan tidak ada halangan dan kendala dalam prosesnya,’’ ujarnya. (kmb28)
PENYERAHAN SK - Penyerahan SK CPNS kepada bidan PTT.
Bali Post/san
Sempat Terbentur Usia
13 Bidan PTT Akhirnya Diangkat sebagai CPNS Tabanan (Bali Post) Guna memenuhi kebutuhan akan tenaga kesehatan, Pemkab Tabanan belasan tahun lalu merekrut 100 bidan PTT. Bidan-bidan ini kemudian ditugaskan di seluruh kecamatan di Tabanan. Dari jumlah tersebut, 13 di antaranya terancam tidak bisa diangkat menjadi CPNS karena aturan usia. Namun lewat perjuangan keras bidan dan dibantu Dinas Kesehatan Tabanan, 13 bidan ini akhirnya berhasil diangkat menjadi CPNS. SK mereka diserahkan pada Sabtu (1/6) lalu. Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. Nyoman Suratmika, Senin (3/6) kemarin
mengatakan, pada awalnya Tabanan memiliki 100 bidan PTT yang menyebar merata di seluruh desa di Tabanan. Awalnya delapan orang lulus CPNS dan satu orang mengundurkan diri sehingga menyisakan 91 bidan PTT. ‘’Kemudian sisanya diusulkan beberapa waktu lalu untuk menjadi PNS. 78 bidan dinyatakan lulus dan sudah dilantik. Sementara 13 di antaranya tidak lulus karena terbentur usia,’’ jelas Suratmika. Dalam peraturan, bidan yang usianya lebih dari 40 tahun tidak bisa diangkat menjadi CPNS. Namun kebijakan ini kemudian diperlunak dengan aturan baru, bidan yang
saat pengajuan menjadi CPNS usianya belum lewat 40 tahun bisa diangkat menjadi PNS. ‘’Lewat aturan baru ini, 13 bidan ini masuk. Mereka saat didaftarkan dulu belum lewat 40 tahun,’’ ujar Suratmika. Perjuangan para bidan ini menjadi CPNS, kata Suratmika, cukup lama yaitu dimulai sejak tahun 2005. Saat ini usia bidan tertua adalah 51 tahun. Sementara usia pensiun adalah 58 tahun. Sehingga dalam tujuh tahun ke depan, kata Suratmika, layanan kesehatan tenaga bidan di Tabanan aman. ‘’Untuk sekarang dan tujuh tahun ke depan aman dan sudah merata,’’ tuturnya. (kmb24)
BULELENG
8
Selasa Kliwon, 4 Juni 2019
Jasa Pengiriman Paket Naik 30 Persen Singaraja (Bali Post) – Jasa pelayanan paket di Kantor Pos Singaraja mengalami peningkatan 30 persen. Situasi ini karena bersamaan dengan hari raya Idul Fitri 2019. Mulai pertengahan bulan ini, umat Islam di Buleleng memilih jasa pengiriman paket yang dibuka di Kantor Pos Singaraja. Barang kiriman itu didominasi pakaian, kain, dan beberapa ragam produk kuliner asli Buleleng. Manajer Marketing Kantor Pos Singaraja Gede Anteng di ruang kerjanya, Senin (3/6) kemarin, mengatakan kalau hari-hari biasanya, jasa paket pengiriman barang dari Buleleng ke luar daerah tergolong rendah. Namun, memasuki bulan puasa Ramadhan yang lalu, banyak warga Muslim
di Bali Utara mengirim kebutuhan hari raya di Kantor Pos Singaraja. Daerah tujuan pengiriman paket menjelang Idul Fitri ini seperti Jakarta, Surabaya, dan daerah lain di Jawa. Di tengah peningkatan transaksi itu, setiap hari, pihaknya mengirim paket dua kali pemberangkatan. Untuk melayani peng i r i m a n p aket t ersebut, pihaknya mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang ada. Setiap pengirim harus membuka kembali barang kirimannya di kantor pos. Tujuannya untuk menghindri pengiriman barang yang berbahaya seperti minuman keras (miras) atau barang terlarang lain. “Sejak pertengahan Mei yang lalu dan sekarang ini sudah puncaknya. Kami
mencatat warga memakai jasa pengiriman paket di Pos Singaraja meningkat 30 persen dibandingkan hari biasanya,” jelasnya. Menurut pejabat asal Desa Negasepaha Kecamatan Buleleng ini, jasa pengiriman paket Pos Indonesia, utamanya di Buleleng belakangan mulai disaingi dengan jasa pengiriman paket dari perusahaan swasta. Maraknya jasa pengiriman paket oleh swasta itu, membuat warga bebas memilih untuk mengirimkan barang ke luar Buleleng. “Persaingan itu terjadi. Dengan keunggulan pelayanan, kami masih bisa bersaing dan secara nasional jasa pengiriman paket ini masih menyumbangkan keuntungan terbesar,” jelasnya. (kmb38)
Bali Post/kmb38
MUDIK – Petugas Polsek Sawan, syahbandar dan TNI AL, foto bersama usai mengawasi pelayaran kapal ikan yang juga mengangkut pemudik menjelang hari raya Idul Fitri 2019.
Ratusan Pemudik Gunakan Kapal Ikan Polisi Lakukan Pemantauan di PPI Sangsit
Di PPI ini sebenarnya tidak ada kapal yang mengangkut penumpang umum. Namun sejak lama, kapal pengangkut ikan segar ketika kembali ke Sepeken sering juga mengantar penumpang umum termasuk para pemudik yang akan berlebaran di kampung halaman. Tidak ada daftar manifest penumpang. Pada umumnya antara anak buah kapal (ABK) dengan penumpang ini ada hubungan keluarga, sehingga terkait biaya pelayaran tidak seperti di pelabuhan pada umumnya. Idul Fitri tahun ini, pemudik yang menggunakan jalur pelayaran PPI Sangsit berlangsung sejak tujuh hari sebelum hari raya. Diperkirakan lebih dari seratus pemudik
yang menumpang kapal ikan untuk ke Sepeken. Kapolsek Sawan AKP Wayan Wisnaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, sejak digulirkannya Operasi Ketupat Agung beberapa waktu lalu, pihaknya bersama Satuan Polisi Air (Polair), Syahbandar dan TNI Angkatan Laut (AL) melaksanakan pengamanan jalur mudik di PPI Sangsit. Sebelum pemudik akan menumpang kapal ikan, anggotanya memeriksa identitas dan mengecek barang bawaan pemudik. Ini dilakukan untuk memastikan setiap penumpang membawa identitas diri yang jelas. Selain itu, untuk menghindari penumpang membawa barang-barang yang
membahayakan. Apalagi, kapal yang ditumpangi tergolong kecil sehingga beban angkut kapal ini diawasi secara ketat. Diharapkan tidak terjadi halhal yang tidak diinginkan dalam pelayaran, pascadilakukan pemeriksaan. “Kami buka Pos Pengamanan di sana (PPI) dan sudah lebih dari seratus orang berlayar ke Sepeken. Kapal terakhir berangkat membawa pemudik dari PPI kemarin (Minggu 2 Juni - red),” katanya. Sementara itu, petugas kesyahbandaran, Ketut Bagiana mengatakan, penumpang dari PPI ke Sepeken sudah ada yang diberangkatkan menggunakan delapan kapal. Lebih dari seratus penumpang itu mulai diberangkatkan sejak empat
hari lalu. Dalilnya menggunakan PPI karena tiket kapal penumpang umum di Banyuwangi telah habis. Sehingga mereka memilih kapal ikan di PPI sebagai alternatif pulang kampung. Mereka diizinkan menumpang kapal ikan. Sebelum diberangkatan, kesyahbandaran memberi penjelasan agar bersama-sama menjaga keselamatan saat pelayaran. Selain itu, para ABK diminta melakukan komunikasi dengan petugas kesyahbandaran di PPI Sangsit dan menginformasikan setelah tiba di Sepeken. “Kalau aturannya memang kapal di PPI Sangsit tidak mengangut penumpang, tapi kami membantu penumpang karena kehabisan tiket di Banyuwangi, sehingga pemudik numpang kapal ikan. Kami awasi dan ABK kami awasi dengan komunikasi selama pelayaran, sebab tidak bisa diprediksi cuaca di laut,” jelasnya. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) – Tercatat 34 Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Buleleng akan menerima bantuan penguatan modal usaha dari pemerintah. Bahkan, Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng memastikan bantuan ini terealisasi Juli 2019. Kelompok-kelompok penerima modal itu tersebar di kawasan perkotaan dan pedesaan. Khusus KUBE di perkotaan, tersebar di Kecamatan Buleleng. Mereka akan dibantu lewat dana dekonsentrasi yang diberikan oleh Pemprov Bali. Sementara KUBE di pedesaan dibantu lewat dana APBD Buleleng. Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Mariani Febrianti, belum lama ini mengatakan, untuk KUBE di perkotaan saat ini pihaknya telah menuntaskan proses sosialisasi. Sekarang, tinggal merekrut pendamping yang diharapkan tuntas pada Juni ini. Untuk KUBE perkotaan, masing-masing kelompok akan mendapat modal usaha Rp 20 juta. “Kelompok ini sudah mengajukan proposal dan kalau tidak ada halangan bantuan modal segar ini dibayarkan Juli 2019,” katanya. Menurut birokrat asal Desa Banjar Kecamatan Banjar ini, kelompok usaha di kawasan perkotaan, kebanyakan mengajukan proposal untuk usaha kecil. Sebut saja untuk menjual kue basah, katering, termasuk usaha kecil di bidang jasa perdagangan. Sementara untuk KUBE pedesaan, akan ada 14 kelompok yang diberikan bantuan. Dari belasan kelompok itu, empat kelompok di antaranya termasuk dalam wanita rawan sosial ekonomi. Kelompok ini ada di Desa Padangbulia, Dencarik, Kalianget, dan Banjarasem. “Anggotanya ada seorang janda atau suaminya mengalami disabilitas,” jelasnya. Masyarakat yang ter-
gabung dalam KUBE pedesaan akan dibantu 20 ekor bibit babi. Bantuan itu sesuai
dengan pengajuan yang disampaikan masing-masing kelompok. Khusus KUBE
pedesaan, diharapkan terealisasi pada September mendatang. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) – Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Dusun Pabean, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan masih dijadikan jalur mudik setiap Idul Fitri tiba. Pemudik yang selama ini bekerja di daerah Bali Selatan mudik ke kampung halaman di Sepeken, Madura Jawa Timur (Jatim) melalui pelayaran PPI Sangsit.
Bali Post/kmb38
KIRIM - Warga di Buleleng memilih pengiriman paket di Kantor Pos Singaraja untuk mengirimkan kebutuhan menjelang hari raya Idul Fitri 2019.
Libur Lebaran
Disdukcapil Tutup Pelayanan Administrasi Kependudukan 34 KUBE Dibantu Modal Usaha
Singaraja (Bali Post) – Pelayanan di Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng ditutup selama libur dan cuti bersama serangkaian Idul Fitri 2019. Warga yang akan mengurus administrasi kependudukan pada awal pekan ini dipastikan tidak bisa terlayani. Pelayanan akan kembali dibuka pada 10 Juni 2019 mendatang. Kepala Disdukcapil Buleleng Putu Ayu Reika Nurhaeni, Senin (3/6) kemarin, membenarkan pelayanan administrasi kependudukan ditutup. Dia mengatakan, keputusan menutup pelayanan selama cuti bersama Lebaran tahun ini sesuai regulasi dari pemerintah pusat. Sehingga pelayanan administrasi kependudukan ditutup mulai Senin (3/6) kemarin dan pelayanan kembali dibuka pada Senin (10/6) mendatang. Penutupan jadwal pelayanan ini sudah disosialisasikan kepada masyarakat dan ditambah pemasangan pengumuman di depan Kantor Disdukcapil Jalan Gajah Mada, Singaraja. “Sudah kami infokan sebelumnya bahwa pelayanan kita tutup selama libur cuti bersama Lebaran tahun ini dan kami minta agar situasi ini dimaklumi,” pintanya. Selama pelayanan tutup, Nurhaeni memastikan akan terjadi penumpukan penyelesaian administrasi kependudukan di Bali Utara. Atas kemungkinan ini, pihaknya komitmen menuntaskan semua per-
mohonan administrasi kependudukan yang tertunda karena libur cuti bersama tersebut. “Setelah pelayanan dibuka kembali, kami komitmen untuk menyelesaikan permohonan yang tertunda atau yang tidak bisa dilayani ketika libur Lebaran ini,” jelasnya. Selain pelayanan kependudukan, hal serupa juga dilakukan di lingkungan Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng. Layanan Uji Kir Kendaraan Bermotor yang biasanya dilayani di kantor ini ditutup selama libur cuti bersama Lebaran. Layanan ini baru dibuka kembali pekan depan. Berbeda dengan pelayanan di pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dan RUSD Buleleng. Instansi pelayan kesehatan ini tetap buka meskipun ada hari raya. Untuk pelayanan di puskesmas dan rumah sakit hanya mengikuti libur pada 5 dan 6 Juni 2019 ini. Sedangkan untuk pelayanan perawatan tetap buka seperti biasa. Humas RSUD Buleleng Ketut Budiantara mengatakan, kebijakan ini sudah diedarkan kepada manajemen rumah sakit. Dengan kebijakan ini, pihaknya menjamin segala jenis pelayanan kesehatan tetap dibuka untuk membantu pasien yang memerlukan penanganan medis. “Kami hanya mengikuti kebijakan libur tanggal merah di kalender dan cuti bersama tidak diikuti dan pelayanan kesehatan tetap buka seperti biasa,” tegasnya. (kmb38)
Putu Ayu Reika Nurhaeni
Bali Post/kmb38
GIANYAR
Selasa Kliwon, 4 Juni 2019
9
Pohon di Areal Parkir Goa Gajah Tumbang Timpa Dua Mobil dan Dua Motor Gianyar (Bali Post) Warga dikejutkan dengan musibah pohon tumbang di areal parkir Objek Wisata Goa Gajah, Senin (3/6) kemarin. Pohon itu tumbang menimpa sejumlah kendaraan yang terparkir di kawasan tersebut. Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar yang menerima laporan ini, langsung terjun ke lokasi untuk melakukan evakuasi. Menurut informasi di lapangan, pohon setinggi sekitar 10 meter dengan diameter 1 meter itu tumbang sekitar pukul 13.00 Wita. Ranting pohon tersebut menimpa dua mobil dan dua sepeda motor. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kepala BPBD Kabupaten Gianyar Anak Agung Oka
Digjaya saat dikonfirmasi mengaku sudah menerima laporan pohon tumbang di areal parkir Objek Wisata Goa Gajah tersebut. Dikatakan, pohon tumbang itu hanya mengakibatkan kerugian meterial. “Hanya kerusakan kecil pada kendaraan,” jelasnya. Usai menerima informasi pohon tumbang, kata Oka Digjaya, TRC langsung tiba di lokasi kejadian melakukan penanganan. Petugas langsung memangkas pohon tersebut, kemudian memotong-motong dahan pohon itu. Oka Digjaya mengatakan tak ada hujan lebat dalam mengawali kejadian tersebut. “Dugaan sementara karena angin,” tegasnya. Oka Digjaya mengimbau masyarakat untuk berhatihati dalam beraktivitas di luar rumah. Bila ada pohon yang dinilai rawan tumbang,
masyarakat diimpau segera melapor ke BPBD Gianyar agar bisa dilakukan pemangkasan. Menurutnya, kejadian pohon tumbang yang menimpa kendaraan yang sedang parkir di areal Goa Gajah ini bukan sekali terjadi. Sebelumnya, kendaraan milik salah seorang staf yang bertugas di Objek Wisata Goa Gajah juga mengalami kerusakan karena tertimpa pohon. Papan nama di objek wisata juga sempat rusak tertimpa pohon. (kmb35)
TUMBANG - Pohon tumbang menimpa kendaraan di areal parkir Objek Wisata Goa Gajah, Senin (3/6) kemarin.
Polres Bentuk Sabha Pocil di Desa Batuan Gianyar (Bali Post) Polres Gianyar melakukan pembentukan Saka Bhayangkara Polisi Cilik (Sabha Pocil) yang keenam di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati. Sabha Pocil ini berintikan 25 siswa dari SDN 1 dan SDN 2 Batuan Kaler. Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan memahami aturan hukum yang berlaku. Kasat Binmas Polres Gianyar AKP I Gede Endrawan, S.H., M.H. mengatakan, pembentukan Sabha Pocil bertujuan untuk meningkatkan pemahaman
aturan hukum di kalangan generasi muda, bahkan sejak usia dini. ‘’Pembentukan Sabha Pocil ini juga bertujuan menanamkan sikap patriotisme dan cinta tanah air di kalangan generasi muda,’’ ujar Endrawan, Senin (3/6) kemarin. Endrawan menambahkan, pembentukan Sabha Pocil ini juga diharapkan menumbuhkan rasa cinta di kalangan para siswa, dan tidak lagi takut terhadap aparat kepolisian. Dengan tumbuhnya rasa bangga anak terhadap polisi, juga dapat menepis penilaian
miring tentang kepolisian. ‘’Dengan mereka mengenal polisi, maka akan lebih banyak lagi anak hebat yang nantinya ingin jadi polisi,’’ katannya. Selama menjadi Sabha Pocil, kata Endrawan, mereka akan diberikan latihan khusus tekait rambu-rambu hingga baris berbaris. Diharapkan, hal ini akan ditularkan ke anak-anak lainnya yang masih duduk di bangku sekolah dasar. ‘’Tentunya kita harapkan dari semua ini akan terlahir generasi emas bangsa,’’ tegasnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
POCIL - Sabha Pocil yang dibentuk jajaran Polres Gianyar di Desa Batuan.
Pemkab dan Pemprov Dalami Informasi Oknum ASN Tepergok Selingkuh Kantor Bupati DPRD
-
943056
-
943144
BPBD
-7 844717/784471
8PMK
-
943113
Kantor Satpol PP
-
944436
RSUD Sanjiwani
-
943020
PDAM
- 944225/943233
KPA Gianyar
-
942184
PMI Gianyar
-
8958414
KONI Gianyar
-
947261
BNN Kab. Gyr.
-
946122
PLN
-
947166
Kodim 1616 Gyr
-
943069
-
942289
Koramil Blahbatuh -
941167
Koramil Tegallalang
974792
Koramil Gianyar
-
Koramil Tampaksiring -
901601
Koramil Sukawati -
297564
Koramil Ubud
-
975314
Koramil Payangan -
974793
Siaga Lantas/TMC Gianyar -
945820
Polsek Gianyar
-
944510
Polsek Blahbatuh -
941165
Polsek Tampsiring -
901110
Polsek Tegallalang -
901575
Polsek Sukawati
-
298723
Polsek Ubud
-
975316
Polsek Payangan
-
974794
Gianyar (Bali Post) Instansi terkait di Pemkab Gianyar dan Pemprov Bali masih mendalami informasi terkait oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemprov Bali berinisial I Made M yang tepergok di salah satu hotel seputaran Denpasar dengan wanita idaman lain (WIL) berinisial Ni Made DP. Kedua oknum ASN yang disebut-sebut pasangan selingkuh ini digerebek oleh aparat kepolisian di salah satu hotel di Denpasar, Minggu (2/6) siang. Dikonfirmasi Senin (3/6) kemarin, Kepala Badan Kepegawaian Provinsi Bali I Ketut Lihadnyana mengaku sudah menerima informasi terkait penggerebekan oknum ASN tersebut. Namun hingga kini pihaknya masih mengumpulkan bukti guna memastikan kebenaran informasi tersebut. ‘’Ini kita sedang dalami kebenarannya agar tidak salah mengambil keputusan. Harus mengambil keputusan sesuai fakta,’’ katanya. Apabila informasi tersebut benar adanya, kata Lihadnyana, pihaknya memastikan akan menjatuhkan sanksi berat terhadap ASN tersebut. ‘’Kita sedang dalami informasi yang beredar itu. Kebenaran seperti apa, kita buktikan. Bila perlu kita juga berencana melakukan pemanggilan,’’ tegasnya. Lihadnyana memastikan pihaknya akan bergerak cepat menangani informasi tersebut. Apalagi saat ini Gubenur Bali sedang gencar melakukan reformasi birokrasi. ‘’Bapak Gubernur Bali sedang melakukan perubahan besar. Reformasi di Pemprov Bali harus dilakukan, tidak hanya clear dari penyalahgunaan anggaran, tapi juga dari segi etik juga harus dijaga, agar bisa memberi contoh kepada masyarakat luas,’’ ujarnya. Sementara itu, Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengaku terkejut dengan beredarnya informasi tersebut. Terlebih I Made M disebut-sebut sempat bertugas di Pemkab Gianyar. Sementara Ni Made DP diketahui masih bertugas sebagai perawat pada salah satu puskesmas di Kabupaten Gianyar. ‘’Saya dengar informasi itu Senin pagi. Tapi saya belum dapat info resmi karena sekarang juga masih libur. Itu kan masih inisial, kalau pasti melanggar, jelas ada konsekuensi disiplin pegawai negari. Apalagi ini dua intansi yang berbeda. Satu di provinsi dan satu di sini. Nanti pasti penanganannya sama,’’ ujarnya. (kmb35)
Tersumbat Sampah Air Got Meluap ke Jalan
Gianyar (Bali Post) Air got kembali meluap di Jalan Banjar Delod Tangluk, Desa Sukawati, Senin (3/6) kemarin. Air got yang menggenangi badan jalan itu tentu saja sangat mengganggu para pengguna jalan yang melintas. Petugas Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang terjun melakukan penanganan mendapati tumpukan sampah menyumbat got tersebut. Menurut Kepala BPBD Kabupaten Gianyar Anak Agung Oka Digjaya, meluapnya air got di lokasi tersebut diakibatkan oleh tumpukan sampah. Got tersumbat sampah, sehingga air tidak bisa mengalir dengan baik. ‘’Karena tertutup sampah, airnya meluap menggenangi badan jalan,’’ ujarnya. Oka Digjaya mengatakan, hujan yang sempat terjadi di wilayah perbukitan mengantarkan sampah ke wilayah hilir di Sukawati. ‘’Petugas langsung kami terjunkan untuk menangani sampah. Mereka harus masuk ke dalam gorong-gorong. Sampah yang nyangkut di got itu diambil perlahan-lahan,’’ katanya. Oka Digjaya menambahkan, volume sampah yang menyumbat got cukup banyak, yakni mencapai satu mobil pick-up. Sampah tersebut terdiri dari beragam bahan, seperti sampah bambu, dahan pohon, botol plastik, keranjang dan patahan kursi plastik. Sekitar pukul 12.15
Wita, seluruh sampah yang membuat aliran air terganggu berhasil dikeluarkan dari got. ‘’Sekarang aliran air sudah kembali normal,’’ jelasnya. Air got yang meluap menggenangi badan jalan juga terjadi di Jalan Raya Semebaung-Bitra, Kecamatan Blahbatuh. Luapan air tampak keluar dari salah satu got di depan sebuah rumah makan, kemudian melaju ke jalan raya. ‘’Kami mengimbau masyarakat turut serta membersihkan sampah pada got di lingkungannya. Jangan membuang sampah sembarangan, terlebih saat memasuki musim penghujan,’’ katanya mengingatkan. (kmb35)
SAMPAH - Tumpukan sampah yang menyumbat got di Jalan Banjar Delod Tangluk, Desa Sukawati, Senin (3/6) kemarin.
Bali Post/kmb35
Kondisi Korban Percobaan Perampokan Membaik Gianyar (Bali Post) Korban percobaan perampokan Ni Ketut Ari Muliani harus berjalan terpincangpincang menahan rasa sakit pada kaki kirinya. Saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Beng, Gianyar, Senin (3/6) kemarin, ia mengaku baru datang dari rumah sakit untuk mengontrol luka 10 jahitan yang dideritanya pada kaki kiri, akibat meloncat dari mobil guna menghindari aksi perampokan, Sabtu (1/6) lalu. ‘’Sekarang sudah mulai membaik. Tapi masih sakit jahitannya,’’ ujar korban yang akrab disapa Jero Ari ini. Jero Ari kembali menuturkan aksi percobaan perampokan yang menimpanya. Ia mengaku tidak menduga akan mengalami musibah tersebut. Apalagi aksi itu dilakukan oleh para pelaku yang selama ini menjadi buruh pada setiap proyek pembangunan vila yang dikerjakannya. ‘’Mereka semuanya merupakan tukang harian lepas di vila yang saya handle,’’ katanya. Bahkan, Jero Ari mengaku sudah mengenal pelaku cukup lama, yakni sekitar tujuh tahun lalu. Selama itu, setiap ada proyek ia pasti memanggil para pelaku untuk bekerja. ‘’Kenal baik sejak tujuh tahun lalu. Ada perbaikan apa-apa, pasti pelaku Edy ini saya panggil, dan dia membawa temannya,’’ katanya. Hingga kini Jero Ari masih tidak percaya para pelaku tega melakukan percobaan perampokan terhadap dirinya. Ia mengungkapkan, percobaan perampokan yang dialaminya seperti sudah direncanakan. Terlebih, info terbaru yang diterimanya, ada empat orang di dalam mobil yang dinai-
kinya saat itu. ‘’Selain pelaku yang ada di mobil, pada jok belakang ternyata ada lagi satu pelaku yang ngumpet di bagasi,’’ ujarnya. Pelaku yang ada di jok itu sembunyi dengan cara tiduran. Pelaku yang belum diketahui identitasnya itu sudah membawa alat-alat yang diduga akan digunakan untuk menganiaya korban. Apakah memiliki masalah sebelumnya dengan salah satu pelaku? Jero Ari menegaskan, tidak ada masalah sama sekali. Bahkan setiap selesai mengerjakan suatu pekerjaan di vila, saat itu juga mereka dibayar. Selain itu, ia mengatakan pelaku Edy juga sering meminjam uang kepada korban, dan langsung diberi tanpa pikir panjang. ‘’Tidak ada masalah sama sekali. Sebelumnya mereka bekerja seperti biasa. Setiap gajian saya langsung beri. Kadangkadang minta minjam, saya juga langsung beri. Selama ini normal-normal saja, makanya saat diminta tolong menerjemahkan bahasa Inggris itu tidak enak hati kalau menolak. Padahal waktu itu saya masih sibuk, dan sempatkan waktu untuk menolongnya. Malah saya dibeginikan,’’ tuturnya. Menurut Jero Ari, keempat pelaku semestinya masih memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan di sebuah vila yang ada di Sanggingan, Ubud. Terlebih, bosnya yang berkewarganegaraan asing juga mengetahui para pelaku itu buruh harian lepas di vilanya. Saat kejadian percobaan perampokan itu, Jero Ari mengaku sudah memiliki firasat tidak baik sehingga memutuskan nekat meloncat dari mobil yang melaju kencang. ‘’Waktu
itu saya kan taruh sepeda motor di sekitar Jalan Sri Wedari, di depan Villa Ubud Green. Sudah lewat 300 meter, saya tidak diturunkan dan mobil malah ngebut. Saya minta turun dibentak disuruh diam. Merasa curiga, karena pundak saya disetrum. Tanpa berpikir panjang, saya buka pintu mobil dan langsung loncat. Entah hidup atau mati, yang penting saya keluar dari sekapan mereka,’’ jelasnya. Saat terjatuh, Jero Ari terguling beberapa kali dan langsung bangun mengambil tasnya. Selain itu mencari handphone-nya yang juga terpental. Sempat ada orang yang melihatnya, namun hanya lewat begitu saja. Ia mengaku kemungkinan dikira mengada-
ada sehingga satu pengendara mobil dan sepeda motor hanya melewatinya. ‘’Untung ada pengendara yang ketiga mau membantu saya, diajak ke tempat ramai. Waktu itu saya masih pikirannya ke mana-mana, dan langsung menelepon keponakan yang kerja di Ubud. Selanjutnya dibawa ke klinik untuk diberikan perawatan dan melapor ke Polsek Ubud,’’ ungkapnya. Jero Ari menambahkan, saat di Mapolsek Ubud, dua pelaku sempat dilihatnya namun tidak berani memalingkan mukanya ke arah Jero Ari sendiri. ‘’Mereka berdua seperti biasa-biasa saja bercanda, tetapi tidak berani mereka melihat muka saya,’’ ujarnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
PERAMPOKAN - Korban percobaan perampokan, Jero Ari, saat ditemui di rumahnya di Banjar Sema, Kelurahan Beng, Gianyar, Senin (3/6) kemarin.
JEMBRANA
10
Selasa Kliwon, 4 Juni 2019
Puluhan Polwan Bagikan Masker Negara (Bali Post) Puluhan Polwan dari Polres Jembrana, Senin (3/6) kemarin, membagikan masker kepada pemudik bersepeda motor di Gilimanuk. Para pemudik bermotor yang antre di loket tersebut dikhawatirkan terganggu karena asap kendaraan bermotor. Sekurangnya ratusan masker dibagikan bagi para pengendara sepeda motor dan penumpang yang berada di sekitar antrean. Upaya ini sebagai bentuk perhatian kepolisian kepada para pemudik khususnya kesehatan mereka. Pasalnya debu dan asap kendaraan selama perjalanan mudik mengancam kesehatan mereka. Di samping itu para pemudik bermotor ini juga berdiri lama selama dalam antrean sepeda motor. 25 Polwan diterjunkan menyebar di kerumunan antrean sepeda motor dari dalam pelabuhan hingga di luar loket tiket. ‘’Sekurangnya 500 masker dibagikan ke pemudik, setidaknya bisa memberikan mereka jaminan kesehatan,’’ ujar Kapolsek Wilayah Laut Gilimanuk, Kompol Nyoman Subawa. Lebih lanjut Subawa menagtakan, hal ini merupakan giat simpati dari Kapolres Jembrana melalui personel polwan guna ikut aktif di Pelabuhan Gilimanuk. Mereka mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker. Sebab banyaknya debu dan asap kendaraan agar mereka terhindar dari berbagai macam penyakit akibat menghirup udara yang tidak segar. Para Polwan juga memberikan imbauan kepada pemudik agar tertib dan mematuhi rambu lalu lintas selama perjalanan di jalur mudik. Termasuk di areal pelabuhan dan kapal. Hal ini juga untuk keselamatan para pemudik sehingga bisa selamat sampai tujuan. (kmb26) Bali Post/kmb26
SEPI - Situasi di Gilimanuk kemarin pagi sudah mulai sepi. Diperkirakan, masih ada ribuan kendaraan dan orang yang belum keluar Bali jika berdasarkan data arus mudik tahun lalu.
H-2 Pelabuhan Gilimanuk Sepi Pemudik
BAGI MASKER - Sejumlah Polwan Polres Jembrana membagikan masker kepada para pemudik, khususnya pemudik bermotor.
Banjir Bandang Makin Sering, Sinyal Kuat Kawasan Hulu Rusak Parah Jembrana memang rawan banjir dan tanah longsor. Namun, belakangan intensitas makin meningkat dan dampaknya mulai mengkhawatirkan. Dalam kurun waktu 2018 hingga 2019, sejumlah wilayah diterjang banjir terparah sepanjang 20 tahun terakhir. Alam Jembrana sepertinya mengirim sinyal, kerusakan kawasan hulu semakin parah. Banjir bandang terakhir terjadi Kamis, 23 Mei lalu. Sungai Kaliakah dan Ijogading meluap menggerus sejumlah tepian sungai meluluhlantakkan jalan, Pura Beji dan rumah penduduk akibat hujan. Padahal musim saat ini secara umum di Bali termasuk kemarau. Dampak banjir memang cukup besar. Selain merendam ratusan rumah warga di tujuh desa/kelurahan dalam dua kecamatan (Jembrana dan Negara), banjir juga sempat melumpuhkan jalan DenpasarGilimanuk yang merupakan jalur mudik. Menurut warga, banjir yang terjadi pada Kamis petang merupakan yang terparah sepanjang 10 tahun terakhir. “Ini yang paling parah Pak. Air sungai meluap ke rumah sampai setinggi leher, tidak sempat menyelamatkan barang-barang,” ujar Ali, salah seorang warga di Loloan Timur. Banjir parah sebelumnya menerjang Tegalcangkring Mendoyo akhir tahun 2018, tepatnya Sabtu, 22 Desember. Aliran sungai Biluk Poh mengamuk mengirimkan air bah ke pemukiman di sekitar jembatan yang tersumbat batangbatang kayu besar. Ternak dan kendaraan milik warga sampai hanyut. Air bercampur lumpur merendam rumah warga. Puluhan rumah rusak, 28 unit di antaranya berada di sisi barat sungai dan 34 unit berada di sisi timur. Sebanyak 89 KK dipaksa mengungsi. Selain merusak rumah, jembatan penghubung antardesa di Banjar Anyar, Penyaringan jebol. Jembatan ini sejatinya digunakan untuk alternatif apabila jalur Denpasar-Gilimanuk, jembatan penghubung Banjar Penyaringan dan Banjar Anyar kelompok itu tersapu banjir. Warga setempat mengatakan ini banjir yang paling parah dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. Jembrana memiliki 17 sungai induk dan 20 anak sungai. Sejatinya sungai-sungai di Jembrana tidak memiliki aliran air yang melimpah dalam kondisi normalnya. Bahkan banyak sungai yang kering terutama di musim kemarau. Kawasan pegunungan di bagian utara berhimpitan dengan pesisir laut di bagian selatan mengakibatkan aliran sungai relatif pendek. Biluk Poh, sun-
gai dengan aliran sekitar 29 km menjadi yang terpanjang. Sementara Tukad Pangkung Belatung dengan aliran 3,4 km menjadi yang terpendek. Konsekuensi aliran sungai yang pendek ketika hujan deras mendera kawasan hulu, maka air dengan cepat mengalir ke kawasan hilir yang berada di dataran rendah. Jika volume air yang melimtas dalam jumlah besar dan cepat, tentu saja banjir dengan mudah menerjang meluluhlantakan kawasan yang dilaluinya. Volume air yang besar mengaliri sungai saat hujan deras terjadi apabila air hujan tidak ditangkap sempurna. Hutan yang rusak menjadi penyebab utama derasnya aliran air ketika hujan deras mendera. Maka ketika dampak banjir lebih sering dalam skala bandang, itu berarti kawasan hulu, yakni hutan-hutan di pegunungan telah rusak makin parah. Pemerintah Jembrana perlu segera menyadari hal ini dan berkoordinasi dengan pemerintah Provinsi Bali mencari jalan penanggulangan terbaik. Kerusakan yang dibiarkan makin parah akan mengakibatkan banjir bandang makin merusak dan tidak tertutup kemungkinan akan meluluhlantakan Kota Negara sebagai Ibu kota Jembrana. (ata)
Negara (Bali Post) Suasana di Pelabuhan Gilimanuk arus mudik pada H -2 Lebaran atau Senin (3/6) kemarin lebih lengang dibanding akhir pekan lalu. Sejumlah parkir dan jalur antrean dari Cekik hingga dalam Pelabuhan nampak sepi. Antrean kendaraan pribadi baik yang sepeda motor (roda dua) maupun mobil (R4) tak sepadat seperti pada Minggu (2/6) malam. Dari data yang dihimpun di posko terpadu Pelabuhan Gilimanuk, jumlah kendaraan dan penumpang yang keluar Bali mencapai ratusan ribu. Namun jika menggunakan perbandingan data tahun sebelumnya, diperkirakan masih ada sisa pemudik yang belum keluar Bali. Data yang dihimpun untuk penumpang dari H -7 hingga H -3 Lebaran, sudah
315.633 orang yang menyeberang keluar Bali. Jumlah terbanyak terjadi pada hari
Minggu yakni dalam sehari mencapai 77.217 orang. Jumlah ini masih jauh lebih sedikit dari jumlah penumpang tahun 2018 yang mencapai 408.582 orang. Sehingga masih ada sekitar 90 ribu orang yang belum menyeberang. Sementara untuk roda dua total sudah ada 64.320 unit. Jumlah terbanyak kendaraan yang diseberangkan juga terjadi pada hari Minggu yakni 16.090 unit. Jika dibandingkan dengan jumlah total tahun sebelumnya masih jauh berkurang, yakni 84.201 unit.
Sementara jumlah kendaraan roda empat yang menyeberang sebanyak 35.063 unit. Untuk mobil dan sejenis ini jumlah yang paling banyak juga terjadi pada hari Minggu, yakni 8.434 unit. Diperkirakan, masih ada sekitar 5.000 unit mobil yang belum menyeberang bila diambil perbandingan dengan tahun lalu. Situasi pada Senin pagi meskipun arus lalin untuk mobil sempat dialihkan ke gang-gang sejak Minggu malam, namun berangsur berkurang. Diperkirakan, puncak arus mudik di pelabu-
han penghubung Pulau Bali dan Pulau Jawa ini terjadi pada Minggu lalu. Pola pengaturan dengan memanfaatkan terminal kargo di Gelung Kori ditengarai bisa mengurangi panjang antrean dibandingkan tahuntahun sebelumnya. Sehingga arus lebih lancar meskipun antrean masih terjadi mengingat keterbatasan muatan kapal. Pola bongkar muat kapal juga dipercepat dibandingkan hari-hari normal. Meskipun jumlah KMP yang beroperasi maksimal tetap 32 unit dari 56 unit yang disediakan. (kmb26)
Jelang Idul Fitri, Harga Bumbu Dapur Fluktuatif Negara (Bali Post) Beberapa hari menjelang hari raya, sejumlah bahan bumbu dapur kembali naik. Bahkan harga naik drastis selang sehari. Seperti komoditi cabai merah besar bila sehari sebelumnya Rp 45 ribu per kilogram, di pasar umum Negara, Senin (3/6) kemarin naik menjadi Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram. Sejumlah pembeli mengaku kaget dengan harga komoditi yang fluktuatif ini. Khusus komoditi cabai, harganya bisa naik drastis hanya terpaut sehari. Berbeda dengan cabai keriting (kecil) yang masih berada di kisaran Rp 15 ribu per kilogramnya. ‘’Naik mungkin karena dekat hari raya, cabai merah besar yang paling mahal. Memang yang sering naik turun bumbu dapur,’’ ujar Jero Darmada. Sementara itu harga komoditi bawang putih Rp 36 ribu per kilogram. Para pembeli khususnya peda-
gang mengaku tak berani membeli banyak-banyak bahan bumbu dapur itu karena harganya yang fluktuatif. Bahkan berkaca pada waktu yang sama, pascahariraya, harga komoditi yang sempat naik itu anjlok. ‘’Walaupun sebenarnya butuh banyak, tapi daripada habis lebaran anjlok (harga), saya beli sedikit saja,’’ tandas Astiti, pedagang nasi bungkus di Mendoyo. Di samping itu, stok tahu dan tempe yang biasanya mudah diperoleh, belakangan sulit didapatkan. Para pembeli juga diingatkan bahwa stok bahan makanan berbahan kedelai itu kemungkinan tidak ada menjelang hari raya Lebaran. Pasalnya hampir sebagian besar pabrik pembuat tahu dan tempe libur. Di sisi lain, justru sejumlah kebutuhan pokok seperti beras, daging ayam dan telur masih tergolong stabil. Sementara itu dari pemantauan Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan Jembrana kemarin, dari enam pedagang yang dicek, harga jual komoditi untuk cabai merah besar memang mengalami kenaikan. Yakni berkisar Rp 50 ribu per kilogramnya. (kmb26)
Selasa Kliwon, 4 Juni 2019
Karangasem
11
Bali Post/kmb41
TENANG - Visual Gunung Agung terlihat sangat tenang.
Gunung Agung Deflasi hingga 0,39 Milimeter
Amlapura (Bali Post) Pascaterjadi erupsi beberapa kali belakangan ini, Gunung Agung menunjukkan adanya deflasi atau mengempisan di tubuh gunung sebesar 0,39 milimeter. Hal tersebut dijelaskan Kasubbid Gunung Api Wilayah Timur Devy Kamil Syahbana, Senin (3/6) kemarin. Yang jelas, fakta menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Agung sampai saat ini masih fluktuatif atau tidak stabil. Gunung tertinggi di Bali itu kini lebih sering mengalami erupsi besar disertai lontaran lava pijar. Namun, status Gunung Agung masih tetap level III (Siaga). Devy Kamil Syahbana mengatakan, erupsi Gunung Agung yang terjadi belakangan ini mulai terpola. Kata dia, erupsi satu dengan erupsi yang lainnya interval waktunya hanya enam sampai sepuluh hari. “Erupsi Gunung Agung rutin terjadi. Gunung Agung masih belum stabil. Erupsi skala kecil masih berpotensi terjadi,” ungkapnya. Devy Kamil me-
nambahkan, berdasarkan dari hasil pengamatan alat GPS yang dipasang di sejumlah titik di Lerang Gunung Agung, pasca-erupsi 24 Mei lalu itulah menunjukkan adanya deflasi di tubuh gunung hingga 0,39 milimeter. “Pengempisan itu diakibatkan adanya kantong dapur magma yang kosong akibat magma bermigrasi ke permukaan kawah. Dan
tekanan gas fluida di dalam perut Gunung Agung masih lemah,” katanya. Lebih lanjut dikatakan, pihaknya tetap mengimbau kepada seluruh masyarakat yang bermukim di lereng Gunung Agung tetap tenang. Pasalnya, letusan dan material lava pijar yang dikeluarkan tidak melebihi radius zona bahaya empat kilometer. (kmb41)
Amlapura (Bali Post) Menjelang hari raya Idul Fitri 1440 H, warga Muslim yang tinggal di Karangasem mulai mudik ke kampung halaman lewat Pelabuhan Padangbai, Manggis, Karangasem. Khusus warga Muslim yang tinggal di Banjar Dinas Ujung Pesisi, Desa Tumbu, mereka tetap mudik menggunakan jukung untuk menuju kampung halamannya di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Warga Ujung Pesisi, Nurfiah, Senin (3/6) kemarin, mengatakan jika warga Ujung Pesisi setiap Lebaran pasti pulang ke kampung halaman memakai jukung. Kata dia,
warga yang mudik memakai jukung ini sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. ”Warga Pesisi sudah biasa mudik memakai jukung,” ungkapnya. Nurfiah menjelaskan, bagi warga yang mudik dengan istrinya saja biasanya berangkat pukul 03.00 Wita. Sedangkan jika mengajak anak-anaknya, biasanya baru berangkat sekitar pukul 06.00 Wita. Itu dilakukan agar anakanak mereka tidak kedinginan saat berada di tengah laut. Karena di laut anginnya lumayan kencang. “Jarak yang ditempuh tidak terlalu lama. Palingan dari sini
sampai ke Lombok sekitar 2,5 jam. Kalau naik kapal Feri bisa sampai lima jam,” terangnya. Dia menjelaskan, warga kebanyakan memilih memakai jukung untuk pulang kampung saat Lebaran karena ongkosnya tidak terlalu besar. Jelas dia, untuk sampai ke Lombok, warga hanya menghabiskan uang Rp 100 ribu untuk membeli BBM. Begitu juga saat balik ke Bali, sama hanya merogoh kocek Rp 100 ribu. “Jauh lebih murah pakai jukung. Apalagi jukung milik pribadi. Kalau naik kapal Feri bisa habis Rp 1 juta pulang pergi,” jelasnya. (kmb41)
Amlapura (Bali Post) Senderan Stadion Wikrama Mandala di Kelurahan Padang Kerta, Karangasem yang jebol hampir delapan bulan lalu, sudah mulai diperbaiki. Sebelumnya, senderan itu jebol akibat diguyur hujan lebat. Pantauan Bali Post, terlihat banyak batu dan pasir di lokasi sebagai bahan material untuk perbaikan senderan tersebut. Sejauh ini, proses perbaikan sudah pada pe-
masangan senderan sekitar satu meter. Pemasangan besi penyangga senderan juga sudah berdiri. Salah seorang warga yang kebetulan beraktivitas di lokasi, I Wayan Winartha, mengatakan perbaikan senderan stadion ini mulai dilakukan beberapa hari lalu. Kata dia, senderan ini sudah jebol sekitar delapan bulan lalu saat turun hujan November 2018. “Syukur sudah diperhatikan
dan diperbaiki. Sehingga tidak terkesan diabaikan,” ujarnya. Kadisdikpora Karangasem I Gusti Ngurah Kartika mengatakan kalau senderan memang sudah jebol sekitar awal Desember 2018. Kata dia, senderan jebol karena labil dan saat itu terus diguyur hujan lebat. “Sekarang, senderan sudah dalam proses perbaikan. Semoga secepatnya bisa dituntaskan,” tandas Kartika. (kmb41)
39 Km Pantai di Karangasem Alami Abrasi
Amlapura (Bali Post) Panjang pantai di Karangasem mencapai 85,22 kilometer. Dari jumlah tersebut sekitar 39 kilometer mengalami abrasi. Dari jumlah tersebut, sebagian telah dilakukan penanganan. Kasi Pengelolaan Sungai Pantai dan Air Tanah PU Karangasem Putu Agus Junaedi, belum lama ini mengungkapkan, panjang pantai yang mencapai 85,22 kilometer sersebut ada di empat kecamatan yakni Kubu, Abang, Karangasem, dan Manggis. Dari panjang pantai tersebut, sekitar 39 kilometer mengalami abrasi. Kata dia, penyebab abrasi tersebut dikarenakan
naiknya air laut. Sehingga bibir pantai menjadi terkikis. Selain itu juga diduga dipicu adanya reklamasi di sejumlah wilayah. “Adanya reklamasi tanpa kita sadari juga menjadi pengaruh terjadi abrasi pantai,” ujarnya. Junaedi menambahkan, jika abrasi pantai yang terjadi, penanganannya merupakan kewenangan provinsi dan Balai Wilayah Sungai Bali-Penida. Jelas dia, penanganan abrasi tetap disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki. Misalnya, ada abrasi pantai sepanjang 1 Km, baru bisa menangani sepanjang 200 meter. Sisa abrasi penataan akan di-
lakukan di tahapan berikutnya. Kalau ada penanganan abrasinya, difokuskan ke hal penting seperti kuburan dan pura. Misalnya di Abang. Karena kuburan yang abrasi, maka itu yang difokuskan penanggulangannya. “Penanganan tidak bisa dilakukan sekaligus. Penanganan dilakukan secara bertahap. Karena disesuaikan dengan anggaran yang dimiliki,” jelasnya. Dia menambahkan, untuk abrasi di Pantai Purwa Kerti, pihaknya hanya membantu memfasilitasi dalam membuatkan rekomendasi usulan ke pemerintah Provinsi Bali terkait pembangunan
tersebut. Usulan anggaran cukup besar yakni mencapai Rp 5 miliar lebih. “Usulan itu sudah kita ajukan September lalu ke provinsi. Nanti provinsi yang menganggarkan. Karena anggaran di provinsi lumayan besar. Kalau di provinsi anggarannya tidak mencukupi, maka provinsi akan mengajukan usulan ini ke pemerintah pusat,” ujar Junaedi. Dikatakan, dalam penanganan abrasi, harus menggunakan batu armor. Itu juga disesuikan dengan kerasnya gelombang laut. Dia mencontohkan, kalau pantai selatan biasanya batu armor mencapai dua ton. (kmb41)
Mudik ke Lombok, Warga Ujung Pesisi Gunakan Jukung
Senderan Jebol Mulai Diperbaiki
Bali Post/kmb41
DIPERBAIKI – Senderan Stadion Wikrama Mandala yang sebelumnya jebol sudah mulai diperbaiki.
Bali Post/kmb41
ABRASI - Petugas dari Dinas PUPR Karangasem saat melakukan pengukuran abrasi di Pantai Purwa Kerti, Abang, belum lama ini.
Terkait PKB
Dinas Kebudayaan Minta Anggaran Dibebankan pada Pemprov Bali Amlapura (Bali Post) Pelaksanaan kegiatan Pesta Kesenian Bali (PKB) menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh Pemerintah Provinsi Bali. Tahun ini, PKB bakal dilaksanakan awal Juni ini. Selama ini di kabupaten, untuk pelaksanaan kegiatan PKB ini dalam pembiayaan dianggarkan melalui APBD kabupaten. Ke depannya, Karangasem melalui Dinas Kebudaayan mendorong dalam anggaran PKB bisa sepenuhnya dibebankan atau ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Bali. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan Karangasem I Putu Arnawa, Senin (3/6) kemarin. Dia mengatakan, selama ini, anggaran untuk pelaksanaan kegiatan PKB yang dilaksanakan pemerintah Provinsi Bali masih dianggarkan lewat kabupaten masing-masing. Kata Arnawa, kalau memungkinkan, untuk anggaran PKB selanjutnya bisa sepenuhnya ditanggung oleh Pemprov Bali. “Kita harap dan mendorong pemerintah Provinsi Bali ke depannya bisa menganggarkan dana PKB,” harap Arnawa. Dia mencontohkan, selama ini setiap daerah mendapat gelontoran dana PHR hingga
Rp 50 miliar. Dana ini diserahkan ke kabupaten untuk dikelola masing-masing kabupaten. “Kalau misalnya setiap daerah mendapatkan bantuan PHR sebesar itu, bisa dipotong Rp 10 miliar dialokasikan untuk kegiatan PKB,” harap Arnawa. Dia meyakini bila hal itu dapat dilakukan, nantinya semua kabupaten bisa mengikuti materi PKB dengan maksimal. Tapi sekarang ini tidak. Karena pendapatan kabupaten satu dengan yang lainnya berbeda. Otomatis, dengan anggaran yang berbeda, membuat masing-masing kabupaten dalam mengikuti PKB dipastikan menyesuaikan dengan anggaran yang diberikan di daerah. “Sekarang ini, kita mengikuti materi PKB sesuai dengan anggaran yang diberikan. Dengan anggaran yang tidak terlalu besar, kita tidak dapat mengikuti PKB dengan maksimal,” sambungnya. Lebih lanjut dikatakan, kendati memiliki potensi seni kreativitas yang besar untuk ditampilkan, tapi karena anggaran sedikit, maka pihaknya menilai tidak semuanya bisa mengikuti materi yang dilombakan. Lantas, soal kesiapan Karangasem untuk tampil di PKB tahun ini?
Arnawa menegaskan, Karangasem sudah siap seratus persen menyambut PKB tahun ini. Namun, kata dia, Karangasem hanya bisa mengikuti sepuluh materi yakni pawai pembukaan, parade gong kebyar anakanak, parade gong kebyar dewasa, lomba nyastra, kesenian rekonstruksi gambuh, workshop atau lomba kekawin, lomba kerajinan, lomba gender wayang, dan lomba baleganjur. “Kita sudah siap. Karena kita sudah lakukan pembinaan sejak tiga bulan lalu. Dan dari provinsi juga telah melakukan pembinaan untuk mengikuti kegiatan ini. Jadi, semuanya sudah siap tampil,” ujar Arnawa. (kmb41)
I Putu Arnawa
Bali Post/kmb41
KLUNGKUNG
12
Selasa Kliwon, 4 Juni 2019
Jelang Lebaran, Pengawasan Arus Lalu Lintas Diperketat Semarapura (Bali Post) Menjelang lebaran tahun ini, sejumlah titik arus lalu lintas menjadi pusat pengawasan jajaran kepolisian. Polisi bahkan mendirikan dua Pospam, seperti di Lepang dan Goa Lawah. Jalur tersebut belakangan cukup padat karena arus mudik dari arah Denpasar menuju Pelabuhan Padangbai. Kepadatan arus lalu lintas, perlu diatur petugas agar tidak menimbulkan kecelakaan dalam perjalanan maupun ragam bentuk tindak kejahatan. Kasatgas Kamseltibcarlantas AKP Taufan Rizaldi, Senin (3/6) kemarin menyampaikan, pengaturan arus lalu lintas dilakukan sejak pagi, sebagai antisipasi kepadatan arus serta mencegah laka lantas serta mengantisipasi segala bentuk gangguan ketertiban masyarakat dan tindak kejahatan jalanan. Petugas juga menyampaikan imbauan kepada para pengguna jalan untuk tetap tertib
dan mematuhi segala aturan lalu lintas, demi kelancaran dan keselamatan bersama. Taufan Rizaldi menambahkan, pada setiap titik simpul jalan khususnya di lokasi rawan kemacetan dan laka lantas saat terjadinya peningkatan volume arus lalin perayaan hari raya Idul Fitri, telah disiagakan sejumlah personel untuk melakukan pemantauan serta pengaturan lalu lintas. Sehingga diharapkan warga masyarakat yang melakukan perjalanan untuk berlebaran dapat melintas dengan aman dan lancar serta terhindar dari kemacetan. ‘’Bagi yang mudik maupun pengguna jalan lain agar sama-sama aman,’’ katanya. Selain Satgas Kalsertibcarlantas, Satgas Turbinjali juga melakukan langkah-langkah antisipasi jelang Idul Fitri. Sebagai upaya pemeliharaan situasi kamtibmas, dilaksanakan berbagai kegiatan guna mengantisipasi segala
kemungkinan yang dapat mengganggu situasi keamanan. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah patroli skala besar di tempat rawan kriminalitas dan kemacetan, misalnya pada jalur By-pass Prof. Ida Bagus Mantra. Kasatgas Turbinjali AKP I Putu Agus Ady Wijaya saat ditemui di depan Pos Jaga Sabhara menyampaikan sejauh ini hasil patroli memperlihatkan situasi masih aman terkendali. Tidak ada gangguan serius yang dapat mengganggu pelaksanaan umat menjelang Idul Fitri. Dengan turun langsung di tempat-tempat yang dinilai rawan, masyarakat merasa nyaman karena kehadiran Polri di tempat tersebut memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat. ‘’Masyarakat bisa menyadari serta memahami tugas dan tanggung jawab yang diemban Polri, semata-mata untuk menjaga kamtibmas agar tetap kondusif,’’ tegasnya. (kmb31)
MESIN JAHIT - Bantuan mesin jahit saat diberikan kepada salah satu warga di Desa Negari dalam implementasi program bedah desa. Bupati Suwirta meminta OPD agar mengecek penerima untuk mencegah penyalahgunaan, misalnya jangan sampai peralatan bantuan dijual.
Khawatir Dijual
Bupati Suwirta Minta OPD Cek Penerima Bantuan Peralatan
Semarapura (Bali Post) Pemkab Klungkung sering menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan. Ini sebagai upaya untuk merangsang pengangguran agar mau berusaha, dan meningkatkan produktivitas masyarakat dalam memproduksi berbagai kerajinan. Selesai pelatihan, para peserta pelatihan juga dibantu peralatan yang dibutuhkan. Namun, OPD terkait seringkali tidak melakukan evaluasi, apakah bantuannya sudah tepat sasaran dan bermanfaat atau tidak.
PENGAMANAN - Petugas kepolisian saat melakukan pengamanan dan mengatur arus lalu lintas dari Pos Pam Lepang.
Pipa Induk Terjepit Akar Pohon Pelayanan PDAM Terganggu
Semarapura (Bali Post) Pelayanan PDAM Klungkung kembali terganggu dalam beberapa hari terakhir. Selain karena gangguan layanan listrik yang membuat pompa di mata air Rendang tidak bisa beroperasi, kali
ini penyebabnya pipa induk diameter 14 kembali bocor, Minggu (2/6) lalu. Situasi demikian membuat Perusda PDAM Tirta Mahottama Klungkung harus bekerja ekstra keras menormalkan jaringan, hingga Senin (3/6)
PERBAIKAN - Petugas PDAM saat melakukan upaya perbaikan jaringan pipa induk di jalur Gembalan.
kemarin. Namun, kali ini alasan penyebab bocornya jaringan induk tersebut cukup unik. Pipanya bocor karena terjepit akar pohon di jalur Desa Gembalan. Situasi demikian cukup sulit ditangani, kecuali pohonnya langsung ditebang. “Pipa diameter 14 masih dijepit akar pohon. Sehinggga bocornya tidak semua bisa ditanggulangi. Saya masih harus koordinasi dengan pihak DLHP dan BPBD untuk penebangan pohon tersebut,” kata Direktur PDAM Nyoman Renin Suyasa. Akibat gangguan jaringan ini, pihak PDAM harus mengeluarkan permakluman kepada semua pelanggannya, khususnya pada pelanggan di Kecamatan Klungkung. Seperti pelanggan di Kota Semarapura, Jalan Ahmad Yani, Jalan Hasanuddin dan sekitarnya. ‘’Saat ini jaringan sudah mulai normal. Air sudah mulai mengalir kembali. Tetapi, untuk perbaikan menyeluruh, akar pohonnya harus dibersihkan dulu,’’ tegasnya. Pihaknya menambahkan, serangkaian hari libur nasional dan cuti bersama, PDAM Tirta Mahotama Klungkung, tetap melakukan pelayanan pada tanggal 3, 4 dan 7 Juni nanti. Pelayanan berlangsung seperti biasa, baik di Kantor Pusat maupun Kantor Unit di Kecamatan Dawan, Banjarangkan dan Nusa Penida. Untuk pembayaran rekening air, ditegaskan bisa dibayar melalui loket pembayaran online. (kmb31)
Kondisi demikian menjadi perhatian serius Bupati Klungkung Nyoman Suwirta yang khawatir berbagai macam bantuan itu malah mubazir, atau tidak termanfaatkan dengan baik. Apakah yang sudah diberikan mesin jahit, sudah bisa menghasilkan pakaian jadi. Demikian juga masyarakat yang sudah dibantu peralatan salon, apakah sudah dapat mandiri bekerja sendiri. Hasilhasil bantuan itu tidak ada laporan jelas. ‘’Tolong OPD terkait bantuan-bantuan yang kita berikan dicek itu. Sudah bermanfaat tidak? Janganjangan peralatan yang kita
kasi, malah dijual,’’ kata Bupati Suwirta. Dia menegaskan akan memantau sendiri sebaran bantuan tersebut dan dampaknya bagi masyarakat. Sebab, selain menggunakan dana sosial, cukup banyak pula bantuan yang diberikan kepada masyarakat, khususnya dari KK miskin dibantu dari dana pribadi Bupati Suwirta. Peralatan yang disalurkan ada berbagai macam. Seperti mesin jahit, alat tenun, peralatan salon lengkap dengan mejanya, jaring nelayan dan masih banyak lagi yang lainnya. Dia ingin memastikan bantuan-bantuan
tersebut benar-benar bermanfaat. Sehingga, tidak ada cerita berseri tentang kemiskinan di Klungkung. ‘’Ini salah satu cara kita, menekan pengangguran. Sekaligus mengurangi kemiskinan,’’ tegasnya. Selain itu, Bupati Suwirta juga meminta dinas terkait jeli melihat masyarakatnya yang sudah diberikan pelatihan dan produktif. Sehingga, ketika ada agenda pelatihan serupa pada tahun berikutnya, tidak menghadirkan orang yang sama. Dia memperingatkan itu karena situasi demikian memang sering terjadi. Sehingga pelatihan menjadi mubazir, hanya men-
jadi seremonial saja. Bila dinas terkait kuat dengan data, dan rutin memantau perkembangan masyarakat yang diberikan bantuan, menurutnya tentu tidak ada terjadi warga yang mengikuti pelatihan berulangulang. Bupati Suwirta mengingatkan kembali, agar Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Klungkung, serius memikirkan mendirikan BLP (Balai Latihan dan Pemberdayaan). BLP akan dipusatkan di Banjar Siku Desa Kamasan. BLP memanfaatkan lahan dan gedung TK Hindu Dharma Widya. BLP difokuskan untuk melatih para lansia dan penyandang disabilitas hingga warga miskin. Perencanaan program ini akan dimulai pada APBD Perubahan tahun 2019, sehingga pelaksanaannya sudah bisa dimulai pada tahun 2020. (kmb31)
Pengelolaan Pariwisata Nusa Penida
Pemkab Klungkung Mulai Terapkan Sistem Retribusi untuk Wisatawan
BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta memimpin Rapat Sosialisasi Retribusi Tempat Rekreasi di Ruang Rapat Kantor Bupati Klungkung, Senin (3/6) kemarin. Menunjuk Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga yang telah beberapa kali disosialisasikan, Dinas Pariwisata akan segera melaksanakan pemungutan retribusi di pelabuhanpelabuhan fast boat yang ada di Kawasan Wisata Nusa Penida. Hadir dalam rapat tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra, Kepala Dinas Pariwasata Kabupaten Klungkung I Nengah Sukasta serta semua anggota Himpunan Pengusaha Kapal Cepat di Bali. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan, pesatnya perkembangan pariwasata yang terjadi di Nusa Penida, Lembongan dan Ceningan, tidak menyurutkan semangatnya dengan komitmen untuk membangun Kabupaten Klungkung. Komitmen ini sudah tidak bisa ditawar lagi. Menerapkan
sistem retribusi diharapkan bisa lebih menunjang fasilitas pariwisata selama ini. Dengan niat yang sama, komitmen yang sama untuk membangun perkembangan pariwisata Nusa Penida dengan meningkatkan fasilitas tempat wisata dan penataan tempat wisata. ‘’Keputusan perda yang kami tetapkan ini, saya harapkan bapak semua tidak ada menawar lagi untuk ikut mem
bantu kami mensosialisasikan kepada seluruh wisatawan mancanegara maupun domestik, guna menyiapkan uang untuk retribusi,’’ ujar Bupati Suwirta. Bupati Suwirta juga menambahkan kepada semua pemilik usaha kapal cepat bisa memanfaatkan aplikasi Klungkung 360 Virtual Tour Guide, untuk menambahkan fasilitas pelayanan di set-
PERTEMUAN -Bupati Suwirta usai menggelar pertemuan dengan anggota Himpunan Pengusaha Kapal Cepat di Bali. Rapat membahas dimulainya pelaksanaan pemungutan retribusi di pelabuhan-pelabuhan fast boat yang ada di Kawasan Wisata Nusa Penida.
iap speed boat yang dimiliki. Pihaknya juga akan merancang paketan wisata dan akan dijadikan satu pintu untuk pemungutan retribusinya. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwasata Kabupaten Klungkung I Nengah Sukasta mengimbau dan mengharapkan bantuan serta dukungannya kepada semua anggota Himpunan Pengusaha Kapal Cepat Bali agar menginformasikan kepada para wisatawan penumpang untuk membawa uang tunai/ cash sebesar Rp 25.000/orang (kategori dewasa) dan Rp 15.000/orang (kategori anak) untuk membayar retribusi sesuai ketentuan perda yang ditetapkan. ‘’Pihak boat tinggal mensosialisasikan kepada tamu yang akan berlibur untuk menyiapkan uang cash agar lebih cepat petugas pungutnya bekerja. Nanti akan disiapkan dari Pemda, dilakukan di setiap pelabuhan di Nusa Penida,’’ tandasnya. Pihaknya juga menambahkan, pemungutan retribusi ini akan segera dilakukan di bulan Juni ini. Semakin cepat semakin baik untuk perkembangan pariwisata di Nusa Penida. (ad066)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Selasa Kliwon, 4 Juni 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr 2Sr Accounting,2Jr Account Paham Pajak MYOB Gaji Bagus. CV: corry@globaloneservice.com Hub.085881416472 (WA) B.BP.001.06.19.0000052
Dibutuhkan Cook utk Rest di Seminyak.Hub:0817345977/Bu Rai B.BP.001.06.19.0000053
Perusahaan Konstruksi di Dps memerlukan 1 estimator/QS utk Bangunan,SMK Bangunan/D4/S1 Sipil Peng.Min 1th CV : 081936 256259 / astina28@yahoo.com B.BP.001.06.19.0000064
BIRO JASA
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
ISUZU
Dijual Isuzu ELF Th 2008. Hubungi:08123814964 B.BP.001.06.19.0000050 MITSUBISHI
DIJUAL MOBIL HONDA
Jl CRV Putih’2013 KM48rb Harga nego samsat baru 081337306361 B.BP.001.06.19.0000054 TOYOTA
Avanza Veloz 1.5 cc th 2014 hitam,Tgn1 BUC,087862270180 B.BP.001.06.19.0000062
Kijang LGX EFI 1.8cc’2001 Biru Tua DK Bgs,72Jt Ng.08123969166 B.BP.001.06.19.0000055
BIRO JASA
Expander Ultimate Silver 2017 081337884209,Citarum DD/4 Rnon B.BP.001.06.19.0000019 NISSAN
Djl Nissan Teana 250 XV’2010 Htm,087860846839/081805531078 B.BP.164.05.19.0001067
DIJUAL MOTOR
PROPERTY DIJUAL TANAH
Dijual Cepat Tanah 1000m2 Jl.Pantai Rening Baluk-Negara pagar tembok/PDAM/PLN 15.000 Watt, Telp: +62 811-1685-560 B.BP.001.05.19.0001085
T.12ASHM 300m pantai full view u/villa.Tbn125Jt/A085257539923 B.BP.167.06.19.0000059
LELANG DiLelang 1 Sepeda Motor Honda Mega Pro 2008. Sepeda Motor dapat dilihat & mengisi penawaran pada hari Selasa, 4 Juni 2019 jam 09.00 s/d. 15.00 di Jl.Hayam Wuruk No.310,Renon,Denpasar. Sepeda motor harus dibalik nama. B.BP.004.06.19.0000020
ELEKTRONIK
Jl Motor Honda Beat 2017 Merah putih 085100415518 segera
Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409
Harga Spesial! TV,Samsung 43" Digital Hanya Rp.3,5Jt.100% Baru, Horizon Sejati Elektronik Telp.0361-263958/081916633260
B.BP.154.05.19.0001070
B.BP.001.05.19.0001019
B.BP.001.06.19.0000057
HONDA
BIRO JASA
BIRO JASA
SERVICE
DIJUAL RUMAH
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
BANGLI
14
Selasa Kliwon, 4 Juni 2019
Libur Lebaran, Penglipuran Sediakan Stan Kuliner Bangli (Bali Post) – Desa wisata Penglipuran, salah satu objek wisata yang selama ini selalu ramai dikunjungi wisatawan saat hari libur. Dalam sehari, kunjungan wisatawan Penglipuran pada hari libur bisa tembus hingga dua ribu orang. Untuk menyambut kedatangan wisatawan pada libur Lebaran pekan ini, sejumlah persiapan sudah mulai dilakukan pihak pengelola Desa Wisata Penglipuran. Selain meningkatkan kebersihan dan keamanan, dalam momen libur Lebaran kali ini, Desa Penglipuran juga menyediakan stan kuliner. Ketua Pengelola Desa Wisata Penglipuran Nengah Moneng, Senin (3/6) kemarin mengungkapkan, stan kuliner tersebut akan didirikan di sebelah barat wantilan. Sedikitnya ada 20 tenda yang dipasang sebagai tempat warga berjualan aneka jenis kuliner khas Pengli-
puran. “Stan kuliner yang kami siapkan, sama seperti saat pelaksanaan festival,” ujarnya. Penyediaan stan kuliner ini, jelas Moneng, dilatarbelakangi dari pengalaman saat musim libur sebelumnya. Banyak wisatawan yang menanyakan dan kesulitan mencari keberadaan tempat kuliner di sekitar areal Penglipuran. “Jadi banyak tamu yang bertanya-tanya di mana belanja, padahal mereka masih mau lebih lama di Penglipuran,” terangnya. Karena itulah, pada momen liburan tahun ini, pihaknya berupaya menyediakan tempat kuliner sehingga wisatawan bisa merasa nyaman dan betah berlama-lama di Penglipuran. Moneng memprediksi jumlah wisatawan yang akan berkunjung ke Penglipuran pada libur Lebaran pekan ini mencapai 1.500-2.000 orang per hari. Meningkat
signifikan dari kunjungan saat hari normal yang hanya mencapai 700 orang per hari. “Hari ini saja sudah kelihatan mulai ramai wisatawan yang datang,” ujarnya. Sementara itu, disinggung mengenai persiapan tempat parkir untuk mengantisipasi membeludaknya kendaraan yang datang ke Penglipuran, Moneng menyebut pihaknya telah memiliki empat lahan parkir kendaraan. Lokasinya ada di pintu utama masuk Desa Penglipuran, dekat tugu pahlawan, serta pada bagian selatan dan barat pura setempat. Menurutnya, jumlah itu sudah cukup untuk menampung kendaraan wisatawan yang datang. “Untuk parkir saya rasa tidak ada masalah,” imbuhnya. (kmb40) WISATAWAN - Sejumlah wisatawan sedang berkunjung ke Desa Wisata Penglipuran.
Tak Jelas, Rencana Pemkab Usulkan Kapten Mudita Jadi Pahlawan Nasional Bangli (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Bangli sempat mewacanakan akan mengusulkan Kapten Anak Agung Anom Mudita menjadi pahlawan nasional. Namun sampai sekarang, belum terealisasi. Wacana pengusulan Kapten Mudita sebagai pahlawan nasional muncul tahun 2017 saat acara peluncuran buku yang mengulas kisah perjalanan perjuangan Kapten Mudita. Kala itu Bupati Bangli I Made Gianyar menyatakan setuju dengan pernyataan Ketua LVRI Provinsi Bali yang berharap Pemkab mengusulkan ke pusat agar Kapten Anom Mudita ditetapkan menjadi pahlawan nasional. Pahlawan asal Puri Kiliyan, Bangli itu dinilai sangat layak diusulkan menjadi pahlawan nasional karena jasa-jasanya yang telah dilakukan dalam memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan RI. Saat itu, Bupati pun langsung memerintahkan Kepala Dinas Sosial untuk mencari tahu informasi lengkap mengenai persyaratan dan mekanisme pengusulannya. Namun hingga dua tahun berlalu, wacana tersebut tak jelas kelanjutan dan perkembangannya. Pihak keluarga Kapten A.A. Anom Mudita yang ditemui di Puri Kiliyan belum lama ini, mengaku belum mendapat kabar lebih lanjut terkait perkembangan wacana pengusulan Kapten Mudita sebagai pahlawan nasional. Putra semata wayang Kapten Mudita, Anak Agung Anom Suarcana, mengatakan
sebagaimana informasi yang diketahui, pengusulan agar ayahnya bisa mendapat gelar pahlawan nasional harus dilakukan pemerintah daerah ke pemerintah pusat. Bukan dari pihak keluarga. Sepengetahuannya ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi pemerintah dalam pengusulan gelar pahlawan nasional tersebut. “Menurut yang disampaikan Dinsos, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, seperti harus ada nama jalan, nama lapangan, tugu, patung, otobiografi,” ujarnya. Selama ini semua persyaratan yang disebutkannya itu sudah ada. Karena itu, menurutnya pengusulan Kapten Mudita sebagai pahlawan nasional kini tinggal menunggu keseriusan dan komitmen pemerintah kabupaten. “Kami dari pihak keluarga selalu siap. Apapun dokumen yang diminta, kami siap memenuhinya,” terangnya. Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangli Nengah Sukarta dikonfirmasi baru-baru ini mengaku sudah sempat mengirim usulan gelar pahlawan nasional untuk Kapten Mudita ke Kemensos. Usulan diajukan beserta bukti-bukti perjuangan sang pahlawan. Namun diakuinya sampai sekarang belum ada tindak lanjut atau jawaban terkait usulan yang diajukannya tersebut. “Di Kemensos hanya diterima saja,” ujarnya. Sukarta tak bisa menjelaskan secara pasti bagaimana mekanisme atau alur pengusulan gelar pahlawan nasional tersebut. (kmb40)
Disdikpora Tak Keluarkan Surat Edaran
Bali Post/kmb40
Sekolah Bingung Hadapi Cuti Lebaran
Bangli (Bali Post) – Tak adanya surat edaran yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli terkait pelaksanaan cuti bersama dan hari libur Lebaran, membuat sejumlah sekolah kebingungan. Pada hari pertama cuti bersama Senin (3/6) kemarin, sejumlah sekolah di Bangli ada yang tetap masuk seperti biasa. Sementara sebagian sekolah ada yang meliburkan siswanya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, hanya SMP yang tetap masuk seperti biasa pada cuti bersama kemarin. Sementara pada tingkat SD, sebagian sekolah ada yang masuk seperti biasa, sementara sebagian lainnya meliburkan siswanya mengikuti cuti bersama. Tak sedikit juga SD yang memulangkan siswanya lebih awal. Salah seorang kepala SMP di Bangli mengatakan, tidak
ada kejelasan dari Disdikpora terkait pelaksanaan cuti bersama dan libur Lebaran tahun ini membuat sejumlah sekolah kebingungan terutama di kalangan SD. Dia menyebut beberapa SD di Kintamani banyak yang meliburkan siswanya saat cuti bersama kemarin. Sementara untuk SMP baik negeri maupun swasta diakuinya tetap masuk seperti biasa. “Untuk SMP yang
semuanya di bawah koordinasi MKKS, baik negeri maupun swasta, hari ini tetap masuk karena mengacu kalender pendidikan,” ujar kasek yang enggan disebutkan namanya itu. Lebih lanjut dikatakan, berdasarkan informasi yang didapatnya, SD dan SMP di kabupaten lainnya melaksanakan libur pada cuti bersama kemarin. Disdikpora di masing-masing kabupaten tersebut telah membuat surat edaran terkait cuti bersama, yang mengacu surat edaran dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali. Dalam surat edaran tersebut disebutkan bahwa sekolah pada tanggal 3,4 dan 7 Juni melaksanakan cuti bersama, dan pada 5, dan 6 Juni libur Idul Fitri. “Sementara di
Bangli kami tunggu-tunggu surat edarannya tidak ada sampai sekarang. Inilah yang membuat sekolah bingung,” terangnya. Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Disdikpora Kabupaten Bangli Nyoman Suteja mengatakan, di Disdikpora mengikuti libur seusai dengan kalender yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan. Menurutnya, dalam kalender pendidikan sudah jelas diatur mengenai libur/masuk sekolah. Karena itu pula pihaknya merasa tidak perlu lagi membuat surat edaran. “Masalah libur/masuk di sekolah sudah jelas di sana. Libur Idul Fitri juga sudah tegas yaitu tanggal 5 dan 6 (Juni). Karena itu pula teman-teman di sekolah tidak perlu harus bingung,” pungkasnya. (kmb40)
Timpa Kayu Saat Tebang Pohon, Nawa Tewas
Monumen Perjuangan Kapten Mudita.
Bali Post/kmb40
Siswa SMPN 1 Bangli Raih Nilai 100 UN Matematika Bangli (Bali Post) – Hasil ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tingkat SMP tahun 2019 telah diumumkan Mei lalu. Di Bangli, terdapat satu orang siswa yang berhasil meraih nilai sempurna pada salah satu mata pelajaran yang diujikan. Ia adalah Kadek Bagus Putra Kinanda, siswa kelas IXC SMPN 1 Bangli. Siswa asal Desa Songan Kintamani itu berhasil meraih nilai 100 pada mata pelajaran matematika. Sementara untuk mata pelajaran lainnya yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, ia memperoleh nilai 98,00, sementara IPA 97,50. Kepala SMPN 1 Bangli Wayan Widiana Sandhi mengatakan, keberhasilan siswanya dalam meraih nilai sempurna pada salah satu mata pelajaran yang di-UN-kan menjadi sebuah kebanggaan. Karena itu sebagai bentuk apresiasi, pihaknya berencana akan memberikan reward bagi siswa tersebut pada acara pelepasan siswa yang akan dilaksanakan sekolahnya 10 Juni mendatang. Dijelaskan Widiana Sandhi, keberhasilan siswanya meraih nilai 100 pada salah satu mata pelajaran yang diUN-kan bukan yang pertama kali. Pada UNBK tahun ajaran
Bali Post/kmb40
Bali Post/kmb40
Wayan Widiana Sandhi
Kadek Bagus Putra Kinanda
2017/2018, ada 3 siswanya yang meraih nilai UN sempurna. Pada UN tahun 2016/2017, jumlah siswanya yang juga berhasil mendapat nilai UN 100 sebanyak 10 orang. “Kebanyakan nilai sempurna yang diraih pada mata pelajarannya Matematika dan IPA,” terangnya. Widiana Sandhi mengatakan, setiap tahun pihaknya selalu menargetkan siswanya bisa meraih nilai UN sempurna. Target itu dipasang untuk memotivasi agar siswa dan sekolah bersemangat dalam berusaha. “Pekerjaan apapun harus ada target. Kalau tidak ada jadi
tidak semangat,” ujarnya. Untuk bisa meraih nilai sempurna, adapun sejumlah upaya yang selama ini dilakukan pihak sekolah yakni dengan memberikan tambahan pembelajaran kepada siswa, seperti dalam bentuk les. Para siswa diberikan tambahan belajar sekitar enam bulan sebelum pelaksanaan ujian. “Ke depan kami akan melaksanakannya dengan lebih intens dan lebih lama lagi,” ujarnya. Selain itu pihaknya juga berupaya mendorong siswanya dengan memberikan fasilitas buku-buku yang berisikan prediksi soal-soal UN. (kmb40)
Bangli (Bali Post) – Malang nasib I Nyoman Nawa, warga Banjar Gunaksa, Kelurahan Gunaksa, Bangli. Pria 42 tahun itu tewas tertimpa kayu saat menebang pohon di tegalan milik I Nengah Susana, warga setempat. Korban tewas di Rumah Sakit Umum Bangli dengan kondisi luka pada bagian kepala dan patah pada bagian kaki. Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin (3/6) kemarin sekitar pukul 10.00 Wita. Saat itu korban bersama seorang tukang tebang kayu, I Wayan Mondel, datang ke lokasi untuk menebang pohon. Saat itu I Wayan Mondel meminta korban memasang tali guna menarik batang pohon yang akan ditebang. Setelah terpasang, posisi batang pohon diarahkan jatuh ke selatan. Saat tali sudah dipegang, selanjutnya Wayan Mondel melakukan proses penebangan dengan menggunakan mesin sensor. Ketika itu, batang pohon yang ditebang berhasil jatuh sesuai rencana yakni ke arah selatan. Namun tanpa disangka, batang pohon yang ditebang ternyata menimpa kayu
yang ada di sebelahnya hingga patah lalu menghantam tubuh korban. Mondel yang panik mengetahui kejadian itu langsung memanggil warga lainnya untuk membantu melarikan korban ke rumah sakit. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban dinyatakan mengalami patah pada kaki sebelah kanan, dan luka pada bagian kepala. Tak berapa lama setelah mendapat penanganan medis, korban tewas di rumah sakit. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan setelah mendapat informasi kejadian itu, polisi langsung mendatangi TKP. Di lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit alat senso, satu utas tali nilon, dan satu jeriken putih berisi minyak pelumas. Pelapor dan saksisaksi telah dimintai keterangan. Polisi juga mengamankan I Wayan Mondel, tukang tebang kayu asal Banjar Bungkuan, Desa Sulahan Susut. “Saat ini kasus tersebut masih dalam penanganan Polsek Bangli,” kata Sulhadi. (kmb40)
Bali Post/ist
MEDIS - Korban saat mendapat penanganan medis di RSU Bangli.
Selasa Kliwon, 4 Juni 2019
Piala Bupati Gianyar
POR Celuk Juara, Esa Top Skor
Gianyar (Bali Post) – Kesebelasan POR Celuk keluar sebagai juara dalam kejuaraan sepak bola memperebutkan Piala Bupati Gianyar 2019. POR Celuk berhak menyandang predikat nomor satu setelah menundukkan Tunas Muda Ubud dengan skor 4-3 pada final yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Minggu (2/6) sore. Perebutan juara ketiga dimenangi oleh Blahbatuh FC usai mengalahkan Garuda Peliatan dengan hasil akhir 3-2. Pemenang pertama mendapat hadiah uang pembinaan Rp 10 juta, juara kedua menerima Rp 7,5 juta, juara ketiga memperoleh Rp 5 juta, dan peringkat keempat mengantongi Rp 2,5 juta. Gelar top skor diraih Esa. Striker Tunas Muda Ubud ini mencetak 13 gol selama kejuaraan sekaligus mendapat hadiah uang pembinaan Rp 1 juta. Sementara titel tim terbaik disabet klub Persis Siangan sehingga menerima uang pembinaan Rp 1 juta. Semua pemenang juga diberikan piala. Kejuaraan ditutup Bupati Gianyar diwakili oleh Kadis Kebudayaan Kabupaten Gianyar Wardana. Bupati dalam sambutan tertulisnya berpesan agar turnamen ini bisa memotivasi pemain sepak bola yang ada di Gianyar untuk lebih giat berlatih sehingga bisa berprestasi. Apresiasi diberikan kepada Ketua Umum Askab PSSI Gianyar Dr. Cokorda Gde Oka Dharmayuda, Sp.OT(K). yang ahli bedah tulang dan Ketua Panpel Ir. Anak Agung Sunjaya karena mampu melaksanakan turnamen ini dengan baik dan lancar. Dalam kejuaraan ini, semua wilayah Gianyar terwakili serta mendapat hadiah dan piala. Gianyar Utara diwakili Garuda Peliatan dan Tunas Muda Ubud, Gianyar Barat menelurkan POR Celuk, Gianyar Selatan mengorbitkan Blahbatuh FC, dan Gianyar Timur mengandalkan Persis Siangan. Turnamen ini dimanfaatkan Askab PSSI Gianyar untuk menjaring pemain yang akan diturunkan pada Porprov Bali 2019 di Tabanan, September mendatang. (kmb)
Pra-PON Tinju di Ternate dan Bogor
Denpasar (Bali Post) – Babak kualifikasi atau Pra-PON cabang olahraga (cabor) tinju akan berlangsung dua kali. Yang pertama digelar di Ternate, Maluku, 15–21 September, sedangkan yang kedua di Bogor, 23–30 Oktober mendatang. Bali masuk wilayah tengah. Ketua Harian Pengprov Pertina Bali, Harry Trimulia Putra, menilai wilayah tengah merupakan wilayah neraka karena dihuni daerah-daerah yang memiliki petinju tangguh. ‘’Jadi, petinju PraPON Bali nantinya harus kerja keras untuk bisa meloloskan diri ke PON Papua 2020,” katanya didampingi Bidang Wasit dan Hakim I Nyoman Sampun Asmara di Denpasar, Senin (3/6) kemarin. Menempati wilayah tengah membuat petinju Bali harus bersaing melawan DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan NTB di Pra-PON nanti. Meski demikian, Harry Putra mengharapkan petinju Bali yang diterjunkan ke Pra-PON mampu membawa pulang tiket berlaga di PON Papua. ‘’Kami tak meragukan petinju Bali yang dikirim nantinya, karena mereka memiliki pengalaman dan prestasi nasional bahkan internasional,” ujar pria yang sehari-harinya dipanggil Heri Soto ini. Menurut Sampun Asmara, petinju yang lolos ke PON 2020 melalui Pra-PON I wilayah tengah hanya yang berhasil mencapai final di kelasnya masing-masing. Sementara pada Pra-PON II, mampu menembus babak semifinal sudah cukup untuk merebut tiket ke PON Papua. ‘’Petinju yang lolos di Pra-PON I tidak turun lagi di Pra-PON II,” jelasnya. (kmb)
Tengah Diproses
Kendati demikian, Dasco menyebut saat ini pihaknya tengah mengawal surat permohonan penangguhan penahanan yang tengah diproses oleh penyidik. ‘’Saat ini baru diproses (surat permohonan) Leus. Rencananya hari ini Lieus akan dikeluarkan setelah penangguhan diproses sore nanti. Ini sudah ada sinyal positif dari penyidik,’’ kata Dasco. Selain dua orang tersebut, Dasco menyebut dia dan tim juga mengusahakan penangguhan penahanan pada 58
tersangka kasus dugaan kerusuhan 21-22 Mei 2019 yang saat ini sedang ditahan di Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Barat. Diketahui, Lieus ditahan di Polda Metro Jaya sejak Selasa (21/5) lalu. Lieus ditahan setelah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus dugaan makar. Sementara Mustofa Nahrawardaya ditahan di Bareskrim Polri setelah ditangkap pada Minggu (26/5). Dia menjadi tersangka lantaran diduga menyebarkan kabar bohong alias hoax melalui akun Twitter terkait kerusuhan 22 Mei 2019. (ant)
OLAHRAGA
Teco Sayangkan Penundaan Laga Pekan Keempat Mangupura (Bali Post) – Jadwal pertandingan yang akan dilakoni Bali United di kompetisi Shopee Liga 1 2019 mengalami perubahan. Ini terjadi lantaran seluruh laga pekan keempat ditunda karena adanya pertandingan uji coba internasional yang dilakoni Tim Nasional Indonesia. Dengan ditundanya laga pekan keempat, maka Bali United hanya akan menjalani dua laga pada Juni ini. Yang pertama adalah laga kandang kontra PSIS Semarang pada 21 Juni dan yang kedua bertandang ke markas Perseru Badak Lampung pada 28 Juni. Keputusan PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI itu mendapat tanggapan dari berbagai pihak, salah satunya pelatih kepala Bali United Stefano ‘’Teco’’ Cugurra. Ia mengaku cukup menyayangkan penundaan tersebut, sebab tim asuhannya harus menunggu cukup lama sebelum menjamu PSIS pada 21 Juni. ‘’Kami harus menunggu cukup lama apabila pertandingan berikutnya dimainkan 21 Juni. Saat ini momentum kami sedang bagus dan tentu kami ingin main lebih
Warriors Imbangi Raptors
Toronto – Juara bertahan Golden State Warriors membutuhkan tembakan tiga poin Andre-Iguodala pada tujuh detik tersisa untuk mengalahkan Toronto Raptors dengan skor 109-104, Senin (3/6) kemarin. Kemenangan pada gim kedua ini membawa Warriors menahan Raptors 1-1 di final NBA. Hasil itu menguntungkan Warriors dalam usahanya mencari gelar ketiga berturutturut dan keempat dalam lima musim, sebab menjadi tuan rumah pada laga ketiga dan keempat pada Kamis dan Sabtu nanti di California. ‘’Permainannya di babak kedua benar-benar menginspirasi. Dia melakukan pekerjaan yang fantastis. Dia melakukan banyak tembakan besar di final sebelumnya, jadi tidak terpengaruh. Saya pikir dia merasa bahwa kami membutuhkan produksinya di babak kedua,’’ kata pelatih Warriors Steve Kerr memuji Iguodala. Klay Thompson memimpin Warriors dengan 25 poin, Stephen Curry menambahkan 23, sedangkan Draymond Green menyumbang 17 poin, 10 rebound, dan 9 assist. Kawhi Leonard mencetak 34 poin dan 14 rebound untuk Raptors, sedangkan Fred VanVleet menyarangkan 17 poin. ‘’Saya benar-benar bangga dengan orang-orang kami karena berkelahi dan bertarung. ,’’ sebut pelatih Raptors, Nick Nurse. (afp/kmb)
Selasa, 4 Juni 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Mamungkah Ngenteg Linggih Mendem Padagingan Tawur Balik Sumpah (1) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Bagus And Friend 08:05 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Taksu Jero Mangku Pande Nyoman Mudita,Lestarikan
Seni Lewat Ngayah Menari Topeng 09:30 Wita Bali Channel Tourist TV 10:00 Wita Siaran Langsung Pencanangan Pelaksanaan Perda Desa Adat 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Mamungkah Ngenteg Linggih Mendem Padagingan Tawur Balik Sumpah (2) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Folk Song 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shopping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Folk Song
15
15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Upakara 17:00 Wita Dialog Putra SBA 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Ista Dewata Pura Tri Adi Sakti Ceningan 21:30 Wita Sansekerta 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Br. Gemeh (2) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel
cepat. Namun, apa pun itu kami harus menerima keputusan operator Liga dan PSSI,’’ ujarnya dikutip dari situs Bali United, Senin (3/6) kemarin. Menurut Teco, ditundanya laga pekan keempat juga berpenga-
ruh terhadap program latihan yang akan dijalani anak asuhannya. Oleh karenanya, ia berharap ada satu laga uji coba sebelum menghadapi PSIS. ‘’Program latihan pastinya menyesuaikan dengan waktu persiapan kami sebelum pertandingan. Dengan waktu yang cukup lama, tentu saya ber-
harap ada paling tidak satu kali pertandingan uji coba,’’ ungkapnya. Tim Serdadu Tridatu sudah memainkan tiga laga kandang dengan hasil 100 persen kemenangan. Pada pekan pertama menang atas Persebaya Surabaya dengan skor 2-1. Selanjutnya unggul 1-0 atas Bhayangkara FC dan yang terbaru gol tunggal Paulo Sergio sukses membawa Bali United mengatasi juara bertahan Persija Jakarta 1-0. Sebelumnya, PT LIB melalui s u r a t resminya kepada
manajemen Bali United menyampaikan, jadwal pertandingan pada pekan keempat yang sebelumnya dilaksanakan 14-16 Juni diubah menjadi 2728 Agustus. Jadwal perubahan akan disampaikan oleh LIB selambat-lambatnya pada 30 Juni 2019. (kmb)
MENANG – Pemain Bali United merayakan kemenangan atas Persija.
KESEHATAN @balipostcom http://twitter.com/balipostcom balipost http://facebook.com/balipost
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Selasa Kliwon, 4 Juni 2019
TOP IN VASI
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
WONDERFUL Peserta Pawai PKB BALI Diberi Waktu 7 Menit
KULINER
BUDAYA KONSEP pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI Tahun 2019 sejatinya tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Namun kali ini lebih digarap agar peserta pawai tidak sekadar berjalan menampilkan kekhasan daerah masing-masing. Ada komposisi yang dibangun agar tampilan pawai lebih menarik dan atraktif. Pawai PKB akan digelar di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali Niti Mandala Renon, Denpasar, 15 Juni mendatang pukul 14.00 Wita. ‘’Biasanya kan tampilnya itu hanya di depan panggung kehormatan presiden. Sekarang kita bagi 3, semua dikomposisikan dari start mereka berjalan sudah bergerak sambil menari. Termasuk terunateruni berbusana khas daerah kita bikinkan gerak semifashion,’’ ujar Koordinator Pawai PKB XLI Kadek Wahyudita, Senin (3/6) kemarin. Menurut Wahyudita, upaya ini sekaligus untuk mengontrol penonton dengan memecah konsentrasi mereka. Di samping dengan membuat barikade atau pembatas di beberapa titik. Di sisi lain,
image pawai diharapkan berubah dari yang semula hanya atraktif di depan panggung kehormatan presiden saja. Kini berubah menjadi di sepanjang panggung yang panjangnya sekitar 100 meter dari ujung barat ke timur. Dengan konsep karnaval tersebut, masingmasing kontingen diberi waktu maksimal 7 menit untuk tampil di depan panggung. ‘’Jadi masuknya 2 menit, display di depan panggung kehormatan 2,5 menit, kemudian keluarnya 2 menit. Kurang lebih 5 sampai 7 menit-lah,’’ jelasnya. Wahyudita menambahkan, ada tiga hal yang akan ditampilkan oleh masingmasing kabupaten/kota.
PENDIDIKAN
KESEHATAN
SENIMAN
TOP Adi Assri Beach Resort & Amp Spa Pemuteran IN VASI Tawarkan Keindahan Terumbu Karang
Bali Post/mud
Adi Assri Beach Resort & Amp Spa Pemuteran.
WONDERFUL BALI BULELENG Barat mulai menggeliat pariwisatanya. Sejalan dengan itu, akomodasi wisata, terutama hotel, dibangun di wilayah ini, persisnya di Desa Pemuteran, Gerokgak. Dari sekian banyak hotel yang beroperasi, salah satunya dikelola warga pribumi. Hotel itu adalah Adi Assri Beach Resort & Amp Spa Pemuteran. Hotel ini berdiri di wilayah yang berbatasan dengan Teluk Pemuteran yang berombak tenang. Sedangkan di sebelah selatan membentang Bukit Pulaki yang kokoh. Dengan kondisi topografi seperti itu, hotel di Du-
sun Pala Sari, Desa Pemuteran ini menawarkan view nyegara gunung (pantai dan bukit). Hotel yang beroperasi tahun 2008 ini memiliki 80 unit kamar. Harganya bervariasi dari yang terendah sampai paling mahal. Tipe kamarnya meliputi Standard Garden View, Deluxe Garden View, Deluxe Premium, Super Deluxe Sea View dan Villa Two Bed Room. Kamar-kamar itu didesain tanpa meninggalkan arsitektur Bali. Hotel ini juga dilengkapi Drupadi Spa dan tiga kolam renang, termasuk kolam renang untuk anak-anak.
BUDAYA
Resort ini juga memiliki kebun luas. Selain ditanami pohon perindang, arealnya juga sudah berisi tanaman kelapa asli yang endemis di Pemuteran. Di sebelah utara hotel membentang laut, sangat cocok untuk diving dan snorkeling. Pengunjung yang senang menikmati wisata bahari dan indahnya alam bawah laut, bisa mencoba paket wisata bahari yang ditawarkan Adi Assri Beach Resort & Amp Spa Pemuteran. Dari lokasi hotel, pengunjung diantarkan dengan speed boot, menempuh perjalanan sekitar 25 menit. Spot diving dan snorkeling yang bisa dinikmati adalah kawasan Pulau Menjangan yang berada di Taman Nasional Bali Barat (TNBB). Spot diving yang tidak kalah indahnya juga ditawarkan dengan taman terumbu karang buatan dengan teknik biorok. Tamu yang suka hiking juga akan dilayani di resort ini. Paket ini menawarkan track hiking ke Bukit Pulaki. Selain
PENDIDIKAN
itu, pada titik tertentu di atas perbukitan pengunjung bisa mengabadikan liburan dengan foto selfie dengan latar belakang Teluk Pemuteran yang tenang dan membiru. Owner Adi Assri Beach Resort & Amp Spa Pemuteran Komang Sumantri belum lama ini mengatakan, sejak beroperasi 2008 lalu tingkat hunian menunjukkan tren positif. Wisatawan asal Eropa mendominasi. Sedangkan wisatawan domestik seperti Jakarta, Surabaya dan beberapa daerah di Jawa banyak memilih paket menginap di Adi Assri. Peningkatan hunian wisatawan lokal terjadi ketika memasuki libur hari raya seperti Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru (Nataru). Selain itu, jaraknya yang dekat dengan Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana membuat para tamu banyak memilih berlibur ke Pemuteran. ‘’Tempatnya strategis dan fasilitas kami sediakan, sehingga wisatawan kami berikan jaminan kepuasan di resort kami ini,’’ jelasnya. (mud)
SENIMAN Bali Post/sue
OSIS - Ketua YPLP Nengah Madiadnyana bersama Gede Wenten Aryasuda dan OSIS Grisda saat menggelar GCC 2019.
OSIS SMP PGRI 2 Denpasar Miliki Agenda Tetap GCC Pendidikan ANAK muda penuh bakat yang tergabung dalam OSIS SMP PGRI 2 Denpasar alias Grisda mampu menunjukkan jati diri sebagai SDM yang mandiri. OSIS SMP PGRI 2 Denpasar rutin mengadakan Grisda Competition Computer (GCC). Senin (3/6) kemarin GCC memasuki tahun ke-13, dibuka Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. Sukses ini juga berkat model pengkaderan yang dilakukan Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Dr. Drs. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. dengan memberi kepercayaan penuh kepada OSIS sebagai penyelanggara event bergengsi ini. Ketua OSIS Grisda 2018-2019 Dewa Ayu Putu Gea Kanya Putri
bersama 60 anggotanya mampu menjalankan tugas mulai dari merencanakan, membuat surat, mencari sponsor hingga mengisi acara selama GCC berlangsung. Bahkan juaranya selain disiapkan piala tetap dan hadiah juga bonus kursi gratis jika berminat sekolah di Grisda. Dewa Ayu Putu Gea Kanya Putri mengungkapkan GCC merupakan program OSIS stratagis selain Gebyar Budaya Grisda, Grisda Colaboration Camp dan Grisda Art Competition. GCC ini bertujuan meningkatkan kreativitas siswa lewat penggunaan komputer, memperkuat pendidikan berbasis TI dan mengembangkan sikap intelektual berbasis TI di era global. GCC kali ini diikuti ratusan siswa SD untuk
kategori Microsoft Word, Exel dan Power Point. Menariknya, lomba disaksikan juga oleh orangtua siswa. Kepala SMP PGRI 2 Denpasar Dr. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. mengaku hanya tut wuri handayani memberi kesempatan OSIS untuk menerapkan memanajemen GCC. Pengalaman ini penting untuk memperkuat pendidikan karakter siswa dalam manajemen, memupuk rasa tanggung jawab, melatih kerja sama, dll. Dia bangga peserta GCC tetap banyak, apalagi Permendikbud No. 35/2018 pelajaran TI kembali diberikan di K-13 sebagai program pilihan. Lomba ini sekaligus menjawab tantangan karena di era revolusi industri 4.0, SDM Bali tak boleh kalah bersaing dalam TI, melainkan menjadi SDM yang kompetitif. Untuk itu ke depan GCC ini tetap merespons kemajuan bidang TI kekinian. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar didampingi Ketua YPLP Provinsi PGRI Bali Dr. I Made Suada, M.M., M.Si., Ket-
ua PGRI Kota Denpasar Drs. I Nyoman Winata, M.Hum. dan Pengawas Drs. I Wayan Ginastra, M.M. memberi acungan jempol bahwa kegiatan OSIS SMP PGRI 2 Denpasar ini sangat luar biasa. Sejak tiba di sekolah ini, dia sudah terkesan bahwa lomba ini dikelola secara profesional oleh OSIS. Sebab, mengadakan lomba seperti ini tidaklah gampang, apalagi berlangsung hingga 13 tahun. Bagi dia, GCC sangat strategis untuk menyiapkan SDM Bali akrab dengan TI sekaligus mengevaluasi kompetensi diri. Makanya sangat tepat GCC menyasar siswa SD dalam menguasai TI. Untuk itu, dia minta anak sekolah memanfaatkan kemajuan TI secara positif. OSIS Grisda, dikatakannya, juga sukses menyelenggarakan event lain seperti Gebyar Budaya, Art Festival Grisda dan Pasraman Kilat. Kegiatan ini sebagai implementasi dari visi SMP PGRI 2 Denpasar yakni sekolah unggul berlandaskan agama dan budaya serta lingkungan. (sue)
Pertama, barisan identitas yang terdiri atas papan nama, lambang daerah, muda-mudi berbusana adat Bali, dan pembawa tedung khas kabupaten/kota. Kedua, garapan tematik disesuaikan masing-masing kabupaten/kota yang menggunakan properti terkait tema PKB XLI ‘’Bayu Pramana (Memuliakan Sumber Daya Angin)’’. Seperti pindekan, guwangan, atau lonceng angin. Barisan kedua ini nantinya tepat berada di depan panggung kehormatan presiden. Ketiga atau barisan terakhir, nantinya diisi dengan tradisi budaya khas daerah. Sebagai contoh, Tabanan dengan gamelan Tektekan atau Denpasar dengan Baris Nengklongnya. ‘’Tetap kita pembinaan dulu, memastikan bahwa waktunya itu sudah tepat 7 menit atau kurang daripada itu, tidak boleh lebih,’’ imbuhnya. (rin)
‘’Biasanya kan tampilnya itu hanya di depan panggung kehormatan presiden. Sekarang kita bagi 3, semua dikomposisikan dari start mereka berjalan sudah bergerak sambil menari. Termasuk teruna-teruni berbusana khas daerah kita bikinkan gerak semifashion.’’ Kadek Wahyudita