Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
DUA TERDUGA TERORIS DITEMBAK MATI DI BEKASI
Jakarta (Bali Post) Pascapemilu, keamanan negara terus diperketat. Anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti-Teror menembak mati dua terduga teroris di sebuah rumah toko Kampung Pangkalan RT 11/04, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (4/5) subuh kemarin. Camat Babelan, Deni Mulyadi, saat dikonfirmasi pada Sabtu petang membenarkan kejadian itu. Menurut dia, ada salah satu pelaku yang tewas ditembak polisi saat penggerebekan itu. “Ya benar, ada penggerebekan teroris. Informasinya dua tewas. Jenazah terduga teroris yang belum diketahui identitasnya itu dibawa ke RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur,” katanya. Sementara dua terduga teroris lagi diketahui buron karena berhasil kabur saat penggerebekan. “Saat ini, tempat kejadian perkara (TKP) sudah bersih. Polisi datang dari subuh sampai siang,” kata Deni. Kepada warga Kecamatan
Babelan, Deni mengimbau agar segera melapor ke polisi bila melihat hal-hal yang mencurigakan. Dia meyakini, polisi akan menindaklanjuti sekecil apa pun informasi yang disampaikan masyarakat. Salah seorang warga bernama Maryanto (35), mengaku, penggerebekan itu terjadi usai melaksanakan salat subuh sekitar pukul 05.00. Saat itu, banyak polisi berseragam lengkap sambil membawa senjata laras panjang berada di lokasi. “Pas dicek warga, nggak tahunya ada penggerebekan terduga teroris,” kata Maryanto, Sabtu (4/5) kemarin. Berdasarkan informasi yang dia peroleh, dua terduga teroris tewas di lokasi diduga
karena melakukan perlawanan kepada petugas. Sedangkan dua pelaku lagi berhasil kabur yang diduga membawa bahan peledak. Menurut Maryanto, awalnya ruko itu dimiliki oleh warga yang biasa disapa Ki Opung. Sekitar beberapa bulan lalu, Ki Opung menjual ruko miliknya kepada Manin atau yang biasa disapa Mandor Patek. Namun, beberapa hari setelah pemilihan umum (pemilu), ada beberapa laki-laki dan seorang perempuan terlihat sering keluar-masuk ruko tersebut. “Warga tidak tahu aktivitas mereka karena dikenal sangat tertutup dan belum sebulan kalau tidak salah menempati ruko itu,” tandasnya. (ant)
KPK Tetapkan Hakim PN Balikpapan sebagai Tersangka Jakarta (Bali Post) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan hakim Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan, Kalimantan Timur, atas nama Kayat sebagai tersangka kasus suap. Selain Kayat, dua orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka. “Setelah melakukan permintaan keterangan sebe-
lum batas waktu 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP, dilanjutkan dengan gelar perkara, maka disimpulkan adanya dugaan Tindak Pidana Korupsi memberikan atau menerima hadiah atau janji terkait penanganan perkara di Pengadilan Negeri Balikpapan pada tahun 2018. KPK meningkatkan status penanganan perkara ke pe-
nyidikan dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka,” ujar Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif di gedung KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Sabtu (4/5) kemarin. Kayat diduga meminta uang untuk membebaskan terdakwa yang sedang menjalani persidangan. Hal. 11 Penerima Suap
BPM/ant
TERORIS - Pasukan Densus 88 memperketat keamanan pascaditembaknya dua terduga teroris di Bekasi, Sabtu (4/5) kemarin.
Pentingnya Pendidikan Antikorupsi Sejak Dini
Perilaku Siswa Terdegradasi Akibat ‘’Gadget’’
Tindak pidana kasus korupsi yang menjerat pejabat negara terus meningkat. Masih dalam suasana Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), kita patut membentengi generasi muda sebagai aset bangsa agar tidak terjerumus dalam tindakan korupsi. Mereka penting diberikan pendidikan antikorupsi sejak dini.
k ana k a t an orupsi a g in top k s
KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) tentang kerja sama dalam Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di dunia pendidikan. Salah satunya melalui Pendidikan Anti-Korupsi (PAK). Menurut pengamat pendidikan, Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H., PAK harus dilakukan dan diberikan sejak dini, bahkan di level pendidikan paling awal. Sebab, pada usia dini penanaman nilai-nilai (values) akan sangat efektif, dan cenderung akan menjadi nilai yang dianut sepanjang hidup seorang. Sedangkan di tingkat pendidikan dasar dan menengah, nilai-nilai antikorupsi yang mencakup kejujuran, sikap dan cara pandang tersebut harus terus diperkuat di lingkungan sekolah maupun keluarga dan masyarakat. Sementara itu, pada tingkat pendidikan tinggi, pemahaman antikorupsi harus menjadi lebih konseptual dan dialogis. Bahkan, kampus-kampus harus mengadakan diskusi periodik tentang antikorupsi sehingga para calon pemimpin tersebut paham benar mengapa korupsi itu jahat, mengapa korupsi dapat menyengsarakan rakyat, termasuk kajian filosofis dan juga perspektif agama tentang antikorupsi. Hal. 11 Keteladanan Pemimpin
stop korupsi ko
ru
ps
i
baik bu guru
aku anak j
generasi
ujur!!
anti koru
psi
BERBAGAI masalah pendidikan di tingkat dasar dan menengah telah menghadang di depan mata. Model pendidikan harus terus berubah terutama akibat pesatnya kemajuan bidang Teknologi dan Informasi (TI) yang bisa bermata dua yakni berdampak positif dan juga menimbulkan ekses lainnya. Salah satu dampak yang paling miris dipantau para guru munculnya degradasi perilaku siswa akibat kemajuan gadget. Hal itu terungkap pada diskusi pendidikan di Warung 63 Jl. Veteran Denpasar belum lama ini. Adalah Kepala SMPN 3 Denpasar, I Wayan Murdana, S.Pd., M.Psi., yang pertama mengungkapkan problema penting terjadi dewasa ini di kalangan siswa adalah makin terdegradasinya perilaku mereka. Ini sebagai akibat kemajuan TI terutama gadget yang direspons secara berlebihan. Makanya dia mengatakan
mindset guru dan visi sekolah harus digeser tidak lagi semata-mata mencetak siswa pintar, namum siswa yang berperilaku baik. Apalagi anak SMP adalah memasuki masa pancaroba, ingin mencoba sesuatu yang baru. Namun, mereka belum matang benar. Hal itu dibenarkan Waka Kurikulum SMP PGRI 5 Denpasar, Ni Made Gamawati, bahwa munculnya kesadaran akan pentingnya pendidikan karakter. Pendidikan agama menjadi wahana penting ditekankan di sekolah selain memerlukan keteladan para guru. Kepala SMP Dwijendra Denpasar, Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd., dan Kepala SMPN 2 Denpasar, Dra. Mercy Viktoria Gigir, M.Pd., menyadari dahsyatnya pengaruh HP bagi siswa dan remaja Bali. Hal. 11 Kemajuan Teknologi
Hilangnya Bantuan UKK dan BSM Bangli Kekurangan Kelas, Singaraja Hadapi Sekolah Rusak Hingga Minimnya Gaji Guru Honorer HAMPIR di semua jenjang pendidikan, Bali masih mengalami masalah dalam bidang penyiapan sarana dan prasarana sekolah. Apalagi sekolah tersebut ada di desa dan pegunungan. Kabupaten Bangli misalnya menghadapi kendala minimnya ruangan belajar. Sementara Buleleng menghadapi persoalan banyaknya sekolah yang rusak. Minimnya sarana dan prasarana seperti ruang belajar menjadi salah satu persoalan yang dihadapi SMPN Satap 1 Kintamani. Sekolah
yang berlokasi di wilayah balik bukit Desa Songan tepatnya di Banjar Kayuselem itu, memiliki jumlah ruangan yang terbatas. Tiga ruang untuk kelas belajar dan satu ruang serbaguna yang dimanfaatkan untuk ruang guru, kepala sekolah, perpustakaan, dan komputer. Terbatasnya jumlah ruang kelas memaksa pihak sekolah menempatkan hingga 50 siswanya dalam satu kelas. Kepala SMPN Satap 1 Kintamani, Wayan Kumpul, Sabtu (4/5) kemarin, men-
gungkapkan, sekolah yang berdiri sejak 2005 menjadi sekolah satu atap pertama yang didirikan Pemkab Bangli di Kecamatan Kintamani. SMPN Satap 1 Kintamani didirikan untuk memfasilitasi anak-anak di wilayah balik bukit agar dapat mengenyam pendidikan tingkat SMP. Saat ini, total jumlah siswa yang bersekolah mencapai 130 siswa yang terbagi dalam tiga kelas. Hal. 11 Tak Mungkin Dipecah
MENGELOLA sekolah swasta jauh lebih berat dibandingkan mengelola sekolah negeri. Dari delapan standar pendidikan, sekolah swasta terbiasa memenuhi secara mandiri seperti SDM guru, sarana dan prasarana. Termasuk standar biaya yang ditanggung sendiri. Salah satu program strategis pemerintah yang dulu sempat ada dan mengalir ke sekolah swasta, namun sejak beberapa tahun ini dihentikan. Bantuan itu berupa Uji Kompetensi Kejuruan (UKK) yang sebelumnya dibantu Rp 200.000-300.000 tiap siswa, kini terhapuskan. Hal. 11 Membantu Siswa
Boy Jayawibawa
I Nyoman Mudita
I Ketut Suarya
2
Minggu Kliwon, 5 Mei 2019
Kenaikan Harga Tiket Pesawat Jadi Tantangan Pariwisata Bali Denpasar (Bali Post) Harga tiket pesawat maskapai penerbangan di Indonesia mengalami kenaikan lebih dari 100%. Hal ini sudah mulai diperbincangkan sejak awal 2019 lalu. Kenaikan harga tiket pesawat ini membuat mobilitas antarpulau dan antarprovinsi menjadi terhambat lantaran tingginya harga. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi pariwisata Bali. Berdasarkan data BPS Provinsi Bali yang disampaikan Kepala BPS Bali Adi Nugroho, pada Februari 2019, jumlah pesawat angkutan udara internasional yang berangkat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai tercatat mencapai 2.779 unit penerbangan dengan jumlah penumpang 356.920 orang penumpang domestik. Sedangkan, jumlah angkutan laut yang berangkat dari sejumlah pelabuhan di Provinsi Bali pada bulan Februari 2019 tercatat 2.747 unit kapal dengan jumlah penumpang 167.553 orang.
Ketua Asita Bali, Ketut Ardana, mengatakan, harga tiket pesawat yang naik dua kali lipat ini membawa pengaruh signifikan pada kunjungan wisatawan domestik (wisdom) ke Bali. Beberapa bulan belakangan, traffic wisdom menurun dan itu dikeluhkan oleh seluruh daerah. “Dan ini sangat memberatkan wisdom. Sekarang ini, wisdom perkiraan saya turun sekitar 30%,” ungkapnya sabtu (4/5) kemarin. Akibatnya, banyak wisdom yang tadinya berencana akan berlibur di sekitar Indonesia akhirnya mereka lebih memi-
lih pergi ke luar negeri karena harga tiketnya lebih murah. “Harga paket tour pun ke destinasi di sekitar negaranegara ASEAN tidak jauh beda dengan kita di Indonesia,” ungkapnya. Menurutnya, kenaikan harga tiket pesawat tidak terjadi di negara lain, yang notabene merupakan pesaing pariwisata Indonesia. “Saya belum sempat ngecek ini. Mungkin ini tidak terjadi, karena kemarin, kami di KL ada Convention ada satu materi yang dibahas yaitu masalah penerbangan. Yang mengeluhkan harga tiket
mahal hanya peserta dari Indonesia, dari negara lain mereka diam saja,” tuturnya. Ketua BHA (Bali Hotel Association) Ricky Darmika Putra mengatakan, kenaikan harga tiket berpengaruh terhadap kedatangan tamu terutama tamu domestik, namun pada April ke depan sudah ada kenaikan kunjungan tamu. Ia berharap, kondisi ini semakin membaik menjelang peak season. Selama ini, okupansi hotel di Bali didominasi oleh wisatawan mancanegara dengan perbandingan 80% : 20%. Kenaikan harga tiket pesawat ini juga menjadi agenda Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali. Permasalahan ini disampaikan saat high level meeting pada Senin (29/4) di Kantor BI KPw Bali. Dalam rapat tersebut ter-
ungkap tingginya tarif angkutan udara sehingga beberapa kali menjadi komoditas penyumbang inflasi di Bali. Ketua Harian TPID Bali Dewa Made Indra mengatakan, dengan tinggi arus mudikarus balik pada saat Lebaran, diharapkan tarif angkutan udara tetap dapat terjaga pada koridor batas atas dan batas bawah sehingga tidak mendorong inflasi Bali lebih tinggi. Dalam sambutan Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, Bali perlu mengantisipasi dan meningkatkan kewaspadaan akan inflasi di Bali dalam tingkat yang rendah dan stabil khususnya pada 2019, karena ada sejumlah tantangan yang perlu diwaspadai. Salah satunya, risiko kenaikan harga minyak dunia
yang menjadi acuan penetapan tarif beberapa komoditas komponen administered price. Dalam rangka menjaga inflasi, khususnya tarif angkutan udara, Pemda Bali memiliki strategi khusus yaitu strategi kebijakan pengendalian tarif. Khusus angkutan udara, ia mengimbau kepada maskapai penerbangan agar pengenaan tarif saat peak season diberikan sesuai batas tarif yang telah ditentukan di masing–masing kelas dan tidak boleh melampaui batas yang telah ditetapkan oleh Kemenhub. Kenaikan harga tiket pesawat ini ditanggapi Garuda Indonesia dengan menyediakan hanya dua jenis kelas. “Saat ini, kita punya Y class untuk ekonomi dan bisnis yaitu J, C, D, I. Tidak ada promo sampai
seterusnya. Kalau dulu kelas ekonomi dimulai dari yang tertinggi Y, B, M, K, N, W, T, V, S, H. Sekarang hanya Y, 2 kelas saja untuk all domestik,” ungkap Ngakan Putu Septigraha, Regional CEO Garuda Indonesia wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Sementara untuk penerbangan internasional, Garuda masih memiliki kelas yang sedang promo. Kondisi ini dikatakan dalam rangka peningkatan pelayanan. “Harga–harga tersebut juga dapat memenuhi pangsa pasar yang ada dan hanya beberapa segmen pasar yang tidak terangkul,” ungkapnya. Untuk segmen menengah ke atas diakui bisa teratasi dan pengaruhnya positif. Seat load factor (SLF) selalu penuh sampai saat ini seperti rute Jakarta dan Surabaya. (kmb42)
MENDARAT - Pesawat mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai. BPM/dok
Ratusan Judul Buku Terbitan Pemerintah Didigitalisasi Denpasar (Balipost)Kurang lebih 800 buku koleksi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan provinsi Bali didigitalisasi. Hal ini merupakan salah satu upaya di dalam mengikuti zaman generasi milenial. Pengelola perpustakaan dalam menghadapi persaingan dunia global, khususnya era digital, harus mempunyai terobosan dalam menumbuhkembangkan minat baca atau literasi dari masyarakat. Menurut Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Bali, Luh Putu Haryani, SE., MM., digitalisasi buku perpustakaan yang dilakukan ini terbatas pada buku yang merupakan terbitan dari pemerintah. Di antaranya buku tentang budaya, seni, pertanian, babad, dan sejenisnya. “Digitalisasi ini bisa dilihat pada aplikasi baca,” katanya, Jumat(3/5) kemarin. Sedangkan untuk koleksi buku perseorangan dan swasta tidak dilakukan digitalisasi, karena berhubungan dengan royalti. “Namun kalau dari penulis atau penerbit yang menginginkan bukunya dilakukan digitalisasi tidak masalah, di sini perlu kerja sama,” imbuhnya. Diakui, usaha degitalisasi buku koleksi perpustakaan ini belum maksimal. Hal ini karena adanya kerusakan server saat perpindahan tahun 2016. Rencananya, ke depan akan dilakukan pengadaan server baru
untuk perpustakaan digital dan kearsipan, setelah gedung baru selesai diperbaiki. “Tahun 2021, perpustakaan akan dibangunkan gedung baru lengkap dengan ruangan-ruangan khusus untuk membaca online,” katanya. Haryani mengatakan, ditengah era digital saat ini, perpustakaan secara konvensional masih menjadi pilihan. Minat baca ke perpustakaan diakuinya masih tinggi. Hal ini dikarenakan selera orang yang berbeda-beda. Buku masih disukai oleh pengunjung, dari pengelola perpustakaan sendiri terus menambah koleksi bukunya. Seperti kunjungan di perpustakaan provinsi Bali. Kunjungan rata-rata perhari sebanyak 184 orang, sebagaimana data tahun 2018. Sementara itu, saat ini di Bali terdapat 3.671 perpustakaan tersebar diseluruh kabupaten/kota. Di Kabupaten Klungkung terdapat 239 perpustakaan. Kabupaten Jembrana sebanyak 306 perpustakaan, Kabupaten Gianyar sebanyak 450 perpustakaan, Kabupaten Bangli sebanyak 271 perpustakaan, Kabupaten Badung sebanyak 421 perpustakaan, Kabupaten Karangasem sebanyak 448 perpustakaan, Kabupaten Denpasar sebanyak 445 perpustakaan, Kabupaten Buleleng sebanyak 316 perpustakaan, dan Kabupaten Tabanan sebanyak 536 perpustakaan. (kmb16)
BPM/Gung Dar
PERPUSTAKAAN - Salah satu sudut ruang perpustakaan di Denpasar.
Meningkatkan Kesadaran terhadap Ancaman Teroris Mangupura (Bali Post) Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC)
bekerja sama dengan Pemerintah Inggris memberikan workshop kepada puluhan pecalang
BPM/Maya
WORKSHOP - Ketua PUTRI (Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia) Bali Inda Trimafo Yudha, (duduk, keempat dari kiri) berfoto bersama narasumber dan peserta workshop.
dari Sanur dan Kuta. Kegiatan yang digelar Sabtu (4/5)kemarin, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang pemberantasan terorisme dan perencanaan evakuasi pada situs budaya. Ketua PUTRI (Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia) Bali Inda Trimafo Yudha menyampaikan, anggota PUTRI mengelola dan memiliki situs–situs sejarah, tempat ibadah tempat rekreasi, dan tempat–tempat keramaian yang rawan akan ancaman teroris. “Di bawah kita (PUTRI) ada museum, pura, tempat suci, tempat ibadah yang rentan terhadap serangan teroris. Seperti yang pernah kita alami dulu, kita mendapat serangan teroris dua kali yaitu di daerah
pariwisata, keramaian dengan banyaknya korban berjatuhan sebagian ada warga Negara Inggris,” ungkapnya usai memberikan pemaparan dalam workshop itu. Dengan demikian peran petugas keamanan terutaman petugas keamanan desa yang ada di Bali, yaitu pecalang sangat penting dalam mengantisipasi ancaman ini. Peningkatan kesadaran dan pemberian informasi kepada pecalang karena yang mengetahui situasi dan kondisi lingkungan desanya adalah pecalang, yang berada di bawah kepolisian. “Kita bagian dari pariwisata yang dianggap krusial berhubungan dengan warga negara lain, karena seperti kita tahu, Bali adalah salah satu tempat wisata terfavorit
di dunia, dan sudah dikunjungi masyarakat dari berbagai negara sejak lama dan tidak terkecuali masyarakat dari Inggris. Tidak hanya menjadi turis, tapi juga menjadi ekspatriat,” beber politisi Partai PDI-P ini. Tujuannya agar Bali aman, karena Bali merupakan tempat tujuan favorit dari warga negara Inggris. Bali secara kepulauan walaupun kecil tapi menjadi duta Indonesia ke dunia luar. Bali secara geografis juga dikelilingi gunung api yang masih aktif sehingga risiko terjadi erupsi yang diikuti penutupan airport, bisa terjadi. Maka informasi proses evakuasi masyarakat, khususnya warga Negara asing baik lewat laut maupun darat sangat penting. (kmb42)
Wagub Cok Ace Berharap Melalui Ubud Royal Week End Bermunculan Pengusaha Muda MELALUI Ubud Royal Week End diharapkan bisa memunculkan para pengusaha muda yang kreatif dan berinovasi. Hal itu disampaikannya saat membuka acara Ubud Royal Week End di Puri Agung Ubud, Gianyar, Jumat (3/5) malam. Karena menurutnya, angka pengangguran di Bali masih ada meskipun tidak begitu tinggi, dengan banyaknya pengusaha maka angka itu bisa semakin ditekan. Lebih lanjut, tokoh Puri Ubud ini juga berharap melalui festival ini masyarakat terutama anak muda lebih memahami budaya. Apalagi tema yang diangkat pada tahun ke-6 yaitu “Culture, Enterpreneur and Tourism” sangat relevan dengan kondisi saat ini. “Kita berangkat dari budaya, kita harus gali budaya dan melindunginya. Salah satu upaya pelindungan juga dengan jalan enterpreneur, kita pertontonkan kebudayaan kita biar menjadi salah satu komoditas yang bisa menyejahterakan masyarakat, karena kebudayaan diam di tempat juga bisa menjadi beban untuk masyarakat. Terakhir adalah tourism, karena bagaimanapun pariwisata menjadi ujung tombak kita. Mari kita
jalankan ketiganya dengan seirama,” jelasnya. Hermawan Kartajaya selaku penggagas acara juga menyampaikan pentingnya promosi untuk mengenalkan kebudayaan bagi masyarakat dunia. “Jangan pandang promosi sebuah dosa dan hal negatif saja. Jika kita lakukan dengan benar maka kita bisa mengenalkan budaya kita ke dunia luar sekaligus berupaya untuk melindungi warisan adiluhung ini,” jelasnya. Ia juga mengakui bahwa usaha mempromosikan sekaligus melindungi kebudayaan Bali telah berhasil dilakukan oleh Penglingsir Puri Ubud selama berpuluh-puluh tahun. Sementara itu, Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Pemasaran dan Kerja Sama Pariwisata, Kementrian Pariwisata RI, Prof. Gede Pitana, menyambut baik event-event yang telah berlangsung selama ini. Karena event-event seperti ini diyakininya merupakan cara yang ampuh untuk mempromosikan sebuah destinasi pariwisata. “Saya atas nama lembaga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung acara ini. Terutama untuk bapak Hermawan, ke depan saya harap
hal seperti ini bisa ditularkan ke daerah lain. Sehingga promosi pariwisata RI bisa merata,” jelasnya. Bahkan, ia mengaku tahun depan akan mengajak Kepala Dinas Pariwisata seluruh Indonesia menghadiri Ubud Royal Week End, sehingga bisa mencotoh usaha ini. Ia menambahkan, saat UU No. 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya dibuat disusul dengan UU No. 5 tahun 2017 tentang Perlindungan Budaya, amanat kedua UU tersebut adalah agar upaya pelestarian kebudayaan bisa menyejahterakan masyarakat. “Sementara Ubud telah lama mengaplikasikannya. Banyak kegiatan kebudayaan yang dilakukan di Ubud yang ternyata secara tidak langsung telah memberikan manfaat terutama dalam segi ekonomi untuk masyarakatnya,” tandasnya. Sebelumnya, Ketua Panitia Cokorda Gede Ichiro Sukawati, menyatakan bahwa Ubud Royal Week End kali ini merupakan perhelatan ke6. Dengan mengusung tema “Culture, Enterpreneur and Tourism” diharapkan bisa tercetak para pengusaha muda yang berbudaya dan berguna bagi kelangsungan pariwisata ke depan. Acara ini berlang-
sung dari tanggal 2-5 Mei 2019. “Saat siang hari, kita adakan diskusi, seminar, dan workshop tentang enterpreneur dengan menghadirkan pembicara pengusaha sukses,
dan untuk malam hari kami hadirkan berbagai pertunjukan kesenian beserta booth dari para pengusaha muda di Ubud dan sekitarnya,” tandasnya. (ad214)
PEMBUKAAN - Wagub Cok Ace membuka acara Ubud Royal Week End di Puri Agung Ubud, Gianyar, Jumat (3/5) malam.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
3
Minggu Kliwon, 5 Mei 2019
Indahnya Pertunjukan Oriental Circus Indonesia Denpasar (Bali Post)– Dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke-50 , Oriental Circus Indonesia kembali hadir mengusung pertunjukan yang diberi tajuk ‘The Great 50 Show’. Pertunjukan ini menyuguhkan keindahan berbagai atraksi sehingga memberikan pengalaman menonton sirkus berbeda dan terbaik di Indonesia. Managing Director Ananta Harsa Group (AHG), Hans Manansang sebagai pihak penyelenggara The Great 50 Show mengatakan berbagai atraksi disuguhkan dari mulai akrobat, badut, aksi trapeze, juggling, dan sepeda roda satu dipadukan dengan musik, tarian dan efek suara. Inilah menurutnya yang membuat konsep kali ini lebih segar dan menarik. Sesuatu
yang mungkin belum pernah ada atau disuguhkan sebelumnya. “The Great 50 Show adalah sebuah perayaan akan perjalanan panjang yang sarat dengan kegembiraan, kerja sama, dan juga keanekaragaman seni,” katanya saat ditemui disela pembukaan The Great 50 Show, Rabu (1/5). Bertempat di Jl. Sunset Road, Kuta, pertunjukan kombinasi sirkus tradisional dan modern itu akan digelar selama empat bulan ke depan. Dijelaskannya, menurut rekam jejaknya, Oriental Circus Indonesia pertama kali menyuguhkan pertunjukan besar pada 1967, dengan beragam atraksi di antaranya akrobatik, badut, dan aksi cerdas para binatang terlatih. Dan untuk kali pertamanya, pertunjukan ini tidak lagi
memakai binatang tetapi akan memadukan sirkus klasik dengan penggunaan teknologi baru seperti drone, laser, dan video mapping, serta live band. “Kisah pertunjukan diangkat dari kisah nyata, dengan balutan pertunjukan yang akan memanjakan mata untuk semua usia, terutama anak-anak dan keluarga, “ ujar Thibault Paquin, selaku produser The Great 50 Show. Pertunjukan sirkus ini berdurasi 2 jam dengan interval selama 20 menit. Tiket pertunjukan dijual mulai harga Rp 250 ribu hingga Rp 650 ribu yang bisa dibeli di www. thegreat50show.com atau www.traveloka.com mulai 27 April 2019. Pertujukan berlangsung Selasa-Minggu, dengan jadwal pukul 15:30 dan 19:00. (kmb23)
KANDAS - Evakuasi penumpang kapal kandas di Selat Bali.
KMP Jambo VI Kandas di Selat Bali
Negara (Bali post)Arus kuat yang terjadi di Selat Bali kerap menimbulkan kendala dalam penyeberangan kapal penumpang. Jika nahkoda tidak waspada, kapal bisa terseret arus, hanyut dan terancam tenggelam, apalagi jika arus kuat dan angin kencang terjadi. Kejadian serupa kembali terjadi Sabtu (4/5), pukul 06.30 Wita. Kapal KMP Jambo VI kandas saat berangkat dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang, kurang lebih 400 m arah utara Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk di perairan Selat Bali. Kapal tersebut dinahkodai Febry Suhariadi, dengan penumpang 18 orang, truk besar golongan VI sebanyak 4 kendaraan dan 2 unit sepeda motor.
Nahkoda kapal mengatakan, pada saat proses keluar putar kanan, angin dan arus searah ke arah utara. Karena angin kencang dan arus kencang ke arah utara, KMP Jambo VI terseret dan akhirnya kandas. Melihat air belum naik dan kapal masih kandas sehingga pukul 10.15 Wita dilakukan evakuasi penumpang sebanyak 12 orang dengan rincian dewasa 11 orang, anak-anak satu orang. Evakuasi dilakukan den-
gan menggunakan boat milik Basarnas yang diikuti oleh Kapolsek Kawasan laut Gilimanuk, TNI AL Gilimanuk, Sat Polair Gilimanuk dan Basarnas di bawah komando Danru Made Suardika. Sedangkan untuk sopir kendaraan sebanyak delapan orang masih di dalam kapal karena permintaan kapten kapal. Para supir diperlukan untuk pergeseran kendaraan dalam kapal. “Yang anggota Polres Banyuwangi sudah melanjut-
kan perjalanan karena tugas di KPU dan tiga orang tidak terdata karena kembali ke rumahnya asal Gilimanuk,” kata petugas Basarnas. Komang Sudiarsa, Kaposar Jembrana mengatakan penumpang yang telah dievakuasi dibawa ke ruang VVIP ASDP Gilimanuk untuk beristirahat. Kemudian pukul 10.54 Wita KMP Jambo VI berhasil dievakuasi dengan cara ditarik dengan KMP Jambo VIII yang selanjutnya bongkar muatan kembali di Pelabuhan LCM Gilimanuk guna dilakukan pemeriksaan terhadap kondisi fisik kapal oleh Syahbandar Gilimanuk. (kmb)
BPM/Yudi Karnaedi
SIRKUS - Salah satu gerakan memukau dalam pertunjukan sirkus bertajuk ‘The Great 50 Show’
Hadirkan Artis Happy Salma
SMPN 2 Kerambitan Sulap Tempat EF English First Luncurkan Parkir Jadi Ruang Baca Program EF Holiday Academy
Tabanan (Bali Post) Banyak cara dilakukan untuk meningkatkan minat baca di kalangan pelajar. Seperti yang digagas Kepala SMPN 2 Kerambitan, I Wayan Widarsa, yang menyulap tempat parkir menjadi ruang baca. Dikatakannya, ruang baca ini untuk memfasilitasi literasi siswa, apalagi ruang perpustakaan yang ada di sekolah tidak memungkinkan. “Saat ada penugasan guru untuk mencari data di perpustakaan, ataupun saat
jam pelajaran kosong, ruangan pasti penuh,” ujarnya, Jumat (3/5) lalu. Dikatakan Widarsa, dengan membiasakan siswa membaca, otomatis akan membuka wawasan mereka untuk mengetahui dunia luar. “Jadi, ada pembiasaan sebelum jam pelajaran dimulai atau saat menunggu trans serasi ataupun jam pelajaran kosong, anak- anak membaca di tempat ini,” ucapnya. Keberadaan ruang baca ini juga untuk meminimalisasi
keberadaan siswa di dalam ruang kelas saat jam istirahat ataupun jam pelajaran kosong. Tidak hanya untuk tempat membaca, ruang baca tersebut juga bisa digunakan untuk proses belajar mengajar sebagai bentuk implementasi pemelajaran berwawasan lingkungan. “Kami juga sediakan LCD, jadi bisa juga dimanfaatkan untuk proses belajar mengaja di luar kelas, serta untuk presentasi,” terangnya. Tidak hanya itu, ke depan
ia juga tengah merancang pojok baca di tiap kelas, sehingga bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh siswa untuk menambah wawasan. Ke depan, untuk mendukung terobosan ini, pihak sekolah juga akan terus menambah koleksi buku yanh dimiliki. Saat ini, perpustakaan SMPN 2 Kerambitan memiliki 7.608 eksemplar, terdiri dari koleksi referensi 589 eksemplar dan nonfiksi 6.044 eksemplar serta fiksi 975 eksemplar. (bit)
Lomba Anak Kreatif ”Simpel Day” BPD Bali
Diawali Deklarasi, Refleksikan Pentingnya Budaya Menabung Denpasar (Bali Post)Beragam lomba serangkaian menyambut HUT ke-57 Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali berlangsung Sabtu (4/5) kemarin di halaman kantor pusat BPD Bali, Renon, Denpasar. Kegiatan hasil bekerja sama harian DenPost dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali & Nusra itu, dibalut dengan tema “Lomba Anak Kreatif” sebagai representasi peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) be-
lum lama ini, juga dibarengi peringatan hari Simpanan Pelajar (Simpel) BPD Bali, yang merupakan salah satu program wajib BPD Bali atas arahan OJK. Bidang yang dilombakan, meliputi lomba menggambar dan mewarnai tingkat Sekolah Dasar (SD) kelas satu hingga kelas tiga. Lomba peragaan busana adat ke pura tingkat SMP, lomba fotogenik dan lomba modern dance tingkat SMA. Dalam kesempatan itu, sejumlah orang penting turut
Bali Post/suryawan
TINJAU LOMBA MEWARNAI - Dirut BPD Bali Nyoman Sudarma (No.2 dari kiri) meninjau lomba mewarnai “Anak Kreatif” di lantai dasar kontor BPD Bali di Renon, Sabtu (4/5) kemarin.
hadir, seperti Direktur Utama BPD Bali, I Nyoman Sudharma beserta jajaran, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diwakili Kepala Bagian Pengawasan Bank, Wahyu Puspitaningrum. Turut hadir pula Pemimpin Redaksi (Pimred) harian DenPost, I Gede Suyadnyana beserta jajaran dan lain-lain. Mengawali kegiatan, para undangan dan peserta diajak mengucap ikrar “Aksi Pelajar Indonesia Menabung”, yang merupakan refleksi kepada masyarakat tentang pentingnya budaya menabung sejak usia pelajar. Deklarasi itu ditandai dengan pelepasan seratus balon udara berwarna merah dan putih yang sekaligus secara resmi membuka kegiatan. Kepada DenPost, Sudharma mengatakan bahwa kegiatan ini termasuk implementasi Pergub No. 79 Tahun 2018 tentang penggunaan busana adat yang diterapkan dalam lomba peragaan busana ke pura. “Sehingga kita hari ini ada beberapa lomba, termasuk lomba busana adat yang merupakan bagian dari peran BPD Bali untuk meningkatkan pendidikan anak-anak seluruh Bali, kita rangkai juga dengan kegitan simpel day yang merupakan kegiatan yang dilaksanakan OJK,” terangnya.
Kata dia, program Simpel Day merupakan program yang diarahkan OJK untuk selanjutnya dipromosikan untuk meningkatkan pemahaman pelajar terhadap pengelolaan keuangan sejak dini, sehingga saat dewasa kelak ingin menjadi pengusaha, sudah terbiasa dengan mengelola uang. Hal itu juga diungkap Kepala Bagian Pengawasan Bank, Wahyu Puspitaningrum. Ia mengatakan, sejatinya perayaan Simpel Day dirayakan 2 Mei 2019, tapi tahun ini dihelat spesial serangkaian HUT BPD Bali. Kata Wahyu, momentum tersebut juga digunakan sebagai promosi, sebab bagi peserta yang belum memiliki tabungan tersebut diwajibkan membuka rekening dengan saldo minimal 5.000 ribu. Ditambahnya, OJK menilai peran BPD Bali sangat strategis dalam meningkatkan inklusi dari pelajar untuk gemar menabung. “Selama ini sudah berjalan baik di BPD Bali,” ujarnya singkat. Usai membuka kegiatan lomba secara resmi, pimpinan masing-masing instansi yang hadir melakukan kunjungan pada areal lomba menggambar dan mewarnai, dan dilanjutnya menyaksikan perlombaan lomba busana adat dan modern dance. (kmb)
Denpasar (Bali Post)Di era globalisasi saat ini, Bahasa Inggris merupakan media komunikasi mendasar yang sudah harus dipersiapkan sejak usia dini. Hal ini berguna dalam menghadapi persaingan dan perkembangan dunia yang semakin dinamis. Oleh karena itu, tahun 2019 menjadi momentum bagi EF English First untuk menghadapi tantangan baru dari tahun sebelumnya dengan meluncurkan program baru “EF Holiday Academy”. Program ini merupakan program khusus yang memberikan pengembangan karakter anak dan kemampuan literasi dini sehingga anak akan lebih percaya diri dalam berbahasa Inggris. Uniknya, komunikasi dan pembelajaran dilakukan melalui pendekatan seni peran. Dengan mengkolaborasikan antara komunikasi bahasa Inggris dengan seni, secara resmi inovasi tersebut diperkenalkan melalui sebuah acara talk show bertajuk “Learning English Through Artistic Expression” di EF Bali Hayam Wuruk, Sabtu (4/5) kemarin.
Artis Happy Salma pun dihadirkan untuk berbagi pengalaman tentang dunia seni peran kepada anak-anak English First Bali, Sabtu (4/5) kemarin. Disamping juga menghadirkan Elisabeth Maria selaku Regional Directur EF English First Indonesia dan Caroline Lamb selaku Academic Directur EF English First Bali guna memberikan tips-tips belajar Bahasa Inggris sejak dini. Talk Show yang berlangsung selama 3 jam ini memberikan nuansa edukatif dan inovatif bagi para orangtua, agar lebih memahami bagaimana memberikan pelayanan terbaik guna membantu mengembangkan kemampuan akademik, kompetensi dan karakter anak. Hal ini dapat dicapai melalui materi dan lingkungan belajar yang berorientasi pada perkembangan psikologis anak. Center Director EF Bali Astri Azas Asih, mengatakan program EF Holiday Academy merupakan program khusus yang memberikan pengembangan karakter anak dan kemampuan Lit-
erasi dini yang lebih percaya diri dalam ber-Bahasa Inggris. Program ini diluncurkan sebagai upaya untuk mendukung pengembangan bahasa Inggris kepada anak usia dini. Apalagi EF Holiday Academy menyediakan berbagai macam kebutuhan dasar untuk memahami dan mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris, seperti, Storytellers, Phonic, Reading Science, Writer Guild, dan On Stage yang telah disesuaikan dengan umur anak. Mrs. Caroline sebagai Senior Teacher Manager EF Bali mengatakan, bahwa peran penting pengembangan bahasa adalah sebagai dasar keterampilan dalam membantu mengoptimalkan kemampuan kognitif, emosional dan sosial anak yang berdampak positif terhadap perkembangan psikososial mereka. Sampai saat ini, EF English First telah membantu lebih dari 10 Juta anak hingga remaja diseluruh Indonesia yang mampu bersaing dalam bidang Bahasa Inggris di kelas Internasional. (win)
BERBAGI PENGALAMAN - Artis Happy Salma saat berbagi pengalaman tentang dunia seni peran kepada anak-anak English First Bali, Sabtu (4/5) kemarin.
4
Minggu Kliwon, 5 Mei 2019
Melacak Jejak Teroris
Dalam ”Kakawin Bharata Yuddha”
Apakah ekses terberat dari terorisme? ketakutan yang masif dan rasa krisis terhadap nilai-nilai kebenaran! Paling tidak dua hal itu yang dapat dimaknai dari peristiwa teror yang dilakukan tokoh Aswattama pascaperang Bharata Yuddha. Meski telah melakukan serangan membabi buta atas raja-raja yang berkoalisi dengan Pandawa, termasuk menewaskan Panca Kumara anak-anak Drupadi, aktor intelektual Krisna memiliki kearifan untuk menyelesaikan masalah ini. Peristiwa Pasca-Bharata Yuddha Perang Bharata Yuddha telah usai dalam abu-abu ketidakjelasan antara pahlawan dan korban. Akan tetapi, kelima Pandawa yang menjadi pemenang perang tidak langsung pulang ke barak perkemahan mereka. Kresna, reinkarnasi Wisnu menasihati putra-putra Kunti itu melakukan penyucian diri ke berbagai mata air. Pasalnya, kutukan Duryodana terlanjur membuncah saat ia merasa dicurangi oleh Bima yang memukul pahanya kala bertempur menggunakan senjata gada. Tindakan memukul paha sebagai bagian tubuh bawah jelas bertentangan dengan sasana perang, khususnya yang menggunakan gada sebagai sarana pertempuran. Oleh sebab itulah, tirta yatra dalam pandangan Krisna dapat menghindarkan Pandawa dari kutukan Duryodana yang bersumpah tak akan meninggalkan dunia maya ini sebelum kematian lima Pandawa. Dalam suasana yang gelap dan sunyi, para tentara pasukan pendukung Pandawa telah merebahkan tubuhnya di perkemahan masing-masing. Mereka menduga tak akan ada lagi perang, sebab seratus Korawa telah kalah. Lamunan dayang-
dayang istana yang akan menyambut mereka dengan binar senyum setelah tiba di Indraprasta perlahan menggantikan bayang-bayang tetes darah segar bercampur debu di Kuruksetra yang seolaholah menjadi pemandangan sehari-hari. Dalam situasi hening itu, seorang anak pendeta ahli panah, mengendap-endap masuk dalam barak perkemahan tanpa pernah diduga sebelumnya. Ialah Aswattama. Putra semata wayang kesayangan Guru Drona yang melatih Arjuna menjadi pemanah terbaik di dunia. Aswattama Aswatama selamat dari perang yang membinasakan hampir seluruh pentolan pasukan Korawa karena mangkel dan kabur dari medan perang setelah cekcok dengan Salya. Setelah bersembunyi beberapa hari di lereng gunung, ceruk-ceruk lembah, dan hutan angker ia bermaksud kembali ke medan pertempuran. Akan tetapi sayang, meskipun masih hidup, Duryodana sebagai pucuk pimpinan perang telah kalah sehingga perang dianggap usai. Setelah bertemu dengan Duryodana di detik-detik terakhir hidupnya, Aswattama diminta untuk memenuhi sumpah pangeran Hastina itu untuk melenyapkan lima Pandawa. Kegelapan malam seolah menjadi sahabat yang membantunya untuk tiba dengan cepat di perkemahan Pandawa tanpa hambatan. Satu per satu perkemahan itu diselusurinya untuk memastikan tempat tidur
KEBENARAN - Apabila kita sepakat bahwa Krisna representasi Wisnu sebagai simbol sumber kebenaran dalam Bharata Yuddha, maka yang penting dimaknai dari fragmen ini adalah terorisme menyebabkan ketidakpercayaan pada kebenaran. Inilah ekses terhebat dari teror yaitu krisis pada nilai-nilai kebenaran dan kemanusiaan.
Panca Pandawa. Sebelum sampai pada tujuan utamanya, pada satu perkemahan ia menemukan kediaman Drestadyumna dan Sikandi. Aswatama tak kuasa menahan emosinya untuk membunuh Drestadyumna dan Sikandi. Seketika darahnya mendidih kala mengingat Drestadyumna yang telah memenggal kepala ayahnya, lalu mempermainkan penggalan kepala itu di bawah ketiaknya. Demikian pula Sikandi, tanpa kehadirannya membantu Arjuna ketika berhadapan dengan Bisma, maka pihak Korawa tak mungkin dikalahkan. Didorong oleh endapan dendam itulah, Aswattama menyerang Drestadyumna dan Sikandi yang dalam keadaan tanpa senjata. Hasilnya jelas, dua pahlawan Pandawa itu gugur. Usai bergerilya dan berhasil membunuh dua ksatria di kubu Pandawa, akhirnya ia menemukan tempat tidur Panca Pandawa. Ada sedikit perbedaan cerita antara sumber Mahabharata India dengan Kakawin Bharata Yuddha dalam peristiwa teror yang dilakukan Aswatama di perkemahan Pandawa usai perang itu. Mahabharata India menyatakan bahwa Aswattama membunuh lima orang yang disangkanya Panca Pandawa itu ketika mereka sedang tertidur lelap. Sementara Kakawin Bharata Yuddha karya Mpu Sedah dan Panuluh yang digubah pada masa pemerintahan Jayabhaya itu menarasikan adanya pertempuran antara Aswatama dengan Panca Kumara yang tiada lain adalah anak-anak Panca Pandawa. Meskipun terjadi pertempuran yang sengit di antara mereka, tetap saja anak-anak Panca Pandawa yang dalam keadaan tidak siap itu harus mengalami
kekalahan. Kelima anak-anak itu menjadi tumbal pemenuh atas sumpah Duryodana, walaupun tidak seratus persen karena yang diharapkannya adalah Panca Pandawa sendiri. Dampak Teror Sikap Aswatama ketika bergerilya dan mengamuk secara membabi buta dalam perkemahan di malam hari usai perang itu jelas menjadi teror bukan saja bagi Panca Pandawa yang saat itu tengah melakukan perjalanan penyucian diri ke berbagai sumber mata air, tetapi juga pasukan dan raja-raja lain yang tergabung dalam koalisi Pandawa. Peristiwa itu menyebabkan kesedihan dan trauma mendalam dari Drupadi, ibu dari Panca Kumara yang tewas menggantikan ayahnya. Tidak hanya itu, peristiwa tersebut juga menyebabkan Drupadi kehilangan kepercayaan kepada Kresna yang menyarankan mereka untuk melakukan perjalanan ke sumber-sumber mata air. Drupadi bahkan menuduh bahwa Krisna tak mampu melindungi seluruh keluarganya yang telah berjuang menegakkan kebenaran. Apabila kita sepakat bahwa Krisna representasi Wisnu sebagai simbol sumber kebenaran dalam Bharata Yuddha, maka yang penting dimaknai dari fragmen ini adalah terorisme menyebabkan ketidakpercay-
aan pada kebenaran. Inilah ekses terhebat dari teror yaitu krisis pada nilai-nilai kebenaran dan kemanusiaan. Lalu bagaimana fragmen ini memberi perspektif kepada kita mengenai usaha pencegahan terhadap teror yang dilakukan Aswattama? Pengarang menarasikan bahwa Aswattama tidak dibunuh, melainkan cuddamani hiasan kepala yang menjadi satu-satunya harta kesayangannya yang diambil. Tidakkah, ini menandakan usaha pencegahan terhadap terorisme mesti dilakukan dengan cara mencabut akar ideologinya? lPutu Eka Guna Yasa
”Stretching” Sebelum Beraktivitas (2) Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.
Menjaga kebugaran tubuh sepanjang hari agar stamina tetap ok dan aktivitas berjalan lancar dapatlah diperoleh dengan melakukan
Gb. I : Posisi berdiri dengan berat badan bertumpu pada kaki kiri, sedangkan kaki kanan ditekuk dan jinjit ke belakang. Lengan kiri rileks depan tubuh sedangkan lengan kanan ke atas sedikit ditekuk. Tarik lengan kanan ke atas dan tahan 1x8 hitungan, setelah itu lakukan arah kebalikan dengan cara yang sama.
Kisara
1
Gb. II : Tetaplah berdiri tegak dengan berat badan bertumpu pada kaki kiri, sedangkan kaki kanan ditekuk dan telapak kaki menyentuh lutut kiri sebelah dalam. Untuk keseimbangan tubuh, rentangkan lengan ke samping dan tahan 1x8 hitungan. Lakukan juga pada kaki satunya.
2
Gb. III : Otot paha dan otot lengan dapat dilakukan bersamaan yaitu angkat tekuk kaki kanan dan serongkan ke arah kiri serta lutut kanan ditahan oleh telapak tangan kiri. Untuk menjaga keseimbangan tubuh, rentangkan lengan kanan lurus ke samping kanan, dan tahan 1x8 hitungan, setelah itu ganti kaki kiri dan lakukan dengan cara yang sama.
yang diperagakan oleh Jini, instruktur Lala Studio yang telah memiliki Sertifikat Kompetensi.
Gb. IV: Gerakan dinamis pada stretching dapat pula dilakukan seperti posisi yang nampak pada gambar, yaitu buka kedua kaki dan rentangkan kedua lengan ke samping. Ayunkan badan ke arah kanan dengan menekukkan lutut kanan, lalu lakukan arah kebalikan dan ulangi beberapa kali bergantian. Mudah kan? Tak ada yang sulit bagi mereka yang ingin menjaga stamina tubuh sepanjang hari serta salam bugar dari Lala Studio.
4
3
Kupon
”Catcalling” Bukan Pujian, tapi Pelecehan!
“Halo Kakak Kisara. Aku Lita (16 th), kelas 2 SMA. Mau cerita dong Kak, aku sering banget ngalamin yang namanya disiul-siul di pinggir jalan, digodain cowok-cowok yang nongkrong, bahkan pernah saat aku naik motor dikejar Kak. Aku ngerasa gak nyaman banget bahkan sampai parno kalau keluar rumah sendiri. Terus, gimana sih Kak caranya menghadapi situasi kayak gitu? Dijawab ya Kak. Thanks Kak.” Helo Lita. Terima kasih sudah berbagi pengalaman yang sebagian besar orang merasakan tapi jarang ada yang mau terbuka, ya. Nah, seperti cerita Lita, gak jarang ya bahkan sering banget kita kena siulan atau sapaan nakal bahkan ada beberapa yang dikejar pakai motor pas lagi jalan atau naik motor sendiri. Berdasarkan Oxford Dictionary, tindakan ini disebut sebagai catcalling. Catcall-
stretching atau peregangan setiap pagi sebelum berangkat aktivitas. Lakukan gerakan-gerakan yang sederhana agar mudah dilakukan, seperti
ing didefinisikan sebagai siulan, panggilan, dan komentar yang bersifat seksual oleh laki-laki terhadap perempuan yang lewat. “Mau ke mana, cantik?”, atau “Senyum, dong!”, atau juga “Abang antarkan yuk, Neng!” itu adalah jenis-jenis catcalling yang biasa kita dengar. Kejadian seperti ini dianggap “lumrah” oleh banyak orang karena itu hanyalah sebuah kata-kata dan sebagian menganggap
itu merupakan sebuah pujian. Catcalling bukanlah sebuah pujian. Justru, kata-kata yang dilontarkan pelaku merupakan katakata yang lebih ke arah intimidasi dan terkadang memiliki maksud dan tujuan tertentu di balik kata-kata tersebut. Korban catcalling pada umumnya adalah perempuan dan terjadi di tempat umum. Hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan perasaan tidak aman saat perempuan berpergian. Tidak sedikit yang merasa takut bahkan trauma untuk pergi dan jalan sendirian di tempat umum. Padahal, semua masyarakat memiliki hak yang sama untuk bisa merasa aman dan nyaman.
Menghindari kumpulan atau gerombolan laki-laki di pinggir jalan adalah cara pertama yang bisa kita coba. Lebih baik putar balik jalan, jika sedang di jalan. Cari alternatif jalan lain, meskipun lebih jauh tapi aman. Bisa juga kita belok ke sebuah toko dan melihat-lihat beberapa barang di sana, sambil mengamati apakah mereka sudah pergi. Berhenti dan menatap mata mereka. Sekali-kali beranikan diri untuk tidak menunduk dan melihat ke arah mereka. Jika situasinya siang hari dan kamu harus melewati sekelompok laki-laki yang nongkrong di pinggir jalan, lalu mereka melemparkan catcall, berhentilah tepat di
tempat kamu diteriaki dan tengok ke arah mereka. Cara ini tidak akan membuatmu puas karena mereka akan bersiul-siul seolah tidak melakukan apa pun, tapi cara ini cukup membuat nyali mereka ciut untuk melakukannya lagi pada kamu. Gerakan mendadak kamu akan membuat lakilaki sedikit kaget, sebab mereka tidak menyangka reaksi cewek semacam itu. Berikan tanda pada mereka bahwa kita tidak suka dan jangan main-main dengan itu. Kunci utamanya adalah saling menghormati satu sama lain dan cukup memberikan pemahaman bahwa setiap manusia berhak mendapatkan rasa aman dan nyaman, siapapun dan di manapun mereka.
5
Minggu Kliwon, 5 Mei 2019
Capricorn: Jika anda bisa bersikap tenang dan sabar, maka hati dan pikiran anda akan bisa terjaga dengan baik. Jangan biarkan amarah menghiasi pikiran anda, karena bagaimanapun juga amarah hanya akan membuka kelemahan yang ada pada diri anda, untuk itu waspadalah. Asmara; Tidak ada gunanya anda berbohong kepada dirinya, karena bagaimanapun juga kepercayaan itu mahal harganya dan tidak bisa ternilai jumlahnya. Aquarius: Jangan cemas karena situasi mendukung anda untuk melakukan langkah berani di minggu ini. Kemujuran tampak memayungi bintang Aquarius walaupun sebenarnya posisinya masih berada dalam kungkungan awan gelap. Jangan takut untuk mengambil keputusan berani, yang terpenting itu benar-benar berasal dari hati anda. Asmara: Hargailah pendapatnya jangan sekali-kali anda bertindak seolah-olah menyepelekan ucapannya karena itu sangatlah melukai hatinya. Pisces: Awan masih bergelayut memayungi perjalanan bintang Pisces di minggu ini, itu pertanda kurang baik dan harus diwaspadai. Hindari segala macam konflik, walaupun sebenarnya anda di pihak yang benar ada baiknya anda menghindar dan mengalah saja. Di minggu ini persoalan baru mulai bermunculan, dan kunci untuk menjawab semua tantangan itu adalah ketenangan. Asmara: Berhati-hatilah karena hubungan kisah kasih anda lagi disorot banyak orang, sehingga pandai-pandailah menjaga sikap, jangan sampai terlalu vulgar dalam bergaul. Aries: Hawa segar mulai dirasakan dan cukup mendatangkan inspirasi baru. Teruslah berimprovisasi dan berkreasi, buang jauhjauh segala kebimbangan dan keraguan. Inilah kesempatan bagi anda untuk membuktikan pada semua orang bahwa anda masih punya power untuk bangkit dan berbuat yang terbaik untuk karir anda. Asmara: Selama diri anda mau mengalah dan tidak ngotot ingin menangnya sendiri maka tidaklah terlampau sulit untuk menciptakan ketenangan dan keharmonisan dalam hubungan kisah kasih anda dengannya. Taurus: Semangat bersatu sangatlah diperlukan untuk menjawab berbagai persoalan yang muncul akhir-akhir ini, jangan biarkan kekompakan dikacaubalaukan oleh adu domba. Memang semua itu tak semudah seperti apa yang diucapkan, akan tetapi semua itu bisa dimulai dari diri anda yang mau mengalah dan mengerti dengan segala kekurangan partner anda. Asmara: Memang sudah biasa jika dalam hubungan kisah kasih selalu ada perselisihan dan beda pendapat, tak perlu diperpanjang segera saja disudahi. Gemini: Kekesalan dalam hati segera saja disingkirkan jauh-jauh dari hati anda, karena bagaimanapun juga jika disimpan terus-menerus maka hanya akan menimbulkan penyakit. Berusahalah untuk bersikap sabar dan tenang dalam menghadapi segala macam persoalan hidup, dan jangan lupa untuk selalu berdoa kepada-Nya. Asmara: Jalinlah komunikasi yang baik dengannya, terutama bila ada masalah sebaiknya selalu dibicarakan. Cancer: Hilangkan segala pikiran jelek dalam hati anda di minggu ini, karena peruntungan dan kemujuran memihak bintang Cancer. Biarkan yang lalu biarlah berlalu, yang terpenting saat ini bagaimana anda memikirkan kesempatan yang ada di depan mata, jangan ragu untuk berani mengambil langkah yang tepat, karena sukses tidaknya nasib anda tergantung bagaimana usaha anda sendiri. Asmara: Sidia lagi banyak masalah, untuk itu jika bertemu dengannya usahakan anda menghiburnya. Leo: Pujian yang terlalu berlebihan dan tidak pada tempatnya itu seakan-akan merupakan racun yang akan dapat membunuh karir anda secara perlahanlahan. Akan tetapi sejelek-jelek kritikan bila anda memerhatikan dan meresapinya dalam-dalam itu akan lebih menguntungkan. Asmara: Jangan mudah percaya omongan orang sebelum anda mengetahui dengan kepala anda sendiri, ada baiknya anda menaruh kepercayaan lebih pada sidia daripada sama orang lain. Virgo: Jangan segan untuk mendengarkan saran dari orang lain walau terkadang ada perasaan bimbang dan ragu, karena itu adalah hal yang wajar. Yang terpenting anda selalu bisa menempatkan rasio di atas perasaan anda, sehingga bisa terbebas dari segala macam jebakan ataupun tipu daya dari orang lain. Asmara: Bila ada persoalan jangan segan untuk selalu mendiskusikan dengan pasangan anda, tak perlu menutup diri karena itu hanya akan membikin pusing diri anda saja. Libra: Tetaplah optimis walaupun masalah yang anda hadapi saat ini cukup kompleks dan memusingkan. Yakinlah, bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Begitu juga dengan rencana yang belum dapat terealisasikan sebaiknya dikoreksi lagi biar lebih sempurna. Asmara: Bicaralah yang ringanringan saja, dan hindari perkataan yang dapat membuat suasana menjadi panas lagi. Scorpio; Tak perlu cemas menghadapi berbagai rintangan yang terkadang memang sangat mencemaskan dan menjengkelkan. Sadarilah bahwa di dunia ini semuanya harus diraih dengan perjuangan. Apalagi peruntungan di minggu ini cukup bagus, sehingga sangatlah disayangkan jika hanya berpangku tangan. Asmara: Cukup terjalin mesra, walaupun terkadang dari mulutnya timbul perkataan yang menyinggung hati anda, bersabarlah dan positive thinking sajalah. Sagitarius: Jangan cepat lupa diri, sadarlah bahwa perjalanan anda masih sangat panjang sehingga sangatlah naif jika anda merasa puas dan cukup dengan apa yang telah diraih selama ini. Jangan terlena oleh berbagai pujian, karena terkadang pujian itu merupakan racun bagi perjalanan karir anda. Asmara: Takkan lari cinta dikejar, jika dia memang benarbenar cinta pada anda maka sidia pasti mau menerima apa adanya.
Diasuh Oleh : Putri Wong Kam Fu Berlaku : 5 Mei - 11 Mei 2019
Memahami Keberadaan 330 Juta Dewa Ye devaso divyekadasa stha prthivyamadhyekadasa stha Apsuksito mahinaikadasa stha te devaso yajnamimam jusadhvam (Rg Veda 1.139.11) “Duhai sebelas Dewa yang bertempat tinggal di Surga, duhai sebelas Dewa yang menjadikan bumi sebagai tempat tinggal, duhai sebelas Dewa yang dengan kekuatan Anda berada di dalam air, mohon berkenan dengan senang hati menerima persembahan yajna ini.” Dewa (deva) berasal dari akar kata Bahasa Sanskerta div yang berarti surgawi, agung, cemerlang, bersinar. Banyak arti ditujukan oleh kata dewa, dari bahkan tumbuhan penuh manfaat dan guna, manusia berbudi pekerti adi luhung, agung dan mulia, sampai dengan para penduduk Surga, dan akhirnya kata dewa juga dipergunakan untuk menyebutkan para avatara Tuhan. Keberadaan, jenis, dan jumlah para dewa tidak terhitung banyaknya. Usaha untuk mengetahui jenis dan jumlah para dewa akan sia-sia belaka bagaikan mencoba menghitung jumlah ombak di laut yang datangnya sambung-menyambung tiada henti. Akan tetapi, kitab suci Rg Veda di atas memberikan “bagan” batasan jumlah para dewa. Terdapat kesimpangsiuran penjelasan atau penafsiran perihal adanya jumlah dewa-dewi. Ada yang mengatakan jumlah sebanyak 330 juta, dan dari jumlah tersebut, ada 33 dewa-dewi terpenting. Namun, ada pula yang mengatakan bahwa jumlah dewa-dewi tidaklah 330 juta melainkan hanya 33 dewa seperti disebutkan oleh Rg Veda di atas. Penyebutan 330 juta dewa diakibatkan salah penafsiran
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa
kata koti yang dipergunakan dalam Veda. Dalam bahasa Sanskerta, kata koti mempunyai dua arti, yaitu banyak atau jenis dan pengertian satu lagi berarti jumlah 10 juta. Hal itu yang menyebabkan terjadi perbedaan tafsir dalam penyebutan jumlah dewa-dewi. Penafsiran satunya menyebutkan jumlah para dewa sangat banyak, mencapai 330 juta dewadewi. Sedangkan penafsiran satu lagi, dengan berpegang pada arti koti sebagai jumlah atau jenis, menyebutkan jumlah dewa-dewi sebanyak 33 jenis. Pada penafsiran jumlah para dewa-dewi sebanyak 330 juta, tidak menyebutkan nama-nama para dewa-dewi. Sedangkan penafsiran satunya lagi ada menyebutkan nama-nama para dewa. Pengelompokan nama para dewa tersebut antara lain: 1. Asta Vasu; 2. Ekadasa Rudra; 3. Dvadasa Aditya; 4. dan Dewa kembar Asvin (sumber lain menyebutkan Indra dan Prajapati). Asta Vasu merupakan 8 tempat bersandarnya ciptaan, sehingga dinamakan Vasu. Disebut Rudra karena menyebabkan menangis, yaitu ketika atma meninggalkan badan, ia menyebabkan tangis. Dua belas Aditya karena terdapat 12 Aditya dalam 12 bulan (satu tahun). Selanjutnya Indra, karena memberikan tenaga listrik, memberikan kehebatan. Prajapati adalah Yajna yang menyebabkan lingkungan menjadi bersih suci dan menyebabkan praja (penduduk) menjadi sejahtera serta bahagia. Kesemua dewa merupakan
“inti sari” kekuatan alam, yakni Dewanya alam, yang menyebabkan atau menjadikan aktif segala yang bersifat tidak bergerak, tidak hidup dan tidak langgeng. Sedangkan Penguasa dari 33 kekuatan alam (dewa-dewi) tersebut adalah Tuhan Yang Maha Esa. Menurut Satapatha Brahmana, Hyang Paramatma yaitu Tuhan-lah yang patut disembah, dipuja karena merupakan Penguasa dari seluruh dewa-dewi, dan disimbolkan sebagai Omkara. Menurut kitab suci Atharva Veda, atas pengaruh, kekuasaan, dan perintah Hyang Paramatma Skambha, ke 33 dewa-dewi menjaga dan memelihara alam material ini (yasya trayastrinsad-deva ange sarve samahitah, skambham tam bruhi katamah svid eva sah). Seluruh dewata ada dalam Skambha Paramatma yang Satu, dan semua Dewata merupakan sinar cemerlang Tuhan yang bertanggung jawab menjaga, memelihara dan memberikan karunia kehidupan pada seluruh ciptaan Tuhan Skambha yang Satu. 33 Dewa tersebut antara lain: Asta Vasu (jumlahnya 8) ditambah Ekadasa Rudra (jumlahnya 11) menjadi 19, ditambahkan 12 yaitu Dvadasa Aditya menjadi 31, lalu ditambahkan dengan 2 Dewa Asvin kembar (sumber lain menyebutkan Indra dan Prajapati), maka jumlahnya menjadi 33 Dewa. Dewa kembar Asvin merupakan putra dari Surya dengan saktinya Saranyu (mendung). Dewa Asvin dikenal sebagai Vaidya (dokter) para Dewa. Penempatan Dewa Kembar Asvin di tempat Indra dan Prajapati karena Prajapati juga merupakan sebutan Tuhan, yaitu sumber dari seluruh Dewa (33 Dewa). Namun demikian, walaupun terdapat perbedaan nama-nama tetapi seluruh literatur kitab suci Veda sepakat menyebutkan jumlah para Dewa adalah 33 Dewa. Seluruh dewa lainnya yang tidak mungkin disebutkan di sini
berada dalam keluarga 33 Dewa. Delapan Vasu merupakan penyangga dari semua yang hidup. Kata vasu berarti yang menempatkan, memelihara, memberikan hidup atau yang menyangga. Menurut Ramayana dan Mahabharata, delapan Vasu adalah putra-putra dari Maharesi Kasyapa, yang juga sudah mencapai kedudukan Prajapati. Kakeknya (ayah dari Kasyapa) adalah Marici, yang terlahirkan dari pikiran Sang Pencipta, Brahma. Kedelapan Vasu, lima pertama adalah 5 tattva atau elemen alam yang dinamakan Panca Maha Bhuta, yaitu Prthivi (bumi), Jala (air), Agni (api), Vayu (angin), Akasa (ether), Candra (bulan), Surya (matahari), dan Naksatra (bintang). Ekadasa Rudra adalah 10 Prana, yaitu Prana, Apana, Vyana, Samana, Udana, Naga, Kurma, Krkala, Devadatta dan Dhananjaya, dan satu lagi adalah Jivatma sehingga jumlahnya 11, menjadi Ekadasa Rudra (ekadasa = sebelas). Dvadasa Aditya adalah Dhata/ Visnu, Aryaman/Aryama, Sukra, Tvasta/Tvastr, Varuna, Bhaga, Savita/Savitr, Vivasvat, Amsa, Mitra, Pusan, dan Daksa. Aditya berarti Surya, berasal dari Aditi yaitu Ibu para Aditya. Berdasarkan perhitungan kalender yang memakai Surya, Dvadasa Aditya merupakan nama-nama dari 12 bulan sebagai sang waktu yang mengambil usia ciptaan Tuhan di alam ini. Putaran Surya terhadap zodiac menciptakan 12 Aditya yang dalam ilmu astrologi diamakan Rasi. Perbedaan tempat atau kedudukannya pada berbagai perbintangan memberikan pengaruh berbeda. Sebagai contoh, kedudukan Aditya Dhata pada bintang Aries memberikan pengaruh kepemimpinan, kemampuan-kemampuan kreatif, pengetahuan. Kedudukan
Aryaman pada bintang Taurus mempengaruhi garis keturunan, leluhur, kebangsawanan, pernikahan. Kedudukan Mitra pada Gemini mempengaruhi pertemanan, memberikan penderitaan mental dan lain-lain. Demikian pula pengaruh Aditya lain pada perbintangan lainnya memberikan pengaruh berbeda-beda. 33 koti atau 330 juta Dewata, yang adalah 33 Dewata merupakan penjelasan pengetahuan yang saintifik tentang alam dan ciptaan di bawah control Skambha atau Tuhan yang Satu, Esa, Tunggal dan tidak dua. Penjelasan tentang banyak Dewa tidaklah berarti penyembahan banyak Tuhan karena kitab suci Veda jelas-jelas menentang keberadaan banyak Tuhan. Ekam Sat, Tuhan hanyalah Satu, namun viprah (para Resi suci bijaksana) menyebutkan-Nya dengan banyak nama (bahudha vadanti). Dalam Brhad Aranyaka, terdapat diskusi antara Vidagdha Sakalya dengan Yajnavalkya. Vidagdha Sakalya bertanya kepada Yajnavalkya perihal berapa jumlah dewa-dewi, “kati deva yajnavalkya iti?” Yajnavalkya menjawab, “Yasca tri ca sata trayas ca tri ca sahasra iti”, tiga ribu tiga, dan jika dipendekkan menjadi tiga ratus tiga. Ketika pertanyaan diulang, dijawab, tiga puluh tiga. Ketika diulang lagi, dijawab enam. Vidagdha Sakalya mengulang lagi pertanyaannya dan dijawab, tiga (traya iti). Ditanya lagi dan dijawab, dua. Ditanya lagi dan dijawab, satu setengah. Ditanya lagi dan dijawab, satu (eka iti). Vidagdha Sakalya bertanya yang mana sajakah dewa-dewi yang tiga ratus tiga dan yang tiga ribu tiga. Yajnavalkya menjawab bahwa itu semua hanyalah kekuatan-kekuatan Tuhan sedangkan jumlah dewadewi adalah tiga puluh tiga. Perinciannya seperti yang telah dijelaskan di atas.
berjalan tidak karu-karuan. Masalah salah kaprah dalam menyikapi kebebasan dan kemerdekaan bukan saja menjadi isu bagi manusia pada zaman sekarang, tetapi sudah berlangsung sejak dahulu. Kita bisa belajar dari apa yang dikatakan Paulus dalam surat 1 Korintus pasal 10. Paulus berkata: “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.” (1 Korintus 10:23). Dari ayat ini kita bisa belajar apa yang bisa kita jadikan sebuah dasar pertimbangan dalam menyikapi kebebasan, yaitu: apakah kebebasan itu bermanfaat bagi kita dan sesama atau tidak? Apakah kebebasan yang kita peroleh itu membangun kehidupan kita atau tidak? Apakah itu memberkati kota di mana kita tinggal atau malah membuatnya semakin kacau? Ini merupakan hal yang penting untuk kita sikapi dalam alam kebebasan. Sebab, apalah gunanya kita melakukan sesuatu apabila itu malah membuat kita semakin menjauh dari Tuhan, semakin menghancurkan hidup kita atau menyengsarakan orang lain? Apakah kita harus tega menghancurkan hidup orang lain hanya demi memuaskan
hasrat yang ada dalam diri kita? Itu bukanlah gambaran sikap yang diinginkan Tuhan dalam memberikan kemerdekaan atau kebebasan bagi umat-Nya. Selanjutnya, hal yang tidak kalah penting bisa kita peroleh dari ayat berikutnya. “Jangan seorang pun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiaptiap orang mencari keuntungan orang lain.” (ay 24). Dari sini kita bisa melihat bahwa sebuah kebebasan yang kita miliki seharusnya tidak dipakai untuk kepentingan diri sendiri, tetapi melihat apa yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Marilah kita pikirkan bersama segala sesuatu yang kita lakukan sehari-hari. Apakah itu memberkati orang lain atau malah mengganggu? Jangan sampai kita melakukan sesuatu yang kita anggap baik bagi diri kita tetapi itu mengganggu kepentingan orang lain atau bahkan merugikan mereka. Satu hal lagi yang bisa kita peroleh dari surat 1 Korintus pasal 10 ini adalah: apakah segala sesuatu yang kita lakukan itu memuliakan Allah atau tidak? Sebab, Firman Tuhan berkata: “Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.” (ay 31). Perhatikanlah bahwa sudah menjadi kewajiban kita untuk memuliakan Allah, Sang Pencipta kita dalam segala sesuatu yang kita lakukan. Memaksakan kehendak dengan cara-cara yang tidak baik, memusuhi orang lain, menghakimi, memupuk dendam, berusaha membalas kejahatan
dengan kejahatan dan lain-lain akan membuat kita justru menjadi batu sandungan yang malah akan mempermalukan Allah. Sebuah kesimpulan yang sangat baik dalam menyikapi kebebasan bisa kita baca dalam surat Galatia. “Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.” (Galatia 5:13). Jangan pergunakan kemerdekaan atau kebebasan seenaknya sehingga kita merasa wajar untuk hidup dalam dosa, tetapi hendaklah itu kita pergunakan untuk melayani atas dasar kasih. Alangkah pentingnya memiliki kasih sejati dalam hidup kita, yang akan mampu membuat pola pikir kita berbeda dari pola pikir dunia terhadap arti sebuah kebebasan. Petrus berkata: “Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.” (1 Petrus 2:16). Sebuah kehidupan yang merdeka seharusnya dipakai untuk menjadi hamba Allah, yang akan memuliakan-Nya lebih lagi, dan bukan untuk berbuat berbagai kejahatan yang akan menghancurkan diri kita sendiri, keluarga kita, dan orang lain. Dalam Kristus kita sudah menjadi ciptaan baru, dengan pola pikir yang seharusnya baru pula yang akan memampukan kita untuk menyikapi kebebasan dengan rasa penuh tanggung jawab.
tekanan psikologis. Buat menepis dugaan curang, mereka bekerja siang-malam melebihi kapasitas fisik dan psikhis sehingga mengalami exhausted alias super lelah, “ ulas Rubag. “Sungguh menyedihkan mendengar berita meninggalnya para petugas Pemilu yang terhimpun dalam KPPS. Kudengar juga ada korban meninggal di aparat keamanan. Semoga arwah para almarhum dan almarhumah diterima di sisi Tuhan dan para keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan ikhlas atas kepergian anggota keluarga yang dicintai. Memang tidak mudah melupakan kepergian tak terduga dan cukup tragis itu, namun bagi yang meyakini ajaran agama, peristiwa tersebut merupakan keputusan Yang Maha Esa. Kita sebagai warga bangsa harus mengapresiasi pengorbanan mereka sebagai Pahlawan Demokrasi. Mereka rela berkorban demi tetap tegaknya NKRI. Pemilu merupakan manifestasi dari kehidupan berbangsa dan bernegara seturut bunyi UUD 1945 bernafaskan Pancasila yang juga dikenal sebagai sumber dari segala sumber hukum di negeri ini. Benar, kita telah mengalami berbagai kejadian yang nyaris memecah-belah negara dan bang-
sa yang menjelang berusia 74 tahun ini. Kita tidak ingin Pemilu menjadi alat pemecah-belah lewat kegaduhan tak henti-henti yang disertai wacana saling ancam. Sebab tujuan Pemilu adalah memilih para penyelenggara negara yang sesuai aspirasi seluruh rakyat. Bila perlu memilih para negarawan yang ikhlas larut dalam kepentingan rakyat yang dipimpinnya, bukan sebaliknya rakyat ingin dilarutkan pada kepentingannya. Marilah kita merenungkan cita-cita Proklamasi 1945, kendati banyak dari kita yang belum lahir saat BPUPKI bersidang berkali-kali sebelum NKRI merdeka. Banyak buku tertulis untuk memahami citacita para pendahulu kita,” ujar Nyoman Sudiantara. “Perlu dicamkan, hidup layaknya judi. Ada menang, kalah dan seri atau sapih bahasa Balinya. Bila tidak ingin mengalami ketiga kondisi itu, sebaiknya jangan ikut berjudi. Hobi judi, jangan sampai merusak sanggah kemulan bila kalah karena mencurigai para leluhur menyebabkan kekalahan. Kekalahan memang menimbulkan rasa duka dan kecewa. Perlu disimak teori psikologi Elisabeth Kubler Ross tentang Lima Tahapan Kedukaan.
Orang normal biasanya mengalami lima suasana batin saat berduka. Pertama, Menolak atau Denial atas fenomena yang dialaminya yang tidak sesuai harapan. Kedua, Marah atau Anger, karena curiga diri diperlakukan tidak adil, sehingga upaya keras untuk menang diduga digagalkan secara curang. Ketiga, Menawar atau Bargaining dilakukan setelah sadar dan sempat berpikir bahwa kekalahan adalah hal yang wajar dalam kompetisi, lalu bernegosiasi dengan pihak yang mengalahkan. Keempat, depresi atau Depression, meski menyadari kekalahan namun rasa kecewa tetap terasa, lalu menyendiri atau tidak mau ditemui oleh siapa pun karena kehilangan gairah untuk bicara. Kelima, Penerimaan atau Acceptance, akhirnya menerima kekalahan sebagai kemenangan tertunda setelah pertimbangan cukup matang ikhwal kompetisi. Kubler menyingkat proses berpikir dan bertindak lima tahapan itu dengan DABDA, yang mudahmudahan bisa direnungkan para kontestan Pemilu 2019. Semoga kedamaian, keharmonisan dan kerukunan tetap berlangsung dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,“ harap Made Surjanegara.
MIMBAR AGAMA
PDT. I P WIDIARSANA, S.Th. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun.” 1 Korintus 10:23 Kebebasan merupakan keinginan semua orang. Tidak ada satu pun orang yang mau terkungkung, dikekang, dan dibatasi dalam hidupnya. Tapi kemudian saat kebebasan diberikan, pertanyaannya adalah, apakah kita mampu mempertanggungjawabkan kebebasan itu dengan baik? Adalah sebuah fakta bahwa tidak semua orang siap menerima kebebasan dan menyikapinya dengan benar.Ada banyak yang mengira bahwa kebebasan membuatnya bisa melakukan apa pun semaunya tanpa halangan, termasuk di dalamnya memaksakan kehendak. Bahkan, kalau perlu dengan kekerasan. Kata saling pengertian dan toleransi semakin lama semakin menghilang dari tatanan masyarakat, digantikan pemaksaan kaum mayoritas terhadap minoritas. Bisa brutal dan merusak bahkan menghilangkan nyawa. Menyuarakan aspirasi tentu saja tidak salah. Itu hak
Mempertanggungjawabkan Kebebasan
setiap warga negara. Tapi sebuah kemerdekaan tanpa rambu-rambu jelas akan membahayakan bahkan menghancurkan, bukan saja diri kita tetapi juga orang banyak atau bahkan negara. Kemerdekaan yang dijalankan atas kepentingan pribadi atau golongan akan menimbulkan banyak masalah. Bayangkan jika setiap orang merasa dirinya paling benar dan berhak menghancurkan yang tidak sepaham dengan mereka, apa jadinya dunia ini? Dunia ini merupakan sebuah titipan Tuhan kepada manusia. Kita diizinkan untuk menikmatinya, tetapi jangan lupa bahwa ada tugas penting bagi kita untuk mengelola bumi dengan segala isinya dengan sebaik-baiknya, dan itu sudah digariskan Tuhan sejak pada awal penciptaan. (Kejadian 1:26, 28). Bagaimana bentuk pertanggungjawaban kita kelak seandainya kita bukannya melestarikan tapi malah ambil bagian dari proses kehancuran bumi yang kita diami sekarang ini? Kebebasan bukanlah berarti bisa melakukan apa pun seenaknya. Sebuah kebebasan seharusnya bisa dipertanggungjawabkan dan dipakai untuk tujuan-tujuan yang positif. Sebuah kebebasan seharusnya membuat kehidupan di muka bumi ini semakin damai dan sejahtera, bukannya semakin hancur dan
DABDA Menurut keterangan Sekjen Komisi Pemilihan Umum (KPU), Arif Rahman Hakim, hingga Rabu (1 Mei) tercatat 380 orang anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara meninggal. Jumlah KPPS yang sakit bertambah menjadi 3.192 orang. Baik yang meninggal maupun sakit diduga akibat terlampau lelah dalam menghitung suara para pemilih Pemilu Serentak 2019, 17 April lalu. “Tidak pernah terbayangkan kalau korban Pemilu terjadi pada penyelenggara, bukan peserta dan pemilih. Sebab, sejak beberapa bulan sebelum 17 April suasana politik terkesan memanas, terutama di medsos. Bukan hanya para peserta yang perang kata-kata dan saling ejek, juga para pendukung yang notabene calon pemilih baku tengkar dengan kalimat-kalimat kasar. Lucunya, Pemilu belum berlangsung isu kecurangan justru marak, bahkan kian membuncah setelah pencoblosan. Ironisnya, tudingan curang juga nyerempet KPU sebagai penyelenggara Pemilu, disertai ancaman yang mengerikan, yakni menggeruduk lembaga tersebut bila terjadi ke-
brolan BALE BANJAR ARIDUS curangan. Lebih seram lagi istilah ‘people power‘ yang dilontarkan politisi gaek sempat viral di medsos, membuat bulu kuduk sebagian warga bangsa berdiri. Rasa takut, khawatir dan was-was bagi mereka yang anti-kekerasan, bagiku, sangat wajar. Sebab bangsa Indonesia sejak kemerdekaan diproklamasikan telah berkali-kali mengalami suasana kheos yang mengorbankan nyawa masyarakat tidak berdosa. Jatuhnya korban nyawa dan sakit begitu mencengangkan di pihak KPPS, salah satu penyebabnya menurutku adalah
Bali
6
Redité Kliwon, 5 Mei 2019
Rerainan Saraswati
Sampunang Ngamademang Aksara
SARASWATI – Saniscara Umanis Wuku Watugunung kawastanin rainan Saraswati. Tatkala punika, krama Hindu ngamargiang pamuspan taler ngupacarayang tur nyuciang buku, cakepan wiadin sastra-sastra sané kadruénang.
Patut Kamargiang Samian Umat Hindu SAKADI sané kuningayang, rainan Saraswati wantah patinget saking tedunnyané wara nugraha marupa kaweruhan saking Ida Sanghyang Widhi Wasa antuk prabawan Ida pinaka Sanghyang Aji Saraswati. Ring raina inucap ketah kamargiang makudang-kudang parikrama agama Hindu, minakadi ngelarang pamuspan ring sekolah wiadin genahgenah pendidikan taler ngamargiang dharma wacana lan dharma tula indik Saraswati. Yadiastun rerainan inucap wantah raina nyinggihang tur matingetin kaweruhan sané majanten ngeninin indik para sisya, nanging nénten majanten yéning upacara ring rerainan inucap kamargiang olih sisya sané kantun masekolah taler krama sané maparikrama ngeninin indik sekolah kémanten minakadi guru. Duaning sakadi sané kabaosang Dr. Putu Sabda Jayendra, S.Pd.H.,M.Pd.H., sapatutné parikrama upacara punika kamargiang olih krama Hinduné sami ngawit sané kantun wimuda kantos sané sampun lingsir. Duaning kaweruhan inucap wantah parindikan sané mabuat pisan, dadosné patut pisan kramane sami taler ngamargiang parikrama pamuspan ring soang-soang merajannyané utawi ring pura tatkala punika yadiastun nénten malih dados sisya ring sekolah. Ngeninin indik tattwa saking rerainan inucap, dané maosang patut kauningayang olih krama utamanipun para yowana sané kantun nelebang kaweruhan utawi ngamargiang parikrama pangajah-ajahan. Nyinggihang kaweruhan taler kamargiang antuk parikrama saraina minakadi conto setata singgih bhakti ring para guru sané pinaka panyeledii utawi “perpanjangan tangan” saking Ida Sanghyang Aji Saraswati tatkala ngicénin kaweruhan ring para sisya antuk pangapti mangda ipun prasida nglimbak dados jadma sané maguna tur becik. Yéning dagingdaging tetuwek rerainan Saraswati inucap sampun kaélingang tur kamargiang saraina, sinah kasuén-suén kauripan lan parisolahnyané dados becik. “Yéning sampun sakadi punika, yowana inucap jagi subhakti ring Sang Catur Guru utamanipun Guru Rupaka lan Pengajian. Sakéwanten ring kahananné mangkin ketah kapanggih sisya sané tungkas tur wanén nglawan guru utamanipun guru pangajiannyané ring sekolah. Punika satmaka cihna parisolah alit-alit inucap kaon tur patut kabecikang malih,” dané nartayang. (was)
Kruna AKSARA BALI
BAhAsa INDONESIA
1.
cawis
1.
cb(,
jawab
2.
caya
2.
ccd/,
cahaya
3.
cecirén 3.
cc)p/,
pertanda
4.
céda
4.
cdik/,
cacat
5.
cegut
5.
cg$,
gigit
6.
cekel
6.
c;c;,
genggam
7.
cekok
7.
clig/,
cekung
8.
celed
8.
cl&,
ingkar
9.
celih
9.
clu;,
awas
10. cm;,
pucat
10. celong
Ida Bhatara Brahma pinaka déwaning sané ngardi jagat lan sekancan dagingnyané tur Ida Sanghyang Aji Saraswati pinaka déwaning kaweruhan inucap ngawinang sekancan parindikan ring mercapada prasida becik kadabdabang. Punika nyinahang sangkaning kawéntenan kaweruhan, sekancan parindikan ring jagaté punika prasida mamargi becik. Tan pawéntenan kaweruhan, sinah sekancan pakardin Ida Sang Hyang Widhi Wasa malarapan antuk prabawa Ida manados Ida Bhatara Brahma nénten wénten sané prasida becik kadabdabang napi malih kawigunayang ring kauripan puniki. “Mangda manusané éling ring kawigunan makatah pakardin Ida Sang Hyang Widhi Wasa punika, raris Ida Sanghyang Aji Saraswati maicayang waranugraha marupa kaweruhan ring manusané sané kapatingetin nyabran raina Saraswati,” baos dané. Malih dané nartayang, ring rainan Saraswati punika, ketah kapanggihin sambada nénten dados ngwacén buku utawi sastra sané sujatiné wantah sinalih tunggil parikrama nincapang kaweruhan ring raga. Punika duaning ring raina inucap, sekancan kaweruhan sané magenah ring sarana marupa buku, cakepan wiadin sastra-sastra punika kasuciang tur katengetang pisan, dadosné
sarana-sarana i wawu kaupacarayang sané ngawinang ketah krama nénten kadadosang memaca arainané punika. Wénten taler kapatutan yéning kramané nénten dados ngamademang aksara sané satmaka ngamademang kaweruhan duaning kahanannyané masikian. Punika kabaosang dané kacingak saking kahanané inguni, tatkala masesuratan antuk lontar sinah tatkala iwang nyurat aksara patut kadagingin antuk ulu lan suku ring aksara inucap sané raris aksara inucap kabaosang padem. Yadiastun kahanané mangkin masesuratan wantah danganan duaning tatkala iwang nyurat prasida ka-déléte wiadin ka-stipo kémanten, nanging sambada inucap kantun akéh kamargiang kantos mangkin. Patut taler kramané mangda becik mapikayunan lan mabebaosan tatkala masesuratan aksara rumasuk ri kala iwang nyurat. Duaning mabebaosan sané kasar lan iwang yadiastun wantah ring pikayunan satmaka nyampahang lan ngletehang aksara. “Minakadi tatkala iwang nyurat minab wénten ring pikayunan utawi ring bebaosan ngraris maosang ‘cicing pelih…’ utawi ‘kleng…’ utawi kruna kasar tiosan. Yadiastun sujatiné katuju ring raga soang-soang, nanging punika sampun kaucap iwang,” dané nartayang. (was)
Kasidhian Kaweruhan
Bencingah
Basa Bali
NÉNTEN karasa, rainané mangkin sampun ngranjing ring Wuku Watugunung, wuku pinih untat saking 30 soroh wuku sané rauhnyané nganem bulan utawi 210 raina apisan. Sampun majanten wuku-wuku inucap madué rerainannyané soang-soang nganutin patemon Pancawara lan Saptawara. Sakadi Wuku Watugunung antuk Pancawara Umanis lan Saptawara Saniscara kawastanin antuk rainan Saraswati. Rainan Saraswati wantah sinalih tunggil rerainan sané majanten kamargiang antuk makudang-kudang parikrama wiadin upacara olih krama Hindu utamanipun ring Bali miwah sajebag Nusantara. Punika wantah raina patinget medalnyané waranugraha marupa kaweruhan utawi “ilmu pengetahuan” saking Ida Sang Hyang Widhi Wasa antuk prabawan Ida pinaka Ida Sanghyang Aji Saraswati. Tatkala punika kamargiang makatah parikrama kanggén nyinggihang kaweruhan punika. Ida Bhatari wantah Sakti saking Ida Bhatara Brahma sané ngardi jagaté utawi dados “dewa pencipta” sané majanten nénten dados kapasahang. Ngeinin indiké punika, Dr. Putu Sabda Jayendra, S.Pd.H.,M. Pd.H. dosén Agama Hindu ring sinalih tunggil perguruan tinggi ring Denpasar puniki maosang, parindikan inucap patut katilik indik filsafat ipun. Panunggalan
Nglékokang Pinunas Sang Kumbakarna KAWERUHAN wantah parindikan sané mabuat sajeroning kauripan puniki. Duaning ring makatah sastra agama kabaosang, embas pinaka jadma wantah mautama pisan, duaning kaicen idep sané ngawinang prasida nelebin makudang-kudang kaweruhan miwah sastra agama. Antuk kaweruhan inucap, manusané prasida ngicalang mala ring raga tur nincapang kauripannyané mangda prasida dados becik. Punika wantah cihna kalewihan lan kasidhian kaweruhan sané kacihnayang antuk Ida Bhatari Saraswati pinaka saktin Ida Bhatara Brahma. Ida taler makta makatah sarana sané tetuek ipun wantah kawikanan lan kawicaksanan sané majanten kadruénang olih sang sané sampun wikan sangkaning sampun incep tur nelebang makatah kaweruhan. Sangkaning punika, mautama pisan setata nyinggihang kaweruhan inucap utamannyané malarapan antuk upacara rerainan Saraswati. Kasidhian kaweruhan taler kasinahang ring satua
pawayangan, minakadi ring satua Ramayana paletan Utara Kanda. Kacaritayang, Ida Sanghyang Aji Saraswati utawi niyasa saking kaweruhan malinggih ring lidah Sang Raksasa Kumbakarna sané raris ngawinang jagaté rahayu tur nénten nemuang biuta. Rsi Waisrawa sané marabian sareng Dewi Kaikesi madué oka petang diri, luiré; Sang Dasamuka utawi Rahwana, Sang Kumbakarna, Dewi Surpanaka, miwah pinih alit mapeséngan Wibhisana. Sang Rsi raris nganikain okaoka lanangnyané mangda ngamargiang miasa utawi matapa ring Gunung Gokarna. Sareng tetiga ngwangun genahnyané soang-soang tur matapa makudang-kudang warsa suénnyané. Sangkaning teguh ngelarang patapan, Ida Bhatara Brahma lédang mapaica waranugraha ring sang sareng tetiga, kapertama Ida lunga ka genah patapan Sang Rahwana, irika Rahwana nunas mangda Ida Bhatara Brahma lédang mapaica kasaktian tur para déwata, gandarwa, manusa lan makasami
sané maurip ring mercapadané kasor ring ipun. Pinunas inucap kaicén olih Ida Bhatara Brahma. Ida raris lunga ka genah patapan Sang Wibhisana. Tatkala punika Sang Wibhisana nunas mangda lédang Ida Bhatara ngicénin waranugraha marupa pikayunan lan parisolah sané utama saha nénten naenin lémpas ngaturang sembah pangubhakti ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Pinunas punika taler kaicén olih Ida Bhatara Brahma. Wusan punika, Ida Bhatara Brahma lunga ka genah patapan Sang Kumbakarna. Tatkala punika, Sang Kumbakarna sujatiné nunas waranugraha mangda ring kauripannyané prasida setata liang. Sapatutné ipun matur ring Ida Bhatara “suka sada”. Manawita sané katunas olih Sang Raksasa sakti inucap sida kaicén, sinah ipun jagi malaksana sakita arep, momo angkara tur nuutang indrianyané kémanten sané jagi ngawinang jagaté biuta. Punika raris ngawinang Ida Sanghyang Aji Saraswati
KUMBAKARNA – Kasidhian kaweruhan sampun kauningayang. Sakadi sané munggah ring satua Ramayana indik pinunas Sang Kumbakarna ring Ida Bhatara Brahma sané magentos dados “supta sada” sangkaning Ida Sanghyang Aji Saraswati malinggih ring muncuk layahnyané. malinggih ring layahipunné tur Ida nglékokang pabaos Sang Kumbakarna tatkala nunas waranugraha saking Ida Bhatara Brahma. Dadosné sané medal wantah “supta sada” sané artosnyané setata sirep utawi merem. Sangkaning punika, napi sané katunas
olih Sang Kumbakarna dados malianan saking sané kaaptiang sadurungnyané. Punika taler ngawinang jagaté rahayu. Asapunika tetuek yéning kaweruhan inucap sampun majanten tur sapatutné jagi ngawinang jagaté rahayu. (kmb/was)
Dura désa
”Musik Gedogan” Metu Saking Suara Nebuk Gabah BANYUWANGI wantah sinalih tunggil wewidangan ring Indonesia sané katah madué seni lan budaya sané adiluhung. Minakadi kasenian sané wénten ring Desa Kemirén, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. Ring désa inucap, wénten kasenian sané kasub, seni inucap mawasta “Musik Gedogan”. Musik Gedogan metu sangkaning swaginan para istriistriné nebuk padi ring Désa Kemiran. Daweg abad kaping 19, krama akéhan makarya ka carik, mupu pantun ring carik. Gabah sané kapolihang katebuk ring soang-soang paumahan antuk lesung (ring basa Osing kasengguh nutu). Sayan sué, sangkaning rasa manyamabraya sané raket, krama Suku Osing ketah ngwantu krama tiosan sané madué karya. Para istri-istriné ngwantu nebuk beras mangda dados tepung kanggén makarya sanganan. Santukan sané nebuk sareng akéh, raris metu suara sané matios-tiosan, mawinan sakadi suara musik sané ngulangunin. Suara sané kamedalang, “gedog…, gedog…, gedog…” sangkaning suaran lesung punika, pamuput suara inucap kawastanin musik gedogan. Sayan ketah kramané nebuk gabah,
sayan ketah taler krama polih balih-balihan musik gedogan. Krama Désa Kemiren puniki madué cihna musik sané “unik” saking wewidangan tiosan. Seni budaya ring Désa kemiran kantun alami, nénten dangan keni ius kabudayaan tios. Musik Gedogan yukti macihna pisan, kasuarayang wantah olih krama istri kémanten. Mawit alit-alit kantos sané sampun lingsir dados nyuarayang musik punika, sakéwanten sané kapanggihin ketah anak istri sané sampun lingsir sané nyuarayang musik gedogan puniki. Yadiastun sakadi punika, saking dumun alit-alit ring Désa Kemiren sampun seneng nyuarayang musik gedogan puniki antuk rasa liang. Kantos mangkin musik puniki kantun kaplajahin turun tumurun, mawit saking alit-alit, yowana, kantos anak istri sané sampun lingsir. Parindikan inucap nyinahang pisan krama Desa Kemiren nresnain saha nglestariang tetamian budaya suku Osing puniki. Musik gedogan kawéntenané sampun akedik pisan ring Banyuwangi, sané mangkin wantah kantun kalestariang saha prasida kapanggihin ring Désa Kemiren kémanten. (pusdat/berbagai sumber)
Nyastra
Redité Kliwon, 5 Mei 2019 Somah tiangé tumbén ngajakin ka Kertha Gosa. Apa kadén aliha ka Kertha Gosa? Lénan tekén mabalih wayang lan gili. Baan sesainé ajakina ka Kertha Gosa, tiang nyak dogén anggon nglimurang keneh. Sinah uli Kertha Gosa ada rasa kertha nyusup di keneh tiangé. “Mai ja Beli ka Kertha Gosa!” Tiang buka sampi matulusuk. Nuutang dogén. “Nah!” Tiang majalan buka anak bajang-bajang mara kasmaran. Macelep tiang uli kaja. Ajakina tiang ka wangunan Kertha Gosané. Ia di malu. Neked ditu, ia nlektekang kursi ané ada di wangunan Kertha Gosané. Ada kursi ané malima singa, tongos raja kala ngicénin pamindanda. Ada kursi malima lembu, linggih Bhaghawanta raja, ada kursi melengen naga, tongos kanca. Ada méja di tengahné maukir masawang mas. “Beli dini tongos anaké madilin ipidan?” “Tusing tongos madilin dogén Luh. Dini, masi tongos ngrembugang apang jagaté kertha.” Tiang mapawasan ka patung Nyama Caturé ané ada di pusering Klungkung. Tongos ngaturang yadnya kalaning Tawur Kasanga. Montoré pasliwer kangin kauh, kaja kelod, selegenti. Ada masi dokar ané enu masisa di Klungkung. Lén cara dugasé ipidan, yén ka Klungkung sing maan menék dokar sing melah asanné. Somah tiangé nlektekang gambar wayang ané ada di langit-langit Kertha Gosané. Tepukina ada gambar satua Tantri Kamandaka. Ada satua pajalan Sanghyang Atma utawi Atmaprasangsa. Ada gambar satua Sang Garuda ngalih amertha, ada gambar Plalindon, ngindikang yén ada linuh, ada gambar Bhima Swarga. Ada masi gambar tongos atmané. Ada masi gambar bacakan Déwata. Uli gambar ané nyatuang pajalan idup kanti gambar Déwata ada di Kertha Gosa. “Beli dija ya lakar iraga nongos buin pidan?” “Nongos kénkén Luh?” “To jambanganné enu nyisaang tongos. Sinah suba ditu lakar tongos iragané?” “Tusing suba tawang. Madak apang tusing kanti ditu nongos.” “Ngujang tusing? Iraga tusing pasentana adana. To tingalin ada atma magantung di tiingé. Beténné ada bikul ngrotrot. Suba sayan geting. Buin bedik dogén sinah lakar ebah lantas dadi entip jambangan.” Tiang makesiab mara ningeh munyin somah tiangé buka kéto. Suba ada dasa tiban tiang masomah kayang jani tusing masi ngelah sentana nang a besik col. Tiang suba ka dokter, tiang suba tangkil kemo-mai masi tusing ada pica nang a besik. Tiang muani padidi. Nyaman tiangé makejang luh-luh. Jani lantas kakéné tiang. Ipidan ada nyambatang dugas tiangé ngantén ada anak malaksana tusing beneh apang tiang tusing ngelah sentana. Saja apa tusing, tiang tusing sanget nyangetang. Buina ada nyambatang misan tiangé koné ané nyengkalén krana tiang enu ngelah tanah
Kertha Gosa IBW Widiasa Keniten kawitan. Bebagian reraman tiangé enu piara tiang. Bebagian misan tiangé suba telah ka kantongin lan di branangan. Satuan anaké di sisi magenepan gati. Orahanga somah tiangé ané bekung. Ada masih ané nyambatang tiang wandu. Sajan satua adana. Tusing nawang apa. “Mai Luh ajaka kelod di giliné. Tepukin tiangé yéh telaga ngembeng, dangsah, béné ngigel élag-élog ngédéngang lemuh awakné. Tunjungé ada ané kembang. Uli ditu tiang nlektekang Pamedal Agungé. Pamedal Puri Semarapurané. Aget ada Pamedal Agung, pinaka cihna Puri Semarapurané enu ajeg. Puputan Klungkungé, 28 April 1908, nekain keneh tiangé. Para satria mahottamané nindihin gumi Baliné. Tiang ngras-
aang penyatusan anaké ngunus keris nyuaraang “Puputaaaaaaaaaaaaaan! Puputaaaaaaaaaaaaaaaaaan! Puputaaaaaaaaaaaan!” “Beli mai mulih. Suba makelo dini.” Tlektekang tiang somah tiangé. Ia cara anak inguh gati. Gisin tiang limané. Ajak tiang ia ka peken anggon tiang nyelimurang kenehné. Orahin tiang meli nasi maoran jagung. Liman dagang nasi maoranné cacep nyemak sekancan jukut lan bé pindang mapés. Kenyemné tetep ngenah di muanné. Anak-anaké ané mablanja tusing uli Klungkung dogén mirib baan Redité ngranayang. Uli munyinné tiang narka uli Dénpasar. Sinah ka peken Klungkung meli endek utawi ané lénan. Ia
misi ngajumang peken Klungkungé krana ngenah resik tusing buka ané ipidan jalanné dadi tongos madagang. Jani, suba sayan trepti buina nganutin tongos tusing madukan. “Kudang ungkus meli?” “Tetelu.” Tiang masaut. Somah tiangé pesu kenyemné. Tawanga tiang gumanti demen nasi maoran jagung. “Ené suba.” Tiang mulih ajak dadua. “Ento mara anak satia makurenan. Diastun tusing ngelah sentana tetep satia. Tusing buka anaké lénan, yén tusing ngelah sentana pragat somahné pelihanga,” kéto dingeh tiang dagang nasi moranné ngrimik. Tiang mapi-mapi tusing ningeh. Éncol tiang majalan. Neked jumah, basang tiangé buka irukin apang énggal mukak nasi ungkus. “Mai madaar Luh.” Somah tiangé tusing makenyem nang a bedik. “Beli tiang tusing nyidaang ngemaang sentana. Lamun Beli meled ngalih somah buin lautang. Tiang tusing nombaang. Tiang marasa tekén déwék nista. Tusing nyidaang ngeleganin Beli.” “Dadi Luh ngomong kéto? Suba ada dasa tiban beli ajak luh makurenan, tusing ada keneh beli buka kéto.” “Lamun kéto, meras dogén sentana Beli?” “Adéng-adéng malu Luh. Pejalan nu lantang, Luh.” Tiang makeneh-keneh. Dija ada unduk anak luh demen maduang. Sinah munyinné ento pesu ulian paling kenehné. Tiang inget yén kanti anak luh sakit kenehné sinah lakar tusing melah di kulawarga. Buina tiang ipidan suba masemaya tekén kulawargané lakar dadi anak muani ané sujati. Tiang ngantén apang apisan dogén. Semayané ento neket gati di keneh tiangé. Apa lantas lakar bakatang tiang yén tiang ngamaduang buin. Nah yén patuh, lantas tusing masi nadiang? Buin masi buka kéné. “Yén meras, nyén kaperas? Makejang pada ngelah sentana muani pada a besik. Belin misanné masih a besik. “ “Yén ané luh kénkén Beli? Manian alihang sinah ada nyak nyentana.” “Asané kéwéh ento Luh. Buina uli pidan tusing ada majalan nyentana dini.” “Lamun kéto, tiang las beli ngantén buin. Tusing kenapa Beli. Yén Beli tusing ngelah sentana, sinah suba tanah kawitan Beliné lakar telah mepah.” Busan-busan somah tiangé ngorahin apang tiang ngantén. Kéwala, tiang tetep inget tekén awak. Tiang tusing lakar ngisinin kenehné. Apa lantas bakatang tiang ngelong semayan tiangé. Nah té nyak luung, yén sing, pragat uyut dogén di kulawarga. Kaukina tiang. “Beli mai! Dini negak ajak tiang! Tiang tusing buin lantang satua. Cutetné tiang tusing nyak ngoyong di kawah Cambraguhmokané. Lamun Beli tusing nyak ngalih anak luh buin. Jani, tiang ngalihang Beli somah.” Tiang kamemegan ningeh munyinné. Ia majalan cara anak muani, mulihné ngalih adinné ané madan Ayu Ningrat. -0-
Jro Mangku I Gusti Nyoman Raka
Satua
Mapayas Mangda Samar
Mén Cekepel (4) Kaketus saking Satua-satua Bali (II) MASAUT I Raksasa pada, “Kaki ngaé basa lakar ngébat jlema cenik panaka baan I Mén Cekepel.” Lantas I Bikul masaut mabriuk mamunyi ajaka patpat, ngaku pada meled nyicipin ébatan jlema. Lantas raksasané masaut, “Lamun cai pada meled, antiang dini malu!” Buin I Bikul masaut mabriuk, “Kéwala tiang biana bisa nulungin, yéning magambelan, ngigel, mara bisa ajak makejang.” I Raksasa laut pada kedék saha nundén ngigel muah magambelan. Lantas I Méong magambelan, I Crukcuk miwah I Tambulilingan ia ngigel. Munyin gendingné I Méong begbeg gati kakéné, “Kreg-kreg nying, kreg-kreg nyong.” Ditu I Crukcuk ngigel saling ilehin ajaka I Tambulilingan. Kenyakané pada demen I Raksasa mabalih muah madingehang, lantas I Bikul macelep mulihan, morot grobag tongos anaké cerik. Disubané bedah, lantas pesuanga anaké cerik baan I Bikul tur I Bikul mawangsit tekén I Méong suba sida baana mesuang panakné Mén Cekepel. Buin I Bikul antang magedi ngamalunin, ditu lantas I Bikul malaibang panakné Mén Cekepel. Disubané kéto lantas prajani Mén Cekepel nagih atehang mulih ka désa. Dadi reh suba makelo I Bikul magedi, ditu lantas I Méong morahan tekén raksasané ia ngaku antang meju. Disubané magedi I Méong, lantas I Crukcuk muah I Tambulilingan mekaad ngaku ngalih I Méong. Dadi makelo raksasané pada ngantiang, masih tondén ia pada teka. Ditu lantas raksasané mulihan lakar nyemak anaké cerik. Dapetanga grobagé bedah porot bikul. Ditu lantas I Raksasa ngaku déwék kadayaang baan I Bikul ajaka saingné. Béh krura gedeg kenehné, lantas I Raksasané makejang ngalih umahné I Mén Cekepel. Teked ditu dapetanga suba suung umahné, reh Mén Cekepel suba mulih ka désa ajak panakne. Lantas kado I Raksasa nampah jlema, laut ia pada nyusup ka tengah alasé mamangsa ngalih buron. Reh suba makatang buron, ento lantas ébata anggona lelagaran. (Puput)
RING Bali, akéh budaya taler dresta sané kaduénang ring soang-soang wewidangan. Sangkaning pamargin dresta inucap matios-tiosan, ketah ngawinang krama siosan meled uning taler ngaksiang sapunapi parikrama dresta inucap kamargiang. Sakadi dresta ngrebeg sané kamargiang ring Desa Pakraman Tegalalang. Pamiletnyané jagi ngawigunayang makudang-kudang pepayasan taler nagingin warna ring awaknyané. Jero Mangku I Gusti Nyoman Raka, pamangku ring Pura Duur Bingin Tegalalang maosang, parindikan punika matetujon mangda krama utawi pamilet ngrebeg saru utawi samar. Duaning punika wantah panyeledii saking wong samar sané saru, nénten prasida kaélingang rupannyané sané kajantenang pinaka rencangan Ida Bhatara Sesuhunan irika. “Alit-alit miwah yowana sané nyarengin parikrama inucap majanten mapayas aéng tur ngéndah mangda sayan saru saha nénten kaélingin malih rupannyané, rumasuk olih reramannyané,” baos dané. Jero Mangku ngwewehin, alitalit miwah yowana sané nyarengin parikrama inucap nénten wénten wates tuuhnyané. Yéning sampun marabian utawi mapawiwahan sinah nénten dados nyarengin ngiring ngrebeg. Sangkaning punika, pamilet ngrebeg akéhan kantun SD kantos sampun ngranjing ring perguruan tinggi. Satios punika, ketah kapanggihin alitalit sané kantun
masangkol ring reramanipun meled nyarengin ngrebeg saha jagi nangis tatkala nénten kairing napi sané kasaratang. “Nénten arang taler panggihin tiang, yowana sané kantun alit nyarengin nunas paica kantos sungkan tatkala nénten kadadosang nyarengin pamargin ngrebeg,” asapunika lanang sané meneng ring Br. Penusuan, Tegalalang, Gianyar puniki nartayang. Ngeninin indik sapunapi parikrama ring raina ngrebeg inucap kagelar, Jero Mangku maosang yéning sadurungnyané jagi kamargiang pacaruan tur laut kalanturang antuk ngaturang paica ageng matatakan aled utawi klakat ring alit-alit sané sampun mapayas aéng-aéng i wawu saha ngajeng sinarengan. Wusan punika wawu parikrama ngrebeg kamargiang nyantos puput arainané punika. “Sané ketah panggihin tiang ritatkala ngaturang paica ageng i wawu sinah para alit-alit miwah yowana inucap jagi magarang nunas tur nénten prasida kadabdabang mangda becik. Kahanannyané satmaka takut nénten polih paduman yadiastun sujatinné yéning wénten alit-alit utawi yowana sané durung ngamolihang paica sinah jagi kakaryanin utawi kaambilang malih olih prajurunyané ring pura,” asapunika Jero Mangku Gusti Raka nartayang. (was)
7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;d*d*, Pupuh Dangdang 2.mezoery*,
Manyoréang, kps(Águ*mm(gi,
ka Pasar Agung mamargi, sÏ*kt;,
sareng katah, \enÓosÑsÉhin,
ngantos das rahina, wwumu\á;pm(gien,
wau munggah pamarginé, m\ÐinßsnÑ)knÑ¡mun/,
mangkin masandekan dumun, r&ps(Águ*mk)mit/,
ring Pasar Agung makemit, n)d%gl*buln/,
nedeng galang bulan, di\ienkl\С*-l\С*,
dinginé kalangkung-langkung, mzusupÉwu;ktul*,
manyusup rauh katulang, \(yehom,
ngarya homa, rrisß\idumg)nÓi,
raris mangidu magenti, \enÓosÑ)dwuhnß¡\á;.
ngantos dedauhan munggah.
Saking Langit Bali Basa Bali Yowana Indik basa Bali ring yowana Wiakti ngosekin manah Angan akidik sayan ngakéhang Yusa alit kantos duur Andapan wiadin singgihan Nénten lingu ring basa Ibu Janten sampun kabrebehan Agama Hindu tan pabasa Bali Tresna ring budaya luih Ical nénten kawerdiang Yasané tan pakérthi Angga yowana kaiusin kota Sarahina mabasa Indonésia Amatra matiang-jero Jatiyasa
Redaksi nerima sesuratan sastra (Cerpen & Puisi) miwah reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia. Naskah mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
Apresiasi
8
Narada Cerpen Ketut Sugiartha Kali ini saya akan bercerita tentang seseorang yang bernama Narada. Ya, Narada sang maharesi yang kamu kenal lewat buku dan televisi yang pernah menayangkan sinema elektronik impor dari India. Yang mau saya ceritakan bukan tentang kehebatannya bisa pergi ke mana saja secepat yang ia inginkan. Bukan pula tentang bagaimana ia menemui dan memengaruhi Walmiki, laki-laki yang menghidupi keluarganya dari hasil merampok, hingga ia jadi pujanggadan menulis salah satu karya sastra terbesar sepanjang masa: Ramayana. Akan saya ceritakan kepadamu tentang sisi lain kehidupannya. Saya yakin kamu pasti tidak tahu mengapa ia membujang seumur hidupnya. Boleh jadi kamu pikir ia telah membulatkan tekad sejak awal untuk menjadi seorang penekun spiritual yang selibat. Tidak, tidak demikian. Ketahuilah, sesungguhnya ia pernah jatuh cinta pada seorang gadis. Peristiwa itu terjadi ribuan tahun yang lalu ketika Ayodya diperintah seorang raja bernama Ambarish. Ia raja yang sangat bijak, punya seorang anak gadis yang sangat cantik bernama Srimati, dan karenanya banyak raja dan resi berkunjung ke istananya. Suatu hari dua orang maharesi datang menemuinya. Mereka adalah Narada dan Parwata. Ambarish menyambut mereka dengan upacara kehormatan yang membuat mereka bahagia. Sementara kedua maharesi itu duduk berdampingan, Srimati datang untuk membasuh kaki mereka, hal mana merupakan tradisi untuk menyambut tamu kehormatan. Terpesona oleh keanggunannya, Narada dan Parwata sama-sama jatuh cinta pada Srimati pada pandangan pertama.
Keduanya kemudian menyampaikan maksud kepada Ambarish untuk memperistri Srimati. Ambarish bingung.Ia belum pernah menghadapi masalah pelik seperti itu. “Aku tidak tahu apa yang harus kukatakan, Yang Suci,” tanggap Ambarish sambil menatap cemas kedua tamunya. “Aku hanya punya seorang putri. Aku tidak tahu kepada siapa harus kuserahkan putriku.” “Tentu saja kepadaku, ” jawab Narada. “Aku lebih tua dari Parwata.” “Tapi aku yang lebih dulu melamar,” protes Parwata. “Karena itu ia harus jadi milikku.” “Tidak ada gunanya berdebat,” ujar Ambarish. “Akan kuadakan sayembara untuk putriku. Kembalilah besok dan ia akan memilih salah seorang dari kalian sebagai suaminya. Biarlahdia yang memutuskan sebab ini menyangkut hidupnya.” “Ya, itu sangat adil,” Narada setuju. “Biarkan ia memutuskan sendiri,” tanggap Parwata. “Ia pasti akan memilihku karena aku lebih muda dan lebih tampan.” Kata-kata Parwata yang penuh keyakinan membuat Narada khawatir. Bagaimana kalau Srimati betul-betul memilihnya? Ia tak akan bisa menghadapi kenyataan itu. Karena itu ia harus segera melakukan sesuatu. Tak mau kehilangan kesempatan, akhirnya ia melesat ke planet Waikunta, tempat tinggal Dewa Wisnu dan bergegas menemuinya. “Oh Dewa, ada hal penting yang mau kusampaikan kepadamu,” ujarnya, “hanya padamu. Aku tak bisa membicarakannya di depan yang lain.” Dewa Wisnu tersenyum dan minta
setiap yang hadir untuk meninggalkan tempat. “Ada apa, Narada?” tanyanya serius. “Aku mencintai Srimati, putri raja Ambarish. Ia akan mengadakan sayembara besok untuk memastikan apakah Srimati akan memilih aku atau Parwata yang juga mencintainya.” “Apa yang bisa kulakukan?” tanggap Dewa Wisnu tak habis pikir. “Aku tak dapat membuat keputusan untuk Srimati. Ia akan memilih yang terbaik, dan yang tidak terpilih harus menghormati keputusannya.” “Oh Dewa, aku tak akan bisa hidup jika ia memilih Parwata. Mohon buatlah Parwata tampak seperti seekor monyet ketika sayembara berlangsung. Hanya itu permintaanku.” “Baiklah, jika itu yang kauinginkan,” jawab Dewa Wisnu seraya memalingkan wajah untuk menyembunyikan senyumnya. Narada pergi dengan perasaan puas. Tak adalagi yang perlu ia khawatirkan. Segera setelah Narada meninggalkan Waikunta, Parwata sampai di situ dan menemui Dewa Wisnu. “Apa yang kau inginkan?” tanya Dewa Wisnu yang sudah tahu betul apa maksud kedatangan Parwata. “Oh Dewa, aku mencintai Srimati dan aku sangat khawatir kalau ia akan memilih Narada pada sayembara yang dilakukan besok,” jawab Parwata. “Aku tak tahu bagaimana harus mencegahnya kalau ia memang lebih menyukai Narada,” tanggap Dewa Wisnu. “Oh Dewa, kau pasti bisa. Tolong buatlah Narada tampak seperti seekor beruang saat sayembara nanti. Srimati pasti tidak akan memilih beruang untuk dijadikan suami.” “Baiklah,” ucap Dewa Wisnu, “terjadilah seperti yang kau inginkan.” Kini giliran Parwata pulang dengan hati yang berbunga-bunga. Ketika Narada dan Parwata munculdi istana Ayodya pada hari berikutnya, balairung istana tampak indah berhiaskan aneka bunga dan perhiasan lainnya. Mereka lalu di-
Minggu Kliwon, 5 Mei 2019
persilakan duduk bersisian di atas tempat duduk yangmenyerupai singgasana. Balairung dipenuhi para undangan. Akhirnya Ambarish muncul diikuti Srimati dengan sebuah kalungan bunga di tangan. “Anakku,”kata Ambarish,“mereka itu pelamarmu, dua orang maharesi, Narada dan Parwata. Silakan kalungkan bunga pada yang akan kau pilih jadi suamimu.” Srimati mendadak pucat dan menutup wajahnya dengan telapak tangan. “Ada apa, Srimati? Ayo kalungkan bunga pada pilihanmu,” desak Ambarish, heran dengan sikap putrinya yang aneh. “Tapi Ayah, aku tidak melihat maharesi,” sahut Srimati gemetar. “Apa maksudmu? Lalu mereka siapa?” tanya Ambarish. “Monyet dan beruang.” “Apa? Monyet dan beruang?” “Sekarang, di antara mereka, tiba-tiba muncul seorang pemuda tampan,” jawab Srimati. “Bisakah kau jelaskan?” Ambarish bertanya hampir berbisik. “Ya. Ia bercahaya seperti matahari, mengenakan permata indah dan punya senyum yang sangat menawan. Tangannya ada empat,” jawab Srimati. Ambarish seketika sadar siapa yang sedang berdiri di antara dua maharesi itu. Tetapi ia tidak melihat monyet dan beruang yang dikatakan Srimati. “Cepat suruh putrimu...,” teriak Narada. “Ya, kami tak bisa berlama-lama menunggu keputusannya,jangan biarkan ia mengolok-olok kami dengan cerita konyolnya tentang monyet dan beruang,” timpal Parwata, “dan aku tidak percaya tentang adanya orang lain di antara kami. Di sini hanya ada kami berdua, Narada dan aku.” “Aku peringatkan, jangan coba-coba menipu,” ancam Narada. “Sekarang suruh Srimati memutuskan segera atau kami akan mengutuknya.” Srimati ketakutan dan berkata, “Aku tak dapat memutuskan, kalungan bunga ini biar kulempar saja.
Siapa yang mendapatkannya dialah suamiku.” Srimati menutup mata dan melemparkan kalungan bunga yang ada di tangannya. Baik Narada maupun Parwata tak berhasil menangkapnya. Kalungan bunga itu berlabuh dengan manis di leher laki-laki tampan yang berdiri di antara mereka. Begitu kalungan bunga itu melingkari lehernya, laki-laki itu dan Srimati lenyap dari pandangan. “Apa-apaan ini? Kau menipu kami!” teriak Narada. “Di mana kau sembunyikan putrimu?” “Kau akan diliputi kegelapan abadi!” kutuk Parwata marah. “Memalukan, kau telah menipu orang suci.” Laki-laki yang mendapat kalungan bunga itu tak lain dari Dewa Wisnu. Begitulah, akhirnya senjata cakra Dewa Wisnu melayang sambil berputar untuk memusnahkan kegelapan yang meliputi Ambarish akibat kutukan Parwata. Narada dan Parwata memandang takjub dan sekilas menangkap sosok Dewa Wisnu dan Srimati yang tersenyum kepada mereka berdua sebelum kembali lenyap dari pandangan. Penasaran, Narada danParwata buru-buru lagi ke Waikunta.
“Oh Dewa, mengapa kau menipu kami? Mengapa kau menghilang bersama Srimati?” protes mereka bersama. “Srimati adalah reinkarnasi Dewi Laksmi. Mengapa kalian tidak mengenalinya?” tanggap Dewa Wisnu. “Kalian berdua adalah maharesi. Seharusnya kalian tahu. Tapi kalian keburu nafsu dan tak pernah berupaya untuk mencari tahu. Bukan salahku jika kalian kecewa.” Narada merasa terpukul dan sangat malu pada dirinya. Karena itu ia bersumpah untuk membujang seumur hidupnya. Setelah itu, di mana pun, kemunculannya pasti diawali dengan lantunan mantra memuliakan Dewa Wisnu dengan suara lantang, ”Narayana... Narayana...” Itulah kisahnya. Saya tahu, kamu pasti akan bilang saya memang suka mendogeng. Tidak apa-apa. Saya tidak punya kepentingan untuk membantah. Saya hanya ingin menceritakan kembali sepenggal purana yang pernah saya ketahui.Siapa tahu ada manfaatnya. *** Catatan : Purana = salah satu pustaka suci Hindu.
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Fotografi
Dunia Ceria Karya : I Wayan Sumatika ISTILAH portofolio tentu bukan sesuatu yang asing bagi seorang fotografer. Khususnya, bagi mereka yang menekuni fotografi komersial. Secara sederhana, portofolio fotografi bisa didefinisikan sebagai kumpulan karya fotografi terbaik seseorang fotografer. Dengan kata lain, portofolio itu merupakan representasi karya-karya terbaik dari fotografer bersangkutan. Melalui proses pembuatan portofolio, seorang fotografer membangun ketajaman persepsinya terhadap berbagai kemungkinan objek foto dan sudut pandang pengambilan. Bagi seorang fotografer profesional yang memang mengandalkan sumber penghidupannya dari fotografi, keberadaan portofolio memang merupakan sebuah keharusan. Sebelum memutuskan menggunakan jasa seorang fotografer, para klien umumnya akan meminta contoh-contoh hasil karya fotografer bersangkutan yang disajikan dalam bentuk portofolio. Ibaratnya, portofolio itu merupakan sebuah etalase untuk memajang produk-produk sang fotografer yang ditata seart-
istik mungkin sehingga menarik minat para calon klien untuk menggunakan jasa fotografer tersebut. Belakangan ini, kompetisi-kompetisi fotografi bergengsi yang diburu para
Berpacu di Atas Debu Karya : I Wayan Sumatika
Windhu Segara
I Wayan Nuriarta
Afrizal
Portofolio Fotografi
Representasi dari Karya Terbaik fotografer di seluruh dunia seperti HIPA juga memasukkan kategori portolio sebagai kategori tetap. Ini berarti, fotografer yang khusus memotret untuk kepentingan lomba juga harus memiliki kemampuan untuk menyusun portolio semenarik mungkin. Mengingat portofolio merupakan representasi dari karya terbaik, maka portofolio umumnya hanya menampilkan foto-foto yang paling disukai dan menggambarkan jenis dan gaya fotografi dari seorang fotografer secara jelas. Tidak perlu berisi banyak foto. Apabila terlalu banyak foto, apalagi tercampur dengan fotofoto yang biasa-biasa saja, boleh jadi calon klien akan menilai karya-karya Anda tidak konsisten. Kelemahan lainnya, semakin banyak foto, maka peluang portofolio itu gagal untuk meninggalkan kesan mendalam bagi calon klien juga makin besar. Memang tidak ada batasan yang
pasti terkait jumlah foto yang ditampilkan dalam satu portofolio. Sebagai contoh, portofolio dengan 1030 foto mungkin sudah cukup untuk mempresentasikan karya-karya foto terbaik tersebut. Menunjukkan Kekuatan Fotografer Portofolio idealnya mampu menunjukkan kekuatan seorang fotografer. Oleh karena itu, foto-foto yang ditampilkan sebaiknya merupakan jenis foto yang paling disukai dan dikuasai. Contohnya, apabila Anda menyukai fotografi arsitektur, maka portofolio itu seharusnya menampilkan foto-foto arsitektur. Bukan menampilkan foto-foto satwa atau genre lainnya yang bukan menjadi passion Anda. Apabila Anda memang memiliki minat lebih dari satu jenis fotografi dan sangat mahir di keduanya, misalnya foto landscape dan foto portrait, maka siapkan dua kategori portofolio. Jangan mencampuradukkan kedua jenis genre fotografi tersebut. Saat ini, banyak fotografer menampilkan portofolionya lewat website berupa galeri foto atau slideshow. Namun, portofolio yang berisi foto yang dicetak tetap lebih baik karena langsung bisa disodorkan kepada calon klien. Perhatikan kualitas cetak dan kemasan portofolio Anda. Cetaklah foto dengan kualitas kertas yang baik dan dicetak di lab foto berkualitas profesional yang bisa dipercaya. Buatlah kemasan portofolio sekreatif dan semenarik mungkin. Kemasan portofolio akan memberikan suatu sinyal penting berapa tingkat kreativitas dan tingkat perhatian Anda terhadap detail. Jangan segan-segan memanfaatkan jasa desainer komunikasi visual/grafis untuk membantu Anda menampilkan portofolio terbaik. (ian)
Musim Hujan Telah Tiba Karya : I Wayan Sumatika
Bermain Barong Bangkung Karya : I Wayan Sumatika
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Kliwon, 5 Mei 2019
9
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Admin/Accounting Compt+Inggris Good Sal. Call/WA 081338502000
Dcr Tng Serabutan u/ Toko Keramik Tlp.081239079087
Dcr 2 Orang Pria,Sales/Gudang Farmasi,SMA,Jujur,Pnya Mtr,Lam ke PT.BKS Jl.Bungtomo V/14 Dps
Dibutuhkan Pelaksana/Pengawas proyek Minimal tamatan SMK, pengalaman minimal 1 tahun Kirim lamaran via email ke: wayanmustika82@gmail.com atau WA ke : 081339400668
Dcr Admin Stock,min SMA laki bs Comp.Lam Jl.Gn Himalaya Slt 6 Dps Tlp.418531, 08124646409
Dibutuhkan Pramuniaga,Kasir, Akunting, Admin & Terima DW. CV.Dayuhsini HUb.085792825977
B.BP.001.05.19.0000203
Dcr PRT tinggal dalam, bukan Yayasan,Gaji 1,8Jt 08123918700
B.BP.004.05.19.0000202
Dicr Tng Kirim Lele (Pake Spd Mtr)H.081246682139/0818503603
B.BP.004.05.19.0000208
Dcr Mekanik dan Office Boy Tmtn SMA/SMK Lmrn dibawa ke : PT Ultranindo Sedayu Telp.(0361) 8476144/8447020
B.BP.001.05.19.0000199
B.BP.001.05.19.0000183
B.BP.001.05.19.0000191
B.BP.001.05.19.0000057
Dcr Baby Sitter tinggal dalam pglm gaji 2,5 Hub.085100883990
B.BP.004.05.19.0000210
Dcr Sopir Pribadi SIM A. Hub. Jl.Pulau Kawe 69, 08123954306 B.BP.001.05.19.0000146
Di butuhkan Junior Architect Bisa AutoCAD, Sketch-Up, & Lumion.Kirim lamaran via email ke: wayanmustika82@gmail.com atau WA ke : 081339400668
B.BP.004.05.19.0000161
B.BP.001.05.19.0000059
Dibutuhkan Sales & Marketing u/di Perusahaan Otomotif (buggy). Kirim CV ke: info@greengolfbuggy.com /Interview langsung di Jl.Mahendradata Selatan No.101 Dps.Tlp.4717030/4717031
DK Spa Bali Dibutuhkan Therapist Profesional Laki-laki & Perempuan Memahami di Bidang Spa, Medicure And Pedicure, Facial.Dicari Housekeeping CV Bisa di antarkan ke alamat Jl.Taman Pancing No.99 Hub:087834867849/081805627117
Dibutuhkan Tkg Sablon Kaos Lok Dps.Bonus+Gaji.Hp:081238703661
Dibutuhkan Waitress and Service Manager untuk restoran di Ubud. Kirim lamaran ke Atman Kafe,Jl.Hanoman 38 Ubud. Tlpon/WA 081239307827
B.BP.001.05.19.0000154
B.BP.004.05.19.0000164
DIJUAL MOBIL
DIJUAL RUMAH
B.BP.001.05.19.0000155
B.BP.004.05.19.0000160
B.BP.004.05.19.0000177
BIRO JASA
Dicari Colektor/Juru Tagih utk Wilayah Denpasar bisa nyetir punya SIM A, Jujur, Rajin, min.SMA Hub.081236734805 B.BP.001.05.19.0000213
Dicari Sgr Therapis SPA Wanita Bersedia Ditmptkn di Canggu & Pnglmn diutmkn,Gaji&Bns Menrik Hub:081239621123(Masaji SPA) B.BP.001.05.19.0000002
Looking for 2 night Security staff with correct English to supervise 3 plots of villas. Start at 7 pm to 4 am. Please call 081238321945 B.BP.004.05.19.0000211
Satpam, Waker . Lam.Jl.Danau Toba 7 Sanur, HP/SMS 81939020448 G.03
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
DIJUAL MOBIL KIA
Djl KIA Rio 2015 Hitam CVVT manual Hub:081911846415 B.BP.001.05.19.0000196 TOYOTA
Avanza 1.5cc Veloz AT Th 2014 Hitam,Tgn 1.BUC 087862270180
Perusahaan Jaskon memerlukan Quantity Surveyor S1/D4 Teknik Sipil Peng.Min1th 081936256259 astina28@yahoo.com
Inova G A/T Hitam’16 bensin As DK knds Bgs 260Jt 087861722981
B.BP.001.05.19.0000207
B.BP.001.05.19.0000209
B.BP.001.05.19.0000193
Dicari 5 Waiter lulusan SMP/SMA bisa Bhs.Inggris, Tkg. Masak u/ Bebek Sanur Bali Crispy Duck. Lamaran Jl.Danau Toba 7 Sanur, HP/SMS 081939020448
Honda Verza 2013 Hitam 12Jt Dalung Permai S/55A 087845026269
G.02
B.BP.001.05.19.0000018
DIJUAL MOTOR HONDA
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY DISEWAKAN RUMAH
Kont Rmh Jl.Jaya Giri XVII/17C Renon,3KT,2KM,R.TM,Dpr,Grs.Hub Seno:081337252422/0361-242959 B.BP.001.05.19.0000156
PROPERTY DIJUAL RUMAH
BUC-Griyaloka Tbn Uk.45/91M2 Rp.400Jt Nett, 081932236003
Dijual Tnh 10 Are Bedugul dan 13Are Payangan Hub:08123654720 B.BP.001.05.19.0000150
Tanah 1,25 & 1,5are Sanur Strategis,490Jt Nego,081805828222 B.BP.001.05.19.0000140
PROPERTY DISEWAKAN RUKO
Dikont.Ruko Lantai 2,Jln.Tukad Citarum 5B Renon, 081238363542 B.BP.001.05.19.0000099
B.BP.004.05.19.0000174
BUC!Rmh Mrh Lt2,Tnh 3,5A Loks Jln .Antasura IV Dps.Harga Nego Hub:081239332525/087860030403 B.BP.001.05.19.0000190
PROPERTY DIJUAL TANAH
Dijual Murah 3,6M Kavling SHM 480m2 Taman Griya Jimbaran Nusa Dua.Hub Rini 08119707272 B.BP.004.04.19.0000943
Dijual Tnh 9are Jagapati Bdg DP 10% Bunga Krd 0,83%/Bln Hub:08174792678/081805374433 B.BP.004.04.19.0000559
RUPA-RUPA
Dijl Ayam Potong,Bersih,Bs Antar,30Rb/Kg.081936071174/Vinca B.BP.001.05.19.0000153
KEHILANGAN
Hilang BPKB No.I05857791-O DK 9601 EH An.Gede Sujantara B.BP.001.05.19.0000192
Hlg BPKB No.202 DK 8968 SX a.n. KUD Selat Karangasem B.BP.012.05.19.0000168
Hlg BPKB No.B0195141-O an: I Made Yasa, Karangasem B.BP.012.05.19.0000166
10
Minggu Kliwon, 5 Mei 2019
Mendatar: 1. Geger ; Ramai sekali ; Berita buruk 5. Ubi Jalar 8. Bau (Italia) 9. Bintil-bintil merah pada kulit 10. Hari minggu 11. Kutang 12. Rasa cinta 14. Daun enau (Bali) 15. Binatang untuk tujuan produksi 18. Raksasa 20. Sekarang negara ini dikenal dengan nama Thailand 21. Rumah ; Kompleks permukiman 23. Ujian akhir semester 24. Serum anti tetanus 26. Association of the Indonesian tours and travel agencies 29. Gulai ayam 30. Dikenal sebagai apel Persia 32. Lagu tempo dulu yang dipopulerkan oleh Bob Tutupoli 33. Stasiun telepon otomat 35. Tiba di tempat tujuan 36. Tentara kita 37. Simpanan di bank ; Penarikannya dengan cek 38. Goyah (tentang gigi) ; Tidak tetap (pendirian) 39. Akhir aliran sungai 40. Hari (Bali) 41. Danau berair asin dekat pantai
Senggama Picu Infeksi Saluran Kemih? Infeksi selalu dikaitkan dengan masuknya kuman (bakteri, virus, parasit, jamur) ke dalam tubuh. Infeksi bakteri yang terjadi di saluran kencing diistilahkan sebagai infeksi saluran kemih (ISK). ISK dibedakan atas infeksi bakteri dalam urin (bakteriuria) yang bergejala (bakteriuria simptomatik), dan tidak bergejala (bakteriuria asimptomatik). Pada bakteriuria simptomatik ada keluhan sering berkemih, anyang-anyangan, nyeri sisikan/sekitar perut bagian bawah (simpisis), rasa tidak lampias setelah berkemih, dapat pula disertai demam. Jika infeksi terus berlanjut dan tak tertangani dapat berkomplikasi menjadi ISK bagian atas (ureter) dan ginjal (pyelonephritis, nefritis). Bakteriuria asimptomatik dapat di deteksi dengan pemeriksaan air kencing (urin). Indikator penanda ISK, yakni: biakan/ kultur urin ditemukan bakteriuria 100.000 colony forming units/milliliter (cfu/ml). Hasil kultur dapat diketahui dalam 7 hari. Prediksi yang lebih cepat dapat digunakan pemeriksaan urin lekosit sedimen lebih 1-2/LP (Lapang Pandang) sebagai Suspec (kemungkinan) ISK dan perlu terapi lebih lanjut. Bakteriuria pada bumil 0.5-2 persen dapat menjadi radang pangkal saluran ginjal (pielonefritis). Bakteriuria asimptomatik pada kehamilan dapat meningkatkan risiko pielonefritis 20-30 kali lipat dibandingkan tanpa bakteriuria. Perempuan lebih berisiko ISK dibandingkan pada pria karena secara anatomis (bentuk) saluran kemih terluar (uretra) perempuan lebih pendek. Bumil 20-30 persen lebih berisiko mengalami ISK akibat perubahan anatomis dan fisiologis (bentuk dan fungsi) organ tubuh selama kehamilan. ISK dapat disebabkan oleh berbagai bakteri di antaranya: e. coli (penyebab ISK terbanyak 90 persen, bakteri yang ada di sekitar dubur), klebsiella sp.,
proteus sp., citrobacter, pseudomonas aeruginosa, staphylococcus saprophylicus, dll. Perjalanan kuman dari dubur asending dan berkoloni di vulva vagina menuju saluran uretra yang pendek baik secara spontan maupun mekanik akibat kontak seksual, perubahan pH dan flora vulva lalu menuju ke kandung kemih, bisa mencapai saluran kemih atas (vesikoureter), ginjal akibat refluks (aliran balik) dan kelainan anatomi kandung kemih. Dampak ISK pada Bumil, seperti: keguguran, persalinan prematur (prematuritas), berat badan lahir rendah (BBLR), preeklampsia, hipertensi, gangguan pertumbuhan janin dalam rahim/intra uterine grow restriction(IUGR) dan persalinan secara seksio sesarea. Faktor-faktor risiko ISK, seperti: penyakit kencing manis (Diabetes Mellitus/DM) 8-14 persen dan tidak dapat menahan berak (inkontinensia alvi). Usia kehamilan 9-17 minggu berisiko tinggi mengalami bakteriuria. 80 persen Bumil dengan usia kehamilan 12-16 minggu mengalami bakteriuria asimptomatik. Keadaan sosial ekonomi, pendidikan, pekerjaan dengan penghasilan yang rendah, riwayat ISK, seksual aktif, dan beberapa kali hamil (multiparitas), riwayat gangguan saluran kemih (urologi), dan pasangan baru berhubungan seksual sehari, atau 48 jam sebelumnya risiko meningkat 60 kali lipat. Senggama dapat mengakibatkan trauma pada lapisan epitel saluran uretra, membersihkan kemaluan dan perineum sebelum senggama akan sangat mengurangi koloni bakteri yang masuk dan berkembang
di dalam saluran kemih. Area perineum (antara vagina dan dubur) menjadi penghubung bagi bakteri saluran cerna. Kebiasaan menahan kencing lebih dari 4 jam dan kurang konsumsi air putih (2500cc/hari). Konsumsi air dapat membilas/ mendilusi urin yang meradikasi bakteri dari saluran kemih. Kebiasaan membasuh kemaluan arah belakang (dubur) ke arah depan (saluran kencing) adalah cara cebok yang salah sehingga kuman di sekitar dubur berisiko masuk ke saluran kemih. ISK pada kehamilan perlu mendapat perhatian yang serius, penanganan yang cepat, dan pencegahan terjadinya komplikasi. ISK sering diawali kurang minum air, terutama pada kondisi hamil muda, karena bumil mengalami mual dan muntah akibat perubahan hormon tubuh sehingga enggan mengkonsumsi air, produksi urin dan frekuensi berkemih kurang akan memicu kumankuman di sekitar area kemaluan masuk ke saluran kemih. Kuman yang masuk ke saluran kemih tidak selalu datang dari luar tubuh. Prevalensi dan faktor risiko ISK sangat penting sebagai strategi pencegahan, mengingat besarnya masalah yang ditimbulkan ISK pada bumil. Upaya identifikasi dini penyebab, faktor risiko, dan kemampuan memprediksi ISK pada Bumil sangat penting sebagai dasar pencegahan dan penanganan. Cebok dari arah depan ke belakang, tidak menahan kemih dalam jangka waktu lama, kontak seksual bersih, minum air yang cukup dan jika telah mengalami ISK terapi anti infeksi menjadi pilihan. Semoga bermanfaat. dr. I Gusti Ngurah Made Bayuningrat, Sp.OG-K, M.M. Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Founder BBM, Bincangbincang Medis
INDRAPRASTA - Sekalipun SMP Indraprasta Kesiman sudah tidak beroperasi lagi, namun semangat alumninya terus hidup. Minggu (28/4) lalu angkatan 1990 SMP Indraprasta menggelar reuni di Denpasar. Acara ini sekaligus dijadikan media pasemetonan dan networking bersama untuk kegiatan suka dan duka. Tampak alumni bersama gurunya I Made Sueca.
Menurun: 1. Tidak genap ; Ganjil 2. Pendidikan anak usia dini 3. Gerobak dorong 4. Bentuk pemerintahan yang dikepalai oleh raja 5. Tempat usungan mayat bertutup 6. Film tempo dulu yang dibintangi oleh Arnold Schwarzenegger 7. Ruang untuk rapat, pertemuan dan sebagainya. 9. Daerah diluar kampung halaman ; Negeri asing 13. Mentah (Inggris) 16. Persamaan hak dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat 17. Aliran 19. Peramah ; Ramah (Bali) 20. Tergelincir 22. Manusia salju penghuni Himalaya, Nepal dan Tibet. 25. Semangat ; Sukma ; Jiwa ; Roh 26. Kebenaran tanpa pembuktian 27. Dibalik ; Nama depan duta New Zealand 28. Laksamana ; Kepangkatan pada AL 31. Baca hurufnya satu per satu 34. Pokok ajaran yang harus diterima ; Tidak boleh dibantah atau diragukan 35. Bekas luka ; Parut pada kulit (Inggris) 37. Jalan kecil ; Lorong
Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 397 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 11 Mei 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 19 Mei 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@ Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 395 Mendatar: 1. LEMPER 4. AKRONIM 8. EBEN 9. ARIES 11. AKU 12. PRAKTISI 14. TRIK 16. BRENGOS 19. PAYU 21. RASAMALA 23. GRUNDFOS 25. EMKO (EMCO) 28. DIFTERI 29. ATMA
31. INTERNAL 33. ROL 35. OBRAS 36. NAUY (YUAN) 37. HARMOKO 38. OBSESI Menurun: 2. EMAK 3. RESPONSIF 4. ANGKASA 5. RABI 6. NADIR 7. MOLEK
10. RUGBY 11. AKAP 13. STAMPER 15. IMLEK 17. RUANGAN 18. ORASI 20. AURAT 22. SONTOLOYO 24. ODORONO 26. MITRA 27. OGEL 29. AMPAH 30. MINOR 32. TEKO 34. OSIS
Pemenang TTS No. 395 1. Ni Wayan Sudiati Dsn.Ceningan Kangin, Desa Lembongan, Kec.Nusa Penida, Kab.Klungkung (HP:081-934-300-XXX) 2. I Wayan Sudana Br.Jungsri, Desa Jungsri, Kec.Bebandem, Kab.Karangasem (HP:081-237-326-XXX) 3. I Kadek Rian Pratmana Putra SMA Negeri 2 Mengwi, Kec.Mengwi, Kab.Badung (HP:089-514-700-XXX) 4. Putu Gede Wahyu Prasetya Jl.Terompong No.24, Denpasar (HP:085-337-010-XXX) 5. Ni Luh Mudari Br.Kelodan, Desa Suwug, Kec.Sawan, Kab.Buleleng (HP:082-145-581-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Drs.I Made Moja Alamat : Jl.Tukad Bunut, Sukawati, Kab.Gianyar (HP:085-239-754-XXX)
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru “Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat isi buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahunpernikahan. Kirim foto menarik dan tulisan data lengkap identitas diri, orangtua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telp. (0361) 225764.
(Redaksi)
MANUSA YADNYA
MENEK KELIH - Gusti Ayu Wulan Trisnayati dan Gusti ayu Sinta Dewi pada 2 Mei 2019 telah
melakukan upacara menek kelih. Upacara dilaksanakan di Banjar Kutri, Singapadu Tengah.
Indonesia Mulai Menyusun SRAK Harimau Sumatera DITJEN Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia, mulai menyusun Strategi Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) untuk tahun 2019-2028. “Strategi rencana aksi konservasi tersebut secepatnya kita berharap segera disahkan, sehingga bisa diimplementasikan untuk pelestarian Harimau Sumatera,” kata Kepala Subdit Pengawetan Jenis pada Ditjen KSDAE KLHK, Puja Utama di Jambi, Jumat (3/5). Dalam penyusunan SRAK Harimau Sumatera tersebut, terlebih dahulu digelar diskusi publik pertama di Provinsi Jambi dan diikuti sejumlah perwakilan pemerintah daerah di wilayah Sumbagsel, kalangan NGO, perguruan tinggi dan pihak swasta. Usai menutup konsultasi publik pertama yang diselenggarakan di Jambi, dia mengatakan kegiatan penyusunan SRAK Harimau Sumatera itu untuk memverifikasi rencana yang disusun, se-
hingga rencana aksi konservasi Harimau Sumatera itu nantinya tidak hanya dokumen di pemerintah pusat. “Jadi yang perlu diperhatikan itu harus memastikan antara kepentingan harimau dan kepentingan manusia, sehingga program di daerah bisa disinkronkan dengan kegiatan konservasi harimau sumatera,” kata Puja Utama. SRAK Harimau Sumatera tahun 2019-2028 tersebut, merupakan perbaikan dari SRAK Harimau Sumatera yang telah diimplementasikan pada tahun 2007-2017. “Jadi ini perbaikan dari sebelumnya, dan pembahasan ini masih akan digelar dua kali lagi, yakni di Sumatera Utara dan rencananya di Sumatera Barat,” katanya. Sebelumnya, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indra mengatakan, sekitar 61,34 persen jalur jelajah Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) berada di luar kawasan konservasi. “Sehingga untuk upaya konservasi Harimau Sumatera dan satwa lainnya kami akan berada di belakang
pemerintah untuk mendorong perlindungan dan pelestariannya,” kata Indra. Harimau Sumatera kondisinya saat ini semakin terancam, baik oleh perburuan maupun kehilangan habitat akibat konservasi kawasan
hutan menjadi perkebunan, permukiman dan kegiatan pembangunan lainnya. Ancaman kepunahan Harimau Sumatera diakibatkan tingginya laju deforestasi, perburuan dan perdagangan serta konflik. (ant)
BPM/ant
EVAKUASI - Tim gabungan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dan Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dhamasraya (PR-HSD) mengevakuasi harimau sumatera liar di kawasan hutan restorasi ekosistem PT Gemilang Cipta Nusantara, Kabupaten Pelalawan, Riau, Senin (25/3).
Minggu Kliwon, 5 Mei 2019
Pemilu Serentak 2019
Haji Bambang Sementara Ungguli Ambara Denpasar (Bali Post) Hingga pukul 18.30 wita, Sabtu (4/5) kemarin, rekapitulasi perolehan suara pemilu serentak 2019 di Bali sudah rampung di 56 kecamatan. Artinya, hanya tinggal menunggu rekapitulasi di satu kecamatan. Mendekati penghitungan final, perubahan perolehan suara masih saja terjadi. “Data sementara dari 56 kecamatan, kurang 1 Kecamatan Tegalalang, Kabupaten Gianyar,” ujar Komisioner KPU Provinsi Bali, I Gede John Darmawan. Menurut John, rekapitulasi di satu kecamatan tersebut belum selesai lantaran masih proses input data. Pihaknya memastikan hasil rekapitulasi final di 57 kecamatan sudah bisa diumumkan Minggu (5/5) ini. “Operator kami bertugas monitoring persiapan rekapitulasi di kabupaten/
kota,” imbuh mantan Ketua KPU Kota Denpasar ini. Dari data KPU Provinsi Bali, lagi-lagi terdapat pergeseran untuk yang menempati posisi keempat DPD RI. Kini, justru Haji Bambang Santoso yang berada di posisi itu dengan perolehan sementara 126.015 suara. Di bawahnya ada nama Gede Ngurah Ambara Putra dengan perolehan 117.857 suara, I Nengah Wiratha dengan 106.455 suara, dan Ni Made Suastini dengan 104.718 suara. Sisanya meraih suara
di bawah 100 ribu. Sementara untuk posisi pertama hingga ketiga masih ditempati oleh Shri IGN Arya Wedakarna MWS dengan 728.516 suara, Made Mangku Pastika dengan 264.845 suara, dan A.A. Gde Agung dengan 227.439 suara. Untuk perolehan suara sementara DPR RI partai politik, komposisi lima besar tertinggi tidak berubah. Namun, ada pertukaran posisi 4 dan 5 antara Gerindra dan NasDem. Pada rekapitulasi
Keteladanan Pemimpin
Selain itu, keteladanan pemimpin di segala level dan lingkup harus terus ditingkatkan. Berita-berita tentang kepala daerah atau anggota dewan atau pejabat publik yang ditangkap karena korupsi, harus dijadikan contoh nyata bagi anak didik tentang bahwa sehebat apa pun posisinya jika korupsi tetap akan ditangkap. “Melalui halhal tersebut, maka kita dapat
lebih berharap bahwa generasi Indonesia masa depan akan jauh lebih berintegritas dan juga berkualitas,” ujar Radendra Sabtu (4/5) kemarin. Sementara itu, Dr. I Wayan Gede Suacana, M.Si., dosen Pemerintahan dan Magister Administrasi Publik (MAP) Unwar, mengatakan, upaya pengembangan PAK merupakan keperluan yang tidak bisa ditawar-tawar. Bahkan, penerapan kebijakan yang telah disepakati antara Kemendik-
Dr. I.B. Radendra Suastama, S.H., M.H.
Dr. I Wayan Gede Suacana, M.Si.
bud dengan KPK diharapkan akan bisa menjawab persoalan korupsi yang kian marak dan mulai merambah wilayah sekolah dan kampus. Sehingga, kondisi ini menjadikan tugas pokok dan fungsi sekolah dan perguruan tinggi sebagai institusi pengembang integritas dan karakter semakin jauh dari harapan. Apalagi, berkembang kecenderungan beberapa orang kampus mulai gemar melakukan lobi-lobi kepada menteri agar bisa menjadi atau menjabat kembali sebagai rektor, hingga pejabat rektor yang melakukan pendekatan. Memerangi korupsi melalui pendayagunaan jalur pendidikan formal sebagai suatu bagian menangani korupsi merupakan salah satu strategi yang diharapkan cukup signifikan. Mengingat masyarakat terdidik inilah yang perannya di masyarakat cukup dominan. Mereka tidak cukup hanya dibekali pengetahuan dan kemampuan bagaimana melakukan sesuatu pekerjaan atau jabatan dalam masyarakat, tetapi yang lebih utama adalah bagaimana menggunakan ilmu dan cara-cara tersebut dengan benar, tanpa
di 53 kecamatan, Jumat lalu, NasDem yang berada di posisi keempat dan Gerindra di posisi kelima. Sekarang Gerindra berhasil mengambil alih posisi keempat, dan NasDem di posisi kelima. Posisi pertama masih diisi PDI-P dengan 1.232.291 suara, disusul Golkar dengan 378.492 suara, Demokrat dengan 118.112 suara, Gerindra dengan 108.566 suara, dan NasDem 101.892 suara. Untuk pemilihan presiden dan wakil presiden, pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih memimpin dengan persentase 92 persen atau 2.315.510 suara. Rivalnya Prabowo Subianto-Sandiaga Uno hanya mengantongi 8 persen atau 212.019 suara. (kmb32)
harus melakukan korupsi. Termasuk kiat-kiat untuk melawan korupsi, dorongan atau motivasi untuk aktif berperan dalam upaya memerangi atau memberantas korupsi. “Tujuan pemberian materi PAK bagi mahasiswa adalah agar mereka mendapatkan pengetahuan yang cukup tentang korupsi dan pemberantasannya serta menanamkan nilai-nilai antikorupsi sejak dini, sehingga berkembang integritas diri dan lembaga. Dengan begitu diharapkan akan tumbuh budaya antikorupsi di kalangan siswa dan mahasiswa dan perguruan tinggi yang mendorong segenap unsur perguruan tinggi dapat berperan serta aktif dalam gerakan antikorupsi,” tandas Gede Suacana. Sebab, dikatakan bahwa generasi muda merupakan penerus tongkat estapet bangsa, sehingga harus dan wajib dibekali dengan pendidikan yang memadai agar bisa menjamin tetap tegaknya negara ini ke depan. Bentuknya tidak hanya masuk dalam ranah kurikulum, tetapi bisa dengan role model keteladan sebagaimana konsep Ki Hajar Dewantara. (win)
Adapun jumlah siswanya yang duduk di kelas VII sebanyak 50 siswa, sementara kelas VIII dan IX masing-masing 40 orang siswa. Diakui Kumpul, jumlah siswanya di masing-masing kelas cukup gemuk. Pihaknya tak bisa berbuat banyak untuk memecah 50 siswa kelas VII menjadi dua kelas lantaran keterbatasan ruang kelas yang ada. Dia mengatakan mengacu pada ketentuan, satu kelas idealnya ditempati maksimal 32 orang siswa. “Kalau dipecah jadi dua kelas, ruangan tidak ada,” ungkapnya. Meski kegiatan belajarnya disatukan dalam satu kelas, namun untuk administrasinya tetap dipecah. Kelas VII dipecah menjadi VIIa dan VIIb. “Kalau kita gabung jadi satu administrasinya, nanti dapodiknya tidak bisa sinkron,” terangnya. Gemuknya jumlah siswa dalam satu kelas, diakui Kumpul, cukup berpengaruh terhadap proses belajar mengajar di kelas karena menjadi kurang efektif dan maksimal. Selain keterbatasan ruang kelas, SMPN Satap 1 Kintamani juga masih kekurangan ruangan untuk laboratorium, perpustakaan, dan ruang kepala sekolah. Kumpul mengatakan selama ini, pihaknya memanfaatkan satu ruang serbaguna yang disekat untuk ruang guru, ruang kepala sekolah, laboratoriunm, dan perpustakaan. Sesuai perhitungan idealnya sekolah tersebut masih membutuhkan ruangan tambahan lima unit ruangan. Diungkapkannya, untuk bisa menambah ruangan di sekolahnya, pihaknya selama ini sudah rutin mengajukan usulan ke Pemkab Bangli dalam hal ini Disdikpora. Namun yang menjadi kendala untuk bisa melakukan pengembangan sekolah yakni lahan. “Permasalahannya lahan yang tidak ada. Dari pemerintah, kalau sudah ada lahan, siap akan dibantu. Tapi kami di bawah, sulit mencari lahan untuk pengembangan sekolah,” ujarnya. Dia berharap pemerintah desa dan banjar-banjar pendukung dapat membantu menyediakan lahan untuk pengembangan SMPN Satap 1
Kerusakan Sekolah Sementara itu, Buleleng menghadapi problema tersendri. Topografi wilayah yang terluas di Bali membuat Buleleng masih memiliki permasalahan kerusakan infrastruktur sekolah utamanya ruang kelas jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Beberapa tahun terakhir, persoalan ini ditangani serius melalui kebijakan fokus menuntaskan rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas kategori rusak sedang dan rusak berat. Buleleng tahun ini menyerap anggaran rehabilitasi dan pembangunan bersumber dari APBN melalui Dana Alokasi Khusus Rp 29,4 miliar. Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Sekdisdikpora) Buleleng Made Astika, Sabtu (4/5) kemarin, mengatakan, alasan mengapa prioritas rehabilitasi ruang kelas rusak sedang dan berat karena dari analisis teknis ruang kelas yang rusak ringan dalam lima tahun pasti menjadi rusak sedang. Ruang kelas yang semula rusak sedang ini dalam rentang waktu yang sama dipastikan menjadi rusak berat. Selain dari analisis teknis, penanganan skala prioritas dijalankan karena kondisi ruang kelas yang semula berfungsi baik, tetapi karena terdampak bencana alam, penanganannya diutamakan tahun ini. Seperti di SDN 3 Depeha, Kecamatan Kubutambahan. Sekolah ini terdampak bencana gempa Lombok beberapa bulan lalu, sehingga ruang kelas ini dibangun ulang dalam satu areal sekolah. Untuk rehabilitasi ruang kelas, Disdikpora tahun ini menyerap APBN melalui DAK senilai Rp 29,4 miliar. Dana ini untuk merehabilitasi sebanyak 141 ruang kelas SD dengan kebutuhan anggaran Rp 26,7 miliar. Sisanya, Rp 2,6 miliar dialokasikan untuk pembangunan ruang kelas baru, fasilitas penunjang seperti pembagunan toilet siswa, membangun gedung perpustakaan, dan laboratorium untuk jenjang SMP. “Kami menyerap anggaran itu sejalan kebijakan yakni mem-
Pendidikan di Karangasem
Pemerintah Masih Fokus Penambahan Sarana Prasarana
Amlapura (Bali Post) Fasilitas belajar memang sebagai penunjang utama untuk pengembangan suatu pendidikan agar lebih maju. Tanpa adanya sarana dan prasarana yang memadai, tentu akan sulit untuk memajukan suatu pendidikan. Khusus di Kabupaten Karanagsem, pemerintah dalam hal ini Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga kini masih fokus untuk melakukan penambahan sarana prasarana penunjang. Kepala Disdikpora Karangasem, I Gusti Ngurah Kartika, mengatakan, kini pihaknya masih terus berupaya untuk menambah sarana prasarana pendididkan salah satunya pengadaan komputer untuk siswa SMP. Pasalnya, untuk pelaksanaan UNBK di Karangasem baru 13 sekolah SMP yang mampu melaksanakan UNBK. Sedangkan 38 sisanya masih melaksanakan UNKP. “Tahun ini, kita bakal terus berupaya pengadaan sarana prasarana komputer, agar semua SMP bisa melaksanakan UNBK,”
Penerima Suap
Tak Mungkin Dipecah Kintamani. Dengan dilakukannya pengembangan sekolah, nantinya kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut tentu menjadi lebih efektif.
BPM/mud
RUSAK - Plafon salah satu gedung SD di Desa Panji, Sukasada, Buleleng dalam kondisi rusak.
prioritaskan merehabilitasi ruang kelas yang rusak sedang dan berat. Untuk program yang sifatnya pembangunan ruang kelas atau fasilitas penunjang sekolah juga ada terutama di jenjang SMP,” katanya. Menurut Astika, dengan kucuran anggaran DAK itu, kerusakan ruang kelas yang belum ditangani 509 kelas jenjang SD dan 58 ruang kelas SMP. Kerusakan yang belum tercover dalam rehabilitasi maupun pembangunan, pemerintah tetap memasukkan program penanganan dengan skema yang sama dalam alokasi anggaran tahun berikutnya. “Kalau dipersentasekan kerusakan ruang kelas SD dan SMP di daerah kita masih sekitar 17 persen dan kebijakan penanganan akan dilanjutkan menyesuaikan kondisi anggaran tahun berikutnya,” jelasnya. Selain menyerap anggaran DAK, Disdikpora Buleleng juga menerima sokongan dana untuk penanganan kerusakan infrastruktur sekolah yang digulirkan Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR RI). Melalui program revitalisasi sekolah, Disdikpora mengusulkan pembangunan gedung SDN 1 Kalianget, Kecamatan Seririt, dan SDN 3 Banyupoh, Kecamatan Gerokgak. Untuk membangun sekolah ini, ratarata menghabiskan anggaran senilai Rp 1,5 miliar. “Sumbernya masih sama APBN, tetapi program ini dilakukan Kementerian PUPR. Tahun ini, dua sekolah itu ditangani dan memang kondisinya rusak berat, sehingga dilakukan pembangunan ulang,” tegasnya. (ina/mud)
Kayat disangka melanggar UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. “Sebagai pihak yang diduga penerima, KYT disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau huruf b atau huruf c atau pasal 11 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,” kata Syarif. Dua orang lainnya yang menjadi tersangka adalah pengacara Jhonson Siburian dan
warga atas nama Sudarman, yang ditangkap di rumahnya dengan dugaan keterlibatan kasus yang sama. “Sebagai pihak yang diduga pemberi SDM dan JHS disangkakan melanggar pasal 6 ayat (1) huruf a atau pasal 13 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undangundang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” kata Syarif. Hakim Kayat sebelum ini menyidangkan kasus yang cukup menarik perhatian, yaitu kasus pencemaran Teluk Balikpapan oleh tumpahan minyak.
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Mamungkah, Mepedagingan, Ngenteg Linggih Lan Nila Pati (2) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Line Dance Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Taman Sari Krishna Garuda (3) Belajar Menggambar
Hakim Kayat menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 15 miliar kepada nakhoda kapal MV Ever Judger Zhang Deyi. Selain sebagai pengacara, Jhonson Siburian dikenal sebagai aktivis lembaga swadaya masyarakat National Corruption Watch (NCW). Satu hal yang menjadi perhatian NCW adalah kasus-kasus tumpang tindih kepemilikan lahan di Balikpapan. Bukan kebetulan, Sudarman adalah pengusaha properti, dan menjadi terdakwa dalam kasus penipuan dokumen tanah tersebut, sementara Jhonson adalah pengacaranya. (kmb)
Membantu Siswa Bantuan ini menurut Kepala SMK PGRI 4 Denpasar, Drs. I Ketut Suarya, M.Pd., sangat membantu siswa untuk tak lagi keluar uang membiayai UKK di sekolah. Saat diskusi pendidikan di Warung 63 Jl. Vetaran Denpasar, Ketut Suarya menambahkan, bantuan UKK ini bagi sekolah juga bermanfaat untuk meringankan biaya pendidikan di kelas XII. Apalagi biaya untuk ujian praktik di SMK seperti di Jasa Boga memerlukan bahan yang mahal juga. Kedua, kata dia, dihapusnya program Beasiswa Siswa Miskin (BSM) bagi sekolah swasta baik SMP dan SMA dan SMK, sedangkan di sekolah negeri masih kebagian kuota BSM. Kedua program ini, kata Suarya, harusnya dilanjutkan
oleh Gubernur Wayan Koster karena pas dengan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Sementara itu, Kepala SMAN 6 Denpasar, Drs. I Nyoman Mudita, M.Pd., menyoroti minimnya perhatian pemerintah terhadap gaji guru honorer. Mereka hanya dibayar Rp 50.000 per jam tiap bulan. Rata-rata mereka menerima honor Rp 200.00-300.000 per bulan. Namun jika hari libur, mereka juga tak terima honor mengajar. Sedangkan guru kontrak yang didroping pemerintah sudah mendapatkan gaji Rp 2,8 juta tiap bulan. Menghadapi tantangan tersebut, Kadisdik Provinsi Bali, Boy Jayawibawa, mengatakan fokus pemerintah nanti yakni mengejar mutu pendidikan. Makanya PPDB tahun ini bisa dijadikan momentum menghilangkan sekolah favorit dan tak bermutu. Dia sadar un-
Minggu, 5 Mei 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:30 Wita
ujarnya. Kartika menambahkan, pemerintah pusat juga sudah memberikan bantuan 24 paket untuk rehab sekolah pascadiguncang gempa Lombok beberapa waktu lalu. Kata dia, perbaikan itu akan dilakukan terhadap sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan seperti di Tiying Tali, Bunutan dan sekolah yang lainnya. “Bantuan yang diberikan itu berupa dana bencana,” katanya. Disinggung terkait kendala pendidikan khusus di daerah-daerah terpencil, Kartika menegaskan tak ada masalah yang berarti untuk pendidikan di pinggiran. Kata dia, pendidikan masih berjalan lancar. Itu dibuktikan tidak adanya keluhan guru-guru yang mengajar di pinggiran seperti di Tianyar maupun di Seraya dan daerah lainnya. “Selama itu belum ada yang mengeluh. Kalau pegawai harus siap ditugaskan di mana saja. Kalau tidak mau ditugaskan di daerah itu, terus siapa lagi yang disuruh untuk mengajar. Selama
10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:05 Wita
Menggambar Lama Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Dunia Otomotif Road Tes Bus Hino Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Mamungkah, Mepedagingan, Ngenteg Linggih Lan Nila Pati (3) Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Harmoni Bali
17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita
Inovator Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Seputar Bali Malam Banjar Bali Quis Kris Samatra Artis Bali Duo Micin Indi Band Generation Widi Widiana Berita dan Bincang Terkini Lila Cita Calonarang Pura Dalem Tanjung Denkayu(1) Berita dan Bincang Terkini Ocydia Home Shopping Folk Song
tuk bisa merata dalam mutu, maka guru terbaik yang dulu di sekolah favorit juga perlu di-rolling. Untuk biaya UKK, kata dia, sedang dikaji oleh pemerintah sesuai kemampuan keuangan daerah. Sedangkan untuk siswa miskin wajib dibantu namun acuannya kini adalah kartu pintar Jokowi, bukan surat keterangan miskin sebelumnya. Apalagi Bali siap menjalankan Wajar 12 tahun. Sedangkan soal guru honorer diusulkan bisa sejajar dengan honor guru kontrak. (sue)
ini, menjadi sorotan adalah jarak tempuh siswa untuk menuju sekolah. Tapi, siswa masih tetap bersemangat untuk bersekolah,” tegas Kartika. (kmb41)
Kemajuan Teknologi Sekarang pintar-pintar sekolah mengarahkan agar siswa memanfaatkan kemajuan teknologi itu secara normatif yakni untuk mempermudah mentransafer pemelajaran. ‘’Bahayanya kalau dilarang mereka makin mendobrak,’’ tegas Nadi Supartini. Di tingkat SMA dan SMK, kata Wakasek Kesiswaan SMK PGRI 3 Denpasar, Made Sugiartana, SP.Par., siswa juga diserbu oleh perilaku konsumtif. Mereka mau berlama-lama di depan gadget daripada mendengarkan penjelasan guru. Di satu sisi, gadget sangat penting, namun jika tak dikontrol, gadget canggih ini bisa mengancam perilaku remaja Bali yang mengarah ke hal-hal negatif. Sebagai salah seorang guru, Ni Nyoman Ayu Suka Asih mengatakan, anak-anak cenderung mengalami kemajuan pesat dalam urusan medsos. Jika kecenderungan ini tak diawasi dan dikontrol, mereka bisa terjerumus ke hal-hal negatif. Guru pun penting menyesuaikan diri dan menerapkan model pemelajarannya sesuai dengan dunianya anak remaja saat ini, bukan remaja yang menyesuaikan diri dengan gurunya. ‘’Guru wajib ikuti gaya mereka dengan cara tersendiri,’’ ujarnya. Kadisdikpora Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gunawan juga menyadari akan besarnya tantangan ke depan membentuk SDM yang cerdas emosional, spiritual, intelektual, dan sosial. Bahkan pada era revolusi industri 4.0 nanti dia memprediksi gadget makin tak punya etika dan sopan santun. Hal ini harus diubah menjadi gadget yang beretika dan santun. Salah satu caranya, guru di Denpasar wajib melibatkan siswa dalam komunitas Bali mendongeng yang sarat dengan pendidikan karakter. Selain itu, kita perlu mengampanyekan olahraga tradisional dan membumikan seni tradisi Bali. Ini pas dengan tema Hardiknas yakni ‘’Meningkatkan pendidikan, memperkuat budaya’’. Tantangan lainnya, kata dia, adalah ancaman narkoba di kalangan siswa dan pentingnya pendidikan antikorupsi. (sue)
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Minggu Kliwon, 5 Mei 2019
Tim Tenis Meja Denpasar A Tantang Buleleng A Singaraja (Bali Post) Setelah melakoni babak penyisihan, sejak hari pertama Jumat (3/5) lalu, tim tenis meja beregu putra Denpasar A (Abud Sumerta dan Ricky) meladeni tim tuan rumah Buleleng A (Tedy Lajuardi dan Mang Odon), pada babak semifinal di ajang kejuaraan tenis meja beregu memperebutkan Piala Singaraja, di Gedung PTMSI Buleleng, kompleks GOR Bhuana Patra, Singaraja,hari ini. Dua tim semifinalis lainnya, tuan rumah Buleleng B (Agus Juni dan Redy) meladeni Gianyar A (Wahyuda dan Agung Rangga), di sektor putri tuan rumah Buleleng A (Ria Damayanti dan Made Sisca Pratiwi) meladeni Denpasar A (Puspawati dan Kadek Ayu), sedangkan Klungkung A (Icha dan Devi) menjajal lawannya Buleleng B (Desak Sugiani dan Ona). Agenda Sabtu (4/5) kemarin, mulai dipertandingkan nomor perorangan putra dan putri. Pelatih tenis meja Buleleng Gede Ardika yang dihubungi kemarin, menyatakan, pihaknya bangga tim Buleleng A dan B baik putra maupun putri melaju ke babak empat besar. Bahkan, Gede Ardika berharap terjadi all Buleleng final baik putra maupun putri, pada laga pemungkas. (022)
MotoGP Jerez
Duel Honda dan Ducati Jerez de la Frontera–
Juara Dunia Marc Marquez memprediksi balapan MotoGP Spanyol akan jadi duel antara Ducati dan Honda. Meski demikian, Marquez tetap mewaspadai para rider Yamaha. Repsol Honda menguasai sesi latihan bebas pertama MotoGP Spanyol di Sirkuit Jerez pada Jumat (3/5) kemarin. Marquez jadi yang tercepat kemudian disusul oleh Jorge Lorenzo. Pada sesi latihan bebas kedua, giliran Ducati yang menempatkan dua pebalapnya di posisi terdepan. Danilo Petrucci dan Andrea Dovizioso berturut-turut menempati posisi pertama dan kedua. Petrucci tampil impresif lagi di latihan bebas MotoGP
Spanyol. Pebalap Ducati itu menguasai sesi ketiga, mengungguli Marc Marquez dan Fabio Quartararo. Sementara itu, Yamaha tak mendapat hasil oke. Meski Maverick Vinales ada di lima besar dalam dua sesi latihan bebas, tak demikian dengan Valentino Rossi. Rider asal Italia itu hanya menempati posisi ke-18 dan 14 dalam dua sesi latihan. Marquez pun mengakui kecepatan Ducati di Jerez. Namun ia tetap memperhitungkan Yamaha meski
Guardiola Waspadai Leicester Manchester– Pep Guardiola memuji kualitas calon lawan Manchester City, Leicester City. Menurutnya, Brendan Rodgers berhasil memberi dampak yang positif bagi The Foxes. Manchester City akan menjamu Leicester di Etihad Stadium, Selasa (7/5) dini hari nanti. Laga ini begitu krusial bagi City untuk terus menjaga peluang juara Liga Inggris. Meski demikian, Leicester bukan lawan yang mudah. Sejak ditangani Rodgers, Jamie Vardy dkk., berhasil memenangi enam dari sembilan laga sejak Februari. Terakhir, mereka menghajar Arsenal 3-0. Guardiola mengaku terkesan dengan kinerja Rodgers di Leicester. Ia pun menyadari para pemainnya akan menghadapi laga yang tak mudah. “Sebelumnya Leicester adalah tim yang mengandalkan serangan balik. Sekarang bersama Brendan Rodgers mereka punya cara lain dalam bermain. Mereka bisa mengontrol semua bagian dalam pertandingan. Jadi saya pikir Brendan telah memperlihatkan kualitas yang luar biasa sebagai manajer,” ungkap Guardiola, Sabtu (4/5) ke-
marin. “Hanya dalam dua bulan, timnya sudah berhasil memainkan gaya sesuai yang diinginkan. Tentu dengan kualitas yang hebat bersama pemain-pemain yang cepat, sejujurnya saya benar-benar terkesan,” imbuhnya. “Para pemain tahu ini adalah tugas besar untuk kami. Ini sudah menjadi final buat kami. Mudah-mudahan nanti fans bisa membantu kami dan kami juga mampu melakukan yang harus dilakukan demi memenangi laga,” tutur Pep. Hanya ada dua pertandingan tersisa musim ini sebelum sang juara diketahui. Berada di posisi terdepan menjelang garis finis, Guardiola optimis bisa mempertahankannya setelah melewati 38 pertandingan. “Sekarang tinggal dua pertandingan tersisa, kami harus tenang dan menghadapi Leicester City. Kami akan mendapatkan tiga poin, supaya kami pergi ke kandang Brighton untuk bisa memenangi liga,” ucap Guardiola. Meski beberapa hari lalu menggilas Arsenal, Leicester harusnya bukan lawan yang sulit untuk dikalahkan City. (kmb33/afp)
Rossi sempat mengeluhkan masalah pada motornya. “Masih terlalu dini untuk mengatakannya, tapi tentu sepertinya dua pebalap pabrikan Ducati sangat, sangat cepat. Dan kemudian saya juga punya kecepatan yang bagus,” ujar Marquez, Sabtu (4/5) kemarin. “(Cal) Crutchlow pada akhirnya waktu putarannya bagus. Bahkan Jorge khususnya pagi ini juga cepat, tapi siangnya sedikit kesulitan. Sepertinya ini antara Honda dan Ducati, tapi saya
tidak pernah melupakan Yamaha. Maksud saya, saya mengikuti beberapa rider Yamaha hari ini dan sepertinya mereka punya potensi,” katanya.
Yamaha Bermasalah Dalam dua musim terakhir, Jerez memang kurang ramah untuk Yamaha. Baik Rossi maupun Maverick Vinales tak ada yang naik podium di MotoGP Spanyol dua musim terakhir. Motor serta aspal baru di Jerez sempat membuat Rossi berharap dapat hasil lebih baik pada musim ini. Namun rider asal Italia itu tetap tak dapat hasil memuaskan. Rossi pun mengakui ada
yang tak beres dan motornya tak cukup cepat. “Ini adalah hari yang sulit. Kami tahu bahwa di Jerez kami sedikit menderita, karena pada tahun-tahun sebelumnya kami tidak begitu cepat,” ujar Rossi. “Kami mencoba beberapa hal berbeda di siang hari, tapi saya tidak cepat, kecepatan saya tidak fantastis, peringkat saya cukup rendah, kami sedikit dalam masalah. Bukan cuma di akselerasi. Kami mencoba memodifikasi sesuatu tapi sayangnya tidak berhasil,” tutupnya. Tampaknya Yamaha memang harus berjuang keras untuk menjurai seri ini. (kmb33/afp)
Mbappe Dihukum 3 Laga Paris– Sanksi berat diterima Kylian Mbappe sebagai buntut ribut-ribut di laga Paris Saint-Germain lawan Rennes pada final Coupe de France. Federasi Sepak bola Prancis (FFF) menjatuhi sanksi kepada Mbappe larangan bertanding di tiga laga. Penyerang 20 tahun itu akan melewatkan laga melawan Nice, Angers, dan Dijon di sisa musim kompetisi yang tinggal menyisakan empat pertandingan lagi. Dalam laga di Stade de France itu, Mbappe dikartu m e r a h k a r e n a melanggar keras Damien da
Silva. PSG sendiri pada akhirnya takluk dari Rennes lewat drama adu penalti, setelah bermain sengit selama 120 menit dengan skor sama kuat, 2-2. Usai laga Neymar sempat ribut dengan fans di tribun dan untuk kasusnya FFF membuka proses penyelidikan. Andai bersalah, pemain termahal di dunia itu terancam kena sanksi. “Dalam pertemuan tanggal 2 Mei, K o m i s i Disiplin menjatuhi s a n k s i kepada Kylian
Mbappe larangan bertanding tiga laga dan membuka proses penyelidikan pada Neymar pada laga final Coupe de France,” demikian pernyataan FFF, Sabtu (4/5) kemarin. Sementara Mbappe sudah dipastikan mendapat skors tersebut, rekan setimnya di PSG masih menunggu nasibnya. Neymar terlibat keributan dengan supoter saat menuju podium untuk menerima medali runner-up. Dengan demikian, Mbappe hampir mustahil mengejar mega bintang Barcelona Lionel Messi dalam perebutan Sepatu Emas 2019. Saat ini La Pulga memimpin dengan 34 gol di La Liga, sementara Mbappe mengoleksi 30 di Ligue 1. (kmb33/afp)
Kylian Mbappe
Sikut Lawan
Ben Simmons Didenda Rp 284 Juta New York– Point guard Philadelphia 76ers Ben Simmons dijatuhi denda oleh NBA senilai 20 ribu dolar AS (sekitar Rp 284 juta) setelah ia menyikut selangkangan guard Toronto Raptos Kyle Lowry dalam gim ketiga semifinal Wilayah Timur di Wells Fargo Center, Pennsylvania, Amerika Serikat, Jumat (3/5) WIB. Human itu diumumkan oleh Wakil Presiden Eksekutif bidang Operasional Bola Basket NBA Kiki
VanDeWeghe pada Sabtu (4/5) kemarin. Insiden itu terjadi pada sisa waktu delapan menit 36 detik pada kuarter kedua dalam situasi perebutan bola rebound. Wasit tak menjatuhkan putusan pelanggaran atas insiden tersebut, namun Lowry mengungkapkan dalam komentar purnalaga bahwa Simmons telah meminta maaf atas insiden tersebut saat paruh pertama laga berakhir. “Ia bilang tidak berniat,” kata Lowry.
“Saya tidak akan memperpanjang, cuma mau bilang itu terjadi dan sudah berlalu. Saya disikut dan kami kemudian kalah, jadi insiden itu tidak penting,” ujarnya menambahkan. Sixers berakhir dengan kemenangan dalam laga tersebut dengan skor akhir 116-95 atas Raptors. Sixers sementara unggul 2-1 dalam semifinal Wilayah Timur dan akan kembali menjamu Raptors untuk gim keempat pada Senin (6/5) besok. (kmb33/afp)
DUNK - Ben Simmons melakukan slam dunk dalam laga kontra Toronto Raptors, beberapa waktu lalu.
Tim tenis meja putri Buleleng
BPM/ist