Skip to main content

Edisi Jumat 5 April 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

SEJAK 1948

PERDA DESA ADAT, MENGAYOMI PENGAWAL BUDAYA BALI ’’Saya berharap penjabaran atas perda ini benar-benar bermuara pada terayominya krama pengawal budaya Bali. Krama Bali tak lagi harus ke sana-ke mari membawa proposal untuk memohon dukungan pelestarian budaya. Tanggung jawab ini harus diambil alih oleh Negara, sehingga anggaran pengawalan budaya tak lagi menjadi beban warga adat.’’ Prof. Ngurah Sudiana Rektor IHDN

’’Harapan kami dengan Perda Desa Adat ini dapat menciptakan kehidupan masyarakat adat Shanti lan Jagadhita dan perda ini mudah-mudahan dapat terlaksana dengan baik.’’ I Gusti Ngurah Nyoman Yasa Bendesa Adat Bona

HARAPAN Gubernur Bali Wayan Koster agar negara hadir dalam pelestarian dan pengawalan budaya Bali kini mendapatkan saluran. Pada Bali era baru -- dengan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ -- harapan itu terbuka lebar dengan ditetapkannya Perda Desa Adat. Perda yang sarat spirit menuju ajeg Bali ini diapresiasi sebagai bentuk pengayoman terhadap pelestarian budaya dan tradisi Bali. Berbagai kalangan mengapresiasi langkah Gubenur Wayan Koster dalam membuat regulasi untuk menjaga adat Bali. Regulasi ini merupakan hal mutlak yang harus dirumuskan sebagai bentuk kepekaan dan jawaban terhadap tantangan dan permasalahan Bali ke depan. ‘’Perda Desa Adat pada Bali era baru ini saya nilai sangat relevan untuk menjawab dinamika Bali. Perda ini juga akan menjadi regulasi bagi Bali untuk melakukan perjuangan ke pusat agar negara hadir dan bertanggung jawab dalam menjaga budaya Bali,’’ ujar Rektor IHDN Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.S., Kamis (4/4) kemarin. Dikatakannya, budaya Bali yang tumbuh dan berkembang di desa adat hanya menjadi objek eksploitasi dan menghidupi banyak orang. Pariwisata Bali juga tumbuh dan berkembang karena kesetiaan pengawal budaya Bali, dalam hal ini umat Hindu menjaga tradisi, adat serta menjaga harmonisasi kehidupan dengan alamnya. Bahkan beban pengawalan dan pewarisan budaya yang sedemikian besar juga ditanggung umat Hindu dengan

ikhlas dengan spirit ngayah. Dengan lahirnya perda ini mudahmudahan beban anggaran dan tenaga itu dapat ditekan, bahkan diminimalkan. ‘’Saya berharap penjabaran atas perda ini benarbenar bermuara pada terayominya krama pengawal budaya Bali. Krama Bali tak lagi harus ke-sana-ke mari membawa proposal untuk memohon dukungan pelestarian budaya. Tanggung jawab ini harus diambil alih oleh Negara, sehingga anggaran pengawalan budaya tak lagi menjadi beban warga adat,’’ tegasnya. Untuk itulah, ia berharap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus gencar melakukan sosialisasi dan komunikasi dengan semua elemen untuk menyatukan persepsi. Ketentuan regulasi dalam perda hendaknya sampai dan dipahami krama Bali. ‘’Semua elemen di Bali hendaknya bergerak menuju keharmonisan. Bersatu menjaga Bali adalah hal mutlak yang harus dijabarkan,’’ ujarnya. Selebihnya, ia mengatakan sangat mendukung harapan Gubenur Bali Wayan Koster saat Presiden Jokowi bertatap muka dengan masyarakat Bali

di Taman Budaya. Pada Bali era baru ini, setidaknya kontribusi dan tanggung jawan negara lewat pemerintah daerah dalam pengawalan budaya hendaknya jelas, terencana dan efektif untuk melindungi peradaban Bali. Jika ini bisa dijabarkan maka sangat pantas diyakini Bali bisa menjadi pusat peradaban dunia dari sembilan penjuru mana angin. Konsep Padma Bhuana yang dirujuk Gubenur Wayan Koster dalam konteks ini juga relevan, mengingat Bali memang pusat peradaban dunia dengan terjaganya harmonisasi dalam konsep Tri Hita Karana. Hal serupa juga disampaikan Bendesa Adat Bona I Gusti Ngurah Nyoman Yasa. Perda Desa Adat ini diharapkan menjadi titi pengancan dalam memperkuat eksistensi desa adat di Bali. Walaupun ia mengaku belum detail mengetahui isi Peraturan Daerah tentang Desa Adat tersebut, namun secara umum sangat mengapresiasi kehadiran Perda Desa Adat. Perda tersebut lebih memperkuat lagi keberadaan desa adat secara hokum, sehingga otonomi desa adat jelas. ‘’Dengan adanya ke-

tentuan ini nantinya akan lebih terlihat transparan dari desa adat,’’ katanya. Ditambahkannya, dengan adanya Perda Desa Adat, pengelolaan maupun manajemen desa adat akan lebih profesional. Salah satunya dengan adanya bantuan staf untuk bendesa dan prajuru dalam mengelola keuangan maupun administrasi berkenaan dengan desa adat, sehingga nantinya bendesa maupun prajuru adat akan lebih dipermudah. ‘’Harapan kami dengan Perda Desa Adat ini dapat menciptakan kehidupan masyarakat adat Shanti lan Jagadhita dan perda ini mudahmudahan dapat terlaksana dengan baik,’’ katanya. Ketua Majelis Alit Desa Pakraman Kecamatan Gianyar (MDA Tingkat Kecamatan Gianyar) I Ketut Maruta, S.E. juga mengapresiasi keberadaan Perda tentang Desa Adat yang baru disahkan oleh DPRD Provinsi Bali. Perda ini menjadi harapan agar ke depan desa adat di Bali tetap hidup dan berkembang. Hal. 15 Secara Khusus

Anggaran Pembangunan Rp 829 Miliar

Bendungan Sidan Diproyeksikan Hasilkan Air Baku dan Listrik

Mangupura (Bali Post) Pembangunan Bendungan Sidan di Kabupaten Badung, Bangli, dan Gianyar akhirnya dimulai dengan acara ground breaking yang dilakukan Kamis (4/4) kemarin. Ground breaking dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suprayogi dan Kepala Balai Wilayah Sungai Bali-Penida Airlangga Mardjono. Dengan anggaran mencapai Rp 829 miliar lebih, Bendungan Sidan digadanggadang dapat mengatasi masalah defisit air di wilayah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan). Kepala Balai Wilayah Sungai Bali-Penida Airlangga Mardjono mengatakan, kebutuhan air baku di Sarbagita pada 2018 sebesar 10,02 meter kubik per detik. Sedangkan kapasitas produksi eksisting air baku hanya 4,27 meter kubik per detik. Itu artinya, ada defisit sebesar 5,75 meter kubik per detik, sehingga Sarbagita memerlukan sumber air baku baru. ‘’Pembangunan Bendungan Sidan ini dapat menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan air, khususnya di kawasan Sarbagita,’’ ujarnya. Airlangga menambahkan, Bendungan Sidan dibangun dengan ketinggian 68 meter dengan kapasitas 3,82 juta meter kubik. Manfaatnya

antara lain menyediakan air baku sebesar 1.750 liter per detik untuk daerah layanan Sarbagita. Kemudian ada potensi pembangkit tenaga listrik sebesar 0,65 MW, pengembangan pariwisata, perikanan tangkap dan konservasi sumber daya air. Bendungan Sidan akan dibangun di DAS Tukad Ayung, yang lokasi tapak bendungan dan genangan berada di Desa Sidan Kecamatan Petang Kabupaten Badung, Desa Buahan Kaja Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, serta Desa Bunutin, Desa Mengani, dan Desa Langgahan di Kecamatan Kintamani, Bangli. Total rencana pembebasan lahan mencapai 82,73 hektar yang terdiri dari 168 bidang. Anggaran untuk konstruksi dan supervisi dialokasikan dari APBN dengan sistem multi-years sejak 2018 hingga 2021. Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suprayogi mengatakan, sampai saat ini sudah ada enam bendungan yang dibangun dan sudah beroperasi di Bali dengan total kapasitas tampung hampir 27 meter kubik per detik. Selain Bendungan Sidan, juga tengah dilakukan pembangunan Bendungan Tamblang di Buleleng. Dengan demikian, nantinya akan ada delapan bendungan di

Bali. Pembangunan Bendungan Sidan telah melalui studi kelayakan, baik secara teknis, sosial, lingkungan maupun ekonomi. Bendungan ini bahkan bisa dimanfaatkan untuk mitigasi bencana banjir. ‘’Pada saat hujan puncak kan kita tampung dulu, kita lepas setelah hilirnya surut. Semua bendungan kita memang multifungsi,’’ ujarnya. Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, Bali memang pulau kecil dan memiliki banyak sumber mata air. Namun selalu saja ada jeritan masyarakat yang kesulitan mendapatkan air. Dengan adanya pembangunan Bendungan Sidan, pihaknya meyakini permasalahan air di Bali akan bisa diatasi secara bertahap. Pembangunan bendungan harus dilakukan secara bersinergi antara Kementerian PUPR dengan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota, terutama dalam penyediaan lahan. ‘’Ke depan pembangunan bendungan akan terus dibutuhkan di Bali, mengingat kebutuhan air terus meningkat dari tahun ke tahun, baik untuk irigasi, penyediaan air baku, serta untuk penunjang kawasan-kawasan strategis seperti kawasan pariwisata,’’ ucapnya. Hal. 15 Pengelolaan Air

BENDUNGAN - Gubernur Wayan Koster mengamati maket Bendungan Sidan, Kamis (4/4) kemarin.

Bali Post/rin

Gunung Agung Erupsi Lava Pijar Terlontar 2 Km

Bali Post/kmb41

BERSIHKAN ABU - Warga Besakih saat membersihkan abu vulkanik di tanaman bunganya akibat erupsi Gunung Agung, Kamis (4/4) dini hari.

Amlapura (Bali Post) Hanya tenang beberapa hari, Gunung Agung kembali erupsi, Kamis (4/4) dini hari. Erupsi yang terjadi kali ini cukup besar. Selain terdengar suara gemuruh dan dentuman dari lokasi sangat jauh, erupsi juga melontarkan material lava pijar sejauh dua kilometer ke segala arah. Karena erupsi tersebut mengakibatkan sejumlah wilayah di Bumi Lahar itu terpapar hujan abu vulkanik dengan intensitas tebal. Kepala Pos Pantau Rendang I Dewa Made Mertayasa mengatakan, Gunung Agung memang kembali erupsi. Erupsi yang terjadi pukul 01.31 Wita memang lumayan besar. Kepulan kolom abu mencapai ketingkian 2.000 meter dari puncak kawah. ‘’Suara gemuruh dan dentuman terdengar hingga Pos Pantau Rendang.

Kolom abu teramati berwarna kelabu. Intensitasnya tebal condong mengarah ke arah barat. Erupsi itu terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi ± 3 menit 37 detik. Juga teramati lontaran batu/lava pijar menjangkau jarak radius sejauh 2.000 meter dari kawah ke segala arah,’’ ujarnya. Dewa Mertayasa menambahkan, akibat erupsi itu, sejumlah wilayah di sebelah barat Karangasem seperti Desa Besakih, Pempatan dan sekitarnya terpapar hujan abu vulkanik dengan intensitas tebal. Menurutnya, hujan abu itu turun wajar, apabila Gunung Agung erupsi. Sebab, material abu yang ada di kawah itu terbawa asap yang membubung tinggi sesuai arah angin. Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pengamatan Gunung Api

Wilayah Timur PVMBG Devy Kamil Syahbana mengungkapkan, letusan strombolian itu terjadi disebabkan tekanan gas magmatik di dalam Gunung Agung cukup besar. Erupsi selama ini sifatnya strombolian. Hanya, erupsi dini hari tadi (Kamis - red) merupakan erupsi strombolian paling besar selama 2019. ‘’Namun letusan tadi termasuk letusan eksplosif rendah. Radius bahaya lontaran masih empat kilometer. Sampai saat ini status masih level III (Siaga - red) dan VONA masih warna orange. Itu artinya belum mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Ngurah Rai,’’ kata Devy. Salah seorang warga di Banjar Batu Madeg Besakih, Ni Nengah Genek, mengungkapkan di rumahnya terjadi

hujan abu sangat tebal. Tanaman yang ada dan genteng dipenuhi abu vulkanik. ‘’Abunya sangat tebal menempel di tanaman, halaman dan atap. Pagi-pagi abunya sudah saya bersihkan. Kalau tidak dibersihkan baunya seperti belerang,’’ ujarnya. Kendati Gunung Agung kembali erupsi, umat Hindu tetap membeludak tangkil sembahyang ke Pura Agung Besakih. Ketua Panitia Karya Besakih Jro Mangku Widiartha mengatakan, pasca-erupsi Gunung Agung, aktivitas warga Besakih berjalan normal. Termasuk para pamedek yang tangkil melakukan persembahyangan juga tetap ramai. Hanya saat Gunung Agung erupsi, warga Besakih termasuk pamedek kaget mendengar suara gemuruh dan dentuman di Gunung Agung. (kmb41)


2

Jumat Kliwon, 5 April 2019

Jaga Kesucian dan Keharmonisan Alam Bali

Pemprov dan Kabupaten/Kota Se-Bali hingga Masyarakat Gelar Gerakan Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik

CITA-CITA mewujudkan kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya guna menciptakan kehidupan krama Bali yang sejahtera dan bahagia secara sekala dan niskala seperti yang terkonsep dalam program Gubernur Bali Wayan Koster, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali mulai dirasakan manfaatnya semenjak lahirnya Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Hal itu diungkapkan secara langsung oleh Kabid Komunikasi DPP Peradah Bali I Ketut Bagus Arjana Wira Putra di Sekretariat Tim Bali Resik, DLH Provinsi Bali, Kamis (4/4) kemarin. Menurut Ketut Putra, semenjak lahirnya Pergub Nomor 97 Tahun 2018 ini membuat komunitas peduli lingkungan hingga instansi pemerintahan maupun TNI/Polri dan beberapa perusahaan swasta di Bali makin memacu gerakannya secara bergotong royong untuk melawan sampah plastik yang mencemari kawasan hutan, sungai, aliran subak, pesisir hingga pesisir pantai. “Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 juga secara perlahan-lahan memberikan inovasi kepada masyarakat saat berbelanja ke pasar, ke swalayan, hingga belanja ke minimarket berjejaring untuk tidak menggunakan kantong plastik,” kata mantan Ketua PD KMHDI Bali Periode 2017 ini seraya mengatakan, peran Pemerintah Provinsi Bali dan kabupaten/kota di Bali serta perusahaan sangat mendukung partisipasi masyarakat Bali untuk beralih menggunakan goody bag atau tas belanja berbahan kain. Ketut Putra juga menceritakan, kehadiran Pergub Nomor 97 Tahun 2018 juga sangat dirasakannya di ruang rapat Pemerintahan Provinsi Bali pada khususnya. Di mana ketika dirinya mengadakan rapat di Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, melakukan

audiensi di Kantor Gubernur Bali dan TP PKK Provinsi Bali sudah tidak ada lagi minuman kemasan dan konsumsi yang berbahan plastik. “Tidak hanya di Pemerintah Provinsi Bali yang mulai berkomitmen, namun saat saya membahas Ranperda Desa Adat di DPRD Bali juga pemberlakuan minuman kemasan dan konsumsi yang berbahan plastik tidak diperbolehkan lagi,” katanya. Atas kondisi ini, Putra menilai kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster bersama Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati sudah memihak para petani, pengusaha jajan Bali, dan memihak wirausaha muda. Alasannya karena singkong, jagung, kacang dan jajan Bali yang terbungkus dari

Ditangkap di Bandara, Sudikerta Langsung Ditahan Denpasar (Bali Post) Diduga hendak ke luar negeri, mantan Wakil Gubernur Bali I Ketut Sudikerta ditangkap anggota Ditreskrimsus Polda Bali di Bandara Ngurah Rai, Kamis (4/4) kemarin. Sudikerta ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan penipuan dan penggelapan yang dilaporkan Alim Markus selaku pemilik PT Maspion Group Surabaya. Kabarnya Sudikerta hendak ke luar negeri. Terkait penangkapan I Ketut Sudikerta, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja menyampaikan, mantan Wakil Gubernur Bali ini ditangkap di Gate 3 Bandara Ngurah Rai Bali pukul 14.19 Wita. “Yang bersangkutan sedang menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Subdit Siber (V) Ditreskrimsus Polda Bali,” ujarnya. Sudikerta, lanjut Kombes Hengky, diduga melakukan tindak pidana penipuan atau penggelapan menggunakan surat/dokumen diduga palsu seolah-olah asli. Dia juga diduga melakukan pencucian uang. Terkait kasus ini, Sudikerta dikenakan Pasal 378 KUHP atau Pasal 372 KUHP dan/atau Pasal 263 ayat (2) KUHP dan/atau Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pemberantasan dan Pencegahan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara, denda paling banyak Rp 10 miliar. “Nanti perkembangan akan diinfokan lebih lanjut,” tegasnya. Dari bandara, caleg DPR-RI ini diangkut menggunakan mobil Toyota Innova hitam. Kedatangan tersangka Sudikerta di Ditreskrimsus Polda Bali pukul 15.00 Wita ditunggu puluhan awak media. Sudikerta diturunkan di lobi gedung Ditreskrimsus, lalu digiring ke ruang Subdit V (Siber) di lantai tiga. Selama perjalanan menuju ruang pemeriksaan, Sudikerta diberondong pertanyaan oleh

awak media. Ditangkap di bandara? “Tidak,” jawab Sudikerta. Saat ditanya hendak ke Singapura, Caleg DPR-RI ini langsung diam. Terkait dugaan penipuan dan penggelapan yang dilaporkan Alim Markus selaku pemilik PT Maspion Group Surabaya, selain menetapkan Sudikerta sebagai tersangka, penyidik Ditreskrimsus juga menetapkan Ida Bagus Herry Trisna Yuda (49), I Wayan Wakil (51) dan Anak Agung Ngurah Agung (68). Terkait kasus ini, penyidik memeriksa 26 orang saksi, termasuk dua orang masing-masing saksi ahli dan PPATK. Hasil penyelidikan dan penyidikan, pertengahan tahun 2013 Sudikerta menerima dua objek tanah SHM 5048 seluas 38.650 meter persegi dan SHM 16249 seluas 3.300 meter persegi atas nama pelaba Pura Luhur/Jurit Uluwatu, Pecatu, Kuta Selatan. Kedua tanah itu diklaim milik Sudikerta. Berdasarkan pemeriksaan labfor, sertifikat tanah tersebut diduga palsu. Sebab, sertifikat aslinya dititipkan di Notaris Sudjarni sejak tahun 2000. Sudikerta menawarkan dua objek tanah tersebut kepada Ali Markus pemilik Maspion Group. Padahal tanah dengan SHM 16249 sudah pernah dijual kepada PT Dua Kelinci. “Maspion sudah memberikan (bayar) hampir Rp 150 miliar kepada Pak Sudikerta dan kawan-kawan. Pihak korban baru melapor tahun 2018,” kata Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho, beberapa waktu lalu. Ditreskrimsus mengamankan barang bukti 26 dokumen, 4 lembar cek dan BG, 6 lembar rekening BCA, 4 lembar slip penarikan uang, HP dan alat bukti lain. Setelah menjalani pemeriksaan sekitar empat jam, Sudikerta langsung ditahan di Rutan Mapolda. Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Kombes Pol. Hengky Widjaja membenarkan Sudikerta langsung ditahan. (kmb36)

Tak Bermaksud Kabur

KETUT Sudikerta kepada wartawan mengaku bahwa dia sejatinya tidak diam-diam ke luar Bali. Sebelumnya, pada Senin (1/4) lalu dia mengajukan penundaan pemeriksaan lanjutan di Polda Bali. Selain itu,Sudikerta mengaku bahwa dia bukan bermaksud kabur ke luar negeri, tetapi hendak ke Jakarta untuk menyelesaikan kasusnya dengan investor. Sudikerta juga membantah kalau dia diamankan di Terminal Keberangkatan Bandara Ngurah Rai. ‘’Saya bukan bermaksud kabur ke luar negeri, untuk apa kabur? Saya justru ingin tanggung jawab,’’ tegasnya. Ditanya mengenai alasan polisi menahannya, Sudikerta mengaku gara-gara tidak dapat diperiksa pada Kamis kemarin. ‘’Saya kan sudah mengajukan penundaan pemeriksaan ke polisi untuk me-

Topik :

I Ketut Bagus Arjana Wira Putra

Wayan Koster

nyelesaikan masalah, lalu kenapa saya ditahan?’’ tegasnya. Sudikerta juga mengaku bahwa dia rencananya ditahan di Polda Bali hingga 23 April mendatang alias enam hari pasca-pemilu. (rah)

Bali Post/dok

I Ketut Sudikerta

Masyarakat Diimbau Tak Golput

bahan daun saat ini sudah dimanfaatkan untuk konsumsi snack di Pemerintahan pada khususnya. “Pemerintah Provinsi Bali secara tidak langsung membuka peluang usaha bagi generasi muda untuk memproduksi dan menjual goody bag, membuat sedotan dari bahan bambu dan sendok dari bahan kayu untuk dijual,” jelasnya. Apabila hal ini terus dikembangkan, Bali diyakininya akan kembali bersih dan kesucian alam Bali yang ada di hutan, danau, aliran subak, sungai dan laut akan terjaga dan tidak terkontaminasi oleh bahaya sampah plastik. Apalagi Pergub Nomor 97 Tahun 2018 ini sudah disambut baik oleh komunitas peduli lingkungan dan tersinkronisasi dengan

Perda Desa Adat Tahun 2019 yang memasukkan tugas desa adat pada Pasal 25 yang menyatakan desa adat melaksanakan pengelolaan sampah di wewidangan desa adat. Untuk memantapkan hal ini, Pemerintah Provinsi Bali pada Minggu (7/4) mendatang tepatnya pada Pukul 07.00 Wita akan melaunching “Gerakan Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik” yang secara serentak dilakukan di kabupaten/kota di Bali. Seluruh instansi pemerintahan, TNI/Polri, lembaga keagamaan, perguruan tinggi negeri dan swasta, BUMN, BUMD, desa pakraman, desa dinas, perusahaan swasta, pelaku wisata, sekaa truna-truni, karang taruna, mahasiwa, organisasi kepemudaan, komunitas lingkungan, hingga siswa SD, SMP, SMA/SMK diimbau partisipasinya untuk bergotong royong mareresik sampah plastik. Sasarannya terutama sampah yang ada di kawasan hutan, danau, sungai, pantai, di wewidangan desa pakraman, pura atau tempat ibadah, pasar, terminal, perkantoran, sekolah, kampus, kawasan pariwisata dan areal publik lainnya. “Semoga Program Semesta Berencana Bali Resik Sampah Plastik yang mengacu pada Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 ini sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno yakni Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi, dan Berkepribadian dalam Kebudayaan melalui pembangunan yang terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi berdasarkan Nilai-nilai Pancasila 1 Juni 1945 dapat dirasakan manfaatnya secara sakala dan niskala,” tutup Putra. Seperti diberitakan sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster dalam berbagai kesempatan berkomitmen untuk menjadikan Pulau Bali lebih bersih dan terjaga lingkungannya, terutama dari cemaran sampah plastik. Komitmen tersebut diimplementa-

sikan dalam Peraturan Gubernur Nomor 97 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Dalam Pergub ini ada tiga bahan yang terbuat dari atau mengandung bahan dasar plastik yang dilarang yaitu kantong plastik, polysterina (styrofoam), dan sedotan plastik. Pergub yang terdiri dari 12 bab dan 26 pasal ini mewajibkan setiap produsen, distributor, pemasok dan setiap pelaku usaha untuk memproduksi, mendistribusikan, memasok, dan menyediakan pengganti plastik sekali pakai. Sekaligus melarang untuk memproduksi, mendistribusikan, memasok dan menyediakan plastik sekali pakai. Setiap produsen, pemasok, pelaku usaha dan penyedia plastik sekali pakai diberi waktu menyesuaikan usahanya selama enam bulan, terhitung sejak Pergub ini diundangkan. Larangan menggunakan plastik sekali pakai juga berlaku untuk instansi pemerintah, BUMD, swasta, lembaga keagamaan, desa adat/pakraman, masyarakat dan perseorangan. Koster juga mengungkapkan rasa gembira karena Pergub yang dikeluarkan di awal kepemimpinannya mendapat respons serta sambutan luar biasa dari masyarakat. Ia mencontohkan Pergub Nomor 97 Tahun 2018 yang sejatinya baru diumumkan, namun sudah langsung direspons positif oleh berbagai kalangan. “Ini merupakan satu-satunya di Indonesia dan menuai pujian dari dunia internasional, di mana penanganan sampah plastik tidak semata di hilir tapi juga di hulu,” imbuhnya. Koster mengatakan, keluarnya pergub ini baru merupakan langkah awal yang akan diikuti oleh program lainnya. “Ini tidak berhenti di sini, masih banyak yang harus dilakukan untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali,” pungkasnya. (ad167)

Masyarakat Diimbau Tak Golput

Denpasar (Bali Post) Masyarakat Bali diimbau menggunakan hak pilihnya dalam pemilu serentak, 17 April mendatang alias tidak golput. Gubernur Bali Wayan Koster bersama Ketua PHDI Bali dan Bendesa Agung MUDP bahkan sampai mengeluarkan imbauan resmi tertanggal 2 April 2019. Munculnya hoax yang membuat masyarakat takut menggunakan hak pilihnya, menjadi salah satu alasan keluarnya imbauan tersebut. “Ada hoax, ada juga selentingan di pinggiran agar masyarakat ini merasa terancam sehingga takut menggunakan hak pilih, pergi ke luar daerah, bahkan ke luar negeri sehingga tidak bisa menggunakan hak pilih,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan keterangan pers di Jaya Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Kamis (4/4) kemarin. Menurut Koster, hal-hal seperti itu kurang sehat dalam proses berdemokrasi. Mengingat, menyalurkan hak pilih dalam pemilu merupakan bagian dari disiplin sebagai warga negara. Jadi bukan hanya sekadar hak, tapi juga kewajiban untuk menggunakan pilihan politiknya. Negara sudah memberikan kesempatan, KPU pun telah menyelenggarakan proses dan mekanismenya dengan anggaran yang cukup besar. “Kalau sampai masyarakat tidak menggunakan hak pilihnya, itu akan sangat merugikan kepentingan nasional,” jelas Ketua DPD PDI-P Bali ini. Di Bali khususnya, Koster mengaku tidak terlalu risau dengan adanya golput. Namun pihaknya ingin meningkatkan partisipasi

pemilih dengan harapan bisa mencapai 80 persen. Sebab dalam Pilgub 2018, tingkat partisipasi pemilih hanya 72 persen. Imbauan sekaligus untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat di dalam berdemokrasi, serta bentuk dukungan terhadap KPU. Masyarakat Bali secara bersama-sama diajak menyukseskan Pemilu Serentak Tahun 2019 dengan menciptakan situasi yang kondusif, aman, nyaman, dan damai sesuai dengan imbauan Presiden Joko Widodo. “Marilah kita jaga nama baik Bali di hadapan masyarakat nasional dan internasional sebagai pulau yang memiliki peradaban dengan budaya tinggi serta sebagai destinasi wisata dunia,” tegasnya. Bendesa Agung MUDP Jero Gede Suwena Putus Upadesha mengatakan, pihaknya turut mendukung pelaksanaan pemilu karena merupakan implementasi dharmaning agama dan dharmaning negara. Oleh karena itu, krama adat di Bali supaya lebih berpartisipasi. Selain itu, banjar dan desa pakraman di Bali agar menjaga kesepakatan terkait kegiatan pen-

Bali Post/ist

MENGIMBAU - Gubernur Bali Wayan Koster mengimbau masyarakat Bali menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu Serentak, 17 April mendatang. coblosan menggunakan bale banjar setempat. “Kami dari MUDP juga sudah menyampaikan imbauan kepada seluruh bendesa di Bali agar juga membantu tugas-tugas pengamanan di desanya masingmasing dan memanfaatkan para pecalang yang ada di desanya,” ujarnya. Ketua PHDI Bali I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan, 17 April secara kebetulan merupakan hari baik untuk melaksanakan upacara ngaben, pawiwahan, juga piodalan. Terkait hal ini, pihaknya mengimbau masyarakat yang

kebetulan melaksanakan upacara supaya mengatur diri agar jangan sampai tidak datang ke TPS. “Di samping melaksanakan dharma agama, juga harus melaksanakan dharma negara. Harus dipikirkan karena sangat menentukan,” ujarnya. (kmb32)

Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Masuk 10 Besar Kota Terbaik Pembangunan Daerah Tingkat Nasional

Pemkot Denpasar Dinilai Tim Bappenas RI KOTA Denpasar berhasil masuk peringkat 10 besar calon penerima penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) untuk tingkat nasional tahun 2019. Dari keberhasilan tersebut, Pemkot Denpasar kedatangan tim penilai dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas), Kamis (4/4) kemarin. Empat orang tim penilai dipimpin Tim Penilai Utama Adhi Putra Alfian dari Direktur Pemantauan, Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan Sektoral Bappenas RI yang diterima Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra di Graha Sewaka Dharma Lumintang Denpasar. Di samping itu, tampak hadir Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Ketua Komisi III DPRD Kota Denpasar Eko Supriadi, serta pimpinan OPD Pemkot Denpasar. Sebelumnya tim yang juga terdiri dari Kasubdit Direktorat Pengendalian Evaluasi PPD selaku Tim Penilai Teknis, Andi Setyo Pambudi dan Ketua Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Institut Teknologi Bandung (ITB) selaku Tim Penilai Independen, Ridwan Sutriadi sempat mengunjungi Tukad Bindu Kesiman. Di samping itu, tim juga melakukan peninjauan di Damamaya Denpasar Cyber Monitor, Mall Pelayanan Publik Denpasar

dan Pasar Rakyat Pasar Badung Denpasar. Wali Kota Rai Mantra menyambut baik dan berbangga atas kedatangan Tim Bappenas dalam Focus Group Discussion (FGD) sekaligus penilaian Tahap V PPD. Hal ini juga tidak terlepas masuknya Denpasar dalam 10 besar kota terbaik calon penerima PPD tahun 2019. “Kami sangat mengapresiasi adanya penghargaan ini, karena dapat memacu pembangunan di Kota Denpasar,” ujarnya. Rai Mantra menambahkan, proses perencanaan pembangunan daerah yang telah dilaksanakan sudah melalui sistem e-planning. Sistem ini juga disebut Denpasar Plan dan sudah terintegrasi dengan sistem penganggaran Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (SIPKD), serta telah menerapkan sistem Elektronik Cascading untuk memfokuskan perencanaan efektif dan efisien. Dalam inovasi program pelayanan kepada masyarakat telah dilaksanakan seperti program Damakesmas, vaksinasi kanker serviks untuk anak sekolah, Denpasar Safe Community dengan hotline layanan 112. Ada pula Program Pantastis yakni Pelayanan Antar Jenazah Gratis, Denpasar Inklusi, Rumah Berdaya bagi penyandang Skizofrenia, layanan autis, bus sekolah, revitalisasi pasar rakyat hingga revitalisasi sungai. “Fokus kami saat ini juga melaksanakan

MENERIMA - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede dan Ketua Komisi III DPRD Denpasar Eko Supriadi menerima kedatangan Ketua Tim PPD Bappenas RI Adhi Putra Alfian di Graha Sewaka Dharma Lumintang, Denpasar, Kamis (4/4) kemarin. program mengurangi sampah plastik dengan mengeluarkan Perwali Nomor 36 Tahun 2018,” ujarnya. Sementara itu, Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Denpasar I Putu Wisnu Wijaya Kusuma mengatakan, kehadiran tim penilai dan juga melakukan FGD ini berkaitan dengan studi lapangan untuk menguatkan penilaian yang dilakukan. “Ini bersifat

kunjungan lapangan dengan realitas di lapangan mencocokkan perencanaan yang telah dibuat oleh Pemkot Denpasar yang tentunya telah dilaksanakan untuk masyarakat dengan ukuran Indek Pembangunan Manusia dan Indeks Kebahagiaan,” ujarnya sembari mengatakan FGD dilakukan terkait inovasi yang telah dilakukan dan nantinya akan dilakukan penentuan ranking penilaian dalam PPD. (ad165)


BADUNG

Jumat Kliwon, 5 April 2019

3 Forum Kaling Kuta Utara Harapkan Kesetaraan Hak dengan Kadus

GROUND BREAKING - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri Ground Breaking Pembangunan Bendungan Sidan di kawasan Desa Belok Sidan Kecamatan Petang, Badung, Kamis (4/4) kemarin.

Tambah Pasokan Air Baku untuk Masyarakat

Pemkab Badung Dukung Pembangunan Bendungan Sidan

PEMBANGUNAN Bendungan Sidan yang dicanangkan pemerintah pusat didukung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung. Diharapkan bendungan yang mengambil lokasi perbatasan Badung, Bangli, dan Gianyar ini dapat mendatangkan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mengatasi persoalan kekurangan pasokan air bersih saat musim kemarau. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyampaikan apresiasi atas pembangunan bendungan yang dirintis sejak tahun 2018 tersebut. ‘’Kami selaku masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Badung menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kami kepada pemerintah pusat, khususnya Bapak Presiden Joko Widodo yang telah benar-benar melaksanakan visi-misi pembangunannya. Salah satunya pembangunan Bendungan Sidan yang titiknya menyentuh Kabupaten Badung, Gianyar, dan Bangli yang dijadikan salah satu program strategis nasional pada tahun 2018,’’ ungkapnya di sela-sela Ground Breaking Pembangunan Bendungan Sidan di kawasan Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Badung oleh Balai Wilayah Sungai Bali-Penida, Kamis (4/4) kemarin. Dengan dibangunnya Bendungan Sidan, dia yakin bisa menjawab permasalahan ketersediaan air baku

di Provinsi Bali, termasuk Kabupaten Badung. Bali masih kekurangan sumber air baku yang bisa diolah menjadi air bersih. ‘’Khusus di Kabupaten Badung, kami juga kekurangan 2.000 liter per detik. Di Badung selatan saja kami kurang sekitar 890 liter per detik,’’ ujarnya dalam kegiatan yang dihadiri Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suprayogi, Gubernur Bali Wayan Koster, Kepala Balai Wilayah Sungai Bali-Penida Airlangga Mardjono, serta jajaran Pemkab Bangli dan Pemkab Gianyar. Dijelaskannya, dengan dibangunnya Bendungan Sidan, maka kekurangan air bisa ditanggulangi meski tak seluruhnya. Pasalnya, bendungan yang memanfaatkan aliran Sungai Ayung itu nantinya bisa menghasilkan air baku sekitar 1.750 liter per detik. Sementara secara prioritas yang memanfaatkan adalah empat kabupaten, yakni Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan.

‘’Setidak-tidaknya dengan ini kami bisa menangani permasalahan air. Karena di Bali, khususnya Badung adalah daerah pariwisata yang saat ini kami belum mampu mencukupi ketersediaan air bersih secara penuh 24 jam. Kami baru mampu 12-14 jam,’’ papar Wabup Suiasa. Pihaknya juga berharap pemerintah pusat dan Pemprov Bali kembali melakukan kajian guna mencari tempattempat yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan air bersih. ‘’Kami yakin ke depan permasalahan air ini bisa teratasi. Melalui prinsip pembangunan Nangun Sat Kertih Loka Bali oleh Pemprov dan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana oleh kita di Badung yang disinergikan, itu bisa kita atasi bersama,’’ tegasnya. Wabup Suiasa juga berharap pembangunan Bendungan Sidan berjalan lancar, tanpa hambatan. Dengan demikian, bisa segera rampung dan manfaatnya dira-

sakan oleh masyarakat. Untuk diketahui, Bendungan Sidan dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah pusat melalui APBN di bawah Kementerian PUPR. Proyek yang berlangsung sejak 16 Oktober 2018 ini ditargetkan rampung pada tahun 2021 dengan pengerjaan selama 1.173 hari kalender. Nilai kontrak konstruksi bendungan berkapasitas 3,8 juta meter kubik itu mencapai Rp 786.332.895.000 dan Nilai Kontrak Supervisi Rp 43.297.500.000. Selaku penyedia jasa konstruksi, Konsorsium PT Brantas Abipraya (Persero)-PT Universal Suryaprima. Sementara penyedia jasa konsultasi adalah PT Teknika Cipta Konsultan (KSO), PT Bina Karya (Persero), PT Global Prasindo Jaya, dan PT Antusias Raya. Di samping menyediakan air baku, bendungan tersebut juga nantinya memproduksi listrik 0,65 Megawatt dan bisa dimanfaatkan sebagai destinasi wisata. (ad163)

Saatnya Perempuan Rebut Kursi DPD-RI

Sri Wigunawati Siap Perjuangkan Bali di Pusat

BALI sudah saatnya memiliki minimal satu wakil perempuan di DPD-RI. Namun senator perempuan yang tidak saja memperjuangkan pemberdayaan perempuan itu sendiri, tetapi mampu mengawal dan memperjuangkan kepentingan masyarakat Bali secara umum. Terutama dalam hal mengharmoniskan, melestarikan, serta menjaga adat, tradisi, dan budaya Bali. Kriteria itu sebetulnya telah dimiliki calon anggota DPD-RI nomor urut 25 Dewa Ayu Putu Sri Wigunawati. Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Provinsi Bali ini sebetulnya bukan pendatang baru di dunia politik. Asam garam dunia politik bahkan sudah dirasakan hampir setengah umurnya. Tanpa meninggalkan sisi femininya sebagai perempuan, Sri Wigunawati juga bisa menampakkan sisi maskulinnya saat memperjuangkan aspirasi masyarakat. Hal ini pun diamini oleh Dewan Pembina KPPI Provinsi Bali, Ni Putu Putri Suastini Koster. ‘’Kalau ibu kan bergaul dengan beliau sudah dari lama, jadi tahu kualitas beliau di urusan politik, sangat berani menyuarakan (aspirasi masyarakat),’’ ujarnya di sela-sela acara dialog di Bali TV, Kamis (4/4) kemarin. Dalam dua periode DPD-RI, lanjut Putri Suastini Koster, Bali masih sepi dari senator perempuan. Ia melihat kelemahan calon perempuan terletak pada mobilitas untuk bergerak cepat meraup suara. Belum lagi lawannya di DPD ada pula incumbent yang notabene laki-laki dan tentu saja sudah memiliki pemilih tetap. Meski demikian, pihaknya tidak sedang ‘’berperang’’ dengan calon laki-laki. ‘’Tidak muluk-muluk, janganlah 100 persen perempuan memilih Ibu Sri semua. 30 persen saja sudah 500 ribu kan. Laki-laki juga pasti ada yang simpati dengan pergerakan perempuan. Makanya ibu ngajak sekarang, yuk perempuan, yuk pemilih, jangan cuek urusan pemilu ini,’’ imbuhnya. Menurut Putri Suastini Koster, perempuan Bali harus menyatukan kekuatan untuk meraih satu kursi bagi calon perempuan. Ini akan mengangkat harkat dan martabat perempuan Bali di pusat. Sementara itu, Sri Wigunawati mengatakan,

Mangupura (Bali Post) Kesenjangan pendapatan antara kepala lingkungan (kaling) dan kepala dusun (kadus) di Kabupaten Badung dikeluhkan oleh sejumlah kaling di Kuta Utara. Mereka berharap pemerintah menyetarakan hak kaling dan kadus, mengingat tugas kedua aparatur desa ini tidak berbeda. Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Kamis (4/4) kemarin mengungkapkan, keluhan tersebut sempat diungkapkan dalam pertemuan pihaknya dengan belasan kaling. Para kaling menginginkan kesetaraan gaji dan insentif dengan kadus. Sebab, kaling hanya digaji sebesar Rp 2 jutaan, sedangkan kadus mendapat Rp 6 jutaan. ‘’Kaling mengaku sangat timpang dengan para kadus yang gaji dan insentifnya bisa mencapai Rp 6 jutaan,’’ ucapnya. Melihat kondisi itu, politisi asal Dalung, Kuta Utara itu akan berupaya menghapus ketimpangan terhadap pendapatan kaling dan kadus. Pihaknya akan berkoordinasi dengan eksekutif untuk membahas hal ini. ‘’Kami akan berjuang untuk masalah ini. Kenaikan pendapatan para kaling ini merupakan bagian dari apresiasi pemerintah, juga terhadap aparat terbawah,’’

Bali Post/ist

KALING - Ketua DPRD Badung Putu Parwata saat menerima audiensi Kaling se-Kuta Utara. Para kaling berharap pendapatan mereka disetarakan dengan kadus. kata Parwata. Dikatakannya, kaling merupakan ujung tombak pemerintah dalam melakukan sosialisasi program-program yang sedang dijalankan. Secara logika, tupoksi kaling dan kadus adalah sama. ‘’Tapi kenapa hak mereka bisa berbeda, hal ini akan menjadi pembahasan bersama untuk menyamaratakan pendapatan mereka,’’ jelasnya. Dia berharap aspirasi Kaling se-Kuta Utara dapat direalisasikan pada APBD Perubahan 2019. Sementara itu, Kabag Humas Setda Badung I Putu Ngurah Thomas Yuniarta

mengungkapkan, sudah ada kajian mengenai kesenjangan pendapatan tersebut. ‘’Pemerintah tengah mengkaji untuk memberikan para kaling tambahan penghasilan. Sekarang sedang disusun di Dinas PMD,’’ tegasnya. Menurutnya, ketimpangan gaji kadus dan kaling lantaran sumber gaji dan aturan yang mengatur berbeda. “Memang ada polemik, karena kepala dusun atau klian dinas dibiayai oleh APBDes, sedangkan kaling tidak. Inilah yang dinilai menjadi penyebab terjadinya ketimpangan mengenai masalah gaji,’’ tegasnya. (kmb27)

Keamanan Wahana ”Swing” Dipertanyakan

Wahana swing atau ayunan kerap dijadikan atraksi alam untuk menarik wisatawan. Hal ini rupanya mendapat sorotan dari Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Terutama menyangkut keamanan dari wahana tersebut, mengingat keamanan merupakan faktor penting dalam pariwisata. “Saya ingin menyoroti keberadaan wahana swing atau ayunan yang sedang marak. Bagaimana dengan keamanan wahana tersebut, apakah perusahaan sudah menyiapkan asuransi untuk para turis,” ujarnya saat memimpin rapat evaluasi Pariwisata Bali tahun 2018-2019 di Ruang Rapat Praja Sabha Kantor Gubernur Bali, Kamis (4/4) kemarin. Pria yang akrab disapa Cok Ace ini juga menyoroti beberapa objek wisata dengan panorama alam yang kurang keamanannya. “Seperti kemarin ada wisatawan Tiongkok yang sampai terseret arus di pantai. Ke depan saya harap unsur keamanan lebih ditingkatkan lagi,” imbuhnya. Sementara untuk atraksi budaya, Cok Ace menyayangkan ada begitu banyak event besar di Bali yang tidak terekspos di majalah internasional. Padahal events tersebut bisa menjadi ajang promosi pariwisata. Mengingat anggaran untuk promosi pariwisata tahun ini tidak dialokasikan begitu besar. “Tahun depan kita tingkatkan. Dana promosi tersebut dipergunakan untuk mengikuti events internasional juga, sehingga promosi pariwisata Bali lebih maksimal,” imbuh tokoh Puri Ubud tersebut. Menurut Cok Ace, Pemprov Bali akan menggunakan sistem One Island One Management. Dalam hal ini pariwisata akan dikelola secara terpadu. Potensi wisata di masingmasing wilayah akan ditonjolkan untuk menunjang pariwisata

Bali. Termasuk meningkatkan saranaprasarana dan infrastruktur. “Saya mengharapkan peran dan partisipasi aktif semua pihak, terutama pemerintah kabupaten/kota terkait kebutuhan mereka di bidang pariwisata. Pemprov akan mencoba memfasilitasi baik berupa regulasi maupun pendanaan,” tandasnya. (kmb32)

Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati

Ni Putu Putri Suastini Koster DPD tidak lepas dari fungsi legislasi, fungsi pertimbangan, dan fungsi kontrol. Ketika menjalankan fungsi legislasi, calon DPD tentu harus memahami apa yang harus diperjuangkan di dapilnya. Khusus untuk Bali, juga harus sejalan dengan apa yang menjadi program Pemprov Bali yang tertuang dalam visi daerah ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. ‘’Kita akan mengawal bagaimana mengharmoniskan, kemudian melestarikan dan menjaga adat, seni, tradisi, budaya Bali untuk kesejahteraan masyarakat karena DPD ini utusan daerah. Karena saya perempuan, sudah barang tentu akan berjuang untuk mencari solusi terhadap persoalan-persoalan perempuan di Bali,’’ ujarnya. Sri Wigunawati menambahkan, keterwakilan perempuan menjadi penting di DPD-RI. Terutama untuk menjawab 30 persen kuota perempuan. Ketika bicara fungsi pertimbangan, DPD memiliki peran penting dan strategis bersama-sama dengan DPR-RI untuk mengawal kepentingan masyarakat Bali di pusat. ‘’Di bidang kesehatan misalnya, banyak persoalan yang perempuan itu harus

Dewa Ayu Putu Sri Wigunawati hadapi. Ada kanker serviks, kanker payudara, belum lagi angka kematian ibu yang melahirkan. Ini memang harus ada kebijakan khusus agar tindakan preventif itu ada. Jangan sampai hanya menangani persoalan ketika sudah sakit,’’ jelasnya. Menurut Sri Wigunawati, perempuan harus diberdayakan dan hal ini membutuhkan advokasi, pendampingan, serta kehadiran negara dalam bentuk kebijakan dan solusi. Di sinilah, yang bisa melakukan pengawalan dan fokus terhadap masalah itu adalah senator perempuan di DPD-RI. Tetapi, ia tidak hanya fokus pada persoalan perempuan saja. Sebab, anggota DPD juga dituntut memiliki kemampuan bicara terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat Bali. ‘’Misalnya persoalan bagaimana kita nanti melegitimasi lembaga adat di Bali. Ini kan butuh perjuangan di pusat juga, sehingga pusat pun nanti akan memberikan anggaran untuk membantu lembaga adat yang menjaga budaya Bali. Sekarang kan juga sudah diketok palu Perda tentang Desa Adat, kita di pusat juga harus mendapatkan pengakuan,’’ tandasnya. (kmb32)

Bali Post/dok


INFO SEREMONIAL

4

Arya Wedakarna Panen Dukungan di Gianyar dan Tabanan

A

Perda Desa Adat Disahkan, Berharap Ada Aturan Penduduk Pendatang dan Aman dari Saber Pungli

K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L

RESES - Kegiatan reses anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. saat menyambangi ratusan petani dan krama subak di Kabupaten Jembrana.

Made Urip Sambangi Ratusan Petani Banyubiru

Bawa Oleh-oleh Bantuan KWT Rp 50 Juta MENGAWALI agenda kegiatan resesnya, anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. kali ini menyambangi ratusan petani dan krama subak di Desa Banyubiru Kabupaten Jembrana. Kedatangan Ketua DPP PDI Perjuangan dua periode itu disambut hangat Klian Dinas dan Pakraman Banjar Berawan Salak I Putu Sandiasa dan I Ketut Wirawat beserta Klian Subak Rening I Gede Merta, termasuk anggota kelompok tani dan ternak di Desa Banyubiru dan Caleg DPRD Jembrana dapil Negara nomor urut 6 dari PDI Perjuangan Ni Komang Sri Kendel. Selain bertatap muka, wakil rakyat yang disebutsebut petani dan krama subak sebagai Bapak Pertanian di Bali ini juga menyerahkan oleh-oleh berupa bantuan untuk KWT (Kelompok Wanita Tani) Eka Udiana Sari senilai Rp 50 juta untuk pembelian babi sebanyak 39 ekor dan 4 ribu bibit sengon serta 50 bibit kelapa genjah produktif di Balai Tempek Tegal Harum Desa Banyubiru, Berawan Salak, Jembrana, Negara, Rabu (3/4) lalu. Terkait bukti wujud perhatian dan komitmen wakil rakyat sejuta traktor ini, Klian Subak Rening I Gede Merta merasa sangat bangga para petani dan krama subak di Bali tidak salah memilih wakil rakyat yang benar-benar merakyat. Karena itu, pihaknya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Made Urip yang kiprahnya sangat luar biasa. ‘’Pak Urip itu betul-betul prihatin dan tahu sektor pertanian secara penuh. Karena itu, kita kompak kembali akan mendukung Pak Made Urip serta Pak Jokowi sekali lagi. Apa pun perjuangan Pak Made Urip akan kita sampaikan lagi kepada masyarakat luas,’’ ujarnya seraya ditambahkan Ketua KWT Eka Udiana Sari, Dewa Ayu Kade Artini, yang mengakui perhatian Made Urip selama ini sangat luar biasa, khususnya bagi KWT yang telah berdiri sejak tahu 1996 langsung dibantu. ‘’Padahal kita belum pernah dapat bantuan. Tapi setelah kenal Pak Urip langsung dapat bantuan. Untuk itu, semua anggota KWT siap mendukung kembali Pak Urip untuk kelima kalinya di DPR-RI,’’ tambahnya. Kelompok Tani Ternak Nadi yang menggagas pertemuan tersebut sangat mengapresiasi, karena

selama ini ingin bertatap muka dengan Made Urip yang datang langsung di tengah masyarakat. Padahal sangat sulit rasanya mendatangkan anggota DPR-RI langsung ke pelosok desa, sekaligus melibatkan KWT untuk menyerap aspirasi menjelang pemilu, karena Made Urip kembali ditugaskan untuk maju ke DPRRI dapil Bali di nomor urut 1 dari PDI Perjuangan. ‘’Dalam rangka reses bertatap muka dengan seluruh lapisan masyarakat khususnya memantau bantuan yang telah disalurkan dari pusat, seperti bantuan KWT sekitar Rp 50 juta bisa dipakai untuk berternak babi,’’ tandas Made Urip. Anggota DPR-RI empat periode itu juga menegaskan, bantuan yang diberikan harus digunakan dengan baik dan dipertanggungjawabkan. Karena setiap tahun sudah memberikan bantuan ke seluruh Bali dan tak satu pun ada yang main-main dan dikelola dengan jujur dan baik. ‘’Berbeda dengan daerah lain yang bisa SGM atau Saru Geremeng. Karena jika digunakan dengan baik bisa mendapatkan bantuan yang lain. Karena tidak semata-mata mencari suara, tetapi membantu kebutuhan petani seluruh Bali dan membangun kebersamaan seluruh lapisan masyarakat,’’ jelas politisi senior asal Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan itu seraya menegaskan akses ini harus ada untuk menyambung kepentingan di pusat melalui APBN. ‘’Karena saya menangani pertanian di pusat sudah banyak kita bantu dan berguna bagi petani, termasuk di Jembrana. Seperti alat mesin pertanian berupa traktor dan pompa air, bantuan pupuk maupun benih bisa diakses dari pusat yang disalurkan lewat kelompok-kelompok tani. Kita berpesan kepada KWT ini, agar bantuan dikelola dengan baik, sehingga kita bisa beri bantuan lainnya,’’ harapnya sekaligus memohon dukungan dan doa restu terkait Pileg dan Pilpres 17 April 2019, agar kelompok tani dan krama subak memberikan suaranya untuk paket dari PDI Perjuangan dengan satu jalur. ‘’Terutama Pilpres mari kita dukung penuh Pak Jokowi 01 untuk mempertahankan ideologi Pancasila, juga untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara. Kita di Bali harus bersatu penuh untuk Pak Jokowi bila perlu 100 persen,’’ tutupnya. (ad164)

E ’’Melaspas Alit’’ Berjalan Lancar C E

Krama Dadia Shri Nararya Kreshna Kepakisan Diharapkan Tetap Membina Kerukunan

R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Jumat Kliwon, 5 April 2019

Panglingsir Dadia Shri Nararya Kreshna Kepakisan I Made Widja, B.Sc., MBA. UPACARA Melaspas Alit Dadia Shri Nararya Kreshna Kepakisan yang dilaksanakan pada Budha Wage Wuku Menail dalam kalender Bali bertepatan dengan rahina Purnama Kadasa pada 20 Maret 2019 lalu berjalan lancar sesuai dengan harapan. Upacara ini di-puput Ratu Peranda Geria Agung Tegal, Denpasar bersama para Siwa Ratu Ida Bagus Aji, Ratu Dayu Biang kasaksiang saking Panglingsir Manggala Dadia Shri Nararya Kreshna Kepakisan Pusat. Karya melaspas alit ini juga diisi dengan kegiatan simakrama dan dihadiri Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Camat Kuta Selatan I Made Widiana, Lurah Jimbaran, Bendesa Adat Jimbaran, Kepala Lingkungan Banjar Dinas Tegal, Klian Adat Banjar Tegal dan anggota DPRD Kabupaten Badung. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanga-

nan prasasti Dadia Shri Nararya Kreshna Kepakisan oleh Wakil Bupati. Panglingsir Dadia Shri Nararya Kreshna Kepakisan I Made Widja, B.Sc., MBA. dalam laporannya menjelaskan, untuk proses renovasi dadia sebelumnya menghabiskan biaya sebesar Rp 1.053.134.600. Pada prosesi mendem dasar mupuk padagingan serangkaian upacara melaspas alit ini dilakukan untuk 14 palinggih yang baru direnovasi. Untuk pangemong dadia, menurutnya, ada sebanyak kurang lebih 100 KK dengan 350 pangarep. Ke depan pihaknya berharap seluruh warga dadia agar tetap membina kerukunan. Sebab, segala sesuatu yang akan dilakukan itu tidak terlepas dari keluarga besar. Pastinya keseluruhan warga akan ikut terlibat. Tahun 2020 ini, rencana akan diadakan upacara pitra yadnya, ngaben, maligya, mamukur. ‘’Untuk ke depan, biar bagaimana pun pasemetonan dadia selalu harus mengutamakan kekeluargaan dalam mengambil keputusan,’’ harapnya. Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa menyampaikan Pemerintah Kabupaten Badung komitmen di era kepemimpinan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Yang mana komitmen ini ditunjukkan dengan selalu memperhatikan apa yang menjadi keinginan dan yang diperlukan masyarakat. ‘’Hal ini dibuktikan di semua lini masyarakat Badung, merasakan dan mendapatkannya. Apalagi saat ini Pemerintah Kabupaten Badung sudah berintegrasi dengan Pemerintah Daerah Provinsi Bali,’’ ucapnya. Dikatakannya, Bupati Badung telah merespons secara positif proposal panitia pembangunan untuk merenovasi semua palinggih di Dadia Shri Nararya Kreshna Kepakisan Banjar Tegal, Jimbaran. Pemerintah Kabupaten Badung, kata Suiasa, telah menggelontorkan sumbangan sebesar Rp 1.000.000.000. ‘’Kami sangat mengapresiasi cara kerja panitia beserta pangemong Dadia Shri Nararya Kreshna Kepakisan. Karena proses pembangunan bisa selesai tepat waktu dan di-pelaspas pada 20 Maret 2019,’’ ucapnya. (ad155)

PERJUANGAN pemerintah Bali di bawah kepemimpinan Wayan Koster yang berhasil menggolkan Ranperda Desa Adat menjadi Perda Desa Adat No.5/2019 menuai pujian dari Senator DPD-RI utusan Provinsi Bali Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa. Ditemui usai kunjungan kerja ke Kabupaten Tabanan dan Gianyar, Arya Wedakarna (AWK) menyatakan Perda Desa Adat ini diperlukan sebagai bagian dari penguatan sistem desa adat yang dijiwai nilai-nilai agama Hindu. Maka dari itu, perlu payung hukum yang jelas, agar desa adat menjadi berdaulat. Demikian diungkapkan AWK. ‘’Salah satu dampak dari tidak didaftarkannya nomenklatur desa adat di Bali sesuai UU No. 6 Tahun 2014, adalah lemahnya peran desa adat di Bali. Selama bertahun-tahun, adat Bali kehilangan banyak potensi dan kewibawaan di hadapan hukum. Dengan adanya Perda Desa Adat, diharapkan Bali semakin berdaulat dalam bidang politik, berdikari secara ekonomi dan juga berkepribadian terhadap budaya Hindu. Terus terang Im Happy dengan keputusan ini. Desa adat telah kembali mendapatkan rohnya. Ini memang perlu inisiatif pemimpin eksekutif sekelas Gubernur Bali. Siapa sangka, justru di bawah kepemimpinan Bapak Wayan Koster Bali bisa memiliki Perda Desa Adat yang hebat. Terima kasih,’’ kata AWK. Ditanya langkah selanjutnya, AWK menyatakan sebagai anggota DPD-RI aktif, apalagi yang membidangi Komite 1 Bidang Hukum dan Hubungan Antara Pusat Daerah, ia terus mendorong aga Bali memiliki UU mandiri tentang Provinsi Bali. ‘’UU Bali Tahun 1958 saat ini sangat sederhana dan perlu diganti. Sejak periode 2009–2014 justru ide otsus dimulai oleh senior anggota DPD-RI. Di periode kami saat ini 2014–2019 justru ide RUU Bali masuk prolegnas melalui DPD-RI. Walau masih long list, tapi kita optimis Bali bisa berhasil. Semoga di Pemilu 2019 ini kita bisa mendapatkan presiden yang

KUNKER – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama masyarakat Sebatu, Gianyar dan masyarakat Buahan, Tabanan. baik, anggota DPD-RI yang paham tentang kebutuhan adat Bali dan juga anggota DPR-RI yang berani bersuara. Masyarakat Bali jangan sampai salah memilih pemimpin, karena bisa memengaruhi proses legislasi politik kita. Sekarang tugas DPD adalah mengawal sampai ke Mendagri agar perda tadi tidak masalah,’’ ungkap AWK yang juga duduk di Panitia Perancang UU. Ia gembira karena dengan Perda Desa Adat yang baru ini, maka desa adat akan dapat mengawasi penduduk pendatang dengan sistem adat yang baik, termasuk membebaskan desa adat dari jangkauan Saber Pungli dan kriminalisasi bendesa serta prajuru adat. Ia pun menyampaikan agar Gubernur Bali tetap bekerja dengan baik agar produk-produk aturan bisa terus dilahirkan. ‘’Saya sepenuhnya setuju dengan ide Gubernur Koster. Ide penggantian nama LPD menjadi Labda Pancingkreman

Desa yang bernuansa Hindu sangat baik, Pergub Tulisan Bali, Pergub Pakaian Adat Bali, ide mendirikan minimarket berbasis adat, pelestarian KB Bali 4 Anak itu sedikit contoh dari program-program yang selama ini ada dalam cita-cita kami sebagai aktivis Hindu. Intinya secara politik, Gubernur Koster mendapatkan dukungan saya. Sekarang yang penting bagaimana agar partai penguasa solid dan mengesampingkan kepentingan faksi. Kita tunjukkan kepada masyarakat dan juga kepada anak muda, bahwa politik itu suci, politik dharma itu bisa dijalankan dengan baik dan politik Bali ke depan adalah politik kebersatuan. Masih banyak PR yang harus diselesaikan. Saya dan pendukung saya di Bali siap mengamakan keputusan pemerintah provinsi. Ini adalah bagian dari Satyagraha,’’ imbuh AWK yang meraih suara tertinggi di Pemilu DPD-RI tahun 2014 silam. (ad168)

Promosi Doktor Ke-60 Unhi Denpasar

I Made Regeg Lulus dengan Predikat Sangat Memuaskan PROGRAM Doktor (S-3) Program Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar kembali melahirkan seorang Doktor Program Studi Ilmu Agama dan Kebudayaan, Kamis (4/4) kemarin. Kali ini adalah I Made Regeg, S.Pd., M.Si. yang merupakan Ketua PHDI Kecamatan Kubu, Karangasem periode 20132018, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kecamatan Kubu. Pada saat sidang ujian terbuka promosi doktor, Regeg yang pernah menjabat Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Kubu tahun 2017 ini mengangkat disertasi berjudul ‘’Nilai-nilai Estetik dan Religiusitas pada Daya Tarik Wisata Taman Soekasada Ujung Karangasem’’. Regeg merupakan Doktor ke-60 di Program Pascasarjana Unhi Denpasar dan dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan. Sidang ujian terbuka dipimpin Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S., Prof. Dr. Ida Bagus Gede Yudha Triguna, M.S. selaku promotor, dan Dr. Drs. I Wayan Winaja, M.Si. selaku kopromotor, serta tujuh dewan penguji lainnya. Regeg mengatakan dibangun oleh Raja Karangasem tahun 1909 sebagai pengembangan kolam ‘’dirah’’ tahun 1901, Taman Soekasada Ujung Karangasem awalnya hanya digunakan keluarga raja sebagai tempat beristirahat, sembahyang, meditasi, rekreasi, dan menerima tamu kerajaan, serta persidangan. Namun sejak dibuka untuk umum sebagai daya tarik wisata pada tahun 1999 silam, Taman Soekasada Ujung Karangasem banyak dikunjungi masyarakat lokal, nusantara, dan mancanegara. Kendati demikian, sampai saat ini masyarakat hanya mengenal daya tarik wisata Taman Soekasada Ujung Karangasem di areal kolam saja yang digunakan sebagai tempat

Senator di Mandala Suci dan Pasraman Lingga Gana Tabanan

PROMOSI DOKTOR - Dr. I Made Regeg, S.Pd., M.Si. (tengah) berfoto bersama pimpinan sidang sekaligus Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S., Promotor dan Kopromotor, dan dewan penguji lainnya, serta keluarga seusai ujian terbuka promosi doktor, Kamis (4/4) kemarin. rekreasi dan olahraga. Padahal hal ini mengandung nilai-nilai estetik dan religiusitas di dalamnya. Regeg menjelaskan nilai-nilai estetik dan religiusitas tersebut, di antaranya secara ekologi Taman Soekasada Ujung Karangasem adalah penyeimbang antara gunung dan segara yang disebut nyegara giri. Desainnya dibangun dengan tiga arsitektur, yaitu Belanda, Cina, dan Bali yang menghasilkan budaya baru yang kelihatan seni dan unik. Selain itu, Taman Soekasada Ujung Karangasem mengusung konsep Tri Mandala, yaitu nista mandala (areal paling luar untuk pelayanan, bermain, olahraga dan rekreasi), madya mandala (tempat transisi menuju ke area kesucian), dan utama mandala (area suci). Pada area utama mandala, lebih lanjut dikatakan terdapat beberapa bangunan suci pura. Yaitu Pura Manikan di huluning Taman Soekasada

Ujung Karangasem, Kolam Manikan/ Pancoran Solas, Kahyangan Sila Jong Watuklotok Ujung, Bale Bundar tempat meditasi, dan Palinggih Dirah. Dengan adanya beberapa bangunan suci maka di Taman Soekasada Ujung Karangasem ada pelaksanaan yadnya. Seiring dengan perkembangan zaman, nilai-nilai estetik dan religiusitas pada Taman Soekasada Ujung Karangasem berevolusi. Perkembangannya terjadi pada fisik, fungsi dan perubahan lainnya. Di mana dulu Taman Soekasada Ujung Karangasem difungsikan, baik secara estetik maupun religiusitasnya hanya untuk keluaga raja, tetapi saat ini bisa difungsikan untuk masyarakat umum. Untuk itu, nilai-nilai estetik dan religiusitasnya berimplikasi terhadap peningkatan kunjungan wisatawan, perekonomian, seni budaya, pendidikan, dan terhadap dinamika umat di Kabupaten Karangasem. (ad157)

Arya Wedakarna Minta Pemerintah Beri Anggaran kepada Pasraman Hindu di Bali BALI patut iri dengan daerah lainnya di Indonesia, dalam hal perhatian pemerintah terhadap simbolsimbol keagamaan, khususnya di bidang spiritual dan edukasi. Di luar Bali, perhatian pemerintah terhadap pondok pesantren sangat baik dan itu harus ditiru pemerintah di Bali. Mengingat akar agama Hindu sangat penting untuk menciptakan generasi yang mumpuni dalam menjaga budaya Hindu di Bali. Demikian diungkapkan Senator DPD-RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III usai mengadakan kunjungan di dua pasraman di daerah Tabanan yakni Pasraman Lingga Gana Prasta Panca Tirta Griya Agung Penarukan di Pesagi Penebel dan Yayasan Mandala Suci di daerah Penebel, Tabanan. Kunjungan Arya Wedakarna (AWK) ini dilakukan sela-sela kampanye politik Pemilu DPD-RI di wilayah Tabanan. ‘’Dalam peraturan perundang-undangan, peran dari pasraman sudah diakomodir dalam Permenag 2014 dan dikabulkan pemerintahan

Presiden Jokowi. Anggaran pun meningkat. Tapi sayang sekali inisiatif pemerintah daerah untuk mendirikan pasraman yang setara dengan sekolah Hindu juga minim. Bahasa gampangnya cukup disediakan lahan oleh pemerintah daerah dan anggaran sudah disediakan pusat. Dari monitoring DPD, hanya Buleleng, Bangli, Gianyar yang pemerintahnya peduli dengan sekolah Hindu. Sisanya Jembrana, Karangasem, Denpasar, Badung dan Tabanan perlu didorong agar bisa mendirikan sekolah Hindu sekelas SD, SMP, SMA dan Perguruan Tinggi. Di sini kita bisa lihat visi pimpinannya. Semoga ke depan seluruh kabupaten di Bali bisa memanfaatan kesempatan ini,’’ kata Gusti Wedakarna. Lalu bagaimana dengan pasraman nonformal yang banyak terdapat di Bali? AWK menyampaikan ada peluang pasraman dibantu pemerintah di daerah. Misalkan melalui mekanisme hibah atau juga pembinaan melalui Dinas Kebudayaan. ‘’Seharusnya memang ada perda khusus tentang pasraman. Banyak pasraman di Bali

sudah membantu umat Hindu dalam menjaga SDM Bali. Tapi hampir sebagian besar pasraman dan yayasan yang saya tanya, rata-rata belum mendapatan perhatian. Maka dari itu, saya minta kepada pemerintah di Bali agar memberikan perhatian lebih. Jangankan mau memberi perhatian. Saya curiga, mungkin data base pasraman di Bali saja pemerintah belum punya. Masalahnya kan mudah, tinggal kirim tim teknis dari dinas untuk mendata dan adakan pelatihan bimtek untuk membuat proposal, misalnya. Ini yang belum pernah saya perhatikan. Nanti DPD-RI akan merapatkan, sesuai UU MD3 tahun 2018, DPD berhak memberikan pengawasan terhadap pemerintah daerah,’’ ungkap AWK. Terkait dengan keberadaan Yayasan Mandala Suci, AWK memberi apresiasi mengingat yayasan ini sudah banyak membantu semeton Bali, khususnya terkait pengobatan niskala. Kini Mandala Suci telah memiliki center kelas satu. Di satu sisi, terkait dengan keberadaan Pasraman Lingga Gana, AWK merasa takjub melihat 9

batu lingga yang muncul dari bawah tanah dengan ciri-ciri khusus dan seragam. ‘’Pasraman dan yayasan adalah lembaga sosial, non profit organization. Maka dari itu wajib orang Bali saling membantu. Saya juga berharap agar program CSR BUMN dan CSR swasta juga membantu keberadaan pasraman di Bali. Mengurus pasraman adalah bagian dari perjuangan orang Bali dalam Satyagraha,’’ imbuh Arya Wedakarna yang juga Presiden The Hindu Center Of Indonesia (THCI) ini. (ad169)

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama Ida Rsi Agung Bagawan Ananda Narendra Kusuma di Pasraman Lingga Gana dan Jero Ir. Nengah Atmaja (Guru Penuntun Mandala Suci) di Penebel, Tabanan.


Jumat Kliwon, 5 April 2019

Info seremonial

Tantang Polisi, Lutfi Dituntut Enam Bulan Denpasar (Bali Post) Video viral seorang pengendara motor yang menantang polisi saat hajatan IMF beberapa waktu lalu sudah masuk persidangan. Terdakwa Lutfi Abdulah alis Lufi (30), yang mengunggah konten berbau penghinaan kepada korps Polri di media sosial facebook, Kamis (4/4) kemarin dituntut pidana enam bulan penjara dan denda Rp 3.000.000 subsider dua bulan kurungan. Jaksa penuntut umum (JPU) Eddy Artha Wijaya di depan majelis hakim pimpinan Dewa Budi Watsar, dengan hakim anggota I Gde Winasa dan Ni Made Purnami mengatakan Lutfi telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melanggar Pasal 27 ayat (3) jo Pasal 45 ayat (3) UU RI No.19/2016 tentang perubahan atas UU RI No.11/2008 tentang Informasi dan Elektronik (ITE). Terdakwa dengan segaja atau tanpa hak mendistribusikan atau mentransmisikan atau membuat dapat

diaksesnya informasi elektronik yang memiliki muatan penghinaan atau pencemaran nama baik. Sebelumnya, Lutfi diadili karena pada 11 Oktober 2018 sekitar pukul 08.00 Wita ketika saksi I Made Hendra Sutrisna yang merupakan anggota Polri Propam Polres Badung sedang bertugas mengamankan rombongan tamu acara IMF dengan mengendarai sepeda motor melintas di simpang Taman Griya menuju arah timur. Saat itu Sutrisna mengaku menambah laju kendaraannya sembari meminggirkan sepeda motor ke arah kiri agar tidak menjadi penghalang rombongan tamu IMF. Kebetulan pada saat itu terdakwa juga sedang melintas dengan mengendarai sepeda motor Yamaha IMX DK5768 UAD merasa diserempet, sehingga langsung marah dan mendekati Sutrisna dari arah belakang sambil berkata ‘’Kamu aparat ya?’’ yang dijawab saksi ‘’Ya saya anggota, kenapa?’’ Selanjutnya, terdakwa

menuding Sutrisna arogan sembari mengajak menepi. ‘’Mengingat keselamatan diri akhirnya saksi memilih menepi di tempat yang ada personel Polri yang sedang mengatur lalu lintas di simpang Taman Putri yaitu saksi Aiptu I Gede Muliarta, namun ditolak oleh terdakwa dan mengatakan ‘’da ngalih timpal ci’’ (jangan kamu mencari teman). Tak berhenti di situ, terdakwa juga menantang Sutrisna untuk berkelahi dan menyuruh melepaskan lencana Polri. Kemudian terdakwa mengambil handphone untuk merekam saksi Sutrisna sambil mengaku jika dirinya punya kerabat di kepolisian. Hasil rekaman itu kemudian diunggah terdakwa ke akun facebook miliknya yang bernama Jonnie Bali Holiday dengan keterangan video ‘’benar-benar marah’’. Video bersifat provokati itu pun viral di media sosial hingga menyulut komentar bernada kekerasan dari pengguna akun lainnya. (kmb37)

Warga Amerika Tusuk Bule Australia

Mangupura (Bali Post) Kericuhan terjadi di depan Santa Fe Bar & Grill di Jalan Dyana Pura, Kuta, Badung, Jumat (29/3) lalu. Turis asal Australia Simon Wilson Menzies (39) ditusuk warga Amerika berinisial JBL. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka tusuk bagian dada kiri dan hingga saat ini masih dirawat di rumah sakit. Kapolsek Kuta AKP Teuku Ricki Fadlianshah seizin Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan, Kamis (4/4) kemarin mengatakan, rekaman CCTV yang diperolah Tim Opsnal Polsek Kuta dipimpin Panit Iptu Putu Budi Artama. Dari rekaman CCTV tersebut terekam berawal korban ribut dengan seorang wanita di trotoar di TKP hingga menutupi pejalan kaki. Saat itu melintas pelaku. Saat pelaku mendekat, korban langsung mendorongnya. Pelaku jatuh dan ditolong warga yang ada di sana. ‘’Pelaku komplain kepada korban dan menanyakan kenapa dia didorong? Akh-

Kantor Imigrasi Perketat Pengawasan Orang Asing

Mangupura (Bali Post) -

Tujuan tiap warga negara asing (WNA) mendatangi Bali berbeda-beda. Sejauh ini sangat sulit untuk mengetahui dengan pasti tujuan tiap orang asing. Hal itu diungkapkan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, Amran Aris, di sela-sela pengukuhan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) tingkat kecamatan, Kamis (4/4) kemarin. Menurut Amran Aris, pihaknya tidak bisa menolak kedatangan WNA. Dalam sehari sebanyak 16 ribu WNA masuk melalui Bandara Ngurah Rai. Dalam setahun ada 6 juta lebih. Di sisi lain, pengawasan terhadap orang asing cukup sulit. Padahal pengawasan yang lemah berpotensi menimbulkan kejahatan. Guna memperketat pengawasan, peranan Timpora di tingkat kecamatan harus dioptimalkan. Pihaknya juga berkoordinasi secara intensif dengan semua camat yang masuk wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai yang meliputi Kuta, Kuta Utara dan Kuta Selatan. Sosialisasi terkait pengawasan orang asing pun akan terus dilakukan hingga

ke tingkat desa. Kendala di lapangan terkait pengawasan orang asing, kata Amran, pasti ada. Misalnya, WNA yang menggunakan Visa On Arival dengan masa waktu satu bulan, selama sebulan mereka bisa bolak-balik ke Bali. Namun pihaknya tidak bisa memastikan kegiatan apa yang dilakukan oleh WNA bersangkutan. ‘’Mereka bisa masuk kapan saja dan tidak bisa ditolak, selama masa berlaku paspor masih berlaku,’’ jelasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung Ida Bagus Oka Dirga menyebutkan, di Badung terdapat 5 ribu perusahaan besar dan 10.000 perusahaan kecil.

Bali Post/edi

TIMPORA - Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, Amran Aris, memberikan sambutan saat pengukuhan Timpora tingkat kecamatan, Kamis (4/4) kemarin. Pada umumnya perusahaan besar mempekerjakan orang asing. Sementara Izin Menggunakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) dikeluarkan untuk sekitar 700 orang. Terkait pengukuhan Timpora tingkat kecamatan, Camat Kuta Selatan I Made Widiana mengatakan, pihaknya akan memantapkan kembali tugas pengawasan

orang asing. Hal ini mengingat di Kuta Selatan cukup banyak kejadian yang melibatkan WNA. ‘’Dengan dikukuhkannya Timpora ini, kita akan aplikasikan dan tidak hanya seremoni saja. Termasuk juga di dalamnya melibatkan klian dinas untuk memantau keberadaan orang asing,’’ ucapnya. (kmb23)

MKKS Imbau Sekolah Cegah Siswa Konvoi dan Aksi Corat-coret Seragam SMAN 4 Denpasar Siapkan Jurus Pemungkas

Bali Post/ist

DITAHAN - Tersangka JBL ditahan di Polsek Kuta. irnya pelaku dan korban berdebat singkat. Korban sempat memukul pelaku hingga jatuh,’’ ujarnya. Setelah jatuh, korban terus memukul pelaku. Diduga karena terdesak, pelaku mengeluarkan pisau lipat yang ada di tasnya. Pelaku lalu menusuk ko-

rban. ‘’Kedua belah pihak diamankan warga,’’ ungkap Kapolsek Ricki didampingi Kanitreskrim Iptu Putu Ika Prabawa. Akibat kejadian tersebut korban mengalami l uka t u s uk b a g i a n d a d a kiri, sedangkan pelaku luka bagian kepala dan patah hidung. (kmb36)

NTUP Naik

Hortikultura, Perikanan dan TPR Sumbang Inflasi Denpasar (Bali Post) Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) pada Maret 2019 mengalami kenaikan sebesar 0,58% dari 117,75 pada Februari 2019 menjadi 112,39 pada Maret 2019. Kenaikan NTUP ini tercatat pada subsektor tanaman perkebunan rakyat, hortikultura, dan perikanan. Kenaikan NTUP ini sejalan dengan tingkat inflasi di Kota Denpasar dan Singaraja. Inflasi di Denpasar pada Maret 2019 tercatat sebesar 0,24% dan Singaraja sebesar 0,35%. Demikian terungkap dalam rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali pada Senin (1/4) lalu. Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali I Gede Nyoman Subadri, S.E. membeberkan, NTUP yang mengalami kenaikan adalah subsektor hortikultura sebesar 1,78%, tanaman perkebunan rakyat (TPR) sebesar 2,10%, perikanan 0,40%. Kenaikan NTUP ini sesuai dengan penyumbang inflasi di Kota Denpasar dan Singaraja. Sementara NTUP pada subsektor tanaman pangan mengalami penurunan sebesar 0,32%, peternakan 0,54%. Penurunan NTUP pada subsector tanaman pangan karena adanya penurunan harga gabah dari Rp 4.618

5

per kg gabah kering panen (GKP) di tingkat petani pada Februari 2019 menjadi Rp 4.598 per kg GKP pada Maret 2019. Begitu juga harga gabah di tingkat penggilingan dari Rp 4.716 per kg menjadi Rp 4.670 per kg. Sejalan dengan kenaikan NTUP pada subsektor hortikultura, tanaman perkebunan rakyat dan perikanan, di Kota Denpasar dan Singaraja mengalami inflasi. Inflasi Maret 2019 dibandingkan dengan Maret 2018, inflasi di Kota Denpasar yaitu 2,05% dan Singaraja 0,97%. ‘’Inflasi di kedua kota ini dibandingkan dengan inflasi nasional, lebih tinggi kedua kota ini karena nasional inflasi 0,11% pada Maret 2019 dan secara yoy (Maret 2019 dibandingkan Maret 2018) infasi nasional 2,48%,’’ ungkapnya. Inflasi Singaraja sebesar 0,35% tersebut menempatkan Singaraja pada posisi ke-8 inflasi tertinggi di Indonesia. Sedangkan Denpasar menempati posisi ke-26. Dari sejumlah komoditas yang dicatat, ada 78% komoditas yang mengalami perubahan harga positif. Sementara 13,8% itu ada komoditas yang mengalami perubahan negatif. Penyumbang inflasi di Kota Denpasar salah satu-

nya adalah adanya kenaikan tarif angkutan udara, ikan tongkol pindang, nangka muda, bawang merah, bawang putih, apel dan bayam. Sedangkan di kota Singaraja disumbang oleh kenaikan harga kopi bubuk, bawang merah, tauge, bawang putih, salak, apel, dll. Menurut kelompok pengeluaran, dari 7 kelompok pengeluaran yang menyumbang inflasi 0,24% di Kota Denpasar disumbang oleh kelompok bahan makanan, kelompok makanan jadi, minuman, rookok dan tembakau. Sementara penahan laju inflasi yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, kelompok sandang, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga. ‘’Karena adanya penurunan tariff listrik untuk golongan 900 VA,’’ imbuhnya. Menurut kelompok komponen, pada komponen inti, ada emas yang memicu kenaikan pada komponen inti dan juga ada kenaikan harga mobil di Kota Denpasar. Pada komponen administered price, pemicu inflasi disebabkan kenaikan tarif angkutan udara. Sedangkan pada komponen bergejolak yang menyumbang inflasi adalah kelompok bahan makanan. (kmb42)

Denpasar (Bali Post) Sebanyak 6.465 siswa kelas XII SMA negeri dan swasta di Kota Denpasar menjalani UNBK secara serentak sejak Senin (1/4) hingga Senin (8/4) nanti. Hingga Kamis (4/4) kemarin kehadiran peserta UNBK tercatat dua orang mengundurkan diri, satu sakit dan dua orang izin mengikuti seleksi univesitas internasional. Ketua MKKS SMA Kota Denpasar Drs. I Ketut Suyastra, M.Pd. mengungkapkan dari jumah itu dua siswa mengundurkan diri karena telah pindah sekolah ke luar negeri. Seorang mendadak sakit keras, Kamis kemarin, dan dua orang izin mengikuti UNBK susulan karena sedang mengikuti tes internasional. Namun secara umum dia mengatakan UNBK berjalan lancar. Kepala SMAN 4 Denpasar Dr. Drs. I Ketut Kerta, M.Pd. membenarkan seorang siswanya mengundurkan diri karena pindah sekolah ke Australia. Itu pun sudah dilaporkan ke Kemendikbud. Dengan demikian siswa kelas XII yang ikut UNBK menjadi 364. Sedangkan seorang siswanya bernama Mera, Kamis kemarin tak hadir UNBK karena sakit yakni men-

galami demam tinggi. ‘’Kami juga sudah kontak orangtuanya dan dilengkapi surat keterangan dokter,’’ ujar Ketut Kerta. Cegah Corat-coret Setelah UNBK berakhir, tugas susulan yang dihadapi sekolah yakni mencegah siswa melakukan konvoi dan aksi corat-coret. Ketua MKKS Ketut Suyastra mengimbau sekolah melakukan langkah terbaik untuk mencegah aksi corat-coret baju seragam sekolah yang biasanya terjadi setelah mereka menjalani tes UNBK dan saat pengumuman kelulusan. ‘’Soal strategi saya serahkan ke sekolah masing-masing,’’ tegasnya. MKKS juga minta aparat bertindak tegas jika memang siswa SMA melakukan konvoi sampai mengganggu ketertiban dan keamanan. Apalagi membahayakan orang lain. Sementara itu, SMAN 4 Denpasar sudah menyiapkan jurus pemungkas untuk mencegah aksi corat-coret para siswa. Peserta UNBK di hari terakhir pada 8 April nanti tiap sesi dikumpulkan, kemudian disarankan untuk pulang dengan tertib dan didampingi orangtua siswa. Sementara saat pengumuman kelulusan sekolah

Bali Post/sue

Bali Post/sue

Ketut Suyastra

Ketut Kerta

mengajak siswa melakukan persembahyangan bersama dan mengunjungi panti asuhan. Mereka wajib menunjukkan pakaian sekolah ketika menandatangani ijazah. Jika ditemukan siswa yang sengaja memobilisasi konvoi dan mengganggu ketertibah umum, Ketut Kerta sudah menyiapkan jurus pemungkas yakni menunda pembagian ijazah. Hanya, ia mengatakan tidak sampai merugikan siswa. ‘’Artinya masih dalam koridor

mendidik, sambil didampingi orangtua siswa bersangkutan akan diberikan pembinaan khusus,’’ tegasnya. Ketut Kerha juga setuju aparat kepolisian bertindak tegas, untuk memberikan efek jera kepada siswa yang membandel. Namun langkah ini juga perlu didukung oleh orangtua siswa dan masyarakkat agar ikut mengawasi perilaku anaknya. ‘’Bisa jadi saat konvoi mereka melepas atribut sekolah,’’ tegasnya. (025)

Warung Global

Kegiatan Desa Adat Dibiayai APBD Jangan Sampai Timbulkan Ketidakadilan PERDA Desa Adat yang baru diketok palu mendapat apresiasi positif dari masyarakat pendengar Radio Global 96,5 FM. Dalam perda ini segala kegiatan adat dibiayai secara rutin dari APBD. Dalam acara dialog interaktif Warung Global, diharapkan kegiatan adat mana yang mendapatkan biaya secara rutin dari APBD agar dijelaskan sehingga tidak tumpang tindih. Berikut beberapa saran dan opini Kawan Global selengkapnya. Sebagai masyarakat Bali, Werdha di Gianyar mengapresiasi positif kehadiran Perda tentang Desa Adat ini. Apalagi desa adat akan dinaungi OPD khusus desa adat. Namun perlu diingat agar pembentukannya ti-

dak menimbulkan tumpang tindih nantinya. Kemudian wacana kegiatan desa adat akan dibiayai APBD Bali, tentunya harus jelas. Kegiatan desa adat apa saja yang dibiayai. Jangan sampai menimbulkan ketidakadilan,

ada yang dapat dan ada yang tidak dapat. Pendapat serupa juga disampaikan Ketut Mursi di Denpasar. Terutama dana untuk pembentukan pasraman. Saat ini regenerasi pelestari budaya Bali mulai terkikis. Padahal budaya Bali itu mestinya tetap lestari. Sementara Ayu di Petang mengaku sangat setuju dengan adanya kegiatan desa adat dibiayai secara rutin dari APBD. Jika sudah ada biayanya, ia berharap tidak

ada lagi ‘’minta sumbangan/ punia’’ yang diumumkan atau dilakukan pengelola pura misalnya. Selain itu penggunaan dana untuk membiayai kegiatan desa adat ini harus tetap diawasi di lapangan. Selanjutnya, Bimasena di Gianyar menilai untuk mewujudkan visi-misi Gubernur Bali yakni Nangun Sad Kerthih Loka Bali ini sangatlah berat. Semua pihak harus bekerja mewujudkannya. (sikha)


OPINI

6

Jumat Kliwon, 5 April 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Menjaga Warisan Peradaban Bali

LETAK Bali yang sangat strategis, bolehlah berbangga bahwa warna aset cagar budaya yang tersebar di seluruh Bali, baik berupa benda, struktur, bangunan, situs, dan kawasan cagar budaya menggambarkan pengaruh yang erat dengan antara lain dari Asia seperti: India, Kamboja (Siem Riep), Thailand, Vietnam (Kerajaan Champa), Cina, dan sebagai kecil karena pengaruh Eropa khususnya dari Belanda. Pengaruh-pengaruh tersebut dicerna dengan penuh kreativitas sehingga menjadikannya unik. Dengan kata lain, Pulau Bali dapat dikatakan sebagai Pulau Cagar Budaya yang sangat potensial untuk dikunjungi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Tidak berlebihan rasanya jika potensi kekayaan aset cagar budaya di Bali selain fungsi yang melekat juga dapat dimanfaatkan sebagai objek untuk meningkatkan pendapatan melalui industri pariwisata. Artinya, objek cagar budaya dimaksud tidak hanya sebagai objek yang dipertontonkan ataupun dinikmati hanya melalui harga tiket masuk. Akan tetapi dapat ditingkatkan pendapatannya melalui produksi buku, foto, video, cenderamata tentang objek cagar budaya dimaksud. Bahkan, jika tidak bertentangan tentu dapat dijadikan setting/back ground seni pertunjukan. Untuk itu, adalah menjadi tanggung jawab moral untuk menjaga warisan peradaban Bali ini. Warisan ini bisa kita kelola sebagai kekuatan ekonomi dan menjadi kekuatan peradaban yang menandakan jati diri orang Bali. Pariwisata sejatinya berasal dari akar kata bahasa asing tour yang berarti perjalanan. Dengan demikian, pariwisata bukanlah hanya membangun hotel, namun lebih pada keterhubungan satu objek dengan objek lainnya dengan cepat, lancar, aman, nyaman, dan terjangkau. Objek-objek yang menjadi objek wisatawan domestik maupun asing seharusnya terjaga otentisitasnya, melalui berbagai upaya konservasi. Manajemen konservasi menjadi sebuah keharusan dalam pemanfaatan objek untuk keberlanjutan dan meningkatkan pendapatan. Penutur yang baik dan benar sangat dibutuhkan untuk mengenalkan latar belakang objek, sehingga pelatihan pramuwisata dengan memberikan sertifikat adalah wajib hukumnya. Karena sebagian besar objek cagar budaya di Bali merupakan living monument sangat diperlukan kerja sama dengan individu, kelompok, banjar, desa, klan, panyungsung, pangemong, serta para stakeholder dengan pemerintah dan pengusaha wisata berupaya melaksanakan pelestarian cagar budaya dengan konsep sama-sama diuntungkan. Di tengah-tengah keinginan untuk melaksanakan quality tourism sebagai upaya untuk menyetarakan daya dukung dan daya tampung Pulau Bali dengan segala isinya, maka keinginan untuk mendapat tambahan masukan dana dapat diupayakan melalui, penertiban keberadaan, kualifikasi, dan klasifikasi jenis dan jumlah akomodasi, kemudian menyusun standardisasi tarif kamar room rate, dan pelaporannya wajib dengan online system. Sehingga besarnya jumlah pajak di samping transparan dengan cepat diketahui jumlahnya dan mudah dipertanggungjawabkan. Manusia sebagai makhluk pelaku budaya yang tumbuh dan berkembang karena akal dan rasa hendaknya selalu berpikir kreatif dan inovatif untuk selalu mengupayakan aset dan potensi cagar budayanya untuk lestari dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat mendatang. Manfaatkan era 4.0 bagi generasi milenial untuk melindungi, melestarikan, memanfaatkan, menyejahterakan (4M) bagi generasi berikutnya agar tidak kehilangan identitas. Pendaftaran dan penetapan objek cagar budaya yang sangat kaya dan sangat variatif dipandang sangat perlu jika kita konsisten membangun Bali melalui pariwisata, sejak saat ini. Objek cagar budaya tersebut bukan hanya perlu dicatatkan melainkan juga didokumentasikan agar tidak mengalami kerusakan karena faktor waktu, iklim, maupun karena bencana alam, serta dipromosikan. Mitigasi bencana juga sangat diharapkan menyentuh aset-aset cagar budaya yang sudah maupun belum tercatat agar kelak dapat bermanfaat bagi kehidupan orang banyak. Mari dipikirkan bersama jawabannya!

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Mengatur Parkir dan ”Pamedek’’ Animo masyarakat untuk sembahyang terlihat meningkat tajam belakangan ini. Sepanjang hari selama piodalan di Pura Batur dan Pura Besakih, umat yang tangkil ngaturang bhakti sangat tinggi. Kemacetan pun tak terhindarkan. Tinggal sekarang, bagaimana mengatur persembahyangan ini agar umat merasa nyaman sepanjang perjalanan menuju pura. Kenyamanan ini penting dilakukan dan rencanakan agar suasana kebatinan umat tetap terjaga sehingga bisa ngaturang bhakti lebih khusyuk. Mungkin di Pura Besakih nantinya bisa disiapkan shutle bus tentif untuk menuju pura dari areal parkir. Ini bisa dilakukan dengan mengoperasikan kendararan–kendaraan angkutan umum yang ada atau kendaraan khusus yang difasilitasi pemerintah. Cara pengelolaan pamedek di Pura Lempuyang bisa dijadikan model. Jadi, tak semua umat bisa naik membawa mobil menuju areal pura. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah, pedagang di sisi kanan dan kiri jalan menuju pura agar diatur. Jangan sampai kesannya, menuju pura harus melewati pasar senggol. Jika memungkinkan ada lokalisasi pedagang, sehingga ruang publik menuju pura terlihat nyaman dan asri. Ini tentu memerlukan dukungan pemerintah daerah dan Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali. Pencerahan dan pendekatan kepada umat dan para pemilik lahan harus dilakukan lebih awal. Ini agar umat yang datang dari seluruh Bali bisa ngaturang bhakti ke Pura Besakih dan Purapura lainnya di Bali bisa merasakan kedamaian. Mudah-mudahan pada piodalan berikutnya, kita bisa merasakan suasana yang nyaman saat menuju pura. Ni Wayan Purnami Gianyar, Bali

Menjaring Wisatawan Lewat Promosi Cagar Budaya Pariwisata kini bagaikan sebuah ideologi, dari anak sekolah sampai dengan pemerintah dengan jelas dan lancar menyebutkan manfaat pariwisata. Sehingga pariwisata perlu dibangun dan dikembangkan. Sepuluh Bali di luar Bali menjadi satu bukti betapa seriusnya ideologi pariwisata untuk menggaruk devisa bagi keperluan pembangunan. Selain pemandangan yang indah, keanekaragaman budaya yang dimiliki, ada indikasi cenderung melupakan aset tidak ternilai berupa warisan budaya yang telah berusia ratusan tahun, unik, dan merupakan kejayaan bangsa. Tulisan singkat ini mengajak semua pihak untuk melestarikan warisan leluhur berupa cagar budaya untuk aset pariwisata.

Oleh

Putu Rumawan Salain ertumbuhan pariwisata sangat signifikan dalam dekade akhir-akhir ini. Kemudahan dan kemurahan biaya penerbangan menjadi salah satu pemicu orang-orang di mana pun untuk melakukan perjalanan. Tentu model perjalanan tidak harus dilakukan dengan hanya pesawat terbang, ada berbagai alternatif, hanya persentasenya kecil. Era globalisasi yang memicu pertumbuhan empat T yaitu trade, transportation, telecomunication, dan tourism menjadikan bumi ini tanpa sekat “batas”. Salah satu dampak yang terlihat adalah bahwa orang-orang dapat ke mana-mana, tinggal di mana-mana, asalkan tidak ada permasalahan antarpemerintah dan atau dalam kondisi: perang, bencana, wabah penyakit menular, dan lainnya, yang penting ada uang, passport, dan visa (kecuali bagi negara yang bebas visa). Pulau Bali sebagai salah satu destinasi terbaik dunia, banyak terbantu karena cerita, rekaman, dan lainnya yang dilakukan oleh para wisatawan tanpa biaya dan pesan dari pemerintah. Silent promotion ini sangat membantu tingkat kedatangan wisatawan. Tidak jarang di antaranya wisatawan yang telah pernah ke Bali, berkunjung lagi pada saat berikutnya dengan berbagai alasan. Bali bagaikan rumah kedua mereka, bahkan sangat mungkin surga

bagi mereka (ingat Last Paradise). Dari catatan yang diperoleh ternyata penduduk Bali kini berjumlah sekitar 4.203.971 jiwa dengan luas pulau 5.636,66 km2 atau 0,29% luas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, memiliki objek wisata 288 buah dengan tiga terbanyak berada di Kabupaten Gianyar, disusul Kabupaten Badung, dan Bangli. Sedangkan jumlah akomodasi pariwisata se-Bali pada tahun 2017 berjumlah 4.874 buah, dengan komposisi hotel berbintang sejumlah 551 unit dan sisanya 4.323 merupakan hotel bukan bintang. Tiga kabupaten terbanyak memiliki hotel berbintang adalah Kabupaten Badung, Kota Denpasar, dan Gianyar. Dalam data tersebut dijumpai bahwa di Kabupaten Bangli tidak memiliki hotel berbintang, padahal Kintamani- Bangli merupakan lokasi untuk pertama kalinya dibangun hotel untuk melayani paket wisata yang dilakukan oleh maskapai pelayaran Belanda (KPM) yang kapalnya berlabuh di Pabean, Buleleng. Jumlah wisatawan mancanegara yang berdatangan ke Bali dari tiga tahun terakhir menunjukkan angka peningkatan yang sangat signifikan. Menurut catatan yang dimilki pada tahun 2015 yang lalu, ada 4.001.835 orang, kemudian pada tahun 2016 meningkat lagi 4.927.937 orang atau sekitar

23,14%. Pada tahun berikutnya yakni tahun 2017 meningkat lagi menjadi 5.697.739 orang atau meningkat 15,62% lebih. Akhir-akhir ini, wisatawan asal China menyumbang jumlah yang sangat signifikan peningkatannya. Untuk tahun 2017 yang lalu, tercatat 1.280.000 orang, sisanya dipadati oleh wisatawan asal Australia, Jepang, India, Eropa, dan lainnya. Bahkan, jika wisatawan nusantara dijumlahkan pada tahun yang sama akan diperoleh jumlah wisatawan sekitar 12,5 juta orang (sekitar tiga kali jumlah penduduk Bali). Dari jumlah hotel tersebut di atas dapat dibayangkan betapa besar investasi maupun keuntungan dan risikonya bagi investor. Demikian pula dampak yang dihasilkannya sepertinya tidak pernah terselesaikan, khususnya yang terlihat oleh pandangan mata misalnya, perubahan fungsi lahan, kemacetan, timbulan sampah, air bersih, mahalnya kebutuhan hidup sampai dengan yang tidak tampak oleh mata adalah persoalan perubahan nilai budaya yang merupakan warisan sekaligus soko guru masyarakat Bali. Memuliakan budaya sebagai warisan para leluhur pada era tahun Pemajuan Budaya (Undangundang nomor 5 tahun 2017) dengan APBD total Provinsi Bali mendekati 6 triliun dipandang belum memadai untuk dapat

meningkatkan pencatatan, penetapan, sampai dengan tindakan konservasi objek cagar budaya untuk maksud meningkatkan angka kunjungan. Harus ada upaya yang terhormat, fokus, dan berkelanjutan untuk dapat melestarikan objek cagar budaya yang sangat kaya di Bali. Disadari atau tidak, warisan budaya yang diterima sampai dengan saat ini merupakan modal yang sangat unggul dan bernilai tinggi. Warisan budaya yang telah tercatat dalam cagar budaya tingkat nasional, provinsi, maupun kabupaten/kota adalah aset yang dapat dijadikan sumber ilmu pengetahuan, falsafah, maupun teknologi bagi eksistensi bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai etnis. Cagar budaya merupakan warisan budaya fisik “benda” yang dapat saja berupa benda, bangunan, struktur, situs, dan kawasan cagar budaya di darat maupun air. Pelestarian cagar budaya perlu dilakukan setelah melalui penetapan dikarenakan mengandung nilai yang sangat penting bagi sejarah, pendidikan, ilmu pengetahuan, agama, dan kebudayaan. Proses penetapan secara singkat dapat disampaikan wajib diawali dengan pengusulan kemudian penetapan melalui tim ahli cagar budaya masing-masing kota/kabupaten/provinsi/nasional, sesuai dengan keberadaan maupun kewenangannya. Ada baiknya jika rencana memindahkan, memperbaiki, menambahkan/mengurangi, mengubah fungsi dan lain sebagainya wajib mengikuti mekanisme perizinan sesuai dengan yang diatur dalam peraturan, khususnya bagi aset cagar budaya maupun yang potensial cagar budaya agar nilai budaya, sejarah, teknologi, maupun pengetahuan yang terkandung di dalamnya tidak hilang dengan kesengajaan. Hal ini disampaikan mengingat semangat umat untuk berbakti dan mem-

Tantangan Mewujudkan Perdamaian Berkelanjutan PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan pengertian bahwa perdamaian berarti martabat, kesejahteraan bagi semua, bukan hanya keadaan tanpa perang. Dalam tujuan 16 Sustainable Development Goals (SDGs) yang juga diinisasi oleh PBB ditekankan mengenai betapa pentingnya mempromosikan masyarakat yang damai dan inklusif serta tersedianya akses keadilan bagi semua orang. Pemerintah Indonesia dalam usahanya untuk mewujudkan tujuan 16 yang juga dipandang sejalan dengan RPJMN 20152019 sudah menetapkan beberapa target nasional untuk dapat dicapai yang di antaranya adalah mengendalikan kekerasan terhadap anak, perwujudan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia melalui legislasi dan penegakan HAM, peningkatan peran Indonesia di tingkat global, ASEAN, G-20 Global dan APCE, dan lain-lain. Pada tahun ini, pemerintah patut diapresiasi karena telah berhasil mencapai salah satu targetnya yaitu untuk meningkatkan peran Indonesia di tingkat global yakni dengan menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020. Dengan posisi tersebut tentunya Indonesia bisa lebih maksimal dalam menjalankan salah satu misinya yaitu untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial sebagaimana termaktub dalam alinea

Oleh

I Gede Yudi Arsawan ke-4 Pembukaan UUD 1945. Namun, di balik kerja baik pemerintah, hingga di pengujung tahun RPJMN ini masih terdapat beberapa target yang belum mampu untuk konsisten dicapai. Masih ada banyak tantangan untuk mewujudkan perdamaian berkelanjutan, misalnya saja dalam upaya pengendalian kekerasan terhadap anak, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat selama kurun 2018 tingkat kekerasan terhadap anak malah meningkat 306 kasus jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selain itu, dalam upaya penegakan HAM, masih ditemukan ada banyak kasus pelanggaran HAM yang belum dapat diselesaikan oleh pemerintah sehingga belum mampu memberikan rasa puas kepada masyarakat. Beberapa gambaran tersebut menunjukkan bahwa pemerintah harus lebih giat dan serius lagi apabila benar-benar ingin berhasil mencapai target yang sudah ditetapkan, mengingat ini penting demi terwujudnya perdamaian dan keadilan yang berkelanjutan. Mewujudkan tujuan 16 Sustainable Development Goals dan mencapai target-target nasional yang sudah ditetapkan tadi memang bukan merupakan pekerjaan yang mudah, dan tidak mungkin dapat dituntaskan

oleh pemerintah tanpa adanya dukungan dan bantuan dari masyarakat. Untuk itu, peranan masyarakat juga sangat menentukan kesuksesan Indonesia dalam upaya mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan bagi bangsanya dan juga dunia. Dalam hal ini, masyarakat sebenarnya dapat mulai memberikan kontribusi kepada negara dan dunia dengan langkah-langkah yang sederhana. Misalnya dimulai dengan menjaga perdamaian dalam rumah tangga dengan selalu mendahulukan diskusi atau musyawarah dan bukan penggunaan kekerasan untuk menyelesaikan permasalahan. Menjaga perdamaian dengan lingkungan sekitar dengan saling menghormati sesama tetangga dan antar-umat beragama, serta dapat juga berkontribusi untuk menjaga perdamaian bangsa dan dunia dengan cara menyebarkan nilai-nilai perdamaian kepada masyarakat melalui lisan ataupun tulisan. Melalui langkah-langkah sederhana tersebut maka diharapkan masyarakat mampu membantu pemerintah untuk mewujudkan perdamaian bangsa dan dunia yang berkelanjutan yang sangat penting demi kesejahteraan generasi sekarang dan generasi pada masa yang akan datang. Penulis, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana, Kader PC KMHDI Badung, anggota GenBI Bali

persembahkan hasil karyanya tanpa memerhatikan kepentingan latar belakang sejarahnya. Bukankah bapak pertama Republik Indonesia Ir. Soekarno berujar Jasmerah, yang merupakan singkatan dari “Jangan sekali-sekali meninggalkan sejarah”. Dinamika perubahan cara berpikir, tindakan sampai dengan benda fisik “bangunan” dapat berlangsung oleh karena kepentingan dan kebutuhan dari dalam atau luar dirinya. Ketika pertumbuhan pariwisata meningkatkan tingkat pendapatan maupun kesejahteraan mereka, maka uang menjadi motor sekaligus panglima dari perubahan. Demikian juga pengaruh dari luar dirinya, seperti, perubahan iklim, iptek, globalisasi, sampai dengan era disrupsi secara langsung maupun tidak akan berdampak pada sikap dan perilaku manusia sampai dengan objek fisik keperluan mereka dalam mempertahankan kehidupan dan penghidupannya. Berbagai wujud tampak maupun tidak, yang bermuara pada perubahan dihadapi tidak dengan perlawanan head to head, melainkan dihadapi dengan suatu negosiasi yang mengedepankan daya lenting. Artinya, bahwa local genius wajib menjadi inti dan tema dari perubahan, sehingga tidak tergilas oleh perubahan. Filosofi Tri Hita Karana dan perayaan Nyepi diterima sebagai buah budaya local genius yang telah mendunia. Penulis, guru besar Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Udayana

POJOK Gubernur Bali imbau masyarakat tidak golput pada pemilu mendatang. - Penentuan nasib Indonesia sejahtera. *** Petani keluhkan hama, DPRD Klungkung kumpulkan klian subak. - Bukan untuk kampanye ya? *** Kata Bupati Buleleng, desa yang ada di hulu agar diberdayakan. - Bukan dianaktirikan.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Jumat Kliwon, 5 April 2019

7

TABANAN

Sejumlah Kecamatan Terpapar Abu Vulkanik Tabanan (Bali Post) -

Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Agung, Kamis (4/4) dini hari, menyebar hingga wilayah Kabupaten Tabanan. Dari pantauan di lapangan, sebaran abu dengan intensitas tipis itu dirasakan oleh warga seputaran kota Tabanan.

Bali Post/ist

BAGIKAN MASKER - Petugas TRC BPBD Tabanan membagikan masker kepada pengguna jalan guna mengantisipasi masuknya abu vulkanik pada saluran pernapasan.

Abu tipis terlihat pada kendaraan yang terparkir di areal kantor Bupati Tabanan. Begitu pula di areal parkir Pasar Tabanan, abu tipis juga menempel di kendaraan yang terparkir. Selain di Kecamatan Tabanan, abu vulkanik terpantau di Desa Samsam Kecamatan Kerambitan. Guna mengantisipasi dampak negatif abu vulkanik terhadap kesehatan masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan membagikan 250 masker kepada pengguna jalan khususnya pengendara sepeda motor, di antaranya di depan kantor Bupati Tabanan dan di lampu merah Jalan By-pass Soekarno. ‘’Ini sebagai bentuk pencegahan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Warga harus bisa menjaga kesehatan,’’ kata Kasi Logistik dan Kedaruratan BPBD Tabanan I Putu Trisna Widiatmika seizin Kepala Pelaksana BPBD Tabanan. Menurutnya, paparan abu tipis

Dukung Pengembangan UMKM, Bupati Eka Kunjungi Pelaku Usaha DALAM rangka mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Tabanan, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti memberikan dukungan dengan mendatangi langsung pelaku usaha, Kamis (4/4) kemarin. Ia juga menyarankan agar seluruh pelaku usaha UMKM di Tabanan memperhatikan kemasan dan kualitas produk, serta jangan membuat produk dari bahanbahan yang membahayakan kesehatan. Adapun pelaku usaha yang dikunjungi Bupati Eka adalah pengusaha Dupa Wangi di Jalan Nuri BTN Surya Graha Lestari, Jambe, Ni Made Rini Wahyuni dan pelaku usaha Teh Beras di Perum Palem Residence, Gubug, Ni Nyoman Suwariani. Turut mendampingi Bupati, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tabanan A.A. Dalem Tresna Ngurah dan Kabag Humas dan Hukum I Putu Dian Setiawan. Dalam kunjungan terse-

but Bupati Eka menyarankan agar pelaku usaha UMKM selalu melakukan komunikasi dan koordinasi dengan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan serta bekerja sama dengan BUMDa yang dimiliki Pemkab Tabanan. ‘’Buat produk dan cara pengemasan yang menarik. Bekerja sama dengan BUMDa dan OPD terkait sehingga produk yang kita miliki bisa lebih maksimal di dalam pemasarannya. Apalagi BUMDa kita yakni PD. Dharma Shantika telah bekerja sama dengan beberapa toko berjejaring dan toko modern,’’ ujarnya. Selain melakukan kerja sama dengan BUMDa dan OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Bupati Eka berpesan agar pelaku usaha selalu giat memasarkan produk melalui media social, sehingga pemasaran produk lebih maksimal. ‘’Produk juga harus memiliki atau dilengkapi dengan izin sesuai dengan ketentuan yang berlaku sehingga lebih aman dan dapat dipercaya

masyarakat umum,’’ ujarnya. Dia berharap pelaku UMKM membuat produk yang bagus, produk yang berkualitas dan jangan hanya asal produk untuk meraup keuntungan. Sebab, konsumen saat membeli produk, mereka tidak hanya melihat kemasan tetapi juga kualitas. Jika kualitas terjaga maka konsumen akan datang dengan sendirinya untuk memilih produk tersebut. Perajin Dupa Wangi, Ni Made Rini Wahyuni, mengucapkan terima kasih kepada Bupati beserta jajarannya. Dia mengaku sangat bangga dan tidak menyangka bakal dikunjungi oleh orang nomor satu di Tabanan. ‘’Semoga support dari Ibu Bupati akan memacu semangat kami untuk lebih inovatif lagi dalam berusaha,’’ ucapnya. Dirinya berharap kehadiran Bupati Eka beserta jajarannya bisa lebih mentertibkan pelaku usaha dupa wangi lainnya, khususnya yang ada di Tabanan. Menurutnya, masih ada pelaku

DUPA - Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti mencoba membuat dupa saat mengunjungi salah satu pelaku UMKM di Tabanan, Kamis (4/4) kemarin. usaha dupa wangi yang menggunakan bahan-bahan yang membahayakan kesehatan dan tidak ramah lingkungan sehingga bisa menjual produk semurahmurahnya. ‘’Saya berharap semoga Pemerintah Kabu-

paten Tabanan nantinya bisa lebih menseleksi dupa yang layak edar dari para pelaku usaha, baik dari bahan baku maupun essential sehingga kami bisa lebih mengembangan inovasi kami,’’ katanya. (ad160)

Terbatas, Anggaran Pemeliharaan LPJU

Bali Post/bit

LPJU - Sekretaris Dinas PUPR Tabanan I Gusti Agung Oka Kamasan saat berkoordinasi dengan pegawai yang membidangi LPJU.

Tabanan (Bali Post) Anggaran pemeliharaan lampu penerangan jalan umum (LPJU) di Kabupaten Tabanan tergolong terbatas. Di APBD 2019, pemeliharaan dan pendataan LPJU dianggarkan Rp 1,9 miliar. Sementara jumlah LPJU lebih dari ratusan titik yang tersebar di sepuluh kecamatan. ‘’Termasuk sedikit anggaran pemeliharaan tahun ini. Semoga cukup. Kalau dianggap kurang akan kita usulkan lagi di perubahan,’’ kata Sekretaris Dinas PUPRPKP Tabanan I Gusti Agung Oka Kamasan seizin Kepala Dinas PUPRPKP, Kamis (4/4) kemarin. Menurutnya, pemeliharaan LPJU meliputi penanganan lampu yang padam serta kerusakan komponen lainnya. Pihaknya berupaya menangani

persoalan di lapangan sesegera mungkin. Namun diakuinya, ada sejumlah kasus yang memerlukan waktu ekstra. Selain untuk pemeliharaan, anggaran tersebut juga dialokasikan untuk program pendataan LPJU. Pendataan bertujuan mengetahui jumlah LPJU yang masih berfungsi baik, perlu diperbaiki hingga kawasan yang perlu LPJU. ‘’Sementara untuk meterisasi sudah kami lakukan di tahun 2017,’’ terangnya. Oka Kamasan menambahkan, sejak tahun 2018 sudah tidak pernah lagi terjadi tunggakan pembayaran rekening listrik untuk LPJU. Tahun ini sudah diplot anggaran pembayaran rekening LPJU sebesar Rp 11,3 miliar dengan rata-rata per bulan Rp 950 juta

tergantung pemakaian. ‘’Pembayaran itu untuk kurang lebih 303 rekening menjangkau semua kecamatan. Bahkan adapula yang kita bayar ke PLN Seririt, Singaraja sebesar Rp 80 juta per bulan,’’ ungkapnya. Anggaran pembayaran rekening listrik LPJU dan pemeliharaan yang didapat tahun ini menurun dibandingkan tahun 2017 dan 2018. Tahun 2017 dianggarkan Rp 14,5 miliar untuk rekening, meteran, pendataan dan pemeliharaan. Sedangkan tahun 2018 mendapat anggaran Rp 13,8 miliar dengan rincian Rp 11,6 miliar untuk pembayaran rekening, sementara untuk pemeliharaan dan peningkatan pelayanan sebesar Rp 2,2 miliar. (kmb28)

dampak erupsi Gunung Agung terpantau di wilayah Kabupaten Tabanan sekitar pukul 10.00 Wita. Hal ini langsung diatensi petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Tabanan dengan membagikan ratusan masker pada pengguna jalan di sejumlah titik. Lebih lanjut Trisna mengimbau masyarakat agar senantiasa menggunakan masker serta pakaian lengan panjang khususnya ketika berada di wilayah yang terdampak abu vulkanik. ‘’Karena abu vulkanik berbahaya bagi kesehatan. Apalagi masker mudah diperoleh di mana-mana. Terpenting adalah kesadaran menggunakan masker bagi kesehatan, terutama sistem pernapasan kita,’’ ujarnya. Sementara itu, warga Tabanan Komang Arta mengatakan, matanya terasa perih saat sedang berada di luar rumah. ‘’Tumben mata terasa agak perih saat di luar rumah dan sepeda motor yang terparkir juga terlihat ada debu tipis,’’ ucapnya. (kmb28)

Pemkab Berencana Bangun Pabrik Pupuk Organik Tabanan (Bali Post) Setelah memberikan bantuan berupa Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), Pemerintah Toyama, Jepang, rencananya memberikan bantuan alat pengolah pupuk organik kepada Kabupaten Tabanan. Rencananya pabrik pembuatan pupuk organik dengan bantuan alat dari Pemerintah Toyama ini akan dibangun di Desa Buwit, Kediri. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan I Made Subagia, Kamis (4/4) kemarin mengatakan, pemberian bantuan alat pengolahan pupuk organik ini sedang dalam proses perencanaan. Jika lancar, bantuan akan diberikan tahun 2020. ‘’Jadi Pemerintah Toyama Jepang memberikan bantuan alat sementara kita dari Pemkab Tabanan menyiapkan lahan beserta bangunannya,’’ ujar Subagia. Tempat pengolahan pupuk organik ini akan disiapkan di lahan milik Pemkab seluas 25 are di Desa Buwit, Kediri. Agar bisa terealisasi, tentu memerlukan sosialisasi dan mengubah pola pembuangan sampah di masyarakat. Menurut Subagia, jika pabrik pengolahan pupuk organik ini beroperasi, maka diperlukan setidaknya 17 ton sampah organik per hari. Jumlah ini tentu tidak sedikit dan memerlukan keterlibatan seluruh masyarakat untuk bisa memenuhinya.

Karena itu, dari sekarang pihaknya melakukan sosialisasi ke masyarakat dan mengubah kebiasan masyarakat dalam hal pengelolaan sampah rumah tangga. ‘’Perlu adanya kesadaran masyarakat untuk mau memilah sampah rumah tangganya. Sampah plastik yang bernilai jual dipisah dan kemudian dijual melalui bank sampah. Sementara sampah organik ini nantinya yang akan dibawa ke pabrik pengolahan pupuk organik,’’ jelas Subagia. Dalam mengumpulkan sampah organik, jika masyarakat sudah memiliki kesadaran memilah sampah rumah tangga, tentu akan dilakukan koordinasi pengangkutannya antara DLH dengan Pemerintah Desa. Pemerintah Desa bisa ikut berperan dalam pengolahan sampah dengan mengalokasikan Dana Desa untuk pengolahan sampah. ‘‘20 persen Dana Desa bisa dialokasikan untuk pengolahan sampah. Diharapkan jika setiap desa sudah ada sistem pengolahan sampah, maka tidak akan ada lagi TPA liar,’’ ujar Subagia. Meski belum semua desa memiliki bank sampah dan tempat pengolahan sampah, tetapi beberapa desa sudah memiliki sistem yang sangat baik seperti Desa Munduk Temu, Desa Selabih, Desa Megati dan Desa Lalanglinggah. Diharapkan desa-desa ini bisa menjadi percontohan untuk desa lainnya. (kmb24)


BULELENG

8

Juimat Kliwon, 5 April 2019

Dicabuli dan Dianiaya Teman, Korban Lapor Polisi

Singaraja (Bali Post) – Diduga dicabuli temannya sendiri, memaksa NK SY (41) asal Karangasem melapor ke Mapolsek Kota Singaraja. Dalam laporannya, korban mengaku telah dicabuli temanya sendiri CN (47) dari Desa Suwug, Kecamatan Sawan. Tidak hanya itu, korban juga sempat dianiaya oleh terduga pelaku.

Bali Post/kmb38

PENCURI DITANGKAP – Terduga pelaku pencurian di rumah kontrakan WNA asal Amerika di Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng ditangkap Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja.

Polisi Tangkap RA Seteleh Mencuri di Rumah WNA Singaraja (Bali Post) – Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja menangkap pelaku pencurian yang beraksi di rumah kontrakan warga negara asing (WNA) asal Amerika, Richard Lloyd (71). WNA itu mengontrak di Jalan Damai, Gang Kamboja, Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng. Terduga pelaku itu adalah Kadek RA (37) dan rekannya IN, asal Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar. Kapolsek Kota Singaraja Kompol A.A. Wiranata Kusuma seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Kamis (4/4) kemarin, mengatakan kasus itu berawal ketika terduga pelaku mencuri di rumah korban Minggu (31/3) lalu pukul 03.30 Wita. Setelah beraksi, terduga pelaku hendak melarikan diri. Saat akan kabur, polisi menemukan terduga pelaku mengendarai sepeda motor DK 6049 CK persis melintas di traffic light Lovina. Gelagat keduanya sangat mencurigakan, sehingga polisi terus membuntutinya. Sadar aksinya diketahui polisi, terduga pelaku kemudian berusaha melarikan diri. Polisi pun tidak mau kalah, berusaha menghentikan dengan memberikan tembakan peringatan. Namun, tembakan peringatan itu sama sekali tidak diindahkan. Akhirnya, polisi melakukan tindakan terukur. Caranya polisi menembak tangan kanan pelaku. Pelaku pun terjatuh dari sepeda motornya. Meski terluka, IN berhasil kabur dan meninggalkan barang bukti yang diduga hasil curian itu. Melihat IN terjatuh, terduga pelaku RA

tetap berusaha kabur. Sepeda motor yang dikendarainya tidak bisa dikendalikan dengan baik. Ia menabrak tiang rambu lalu lintas di pinggir jalan. Akhirnya, RA ditangkap dan sepeda motornya diamankan. Sementara, barang bukti yang ditinggalkan rekannya itu juga ikut diamankan. Setelah diperiksa, barang bukti yang diamankan itu adalah sebuah kamera, tablet, dan dua ekor ayam. Atas tangkapan barangbarang itu, polisi berkoordinasi dengan aparat desa setempat. Ternyata korban mengenali barang-barang itu memang miliknya yang hilang. “Setelah pelaku beraksi, anggota kita menemukan keduanya menunjukkan gelagat mencurigakan. Satu pengendara dan rekannya dibonceng membawa karung berisi barang curian. Saat dibuntuti, justru keduanya berusaha kabur, sehingga kita lakukan tindakan terukur. Satu terduga pelaku tertembak dan berhasil kabur. Satu lagi kita tangkap untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya. Dari pemeriksana awal, terduga pelaku mengakui mencuri di rumah kontrakan korban. Rencananya, barang curian itu dijual. Namun, belum sempat menikmati hasil curiannya itu, terduga pelaku berhasil ditangkap. Polisi masih mengejar terduga pelaku SN yang sekarang ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO). Atas perbuatannya, terduga pelaku diancam melanggar pasal 363 KUHP jo pasal 55 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (kmb38)

Kapolsek Kota Singaraja Kompol A.A. Wiranata Kusuma didampingi Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Kamis (4/4) kemarin, mengatakan kasus ini terjadi 27 Maret 2019 lalu sekitar pukul 00.30 tengah malam. Kasus ini berawal saat korban sedang berisirahat di dalam kamar kosnya di Jalan Pulau Natuna, Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng. Terduga pelaku awalnya mendatangi kamar kos itu, meminta uang sisa belanja kepada korban. Mulanya, korban tidak curiga kemudian membuka kamar kos sembari menyerahkan uang sisa belanja itu sebanyak Rp 20.000. Setelah

menyerahkan uang itu, korban menutup pintu karena ingin kembali beristirahat. Entah mengapa, terduga pelaku lalu menggedor pintu dan bermaksud masuk ke dalam kamar kos korban. Saat pintu dibuka, terduga pelaku langsung memeluk korban dari belakang. Bahkan, bagian intim korban sempat diraba-raba pelaku. Bukan itu saja, bagian leher korban juga dicium. Mendapat perlakuan tak senonoh seperti itu, korban berusaha keras berontak. Korban pun berhasil keluar kamar. Meski berhasil keluar kamar, terduga pelaku terus mengejar korban. Kembali memegang tangan korban. Korban terus berontak, hal itu membuat terduga naik pitam. Selanjutnya, pelaku

tidak saja mencekik leher korban juga memukul muka korban. Beruntung, pukulan itu berhasil ditangkis, akibatnya tangan korban mengalami luka lebam. Atas perlakuan kasar itu, korban kemudian melaporkan perbuatan tidak senonoh terduga pelaku itu ke kantor polisi. “Setelah memberi uang terduga pelaku memaksa masuk kamar dan langsung memeluk dan menjatuhkan korban di kasur. Korban berontak dan berhasil keluar. Namun, korban tetap saja dikejar kemudian dianiaya oleh terduga pelaku. Atas kejadian itu, korban merasa dilecehkan pelaku. Selanjutnya, melaporkan kasus itu ke polisi,” katanya. Untuk mempertangungjawabkan perbuatannya itu, terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolsek Kota Singaraja. Dia diancam melanggar pasal 289 KUHP jo pasal 351 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman paling lama dua tahun delapan bulan penjara. (kmb38)

Bali Post/kmb38

TERIMA KIS – Sebanyak 110 Tenaga Harian Lepas (THL) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kamis (4/4) kemarin.

Tingkatkan Kebersihan di Hilir Perkotaan

Desa di Hulu Lebih Diberdayakan

Bali Post/mud

pasar-Kondisi Pasar Banyuasri yang akan direnovasi, saat ini pembangunan pasar darurat sudah ditenderkan.

Tidak Ada Penawaran

Singaraja (Bali Post) – Pemerintah daerah terus menggenjot peningkatan kebersihan di wilayah perkotaan. Berbagai upaya dilakukan agar seluruh wilayah Buleleng senantiasa tetap bersih. Salah satunya memberdayakan desa di hulu untuk menjaga kebersihan wilayahnya dengan baik. Dengan begitu permasalahan sampah kiriman dari hulu yang bermuara di hilir, dipercaya akan dapat dikurangi secara berarti. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan hal itu saat menghadiri Dharma Shanti Nyepi Tahun Çaka 1941 Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng di Pura Seni Sesana Budaya Singaraja, Kamis (4/4) kemarin. Acara itu diisi dengan penyerahan Kartu Indonesia Sehat (KIS), Surat Keputusan (SK) dan juga sembako kepada para Tenaga Harian Lepas (THL) DLH Buleleng. Setiap tahun, kata Bupati, tingkat kebersihan diupayakan selalu meningkat. Tidak hanya di kota, melainkan di desa sekarang sangat diberdayakan agar kebersihan itu tetap terjaga dengan baik. Pemberian mobil sampah merupakan salah

satu upaya ekstra dilakukan di desa, dalam rangka desa ikut menjaga lingkungannya agar tetap asri. “Kalau di desa bersih akan bisa mengurangi tekanan di kota. Pastinya, hal itu mengurangi beban juga. Jangan hanya melihat peningkatan di kota,” katanya. Pemerintah kata bupati, mencoba memberdayakan desa dengan anggarannya sendiri. Hal itu untuk membuat wilayahnya lebih asri dan bersih. Dengan begitu, diyakini tekanan terhadap perkotaan bisa dikurangi. Selama ini, sering terlihat desa itu tidak memerhatikan sampahnya. Sampah dibuang begitu saja di kali ataupun di sungai. “Sekarang, desa malah sudah mulai berubah. Anggarannya akan kita genjot dan juga dialokasikan untuk kebersihan dan penanganan sampah. Seperti Desa Tigawasa yang berani bertekad menjadikan desanya sebagai desa terbersih,” jelasnya. Bupati menambahkan, kalau permasalahan sampah di desa hulu dibiarkan, maka nantinya sampah–sampah itu semua akan lari ke hilir. Ini karena topografi Buleleng nyegara gunung dan berbukit-

bukit. Terkait mindset masyarakat sendiri tentang penanganan sampah, sekarang ini sudah mulai berubah ke arah positif. “Sudah jelas contohnya. Desa sudah mulai berpartisipasi aktif menjaga kebersihan,” jelasnya. KIS untuk THL Dari total 293 orang Tenaga Harian Lepas (THL) sebanyak 110 orang menerima Kartu Indonesia Sehat (KIS). Jumlah tersebut merupakan jumlah THL yang diproses bulan Januari dan Februari. Seluruhnya nanti akan dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Buleleng. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng Putu Ariyadi Pribadi mengatakan, pendaftaran para THL ini sebagai PBI merupakan komitmen pemerintah untuk memberikan jaminan kesehatan kepada THL. Kepedulian ini berkaitan dengan pekerjaan THL yang berhubungan langsung dengan sampah. Kondisi para THL itu relatif rentan kondisi kesehatannya. Bisa saja, dengan cepat penyakit itu menjangkiti mereka. (kmb38)

Tender Pembangunan Pasar Darurat Gagal Rencana pembangunan pasar darurat untuk menampung pedagang Pasar Banyuasri yang akan direvitalisasi itu molor. Tadinya pada awal bulan ini, pasar darurat itu rencananya sudah dibangun. Namun, hal itu meleset dari perencanaan. Penyebabnya, karena pembangunan pasar darurat itu mengalami gagal tender. Konon, perusahaan tidak berani menawar pelaksanaan pekerjaan pasar darurat itu yang hanya direncanakan satu setengah bulan. Lalu, bagaimanakah solusi pengerjaan pasar darurat itu, agar bisa dilaksanakan secepatnya?

Ketut Suparto

Baliu Post/kmb38

KEPALA Dinas Perdagangan Perindustrian (Disdagprin) Buleleng Ketut Suparto, Kamis (4/4) kemarin, tidak menampik pembangunan pasar darurat di Terminal Banyuasri itu gagal tender. Setelah dokumen lelang itu diumumkan oleh Badan Layanan Pengadaan (BLP) Barang dan Jasa Pemkab Buleleng, kata Suparto, ada sekitar sepuluh rekanan yang meminta penjelasan lebih detail terkait pekerjaan proyek itu. Berdasarkan dokumen perencanaan, pasar darurat itu dibangun dalam waktu satu setengah bulan. Selain waktu pelaksanaan, informasi teknis terkait paket pekerjaannya itu dihitung dengan harga perkiraan sendiri (HPS). Setelah dipelajari, dokumen perencanaan itu nilainya kurang dari nilai HPS. Atas kondisi ini, sepuluh rekanan tidak berani mengajukan penawaran, sehingga pada tender pertama itu otomatis gagal ditetapkan pemenangnya. “Tanggal 1 April 2019 informasi dari BLP, tender pasar darurat itu gagal. Dalam perencanaan nilai yang kita cantumkan kurang dari HPS. Masalahnya tidak ada rekanan yang menawar. Berkas lelang sudah kami terima kembali dan sedang disempurnakan,” katanya. Mantan Kabag Ekonomi Pembangunan (Ekbang) Sekkab Buleleng ini mengatakan, gagalnya tender pembangunan pasar darurat itu tidak berpengaruh terhadap

jadwal relokasi pedagang dari Pasar Banyuasri saat ini maupun terhadap pelaksanaan pekerjaan fisik tahap awal revitalisasi Pasar Banyuasri itu. Pasalnya, setelah minggu ini perbaikan dokumen lelang itu sudah tuntas, dan akan kembali diumumkan di BLP. Dipastikan, rekanan yang sebelumnya sudah meminta penjelasan teknis tinggal mengajukan penawaran. Dia memperkirakan paling lambat dua minggu pada bulan ini ada pemenang tendernya, sehingga pertengahan April pasar darurat itu mulai bisa dibangun. Paling lambat awal Juni 2019, pedagang Pasar Banyuasri itu bisa direlokasi. Demikian pula, pelaksanaan fisik tahap awal dipastikan tidak terdampak. Sebab, pelaksanaan revitalisasi Pasar Banyuasri itu sudah ditetapkan multiyears dengan skema tahun jamak. Itu artinya, mulai tahun ini dan berakhir tahun 2020 mendatang. “Untuk keterlambatan pembangunan pasar darurat sekitar dua minggu saja dari jadwal semula. Ini tidak berpengaruh dengan pelaksanaan fisik tahap awal. Karena pembangunan fisik itu berakhir 2020 mendatang, sesuai kesepakatan multiyears dengan skema tahun jamak,” jelasnya. Di tempat terpisah, Kepala BLP Pemkab Buleleng Putu Adiptha mengatakan, pelaksanaan pembuatan pasar darurat itu waktunya bisa dibilang singkat. Selain karena masalah administrasi dokumen lelang yang belum lengkap, pihaknya memperkirakan rekanan

masih berhitung dengan matang agar bisa melaksanakan pembangunan pasar darurat dan tuntas hanya dalam satu setengah bulan saja. Saat ini, pihaknya masih menunggu perbaikan berkas lelang dari PPK Disdagprin Buleleng. Diperkirakan, Senin (8/4) depan, berkas kembali diumumkan dan dilakukan tender ulang. Pihaknya berharap, tender kedua ini bisa berjalan lancar, sehingga pemenang lelang bisa ditetapkan, kemudian secepatnya bisa menandatangani kontrak pelaksanaan pekerjaan. “Waktunya memang singkat. Kemungkinan hal itu membuat rekanan harus berhitung agar proyeknya tidak bermasalah di kemudian hari. Sekarang ini, dokumen lelang itu disempurnakan dan pekan depan, kita umumkan. Semoga saja tidak lagi gagal lelang dan pemenang dapat ditetapkan,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, revitalisasi Pasar Banyuasri tahap pertama mulai dikerjakan tahun ini. Anggaran yang dialokasikan Rp 100 miliar. Untuk menampung pedagang saat ini, Disdagprin membangun pasar darurat di Terminal Banyuasri. Pasar darurat itu digabung dengan pedagang pasar tumpah. Sedangkan lokasi rumah toko (ruko) dibangun persis di bahu Jalan Samudra, Singaraja. Pembangunan pasar darurat itu menghabiskan dana lebih dari Rp 1 miliar. (mud)


Jumat Kliwon, 5 April 2019 Dudonan Pujawali Kahyangan Jagat Pura Agung Gunung Raung Taro Hari : Jumat, 5 April 2019 Waktu : 10.00 – selesai Acara : Mapenguning ring Pura Kahyangan Tiga Amunduk Taro lan Panti-panti Desa Pakraman (DP) Taro Kaja Hari : Minggu, 7 April 2017 Waktu : 12.00 – selesai Acara : Nuwur Ida Batara ring Sawawengkon DP Taro Kaja

GIANYAR

9

Gunung Agung Erupsi, Tegallalang Terpapar Debu Vulkanik Gianyar (Bali Post) Paparan debu vulkanik dari erupsi Gunung Agung, Kamis (4/4) dini hari kemarin, dirasakan oleh masyarakat di wilayah Kecamatan Tegallalang. Debu erupsi ini nampak menempel pada sejumlah kendaraan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar yang mengetahui kondisi ini lansung turun membagikan sekitar seribu masker kepada masyarakat setempat.

Hari : Senin 8 April 2019 Waktu : 12.00 – selesai Acara : Nyuwung Hari : Selasa, 9 April 2019 Waktu : 13.00 – selesai Acara : Melasti

Informasi yang dihimpun di lapangan, Gunung Agung kembali erupsi Kamis dini hari. Erupsi ini melontarkan debu vulkanik ke arah barat. Masyarakat di wilayah Kecamatan Tegallalang juga

Hari : Rabu, 10 April 2019 Waktu : 11.00 – selesai Acara : Puncak Karya Hari : Kamis, 11 April – Kamis, 18 April 2019 Waktu : 11.00 – selesai Acara : Panganyar

MASKER - Petugas gabungan membagikan masker di wilayah Kecamatan Tegallalang yang terpapar debu vulkanik, Kamis (4/4) pagi kemarin.

Hari : Jumat, 19 April 2019 Waktu : 11.00 – selesai Acara : Masineb/Ngaluhur

dikejutkan dengan paparan debu vulkanik tersebut. Kepala BPBD Gianyar A.A. Gde Oka Digjaya mengatakan, pihaknya mengetahui hal tersebut dari laporan staf di wilayah Tegallalang terkait keluhan masyarakat dengan mata yang perih, serta kendaraan yang nampak dikotori debu vulkanik. ”Staf keluar rumah kok matanya perih, kemudian dilihat pada sepeda motor ada debu seperti itu. Ini ses-

uai dengan laporan Gunung Agung erupsi, Kamis dini hari sekitar pukul 02.00 Wita,” katanya. Menerima laporan tersebut, kata Oka Digjaya, pihaknya langsung melakukan atensi dengan menurunkan tim membagikan masker di wilayah Tegallalang. Tim ini dominan menyasar warga yang beraktivitas pagi di jalan, ke pasar dan ke sekolah. ”Warga yang ke sekolah dan ke pasar itu yang men-

jadi atensi, sehingga masyarakat sedini mungkin mengetahui dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya. Oka Digjaya menambahkan, hujan debu vulkanik itu hanya dirasakan di Kecamatan Tegallalang, Kamis pagi kemarin. Sementara wilayah lain belum ada laporan terjadinya hujan debu vulkanik. “Saya kira ini tergantung pergerakan angin. Kalau lambat, ya lambat. Tapi kami sudah pantau tidak ada pergerakan sampai ke wilayah Gianyar. Kalau wilayah yang lain belum tahu, hingga Kamis sore kemarin belum ada laporan hujan debu vulkanik lanjutan,” katanya. (kmb35)

Tingkatkan Ketahanan Pangan, Bupati Mahayastra ”Launching” Puspa Aman Bali Post/kmb35

TKP - Bendesa Pakraman Madangan Kaja I Nyoman Tempil saat ditemui di TKP pencurian sesari, Kamis (4/4) kemarin.

Remaja Pencuri Sesari Diamankan Beraksi di 15 TKP

Gianyar (Bali Post) Seorang remaja berusia 15 tahun kini harus berurusan dengan polisi. Pasalnya, pelaku sudah melakukan pencurian sesari pada sejumlah pura dan sekolah. Bahkan aksi ini sudah dilakukan berulang kali pada 15 tempat kejadian peristiwa (TKP) yang meliputi wilayah Gianyar dan Bangli. Terakhir pelaku terekam CCTV saat beraksi di Pura Ulun Suwi, Desa Pakraman Madangan Kaja, Desa Petak, Kecamatan Gianyar pada 26 Maret 2019. Dikonfirmasi Kamis (4/4) kemarin, Bendesa Pakraman Madangan Kaja I Nyoman Tempil menerangkan, setelah dilakukan penyelidikan berdasarkan rekaman CCTV di Pura Ulun Suwi, ternyata pelakunya masih dalam satu desa, namun di bawah umur yang berinisial KB. Dikatakan sekitar tiga bulan terakhir memang di wilayahnya terjadi kasus pencurian yang menyasar pura kahyangan tiga. Selain itu sasarannya adalah sekolah. “Dia terekam CCTV yang terpasang di beberapa sudut pura. Saat diselidiki, ternyata masih warga Petak, namun di bawah umur. Ini juga bukan yang pertama kali, tapi sudah kesembilan kalinya dalam waktu yang berbeda,” terangnya. Selain di Pura Ulun Suwi Desa Madangan, sekitar tiga bulan lalu juga pelaku diduga mencuri sesari di Pura Dalem setempat, termasuk juga di SD Negeri 3 Petak yang bersebelahan dengan pura tersebut. Dalam aksinya pelaku hanya mencari uang tunai. Sementara barang lainnya berupa laptop dan TV LED di sekolah masih utuh. “Paling sering itu kejadiannya di beji yang ada di timur Pura Ulun Suwi. Karena setiap warga mencari air pasti menaruh sesari di sana. Sudah berulang kali kami ganti gembok hingga membuat kunci rahasia. Kalau dihitung, setiap minggu itu sesari-nya mencapai Rp 600 ribu,” paparnya. Tempil menambahkan, kejadian ini membuat kawasan suci setempat dianggap leteh, sehingga ke depannya pelaku akan dikenakan sanksi adat. Yaitu melakukan upacara pembersihan pada areal pura. Terlebih sesuai aturan adat di sana, pelaku dikenakan paturunan untuk melakukan persiapan piodalan di pura tersebut. Salah satu warga setempat, I Wayan Budiarta, mengaku cukup geram dengan maraknya aksi pencurian beberapa bulan lalu. Akhirnya ia bersama rekannya berinisiatif memasang CCTV tersebut di areal pura, karena di lokasi tersebut kerap kehilangan uang sesari. Akhirnya pelaku terekam CCTV saat melangsungkan aksinya pada siang bolong. “Memasang CCTV, karena penasaran siapa sebenarnya pelaku. Kalau dihitung-hitung sejak

kasus pencurian beberapa bulan lalu, kerugiannya mencapai Rp 13 juta,” ujar pria yang juga Komite SD Negeri 3 Petak ini. Namun saat mengetahui pelaku masih di bawah umur dan masih warga setempat, Budiarta malah merasa prihatin. “Sebenarnya merasa kasihan juga. Entah apa yang menyebabkan pelaku melakukan hal tersebut. Namun karena aturan adat dan membuat pura menjadi leteh, dia juga harus mempertanggungjawabkan perbuatannya itu,” jelasnya. Sementara itu, Kapolsek Kota Gianyar Kompol I Ketut Suastika membenarkan kasus pencurian tersebut. Pihaknya sudah mengamankan pelaku, Rabu (3/4) pagi sekitar pukul 10.00 Wita. Selanjutnya pelaku akan diserahkan ke Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Gianyar. “Pelaku sudah diamankan. Dia mengaku beraksi pada sembilan TKP di Gianyar dan enam TKP di Bangli,” ujarnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Gianyar Cokorda Bagus Lesmana Trisnu mengatakan, proses perlakuan terhadap pelaku pencurian ini tentunya akan berbeda dengan orang dewasa yang melakukan kasus serupa. Oleh karena itu, pihaknya akan berkomunikasi dengan keluarga pelaku dan kepolisian. “Nanti dengan tim. Proses ada mediasi, semacam diskresi,” ujarnya. Mengantisipasi agar kasus serupa tidak terulang lagi, kata Lesmana Trisnu, pihaknya menggencarkan pembinaan di tingkat desa. “Kami ada pembinaan lewat jalur masyarakat melalui karang taruna yang ada di masing-masing desa,” tegas. (kmb35)

GUNA mempercepat penganekaragaman pangan di masyarakat sekaligus sebagai upaya peningkatan gizi keluarga, Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (DKPKP) Kabupaten Gianyar berinovasi lewat program Pusat Pangan Alami Mandiri Asri dan Nyaman (Puspa Aman). Puspa Aman ini adalah bagaimana pemerintah berupaya mengajak masyarakat memanfaatkan lahan pakarangan rumah ataupun lahan yang tidak produktif untuk dikembangkan sebagai penghasil pangan dalam memperbaiki gizi keluarga, sekaligus bisa dimanfaatkan untuk menambah penghasilan. Launching program Puspa Aman di Kabupaten Gianyar dilakukan di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, di mana secara simbolis Bupati Gianyar Made Mahayastra menyerahkan bantuan bibit tanaman buah-buahan dan benih lele kepada Kelompok Wanita Tani dan satu set regulasi Puspa Aman kepada Perbekel Desa Taro di Wantilan Tempek Delod Sema Banjar Taro Kelod, Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kamis (4/4) kemarin. Program Puspa Aman yang bernapaskan Hatinya

PKK dan Kawasan Ramah Pangan Lestari (KRPL) di Kabupten Gianyar ada 41 KRPL. Tahun 2019 KRPL Kelompok Dwi Tunggal Putri Banjar Taro Kelod, Desa Taro menjadi duta Provinsi Bali ke tingkat nasional. Hal inilah yang ditegaskan oleh Bupati Made Mahayastra, pemerintah hanya motor penggerak, masyarakatlah yang harus berpartisipasi aktif. Masalah pangan masyarakat harus lebih cerdas, apalagi rumah-rumah di daerah pedesaan yang kebanyakan memiliki teba (halaman belakang). Lahan produktif inilah yang harus dimanfaatkan dengan menanam beraneka ragam tanaman, mulai dari sayur, buah-buahan dan berbagai tanaman lainnya. Selain itu, Bupati Mahayastra juga berharap masyarakat mau membuat kolam lele di rumah. Tidak perlu besar, secukupnya sesuai besarnya lahan di rumah. “Jika semuanya sudah tercukupi di rumah, otomatis akan mengurangi pengeluaran sehari-hari. Selain itu, kita juga bisa menyajikan makanan yang sehat untuk keluarga, karena semua yang disajikan kita tahu kebersihannya,” ujar Bupati Mahayastra.

PROGRAM - Suasana launching program Puspa Aman di Kabupaten Gianyar dilakukan di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra. Selain itu, Bupati Mahayastra juga salut dengan DKPKP Kabupaten Gianyar dengan program inovasi Puspa Aman-nya. Programprogram seperti inilah yang dibutuhkan, tidak perlu dana yang besar namun menyentuh langsung manfaatnya di masyarakat. Sementara itu, Kepala DKPKP Kabupaten Gianyar Ir. Dewi Hariani memaparkan tujuan dari program

Puspa Aman adalah memberdayakan rumah tangga dan masyarakat dalam penyediaan sumber pangan dan gizi melalui optimalisasi pemanfaatan pakarangan dan lahan sekitar tempat tinggal. Selain juga meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA). Lewat Puspa

Aman dapat meningkatkan konsumsi sayuran, buah, protein nabati dan hewani di masyarakat. Launching Puspa Aman juga dihadiri oleh Wakil Bupati Gianyar A.A. Gede Mayun, Sekdakab Gianyar Made Gede Wisnu Wijaya, Ketua TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra, Kepala OPD Pemkab Gianyar dan beberapa tokoh Mayarakat. (ad166)

Kantin Kejujuran di Kantor Inspektorat Masih Beroperasi Gianyar (Bali Post) Sejak di-launching beberapa tahun lalu, hingga kini kantin kejujuran di Kantor Inspektorat Gianyar masih beroperasi. Di kantin ini disediakan sejumlah makanan ringan dan tempat uang, tanpa ada yang mengawasi termasuk tanpa ada CCTV. Sekretaris Inspektorat Gianyar Ketut Sedana mengatakan, kantin yang berlokasi di sela-sela kantor tersebut merupakan kantin kejujuran. Kantin itu beroperasi sejak awal 2016, tepat ketika dirinya baru bertugas di kantor tersebut. “Awalnya saya danai sendiri sebesar Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu. Karena banyak yang tertarik sehingga berlanjut sampai saat ini,” kata Sedana saat ditemui beberapa hari lalu. Menurut Sedana, keberadaan kantin KANTIN KEJUJURAN - Sekretaris Inspektorat Kabupaten Gianyar Ketut Sedana saat menunjukkan barang dagangan di kantin kejujuran kantor setempat.

ini untuk melatih kejujuran bagi para pembelinya. Sejumlah pegawai dengan tertib berbelanja di kantin tersebut, yakni mengambil barang sendiri dan membayarnya sendiri. “Di samping memang kita sering lembur dan ada yang kurang rasanya jika tidak ngemil,” ujarnya. Sedana mengatakan, keuntungan yang diperoleh dari kantin ini selalu meningkat. Uang itu yang digunakan untuk membeli barang dagangan ketika sudah habis. Ada satu orang pegawainya yang memang khusus untuk menghandle dagangan di kantin ini. “Selain makanan ringan, juga ada minuman dan buah-buahan yang ditaruh dalam kulkas,” katanya. Ketika membayar, pembeli atau pegawai setempat hanya tinggal memasukkan uangnya ke dalam toples yang juga ditaruh pada tempat itu. “Harga makanan ringannya juga terjangkau, mulai dari Rp 2 ribu sampai Rp 5 ribu. Kami pilih jajan kering, karena sebelumnya pernah jajan basah namun saat sisa tidak ada yang mau membeli. Makanya kami sepakati hanya jajan kering saja,” katanya. (kmb35)


JEMBRANA

10

Jumat Kliwon, 5 April 2019

Puluhan Koperasi Belum Gelar RAT Negara (Bali Post) -

Hingga memasuki bulan keempat tahun ini, masih ada puluhan koperasi di Jembrana yang belum melaksanan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) memberikan teguran kepada puluhan koperasi itu untuk segera menggelar RAT. Berdasarkan data yang dihimpun, dari 267 badan hukum koperasi yang terdaftar di Jembrana terdiri dari 264 koperasi primer dan 3 koperasi sekunder. Dari 264 koperasi primer itu, 61 dinyatakan tidak aktif. Tetapi hingga batas akhir waktu RAT untuk koperasi primer, Minggu (31/3) lalu masih ada 78 koperasi primer yang belum menggelar rapat wajib itu.

Tingkatkan Kemampuan Bencana alam tidak dapat diprediksi dan bisa terjadi kapan saja. Kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan di samping kesiapsiagaan petugas yang dibekali kemampuan dalam menghadapi kondisi tersebut sangat diperlukan. “Kemampuan untuk penanggulangan ketika bencana harus dimiliki jajaran kami, dan ini terus kita tingkatkan,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana I Ketut Eko Susila Artha Pramana. Mantan Camat Pekutatan ini mengatakan kemampuan para personel ini menjadi perhatian serius BPBD. Sehingga secara rutin digelar menghadirkan pemateri dari ahlinya dan berpengalaman baik dari lintas instansi. Seperti pelatihan yang digelar dua hari kemarin. Puluhan. Anggota Tim Reaksi Cepat BPBD Jembrana diwajibkan mengikuti pelatihan tersebut. Materi yang diberikan berupa materi dasar dalam penanggulangan bencana alam termasuk mengevakuasi korban bencana. Tujuan pelatihan ini selain meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kepada TRC juga meningkatkan semangat, disiplin, dan kinerja pegawai di lingkungan BPBD serta pelayan yang baik terhadap masyarakat khususnya masyarakat yang terdampak bencana. (olo)

KPU Mulai Kemas Logistik TPS ke Kotak Suara Masih Kekurangan Ribuan Surat Suara Desa Pengambengan, Kecamatan Negara. Diakui Tangkas saat ini masih kekurangan surat suara sekitar 5.000 lembar dari berbagai jenis pemilihan, baik Pemilihan Presiden, DPR RI, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten. “Sembari menunggu kiriman surat suara yang kurang itu, kita tetap lakukan setting dan memasukkan yang sudah lengkap dulu (ke kotak suara),” terangnya. Bilamana nanti kekurangan logistik surat suara sudah datang, maka pelipatan akan disesuaikan. Ditargetkan pengepakan logistik TPS di kotak suara ini bisa rampung segera mungkin. Bila perlu KPU akan mengerahkan panitia di kecamatan guna membantu proses penyiapan logis-

lar RAT, banyak faktor yang mempengaruhi apakah karena pengurus, usahanya, atau justru anggota bermasalah. RAT merupakan momen untuk menyampaikan laporan tahunan koperasi. “Karena asasnya gotong royong, dari oleh dan untuk anggota,” terangnya. Mengenai masih adanya puluhan koperasi yang belum menggelar RAT hingga saat ini, menurutnya, Dinas

Serahkan SK CPNS, Bupati Artha Imbau Tidak Ajukan Pindah

SOSOK

Negara (Bali Post) – Meskipun masih kekurangan ribuan surat suara, KPU Jembrana, Kamis (4/4) kemarin, mulai mengepak logistik TPS ke masing-masing kotak suara. Dari pengamatan kemarin sejumlah logistik termasuk surat suara dan kelengkapan lain di TPS mulai dikemas dalam plastik dan dimasukkan dalam kotak suara dari kardus. Kotak-kotak tersebut juga nampak dikunci dengan gembok yang sudah disediakan. Ketua KPU Jembrana I Ketut Gede Tangkas Sudiantara ditemui di sela-sela pengepakan itu membenarkan mulai dikemasnya logistik TPS ke kotak suara. Kemarin dimulai untuk daerah pemilihan (dapil) Jembrana 1, Negara tepatnya

Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Jembrana I Komang Agus Adinata, Kamis (4/4) kemarin mengatakan, RAT ini wajib dilaksanakan seluruh badan hukum koperasi. Sebab, koperasi merupakan usaha milik bersama dan dilakukan secara gotong royong. Bila RAT tidak dilakukan sampai batas waktu ditentukan, sehingga ada indikasi koperasi itu tidak sehat. Ketika tidak mengge-

telah melayangkan peringatan. Koperasi-koperasi itu diminta melaksanakan RAT di samping pendampingan penyusunan laporan. Dinas juga memiliki fungsi untuk melakukan pembinaan. Tidak serta merta dilakukan pembubaran, namun bagaimana agar koperasi bisa berjalan dan sehat. Dinas, menurutnya, juga saat ini tengah menginventarisir permasalahan yang terjadi terhadap koperasi yang belum menggelar RAT. Harapannya selain memberikan pendampingan, juga koperasi bisa melaksanakan RAT di waktu toleransi yang diberikan. (kmb26)

tik ini. “Kami optimis logistik sudah siap didistribusikan sebelum pencoblosan,” katanya. Dari pengamatan kemarin, sejumlah kotak suara selain digembok juga dibungkus menggunakan plastik. Hal tersebut dilakukan untuk melindungi kotak suara agar tidak basah terkena air. Kotak baru boleh dibuka kembali setelah didistribusikan ke masing-masing TPS saat pemungutan nanti. Proses pengepakan ini juga mendapatkan pengawasan dari aparat kepolisian. Dalam waktu bersamaan, ribuan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di masing-masing TPS dilantik di desa. Total untuk seluruh TPS di Jembrana yang berjumlah 876 TPS total ada 6.132 orang petugas KPPS. (kmb26)

Bali Post/kmb26

LOGISTIK – Pengepakan logistik TPS ke kotak suara dilakukan di GOR Baluk kemarin. Hingga 13 hari menjelang pencoblosan, masih kekurangan ribuan surat suara.

KAMIS (4/4) kemarin Bupati Jembrana I Putu Artha menyerahan SK CPNS Tahun Anggaran 2018 bertempat di Aula Lantai II Jimbarwana Kantor Bupati Jembrana kepada 181 CPNS Pemkab Jembrana. Penyerahan disaksikan oleh Kepala Kantor Regional X BKN Bambang Hari Samasto, Sekda Made Sudiada, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kepala-kepala OPD di lingkungan Pemkab Jembrana dan CPNS Pemkab Jemrbana. Kepala Kantor Regional X BKN Bambang Hari Samasto dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Jembrana atas suksesnya penyelenggaraan test CPNS tahun anggaran 2018. Menurut Bambang, CPNS yang sekarang sudah diterima adalah calon pemimpin masa depan 10 -15 tahun yang akan datang. “Kepada CPNS, harus dari sekarang memberikan kinerja yang baik. Berikanlah tenaga adik-adik secara penuh untuk Kabupaten Jembrana, tentu nantinya akan mendapat hasil yang baik,” ujar Bambang yang pada saat itu memberikan penghargaan kepada Pemkab Jembrana atas penggunaan program CAT (Computer Assisted Test) BKN saat tes CPNS 2018. Sementara itu, Bupati Artha dalam sambutannya me-

SERAHKAN SK – Bupati Jembrana I Putu Artha menyerahkan SK CPNS kepada ratusan CPNS di Pemkab Jembrana kemarin. Bupati mengimbau agar tidak mengajukan pindah ke daerah lain. nyampaikan bahwa CPNS yang sekarang menerima SK merupakan orang orang yang terpilih. Artha mengatakan bahwa jumlah pelamar 1.900 orang dan yang diterima sebanyak 181 orang dan melalui test secara transparan, tanpa intervensi. “Yang diterima sebanyak 10 persen dari jumlah pelamar. Kita melihat yang diterima adalah anak–anak pilihan yang berprestasi, testnya murni tanpa intervensi

dan transparan. Nantinya saya berharap, CPNS bekerja dengan baik dan mengikuti aturan yang ada di Pemkab Jembrana. Secara kemampuan, kami sudah tidak meragukan,” ungkap Artha. Artha juga menambahkan agar para CPNS menjadi abdi negara yang bersih, berwibawa, jujur dan adil dalam bekerja melayani masyarakat. Selain itu Artha menegaskan kepada CPNS agar tidak

mengajukan pindah ke daerah lain. “Sesuai dengan Peraturan Menteri PAN RB No. 36/2018, CPNS harus menandatangani pernyataan tidak boleh pindah ke daerah lain kecuali sudah bertugas di tempat awal sekurang-kurangnya 10 tahun. Namun jika tetap memaksa untuk pindah, maka dianggap mengundurkan diri dan diberhentikan menjadi CPNS atau PNS,” ungkap Artha. (ad161)

Tenaga Pengaman TPS Kurang

Satpol PP Rekrut Pecalang dan Pemuda sebagai Linmas Negara (Bali Post) – Ribuan personel Linmas (perlindungan masyarakat) disiagakan untuk pengamanan ratusan TPS yang tersebar dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Jembrana. Selain Linmas yang memang sudah tercatat di masing-masing desa/kelurahan, pemerintah kabupaten Jembrana melalui Satpol PP Jembrana melakukan perekrutan baru dan akan bertugas selama tiga bulan. Perekrutan ini dikarenakan masih kurangnya petugas Linmas di desa/kelurahan untuk ditempatkan di masingmasing TPS. Total jumlah TPS dalam Pemilu 17 April nanti di Jembrana sebanyak 876

TPS. Sesuai petunjuk teknis, untuk pengamanan di areal TPS diperlukan minimal 2 orang Linmas atau dibutuhkan sedikitnya 1.752 orang linmas. Namun dari pendataan jumlah personel Linmas di masing-masing desa/kelurahan hanya 1.086 orang. Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Satpol PP Jembrana I Putu Prananjaya ditemui Selasa (2/4) lalu membenarkan telah terpenuhinya personel Linmas yang dibutuhkan dalam Pemilu 2019. Total sudah ada 1.752 orang Linmas yang akan bertugas. Sehingga memang ada tambahan 694 orang yang diberikan surat keputusan (SK) bertugas selama tiga bulan.

‘’Mereka kami rekrut baru, bertugas untuk pemilu ini saja. Beberapa termasuk Pecalang di desa dan pemuda,’’ terang Prananjaya seizin Kepala Satpol PP Jembrana. Setelah di-SK-kan mereka nantinya akan bertugas sesuai tugas Linmas di 876 TPS yang tersebar di 51 desa/ kelurahan. Dari ribuan petugas Linmas itu, menurutnya, tersebar di seluruh desa/kelurahan di bawah pimpinan langsung Kepala Desa dan Lurah. Tetapi jumlahnya berbeda-beda di tiap desa. Bahkan ada di desa yang arealnya kecil, namun jumlah Linmas-nya banyak. Karena itu nanti akan ada beberapa petugas Linmas yang ditugas-

kan di desa/kelurahan lain. Karena rekrutan baru, problemnya adalah terkait seragam Linmas. ‘’Ini juga terjadi di daerah lain. Kita sepakati untuk seragam pakai pakaian bebas rapi, tapi tetap nanti ada tanda pengenal Linmas dari KPU dan pin,’’ tambahnya. Sementara itu, berdasar data jumlah TPS di Jembrana, dari total 876 TPS jumlah yang paling banyak ada di Kecamatan Negara dan Kecamatan Mendoyo. Di kedua Kecamatan itu masingmasing terdapat 244 TPS dan 209 TPS. Sedangkan jumlah yang TPS yang terkecil ada di Kecamatan Pekutatan yakni berjumlah 89 TPS. (kmb26)

Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

Ikan Diolah Kering, Harga Jual Tinggi Sejumlah warga di desa pesisir di Jembrana mulai memanfaatkan hasil produksi kelautan maupun perikanan menjadi produk makanan yang bisa dikonsumsi lebih lama. Menurut warga, hal ini menjadi solusi ketika harga jual produksi ikan anjlok, khususnya saat panen. Seperti yang dilakoni sejumlah masyarakat di Desa Pengambengan, Kecamatan Negara. Beberapa produk kelautan dan perikanan seperti ikan patin, lele, sudang dan lemuru diolah menjadi berbagai makanan yang bernilai jual tinggi. Seperti ikan lele, di tangan kelompok warga yang sebagian besar perempuan (istri nelayan), dijadikan berbagai makanan. Mulai dari pastel lele, abon lele hingga kerupuk tulang lele. “Ini bisa bertahan lebih lama. Sebenarnya keterampilan ini sangat bisa dilakukan ibu-ibu di pesisir. Sehingga mereka juga membantu perekonomian keluarga,” ujar Ahmad Yasir Najih (29), salah satu warga di Dusun Kelapa

Balian, Pengambengan yang mengembangkan pengolahan ikan ini. Dengan kemasan yang lebih baik, harga jual hasil pengolahan ikan itu juga bernilai tinggi. Sebagian besar yang terlibat dalam pengolahan hasil perikanan dan kelautan ini, mulai dari memasak hingga pengemasan bungkus, merupakan istri-istri nelayan. Bukan saja lele, ikan yang bisa digunakan bahan Sarden kaleng diolah menjadi bahan makanan kering seperti Sarden Crispy dan Sudang Manis. “Banyak pilihan yang bisa diolah, kuncinya ada di pengemasan dan pemasaran,” tambahnya. Untuk pemasaran, Ahmad Yasir mengaku bukan hanya bergantung pada pen-

jualan konvensional. Melainkan juga penjualan melalui online lewat berbagai media sosial (medsos). Hasilnya menurutnya lumayan untuk menambah penghasilan keluarga nelayan pada khususnya. Penguatan sumber daya manusia (SDM) nelayan khususnya kelompok ibu-ibu di pesisir semestinya menjadi perhatian pemerintah. Secara tidak langsung, para kaum hawa yang juga memiliki andil besar dalam aktivitas suami mereka melaut, juga memiliki skill lainnya. Hal tersebut diungkapkan Koordinator Paguyuban Masyarakat Ketapang Lampu (PMKL) M. Sauki ditemui, Kamis (4/4) kemarin. Kaum perempuan khususnya ibu-ibu nelayan bukan hanya membantu menaikkan atau menurunkan jukung saja, tetapi juga harus diberikan pelatihan untuk memanfaatkan waktu luangnya.

“Pembinaan dan pelatihanpelatihan yang berkaitan dengan hasil kelautan dan perikanan semestinya juga gencar dilakukan. Itu esensi digelontorkannya dana desa miliaran rupiah, tidak hanya fisik, tapi juga pemberdayaan masyarakat,” ujar Sauki. Di Ketapang Lampu, menurutnya, juga banyak ibu-ibu yang berkeinginan mendapatkan kemampuan pengolahan ikan itu. Tetapi sayangnya selama ini belum pernah tersentuh. “Kita harapkan (pelatihan) ini bisa merata, paling tidak memberikan mereka peluang untuk membantu ekonomi keluarga,” tandas Sauki. Selama ini memang kendala nelayan adalah ketika sedikit mendapatkan tangkapan dan harga jual anjlok saat panen ikan. Pemberdayaan masyarakat salah satunya para ibu-ibu ini merupakan salah satu solusi ketika hal tersebut terjadi. (olo)

Bali Post/olo

PRODUK IKAN – Sejumlah produk pengolahan ikan dari desa pesisir ditampilkan saat pameran hasil-hasil produksi beberapa waktu lalu di Gedung Kesenian Bung Karno.


Karangasem

Jumat Kliwon, 5 April 2019

11

Banyak Terjadi Potensi Kerawanan Saat Pemilu

Amlapura (Bali Post) Relatif banyak akan muncul potensi kerawanan saat pemilu April mendatang. Karena itu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Karangasem melaksanakan kegiatan rapat koordinasi pengawasan pemilu menjelang pemilihan umum yang akan dilangsungkan 17 April 2019. Rapat koordinasi itu digelar di Penginapan Lahar Mas, Kamis (4/4) kemarin. Hadir Ketua Bawaslu Provinsi Bali I Wayan Rudia. Dalam sambutannya, Rudia mengatakan rapat koordinasi ini agar memudahkan mekanisme pengawasan saat pemilu nanti. Pasalnya, dalam pencoblosan nanti relatif banyak muncul potensi kerawanan. Kecurangan biasanya dilakukan sebelum pemilu yakni tanggal 14-16 April utamanya saat proses pendistribusian C-6 atau surat pemberitahuan memilih 17 April mendatang. Selama ini, masyarakat tahu C-6 itu adalah surat undangan memilih. Padahal, hal itu merupakan surat memilih 17 April sesuai DPT yang ada di

C-6 itu. “Bagi masyarakat yang tidak dapat C-6, tetapi memiliki e-KTP silakan datang ke TPS untuk memilih. Rapat itu juga mengantisipasi terjadinya kecurangan saat pemungutan maupun penghitungan suara,’’ ujarnya. Kecurangan itu potensial muncul dan dilakukan oleh oknumoknum yang tidak bertanggung jawab. Bisa jadi bentuk kecurangan itu dengan cara memengaruhi warga melalui pemberian uang atau (money politics - red). Karena itu, pihak Pengawas TPS itu harus benar-benar jeli ketika

ia bertugas melakukan pengawasan. ‘’Hal itu penting guna mencegah peristiwa yang tidak diinginkan terjadi,” harapnya. Kordiv Pengamanan dan Hubal I Nengah Putu Suardika menjelaskan, lewat kegiatan ini, pihaknya berharap para pengawas TPS bisa mengawasi pemilu dengan baik. Di setiap hajatan politik ini, tidak lepas dari aksi-aksi kecurangan. Bawaslu sebagai pengawas supaya benar-benar mengawal pemilu itu untuk mencegah munculnya indikasi-indikasi kecurangan itu. (kmb41)

Bali Post/kmb41

MEMBELUDAK - Gunung Agung kembali erupsi, Kamis (4/4) dini hari kemarin. Kendati erupsi lagi, hal itu tidak memengaruhi pamedek yang tangkil sembahyang ke Pura Besakih serangkaian Karya Agung Panca Wali Krama dan Ida Batara Turun Kabeh. Umat membeludak tangkil sembahyang kemarin.

Menuju Kabupaten Layak Anak

Bupati Tanda Tangani Deklarasi Puskesmas dan Sekolah Ramah Anak

Bali Post/kmb41

RAPAT KOORDINASI - Bawaslu Karangasem saat melaksanakan rapat koordinasi pengawasan Pemilu 2019.

RS Mata Bali Mandara Gelar Pengobatan Gratis di Pasraman Besakih Adhi Amertajaya, Ni Nengah Srikanti, dan Ni Ketut Kertiasih membagikan kacamata baca serta tetes mata kepada mereka yang datang berobat. Sejak pagi hari, belasan orang mengunjungi posko yang dibuka di Pasraman Besakih tersebut. “Keluhan kesehatan yang paling banyak adalah kesulitan melihat karena faktor

PERIKSA - Dokter mata dari RS Mata Bali Mandara memeriksa salah satu pamedek Pura Besakih di Pasraman Besakih, Karangasem, Kamis (4/4) kemarin.

usia. Kami berikan kacamata baca kepada mereka untuk membantu penglihatannya,’’ ujar dr. Adhi. Kondisi cuaca berdebu pasca-erupsi Gunung Agung juga kerap menyebabkan iritasi mata. “Kami sarankan pamedek atau warga sekitar Pura Besakih menggunakan pelindung mata seperti kacamata jika beraktivitas di luar ruangan. Jika sudah terjadi iritasi, maka segera gunakan tetes mata,” katanya lagi. Salah seorang warga Besakih yang datang memeriksakan mantanya, Ketut Widarta, mengatakan matanya sering berair. “Mata saya sering mengeluarkan air. Rasanya memang agak perih. Kemudian pak dokter memberikan saya obat tetes mata,” katanya. Dengan kondisi cuaca yang tidak mendukung, kondisi kesehatan pamedek, pemangku, dan warga di sekitar Pura Besakih implikasinya juga kerap tidak menentu. Acara pengobatan gratis seperti ini selalu disambut baik oleh semua pihak. (kmb33)

truk itu. Tabrakan itu membuat sepeda motor korban ringsek. Sedangkan korban terpental beberapa meter ke badan jalan. Akibat kerasnya benturan yang dialami korban, membuat korban mengalami luka serius di sekujur tubuhnya. Korban dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan ke Puskesmas Ulakan. Kasatlantas Polres Karangasem AKP Ni Luh Putu Anne

Parwisti membenarkan terjadi lakalantas dan menyebabkan satu orang tewas. Kecelakaan itu dipicu kecerobohan korban saat berkendaraan. “Dari olah TKP, kecelakaan itu terjadi murni kelalaian pengendara sepeda motor. Kasus itu tetap kami proses, kendaraan truk kami amankan untuk proses hukum lebih lanjut,” terang AKP Anne Parwisti. (kmb41)

Amlapura (Bali Post) – Guna memberikan kesempatan pamedek, pemangku, dan warga sekitar Pura Besakih memeriksakan kesehatan mata, Bali Post bekerja sama dengan RS Mata Bali Mandara menggelar pengobatan gratis, Kamis (4/4) kemarin. Tim RS Mata Bali Mandara terdiri dari dr. I Komang

Bali Post/eka

Tabrak Truk, Pengendara Motor Tewas

Amlapura (Bali Post) Tabrakan maut terjadi di wilayah hukum Karangasem, Rabu (3/4) malam. Sepeda motor Mio yang dikendarai I Made Budiarta (27) menabrak truk pengangkut barang di jalur umum jurusan Badangbai - Manggis. Atas peristiwa itu, korban yang berasal dari Dusun Babakan, Desa Gegelang, Manggis itu mengalami luka serius. Nyawa korban pun tidak tertolong padahal sudah berusaha dibawa ke Puskesmas Ulakan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa nahas itu terjadi pukul 19.50 Wita. Truk pengangkut barang bernopol L 9786 GL yang dikemudikan Sahkan (25) asal Kampung Rabakodo, Kecamatan Woha, Bima, Nusa Tenggara Barat itu datang dari arah utara dalam kecepatan rendah. Namun, pada saat bersamaan dari arah selatan korban mengendarai sepeda motor Yamaha Mio DK 7907 KM, dengan kecepatan tinggi. Ketika tiba di TKP, korban diduga mengambil jalur terlalu ke kanan. Akibat kecepatan tinggi, korban tidak bisa lagi mengendalikan sepeda motornya, sehingga menabrak truk itu. Sejatinya, sang sopir truk itu sempat berusaha menghindari kecelakaan itu. Tetapi, nahas kecelakaan tidak bisa dihindarkan. Motor korban pun menabrak bagian depan

BUPATI Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menandatangani Deklarasi Puskesmas dan Sekolah Ramah Anak, di Aula Kantor Dinas Kesehatan Karangasem, Kamis (4/4) kemarin. Penandatanganan juga diikuti Kadis DP3A, Kadis Kesehatan, Kadis Pendidikan, Kementerian Agama dan Kepala Bapelitbangda. Bupati Mas Sumatri mengatakan, penandatanganan deklarasi ini sebagai usaha Pemerintah Daerah menuju Kabupaten Layak Anak. Kabupaten kata Bupati punya sistem pembangunan berbasis hak anak, sehingga dapat memenuhi hak-hak anak dalam bidang pendidikan dan kesehatan. Deklarasi itu tercantum dalam undang-undang. Menurut Mas Sumatri, anak merupakan anugerah Tuhan yang kelak menjadi generasi penerus bangsa. Karena itu, anak haruslah dipertanggungjawabkan. Selain itu, anak itu perlu dijaga, diarahkan, serta terpenting ada penjaminan pada hak-hak anak itu. “Berdasarkan Undangundang Nomor 35 Tahun 2014 terkait perlindungan anak, di sana jelas dipaparkan anak itu harus mendapat pemenuhan hak pada bidang pendidikan dan kesehatan.

Karena itulah, harus dibentuk sekolah ramah anak dan puskesmas ramah anak,” ujar Sumatri. Kepada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Karangasem, Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, dan Kepala Sekolah serta Kepala Puskesmas yang sudah dikukuhkan menjadi sekolah ramah anak dan puskermas ramah anak. Semua wajib selalu menaati aturan yang telah ditetapkan sebagai puskesmas dan sekolah yang ramah anak. “Saya harap semua pihak da-

pat membantu dan menjaga program pemerintah ini, agar program itu berjalan baik,” imbuhnya. Kadis DP3A Santikawati, mengatakan sekolah ramah anak ini dikukuhkan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Karangasem nomor: 116/Paud-Pnf/Disdikpora, mengenai Penetapan Sekolah Ramah Anak Kabupaten Karangasem tahun 2017, serta Surat Keputusan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangas-

DEKLARASI PUSKESMAS - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri menandatangani Deklarasi Puskesmas dan Sekolah Ramah Anak, di Aula Kantor Dinas Kesehatan Karangasem, Kamis (4/4) kemarin.

em Nomor 349 Tahun 2018 mengenai Penetapan Madrasah Ramah Anak Kabupaten Karangasem tahun 2018. Santikawati menambahkan, Puskesmas Ramah Anak itu sudah dikukuhkan berdasarkan SK Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem Nomor 33a Tahun 2017. Dalam hal ini, Pemkab Karangasem mendeklarasikan serta membentuk Sekolah dan Puskesmas Ramah Anak didasari SK Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem Nomor 77 Tahun 2018 mengenai Pusat Kesehatan Masyarakat Ramah Anak itu serta Undang-undang Nomor 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak yang sudah diperbaiki dengan UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, Perda Kabupaten Karangasem No. 5 Tahun 2018 serta Peraturan Bupati Karangasem No. 9 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Kabupaten Layak Anak. “Saya dan kita semua berharap agar pihak yang telah dikukuhkan demikian juga masyarakat dapat mewujudkan Kabupaten Layak Anak sebagaimana Program Pemerintah Karangasem,” pintanya. (ad162)

Jelang Pemilu 2019

Polres Gelar Pelatihan Fungsi Teknis Binmas Amlapura (Bali Post) Jajaran Polres Karangasem terus melakukan persiapan jelang pengamanan Pemilu 17 April nanti. Kamis (4/4) kemarin, Polres bersama-sama Bawaslu dan KPU melaksanakan Pelatihan Fungsi Teknis Binmas dalam rangka Pemilu 2019. Kapolres Karangasem, AKBP I Gusti Ngurah Agung Ade Panji Anom, mengatakan, kegiatan pelatihan ini diikuti seluruh jajaran Kapolsek dan Bhabinkamtibmas serta pengemban fungsi teknis Binmas. Pihaknya juga memberikan beberapa pengarahan terkait situasi kerawanan setiap daerah pilihan. Sehinggga pengamanan

lebih diintensifkan untuk mencegah terjadi gesekan. “Kami mengimbau dan menekankan kepada seluruh jajaran Bhabinkamtibmas untuk selalu memperbarui data-data terkait pemilu di setiap desanya. Memerhatikan secara saksama situasi dan kondisinya terkait maraknya penyebaran hoax di masyarakat,” ujarnya. Selain itu, Panji Anon mengharapkan kepada seluruh Bhabinkamtibmas untuk melakukan pemetaan terhadap kerawanan di masingmasing daerah baik rawan pemilu maupun rawan bencana alam, sehingga tidak terjadi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan. (kmb41)

Bali Post/kmb41

PELATIHAN - Pelatihan fungsi teknis Binmas dalam rangka Pemilu 2019.


KLUNGKUNG

12 SOSOK Tingkatkan Kewaspadaan AKTIVITAS Gunung Agung belakangan kembali meningkat. Ini tidak hanya menimbulkan kekhawatiran warga Karangasem, tetapi juga warga di sekitar Kali Unda, Klungkung. Warga di sekitar DAS (Daerah Aliran Sungai) Unda, diminta meningkatkan kewaspadaan, karena ketika terjadi erupsi dengan tanda awal banjir lahar dingin, ini cukup membahayakan bagi warga di sekitar Kali Unda. “Jangankan ancaman Gunung Agung meletus, saat hujan deras turun saja kami harus turun memperingatkan warga. Karena air sungai tiba-tiba bisa meluap,” kata Lurah Semarapura Kangin I Wayan Sudharma saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (4/4) kemarin. Sudarma mengatakan ada warga Sengguan di wilayahnya yang tinggal di sekitar DAS Unda ini, sekitar 11 kepala keluarga. Pihaknya mengaku selalu me-warning warga tersebut agar selalu waspada. Terlebih dengan situasi seperti saat ini. Ketika terjadi kondisi buruk, cuaca yang tidak bersahabat dan situasi emergency, warga didatangi dan diimbau untuk bisa meninggalkan rumah sementara, ke tempat yang lebih aman. Ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Sebab, dulunya sempat terjadi kejadian fatal, ketika salah satu rumah warga tenggelam saat terjadi erupsi Gunung Agung, barubaru ini. Beruntung saat itu seluruh penghuni rumah selamat dari maut tersebut. Sehingga, harus dilakukan evakuasi malam-malam bersama petugas keamanan. Dia berharap kejadian itu tidak terulang kembali, maka warga di sekitar DAS Unda harus selalu memperhatikan peringatan tersebut. (gik)

Jumat Kliwon, 5 April 2019

Dewan Kumpulkan Klian Subak

Keluhkan Hama dan Distribusi Pupuk Semarapura (Bali Post) Komisi II DPRD Klungkung mengundang seluruh klian subak di seluruh kecamatan, Kamis (4/4) kemarin. Dewan mengambil langkah itu, setelah mendengar banyak keluhan dari kalangan petani, mulai dari ancaman alih fungsi lahan, hama pengerat tikus dan kera hingga distribusi pupuk yang tiba tidak tepat waktu. Salah satu klian subak dari Desa Tanglad, Nusa Penida, Wayan Mandra, mengaku pusing menghadapi hama kera yang terus menerus berdatangan. Kera membuat para petani setempat tidak bisa mengolah hektaran lahan pertanian setempat. Padahal, sebelumnya petani setempat bisa bercocok tanam palawija, kacang-kacangan, jagung. “Kera terus menyerang apa yang kami tanam. Bagaimana petani kami bisa bergairah,” kata Mandra. Dengan situasi begini, dia mengaku semakin susah mengembangkan pertanian. Apalagi, mau memperkenalkan pertanian kepada generasi muda. Diakuinya semakin susah. “Meski sudah ada fakultas pertanian, membuka secara gratis, tetap saja tidak ada yang berminat, berkecimpung dalam pertanian,” tegasnya, seraya menyampaikan agar dana BKK bisa langsung didistribusikan ke subak, tidak lagi ke desa dinas. Sementara, klian subak lainnya, Nyoman Suryawan, dari Subak Moncong Berbunga, Nusa Penida, mengeluhkan distribusi pupuk kepada

petani. Proses distribusinya kerap lambat. Kalaupun datang, itu pun ketika tanaman sudah tua, ketika tanaman sejatinya sudah tidak lagi membutuhkan pupuk. Dia mempertanyakan, bagaimana mekanisme distribusi pupuk sampai ke tingkat petani. “Kalau pun pupuknya datang,

justru banyak rusak. Bahkan di dalamnya sudah isi ulat,” katanya. Kepala Dinas Pertanian Klungkung Ida Bagus Juanida mengatakan, terkait distribusi pupuk, para petani khususnya klian subak juga harus jeli. Kalau memang tidak merasa memesan pu-

puk, ketika pupuknya datang dari distributor, sebaiknya jangan diterima. Meski demikian, terkait distribusi pupuk ini, pihaknya mengaku bakal memaksimalkan peran PPL di lapangan. Sehingga, apa yang menjadi keluhan para petani, dapat tersampaikan dengan baik. “Mengenai hama kera, itu menjadi kewenangan BKSDA. Kami siap mendampingi dewan untuk berkoordinasi menangani hama kera ini,” katanya. Ketua Komisi II DPRD Klungkung Komang Suan-

Bali Post/kmb31

SUBAK - Para klian subak saat mengikuti rapat dengan Komisi II DPRD Klungkung, di Gedung Sabha Mandala, Kamis (4/4) kemarin.

tara, meminta Dinas Pertanian peka terhadap setiap persoalan petani. Selain masalah hama dan pupuk, dia lebih menyorot, bagaimana ancaman alih fungsi lahan pertanian yang kian mengkhawatirkan. Dia mengaku kecewa, karena dalam pertemuan tersebut, Dinas Pertanian belum bisa menunjukkan berapa lahan pertanian yang sudah berkurang dalam kurun waktu setahun terakhir. Padahal, pembangunan yang mencaplok areal pertanian sudah kian marak di Klungkung. Demikian juga dengan Dinas PUPR, yang belum bisa menunjukkan berapa bangunan yang terbangun memanfaatkan tanah pertanian. “Catatannya (lahannya) masih, tetapi faktanya sudah habis. Berapa luas areal pertanian kita, berapa dipakai untuk bangunan, kenapa diizinkan padahal itu jalur hijau, sekarang berapa tersisa, langkah antisipasi untuk mempertahankannya apa, ini harus jelas,” tegasnya. Melihat seriusnya persoalan ini, Komisi II katanya akan menindaklanjutinya melalui rapat kerja khusus dengan Dinas Pertanian dan Dinas PUPR. Ini untuk mempertegas kembali apa langkah eksekutif dalam menghadapi ancaman alih fungsi lahan yang sudah semakin masif di Klungkung. (kmb31)

Pemilu Serentak

KPU Klungkung Jamin Tak Ada Praktik ”Noken” Pemkab Kebut Pendataan Aset

Semarapura (Bali Post) Pemkab Klungkung mulai mempercepat proses pendataan aset. Sebab, masih banyak aset milik pemerintah daerah yang belum terdata, sehingga kerap menghambat proses pembangunan. Pemkab Klungkung bahkan langsung menjalin MoU dengan Kantor Pertanahan Klungkung, di Ruang Rapat Kantor Bupati Klungkung, Kamis (4/4) kemarin. Tujuannya, untuk mendorong percepatan pendataan aset tanah ini. Saat ini berkas yang masuk ke Kantor Pertanahan Klungkung baru sebanyak 517 berkas. Sementara berkas yang lolos seleksi memenuhi syarat 222 berkas. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, berharap kerja sama ini mampu mempercepat proses tersebut. Melalui kerja sama ini, semua aset yang ada di Pemkab Klungkung segera diserfikatkan untuk mempermudah pendataan dan berkas daerah. Dalam kesepakatan ini tertuang hak dan kewajiban masing-masing berdasarkan niat baik dalam menghadapi permasalahan. “Saya minta semua dipercepat, semua aset Pemkab yang belum tercatat harus segera didata. Apalagi sekarang bahkan semua jalanjalan harus disertifikatkan, ini merupakan tugas yang sangat berat, hitam di atas putih harus segera ada. Hal yang paling penting datanya harus pasti,” ujar Bupati Suwirta. Pihaknya juga menginstruksikan kepada OPD terkait yang membidangi aset, bergerak cepat untuk membantu mempermudah melakukan proses pengecekan dan pengukuran. Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Klungkung Cok. Gede Agung Astawa Putra mengatakan, ini baru proses pendaftaran dan proses pengukuran. Berkas yang masuk sebanyak 517, sementara yang lolos memenuhi syarat seleksi berkas 222 dan sisanya masih dalam kelengkapan data yuridis dan fisik yang diperlukan.

”Kondisi fisik di lapangan juga sangat rimbun mengganggu proses pengukuran, kami mohon bantuannya kepada dinas terkait untuk mempermudah kami melakukan pendataan dan pengukuran,” ujar Cok. Gede Agung Astawa. Proses penataan aset pemerintah daerah, kini dilakukan semakin ketat. Situasi demikian membuat Pemkab Klungkung harus m e n u n t a ska nny a seca ra bertahap. Ada ratusan bidang tanah, sudah mendapat nomor registrasi dan terdata ke dalam data aset, tetapi masih belum bersertifikat. Tercatat, ada 405 bidang tanah, dengan total luas mencapai 2.402.881 meter persegi atau 240,2 hektar yang belum bersertifikat, mesti sudah tercatat sebagai aset pemerintah daerah. Plt. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Wayan Sumarta belum lama ini mengatakan, baru ada sebanyak 354 bidang tanah yang sudah bersertifikat. Terakhir, proses pensertifikatan tersebut dilakukan tahun 2017 atas usulan tahun 2015 kepada Kantor Pertanahan, dimana dari ratusan data aset yang diajukan, ada 47 sertifikat yang sudah disetujui untuk dikeluarkan sertifikat. Tetapi, sejauh ini sertifikatnya belum turun, karena masih dalam proses pengukuran. Banyaknya aset tanah yang belum bersertifikat, juga diakui kerap menjadi sorotan BPK, ketika proses pemeriksaan aset. Sehingga, BPK dalam rekomendasinya juga meminta pemerintah daerah segera menuntaskan proses pensertifikatan seluruh aset yang sudah tercatat dan memiliki nomor registrasi dengan kepemilikan atas nama Pemkab Klungkung. “Proses pensertifikatan itu, terkendala anggaran. Jadi, tidak mungkin bisa tergarap semua dalam satu tahun anggaran. Selain itu, medan dan akses jalan juga menyulitkan proses pengukuran di lapangan,” kata Wayan Sumarta. (kmb31)

Bali Post/kmb31

BERTEMU - Bupati Suwirta saat bertemu dengan jajaran Kantor Pertanahan Klungkung.

Semarapura (Bali Post) Pemilu serentak 17 April nanti memiliki kesulitan tersendiri. Masyarakat, khususnya di pedesaan cenderung hanya memikirkan satu pilihan untuk calon legislatif DPRD Kabupaten yang sudah dikenal baik. Bahkan, di daerah perbukitan yang jauh dari akses informasi, dicurigai bakal marak praktik sistem ‘noken’ yang ilegal, yakni praktik mencoblos yang diwakilkan. Sebagaimana diketahui, sistem noken kerap digunakan di Papua, karena keterbatasan informasi, komunikasi dan kondisi geografis. Ada dua sistem noken yang biasa digunakan masyarakat di pegunungan Papua, yaitu pola big men atau suara diserahkan dan diwakilkan kepada ketua adat. Kemudian pola noken gantung, dimana masyarakat lain dapat melihat suara yang telah disepakati, masuk ke kantung partai yang sebelumnya telah ditetapkan. Ketua KPU Klungkung Gusti Lanang Mega Saskara, belum lama ini mengatakan, bahwa tidak ada penggunaan sistem noken di daerahnya, khususnya di Kecamatan Nusa Penida. Semua TPS dipastikan akan menerapkan sistem pemilihan sesuai asasnya, yaitu Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil. Dia juga yakin, Bawaslu Klungkung tidak akan membiarkan ada penerapan sistem noken. Karena meski kondisi geografis di Kepulauan Nusa Penida cukup sulit, tetapi dalam beberapa kali pengalaman pemilu, asas pemilu di atas bisa tetap dilaksanakan. Tidak sampai seperti di Papua. Apalagi, kalau sistem noken ini diadopsi untuk dilakukan di sejumlah TPS, sebagaimana kecurigaan sejumlah pihak, dia meragukan hal itu bisa dilakukan. Apalagi dengan konsep pemilu serentak ini, dimana sistem pengawasan terus berbenah, sehingga juga dilakukan lebih ketat. “Kami tegaskan di Nusa Penida, tidak ada sistem noken,” kata Mega Saskara. Saat ini KPU Klungkung terus melakukan sosialisasi kepada pemilih di desa-desa. Sosialisasi ditekankan pada tata cara pemilihan yang benar, untuk mendorong tingkat partisipasi pemilih dan menekan surat suara tidak sah, lantaran salah mencoblos. KPU Klungkung memaksimalkan peran 54 relawan demokrasi. Ketika sosialisasi, diakui banyak pertanyaan soal tata cara memilih, karena pemilu serentak mencoblos lima surat suara, menjadi hal baru bagi pemilih dan terkesan ribet. Malah, berkembang isu di tengah masyarakat untuk mencoblos satu surat suara saja, yakni surat suara DPRD Kabupaten, dimana tokoh pilihannya dikenal langsung.

Situasi demikian justru akan membuka peluang, untuk oknum tertentu melakukan kecurangan di bilik suara. “Makanya setiap sosialisasi, pemilih mesti mencoblos lima surat suara. Kami juga jelaskan masing-masing surat suaranya. Kami bawa contohnya, dan tunjukkan bagaimana cara mencoblosnya. Tetapi, untuk memastikan konsep mencoblos lima surat suara ini berjalan, para caleg selayaknya juga proaktif memperkenalkan diri,” jelasnya. Tidak hanya itu, pihaknya juga meminta dukungan pemerintah daerah, agar bersama-sama mensukseskan pemilu serentak ini, dengan bersama-sama membangun kesadaran masyarakat untuk menggunakan hak memilihnya pada pemilu presiden, pemilu DPR-RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan DPD-RI. (kmb31)

Bali Post/kmb31

SOSIALISASI - KPU Klungkung saat sosialisasi Pemilu 2019 dengan Relawan Demokrasi di Wantilan Desa Tanglad, Nusa Penida dilanjutkan ke Desa Pakraman Anta, Rabu (3/4) lalu.


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Jumat Kliwon, 5 April 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Cr:Cook pglmn,Waitess u/ Rest di Sanur H:08123614559 Darsana

Dicari Admin & Karyawati Toko Gatsu Barat Hub:083114837375

*Job Australi Korea Jepang WA: 08563925015 FB:KadekKizunaBali

Dcr Serabutan Cowok Jl.Patih Nambi 7A Telp.085100061049

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692

Dcr Sgr Sales Marketing Tiki Jl.Kapten Regug No.1 Hub:08123933318

Dicari Terapist Pengalaman utk Day Spa & Villa Lam Kirim ke: 085953788234 Good Salary

B.BP.166.04.19.0000152

B.BP.004.03.19.0000996

Bakery di Ubud & Dps Bth SPG Min SMA Max 28th. 085101979497

B.BP.001.04.19.0000094

B.BP.001.04.19.0000123

B.BP.001.04.19.0000114

Dcr Sopir Proyek,SIM A,Tdr Dlm Gaji+Bonus Hub.08123987959

B.BP.001.04.19.0000143

Cr Adm Wnt bs.comp&Srbt,Gj UMR +Bns,087754434981-081547283468

Dcr Staf:House Keeping Leader dan Waiter utk Rest & Hotel di Jimbaran.Tlp:703209/Email ke accounting2@balquisse.com

Cr Sopir Srbt bs matik+PRT wnt bs masak tdur dlm 085238127777

Dcr Tukang Jahit Penglm 2th, di Kerta Dalem Dps H.089685655009

B.BP.004.04.19.0000138

B.BP.001.04.19.0000092

B.BP.001.04.19.0000014

B.BP.001.04.19.0000146

B.BP.145.04.19.0000150

B.BP.001.04.19.0000125

B.BP.001.04.19.0000071

Dicari Tukang Jarit & Tukang Patrun Hub.Bali International CompanyT:0361-236453/4745770

B.BP.001.04.19.0000118

Dicri Kasir/SPG U/Minimarket Single Min SMU/K Hym.Wuruk 108

B.BP.031.04.19.0000148

Dcr 4 orang Kary, Pria sebagai Tehnisi Min STM,umur max35 thn Hub .CV.Mimba Jaya Jl.By Pass Ngrh Rai 305 Sanur,0361-287982

Dicari Adm.Wanita Max .Umur. 40 Th (Gaji,UM,THR) Bawa CV Anda ke Jl.Tegal Permai Blok L3/2 Dalung.085921213232

BIRO JASA

RUPA-RUPA

SERVICE

B.BP.001.04.19.0000134

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.04.19.0000115

Nike Villas Sanur Urgently Need Security Staff & front Office & Butler Staffs. Please Send CV to us in Jalan Bumi Ayu No.19 Sanur, or Email to info-b@nikevillas.com For More Information Please dial to 0361 286911 / 286912 B.BP.004.04.19.0000145

B.BP.001.04.19.0000026

Sgr Supir Serabutan.Lmaran ke TUT MAK Restoran,Jln.Dewi Sita Ubud, T:975754 Dicri calon Direksi, pengalaman 3th pernah bekerja, memiliki sertifikasi lulusan untuk Direksi.Lamaran ke PT.BPR Jero Anom Jl.Dr.Soekarno,Ruko Dukuh 168X Tabanan, Tlp.0361-8941607

B.BP.001.04.19.0000084

Dicr Sopir Berpnglaman,Admin & PramuniagaToko.Hb:08175777171

B.BP.004.04.19.0000142

PROPERTY DISEWAKAN RUMAH

Dikontrakkan Rmh Jl.Jaya Giri XVII No.17C,3KT, 2KM, Dapur R.Tamu,R.Keluarga,Carport Hub Seno 081337252422/0361-242959 B.BP.001.04.19.0000116

PROPERTY ARSITEKTUR

Arsitek:Design,3D,Konstruksi, RAB:0361-4701242/081916144249 B.BP.001.04.19.0000009

DIJUAL MOBIL DAIHATSU

Dijual Mbl Xenia 1.0M M/T th.2015, warna putih, a/n PT. Hub. 087880880590 B.BP.004.04.19.0000140

PROPERTY DIJUAL TANAH

Banting Harga Tnh Pinggir Jln. Raya Kapal Dkt RS Kapal,3/4Are Hrga 550Jt/A.Hub:087860266809 B.BP.001.04.19.0000012

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL TANAH

DIJUAL RUMAH

8,5A Tnh Siap Bgn cck Vila Jl 12m Tanguntiti Tbn,08123919688

T.36/60 50Mtr Buana Raya/Angga Buana 3,PDAM Hub.08123923320

B.BP.001.04.19.0000154

PROPERTY DIJUAL RUKO

Jual/Sewa Ruko 2Lt Murah BUC SHM 104/B.160 tepi jalan besar Cokroaminoto nego 087856227779 B.BP.033.04.19.0000141

PROPERTY DIJUAL RUMAH

BUC-Griya Loka Tbn Uk.45/91 M2 Rp.400Jt Nego, 081932236003 B.BP.004.04.19.0000139

Dijl Rmh Lok.Panjer,Tanah 3Are Hub.085102079227/081805303066 B.BP.001.04.19.0000120

Djl Rumah Minimalis Dalung Permai LT 1.08Are 085936154997 B.BP.166.04.19.0000151

B.BP.001.04.19.0000129

KEHILANGAN Hlg BPKB No.A 6002540 DK 6017 An.Dinas Pendapatan Prop.Bali

B.BP.001.04.19.0000136

Telah Hilang IMB Asli No.1199 Th 2005 An.Nyoman Sedana B.BP.001.04.19.0000127

Tlh Hlg BPKB No.E8999417-O DK 6263 AAQ AN:Ni Nyoman Miarti B.BP.001.04.19.0000153

BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155 B.BP.001.03.19.0000752

SEMINAR

*Kijang Matic 2001 Tgn Pertama Panther Pickup 2005,0811395806

BUC.Tanah 12Are Induk Andakasa Dekat Gatsu Barat Hub.081999617444/082266044144

Jual Rmh 2Lt LT:96 LB:131 SHM KM:3 KT:3 Jl Cargo Indah IV/28 Telp:085100535516/085100503875

Free Workshop Bali Coach Yudhi TW, Ilmu Dasar Pasti Teknikal Forex Daftar: 087864638811

B.BP.001.04.19.0000137

B.BP.001.04.19.0000119

B.BP.001.04.19.0000121

B.BP.004.04.19.0000087

TOYOTA

SERVICE

SERVICE

SERVICE

SERVICE


BANGLI

14

Jumat Kliwon, 5 April 2019

Sejumlah Desa Terpapar Abu Vulkanik Bangli (Bali Post) –

Semburan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Agung di Karangasem, Kamis (4/4) dini hari, menyebar hingga ke wilayah Kabupaten Bangli. Berdasarkan data BPBD Bangli, paparan abu vulkanik dirasakan beberapa desa di tiga kecamatan.

Bali Post/kmb40

MASKER - Petugas kepolisian dari Satlantas Polres Bangli membagi-bagikan masker kepada warga dan wisatawan yang berkunjung di objek Wisata Penelokan, Kintamani, Kamis (4/4) kemarin.

Pemuda Gantung Diri

Diduga Akibat Putus Cinta

Bangli (Bali Post) – Seorang pemuda di Desa Pinggan, Kintamani ditemukan tewas gantung diri di dapur rumahnya, Kamis (4/4) kemarin. Diduga korban I Komang Adnyana Putra (17) nekat mengakhiri hidupnya lantaran putus cinta. Sebab, beberapa hari sebelum bunuh diri, korban sering melamun dan menyendiri. Dalam akun medsosnya, korban juga sempat memposting status ucapan selamat jalan. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, kasus gantung diri tersebut pertama kali diketahui oleh saksi Ni Nyarikan Rerod yang tak lain adalah ibu korban. Saat itu, sekitar pukul 05.30 Wita, saksi bangun pagi dan hendak memasak di dapur. Ketika sampai di depan dapur, saksi melihat pintu dapur sudah lama keadaan terbuka. Saat masuk ke dalam dapur, saksi seketika shock lantaran mendapati korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dengan leher tergantung seutas tali plastik. Ayah korban, I Nyarikan Nintra, dan sejumlah tetangga yang mendengar teriakan histeris istrinya, langsung mendatangi dapur. Setelah mayat korban diturunkan, Nintra selanjutnya melaporkan kejadian itu ke Polsek Kintamani. Sulhadi mengatakan, me-

nindaklanjuti laporan tersebut, aparat Polsek Kintamani langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi. “Petugas dibantu perawat puskesmas setempat juga melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban. Hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan terkait kejahatan pada tubuh korban,” terangnya. Pada tubuh korban ditemukan tanda-tanda umum korban meninggal akibat bunuh diri dengan cara gantung diri, antara lain luka bekas jerat pada leher, keluar cairan pada kemaluan korban, lidah menjulur dan keluar kotoran pada anus korban. Dari hasil pemeriksaan diperkirakan korban sudah meninggal dunia sekitar 4 jam sebelum dilakukan pemeriksaan. Mengenai motif korban gantung diri, Sulhadi mengungkapkan, diduga akibat putus cinta. Sebab dari hasil keterangan saksi dan pihak keluarga, korban sebelum ditemukan tewas, sering melamun dan menyendiri. Pada akun medsosnya, korban juga sempat memposting status bernada galau. “Pada akun Facebook-nya korban sempat memposting status dengan kata ‘Semuanya sudah berakhir’, dan status ‘Selamat jalan semua’,” imbuh Sulhadi. (kmb40)

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangli Wayan Karmawan menyebutkan, di Kecamatan Kintamani, adapun desa yang terpapar abu yakni Desa Abang Batudinding. Sementara di Kecamatan Tembuku, desa yang paling terdampak yakni Desa Bangbang. Di Kecamatan Bangli, ada dua desa yang terpapar abu yakni Desa Landih dan Pengotan. Berdasarkan hasil koordinasi yang telah dilakukannya dengan para perbekel di desa tersebut, paparan abu vulkanik tidak sampai mengganggu aktivitas masyarakat. Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat di wilayah yang terdampak untuk selalu menyiapkan alat pelindung diri (APD) terutama jika beraktivitas di luar ruangan. “Seperti memakai kaca mata, memakai penutup hidung, topi, baju dan celana panjang,” kata Karmawan. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli Ketut Agus Sutapa menambahkan meski paparan abu vulkanik dirasakan ke beberapa desa di Bangli, pihaknya hingga siang kemarin belum ada membagikan masker untuk warga. Alasannya karena paparan abu hanya terjadi sesaat pada dini hari. “Dari pagi hingga siang ini sudah tidak ada abu lagi ke Bangli. Hanya menyisakan dampak saja,” terangnya. Meski demikian di Posko BPBD Bangli pihaknya telah menyiagakan ribuan masker untuk warga. “Saat

ini BPBD Bangli sudah menyiapkan masker sebanyak 5.000 pcs. Apabila diperlukan siap didistribusikan ke desa terdampak,” imbuh Agus. Sementara itu, di tempat terpisah sejumlah petugas kepolisian dari Satlantas Polres Bangli melakukan kegiatan bagi-bagi masker untuk warga dan wisatawan yang ada di wilayah Penelokan. Pembagian masker dilakukan untuk mengurangi dampak abu terhadap kesehatan warga dan wisatawan. Kasat Lantas Polres AKP Nengah Sona ditemui di sela-sela kegiatan simpatik kemarin mengatakan, sedikitnya 200 masker telah dibagikan pihaknya kepada warga dan wisatawan kemarin. Kegiatan ini akan rutin dilakukan menyesuaikan kondisi aktivitas vulkanik Gunung Agung. Jika erupsi kembali terjadi, pihaknya akan membagikan masker lagi kepada warga dengan melibatkan personel yang lebih banyak. Selain membagikan masker, Sona mengatakan, dalam kegiatan kemarin pihaknya juga sekaligus memberikan teguran simpatik kepada pengendara yang tidak memakai helm. “Kami juga melaksanakan pengaturan lalu lintas dalam rangka karya di Pura Ulun Danu Batur. Karena meski karya sudah kasineb, masih banyak pamedek yang tangkil. Untuk itu kami lakukan antisipasi demi kelancaran dan keamanan lalu lintas menuju Pura Ulun Danu Batur,” kata Sona. (kmb40)

Barang Dagangan Ditaruh Sembarangan

Rusak Pemandangan Objek Wisata Penelokan Bangli (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Bangli telah menghabiskan anggaran belasan miliar rupiah untuk menata objek wisata Penelokan, Kintamani. Sayangnya, penataan fisik yang dilakukan tak dibarengi dengan upaya penertiban dan pembinaan pedagang acung yang selama ini berjualan di objek wisata tersebut. Berdasarkan pantauan, Kamis (4/4) kemarin, objek wi-

sata yang menjadi kebanggaan Pemkab Bangli itu kini sudah tertata dengan bagus. Akses wisatawan untuk menikmati keindahan alam Gunung dan Danau Batur kini lebih luas dari sebelumnya. Di objek wisata itu, kini juga tersedia lebih banyak tempat yang bisa dipakai wisatawan untuk sekadar duduk-duduk beristirahat. Namun sayangnya, keindahan dan kenyamanan objek wisata tersebut menjadi

sedikit terganggu lantaran banyaknya barang dagangan milik pedagang acung yang ditaruh sembarangan. Seperti terlihat di bale bengong dan tempat-tempat duduk taman. Barang dagangan berupa baju, suvenir hingga makanan yang terbungkus kresek bahkan ada juga yang diletakan berjejer di pinggir tembok dekat jalan menurun menuju stage. Pengamat yang juga pelaku pariwisata Bangli Putu Win-

astra berpendapat, penataan yang dilakukan Pemkab Bangli di objek wisata Penelokan semestinya dilakukan secara menyeluruh, tak hanya pada fisik namun juga pedagang acung yang ada di sana. Dengan kondisi view point yang kini sudah bagus, Pemkab seharusnya juga bisa menyediakan tempat yang layak bagi para pedagang acung untuk berjualan. Sehingga wisatawan yang berkunjung ke Pe-

nelokan bisa merasa nyaman, demikian juga para pedagang bisa berjualan dengan tenang. Menurut Sekretaris Asita Bali ini, pembangunan view point yang telah dilakukan 2018 lalu itu semestinya bisa dijadikan Pemkab Bangli sebagai momen untuk bisa menata kawasan itu lebih baik, baik dari sisi lingkungannya maupun penataan pedagang yang selama ini mengais rezeki di tempat itu. (kmb40)

Ribuan Panel PLTS Tertutup Abu

Bali Post/kmb40

ABU - Seorang pegawai Perusda BMB membersihkan abu vulkanik yang menempel pada panel PLTS.

Bangli (Bali Post) – Ribuan panel pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Dusun Bangklet, Desa Kayubihi tertutup abu vulkanik akibat erupsi Gunung Agung yang terjadi, Kamis (4/4) dini hari. Untuk menghindari terjadinya penurunan jumlah daya listrik akibat dampak abu tersebut, pihak perusda BMB selaku pengelola PLTS tersebut langsung melakukan pembersihan dengan cara menyemprot menggunakan air. Mengingat banyaknya jumlah panel yang tertutup abu, pembersihan diperkirakan memakan waktu hingga seminggu lebih. Berdasarkan pantauan siang kemarin, kondisi panel PLTS tampak kotor tertutup abu. Material abu yang menempel cukup tebal. Untuk membersihkannya beberapa pegawai terlihat menyemprotnya dengan air bersih. Salah seorang pegawai Perusda BMB, Nengah Cahyadi, saat ditemui di lokasi mengatakan dampak erupsi Gunung Agung kembali mengakibatkan seluruh panel yang ada di PLTS tertutup abu. Total jumlah panel yang ada di PLTS tersebut sebanyak 5.004 buah. Ketebalan abu yang menutup

panel mencapai 1 milimeter. “Ini sudah kedua kalinya panel PLTS tertutup abu,” terangnya. Diakuinya, dampak abu vulkanik yang menutup panel dapat mengakibatkan menurunnya produksi listrik PLTS. Sebab, dengan tertutup abu, panel tidak bisa menyerap tenaga surya dengan maksimal. Untuk menghindari terjadinya penurunan produksi listrik akibat abu, pihaknya mulai pagi kemarin melakukan upaya pembersihan. “Kalau abunya dibiarkan, tentu akan berkurang daya serap panelnya,” ujarnya. Cahyadi mengatakan, pembersihan panel PLTS dari abu vulkanik tak bisa dilakukan sehari. Mengingat jumlah panel yang ada mencapai ribuan. Di sisi lain, jumlah tenaga dari Perusda BMB untuk membersihkannya juga sangat terbatas yakni hanya 7 orang. Proses pembersihan hanya bisa dilakukan saat cuaca sedang tidak terik. Dikatakan juga bahwa dalam proses pembersihan, daya yang dihasilkan dari PLTS berkekuatan 1 Megawatt itu pastinya akan menurun, karena ada inverter yang dimatikan. (kmb40)


Jumat Kliwon, 5 April 2019

OLAHRAGA

15

Pemain Muda Ilhami Chelsea London – Maurizio Sarri memuji Callum Hudson-Odoi dan Ruben Loftus-Cheek sebagai masa depan Chelsea setelah senjata muda itu mengilhami kemenangan penting 3-0 atas Brighton pada lanjutan kompetisi Liga Utama Inggris, Kamis (4/4) dini hari kemarin.

JUARA I - Perwakilan tim voli putri SMP Dharma Wiweka menyerahkan piala juara I Wali Kota Cup kepada Kasek Drs. I Nyoman Mariana.

SMP Dharma Wiweka Juara I Voli Wali Kota Cup dan Mading

PRESTASI siswa dan siswi SMP Dharma Wiweka makin melesat. Di awal 2019 ini, anak didik Kepala SMP Dharma Wiweka Drs. I Nyoman Mariana, M.Si. mampu meraih juara I Lomba Mading dalam acara IT Competition XI tingkat SMP sederajat se-Jawa, Bali dan Lombok 2019 serta juara I Kejuaraan Bola Voli Wali Kota Cup 2019. Diraihnya prestasi membanggakan tersebut tidak lepas dari support Ketua Umum Yayasan Dharma Wiweka Prof. Dr. dr. I Ketut Siki Kawiyana, Sp.B., Sp.OT(K). dan Ketua 1 (Pelaksana Harian) Drs. I Ketut Barusna, M.Pd. Penyerahan piala dan reward terkait lomba tersebut dilaksanakan bertepatan rahina Tilem, Kamis (4/4) kemarin. Siswa dan siswi peraih juara I Mading yaitu I Made Riping Aditya, I Komang Rama Wijaya, Ni Luh Marhaeni Dewi, Yesa Paula Babtisia dan Anak Agung Gede Baskara Diva. Mereka dibina oleh I Made Artayasa, S.Pd. Sementara atlet voli peraih juara I Wali Kota

Cup yakni Kadek Diah Widiastuti, Kadek Desvita Kusuma Dewi, Komang Ayu Yunita Dewi, Ni Luh Devi Ananda Purnama, Luh Selpyani, Putu Dian Ayu Indria Suari, Kadek Intan Damayanti, Almalia Putri Agista, Luh Krisna Suandewi, Putu Eva Aryani Putri, Ni Made Manika Sari dan Bintang Tuliastini di bawah pembinaan I Nyoman Sugra. Kepala SMP Dharma Wiweka Drs. I Nyoman Mariana, M.Si. menyampaikan sangat bersyukur karena SMP Dharma Wiweka tidak kalah bersaing. Terbukti tiap tahun pasti meraih prestasi tingkat Kota Denpasar. ‘’Paling menonjol dalam Voli Wali Kota Cup, sudah tiga kali kami juara I. Harapan ke depan jelas ingin lebih maju dari tingkat Kota Denpasar ke tingkat Provinsi Bali bahkan tingkat nasional. Itu pasti tekad dan harapan kami ke depan,’’ ujarnya. Pihaknya ingin maju di bidang pendidikan dalam prestasi, baik akademik maupun nonakademik. Langkah kemajuan itu sebagaimana diketahui

bersama SMP Dharma Wiweka landasannya adalah disiplin. Setiap individu stakeholder Dharma Wiweka dalam bentuk kapasitas apa pun harus memiliki hati nurani untuk berjuang dan maju. Sampai detik ini disiplin SMP Dharma Wiweka dari tahun ke tahun terus meningkat, kondusif sistem pembelajarannya dan berprestasi. ‘’Harapan kami kepada masyarakat ke depan, jangan ragu menyekolahkan anak di SMP Dharma Wiweka. Karena kami sudah pastikan anak-anak yang sekolah di sini dengan satu program lewat visi dan misi serta sistem pengawasan sehingga mampu meraih prestasi. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat karena atas dukungannya kami mampu meraih juara III Sekolah Sehat tingkat Provinsi Bali,’’ tandas Nyoman Mariana. Pihaknya juga telah melaksanakan Try Out SD pada Januari lalu. Peminatnya luar biasa karena jumlahnya hingga 1.339 pelajar SD se-Denpasar Selatan. (ad156)

Denpasar (Bali Post) Berdasarkan hasil Kejuaraan Piala Wali Kota 2019 dari seluruh cabang olahraga (cabor), termasuk ekshibisi selam dan muay thai, Kota Denpasar

merekrut 800 atlet yang dipersiapkan berlaga pada Porprov Bali XIV di Tabanan, September mendatang. Ketua Kontingen Kota Denpasar Nyoman Mardika menjelaskan, jumlah 800 atlet itu bisa tetap, bertambah atau dirampingkan, tergantung nomor yang dipertandingkan dalam tiap cabor. ‘’Kami mengikuti 30 cabor dan seluruh nomor. Hanya, sejauh ini belum diketahui jumlah total nomor yang dipertandingkan di Porprov Bali,’’ ungkapnya, Kamis (4/4) kemarin. Menurut Wakil Ketua KONI Kota Denpasar itu, selama menjalani latihan,

seluruh atlet akan dipantau perkembangan prestasinya dan dimonitor saat mengikuti tes fisik. Atlet Denpasar juga diberi kesempatan melakukan uji coba dalam berbagai kejuaraan di luar Bali untuk mengetahui sejauh mana perkembangan prestasinya selama digembleng pelatih. Rencananya, kontingen Denpasar menginap di hotel kawasan Ubung selama pelaksanaan Porprov Bali mengingat lokasinya dekat dengan Tabanan. Akan tetapi jika lokasi pertandingan terlalu jauh, atlet cabor bersangkutan menginap di hotel terdekat. (022)

Denpasar Siapkan 800 Atlet ke Porprov

Jumat, 5 April 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Apa Benar Berat Menjadi Hindu karena Beban Sesaji (2) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Bali Channel Tourist TV 08:35 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Dialog Artha Buana Investama 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Dialog Acharya Ishan Shivanand Ji 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 1:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Apa Benar Berat Menjadi Hindu karena Beban Sesaji (3) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Lila Cita Sanggar Widya Buana (1) 17:30 Wita Taman Sari TK Bintang Permata 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Suara Kandidat 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Bali Now Kedux 21:00 Wita Ocydia Home Shopping 21:30 Wita Folk Song 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Lila Cita Sanggar Semana Bima Sakti, Calonarang Katundung Ratna Manggali (4) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:05 Wita Bali Channel

Hudson-Odoi berperan atas gol Olivier Giroud di babak pertama, sedangkan Loftus-Cheek memberikan assist untuk Eden Hazard dan mencetak gol ketiga yang bagus. ‘’Para pemain muda bermain dengan sangat baik, saya sudah yakin tentang itu. Callum sekarang siap bermain di setiap pertandingan dengan taktik. Dia banyak berkembang selama musim ini. Saya sangat senang dengannya karena dia juga bertahan dengan baik,’’ papar Sarri. Penggemar Chelsea sebelumnya marah dan menunjukkan ketidaksenangan akibat penolakan Sarri memilih pemain sayap HudsonOdoi. Loftus-Cheek juga tampil langka dalam mendukung upaya Chelsea finis di empat besar. ‘’Saya merasa nyaman, semoga saya melakukannya dengan baik,’’ ungkap HudsonOdoi. ‘’Kami berdua bekerja sepanjang hidup untuk kesempatan ini. Sekarang kami mulai dalam pertandingan Liga Primer bersama,’’ tambah Loftus-Cheek. Dalam laga lainnya, Manchester City mengatasi perjuangan Cardiff dengan skor

2-0 untuk melompati Liverpool di puncak klasemen Liga Utama Inggris. Pasukan Pep Guardiola kini mengumpulkan 80 poin, unggul satu angka dari The Reds dalam kompetisi yang kini memiliki

enam p e r tandingan sisa. Kevin De Bruyne membuat City unggul pada menit ke-6 di Stadion Etihad. Leroy Sane menggandakan keunggulan bagi juara bertahan dengan penyelesaian yang tajam tepat sebelum paruh waktu. ‘’Kami bermain sangat baik. Kami memulai dengan sangat baik. Gol luar biasa dari Kevin De Bruyne. Sayangnya kami kehilangan banyak peluang, kami perlu mencetak lebih banyak gol. Phil Foden bermain sangat baik. Dia melakukan segalanya di posisi yang tepat dengan tempo tepat,’’

Pengelolaan Air Di sisi lain, Ketua DPD PDI-P Bali ini juga mengaku sedang menyusun masterplan tentang pengelolaan air yang diintegrasikan di seluruh Bali. Mengingat air merupakan salah satu kebutuhan dasar di Bali, baik untuk kebutuhan domestik masyarakat maupun air untuk kebutuhan pariwisata. Di dalam visi pembangunan Bali, pihaknya harus mampu menyediakan air dalam jumlah dan kualitas memadai. ‘’Diawali dengan memetakan seluruh sumber air di Bali baik danau, bendungan, sungai, dan sumbersumber air lainnya. Nanti juga harus dipetakan kebutu-

hannya untuk publik domestik Bali, sampai masyarakat terpencil yang jumlahnya sedikit namun susah dijangkau,’’ ujarnya. Kemudian untuk pariwisata, Koster akan menerbitkan perda mengenai standar pelayanan kepariwisataan. Termasuk di dalamnya mengatur standar penyediaan air yang disuplai kepada hotel, restoran dan pelaku industri pariwisata lainnya di Bali. Masterplan pengelolaan air diharapkan rampung dalam setahun. ‘’Selama ini penanganan air terpecah-pecah, parsial. Kabupaten sendiri, antarkabupaten tidak kompak, sekarang kami akan susun skema untuk pemenuhan air,’’ imbuhnya. (kmb32)

Secara Khusus ‘’Untuk selanjutnya, saat ini kami masih menunggu pengaturan penjabaran dari perda tersebut secara khusus,’’ katanya. Ketua Majelis Madya Desa Pakraman (MMDP) Kabu-

paten Tabanan Wayan Tontra juga menyatakan hal senada. Menurutnya, dengan adanya Perda Desa Adat ini desa adat di Bali akan lebih otonomi lagi dan terlindungi kemandiriannya. ‘’Desa adat adalah otonom yang berhak mengatur rumah tangganya sendiri,’’ ujarnya. (ad158)

kata Guardiola. T o t tenham Hotspur membuka stadion barunya yang

dan Manchester United. Manajer Tottenham Mauricio Pochettino mengklaim klubnya sekarang ‘’pemenang Piala Dunia’’ dalam hal fasilitas. Ia minta para pemainnya tampil ke tingkat fasilitas yang ditawarkan di tempat latihan klub dan rumah baru. ‘’Sekarang stadion ada di sini dan kami harus berada di level yang sama,’’ ujarnya.

canggih dengan penuh gaya. Spurs menandai langkah yang lama tertunda dengan kemenangan 2-0 melawan Crystal Palace berkat gol Son Heung-min dan Christian Eriksen. Hasil ini memastikan Tottenham mengakhiri lima pertandingan tanpa kemenangan untuk bertahan di posisi ketiga di atas Arsenal, Chelsea

Real Madrid Zinedine Zidane mengalami kekalahan pertamanya sejak kembali ke Real Madrid ketika timnya dikalahkan 1-2 oleh tuan rumah Valencia pada lanjutan kompetisi La Liga Spany o l . Gonc a l o Guedes dan Ezequiel Garay mencetak gol di setiap babak untuk Valencia yang hanya mampu dibalas satu gol oleh Karim Benzema. ‘’Kami kekurangan sedikit percikan di depan. Saya tidak akan mengkritik pemain. Mereka telah mencoba dan kami memainkan tim yang bagus, tetapi kalah selalu menyakitkan,’’ sebut Zidane. Madrid tetap di posisi ketiga tertinggal 13 poin dari pemimpin klasemen Barcelona dan 5 poin di belakang Atletico Madrid. (afp/kmb)

Denpasar (Bali Post) Tim bola basket putri Merpati Bali menaklukkan GMC Cirebon dengan skor mencolok 68-46 dalam lanjutan turnamen seri III Piala Srikandi di GOR Sahabat, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (3/4) lalu. Ini merupakan kemenangan kedua yang dipetik Merpati setelah sehari sebelumnya menekuk Scorpio Jakarta 65-62. Tim Merpati Bali yang berkostum biru diperkuat kapten Helena Tumbelaka, Kadek Jisanchegi, Milania Angela, Ni Putu Eka Febiananda, dan Kadek Pratita Citta Dewi. Pemain cadangan Fitria Ramadhani Majid mampu menunjukkan kepiawaiannya dengan mencetak 21 poin. Sementara di kubu GMC Cirebon, sang kapten Christie Apriyani Rumambi mengoleksi 13 poin.

Sejak kuarter pertama, kedua tim tampil menggebu. Tembakan tiga angka Audy membawa Merpati Bali unggul 9-6. Deniece Adriana Gunarto membalasnya yang mengubah skor menjadi 9-8. Merpati mampu menutup kemenangan pada kuarter pertama 12-8. Pada kuarter kedua, kedua tim saling kejar poin. Merpati kembali memimpin 31-19 berkat tembakan tiga angka Kadek Pratita Citta Dewi dan akhirnya mengunci keunggulan 34-25. Kemenangan Merpati Bali berlanjut hingga akhir kuarter keempat dengan skor 68-46. Pelatih Merpati Putih Bambang Asdianto Pribadi memuji permainan Dewa Ayu Sriartha Kusuma dan Putu Tiana Widiastari yang tampil memukau di lapangan meskipun baru pulih dari cedera. (022)

Merpati Bali Kembali Menang


@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

SKandidat

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Jumat Kliwon, 5 April 2019

uara

VVV

VVV VV

VVV VV VV VVV V VV

VV VVV VVVVV VVVV

H

IN

B

derful nesia

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

VV V VV V VVV

ali

balipost http://facebook.com/balipost

VVVV VV V VVVV VVVVV VV V VVVVVVVVVV VVVVVVV VVVVVVV VVV

EK

AT UN

GGAL IKA

sur

at s ua

ra

VVV

VVVVVVV

VVV VVVV VVVVVVV

VVVV VVVV VVV

V V V V VV VV VVVVVV VV VV VV VV VV VVVVV VVVVV VVVVVVVV V VVV VVVVVVVV V

BH

INE

KA KA TUNGGAL I

I Putu Eka Juliawan

Siap Fasilitasi Segala Aspirasi Masyarakat

SELAMA ini banyak caleg ketika hendak maju mencalonkan diri menjadi DPRD sering kali mengucapkan janji-janji manis. Setelah duduk menjadi anggota DPRD mereka lupa dengan janji-janji yang sempat disampaikan kepada masyarakat ketika meminta dukungan. Tetapi, hal itu tidak berlaku pada caleg muda dari Partai Perindo I Putu Eka Juliawan. Caleg asal Banjar Batumadeg Desa Besakih ini justru tidak menjanjikan apa-apa kepada masyarakat ketika mencari dukungan untuk maju di dunia politik. Dirinya memiliki komitmen tinggi, bila nantinya diberikan kepercayaan oleh masyarakat untuk duduk menjadi anggota DPRD Kabupaten Karangasem, maka dirinya mengaku siap memfasilitasi setiap aspirasi yang masuk dari masyarakat. Eka Juliawan mengatakan mengaku bangga di usianya yang muda diberikan kepercayaan maju berpolitik lewat Partai Perindo. Kata dia, dirinya mengakui memang belum memiliki pengalaman di bidang politik. Dirinya bertekad maju berpolitik karena merupakan panggilan hati. Pasalnya, selama ini Eka Juliawan merasakan belum ada sosok DPRD yang benar-benar dapat memfasilitasi aspirasi yang masuk dari masyarakat tanpa ada ikatan politik. ‘’Selama ini saya merasakan di saat masyarakat memerlukan bantuan yang berhubungan dengan pemerintah, khususnya DPRD, pasti merembet ke pilihan saat meminta dukungan ketika maju

mencalonkan diri. Tapi, ketika sudah duduk menjadi DPRD, maka masyarakat susah sekali meminta bantuan. Pasti ada saja alasan untuk tidak bisa memenuhi bantuan yang disampaikan. Sehingga menjadi tumpang tindih dari segi masyarakat yang mendukung atau pun tidak,’’ ujarnya. Caleg Dapil IV nomor urut 11 itu menambahkan, dirinya mengakui bukan lahir dari orang politik murni, tetapi dirinya hadir di politik untuk bisa memahami apa yang benar-benar masyarakat inginkan. Bukan janji, bukan visi dan misi yang luluhkan hati masyarakat, tetapi dirinya terlibat politik untuk bisa hadir di saat masyarakat sedang membutuhkan. Karena bukan materi, tetapi yang masyarakat butuhkan adalah dapat bisa hadir di tengah-tengah masyarakat. ‘’Saya berkomitmen bila nantinya diberikan kepercayaan duduk menjadi anggota DPRD Karangasem, maka saya siap memfasilitasi segala masukan atau memperjuangkan aspirasi dari masyarakat. Dan mari kita sama-sama menyampaikan apa yang ingin dibangun, sehingga apa yang menjadi tujuan bisa tercapai. Karena saya sendiri tanpa dukungan masyarakat, mustahil aspirasi itu bisa terwujud,’’ ujar Juliawan. Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya juga mengingatkan supaya pada 17 April nanti, masyarakat khususnya di Banjar Batumadeg bisa datang ke TPS untuk menyuarakan pilihannya. Untuk itu, saat hari H, dirinya meminta dukungan kepada masyarakat untuk bisa memilih dirinya. ‘’Saya tidak memaksa untuk memilih. Tapi saya hanya minta dukungannya kepada masyarakat agar dapat memilih saya,’’ harapnya. (nan)

Hotel, Villa dan Restoran

Pendidikan

Surya Paloh bersama I.B. Oka Gunastawa.

Surya Paloh dan Siti Nurbaya Hadir

NasDem Undang Seluruh Elemen Masyarakat Deklarasi Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin

Ukm

MENJELANG masa minggu tenang dari tanggal 14-17 April 2019, Partai NasDem akan menggelar kampanye akbar sekaligus deklarasi puncak pemenangan JokowiMa’ruf Amin pada Minggu (7/4) di Jalur 11, Kota Karangasem, Bali. Kampanye akbar ini dihadiri oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dan Siti Nurbaya yang juga sebagai Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup RI. Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali Ida Bagus Oka Gunastawa mengatakan, NasDem mengundang secara terbuka seluruh elemen masyarakat dan khususnya keluarga besar Partai NasDem untuk bisa hadir pada tanggal tersebut, bersama–sama memastikan kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Provinsi Bali. ‘’Ini sangat penting untuk kita, karena ini momen di akhir sebelum kita memasuki masa minggu tenang,’’ ujarnya. Tema yang diangkat adalah ‘’NasDem for Jokowi 2019’’. Hadirnya Ketua Umum NasDem di Bali ini bukan yang pertama kali, karena dalam beberapa momen sebelumnya ketua umum juga hadir. Hal itu karena memang Surya Paloh memberi atensi dan perhatian yang besar terhadap keberagaman dan toleransi di Bali. Di mata Surya Paloh, Bali ini menjadi potret dari Indonesia yang seutuhnya. Dari sisi pemenangan Jokowi, dari keseluruhan rangkaian dinamika politik yang terlihat, Oka Gunastawa berkeyakinan Jokowi-Ma’ruf Amin akan memperoleh hasil yang signifikan. Wakil Sekretaris Pemenangan Jokowi-JK Bali dalam Pilpres 2014 ini menyebutkan Jokowi sangat mudah diterima masyarakat Bali karena memiliki atitude yang memang seturut dengan karakter masyarakat pada umumnya. ‘’Itulah sebabnya dalam Pilpres 2014 lalu Jokowi-JK meraih suara yang sangat signifikan,’’ ucapnya. Meskipun demikian, dirinya menyebutkan tak boleh merasa jumawa, karena bagaimanapun mitra tanding Pak Jokowi dalam hal ini Prabowo terus

Kesehatan

Sosialisasi di Buleleng

Ngurah Putra Ambara Siap Perjuangkan Dana Bagi Hasil

SEKITAR 400 orang perwakilan warga di Kecamatan Kubutambahan mengikuti sosialisasi visi dan misi Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) Gede Ngurah Ambara Putra, S.H. di GOR Besi Mejajar, Desa Kubutambahan, Kamis (4/4) kemarin. Calon nomor urut 28 ini bertatap muka dengan perwakilan warga dari tiga kecamatan di wilayah Buleleng Timur, yakni Kubutambahan, Tejakula dan Kecamatan Sawan. Dalam pertemuan tersebut, Ambara Putra berjanji memperjuangkan dana bagi hasil yang bersumber dari devisa pariwisata untuk penguatan budaya dan adat di Bali. Gede Ngurah Ambara Putra menjabarkan beberapa visi dan program kerjanya kelak ketika dipercaya oleh masyarakat Bali duduk sebagai wakil Bali di DPD-RI. Dalam visinya, caleg asal Denpasar ini akan memperjuangkan dana bagi

hasil dan dana desentralisasi. Upaya ini mutlak harus diwujudkan, karena Bali yang sudah tersohor di dunia pariwisata memiliki sumber daya seni, budaya dan adat. Namun, selama ini beban masyarakat Bali dinilai begitu berat dalam melestarikan budaya dan adat. Untuk itu, dirinya berpendapat negara harus mengalokasikan anggaran secara khusus untuk penguatan budaya dan adat tersebut. ‘’Anggaran ini saya yakin bisa diperjuangkan, namun didahului dengan kepastian hukum, tidak lagi dari bantuan sosial (bansos). Karena selama ini kelompok masyarakat adat mendapatkan anggaran ketika dekat dengan anggota legislatif, sehingga saya ingin perjuangkan ini,’’ katanya. Menurut pria yang juga menjabat Ketua Lemkari Bali ini, di Bali ada 4.000 banjar adat. Kalau negara bisa mengalokasikan dana senilai Rp 2 triliun, itu artinya setiap ban-

jar adat jika dibagi rata dapat kucuran dana sebesar Rp 500 juta. ‘’Tentu saja dana ini kalau bisa dianggarkan rutin, maka akan meringankan beban masyarakat kita di setiap banjar adat yang ada,’’ tegasnya. Sementara itu, Koordinator Kabupaten (Korkab) Jro Gede Budiasa mengatakan, visi dan misi caleg yang diusungnya ini yakin akan bisa merebut simpati pemilih terutama di Buleleng. Hal ini dibuktikan dengan antusias warga untuk mengikuti simakrama yang begitu tinggi. Ia juga optimis, Ngurah Ambara Putra yang dikenal penekun spiritual itu akan lolos ke Senayan dalam laga Pileg 17 April 2019 ini. Apalagi, visi dan misinya yang siap memperjuangkan anggaran untuk penguatan seni, budaya, dan desa pakraman ini dinilai realistis dan bisa diwujudkan. ‘’Astungkara, dari sekian kali sosialisasi dukungan terus mengalir, dan Pak Ngurah Ambara Putra

yang mungkin satu-satunya caleg memperjuangkan seni, budaya dan adat kita di Bali melalui restorasi Bali, dan kami terus berjuang menyosialisasikan program beliau,’’ jelasnya. (mud) SOSIALISASI - Caleg DPD-RI nomor urut 28 Gede Ngurah Ambara Putra, S.H. (tengah) usai sosialisasi di Kecamatan Kubutambahan, Kamis (4/4) kemarin.

melakukan manuver demi manuver untuk dapat meraih simpati. Kontestasi ini sangat dinamis, Prabowo dan Sandiaga Uno pun bahkan menargetkan meraih suara signifikan di Bali. Hal ini terlihat dari kunjungan Prabowo dan bahkan Sandiaga Uno pun berkali-kali ke Bali. ‘’Kami terus berjuang untuk sedemikian rupa agar memenangkan Jokowi bisa signifikan. Karena apa pun yang dilakukan Bali tidak hanya pada perolehan angka saja tapi juga dalam konteks bagaimana memberikan kesan pada dunia internasional, bagaimana tingkat keseriusan memilih presiden yang memiliki fokus terhadap perlindungan, keberagaman, etnis, suku, agama, ras dan sebagainya,’’ bebernya. Dalam kampanye akbar yang diprediksi ada 30.000 massa yang hadir itu, NasDem mengundang seluruh elemen masyarakat yang mencintai kemajemukan dan keberagaman untuk hadir. Karangasem dipilih sebagai lokasi kampanye akbar lantaran Karangasem terletak pada ujung timur Pulau Bali. Ini memberikan inspirasi bagaimana perjuangan Jokowi untuk di daerah–daerah yang selama ini dikenal sebagai daerah yang masih memperjuangkan nasib masyarakatnya. ‘’Oleh karena itu, NasDem memilih Jokowi karena kami melihat Jokowi memiliki program kerja untuk kerakyatan. Dengan memulai pembangunan dari pinggir dan dari daerah–daerah yang kita anggap masih butuh perjuangan dan bagaimana kita meningkatkan kesejahteraan rakyat,’’ beber Caleg DPR-RI Dapil Bali dari Partai NasDem nomor urut 1 ini. Ia berharap kampanye akbar ini memberikan pesan perdamaian pada seluruh Indonesia, karena kampanye ini akan dikemas sebagai suatu kampanye dalam bentuk perdamaian agar pemilu yang dilaksanakan pada tanggal 17 April itu merupakan pemilu yang benar–benar memberikan rasa damai serta harapan yang besar untuk masa depan Indonesia dan bagi bangsa Indonesia. (may)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Jumat 5 April 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu