Skip to main content

Edisi Kamis 5 Maret 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

12 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 196 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

kamis kliwon, 5 Maret 2020

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Semprotkan Disinfektan

Satpol PP Sidak Proyek Perumahan

Ditinggal Sembahyang Rumah Terbakar

Semakin meluasnya penyebaran virus Corona, membuat seluruh instansi pemerintah siaga. Seperti yang dilakukan manajemen PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. PT Angkasa Pura I (Persero) menyemprotkan disinfektan.

Aktivitas alih fungsi lahan pertanian menjadi bangunan semakin marak di Kabupaten Gianyar. Salah satunya untuk pembangunan perumahan. Ironisnya, tidak semua pembangunan perumahan itu dilengkapi izin. Satpol PP pun sidak ke proyek pembangunan perumahan. GIANYAR | HAL. 6

Rumah Sang Ketut Lagi, warga Banjar Tegalasah Kelod, Desa Tembuku, Rabu (4/3) kemarin, terbakar. Kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Korban pun mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

BADUNG | HAL. 3

BANGLI | HAL. 9

Rapat Koordinasi Bahas RKP 2021

GUBERNUR KOSTER USULKAN TIGA PROGRAM STRATEGIS

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengumpulkan kepala daerah dari seluruh provinsi di Tanah Air dalam rapat koordinasi (Rakor) yang membahas Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2021 pada 3-4 Maret. Rapat tersebut dibuka Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa.

D

alam Rakor tersebut masing-masing kepala daerah memaparkan usulan tiga program strategis di masing-masing daerahnya dalam APBN. Gubernur Bali, Wayan Koster, menyampaikan sejumlah program sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Gubernur mengusulkan tiga program strategis yaitu; Pembangunan Kawasan Pusat Kebudayaan Bali di Klungkung, Ruas Kereta Api Penghubung Bali Utara dan Bali Selatan, dan RAKOR - Gubernur Bali, Wayan Koster, foto bersama dengan sejumlah gubernur pada Rakor yang membahas RKP 2021. Rapat tersebut dibuka Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa.

Situasi Ekonomi Lagi Tak Normal Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan kementerian dan lembaga menerapkan kebijakan yang inovatif dan mampu menjadi terobosan di tengah situasi ekonomi yang semakin menantang karena wabah virus Corona jenis baru atau Covid-19. Presiden Jokowi pada pembukaan rapat kerja Kementerian Perdagangan, Selasa, mengatakan munculnya virus Corona membuat situasi ekonomi kian menantang, di tengah perang dagang global antara AS dan Tiongkok yang belum usai. Oleh karena itu, Presiden Jokowi mengingatkan bahwa situasi ekonomi tidak lagi normal, yang harus direspons dengan kebijakan yang responsif. Terobosan kebijakan diperlukan untuk mencegah dampak keberlanjutan dari virus Corona terhadap setiap sektor ekonomi, baik ekspor, impor dan produksi. Hal. 11 Jokowi Puji

”Situasi sangat berbeda karena Corona ini, sangat berbeda. Tadi saya ingatkan karena Corona ini, demand (permintaan) rusak, supply (pasokan) rusak, produksi rusak. Demand termasuk di dalamnya tentu saja konsumsi dan investasi. Jangan sampai dalam situasi permintaan yang terdisrupsi, pasokan terdisrupsi, produksi terdisrupsi, kita tidak merespons dan anggap biasa-biasa saja.” Jokowi Presiden

Harian Bisnis Bali Corona Ancam Ekonomi Bali Merebaknya virus Corona telah berdampak pada penurunan angka kunjungan ke daya tarik wisata (DTW) Tanah Lot. Bercermin dari itu, objek wisata yang mengandalkan keindahan pura di tengah laut ini berencana akan merevisi target kunjungan tahun ini. www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Rumput Laut Diserang Ice-ice Warga Nusa Penida, Klungkung, yang membudidayakan rumput laut, terganggu akibat serangan hama iceice. Mereka kini rugi cukup besar.

www.denpost.id

Lanjutan Ruas Jalan By-pass Ida Bagus Mantra Kusamba, Padangbai, dan Karangasem. Program ini diprioritaskan pada tahun 2021. Selain itu Gubenur Bali juga minta dukungan dalam mewujudkan Bali Mandiri Energi dengan Energi Bersih, Energi Baru Terbarukan. Rakor itu merupakan kelanjutan pelaksanaan kick off penyusunan RKP 2021 pada Senin (24/2) yang menjabarkan RPJMN 2020-2024 yang di dalamnya terdapat 41 proyek prioritas strategis sebagai fokus RKP. Bappenas ingin memastikan kesiapan pelaksanaan proyek strategis itu sebelum menyusun RKP 2021. Pada rapat hari kedua, sebanyak 17 kepala daerah atau pejabat yang mewakili dibagi dalam dua sesi. Hal. 11 Pemaparan Kepala Daerah

Upacara ”Ngelawa” Pura Luhur Batukau Ribuan krama Bali ngiring Ida Batara pada upacara Ngelawa di wilayah sekitar Pura Luhur Batukau, Tabanan, Rabu (4/3) kemarin. Ritual ini berkaitan erat dengan upacara nangluk merana serangkaian Karya Agung Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukau. Prosesi ngelawa didahului dengan nedunang Ida Batara pada Selasa (3/3). Pamargi ngelawa dilaksanalan selama tiga hari pada 4, 5 dan 6 Maret 2020. Pamargi ngelawa secara sekala menggunakan referensi sungai atau Tukad Yeh Mawa yang dipercaya sebagai sumbu tengah yang membelah daerah Tabanan menjadi sisi barat dan timur. Subak Piak, Amplas, Sandan, Sangketan dan Tegayang mewakili sisi barat. Subak Deman, Penatahan, Tengkudak, Wongaya Gede, Batukambing, Bengkel mewakili sisi timur. Rangkaian ngelawa berkaitan erat dengan upacara nangkluk merana, karenanya pada prosesi ini Ida Sesuhunan secara khusus akan melalui Taman Sari (tegalan dan sawah) dan tidak secara khusus nyujur pura tertentu. Beberapa

pura dipilih dengan tujuan beristirahat, masandekan dan manginap (marerepan). Selama Ida Batara mamargi ngelawa, seluruh krama dilarang bekerja di sawah baik yang dilalui maupun tidak. Krama bisa kembali bekerja di sawah setelah Ida Batara napak dan kembali malinggih di Pura Luhur Batukau pada 6 Maret 2020 dan masingmasing subak dan krama melaksanakan upacara panangluk merana pada 7 Maret atau setelahnya. Pada hari pertama kemarin, ritual mulai dari Pura Luhur Batukau menuju Tukad Yeh Mawa, Munduk Tuka, Batukambing, dan masandekan di Pura Puseh Bengkel. Kemudian dilanjutkan ke subak Piak, Amplas, Bongli, dan marerepan di Pura Puseh Sangketan. Pada hari kedua (5/3), ritual ngelawa akan dilanjutkan dari Pura Puseh Sangketan ke Tegayang, Subak Deman, Pura Bale Agung Penatahan, dan Pura Bale Agung Tengkudak. Dan untuk hari ketiga (6/3), ritual ngelawa dari Pura Bale Agung Tengkudak ke Pura Luhur Batukau. (kmb19)

NGELAWA - Ribuan umat ngiring Ida Batara pada upacara ngelawa, Rabu kemarin.

Pasien Dalam Pengawasan Virus Corona Bertambah Pasien dalam pengawasan virus Corona bertambah satu orang. Menyusul adanya warga negara Denmark yang dirujuk dari RS BIMC ke RSD Mangusada, Rabu (4/3) pagi. Sebelumnya, ada 7 pasien berstatus dalam pengawasan, 5 di antaranya WNA dari Rusia (1 orang), Denmark (2 orang) dan Jepang (2 orang). Ketujuh pasien tersebar, masing-masing 3 di RSUP Sanglah, 2 di RSUD Sanjiwani Gianyar, 1 di BRSU Tabanan dan 1 di RSUD Wangaya. Awalnya, RSUD Gianyar merawat 3 pasien namun satu pasien berkewarganegaraan Rusia dipindahkan ke BRSU Tabanan. Sedangkan 1 pasien di RSUD Wangaya ternyata batal dirujuk ke BRSU Tabanan. Sementara 1 dari 3 pasien di RSUP Sanglah merupakan warga negara Jepang yang

sebelumnya dirawat di RSD Mangusada. “Jadi, total sekarang ada 8,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, Rabu kemarin. Pihaknya berencana menyatukan perawatan pasien dalam pengawasan di RSUP Sanglah. Namun, hal itu tergantung dari kesiapan rumah sakit tipe A tersebut. “Tim kami sedang menyiapkan di Sanglah sehingga semua kasus itu mau kita satukan saja biar gampang monitornya. Tapi tergantung kesiapan Sanglah,” jelasnya. Menurut Suarjaya, kondisi pasien dalam pengawasan secara umum membaik. Masyarakat pun diminta tidak panik berlebihan dan langsung memborong masker. “Tidak perlu pakai masker, kecuali sakit atau mengunjungi orang sakit,” imbuhnya. (kmb32)

Tampung Pasien Corona

RS Unud dan Bali Mandara Sudah Siapkan Ruang Khusus

Bali telah menskenariokan menyiapkan dua rumah sakit secara khusus apabila Corona merebak di Bali. Dua rumah sakit itu adalah RS Unud dan RS Bali Mandara. Secara fisik kedua RS tersebut sudah sangat siap. Namun dari segi SDM dan alat pelengkap diri (APD) masih perlu dilengkapi. Direktur RS Unud, Dr. Purwa Samatra, Rabu (4/3) kemarin, mengatakan RS Unud wajib siap bila ada outbreak Corona. “RS Unud wajib dan siap bila ada outbreak kasus Corona ini,” katanya. Terkait kesiapan tersebut, saat ini di RS Unud sudah pun-

ya 3 ruang isolasi dan 10 ruang biasa. Ruang ini lokasinya berbeda letaknya dengan pasien biasa. Namun untuk penanganan di ruang isolasi, RS Unud masih kekurangan SDM dan alat perlindungan diri. “Kendala kami kekurangan SDM dan APD,” tegasnya. Untuk itu, ia berharap agar ada bantuan dari pemerintah untuk pengadaannya. Bila perlu ada mobilisasi tenaga dari beberapa RS, apabila RS Unud benar-benar menjadi pusat perawatan pasien Corona. Sementara itu Direktur Utama RS Bali Mandara, dr. Gede Bagus Dharmayasa, M.Repro.,

menyatakan, sudah siap jika Covid-19 benar terjadi di Bali. “Kami tentu sudah siap dalam menghadapi Covid-19,” sebut dia. RS Bali Mandara sudah menyediakan dua ruangan isolasi di gedung utama. Satu ruangan itu dilengkapi empat bed. Sedangkan di gedung baru, yakni gedung Canser, yang saat ini belum dioperasikan juga sudah disiapkan. Di gedung Canser itu sudah tersedia 15 bed. Namun demikian, kata dia, semoga virus Corona itu tidak sampai menyebar di Bali pada khususnya dan Indonesia pada umumnya. (kmb23/kmb37)


Kamis Kliwon, 5 Maret 2020

Putri Suastini Koster Terima Kunjungan Kerja TP PKK Sulut

Bukan PKK Namanya Kalau Tak Bergerak

KETUA TP PKK Provinsi, Bali Ny. Putri Suastini Koster, menerima kunjungan kerja (kunker) TP PKK Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di Gedung Kerta Sabha, Rumah Dinas Gubernur Bali, Rabu (4/3) kemarin. Dalam kesempatan itu Putri Suastini Koster mengatakan kehadiran ibu-ibu TP PKK Provinsi Sulut mengibur dunia pariwisata di Pulau Dewata. ‘’Kita terlalu panik mendengar kata Corona. Semoga saja apapun yang terjadi, ada hikmahnya. Ini kita anggap ujian supaya kita lebih perhatian terhadap kesehatan, tentunya lebih guyub,’’ ujarnya. Menurut Bunda Putri, sebutan akrab istri Gubernur Bali ini, kehadiran ibu-ibu PKK Sulut tentu membawa semangat baru bagi TP PKK Bali. Hal itu karena betapa pentingnya pergerakan PKK di tengah-tengah masyarakat. ‘’PKK, menurut istilah saya seperti sayap yang akan menerbangkan geliat kita dalam mengajak masyarakat bersama-sama mewujudkan program pemerintah daerah masing-masing dalam mengisi segala visi dan misi Bapak Gubernur maupun Bupati hingga kesejahteraan, kesehatan masyarakat, dan kejayaan negeri, kita jaga lewat pergerakan PKK,’’ katanya. Dikatakan, ibu-ibu PKK jika di Bali

bukan PKK namanya kalau tidak bergerak. Padahal PKK adalah pergerakan, sehingga harus bergerak. Lakukan harmonisasi bergeraknya, sinkronisasi bergeraknya, terintegrasi dengan segala pergerakan yang terkait dengan program-program pemerintah. Disampaikan, 10 Program Pokok PKK tentu ada dalam program-program pemerintah, karena semuanya terkait. Seperti terkait dengan karakter budi pekerti anak bangsa, sikap hidup masyarakat, kesehatan, pendidikan, sandang, pangan, dan lain sebagainya. Hal ini semua pasti ada dalam program-program pemerintah yang bermuara pada masyarakat. ’’Kalau kita tidak bergerak, diam, dan tidak menunjukkan eksistensi kita di masyarakat, terkadang PKK dipakai

candaan. PKK diartikan Perempuan Kesana Kemari,” ucapnya. Sedangkan kalau dalam arti positif bahwa PKK kesana-kemari dari ujung utara Pulau Dewata sampai ujung selatan, dari ujung timur sampai ujung barat, itu berarti mendukung, mendorong, dan mensosialisasikan segala program pemerintah. Lanjut Bunda Putri, kini Gubernur Bali Wayan Koster gencar-gencarnya menangani sampah mulai dari hadirnya Pergub No.97 Tahun 2018 tentang pengurangan timbulan sampah plastik. Di Bali betul-betul dilarang tiga produk yang tidak boleh lagi dipakai karena tidak bisa hancur berabad-abad, padahal memproduksinya sekejap mata. Produk itu adalah plastik, sedotan plastik, dan stearofoam. ‘’Kalau itu

Sekda Bali Tanda Tangani Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Sertifikat Elektronik

BALI menjadi Provinsi ke-18 di Indonesia yang menerapkan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), salah satunya berupa tanda tangan elektronik/barcode. Hal itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama pemanfaatan sertifikat elektronik antara Pemprov Bali dengan Balai Sertifikasi Elektronik Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Rabu (4/3). Penandatanganan dilakukan oleh Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali, Gede Pramana, dan Kepala Balai Sertifikasi dan Elektronik BSSN, Rinaldy didampingi Kepala Biro Hukum dan Humas BSSN, Giyanto Awan Sularso. Sekda Dewa Indra menyampaikan apresiasi atas penandatangan perjanjian sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan E-Government menuju Bali Smart Island. Pemprov Bali memiliki komitmen kuat dalam mengimplementasikan dan mewujudkan modernisasi birokrasi di lingkungan Pemprov Bali dan meninggalkan pola konvensional yang terkesan berbelit–belit dan lelet.

Dikatakan, ekosistem menuju modernisasi birokrasi sudah dibangun, namun dalam operasionalnya memerlukan perjanjian kerja sama terlebih dahulu dengan Badan Siber dan Sandi Negara, mengingat banyak dokumen resmi dari pemerintah yang harus dijaga keamanannya. Untuk itu harus ada proteksi keamanan, terlebih ada tanda tangan barcode para pejabat, sehingga tidak disalahgunakan. Sekda Dewa Indra juga menegaskan bahwa untuk penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik, Pemprov Bali dari segi infrastruktur sudah dibangun dan SDM juga sudah mulai dilatih sehingga setelah penandatanganan ini operasionalnya siap dimulai. Dengan demikian modernisasi birokrasi di Lingkungan Pemprov Bali dan unsur vertikal lainnya bisa dimulai dan bersamasama membangun komitmen dan sistem yang kuat dalam mewujudkan E-Governmnet menuju Bali Smart Island. Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Siber dan Sandi Negara, Giyanto Awan Sularso, mengatakan kerja sama Badan Siber dan Sandi Negara dengan Pemprov Bali ini merupakan sebuah terobosan dalam

penyediaan sertifikasi elektronik dari Aparatur Sipil Negara kepada masyarakat dalam upaya meningkatkan dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) merupakan sebuah katalisa dalam mempercepat terwujudnya smart government dan menjadi penyedia data yang akurat bagi masyarakat. Kehadiran dan penerapan dari SPBE dalam birokrasi telah terbukti berdampak positif pada efisiensi dalam penyelenggaraan pemerintah, sebagai contoh para pejabat dapat menggunakan tanda tangan barcode yang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja, tidak terikat ruang dan waktu. Pemprov Bali merupakan Provinsi ke-18 yang menerapkan SPBE, untuk itu pihaknya berharap agar diimplementasikan dengan penuh komitmen dan langkah konkret sehingga dapat berjalan baik dalam upaya meningkatkan layanan kepada masyarakat. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama itu dihadiri oleh Kepala OPD di lingkungan Pemprov Bali, serta pimpinan unsur vertikal di lingkungan Pemprov Bali. (kmb)

TERIMA KUNKER - Ketua TP PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, saat menerima kunker TP PKK Provinsi Sulut di Gedung Kerta Sabha, Rumah Dinas Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (4/3) kemarin. tertanam di bumi, nanti anak-cucu yang akan mewarisi bahayanya. Jadi kita tidak ingin meninggalkan hal seperti itu, berpuluh-puluh tahun tertanam setiap hari. Bagaimana bumi ini akan menangis karena kita tidak bisa memberikan kesuburan untuk kehidupan masyarakat seperti itu,’’ tambah Putri Koster. Sedangkan Ketua TP PKK Provinsi Sulut, Rita Maya Dondokambey Tamuntuan, menyebutkan bahwa pihaknya ke Bali membawa seluruh pengurus tim penggerak PKK setempat. Menurut dia, setiap tahun di Sulut

ada kegiatan keluar daerah pada awal tahun triwulan pertama. ‘’Untuk tahun ini kami menyelenggarakan di Provinsi Bali. Kalau dua tahun lalu kami di Malang (Jawa Timur) dan tahun lalu di Yogyakarta,’’ tegasnya. Mereka juga memilih Provinsi Bali, karena UP2K dan Hatinya PKK di sini sangat baik dan PHBS. ‘’Kami akan mengunjungi Desa Sinduwati, Desa Besakih, dan Desa Wisata Penglipuran. Itu yang akan kami ambil contoh,’’ tandas Rita Maya Dondokambey Tamuntuan. (kmb)

Pemprov Percepat Realisasi APBD

Denpasar (Bali Post) -

Pemprov Bali kini mencoba melakukan intervensi untuk mengatasi perekonomian yang terganggu dengan adanya wabah virus Corona atau COVID-19. Yakni dengan melakukan percepatan pelaksanaan APBD tanpa mengubah pos-pos anggaran yang ada. “Kita sudah mulai. Pengadaan barang dan jasa kita percepat. Kegiatan-kegiatan pemerintahan kita percepat,” ujar Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Bali, Rabu (4/3). Saat realisasi kegiatan dipercepat, lanjut Dewa Indra, maka uang dalam APBD bisa mengalir ke masyarakat. Hal ini diyakini dapat membantu perekonomian. Sebagai contoh percepatan pengadaan barang dan jasa, berarti ada pembelian bahan di dalamnya. “Kan menambah aliran uang di masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi karena sektor swasta kan lagi seret sekarang,” jelasnya. Sementara untuk antisipasi virus corona, menurut Dewa Indra, saat ini secara reguler ditangani oleh masingmasing instansi. Pihaknya berharap tidak ada kasus positif. Kalaupun sampai ada dan membutuhkan pembiayaan, pemerintah daerah sudah memiliki anggaran belanja tidak terduga. Pemprov Bali tahun ini men-

ganggarkan Rp 15 miliar. Anggaran ini dapat dipakai dan memungkinkan untuk ditambah jika memang situasi sudah semakin kritis. “Tapi kami berharap anggaran itu tidak sampai digunakan. Artinya, tidak ada penyakit (COVID-19, red). Sekarang kan baru upaya pencegahan dilaksanakan oleh KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) dengan thermo scanner, kemudian RS dengan tugas-tugas rutinnya kan sudah berjalan. Dinas Kesehatan berjalan seperti biasa, mereka punya anggarannya,” paparnya. Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, mengatakan saat ini belum masuk pada tahap recovery pariwisata, melainkan masa kuratif. Yakni lebih menunjukkan kepada dunia bagaimana Bali menangani yang baru dicurigai terpapar Corona mulai dari airport hingga kesiapan di rumah sakit. “Ini menjadi promosi positif kita bahwa Bali sudah sangat siap, dan aturan-aturan, mekanisme-mekanisme itu sudah sesuai dengan apa yang distandarkan WHO,” ujar

pria yang akrab disapa Cok Ace ini. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya mengatakan, Bali telah memiliki sistem mitigasi sesuai standar WHO, yakni RSUP Sanglah dengan 4 ruang isolasi dan ruangan lainnya yang terstandar dengan 18 tempat tidur, RSUD Sanjiwani Gianyar dengan 1 ruang isolasi dan ruangan lainnya yang terstandar dengan 10 tempat tidur, serta RSUD Tabanan dengan 2 ruang isolasi dan ruangan lainnya yang terstandar dengan 7 tempat tidur. “Kami juga menunjuk RS PTN Unud sebagai tempat isolasi bila terjadi peningkatan kasus,” ujarnya. Suarjaya menambahkan, Bandara Ngurah Rai telah melakukan screening di pintu masuk dengan pemantauan kedatangan wisatawan melalui thermo scanner. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Rai Mantra Jadi ’’Keynote Speaker’’ pada Ignitation Start-up Digital

Kreativitas, Dukung Pertumbuhan dan Penguatan “Start-up”

KERJA SAMA - Sekda Bali, Dewa Made Indra, menandatangani Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Serifikat Elektronik antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Balai Sertifikasi dan Elektronik Badan Siber dan Sandi Negara, Rabu kemarin.

BOSDa Provinsi Berkah bagi SMA/SMK Swasta

Denpasar (Bali Post) “Ini sangat berarti bagi sekolah Gubernur Bali, Wayan Koster, swasta, meskipun nominalnya jauh mengeluarkan kebijakan yang terdari harapan. Karena sebelumnya tuang dalam Pergub 69 Tahun 2019 sekolah swasta yang di Kabupaten Tentang Fasilitasi Dana Pendamping Badung mendapatkan BOSDa sebeBantuan Operasional Sekolah Daerah sar Rp 1,5 juta, sedangkan sekarang atau BOSDa. Dalam kebijakan ini dari Pemprov sebesar Rp 900 ribu,” Pemprov Bali tahun 2020 ini menujar Putra Wijaya belum lama ini. ganggarkan sebesar Rp 60 miliar unLebih jauh dikatakan, jika dituk sekolah swasta maupun sekolah kalkulasi terhadap bantuan senilai negeri. Rinciannya, untuk siswa SMA Rp 900 ribu per tahun, maka perbulan dianggarkan sebesar Rp 700 ribu per siswa hanya mendapatkan bantuan kepala, SMK Rp 900 ribu, dan SLB kurang dari Rp 100 ribu atau kisasebesar Rp 4 juta. ran Rp 80 ribu per bulan. Nominal Menanggapi hal tersebut, Penini sangat jauh dari harapan. “Saya gamat Pendidikan, Dr. Drs. I Made harap BOSDa dari Pemprov Bali palGde Putra Wijaya, S.H., M.Si., meing tidak sama seperti yang pernah nyampaikan apresiasi atas kebijakan diberikan Pemerintah Kabupaten Bali Post/win Gubernur Koster tersebut. Menurut Badung, yakni Rp 1,5 juta per siswa,” Putra Wijaya Ketua YPLP Kabupaten PGRI Baharapnya. Sebab, dijelaskannya dung ini, meskipun nominalnya mabahwa kebutuhan siswa per bulan sih jauh dari harapan, namun kebijakan tersebut adalah tidak hanya dalam bentuk pemenuhan disiplin dan ilmu berkah bagi sekolah swasta yang sudah sejak tiga tahun pengetahuan semata, akan tetapi juga menanamkan seni menanti keberpihakan Pemprov Bali terhadap sekolah dan budaya sebagai napasnya kehidupan masyarakat Bali swasta, khususnya SMK/SMA swasta yang ada di Bali. sesuai dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. “Saya harap BOSDa ini bisa diperlunak, khususnya dalam penggunaannya untuk keperluan bebantenan, baik itu untuk sehari-hari, purnama, tilem, Saraswasti, Galungan, Kuningan, serta hari raya Hindu lainnya yang membutuhkan biaya besar,” ungkapnya. Ditambahkannya, idealnya per siswa menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 500 ribu. Sehingga kekurangan tersebut ditutupi melalui partisipasi sumbangan para Topik : turis sepi, sopir pariwisata orangtua siswa dalam bentuk SPP. jadi petani “Ini khusus untuk siswa SMK, karena mereka harus mengeluarkan biaya lebih untuk kebutuhan bahan dan alat praktik. Sumbangsih SPP tidak boleh diabaikan,” pungkasnya. (win)

PESATNYA arus digitalisasi yang berkembang saat ini tak dapat dipungkiri menjadi peluang tersendiri bagi beragam kalangan. Hal ini turut mendorong lahirnya usaha rintisan atau Start-up baru, termasuk di Kota Denpasar. Karenanya, guna mendukung pertumbuhan dan penguatan Start-up di Kota Denpasar, khususnya yang berbasis digitalisasi, Pemkot Denpasar melalui Dinas Kominfo dan Statistik menggelar Ignitation Start-up Digital di Dharmanegara Alaya Kota Denpasar, Rabu (4/3). Wali Kota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra, didapuk menjadi keynote speaker serangkaian kegiatan yang merupakan bagian dari Denpasar Start-up Digital ini. Selain itu, hadir dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Alfianto Domy Aji, Head Regional Coorporate Affairs Gojek Jatim & Bali Nusra, dan Boy Arno Muhammad, Head Regional Government Relation Gojek Jatim & Bali Nusra. Dalam kesempatan tersebut juga ditampilkan beragam start-up digital yang dimotori oleh Inkubator Bisnis beberapa Universitas di Kota Denpasar. Dalam paparannya Wali Kota Rai Mantra menjelaskan bahwa saat ini

bisnis start-up mulai berkembang sangat pesat. Banyak kalangan, termasuk anak muda membangun bisnis start-up, utamanya start-up digital yang merupakan sebuah perusahaan yang memanfaatkan teknologi digital guna menciptakan solusi dari permasalahan. “Kita sekarang ini harus peka terhadap perubahan, tidak bisa menolak perubahan, utamanya pesatnya arus digitalisasi saat ini, yang terpenting adalah kemauan dan kemampuan serta kreativitas,” jelasnya. Start-up digital mengalami perkembangan yang pesat, termasuk di Kota Denpasar. Hal ini dapat dilihat dari jumlah tenant yang dimentori oleh inkubator-inkubator bisnis di Kota Denpasar bagi inkubator bisnis yang ada pada Perguruan Tinggi maupun Non Perguruan Tinggi. “Start-up Digital yang tumbuh tidak serta merta dapat menjadi besar seperti yang diharapkan, namun banyak kendala yang dihadapi para start-up dalam perkembangnya. Karenanya, perlu perhatian dan dukungan dari berbagai pihak dalam mengakselerasi tumbuh kembangnya para start-up digital di Kota Denpasar,” jelas Rai Mantra. Lebih lanjut Rai Mantra mengatakan, upaya untuk mendukung

dan menguatkan start-up di Kota Denpasar terus dimaksimalkan guna menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan memberikan kemudahan bagi masyarakat. Sementara Kadis Kominfo dan Statistik Kota Denpasar, I Dewa Made Agung, menjelaskan bahwa Ignitation merupakan tahapan pengenalan Denpasar Start-up Digital dan juga memberikan semangat bagi peserta untuk dapat mengeluarkan ide-ide kreatif dalam membuat Startup Digital serta dapat berkolaborasi antarpeserta Denpasar Start-up Digital. Adapun pelaksanaan kegiatan ini dikemas dengan konsep seminar yang menghadirkan peserta Denpasar Start-up Digital serta stakeholder yang bergerak dalam start-up digital seperti kampus IT, perusahaan yang bergerak di bidang IT dan komunitas IT. “Tentunya dari kegiatan ini diharapkan peserta bersemangat dalam mengikuti Denpasar Start-up Digital dan mempunyai ide awal dalam membuat start-up digital yang berkelanjutan, serta mampu membangun kerja sama dengan beberapa stakeholder untuk mendukung ekosistem Start-up Digital di Denpasar,” jelasnya. (ad114)

START-UP DIGITAL – Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, saat pelaksanaan Ignitation Start-up Digital di Dharmanegara Alaya Kota Denpasar, Rabu (4/3).


Kamis Kliwon, 5 Maret 2020

Pembangunan ATP di Badung Utara

Giri Prasta: Langkah Konkret Kolaborasikan Industri Pariwisata dengan Pertanian

RAPAT KOORDINASI - Bupati Badung, Nyoman Giri Prasta, didampingi Kepala Balitbang, I Wayan Suambara, dan Kadis Pertanian, Wayan Wijana, menggelar rapat koordinasi pembahasan hasil penyusunan DED dengan seluruh tim konsultan dari Universitas Udayana di Puspem Badung, Rabu (4/3). AGRO Techno Park (ATP) merupakan salah satu program unggulan dari Pemkab Badung. Pembangunan Agro Techno Park yang berlokasi di Desa Belok Sidan dengan luas tanah keseluruhan 14,8 hektar merupakan komitmen Bupati Badung dalam rangka mengembangkan sektor pertanian di wilayah Badung Utara

yang merubah paradigma dari pola pertanian konvensional menuju pola pertanian modern dengan penerapan teknologi tepat guna. Untuk menggenjot realisasi pembangunan ATP tersebut, Bupati Giri Prasta didampingi Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Badung, I Wayan

Suambara, selaku Ketua Tim Koordinasi Pembangunan dan Pengembangan Agro Techno Park dan Kadis Pertanian Kabupaten Badung Wayan Wijana menggelar rapat koordinasi pembahasan hasil penyusunan DED dengan seluruh tim konsultan dari Universitas Udayana yang bertugas memberikan bantuan dalam penyu-

sunan DED di Rumah Jabatan Bupati Puspem Badung, Rabu (4/3) kemarin. Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh akademisi Unud Prof. Wayan Ramantha, Prof. Dewa Ngurah Suprapta serta perwakilan dari OPD terkait. Kepala Balitbang Kabupaten Badung Wayan Suambara dalam laporannya mengatakan, Agro Techno Park dibangun untuk pengembangan sentra tanaman kopi di wilayah Badung Utara. “Ke depan, di samping menjadi kawasan pengembangan pertanian kopi dengan menerapkan teknologi pertanian tepat guna, juga diharapkan kawasan Agro Techno Park mampu menjadi objek wisata baru di wilayah Badung Utara,” harapnya. Suambara menambahkan, untuk jangka panjang petani akan menjadi pemilik dari Agro Techno Park nantinya, sehingga diharapkan para petani yang tanahnya disewa oleh Pemkab akan membentuk koperasi dalam satu badan hukum yang bekerja sama dengan perusahaan umum daerah (perumda) yang dibentuk oleh Pemerintah Kabupaten Badung. “Jadi, koperasi petani dengan perumda ini akan mem-

bentuk satu badan usaha yang diharapkan nanti bisa mengelola kawasan Agro Techno Park ini, termasuk ada kegiatan-kegiatan bisnis yang dilakukan di dalamnya. Yang jelas, Pemkab Badung berharap keberadaan Agro Techno Park ini akan memberikan multiplier effect bagi masyarakat di kawasan ini,” tandasnya. Dalam kesempatan itu, perwakilan dari tim konsultan Unud menyampaikan presentasi rancangan pembangunan ATP di hadapan Bupati Giri Prasta. Pihak Unud memaparkan mengenai seluruh rencana pembangunan mulai dari penyediaan lahan, zonasi wilayah, rancang bangunan sampai masuk ke tahap pembahasan tentang rancangan biaya yang akan dipergunakan untuk pembangunan ATP tersebut. Dari presentasi itu, juga terungkap ATP akan menjadi kawasan agrowisata terpadu yang mengkolaborasikan pariwisata dengan pertanian. Di dalam kawasan akan dibangun taman bunga, tempat pengolahan kopi dari hulu ke hilir, laboratorium pertanian, tempat perkemahan, ruang pertemuan, anjungan selfie, open stage, dan chapel. Apabila

pengunjung ingin berwisata menikmati panorama alam sekitar di kawasan ATP, pihak pengelola akan menyediakan sistem transportasi terpadu. Setelah mendengarkan paparan dari pihak konsultan Unud, Bupati Giri Prasta memberikan sedikit masukan terkait pembangunan yang akan dilakukan, serta menyampaikan apresiasi atas laporan yang diberikan oleh Tim Unud karena secara global sudah sesuai dengan kebutuhan yang direncanakan Pemkab Badung. Pihaknya juga mengimbau agar proses perencanaan disusun dengan kajian sangat matang. “Tidak apa-apa proses perencanaan berjalan lama, yang penting eksekusinya bisa cepat. Jangan sampai proses perencanaan berjalan cepat tapi eksekusinya lambat,” tandasnya. Bupati Giri Prasta mengingatkan kepada OPD terkait untuk meningkatkan sinergitas guna mendukung proses pembangunan ATP serta menekankan untuk menerapkan sistem pengawasan yang ketat selama proses pembangunannya, sehingga pembangunan ATP dapat terlaksana dan membuahkan hasil yang

maksimal. “Pembangunan ATP ini akan kita integritaskan dengan objek wisata Yeh Panas Penikit, Dam Sidan, serta Taman Bumi Banten di kawasan Pura Pucak Tedung Sulangai. Sehingga tercipta kawasan agro dan ekowisata terpadu di Badung utara. Ini langkah konkret kita untuk mengkolaborasikan industri pariwisata dengan pertanian di Kabupaten Badung. Saya juga mengharapkan kita bisa segera membangun laboratorium pertanian di kawasan ATP. Kalau itu terwujud, kita akan datangkan tim ahli pertanian dari Jepang untuk melakukan kajian terhadap topografi wilayah yang meliputi pengecekan suhu, tingkat keasaman dan kesuburan tanah, sehingga dari hasil itu kita bisa menentukan komoditas apa yang cocok dikembangkan di wilayah Badung utara, tengah, dan selatan,” tegasnya. Pada kesempatan itu, Bupati Giri Prasta juga meminta kepada para akademisi yang hadir untuk selalu menjalin kerja sama dengan Pemkab Badung, agar pembangunan Kabupaten Badung di segala bidang bisa terwujud dengan baik. (ad116)

Sikapi Covid-19

Komponen Pariwisata Dikumpulkan

Bali Post/dok

Wayan Adi Arnawa

Mangupura (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Badung terus berupaya mencari jalan keluar menyikapi dampak virus Corona terhadap pariwisata. Bahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Badung, Wayan Adi Arnawa, mengumpulkan seluruh komponen pariwisata bertempat di Puspem Badung, Rabu (4/3) kemarin. Upaya tersebut guna mewujudkan Badung tourism recovery sebagai langkah memulihkan sektor yang selama ini menjadi tulang punggung pendapatan pemerintah setempat. “Pemerintah bersama komponen pariwisata Badung duduk bersama mengadakan koordinasi guna mengambil langkah menyikapi merebaknya isu virus Corona (Covid-19) di Bali,” ujarnya. Menurut Adi Arnawa, pertemuan dengan pelaku pariwisata guna membahas konsep usulan “Event Badung Tourism Recovery” Maret sampai Agustus 2020. “Saya sangat mengapresiasi kehadiran komponen pariwisata, termasuk dari unsur penerbangan dan Bank Indonesia untuk diajak bersinergi,” katanya. Pejabat asal Pecatu, Kuta Utara ini mengatakan, pertemuan tersebut dapat menghasilkan langkah-langkah yang harus dilakukan, khususnya di sektor pariwisata akibat mewabahnya virus Corona. Terkait virus Corona, kata dia pemerintah pusat telah mengambil langkah antisipasi, salah satunya yang dilakukan Kementerian Keuangan dengan pembatalan pemungutan pajak selama enam

bulan ke depan yang saat ini pelaksanaannya masih dikaji. “Kondisi virus ini sangat dilematis. Di satu sisi kita berkumpul untuk bagaimana berusaha mendorong wisatawan datang ke Indonesia, namun di sisi lain ada kebijakan pusat untuk melarang beberapa WNA ke Indonesia,” ujarnya. Kendati demikian, kata dia pihaknya setuju konsep event-event pariwisata yang akan dilakukan untuk tourism recovery. Namun yang paling penting dan pertama harus dilakukan adalah memastikan penanganan virus dapat dilakukan secara profesional sesuai standar WHO, serta adanya SOP penanganan di pintu-pintu masuk seperti di bandara maupun di pelabuhan. “Aktivitas SOP penanganan kasus virus corona juga sangat penting untuk dibuatkan sebuah video dan selanjutnya dapat dipromosikan atau diinformasikan kepada wisatawan bahwa Bali dan Badung sudah siap menangani dan tidak ada kekhawatiran untuk berkunjung ke Bali,” terangnya. Adi Arnawa menegaskan, perlu adanya kerja sama dengan media asing agar dapat dipublikasi, sehingga ada keyakinan bagi wisatawan bahwa Bali aman dikunjungi. Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pariwisata Badung I Made Badra mengatakan, guna mengantisipasi merebaknya virus Corona, pihaknya telah membuat konsep usulan event Badung. Usulan ini merupakan hasil FGD Nawa Cita Pariwisata Indonesia Bali bersama Pemkab Badung yang beberapa telah dirumuskan dan nanti akan dibahas menjadi suatu konsep usulan event Badung tourism recovery. “Konsep usulan ini akan disampaikan ke Gubernur pada 6 Maret dan selanjutnya Gubernur akan memfasilitasi ke pemerintah pusat,” tegasnya. Menurut Badra, beberapa program yang telah disusun, yakni program Bali Safe, Bali Great Deal, Bali Experiences, MICE and Incentive, music, fashion weeks, sport tourism, marketing bersama internasional dan nasional, National Influencers, serta Special Education Program Tour. (kmb27)

Bali Post/kmb21

SEMPROT - Sejumlah petugas menyemprotkan disinfektan di beberapa titik di gedung terminal Badara I Gusti Ngurah Rai, Selasa (3/3) malam.

Cegah Penyebaran Virus Corona

AP I dan KKP Bersinergi Semprotkan Disinfektan di Bandara

Mangupura (Bali Post) Semakin meluasnya penyebaran virus Corona, bahkan sudah sampai ke Indonesia, tentu membuat seluruh instansi pemerintah siaga. Seperti yang dilakukan manajemen PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Guna mengantisipasi masuknya penyebaran virus mematikan itu ke Bali, PT Angkasa Pura I (Persero) menggelar disinfeksi terhadap bangunan terminal serta fasilitas bandar udara yang sering bersentuhan langsung dengan pengguna jasa bandar udara, Selasa (3/3) malam. Dengan melibatkan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar, sejumlah petugas dikerahkan untuk melakukan proses disinfeksi fasilitas terminal. General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Herry A.Y. Sikado, saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. Ia menjelaskan, pihaknya beserta seluruh instansi komunitas bandar udara telah menerapkan upaya ketat dalam memitigasi potensi penyebaran

virus Corona di bandar udara. “Kami mengerahkan lima personel. Ini kami lakukan setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan secara resmi bahwa ada dua warga Depok positif terpapar virus Corona. Dengan dilakukannya disinfeksi ini, tidak memengaruhi tingkat pelayanan terhadap pengguna

Penyidikan Kasus Oknum Kasek Cabul Dikebut

Bali Post/kmb36

RILIS - Polres Badung merilis kasus oknum kasek cabul.

Mangupura (Bali Post)Proses penyidikan kasus oknum kepala sekolah (kasek) WS (43), dikebut penyidik Unit PPA Satreskrim Polres Badung. Pasalnya, masa menahanan tahap I selama 20 hari akan berakhir pada 13 Maret 2020. Oleh karena itu, polisi secepatnya melangkapi berkas penyidikan supaya bisa dilimpahkan ke Kejari Badung. Dikonfirmasi Rabu (4/3) kemarin, Kasatreskrim Polres Badung, AKP Laorens R. Heselo, saat mendampingi Kapolres AKBP Roby Septiadi mengatakan, tidak masalah. Pasalnya, masa penahanan pelaku akan diperpanjang 40 hari. “Saat memperpanjang masa penahanannya tersebut, kami akan melakukan pelimpahan tahap I kasus ini ke kejaksaan. Mudah-mudahan segera rampung,” ungkapnya. AKP Laorens mengungkapkan, saat berada di salah satu penginapan, pelaku dan korban selfie tanpa busana. Banyak hal terungkap setelah HP pelaku dicek penyidik. Kapolres Roby mengungkapkan, kalau disimak dari hasil penyidikan kasus tersebut, hubungan antara pelaku dan korban

sebenarnya suka sama suka. “Masalahnya, korban masih di bawah umur. Jadi, kasusnya harus diproses. Kami ingatkan lagi kepada orangtua supaya lebih peduli dengan perkembangan perilaku anakanaknya,” ujarnya. Kapolres asal Jakarta ini berharap upaya pencegahan harus gencar dilakukan, supaya tidak ada lagi anak jadi korban kejahatan seksual. Polres Badung akan berkoordinasi dengan P2TP2A Kabupaten Badung untuk bersama-sama melakukan pencegahan. “Bayangkan, tiga bulan ada tiga kasus kejahatan seksual terhadap anak-anak,” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, penyidik Satreskrim Polres Badung terus mendalami kasus persetubuhan anak di bawah umur yang dilakukan oknum kasek, WS (43). Diduga pelaku juga menyetubuhi siswinya yang lain berinisial D. Modusnya sama, pelaku membujuk D supaya bisa diajak berhubungan badan. Sedangkan visum OCD (16), hasilnya ditemukan luka teratur di kemaluannya. Itu artinya sudah biasa atau sering berhubungan badan. (kmb36)

jasa bandar udara,” katanya. Tindakan ini, kata dia merupakan langkah preventif. Ada atau tidaknya warga yang terpapar, pihaknya tetap melakukan proses disinfeksi untuk membersihkan fasilitas di terminal. Lebih lanjut dikatakan, proses disinfeksi dilakukan ter-

hadap tray atau wadah bagasi penumpang pada mesin pemindai bagasi, Screening Check Point (SCP), meja check-in counter, trolley bagasi, pegangan eskalator, tombol elevator atau lift, bangku dan tempat duduk penumpang di boarding lounge dan boarding gate, tombol flush pada toilet, switch dan keran wastafel, fasilitas penanganan bagasi, areal bermain anak-anak, fasilitas internet corner ruangan musholla, keran air minum, serta tempat sampah. “Pengguna jasa bandar udara sangat sering bersentuhan tangan secara langsung dengan fasilitas tersebut. Untuk itu, kami bersihkan dengan mekanisme disinfeksi

ini untuk mengurangi risiko serta potensi penularan virus Corona melalui bandar udara,” ujarnya. Sementara itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar dr. Lucky M. Tjahjono mengatakan, disinfeksi ini juga bertujuan untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan. “Karena faktor kebersihan lingkungan itu sangat menentukan kesehatan. Hal ini juga merupakan promosi hidup sehat. Semua upaya sudah kami lakukan, dari Health Alert Card, thermal scanner, sekarang faktor lingkungannya kita intervensi,” ujarnya. (kmb21)


Kamis Kliwon, 5 Maret 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Merintis Pasar Ekspor Baru

Inilah masanya global paradoks, ketika dunia berkembang sedemikian luas, memutus batas-batas wilayah maka negara-negara justru semakin kuat membentengi dirinya sendiri. Atas nama kepentingan masyarakatnya sendiri, negara yang sejatinya sangat liberal, justru dalam praktiknya sangatlah sosialis. Mereka bicara sangat global, tetapi tindakannya sangatlah lokal. Amerika Serikat sudah memainkan peran seperti ini sejak dulu. Tentu dengan dalih kepentingan dalam negeri, melindungi semua hak yang semestinya menjadi milik rakyatnya dan sebagainya. Perang dagang dengan Tiongkok juga dalam konteks seperti ini. Ketika peluang negara lain menjadi lebih besar dan dirasa sangat mengancam dirinya, maka tindakan yang sangat lokal pun diambil. Seperti inilah kebijakan luar negeri Donald Trump sekarang. Dalam konteks Indonesia yang dikeluarkan sebagai negara sedang berkembang, tentu tidak akan menikmati lagi ‘’privelese’’ Negeri Paman Sam tersebut. Hal-hal yang dulunya menguntungkan, ketika dilihat sudah mulai timpang maka diambillah kebijakan baru. Neraca perdagangan antarkedua negara yang selama ini condong lebih berat ke Indonesia akan diartikan sebagai ‘’ancaman’’ bagi Indonesia. Maka dari itu, kebijakan yang menyenangkan Indonesia dengan mengeluarkan pemerintahan Jokowi dari daftar negara berkembang sejatinya akan menjadi masalah baru bagi Indonesia. Indonesia akan diperlakukan sebagai negara maju. Sama dengan negara-negara G-20 lainnya. Sama dengan negara-negara maju di Eropa, Korea Selatan, Jepang serta Tiongkok. Mereka itu sudah raksasa ekonomi, sedangkan kita Indonesia cuma di atas kertas saja sebagai ‘’anggota’’ G-20. Selebihnya, fakta-fakta sangat banyak yang menunjang sejatinya Indonesia selayaknya belum pantas menyandang gelar sebagai negara maju. Atau singkat kata, tidak sepatutnyalah Amerika Serikat mengeluarkan Indonesia sebagai negara berkembang. Bagi Indonesia, ini merugikan. Walaupun secara politis ada semacam kebanggaan, tetapi ingat ini sebatas kebanggaan semu. Tantangan ekspor menjadi lebih berat. Akibat dicabutnya beberapa keistimewaan sebagai negara sedang berkembang, tentu barang eskpor ke AS menjadi lebih mahal. Agar tidak begitu tentu mesti ada perombakan menyangkut efisieni serta efektivitas. Memang, AS bukan satu-satunya pasar ekspor. Ada beberapa negara lain yang punya kans menjanjikan seperti beberapa negara di Eropa, Timur Tengah serta Amerika Utara. Namun apapun itu, tentu akan punya dampak. Tentu timbangannya akan menjadi lebih menguntungkan AS. Memang seperti itulah yang diinginkan Trump. Berdasarkan kriteria Bank Dunia, salah satu kriteria menjadi negara maju adalah memiliki pendapatan per kapita di atas USD 12.000. Pendapatan per kapita Indonesia pada tahun 2019 baru mencapai USD 4.174, belum memenuhi persyaratan tersebut, bahkan masih jauh di bawah Malaysia yang mencapai USD 11.500. Selain itu, untuk menjadi negara maju juga diperlukan kriteria dari aspek demografi, yaitu angka pertumbuhan penduduk di bawah 1%, sebagian besar penduduknya berpendidikan tinggi, angka harapan hidup di atas 70 tahun, angka kematian bayi di bawah 35 per 1.000 penduduk. Sedangkan persyaratan dari aspek ekonomi yang harus dipenuhi adalah dominasi perekonomian dan tenaga kerja di bidang industri, besarnya proporsi ekspor terhadap PDB serta pemanfaatan teknologi dalam industri. Indonesia belum mampu untuk memenuhi indikator-indikator tersebut.

POJOK Turis menurun, sopir pariwisata di Kintamani jadi petani. - Hidup petani! *** Kata Presiden Jokowi, situasi ekonomi lagi tak normal. - Sudah sejak lama. *** Penebang pohon di hutan lindung di Jembrana ditangkap. - Yang lain masih banyak.

Saling Menguatkan di Tengah Bencana

Ditemukannya pasien terjangkit virus Corona di Indonesia menimbulkan kecemasan di masyarakat, termasuk di Bali. Di sejumlah daerah, masyarakat berbondong-bondong membeli masker untuk melindungi pernapasan. Bahkan muncul isu tak sedap mengenai aksi rush barang kebutuhan pokok terutama makanan. Meski isu ini hoax, tidak sedikit yang telanjur mempercayainya. Kepanikan paling mendasar tentunya sedang dirasakan para pelaku pariwisata. Tenaga kerja waswas karena terancam dirumahkan bahkan diPHK. Sebaliknya, pengusaha kelabakan membayar upah pekerja dan biaya operasional perusahaan. Pemerintah tak kalah kelabakan. Anjloknya kunjungan wisatawan ditambah instruksi pusat tak memungut sementara Pajak Hotel dan Restoran (PHR) membuat pemerintah bersiap mengoreksi APBD-nya. Sejumlah program strategis terancam tertunda. Kepanikan dalam sebuah bencana adalah hal wajar. Namun, dalam menyikapi wabah virus Corona, kita tidak boleh berlebihan. Masyarakat harus tetap tenang sembari meningkatkan kewaspadaan. Pesan ini yang terus menerus disampaikan Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota di Bali. Ini pula yang disuarakan netizen di akun Facebook @balipost. Netizen berharap seluruh komponen bersatu dan saling menguatkan. Saling memberikan support dan turut berkontribusi dalam upaya menyelamatkan Bali sesuai swadharma dan kemampuan masing-masing, akan lebih baik dibandingkan panik tak beralasan. Kepanikan hanya akan menambah persoalan. Berikut komentar sejumlah netizen. Rafael Nyoman Ganapurwa Jika panik Anda bisa stres. Hidup seperti biasa saja, jaga kesehatan dan kebersihan dengan baik, semoga penyakit ini cepat menghilang. N Purwandari Saya pakai sapu tangan bisa dicuci dan dipakai lagi. Tidak usah panik tidak ada masker. Jalani hidup dengan simpel saja. Mari kita hadapi semuanya dengan tenang, tidak lebai, jalani aktivitas seperti biasa. Ariex Koetoehpoenggoel Jangan terlalu berlebihan. Kalau berlebihan takutnya bisa pikiran yang kena penyakit. Biasa saja jalani. Kalau tidak ada masker, pakai kain masih bisa. Ingat, penyakit-

penyakit dan bahaya-bahaya yang lain juga sering mengintai kita. Terlalu panik malah bukannya kena Corona tapi kena stres. Ko Plet Tiongkok kena Corona, bangun rumah sakit darurat besar-besaran. Indonesia kena Corona shopping besar-besaran dan nimbun masker besar-besaran. Pande Budiartha Yang namanya virus itu sangat susah terdeteksi kecuali Bali kita tutup rapat tidak boleh ada apapun yang masuk ke Bali. Itupun belum tentu aman dan kita tidak bisa hidup tanpa kebutuhan hidup dari luar Bali. Jadi, ini risiko global yang harus diterima semua yang ada di

S URAT PEMBACA Serius Menjaga Bali

Indonesai telah memastikan ada warganya terjangkit virus Corona. Ini memang berita buruk di tengah kekhawatiran terhadap virus ini menjalar di belahan dunia. Saya yang selama ini bekerja di sektor pramuwisata merasa sangat

planet ini. Hanya lebih hati-hati dan perilaku hidup sehat harus benarbenar dijalankan masing-masing. Robert Wayyn Buka dan baca beritanya dulu. Rumah Sakit Sanglah sudah menngani pasien dalam pengawasan virus Corona. Dari 25 pasien, 24 negatif Corona dan 1 masih dibawa cek lab ke Jakarta. Jadi, jangan berpikir buruk dulu semeton. Avrilya Reksa Tidak bisa ya Bali punya alatnya sendiri pendeteksi positif atau negatifnya? Jadi tidak perlu dikirim dulu ke Jakarta biar penanganannya cepat. Seharusnya masing-masing daerah punya.

Fajar Atjeh Semoga Bali senantiasa aman dan dilindungi sama Sang Kuasa, amin. Dedet Ok Standar WHO, yang pakai masker itu yang sakit. Bukan yang sehat nyetok masker dan nimbun sembako. N Widana Jangan lebai bro, lakukanlah semua sewajarnya. Waspada boleh, parno jangan. Lina Muliati Pakai kain perca juga bisa. Kalau kamu tidak ke mana-mana ngapain pakai masker. Masak di rumah maskeran? Kalau masker wajah bolehlah #waspadacorona

Tata Semoga seluruh masyarakat Bali dilindungi dari wabah penyakit Corona. Rochmad Setyadi Penanganannya sudah tepat. Deteksi suspect dari bandara, kalau panas dibawa ke RS rujukan. Yang akan jadi konsen adalah kalau deteksi suspect meningkat. Mungkin saat itu penerbangan dari negara bersangkutan perlu ditutup sementara. Kalau tidak ada peningkatan dan masih bisa ditangani mungkin masih ok. Billy DeRoxx Menunggu info yang lebih terbuka, bukannya ditutup-tutupi, malah bikin panik tersembunyi.

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku. waswas jika wabah ini berkelanjutan. Terlebih kini, angka orang terpapar virus Corona di belahan dunia terus membengkak. Saya berharap ada langkah serius untuk menangani hal ini. Saya sebagai pelaku pariwisata tentu mendukung semua kebijakan pemerintah dalam hal ini. Terlebih itu arahnya

untuk menjaga keselamatan warga dan stabilitas ekonomi. Saya pikir penyelamatan warga memang jauh lebih penting dilakukan, daripada sebatas menjaga stabilitas angka kunjungan. Selebihnya, saya berharap pemerintah lebih intensif melakukan pencegahan. Fasilitas kesehatan dan siap tanggap

penanganan tentu perlu dilakukan. Jika dipandang perlu saya juga berharap Bali segera membentuk crisis centre untuk mengetahui pergerakan virus Corona di Bali. Mari jaga Bali secara lebih serius. I Kadek P. Sumantra Gianyar, Bali

Pendidikan

Program ”To Prevent Covid-19” di SMK Penerbangan Cakra Nusantara

Saat ini dunia tengah dilanda penyebaran virus Corona (Covid-19). Sebagai upaya pencegahan di area sekolah, diperlukan pola budaya yang mendukung terciptanya kondisi kekebalan tubuh yang maksimal agar terhindar dari kemungkinan terkena penyebaran virus yang semakin masif. Sebab tubuh manusia sehat sudah dilengkapi dengan daya imun atau kekebalan tubuh untuk tetap terjaga dari berbagai penyakit dan virus. Namun, saat manusia lengah, daya imum turun maka penyakit dan

berbagai virus mudah datang serta menyebabkan tubuh menjadi sakit. Program pencegahan (to prevent) yang dilakukan di area SMK Penerbangan Cakra Nusantara, yang juga merupakan bagian dari implementasi K-3 di antaranya adalah melakukan pembagian minuman rempah dan susu kepada peserta didik, guru dan manajemen secara rutin. Rempah tradisional seperti jahe, temulawak dan kunyit memiliki antioksidan, sangat baik untuk kekebalan tubuh. Bahan alami ini cepat menyatu

dengan tubuh bila dikonsumsi secara rutin dan teratur. Kepala Pembina PMR, Ni Made Yuning Sari Parwati, M.Pd. mengatakan, pemberian minuman rempah ini dilakukan secara rutin selama 30 hari awal dan setiap Senin diberikan susu. Kegiatan ini didukung penuh oleh pihak Yayasan Sosial CCI untuk implementasi generasi sehat (Physical Quotient atau Standardisasi/Kecerdasan Fisik)”. SMK Penerbangan Cakra Nusantara sangat detail memperhatikan

kondisi fisik taruna-taruninya (Physical Quotient) karena generasi sehat menciptakan prestasi yang gemilang. Faktanya, SMK Penerbangan Cakra Nusantara yang telah terakreditasi A Unggul, dari angkatan pertama dan kedua menunjukkan peningkatan prestasi. Terbukti dengan nilai UNBK di atas rata-rata, yakni dari 84% saat angkatan pertama menjadi 97% saat angkatan kedua dengan kelulusan 100%. Tersedia 4 jurusan, di antaranya Otomatisasi dan Tata Kelola Bandara,

antioksidan (vitamin C dan E), beta-karoten, zinc, dan tembaga. Lutein dan zeaxanthin memiliki mekanisme antioksidan dan penyaringan cahaya. Mereka disimpan di makula, mereka meningkatkan kepadatan pigmen makula yang hilang seiring bertambahnya usia, mengurangi foto-oksidasi di retina pusat. Studi epidemiologis menunjukkan bahwa asupan diet lutein dan zeaxanthin berbanding terbalik dengan risiko katarak. Tubuh manusia tidak mensintesis lutein, sehingga harus diperoleh dari sumber makanan seperti sayuran hijau. Zeaxanthin merupakan fotoprotektor yang lebih baik daripada lutein. Sumber makanan utama zeaxanthin adalah jagung,

bayam, sawi, selada, dan jeruk. Zinc adalah antioksidan dan mineral antiinflamasi yang efektif. Sumber makanan zinc yang baik termasuk tiram, kepiting, gandum, daging sapi panggang rendah lemak, daging kambing, biji labu, dark cokelat, dan kacang tanah. Peran asam lemak esensial DHA tinggi di retina. Asam lemak omega-3 dan ikan yang dikonsumsi teratur dikaitkan dengan penurunan risiko AMD. Diet asam lemak omega-3 juga terbukti mengendalikan gejala sindrom mata kering. Asam lemak omega-3 dapat diperoleh melalui konsumsi ikan berlemak tinggi (salmon, tuna, mackerel, sarden) atau melalui suplemen asam lemak omega-3 dalam bentuk minyak

Airframe and Powerplant, Electrical Avionics dan Teknik Transmisi dan Telekomunikasi (penerbangan). Juga telah membuka Penerimaan Siswa Baru TP 2020/2021 untuk dididik menjadi pemenang

di era industri 4.0 dan society 5.0, terdapat total beasiswa s/d Maret 2020 senilai Rp 20,4 juta, hubungi 081237098090 / 0361 4742600 kunjungi website www.smkpenerbangan.sch.id. (ad105)

atau kapsul. Antioksidan, vitamin E dan C berperan mencegah, memperlambat perkembangan, memperbaiki degenerasi makula, menurunkan risiko katarak dan ketika dikonsumsi bersamaan dengan nutrisi penting lainnya, dapat

memperlambat perkembangan AMD dan hilangnya ketajaman visual. Pencegahan selain lebih murah cenderung akan lebih efektif dalam mencegah kehilangan penglihatan jutaan orang. Prevention Is the Key! (ad107)

Makanan Cegah Kehilangan Penglihatan

Oleh dr. Dharmi Lestari Kehilangan penglihatan memiliki dampak luas pada masyarakat. Populasi masa depan akan menderita kehilangan penglihatan akibat penyakit degenerasi. Kehilangan penglihatan merupakan alasan utama hilangnya kemandirian pada lansia. Semakin bertambahnya usia, fungsi dan kekuatan fisik akan semakin menurun. Lalu, bagaimana dengan kondisi penglihatan? Akankah penglihatan menurun juga seperti kondisi fisik lainnya? Bagaimana langkahlangkah untuk mencegah penyakit mata degenerasi? Sebuah survei menemukan bahwa baby boomer (lahir antara 1945-1964)

takut kehilangan penglihatan hampir sebanyak mereka takut penyakit jantung atau kanker. Namun, hampir setengahnya tidak periksa mata tahunan, dan sedikit yang tahu tentang bagaimana faktor makanan mempengaruhi kesehatan mata. Rendahnya penggunaan suplemen untuk meningkatkan kesehatan mata, bahkan pada pasien yang sudah didiagnosis dengan penyakit mata terkait usia. Penelitian tentang The Age-Related Eye Disease (AREDS), menunjukkan bahwa pengurangan 25% risiko untuk berkembang menjadi Age related Makular Disease (AMD) pada pasien berisiko tinggi yang mengonsumsi vitamin

Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hubungi bagian iklan Hp/WA : 081802411818, Telp. : 0361-225764 atau redaksibalipost@yahoo.com; Naskah maksimum 2000 karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Kamis Kliwon, 5 Maret 2020

PUJAWALI - Suasana pujawali di Pura Luhur Tanah Lot.

”Pamedek” dari Berbagai Daerah Sembahyang ke Pura Tanah Lot Pamedek dari berbagai daerah memenuhi utamaning mandala Pura Tanah Lot. Sejak pujawali dilaksanakan Rabu (4/3) kemarin, umat terus memadati areal suci Pura Luhur Tanah Lot yang ada di Desa Beraban, Kecamatan Kediri itu. Pujawali di Pura Luhur Tanah Lot nyejer tiga hari dan masineb tanggal 7 Maret 2020. Terkait ramainya pamedek, pihak pengelola DTW Tanah Lot sudah berkoordinasi baik dengan pihak Kepolisian, Dinas Perhubungan maupun Pecalang agar keamanan diatensi. Sehingga krama yang hendak menghaturkan puja bhakti bisa nangkil dengan aman dan nyaman. Bagaimanakah jalannya prosesi pujawali di Pura Tanah Lot itu? Sejarah Pura Tanah Lot dalam kedudukannya sebagai Pura Dang Kahyangan itu ditemukan dari hasil samadinya Dang Hyang Nirartha. Keberadaan pura secara niskala adalah menyatukan energi kosmis antara gunung dan lautan atau biasa disebut Lingga dan Yoni. ‘’Penyatuan Lingga Yoni itu dipercaya

membuat kehidupan di muka bumi ini aman dan sejahtera,’’ ujarnya. Maka ketika hendak meninggalkan daerah itu Dang Hyang Nirartha meminta masyarakat setempat mendirikan bangunan suci di tempat pura Tanah Lot itu yang sekarang ini distanakan Dewa Lautan dan Dewa Gunung (Nyegara Gunung). Selain itu,

Aset Pemkab di Bedugul Dinilai Belum Dikelola Maksimal Tabanan (Bali Post) Pengelolaan aset di wilayah Bedugul, Kecamatan Baturiti sejauh ini dinilai belum maksimal. Ironisnya lagi, pengelolaan aset itu diserahkan kepada pihak ketiga. Akibatnya aset belum memberikan hasil optimal. Hal itu kemudian jadi perhatian DPRD Tabanan yang tergabung dalam Pansus Aset, setelah kondisi aset dilihat dari dekat termasuk DTW Bedugul dan Ulundanu Beratan, Selasa (3/3) lalu. Koordinator Pokja Aset Pansus VI, I Gusti Nyoman Omardani, mengatakan dari hasil kunjungan ke lapangan tiga aset daerah di Bedugul selama ini pengelolaannya masih diserahkan pada pihak ketiga. Setelah dilakukan pengecekan ke lokasi, pengelolaannya dinilai masih belum maksimal. Melihat kondisi itu, ke depan dewan menilai pengelolaan aset harus dilakukan terintegrasi. Caranya dengan melibatkan masyarakat lokal. “Pengelolaan Ulundanu sudah bagus. Namun pengembangan ke depan harus terintegrasi dengan masyarakat sekitarnya. Jangan hanya dengan Ulundanu saja,” terangnya dikonfirmasi, Rabu (4/3) kemarin. Dewan meminta agar eksekutif menyiapkan tata ruang tepi danau dan menjalankan grand design wisata terintegrasi. Tujuannya agar tidak muncul persoalan terkait pengelolaan aset yang ada di Bedugul, terutama dengan kegiatan masyarakat yang ingin memanfaatkan tanah miliknya. Dengan adanya tata ruang, tentu harus ada kejelasan zona atau kawasan mana saja yang boleh dikembangkan dan yang mana tidak. Selain itu, apa saja yang dikerjakan. Dimana letak titik parkir, pasar ataupun lokasi pedagang. Untuk pengembangan wisata, masyarakat lokal juga harus dilibatkan. Masyarakat local, kata Omardani harus menjadi prioritas dalam proses pengembangan pariwisata. Kemudian, dampak pariwisata juga harus dikembalikan ke masyarakat setempat. “Pengelolaan sudah bagus seperti di DTW Ulundanu Beratan. Jika DTW Bedugul akan dikembangkan, lebih baik terintergrasi dengan masyarakat sekitarnya,” terangnya. Pihaknya meminta agar aset daerah dikosongkan agar sesuai dengan konteks awal penyusunan grand design di DTW Bedugul. Artinya, kontrak yang sudah ada di wilayah Bedugul distop sementara. “Jangan dilanjutkan dulu kontraknya. Sehingga dalam perencanaannya nanti kita melihat secara gamblang apa persoalan yang ada di sana dan bagaimana pula persiapan tempat harus direncanakan lebih awal,” jelasnya. Lahan yang dikelola pihak ketiga diminta sementara ini kontraknya distop. Karena itu, jangan membuat kontrak baru lagi. Bagusnya di sana akan dikembangkan rest area terintegrasi dengan pariwisata, “Terintegrasi satu tiket ke beberapa tempat wisata yang ada di wilayah Bedugul, Baturiti,” katanya. (kmb28)

juga dititahkan pujawali-nya berlangsung setiap 210 hari sekali yakni bertepatan dengan Budha Wage Langkir. Dari pantauan pihak pengelola, pamedek dari berbagai daerah di Bali mulai berdatangan sejak pagi. Bahkan umat tangkil hingga malam hari. Ketika siang dan sore hari air laut pasang, maka persemba-

hyangan dilaksanakan di Pura Penyawangan. Bukan saja pada hari H, sehari sebelumnya (Selasa malam) banyak pamedek yang tangkil. Piodalan di Tanah Lot juga bersamaan dengan pujawali di Pura Batu Bolong dan Pura Penataran di kawasan DTW Tanah Lot. Pada Rabu kemarin sempat hujan mengguyur deras, tetapi beberapa saat mendung. Namun hal itu tidak mengurangi semangat umat Hindu melakukan persembahyangan. Iringiringan pamedek menambah keindahan DTW Tanah Lot. Tidak jarang wisatawan berburu mengabadikan momen langka tersebut. Mereka tampak ikut berbaur di bibir pantai bersama

para pamedek. Daya Tarik Wisatawan Manajer Operasional DTW Tanah Lot, Toya Adnyana, mengatakan upacara piodalan justru menambah daya tarik wisatawan. Banyak yang menunggu upacara itu, sekalian menikmati kawasan DTW Tanah Lot. Bahkan mereka dengan sabar menunggu seharian agar bisa mengabadikan momen paling langka yang digemari wisatawan asing ini. “Umat banyak menyemut sembahyang ke Pura Tanah Lot, menjadi momen langka. Momen itu sangat ditunggu-tunggu para wisatawan,” ujarnya. Kedatangan pamedek local, kata Toya Adnyana, lebih

banyak sehari sebelumnya dan juga saat pujawali antara pukul 19.00-23.00 Wita, karena pas itu air laut sedang surut. Pujawali mencapai puncak keramaian saat sore hingga malam hari. Di sini kita dibantu teruna teruni Desa Adat Beraban yang ngaturang ayah secara bergiliran. Mereka sudah mulai ngayah sebelum Hari Raya Kuningan sampai nanti masineb 7 Maret 2020. “Jadi masing-masing sekaa teruna teruni banjar adat di Desa Adat Beraban secara bergiliran ngaturang ayah di Pura Luhur Tanah Lot. Biasanya mereka secara bergilir ngayah dari pagi sampai malam hari,” jelasnya. Jika air laut pasang, pihak

panitia memasang tali sepanjang areal beji. Pemasangan tali itu bertujuan membantu pamedek sembahyang ke luhur ataupun juga yang mapamit selesai sembahyang. “Kita juga siapkan rubber boat sebagai upaya antisipasi,” tambahnya. Sedangkan sebelumnya, Selasa 3 Maret 2020 dilaksanakan upacara Ngebejian di Beji Kaler Pura Luhur Tanah Lot. Upacara itu dilaksanakan pagi hari pukul 08.00 Wita mengikuti surut air laut. Upacara itu untuk menyucikan atau membersihkan semua pratima atau arca (benda sakral) dengan cara menggunakan air suci dari beji (sumber air suci) di Pura Luhur Tanah Lot. (bit)

Dua Pasien Observasi Corona Membaik

Masing–masing Punya Riwayat TBC Tabanan (Bali Post) Dua pasien dalam pengawasan Corona yang dirawat RSU Tabanan sudah menunjukkan kondisi membaik. Dua pasien itu dirujuk dari RSUD Sanjiwani Gianyar dan RS Wangaya Denpasar. Dari hasil observasi semalam, kondisinya sudah mendingan. Ketua Tim Penanggulangan virus Corona RSU Tabanan, dr. I Gede Sudiarta, seizin Kepala Dinas Kesehatan dr. I Nyoman Suratmika, Rabu (4/3) mengatakan pasien yang dirawat di RSU Tabanan setelah di VCT dokter spesialis paru, baru diketahui kondisinya membaik. Suhu badannya tidak lagi panas. Tetapi masih gejala batuk dan pilek saja. dr. Sudiarta menambahkan, kedua pasien rujukan itu sebenarnya memiliki riwayat TBC. Satu pasien asal Singaraja yang merupakan rujukan RS Wangaya itu sudah pernah menjalani pengobatan selama 10 tahun. Namun saat ini sudah tuntas. Kedua pasien rujukan ini, lanjut dr. Sudiarta, saat diterima di RSU Tabanan Selasa (3/3) sore, tidak ada menunjukkan gejala sesak, hanya batuk dan pilek saja. “Saat ini masih menunggu hasil pemeriksaan swab kedua, khususnya untuk pasien Rusia rujukan dari Gianyar. Hasilnya sudah diambil pagi tadi (Rabu kemarin, red) oleh Dinas Kesehatan Provinsi. Kemudian akan dikirim ke Litbangkes Jakarta. Pengambilan swab pertama sudah dilakukan di rumah sakit Gianyar. Pasien dari Wangaya juga sudah

dua kali diambil swabnya yang dilakukan di Wangaya,” terangnya. Hasil swab itu kemungkinan seminggu baru turun dari Litbangkes Jakarta. Bisa dilakukan pengulangan tes. Terkait kesiapan tim medis, penanganan pasien pengawasan Corona di RSU Tabanan sendiri berjumlah 20 orang, termasuk dokter spesialis, seperti paru, penyakit dalam, anastesi, THT, dan lainnya. Jumlah ini diluar perawat yang bertugas. Di ruang isolasi dibagi tiga shift masing-masing dua orang perawat dan dua orang cadangan. Semua Perawat Sudah Dilatih “Seluruh perawat diseluruh ruang rumah sakit akan kembali disegarkan ilmunya. Jadi semua petugas perawat sudah dilatih, walau ada peningkatan kasus, kami sudah siap,” terangnya. Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. I Nyoman Suratmika. Dua pasien rujukan akan terus diterapi sesuai protap penanganan mengacu pada gejala yang dialami saat ini. “Rencananya terus diterapi. Kondisi kedua pasien sudah

BERI KETERANGAN - Ketua Tim Penanggulangan Corona Virus RSU Tabanan, dr. I Gede Sudiarta (kiri) dan Dirut RSU Tabanan dr. I Nyoman Susila, seizin Kepala Dinas Kesehatan Tabanan memberikan keterangan terkait perkembangan kondisi dua pasien observasi Corona. membaik, tidak ada keluhan sesak,” ucapnya. Dirut RSU Tabanan, I Nyoman Susila juga menekankan agar pasien dan pengunjung rumah sakit serta masyarakat umum agar tidak cemas dan khawatir berlebihan. Walau pasien observasi Corona sudah dirawat sejak ditransfer ke RSU Tabanan. Pasien dan perawat di rumah sakit sudah diproteksi. “Jadi sudah kami proteksi. Tidak mungkin ada kebocoran. Tenang saja tetap berobat. Kami tanpa masker. Virus itu

tidak dibawa udara, melainkan percikan batuk dan bersin ataupun ingus. Intinya, kami tetap menjamin keselamatan pasien dan karyawan rumah sakit,” terangnya. Pihaknya mengimbau masyarakat agar kembali menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Beberapa kiat sebagai upaya mencegah penularan harus sering mencuci tangan dengan sabun, menghindari kontak dan menjaga etika batuk (tutup mulut saat batuk), memasak olahan makanan dengan matang.

“Jika ada gejala batuk pilek bisa segera kontrol ke klinik terdekat. Intinya jangan panik dan tetap jaga kesehatan dengan baik,” pintanya. Sosialisasi dan pengarahan petugas rumah sakit terus dilakukan agar pasien pengunjung tidak cemas maupun panik saat datang berobat. Terkait kesiapan alat pelindung diri penanganan pasien observasi Corona, kata dr. Susila masih aman. Dalam waktu dekat ada penambahan dari provinsi. (kmb28)

Raih Tiga Besar, Tiga Srikandi Kandidat Kuat Kadis PPKB SETELAH melalui proses seleksi relatif panjang, akhirnya panitia seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama mengumumkan peraih posisi tiga besar. Hebatnya ketiga figur yang masuk tiga besar itu semuanya Srikandi. Demikian hasil seleksi terbuka pengisian posisi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Besar (PPKB) Tabanan, Rabu (4/3) kemarin. Menariknya, posisi tiga besar kandidat Kadis PPKB mampu mengatasi tiga rivalnya yang semuanya laki-laki. Dengan tiga orang srikandi itu terpilih, otomatis ketiga lawannya gugur. Lalu bagaimanakah mekanisme proses penetapan satu dari tiga kandidat Kadis PPKB itu?

TIGA BESAR - Tiga Srikandi lolos tiga besar perebutan posisi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tabanan, I Wayan Sugatra, yang juga sebagai sekretaris pansel mengatakan hasil tahapan seleksi terbuka telah dilaksanakan. Namun sebelumnya pihak panitia telah melakukan evaluasi penilaian kompetensi melalui assessment tes, penelusuran rekam jejak, dan penilaian penulisan makalah dan pre-

sentasi/wawancara pada enam peserta seleksi terbuka pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT). Dari hasil akumulasi seluruh hasil tes itu, Pemkab Tabanan akhirnya menetapkan tiga peserta yang mencatat nilai raihan tertinggi (posisi tiga besar). Mereka adalah Ni Wayan Mariati yang saat ini menjabat Sekretaris Badan Keuangan Daerah Tabanan, dr. Ni Luh Gede Sukardiasih,

M.For., MARS. selaku Wakil Direktur Pelayanan dan Pengendalian Mutu pada BRSU Tabanan, dan I Gusti Ayu Nyoman Supartiwi yang menjabat Camat Penebel. ”Nama tiga calon terbaik hasil seleksi itu akan diajukan ke Bupati Tabanan dulu selaku Pejabat Pembina Kepegawaian,” ucapnya, Rabu (4/3). Selain telah mengumumkan nama-nama tiga calon terbaik hasil seleksi, kata

Sugatra panitia seleksi (Pansel) juga menyampaikan hasil pelaksanaan tahapan seleksi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Masih menunggu turunnya rekomendasi dari KASN yang menyatakan tahapan seleksi itu berjalan lancar. Nah.. sebelum pelantikan, BKPSDM Tabanan akan mohon izin tertulis kepada Mendagri karena melakukan pelantikan pada masa Pilkada. Dasarnya mengacu surat edaran Bawaslu. “Ini supaya proses seleksi terbuka itu benar dan telah berjalan sesuai aturan. Tidak ada unsur politik meskipun ada ranah Pilkada,” terang Sugatra. Untuk diketahui, tiga Srikandi yang masuk tiga besar posisi Kepala Dinas PPKB sama-sama memiliki peluang besar. Apalagi dilihat dari

latar belakang jabatan ketiganya sarat pengalaman yang bisa diterapkan di Dinas Pengendalian Penduduk dan KB. Misalnya saja Ni Wayan Mariati Sekretaris Bakeuda itu memiliki background pernah mengawali karier di BKKBN. Sedangkan dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS. punya background kesehatan, serta I Gusti Ayu Nyoman Supartiwi yang menjabat Camat itu kerap terjun di berbagai kegiatan yang berkaitan dengan program KB di daerah. “Dari hasil akumulasi seleksi keseluruhan ketiganya dianggap layak. Nanti Bupati memiliki pertimbangan visi misi mewujudkan Tabanan Serasi kira-kira siapa yang mampu mempercepat terwujudnya hal itu,” terang Sugatra. (bit)


Kamis Kliwon, 5 Maret 2020

Dewan Desak Ruang Isolasi Secepatnya Dirampungkan

Gianyar (Bali Post) Ruang isolasi RSUD Gianyar yang rencananya diperuntukkan menangani pasien kasus virus Corona belum rampung hingga Rabu (4/3) siang kemarin. Sejumlah buruh nampak masih melakukan pengerjaan. Lambatnya pihak rumah sakit menyiapkan ruangan isolasi tersebut mendapat sorotan tajam dari Wakil DPRD Gianyar I Gusti Ngurah Anom Masta.

Bali Post/kmb35

RUANG ISOLASI - Sejumlah buruh melakukan pengerjaan ruang isolasi di RSUD Sanjiwani, Rabu (4/3) kemarin.

Polisi Bidik Penimbun Masker

Gianyar (Bali Post) Menyikapi kekhawatiran masyarakat terkait penyebaran virus corona, jajaran Polres Gianyar melakukan pemantauan ke sejumlah toko di wilayah Gianyar. Dari hasil pemantauan, polisi menemukan adanya kelangkaan masker. Saat ini polisi berupaya menyelidiki kemungkinan adanya aksi penimbunan masker. Dikonfirmasi Rabu (4/3) kemarin, Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan mengatakan, jajarannya sudah melakukan pemeriksaan ke sejumlah supermarket di wilayah Gianyar. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak virus Corona. “Polres Gianyar melakukan pemeriksaan di beberapa supermarket di wilayah Gianyar

dalam rangka mengantisipasi dampak merebaknya virus Corona terkait kelangkaan masker,” katanya. Dalam kegiatan itu, kata Deni Septiawan, pihaknya juga melakukan pengecekan terhadap penjualan bahan pokok di wilayah hukum Polres Gianyar. “Dari hasil pemantauan, sampai saat ini tidak ditemukan antrean maupun kepanikan dari warga terkait isu kelangkaan bahan pokok,” ujarnya. Menurut Deni Septiawan, saat ini yang terjadi adalah kelangkaan masker. Dari sejumlah toko modern yang dicek, rata-rata stok maskernya habis. “Ini terjadi karena belum ada pendistribusian dari distributor,” katanya. Disinggung terkait adanya dugaan penimbunan, Deni Septiawan menegaskan ja-

jarannya masih melakukan penyelidikan terkait hal tersebut. “Kalau ada informasi akan segera dicek,” katanya. Deni Septiawan mengimbau pengusaha dan penjual masker agar tidak melakukan penimbunan serta mengambil keuntungan besar karena melanggar Pasal 107 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. “Pasal ini berisi ancaman sanksi pidana penjara maksimal 5 tahun, dan atau pidana denda maksimal Rp 50 miliar bagi pelaku usaha yang melanggar larangan menyimpan barang kebutuhan pokok atau barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang, gejolak harga, atau hambatan lalu lintas perdagangan barang,” katanya mengingatkan. (kmb35)

Bali Post/ist

MASKER - Jajaran Polres Gianyar melakukan pemantauan ke sejumlah toko di wilayah Gianyar terkait kelangkaan masker.

Dua Bulan, BPBD Data Seratus Lebih Bencana

Gianyar (Bali Post) Selama dua bulan pertama di tahun 2020, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar mendata telah terjadi seratus lebih bencana alam di wilayah Gianyar. Bencana paling banyak adalah kejadian pohon tumbang. Namun bencana yang paling parah adalah tanah longsor di Desa Kerta, Kecamatan Payangan karena merenggut satu korban jiwa. Berdasarkan data rekap BPBD Gianyar, tercatat 118 bencana yang terjadi sepanjang Januari hingga Februari 2020. Bencana pohon tumbang mendominasi selama dua bulan ini, yakni 76 bencana. Rinciannya, Januari terjadi 43 kejadian pohon tumbang, dan Februari 33 kejadian. Bencana pohon tumbang itu tersebar merata di di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Payangan 12 kejadian, Tegallalang 17, Ubud 10, Tampaksiring 10, Sukawati 7, Blahbatuh 13, dan Kecamatan Gianyar tercatat 7 kejadian. Selain itu, juga terdata 16 bencana banjir akibat hujan lebat selama Januari dan Februari. Paling banyak terjadi di Kecamatan Sukawati dengan

Bali Post/kmb35

TUMBANG - Kejadian pohon tumbang yang terjadi di wilayah Kabupaten Gianyar, belum lama ini. 10 titik banjir, Blahbatuh 3, selanjutnya Payangan, Ubud, dan Gianyar masing-masinh satu titik banjir. Sementara bencana tanah longsor tercatat lima kejadian. Sisanya merupakan laporan bencana lain-lain yang diterima BPBD Gianyar. Dikonfirmasi Rabu (4/3) kemarin, Plt. Kepala BPBD Gianyar Ngakan Dharma Jati mengatakan, pihaknya sudah melakukan penanganan setiap laporan bencana tersebut. Dikatakan, saat ini memang

dominan terjadi bencana pohon tumbang. Memasuki awal Maret ini, pihaknya juga sudah menerima 10 laporan pohon tumbang. Bencana yang paling mengejutkan adalah laporan korban tewas akibat tertimbun tanah longsor di Desa Kerta, Kecamatan Payangan. “Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada selama musim hujan dan mengurangi aktivitas di areal rawan seperti tanah yang diperkirakan labil,” katanya. (kmb35)

Politisi Partai Golkar ini mendesak pihak rumah sakit segera merampungkan ruang isolasi tersebut. Hal ini penting untuk mencegah penyebaran virus Corona. Apalagi Selasa (3/3) lalu, rumah sakit yang beralamat di Jalan Ciung Wanara itu menerima tiga pasien dalam pengawasan virus Corona. Namun, mereka tidak bisa ditangani di ruang isolasi karena ruangan tersebut belum siap. Ironisnya, tiga pasien itu harus ditangani di Ruang IGD dan Ruang Nakula. Karena kondisi tersebut, akhirnya salah satu dari tiga pasien dirujuk ke BRSU Tabanan. Melihat kondisi ini, Anom Mesta meminta eksekutif mencari solusi untuk penanganan pasien dalam pengawasan virus Corona. Dengan begitu, masyarakat Gianyar yang beraktivitas di seputaran rumah sakit bisa aman. “Pemerintah harus secepatnya mencari solusi agar masyarakat Gianyar tidak sampai tertular virus Corona,” katanya mengingatkan. Anom Mesta juga mendesak eksekutif memberikan perhatian lebih dalam menangani kasus ini. Apalagi, Kabupaten

Gianyar sebagai kawasan yang mengandalkan pariwisata. “Harus memberikan perhatian khusus pada RS Sanjiwani dalam persiapan dan penanganan virus Corona, mengingat Gianyar tujuan wisatawan dunia,” tegasnya. Anom Mesta juga mengimbau masyarakat untuk tidak panik dengan kasus ini. Terlebih pasien yang diduga Corona sudah mendapat penanganan rumah sakit. Selain itu, menunggu kepastian hasil lab pasien itu positif atau negatif. “Masyarakat Gianyar jangan panik. Semoga kasus ini segera dapat diatasi,” katanta. Sementara itu, Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, langsung memerintahkan Sekda Gianyar, Made Gede Wisnu Wijaya, untuk memantau persiapan ruang isolasi di RSUD Sanjiwani Gianyar, Rabu kemarin. Pada kesempatan itu Wisnu Wijaya menuturkan, ruang isolasi akan dipersiapkan dengan baik. Diakui, sampai Rabu kemarin persiapan masih terus dilaksanakan dan diperkirakan selesai Kamis (5/3) hari ini. “Sampai saat ini kami sudah siapkan. Semoga

besok siap digunakan. Saya sudah ketemu dengan yang mengerjakan, karena ini dadakan, tapi semoga besok semua siap digunakan,” ujarnya. Menurut Wisnu Wijaya, sampai saat ini Gianyar masih negatif kasus corona. Dikatakan, kemarin sempat ada kekhawatiran karena ada WNA yang dirawat berstatus dalam pengawasan virus Corona. “WNA itu memeriksakan diri ke RSUD Sanjiwani atas inisiatifnya sendiri. Karena WNA mendesak ingin dilayani, kami layani karena tidak boleh menelantarkan pasien, karena dapat melanggar Undang-undang Kesehatan. Hari ini kondisinya sudah membaik. Hasil lab keluar besok, dan akan dipulangkan kalau hasilnya negatif,” tegasnya. Wisnu Wijaya berharap masyarakat bersama-sama melek informasi dan tidak menyebar hoax. Ia juga mengimbau seluruh tenaga kesehatan di Sanjiwani maupun seluruh puskesmas yang ada di Gianyar agar melayani pasien dengan sebaik-baiknya dan tidak menolak pasien. (kmb35)

Diduga Belum Berizin

Satpol PP Sidak Proyek Perumahan Gianyar (Bali Post)Aktivitas alih fungsi lahan pertanian menjadi bangunan semakin marak di Kabupaten Gianyar. Salah satunya untuk pembangunan perumahan. Ironisnya, tidak semua pembangunan perumahan itu dilengkapi dengan perizinan yang dipersyaratkan. Menyikapi kondisi itu, aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gianyar menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke proyek pembangunan perumahan. Dikonfirmasi Rabu (4/3) kemarin, Kepala Satpol PP Gianyar, I Made Watha, membenarkan jajarannya melakukan sidak pembangunan perumahan. Dikatakan, ada dua lokasi perumahan yang disasar. Yakni perumahan di Desa Temesi dan Desa Tulikup. Keduanya berada di Kecamatan Gianyar. Bangunan-bangunan di perumahan itu telah berdiri sampai atap. “Pihak yang bertanggung jawab terhadap pembangunan perumahan yang disidak itu tidak bisa menun-

jukkan izin,” ujarnya. Menurut Watha, pihaknya tidak bisa langsung menghentikan pembangunan perumahan tersebut. Ia beralasan ada prosedur yang harus dilalui. Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), penertiban diawali dengan pembinaan. Apabila tidak digubris, petugas akan melayangkan surat peringatan (SP). SP itu pun berjenjang, yakni SP I hingga SP III. “Kalau sampai diberikan SP III belum mengurus izin, baru kami stop pembangunannya,” tegasnya. Watha mengingatkan para pengembang untuk menaati aturan dan mengurus segala perizinan yang dipersyaratkan. Di samping itu, pengembang juga diminta untuk memberikan kejelasan kepada calon pembeli. “Dengan mengurus izin, pembeli jelas dan tahu asal-usul bangunan itu, sehingga pembeli merasa nyaman. Indonesia ini negara hukum, setiap warga negara harus taat hukum,” tegasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

SIDAK - Petugas Satpol PP Gianyar saat melakukan sidak ke salah satu proyek pembangunan perumahan.


Kamis Kliwon, 5 Maret 2020

Bupati Suwirta Hadiri FGD Pengembangan Air Minum Nusa Penida

FGD - Bupati Suwirta saat hadir dalam FGD.

BUPATI Klungkung, I Nyoman Suwirta, menghadiri Focus Group Discussion (FGD) model pembangunan dan pengembangan air baku-air minum Nusa Penida. PGD itu dilangsungkan di ruang Downing Hotel Ashley, Menteng, Jakarta, Rabu (4/3) kemarin. Pertemuan yang diselenggarakan Direktorat Pengairan dan Irigasi BAPPENAS ini dalam rangka membahas penyusunan model pembangunan penyediaan air baku - air minum di kepulauan Nusa Penida. Dari pihak BAPPENAS, hadir Direktur Pengairan dan Irigasi Abdul Malik Sadat Idris dan Direktur KSPRB, Sri Bagus Guritno, serta sejumlah jajarannya. Turut hadir OPD Klungkung, Kepala Baperlitbangda Wayan Wasta, Kadis

Porsenijar Libatkan 1.900 Atlet dan Seniman

Semarapura (Bali Post) Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Kabupaten Klungkung tahun 2020 total melibatkan 1.900 peserta yang terdiri dari 1.625 atlet dan 275 orang seniman terbaik hasil seleksi sekokah di empat kecamatan di Kabupaten Klungkung. Porseni itu dibuka resmi Wakil Bupati Klungkung, I Made Kasta, di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Rabu, (4/3) kemarin. Pembukaan Porseni itu ditandai pelepasan balon yang disambut antusias para atlet dan seniman. Wabup Kasta mengatakan, membangun prestasi olahraga dan seni harus dapat dukungan kuat dari lingkungan keluarga dan juga sekolah. Inilah kenapa porsenijar begitu penting digelar. Sekolah itu sejatinya sebagai tempat utama mengoptimalkan potensi bibit atlet dan seniman. “Dengan penyelenggaraan event olahraga dan seni seperti ini maka semakin banyak bibit atlet dan seniman bisa digali. Maka penyelenggaraan kejuaraan olahraga dan seni itu perlu diperbanyak dan dilaksanakan secara berkelanjutan,” harap Wabup Kasta. Untuk memperoleh hasil maksimal, pihaknya meminta kepada seluruh wasit dan juri yang memimpin pertandingan itu agar bertindak adil dalam memberikan penilaian. Sehingga event tahunan ini mampu melahirkan atlet dan seniman berprestasi, yang mampu mengukir nama Klungkung di ajang kompetisi yang lebih tinggi.

PU Anak Agung Lesmana, Dirut PDAM Klungkung Nyoman Renin serta Kepala BAPPEDA Provinsi Bali. Dalam paparannya, Bupati Suwirta menyampaikan berbagai potensi pariwisata potensial dimiliki kepulauan Nusa Penida. Selain itu, berbagai status nasional telah disandang dari sejumlah Kementerian. Walau infrastrukturnya relatif terbatas, namun perkembangan pariwisata sangat pesat sebelum merebaknya isu wabah virus Corona. Wabah itu sangat berdampak pada kunjungan wisatawan ke Bali secara umum. Dikatakan, pelayanan air minum di Kabupaten Klungkung tahun 2019 sudah mencapai 76,44 persen. Namun Kecamatan Nusa Penida, baru tersentuh 15,4 persen. Hal itu

disebabkan sejumlah persoalan, di antarnya pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat, namun sumber mata air sulit diakses. Kecamatan Nusa Penida memiliki 10 sumber mata air dengan potensi 539 liter/detik. Melalui forum ini dirinya berharap pembangunan air baku - air minum Nusa Penida itu bisa terwujud selain untuk pemenuhan kebutuhan air warga juga mendukung akomodasi pariwisata. “Berikan saya jalan ke mana harus melangkah. Sehingga proyek ini bisa segera berjalan guna mendukung perkembangan pariwisata dan pemenuhan air baku untuk air minum buat masyarakat saya,” ujar Bupati Suwirta. Untuk mewujudkan hal ini, Direktur KSPRB Sri Ba-

gus Guritno menyarankan beberapa hal perlu dilakukan. Di antaranya survei kebutuhan konsumen apakah itu air minum atau air sanitasi. Menentukan jumlah volume air yang dibutuhkan dan menentukan kapan kebutuhan terhadap air, apakah pagi, siang, sore ataukah malam. Sementara itu Direktur PKE Kementerin PU PR yang diwakili Kasi Pengelolaan Resiko, Ary Rahman Wahyudi, mengatakan Pemkab Klungkung dan PDAM perlu segera melakukan penyusunan action plan dalam rangka percepatan proyek. Selain itu perlu segera dilakukan penyusunan studi pendahuluan dan DPP, serta analisis kelayakan proyek yang selanjutnya dapat menghasilkan biaya yang efisien.

Menutup Focus Group Discussion (FGD) itu, Bupati Suwirta menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah urun rembuk, memikirkan Nusa Penida. Persoalan Nusa Penida ibaratnya tidak pernah habis. Menurutnya, Nusa Penida itu punya potensi yang yang sangat baik. Bahkan merupakan magnet bagi wisatawan. Tentunya, ketika terjadi persoalan pariwisata maka akan berimbas pada kunjungan wisatawan ke Bali. Setelah rapat ini pihaknya meminta agar semua mengambil peran, melanjutkan langkah-langkah sesuai tupoksi masing-masing serta lebih mengintensifkan lagi koordinasi antarinstansi untuk mempercepat realisasi tujuan utama rencana ini. (ad115)

Wisatawan Tewas Terseret Arus di Pantai Atuh Diduga Korban Kehabisan Oksigen

Semarapura (Bali Post) -

Perairan Nusa Penida kembali memakan korban. Seorang wisatawan mancanegara dari Asia, ditemukan tewas setelah terseret arus saat hendak berenang di Pantai Atuh, Dusun Pelilit, Desa Pejukutan, Rabu (4/3) kemarin. Dia sempat berupaya diselamatkan wisatawan lainnya, namun nyawanya tidak tertolong. Bali Post/kmb31

PORSENIJAR - Para peserta porsenijar saat menghadiri acara pembukaan. Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga Klungkung, Luh Ketut Ari Citrawati, mengatakan semua peserta kontingen itu berasal dari pelajar SD, SMP, SMA dan SMK se-Kabupaten Klungkung. Total, Porsenijar ini mempertandingkan sebanyak 12 cabang olahraga yang pelaksanaannya sudah berlangsung sejak 2 Maret lalu. Ke-12 cabang tersebut, yakni Atletik, Bulu Tangkis, Catur, Cricket, Gate Ball, Judo, Karate, Pencak Silat, Petanque, Renang, Tenis Meja, serta Woodball dengan jumlah panitia, wasit, dan juri sebanyak 261 orang. Sementara cabang seni dilombakan 14 nomor seni yang dilaksanakan dari tanggal 9 sampai 11 Maret 2020, yakni Tari Panyembrama, Tari Baris Manggala Yudha, Tari Kebyar Terompong, Tari Tani, Tari Topeng Arsa Wijaya, dan Tari Legong Kuntul, Sekar Alit,

Sekar Madya, Sekar Agung, Masatua Bali, Mapidarta dan Dharma Wacana, Menyalin Aksara Latin ke Aksara Bali dan Lomba Melukis. Citrawati menegaskan, atlet yang menjadi juara pada ajang ini tidak langsung menjadi wakil Kabupaten Klungkung pada ajang Porsenijar tingkat provinsi. Tetapi penentuan atlet yang dikirim akan diseleksi. Karena itu atlet berprestasi terbaik itulah yang akan diberi kepercayaan. Caranya dengan melihat capaian prestasi baik dari sisi waktu maupun prestasi atlet di luar Porsenijar Klungkung Tahun 2020. Sehingga pengiriman kontingen bisa menjadi lebih efektif dan yang memiliki peluang lebih besar menang di tingkat yang lebih tinggi yang akan diberikan kepercayaan masuk kontingen menjadi wakil Klungkung. (kmb31)

Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, Putu Widiada, mengatakan korban berjenis kelamin laki-laki itu mengenakan pakaian renang hitam. Dia nampak sudah lemas saat berupaya diselamatkan dari terjangan arus deras di pantai itu. Saat tenggelam korban berupaya diselamatkan oleh wisatawan lainnya. Namun, setelah berhasil diamankan ke darat, ternyata sudah dalam keadaan tidak bernyawa. “Identitasnya belum diketahui, masih dalam proses penyelidikan karena korban saat berenang itu tidak membawa identitas diri,” kata Widiada. Saat diperiksa di sekitarnya, ditemukan sebuah tas. Namun, di dalamnya, ditemukan sedikit petunjuk terkait identitas korban. Petugas menemukan transaksi sewa speed boat atas nama Kazuki Kiyohara. Namun, Widiada mengaku belum berani memastikan, apa jenazah wisatawan mancanegara (WNA) ini adalah Kazuki Kiyohara. Sebab, di sana tidak ada dokumen paspor ataupun

dokumentasi data diri lainnya yang dianggap valid. Proses evakuasi Mr.X ini melibatkan Basarnas, Balawista Nusa Penida dan Polsek Nusa Penida. Kasubag Humas Polres Klungkung, AKP Gede Putu Ardana, menambahkan setelah melakukan olah TKP, penuturan warga sekitar, seperti I Made Suparna (39) dan I Gede Agus (35), menyampaikan korban saat itu memilih berenang menggunakan baju karena korban ingin berenang di kedalaman. Tetapi air lautnya mendadak surut, setelah beberapa saat korban Mr. X menuju pantai untuk berenang. Karena airnya surut korban berenang ke arah air yang lebih dalam. Namun, di lokasi itu, tibatiba datang ombak besar menyeret korban ke tengah laut. Beberapa saat setelahnya, korban sempat ditolong wisatawan lainnya yang ada di sana. Tetapi korban sudah tidak bisa tertolong. Korban meninggal dunia. Jenazahnya lantas dibawa ke Rumah Sakit Pratama Nusa Penida, sebe-

DIEVAKUASI - WNA saat dievakuasi dari TKP. lum dibawa ke RSUP Sanglah. Pihak kepolisian dikatakan masih mendalami kasus ini untuk mengungkap identitas korban. Termasuk, penyebab korban meninggal

Bali Post/kmb31

saat terseret arus itu. Sebab, ada keterangan lain yang menyebutkan bahwa korban meninggal itu karena kehabisan oksigen saat berenang di laut dalam. (kmb31)


Kamis Kliwon, 5 Maret 2020

Soal Virus Corona

Bupati Mas Sumatri Minta Warga Karangasem Tak Panik dan Tetap Tenang

RAPAT - Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, saat memimpin Rakor Kesiapsiagaan menghadapi Covid-19. PENYEBARAN virus Corona menjadi topik perbincangan pascaadanya dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang positif Corona. Kendati demikian, Bupati Karangasem,

I GA Mas Sumatri, mengimbau kepada seluruh masyarakat supaya tidak berlebihan dalam merespons berita virus Corona. Mas Sumatri meminta warga tidak panik dan tetap tenang

dan menjalankan aktivitas seperti biasa serta menjalankan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). “Saya meminta masyarakat Karangasem jangan panik dan tetap tenang. Untuk mencegah virus ini, salah satunya adalah PHBS,” ujar Mas Sumatri saat memimpin Rakor Kesiapsiagaan menghadapi Covid-19 (Corona Virus Disease) di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Karangasem, Rabu (4/3) kemarin. Mas Sumatri menambahkan, terkait hal ini, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi terkait virus Corona, lanjut meminta OPD terkait untuk menyosialisasikan kepada masyarakat terkait cara-cara pencegahan dan

penanganan yang bisa dilakukan. “Karena kepanikan tidak akan menyelesaikan masalah. Saya berharap kesiapsiagaan menghadapi penyebaran dampak virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Karangasem tidak hanya dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan dan jajarannya saja, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Untuk itu, saya mohon dukungannya terutama Polres Karangasem dan Kodim 1623/ Karangasem yang mempunyai aparat sampai di tingkat desa, yaitu Bhabinkamtibmas dan Babinsa agar membantu mengedukasi masyarakat binaannya agar meningkatkan kewaspadaannya tetapi tidak panik berlebihan dalam menyikapi situasi terkini terkait

perkembangan dampak virus Corona,” katanya. Mas Sumatri juga memaparkan langkah-langkah yang perlu segera dilaksanakan sebagai kesiapsiagaan menghadapi ancaman penyebaran virus Corona di Kabupaten Karangasem. Diawali dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) wilayah kerja Padang Bai, diminta melakukan deteksi dini terhadap penumpang yang datang dari daerah terjangkit virus Corona dengan menggunakan peralatan yang telah dimiliki dan prosedur yang sudah ditetapkan. “Secara niskala kita sudah melaksanakan ritual Nangluk Merana. Selanjutnya mari tingkatkan juga pengawasan dan kewaspadaan di kawasan pariwisata, hotel,

restoran dan tempat keramaian lainnya,” imbuhnya. Dia juga meminta surveilans Dinas Kesehatan dan seluruh puskesmas meningkatkan pengawasan sesuai pedoman kesiapsiagaan menghadapi Coronavirus (Covid-19). “Pastikan kesiapan logistik di tiap rumah sakit mencukupi dalam menghadapi virus Corona,” imbuhnya. Mas Sumatri menegaskan, pihaknya juga meminta warganya untuk tidak membeli masker secara berlebihan. Karena sebagaimana instruksi Menteri Kesehatan RI, masker idealnya hanya diperuntukkan bagi orang sakit. Pembelian masker secara berlebihan oleh orang sehat dikhawatirkan akan menipiskan stok bagi

mereka yang benar-benar membutuhkan. Kepala KKP Wilayah Padang Bai Karangasem, I Putu Suardyana, mengatakan, untuk mencegah Covid-19 menyebar di Bali dan Kabupaten Karangasem khususnya, kesiapsiagaan di pintu masuk, yaitu melakukan peningkatan pengawasan barang, dokumen penurunan penumpang. Untuk pelabuhan laut, KKP memfokuskan pengawasan alat angkut barang dan penumpang di pelabuhan rakyat, salah satunya di Amed, karena di sana berlabuh dominan penumpang dari luar negeri. “Kami juga melakukan koordiasi dengan KKP Kelas II Mataram untuk bertukar informasi,” jelasnya. (ad104)


Kamis Kliwon, 5 Maret 2020

Isi Sensus Penduduk “Online”

Banyak Dusun Minta Pendampingan ke BPS Bangli (Bali Post) – Sensus penduduk online sudah mulai berjalan sejak 15 Februari lalu. Di Kabupaten Bangli, rupanya ada

warga yang masih raguragu dalam mengisi sensus penduduk secara online itu. Sehingga mereka meminta pendampingan ke Badan

Pusat Statistik (BPS). Kepala BPS Kabupaten Bangli, I Made Anta Yasa, Rabu (4/3) kemarin mengungkapkan secara umum partisipasi masyarakat Bangli dalam mengisi sensus penduduk online terbilang tinggi. Prosentasenya mencapai 56 persen. Fakta itu melampaui target capaian 21 persen. Dia bahkan menyebut prosentase itu tertinggi di Bali.

Namun demikian, diakuinya masih ada warga yang ragu-ragu dalam pengisian sensus penduduk online. Misalnya ketika mengisi data di kolom pekerjaan. Agar yakin dalam pengisian sensus, mereka pun meminta pendampingan melalui dusunnya. “Kami sudah menerima banyak jadwal melakukan pendampingan sensus penduduk online di satuan

lingkungan setempat/ dusun dan sekolah SMA. Dan kami siap memberikan pendampingan,” terangnya. Sementara soal jaringan internet, Anta Yasa mengatakan tidak terlalu menjadi kendala di Bangli. Gangguan jaringan internet, kata dia hanya terjadi di waktu-waktu tertentu. Seperti pukul 09.00-10.00 Wita. Menurutnya gangguan itu kemungkinan terjadi karena

banyaknya masyarakat yang mengakses pendataan sensus penduduk online pada waktu tersebut. “Kalau sore atau malam kencang,” ujarnya. Disebutkannya, dalam pengisian sensus penduduk secara online ada 21 pertanyaan yang harus diisi masyarakat. Pertanyaan itu menyangkut variable individu, pekerjaan, pendidikan dan perumahan. Sesuai jadwal, sensus pen-

duduk online akan berlangsung sampai 31 Maret mendatang. Selanjutnya tanggal 1-31 Juli BPS akan menerjunkan petugas ke rumahrumah untuk melakukan sensus penduduk terhadap warga yang belum mengisi data sensus secara online. “Petugasnya kurang lebih 300 orang, itu termasuk petugas pencacah dan pengawas,” pungkasnya. (kmb40)

Pohon Tumbang Timpa Jalan Pengendara Dialihkan ke Dalam Pasar

Bali Post/kmb40

RUMAH TERBAKAR - Kondisi rumah korban yang terbakar di Banjar Tegalasah Kelod, Desa Tembuku, Rabu (4/3) kemarin.

Ditinggal Sembahyang Rumah Terbakar

Bangli (Bali Post) Musibah kebakaran melanda rumah milik Sang Ketut Lagi, warga Banjar Tegalasah Kelod, Desa Tembuku, Rabu (4/3) kemarin. Diduga kebakaran itu dipicu korsleting listrik. Akibat kejadian itu korban mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah. Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 13.30 Wita. Kebakaran pertamakali diketahui I Ketut Seraya, tetangga korban. Awalnya saksi melihat adanya kepulan asap dari rumah korban. Saat dicek, ternyata terjadi kebakaran pada bangunan rumah milik korban yang berada di sebelah barat. Selanjutnya

saksi menghubungi keluarga korban yang pada saat itu sedang sembahyang di Pura Dalem Tegalasah. Bersamaan dengan hal itu, saksi dibantu warga sekitar berupaya memadamkan api menggunakan air keran. Selang tiga puluh menit kemudian api berhasil dipadamkan. Kejadian itu kemudian dil-

aporkan ke Polsek Tembuku sekitar pukul 16.00 Wita. Kapolsek Tembuku, AKP I Nengah Sukerta, dikonfirmasi sore kemarin mengatakan, begitu mendapat laporan pihaknya langsung turun ke lokasi kejadian. Saat pihaknya mendatangi TKP, api yang membakar rumah korban itu sudah padam. Pemadaman

dilakukan oleh warga secara manual. “Kalaupun kita hubungi pemadam, akses jalan masuk ke sana tidak bisa. Karena lokasinya ke abian. Jalannya sangat kecil,” terangnya. Dari hasil olah TKP, diduga kebakaran itu terjadi karena adanya arus pendek listrik atau korsleting. Musibah kebakaran itu menyebabkan bangunan ludes hingga ke atapnya. Akibat kejadian itu, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 150 juta. (kmb40)

Bangli (Bali Post) Sebuah pohon berukuran besar yang ada di areal Pasar Yangapi, Tembuku tumbang menimpa jalan raya di depan pasar, Rabu (4/3) pagi. Tidak ada korban pada kejadian tersebut. Namun batang pohon yang tumbang itu menyebabkan arus lalu lintas Bangli-Rendang terganggu. Dari informasi yang dihimpun, peristiwa tumbangnya pohon berjenis kendal itu terjadi sekitar pukul 09.00 Wita. Menurut penuturan beberapa saksi, pohon tumbang diawali adanya suara retakan. Tak berapa lama kemudian batang pohon patah lalu tumbang

hingga menutupi badan jalan. Selain menutup badan jalan, tumbangnya pohon tersebut juga menimpa kabel PLN serta merusak tembok Pasar Yangapi sepanjang dua meter. Karena jalan tak bisa dilalui, pengendara dari arah Bangli maupun Rendang yang melintas di lokasi itu terpaksa dialihkan ke dalam pasar. Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli Ketut Agus Sutapa mengatakan, untuk menangani kejadian itu, pihaknya melakukan koordinasi dengan PLN. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas

PU Provinsi Bali. Alasannya, jalan yang tertimpa pohon itu berstatus jalan provinsi. Upaya evakuasi batang juga dibantu petugas kepolisian dan warga sekitar. “Sekitar jam 10 kurang sudah tuntas dibersihkan. Kemudian arus lalu lintas kembali normal,” terangnya. Menurut Agus, penyebab tumbangnya pohon tersebut dikarenakan usia pohon yang sudah tua. Kondisi itu diperparah dengan hujan deras yang sejak beberapa hari terakhir terus mengguyur wilayah Tembuku, sehingga menyebabkan pohon tidak kuat lagi, lalu tumbang. (kmb40)

Bali Post/ist

TUMBANG - Batang pohon yang tumbang dan menimpa jalan raya jurusan BangliRendang, tepatnya di depan Pasar Yangapi, Tembuku.

Turis Tiongkok Sepi

Puluhan Sopir Pariwisata di Kintamani Jadi Petani SEPINYA kunjungan turis Tiongkok di Bali saat ini akibat dampak merebaknya virus Corona, membuat puluhan sopir pariwisata di Kintamani kehilangan penghasilan. Sebagian besar dari mereka kini beralih pekerjaan menjadi petani. Lalu bagaimanakah ekpektasi para sopir itu yang ketika turis Tiongkok ramai, ternyata mereka bisa memperoleh penghasilan sangat lumayan mencapai Rp 700 perhari?

SALAH seorang sopir pariwisata di Kintamani, Kadek Putra Aditya Warman, Rabu (4/3) kemarin mengungkapkan, sepinya turis asal Tiongkok sudah dirasakannya sejak tanggal 27 Februari lalu. Sepinya kunjungan turis Tiongkok membuat dirinya dan puluhan sopir pariwisata lainnya memilih beralih pekerjaan menjadi petani. “Sebab sekarang sama sekali

tidak ada tamu Tiongkok. Hampir semua sopir kerja ke kebun, tentunya termasuk saya,” ujarnya. Diungkapkannya, sebelum mewabahnya virus Corona yang menyebabkan penurunan wisatawan, dalam sehari masing-masing sopir yang tergabung Batur Global Transport bisa mengantar turis Tiongkok hingga 2-3 mobil. Satu mobilnya ditumpangi maksimal 7 orang turis. Para turis Tion-

gkok itu biasanya diantar dari Museum Gunung Api/Restoran Gran Puncak Sari ke objek wisata yang ada di sekitar kaldera. “Turis Tiongkok yang datang ke Kintamani kebanyakan pakai bus. Mereka jarang pakai kendaraan pribadi. Sebab busnya tidak bisa turun ke bawah lantaran medannya relatif terjal. Maka kami antar pakai mobil yang lebih kecil,” terangnya.

Dari aktivitas mengantar turis Tiongkok, para sopir bisa mendapat penghasilan hingga Rp 700 ribu sehari. Sekarang dengan beralih pekerjaan menjadi petani, otomatis mereka tidak bisa mendapatkan penghasilan harian yang lumayan besar itu. Adapun jumlah sopir yang tergabung di Batur Global Transport itu sekitar 38 orang. Pria asal Desa Batur Tengah itu mengatakan, di tengah sepinya

kunjungan turis Tiongkok, saat ini beberapa sopir hanya bisa mengandalkan wisatawan asing selain Tiongkok. Terutama mereka yang berwisata trakcing ke kawasan Kaldera. Jumlahnya tidak banyak. Karena sedikit, maka para sopir pun harus menerapkan sistem giliran untuk mengantar turis itu. “Semoga wabah virus Corona ini bisa secepatnya berakhir,” harapnya. (ina)


Kamis Kliwon, 5 Maret 2020

Putu Karuna Ditunjuk Plt. Asisten III Singaraja (Bali Post) Jabatan Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Setda Buleleng kini lowong. Setelah pajabat lama Drs. Gede Suyasa, M.Pd. dilantik menjadi Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, sekarang jabatan itu diisi pelaksana tugas (Plt.). Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana, menunjuk Putu Karuna menjadi Plt Asisten III. Dia sendiri sekarang masih menjabat Asisten Pemerintahan dan Umum (Asisten I). Karuna resmi menjalani tugas tambahan itu terhitung mulai Senin (2/3) yang lalu. Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Buleleng, Gede Wisnawa, Rabu (4/3) kemarin mengatakan penunjukan plt ini

merupakan kewenangan Bupati. Meski demikian, track record seorang plt. yang ditunjuk ini diyakini sudah berdasar analisa dan pertimbangan terbaik oleh seorang kepala daerah. Plt., ini diberi tugas tambahan yang sifatnya sementara, menunggu sampai ada pejabat pengganti yang definitif. “Itu semua kewenangan pimpinan dan saat pelantikan Sekda yang lalu sudah ditunjuk dan mulai bertugas selain menajadi Asisten I diberi-

kan tugas tambahan melaksanakan tugas-tugas Asisten III,” katanya. Apakah jabatannya akan dilelang atau dengan pengisian, Wisnawa menyebut hal itu masih kajian Bupati. Yang jelas, tahun 2020 ini selain Asisten III, ada dua jabatan kepala dinas (kadis) yang dipastikan akan lowong. Jabatan itu masingmasing Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) Gede Dharmaja, M.Si. Dia akan memasuki pensiun mulai 1 April 2020.

Selain itu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Ketut Nerda, juga akan pensiun mulai 1 Juli 2020. Rencananya, dalam waktu dekat ini akan kembali dilakukan pengisian jabatan yang lowong dan diikuti pergeseran pejabat. Mutasi ini akan digulirkan bersamaan pelantikan pejabat eselon 2 hasil lelang jabatan tinggi pratama masing-masing, Kepala Dinas Kebudayaan (Kadisbud), Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar), Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP), dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). (kmb38)

Singaraja (Bali Post) Pemkab Buleleng menunjuk RSUD Buleleng menjadi rumah sakit rujukan untuk pasien suspect virus Corona. Menyusul penunjukkan itu, jajaran manajemen RSUD melakukan beberapa persiapan dan menambah ruang perawatan dan sarana prasarana penunjangnya. Direktur Utama RSUD Buleleng, dr. Gede Wiartana, M.Kes., Rabu (4/3) kemarin mengatakan, sejak virus Corona merebak, RSUD hanya sebagai rumah sakit transit bagi pasien suspect Covid-19. Bila menerima pasien suspect, maka pasien akan langsung dikirim ke RSUP Sanglah. Belakangan pihaknya menerima undangan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengikuti pelatihan penanganan pasien terjangkit virus Corona. Setelah mengikuti undangan itu, RSUD akan dijadikan sebagai rumah sakit rujukan. Dengan demikian, kalau menerima pasien suspect virus Corona, maka rumah sakit di Jalan Ngurah Rai, Singaraja itu harus melakukan perawatan terhadap pasien. Pihaknya sudah menugaskan satu dokter spesialis paru

dan satu petugas laboratorium mengikuti pelatihan di Jakarta. Pelatihan itu digelar Rabu (4/3), dan dijadwalkan berakhir Sabtu (7/3) pekan ini. Setelah pelatihan, pihaknya akan melaksanakan simulasi, sehingga petugas medis lebih terlatih dan siap merawat pasien suspect virus Corona. “Kami sudah siap menjadi rumah sakit rujukan dan saat mengikuti pertemuan di Kemenkes, sepertinya rumah sakit dijadikan rujukan. Kami sudah siapkan tambahan ruang isolasi dan kapasitas daya tampung pasiennya hingga 10 orang,” katanya. Terkait isolasi, dr. Wiarnata

mengaku telah menambah satu ruangan, sehingga di RSUD akan ada dua ruang isolasi. Kedua ruang ini di lantai dua Instalasi Gawat Darurat (IGD). Ruangan tersebut diperkirakan mampu menampung 10 orang pasien. Sementara Wakil Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., mengimbau masyarakat tidak terlalu panik berlebihan menyusul penyebaran virus Corona. Virus ini sebenarnya bisa dilawan dengan menjaga daya tahan tubuh yang baik. Ini bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan tubuh, melakukan perilaku

hidup bersih, dan mengonsumsi ramuan herbal. Selain itu, pihaknya juga menyebut, menutup mulut dan hidung dengan memakai masker, sebenarnya tidak 100 persen bisa mencegah virus. Ini karena virus tidak menular melalui udara, tetapi lewat cairan yang dikeluarkan tubuh. Cairan itu kemudian tersentuh dan mengenai bibir, mata, dan virus baru menular. “Masker sekarang memang sulit didapatkan. Sebenarnya masker tidak terlalu penting untuk mencegah virus ini. Oleh karena itu, cuci tangan sesering mungkin, jangan usap wajah sebelum cuci tangan dan jaga stamina tubuh,” jelasnya. Sementara itu, mewabahnya virus Corona berdampak pada pariwisata di Buleleng. Dinas Pariwisata (Dispar) mencatat okupansi hotel di daerah ini turun 40 persen. Jumlah ini setara dengan 1.460 kamar hotel yang sebelumnya sudah dipesan, sekarang dibatalkan para wisatawan. Meski demikian, belum ada manajemen hotel yang mengurangi pekerjanya. Agar situasi ini tidak bertambah parah, Dispar akan melakukan strategi untuk merangsang lebih banyak lagi wisatawan berlibur ke Den Bukit. (kmb38)

RSUD Buleleng Jadi Rujukan Pasien ”Suspect” Virus Corona

Bali Post/kmb38

KOORDINASI - Wakil Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., berkoordinasi untuk mempersiapkan diri mengantisipasi penyebaran virus Corona.

Dcr Sopir Punya SIM A,Jujur & Disiplin 0361-8475290 B.BP.001.03.20.0000058

Dcari Courier Motor,Office Boy Operasional,Max 28th.Krm lam. Jl .Gn.Soputan I/107.Tl:8466317 B.BP.001.02.20.0000187

Dcr Mekanik Spd Mtr Honda,SMK Dwi Jati Motor WA,085100883990 B.BP.004.03.20.0000100

Dcr OperatorSPBU,Wanita18-25th SMP / SMA / K. Hub:08123814033/ WA 081916392480 B.BP.001.03.20.0000095

Dcr PRT utk vila Jl.Kesambi Gg Kesambi Indah 22, 085738838639

DIJUAL MOBIL TOYOTA

Djl Innova hitam th 2009 mulus hanya 100jt Hub.08123840636 B.BP.001.03.20.0000111

For Sale:2011 Toyota Avanza 1.5S 4AT(automatic)-68000KM -Serviced Agung Motors,Sunset Road-OneOwner-Good Condition -Located Umalas-RP.115.000.000 ono-Tel.082124458758 B.BP.004.03.20.0000103

B.BP.001.03.20.0000066

Dcr Sekretaris SMK/D1 Sekretaris, Projec Mgr S1 Sipil,pglman Akunting,sopir,SMK Bgn,Informatika,Jl.Plawa 37,08113975654 B.BP.001.03.20.0000091

DIJUAL MOTOR HONDA

Djl Vario’14,Smst Br,Ban baru Hub: 081338305585 Jimbaran B.BP.101.03.20.0000097

Print & On Line Radio

PROPERTY

Jalan Desa Pejarakan Rusak Parah

Singaraja (Bali Post) -

Warga di Banjar Dinas Banyuwedang, Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak mengeluhkan kerusakan jalan di desa mereka. Bahkan kekecewaan warga ditunjukkan dengan aksi menanam pohon pisang di tengah jalan dengan harapan kerusakan jalan segara mendapat penanganan dari pemerintah daerah. Data dikumpulkan di lapangan, jalan ini sebelumnya berstatus sebagai jalan lingkungan atau bisa dikenal jalan desa. Beberapa tahun kemudian, status jalannya diubah menjadi jalan kabupaten. Ruas jalan ini tercatat dalam aset pemerintah daerah dengan nama “Banyuwedang-Permandian.’’ Namun, ruas jalan ini mengalami kerusakan parah. Selain banyak lubang yang dalam menganga, aspal di jalan ini mengelupas. Ketika hujan, lubang tersebut tergenang air dan aspal yang terkelupas itu menjadi licin, sehingga menyulitkan kendaraan yang melintas. Tidak hanya akses warga, namun jalan ini juga menghubungkan lokasi SDN 3 Pejarakan, Kecamatan Gerokgak. Anak-anak yang akan ke sekolah pun merasa kurang nyaman ketika akan melintasi jalan rusak tersebut. Perbekel Desa Pejarakan, Made Astawa, ketika dihubungi Rabu (4/3) kemarin, membenarkan kalau jalan di daerah itu mengalami kerusakan parah. Bahkan dirinya juga tidak menampik kalau warganya yang tidak sabar menunggu program perbaikan jalan pernah melakukan aksi menanam pohon pisang di badan jalan. “Kerusakannya parah sekali, dan itu terjadi dari lama sampai sekarang belum diperbaiki. Kami tidak bisa salahkan warga menanam pohon pisang di badan jalan, karena memang mereka sudah tidak tahan melintasi jalan rusak, sehingga untuk mendapat penanganan mereka melakukan aksi itu,” katanya. Menurut Made Astawa, kerusakan jalan di daerahnya berkali-kali masuk dalam usulan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) baik tingkat kecamatan dan kabupaten. Selain itu, pihkanya

pernah mengajukan proposal bantuan ke pemerintah daerah, namun gagal. Setelah upaya perbaikan berkali-kali gagal, pemerintahan desa tidak bisa berbuat banyak dan terpaksa membiarkan kerusakan jalan semakin parah. Saat ini panjang jalan yang rusak lebih dari 2,5 kilometer. Pihaknya berharap, ada perhatian lebih agar jalan di wilayahnya itu diperbaiki. Ini karena untuk memperlancar akses dan roda perekonomian masyarakat karena di sana ada pengembangan objek wisata permandian air panas. Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Buleleng, Putu Adiptha Eka Putra, mengatakan usulan perbaikan jalan kabupaten tidak seluruhnya bisa ditangani dalam setahun anggaran. Ini selain karena keterbatasan anggaran, namun syarat teknis ruas jalan kabupaten yang bisa

gentabalifm

genta bali

Bali Post/ist

RUSAK - Jalan Kabupaten Banyuwedang-Permandian Desa Pejarakan, Kecamatan Gerokgak rusak parah.

KONSULTASI

Mau Hidup Lebih Sehat Sukses ? Cek Feng Shui Anda :0811392629

DIJUAL TANAH

Jual Tanah 3,14 Are Jl.Kerta Dalem SidakaryaH.082236284773

B.BP.001.03.20.0000088

B.BP.001.03.20.0000026

PROPERTY DIJUAL TOKO

KEHILANGAN

Hlg BPKB DK 2069 GAQ no K 22659 O an.Putu Ardinia Yanti

B.BP.167.03.20.0000113

Hlg BPKB DK 2993 GAD an.Perbekel Perean No.2912825 - O

Djl Toko Lok.A.Yani Utara 11X Darmasaba Badung LT55m2.Minat Hub.082144662869

B.BP.167.03.20.0000098

B.BP.001.03.20.0000001

PROPERTY

Hlg BPKB DK 8828 GW no M 01531 271 O an.Perbekel Perean

B.BP.167.03.20.0000112

Hlg BPKBNo.L10221994-0,DK1558 FU,AN.I Gusti Nyoman Sari,Bdg

DIJUAL RUKO

BU Cash pasti mrh Ruko 2LT SHM tepi Cokroaminoto,0895398988989

B.BP.001.03.20.0000093

B.BP.033.03.20.0000099

BIRO JASA

Sy Siap Bntu Byar-Lporan Pajak BlannSPTThunanNPWPSIUPTDP HP/WA081239026955&081338344155

Hlg SHM NO.3066,GS 9171/1989 Alamat:Jln.Padma Utara Legian Kuta - Badung.Luas:400 M2 An.DR Desak G A Suprabawati

B.BP.001.03.20.0000092

B.BP.001.02.20.0000023

Hlg STNK & Buku Kir DK 8634 BA AN:PT.Coca-Cola Distributor

B.BP.001.03.20.0000089

HARIAN deNPOst - RAdIO GeNtA 96,1 fm web: www.denpost.id

denpost.id dan denpost.post

denpost

Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat

GENTA BALI

diperbaiki harus dipenuhi. Dia mencontohkan, lebar jalan minimal 6 meter untuk bisa kendaraan berpapasan. Selain itu, ada bahu jalan dan goronggorong di kanan dan kiri ruas jalannya. Dari syarat teknis itu, banyak usulan perbaikan jalan kabupaten dari desa yang badan jalannya sempit. Bahkan, tanah untuk bahu jalan dan gorong-gorong tidak cukup. Di sisi lain, kalau itu harus diperbaiki, risikonya harus membebaskan tanah warga. Parahnya lagi, warga yang tanahnya terkena pelebaran jalan selalu menuntut ganti rugi. Meski menemui hambatan, namun Adiptha menyebut kerusakan jalan kabupaten di desa-desa akan tetap ditangani. Untuk bisa memperlebar jalan, pihaknya berharap ada kesadaran warga di pinggir jalan bisa mendukung program pemerintah agar memberi beberapa meter tanahnya. (kmb38)

Jenis Paket

Harian DenPost

raDio Genta

Paket

1 kolom x 45 mm Bronze 12 x siar / bulan 300.000,- / bulan 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan 400.000,- / bulan 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 800.000,- / bulan BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764

-

OTOMOTIF FASHION TRAVEL AGEN PROPERTY SALON/SPA FURNITURE HOTEL ASESORIS LIFE STYLE KULINER LOWONGAN


Kamis Kliwon, 5 Maret 2020

Penebang Pohon di Hutan Lindung Ekasari Dibekuk KASUS illegal logging di Jembrana masih marak. Terbukti sebanyak 10 kasus illegal logging masuk ranah hukum Polres Jembrana dalam dua tahun terakhir. Salah satunya di Desa Ekasari. I Kadek Raun (37) dibekuk jajaran Sat Reskrim Polres Jembrana karena terbukti menebang pohon di dalam kawasan hutan lindung. Warga Banjar Palarejo ini diamankan polisi pada Jumat (28/2) lalu di Ekasari. Wakapolres Jembrana, Kompol Supriyadi Rahman, didampingi Kasat Reskrim AKP Yogie Pramagita, Rabu (4/3) mengatakan, dibekuknya pelaku illegal logging ini berawal dari informasi masyarakat di daerah Ekasari bahwa ada salah seorang warga yang menyimpan kayu hutan. Dari informasi tersebut kemudian anggota Buser Polres Jembrana melakukan penyelidikan. Polisi mendapati 84 batang kayu hutan jenis buluh di gudang serkel milik I Wayan Astianto di Banjar

Parwatasari, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya. Polisi kemudian menindaklanjuti dengan menginterogasi dan diketahui kayu-kayu dibawa oleh I Kadek Raun. Setelah ditelusuri, kayu diperoleh tersangka dengan menebang 1 pohon buluh di dalam kawasan hutan lindung Ekasari. “Oleh tersangka, kayu itu dipotong-potong sehingga berbentuk balok berbagai macam ukuran dan dipikul satu per satu menuju gudang,” ujar Wakapolres Kompol Supriyadi Rahman. Polisi mengamankan

barang bukti berupa 84 batang kayu hutan jenis buluh berbentuk balok dengan berbagai ukuran. Tersangka dijerat pasal 83 ayat (1) huruf b Yo pasal 12 huruf e dan/atau Pasal 82 ayat (2) Yo pasal 12 huruf b UURI Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan. “Tersangka dengan sengaja mengangkut, menguasai, atau memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi secara bersama surat keterangan sahnya hasil hutan, dan atau

melakukan penebangan pohon dalam kawasan hutan tanpa memiliki izin,” tambahnya. Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun serta pidana denda paling sedikit Rp 500.000.000. (olo) HUTAN LINDUNG - Tersangka illegal logging di hutan lindung Ekasari berikut barang bukti kayu diamankan di Mapolres Jembrana.

Agama Senator RI Beri Dharma Wacana di Pura Cilincing Jakarta Utara

Temui BPS Pusat, Wedakarna Heran Jumlah Umat Hindu Sensus 2010 Hanya 4.012.116

Bali Post/olo

DIPERIKSA - Kasi Pidsus Kejari Jembrana memeriksa tersangka Tumari, tersangka keenam kasus korupsi dana santunan kematian. Tersangka langsung ditahan oleh Kejaksaan setelah berkas dinyatakan lengkap.

Tersangka Keenam Korupsi Santunan Kematian Ditahan

Negara (Bali Post) Tersangka kasus Korupsi Santunan Kematian, Tumari (43), dilimpahkan tim penyidik Unit Tipidkor Reskrim Polres Jembrana ke Kejaksaan Negeri Jembrana, Rabu (4/3) siang. Mantan Kepala Lingkungan Asih, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya ini merupakan tersangka keenam yang terlibat kasus korupsi dana santunan kematian 2015 yang dikelola Dinas Sosial Jembrana. Sebelumnya lima tersangka sudah terlebih dahulu menjalani proses hukum dan 4 di antaranya telah menjalani hukuman. Mereka adalah Indah Suryaningsih (PNS Dinas Sosial), Gede Astawa dan I Dewa Ketut Artawan (mantan Klian Dinas di Desa Tukadaya, Melaya) dan I Komang Budiarta (mantan Kaling di Gilimanuk). Pelimpahan tersangka Tumari ini hampir berbarengan dengan Ni Luh Sridani yang juga mantan kepala lingkungan di G i l i m a n u k . M o dus yang dilakukan tersangka, yakni mengajukan berkas santunan kematian bekerja sama dengan Indah Suryaningsih. Berkas-berkas yang diajukan itu tidak pernah diverifikasi dan ada pula yang diajukan secara fiktif dengan cara merekayasa dokumen kelengkapan ber-

Kamis, 5 Maret 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita

06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita

Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Melalui Pujawali Kita Tingkan Pelembagaan Ajaran Agama Hindu (3) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Ball Khrisna(1) Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Solusi Alternatif Marion Sam Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali TV Shop Punggung Puja Trisandya Bali TV Shop

kas dan pengajuan berkas untuk satu orang diajukan lebih dari satu kali. Dari total 2.387 warga Kabupaten Jembrana yang menerima santunan kematian saat itu dari hasil laporan audit penghitungan kerugian keuangan negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Bali, ditemukan pengajuan fiktif/rekayasa dan yang diajukan lebih dari satu kali/pengajuan yang berulang sebanyak 301 berkas dengan nilai kerugian keseluruhan Rp 451.500.000. Khusus untuk Tumari yang saat itu menjabat Kaling Asih, mengajukan 32 berkas, dengan kerugian negara Rp 48.000.000. “Tumari sudah mengembalikan ke kas daerah sebesar sembilan juta rupiah,” ujar Kasat Reskrim AKP Yogie Pramagita. Selama penyidikan, tersangka belum ditahan dari pihak penyidik. Saat dilimpahkan ke Kejari Jembrana siang kemarin, berkas dinyatakan telah lengkap dan jaksa langsung menahan tersangka. “Berkas sudah lengkap, tersangka langsung kita tahan. Pertimbangannya kita khawatir melarikan diri,” ujar Kasi Pidsus Kejari Jembrana, Ivan Praditya Putra, seizin Kajari Jembrana di sela-sela penahanan. (kmb26) Kalung Omkara 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Bali TV Shop Lutut 13:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Bali TV Shop Punggung 15:00 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 17:00 Wita FILLER HERMED 17:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Nuansa Property 21:00 Wita Talk Show Merah Putih Ketika Bali Tanpa Pariwisata 22:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 22:30 Wita Folk Song 23:00 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 00:00 Wita Solusi Alternatif Marion Sam

Senator DPD RI Utusan Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedastera Suyasa, akhirnya turun langsung berkoordinasi terkait dengan program Sensus Penduduk tahun 2020 dengan menyambangi langsung Kantor Pusat BPS Pusat di Jakarta. Dalam kunjungan yang dikemas dalam rapat kerja tersebut, Senator Arya Wedakarna (AWK) memberikan arahan langsung agar pelaksanaan sensus penduduk khususnya terhadap umat Hindu di Indonesia bisa berlangsung dengan adil dan jujur. Hal ini dianggap penting mengingat data sensus penduduk 2020 akan menjadi acuan dari lintas sektoral, khususnya pemerintah pusat untuk menjadi dasar pengambilan keputusan terkait politik kebijakan dan politik anggaran di APBN. Salah satunya adalah perhitungan pengangkatan CPNS Guru Agama Hindu, penyuluh agama Hindu, anggaran pembinaan Bimas Hindu di seluruh Indonesia dan juga kebijakan politik lainnya. Apalagi Senator AWK kaget

setelah disodori data angka umat Hindu pada 10 tahun lalu yang hanya berkisar sekitar 4 juta jiwa. “Saya teringat nasihat dari (alm) Ida Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa (Ketua Dharma Adykasa PHDI Pusat) pada tanggal 1 Juli 2015 di Candi Prambanan saat peresmian Sanggar Pamujaan dan Gerakan Suka Satyagraha. Pedanda yakin bahwa jumlah umat Hindu Indonesia yang nyata diperkirakan sekitar 8 – 10 juta jiwa. Tapi melihat angka cuma 4 juta, saya jadi terheran–heran, kenapa bisa seperti ini? Jangan sampai di sensus 2020 ada kecurangan baik yang disengaja maupun tidak disengaja. Ini tugas DPD RI sebagai pengawas UU,” ungkap Gusti Wedakarna yang juga President The Sukarno Center ini. Ia pun meminta kepada masyarakat Hindu Indonesia agar mengikuti proses sensus secara online, yakni dari 15 Februari – 31 Maret 2020 atau sensus wawancara selama bulan Juli 2020. “Saya sudah sampaikan sejumlah kantong Hindu di Indonesia harus dijaga benar kuantitasnya, bahkan

ada wilayahnya yang di mana umat Hindu termasuk nomor dua mayoritas. Dari data saya kantong Hindu ada di Lampung, Sumatera Utara, Kalteng, Kaltim, Mataram Lombok, Klaten, Blitar, Tengger Bromo (Pasuruan Probolinggo), Yogyakarta, Malang, Jember, Lumajang, Banyuwangi, Surabaya. Di daerah transmigrasi juga kantong Hindu bertebaran. Jadi saya ingatkan jangan sampai ada kecurangan, jika ada kecurangan maka konsekuensinya hukum secara UU. BSP walau lembaga independen, tapi tetap saja kerja dengan uang rakyat APBN,“ ungkap Gusti Wedakarna. Hal senada juga diungkap AWK pada saat hadir memberi dharma wacana saat piodalan di Pura Cilincing Jakarta Utara. Dalam kesempatan itu, AWK memberikan arahan pada umat Hindu Jakarta agar ikut membantu sensus penduduk 2020. “Mosok didata resmi umat Hindu Indonesia cuma di sekitar 4 juta? di Bali saja sudah 4 juta sebagai mayoritas. Pantas selama 10 tahun kita kesulitan mendapat jatah

SATYAGRAHA – Senator DPD RI, Arya Wedakarna, saat Raker dengan Pimpinan BPS Pusat di Jakarta dan bersama tokoh Hindu Jakarta Utara di Pura Cilincing. guru agama, penyuluh dan anggaran yang sulit Rp 1 triliun. Jika ada kecurangan, agar dilaporkan kepada tim pengawas atau DPD RI Komite I Bidang Hukum. Kita jaga bersama–sama

agar Sensus Penduduk 2020 berlangsung lancar,” ungkap Senator AWK yang merupakan peraih suara tertinggi, yakni 742.781 suara di Pemilu 2019 lalu ini. (ad119)

Pemerintahan

Pameran Inovasi Pelayanan Publik Diskominfos Kota Denpasar Ditutup P ameran I n o v a s i Pelayanan Publik, yang diselenggarakan Dinas Komunikasi, Informasi dan Statistik (Diskominfos) Kota Denpasar, serangkaian dengan HUT ke-232 Kota Denpasar, Senin (2/3) berakhir. Pameran yang diselenggarakan sejak 27 Februari 2020 tersebut diikuti oleh 24 OPD di lingkungan Pemkot Denpasar. Kadis Kominfo dan Statistik Kota Denpasar, I Dewa Made Agung, juga menyampaikan bahwa pada pameran ini masing-masing OPD menampilkan program unggulan dan inovasi terbaiknya. Selain OPD, beberapa stan juga tampak sejumlah

UKM binaan dari masingmasing OPD, baik itu UKM bidang kerajinan maupun kuliner. Pameran yang dibuka Wali Kota Denpasar tersebut berlangsung meriah. Sejak dibuka hingga jelang penutupan selalu ramai pengunjung. Selain pameran pemerintah Kota Denpasar juga mengadakan berbagai acara seperti lomba menggambar dan mewarnai, hiburan bagi pengunjung berupa bondres dan live music. Adapun acara penutupan dimeriahkan dengan penampilan live music dari Keroncong Jancuk serta puncaknya diakhiri oleh penampilan dari Nano Biroe. (ad122)

Pemaparan Kepala Daerah Sesi pertama mengagendakan paparan kepala daerah yang berasal dari wilayah Jawa, Bali, dan

Nusa Tenggara. Sesi kedua kemudian dilanjutkan paparan kepala daerah dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Jambi, Bangka Belitung, Bengkulu, Sumatera

Selatan dan Lampung. Sejumlah kepala daerah hadir dalam rakor tersebut, di antaranya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Bali Wayan Koster, Gubernur

Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X, hingga Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak. Sebelumnya, pada hari

pertama rapat koordinasi di Bappenas, Selasa (3/3) dihadiri kepala daerah atau perwakilan dari 17 provinsi di wilayah Maluku, Papua, Nusa Tenggara, Sulawesi, dan Kalimantan. (kmb)

Jokowi Puji BI dan OJK “Situasi sangat berbeda karena Corona ini, sangat berbeda. Tadi saya ingatkan karena Corona ini demand (permintaan) rusak, supply (pasokan) rusak, produksi rusak. Demand termasuk di dalamnya tentu saja konsumsi dan investasi. Jangan sampai dalam situasi permintaan yang terdisrupsi, pasokan terdisrupsi, produksi terdisrupsi, kita tidak

merespons dan anggap biasabiasa saja,” tambah Presiden Jokowi. Kepala Negara meminta kementerian untuk merelaksasi prosedur perizinan dan memangkas tahapan birokrasi yang mengganggu kegiatan ekonomi. Terhadap Kemendag, Presiden Jokowi meminta prosedur penerbitan izin untuk impor demi pengadaan stok di dalam negeri disederhanakan, agar pasokan domestik mencukupi dan harga di pasaran

kian stabil. “Saya minta rapat kerja hari ini fokus ke situ saja, tidak usah ke mana-mana bicaranya. Karena sekali lagi, pasokan barang harus cukup. Kita dihadapkan, sebentar lagi dengan yang namanya puasa Ramadhan. Hati-hati loh ini,” ujar dia. Presiden Jokowi menyebutkan pada beberapa waktu lalu, Bank Indonesia dan OJK sudah memberikan relaksasi untuk memulihkan ekonomi dari ancaman dampak virus Corona.

Kepala Negara mengharapkan kementerian dan lembaga negara dapat mengikuti sikap responsif BI serta OJK untuk menggulirkan stimulus terhadap ekonomi domestik. Stimulus yang diberikan BI, antara lain, penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) valuta asing (valas) serta rupiah untuk bank umum konvensional. Untuk GWM Valas perbankan yang semula delapan persen terhadap Dana Pihak Ketiga (DPK), ditu-

runkan menjadi empat persen. Sedangkan, OJK menerapkan kelonggaran terhadap perhitungan tingkat kolektibilitas debitur. “Saya kira kemarin BI kasi relaksasi yang memberikan dampak kepada penguatan kurs rupiah, penguatan IHSG. OJK juga kasi kelonggaran, sehingga memberikan dampak positif baik ke penguatan rupiah maupun IHSG. Saya harap kementerian melakukan ini,” ujar Jokowi. (ant)


Kamis Kliwon, 5 Maret 2020

Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Desa Adat Tampuagan Lestarikan Seni Budaya dan Gairahkan LPD PELESTARIAN seni budaya, bahasa Bali dan LPD, mendapat perhatian penting Desa Adat Tampuagan, Karangasem. Ini sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Bali “Nangun Sat Kerti Loka Bali”, Mewujudkan Bali Era Baru.

Lewat kegiatan bulan bahasa, maka kita telah menjaga dan melestarikan bahasa Bali, sehingga generasi muda makin mencintai bahasa daerahnya.

Bendesa Adat Tampuagan, Gede Putu Wardana, mengatakan Desa Adat Tampuagan telah mengikuti program yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Bali dalam melestarikan seni, adat dan budaya. Salah satunya melaksanakan kegiatan Bulan Bahasa Bali. “Lewat kegiatan bulan bahasa, maka kita telah menjaga dan melestarikan bahasa Bali, sehingga generasi muda makin mencintai bahasa daerahnya,” ucapnya. Wardana menambahkan, pihaknya juga ingin mengaktifkan sekaa sebunan dan sekaa gong yang ada di Desa Adat Tampuagan. Termasuk, menggeliatkan Sekaa Teruna Teruni atau Yowana dan membentuk kepengurusan di

tingkat desa. Supaya setiap aktivitas yang dilakukan ada wadahnya, yang nantinya untuk membangun dan menguatkan desa adat. “Bila ada kegiatan di desa, anak-anak muda yang tergabung di sekaa teruna-teruni ini bisa dilibatkan sebagai panitia. Begitu juga kalau ada kegiatan upacara di Pura, mereka bisa ngayah ngingel atau menari,” katanya. Selain itu, pihaknya juga bakal melestarikan seni tradisional yang ada di desa adat, salah satunya Tari Seraman. Tari ini, tidak boleh dipentaskan sembarangan, melainkan hanya saat upacara di Pura Desa, Puseh dan Pura Dalem. Termasuk seni tradisi yang menjadi warisan

leluhur, seperti tari wali dan tari rejang. “Selama ini, kesenian tersebut memang masih eksis. Tapi, kini dengan adanya perhatian Pemerintah Provinsi Bali terhadap desa adat, maka tarian tersebut makin dilestarikan agar tidak sampai punah. Nanti yang menarikan itu anak-anak muda,” jelasnya. Tak hanya itu, pihak desa adat juga akan menggeliatkan keberadaan LPD. Sebab, keberadaan LPD dinilai sangat penting di desa adat. Bahkan, hampir semua desa adat memiliki LPD. “LPD sangat penting dalam pembangunan di desa adat. Kalau sebuah LPD berkembang dengan baik, maka ada

dana yang diperuntukkna ke desa adat. Termasuk, warga yang hendak nabung dan meminjam uang untuk usaha bisa di LPD tanpa harus ke bank,” tegasnya. Tak hanya itu, pihak desa adat juga akan meningkatkan kapasitas para jro mangku serta serati. Itu dilakukan, supaya para pemangku dan serati dapat mengetahui dan memahami tentang tatwa agar menjadi yang lebih baik. Sehingga, setiap kegiatan upacara, maknanya jelas berdasarkan tatwa yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (nan)

TARI - Tari Seraman dibawakan oleh penari laki-laki saat pujawali di Pura Kahyangan Tiga di Desa Adat Tampuagan Karangasem.

”Piodalan Nadi”

Virus Corona Mewabah

Fraksi PDI-P Minta Pemprov Utamakan Krama Pura Kawitan Bhujangga Waisnawa Kerobokan Gelar Dharma Wacana Yadnya dan Karma Keselamatan Masyarakat Bali

FRAKSI PDI Perjuangan (PDI-P) DPRD Bali memberikan pandangan umum terhadap tiga ranperda dalam Rapat Paripurna di Ruang Sidang Utama DPRD Bali, Rabu (4/3). Yakni, Ranperda tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali, Ranperda tentang Standar Penyelenggaraan Kepariwisataan Bali, serta Ranperda tentang Penyelenggaraan Kesehatan. Sebelumnya, tiga ranperda itu diajukan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster. Yang menarik, Fraksi PDI-P juga memberikan sejumlah usulan kepada gubernur terkait wabah virus Corona. “Kita perlu menyikapi dengan bijak dan pikiran yang tenang. Virus Corona yang sedang mewabah sampai saat ini adalah momentum kita semua untuk introspeksi,” ujar Pembaca PU Fraksi PDI-P DPRD Bali, A.A. Ngurah Adhi Ardhana. Introspeksi, lanjut Adhi Ardhana, termasuk dalam mengelola kepariwisataan agar lebih baik dengan mengedepankan kearifan lokal dan menghilangkan egoisme lokal. “Kita tidak boleh berhenti membenahi dan mengelola pariwisata Bali berlandaskan konsep one island, one plan, one management,” jelasnya. Ditemui usai sidang, Ketua Fraksi PDI-P DPRD Bali, Dewa Made Mahayadnya, mendorong Pemprov Bali melakukan aksi yang lebih nyata. Utamanya pada konsep bagaimana menyelamatkan masyarakat Bali, baru kemudian menyelamatkan nama baik Bali di mata dunia sehingga pariwisata tidak terganggu. Menurut Mahayadnya, Pemprov mesti lebih gencar melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak panik berlebihan, serta menyadari betul proses

penularan dan bagaimana pencegahannya. Pihaknya juga mendesak gubernur agar segera berkoordinasi dengan stakeholder termasuk aparat TNI dan kepolisian untuk melakukan tindakan preventif melawan wabah virus Corona. Termasuk menggunakan dana tanggap darurat apabila dipandang perlu. “Bagaimana agar masyarakat bisa terhindar 100 persen dari virus yang mewabah ini,” tegas Politisi asal Buleleng ini. Di sisi lain, Mahayadnya mendorong gubernur untuk memastikan dana stimulus pemerintah pusat sebesar Rp 3,3 triliun dapat didistribusikan secara proporsional dan berkeadilan terhadap kabupaten/ kota se-Bali. Gubernur juga didorong untuk memastikan kebijakan OJK dalam memberikan relaksasi perbankan terhadap debitur sektor yang terdampak. Kemudian, memastikan gubernur untuk memperhatikan tenaga kerja lokal Bali yang bekerja di sektor terdampak agar PHK dapat dihindari sehingga diharapkan dapat mempertahankan perputaran perekonomian Bali. “Untuk pasien dalam pengawasan terinfeksi virus Corona yang ditemukan atau terdeteksi di tempat-tempat layanan kesehatan atau thermo scanner Bandara, kami mengusulkan supaya dirujuk dipusatkan ke satu RS yang dilaksanakan sesuai teknis medis pedoman WHO,” imbuhnya. Mahayadnya juga mengaku telah menginstruksikan agar RS PTN Unud ditunjuk sebagai tempat isolasi bila terjadi peningkatan kasus. Begitu terbukti positif agar segera dirujuk dan dirawat di RSPI Sulianti Saroso Jakarta sebagaimana teknis penanganan kasus flu burung waktu lalu. Hal ini bertujuan untuk mensterilisasi Bali dari virus Corona. (ad106)

SERANGKAIAN dengan upacara Piodalan Nadi yang puncaknya dilaksanakan Rahina Buda Wage Wuku Langkir, Rabu (4/3) kemarin, Krama Pura Kawitan Bhujangga Waisnawa Kerobokan menggelar kegiatan dharma wacana, Selasa (3/3) malam. Dharma wacana yang diberikan oleh Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Lingga Puja dari Griya Batur Lebah, Gablogan, Desa Brengbeng, Kecamatan Selemadeg, Tabanan ini mengangkat tema tentang “Yadnya dan Karma”. Ketua Panitia Piodalan, Guru Gede Juniada, mengatakan piodalan Pura Kawitan Bujangga Waisnawa yang di-empon oleh 112 KK ini rutin dilakukan setiap 6 bulan sekali. Tepatnya pada Rahina Buda Wage Wuku Langkir. Tujuan piodalan ini untuk mendekatkan seluruh krama panyungsung Pura Kawitan Bhujangga Waisnawa agar lebih eling kepada leluhur dan Tuhan Yang Maha Esa (Ida Sanghyang Widhi Wasa). Di samping juga agar selalu mendekatkan diri kepada-Nya, sehingga tidak pernah lupa Kawitan. Serangkaian upacara piodalan nadi telah dilakukan. Mulai dari upacara mareresik Minggu (1/3), membuat bebantenan oleh serati Senin (2/3), upacara pangajuman/ madengen-dengenan Selasa(3/3), dan puncak piodalan sekaligus nyineb Rabu, (4/3). “Kami berharap dengan digelarnya piodalan nadi ini, semua pangempon pura agar bisa lebih mendekatkan diri dengan Kawitan, sehingga tidak pernah lupa dengan Kawitan,” ujarnya, Selasa (3/3) malam.

DHARMA WACANA - Sulinggih Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Lingga Puja saat memberikan dharma wacana serangkaian piodalan nadi di Pura Kawitan Bhujangga Waisnawa Kerobokan, Selasa (3/3) malam. Sementara itu, Sulinggih Ida Rsi Bhujangga Waisnawa Lingga Puja dalam dharma wacananya mengatakan bahwa dasar yadnya adalah untuk memperbaiki segala jenis perbuatan (karma). Oleh karenanya, yadnya dengan tutur-tutur suci sangat luar biasa. Sedangkan yadnya dengan materi bisa dilakukan sesuai dengan kemampuan, sehingga tidak berhenti untuk berkarma. Apalagi karma wasana yang dilakukan dalam keseharian harus didasarkan pada yadnya.

Seperti halnya dalam karma wasana yang dilakukan pada saat memasak. Secara tidak sengaja kita membunuh hewan kecil atau besar untuk kebutuhan lauk, sehingga untuk menetralisirnya harus dilakukan upacara yadnya. “Karma wasana itulah bibit dari hasil perbuatan kita, kalau karma wasana yang kita lakukan berdasarkan yadnya, maka hasilnya baik yang kita terima. Karena kita adalah bakta, maka harus bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” tandasnya. (ad102)

The Hydrant Rilis ”Jalan-jalan”

BAND Rockabilly asal Bali, The Hydrant merilis video klip single “Jalanjalan” beberapa waktu lalu. Sebelumnya, single ini hanya dibawakan versi live hampir setiap kali mereka perform. “Jalan-jalan” merupakan lagu kebangsaan yang paling lucu-klasik dari seluruh jajaran komposisi milik The Hydrant.

Bahkan, lagu ini selalu manjur membuat penonton berdansa ria. Liriknya yang lugas-sederhana, memancing orang spontan bersenandung bersama. Mulai dari Kuta sampai Slovakia, Deus Sunday Session hingga Viva Las Vegas, baik di pesta ulang tahun remaja SMA maupun pernikahan perak pasangan lanjut usia.

“Warga Nusantara hingga mancanegara, siapa saja dan di mana saja, semua berdansa dan menggila menikmati irama,” tandas Manager The Hydrant, Rudolf Dethu, belum lama ini. Lagu “Jalan-jalan” sejatinya telah cukup tua. Hal ini diakui sang pencipta lagu, Marshello. Dikatakan, lagu ini sudah ditulis sejak tahun 2000 dan cukup sering disenandungkan dengan diiringi ukulele. Bahkan, lagu ini dinyanyikannya sambil menjalani profesinya sebagai penjaga pantai. Tak aneh jika liriknya menggambarkan apa yang nyaris tiap hari ia lakukan. Seperti lirik: dari Kuta sampai Legian, pagi-siang-sore jalan. “Memang, wilayah saya bertugas paling sering di seputaran Kuta. Baru sejak 2004 “Jalan-jalan” ia nyanyikan di atas panggung bersama The Hydrant dan spontan menjadi lagu pemancing di setiap konser mereka. Uniknya, “Jalan-jalan” belum pernah masuk studio rekaman, hanya menjadi anthem di atas panggung. “Baru tahun lalu, 19 tahun kemudian sejak pertama tercipta, masuk dapur rekaman. Di tahun 2020, 20 tahun kemudian, didukung oleh sutradara brilian, Jitro Stephen, akhirnya “Jalan-jalan” bisa dinikmati juga secara kasat mata,” pungkas Dethu. (win)

Enam Petinju Bali Lolos PON Denpasar (Bali Post)Bali meloloskan enam petinju yang berlaga pada PON XX di Papua, Oktober mendatang. Mereka adalah Krispinus Mariano (layang ringan/46 kg), Kornelis Kwangu Langu (layang/49 kg), Julio Bria (bantam/56 kg), Jekri Riwu (ringan/60 kg), Gregorius Gheda Dende (welter ringan/64 kg), serta Cakti Dwi Putra (menengah/75 kg). Pelatih PON Bali, Yulianus Leo Bunga, di Denpasar, Rabu (4/3) kemarin mengemukakan, awalnya tiga petinju asuhannya lolos pada Pra PON pertama, di Ternate, yakni Krispinus, Kornelis, dan Jekri. “Trio petinju ini merebut tiket PON, karena melenggang sampai ke babak semifinal atau empat besar,” ucap Yulianus. Sementara tiga petinju lainnya, Julio Bria, Gregorius, dan Cakti lolos ke PON, pada Pra

PON kedua di Bogor. “Ketiga petinju ini berhasil mengantongi tiket PON, sebab melaju sampai ke babak final,” ungkapnya. Dia menambahkan memasuki TC desentralisasi ini, keenam atlet Pelatda cabor adu jotos ini baru digenjot fisik dan staminanya. Dijelaskannya, mereka berlatih pagi dan sore setiap hari, libur Sabtu dan Minggu,

sedangkan latihan teknik di Adi Swandana Boxing Camp Panjer. Menurut dia peluang petinju Bali menggondol emas terbuka lebar, asalkan berlatih rutin, disiplin, dan rajin menambah jam terbang. “Tim tinju PON Bali ini, dimanajeri Made Muliawan Arya, dan kami merencanakan mengadakan try out,” jelas Yulianus. (022)

Bali Post/ist

TINJU - Tim tinju PON Bali Julio Bria (kiri), Jekri Riwu, Yulianus Leo Bunga, Gregorius Gheda Dende, Krispinus Mariano W, dan Cakti Dwi Putra (kanan).


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Kamis 5 Maret 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu