Skip to main content

Edisi 05 Februari 2017 | Balipost.com

Page 1

20 HALAMAN

NOMOR 166 TAHUN KE 69

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (157 rb Like) http://facebook.com/balipost

Pengemban Pengamal Pancasila

minggu umanis, 5 Februari 2017

@balipostcom (4.710 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Mega Targetkan Satu Putaran Jakarta (Bali Post) Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Megawati Soekarnoputri mendampingi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat, dalam #KonserGue2, Sabtu (4/2) kemarin. Dalam acara itu, Megawati melakukan simulasi pencoblosan dan menantang pendukung Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat untuk menyukseskan Pilkada DKI 2017. Mereka diminta untuk memenangkan Basuki-Djarot dalam satu putaran. ‘’Yakin ini? Tidak takut?’’ tanya Mega. ‘’Yakiiiin,’’ jawab warga. Mega mengingatkan perjuangan mereka memenangkan Ahok dan Djarot tidak mudah. Sebab, jumlah suara yang diraih harus lebih dari 50 persen. ‘’Dengarkan, saya perlukan saat pencoblosan nanti persentasenya 51 persen. Tunjukkan bahwa kita bisa buat Jakarta lebih daripada itu,’’ kata Megawati. Dalam konser tersebut, antusiasme warga DKI Jakarta yang hadir cukup besar. Melihat hal tersebut, Megawati optimistis pasangan Ahok-Djarot dapat melaju dengan mulus merebut kursi DKI 1. ‘’Kalau melihat gini, saya merasa yakin kita pasti menang. Kalau begini rasanya mantaplah Pak Ahok,’’ ujarnya. (ant)

SIMULASI - Ketua Umum PDI-P Megawati didampingi Ahok dan Djarot melakukan simulasi pencoblosan saat konser “Gue 2” di Lapangan Ex Driving Range, Senayan, Jakarta, Sabtu (4/2) kemarin.

BPM/ant

Polri Bantah Sadap, SBY Merasa Dibidik Semarang (Bali Post) Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian menegaskan bahwa kepolisian tidak melakukan penyadapan terhadap mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Tito Karnavian

Hanya Nyandang Status Tanpa Geliat KABUPATEN Bangli memiliki 27 desa wisata yang tersebar di empat kecamatan. Kendati jumlahnya relatif banyak namun hanya sebagian kecil yang mampu berkembang dan dikunjungi banyak wisatawan. Kebanyakan desa wisata di Bangli selama ini hanya menyandang status tanpa ada geliat pariwisata. Adapun beberapa desa wisata di Bangli yang sudah berkembang dan namanya dikenal banyak wisatawan yakni Penglipuran, Kehen, Terunyan. Desa wisata Penglipuran yang terletak di Kelurahan Kubu, Bangli ini terus berkembang baik dari penataan dan pengembangan infrastruktur maupun lainnya. Desa wisata Penglipuran selalu ramai dikunjungi wisatawan terutama saat hari libur. Sementara desa yang tampak minim geliat pariwisatanya salah satunya yakni Desa Kutuh di Kecamatan Kintamani. Hal. 19 Masih Minim

PENGLIPURAN - Baru desa wisata Penglipuran yang bergeliat.

Buleleng Tambah Enam Desa

OBJEK wisata yang ditawarkan Kabupaten Buleleng tak hanya berupa bahari, juga melalui desa wisata. Buleleng memiliki sepuluh desa wisata yang tersebar di Buleleng Barat, Tengah dan Timur. Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, I Nyoman Sutrisna mengungkapkan sesuai Keputusan Bupati nomor 430/927/HK/2015, dari jumlah itu baru enam yang berstatus desa wisata yakni Sembiran, Gitgit, Sambangan, Ambengan, Bebetin, Munduk, Kaliasem, Gobleg, Kalibubuk, dan Pemuteran. “Itu desa yang sudah ditetapkan jadi desa wisata,” bebernya, Sabtu (4/2) kemarin. Sejak ditetapkan, objek wisata yang menawarkan kearifan lokal itu, sebutnya sudah mulai berkembang. Saat musim libur panjang tiba, kunjungan wisatawan cukup ramai. Tak hanya domestik, tetapi juga mancanegara. Meskipun kondisinya demikian, langkah perbaikan masih tetap perlu dilakukan. Sasarannya tidak terbatas pada infrastruktur. Lebih mendasar dari itu juga sumber daya manusianya. “Pengelola harus kreatif kalau ingin mengembangkan itu. Tidak semua hal dibebankan kepada pemkab,” tegasnya. Hal. 19 Terus Meningkat

“Saya tegaskan, tidak ada Polri melakukan penyadapan terhadap Bapak SBY,” kata Tito usai meluncurkan Aplikasi Smile Police Polda Jawa Tengah di Semarang, Sabtu (4/2) kemarin. Tito juga menyatakan siap memberi penjelasan jika dipanggil oleh Komisi III DPR RI. “Tidak ada masalah kalau dipanggil,” tambahnya.

Menurut dia, Polri siap bertemu dengan Komisi III karena memang dalam waktu dekat akan digelar rapat kerja dengan para wakil rakyat tersebut. Sementara itu, SBY merasa ada yang membidiknya. Ada pihak yang memang sengaja menyadap dan mematai-matai aktivitasnya. Oleh karena itu, dia yakin bukan Ma’ruf

Amin yang dibidik. “Kami tahu dimata-matai, sasarannya bukan Bapak. Kita percaya Allah Maha-adil,” lanjut SBY. Sebelumnya, mantan Presiden Yudhoyono merasa tak ada lagi keadilan dengan adanya penyadapan. Adapun penyadapan yang dimaksud adalah percakapan Yudhoyono dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin. Kabar penyadapan tersebut muncul setelah kuasa hukum terdakwa kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama mengaku memiliki bukti percakapan telepon antara SBY

dan Maruf. Dalam percakapan itu, Yudhoyono diduga meminta MUI untuk mengeluarkan fatwa mengenai pernyataan Basuki yang mengutip ayat Alquran saat berbicara di Kepulauan Seribu. Mantan presiden yang sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, kembali memberikan pernyataan mengenai kasus penyadapan dirinya dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia, Ma’ruf Amin. Namun, kali ini, SBY menyuarakannya melalui media sosial. Hal. 19 Beri Penjelasan

Perlunya ’’Intelectual Organic’’

Desa Wisata Tumbuh Liar

Oleh I Gst. Agung Oka Mahagangga, S.Sos., M.Si.

Keinginan pemerintah kabupaten/kota di Bali memeratakan distribusi pariwisata lewat pengembangan desa sebagai subjek melalui desa wisata, masih menjadi angan-angan belaka. Sebab, tak banyak desa wisata yang berkembang, bahkan hidup liar tanpa acuan yang jelas. Tak hayal, upaya mengentaskan kemiskinan melalui pemerataan pertumbuhan pariwisata belum dirasakan masyarakat. Lambannya perkembangan desa wisata di Bali, diakui Ketua Umum Asosiasi Desa Wisata Indonesia (ADWI), Jro Mangku Kandia. Kondisi ini tidak terlepas dari keterbatasan modal. Terbukti, banyak destinasi desa wisata yang telantar akibat terbentur dana pengelolaan, seperti dana promosi, pengembangan infrastruktur dan lainnya, sehingga dibutuhkan investor. Hal. 19 Ibarat Gempa

BPM/dok

MENYIKAPI kebijakan pemerintah pusat yang disampaikan oleh Menteri Pariwisata RI Dr. Ir. Arief Yahya, M.Sc. bahwa percepatan akselerasi sektor pariwisata harus dilakukan, mengingat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dalam lima tahun ke depan yakni pada 2019, ditargetkan 20 juta orang. Ini artinya, dua kali lipat dari pencapaian tahun 2015 yang sebanyak 10 juta wisman. Pernyataan Menteri Pariwisata tersebut dapat diartikan bahwa dewasa ini sektor pariwisata sudah menjadi sektor andalan yang diharapkan mampu memberikan manfaat signifikan bagi pembangunan ekonomi di Indonesia yang bersifat mass tourism. Potensi-potensi pariwisata mulai dilirik dan terlihat upaya pemerataan pembangunan pariwisata yang semula hanya pada daerah-daerah tertentu seperti Indonesia. Titik penekanannya tampak kepada pemasaran dan kuantitas wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia. Pertimbangan-pertimbangan lain kemungkinan adalah suksesnya negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Kamboja, dan Vietnam yang tergolong negara kecil akan tetapi mampu secara kuantitas mencapai jumlah angka kunjungan wisatawan mancanegara yang tinggi mengalahkan Indonesia. Bali sudah selayaknya semakin berbenah dalam situasi kebijakan pembangunan sektor pariwisata dewasa ini. Hal. 19 Destinasi Unggulan

Membangun Desa Wisata

Harus Punya Keunikan, Perbaiki Infrastruktur Dalam membangun desa wisata, pemerintah mesti turun tangan. Pemerintah perlu menggandeng pelaku pariwisata seperti guide dan travel agent untuk mencari keunikan sebuah desa sebelum menetapkannya sebagai desa wisata. Kedua, harus berani memperbaiki infrastruktur.

KEUNIKAN ini penting agar ada nilai jual yang ditawarkan kepada wisatawan. Selain itu, keterlibatan pelaku pariwisata penting juga untuk turut mempromosikan keberadaan desa wisata tersebut. ‘’Tidak serta merta karena hubungan emosional menjadikan desa itu desa wisata. Ternyata tempat itu belum siap sehingga dana yang turun, pemahaman mengenai desa wisata tidak didapat, akhirnya dianggap desa itu gagal menjadi desa wisata,” ujar Wakil Ketua Komisi II DPRD Bali, Tjok Gede Asmara Putra Sukawati, Sabtu (4/2) kemarin. Supaya tidak terjadi kegagalan, lanjut Tjok Asmara, pemerintah harus melihat dulu secara detail

mengenai potensi desa. Misalnya Ubud dari dulu menjadi desa wisata karena senimannya, pelukisnya, alamnya yang masih dijaga, pedesaannya, serta keramahan masyarakat yang tidak perlu ditanya lagi. Paling tidak harus ada pemahaman mengenai keuntungan ekonomi yang akan diterima oleh masyarakat di desa wisata itu. “Cari dulu karakternya, keunikan dari desa tersebut sehingga ada nilai jual ke luar sambil memperbaiki desa itu, sehingga kan cuma dikasih kail nanti ikannya datang sendiri. Nggak perlu lagi pemerintah ‘menyusui’ desa tersebut,” terangnya. Hal. 19 Beri Keuntungan

UNIK - Pura Puseh Batuan memiliki keunikan tersendiri.

BPM/dok


2 Ibu Rumah Tangga Gantung Diri Negara (Bali Post) Kasus gantung diri kembali terjadi di Jembrana. Sebelumnya, gantung diri dilakukan Ni Nyoman Kantri (60), istri Bendesa Perancak, Jumat (27/1) lalu. Kasus mati karena ulah pati ini kembali terjadi Jumat (3/2) malam. Ulah nekat ini dilakukan seorang ibu rumah tangga (IRT), Ni Made Suami (56), dari Banjar Pangkung Jajang, Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya. Korban ditemukan sudah tergantung di kayu usuk pada sebuah rumah kosong milik Ketut Darma oleh anaknya Ketut Darmawan (37). Dari informasi, Sabtu (4/2) kemarin, disebutkan pada Jumat (3/2) pukul 16.00 Wita, Darmawan pulang dari sawah. Setiba di rumah, Darmawan sudah tidak menemukan ibunya yang biasa dudukduduk di bale-bale. Darmawan menunggu ibunya, sampai pukul 18.00 Wita belum juga pulang. Kemudian Darmawan yang sudah curiga dengan ibunya berbuat nekat. Karena ibunya sudah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri, akhirnya mencari ibunya di seputaran rumah. Darmawan lantas menemukan ibunya sudah tergantung di kayu usuk sebuah rumah kosong dengan ketinggian 225 cm. Korban ketika ditemukan menggunakan baju kaus lengan pendek oranye, celana training pendek garis hijau. Darmawan lalu memanggil saksi Made Utama Putra (49), yang juga kerabatnya, untuk ikut menurunkan korban. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke perangkat desa dan Polsek Melaya. Tim identifikasi Polres Jembrana juga datang ke TKP. Dari hasil pemeriksaan tim medis, dr. Dewi Damayanti dari Puskesmas Melaya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A. Sooai seizin Kapolres Jembrana mengatakan korban meninggal karena gantung diri. Dari keterangan anak korban, ibunya mengalami tekanan batin. Sudah beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri namun selalu berhasil digagalkan anaknya. Tampaknya ibunya memiliki kesempatan gantung diri ketika anaknya pergi ke sawah. Kini jenazah korban disemayamkan di rumah duka. (kmb)

Polisi Ringkus Pelaku Curanmor Bangli (Bali Post) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bangli berhasil meringkus pelaku pencurian kendaraan bermotor yang selama ini meresahkan warga Bangli. Gede SN, pelaku curanmor asal Singaraja, ditangkap polisi di rumahnya pada Jumat (3/2). Dari hasil pemeriksaan, dia mengakui pernah beraksi di 12 TKP di wilayah Kintamani. Kasatreskrim Polres Bangli AKP Deni Setiawan seizin Kapolres AKBP Danang Beny K, Sabtu (4/2) kemarin menjelaskan, pelaku ditangkap di rumahnya sekitar pukul 09.00 Wita. Pelaku diamankan bersama dua barang bukti yakni sebuah Yamaha Jupiter Z bernopol DK 6065 CX serta sebuah Vario bernopol DK 5352 PL. AKP Deni mengatakan, Gede SN sudah cukup lama menjadi target operasi (TO) pihaknya. Dijelaskan, bebagaimana hasil pemeriksaan yang dilakukan polisi, pelaku mengaku pernah beraksi di 12 TKP di Kintamani. Gede SN mengaku pernah beraksi di Banjar Bayun Desa Satra, Kintamani. Dia mencuri sebuah Yamaha Jupiter Z bernopol DK 2670 UB. Di parkiran Tunon Desa Batur Selatan Kintamani, dia pernah mencuri Yamaha Jupiter Z DK 4364 D. Di pertigaan Bila, Desa Sukawana, Kintamani pelaku juga pernah membawa kabur Honda Vario DK 7372 PA. Di kebun jeruk milik Nyoman Rangkep di Banjar/Desa Daup, Kintamani pelaku mencuri Honda Vario DK 7336 PK dan di Banjar Bugbugan, Desa Batur Tengah, Kintamani pelaku mencuri Yamaha Jupiter Z DK 6065 CX. Tak hanya itu, di TKP lahan kosong sebelah utara SMPN 1 Kintamani, pelaku juga pernah melakukan pencurian Honda Beat DK 6778 PL. Di sebelah sebuah warung jalan raya Kintamani dia membawa kabur Honda Vario DK 2309 BX. Di depan Pura Panti Gelgel, Desa Abuan, Kintamani, pelaku juga mencuri Honda Beat warna hitam bernopol DK 6534 UP. Selanjutnya di TKP depan ATM BNI tepatnya depan restoran Lake View Penelokan, Desa Batur Tengah, pelaku juga mencuri Honda Vario DK 5352 PL. Di pinggir jalan menuju kuburan Desa Dausa, dekat SMKN 3 Kintamani pelaku membawa kabur Honda Vario DK 8436 UL. Di jalan utama Kintamani-Singaraja tepatnya depan Pura Puncak Penulisan, pelaku juga berhasil membawa kabur sebuah Honda Vario DK 6631 PK dan dari TKP Banjar Bantang, Kintamani, pelaku membawa kabur Yamaha Jupiter DK 1841 CP. ‘’Hasil curian itu telah dijual oleh pelaku,’’ kata AKP Deni. Selain beraksi di wilayah Polres Bangli, Gede SN juga beraksi di Kecamatan Sawan, Sukasada, Kubutamabahan dan Buleleng. Untuk mengetahui kemungkinan adanya TKP lainya, pihak kepolisian pun masih terus mengembangkan pengakuan pelaku. (kmb40)

DAERAH

Minggu Umanis, 5 Februari 2017

Perampok Bawa Pistol Sekap Karyawan MC Rp 811 Juta Dibawa Kabur Mangupura (Bali Post) -

Komplotan perampok diperkirakan berjumlah empat orang beraksi di Money Changer (MC) PT Dirgahayu Valuta Prima kompleks Pertokoan Segitiga Mas No.5 di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kuta, Badung, Sabtu (4/2) kemarin. Setelah menodongkan senpi diduga pistol dan memborgol karyawan, kawanan rampok itu membawa kabur uang rupiah dan valuta asing senilai Rp 811 juta. Selain itu, untuk menghilangkan jejak, rampok tersebut membawa server rekaman CCTV. Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja mengatakan, dari keterangan saksi kejadiannya pukul 10.55 Wita. Dari keterangan Putu Tapa (46), karyawan MC, pukul 10.30 Wita, ia tiba di TKP untuk memperbaiki bola lampu di ruangan teller. Sedangkan tiga karyawan lainnya juga ada di dalam ruang teller. Tiba-tiba datang beberapa laki-laki tidak dikenal langsung masuk ke ruangan teller sambil menyuruh Tapa turun dan tiarap. Selanjutnya lima karyawan MC digiring menuju belakang meja teller. Mereka diborgol, mata dan mulut dilakban. “Pelaku diperkirakan empat orang. Mereka mengambil uang di brankas dan laci. Setelah selesai beraksi pencuri sempat menanyakan server CCTV, kemudian ditunjukkan oleh karyawan di sana, kawanan pencuri mengambil server CCTV tersebut dan langsung kabur,” tegasnya. Setelah perampok itu pergi, Ida Bagus Windu membuka borgol, mengingat tangannya hanya terborgol satu, lalu membuka membuka borgol karyawan lainnya. Sementara kesaksian Ida Bagus Putu Winda (24) beralamat di Jalan Tulip Gang Bambu, Denpasar, saat memegang kursi temannya, Putu Tapa sedang memperbaiki lampu di plafon, tiba-tiba ia ditodongkan senjata sejenis pistol oleh pelaku, sambil menyuruh tiarap. Selanjutnya, dia dan teman-temannya digiring ke pojok counter. Winda diborgol, tapi tangan kirinya saja. Pasalnya borgol itu juga dipakai memborgol tangan kanan Komang Budiarta. Mulut dan mata korban dilakban. Setelah pelaku pergi, korban berusaha melepaskan borgol karena kuncinya masih nyantol. Selanjutnya, Putu Tapa menghubungi Polsek Kuta. “Kalau uang yang dibawa kabur terdiri dari Rp 733 juta di brankas, di laci satu sekitar Rp 36 juta dalam bentuk valas dan laci dua sekitar Rp 12 juta berupa valas serta Rp 30 juta,” ujar Hengky. Kasus ini, lanjutnya ditangani Polsek Kuta, di-back-up Polresta Denpasar. Pemeriksaan saksi-saksi masih dilakukan dan penyisiran CCTV yang ada di seputaran TKP. (kmb36)

BPM/ist

TKP - Petugas olah Tkp kasus perampokan yang terjadi di Money Changer (MC) PT Dirgahayu Valuta Prima Kompleks Pertokoan Segitiga Mas No.5 di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kuta, Badung, Sabtu (4/2) kemarin.

Kasus Kanker Meningkat Setiap Tahun Terbanyak Limfoma Maligna

Denpasar (Bali Post) Jumlah penderita kanker di seluruh dunia mengalami peningkatan setiap tahunnya. Berdasarkan data dari Globocan 2012, diperkirakan terdapat 14,1 juta kasus kanker baru yang muncul. Pada tahun yang sama, terdapat 8,2 juta kematian karena kanker. Angka penderita ini diperkirakan akan meningkat setiap tahunnya dan diperkirakan mencapai 23,6 juta kasus baru per tahun pada 2030. Ditinjau dari sisi ekonomi, data dari Kementerian Kesehatan RI menunjukkan bahwa pengeluaran negara untuk penyakit kanker adalah kedua tertinggi setelah pengeluaran untuk hemodialisa. Pengeluaran negara untuk kanker pada tahun 2015 lebih dari Rp 2 triliun. “Salah satu masalah terbesar dalam penanggulangan kanker saat ini adalah banyaknya informasi yang kurang dapat dipertanggungjawabkan tersebar di masyarakat. Informasi tersebut kadang justru menyesatkan masyarakat dengan menggiring mereka untuk melakukan terapi alternatif dan baru datang ke pusat pelayanan kesehatan setelah terlambat,” terang Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, MPPM. saat peringatan World Cancer Day, Jumat (3/2) lalu. Salah satu upaya yang penting dilakukan untuk mengatasi permasalahan kanker di Indonesia adalah dengan menerapkan pola hidup sehat. Sebanyak 43 persen dari seluruh kasus kanker dapat dicegah dengan menerapkan pola hidup sehat. Sedangkan 30 persen dari kasus dapat disembuhkan bila ditemukan dan diobati pada keadaan dini.

Tema Hari Kanker Sedunia tahun ini, yaitu “Kita Bisa, Aku Bisa” berusaha menjangkau masyarakat secara kolektif maupun individual untuk menjalankan peranannnya masing-masing dalam rangka mengurangi beban akibat kanker. Masing-masing anggota masyarakat memiliki kekuatan untuk melakukan tindakan dalam rangka mengurangi dampak kanker kepada individu, keluarga, dan komunitas. “Hari Kanker Sedunia merupakan kesempatan untuk merefleksikan apa yang dapat kita semua lakukan untuk membuat perubahan dalam perjuangan melawan kanker,” imbuhnya. Tema dan subtema Hari Kanker Sedunia tahun 2017 tersebut diimplementasikan oleh Komite Penanggulangan Kanker Nasional (KPKN) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan Dinas Kesehatan Provinsi Bali dengan mengadakan rangkaian kegiatan Media Campaign di seluruh kabupaten/ kota se-Bali. Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai tanggal 3 Februari 2017 dengan tujuan yaitu meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan masyarakat luas mengenai bahaya kanker, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pola hidup sehat sebagai upaya pencegahan kanker, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pemeriksaan penyaring kanker sebagai upaya deteksi dini kanker, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam program Jaminan Kesehatan Nasional sebagai upaya penerapan pelayanan kanker untuk seluruh lapisan masyarakat, meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pengobatan kanker yang telah dibuktikan. (kmb42)

BERDASARKAN data tahun 2016, RSUP Sanglah menangani 1.057 pasien kanker baik pasien lama maupun tambahan pasien baru. Di antara semua jenis kanker, kanker tertinggi yang ditangani adalah kanker onkologi medik yaitu limfoma maligna (kanker kelenjar getah bening), di urutan kedua kanker payudara dan kanker serviks. Sementara pada anak-anak, kanker yang banyak ditangani adalah Acute Lympoblastic Leukemia (ALL) yaitu sebanyak 510 kasus ALL. Setiap bulan, pihaknya menerima 100-an pasien kanker baru setiap bulannya. Hal itu diungkapkan Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Sanglah, Dr. dr. I Ketut Sudartana, Sp.B.-KBD., Jumat (3/2), saat perayaan World Cancer Day (WCD) di RSUP Sanglah. Banyak jenis kanker yang ditangani RSUP Sanglah termasuk jenis kanker yang jarang ditemukan seperti kanker ginjal, kanker tulang. “Bukan berarti kasus tidak ada tapi pasien tidak mengerti atau tidak dirujuk ke RSUP Sanglah sehingga masih rendah kasusnya di Sanglah,” tandasnya. WCD yang jatuh pada 4 Februari diperingati lantaran RSUP Sanglah menyayangkan pasien-pasien yang datang ke RSUP Sanglah merupakan pasien dengan kasus level 3. Padahal, kanker bisa diobati dan dicegah jika

dideteksi sejak awal. Peringatan kanker juga dilakukan sebagai ajang untuk promosi kepada masyarakat dan para klinisi, akademisi untuk melakukan penelitian terutama untuk mendapatkan metode pengobatan yang terbaik untuk pasien-pasien yang menderita kanker. Menurutnya, kanker sulit ditangani jika kanker tersebut telah berada pada stadium lanjut. “Apa pun jenis kankernya, kalau datang pada stadium lanjut, pasti sulit, baik dari segi operasi, kemoterapi, radioterapi,” katanya. Maka dari itu, pihaknya melakukan upaya promotif dan preventif agar para klinisi mendapatkan pasien dalam stadium awal. “Karena kalau stadium awal, itu bisa sembuh tapi stadium lanjut itu sulit,” tandasnya. Kesadaran masyarakat yang masih rendah untuk memeriksakan diri menjadi salah satu kendala dalam menangani kanker. Selain itu, untuk menekan kejadian kanker, RSUP Sanglah membentuk Instalasi Kanker Terpadu. Semua pelayanan kanker akan terorganisir menjadi satu pintu, mengingat saat ini pelayanan kanker di RSUP Sanglah masih terpecah-pecah. “Dengan adanya instalasi kanker terpadu, semua standar pelayanan kanker memiliki SPO,” imbuhnya. (kmb42)

Persenjataan Polres Buleleng Diupacarai

BPM/kmb38

UPACARA - Serangkaian hari Tumpek Landep, Polres Buleleng mengupacarai peralatannya.

Singaraja (Bali Post) Sejumlah senjata dan kendaraan di lingkungan Polres Buleleng, Sabtu (4/2) kemarin diupacarai bertepatan dengan hari Tumpek Landep. Pesembahyangan dipimpin oleh Pemangku Polres Buleleng, Ida Bagus Ketut Adnyana. Persembahyangan ini sengaja digelar untuk memohon kerahayuan dan keselamatan dan terhindar dari segala unsur buruk. Selain mengupacarai persenjataan, sejumlah anggota Polres Buleleng tampak antusias mengikuti prosesi persembahyangan. Kapolres AKBP Made Suka Wijaya didampingi Pemangku Polres Buleleng Ida Bagus Ketut Adnyana mengatakan, sesuai kepercayaan Hindu, Tumpek Landep merupakan salah satu hari raya untuk menyucikan segala persenjataan terbuat dari besi atau peralatan bermesin lainnya. Dari upacara ini, sebagai umat Hindu memohon keselamatan dari Ida

Batara atau biasa disebut degan Sang Hyang Landep (runcing -red), sehingga peralatan dan pemakaianya diberikan keselamatan, sehingga terhidar dari unsur-unsur buruk. “Sesuai kepercayaan kita bahwa persenjataan organik dan peralatan bermesin di lingkungan Polres kita sucikan dan memohon keselamatan agar terhindar dari unsur buruk,” katanya. Sementara pantauan lain menunjukkan, persembahyangan Tumpek Landep sangat terasa. Tidak saja pihak perusahaan swasta atau pemerintahan, warga di rumah masing-masing juga terlihat sibuk menggelar persembahyangan. Aktivitas ini mulai tampak sejak pagi, umat sudah sibuk mempersiapkan persembahyangan untuk mengupacarai segala peralatan bermesin atau benda-benda pusaka milik perorangan. Tak heran, perayaan Tumpek Landep seperti hari-hari besar seperti Galungan atau Kuningan. (kmb38)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta, Sosiawan. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Minggu Umanis, 5 Februari 2017

daerah

3

Ida Bagus Alit Bajra Manuaba

Dari Kepala Sekolah Menuju ’’Sulinggih’’

PENAMPILAN Ida Bagus Alit Bajra Manuaba, S.Pd. sebulan terakhir agak berbeda. Berjenggot panjang dan anehnya tak mau dicalonkan menjadi Kepala SMA Dwijendra Denpasar lagi. Ternyata Ida Bagus Alit — demikian paggilan akrabnya — sedang menuju wanaprasta dan biksuka. Dalam waktu dekat dia akan menjadi sulinggih seperti ida pedanda lainnya. Karena memiliki tujuan mulia sebagai pelayan umat Hindu, Yayasan Dwijendra secara khusus mengadakan perpisahan dengan Ida Bagus Alit, Sabtu (4/2) kemarin. Dikatakan khusus karena diadakan di hari Tumpek Landep dengan penuh kekeluargaan dan manyamabraya. Ida Bagus Alit Bajra Manuaba dilahirkan 18 Januari 1959 ini berputrakan dua yakni Ida Bagus Agung Mahayana Manuaba dan Ida Ayu Diah Paramitha Dewi. Dia sudah mengabdi di Dwijendra sebagai guru honorer sejak 1981. Tahun 1984 diangkat menjadi guru PNS yang diperbantukan di di SMA Dwijendra. Mulai saat itu juga selama 18 tahun dia dipercaya sebagai Wakasek Kurikulum bersama

tiga jabatan kasek yakni Gede Patra (alm), Made Rintig, dan Nengah Narsa. Sejak tahun 2000 Ida Bagus Alit diangkat menjadi kasek selama delapan tahun enam bulan hingga 2017. Dia masih ingat tantangan Kadisdikpora saat itu Gusti Lanang Jelantik agar mampu melahirkan juara olimpiade. Hal itu dia jawab tahun 2016 di mana siswanya meraih juara II Oilimpiade Matematika. Bahkan tahun 2016 adalah tahun prestasi bagi SMA Dwijendra Denpasar. Ida Bagus Alit juga sukses mengantarkan SMA Dwijendra selalu langganan juara bernuansa Hindu seperti LCC Agama Hindu, Utsawa Dharma Gita, silat dan vovinam hingga go international. Dulu siswanya hanya 800 orang, sekarang sudah mencapai 2.100 siswa. Sedangkan pelamar ke sekolah ini hingga 1.600 orang tiap tahun. ‘’Impian dan tekad saya sudah tercapai menjadikan SMA Dwijendra menjadi pilihan pertama dan sekolah favorit di Bali,’’ ujarnya. Selama menjadi kasek, Ida Bagus Alit banyak mendapat penghargaan. Di antaranya dari Tabloid Wiyata Mandala

BERSAMA - Mantan Kepala SMA Dwijendra Denpasar Ida Bagus Alit Bajra Manuaba (kanan) bersama M.S. Chandra Jaya.

dari Kelompok Media Bali Post (KMB) sebagai sekolah yang memiliki program minat baca terbaik di Denpasar. Kini Ida Bagus Alit dari Geria Gede Sidemen, Desa Taman, Abiansemal, Badung ini sedang intensif menuju sulinggih di bawah binaan guru nabe, guru waktra dan guru saksi. Untuk menjadi pemimpin umat, dia sudah mempersiapkan diri sejak 2011 di Pasraman Dharmawasista, Capung Mas, Desa Mas, Ubud. Namun sebelum malinggih dia tetap berstatus guru di SMA Dwijendra. Bagi dia, menjadi sulinggih adalah tuntutan umat dan masyarakat. Apalagi di keluarga Geria Gede Taman sejak 47 tahun lalu belum ada regenerasi. Makanya di usia masih muda ini Ida Bagus Alit akan membantu dan mempermudah umat Hindu dalam berupacara. Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar Dr. Drs. M.S. Chandra Jaya, M.Hum. sampai menitikkan air mata saking terharu mengenang masamasa sulit bersama Ida Bagus Alit. Ia justru mendukung langkah Ida Bagus Alit meningkatkan swadharma dari guru menjadi sulinggih. Sebab, tidak semua orang mampu dan boleh menjalani tugas sebagai sulinggih dan madwijati. Ini berarti Dwijendra sukses mencetak sejumlah sulinggih dan pinandita sesuai visi dan misinya. Ia menilai Ida Bagus Alit adalah sosok pekerja keras, disiplin dan cepat akrab dengan orang lain. Dia bersama timnya sukses menjadikan SMA Dwijendra sekolah favorit di Bali serta berprestasi di akademik dan nonakademik. Makanya Yayasan Dwijendra akan mapunia seperangkat siwakrana kepada Ida Bagus Alit, sehingga tiap hari melakukan suryasewana selalu mendoakan kemajuan Dwijendra. (bns)

Hanya di Felice Jewellery

Beli ’’Black Diamond Solitaire’’ 1 Karat Rp 1,999 Juta Dapat HP Android SETELAH sukses dengan pameran-pameran sebelumnya, Felice Jewellery kembali menggelar pameran perhiasan emas dan berlian mulai Minggu (5/2) hingga Rabu (8/2) mendatang. Pameran dilaksanakan di Business Center Hotel Aston, Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Kali ini kembali ada hadiah istimewa berupa handphone android yang akan diberikan kepada pelanggan yang membeli cincin Black Diamond Solitaire 1 karat. ‘’Untuk cincin Black Diamond Solitaire 1 karat kami beri harga promo Rp 1,999 juta, mendapatkan hadiah langsung handphone android,’’ ujar Sales Felice Jewellery Bazari saat dikonfirmasi, Sabtu (4/2) kemarin. Menurut Bazari, cincin Black Diamond atau berlian hitam menjadi salah satu produk unggulan Felice saat ini. Black Diamond ini didatangkan langsung dari Afrika yang sudah dikenal menghasilkan berlian kualitas terbaik. Dipadukan dengan emas putih, cincin Black Diamond 1 karat ini pun tampil mewah sekaligus elegan. ‘’Kami juga memberikan harga promo untuk berlian fashion Rp 9,999 juta, Men’s Ring Rp 15 juta dan promo best buy Flower Rp 3,999,’’ imbuhnya. Bazari menambahkan, berlian fashion yang dihadirkan seperti anting dan liontin, gelang dan ladies ring, merupakan perhiasan model terbaru. Setiap desain

CINCIN - Cincin Black Diamond seharga Rp 1,999 juta. dibuat terbatas atau limited cil ukuran cincin, memasang edition sehingga tidak akan ada permata yang lepas dan renew duanya di tempat lain. seperti baru lagi,’’ jelasnya. Selain itu, dapatkan juga Lebih lanjut dikatakan, Fepromo one price Rp 1,499 juta lice lebih banyak mengeluarkan berupa anting, cincin dan pen- desain klasik atau abadi yang dant. ‘’Setiap pembelian per- selalu cocok dipakai kapan hiasan akan mendapatkan saja dan tidak membosankan. sertifikat. Kalau nanti customer Felice juga ingin menghilangingin mereparasi perhiasannya, kan kesan bahwa berlian itu tinggal menunjukkan sertifikat mahal. Tetapi bukan berarti ini. Reparasi bisa dalam bentuk harga murah yang ditawarkan memperbesar atau memperke- ini murahan. (ad364)

Cuaca Tak Menentu

Masyarakat Diminta Waspada Denpasar (Bali Post) Mengingat curah hujan yang cukup tinggi disertai angin kencang akhir-akhir ini melanda Kota Denpasar mengakibatkan beberapa pohon tumbang menimpa rumah dan mobil. Selain itu juga menyebabkan tanah longsor terjadi di Kecamatan Denpasar Utara. Hujan dan angin kencang mengakibatkan longsor menimpa rumah salah seorang warga, yang mengakibatkan kamar mandinya amblas tersapu oleh derasnya air sungai di Desa Dauh Puri Kaja. Hal serupa juga menimpa tebing di sebelah SDN 6 Ubung yang juga mengalami longsor pada senderan tembok panyengker.

Mendengar kejadian tersebut, Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra yang didampingi beberapa Kepala OPD terkait langsung mendatangi lokasi serta memerintahkan Kepala OPD untuk segera menindaklanjuti serta mengoordinasikannya. Seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR), Badan Penanggulangan Bencanan Daerah (BPBD) dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) agar segera membantu warga untuk melakukan pembersihan di areal tersebut, dan nantinya melakukan pendataan dan pihaknya akan segera memberikan bantuan. Lebih lanjut dikatakan

hujan yang disertai angin kencang yang melanda Denpasar ini diharapkan kepada seluruh warga masyarakat untuk selalu waspada. Perangkat daerah terkait untuk terus melakukan pemantauan dan pendataan dari kejadian yang menimpa warga masyarakat. ‘’Dari kejadian tersebut telah banyak informasi yang masuk seperti pohon tumbang, tanah longsor, banjir, di beberapa kawasan. Di mana nantinya kepada para camat, kades/lurah maupun perbekel dapat terus melakukan pemantauan serta dapat membantu secara cepat warga yang mengalami musibah,’’ ujar Rai Mantra. (kmb12)

BPM/wan

REJANG - Serangkaian hari Tumpek Landep, umat Hindu menggelar kegiatan persembahyangan yang disertai dengan tari Rejang Dewa. Tampak sejumlah penari sedang menarikan tari Rejang, Sabtu (4/2) kemarin.

Lagi, Bunga Jempiring Ditanam di Jalan Sudirman Denpasar (Bali Post) Penataan taman di taman median jalan di Denpasar terus berlanjut. Tidak saja dilakukan instansi terkait di lingkungan Pemkot Denpasar. Organisasiorganisasi masyarakat juga ikut serta dalam memberikan perhatian terhadap upaya peningkatan keindahan taman median. Seperti yang dilakukan Perkumpulan Pecinta Tanaman (PPT) Kota Denpasar, Jumat (3/2) lalu. Kelompok ini melakukan penanaman ratusan bunga jempiring di sepanjang Jalan Sudirman Denpasar, yang diikuti seluruh pengurus PPT tersebut juga dihadiri Ny. Antari Jaya Negara dan Ny. Kerti Rai Iswara yang juga melakukan penanaman pohon jempirnig. Wayan Suwiwa, salah seorang pengurus PPT Kota Denpasar, mengatakan penanaman bunga jempiring yang merupakan maskot Kota Denpasar selain untuk melestari-

kannya juga terkait perayaan HUT ke-229 Kota Denpasar. Ia berharap dengan ditanamnya bunga jempiring, keberadaannya semakin lestari dan juga menghijaukan jalan-jalan di Kota Denpasar. Menurutnya, seblumnya sepanjang Jl. Sudirman tanaman jempiring telah ditanam, namun karena ada penataan taman, tanaman bunga jempiring belum ditanam. Untuk itu PPT Kota Denpasar mengawali penanaman bunga jempiring, sehingga dapat memberikan inspirasi pada yang lainnya untuk melakukan hal yang sama. ‘’Kami dari pengurus PPT mengawali penanaman jempiring di sepanjang Jalan Sudirman ini. Kami berharap dapat memotivasi yang lainnya untuk melakukan hal yang sama,’’ harapnya. Dalam kesempatan itu, Suwiwa menambahkan, pihaknya mengajak masyarakat serta

instansi swasta lainnya untuk peduli lingkungan. Bagaimana menciptakan lingkungan bersih, hijau dan sehat karena akan dapat menciptakan suasana yang nyaman dan damai. Di samping juga penanaman pohon untuk perbaikan dan penyelamatan kualitas lingkungan serta penataan kota, di sisi lain juga untuk menjaga keasrian dan mempercantik wajah kota. Dikatakannya, kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan keasrian lingkungannya serta kepedulian terhadap taman kota harus terus ditumbuhkan. Dengan begitu, lingkungan kota menjadi bersih tetapi juga dapat memberikan imbas yang lebih besar bagi terciptanya keseimbangan alam dan ekosistemnya. Terlebih, isu pemanasan global seakan menjadi kenyataan, untuk itulah diperlukan langkah nyata untuk menyelamatkan kondisi lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, Suwiwa menambahkan, pelestarian tanaman bunga jempiring ini dilakukan, mengingat pada tahun 2000 sudah mulai langka. Untuk itu PPT Kota Denpasar berinisiatif untuk melestarikan keberadaan tanaman bunga jempiring di Kota Denpasar. Hal senada disampaikan pengurus PPT lainnya, Yuliana Negara. Pihaknya mengatakan bunga jempiring mempunyai ciri khas, terutama dari aromanya yang sangat harum. Termasuk juga daun-daun bunga jempiring bisa dimanfaatkan untuk loloh, sehingga sangat berguna untuk kesehatan bagi yang meminumnya. Sedangkan bunganya bisa diolah untuk keperluan kosmetik, termasuk juga untuk pengharum. ‘’Tanaman bunga jempiring ini mempunyai manfaat yang sangat luar biasa, sehingga sangat perlu dilestarikan,’’ ujarnya. (kmb12)


4

Minggu Umanis, 5 Februari 2017

Restorasi Budaya, Menangkap Pesan ”Men Tuung Kuning” STUDI sarjana Indonesia terhadap budaya sendiri, lanjutan masa penjajahan, tidak hanya mengungkap kekayaan nilai dan makna. Teori baru yang digunakan mengkaji persoalan, memberi pengaruh sangat besar dalam hal cara pandang terhadap kebudayaan. Memang ada teori memberi sumbangan untuk melakukan konservasi budaya dan ada pula mengkritisi budaya, menuju serangkain perubahan.

Bali tetap sangat menarik dikaji setelah Indonesia merdeka. Hampir setiap disiplin ilmu pernah menyentuh Bali, terutama kebudayaan. Salah dua teori sosial barat yang sangat populer, studi gender atau feminisme. Kedua teori ini rupanya amat tajam dan tepat digunakan mengkaji kebudayaan karena Bali menganut patriarkhi (purusa). Teori gender dan feminisme membuka wawasan para peneliti pada saat melihat Bali, baik sinkronik maupun diakronik. Sedemikian hebatnya, teori ini sangat “klop” dengan patriarkhi. Di Bali, teori gender dan feminisme terkesan amat agung dalam memahami nasib tragis dan kemuliaan perempuan Bali dalam tawanan laki-laki. Teori gender dan feminisme lahir dari pemberontakan gender atau gerakan perempuan melawan laki-laki karena mereka tidak suka perlakukan meremehkan dari lawan gender atau seks, mau tidak mau bersifat tendensius atau tidak netral lagi. Teori ini berkembang di Bali menjadi gerakan pemikiran sosial mengarah kepada restorasi kebudayaan. Tanpa disadari, para peneliti baik orang Bali maupun orang luar, menggunakan penelitian sebagai kedok berbicara objektif, sesungguhnya sedang terlibat dalam perjuangan perempuan Bali. Mereka semua sedang berpihak kepada nasib tragis perempuan Bali. Sebagai ilmuwan atau peneliti, mereka tidak netral lagi. Mereka mulai terusik jeritan Men Tuung Kuning. Proses Itu menjadi catatan amat penting,

sumbangan kerja akademik terhadap proses restorasi kebudayaan di Bali. Dalam hal ini, kerja penelitian sebagai media melakukan perubahan sosial dan para peneliti individual, merdeka, tanpa afiliasi apapun, merupakan agen-agen bebas berbicara tanpa kepentingan politik atau kasta. Semula pengkritisan patriarkhi Bali bergema di dalam seminar atau ruang-ruang ujian berbagai strata sarjana, ditulis di jurnal yang terbatas, namun karena para peneliti atau sarjana masyarakat Bali sebagai habitusnya, maka daya kritis mereka pun merembes. Hal ini menjadi pemikiran dan gerakan wacana dalam kehidupan praktis dan disebabrkan, tumbuh di luar forum akademik. Wacana kesetaraan gender atau feminisme Bali semakin kuat di masyarakat. Pemikiran ini berkembang dalam kehidupan umum sehari-hari. Wacana ilmu menjadi bahan pembicaraan umum. Hal ini mempengaruhi cara pandang sosial terhadap hubungan gender di Bali, terhadap patriarkhi (purusa). Patriarkhi menomorsatukan lakilaki ternyata tidak bisa diterapkan secara sempurna karena terganjal persoalan natur. Tidak semua pasangan suami sitri bisa memperoleh keturunan laki-laki. Ada saja keluarga yang tidak memiliki. Patriarkhi tidak bisa berkutik namun harus tetap dijalankan. Keluarga yang tidak memperoleh keturunan laki-laki sangat terpukul, merasa dirugikan oleh patriarkhi. Namun, tidak bisa menolak. Kebudayaan Bali tidak memiliki jalan mengendalikan natur atau melakukan rekayasa agar semua keluarga memiliki anak laki-laki demi praktik patriarkhi. Paling-paling ada jalan, suami menikah lagi dan ini pun tidak memberi jaminaan seratus persen memiliki keturunan laki-laki. Untuk mengatasi ganjalan ini, budaya Bali memilih tindakan kultur, yaitu perkawinan nyentana, kebalikan perkawinan biasa. Perkawinan ini memang tidak umum di Bali, hanya dikenal di beberapa daerah, terutama di Tabanan. Perkawinan nyentana

BALI - Semula pengkritisan patriarkhi Bali bergema di dalam seminar atau ruang-ruang ujian berbagai strata sarjana, ditulis di jurnal yang terbatas, namun karena para peneliti atau sarjana masyarakat Bali sebagai habitusnya, maka daya kritis mereka pun merembes. Hal ini menjadi pemikiran dan gerakan wacana dalam kehidupan praktis dan disebabkan, tumbuh di luar forum akademik. Wacana kesetaraan gender atau feminisme Bali semakin kuat di masyarakat. menjungkirbalikkan persepsi yang Mengapa pada kenyataannya sulit keluarga dari masalah adat ketika diterima sebagai natur dan kultur sudah ada dan dengan cara ini mela- menerapkan perkawinan nyentana? tidak memiliki penerus keturunan menyesuaikan dengan natur serta wan natur. Seorang anak perempuan Sebuah keluarga perlu perjuangan (laki-laki). perkembangan sosial. Sementara dikonstruksi menjadi laki-laki. De- keras dan berliku untuk memperoleh Perkembangan pemikiran gender itu, patriarkhi tetap dijalankan. Lakimikian sebaliknya. Karena kehidu- laki-laki yang mau dijadikan “istri” membantu masyarakat Bali berpikir laki tetap dihormati sebagai lakipan dilingkupi oleh pemikiran kultur atau dikonstruksi sebagai “perem- lebih modern, sehingga tidak meng- laki, mahluk nomor satu di bawah patriarkhi-lah maka pada umumnya puan”. Perkawinan ini kasar karena gunakan persepsi dan konstruksi kolong langit tanah Bali. Keluarga laki-laki tidak mau dikonstruksi menyimpan agenda tersembunyi, sosial adat sebagai cara mencuci perempuan juga diberi jaminan tetap menjadi perempuan, sama dengan pihak keluarga perempuan hanya kelicikan kultur, khususnya dalam memiliki penerus karena sistem merendahkan diri. Persepsi sangat mementingkan bibit dari laki-laki. perkawinan nyentana hanya dengan perkawinan ini berdiri di dua rumah kuat dalam hal ini. Artinya, kebu- Ada pula perempuan menjalankan motif memperoleh keturunan semata. tangga. Akses adat anak perempuan dayaan itu adalah sistem persepsi misi “memberi peluang dihamili” di Inilah restorasi budaya, perbaikan ke keluarga asal dan terhadap keludan konstruksi bersama. luar nikah oleh seorang laki-laki, budaya yang dilakukan dari bawah arga besar setelah perkawinan tetap lalu diupacarai secara adat untuk dan bukan konservasi yang bermula terbuka. Demikian pula suaminya Persepsi mengesahkan bahwa telah terjadi dari desain pemerintah, yang belum dan anak-anaknya kelak. Dengan persepsi dan konstruksi suatu pernikahan. Kelak setelah tentu fungsional. Tidak bisa diabaikan, diterimanseperti itu, patriarkhi tetap berjalan. anaknya lahir (syukur jika seorang Restorasi budaya tersebut tampak ya perkawinan ini oleh kalangan Perkawinan nyentana terbukti dalam laki-laki), bisa bercerai secara baik- dalam sistem patriarkhi. Pernika- masyarakat karena berkembang zaman yang panjang bisa mengatasi baik atau diam-diam. Anak ini sudah han nyentana, tidak dihapus secara pemahaman baru terhadap gender. ganjalan natur. Sekali lagi, dengan pasti menjadi hak si perempuan radikal tetapi menjadi landasan Hal ini dipicu oleh studi gender dan persepsi dan konstruksi, kultur karena berstatus laki-laki (purusa). melakukan restorasi. Sebagai pen- feminsme kritis terhadap patriarkhi, menundukkan natur. Kultur ternyata Anak ini mungkin akan diadopsi capaian budaya, hal ini tetap diper- lalu dihidupkan juga oleh karya bisa mereduksi natur. Pertukaran oleh si kakek menjadi anak sendiri tahankan dengan membuang misi sastra, yang ditulis pengarang Bali peran laki-laki dan perempuan bi- sehingga si ibu bisa menikah secara liciknya dan menghapus persepsi masa kini. Saat inilah masyarakat ologis tidak ikut dibicarakan kar- biasa, meninggalkan rumah asalnya dan konstruksi perempuan menjadi Bali ternyata baru mendengar derita ena mustahil. Secara natur tetap dengan tenang. Anak ini tumbuh laki-laki dan sebaliknya. Dengan de- tragis Men Tuung Kuning. saja perempuan yang mengandung, besar dan menjadi ahli waris di ke- mikian, kultur tidak digunakan melamelahirkan, dan menyusui dalam luarga tersebut. Perkawainan dan wan natur pada tataran persepsi dan lI Wayan Artika, perkawinan nyentana. misi ini bisa menyelamatkan sebuah konstruksi sosial adat. Natur tetap pengamat pendidikan

Nikmati Proses Kehamilan

Bersalinlah dengan Senang

PASANGAN -- Keterlibatan pasangan akan membawa keseluruhan proses menjadi semakin nikmat untuk dijalani. Pasangan dapat dilibatkan dalam sesi-sesi kelas kehamilan dan persiapan persalinan. Beberapa provider kesehatan memiliki kelas-kelas edukasi agar Anda dan pasangan dapat mengetahui seluk-beluk kehamilan dan persalinan. Kelas persiapan akan banyak membuka cakrawala persepsi Anda dan pasangan mengenai kehamilan dan persalinan.

PENGALAMAN pertama sebagai calon orangtua sering menimbulkan banyak pertanyaan maupun kekhawatiran. Sebenarnya, kedua hal tersebut dapat dilalui dengan mudah apabila kelahiran sang buah hati dipersiapkan dengan baik. Pengetahuan yang cukup merupakan salah satu kunci sukses untuk dapat menikmati setiap prosesnya. Apa yang dapat Anda dan pasangan lakukan? 1. Mulailah dari mencari tahu hal-hal apa yang terjadi pada setiap tahapan kehamilan. Setiap tahap kehamilan memiliki karakteristik tersendiri yang perlu dikenali agar Anda dan pasangan tidak kaget dan siap atas perubahan yang terjadi. 2. Kesiapan mental perlu dibangun sejak pertama kali mengetahui kehamilan. Kesadaran mental yang positif sangat mempengaruhi pandangan Anda dan pasangan dalam menjalani kehamilan dan persalinan. Salah satu tips adalah dengan mengubah setiap kata yang bersifat negatif dengan kata-kata atau kalimat yang bersifat positif. Jauhkan pikiran dari informasiinformasi negatif yang diberikan oleh lingkungan sekitar seputar kehamilan dan proses persalinan.

3. Selalu libatkan pasangan dalam setiap prosesnya. Keterlibatan pasangan akan membawa keseluruhan proses menjadi semakin nikmat untuk dijalani. Peran pasangan bukan saja hanya menemani Anda pergi ke dokter atau bidan pada saat kontrol kehamilan, atau cemas di samping Anda pada saat persalinan. Pasangan dapat dilibatkan dalam sesi-sesi kelas kehamilan dan persiapan persalinan. Beberapa provider kesehatan memiliki kelas-kelas edukasi agar Anda dan pasangan dapat mengetahui selukbeluk kehamilan dan persalinan. Kelas persiapan akan banyak membuka cakrawala persepsi Anda dan pasangan mengenai kehamilan dan persalinan. 4. Kenali proses persalinan yang akan Anda jalani. Cari tahu bagaimana dan apa yang akan terjadi selama proses persalinan. Banyak literatur dan video yang dapat dijadikan sebagai bahan referensi. Anda juga dapat meminta penjelasan pada provider kesehatan, dokter, maupun bidan Anda. Pengetahuan yang cukup mengenai proses persalinan akan membuat Anda dan pasangan lebih percaya diri pada saat persalinan tiba. Kondisi tenang akan membuat otot-otot pada tubuh dan panggul

bradikardia.

cara medis tentang keluhan, riwayat penyakit sebelumnya, dan tidak lupa faktor risiko juga harus dicari. Beberapa pemeriksaan dapat dilakukan saat seseorang mengalami keluhan seperti atas, yaitu laboratorium (enzim jantung, elektrolit, hormon tiroid). Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencari tau penyebab dari keluhan pasien. Pemeriksaan enzim jantung dan elektrolit juga dapat dilakukan untuk mencari tahu penyebab dari keluhan pasien. Pemeriksaan lain yang juga dilakukan untuk memprediksi risiko SCD adalah foto rontgen dada, EKG (elektrokardiografi), echocardiography, coronary angiography, dan electrophysiology. Pemeriksaan rekam jantung atau EKG merupakan pemeriksaan awal kita yang mudah untuk dikerjakan untuk mengidentifikasi adanya kelainan ritme atau listrik jantung yang disebut aritmia.

Mengenal ”Sudden Cardiac Death”

Sudden Cardiac Death (SCD) merupakan kejadian kematian tak terduga yang penyebabnya berasal dari cardiac atau jantung. SCD terjadi secara mendadak, tiba-tiba dalam waktu yang sangat singkat (umumnya kurang dari 1 jam setelah onset atau awal keluhan) pada pasien dengan riwayat penyakit jantung yang diketahui maupun tidak diketahui. Diperkirakan lebih dari 7 juta kejadian SCD per tahun terjadi di dunia. SCD dikatakan meningkat sesuai pertambahan umur, dikarenakan proporsi kematian akibat penyakit jantung koroner juga bertambah sesuai pertambahan umur. Dan insiden pada laki-laki dikatakan 3 sampai 4 kali lebih tinggi dari wanita. Kejadian henti jantung yang mengakibatkan kematian men-

dadak biasanya muncul ketika terjadi gangguan listrik jantung atau aritmia. Dimana, rangsangan elektrik pada jantung menjadi cepat (takikardi ventrikular) atau menjadi kacau (fibrilasi ventrikular) atau keduanya. Ritme jantung yang tidak teratur ini menyebabkan jantung tiba-tiba berhenti berdetak. Beberapa henti jantung dikarenakan perlambatan jantung yang ekstrem, yang disebut

JANTUNG - Diperkirakan lebih dari 7 juta kejadian SCD per tahun terjadi di dunia. SCD dikatakan meningkat sesuai pertambahan umur, dikarenakan proporsi kematian akibat penyakit jantung koroner juga bertambah sesuai pertambahan umur. Dan insiden pada laki-laki dikatakan 3 sampai 4 kali lebih tinggi dari wanita.

Tanda dan Gejala Pasien dengan risiko terjadinya SCD dapat mengeluhkan gejalagejala yang tidak spesifik, seperti nyeri dada, fatigue atau kelelahan, berdebar, dan keluhan nonspesifik lainnya. Dan terdapat pula faktorfaktor risiko yang berhubungan dengan kejadian penyakit jantung koroner, yang mengakibatkan terjadinya Infark Myokard dan Cardiomyopathy (gangguan fungsi kerja pompa jantung), seperti: Riwayat keluarga adanya penyakit jantung koroner, merokok, dilipidemia (peningkatan kadar kolesterol dalam darah), hipertensi, diabetes mellitus, obesitas atau kegemukan. Keluhan tergantung dari penyebab SCD itu sendiri. Pada usia tua, kejadian SCD sangat berhubungan dengan adanya riwayat penyakit jantung koroner sebelumnya, sehingga pasien seringkali mengeluhkan nyeri dada sebagai akibat dari infark myocard (suplai darah ke otot jantung berkurang). Sedangkan pada usia muda, SCD dikatakan berhubungan dengan riwayat periode syncope (pingsan) dan riwayat keluarga dengan episode syncope yang berhubungan dengan gangguan listrik jantung. Adanya riwayat gangguan fungsi pompa yang rendah (30-35%) merupakan faktor risiko yang paling poten untuk terjadinya SCD. Pada kondisi pompa yang sudah rendah tersebut, biasanya pasien seringkali mengeluh sesak, karena suplai darah ke seluruh tubuh akan berkurang. Diagnosis Diagnosa dari SCD ditegakkan melalui anamnesa atau wawan-

Penatalaksanaan Penatalaksanaan dan terapi diberikan tergantung dari penyebab dasar SCD. Bila pasien memiliki penyakit jantung koroner, terapi yang diberikan adalah sesuai dengan standar terapi penyakit jantung koroner. Bila pasien didapatkan dengan aritmia bisa diberikan obat anti aritmia, dan tergantung jenis aritmianya. Sehingga bila Anda memiliki faktor risiko seperti tersebut di atas, ada baiknya untuk melakukan pemeriksaan rutin minimal setahun sekali untuk melihat adakah risiko ke arah penyakit jantung yang dapat menyebabkan SCD atau tidak. ldr. Putu Saraswati Laksmi Dewi, S.Ked.

menjadi kendur dan makin efektif berkontraksi pada saat mendorong janin keluar dari jalan lahir. 5. Mencari provider persalinan yang sesuai dengan keinginan Anda dan pasangan. Setelah mendapatkan gambaran mengenai apa yang akan terjadi selama kehamilan dan persalinan, catatlah apa saja yang Anda harapkan dari provider tempat Anda bersalin. Misalnya, apakah provider memperbolehkan pasangan berada di dalam ruang bersalin selama proses persalinan, apakah selama proses persalinan Anda masih diperkenankan untuk bergerak/berjalan-jalan, apakah provider persalinan memiliki fasilitas yang Anda dan pasangan inginkan. Kenal dekat dengan para dokter serta tim perawat yang akan membantu Anda sejak sebelum persalinan akan

memberi Anda rasa lebih tenang saat menjalani proses persalinan. 6. Berdayakan diri Anda untuk mengoptimalkan keseluruhan prosesnya Berjalan-jalan ringan, prenatal yoga, dan senam hamil dapat mengoptimalkan posisi janin dalam kandungan serta meningkatkan stamina Anda. Selain itu belajar teknik relaksasi dan pernapasan akan sangat membantu proses mengejan saat persalinan Anda nantinya. Dengan pengetahuan dan latihan yang cukup, maka tentunya Anda dan pasangan dapat menikmati kehamilan dan persalinan. Selamat atas kehamilan Anda, dan bersalinlah dengan senang.! ldr. Prayascita Mahendrata

Mengetahui Lebih Jauh Tentang Penyakit Pterigium

Apakah Anda pernah merasakan adanya selaput pada mata? Apakah selaput itu semakin lama semakin meluas? Jika ya, Anda perlu mengetahui suatu penyakit mata bernama Pterigium, adalah kondisi mata yang ditandai dengan tumbuhnya selaput seperti sayap yang menutupi bagian putih bola mata dan dapat mencapai pupil mata (bagian hitam pada mata). Pterigium banyak terjadi di daerah iklim panas dan kering. Jumlah kasus pterigium cukup tinggi di Indonesia, yaitu 13,1%. Pterigium sering terjadi pada orang dengan usia 20-40 tahun. Kaum laki-laki berisiko dua kali lebih tinggi dibandingkan wanita. Faktor lain yang bisa menjadi pemicu timbulnya pterigium adalah sering melakukan kegiatan di luar rumah atau orang yang hidup di daerah dengan banyak sinar matahari, daerah berpasir atau daerah berangin. Anda patut curiga adanya pterigium jika Anda merasakan gejala seperti adanya suatu lipatan berbentuk segitiga yang tumbuh dari sisi kanan maupun kiri lapisan putih mata, umumnya berwarna putih tebal, namun apabila terkena suatu iritasi maka bagian pterigium ini akan berwarna merah. Adanya selaput ini akan menyebabkan rasa tidak nyaman, disertai rasa gatal dan mata sering berair. Adanya pterigium juga dapat mengganggu penglihatan Anda apabila pterigium sudah mencapai pupil (bagian mata yang menghantarkan sinar). Pengobatan Dokter Anda akan memiliki pertimbangan kapan Anda memerlukan pengobatan dengan tetes mata maupun tindakan pembedahan. Pemberian tetes mata bertujuan untuk mengurangi keluhan Anda. Namun, tidak dapat menghilangkan selaput ini. Tugas Anda adalah melakukan pencegahan agar selaput tersebut tidak meluas dengan cepat. Upaya pencegahannya yaitu dengan mengurangi paparan sinar matahari maupun debu terhadap mata Anda. Gunakan topi yang memiliki pinggiran dan gunakan kacamata pelindung dari cahaya matahari, terutama jika Anda tinggal di daerah subtropis atau tropis, atau Anda memiliki aktivitas di luar ruangan. Gangguan penglihatan biasanya timbul bila ukuran selaput mencapai 3-4 mm. jika sudah menimbulkan gangguan penglihatan, adanya ketidaknyamanan yang menetap, pterigium melebar dengan cepat dan adanya gangguan pergerakan bola mata, segera konsultasikan dengan dokter mengenai indikasi dari tindakan pembedahan. ldr. Pande Putu Adityo Ananta Ardika, S.Ked.

Mata seseorang yang terkena ptergium.


5

Minggu Umanis, 5 Februari 2017

Resensi Buku

Menata Kembali Manajemen Judul Buku PenulisI Penerbit Tahun Tebal

: Manajemen Spiritual dalam Bisnis : Made Sunetra dan I Gede Suatika : Pustaka Bali Post : 2007 : 134 halaman

LINGKUNGAN bisnis berkembang terus, demikian juga manajemen dan berdasarkan praktik maka ilmu manajemen harus dapat menyesuaikan dengan lingkungan bisnis. Peristiwa di dunia nyata memberikan masukan pada ilmu manajemen sehingga tercipta konsep dasar dalam pembahasan teoritis sehingga muncullah pemikiran baru pendekatan manajemen. Untuk mengakomodasikan perubahan-perubahan yang terjadi maka manajemen disesuaikan dengan kebutuhan sehingga dapat mengikuti perkembangan yang ada. Setiap organisasi selalu membutuhkan manajemen. Tanpa manajemen yang efektif tidak akan ada usaha yang sukses. Buku ini menguraikan tentang pentingnya kejujuran pelaku bisnis yang kemudian diistilahkan sebagai suatu manajemen spiritual. (osi)

Film Arti Sebuah Persahabatan

Judul Film Sutradara Film Rumah Produksi Film Penulis Naskah skenario / Novel Film Pemain Film Tanggal Rilis / Tayang Film

: The Book Of Love : Bill Purple : Iron Ocean Films, Darwin Collective, The, Nine Nights

: Robbie Pickering, Bill Purple : Jessica Biel, Maisie Williams, Mary Steenburgen, Jason Sudeikis, Paul Reiser, Orlando Jones dan Bryan Batt : 13 January 2017 (USA)

FILM ini dibuka dengan adegan yang tidak biasa. Rumit dan menarik kalau ditonton dengan serius. Isi cerita juga cukup menyegarkan untuk film Hollywood. Cerita yang dikemas juga tidak biasa. Tentang enry adalah seorang arsitek handal, namun punya masalah berhadapan dengan orang-orang, masalah introvert yang membuatnya seringkali harus berpikir beberapa kali saat berbicara atau bertemu dengan orang lain. Setelah kematian istrinya dalam insiden kecelakaan, dia memutuskan untuk membantu Millie, seorang remaja tunawisma, untuk membangun rakit dan berlayar melintasi samudera Atlantik. Henry seorang lelaki (diperankan Jason Sudeikis), arsitek introvert. Setelah istrinya yaitu Penny (diperankan Jessica Biel) tewas dalam sebuah tragedi kecelakaan mobil, Henry memutuskan untuk membantu seorang gadis bernama Millie (diperankan Maisie Williams), yaitu seorang gadis remaja tunawisma, yang ingin membangun sebuah rakit untuk berlayar melintasi Atlantik. Film yang menggugah untuk memahami kepribadian kita masing-masing lewat figur orang lain. Menarik dan mengharukan dengan pengambilan gambar yang tidak biasa. (osi)

Bahagia

CERPEN KOPLAK menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Entah mengapa, belakangan ini Koplak memiliki hobi untuk berdiri di depan cermin bukan untuk mematutkan diri. Tetapi, bagaimana menumbuhkan rasa percaya dirinya yang tiba-tiba saja raib dari dirinya. Di depan cermin itu Koplak menatap seluruh tubuhnya, perut yang menurutnya mulai sedikit menonjol. Rambutnya yang menurut Koplak terasa aneh, karena anak semata wayangnya selalu datang sebulan sekali mewarnai rambutnya. Koplak merasa sungguh-sungguh aneh, rasanya warna hitam pekat rambutnya terlihat sangat tidak masuk akal. Karena tidak lagi sesuai dengan usianya yang tahun ini menjelang 50 tahun. Koplak sesungguhnya bangga dengan warna kelabu yang mulai melabur rambutnya. Dari warna rambut itu Koplak bisa memantau, sejauh mana sesungguhnya perjalanan hidupnya sudah bermuara. Ke hulu, ke hilir. Nikmatnya menatap diri dicermin sesuai dengan waktu yang telah dipinjamya. Koplak juga bangga, akhirnya dia bisa juga hidup sampai umur 50 tahun. Dulu, ketika berumur tujuh tahun, Koplak selalu takjub melihat lelaki-lelaki di desanya yang masih tegap, gagah, tubuhnya indah diusia 50 tahun. Mungkin karena mereka hidup sehat, mencangkul di sawah dan berjemur matahari pagi. Sejak kecil cita-cita Kopak sangat sederhana, bagaimana membuat hidup menjadi bahagia? Ternyata membuat hidup bahagia pada masa kini berbeda jauh dengan masa lalu. Dulu, bahagia itu jika cukup makan, bisa lunas membayar spp dan membeli perlengkapan sekolah anak, panen yang tepat waktu. Juga bisa mererainan, mengadakan upacara untuk menyiratkan dan menabur rasa syukur atas semua berkah yang telah dihibahkan Sang Hyang Hidup. Saat ini, menjadi bahagia itu ternyata harus penuh dengan strategi. Banyak rumus yang harus di-update. Setiap detik harus mengikuti perkembangan, karena pada masa kini tidak ada lagi hal-hal yang bisa dipercaya. Sekarang bilang A, besok bilang Z. Besoknya lagi A. Buat bingung. Buat pandir. Apakah mereka semua bahagia hidup di tengah permainan-permainan yang diatur dan ditata sesuai keinginan orang banyak? Koplak menepuk lututnya. Lututnya yang kadang-kadang bergetar. Jika terlalu lama duduk. Leher yang kadang terasa begitu kaku. Tegang. Apalagi jika sehabis melihat berita TV. Koplak heran, tidak tahu harus berkata apa. Sebagai Kepala Desa di sebuah desa terpencil, keinginannya tidak banyak. Tidak muluk-muluk. Bagaimana membuat masyarakat sejahtera? Hasil panen terjual dengan baik. Anak-anak di desanya bisa sekolah dengan riang. Koplak hanya bisa merengut, jika melihat orang-orang di TV berbuih-buih berkata, berjuang untuk rakyat. Rakyat yang mana yang diperjuangkan? Apa sesungguhnya kerja mereka? Apakah mereka benar-benar bekerja? Yang ada di kepala Koplak yang kampungan ini, biasanya orang-orang yang bekerja keras itu tergurat di wajahnya. Wajah yang keras, tangan yang kasar. Di TV berbeda gambaran pekerja keras. Dan katanya semua hidup para pemimpin itu dikerahkan, dicurahkan, ditumpahkan untuk rakyat. Rakyat Indonesia. Waduh, benar-benar tidak masuk akal. Penampilan mereka begitu cempling, berkilat, bersih, wangi, dan Koplak yakin sepatu dan kaki mereka juga pasti bersih dan halus. Terus apa yang bisa mereka kerjakan? Bagaimana mereka merasakan sulitnya jadi rakyat. “Kita itu diperlukan pada saat pemilihan kepala daerah, Koplak. Setelah itu, mereka tidak mungkin ingat pada kita. Tidak peduli, mau panen gagal, mau banjir menerjang seluruh rumah kita. Jika kita belum masuk TV, tidak ada orang datang. Semutkan akan sembunyi.” Suatu hari Koplak mendengar kata-kata sedikit putus asa dari sahabat sepermainannya ketika kecil. Ya, Koplak percaya. Koplak yakin, orangorang di TV itu pasti masih terbata-bata menata orang-orang kampung dan kampungan seperti dirinya. Koplak bisa kenyang dengan sepiring ubi rebus, jagung rebus atau ketela pohon. Eh, mereka baru teriak-teriak ketika beras harganya menjulang. “Rakyat harus dicarikan menu pokok alternatif.”

Oleh Sarasvati Putri

Hahahahaha. Koplak benar-benar merasa menjadi rakyat yang dungu, karena sesungguhnya menjadi rakyat itu harus mampu beradaptasi dengan beragam aturan-aturan yang dibuat oleh para pembuat keputusan. Koplak merasa banyak sekali keputusankeputusan para pembuat kebijakan untuk rakyat itu tidak masuk akal. Koplak pernah melihat, alangkah anehnya ekspresi seorang pejabat ketika makan nasi yang dicampur ubi dan jagung. Wajah mereka begitu menggelikan. Cara mereka mengunyah. Cara mereka menyendok nasi, lucu dan aneh. Serius, ini komentar jujur orang kampung dan kampungan seperti Koplak. Yang sampai usia 50 tahun tidak bisa makan roti. Kalau pun bisa, itu pasti dipaksa oleh Kemitir, anak perempuan semata wayangnya. “Roti gandum, itu makanan sehat untuk Bapa. Bagus untuk jantung. Bisa jadi pengganti nasi, Bapa.” Biasanya kalau Kemitir menyediakan menu, satu tangkup roti dengan telur rebus. Koplak menyantapnya pelan-pelan. Terasa aneh dan tidak nyaman. Koplak pun tidak merasa kenyang dengan menu makan pagi yang disiapkan kemitir. Bagi dirinya, jika belum makan nasi ya berarti belum makan. Perutnya akan berontak dengan ganas. Terasa tidak enak. Pekerjaan pun jadi tidak bisa berlangsung dengan baik. Koplak pun diam-diam akan menyuruh stafnya di kantor desa untuk membeli 2 bungkus nasi babi guling langganan. Satu untuk mengganjal perutnya yang tidak bisa kenyang di sentuh roti. Satunya lagi akan di makan menjelang pulang kerja, karena jika ada Kemitir, Koplak diwajibkan makan-makanan sehat. Sedikit nasi, lalu Kemitir akan menyediakan sepiring besar buah yang ditaburi keju dan sejenis saos yang bagi Koplak sangat tidak enak. Dengan sudah mengisi perut dengan 2 bungkus babi guling, mau makanan apa pun yang disediakan Kemitir, Koplak akan menyantapnya pelan-pelan. Seperti yang dianjurkan anaknya itu. “Makan itu harus pelan-pelan. Makanan yang masuk ke dalam mulut harus dikunyah pelan-pelan. Itu bagus bagi kesehatan perut.” Koplak biasanya hanya mengangguk, untuk menyenangkan hati Kemitir. “Bapa harus mulai olah raga. Makan juga harus seimbang. Berhenti makan-makanan berlemak. Babi guling jangan setiap hari. Harus diimbangi dengan sayur dan buah, Itu pola makan sehat. Bapa malah tidak suka sayur.” “Suka.” “Selalu nongkrong di warung babi guling, Men Kombreng. Bapa tiap hari makan babi guling kan? Kalau bisa makan daging juga dikurangi. Makanlah sayur. Nasi juga harus dikurangi. Harus dicoba. Biar Bapa panjang umur dan sehat.” “Lawar kacang dan nangka juga sayur.” Kopak berkata pelan. Tiba-tiba saja dia merasa terganggu dengan beragam aturan yang sering berulang-ulang dikatakan Kemitir, putri semata wayangnya. Koplak bergidik ketika membayangkan pola makan aneh yang dilakukan Kemitir. Pagi-pagi Kemitir selalu sarapan dengan susu non fat (katanya jenis susu yang tidak memiliki lemak, bagus untuk menjaga kesehatan kulit, dan banyak lagi manfaatnya.

Koplak lupa, karena terlalu banyak) “Jaman sekarang ini penampilan adalah segala-galanya, Bapa. Bapa harus tampil trendi, wangi, dan terlihat ramah. Penuh senyum dan membuat orang nyaman berada di dekat Bapa. Bapa mengerti?” tanya Kemitir serius, sambil memangkas rambut Koplak. Koplak terdiam, bayangan wajahnya terpantul di depan cermin. Ada beberapa kerut di dahi, dan pipinya terasa agak berbeda, mungkin agak turun. Tangan Kemitir begitu tangkas memangkas rambutnya. “Sepertinya, wajah Bapa begitu kusam. Ini karena model rambut Bapa yang kurang menarik.” “Kurang menarik?” “Iya. Kesannya kaku dan menambah usia Bapa sepuluh tahun.” Koplak terdiam. Merenung dan berpikir. “Masak dari potongan rambut, kau bisa menebak umur seseorang bertambah puluhan tahun.” “Bisa?” “Itu aneh.” “Tidak aneh.” “Aneh...” “Tidak, Bapa. Penampilan seseorang yang rapi dan bersih itu bisa menipu usia. Kalau Bapa berpenampilan tepat. Bapa bisa terlihat lebih muda. Lebih gagah, dan sehat!” “Hanya karena penampilan?” “Iya.” Jawab Kemitir sambil memeluk sayang ayahnya erat-erat. Lalu mata Kemitir berkedip-kedip, menggoda Koplak dengan genit. “Pakaian juga harus rapi, bersih, dan wangi.” “Ah, bagaimana mau dekat dengan masyarakat kalau kau suruh Bapa berpakaian seperti pejabat-pejabat yang ada di TV.” “Bapa ‘kan pejabat juga?” “Kades, Kepala Desa. Pejabat kampung, tidak akan ada wartawan wawancara dan mengambil gambar Bapa.” “Itu ‘kan pejabat juga.” “Pejabat kecil.” “Justru yang kecil itulah yang layak dapat perhatian khusus.” “Ah, jadi Kades itu lebih banyak pengabdian. Harus kerja keras agar warga desa maju. Warga desa kita ini hidup dari bertani. Masak petani harus wangi dan pakai jas? Kamu ini aneh-aneh saja!” “Tiang, saya bukan bicara tentang orang lain. Tiang bicara tentang Bapa! Bapa… Kalau Bapa rapi, wangi dan trendi. Orangorang kota akan segan jika berhadapan dengan Bapa. Kalau Bapa penampilannya kumuh, mana ada orang yang tertarik dan hormat pada Bapa. Penampilan itu untuk saat ini nomor satu! Koplak terdiam, menatap kembali mata anak semata wayangnya. Kali ini lebih serius. “Kenapa, Bapa?” “Untuk apa penampilan kalau kerja tidak beres.” “Untuk menunjukkan bahwa Bapa sayang pada diri Bapa.” “Bapa sayang pada diri Bapa. Juga padamu.” “Kalau Bapa sayang padaku, mulai saat ini Bapa harus mengurangi makan daging. Bapa bisa terserang hipertensi.”

“Bapa tidak punya penyakit itu. Itu penyakit orang kaya.”\ “Hipertensi itu bisa menyerang siapa pun. Dia tidak peduli kaya-miskin. Tuamuda. Saat ini itu satu-satunya penyakit yang paling mengerikan. Penyakit paling mematikan. Banyak juga orang muda yang badannya sehat tiba-tiba mati selagi olah raga. Itu salah satunya karena hipertensi. Semua hal yang menyangkut kesehatan itu dimulai dari makanan. Bapa paham?” Koplak terdiam. Apakah dengan makan roti gandum yang harganya sama dengan 5 kilogram ubi bisa membuat hidup lebih sehat? Koplak terdiam. Membiarkan tangantangan terampil Kemitir memangkas rambutnya. Padahal Koplak merasa rambutnya belum panjang. Belum layak untuk dipotong. Tetapi, agaknya Kemitir memiliki pertimbangan lain. Pertimbangan yang dijamin pasti tidak sesuai dengan pemikiran koplak. Bertengkar dengan Kemitir juga percuma. Kemitir sejak kecil memang dididik Koplak untuk mandiri. Untuk berani mengatakan apa pun tanpa melihat dirinya seorang perempuan. Koplak juga mengajak Kemitir les karate ketika anak semata wayang itu berusia 5 tahun. Koplak berharap, Kemitir bisa melindungi dirinya. Bayi merah yang dirawatnya dengan babak belur itu kini sudah menjelma jadi perempuan yang matang. Perempuan kecilnya menjelma jadi gadis paling cantik yang pernah dilihat Koplak. Tubuhnya terbentuk dengan bagus. Rambutnya tebal. Bahkan tubuhnya lebih tinggi dari Koplak. Bagi Koplak Kemitir adalah segalanya. Dia bangga melihat bayi merah yang dirawatnya tumbuh jadi perempuan keras kepala. Perempuan yang disegani warga desa. Bisnisnya di kota maju pesat. Koplak benar-benar heran, aslinya di kota Kemitir buka warung kopi dengan makanan singkong rebus, ubi rebus, pisang rebus, jagung rebus. Yang membuat Koplak tidak habis pikir. Apa orang-orang yang hidup di kota itu otaknya masih beres? “Kamu jangan menjadi pembohong, Kemitir.” “Apa maksud Bapa?” “Masak kamu jual kopi dan makanan kecil harganya begitu mahal.” “Ini memang makanan mahal, bapa. Orang kota menyebutnya organik.” “Harga kopimu mahal. Masak jagung rebus ditabur kelapa satu paket bisa lima puluh ribu dengan kopi.” “Itu makanan fresh. Orang kota menginginkan itu.” Kemitir tersenyum sambil merapikan rambut ayahnya penuh kasih sayang. Koplak lagi-lagi terdiam. Dia sungguhsungguh merasa tercerabut dari hidupnya. Di usianya yang menjelang 50 tahun justru Koplak merasa tidak mengenali lagi kematangannya sebagai manusia. Manusia yang memilih untuk tetap melajang sejak kematian istrinya. Kemitir tumbuh dengan caranya sendiri. Warung kopinya bernama cafe. Kemitir membeli hasil bumi dari desa. Pisang,ketela pohon, ketela rambat dibeli dengan harga istimewa. Semua warga desa dengan senang hati menjual hasil kebunnya pada Kemitir. Dan Kemitir membelinya dengan riang. Belakangan koplak juga baru tahu, Kemitir membili satu hektar tanah di desa seberang untuk ditanami beragam pisang, dan umbiumbiah. Kemitir mengkemasnya dengan cantik. Pisang rebus ditabur keju dan susu coklat, kemudia dibakar. Harganya bisa lebih mahal dari nasi babi guling. Koplak menarik nafas dalam-dalam bangga dengan kerja keras anak gadisnya yang tumbuh di tangannya. Koplak pun terkantuk-kantuk setiap Kemitir merawat kepalanya. “Sudah selesai, sekarang Bapa keras dulu di kamar mandi. Biar tubuh Bapa tidak gatal.” Koplak terbangun. Dia merasa hampir semaput melihat potongan rambutnya. “Dewa Ratu, ini potongan apa Kemitir?” Koplak merasa jantungnya terasa hampir berhenti berdetak. “David Robert Joseph Beckham. Kerenkan, Bapa?” Kemitir tersenyum bangga. Koplak terdiam beku. Kata-katanya menguap entah ke mana.

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar. Afrizal K. Ngurah

Khamidi Achmad Cholid

Windhu Segara


DIMENSI

6 ramalan

bintang

Capricorn Peruntungan: Masih tenang walaupun hawa jelek sudah mulai terasa, untuk itu kewaspadaan perlu dijaga, terutama dalam meng-counter berita-berita minor yang sangat jauh dari realita yang ada. Kesempatan untuk maraih hasil terbaik masih terbuka lebar di minggu ini asalkan diri Anda bisa mengendalikan emosi dengan benar. Karier: Cobalah untuk memperhatikan emosi Anda, yang tampak labil, dikontrol dan dijaga sebaik mungkin, jangan sampai mengacaukan apa yang sudah. Kesehatan: Karena kondisi badan Anda masih kurang memungkinkan untuk beraktivitas yang terlalu berat, untuk itu bila ada rencana sebaiknya dikondisikan dulu dengan kesehatan Anda tak perlu memaksanya jika sekiranya tak mampu melakukannya. Keuangan: Bila ada uang lebih sebaiknya ditabung saja, tak perlu punya pikiran beli ini dan itu karena di masa depan nanti masih membutuhkan banyak biaya. Asmara: Jika tujuan semula untuk cari topic pembicaraan, sebaiknya carilah topik yang ringan-ringan saja tetapi bisa membikin suasana menjadi lebih hidup dan gembira. Aquarius Peruntungan: Meskipun jalan yang Anda lalui cukup terjal tetapi masih ada setitik harapan yang bisa membalikkan suasana dari pesimis menjadi suasana yang berpotensi bagus. Teruslah berkreasi dan jangan pernah berhenti untuk berinovasi mumpung masih ada dorongan positif yang membantu langkah Anda. Karier: Ada saja ulah rekan-rekan yang bisa menjatuhkan Karier Anda jika dihadapi dengan emosi dan hati yagn panas. Kesehatan: Badan masih terasa lemas dan seakan-akan ingin terus beristirahat saja. Jika sudah begini maka perlu sekali untuk berkonsultasi dengan dokter pribadi Anda. Keuangan: Pemasukan cukup tinggi dan Anda harus bersyukur karena ini semua tidak Anda sangka sebelumnya. Asmara: Tak perlu mempunyai pikiran yang aneh-aneh, jalani segalanya yang ada ini dengan perasaan gembira, dan anggaplah ini sebagai jalan cerita yagn harus dijalani. Pisces Peruntungan: Di awal bulan kerja ini rongrongan demi rongrongan datang silih berganti, untuk itu janganlah sembrono terutama dalam mengeluarkan pernyataan sebaiknya telah dipikir seribu kali. Di minggu ini ada baiknya jika Anda berkerja berdasarkan planing yang telah Anda susun sendiri sehingga bisa lebih tepat, cepat dan lancar. Karier: Jika ada tawaran yang sekiranya menguntugkan sebaiknya bisa dipertimbangkan untuk diterima, dan tidak perlu takut dengan kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi. Kesehatan: Jangan dipelihara sifat malas Anda terutama untuk berolahraga, meskipun pekerjaan lagi banyak-banyaknya tetapi tentunya masih ada waktu luang yang bisa digunakan untuk berolahraga meski hanya sebentar saja. Keuangan: Jangan ragu untuk menutup segala kebutuhan yang ada jika memang ada dana, jangan menunda-nunda karena hanya akan bikin pusing dikemudian minggu saja. Asmara: Cobalah dikontrol emosi yang tampak labil itu, jangan sampai menambah buruk suasana yang sudah cukup panas ini. Aries Peruntungan: Minggu ini benar-benar berat dan cukup menguras stamina serta pikiran Anda. Meski begitu tetaplah cari safe-nya saja, agar beban pikiran tidak semakin berat. Karier: Jangan terpancing dengan provokasi yang sengaja dihembuskan oleh orang yang sirik dengan keberhasilan Karier Anda saat ini. Kesehatan: Kondisi badan masih perlu diwaspadai karena aktifitas sangat berat sehingga waktu makan dan waktu istirahat sulit untuk bisa on time. Keuangan: Jika ingin tenang maka jalan satu-satunya harus mau hidup hemat. Asmara: Walaupun masalah datang bertubi-tubi, akan tetapi keutuhan dan kemesraan tetap terjaga, untuk itu anda perlu bersyukur dan mempertahankan kekompakan ini. Taurus Peruntungan: Segala rencana yang sudah dipersiapkan jangan sampai dibatalkan. Cobalah Anda tetap berjalan dengan melakukan efisiensi di segala bidang sehingga yang kurang perlu sebaiknya dihilangkan saja. Peluang untuk meraih keuntungan cukup terbuka lebar, begitu juga pergaulan semakin menyenangkan saja. Karier: Perhatikan perintah dari atasan, ada baiknya anda bisa menguasai materinya sehingga bisa terhindarkan dari kebingungan. Kesehatan: Biar hati gelisah sebaiknya tak sampai mengganggu selera makan dan kenyenyakan tidur Anda, untuk itu jangan ragu untuk bersikap tegas asalkan telah dipikir benar-benar. Keuangan: Jangan main vonis karena itu akan memusingkan anda nantinya. Asmara: Sudah lebih tenang walau cekcok mulut kerapkali masih terjadi. Gemini Peruntungan: Biar masalah setinggi gunung sebaiknya hati juga harus lebih besar dan kuat dari gunung tersebut, jangan sampai ciut nyalinya karena itu akan memperburuk suasana saja. Karier: Rongrongan yang muncul dari kompetitor Anda, cobalah untuk bisa disikapi dengan tegas, tak perlu takut karena kemujuran berpihak pada diri Anda. Kesehatan: Ambillah hikmah dari setiap permasalahan yang muncul, sehingga bisa terhindar dari perasaan stres yang cukup sulit untuk bisa diobati jika sudah terjangkit. Keuangan: Untuk sementara spekulasi jangan dulu, kerjakan saja hal-hal yang sudah pasti karena itu akan lebih mendatangkan hasil. Asmara: Tak perlu ambil pusing dengan apa yang diucapkannya karena begitulah orang kalau lagi emosi. Cancer Peruntungan: Awal bulan yang cerah dan menggairahkan, suasana semakin baik saja meski begitu kewaspadaan sebaiknya tetap jangan sampai mengendor. Usahakan untuk tidak terlena dan lupa diri hanya karena pujian, sebab apa yang Anda lihat dan bayangkan itu ternyata hanya semu dan sangat menjebak sekali. Karier: Jangan lari dari realita yang ada untukitu cobalah Anda lebih percaya diri lagi. Kesehatan: Meski kondisi badan masih belum seratus persen sehat ada baiknya jika tetap menjaganya dengan baik. Olahraga di pagi minggu yang mulai Anda tinggalkan sebaiknya mulai dilakukan kembali. Keuangan: Bisnis dan rencana dapat berjalan dengan lancar dan pemasukan juga cukup stabil. Asmara: Buat apa disesali, karena susah senang bagaikan dilema yang mengasyikan jika mau disyukuri. Leo Peruntungan: Posisinya perbintangan Anda diawal bulan ini lagi kurang oke. Meski begitu masih ada kabar gembira yang bisa mengangkat kepercayaan dan keyakinan Anda yang sempat menurun. Sikapilah kabar gembira itu sewajar mungkin sehingga kewaspadaan tetap bisa diciptakan. Karier: Ada saja rekan yang memojokkan diri Anda, hadapi semua itu dengan senyum dan hindari emosi yagn hanya akan merugikan saja. Kesehatan: Anda perlu memperhatikan kebersihan makanan yang anda konsumsi jangan sampai diri Anda terjangkit penyakit perut, meski tak terlalu mengkuatirkan akan tetapi cukup mengganggu konsentrasi kerja Anda. Keuangan: Untuk sementara jangan spekulasi jika tak ingin mengalami kekecewaan. Asmara: Cobalah untuk selalu mendiskusikan masalah yang muncul secara tiba-tiba dengannya, dan hargailah setiap pendapat yang muncul walaupun hanya sepele. Virgo Peruntungan: Tunggu sampai timingnya tepat untuk melangkah maju, minggu ini ada baiknya jika Anda mencari selamatnya saja daripada dipaksakan, tetapi hasilnya minim dan tidak sesuai dengan tenaga dan pikiran yang dikeluarkan. Kesehatan: Jika nafsu makan tampak berkurang maka itu pertanda bahwa ada gangguan ringan di dalam percernaan Anda, segera periksakan ke dokter Anda agar segera jelas permasalahannya. Keuangan: Income terus mengalir tinggal bagaimana Anda memanage-nya dengan benar agar pemasukan yang lumayan tinggi ini tidak malah membikin pusing kepala Anda. Asmara: Suasana tetap tenang, walau begitu Anda harus tetap pandai-pandai menjaga hatinya, agar selalu tenang dan tidak tersinggung. Libra Peruntungan: Minggu yang penuh dengan kejutan, karena berbagai rencana yang tak terduga ternyata membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Teruslah berinovasi dan berkreasi jangan biarkan langkah anda terkesan monoton dan membosankan saja. Karier: Meskipun suasana hati lagi runyam jika sudah berada dikantor usahakan muka tetap ceria dan menyenangkan. Kesehatan: Jangan takabur dulu walaupun kesehatan dirasa cukup baik untuk sat ini, karena jika tidak ada upaya untuk menjaganya maka tidak lama akan jatuh sakit juga. Keuangan: Masalah terletak pada bagaimana Anda memanage waktu dengan benar sehingga peluang itu tidak sampai terbuang percuma. Asmara: Hilangkan segala keluh kesah di hati yang selalu anda ucapkan terus menerus, karena itu akan bikin hatinya menjadi jengkel saja. Scorpio Peruntungan: Di minggu ini tak ada gunanya negatif thinking bila ada peluang segera saja ditindaklanjuti jangan dibiarkan mengambang tanpa kepastian. Suasana tampak tenang karena terbawa oleh nasib bintang Anda yang lagi hokkhie dan penuh dengan kemujuran. Kesehatan: Jangan menuruti jengkelnya hati apalagi sampai berbuat sesuatu yang malah merugikan kondisi badan Anda. Jaga dengan baik kesehatan Anda selagi dianugrahi badan sehat. Keuangan: Tak perlu mengobral dana jika tidak ingin pusing dikemudian minggu, berhemat adalah langkah yang tepat untuk saat ini. Asmara: Tergantung diri Anda pribadi, jika mampu menyerap segala keinginannya maka tentu saja ketulusan asmaranya dapat dijaga terus. Sagitarius Peruntungan: Karena di minggu ini Anda banyak menemui orang yang bertampang bunglon, maka dari itu tak perlu terhanyut oleh omongan yang sekadar bualan. Cobalah tetap konsen dengan berbagai urusan yang lagi Anda hadapi, tak perlu tengok kanan kiri, karena secara tidak langsung akan mempengaruhi kelancaran berbagai urusan Anda. Karier: Bila tidak mengerti jangan segan untuk bertanya, daripada dipaksakan untuk jalan nanti hasilnya malah akan membikin kecewa saja. Kesehatan: Pikiran tiba-tiba melayang dan mata berkunang-kunang jika itu terjadi sebaiknya Anda berhenti beraktivitas dulu. Keuangan: Pemasukan cukup baik dan pengeluaran Diasuh Oleh masih terkontrol, sehingga keuangan tak sampai Putri Wong Kam Fu memusingkan. Asmara: Jagalah hatinya supaya Berlaku bisa berbunga-bunga terus, jangan malah Anda sakiti 5-11 Februari 2017 dengan kata-kata pedas.

Minggu Umanis, 5 Februari 2017

Weda Wakya

Kemuliaan Puasa Ekādaśi Ekādasyām nirāhārah Sthitvāham apare’hani Bhoksyāmi pundarikāksa Śaranam me bhavācyuta

Redaktur Khusus

(Ekādaśi Vrata Māhātmya 64.34)

WAKYA

“Wahai Tuhan YME Acyuta yang mataNya seindah daun bunga padma, pada hari Ekādaśῑ ini hamba melakukan puasa tidak makan-minum, dengan berlindung pada Anda, besok hamba akan berbuka puasa.” Ajaran suci Veda mengenal istilah “vrata” yang di Bali dikenal dengan sebutan brata. Biasanya, brata dihubung-hubungkan dengan pertapaan serta puasa yang berat-berat. Dari kata vrata ini berubah menjadi brata, dan akhirnya beralih rupa menjadi kata “berat” di dalam bahasa Indonesia. Vrata di dalam Veda disebutkan sebagai: “yang mengantarkan kepada pencapaian surga, disebut sebagai vrata (vriyate svargam vrajanti svargam anena vā).” Vrata merupakan penerapan atau praktik disiplin suci seperti upavasa (puasa) dan lain-lain, itulah yang dinamakan sebagai vrata (niyamo vratamastriri taccopavāsādi punyakam). Melihat penjelasan ini tentang vrata, maka dapat dipahami bahwa vrata mengandung pengertian yang sangat mulia. Pelaksanaan tapa, brata, puasa dan lain-lain ternyata merupakan usaha untuk membentuk diri di jalan mulia dan mengarahkan pada kesejahteraan hidup di dunia serta pencapaian alamalam surga setelah meninggal nanti. Penjelasan dari kitab-kitab suci seperti ini sangat diperlukan oleh orang-orang pada umumnya, demi terhindar dari penyalahartian puasa, tapa, brata sebagai suatu praktik “ngelmu” atau demi pencapaian tujuan-tujuan yang mengarah pada pencapaian kesaktian, atau sejenis. Praktik vrata di dalam ajaran Veda sangat banyak jenisnya. Sangat disayangkan masih banyak umat bahkan untuk melakukan praktik vrata yang paling ringan pun masih belum memberikan perhatian serta pemahaman yang sepatutnya. Terdapat ribuan-ribuan jenis puasa, vrata, tapa, dan lain-lain. Ada pula puasa/vrata berdasarkan bulan dan hari. Puasa/vrata yang dilakukan hanya pada salah satu jenis bulan, misalnya bulan Magha (Januari-Februari) saja sangat banyak jenisnya. Puasa/

weda

Darmayasa vrata yang dilakukan pada bulan Māgha antara lain: Guda-lavanadāna-vrata, Gauri-vrata, Varadāvrata, Kunda Caturthi-vrata, Dhundhi-pūjā-vrata, Śānti Caturthi-vrata, Angaraka Caturthi, Ganeśa-vrata, Sukha Caturthi, Yama-vrata, Śri Pañcami Vasanta Pañcami, Mandandārasasthi, Dāridyaharasasthi, Bhānu Saptami, Mahati Saptami, Rathāmka Saptami, Putra Saptami, Sapta Saptami, Bhisma Saptami, Śukla Ekādadi, Tila Dvādasi, Bhima Dvādasi, Dina-traya-vrata, Māghi Pūrnimā, Mahāmāghi-vrata, Māgha-snāna-vrata, Vakratunda Caturthi, Śankata Caturthi, Sarvāpti Saptami, Krsna Ekādasi, Māghi Amā-vrata, Vidhi-pūjāvrata, Ardhodaya-vrata, Pātradāna-vrata. Daftar puasa ini hanyalah jenis vrata yang dilakukan pada bulan Māgha saja. Jika dituliskan semua bisa berjumlah ribuan jenis puasa/vrata. Terdapat pula jenis puasa/ vrata yang berdasarkan hari-hari. Puasa hari Minggu (Ravivāravrata) ada beberapa jenis serta beda pelaksanaannya. Demikian pula halnya dengan Somavāravrata (puasa Senin), Bhaumavāravrata atau Mangalavāra-vrata (puasa Selasa)), Budhavāravrata (puasa Rabu), Guruvāra atau Brhaspativāra-vrata (puasa Kamis), Śukravāra-vrata (puasa Jumat), dan Śaniścara-vrata (puasa Sabtu). Jenis Puasa berdasarkan tanggal/tithi, Naksatra (perbintangan), dan lain-lain banyak pula jenisnya. Di antara ribuan jenis puasa/vrata, ada yang dinamakan Puasa Ekādaśῑ. Jenis puasa ini sangat disukai oleh umat Hindu Dharma di Indonesia, barangkali juga disebabkan Puasa Ekādaśῑ dipraktikkan oleh umat Hindu Dharma secara menyeluruh; Vaiṣṇava (para pemuja VIṣṇu), Śaiva (pemuja Śiva), Śākta (para pemuja Dewi/Śakti), dan lain-lain. Suatu perkembangan yang membanggakan bahwa umat mulai mempraktikkan Puasa Ekādaśῑ dengan tekun dan bersungguhsungguh. Ekādaśῑ berasal dari bahasa Sanskerta, Eka (satu), dan Daśῑ (sepuluh). Ekādaśῑ berarti hari kesebelas (1+10=11). Ekādaśῑ ada-

lah hari ke-11 yang dapat diitung mulai sehari setelah Purnama atau Tilem (bulan gelap) atau bisa juga dengan perhitungan 4 hari sebelum Purnama dan Tilem. Dalam satu bulan ada dua masa pergantian dari Purnama menuju bulan gelap (Tilem) dan sebaliknya, sehingga Ekādaśῑ terjadi dua kali dalam sebulan. Ekādaśῑ dikenal sebagai harinya Dewa Viṣṇu, hari yang sangat baik melakukan pemujaan kepada-Nya melalui cara berpuasa, memusatkan pikiran pada Nama dan Rupa-Nya. Seperti halnya sapi yang berwarna putih maupun yang berwarna hitam memberikan susu dengan kuantitas yang sama, demikian pula Ekādaśῑ yang terjadi menjelang Purnama maupun Tilem (Amāvasya) akan memberikan pahala punia yang sama serta mampu membebaskan orang dari perputaran kelahiran dan kematian. Śrī Viṣṇu, di dalam kitab suci Garuda Purāna menyebutkan Puasa Ekādaśῑ sebagai salah satu dari lima kapal penyelamat bagi mereka yang tenggelam dalam lautan duniawi (Puasa Ekādaśῑ, Nama Suci Nārāyaṇa, kitab suci Bhagavad-gitā, tumbuhan suci Tulasῑ, dan Gāvaḥ atau Sapi). Perihal Puasa Ekādaśῑ sebagai jenis puasa utama ditegaskan oleh Śrῑ Viṣṇu di dalam kitab suci Padma Purāṇa: “Di antara semua tanaman, Tulasῑ adalah kesayanganKu, di antara semua bulan, adalah bulan Kartika, di antara semua tempat, adalah tempat suci Dwārikā, dan di antara semua hari puasa, Ekādaśῑ adalah yang paling Kucintai.” Menurut Ekādasi Māhātmya, terdapat 26 jenis Puasa Ekādaśῑ, yaitu: Utpanna, Moksadā (memberikan pembebasan, Mokṣa), Saphala (memberikan segala kesuksesan), Putradā (memberikan putra-putra yang baik), Sat-tila, Jaya, Vijaya, Amalaki, Pāpamocani (penebusan dosadosa), Kāmadā (memenuhi segala keinginan), Varutini, Mohini, Apara, Nirjala (dikenal sebagai Bhῑma Ekādaśῑ, puasa penuh tanpa minum air), Yogīni, Śayana, Kamika, Pavitra, Annadā, Parsva, Indira, Pāśāknuśa, Rama, Utthana, Pādmini, dan Parama Ekādasi. Pelaksanaan Puasa Ekādaśῑ dilakukan mulai bangun pagi hari sekitar pkl. 4 pagi, dan baru berakhir pada hari berikutnya kira-kira setelah melakukan sembahyang pagi saat Brahma Muhurta. Puasa Ekādaśῑ sangat bermanfaat. Ekādaśῑ tidak hanya berpuasa menahan rasa lapar dengan cara tidak makan dan

minum secara phisik melainkan mempunyai tujuan spiritual yang sangat mendalam. Puasa Ekādaśῑ dilakukan sebagai simbol dari upaya pencapaian kesadaran yang lebih halus. Berpuasa saat Ekādaśῑ juga merupakan tapa sebagai usaha untuk mengendalikan seluruh tarikan nafsu dan indria. Bagi mereka yang serius pada saat Ekādaśῑ selain tidak menikmati makanan, Puasa Ekādaśῑ juga diaksudkan untuk mengendalikan indria pendengaran, penglihatan, mengurangi dorongan berbicara yang tidak perlu (mauna-vrata), sentuhan fisik dan sensorik, serta yang paling utama adalah mengendalikan gejolak pikiran dengan cara mengingat dan mengulang nama Tuhan dalam Japa-yoga. Mengurangi aktivitas makan, minum dan tidur menyebabkan orang memiliki waktu lebih banyak untuk bermeditasi dan berjapa. Daya tarik grafitasi bulan mempengaruhi pasang surutnya air laut menjelang Purnama dan Tilem (bulan mati). Komposisi kandungan elemen Panca Mahā Bhūta dalam tubuh manusia menunjukkan kandungan Āpaḥ (air) hampir 75 %. Hal tersebut sangat mempengaruhi munculnya berbagai gejala dan perubahan baik mental ataupun fisik pada manusia saat menjelang Purnama dan bulan mati. Terutama sekali secara emosi manusia sangat mudah terusik, lebih mudah teriritasi emosi, bergolak, dan marah. Puasa Ekādaśῑ akan sangat membantu menyeimbangkan gebuan-gebuan emosi dalam usaha mengarahkan pikiran pada tujuan-tujuan indah dan mulia, khususnya dalam pemantapan praktik agama spiritualnya. Hari Ekādaśῑ adalah hari yang sangat bertuah menghapus reaksi semua dosa. Mereka yang tidak memungkinkan untuk berpuasa penuh tanpa makan dan minum selama seharian, mereka dianjurkan untuk melaksanakan Puasa Ekādaśῑ dengan cara memakan buahbuahan, umbi-umbian, sayursayuran, dan minum susu. Tidak memakan nasi, gandum, kacang-kacangan, dan/atau produk makanan-minuman dari bahan-bahan tersebut. Apabila Puasa Ekādaśῑ dilaksanakan secara teratur akan dapat menghilangkan reaksi dosa, menjauhkan orang dari kegelapan dan kebodohan. Kekuatan Puasa Ekādaśῑ meningkatkan kemampuan spiritual demi pemurnian śraddha dan bhakti kepada Hyang Paramakawi, Tuhan YME.

MIMBAR AGAMA

Sinode IV Keuskupan Denpasar Redaktur Khusus MIMBAR

KATOLIK

Ignatius Suharto Kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia Yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terangNya yang ajaib. Kamu yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya; yang dahulu tidak dikasihani , tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan. (1Ptr 2:9-10) Mulai awal tahun 2017 ini Dioses (Keuskupan) Denpasar disibukkan oleh persiapan Sinode Keuskupan IV yang akan dilangsungkan 26-30 November 2017. Adapun tema yang dipilih adalah: ‘Menjadi Gereja yang Beriman Tangguh, Mandiri dan Mampu Bersaksi dalam Masyarakat Majemuk’. Sinode Diosesan itu apa? Sinode (sin- artinya ‘bersama’; (h)odos-artinya ‘berjalan’ atau ‘melangkah’. Jadi, sinode harafiahnya berarti melangkah bersama-sama. Mengacu pada Kitab Hukum Kanonik KHK Kan 460-468, Kamus Teologi merumuskan, Sinode Diosesan adalah pertemuan resmi para imam dan awam yang diadakan oleh uskup salah satu dioses dalam rangka pemerintahan dioses yang bersangkutan. (p. 298) Dalam ensiklopedinya, Romo Adolf Heuken SJ menjelaskannya sebagai berikut: Sinode diosesan atau sinode sekeuskupan adalah sidang para imam dan orang beriman yang terpilih dari suatu keuskupan, untuk membantu uskup diosesan dalam mengembangkan kesejahteraan seluruh umat beriman keuskupannya (KHK Kan 460). Sinode diselenggarakan apabila dipandang perlu

oleh Uskup setelah beliau mendengarkan pandangan Dewan Imam. Ia menghimpun, mengetuainya dan menyetujui dekretdekretnya supaya menjadi sah dan berlaku. KHK Kan 460-468 menentukan bahwa sinode merupakan dewan komulatif saja. Ada orang yang harus menjadi anggota sinode karena jabatan dan wajib hadir secara pribadi (para uskup auksilier, vikaris jenderal dan episkopal, semua anggota Dewan Iman, Rektor seminari tinggi, para deken beserta seorang imam yang dipilih dari setiap dekenat). Selain itu, beberapa pemimpin lembaga-lembaga religius (ordo dan kongregasi) dipilih, seperti pula pemimpin serikat hidup kerasulan yang berdomisili dan berkarya di keuskupan, tambah lagi beberapa orang rohaniwan serta awam menurut cara yang ditentukan Uskup dengan memperhatikan komposisi umat keuskupannya. Beberapa pengamat dari keuskupan tetangga dan Gereja-Gereja bukan Katolik pun pantas diundang juga. Bahan yang diajukan dibahas dengan bebas oleh semua peserta. (A. Heuken SJ, ‘Ensiklopedi Gereja IV, p. 243) Adapun Dewan Imam Keusku-

pan dipercayakan kepada Uskup diosesan untuk digembalakannya dalam kerja sama dengan para imam (KHK Kan 369). Maka, Uskup wajib membentuk Dewan Imam yang merupakan ‘Senat Uskup’ dan mewakili presbiterium (Vatikan II, HI 7, Kan 495). Dewan ini hendaknya merepresentasikan para imam yang bekerja dalam keuskupan, baik imam praja, maupun imam religius. (Ensi I p.236). Sekadar konsumsi bagi para pembaca dan umat, informasi tahapan yang direncanakan dalam Sinode IV nanti antara lain sebagai berikut: Februari: Pembekalan para fasilitator. Maret-Mei: Pra Sinode tingkat Paroki. Juni: Rekapitulasi data Pra Sinode Paroki. Juli-Agustus: Pra Sinode tingkat Dekenat. September: finalisasi hasil Pra Sinode Dekenat. November Pelaksanaan Sinode IV. (Kirim saran/ pertanyaan, gunakan E-mail: sinodeiv2017@gmail.com.) Kutipan surat pertama Rasul Petrus yang mengawali tulisan ini, adalah pewartaan yang menyadarkan siapa jati diri umat beriman itu. Oleh karena itu, para delegasi atau para peserta sinode harus senantiasa ingat bahwa jati dirinya adalah sep-

erti yang disampaikan oleh Rasul Petrus itu. Sebagai umat yang telah dipilih Allah, marilah kita mempedulikan dan melakukan nasihat Rasul Petrus, supaya kita menjauh dari keinginan daging yang berjuang melawan jiwa, supaya kita memiliki cara hidup yang baik; supaya kita tunduk, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja (baca: kepala negara atau kepala pemerintahan) sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi, maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik; supaya kita hidup sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatankejahatan mereka, tetapi supaya hidup sebagai hamba Allah; supaya kita hormat kepada semua orang, supaya kita mengasihani saudara-saudara kita, supaya takut akan Allah, dan menghormati raja (baca: kepala daerah juga pemimpin [gembala] jemaat serta pemimpin komunitas). (cf.1Ptr.2:11-17). Marilah kita sukseskan Sinode IV Keuskupan Denpasar. Tuhan memberkati kita semua.

PERMATA HATI

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi) A.A. Sagung Istri Anindya Laksmi Dewi, buah hati pertama pasangan A.A.Ngurah Putra Prabawa, S.H., dengan A.A. Sagung Istri Pramita Dewi, S.H., baru saja melakukan upacara telu bulanan. Semoga putri yang cantik dan lucu ini akan selalu memberikan kedamaian dan kebahagiaan bagi ayah, ibu beserta keluarga semuanya.

I Made tio febriana, putra ke-2 dari pasangan i made ariana dan ni made dwi kamayanti merayakan ulang tahun ke-3 pada 2 Februari 2017. Anak yang memiliki nama panggilan Dek tio ini sangat suka makan gedang ona (pepaya california). Selamat ulang tahun Dek Tio. Semoga panjang umur sehat selalu dan makin pintar.


Redité Umanis, 5 Februari 2017

Bali L e m b a r

B a s a

7

B a l i

Bencingah Ida Bagus Putu Sujapa

Nyaksiang Cihna Tenget NYAKSIANG sesolahan calonarang wantah parikrama sané kasenengin olih krama Bali utamanipun para yowanané. Kahanan punika kasinahang antuk akéhnyané yowana sané nonton calonarang rauh saking genah sané doh-soh pisan. Manut Ida Bagus Putu Sujapa S.S., manggalaning Sekaa Seni Puyung Sugih Baha, yowana inucap akéhan rauh sangkaning meled ngaksiang kahanan utawi parikrama sané nyinahang katengetan sesolahannyané kémanten. “Minakadi meled ngaksiang rangda matebekan utawi ngunying utawi nyingakin akéh bangké-bangkéan sané kawigunayang. Cihna tenget sakadi punika sané akéhan ngawinang para yowana meled nyaksiang sesolahan calonarang,” baos dané sané embas ring Baha, 8 Oktober 1965. Malih Gus Japa–asapunika dané ketah kasambat maosang, yadiastun akéh kramané nonton calonarang saking genah sané doh-doh, nanging sujatiné soang-soang banjar wiadin désa adat sané nyungsung tapakan Ida Bhatara majanten sampun madué sesolahan calonarang, sakéwanten sané durung majanten makasami punika pateh katangiang. Yéning sampun katangiang taler kamargiang antuk parikrama ngayah, sinah prasida kagelar olih soang-soang désa adat utawi banjar sané nyungsung. Napi malih yéning prajuru inucap ngrereh pragina sebunan utawi pragina saking kramanyané soang-soang, sinah sesolahan inucap prasida kagelar tan pamedalang jinah anggén naur pragina duaning makasami punika wantah druén banjar utawi désa adat sané masolah antuk manah ngayah. “Antuk parikrama punika, soang-soang banjar prasida ngelarang sesolahan calonarang. Sakadi ring banjar Angkeb Canging Gulingan makasami praginanipun mawit saking banjarnyané inucap,” baos wargi Gria Anyar Manuaba, Baha puniki. (was)

I Made Dwi Septian Cahyadi

Tetuek Becik

PINAKA sesolahan tetamian panglingsir, majanten calonarang sampun kaloktah saking nguni tur kantun becik kamargiang kantos mangkin. Kasuénsuén sinah kapanggihin parindikan sané magentos, nénten wantah parikrama sesolahan taler indik krama sané nyaksiang. I Made Dwi Septian Cahyadi, S.Pd.B., manggalaning sekaa Calonarang Ciwa Klakah Pergung Jembrana maosang, sujatiné akéh pisan tetuek becik sané prasida kapolihang saking satua utawi lelampahan calonarang inucap. Minakadi sapunapi ngamargiang dharma, nénten dados nyapa kadi aku miwah sané siosan. Sakéwanten pamiarsa mangkin utamanipun para yowana akéhan wantah meled ngaksiang kawéntenan tenget saking parikrama calonarang inucap. Mabinayan sareng krama i nguni sané nyaksiang parikrama lelampahan ipun. “Akéhan pamiarsa mangkin nonton calonarang wantah meled nyingakin parikrama tenget utawi magis-mistis kémanten. Mawinan akéhan sané nénten uning ring sapunapi pamargi lelampahannyané,” lanang sané embas ring Pekutatan, 20 September 1990 puniki maosang. Tios pinaka wewali taler balih-balihan, wénten kabaosang sesolahan calonarang dados jalaran nyinahang kawisésan. Manut Lulusan IHDN Denpasar warsa 2013 puniki, parikrama inucap nénten prasida kapasahang duaning ring sajeroning lelampahannyané madaging antuk parikrama matangtang-tantangan saking sang sané masiat. Sakéwanten tetujonnyané wantah nyinahang kawéntenan dharma sané madampingan sareng adharma. Kawewehin malih, manut lontar-lontar indik satua calonarang, kapanggih tetuek indik patemon Pradana utawi wang istri sané kacihnayang antuk Rangda sareng Purusa utawi wang lanang sané kacihnayang antuk ngunying. “Parikrama ngunying ring calonarang taler satmaka cihna ngasorang manah kaon ring soang-soang padéwékan,” asapunika Penyuluh Bahasa Bali ring Désa Pergung, Jembrana puniki negesang. (was)

(63)

BPM/dok

CALONARANG – Kawéntenan sesolahan calonarang ring Bali sampun kaloktah saking nguni. Sané kapanggih ring sesolahan inucap majanten I Walunateng Dirah utawi sané ketah kasengguh Matah Gedé.

Calonarang

Sesolahan Wewali miwah Balih-balihan

PINAKA sinunggil sesolahan tradisional, calonarang wantah sesolahan drama utawi “seni peran” sané sampun kaloktah ring Bali. Sesolahan sané nglampahang indik pasiat pantara angga Kediri Raja nglawan Walunateng Dirah, wang balu sané kaucap ratuning leak saking Jagat Dirah. Yadiastun sesolahannyané masaih sareng drama gong utawi arja, makéh pabinayan sané kanten sajeroning sesolahan calonarang. Utamannyané kahanan tenget utawi mistis-magis sané kasinahang. Yéning selehin saking soroh sesolahan inucap, calonarang ngranjing ring sesolahan sakral utawi wewali taler sesolahan profan utawi balih-balihan. Ida

Bagus Putu Sujapa, S.S., manggalaning sekaa Calonarang Puyung Sugih Baha maosang, calonarang kaucap wewali tatkala kasolahang sinambi nedunang utawi nyolahang Patapakan Ida Bhatara Sesuhunan marupa Barong wiadin Rangda. Yéning nénten madaging antuk patedunan sakadi punika, sesolahan calonarang ngranjing ring sorohan sesolahan profan utawi balih-balihan kémanten. Ngeninin indik angga utawi tokoh sané kasolahang manut pakemipun, minakadi; Raja Kediri, Walunateng Dirah, Mpu Bradah, Mpu Bahula, Ratna Mangali, Patih Madrim, miwah Patih Taskara Maguna. Tios saking Walunateng Dirah miwah Ratna Mangali, wénten

sané prasida nénten kasolahang, minakadi; tatkala Patih Madrim kasolahang, nénten kadagingin Raja Kediri. Wénten taler tatkala Taskara Maguna kasinahang prasida ngawinang Patih Madrim nénten kasolahang. “Pamuput sesolahan calonarang wénten kalih soroh, pertama kapuput antuk pasiat barong kalawan rangda yéning punika wantah ilén-ilén patedunan tapakan Ida Bhatara marupa barong miwah rangda. Kaping kalih, matebekan utawi ngunying,” baos dané. Sesolahan sané ketah ngawit kasolahang saking jam dasa peteng ngantos tengahing latri puniki matetujon mangda patedunan tapakan Ida Bhatara marupa pasiat barong kalawan

rangda utawi matebekan prasida mamargi nepet tengahing latri utawi pinih lintang ring jam satu ngedaslemahang. Galahé punika wantah galah sané kaucap tenget pisan. Yéning lintang saking galah inucap sinah kaucap sampun nglintang raina. Tiosan punika, wénten sesolahan calonarang sané kakawitin saking jam kutus peteng antuk satua sané kalampahang lewih panjang. Tetujonnnyané pateh, mangda Tapakan Ida Bhatara tedun napak pertiwi nepet tengahing latri. Parindikan genah sané patut pinaka genah nyolahang calonarang, Ida Bagus Sujapa maosang nganutin saking sakral utawi profan sesolahan inucap. Yéning pinaka wewalian taler ilén-

Watangan

ilén parikrama patedunan Ida Bhatara patut kamargiang ring jaba pura. Yéning wantah balihbalihan, ring lapangan kémanten dados kamargiang. Parindikan sané pateh taler kabaosang olih I Made Dwi Septian Cahyadi S.Pd.B., manggalaning sekaa Calonarang Ciwa Klakah Désa Pergung Jembrana. Dané maosang, yéning katilik saking kawéntenan sané nguni, calonarang jagi kamargiang ring jaba pura utamanipun ring jaba Pura Dalem. “Napi malih sangkaning kahanan tenget, sinah parikrama calonarang wawu kamargiang risampuné polih ngrereh dewasa becik utamanipun sinarengan antuk pujawali utawi karya ring pura,” asapunika dané nugesang. (was)

Nincapang Cihna Tenget ring Sesolahan Calonarang SAKADI sané ketah kauningin, sesolahan calonarang sayan kasenengin olih krama Baliné. Punika kasinahang antuk kawéntenan krama akéh sané rauh nyaksiang utawi nonton tatkala sesolahanné punika kamargiang. Nénten wantah krama sané sampun lingsir kémanten, nanging taler sané kantun wimuda utawi para yowana majanten jagi nyarengin tur ngebekin genah sesolahan calonarang kamargiang. Kasuén-suén, sesolahan inucap kajangkepang antuk bangké matah utawi watangan. Punika wantah krama utawi angga sekaa calonarang sané masolah utawi maparikrama sakadi watangan tur wénten sané nyantos kabakta ka sétra. I Made Dwi Septian Cahyadi maosang kawigunan bangkébangkéan ring sajeroning sesolahan calonarang inggih punika nincapang cihna serem utawi tenget ring parikrama sesolahan inucap tur wénten taler sané kanggén nyinahang rasa bani saking angga sekaa sané ngamargiang sesolahan i wawu. Kawéntenan bangké-bangkéan inucap boya ja kapatutan ring sesolahan calonarang. Parindikan sané pateh taler

kabaosang olih Ida Bagus Putu Sujapa, kawéntenan bangké-bangkéan utawi watangan wantah pajangkep parikrama sesolahan mangda lelampahan sané kamargiang sayan becik kasinahang. Sakéwanten sané mangkin kawéntenan bangké-bangkéan sakadi punika wantah pariindikan utama sané ngawinang para yowana meled nonton sesolahan calonarang. “Sujatinné bangké-bangkéan punika nénten ja patut wénten utawi kamargiang ring sajeroning parikrama sesolahan calonarang. Sakéwanten punika prasida kanggén nincapang cihna tenget ring sesolahan inucap sinambi nyangkepang parikrama utawi lakon sané kalampahang,” baos dané. Sakéwanten sujatiné ngawigunayang bangké-bangkéan punika boya ja sangkaning pangaptin masa kémanten, duaning wénten ring makudang-kudang wewidangan utawi genah sané sampun saking nguni nyinahang bangké-bangkéan ring sajeroning parikrama sesolahan calonarang. Yéning sampun sakadi punika kajantenang wantah titah utawi pikayunan saking Ida Bhatara Sesuhunan sané malingga-mal-

inggih ring pura sané dados genah kamargiang sesolahan inucap sakadi ring silih sinunggil désa ring Gianyar. Dané malih maosang ri kala wénten kamargiang sesolahan calonarang ring désa inucap, majanten jaga kapanggih sinalih tunggil krama irika sané bah tur nénten éling ring raga. Yéning sampun sakadi punika, sinah krama inucap sané satmaka sampun kajudi dados bangkébangkéan tur sangkaning sampun kajantenang sakadi punika sinah prajuru taler krama sampun siaga antuk bebantenan sané jagi kanggén ring parikrama calonarang ngawigunayang watangan punika. Katakénin indik sané patut kauratiang saking sesolahan calonarang, dané maosang yéning sané patut pisan kauratiang wantah indik “nilai historis” minakadi sapunapi satua utawi lelampahan sané kamargiang sampun adung sakadi babad wiadin sastra. Wénten malih indik “nilai estetika seni”, napiké sesolahan inucap sampun sakadi sesolahan seni sapatutné duaning majanten kapanggih kaon tur ical tengetipun yéning calonarang kadagingin antuk musik dangdut. Sios punika wént-

ANGAYUBAGIA pisan bénjangné nruput jagalé sampun rauh ngambil banténgé makta jinah Rp. 3.000.000,- Kakiranganné malih Rp.1.500.000,-- jaga taura sarauhné saking pasar. “Nah lamun kéto, mungpung semengan Aji lakar ka Bank nyemak pipis buin Rp. 2.000.000,-apang cukup aba ka Selat. Kénkén Adi Siwi milu mulih ka Selat?” “Nggih perlu pesan, sajaba mayah utang apang maan masih matur suksma tekén ipahé sampun nulungin I Cening nyangonin masekolah di Karangasem,” aturné Biang Siwi. Gusti Madé Taman lunga ka Bank ngambil tabungan, rabi lan okanné matakitaki ngaput jinahé sané ring jero saha makta rarapan poh nasak sareng pésan bé julit wadahina penarak. Ring okanné Ayu Jeladi ibunné mabesen mangda nyanan nerima jinah panumbas banténgé kirang malih Rp.1.500.000,-- saking jagalé, Mamak Lie Tjiang Gien. Jam dasa Ngurah Jelada sareng Aji lan Ibuné lunga ka Selat

ngojog ka Jero Kawan. Gusti Madé Taman ngaturang indik rencanané jaga mindahang Ngurah Jelada saking SMA Negeri Amlapura ka SMA Negeri 1 Bangli saking pinunasné Gedé Dauh ring Taman Bali, saha mangkin jaga ngantukang utangné ring ipéné Gusti Gedé Karang. Yadiastun jinahé kantun kirang malih ajuta, nanging jinah cicilan Bank BRI-né dumun anggéna naurin. “Nah melah suba yén nyidayang buka kéto, padalem I Ngurah marasa ngelah beban malajah ulian mutang. Buin ajebosan itungin mirib panaké dini nyidang nulungin bedik,” pandikan rakanné. Gusti Biang Siwi makta rarapan pésan julit miwah pohé ka pawaregan. “Naah niki sampun tengai disné ngayunang. Ngiring ja ngayunang dumun. Nyanan usan ngayun wau mantuk nganginang mangda nénten ngrépotin malih. Napi malih niki makta pésan bé julit. Napi niki pajeg bubuné Tungurah? Becik taler nyanan baktaang ipené sami matenga

mangda polih nyicipin,” aturné Jero Sekar. Samian ka pawaregan ngayunang. Sedeng becik okanné Gusti Ngurah Anom sampun mantuk saking sekolahan raris sareng nimrung ka pawaregan. Bebaosané dados sayan buket nglanturang baosé sané inunian. “Wah Jelada, Beli demen yén Wah payu pindah ka Bangli. Nanging ranking satuné tetep pertahanang apang buin pidan nyidang maan PMDK. Jani Beli amung ngelah pipis limang atus tali dogén. Kanggoang malu anggon ngentugin. Kayang gajiané buin imbuhin,” pandikanné Ngurah Anom ngusuh-usuhin rainné saha ngambilang jinah saking dompétné. “Matur suksma Beli Ngurah, tiang nak nunas manten,” aturné Ngurah Jelada sendu. “Suksma Rah Anom, Beli Dé tiang pamit ba danginan dumun makta jinahé,” baosné raris medal tututina ring okanné sareng rabinné makta poh nasak gapgapanné pitung siki. Ring jeron ipénné dapetanga Gusti Biang

BPM/dok

WATANGAN – Ring sesolahan calonarang ketah kawigunayang watangan utawi bangké-bangkéan pinaka pajangkep lelampahan. Sakéwanten durung majanten makasami krama utawi angga sekaa kayun dados bangké-bangkéan inucap. en taler indik “nilai pendidikan”, sapunapi tetuek miwah pangajahajah sané prasida kapolihang olih pamiarsa utamanipun olih para yowana saking sesolahan inucap tur mawiguna ring kahuripannyané soang-soang. “Sios punika sané patut taler kauratiang wantah sapunapi

upakaranipun, sampun jangkep napi durung. Duaning pinaka sesolahan Bali sané katengetang saking nguni, sinah indik upakara kautsahayang mangda nénten wénten kirang sadurung ngawitin ngamargiang parikrama sesolahan inucap,” asapunika dané nugesang. (was)

Sisu sareng rabi lan okanné ngetis ring térasé. “OM Swastyastu,” Gusti Madé Taman maclengus rauh sareng rabi lan okanné raris malinggih sareng sami irika. Gusti Gedé Karang kagiat santukan asuné nénten ngongkong. “OM Swastyastu, ooh tumbén kali mangkin teka. Kénkén Rah Jelada tumbén telat teka, kadén SPP-né patut lunasin satondén kenaikan kelas,” pandikanné Gusti Gedé Karang. “Inggih jinahé kantun anggén naur SPP-né. Mangkin gumanti titiang ngiring Tuaji sareng Ibu jaga matur indik sekolah titiangé salanturné,” aturné Gusti Ngurah Jelada alon. “Nggih Beli Dé Karang lan Adi Sisu masih. Tekan tiangé mangkin gumanti jaga naur jinahé sané sampun tunasa ring okané Ngurah Jelada kantos amasa mangkin. Ampura yén tiang wau nyidayang naur. Yén manut catetan Beli Dé akuda dadosné sami. Tiang ibi ngadol sampi kredit ternak BRI-né ang-

gén ngimbuhin,” baosné Gusti Madé Taman sada alon. “Bééh ngujang koné Dé Taman grasa-grusu lakar ngulihang pipis kanti ngadep sampi. Kadén suba orahin, pidan ja ngelah asil carik sisan ajengang mara ulihang. Kadung ja anggon bekel kayang kuliah sing kénkén. Kayang pidan magaé ingetang nulungin adiné,” baosné Gusti Gedé Karang saha ngambil buku catetan pangambilan jinahé kantos mangkin. “Niki sami kantos mangkin Rp.5.500.000,-” aturné Ngurah Jelada ngambil bukuné. “Nggih Beli Dé Karang ampurayang tiang amung ngaturang pokokné manten. Keto masih Adi Sisu, Beli amung matur suksma mawinan panaké nyidang kanti menék ka kelas II saha maan nomor ranking I. Dumadak masih Gék Citra nyidang lulus ka SMA N di Selat,” baosné Gusti Madé Taman saha nyerahang jinahé sané mabungkus kretas koran. (Masambung)


Upacara

8

Redité Umanis, 5 Februari 2017

Bebantenan Tetuek Banten Sesayut

Sarana Nunas Karahayuan TEGES Sesayut manut buku “Tetandingan lan Sorohan Banten” mawit saking kruna, “sayut” utawi “nyayut” sané maartos ngrarisang utawi nglinggihang, santukan sesayut kaniyasayang pinaka lingga stana Ista Dewata, sakti Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sajeroning buku “Suksmaning Banten” taler katlatarang, sesayut mawit saking kruna “ayu” sané maartos rahayu. Kruna “ayu” polih pengater Dwi Purwa manados sesayut sané maartos karahayuan. Saking artos punika, prasida kategesin sesayut wantah sthana saking Ista Dewata pinaka genah nunas karahayuan mangda sang sané nangun yadnya nénten keni sengkala, doh ring mala, panca baya, miwah sané tiosan. Sajeroning makarya banten sesayut pastika madaging kulit sesayut. Kulit sesayut wentuknyané pateh sakadi tamas. Pabinannyané wantah ring tengahnyané kémanten, kulit sayut madaging isehan. Satios kulit sesayut, wénten taler sampian sesayut. Wénten kalih soroh sampian sesayut, luiré; sampian sesayut ring banten sesayut sané ngawigunayang tamas, miwah sesayut sané ngawigunayang ngiu. Sampian sesayut ring banten sané ngawigunayang tamas masaih sareng sampian plaus sané kekalih tangkihnyané kajangkepang, mawinan mawentuk sakadi aksara V sané akéhnyané kekalih laut kajangkepang. Yéning sesayut sané ngawigunayang ngiu kadagingin sampian sané wentuknyané bunter madaging jejahitan sané akéhnyané akutus. Sinalih tunggil sesayut sané ketah kawigunayang minakadi Sesayut Sidha Karya. Sakadi sané katlatarang i wawu, sesayut kawigunayang pinaka sarana nunas karahayuan mangda kadohang saking mala, baya, miwah sané tiosan mawinan pamargin yadnya prasida labda karya sakadi sané kaaptiang. Sajeroning buku “Majejahitan lan Metanding” Katlarang indik Banten Sesayut Sidha Karya katujuang majeng Para Dewa ri kala ngamargiang upacara yadnya sajeroning mapinunas mangda pamargin yadnya sidaning don. Banten Sesayut Sidha Karya puniki ketah kawigunayang sajeroning pamargin upacara Panca Yadnya. Wénten taler krama sané ngunggahang banten sesayut inucap ring Sanggah Kemulan utawi Pura Desa, taler ri kala maotonan. Sajeroning upacara Panca Yadnya, banten Sesayut Sidha Karya kawigunayang ri kala Odalan, Ngenteg Linggih, Mlaspas, Ngaben, Topeng Sida Karya, miwah upacara tiosan. ‘Sidha’ mateges puput, miwah ‘karya’ mateges mayadnya. Yéning banten inucap nénten wénten sajeroning upacara, majanten upacara sané kamargiang durung mawasta puput. Mawinan banten Sesayut Sidha Karya prasida kasengguh banten pamuput sajeroning upacara. Sajeroning buku “Tataning Tetandingan Banten Sesayut” katlatarang yéning Sesayut Sidha Karya taler kaunggahang majeng Bhatara Mahesora sané ri kala ngunggahang nyelehin arah mata angin inggih punika arah ‘kelod-kangin’ (Tenggara). Parindikan sané pateh taker munggah sajeroning buku “Warnaning Sesayut lan Caru”. Katlatarang, Banten Sesayut Sidha Karya taler kaunggahang majeng Bhatara Mahesora. (Ida Rsi Bhagawan Smerti Kusuma Wijaya Sebali)

Mati Salah Pati miwah Ngulah Pati

Ilustrasi (BP/tusuaria)

Atma Sengsara, Méweh Nuju Sunia URIP miwah padem manusa sampun katitahang olih Sang Hyang Widhi Wasa. Nanging kasujatiannyané, akéh manusa sané ngambil pamargi iwang antuk ngamargiang parilaksana sané kasengguh ngulah pati. Sajeroning ajahan agama Hindu kabaosang, manusa padem santukan sampun panumaya pacang nglintangin parikrama sakadi sané munggah ring Nibanda. Sajeroning Nibanda kasinahang, sapatutnyané kalayusekaran manusa sakadi pamargin pademnyané Sang Panca Pandawa, sané kakawitin olih pademnyané Nakula-Sahadewa pinaka niyasa cokor (kaki), Bima niyasa bayu (tenaga), Arjuna niyasa suhu badan miwah sunar panyingakan (buta/rabun), saha kauntatin olih Sang Dharmawangsa (atma ninggal raga sarira). Nanging, sang

sané magumana padem utawi nénten magumana, parikrama padem sakadi punika nénten pacang karasayang. Tegesnyané nglantas padem. Minakadi padem sangkaning nénten magumana upami tabrakan, keni sengkala nglantas ngemasin padem. Parindikan padem punika sané kasengguh Mati Salah Pati. Yéning padem sangkaning kaaptiang padéwékan minakadi mati magantung, nginum racun, nebek raga, parindikan padem punika sané kasengguh Mati Ngulah Pati. Mati salah pati miwah mati ngulah pati manut ajahan Agama Hindu patut kadohin. Manut sinalih tunggil penulis Buku Hindu, I Ketut Sandika maosang, mati salah pati miwah mati ngulah pati yéning mrasidayang patut kelidin. Parindikan inucap katlatarang sajeroning Sastra

Atma Prasangsa. Sajeroning sastra inucap katlatarang, sang sané mati sankaning salah pati miwah ngulah pati atmannyané pacang sengsara, sajeroning pamargi nuju sunia taler méweh. “Sajeroning teks Yama Purwana Tattwa taler nlatarang, sang sané padem sangkaning salah pati miwah ngulah pati, atmannyané pacang sengsara pisan, santukan sang atma pacang marasa kantun mapaiketan sareng raga sarirané. Paiketan inucap sané kasengguh tresna sané ngawinang sang atma sukil ngrereh pamargi nuju sunia,” Dosen ring IHDN Denpasar puniki ngwewehin. Sandika malih nlatarang, salami solas raina, sang atma sané padem sangkaning salah pati miwah ngulah pati pacang kantun meneng ring genahnyané

padem sangkaning durung éling yéning atmané sampun mlecat saking raga sarira. Parindikan sané ngawinang i manusa ngambil pamargi ngulah pati, manut Sandika makéh parindikan sané ngawinang, minakadi nénten mapikayun sadurung malaksana taler nénten pageh makta raga. “Makéh sané mapikayunan, mati wantah pamargi sané prasida muputang pikobet. Sané kasujatiannyané, pamargin padem sakadi ngulah pati wantah pacang ngwewehin pikobet majeng déwék taler kulawarga sané katilarin. Mawinan punika, bekelin raga antuk ajahan agama miwah sadhana, mangda setata éling kahuripan wantah paica sané luih mautama,” baosnyané. Parindikan sané pateh taler katlatarang olih Sekretaris Lembaga Konsultan Upacara UNHI

Denpasar, I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd.H. Manut Satria, mati sangkaning ngulah pati sajeroning agama Hindu nénten kapatutang santukan ageng pisan dosannyané. “Sapatutnyané, iraga patut ngemit kahuripan puniki sabecikbeciknyané sakadi sané kaunggahang sajeroning Sarasamuscaya sloka 10. Yadiastun nandang lara, embas pinaka manusa wantah mautama,” baos Satria. Kawewehin malih, sang sané ngambil pamargi ngulah pati wantah manusa sané nénten madué kapagehan urip. Antuk punika, sang sané sakadi punika patut nelebin ajahan agama, mawinan uning esensi kelahiran. “Antuk uning ring ajagan agama, sang sané sakadi punika pacang ngamargiang urip sabecik-beciknyané,” Satria nguntatin. (uma)

Satua

BPM/dok

BANTEN-Sayut Pasupati wantah sinalih tunggil banten sané katurang olih Umat Hindu Bali sajeroning makélingin rainan Tumpek Landep Saniscara, (4/2) dibi.

Tumpek Landep TUMPEK Landep wantah réntétan rerainan Saraswati, irika umat Hinduné ngucapang angayubagia majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa nglintangin swabhawannidané Sang Hyang Pasupati. Ring raina Tumpek Landep ngucapang angayu bagia majeng ring Sang Hyang Pasupati, duaning Ida mapaica kaweruhan miwah ketajaman pamineh majeng ring parajanané. Reraianan Tumpek Landep rauhnyané nemonin raina Saniscara Kliwon Landep, manut pawilangan kalender Bali. Baos Tumpek Wit saking kruna “Metu” miwah “Mpek”. “Metu” mateges matemu miwah “Mpek” mateges panguntat. Tumpek wantah raina patemon wewaran Panca Wara lan Sapta Wara.

Panca Wara panguntatné Kliwon, Sapta Wara panguntatné Saniscara. Landep mateges tajep, ri kala raina Tumpek Landep sané kaupacarain wantah piranti-piranti sané tajep. Krana panglimbak masa, nénten wantah piranti sané tajep kémanten sané kaupacarain, nanging piranti-piranti minakadi: sepeda motor, mobil, mesin, komputer, miwah sané siosan. Sajeroning Tumpek Landep sané mateges tajep. Kabaos tajep sajeroning punika kabaosang tonggak panajepan citta, budhi, lan manah, punika ngawinang parilaksanané kadasarin antuk kasucian pamineh sané kadasarin antuk nilai-nilai agama. Antuk pamineh sané

suci, umat Hinduné prasida mamilah lan mamilih sané encén iwang miwah sané encén patut. Tumpek Landep kabaos taler tonggak sajeroning mulat sarira, pidabdabé ri kala punika mecikang karakter mangda manut ring ajahan agama. Ring rerainan Tumpek Landep sané pinih mautama mangdané parajanané éling sajeroning ngasah citta, budhi, lan manah. Malarapan antuk citta, budhi, lan manah sané tajep prasida rered sané kabaos katambetan, kapetengan, miwah kasengsaran, prasida taler nglémpasang parilaksana bhuta kala sané wénten ring sajeroning angga sarira parajanané. (I Nengah Konten)

Magoak-goakan Olih : Madé Taro PARA panjaké marasa bagia miragiang pangandika Ida Sang Prabu. Para panjaké nyingakin Ida Sang Prabu rumasa paek sareng panjaknyané, napi malih Ida jagi mapaica ring panjakné makasamian. Para panjaké mapineh yéning Ida Sang Prabu nénten pacang prasida jayanti duaning Ida nénten naenin maplalianan “Magoak-goakan”. Risampuné adung parembugané, sinah sinalih tunggil saking panjaké kajudi dados Kedis Goak. Sané kajudi wantah panjakné sané truna, seger tur siteng. Macan Gading dados saya sané nreptiang plalianané punika tur Ida Sang Prabu dados I Siap Pengina sané kasarengin antuk tabeng dadanidané manados pitik. Pitik-pitik punika tekek magisian mangda nénten dangan lepas saking timpalnyané. Risampuné kaicén arah-arah saking saya, I Siap Pengina ngawit malaib sinambi ngebat-ngebatang kampidné saha nganikain pitikné mangda nénten kantos lepas. Paningalané siaga yéning ada Kedis Goak sané jagi nyander. Sakadi sané sampun kapikayunin, lantas teka Kedis Goak maekin jagi nyander pitik sané pinih ungkur. Aget i pitik gelis makelid tur maekin pengina sané ngebatang kampidné. Malih I Goak ngejohang makeber jagi ngeka daya tur tau-tau sampun maekin taler mlaibang pitik sané pinih ungkur. Sinarengan punika kapiragiang pasuryak panjak sangkaning jayanti. Ida Sang Prabu Panji Sakti kapanggih rumasa kenyel sakéwanten semunidané égar. “Paica apa ané bakal tunas Cai ajak mekejang?” asapunika Ida mapitaken. “Jinah Ratu!” asapunika panjaké matur sinarengan. Minab saking inunian panjakné sampun marembug pacang nunas paica marupa jinah saking Ida Sang Prabu mawinan sinarengan masuryak. “Nah! Tingalin mének! Jinah ané tunas Cai lakar tedun.” Asapunika pangandikan Ida Sang Prabu Panji Sakti sinambi nyinahang kawisésanidané. (Masambung)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


MINGGU UMANIS, 5 Februari 2017

Harden Bawa Rockets Kalahkan Bulls

9

HAL 12 Derby D’Italia

Inter Bersemangat Raih Kemenangan Milan –

Kekalahan dari Lazio di Coppa Italia telah merusak tren positif yang dibangun Inter Milan. Hal itu membuat Inter makin bersemangat untuk mengalahkan Juventus, Senin (6/2) dini hari nanti. Inter tersingkir di perempatfinal Coppa Italia setelah kalah 1-2 dari Lazio, Selasa (31/1) lalu. Kekalahan ini menandai terputusnya rangkaian kemenangan Inter dalam sembilan pertandingan sebelumnya. Meski begitu, Nerazzurri punya peluang untuk langsung bangkit. Mereka akan menghadapi Juventus di kandang lawan dalam lanjutan Serie A. Pada pertemuan pertama musim ini, Inter mengalahkan Juve dengan skor 2-1. ‘’Kami baru saja kalah setelah melalui sebuah rentetan hasil positif di liga,’’ ujar pelatih Inter Stefano Pioli, Sabtu (4/2) kemarin. ‘’Kami akan menghadapi sebuah tim yang saat ini merupakan tim terbaik, terutama di kandangnya. Namun, kami punya senjata sendiri dan kami akan pergi ke sana untuk bermain,’’ imbuh Pioli. Mengalahkan Juventus di Turin memang bukan pekerjaan sederhana untuk Inter. Pasalnya, Juve sampai sekarang tercatat selalu memenangi

laga kandangnya di Serie A musim ini. ‘’Kita semua tahu betapa pentingnya pertandingan ini dan kami sudah mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Angka-angka menunjukkan Juve adalah tim yang mencetak gol di menit pertama dan Inter pada menit terakhir,’’ ujar sang pelatih. ‘’Saya tidak pernah mengalahkan Juventus? Ini adalah pertama kalinya saya menghadapi mereka sebagai pelatih Inter, dan itu bisa memberi perbedaan. Kita semua tahu soal kesulitan dari laga ini, tapi kami dalam performa bagus. Kami makin bersemangat setelah hari Selasa dan kami akan siap,’’ kata Pioli. Inter bisa menurunkan skuad XI terbaiknya karena tak ada pemain yang mendapat hukuman larangan bermain atau yang mengalami cedera. Mauro Icardi yang langganan mencetak gol ke gawang Juve, siap diturunkan sejak menit awal sebagai ujung tombak. Cristian Ansaldi yang dalam beberapa laga sebelumnya absen

karena hukuman akumulasi kartu sudah bisa kembali turun untuk menjalani pertandingan ini. Selebihnya, Pioli juga bisa menurunkan pemain regulernya termasuk Ivan Perisic, Marcelo Brozovic, Antonio Candreva dan Joao Mario. Di kubu Juventus hanya ada Mario Lemina yang mengalami cedera. Dengan demikian, Massimiliano Allegri bisa menerapkan formasi barunya 4-2-3-1 dengan susunan pemain terbaiknya. Empat pemain tipe menyerang termasuk Gonzalo Higuain, Paulo Dybala, Mario Mandzukic dan Juan Cuadrado kemungkinan besar akan dipasang sejak menit awal untuk menggempur pertahanan Inter sejak menit awal. Samir Khedira dan Miralem Pjanic akan dipasang di tengah sebagai penghubung antarlini. Dani Alves juga siap untuk turun dalam pertandingan ini, tetapi tampaknya Allegri akan memberikan kesempatan pada pemain yang baru memperjang kontraknya di Juve yaitu Stephan Lichtsteiner. (kmb33/rtr)

Perkiraan Susunan Pemain Juventus (4-2-3-1): Buffon; Lichtsteiner, Bonucci, Chiellini, Sandro; Pjanic, Khedira; Cuadrado, Dybala, Mandzukic; Higuain Inter Milan (4-2-3-1): Handanovic; Ansaldi, Miranda, Murillo, D’Ambrosio; Gagliardini, Brozovic; Perisic, Mario, Candreva; Icardi Head to Head 18/09/16 Internazionale 03/03/16 Internazionale 29/02/16 Juventus 28/01/16 Juventus 19/10/15 Internazionale

2-1 3-0 2-0 3-0 0-0

Juventus P Juventus Internazionale Internazionale Juventus

Juventus (M-K-M-M-M) 12/01/17 Juventus 16/01/17 Fiorentina 22/01/17 Juventus 26/01/17 Juventus 29/01/17 Sassuolo

3-2 2-1 2-0 2-1 0-2

Atalanta Juventus Lazio Milan Juventus

Inter Milan (M-M-M-M-K) 15/01/17 Internazionale 18/01/17 Internazionale 22/01/17 Palermo 29/01/17 Internazionale 01/02/17 Internazionale

3-1 3-2 0-1 3-0 1-2

Chievo Bologna Internazionale Pescara Lazio

LIma Pertandingan Terakhir

Inter kini duduk di peringkat keempat klasemen sementara Serie A dengan perolehan 42 poin dari 22 pertandingan. Juve memimpin klasemen dengan 51 poin dari 21 laga.

Icardi Tolak ke Tiongkok

Milan Agen Mauro Icardi, Wanda Nara, mengklaim kliennya mendapatkan tawaran besar untuk hijrah ke Tiongkok. Namun, sang pemain menolak kesempatan tersebut demi terus membela Inter Milan. ‘’Saya bisa mengonfirmasi banyak klub Tiongkok yang menginginkan dia. Akan tetapi, Icardi hanya ingin menandatangani kontrak baru dengan Inter karena dia benar-benar bahagia,’’ kata Wanda Nara, Sabtu (4/2) kemarin. ‘’Inter Milan selalu melakukan segalanya untuk mempertahankan Mauro. Sama seperti Mauro yang melakukan segalanya untuk terus menjadi kapten Nerazzurri,’’ ujar wanita yang juga merupakan istri dari Icardi itu. Masa depan Mauro Icardi sempat menjadi spekulasi ketika bersitegang dengan suporter Inter Milan. Hal itu terjadi terkait komentar yang dimuat dalam buku autobiografinya. Ketika itu, Icardi mengisahkan pengalamannya yang sempat bersitegang dengan kelompok suporter Inter Milan usai kekalahan 1-3 atas Sassuolo pada Februari 2015. Icardi membuat pernyataan kontroversial yakni siap mendatangkan ratusan preman asal Argentina jika mendapatkan ancaman dan serangan dari kelompok suporter tersebut. Komentar itulah yang menyulut amarah suporter Inter Milan. Namun, Icardi belakangan meminta maaf dan mengaku siap merevisi komentarnya yang dimuat di buku tersebut. Mauro Icardi kemudian memperpanjang masa baktinya dengan Inter Milan hingga 30 Juni 2021. Sampai saat ini, pemain asal Argentina itu sudah mencetak 69 gol dalam 130 laga sejak bergabung dari Sampdoria pada 2013. (kmb33/ap)

BPM/ap

Giorgio Chiellini

Laga Panas Akibat ’’Calciopoli’’

Mauro Icardi

BPM/ap

Milan Pascaskandal Calciopoli 2006, duel Juventus vs Inter Milan tak pernah lagi sama. Rivalitas keduanya, yang sebelum itu sudah panas, jadi tambah panas. Calciopoli menyisakan dendam. Bek Juventus Giorgio Chiellini, yang melalui era tersebut, bahkan bersumpah kalau dia takkan pernah gabung Inter. ‘’Bagi mereka yang melalui era Calciopoli, Juventus vs Inter takkan pernah bisa jadi sebuah pertandingan

yang normal, meski sekarang mungkin tak seintens di beberapa tahun pertama pascaCalciopoli,’’ papar Chiellini, Sabtu (4/2) kemarin. ‘’Yang benar-benar tersisa dari era itu hanya saya dan Gigi Buffon. Namun, bagi setiap Juventini, ini tetap sebuah tantangan yang sangat berbeda,’’ imbuhnya Skandal Calciopoli 2006 membuat dua Scudetto Juventus dicabut, dan salah satunya diserahkan kepada Inter yang finis peringkat tiga di bawah

AC Milan. Juventus sendiri kemudian diturunkan ke Serie B, lalu kembali ke Serie A setelah semusim berkubang di kasta kedua. ‘’Saya rasa tim kami di tahun 2006 seperti sebuah buldoser, sangat kuat secara fisik. Jika tak ada itu semua, kami pasti mendominasi Italia, dan perlahan Eropa juga bisa berada dalam genggaman. Di 2015, kami memiliki lini tengah yang sangat berkualitas. Kami punya Profesor yang mengarahkan kami

dan membuat semua orang bermain lebih baik: Andrea Pirlo,’’ kata Chiellini. Duel Juventus kontra Inter di Turin bakal sengit. Menurut Chiellini, striker Argentina Paulo Dybala dari Juventus dan sang kompatriot Mauro Icardi dari Inter bisa jadi pembeda. Sebagai pengingat, Icardi adalah pencetak salah satu gol ketika Inter menekuk Juventus 2-1 di Giuseppe Meazza pada pertemuan pertama di Serie A musim ini.

‘’Saya rasa Mauro Icardi dan Paulo Dybala akan jadi sosok yang menentukan (dalam laga nanti). Jika Dybala bersinar, itu karena dia memang pemain dari generasinya yang paling dekat dengan status pemain kelas dunia.’’ ‘’Icardi adalah striker hebat, gol mengalir di dalam darahnya. Dia selalu mencetak gol dan akan selalu begitu, walau dia sudah terlalu sering melakukannya melawan kami,’’ tutupnya. (kmb33/rtr)


OLAHRAGA

10

Minggu Umanis, 5 Februari 2017

Leicester Vs MU

Setan Merah Diunggulkan London – Raksasa EPL, Manchester United, bertekad untuk meraih kemenangan agar dapat kembali bersaing di papan atas. Untuk itu mereka akan tampil menyerang saat bertandang ke markas juara bertahan EPL, Leicester City, malam nanti. Kubu Setan Merah sendiri memang tengah meraih rentetan hasil yang kurang memuaskan. Terakhir kali mereka harus kembali meraih hasil imbang saat berhadapan dengan Hull City tengah pekan lalu, sehingga mereka semakin menjauh dari perburuan gelar. Demi mengejar ketertinggalan dengan rival mereka, maka kemenangan harus mulai diraih oleh anak asuh Jose Mourinho. Dalam laga tandang ini, Setan Merah tidak dapat menurunkan bek seniornya, Phil Jones. Pada pertandingan sebelumnya melawan Hull City, pelatih Mourinho menjelaskan Jones diganti pada babak kedua. Menurutnya, Jones mengalami memar pada kakinya. Meskipun itu tidak seberapa parah, namun Jones belum siap bertanding melawan Leicester. ‘’Pada pertandingan ini hanya Jones yang tidak dalam kondisi siap bermain,’’ tutur Mou, Sabtu (4/2) kemarin. Kiper Joel Pereira juga masih absen. Hal itu dikarenakan kiper muda tersebut mengalami cedera. Cedera

ini merupakan pukulan yang sangat mengecewakan bagi kiper yang juga membela Portugal. Hal ini membuat kiper berusia 19 tahun, Dean Henderson, menjadi pilihan ketiga setelah David De Gea dan Sergio Romero yang akan mengisi kekosongan karena absennya Pereira. Tidak ingin kehilangan poin lagi, Mourinho dipastikan masih akan memainkan skema 4-3-3 pada laga ini, di mana Zlatan Ibrahimovic masih menjadi ujung tombak setan merah pada laga ini. Ibra nantinya akan dibantu oleh Juan Mata dan Jesse Lingard di sektor sayap. Cedera yang menimpa Jones membuat Eric Bailly akan kembali menjadi starter bersama Chris Smalling di jantung pertahanan setan merah. Setali tiga uang dengan tim tamu, Leicester City juga mengalami musim yang buruk. Menjadi juara EPL musim lalu, musim ini kubu The Foxes nampak tidak bertaji, di mana saat ini mereka berada di peringkat ke 16 dengan raihan 21 poin. Mereka hanya berjarak 2 angka dengan zona

degradasi, sehingga demi menyelamatkan klub dari zona degradasi maka kemenangan harus diraih oleh pasukan Claudio Ranieri. Pelatih asal Italia tersebut tidak akan dapat memainkan Islam Slimani. Pemain asal Aljazair itu mengalami cedera pangkal paha minor saat membela negaranya di ajang Piala Afrika pada bulan Januari lalu. Selain akan absen di laga kontra Iblis Merah, Slimani juga masih diragukan bisa tampil di replay FA Cup kontra Derby County tengah pekan depan. ‘’Dia semakin baik dan dia berlatih sangat keras, tidak dengan kami, tapi saya tidak ingin mengambil risiko dengan menurunkannya. Aku ingin memastikan dia 100%. Leo Ulloa masih cedera serta Slimani. Kedua pemain menjadi lebih baik, tetapi tidak akan dimainkan. Para pemain lain semua tersedia,’’ kata Ranieri. Islam Slimani dibeli Leicetser City dari klub Portugal, Sporting Lisbon. Pemain berkepala plontos ini telah menyarangkan 5 gol dari 13 pe-

nampilan di Premier League. Absennya Slimani kemungkinan akan diisi Ahmed Musa atau Shinji Okazaki. Kedua pemain itu akan memeperebutkan satu posisi untuk menemani Jamie Vardy di lini depan The Foxes untuk menghadapi Manchester United. Ranieri kemungkinan masih akan memainkan skema 4-4-2 dengan Jamie Vardy dan Islam Slimani sebagai juru gedor mereka pada laga ini. Riyad Mahrez juga bisa dimainkan di sektor sayap bersama Marc Albrighton. Sedangkan di sektor penjaga gawang, Kasper Schmeichel masih menjadi pilihan utama Ranieri sebagai palang pintu terakhir The Foxes. Jika menilik sejarah pertemuan kedua tim, maka Manchester United masih diunggulkan untuk memenangkan laga ini. Mereka hanya kalah satu kali dari enam pertemuan melawan Leicester City. Namun Setan Merah perlu mewaspadai keangkeran King Power Stadium, karena Leicester tercatat hanya kalah lima kali dari 16 laga kandang terakhir mereka di semua kompetisi, sehingga jika mereka lengah maka bukan tidak mungkin mereka akan kehilangan poin pada laga ini. (kmb33/ap/rtr)

Milan AC Milan menargetkan kebangkitan menjamu tim kuda hitam Sampdoria dalam lanjutan Serie A 2016/17 giornata 23 di San Siro malam nanti. Pasalnya, Rossoneri tak bisa menang dalam empat laga terakhir di semua kompetisi. Terbaru, Suso cs. tumbang di markas Udinese dengan skor 1-2 pekan lalu. Untuk laga ini, allenatore Vincenzo Montella dibuat cukup pusing dengan absennya Giacomo Bonaventura akibat cedera. Montella pun kemungkinan bakal mengandalkan gelandang pinjaman dari Chelsea, Mario Pasalic. Sementara di lini depan, Carlos Bacca kemungkinan bakal diapit duet asal Spanyol Suso dan sayap yang baru didatangkan dari Everton Gerard Deulofeu. Suso hingga kini sudah mencatat tujuh assist, hanya kalah dari Mauro Icardi dan Jose Callejon (8 assist) se-

hingga dapat diandalkan untuk menggedor pertahanan lawan. ‘’Meski situasi cukup sulit tapi saya yakin kami akan mampu meraih poin penuh. Apalagi kami bermain di hadapan pendukung sendiri,’’ ujar Montella, Sabtu (4/2) kemarin. Montella sepertinya akan melakukan perubahan setelah mengalami tiga kekalahan beruntun. Salah satunya adalah membangkucadangkan Manuel Locatelli. Locatelli mendapat kartu merah saat menghadapi Juve dan kegagalannya membuang bola dengan baik justru menciptakan assist bagi gol Cyril Thereau saat Milan takluk 2-1 dari Udinese. Karena alasan tersebut Locatelli tampaknya akan digantikan, meski itu kemungkinan hanya akan berlangsung sementara. Hanya untuk mengembalikan kepercayaan diri gelandang berusia 19 tahun itu.

Situasi cukup berbeda dialami Sampdoria. Pekan lalu mereka baru saja mengakhiri rententan hasil negatif dengan mengalahkan tim papan atas AS Roma 3-2. Hasil ini tentu menjadi pembangkit motivasi bagi Sampdoria. Allenatore Marco Giampaolo pun diuntungkan menjelang laga ini karena tak ada pemainnya yang cedera kecuali kiper Emiliano Viviano. Luis Muriel akan menjadi andalan bagi Il Samp. Walau tampak tak terlalu menonjol di Serie A, Muriel sudah menyumbangkan tujuh gol dan tiga assist untuk Sampdoria. Pada laga terakhir melawan Roma dia menjadi pahlawan dengan memberikan dua assist dan satu gol yang membuat dia menjadi Man of The Match pada pertandingan tersebut. Muriel adalah mimpi buruk Roma ketika bertandang ke Ferrairis pekan lalu. Penyerang muda Samp-

doria Patrik Schick menebar peringatan kepada AC Milan bahwa mereka bisa memberikan kejutan seperti saat mereka mengalahkan AS Roma. Penyerang 21 tahun tersebut menjalani debut di Serie A pada musim ini, namun dia sudah memberikan kontribusi tujuh gol dalam 19 pertandingan kompetitif, termasuk saat mengalahkan Roma. ‘’Kemenangan atas Roma benar-benar penting bagi kami, karena kami butuh poin untuk memperbaiki posisi kami di klasemen,’’ terangnya. ‘’Kami akan ke San Siro lebih kuat dan dengan kepercayaan pada diri sendiri yang lebih. Milan memiliki beberapa masalah akhir-akhir ini, tapi saya melihat permainan melawan Napoli dan mereka sangat baik. Saya tetap yakin bahwa kita bisa bersaing dengan mereka dan mengalahkan mereka juga pada akhir pekan ini,’’ tutupnya. (kmb33/rtr/ap)

Milan Harus Bangkit

BPM/rtr

Zlatan Ibrahimovic

Rakitic akan Bertahan

Barcelona Ivan Rakitic tak bermain di setiap pekan bersama Barcelona musim ini. Meski demikian, dia tak berpikir untuk hengkang. Bersama Barca, Rakitic baru bermain sebanyak 15 kali di Liga Spanyol. Dia 12 kali menjadi starter, tiga lainnya menjadi pemain pengganti. ‘’Tak ada seorang pemain pun di dunia yang senang kalau tidak bermain dan saya bukan pengecualian,’’ kata Rakitic, Sabtu (4/2) kemarin. Rakitic yang tak puas dengan situasinya di Barca itu tetap mengungkapkan kesetiannya. ‘’Masa depan saya masih hanya berkaitan dan eksklusif pada Barcelona. Saya ingin terus bermain di sini, memenangi trofi, ini klub saya,’’ tegas Rakitic. Pemain 28 tahun itu meyakini tak ada yang berubah dan ia akan bertahan di sana hingga bertahun-tahun ke depan. Rakitic yang dibeli pada musim panas 2014 dari Sevilla itu memiliki kontrak hingga pertengahan 2018. Mantan gelandang Real Madrid, Michel, menilai Ivan Rakitic tidak akan hengkang dari Barcelona karena memiliki gaya bermain yang cocok dengan skuad asuhan Luis Enrique tersebut. ‘’Menurut saya, Rakitic akan bertahan di Barcelona. Tampaknya dia cocok dengan tim seperti Barcelona dan tidak akan membuat

kesalahan dengan hengkang,’’ ujar Michel. ‘’Semua pemain di dunia ingin bermain untuk Barcelona atau Madrid. Saya tidak berpikir dia akan pergi, namun Barcelona pun seharusnya menunjukkan usaha yang lebih untuknya karena dia pemain hebat,’’ tuturnya. ‘’Dia selalu masuk dalam daftar 11 pemain utama, tetapi juga seperti pemain ke-12 karena saat Anda kehilangan

London Manajer West Ham United Slaven Bilic mengaku mengagumi Joe Hart. Akan tetapi, karena merasa sudah punya dua kiper bagus, Bilic tak tertarik untuk mendatangkan Hart. Hart saat ini tengah dipinjamkan Manchester City ke klub Serie A, Torino. Di Torino, kiper berusia 29 tahun itu jadi pilihan utama dan tampil relatif konsisten.

Akan tetapi, Hart diragukan akan bertahan di Italia pada musim depan karena gajinya yang terlampau besar untuk Torino. Dia kemudian dikaitkan dengan sejumlah klub Inggris, antara lain Chelsea dan Liverpool. West Ham juga disebut-sebut masuk daftar peminat Hart. Namun, hal ini dibantah oleh Bilic. ‘’Saya sangat mengagumi Joe Hart sebagai seorang kiper hebat

seorang pemain, Rakitic bisa menggantikannya. Dia masuk ke kotak penalti lawan dengan baik, dia bagus dalam bertahan dan menyerang. Dia pemain yang cocok untuk klub besar,’’ kata Michel. Michel cukup mengenali kualitas Rakitic. Pria berumur itu 53 tahun tersebut pernah melatih Rakitic saat menjabat sebagai pelatih Sevilla pada Februari 2012 hingga Januari 2013. (kmb33/ap)

Ivan Rakitic

West Ham Tak Tertarik Hart

GOL - Eden Hazard merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Arsenal, Sabtu (4/2) kemarin.

BPM/rtr

Bekuk Arsenal, Chelsea Kokoh di Puncak

London – Chelsea makin kokoh di puncak klasemen Premier League. Chelsea makin jauh memimpin usai memenangi duel melawan Arsenal dengan skor 3-1. Dalam laga yang digelar di Stamford Bridge, Sabtu (4/2) kemarin, kedua tim saling jual-beli serangan sejak awal. Arsenal mendapat peluang lebih dulu menyusul kesalahan yang dilakukan Thibaut Courtois. Kesalahan Courtois dalam mengoper bola dimanfaatkan oleh Mesut Oezil yang langsung mengoper kepada Alex Iwobi. Iwobi melakukan tusukan dari sisi kanan dan mencari ruang tembak. Iwobi melepaskan tembakan, tetapi masih melebar dari gawang Chelsea. Chelsea kemudian berhasil membuka keunggulan di menit ke-13. Dari sisi kanan, Pedro mengirim umpan ke dalam kotak penalti. Diego Costa meneruskannya dengan sundulan, tetapi masih

mengenai mistar gawang. Bola muntah kemudian ditanduk Marcos Alonso ke dalam gawang Arsenal. Gol Alonso bukan satusatunya pukulan untuk Arsenal. Hector Bellerin juga k e m u d i an harus ditarik keluar dan digantikan oleh Gabriel Paulista. Costa mendapat peluang setelah melakukan penetrasi ke kotak penalti Arsenal dari sisi kanan. Tetapi sepakan Costa dari sudut sempit hanya mengenai sisi luar jaring gawang. Chelsea perlahan mulai mengendalikan permainan. Sementara itu, Arsenal kesulitan membangun serangan dan menciptakan peluang. Peluang emas untuk Arsenal menyamakan skor datang di menit ke-38. Umpan Oxlade-Chamberlain mengarah ke Gabriel yang berdiri bebas di dalam kotak penalti. Gabriel mengarahkan sundulannya ke gawang, tetapi Courtois masih mampu menghalau bola.

Sampai turun minum, skor 1-0 untuk Chelsea tetap bertahan. Usai jeda, Chelsea hanya butuh waktu delapan menit untuk menambah gol. Hazard yang mendapat bola di tengah lapangan langsung menggiring bola hingga ke kotak penalti. Setelah mampu melepaskan diri dari kawalan Coquelin, Hazard masuk ke kotak penalti dan menggocek bola untuk mengecoh Laurent Koscielny. Hazard menuntaskan serangannya dengan tembakan keras yang melewati Cech. Arsenal mencoba merespons dengan membangun serangan dari sisi kiri. Tetapi umpan yang dilepaskan ke kotak penalti mampu dihalau oleh Gary Cahill sebelum disambar oleh Theo Walcott dan hanya menghasilkan sepak pojok. Untuk menambah daya gedor, Arsenal memasukkan Olivier Giroud dan Danny Welbeck. Meski perlahan mulai menguasai permainan, Arsenal kesulitan di sepertiga akhir lapangan.

Courtois kembali melakukan penyelamatan bagus untuk menggagalkan peluang Arsenal. Dia menepis bola sundulan Welbeck yang meneruskan umpan dari Sanchez. Dari sepak pojok yang dihasilkan, Shkodran Mustafi gagal memanfaatkannya. Kendati berdiri bebas, Mustafi tak mampu mengarahkan sundulannya ke gawang. Bola tandukannya menyamping dari gawang Courtois. Kesalahan fatal justru dilakukan Cech di menit ke85. Usahanya untuk mengoper setelah menerima bola lemparan ke dalam justru mengarah tepat ke Cesc Fabregas. Melihat Cech sudah meninggalkan posnya, Fabregas melepaskan tendangan melambung yang meluncur mulus ke gawang yang sudah kosong. Arsenal baru bisa mencetak gol hiburan di menit ke-90. Umpan Nacho Monreal dari sisi kanan dituntaskan dengan sempurna oleh Giroud. (kmb33/rtr)

Joe Hart

BPM/rtr

BPM/rtr

dan sebagai pribadi,; ujar Bilic, Sabtu (4/2) kemarin. ‘’Di sisi lain, jika ada satu posisi yang saya pikir tak perlu diubah adalah kiper karena saya sudah punya dua kiper bagus. Jadi, itu tidak benar,’’ kata Bilic, yang selama ini mengandalkan Darren Randolph dan Adrian di posisi penjaga gawang. Bilic sekali lagi dalam tekanan setelah laju positif West Ham dalam beberapa laga terakhir mendadak terhenti menyusul kekalahan telak 4-0 ketika melawan Manchester City. Mantan Manajer Manchester City, Roberto Mancini, dikabarkan hadir di London untuk menyaksikan pertandingan mantan timnya, dan dikaitkan dengan jabatan pelatih di West Ham jika The Hammers kembali terpeleset di liga. Tetapi, Bilic membantah semua rumor tersebut dan mengatakan ia tengah berkonsentrasi dengan pekerjaannya. ‘’Saya tidak terkejut. Rumor itu muncul tahun lalu dan muncul kembali tahun ini, dan ini terjadi di semua klub,’’ ujar Bilic. ‘’Saya tidak khawatir dengan hal tersebut. Saya berusaha bekerja melakukan yang terbaik dan saya pikir saya telah melakukannya,’’ tutupnya. (kmb33/rtr)


Minggu Umanis, 5 Februari 2017

GELANGGANG

11

Piala Wali Kota

Putra Tresna dan Pespa Berebut Juara Denpasar (Bali Post) Kesebelasan Putra Tresna dan Pespa Padangsambian merupakan dua tim yang berebut Piala Wali Kota. Putra Tresna membuka peluang juara, pascamenggebuk lawannya Wisnu Putra (Wistra) dengan skor 7-0 (3-0) dalam lanjutan turnamen Piala Wali Kota, di Lapangan Kompyang Sujana, Sabtu (4/2) kemarin. Dua gol pembuka kemenangan Putra Tresna lahir dari titik-putih di menit ke-18 dan 24, yang dieksekusi AAN Surya Negara hingga memperdaya kiper Wistra Agung Esa. Pemain yang akrab disapa Wah Ole ini mempebesar kemenangan timnya 3-0 di menit ke-35 ketika gocekannya yang mengarah ke gawang gagal diselamatkan kiper Wistra Agung Esa. Wah Ole yang memborong tiga butir gol (hattrick) membawa timnya unggul 3-0 hingga turun minum. Di babak kedua, Putra Tresna menambah empat biji gol lagi, yang dilesakkan Komang Elo Suartawan menit ke-50, kemudian Haarlem menit ke-55, serta Agung Widnyana Putra menit ke-57. Saat kedudukan 6-0, kiper Wistra Agung Esa ditarik digantikan Putu Moris. Penjaga gawang Putu Moris kebobolan sebiji gol, hasil bidikan Yogi di menit ke62. Sampai wasit Joni Parera meniup peluit panjang, skor akhir Putra Tresna tetap unggul 7-0. Pascalaga, pelatih Putra Tresna Made Juliana mengakui asuhannya menjalankan instruksi pelatih, seraya berharap mampu mempertahankan performance hingga meladeni Pespa di laga pamungkas, Minggu (12/2) mendatang. ‘’Kami anggap laga ini final, sebab memperebutkan mahkota juara,’’ ungkap Juliana. Diakuinya, timnya sempat dikalahkan 0-1 Pemecutan Kaja (Peka), namun para pemain Putra Tresna bangkit dan mengejar ketinggalan sampai bisa bersaing merebut gelar juara. ‘’Kami menganggap partai hidup-mati melawan Pespa, sebab Putra Tresna dituntut harus bisa menaklukkan Pespa jika ingin juara. Sebaliknya, seri apalagi kalah, otomatis Pespa yang juara,’’ kata Juliana. Di sisi lain, pelatih Wistra Ary Sudaryono mengakui mental asuhannya down pascadiganjar dua kali penalti berturutturut. ‘’Saya prihatin anak-anak tak bisa konsentrasi lagi,’’ keluh Ary. Selain itu, kondisi lapangan yang keras akibat baru kering dari guyuran hujan lebat, membuat asuhannya susah mengembangkan permainan terbaiknya. Ary Sudarayono juga menyesalkan rentang waktu yang terlalu lama pada turnamen ini, hingga pemainnya istirahat cukup lama. ‘’Semestinya waktu istirahat (rest) cukup empat hari, tetapi anak-anak ini libur 15 hari,’’ ujarnya. (022)

Klasemen Piala Wali Kota 1. P. Tresna 2. Pespa 3. Kundalini 4. Peka 5. Wistra 6. P. Kesiman

4 3 4 3 4 4

3 3 2 1 0 0

1 0 0 1 2 1

1 0 2 1 2 3

18-5 13-1 9-9 4-4 4-18 5-16

9 9 6 4 2 1

Jadwal Minggu (5/2) Peka vs Putra Kesiman

BPM/ant

PIALA PRESIDEN - Pesepak bola PSS Sleman Rizki Novriansyah (kiri) berebut bola dengan lawannya dari Persipura Yohanis Tjoe (kanan) saat laga Piala Presiden 2017, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (4/2) kemarin.

PSS Lawan Persipura Tanpa Gol

Sleman (Bali Post) -

Tidak ada pemenang di laga pembuka Grup 1 Piala Presiden antara PSS Sleman kontra Persipura Jayapura di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (4/2) kemarin. Kedua tim bermain imbang tanpa gol 0-0, meskipun Tim Mutiara Hitam mendominasi sepanjang pertandingan, namun tuan rumah PSS mengimbangi lewat serangan balik cepat. PSS langsung mendapatkan peluang emas di awal laga. Melalui serangan balik dari sisi kanan, umpan silang Imam Bagus mengarah ke Chandra Waskito di mulut gawang. Sayangnya, sepakan Chandra dari jarak dekat melambung. Serangan-serangan cepat PSS beberapa kali cukup mere-

potkan benteng pertahanan Persipura. Namun sederet peluang emas gagal dikonversi menjadi gol, karena lemahnya penyelesaian akhir. Persipura cukup kesulitan menerobos ke jantung pertahanan PSS, sebab kokohnya lini pertahanan PSS. Tembakan spekulasi jarak jauh coba dilepaskan Boaz Solossa, na-

mun melambung. Peluang lainnya, tendangan bebas yang mengarah ke gawang mampu diantisipasi kiper Try Hamdani. Pasca-water break, PSS mendapatkan peluang di sektor kanan. Sayangnya, lagi-lagi gocekan Rizko Novriansyah juga melambung. Persipura yang agresif menyerang, dan

nyaris unggul. Sontekan Boaz menyongsong bola pantulan, dihalau Waluyo tepat di garis gawang. Persipura kian dominan di babak kedua. Namun tetap kesulitan menembus lini belakng PSS, dan defendernya menumpuk di area kotak penalti. Boaz sempat mendapatkan ruang tembak di sektor kiri. Akan tetapi, tendangan kaki kanannya melenceng jauh. Upaya beruntun Persipura tak lama setelah water break, babak kedua belum juga membuahkan hasil. Sepakan Ian Kabes dan Ferinando Pahabol tepat mengarah ke kiper.

PSS mendapatkan peluang dari serangan balik. Tony Yuliandri menerima umpan terobosan, dan mengecoh satu pemain di dalam kotak penalti. Tetapi sepakannya masih tipis di samping kiri gawang. Persipura juga membuang kans bagus. Tendangan Lucas Mandowen dari tengah kotak penalti melebar ke kiri. Di masa injury time, eksekusi tendangan bebas Busari cuma melenceng tipis ke kiri gawang. Laga pun berakhir imbang 0-0. Dengan hasil ini, PSS dan Persipura berbagi satu poin, di Grup 1. (ant)

Buleleng Tuan Rumah Kejurprov Inkai Denpasar (Bali Post) Pengkab Inkai Buleleng menjadi tuan rumah Kejurprov Inkai di GOR Bhuwana Patra, Singaraja, 16-19 Februari nanti. Kejurprov bakal diikuti seluruh Pengkab dan Pengkota Inkai se-Bali, mempertandingkan nomor kumite dan kata perorangan dan beregu dari kelompok umur usia dini sampai dengan senior. Sekum Pengprov Inkai Bali Gede Kusuma Wijaya, di Denpasar, Sabtu (4/2) kemarin menerangkan, para juara di ajang Kejurprov ini

bakal diproyeksikan berlaga pada Kejurnas Inkai di Jakarta, Maret mendatang. ‘’Seluruh karateka di kabupaten dan kota di Bali sudah menyiapkan diri sejak tiga bulan lalu,’’ kata Gede Kusuma Wijaya. Dijelaskannya, ajang Kejurprov Inkai ini untuk mengevaluasi karateka selama berlatih, serta mengukur kemampuannya dibandingkan karateka daerah lainnya. ‘’Yang jelas, persaingan kekuatan masingmasing daerah makin ketat,’’ tuturnya. Apalagi, dalam

penyelenggaraan latihan bersama penyeragaman teknik (gashuku) 2016 lalu, pesertanya membeludak, termasuk anggota majelis sabuk hitam di seluruh daerah, diinstruksikan supaya membekali teknik dan fisik yang mumpuni, sebelum bertarung di ajang Kejurprov. ‘’Para karateka yang turun di kejurprov, menyiapkan diri secara matang di daerahnya masing-masing melalui pemusatan latihan. Kami juga melakukan penyegaran wasit,’’ sebut Gede Kusuma Wijaya. (022)

BPM/wan

Denpasar Jaring Pemain Sepak Takraw Pelapis Porprov

BPM/wan

SASAR PELAJAR — Kejuaraan sepak takraw memperebutkan Piala Wali Kota 2017 menyasar pelajar SMP dan SMA, digelar di SMPN 2 Denpasar, 11-12 Februari nanti.

BPM/dok

Firman Utina Merapat ke Bhayangkara FC

NGOTOT — Pesepak bola Putra Tresna (kanan) sama-sama ngotot berebut bola dengan lawannya dari Wisnu Putra (Wistra) dalam lanjutan turnamen Piala Wali Kota, di Lapangan Kompyang Sujana, Sabtu (4/2) kemarin.

Denpasar (Bali Post) Tim sepak takraw Denpasar masih kekurangan tiga pemain putra pelapis tim Porprov. Rencananya, upaya menutupi kekurangan pemain putra bakal dijaring melalui Piala Wali Kota di SMPN 2 Denpasar, 11-12 Februari nanti. Ketua Pengkot PSTI Kota Denpasar Farid Ahmad, di Denpasar, Sabtu (4/2) kemarin menerangkan, tim bayangan untuk skuad Porprov sudah terbentuk. Hanya, dirinya ingin menjaring tiga pemain putra lagi melalui Piala Wali Kota. ‘’Kami hanya mempertandingkan nomor beregu, untuk kategori SMP dan SMA putra dan putri,’’ terangnya. Dikemukakan, sejauh ini sekolah yang menyatakan ambil bagian adalah tuan rumah SMPN 2, SMPN 4, SMP PGRI 1, SMP PGRI 2, SMP PGRI 3, SMP PGRI 7, SMP Ganesha, dan SMPN 8. Sedangkan SMA yang ikut berpartisipasi seperti SMAN 7, SMKN 1, SMKN 2, SMKN 3, dan SMA PGRI 6. ‘’Kami masih menunggu kontestan tim sekolah lainnya,’’ ungkap Farid. (022)

Gede Kusuma Wijaya

BPM/ant

PEMBUKAAN - Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X (kedua kanan), Edy Rahmayadi (kanan) dan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (ketiga kanan) membawa bola saat pembukaan laga Piala Presiden 2017, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (4/2) kemarin. Ajang Piala Presiden diikuti 20 klub sepak bola.

Jakarta (Bali Post) Firman Utina sudah menemukan klub baru untuk dibela. Pascamemperkuat Sriwijaya FC, gelandang senior itu musim ini memastikan berlabuh di Bhayangkara FC. Firman Utina sebelumnya sempat dikabarkan akan kembali membela Persib Bandung di kompetisi Liga Indonesia 2017. Namun kini dia dipastikan bakal menjadi salah satu punggawa Bhayangkara FC. ‘’Firman Utina sudah deal dengan Bhayangkara. Dia akan mulai gabung berlatih Selasa (7/2) lusa,’’ ungkap agen pemain, Muly Munial. Sementara Firman akan meneken kontrak pada Rabu (8/2) nanti, durasi kontraknya selama satu musim. Pemain berusia 35 tahun ini sudah memperkuat banyak klub papan atas di Indonesia sepanjang kariernya. Memulai bersama Persma Manado, dia melanglang buana ke Persita Tangerang, Arema Malang, Pelita Jaya, Persija Jakarta, Persib Bandung, dan Sriwijaya FC. Prestasi terbaik pesepak bola asal Manado itu adalah menjuarai Liga Super Indonesia bersama Persib Bandung dan memboyong Piala Presiden 2015 di klub yang sama. Sedangkan saat bersama Arema Malang, dia berhasil menjuarai Copa Indonesia. (ant)

Pemain U-23 Wajib Diturunkan

Sleman (Bali Post) Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi menegaskan aturan pemakaian pemain muda U-23 wajib diturunkan, demi perbaikan mutu tim nasional Indonesia. PSSI menerapkan aturan pemakaian pemain U-23 di Piala Presiden 2017. Setiap tim wajib memainkan minimal tiga pemain, dalam kategori usia tersebut selama 45 menit. Aturan ini rencananya juga diterapkan di kompetisi liga mendatang. Semata-mata demi mempersiapkan para pemain untuk memperkuat timnas ke depannya, menatap sejumlah event seperti SEA Games, Asian Games, dan

Olimpiade. ‘’SEA Games di Malaysia pada Agustus nanti dan Asian Games di Indonesia pada Agustus 2018 itu, pemainnya ditentukan usianya. SEA Games itu 22 ke bawah, Asian Games itu 23 ke bawah, Olimpiade itu 23 ke bawah plus tiga joker,’’ kata Edy dalam jumpa pers di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (4/2) kemarin. ‘’Kalau kami masih main usia 35 tahun, 36 tahun, 37 tahun, lalu untuk apa kompetisi ini. Kompetisi ini sasarannya adalah pembentukan timnas,’’ terangnya. Selain aturan tersebut, PSSI juga sudah mewacanakan pembatasan pemain berusia 35 tahun ke atas.

Edy menyebutkan, para pemain ini akan diarahkan untuk menjadi pelatih. ‘’Indonesia masih kekurangan banyak pelatih,” ungkapnya. ‘’Spanyol dengan jumlah penduduk 45 juta, pelatihnya ada dua ribu. Indonesia dengan penduduk 250 juta, pelatihnya cuma 97. Kan jauh sekali perbandingannya,’’ sambungnya. Pemain-pemain yang usia 35 tahun diproyeksikan menjadi pelatih. Belum lagi soal wasit. Kami tenaga korps pengadil lapangan, yang harus ditingkatkan dari segi kuantitas, baru kemudian naikkan kualitas,’’ demikian jelas pria berpangkat Letnan Jenderal TNI ini. (ant)

Firman Utina

BPM/ant


LAGA

12

Minggu Umanis, 5 Februari 2017

Hapus Jejak Ron Dennis

London McLaren keluar dari tradisi lamanya dalam penamaan mobil F1. Jet darat mereka musim ini tidak akan lagi memakai embel-embel MP4. McLaren selalu menggunakan nama MP4 untuk sebutan setiap mobil F1 yang mereka rilis dari musim ke musim. Tradisi tersebut sudah mereka jaga sejak tahun 1981 silam. Ditenggarai, hal ini karena kepergian Ron Dennis, sosok yang menginisiasi

nama MP4, yang merupakan singkatan dari Marlboro Project Four. Di 2017 ini mereka akan keluar dari kebiasaan tersebut. Nama MP4 tidak akan lagi dipakai, sebagai gantinya diusung nama MCL32. Angka 32 masih merupakan lanjutan dari seri mobil F1 terakhir mereka yakni MP4-31 McLaren hingga kini belum meluncurkan mobil barunya. Mereka dijadwalkan baru akan melakukannya pada

akhir Februari nanti. Pergantian nama ini melanjutkan gelombang perubahan yang terjadi di tim yang bermarkas di Inggris ini. Selain mengubah nama, McLaren juga akan melakukan perombakan besar dalam penampilan mobilnya. Jet darat terbaru mereka disebutkan akan berwarna oranye pepaya. Jika merunut pada urutannya semestinya nama mobil McLaren 2017 adalah MP4-32. Lantaran

BPM/rtr

MP4-31 milik McLaren.

ingin merayakan 40 tahun umur tim tahun ini McLaren kemudian berencana melewati nama MP4-32 dan langsung melompat menjadi MP4-40. Lalu muncul pertentangan di antara jajaran petinggi tim yang berakhir pada didepaknya Ron Dennis. Sebagai penggantinya datang Zak Brown sebagai direktur eksekutif. ‘’Musim 2017 adalah tentang perubahan dan nama mobil kami juga ikut berubah. Para hadirin, bersiaplah untuk kedatangan McLarenHonda MCL32,’’ cuit McLaren melalui akun resminya, Jumat (3/2) kemarin. Nama MP4 memang identik dengan Dennis. Marlboro Project Four adalah perusahaan rokok yang melakukan pengambilalihan McLaren pada 1981 bersama Dennis. Sebelumnya nama proyek Dennis itu adalah Project Four Racing. Mobil pertama yang menggunakan nama MP4 dikendarai John Watson pada balapan GP Argentina 1981. Nama itu kemudian dibawa terus hingga tahun lalu, yakni MP4-31. Kini patut ditunggu apakah perubahan tersebut akan membawa hasil positif. (kmb33/rtr)

Mesin KTM Harus Dioptimalkan Mattighofen MotoGP 2017 akan dimulai dalam dua bulan lagi. Meski demikian, Tim KTM Racing ternyata masih memiliki beberapa hal yang harus diperbaiki. Bahkan, Tim KTM Racing diketahui masih memiliki masalah dalam hal mesin. Hal tersebut diakui langsung oleh manajer Tim KTM Racing, Mike Leitner. Leitner mengungkapkan, sejauh ini motor timnya sudah bekerja dengan baik. Bahkan, ia merasa kuda besi timnya sudah memiliki paket lengkap. Meski demikian, hal tersebut tidak serta-merta membuat motor KTM sudah sempurna. Menurut Leitner, dari hasil uji coba pra-musim yang dilakukan di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, mesin motornya masih harus terus dikembangkan. ‘’Anda hanya bisa menggunakan sembilan mesin untuk setiap pembalap dalam satu musim. Kami akan coba untuk terus mengembangkan mesin kami selama musim ini,’’ ujar Leitner, Sabtu (4/2) kemarin. ‘’Tentu saja Anda bisa menyelesaikan masalah ini secara mekanisasi. Meski demikian, pada saat ini kami tidak mengalami masalah dalam hal stabilitas. Kami akan coba memperbaiki sisanya,’’ sambung pria asal Austria itu. Salah satu pembalap KTM Pol Espargaro mengaku sudah tidak sabar untuk menunggangi motornya di ajang MotoGp 2017. Salah

satu sirkuit yang ingin dia jajal adalah Sirkuit Phillip Island, Australia. Espargaro mengatakan, Phillip Island adalah sirkuit yang masih baru untuk Tim KTM Racing. Menurut Espargaro, motor KTM tidak pernah merasakan trek Sirkuit Phillip Island. Karena itulah, dirinya sangat bersemangat untuk merasakan bagaimana kecepatan mo-

tornya di atas trek sirkuit yang memiliki panjang 4,445 kilometer tersebut. ‘’Phillip Island adalah trek yang baru untuk kami, karena ini adalah pertama kalinya KTM akan datang ke sana,’’ tutur Espargaro. Espargaro menilai Phillip Island bukanlah sirkuit yang mudah untuk ditaklukkan. Menurut pembalap berkebangsaan Spanyol tersebut,

ada banyak hal yang menentukan ketika bertarung di atas sirkuit yang dinilainya indah itu. ‘’Phillip Island adalah sirkuit yang tidak mudah dan memiliki trek yang indah. Jadi, akan menarik untuk melihat apa yang bisa kami lakukan di sana,’’ tutup mantan pembalap Tim Monster Yamaha Tech 3 tersebut. (kmb33/ap)

Harden Bawa Rockets Kalahkan Chicago Bulls

Houston Houston Rockets langsung bangkit usai dikalahkan Atlanta Hawks. Dimotori James Harden, Rockets melesat dengan menundukkan Chicago Bulls 121-117. Dalam pertandingan di Toyota Center, Houston, Sabtu (4/2) kemarin, Rockets dan Bulls sudah bertarung ketat. Kedua tim beberapa kali gantian memimpin perolehan angka. Jelang berarkhirnya kuarter pertama, Rajon Rondo melepaskan tembakan tiga angka yang membawa Bulls unggul tipis 26-24 atas Rockets.

BPM/rtr

Pol Espargaro

Dani Pedrosa Ingin Bebas Cedera

Jakarta (Bali Post) Dani Pedrosa tak mau muluk-muluk memasang target di musim 2017 nanti. Pedrosa berharap dirinya bisa bebas dari cedera dan bersaing secara kompetitif. Musim lalu jadi pencapaian terburuk Pedrosa sejak debutnya di MotoGP pada 2006. Dia hanya finis di posisi keenam dengan meraih satu kemenangan di San Marino dan punya total 155 poin. Salah satu alasan mengapa Pedrosa tampil buruk adalah

BPM/ap

LEWAT - Bintang Houston Rockets James Harden (kiri) mencoba melewati guard Chicago Bulls Michael Carter-Williams dalam lanjutan kompetisi NBA, Sabtu (4/2) kemarin.

dia banyak diganggu cedera bahu dan tangan. Pedrosa sempat tiga kali tidak turun membalap di empat seri terakhir. Sementara sedari awal musim, Pedrosa juga lebih sering finis di luar podium. Musim 2016 tentu jadi musim yang ingin dilupakan pebalap 31 tahun itu secepatnya. Maka wajar Pedrosa menyambut musim baru ini dengan penuh antusias. Meski demikian, Pedrosa tak mau muluk-muluk soal targetnya karena fokus utama adalah

Dani Pedrosa

BPM/ap

bisa membalap dari seri pertama hingga seri terakhir. ‘’Saya memulai musim ini dengan rasa gembira, saya juga sudah pulih dari cedera kemarin dan merasa lebih baik. Jadi salah satu misi saya musim ini adalah tancap gas sedari seri pertama sekaligus berharap bebas cedera. Itu sangat penting,’’ ujar Pedrosa, Sabtu (4/2) kemarin Pedrosa saat ini jadi pembalap kedua paling senior setelah Valentino Rossi, dengan memasuki tahun ke-12-nya di

ajang MotoGP. Tak ada resep khusus dari Pedrosa selain mencoba terus beradaptasi dengan perubahan yang ada. ‘’Tentu saja karena selama 12 tahun di Honda, motor berubah, ban berubah, aturan baru, balapan berubah, jadi Anda harus bisa membiasakan gaya membalap Anda. Selain itu Anda juga harus membiasakan diri dengan adanya rival baru dengan teknik baru. Jadi Anda harus bisa lebih baik lagi,’’ tutupnya. (kmb33/ap)

Di kuarter kedua, Rockets melesat dengan mencetak 15 poin secara beruntun untuk meninggalkan Bulls 50-33. Rockets mencetak 36 poin di kuarter kedua untuk memasuki half-time dengan keunggulan 60-49. Bulls gantian mengamuk di kuarter ketiga. Dua tembakan bebas Jerian Grant membawa Bulls mendekat 57-60. Tembakan tiga angka Grant kemudian membuat Bulls sukses menyamakan skor menjadi 72-72 dan berbalik unggul berkat tembakan bebas Robin Lopez. Bulls gantian memimpin 8179 di akhir kuarter ketiga. Kejar-mengejar angka terjadi di kuarter keempat. Bulls sempat memimpin enam poin di kedudukan 92-86 lewat dua tembakan bebas Paul Zipser. Tetapi Rockets mengejar setelah Harden mencetak angka lewat tembakan tiga poin dan satu tembakan bebas. Bulls kembali menjauh 106-98 setelah Dwyane Wade melakukan tembakan tiga angka. Namun, Rockets tak menyerah dan tembakan dua angka dari Harden membuat kedudukan imbang 108-108 dan harus lanjut ke overtime. Rockets dan Bulls masih bertarung ketat saat overtime dan bergantian mencetak angka. Pada akhirnya,

dua tembakan bebas Harden memastikan kemenangan 121-117 untuk Rockets. Harden tampil gemilang dengan mencetak 42 poin, 12 rebound, dan sembilan assist. Eric Gordon menjadi penyumbang angka terbanyak kedua untuk Rockets dengan 21 poin. Dari kubu Bulls, Michael Carter-Williams mencetak angka tertinggi dengan 23 poin plus sembilan rebound dan enam assist. Taj Gibson dan Wade menyusul dengan masing-masing 20 dan 19 poin. Pensiun Sementara itu, Houston Rockets akhirnya memberikan kehormatan kepada mantan pebasket asal Cina, Yao Ming. Pria yang kini telah berusia 36 tahun itu mendapatkan upacara kehormatan dari Rockets pada Jumat (3/2) lalu. Yao yang masuk draf NBA pada 2002 dan direkrut Rockets saat itu. Dia adalah pemain draf pertama dalam sejarah NBA yang sebelumnya tak bermain di tingkat universitas di Negara Paman Sam. Yao kemudian bermain bersama Rockets kurun waktu 2002-2011. Rockets adalah satu-satunya tim NBA yang dibela pria kelahiran Shanghai tersebut.

Dalam upacara kehormatan itu, manajemen Rockets secara resmi menyatakan bakal mengabadikan nomor punggung 11 hanya untuk Yao. Dengan demikian, nomor yang dulu yang digunakan Yao adalah nomor kelima yang pensiun di Rockets. Sebelumnya Rockets telah memensiunkan nomor 22 (Clyde Drexler), 24 (Moses Malone), (23) Calvin Murphy, 34 (Hakeem Olajuwon), dan 45 (Rudy Tomjanovich). ‘’Saya ingat pertama kali saya menonton pertandingan NBA, secara acak saya melihat kamera menyorot tembakan dari salah satu pengguna jersey yang nomornya telah pensiun tersebut. Setelah saya baca ceritanya, saya tahu itu adalah kehormatan tertinggi untuk seorang pemain,’’ ujar Yao saat hadir dalam upacara tersebut. Pria dengan tinggi hampir 2,3 meter tersebut memiliki catatan rata-rata 19,2 poin dan sembilan rebound bersama Rockets. Kiprahnya bersama Rockets itu pun membuat Yao terpilih delapan kali masuk NBA All-Star. Salah satu di antaranya ia selalu masuk NBA All Star kurun waktu 2003 sampai 2009. (kmb33/rtr)


Sastra

Redité Umanis, 5 Februari 2017

I Kaki Dengkil

Mregabrata I KAKI Dengkil bengong-bengong padéwékan ring kubonné wenginé puniki. Napi minab ibukanga kantos kanten mapangenan sakadi punika. Éling ring I Dadong Dengkil? Minab té... Ibuk ngamanahang cucunné I Doglagan sané sayan doh lémpas pamarginé saking pituduh jagatkarana. Bucek buricek manah Ipuné ngraina dong sampunang sampun wilangina. Makasami sampun pada uning ring sajebag pradésa Tepisiring. Mangkin sampun tengahing latri. I Kaki Dengkil kantun jenek bengang-bengong sakadi punika. Kantun ring kubonné réot padéwékan. Suaran gumatat gumitité piragina sakadi gong lelambatan. Sayongé kesar-kesir rasayanga sakadi sabsaban tangan I Dadong Dengkilé duk kantun bajang genten. Punika ngawinang nyansan kalangen I Kaki Dengkil bengang-bengong sakadi punika. Kantos nglelier paningalané marasa kiap. Waluya kantené anrawang-anruwung manah I Kaki Dengkilé, nanging sujatiné manahné kenjekan nyeliksik nuréksa kasujatian. Ritatkala wénten tatit kasarengin antuk kerug masuara grudug-grudug, saharsa Ipun makecos ka natahé. Ring nataré, I Kaki Dengkil ngagem sakadi pragina baris gedé. Raris matanjekan sambilanga limané kepir-kepiranga. Paningalanipuné nelik sledat-sledét. Punapi Ipun éling ring dawegé alit malajah ngigel ring Puri? Kantené nénten sapunika. Santukan sausan punika I Kaki Dengkil raris nyongkok, raris magaang kacag-kecog mailehan. Ring bucun témboké Ipun nungadah sambilanga kantun magaang. Kraung-kraung Ipun nyalung ngemasin asuné I Guna ngadébras pitananga wénten meseh rauh nangtangin magarang. Wawu dapetanga I Kaki Dengkil sané nyalung, ngapirpir ikuhné nganampekin gustiné. Wusan punika, I Kaki Dengkil sagét sampun ring duur témboké. Sambilanga makecos ka taru jepuné, Ipun kruak-kruék nuutang suaran bojog. Wantah wénten sané manggihin, minab pitananga Ipun kenjekan nglekas. Dados asu tur bojog. Aget I Kantian ring dangin témbok nénten manggihin Ipun sakadi punika. Wantah panggihina, bénjang sampun rames ortiné ring pasar. Nyobyahang I Kaki Dengkil nglekas ping kalih wenginé puniki. Jagi sayan jejeh wargi Tepisiringé masocapan sareng Ipun. Med matingkah sakadi buron asapunika, I Kaki Dengkil malih ngojog balé magalar tiing bubukané ring kubonné. Sambilanga masadah ring tampulé kanten Ipun malih bengang-bengong mamanah. “Sajan buka kecap susastrané, manggeh manusané dogén kabaos madan ngelah tri pramana. Buroné ngelah dwi pramana, taruné eka pramana. Lamun kéto sajan masé, apang jatmané da nuutang keneh buron tur taruné. Lamun makeneh cara buron, apa buina malaksana cara buron, mregalaksana kasengguh!” Dong mrika dadosné pailehan manah I Kaki Dengkilé? Ngamanahang solah jatmané nulad tingkah buron? Kocap I Kaki Dengkil ngamanahang pisan indik parilaksana warginé sayan ngamregalaksana. Jabat ring Tepisiring utawi ring Kuthanegara tur panegara lianan. Sayan marasa pakibeh jagat kaliné sané mangkin. Punika cingakin ring Kuthanegara, ring otél, ring kos-kosan, ring paumahan, katah alit-alite kantos lingsir-lingsiré nyolong smara. Kocap wénten sané mabuaka nyéwa kamar kos, tuah anggéna nyolong smara. Asapunika naler, katah danéswarané ngrereh pangkat ulian numbuk. Kantos wénten angawarat matangkep ulian nrima jinah numbas pangkat. Napi malih wénten Sang Angawarat, ngarya genah mangda warginé dados ngapak-ngapak mabaos papak ojah. Napi pitananga wargi Kuthanegarané turasan cerukcuk punyah? “Né ané sujati, sabilang ané kabaos tedung jagat apang setata ngelidin parilaksana mregalaksana, laku buron. Sawiréh laku mregaklaksanané ento ngawanang kenehé mingmang, nuutin manah nuukin indria. Apa buin malaksana daki cara ané suba kaloktah. Ngetung sugih, nyolong smara, nyepékang timpal, ngumbar sekancan indriané!” Asapunika I Kaki Dengkil ngrémon padéwékan wenginé puniki. Nénten rasaanga sampun jagi semengaan. I Siap Sangkur unén-unéné sampun makruyuk apisan. Kocap, wantah dados Tedung Jagat, Sang Angawarat, Sang Nata Ratu, Danéswara, napi malih dados sulinggih, mangda nekekang gagelaran mregabrata. Naler kocap mregabratané punika sané kabaos nincapang babra mangda makelid nénten ngamargiang parilaksana buron. Santukan punika baya pisan ngawinang manahé mingmang turmané ngawinang manah sané boyaboya jagi medal. “Kamula cara janiné, nyén dogén bisa mregalaksana! Lamun kéto mregabratané makejang patut nincapang. Da nyen bisa ngojah anak mregalaksana, ingetang buka manusané ané ngelah tri premana, bisa masé ngamargaang dwi premana tur eka pramana! Ingetang nyen to!” Asapunika I Kaki Dengkil sakadi nuturin déwékné padéwékan. (Jelantik)

Srinten IDK Raka Kusuma SUUD madaar, sawatara jam dasa semengan, tekén reraman tiangé, tiang ngorahang lakar ka Toko Séntral. Bapan tiangé nemalangin aji raos plapan. “Sanjané ja kema. Mara ajam neked jumah. Mareraosan malu jumah ajak Bapa.” “Badah kénkén Beli ténénan,” mémén tiangé nimbalin, “Anak lakar kacunduk ajak kanténané temalangina.” “Nyen kanténané I Gedé di Toko Séntral?” “Ayin, pianakné Cho Gwan.” “Tokoné Cho Gwan, kadén Toko Cantik adané?” “Jani suba maadan Toko Séntral.” Dugas tiang neked di Kerta Gosané, tiang majadengan. Tepukin tiang anak luh majujuk delod Catus Patané marep kauh. Limané ngisi pajeng makebat warnané patuh tekén busanané. Bokné mabrusutan. Dingeh tiang magending. Apang pedas tawang apa ané gendinganga, tiang majalan ngajanang. Dajan Kerta Gosané, nyaruang ningalin Monumén Puputan Klungkungé sekenang tiang ningehang ané gendinganga tekén anaké luh ento. “Beli, Beli, Beli Ketut Wardi, uli plekutus tiban Srinten ngantiang Beli dini, di Catus Patané.

Teka uli Jakarta. Tongos Beliné nyiatin jlema ané ngamel Gumi Indonesiané. Ané angkara murka. Tongos Beliné ngrajegang Réformasi disubané menang. Tongos Beliné ngrajegang suksési disubané menang. Beli, Beli, Beli Ketut Wardi, pianaké sesai nakonang ragan Beliné. Sing sida, sing sida tiang nyautin.” Sekenang tiang nlektekang anaké luh ento. Sajaan ia Srinten. Srinten bungan kota palekadan tiangé. Ané sing ada nyidaang ngalap sajabaning Ketut Wardi. Srinten ané ngawinang tiang lek turing jengah. Srinten ané terang-terangan ngoraang sing demen ajak tiang dugas ajak reraman tiangé ka umahné ngidih déwékné. Srinten ané ngawinang tiang matilar uli tanah palekadan tiangé tur mungkah utsaha percetakan di genah lénan. Kapin sakit ati kapining Srinten, tiang sing sakit ati tekén Ketut Wardi. Ajak Ketut Wardi tiang tetep makanti. Tetep bareng-bareng nuju ka Kesiman abulan acepok magendu wirasa. Magendu wirasa ajak timpal-timpalé ané dadi krama LSM Gerakan Suksési. Di umahné Ketut Wardi, kapin nek rasan tangkahé sasidansidan tiang makenyem yén ia

13

nuturang Srinten. Sasidansidan tiang nales keneh gedeg dugas Ketut Wardi nyambat: “Srinten ngorahang, ia gedeg pesan tekén anak muani ané ngidih awakné. Ngidih ajak reramané. Srinten ngorahang anaké muani ento manahné ageng polonné embuh. Sing taén ngamekain muané ané bagus sing amul apa.” “Apa buin orahanga Srinten?” sambil ngemelang lima tiang matakon. “Anaké muani ento orahanga anak muani getap lan bancih. Yén ia wanén, patutné padidian ia ngidih.” Limang dina disubané orahina kéto, uli percétakan tiangé tiang nélpun I Bapa. Di telpuné tiang ngorahang mulih telung bulan acepok. “Dadi kéto?” Bapan tiangé matakon. Tabuh patakoné nyinahang ragané makesiab. “Tiang lakar ngurus percétakané. Apang énggal maju. Lénan tekén ento, apang nyidaang ngiwasin pagawéné. Apang sing ngléwa magaé. Anaké mesen ané lakar cétak sayan dina sayan ngliunang.” “O kéto? Kadén ada unduk lén makada.” “Unduk lén apa, Pa?” makebris tiang matakon wiréh nadaksara marawat Srinten dugas ngorahang sing nemenin tiang. “Bapa, Mémé, miwah adin Gedéné taén pelih tekén Gedé.” “Sing taén Mémé miwah Bapa pelih kapining tiang. Kéto masi, sing taén adin tiangé pelih tekén tiang. Pepesan parilaksanan tiangé ngranaang kéweh kulawargané jumah. Pepesan tiang ngaé pikobet.” Buin telun makiré démo ka Jakarta Ketut Wardi malali ka umah tiangé paek tongos percetakané. Satondén mapamit, Ketut Wardi nyambat: “Dumogi sapetekan iragané ka Jakarta ngranaang anaké kuasa ané adigang adigung adiguna nglépat.” “Dumodi,” tiang nyautin, “Dumogi masi reformasiné suksés ngwetuang suksési” “Suksésiné suksés ngawinang gemah ripah loh jinawi.” “Asing tandur mentik. Asing beli mudah.” “Sing cara jani. Asing tandur layu. Asing beli maal.” “Ngranaang rakyaté sengsara.” “Maimbuh dukita.” “Sambilanga mespes yéh mata.” “Mespes peteng lemah selid sanja.” Di Jakarta, tanggal 12 Méi 1998, tiang lan Ketut Wardi miwah timpal-timpalé uli ditu ka Universitas Tri Sakti lebihan tekén duang tali massané magumpluk. Sedek mimbar bébasé majalan, yén uli dija kadén aparaté teka. Sapatekan aparaté, mubarang mimbar bébasé. Tiang ngajakin Ketut Wardi ngalih tongos mengkeb. Uli tongosé mengkeb, dingeh

Aswamédha Parwa

Kautaman Daging Jagat Olih : I K. Satria, S.Ag SANÉ mangkin pacang katurang indik swadharma-swadharma sané kapatutang memargi ring jagaté puniki. Sané kapertama, nénten malaksana sané ngawinang sungsut jeroning mauripé. Ngawé sungsut ring kahuripan wantah pinaka pamargi sané nénten becik saha prasida nyedanin kautaman miwah kasucian para dewatané. Jadmané mangda malaksana manut ring napi sané kacawisang. Akasané madué suara-suara sané ngulangunin. Anginé madué kautaman ngrasayang sekancan sané prasida karasayang. Cihna miwah sunaré madué paiketan sareng sané karasayang olih lidah. Pertiwiné sané nyangga sané wénten ring jagaté. Suara sané medal saking cangkemé puniki ngawinang wénten kruna-kruna sané taler pacang ngawinang wénten aksara sané urip miwah aksara sané nénten sida mamargi. Manahé mamargi antuk pangincep miwah pikayunan. Sami sané wénten pacang kauningin sangkaning madué sané pangresep. Pangresepé punika sané ngawinang jadmané prasida nguningin miwah nyawis sekancan pangapti. Kawéntenan manahé punika wantah ngayunin sané pinaka swadharma. Pinaka cecirén sang sujana wantah makarya. Cecirén parilaksanannyané wantah mamargi nuju genah Ida sesuhunan, Hyang Maraga Tunggal. Cecirén ngamargiang brata wantah kaluwihan miwah kaweruhané sané kaduénang. Punika sané ngawinang para wicaksana wantah ngamargiang tapa brata antuk pangresep miwah kautaman kaweruhan sané kaduénang. Sang sujana sané madué kaweruhan sané mautama, wantah jadma sané sampun tatas ring kahuripanidané saha prasida pacang nemu galang ngicalang kapetengan, sekancaning mala pacang lebur ring sajeroning angga sarirané, duaning sang sujana wantah ngaptiang kahuripan sané dahat paripurna inggih punika panunggalan majeng ring Ida Sang Meraga Tunggal. Panunggalan majeng ring Ida Hyang Maha Agung wantah sané kaaptiang pisan. Sané mangkin pacang katlatarang indik sarana-sarana sané dados kanggén nguningin saha ngamargiang sami kawéntenan ring jagaté punika. Sahananing ambuné sané kamedalang olih pertiwiné wantah sida kauningin olih kawéntenan irungé. Bayu utawi angin sané wénten ring irungé taler pinaka sarana ngamargiang sahananing ambuné punika. Sekancaning sané prasida karasayang olih lidahé wantah pinaka dasar kawéntenan toyané. Rasané punika wantah prasida kauningin olih lidahé. Sekancaning sané wénten ring sajeroning lidah

taler kanggén ngrasayang sekancaning sané wénten ring pamargin swadharman lidahé. Selanturnyané wantah warni sané medal saking sekancaning warnin jagaté, wantah prasida kaaksi olih panyingakané. Hyang Aditya sané setata malinggih ring kawéntenan panyingakané wantah setata pacang nemu kawéntenan warnané. Pangrasa ring angga sarira wantah cecirén kawéntenan anginé. Indiké punika wantah prasida katangkepin olih carmané. Sahananing bayu sané wénten ring sarirané taler sareng ngrasayang pangriptan carmané. Ngraris akasa sané banget mapaiketan sareng sekancaning suara, asing-asing suara wantah prasida kapolihang olih karnané. Sané wénten ring carma taler pinaka sarana sané kanggén nguningin suara sané wénten ring jagaté miwah ring angga sarirané. Sané mangkin pinaka cecirén elingé wantah pikayunan. Pikayunané punika sida kauningin olih pangincep ring pikayunan. Déwata sané ngwesa wantah puspa sarira sané malingga ring padma hredaya, sané kacihnayang antuk kaheningan pikayunan. Pangincepé punika wantah ngamedalang pawarah angga sané polih paweweh saking manah sané nyatiang pikayunané mangda sida paripurna. Ida sané nénten prasida katinglasang punika wantah (Prakriti) sané patut tur sida ngicénin kerahayuan. Swadharmannyané wantah nguningin sekancaning sané wénten saha kautsahayang wénten panglaksana sané ngutamayang angga sarira. Sakadi asapunika kapatutan sané nénten pacang sida katungkasin malih. Ksetrajna sané nénten pisan sida kalinglingin malih wantah nunggal ring kawéntenan pangincepé sané nénten malih sida kagambarang olih asing-asing budiné. Ksetrajna punika sampun marupa aksara sané pinaka cihna miwah cecirén kaweruhan sané paripurna pisan. Sami sané ngawinang puniki wantah mawit saking kaweruhan utawi kasucian sané tanpa tandingan. Yéning selehin malih sami sané wénten puniki pacang mawali malih nuju genahe sané suung. Kawéntenan Brahmané sané sampun lempas ring sekancan kahuripané, sampun putus tur nunggal ring kawéntenan sunaré sané sampun galang, sakémaon prasida nguningin sané wénten, prasida mirengang sekancaning sané nénten prasida kauningin malih, punika kawéntenanidané sané dahat suksma. Kawéntenan Purusha nguningin sekancaning sané wénten ring jagaté taler kasengguh Ksetrajna sané sujati. Ksetrajna punika nguningin sekancaning sané wénten ring jagaté. (Puput)

tiang munyin témbakan tan papegatan. Kala ento tiang ningeh mahasiswa Universitas Tri Saktiné ada pejah. Ané pejah ajaka patpat. Adané: Hafidin Roiyan, Héry Hartanto, Héndriawan, miwah Mulya Lesmana. Jam kutus semengan, tanggal 13 Méi 1998, tiang miwah Ketut Wardi lan timpalé ané uli Jakarta suba di Universitas Tri Sakti. Mahasiswané ané mabéla sungkawa liu pesan teka. Ditu tiang ningeh orta panyiuan massané magruyungan di Tanah Abang lan di Parung. Jam siané, mahasiswa lan massané ané ada di Universitas Tri Sakti magrudukan ka Jalan K.H. Hasyim Asyari. Uli Jalan K.H.Hasyim Asyari magrudugan, akénjang, ka Jalan Kyai Tapa. Ajak Ketut Wardi tiang milu kema. Buin akenjangné magrudugan ka pempatan Roxy Mas, ka Jalan K.H. Moch. Mansyur miwah ka Bendungan Hilir. Dingeh anak ngorta. Yén basa baliang kéné: “Uli Bendungan Hilir suba orahin ngaba massané ka Jembatan Sempit Angké, ka Jembatan Dua, ka Jembatan Tiga, ka Jembatan Lima, miwah ka Jembatan Besi?” “Suba.” “Nyén orahin ngaba kemu?” “Provokator pilihané.” “Nyén adané?” “Achmad Munif, Kurtubi, Antoni miwah Nurdin.” “Sip lamun kéto.” Jam pitu petengé, ada ngorahin tiang lan Ketut Wardi, dija-dija di Jakarta toko-toko Cinané kajarah, kausak lan kaborbor. Kala ento, bengong tiang nepukin Jakartané ngendih ngabar-abar. Tanggal 14 Méi 1998. Wiréh kenjel tur bayuné oon, tiang sing milu démo. Ketut Wardi milu. Ditekané liu timpalé ngortaang unduk démoné itunian. Ulian kiap, tiang ngidih apang timpalé uli Jakarta suud ngortain. Satondén masaré, Ketut Wardi ajakin tiang mulih. Tiang orahina mulih maluan. Uli sekat ento, sing taén tiang ningeh buin gatrané Ketut Wardi. Ujan ngripis ngranaang tiang ngeh tekén awak. Ngranaang paninggalan tiangé nolih Catus Patané. Tingalin tiang Srinten suba sing ada. Nadaksara tiang inget tekén Luh Inten, timpal leketné Srinten ané anggona kurenan tekén adin misan tiangé. “Lantang satuané, Beli,” kéto Luh Inten ngorahin tiang dugas nakonang ané makada Srinten buka tingalin tiang di Catus Patané. “Petang bulan di subané Ketut Wardi ka Jakarta, Srinten teka mai. Ia ngorahang ngadut manik. Manik ané kaduta gelah Ketut Wardi. Yén kénkén kadén unduké, méménné Srinten nawang Srinten beling. Méménné ngorahang tekén bapanné. Bapanné nyesed Srinten apang ngorahang nyén ané melingin déwékné.”

“Bapa ajak méméné Srinten ka umahné Ketut Wardi. Reramanné Ketut Wardi sing terima pianakné kadalih melingin. Reramanné Srinten ngorahin apang Ketut Wardi tekaanga tekén reramanné Ketut Wardi. Tiang ané orahina ngatehang kema, nyeh tan kadi.” “Lantas?” “Réramané Ketut Wardi ngorahang pianakné kondén teka uli Jakarta. Ditu bapanné Srinten galak tur nyambat Ketut wardi anak muani bebangkaan. Bani malaksana sing bani natakin buah laksanané. Bapanné Ketut Wardi galak masi tur nyambat Srinten anak luh bebinjat ané pinih jalira di guminé.” “Suba kéto?” “Sing ja paturu bapa matungkas, paturu mémé masi matungkas. Raosé ané dingeh tiang raos ané sing nyidaang ningeh aji koping. Yén sing té ada pisaga melasang, mirib suba gedé iegé dugasé ento.” Sarwi ngusap yéh paningalan, Luh Inten ngorahang Srinten tundunga tekén mémé bapanné. “Ngudiang dadi ati reramané Srinten?” “Cara Beli Gedé sing nawang dogén. Mémé bapanné Srinten gebuh bibihné. Kija-kija ngorta ngorahang keturunan anak malaksana suci. Sing ada malaksana ngawinang jengah.” “Manut penampén reramané Srinten, laksanané Srinten totonan laksana jelidra ngawinang jengah?” “Lénan tekén ento lek aidupan dadi kakedékan lan walékan krama kotané ené.” Buin Luh Inten nuturin tiang. Aget Srinten ada nuduk. Ané nuduk kualoné ané suba palas ajak bapanné duang tiban ané liwat. Di umah mémé kualoné, Srinten pragat ngeling. Belingané sayan makelo sayan ngedénang. Sebetné sayan makelo sayan nyangetang. Baan sebetné kaliwat, Srinten sing rungu tekén belingané. Ajaka ka bidan sing nyak. Baan inguhné kaliwat, di awainé maan dogén ia jerit-jerit. Srinten sing taén mreténin awak, sajaba nyambat Ketut Wardi miwah pianakné. Makelo-kelo engsap ia tekén déwékné. Yén kénkén kadén unduké, uli nem dina ané liwat, Srinten malaib ka Catus Patané. Ditu ia magending. Yén temalangina Srinten ngamuk. “Tuni tiang nepukin Srinten magending. Sépanan tepuk saget ilang. Kija lakuna?” “Ajaka mulih tekén adin mémé kualoné ané dadi polisi. Sépanan aliha Srinten ka diwangan umahné Ketut Wardi.” “Ngudiang ia kema?” “Magending, ngendingang buka ané gendinganga di Catus Patané.” “Suud magending?” “Jerit-jerit.” -0-

Saking Langit Bali Jero Gedé Jero Luh Mirib sampun pituduh jagat Sané kuasa wantah sané kuat Napi malih sané dados pejabat Sekancan arepang pasti bakat Sané nénten demenin keni sikat Iwang kidik yukti kadamprat Lacur nibénin bisa mapecat Punika sujati tulis gidat Yukti pisan kabaos jero gedé jero luh Sané gedé yukti sané nguluh Mangda telas setata wibuh Pianak cucu kapungkur nglimuh Lantaran pamastu ngamah pipis aluh I Nyoman Agus Sudipta


Kruna

14 Ngurah Panji

Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kaanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

puupu;du(m,

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

Pupuh Durma 10.ydinã)rt/, Yadin berat, ynÑsrinãhnÞ]Ç(y, yan dasarin baan lascarya, tÉikylnÓtÓÛmÀsi Tri kaya lan Tat Twam Asi, smiprisudÒ, sami parisudha, \wituæk&pkyunn/, ngawit saking pakayunan, b)bewosÞk×nyukÓi, bebaos laksana yukti, ptutÓ)g)g*, patut tegegang, m\ÑbÊsi;miw;suci. mangda bresih miwah suci.

”Pendatang Baru” Boya Saingan RING widang belantika musik Pop Bali, para penyanyi sayan masaing santukan makéhnyané penyanyi pendatang baru sané nyinahang anggannyané antuk kalewihan soang-soang. Napi malih antuk sokongan pangelimbak téknologi informasi sané sayan canggih ngawinang sayan élah para penyanyi pendatang baru ngranjing dapur rekaman. Antuk akéhnyané para pendatang baru inucap, nénten ngawinang penyanyi Pop Bali, Ngurah Panji rumasa molihang saingan anyar. Anak lanang antuk aran panjang Gusti Kadek Agus Merta Jaya puniki marasa molihang sokongan taler ngwetuang rasa jengahnyané nincapang kualitas musik saha eksistensinyané ring belantika musik Pop Bali. “Penyanyi pendatang baru boya saingan manut tiang. Santukan iraga makarya, soangsoang sampun madué kalewihan miwah kakirangan. Sangkaning pangrauh penyanyi anyar, sayan ngawi musik Pop Bali ‘bervariasi’. Satios madué sawitra anyar, taler prasida dados motivasi majeng tiang ngasilang karya sané lewih becik malih,” lanang mimitan Banjar Dangin Pura, Desa Panji, Kecamatan Buléléng puniki maosang. Mapaiketan ring album anyar, Ngurah Panji sané embas daweg 2 Nopémber 1981 puniki nguningayang sampun ngrincikang pacang duét sareng Mahésa Buléléng. Sané mangkin, Ngurah Panji kantun fokus nyaga éksisténsinyané nglintang job-job off air sinambi nyelehin pangelimbak musik Pop Bali kapungkur. Satios gimeh off air, Ngurah Panji pungkuran puniki taler gimeh sareng Sekaa Bondrés Tiga Siluman nagingin acara ring makudang-kudang parikrama. “Yéning album durung, kémahon single wénten rencana duét sareng Mahésa Buléléng. Mangkin kantun nyingakin panglimak musik Pop Bali dumun,” tutur Ngurah Panji sané ngambil peran dados Ayu Rosanti ri kala masolah sareng Sekaa Bondrés Tiga Siluman. Gimeh ring widang musik taler bondrés, nénten mialangin kayun dané ngrintis Event Orgenaizer (EO) sané mangkin sampun ring tahap persiapan bahan pacang promosi. Antuk gimehnyané makarya, anggané tetep ngutsahayang ngepah galah makarya taler mangda tetep éksis ring widang musik Pop Bali. (ama)

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

gingsir

1. gii\uæ^,

1. geser

2.

gipih

2.

gipi;,

2. bersemangat

3.

girang

3.

gir*,

3. riang

4.

gita

4.

git,

4. tembang

5.

ilis

5.

hilis/,

5. jelas

6.

imba

6.

himã,

6. contoh

7.

ingon-ingon

7.

hie\onÀie\on/,

7. ternak

8.

isis

8.

hisis/,

8. kering

9.

jengah

9.

j)\;,

9. tertantang

10. jenuk

Redité Umanis, 5 Februari 2017

10. j)nuk/,

Bahasa Indonésia

10. melayat

Isin Gumi ”Marak”, Wangunan Gedung Tanpa Arsitéktur Bali KABUPATÉN Buléléng ngawit warsa 2015 lintang sampun nerapang Peraturan Daérah (Perda) No. 1 Warsa 2015 indik Bangunan Gedung. Regulasi puniki kakaryanin antuk tetujon ngatur design wangunan instansi pemerintah miwah wangunan gedung druén swasta mangda nyiriang arsitéktur Bali (style Bali). Sayangnyané, Perda puniki sakadi “macan ompong” mawinan Perda punika durung becik kamargiang. Pihak sané ngwangun gedung nguningayang makudang-kudang alasan saha nénten ngamiletin daging perda punika. Ngawit saking perda pinaka produk ukum sané anyar, kantos maelnyané prabéa ngwangun wangunan ngawigunayang arsitéktur Bali. Kahanan punika kabao-

sang Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU-PR) Kabupatén Buléléng, Ketut Suparta Wijaya wawu puniki. Parindikan punika kabligbagang ring acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Anggara, 31 Januari 2017 lintang. Putu Gama, Patemon Santukan perda punika rumasuk anyar, sapatutnyané kasobyahang dumun mangda samian krama nguningin. Yéning sampun samian uning sinah élah nerapang perda inucap. Lianan punika, perda inucap patut kategasang majeng instansi pemerintah miwah swasta yéning ngwangun gedung mangda nganutin daging perda inucap.

Gung De, Jl. Ngurah Rai Singaraja Mangda perda punika prasida katerapang utamané majeng instansi pemerintah miwah swasta, patut kakaryanang saksi sané tegas. Yéning instansi pemerintah sinah mrasidayang ngwangun wangunan sané ngutamayang arsitéktur Bali. Kémahon yéning instansi swasta nénten nguratiang utawi nénten nerapang perda punika mangda kakeniang sanksi, minakadi ri kala ngurus IMB nénten kaicén. IB. Arpana, Sukasada Tetujon perda punika yukti becik pisan, ngajegang miwah nglestariang style Bali pinaka tetamian penglingsir Bali.

Arsitéktur Bali taler sinalih tunggil kahanan sané prasida nudut manah para wisatawan rauh malancaran ka Bali. Mawinan sampun patut pisan samian angganing sareng nglestariang. Adi Putra, Lovina Tiang marasa bangga majeng pemerintah sampun ngaryanang perda indik nglestariang arsitéktur Bali. Yadiastun akéh piambeng sané kaarepin minakadi tan samian sané ngwangun gedung punika krama Bali sané magama Hindu taler maelnyané prabéa pawangunan antuk arsitéktur Bali. Kémahon indiké punika sampun wénten upaya sané mabuat pisan. (ama)


15

Minggu Umanis, 5 Februari 2017

Alir Air, Alur Hidup

l Tak Terempang, Tak Tertampung AIR HIDUP itu cair, mengalir. Dengan cair dan mengalir, maka air menjadi hidup. Begitu air diam, didiamkan, apalagi beku, membeku, maka air pun sontak menjadi “mati”. Air Hidup yang mengalir dan terus mengalir itu dinamakan ber-mana, memiliki daya hidup, sehingga sanggup menghidupkan dan menghidupi setiap yang dialirinya, diresapinya. Daya Hidup yang terus mengalir menghidupkan dan menghidupi itu oleh tradisi dinamakan malanting, saraswati, juga gangga. Air saraswati-gangga yang terus mengalir, mengalir, dan mengalir bisa saja diempang, dibendung, bahkan ditampung. Namun sedalam-dalam dan seluas-luas daya penampung, bila Air yang mengalir, mengalir, dan terus mengalir tiada disediakan celah untuk mengalir atau dialirkan, maka Air akan mencari jalannya sendiri untuk mengalir, mengalir, dan terus mengalir. Bahkan samudra raya yang luas dan dalam pun tak kuasa mengempang maupun menampung Air yang mengalir, mengalir, terus mengalir. Samudra Raya tak punya pilihan lain selain mengalirkan dan terus mengalirkan perjalanan sang Air. Dengan bantuan panas dan sinar Matahari, Air

pun dialirkan oleh Mahaibu Samudra Raya lewat penguapan, hingga menjadi gumpalan mendung, lalu turun menjadi hujan. Berupa Air kembali untuk kemudian mengalir, mengalir, dan terus mengalir lagi. Begitu terus berulang dalam siklus abadi kosmik: mengalir, mengalir, dan terus mengalir. Air Hidup yang mengalir dan terus mengalir itu dinamakan ber-mana, memiliki daya hidup, sehingga sanggup menghidupkan dan menghidupi setiap yang dialirinya, diresapinya. Hidup itu juga laksana Air: cair, mengalir, mengalir dan terus mengalir. Tiada terbendung, apalagi terputuskan. Para bijak tradisi kehidupan menuturkan, bahkan kematian pun sejatinya tak dapat membendung Hidup. Karena Hidup terus berlangsung di luar kehidupan ini, untuk kemudian menempuh perjalanan lebih panjang, mungkin memasuki kehidupan ini lagi dengan baju tubuh baru. Sebagaimana Air mengalir tak mudah baginya kembali ke titik awal mula keberangkatannya, Hidup pun tak mudah menyusuri alur-alur dalam kehidupannya semula. Apalagi hendak kembali ke Titik Awal Mula Muasalnya yang Mahajernih Mahabening Mahamurni. ldeprabas

Luban Gawi Merantau ke Arah… lFaktor Utama Kekuatan Sriwijaya

ARGUMEN lainnya yang mengukuhkan Yavadvipa merupakan sebutan untuk pulau Sumatra adalah produksi kemenyannya. Referensi Timur Tengah menyebut ‘’kemenyan’’ dengan istilah luban gari (kemenyan Jawi). Lantaran kemenyan tidak diproduksi di Pulau Jawa pada masa itu, maka tak dapat tidak, daerah asal kemenyan yang dibawa ke Arab itu adalah Sumatra. Hal ini belakangan diperkuat dengan bukti-bukti terbaru dari lapangan prasejarah yang mengungkap kemenyan sebagai salah satu komoditi andalan masyarakat Sumatra tempo dulu. HASIL EKSKAVASI situs-situs prasejarah di sepanjang Sungai Musi oleh para arkeolog, baru-baru ini memaparkan bukti bahwa kemenyan telah menjadi komoditi

terpenting dalam jalur perdagangan internasional di Sungai Musi. Mulai dari awal abad masehi sampai pada masa kegemilangan Sriwijaya pada abad ke–9-10. Dalam buku Menyusur Sungai Merunut Waktu-penelitian arkeologi di Sumatra Selatan (Puslitbang Arkenas, 2006) dipaparkan bahwa pohon kemenyan tumbuh di manamana di DAS Musi hingga ke hilir ke situs Karang Agung yang bisa dianggap sebagai suatu pelabuhan, pusat pertukaran pada abad ke-4. Di hulu Sungai Lalan bahkan ditengarai menjadi tempat pengumpulan hasil kemenyan yang utama. Kelak, penguasan atas komoditi kemenyan ini turut menjadi faktor utama munculnya kekuatan politik Sriwijaya di kawasan Asia Tenggara. lRiki Dhamparan Putra

Hikayat Seri Rama atau Cerita Ramayana lSebuah Kias, Sebuah Sastra….

Kebetulan, cerita Ramayana, atau pun yang mirip-mirip Ramayana, berkembang di kawasan Asia Tenggara untuk yang cukup lama. Di pulau Jawa dan Bali, kekawin Ramayana menjadi salah satu cerita favorit yang dilestarikan melalui wayang. Di Sumatra dan Semenanjung, cerita Ramayana lebih dikenal dengan nama Hikayat Seri Rama. Di Kelantan tajuknya Cerita Raja Rawana dan dilestarikan melalui wayang. Namun, di kawasan lainnya tampaknya hikayat menjadi satu-satunya sarana untuk pelestarian kisah ini, semenjak periode tulisan Jawi (Arab Melayu). Banyak ahli percaya kalau hikayat – hikayat. Sri Rama di negeri-negeri Melayu telah ditulis sepanjang abad 13-17 CE. Ini mengandung konsekuensi terjadinya penggubahan dari madah aslinya. Para peneliti telah mencatat, terdapat 43 karakter yang berbeda pada Hikayat Seri Rama dibanding cerita asalnya. Pendek kata, Valmiki pasti akan tercengang-cengang seandainya ia menyaksikan kreativitas yang luar biasa itu. Namun, sebetapapun hebatnya perkembangan itu, kisah Ramayana dalam imajinasi tradisional kita, tetap berada dalam satu wawasan yang transenden sifatnya. Sebagaimana digambarkan Achdiati Ikram dalam kajiannya, fungsi-fungsi pokok dari kisah ini tetaplah sebuah amanat. Perbedaan struktur dan gaya penulisan, maupun perubahan perubahan tidak mengurangi keutamaan aspek tuntunannya. Berupa nilai-nilai kesetiaan, kearifan, martabat diri, dan karakter-karakter mulia lainnya. Dalam pandangan saya malah, kreativitas itu tidak mengurangi apa-apa dari tujuan Valmiki menuliskan kitab ini. Dengan

Semut Pakistan SIANG menerawang sepeda dayungku aku tuntun menyeberangi lampu lalu lintas yang menyala hijau di pinggir jalan pada rumah ketiga aku belok kiri dan masuklah ke warung yang terpatnya menyelinap di bawah tanah begitulah warung Tamil yang sewanya murah cukup di bawah tanah atau bawah bangunan loteng ada 12 kartun mangga honey asal Pakistan aku angkut tampak sepedaku sedikit berat ketika membelok ke gang beraspal pun ketika menuruni awah rel kereta api di rumah kardus-kardus aku keluarkan isinya dan mangga manis walau sepi aroma aku buat jus menjadi berpuluh-puluh kaleng plastik mungil semua aku simpan ke dalam kulkas bagian freezer ketika aku hendak menyingkirkan kartun itu terdapat sepasang semut hitam keduanya berjalan mengelilingi kartun dan sesekali menyusup ke lubang sela-sela kartun kemudian keluar lagi aku terhenyak jika semut ini bisa bicara pasti akan bilang aku lah pengawal mangga yang akan kamu makan jauh-jauh dari neg-

kata lain, selama ratusan tahun, Ramayana itu tetaplah sebuah kias, sebuah sastra. Dan masyarakat tradisional kita lebih mengutamakan aspek sastra itu ketimbang aspek geografi, historiografi dan biologis yang mungkin saja a da. Terlalu ironis, bila di zaman ojek beraplikasi ini, milis budaya kita justru disesaki oleh factor-faktor non sastra saat membicarakan Ramayana. Akibatnya sungguh di luar dugaan, peminat kontemporer Ramayana kita. Lebih tertarik kepada Sugriva ketimbang keteladanan. Sebabnya, karena monyet itulah yang memberi petunjuk tentang ‘’negeri emas’’, yang seakan-akan memenuhi ‘’nafsu purba’’ masyarakat kontemporer tentang kebesaran, kemegahan. Betapa mulianya Sugriva di zaman 4g berbasis budaya aplikasi ini. lRiki Dhamparan Putra eri Pakistan aku tidak mencoba mengusirnya aku pindah mereka ke dalam kaleng bersih dan aku kasih gula Jawa tiba-tiba semut itu berunding sejenak dengan sesama semut lalu menggigit gula Jawa itu mungkin kelaparan dalam perjalanan timbul niatku untuk menutup kaleng itu supaya semut Pakistan itu tidak pergi namun aku khawatir nanti tanpa udara pasti mati kutaruh saja di belakang lemari hingga tiga hari aku tengok ternyata mereka mengundang semut lokat Swiss dan pesta gula Jawa. lSigit Susanto

Cahaya di Kebun

Lombok - NTB

MALAM di kebun tersulut keramaian tiap warga memanen rasa gembira kecuali seorang ibu muda menggendong anak kecil menumpahkan kegusaran dua adiknya sudah setahun lebih tak bisa masuk sekolah surat pindah dari kota tak kunjung tiba jika saja sang ibu tak keburu pergi dua adiknya akan lebih punya makna ibu mereka pergi ketika terik bumi melelehkan tubuh-tubuh perkasa di belakang rumah anak-anak itu menangisi pepohonan kebatuan dan awan yang bergerombol mereka sudah menyapa rembulan untuk member keadilan namun membisu hanya di kebun malam itu semburat cahaya menyinari gelap di dada. lSigit Susanto

RAJA KUNING

MENCARI IBU

Tiga (3) Sajak

lLamuh Syamsuar sudah lama ia menepi di dahan pagi. Dari pohon berantah ia lepas sonar merdunya seakan hanya dan selalu ia, sajak pertama yang membuka zuriah halimun tak ada ibarat yang lebih patut digugu khalifah selain burung mengarungi siang saat surai tengah suwung menjelang senja di balik sarang sepenuh paruh

tubuh ibu dalam ragi sederhana ranting mengeram dapur asam berenang di suami sayur bening uap kemangi tumbuh di bibir panci di serat pejal tali kentular sebelah pohon sapi dan kambing turi huruf-huruf buta bermain gelang rambut sintal menggelinding rindang aku mencari ibu ke masa depan alang-alang memeram sejuk penginang menenun sirih tanah rekah memangku ibu

Titik: Akar Daya dan Guna Kata

l Lahir dari Kecerahan Kesadaran Budi SEBAGAIMANA Air punya alirnya sendiri, Hidup pun punya alurnya sendiri. Alir Air punya asal, alur hidup pun punya muasal. Sejajar dengan penalaran ini, tradisi memahami kata-kata pun punya akarnya. Apakah akar kata-kata? “Cecek,” tutur tradisi. Varian sebutannya adalah gecek. Artinya sama: Titik. Titik itu point. Point itu substansi. Substansi itu sari-pati. Sari-pati itu inti. Inti itu hakikat. Hakikat itu kedalaman terdalam. Kedalaman terdalam itu Hidup yang menghidupkan dan menghidupi kehidupan dengan penghidupan. Hidup yang menghidupkan dan menghidupi kehidupan dengan penghidupan itu dinamakan dengan banyak nama. Saraswati itu satu di antara sebutan-Nya. Cecek atau gecek atau titik itu awal dan juga akhir setiap aksara yang disuratkan. Setiap aksara manakala disuratkan dimulai dengan titik, dan diakhiri dengan titik. Titik itu awal, sekaligus akhir. Titik bisa berwujud noktah kecil, hingga tak kelihatan, tapi titik juga dapat berwujud besar tak berhingga. Titik bisa mewujud lubang kecil, lubang sedang, hingga lubang hitam besar tak berhingga. Titik bisa berupa bola pingpong, bisa bola tenis. Titik juga bisa berupa bola sepak yang dikejar-kejar dengan sepenuh daya, kecerdasan dan kecekatan oleh para pemain sepak bola. Bukan untuk dikuasai, tidak buat dimiliki, melainkan untuk ditendang kembali hingga bisa pas tepat masuk ke ruang kosong gawang. Cecek, titik, itu daya energi Hidup yang menjadikan kata-kata mengalir dari pikiran ke ujung lidah, menjadi frase, kalimat, paragraf, wacana, hingga menjadi buku, bahkan kitab. Daya energi Hidup ini menjadikan kata-kata mengandung substansi makna kebenaran yang berguna memuliakan kehidupan bersama manakala dilahirkan dari kecerahan kesadaran dan kebijaksanaan budi. Kata-kata kehilangan makna dan gunanya bagi kehidupan manakala dilahirkan dari kegelapan ego, yang mau menang dan benar sendiri. Cerdas dan bijaklah dengan kata-kata yang terucap maupun tersurat. ldeprabas

Akhir Hinaan Kotor Sisupala l Menghentikan Raga, Membebaskan Jiwa

LAHIR dengan keganjilan bermata tiga dan berlengan empat dari pasangan Raja Chedi, Damagosa, dengan permaisuri Srutasrawa, takdir lakon hidup Sisupala pun telah ditentukan—sedemikian tragis. Semula dia hendak dibuang oleh orangtuanya. Tapi, sabda gaib dari Hyang Embang menentukan lain: raga Sisupala yang ganjil itu bisa hilang dengan sendirinya bila dipangku oleh titisan Sri Wisnu. Dengan catatan tebal: titisan Sri Wisnu itu pula yang niscaya bakal menjadi maut Sisupala. Takdir itu pun datang menggerakkan kisah kehidupan Sisupala—tiada kuasa dielakkan. Wasudewa Krishna muda datang berkunjung melihat si bayi Sisupala. Begitu bayi ganjil itu dipangku Sri Krishna, sabda Langit terbukti dengan sendirinya: raga Sisupala sontak berubah menjadi normal. Kelebihan mata dan lengannya murca, entah ke mana. Sepatutnya pasangan Damagosa-Srutasrawa betempik girang bahagia. Namun yang terbayang justru takdir nahas Sisupala yang sedemikian terang benderang: maut Sisupala pun dipastikan berakhir di tangan titisan Sri Wisnu itu. Keniscayaan itu mendorong sang ayah, Damagosa, bersimpuh memohon-mohon supaya Sri Krishna berkenan mengampuni kepapaan dosa-dosa Sisupala. Sri Krishna memang memenuhi harapan Damagosa, namun tetap dengan jatah batas jelas tegas: maksimum hanya 100 kesalahan. Bila telah mencapai limit puncak 100 kesalahan, Sisupala tetap tidak mengubah perilakunya, maka saat itu pula kematiannya dipastikan. Tiada lagi jatah bonus tambahan umur ataupun diskon pengampunan. Saatnya tiba. Di paseban yang sedang penuh undangan terhormat guna menghadiri penobatan Yudistira sebagai Raja Diraja Hastinapura, Sisupala malah berulah onar. Suasana damai sontak berubah

Mata Uang yang Memecah Belah…. lMembaca Kembali Ong Hok Ham (2)

CARA pandang lain yang unik dari Ong Hok Ham adalah tentang politik Belanda dalam memecah belah masyarakat Nusantara. Lazim dalam pelajaran sejarah disebut taktik Belanda adu-domba, pecah belah dan kuasailah (divide et Impera). Ong berpendapat lain. Di balik politik pecah belah, ada faktor yang dominan, yakni politik uang. Atau secara general bisa disebut aspek ekonomi-finansial. Ong membuktikan, penguasaan kolonial atas kraton di Jawa, jarang berhadapan langsung (vis to vis) dengan senjata. Belanda tak mengeluarkan amunisi, kecuali menghadapi Sultan Agung dan Diponegoro pada abad ke-19. Pada abad sebelumnya, VOC maupun Hindia-belanda, cukup menghamburkan mata uangnya. Bagaimanakah cara Belanda memakai mata uang sebagai senjata Pemecah belah? Tidak lain dengan memberi kompensasi atas raja atau keluarga sultan dalam bantuan ekonomi berbentuk uang kontan. Ini dimungkinkan ketika Belanda lewat ‘’perjanjian lunak’’ berhasil menguasai tanah atau lahan perkebunan. Ketika hasil perkebunan laku di pasaran dunia (Tebu di Jawa, Karet di Sumatera), praktis keluarga raja tidak memiliki akses penghasilan langsung dari sana. LEWAT PRIAYI yang dijadikan pangreh praja, keluarga raja digaji dan diberi tunjangan. Gaya hidup yang tinggi antar kelompok priayi, menyebabkan terjadinya gesekkan, dan memuncak pada konflik. Ketika konflik terjadi Belanda menjadi pihak ketiga yang lagi-lagi siap mengucurkan uang bagi keluarga yang dianggap sejalan dengan strategi Hindia-Belanda. Dalam konteks ini, Belanda adalah ‘’cukong terbesar’’ yang pernah ada di Nusantara. SEGALA hal yang terjadi pada masa kolonial, ternyata masih memiliki relevansi dengan zaman kini. Secara global, sektor ekonomi-finansial sangat menentukan nasib kehidupan di planet bumi. Hal ini melibatkan mata rantai yang panjang, mulai Bank Dunia, Negara donor hingga Negara super power. Apa yang disebut Bank Dunia. Lebih berupa tengkulak global yang beroperasi di negara-negara miskin. Mereka bukannya menolong, tapi menjerat negara terkait dengan hutang. Itulah sebabnya sejumlah negara ketiga belakangan menolak campur-tangan Bank Dunia dalam mengatasi kemelut ekonomi negarnaya. Setali tiga uang, negara donor, yang menyebut pemberian hutannya dengan ‘’bantuan’’, tak lebih jerat yang melenakan. PINJAMAN dalam jumlah besar, mi-

DI BIBIR PASANG PANTAI AMPENAN di bibir pasang pantai Ampenan aku ingin mengajakmu menjelang perpisahan persis di belakang beton-beton pemecah aku ingin engkau menatap lidah ombak lihatlah, yang terus berkelejat berjurai-jurai serupa lengah yang mencoba betahan seperti tak rela melepas jingga meski senja telah berjalan pada manzilah yang persis agar semua dipertemukan kembali apakah engkau membaca apa yang kutangkap? aku seperti menyaksikan nafsu Qabil yang berkobar untuk membunuh Habil aku seperti menyaksikan Musa yang bersikukuh ingin bermusyahadah di bukit Tur

nus pengawasan, membuat pinjaman itu rentan dikorupsi. Negara donor tahu itu, dan membiarkan. Toh. Semakin tinggi penyelewengan semakin besar kegagalan suatu program, sehingga ketergantungan atas negara donor tetap berlanjut. Persis perlakuan terhadap para kuli kontrak di perkebunan yang dilengkapi fasilitas judi dan hiburan. Tiap kali seorang buruh menerima gaji, uangnya habis buat taruhan dan bersenang-senang, lalu kembali berhutang, dan dengan cara itu mereka selamanya jadi hamba sahaya. Kita, negara terbesar di gugus Nusantara ini, selama puluhan tahun pernah menerima perlakuan semacam itu dari negara donor. Sementara negara kuat, kerap membuat embargo ekonomi sebagai senjata untuk menundukkan negara yang memiliki visi berbeda. DI DALAM negeri sendiri persoalan keuangan ini juga sangat problematik. Berbagai bank besar, menengah dan kecil, berlomba menawarkan program bagi orang

Lampu di Ruang Tamu MALAMmenggantungketikaakubertandang ke sebuah rumah berpagar biru mudah dari kau rumah itu cukup kokoh untuk ukuran rumah di kampungku aku dating bukan karena rumah yang rapi itu tapi karena anak tuan rumah yang berkulit kelam dengan senyuman alami sederet gigi putihnya berbaris mengintai dari balik bibir yang tipis semerah daging jambu aku terpesona sejak lama sama dengan pemuda lain tak peduli siapa yang menaksir gadis itu ia terima ada polisi beristri ada sopir muda ada teman sekelas bahkan ketua kelas yang tentu usianya seirama dengan si gadis aku dusah

Lelaki yang Menunggu di Jembatan Gantung LELAKI kurus itu sejak beberapa tahun meninggalan rumah tanpa memberitahu hendak ke mana ia melompat lima kali pada parit sawah dan tiba di pinggir kali memandangi air mengalir di bawah jembatan gantung ia mencari tempat teduh persis di bawah pohon waru ada batu bundar sesekali ia melemparkan batu kecil ke arah pusaran air yang membawa daun-daun kering berputar puluhan kali sebelum hanyut dibawa arus seorang perempuan muda lewat menggendong daun nangka dengan jalan terseok-seok lebar jembatan gantung itu tak selebar ikatan daun nangka lelaki itu terbelalak dan bangkit dari lamunannya ia mengejar arah anak petani itu berjalan pada ujung jembatan keduanya saling bertatap pandang seperti melakukan percakapan keduanya berjalan beriringan dengan bahasa mata jalan lebar berumput itu semakin meruncing pada sebuah dusun anak petani pembawa daun nangka itu disambut kambing-kambing di emperan rumah rumah dari dalam dapur yang gelap terdengar celotehan banyak orang disertai ledakan kecil dari kayu api yang dibakar di tungku lelaki itu seperti mengenai suara orang di daput suara itu mirip dengan suara ayah dan ibunya yang lama ditinggalan. lSigit Susanto

Tiga (3) Sajak

lChaidir Amry Lombok – NTB PERESEAN diiringi genderang kita beradu tangkas dengan sedikit tarian salah satu dari kita kepalanya harus bocor agar langit menangis biar terisi embung mataair yang sudah lama mongering agar amarah selatan mereda

menjadi gaduh oleh ceracau mulut Sisupala yang tiada henti melontarkan kebencian dan hinaan. Mulai dari Bima sebagai simbol kekuatan Hastinapura menjadi sasaran tembak kata-kata kotor Sisupala, lalu berlanjut ke sang Raja Yudistira. Hadirin geram, namun tak bisa berbuat apa, karena terikat etika sabha paseban—yang memantangkan berulah onar. Merasa melambung setinggi langit karena menjadi pusat perhatian tunggal seluruh hadirin, Sisupala pun kian kalap. Ia terbuka melontarkan hinaan demi hinaan kotor ke arah Sri Krishna yang telah menyempurnakan raganya dari ketidaknormalan. Sisupala lalai, sejak awal Sri Krishna sejatinya sedang menghitung satu demi satu kesalahannya. Tepat pada hitungan ke 100, senjata ampuh pamungkas berupa Cakra Sudarsana pun muncul di tangan titisan Wisnu itu—membikin mata segenap hadirin terpejam akibat tak kuasa menahan silau pancaran sinar kemilaunya. Hanya dalam hitungan nanodetik, Cakra itu melesat menebas leher Sisupala hingga terpisah dengan tubuhnya. Begitu hadirin membuka mata, kisah Sisupala pun berakhir teramat tragis. “Aku mengakhiri hidup Sisupala supaya dia tidak terjerembab lebih dalam ke dalam kubangan dosa demi dosa yang bakal terus diperbuatnya. Kematiannya justru penyelamatan, sekaligus pembebasan jiwanya,” sabda Sri Krishna. Sisupala memang telah berakhir dalam kisah susastra agung Mahabharata karya Rsi Wyasa. Namun, di Tanah Air Nusantara Raya yang kian jauh meninggalkan akar-akar budayanya setelah 71 tahun merdeka, Sisupala justru sedang menebar ujaran-ujaran kebencian, hinaan, dan kebohongan atas nama agama. Bahkan membela Tuhan. Mereka tak juga kunjung menyadari, betapa Sri Krishna sejatinya tak pernah lalai menghitung-hitung batas tegas “100 kesalahan” baru Sisupala atas Tanah Air Nusantara Raya. ldeprabas banyak, namun jeratan bunga dan segala tetek-bengek lainnya selalu menyertai. Bahkan bank yang berlabel syiah pun tak kalis dari perburuan laba. Alhasil, gagasan Hatta tentang koperasi sirna ditelah bumi. Atau, kita bisa meminjam narasi Ong atas keruntuhan Majapahit oleh Demak pada 1.400 Saka (1478 Mesehi), sebagaimana dinukilkan kembali oleh Asvi Warman Adam, candrasangkala: n sirna ilang kerta ning bumi, ilangnya kejayaan dunia (xi: 2000). HAL PALING menyedihan, mata uang masuk ke dunia politik lewat apa yang kita kenal sebagai politik uang. Pemilihan kepala daerah, kerap diwarnai tindaktanduk ini, sehingga mereka yang punya banyak iuang kerap menang. Suara rakyat sebagai suata Tuhan pun layak dipertanyakan. Masyarakat kita tiba-tiba menjadi amat permisif dengan kebendaan. Padahal dalam ajaran adiluhung digambarkan kita adalah masyarakat yang memiliki refelsi kuat atas makna berdawi. Atau jangan-jangan anggapan warisan itu tidak sepenuhnya benar. Terbukti, keberhasilan VOC dan Hindia-Belanda menyebar mata uang dalam menguasai Nusantara, mengisyaratkan bahwa ketakjuban pada kilau piis (uang) sudah ada sejak dulu kala. Bahkan Ong sampai pada sebuah kalimat sarkas, ‘’keuangan yang akhirnya dapat membeli kekuasaan dari masyarakat yang katanya nonmaterialis.’’ Ironis! lRaudal Tanjung Banua berkuliah ai masih di sekoah lanjutan atas ia sekolah di sebuah sekolah yang tak ternama di kotaku mungkik kesederhanaan dan gerak alaminya yang p aling memikat selain kemanisan di wajah ditambah rambut hitamnya yang tebal meskipun aku harus antre untuk menjumpainya aku sabar namun aku tidak dating sendirian aku mengajak teman yang lebih muda usia agar bisa mengimbangi sekiranya terjadi pembicaraan atau aku saat itu tak memikirkan arti romantic bertemu berdua aku lebih suka menabur kelakar dan rasa senang sekaligus sedikit member tanda bahwa aku menaksir dia celaka antreanku tiga pemuda di depanku aku duduk dengan temanku di pinggir jalan persis di bawah pagar kayu mungkin si dia paham ada teman lain mengantre karena lelaki yang aku tunggu lama gak kunjung angkat kaki terpaksa aku merangsek masuk dikawal temanku tak malulah karena aku berdua tak kusangka lelaki itu saudaraku sendiri yang usianya jauh lebih tua denganku apalagi dengan si gadis itu sampil bicara sekenanya ia undur diri kini giliranku duduk persis di sampingnya duduk di kursi teras tanpa cemilan tanpa music pengiring sudah seperti di beranda istana tak berapa lama ibunyak memanggil si gadis masuk aku berunding buruk dengan temanku mungkin ia dilarang keluar lagi ketika kecamuk bersarang ternyata ibunya minta bantuanku mengganti lampu bola yang mati di ruang tamu dengan suka cita aku segera naik meja yang sudah disiapkan si ibu dan anaknya celakanya aku tak begitu tinggi akibatnya meja ditambah kursi lagi baru aku bisa naik dan tanganku gemetar bukan takut kesetrum listrik namun malu kursiku dipegang sang ibu dan dia yang aku taksir temanku sepertinya ikut memegangi kursi aku berharap lampu tak menyala dan kursi itu jatuh sehingga aku tersungkur persis di sebelah si gadis persis di dekat telinganya akan aku bisikkan kamu gadis indah yang menggemaskan lampu menyala lamunanku sirna. lSigit Susanto

DI BALIK SELAPUT SENJA

di balik selaput senja ada jiwa yang terselap hati akan sepadam malam roh-roh bangkin bergembira lalu ada bisikan yang mengabarkan tentang roh-roh telah sampai pada altarnya

WAKTU YANG TEPAT

aku ingin berada diwaktu yang tepat setepat pemburu menancapkan anak panah pada jantung buruannya aku ingin berada diwaktu yang tepat setepat matahari membungkus kulitmu


NASIONAL

16

Minggu Umanis, 5 Februari 2017

Yudhishthira Perintahkan Dhrishtadyumna Serang Drona

Disusun: Kisari Mohan Ganguli Diterjemahkan: I Ketut Arinta

(Edisi Empat ratus Empat Puluh Tujuh)

Rishi Vyasa : (Bharata) setara dengan Veda. Ini adalah suci dan agung. Bharata menganugerahkan kemasyhuran dan kesejahteraan. Karena itu, seseorang harus mempelajari dan mendengarkan dengan perhatian penuh.

SANJAYA berkata, Demikian disapa Maharishi Vyasa, Prabu Yudhishthira yang adil dan gagah perkasa menahan dirinya. Oh banteng keturunan Bharata, dia sendiri mencoba membantai Karna. Kemarahan putra sulung Pandu itu, sebagai akibat pembantaian terhadap Ghatotkacha oleh putra Suta pada malam itu. Atas kematian putra Bhima itu, sang prabu menjadi dipenuhi kesedihan dan juga kemarahan. Setelah melihat kelompok paduka yang besar itu ditahan oleh Bhima, kemudian Yudhishthira menyapa Dhrishtadyumna, ‘’Tahan orang kelahiran Priok itu. Oh penghangus musuh-musuh, engkau telah memakai baju zirah sejak lahir. Engkau juga bersenjatakan busur dan anak-anak panah, pedang bengkok yang muncul dari api suci homa. Semua itu untuk perlengkapan perang pada dirimu itu untuk kehancuran Drona. Dengan riang gembira, segera menyerbu engkau ke dalam pertempuran. Engkau tidak perlu takut-takut lagi. Biarlah Janamejaya, Sikhandin, putra Durmukha dan Yasodhara, meny-

erbu dengan kemarahan melawan orang kelahiran Priok alias Drona itu dari segala sisi. Biarlah Nakula dan Sahadeva, putra-putra Draupadi, para Prabhadraka, Drupada, Virata dengan putra-putra serta saudara-saudara mereka. Selain itu, juga Satyaki, keluarga Kaikeya dan para Pandava termasuk Dhananjaya menyerbu dengan cepat melawan putra Bharadwaja tersebut. Keinginan dan tekad para Pandava itu semua untuk membantai Guru Drona. Biarlah juga semua prajurit kereta dan semua gajah, kuda-kuda yang kita miliki serta seluruh serdadu jalan-kaki merobohkan prajurit kereta perkasa Drona dalam pertempuran ini.’’ Demikian para ksatria utama Pandava diperintah putra sulung Pandu yang terkenal itu. Semua dari mereka menyerbu dengan tidak sabaran melawan orang kelahiran dari Priok itu, dengan keinginan membantainya. Guru Drona, yang utama dari semua pemegang senjata-senjata itu menyambut dalam pertempuran semua prajurit Pandava. Bahkan, putra Baradwaja itu menyerbu secara tiba-tiba

menggunakan kekuatan besar. Prabu Duryodhana, yang menginginkan melindungi hidupnya Guru Drona, juga ikut menyerbu melawan para Pandava, dengan mengerahkan kekuatan besar. Kemudian perang dimulai antara para keturunan Kuru dan para Pandava, yang saling meraung satu dengan lainnya. Binatang-binatang dari kedua kelompok itu sebagaimana juga para prajurit semuanya kelelahan. Para prajurit kereta yang hebat itu, oh raja, dengan mata tertutup karena tertidur lelah dengan usahanya dalam pertempuran, tidak mengetahui apa yang harus diperbuatnya. Malam itu selama sembilan jam suasananya begitu mengerikan dan juga menakutkan. Kehancuran makhluk-makhluk itu terjadi dalam bentuk apa saja. Ketika mereka sedang dibantai dan saling merobek satu dengan lainnya. Semua ksatria berjuang tanpa kegembiraan karena kantuk dan kelelahan menyerang mereka. Pasukan-pasukan paduka, sebagaimana juga musuh-musuh tidak

memiliki lagi senjata termasuk anak-anak panah. Melewati waktu demikian -- sebagian besar -prajurit-prajurit dari kedua bala tentara itu dilengkapi kerendahan hati dan energi yang kuat. Mereka sangat patuh kepada kewajibankewajiban dari golongan mereka. Karena alasan itu, mereka tidak meninggalkan divisi-divisi yang dibelanya. Yang lain-lainnya tidak sedikit kemudian meninggalkan senjatasenjata, merebahkan dirinya sendiri. Beberapa terbaring di punggung-punggung gajah, beberapa di kereta, dan beberapa

di punggung kuda, Oh Bharata! Akibat prajurit yang matanya buta dan juga kantuk menyerang, membuat mereka menjadi betulbetul tidak bergerak, oh raja, prajurit-prajurit yang lain masih terbangun dalam pertempuran dan juga ada tewas lebih dulu ke tempat tinggalnya Dewa Yama. Yang lain-lain, kehilangan kesadaran mereka tidak sedikit bermimpi dalam tidurnya. Mereka membantai sendiri musuh-musuh dan juga karena bingung karena situasi perang sangat mencekam dan mengerikan, teman-temannya sendiri. (bersambung)

Sloka 12.3 Ye tv aksharam anirdesyam avyaktam paryupasate sarvatra-gam acintyam ca kuta-stham acalam dhrusvam Mereka yang memuja Yang Maha Tak Terbinasakan. Yang Tak Terterangkan, Yang Tak Terbentuk, Yang Selalu Hadir, Yang Tak Terpikirkan, Yang Tak Berganti Ganti, Yang Tak Bervariasi, Yang Konstan.

’’Homestay’’ Desa Pinge Perlu Standardisasi

BPM/udi

LONGSOR - Empat ruko ambruk terbawa longsor di Dusun Ringinmulyo, Desa/Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Sabtu (4/2) kemarin.

Tabanan (Bali Post) Tabanan memiliki desa wisata yang dibuka sejak tahun 2002 yaitu Desa Pinge, Kecamatan Marga. Meski sempat mandek beberapa tahun, pada tahun 2010 desa wisata Pinge kemudian menggeliat kembali. Saat ini, kunjungan ke desa ini didominasi oleh wisatawan Eropa. Meski sudah berjalan, namun ada beberapa kekurangan yang harus diperbaiki. Salah satunya homestay yang ada di desa Pinge perlu standardisasi. Bendesa Adat Pinge, I Made Denayasa, beberapa waktu lalu mengatakan homestay di Desa Wisata Pinge memang harus distandardisasi agar kualitasnya sama. Ada pun standar yang disamakan salah satunya kamar mandi yang beberapa masih menggunakan WC jongkok. Untuk itu, pihak Pemkab Tabanan telah menjalin kerja sama dengan Kementerian BUMN beberapa waktu lalu. Kerja sama yang melibatkan lima BUMN ini salah satunya adalah pinjaman lunak bagi pemilik homestay.

‘’Dengan pinjaman lunak ini, mereka bisa melakukan perbaikan atau menambah fasilitas sesuai standardisasi homestay,’’ ujarnya. Ia memaparkan saat ini di Desa Pinge dari 160 KK, yang memiliki homestay ada sekitar 10 KK dengan jumlah 40 kamar. Diakuinya, beberapa kamar untuk homestay belum sesuai standar seperti fasilitas kamar mandi yang WC-nya masih jongkok. Lewat pinjaman lunak bantuan dari Kementerian BUMN diharapkan tidak hanya memperbaiki fasilitas homestay yang sudah ada tetapi juga menambah jumlah homestay di Desa Pinge. ‘’Tentu harapan kami homestay ini akan berkembang jumlahnya,’’ ujarnya. Penambahan homestay tentu akan menambah penghasilan dari warga dimana per malam disewakan Rp 150.00 per orang. Sementara dari kunjungan wisatawan pada tahun 2014 terdata 867 kunjungan dimana 115 orang tamu. Tahun 2015 tercatat 856 orang. Sepanjang tahun 2016 tercatat 1.489 kunjungan di mana 513 di antaranya menginap. (kmb24)

Diguyur Hujan, Semua Pihak Diminta Redam Empat Ruko Terseret Longsor Adu Domba Isu SARA

Banyuwangi (Bali Post) Hujan lebat yang mengguyur Dusun Ringinmulyo, Desa Pesanggaran, Banyuwangi, memicu musibah. Empat bangunan ruko di desa setempat ambruk terbawa longsor, Jumat (3/2) malam.Tak ada korban jiwa dalam musibah ini. Saat kejadian, kondisi ruko sedang kosong. Diduga, ambruknya ruko ini lantaran tebing di bawahnya longsor. Saksi mata di lokasi menyebutkan peristiwa itu terjadi pukul 21.35 WIB. Sebelum kejadian, hujan lebat mengguyur sejak sore. “Awalnya terdengar suara gemuruh. Saya kira mobil tabrakan. Ternyata, empat ruko ambrol terbawa longsor,” kata Surtini (45), salah satu warga, Sabtu (4/2) ke-

marin. Empat ruko yang longsor kondisinya porak poranda. Bagian belakangnya hancur, terseret ke sungai yang curam. Kedalamannya sekitar empat meter. Ruko yang longsor ini dua di antaranya sudah ditempati untuk toko roti dan layanan pos. Surtini menambahkan,

setelah mengetahui kejadian ini, pihaknya langsung menghubungi penyewa ruko, Budi, asal desa setempat. Tak berselang lama, Budi tiba di lokasi. Pria ini langsung mengevakuasi barang-barangnya. Namun, beberapa barangnya hanyut terbawa longsor. Dibantu warga, beberapa barangnya dikeluarkan dari

reruntuhan ruko. Selama ini, Budi menggunakan ruko tersebut untuk layanan pos. Dia juga belum terlalu lama menempatinya. Akibat kejadian ini, para penyewa ruko ditaksir mengalami kerugian Rp 100 juta lebih. Menurut warga, ruko milik salah satu warga setempat ini dibangun sekitar empat tahun lalu. Posisinya memang membahayakan yakni di atas tebing sungai yang curam. Diduga, lahan di lokasi stabil. Apalagi, diguyur hujan seharian.

Kejadian ini menarik perhatian warga di lokasi. Apalagi, posisinya dekat dengan jalan raya. Hingga sore, proses evakuasi barang-barang dari dalam ruko masih berlangsung. Untungnya, ruko itu hanya ditempati saat siang. Setelah tutup, sang penyewa memilih pulang. “Posisinya memang curam dan berbahaya. Untungnya, tak ditempati saat longsor,” kata salah satu warga. Warga di lokasi juga waswas muncul longsor sungsulan. Sehingga, ruko yang lain ikut ambrol. (kmb30)

Hindari Penguasaan Asing

Pengelolaan Perikanan Harus Diperkuat Payung Hukum Jakarta (Bali Post) Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) RI Firman Soebagyo mengatakan, pengelolaan perikanan di sektor hulu harus dikuasai oleh rakyat Indonesia. Untuk itu, jangan sampai kekayaan alam yang sedemikian melimpah ini dikuasai oleh asing. Oleh karena itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan harus diperkuat dengan payung hukum yang jelas. “Soal perikanan, sebagai salah satu aset nasional, saat ini terus diintervensi oleh kepentingan asing. Kementerian KKP memiliki visi dan terobosan yang cukup bagus terutama dalam pengelolaan kekayaan perikanan di Indonesia, tapi tidak memiliki payung hukum yang kuat,” kata Firman Subagyo di Jakarta, Sabtu (4/2) kemarin. Dia mencontoh, kerja sama bilateral antara kepolisian dan KKP dengan lembaga penegak hukum di negara lain. “Saya kira bisa dilakukan. Dengan begitu

kita harapkan aktor-aktor di luar negeri dapat kita jerat dengan hukum,” imbuhnya. Kerja sama seperti itu menurut anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar ini merupakan bentuk implementasi Undang-undang No. 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, maka diperlukan penguatan dari sisi pengawasan. Pengawasan diperluas dengan melakukan kerja sama dengan otoritas institusi dari negara lain. Selain itu masalah pemangkasan perizinan kapal nelayan yang terlalu rumit, sehingga menyulitkan aktivitas para nelayan. Selama ini, izin menyangkut kapal penangkap ikan ada di Kementerian Perhubungan dan Kementerian KKP. Padahal merujuk pada UU Perikanan pasal 1, yang menyebutkan hanya KKP yang berwenang menerbitkan Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP), Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI), dan Surat Izin Kapal Pengangkutan Ikan (SIKPI).

Sedangkan verifikasi atau pengukuran ulang kapal perikanan dipegang oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sementara untuk kapal penangkap ikan akan difokuskan pada Kementerian KKP. Kementerian KKP memiliki visi dan terobosan yang cukup bagus terutama dalam pengelolaan kekayaan perikanan di Indonesia. Namun, terobosan besar

tersebut belum memiliki payung hukum yang kuat. Karena itu, Baleg DPR akan segera membentuk Panitia Kerja (Panja) yang akan melakukan survei di beberapa lokasi. Dari survei tersebut diharapkan dapat menambah masukan materi revisi UU Perikanan. Pengelolaan kekayaan alam kita harus sejalan dengan program yang dicanangkan pemerintahan Presiden

Joko Widodo yaitu yakni meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya. “Saya berharap cita-cita negara yang ingin mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik akan terwujud,” kata Firman. (kmb4)

Minggu, 5 Februari 2017 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Upacara Ngenteg Linggih (3) 06.35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.00 Klip Anak 08.35 I Got It 09.05 Taman Sari TK Kusuma (2) 09.30 Belajar Menggambar Menggambar Sungai 10.05 Education on Bali TV

11.30 Agrobisnis Timun Mini Jadi Incaran Pasar 11.00 Round Up The Word 11.30 DOT Ghost Tracker Gelar Pantura 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Upacara Ngenteg Linggih (4) 12.30 Traventure 13.00 Wirasa Peduli Sesama 13.30 Lila Cita 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV 16.05 Lila Cita

17.05 Inovator 17.30 Gita Shanti 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.00 Banjar Bali Quiz 19.30 KRIS 20.00 Sematra Artis Bali 21.00 Lila Cita Sanggar Warini (2) 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Drama Gong Cupak Gerantang (5) 23.00 Lila Cita Calonarang Tanjung Bungkak (4) 23.30 Folksong

Jakarta (Bali Post) Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli meminta semua pihak menahan diri dari hal-hal berbau adu domba yang mengatasnamakan suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA) yang berpotensi memicu perpecahan bangsa. Kegelisahannya itu disampaikan Rizal Ramli usai silaturahmi dengan tokoh dan jajaran pengurus Masjid Lautze, Pasar Baru, Jakarta, Jumat (3/2) lalu. Masjid Lautze selama ini dikenal sebagai masjid komunitas Tionghoa di Kota Tua Jakarta. Pendirinya merupakan etnis keturunan Tioghoa yang terus dilestarikan hingga saat ini oleh etnis keturunan Tionghoa hingga saat ini. “Jadi, kami melihat kalangan abangan, nasionalis dan suku-suku mau diadu domba dengan umat Islam. Ini harus dihentikan, sangat berbahaya karena eskalasinya semakin meningkat. Kalau dibiarkan, kerusuhan SARA bisa terjadi lagi,” ujar Rizal. Menurut Rizal, jika perpecahan dan konflik SARA terus

terjadi di Indonesia, imbasnya akan sangat mengerikan. Sebab, bisa melumpuhkan segala sendi kehidupan berbangsa, seperti kondisi politik dan perekonomian negara. “Ekonomi kita bisa anjlok hingga minus lima sampai minus delapan persen, ekonomi kita bisa mundur delapan tahun ke belakang. Kita akan menyesal nanti karena tidak mudah membalikkan pertumbuhan ekonomi dari negatif ke positif,” kata Rizal Ramli yang juga dikenal sebagai ekonom dan Menteri Perekonomian di era Presiden RI keempat Abdurahman Wahid (Gus Dur). (kmb4)

Rizal Ramli

BPM/ist


Minggu Umanis, 5 Februari 2017

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya Informasi pasang iklan Telepon : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) : (021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 - Iklan Still Store di Bali TV : Rp 200.000,- (10 x tayang) � Jakarta � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV : Rp 50.000,- (5 x tayang) � Mataram : (0370) 639543 tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket : Rp 165.000,- (10 x muat) � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklan@balipost.co.id 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket : Rp 82.500,- (10 x muat) � Surabaya : (031) 5633456 � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau VISA � Email: pembacabalipost@gmail.com � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 � Discount Up to: 10% Pembayaran dgn Kartu Kredit BNI Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � Tarif iklan Mini/Baris

Dibutuhkan Sgr SPG Toko !Dcr SPG u/Butik di Canggu Pglm Pakaian Adat Hub.081235578910 Diutmkn bs Ing WA 081556673207 B.BP.001.02.17.0000353

Coco Group Looking for: Sales & Marketing Good Performance, Male/Female age max 25 years old Excellent in English, Both in Written and Verbal Minimum have 1 year Experience in the same position.Send Your Application & CV to our Email: hrm@cocogroupbali.com

B.BP.166.02.17.0000354

*Dibthkn Sgr Karyawan Laundry Bw Lam ke PT.Balinesia Jl.Kayu Aya 104X, Smnyak(0361)738720/21

B.BP.001.02.17.0000179

Admin & Account DIII/S1 Pnglaman Nadya Garment Jl.BejiAyu 9 Seminyak-Sunsed 082340290123 / yahyamuhsien@yahoo.co.id B.BP.001.02.17.0000323

B.BP.803.02.17.0000175

Cari Kary Basic Sekretaris, Dibutuhkan karyawan/wati S1 Ekonomi Manj/Aktn, Good English Bagian Administrasi area Jimbaran Berdedikasi Hub.081339628338 / Nusa Dua Hub.081999942016 B.BP.154.02.17.0000363 8475828 hrd@house-of-ioco.com B.BP.001.02.17.0000205 Villa Complex in Ungasan Need Personal Asisstant&Admin.Send Dcr Sales Pnglmn Umur Max 30Th PnySpd Mtr Bawa Lamaran ke CV to:mutiara_diaz@yahoo.co.id PT.Banoli Jl.BuluhIndah 75 Dps Fluent English & Well Organize B.BP.820.02.17.0000319

Bth Teknisi Comp.SMK/D1 Jl.Tk Pakerisan 66A Hub:081236246046

Dcr Karyati Artshop sgr G2jt++ bs Ing lok Sanur 082144423777

Cari Tukang Kebun Tahu merawat pool & cook laki utk Villa Batubelig fasilitas Gaji, Service,BPJS,THR,08123670531 villatenangbatubelig@yahoo.com

Dcr Karywt Adm Komp Max 30Th D3/S1 Hub.087860977381

B.BP.001.02.17.0000343

B.BP.001.02.17.0000255

Cr krywti Llsn SMK Tata Busana hobi jahit Hub.081916123230 B.BP.004.02.17.0000283

Dcr Apoteker&Asist.Apoteker/L Staf(L):Marketing AlkesSIM A&C Gudang&Ekspedisi(L)SIM A&C Jl.Gatsu II No.11 Dps Hub: Sri (081805608197) B.BP.001.02.17.0000001

Dcr Cook u.Villa di Canggu Phn 081338410019

B.BP.001.02.17.0000008

B.BP.169.02.17.0000124

B.BP.135.02.17.0000293

B.BP.001.02.17.0000320

Dcr Pramuniaga&Kasir Wil.Dps Min.D2 Hub.085738559532 / 290407 / 085737640225

B.BP.001.02.17.0000231

Dcr QS,S1 Sipil,pglm,Eng aktif subali81@gmail.com/03618476574

B.BP.001.02.17.0000250

Dcr Segara Adm Kantor max 25th D1, Berminat Krm Lamaran Jl. Apit Telaga No.12/16 Br.Batur Peguyangan Kaja Dps Utara Hub.085100480049

B.BP.001.01.17.0002641

Dcr Sopir+tng angkat Fas GP+UM +Inst+Bns Lam ke PT.Inti Buana Permai Jl.Ayani Slatan 101 Dps

B.BP.001.02.17.0000105

Dcr Supir&Helper Umur Max35Th Supir Pny SIMB1 Bawa Lamaranke PT.Banoli Jl.BuluhIndah 75 Dps

Dcr Sales Property gaji+Komisi Pny kendaraan bw lamaran Jl.Raya Puputan Perum Graha Renon No.6. 082146739883

Dcr karyati Artshop sgr G2jt++ bs Ing lok Ubud H.082144423777

Dcr Satpam,diutamakan bisa nyetir bw lamaran Jl.Raya Puputan Perum Graha Renon No.6 082146739883

Dicari Staff Bs Bhs.Inggris untk Diving Shop Hub.Nova Dive Center Jl.D.Tamblingan 192 Sanur 0361 271354

B.BP.004.02.17.0000302

B.BP.004.02.17.0000303

B.BP.001.02.17.0000007

B.BP.135.02.17.0000292

B.BP.001.02.17.0000024

Dcr.Kry.Wanita,Max23Th.Pend D1 Dicari therapist (laki-laki) JobAusy work&WHvisa,Jpg pabrik Engineer u/Villa. Gaji+BPJS Adm,kantor bisa Comp Bawa lama- tinggi min 160,min SMU max 35 th, Hub.081353352569-082237999354 +U.Service. Hub:0361-4741172 B.BP.001.02.17.0000287 B.BP.001.02.17.0000232 ran Jl.Apit Telaga No.12/16 punya kendaraan sendiri, Looking for Full Time Gardener PAUD di Seminyak Membutuhkan Br.Batur, Peguyangan Kaja Dps pengalaman tidak diutamakan. and Pool Worker who can do Asst Teacher&Accounting,PengaUT Hub:085100480049 Dan reception bisa bahasa Repairs and Services in Villa laman/Fres Graduate&Bhs Inggris, B.BP.001.01.17.0001112 Inggris & computer,kirim CV ke Need to have Recommendations CV:assistme01@gmail.com Dcr:Kasir, SPG & Komisi, Lokasi jarimenari@jarimenari.com / B.BP.145.02.17.0000347 and Speak english.Send Sanur Tpn/SMS:081238311096 Jl.Raya Basangkasa #47, PRT Tggl Dlm bisa Naik motor B.BP.001.02.17.0000251 office@paradise-realty-ltd.com Seminyak. Tlp.(0361)736 740 Anatr Jemput Sekolah Dibthkn Staff L/P/Sopir Sanjaya B.BP.001.02.17.0000178 B.BP.004.01.17.0002438 H.081999472616 Laundry Gaji1,6Jt+Bonus+U.Mkn Looking for Waitress/Cashier, Guru TK/Staf TPA Min S1/SMA B.BP.004.02.17.0000344 Hub.732006 Br Taman Krobokan Email: hrd.pbschool@gmail.com / Cook,Gardenner for a bar @Ubud PT.Starfish Bali: Dibutuhkan B.BP.001.02.17.0000215 0361-978954,081237183707 Lgs Jl.Pulau Serangan 15 Dps Teknisi Listrik & Pipa Segera! Dibutuhkan Segera, Cook Helper, B.BP.004.02.17.0000271 B.BP.001.02.17.0000094 Telp.08113999159 Waiter/Waitress Manik Organik Mama & Leon Garment & ManufacJewelry Manufacturer u/Export B.BP.001.02.17.0000157 Cafe Jl.Drupadi No.50 Seminyak turer, Office Samsam Tabanan Membutuhkan Segera Staff QC, Sgr Staff Dsgn Graphic,English Telp.082144168228 Membutuhkan Segera HRD Mgr, Pengalaman min.1 Tahun, B.BP.001.02.17.0000335 Komp.Call 081239327552 Diutamakan Domisili Tabanan, Wanita Umur 22-35Thn,Kirim CV: B.BP.001.01.17.0002695 Dicari Marketing min SMK, Krm Usia Max 45Th,Peng Min 3Th, lowongan2016@gmail.com / The Care Day Spa,Dcr Therapist ke:balicraftcenter@indo.net.id Kirim CV ke hrm@keratonjimbara 081237326290 (SMS/WA) Telp.081353304914 Pglmn 2Th,Niat Kerja T:8476859 nresort.com Fax 0361701991 B.BP.001.02.17.0000326

B.BP.004.02.17.0000035

B.BP.001.02.17.0000154

B.BP.001.02.17.0000322

MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post DAIHATSU

New Sirion VVTi 1.3 Th’2012 Putih Tgn1 Manual,087862270180

B.BP.164.02.17.0000360

AllNew Xenia R’15 Matic AsBali KM6Rb TT/Krd Dp20/085100856999

B.BP.141.02.17.0000338

Xenia 1.3’2013 Putih&Terios TX 2010 Silver.Hub.087862977999

B.BP.001.02.17.0000324

Xenia’06 Xi 1300 Sporty Silver 85Jt 085738777877 BUC Pemilik

B.BP.001.02.17.0000365 TOYOTA

All New Grand Avanza G Putih Manual’16/17 DK,081805307706 B.BP.141.02.17.0000355

DIJUAL MOBIL

Avanza G’2008 AsliBali Hub.08123920112

Jual Tnh Swh Ls 1.8Ha, Desa Dikont ruko Puri Bendesa 2 Lt DISEWAKAN RUMAH DISEWAKAN TANAH DIJUAL RUKO 5500W PDAM telp,Hub.0811397041 Paket Agung Sgrj 081916436667 Rmh Mnmlis LT182m2 Tkd Badung Tnh Over kont.3A,siap bangun 5 Djl Ruko 2Lt Gn Lempuyang 48 B.BP.001.02.17.0000325 B.BP.001.02.17.0000352 B.BP.001.02.17.0000279 XII Perum Graha Mangkalan No.5 Ruko incl.IMB, Lok.strgs, Jl.Nakula M.Maning Dps H.081936068822 Camry’13 Hybrid AsDK LowKM Tgn1 Kav Jl.BaliCliff Gg.Kasadya 2A Ruko P.Misol T.Umar cck Kantor B.BP.001.02.17.0000097 081246366666-081999090009 dkt MangEngking 0811396995 Brg Simpann.081805330222 Murah /Dokter.min 2Th 082147471661 2D&2E, 08123630214/085100464024 B.BP.001.01.17.0002675 B.BP.001.02.17.0000362 B.BP.001.02.17.0000259 B.BP.164.02.17.0000361 B.BP.001.02.17.0000233 B.BP.001.02.17.0000332 BU Dikont/Djl Rmh LT.2,17Are 5 KT, RUPA-RUPA DISEWAKAN GUDANG Toyota Rush Th’2011 Silver Dijual Rmh L4 T245/113m Panjer 2KM Dps GatsuBrt.0818566641 Kav Kawasan Vila sanur Cuci Gudang Jual Cpt Bermacam DIJUAL TANAH B.BP.001.01.17.0002740 AsDK V-Kool Hub:08123958217 Cash/Kredit 081338183031 Nego! Penyaringan III H:081916321288 Dikontrakan Gudang Ruang Kantor Alat Fitness HP: 082131234798 Tnh Nempil 250Jt/A, Jl.Besakih Dikont Rmh Lt2 Penamparan B.BP.001.02.17.0000341 B.BP.001.02.17.0000237 Dekat Pasar Jl.Yudistira Br B.BP.001.02.17.0000216 B.BP.001.02.17.0000246 Toyota Landcruiser Cygnus 2001 Djl Rmh Pgr Jln.Ry Utama Taman Gatsu Brt min 2Th 082147471661 PondokCitra Pmogan 08123871809 Tengah Negara Hub.036541271 Tanah Murah 300jt/Are, Denut Pjak SPT Th/Bln Tax Amnesti NP B.BP.001.02.17.0000059 B.BP.001.02.17.0000331 B.BP.159.02.17.0000114 WP SIUP paspor Hp.081338344155 Warna Hitam mulus T.0811397041 Hub: 081916321288 Jimbaran LT.1,44A,LB.75,SHM, Tulamben 10A pinggir Jl.Utama B.BP.001.01.17.0002303 B.BP.001.02.17.0000277 B.BP.001.02.17.0000236 DISEWAKAN RUKO DIJUAL VILLA IMB,Lantai 1.Hub:0811398737 Workshop Mindset cck Kav/Villa dll 085100932115 3unit Ruko di Sesetan No.200A, B.BP.001.02.17.0000088 DICARI MOTOR JEMBRANA BUC Private Pool Villa Area B.BP.001.02.17.0000367 Cara Mudah Menjadi pribadi Tnh 5A,10A Yeh Embang Kauh Padang Galak Sanur LT.150m2 Rumah 2,5Are Penamparan bs TT LT 300m2 LB 200m2 Pegok-Densel 081338294465 Djl Tnh Kav Strategis di Dps Unggul Dgn Teknik yg sudah Rp 36Jt/Are Hp.0811398154 LB.110 Hrg.1,8M P:081337171703 Mendunia Hub.Anik 085100896815 Tanah/Mbl,085100856999 Pemilik 081246366666-081999090009 245460/0811398086/081999914201 Beli Motor Bekas Segala Merk DIJUAL RUMAH Dijual Rmh Elit dgn berbagai type, Lt2, nyaman, strgs diDalung Hub.087860041028, 082138258844

DIJUAL MOBIL

B.BP.001.01.17.0002676

B.BP.141.02.17.0000339

B.BP.001.02.17.0000366

TOUR

SALON

B.BP.817.02.17.0000348

BIRO JASA

BIRO JASA

BIRO JASA

B.BP.001.02.17.0000235

SERVICE

B.BP.001.01.17.0002657

B.BP.001.02.17.0000239

KEHILANGAN Hlg BPKB No BPKB:K05425735-O DK6448FL A/N:Achmad Cahyadi

B.BP.001.02.17.0000329

Hlg BPKB No BPKB:K05425736-O DK6444FL A/N:Achmad Cahyadi

B.BP.001.02.17.0000328

Hlg BPKB No BPKB:K06765024-O DK1114FH A/N:Achmad Cahyadi

B.BP.001.02.17.0000327

HlgBPKB,Noka:MH1JB61167K020254 DK:4511HO AN:Ni Made Winiasih

B.BP.001.02.17.0000342

BIRO JASA Anda Butuh PRT,B.Sitter,Tenaga Laki, Sopir,H:0361488315/487612

B.BP.001.02.17.0000359


18

REKREASI

Minggu Umanis, 5 Februari 2017

Pertanyaan Mendatar

1

2

3

4

8 10

5

6

9

11 12

15

7

16

13

17

18

19

14

20 21

22

23

24

28

25

26

29

27

30

32

33

31 34

35

36 37

38

39

40

44

41

42

43

45 46

47

48

49

50 51

SPT2017

1. Kekebalan 5. Merah kecoklat-coklatan 8. Dibali: Kantor Urusan Agama 10. Manik mata 11. Pemecatan 12. Aparatur Sipil Negara 13. Dikte 15. Kata untuk menyatakan sumpah serapah 18. Pilek/flu 21. Perjalanan bolak balik dalamsatu trayek 22. Tempat mandi uap 25. Peluru 28. Yang selalu nomor satu 30. Teman dekat 32. Tangkis dengan belakang tangan 34. Hasil perang (Jepang) 36. Perjalanan untuk tamasya 37. Don……..Blanco, Nama pelukis 41. Berasa takut, khawatir akan sesuatu 44. Garis (Inggris) 45. Komunikasi informasi edukasi 46. Derma 49. Halimun 50. Harapan 51. Jatuh atau gugur (Jepang) 52. Hantu berbulu menyerupai manusia

TTS Bali Post

52

Menurun:

Perahu Cinta di Pantai Kelingking

1. Pulang pokok 2. Maki atau cerca 3. Pariwara 4. Tiga (Jepang) 5. Pedagang Kaki Lima 6. Peranakan atau kandungan 7. Salah satu gula sederhana 9. Suka mengusik orang lain 11. Sepersepuluh kilogram 14. Untung bersih 16. Jaman 17. Jerawat (Inggris) 19. Ini (Bali) 20. Kesalahan 22. Konyol ; Bodoh 23. Format 24. Perbuatan/Tindakan (Inggris) 25. Salah satu partai 26. Lembar kerja siswa 27. Mawar 29. Udara/Oksigen 31. Kata sapaan kepada anak perempuan 33. Rasa tidak senang akan keberhasialn orang lain 35. Uji 38. Dibalik: Pembayaran dimuka untuk barang yang dipesan 39. Kepulauan di sebelah barat Sumatra 40. Ogan Komering Ilir 41. Berkeras hati 42. Tempat air berbentuk silinder 43. Bagian dalam 47. Betah (Bali) 48. Sarjana Agama

PANTAI Kelingking, Dusun Karangsawa, Desa Bungamekar, Nusa Penida kini memiliki sport baru bagi pengunjung yang ingin mengambil foto di wilayah tersebut. Pasalnya di pantai ini terdapat icon baru berupa perahu yang diletakkan di samping tebing berketinggian hampir 200 meter. Icon perahu ini menjadi daya tarik wisatawan untuk menyempatkan diri mengunjungi Pantai Kelingking. Perahu yang dirakit dengan menggunakan bahan bambu dan kayu ini dipasang di samping pohon dengan kokoh menghadap lautan lepas. Keberadaan perahu yang digadang-gadang sebagai perahu cinta ini pun menarik minat wisatawan untuk berfoto di tempat tersebut. Keberadaan ornamen perahu ini merupakan inisiatif pemuda setempat menyalurkan kreativitas yang berguna bagi peningkatan kunjungan ke wilayahnya. Perahu kini dibuat

di samping tebing curam sehingga dapat memicu adrenalin bagi wisatawan yang berkunjung. Pelancong I Ketut Apriana mengaku sangat tertarik pada perahu yang dipasang di samping jurang Pantai Kelingking. Rasa penasaran memuncak sehingga ingin sekali mencoba. Ia menyebut berkali-kali berkunjung Pantai Kelingking baru kali ini dapat kejutan menarik dengan adanya icon perahu. “Tanpa habis pikir saya dan kekasih melakukan selfie bersama,” tuturnya. Hal senada juga disampaikan pelancong lainnya I Putu Itasilviana. Berlatar

hamparan tebing dan lautan luas menjadi keunikan di pantai tersebut. Di Pantai yang dikelilingi tebing berbentuk oval ini mata akan melihat pemandangan yang cantik. Hanya saja akses menuju bibir pantai sulit dan terjal membuat speed boat pun tidak berani parkir di pesisir pantai karena takut dihantam gelombang. Jika berkeinginan melihat lebih dekat pantai tersebut, wisatawan harus menyusuri tebing. (dwa) SPOT - Perahu cinta menjadi spot berfoto menarik di Pantai Kelingking.

Museum Bali, Objek Wisata di Tengah Kota

Denpasar selain memiliki objek wisata alam, berupa pantai, juga memiliki destinasi wisata sejarah. Salah satunya, yakni Museum Bali. Letak museum ini cukup strategis, sehingga banyak wisatawan yang berkunjung ke objek wisata ini. Museum Bali terletak di Jalam Mayor Wisnu Denpasar, berada di sebelah timur Lapangan Puputan Badung dan sebelah selatan dari Pura Agung Jagatnata. Kedua tempat tersebut juga menjadi objek wisata pada paket city tour heritage Kota Denpasar. Museum ini menjadi menarik para wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara serta warga lokal, karena di dalamnya terdapat beraneka ragam benda sejak zaman prasejarah yang mencerminkan unsur kebudayaan Bali. Sejarah berdirinya Museum Bali ini tidak terlepas dari komitmen untuk mempertahankan benda-benda budaya masyarakat Bali dari ancaman kepunahan. Mengingat, semenjak Bali membuka pintu yang selebar-lebarnya kepada para warga bangsa lain datang, ancaman punahnya benda-benda budaya semakin terbuka. Karena keterbukaan dalam menerima orang luar, semakin memberi peluang bangsa asing lainnya untuk datang ke Bali. Bangsa asing yang terdiri dari

berbagai lapisan masyarakat seperti pedagang, pegawai pemerintah, wisatawan dan sebagainya tentunya memiliki kepentingan yang berbeda– beda sesuai dengan profesinya. Kemudian saat kembali ke negerinya selalu membawa benda-benda budaya sebagai cenderamata, atau dijadikan koleksi pribadi. Keadaan seperti ini yang kalau dibiarkan akan mengakibatkan pemiskinan warisan budaya Bali, menyebabkan para ilmuwan, budayawan maupun seniman Belanda mencoba untuk mencegahnya dan sekaligus melestarikan budaya Bali. Bercermin dari persoalan itu, tahun 1910, W.F.J Kroon, seorang Asisten Residen untuk Bali Selatan, setelah memperoleh masukan dari Th.A. Resink tentang pelestarian budaya, mencetuskan suatu gagasan untuk mendirikan sebuah museum etnografi guna melindungi benda-benda budaya dari kepunahan. Selanjutnya Kroon memerintahkan Kurt Grundler seorang arsitek berkebangsaan Jerman yang pada saat itu sedang berada di Bali sebagai wisatawan peneliti, untuk membuat perencanaan bersama-sama dengan para undagi (ahli bangunan tradisional Bali), antara lain I Gusti Ketut Rai dan I Gusti Ketut Gede Kandel dari Denpasar. Setelah melalui persia-

pan yang cukup matang akhirnya dapat diputuskan untuk mendirikan bangunan museum yang berupa bentuk arsitektur kombinasi antara pura dan puri. Didirikan di atas tanah seluas 2.600 m2 meliputi tiga halaman yaitu halaman luar (jaba), halaman tengah (jaba tengah) dan hala-

man dalam (Jeroan), masingmasing halaman dibatasi dengan tembok dan gapura (candi bentar dan candi kurung) sebagai pintu masuk. Setelah pembangunan rampung, maka museum dibuka dengan resmi pada tanggal 8 Desember 1932 dengan nama Bali Museum. (ara)

KUPON TTS No.282 Ketentuan Menjawab

Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 282 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/ Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 11 Februari 2017. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 19 Februari 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 280 Mendatar 1. Kontroversi 8. Nyata 9. Loss 11. Granit 13. Tara 14. Uhu 15. Nabati 17. PGA 18. Lasa 20. Personifikasi 23. INDONESIARAYA 26. Amin

28. UKM 29. Sangga 31. Ear 32. Kawe 34. Akindo 36. Enam 37. ASEAN 38. Intelektual Menurun 1. Kulkul 2. Nest 3. Organisme 4. Esa

5. Intuisi 6. BatuPualan 7. Laksatif 10. Sakae 12. Nya 16. Bunting 19. Spidometer 21. Farmakope 22. Tikungan 24. Nasrani 25. Yahwe 27. Normal 30. Nyi 33. Enau 35. Nye

Pemenang TTS No. 280 1. Ngurah Tri Putra Br. Kangin, Desa Bakas, Kec. Banjarangkan, Kab. Klungkung 2. I Kadek Darmadi Jl. Stroberi No.9, Br. Geria (Depan SDN 9 Subagan), Karangasem 80813 3. I Gede Jaya Desa Buwit, Kediri, Tabanan (Telp: 081 547 495 423) 4. I Made Suanama Jl. Pandu No.2 Sembung, Mengwi, Mangupura 80351 5. Nym. Ratnasih Br. Dinas Kawanan, Desa Menyali, Singaraja 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : I Putu Candra Alamat : Jl. Subita Gg. IX/5, Banjar Abian Kapas, Sumerta, Denpasar Timur


19

Minggu Umanis, 5 Februari 2017

Ibarat Gempa Dari Hal. 1

BPM/ade

DEMO TRUMP - Sejumlah aktivis berunjuk rasa menolak kebijakan Presiden AS Donald Trump di depan Kedubes AS, Jakarta, Sabtu (4/2) kemarin. Mereka menuntut agar Trump mencabut kebijakannya yang jelas merugikan para Muslim dan pengungsi yang akan memasuki AS.

Destinasi Unggulan Dari Hal. 1

Sebagai destinasi wisata unggulan selama lebih lebih dari 100 tahun, Bali sudah selayaknya memiliki visi ke depan yang dipahami dan disepakati bersama sehingga kepariwisataan Bali dapat semakin berkembang secara berkelanjutan. Visi tersebut dapat diwujudkan dalam regulasi atau kesepakatan bersama seperti peraturan daerah, peraturan gubernur, peraturan bupati atau peraturan lainnya. Salah satu tipikal pariwisata yang berkembang terutama di wilayah Bali Tengah dan Bali Utara adalah desa wisata. Begitu banyak desa saat ini menyadari potensi pariwisata yang dimiliki. Hal ini memacu masyarakat desa untuk membentuk desa wisata berdampingan dengan sektor lainnya seperti pertanian, perkebunan maupun kelautan. Fenomena desa wisata patut menjadi perhatian pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota di Bali. Upaya pengembangan desa wisata yang berakar dari masyarakat harus secara cepat direspons. Baik dengan pemetaan potensi wisata, memberikan arahan, penyuluhan, kelembagaan, pemasaran, dan membuatkan surat keputusan atau peraturan bupati tentang desa wisata sebagai aspek legalitas. Sebenarnya sejak dua dekade lalu sudah mulai terjadi kecenderungan di negaranegara berkembang jenuh dengan mass tourism dalam dunia pariwisata. Kemungkinan fenomena tersebut disebabkan oleh pengetahuan dan pengalaman mereka, karena secara material maupun nonmaterial mass tourism secara kuantitas memang menjanjikan namun secara kualitas tidak sepadan dengan dampak yang ditimbulkannya. Mulai dari degradasi budaya, kerusakan lingkungan, kriminalitas, kesenjangan ekonomi bahkan terjadi banyak kebocoran yang jutsru menguntungkan pihak luar selaku investor sebagai perwujudan konglomerasi atau lazim disebut sebagai neokapitalisme. Menyadari kenyataan tersebut, banyak negara yang mengandalkan sektor pariwisata mulai melirik pengembangan kepariwisataan yang kecil dalam artian secara kuantitas namun memiliki kualitas yang baik. Dari segi masyarakat lokal maupun dari segi wisatawan yang dikenal sebagai pariwisata alternatif beserta ragam bentuknya (desa wisata, ecotourism, agrotourism, dll). Sebagai pariwisata berbasis masyarakat dengan pola yang diyakini mampu memberikan keuntungan dan pemerataan ekonomi, pelestarian lingkungan, pelestarian budaya lokal dan pemberdayaan masyarakatnya. Pariwisata berbasis masyarakat adalah pengembangan pariwisata dengan tingkat keterlibatan masyarakat setempat yang tinggi dan dapat dipertanggungjawabkan dari aspek sosial, budaya, dan lingkungan hidup. Menggunakan pendekatan kerja sama antara para pihak seperti pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, perguruan tinggi,

LSM, dan lembaga-lembaga penelitian pada keseluruhan tahapannya. Alangkah baiknya jika Bali mulai secara cermat memfokuskan pembangunan pariwisata di antara kedua pola pariwisata yaitu mass tourism dan alternative tourism. Secara konkret dapat dijelaskan, untuk di Bali Selatan sebaiknya terus didukung pola mass tourism yang sudah terbukti mampu memberikan banyak manfaat positif bagi masyarakat dengan memerhatikan beberapa permasalahan seperti kemacetan, perang tarif hotel, kebersihan, lingkungan, kriminalitas untuk dicarikan solusinya. Namun untuk Bali Utara termasuk Badung Utara, desa wisata adalah pilihan yang ideal dan sebenarnya justru lebih mudah untuk merancang perencanaannya. Mengingat pada umumnya Bali Utara tidak semrawut, lingkungan masih alami dan asri. Hal terpenting adalah dalam pengembangan desa wisata tidak melanggar peraturan dan perundangundangan yang berlaku. Termasuk mendapat dukungan dari desa pakraman beserta seluruh elemen masyarakat desa lainnya. Sebagai contoh betapa desa wisata Pemuteran di Buleleng meraih kesuksesan setelah lebih dari 25 tahun bergulat dan berjuang mengembangkan pariwisata di daerah yang dahulu dikenal memiliki tanah tandus. Meskipun belum memiliki SK atau Perbup dari pemerintah kabupaten terbukti Desa Pemuteran saat ini telah terkenal hingga ke mancanegara. Desa wisata ini sudah memiliki pangsa pasar seperti wisatawan Eropa yang berusia 50 tahun ke atas, atau couple, honey moon yang pada intinya kebanyakan dari wisatawan itu datang untuk diving dan menikmati ketenangan. Pola kedatangan wisatawan mancanegara ke Desa Pemuteran memiliki dua pola. Pertama, biasanya begitu tiba di Bandara Ngurah Rai menuju Ubud, setelah 1-2 hari di Ubud menikmati alam dan budaya baru kemudian menuju Desa Pemuteran menikmati wisata bahari. Kedua, wisatawan datang setelah menikmati hiking di Kawah Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur baru kemudian datang ke Desa Pemuteran menikmati diving dan ketenangan suasana malam yang sunyi. Pola pertama biasanya dilakukan oleh wisatawan usia di atasi 50 tahun dan pola kedua oleh wisatawan berusia muda. Keberhasilan desa wisata Pemuteran dalam menarik hati wisatawan tidak dapat dipandang sebelah mata. Telah terjadi proses panjang yang membuat desa wisata Pemuteran memiliki citra dan dikenal oleh wisatawan. Peran seorang praktisi pariwisata I Gusti Agung Prana sebagai perintis pariwisata di Desa Pemuteran yang dengan sabar dan berkesinambungan mengubah pola pikir masyarakat lokal, menumbuhkan perhatian kepada lingkungan, memberikan tips-tips pengelolaan akomodasi pariwisata sampai pemasaran telah membuahkan hasil. Dukungan dari masyarakat lokal juga menjadi kunci keberhasilan Desa Wisata Pemuteran. Desa Wisata Pelaga (Ban-

jar Kiadan) dan Desa Wisata Belok (Banjar Lawak) di Badung Utara juga merupakan contoh desa wisata yang berhasil namun tidak dalam sekejap melainkan memerlukan proses panjang. Persamaannya dengan Desa Wisata Pemuteran adalah ketiga desa wisata tersebut memiliki intellectual organic (tokoh atau lembaga yang memelopori), jika di Kiadan ada LSM JED (Jaringan Ekowisata Desa) maka di Lawak seorang tokoh masyarakat sejak tahun 1990-an menginginkan terjadi perubahan melalui pariwisata dan oleh orang asing pencinta lingkungan yang membantu pengembangan desa wisata. Baik Desa Kiadan maupun Desa Lawak tidak memulai usaha dalam waktu satu tahun atau dua tahun namun memakan waktu bertahun-tahun. Perbedaannya adalah secara geografis antara Desa Kiadan dan Desa Lawak berada di wilayah pegunungan. Selain itu pangsa pasar wisatawan yang dimiliki berbeda dengan Desa Pemuteran. Perbedaan terakhir adalah jika Desa Kiadan dan Desa Lawak sudah memiliki SK Peraturan Bupati Badung Nomor 47 Tahun 2010 tentang Penetapan Kawasan Desa Wisata di Kabupaten Badung, Desa Pemuteran belum memiliki payung hukum seperti itu. Hal berbeda terjadi pada Desa Wisata Semen di Blitar, Jawa Timur, meskipun wisatawan yang berkunjung minim, melalui upaya bertahun-tahun karang taruna dan peran tokoh-tokoh muda alumni dari univeristas, keberadaan Desa Wisata Semen justru tetap mampu bertahan. Paling tidak contoh keberhasilan desa wisata di atas mampu memberikan pemahaman bahwa pengembangan desa wisata memerlukan proses, memerlukan dukungan masyarakat, dukungan pemerintah, dukungan praktisi pariwisata, dan sangat diharapkan dalam pengembangan desa wisata pangsa pasar wisatawan adalah berskala kecil dengan tingkat interaksi yang intens antara host and guest. Yang terpenting ada pengurus desa wisata atau Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang benar-benar bersedia dan mau ngayah membangun desa. Secara umum permasalahan desa wisata di Bali adalah cara pandang yang salah mengenai keberadaan desa wisata, minim sosialisasi dan pembinaan tentang desa wisata, belum terjalin koordinasi antara pemerintahan di tingkat desa, permodalan, pengelolaan kelembagaan dan SDM. Juga kunjungan wisatawan belum sesuai harapan, memaksakan produk dan atraksi wisata tidak sesuai dengan potensi yang dimiliki. Harapan besar bahwa desa wisata akan segera dan cepat mendatangkan uang, dalam tataran implementasi pemerintah daerah terkesan lepas tangan dan pemasaran-promosi. Diharapkan kesembilan permasalahan mendasar yang dihadapi oleh desa-desa wisata di Bali dapat dilihat dan dicarikan solusi oleh pemerintah daerah. Penulis, dosen S-1 Destinasi Pariwisata Fakultas Pariwisata Unud

“Hidup desa wisata sekarang cara linuh (gempa) ramai orang bicarakan, tapi sedikit yang memerhatikan. Kebanyakan hanya lips service, tidak ada yang betulbetul memerhatikan. Kalau pun ada hanya segelitir saja,” ungkap Mangku Kandia, Sabtu (4/2) kemarin. Menurutnya, pemerintah baru mampu sebatas mewacanakan menghidupkan desa wisata, sehingga pertumbuhan pariwisata dapat dinikmati secara merata. Namun, kenyataannya desa masih merengek-rengek uluran tangan dari pemerintah. “Dana dari pemerintah pusat pun sekarang sudah dihapus. Ada dana desa yang semestinya dapat dimanfaatkan untuk kemajuan desa belum bisa terealisasi karena pemerintah desa atau perangkat desa belum siap, sehingga mau tidak mau mereka menghidupkan desa wisatanya sendiri-sendiri,” terangnya. Lantas bagaimana dengan investasi yang masuk ke Bali? Pria yang juga bergerak di bidang biro perjalanan wisata ini mengatakan investor yang ingin menanamkan modal di sektor pariwisata harus diarahkan untuk perbaikan desa menuju desa wisata. Pemilik modal yang ingin menanamkan modalnya di Bali tidak mesti membangun infrastruktur seperti hotel atau vila, tetapi yang diperlukan bagaimana upaya melestarikan budaya dan fasilitas yang telah ada di desa. “Jika pemerintah bisa mengarahkan penanam modal, pembangunan pariwisata di Bali akan langsung dinikmati oleh masyarakat. Seperti, mengemas desa wisata dengan baik, sehingga wisatawan yang mengunjungi desa wisata bisa menginap di rumah penduduk tidak di hotel berbintang. Sebab, masalah desa wisata tidak hanya modal, tapi juga SDM,” paparnya. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Badung IGN Rai Suryawijaya, sebelumnya mengatakan, pariwisata yang dibangun wajib bermanfaat bagi kepentingan masyarakat. Salah satunya melalui pengembangan desa wisata. “Jangan sampai pembangunan hanya untuk

gagah-gagahan yang nantinya tak berjalan dengan baik,” ujarnya. Dikatakan, pemerintah tidak hanya mengeluarkan SK dan membiarkan pengelola desa wisata berjalan sendiri tanpa bimbingan pemerintah. “Harus terus melakukan pembinaan, karena jika tidak maka akan sangat sulit berkembang. Kecuali pengelola yang sudah profesional,” katanya. Tinggal Label Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung ini mencontohkan pengembangan desa wisata di Kabupaten Badung, di mana 8 dari 11 desa wisata yang ditetapkan melalui Peraturan Bupati (Perbup) Badung Nomor 47 Tahun 2010 tentang Penetapan Kawasan Desa Wisata di Kabupaten Badung, kini tinggal label. “Dari sebelas desa wisata dalam Perbup hanya tiga yang masih hidup. Delapan ini hidup segan mati tak mau. Jangan sampai membangun dan akhirnya hancur-hancuran,” ucapnya. Kepala Dinas Pariwisata Daerah (Kadisparda) Badung Cok Raka Darmawan membenarkan perihal tersebut. Namun, penyakit yang di derita desa wisata telah mampu didiagnosis, termasuk formula untuk mengangkat keberadaan desa wisata sudah ditemukan. Di antaranya, menggandeng stakeholder pariwisata seperti pramuwisata, biro perjalanan untuk mengagendakan kunjungan ke desa wisata. “Kami sudah mencoba. Desa wisata itu kami sudah mendiagnosa dan sudah mendapat resep untuk mengaktifkan desa wisata. Ini sudah kami lakukan, dan hasilnya bagus, kunjungan jadi meningkat,” terangya. Di sisi lain, Dinas Pariwisata Bali menargetkan Pulau Dewata memiliki 100 desa wisata pada tahun 2018 nanti. Sejak 2014 lalu, dinas sudah membina 12 desa dan menambah 15 desa wisata pada tahun ini. Target 100 desa wisata ini diklaim sebagai bentuk pengentasan kemiskinan ala pariwisata. Terlebih, desa wisata tersebar di seluruh kabupaten/ kota sehingga tidak hanya terfokus di Bali Selatan. (par)

Masih Minim

Dari Hal. 1

Meski sudah ditetapkan sebagai desa wisata sejak sekitar dua tahun lalu, namun belum banyak aktivitas pariwisata yang tampak di desa tersebut. Perbekel Desa Kutuh Wayan Pasek saat diwawancara belum lama ini mengungkapkan Desa Kutuh sendiri mulai ditetapkan sebagai desa wisata sejak 2015 lalu karena potensi keindahan alam dan tradisi yang dimiliki desa tersebut. Wayan Pasek mengatakan bahwa sejak ditetapkan sebagai desa wisata, perhatian yang diberikan pemerintah kabupaten masih minim. Perhatian yang selama ini diberikan hanya berupa pembinaan yang diselenggarakan Disbudpar bersamaan dengan desa-desa wisata lainnya. Untuk penataan dan pengembangan desa wisata Kutuh, Wayan Pasek mengatakan dilakukan secara sendirisendiri. Tidak ada pendampingan khusus yang diberikan dalam hal membuat perencanaan untuk pengembangannya. “Pendampingan khusus belum ada. Kami di desa cuma bisa berjuang orang per orang,” terangnya. Demikian juga soal promosi, masih dilakukan STT serta warganya yang berkecimpung di pariwisata. “Selama ini promosinya pakai media sosial, habis foto di-upload,” ujarnya.

Wayan Pasek berharap, ke depan Pemerintah Kabupaten dapat memberikan perhatian lebih kepada Desa Kutuh. Selain penataan infrastruktur, dan pembinaan SDM, diharapkan pemkab juga mempromosikan desa wisata Kutuh. “Dengan adanya promosi siapa tahu ada investor yang mau berinvestasi di desa kami,” harap Pasek. Sementara itu, Kabid Bina Objek Disbudpar Bangli Wayan Bona saat dikonfirmasi soal keberadaan desa wisata di Bangli kemarin, mengakui bahwa belum semua desa wisata di Bangli berkembang. Dari 27 yang ada dia menyebutkan baru lima yang sudah berkembang. Sementara sisanya masih dalam kategori sedang berkembang dan baru akan berkembang. Bona mengatakan, seluruh desa wisata di Bangli dibentuk sektar tahun 2014. Awal mula dibentuknya desa wisata di Bangli karena adanya program bantuan PNPM pariwisata. Dalam program tersebut desa yang sudah menyandang desa wisata boleh diberikan bantuan berupa dana PNPM untuk pengembangan potensi pariwisata. “Sekarang program tersebut sudah tidak ada,” terangnya. Dia mengklaim selama ini Disparbud Bangli selama ini memberikan perhatian berupa memfasilitasi dan ikut mempromosikan desa wisata yang ada. (ina)

Terus Meningkat Dari Hal. 1

Mantan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan ini menyebutkan target kunjungan wisatawan pada tahun ini mencapai 3,5 juta orang, baik domestik maupun asing. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari 2016 yang hanya 2.750.000 orang. Guna mempermudah mencapai target itu, pihaknya akan menambah enam objek wisata berupa desa wisata. Sesuai hasil penelitian yang bekerja sama dengan Universitas Pendidikan Ganesha, dari 16 desa sasaran, yang layak menyandang status desa wisata baru yakni Desa Les, Sekumpul, Bengkala, Banjar, Sidatapa, dan

Pedawa. “Tahun ini itu pasti dibuatkan SK. Desa wisata di Buleleng akan bertambah. Jadi enam belas. Itu juga sebagai salah satu upaya peningkatan ekonomi kerakyatan,” tegasnya. Mendukung penetapan desa wisata itu, langkah promosi akan terus dimaksimalkan. Di samping pemkab itu juga melalui badan promosi daerah yang telah terbentuk beberapa waktu lalu. Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di dalamnua juga akan dibina secara berkelanjutan, supaya nantinya mampu mewujudkan konsep sapta pesona. “Nanti badan ini akan bekerja sama dengan travel agent. Seluruh objek akan dipromosikan,” sebut Sutrisna. (sos)

Beri Keuntungan Dari Hal. 1

Tjok Asmara menambahkan, desa wisata sebetulnya banyak memberi keuntungan bagi Bali. Ketika suatu desa ditetapkan menjadi desa wisata, otomatis dia harus melaksanakan Tri Hita Karana dengan benar. Lingkungannya harus bersih, alamnya mesti terjaga kelestarian dan keindahannya, serta fasilitas umum seperti toilet juga harus dibuat bagus. Menurut Tjok Asmara, target seratus desa wisata hingga 2018 yang dicanangkan Pemprov Bali sebetulnya tidak banyak. Mengingat, setiap desa di Bali sebetulnya memiliki banyak sekali keunikan. Tanah kelahirannya di Ubud, Gianyar saja, ada banyak keunikan yang bisa ditonjolkan. Seperti di Desa Petulu ada burung kokokan atau di Desa Tegallalang ada ritual grebeg (ritual berkeliling kampung dengan riasan tubuh warna-warni, red). Dia melanjutkan, guide dan travel agent dapat berperan pula dalam promosi desa wisata. Tanpa adanya promosi, keunikan yang sudah didapat dari suatu desa juga tidak ada artinya. Sebab, tanpa informasi dan promosi yang baik, objek itu tidak akan pernah diketahui oleh wisatawan. Dari target seratus desa wisata hingga 2018, sudah ada 64 desa wisata yang dikembangkan sampai 2016 lalu. Sebelumnya, Dinas Pariwisata Provinsi Bali menginginkan adanya sinergi antara desa wisata yang ada dengan pihak hotel terkait paket menginap. Sinergi ini diharapkan dapat memberdayakan masyarakat khususnya di desa. “Saya mau kerja samakan (desa wisata) dengan hotelhotel, apa mereka akan membangun anak angkat dengan masyarakat di desa agar rumah-rumah masyarakat bisa dijadikan tempat tinggal wisatawan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Anak Agung Yuniartha Putra. Dengan demikian, lanjut Yuniartha, masyarakat tidak perlu lagi membangun tempat tinggal khusus seperti homestay untuk wisatawan. Mereka cukup membenahi tempat tinggal yang sudah ada dengan dibantu pihak hotel. Infrastruktur Sepanjang kawasan Ubud tercatat ada tiga belas titik desa wisata yang masuk da-

lam kategori sudah berkembang. Desa wisata ini pun dikunjungi ribuan wisatawan setiap harinya, untuk menikmati kesenian dan budaya dari setiap rumah penduduk yang dijadikan pondok wisata. Namun, di balik besar daya tarik Ubud, pemerintah masih melakukan pembiaran terhadap kerusakan infrastruktur di sepanjang kawasan tersebut. Berdasarkan pantauan Bali Post, kondisi trotoar menjadi kerusakan infrastruktur yang paling tampak di Ubud. Hampir di sepanjang ruas trotoar pada kawasan ini rusak, karena termakan usia dan tak kunjung diperbaiki. Bahkan di sejumlah titik trotoar ada yang berlubang. Kondisi ini tentu sangat disayangkan, mengingat trotoar di Ubud setiap harinya di lintasi wisatawan mancanegara, yang hendak berlibur menikmati keindahan, namun yang didapat malah jalan setapak yang tidak layak. Kepala Dinas Pariwisata Daerah Kabupaten Gianyar A.A. Bagus Ari Brahmanta yang dikonfirmasi tidak menampik infrastruktur di Ubud masih membutuhkan perhatian pemerintah. Pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan Dinas PU guna memperioritaskan perbaikan infrastruktur di Ubud. “Ini sudah saya sampaikan, untuk jalur kabupaten saya kira akan secepatnya diperbaiki,” ucapnya. Ditambahkan di kawasan Ubud terdapat 13 titik desa wisata yang masuk dalam kategori sudah berkembang, dari total 25 desa wisata yang tercatat di seluruh Gianyar. ‘’Tinggal meningkatkan kualitas, seperti perbaikan infrastruktur jalan dan trotoar,’’ tegasnya. Selain di kawasan Ubud, di Gianyar tujuh di antaranya merupakan desa wisata yang sedang dalam proses pengembangan, dan lima baru dimasukkan dalam rencana pengembangan sebagai desa wisata seperti Banjar Negari, Desa Siangapadu Tengah, Desa Singapadu Kaler, Banjar Kedisan, dan Banjar Kendran Manuaba, Tegallalang serta Banjar Marga, Payangan. Kadisparda menegaskan bahwa Pemkab Gianyar sudah mengatensi khusus kawasan yang dibina sebagai desa wisata. Sebab dalam pengembangan desa wisata, masyarakat dilibatkan langsung sebagai pelaku, bukan sekadar jadi penonton. (rin/nik)

Beri Penjelasan Dari Hal. 1

SBY juga memohon pada Presiden Jokowi agar memberikan penjelasan mengenai penyadapan tersebut. Dari mana transkrip atau sadapan itu, siapa yang menyadap. Alasannya, penyadapan tidak bisa dilakukan oleh sembarang

orang. Berdasarkan ketentuan, hanya institusi negara seperti Polri, BIN, atau KPK dalam konteks pemberantasan korupsi, yang berhak melakukannya. Oleh karena itu, SBY meminta Polri bertindak. Sebab, penyadapan ilegal b uka n m erup a ka n d elik aduan. (ant/kmb)


balipost (157rb Like) http://facebook.com/balipost

Minggu

UMANIS,

5 FEBRuari 2017

@balipostcom (4.710 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

”Meditation in Action” di Shankara

Lestarikan Lagu Berbahasa Bali, Gek Ya ”Sok Keren” SUKSES dengan single sebelumnya yang berjudul “Flashdisk Tenget” hasil karya Dek Artha, kini Gek Ya wanita kelahiran Kutuh Kaja, Kerambitan, Tabanan ini akan kembali meramaikan belantika musik pop Bali dengan single teranyarnya yang berjudul “Sok Keren”. Single terbarunya kali ini tentunya akan memikat telinga para penggemar musik pop Bali. Pasalnya, single “Sok Keren” merupakan ciptaan Dek Artha yang sekaligus sebagai penata musiknya. Saat ditanya kapan pastinya single tersebut dirilis, Gek Ya mengatakan akan dirilis sekitar pertengahan Februari mendatang. “Astungkara pertengahan bulan Februari 2017 ini saya akan merilis single ‘Sok Keren’. Single ini masih saya percayakan kepada pak Dek Artha yang tentunya sudah mengetahui karakter vokal saya,” ujar perempuan bernama lengkap Ni Putu Yulia Ratih ini. Lebih lanjut dikatakan, “Sok Keren” merupakan lagu ber-genre pop dangdut yang mengangkat tema tentang ajakan untuk lebih mencintai lagu dan bahasa Bali sebagai bahasa orang Bali asli. Bahkan, lagu itu sejatinya sudah rampung sejak lama. Namun terkait publikasinya, Gek Ya mesti mendapat izin dari produser Hartapro yaitu Dek Artha. Kendati demikian, hal itu tidak lantas membuat Gek Ya berdiam diri. Waktunya diisi dengan penggarapan video klip yang kini semuanya sudah rampung. Untuk penggarapan video klip, dipercayakan kepada Harta Visual yang tak lain perusahaan milik suaminya tercinta yaitu Man Widhi yang dibantu juga oleh Ame Naryama. Menurut rencana, single ini akan diliris di seluruh stasuin radio yang menayangkan program lagu Bali serta stasiun televisi yang ada di Bali. Gek Ya pun sangat berterima kasih atas support yang diberikan olek Dek Artha dan juga Ayu Wiryastuti selaku produser Hartapro. Gek Ya berharap semoga karyakarya yang dipersembahkannya bisa diterima masyarakat pencinta lagu pop Bali. (win)

Cara Sederhana Meraih Kedamaian Hidup Denpasar (Bali Post) -

Melakukan meditasi dalam keheningan dengan kebaktian yang tertinggi adalah salah satu bentuk meditasi. Namun, bila dikaitkan dengan aktivitas pekerjaan sehari-hari, sesungguhnya meditasi bisa dilakukan dalam bentuk lainnya, yang dinamakan sebagai meditasi dalam tindakan (meditation in action). Meditasi inilah yang dilakukan oleh para peserta Meditation in Action di Shankara Resto, Sanur, Sabtu (4/2) kemarin. Dimulai sejak pukul 18.00 wita, peserta meditasi antusias mengikuti meditasi dalam keadaan hening dan harmonis hingga pukul 21.00 wita. Meditasi ini dipandu oleh Shisir dari Canada yang merupakan murid Sri Chinmoy yang telah menekuni meditasi dalam puluhan tahun. “Kita bermeditasi karena dunia kita ini tidak pernah dapat memenuhi kebutuhan kita. Ambil damai sebagai contoh. Yang kita sebut damai, yang kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari adalah lima menit damai setelah sepuluh menit kegelisahan, kecemasan, dan frustrasi. Hanya melalui meditasi kita akan mendapatkan kedamaian tanpa akhir, kedamaian Tuhan,” ungkapnya di sela-sela memberi penjelasan teknik meditasi kepada para peserta meditasi, Sabtu (4/2) kemarin. Lebih lanjut dikatakan, meditasi tidak hanya berarti duduk tenang selama lima atau sepuluh menit, tetapi meditasi memerlukan usaha yang penuh kesadaran. Pikiran harus dibuat tenang dan sepi, namun harus tetap waspada terhadap pikiran-pikiran atau keinginan-keinginan yang masuk yang mengganggu

jalannya meditasi. “Ketika kita dapat membuat pikiran tenang dan sepi, kita akan merasakan sesuatu ciptaan yang baru muncul dalam diri kita. Ketika pikiran kosong dan tenang, dan seluruh diri kita menjadi sebuah tangki yang kosong, jiwa kita dapat memohon kedamaian tanpa batas, penerangan, kebahagiaan tertinggi untuk masuk ke dalam tangki tersebut dan mengisinya. Inilah meditasi,” tandas Shisir. Tujuan dari meditasi dalam tindakan ini adalah untuk mewujudkan proses kerja yang dilakukan dalam sehari-hari agar menjadi lebih mudah dan menyenangkan. Sebab, melayani menjadi salah satu tujuan setiap pribadi dan tentunya akan berdampak positif terhadap pencapaian tujuan perusahaan. Meditasi inilah yang diterapkan oleh Sri Chinmoy semasa hidupnya dalam hal meditasi. Sehingga, pencapaian kedamaian dalam hidup melalui jalan hening maupun dalam melaksanakan pekerjaan dapat tercapai dengan jalan yang sederhana. Sri Chinmoy (1931-2007) terkenal dengan pandangannya tentang perdamaian, sehingga mendapat julukan “A

BPM/wan

MEDITASI - Seorang pakar meditasi luar negeri dari Kanada, Shisir, dibantu seorang penerjemah memberikan arahan tentang meditasi kepada sejumlah peserta dari Indonesia maupun luar negeri di Bale Banjar Bali Global Shankara, Sabtu (4/2) kemarin. Global Man of Peace” adalah seorang guru spiritual yang juga memiliki prestasi melalui karya-karyanya dengan pengakuan internasional da-

lam bidang seni dan olahraga. Semasa hidupnya, Sri Chinmoy mengabdikan dirinya untuk menyuarakan cita-cita persahabatan dan kesatuan

dunia. Meditation in action ini akan dilanjutkan pada 12-14 Februari mendatang di Shankara Resto, Sanur. (win)

Lukisan ”Jhana Kala” Sri Chinmoy Dipamerkan di Shankara

Lukisan Kesatuan dan Kedamaian Dunia

BPM/wan

LIHAT LUKISAN - Seorang warga asing melihat salah satu karya pelukis Sri Chinmoy di Bale Banjar Bali Global Shankara, Sabtu (4/2) kemarin.

Denpasar (Bali Post) – Karya seni Sri Chinmoy yang begitu banyak dan tak pernah berhenti yang telah memberikan keceriaan dan ilham kepada para pengelola galeri seni di seluruh dunia, dipamerkan di Shankara Resto, Sanur, Sabtu (4/2) kemarin. Pameran ini akan berlangsung hingga 26 Februari mendatang. Sri Chinmoy menyebut karya seninya dengan nama “Jhana Kala” yang berarti

Negara Teater Jilid II brolan BALE BANJAR ARIDUS KEGADUHAN di kancah politik, sosial, agama, dan budaya di Tanah Air saat ini, sangat pas dianalogikan dengan kisah terbukanya Kotak Pandora dalam mitologi Yunani. Libidinal syahwat melabrak larangan membuka Kotak Pandora sangat relevan dengan fenomena di Tanah Air, di mana libido kekuasaan membuat para politisi memakai segala cara untuk merebut jabatan. Peradilan atas dugaan menista agama yang berlangsung di Jakarta, analog dengan membuka Kotak Pandora, membuat aib yang tersimpan rapi jadi terkuak. Akibatnya, banyak ragam kebusukan muncul di ranah publik yang membuat retaknya persatuan dan kesatuan bangsa. Pinjam istilah gaul, sensi, baper, kepo, nyinyir, dan rempong mewarnai sikap dan wacana para saksi, termasuk oknum yang mereka sebut dalam kesaksian, selama persidangan yang berlangsung secara maraton. “Tacit knowledge yakni pengetahuan yang dimiliki orang secara implicit atau tersirat namun tidak diutarakan

ke publik sebab tidak ingin terjadi kegaduhan, namun karena media dalam segala jenis mewartakan semua proses persidangan, berubah menjadi explicit knowledge atau rahasia umum. Dalam era informasi dan komunikasi terbuka saat ini, sangat naïf bila ada orang yang menganggap rakyat masih bodoh. Segala alibi atau alasan yang dikemukakan orang untuk berdalih atas kebusukan yang pernah disimpannya, akan dinilai masyarakat sebagai kewajaran atau sebaliknya sangat janggal. Memang dalam setiap perseteruan, tidak hanya good people yang punya pendukung, bahkan saat uang menjadi segala ukuran, bad people atau manusia busuk justru memiliki lebih banyak pendukung yang seakan sangat fanatik. Demagog yang piawai melakukan agitasi dan kampanye hitam, lebih mendominasi suasana. Namun sekali lagi, di era keterbukaan di mana segala informasi dapat diakses dari banyak sumber, menyebabkan serigala cepat terbuka kedoknya kendati berbalut bulu domba tebal. Makin banyak mereka mengumbar kata-kata, kian kentara kebusukannya sebab kebohongan dan ngeles terlalu sering mereka tonton di TV. Kesenimanan, kepakaran bahkan kesucian sebab kerap tampil berjubah agama akan terbongkar keasliannya, karena masyarakat sudah terbiasa melihat kemunafikan. Bila mereka diam jangan menganggap mereka tolol!“ papar Rubag. “Ya, melihat fakta saat

ini, kepemilikan handphone berbasis android dengan puluhan fitur bukan hanya monopoli kelas atas. Tukang ojek, buruh bangunan, penjaja kaki-lima pun rata-rata memegang gadget serupa. Mereka paham HP saat ini bukan hanya alat untuk nelepon. Di samping menggunakan waktu luang mereka di media sosial, semua menu atau fitur mereka jelajah, sehingga segala informasi dapat mereka akses dan manfaatkan. Bukan tidak mungkin hacker yang kini meresahkan para elite karena berita bohong atau hoax yang melanda dunia maya, berasal dari masyarakat kelas bawah. Itu adalah resistensi atas hegemoni kaum elite berpendidikan tinggi di kancah kekuasaan. Aku setuju, orang-orang yang masih menganggap masyarakat bodoh tak ubahnya seperti katak dalam tempurung. Padahal tidak sedikit masyarakat memandang persidangan hukum yang diramaikan berkali-kali demo di Jakarta jelang akhir tahun 2016, hanya panggung sandiwara kekuasaan. Penistaan agama, bagi mereka, hanya kedok namun mereka mahfum kalau pengadilan telah dijadikan teater perebutan kekuasaan. Status triple minority terdiri dari non-pribumi, bukan penganut keyakinan mayoritas dan tempat kelahiran di seberang lautan, dipakai sasaran tembak buat menghambat popularitas seorang kontestan, sekaligus mengeluarkannya dari ajang kon-

“Curahan Seni” dalam Bahasa Bengali yang merupakan bahasa ibunya. Kata ini menyiratkan makna bahwa seni itu mengalir dari sumber ilham yang tak pernah padam. “Karya seni Sri Chinmoy yang meliputi 150.000 lukisan cat akrilik dan cat air serta lebih dari 16 juta gambar burung perdamaian adalah sebagai simbol perdamaian dan kebebasan jiwa manusia,” jelas Kadek Marhaeni, dari

testasi, kalau mungkin lewat pemenjaraan,“ ujar Nyoman Sudiantara. “Kalau Clifford Geertz masih hidup, kukira dia akan menulis lagi buku ‘Negara Teater Jilid II‘, yang mengacu ke persidangan di Jakarta dan eksesnya pada para pendukung yang berseteru di peradilan itu. Kubaca, di persidangan juga hadir sebagai saksi seorang agamawan yang menduduki kursi puncak sebuah lembaga swadaya masyarakat berbasis keagamaan. Lucu sekaligus memprihatinkan, dari dialog sidang muncul isu tentang ‘pesanan fatwa‘, yang kalau tidak salah kutafsir, untuk menjatuhkan salah satu kontestan pemilihan gubernur, otomatis berarti menguntungkan calon yang didukung pemesan fatwa itu. Isu yang menampar mantan petinggi negeri yang dituduh sebagai pemesan fatwa membuat heboh masyarakat, terutama kalangan netizen. Konon pembuktian atas tuduhan akan dilakukan lewat transkripsi percakapan telepon. Tak pelak, terjadi saling tantang di luar pengadilan, di mana kalau benar transkripsi itu ada, akan dianggap tindakan melawan hukum, karena penyadapan adalah tindakan ilegal. Hal lain yang menarik dari peradilan penistaan agama di mana Pilgub ditengarai sebagai latar belakangnya adalah terjadinya demo besar-besaran yang diberi kode 411, 212, dan 412. Kesan ngeles, nyinyir, rempong dan kepo mewarnai perdebatan dan sekali lagi bila Negara Teater Jilid II jadi terbit akan jadi best seller,“ komentar Wayan Sugita. “Hebat, kode 212 yang

Sri Chinmoy Center, yang membantu menyiapkan pameran lukisan “Jhana Kala” Sri Chinmoy, Sabtu (4/2) kemarin. Lebih lanjut dikatakan, tema semua usaha kreatif Sri Chinmoy, sebut saja melalui bidang seni, puisi, musik, ceramah, pertunjukan budaya, mengajar meditasi, menjadi sponsor dalam kegiatan olahraga, bahkan pelayanannya selama lebih dari 30 tahun di Perserikatan Bangsa-Bangsa

menjadi ikon Wiro Sableng dengan kapak Naga Geninya, ternyata dalam demo menjadi senjata makan tuan. Kendati perancang demo sukses mendatangkan pendemo yang diklaim 7 juta orang, namun beberapa orang yang dituduh makar dan berencana mendompleng diciduk pihak berwajib malam sebelumnya dan pagi menjelang demo. Di antara yang ditangkap selain politisi, aktivis dan pemusik juga ada seorang janda cantik yang konon menjadi wanita simpanan seorang imam besar sebuah ormas berlabel keagamaan, yang kini berstatus tersangka atas pelecehan Pancasila. Dalam setiap demo besar yang mengandung sentimen agama, imam yang selalu mengenakan busana serupa daster berwarna putih tersebut selalu hadir di depan dan berorasi. Dia juga hadir dalam 212, bahkan sempat berdiri dekat Presiden Joko Widodo ketika berpidato, namun dihalangi petugas untuk lebih merapat. Tragisnya, Imam Besar yang sering merepotkan orang-orang penting di negeri ini karena ucapannya yang keras dan tajam bernuansa agamis, barubaru diserang Anonymous di dunia maya lewat youtube. Justru yang ditampilkan dalam video bergambar statis seorang wanita paruh baya yang ditengarai simpanan Sang Imam Besar, melontarkan kata-kata yang terkesan melecehkan orang yang sangat dihormati dan disegani anggota ormas berlabel agama itu. Anonymous juga memposting youtube berisi percakapan mesra antara keduanya yang viral di dunia maya membuat

martabat dan kehormatan Sang Imam tercemar,“ tutur Made Wardana. “Kemajuan dan perkembangan sibernetika diiringi penemuan alat-alat elektronika yang mendukung Era Informasi dan Komunikasi, di samping membuat dunia terlipat, juga meratakan ruang privat yang bersekat menjadi arena publik tanpa pembatas. Bila Jeremy Bentham (1748-1832) mencipta penjara berbentuk bundar dengan menara yang mampu mengawasi seluruh sel penjara yang disebut panoptikon, kini masyarakat dunia diawasi sibernetika yang berfungsi sebagai panoptikon. Pan berarti seluruh, optik artinya melihat, panoptikon berarti mengawasi semuanya. Jadi sangat sulit menyimpan rahasia di zaman

(PBB) pada dasarnya sama yakni kesatuan dalam segala hal dan kesatuan untuk semuanya. “Slogan beliau adalah ‘karya seniku adalah persembahan penuh doa dan jiwaku untuk membantu meningkatkan kesadaran manusia’. Karya seniku adalah ilham mimpi jiwaku, “Karya seniku adalah perwujudan nyata hatiku” dan “kesenian dapat memunculkan keindahan hidup dan keharuman hati’,” ujar Marhaeni. (win) sekarang. Suasana saling lapor ke polisi saat ini juga berkat panoptikon itu. Coba kamu lewat di sebuah pasar modern, tanpa bisa dilarang keberadaanmu dilaporkan HP yang ada di kantongmu ke publik atau ke suatu tempat yang sengaja ingin memonitor keberadaanmu. Jangan nyinyir atau ngeles bila disadap, karena diri sendiri yang menyebabkan diri kita dikuntit! Itu menyebabkan persembunyian para teroris gampang dilacak saat ini. Kalau dulu Geertz hanya memerlukan ilmu antropologi budaya untuk mengkritisi masyarakat Bali lewat bukunya, kini untuk menulis Negara Teater Jilid II, dia harus piawai lebih banyak cabang ilmu pengetahuan, terutama sibernetika,“ tambah Wayan Kaler. (aridus)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 05 Februari 2017 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu