terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
12 HALAMAN
NOMOR 139 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
Minggu Kliwon, 5 Januari 2020 Plafon Puskesmas Selat Jebol
“Caru”
Gedung Puskesmas Selat baru saja diresmikan. Belum sempat dioperasikan untuk pasien, plafon ruangan inap jebol.
Bali Orti edisi kali ini membahas mengenai upacara caru. Mengapa harus menggunakan hewan? Bali Orti | HAL. 7
Daerah| HAL. 2
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Fotografi Perjalanan Penghobi traveling kini melengkapi dirinya dengan skill fotografi. Jalan-jalan (traveling) dan fotografi dipersatukan dan menghasilkan uang.
Fotografi | HAL. 8
Gubernur Koster Dan Mentan Komit Bangun Pertanian Perkebunan dan Peternakan
BPM/ist
TEKEN MOU-Gubernur Bali, Wayan Koster, bergambar bersama usai meneken MoU dengan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, di Jayasabha, Sabtu (4/1) kemarin.
Gubernur Bali, Wayan Koster, menerima kunjungan kerja Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, di Jayasabha, Rumah Jabatan Gubernur, Sabtu (4/1) kemarin. Pada kesempatan itu, dilakukan penandatanganan MoU ekspor beras organik ke Australia antara PT Bali Sri Organik dengan Big Almond Tree Pty. Ltd. Ekspor tahap I sebanyak 16 ton disaksikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana. Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU terkait komitmen mendorong kegiatan pertanian, perkebunan, dan peternakan di Bali antara Dirjen Tanaman Pangan, Dirjen Perkebunan, dan Dirjen Peternakan Kesehatan Hewan dengan
Gubernur Bali yang disaksikan Menteri Pertanian RI. Menteri yang juga mantan Gubernur Sulawesi Selatan ini kemudian menyerahkan aplikasi peta potensi ekspor Provinsi Bali kepada Gubernur Wayan Koster didampingi Kepala Badan Karantina Pertanian. Di hadapan Menteri, Gubernur Wayan Koster memaparkan, Bali sangat kaya dengan komoditas pertanian dan peternakan lokal dengan merek Bali. Di antaranya, salak Bali, jeruk Bali, kopi Bali, mangga Bali, sapi Bali, kambing Bali, anjing Bali, dan lainnya. Namun, potensi itu diakui belum diberdayakan secara optimal sehingga belum memberi nilai tambah bagi masyarakat. “Kami berupaya mem-
bangun pertanian dari hulu sampai hilir, terutama hilirisasi pertanian karena kalau dilihat sekarang kontribusi pertanian pada pertumbuhan perekonomian Bali itu 14,5 persen, jadi masih kecil,” ujarnya. Wayan Koster menambahkan, nilai tukar petani (NTP) juga masih di angka 107 sehingga akan didorong lagi. Sebab, peningkatan NTP menggambarkan kesejahteraan petani yang juga meningkat. Untuk menggenjot hal itu, di hilir akan dikembangkan sentra produk pertanian lokal Bali dan menggalakkan ekspor komoditas pertanian. Terutama komoditas yang sudah memiliki nama seperti manggis. Hal. 11 Diminati Tiongkok
Dinas Pertanian kini telah ditugaskan membuat neraca pangan mencakup peta dan kebutuhan, baik untuk masyarakat lokal maupun industri pariwisata. Menteri Pertanian diharapkan mendukung program pertanian dari hulu ke hilir. Termasuk mau memfasilitasi sarana prasarana dan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah pertanian Bali. Wayan Koster Gubernur Bali
Angin Kencang di Bali Capai 56 km/Jam
Pohon Tumbang Timpa Dua Mobil dan Sepeda Motor Denpasar (Bali Post) – Angin kencang dengan kecepatan 30 knot atau 56km/jam melanda sejumlah wilayah Bali, Sabtu (4/1) kemarin. Akibatnya, banyak pohon bertumbangan. Di Tabanan, ibu dan anak terluka karena kena ranting pohon. Di Badung, lima kasus pohon tumbang di Kuta dan Abiansemal. Di Denpasar, angin kencang mengakibatkan pohon beringin berusia 50 tahun lebih di Setra Agung Batan Kampuak, Banjar Pondok, Peguyangan Kaja, tumbang. Ironisnya, pohon ini tumbang menimpa bale gong/agung yang ada di area kuburan. Salah seorang warga, Nyoman Mantra, yang ditemui di lokasi mengakui peristiwa tersebut terjadi ketika angin kencang yang disertai hujan, sekitar pukul 12.00 Wita. Padahal, dalam waktu dekat
ini akan ada upacara di setra tersebut. Karena itu, pihaknya berharap pembersihan dahan pohon yang tumbang ini bisa dilakukan secepatnya. Hal. 11 Di Lokasi Lain
Ibu dan Anak Alami Luka-luka Hujan disertai angin kencang menyebabkan sejumlah pohon tumbang di wilayah Kabupaten Tabanan. Bahkan salah satu kejadian melukai seorang ibu, I Gst. Ayu Komang Medya Wati (30), dan anaknya, Bagus Ganya Daniswara. Warga Jalan Pajajaran,
Dajan Peken Tabanan yang tengah membonceng putranya harus dilarikan ke rumah sakit, Sabtu (4/1) siang pascakena ranting pohon kayu tangi yang terjatuh akibat angin kencang. Hal. 11 Ranting Pohon
BPM/eka/ken
TUMBANG - Sejumlah pohon tumbang akibat angin kencang menimpa mobil dan bale gong di Setra Agung Batan Kampuak, Banjar Pondok, Peguyangan Kaja.
Bali Menuju Pulau Organik Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik sebenarnya memerlukan perjuangan panjang untuk bisa disebut organik murni. Selain itu diperlukan sertifikasi khusus agar diakui oleh stakeholders. Sementara produk pertanian organik yang berkembang selama ini di Bali baru sebatas pengakuan internal. Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, mendukung penuh penerapan sistem pertanian organik di
Bali. Apalagi, masyarakat dunia kini memang lebih mendorong penggunaan produk berbahan organik dan mengurangi zat-zat kimia. “Dengan menggunakan pendekatan organik, lebih sehat, lebih berkualitas dan itu menjadi pilihan-pilihan pasar yang ada,” ujarnya di Jayasabha, Sabtu (4/1) kemarin. Di Bali susah untuk menerapkan organik karena ada daerah hulu dan hilir. Hal. 11 Daerah Hilir
Diperlukan SOP dan Persiapan ORGANIK- Pertanian organik kini sedang trend pada petani Bali.
BPM/nan
SISTEM pertanian di B ali awa lnya d ilakuka n secara tradisional, sebelum akhirnya terbiasa dengan sistem pertanian modern atau konvensional. Tapi perubahan sistem pertanian akan kembali terjadi
dengan adanya Perda No.8 Tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik. Kendati untuk pelaksanaannya memerlukan pencerahan, SOP, dan persiapan. Hal. 11 Perlu Kajian
Mendorong Pertanian Organik Menuju Pembangunan Berkelanjutan Oleh: Dr. Ir. Gede Sedana, M.M.A. PERTANIAN organik tidak semata-mata ditujukan pada sektor pertanian, seperti membangun pertanian berkelanjutan, tetapi juga diarahkan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Oleh karena itu, kebijakan pemerintah Provinsi Bali bersama-sama dengan legislatif memberikan angin segar untuk mengembalikan marwah pembangunan yang berlandaskan pada local wisdom, yang saat ini diimplementasikan melalui visi Gubernur Bali, yaitu Nangun Sat Kertih Loka Bali. Kebijakan tersebut adalah Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik. Penetapan Perda ini sebagai langkah untuk mengendalikan penggunaan input pertanian sintetis (kimia) yang sangat berlebihan, seperti pupuk dan obat-obatan (pes-
tisida) sejak diintroduksikannya Revolusi Hijau pada tahun 1960-an. Secara ekonomis, revolusi hijau memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan produksi khususnya padi dan beras. Tetapi, ternyata keberhasilan peningkatan produksi ini harus dibayar dengan adanya kerusakan kondisi lingkungan. Hal. 11 Degradasi Kesuburan
2
Minggu Kliwon, 5 Januari 2020
Mengedukasi Duktang S U D A H 1 7 t a h u n Te a m Operasional Br. Kedaton Kesiman berkiprah membantu keamanan wilayah. Perangkat di bawah banjar ini memiliki multi fungsi dari penertiban penduduk pendatang (duktang), mencegah tangkal teroris, bebaskan wilayah dari preman dan ormas. Team Operasional Br. Kedaton, Kesiman juga sukses memberi kontribusi penerimaan bagi banjar. Sabtu (4/1) malam kemarin, Team Operasional Br. Kedaton Kesiman Petilan genap berusia 17 tahun. Puncak HUT digelar di Puri Ageng Pemayun secara sederhana. Ketua Team Operasional Br. Kedaton yang juga Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, S.H., memaparkan bahwa kelahiran team yang dipimpinnya 4 Januari 2003 pascabom Bali I tetap kuat dan kompak sampai saat ini, utamanya mengedukasi penduduk pendatang adalah untuk cegah tangkal ancaman terorisme. Saat ini tim beranggotakan 60 orang dibagi dalam enam kelompok. Tim ini secara rutin menggelar razia penduduk pendatang (duktang), ronda malan, serta membantu keamanan warga saat ada upacara Panca Yadnya. Razia duktang pun dilakukan menggunakan prinsip edukasi, yakni berupa pembinaan agar mereka menjadi warga yang baik dan nyaman berusaha di wilayah banjar. Tim ini membantu banjar bebas dari ormas. (sue)
Bali Siaga Penanggulangan Bencana Alam Denpasar (Bali Post) Menyikapi banjir di Jakarta hingga menelan korban jiwa, Polda Bali beserta jajarannya langsung menggelar apel pergelaran penanggulangan bencana alam di Lapangan Iptu S. Soetarjo Satbrimob Polda Bali, Tohpati, Denpasar Timur, Sabtu (4/1) kemarin. Kondisi Bali hingga saat ini masih aman dan kondusif. Apel tersebut dipimpin Karo Ops Polda Bali, Kombes Pol. Djoko Prihadi, S.H. “Kita melihat situasi dan kondisi secara nasional di Jakarta terjadi bencana alam, yaitu banjir. Bapak Kapolda pascatahun baru melihat kejadian itu, langsung mengumpulkan kami semua untuk melakukan siap siaga bencana,” tegas Kombes Djoko usai apel. Menindaklanjuti perintah Kapolda tersebut, pihaknya langsung melakukan persiapan dan koordinasi dengan instasi dan stakeholder terkait, yaitu TNI, BMKG, Basarnas, dinas sosial, termasuk tim kesehatan. “Semua kita rapatkan barisan, melakukan kesiapsiagaan. Nanti dibentuk posko-posko di masing-masing instansi. Kalau Polda Bali poskosnya di Mako Brimob dan sebagai Kasatgas, yaitu Dansat Brimob,” ungkapnya. Sedangkan Posko Terpadunya di BPBD Bali. Tujuannya dalam rangka persiapan antisipasi bencana alam. Terkait kegiatan ini, pihaknya menyiapkan
seluruh personel dan sarana prasaran yang dimiliki Polda Bali beserta jajarannya. “Polres-polres juga lakukan apel kesiap-siagaan bencana alam dengan stakeholder yang ada di sana, pada jam yang sama. Termasuk pemda dan BPBD daerah,” kata perwira melati tiga di pundak ini. Untuk di Bali, rawannya yaitu curah hujan tinggi dari Januari sampai Februari dan tanah longsor. “Kalau banjir semoga tidak terjadi, karena serapan air dan drainase masih bagus,” tegasnya. Mengantisipasi tanah longsor, Polda telah memplot dan melakukan identifikasi bersama BMKG, terutama di daerah Petang, Badung. “Sudah diidentifikasi dan pemantauan, sehingga tiap saat siap digerakkan. Terdepan polres dan polsek-polsek bersama koramil. Kami juga punya peralatan lengkap, terutama SAR (search and rescue) menolong korban bencana alam,” kata Djoko Prihadi. Menurutnya, situasi Bali sampai saat ini masih aman. Meski demikian pihaknya berusaha maksimal menjaga Bali agar tetap aman dan nyaman. “Kalau bencana itu kan kehendak Yang Maha Kuasa, tapi kita tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk Bali menjadi tempat aman dan nyaman dikunjungi wisatawan mancanegara,” tutupnya. (kmb36)
BPM/rah
APEL - Polda Bali menggelar apel pergelaran penanggulangan bencana alam di Lapangan Iptu S. Soetarjo Satbrimob Polda Bali, Tohpati, Denpasar Timur, Sabtu (4/1) kemarin.
BPM/mb41
JEBOL - Plafon ruang rawat inap yang jebol akibat rembesan air pipa yang bocor.
Baru Diresmikan, Plafon Ruang Rawat Inap Puskesmas Selat Jebol
Amlapura (Bali Post) -
Bangunan gedung Puskesmas Selat, baru saja selesai dibangun dan diresmikan beberapa hari lalu. Akan tetapi, belum sempat dioperasikan untuk pasien, plafon yang ada di ruangan inap jebol. Untung belum ada pasien yang menempati ruangan tersebut. Plafon yang jebol berada di tengah-tengah, tepatnya pada lampu. Kabel lampu masih terlihat menjulur ke bawah. Dan saat itu kap baja yang diatasnya terlihat dari bawah. Dan plafon yang jatuh masih dibiarkan di atas tempat tidur. Kepala Puskesmas Selat, I Gusti Lanang Putu Udiana, Sabtu (4/1) kemarin menga-
takan, kalau dirinya tidak tahu pasti jam berapa jebolnya plafon tersebut. Karena dirinya mendapatkan laporan kalau plafon rawat inap sudah jebol. “Kemungkinan jebolnya siang. Karena ruangan belum dipersiapkan. Dan saat jebol, untung tidak ada pasien rawat inap. Karena, kebetulan
pasien rawat inap belum full. Jadi, ruangan masih kosong,” ucapnya. Udiana menambahkan, kalau plafon bisa jebol diakibatkan sambungan pipa pembuangan wc di lantai dua yang bocor, sehingga airnya merembes ke plafon. “Karena tidak kuat menahan, makanya jebol,” katanya.
Dia menambahkan, pihaknya juga khawatir kalau plafon ruangan poli umum juga nantinya ikut jebol. Pasalnya, air dari pipa atas juga merembes ke sana. “Kami harap tidak jebol seperti plafon rawat inap. Rencananya besok (hari ini, red) akan diperbaiki. Semaga cepat diperbaiki,” harapnya. Kadis Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, mengungkapkan plafon jebol disebabkan pipa air yang ada diatasnya bocor. Sehingga air merembes ke
plafon dan membuat plafon akhirnya jebol. “Karena terus air jatuh, makanya plafon tak kuat akhirnya jebol,” ucapnya. Pertama menambahkan, pascajebolnya plafon tersebut, pihaknya mengakui kalau pihak rekanan yang menggarap proyek menyatakan siap untuk memperbaikinya. “Saya sempat hubungi pihak rekanan untuk menyampaikan hal itu. Mereka mengaku siap memperbaikinya. Rencananya besok (hari ini, red) akan diperbaiki,” jelasnya. (kmb41)
Sidak Adminduk di Pelabuhan Benoa
Tim Temukan Penumpang Bawa Tengkorak Rusa
BPM/ara
SIDAK - Suasana sidak kependudukan yang dilakukan Disdukcapil bersama instansi terkait lainnya di Pelabuhan Benoa, kemarin.
Denpasar (Bali Post) Guna mengantisipasi penduduk pendatang (duktang) secara ilegal di wilayah Kota Denpasar, Tim Gabungan yang terdiri atas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar, Sat Pol PP, TNI/Polri, dan pihak terkait kembali menggelar sidak penduduk pendatang dengan menyasar Pelabuhan Benoa, Sabtu (4/1). Pelaksanaan sidak kali ini merupakan antisipasi arus balik pascalibur panjang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2020. Dipilihnya pelabuhan Benoa karena merupakan pintu masuk ke
Kota Denpasar dari jalur laut, saat bersamaan juga bersandar Kapal Penumpang KM. Leuser yang melayani rute Indonesia Timur membawa sedikitnya 538 penumpang (237 turun di Pelabuhan Benoa dan 301 melanjutkan perjalanan). Dari penertiban tersebut berhasil diamankan sebanyak dua orang tidak membawa identitas kependudukan, dua penumpang membawa senjata tajam (samurai, badik, serta cerurit), dan satu orang penumpang membawa tiga tengkorak kepala rusa. Kadis Dukcapil Kota Denpasar, I Dewa Gede Juli Artabrata, didampingi Kabid
Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Ni Luh Lely Sriadi, saat diwawancarai di selasela pendataan, mengatakan penertiban penduduk pendatang harus dilakukan untuk mengantisipasi penduduk yang ilegal serta mengetahui jumlah pendududuk Kota Denpasar sebelum dan pascaarus balik libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2020. “Kegiatan ini bertujuan pendataan penduduk sebelum atau pasca-arus balik libur panjang. Sidak juga akan dilaksanakan hingga tingkat desa dan kelurahan sebagai upaya pemetaan jumlah penduduk,” jelasnya. (kmb12)
Almarhum Mantan Ketua PHDI Pusat Diaben di Singaraja Singaraja (Bali Post) Kabar meninggalnya mantan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, I Nyoman Suwandha, S.H., menyisakan duka mendalam di kalangan keluarga besar di Singaraja. Kabar duka dari almarhum membuat keluarganya terkejut. Menyusul kepergian almarhun untuk selama-lamanya, pihak keluarga mulai mempersiapkan penyambutan kedatangan jenazah almarhum. Rencananya, setelah diberangkatkan dari kediaman almarhum di Kebun Jeruk, Jakarta Barat, jenazah akan disemayamkan di tanah kelahirannya, Singaraja, Jalan Gajah Mada No. 81 Gang 1X No. 3 Kelurahan Banjar Jawa. Salah satu kerabat almarhun, Made Cantiari, dihubungi Sabtu (4/1) kemarin mengatakan, kabar almarhum meninggal dunia diketahui Jumat (3/1) lalu. Sebelum kabar duka itu diterima, almarhum sempat mengalami batuk yang disertai sesak napas. Keluarga kemudian mengantar almarhum berobat ke Rumah Sakit Siloam Jakarta. Tidak berselang lama, kondisi almarhum drop. Tidak
disangka saat itu almarhun menghembuskan nafas untuk terakhir kalinya sekitar pukul 20.00 WIB. “Kata keluarga di Jakarta almarhum sempat batuk dan dibawa ke rumah sakit lalu tidak berselang lama beliau sudah tiada,” katanya. Terkait kepastian waktu pemulangan jenazah dari Kebun Jeruk, Cantiari mengaku telah mendapat kepastian. Jenazah alamarhum dipulangkan dari Jakarta ke Singaraja pada Rabu (8/1) pekan depan. Setelah nanti jenazah tiba di Singaraja, kerabat akan melangsungkan upacara ngaben. Kalau tidak ada halangan upacara ngaben akan dilangsungkan oleh pihak keluarga tanggal 17 Januari mendatang. Almarhum Suwandha meninggalkan seorang istri, lima anak, dan 15 orang cucu. “Pengabenan dilangsungkan di Singaraja, dan keluarga masih mempersiapkan upacaranya,” jelasnya. Sosok almarhum dimata kelima anak dan kerabatnya dikenal sebagai Negarawan yang berjiwa keras dan menjungjung disiplin tinggi. Meski demikian, dalam mendidik kelima anaknya mengedepankan sikap tidak memaksakan ha-
rus mengikuti keinginannya. Pengalaman ditulis dalam buku Autobiografi, ketika almarhum mengarahkan anaknya untuk menempuh kuliah Fakultas Hukum seperti jejak pendidikanya sendiri. Anaknya tidak menuruti karena memiliki keinginan bebeda. Meski tidak diikuti, namun almarhum menunjukkan sosoknya tidak memaksa. Anaknya diberikan bebas dalam menentukan jurusan pendidikan yang dikehendaki dan tetap didukung sebagai tanggung jawab orangtua. Sementara itu, para pelayat mulai berdatangan ke rumah duka di Jakarta. Tampak sejumlah pengurus PHDI Pusat antara lain Sekretaris Umum PHDI Pusat, Ketut Parwata, beserta jajaran PHDI Pusat lainnya melayat ke rumah duka, kemarin. Saat ini jenazah masih disemayamkan di rumah duka di Taman Kebon Jeruk Blok C1 No.47, Intercon, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Salah seorang perwakilan keluarga Made Sugita mengatakan pihak keluarga masih menyiapkan keberangkatan jenazah ke tanah kelahirannya, Jalan Gajah Mada No. 81 Gang 1X
BPM/har
DIDOAKAN - Keluarga dan kerabat menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya mantan Ketua PHDI Pusat, I Nyoman Suwandha, S.H., pada Jumat (3/1) di Rumah Sakit Siloam, Jakarta. No. 3 Kelurahan Banjar Jawa Singaraja. Menurut Sugita, jenazah masih akan disemayamkan di rumah duka untuk memberi kesempatan kepada semua pihak yang pernah mengenalnya, baik di lingkup Kejaksaan, tetangga maupun komunitas, maupun organisasi yang pernah digeluti almarhum. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, almarhum sempat dirawat di rumah
sakit. Suwandha yang lahir di Singaraja pada tahun 1937 (83 tahun) sempat mengeluh sesak napas. Pihak keluarga, menurut Sugita iklhas menerima kepergian almarhum yang memang usianya sudah cukup sepuh. Nyoman Suwandha pernah menjabat sebagai Wakil Jaksa Agung pada 1995-1997. Sementaru untuk jabatan sebagai Ketua Pengurus PHDI Pusat dijabatnya pada periode 2001-2006. (kmb38/har)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya,Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
3
Minggu Kliwon, 5 Januari 2020
Rokok Sumbang Inflasi Signifikan Denpasar (Bali Post) Inflasi tahun kalender 2019 secara nasional terendah dalam 10 tahun terakhir, yaitu 2,72 persen. Berbanding terbalik dengan kondisi nasional, inflasi di Bali mengalami tekanan harga pada bulan Desember 2019, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Peningkatan harga terutama terjadi pada kelompok makanan seperti nasi lauk, bawang merah, serta kelompok transportasi khususnya angkutan udara. Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan (BI KPw) Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan, tekanan harga tersebut disebabkan oleh terjadinya kenaikan dari sisi permintaan seiring dengan banyaknya hari besar keagamaan di bulan Desember serta terjadinya peningkatan jumlah wisatawan pada high season. Dengan demikian, maka inflasi pada Desember 2019 secara bulanan (mtm) lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya. Pada Desember 2019, Provinsi Bali mengalami inflasi sebesar 0,71 persen (mtm), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,03 persen (mtm). Pencapaian inflasi Bali bulan Desember ini tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,34 persen (mtm). Sementara itu, secara tahunan inflasi Bali tercatat sebesar 2,38 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan nasional yang sebesar 2,72 persen (yoy). Dengan demikian, inflasi Bali pada Desember 2019 berada di bawah rentang sasaran inflasi nasional 3,5 persen ± 1 persen (yoy). Inflasi terjadi pada kedua kota sampel IHK yaitu kota Denpasar yang tercatat sebesar 0,81 persen (mtm) dan kota Singaraja mencatat inflasi sebesar 0,27 persen (mtm). Di Kota Denpasar, inflasi bersumber dari kenaikan harga pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 2,21 persen (mtm) dan kelompok bahan makanan 1,36 persen (mtm), sedangkan kelompok sandang mengalami deflasi. Sementara, inflasi di Singaraja bersumber dari peningkatan harga pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,65 persen (mtm) dan kelompok bahan makanan, yaitu
sebesar 0,58 persen (mtm). Bank Indonesia memperkirakan bahwa inflasi bulanan (mtm) pada Januari 2020 akan tetap terkendali. Dengan demikian maka inflasi tahunan pada bulan Januari 2020 akan tetap berada pada kisaran sasaran inflasi nasional yaitu 3,0±1 persen. Meskipun demikian, terdapat potensi tekanan harga pada bulan Januari 2020 yang bersumber dari adanya perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), yaitu perayaan Tahun Baru Imlek yang juga menarik minat wisatawan berkunjung ke Bali. Selain itu, frekuensi hujan dan gelombang laut tinggi yang berpotensi menahan produksi dan pasokan bahan makanan dari luar Bali sehingga berpotensi menekan inflasi pada Januari 2020. Menghadapi potensi tantangan tersebut, BI KPw Bali akan tetap konsisten menjaga stabilitas harga di daerah. Melalui koordinasi yang solid dengan Organisasi Perangkat Desa, dalam wadah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Bank Indonesia memastikan inflasi terjaga dalam kisaran sasaran. Kegiatan pengendalian inflasi tetap diarahkan pada tercapainya 4K yaitu ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi ekspektasi. Kepala BPS Bali Adi Nugroho mengatakan, inflasi merupakan indikator daya beli masyarakat. Yang menjadi catatannya pada inflasi Desember 2019 adalah inflasi rokok, yang menjadi penyumbang inflasi di Kota Denpasar. Inflasi rokok nampaknya akan kembali menjadi penyumbang inflasi tahun 2020, lantaran kenaikan bea cukai rokok yang sudah mulai diterapkan. Sudah menjadi pengetahuan bersama bahwa rokok tidak menyehatkan, tidak mencerdaskan dan mengganggu kesehatan. Namun rokok telah menjadi kebutuhan kebanyakan orang di Bali. Dalam hitungan inflasi, rokok menyumbang inflasi yang signifikan bahkan masuk 10 besar. Artinya, rokok menempati posisi 10 besar konsumsi terbesar masyarakat Bali. Jika memang rokok menjadi anjuran pemerintah untuk tidak dikonsumsi, hendaknya ada program yang serius dari pemerintah untuk menekan laju perokok dan menekan konsumsi rokok. (kmb42)
Mentan Dukung Penuh Sistem Pertanian Organik di Bali Denpasar (Bali Post) Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo mendukung penuh penerapan sistem pertanian organik di Bali. Apalagi masyarakat dunia kini memang lebih mendorong penggunaan produk berbahan organik dan mengurangi zatzat kimia. “Dengan menggunakan pendekatan organik, lebih sehat, lebih berkualitas dan itu menjadi pilihan-pilihan pasar yang ada,” ujarnya di Jayasabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Sabtu (4/1) kemarin. Syahrul menilai kebijakan Gubernur Bali Wayan Koster sudah tepat untuk menerapkan sistem pertanian organik. Pihaknya siap membantu jika memang dibutuhkan. Sementara Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, sistem pertanian organik mulai dijalankan tahun ini untuk mewujudkan Bali sebagai pulau organik yang bersih dan mengurangi pencemaran lingkungan. Selain itu, produk yang dihasilkan juga memiliki
nilai ekonomi tinggi. Desa adat akan turut dilibatkan untuk menggalakkan sistem pertanian organik tersebut. “Supaya kita ini lebih cepat pengembangannya di desadesa. Kita akan dorong desa adat mengeluarkan pararem, karena sistem pertanian organik ini lebih sehat dan berkualitas,” jelasnya. (kmb32)
BPM/rin
Syahrul Yasin Limpo
BENCANA - Apel Kesiapsiagaan mengantisipasi bencana alam di lapangan Mapolres Bangli, Sabtu (4/1).
BPM/ist
Antisipasi Dampak Bencana
Bhabinkamtibmas dan Babinsa Diminta Bangun Kesadaran Masyarakat Bangli (Bali Post) -
Secara geografis wilayah Bangli termasuk daerah rawan terjadinya bencana. Berkaca pada kejadian tanah longsor di Kintamani tahun 2017, dimana bencana yang terjadi menimbulkan belasan korban jiwa. Untuk meminimalisir kejadian serupa, Bhabinkamtibmas dan Babinsa diminta berperan aktif membangun kesadaran masyarakat dalam mengantisipasi dampak bencana. Hal itu disampaikan Kapolres Bangli, AKBP I Gusti Agung Dhana Aryawan, di sela-sela apel kesiapsiagaan mengantisipasi bencana alam di lapangan Mapolres Bangli, Sabtu (4/1). Apel kesiapsiagaan tersebut diikuti oleh para pejabat utama serta ang-
gota Polres Bangli, anggota Kodim 1626/Bangli, BPBD Kabupaten Bangli, Dinas Pemadam Kebakaran dan Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli. Dalam apel kesiapan tersebut Kapolres bersama in-
stansi terkait juga mengecek sarana prasarana untuk memastikan peralatan yang akan digunakan siap pakai. Sehingga dapat membantu masyarakat dengan cepat dan tepat ketika terjadi bencana. “Belakangan di wilayah Bangli sering terjadi hujan
Tiga Gua di Hutan Desa Dukuh Kubu
Lubang Keluarkan Abu Hawa Panas dan Dingin Amlapura (Bali Post)Adanya gua yang memiliki tiga lubang di perbatasan hutan wilayah Banjar Dinas Buanakusuma Desa Dukuh, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem viral di masyarakat. Yang ajaibnya lagi, ketiga lubang gua yang ada ini mengeluarkan hawa yang berbeda. Dan kini, di lokasi gua ini telah ditata oleh masyarakat setempat. Bahkan, mulai banyak warga yang datang untuk mengetahui kondisi sesungguhnya. Salah seorang warga Dukuh, Kubu, Putu Deni Suryawan Giri, Sabtu (4/1) kemarin mengatakan, ditemukan tiga gua yang memiliki elemen unsur alam yang cukup sakral. Kata dia, ada tiga gua yang ditemukan. Dan ketiga gua tersebut memiliki hawa yang berbeda. Untuk gua yang posisinya paling atas, mengeluarkan abu, gua di tengah-tengah mengeluarkan hawa dingin, dan gua paling bawah mengeluarkan hawa panas. “Saya sebagai warga berharap, dengan dibangunnya pura ini, nantinya Gunung Agung semakin tenang, memberikan kesejukan, keindahan, kedamaian dan kerahayuan untuk seluruh masyarakat Dukuh Kubu dan Bali pada umunya,”ucapnya. Suryawan menambahkan, penemuan
gua itu, berawal sebelumnya ada seseorang penekun spiritual dari Manggis yang menemukan berdasarkan pawisik. Setelah itu, orang itu langusng memberitahukan kepada Pemangku Gunung Agung atas nama Jro Mangku, bahwa diwilayahnya ada sebanyak tujuh gua sakral yang masing-masing mengeluarkan tujuh unsur yang berbeda. “Menerima pemberitahuan itu, pemangku Gunung Agung langsung melakukan pengecekan, dan baru ditemukan tiga gua saja. Sementara itu, untuk gua yang empat lagi belum ditemukan. Karena sampai saat ini, kempat gua yang dimaksud masih dicari,”katanya. Sementara itu, Bendesa Adat Dukuh, I Ketut Giri, menjelaskan, Jumat lalu krama Desa Pakraman Dukuh dari beberapa banjar hadir untuk melakukan pembersihan dilokasi goa. Jelas dia, krama langsung melakukan persembahyangan bersama. “Dengan penemuan gua ini, maka desa Pakraman Dukuh akan membangun sebuah pura yang diberi nama “Pura Gua Tapa Sidhi Toh Langkir” untuk tempat persembahyangan masyarakat Dukuh, termasuk warga yang datang untuk melakukan kunjungan serta melakukan kegiatan spiritual,”jelas Suryawan. (kmb41)
dengan curah hujan ringan hingga sedang. Untuk itu, seluruh personel diharapkan siap siaga dalam bertindak jika terjadi bencana alam, termasuk siap untuk menggunakan sarana prasarana yang disiapkan,” kata Kapolres. Sementara itu, Kapolda Bali dalam amanatnya yang dibacakan Kapolres menyampaikan bahwa Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat perlu melakukan langkah-langkah proaktif untuk membantu
masyarakat jika terjadi bencana alam. Selain itu, dalam upaya penanggulangan terjadinya bencana, Kepolisian dituntut untuk mengerti situasi sebelum terjadi bencana, saat terjadi dan setelah terjadinya bencana. Bencana alam tidak dapat dicegah. Untuk itu sebagai petugas sudah sepatutnya siap siaga dan tanggap bencana serta bersinergi dengan instansi terkait untuk meminimalisir dampak yang ditimbulkan. (kmb40)
Komplotan Perampok Bawa Sajam Ditembak Denpasar (Bali Post) Mengawali tahun ini, Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali berhasil mengungkap kasus perampokan menggunakan senjata tajam (sajam). Salah satu TKP-nya di Mini Mart depan Rektorat Unud di Jalan Kampus Unud, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung. Pelakunya dua orang, yakni Edy Sugianto (32) dan Mohammad Kuamaidi (29) asal Jawa Timur. Mereka diringkus saat hendak beraksi di Circle K di Jalan Raya Sember, Kerobokan, Sabtu (4/1) kemarin. Polisi terpaksa menembak kaki kedua pelaku karena melawan saat dilakukan pengembangan kasus tersebut. Dir. Reskrimum Polda Bali, Kombes Pol. Andi Fairan mengatakan, kronologisnya pada Rabu (25/12) pukul 02.00 Wita, pelaku masuk toko menggunakan helm dan zebo. Selain itu, pelaku menjinjing tas hitam dan pura-pura mau belanja. Karena ada orang belanja, karyawan toko, Rondi Bagus Malindo (22) ke meja kasir. Saat itu pelaku mengikuti Bagus dan langsung menodongkan parang. Selanjutnya pelaku menyuruh korban mengeluarkan uang yang ada di laci kasir. Karena di bawah ancaman, korban menyerahkan uang hasil penjualan
kepada pelaku. Pelaku juga mengambil HP milik korban. “Dua pelaku ini bagi tugas, satu orang sebagai eksekutor dan satunya lagi standby di luar toko mengawai situasi. Setelah itu pelaku kabur membawa uang tunai Rp 1 juta dan dua HP,” ujar Kombes Andi. Setelah kasus ini dilaporkan ke Polsek Kuta Selatan, Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali dipimpin Kanit Kompol Made Adhiguna langsung bergerak. Hasil olah TKP polisi berhasil mengantongi ciri-ciri pelaku. Setelah melakukan penyelidikan beberapa hari, kemarin pukul 03.47 Wita pelaku terlacak di depan Circle K di Jalan Raya Sember, Kerobokan. Kedua pelaku langsung ditangkap dan rencananya beraksi di Circle K tersebut. Terkait kasus ini, polisi mengamankan barang bukti helm HRC dipakai saat merampok di Mini Mart, jaket loreng, zebo warna hitam, baju kaos lengan panjang, parang, pisau dapur, dua HP, dan dua power bank. “Tentu saja kami masih mengembangkan kasus ini, karena tidak menutup kemungkinan pelaku beraksi di TKP lain,” ungkan mantan Direktur Sabhara Polda Sumatera Utara ini. (kmb36)
Puluhan Anggota Polresta Naik Pangkat
BPM/ist
KENAIKAN - Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat digelar di halaman depan Mapolresta Denpasar, Sabtu (4/1) kemarin.
Denpasar (Bali Post) Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat anggota Polresta Denpasar periode 1 Januari 2020 digelar, Sabtu (4/1) kemarin di halaman depan Mapolresta. Ada 82 personel Polresta Denpasar dan jajaran naik pangkat satu tingkat lebih tinggi. Upacara tersebut dipimpin Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan. Kenaikan pangkat ini merupakan hak setiap anggota Polri. Namun tidak serta merta bisa naik pangkat, tetapi melalui proses penilaian baik masa kerja, pengabdian, dedikasi dan kinerja. Kapolres Ruddi men-
gatakan, kenaikan pangkat diberikan organisasi kepada personel mempunyai konsekuensi yang harus dilaksanakan, yaitu peningkatan kinerja, wawasan, kecakapan, serta tanggung jawab. “Sehingga kepercayaan pimpinan Polri yang telah diberikan berupa kenaikan pangkat ini mempunyai makna dan bukan hanya sekadar rutinitas,” ucapnya. Personel yang mengikuti Korps Raport kenaikan pangkat sebanyak 82 orang, terdiri dari pamen (perwira menengah) 1 personel, pama (perwira pertama) 26 orang, bintara 54 orang dan bintara
pengabdian 1 orang. Kombes Ruddi mengingatkan kepada seluruh personel Polresta agar terus meningkatkan profesionalitas, kinerja, tetap memelihara kekompakan dan disiplin, serta melaksanakan segala ketentuan, aturan, prosedur yang berlaku, “Saya berharap setiap anggota Polresta Denpasar ikuti perkembangan dinamika situasi kamtibmas sesuai tuntutan zaman. Momentum kenaikan pangkat ini menjadi pendorong bagi seluruh personel untuk lebih bersemangat dalam melaksanakan tugas,” tegas mantan Kapolres Badung ini. (kmb36)
BPM/ist
DITANGKAP - Komplotan rampok minimarket ditangkap oleh Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali.
4
Minggu Kliwon, 5 Januari 2020
AWAL tahun selalu dirayakan oleh seluruh umat manusia di dunia untuk melebur berbagai persoalan yang telah dilalui pada tahun-tahun lalu. Seringnya orang lupa, memasang target tinggi-tinggi sehingga seringkali justru melahirkan stres dan depresi berkepanjangan karena hidup tidak sesuai lagi dengan ekspetasi. Tentu memasang target tinggi-tinggi menyesatkan. Padahal yang dicari adalah kebahagian. Bahagia. Ya bahagia, itulah kata yang penuh arti dan makna dalam setiap kehidupan manusia. Bahagia, gabungan beberapa huruf menjadi sebuah ungkapan yang sering diucapkan dan diidam-idamkan oleh semua umat manusia di dunia ini. Tidak memandang status manusia itu kaya miskin, tua muda, laki perempuan, waria pun mengidamkannya. Bahagia, tidak semua orang dapat mengartikannya, walaupun semuanya pernah menikmati. Bahagia, semua orang mempunyai pandangan berbeda, walaupun semuanya pernah ditemui. Bagaimanapun persepsi orang tentang dirinya, bahagia tetap dengan pendiriannya menemui orang sesuai dengan kriterianya. Bahagia, bagaikan pujaan hati yang setiap manusia selalu menanti-nantikan akan kehadirannya. Berbagai usaha serta kegiatan dilaksanakan manusia untuk dapat menghadirkannya, namun bahagia pun belum sepenuhnya menghampiri. Menghalalkan segala cara bahkan “jalan pintas dianggap pantas pun” diterapkan, namun bahagia pun berkata: belum saatnya datang untuk mengunjunginya. Malah sebaliknya, penderitaan tidak terduga dan tak diundang datang dengan sendirinya menemui. Bahagia, seperti primadona yang dimimpi-mimpikan setiap orang untuk dapat digapai, bahkan dirangkul dan dipeluk supaya tidak lepas dan berpindah tangan ke orang lain. Namun, bahagia pun punya prinsip, ketika ia sudah bosan dan muak berada pada orang yang tidak berperikemanusiaan yang selalu mengundang duka, ia pun akan pergi menjauh meninggalkan orang tersebut. Walaupun diikat sekuat kawat dan dilas dengan besi tak menjadi penghalangnya untuk sedikit demi sedikit melepaskan diri pada jiwa dan raga orang tersebut. Bahagia, diibaratkan emas permata kehidupan yang mempunyai harga setiap manusia melangkahkan
seribu gerakan kaki dalam kehidupannya. Jika bahagia sudah melekat menemani manusia, namun tidak dirawat, dijaga, dan dilestarikan, ia pun akan memudar, kualitasnya semakin sirna dan lambat laun akan hilang. Jagalah bahagia dengan hati yang ikhlas, menerima sesuatu dengan lapang dada. Jangan pernah iri hati apalagi berprasangka buruk kepada orang lain, begitu pula jangan pernah menyimpan rahasia hati, sebab jika “hati sudah menyimpan rahasia hati maka hati-hatilah dengan balasan hati orang itu”. Bahagia, tidak beda jauh dengan siang dan malam ketika menemani kehidupan manusia. Jika sudah waktunya, ia datang tak dijemput pergi pun tak diantar. Sebagai teman, bahagia datang tidak menunggu perintah apalagi surat undangan. Jika sesuai dengan kriterianya, ia akan datang menghampiri tanpa memandang manusia itu di mana, sedang apa, dan dengan siapa. Apa Itu Bahagia? Lalu, apa sesungguhnya bahagia itu? Seberapa mahal harganya? Seberapa susah menggapainya? Serta seberapa istimewanya dalam kehidupan manusia? Sampai-sampai semua orang di dunia ini membicarakannya, menginginkannya, serta merindukan kehadirannya. Bahkan menggilagilakannya untuk dijadikan teman utama kehidupan, walaupun segenap jiwa dan raganya menjadi taruhan, tetap diperjuangkan. Ataukah bahagia itu merupakan fenomenal kehidupan? Yang secara nyata tidak dapat dilihat namun dapat dirasakan tetapi tetap diburu manusia. Sehingga dikatakan sesuatu yang luar biasa hebatnya dalam kehidupan manusia. Ataukah pula, bahagia itu merupakan misteri kehidupan? Sebagai sesuatu yang belum jelas dapat diartikan oleh setiap manusia sehingga bersifat teka-teki yang masih belum ditemukan rahasianya dalam
Menata Ulang Prioritas Hidup di Tahun 2020
setiap kehidupan manusia. Apapun dan bagaimana orang itu mengartikan bahagia, yang jelas I Gede Astawan dalam bukunya “Teori Kehidupan, Quantum Your Life” menyatakan bahwa: semua orang punya kesempatan sukses dan bahagia, semua orang punya hak sukses dan bahagia, semua orang bisa sukses dan bahagia. Itu menandakan semua manusia di dunia ini mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk dapat menggapai, merasakan serta menikmati bahagia walaupun sedetik. Berbeda pandangan dalam mengartikannya tidak menjadi halangan, hambatan, maupun beban manusia untuk menggapainya. Sebenarnya bahagia itu keadaan atau perasaan yang membuat suasana hati tenang dan damai. Artinya keadaan manusia saat itu terlepas dari segala sesuatu yang menyusahkan jiwa dan raganya. Atau keadaan manusia terbebas dari beban yang bergelayutan dalam jiwa dan raganya. Bahagiapun dapat diartikan sebagai kondisi manusia yang sejahtera didasari atas keadaan atau suasana hati yang tenang dan damai, dibarengi dengan keadaan suka sampai kegembiraan dalam menjalani kehidupan. Sehingga bahagia identik dengan suasana hati yang diselimuti seperangkat: ketenangan, kedamaian, kenyamanan, kesejahteraan, keharmonisan, maupun hal lainnya yang membuat hati merasa adem. Diri Manusia Uraian tersebut mengisyaratkan bahwa bahagia tidak berada jauh dari kehidupan manusia, tidak berada di luar jangkauan manusia, namun berada dekat dengan manusia, yaitu dalam diri manusia. Kedekatannya membuat seseorang untuk menggapainya tidak memerlukan modal atau biaya besar, tidak memerlukan atau memakan waktu lama, apalagi menghalalkan segala cara dalam menggapainya.
Di masyarakat, bahagia selalu dikaitkan dengan berlimpahan materi, bahkan diukur dengan benda-benda yang menjadi hak milik sebagai kekayaannya. Pertanyaannya, berlimpahan materi dapatkah menjamin seseorang selalu bahagia? Seandainya jawabannya, ya. Berarti orang yang tidak punya mobil mewah, rumah mewah, tanah luas, atau sebut saja kehidupannya pas-pasan secara materi, tidak pernah merasakan atau menikmati bahagia. Atau dapat diartikan orang miskin tidak mempunyai hak untuk bahagia. Atau sebaliknya dapat pula dikatakan bahwa bahagia itu hanya milik orang berlimpahan materi. Benarkah demikian? Ilustrasi: seseorang memperoleh keberuntungan hidup, sehingga mampu membeli mobil mewah, rumah mewah, tanahnya linggah (luas), otomatis uangnya pun berlimpah yang membuat hidupnya serba wahhhhh. Ketika menurunkan kaki dari mobil mewah di depan rumah mewahnya, ia tidak disambut oleh istri tersayangnya. Saking sibuknya sampai ia tidak sempat memperhatikan keluarganya, hingga tidak mengetahui keberadaan istrinya sendiri. Tiba-tiba ada berita kalau istrinya pergi dijemput lelaki lain. Begitu pula laporan datang kalau anak lakinya berada di tahanan tertangkap sebagai pemakai. Sedangkan anak perempuannya memang jarang pulang ke rumah karena keasikan dengan dunia bebasnya. Kehidupan seperti itu, dapatkah orang tersebut dinyatakan bahagia dengan seperangkat limpahan materinya? Dapatkah orang tersebut dinyatakan nyaman berada di rumah mewahnya? Dapatkah orang tersebut dinyatakan harmonis dengan segenap kekayaannya? Serta dapatkah orang tersebut mengartikan arti hidup sesungguhnya di dunia ini? Secara logika, jika orang tersebut normal, pasti merasakan duka yang amat mendalam melihat keadaan
keluarganya yang berantakan, tidak saling menjaga, tidak saling mengasihi, serta tidak saling menghormati antarsesama anggota keluarga. Sehingga berada di rumah mewahnya bagaikan berada di neraka, membawa mobil mewah bagaikan berjalan kaki di gurun pasir dengan sengatan sinar matahari membakar kulit. Uang berlimpah bagaikan sampah yang tidak mempunyai arti dan nilai guna. Air matapun menetes membasahi pipi sebagai ungkapan tanda duka dari lubuk hatinya yang paling dalam. Pernyataan tersebut mengungkapkan bahwa bahagia seseorang tidak dapat diukur dengan uang, bahagia seseorang tidak dapat dibeli dengan uang, bahagia seseorang tidak dapat dinilai dengan berlimpahan materi. Namun sebaliknya, bahagia seseorang dapat dinilai dari kerukunan, ketenangan, kedamaian serta keharmonisan dalam berumah tangga, masyarakat, dan negara. Sesungguhnya hidup di dunia nyata ini tidak semuanya dapat diukur dengan uang, sebab “uang itu bukan segala-galanya tetapi segalanya membutuhkan uang”. Ada saatnya bahagia itu didasari atas uang, ada pula saatnya bahagia itu tanpa harus adanya uang. Ketenangan dan kedamaian membutuhkan pikiran dan perasaan yang santai, artinya jalani hidup dengan apa adanya sebagai anugerah Yang Maha Kuasa. Walaupun kerja keras belum menemukan hasil maksimal, jangan terlalu dipikirkan, semangat terus “manusia bertindak Tuhan yang memutuskan”. Jika merasa diri miskin, masih banyak yang lebih miskin, jika merasa diri kaya, masih banyak yang lebih kaya, bahkan paling kaya. Hidup ini bagaikan roda berputar dengan kunci kontaknya dikendalikan oleh Tuhan. Jika Tuhan menstater, mesin kehidupan akan nyala, roda kehidupan pun berputar dan akan berhenti pada saatnya. Suasana baru pun muncul, jika berada
di bawah jangan merasa sedih karena suatu saat nanti ada waktunya untuk menggapai lebih tinggi. Jika berada di atas jangan terlalu berbangga hati, bertindak semena-mena, pada saatnya nanti ada gilirannya di bawah. Jadi, bahagia itu sederhana, berupa perasaan yang menyatakan hati dalam keadaan yang diselimuti suasana tenang dan damai. Uang Sederhananya bahagia, jelas tidak selalu membutuhkan modal besar, tidak selalu memerlukan uang banyak, apalagi membutuhkan barang mewah. Bahagia itu cukup bermodalkan sikap lapang dada, sehingga bisa menerima kenyataan baik-buruknya kehidupan ini. Menerima segala sesuatu dengan ikhlas sebagai kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, karena semuanya itu ada hikmahnya yang dilandasi oleh kenyataan bahwa di dunia ini semuanya bersifat semu/ sementara. Memperoleh bahagiapun simpel, berupa mensyukuri dilengkapi dengan senyuman atas bagian kehidupan yang diterima. Baik buruknya kehidupan yang diterima jangan diambil pusing apalagi sampai menangis. Karena di balik keburukan masih ada keberuntungan, berupa masih diberikan kesempatan hidup untuk meraih yang lebih baik. Menggapai keberhasilan untuk meraih sukses dan bahagia walaupun masih bersifat sederhana, membutuhkan semangat dan perjuangan yang sungguh-sungguh. Semuanya dapat diraih dengan meningkatkan kemampuan sebagai kecerdasan, meningkatkan semangat sebagai emosional positif, serta diimbangi dengan doa sebagai spiritual. Sebab keberhasilan sesungguhnya dapat digapai dengan semangat, berjuang tanpa mengenal putus asa sebagai kuncinya, karena “kalau mau pasti bisa”. l I Gede Pariadnya
BPM/Edy
BAHAGIA - Sederhananya bahagia, jelas tidak selalu membutuhkan modal besar, tidak selalu memerlukan uang banyak, apalagi membutuhkan barang mewah. Bahagia itu cukup bermodalkan sikap lapang dada, sehingga bisa menerima kenyataan baik-buruknya kehidupan ini. Menerima segala sesuatu dengan ikhlas sebagai kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, karena semuanya itu ada hikmahnya yang dilandasi oleh kenyataan bahwa di dunia ini semuanya bersifat semu/sementara.
Berlatih dengan Posisi Berlutut Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.
Banyak posisi yang dapat dilakukan untuk berlatih mengencangkan otot tubuh sehingga penampilan menjadi oke. Selain posisi berdiri seperti yang sudah sering dilakukan, dapat juga dilakukan dengan posisi tidur atau pada edisi kali ini pengasuh menyajikan posisi berlutut yang mengasyikkan jika dilakukan dengan teknik yang tepat dan benar. Ikuti peragaan berikut ini dari Lala Studio.
2
1
Gb. III Untuk mengencangkan paha, tetaplah berlutut namun dengan posisi kedua lutut tidak ditutup rapat sedangkan kedua lengan lurus depan dada. Condongkan badan sedikit ke depan, lalu tahan 1x8 hitungan, lalu tegakkan badan dan ulangi gerakan tadi sesuai kemampuan.
Selamat berlatih bagi pembaca yang ingin membentuk tubuh dengan posisi berlutut serta salam bugar dari Lala Studio.
Kupon
Kisara Hai Sahabat Kisara! Selamat tahun baru 2020, ya! Semoga di tahun ini apa yang sahabat Kisara impikan bisa tercapai dan terwujud. Nah, salah satu tradisi yang tidak bisa dilewati saat kita menyambut tahun baru adalah membuat resolusi. Apa itu resolusi? Pentingkah membuat resolusi ? Resolusi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah pernyataan tertulis yang biasanya berisi tuntutan atau suatu hal. Jadi, resolusi tahun baru itu adalah pernyataan tertulis yang berisi tuntutan/ harapan yang ingin dicapai di tahun yang baru. Resolusi itu penting sekali loh untuk dibuat, sahabat Kisara. Resolusi di awal tahun penting untuk membuat daftar halhal yang ingin kita capai sehingga tahun ini dapat berjalan dengan baik. Saat kamu sudah membuat resolusi, kamu juga bisa menggunakan resolusi tersebut sebagai tolak ukur. Apakah kamu sudah mencapai
Gb .IV Cara lain untuk mengencangkan paha, ambillah posisi seperti yang nampak pada gambar. Dorong badan ke depan sedikit dan pertahanan punggung tetap lurus dan tidak membungkuk, tahan 1x8 hitungan setelah itu tegakkan badan dan ulangi beberapa kali.
3
Gb. II Dengan posisi yang sama, tangan kiri di pinggang sedangkan tangan kanan lurus ke atas. Condongkan badan ke arah kiri hingga terasa tarikan pinggang kanan. Lalu tegakkan badan dan ulangi hingga 2x8 hitungan, setelah itu lakukan pada arah kebalikan dengan hitungan yang sama pula.
Gb. I Posisi berlutut dengan kedua kaki ditutup, sedangkan kedua siku lengan ditekuk menyiku ke samping. Putar badan ke arah kiri lalu menghadap depan. Setelah itu ke kanan dan ulangi hingga 2x8 hitungan, maka akan bermanfaat untuk mengikis lemak pada pinggang.
4
impianmu atau malah tidak mencapainya sama sekali. Walaupun resolusi itu penting, terutama untuk GenZ, kadang tidak semua orang mau berkomitmen dengan resolusi tersebut. Alhasil, resolusi yang dibuat hanya sekadar tulisan semata yang kemudian dilupakan setelah satu bulan pertama terlewati. Menyusun resolusi sangat penting, namun berkomitmen dengan resolusi yang telah disusun lebih penting lagi, ya. Jangan sampai resolusi yang kamu buat hanya tertulis di buku catatan, tapi tidak pernah kamu buka atau kamu evaluasi. Sebaiknya, resolusi yang telah kamu susun tersebut,
Resolusi Bikin ”Happy” dirincikan lagi dengan tindakan-tindakan atau kegiatan-kegiatan yang ingin kamu lakukan untuk mencapai hal tersebut. Misalnya, resolusi kamu adalah menurunkan berat badan 10 kg. Jika resolusi itu hanya ditulis, tapi tidak berkomitmen untuk diwujudkan, maka di akhir tahun belum tentu kamu bisa menurunkan 10 kg. Sebaliknya, kamu harus menyusun langkah-langkah untuk mencapai hal tersebut, misalnya, makan buah setiap malam, olahraga 30 menit, pergi ke gym, dll. Menulis rincianrincian ini bisa sangat membantu kamu untuk membuat resolusi kamu lebih realistis, loh! Nah, seandainya di tengah jalan kamu merasa resolusimu kurang cocok denganmu, gak apa-apa kok untuk mengubahnya. Resolusi itu gak harus saklek ya! Ingat, alasan untuk mengubahnya pun harus jelas.
Berikut tips membuat resolusi dan cara mencapainya : Buatlah resolusi serealistis mungkin. Ini penting agar kamu tidak membuat resolusi yang sembarang resolusi. Tentukan tujuan. Nah resolusi itu ibaratnya seperti goal/tujuan kamu selama satu tahun ke depan. Jadi, buatlah sesuai dengan tujuan kalian. Jangan nyontek. Buatlah resolusimu sendiri, jangan membandingkan dengan punya teman kamu. Setiap orang punya tujuan yang berbeda, jadi jangan minder kalau resolusimu beda dengan teman atau pacarmu, ya. Batasi resolusimu. Buatlah sekitar 3-5 resolusi saja agar kalian fokus mengerjakannya. Terlalu banyak resolusi bisa
membuat kalian tidak fokus dan tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Urutkan resolusimu dari yang terpenting. Nah, untuk tahu resolusi mana yang harus dicapai terlebih dahulu, kalian bisa mengurutkannya dari yang terpenting. Jangan hanya terpaku pada hasil, tapi juga proses. Tercapai atau tidaknya resolusimu kamu nanti, jangan membuat kamu jadi stres sendiri, ya. Hal terpenting adalah kamu sudah berusaha untuk mencapai resolusimu, jika memang belum, kamu masih bisa mewujudkannya di tahun berikutnya. Semoga tulisan ini membantu kamu untuk membuat tahun 2020 lebih bahagia dan berwarna, ya! Selamat menikmati petualangan baru!
5
Minggu Kliwon, 5 Januari 2020
Capricorn Peruntungan: Jangan takut mengambil langkah-langkah penting minggu ini agar hasilnya bisa lebih terlihat. Tetaplah semangat dan tak perlu mengikuti kejenuhan yang sudah mulai mencapai ambang batas. Tetaplah rileks dan jangan tegang. Kesehatan: Jangan biarkan ketidaktenangan mengganggu makan dan tidur Anda. Asmara: Harus tetap waspada terhadap orang yang baru Anda kenal sekali pun sekilas Anda sudah merasa matching dengannya. Aquarius Peruntungan: Minggu ini tugas yang Anda emban tidaklah sedikit. Semua itu butuh penyelesaian cepat sehingga pandai-pandailah menyeleksi tawaran yang datang. Kesehatan: Cobalah kembali disiplin dalam berpola makan dan istirahat yang benar. Asmara: Sikap Anda jangan sampai menimbulkan rasa cemburu bagi pasangan Anda. Sebisa mungkin dihindari. Pisces Peruntungan: Usaha Anda cukup maju dan prospeknya bisa berkembang sendiri, maka tak perlu terburu-buru ingin hasil cepat. Lebih baik berkembang pelan tapi pasti dan kuat. Kesehatan: Jagalah posisi tidur yang benar dan jangan terlalu larut malam, agar istirahat Anda bisa maksimal. Asmara: Sesuatu yang lumrah jika selama Anda mengarungi bahtera asmara selalu dihadapkan pada sesuatu hal yang kurang sesuai di hati. Aries Peruntungan: Kegagalan bukanlah segala-galanya karena masih ada kesempatan untuk bangkit. Jagalah selalu kepercayaan dari pimpinan Anda sebaik mungkin, jangan sampai Anda mengecewakannya. Kesehatan: Omongan orang yang memerahkan telinga Anda, diamkan saja. Pasti mereka akan diam dengan sendirinya. Asmara: Petiklah pelajaran dari semua ini, sehingga untuk langkah ke depannya bisa lebih harmonis dan berbahagia. Taurus Peruntungan: Minggu ini cukuplah mujur sehingga berdampak pada hubungan kerja dengan relasi yang akan berlangsung dengan baik dan lancar. Jangan takut mengkritisi pendapat rekan Anda jika mereka memang telah menyalahi kesepatan bersama. Kesehatan: Segera selesaikan segala masalah dan jangan menundanya mumpung situasi dan kemujuran lagi mendukung Anda. Asmara: Segalanya terasa indah dan menyenangkan sehingga enggan untuk berpisah dengannya walau sebentar. Gemini Peruntungan: Hasil yang Anda dapat minggu ini cukup besar dan jauh dari ekspektasi, sehingga mampu membawa aura positif bagi suasana bisnis dan karier Anda. Kesehatan: Cuaca lagi kurang bersahabat, maka kurangilah keluar malam dan aturlah pola makan yang benar. Asmara: Tetaplah menjaga hatinya agar selalu tenang dan tidak tersinggung terutama oleh ucapan Anda yang terkadang lepas kontrol. Cancer Peruntungan: Harus mau banting tulang agar hasil yang dirasa benar-benar memuaskan hati. Inilah kesempatan meraih hasil yang semaksimal mungkin, karena peluang cukup terbuka lebar bagi Anda. Kesehatan: Hanya dengan berolahraga ringan dan rutin setiap hari maka kesehatan dapat terjamin dan terjaga. Ingatlah bahwa kesehatan itu mahal harganya. Asmara: Permasalahan timbul berawal dari kurang terbukanya pada pasangan Anda, sehingga terkadang kesalahpahaman muncul. Leo Peruntungan: Kesulitan besar yang terjadi minggu ini berawal dari ambisi yang terlalu besar sehingga keputusan yang diambil menimbulkan beban yang cukup berat di kemudian hari. Kesehatan: Tak perlu cemas karena batuk yang Anda derita akhir-akhir ini akibat kecapekan dan kurang istirahat. Asmara: Tak selamanya cinta selalu berbuah manis, terkadang pahit yang harus dirasakan. Terpenting tetap bersyukur apa pun yang terjadi. Virgo Peruntungan: Tak ada kata mundur walau selangkah pun karena peruntungannya lagi mujur-mujurnya. Hubungan kerja dengan teman lama dan relasi juga akan berlangsung dengan baik dan lancar. Kesehatan: Jaga selalu stamina dengan berolahraga yang rutin dan benar. Asmara: Carilah topik pembicaraan yang ringan dan menyenangkan serta mampu menghidupkan suasana. Libra Peruntungan: Cari selamatnya saja dan tak perlu memaksakan diri karena hasilnya akan minim sekali, sebab kemujuran minggu ini masih jauh dari harapan Anda. Tidak rugi, itu harus disyukuri. Kesehatan: Jangan biarkan tidur menjadi tak nyenyak hanya karena omongan yang seharusnya tak perlu dimasukkan ke dalam hati. Asmara: Pandai-pandai jaga suasana hatinya agar selalu tenang dan tidak tersinggung. Scorpio Peruntungan: Bersikaplah lapang dada seandainya ada hasil yang kurang memuaskan agar tidak menimbulkan kekecewaan yang terlalu mendalam. Tak perlu meratapinya, anggap saja itu masih belum rezeki Anda. Kesehatan: Tidur malam dan bangun terlalu pagi akan sangat memperburuk kondisi badan Anda jika dibiarkan terus terjadi. Asmara: Dengan diam maka suasana lambat laun akan bisa kembali mencair daripada Anda terus berbicara yang malah membuat suasana menjadi lebih rumit lagi. Sagitarius Peruntungan: Cobalah bisa membawa diri dan lebih selektif lagi dalam menerima ucapan, jangan sampai Anda lupa diri karenanya. Ingatlah bahwa banyak yang tidak suka dengan posisi Anda saat ini, sehingga wajar jika selalu menjadi incaran mereka. Kesehatan: Cuaca tampak kurang begitu bersahabat. Berpakaianlah tebal jika ingin bepergian jauh agar tidak sampai masuk angin. Asmara: Susah senang merupakan alur cerita dalam mengarungi bahtera asmara yang harus disyukuri terutama tentang perbedaan yang ada di antara kalian berdua.
Diasuh Oleh : Astrologer Ki Wongso Wijoyo Berlaku : 5 - 11 Januari 2020
”Bermain” dalam Tiga Zaman Gate śoko na kartavyo bhavisyam naiva cintayet vartamānena kālena vartayanti vicaksanāh (Cānakya Nīti Śāstra 13.2) “Jangan bersedih terhadap apa yang sudah berlalu, jangan pula risau terhadap apa yang akan datang, orang-orang bijaksana hanya melihat masa sekarang dan berusaha sebaikbaiknya.” “Gate śoko na kartavyo bhavisyam naiva cintayet”, janganlah bersedih atau terlalu menyesali masa lalu, dan jangan pula merisaukan masa yang akan datang. Kedua masa itu menurut Resi Cānakya adalah masa yang tidak ada di masa sekarang di mana kita benarbenar sedang berada. Masa lalu sudah berlalu, sudah yang sudah hilang dari hadapan kita. Sedangkan masa yang akan datang belum ada menampakkan diri di hadapan kita. Keduanya, yaitu masa lalu dan masa yang akan datang sedang tidak ada nyata di hadapan kita sekarang. Oleh karena itu, sastra-sastra suci memberikan nasihat bijaknya, bahwa yang sudah berlalu jangan disedihkan atau pun disesalkan, dan masa yang akan datang yang belum terjadi, belum ada di hadapan kita, janganlah terlalu dirisaukan. Bersedih terhadap apa yang sudah berlalu, dan risau terhadap apa yang belum terjadi, keduanya memberikan “gangguan” untuk hidup tegak mantap di masa sekarang yang sedang dihadapi. Resi Cānakya menekankan agar orang berusaha untuk hidup di masa sekarang dan tidak tenggelam di masa yang sudah berlalu, atau melayang-layang di masa yang akan datang. Masa lalu adalah masa yang nyata-nyata sedang tidak berada di hadapan kita. Masa akan datang juga adalah masa yang nyata-nyata belum terjadi di hadapan kita. Resi Cānakya mengarahkan orang
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa
agar hidup di masa sekarang, di masa yang nyata ada. Cara hidup seperti itu merupakan cara hidup yang bijak dan wajar. Hidup di masa sekarang adalah hidup yang sebenarnya hidup. Dan itulah “cara hidup” yang benar, yang jika diterapkan dengan tulus dan sungguh-sungguh akan membuat orang “hidup” di masa yang akan datang. Orang akan memiliki masa depan yang cerah gemilang. Orang-orang kebanyakan, hidupnya sering terperangkap oleh “rintihan” masa lalu (gate śokah) dan “menekan kesadaran diri” untuk selalu khawatir dan selalu lelap dalam “khayalan” masa yang akan datang (bhavisyam cintayet). Mereka tidak memberikan perhatian pada masa sekarang karena perhatiannya tertangkap oleh masa lalu dan masa yang akan datang. “Hidup” di masa lalu membuat orang terbenam dalam tawa dan tangis. Begitu pula, “hidup” di masa depan yang belum datang, orang akan terbawa oleh khayalan, yang isinya hanyalah mimpi-mimpi kesenangan semu namun penuh dengan kecemasan. Sebaliknya, orang bijaksana memberikan perhatian sungguh-sungguhnya pada apa yang ada sekarang di hadapannya, dimana dia sedang berada, sedang berdiri, exist. Dalam khayalan orang-orang kebanyakan, mereka akan selalu mengkhayal pada hal-hal yang menyenangkan dan/atau bersamaan juga dengan hal-hal yang mencemaskan. Para siswa dan mahasiswa mengkhayalkan masalah pekerjaan, akan kerja apa nantinya, atau mengkhayal untuk menjadi presiden, menteri, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), menjadi direktur ini dan direktur itu, berkhayal
memberikan kecemasan. Ada khayalan yang dihiasi oleh berbagai kesenangan dan kenikmatan tetapi pada saat yang sama kesenangan dan kenikmatan tersebut bercampur aduk dengan kecemasan dan kedukaan. “Bisa ndak aku melakukan hal itu?”. Dia akan meragukan kemampuan dirinya. Lama-lama orang lelap dalam rasa rendah diri dan akhirnya “mengkhayal” untuk menjadi kuli, atau pemulung. “Janji” masa depan membawa orang kepada khayalan kesenangan yang sering berlebihan, atau kecemasan yang juga sering berlebihan. Orang hidupnya baik-baik saja pada masa sekarang, tetapi khayalan tersebut menciptakan kecemasan dan kesenangan. Khayalan membuat orang berbahagia berlebihan, seakan-akan menjadi raja yang kuat dan berkuasa, tetapi begitu sadar dia akan mendapatkan dirinya berada di alam nyata yang “bukan siapasiapa”. Di sisi lain, masa lalu juga tidak kalah “galak”-nya memberikan gangguan dalam hidup manusia, baik gangguan “hitam” maupun yang “putih”, ada kekurangan sebagai seorang insan biasa, ada pula kelebihannya. Jika pada masa lalunya seseorang pernah melakukan/ mengalami sesuatu yang lebih, menyenangkan, atau suatu hal yang baik, jika dia tidak “awas” membawa hidupnya maka dia bisa masuk dan tenggelam ke dalam khayalan masa lalunya, lalu tanpa sadar dia akan merindukan semua kesenangan tersebut secara berlebihan. Kejiwaan dan aktivitasnya bisa terganggu oleh khayalan kesenangan masa lalu. Demikian pula, jika pada masa lalunya orang pernah berbuat/mengalami sesuatu yang kurang pas, “hitam”, baik yang disebabkan oleh kelemahan diri sendiri, atau disebabkan oleh orang lain, jika kurang berhatihati maka dia akan tenggelam berat ke masa lalu. Orang-orang seperti itu kadang cenderung menyiksa diri, “menyerang” dan menyalahkan diri sendiri secara berlebihan sehingga membuat mental dan kepercayaan pada dirinya menjadi “down” dan luntur. Kecenderungan seperti itu
akan menghalangi tumbuhnya langkah-langkah indah pada hidup yang sekarang, dan akhirnya juga akan menghalangi hidup indah di masa yang sekarang. Tenggelam dalam masa lalu juga akan menghalangi hidup yang indah pada masa sekarang ini, dan tentu saja akhirnya akan memberi warna gelap pada masa depannya. Acharya Shri Kamal Kishore Goswami sering mengutipkan: “Act in present time”, berikanlah perhatian untuk melakukan hal-hal yang mulia pada masa sekarang, tidak pada masa lalu maupun pada masa yang akan datang. Kedua masa tersebut tidak ada di masa sekarang. Orang bijak sangat berhatihati membawa kesadarannya ke masa lalu karena menyebabkan orang “tidak hadir” di masa yang sekarang. Itu berarti, dia tidak akan melihat masa depan yang cerah nan cemerlang. “Vartamānena kālena vartayanti vicaksanāh”, para vicaksanāh (bijaksana), tidak membiarkan dirinya lelap tenggelam dalam masa lalu atau pun masa yang akan datang. Mereka memberikan perhatian sungguh-sungguh pada masa sekarang. Melalui hidup yang jelas, giat, dalam disiplin tinggi serta tidak bermalas-malas pada masa sekarang, mereka menciptakan masa depan yang cerah dan gemilang. Keberhasilan hidup hanya terletak pada kesungguhan mengisi masa sekarang dengan perbuatanperbuatan yang nyata indah dan mulia. Tidak ada kata malas dalam kamus orang berhasil. Tidak ada kata “rintihan” dalam kamus sang vicaksanāh. Orang bijaksana akan mengabaikan masa lalu dan masa akan datang. Masa lalu baginya adalah sekarang. Masa yang akan datang baginya adalah sekarang. Orang-orang sukses menempatkan hidupnya di masa sekarang. Orang bijaksana melangkah di masa sekarang. Mereka “menciptakan” masa akan datangnya di masa sekarang. Ketika orang memilih hidup di masa sekarang, dia mempunyai masa depan (vartamānena kālena vartayanti vicaksanāh).
untuk melakukan kebaikan (sebanyak-banyaknya), maka akan membuahkan keberuntungan. Di sisi yang lain, jika disia-siakan atau digunakan untuk melakukan keburukan, pastilah mendatangkan kerugian yang dapat membuahkan penderitaan. ”Pedang” (masa) yang dipinjamkan kepada seseorang, cepat atau lambat, tentu akan diambil kembali oleh yang memilikinya, yakni Allah SWT. Tidak jarang dalam kehidupan sehari-hari kita temui sementara orang begitu entengnya mencela dan menyalahkan waktu. Misalnya dengan mengatakan, “Zaman sekarang ini memang susah”. Dia lupa zaman lampau pun ada kesusahan. Misalnya zaman penjajahan Jepang tahun 1940-an, jelas sangat menyusahkan dan menyengsarakan bangsa Indonesia kala itu. Jadi, yang dicela adalah masa (zaman). Begitupun manakala seseorang sakit flu, misalnya. Yang disalahkan pun juga masa (musim). “Saya flu ini gara-gara musimnya memang begitu, banyak orang terkena virus influenza,” ujarnya menyalahkan musim. Banyak contoh lainnya dalam kehidupan sehari-hari yaitu orang menyalahkan masa (waktu, musim
dan semacamnya). Allah SWT dalam sebuah Hadis Qudsi menegaskan, “Manusia mencela waktu, padahal Akulah waktu (yang menciptakan dan mengaruniakan waktu pada manusia)”. Fenomena manusia menyalahkan waktu mudah kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Tentu saja tidak semua manusia “gemar” menyalahkan waktu. Mereka yang berpikir jernih dan menggunakan akal sehat, manakala menghadapi suatu masalah, akan berpikir kritis mencari kesalahan dirinya, baik diri sebagai pribadi maupun diri sebagai warga atau bangsa. Waktu bergulir sering dirasakan begitu kencang dan konstan. Pergantian hari, bulan dan tahun terasa begitu cepat. Itu artinya cepat pula diri kita menuju akhir dalam kehidupan di dunia yang fana ini. Karenanya, sungguh penting mengambil pelajaran dari apa yang disampaikan oleh Allah SWT dalam Al Qur’an, khususnya mengenai mereka yang akhirnya menyesal berkepanjangan setelah meninggalkan dunia ini, “pindah” ke alam berikutnya, yaitu alam barzah. “(Demikianlah keadaan orang-orang ingkar itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku
berbuat amal yang saleh yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding (barzah) sampal hari mereka dibangkitkan”. (Q.S. Al Mu’minun [23]: 99-100). Penyesalan mereka adalah mengapa saat hidup di dunia tidak (banyak) melakukan perbuatan baik atau amal saleh? Bahkan, yang telah melakukan berbagai perbuatan baik pun, kelak di hari kiamat, juga menyesal, mengapa tidak melakukan perbuatan baik yang lebih banyak?Masihkah kita ragu bahwa waktu atau masa memang bagai pedang bermata dua? Semoga tidak! Apalagi jika dicermati suatu fakta bahwa hidup di dunia ini begitu singkat. Digambarkan dalam Al Qur’an, kelak di hari kiamat, manusia merasa bahwa rentang waktu hidupnya saat di dunia hanyalah sehari atau setengah hari saja, saking singkatnya. Pesan Allah SWT lainnya bagi yang masih diberi kesempatan hidup di dunia ini adalah: ”Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.
lantai dasarnya berisi meubel luks banyak yang berubah menjadi kolam dengan ikan-ikan tawar berlalu-lalang. Puluhan nyawa melayang, sedangkan ratusan harus mengungsi ke tempat lebih tinggi, karena perkiraan BMKG menyatakan, hujan akan terus mengguyur, malah pertengahan Januari 2020 ditengarai lebih lebat. Peringatan alam ini seyogyanya disimak dan dimaknai seluruh warga bangsa!’’ ujar Rubag. “Benar, pergantian tahun menurut astrologi Cina baru terjadi pada 25 Januari 2020 ditandai Perayaan Imlek. Tahun Tikus Logam berlanjut hingga 11 Februari 2021 yang kemudian dilanjutkan Tahun Kerbau. Walaupun tidak semua orang suka dan percaya dengan perhitungan Tiongkok ini, sejak dulu kita sering mendengar ungkapan berbunyi, ‘tuntutlah ilmu bila perlu sampai ke Negeri Cina‘. Boleh saja menggunakan pendapat sendiri, namun jangan terjebak dalam 5 logical fallacy yang menjadikan kita fanatikus buta. Kita boleh men-
ganggap diri sebagai pewaris kebudayaan dan peradaban luhur dari nenek moyang, tapi kenyataannya Cina kini muncul sebagai kekuatan ekonomi, teknologi dan peradaban dunia menyaingi Amerika Serikat. Tak terkecuali di bidang militer serta teknologi informasi dan komunikasi, Negeri Tirai Bambu nyaris menggeser posisi beberapa negara yang dalam Era 3.0 pernah berjaya. Agar kita tidak berbicara masalah politik, aku kembali ke ikhwal ungkapan, belajar hingga ke Cina. Marco Polo (1254-1324), pedagang terkenal dari Italia zaman dahulu sempat kaget saat berkunjung ke Tiongkok. Di sana masyarakat, katanya, sudah punya uang kertas yang dibuat dari kulit kayu untuk alat transaksi, padahal di negeri lain masih menggunakan emas dan perak atau barter. Konon uang kertas digunakan sejak Dinasti Tang (923-937), dinasti terpendek di Cina,’’ ulas Nyoman Sudiantara. “Setuju, selain menghargai dan memuji sejarah, kebuday-
aan dan peradaban sendiri, kita juga melakukan hal yang sama dengan milik bangsa lain. Agar kita tidak terperangkap pada kebiasaan buruk yang membuat bangsa ini terus ribut. Apalagi kita sering mengaku bangsa yang paham demokrasi dan terbuka, ironisnya sering bersikap seperti katak dalam tempurung. Merasa kepercayaannya paling benar, merasa diri paling benar, suka briyuk siyu karena percaya mayoritas pasti benar, merasa paling tahu asal-usul yang diperdebatkan, suka mencari kesalahan bahkan cacat jasmani orang lain untuk memenangkan debat. Kelima hal inilah yang dimaksud Rubag sebagai 5 Logical fallacy, yang membuat bangsa terus gaduh. Mari di Tahun Tikus Logam, kita tiru tindakan positif tikus yang menjadi pemenang dalam kompetisi mengatasi rintangan dengan 11 binatang lainnya. Rajin, irit, cerdas, tidak emosional, tahu mencari jalan keluar saat terjebak dalam kebuntuan. Selamat Tahun Baru 2020!“ komentar Made Surjanegara.
mempunyai rumah mewah bertingkat sekian. Pelajar atau mahasiswa yang “menolak” hidup nyaman, sebaliknya mengisi masa sekarang dengan cara mendisiplin diri dengan baik, belajar sungguh-sungguh, maka mereka mempunyai masa depan yang cemerlang. Para pecinta film India klasik pasti mengingat adegan film yang dimainkan oleh super star Amitabh Bacchan. Dalam adegan tersebut, tampak orangorang sedang berdiri berjejer dalam antrean panjang. Tibatiba Amitabh Bacchan datang, menyela dan berdiri di dalam barisan antrean sambil berkata, “Di mana aku berdiri, antrean mulai dari sini.” Orang-orang pada ketakutan lalu mengulang membuat antrean baru di belakang Amitabh Bacchan. Seperti itu pula, orang dapat “menggantungkan cita-cita”nya tinggi di langit, bertekad menjadi “pioneer” terdepan membuka pintu hidup mulia bagi orang banyak. Sedangkan, mereka yang menyia-nyiakan masa sekarang, tidak hanya akan menyia-nyiakan hidup dan masa depannya sendiri melainkan mereka juga akan meruntuhkan hidup dan masa depan orang banyak. Barangkali mereka mengkhayal membuat bisnis jenis baru yang orang lain tidak pernah melakukannya, atau mengkhayal menjadi pengusaha besar dan mempunyai bisnis tersendiri, lalu orangorang akan mengikuti/meniru bisnis barunya. Barangkali dalam khayalannya dia menginginkan supaya para pebisnis lainnya antre berbaris untuk mengikuti bisnis franchise yang dimulai dari dia. Namun pada saat yang sama, ketika orang mengkhayal, dalam kesenangan khayalan pasti di dalamnya akan masuk pula berbagai jenis kecemasan dan kedukaan. Sambil mengkhayal hal indah menyenangkan, bisa juga orang mulai meragukan kemampuan dirinya untuk mewujudkan impian khayalannya tersebut, “Mampukah aku?!” Ada khayalan menyenangkan, ada pula khayalan yang
MIMBAR AGAMA
Waktu, Pedang Bermata Dua H. Kusnadi Musthofa “Demi masa (waktu). Sesungguhnya manusia itu benarbenar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran”. (Q.S. Surah Al Asr [103]: 1-3). SAKING pentingnya masa atau waktu, sampai Allah SWT bersumpah dengan menggunakan masa, suatu anugerah-Nya yang kebanyakan dari kita tak jarang menyia-nyiakannya begitu saja. Ujung-ujungnya, tentu saja yang muncul adalah suatu penyesalan, bahkan kerugian yang ada kalanya tidak begitu mudah diperbaiki. Sepanjang Allah SWT masih memberi diri kita kesempatan atau masa, maka usahausaha serius untuk “menebus” kerugian itu jelas masih bisa dilakukan. Namun, apabila kesempatan itu sudah tidak lagi Dia berikan kepada diri kita, karena datangnya ajal, upaya untuk memperbaiki kerugian
”Logical Fallacy” SEPERTI Natal, Tahun Baru 2020 pun berjalan tanpa hambatan berarti. Bahkan meniup terompet, menyalakan kembang api yang sempat dilarang entah dengan alasan apa, di banyak daerah masih berlangsung normal. Antusiasme masyarakat melepas Tahun Babi menuju Tahun Tikus lewat malam tahun baru juga meriah. Karena tiada gading yang tak retak, kecelakaan, kekerasan atau perkelahian dan pembunuhan, juga sedikit menodai kegembiraan akhir tahun. “Tahun 2019 atau Tahun Babi Tanah berlalu dengan kenangan sedikit pahit akibat gejolak politik, yang syukurnya tidak sampai membelah bangsa dan negara. Cuma ada pelajaran yang disisakan agar kita sebagai warga bangsa harus merenung, kendati renungan tersebut terkesan klenik atau takhyul. Tahun Babi belum sepenuhnya berlalu saat kita memasuki 1 Januari 2020. Se-
dan kesalahan yang ada, jelas tidak lagi bisa dilakukan. Maka munculah kemudian penyesalan berkepanjangan yang tidak berkesudahan. “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: ‘Ya Tuhan-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (Q.S. Al Munafiqun [63]: 10). Penyesalan mereka yang telah meninggal, sungguh tidak bisa lagi diperbaiki. Perintah membelanjakan harta untuk bersedekah memberi makan orang miskin dan anak yatim, diabaikan begitu saja. Perintah untuk (banyak-banyak) berbuat kebaikan dalam mengisi waktu yang ada dalam sepanjang perjalanan hidupnya di dunia ini, tidak direspons sebagaimana mestinya. Akhirnya justru kerugian yang berujung pada penderitaanlah yang dialami dalam kehidupan berikutnya di alam barzah dan di akhirat kelak. Waktu atau masa, memang ibarat pedang bermata dua. Satu sisi bisa dimanfaatkan
brolan BALE BANJAR ARIDUS bab, dua kaki belakang dan ekor babi dianggap belum menginjak garis finis, malah dia mengais dan mengibas untuk mengingatkan kita semua. Jangan jadikan babi untuk mengumpat dan menstigma sesama warga bangsa, meskipun rasa dongkol memenuhi otak. Peringatan tersebut tampak di layar kaca di hari pertama pergantian tahun Kalender Masehi. Puluhan bahkan ratusan mobil mewah dan sepeda motor hanyut dibawa arus banjir di beberapa wilayah Tanah Air. Rumah mewah yang
Bali
6
Redité Kliwon, 5 Januari 2020
Upacara Pacaruan
Nyomya Sahananing Panca Maha Bhuta
BPM/was
MACARU – Kawéntenan upacara yadnya ketah kamargiang sinarengan antuk upacara tiosan, minakadi pidabdab macaru sané ketah kamargiang ring karya agung, piodalan, pamlaspas miwah sané siosan sadurung ngranjing pamucuk karya kamargiang.
Nganutin Soang-soang Dresta MACARU wantah upacara bhuta yadnya sané mabuat kamargiang sajeroning kahuripan krama Hindu utamanipun ring Bali. Duaning kawigunan lan tetujonnyané kamargiang wantah nyomya lan nglanduhang malih kahanan jagat antuk sekancan kasidhiannyané sané ketah kawastanin Panca Maha Bhuta mangda prasida becik tur nénten sué dados bhuta. Nganutin saking pidabdab sané kajantenang saking nguni ring Bali, bhuta utawi bhuta kala wantah parindikan sané nyejehin, marupa raksasa aéng tur macaling renggah. Indiké punika manut Jero Mangku I Made Dwitayasa, S.Ag., M.Fil.H. wantah cihna sané kamedalang pinaka local genius saking krama Bali mangda prasida gelis uning tur éling indik napi sané kawastanin bhuta inucap tur napi mawinan ipun patut kasomya. Sujatinné sané kawastanin bhuta wantah parindikan sané kapetengan tur patut kabecikang mangda prasida malih nemu galang sinalih tunggil malarapan antuk macaru. Sampun kajantenang upacara pacaruan inucap nénten tios sareng upacara lianan, wénten sané dados pamuput sajeroning upacara inucap kamargiang. Indiké punika manut saking sané ketah kapanggih ring pakraman wénten wates-wates indik sapasira sané dados muput ring upacara pacaruan. Dané Jero Mangku dados ngantebang banten caru inggih punika saking segehan kantos pinih ageng pidabdab upacara caru panca sata kémanten. Sakéwanten yéning caru sané agengan saking punika rumasuk Rsi Gana wantah patut kapuput olih Ida Sang Sulinggih. Wates-wates i wawu kadasarin antuk ‘Aspek-aspek Kesatuan Tafsir Agama Hindu’ saking Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) tur kamargiang ring pakraman Hindu pamekas ring Bali sajabaning ring soang-soang wewidangan sané madué dresta tiosan tur kantun katamiang kantos mangkin. “Minakadi conto ring wewidangan gunung wiadin ring wewidangan Batukaru, upacarannyané arang kapuput olih Ida Sang Sulinggih sajabaning wantah olih Dané Jero Mangku sakadi napi ageng upacaranyané napi malih punika upacara pacaruan,” Jero Pamangku Pura Désa ring Désa Pakraman Bayad, Tegalalang puniki nartayang. (was)
Kruna AKSARA BALI
BAhAsa INDONESIA
1. genit
1. g)nit/,
gatal
2. génjong
2. egezé*o/,
oleng
3. genti
3. g)nÓi,
ganti
4. gentong
4.
g)enÓ*o,
tempayan
5. gentuh
5.
g)nÓ¡;,
banjir
6. gépé
6. egep,
payah
7. gépéng
7. egep*,
pipih
8. gerah
8.
panas
9. gerap
9. g)rp/,
penakut
10. gering
10. g)r&,
sakit
g)r;,
kahanan kaon raris kasomya antuk pacaruan mangda prasida becik tur landuh malih. Nanging wangun utawi upakara caru sané kakaryanang tur jagi kaaturang nénten dados ngawag, patut nganutin sapunapi upacara sané kamargiang mangda prasida adung duaning upakara inucap wantah niyasa saking angga manusa. Ring lontar Yadnya Prakerti kabaosang, “Banten pinaka ranggata tui, banten pinaka andabhuana, banten pinaka paragan bhatara” sané teges ipun wantah “banten satmaka niyasa angga padéwékan, niyasa jagaté sami, lan niyasa Ida Sanghyang Widhi Wasa wiadin déwata sami”. Sangkaning punika upakarannyané patut adung tur nénten dados magedé-macenikan. “Minakadi tatkala ngamargiang upacara antuk banten bebangkit agung nanging carunnyané wantah caru ayam brumbun sinah punika tan bina sakadi sirah lan awak sané ageng nanging batisnyané cenik. Asapunika taler tatkala ngaryanin upacara antuk upakara pulagémbal matumpeng 21 nanging carunnyané manca sanak, punika satmaka sirah lan awaknyané cenik nanging batisnyané ageng,” baos dané. Indik galah sané becik ngamargiang upacara pacaruan punika, dané maosang tatkala pasalin galah ring sarahina. Minakadi tatkala semengan masalin dados tengai tepet ring
jam 12.00 Wita utawi saking tengai masalin dados peteng wiadin sandikala utawi jam 18.00 Wita. Punika kadasarin antuk pikayunan utawi panyantenan ring pakraman yéning ring galah-galah punika wantah kaucap baya pisan. Dadosné antuk ngamargiang pacaruan inucap kaaptiang mangda kahanan sané nénten becik ring palemahan tatkala galah inucap prasida dados becikan malih. Yéning indik dinanyané, sané pinih becik kamargiang ring rainan Tilem pinaka niyasa saking kapetengan jagat asapunika taler kamargiang ring Kajeng Kliwon duaning Triwara lan Pancawara sané matemu punika wantah niyasa saking bhuta. Antuk ngamargiang pacaruan ring rerainan-rerainan inucap, kaaptiang mangda sekancan kapetengan miwah kahanan kaon ring jagat prasida dados becik tur nemu galang. “Yéning ring bhuwana alit utawi padéwékan manusané, wénten taler upacara pacaruan sané kawastanin antuk bayuh oton antuk tetujon mangda kahanan Panca Maha Bhuta ring bhuwana alit utawi angga sarira jadmané prasida becik malih. Punika mawinan bayuh oton ngranjing sajeroning bhuta yadnya taler ngranjing sajeroning manusa yadnya pateh sakadi otonan,” dané maosang. (was)
Ngawigunayang Beburon ring Caru
Bencingah
Basa Bali
KAHURIPAN krama Hindu pamekas ring Bali jakti nénten prasida lémpas saking pidabdab upacara yadnya. Punika mawinan sajeroning kahuripannyané, krama manggihin rahina-rahina sané madaging déwasa melah utawi rerainan antuk ngamargiang upacara yadnya manut sakadi sané sampun katami wiadin kapolihang saking para panglingsir. Wangun upacara sané kamargiang majanten makatah pisan, wénten kamargiang antuk pidabdab sané mageng miwah kamargiang antuk pidabdab sané alit. Makasami punika kadabdabang nganutin sapunapi tata-titi lan kapatutan miwah sarana-sarananyané soang-soang. Sinalih tunggilnyané marupa caru utawi upacara pacaruan. Caru wantah sinalih tunggil wangun upacara bhuta yadnya sané manut Jero Mangku I Made Dwitayasa, S.Ag., M.Fil.H., dosén mata kuliah Acara Agama Hindu ring Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, mawit saking kruna “Car” sané ring basa Sansekerta mateges antuk jegég, becik lan landuh. Mawit saking teges kruna inucap prasida kapikayunang yéning caru wantah upacara yadnya sané kamargiang mangda kawéntenan palemahan prasida becik lan landuh sakadi sapatutnyané. Daging-daging jagat utawi sané ketah kawastanin antuk Panca Maha Bhuta kahanan ipun nedeng kapetengan utawi ring
Kadasarin Sastra Suci Wéda
CARU wantah sinalih tunggil upacara bhuta yadnya sané upakaranipun katurang manut rerainan utawi padéwasannyané. Caru ketah taler kamargiang pinaka eédan sajeroning parikrama upacara yadnya tiosan minakadi piodalan utawi pamlaspas merajan wiadin sajeroning kawéntenan pikobet utawi kapiambengan ring pakarangan utawi paumahan. Prasida kabaosang yéning upacara macaru wantah mabuat pisan kamargiang ring pidabdab magama Hindu utamanipun ring Bali. Sinalih tunggil cihna ring upacara punika wantah ngawigunayang beburon pinaka daging utama ring tetandingan caru inucap. Nanging, pungkuran mangkin akéh sané meled ngicalang utawi ngentos beburonan punika saking upakara caru. Jero Mangku I Made Dwitayasa, S.Ag., M.Fil.H. maosang, ngawigunayang beburon ring upakara utawi upacara yadnya sampun kadasarin antuk makatah sastra suci. Minakadi ring Rg. Weda maosang, sekancan lengis sané néltél saking ulam panggang sapatutnyané katurang taler sareng ulam i wawu ring para déwatané sami. Sios punika, ring Manawa Dharma Sastra taler kabaosang yéning Prahuta inggih punika aturan Bali utawi banten kadagingin antuk ajengan miwah ulam sané katurang ring tanah majeng ring para bhuta. Dasar-dasar punika sané raris tumurun ring Bali kamedalang malarapan lontar-lontar banten pluktuk caru sané dados dasar ngawigunayang beburon ring caru. Sios punika, yéning katilik malih indik caru inucap kagenahang miwah soroh beburon sané kawigunayang, kawigunan caru wantah sarana panyupatan mangda bénjang pungkuran beburon sané kanggén caru prasida numadi becikan tur nénten dados beburon malih. “Punika mawinan sadurung katampah majanten kauncarang japa mantra lan pangrastiti ring beburonan inucap. Sios punika, ring upacara sané agengan malih, wénten pidabdab sané kawastanin antuk “nglepas prani” utawi ngelésang atman saking beburon olih Ida Sang Sulinggih saha kaicén kapatutannyané soang-soang manut saking
soroh beburon, napi ké beburon mabatis dadua, mabatis patpat, nénten mabatis miwah sarwa mina sané madué genah manut pangider bhuwana,” baos dané. Indiké punika sampun makacihna yéning caru patut ngawigunayang beburon tur ka- kawitin antuk pangapti mangda beburon inucap prasida numitis dados sané becikan benjang pungkuran. Indiké punika taler nyihnayang yéning pidabdab caru wantah pidabdab sané sampun kadasarin antuk Ahimsa, tios saking n g a m a d e m a n g beburon sangkaning krodha utawi pikayunan bendu tur lémpas saking rasa tresna ring sarwa prani napi malih jagi ngrastitiang becik sadurungnyané. Yéning wénten sané mapikayunan jagi makarya caru tan padagingin antuk beburon sajabaning kagentosang antuk gambarnyané kémanten sinah méweh duaning ring japa mantra sané kauncarang jagi kaucap beburon sané kanggén daging
lan layang-layang ring caru inucap pinaka aturan majeng ring para bhuta. Dadosne yéning kagentosin antuk sarana tiosan minakadi gambar beburon, sinah mantra sané kauncarang nénten adung sareng upakara sané katurang. “Manut pabaos para panglingsiré nguni, tatkala ngamargiang upacara yadnya ring Besakih beburon sané jagi kanggén caru kocap rauh ka genah upacara soang-soang. Tiang nyantenang pisan indiké punika duaning jnana para panglingsir miwah Ida Sang Sulinggih daweg punika doh agengan tur incep pisan ring sastra agama. Punika ngawinang Ida prasida ngarad utawi ngrauhang beburon-beburon punika ka genah upacara kamargiang,” dané nartayang. (was)
BEBURON – Ring pacaruan wantah patut ngawigunayang sarana marupa beburon pinaka daging utama ipun, soroh sané kanggén majanten nganutin upacara yadnya sané kamargiang, pangider-ider bhuana miwah sané siosan.
Dura désa
Sisingaan, Kasenian ‘Icon’ Kabupaten Subang
SISINGAAN wantah sinalih tunggil kasenian sesolahan saking Kota Subang, Jawa Barat. Kesenian Sisingaan puniki sampun manados ‘icon’ Kabupaten Subang, taler sam-
pun ngamiikang aran Kabupaten Subang, boya wantah ring Indonesia nanging sampun kasub kantos ka dura negara. Akéh aran saking kasenian inu-
BPM/ist
cap. Wénten sané nyambatang kesenian Gotong Singa, Kuda Ungkleuk, utawi Singa Ungkleuk, Odongodong, Singa Depok, Pergosi, miwah Sisingaan. Nanging pamuput sangkaning asil paum sané kamargiang daweg warsa 1989 ring Kota Subang, kakukuhang aran kasenian inucap wantah Kesenian Sisingaan. Kesenian Sisingaan puniki ngawigunayang tandu pinaka piranti rikala masesolahan. Embasnyané kasenian sisingaan puniki mawit saking masa kolonial penjajahan, kala punika wewidangan Subang kajajah olih Pemerintah Kolonial Hindia Belanda. Kesenian Sisingaan kabaosang olih akéhan krama pinaka wentuk “pemberontakan” taler “perlawanan” majeng pemerintah Hindia Belanda. Pangawit Sisingaan karipta sangkaning daweg punika krama Subang karauhan tamiu saking Ponorogo sané makta kasenian Reog Ponorogo. Para seniman Sunda daweg punika mikayunang yéning Reog Ponorogo prasida ngarad uratian saha madué nilai filosofi taler catatan sejarah nglawan Kolonial Belanda. Antuk punika pamu-
putné para seniman Sunda ngripta kesenian sané prasida nyinahang aran Subang. Sisingaan kabaosang madué carita sané pateh sakadi reog, nyaritayang indik pamargin para wadwa raja singa barong nuju Kerajaan Lodaya. Yadiastun sang raja kalintang angkuh, nanging para wadwa tetep satya negen tandu sang raja. Manut filosofi, para wadwa sané negen tandu kaniasayang pinaka krama sané kajajah miwah raja singa sané kategen kaumpamayang pinaka Belanda miwah Inggris (VOC) sané nedeng nyajah Indonesia. Sisingaan pinaka ‘icon’ Kabupaten Subang puniki kasolahang olih kutus diri pragina sané negen tandu, kalih sisingaan, pragina sané malinggih ring sisingaan, pangiring tetabuhan miwah juru kawih. Gegambelan sané kawigunayang pinaka pangiring sesolahan minakadi kendang, kulanter, bonang, terompet, gong, miwah kempul. Satios punika, sané malinggih ring sisingaan wantah anak alit. Tetueknyané, mangda kawekasan para yowana prasida nundung para penjajah saking Indonesia. (pusdat/ berbagai sumber)
Nyastra
Redité Kliwon, 5 Januari 2020 TAUN-taunan dados jadma panyingkiran, lila makanti ubuan, lulu taru-taruan, lali Madé Sanggra ring tegak rerahinan. Sané kantun tekek inget antuka, sapatilar saking Belok Sidan, katah krama adat lanangistri éncol wara-wiri sapanjang margi Plaga ngantos Pétang. Agem-ageman, bebaktan, lan gegawan kramané, sakadi sarat jagi ngayah nyanggra piodalan ring pura. “Pura napi niki Jero Anak Lingsir?” “Kahyangan Jagat Kancing Gumi Ning.” “Pujawali?” “Aa beneh. Budha Manis Prangbakat né kal teka. Cening panyingkiran, anak buah Pak Rai, kal mulih ka Sukawati? Majalan pang melah nah Ning!” Ningkesang awak meled nyesedang matakén, doning jangkep anak lingsir nyarca kahananipuné, Madé Sanggra kaslengagang. Sang marawé rawis, mawimba caping, marambut mabusana putih, sampun ical ring pangadegan. Kesieng-kesieng manahipun, jering-jering bulun kalongnyané, tan asué malah dados panganteb manah nglanturang pajalan, sigra nyakupang kara kalih rahayu kapanggih. “Inggih Ratu Bhatara, lédang Ratu nyingak titiang ring panyingkiran. Icén waranugraha, jagat tetep merdéka, Pak Rai molih ring payudan sidaning don.” Don taru ageng alit saling slimpit nganggit wana sripit, ngawé gesit, irika Madé Sanggra nylepit. Nyupsup padang buit-buit, nyopsop séla legit, nyepsep gadebong pisang sabit, ngicalang basang sakit. Paksi precit sruat-sruit pakacitcit, angin gasir nyirsir bukit, ngawé paningalan sepet sipit, pamuput leplep ipit. Kancit surya nyririt, jepit tanggun langit, bulan ngawit ngenyit, bintang pakenyitnyit, jempiyit kajengat-kajengit, lawah kejat-kejit, bukal kecrat-kecrit, Madé Sanggra ngrenyit, mapidabdab pingit, sengit nglanturang pajalan singit. Ngit nyigit, legu nyegut, ten sida magut jengah wong panyingkiran. Jangkrik kalung bangkalian ngering, tumbrérétan macenging, katak dongkang saling jengking pancaki kuking pakikukang lawan i kakung ring pinggir jurang. Oneng ngripta susastra, kadi kagasgas kleteg kapangawian Madé Sanggra. Busan-busan ipun masanekan ngincepang wewiletan tabuh satoné, busan-busan nuléngek nlektekang lawah bukal kresuakang drika-driki ngutgut woh-wohan nged nasak. “Apa ya kadén. Dadi wong panyingkiran, tulén cara lawah bukal idupé. Lemahé anggon peteng, petengé anggon lemah.” Kaeng Madé Sanggra jroning ati ring karang sepi. Sami cacep wates galahé atep, suaran katak dongkang sayan nyungsep, ngancan ngisep, pamuput sepi siep. Jempiyit, lawah, bukal seka siki ical saking pangumbaran. Jempiyit mlebu ring plosor biu, lawah ngulanting ring taru gaing, ring gua bukal puput
Nyingkir-4 (Katah Pikenoh Ring Binoh) I Madé Suarsa patiglayut, sareng Jro Ketut Madé Sanggra ring kubu masapu-saput, mangda luput tan sida kabancut. Ngremeng kasayut galang tanah, lemeng ngancan lemah, sami sayan sinah. Ngintip saking bedegé benyah, ring kadohan katon adilah-dilah, kobér mérah putih begah, nanceb ring ajeng candi bentar puri melah. Mastikayang punika Puri Carangsari, gegelisan… “Hormaaat grak!” Madé Sanggra ngagem hormat parajurit. Sué telapakan limannyané némpél ring alis, yéh paningalannyané ngetél riris, mélpél ring pipiné tipis kéris. Tan kadi-kadi bangganipun ring kaprawiran Pak Rai, lascarya matoh pati mélanin gumi, ninggal puri, ninggal putra alit-alit kari, ninggal rabi Desak Putu Kari, mobot ageng kaping tri. “Tegaaap grak…Selamat berjuang Ratu. Titiang nyuwun titah, mawali ka désa.” Tan ngétang galah miwah genah, sapanjang pamargi mukal lawah, bibih langité kangin mawali ménci barak, nanging tan uning ipun ring dija sampun napak. I Sampik tong nawang natar, pragat di kamar mangeling, berag arig engkak-engkak, bapannya tumbén nelokin, ngatabtab tangkejut ngeling, to kenapa cai bangkrut, indayang tuturin bapa, I Sampik mangasih-asih, saha matur, tingkah pajalané suba. Lacur san bapa mapianak, matin titiang tuah kajangkik… Puh Sinom Sampik-Ingtay Jero Ga-
dung ngulun-ulun, saking corong ring carang cempakané ngrembun. Seneng pisan ring pupuh Sinom ipun, kleteg kapangawiannyané kadi kadundun, rasa bakti negarané matambuntambun. Plak-pluk plak-pluk suara luluh saté, kaintuk ring lesungé. Busan-busan suryaké mabriuk, pradé krama pangintuk lengené enduk. Baan kau-kau kebus makudus, ambu saté niti andus, tembus cunguh ngendus-endus. Sayan sinah Sang Hyang Baskara Dipati, Madé Sanggra tusta ati, ngaton krama mayadnya kérti, ngyasayang kulawarga trepti, negari santa santi. Mabanten pakideh cerik sampun nyarik ring ulun carik, mapaiketan pujawali ring Sanggah Gedé Budha Umanis Prangbakat, makesiab I Ketut Sineng wénten jadma berag tégrés nylepetég ring plangkan kubuné. Sesampun sami-sami nyihnayang raga, I Ketut Sineng ngajak Madé Sanggra ngamulihang nénten doh saking tegak sawah. “Beli, né ada panyingkiran tepuk mara di kubuné nylepetég.” “Oooh I Sanggra uli Sukawati né.” I Madé Tegug salah sinunggil krama pejuang ring Banjar Binoh Ubung, kangen nepukin kahanan Madé Sanggra kadi punika. “Tawang Beli?” “Ngudiang sing. Anak buah Pak Rai né. Énggalang ajak ka umah Pan Nyémplo, apang mengkeb di guané! Ada mata-mata nyén teka mai.” Sawai-wai Madé Sanggra mengkeb di tengah guané, wengi wawu ipun pu-
run nuut kantos ka tanggun gua ring Tukad Sisik, genahipun mabaseh, mandus, napi ja luiré. Sarahina-rahina taler Ni Nyoman Sining, somah I Madé Tegug, utun ngayahin Madé Sanggra ngenjuhang dedaaran ping tiga awai, kopi, nasi, amik-amikan, dong kacang, dong séla sawi, dong jaja kukus, makamiwah sedeng becika akéh lungsuran piodalan ring sanggah gedé, satuh, iwel, jaja gina, jaja grinda, tebu, biu, dodol wajik, dodol bulung, miwah sané tiosan. “Beli, suba nyak barakang gobané I Sanggra. Ipidan kénkén ja cara bangké majalan.” “Pang kéto suba las iraga nulungin pejuang.” “Nah Beli. Kal terus ia ngoyong mengkeb di gooké? Padalem.” “Sing. Yan suba dis, ia lakar nglantur mulih ka Sukawati. Bin bedik dogén.” Kulawarga ageng I Madé Tegug ring Banjar Binoh Désa Ubung jaktijakti kulawarga pejuang, matelasan pisan bakti ring negara, matilesan pisan sutindih ring para pejuang, panyingkiran. Utun nyangu panyingkiran mangda sida nglantur berjuang, nyilib ngengkebang mangda ten ketara, punika sampun mawasta pejuang sujati. “Dé, Man, né suba nyaluk peteng. Beli kal nglanturang pajalan mulih. Madé, Nyoman suba olas ngemaang Beli idup, samakelon Beliné mengkeb dini. Yan sing benya ajak kulawarga dini olas, méh lawas Beli suba mati. Amonto gedén utang Beliné tekén benya ajak dadua, apa lakar anggon Beli mayah?” “Ah, da ngraos kéto Beli! Sebet tiang ningehang.” “Beli masé sebet yan inget pajalan Beliné. Dini-ditu Beli ngempi, diniditu Beli ngidih nasi.” “Kewajiban adané Beli. Apa buin tekén pejuang gelah, tekén musuh masé patut matetulung, yan suba ia ngaku nyerah.” “Nah, suksma legan kulawarga Di Binoh. Liu pikenoh duduk Beli samakelon Beliné mengkeb dini. Jani Beli kal majalan. Sing maludih-ludih keneh Beliné ngenyetang nak tua jumah.” “Majalan Beli apang melah. Gumi nu genting kéné. Bin pidan yan suba degdeg guminé, jalan ditu buin nyatua. Cerik-ceriké, panak panyingkiran, tetep ngukuhang paiketan kulawarga di Binoh kalawan di Sukawati.” Sukawati kantun ruput, krama lanang-istri kari majangkut masaput-saput, siat-siut durung puput, daun-daun saling sikut sriat-sriut, ngandong sayong ngengsut, patiglayut nyanggra nyayut, panyingkiran kisut, mawali nyuwun titah manggala patut anut. “Setuju. Kéto san suba keneh Beliné. Manian cerik-ceriké dadi panak panyingkiran, apang tetep mabéla pati tekén gumi! Merdéka.” “Merdéka.”
7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;mijil/. Pupuh Mijil 3.ttÓÛtutu(wriglnÐwi,
Tattwa tutur wariga lan kawi, mlj;mzsÓË,
malajah manyastra, p)pewosnÀg%wirmen,
pepaosan ageng wiramané, k)kidu\nßiw;w(gsri,
kekidungan miwah wargasari, t2(s)k(hlit/, taler sekar alit,
g)guritnà¡lksub/.
geguritan mula kasub. 4.gusÕihyuhlietÇokÞim\Ðin/,
Gusti Ayu Alit Cokli mangkin, t)2bßpitekn/,
teleb mapitakén, hinÑiekêogr&pucká¡nue\,
indik Yoga ring pucak Gunungé, dedosuæuwu*h)n&enkp\ái;,
dados suung ening né kapanggih, r&dijwiaien,
-0-
ring dija Widhiné,
I Gede Benny Dipo Pratama
Satua
Sutradara Opera Cabaret ‘Babad Gumatat Gumitit’
Galuh Payuk (6) Kaketus saking Satua-satua Bali (V) SAWIRÉH kéto katur tekén Sang Prabu, Ida Anaké Agung lantas ngandika, “Nah dong dayanin, men jani nyén selselang, ento dadi ngaé raga pelih. Suba amonto teges pangandikan Ida Bhatara, masih Adi leman pesan. Maan jani bakal anggon gena ngubuhin payuk kekéto, jawining kutang. Yén né pada ubuhin sing buungan lakar ngletehin gumi.” Lantas kapangandikaang ngutang payuké ka tukadé. Ida Anaké Agung miwah rabinidané tan mari sedih, matetangisan lemah peteng, ngayunang unduk okané. Kacarita ada anak tiwas luh muani, maumah di wewengkon Jagat Koripan. I Tiwas ento bekung, gegaén I Tiwasé sadinadina makekarang ka pasisi. Sedek dina anu Mén Tiwas ngalih kremis ka pasisi, saget tepukina ada payuk cenik kandas duur biasé. Mara tepukina payuké ento lantas ia ngomong tekén kurenané. “Yéh Bapané, iwasin ja, aéng lung payuké ento. Teka cenik mungil. Nyén sih ngutang payuk, lakar duduk koné, ada ja anggon wadah apa né.” Ngomong Pan Tiwas, “Ah, Méméné, dong bes kelamakan dogén, papak-papak duduk apané lakar wadahin payuk kéto, kasugihan sigané encén mabualan nganti mawadah payuk. Dong kunukang té ibané nuduk kerang dogén, manian pang purupang aji mincid.” “Ah, segaon anak sai-sai mayus, yén aba koné mulih amun apa sih tuyuhné, maangin ngamah kéto bantas payuk cenik,” kéto pasaut Men Tiwasé sambilanga nyemak payuké ento lantas penpena ka penarakné. Suba koné sanja lantas I Tiwas pada mulih. (Masambung)
I GEDE Benny Dipo Pratama, S.S., sapunika aran panjang anak lanang sané dados sutradara sajeroning pementasan Opera Cabaret antuk murda ‘Babad Gumatat Gumitit’ daweg pembukaan Festival Seni Bali Jani sané kamargiang ring Taman Budaya Denpasar warsa 2019 lintang. Sajeroning festival sané ngambil tema “Hulu Teben, Dialektikal Lokal – Global” puniki, para angga sané rumasuk ring pasikian komunitas teater ring Bali nyinahang pementasan sané nyaritayang indik kahuripan beburon pamekas para gumatat-gumitit. Para pragina sané masolah boya wantah lemuh, nanging taler kreatif, banyol, taler kekinian pisan. Opera Cabaret ‘Babad Gumatat Gumitit’ nyaritayang indik gumatat-gumitit (serangga) sané nedeng mupulang nemnem mustika saking pat genah sané matiosan, nganutin visi Gubernur Bali ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ majalaran ‘Pola Pembangunan Semesta Berencana’ nyujuh sané mawasta ‘Bali Era Baru’. “Sayuakti, titiang marasa bangga santukan pementasan mamargi antar manut pangrencana. Napimalih prasida ngawi para pamiarsa sané ngebekin panggung Ardha Candra Art Center makenyem,” baosnyané. Satios Opera Cabaret antuk murda ‘Babad Gumatat Gumitit’, dané sané taler pinaka Ketua Teater Kini Berseri (Tekiber) puniki sampun makarya 28 garapan opera, minakadi Semoga Lekas Sembuh (2010), Putri Yang Hilang (2011), Galih dan Ratna (2012), Bajak Laut
Mabuk Laut (2013 ), Sun Go Blok (2014), The Calonarang (2015), Legend of Lutung (2016), Sandiwara Sandikala (2017), Gara Gara Ninja (2017), Dunia Dalam Cerita (2018), Lubdaka Insomnia (2018), Kiss Miss Bandit (2019), Kingdom Animalia (2019), One Last Bite (2019) miwah Babat Gumatat-Gumitit (2019). Sangkaning akéhnyané garapan sané kakaryanin, dané sareng komunitas teater sané kaduénang sampun péntas ring makudang-kudang genah ring sajebag Bali. Nanging sané pinih ketah wantah ring Natya Mandala ISI Denpasar miwah ring Ardha Candra Art Center, Denpasar. Naen taler ring Mataram miwah Jember. Komunitas dané taler naen péntas ring Singapore (The Dragon Archipelago). Satios punika, dané naen nyarengin lomba minakadi Opera, Monolog, Baca Puisi, Drama Modern, Dramatisasi Puisi, Musikalisasi Puisi, Lawak Bali, Pidato, miwah Film. “Tiang setata marasa seneng santukan nyabran péntas setata mamargi antar manut sakadi pangapti saha katonton antuk panyiuan krama,” baos dané makenyem. Yadiastun sampun akéh gegarapan sané karipta, dané maosang samian sané kakaryanin boya kadadosang profesi sakéwanten wantah ngamargiang kasenengan makesenian. “Tiang boya embas saking kulawarga seni. Rerama, pekak wiadin ninin tiangé taler boya seniman. Minab wénten penglingsir tiangé sané dumunan dados seniman,” baos lanang sané embas ring Denpasar, 11 Januari 1993 puniki makenyem. (kmb)
senm\iecninÀidup.
sané mangicénin idup.
Saking Langit Bali Sarahina
Magumel ngamel buk, magupuk nyluksuk mukbuk maiyas payas ibuk, magelut saputin bubuk, buk, buké kadi kasaluk. Dikénkéné kadi Mur lawat kerthané, saking duur punyan nangkané, nakeh-nakehin ambeké, napi-napinin jeléké, nglagasang bayuné, apang tetep makudus paoné. Tan wénten geleh ulian peluh, awinan peluh aketélan ngametuang suluh, mangda paminehé nyak lusuh, silayukti ngardi landuh, diageté sami kalungguh. Abiané buka natah sadina-dina, drika selah ngejuk amertha, anggén modal mayadnya, bisa-bisa anggén meli kita, sakéwala ngingetang nganutin dharma, mangda nénten saking suka nemu lara. Renes Muliani
8
Minggu Kliwon, 5 Januari 2020
”Ini dari Amaya” Menuju Istana
pada kebasahan halaman rumahmu hitunglah berapa butir air mataku yang pecah lantaran kau tak berkenan memungut satu persatu cuaca gerimis menyelinap di daun-daun ditalang pada anyam sarang laba-laba hatimu yang tak lagi mendung telah percaya pada kepulangan amaya menuju cahaya
Mandat para dewa Berperang di sarang jantung rusa Kaum hawa turun berbaris belajar Memanah Hati kaisar, hati kaisar Putra Langit* Mentari keperakan sepanjang musim bagi kami Kuburkanlah kami kelak dalam nama, syair, dan napas harum kaisar!
nyala cinta yang setia mengurupi waktu sujud langit penuh rahasia padahal riwayat nuzul tiada mungkin tertunda sebuah peristiwa
Bermain musik, Menulis, menari Hingga membaca sastra klasik Gundik Wu** menyimpan racun Bersumpah menuju istana
mantra dingin semakin sakti mengabulkan bau basah hujan sebab jalan menuju rumahmu tiada tabah menghantarkan pulang kau menaksir badai dan deras kematian sebelum membasuh luka pada genang bibir yang alpa kau cium meski terlanjur lupa pada hari paling papa
Sebelum perayaan kelahiran daun-daun * Putra Langit: Julukan Kaisar Tiongkok ** Wu: Wu Zetian: Maharani (kaisar perempuan) Dinasti Zhou. Satu-satunya kaisar perempuan dalam sejarah panjang Kekaisaran Tiongkok. Faustina Hanna 2017
Bagus Likurnianto Purwokerto, 2019
Momoa
Harapan Tahun Baru
sebelum kau menjadi bapak arah yang menancap dari barat telah melukai angin menebas batuan cadas yang bergulir dari perut lembah momoa atau curam gunung yang menyimpan rindu teramat tinggi pada dewimu
Ada harap tahun baru tak seperti tahun-tahun lalu di mana luka bebas berbiak Antara rindu dan namamu Rintih disela rekahan tanah kering meminta air mata kembali guyur Tubuh mungil nan seksi Sama seperti Desember duka Hilang di terpa kembang api Januari
di hutan kelambu harum ruku-ruku menyelinap di batu-batu semerbak pada semak yang rimbun di hamparan hatiku sumur yang kau gali sewaktu subuh di cagar masa kecilku telah terisi penuh mencurahkan segala arah mata air yang bermuara di lubuk sanubarimu pohon-pohon yang tumbuh di tanah sejarah ditebas kehendak dewa kau ikut tumbang jadi jembatan mambang mengantarkan dewi dewa menuju singgasananya
RM. Maulana Khoerun Siremeng,31 Desember 2019
Terpenggal Pagi
selagi pagi menyimpan tabu derai embun yang rembang di pucuk daun-daun lebih bening dari sungai yang kau pakai untuk merendam rindu, lalu dewamu nyalakan matahari atas sembahyang pelangi dan bidadari
Hanya dalam tidur bisa kubelai wajah ituNikmati wangi disetiap gelombang rambutmu
di halaman mataku kau biarkan istrimu duduk melingkari waktu dipeluk cahaya yang menghangatkan keselamatan bagi rahimnya ketika ruh anakmu baru ditiupkan telah disajikan gunungan di atas tampah agar orang-orang tidak lupa sumpah serapah di bawah langit yang lusuh itu wangian dewi dewa ditabur agar kelak kelahiran anakmu suci dari segala takabur maka kau mandikan istrimu dengan air bunga paling purna sebelum dewi dewa kembali hening pada genang sukma
Namun, Pagi terlalu cepat datang Hapus pertarungan Antara mimpi dan malam di tengah rinai bayang-bayang Terdengar rindu bertepuk tangan Luka mendekat,terus mendekat Menari riang Dengan iring nada-nada perpisahan RM. Maulana Khoerun Pemalang,11 Desember 2019
Bagus Likurnianto Banjarnegara, 2019
fi a gr
to o F
BELAKANGAN ini, tidak sedikit penghobi traveling yang melengkapi dirinya dengan skill fotografi.
Sentuhan Kreativitas dalam Fotografi Perjalanan
Jalan-jalan (traveling) dan fotografi memang merupakan dua hobi yang bisa saling dipersatukan dan saling melengkapi. Tentunya perjalanan ke tempattempat eksotik di belahan dunia itu akan menjadi cerita yang tak pernah terlupakan jika diabadikan secara visual lewat
Morning Trip karya I Wayan Gunayasa
Menggembalakan Kerbau karya I Wayan Gunayasa
rangkaian frame-frame foto. Dengan sentuhan kreativitas fotografi, cerita perjalanan yang terangkai dalam frame-frame foto itu akan menjadi hal yang sangat menantang, bahkan bisa menghasilkan uang karena foto-foto perjalanan (travel) sangat diminati oleh para travel agent seb-
agai media promosi bisnis mereka. Untuk membuat seseorang atau travel agent mau membeli foto-foto perjalanan tersebut, tentu saja foto-foto itu harus layak dari segi teknis fotografi. Tak kalah pentingnya fotofoto itu harus mampu “bercerita” sehingga mampu menggugah dan menggiring minat para penghobi traveling untuk mengunjungi tempat-tempat yang diabadikan dalam foto-foto tersebut. Seperti halnya kita bercerita lewat kata-kata, fotografi travel akan menceritakan perjalanan kita lewat visual. Maka, ceritakanlan hal-hal yang unik dan menarik. Semakin unik dan menarik foto-foto kita, maka penikmat foto-foto kita akan tertarik untuk mengunjungi tempat-tempat yang ada di dalam foto tersebut. Makanya, sentuhan kreativitas tetap merupakan hal yang mutlak, sehingga foto-foto tersebut tetap layak untuk diapr-
Peaceful Morning karya I Wayan Gunayasa
esiasi sebagai sebuah karya seni atau tidak terjebak menjadi dokumentasi perjalanan semata. Peralatan Ringkas Dalam sebuah perjalanan dengan durasi bisa mencapai berhari-hari, tentunya kita harus membawa banyak hal atau tidak hanya peralatan fotografi semata. Mulai dari pakaian, laptop, buku, peta hingga peralatan mandi jika tempat yang akan dikunjungi berada di daerah pedesaan atau pedalaman. Maka dari itu, sangat disarankan membawa peralatan fotografi yang ringkas, simple tapi tetap powerful. Dalam kondisi seperti ini, satu kamera DSLR dan satu kamera pocket sebagai cadangan sudah cukup. Begitu pula dengan lensa, cukup membawa satu lensa sapujagat (misalnya 18-200 mm) dan satu lensa wide (16-35 mm) karena dua lensa ini akan sangat diperlukan. Tapi untuk kartu memori, jangan pernah berpikir minimalis. Bawalah seluruh koleksi kartu memori yang Anda miliki. Jangan sampai ruang di kartu memori itu habis di tengah jalan, sementara di sisi lain masih banyak objek yang harus difoto. Tripod atau penyangga kamera jug a m erup a ka n p ira nt i penting yang wajib diba-
wa. Sebab, tidak jarang kita harus memotret pada malam hari atau kondisi agak gelap (low light) di dalam ruangan. Bawalah tripod yang simple, ringan dan kecil, tapi cukup kuat untuk menyangga kamera kita. Pada kondisi gelap kita cenderung memakai speed yang sangat rendah sehingga dengan bantuan tripod kita bisa meminimalisasi terjadinya gambar yang goyang (shake) atau blur. Fotografi travel biasanya berhubungan dengan suasana baru, orang-orang baru, hingga sesuatu yang baru dengan rutinitas berb e d a . U n t u k “ m e r e ka m ” hal itu, keberadaan lensa lebar (wide) sangat dibutuhkan karena foto yang dihasilkan oleh lensa lebar umumnya mampu “berbicara” sehingga terkesan lebih akrab. Sementara untuk menangkap hal-hal yang lebih detail, misalnya ekspresi orang yang kita anggap menarik, kita bisa menggunakan lensa sapujagat yang notabene merupakan lensa telezoom. Intinya, tetap pada pemilihan peralatan fotografi seringkas mungkin tapi tetap powerful. Untuk menghasilkan foto-foto menarik, rencana perjalanan sudah harus terkonsep dengan detail sebelumnya. Artinya, kita
sudah memiliki gambaran tujuan dan lokasi mana saja yang akan dibidik. Termasuk mengumpulkan referensi foto-foto dari fotografer yang sudah pernah berkunjung ke tempat itu sebelumnya sehingga kita bisa merencanakan sudut pengambilan gambar atau angle yang berbeda. Jadi, daya kreativitas kita dalam memotret wajib dieksplorasi sehingga fotofoto yang dihasilkan tidak merupakan pengulangan dari foto-foto yang sudah ada sebelumnya. Ingat, fotografi travel bukan sekadar memotret alam. Prinsipnya, kita tidak boleh hanya fokus pada objek alam, namun mencakup semua hal yang berkaitan dengan daerah tujuan. Misalnya, akvitivitas keseharian masyarakat di daerah tersebut, makanan/kuliner, kesenian daerah, permainan tradisional anak-anak dan sebagainya. Bahkan potret pun bukan hal yang tabu dalam fotografi travel sepanjang foto itu mampu menceritakan kekhasan dan keunikan dari daerah tersebut. Misalnya, bagaimana ciri khas penutup kepala masyarakat di sana, riasan wajahnya maupun aksesori yang digunakan. Jadi, hampir seluruh genre fotografi bisa masuk dalam fotografi travel ini. (ian)
Traditional Fishermen karya I Wayan Gunayasa
9
Minggu Kliwon, 5 Januari 2020
Geliat Pertanian Organik di Bali
23 Subak di Tabanan dan Empat di Bangli Kantongi Sertifikat Organik Bicara soal pertanian organik, geliat petani di Bali sebetulnya sudah maju selangkah. Apalagi mereka melihat banyak orang asing dengan label organik mampu menjual produk dengan harga mahal. Di Tabanan, sejak tahun 2009 hingga 2019, tercatat 23 subak dari 236 jumlah subak yang ada telah memiliki sertifikat organik. Artinya, dalam kurun waktu sepuluh tahun tersebut baru sebagian kecil subak yang konsisten menerapkan pertanian organik. Menurut Kepala Dinas Pertanian Tabanan, I Nyoman Budana, sertifikat organik diberikan kepada kelompok tani yang sudah menerapkan pertanian organik minimal selama dua tahun. Sertifikat dikeluarkan lembaga sertifikat organik (LSO). Persyaratan untuk mendapatkan sertifikat tersebut cukup sulit dipenuhi karena memerlukan komitmen kuat petani. Sejauh ini para petani di Tabanan belum banyak yang konsisten menerapkan pertanian organik. Padahal pertanian organik idealnya berkelanjutan alias tidak boleh instan. Pada tahun 2019 setidaknya ada dua subak yang diusulkan untuk sertifikat organic, yakni Subak Timbul, Desa Gadung Sari, Selemadeg Timur komoditas padi organik dengan luas lahan 11,3 hektar serta Subak Jaka, Tempek Gede, Desa Kukuh, Marga seluas 10 hektar. Di Bangli Pertanian organik mulai banyak diterapkan petani Bangli. Setidaknya ada empat subak yang telah menerapkan pertanian tanpa menggunakan
bahan kimia. Bagi petani, pertanian organik tidak hanya menghasilkan produk yang menyehatkan, namun juga dirasakan mampu menghemat biaya produksi. Berdasarkan data Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli, empat subak yang telah menerapkan pola pertanian organik seluruhnya berada di Kecamatan Kintamani. Tiga di antaranya merupakan subak abian dengan komoditas pertanian kopi, yakni Subak Abian Wana Sari Kenjung di Desa Catur, Subak Abian Bangun Biding Sari di Desa Dausa, dan Kelompok tani Lingkungan Hidup Bangbang Sari Desa Satra. Sedangkan satu lainnya, subak Merta Yoga di Desa Mengani dengan komoditas pertanian pangan, yakni padi. Dari tiga subak abian tersebut, dua di antaranya sudah mendapat sertifikat organik dari pemerintah pusat. Demikian juga dengan Subak Merta Yoga yang sudah mendapatkan sertifikat organik. Ketua Kelompok Tani Organik Desa Buahan, Nyoman Tara, mengatakan dalam penerapannya, hampir 100 persen pemeliharaan tanaman dilakukan dengan memanfaatkan limbah alam, seperti kotoran hewan yang dimanfaatkan untuk pupuk kandang, hingga pestisida yang dibuat dengan bahan campuran dedaunan.
Untuk menghasilkan pupuk kandang yang berkualitas, petani melakukan pengolahan sendiri. Kotoran hewan sapi dan babi peliharaan anggota kelompok diolah dengan bantuan cacing tanah. Bahkan dari pengolahan itu, petani juga berhasil mewujudkan kemandirian energi dengan memanfaatkan biogas hasil pengolahan kotoran ternak. Tara menyebutkan saat ini sudah ada sekitar 20 are lahan pertanian di Buahan yang dikembangkan untuk pertanian organik. Menurutnya, pertanian organik memberi banyak keuntungan bagi petani. Di antaranya, mampu menghemat biaya pemeliharaan. Petani tidak lagi harus membeli pupuk dan pestisida selama masa pemeliharaan tanaman. Hanya perlu mengeluarkan uang untuk pembelian bibit. Selain itu, keuntungan lain yang didapat, yakni tingkat ketahanan tanaman dan ketahanan produk hasil panen lebih tinggi. Dia mencontohkan hasil panen bawang merah yang ditanam dengan sistem organik, akan lebih tahan lama disimpan dibandingkan menggunakan bahan kimia. Saat disimpan, bawang organik hanya mengalami penyusutan 20 persen. “Kalau pakai kimia, menyusutnya bisa sampai 40 persen,” ungkap Tara. Dari sisi lingkungan, pertanian organik juga mampu menekan pencemaran kimia pada tanah. (bit/ina)
BPM/gik
PETANI GARAM - Salah satu petani garam di Kusamba, saat melakukan proses penjemuran air laut, untuk selanjutnya diolah menjadi garam.
Petani Garam Kusamba Perlu Sertifikat IG
GARAM Kusamba sudah dikenal cukup luas. Popularitasnya lahir karena hasil produksinya yang cukup berkualitas. Tidak hanya lekat di kalangan pedagang lokal, tetapi juga kerap diekspor ke luar negeri. Rupanya, di balik popularitas garam Kusamba, cara pengolahannya masih menggunakan sistem tradisional. Salah satu petani garam di Desa Kusamba, Mangku Rena, belum lama ini mengatakan dalam situasi normal, sehari bisa memproduksi maksimal 40 kg. Dia menjualnya seharga Rp20 ribu per kilogram untuk hasil produksi kualitas satu. Sedangkan untuk kualitas nomor dua, dijual
seharga Rp10 ribu per kg. “Sejauh ini permintaan garam Kusamba cukup stabil. Sehingga, kami cukup antusias tetap berproduksi. Tetapi, tetap tergantung cuaca. Karena proses pengeringan harus memanfaatkan sinar matahari,” katanya. Keunggulan dari cara produksi organik ini, garam yang dihasilkan jauh lebih berkualitas. Ini diakui sendiri dari sejumlah praktisi asal Jepang yang datang langsung ke lokasinya di Kusamba. Karena mereka mengakui garam Kusamba memiliki kualitas jauh berbeda dari garam pada umumnya. Bahkan, diminta langsung agar diekspor ke Jepang. Sehingga, sejumlah praktisi asal
Jepang tetap menginginkan agar cara-cara produksi organik ini tetap dipertahankan dan dilestarikan. Guna melancarkan proses ekspor, dia juga masih menunggu keputusan Kemenkum HAM, perihal pengajuan sertifikat Indikasi Geografis (IG). Sebab, dengan sertifikat IG ini, maka harga garam Kusamba akan bisa lebih meningkat dan aman dikirim ke daerah manapun, baik di dalam negeri maupun ekspor ke luar negeri. “Seperti garam Amed yang sudah memperoleh sertifikat IG, satu kilogram saja bisa dijual seharga Rp500 ribu. Sertifikat IG ini seperti produk lokal yang sudah memiliki hak paten,” tegasnya.(gik)
Petani Organik I Ketut Semadiyasa Kewalahan Penuhi Kebutuhan Pasar
Bali Post/kmb41
I Ketut Semadiyasa
TIDAK banyak petani Karangasem yang mau mengembangkan pertanian organik. Tapi, lain bagi petani I Ketut Semadiyasa. Dia justru mengembangkan pertanian organik sampai dengan saat ini. Bahkan, dia sudah banyak mengedukasi petanipetani di Bumi Lahar agar mau menggeluti pertanian organik. I Ketut Semadiyasa, saat diwawancarai dikebunnya, Sabtu (4/1) kemarin mengungkapan, sudah mengembangkan pertanian organik sejak 2011 lalu.
Engineering Listrik Arus Kuat, mengerti AC dan Plumbing, Hub. Hp. 081 805 628 430
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dc: Manager Hotel & HK, FO, Security, Garden Hub. newarena hotelkutabali@gmail.com B.BP.001.01.20.0000052
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
G.04
Urg Req Driver, Familiar with streets in Bali.Send your CV to PT.Mitrais,Jl.ByPass Ngurah Rai Gg.Mina Utama No.1
B.BP.001.01.20.0000050
Waiter tamatan SMK; Satpam tamatan SMTA, SMP. Hub.Hp. 081 805 628 430
G.03
LOKER
SERVICE
RUPA-RUPA
Kata dia, awalnya dia sempat membuat komunitas untuk mengembangkan pertanian organik. Namun, di tengah perjalanan, ia akhirnya memutuskan untuk menggeluti pertanian organik secara mandiri. “Setelah itu, saya membuat kelompok yang dinamakan Bajatani. Bajatani ini, artinya bangga menjadi petani. Karena nama itu, sebuah visi dan misi,” ucapnya. Saat ini umur para petani khususnya di Karangasem rata-rata sudah menginjak 50 tahun ke atas. Dengan
Dcr Admin bs Komputer u/Pabrik di IB.Mantra Kllg.081337433366 B.BP.001.01.20.0000055
Dcr Tng 2wnt+3laki serabutan min SMA,UD Kabik,081999415788 B.BP.001.01.20.0000065
umur petani yang segitu, maka 10-15 tahun lagi mereka sudah tidak mampu untuk bekerja lagi. Maka dari itu, regenerasi petani mutlak dilakukan. “Kalau regenerasi tidak dilakukan, terus siapa yang akan meneruskan sebagai petani,” jelasnya. Menurut Semadiyasa, memang tidak banyak petani yang mau mengembangkan pertanian organik. Karena saat ini, petani lebih banyak mengembangan komoditi memakai obat-obatan. Saat ini, di Bajatani ada
Dcr staf Admin Wnt pengalaman single Hub:082146010008 B.BP.001.01.20.0000087
Sopir SIM B1. Lamaran ke Hp. 081 805 628 430
G.02
Urgent Mamas German Rest looking for Bar Waitress,Waitres and Chashir sent cv.to Mamas German Rest Telp.754831/ mamas germanrestaurant@soejash.com/ kadimamas@yahoo.co.id B.BP.001.01.20.0000063
B.BP.001.01.20.0000054
empat kelompok, yang mengembangkan sejumlah komoditi. Mulai dari komoditi bunga gumitir, hortikultura seperti sayuran, kacang panjang, tomat, sayur hijau dan yang lainnya, kemudian komoditi ikan nila, gurami dan lele serta jamur tiram. Semua pengembangannya organik. Komoditi ini, peluangnya sangat bagus di pasaran, bahkan sampai kewalahan memenuhi kebutuhan pasar, jelasnya. Dia menjelaskan, agar bisa menjadi petani sukses secara berkelanjutan di
DIJUAL MOBIL
bidang pertanian, maka harus ada tiga prinsip yang dimiliki petani. Yakni, petani harus mau bekerja keras, bertindak tepat dan bergerak cepat. Disinggung terkait pemasaran komoditi yang dihasilkan, selama ini dalam pemasaran tidak menemui kendala yang berarti. Bahan, terkadang hasil pertanian yang dihasilkan tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar saking banyaknya permintaan. Hal itu, akibat hasil produksi tidak sebanding dengan permintaan. (nan)
PROPERTY
PROPERTY
TOYOTA
DIJUAL TANAH
DIJUAL RUMAH
Dijual Mobil Toyota Rush 2019 Hitam,250Jt Nego.081911846415
Tnh 123m2 SHM,Jl.Buana Raya Gg. Buana Mekar PadangSambian Hub: 081 239 691 081/081 236 50718
Prm.Mutiara I.Bonjol dp studio Mall,0811510588WA087860846839
B.BP.001.01.20.0000072
B.BP.001.01.20.0000082
DIJUAL MOBIL
PROPERTY
PROPERTY
NISSAN
DIJUAL TANAH
Nissan Teana sedan Htm’10 Hub: 0811510588 / WA:087860846839
DIJUAL RUMAH
Djl Tanah 2A 1A Dalung + Rumah Hub:082147454248
Jl Rmh Ls 1.22m Lt2 kmr Tdr 4. KM 2,Buana Ry Dps 081901028899
B.BP.001.01.20.0000086
B.BP.004.01.20.0000088
B.BP.001.01.20.0000053
PROPERTY DIJUAL RUKO
Dijual Ruko Pusat Kota Gianyar Dp 10% Bunga Krd 0,83%/Bln Hub.082236881191/081805374433
B.BP.004.11.19.0000748
10
Minggu Kliwon, 5 Januari 2020
Mendatar: 1. PEDANDA 4. DANDANG 9. MIAS 10. ANTE 11. NYA 12. TUMIS 13. NID 14. IMER 16. AIDS 18. TUNA 20. URAI 22. RIUH 24. NKK 25. CUPU 27. SAYUR
Ni Kadek Nessa Pradnya Wulandari
Miliki Suara yang Teduh
SUARA yang teduh, empuk dan indah dengan vibrasi yang baik, sangat cocok menyanyikan lagu yang melankolis yang sarat akan petuah atau nasihat. Karakter suara ini dimiliki oleh penyanyi cilik, Ni Kadek Nessa Pradnya Wulandari (13). Oleh karenanya, pada produksi musik Bali Kumara generasi 7 yang telah di-launching beberapa waktu lalu, Nessa, sapaan akrabnya, dipercaya membawakan sebuah lagu berjudul “Pabesen I Bapa”. Lagu ini spesial diciptakan oleh Gus Saka. Lagu “Pabesen I Bapa” dinyanyikan begitu apik oleh siswi kelas VIII F di SMPN 5 Mengwi ini. Bahkan pesan lagu begitu dalam dibawakan oleh Nessa. Sebab, selain berlatih teknik vokal, putri pasangan I Made Suantana dan Ni Luh Putu Widarti ini juga telah berlatih lagu-lagu yang sesuai dengan karakter suaranya di Sanggar Seni Cressendo “Griya Musika Sukawati”. “Nessa memiliki karakter suara yang begitu teduh, empuk dan indah dengan vibrasi yang baik. Dengan karakter vokal seperti itu sangat baik untuk menyanyikan lagu-lagu yang balad atau melankolis (melo) dengan isi lagu berupa petuah atau nasihat,” ujar penggagas Bali Kumara, I Komang Darmayuda, Sabtu (4/1) kemarin. Darmayuda menjelaskan, lagu “Pabesen I Bapa” berisi petuah-petuah yang disampaikan ayah kepada anaknya agar kelak bisa menjalani kehidupan yang penuh irama, tekun belajar dan giat bekerja, seperti yang dilakukan oleh orangtuanya. Dengan demikian swadarma sebagai seorang anak akan selalu membahagiakan orangtuanya kelak. Nessa yang lahir di Badung, 14 Maret 2006, sejak kecil sangat senang menyanyi. Bahkan sejumlah prestasi pernah diraihnya. Di antaranya, juara II lomba menyanyi lagu pop Garasi School of Music, juara II lomba menyanyi tingkat SMP Griya Prestasi, dan juara harapan III lomba menyanyi lagu Bali tingkat SMP seKabupaten Badung. (win)
Bocah Terdampak Banjir Diajak Naik LRT Kadiv Sekretaris PT Jakpro dalam keterangan tertulis, Jumat (3/1). Dengan program tersebut, Hani berharap santri yang terdiri atas siswa TK, SD, dan SMP itu dapat terhibur serta sedikit memulihkan peristiwa traumatik yang mereka alami karena banjir. Salah satu guru dari Kampung Bayam, Ari, mengapresiasi dan berterima kasih atas program yang dapat membuat para santri senang dan melupakan sejenak penderitaan yang dialaminya. “Kami senang dan berterima kasih kepada Jakpro. Sungguh kami benar-benar baru pertama kali naik kereta yang menjadi ikon kebanggaan DKI Jakarta,” kata Ari. Program yang bertujuan
memulihkan trauma pascabanjir itu telah berlangsung sejak hari pertama banjir pada Rabu (1/1) dan akan berlanjut hingga 10 hari ke depan. Selain menawarkan jalan-jalan gratis, Jakpro juga turut membantu membersihkan rumah warga yang terkena banjir. Belajar Menjelang kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai pada Senin (6/1), pengungsi banjir di gedung SDN Pejagalan 09, Penjaringan, Jakarta Utara, mulai meninggalkan gedung sekolah. “Besok sudah bersih, hari Minggu (5/1) sudah siap pindah, karena sudah aman rumahnya. Senin mulai KBM,” jelas Kepala SDN Pejagalan 09, Joko Supriadi.
Pemenang TTS No. 427
Jawaban TTS No. 427
1. Suciani Jl.Ngurah Rai Gang Ulun Carik No.96, Tohpati, Denpasar (HP:087-861-778-XXX) 2. Ni Ketut Yuliani Br.Bedauh, Desa Carang Sari, Kec.Petang, Kab.Badung (HP:081-999-937-XXX) 3. Dewa Ayu Darma Yanti Br.Beluhu Kauh, Desa Tulamben, Kec.Kubu, Kab.Karangasem (HP:081-999-353-XXX) 4. Ni Luh Made Dwipayani Jl.Gunung Agung No.4, Kab.Gianyar (HP:085-237-463-XXX) 5. Ni Nyoman Lami Br.Sala, Desa Aan, Kec. Banjarangkan, Kab.Klungkung (HP:085-736-522-XXX)
28. FRAKSI 29. ENAMEL 31. DRAT 32. BRANKAR 35. RAISEP 37. CABAI 39. DARA 40. TSAR 41. SELOKAN 42. ESTAFET Menurun : 1. PLANET 2. DOMAIN 3. DESTRUKSI 5. AKASA
6. ATENSI 7. GUNDAH 8. DAM 15. MANEKIN 17. DRUPADI 19. USIR 21. ICU 23 UPME (EMPU) 26. URETRITIS 28. FIBROUS 30. LEPAMUT 31. DRA 33. ANDIL 34. ACARA 36. SARAF 38. BAL
Harmonisasi dalam Bekerja dan Berkeluarga
KARTU - Sejumlah bocah di kawasan JIS, Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok, menempelkan kartu untuk menaiki LRT Jakarta di Tanjung Priok, Jakarta Utara.
SEJUMLAH bocah terdampak banjir di sekitar proyek Jakarta Internasional Stadium (JIS) diajak naik LRT secara gratis sebagai upaya trauma healing atau pemulihan trauma. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Jakarta Propertindo (Jakpro), dengan mengajak santri cilik di kawasan JIS, Kelurahan Papanggo, Tanjung Priok jalan-jalan menuju Stadion Velodrome, Rawamangun, menggunakan transportasi publik LRT. “Pascabersih-bersih rumah yang terkena imbas banjir di sekitar Jakarta Utara, kolaborasi proyek stadion JIS, PT LRT Jakarta dan Organizing Commitee Formula E mengapresiasi santri-santri ini yang bersabar dan bersyukur,” ujar
TTS BALI POST
Gedung sekolah tiga lantai itu menjadi tempat pengungsian untuk warga sekitar, khususnya dari RT 01 dan RT 07 di wilayah RW 012 Kelurahan Pejagalan yang terdampak banjir sejak hari pertama tahun baru 2020. Walaupun menjadi tempat pengungsi, area SDN Pejagalan 09 sebetulnya tidak terbebas dari banjir. Pada hari pertama, air merendam hingga setinggi paha orang dewasa atau sekitar 90 sentimeter. Saat ini jalan menuju ke sana hingga gerbangnya masih terendam air setinggi betis. Namun, lantai dasar sekolah yang tinggi membuat air tidak masuk hingga ke dalam ruangan kelas, sehingga tidak ada fasilitas yang rusak.(ant)
SECARA klasik hakikat bekerja adalah mensejahterakan keluarga, namun dalam prosesnya terjebak pada esensi hanya bekerja yang justru mensenjangkan keluarga. Bekerja tanpa memandang waktu hakikatnya lupa diri, lupa keluarga, lupa segalanya kecuali kerja dan workacholic (gila kerja dan di waktu yang panjang). Bekerja keras adalah baik, apalagi bisa bekerja cerdas dan ikhlas, tetapi jangan sampai lupa diri dan keluarga. Bekerja memiliki tujuan yang baik, memenuhi kebutuhan bahkan keinginan diri dan keluarga. Namun, karena terlena dan hanya memikirkan kerja, seperti tidak ada hal selain bekerja, lupa hakikat hidup sebagai makhluk sosial yang mestinya berinteraksi satu dengan lainnya untuk mencapai tujuan hidup bahagia dan sejahtera. Keinginan berubah ada ke arah yang lebih baik, tetapi kenyataannya hanya menjadi retorika belaka, banyak bicara tanpa hasil jua. Niat baik di satu sisi telah menjadikan keluarga sebagai dorongan untuk bekerja, di sisi lain justru merongrong keutuhan keluarga. Bekerja mestinya lebih termotivasi karena keluarga, bukan sekadar bikin sensasi. Kesuksesan yang utuh dimulai dari keluarga, karena sebagai unit terkecil dari masyarakat. Tanpa kesuksesan dalam berkeluarga, sebesar apa pun pencapaian tahta, harta tidak menjadikan sukses yang sejati, hanya fatam-
organa khayalan belaka. Peran dan fungsi keluarga menjadi dasar menjalankan fungsi dan peran di masyarakat. Hakikatnya, jika mampu menjalin harmonisasi antara kehidupan bekerja dan berkeluarga adalah kebahagian bagi diri, tempat kerja, keluarga, dan masyarakat. Keluarga sebagai fondasi dan pilar utama bangsa berperan penting menentukan arah keberhasilan bangsa di masa yang akan datang. Undang-undang No.52 Tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga mengamanatkan penduduk sebagai modal dasar pembangunan. Setiap keluarga dan individu di dalamnya merupakan titik sentral dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), untuk mewujudkan Indonesia sejahtera berdasarkan keluarga yang bahagia dan sehat, setiap individu dalam keluarga harus mampu menjalankan 8 fungsi keluarga, yaitu fungsi agama, sosial budaya, cinta dan kasih sayang, perlindungan, reproduksi, pendidikan, ekonomi serta fungsi pelestarian lingkungan. Implementasinya bertujuan menghindari pernikahan dini, pencegahan HIV/AIDS, kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba dan lainnya. Keluarga harus memperhatikan pola asuh anak dan kebutuhan kesehatan, kasih sayang, cinta dan pendidikan. Pemenuhan asupan gizi anak di periode emas 1.000 hari pertama kehidupan untuk menciptakan generasi emas.
Pembangunan ketahanan keluarga yang memiliki keuletan, ketangguhan, kemampuan fisik dan material untuk hidup mandiri, mengembangkan diri, keluarganya hidup harmonis serta meningkatnya kesejahteraan keluarga. Melestarikan lingkungan, hidup dinamis, serasi, selaras dan seimbang dengan alam adalah langkah-langkah positif selain implementasi 8 fungsi keluarga untuk membangun sumber daya manusia (SDM) berkualitas. Bekerja keras, cerdas, ikhlas dan seimbang di kehidupan dunia kerja dan berkeluarga. Konsep Work Life Balance (WBL) sebagai keseimbangan antara kehidupan bekerja dan berkeluarga. Kesuksesan karier bukanlah dinilai dari jumlah penghasilan atau besarnya gaji yang diterima. Studi Accenture (2013) mengungkapkan, keseimbangan antara kerja dan kehidupan. WBL adalah penentu utama kesuksesan karier karyawan, dibandingkan uang, penghargaan, otonomi, kemajuan, dampak sosial dan status pekerjaan. Banyak anggapan bahwa kesuksesan karier karyawan cukup berupa kenaikan gaji dan jabatan, namun sebenarnya bentuk yang tidak berwujud berupa WBL. lDr. I Gusti Ngurah Made Bayuningrat, Sp.OGK, M.M. Dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Pendiri BBM_Bincang-bincang Medis (TalkshowBBM®, BBM in Harmony, Rubrik BBM, BBM Medindo)
ULANG TAHUN Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru “Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat isi buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahunpernikahan. Kirim foto menarik dan tulisan data lengkap identitas diri, orangtua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@yahoo. com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telp. (0361) 225764.
(Redaksi)
ULANG TAHUN - Ni Putu Tara Cantika Putri, anak dari pasangan Ni Luh Eka Indrawati dan Wayan Albert Anggara Putra, baru saja melaksanakan ulang tahun ke-1 di Jalan Kertanegara No.105, Ubung Kaja, Denpasar Utara. Semoga menjadi anak yang suputri.
Air Surut, Warga Gelar Resepsi Pernikahan SEHARI setelah banjir surut, satu keluarga Jalan Pondok Jaya, Kelurahan Pela Mampang, Kecamatan Mampang Prapatan, langsung menggelar resepsi pernikahan di Masjid Husnul Khotimah yang juga dikenal dengan nama Masjid Rhoma Irama. Pernikahan berlangsung antara Meylin dari Jalan Bangka, Kelurahan Pela Mampang, dan Mardi, warga Ciputat, Tanggerang, Banten. Dua hari sebelumnya, aula Masjid Husnul Khotimah digunakan warga sebagai tempat penampungan korban banjir. Setelah banjir surut, warga pulang ke rumah masing-masing. Pada saat banjir terjadi Rabu (1/1), air merendam permukiman warga Jalan Pondok Jaya dengan ketinggian 1,5-2 meter. Masjid Husnul Khotimah posisinya lebih tinggi sehingga air tidak sampai masuk ke teras aula. Ruang untuk shalat ada di lantai dua. “Kemarin air setinggi dada saya ini. Karena masjid tinggi, air tidak masuk, sisa satu jengkal
lagi dari tangga,” kata Wani (48), warga yang enam tahun bekerja sebagai margot Masjid Husnul Khotimah yang rumahnya juga terendam banjir. Masjid Husnul Khotimah selain digunakan sebagai tempat ibadah juga untuk kegiatan keagamaan seperti Majelis Taklim, Taman Kanak-kanak, asrama yatim dan dhuafa, hingga gedung pertemuan termasuk resepsi pernikahan. Masjid Husnul Khotimah juga dikenal sebagai Masjid Rhoma Irama karena pernah direnovasi oleh Raja Dangdut yang tinggal di Kompleks Perumahan Pondok Jaya VI. Rumah Raja Dangdut tersebut juga ikut terendam setinggi pinggang orang dewasa. Usai banjir, warga kerja bakti membersihkan masjid untuk digunakan sebagai tempat shalat dan juga resepsi pernikahan. Laode Boli, paman dari mempelai wanita mengatakan sempat khawatir pernikahan terancam batal karena banjir. Padahal pihak keluarga telah melakukan
persiapan pernikahan sejak tiga bulan sebelumnya, termasuk memesan aula Masjid Husnul Khotimah sebagai tempat nikah dan resepsi. “Kami sempat panik memang, apalagi banjir sampai menutup akses jalan permukiman. Banjir tanggal 1 dan surut tanggal 2, sedangkan jadwal pernikahan tersisa dua hari lagi,” kata Boli saat ditemui di lokasi resepsi. Menurut Boli, sempat ada rencana untuk memindahkan lokasi pernikahan ke balai pertemuan bila banjir tidak kunjung surut. Rencana lainnya adalah pernikahan tetap dilangsungkan di rumah, hanya resepsi ditunda sampai situasi memungkinkan. Untungnya banjir surut dan keponakannya bisa melangsungkan pernikahan dengan lancar. Pernikahan Meylin dan Mardi menjadi pernikahan pertama tahun 2020 bagi warga Pondok Jaya, Pela Mampang. Meski gerimis, tamu undangan tetap ramai berdatangan dan pihak keluarga menyebar 1.000 undangan. (ant)
MENIKAH – Pasangan Meylin dan Mardi menikah usai banjir melanda di Jalan Pondok Jaya, Kelurahan Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.
INspirasi
Minggu Kliwon, 5 Januari 2020
Dari Hal. 1
LOKASI-Lokasi kejadian Ibu dan Anak yang terkena ranting pohon.
Ranting Pohon
Dari Hal. 1 Dari informasi yang dihimpun, hujan dibarengi angin kencang menyebabkan ranting pohon kayu tangi dengan ukuran sebesar lengan orang dewasa patah dan jatuh bertepatan saat korban melintas mengendarai sepeda motor dengan anaknya. Masyarakat yang melihat korban terjatuh langsung membawa ke rumah sakit terdekat dibantu oleh anggota Lantas Polres Tabanan, Brigadir I Made Suambara. Korban mengalami benjol di dahi dan sudah dibolehkan pulang, untuk selanjutnya dilakukan observasi lebih lanjut. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan, I Putu Trisna Widiatmika, saat dikonfirmasi menggatakan, angin yang cukup kencang menyebabkan kejadian pohon tumbang di sejumlah titik di Kabupaten Tabanan. Seperti terjadi di jalan BTN Vista Pesiapan, pohon jenis singapur menghalangi jalan,
begitu pun pohon jenis wani di banjar Sandan Dauh Yeh Baleran, Kecamatan Penebel yang menimpa bangunan gudang barang minuman dan garasi mobil serta satu unit mobil yang terparkir di dalamnya milik Ida Bagus Kade Karwa Dana. D i B a ka s, Kl ung kung seorang warga,A.A. Oka Pariana terluka setelah ditimpa ranting pohon. Kini dia masih dirawat di RSUD Klungkung. Di Badung Di Kabupaten Badung setidaknya tercatat lima pohon tumbang, yakni jenis pohon jati, pohon waru, dan pohon bayur. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung, dr. Ni Nyoman Ermy Setiari, saat dikonfirmasi membenarkan terjadi pohon tumbang akibat angin kencang Sabtu kemarin. “Akibat cuaca ekstrem, ada lima kejadian pohon tumbang yang tercatat hari ini (kemarin-red),” ujar Ermy Setiari.
Dari Hal. 1 Seperti degradasi fungsi kesuburan tanah dan lahan, air yang tercemar, polusi udara yang pada akhirnya memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia dan makhluk hidup lainnya, seperti biota yang hidup pada ekosistem pertanian. Dengan demikian, Perda tentang Sistem Pertanian Organik perlu disosialisasikan secara intensif oleh pemerintah dan didukung oleh perguruan tinggi serta institusi lainnya. Sasaranya guna memberikan informasi, pengetahuan dan pemahaman kepada petani dan masyarakat umum mengenai pertanian organik itu sendiri, baik dari sisi manfaat, cara pembuatan, cara penggunaan dan aspek lainnya, khususnya lingkungan dan kesehatan termasuk aspek ekonomis. Pemahaman petani dan masyarakat agar terus didorong dengan perubahan persepsi dan sikap mereka untuk selanjutnya mau dan mampu mengiplemen-
Pohon tumbang akibat angin kencang dilaporkan terjadi di Jalan Raya Pantai Kuta, Desa Kuta, Kecamatan Kuta. Cuaca ekstrem mengakibatkan pohon jenis waru berdiameter 15 cm tumbang menimpa pos polisi dan kabel listrik PLN di depan Hardrock Cafe. Kedua, pohon tumbang terjadi di Jalan Raya Munggu Kapal, Abiansemal, Mengwi. Pohon waru berdiameter 50 cm tumbang menutupi badan jalan dan menimpa sebuah kendaraan roda empat jenis Honda Brio milik I Putu Udayana asal Desa Tangeb, Mengwi. Ketiga, pohon tumbang terjadi di Banjar Belawan, Dauh Yeh Cani, Abiansemal. Keempat, pohon terjadi tercatat di Banjar Bedauh, Carangsari, Petang, Kelima, kejadian pohon bayur tumbang di Banjar Juwet, Desa Abiansemal. ‘‘Kami mengimbau masyarakat waspada saat berada di jalan,” pungkasnya. (kmb28/kmb27)
Di Lokasi Lain
Dari Hal. 1 Jro Mangku Pura Dalem Setra setempat, Nyoman Suprapta, juga berharap pembersihan ranting bisa secepatnya dilakukan. Mengingat, kegiatan upacara akan berlangsung Senin besok. Sementara itu, pohon tumbang juga terjadi di beberapa lokasi, seperti di Jalan Raya Puputan, Renon, Jalan Drupadi, Jalan Dewi Madri, Jalan I Gst. Ngurah Rai, Pantai Matahari Terbit, Pantai Semawang, serta beberapa tempat lainnya. Satu pohon tumbang menimpa warung milik Jero Partini (40) di Jalan Drupadi Gang Vespa, Banjar Kedaton Sumerta Kelod. Menurut Partini, saat pohon akan tumbang dirinya berada di dalam warung sedang membuat capcay. Masih di Denpasar, angin kencang menimpa bangunan serta kendaraan sedang parkir. Seperti dua mobil di areal parkir Desa Adat Serangan di Jalan Tukad Punggawa, Serangan, Denpasar Selatan (Densel), rusak parah tertimpa pohon. Mobil yang menjadi korban, yakni mobil pick-up DK 9958 GQ milik Willi dengan kondisi kaca depan pecah, kap mobil penyok. Mobil Xenia DK 1608 BG dengan kondisi kap mobil penyok.
BPM/bit
Dua pohon santen juga tumbang di lahan kosong di Jalan Tukad Badung XXX, Densel. Pohon santen tersebut berdiameter sekitar 50 sentimeter dengan tinggi sekitar 12 meter dan menimpa sepeda motor parkir milik Widono. Kapolsek Densel, Kompol I Nyoman Wirajaya, mengatakan, pukul 12.15 Wita, anggota Polsek Densel dapat laporan pohon santen tumbang di Jalan Tukad Badung Gang XIII /8 Renon Densel. Batang pohon tersebut menimpa tembok pagar rumah milik Pendeta Yoel Ang (35) dan rumah kos. Sekitar pukul 13.30 Wita, pohon tumbang terjadi di Jalan By-pass Ngurah Rai, Median Fantasi Sanur. Pohon tersebut melintang di badan jalan. Akibatnya, sempat terjadi kemacetan arus lalin. “Penanganannya langsung dilakukan petugas BPBD Kota Denpasar, DLHK Kota Denpasar. Termasuk pihak kepolisian dan TNI,” kata ujarnya. Capai 30 Knot Berdasarkan data pengamatan di stasiun meteorologi Ngurah Rai pada pukul 12.30 Wita, tercatat kecepatan angin masih 22 knot atau 40 Km/jam. Namun, dengan adanya gusty atau angin kencang tiba-tiba
kecepatan angin mencapai 30 knot atau 56 km/jam. Berdasarkan analisis BMKG Wilayah III Denpasar, bahwa penyebab dari fenomena angin kencang yang terjadi di beberapa wilayah Bali, yaitu terjadinya penurunan tekanan udara pada pusat tekanan rendah di perairan selatan Indonesia dan di Daratan Australia. Hal ini menyebabkan ada peningkatan perbedaan tekanan udara antara Indonesia dan Wilayah perairan selatan Indonesia termasuk Australia. Sehingga, terjadi perbedaan tekanan udara yang semakin meningkat menyebabkan peningkatan kecepatan angin. Untuk menghindari terjadinya bencana yang tidak diinginkan, BMKG mengimbau kepada masyarakat terutama nelayan dan pelaku kegiatan wisata bahari untuk terus waspada terjadinya tinggi gelombang laut yang dapat mencapai 2 meter atau lebih di sekitar perairan utara dan selatan Bali. “Kami mengimbau agar masyarakat selalu memperhatikan Informasi BMKG, khususnya peringatan dini cuaca atau iklim ekstrem,” tandas Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, M. Taufik Gunawan, Sabtu (4/1) kemarin. (kmb12/win/036)
Degradasi Kesuburan tasikannya. Sehingga, para petani secara perlahan dapat menurunkan ketergantungannya terhadap pupuk dan obatobatan yang digunakan dalam pengelolaan usaha taninya. Penerapan Perda ini merupakan salah satu gerakan menuju back to nature tetapi masih memberikan potensi untuk peningkatan produksi pertanian. Kampanye tentang back to nature menjadi salah satu cara untuk meyakinkan para petani dan juga memberikan edukasi bagi konsumen atau masyarakat pengkonsumsi produk organik. Pengurangan impor produk pertanian juga dapat dikendalikan melalui kampanye pertanian organik. Jaminan kesehatan pangan dan lingkungan melalui penerapan sistem pertanian organik ini akan dinikmati oleh para petani produsen dan keluarganya serta masyarakat secara umum. Oleh karena itu, melalui eduka-
si konsumen diharapkan mereka memiliki willingness to pay (kemauan untuk membayar) yang lebih tinggi. Willingness to pay ini sekaligus menjadi pemicu bagi produsen untuk meningkatkan willingness to produce organic product. Jika sistem pertanian organik ini bisa diimplementasikan maka tujuan penetapan Perda dapat tercapai seperti memberikan jaminan penyediaan produk pertanian terutama bahan pangan yang aman bagi kesehatan produsen dan konsumen serta tidak merusak lingkungan. Ini berarti bahwa perwujudan visi Gubernur juga dapat didukung melalui penerapan pertanian organik yang mampu menciptakan harmonisasi hubungan antara manusia dengan lingkungan (baik manusia maupun alam), sebagai bagian dari filosofi Tri Hita Karana. Penulis Rektor Universitas Dwijendra Denpasar
Minggu, 5 Januari 2020 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Nincapang Srada Bakti Krama Desa (4) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Zumba Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Seputar Bali Terkini Solusi Alternatif Marion Sam Belajar Menggambar Menggambar Bunga Dan Lebah Seputar Bali Terkini
10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 17:00 Wita
Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Puja Trisandya Bali TV Shop Kalung Omkara Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Harmoni Bali Turun Peranakan Pada Perempuan Bali Bali TV Shop
17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita 00:00 Wita
Kalung Omkara Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Seputar Bali Malam Bali TV Shop Kalung Omkara Samatra Artis Bali Yumang Rimba Dan Putu Lina Bali TV Shop Kalung Omkara Indi Band Generation Daur Ulang Band Bali TV Shop Kalung Omkara Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Kris - Kriminal Sepekan Bali TV Shop Kalung Omkara
Di Tiongkok khususnya, manggis Bali sangat diminati masyarakat setempat. Namun, Bali baru bisa memenuhi 4.000 ton dari kebutuhan 9.000 ton per tahun. “Kaitan hilirisasi juga, kami ingin mengembangkan industri olahan hasil pertanian. Kalau bisa tidak ada produk dari hasil pertanian yang terbuang,” jelas mantan anggota DPR RI ini. Di antaranya, lanjut Koster, dengan melegalkan produk arak Bali dan minuman tradisional Bali lainnya. Pihaknya sedang berupaya agar arak dikeluarkan dari daftar negatif investasi sehingga nantinya
Diminati Tiongkok bisa menjadi sumber penghidupan masyarakat Bali. Selain itu, Dinas Pertanian kini telah ditugaskan membuat neraca pangan mencakup peta dan kebutuhan, baik untuk masyarakat lokal maupun industri pariwisata. Menteri Pertanian diharapkan mendukung program pertanian dari hulu ke hilir. Termasuk mau memfasilitasi sarana prasarana dan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah pertanian Bali. Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, mengaku siap mendukung 100 persen kebijakan Gubernur Bali di bidang pertanian dari hulu
sebetulnya sudah ada. Kelompok Ahli Pembangunan Pemprov Bali, Prof. Dr. Ir. I Wayan Supartha, M.S., mengatakan, desa adat pun bisa ikut mendukung implementasi sistem pertanian organik. Khususnya lewat pengelolaan sampah dengan memilah antara sampah anorganik dengan sampah organik yang berpotensi menjadi pupuk organik. Pupuk organik yang dihasilkan dari memilah sampah tersebut juga bisa menjadi salah satu unit bisnis di desa adat, baik secara individu maupun komunitas. “Dengan cara ini, berarti
Dari Hal. 1 Daerah hilir yang notabene banyak ditanami tanaman padi dan hortikultura sulit dilakukan pertanian organik murni, mengingat daerah hilir mendapatkan air dari daerah hulu. Maka dari itu, daerah hulu harus dijaga betul kemurniannya agar tidak mencemari daerah hilir. Selain itu penerapan atau teknis penanaman sistem organik harus ada pengawasan dan evaluasi suatu kawasan. Ketua Prodi Magister Pertanian Lahan Kering dan Ketua Prodi Magister Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Dr. Ir. Gede Wijana, M.S., mengatakan, sangat memungkinkan Bali menuju pulau pertanian organik dengan sistem pertanian organik. Meski sulit tapi harus dimulai dari sekarang. Untuk menuju Bali pulau organik harus dimulai dari ramah lingkungan. Jika sudah ramah lingkungan, baru kemudian organik murni bisa diterapkan. Tanaman yang mudah dan cepat menerapkan pertanian, yaitu tanaman industri seperti kopi, kakao, cengkeh. “Yang namanya hilir pasti ada limbah dari hulu. Kalau di hulu bersih, pasti limbahnya juga bersih. Di hilir juga banyak industri seperti garmen, perhotelan,” ujarnya, Sabtu (4/1). Perda No. 8/2019 soal Pertanian Organik yang kaitannya mendukung menuju Pulau Organik hendaknya aplikasi dilakukan secara konsisten dan ada evaluasi secara rutin. Menuju pertanian organik harus dimulai dengan memanfaatkan limbah-limbah pertanian, seperti limbah dari tanaman dan limbah dari ternak. Hanya saja harus dipersiapkan
triliun. Karena Bali sudah siap dengan langkah gubernur, silakan pakai Rp1 triliun atau lebih,” ujarnya. Syahrul juga mendorong Bali bisa meningkatkan nilai ekspor dari Rp500 miliar menjadi Rp1,5 triliun. Apalagi produk-produk pertanian dari Bali sudah memiliki branding yang kuat di dunia. Image pertanian seperti penuh lumpur, berkeringat, dan kusut harus diubah untuk menarik minat generasi muda. Sebab, pertanian sebetulnya menjanjikan dengan peluang kerja yang terbuka lebar. Pihaknya optimis Bali bisa mewujudkan hal itu. (ad092)
Perlu Kajian
Dari Hal. 1 “Jadi, sebelum kita ke pertanian organik, kita harus ada SOP, ada kajian. Sebetulnya kita sudah punya pilot project sehingga petani bisa belajar di sana,” ujar Akademisi Universitas Udayana di Bidang Pertanian, Dr. Luh Kartini, di Denpasar, Sabtu (4/1) kemarin. Menurut Kartini, kendala penerapan sistem pertanian organik sebelumnya lantaran belum ada aturan sebagai payung hukum. Tapi sekarang dengan adanya Perda yang sudah diundangkan, pemerintah diharapkan bisa lebih mendorong sistem pertanian organik mulai tahun ini. Apalagi dari segi teknologi,
sampai hilir. Kendati untuk membantu sarana prasarana khususnya alat mesin pertanian (alsintan) kini diubah memakai Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pihaknya mengutamakan rakyat membeli sendiri dengan fasilitas KUR dengan bunga lebih rendah untuk pertanian. Di samping mekanismenya lebih cepat, rakyat juga mampu menghitung dengan skala pasar atau bisnis. Hal ini sekaligus untuk mengedukasi petani agar bantuan alsintan dari pemerintah tidak sekadar menjadi besi tua. “Kami dapat jatah KUR untuk pertanian itu sekitar Rp50
ekosistem untuk menciptakan kompos. Petani harus dipersiapkan membuat kompos dari limbah pertaniannya. Gede Widjana menambahkan, di hilir dalam skup kecil, yaitu rumah tangga juga harus mampu mengelola sampah organik menjadi kompos. Sisa makanan dan sampah daundaunan yang ada di rumah tangga agar dibuatkan tempat khusus untuk dipendam di tanah agar membusuk di dalam tanah dan tidak berbau. “Mungkin nanti ada peraturan tidak boleh membuang sampah organik, harus diolah di tempat,” ujarnya. Selain menciptakan ekosistem mendukung pulau organik, petani dalam bertani juga harus dipersiapkan menerapkan pertanian organik murni. Dimulai dari mengawasi sebuah kawasan pertanian. Dari sisi produsen atau petani tidak ada masalah melaksanakan pertanian organik. Hanya saja perlu dukungan semua pihak, baik pemerintah maupun konsumen. Pertanian organik harus dihargai dengan harga yang bagus, memiliki nilai tambah dari sisi gizi, kesehatan dan petani mendapatkan nilai tambah dari pertanian organik yang dilakoninya. “Jika diterapkan dengan persiapan yang benar tidak sulit mengaplikasikan pertanian organik,” tandasnya. Untuk mendapatkan sertifikat organik, dimulai dengan sertifikat prima 3, 2, 1 yang memberikan jaminan produk pertanian itu aman dikonsumsi karena telah menerapkan good agriculture practices (GAP). Demikian juga dengan sertifikat organik harus menerapkan pertanian organik murni. “Yang sulit mempersiapkan suatu kawasan bukan
kita bisa menjamin sampah tidak menjadi bahan pencemaran lingkungan. Tapi justru menghasilkan rupiah dan lingkungan akan bersih. Bila lingkungan bersih, Bali sebagai pulau organik yang sudah dicanangkan gubernur akan semakin dekat,” ujarnya. Menurut Supartha, Bali bisa menjadi pulau organik saat petani mempunyai pemikiran organik dan masyarakat secara umum berperilaku organik. Oleh karena itu, pertanian organik sesungguhnya adalah sebuah keniscayaan. Apalagi Bali sudah memiliki kearifan lokal Nangun Sat Kerthi Loka
Daerah Hilir
suatu tanaman atau satu orang petani. Misalnya, satu kawasan subak dengan 100 ha. Bagaimana agar mereka mau berorganik, harus dibina. Diawali dengan menerapkan pertanian yang baik dan benar sesuai GAP, semua tercatat rapi dan petani harus disiplin mencatat,” bebernya. Untuk mendapatkan sertifikat organik, ada biayanya dan tidak murah. Mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta, tergantung jenis sertifikat yang ingin didapat, baik skala lokal, nasional atau internasional. Biayanya ditanggung oleh orang atau petani yang ingin mendapatkan sertifikat itu. Ini yang tidak dimiliki Bali. Ada beberapa subak yang sudah memiliki sertifikat organik skala nasional. Namun, biayanya tidak datang dari petani, melainkan dibantu oleh pemerintah. Mengingat sertifikat itu ada jangka waktunya, sehingga pengurusan perpanjangan sertifikat menjadi pertanyaan. Setelah penerapan, langkah selanjutnya yang penting adalah monitoring dan evaluasi dari penerapan sistem tersebut. Ketua Kelompok Tani Sari Pertiwi sekaligus petani kopi, Komang Sukarsana, menilai di Bali penerapan pertanian organik agak susah karena tanaman yang ditanam di daerah hilir atau dataran rendah, sumber airnya dari hulu. Jika sumber air tidak tercemar, maka daerah hilirnya juga tidak akan tercemar walaupun perlakuan pertaniannya sudah organik. Menurutnya jika ingin menerapkan pertanian organik murni adalah di daerah yang jauh dari pemukiman, dan posisinya paling tinggi. Jika ingin menanam komoditi
Bali dan THK yang kalau diimplementasikan dengan baik, maka pertanian organik bukan lagi sesuatu di awang-awang. “Masyarakat yang memproduksi produk-produk organik, mereka juga mendapat asupan makanan yang sehat sehingga mempunyai ketahanan terhadap penyakit. Jadi, kita mencegah penyakit dari dimensi pertanian organik,” jelasnya. Supartha menambahkan, sistem pertanian organik juga akan menjamin kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat karena produk yang dihasilkan memiliki nilai tinggi. (rin)
kopi dengam organik, maka ditanam di tengah hutan. Di Bali daerah yang tepat untuk pertanian organik menurutnya di Wanagiri, Buleleng karena ada hutan sosial yang bisa digarap menjadi pertanian organik. Daerah lainnya adalah kawasan Gunung Agung karena di sana pertaniannya belum tergarap secara modern. “Kalau kawasan itu didesain jadi pertanian organik, memungkinkan,” ujarnya. Tujuan pertanian organik pun, kata dia, harus jelas. Jika bertani dengan sistem organik dilakukan untuk tujuan ekspor komoditi Bali, maka sertifikat yang dicari pun harus berskala internasional. Sehingga penerapan sistem pertanian organiknya juga mengacu pada standar nasional. “Kalau berbicara tujuan ekspor ke depan, sertifikat organik dengan lembaga sertifikasi internasional ini yang perlu digarap,” tandasnya. Namun, jika penerapan sistem organik untuk lingkungan lokal Bali lebih baik menurutnya sangat bagus. Mengingat penggunaan bahan kimia untuk pertanian di Bali sangat tinggi, maka penerapan pertanian organik menjadi sangat penting ke depannya. Dimulai dengan menerapkan standar dari sertifikat prima 3, 2 dan 1. Menurutnya, sertifikat prima merupakan pola-pola perlakuan organik sehingga walaupun belum mendapatkan sertifikat organik, produk pertanian tersebut aman dikonsumsi karena telah menerapkan GAP. Untuk mendapatkan sertifikat prima 3 perlu waktu 6 bulanan dengan jumlah petani 23 orang, luas lahan 25 ha yang dinilai dalam satu kawasan itu. (may)
Minggu Kliwon, 5 januari 2020
Bali United Pertahankan Platje Mangupura (Bali Post) –
Bali United mempertahankan penyerang asal Belanda, Melvin Platje, di skuadnya. Platje yang kontraknya habis pada akhir tahun 2019, resmi menandatangani kontrak baru dan akan berjuang bersama skuad Serdadu Tridatu tahun ini. “Melvin Platje akan tetap bersama kami tahun 2020. Tim pelatih masih membutuhkan tenaganya. Kami juga sudah melakukan pembicaraan dengan Platje dan dia sudah setuju tetap bertahan dan berjuang bersama lagi,” kata CEO Bali United, Yabes Tanuri, dikutip dari situs Bali United, Sabtu (4/1) kemarin. Platje bergabung dengan Bali United pada pertengahan kompetisi tahun 2018 dari klub Belanda, Telstar. Kehadirannya mampu memberikan warna tersendiri di lini depan Bali United, dengan aksi-aksi serta torehan golnya untuk tim Serdadu Tridatu. Ia bisa dibilang penyerang yang serba bisa. Mampu bermain sebagai penyerang sayap atau penyerang tengah dengan sama
baiknya. Salah satu keunggulannya yaitu tendangan keras dan akurasi yang terukur. Pada musim kompetisi tahun 2019, ia bermain 22 kali dengan torehan 10 gol dan dua assist. Bali United juga mempertahankan gelandang asal Irak, Brwa Hekmat Nouri. “Ya, kontrak Nouri resmi kami perpanjang dan dia tetap akan bertahan di sini untuk kompetisi tahun 2020. Menurut tim pelatih, Nouri tampil sangat baik tahun 2019 dan tetap masuk dalam skema tim tahun 2020,” sebut Yabes Tanuri. Brwa Nouri bergabung dengan skuad Bali United pada pertengahan musim kompetisi tahun 2018. Datang dengan status pemain Timnas Irak, ia mampu memberikan warna tersendiri dalam permain-
an tim Serdadu Tridatu. Penampilan apiknya semakin terlihat saat kehadiran pelatih asal Brazil, Stefano Cugurra, pada awal 2019. Adaptasi Di sisi lain, manajemen Bali United baru saja resmi mendatangkan beberapa pemain anyar untuk kompetisi tahun 2020. Nama-nama seperti Hariono, Gavin Kwan Adsit, Nadeo Argawinata, dan Muhammad Rahmat dipastikan berkostum Bali United musim depan. Menurut pelatih kepala, Stefano Cugurra, para penggawa anyar Bali United tersebut harus bisa secepatnya beradaptasi dengan lingkungan tim Serdadu Tridatu. Selain itu, mereka harus menyesuaikan diri karena berada di kota yang baru. Teco minta pemain-pemain
Denpasar (Bali Post) Kontingen Bali berhasil menyodok ke urutan enam besar pada PON XIX/2016 di Jabar, setelah sebelumnya langganan bertengger di peringkat kesembilan. Akan tetapi peluang Bali bertahan di posisi keenam pada PON XX/2020 di Papua sangat sulit, karena 10 cabang olahraga (cabor) andalan Pulau Dewata dicoret. Itu dilontarkan Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi, di Denpasar Sabtu (4/1) kemarin. Bali meraup 20 keping medali emas pada PON di Jabar sehingga menduduki peringkat keenam. Ranking ketujuh dihuni Riau dan kedelapan Papua. “Saya kira Bali akan berat bertahan di peringkat keenam pada PON 2020,” tuturnya. Menurutnya, tuan rumah Papua berpeluang menyodok, ditambah cabor andalan Bali seperti layar nomornya dikurangi dan 10 cabor lainnya dicoret. Padahal atlet layar mendulang 5 emas pada PON di Jabar. ‘’Kecipratan 2 emas saja di Papua sudah bersyukur,” ujar Suwandi. Bali menerjunkan 361 atlet pada PON 2016, 126 di antaranya turun di nomor beregu. Suwandi menargetkan Bali meraup 20 emas lebih pada PON Papua. Akan tetapi 194 atlet yang lolos belum pasti seluruhnya dikirim. Bali akan menurunkan tim yang ramping. Pertimbangannya, perebutan tiket ke PON
I Nyoman Manik Ganggayana Putra
Sempat Grogi di Luar Bali MENYABET medali emas di nomor kumite usia dini kelas -30 kg pada kejuaraan terbuka Piala Bupati dan FORKI Malang 2019. Inilah prestasi karateka I Nyoman Manik Ganggayana Putra pada Desember lalu. Ia menaklukkan atlet tuan rumah Forkab Malang di final. “Duel melawan atlet tuan rumah seru dan sengit. Saya bersyukur bisa memenangkannya,” sebut atlet kelahiran Badung, 4 Maret 2009 ini. Karateka yang akrab disapa Oming ini baru kali ini sukses merebut emas. Sebelumnya ia harus puas meraih perak di Malang dan pada kejuaraan di Banyuwangi. Oming mengaku sempat grogi tampil di luar Bali. Namun, setelah berlaga di Malang, putra ketiga pasangan Wayan Sana Wiraputra dengan Ni Ketut Tirtawati ini akhirnya terbiasa. Menurutnya hal ini baik untuk menambah pengalaman sekaligus mengasah mental bertanding.
Siswa kelas V SDN 3 Dalung ini tercatat baru dua tahun berlatih di Dojo Jaya Murti Dalung. Oming bangga berlatih di dojo ini, sebab atletnya sering bertanding keluar Bali. Ia kini berlatih serius guna menghadapi kejuaraan di Jakarta yang digelar Februari dan turnamen internasional di Surabaya yang akan berlangsung September mendatang. Oming masih penasaran dan ingin merebut emas pada Porjar Badung. “Selama ini saya belum pernah menyumbang medali di Porjar, mengingat lawan saya usianya tidak sebaya. Namun, kalau saingan saya sudah tamat SD, saya optimis bisa mendapat emas,” jelasnya. Menekuni bela diri asal Jepang ini karena mengikuti jejak sang ayah dan kakaknya, Made Panji Ambara Putra, Oming bertekad terus menggeluti karate sampai menjadi atlet nasional dan pelatih. ‘’Saya ingin menjadi polisi dan masuk Akpol, sebab kerjanya berpetualang,” ungkapnya. (nel)
MES - CEO Persik Abdul Hakim Bafagih (dua dari kanan), Joko Susilo dan manajer Beny Kurniawan di mes Persik.
Joko Susilo Latih Persik
yang sudah lebih dulu ada dalam skuad Serdadu Tridatu membantu rekanrekan barunya. Sebelumnya, Bali United melepas dua pemainnya jelang berakhirnya tahun 2019. Mereka adalah pemain belakang Dallen Doke dan penyerang Martinus Novianto. Kontrak kedua pemain ini memang berakhir tahun 2019 dan manajemen tim Serdadu Tridatu memutuskan tidak memperpanjang kontraknya. Skuad Serdadu Tridatu masih diliburkan hingga akhir pekan ini. Fadil Sausu dan kawan-kawan akan menjalani laga preliminary 1 Liga Champions Asia menghadapi klub Singapura, Tampines Rovers, pada 14 Januari 2020. (kmb)
Kediri (Bali Post) – Manajemen Persik Kediri, Jawa Timur, menunjuk Joko Susilo sebagai pelatih setelah klub ini berhasil lolos ke Liga 1 Indonesia. Hal ini disampaikan manajer Persik, Beny Kurniawan, di Kediri, Sabtu (4/1) kemarin. Chief Executive Officer (CEO) Persik Abdul Hakim Bafagih menambahkan, sebelum ditetapkan sebagai pelatih, pada 30 Desember lalu, Joko Susilo memberikan pemaparan terkait dengan konsep yang akan dibawa untuk menahkodai Persik. Dari paparan itu, kami pengurus memiliki visi yang sama, memiliki tujuan yang sama bahwa kami perlu talenta muda,” katanya. Ia berharap Joko Susilo bisa memberikan hasil yang luar biasa di Liga 1. Hakim juga tidak berharap ada pergantian pelatih seperti yang pernah terjadi saat Persik masih di Liga 2. Pihaknya melihat dan percaya dengan kapasitas pelatih baru. Terkait dengan biaya, Hakim mengakui kebutuhan di Liga 1 lebih banyak ketimbang Liga 2. Saat ini manajemen sudah melakukan lobi beberapa perusahaan besar dan beberapa dari mereka memiliki ketertarikan untuk mendukung Persik. Sementara itu, Joko Susilo mengaku senang bisa bergabung dengan Persik di Liga 1/2020. Ia juga akan melaksanakan sebaik mungkin kepercayaan yang telah diberikan oleh manajemen. “Saya diberi amanat dan tugas, tentu kepercayaan ini akan saya laksanakan sebaik mungkin,’’ ujarnya. Joko Susilo menjadi pelatih kepala Arema pada musim 20172018. Pria yang akrab disapa Getuk ini juga pernah menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia. (ant)
Kevin Dani Berlomba di Kamboja
PON Papua
Bali Sulit Bertahan di Enam Besar
BPM/ant
melalui berbagai ajang seperti kejurnas, regional, dan pembagian wilayah (zona) Pencoretan 10 cabor andalan ditambah pemangkasan nomor dan kelas yang langganan menyumbang medali, membuat kontingen Bali bertumpu pada cabor judo, pencak silat, tembak dan balap motor. Untuk itu, KONI Bali akan menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) pada akhir Januari atau awal Februari nanti. Atlet PON Bali menjalani TC desentralisasi dan TC sentralisasi mulai Juli mendatang. KONI Bali mendapat suntikan dana Rp 50 miliar tahun ini. Dana itu dialokasikan untuk persiapan PON, seperti uji coba yang jika perlu sampai ke mancanegara demi mengukir prestasi. (022)
Denpasar (Bali Post) Atlet balap sepeda PON Bali, Kevin Dani Maulana, saat ini mengikuti kejuaraan balap sepeda di Kamboja. Mengusung bendera klub KGB Jakarta, Kevin diharapkan mampu memberi andil besar pada timnya sekaligus menorehkan prestasi terbaik. Wakil Ketua Pengprov ISSI Bali, Nyoman Kertiyasa,
menyatakan bangga Kevin mendapat kepercaan turun pada Tour de Kamboja. Ajang ini sekaligus sebagai arena uji baginya sebelum berlaga pada PON 2020 di Papua. ‘’Kami mendapatkan jatah tujuh pembalap ke PON,’’ katanya di Denpasar, Sabtu (4/1) kemarin. Ketujuh pembalap tersebut masing-
masing Kevin, Arman Omar Batista, Komang Febri, Jaya Sedana (putra), Sayu Bella, Apriyani dan Novianti (putri). Pembalap yang boleh tampil di PON berusia 21 tahun ke bawah (U-21). Dari tujuh pembalap ini, hanya Kevin yang berumur 20 tahun. Atlet lainnya berusia 18 dan 19 tahun. Selama ini mereka berlatih fisik dan stamina hingga Februari mendatang di bawah pembinaan Pengkot dan Pengkab ISSI se-Bali. Kertiyasa mengemukakan, balap sepeda termasuk 10 cabor yang tidak dipertandingkan pada PON Papua. Akan tetapi PP ISSI tengah berjuang keras agar balap sepeda tetap diikutkan pada hajatan empat tahunan antarprovinsi se-Indonesia. “Kami disuruh tetap getol berlatih, sebab kemungkinan besar sewaktuwaktu dipanggil mendadak, jika balap sepeda dipertandingkan di PON,” paparnya. Kemungkinan besar balap sepeda mengambil lokasi pertandingan di luar Bumi Cendrawasih. Alternatifnya di Jawa Timur, mengingat fasilitas balap sepeda di provinsi ini cukup komplit. “Jika benar dihelat di Jatim, jaraknya relatif dekat dengan Bali, sehingga biayanya bisa ditekan,” ungkapnya. (022)