16 HALAMAN
NOMOR 134 TAHUN KE 71
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Sabtu Kliwon, 5 Januari 2019
Ranperda Desa Adat
Nama LPD Diubah Jadi ’’Labda Pacingkreman Desa’’
Rancangan Perda tentang Desa Adat diajukan oleh Pemprov Bali untuk menggantikan Perda tentang Desa Pakraman. Ada sejumlah pasal yang mesti didiskusikan lebih lanjut sebelum Ranperda tentang Desa Adat ditetapkan. Dua di antaranya adalah; pertama, soal perubahan nama dari desa pakraman menjadi desa adat. Kedua, usulan perubahan nama Lembaga Perkreditan Desa (LPD) menjadi Labda Pacingkreman Desa. ISTILAH desa pakraman baru populer tahun 2001 sejak disahkannya Perda Provinsi Bali No. 3/2001 tentang Desa Pakraman. Sebelumnya, nama tersebut kurang dikenal dan lebih umum disebut desa adat. Kini, nama tersebut rencananya dikembalikan sesuai Ranperda yang diusulkan Pemprov Bali. Salah satunya menyangkut judul ranperda pada Pasal 1 yang akan berubah dari Desa Pakraman menjadi Desa Adat. Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry menyatakan ada sejumlah pasal dalam Ranperda itu yang perlu didiskusikan. Salah satunya, perubahan nama desa pakraman menjadi desa adat. Ini masih perlu didiskusikan dari berbagai aspek. Hal ini berkaitan dengan istilah dan pengertian yang akan digunakan. Menurut Sugawa Korry, Jumat kemarin, perubahan dari desa pakraman menjadi desa adat hendaknya dikaji betul. Terutama referensi yang dijadikan dasar pertimbangan, karena istilah desa pakraman banyak ditemukan pada prasasti. Seperti Prasasti Bebetin yang menyebutkan istilah pakraman. “Kalau memakai desa adat, sudah tentu harus dicarikan referensi yang dijadikan dasar. Terutama yang lebih memberikan kekhususan, keunikan dan ciri khas sebagai sebuah kearifan lokal Bali. Keputusan
tentang hal ini harus cermat dan diterima semua pihak,” jelas politisi Golkar ini. Sementara pasal 5 yang mengatur tentang kedudukan desa adat atau desa pakraman juga perlu mendapat perhatian serius. Mengingat, hal ini sangat berkaitan dengan kewenangan tingkat provinsi. Termasuk kewenangan dalam hal alokasi anggaran yang bersumber dari APBD. Selanjutnya, pasal 60 dan 65 terkait Labda Pacingkreman Desa sebagai “nama baru” LPD (Lembaga Perkreditan Desa). “Kalau nama LPD menurut saya tidak perlu diubah karena nama LPD jelas tertulis dalam Undang-undang tentang Lembaga Keuangan Mikro,” imbuhnya. Pasal berikutnya yang membutuhkan perhatian serius, lanjut Sugawa Korry, adalah pasal 77 terkait Majelis Desa Adat berikut dengan fungsi, tugas, dan wewenangnya. Begitu juga mengenai hal yang terkait dengan aturan peralihan dan lain-lain. Sementara mengenai fungsi pendidikan yang nanti dijalankan desa adat dinilai cukup relevan. Namun, tetap harus sinkron dengan instansi terkait dan kebijakan kabupaten/kota. Begitu pun untuk pengelolaan objek pariwisata atau desa wisata lewat Bumdes, dinilai sangat sesuai. Hal. 15 Toko Modern
”Perubahan nama LPD (Lembaga Perkreditan Desa) menjadi Labda Pacingkreman Desa, supaya pakai karakter lokal dengan hukum adat.”
”Kalau nama LPD menurut saya tidak perlu diubah karena nama LPD jelas tertulis dalam Undang-undang tentang Lembaga Keuangan Mikro.”
Wayan Koster
Sugawa Korry
Mengembalikan Desa Adat sebagai Pusat Kebudayaan RANPERDA tentang Desa Adat diajukan Gubernur Bali Wayan Koster dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, 19 Desember 2018. Koster mengatakan, pengaturan kesatuan masyarakat hukum adat di Bali ini harus mampu mengembalikan kedudukan dan fungsi desa adat sebagai pusat kebudayaan dan pusat pembinaan mentalitas keagamaan. Desa adat agar kembali dapat memerankan fungsi secara baik sebagai pemilik kebudayaan Bali yang telah memberikan kontribusi sangat besar terhadap pembangunan sosial ekonomi. “Perda No.3 tahun 2001 tentang Desa Pakraman sebagaimana telah diubah dengan Perda No.3 tahun 2003 sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan hukum, sehingga perlu diganti dengan menetapkan Perda tentang Desa Adat,” ujarnya saat menyampaikan penjelasan dalam Rapat Paripurna. Koster salah satunya menawarkan agar desa adat berkedudukan langsung di bawah provinsi. Dengan sistem ini, maka anggaran dari Pemprov bisa langsung disalurkan kepada desa adat tanpa harus melalui pemerintah kabupaten/kota. Secara nominal, bantuan bagi desa adat juga terus meningkat. Tahun 2019 telah ditetapkan Rp 250 juta per desa adat, meningkat dari sebelumnya Rp 225 juta. Bantuan itu dimanfaatkan untuk kegiatan yang berkaitan dengan upaya menjaga tradisi, seni, adat, dan budaya, termasuk untuk implementasi agama, dan diharapkan dapat memperkuat pendidikan anak usia dini. Di sisi lain, Ranperda tentang Desa Adat memuat pula perubahan nama LPD (Lembaga Perkreditan Desa) menjadi Labda Pacingkreman Desa (LPD). “Ya, supaya pakai karakter lokal dengan hukum adat,” jelasnya. (kmb32)
Kuningan Bertepatan dengan Siwaratri
Renungan Raih Kesejahteraan Melalui Dharma
Bali Post/ant
19 TEWAS - Petugas SAR gabungan mengangkat warga yang pingsan akibat menemukan jenazah anggota keluarganya pascalongsor di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (4/1) kemarin. Selama lima hari pencarian, ditemukan 19 jenazah dan 14 orang belum ditemukan.
Ditangkap, Dua Penyebar ’’Hoax’’ Surat Suara Tercoblos
Jakarta (Bali Post) Polisi menangkap dua orang yang diduga pelaku penyebaran berita bohong (hoax) tercoblosnya surat suara dalam tujuh kontainer dari China di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo, mengungkapkan, inisial
dua orang yang ditangkap yaitu HY dan LS. Keduanya ditangkap di lokasi berbeda. “Sudah diamankan dua orang yaitu HY di Bogor, Jawa Barat dan LS di Balikpapan, Kalimantan Timur,” kata Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (4/1) kemarin. Dedi menjelaskan, kedua orang tersebut ditangkap karena aktif menerima dan
menyebarkan kembali kabar surat suara tercoblos itu melalui aplikasi WhatsApp serta sejumlah media sosial lain. “Dua orang ini terpetakan tim siber yang aktif menerima lalu memviralkan ke media sosial dan grup WhatsApp,” terangnya. Polisi masih memburu pelaku utama inisiator hoax. Dari dua orang tersebut, polisi berharap dapat men-
emukan pembuat berita bohong tersebut. “Penyidik sudah melakukan profiling dan identifikasi siapa yang menyebarkan hoax tentang tujuh kontainer tersebut. Ini yang sedang didalami penyidik,” ujarnya. Hingga saat ini belum dilakukan penahanan terhadap HY dan LS. Hal. 15 Banyak Akun
Sri Mulyani Terpilih sebagai Menkeu Terbaik Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terpilih sebagai “Finance Minister of The Year 2019” versi majalah keuangan internasional The Banker. Sebelumnya, The Banker memberikan penghargaan yang sama kepada Menteri Keuangan India Arun Jaitley dan Menteri Keuangan Argentina Alfonso Prat-Gay. Halaman 15
Jakarta (Bali Post) – Pergerakan nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Jumat sore ini menguat sebesar 140 poin ke posisi 14.270 dibandingkan sebelumnya 14.410 per dolar AS. Pengamat pasar uang dari Bank Woori Saudara Indonesia Rully Nova di Jakarta, Jumat kemarin, mengatakan data ekonomi Indonesia yang terbilang positif menjadi faktor yang menopang nilai tukar rupiah. “Data inflasi kita terkendali, ditambah pendapatan
negara dalam APBN menembus target,” ujarnya. Ia menambahkan realisasi pendapatan negara dalam APBN 2018 yang disampaikan pemerintah sebesar Rp 1.942,3 triliun, menembus 102,5 persen dari target Rp 1.894,7 triliun merupakan hal positif bagi pasar keuangan di Indonesia. “Dengan fiskal kita yang sehat maka investor akan melirik Indonesia sebagai tempat investasi,” katanya. Hal. 15 Tempat Investasi
Tiga Buruh Ditangkap, Ribuan Pil Koplo Disita Tim Satresnarkoba Polresta Denpasar menangkap tiga buruh bangunan yang nyambi menjadi pengedar pil koplo. Ketiga buruh tersebut berinisial RP (25), RF (24), dan MU (27) ditangkap Kamis (3/1) lalu. Dari kasus ini, polisi menyita ribuan pil koplo. Halaman 2 Siapkan Semua Puskesmas Layani Rawat Inap Klungkung akan siapkan semua Puskesmas dilengkapi rawat inap. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta mengatakan akan mengoptimalkan semua puskesmas menjadi rawat inap secara bertahap. Halaman 12
HARI raya Kuningan, Sabtu ini, bertepatan dengan panglong ping 14 atau Purwaning Tilem Kapitu, di mana umat Hindu juga melaksanakan hari suci Siwaratri. Pertemuan dua hari raya suci bagi umat Hindu ini merupakan momen langka yang terjadi sekitar 30 tahun sekali. Untuk itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali, Prof. Dr. Drs. IGN Sudiana, M.Si., berharap umat Hindu memanfaatkan kesempatan ini dengan bersembahyang secara khusyuk, untuk meningkatkan sradha bhakti serta mulat sarira. Selain itu, umat Hindu juga diharapkan agar menjalankan swadharma agama melaksanakan Kuningan dengan bersembahyang di Merajan masing-masing tidak lewat dari tengah hari. Demikian juga melaksanakan brata Siwaratri dengan puasa, jagra dan mona brata. “Pelaksanaan Siwaratri mulai jam 6 pagi sampai jam 6 sore esok harinya. Sedangkan Kuningan sampai tengah hari pada hari Sabtu,” ujarnya. Akademisi Unhi Den-
pasar I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd. H., mengatakan bertemunya hari suci Kuningan dan hari suci Siwaratri merupakan momen untuk merenungkan kesejahteraan. Dijelaskan, bahwa hari raya Kuningan datang berdasarkan wuku yang dimaknai sebagai hari kesejahteraan yang disimbolkan dengan se gala persembahan, seperti nasi kuning sebagai lambang pemuliaan dan kesejanteraan. Dewa yang disembah adalah Dewa Mahadewa yang berstana di arah barat sebagai penguasa emas sebagai simbol kesejahteraan. Sedangkan hari suci Siwaratri yang datang berdasarkan sasih (bulan) dimaknai sebagai malam perenungan Dewa Siwa. Perenungan dilakukan melalui tiga hal, yaitu mona brata, upawasa, dan jagra. “Apabila kedua hari suci ini bertemu, maka ada pesan bahwa ada yang perlu kita renungkan tentang bagaiman cara kita mendapatkan kesejahteraan,” tandas Kadek Satria. Hal. 15 Kurang Arif
Ida Pandita Daksa Darmita
Prof. Dr. Sudiana, M.Si.
I Kadek Satria, S.Ag., M.Pd. H.
Rupiah Menguat
Bali Post/eka
TAMYANG - Seorang pedagang tengah melayani pembeli tamyang di sekitar Pasar Wangaya, Denpasar, Jumat (4/1) kemarin. Tamyang merupakan salah satu sarana upcara pada merayakan hari suci Kuningan.
DENPASAR
2
Sabtu Kliwon, 5 Januari 2019
FIGUR Jaga Tanah Bali TANAH Bali merupakan wadah berkembangnya budaya dan desa adat umat Hindu di Bali. Oleh karenanya, tanah Bali harus menjadi prioritas untuk dijaga demi eksistensi budaya Bali. Apalagi saat ini alih fungsi lahan di Bali tengah marak dengan pesatnya perkembangan pariwisata di Bali. Bahkan tanah Bali saat ini beralih ke tangan orang non-Hindu (investor). “Alam Bali termasuk tanahnya harus dijaga. Karena tanah Bali merupakan wadah berkembangnya budaya Bali. Saat ini banyak alih fungsi lahan. Tidak hanya itu, saat ini banyak tanah Bali sudah beralih tangan ke tangan orang non-Hindu,” ujar pengamat budaya Dr. Drs. A.A. Gde Raka, M.Si., Jumat (4/1) kemarin. Kaprodi Magister Administrasi Publik PPS Unwar ini mengatakan, selama agama Hindu ada di Bali, maka budaya Bali akan tetap eksis. Namun untuk menjaga agar agama Hindu di Bali tetap eksis, tanah Bali harus menjadi prioritas untuk dijaga. Ia mencontohkan, pada masa kerajaan Majapahit agama Hindu pernah berkembang di Tanah Jawa. Namun setelah tanah Kerajaan Majapahit dikuasai umat non-Hindu, agama Hindu beserta kebudayaannya di Jawa mulai pudar. “Orang Bali mempunyai kewajiban untuk menjaga tanah Bali, termasuk yang terkandung di dalamnya. Karena tidak cukup hanya melestarikan isinya, tetapi wadahnya juga harus dijaga,” tegasnya. Untuk bisa menjaga wawengkon tanah Bali, pemerintah daerah Bali harus membuat payung hukum berupa peraturan daerah yang ketat terkait jual beli tanah Bali ke orang-orang non-Hindu. Apalagi saat ini pemerintah daerah di Bali konsen terhadap penguatan desa adat. “Tidak hanya pemerintah daerah, seluruh elemen masyarakat Hindu di Bali juga harus berperan dalam menjaga tanah Bali ke depan. Selain itu, masyarakat Bali juga harus bisa menggerakkan budaya yang ada di Bali. Budaya yang telah ada harus mampu disesuaikan dengan perkembangan zaman dengan tetap mempertahankan taksu budaya Bali,” tegasnya. (win)
KANAL - Proyek pembukaan mulut kanal yang dilakukan PT BTID beberapa waktu lalu. Kini, proyek tersebut sudah rampung.
Belum Terealisasi, Pembangunan Jembatan di Ujung Kanal
Denpasar (Bali Post)–
Gelapkan Pajak, Steven Diadili Denpasar (Bali Post)Dididuga menggelapkan dana pajak milik perusahaan PT Pendawa Jaya Bali, Steven Talenta Epavroditus alias Steven diadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (3/1). Ia diduga menggelapkan dana pajak milik perusahaan PT Pendawa Jaya Bali. Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Badung Ni Putu Trisna Dewi, mengatakan terdakwa bekerja sebagai staf accounting sejak 2015 sampai dengan Oktober 2018. Terdakwa bertugas dan bertanggung jawab mengurus pembayaran pajak dan membuat laporan pajak setiap bulannya. Setiap bulan terdakwa rutin menerima kiriman uang dari saksi korban Handiono yang tak lain bos PT Pendawa Jaya Bali. Saksi korban mengirim uang ke rekening terdakwa sebesar Rp 6-7 juta per bulan. Sejak Februari 2016 hingga Agutus 2018 uang kiriman yang seharusnya digunakan membayar pajak itu disalahgunakan terdakwa. Akibat perbuatan terdakwa, saksi korban menderita kerugian Rp 300 juta. (kmb37)
Tiga Buruh Ditangkap, Ribuan Pil Koplo Disita
Denpasar (Bali Post)Tim Satresnarkoba Polresta Denpasar menangkap tiga buruh bangunan yang nyambi menjadi pengedar pil koplo. Ketiga buruh tersebut berinisial RP (25), RF (24) dan MU (27), ditangkap di wilayah Denpasar dan Kuta Selatan, Kamis (3/1) lalu. Dari kasus ini polisi menyita ribuan pil koplo.Informasi yang diperoleh Jumat (4/1) kemarin, polisi masih mendalami kasus ini dan hubungan antara ketiga pelaku. “Kemungkinan barang bukti itu sisa dari penjualan saat perayaan malam tahun baru,” kata sumber tersebut. Terungkapnya kasus ini berkat kerja keras anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar dipimpin Kasat Kompol Aris Purwanto. Berdasarkan informasi masyarakat, petugas melakukan penyelidikan di seputaran Jalan Gunung Soputan I, Denpasar Barat. Pasalnya, di salah satu rumah kos tinggal pengedar obat terlarang yaitu RP. Setelah memastikan RP berada di kamar kosnya yaitu kamar nomor 6, pada Kamis pukul 03.00 Wita dilakukan penggerebekan. Pelaku asal Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) ini ditangkap tanpa perlawanan. Selanjutnya dilakukan penggeledahan dan ditemukan di dalam tas selempang 455 butir pil koplo, satu paket sabu-sabu (SS) seberat 0,83 gram dan uang hasil penjualan pil koplo Rp 60 ribu. Pada waktu bersamaan polisi juga menggerebek rumah di Jalan Gunung Batur Gang Nangka VI, Denpasar. Di salah satu kamar rumah tersebut dibekuk tersangka RF asal Tulung Agung, Jatim. Terkait kasus ini, petugas mengamankan 2.480 pil koplo warna putih dan 500 butir warna kuning. Barang bukti tersebut siap edar dan dibungkus tas plastik. Pada Kamis pukul 06.00 Wita, ditangkap tersangka MU di kamar kosnya di Jalan Pratama Gang Telaga, Kuta Selatan. Polisi lalu menggeledah kamar pelaku dan menemukan tas ransel. Hasil pemeriksaan di dalam tas tersebut ditemukan 5.000 pil koplo. Selanjutnya pelaku dibawa ke Mapolresta Denpasar. Kapoltabes Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan mengakui banyak menangkap pelaku kasus narkoba. “Hari Senin (7/1) kita rilis ya. Rilisnya nanti di Renon,” tegasnya. (kmb36)
Pembukaan mulut kanal di ujung utara Pantai Serangan telah rampung digarap PT BTID. Namun rencana pembangunan jembatan sebagaimana permintaan sejumlah warga Serangan kepada PT BTID hingga kini belum terealisasi. Karena itu, PT BTID diharapkan memenuhi janjinya untuk membangun jembatan di ujung kanal.
MENGEMBALIKAN DESA ADAT SEBAGAI PUSAT KEBUDAYAAN
yang nantinya digunakan oleh warga Serangan melaksanakan upacara Mamintar yang digelar setiap tahun. Surat tersebut ditandatangani PT BTID yang diwakili General Manajer Island Manajement I Made Sumantra dengan warga yang diwakili Bendesa Adat Serangan I Made Sedana. Hanya saja, sehari setelah penandatanganan kesepakatan itu, General Manajer Island Manajement PT BTID Made Sumantra
mengatakan, meski ada kesepakatan, semua pihak harus mematuhi dan memahami peraturan dan perundangan yang berlaku. Karena sesuai dengan master plant dan izin prinsip, PT BTID mempunyai hak pengelolaan sebagaimana dalam HGB. (kmb12)
Ditemui di sela-sela kegiatan adat Jumat (4/1) kemarin, Lurah Serangan I Wayan Karma mengakui kanal yang sempat dijanjikan dulu oleh pihak BTID hingga kini belum dibangun. Padahal jembatan tersebut sangat diharapkan
warga Serangan, terlebih bagi nelayan. Pasalnya, akses menuju pantai saat ini sangat terbatas. “Kami tetap berharap agar kanal tersebut segera bisa dibangun. Apalagi pembukaan kanalnya sudah selesai,” ujarnya.
Sebelumnya, pembangunan jembatan tersebut disepakati antara PT BTID dengan perwakilan warga yang tertuang dalam surat perjanjian yang dibuat kedua belah pihak. PT BTID telah sepakat untuk membangun jembatan
Denpasar (Bali Post)Anggota Subdit 4 Direskrimum Polda Bali mengungkap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Jumat (4/1) kemarin. Terkait kasus ini, polisi menangkap dua pelaku berinisial NKS (49) dan NWK (51) di Jalan Sekar Waru 3B, Sanur, Denpasar Selatan. Korbannya berusia 14 tahun hingga 17 tahun asal Bekasi dan Jakarta. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja mengatakan, hasil penyelidikan dan penyidikan, para korban direkrut oleh agen di Bekasi atas suruhan dari tersangka NKS. Para korban diiming-imingi bekerja di Bali sebagai booking order. Mereka dijanjikan disiapkan fasilitas rumah, salon dan gaji antara Rp 5 sampai Rp 11 juta per bulan. “Dengan janji-janji itu, korban tergiur bekerja ke Bali,” ujarnya. Setelah korban bersedia, lalu dibelikan tiket pesawat ke Bali. Setibanya di Denpasar mereka ditampung di rumah NKS. Selanjutnya
korban ditawarkan kepada lelaki hidung belang dengan cara dipajang di Hall 3B milik tersangka NWK. Korban dieksploitasi secara seksual dengan tarif Rp 250-300 ribu per jam. Setiap harinya korban melayani hingga delapan pria hidung belang. “Salah satu korban tidak tahan dan akhirnya melarikan diri dari tempat penampungan. Selanjutnya melaporkan kejadian itu ke Polda Bali didampingi petugas P2TP2A Denpasar,” kata Hengky Widjaja. Berdasarkan laporan tersebut, Tim Subdit 4 Ditreskrimum menggerebek tempat penampungan dan eksploitasi tersebut. Alhasil petugas menangkap kedua pelaku dan mengamankan lima korban. Selain itu disita barang bukti satu buku catatan tamu, booking/pembayaran, foto kopi kartu keluarga (KK) dan foto kopi tiket pesawat. “Kasus ini masih didalami penyidik. Kedua pelaku sudah ditahan dan diproses sesuai prosedur,” tegas Hengky Widjaja. (kmb36)
DIPERIKSA - Salah satu pelaku TPPO diperiksa penyidik.
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Polda Ungkap Kasus Perdagangan Orang
Bali Post/ist
Ida Pedanda Putra Beluwangan ”Puput Palebon” Ibunda Sekda Kota Denpasar
819446 / 081337032965
Topik :
Bali Post/kmb12
Bali Post/ara
PALEBON - Suasana palebon alm. Jero Raga, ibunda Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, Jumat (4/1) kemarin.
UPACARA Pitra Yadnya digelar keluarga besar Puri Jambe Celagigendong, Denpasar, bertepatan dengan rahina Sukra Wage Wuku Kuningan atau Panampahan Kuningan, Jumat (3/1) kemarin. Yadnya tersebut merupakan penghormatan terakhir bagi alm. Jero Raga yang merupakan ibunda Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara. Palebon ibu dengan sembilan anak ini yang mengambil tempat di Setra Agung Badung, Denpasar di-puput Ida Pedanda Putra Beluwangan. Sejak pagi tampak keluarga, kerabat dan masyarakat di Banjar Celagigendong, Gelogor, Pameregan, dan Alangkajeng (Cemerlang) datang silih berganti guna mempersiapkan palebon wanita asal Banjar Kedua, Peguyangan ini. Dengan menggunakan bade dan
lembu putih, iring-iringan palebon beranjak menuju setra Agung Badung, Denpasar tepat pukul 12.00 Wita. Suara angklung, kidung dan baleganjur menambah khidmat jalanya upacara diiringi Baris Ketekok Jago. Manggala Karya A.A. Ngurah Oka Wiranata yang merupakan putra bungsu almarhumah mengatakan, rangkaian palebon ini telah dilaksanakan sejak 28 Desember 2018, yang diawali dengan nyiramin, dilanjutkan upacara ngeringkes dan manah toya ning pada tanggal 2 Januari, disusul 3 Januari 2019 dilaksanakan upakara praline pering. Pada saat puncak karya palebon dimulai sejak pagi hari yang diawali dengan ngutang pering, dan dilanjutkan puncak karya palebon yang di-puput oleh Ida Pedanda Putra Beluwangan. Sedangkan untuk
tedun layon di puri dan di tunon di-puput oleh Ida Pedanda Griya Tegal. Oka Wiranata mengatakan, seluruh perlengkapan sarana dan prasarana karya telah didukung oleh krama Banjar Cemerlang. “Kami berterimakasih kepada semua pihak, utamanya krama Banjar Cemerlang yang telah menyukseskan karya palebon ibunda kami ini,” paparnya. Sementara itu, AAN Rai Iswara mengatakan pihaknya sangat berterimakasih terkait kelancaran jalannya prosesi palebon sang ibunda. “Kami keluarga besar mohon maaf yang sebesar-besarnya apabila dalam kehidupanya ibu kami ada kekurangan, serta terima kasih kepada masyarakat yang telah membantu lancarnya karya palebon ini,” paparnya sembari mengagumi keteladanan sang ibunda. (ara)
BADUNG
Sabtu Kliwon, 5 Januari 2019
3
Bali Post/kmb23
TUKAD MATI - Penataan muara Tukad Mati kawasan Patasari, Kuta.
Dikebut, Pengerjaan Bendung Gerak Muara Tukad Mati Mangupura (Bali Post)Penataan Tukad (Sungai) Mati di kawasan Patasari Kuta, saat ini fokus pada pengerjaan bendung gerak pada muara sungai dan tanggul pada alur sisi kiri dan kanan. Penataan yang dilakukan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida ini dilakukan sepanjang 1
km dengan lebar 50 meter sebagai pengendali banjir. Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Penataan Tukad Mati, I Wayan Riasa, pembangunan bendung gerak pada hilir sungai tersebut terus dikebut. Mengingat saat ini musim hujan. Selain fungsi utamanya sebagai sarana pengendali banjir dan
menanggulangi rob, bendung gerak ini juga untuk menampung air sungai saat musim kemarau. Sehingga dalam jangka panjang bendung gerak ini juga dapat difungsikan sebagai tambahan sumber air baku PDAM. Bendung gerak ini, kata Riasa pada saat banjir dan air laut surut, seolah-olah
tak ada bendung. Sedangkan bendung tetap dalam kondisi apapun kondisinya tetap seperti bentuk awalnya. “Bendung gerak ini nantinya multifungsi. Selain sebagai sarana pengendali banjir, juga penampung atau suplai air baku untuk PDAM,” katanya, Jumat (4/1). Ditambahkannya, bendung
2019, Badung Tanpa Angkutan Umum Gratis
Mangupura (Bali Post)–
Kabupaten Badung pada tahun 2019 tidak lagi memiliki angkutan umum gratis. Sebab, kendaraan pengumpan (feeder) yang selama berapa tahun terakhir menjadi kendaraan umum telah dihapus. Padahal amanat UndangUndang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pemerintah Daerah wajib menjamin tersedianya angkutan umum. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Badung AA Rai Yuda Darma, mengakui pada tahun ini tak bisa menyiapkan angkutan umum sebagaimana amanat UU Nomor 22 Tahun 2009. Rencana menyiapkan bus sekolah gratis pun batal terlaksana. “Kami punya angkutan pengumpan Bus Trans Sarbagita, namun sekarang tidak efektif lagi, maka kami tiadakan. Sebagai gantinya kami akan adakan angkutan
umum yang khusus mengantar anak-anak pergi ke sekolah (bus sekolah gratis). Tapi karena ada rasionalisasi anggaran, tidak bisa tahun ini,” ungkap Yuda Darma, Jumat (4/1) kemarin. Kendati demikian, pihaknya menampik jika Badung bertentangan dengan UU Nomor 22 Tahun 2009 lantaran tidak menyediakan angkutan umum. Sebab, dalam aturan itu masih ada kelonggaran. Namun pihaknya akan mencoba
mengusulkan bus sekolah gratis ini pada tahun 2020. “Menurut aturan tetap disesuaikan dengan kemampuan daerah. Nah, sekarang anggarannya tidak memungkinkan, jadi apa yang kami rancang (bus sekolah gratis) tidak bisa terealisasi, tapi kajian sudah ada tinggal melaksanakan saja,” tegasnya. Mantan Camat Kuta Utara itu mengatakan, transportasi gratis khusus pelajar akan diterapkan di
Mangupura (Bali Post)Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) terjadi di Jalan By-pass Ngurah Rai, depan Kantor Lurah Kedonganan, Kuta, Jumat (4/1) kemarin. Pengendara motor, Usmiyani (46) awalnya menyenggol mobil di depannya. Akibatnya, dia jatuh ke kiri lalu ditabrak truk dan langsung tewas di TKP. Kasatlantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo menyampaikan, kejadiannya pukul 10.15 Wita. Korban bera-
lamat di Jalan Siligita Gang Jambu, Kuta Selatan (Kutsel) ini mengendarai motor Honda Vario melaju di belakang mobil yang nopolnya tidak diketahui. Sedangkan truk dikemudikan Irwanto (19) beralamat di Jalan Raya Uluwatu, Kutsel, bergerak di lajur kiri. “Setibanya di TKP mobil yang tidak diketahui nopolnya itu mengurangi kecepatan, lalu bodi mobil di bagian belakang kiri disenggol pengendara sepeda motor (Usmiyani-red),” ujarnya.
Akibat kejadian itu, Usmiyani oleng ke kiri lalu tertabrak truk tersebut. Akibat kejadian itu, darah keluar dari hidung dan telinga Usmiyani. Diduga dia mengalami cidera kepala berat (CKB) dan meninggal dunia di TKP. Warga yang ada di TKP langsung mengevakuasi korban, lalu dibawa ke rumah sakit. Sedangkan barang bukti diamankan di Polresta Denpasar. (kmb36)
air laut. “Elevasi air yang melimpah di atas bendung gerak sudah diperhitungkan dengan kemampuan bendung gerak mampu menahan beban yang diterima. Apabila banjir yang terjadi melebihi beban yang direncanakan maka bendung gerak akan otomatis mengalami pengempisan,” ucapnya.
Menghindari air meluap pada musim hujan, pihaknya sudah membuat saluran pelimpah pada sebelah timur sungai. Selain itu, saat ini alur sungai semuanya telah dibuka. Diharapkan proyek pengendalian banjir pada sungai tersebut dapat selesai tepat waktu, sehingga dapat segera difungsikan. (kmb23)
Ratusan Warga Belum Terekam E-KTP
seluruh kecamatan. Hal ini telah berdasarkan kajian yang dilakukan. “Hasil studi mencakup enam kecamatan. Mungkin awal kami akan pakai sebagai role model adalah Kecamatan Badung Utara, setelah itu baru mencakup kecamatan yang ada di Badung Selatan,” jelasnya. Pihaknya meyakini, bila angkutan sekolah gratis telah berjalan sedikit banyak bakal mengurangi kepadatan kendaraan pada jam-jam sibuk. “Kalau nanti ini berjalan, harapannya kan anak-anak tidak lagi bawa kendaraan pribadi untuk berangkat ke sekolah. Dengan begitu kepadatan kendaraan akan berkurang,” sebutnya. (kmb27)
Pengendara Motor Tewas Ditabrak Truk
gerak dengan tinggi mercu 3 meter itu, nantinya diharapkan dapat meminimalisir air laut masuk ke hulu sungai ketika kondisi pasang dan saat banjir dari hulu. Dengan adanya bendung gerak, banjir yang terjadi di hulu sungai diharapkan dapat tetap mengalir ke hilir tanpa diganggu dengan rob akibat pasang
Mangupura (Bali Post)– Awal 2019, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Badung masih disibukkan dengan perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP). Dari 353.411 warga yang wajib KTP, yang sudah melakukan perekaman 352.492 orang, sedangkan yang belum merekam 919 orang. Menyikapi prihal tersebut, Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Badung, Putu Suryawati, mengakui terus melakukan berbagai upaya untuk menyelesaikan perekaman e-KTP. “Kami melakukan jemput bola dengan mendatangi
warga lanjut usia (lansia) dan warga yang sakit,” ujar Putu Suryawati, Jumat (4/1). Menurutnya, upaya yang telah diterapkan sejak lama itu bertujuan untuk mempercepat proses perekaman. Dengan upaya yang dilakukan, pihaknya menargetkan perekaman warga, khususnya yang tercecer, bisa rampung pada bulan Januari 2019. “Mudah-mudahan Januari ini selesai, ke depan untuk mempercepat proses perekaman dan mengantisipasi warga tidak melakukan perekaman, kami akan mengoptimalkan perekaman bagi anak-anak yang lahir antara tahun 2002. Karena itu, sasaran perekaman ini khususnya ke sekolah-
sekolah,” terangnya. Dikatakan, rencana perekaman ke sekolah-sekolah akan dimulai 14 Januari mendatang. Program ini akan dilakukan dengan mendatangi langsung sekolah. “Mudah-mudahan dengan ini perekaman bisa cepat,” ucapnya. Seperti diketahui, warga yang belum melakukan perekaman data kependudukan akan diblokir. Dengan diblokirnya data kependudukan ini, maka warga yang belum melakukan perekaman otomatis tidak akan mendapat semua pelayanan kependudukan. Hanya pemblokiran bersifat sementara sepanjang warga yang bersangkutan belum melakukan perekaman. (kmb27)
Denpasar (Bali Post)Gubernur Bali Wayan Koster lewat Surat No.593.1/5132/UPT. P2.BPKAD telah menyatakan permohonan Kepala Desa Tibubeneng untuk memanfaatkan aset tanah Pemprov Bali SHP No.60, tidak dapat dipertimbangkan. Salah satunya karena tanah yang kini difungsikan untuk lapangan itu akan digunakan kepentingan yang lebih luas oleh Pemprov Bali. Kepala UPT Pengamanan Aset Pemprov Bali, Ketut Nayaka, dikonfirmasi Jumat (4/1) kemarin mengatakan Pemprov Bali memiliki aset tanah seluas kurang lebih 1,6 hektar di Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung. Dari luasan tersebut, 10 are lebih
telah dipinjamkan untuk Kantor Desa dan sekitar 25 are telah dibangun untuk gedung serbaguna desa setempat. Itu sebabnya permintaan Desa Tibubeneng tidak dapat dipertimbangkan untuk memanfaatkan sisa tanah yang kini berupa lapangan. Terlebih gedung serbaguna yang ada juga dapat digunakan untuk kegiatan olahraga, seperti futsal dan badminton. “Rencana ke depan kan ada pemanfaatan nanti, untuk apa (memang) belum ada desain. Nanti kita optimalkanlah kalau ada pihak yang berkeinginan menggunakan dengan pola kerja sama atau sewa, supaya ada pendapatan,” ujarnya. Menurut Nayaka, optimalisasi aset merupakan salah
satu upaya Pemprov Bali untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Apalagi tanah lapangan di Desa Tibubeneng itu lokasinya cukup strategis dan bernilai tinggi. Dikatakan, gubernur juga sudah berbicara langsung dengan Kepala Desa Tibubeneng terkait masalah itu. Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra mengatakan, aset tanah berupa lapangan di Desa Tibubeneng memang akan dimanfaatkan oleh Pemprov untuk kepentingan yang lebih luas. Artinya, tanah itu tidak akan digunakan untuk kepentingan pribadi ataupun untuk hal yang aneh-aneh. “Tidak ada hal-hal yang aneh-aneh,” tegasnya. (kmb32)
Aset Tanah Pemprov di Tibubeneng Dioptimalkan untuk Peningkatan PAD
Penggunaan Kantong Plastik Masih Marak ”Pergub itu Maret baru berlaku, agar orang paham itu (Pergub –red) perlu waktu sosialisasi. Jadi tidak manis sekecap (dapat dirasakan sekarang).” Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan
Mangupura (Bali Post)Peraturan Bupati Badung No. 48 Tahun 2018 dan Perbup No. 47 tahun 2018 yang diterbitkan pemerintah setempat 28 November 2018, belum membuahkan hasil. Anehnya, tidak sedikit masyarakat yang belum mengetahui adanya peraturan tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse dan Recycle Melalui Bank Sampah dan Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Hal tersebut terlihat dari penggunaan kantong plastik di sejumlah pusat perbelanjaan dan pasar tradisional di Badung. Padahal, dalam aturan tersebut jelas meminta agar masyarakat,
termasuk pengusaha mengurangi penggunaan kantong plastik untuk kelestarian lingkungan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung Putu Eka Merthawan, saat dikonfirmasi tidak menampik perihal tersebut. Sebab, peraturan yang melibatkan desa pakraman ini baru diberlakukan tiga bulan ke depan. “Pergub itu Maret baru berlaku, agar orang paham (Pergub –red), itu perlu waktu sosialisasi. Jadi tidak manis sekecap (dapat dirasakan sekarang),” ungkap Eka Merthawan, Jumat (4/1). Menurutnya, pada waktunya nanti upaya pengurangan
penggunaan plastik di wilayah Badung akan diberlakukan di seluruh lini. Seperti tempat ibadah, pasar tradisional, seluruh akomodasi pariwisata, kantor pemerintah, rumah sakit, puskesmas, terminal, bandara, mall, destinasi wisata dan lainnya. “Kami akan melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan, Dinas Kesehatan dan OPD terkait lainnya sampai perangkat desa. Jadi, tidak tugas kami saja di LHK yang bertanggung jawab,” tegasnya. Tak hanya itu, mantan Kabag Humas Badung itu juga memasukkan Perbup tersebut dalam
awig-awig/pararem desa adat yang bersangkutan. Dengan begitu program pengurangan penggunaan plastik dapat dimaksimalkan, karena didukung oleh seluruh komponen dan kebijakan dari hulu hingga hilir. “Jadi Pergub ini tidak seperti macan ompong karena sudah terintegrasi. Bahkan kami sudah melakukan sosialisasi jauh sebelum Pergub itu diluncurkan, tepatnya Mei kemarin dalam program Batik, yakni Badung Anti Kantong Plastik,” jelasnya. Birokrat asal Sempidi itu berharap berlakunya kedua Perbup tersebut tidak sekadar euforia. Namun benar-benar mengubah
pola pikir masyarakat tentang bahaya sampah plstik bagi lingkungan dan kehidupan manusia. “Bukan masalah tas yang dipakai tapi bagaimana pengawasannya, agar masyarakat menghormati peraturan tersebut. Ini PR berat bagi kami, bukan bim salabim hilang, tapi kami butuh tiga tahun mengubah pola pikir masyarakat,’ sebutnya. Lantas apa ganjaran bagi pelanggar Perbup tersebut, Eka Merthawan mengakui akan bersinergi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat dan pihak kepolisian. (kmb27)
dAERAH
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L
HUT Ke-16 Team Operasional Banjar Kedaton Kesiman
Tertibkan Duktang, Bebaskan Wilayah dari Terorisme Denpasar (Bali Post) Di Denpasar, kiprah Team Operasional Banjar Kedaton Kesiman kini dijadikan model oleh banjar lainnya. Perangkat di bawah banjar ini memiliki multifungsi dari penertiban penduduk pendatang (duktang), memberi penerimaan kepada banjar hingga cegah tangkal teroris. Pada Jumat (4/1) malam kemarin, Team Operasional Banjar Kedaton, Kesiman, Petilan genap berusia 16 tahun. Puncak HUT digelar secara meriah di jaba Puri Agung Pemayun Kedatoan, Kesiman. Puncak HUT ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Team Operasional Banjar Kedaton yang juga Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede, S.H., disaksikann Kades Kesiman Petilan, I Wayan Mariana, Klian Adat Banjar Kedaton, A.A. Ketut Agung, S.H., Kadus I Nyoman Kondra dan I Made Candra Wijaya. Turut hadir juga dalam cara tersebut Panglingsir Puri Ida Nararya Oka Pemayun, Rai Wirajaya dan Adi Ardana. Saat itu, Ngurah Gede memaparkan kelahiran tim yang
dipimpinnya 4 Januari 2003 pascabom Bali I adalah untuk mencegah tangkal ancaman terorisme. Selain itu, kawasan terbuka Padanggalak yang masuk wilayah banjar sering terjadi masalah akibat ulah para preman warga luar banjar. Kedua, adanya tekad bersama untuk mengelola kawasan ekonomis secara mandiri. Dari situ dibentuklah tim yang beranggotakan 60 orang, dibagi dalam enam kelompok. Tim ini secara rutin menggelar razia duktang, ronda malam, serta membantu keamanan warga saat ada upacara panca yadnya. Razia duktang pun dilakukan menggunakan prinsip edukasi yakni berupa pembinaan agar mereka menjadi warga yang baik dan nyaman berusaha di wilayah banjar. Saat itulah, tim membantu banjar memungut biaya pengaman yang pas disebut penayuh untuk keselamatan bersama. Warga Banjar Kedaton, Kesiman mengakui Team Operasional banyak berperan untuk menciptakan keamanan wilayah serta tiap bulan memberi kontribusi kepada banjar. (025)
S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Bali Post/dok
WISATA - Sejumlah wisatawan mancaranegara ketika menikmati keindahan objek wisata penelokan, Kitamani, Bangli.
2018, Kunjungan Wisman ke Bali Turun 21,37 Persen posisi kedua diakibatkan karena adanya kisruh toko-toko Cina di Bali yang ditutup karena beroperasi ilegal. Hal tersebut berdampak pada banyak charter flight yang cancel ke Bali karena para agen Cina tidak lagi mendapat subsidi dari toko-toko yang telah ditutup itu. Dropnya market Cina terjadi di kuarter ke-4 tahun 2018 sehingga dampaknya sangat signifikan terhadap total kunjungan ke Bali yang menempatkan pasar Cina pada posisi kedua setelah Australia. Namun pada tahun 2019, ia yakin pasar Cina akan kembali meningkat, tentu dengan kualitas yang lebih baik dari spending power-nya dan length of stay-
nya. Sedangkan pasar Australia merupakan tradisional market Bali dan sering disebut sebagai Bread & Butter, yang artinya Bali merupakan destinasi pilihan dan favorit untuk turis Australia. “Ini yang harus dipertahankan dengan promosi yang konsisten,” tandasnya. Demikian juga Eropa, Rusia, dan Jepang yang mesti digarap secara konsisten agar tetap menjadikan Bali sebagai favorite destination. Mengingat pasar ini pasar yang berkualitas dengan spending power dan length of stay yang lama, selama di Bali. Pasar tersebut juga sangat peduli terhadap lingkungan dan budaya lokal. Sehingga untuk pariwisata keberlanjutan, Bali harus fokus ke pasar-pasar traditional itu. Tentu itu merupakan harapan baru di era baru Bali sebagai tempat wisata paling favorit di dunia. Co Founder Pramana Experience I Nyoman Sudirga Yusa, CHA. yang mengelola sekitar 30 properti mengatakan wisman
Denpasar (Bali Post) Bulog Divisi Regional Bali meluncurkan 5 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk operasi pasar (OP). Sebanyak 5 ton beras CBP tersebut terdiri atas beras medium dan beras premium. Kepala Bulog Divisi Regional Bali Yosef Wijaya mengatakan beras medium yang diluncurkan itu untuk OP. ‘’Memang kalau kita lihat ada data statistik, kemarin yang ada kenaikan sedikit dari beras medium. Namun demikian dalam mobil kita sediakan juga beras premium. Karena kita tahu prevalensi masyarakat Bali itu cenderung ke beras premium,’’ ungkapnya, Kamis (3/1). Sebanyak 5 ton beras CBP tersebut sudah digelontorkan ke pasar. Meski demikian, stok beras Bulog saat ini 13.000 ton. Stok tersebut cukup untuk menjamin ketersediaan pasokan beras sampai 6 bulan ke depan. Kenaikan harga beras yang
terjadi Desember 2018 dikarenakan terjadi kelangkaan barang yang menyebabkan harga naik. Mengingat pada Desember 2018 ada perayaan Natal, Galungan dan malam tahun baru yang memicu peningkatan konsumsi. ‘’Makanya kita langsung turun ke pasar. Jadi kita juga berikan ke distributor dan mitra kerja Bulog,’’ imbuhnya. Namunm kenaikan harga beras tidak signifikan terjadi. Kenaikannya hanya 0,25 persen. Ke depan dengan adanya Kuningan dan Imlek serta peak season, prediksinya kenaikan konsumsi beras akan terjadi. Maka dari itu, ia akan terus melakukan OP. ‘’Kita akan melakukan intervensi pasar kalau ada harga yang meningkat,’’ imbuhnya. Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Bali Causa Iman Karana mengatakan, dengan adanya stok beras yang cukup hingga
Denpasar (Bali Post) Kunjungan wisatawan Australia ke Bali pada tahun 2018 kembali menduduki posisi pertama. Sedangkan di posisi kedua adalah Cina. Bahkan, kunjungan wisatawan Cina ini turun 37,51 persen. Meski turun tajam, namun kunjungan wisatawan Cina pada November 2018 mengalami peningkatan 12,80 persen (yoy). Namun, dibandingkan Oktober 2018, kunjungan wisatawan ke Bali turun 21,37 persen.
P R O F I L E C E R I T A
Sabtu Kliwon, 5 Januari 2019
I Gusti Ngurah Gede, S.H
Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Adi Nugroho. Pertumbuhan wisatawan tertinggi ke Bali pada November 2018 secara yoy adalah wisatawan Singapura yaitu 52,97 persen, kedua Jepang dan Amerika Serikat sebesar 40,42 persen, India 35,59 persen, Malaysia 30,97 persen. Jika diurutkan dari sisi jumlah wisatawan, kunjungan tertinggi adalah Australia sebesar 87.344 orang, Cina 73.822 orang, India 28.639 orang, Jepang 19.357 orang, Amerika Serikat 18.989 orang. Wakil I DPP IHGMA I Made Ramia Adnyana mengatakan, terkait menurunnya market Cina ke
terbanyak yang datang ke Ubud adalah wisatawan Eropa sebesar 73 persen, khususnya United Kingdom. Dalam kondisi low season pun, wisman Eropa yang ke Ubud tetap stabil yaitu okupansi ditutup 87 persen di bulan November 2018. Target pemerintah untuk mendatangkan 20 juta wisman, Cina yang paling banyak secara total. Tapi yang masuk ke Ubud saat ini terbanyak Eropa. Karena memang dari tahun 1920-an, yang pertama membangun destinasi Ubud adalah seniman asli Eropa, ada Arie Smith, Bonnet, Antonio Blanco. “Ubud memang kuat basenya Eropa, karena memang dari tahun itu memang sudah terkenal di Eropa,” ujarnya. Turis Eropa lebih mengapresiasi budaya Bali dan adat istiadat. “Mereka lebih mencintai budaya. Begitu ngomong budaya, mereka pasti interest,” ungkapnya. Spending money wisatawan Eropa sama dengan market Australia dan Amerika. (kmb42)
Pemerintah Diminta Waspadai OP, Bulog Luncurkan 5 Ton CBP Harga Barang-barang ”Volatile Food” Denpasar (Bali Post) Pemerintah diminta mewaspadai harga barang-barang volatile food atau barang-barang bergejolak yang dikonsumsi setiap hari. Pasalnya, barang-barang tersebut yang menyebabkan inflasi di Denpasar dan Singaraja. Meskipun inflasi di Denpasar yaitu 3,4 persen (yoy) tahun 2018 lebih tinggi dari inflasi di Singaraja yaitu 1,88 persen (yoy), namun perbedaan inflasi itu menunjukkan pola konsumsi yang berbeda. Penyumbang inflasi tertinggi untuk kedua wilayah tersebut adalah barang-barang bergejolak (volatile food) dengan tingkat inflasi tahun 2018 di Denpasar 5,97 persen dan Singaraja 4,67 persen. Demikian disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Adi Nugroho, belum lama ini. Adi Nugroho mengatakan, pola inflasinya masih sama dengan tahun lalu baik untuk wilayah Denpasar maupun Singaraja. “Yang perlu mendapat perhatian adalah tingkat inflasi di Denpasar dengan Singaraja memperlihatkan kontras yang cukup kuat,” ujarnya. Denpasar inflasi 3,4 persen, sementara Singaraja 1,88 persen. Ini mengisyaratkan ada pola konsumsi yang agak nyata berbeda antara Denpasar dan Singaraja. Tapi di balik perbedaan pola konsumsi, ternyata sumber penyebab inflasi juga menunjukkan pola yang sama. Bahwa di Bali, sumber inflasi yang menonjol adalah yang berasal dari barang-barang yang bergejolak, barang kebutuhan konsusmi seharihari. Sedangkan barang-barang yang tahan lama, yang harganya
diatur pemerintah (administered), pengaruhnya lebih kecil. “Ini berarti ada panduan, kalau ingin mengendalikan inflasi maka konsentrasi pada barang yang bergejolak harganya atau barang konsumsi sehari-hari yang sekali pakai, ini lebih dibutuhkan untuk menghadapi tahun-tahun yang akan datang. Tapi sekaligus jangan mengabaikan yang sudah mapan, baik inflasi inti atau inflasi administered price, jangan diabaikan,” tandasnya. Dengan perbedaan inflasi antara Denpasar dan Singaraja yang cukup signifikan, jika dikaitkan dengan daya beli, Adi mengatakan harus melihat indikator yang lain, seperti pertumbuhan ekonomi, pendapatan per kapita dan sebagainya. “Tapi yang segera kelihatan adalah pola konsumsinya, artinya ada barangbarang yang lebih tersedia di sana (Singaraja) dan lebih bergejolak di Denpasar. Tapi untuk jenis-jenis yang bergejolak di sana juga sebetulnya termasuk bergejolak pada level yang lebih rendah,” ujarnya. Melihat kondisi inflasi pada Desember 2018 dan inflasi secara total tahun 2018, yang terbebani target inflasi adalah nasional karena masih belum terlampaui targetnya. “Sedangkan Denpasar dengan tingkat inflasi 3,4 persen, di bawah 3,5 persen, jika mau diwaspadai maka Denpasar yang PR-nya lebih tebal daripada Singaraja,” tandasnya. Deputi Direktur Bank Indonesia KPw Provinsi Bali Azka A. Subhan mengatakan, dengan adanya Galungan dan Nataru pada Desember 2018 menjadi kekhawatirannya. Namun, ternyata angka inflasi
Desember 2018 dikatakan cukup prestisi. “Kita memperkirakan 0,75 persen di Denpasar sehingga perkiraan inflasi tahun 2018, 3,10. Tapi ternyata lebih sedikit yaitu inflasi Desember 2018, 0,77 persen, persis banget,” ungkapnya. Selain itu, yang menarik adalah inflasi Bali dan nasional secara total tahun 2018 adalah 3,13 persen. Ini menunjukkan penurunan harga lebih rendah dari tahun 2017 yang mencapai 3,32 persen. “Nasional dan Bali sama-sama turun tapi nasional turunnya lebih banyak. Nasional dari 3,6 persen jadi 3,13 persen. Sedangkan Bali dari 3,32 persen menjadi 3,13 persen,” ungkapnya. Angka inflasi 3,13 persen menurutnya bagus, karena inflasi idealnya tidak kurang dari tiga. Jika kurang dari 3 maka dampaknya ke pertumbuhan ekonomi yang kurang. Dengan inflasi 3,13 persen di Bali tahun 2018 maka pertumbuhan ekonomi Bali dipastikan lebih tinggi daripada tahun 2017. Ekonomi 2018 diperkirakan tumbuh 6,2 - 6,3 persen. “Padahal, kita koridornya sekitar 3,5 persen. Tapi inflasi 3,1 persen adalah angka yang bagus untuk nasional maupun untuk Bali,” ujarnya. Adanya Gunung Agung yang kembali bergejolak ia belum bisa memperkirakan, dampak ekonomi dan inflasinya. Yang menjadi kekhawatirannya adalah penutupan bandara. Jika terjadi, maka semua lini ekonomi akan berdampak baik hotel, restoran, UMKM, dll. “Jangan lupa, ekonomi Bali 50 persen lebih ditopang pariwisata,” tandasnya. (kmb42)
Denpasar (Bali Post) Anak buah kapal (ABK) KM Cahaya Makmur, Wawan Kuswandi (54), ditemukan meninggal dunia di geladak kanan KM Cahaya Rejeki 88 yang bersandar di Dermaga Barat Pelabuhan Benoa, Denpasar, Jumat (4/1) kemarin. Korban meninggal diduga terpeleset lalu jatuh di TKP. Informasi yang diperoleh di lapangan, Rudi Kurniadi (30), ABK Kapal Omega Jaya sekitar pukul 14.30 wita hendak mandi. Berhubung air tawar di kapalnya habis,
saat itulah Rudi melihat korban dalam posisi telungkup. Kondisi korban saat itu hidungnya mengeluarkan darah. “Saksi (Rudi -red) memberi tahu teman-temannya. Selanjutnya, kejadian ini dilaporkan ke Polsek Kawasan Laut Benoa,” kata sumber di kepolisian Jumat kemarin. Kapolsek Kawasan Laut Benoa Kompol Made Sukerti, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. “Awalnya, saya sedang patroli di seputaran Pelabuhan Benoa, ditelepon ada kejadian itu.
Saya langsung ke TKP,” tegasnya. Setibanya di TKP, Kompol Sukerti menemukan posisi korban tertelungkup. Kata dia, posisi KM Cahaya Rejeki 88 dengan kapal tempat korban bekerja bersebelahan. “Hasil pengamatan saya, posisi kaki korban menyilang. Ada juga beberapa papan di TKP. Dugaan sementara korban terpeleset lalu jatuh di TKP,” ucapnya. Selanjutnya, mayat korban dibawa ke RSUP Sanglah. Terkait kejadian ini, polisi sedang memeriksa saksi-saksi. (kmb36)
pertengahan tahun, maka ia tidak khawatir dengan harga beras. Terbukti dari inflasi Bali tahun 2018 yaitu 3,1 persen. ‘’Memang beras jadi penyumbang tapi relatif kecil dibanding tahun sebelumnya. Karena mekanisme Bulog dan TPID sudah berjalan baik sekali,’’ ungkapnya. Selain beras, komoditas lain yang perlu diwaspadai adalah kenaikan harga bawang dan cabai merah. Komponen volatile food menjadi hal yang patut diwaspadai kenaikan harganya. ‘’Kalau sama–sama bersinergi, target inflasi pasti tercapai,’’ ungkapnya. Anggota Satgas Pangan Polda Bali Wayan Sinaryasa mengatakan, satgas melakukan pemantauan juga dilakukan terhadap distributor. ‘’Fokus kita ke spekulan yang nakal sudah dipantau setiap hari. Indikasi penimbunan belum ada,’’ ungkapnya. (kmb42)
Diduga Terpeleset, ABK Ditemukan Meninggal
Bali Post/ist
CBP - Kabulog bersama TPID dan Satgas Pangan Polda Bali berfoto bersama di gudang Bulog Batubulan usai peluncuran CBP untuk OP.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
daerah
Sabtu Kliwon, 5 Januari 2019
5
TERBAKAR - Mobil pengangkut barang rongsokan yang terbakar.
Mobil Pengangkut Barang Bekas Terbakar Mangupura (Bali Post) Mobil pick-up pengangkut barang bekas terbakar Jumat (4/1) kemarin. Peristiwa ini terjadi di Jalan Nusa Dua Selatan, tepatnya di depan Hotel Hilton, Kuta Selatan (Kutsel), pukul 12.07 wita. Sopir mobil, Moh Dofir (34) dan Mohammad Ninit Sugianto sebagai kernetnya, dalam kondisi
selamat. Menurut sumber, mobil pickup DK 9474 DH awalnya melaju dari Sawangan menuju Lapangan Lagoon, Nusa Dua, dengan mengangkut barang rongsokan berupa kardus dan botol. Setibanya di jalan menurun, tepatnya depan Hotel Hilton Sawangan, tiba-tiba terlihat kepulan asap dari bawah
mesin, tepatnya di bagian aki mobil dan mobil langsung berhenti di pinggir jalan. Mengetahui hal itu, Dofir dan Sugianto langsung keluar dari mobil. Selanjutnya, Dofir mencabut kabel aki. Karena asap telanjur banyak sehingga timbul percikan api dan membakar mobil tersebut. Sugianto panik
dan berusaha mencari air untuk memadamkan api. Dari keterangan Yustina Bora (30), satpam Hotel Hilton, ia baru kembali dari makan siang dan melihat di sebelah hotelnya ada asap. Bora lantas mengecek dan yang terbakar ternyata mobil pengangkut barang rongsokan. Bora langsung menelepon atasan-
nya untuk meminta bantuan dan akhirnya teman-teman sekuriti lainnya datang membantu memadamkan api. Namun, api terlalu besar sehingga atasannya menelepon pemadam ITDC. Pukul 12.20 wita, dua mobil pemadam ITDC tiba di lokasi yang selanjutnya memadamkan api. Dalam waktu singkat, api ber-
hasil dipadamkan. “Dugaan awal kebakaran itu karena korsleting sehingga menimbulkan percikan api,” ujarnya. Kanit Reskrim Polsek Kutsel Iptu Muh. Nurul Yaqin saat dikonfirmasi mengatakan belum monitor. “Ntar saya cek dulu, habis dari Polda,” ucapnya. (kmb36)
Kapolda Perintahkan Tangan dan Kaki Pelaku Narkoba Dirantai
Denpasar (Bali Post) Mengawali tahun 2019, Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose menyampaikan Commander Wish, Jumat (4/1) kemarin. Terkait organized crime khususnya premanisme dan menekan peredaran narkoba di Pulau Bali, Kapolda kembali bersikap tegas. Jenderal bintang dua ini memerintahkan Direktur Resnarkoba supaya pelaku kejahatan narkotika diperlakukan sama dengan pelaku organized crime. “Rantai tangannya, rantai kakinya. Buat mereka jera. Ini semua untuk kebaikan generasi putra-putri penerus di Pulau Bali,” tegas Kapolda Golose. Di hadapan 748 personel perwakilan dari masingmasing Satker dan Polres di Gedung Perkasa Raga Garwita (PRG) Polda Bali, disampaikan ada 9 poin yang menjadi Commander Wish Kapolda tahun 2019. Pertama, menggelorakan s e m a ng at p e rs a t ua n d a n kesatuan masyarakat Bali dalam bingkai NKRI. Kedua, menjaga, mengamankan, dan menyukseskan pesta demokrasi tahun 2019 yang aman, damai, dan sejuk. Ketiga, menekan peredaran narkoba yang datang dari dalam maupun luar negeri. Keempat, tetap konsisten untuk tidak memberi ruang bagi organized crime (premanisme) dalam bentuk apa pun.
Kelima, menekan bibit radikalisme dan melaksanakan pre-emtive strike terhadap ancaman terorisme. Keenam, pemberantasan korupsi, pungutan liar dan kasus tanah secara tegas serta berkelanjutan. Ketujuh, mencari bibit-bibit putra-putri terbaik sebagai kader penerus dan pemimpin Polri. Kedelapan, meningkatkan fasilitas kesehatan bagi personel Polda Bali serta pelayanan kepada penyandang disabilitas. Poin terakhir yaitu kesembilan, m enja dikan Bali sebagai model tertib berlalu lintas. Dalam arahannya, Irjen Golose menyampaikan saat ini, Polri sedang berada di era perubahan. Seluruh personel diminta untuk meninggalkan budaya lama dan meningkatkan disiplin serta berbakti kepada bangsa dan negara. Dia menegaskan kalau tidak
mau berubah, maka akan tergilas oleh zaman itu sendiri. Berkaitan dengan pesta demokrasi 2019, Kapolda menegaskan pemilu di Bali harus aman, damai, dan sejuk. Polri bersama unsur TNI dan stakeholder lainnya bahu-membahu mengamankan seluruh tahapan pemilu. Pengamanan akan dilakukan secara all out dengan mengerahkan seluruh kekuatan. Termasuk mengerahkan Bhabinkamtibmas menjadi ujung tombak untuk menyampaikan pesan pemilu damai kepada masyarakat. “Bali adalah barometer keamanan Indonesia dan dunia. Sekecil apa pun yang terjadi di Bali maka dunia akan mengetahui. Oleh karena itu, seluruh personel agar mengamankan pemilu tahun 2019 dengan maksimal,” tegas jenderal bintang dua di pundak ini. (kmb36)
Sistem Buka-Tutup, Antisipasi Kemacetan Saat Pemasangan SKTT Mangupura (Bali Post) Proyek pemasangan Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 150 kV yang dikerjakan PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Timur dan Bali (UIP JBTB) I di kawasan Jalan Darmawangsa, Kuta Selatan, sempat mendapat keluhan masyarakat. Pasalnya, dengan lebar jalan yang kecil, jalur tersebut sering mengalami kemacetan. Bagian Teknik JBTB I, Aditya, saat dikonfirmasi Kamis (3/1), menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Karena memang pekerjaan ini sedikit
mengakibatkan kemacetan. Namun, tujuannya adalah untuk keandalan sistem kelistrikan Bali. Diungkapkannya, kabel bawah tanah ini dipasang dari kawasan Pecatu, Ungasan, Kutuh, hingga Nusa Dua. Untuk antisipasi kemacetan kata Aditya, pihak pelaksana proyek sudah melakukan pengaturan untuk penempatan alat maupun pemasangan rambu serta menerapkan traffic management. Dengan diberlakukan sistem buka-tutup, akan membantu memperlancar arus lalu lintas. Pembuatan jalur kabel ini dikebut. Saat
Bali Post/kmb23
SKTT - Meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Bali Selatan, PLN UIP JBTB I mulai melakukan pemasangan SKTT 150 kV.
ini, progres pengerjaan sudah memasuki 27 persen. Diharapkan, seluruhnya bisa selesai pada Maret atau April mendatang. Sementara pembangunan gardu di Pecatu sedang dikerjakan dan diharapkan selesai barsamaan. Dengan adanya penambahan gardu di Pecatu, akan ada tambahan daya sebesar 120 MW. Begitu juga di gardu Nusa Dua dan di bandara masing-masing ada tambahan 120 MW. Seperti diketahui, kawasan Badung Selatan seperti Pecatu hingga Nusa Dua, terjadi peningkatan kebutuhan listrik. Sementara, gardu induk saat ini hanya dilayani dari Nusa Dua. Sehingga dengan kebutuhan yang terus meningkat serta dengan jarak suplai yang jauh, terjadi kelebihan persentase pembebanan (overblas). Untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Bali Selatan, PLN UIP JBTB I mulai melakukan pemasangan SKTT 150 kV. Kabel yang dipasang dari kawasan Pecatu hingga Nusa Dua memiliki panjang sekitar 12 km. Sedangkan dari bandara ke Pecatu total panjangnya 10 km. “Total pekerjaan SKTT 150kV dari Bandara-Pecatu hingga Nusa Dua yaitu sepanjang 22 km. Ini nantinya akan dimanfaatkan untuk mensuplai di daerah Pecatu-Nusa Dua dan bandara. Tentunya ini untuk meningkatkan keandalan sistem kelistrikan di Bali Selatan,” ujarnya. Sebagai penguat, di dekat kawasan Bali Pecatu Graha (BPG) dibangun gardu indoor, dengan menerapkan sistem Gas Insulated Switchgear (GIS) atau gardu induk yang menggunakan isolasi gas. (kmb23)
Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose
Gara-gara Klakson, Dolar Diadili Denpasar (Bali Post) Diduga hanya karena membunyikan klakson, Fitono alias Dolar (30) harus berurusan dengan hukum. Dia tersinggung dan menganiaya korban, I Gusti Putu Lila. Dolar pun harus diadili di PN Denpasar, Kamis (3/1). JPU Luh Henny F. Rahayu di hadapan majelis hakim pimpinan I Wayan Kawisada mengatakan penganiayaan yang dilakukan terdakwa terjadi di timur HCS 2, Jalan Taman Sari, Kelan, Tuban, Kuta, pada 1 Oktober 2018 sekitar pukul 21.00 wita. Saat itu, korban sedang mengendarai motor. Di depannya juga ada pengendara lain, termasuk terdakwa. Dari arah belakang korban mengklakson dan mendahului terdakwa. Akibat klakson yang dibunyikan korban sambil mendahului itu membuat terdakwa tersinggung. Terdakwa kemudian memacu motornya dan mengejar korban. Laju kendaraan korban pun dihentikan. Cekcok mulut terjadi. Merasa kesal, terdakwa kemudian mendorong dada korban dengan menggunakan tangan kanannya. Sejurus kemudian memukul korban sebanyak dua kali. Selanjutnya, terdak-
wa kembali mendorong hingga korban membentur tembok. Terakhir, terdakwa merobek baju hitam yang dikenakan korban saat kejadian. Peris-
tiwa itu dengan cepat selesai, setelah beberapa warga yang melihat melerainya. Sementara korban melapor ke polisi. (kmb37)
OPINI
6
Sabtu Kliwon, 5 Januari 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Menjaga Referensi Pemilih Lebih Luas ADA suara kritis tentang pemilu di Indonesia yang penyelenggaraannya hampir tiap hari. Jika tidak pemilu presiden, ada pemilu legislatif. Juga ada pemilu daerah untuk memilih bupati, wali kota atau gubernur. Tidak berhenti di situ saja, pada tingkat yang paling lokal pun masih ada pemilu, yaitu pemilu desa untuk memilih kepala desa. Bahkan mungkin di Bali juga ada pemilu desa pakraman. Dengan jumlah provinsi 34 dan ratusan daerah tingkat II serta ribuan desa, maka suara-suara kritis tersebut dapat dibenarkan. Konsekuensi negara yang menerapkan pemerintahan demokrasi dengan demikian banyak desa dan daerah tingkat di bawahnya memang seperti itu. Tidak masalah sesungguhnya sepanjang penyelenggaraannya aman. Malah secara positif akan mampu memperoleh pelajaran tentang pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Artinya, di antara ribuan pelaksanaan pemilihan itu, pasti ada yang memberikan pelajaran bagus. Siapa tahu ada desa yang memberi tenggang waktu hingga sore atau malam hari utuk waktu pemilihan demi kesempatan warga bekerja di sawah terlebih dahulu. Ini adalah sebuah pembaruan yang dapat memberikan sumbangan pemikiran secara nasional. Bisa saja hal ini memberikan sumbangan kepada dunia internasional. Bahwa kemudian pemerintah membuat kesepakatan aturan tentang pemilu serentak untuk presiden dan anggota legislatif, ini tentu juga kita hargai dan mampu memberikan terobosan alternatif untuk mengurangi jumlah penyelenggaraan pemilu di Indonesia. Paling tidak pemilu ini mampu mengurangi beban penyelenggaraan pemilu legislatif daerah, manakala misalnya diselenggarakan bersamaan dengan pemilihan bupati, gubenur atau wali kota. Positifnya, masyarakat mampu lebih terkonsentrasi untuk mengikuti pemilihan kepala daerah saja. Hanya saja apabila kita lihat, pemilu serentak tahun ini cenderung membuat masyarakat kita lebih banyak memeras otak. Dengan lima pilihan yang harus dicoblos, sudah tentu mereka harus mempunyai referensi untuk lima pilihan tersebut. Mereka harus mempunyai pilihan presiden/wakil, kemudian DPD, DPR, DPRD I dan II. Memerlukan waktu untuk melakukan pilihan seperti ini dan memerlukan kecerdasan untuk menetapkan pilihan. Bagi mereka yang terbiasa dengan masalah politik atau mempunyai pendidikan yang mencukupi, katakanlah setingkat sekolah menengah atas, membuat keputusan terhadap lima pilihan ini tidaklah sulit. Atau bagi mereka yang suka bergaul, berdiskusi dengan pihak lain, sering mendengar berita, juga tidak terlalu sulit untuk mencari referensi lima pilihan tersebut. Akan tetapi, bagi mereka yang pendidikannya kurang, katakanlah yang pendidikannya setingkat sekolah menengah pertama, kemungkinan akan mengalami kesulitan untuk menjatuhkan lima pilihan tersebut. Apalagi jika pendidikannya rendah, kurang pergaulan ditambah dengan kurangnya akses informasi di tempat tersebut. Terhadap keadaan seperti ini, kekhawatiran kita adalah rendahnya kualitas pilihan. Buntutnya ketika hari pencoblosan tiba, mereka memilih hanya sekeadar memilih saja, sekadar menjalankan kewajiban sebagaiwarga negara, tanpa referensi yang jelas. Atau mereka memilih berdasarkan desakan dari parpol yang memaksakan kehendaknya. Tentu saja orang-orang yang terpilih bukanlah orang yang pantas, yang pada kelanjutannya kelak kualitas angggota legislatif kita juga menurun. Inilah barangkali menjadi kelemahan pemilu serentak kita tahun 2019 yang memberikan lima pilihan di tengah-tengah tingkat pendidikan masyarakat Indonesia yang masih belum merata. Maka, untunglah dengan masa kampanye relatif panjang yang diberikan oleh peraturan, kita harapkan referensi para pemilih itu dapat lebih luas, kita juga harapkan agar para juru kampanye partai politik dapat melakukannya secara etis dan beradab, sehingga masyarakat dapat lebih berpengetahuan, dan akhirnya mampu mempunyai referensi lebih baik. Di atas semua itu, kita akan bergembira jika pemilu serentak ini berlangsung aman tanpa perselisihan apapun.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Menunggu Informasi Bandara Buleleng Bandara Buleleng yang lebih sering disebut bendara Bali Utara tampaknya hampir mendekati final. Setidaknya kepastian lokasi makin jelas. Namun, sebagai masyarakat Bali, saya tetap memerlukan informasi yang lebih detail tentang bandara ini. Nantinya, pesawat jenis apa saja yang bisa mendarat di Buleleng. Bagaimana pemerintah akan membangun jalur alternatif menuju bandara jika ada penumpang kebanyakan ingin ke Bali Selatan dengan cepat? Apakah pembangunan shortcut memiliki korelasi dengan pembangunan bandara Buleleng ini. Hal lain yang ingin saya tanyakan adalah terkait dengan daya dukung masyarakat sekitar bandara dan penyelamatan tata ruang di sekitar bandara. Ini tentu harus dipikirkan lebih detail agar kehadiran bandara tidak berdampak pada lingkungan sekitaranya. I Kadek Sujana Denpasar, Bali
Pemilu, Pilihan Pelangi dan Partai ”Konglomerat” Tahun 2019, hajatan politik paling utama yang berlangsung adalah pemilu serentak dan pelantikan presiden. Pemilu serentak ini diselenggarakan pada 17 April. Jadi relatif dekat dari saat ini sedangkan pelantikan presiden akan diselenggarakan pada bulan Oktober. Seperti telah diketahui masyarakat, pemilu bulan April mendatang akan memperebutkan kursi DPR, DPRD Tk I dan II, DPD, presiden dan wakil presiden. Kampanye yang paling ditunggu-tunggu, yaitu penampilan presiden dan wakil presiden akan dimulai tanggal 17 Januari mendatang.
Oleh
GPB Suka Arjawa ebagai sebuah perhelatan, pemilu kali ini mirip dengan pertunjukan yang memberikan ragam kejutan. Untuk pertama kalinya dalam sejarah politik modern (maksudnya setelah tahun 1945), Indonesia menggelar pemilu serentak. Masyarakat memilih lima kandidat mulai dari presiden/ wakil, anggola DPR, DPRD I dan II serta anggota DPD. Lembaran kertas pemilih juga menghebohkan, karena panjangnya lebih dari 80 centimeter dan lebar lebih dari 50 sentimeter (kecuali untuk mencoblos presiden dan wakil presiden). Dengan kondisi seperti itu, bukan saja jumlah coblosan yang banyak tetapi waktu yang diperlukan di tempat pemungutan suara akan jauh lebih banyak dibanding sebelumnya. Karena itu, waktu tutup pemilihan seharusnya lebih panjang lagi, tidak hanya sampai pukul 13 demi mengantisipasi lamanya waktu di bilik suara. Dengan catatan seperti itu, maka pemilu serentak 2019 ini seharusnya sangat menarik bagi masyarakat, terutama yang pernah mengikuti pemilu sebelumnya di Indonesia. Sebagai sebuah penggalian pengalaman, perhelatan ini memberi kesempatan pengalaman baru bagi seluruh pemilih. Pemilih lama akan mendapat pengalaman baru dengan demikian banyaknya pilihan yang dilakukan dan demikian panjang lebar serta warna-warni kandidat. Bagi pe-
milih pemula jelas pemilu merupakan sebuah pengalaman baru. Maka dari sisi ini saja, seharusnya pemilu 2019 minim golput dan maksi pemilih. Penyelenggara pemilu kiranya dapat membuat tagline pemilu dengan titik pusat perhatian pada keunikan dan kebaruan format pemilu tersebut sebagai nilai jual. Akan rugi bagi pemilih jika harus golput dan tidak hadir pada pengalaman pertama pemilu serentak kali ini. Dari sisi tantangan terhadap kecerdasan, pemilu ini merupakan penantang kecerdasan paling tinggi. Mungkin untuk memilih presiden dan wakil, tidak terlalu sulit untuk mengungkap kecerdasan pemilih. Tetapi untuk kandidat yang lain seperti DPD dan DPRD dan DPR, para pemilih harus cerdas dan tekun untuk melihat calon yang akan dipilihnya. Perhatian harus ditujukan kepada banyak kandidat. Jika tidak ingin rugi secara politik, maka akan siasia pilihannya. Kedemokrasian dan kebebasan juga dapat tercermin lebih besar pada pemilu 2019 ini. Banyak yang menyebutkan bahwa efek ekor jas (coattail efect) akan berpengaruh pada pemilu kali ini. Efek ini mengasumsikan bahwa pilihan struktur atas akan mempengaruhi pilihan pada partai di bawahnya. Akan tetapi bagi pemilih cerdas, rasional dan demokratis tidak akan terpengaruh oleh hal ini. Dengan hasil olahan otak dan ra-
sional yang dilakukannya, mereka akan memungkinkan memiliki lima pilihan (partai) yang berbeda. Inilah pilihan politik pelangi yang sekaligus memberikan penyadaran bagi masyarakat dengan iklim demokrasi yang sesungguhnya. Demokrasi itu tidak harus seragam tetapi memberikan tempat kepada pilihan yang paling layak untuk muncul ke permukaan berdasarkan pilihan nurani. Pemilu dengan karakter seperti ini pula akan mampu secara tidak langsung memberikan penyadaran sosial dan budaya, bahwa Indonesia itu merupakan negara bhineka. Keragaman agama dan kebudayaan bukan saja disebabkan oleh takdir tetapi juga merupakan sebuah pilihan dan kedekatan. Ini tidak ada bedanya dengan pilihan dan afiliasi politik. Pemilihan umum sesungguhnya juga ada pada ranah tersebut. Pemilih akan memilih sesuai dengan pilihan hati setelah melakukann rasionalitas pertimbangan. Pemilih juga akan menjatuhkan pilihan berdasarkan kedekatan. Pemilihan umum serentak dengan lima pilihan tahun 2019 ini sangat memungkinkan bagi masyarakat Indonesia melakukan pilihan yang berbeda partai antara DPD, DPRD, Legislatif dan pasangan presiden/wakil. Tidak akan elok jika harus memaksakan pilihan biar partainya sama kalau memang calon yang ditawarkan itu tidak sesuai dengan kehendak hati
nurani. Ini merupakan kedekatan antara keragaman masyarakat Indonesia dengan keragaman pemilihan pada pemilu yang akan datang. Efek positif bagi masyarakat dari pemilu serentak seperti ini cukup besar, karena akan mendapatkan kandidat yang lebih mampu mengeksplorasi nilai-nilai pribadi pemilih. Tantangan justru dihadapi oleh kandidat dan partai politik. Dengan demikian banyaknya saingan dalam pemilu kali ini, maka mau tidak mau para calon harus mampu membuat pilihan tema kampanye yang paling spesifik dan sekaligus mengemasnya dalam nilai-nalai (partai) yang ada. Bagi seorang kandidat calon legislatif daerah kabupaten misalnya, ia tidak hanya menghadapi saingan dari kalangan internal partai tetapi juga dari partai lain. Akan tetapi, mereka mau tidak mau juga harus menghadapi kandidat dari calon provinsi, pusat, DPD bahkan pasangan calon presiden/wakil. Karena kampanye dalam pemilu kali ini bersamaan semua, maka seluruh kandidat itu juga berkampanye bersama-sama. Ini benar-benar tejadi tabrakan kampanye secara masif dan terjadi juga tabrakan nilai-nilai, ide, dan janji-janji kepada masyarakat. Semuanya itu berseliweran masuk melalui ranah publik. Karena begitu banyaknya nilai-nilai yang berseliweran, maka yang paling dapat diingat oleh masyarakat adalah nilai yang paling spesifik, rasional dan tidak muluk-muluk. Tentu juga gimmik yang mudah diingat masyarakat adalah penampilan dan bahasa tutur kandidat manakala mereka melakukan kunjungan langsung ke lapangan. Ide dan nilai-nilai yang mirip, apalagi sama, tidak akan mungkin mendapat tempat di masyarakat. Inilah yang menjadi tantangan bagi para kandidat nanti. Khusus bagi calon anggota
Mengisi Kemerdekaan Indonesia TANTANGAN kehidupan berbangsa selalu muncul. Pascakemerdekaan RI, upaya mengisi kemerdekaan juga sarat tantangan. Kini, setelah kondisi kehidupan masyarakat berangsur membaik muncul kembali permasalahan lain yakni masalah internal bangsa yang berkaitan dengan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintahan pada saat itu kemudian membuat terjadinya reformasi. Dua puluh tahun reformasi sudah berlalu tetapi masih banyak yang terjebak dalam nostalgia masa lalu dan belum bisa move on dari peristiwa tersebut. Tujuan dari reformasi untuk memperbarui tatanan kehidupan bermasyarakat agar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 belum sepenuhnya terealisasi. Tujuan tersebut hanya dapat tercapai apabila masyarakat sudah sadar bahwa masa pascareformasi merupakan masa untuk benar-benar mengisi kemerdakaan dan membangun Indonesia menjadi lebih baik. Di masa ini seharusnya bisa diisi dengan berbagai kegiatan bermanfaat seperti dengan berkumpul dan melakukan diskusi kebangsaan yang berkaitan dengan ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan sebagai persiapan agar apabila terjadi suatu permasalahan pada aspek-aspek tersebut maka kita sudah memiliki gambaran atau solusi yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah itu. Tidak perlu menunggu permasalahan muncul terlebih dahulu baru kita sibuk untuk mencari solusi, karena itu hanya akan membuang-buang waktu yang
Oleh
I Gede Yudi Arsawan semestinya bisa digunakan untuk hal-hal yang lebih berguna untuk mempercepat kemajuan bangsa. Tugas lebih berat bahkan sebenarnya dipikul oleh para kaum intelektual terkhusus bagi mereka yang masih muda terutama mahasiswa. Mereka para mahasiswa yang memiliki wawasan dan pengetahuan luas serta lebih banyak waktu luang harus mau
Setiap warga negara memang memiliki perannya masing-masing untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik. Kesadaran untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara sesuai dengan profesi dan pekerjaan masing-masing juga merupakan bentuk nyata dalam upaya untuk mengisi kemerdekaan.
menyumbangkan gagasan dan pemikirannya untuk kemajuan bangsa, selain menempuh pendidikan dan melakukan penelitian, mahasiswa juga harus turun langsung ke lapangan untuk benar-benar memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara, turun langsung ke lapangan bukan hanya berarti mengumpulkan massa dan melakukan demonstrasi di jalan akan tetapi benarbenar hadir di dalam kehidupan masyarakat sehingga kehadirannya dapat dirasakan dan memberi manfaat. Lain halnya bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri, mereka juga dapat menjadi duta negara dan berkontribusi dengan cara mempromosikan kekayaan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat dunia, sehingga nama Indonesia dapat dikenal lebih luas. Setiap warga negara memang memiliki perannya masing-masing untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik. Kesadaran untuk berbuat yang terbaik bagi bangsa dan negara sesuai dengan profesi dan pekerjaan masing-masing juga merupakan bentuk nyata dalam upaya untuk mengisi kemerdekaan. Salah satu ciri warga negara yang baik adalah mereka yang setiap kali berdoa kepada Tuhan selain memohon kesehatan dan keselamatan juga menyelipkan doa agar dirinya dapat berguna bagi keluarga, bangsa dan negara.
legislatif daerah, karena tidak adanya foto pada kertas suara, tantangannya akan berlipat. Pada daerah-daerah terpencil yang mungkin tingkat melek hurufnya masih rendah, bukan tidak mungkin para pemilih akan sulit melakukan pilihan tanpa melihat foto. Ada kemungkinan masyarakat di daerah seperti ini masih sulit dan tidak mampu membaca nama kandidat. Disinilah tantangan spesifikasi nilai dan bahasa tubuh mendapatkan peran utama. Hanya mereka yang berkualitas dan mempersipkan mental dengan baik akan memenangkan pertarungan. Partai politik jelas mempunyai tantangan tersendiri. Partai haruslah mempunyai sikap melindungi para kandidatnya di tengah persaingan ini, sekaligus tidak memihak. Partai melindungi kandidatnya dari persaingan partai lain. Membela dari ancaman fitnah serta berita bohong, menjadi tugas utama partai dalam konteks ini. Perkembangan zaman dengan media sosial harus waspada dengan fitnah dan hoax itu. Yang lebih diwaspadai adalah kondisi internal partai. Bagaimanapun banyak kandidat akan bersaing secara internal untuk memperebutkan kursi legislatif. Partai tidak boleh memihak di sini. Partai adalah sebuah konglomerat yang tidak saja mempunyai anak “perusahaan” berupa calon dari DPD, DPR pusat-daerah, presiden/ wakil, tetapi juga masing-masing anak buah di masing-masing “perusahaan” tersebut. Itulah yang harus dijaga kekompakannya oleh parti agar “perusahaannya” tidak kolaps. Penulis, staf pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana.
POJOK Pemkab Klungkung siapkan semua Puskesmas rawat inap. -Tentu ada dokter dan fasilitas pendukung. *** 2019, Kabupaten Badung tanpa angkutan umum gratis. -Sudah tidak zamannya gratis. *** Janji investor bangun jembatan di Serangan belum terealisasi. -Janji tinggal janji ya?
Penulis, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
TABANAN
Sabtu Kliwon, 5 Januari 2019
7
Hipertensi, Terbanyak Ditangani Puskesmas KASUS penyakit terbanyak yang ditangani puskesmas di Tabanan selama 2018 adalah hipertensi. Beberapa tahun belakangan hipertensi selalu berada di peringkat 10 besar, menyebabkan penyakit ini harus diberikan standar pelayanan kesehatan di setiap pelayanan primer. Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan Tabanan I Wayan Triana, Jumat (4/1) mengatakan berdasarkan data, dari 10 besar penyakit, hipertensi memang menduduki peringkat pertama dengan jumlah kasus 9.321 dengan rincian 3.769 pasien laki-laki dan 5.561 perempuan. Mulai meningkatkan kasus hipertensi di masyarakat membuat pemerintah memasukkan penyakit ini sebagai salah satu dari 12 layanan kesehatan yang masuk dalam standar pelayanan minimal (SPM). Selain hipertensi, kasus kesehatan yang mendapatkan SPM adalah pelayanan kesehatan pada usia produktif, pelayanan kesehatan pada usia lanjut, pelayanan kesehatan penderita DM, pelayanan kesehatan orang dengan gangguan jiwa berat, pelayanan kesehatan orang terduga tuberkulosis, pelayanan kesehatan orang dengan risiko terinfeksi virus HIV, pelayanan kesehatan ibu hamil, pelayanan kesehatan bayi baru lahir, pelayanan kesehatan ibu bersalin, pelayanan kesehatan balita dan pelayanan kesehatan pada usia pendidikan dasar. Dijelaskan Triana, standar pelayanan minimal ini artinya tidak hanya kegiatan difokuskan pada kegiatan kuratif atau pengobatan juga kegiatan promotif dan preventif. ‘’Misalnya pada hipertensi. Puskesmas memiliki program untuk turun langsung ke rumah-rumah melakukan cek tensi untuk menemukan kasus. Jika ada potensi ke hipertensi akan diberikan sosialisasi mengenai pencegahan dengan penerapan hidup sehat. Apabila ditemukan kasus hipertensi dan memerlukan pengobatan, maka penderita disarankan untuk rutin mengambil obat ke puskesmas,’’ jelas Triana. Selain tindakan aktif dari petugas kesehatan, Triana berharap masyarakat mulai sadar melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Jadi, tidak hanya datang periksa saat sakit saja. Adapun deteksi dini dasar yang disarankan adalah pemeriksaan tensi rutin dan pemeriksaan darah dasar seperti kolesterol, asam urat dan gula darah. Dengan deteksi dini ini, masyarakat akan tahu potensi-potensi penyakit yang mengancam sehingga bisa dilakukan tindakan pencegahan agar tidak jatuh sakit. Selain hipertensi, penyakit noninfeksi yang masuk dalam 10 besar penyakit terbanyak yang dilayani di Puskesmas sepanjang tahun 2018 adalah Diabetes Mellitus (DM) type II) sebanyak 2.477 kasus. Sementara untuk penyakit infeksi terbanyak adalah jenis common cold atau infeksi saluran pernafasan (flu) sebanyak 3.590 kasus menyusul demam sebanyak 1.849 kasus. (san)
”Barrier Gate” Parkir Transit Pasar Tabanan Difungsikan Besok Tabanan (Bali Post)Setelah diuji coba selama tiga hari, barrier gate atau sistem parkir otomatis di areal parkir transit Pasar Tabanan akan diberlakukan mulai Minggu (6/1) besok. Sebelum difungsikan akan dilakukan upacara ngulap ambe pada Hari Raya Kuningan, Sabtu (5/1) ini. “Harus di-ulap ambe dulu, rencananya besok (hari ini, red), dan Minggu diharapkan sudah mulai dioperasiokan, sehingga lebih efektif penerapannya,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan I Made Agus Hartawiguna, Jumat (4/1). Lanjut Agus, meski ada penerapan sistem parkir otomatis, petugas jaga di lokasi tersebut tidak ada pengurangan yakni delapan orang petugas ditambah dua orang pengawas terbagi menjadi dua shift. “Petugas kita tetap efektifkan yang ada, apalagi mereka sudah dilatih, tinggal pola tugas dan SOP-nya menyesuaikan,” jelasnya. Agus yang juga mantan Camat Selemadeg ini mengatakan, penerapan sistem parkir otomotasi ini kemungkinan akan menyasar lokasi yang menjadi imbas penerapan dari e-parkir. Seperti di Jalan Danau Tamblingan, Jalan Kenyeri maupun depan Gedung Mario. “Intinya kita optimalkan dulu yang ada, sembari terus kita lakukan sosialisasi pada masyarakat dan pedagang setempat selaku pengguna layanan,” tegasnya. Penerapan sistem pembayaran parkir ini sama dengan sistem di bandara. Kendaraan, baik itu roda empat maupun sepeda motor yang hendak masuk areal parkir transit Pasar Tabanan memencet tombol dari mesin yang disiapkan untuk mendapatkan tiket parkir dan otomatis pintu gate (palang) terbuka. Ketika pulang, pedagang ataupun masyarakat membayar dengan uang elektronik di pintu keluar. Untuk meminimalisir kebocoran karena di sebelah timur pasar juga terdapat pintu keluar lainnya, maka di lokasi tersebut akan dipasang portal agar kendaraan tidak bisa masuk. Keluar masuk kendaraan hanya bisa diakses lewat pintu depan. “Jalan di sebelah Kawan Sport itu akan ditutup dengan portal sehingga kendaraan tidak bisa masuk, hanya pejalan kaki saja yang bisa masuk, karena semua kendaraan keluar masuk diarahkan hanya satu pintu,” ucapnya. Mengingat program ini masih baru, terus dilakukan pengembangan dan sosialisasi, di mana masyarakat belum banyak yang memiliki kartu elektronik, pihaknya juga akan menyiapkan petugas yang tetap siaga membantu. (kmb28)
Bali Post/ist
PARKIR - Barrier gate di parkir transit pasar Tabanan akan segera difungsikan.
WISATA - Salah satu destinasi wisata di Desa Timpag yang diharapkan dapat mendatangkan wisatawan mancanegara.
Bali Post/ist
Desa Timpag Kembangkan Empat Destinasi Wisata
SETELAH menggulirkan program inovatif UMaurip di Desa Timpag tahun 2018, Kecamatan Kerambitan terus mengembangkan wilayahnya dengan beragam potensi. Khusus di Desa Timpag sebagai tindak lanjut program UMaurip, tahun 2019 ini kembali dikembangkan destinasi wisata yang terintegrasi dengan program sebelumnya. UMaurip merupakan program holistik yang digagas untuk menjangkau aspek pertanian, pelestarian lingkungan, pariwisata, pendidikan, kuliner, seni budaya dan olahraga. Apa saja itu?
“Ada empat destinasi wisata yang kami kembangkan di Desa Timpag atau disebut mengenal alam Timpag di tahun 2019 ini. Selain UMaurip destinasi wisata lainnya yakni Undagi Farmers Village, D’bendungan, dan Titi Empak River Tubing,’’ ujar Camat Kerambitan, I Gede Sukanada, Jumat (4/1). Seperti diketahui, ada beberapa unsur dalam program UMaurip seperti pelestarian babi hitam, pelestarian Tyto Alba, jogging track dan permainan anak-anak. Sementara Undagi Farmes Village yakni destinasi wisata religi berupa
pancuran bermata tujuh di Banjar Undagi, Desa Timpag yang selanjutnya dikelola oleh komunitas dan nantinya bisa digunakan sebagai tempat melukat. Sementara destinasi wisata D’Bendungan memfungsikan potensi view Bendungan Telaga Tunjung serta Gunung Batukaru. Di sini akan disiapkan spot selfie di lahan milik warga, dilengkapi tempat nongkrong dengan sajian kuliner khas Timpag, seperti babi hitam dan sayur gonda. Sedangkan destinasi Titi Empak River Tubing memanfaatkan saluran irigasi
bersumber langsung dari air Telaga Tunjung sehingga wisatawan bisa bermain air. “Jadi ini telah kami kembangkan dan sudah ada komunitas yang mem-back-up,” terang Sukanada. Dengan keberadaan empat destinasi wisata di Desa Timpag, diharapkan akan mampu menarik wisatawan lokal dan mancanegara untuk datang dan tentunya bekerja sama dengan travel agent. “Di UMaurip tanggal 13 Januari nanti ada kegiatan bazar dengan menu babi hitam dan jukut gonda. Kami bekerja sama dengan pelaku pariwisata dengan
tujuan mendapat masukan dan arah pengembangan,” katanya. Tak hanya itu, seiring perkembangan nantinya akan digagas pembentukan badan pengelola di Desa Timpag ditarget 2019 sudah bisa terealisasi. Ditambahkan pula selain di Desa Timpag, di wilayah selatan Kecamatan Kerambitan juga sudah dilakukan pengembangan. Seperti Uma Kawan di Desa Baturiti, dan pengelolaan Pantai Kelating di Desa Kelating. “Ini akan kami integrasikan jadi satu kesatuan, supaya tidak tumpang tindih,” tandasnya. (bit)
Atasi Sampah, Pemkab Gandeng Jepang
Tabanan (Bali Post)-
Permasalahan sampah belum bisa ditangani maksimal. Di Kabupaten Tabanan upaya mengatasi persoalan sampah mendapat dukungan pemerintah Toyama, Jepang berupa bantuan mesin pengolah sampah menjadi pupuk. Bahkan tahapan kerja sama ini sudah dalam proses penjajakan lokasi. Diperkirakan tahun 2020 bantuan tersebut sudah terealisasi. “Masih inventarisasi tempat, di mana cocoknya, karena pemerintah Jepang sangat teliti,” beber Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan, Anak Agung Raka Icwara, Jumat (4/1). Raka Icwara menyampaikan, saat ini Jepang sedang melakukan penjajakan ke Kabupaten Tabanan. Bahkan penjajakan sudah dilakukan dua kali, karena pemerintah Jepang sangat teliti agar bantuan tersebut bisa tepat guna. “Jepang sudah dua kali ke Tabanan melakukan penjajakan bantuan mesin tersebut, untuk selanjutnya belum tahu prosesnya, apakah nanti kami yang diajak ke Jepang untuk
melihat mesin yang sudah ada, tinggal tunggu arahan dulu,” terang Raka Icwara. Sementara terkait lokasi pengolahan sampah tersebut, Raka Icwara belum tahu pasti, karena harus menyesuaikan dengan potensi. Apakah nantinya akan dibuat di TPA Mandung, Kecamatan Kerambitan atau di daerah Desa KabaKaba Kecamatan Kediri, bekas tempat pembakaran sampah. “Karena ini masih penjajakan kami belum tahu, yang jelas bantuan yang didapat selain mesin sekaligus juga bangunan tempat mesin tersebut,” tegasnya. Sebelumnya Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryas-
tuti pernah menyampaikan bahwa Pemkab Tabanan akan selalu terus belajar, khususnya dalam pengolahan sampah. Bahkan Bupati Eka berharap dapat mengubah mindset masyarakat tentang bagaimana pengelolaan sampah. “Paling tidak ke depan semua pihak harus ikut bekerja sama dan memonitoring, sehingga tercapai kebersihan dari hulu ke hilir,” ucapnya. Dikatakannya, sejumlah pengelolaan sampah juga telah banyak diterapkan seperti Bank Sampah, arisan sampah, minimarket sampah, dan inovasi lainnya. Seperti diketahui sebelumnya, pe-
merintah Toyama Jepang juga membantu empat alat Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) yang ditempatkan di Subak Jatiluwih. Alat tersebut membantu menggerakkan air menjadi
tenaga listrik. Sehingga areal tracking dan sekitar jalan di Desa Jatiluwih sudah diterangi lampu. Ini sangat membantu para petani pada waktu malam hari untuk melihat saluran irigasi. (kmb28)
penurunan stok. Kenaikan harga beras diatasi dengan pasar murah yang dikerjasamakan dengan Bulog atau dengan menurunkan cadangan beras pemerintah (CPB). Mengenai daya beli
masyarakat, menurut Ekayana dari pemantauan selama setahun tidak ada penurunan dan masih dalam kondisi baik. Ini bisa dilihat dari kenaikan bahan pokok yang dikarenakan suplai yang tidak mencukupi per-
mintaan. ‘’Jadi permintaan tetap suplai berkurang atau permintaan meningkat suplai tetap. Sehingga dilihat dari sisi daya beli masyarakat di tengah kenaikan bahan pokok tetap baik,’’ ujar Ekayana. (kmb24)
Anak Agung Raka Icwara
Bali Post/kmb28
Sepanjang 2018, Daya Beli Masyarakat Masih Baik
Tabanan (Bali Post)Sepanjang tahun 2018, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) beberapa kali turun ke lapangan untuk mengecek kenaikan harga bahan pokok di Tabanan. Sepanjang tahun tersebut, terjadi beberapa kali kenaikan harga pokok, seperti beras, telur, cabai, bawang putih, bawang merah hingga daging ayam. Di tengah kenaikan ini, daya beli masyarakat dianggap masih baik dilihat dari permintaan terhadap bahan pokok tidak pernah mengalami penurunan. Ketua Pelaksana TPID Tabanan yang juga Kabag Ekonomi Setda Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Ekayana, Jumat (4/1) kemarin mengatakan, dari pemantauan sepanjang tahun 2018, beberapa bahan pokok memang mengalami peningkatan meski tidak signifikan. ‘’Karena naiknya tidak signifikan, maka tidak terlalu terpengaruh terhadap inflasi,’’ ujarnya. Meski Tabanan tidak termasuk daerah yang dijadikan ukuran inflasi, namun kata Ekayana pihaknya tetap melakukan pemantauan ke lapangan. Dengan mengetahui trend kenaikan bahan pokok, maka pihaknya bekerja sama dengan OPD terkait bisa mengambil langkah jangka pendek dan jangka panjang. ‘’Jangka pendeknya menggelar pasar murah untuk mengantisipasi kenaikan harga bahan pokok di Tabanan,’’ ujarnya. Ia melanjutkan, kenaikan bahan pokok biasanya terjadi saat mendekati hari besar keagaman. Selain itu, kenaikan terjadi pada saat cuaca buruk yang menyebabkan
Bali Post/kmb24
I Gusti Putu Ekayana
suplai dari daerah penyuplai mengalami hambatan. ‘’Selain itu cuaca buruk juga menyebabkan gagal panen sehingga kebutuhan pokok salah satunya beras, suplainya tidak sesuai permintaan. Ini yang menyebabkan harganya naik di tahun 2018,’’ jelas Ekayana. Penyebab-penyebab naiknya harga pokok di tahun 2018 menjadi catatan sendiri bagi TPID Tabanan maupun OPD terkait untuk mengambil langkah di tahun 2019. Menurut Ekayana, pihak OPD terkait bisa mengambil langkah lewat program-programnya. Misalkan kenaikan bawang putih dan bawang merah bisa ditangani lewat program hortikultura, di mana pemerintah pusat memberikan bantuan kepada petani untuk menanam bawang putih dan bawang merah dalam rangka memenuhi kebutuhan pada saat terjadi
BULELENG
8
Sabtu Kliwon, 5 Januari 2019
Bali Post/kmb38
PERALATAN DIUNGSIKAN - Dampak cuaca buruk, kunjungan wisatawan ke Pantai Penimbangan turun sebesar 20 persen. Puluhan jukung nelayan dan perlengkapan penangkapan ikan di Pantai Penimbangan “diungsikan” ke lokasi lebih aman.
Cuaca Buruk, Kunjungan Wisatawan ke Pantai Penimbangan Sepi KUNJUNGAN wisatawan ke kawasan Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng turun sekitar 20 persen dibandingkan hari biasanya. Ini terasa sejak cuaca buruk terjadi di pesisir Bali Utara itu. Cuaca itu tidak saja mengganggu kunjungan wisatawan, tetapi juga nelayan tradisional di daerah ini. Mereka tidak berani pergi melaut. Malah, perahu dan perlengkapan penangkapan ikan mulai “diungsikan” ke tempat yang lebih aman. Hal itu dilakukan guna menghindari sapuan gelombang pasang. Bagaimanakah dampak kunjungan tamu lokal, wisatawan asing terhadap buruknya cuaca itu? Dari pantauan di lapangan, Jumat (4/1) kemarin, kawasan Pantai Penimbangan yang sebelumnya tidak pernah sepi, sejak beberapa hari terakhir situasinya sepi. Bahkan nyaris tanpa pengunjung. Warung-warung kecil yang dibuka nelayan
hampir semuanya tutup. Kios penyewaan papan kano dan ban dalam bekas untuk berenang di pantai juga tutup. Menghindari dihanyutkan gelombang pasang, perlengkapan wisata bahari di daerah ini sementara dipindahkan ke lokasi
SOSOK Gangguan Lingkungan PANTAI Penimbangan Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng belakangan ini tumbuh jadi wisata di tengah Kota Singaraja. Warga tidak saja sekadar bisa berenang di laut, juga bermain kano, ban dalam bekas, dan belakangan muncul spot diving untuk melihat atraksi dolphin. Dinamika waktu terus berjalan, namun pantai Penimbangan masih mengalami persoalan gangguan lingkungan. Sampah kiriman menumpuk di daratan terutama ketika hujan deras, atau musim cuaca buruk seperti sekarang ini. Tidak saja sampah, pantai ini sekarang dikotori bangkai hewan peliharaan. Tidak heran gangguan lingkungan ini berdampak pada kenyamanan lingkungan di pantai. Salah seorang nelayan, Made Wisata, mengatakan, sampah bangkai hewan peliharaan itu sering hanyut ke sana. Bukan saja anjing, ayam, juga bangkai hewan lainnya kerap ditemukan di daratan pantai. Sampah-sampah juga berserakan. Sudah pasti hal itu bukan saja menganggu kesehatan, juga lingkungan. Ada sampah yang terbukus karung, tanpa pembungkus terhempas ombak. “Saya tidak tahu siapa yang membuangnya,’’ ujarnya. Dirinya benar-benar, tidak habis pikir, kenapa sampah-sampah itu justru dibuang ke pantai. Kenapa mereka tak berpikir sampah-sampah itu dapat menganggu kesehatan, dan mengotori lingkungan pantai. Tidak ingin kenyamanan pengunjung terganggu, Wisata dengan sukarela mengubur bangkai-bangkai hewan itu jauh dari pantai. Wisata memang sadar bagaimana menjaga lingkungan dengan baik. Namun, ia heran, pengelola warung di Pantai Penimbangan itu terkesan “cuek”, kendati lingkungan di sana berbau amis akibat ada bangkai hewan peliharaan. “Dari dulu sebetulnya saya sudah membuang bangkai-bangkai hewan itu, namun tidak pernah ada orang tahu,’’ ujarnya tanpa ingin dipuji. Ada keinginan warga dan kita semua termasuk pemilik warung sama-sama peduli, menjaga lingkungan dengan baik. Namun, ajakan itu tidak ada yang mengikuti. ‘’Sebab sudah tahu ada bangkai hewan, namun tetap dibiarkan saja,’’ keluhnya. Atas persoalan ini, Wisata berharap partisipasi aparat pemerintahan desa, adat dan instansi terkait untuk mencari jalan keluar agar penanganan sampah terutama membuang bangkai hewan itu bisa berjalan optimal. Dia berharap kepada warga yang terbukti membuang bangkai hewan ke laut atau ke sungai, itu agar diberikan sanksi tegas. “Pernah coba ingin mencari tahu siapa yang membuang bangkai itu, tetapi sangat sulit dilakukan. Apalagi tanpa ada dukungan semua pihak utamanya pemerintah. Saya berharap dicarikan jalan keluarnya, mengatasi masalah gangguan lingkungan pantai, agar bisa ditangani optimal,” tegasnya. (mud)
yang lebih aman. Cuaca buruk itu juga berdampak pada nelayan di daerah ini. Mereka tidak berani melaut mencari ikan. Nelayan yang biasanya sering mengantar tamu, untuk melihat atraksi dolphin, dan diving melihat ta-
man terumbu karang, juga ikut terhenti. Tidak heran akibat cuaca buruk itu Pantai Penimbangan yang tadinya ramai oleh pengunjung wisatawan domestik (wisdom), sekarang nyaris tanpa aktivitas wisata. Salah seorang nelayan Kadek Wisata menuturkan, cuaca buruk mulai terjadi sekitar satu minggu lalu. Angin kencang terkadang diikuti hujan deras. Hal itu membuat gelombang tinggi terus datang. Terutama setiap malam ketinggian gelombang bisa mencapai tiga meter. Hempasan gelombang itu terkadang menggenangi halaman warung yang se-
lama ini digunakan menjual jasa kepada para tamu. Beruntung, perlengkapan usahanya di daratan pantai sempat dihempaskan ombak itu lebih awal dipindahkan. Sampai sekarang dia tidak berani menempatkan meja atau kursi untuk wisatawan di daratan. “Mulai kejadian tsunami di Selat Sunda itu ombak terus naik terutama di malam hari. Beberapa hari lalu meja di daratan ini dihempaskan ombak. Beruntung saya bisa menyelamatkan perlengkapan itu. Sekarang sudah semua saya pindahkan karena cuaca masih buruk,” katanya.
Pria asal Desa Baktiseraga menambahkan cuaca buruk itu berdampak terjadi penurunan kunjungan wisatawan ke Pantai Penimbangan. Dari perhitungan kasar, penurunan kunjungan wisatawan sekitar 20 persen dibandingan biasanya. Penurunan ini diakuinya berlangsung relatif lama, karena sesuai musim (sasih-red) menurut Hindu, cuaca buruk mulai melanda perairan Januari sampai Maret. Diperkirakan, kondisi paling parah terjadi akhir Februari sampai awal Maret 2019. Memasuki musim paceklik ini, Wisata berusaha tetap menjalani aktivitasnya. Kalau
gelombang kembali mengecil, dia menurunkan perahu yang berukuran kecil atau papan kano untuk disewakan kepada pengunjung. Hanya saja, cara ini diakuinya penuh risiko, sehingga dirinya setelah memastikan cuaca laut itu benarbenar normal, baru akan pergi melaut. Kalau dulu berlayarnya sampai tiga jam. Namun sekarang durasinya mencari ikan paling sekitar 30 menit saja. “Sekarang sudah paceklik, tamu sepi, nelayan tidak bisa melaut dan situasi paling parah akhir Februari. Bahkan ke depan bisa hingga Maret ombak akan terus bertambah tinggi,’’ tegasnya. (mud)
Tangani Kerusakan Jalan
Tahun 2019, PUPR Alokasikan Anggaran Rp 48 Miliar Singaraja (Bali Post) – Tahun 2019 ini Pemkab Buleleng kembali melakukan perbaikan kerusakan jalan. Total anggaran yang dialokasikan untuk perbaikan infrastruktur jalan di daerah ini senilai Rp 48 miliar. Dengan dana tersebut tercatat ruas jalan diestimasikan dapat diperbaiki sepanjang 48 kilometer. Namun, pelaksanaan proyek itu hanya beberapa paket saja bisa ditenderkan awal tahun ini. Alasannya, belum semua paket perbaikan jalan itu dilengkapi Detail Engineering Disign (DED), sehingga baru awal tahun ini DED-nya akan dipersiapkan. Setelah proses itu berlangsung baru tahapan berikutnya pelaksanaan proyek. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Buleleng Ketut Suparta Wijaya, Jumat (4/1) kemarin mengatakan, dana perbaikan jalan di daerahnya itu berasal dari pos a n g garan Dana Alokasi
Khusus (DAK) sebesar Rp 21 miliar. Dana yang bersumber dari peerintah pusat itu kemudian masuk di APBD. Melalui anggaran yang dialokasikan di APBD itu, kerusakan jalan sepanjang 20 kilometer akan diperbaiki. Paket perbaikan jalan ini menyebar di 10 ruas jalan. Salah satu paket perbaikan jalan dengan sumber dana DAK ini adalah kerusakan Jalan Hasanudin, Singaraja. Jalan yang diperbaiki itu lengkap juga dengan pembenahan trotoarnya sepanjang sekitar satu kilometer. Paket perbaikan dengan dana DAK ini dipastikan mulai ditenderkan awal ta-
Lakalantas, Empat Korban Alami Luka Serius Singaraja (Bali Post) – Empat orang korban lakalantas menderita luka serius hingga dirawat di rumah sakit. Keempat orang itu mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Jalan Seririt – Gilimanuk KM 55 sampai 100 wilayah Desa Pemuteran Kecamatan Gerokgak. Diduga, peristiwa ini dipicu kurang hati-hatinya pengendara sepeda motor saat berlalu lintas di jalan raya. Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya, seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Jumat (4/1) kemarin, mengatakan, lakalantas ini terjadi Rabu (2/1) lalu sekitar pukul 14.30 wita, dan baru dilaporkan kemarin. Lakalantas itu diawali sepeda motor Honda Vario DK-3646-AQ yang dikendarai Ni Kadek Kembar Sari Wati (20) yang membonceng Kadek Wulan Cahyani (22). Keduanya berasal dari Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak. Mereka melintas dari arah Gilimanuk menuju Seririt. Sebelum kejadian, pengendara ini sempat berhenti di pinggir jalan kemudian memotong jalur ke arah selatan. Nahas, saat bersamaan melintas sepeda motor Suzuki Shogun DK-4195-VN yang dikendari Mohamad Yani (16) asal Desa Pejarakan yang membonceng Ali Ismail (17) asal Desa Sumberkima. Diduga pengendara itu tidak bisa mengendalikan kendaraan, sehingga terjadi lakalantas.
“Sesuai laporan Unit Lalulintas (Lantas) Polsek Gerokgak, kecelakaan itu membuat pengendara serta rekan yang diboncengnya dirawat di rumah sakit,” katanya. Akibat benturan keras, kata Iptu Sumarjaya, pengendara dan penumpang yang dibonceng itu terjatuh ke jalan aspal. Bahkan, pengendara dan rekan yang sama-sama diboncengnya itu mengalami luka serius. Warga di sekitar lokasi kejadian itu berusaha secepatnya menolong. Keempatnya kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Akibat tabrakan itu, sepeda motor Shogun rusak berat setelah terjadi benturan keras. Sedangkan, Honda Vario hanya mengalami kerusakan ringan. Kendaraan itu saat ini diamankan di Mapolsek Gerokgak. Dari hasil pemeriksaan sementara pemicu lakalantas ini diduga karena kurang hati-hatinya pengendara Honda Vario. Saat memotong jalur tidak memperhatikan situasi lalulintas di jalan raya, sehingga pengendara Shogun yang datang dari arah berlawanan tidak bisa mengendalikan kendarannya hingga tabrakan itu terjadi. “Kasusnya masih ditangani unit Lantas Polsek Gerokgak,” tegasnya. Pengendara maupun yang dibonceng sama-sama tidak menggunakan helm termasuk tidak membawa SIM. (kmb38)
hun. Ini karena tahun 2018 lalu, pihaknya sudah menyusun dokumen DED, sehingga memasuki tahun ini tinggal tahapan tender di Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Barang dan Jasa. “Yang dananya dari DAK itu di awal tahun ini sudah masuk tahap tender. Seperti di Jalan Hasanudin, kita lakukan perbaikan utamanya jalan dikeraskan termasuk trotoar direhabilitasi,” katanya. Sumber dana murni dari APBD Buleleng untuk perbaikan jalan kata Suparta Wijaya dialokasikan sebesar Rp 27 miliar. Dengan anggaran sebesar itu, PUPR akan bisa memperbaiki kerusakan
jalan sepanjang 28 kilometer. Rinciannya, paket proyek ini berada pada 20 ruas jalan di beberapa kecamatan. Untuk paket perbaikan jalan yang dialokasikan dari dana APBD, baru beberapa saja yang dilengkapi dokumen DED, yang sudah dilengkapi dokumen DED sudah bisa ditenderkan di awal tahun. Sedangkan sisanya, kebanyakan paket proyek yang belum dilengkapi DED. Atas kondisi ini, paket proyek terpaksa ditunda tendernya. Jadi, tendernya menunggu penyusunan DED yang akan dilakukan awal tahun ini. “Dana yang disiapkan dari APBD memang tergantung kondisi anggaran di daerah. Kalau ada jalan yang belum bisa ditangani, tentu nantinya diprogramkan ulang sesuai kebijakan yang ditetapkan pemerintah. Pasti, pemerintah berusaha menangani dengan mencari sumber-sumber dana yang bisa diakses,” jelasnya. (kmb38)
Awal Tahun, Pelaku Curanmor Ditangkap Singaraja (Bai Post) Aksi pencurian sepeda motor terus saja terjadi. Walaupun beberapa pelakunya sudah tertangkap, tetapi curanmor (pencurian sepeda motor) justru terus terjadi di tempat-tempat tertentu. Jajaran Polres Buleleng berhasil menangkap Khairil Anwar, warga Desa Patas, Kecamatan Gerokgak. Dia diduga mencuri sepeda motor. Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan dua unit sepeda sepeda motor dan beberapa barang bukti pencurian lainnya. Penangkapan terhadap pelaku dilakukan polisi atas laporan pencurian sepeda motor DK 2934 UP milik Ilyas, warga Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar. Saat itu korban Ilyas sedang melakukan ibadah sholat di depan Masjid Nurul Islam, Seririt. Namun sekembalinya dari sholat, ia melihat sepeda motornya sudah tidak ada di tempat parkir. Pelaku juga membawa sebuah tas yang berisi kacamata dan aksesoris yang ditaruh korban di atas sepeda motor miliknya. Dari hasil penyelidikan, polisi berhasil menangkap Khairil di rumahnya. Menariknya, dari penangkapan itu, polisi juga menemukan sebuah sepeda motor tanpa pelat nomor. Hingga kemudian diketahui jika motor itu juga meru-
pakan hasil pencurian yang dilakukan pelaku di wilayah Mengwi. Dari hasil pengembangan dan interogasi, ternyata pelaku sejak Agustus 2018 lalu sudah melakukan empat kali pencurian sepeda motor. Dua sepeda motor lainnya sudah berhasil dijual dengan harga murah, masing-masing seharga Rp 2,5 juta dan Rp 3 juta. “Waktu saya ke Denpasar, saya melihat ada motor parkir dengan kunci nyantol. Kemudian sepeda motor itu saya ambil. Lalu saya jual di Singaraja. Pas balik ke Denpasar, saya ambil lagi. Sudah dua sepeda motor laku saya jual murah,” akunya. Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Mikael Hutabarat seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno mengatakan, pelaku dalam melakukan aksinya menyasar sepeda motor dengan kunci masih nyantol. Dari kejadian itu, ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk lebih teliti sebelum meninggalkan sepeda motornya. Sehingga aksi pencurian bisa diminimalisir. “Kami imbau kepada masyarakat, agar kuncinya diperhatikan. Sebisa mungkin diamankan. Kalau perlu pasang kunci pengaman ganda,” ujarnya. Akibat perbuatannya, pelaku Khairil Anwar dijerat pasal 362 KUHP tentang pencurian biasa dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (kmb38)
Sabtu Kliwon, 5 Januari 2019
GIANYAR
Percepat Penanganan Kebakaran, Pemkab Tambah Pos Damkar Gianyar (Bali Post) Kebakaran di Kabupaten Gianyar pada tahun 2018 mencapai 136 kasus. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga membuat Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Gianyar berencana menyiapkan pos pemadam kebakaran (damkar) di tiap kantor camat guna mempercepat penanganan. Dikonfirmasi, Jumat (4/1) kemarin, Kepala Satpol PP Gianyar Cokorda Gde Agusnawa mengungkapkan, saat ini di Kabupaten Gianyar baru ada tiga pos damkar. Rinciannya, Pos Damkar Ubud yang mewilayahi Kecamatan Ubud, Payangan dan Tampaksiring, Pos Damkar Sukawati dan Pos Damkar Gianyar. Sejauh ini, tiaptiap pos memang sudah mampu menjangkau wilayah masing-masing. Penanganan kebakaran juga tak jarang dilakukan secara terpadu dengan melibatkan semua pos apabila diperlukan. Meski demikian, kata Agusnawa, pihaknya tetap
menginginkan penanganan kebakaran bisa lebih cepat yang tujuannya meminimalisasi kerugian dan korban. Jangan sampai akibat penanganan terlambat, masyarakat banyak menderita kerugian. Untuk itu dinilai perlu adanya tambahan pos damkar berikut petugasnya. D e n g a n a d a nya p et uga s damkar di tiap-tiap kecamatan, ia meyakini penanganan kebakaran akan lebih efektif. Petugas juga akan memberikan pelayanan selain masalah kebakaran. “Petugas juga kami fungsikan untuk mengatensi upacara ngaben dan membantu penanganan bencana lain-
nya,” imbuhnya. Menurut Agusnawa, insiden kebakaran dominan dipicu faktor manusia. Sebagian besar penyebabnya akibat ada yang lupa mematikan dupa, lupa mematikan kompor maupun bekas pembakaran sampah. Ke depan, hal ini harus diminimalisasi. Untuk itulah pihaknya berharap masyarakat lebih berhati-hati ketika beraktivitas dengan menggunakan api. Kabid Damkar I Gusti Ngurah Gede Udayadnya menambahkan, total kerugian akibat kebakaran tahun 2018 mencapai Rp 15.776.000.000. Jumlah ini meningkat signifikan
9
dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 78 titik kebakaran dengan kerugian Rp 9.034.225.000. Guna mempercepat penanganan kebakaran, pihaknya melakukan terobosan pada response time rate. Dalam 10 sampai 15 menit setelah mendapatkan laporan, petugas sudah harus tiba di lokasi kebakaran dan melakukan penanganan. Selain menangani kebakaran di wilayah Kabupaten Gianyar, pihaknya juga kerap membantu kabupaten lainnya. Pihaknya berharap semua upaya yang telah dilakukan tersebut dapat mempercepat penanggulangan kebakaran. (kmb25) KEBAKARAN - Petugas saat berupaya memadamkan api di salah satu galeri di Ubud, beberapa waktu lalu.
Menipu dengan Cek Kosong, Pria Asal Badung Diamankan Polisi
Petani Panglan Ajak Wisatawan Cintai Produk Organik
Gianyar (Bali Post) Jajaran Polsek Sukawati mengamankan I Kadek Sukadana (36). Pria yang beralamat di Desa Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung itu diringkus polisi lantaran diduga melakukan penipuan. Menurut informasi, terduga pelaku awalnya membeli material bangunan berupa batu padas di CV Alam Murni yang berlokasi di Banjar Kederi, Desa Singapadu Kecamatan Sukawati, Gianyar. Namun, dia tidak langsung melakukan pembayaran atas beberapa kali pembelian. Lantaran tak kunjung dibayar, pengelola CV Alam Murni lantas mencari Sukadana di rumahnya. Saat itulah Sukadana memberikan cek sebagai alat pembayaran. Namun sayangnya, setelah diclearing, cek tersebut kosong. Korban I Wayan Suteja lantas melaporkan hal ini ke polisi. Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan. Tim Opsnal Polsek Sukawati yang dipimpin Panit 1 Reskrim Ipda Komang Sudarsana akhirnya menangkap terduga pelaku di Jalan Gatot Subroto Timur, Denpasar, Rabu (2/1) lalu. Saat ditangkap, Sukadana tidak melakukan perlawanan. Ketika diinterogasi, ia mengakui perbuatannya melakukan penipuan di CV Alam Murni. Dikonfirmasi, Jumat (4/1) kemarin, Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu I Gusti Ngurah Jaya Winangun membenarkan adanya kasus tersebut. Terduga pelaku telah diamankan dan saat ini pengembangan atas kasus tersebut tengah dilakukan. (kmb25)
GENERASI muda yang berkecimpung dalam pertanian organik di Subak Kana, Banjar Panglan, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring terus berinovasi mengembangkan produk pertanian sekaligus agrowisata. Sembari menata lahan dan komoditas pertanian, secara bertahap para petani juga menggali potensi bisnis yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Seperti yang dilakukan para petani yang tergabung dalam Kebun Mai Organik Bali (KMOB). Saat ini, mereka tengah memperkuat pemasaran hasil pertanian organik melalui program wisata. Menurut Ketua KMOB I Made Kamardiyana, pemasaran produk pertanian organik dilakukan pihaknya dengan menyisipkan beberapa program wisata. Program pertama yaitu community field walk. Wisatawan yang berkunjung ke KMOB akan diajak mengenal lebih jauh tentang adat dan budaya di Pejeng, berjalan di areal persawahan, melakukan permainan tempo dulu, memetik buah-buahan yang siap panen, mengunjungi pura subak dengan sejarahnya, belajar pertanian organik serta memasak di tengah kebun dengan bahanbahan yang sebagian besar diambil selama tour di sawah dan kebun. “Program kedua yaitu cooking class. Tamu akan memetik bahan-bahan yang ada di kebun, mengenal tentang bumbu-bumbu masakan Bali dan memasak enam jenis masakan Bali,” ujar Kamardiyana, Jumat (4/1) kemarin. Melalui program ini, kata Kamardiyana, petani otomatis akan merasakan manfaatnya. Sebab, wisatawan akan membeli hasil pertanian setempat dan harganya pun lebih mahal dibandingkan di pasar umum. Selain itu, petani akan mendapatkan subsidi punia yang akan di-haturkan saat piodalan di Pura Subak. “Kalau tujuan program ini untuk wisatawan yaitu mengajak mereka lebih peduli dengan alam dan apa yang mereka makan,” jelasnya. Untuk memperkenalkan dan menjual program tersebut, pihaknya tidak bisa berjalan sendiri. Maka dari itu, KMOB bekerja sama dengan pihak hotel dan vila di kawasan Pejeng dan Ubud, travel agent hingga yayasan di bidang pertanian dan pemberdayaan masyarakat. “Berbagai program itu merupakan bagian dari sejumlah tahapan pengembangan pertanian organik dan pariwisata,” kata Kamardiyana. Sebelumnya, kata Kamardiyana, KMOB telah melakukan penguatan on the farm melalui pembuatan demplot kebun organik yang menjadi kebun edukasi dan bermain anak-anak. Di sisi peningkatan kualitas SDM, dilaksanakan workshop permaculture bagi petani hingga memperkenalkan petani dengan dunia pariwisata melalui program volunteer. “Dalam program volunteer ini juga merupakan kesempatan untuk petani dan anak-anak sekitar kebun untuk belajar bahasa Inggris,” jelasnya. (ded)
Telepon Penting gianyar Kantor Bupati DPRD BPBD PMK Kantor Satpol PP RSUD Sanjiwani PDAM KPA Gianyar PMI Gianyar KONI Gianyar BNN Kab. Gyr. PLN Kodim 1616 Gyr Koramil Gianyar Koramil Blahbatuh Koramil Tegallalang Koramil Tampaksiring Koramil Sukawati
- 943056 - 943144 - 7844717/7844718 - 943113 - 944436 - 943020 - 944225/943233 - 942184 - 8958414 - 947261 - 946122 - 947166 - 943069 - 942289 - 941167 - 974792 - 901601 - 297564
WISATAWAN - Sejumlah wisatawan mancanegara belajar mempergunakan alat tradisional Bali di KMOB.
Tiap Kecamatan Dapat Tambahan Dua PPK Gianyar (Bali Post) Jumlah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk penyelenggaraan Pilpres dan Pileg 2019 di masingmasing kecamatan di Kabupaten Gianyar kini telah resmi menjadi lima orang. Hal ini menyusul dilantiknya 14 orang PPK tambahan oleh KPU Gianyar. Dikonfirmasi, Kamis (3/1), Ketua KPU Gianyar I Putu Agus Tirta Suguna mengungkapkan, awalnya jumlah PPK di masing-masing kecamatan hanya tiga orang atau totalnya 21 orang untuk Kabupaten Gianyar. Namun, dengan dikabulkannya judicial review yang diajukan KPU RI, maka anggota PPK kembali menjadi lima orang per kecamatan. Agus Tirta Suguna menjelaskan, sebelumnya KPU Gianyar sudah melantik 21 orang PPK yang bertugas di tujuh kecamatan. Artinya, dengan pelantikan PPK tambahan ini, maka terdapat penambahan masing-masing dua PPK di tiap kecamatan. Pihaknya juga telah memberikan pembekalan kepada PPK. Tujuannya agar mereka dapat melaksanakan tugasnya dengan baik saat pemilu mendatang. (kmb25)
Pemerintah Desa Pering Laksanakan Program Santunan Kematian Gianyar (Bali Post) Berbagai inovasi digulirkan Pemerintah Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh guna membantu warganya. Tahun ini, pemerintah desa setempat melaksanakan program santunan kematian. Nilai santunan mencapai Rp 1 juta per orang. Menurut Perbekel Pering Gusti Ngurah Arika, program yang berpihak ke masyarakat ini bukanlah kali pertama dilakukan Pemerintah Desa Pering. Sebelumnya, ada program bantuan paket sembako bagi warga tidak mampu terutama menjelang hari raya. “Pemberian sembako tersebut bertujuan meringankan beban masyarakat kurang mampu karena kebutuhan saat hari raya sangat banyak,” ujar Arika, Jumat (4/1) kemarin. Terkait santunan kematian, Arika menegaskan, santunan tidaklah serta merta diberikan kepada kepada pihak keluarga yang tengah berduka. Santunan baru bisa diserahkan apabila pihak keluarga telah melengkapi persyaratan, salah satunya mengurus akta kematian. “Akta kematian inilah
yang menjadi dasar utama dana santunan dikucurkan,” katanya. Arika mengatakan, sumber dana program santunan kematian berasal dari Bagi Hasil Pajak yang masuk ke Desa Pering. Tahun ini yang merupakan tahun perdana pelaksanaan program tersebut, pihaknya menganggarkan Rp 50 juta. Anggaran tersebut telah berdasarkan sejumlah kajian. “Jumlah penduduk Desa Pering saat ini sekitar delapan ribu jiwa dengan kematian rata-rata 45 jiwa per tahun. Kami merancang program tersebut dengan dasar pemikiran tidak sedikit warga yang kesulitan biaya saat melaksanakan upacara kematian. Selain itu, dengan santunan kematian diharapkan warga Desa Pering bisa lebih tertib administrasi kependudukan terutama akta kematian,” tegasnya. Arika menambahkan, Pemerintah Desa Pering baru bisa membuat program santunan kematian. Memang idealnya ada santunan kelahiran. Namun, baru santunan kematian tersebut yang bisa diwujudkan untuk saat ini. “Belum ada regulasinya. Selain itu, program
ini juga terkait kemampuan anggaran desa. Jadi untuk sementara belum bisa dilaksanakan santunan kelahiran tersebut,” tegasnya. (kmb25)
Gusti Ngurah Arika
Bali Post/ist
JEMBRANA
10
Sabtu Kliwon, 5 Januari 2019
SOSOK Laporan Jujur KPU Jembrana awal pekan lalu telah menerima Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) dari peserta pemilu di Kabupaten Jembrana. LPSDK baik dari 13 partai politik (parpol) peserta Pemilihan Legislatif (Pileg) serta kedua tim kampanye Capres-Cawapres 2019 tercatat nilai sumbangan dana kampanye. Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Jembrana I Nengah Suardana mengatakan, dari batas waktu pengumpulan Rabu lalu, seluruh parpol maupun tim kampanye Capres-Cawapres sudah menyerahkan LPSDK. Laporan ini mencakup informasi sumbangan dana kampanye dari perorangan, kelompok, maupun perusahaan non-pemerintah. Semua parpol menurutnya tercatat menerima sumbangan dana kampanye. Nilainya bervariasi, yang tertinggi mencapai Rp 338.230.000 dan terkecil Rp 1.388.000. Jumlah itu menurutnya bisa berubah dan terjadi penambahan sumbangan. ata PLSDK ini juga berkaitan dengan Laporan Penerimaan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK). Hanya saja LPPDK itu nantinya wajib dikumpulkan pascapencoblosan. Seluruh rangkaian laporan dana kampanye itu akan diaudit KPU Pusat melalui kantor akuntan publik. “Kami tekankan agar membuat laporan sebenarbenarnya. Karena nanti akan diaudit,” terang pria yang akrab disapa Pion ini. Sedangkan untuk kedua tim Capres-Cawapres 2019 di Jembrana nihil sumbangan dana kampanye (olo)
Gas Bocor, Dapur Tasten Terbakar Negara (Bali Post) – Saat penampahan Kuningan, Jumat (4/1) pagi, warga di Pangkung Gayung, Kelurahan Baler Bale Agung, Kecamatan Negara dikejutkan adanya kebakaran. Dapur milik salah seorang warga I Ketut Tasten (64) terbakar, diduga akibat tabung gas 3 kilogram yang bocor. Dengan cepat api merambat di bangunan ukuran 2x5 meter itu dan menghanguskan perabot di dalam dapur. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Warga bersama petugas pemadam kebakaran Pemkab Jembrana memadamkan api agar tidak merembet ke bangunan lain. Bangunan dapur warga itu berdekatan dengan bangunan lain yang difungsikan sebagai warung. Beruntung api tidak sampai merembet hingga ke warung tersebut. Dari informasi, kebakaran terjadi sekitar pukul 07.00 Wita. Saat itu seperti biasa
Ketut Tasten, pemilik rumah, melakukan aktivitas di pagi hari. Saat itu, kompor berbahan gas 3 kilogram dinyalakan untuk memasak. Namun tiba-tiba terbakar, diduga karena gas bocor. Tiba-tiba saja api muncul dari dalam dapur miliknya itu. Warga yang mengetahui kebakaran itu selanjutnya melaporkan kejadian itu ke pemadam kebakaran Jembrana. Sekitar pukul 07.30 Wita, tiga mobil damkar diturunkan untuk memadamkan api dan tidak merembet ke bangunan lainnya. Kasi Pemadam Kebakaran Jembrana Kade Bagus Darmawan mengatakan, setelah dilakukan upaya pemadaman, sekitar satu jam kemudian, api berhasil dipadamkan. Namun karena besarnya api, menghanguskan sejumlah perabot di dapur itu. Diperkirakan, korban mengalami kerugian sekitar Rp 5.000.000. (kmb26)
TERBAKAR – Dapur yang sempat terbakar milik warga di Pangkung Gayung diduga akibat gas bocor.
APEL - ASN jajaran Pemkab Jembrana saat apel rutin beberapa waktu lalu. Pada awal tahun ini akan ada mutasi dari berbagai jenjang jabatan baik eselon II hingga IV.
Tujuh Jabatan Eselon II Kosong, Pemkab Segera Lakukan Mutasi
Negara (Bali Post) Memasuki awal tahun 2019 ini dipastikan akan ada mutasi di Pemkab Jembrana. Pasalnya, banyak kursi pejabat di tingkat eselon II yang kosong. Baik setingkat Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas, Asisten hingga Staf Ahli Bupati. Dari informasi jumlah jabatan eselon II yang kosong, di antaranya 3 kepala dinas, 2 asisten dan 2 ataf ahli. Selain eselon II, juga banyak jabatan setingkat Kabid dan Kabag yang kosong karena pensiun. Bahkan beberapa jabatan yang kosong sempat
diisi Pelaksana Tugas (PLT) hingga beberapa bulan. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Jembrana, I Made Budiasa, kepada wartawan belum lama ini membenarkan kemungkinan adanya mutasi
dalam waktu dekat. Mengingat ada jabatan kosong disebabkan pejabat lama pensiun serta meninggal dunia. Untuk mutasi kemungkinan akan diawali untuk proses seleksi pejabat tinggi pratama (eselon II) setingkat pimpinan OPD. “Ada tujuh pejabat
tinggi pratama yang sekarang kosong. Karena pensiun dan meninggal dunia,” terangnya. . Menurutnya ada tahapan untuk pengisian jabatan maupun pergeseran eselon II. Salah satunya harus mendapatkan rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN). Pendaftaran juga dilakukan terbuka dan melalui tahapan seleksi. Terkait tahapan itu, panitia seleksi (pansel) sudah terbentuk.
Mantan Camat Negara ini juga membenarkan mutasi akan terjadi pada pejabat eselon III dan eselon IV. Mutasi itu berupa pengisian dan pergeseran. Termasuk Direktur RSU dan Kepala UPT Puskesmas yang sesuai aturan harus diisi pejabat fungsional. Mutasi ini selain untuk mengisi kekosongan juga sebagai bentuk penyegaran. Penyesuaian kompetensi untuk peningkatan kinerja. (kmb26)
Selama Libur Nataru
Jumlah Kendaraan dan Penumpang Keluar Bali Meningkat Negara (Bali Post) – Pascaperayaan Tahun Baru 2019, arus kendaraan pribadi yang keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk masih terjadi. Selama dua minggu sejak Kamis (20/12) lalu hingga Rabu (2/1) lalu, total 500 ribu lebih penumpang menyeberang keluar Bali. Sementara kendaraan roda empat (R4) mencapai 64 ribu lebih unit mobil. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan momen yang sama tahun 2018 lalu. General Manager (GM) ASDP Cabang Ketapang-Gilimanuk, Solikhin, Jumat (4/1) kemarin mengungkapkan, berdasarkan data angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) jumlah penumpang dan kendaraan yang menyeberang ke Pulau Jawa dari Gilimanuk meningkat dibandingkan tahun lalu. Untuk penumpang selama dua pekan, mulai H-5 Natal total sudah ada 500.631 orang. Naik dibandingkan tahun 2018 yakni 429.289 orang. Sementara untuk R4 juga mengalami kenaikan jumlah dari sebelumnya 59.650 unit, kini mencapai 64.338 unit mobil. Hanya saja untuk roda dua (R2) masih stagnan di angka
44 ribu unit. Puncak arus balik kendaraan khususnya R4 di Pelabuhan Gilimanuk berdasarkan data tersebut terjadi pada Selasa (1/1) lalu. Dalam sehari itu, jumlah R4 yang diseberangkan mencapai 5.704 unit. Meskipun sempat terjadi penundaan penyeberangan karena cuaca buruk pada sore hari, namun arus penyeberangan lancar. Sejak awal, dalam angkutan Nataru ini, ASDP Cabang Ketapang memprediksi ada kenaikan jumlah angkutan dan penumpang. Pada Nataru ini kenaikan rata-rata dua persen dibanding jumlah tahun lalu, baik sepeda motor (R2), mobil dan sejenis (R4) maupun penumpang. Yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya adalah sistem pembayaran di loket tiket. Baik di Ketapang maupun Gilimanuk menerapkan e-money khusus roda dua dan penumpang. Sedangkan untuk R4, truk dan bus masih hybrid. Solikhin mengungkapkan penerapan pembayaran menggunakan emoney ini dilakukan bertahap. Hingga nantinya seluruh kendaraan menerapkan sistem pembayaran yang sama. (kmb26)
PENYEBERANGAN – Sejumlah kapal yang melayani penyeberangan di Pelabuhan Gilimanuk. Tahun ini selama libur Nataru, jumlah kendaraan dan penumpang yang keluar Bali mengalami peningkatan.
Hari Raya Kuningan dan Siwaratri Bersamaan
Diharapkan Jadi Momentum Introspeksi Diri Hari raya Kuningan yang bersamaan dengan hari Siwaratri merupakan sesuatu yang langka terjadi sehingga dinilai istimewa. Diharapkan perayaan yang bersamaan ini menjadi momentum untuk introspeksi diri.
jro mangku suar
Jro Mangku Suardana yang akrab dipanggil Jro Mangku Suar, salah seorang Pemangku di Pura Dangkahyangan Rambutsiwi, Jumat (4/1), di selasela aktivitasnya memimpin persembahyangan umat mengingatkan pentingnya hidup saling menghargai guna dapat senantiasa melestarikan tradisi, seni maupun budaya dengan hidup berbineka. Karena di era globalisasi ini manusia akan dihadapkan pada sisi kehidupan yang semakin kompleks, demi Ajeg Bali hingga di masa depan nanti dan yang
terpenting sebenarnya adalah bagaimana memaknai positif setiap hal yang dihadapi. Jro Mangku Suar yang juga masih aktif sebagai anggota TNI dan hingga sekarang berdinas di Timintel Korem 163/Wirasatya ini juga mengatakan, Bali mengenal banyak hari raya yang dikenal dengan istilah rahinan. Di antaranya ada hari raya Galungan dan Kuningan, Pagerwesi, h Saraswati, Siwaratri, dan seterusnya. Menurutnya, umat tidak harus bingung ketika menghadapi atau melaksanakan hari
raya yang jatuhnya bersamaan. Penetapan hari raya bagi umat Hindu di Bali didasarkan atas beberapa perhitungan yang mengacu pada Wariga. Yakni, perhitungan jatuhnya hari raya yang menggunakan wewaran (harian), juga ada yang menggunakan pawukon atau wuku (mingguan), ada yang hitungan atas pananggal/pangelong (lima belas harian), dan juga ada yang menggunakan perhitungan sasih (bulan) bahkan ada hitungan yang menggunakan dawuh (waktu/jam). Jro Mangku Suar juga mengatakan yang membingungkan biasanya jika terjadi pelaksanaan hari raya secara bersamaan dengan Nyepi. Sebenarnya ini menurutnya dapat ditelaah dengan menggunakan aksioma “Alahing Sasih”, yakni Wewaran
alah dening Wuku, Wuku alah dening Pananggal/Panglong, Pananggal/Panglong alah dening Sasih, Sasih alah dening Dauh, Dauh alah dening Sang Hyang Triodasa Saksi. Misalkan, nanti bisa saja terjadi hari raya Kuningan bersamaan dengan Nyepi. Dimana hari raya Kuningan kan jatuh berdasarkan Wuku sementara Nyepi berdasarkan Sasih, jelas hari raya Kuningan sah jika tidak harus dirayakan karena pada prinsipnya dalam Wariga perhitungan Wuku alah dening Sasih dan ini berlaku untuk semua rerahinan yang berbenturan, jelasnya gunakan aksioma “Alahing Sasih” ini. Hingga rasanya tidak dipandang perlu harus berisi parum (rapat) begini begitu lagi, apalagi sampai menggelar
pasamuhan karena apanya yang harus diruwetkan lagi sebab uger-uger (peraturan) itu sudah dibuat serta oleh para lelangit (leluhur) Bali. Ditambahkannya, uger-uger (peraturan) ini sudah berjalan sejak ratusan tahun silam. Di sini para lelangit (leluhur) kita tidak pernah ruwet menjalankan hal ini, sebab sebelum berucap dan bertindak pastinya beliau-beliau sudah berpikir terlebih dahulu sebelum mengambil sikap atau keputusan agar para generasinya tetap bisa dengan solid melaksanakan apa yang telah dipakemkan. “Hingga terkait rerahinan, beliau juga sudah membuat penentuan padewasan seperti apa yang telah ditetapkan menurut sebagian besar dalam teks wariga”, imbuhnya. (kmb)
Sabtu Kliwon, 5 Januari 2019
Karangasem
11
Bali Post/IST
EMBUSAN - Gunung Agung ketika mengeluarkan embusan.
Pasca-erupsi, Aktivitas Panitia Matangkan Persiapan Gunung Agung Meningkat Jelang ”Panca Wali Krama” Pura Lempuyang
Tinggi Embusan hingga 300 Meter
Amlapura (Bali Post)Pasca terjadinya erupsi akhir tahun 2018, membuat aktivitas Gunung Agung kian meningkat. Itu dibuktikan dengan semakin seringnya Gunung tertinggi di Bali ini mengeluarkan embusan yang lumayan besar. Bahkan mencapai ketinggian 300 meter. Atas kondisi itu, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencanan Geologi (PVMBG) memprediksi potensinya rentan terjadi erupsi. Kepala Pos Pemantauan Gunung Agung di Desa Rendang, Karangasem, I Dewa Made Mertayasa mengakui, pasca terjadinya erupsi akhir tahun 2018, Gunung Agung memang lebih sering mengeluarkan embusan yang skalanya lumayan besar. Bayangkan ketinggian asap bisa mencapai 300 meter dari puncak. Malah alat seismograf merekam gempa-gempa saat terjadi embusan itu. Juga merekam sejumlah gempa vulkanik dalam dan lokal. “Memang pasca erupsi ak-
tivitas Gunung Agung sedikit mengalami peningkatan. Bahkan enam hari belakangan ini tercatat telah terjadi sebanyak 19 kali embusan. Intensitas dan sekala hembusannya lumayan besar. Sebab, ketinggian kepulan asap mencapai 300 meter,’’ jelasnya. Hanya tambahnya intensitas asapnya berwarna putih. Dari pemantauan GPS tubuh Gunung Agung itu mengalami inflasi. Hal itu menunjukkan aktivitas Gunung Agung relatif masih tinggi.
Menyimak situasi seperti sekarang ini, kata Dewa Mertayasa Gunung Agung lebih rentan terjadi erupsi susulan. Hanya saja potensi erupsi yang terjadi skalanya kecil. Belum ada mengarah terjadinya erupsi lebih besar. Dan radius bahayanya juga masih pada kisaran 4 kilometer. “Kita tetap minta kepada warga supaya tetap waspada. Karena, bila erupsi maka sejumlah wilayah berpotensi terpapar abu vulkanik sesuai arah angin. Termasuk potensi
Amlapura (Bali Post)Belakangan ini hujan lebat terus mengguyur Kabupaten Karangasem, mengakibatkan pohon tumbang menimpa Panyengker Marajan dan Sanggah Kemulan milik warga di Banjar Dinas Rata, Lingkungan Tampuagan, Kelurahan Karangasem, Jumat (5/1) kemarin.
Atas kejadian itu, panyengker merajan dan sanggah kemulan mengalami kerusakan relatif parah. Kapala BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa, Jumat (5/1) kemarin mengungkapkan pihaknya mengetahui adanya pohon tumbang yang menimpa panyengker merajan dan sang-
gah kemulan dari masyarakat. Panyengker dan Sanggah Kemulan itu milik Ida Bagus Ngurah (75) dari Banjar Dinas Rata, Lingkungan Tampuagan. Adanya laporan itu membuat pihaknya bersama petugas BPBD lainnya langsung turun ke lokasi melakukan penanganan.
lahar hujan di aliran sungai. Karena sekarang ini sudah mulai sering turun hujan. Jadi warga yang bermukim di dekat aliran sungai juga harus meningkatkan kewaspadaan terhadap lahar hujan,” pinta Dewa Mertayasa. Berdasarkan pantaun secara visual dari Pos Pemantauan Gunung Agung di Desa Rendang, disebutkan Gunung Agung sempat terlihat kembali mengeluarkan asap. Setelah itu Gunung Agung ditutupi kabut. Sehingga tidak terlihat jika kembali terjadi hembusan. Sampai saat PVMBG masih menetapkan stastus Gunung Agung level III (Siaga). Warga diimbau tidak melakukan pendakian dan aktivitas pada radius 4 kilometer. (kmb41)
Amlapura (Bali Post)Menjelang pelaksanaan Upacara Panca Wali Krama di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur, Karangasem, berbagai persiapan terus dilakukan pihak panitia. Bahkan Panitia telah menggelar rapat persiapan di Penataran Agung Sad Kahyangan Lempuyang Luhur yang berada di Desa Adat Purwayu, Desa Tribuana, Abang Karangasem. Ketua Panitia I Wayan Artha Dipa, mengatakan, tujuan dilaksanakannya rapat itu guna memastikan tugastugas seksi acara Panca Wali Krama yang akan dilaksanakan 20 Januari 2019. Puncak upacara diawali ritual Segara Kertih, tanggal 11 Januari 2019. Artha Dipa mengingatkan, bahwa waktu persiapan acara su-
dah semakin mepet. Langkah selanjutnya, panitia diharapkan mematangkan persiapan Upacara Segara Kertih yang diawali upacara malaspas tanggal 6 Januari di Pantai Amed. Kemudian dilanjutkan upacara mepepada 9 Januari 2018. “Upacara mepepade akan dilaksanakan 7 Desa Adat. Di antaranya Purwakerti, Bunutan, Culik, Tri Buana, Labasari, Tista dan Datah. Panitia upacara juga diminta berkoordinasi dengan dinas terkait dan tokoh masyarakat yang kiranya ingin ngayah menyiapkan jalan lingkar agar jalan masuk dan jalan keluarnya terorganisir dengan baik,’’ ujarnya . Agar persiapan Mepepada dan Segara Kertih lebih baik, maka Artha Dip-
ta, meminta masyarakat Tukad Besi, Purwakerti dibantu pegawai di Pantai Amed melaksanakan gotong royong. Pria yang juga sebagai Wakil Bupati Karangasem itu menjelaskan, kalau tanggal 1 januari 2019 sudah dilaksanakan peninjauan bangunan sarana dan prasarana di segara Amed. Dia juga mengimbau seksi upacara agar menyiapkan tanda– tanda petunjuk di desa-desa agar diketahui etape menuju segara Amed serangkaian acara Segara Kertih. “Untuk seksi tamu diharapkan mengkoordinasikan arah pintu masuk dan keluar untuk para undangan. Kita juga meminta supaya persiapan masingmasing seksi dilaporkan,” pinta Artha Dipa. (kmb41)
Pohon Tumbang Timpa ’’Panyengker’’ Merajan dan Sanggah Kemulan
TERTIMPA POHON - Pohon tumbang menimpa panyengker dan Sanggah Kemulan milik warga di Banjar Dinas Rata, Lingkungan Tampuagan, Kelurahan Karangasem.
“Akibat kejadian itu, panyengker dan sanggah kemulan mengalami kerusakan. Atap sanggah sebagian besar rusak. Ukuran pohon kelapa relatif besar berdiameter 30 cm. Panjang pohon itu 25 meter,’’ ujarnya. Sejauh ini penanganannya sudah selesai. Jumlah kerugian akibat kejadian itu belum bisa dihitung, namun diperkirakan diatas puluhan juta rupiah. Pohon tumbang juga terjadi di jalan raya Bungaya-Pertima, Desa Bungaya, Bebandem. Pohon tersebut menutup setengah badan jalan raya Bungaya-Pertima. Atas kejadian itu, arus lalu lintas sempat terganggu. Untuk mengatasi hal tersebut, Arimbawa mengerahkan sejumlah petugas untuk memindahkan pohon tumbang tersebut. Di Bebandem, pohon yang tumbang jenis nangka. Ukurannya lumayan besar. Setelah ditangani, kemudian akses lalu lintas sudah kembali normal. Lebih lanjut dikatakannya, pihaknya tidak henti-hentinya mengimbau seluruh masyarakat Karangasem supaya lebih waspada terhadap segala bencana. Karena musim penghujan seperti sekarang ini memang memicu aneka bencana, mulai tanah longsor, pohon tumbang, banjir dan yang lainnya. (kmb41)
gatakan, Wahana Wisata Pasar Agung sebetulnya dominan menyuguhkan objek wisata alam. Selain itu hutan Desa Sebudi Wana Giri Agung Bali yang berada di Dusun Sogra. Walau kenyataannya Gunung Agung mengeluarkan hembusan, tetap saja objek itu ramai di kunjungi wistawan. Memang mayoritas wisatawan lokal yang berkunjung. ‘’Erupsi Gunung Agung tetap tidak mempengaruhi
“Bagi pengunjung yang mau datang kami persilahkan. Dengan catatan harus tetap waspada karena Gunung Agung masih belum normal. Selama ini para pengunjung sendiri tenang-tenang saja alias tidak panik. Mereka paham Gunung Agung itu masih fase erupsi. Namun mereka mengaku tidak takut karena memantau perkembangan Gunung Agung dari Medsos,” jelasnya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
Wahana Wisata Alam Pasar Agung Ramai Dikunjungi
Amlapura (Bali Post)Kendati sebelumnya Gunung Agung sempat erupsi bahkan sampai menyemburkan hujan abu, akan tetapi hal itu tidak mempengaruhi kunjungan ke Wahana Wisata Pasar Agung di Desa Sebudi, Selat, Karangasem. Kunjungan ke objek wisata baru yang berada di radius tiga kilometer itu ramai dikunjungi warga. Ketua Pokdarwis Desa Sebudi Wayan Widiasa men-
kunjungan,’’ tambahnya. Wahana wisata lokasinya ada di radius 4 kilometer. Tetapi pengunjung tetap tanpa rasa was was, mereka asyik datang menikmati objek wisata alam. Widiasa menambahkan, ada beberapa wahana wisata yang cukup menantang ditawarkan di sana. Di antaranya Wooden Deck, Anjungan, Sky Bike, Swing, Bale Bengong For Night Camping.
Bali Post/kmb41
RAPAT PERSIAPAN - Rapat persiapan mematangkan Upacara Panca Wali Krama di Pura Sad Kahyangan Lempuyang Luhur.
Parpol Serahkan LPSDK
NasDem Tertinggi, Rp 143 Juta Lebih
Amlapura (Bali Post)Rp 2,6 juta,” ujarnya. Komisi Pemilihan Umum (KPU) KaranTotal yang menyetor laporan dana gasem telah menerima Laporan Penerimaan kampanye sebanyak 12 partai. Artinya, Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK) dari terdapat empat partai yang nihil LPSDK masing-masing partai peserta pemilu di karena memang mereka tidak memasang Karangasem. Dari 16 partai politik, nilai calon legislatif (Caleg) di DPRD Kabudana kampanye tertinggi ditempati Partai paten. Keempat parpol yang nihil LPSDK NasDem. Partai NasDem menyetoryakni PPP, PAN,PBB dan PKPI. kan LPSDK tertinggi dari parpol “Keempatnya tidak memasang lainnya. calegnya, karena itu mereka Ketua KPU Karangasem nihil LPSDK,” katanya. I Gede Krisna Adi Widana Lebih lanjut dikatakannya, mengungkapkan, dari 16 partai terakhir yang menyeparpol yang menyerahkan tor LPSDK yakni Partai LPSDK, partai NasDem Hanura sekitar pukul 15.52 yang paling tinggi menyWita. Ia juga mengataetorkan LPSDK yakni sebekan saat ini pihaknya sar Rp 143.509.000, sedangmenggelar pleno samkan KPU juga mencatat ada pai pukul 21.00 Wita. empat parpol LPSDK nihil, Disamping itu, sebagian yakni PPP, PAN, PBB dan besar sumbangan dana PKPI. kampanye berasal dari Krisna mengatakan, jika para caleg bersangkutan. sebelumnya telah menggelar Laporan sumbangan dana rapat pleno terkait LPSDK yang berasal dari masingtelah diserahkan masing-masing masing caleg parpol parpol. Ia juga mengatakan, itu sendiri. Dana selain NasDem yang mememang banyak laporkan nilai LPSDK tersedot untuk keptertinggi, Partai Golerluan kampanye kar jumlahnya Rp parpol. Di antaran76 juta lebih. Disusul ya menggelar rapat PDI Perjuangan Rp 71 terbuka maupun juta lebih. tertutup, serta pem“SPDK paling renbuatan Alat Peraga dah dilaporkan dari Kampanye (APK). Bali Post/kmb41 partai Garuda yakni (kmb41) I Gede Krisna Adi Widana
KLUNGKUNG
12
Sabtu Kliwon, 5 Januari 2019
Cuaca Buruk, Penyeberangan Kusamba-Nusa Penida Normal Semarapura (Bali Post)Aktivitas penyeberangan di pelabuhan Tradisional Tri Buana, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, menuju Pelabuhan Banjar Sampalan, Kecamatan Nusa Penida, Jumat (4/1) kemarin, tetap berjalan normal. Meski BMKG mengeluarkan peringatan dini terhadap situasi cuaca, aktivitas penyeberangan tidak banyak berubah. Terlebih menjelang hari raya Kuningan, Sabtu (5/1) hari ini. BMKG Bali merilis peringatan dini, bahwa perlu diwaspadai potensi hujan lebat di wilayah Bali bagian timur. Selain itu, tinggi gelombang laut diperkirakan mencapai dua meter atau lebih di Selat Bali bagian Selatan, Selat Badung, Selat Lombok bagian Selatan dan Samudera Hindia Selatan Bali. Peringatan dini ini, membuat masyarakat yang hendak melakukan penyeberangan ke Nusa Penida sedikit khawatir. Namun, pihak Gangga Express, sebagai penyedia jasa penyeberangan di pelabuhan tersebut, mengkonfirmasi aktivitas penyeberangan tetap berjalan seperti biasa. Sebab, faktanya tidak ada angin kencang ataupun gelombang tinggi di tengah laut yang dikhawatirkan warga. “Hari ini kami sudah melakukan penyeberangan 14 trip. Aktivitas penyeberangan semuanya berjalan normal. Tidak ada hujan atau gelombang tinggi,” kata, Linda, operator Gangga Express. Dia meyakinkan, bagi yang ingin melakukan aktivitas penyeberangan, tidak usah khawatir atau ragu-ragu. Sebab, sejak adanya peringatan dini, aktivitas penyeberangan masih berjalan normal. Hal serupa juga disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Klungkung Nyoman Sucitra. Dia juga menegaskan seluruh aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Tradisional Kusamba, baik di Pelabuhan
Tri Buana, Banjar Bias maupun Kampung Kusamba dan sebaliknya masih berjalan seperti biasa. “Nanti kalau ada perubahan situasi, pasti ada imbauan dari Kesyahbandaran. Mereka yang mempunyai kewenangan untuk itu dan Syahbandar sendiri berpedoman dari BMKG,” katanya. Gangga Express mengoperasikan lima speed boat. Setiap speed boat, memiliki kapasitas berbeda-beda. Misalnya, speed boat Gangga 4 berkapasitas 76 penumpang, Gangga 5 dan Gangga 6 masing-masing 85 penumpang. Sementara Gangga 2 kapasitasnya 55 penumpang dan Gangga 3 kapasitasnya 50 penumpang. Menjelang hari raya Kuningan, aktivitas penyeberangan cukup meningkat. BMKG merilis cuaca buruk masih akan berlangsung hingga 6 Januari besok. Selain potensi bencana akibat angin kencang dan hujan lebat, masyarakat diharapkan waspada juga terkait gelombang tinggi di Indonesia. Tinggi gelombang laut di wilayah perairan Indonesia saat ini didominasi dengan ketinggian gelombang berkisar antara 1.25 - 2.5 m. Adapun tinggi gelombang dengan ketinggian lebih dari 2.5 m terpantau di beberapa wilayah perairan, termasuk Bali, khususnya Bali Timur. Masyarakat yang sedang melaksanakan kegiatan liburan akhir tahun di wilayah pesisir pantai, khususnya di pesisir pantai, diharapkan tetap waspada terkait potensi angin kencang. BMKG berharap agar warga untuk tidak berlayar menuju laut lepas. Selain itu kapal-kapal terutama perahu nelayan dan kapal- kapal ukuran kecil agar tidak memaksakan diri melaut serta tetap waspada dan siaga dalam melakukan aktivitas pelayaran di wilayah dengan gelombang tinggi. (kmb31)
SOSOK Memupuk Jiwa Kemanusiaan
Dalam situasi saat ini, dimana negara terus dikepung berbagai bentuk bencana alam, peran PMI (Palang Merah Indonesia) menjadi begitu penting. Ketangguhan PMI terjun ke daerah bencana sudah tidak diragukan. Bekal kompetensi dan jiwa tolong menolong yang tinggi, amat dibutuhkan sehingga perlu terus dipupuk sejak dini. Demikian disampaikan Ketua PMI Klungkung, Made Kasta, saat memperingati HUT Sukarelawan PMI, belum lama ini. Menurut Made Kasta, PMI didorong untuk terus menerus mengembangkan kapasitasnya, memperbaiki pelayanan, melakukan harmonisasi dengan pemerintah serta masyarakat dalam melaksanakan kegiatan kemanusiaan. Made Kasta yang juga Wakil Bupati Klungkung ini, mendorong dan mengajak generasi muda sejak dini agar dikenalkan dengan kepedulian tinggi dalam menolong sesama manusia secara tulus ikhlas. Membantu mereka yang membutuhkan tanpa membeda-bedakan ras, suku, bangsa, golongan dan agama dengan prinsip kemanusiaan dan persamaan. Dalam situasi seperti sekarang, dimana bencana terus terjadi hingga menimbulkan banyak korban, PMI di semua tingkatan diharapkan terus mempererat kerja samanya dengan mitra pemangku kepentingan dan instansi sektoral terkait, dalam menjalankan program-programnya. Made Kasta ingin mewujudkan PMI yang profesional, mandiri berkarakter dan dicintai masyarakatnya. “Saya mengapresiasi kinerja PMI Klungkung yang selalu mampu menyediakan darah, sehingga Klungkung tidak mengalami kekurangan darah,” ujar Made Kasta, asal Desa Akah, Kecamatan Klungkung ini, seraya mengatakan pihaknya ingin ke depan agar PMI Klungkung siap ditugaskan dalam segala bentuk tugas kemanusiaan di berbagai daerah. (gik)
MASIH NORMAL- Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Tri Buana Kusamba menuju Sampalan Nusa Penida masih berjalan normal.
Pemkab akan Siapkan Semua Puskesmas Layani Rawat Inap Semarapura (Bali Post) Di tengah tuntutan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, puskesmas sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama, terus dituntut meningkatkan kualitas pelayanan. Salah satu upaya ke arah itu, adalah dengan meningkatkan pelayanan puskesmas dari non-rawat inap menjadi rawat inap. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Jumat (4/1) kemarin, mengatakan, akan mengoptimalkan semua puskesmas menjadi rawat inap secara bertahap. Kabupaten Klungkung memiliki sembilan puskesmas, tersebar di empat kecamatan. Antara lain di Kecamatan
Nusa Penida, ada Puskesmas Nusa Penida I di Desa Batununggul yang mewilayahi delapan desa, Puskesmas Nusa Penida II di Desa Jungut Batu, mewilayahi dua desa dan Puskesmas Nusa Penida III di Desa Klumpu mewilayahi enam desa. Dua di antaranya, yakni Puskesmas Nusa Penida
I dan Puskesmas Nusa Penida II sudah tergolong pelayanan rawat inap. Sementara di Kecamatan Banjarangkan, ada dua puskesmas, antara lain Puskesmas Banjarangkan I di Desa Tusan, dengan areal pelayanan di tujuh desa dan Puskesmas Banjarangkan
PUSKESMAS -Gedung Puskesmas Klungkung I di Desa Gelgel, salah satu puskesmas dari sembilan puskesmas di Klungkung.
II di Desa Takmung sebagai puskesmas rawat inap dengan areal pelayanan pada tujuh desa di sekitarnya. Untuk Kecamatan Dawan, juga ada dua puskesmas, di antaranya, Puskesmas Dawan I di Desa Pikat, lengkap dengan pelayanan rawat inap dan Puskesmas Dawan II di Desa Gunaksa. Pelayanan keduanya mencangkup 12 desa di sekitarnya. Dua puskesmas lainnya, antara lain Puskesmas Klungkung I di Desa Gelgel dan Puskesmas Klungkung II di Desa Selat. “Kami sementara tidak akan membangun puskesmas lagi. Puskesmas yang ada akan ditingkatkan semuanya dengan fasilitas rawat inap,” kata Bupati Suwirta. Kepala Dinas Kesehatan Klungkung, dr. Ni Made Adi Suapatni, Jumat (4/1) kemarin menambahkan, rencananya satu puskesmas lagi akan segera ditingkatkan menjadi puskesmas rawat inap. Dari empat kecamatan, hanya Kecamatan Klungkung yang belum memiliki puskesmad rawat inap. Sehingga, sudah ditentukan Puskesmas Klungkung II di Desa Selat dengan luasan wilayah pelayanan mencapai delapan desa, akan ditingkatkan menjadi puskesmas rawat inap. “Rencana ini sudah sesuai dengan renstra (rencana strategis) kabupaten dalam mendukung renstra Dinas Kesehatan Provinsi Bali,” kata dr. Adi Suapatni, seraya menambahkan di setiap desa juga sudah ada pelayanan kesehatan di Puskesmas Pem-
bantu, sebanyak 53 unit. Untuk menjadi puskesmas rawat inap, sebagaimana pedoman dalam Permenkes Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat, sudah diatur bahwa letaknya harus paling strategis dari puskesmas yang lain. Harus dilengkapi dengan SDM yang mendukung, sesuai ketentuan. Sebab, ini melihat fungsinya nanti sebagai pusat rujukan atau rujukan antara, dari puskesmas non-rawat inap dan fasilitas kesehatan tingkat pertama lainnya. “Kalau mau menjadi puskesmas rawat inap, maka harus disiapkan ruangan untuk pelayanan rawat inap, minimal untuk 10 tempat tidur,” tegas dr. Adi Suapatni. Perencanaan pengembangan puskesmas menjadi puskesmas rawat inap harus melalui dua tahap, yakni tahap persiapan dan analisa situasi. Dalam tahap persiapan, harus memperhatikan area cakupan. Seperti memperhatikan penyebaran penduduk, akses penduduk terhadap puskesmas, sumber daya manusia yang ada dan jarak dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama di sekitarnya serta fasilitas kesehatan rujukan. Sedangkan, tahap analisa dimaksudkan untuk memperoleh informasi keadaan dan permasalahan kesehatan yang dihadapi di kabupaten. Dengan terwujudnya Puskesmas Klungkung II menjadi Puskesmas Rawat Inap, maka setiap kecamatan akan lengkap memiliki masing-masing puskesmas rawat inap. (kmb31)
Nelayan Paceklik, Harga Ikan Pindang Merangkak Naik Cuaca buruk yang berimbas terhadap tangkapan nelayan, kini juga berimbas terhadap harga ikan pindang. Di lokasi sentra pemindangan ikan di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, harga ikan pindang mulai merangkak naik. Ini terjadi karena langkanya pasokan ikan lokal dari nelayan setempat.
PINDANG - Salah satu pemindang saat sedang menyiapkan ikan tongkolnya untuk diproses menjadi pindang.
Salah satu pemindang ikan, Ketut Ani, Jumat (4/1) kemarin, mengatakan, harga satu keranjang isi delapan ekor ikan tongkol yang sudah melalui proses pemindangan, awalnya hanya Rp 40 ribu. Sekarang sudah naik menjadi Rp 45 ribu per keranjang. Stok ikan di pemindangan ini tidak ada lagi dari Kusamba. Melainkan datang dari para nelayan di Amed Karangasem yang biasa setiap hari memasok ikan ke tempat ini. “Kalau hanya mengandalkan ikan dari sini, saya tidak bisa kerja,” katanya. Naiknya harga ikan sudah terjadi sejak tiga hari lalu. Persis ketika BMKG Bali mulai merilis peringatan dini terhadap cuaca buruk yang menimpa Bali. Ketut Ani mengaku pasrah dan tetap bekerja. Sebab, tidak ada yang tahu, fluktuasi harga ini kapan akan berakhir. Dia hanya berharap cuaca kembali normal, nelayan kembali mencari ikan seperti biasa dan lokasi pemindangan ikan ini beroperasi dengan harga ikan yang kembali wajar. Sebab, kalau harganya naik drastis, dia juga mengaku kesulitan untuk menjual kepada pelanggannya dengan harga tinggi. Tempat Pemindangan Ikan (TPI) di Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung
ini, memang menjadi salah satu potensi pengolahan perikanan terbesar di Klungkung. Sayangnya, perkembangan TPI ini tidak didukung bahan baku yang cukup dari para nelayan. Ketiadaan ikan lokal mengakibatkan para pemindang seharihari juga mengandalkan ikan beku dari luar Bali. Persoalan ini berlangsung bertahun-tahun. Hingga saat ini belum ada solusi riil yang bisa dilakukan usaha pemindangan ataupun pemerintah daerah, untuk meningkatkan produksi perikanan tangkap dari nelayan. Agar, tidak lagi menggunakan ikan beku yang kualitasnya tentu lebih buruk dari ikan segar. Sebelumnya, salah satu nelayan setempat, Nyoman Karnawan, mengatakan, seretnya tangkapan ikan sudah terjadi sejak dua minggu terakhir. Pada saat normal, nelayan bisa pulang dari melaut dengan tangkapan ikan sekitar 50 kg. Namun, sekarang sering pulang dengan tangan kosong. Kalaupun dapat, hanya dapat sekitar 3 kg, yang jelas tidak sebanding dengan modal bahan bakar selama melaut. Akibat situasi ini, ada yang memilih bertahan sambil memperbaiki jukung, ada pula yang beralih profesi menjadi kuli bangunan. (kmb31)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Sabtu Kliwon, 5 Januari 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN
New Nordic Group looking for: Desk Operator / Sales Admin. Positive yes I can do attitude Eye for details. SMM. Customer service & Direct sales.Advance computer skills. Well-groomed. Professional.Excellent English Renumeration & Comm. Please send CV + fullbody photograph to: ayu@newnordicgroup.com
Coco Group Bali mmbuka kesmptn krj sbgai:1.Driver:P/W,mak 35 Thn,Min.SMA,SIM B1.2.Marketing Grosir:P/W,Min S1,Brpnglmn min 5thn,mmiliki networking Luas & memahami Market Area Bali, Trbiasa dgn trnsaksi B2B. Kirim CV serta lamarn ke asthrm@coco groupbali.com & cc:recruitment @cocogroupbali.com
Alam Sari Keliki Resort looking for Sales Marketing & FO Coordinator min.1 year experienced at same position. Send CV to:gm@alamsari.com
Dcr Pembantu utk Villa di Canggu Echo Beach, berpengalaman Bhs Inggris, hub:0821 4479 1014
B.BP.004.01.19.0000103
Dicari Segera Sopir Pribadi bs matic Hub no.085738296095
B.BP.001.01.19.0000114
Dbthkn sgr accounting P/W max.35th. Lamaran & CV :481718 bali.branch@fascosanwira.com
Bth segera 1.Sales Supervisor, 2.Medical Sales Representatif 3 SPG 4.Adm Sales Persyaratan Wnt/Pria min SLTA/Sdrjt (2,3,4) D3/S1(1)Pny link/Hbngan baik di RS.Dokter,Horeka,MT& GT Pemilik Toko.Berpnglmn min 2th Lamaran via email: Smart2829hrd0@gmail.com
SERVICE
BIRO JASA
SERVICE
DIJUAL RUMAH
B.BP.004.01.19.0000141
Sgr Dbthkn Drafter, wanita, bs skectup / autocad, Bhs.Ing Krm CV: info@loutchou.com
B.BP.004.01.19.0000147
B.BP.004.01.19.0000138
RUPA-RUPA
DIJUAL RUMAH
DIJUAL RUMAH
B.BP.031.01.19.0000148
B.BP.803.01.19.0000152
B.BP.004.01.19.0000155
Dcr tenaga FO & Room Boy laki2 untuk Hotel Hub:08123912010 B.BP.001.01.19.0000156
Dibutuhkan Waiters laki2 dan wanita pendidikan SMA/SMK usia max 25thn.Penempatan Plaza Renon Bali Hub. 085100645575 B.BP.031.01.19.0000150
Dicari PRT,Baik,Jujur,Wnt,Tdur Dlm,Gaji 1,3Jt, Hp:082145530990 B.BP.001.01.19.0000118
Dibutuhkan segera Waiter/ss utk rumah makan di Jln.Pantai Berawa Canggu hub:08197205553 B.BP.154.01.19.0000145
Dicari Sales, Admin Penjualan CV:hrdpersonalia788@gmail.com B.BP.001.01.19.0000037
Dicari Segera PR.Tangga Tinggal dalamHub:0818351233Bukanagen B.BP.001.01.19.0000135
Dicari Team Maintenance Ban Truck,Sopir Hub.081337421515 B.BP.001.01.19.0000116
Dicari karyawan kirim Laundry di Kerobokan Kuta 082147086628 B.BP.001.01.19.0000144
Dicari:Karyawati Utk Admin max. 28 thn,Minimal SMA/SMK untuk bekerja di perusahaan corrugated carton box. Jl.Sekar Sari No.23 Kesiman Kertalangu Hub Segera:081337070443 B.BP.001.12.18.0000697
Manager required for Restaurant Kuta excellent English Ph.081337253869 B.BP.154.01.19.0000094
Dicr Adm.Wanita Bag.Kasir Max Umur.40Th(Gaji,UM,THR).BawaCV Anda ke Jln.Tegal Permai Blok L3/2 Dalung.Hub:085921213232 B.BP.001.01.19.0000097
Dicr Sgr Therapis Pria&Wanita Bersedia Ditempatkan di Canggu Atau Denpasar Kota,Pengalaman diutamakan,Gaji&Bonus Menarik Hub:081239621123(Massaji SPA) B.BP.001.01.19.0000039
Dicr.Admin Laundry Wnt Min SMA /SMK.Bs Exel Lok.ByPass Pesanggran Sesetan Salary 1.8-2Jt Hub:087860813937/081936278979 B.BP.001.01.19.0000040
SMK di Dps Bth:GR BK,Pengembangan Kurikulum,Bag.Kerjasama S:Team Work & Berdedikasi F:HR Menarik THT BPJS & Pendidikan Lanjutan E-tugasbali@yahoo.com B.BP.001.01.19.0000079
Satpam /Waker. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.01
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Tukang masak bebek goreng. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.02
Sopir SIM A untuk catering antar jemput tamu. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp.081238553358 Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.03
Waiter, Kasir, SMEA SMK ke Bali Pizza Jl.Danau Toba 7 Sanur, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.04
Waiter, Kasir SMEA SMK ke Shankara Kuta Jl.Bakung Sari depan Matahari Dept.Store Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.05
Cook Indonesia/India. Lamaran Shankara Kuta Jl.Bakung Sari Kuta Square Blok D33 depan Matahari Dept. Store, Hp. 0818621818, email: arowanafoodstreet@gmail.com G.06
DIJUAL RUMAH Rmh Over Kredit Bank Lt2 Jl.Ry Patih Jlantik Gyr 081916087050 B.BP.001.01.19.0000115
DIJUAL TANAH Djl Tnh pgr Pantai, Grokgak, Sngrja 1.50A Tlp.081805625285 B.BP.004.01.19.0000101
Tnh 34 are view Bdgl,SHM,aspek Perum,Harga Nego, 085857442601 B.BP.001.01.19.0000146
DIJUAL RUKO Dijl/Dikont.6 Ruko Baru 3Lt Jl Mahendradata Hub.085237077978 B.BP.001.01.19.0000130
Dijual/Kont Ruko 2Lt Jl.Gunung SalakN.22BAbasan085237077978 B.BP.001.01.19.0000129
KEHILANGAN Hlg BPKB no M01516577-0 a/n Wati DK 7913 OU/081936343814 B.BP.154.01.19.0000096
BANGLI
14
Sabtu Kliwon, 5 Januari 2019
FIGUR Tak Ada Waktu Main Basket PADATNYA agenda dan tugas yang harus dijalankan sebagai Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli, membuat Gde P. Roy Suparman, S.T. tak punya banyak waktu luang untuk menyalurkan hobinya. Terlebih menjelang pelaksanaan Pemilu 2019, sebagai penyelenggara, dirinya tidak pernah mengenal istilah libur. Di kalendernya, seluruh tanggal berwarna hitam. “Sejak jadi komisioner mulai dari periode pertama 2013 lalu sampai periode kedua ini, saya jarang menyalurkan hobi olahraga basket dan tenis lapangan. Ini karena keterbatasan waktu, terbentur dengan tahapan pemilu yang begitu padat,” ungkapnya, Jumat (4/1) kemarin. Pria yang akrab disapa Roy ini mengaku menyukai basket sejak duduk di bangku SMP. Saat kuliah, dirinya sempat mewakili kampus dalam liga basket wilayah. Menurutnya, bermain basket memiliki keasyikan tersendiri. Apalagi jika dapat melewati lawan dan memasukkan bola dalam keranjang dengan bantuan teman setim. “Itu kepuasan yang tidak ternilai harganya,” ujar pria kelahiran Bangli, 9 Maret 1982 ini. Demikian pula tenis lapangan disukainya sejak masih SMP. Roy mulai hobi bermain tenis karena diajak orangtuanya. Sama seperti basket, tenis lapangan juga menyenangkan dirinya ketika dapat melakukan drop shot yang mengakibatkan lawan tidak dapat mengembalikan bola. “Awalnya diajak orangtua yang juga hobi main tenis lapangan untuk jadi kacung alias ballboy ketika pertandingan persahabatan Pemkab Bangli melawan Gianyar. Semenjak itulah saya mulai berani nguyeng raket,” katanya sambil tersenyum. Kini karena tugas yang begitu padat, kegemarannya main basket dan tenis lapangan jarang dijalaninya. Selain karena tugas padat, kondisi cuaca yang tidak bersahabat akhir-akhir ini terutama sore hari sering hujan, juga membuatnya jarang olahraga. ‘’Dua hobi itu bisa saya salurkan kalau ada waktu pukul 17.00-18.00 saja,” tambah pria yang pernah menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Teknik Lingkungan (STTL) Yayasan Lingkungan Hidup Yogyakarta ini. (ina)
Lampu Hias Milik Pemkab Banyak yang Rusak
Bangli (Bali Post) –
Keberadaan lampu hias yang selama ini dipasang Dinas Tata Kota (kini Dinas Lingkungan Hidup) Kabupaten Bangli di sepanjang jalan di Kota Bangli, kini telah banyak yang rusak. Bahkan, tak sedikit lampu hias untuk mempercantik wajah kota itu sudah tak lagi berfungsi lagi lantaran kondisinya telah hancur. Berdasarkan pantauan, Jumat (4/1) kemarin, lampu hias yang kondisinya telah rusak terlihat di sepanjang Jalan Brigjen Ngurah Rai hingga Jalan Nusantara. Di beberapa titik tampak lampu hias berbahan batu paras putih itu kondisinya ada yang miring, roboh dan hancur. Ada juga yang tersisa beton pondasinya saja, lantaran lampu hiasnya sudah hancur
Di Terunyan, Galungan dan Kuningan Tanpa Penjor SUASANA hari raya Galungan dan Kuningan di Bali selalu identik dan terlihat semarak dengan keberadaan penjor. Selain di pura, penjor biasanya dapat dijumpai di depan rumah masingmasing warga. Ternyata, tak semua umat Hindu di Bali memasang penjor menjelang Galungan dan Kuningan. Di Desa Terunyan, Kintamani misalnya. Di desa yang terkenal dengan tradisi pemakaman uniknya ini, tak ada penjor saat Galungan dan Kuningan. Tokoh masyarakat Desa Terunyan, Ketut Jaksa, mengakui perayaan Galungan dan Kuningan di desanya memang sedikit berbeda dibandingkan di desa lainnya. Di Terunyan tidak ada pemasangan penjor sebagaimana yang dilakukan warga Hindu di Bali pada umumnya. Hal ini bukan karena warganya malas, melainkan sudah menjadi warisan leluhur sejak dahulu kala. “Kami warisi dari dulu seperti itu. Tidak ada leluhur kami yang buat penjor untuk Galungan,” ungkapnya, Jumat (4/1) kemarin. Dikatakannya, pembuatan dan pemasangan penjor untuk Galungan tidak wajib hukumnya. Selama ini penjor biasanya hanya dibuat warga di Terunyan saat ada upacara tertentu di pura atau ketika upacara pernikahan di rumah warga. Fungsinya lebih sebagai hiasan dan penanda adanya kegiatan upacara.
Khusus yang dipasang saat ada kegiatan upacara di pura, penjor yang dibuat berbeda daripada penjor pada umumnya. Penjor untuk upacara dinamakan penjor rembe-rembe. Penjor rembe-rembe dibuat warga dengan menghias sebatang bambu yang masih berisi cabang dan daunnya. “Itu memang khusus untuk upacara,” ujar Jaksa. Hal yang serupa juga diungkapkan Wakil Bendesa Adat Terunyan Jero Mangku Tereh. Menurutnya, penjor biasanya dibuat warga saat ada upacara besar di pura, seperti karya Purnamaning Kapat. Sementara untuk Galungan dan Kuningan, sejak zaman dulu tidak menjadi hal yang wajib dibuat warga. Galungan di desa ini biasanya dirayakan secara besar-besaran jika jatuh bertepatan dengan rahinan Purnama atau yang biasa disebut dengan Galungan Nadi. “Tapi walaupun tidak memasang penjor, warga tetap melakukan persembahyangan ke pura saat Galungan dan Kuningan,” terangnya. Yang juga berbeda di Desa Terunyan, rangkaian hari raya Galungan dan Kuningan tidak berjalan sebagaimana desa lainnya. Saat penampahan misalnya, warga tidak ada melaksanakan tradisi ngelawar atau memotong babi seperti warga di desa lainnya. “Di sini sesajen yang dibuat berbahan mujair,” jelas Jero Mangku Tereh. (ina)
dan dibersihkan. Saat awal-awal dipasang sekitar tiga tahun lalu, keberadaan lampu hias itu sempat menuai kritik dari warga. Banyak yang menilai lampu hias itu tidak cocok dipasang di pinggir jalan. Selain kurang memberikan kesan cantik, keberadaan lampu hias tersebut juga dianggap mengurangi fungsi jalan.
rencananya dimanfaatkan untuk menampung pedagang acung yang menjajakan barang dagangannya di Objek Wisata Penelokan. Untuk memasukkan pedagang acung ke pasar itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli. Hal itu mengingat pedagang acung yang ada di kawasan tersebut pembinaannya ada di bawah kewenangan Disparbud. “Kami akan upayakan bersama-sama. Ini
Pasar Seni Geopark jadi tanggung jawab kita bersama. Selama ini kami sudah coba memindahkan mereka, tapi belum mau ke sana,” terangnya. Sementara lantai pasar tiga akan dipakai pusat promosi. Semua rencana itu akan direalisasikan tahun ini. Sebagaimana diketahui, Pasar Seni Geopark mulai dibangun Pemkab Bangli pada 2013 lalu. Sejak proses pembangunannya rampung pertengahan 2014 lalu hanya bagian lantai I yang berupa
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli Ida Ayu Gede Yudi Sutha saat dikonfirmasi kemarin tak menampik soal banyaknya lampu hias yang kondisinya sudah rusak bahkan hancur. Kerusakan itu disebabkan beberapa faktor seperti tertabrak kendaraan dan sengaja dirusak oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab. Terkait kerusakan yang
disebabkan karena faktor kesengajaan, ia mengaku sudah melaporkannya ke pihak kepolisian. “Beberapa sudah diproses hukum,” terangnya. Dijelaskannya, lampu hias tersebut sudah dipasang sejak tahun 2015 lalu. Jumlahnya seratusan unit. Pemasangan dilakukan dari wilayah Guliang, Bebalang, Jalan Brigjen Ngurah Rai hingga Jalan Nusantara. Tujuannya untuk mempercantik wajah Kota Bangli pada malam hari. Yudi Sutha menyatakan tak tahu pasti berapa jumlah lampu hias yang masih tersisa dan berfungsi dengan baik.
Meski diakuinya sudah banyak yang mengalami kerusakan, pihaknya belum ada rencana melakukan penggantian atau penambahan lampu hias karena alasan keterbatasan anggaran. DLH Bangli juga sengaja tak memperbaiki beberapa titik lampu hias yang rusak karena masih dibutuhkan untuk keperluan barang bukti dalam proses hukum di kepolisian. “Akibat beberapa kejadian perusakan lampu hias, kami akhirnya menjalin kerja sama dengan TP4D untuk bersamasama menjaga dan mengawasi lampu hias yang ada,” ujarnya. (kmb40)
Harga Bawang Merah Naik, Petani Nikmati Hasil Panen Bangli (Bali Post) – Petani bawang merah di kawasan Kaldera Batur, Kintamani, kini bisa tersenyum sumringah. Pasalnya, harga bumbu dapur yang dihasilkan para petani itu sudah mampu dijual dengan harga lebih mahal daripada sebelumnya. Naiknya harga jual bawang merah saat ini dipengaruhi oleh tingginya permintaan pasar saat hari raya. Seorang petani bawang merah asal Banjar Dalem, Desa Songan, Kintamani, I Ketut Antara, Jumat (4/1) kemarin, mengungkapkan, saat ini harga bawang merah sudah membaik dibandingkan dua bulan lalu. Per satu kilogramnya, bawang merah kualitas super mampu dijual Rp 25 ribu, sedangkan kualitas standar laku dijual Rp 20 ribu. Dua bulan sebelumnya, bawang merah hasil panen petani hanya laku di kisaran harga Rp 8-10 ribu per kilogram. Menurutnya, kenaikan
Disperindag akan Tata dan Fungsikan Pasar Seni Geopark Bangli (Bali Post)– Pasar Seni Geopark di Penelokan, Kintamani, yang dibangun Pemkab Bangli dengan dana miliaran rupiah selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli berencana memaksimalkan keberadaan pasar itu mulai tahun ini dengan terlebih dahulu melakukan penataan ulang. Untuk menata pasar tiga lantai itu, Disperindag akan memanfaatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dikucurkan Kementerian Perindustrian sebesar Rp 1 miliar. Kepala Disperindag Kabupaten Bangli Nengah Sudibya, Jumat (4/1) kemarin, mengatakan, dengan dana DAK itu pihaknya akan melakukan penataan pada interior pasar. Selain itu, menambah dan memperbaiki beberapa fasilitas pasar yang rusak, salah satunya toilet. Pihaknya akan bekerja sama dengan konsultan perencanaan. “Pasar itu akan kami jadikan pusat promosi barang kerajinan dan industri kecil Bangli,” ujarnya. Lantai dua pasar yang selama ini masih kosong
Bali Post/kmb40
RUSAK - Kondisi lampu hias yang rusak di pinggir jalan wilayah Kota Bangli.
Bali Post/kmb40
kios yang terisi pedang. Sementara lantai II berupa los yang sempat diwacanakan akan digunakan untuk menampung pedagang acung, hingga saat ini kondisinya tetap dibiarkan kosong. Demikian juga lantai III, hanya sebagian yang dimanfaatkan pemkab untuk memajang beberapa produk kerajinan Bangli. Lantaran tak pernah dirawat, kondisi bangunan pasar terlihat kumuh dan beberapa bagian bangunan mulai rusak. (kmb40)
harga ini terjadi karena permintaan pasar terhadap bawang merah yang tinggi. Terlebih saat ini ada banyak hari raya seperti Natal, Galungan, Kuningan dan Tahun Baru. Di tengah naiknya harga, stok bawang merah di tingkat petani mulai menipis dan kosong. Hampir semua petani di wilayah sekitar sudah menjual semua stok bawangnya sejak 10 hari lalu. “Sekarang mulai memasuki masa tanam,” ujarnya. Petani lainnya di Desa Buahan, Kintamani, I Wayan Suardi, juga mengakui harga bawang merah kini sudah mengalami kenaikan. Kenaikan terjadi sejak menjelang Tahun Baru. Bagi petani bawang merah seperti dirinya, kenaikan harga ini tentu menjadi berkah. Petani bisa menikmati hasil panen, setelah beberapa bulan lalu harga bawang merah sempat anjlok. Dikatakannya, minimnya
Bali Post/kmb40
PANEN - Petani di Kaldera Batur, Kintamani, sedang memanen bawang merah. permintaan bawang merah saat itu memaksa petani menyimpan bawangnya di gudang masing-masing. “Ketika itu, bawang per kilo hanya dihargai Rp 7 ribu. Karena tak bisa disimpan lama, terpaksa kami jual
murah,” tuturnya. Suardi memprediksi harga bawang akan kembali berfluktuasi saat musim panen mendatang. Namun, akan kembali meningkat saat memasuki hari raya lebaran pada Juni nanti. (kmb40)
15
Sabtu Kliwon, 5 Januari 2019
Jokowi Ngopi Bareng Generasi Milenial
Bali Post/ant
BUAT VIDEO - Presiden Jokowi berswafoto dan membuat video story bersama para mahasiswa usai meresmikan 3 unit rusunawa di halaman kampus STKIP Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (4/1) kemarin. Presiden Jokowi mengatakan, selama kurun 2018, pemerintah telah membangun 300 rumah susun (rusun) dengan 45 di antaranya berada di Jawa Timur, terbanyak dibanding daerah-daerah lain.
WARUNG GLOBAL
Masih Ada Desa Kesulitan Air Bersih KEBIJAKAN pemerintah pusat menggelontorkan dana desa sejak 2015, sangat berdampak besar pada pengentasan desa tertinggal menjadi berkembang, dan desa berkembang menjadi desa mandiri. Salah satunya di Provinsi Bali yang penanganan desa tertinggalnya sudah tuntas atau tidak ada lagi desa tertinggal di Bali. Tentu saja berita ini sangat menarik diperbincangkan dalam acara dialog interaktif Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM. Kawan global sangat berharap hal ini benar adanya, alias tidak ABS (Asal Bapak Senang). Karena dari laporan masyarakat yang bergabung dalam dalam acara ini menyampaikan bahwa masih ada desa yang sulit memenuhi kebutuhan pokok dan vital seperti air bersih. Lalu, bagaimana tanggapan kawan global lainnya? Ketut Mursi di Denppasar justru gembira dengan berita ini. Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia seharusnya tidak ada desa atau daerahnya yang masih tertinggal. Sementara itu, Fera salah seorang warga Tabanan menyampaikan jika dilihat dari keberadaan masyarakat, sarana transportasi, infrastruktur dan indikator lainnya, sudah bisa dipastikan masyarakat Bali sudah mampu secara ekonomi. Namun di sisi lain, ada juga yang pendidikan, kesehatan masih ada yang perlu diperhatikan. Demikian pula jalanjalan di desa masih ada yang rusak. Ini mestinya dilakukan perbaikan. Apa indikatornya sebuah
desa dikatakan tidak tertinggal? Demikian pertanyaan Made Sudiasa, warga Desa Tulamben Karangasem. Untuk mendapatkan air bersih saja, warga desa setempat masih membeli. Air sebagai kebutuhan vital dan pokok saja masih sulit didapatkan. Dijanjikan lima tahun lalu, pipa sudah terpasang, air yang bersumber dari Telaga Waja tak kunjung mengalir. Entah di tahun politik ini direalisasikan oleh pejabat. Daerah Tulamben menurutnya kering, mayoritas warga beternak dan bertani, itu pun masih membutuhkan air. Jika dikatakan di Bali tidak ada lagi desa tertinggal, ia belum bisa menerima pernyataan ini.
Konon katanya, di Bali tidak ada lagi desa tertinggal, begitu baru tepat, demikian Werdha di Gianyar menambahkan. Salah satu yang bisa dikatakan tidak tertinggal di mana tak ada lagi warga desanya yang mengemis. Lalu, apa saja sebenarnya indikator sebuah desa dikatakan sudah berkembang atau tidak tertinggal? Pendidikan sampai 12 tahun, harus terjamin mestinya. Ia berharap tak ada lagi desa tertinggal di Bali, jangan hanya lips service. Mudahmudahan benar adanya. Sementara Dek Warasa di Lumbung Tabanan menyampaikan bahwa di desanya, jalanjalan tidak semua dihotmix, apakah bisa dikatakan desanya masih tertinggal? (sikha)
Tempat Investasi Dari Hal. 1 Menurut dia, pelaku pasar sedang mencari tempat investasi di negara berkembang
Dari Hal. 1 Catatan khusus hanya diberikan untuk Bumdes yang akan mengelola toko modern. “Prinsipnya adalah jangan sampai menyaingi usaha masyarakat di desa tersebut, dan kalau usaha tersebut sudah bisa dilakukan oleh masyarakat setempat, maka posisi Bumdes adalah menjadi pendukung,” jelasnya. Pendukung yang dimaksud, lanjut Sugawa Korry, Bumdes dapat berperan sebagai
dengan fundamental ekonomi yang menjanjikan. Di sisi lain, lanjut dia, situasi di Amerika Serikat juga relatif kurang kondusif di tengah penutu-
Toko Modern
suplier, memberi pembinaan dan pelatihan, menyerap atau mendukung marketing produk yang berbasis kearifan lokal setempat. Pihaknya menekankan agar pembahasan Ranperda tentang Desa Adat mesti dilakukan dengan lebih komprehensif. Di samping melakukan konsultasi dengan kementerian terkait agar sesuai dengan aturan yang lebih tinggi. Pembahasannya juga harus melibatkan semua instansi dan stakeholder seperti PHDI, MUDP, serta pemerintah kabu-
pan pemerintah di tengah kekhawatiran perlambatan ekonomi. “Situasi itu turut mendorong rupiah terapresiasi cukup tinggi,” katanya. (ant)
KUNJUNGAN Jokowi di Blitar, Jawa Timur, tak hanya diisi dengan penyerahan sertifikat. Ia juga menyempatkan diri ngopi (minum kopi) bersama puluhan generasi milenial yang hadir di Kafe Angkringanku, Tulungagung. Dengan menggunakan setelan kemeja putih dan jaket hitam, Jokowi sangat menikmati momen kebersamaan bersama anak muda Tulungagung, demikian keterangan yang diterima Jumat kemarin. Hadir untuk mendampingi Jokowi, antara lain, Menteri Basuki Hadimuljono, Setkab Pramono Anung, Gubernur Soekarwo, serta Jubir TKN Abdul Kadir Karding. Dalam acara tersebut, Jokowi terlihat akrab dengan semua pengunjung kafe. Bahkan, ada beberapa dari pengunjung yang hadir, meminta swafoto bersama Jokowi. Sebagai bentuk apresiasi warga masyarakat untuk kerja nyata Jokowi, salah satu pengunjung
PNBP Sektor ESDM Lampaui Target
Jakarta (Bali Post) –
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengungkapkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor ESDM tahun 2018 sebesar Rp 217,5 triliun, melampaui target Rp 120,5 triliun yang ditetapkan APBN 2018. “Ada kenaikan realisasi PNBP sebesar 181 persen dari target APBN 2018,” ujar Jonan di Jakarta, Jumat kemarin. Dia menjelaskan PNBP yang dihasilkan Kementerian ESDM pada tahun 2018 sekitar 53,4 persen dari total PNBP Nasional 2018 sebesar Rp 407,1 triliun. Dengan demikian, ESDM menyumbang lebih dari separuh total PNBP Nasional, dengan PNBP sektor ESDM tahun 2018 menyumbang Rp 217,5 triliun dari total PNBP Nasional 2018. Total PNBP yang berasal dari sektor ESDM tersebut terdiri dari penerimaan sektor migas Rp 163,4 triliun, kemudian sektor minerba Rp 50 triliun, disusul Rp 2,3 triliun dari sektor Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), serta Rp 1,8 triliun dari penerimaan sektor-sektor lainnya. Penerimaan PNBP dari sektor migas mencakup PNBP SDA migas, domestic market obligation (DMO), serta pendapatan migas lainnya seperti signature bonus, bid document dan firm commitment. Sedangkan penerimaan PNBP ESDM lainnya mencakup iuran badan usaha hilir migas (BBM dan gas pipa), penjualan data, jasa sewa, pendidikan dan pelatihan, penerimaan BLU dan lainnya. Realisasi PNBP sektor ESDM tahun 2018 sebesar 181 persen dari target APBN yang ditetapkan merupakan peningkatan dibanding realisasi pada tahun 2017 yakni 119 persen dari target APBN yang ditetapkan. (ant)
paten/kota beserta jajarannya di tingkat desa. Sebab, Ranperda ini bisa berfungsi sebagai payung hukum perda-perda lain, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota seperti halnya Perda RTRWP, RPJMD, dan APBD. “Mengingat perda ini sangat strategis, diharapkan pembahasannya nanti lebih dimuarakan pada kepentingan jangka panjang dan kepentingan yang lebih besar untuk kelangsungan pelestarian adat dan budaya Bali,” tandasnya. (rin)
Banyak Akun Dari Hal. 1 “Belum dilakukan penahanan, tapi dilakukan pengamanan. Dari banyak akun, baru dua yang diproses. Dua ini yang ter-maping aktif memviralkan ke medsos dan WA (whatsApp) grup,” tegasnya. Bantah Penggerebekan Pada bagian lain, Brigjen Pol. Dedi Prasetyo membantah kabar yang menyebut adanya anggota Polri yang menggerebek rumah Wakil Sekjen Partai Demokrat, Andi Arief, di Lampung. “Isu itu tidak benar. Kami bantah itu,” kata Dedi. Dia menjelaskan polisi baru mendatangi rumah dimaksud, belum menggerebeknya. “Anggota kami datang ke sana (rumah Andi Arief), setelah dia memposting isu penggerebekan itu dan ramai di media sosial untuk melakukan
pengecekan,” ucap Dedi. Usai mendatangi rumah Andi dimaksud, ternyata rumah itu sudah dijualnya pada orang lain. “Rumah itu sudah bukan atas nama saudara AA (Andi Arief) lagi sejak 2014 lalu. Sudah dijual ke orang lain sejak 2014,” ungkap Dedi lagi. Andi Arief kembali menyampaikan cuitan di akun media sosialnya. Kali ini, ia mengaku rumahnya yang di Lampung digeruduk polisi. Andi mengaku heran mengapa rumahnya sampai digeruduk. “Rumah saya di Lampung digeruduk dua mobil Polda mengaku cyber. Pak Kapolri, apa salah saya. Saya akan hadir secara baik-baik kalau saya diperlukan,” kata Andi dikutip dari akun Twitternya, @AndiArief, Jumat 4 Januari 2019. Nama Andi Arief berada dalam pusaran kasus ini kare-
na dilaporkan ke Bareskrim Polri, terkait isu tujuh kontainer surat suara di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Namun, ia berkilah ikut menyebarkan hoax. Karena menurutnya, pernyataannya di akun medsosnya hanya bertanya dan meminta klarifikasi tentang kabar adanya surat suara yang sudah tercoblos dan berada dalam tujuh kontainer yang berasal dari China. Seperti diberitakan hoax surat suara tercoblos di dalam tujuh kontainer diawali adanya rekaman suara laki-laki yang beredar di WhatsApp. Dalam rekaman itu, lelaki tersebut memberi info telah menemukan 70 juta suara yang sudah dicoblos pada gambar Jokowi – Mar’uf Amin. Dalam rekaman itu juga menyebutkan surat suara itu dikirim dari China dan sudah disita TNI AL. (kmb4)
Kurang Arif Dari Hal. 1 Dikatakan, saat ini beberapa umat dalam mencari kesejahteraan menggunakan cara yang kurang arif, bahkan membahayakan dan membunuh karakter orang lain dan merusak alam di sekitar. “Kunci daripada hari ini (hari raya Kuningan bertepatan dengan hari suci Siwaratri) adalah kita perlu merenung tentang bagaiaman cara kita mencari kesejahteraan yang baik dan benar, tanpa menyakiti orang lain dan alam di sekitar
kita,” ucapnya. Sementara itu, Ida Pandita Mpu Siwa Budha Daksa Darmita dari Griya Agung Sukawati, mengatakan, pada momen yang langka ini umat Hindu sebaiknya sigap dan tanggap dalam memaknai kedua hari suci yang bertemu ini. Sebab, kita sebagai manusia mempunyai musuh sejati, yakni sad ripu yang ada dalam diri kita. Hal ini sering diabaikan. Begitu juga musuh yang ada di luar kita yang sebenarnya lebih dahsyat lagi. Oleh karena
itu, hal ini yang harus dipagari dengan tameng perisai pengetahuan suci melalui belajar “kahuningan” dan melek diri terhadap fenomena yang ada. Maka dari itu, yang dilakukan adalah berbakti dan sujud terlebih dahulu kepada leluhur yang telah menjadi guru Hyang Dewa dan leluhur, saling memaafkan kepada sanak saudara dan keluarga kita. “Malam hari lakukan japa dan meditasi. Jangan melakukan tindakan yang ternoda dan tidak terpuji,” pesannya. (win)
kafe memberikan hadiah kenangkenangan kepada Presiden Joko Widodo berupa lukisan karikatur wajahnya. Sebelum masuk ke ruang dalam kedai kopi itu, Jokowi sempat melihat pameran produk kreatif lokal generasi muda Tulungagung yang dipamerkan di ruang depan kedai kopi. Setelah masuk ke dalam, Jokowi dihibur dengan nyanyian dua lagu rap yang dibawakan anak-anak muda. Lagu rap tersebut merupakan hasil karya kreatif generasi milenial Tulungagung. Lagu rap tersebut antara lain berjudul ‘’Tulungagung Ayem Tentrem Mulyo lan Tinoto’’. Sambil menikmati kopi Tulungagung, tampak Presiden Jokowi membuat video blog atau vlog. Setelah berada di kedai kopi selama sekitar satu jam, pukul 22.15 WIB, Presiden Jokowi dan rombongan kembali ke hotel tempat menginap untuk beristirahat. (ant)
Sri Mulyani
Bali Post/ant
Ignasius Jonan
Bali Post/ant
Sri Mulyani Terpilih sebagai Menkeu Terbaik Jakarta (Bali Post) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati terpilih sebagai “Finance Minister of The Year 2019” versi majalah keuangan internasional The Banker. Keterangan pers tertulis Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Kamis (3/1), menyebutkan terdapat beberapa kriteria yang menjadi dasar The Banker memilih Sri Mulyani. Pertama, karena mampu menjaga ketahanan perekonomian negara meski terjadi guncangan seperti bencana alam sepanjang 2018. Dari sisi fiskal, ketahanan itu terlihat dari defisit anggaran yang tercatat 1,76 persen terhadap PDB, atau lebih rendah dari target 2,19 persen terhadap PDB. Kedua, ada modernisasi respons negara terhadap bencana alam melalui strategi pembiayaan risiko dan penjaminan atau asuransi untuk mempercepat proses bantuan dan pemulihan pascabencana. Ketiga, membuat serangkaian perubahan pada sistem perpa-
jakan untuk meningkatkan pendapatan negara, seperti penyederhanaan proses pembayaran pajak dan penambahan lokasi tempat pembayaran pajak. Keempat, memotong tarif Pajak Penghasilan (PPh) untuk perusahaan kecil dan menengah dan mengenakan pajak “e-commerce” pada perusahaan berbasis perdagangan elektronik yang beroperasi dari luar negeri. Terakhir, mengurangi pajak pada layanan ekspor milik Indonesia dengan men-nol-kan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk menstimulasi kinerja sektor perdagangan. The Banker merupakan majalah keuangan internasional yang dimiliki Financial Times (The Nikkei), berbasis di London, yang menjadi sumber utama data dan analisis dalam industri keuangan dan perbankan. Sebelumnya, The Banker juga memberikan penghargaan yang sama kepada Menteri Keuangan India Arun Jaitley pada 2018 dan Menteri Keuangan Argentina Alfonso Prat-Gay pada 2017. (ant)
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
Sabtu Kliwon, 5 Januari 2019
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
City Tak Terlena, Klopp Terima Kekalahan
Seleknas Dansa SEA Games di Bali Denpasar (Bali Post) Bali menjadi tuan rumah seleknas cabang olahraga dansa yang dipersiapkan ke SEA Games 2019 di Manila, Filipina. Pulau Dewata juga ditunjuk sebagai tempat pelatnas bagi atlet yang lolos seleksi. Penetapan itu merupakan keputusan Rapim (Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI). ‘’Seleknas digelar ballroom Hotel Mercure, Sanur, pada 19 Januari nanti. Seleknas bakal diikuti atlet dansa dari berbagai daerah yang juara di kejurnas,’’ jelas Ketua Umum Pengprov IODI Bali, Ni Made Suparmi, di Denpasar, Jumat (4/1) kemarin. Bali akan menerjunkan 13 pedansa dalam seleknas. Mereka terdiri atas atlet Denpasar serta sepasang dari Badung, Karangasem, dan Buleleng. ‘’Kami harapkan atlet Bali bisa masuk timnas SEA Games,’’ katanya. Pihaknya berencana melakukan pemusatan latihan daerah (pelatda) di Sanur sepekan menjelang seleknas, ditangani pelatih Sarifudin dan Luka Fany asal Italia. Suparmi yang sempat berkonsultasi dengan pihak KOI dan Kemenpora menyatakan, pelatnas melibatkan 26 atlet atau bisa bertambah menjadi 52 atlet sebagai pelapis. Dansa melombakan 14 nomor pada SEA Games di Manila, terdiri atas 12 nomor pasangan (couple) dan dua nomor break dance putra-putri. (022)
Manchester – Manchester City kembali ke jalur positif setelah sempat menelan dua kekalahan beruntun. Sang juara bertahan menang 2-1 atas Liverpool dalam pekan ke-21 Liga Utama Inggris di Stadion Etihad, Jumat (4/1) pagi kemarin. Hasil ini membuat jarak kedua tim kini hanya terpaut empat poin. Leroy Sane melengkapi gol pembuka Sergio Aguero untuk membawa City merebut poin penuh setelah sempat disamakan oleh Roberto Firmino. Liverpool masih di puncak klasemen dengan mendulang 54 poin, sedangkan City kembali ke peringkat kedua dengan raihan 50 poin, menggusur Tottenham Hotspur (48) yang sempat mendudukinya selama 48 jam. Selisih tipis ini memompa kepercayaan diri City. “Jika kami kalah, mungkin semuanya berakhir dan akan menjadi sangat sulit. Namun, kini kami terpaut empat poin dari mereka yang memimpin klasemen. Ini memberikan kepercayaan diri yang begitu besar, tapi kami harus berjuang lebih,’’ kata pelatih City, Pep Guardiola, usai pertandingan. Kendati demikian, Guardiola menegaskan bahwa timnya tidak boleh terlena dengan kemenangan tersebut. “Liverpool masih di puncak. Poin ini memberikan kami dorongan dalam persaingan. Saya memberikan ucapan selamat atas apa yang para pemain lakukan dalam 16 bulan terakhir,” ujarnya. Di kubu Liverpool, pelatih Juergen Klopp berusaha menyikapi kekalahan perdana timnya di Liga Inggris musim ini dengan positif. “Pada akhirnya, kami kalah. Ini bukan kekalahan pertama dalam hidup kami. Tentu itu bukan hasil yang baik, namun satu dari tiga hasil yang mungkin terjadi dan tentu bukan yang kami inginkan, namun harus diterima. Sekarang mari beranjak,” ungkapnya. Oleh karena itu, lanjut Klopp, penting bagi Liverpool untuk menanamkan mental menghadapi satu demi satu pertandingan tanpa fokus yang melampaui seharusnya. “Sebab itu satu-satunya kesempatan. Jika kami merupakan tim yang lima kali juara liga dalam sepuluh tahun terakhir, mungkin berbeda, namun kami bukan tim seperti itu,” sebutnya. Penyerang Liverpool, Mohamed Salah, ditinggalkan sejawatnya Pierre-Emerick Aubameyang (Arsenal) dan Harry Kane (Tottenham) di daftar top
skor sementara Liga Inggris. Pasalnya, Salah gagal mencetak gol saat duel kontra City. Sebaliknya, Aubameyang dan Kane masing-masing membuat satu gol dalam kemenangan timnya 48 jam sebelumnya. Aubameyang dan Kane kini berbagi tempat di puncak top skor dengan 14 gol, sedangkan Salah tertahan dengan koleksi 13 gol. Sergio Aguero yang mencetak satu gol ke gawang Liverpool kini mengumpulkan 10 gol, menyamai raihan Eden Hazard (Chelsea). Real Madrid Real Madrid harus puas dengan tambahan satu poin pada pekan ke17 Liga Spanyol setelah ditahan 2-2 oleh tuan rumah Villarreal di Stadion de la Ceramica. Gol kedua Santi Cazorla menghapus keunggulan yang sempat dimiliki Madrid lewat Karim Benzema dan Raphael Varane. Hasil imbang tak mengubah posisi kedua tim di klasemen. Madrid tetap di urutan keempat dengan koleksi 30 poin, sedangkan Valencia (16) di peringkat ke-17. Barcelona (37) di puncak disusul Ateltico Madrid (34) dan Sevilla (32) di posisi ketiga. (ant/rtr)
Harden Menangkan Rockets Golden State – James Harden sekali lagi menunjukkan dirinya berada di puncak permainan. Dalam sisa waktu dua detik ia mengangkat Houston Rockets menjadi pemenang atas Golden State Warriors dengan skor 135-134 dalam lanjutan kompetisi NBA, Jumat (4/1) kemarin. “Saya memiliki keyakinan itu akan masuk,’’ kata Harden yang mencatat 40 poin beruntun kelima. Harden membuat total 44 poin, 15 assist dan 10 rebound. Ia menghasilkan triple-double 43 poin, 10 rebound dan 13 assist beberapa hari lalu saat melawan Memphis. Pelatih Warriors, Steve Kerr, memuji kinerja Harden. “Dia membuat tembakan yang mustahil di akhir pertandingan. Penampilan luar biasa. Dia adalah penguasa,’’ ujarnya usai pertandingan. Bintang Warriors, Kevin Durant, meluncurkan tembakan tiga angka saat bel berbunyi tetapi terlewatkan. Stephen Curry membuat 35 poin untuk Warriors. “Dia telah bermain di level tinggi dalam 11 pertandingan terakhir, jadi tidak mengherankan,” ungkap Curry memuji
Harden. Di tempat lain, DeMar DeRozan mencetak triple double pertamanya untuk San Antonio Spurs saat mengalahkan Toronto Raptors 125107. DeRozan membuat 21 poin, 14 rebound, dan 11 assist. Ia menjadi pemain Spurs pertama sejak Tim Duncan pada 2003 yang mencatat triple double di kandang. LaMarcus Aldridge menyumbang 23 poin buat Spurs yang mengakhiri tiga kemenangan beruntun Raptors sebelumnya. Di kubu Raptors, Leonard mencetak 21 poin tetapi dihujani dengan cemoohan sepanjang pertandingan. Leonard bermain selama tujuh musim dengan Spurs sebelum keluar dalam perdagangan yang membawa DeRozan dan Jakob Poeltl dari Raptors. Di akhir pertandingan, Leonard memeluk mantan pelatih Gregg Popovich, lalu berjalan ke bangku Spurs untuk menyapa asisten pelatih Ettore Messina. (afp/kmb)
Atlet dansa Bali
Bali Post/ist
Venus Disingkirkan Petenis Remaja
BUKA – Sergio Aguero membuat gol pembuka kemenangan Manchester City ke gawang Liverpool.
Auckland Petenis remaja Kanada Bianca Andreescu mengejutkan Venus Wil liams dari Amerika Serikat di babak perempatfinal turnamen WTA Auckland Classic, Jumat (4/1) kemarin. Andreescu yang berusia 18 tahun dan menempati peringkat 152 dunia, mengalahkan Williams (38), pemenang grand slam tujuh kali, dengan skor 6-7 (1/7), 6-1, 6-3. Sehari sebelumnya, ia menyingkirkan unggulan teratas dan peringkat tiga dunia Caroline Wozniacki. “Tujuan saya hanya untuk lolos dan mungkin mendapatkan beberapa
putaran, tetapi sekarang saya telah mengalahkan beberapa pemain top. Saya percaya bahwa semuanya mungkin dan malam ini saya pikir saya melakukan hal yang mustahil,’’ kata Andresscu. Venus yang telah menjadi petenis profesional selama enam tahun sebelum Andreescu lahir, mengambil set pertama dan mematahkan lawannya pada awal set kedua. Setelah itu, Andreescu mendominasi jalannya pertandingan. Andreescu akan bertemu Hsieh Su-Wei di semifinal. Wei mengalahkan Sara Sorribes Tormo (Spanyol) 6-3, 6-2 dalam laga lainnya. Juara bertahan Julia Go-
erges yang akan menghadapi Viktoria Kuzmova di semifinal lainnya, menundukkan Eugenie Bouchard (Kanada) 3-6, 6-3, 7-6 (8/6). “Itu adalah bagian terbesar yang saya pelajari dalam dua atau tiga tahun terakhir ketika saya naik peringkat,” ujar Goerges. Dalam pertandingan bintang-bintang yang sedang naik daun, Kuzmova yang berusia 20 tahun mengalahkan Amanda Anisimova (17) 6-3, 2-6, 6-4. Anisimova yang mengejutkan unggulan kelima Barbora Strycova pada putaran kedua, bangkit pada awal set ketiga tetapi tidak dapat mempertahankan konsistensi permainannya. (afp/kmb)
kg), Herwin Adianto (85 kg) dan Kadek Juliawan (+85 kg), sedangkan perunggu dihasilkan Supriyadi Bayu (60 kg) dan Agus Wahrod (80 kg). Akan tetapi, perjuangan binaragawan Gianyar dipastikan bertambah berat karena ada pengurangan nomor pada Porprov Bali di Tabanan mengacu pada PON XX/2020 di Papua. ‘’Meski begitu, Gianyar tetap membidik juara umum. Namun, kami hanya mematok
tiga emas. Apalagi di kelas 75 kg, Denpasar mempunyai atlet andalan Alfian,’’ tegas Ketua Umum Pengkab PABBSI Gianyar I Wayan Bun Setiady, Jumat (4/1) kemarin. Menurut pria yang akrab disapa Obit itu, pihaknya akan menurunkan Herwin di kelas +75 kg, Imono (70 kg), Zainudin (65 kg), Supriyadi Bayu (60 kg) dan seorang atlet lokal di kelas 75 kg di Tabanan. Atlet Gianyar berlatih di Massas Gym Peliatan. Para
binaragawan sudah beberapa kali mengadakan uji coba dengan mengikuti kejurnas di Padang, Batam, dan Semarang. PABBSI setempat juga berniat mengadakan kejuaraan binaraga dan body contest Piala Bupati Gianyar pada April nanti. Obit mengaku bangga olahraga pamer otot ini menjadi andalan kontingen Kabupaten Gianyar di ajang Porprov Bali. Imbasnya, kucuran dana mengalir dari KONI Gianyar. (022)
Binaraga Gianyar Bertekad Pertahankan Gelar
Gianyar (Bali Post) Cabang olahraga binaraga Gianyar keluar sebagai juara umum pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar dengan mendulang 4 keping medali emas dan 2 perunggu. Tim binaraga daerah seni ini bertekad mempertahankan gelar itu pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan, September mendatang. Medali emas dipersembahakn binaragawan M. Zainudin di kelas 65 kg, Imono Sakti (70
Bali Post/ist
OLAHRAGA BERSAMA - Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto, mengikuti olahraga bersama di Lapangan Praja Raksaka, Kepaon, Denpasar Selatan.
Awal 2019, Kodam Gelar ’’Fun Bike’’
Denpasar (Bali Post) Dalam rangka menggelorakan semangat tahun baru 2019, Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto, mengajak anggotanya fun bike dan olahraga bersama di Lapangan Praja Raksaka, Kepaon, Denpasar Selatan, Jumat (4/1) kemarin. “Olahraga bersama ini juga sebagai salah satu media dalam penerapan konsep kepemimpinan TNI atau kepemimpinan lapangan, salah satunya seorang pemimpin berupaya senantiasa dekat dengan anak buah,” tegas Kapendam IX/ Udayana, Kolonel Kav. Jonny Harianto G. Olahraga bersama ini diawali fun bike yang diikuti para pejabat teras Kodam dipimpin Pangdam. Start dari rumah dinas Pangdam menuju Jalan Diponegoro, Jalan Veteran, depan Mapolda Bali
di Jalan Hayam Wuruk, Jalan By-pass Ngurah Rai, Asrama Praja Raksaka dan finis di Lapangan Praja Raksaka, Kepaon. “Di Lapangan Praja Raksaka sudah siap sekitar 850 anggota baik militer maupun PNS dari jajaran Kodam IX/Udayana. Selanjutnya dilaksanakan senam aerobik dan tari Gemufamire,” kata Kapendam. Pangdam dalam sambutannya berharap kegiatan olahraga bersama ini dapat dilaksanakan setiap bulan pada minggu pertama. Tujuannya untuk membangun kebersamaan antara prajurit dan PNS dengan pemimpinnya. Selain itu, meningkatkan loyalitas sekaligus menunjukkan kebanggaan sebagai prajurit dan PNS di lingkungan TNI. “Digelar juga olahraga lainnya yakni tenis lapangan, bola voli, catur, panahan, dan renang,” ujarnya. (kmb36)
Atlet binaraga Gianyar
Bali Post/ist