terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
12 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 169 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Rabu Umanis, 5 Februari 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pergub Arak
Distan Didesak Proaktif
Cegah Pengeboman Ikan
Pergub No.1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali akan diluncurkan Rabu (5/2) ini. Pergub mengatur tata kelola minuman fermentasi dan/atau destilasi khas Bali seperti arak dari hulu sampai ke hilir.
Masyarakat Gianyar kini diresahkan dengan kematian babi secara mendadak. Atas kondisi itu, Distan Gianyar pun didesak untuk bergerak cepat. Distan agar lebih proaktif melakukan penanganan kasus yang terjadi di masyarakat. GIANYAR | HAL. 6
Patroli gabungan, Selasa (4/2) kemarin menyasar Nusa Penida. Patroli ini guna memastikan seluruh perairan KKP Nusa Penida steril dari aktivitas pengeboman ikan dari nelayan lokal maupun Lombok.
DENPASAR | HAL. 2
KLUNGKUNG | HAL. 7
Dibahas, Nasib 660 WNI Eks Simpatisan ISIS di LN
Jakarta (Bali Post) – Sediktinya ada 660 WNI yang identitasnya dikenali dan tersebar di beberapa negara di Timur Tengah. Mereka semua merupakan eks simpatisan ISIS. Di antaranya berada di Syria, Turki dan Afghanistan. Kini pemerintah telah membentuk tim yang merumuskan apakah mereka dipulangkan atau ditolak kembali ke Tanah Air. Erick Thohir (tengah)
Penangkap Teroris Bom Bali Diangkat Jadi Deputi BUMN Jakarta (Bali Post) – Menteri BUMN Erick Thohir menunjuk polisi penangkap teroris Bom Bali Imam Samudra dan profesional dari konsultan Ernst and Young sebagai Deputi Kementerian BUMN. ‘’Ada empat orang yang dilantik pejabat madya. Bapak Carlo Brix Tewu dari Kementerian Politik, Hukum dan Keamanan. Tugas beliau mengidentifikasi BUMN yang berselisih dengan sesama BUMN,’’ ujar Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga, Selasa (4/2) kemarin. Carlo Brix Tewu meniti karier sebagai aparat polisi. Dalam
perjalanan kariernya, Carlo berhasil menorehkan berbagai prestasi, antara lain berhasil menangkap Tommy Soeharto pada 2001 dan membekuk teroris Bom Bali I yakni Imam Samudra pada tahun 2002. ‘’Sedangkan untuk Ibu Nawal Nely dari Ernst and Young. Ibu Nawal ditugaskan untuk menangani manajemen risiko terhadap perusahaan BUMN di lingkungan BUMN. Jadi bisa dilihat bagaimana supaya cashflow hingga laporan keuangan bagus dari perusahaan BUMN,’’ kata Arya. Hal. 11 Mencari Peluang
OPINI
Perlukah Jalan Tol di Bali?
M
enteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebutkan keputusan kepulangan WNI yang menjadi Foreign Terrorist Fighter (FTF) atau terduga teroris lintasbatas dari Indonesia pada Mei atau Juni 2020. ‘’Nanti terakhir akan dibawa kepada Presiden Jokowi untuk didiskusikan secara lebih mendalam dan diambil keputusan apakah akan dipulangkan atau tidak,’’ kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (4/2) kemarin. Menurutnya, pemerintah sudah menggelar rapat membahas rencana kepulangan eks Kombatan ISIS itu. Kepala BNPT Suhardi Alius ditunjuk untuk memimpin langsung rencana pemulangannya. Dalam rapat itu menghasilkan dua draf alternatif keputusan yang akan dipilih Presiden Jokowi. Kedua alternatif putusan itu telah dipertimbangkan dengan matang.
’’Negara-negara lain pun belum ada yang ingin memulangkan (FTF), itu banyak negara yang punya FTF seperti itu, banyak. Mereka merasa tidak aman kalau mereka (FTF) pulang ke negara masing-masing.’’ ‘’Keputusannya ada dua alternatif. Satu akan dipulangkan, yang kedua tidak akan dipulangkan. Akan dipulangkan tentu saja karena mereka warga negara (Indonesia), tidak dipulangkan karena mereka melanggar hukum, haknya bisa dicabut. Oleh sebab itu, sekarang sedang dibentuk satu tim yang dipimpin oleh Pak Suhardi Alius yang isinya itu membuat dua draf keputusan,’’ jelas Mahfud. Hal. 11 Tidak Dikenal
Pascalarangan Wisatawan Tiongkok ke Indonesia
Siapkan Langkah Penyelamatan Perekonomian Bali 5.000-an Wisatawan Tiongkok Ada di Bali
Oleh : Putu Rumawan Salain Fakta/kenyataan lapangan menunjukkan bahwa jumlah sepeda motor dan berbagai jenis kendaraan sudah tidak sebanding dengan pertumbuhan pembangunan jalan. Panjang jalan yang ada relatif pertumbuhannya sangat kecil. Akibatnya tentu macet, degradasi lingkungan akibat asap kendaraan bermotor, suhu sekitar bertambah panas, dan tentu kecelakaan lalu lintas hingga berakibat dari luka ringan sampai dengan meninggal. Jumlah kecelakaan dan korban meninggal sia-sia cukup tinggi di Bali. Kenapa? Ada banyak jawaban untuk itu, antara lain: kita belum punya rencana induk yang terintegrasi antarkota/kabupaten dalam satu provinsi maupun luar pulau, perencanaan manajemen transportasi, mahalnya harga tanah, kuatnya ego sektoral antara pusat, provinsi, dan kota/kabupaten dalam hal persoalan tanggung jawab kepemilikan jalan (ada jalan nasional, jalan provinsi, dan jalan kota/kabupaten). Namun kata orang awam bahwa salah satu yang menarik di antaranya adalah bahwa macet merupakan pertunjukan baru di Bali! Luas Pulau Bali berdasarkan data disebutkan 5.636.66 km2 yang terdiri dari delapan kabupaten dan satu kota memiliki panjang jalan dengan kewenangan atau status jalan negara ‘’pusat’’, provinsi, dan kabupaten atau kota adalah 7.843,98 km (Bali Dalam Angka Tahun 2014). Panjang jalan dimaksud di tahun 2018 akhir atas data BPS bertambah menjadi 9.835,65 km. Hal. 11 Luar Provinsi
Harian Bisnis Bali Ribuan ’’Guide’’ Menganggur Merebaknya virus Corona di Wuhan, Tiongkok berdampak signifikan pada penurunan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Bali. Salah satunya berdampak pada guide Mandarin. Apa yang terjadi? www.bisnisbali.com
Harian DENPOST
Ganti Kloset dengan Kendi Penganut keyakinan Bija Kuning di Desa Depeha, Kubutambahan, Buleleng, yang awalnya memasang kloset bersanding dengan palinggih Surya, kini mengganti dengan kendi. www.denpost.id
WISATAWAN - Wisatawan Tiongkok saat berkunjung di Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Denpasar. HARI ini, Rabu (5/2), pemerintah Indonesia mulai melarang wisatawan Tiongkok masuk ke Indonesia, termasuk Bali. Pelarangan ini bertujuan untuk mencegah menyebarnya virus Corona. Larangan ini tentu akan berdampak pada ekonomi Bali. Sebab, ekonomi Bali sangat bertumpu pada pariwisata. Karenanya diperlukan kebijakan antisipatif agar perekonomian Bali dalam jangka pendek jangan sampai mengalami kelumpuhan. Caranya dengan menjaga jumlah kunjungan wisatawan jangan sampai terlalu anjlok. Selain itu dalam jangka panjang, sektor di luar pariwisata harusnya benar-benar diberdayakan. Ketua Ikatan Cendekiawan Pariwisata In- d o nesia (ICPI) Wilayah Bali Dr. I Putu
Anom, S.E., M.Par. mengatakan Bali sudah sangat tergantung pada sektor pariwisata. ‘’Bali memang sudah sangat tergantung dari sektor pariwisata. Kalau sampai pengembangan sektor ini merosot tajam tentu akan berdampak luas pada sektor yang lain. Untuk itu, pemerintah dan pelaku pariwisata tentu akan berusaha maksimal mencari terobosan untuk mengatasinya agar sektor pari- wisata tetap eksis
sebagai penggerak perekonomian Bali,’’ tandasnya. Menghadapi kondisi seperti saat ini, industri pariwisata yang difasilitasi pemerintah sudah seharusnya menyasar pangsa pasar negara-negara potensial yang warga negaranya berkunjung ke Bali. Selain itu, pemerintah Bali juga harus berusaha memajukan sektorsektor lain di luar pariwisata, terutama sektor-sektor yang ditekuni masyarakat lokal Bali, seperti sektor pertanian dan industri kecil. Hal. 11 Mendapat Perhatian
INDONESIA menyetop penerbangan ke Tiongkok mulai Rabu (5/2) ini. Konsul Jenderal (Konjen) RRT di Denpasar Mr. Gou Haodong menyatakan wisatawan Tiongkok yang masih berada di Bali dan ingin pulang secepatnya sudah diimbau untuk membeli tiket. Dikatakan bila ada beberapa penerbangan ke Tiongkok hingga Selasa (4/2) malam. Di sisi lain, ia juga berharap pemerintah Indonesia khususnya Imigrasi Bali bisa memfasilitasi wisaGou Haodong tawan Tiongkok yang ingin memperpanjang masa tinggal di Pulau Dewata. ‘’Data yang kami dapat, diperkirakan 5.000-an wisatawan Tiongkok masih ada di Bali. Sekitar 200 orang berasal dari Provinsi Hubei,’’ imbuhnya. Gou Haodong menegaskan belum menerima kabar terkait wisatawan Tiongkok yang kesulitan biaya atau kehabisan uang karena over stay di Bali. Apalagi, wisatawan Tiongkok yang berlibur ke Bali umumnya tidak memiliki masalah ekonomi. Kalaupun ada yang sampai kehabisan bekal, pihaknya tentu tidak akan mengabaikan. Gou Haodong mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bali dan Indonesia umumnya yang sudah sangat mendukung dan berempati terhadap wabah virus Corona di Tiongkok. Pria yang pernah bertugas di Afrika ini juga sempat menunjukkan video Dubes RI di Tiongkok Djauhari Oratmangun yang menyampaikan ucapan tahun baru Imlek, serta dukungan dan empati kepada masyarakat Tiongkok untuk bersama-sama melawan wabah virus Corona. Hal. 11 Pura Batur
Rabu Umanis, 5 Februari 2020
Pasien Observasi Negatif Corona
Denpasar (Bali Post) Bali merawat seorang pasien observasi yang diduga terinfeksi virus Corona di RSUP Sanglah. Pasien usia 12 tahun asal Tiongkok ini dirawat sejak Jumat (31/1) lalu. Pasien ini diambil sampelnya untuk diperiksa. Hasilnya negatif. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya mengatakan hasil laboratorium diterima, Selasa (4/2) kemarin. ‘’Hasilnya sudah turun dan negatif,’’ ujarnya. Dengan hasil yang negatif ini, pasien akan segera dipulangkan. Suarjaya menuturkan, pasien dirujuk ke RSUP Sanglah karena sempat datang dari negara terinfeksi dan menderita gejala mengarah ke infeksi
virus Corona, seperti demam, batuk, dan sesak. Namun dari pemeriksaan rontgen toraxnya tidak ada ditemukan tandatanda infeksi paru atau pneunomia, sehingga pasien belum dinyatakan sebagai pasien suspect. ‘’Tetapi karena ada kecurigaan yang lebih, diputuskan untuk mengambil sampelnya untuk diperiksa. Ternyata hasilnya negatif,’’ ujar Suarjaya. Setelah lima hari dirawat kondisi pasien semakin membaik. Infeksi yang dialami ternyata infeksi saluran napas dan tidak ada mengarah ke infeksi Corona. Didukung hasil pemeriksaan laboratorium yang negatif, pasien tersebut akan diperbolehkan pulang. (san)
BNNP Raih Juara I Kearsipan Internal
Denpasar (Bali Post) Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali meraih juara I Unit Kearsipan II (UK II) berdasarkan hasil pengawasan Kearsipan Internal tahun 2020. Penghargaan tersebut diserahkan Kepala Badan Narkotika Nasional BNN-RI Komjen Heru Winarko beberapa waktu lalu di sela-sela Rapat Pimpinan (Rapim) di Hotel Aston, Denpasar. Penyerahan tersebut dilaksanakan di hadapan seluruh pejabat utama BNN-RI, BNNP, dan BNNK seluruh Indonesia. Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa, Selasa (4/2) kemarin mengatakan, salah satu indikator tata kelola pemerintahan yang baik ditentukan dengan pengarsipan yang baik. Oleh karena itu, instansi wajib mewujudkan tata kelola kearsipan modern, yaitu sesuai aturan Undang-undang No. 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan. Penyelenggaraan kearsipan meliputi penetapan kebijakan, pembinaan kearsipan dan pengelolaan arsip
yang didukung oleh sumber daya manusia, prasarana dan sarana, serta sumber daya lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. “Untuk mewujudkan budaya tertib arsip dan penyelenggaraan kearsipan nasional berjalan secara optimal, dibutuhkan pengawasan kearsipan untuk mengawal dan mengawasi penyelenggaraan kearsipan,” ujarnya. Sementara pengawasan kearsipan merupakan proses menilai kesesuaian antara prinsip, kaidah dan standar kearsipan dengan penyelenggaraan kearsipan. Melalui tahapan-tahapan kegiatan perencanaan program pengawasan kearsipan, audit kearsipan, penilaian hasil pengawasan kearsipan dan monitoring hasil pengawasan kearsipan. “Sangat penting strategi pengawasan kearsipan ini,” ungkap Brigjen Suastawa, sembari menambahkan, pengawasan kearsipan tersebut terkait kearsipan eksternal dan pengawasan kearsipan internal. (kmb36)
Bali Post/ist
PENGHARGAAN - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Putu Gede Suastawa (paling kiri) menerima penghargaan juara I UK II.
27 Peserta Tak Ikuti Tes CPNS
Denpasar (Bali Post) – Tes CPNS berupa seleksi kompetensi dasar (SKD) untuk Kota Denpasar dilakukan Selasa (4/2) kemarin, di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Bali, di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar. Dari pantauan pada hari pertama, sesi pertama, sejumlah peserta tidak hadir. Data dari panitia menunjukkan sebanyak 27 peserta tidak hadir tanpa keterangan. Bagi yang tidak hadir ini dinyatakan gugur. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Denpasar I Wayan Sudiana didampingi Kabid Pengadaan, Pemberhentian dan Informasi BKPSDM Kota Denpasar Komang Lestari Kusuma Dewi mengungkapkan, dalam pelaksanaan hari pertama ada sebanyak 27 peserta yang memang tanpa keterangan. Menurut Sudiana, ke-27 peserta tersebut tanpa konfirmasi kepada panitia pelaksana dan bukan karena terlambat. Secara teknis tes di hari pertama ini cukup lancar. Tidak ada hambatan yang berarti. Untuk kloter pertama, Sudiana mengatakan ada lima sesi yang dilaksanakan dengan 2.000 peserta. Dalam satu sesi ada sebanyak 400 peserta yang menggunakan dua ruangan,
Lupa Matikan Kompor Rumah Terbakar
yakni Ruang Melati dan Ruang Padma. Di Ruang Melati sebanyak enam orang tidak hadir, sedangkan di Padma sebanyak 21 orang. Sudiana mengatakan dalam tes SKD tersebut peserta wajib datang paling lambat setengah jam lebih awal karena sesi awal dimulai pukul 07.30 Wita. Mereka pertama wajib masuk ke dalam ruang untuk mendapatkan informasi kelengkapan yang harus dibawa. Jika ada yang kurang maka diberikan kesempatan untuk melengkapi. Setelah itu mereka akan dipanggil untuk melakukan registrasi ulang dan diberikan pin, wajib menitipkan barang bawaan mereka di tempat yang sudah disediakan khusus. Setelah itu, mereka masuk ke ruangan yang khusus disediakan sebelum dipanggil ke ruang tes. ‘’Dalam ruang tunggu terakhir itu mereka disediakan monitor yang menayangkan cara-cara memulai tes SKD,’’ katanya. Pelaksanaan tes SKD untuk Denpasar akan berlangsung hingga tanggal 9 Februari mendatang. Setiap hari hanya mampu merampungkan sekitar 2.000 peserta. Sebelumnya, pelamar CPNS provinsi telah dilakukan di tempat yang sama. (kmb12)
Bali Post/eka
CPNS - Sejumlah peserta melakukan registrasi untuk tes CPNS Kota Denpasar di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Bali, Selasa (4/2) kemarin. Sepuluh ribuan peserta yang telah terverifikasi mengikuti tes CPNS Kota Denpasar.
Bali Post/kmb23
TERBAKAR – Sebuah rumah di Jalan Cemara VI/127, Blok 10 Perumnas MonangManing, terbakar Selasa (4/2) kemarin.
Denpasar (Bali Post) Rumah empat kamar milik I Ketut Sukasih (68) di Jalan Cemara VI/127, Blok 10 Perumnas Monang-Maning, Denpasar Barat, terbakar Selasa (4/2) kemarin pukul 08.00 Wita. Kebakaran terjadi diduga karena penghuni lupa mematikan kompor usai memasak. Musibah ini sempat membuat panik warga setempat. Salah seorang warga menuturkan, saat itu di rumah tersebut hanya ada Ketut Sukasih. Sebelumnya, Sukasih sempat melakukan aktivitas memasak di dapur. Setelah itu Sukasih keluar rumah untuk membersihkan rumput di taman bunga depan pagar rumah. Diduga saat keluar, kompor ditinggal dalam kondisi masih menyala. Korban baru sadar saat ada warga sekitar teriak kalau di atap rumahnya ada kepulan asap. Warga berupaya membantu memadam api dan menyelamatkan sebuah mobil
dan dua buah motor yang diparkir di garasi. Kepala Dusun Banjar Cemara Agung, Putu Galung Astika, mengatakan saat dirinya bersama warga tiba di TKP, api dari ruang tamu sudah membesar. Dengan cepat api menjalar ke tiga ruangan lainnya. Kata Galung, untung lima unit mobil pemadam kebakaran cepat tiba di TKP. Api yang menghanguskan rumah tersebut berhasil dijinakkan pada pukul 09.15 Wita. ‘’Saya tidak tahu apa penyebabnya. Saat saya tiba api di ruangan tamu sudah sangat besar. Seisi rumah ini sebagian besar ludes,’’ ujarnya. Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat Iptu Aji Yoga Sekar mengatakan, dugaan sementara kompor gas lupa dimatikan. Pihaknya menyebutkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun sebagian besar isi rumah habis terbakar. (kmb23)
yang melakukan aksi pembegalan di wilayah Denpasar Barat. Mereka ditangkap 20 Januari 2020 sekitar pukul 22.00 Wita. (kmb37)
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Begal Geng Dongki Dititipkan di Lapas Kerobokan
Denpasar (Bali Post) -
Kejaksaan Negeri Denpasar, Selasa (4/2) kemarin menerima pelimpahan tahap II kasus begal yang melibatkan Geng Dongki. Dari 15 orang anak di bawah umur yang ditetapkan sebagai tersangka, 13 di antaranya langsung dititipkan oleh penyidik kejaksaan di Lapas Kerobokan. Dua tersangka penahanannya ditangguhkan karena mengalami sakit lumpuh, dan satu lagi masih berusia 13 tahun. Kasipidum Kejari Denpasar Wayan Eka Widanta mengatakan setelah pelimpahan tersangka dan berkas perkara tersebut pihaknya segera melimpahkan berkas itu ke PN Denpasar, mengingat pelaku begal ini kebanyakan anak di bawah umur. ‘’Jika tidak ada halangan, Rabu (5/2) besok (hari ini - red) kasus ini akan dilimpahkan ke Pengadilan
Denpasar,’’ jelas Eka. Dia menambahkan, kasus anak mendapatkan penanganan yang istimewa, karena itu sidangnya juga digelar lebih cepat. Paling cepat dalam lima hari ke depan kasus ini sudah mulai disidangkan. Sebagai jaksa, pihaknya menunjuk tiga orang yakni I Made Santiawan, Widyawati, dan Cok Intan. Dalam kasus
ini mereka bakal dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Para tersangka yang masih di bawah umur adalah IGKMP (17), DPP (17), MRS (16), IGKD (16), IGBRPS (16), KAB (15), IGYP (15) GM (15), SAS (15), JDKP (14), KA (14), IGM (14), IPBWPP (14) dan KBM (13). Mereka adalah kelompok geng motor Dongki
Topik : Pengusaha Lokal Sulit Menangkan Tender Proyek Pemerintah
Rabu Ini, Gubernur Sosialisasi Pergub 1/2020 Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster diagendakan melaunching Pergub No.1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/ atau Destilasi Khas Bali, di Wantilan Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Rabu (5/2) ini. Launching sekaligus dirangkai dengan sosialisasi Pergub. Selain Sekda dan sejumlah kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Bali, juga diundang Dirjen Bea Cukai di Jakarta, Kanwil Bea Cukai Bali, NTB, NTT, dan Kepala BPOM. Termasuk Perbekel Tri Eka Buana Kabupaten Karangasem, Perbekel Desa Les Kabupaten Buleleng, Perbekel Desa Laba Sari Abang
Kabupaten Karangasem, Pengurus Koperasi Bersama Sejahtera, Perajin Arak Desa Tri Eka Buana (PADAT) Sidemen Karangasem, Pengurus Koperasi Pemasaran Bali Mula di Buleleng, serta Pengurus Kelompok Petani Arak Desa Laba Sari Kabupaten Karangasem. ‘’Di sana Gubernur akan menjelaskan apa isi Pergub dan segala macamnya,’’ ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Wayan Jarta, Selasa (4/2) kemarin. Secara umum, lanjut Jarta, Pergub mengatur tata kelola minuman fermentasi dan/ atau destilasi khas Bali seperti arak dari hulu sampai ke hilir. Yakni proses atau alur
tuak menjadi sebuah produk minuman yang bisa dipasarkan secara legal. Sebab, Pemprov Bali ingin memberikan perlindungan kepada petani yang mengambil tuak dari pohonnya, kemudian menjadi produsen atau perajin arak yang mengolah tuak, serta pemasaran oleh industri minuman khas Bali itu. Mereka umumnya ada di daerah yang menjadi sentra pohon kelapa, karena hampir semua memproduksi tuak. Ada yang langsung mengolah menjadi arak lewat proses destilasi. Ada pula yang langsung menjual dalam bentuk tuak. Anggota Komisi I DPRD Bali I Wayan Gunawan mengatakan arak khas Bali merupakan salah satu produk lokal
yang harus dilestarikan dan dilindungi, sekaligus memiliki nilai ekonomis. Namun produksinya selama ini justru dilarang, sekalipun arak juga dipakai untuk kepentingan upacara agama Hindu. Di sisi lain, minuman beralkohol yang notabene produk dari luar negeri justru bisa beredar di Pulau Dewata. Ini merupakan bentuk marginalisasi potensi yang ada di masyarakat. Oleh karena itu, Gunawan mengaku setuju dan mendukung langkah Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan regulasi berupa Pergub No.1 Tahun 2020. Hanya, regulasi tersebut perlu dibarengi dengan pengawasan stakeholder terkait dalam menjaga kuali-
tas produksi minuman khas Bali itu. Kemudian, jangan sampai terjadi monopoli secara personal maupun kelembagaan dalam jaringan pemasarannya. Tetapi harus mengalir secara alamiah sebagai sebuah produksi yang sudah turun-temurun menjadi bagian dari sinergi masyarakat, terutama di bidang ekonomi. Gunawan berharap perajin arak tradisional Bali tidak lagi termarginalkan di tengah merajalelanya produk minuman beralkohol dari luar negeri. Namun, mereka bisa diwadahi lalu diperkuat secara kelembagaan, pendanaan, dan jaringan pemasarannya. Terutama dengan adanya regulasi berupa Pergub. (kmb32)
Kerja Sama Kementerian Kominfo dan Pemkot Denpasar
Gelar Digitalk, Wali Kota Rai Mantra Ajak Lebih Kreatif Raih Peluang Global MEMASUKI era digital 4.0 saat ini kreativitas menjadi salah satu nilai penunjang sebuah kesuksesan. Kreativitas perlu terus diasah dan meyakinkan semua orang mampu berkreativitas menuju kualitas yang lebih baik. Sehingga Digitalk, pasar digital lokal raih peluang global menjadi agenda penting untuk membangkitkan kreativitas untuk meraih peluang global. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat membuka bersama Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kominfo Septriana Tangkary kegiatan Digitalk, pasar digital raih peluang global kerja sama Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dengan Pemkot Denpasar, Selasa (4/2) kemarin di Dharma Negara Alaya, Lumintang, Denpasar. Hadir pula dalam kesempatan tersebut ratusan UMKM, wirausaha muda, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Denpasar Dewa Made Agung, serta OPD terkait lainnya. Kesempatan ini diisi dengan acara pendampingan dengan moderator Miss Internet Indonesia Putu Diah Desvi Arina. Lebih lanjut Wali Kota Rai Mantra menyampaikan, memasuki zaman digital saat
ini membutuhkan perubahan bisnis model dalam hal marketing untuk memperkenalkan produk. ‘’Ini menjadi tantangan ke depan yang belum mengetahui tentang e-commerce atau perdagangan elektronik, serta tantangan pemerintah daerah tentang daya saing lokal,’’ ujar Rai Mantra. Sehingga lewat kerja sama Kementerian Kominfo ini melibatkan UKM mampu memberikan pemahaman dan pengertian yang nantinya dengan e-commerce memberikan kesempatan yang luas tanpa batas bagi UKM. Seperti home industry untuk memasarkan produknya tak terlepas dari daya saing yang kuat dari pemerintah, serta kita harus mampu menyukseskan program ini dengan target 70 persen masyarakat UKM mampu mengerti tentang e-commerce, baik itu barang maupun jasa. Di samping itu, keberadaan online shop saat ini juga telah mampu memberikan nilai tambah yang nantinya mampu dibahas dalam kegiatan ini. Nantinya ada kegiatan yang masif dengan transformasi yang sangat baik lewat perubahan bisnis model. ‘’Kami mendorong UMKM untuk masuk dalam e-commerce seperti usaha kuliner saat ini yang telah masuk dalam aplikasi penjualan online,’’ ujar
Rai Mantra. Sementara itu, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kominfo Septriana Tangkary mengatakan peran pemerintah saat ini sangat masif dalam menggerakkan UMKM yang masih manual untuk masuk dalam marketplace. Ada sembilan persen UMKM di Indonesia sudah masuk dalam pasar digital, tapi ada sebesar 18 persen masih dalam tahap menuju marketplace. ‘’Kita mengajak seluruh masyarakat Indo-
nesia bersama-sama menggerakkan ekonomi digital, khususnya UMKM agar naik kelas,’’ ujarnya. Di samping itu ada 37 persen masih menggunakan media sosial, dan kita dorong untuk masuk dalam marketplace yang sangat mudah dan tidak berbayar. Seperti di Kominfo ada program 8 juta UMKM go online. Tahun 2020 sudah mampu 94 juta UMKM go online, bersama-sama dengan pergerakan dari Kementerian Koperasi, UMKM dan Investasi. Dengan adanya
ini bersama Wali Kota Rai Mantra memberikan dampak positif gerakan masif menjadikan produk lokal Indonesia menjadi produk global. ‘’Sekarang kita melakukan pendampingan, kita mengajak teman-teman UMKM untuk bisa masuk ke marketplace dengan syarat sangat mudah. Mempunyai produk, mempunyai KTP, dan mempunyai rekening bank, sehingga diharapkan dengan toko online mampu memberikan manfaat tanpa berbayar,’ ujarnya. (ad83)
DIGITALK – Wali Kota Rai Mantra bersama Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kominfo Septriana Tangkary dan ratusan peserta UMKM saat membuka kegiatan Digitalk, pasar digital raih peluang global kerja sama Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dengan Pemkot Denpasar, Selasa (4/2) kemarin di Dharma Negara Alaya, Lumintang, Denpasar.
Rabu Umanis, 5 Februari 2020
Wabup Suiasa Hadiri Musrenbang Suyasa Terima Audiensi Kepala Rumah Detensi Imigrasi Denpasar RKPD Kecamatan Kuta Tahun 2021 WAKIL Ketua I DPRD Badung Wayan Suyasa, S.H. didampingi Kasubag Perencanaan Bappeda Badung Nyoman Yusmantara, Selasa (4/2) kemarin menerima audiensi Kepala Rumah Detensi Imigrasi Denpasar Onward Victor ML Toruan yang didampingi sejumlah stafnya. Selain untuk memperkenalkan diri karena baru sebulan menduduki jabatannya ini, kedatangannya ke DPRD Badung juga untuk memohon bantuan perbaikan fasilitas kantor, seperti taman dan jalan di lingkungan kantor yang beralamat di seputar Jimbaran tersebut. Menurut Onward Victor ML Toruan, Rumah Detensi Imigrasi Denpasar merupakan tempat untuk menampung tahanan Imigrasi yang mayoritas berkewarganegaraan asing. Mereka, katanya, ditahan karena sejumlah pelanggaran keimigrasian, seperti overstay (kelebihan tinggal) maupun penyalahgunaan visa. Dia menunjuk ada warga negara asing memiliki visa kunjungan tetapi dalam kenyataannya mereka bekerja di Bali. Saat ini, ujarnya, ada tiga wanita berkewarganegaraan Nigeria dengan visa turis, ternyata bekerja sebagai pekerja seks komersial di Bali. ‘’Saat ini ada tiga PSK berkewarganegaraan asing,’’ tegasnya. Onward yang sebelumnya bertugas di Batam, Kepulauan Riau ini melanjutkan, karena tahanan asing, banyak keluarga maupun koleganya berkunjung atau membesuk ke Rumah Detensi Imigrasi ini. ‘’Ketika mereka datang mendapatkan
Terdapat 484 Usulan dengan Anggaran Rp 777 Miliar Lebih
DPRD - Wakil Ketua I DPRD Badung Wayan Suyasa, S.H. didampingi Kasubag Perencanaan Bappeda Badung Nyoman Yusmantara, Selasa (4/2) kemarin. fasilitas jalan lingkungan yang sudah hancur, tentu saja akan berpengaruh terhadap citra Bali, khususnya Badung sebagai destinasi wisata,’’ katanya. Untuk itulah, dia berharap DPRD Badung bisa memfasilitasi sehingga perbaikan jalan lingkungan, termasuk pertamanannya bisa diperbaiki. Selain memberi kenyamanan bagi keluarga tahanan yang akan berkunjung, citra Badung sebagai destinasi pariwisata dunia juga takkan tercoreng. Dia menambahkan, sebelumnya usulan perbaikan jalan lingkungan sudah pernah diajukan ke Bupati Badung. Bupati pun sudah menunjuk staf teknisnya untuk melakukan observasi. ‘’Namun, sampai saat ini permohonan kami belum terwujud. Untuk itulah kami memohon bantuan Dewan Badung untuk memfasilitasi,’’ ungkapnya. Wakil Ketua I DPRD Badung Wayan Suyasa menyam-
but baik dan bisa memahami permohonan yang diajukan pihak Rumah Detensi Imigrasi Denpasar yang kantornya ada di wilayah Badung. Untuk itulah politisi Partai Golkar asal Penarungan tersebut langsung menghadirkan petugas dari Bappeda Badung. Selain itu, Ketua DPD II Golkar Badung tersebut sudah langsung melakukan komunikasi dengan Kepala PUPR I.B. Surya Suamba. ‘’Kami berharap pada perubahan 2020 ini ada progress dari permohonan fasilitas jalan di Rumah Detensi Imigrasi Denpasar ini,’’ kata Suyasa. Kasubag Perencanaan Bappeda Badung Nyoman Yusmantara menyatakan akan segera melakukan koordinasi dengan pihak PUPR. Harapannya, pada perubahan 2020 ada progress perbaikan jalan lingkungan di Rumah Detensi Imigrasi Denpasar. Acara diakhiri dengan foto bersama di ruang Wakil Ketua I DPRD Badung. (ad81)
WAKIL Bupati Badung I Ketut Suiasa menghadiri pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Kuta yang dibuka Kepala Bappeda Badung I Made Wira Dharmajaya, di Kantor Camat Kuta, Selasa (4/2) kemarin. Turut hadir Ketua DPRD Badung diwakili I.G. Anom Gumanti, anggota DPRD I Nyoman Graha Wicaksana, Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Kristiani Suiasa, beserta organisasi kewanitaan lainnya, Camat Kuta I Nyoman Rudiarta beserta Tripika, Kepala Badan Statistik Badung Ni Putu Minarni, kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, lurah dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Kuta. Adapun tema RKPD Kabupaten Badung Tahun 2021 yaitu “Akselerasi Ekonomi Melalui Peningkatan SDM Unggul, Penguatan Infrastruktur, Budaya dan Lingkungan Hidup”. Camat Kuta I Nyoman Rudiarta melaporkan Kecamatan Kuta membagi usulan menjadi empat kelompok sektor prioritas, antara lain sektor ekonomi dan sumber daya alam terdiri dari 30 usulan. Kemudian dari sektor sarana prasarana wilayah terdiri dari 300 usulan, sektor sosial dan budaya terdiri dari 13 usulan, dan sektor pengembangan SDM terdiri dari 141 usulan, sehingga total usulan 484 usulan dengan anggaran Rp 777.417.492.000. Sementara itu, Kepala
Bappeda Badung I Made Wira Dharmajaya dalam sambutannya menyampaikan Musrenbang RKPD hari ini merupakan pelaksanaan yang kedua setelah dilaksanakan di Kecamatan Kuta Selatan, Senin (3/2) lalu, dan berturut-turut hingga 12 Februari terakhir dilaksanakan di Kecamatan Mengwi. Setelah dilaksanakan di tingkat kecamatan, nantinya dilaksanakan di tingkat kabupaten. Dikatakan, Musrenbang merupakan forum musyawarah antarpemangku kepentingan untuk membahas dan menyepakati langkah-langkah penanganan program kegiatan prioritas yang tercantum dalam daftar usulan rencana kegiatan pembangunan desa/kelurahan yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan daerah kabupaten/kota di wilayah kecamatan. Lebih lanjut Wira Dharmajaya mengatakan, maksud dilaksanakan musrenbang di tingkat kecamatan adalah membahas dan menyepakati usulan rencana kegiatan pembangunan dari para pemangku kepentingan yang menjadi kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan, serta menyepakati pengelompokan kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan berdasarkan tugas dan fungsi OPD yang diklasifikasikan berdasarkan urusan. Sementara itu, Wabup Suiasa mengucapkan terima
MUSRENBANG - Wabup Suiasa menghadiri pelaksanaan Musrenbang di Kecamatan Kuta di Kantor Camat Kuta, Selasa (4/2) kemarin. kasih kepada komponen masyarakat Kuta yang hadir dalam rangka membuat korelasi perencanaan masyarakat melalui program pembangunan di tingkat kecamatan. “Ini adalah salah satu bentuk komitmen kita bersama, dimana Pemerintah Kabupaten Badung selalu memberikan peluang yang seluas-luasnya untuk memperhatikan aspirasi masyarakat dengan perencanaan yang sifatnya matang, kemudian menjadi kebijakan daerah. Perencanaan yang kita buat secara berskala dari bawah yang nantinya dikoordinasikan sekala prioritas menjadi kebijakan daerah sesuai misi-visi Bupati dan Wakil Bupati terpilih, yang tertuang dalam RPJMD 20162021. Terkait dengan wilayah masyarakat Kuta yang nanti-
nya dikorelasikan dengan apa yang menjadi kebijakan yang dibuat di Kuta ini sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat Kuta,” jelas Wabup Suiasa. Wabup Suiasa menambahkan, usulan ini akan diatensi khusus, terlebih dengan Kuta yang merupakan kawasan perkotaan, bahkan secara tata ruang Kuta ini merupakan kecamatan yang kegiatannya bertaraf internasional, maka dengan demikian dari segi infrastruktur dan kelengkapan fasilitas menjadi atensi khusus. “Dari hal-hal yang menyangkut infrastruktur hingga kualitas jalan, penanggulangan banjir termasuk komponen drainase dan sebagainya ini akan menjadi atensi kami ke depan,” tegas Wabup Suiasa. (ad99)
Drainase di Kawasan Rawan Banjir Dibersihkan
Mangupura (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat turun ke lapangan membersihkan drainase yang menghambat aliran air. Upaya ini guna mengantisipasi banjir maupun genangan air akibat banyaknya tumpukan sampah selama musim hujan. Dikonfirmasi Selasa (4/2) kemarin, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Badung, I Gusti Ngurah Made Suardika, mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim untuk membersihkan drainase dari endapan lumpur maupun sampah. “Yang sudah dibersihkan salah satunya adalah saluran drainase yang ada di sepanjang Jalan Kayu Tulang, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara. Sebab, beberapa waktu lalu air sempat meluber ke jalan lantaran saluran drainase mampet,” ujarnya. Menurut Suardika, pembersihan drainase dilakukan untuk memperlancar aliran air, sehingga saat hujan tidak menimbulkan genangan maupun banjir. “Semua wilayah yang berpotensi atau rawan tergenang air akan kami bersihkan secara bertahap,” katanya. Terkait genangan air di Jalan Kayu Tulang, kata Suardika, tidak sematamata disebabkan akibat endapan lumpur maupun sampah. Melainkan tersumbat lantaran adanya pembangunan toko di kawasan tersebut yang materialnya menimbun drainase. Alhasil, ketika hujan air meluap ke jalan. “Pembersihan saluran drainase rutin kami lakukan, terlebih sekarang saat ini sedang musim penghujan. Jadi, tidak saja di Jalan Kayu Tulang ini, di tempat lain pun juga kami bersihkan,” tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, warga di Jalan Kayu Tulang sempat menanam pohon pisang di jalan raya lantaran air menggenang dan masuk ke rumahnya, Minggu (2/2) lalu. Penyebab genangan air ternyata akibat saluran yang mampet. Aksi tanam pisang tersebut sempat viral di media sosial. Namun, setelah pihak terkait turun tangan dan memberikan pemahaman kepada warga, akhirnya pohon pisang yang tegak berdiri di tengah jalan tersebut dipindahkan. (kmb27)
Bali Post/ist
DRAINASE - Dinas PUPR menerjunkan tim untuk membersihkan drainase di Jalan Kayu Tulang, Desa Canggu untuk memperlancar aliran air, Selasa (4/2) kemarin.
Komplotan Pembobol Vila Dibekuk Mangupura (Bali Post) Kasus pembobolan sejumlah vila di wilayah Kuta Utara berhasil diungkap Polsek Kuta Utara. Pelakunya Sulhan (31) dan Imam (35). Mereka ditangkap masing-masing di Jalan Pantai Brawa dan Jalan Muding Indah, Kuta Utara, Badung, Jumat (31/1) lalu. Barang bukti yang diamankan di antaranya barang elektronik, alat yang dipakai beraksi, dan sepeda gayung. Kapolsek Kuta Utara Kompol I Dewa Putu Gede Anom Danujaya didampingi Kanitreskrim Iptu Androyuan Elim mengatakan komplotan ini beraksi di vila di Jalan Pamelisan Gang Purnama,
Kuta Utara. Korbannya Rudi Wahyono (30). ‘’Modusnya, pelaku menyasar vila kosong dan tidak terkunci,’’ ujar Anom Danujaya, Selasa (4/2) kemarin. Kronologinya, katanya, pada Senin (27/1) pukul 09.00 Wita pelaku melakukan pencurian tersebut dengan cara masuk melalui pintu utama yang tidak terkunci. Selanjutnya pelaku masuk ke vila, lalu mengambil semua barang berharga di living room. Vila tersebut dalam proses renovasi. Korban selanjutnya melaporkan kasus ini ke Polsek Kuta Utara. Berdasarkan laporan tersebut, Tim Opsnal Polsek Kuta
Utara dipimpin Panit 1 Ipda I Made Galih Arta Wiguna melakukan penyelidikan. Alhasil, polisi menangkap Sulhan di Jalan Pantai Brawa, Tibubeneng, Kuta Utara, Jumat lalu. Hasil interogasi, Sulhan mengaku beraksi bersama Imam. Selanjutnya polisi menangkap Imam di Jalan Muding Indah, Kuta Utara. Selain itu, pelaku juga beraksi di Villa Asa di Jalan Raya Semat Gang Pucuk Merah, Tibubeneng, Kuta Utara, Badung. Korbannya Putu Agus Yudhi Kurniawan (26). ‘’Kami masih mengembangkan kasus ini, karena ada kemungkinan mereka beraksi di tempat lain,’’ ujarnya. (kmb36)
Rabu Umanis, 5 Februari 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Jalan Tol Percepat Kerusakan Bali
JALAN tol banyak mendapat apresiasi di Pulau Jawa. Namun rencana pembangunan jalan tol Jawa-Bali banyak mendapat pertentangan. Termasuk membangun jalan tol lingkar selatan (Badung-Tanah Lot). Dipastikan setiap pembangunan jalan tol lahan produktif di Bali makin tergerus. Apakah di era otonomi daerah ini yang prioritas adalah program pusat atau daerah. Bukankah kita menjunjung buttom-up yakni aspirasi dari bawah. Jika ini dipaksakan bukankah kita sebenarnya mengingkari aspirasi daerah, sekalipun dana untuk jalan tol ini dari APBN atau pihak ketiga. Jika kita amati rencana pembangunan jalan tol Jawa-Bali sudah ada sejak tahun 1995. Market pun sudah ada namun di daerah tetap ditolak karena akan lebih banyak mendatangkan kerugian bagi Bali. Selain arus laut JawaBali dikenal sangat deras, berbeda dengan laut lainnya. Bahkan kabel listrik Jawa-Bali sering bermasalah akibat derasnya arus di Selat Bali. Nah, jika kita berpikir kedaerahan dan Bali termasuk daerah yang khusus yakni daerah pariwisata berbasiskan agama Hindu dan budaya Bali, tidakkah kita berdosa namanya kalau kita mempercepat kehancuran Bali dengan cara membuat jalan tol. Sebab, jalan tol di mana saja sangat rakus lahan dan petaka bagi sektor pertanian Bali. Padahal di Bali Era Baru kita mengutamakan pelestarian alam dan lingkungan. Coba kita bayangkan jika jalan tol Jawa-Bali (jembatan Jawa-Bali) terwujud, Pulau Dewata ini akan mudah dijangkau oleh kelompok teroris, paham radikal dan tindak kriminal lainnya. Termasuk pelaku kejahatan luar biasa seperti narkoba dan lain-lain akan mudah ke Bali. Kan lebih baik biarkan Bali di-sengker oleh Selat Bali. Secara manajemen keamanan pun jauh lebih mudah mengelola Bali yang tanpa jalan tol. Secara teori pembangunan jalan tol itu tidak terkonektivitas dengan angkutan untuk jalan raya. Pembangunan jalan tol hanya untuk kebutuhan sesaat, seperti saat Lebaran dan Natal. Namun pasca-Lebaran dan Natal, jalan tol kelihatan kosong dan sepi. Bali tidak memerlukan saat ini. Perlu diingat bahwa infrastruktur tidak secara langsung menghasilkan barang dan jasa. Dan infrastruktur itu syarat dasar pembangunan ekonomi. Artinya, memfasilitasi produksi dalam kegiatan ekonomi primer, sekunder dan tersier. Ini artinya bahwa jalan tol yang dibangun hanya untuk sesaat, hanya untuk momen-momen tertentu. Dan yang paling urgen bahwa manfaat jalan tol hanya dinikmati oleh pengguna mobil pribadi. Bukan masyarakat secara umum. Di samping itu, pembangunan jalan tol tidak didukung oleh feeder system (sistem pengumpan) jalan kolektor. Terdapat ketidakserasian antara pembangunan jalan tol dengan pengembangan wilayah. Biaya pembangunan jalan tol mahal. Karena mahal bukankah lebih baik dana itu dipakai untuk memproteksi Bali agar semakin Bali.
POJOK Pemda mesti siapkan langkah penyelamatan perekonomian Bali. - Ekonomi kerakyatan solusinya. *** Pemerintah bentuk tim bahas nasib WNI eks simpatisan ISIS di LN. - Keamanan jadi pertimbangan. *** Pengusaha lokal sulit menangkan tender proyek pemerintah. - Kalah modal pastinya.
Lindungi Peternak Babi KASUS babi mati mendadak di Bali meluas. Para peternak kelimpungan karena harga babi turun drastis. Peternak makin panik karena Galungan tinggal menghitung hari, sebab di momen itulah peternak biasanya panen. Sejauh ini belum diketahui penyebab kematian babi secara mendadak yang terjadi sejak awal Januari 2020. Ada dugaan ini diakibatkan African Swine Fever (ASF). Namun sekali lagi, untuk kepastiannya instansi terkait masih menunggu hasil laboratorium. Penyebab kasus ini masih misterius. Melalui akun Facebook @balipost, netizen mendesak instansi terkait segera menemukan penyebab dan melakukan penanganan intensif. Masalah jangan dibiarkan meluas agar kerugian masyarakat bisa diminimalisir. Kalaupun penyebabnya belum diketahui, pemerintah harus melakukan antisipasi. Jangan sekadar sosialisasi mengenai kebersihan kandang babi, pemerintah diharapkan memberikan pendampingan terhadap peternak. Selain itu, mesti ada strategi dari pemerintah dalam menjaga stabilitas harga.
Agung Anom Semoga wabah penyakit babi segera bisa terlewati dan peternak babi bisa bangkit kembali. Smart Chelsea Atuh Mungkin karena makanannya, coba makanannya yang dibuat sendiri. Agus Maryana Pakan ternaknya bisa dicurigai.
Ernie Wirawan Daerah Sulawesi Tengah juga sama, banyak babi yang sudah besar-besar mati seketika tanpa ada penyebabnya. Harga konga naik drastis sampai Rp 300 ribu per karung, tapi harga babi murah.
mempunyai tujuan tertentu. Dinas Peternakan sebaiknya dilibatkan.
Gus De Kalau di sini ada unsur kesengajaan di pakan ternaknya, hati-hati hukum karma tetap jalan.
Yanboedhi Selain menyelidiki virus selidiki juga pakan ternaknya.
Gusti Gede Mahendra Yana Seperti disengaja, karena dekat Galungan. Kasihan nasib babi dan peternaknya.
Wayan Kerta Dekat-dekat Galungan babi yang mati terus ada tanpa tahu penyebabnya.
Febrys Rizka Semoga pemerintah segera turun tangan untuk segera ke lapangan. Karena saudara Hindu sebentar lagi
Ketut Moleh Selidiki pakan ternaknya. Siapa tahu sengaja diisi virus oleh orang yang
Wayan Sakyo Penamun Lama sekali mengecek apa penyakitnya. Kasihan peternak, apalagi dekat Galungan. Sedih kalau dibicarakan.
Agunk Sry Kenapa tidak dicek apa penyebabnya? Dari awal berita babi mati sampai sekarang tidak ada berita yang di-post apa penyebab kematian babi tersebut.
merayakan Galungan dan Kuningan. Nesha Sekadar masukan, apakah murni virus atau ada sesuatu dengan pakan ternaknya, asalnya dari mana, kandungannya apa, kita tak pernah tahu. Kalau seandainya ada yang ingin babi di Bali musnah dan dilarang, kita tidak pernah tahu. Dinas Peternakan harus cek sampel pakan dan babi yang jadi korban. Semoga ada solusinya. Mea Lite Apakah ini permainan harga, untuk mematikan peternak babi? Apakah memang terjadi wabah virus yang membahayakan? Tidak ada kejelasan. Mohon dibantu bagi pihak yang berwenang dalam hal ini. Supaya harga babi bisa stabil, tidak terlalu melonjak tinggi, juga tidak terlalu jatuh. Juni Doang Ini wabah virus sangat susah ditanggulangi dibandingkan dengan sakit karena bakteri yang bisa pakai antibiotik. Semoga segera ketemu vaksinnya.
Pendidikan Pensisba STPBI-SPB Resmi Dibuka
Targetkan Mahasiswa Baru 1.780 Orang
SEKOLAH Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) - Sekolah Perhotelan Bali (SPB) kembali membuka pendaftaran penerimaan mahasiswa baru (Pensisba) Tahun Akademik 2020/2021. Pendaftaran Pensisba yang mengusung tema ‘’I Am The Future’’ ini dibuka secara resmi oleh Ketua STPBI-SPB Dr. I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA. bersama Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun sebagai penyelenggara pendidikan tinggi STPBI-SPB Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA, Selasa (4/2) kemarin. Pendaftaran Pensisba dibuka hingga bulan Juli 2020 mendatang melalui tiga gelombang. Pada hari pertama kemarin, antusias calon mahasiswa baru yang mendaftar datang silih berganti. Mereka disambut hangat oleh para Panitia Pensisba 2020. Menariknya, sistem Pensisba tahun ini tidak lagi menggunakan banyak kertas. Hal ini sesuai demgan komitmen STPBI-SPB dalam mendukung program Pemerintah Provinsi Bali menjaga alam Bali dari sampah kertas, sehingga pariwisata Bali tetap terjaga ke-
asriannya. Ketua STPBI-SPB I Made Sudjana mengatakan bahwa kampus STPBI-SPB telah berkomitmen menjadi kampus bebas plastik. Oleh karena itu, seluruh mahasiswa diberikan tumbler secara gratis. Sehingga seluruh civitas akademika STPBI-SPB tidak lagi menggunakan bahan-bahan yang terbuat dari plastik guna menjaga kebersihan lingkungan. Pada kesempatan itu, ia berharap kepada para mahasiswa agar ikut mempromosikan komitmen tersebut kepada calon mahasiswa baru. Mahasiswa diharapkan juga ikut berpartisipasi mempromosikan kampus STPBISPB ke masyarakat, tarutama ke sekolah-sekolah SMA/SMK. Sebab, kampus yang beralamat di Jalan Tari Kecak No. 12 Tonja, Denpasar Utara ini telah bertaraf internasional. Bahkan telah sejajar dengan perguruan tinggi ternama di Indonesia, khususnya perguruan tinggi yang memiliki bidang kepariwisataan. Mahasiswa tidak hanya diberikan pembelajaran semata, juga digenjot keahliannya melalui pelatihan-pelatihan. Bahkan,
mahasiswa diberikan kesempatan untuk trainning di luar negeri, seperti di Amerika, Jepang, dan negara lainnya yang telah diajak kerja sama. Selain itu, lanjut Made Sudjana, setelah lulus, mahasiswa juga diberikan sertifikat kompetensi pendamping ijazah. Sertifikat ini sangat penting dalam mencari pekerjaan untuk bisa bersaing dengan lulusan pariwisata lainnya secara global. Terbukti, lulusan STPBI-SPB telah terserap di dunia kerja, tidak hanya di dalam negeri tetapi hampir di seluruh dunia. Hal ini menunjukkan kualitas SDM lulusan STPBI-SPB memiliki kompetensi yang memadai yang berkualifikasi internasional. Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun I Nyoman Gede Astina mengatakan, jumlah kuota mahasiswa baru Tahun Akademik 2020/2021 yang akan diterima sebanyak 1.780 orang. Oleh karena itu, pihaknya akan terus mendukung kualitas maupun kuantitas kampus., sehingga proses akademik berjalan dengan baik dan kondusif. Saat ini pihaknya sedang membangun gedung baru berlantai empat yang lebih rep-
resentatif. Di gedung baru ini akan terdapat kantin mahasiswa, kitchen, restoran praktek, ruang kuliah dan ruangan lainnya, termasuk ruang perpustakaan yang nyaman di lantai empat. ‘’Yayasan akan selalu mendorong dari sisi fasilitas dan pengembangan sumber daya manusia yang memadai, karena
kita sudah mengdi-clear menjadi kampus internasional untuk bersaing dengan kompetitorkompetitor kita, tidak hanya di dalam tetapi juga di luar negeri. Oleh karena itu, SDM kita dorong untuk studi ke S-3, bahkan yang sudah S-3 kita persiapkan untuk menjadi guru besar,’’ pungkasnya. (ad80)
PENSISBA - Ketua STPBI-SPB Dr. I Made Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA. didampingi Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA. membuka secara resmi Pensisba STPBI-SPB Tahun Akademik 2020/2021, Selasa (4/2) kemarin.
Perayaan Valentine dan Galungan di Beachwalk Shopping Center Beachwalk Shopping Center kembali mengangkat tema kecantikan dengan ‘’SMASHIN’ BEAUTY’’ di bulan Februari 2020. Tidak hanya berusaha untuk memberikan suasana yang baru untuk para pengunjungnya, Beachwalk Shopping Center juga memberikan berbagai macam kegiatan dan promo menarik untuk memperingati bulan penuh kasih sayang dan kecantikan, bulan peringatan Hari Valentine. Dalam rangka menebarkan nuansa kasih sayang, Beachwalk Shopping Center mempersembahkan Love Scentation untuk pengunjung di mana dalam program special Valentine ini, setiap pengunjung berkesempatan mendapatkan original perfume pilihan (stok terbatas) dengan minimum pembelanjaan Rp 3.000.000 (maks. 2 struk) di semua tenants Beachwalk pada tanggal 1 – 14 Februari 2020. Customer Service juga menyediakan opsi gift wrap cantik untuk dipilih pengunjung dan membantu mereka mempersiapkan bingkisan tersebut untuk dijadikan hadiah Hari Valentine untuk orang tersayang. Kejutan lain hadir berkat kerja
sama antara Beachwalk dengan Bank Mandiri lewat Program Valentine with Mandiri. Mulai tanggal 1 – 14 Februari 2020, pengunjung bisa mendapatkan dua vouchers Cinema XXI dengan melakukan transaksi Kartu Credit/Debit Mandiri minimum IDR 1.500.000 lewat mesin EDC Mandiri, berlaku satu kali kesempatan per hari. Selain Hari Valentine, di bulan Februari ini akan ada perayaan hari raya Galungan & Kuningan. Seperti biasanya, Beachwalk menghadirkan THR program spesial untuk pengunjung dengan KTP Bali. Pengunjung bisa mendapatkan INSTANT REWARDS mulai pada tanggal 17 Februari – 1 Maret 2020, hanya dengan melakukan minimum pembelanjaan Rp 1.500.000 (maks. 2 struk) dan menunjukkan KTP Bali ke Customer Service kami di level 1. Program ini hanya berlaku satu kali penukaran untuk satu pengunjung dengan stok terbatas. Rayakan Hari Valentine, Galungan & Kuningan anda di Beachwalk Shopping Center dengan yang tercinta! YOUR REWARDS, YOUR WAY! diluncurkannya program
membership Corner’s Card di bulan Oktober 2017 membuat Beachwalk Shopping Center semakin memanjakan pelanggan setianya dengan berbagai macam program dan promo menarik. Melalui program loyalitas ini pengunjung dapat mengumpulkan dan menukarkan poin dengan berbagai macam hadiah serta voucher menarik. Cara mendapatkan Corner’s Card sangatlah mudah, hanya dengan melakukan minimum transaksi senilai Rp 50.000 dalam satu struk di hari yang sama di seluruh Tenant Beachwalk Shopping Center dan menukarkannya ke Customer Service lantai satu. Pemegang Corner’s Card ini akan mendapatkan benefit keanggotaan tidak hanya di Beachwalk Shopping Center namun di semua mall dalam naungan Management Cornerstone lainnya yakni FX Sudirman Jakarta dan 23Paskal Bandung. Keistimewaan lainnya, pemegang kartu Corner’s Card juga berkesempatan untuk memenangkan Lucky Draw di bulan Desember berupa voucher menginap semalam di Hotel Harris Denpasar (*T&C apply).
Di bulan Februari 2020, Beachwalk Shopping Center akan memanjakan hasrat belanja pengunjung dengan program istimewa. Spesial untuk member Corner’s Card nikmati ‘’BEAUTY ADDITIONAL POINTS’’ selama di bulan Februari, pembelanjaan khusus di hari kerja (Senin – Kamis). Melalui program ini, customer bisa mendapatkan kesempatan memperoleh additional 20 points dengan melakukan pembelanjaan minimal Rp
2.500.000 di tenant Beauty & Health maksimal dua struk. Program Gentleman’s Day Out kembali lagi hadir di bulan ini spesial untuk para gentleman, Beachwalk memberikam Free Room Voucher di Executive Karaoke bagi para pengunjung laki-laki dengan melakukan pembelanjaan minimal Rp 500.000 (di dalam satu struk) pada hari Senin – Kamis (*syarat dan ketentuan berlaku, selama persediaan masih ada). (ad92)
Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaktur Eksekutif: Parwata Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Rabu Umanis, 5 Februari 2020
Giliran Sekdis DPMPTSP Daftar Lelang Jabatan
Bali Post/kmb
BERKAS - Sekdis DPMPTSP saat menyerahkan berkas pendaftaran ikut lelang jabatan. Tabanan (Bali Post) Masa pendaftaran lelang jabatan posisi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Tabanan ditutup Rabu (5/2) hari ini. Namun sehari jelang pendaftaran berakhir, baru dua pejabat yang mengajukan berkas pendaftaran pada tim panitia seleksi (pansel) Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manu-
sia (BKPSDM). Dari data yang dihimpun, kedua pejabat itu yakni Wadir Pelayanan BRSU Tabanan dr. Ni Luh Gede Sukardiasih yang menyerahkan berkas pendaftaran Sabtu (1/2), kemudian Selasa (4/2) giliran Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) I Wayan Sukanrayasa. Jika hingga batas akhir
masa pendaftaran belum tercapai kuota minimal empat peserta lelang jabatan itu, maka sesuai disampaikan Kepala Bidang Formasi dan Pengembangan SDM (BKPSDM) I Ketut Putra, maka pihak panitia seleksi (pansel) boleh mengundang pejabat yang kira-kira memenuhi syarat dan dianggap layak. ‘’Jika tidak memenuhi kuota minimal empat pendaftar, maka pansel boleh mengundang atau mengajak pejabat yang memenuhi syarat untuk ikut lelang jabatan,’’ jelasnya. Untuk diketahui, lelang jabatan posisi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Tabanan itu sudah sesuai mekanisme dan aturan yang ada. Pasalnya, sebagai salah satu daerah yang menggelar Pilkada 2020, dalam Pasal 71 UU No. 10/2016 disebutkan gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, dan wali kota/wakil wali kota dilarang melakukan penggantian pejabat enam bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai akhir masa jabatan, kecuali mendapat persetujuan tertulis Menteri Dalam Negeri. ‘’Tentunya kami sudah mendapatkan persetujuan Mendagri, karena posisi Kadis KB itu memang sudah lama ditinggal pensiun kadis sebelumnya,’’ ucapnya. (kmb28)
Bali Post/bit
PERABUAN - Suasana perabuan Bripka I Made Arya yang meninggal saat pengamanan pamelastian di Tanah Lot, Kediri.
Sebelum Bripka I Made Arya Diaben Dilaksanakan Perabuan Secara Militer
SUASANA duka menyelimuti prosesi upacara pengabenan anggota Pol Air Polres Tabanan Bripka I Made Arya di Setra Banjar Malmundeh, Desa Pandak Bandung, Kecamatan Kediri, Selasa (4/2) kemarin. Sebelum dilakukan upacara pengabenan sesuai adat agama Hindu, diawali upacara perabuan secara militer dipimpin Wakapolres Tabanan Kompol Ni Made Sukerti. Lalu bagaimanakah pelaksanaan prosesi perabuan secara militer yang dilakukan untuk almarhum? Prosesi diawali peti Bripka I Made Arya yang meninggal saat bertugas pengamanan rangkaian Pamelastian Karya Agung Pangurip Gumi di Tanah Lot itu diantarkan pihak keluarga dan krama desa setempat. Di depan rumah duka dilaksanakan upacara pemberangkatan jenazah sesuai ritual dinas kepolisian. Perwakilan keluarga almarhum secara simbolis menyerahkan jenazah almarhum kepada pihak kepolisian yang diterima Irup. Setelah itu jenazah almarhum Bripka I Made Arya diberangkatkan menuju setra diiringi para pelayat dan krama banjar. Rangkaian kegiatan itu dimulai pukul 10.00 Wita. Bahkan keluarga almarhum, terutama kedua anak dan istri sudah bisa menerima dengan ikhlas kepergian almarhum dalam tugas. Begitu sampai di setra dilakukan upacara militer diiringi tembakan salvo. Setelah itu dilanjutkan upacara pengabenan secara Hindu. Tampak hadir pada upacara militer itu pejabat Polres Tabanan. ‘’Upacara perabuan ala militer itu sebagai penghormatan terakhir pada almarhum,’’ jelas Wakpolres Tabanan Kompol Ni Made Sukerti. Wakapolres Sukerti menambahkan, dirinya sangat mengenal baik almarhum Bripka I Made Arya. Selama bertugas almarhum merupakan salah satu anggota Polres yang sangat disiplin dan memiliki skill khusus. Almarhum dikenal mahir urusan rakit-merakit mesin kapal di Satuan Pol Air. ‘’Ada alat kapal yang beratnya 100 kilogram harusnya diangkat tiga orang, dia (almarhum) justru bisa mengangkat sendiri, tugas apa pun dia ini sangat atensi dilakukan dengan perfect,’’ kenangnya. Kompol Sukerti juga menceritakan almarhum meninggal dalam tugas.
Pangkatnya sudah diusulkan dinaikkan jadi Aipda, namun SK-nya belum turun. Almarhum saat itu dengan jiwa kemanusiaannya yang sangat luhur, berusaha menolong pangiring yang jatuh di tebing areal Pura Tanah Lot saat rangkaian prosesi pamelastian itu. Sebelumnya yang bersangkutan sempat bertugas melakukan pengamanan mulang pakelem di Danau Buyan, dan juga pengamanan di Sungai Yeh Ho di Desa Penatahan Kecamatan Penebel. ‘’Setelah membantu
menolong pangiring yang jatuh, almarhum tiba-tiba jatuh pingsan. Kemudian dibawa ke RS Nyitdah. Namun Tuhan berkehendak lain. Almarhum dibawa ke rumah duka, Jumat sekitar pukul 03.00 Wita,’’ bebernya. Bahkan, Kompol Sukerti mengatakan dirinya ikut menunggu sampai pagi di Rumah Sakit Nyitdah hingga almarhum dibawa pulang ke rumah duka di Banjar Malmundeh, Desa Pandak Bandung Kecamatan Kediri. Terkait meninggal saat bertugas, hal ini akan dijadikan acuan bisa mengajukan santunan bagi keluarga almarhum yang ditinggalkan. ‘’Kita upayakan supaya bisa membantu anak-anak dan keluarga. Kami juga harapkan ada perhatian dari pemerintah,’’ harapnya. (bit)
Bali Post/kmb28
MUSRENBANGCAM - Sekda Tabanan I Gede Susila saat membuka Musrenbangcam di Kediri, Selasa (4/2) kemarin.
Cari Masukan, Pemkab Gelar Musrenbang Kecamatan
Tabanan (Bali Post) -
Untuk mendapatkan masukan langsung dari masyarakat terkait pembangunan Tabanan tahun 2021, Pemkab Tabanan mulai melakukan safari Musrenbang. Seperti Selasa (4/2) kemarin dilangsungkan Musrembangcam di Kecamatan Kediri. Banyak masukan disampaikan masyarakat melalui perwakilan desa masing-masing. Karena urgennya Musrenbangcam, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan I Gede Susila menekankan kepada seluruh elemen warga diharapkan bekerja keras meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Tabanan. Pelaksanaan Musrenbang itu juga sebagai upaya penyempurnaan susunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2021. Titik berat Musrenbangcam fokus membahas prioritas pembangunan tahun 2021 yang merupakan penjabaran RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Tabanan tahun 2016-2021. Musrenbangcam mengambil tema ‘’Generasi Milenial untuk Industri Pariwisata Berkelanjutan’’. Program itu menitikberatkan pembangunan generasi usia produktif yang lahir di era industri
digital. Karena itu kaum milenial perlu ditingkatkan kualitasnya. Mereka akan diberikan peran lebih luas dalam pembangunan daerah. Generasi milenial diyakini memiliki ide-ide segar dan juga terobosan baru, khususnya terkait mengembangkan wirausaha baru dengan memanfaatkan potensi demografi di Kabupaten Tabanan. Ia menyadari pembangunan itu memerlukan dana yang tidak sedikit. Karena keterbatasan dana yang dimiliki dalam pembangunan tahun 2019, banyak usulan masyarakat tidak terakomodir. Pasalnya, kapasitas fiskal keuangan sangat terbatas. Di sisi lain banyak permasalahan harus ditangani. Karena itu dilakukan skala prioritas. Seperti fasilitas pendidikan, kesehatan, pertanian, lingkungan hidup,
kebutuhan infrastruktur dan banyak hal lainnya. ‘’Tantangan pembangunan semakin besar, terlebih keterbatasan anggaran yang kita miliki. Saya mengajak seluruh pihak mencurahkan segala potensi yang dimiliki untuk Tabanan agar lebih maju, lebih mandiri, dan lebih sejahtera,’’ harapnya. Sebelumnya, Putu Gede Nurjaya Saputra Aryana, Kasubid Penanaman Modal dan Pariwisata, melaporkan Musrenbang RKPD Kabupaten Tabanan merupakan forum bagi seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan pembangunan untuk menyampaikan masukan dan saran penyempurnaan rancangan RKPD Kabupaten Tabanan tahun 2021. Penyusunan RKPD telah melalui serangkaian tahapan. Mulai Musrenbang
RKPD di tingkat desa, kecamatan dan forum perangkat daerah. Sejalan dengan tema Musrenbangcam kali ini, Kepala Bapelitbang Kabupaten Tabanan I.B. Wiratmaja mengatakan di Bapelitbang Kabupaten Tabanan saat ini sebagian besar atau hampir 75 persen ASN di Bapelitbang merupakan generasi muda. Ia berharap melalui Musrenbang tingkat kecamatan Kabupaten Tabanan tahun 2021, segala keterbatasan yang dimiliki, semoga seluruh program yang telah direncanakan mampu diwujudkan. Kegiatan ini telah direncanakan pihaknya secara serius. Diharapkan mampu bersinergi dengan programprogram yang direncanakan di pemerintah desa. ‘’Musrenbangcam ini bukanlah formalitas. Di Indonesia kita juara satu bidang perencanaan. Perencanaan ini kita susun dengan serius. Karena itu kami benar-benar sangat serius,’’ imbuh Wiratmaja. (kmb28)
Rabu Umanis, 5 Februari 2020
Tangani Kasus Kematian Babi
Distan Didesak Proaktif
Gianyar (Bali Post) Masyarakat Gianyar kini diresahkan dengan kematian babi secara mendadak yang terjadi di sejumlah desa. Terlebih menjelang hari raya Galungan, banyak yang khawatir virus yang menyerang ternak babi ini akan meluas. Melihat kondisi itu, Dinas Pertanian (Distan) Gianyar didesak untuk bergerak cepat menangani kondisi tersebut. Sekda Kabupaten Gianyar Made Gde Wisnu Wijaya menegaskan hal itu, Selasa (4/2) kemarin.
Bali Post/kmb35
BABI - Salah satu peternak di Desa Sayan Kecamatan Ubud menunjukkan ternak babinya yang mati.
Menurut Wisnu Wijaya, Distan Gianyar sudah bekerja sesuai SOP terhadap kasus matinya babi secara massal tersebut. ‘’Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Veteriner Denpasar. Ada informasi sampel dibawa ke pusat,’’ jelasnya. Wisnu Wijaya memerintahkan jajaran Distan Gianyar yang membawahi bidang peternakan tersebut untuk lebih
proaktif melakukan penanganan kasus yang terjadi di masyarakat. ‘’Saya perintahkan mereka untuk proaktif menanyakan secara lisan ke Balai Besar Veteriner Denpasar agar bisa cepat membuat surat edaran sesuai hasil lab,’’ tegasnya. Menurut Wisnu Wijaya, Distan Gianyar juga diperintahkan membuat surat edaran dan mengintensifkan sosialisasi kepada para peternak babi dan masyarakat yang
mengonsumsi daging babi. Ditegaskan, sampai saat ini konsumsi daging babi masih aman, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Yang perlu dicegah tersebut adalah virus yang menyerang babi. ‘’Barusan kita konfirmasi ke Dinas Pertanian bahwa mengonsumsi daging babi masih aman, karena ini bukan zoonosis menular ke manusia. Hanya dari babi ke babi,’’ katanya. (kmb35)
Sidang Kasus Dugaan Terdakwa Raup Rp 930 Juta Penggelapan Rp 7,5 Miliar Ditunda Iming-imingi Korban Lulus Seleksi CPNS
Gianyar (Bali Post) Kasus penipuan dengan iming-iming lulus seleksi CPNS kembali terjadi. Ada sejumlah korban dalam kasus ini yang mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Sementara itu, terdakwa I Nyoman S. disebutsebut sudah meraup Rp 930 juta dari kasus ini. Kasus ini sudah masuk tahap persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Selasa (4/2) kemarin. Berdasarkan surat ketetapan nomor S. Tap/V/ RES.1.11/2019/Ditreskrimum, ada tiga tersangka dalam kasus ini yakni YY (47), I Wayan S (55) dan I Nyoman S (62). Kasus ini terjadi dalam kurun waktu 2014 hingga 2015. Sementara itu, berdasarkan surat dakwaan No. Reg. Perk. PDM-/2/Giany/OHD/11/2019, awalnya korban Ni Putu EA diantar oleh WR dan I Made A ke rumah YY dan suaminya, I Wayan S, di Asrama Polri, Banjar Sasih, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati. Kala itu Ni Putu EA menyampaikan keinginan untuk dibantu melamar seleksi CPNS. Yang melamar itu ada lima orang, yakni Ni Putu EA, adiknya Ni Nyoman Y, anaknya Putu GC dan dua orang keponakan, yakni Putu AS dan I Gede AS.
Kala itu YY menyampaikan bahwa dirinya juga akan meminta tolong kepada I Nyoman S. Dua tersangka ini lantas berkomunikasi dan meminta biaya oprasional awal untuk masing-masing peserta Rp 25 juta. Diberi persyaratan itu, Ni Putu EA pun menyanggupi. Selanjutnya Ni Putu EA kembali datang ke rumah YY untuk menyerahkan berkas untuk melamar, seperti copy KK, KTP, ijazah dan lainnya. Saat itu juga Ni Putu EA menyerahkan uang Rp 210 juta kepada YY, lengkap dengan kuitansi yang ditandatangani tersangka I Wayan S. Selanjutnya uang itu diserahkan kepada tersangka Nyoman S yang kini juga menjadi terdakwa di PN Gianyar. Beberapa hari kemudian Nyoman S sudah bisa menyerahkan SK dan NIP bayangan. Kemudian ia kembali meminta uang tambahan mulai dari Rp 125 juta hingga Rp 175 juta untuk menyesuaikan penempatan yang diinginkan. Selanjutnya Nyoman S melalui YY terus menghubungi Ni Putu EA untuk segera menyiapkan uang tersebut agar SK CPNS bisa dikeluarkan. Korban pun akhirnya menyerahkan uang tambahan sebesar Rp 400 juta,
Gianyar (Bali Post) Seorang developer, Nyoman K, dilaporkan ke Polres Gianyar oleh mantan Perbekel Pering I Gusti Agung Arika Sudewa. Developer asal Badung ini dilaporkan dalam kasus pencemaran nama baik. Laporan ini juga berkaitan dengan surat salah satu anggota DPD-RI yang hendak memediasi kasus ini, namun malah dinilai menyudutkan Arika. Arika menerangkan, kasus ini bermula pada 7 November 2019. Kala itu Nyoman K mendatangi dirinya terkait membuka jalur di Perumahan Pering. “Waktu itu Nyoman K bertanya bagaimana caranya membuka blokir di Perumahan Pering,” ujar Arika usai dimintai keterangan di Mapolres Gianyar, Selasa (4/2) kemarin. Akhirnya Arika memberi penjelasan mengenai biaya yang dikeluarkan. Yakni ada donasi untuk desa adat. “Kalau di dinas tidak boleh lagi mungut. Nah, karena perumahan ini di dalam perumahan lain, maka saya dekati perumahan itu. Diminta dana Rp 400 juta untuk fasilitas jalan dan
tempat suci,” jelasnya. Usai pertemuan itu tiba-tiba Nyoman K menuding Arika melakukan pemerasan. Tudingan ini pun berdampak signifikan, terlebih saat itu sedang dalam suasana pemilihan perbekel. “Akibat tudingan itu beredar informasi di masyarakat perbekel tukang peras. Itu pas tiga hari sebelum pemilihan, harinya mepet sekali. Saya tidak sempat melakukan klarifikasi,“ katanya. Tidak hanya itu, Nyoman K juga minta bantuan mediasi ke salah satu anggota DPD-RI, dalam tudingan kasus pemerasan oleh oknum perbekel. Akhirnya senator itu merespons surat itu, melalui acara m e diasi
sehingga total uang yang sudah diserahkan oleh YY kepada Nyoman S sebesar Rp 610 juta. Selain itu, Nyoman S juga menerima uang tambahan dari YY sebesar Rp 320 juta. Uang tersebut diserahkan oleh YY untuk mengikutkan anaknya sendiri melamar CPNS, yakni I Wayan BP dan I Made SP, sehingga total uang yang diterima Nyoman S sebesar Rp 930 juta. Usai penyerahan uang itu, Korban Ni Putu EA terus menanyakan terkait penyerahan SK tersebut, namun berulang kali diulur oleh YY dan I Nyoman S. Sampai akhirnya Ni Putu EA menannyakan langsung ke Kantor Regional X Badan Kepegawaian Denpasar. Ia pun mendapat jawaban bahwa semua proses seleksi harus melewati computer assisted test (CAT). Kasi Intel Kejari Gianyar Felly Kasdi membenarkan pihaknya menerima pelimpahan kasus tersebut dari Kejati Bali ke Kejari Gianyar. Kasus ini kini sedang dalam tahap persidangan di PN Gianyar. ‘’Benar ada sidang tersebut. Sekarang masih menunggu turun nota dinas, berapa lama kemudian akan dibacakan tuntutan untuk terdakwa,’’ katanya. (kmb35)
Mantan Perbekel Polisikan ”Developer”
dengan mengundang para pihak terkait. Dalam undangan senator tersebut berisi kronologi dugaan pemerasan yang diungkapkan oleh Nyoman K. Arika kecewa karena surat yang ditembuskan ke para pihak yang menyudutkan dirinya. “Sampai ngirim ke Polda dan Gubernur Bali. Jadi oleh Pak Gubernur saya dikira sebagai pemeras,” tegasnya. Dalam mediasi di Kantor Desa Pering, Rabu (29/1), Arika akhirnya berkesempatan memberikan penjelasan. Persoalan ini pun baru terbuka, sampai Nyoman K meminta maaf atas kekeliruannya. “Beliau sudah minta maaf ke saya. Tapi gara-gara surat itu saya merasa dirugikan,” jelasnya. Lantas, kenapa tidak serta melaporkan anggota DPD yang membuat surat bernada menyudutkan? Arika mengaku sudah menelusuri surat itu. “Dia sudah mencabut surat tembusannya,” terangnya. Arika yang dirugikan langsung melaporkan kasus pencemaran nama baik itu ke polisi, Kamis (30/1) lalu. Bali Post/ist (kmb35) I Gusti Agung Arika Sudewa
Lakalantas, Pelajar SMP Tewas Gianyar (Bali Post) Seorang remaja, Enzo Scivo Hokaru Samallo, meregang nyawa akibat mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Jalan Raya Blahtanah, Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Minggu (2/2) malam. Remaja berusia 14 tahun yang berstatus pelajar salah satu SMP negeri di Ubud ini terlibat kecelakaan diduga karena out of control. Korban sempat dilarikan ke RS Ari Çanti, Desa Mas, namun nyawanya tidak bisa diselamatkan. Berdasarkan informasi, awalnya korban bersama ayahnya datang ke rumah temannya di seputaran Desa
Kedewatan, Ubud, Minggu (2/2) malam. Kala itu mereka membawa motor masing-masing. Sekitar pukul 22.00 Wita, korban memilih pulang mendahului ayahnya ke rumahnya di Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh. Setiba di timur Patung Bayi, ia mengalami kecelakaan. ‘’Sempat dilarikan ke Rumah Sakit Ari Çati Mas, tetapi nyawanya tidak tertolong,’’ kata Ni Wayan Sasih, salah satu rekan korban. Sementara itu, saat ayahnya tiba di rumah tidak melihat Enzo. Pihak keluarga berupaya menghubungi nomor ponsel korban, namun yang mengangkat justru dokter dan mengabarkan
bahwa korban sudah meninggal dunia akibat kecelakaan. ‘’Saat ini mayatnya sudah di rumah duka yang berlokasi di belakang Rumah Sakit Dharma Yadnya. Rencananya akan dikubur di Mumbul dan masih menunggu keluarganya datang dari Jakarta,’’ imbuhnya. Dikonfirmasi terpisah, Kasat Lantas Polres Gianyar AKP Laksmi Trisna Dewi Wieryawan membenarkan adanya kasus lakalantas yang menewaskan pelajar SMP tersebut. Terkait detail kejadiannya, pihak polisi masih melakukan penyelidikan. ‘’Polisi masih penyelidikan,’’ katanya singkat. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Sidang kasus teller salah satu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Ubud, kembali diagendakan di Pengadilan Negeri (PN) Gianyar, Selasa (4/2) kemarin. Namun sidang dengan terdakwa Ni Wayan Putri Lestari itu harus ditunda pekan depan, lantaran dua orang hakim berhalangan hadir. Sidang kasus dugaan penggelapan uang Rp 7,5 miliar itu diagendakan di PN Gianyar dengan agenda pembacaan saksi. Namun agenda persidangan tersebut harus ditunda, lantaran ketua majelis hakim Ida Ayu Ardhiyanti Astuti Widja sedang ada tugas keluar dan hakim Ni Luh Putu Partiwi
sedang cuti. Akhirnya majelis hakim Wawan Edi Prastyo menunda persidangan hingga Selasa depan. ‘’Ibu ketua ada tugas ke Pengadilan Tinggi Denpasar,’’ kata penasihat hukum terdakwa, I Wayan Adi Sumiarta, S.H., M.Kn. I Wayan Gendo Suardana, S.H. yang juga selaku kuasa hukum terdakwa menjelaskan, kliennya dituding menggelapkan uang Rp 7,5 miliar. Dari tudingan itu, ia mempertanyakan sistem perbankan BPR tempat terdakwa bekerja yang dilengkapi sistem digitalisasi dan komputerisasi, dengan mekanisme pangawasan berjenjang. Berbekal sistem tersebut dipandang aneh bila
terdakwa dapat melakukan tindak pidana perbankan atau penggelapan hingga mencapai miliaran rupiah dalam kurun waktu satu tahun. ‘’Logiskah hanya seorang teller bisa menggelapkan uang hingga lebih dari Rp 7,5 miliar dalam kurun waktu satu tahun?’’ ujarnya. Gendo juga mempersoalkan kedua atasan terdakwa yang hanya ditetapkan sebagai saksi. Padahal kedua atasan tersebut dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum secara jelas disebutkan bahwa tindak pidana dilakukan bersama kedua atasannya itu. Atas dasar tersebut, Gendo menduga bahwa penuntut umum melakukan tebang pilih dalam kasus ini.
Gendo kembali meminta agar dua pimpinan kliennya ikut diseret sebagai terdakwa. Dikatakan, dalam kasus ini kliennya merasa dikorbankan. Sebab, selama ini kliennya selaku bawahan hanya menjalankan perintah pimpinan. ‘’Karena ini perintah pimpinan. Ada duit, saya dititipkan oleh nasabah, ini selipnya. Ketika dia (terdakwa - red) tidak mau, dia (pimpinan terdakwa - red) bilang saya bosmu. Itu yang sering dilakukan. Dia (terdakwa - red) dalam tekanan itu,’’ paparnya. Sidang selanjutnya akan digelar kembali di Pengadilan Negeri Gianyar, Selasa (11/2) mendatang. (kmb35)
Ekonomi KPP Pratama Badung Selatan
Canangkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi DIREKTORAT Jenderal Pajak (DJP) Kanwil Bali diwakili Kantor Pelayanan Pajak (KKP) Pratama Badung Selatan melakukan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), Selasa (4/2) kemarin. Hadir pada kesempatan tersebut Perwakilan DJP Bali, KPP Dentim, Perwakilan dari Kemenkeu, Camat Kuta dan Kuta Selatan. Kegiatan ini juga dihadiri pihak Universitas Udayana (Unud) karena perpanjangan tangan kantor pajak, terkait inklusi perpajakan melibatkan dosen karena dosen mengajarkan kepada mahasiswa, perwakilan wajib pajak (WP) karena menerima pelayanan langsung dari KPP Pratama Badung Selatan. Kepala KPP Pratama Badung Selatan Vincentius Sukamto didampingi Kepala Kasi Ekstensifikasi dan Penyuluhan KPP Badung Selatan Dewa Nyoman Sukardina mengatakan, pencanangan ini sudah lama dilakukan dan rutin dilaksanakan. ‘’Kalau tidak dilaksanakan seperti ini secara terus-menerus, akan bisa lupa,’’ ujarnya. Mengingat personel DJP selalu berganti maka untuk
menyamakan langkah dan persepsi, pencanangan WBK terus dilakukan. ‘’Kegiatan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir, namun supaya ada keseragaman langkah dan pemikiran dari semua pegawai, maka perlu dilakukan pencanangan ini,’’ ujarnya. Tahun ini KPP Pratama Badung Selatan memulai lebih awal dalam menyiapkan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi. Pencanangan ini juga mengundang seluruh stakeholder yang diharapkan agar dapat ikut serta dalam pembangunan zona integritas yang dilakukan. Seperti diketahui, penerimaan pajak tergantung dengan pembayaran pajak yang dilakukan oleh WP. Pembayaran akan dilakukan dengan senang hati apabila WP percaya dengan DJP. Salah satu upaya untuk menimbulkan kepercayaan, meyakinkan bahwa DJP sudah bebas dari segala bentuk korupsi dengan mengundang stakeholder yang notabene ada WP untuk hadir dalam pencanangan WBK tersebut.
PENCANANGAN - KPP Pratama Badung Selatan melakukan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi. Tahun ini KPP Pratama Badung Selatan ditunjuk untuk mewakili DJP Kanwil Bali ikut di dalam penilaian Pencanangan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi. ‘’Jadi ini juga menjadi momentum buat kami untuk lebih bersemangat untuk melaksanakan, walaupun sudah dilaksanakan sebelumnya,’’ ujarnya. Kabag Umum DJP Kanwil Bali mewakili Kepala Kanwil DJP Bali Gede Wira Wiweka mengatakan, sejak 2002 Kementerian Keuangan khususnya Direktorat Jenderal
Pajak (DJP) sudah berubah melakukan reorganisasi. ‘’Namun kami perlu di-refresh sehingga dalam kesempatan ini bukan berarti kami mencanangkan diri dari WBK tapi untuk me-refresh kita semua bahwa DJP adalah wilayah bebas korupsi,’’ ujarnya. Tujuannya agar KPP Badung Selatan khususnya dapat memberikan pelayanan yang optimal, maka ia berharap para wajib pajak dapat membantu DJP agar bebas dari korupsi. ‘’Kita abdi negara harus bebaskan diri kita dari korupsi,’’ tandasnya. (ad82)
Rabu Umanis, 5 Februari 2020
Cegah Banjir, Dinas PUPRKP Diminta Maksimalkan Tim Reaksi Cepat Semarapura (Bali Post) -
Memasuki musim hujan, genangan air mulai sering melanda Kota Semarapura. Khususnya, ketika terjadi sumbatan got disebabkan sampah rumah tangga. Agar tidak terjadi banjir yang relatif parah, Tim Reaksi Cepat Dinas PUPRKP (Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman) Klungkung diminta secara khusus memantau titik-titik rawan banjir itu ketika turun hujan lebat. Sehingga kemudian bisa dilakukan pencegahan sejak dini. Salah satu anggota DPRD Klungkung, A.A. Gde Sayang Suparta, Selasa (4/2) kemarin, mengatakan saat turun hujan lebat, cukup banyak titik-titik rawan banjir disebabkan banyak got tertimbun sampah. Sehingga airnya meluap ke jalan raya hingga membuat banjir makin parah saat hujan lebat. Hal itu kerap terjadi pada Jalur Semarapura-Akah, Dinas Pendidikan-Simpang Lima, maupun akses jalan menuju Pasar Umum Galiran. ‘’Tim Reaksi Cepat itu harus turun saat hujan lebat.
A.A. Gde Lesmana
Sehingga benar-benar diketahui di mana titik-titik rawan banjirnya itu,’’ kata politisi Partai Gerindra ini. Terkait banjir, dia menyoroti banjir yang sempat terjadi belum lama ini di RSUD Klungkung. Banjir itu disebabkan talang airnya ada yang jebol. Akibatnya air hujan masuk ke bagian selasar rumah sakit. Hal itu menurutnya menimbulkan kesan tidak baik bagi pasien. Terlebih, rumah sakit itu mengutamakan kualitas pelayanan. ‘’Gedung-gedung baru yang belum lama ini selesai
dibangun juga harus dicek ke lapangan. Saya usulkan kepada pimpinan agar diagendakan program-program turun ke lapangan. Karena banyak pula laporan, ada gedung yang justru belum dimanfaatkan dengan baik,’’ tegasnya. Terhadap sorotan itu, Kepala Dinas PUPRKP Klungkung A.A. Gde Lesmana mengatakan Dinas PUPRKP memang memiliki Unit Layanan Cepat (ULC). Mereka sesungguhnya sudah melaksanakan tugas dengan baik, sejak memasuki musim hujan. Tim ULC ini tersebar
di setiap kecamatan. Setiap kecamatan ada enam orang petugas ULC. Merekalah yang memantau khusus titik-titik rawan banjir itu. ‘’Kami sudah mengecek titik-titik penyebab banjir itu. Kami mengimbau agar tidak membuang sampah di selokan. Sebab, di sana banyak ditemukan sampah rumah tangga,’’ katanya. Pihaknya langsung melakukan koordinasi lebih lanjut baik dengan camat dan perangkat desa, agar sampah jangan dibuang ke got. Sebab, hal itu membuat banjir bisa datang sangat cepat. Kebiasaan ini harus segera dihilangkan. Langkah-langkah edukasi dan sosialisasi harus terus dilakukan kepada warga. Sehingga, kesadaran masyarakat bisa semakin terbangun khususnya di sekitar wilayah perkotaan. (kmb31)
A.A. Gde Sayang Suparta
Desa Adat Gelgel Gelar ’’Mupuk Karya Agung’’ di Pura Dasar Bhuana
Bali Post/kmb31
MUPUK KARYA AGUNG - Proses upacara ‘’ngingsah beras’’ serangkaian upacara nyuci dalam rangka Mupuk Karya Agung di Pura Dasar Bhuana Gelgel.
Semarapura (Bali Post) Setelah pelaksanaan Karya Agung Tawur Panca Wali Krama, Panyejeg Gumi lan Padanan, Pangebek, Panegteg Jagat, Piodalan lan Mapeselang di Pura Dasar Bhuana itu berlangsung setahun lalu, kemudian Desa Adat Gelgel menyempurnakan karya agung itu dengan menggelar upacara Mupuk Karya Agung. Prosesi Mupuk Karya Agung ini puncaknya dilangsungkan di Pura Dasar Bhuana, Desa Adat Gelgel, 24 Februari nanti. Melalui prosesi Mupuk Karya Agung, diharapkan segala apa pun kekurangan yang terjadi pada upacara sebelumnya dapat disempurnakan secara sekala maupun niskala. Pangenter Karya Dewa Ketut Soma saat dihubungi, Selasa (4/2) kemarin mengatakan,
rangkaian Mupuk Karya Agung ini sudah mulai digelar sejak 1 Februari lalu. Diawali tahapan Matur Piuning, Makarya Sunari dan Pindekan. Dilanjutkan Selasa (4/2) kemarin upacara nyuci, ngingsah, negtegang beras, ngunggahang sunari dan pindekan, mabanten pangalang bilang bucu, ngawitin ngoreng dan menyuarakan kentongan. Sehari sebelum puncak Mupuk Karya Agung, Minggu (23/2) dilangsungkan upacara nedunang Ida Batara. Setelah puncak karya, Ida Batara katur nyejer selama enam hari di Pura Dasar Bhuana, sekaligus upacara bhakti panganyar kemudian karya masineb, 2 Maret nanti. Dalam konteks upaya penyempurnaan, Dewa Soma memastikan tujuh tahapan pelaksanaan upacara utama yang telah dilakukan sebelum-
nya, berjalan sesuai rangkaian karya. Saat karya agung hingga Tawur Panca Wali Krama itu, mengacu pada tattwa, kata Dewa Soma, sudah dilakukan mamungkah atau melaspas mendem padagingan, kemudian ngingkup. Maksudnya adalah menyatukan. Dilanjutkan ngenteg pertiwi akasa, ngebek, nyenuk sebagai upaya memperkuat pasemetonan atau nyejerang masemeton. Sedangkan makebat daun dan terakhir mangun ayu, sebagai upaya membangun keselamatan. Dari tujuh pokok upacara ini, seluruhnya dikatakan sudah terlaksana. Namun, tentu diyakini ada lebih dan kurangnya, sehingga inilah harus di-pupuk agar pepek. Mekanismenya kemudian dilakukanlah penyempurnaan karya yang sudah berjalan sebelumnya.
‘’Kekurangan dan kelebihan itu pasti ada. Kami meyakini hal itu. Inilah yang perlu kami pupuk agar pepek. Di sini kami tidak menyebut nutug karya. Sebab, kalau nutug karya, berarti ada yang tidak selesai,’’ katanya. Sebelumnya, Karya Agung Mamungkah, Nubung Padagingan, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Tawur Panca Wali Krama, Mahayu Jagat dan Marisudha Gumi saat itu sudah masineb, 11 Januari 2019, bersamaan pelaksanaan ritual Nuwek, Mendem Bagia Pulakerti dan Panyejeg Gumi di Pura Kahyangan Jagat Dasar Bhuana Gelgel. Setelah karya masineb, terakhir dilanjutkan ritual maajar-ajar 14 Januari 2019. Rangkaian panjang 33 tahapan ritual ini pun saat itu berjalan lancar, dengan respons umat sangat antusias. (kmb31)
Kesehatan
Perlukah Kotoran Telinga (Serumen) Kita Dibersihkan? Oleh: dr. Ida Ayu Arnya Laksmi Dewi
BAGI kebanyakan orang membersihkan telinga dengan cotton bud atau mengorek telinga adalah suatu sensasi yang asik dan berbeda. Masih banyak orang belum mengetahui apa itu kotoran telinga alias serumen dan cara membersihkan telinga dengan benar. Kotoran telinga merupakan hasil produksi kelenjar keringat dan kelenjar minyak serta epitel kulit yang terlepas. Apakah kotoran telinga itu bermanfaat? Kotoran telinga/serumen memiliki banyak manfaat. Kotoran telinga merupakan salah satu bentuk pertahanan alami tubuh kita. Serumen dapat menjaga liang telinga luar dengan barier proteksi yang melapisi dan membasahi saluran/kanalis. Serumen bertugas membersihkan, melumasi, dan melindungi saluran telinga kita dengan memperlambat pertumbuhan bakteri dan menjebak kotoran yang bisa merusak struktur telinga lebih dalam. Sifat lengketnya yang alami dapat menangkap benda asing, menjaga secara langsung kontak dengan bermacam-macam organisme, polutan, dan serangga. Serumen juga mempunyai pH asam (sekitar 4-5), pada situasi pH seperti ini tidak dapat ditumbuhi organisme, sehingga dapat membantu menurunkan risiko infeksi pada liang telinga luar. Dalam keadaan normal serumen terdapat di sepertiga luar liang telinga, karena kelenjar tersebut hanya ditemukan di daerah ini. Setelah mengetahui manfaat kotoran telinga itu, pasti muncul kembali pertanyaan, apakah serumen itu perlu dibersihkan? Pada keadaan ideal, normal, seseorang tidak perlu membersihkan kotoran telinga. Karena telinga memiliki mekanisme alamiah untuk membersihkan kotoran melalui migrasi (berpindahnya) epitel kulit dari bagian gendang telinga hingga ke telinga luar dibantu gerakan saat mengunyah dan menguap. Jika proses penguapan tidak berjalan sempurna, sebagian kotoran yang telah keluar tadi akan terkumpul di ujung paling luar lubang telinga. Kumpulan kotoran telinga itulah yang perlu segera dibersihkan. Ketika membersihkan telinga perhatikan ketentuannya. Bersihkan kotoran yang terlihat saja, tidak perlu sampai ke dalam-dalam. Karena itu, sebelum membersihkan, lihat dulu ada atau tidak kotoran. Bila tidak terlihat, tidak perlu dibersihkan.
Tetapi, sebagian besar orang terlalu sering membersihkan telinganya hingga cairan pelumas telinganya pun kering yang justru mengakibatkan lecet pada liang telinga. Bahkan mengenai gendang telinga. Idealnya telinga dibersihkan cukup 2x setahun atau setiap 6 bulan dengan memeriksakan telinga Anda ke dokter spesialis THT (telinga, hidung, dan tenggorokan). Sebenarnya kotoran telinga itu tidak menyebabkan gangguan, jika jumlahnya tidak berlebihan. Namun, pada keadaan tertentu, serumen dapat menyebabkan gangguan. Yakni ketika terjadi penumpukan serumen berlebihan sehingga terjadi penyumbatan pada liang telinga. Hal itu disebut sebagai serumen obsturan atau serumen impaksi. Keadaan ini dapat menimbulkan keluhan telinga berdenging, rasa tidak nyaman di telinga hingga berkurangnya pendengaran. Faktorfaktor yang mempengaruhi terjadinya impaksi serumen dapat digolongkan menjadi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal antara lain meliputi genetik, bentuk/kelainan anatomi liang telinga dan indeks massa tubuh (IMT). Faktor eksternal meliputi sosial ekonomi, keadaan lingkungan, pengetahuan mengenai kesehatan telinga, infeksi telinga, perilaku membersihkan telinga dengan alat-alat yang tidak seharusnya seperti lidi kapas, peniti, jepit rambut, dll. Pada keadaan ini, telinga seharusnya dibersihkan, namun tidak dapat dilakukan di rumah karena memerlukan alat-alat khusus dalam hal ini, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter spesialis THT. Maka sudah terjawab, perlukah kita membersihkan telinga itu? Jawabannya tentu tidak dalam keadaan normal, kecuali kotoran telinga produksi berlebih atau terjadi keadaan, seperti yang sudah dibahas di atas, maka kondisi seperti itu memerlukan penanganan lebih lanjut, yaitu konsultasi ke dokter spesialis THT. Telinga merupakan salah satu indera yang sangat penting dalam menjaga harmoni fungsi tubuh. Sehingga kita perlu menjaga kesehatan telinga agar tetap berfungsi maksimal. Salah satu cara menjaganya, meningkatkan pengetahuan kesehatan telinga. Mari bersama-sama kita menjaga kesehatan telinga kita. Dimulai dari diri kita dan kembali untuk kita.(ad105)
PATROLI LAUT - Petugas gabungan saat melakukan patroli laut di sekitar KKP Nusa Penida.
Bali Post/kmb31
Tingkatkan Pengawasan Patroli Gabungan Sasar KKP Nusa Penida
Semarapura (Bali Post) Mencegah aktivitas terlarang pada KKP (Kawasan Konservasi Perairan) Nusa Penida, seluruh pihak terkait melakukan patroli gabungan, Selasa (4/2) kemarin. Patroli gabungan itu guna memastikan seluruh perairan KKP Nusa Penida steril dari aktivitas pengeboman ikan atau ulah nakal lainnya dari nelayan lokal maupun Lombok. Patroli gabungan itu juga untuk memastikan aktivitas wisatawan di sekitarnya berlangsung aman di tengah isu virus Corona. Patroli Gabungan di KKP Nusa Penida ini melibatkan Kepala UPTD KKP Bali, Kapolsek Nusa Penida, Kepala UPT KKP Nusa Penida dan staf KKP, personel Pol Air Polres Klungkung, personel Pos TNI-AL Nusa Penida dan
anggota LSM Coral Tree Angel Center. Kepala UPTD KKP Bali, I Nengah Bagus Sugiarta, mengatakan patroli gabungan itu rutin digelar. Ini sebagai wujud pengawasan dan komitmen bersama terhadap penetapan Nusa Penida sebagai kawasan konservasi perairan. Upaya-upaya pencegahan terhadap aktivitas pengerusakan, seperti menangkap ikan dengan bom, harus dihentikan, agar tidak semakin merusak ekosistem laut setempat. Patroli gabungan dilakukan menyisir perairan laut Nusa Penida, menggunakan boat New Arzifi melalui rute Pelabuhan Sampalan menuju perairan Atuh. Dilanjutkan ke perairan Manta Point, Manta Bay, Cristal Bay, Lembongan dan Jungutbatu. Selanjutnya, kembali ke Pelabuhan Sampalan Nusa
Penida. Dari patroli laut gabungan ini, tidak ditemukan aktivitas masyarakat yang membahayakan. KKP Nusa Penida masih steril dari kegiatan yang membahayakan ekosistem laut setempat. Dari patroli gabungan itu, diketahui jumlah wisatawan yang berkunjung
menikmati keindahan alam bawah laut Nusa Penida relatif tinggi, mencapai sekitar 725 orang wisatawan dari berbagai negara. Dengan kegiatan patroli ini, diharapkan tingkat kesadaran masyarakat maupun wisatawan menjaga bersama KKP Nusa Penida semakin tinggi. (kmb31)
Rabu Umanis, 5 Februari 2020
Pemkab Karangasem Terima Penghargaan BNPB dalam Partisipasi Aktif Penanggulangan Bencana PEMERINTAH Kabupaten Karangasem menerima penghargaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atas partisipasi aktif dalam penanggulangan bencana tahun 2019. Penghargaan ini diberikan dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BNPB 2020 di Bogor, Selasa (4/2) kemarin. Penghargaan dari BNPB ini diserahkan langsung oleh Kepala BNPB Letnan Jenderal Doni Mordano kepada Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, di mana sebelumnya penghargaan tersebut diserahkan Presiden RI Joko Widodo. Sejumlah arahan yang disampaikan Presiden Jokowi,
di antaranya soal kejadian bencana yang akhir-akhir ini semakin meningkat. Peningkatan kebencanaan tersebut, kata Presiden, tidak terlepas dari beberapa faktor, seperti perubahan iklim. “Namun demikian, masih banyak bencana yang dapat dicegah dan dikurangi oleh kita semua. Tantangan yang masih dihadapi, yaitu bagaimana kita menyikapi ancaman maupun bencana, sering tergagap dalam tahapan manajemen bencana, seperti menghadapi bencana, memperbaiki kerusakan infrastruktur, penanganan penyintas atau pun saat pemulihan,” tegas Jokowi. Pada pembukaan Rakor-
nas BNPB 2020 ini, Presiden Jokowi menyampaikan beberapa poin perintah kepada pemerintah pusat dan daerah dalam penanggulangan bencana, di antaranya seluruh instansi pemerintah pusat dan daerah harus bersama-sama bersinergi untuk upaya pencegahan, mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan. Pemerintah daerah perlu melakukan pengendalian tata ruang berbasis pengurangan risiko bencana. Sigap terhadap potensi ancaman bahaya sesuai dengan karakteristik wilayah, baik geologi, vulkanologi, limbah, hidrometeorologi, biologi, pencemaran lingkungan. Setiap
Distan Tegaskan Kematian Babi Akibat Diare
gubernur, bupati dan wali kota harus segera menyusun rencana kontinjensi termasuk penyediaan sarana dan prasarana kesiapsiagaan yang dapat betul-betul dilaksanakan semua pihak dan harus siap menangani bencana secara tuntas, dan penanggulangan bencana harus dilaksanakan dengan pendekatan kolaboratif, pentahelix, yaitu kolaborasi antara unsur pemerintah, akademisi dan peneliti, dunia usaha, masyarakat, serta dukungan media massa untuk dapat menyampaikan pemberitaan kepada publik. Ditegaskan pula, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus meningkatkan
kepemimpinan dan pengembangan sumber daya manusia yang handal dalam penanggulangan bencana, penataan kelembagaan yang mumpuni, termasuk program dan anggaran yang harus ditingkatkan sesuai prioritas RPJMN 2020-2024. Sementara itu, Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri usai menerima penghargaan menyampaikan aspresiasinya atas penghargaan yang diperoleh BPBD Karangasem. Untuk itu, pihaknya selaku Pemerintah Kabupaten Karangasem mengimbau kepada BPBD dan masyarakat Karangasem untuk lebih semangat dan meningkatkan kepedu-
Bali. “Mungkin karena laporan itu, seolah-olah kasus kematian satu babi di Karangasem ini disamakan dengan kasus yang menimpa kabupaten lainnya. Padahal, di Karangasem sejauh ini tidak ada kasus seperti itu yang melanda para peternak,” katanya. Dengan adanya kasus itu, pihaknya telah memberi desinfektan ke kandang babi milik warga untuk mengantisipasi kasus itu. Selain itu, pihaknya juga melakukan langkah antisipasi lainnya seperti melakukan pendataan peternak, pelaku usaha seperti penjual
bibit, serta peternak. Petugas kesehatan hewan bergerak memberikan pemahaman, sosialisasi kepada pelaku usaha penjual bibit babi dan peternak secara intens. “Untuk lebih memaksimalkan sosialisasi, kami sampai membuat grup Whatsapp Gabungan Usaha Ternak Babi di Karangasem untuk memudahkan komunikasi. Jika nantinya ada babi warga terserang virus ASF, maka mereka bisa langsung melapor ke petugas, sehingga kami segera mengambil tindakan,” jelas Ari Susanta. (kmb41)
Bali Post/kmb41
BABI - Peternak saat menyemprot kandang babi miliknya.
Bikers Adventure Camp
Ajang Aktif Berkomunitas Honda Bali ASTRA Motor Bali selaku main dealer sepeda motor Honda wilayah Bali kembali menggandeng para bikers komunitas Honda yang tergabung di dalam Paguyuban Honda Community Bali (HCB) dalam acara “Bikers Adventure Camp & Workshop Jurnalistik”. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk touring dan outbound dilaksanakan pada tanggal 1-2 Februari 2020 dengan aktivitas berkemah di lokasi Kampoeng Peneng, Desa Luwus, Tabanan. Kegiatan ini diikuti oleh 70 bikers dari klub HVIC, HSFCI, VIBER, HAI chapter Bali, TRB, BTC, HMPC, dan BOC. Mereka berkumpul di Astra Motor Cokroaminoto. Kondisi hujan yang deras tidak menyurutkan semangat komunitas Honda untuk berkumpul bersama. Sebelum touring dimulai, para peserta di-briefing yang dipimpin oleh PIC Community Astra Motor dan berdoa bersama. Selanjutnya start touring pukul 18.30 Wita yang mengambil rute Astra Motor
Cokroaminoto – Jalan Raya Sempidi – Jalan Raya Mengwi – Jalan Raya Luwus dan finish di Kampoeng Peneng, Desa Luwus, Tabanan dengan kondisi hujan di sepanjang perjalanan. Di lokasi, para bikers beristirahat sejenak kemudian dilanjutkan dengan pemaparan event-event komunitas Honda selama tahun 2020, sharing dan diskusi mengenai manajemen klub agar lebih baik dan rapi, hingga pemaparan trend sosial media 2020 dan ditutup dengan workshop bersama dengan materi simple editing video dengan media ponsel oleh tim IT Astra Motor. Tidak hanya itu, para komunitas juga di-reminder kembali dan diberikan sosialisasi mengenai cara berkendara yang baik dan aman #Cari_Aman saat naik motor oleh instruktur Safety Riding Honda. Acara ditutup dengan makan malam dan barbeque bersama seluruh bikers. Keesokan harinya, para bikers komunitas Honda dia-
jak pemanasan senam dan dilanjutkan dengan community games dan ditutup dengan aksi sosial sebagai kepedulian kepada lingkungan dengan kegiatan CSR bersih-bersih sampah di sekitaran perkemahan Kampoeng Peneng. Penutupan acara diisi dengan tapping HCID dan foto bersama. Safety Riding & Community Promotion Astra Motor Bali, Ngurah Iswahyudi, mengatakan semakin bertambahnya komunitas Honda diharapkan dapat memberi manfaat bagi komunitas lain dan lingkungan masyarakat. Dengan ajang ini, para komunitas yang memiliki hobi bermotor semakin solid, aktif berkomunitas dan berkelanjutan di setiap kegiatan komunitas lainnya. “Semoga kegiatan ini semakin menumbuhkan keakraban dan sebagai ajang apresiasi komunitas dan konsumen Honda. Dengan perubahan yang terjadi menggiring komunitas untuk aktif di kegiatannya di dunia digital,” ujarnya. (bns)
HONDA - Salah satu kegiatan para bikers komunitas Honda pada acara Bikers Adventure Camp & Workshop Jurnalistik.
lian terhadap lingkungan, mengingat Kabupaten Karangasem merupakan daerah yang rawan terhadap kejadian bencana. “Mari wujudkan Karangasem yang
lebih tangguh dalam menghadapi dan mengantisaipasi bencana. Sekali lagi, salam tangguh buat BPBD, para relawan, dan masyarakat Karangasem,” ujarnya. (ad96)
Kunjungan Wisatawan ke Tirtagangga Turun 30 Persen
Amlapura (Bali Post) Dimasukkannya Kabupaten Karangasem menjadi salah satu daerah yang mengalami kasus kematian babi secara massal, seperti yang dialami kabupaten/ kota lainnya oleh Dinas Peternakan Provinsi Bali, ditanggapi langsung oleh Dinas Pertanian Karangasem. Distan Karangasem menegaskan, kematian satu babi di Karangasem itu bukan seperti kasus di kabupaten lainnya, melainkan kematian babi itu karena mengalami diare. Dikonfirmasi Selasa (4/2) kemarin, Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Karangasem I Made Ari Susanta menegaskan di Karangasem memang ada satu kasus babi milik peternak yang mati. Hanya, kematian babi tersebut bukan seperti kasus yang dialami oleh kabupaten lainnya di mana babi milik peternak mati secara massal. “Memang ada satu babi milik warga di wilayah Selat yang mati. Babi milik peternak itu mati, karena sakit selama seminggu akibat diare. Bukan mati akibat serangan penyakit seperti yang terjadi di sejumlah kabupaten di Bali. Sejauh ini, di Karangasem belum ditemukan babi mati akibat diserang penyakit itu,” tegasnya. Ari Susanta mengatakan, pihaknya memang menyampaikan adanya satu babi mati di Karangasem ke Dinas Peternakan Provinsi Bali. Pasalnya, pihaknya diwajibkan melaporkan situasi peternakan babi yang ada di wilayahnya. Karena itulah, pihaknya melaporkan kematian satu babi itu ke Dinas Peternakan Provinsi
PENGHARGAAN - Kepala BNPB Letnan Jenderal Doni Mordano menyerahkan penghargaan kepada Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, Selasa (4/2) kemarin.
Bali Post/kmb41
BERKUNJUNG - Wisatawan saat berkunjung ke Objek Wisata Taman Tirtaganga, Desa Ababi.
Amlapura (Bali Post) Adanya serangan virus Corona berdampak terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke Kabupaten Karang-asem. Salah satunya, kunjungan wisatawan ke Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) Taman Tirtagangga, Desa Ababi, Kecamatan Abang mengalami penurunan hingga 30 persen. Ketua Badan Pengelola ODTW Taman Tirtagangga, Anak Agung Made Kosalia, mengungkapkan merebaknya penyebaran virus Corona di Tiongkok membuat tingkat kunjungan mengalami penurunan. Sebab, selain wisatawan dari Belanda, Jerman, Belgia, Inggris, Denmark, serta Norwegia, wisatawan yang biasanya banyak berkunjung, yakni wisatawan Tiangkok. “Wisatawan Tiongkok cukup banyak berkunjung. Sekarang wisatawan Tingkok hanya sedikit yang berkunjung akibat dampak virus Corona tersebut. Biasanya jumlah kunjungan per harinya mencapai 1.000 orang. Semenjak
merebaknya virus Corona ini, kunjungan turun sekitar 30 persen” ujar Kosalia, Selasa (4/2) kemarin. Kosalia menambahkan, faktor lain yang juga mempengaruhi menurunnya kunjungan wisatawan karena saat ini memasuki low season. Biasanya, Januari hingga Mei kunjungan wisman mengalami penurunan. Wisatawan mancanegara mulai ramai saat memasuki high season, dari Juni hingga Desember. “ Ka m i b e rha ra p t i ng ka t kunjungan segera membaik,” harapnya. Salah seorang guide, I Nengah Suta, mengakui pascaadanya serangan virus Corona membuat kunjungan wisman mengalami penurunan. Dikatakan, biasanya dirinya mengantar wisatawan ke Tirtagangga sampai 25 orang, tapi sekarang hanya lima orang. “Saya harap kondisi kembali membaik, sehingga tamu kembali beraktivitas seperti biasa. Kunjungan bisa meningkat lagi,” ujarnya. (kmb41)
Rabu Umanis, 5 Februari 2020
Diserang Lalat Hasil Panen Cabai Tak Maksimal Bangli (Bali Post) –
Petani cabai di wilayah Yeh Mampeh, Desa Batur, Kintamani tak bisa mendapatkan hasil panen secara maksimal. Hal itu disebabkan tanaman cabai petani banyak diserang lalat buah. Serangan lalat buah itu mengakibatkan buah cabai menjadi rusak dan busuk.
RUSAK - Kondisi cabai yang rusak dan busuk akibat serangan lalat.
Bali Post/ist
Politik Senator Buka Konferensi Daerah dan Rakerda GPM Bali
Arya Wedakarna Minta Kader Banteng Ketaton Amankan ”Nawacita” Joko Widodo
AMANKAN Nawacita Joko Widodo! Demikian tokoh Marhaenis Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III meminta kepada seluruh kader Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) untuk mengamankan program “Nawacita” Presiden Joko Widodo. Hal ini disampaikan Arya Wedakarna (AWK) saat membuka acara Konferensi Daerah dan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) ke-1 tahun 2020 Organisasi GPM di Wantilan Gedung DPRD Bali. Dalam kesempatan itu, Senator AWK juga menyampaikan, tindakan “Jas Merah” adalah mutlak bagi seluruh kader Marhaenisme, termasuk GPM sebagai garda terdepan pelestari ajaran Bung arno. “Kader-kader GPM
harus paham GPM pada masa jayanya adalah bagian Partai Nasional Indonesia (PNI) yang didirikan Bung Karno, 4 Juli 1927. Dan kini GPM adalah organisasi mandiri, independen dan berwibawa. Saat ini GPM Bali bangkit dalam wadah profesional dan ngiring sebarkan kembali ajaran-ajaran Pancasila, ajaran sosio demokrasi Bung Karno. Terpenting pengertian Tri Sakti Marhaenisme Bung Karno, Berdaulat Politik, Berdikari Ekonomi dan Berkepribadian Budaya. Karena itu, loyalitas terhadap ajaran Bung Karno adalah mutlak,” ungkap AWK di hadapan kurang lebih 200 pengurus GPM tingkat DPD dan DPC se-Bali. Maka dari itu, AWK juga meminta agar GPM ikut serta
MARHAENIS – Senator DPD-RI Dr. Arya Wedakarna saat membuka Konferda–Rakerda GPM Bali di Wantilan DPRD Provinsi Bali.
dalam urusan politik di Bali, baik urusan politik desa, kecamatan, kabupaten/kota dan politik Bali. “Saya minta anak muda Bali ikut campurlah, berkomentarlah dan melek urusan politik di Bali. Kalau Anda tidak melek politik, maka Anda dibodoh-bodohi kaum politik. Awasi birokrasi, awasi pemerintahan di Bali, jika ada dugaan korupsi agar dibongkar. Kita harus dukung Nawacita Presiden Jokowi bahwa pemerintah harus bersih dan transparan. Saya instruksikan agar GPM Bali total dukung dan kawal Nawacita Jokowi, jangan sampai lalai karena saya yakin Pancasila ini akan aman di bawah pemerintahan Jokowi. Jadi solid ikuti komando Arya Wedakarna dan juga Ibu Sukmawati Soekarno sebagai pembina kita di pusat,” ungkap AWK. Terkait dukungan programprogram AWK, disampaikan Sang Ketut Sarka (Ketua DPD GPM Bali) yang menyatakan ia dan seluruh GPM Bali merasa harus mendukung AWK karena dinilai hanya AWK sebagai tokoh di Bali yang benar-benar konsisten melakukan kinerja optimal sebagai tokoh politik. “Kami merasa ribuan anggota GPM di Bali dipersatukan karena ada satu visi sama dan juga perasaan sama. Perasaan setia pada perjuangan Ratu Aji Wedakarna. Belum pernah kami lihat ada pemimpin Bali yang begitu konsisten dan berani bicara apa adanya. Sosok beliau hampir sama dengan Pak Ahok di Jakarta, spontanitas, ceplasceplos, pintar dan yang pasti jujur, berani tidak munafik. Justru saat ini, anak-anak muda di Bali suka dengan pemimpin model seperti ini. Tidak saja berbungkus pada kemunafikan dan juga pencitraan. Banyak
anggota GPM yang kagum, merapat dan mendekat pada AWK karena pembawaan AWK yang sangat hangat dan dekat dengan masyarakat. Lihat saja cara AWK menyelesaikan masalah, turun ke lapangan dan semua tuntas bersih. Kami dukung sampai kapan pun AWK berkiprah di bidang politik. Beliau benar-benar pemimpin Bali sebenarnya,” ungkap Sang Ketut Sarka. Ia pun berharap agar AWK tetap konsisten membangun Bali dan tidak pernah gentar menghadapi apa pun. “Perjuangan AWK tidak sendiri, AWK lahir dari angka riil di Pemilu 2019, yakni 742.781 suara. Ini sebuah bukti ada pemimpin yang menang pemilu tanpa uang, tanpa bansos tanpa menggandong partai politik. Bahkan kami perkirakan, jika pemilu diadakan saat ini, pemberitaan di medsos justru menaikkan tingkat populer AWK. Justru suara AWK bisa mencapai 1 juta. Banyak anggota GPM yang dulu bukan pemilih AWK tetapi setelah melihat AWK menang dan bekerja, banyak yang bergabung dengan gelombang AWK. Kita siap menerima komando Ratu Aji AWK,” ungkap Gede Dharma (GPM Buleleng). Dalam waktu dekat, setelah meresmikan 9 kabupaten/ kota, GPM siap meresmikan GPM di 54 kecamatan dan 716 desa di seluruh Bali. “Instruksi AWK jelas, amankan ajaran Bung Karno, kawal program Joko Widodo, dukung program Sukla Satyagraha dan siapkan pemimpin alternatif untuk Bali di Pilkada 2020 dan pemilu serentak di 2024. Banteng Ketaton Bung Karno siap menggebrak,” ungkap Gede Dharma asal Pedawa, Buleleng ini. (ad104)
Tegaskan Serius Kejar PAD dari Air
Bupati Perintahkan PDAM Pasang ”Watermeter” KESERIUSAN Bupati Bangli I Made Gianyar mengejar Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari daerah lain yang memanfaatkan sumber mata air di Bangli sempat dipertanyakan dewan. Masalahnya sampai sekarang wacana itu tidak ada perkembangan sangat berarti. Padahal Bupati sudah menegaskan hal itu dengan serius beberapa bulan lalu. Bagaimanakah reaksi Bupati Bangli sendiri terhadap wacana yang telah dilontarkan sebelumnya itu? Menanggapi wacana tersebut, Bupati Bangli I Made Gianyar menegaskan pihaknya benar-benar sangat serius terkait hal itu. Bahkan, Bupati mengaku sudah memerintahkan PDAM Bangli melakukan tindak lanjut dengan memasang watermeter. Namun kenyataannya sampai sekarang
I Made Gianyar
perintah Bupati itu belum juga ditindaklanjuti PDAM. Bupati mengulang lagi keseriusannya akan mengejar pendapatan dari daerah lain yang memanfaatkan sumber mata air dari Bangli. Hal itu telah dibuktikannya dengan turun ke sungai-sungai. Kemudian mengecek sumber mata air yang dimiliki. Ia juga telah memerintahkan Wakil Bupati dan Sekda melakukan studi tiru ke daerah lain. Studi tiru itu guna mempelajari pola kerja sama yang diterapkan daerah lain terkait pemanfaatan sumber air. “Sebagai bupati saya tetap serius. Tapi kan pastinya perlu dukungan dewan dan rakyat. Tidak bisa saya jalan sendiri. Jangan sampai bupatinya saja berjuang, dewan dan rakyat berpangku tangan,” ujarnya serius. Pihaknya tidak membabi
buta mewacanakan itu, melainkan perjuangan yang dilakukannya itu, tegas Made Gianyar, sudah dilandasi dasar hukum yang kuat. Untuk bisa mendapatkan kontribusi dari kabupaten lain, kata Made Gianyar, hitunghitungannya harus jelas. Langkah yang paling memungkinkan dilakukan adalah pengukuran pemanfaatan air oleh PDAM kabupaten lain. Untuk melakukan pengukuran itu maka perlu dipasangi watermeter. “Sementara yang paling jelas bisa diukur, yakni pemanfaatan air PDAM kabupaten lain. Misalnya, PDAM Klungkung, PDAM Gianyar dan PDAM lainnya,” terangnya. Sementara air yang dimanfaatkan untuk rafting dan sawah oleh kabupaten tetangga, kata Made Gianyar, cukup sulit diukur. Pihaknya perlu membuatkan formula untuk menghitungnya. Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani itu mengaku sudah memerintahkan PDAM Bangli melakukan pemasangan watermeter pada pipa saluran air yang menuju kabupaten tetangga. Menurutnya, selain berguna bagi Bangli, pemasan-
gan watermeter itu juga bisa dimanfaatkan PDAM tetangga untuk mengukur tingkat kebocoran air. “Selama ini pengukurannya dilakukan PDAM kan di hilir saja, sedangkan di sumbernya tidak,” ujarnya. Setelah watermeter terpasang, langkah selanjutnya yang dilakukan bupati adalah bersurat kepada bupati/wali kota untuk menyampaikan seberapa banyak air Bangli dimanfaatkan PDAM masing-masing. “Nanti juga saya akan bentuk tim untuk menindaklanjuti hal itu,” imbuhnya. Dikonfirmasi terpisah, Direktur PDAM Bangli Dewa Gede Retno Suparso Mesi mengaku memang dirinya belum melakukan pemasangan watermeter di sejumlah sumber mata air yang dimanfaatkan kabupaten lain. Ia menambahkan hal itu kemungkinan dilakukannya tahun depan. Mengenai berapa titik yang akan dipasangi watermeter, ia mengaku tidak tahu pasti. Ia hanya menyebut sekitar lima titik. “Mekanisme lebih lanjutnya coba hubungi Kabag Teknis atau bagian humasnya. Saya masih ada upacara,” tandasnya. (ina)
Seperti yang dialami Wayan Karta. Menurutnya, serangan lalat buah itu sangat mengganggu produksi cabainya. Ia tidak bisa memanen cabainya secara maksimal lantaran banyak buah cabainya busuk. “Kalau biasanya bisa menghasilkan 300 kg per 30 are. Sekarang hasil panennya turun 45 persen,” ungkapnya, Selasa (4/2) kemarin. Berbagai upaya sudah dilakukannya untuk mengatasi serangan lalat pada tanaman cabainya. Seperti memasang perangkap lalat, penyemprotan dengan insektisida, dan lainnya. Namun serangan lalat terus saja muncul.
“Pas disemprot saja lalatnya lari, beberapa hari kemudian datang lagi,” ujarnya. Hal ini tidak saja dirasakannya sendiri, namun juga petani cabai lainnya di Yeh Mampeh. Kata Karta, buah cabai yang diserang lalat itu, biasanya akan terdapat tanda bekas tusukan pada buah. Lama kelamaan, buah menjadi busuk dan rontok. Untuk mengatasi hal itu, ia mengaku sudah meminta bantuan ke dinas terkait. Namun belum juga ada rekomendasi dan atensi optimal memuaskan petani. Akibat banyaknya serangan lalat tersebut, Karta mengaku merugi hingga jutaan
rupiah. Sebab untuk pemeliharaan, banyak biaya yang sudah dikeluarkannya. Meski kondisi ini cukup sering terjadi setiap kali masa tanam cabai, namun ia mengaku tak kapok menanam cabai. Sebab dari sekian jenis komoditi pertanian, harga cabai cukup menjanjikan. Saat ini, harga cabai rawit di tingkat petani menembus Rp 100-105 ribu per kilogramnya. Dengan menurunnya hasil panen akibat serangan lalat buah ditambah cuaca kurang bersahabat, pada masa panen kali ini ia pun tidak bisa menikmati harga jual cabai yang mahal. (kmb40)
Ketua Pengawas LPD Desa Pakraman Selat Dituntut 15 Bulan
I Made Rijasa, B.A., Bendesa Adat Desa Pakraman Selat sekaligus Ketua Badan Pengawas LPD Desa Pakraman Selat (kini mantan), Kecamatan Susut, Bangli, Selasa (4/2) kemarin dinyatakan bersalah. Dia didakwa secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi. JPU I Ketut Kartika Widnyana dkk. di hadapan majelis hakim Pengadilan Tipikor pimpiman Esthar Oktavi menjerat terdakwa Pasal 3 jo Pasal 18 UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Tipikor, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU RI No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No. 31 Tahun 1999 tentang Tipikor jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Atas dasar itu, jaksa dari Kejari Bangli itu menuntut supaya terdakwa dihukum selama 15 bulan, atau satu tahun tiga bulan. Selain itu juga membayar denda Rp 50 juta, subsider tiga bulan kurungan. Atas tuntutan itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya mengajukan pledoi dalam sidang pekan depan. Sebelumnya, I Made Rijasa, B.A. disebut terdakwa kedua, setelah sang Ketua LPD Ni Luh Natariyantini lebih dahulu dijebloskan ke sel. JPU Matheos Matulessy menjelaskan akibat perbuatan terdakwa yang beralamat di Banjar Selat Peken, Desa Selat, Kecamatan Susut, Bangli itu merugikan keuangan negara, dalam konteks ini LPD Desa Pakraman Selat. Rijasa bukan saja menyuruh melakukan, namun juga turut serta bersama-sama Ni Luh Natariyantini (sudah dilakukan sidang) melakukan perbuatan melawan hukum. Membuat, menandatangani dan mengajukan surat permohonan pendanaan LPD, kepada Pengelola Dana Usaha
Ekonomi Produktif (UEP) PPK Kecamatan Susut, Bangli. Tujuannya penambahan modal LPD, dengan lampiran 21 nama calon peminjam sebesar Rp 300 juta. Pinjaman itu dikembalikkan dalam jangka waktu 24 bulan, dengan sistem angsuran pokok dan bunga setiap bulannya. Namun, kata JPU di depan persidangan, terdakwa Rijasa bersama Ni Luh Natariyantini justru tidak pernah menyalurkan dana UEP yang dimaksud. Sehingga program meningkatkan pelayanan kredit kepada masyarakat miskin tidak terlaksana. Sebaliknya, kata jaksa, terdakwa justru memperkaya diri sendiri, orang lain, atau suatu koorporasi, yakni memperkaya I Ketut Joko sebesar Rp 197.100.000., Nengah Diarsa Rp 30 juta beserta bunga deposito sebesar Rp 240 ribu, I Wayan Daging Rp 5
juta, Agus Pratama Rp 20 juta, Suwiti Rp 5 juta beserta bunga Rp 150 ribu. Jika dikalkulasi, negara dirugikan Rp 225 juta, sesuai audit BPKP Perwakilan Provinsi Bali. Dalam kesimpulannya, sebagaimana dakwaan jaksa di Pengadilan Tipikor Denpasar, dari pinjaman dana UEP-PKK senilai Rp 300 juta, dipotong administrasi Rp 600 ribu, I Made Rijasa selaku Ketua Badan Pengawas LPD sebetulnya tahu dana Rp 299.400.000 itu harusnya benar-benar disalurkan kepada 21 orang yang namanamanya disebutkan dalam permohonan pendanaan LPD itu. Namun, kata jaksa, terdakwa dalam jabatannya selaku badan pengawas itu, justru tidak memberikan petunjuk apa-apa kepada Ni Luh Natariyantini selaku Kepala LPD Selat, terkait penyaluran dana UEP yang benar. (kmb37)
Bali Post/kmb37
PIDANA KORUPSI - I Made Rijasa, B.A., Bendesa Adat Desa Pakraman Selat sekaligus Ketua Badan Pengawas LPD Desa Pakraman Selat, Susut, Bangli, Selasa (4/2) kemarin dinyatakan bersalah secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi. Dia dituntut pidana penjara selama 15 bulan.
Rabu Umanis, 5 Februari 2020
Pengusaha Lokal Sulit Menangkan Tender Proyek Pemerintah
Singaraja (Bali Post) -
Pengusaha konstruksi di Buleleng saat ini berada pada posisi sulit. Bahkan, pengusaha yang tergabung dalam BPC Gabungan Pengusaha Jasa Konstruksi (Gapensi) Buleleng ini terancam gulung tikar. Hampir 100 persen pengusaha pribumi ini tidak mampu memenangkan tender proyek pemerintah. Selain karena rendahnya SDM dan modal, pengusaha lokal tidak mampu melengkapi persyaratan teknis tender online yang menjadi kebijakan pemerintah saat ini. Hal itu terungkap dalam Musyawarah Cabang IX BPC Gapensi Buleleng, Selasa (4/2) kemarin. Muscab kali ini dibuka Bupati Putu Agus Suradnyana didampingi Ketua DPRD Gede Supriatna dan Plt. Kepala Dinas PUPR Buleleng Putu Adiptha Eka Putra. Ketua BPC Gapensi Buleleng, Nyoman Gede Wandira Adi, mengatakan anggotanya saat ini sebanyak 94 peru-
sahaan. Dari jumlah itu 90 perusahaan dikategorikan berskala kecil, dan 4 perusahaan menengah. Selama ini, anggotanya sangat sulit bersaing untuk memenangkan tender pekerjaan proyek pemerintah. Ini karena paket pekerjaan yang sifatnya besar dan persyaratan teknis yang kompleks. Tak pelak, anggotanya tersingkir, sehingga proyek besar di Bali Utara
Bali Post/kmb38
GAPENSI - Nyoman Gede Wandira Adi (dua dari kiri) terpilih secara aklamasi sebagai Ketua BPC Gapensi Buleleng.
Pembetulan BERITA berjudul “Komitmen Jaga Lingkungan, PT Indonesia Power Raih Proper Hijau Tahun 2020” edisi 31 Januari 2020, terjadi kesalahan judul. Yang benar “PT Indonesia Power Unit PLTGU Pemaron dan Unit PLTG Gilimanuk Raih Proper Hijau Periode Penilaian 2018-2019.” Redaksi
dikerjakan rekanan dari luar Bali. “SDM dan modal yang kami kelola memang kecil. Sekarang, paket pekerjaan besar seperti shortcut dan pembangunan Pasar Banyuasri yang membutuhkan biaya besar dan rekanan yang bermodal besar. Belum lagi persyaratan tender kompleks sekali, sehingga kami tidak bisa bersaing dan hanya rekanan tertentu saja yang mendapatkan pekerjaan,” katanya. Atas kondisi ini, Nyoman Gede Wandira Adi, menyebut, meskipun SDM dan modal rendah, keberadaan pengusaha lokal ini memiliki semangat dan komitmennya untuk berpartisipasi membangun daerah sendiri. Untuk itu, setelah muscab dengan struktur pengurus baru, pihaknya akan membangun komunikasi dengan pemerintah daerah. Bupati Putu Agus Suradnyana mengatakan, belakangan ini paket proyek pemerintah yang digulirkan memang skalanya besar. Selain karena kebijakan dan
program pembangunan, juga karena tuntutan masyarakat seperti perbaikan jalan warga meminta dengan cara aspal hotmix. Paket pekerjaan seperti ini membutuhkan modal, SDM dan sarana prasarana yang memadai dan terus berkembang. Selain itu, untuk paket pembangunan gedung pemerintahan belakangan ini mulai dibatasi, sehingga otomatis peluang mendapatkan proyek semakin kecil. Untuk itu, perusahaan lokal tidak bisa berdiam diri. Siapapun itu pengusahanya dituntut meningkatkan kinerja SDM, modal dan sarana prasarana yang dimiliki. Pada muscab kemarin, peserta sepakat memilih Nyoman Gede Wandira Adi sebagai Ketua BPC Gapensi Buleleng. Dia kembali dipercaya memimpin gapensi secara aklamasi. Wandira Adi yang juga anggota DPRD Buleleng Fraksi Partai Golkar Buleleng ini dibantu oleh Wakil Ketua I Made Suarnawa, Wakil Ketua II Made Sumardana, Wakil Ketua III Ketut Adik Suyasa, Wakil Ketua IV Wayan Ganayana, dan Sekretaris Ketut Budi Adnyana. Selain itu, pengurus juga dilengkapi Dewan Pertimbangan dengan ketua Nyoman Suasana. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) Pemerintah memutuskan membangun tower transmisi TV digital dan analog di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada. Solusi ini diambil agar siaran TV dapat dinikmati warga Buleleng tanpa
memakai antena parabola atau warga harus memakai siaran TV berlangganan seperti sekarang. Untuk membangun tower transmisi bersama itu membutuhkan lahan. Dari perencanaan diperlukan la-
Dcr sgera Cleaning Service P/W info Hub 085238311111(WA/Telp)
PROPERTY
PROPERTY
DIJUAL RUMAH
KONTRAKTOR
Dcr Teller Akunting HRD AdmKredit U/BPR Sadana,085106462956
Dcr tng krim lele (pke spd mtr) H.081246682139 / 081916982311
Dijual Rumah di Jl.Pulau Batam 2 No.2b/8. Luas tanah 220m2, luas bangunan 2 lantai 300m2. Fredy08121040098/085813811335
Jasa Borongan Bangunan/Renov Rmh,Kos,Villa Dll, 087760041349
B.BP.803.02.20.0000048
Dicari Sopir segera Tangkuban Perahu Pd.Sambian Denpasar Barat No.107 Hub.081337542061 B.BP.001.02.20.0000095
B.BP.004.02.20.0000091
Bth Staf Produksi, llsan Teknologi Pangan/Kimia/Pertanian. Hub: Ibu Dewi 081236222509 B.BP.031.02.20.0000093
Dibutuhkan Admin Wanita Hubungi :087 861 340 445
Dibutuhkan karyawan sbg costumer service.Gaji Rp.3.000.000/ bln Hub +62 812-3670-6128
Dicari Lulusan STM utk Bagian Pelaksana Proyek 085108559955
B.BP.031.02.20.0000087
B.BP.001.02.20.0000031
B.BP.001.02.20.0000040
Menjadi ”Host” CAPEU 2020 Meeting UNDIKSHA Singaraja menjadi host penyelenggaraan Pertemuan Pimpinan Consortium Asia Pacific Education Universities (CAPEU), sebuah forum universitas pendidikan di Asia Pasific berkumpul. The 4th Annual General Meeting (AGM) CAPEU ini digelar di Inna Grand Kuta, Selasa (4/2) kemarin. The 4th Annual General Meeting CAPEU ini menjadi ajang yang tepat bagi pimpinan perguruan tiggi pendidikan untuk bertemu dan berkolaborasi memberikan masukan, gagasan dan ide terhadap isu-isu pendidikan. Dengan menjadi host dalam pertemuan ini, Undiksha semakin menunjukkan eksistensinya siap menjadi universitas unggul di Asia. Konsorsium ini diikuti 20 institusi pendidikan tinggi di Asia Pasifik yang berkomitmen untuk mempromosikan, melibatkan dan mengintegrasikan ide, temuan, bestpractice, penelitian, publikasi, dan pengembangan masyarakat dengan fokus pada bidang pendidikan. Sejak terbentuk di tahun 2013, konsorsium ini membahas isu pendidikan yang berimplikasi pada perkembangan pendidikan di masyarakat. Dengan ditunjukkannya Undiksha sebagai tuan rumah AGM CAPEU ke-4 ini menandakan bahwa dunia internasional semakin melihat keeksistensian Undiksha dan keseriusannya menjadi universitas unggul di Asia. Rektor Undiksha Prof. Dr. I Nyoman Jampel, M.Pd. mengapresiasi kepercayaan
AGM CAPEU - Rektor Undiksha Singaraja Prof. Dr. Nyoman Jampel, M.Pd. (nomor tiga dari kiri) saat menghadiri the 4th Annual General Meeting (AGM) CAPEU ini di Inna Grand Kuta, Selasa (4/2) kemarin. CAPEU kepada Undiksha untuk mengorganisir kegiatan ini. Bahkan, pihaknya mencita-citakan suatu saat nanti, pertemuan dapat dilakukan di kampus Undiksha. Rektor kelahiran Nusa Dua ini juga menginisiasi adanya joint research yang dilakukan oleh anggota CAPEU. “Saya ingin, CAPEU menjadi trendsetter bagi perguruan tinggi di dunia, sehingga perlu ada kesepahaman dan rancangan yang komprehensif,” katanya. Selain melakukan pertemuan dan pembahasan isu pendidikan yang sedang merebak, The 4th AGM CAPEU juga memilih President CAPEU. Jabatan itu kembali dipercayakan kepada Prof. Dato’ Dr. Mohamad Shatar Sabran. Ia terpilih secara aklamasi untuk masa jabatan 2020-2023. Mohamad Shatar Sabrania mengatakan, agar di tahun 2020 CAPEU dapat merealisasikan 3R, yaitu menjadi rujukan, dihargai dan berkaitan. Ia yang juga Rektor Universiti Sultan Idris, Malaysia ini mengharapkan pula agar
platform CAPEU dapat digunakan sebagai media kerja sama antaranggotanya. “Being referred, respective and relevant dalam melaksanakan pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat dalam rangka meningkatkan image universitas masingmasing,” jelasnya. Menurut Mohamad Shatar Sabrania, memakai platform CAPEU untuk berkolaborasi di antara Universitas dan Negara yang terlibat merupakan tujuan utama. Ini sangat memungkinkan karena memiliki ahli-ahli dari berbagai Negara seperti, Indonesia, Thailand, Kamboja, Filipina, Malaysia dan Singapura. Selain itu, ia menyadari bahwa anggota CAPEU masih belum banyak, sehingga diharapkan universitas pendidikan lainnya dapat bergabung. “Saya berharap lebih banyak lagi universitas yang mau menjadi anggota. Kami akan menyasar bukan hanya di Asia Tenggara, tetapi juga ke Eropa, Amerika dan Kanada,” tegasnya. (ad103)
Pemkab Siapkan Lahan Bangun Tower Transmisi
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
B.BP.004.02.20.0000089
Undiksha Perluas Kerja Sama
B.BP.004.02.20.0000088
PROPERTY DIJUAL RUKO
Jual/Sewa cepat Ruko 2Lt siap pakai tepi jalan utama Cokroaminoto Nego H.089685626999 B.BP.033.02.20.0000090
B.BP.001.02.20.0000075
Ad ityaDesign Bangun/Renov R.Tinggal Vila Ruko IMB 081237911954 B.BP.166.02.20.0000107
han sekitar 20 are. Untuk itu, dalam waktu dekat ini, pemerintah akan membebaskan tanah warga berada pada titik koordinat pembangunan tower transmisi bersama itu. Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statis-
KEHILANGAN
KEHILANGAN
KEHILANGAN
BPKBmobilJ00202189-ODK662DS an.Sudarno - Pemogan Dps
Hlg BPKB DK 6492 GV No.M036116 270 AN.I Made Ray Anggara
RUPA-RUPA
DIJUAL MOBIL
RUPA-RUPA
BENGKEL LAS
B.BP.001.02.20.0000072
RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172
B.BP.001.02.20.0000070
B.BP.167.02.20.0000085
B.BP.001.01.20.0000654
BIRO JASA
DIJUAL TANAH
Sy siap Bntu Bayarkan Laporkan Pajak Blnan,SPT Tahunan HP/WA 087887729409 & 081.338.344.155
B.BP.167.02.20.0000054
kan anggaran melalui dana BKK tahun 2020 Rp 10,2 miliar. Dana ini akan digunakan untuk membebaskan tanah warga yang berada dalam titik koordinat tower TV bersama. (kmb38)
BPKBNo.F2085088-ODK2212ACC an.Made Kertayasa Denpasar
PROPERTY T12A SHM dkt pantai Kelecung Tabanan 200jt/A 085257539923
tik, Ketut Suweca, Selasa (4/2) kemarin mengatakan, setelah lokasi pembangunan tower dipilih di Desa Pegayaman, sejauh ini pemkab dan pemprov sudah melakukan persiapan teknis. Pemprov sendiri sudah mengalokasi-
B.BP.001.01.20.0000814
SERVICE
Free
n
Desig
Money Back Guarantee
SERVICE
BIRO JASA
Rabu Umanis, 5 Februari 2020
PLTG Gilimanuk Raih Proper Hijau Empat Kali Berturut-turut
PT Indonesia Power Bali PGU Sub-Unit PLTG Gilimanuk untuk keempatkalinya secara berturut-turut menerima penghargaan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) kategori Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Penghargaan untuk kelompok PLTP, PLTGU, dan PLTG ini diserahkan langsung oleh Menteri KLHK Siti Nurbaya di Gedung 2 Istana Wakil Presiden RI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (8/1) lalu. Penghargaan Proper Hijau ini diberikan kepada perusahaan yang telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan oleh KLHK. Upaya dari PT Indonesia Power Bali PGU Sub-Unit PLTG Gilimanuk untuk mewujudkan menjaga lingkungan selama kurun waktu lima tahun ini akhirnya membuahkan hasil yang membanggakan. I Nyoman Purwakanta, Man-
ager Unit PLTG Gilimanuk-Pemaron, mengatakan diraihnya Proper Hijau PLTG Gilimanuk yang ke-4 membuktikan komitmen perusahaan terhadap lingkungan. Hal ini sejalan dengan misi PT Indonesia Power yaitu ‘’Menyediakan Solusi Energi yang Andal, Inovatif dan Ramah Lingkungan melampaui Harapan Pelanggan’’. ‘’Dengan kembalinya PLTG Gilimanuk meraih Proper Hijau yang ke-4, membuktikan komitmen perusahaan terhadap lingkungan. Sejalan dengan misi perusahaan ‘’Menyediakan solusi energi yang andal, inovatif dan ramah lingkungan melampaui harapan pelanggan’’. Selain itu, penghargaan ini mendorong kami untuk melakukan program-program berkelanjutan baik untuk lingkungan maupun masyarakat,’’ ujar I Nyoman Purwakanta, Selasa (4/2) kemarin. PLTG Gilimanuk yang berlokasi di Kelurahan Gilimanuk, Jembrana melakukan program-
program berkelanjutan yang berkontribusi langsung terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Salah satu program unggulan yaitu konservasi curik Bali di kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) yang bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan populasi untuk kelestarian satwa dilindungi. Selain itu, sejumlah program pemberdayaan masyarakat juga dilaksanakan PLTG Gilimanuk secara berkesinambungan. Pada tahun 2018-2019, PLTG fokus pada pengelolaan sampah. Di mana untuk sampah organik, PLTG Gilimanuk bekerja sama dengan TNBB, Kelurahan Gilimanuk, serta PT Shorea Barito Wisata membentuk kelompok Komposting Wana Asri yang bertujuan mengolah sampah organik di area TPS Gilimanuk menjadi pupuk kompos. Upaya ini memiliki nilai tambah baik dari segi kesehatan maupun perekonomian masyarakat sekitar TPS. Sedangkan untuk
sampah anorganik, PLTG Gilimanuk bekerja sama dengan masyarakat Gilimanuk membentuk kelompok Bank Sampah Gilimanuk untuk mengubah sampah-sampah plastik menjadi kerajinan yang bernilai ekonomi. ‘’Kami pada tahun 2018-2019 berfokus pada isu pengelolaan sampah. Di mana untuk sampah organik bekerja sama dengan kelompok Wana Asri membuat pupuk kompos dan sampah anorganik bekerja sama dengan kelompok bank sampah membuat kerajinan yang bernilai ekonomi,’’ terangnya. (olo)
PROPER HIJAU – PT Indonesia Power Bali PGU Sub-Unit PLTG Gilimanuk untuk keempat kalinya berturut-turut meraih Proper Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.
Warga AS Terseret Arus di Pantai Medewi
Mendapat Perhatian Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho menyampaikan bahwa wisatawan Tiongkok yang berkunjung ke Bali mengalami penurunan. Sejak Januari-Desember 2019 kunjungan wisatawan Tiongkok -12,89 persen dibandingkan Januari-Desember 2018. Penurunan ini terjadi sebelum merebaknya virus Corona di Wuhan. Kata Adi Nugroho, penurunan ini perlu mendapat perhatian. ‘’Kalau memang diharapkan wisatawan Tiongkok ini tidak menurun, maka data penurunan ini seyogianya juga dicari apa penyebabnya dan dicari pula apa hal yang bisa digunakan kembali untuk menaikkan wisatawan asal Tiongkok ke depannya,’’ ujarnya, Senin (3/2). Kepala BI KPw Bali Trisno Nugroho mengatakan, dengan gambaran kunjungan wisatawan Tiongkok tahun 2019 mencapai 1,1 juta, jika diprediksi terkoreksi 30 persen maka kunjungan wisatawan Tiongkok sekitar 800 ribuan. Menurutnya, sebelum isu Corona meledak, Bali sudah melakukan mitigasi lebih awal. Beberapa periode lalu, Pemerintah Provinsi Bali telah menutup wisata murah sehingga yang datang ke Bali adalah wisatawan Tiongkok kalangan middle up. ‘’Sekarang kunjungan wisatawan Australia sudah naik lagi, kemudian ada India, Amerika, New Zealand. Apalagi sekarang ada Bali CEB untuk menggarap wisatawan MICE, semoga bisa menutup penurunan kunjungan Tiongkok ini,’’ bebernya. Proyeksi kunjungan wisman 2020, dikatakan, masih sesuai proyeksi semula yaitu
6,5 juta – 7 juta. Kunjungan wisman 6,5 juta tahun sebelumnya jika kunjungan Tiongkok berkurang atau tidak ada sama sekali, masih ada 5,5 wisman dari negara lain yang datang. ‘’Itu pun kalau kita tidak melakukan apa– apa, tapi pasti kita melakukan sesuatu agar bisa menutup turunnya Tiongkok,’’ tandasnya. Sebelumnya, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang juga Ketua PHRI Bali mengatakan, upaya promosi tetap dilakukan untuk menggenjot wisatawan nonTiongkok. ‘’Yang growth-nya bagus seperti halnya India beberapa kali,’’ ujarnya. Inovasi baru yang dilakukannya dalam hal promosi adalah promosi terpadu atau terintegrasi antara pemerintah provinsi, pemeritah kabupaten/kota, Kementerian Pariwisata, dan industri. Promosi terpadu ini diakui baru pertama kali dilakukan. Maka jika ada kekurangan-kekurangan akan terus dilakukan perbaikan. Associate Director Befikre Ghumo Holliday Plann e r L e nny Pande belum lama ini juga mengatakan sangat optimis bisa mendatangkan turis India ke Bali, karena animo dari turis India begitu besar datang ke Bali. Tidak adanya season di India memudahkannya untuk menggaet para turis India yang ingin berlibur ke Bali. Saat ini sampai dengan bulan April merupakan wedding season di India, sehingga semakin mudah menarik wisatawan India ke Bali. ‘’Target kami menggaet honeymooners India. Karena kami tidak mendatangkan grup besar, mengingat effort yang harus kami lakukan juga akan besar,’’ ujarnya. (kmb42/win)
Mencari Peluang Erick Thohir juga menunjuk Nawal Nely yang pernah bekerja di Ernst and Young tersebut sebagai Deputi Keuangan dan Manajemen Risiko Kementerian BUMN. ‘’Kemudian Ibu Loto Srinaita Ginting sebagai Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM. Ibu Loto ditugaskan mencari peluang BUMN dan UMKM. Bentuknya business to busi-
ness,’’ ujarnya. Selain itu, kata Arya, Loto Srinaita diharapkan mendorong percepatan untuk membantu UMKM dalam proyekproyek di BUMN. ‘’Sedangkan untuk Sesmen yakni Susyanto dari Kementerian ESDM. Susyanto ditugaskan oleh Menteri BUMN Erick Thohir dalam waktu dekat mengidentifikasi semua regulasi yang menghambat jalannya bisnis BUMN,’’ ujar Staf Khusus Kementerian BUMN tersebut. (ant)
Rabu, 5 Februari 2020 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita
06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:05 Wita 10:05 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Mamungkah Ngenteg Linggih,Mendem Pedagingan Padudusan Alit, Wraspati Kalpa Agung (1) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Aranyaka Parwa (3) Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Lejel Homeshopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shooping Puja Trisandya Bali TV Shop Kalung Omkara Berita Siang Klip Bali Ocydia Home Shooping Klip Bali
14:30 Wita Ocydia Home Shooping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Lila Cita Sanggar Rare Cili (1) 17:00 Wita Kreasi Anak Pelangi Production (2) 17:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Nuansa Property 21:00 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 21:30 Wita Mahadewi Jerawat 22:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 22:30 Wita Folk Song 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shooping 23:30 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 00:00 Wita Bali Channel Tourist TV
Negara (Bali Post) Seorang warga negara Amerika Serikat yang sedang surfing di Pantai Medewi, Selasa (4/2) pagi terseret arus. JJ Gomes terseret arus di Pantai Medewi pukul 10.30 Wita. Korban berhasil diselamatkan oleh pemandu wisata dan warga yang saat itu berada di sekitar pantai yang terkenal dengan ombak untuk surfing di Bali ini.
Bali Post/ist
DIRAWAT – Warga Amerika Serikat mendapat penanganan di Puskesmas I Pekutatan pascaterseret arus di Pantai Medewi, Selasa (4/2) kemarin.
Mahfud menuturkan, pemerintah telah mendata ada sekitar 660 WNI yang identitasnya dikenali dan tersebar di beberapa negara di Timur Tengah. Mereka semua merupakan eks simpatisan ISIS. ‘’Ada yang punya catatan sampai 1.100, tapi itu kiraan hanya karena bertemu dan bahasanya sama, tapi identitasnya ndak dikenal juga di mana-mana, di Syria, di
Kemudian umat Hindu Bali yang sudah melakukan berbagai kegiatan persembahyangan untuk mendoakan Tiongkok. Termasuk Pemprov Bali yang berencana menggelar persembahyangan di Pura Batur, Kintamani, Bangli. Gubernur Wayan Koster dan Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati juga sudah bertemu dengan dirinya untuk menyampaikan simpati dan dukungan. Bahkan bersedia memfasilitasi
Kabupaten Jembrana, Tabanan, Buleleng, dan Karangasem adalah kabupaten yang memiliki bentangan jalan negara, provinsi, dan kabupaten atau kota diatas 1.000 km. Dengan jumlah penduduknya yang telah melampaui 4 juta dan kedatangan wisatawan nusantara dan mancanegara lebih dari 12,5 juta bermuara pada kepemilikan kendaraan bemotor segala jenis, baik untuk kepentingan pribadi, kantor, usaha, pariwisata, dan lainnya meningkat sepanjang tahun dan di tahun 2018 ada sejumlah 4.117.949 buah. Bahkan terinformasi masih ada jumlah kendaraan yang cukup besar dari luar provinsi namun beraktivitas di Provinsi Bali. Selama bertahun-tahun pembangunan jalan di Pulau Bali lebih diwarnai oleh perawatan dan peningkatan kualitas belaka, sehingga dengan penuh kesadaran secara terstruktur dan bersama-sama para pemegang kuasa dan penguasa serta pengusaha mengubah bentang alam Bali yang berakibat merusak atau menurunkan kualitas lingkungan (perhatikan pelapisan hotmix sepanjang tahun). Upaya menambah panjang jalan yang telah dilakukan oleh pemerintah antara lain: Jalan Prof. Ida Bagus Mantra, jalan Kuta–Tanah Lot, jalan penghubung Badung Utara dengan Kabupaten Bangli melalui Tukad Bangkung, Jalan Tol Benoa-Tuban dan Benoa-
Turki, di Afghanistan, di manamana ada beberapa negara,’’ ucapnya. Dalam kesempatan itu, Mahfud mengatakan, masih banyak negara yang belum mempertimbangkan untuk memulangkan warga negaranya, yang berstatus foreign terrorist fighters (FTF). Belum dipulangkannya para FTF, kata Mahfud, didasarkan pada alasan negara-negara asal FTF. Mereka merasa pemulangan FTF justru akan mengwisatawan Tiongkok yang masih ada di Bali. ‘’Saya merasa sangat terharu,’’ ucapnya. Diwawancara terpisah, Direktur Promosi Wilayah Great China Kementerian Pariwisata RI Vinsensius Jemadu mengatakan, wisatawan Tiongkok yang masih berada di Bali diperbolehkan untuk memperpanjang masa tinggal mereka di Pulau Dewata. ‘’Wisatawan Tiongkok yang masih ada di Bali, kalau memang sehat adanya setelah melalui proses pemeriksaan yang betul-betul ketat, silakan extend tinggal di sini selama Nusa Dua (dikenal sebagai Tol Sarbagita), Shortcut ‘’Bedbul’’ (Bedugul-Buleleng). Rencana besar tentang pembangunan jalan yang belum terealisasi sampai dengan saat ini adalah jalan lingkar Badung Selatan dan jalan bebas hambatan ‘’Tol’’ Tanah Lot-Gilimanuk, dan sangat mungkin Jalan Tol Wali (Jawa-Bali). Persoalannya kini adalah apakah semua jalan yang dibangun tersebut merupakan jalan tol? Persoalan menjadi kian rumit ketika Bali dihadapkan pada kepentingan dan kebutuhan akan jalan sesuai dengan fakta dan permasalahan di atas, di sisi lainnya pemerintah pusat maupun provinsi dan kota/kabupaten dihadapkan pada keterbatasan pembiayaan untuk pembebasan lahan dan biaya konstruksinya. Sehingga penggunaan jalan berbayar menjadi salah satu alternatif pengembalian investasi sesuai dengan ketentuan pemerintah. Jika transportasi darat jadi dilengkapi dengan kereta api, kemudian bandar udara di Bali Utara juga jadi dibangun, maka transportasi terintegrasi akan membutuhkan infrastuktur jaringan jalan yang saling terhubung, lancar, aman, dan mempersingkat waktu, lengkap dengan sarana penunjang dan pendukungnya di setiap titik pergantian moda transportasi. Berapa tahun dibutuhkan waktu untuk realisasinya? Sementara pertunjukan kemacetan telah beranak cucu dan sangat berdampak pada gedradasi lingkungan alam dan sosial Bali di era yang mengedepankan
Kapolsek Pekutatan Kompol Agung Sukasana membenarkan kejadian tersebut. Korban yang menetap di salah satu hotel di Pekutatan tersebut berhasil diselamatkan warga sekitar. Dari informasi, korban saat itu sedang selancar di laut Pantai Medewi kurang lebih 500 meter dari bibir pantai di Banjar Pesinggahan, Desa
Tidak Dikenal
ganggu stabilitas keamanan wilayah mereka. ‘’Negara-negara lain pun belum ada yang ingin memulangkan (FTF), itu banyak negara yang punya FTF seperti itu, banyak. Mereka merasa tidak aman kalau mereka (FTF) pulang ke negara masing-masing,’’ kata Mahfud. Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin lalu, mengatakan koordinasi ini sangat
Pura Batur
visa memungkinkan,’’ ujarnya usai mengikuti rapat di Kantor Bali Tourism Board (BTB), kemarin. Menurut Vinsen, hal ini sudah disepakati oleh BTB dan Dinas Pariwisata Provinsi Bali berkoordinasi dengan pihak Imigrasi. Dalam konteks force majeur dengan adanya wabah virus Corona, perpanjangan visa juga dapat dilakukan. Tetapi dengan catatan, harus ada rekomendasi dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali. Jika ingin pulang, Vinsen meminta wisatawan Tiongkok berkoordinasi dengan
Luar Provinsi
Bali Era Baru! Urusan jalan setidaknya berhubungan dengan institusi, antara lain: Perhubungan, PUPR, Kepolisisan ‘’Lalu Lintas’’, Pertanahan, dan lainnya. Jika berkaitan dengan investasi akan melibatkan lembaga dengan lebih luas seperti Bapenas, perbankan, Menkeu, dan lembaga terkait lainnya hingga ke perangkat di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Bila ditinjau dari sudut kewenangan ‘’status’’ terhadap jalan maka akan ada pemerintah pusat, provinsi, dan kota/kabupaten. Jika dari kewenangan tersebut dibarengi dengan peran institusi/lembaga masing-masing seharusnya pendanaan bisa ditalangi oleh mereka masingmasing, sehingga lebih banyak bisa membangun jalan tanpa berbayar yang disebut dengan public road. Biaya pengadaannya dapat dipetik dari pajak kendaraan, pajak bumi, dan pajak penghasilan, dan lainnya yang tidak mengikat, serta diiplementasi atas dasar prioritas. Oleh karenanya ada satu data atas pendekatan manajemen Bali yang terintegrasi, utuh, bermanfaat. Apabila oleh karena satu dan lain hal pemerintah tidak atau belum memiliki dana yang cukup untuk membangun jalan tol, maka pembangunannya dapat diberikan ke pihak investor dengan skema pembiayaan dan waktu pengelolaannya yang layak dan wajar. Seandainya Jalan Tol Tanah Lot-Gilimanuk yang akan dibangun maka kriteria utama adalah agar jalan tersebut tidak dibangun
Medewi. Setelah sekitar 30 menit turun berselancar, tiba-tiba korban terjatuh dan tenggelam. Warga dan pemandu wisata yang mengetahui kondisi tidak normal saat berselancar itu, kemudian berinisiatif turun menyelematkan korban. Sedikitnya empat orang yang turun dan membantu menyelamatkan korban di antaranya Masturi, Agustiadi, Su-
santo dan Faturahim. Setelah berhasil dipegang, korban lalu dibawa secara bersama-sama ke tepian pantai. Di sisi lain, tim medis dan ambulans Pekutatan turun ke lokasi. Setelah berhasil dibawa ke darat korban langsung dilarikan ke Puskesmas 1 Pekutatan. Setelah beberapa saat dirawat di IRD, korban kemudian dirujuk ke RS di Denpasar. (kmb26)
penting karena masalah FTF ini sangat pelik. ‘’Kami sudah menerima informasi kalau ada sekitar 600 lebih FTF Indonesia yang ada di Suriah. Kebanyakan memang adalah perempuan dan anak-anak. Saat ini hal itu masih dibahas di Kemenko Polhukam bersama kementerian dan lembaga terkait lainnya untuk langkah tindak lanjut ke depannya,’’ ujarnya. Ia mengungkapkan, saat ini sudah ada beberapa nega-
ra yang telah memulangkan warganya dari Suriah, dan hal ini tentu bisa menjadi bahan pelajaran bagi Indonesia sebelum keluarnya keputusan itu. ‘’Jerman sudah memulangkan 100 orang lebih, Malaysia sudah tujuh orang, Australia ada sembilan orang dan sebagainya. Nah yang punya pengalaman itu hadir hari ini, sehingga kita bisa sharing dan tukar pengalaman mengenai hal tersebut,’’ tuturnya. (ant)
BTB dan Konjen Tiongkok di Denpasar untuk mencari jalan keluar. Sebab, negara yang masih mau menerima transit setelah tanggal 5 Februari adalah Malaysia dan Thailand. Sementara Hongkong dan Korea sudah menutup penerbangan ke Tiongkok. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa langsung berkoordinasi dengan Kanwil Kumham Bali terkait rekomendasi untuk perpanjangan visa wisatawan Tiongkok. ‘’Saya konsultasi dulu, biar (rekomendasi) tidak disalahgunakan,’’
ujarnya. Astawa mengaku masih kesulitan mendeteksi wisatawan Tiongkok yang berada di Bali. Terutama yang memesan tiket kedatangan secara online. Sejauh ini baru berhasil mengumpulkan data dari kawasan ITDC sekitar 900-an wisatawan. Ditambah data dari Divisi Bali Liang (Pangsa Pasar Tiongkok) Asita Bali sebanyak 178 wisatawan yang datang melalui travel agent. ‘’Datanya masih belum lengkap, kita masih menunggu dari hotel-hotel,’’ imbuhnya. (kmb32)
di hamparan tanah sawah/ ladang (landed road). Melainkan dibangun sebagai jalan layang sehingga kegiatan sawah/ ladang tetap dapat berlangsung dan pembangunan di kirikanan jalan tidak berlangsung sperti yang terjadi di Jalan Prof. Ida Bagus Mantra (konsepnya dengan sempadan 200 meter, namun kenyataannya terjadi pelanggaran atau pembiaran). Dengan membuat jalan melayang di atas permukaan lahan sawah/ladang maka sawah dan ladang tetap lestari sebagai tumpuan utama budaya Bali. Jika kekurangan biaya untuk menyewa lahan ladang/sawah sebagai pijakan fondasi jalan layang, maka diusulkan untuk memanfaatkan lahan pada sempadan pantai. Pada tempat-tempat yang dibutuhkan untuk kegiatan adat maupun agama maka titik tersebut diselesaikan dengan underpass ataupun dengan simpang tidak sebidang. Demikian pula jika diwacanakan lagi tentang Jalan Tol Jawa-Bali, harus dicermati dengan seksama perencanaannya dari berbagai aspek, khususnya terhadap dampak sosial, lingkungan dan budaya di Bali. Ada interpretasi bahwa jalan tol dimaksud adalah lain kata dari pembangunan jembatan JawaBali yang sudah pernah ditolak! Jika jalan tersebut dimaksudkan untuk memperlancar dan meningkatkan perekonomian, khususnya barang dagangan yang dikirim dari Surabaya ke Sumba, harga pengirimannya lebih murah dengan kapal laut daripada melalui transpor da-
rat (hasil wawancara lapangan 2 Desember 2019). Artinya barang dagangan yang dikirim ke Lombok dari Surabaya melalui Bali harganya lebih mahal daripada barang yang sama yang dikirim melalui kapal laut langsung dari Surabaya ke Sumba. Dengan kata lain tol laut yang dilaksanakan pemerintah telah membuahkan bukti untuk kemudahan dan kesamaan harga. Jalan adalah wujud fisik budaya yang dapat dilihat, diraba maupun dirasakan keberadaannya. Dengan kemajuan transportasi di dunia maka seluruh teknologi dan infrastruktur yang melekat padanya dibutuhkannya akan terbawa dan terbangun di Bali. Jalan-jalan yang terbangun suka ataupun tidak telah dan akan mengubah bentang alam dan lingkungan alam serta sosial dan budaya Bali. Mari kita selamatkan lingkungan alam dan sosial Bali dengan tidak harus selalu mengejar pertumbuhan sesuai angkaangka statistik yang kian tidak terkejar, namun kita bangun sesuai dengan kemampuan daya tampung dan daya dukung Bali yang membahagiakan dan menyejahtera atas dasar Tata Ruang Bali yang dibingkai oleh filosofi Tri Hita Karana. Dengan demikian jalan tetap perlu dan segera dibangun namun tidak harus dengan jalan bebas hambatan berbayar yang populer disebut dengan jalan tol. Penulis, Guru Besar Universitas Udayana
RABU UMANIS, 5 Februari 2020
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Selingsing Ingin Kembangkan Desa Wisata
NAMA Desa Adat Selingsing, Kerambitan, Tabanan, tentu tidak asing lagi bagi pencinta kuliner. Di desa ini warga dengan mudah mendapatkan kuliner khas Bali, babi guling. Maklum, sejumlah warga di salah satu desa adat di Kecamatan Kerambitan ini memiliki usaha kuliner babi guling. Di samping ada pula warganya yang melakoni usaha membuat penganan jajan basah. Usaha itulah yang selama ini ditekuni sejumlah warga di desa ini dalam upaya meningkatkan perekonomian. Potensi apa lagi yang akan dikembangkan Desa Adat Selingsing ke depan? Bagaimana upaya ini menjalankan program Pemerintah Provinsi Bali dalam rangka penguatan desa adat, melalui visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Mewujudkan Bali Era Baru’’? Selama ini salah satu potensi yang telah dikembangkan krama Desa Adat Selingsing adalah di bidang kuliner. Tetapi sesungguhnya masih banyak lagi potensi yang terpendam dan perlu dikembangkan dan ditata ke depan. Salah satunya adalah pembentukan desa wisata. ‘’Konsep yang tengah dilakukan kajian untuk bisa segera diwujudkan sesuai dengan program Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, khususnya dalam hal penguatan desa adat sendiri, adalah menyiapkan diri untuk menjadi desa wisata,’’ ujar Bendesa Adat Selingsing I Putu Aryadi. Konsep penataan desa menjadi desa wisata terus
dimatangkan melalui kajian dengan menggandeng perbekel. Sebab, kebetulan desa dinas maupun desa adat memiliki program yang hampir sama. Konsep desa wisata yang tengah dibangun yakni ‘’menjual’’ alam pedesaan dengan hamparan sawahnya. Fasilitas penunjang akan dibangun untuk itu. Misalnya akan dibuat jalan beton di pinggir areal pesawahan untuk jalur jogging track. Wisatawan yang ingin menikmati indahnya hamparan sawah juga bisa melakukan kegiatan jogging track yang juga arahnya menuju jalur sungai. Ada dua sungai yang membatasi wilayah Desa Adat Selingsing, di bagian utara adalah Dusun Selingsing, bagian timur Tukad Yeh Nu, bagian selatan Dusun Pangkung Karung dan bagian barat Tukad Nusa. ‘’Kami rencananya menata ke arah desa wisata, bersinergi dengan desa dinas, karena desa adat bagian dari desa dinas,’’ ujarnya, Selasa (4/2) kemarin. Jika desa wisata ini bisa terealisasi, tentu akan ber-
dampak pada pengembangan potensi lain yang dimiliki yakni kuliner khas Selingsing maupun seni tari dan budayanya. ‘’Tentu saja ada turunan pengembangan kuliner yang melibatkan usaha rumahan krama seperti babi guling, usaha rumah tangga jajan basah, loloh campuran rujak tibah. Bisa dicarikan satu tempat, untuk wisatawan disajikan budaya dan seni. Moga setahun ini bisa menyiapkan diri,’’ ucapnya. Terkait sejauh mana Desa Adat Selingsing telah menerapkan program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, Putu Aryadi menjelaskan program parahyangan, pawongan dan palemahan di desa adat selama ini hampir sejalan dengan
program tersebut. Hanya sekarang tinggal memantapkan ataupun menyesuaikan saja. Misalnya untuk parahyangan selama ini sudah berjalan secara rutin terkait beragam kegiatan upacara keagamaan, begitupun pawongan ada beberapa yang sudah
diwarisi seperti sekaa santi sudah ada sejak lama tinggal pemantapan, dalam artian telah dilakukan regenerasi ataupun pelatihan. ‘’Ke depan kita siapkan regenerasi untuk melanjutkan budaya Bali,’’ ucapnya. Dalam kegiatan pasraman formal, juga sudah pernah
Harga Cabai Masih Tinggi Bawang Putih Merangkak Naik
Bali Post/san
MENJELANG hari raya Galungan, beberapa bahan kebutuhan pokok masih mahal dan ada kecenderungan harganya naik. Bahan pokok yang masih mahal saat ini adalah cabai. Sedangkan mulai merangkak naik adalah harga bawang putih. Data Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali menyebutkan, harga bawang putih mulai naik dari Rp 49.875 per kilo-
gram menjadi Rp 52.875 per kilogram. Sementara harga cabai masih ada di kisaran Rp 60.000 hingga Rp 70.000 per kilogram. Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali Nyoman Tangkas Sugiarta, Selasa (4/2) kemarin mengatakan, masih mahalnya cabai karena produksinya di tingkat petani juga terbatas. Bali biasanya mendapatkan
Bali Absen ’’Test Event’’ Atletik di Papua ATLET Bali dipastikan absen pada test event cabor atletik, sekaligus prakualifikasi PON di Stadion Mimika, Timika, Papua, 27-29 Februari mendatang. Alasannya, biaya transportasi yang cukup mahal, ditambah belum adanya program try out bagi atlet PON. Ketua Umum Pengprov PASI Bali Ida Bagus Dipta, di Denpasar, Selasa (4/2) ke-
marin menuturkan, test event ini merupakan ajang uji coba kinerja panpel sebelum pelaksanaan resmi PON Papua pada Oktober mendatang. Padahal, katanya, sebenarnya Bali bisa menambah kuota atlet PON dengan menurunkan pelari Gusti Ayu Mandiliningsih (400 meter) dan Ketut Mertayasa (800 meter). ‘’Saya kira jika keduanya diturunkan, peluang merebut tiket PON terbuka lebar,’’ jelas Ida Bagus Dipta. Menurutnya, faktor transpor yang menjadi kendala, mengingat harga tiket pesawat pergi-pulang tiap atlet mencapai Rp 15 juta, belum ditambah transportasi lokal, akomodasi dan konsumsi. ‘’Selain itu, pendaftaran bagi atlet yang berlaga di test event juga sudah ditutup,’’ tandasnya. Ia menyebutkan, cabor atletik yang merupakan induk dari seluruh cabor mempertandingkan nomor yang paling banyak hingga mencapai 40 nomor. Perebutan medali emas atletik bisa dibagi dalam lari, lompat dan lempar. ‘’Dalam tiap hajatan multi-event, cabor atletik mempertandingkan nomor paling banyak,’’ terangnya. Di sisi lain, Wakil Ketua II KONI Bali Maryoto Subekti mengemukakan, saat ini Binpres dan Litbang tengah berkonsultasi dengan pelatih cabor. Maryoto berharap pelatih ca-
Pihaknya menyambut baik sosialisasi program Pemprov Bali ‘’Sat Kerthi Loka Bali’’. ‘’Saya sangat apresiasi sosialisasi ini. Mudah-mudahan ke depan sosialisasi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Mewujudkan Bali Era Baru’ dari desa ke desa berlanjut,’’ tuturnya. (bit/man)
Jogging track di wilayah Selingsing.
Jelang Galungan
KEBUTUHAN POKOK - Pedagang bahan kebutuhan pokok di Pasar Badung.
digelar kegiatan dharma wacana mengundang sulinggih serta kegiatan peningkatan kapasitas pemangku. Di tahun 2020 juga sudah mengawali rapat kecil dengan pecalang untuk peningkatan pengawasan desa pakraman khususnya krama adat dan krama tamiu.
bor dituntut memiliki SDM berkualitas. Tak cuma itu, pelatih juga dituntut mahir dalam menganalisis olahraga, berikut memperhitungkan peta kekuatan lawan atlet asuhannya. ‘’Jadi, pelatih
juga harus mumpuni dalam memberikan taktik, teknik dan strategi kepada atletnya guna menaklukkan lawanlawannya, sehingga terjun ke PON pulang bisa membawa medali,’’ paparnya. (022)
pasokan cabai dari Lombok dan Jawa Timur. ‘’Tetapi rupanya produksi cabai di tingkat petani hampir di seluruh Indonesia mengalami penurunan. Ini menyebabkan harga cabai masih mahal,’’ ujarnya. Harga terbaru, cabai merah besar berada di kisaran harga Rp 70.625 per kilogram, cabai merah keriting Rp 65.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp 77.000 per kilogram dan cabai rawit hijau Rp 35.750 per kilogram. Terkait naiknya harga bawang putih, pihaknya sedang melakukan koordinasi
dengan pihak terkait. Seperti diketahui, pasokan bawang putih Indonesia juga dipenuhi oleh impor dari negeri Tiongkok. ‘’Belum pasti apakah kenaikan harga ini karena adanya pembatasan impor bawang putih dari Tiongkok karena mewabahnya virus Corona di negara tersebut atau karena permasalahan distribusi. Jadi kami masih koordinasi dulu,’’ ujarnya. Kenaikan harga bawang putih masih belum signifikan atau hanya enam persen dibandingkan hari sebelumnya. Sementara untuk bahan pokok lainnya rata-rata stabil dan tidak mengalami kenaikan. Menjaga kestabilan harga
Bali Post/bit
bahan pokok, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi Bali rencananya menggelar pasar murah. Pada bulan ini saja direncanakan pasar murah di empat kecamatan yaitu Kecamatan Marga, Tabanan, Kecamatan Selat, Karangasem, Kecamatan Dawan, Klungkung dan Kecamatan Seririt, Buleleng. (san)