Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

16 HALAMAN

NOMOR 109 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

Rabu Pon, 4 Desember 2019

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Edarkan 6.971 Pil Koplo

Mesin E-Parkir Jadi Pajangan

Api Merembet ke Kebun

Agus Saputra, buruh proyek asal Desa Kasiyan Timur, Jember kedapatan mengedarkan 6.971 pil koplo. Tersangka diamankan, Senin (2/12) di kamar kosnya di Banjar Kelakahan Kaja, Buit, Kediri, Tabanan.

Mesin parkir elektronik (e-parkir) di areal parkir Jalan Raya Ngurah Rai Gianyar sudah hampir setahun terpajang. Alat yang harganya seratusan juta itu tak kunjung digunakan.

Warga di sekitar Pura Dalem Baler Bale Agung dikejutkan kepulan asap dari dekat pura. Sejumlah mobil pemadam kebakaran (damkar) turun ke lokasi untuk memadamkan api yang membakar kebun warga.

Gianyar | HAL. 9

TABANAN | HAL. 7

Jembrana | HAL. 10

Jokowi Minta Bumikan Pancasila pada 129 Juta Anak Muda Indonesia Membumikan Pancasila di kalangan anak muda menjadi perhatian Presiden Jokowi. Apalagi jumlah anak muda di negeri ini mencapai 129 juta. Untuk itu, ia pun memerintahkan para menteri dan kepala lembaga memahami cara berkomunikasi 129 juta anak muda agar bisa membumikan Pancasila. ‘’Sekali lagi target utama kita anak-anak muda kita, yang kita hitung 129 juta orang. Kita harus mengerti, paham media komunikasi yang mereka gunakan apa? Semua harus mengerti ini juga. Harus mengerti kegiatan mereka itu apa? Konten yang mereka sukai itu apa? Kegiatan yang mereka sukai apa? Harus teridentifikasi betul,’’ tegas Presiden di Istana Negara Jakarta, Selasa (3/12) kemarin.

Presiden meminta agar narasi besar soal Pancasila harus dapat membanjiri media sosial yang digunakan anak-anak muda. ‘’Media sosial Instagram, Facebook, Twitter, Snapchat, hati-hati, banyak (ideologi) lewat barang-barang ini, sekali main bisa 2-3 juta pas viral. Ideologi Pancasila harus kita sebarkan, kita banjiri narasi-narasi besarnya lewat barang-barang ini. Kalau tidak akan kedahuluan

’’Media sosial Instagram, Facebook, Twitter, Snapchat, hati-hati, banyak (ideologi) lewat barang-barang ini, sekali main bisa 2-3 juta pas viral. Ideologi Pancasila harus kita sebarkan, kita banjiri narasi-narasi besarnya lewat barang-barang ini. Kalau tidak akan kedahuluan ideologi-ideologi baru yang menggunakan barang-barang yang tadi saya sebut.’’ Bali Post/ant

Jokowi Presiden

BERSAMA - Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin dan Ketua Dewan BPIP Megawati Soekarnoputri, Selasa (3/12) kemarin.

SEA Games

Raih Dua Emas

ATLET wushu Indonesia Edgar Xavier Marvelo mendedikasikan dua medali emas yang ia raih di SEA Games 2019 Filipina untuk mendiang sang ayah yang baru saja meninggal. Edgar mendapati kabar sang ayah meninggal pada Selasa (3/12) dini hari sebelum dirinya menjalani pertandingan di hari terakhir nomor Taolu di World Trade Center, Manila, pada pagi harinya. Di tengah kabar duka, juara dunia wushu 2019 itu tetap menjalankan tugas yang ia emban bagi Indonesia dan mampu menyelesaikan nomor kombinasi Taolu Daoshu/Gunshu sebagai yang terbaik. Belum selesai di sana, Edgar masih harus tampil di nomor Duilian, di mana ia bersama Harris Horatius dan Seraf Naro Siregar memperagakan nomor duel dan keluar sebagai juara. Trio wushu Indonesia itu mengumpulkan 9,54 poin dari juri, mengungguli tim Brunei Darussalam yang meraih perak dengan 9,50 poin dan Filipina di peringkat ketiga dengan 9,49 poin. Sang ayahanda, Lo Tjhiang Meng, yang sempat beberapa kali dirawat karena gangguan jantung, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (3/12) lewat tengah malam. Edgar mengungkapkan jika sang ayah selalu berpesan kepada sang bungsu dari empat bersaudara itu agar terus berjuang di wushu. ‘’Kemarin di Shanghai papa pernah pesan. Waktu kejuaraan dunia kemarin papa juga masuk rumah sakit dan sempat melewati masa kritis. Di sana papa pesan, apa pun yang terjadi dengan papa aku enggak boleh berhenti wushu, harus terus melanjutkan wushu dan harus selalu ikut pertandingan yang ada dan saya hari ini hanya menjalankan apa yang papa pesan,’’ kata Edgar sembari menitikkan air mata. (ant)

Ledakan di Monas

Dua TNI Luka-luka

Jakarta (Bali Post) – Ledakan di kawasan Monas, Selasa (3/12) pagi kemarin, bersumber dari granat asap. Ledakan itu mengakibatkan dua anggotaTNI luka-luka. Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono membenarakan hal tersebut. ‘’Hasil olah TKP ini diduga granat asap yang meledak. Kita masih dalami. Tetapi hasil sementara temuan di TKP ini adalah granat asap,’’ ujar Gatot di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Gatot menuturkan, ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 07.15 WIB. Saat kejadian, sejumlah anggota TNI tengah berolahraga di kawasan Monas. ‘’Hasil sementara kita ada korban dua anggota TNI yang sekarang dirawat di RSPAD. Lukanya satu di tangan dan satu di paha,’’ tuturnya. Ledakan tersebut mengakibatkan dua korban luka yakni Serma Fajar Arisworo dan

Praka Gunawan Yusuf. Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengaku sudah mengetahui insiden ledakan di kawasan Monumen Nasional (Monas) yang membuat dua orang anggota TNI terluka. ‘’Ya, saya juga baru dengar tadi pagi, kita lihat perkembangan penyelidikan investigasi ya,’’ kata Prabowo di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Jakarta Pusat, Selasa kemarin. Pascaledakan masyarakat

baik dari Jakarta maupun turis mancanegara tetap antusias berlibur di kawasan Monas. Meski sempat ditutup pada pukul 07.30 WIB hingga 10.00 WIB masyarakat tetap antusias untuk berkunjung dan melihat-lihat bagian dalam tugu yang dibangun pada tahun 1961 itu. Wakil Ketua DPR-RI Aziz Syamsuddin meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ledakan tersebut. Hal. 15 Motif Pelaku

Terbungkus Plastik Jakarta (Bali Post) Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyanto membenarkan dua anak buahnya mengalami luka pada ledakan granat di Monas. Ia mengatakan, Serma Fajar Arisworo menderita luka cukup parah di tangan kiri akibat ledakan granat, kendati kondisinya sadar. Namun, dia tidak menjelaskan secara detail luka yang dialami Serma Fajar. ‘’Kondisi anggota saya dalam keadaan sadar dan masih bisa duduk, masih bisa bicara,’’ ujar Eko di kawasan Monas, kemarin. Sementara Praka Gunawan Yusuf mengalami

luka ringan akibat ledakan tersebut. ‘’Yang kedua lebih ringan karena kena bagian pahanya saja, atas nama Praka Gunawan,’’ ujar Pangdam Jaya. Korban Serma Fajar Arisworo dan Praka Gunawan Yusuf terkena ledakan saat sedang olahraga bersama personel Garnisun. Awalnya kedua personel tersebut menemukan bungkusan plastik yang di dalamnya terdapat sebuah granat, kemudian diambil dan meledak. Kedua korban lalu dilarikan ke UGD RS Gatot Subroto untuk pemeriksaan lebih lanjut. (kmb4)

Neraca Perdagangan Bali Surplus Pada Oktober 2019, neraca perdagangan Bali surplus 34.505.112 dolar AS. Jika dibandingkan dengan September 2019 yang tercatat surplus 22.038.764 dolar AS. Apa pemicunya? www.bisnisbali.com

Dua SMAN di Badung Diserahkan ke Bali Tahun 2020, dua SMAN di Badung diserahkan ke Disdik Provinsi Bali. SMAN bertaraf internasional ini diprediksi rampung awal Januari 2020. www.denpostnews.com

ideologi-ideologi baru yang menggunakan barang-barang yang tadi saya sebut,’’ kata Presiden Jokowi. Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut dalam acara ‘’Presidential Lecture’’ Internalisasi dan Pembumian Pancasila yang digagas oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Dalam acara tersebut hadir juga Ketua Dewan Pengarah BPIP yang juga Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, anggota Dewan Pengarah Sudhamek Wakil, Andreas Anangguru Yewangoe, Buya Ahmad Syafii Maarif, para menteri Kabinet Indonesia Maju serta para kepala lembaga pemerintah. ‘’Saya melihat secara detail mereka anak-anak muda memang sekolah, memang kuliah, memang bekerja iya, anak-anak muda ini sekolah, kuliah, bekerja tapi yang memengaruhi mereka bukan hanya guru, dosen atau bosnya, bukan, hati-hati,’’ tambah Presiden. Hal. 15 Anak Muda

Bali Post/ade

LEDAKAN - Anggota Gegana Brimob Polri berjaga di sekitar TKP ledakan di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (3/12) kemarin. Tim Labfor Mabes Polri juga melakukan pemeriksaan di lokasi bekas ledakan granat.

Angkie Yudistia

Bali Post/ant

Baca Gerak Bibir

STAF Khusus Presiden Bidang Komunikasi Sektor Sosial, Angkie Yudistia, berkisah dirinya mendapat dukungan besar dari sejumlah teman milenial saat hari pertamanya bertugas mengikuti rapat bersama Presiden Joko Widodo. ‘’Jadi sehabis itu teman-teman milenial memutuskan; ya sudah kita buat notulen saja untuk Angkie. Terus aku sangat semangat berada di lingkungan yang sangat saling support,’’ kata Angkie, Selasa (3/12) kemarin. Angkie adalah penyandang tunarungu yang diangkat Presiden sebagai staf khusus. Peraih penghargaan The Most Fearless Female Cosmopolitan 2008 itu menjelaskan tantangan yang dihadapinya banyak. Dia harus membaca gerak bibir seluruh peserta rapat terbatas yang digelar istana. ‘’Ketika meeting forum, Bapak Presiden duduk jauh di depan dan yang lain sudah pasti menghadap ke Presiden, dan aku harus membaca gerak bibir mereka masing-masing karena selama ini aku memaksimalkan gerakan bibir,’’ ucap Angkie menjelaskan. Kemudian dia menyampaikan kepada forum bahwa dirinya penyandang tunarungu,

sehingga harus membaca gerak bibir dan perlu menggunakan aplikasi pengubah suara menjadi teks di telepon cerdasnya yang akan membantu dirinya memahami pembahasan rapat. ‘’Akhirnya di meeting itu kita berdiskusi apa saja yang bisa membuat aku lebih nyaman kerja, dan ternyata diperbolehkan,’’ ungkap Angkie terkait izin membawa telepon cerdas ke dalam pertemuan bersama Presiden. Presiden Jokowi menunjuk Angkie sebagai juru bicara presiden bidang sosial. Jokowi menilai dia sebagai perempuan muda penyandang disabilitas yang aktif bergerak di sociopreneur maupun organisasi internasional. Dia memiliki usaha Thisable Enterprise yang bertujuan memberdayakan difabel Indonesia agar memiliki kemampuan dan keterampilan serta menyalurkannya ke dunia kerja. Thisable Enterprise juga menyediakan pelatihan bagi SDM penyandang disabilitas agar dapat memiliki kemampuan kejuruan maupun profesional. Saat ini Angkie mempercayakan Thisable Enterprise sepenuhnya kepada manajemen dan fokus bertugas sebagai Staf Khusus Presiden. (ant)


Rabu Pon, 4 Desember 2019

FIGUR Tenaga Ahli Langka DUNIA kedokteran ternyata tidak hanya berjibaku dengan penyakit, namun juga pada kasus kekerasan hingga kasus kematian. Untuk mengetahui penyebab kematian sebuah kasus kriminal ataupun bukti terjadinya kekerasan membutuhkan pemeriksaan visum maupun autopsi yang dilakukan dokter spesialis forensik. Di sisi lain, untuk Bali dan Nusa Tenggara dokter spesialis forensik keberadaannya masih langka. Pemenuhan dokter forensik ini menjadi salah satu program yang hendak dicapai oleh Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI) Cabang Bali Nusra. “Masih langkanya dokter spesialis forensik di Bali Nusra karena belum ada Program Pendidikan Dokter Spesialis Forensik di daerah ini,” ujar Ketua PDFI Cabang Bali Nusra dr. Dudut Rustyadi, Sp.F., Selasa (3/12) kemarin. Dikatakan, tidak semua rumah sakit tipe B di Bali memiliki dokter forensik. Sehingga saat membutuhkan pemeriksaan seperti autopsi harus dibawa ke RSUP Sanglah. “Saat ini yang punya dokter spesialis forensik baru Buleleng dan Karangasem,” ujarnya. Ia menambahkan, daerah NTT juga belum memiliki dokter spesialis forensik. Padahal idealnya satu provinsi seharusnya memiliki satu dokter spesialis. “Kebutuhan daerah akan dokter forensik dilihat dari jumlah kasusnya. Jika kota besar harus ada setidaknya satu dokter spesialis forensik atau satu provinsi satu dokter spesialis forensik,” katanya. Belum adanya dokter spesialis forensik di NTT menyebabkan pihaknya sering diminta ke daerah tersebut untuk melakukan pemeriksaan. Biasanya kasus yang ditangani adalah proses pemeriksaan jenazah yang sudah dikubur. Ketiadaan dokter spesialis di daerah timur seperti NTT, ditakutkan banyak kasus kematian mencurigakan ataupun kekerasan lolos begitu saja. “Kami dipanggil untuk melakukan pemeriksaan jenazah yang sudah dikubur. Artinya, banyak pemeriksaan luar yang terlewat. Sehingga keberadaan dokter spesialis forensik sangat penting,” jelasnya. Selain memenuhi kebutuhan dokter spesialis forensik di daerah Bali Nusra, pihaknya juga akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat jika tugas dokter spesialis forensik bukan hanya memeriksa jenazah tetapi juga pasien hidup atau bidang forensik klinik. Pemeriksaan bidang forensik klinik salah satunya pemeriksaan visum untuk kasus kekerasan maupun kecelakaan lalu lintas. (san)

Ketergantungan Pasokan Perlu Diwaspadai Denpasar (Bali Post) Ketergantungan pasokan pada daerah lain yang tinggi masih menjadi tantangan yang harus diperhatikan dalam rangka mengatasi inflasi. Oleh karena itu, pelaksanaan kerja sama antardaerah dalam wadah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dalam pemenuhan pasokan merupakan salah satu strategi dan kebijakan dalam memastikan ketersediaan pasokan pada tingkat harga yang wajar. Meski demikian, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan (BI KPw) Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan, tekanan inflasi Provinsi Bali pada November 2019 melandai dibandingkan bulan sebelumnya. Berlanjutnya penurunan tarif angkutan udara dan mulai masuknya panen raya cabai rawit dan cabai merah di beberapa daerah sumber pasokan, menjadi faktor penahan tekanan inflasi Bali, khususnya di wilayah Denpasar. Penurunan inflasi lebih lanjut tertahan oleh meningkatnya tekanan inflasi untuk komoditas sayuran dan buah-buahan sebagai dampak lanjutan musim kemarau yang lebih panjang pada tahun 2019, sehingga mempengaruhi kuantitas produksi komoditas tersebut. Berdasarkan pola historisnya, realisasi inflasi Bali pada November selalu menunjukkan tekanan yang tinggi, terkonfirmasi dari tingginya tingkat inflasi bulanan (mtm) di setiap tahun pada periode November. Namun realisasi inflasi pada periode November 2019 ternyata sangat berbeda dari pola historisnya selama ini. Tingkat inflasi Bali pada November 2019 merupakan yang terendah dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Capaian melandainya tekanan inflasi pada November 2019 tersebut tidak terlepas dari kolaborasi, sinergi dan koordinasi yang terjalin dengan baik antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Provinsi Bali beserta seluruh unsur TPID untuk menjaga tingkat inflasi menjadi terkendali. Pada November 2019, Provinsi Bali mengalami inflasi sebesar 0,03% (mtm), turun dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,10% (mtm). Pencapaian inflasi Bali November ini tercatat lebih rendah dibandingkan dengan inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,14% (mtm). Sementara itu, secara tahunan, inflasi Bali tercatat sebesar 2,46 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan nasional yang sebesar 3,00% (yoy). Dengan demikian, inflasi Bali pada November 2019 masih berada pada rentang sasaran inflasi nasional 3,5%±1% (yoy). Deflasi terjadi pada Kota Denpasar yang tercatat sebesar -0,01% (mtm) sedangkan Kota Singaraja mencatat inflasi sebesar 0,22% (mtm). Di Kota Denpasar, deflasi bersumber dari penurunan harga pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,49% kelompok sandang sebesar -0,26% dan kelompok bahan makanan -0,10%, sedangkan kelompok lainnya mengalami inflasi. Inflasi di Singaraja bersumber dari peningkatan harga pada kelompok bahan makanan yaitu sebesar 0,42%. Seiring dengan risiko meningkatnya tekanan inflasi menjelang akhir tahun, yang bersumber pada peningkatan permintaan sejalan dengan perayaan Natal, Tahun Baru dan liburan akhir tahun serta terdapat beberapa perayaan hari besar keagamaan di Bali pada bulan Desember seperti Saraswati dan Pagerwesi, perlu diwaspadai dan mendapat perhatian dari semua pihak. Bank Indonesia Provinsi Bali bersama OPD yang tergabung dalam TPID Provinsi Bali akan berperan aktif dalam mengawal dan mengendalikan inflasi melalui pemantauan kecukupan stok ketahanan pangan, menjaga stabilitas dan ekspektasi harga, penggalian informasi dengan stakeholders, instansi terkait, serta melalui forum koordinasi TPID dalam mengambil langkah -langkah antisipatif pengendalian inflasi. TPID meletakkan fokus utama pada komoditas penyumbang inflasi pada akhir tahun antara lain komoditas pada sektor pertanian yaitu bawang merah, cabai rawit, cabai merah, dan beras. Selain itu, pada sektor peternakan komoditas daging ayam ras dan telur ayam ras, serta komoditas lain seperti komoditas rokok dan tarif angkutan udara. (kmb42)

Topik : membumikan pancasila pada anak muda

TES URINE - Kasdim 1611/Badung Mayor Inf. Arianto ikut tes urine di Makodim, Denpasar, Senin (3/12) kemarin.

Bali Post/ist

Oknum Atlet Terlibat Sindikat Narkoba Lintas Provinsi Denpasar (Bali Post) -

Selektif dalam bergaul sangat penting saat ini. Jika tidak, akan terjerumus pergaulan negatif, khususnya kalangan remaja yang jiwanya masih labil. Seperti dialami oknum atlet bela diri Denpasar yang ditangkap tim anggota BNNP Yogyakarta karena terlibat sindikat narkoba lintas provinsi, yakni Sumatera Utara, Yogyakarta, dan Bali. Barang buktinya berupa ganja dengan berat hampir satu kilogram. Ia ditangkap di seputaran Tohpati, Denpasar Timur, beberapa waktu lalu. “Ini yang sangat kami sayangkan. Padahal oknum atlet ini baru lulus SMA favorit di Denpasar,” tegas Kepala BNNK Denpasar AKBP Hagnyono usai melaksanakan tes urine terhadap perwira dan Babinsa Kodim 1611/Badung, Selasa (3/12) kemarin. Menurut AKBP Hagnyono, oknum atlet yang identitasnya dirahasiakan tersebut salah

pergaulan. Setelah lulus, ada teman SMA-nya melanjutkan kuliah di Yogyakarta dan bergaul dengan anggota sindikat narkoba di sana. Oknum atlet yang beralamat di Tohpati ini diduga tergiur dengan keuntungannya. Selanjutnya, ganja dipasok dari Sumatera Utara ke Bali dan diedarkan oknum atlet tersebut. “Kasus ini ditangani BNN Provinsi Yogyakarta. Sudah beberapa kali oknum atlet ini menerima kiriman ganja untuk diedarkan. Untuk itu kami akan menggencarkan sosialisasi

bahaya narkoba ke sekolahsekolah dan kampus,” ujarnya. Terkait tes urine anggota Kodim, pihaknya sangat mengapresiasi digelarnya kegiatan tersebut. Tujuannya untuk melakukan deteksi dini penyalah guna narkotika. Deteksi dini tersebut dengan cara melakukan penangkal awal supaya masyarakat misalnya tes urinenya positif mengonsumsi narkoba akan diasesmen dan secepatnya menyelamatkannya supaya tidak jerumus lebih dalam, yaitu ketergantungan. “Ten-

tunya selaku aparat negara, TNI memberi contoh kepada seluruh masyarakat dalam rangka mencegah penyalahgunaan narkoba,” katanya. Kasdim 1611/Badung Mayor Inf. Arianto, S.Ag. menyampaikan, tes urine ini merupakan upaya pencegahan dan program rutin pimpinan. “Perintah pimpinan atas tegas tidak akan mentolerir jika ada prajurit TNI terlibat narkoba,” tegasnya. Menurutnya, Babinsa saat di lapangan bertemu banyak orang dan tidak semuanya baik. Tidak menutup kemungkinan saat anggota bersilahturahmi dihidangkan minuman dan sudah dicampur dengan narkoba. “Ini harus diantisipasi. Maka dari itu, kami rutin melaksanakan tes

urine dan sosialisasi P4GN. Hasil tes urine oleh BNNK Denpasar semuanya negatif,” ungkapnya. Ditanya soal sanksi terberat jika anggota terlibat narkoba, Mayor Arianto menegaskan, jangankan prajurit, sejumlah pimpinan atas dipecat karena narkoba. “Ditindak tegas. Kita tidak usah bicara lapisan bawah, lapisan atas saja pecat. Ada perwira melati tiga (kolonel) dan melati dua (letkol) dicopot. Pimpinan atas tidak main-main terkait masalah narkoba,” tegasnya. (kmb36) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Perumda Diminta Tidak Masuk ke ”Core” Bisnis Swasta

Denpasar (Bali Post) – Sejalan dengan keluarnya Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD mengamanatkan restrukturisasi pengaturan terhadap seluruh perusahaan daerah yang dimiliki daerah untuk menjadi badan hukum perusahaan umum daerah ataupun perusahaan perseroan daerah. Karena itu, tiga perusahaan daerah (perusda) yang dimiliki Pemkot Denpasar juga dilakukan penyesuaian. PDAM telah melakukan penyesuaian menjadi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Sewakadarma. Kini giliran PD Pasar dan PD Parkir sedang dalam pembahasan di DPRD Kota Denpasar. Kedua rancangan perda untuk PD Pasar dan PD Parkir sudah diserahkan Wakil Wali Kota dalam sidang

paripurna, belum lama ini. Kini prosesnya masih dalam pembahasan yang dilakukan jajaran dewan. Diharapkan usaha-usaha yang akan diambil oleh Perumda Pasar Sewakadarma tidak masuk ke core bisnis yang telah digeluti swasta atau perseorangan. Hal ini ditegaskan anggota DPRD Denpasar A.A. Susruta Ngurah Putra, Selasa (3/12) kemarin. Menurut Susruta Ngurah Putra, dalam rapat kerja dengan eksekutif dan tim hukum Pemkot Denpasar, pihaknya sudah menyampaikan sarannya agar Perumda tidak lagi bergelut dalam sektor yang sudah dijalankan swasta, seperti percetakan. “Usaha percetakan sudah banyak dilakukan masyarakat, sehingga Perumda tidak lagi mengarah ke sana. Kasihan nanti masyarakat yang sudah memiliki usaha kecil bidang percetakan akan

mati setelah Perumda ikut bermain di sana,” ujarnya. Persoalan lain, kata dia, yakni alih teknologi. Pemerintah akan lambat dalam mengantisipasi adanya alih teknologi dalam bidang percetakan. Akibatnya, lambat laun akan kalah bersaing dengan swasta. “Tahun pertama mungkin kita bisa menang. Namun ketika terjadi alih teknologi, pemerintah tidak akan bisa secepat swasta. Karena itu, mungkin jenis usaha ini bisa dievaluasi,” jelasnya. Sebelumnya, pada sidang paripurna ke-10 masa persidangan II tahun 2019 DPRD Kota Denpasar, Pemkot telah menyerahkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perusahaan Umum Daerah Bhukti Praja Sewakadarma dan Raperda tentang Perusahaan Umum Daerah

Pasar Sewakadarma. Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara dalam pidato pengantarnya menjelaskan, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah, Pemkot Denpasar berkomitmen melakukan upaya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai macam cara, termasuk dalam pembentukan serta pendirian badan usaha milik daerah yang telah dimiliki oleh daerah. “Beberapa perusahaan daerah yang kita miliki harus selalu didedikasikan sebagai pelayanan bagi kebutuhan masyarakat. Namun sebagai suatu perusahaan, badan usaha daerah juga harus tetap memperhatikan pengelolaan untuk mengatur keberlangsungan dan daya saing sehingga mampu bertahan di era maju seperti saat ini,” jelasnya. (kmb12)

Wawali Jaya Negara Buka Seminar Hari Ibu Eksistensi Perempuan Dalam Peningkatan Kualitas Hidup

SERANGKAIAN peringatan Hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember diselenggarakan berbagai kegiatan di Kota Denpasar. Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pemerdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) bekerja sama dengan TP PKK Kota Denpasar menggelar kegiatan seminar. Hari Ibu yang ke-91 tahun 2019 ini lewat gelaran seminar dengan tema “Kedudukan Perempuan Bali Dalam Hukum Adat Bali” yang dibuka Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara didampingi Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra di Ruangan Sewaka Mahottama Graha Sewaka Dharma Lumintang Denpasar, Selasa (3/12) kemarin. Turut hadir pula Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara, Ketua Gatriwara Kota Denpasar Ny. Purwati Ngurah Gede, Ketua Dharma wanita Kota Denpasar Ny. Ida Ayu Kerti Iswara, Kepala Dinas KBPP I Gusti Agung Laksmi Dharmayanti, Camat Denpasar Utara Nyoman Lodra beserta OPD Setda Kota Denpasar lainnya. Wakil Wali Kota Denpasar I GN Jaya Negara mengatakan, peringatan Hari Ibu setiap tahun menunjukkan bahwa kaum perempuan Indonesia telah menempuh jalan panjang dalam mewujudkan peranan dan kedudukan perempuan Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dalam rangka menuju kemerdekaan Indonesia yang aman tenteram dan damai serta adil dan makmur. Peringatan ini merupakan momentum untuk merenungkan peranan dan kedudukan yang menggambarkan semangat nasionalisme perempuan

berdaya untuk Indonesia maju. “Saya berharap dengan dilaksanakan seminar ini dapat mempertebal semangat semua komponen untuk mencapai kemajuan berbagai bidang pembangunan serta dapat mendorong semua pihak untuk memberi perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor yang dapat membawa pengaruh positif bagi peningkatan kualitas hidup, pemenuhan hak dan kemajuan perempuan bila diberi peluang dan kesempatan mampu meningkatkan kualitas hidup dan mengembangkan segala potensi dan kemampun yang dimiliki,” ungkapnya.

Kepala Dinas P3AP2KB Kota Denpasar I Gusti Agung Laksmi Dharmayanti mengatakan, pada peringatan Hari Ibu yang ke-91 digelar berbagai kegiatan, di antaranya penanaman pohon, kegiatan sosial, hingga kegiatan seminar. Kegiatan seminar dengan tema “Kedudukan Perempuan Bali Dalam Hukum Adat” menampilkan tiga narasumber yakni Pakar Hukum Adat I Wayan P. Windia, Bendesa Madya dan Majelis Desa Adat Kota Denpasar A.A. Ketut Sudiana, dan Psikolog RSUP Sanglah Retno Indaryanti Kusuma. Kegiatan ini melibatkan ratusan peserta dari TPP PKK Kota Denpasar yang sebe-

lumnya pada tanggal 23 November juga digelar acara gerakan perempuan tanam pohon, Lomba Pecah Kucah untuk menjaring perempuan inspirator dari tingkat kecamatan dalam lima kategori, yaitu kategori lembaga masyarakat, organisasi profesi, dunia usaha dan media kerja sama dengan Puspa Kota Denpasar. “Kami berharap semoga dengan diadakannya acara ini kepedulian masyarakat terhadap pemberdayaan perempuan dan eksistensi perempuan di berbagai sektor kehidupan dan perempuan diberi peluang dan kesempatan untuk mampu meningkatkan kualitas hidup di Kota Denpasar,” ujarnya. (ad75)

SEMINAR - Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara berfoto bersama peserta seminar dengan tema “Kedudukan Perempuan Bali Dalam Hukum Adat Bali” di Ruangan Sewaka Mahottama Graha Sewaka Dharma Lumintang, Denpasar, Selasa (3/12) kemarin.


Rabu Pon, 4 Desember 2019

Gedung SMA 2 Kutsel Diklaim Berstandar Internasional Mangupura (Bali Post) Masyarakat Badung terutama di Kecamatan Kuta Selatan (Kutsel) memiliki gedung SMA yang sangat representatif. Bahkan sekolah yang baru saja selesai dibangun itu disebutsebut berstandar internasional. Gedung sekolah dimaksud yakni SMA 2 Kuta Selatan. Seperti dikatakan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung I.B. Surya Suamba, pembangunan sekolah ini menerapkan standar pendidikan internasional. Meski demikian, dari sisi perwajahan secara keseluruhan tetap mempertahankan arsitektur Bali bebadungan. ‘’Khusus interior, seluruh ruangan sudah dilengkapi dengan AC dan LCD proyektor sebagai penunjang proses belajar dan mengajar. Dengan demikian, diharapkan siswa di Badung semakin nyaman dalam belajar dan fasih dengan teknologi informasi,’’ kata Surya Suamba di sela-sela peninjauan sejumlah proyek di Badung, Selasa (3/12) kemarin. Dijelaskannya lebih lanjut, SMA 2 Kuta Selatan yang berdiri di atas lahan milik Pemprov Bali ini dilengkapi dengan tiga basement. Luas lahannya 1 hektar. Ada 5 gedung yang terdiri dari 27 kelas, 1 gedung praktikum yang

terdiri dari 6 ruangan, dan 1 gedung untuk perkantoran. Total anggaran pembangunan Rp 52 miliar. ‘’Nanti setelah selesai, bangunan ini akan dihibahkan ke provinsi. Karena kewenangan SMA/SMK ada di provinsi,’’ jelasnya. Pemkab Badung akan menyerahkan dua sekolah ke Pemprov Bali. Dua sekolah tersebut yakni SMA 2 Kuta Selatan dan SMA 2 Abiansemal. ‘’Nanti penyerahan akan dilakukan bersamaan pada akhir bulan Desember. Kemungkinan awal Januari 2020 akan selesai prosesnya,’’ tandasnya. Terkait keberadaan sekolah ini, Kepala Lingkungan Mumbul Nyoman Astawa mengharapkan ke depannya kualitas pendidikan di Badung bisa lebih bagus. Jangan hanya bangunan sekolahnya saja yang bagus, namun perlu juga dibarengi dengan kualitas pendidikan yang lebih baik. Pihaknya juga berharap agar semua gedung sekolah yang ada di Badung bisa dibuat seperti SMA 2 Kuta Selatan. Pada kesempatan tersebut, tim pemantauan pembangunan Kabupaten Badung juga melakukan pengecekan terhadap sejumlah proyek di kawasan Kuta Selatan. Proyek dimaksud yakni penataan lapangan Lagoon, pembangunan wantilan melasti di Pantai Club Med, dan penataan Pura Geger. (kmb23)

Limbah Drainase Diduga Bersumber dari Warung

Mangupura (Bali Post) Keluhan atas saluran drainase yang penuh sampah dan limbah di Perumahan Taman Griya, Jimbaran, kembali mencuat. Bahkan keluhan tersebut sempat diposting oleh seorang warga negara asing melalui media sosial pada Minggu (1/12) lalu. Terkait keluhan tersebut, Camat Kuta Selatan Made Widiana langsung melakukan pengecekan. Pihaknya juga meminta Kepala Lingkungan setempat untuk segera melakukan pengecekan sekaligus menyikapinya. Dari hasil pengecekan ke lokasi, diketahui saluran tersebut memang penuh limbah dan sampah. Pihaknya menduga limbah dibuang oleh pemilik warung sekitar. Setelah dilakukan pengecekan dan pembersihan pada Senin (2/12) malam, saluran tersebut kini sudah kembali bersih. Meski demikian, sebagai tindak lanjut pihaknya akan kembali melakukan pengecekan bersama dengan Lurah dan Kepala Lingkungan. Widiana juga mengaku akan meneruskan informasi tersebut kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung. Dengan harapan, instansi bersangkutan mengambil tindakan memastikan sumber sampah dan limbah tersebut. Pihaknya juga berencana memberikan edukasi kepada pemilik warung dan masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaga saluran drainase. Sebab, fungsi drainase adalah saluran air bukan untuk limbah dan sampah. ‘’Mari kita sadar untuk senantiasa menjaga lingkungan ini. Apalagi Kuta Selatan adalah wilayah tujuan wisata internasional. Jangan sampai itu tercoreng karena ulah kita yang kurang peduli,’’ ajaknya. (kmb23)

Bali Post/edi

MENINJAU - Kepala Dinas PUPR Badung I.B. Surya Suamba bersama tim pemantau pembangunan Kabupaten Badung meninjau proyek gedung SMA 2 Kuta Selatan yang berlokasi di Banjar Mumbul, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Selasa (3/12) kemarin.

Lahan BRP Masuk Kawasan Jalur Hijau Pemkab Sinkronisasikan ITR

Mangupura (Bali Post) – Rencana Pemkab Badung membangun Badung Recycle Park (BRP) di kawasan Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara bakal terkendala status lahan. Pasalnya, lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) seluas 2,8 hektar ini masih berstatus jalur hijau. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung I Putu Eka Merthawan tak menampik perihal tersebut. Kendati demikian, pihaknya menjamin tidak akan melabrak aturan dan akan berupaya mencari solusi terbaik. ‘’Lahan itu sekarang kondisinya dimanfaatkan sebagai pertanian, seperti ada tanaman bunga, makanya saya sebut itu jalur hijau. Namun pas kebetulan lokasi itu merupakan kawasan pendukung areal publik walaupun jalur hijau ada pendukung layanan umumnya,’’ ungkap Eka Merthawan saat rapat kerja DPRD Badung, Senin (2/12) lalu. Menurutnya, status kepemilikan lahan seluas 2,8 hektar berbentuk

keris itu adalah Sertifikat Hak Pakai (SHP) milik Pemprov Bali. Karena itu pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Bali melalui BPKAD Badung. ‘’Kami telah melakukan proses melalui BPKAD Badung kepada BPKAD Bali. Khusus kepada yang mengontrak sudah kami lakukan pendekatan, jadi tidak masalah,’’ tegasnya. Ditanya terkait status tanah, birokrat asal Sempidi, Mengwi ini mengatakan, Dinas PUPR akan melakukan sinkronisasi terkait Induk Tata Ruang (ITR) Kuta Utara dan Mengwi yang kini tengah berproses di pusat. ‘’Kami dengan Dinas PUPR akan mensinkronkan dengan pusat

Mangupura (Bali Post) DPRD Badung membahas bunga bank yang diperoleh dari dana hibah yang mengendap di rekening. Dana hibah mengendap disebabkan pembayaran proyek dilakukan secara bertahap. Dalam rapat kerja Komisi III DPRD Badung dengan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Selasa (3/12) kemarin, Wakil Ketua Komisi III I Nyoman Satria mengatakan, dana hibah yang telah ditransfer ke rekening penerima masih mengendap dalam kurun waktu tertentu di bank. Hal ini disebabkan pembayaran proyek dilakukan secara bertahap. ‘’Karena pembayaran sistem termin, jadilah dana hibah mengendap dan memperoleh bunga,’’ katanya. Kondisi tersebut, kata politisi PDI Perjuangan ini menjadi masalah. Sebab di satu sisi ada yang mengharuskan mengembalikan, di sisi lain ada yang memperbolehkan untuk menggunakan bunga dana hibah asalkan ada pertanggungjawabannya. ‘’Ini jelas perlu dibuatkan SOP-nya sehingga penerima hibah tidak kebingungan dan ada kepastian,’’ ungkapnya. Satria menegaskan, jika dimanfaat-

kan pun jumlah pertanggungjawaban dana hibah akan lebih dari dana yang diterima. Di sinilah perlu ada kepastian sehingga penerima tidak kebingungan. Dalam raker yang dihadiri sejumlah anggota seperti Nyoman Graha Wicaksana, Made Yudana, dan Made Retha juga muncul pertanyaan terkait penolakan terhadap nama sama yang mengajukan permohonan hibah. ‘’Ini harusnya bisa ditinjau kembali,’’ kata Nyoman Graha Wicaksana. Dia mencontohkan, A menjadi pengurus di desa adat. Selain di desa adat, A juga menjadi pengurus di sebuah pura paibon. Karena dianggap mampu, A mengajukan hibah untuk desa adat dan A juga mengajukan bantuan hibah untuk pura paibonnya. ‘’Karena lokusnya berbeda, kami pikir nama sama tidak ada masalah. Jika nama sama ini ditolak, pemohon akan bolak-balik harus mengubah proposal. Ini tentu saja akan memberatkan pemohon,’’ terangnya. Politisi PDI Perjuangan asal Kuta itu pun menyatakan, sistem yang berlaku saat ini terkait e-hibah sudah bagus. Kendati demikian, sistem ini harus tetap di-update secara bertahap agar ramah terhadap user. (kmb27)

dan dengan dukungan dewan juga karena ITR Kuta Utara dan Mengwi sedang proses di pusat, Jakarta. Mohon maaf kami sebagai pejabat Amdal jika itu belum ada, kami tidak berani proses Amdalnya otomatis stagnan. Tapi kalau seandainya ini benar, kemungkinan besar bisa berhasil. Kuncinya ITR, kita tidak boleh ngawur,’’ jelasnya. Pihaknya telah memiliki konsep ketika proses penetapan lahan telah selesai. Bahkan teknologi yang akan diterapkan diklaim ramah lingkungan karena tanpa menghasilkan asap. ‘’Ini baru konsep kami. Konsep yang ditawarkan bukan TPA yang dianggap seperti sekarang. Bukan tempat pembuangan akhir, tapi tempat pemrosesan sampah atau pabrik sampah,’’ tegasnya. Mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Badung ini juga menjamin tidak terjadi penumpukan sampah

seperti TPA kebanyakan yang menimbulkan polusi. Dia mengklaim BRP mampu mengolah sampah hingga 500 ton per hari. ‘’Kami jamin tidak ada penumpukan sampah, karena sampah yang masuk langsung diproses yang diperkirakan mampu 500 ton per hari. Sampah Badung itu hanya 281 ton per hari. Dipotong lagi di masing-masing kelurahan dan desa kan logikanya tidak sebanyak itu. Kami juga jamin tanpa adanya instalator tidak ada asap naik karena diolah dengan sistem hidro, pakai air,’’ terangnya. Meski demikian, Eka Merthawan mengakui belum mempresentasikan konsep BRP kepada Bupati Badung lantaran belum finalisasi. ‘’Kami harapkan 2021 sudah berhasil, meski konsep ini belum kami sampaikan karena baru casingnya saja. Kalau sudah lengkap baru disampaikan,’’ pungkasnya. (kmb27)

Dewan Pertanyakan Mekanisme Pemanfaatan Bunga Dana Hibah

Bali Post/ist

PENUH SAMPAH - Saluran drainase di Taman Griya belum lama ini dipenuhi sampah dan limbah.

Rekayasa Teknologi Atasi Kendala Teknis Pembangunan Bendungan PEMBANGUNAN dua bendungan di Bali yakni Bendungan Sidan dan Bendungan Tamblang ditargetkan rampung tahun 2021. Keberadaan dua bendungan tersebut diharapkan bisa meningkatkan suplai air baku di Bali, khususnya di daerah sekitar bendungan. ‘’Bendungan Sidan sekarang progresnya sudah mencapai 5 persen. Bendungan Tamblang mencapai 2 persen,’’ ujar Kepala Balai Wilayah Sungai Bali-Penida Airlangga Mardjono, Selasa (3/12) kemarin. Menurut Airlangga, ada kendala teknis dalam pembangunan dua bendungan tersebut yang salah satunya karena faktor alam. Akan tetapi, kendala teknis sudah diantisipasi dengan rekayasa teknologi. ‘’Dengan rekayasa-rekayasa teknologi terkini, bisa kita selesaikan semua,’’ jelasnya. Saat rampung nanti, Airlangga berharap keberadaan bendungan bisa langsung bermanfaat bagi masyarakat. Manfaatnya terutama dalam meningkatkan suplai air baku. Masing-masing 1,7 meter kubik per detik di bendungan Sidan dan 0,5 meter kubik per detik di bendungan Tamblang. (kmb32)

Bali Post/par

RAKER - Wakil Ketua Komisi III DPRD Badung I Nyoman Satria memimpin raker dengan sejumlah OPD Selasa (3/12) kemarin. Dalam raker dibahas bunga bank atas dana hibah yang mengendap di rekening.

Jelang Nataru, Kodim Petakan Wilayah Rawan

Bali Post/rah

APEL - Kasdim 1611/Badung Mayor Inf. Arianto membuka apel Danramil dan Babinsa.

PERAYAAN Natal dan Tahun Baru (Nataru) semakin dekat dan Kodim 1611/Badung siap mem-back up kepolisian dalam menjaga keamanan di wilayah Badung dan Denpasar. Upaya yang dilakukan Kodim melakukan pemetaan wilayah dinilai rawan saat perayaan Nataru. Selain itu, dikerahkan Babinsa memantau perkembangan situasi di lapangan. Hal ini disampaikan Kasdim 1611/Badung Mayor Inf. Arianto, S.Ag., usai membuka apel Danramil dan Babinsa di aula Makodim, Denpasar, Selasa (3/12) kemarin. Menurut Arianto, pihaknya akan menganalisa wilayah dan gereja dinilai rawan. Dalam artian, rawan kemacetan dan aksi terorisme, terutama pada puncak perayaan Nataru. Secara teritorial pihaknya bekerja sama dengan pendeta dan pengelola gereja untuk mendapat jadwal kegiatan ibadah. Itu sebagai pedoman Babisa untuk menjaga keamanan bekerja sama dengan kepolisian dan satpam gereja agar ibadah berjalan Khidmat. Ia berharap perayaan Nataru berjalan aman dan lancar. ‘’Untuk pengamanan kami akan meli-

hat skala prioritas. Dimana paling ramai dan potensial, itu difokuskan. Babinsa kami di kota ada dua orang tiap desa. Kalau di desa misalnya di Petang satu Babinsa tiap desa. Mereka akan patroli sesuai jadwal ibadah dan berkoordinasi dengan kepolisian,’’ ujarnya. Apel Danramil dan Babinsa ini, kata dia merupakan perintah pimpinan TNI Angkatan Darat. Adapun yang menjadi maksud dan tujuan diselenggarakan kegiatan tersebut untuk mewujudkan kemanunggalan TNI rakyat sebagai salah satu dari sasaran pelaksanaan pembinaan teritorial (binter). Dengan demikian, binter yang dilakukan TNIAD secara umum berfungsi sebagai alat perekat atau pemersatu bagi hubungan/ komunikasi antara TNI-AD dengan masyarakat serta komponen bangsa lainnya. Apel ini merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan pusat di Jakarta terhadap kebijakan dan supaya bisa ditindaklanjuti sampai anggota paling bawah. ‘’Sehingga anggota kita tahu bagaimana keinginan san kebijakan pimpinan,’’ tegasnya. (kmb36)


Rabu Pon, 4 Desember 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

’’Hoax’’ Bernuansa SARA Sudutkan Kampusnya

ITB Stikom Bali akan Tempuh Jalur Hukum INSTITUT Teknologi dan Bisnis (ITB) Stikom Bali dan Yayasan Widya Dharma Shanti (WDS) -- induk ITB Stikom Bali -- akan menempuh jalur hukum terhadap penyebar informasi hoax yang menyudutkan kampusnya. Penegasan itu disampaikan Pembina Yayasan WDS Prof. Dr. I Made Bandem, M.A. bersama Rektor ITB Stikom Bali Dr. Dadang Hermawan, Ketua Yayasan Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si.Ak., Wakil Ketua Yayasan I Made Marlowe Makaradhwaja Bandem, B.Bus. dan Pengawas Yayasan Ir. I Nyoman Swastika, M.T. di Denpasar, Selasa (3/12) kemarin. Dari penelusuran tim forensik digital ITB Stikom Bali, konten hoax bersumber dari postingan lama, pada 28 November 2015 di Facebook bertajuk ‘’Masyarakat Bali vs Stikom Bali Scorenya 4:0’’ yang dibagikan kembali oleh sebuah akun pada Jumat, 29 November 2019 pada pukul 12.11 PM. ‘’Konten lama yang didaur ulang ini diteruskan melalui Whatsapp. Nampaknya secara khusus menargetkan grup Whatsapp beranggotakan warga Bali. Tanpa mengecek kebenaran konten, dan tanpa mengonfirmasi kebenarannya ke ITB Stikom Bali,

konten hoax bermuatan SARA ramai di-share di Whatsapp. Pertanyaannya adalah kenapa memosting ulang konten lama dari 28 November 2015 dan menyamarkannya sebagai konten baru? Permasalahan tahun 2015 yang dikaitkan dengan Saudara Dadang Hermawan dan Stikom Bali sudah tuntas setelah ada klarifikasi dari yang bersangkutan, dan diterima dengan lega oleh publik luas,’’ kata Made Marlowe Bandem. ‘’Hoax ini tak hanya merugikan ITB Stikom Bali, namun yang terpenting hoax dan ujaran kebencian ini meresahkan dan berpotensi memecah belah kerukunan, kepercayaan, serta kedamaian yang terus diperjuangkan bersama-sama di Bali dan Indonesia,’’ lanjut Marlowe Bandem. Sementara itu, Ida Bagus Dharmadiaksa menegaskan, isu ada ISIS di ITB Stikom Bali sangat mengada-ada. ‘’Pendiri Stikom Bali itu kami empat orang. Dua muslim yakni Pak Dadang dan Pak Satrya dan dua warga Hindu yakni saya sendiri (Ida Bagus Dharmadiaksa) dan Prof. Bandem. Di mana ISIS itu?’’ cetus Dharmadiaksa. Menjawab wartawan tentang

posisinya di pengurus MES Bali, Dadang Hermawan mengatakan, jabatannya sebagai Ketus MES Bali vakum sejak empat tahun lalu dan sesuai aturan sudah demisioner. Mengenai nomor polisi mobil operasional DK 1515 sebanyak empat unit dibeli tahun 2009. Jauh sebelum ISIS muncul tahun 2015. Tiga mobil juga sudah lama dijual dan sekarang tinggal satu unit. Kerja sama dengan Bank Muamalat sudah putus dua tahun lalu dan sekarang ITB Stikom Bali bekerja sama dengan Bank Maspion. Para ketua organisasi mahasiswa seperti Ketua Sema, Ketua Balma, Ketua KMHD, Ketua MCOS dan Ketua Persaudaraan Mahasiswa Kristen juga tampil memberikan testimoni tentang suasana kehidupan kampus selama ini. Semuanya mambantah hoax tersebut. Pernyataan sikap keseriusan ITB Stikom Bali memperkarakan penyebar hoax ini terlihat dari yang dibacakan Prof. Made Bandem. Diawali dengan kisah pendirian STMIK Stikom Bali tahun 2002 sebagai bentuk kecintaan dan komitmen para pendiri yaitu Prof. Bandem, Ida Bagus Dharmadiaksa, Dadang Hermawan, dan Satrya Dharma

Seminar Nasional ’’Pengliakan Dalam Kajian Filsafat, Agama dan Ilmu’’

karena saat itu di Bali belum ada perguruan tinggi di bidang TIK. Mereka yakin TIK akan menjadi salah satu bidang ilmu yang mengubah dunia. Para pendiri pun berkolaborasi, berjuang, dan bekerja keras mewujudkan STMIK Stikom Bali. Visi itu pun menjadi visi bersama, didukung masyarakat Bali dan sampai saat ini dengan status barunya ITB Stikom Bali telah meluluskan ribuan sarjana komputer dan ahli madya komputer. ‘’Tidak ada maksud lain, selain memajukan pendidikan TIK di Bali yang mampu meluluskan SDM yang berkompetensi dalam bidangnya. Prestasi ini bukan semata milik kami, bukan untuk memperkaya diri, namun menjadi prestasi masyarakat Bali dalam berkontribusi untuk pembangunan bangsa. Dan ketika passion dan kecintaan bersama ini dinodai hoax atau informasi palsu, dan ujaran kebencian, yang bertujuan merusak kepercayaan, kerukunan, serta toleransi di antara kita, maka izinkanlah saya atas nama ITB Stikom Bali menyampaikan sikap kami,’’ kata Prof. Bandem. Poin penting dari pernyataan sikap ini adalah pertama, kegadu-

KONFERENSI PERS - Prof. Made Bandem memberi keterangan pers bersama Dr. Dadang Hermawan (kiri), Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si.Ak. (kanan) dan Ir. I Nyoman Swastika, M.T. (belakang). han dari informasi palsu bermuatan adu-domba ini mesti disadari bukan semata-mata ingin menghancurkan nama baik dan prestasi ITB Stikom Bali, namun ditujukan sebagai upaya memecah-belah kebersamaan, kerukunan dan kedamaian di Bali. Ini sangatlah berbahaya karena bisa menimbulkan konflik di tataran akar rumput. Kedua, keluarga besar ITB Stikom Bali mengecam penyebaran hoax bermuatan SARA ini dan akan menjalankan tanggung jawab moral menjaga NKRI dengan

menempuh jalur hukum. Prof. Bandem mengajak semua lapisan masyarakat berpikir jernih dan menghindari tindakan anarkis. Kepada keluarga besar ITB Stikom Bali, termasuk para alumni yang kini mengabdi di berbagai tempat di Indonesia, Prof. Bandem minta jadikan masalah ini sebagai kesempatan berharga untuk menunjukkan kualitas insan akademis yang menghargai toleransi serta setia kepada Pancasila dan NKRI. (ad80)

Desa Pemecutan Kaja Bekerja Sama dengan BPLE Tiara Course

Unhi Denpasar Segera Buka Prodi Ilmu Pengliakan Gelar Pelatihan untuk Pemberdayaan Masyarakat DI TENGAH kehidupan masyarakat Bali, pengliakan selalu diidentikkan dengan ilmu hitam yang di dalamnya mengandung unsur negatif. Padahal, ilmu liak merupakan salah satu ilmu batin warisan leluhur yang harus dipahami sebagai ilmu yang positif. Untuk meluruskan stigma negatif yang berkembang di kehidupan masyarakat Bali, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar akan segera mengembangkan Program Studi (Prodi) Ilmu Pengliakan. Guna mengkaji hal-hal yang sudah berakar lama ini ke permukaan, Unhi Denpasar mengundang sejumlah pakar/ahli untuk membahasnya dalam Seminar Nasional ‘’Pengliakan Dalam Kajian Filsafat, Agama dan Ilmu pada Masyarakat Bali’’, Selasa (3/12) kemarin. Seminar ini dibuka Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI Prof. Drs. I Ketut Widnya, M.A., M.Phil., Ph.D. yang dihadiri Kepala LLDikti Wilayah VIII Bali-Nusra Prof. Dr. Nengah Dasi Astawa. Seminar nasional ini mengundang sejumlah pakar/ahli ilmu pengliakan. Seperti Prof. Dr. Volker Gottowik dari Universitas Frankfurt Jerman dan I Gusti Ayu Diah Fridari, M.Psi., Ph.D. dari Universitas Udayana sebagai narasumber kunci. Selain itu, juga menghadirkan narasumber utama yaitu Dr. Komang Indrawan, S.Sn., M.Fhil., M.A., I Gusti Ngurah Artha, dan Ahmad Riyanto. Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. mengatakan, ilmu pengliakan sangat mungkin dikembangkan untuk dipelajari sebagai ilmu pengetahuan warisan leluhur yang unik, apalagi belum ada perguruan tinggi yang mengembangkannya. Dengan dikembangkannya prodi langka ini, masyarakat Bali berkesempatan untuk melestarikan ilmu

SEMINAR - Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. (5 dari kanan) didampingi Ketua Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A. (4 dari kanan) berfoto bersama para narasumber Seminar Nasional ‘’Pengliakan Dalam Kajian Filsafat, Agama dan Ilmu’’, Selasa (3/12) kemarin. pengetahuan warisan leluhur, sekaligus memberikan apresiasi kepada para pelestari atau penekun ilmu pengetahuan warisan leluhur ini. ‘’Kita terlalu terlena belajar ilmu pengetahuan yang diajarkan di negara maju. Padahal masih banyak ilmu pengetahuan warisan leluhur yang perlu kita pelajari dan kembangkan yang akan menjadi ciri khas perguruan tinggi kita menuju universitas kelas dunia dengan keunikan identitas kita,’’ ujar Prof. Damriyasa. Menanggapi hal tersebut, Kepala LLDikti Wilayah VIII Bali-Nusra Prof. Dr. Nengah Dasi Astawa mengapresiasi dan berharap Unhi Denpasar agar tidak menunggu lama untuk mengajukan pengembangan Prodi Ilmu Pengliakan. Pihaknya akan segera memberikan rekomendasi, sehingga tahun ajaran baru Prodi Ilmu Pengliakan sudah bisa menerima mahasiswa baru. Menurut Prof. Dasi Astawa, Prodi Ilmu Pengliakan akan sangat banyak diminati masyarakat, tidak hanya masyarakat Bali, namun juga masyarakat luar negeri

untuk belajar ilmu pengetahuan tentang Liak. Hal senada juga diungkapkan Dirjen Bimas Hindu Kemenag RI Prof. Ketut Widnya. Karena Prodi Ilmu Pengliakan ini akan dikembangkan di bawah Kementerian Agama, pihaknya menyarankan agar Unhi Denpasar segera mengajukan usulan pengembangan prodi tersebut. Bahkan, pihaknya akan langsung memberikan izin rekomendasi pembukaan prodi baru ini. Sebab, prodi ini akan membantah stigma negatif tentang ilmu pengliakan yang berkembang di tengah kehidupan masyarakat Bali, nasional dan internasional. Salah satu narasumber I Gusti Ngurah Artha menjelaskan dasar ilmu pengliakan adalah aksara. Oleh karena itu, ilmu pengliakan tidaklah negatif seperti yang berkembang di tengah masyarakat. Melainkan sebuah ilmu pengetahuan warisan leluhur yang patut dikembangkan dan dilestarikan, sehingga masyarakat Bali bisa paham dan mengerti tentang lingganing aksara Bali. (ad68)

DESA Pemecutan Kaja Kecamatan Denpasar Utara bekerja sama dengan BPLE Tiara Course menyelenggarakan pelatihan bengkel AC, perbaikan pompa air, kompor gas, penanak nasi dan bengkel sepeda motor. Pesertanya masyarakat di lingkungan Desa Pemecutan Kaja. Direktur BPLE Tiara Course Made Ernita Kurniawati, BBA., MBA. menyampaikan, pelatihan untuk pemberdayaan masyarakat ini sudah dua kali dilaksanakan bekerja sama dengan Desa Pemecutan Kaja yakni tahun lalu dan sekarang. ‘’Kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan Desa Pemecutan Kaja untuk menyelenggarakan pelatihan ini. Pelatihan ini strategis untuk memberdayakan masyarakat dengan membekali keterampilan di bidang perbaikan AC dan alat-alat rumah tangga lainnya,’’ ujar Made Ernita didampingi Sekdes Desa Pemecutan Kaja I.B. Putu Sudiartha mewakili Perbekel Anak Agung Ngurah Arwatha saat pembukaan pelatihan bengkel sepeda motor, Senin (2/12) di kampus setempat. Pembukaan pelatihan tersebut diisi dengan penandatanganan MoU oleh Direktur BPLE Tiara Course Made Ernita Kurniawati dengan Perbekel Desa Pemecutan Kaja Anak Agung Ngurah Arwatha yang diwakili Sekdes I.B. Putu Sudiartha. Made Ernita Kurniawati didampingi Ketua Jurusan Engineering Mechanical & Electrical I Putu Widiarsana dan Ketua Jurusan Engineering Automotive I Gede Hendy Paramaharta menambahkan, ada dua program pelatihan yang digelar kali ini. Pertama, pelatihan perbaikan AC, perbaikan kompor gas, perbaikan penanak nasi dan perbaikan pompa air yang sudah dilangsungkan mulai 25 November 2019 hingga akhir Desember mendatang, diikuti 11 orang peserta. Instrukturnya dari BPLE Tiara Course dengan 22 kali pertemuan, dari pukul 18.00-21.00 Wita. Mater-

PELATIHAN – Pembukaan pelatihan bengkel sepeda motor bagi masyarakat Desa Pemecutan Kaja, Senin (2/12). inya 30 persen teori dan 70 persen praktik. Kedua, pelatihan bengkel sepeda motor yang dilangsungkan mulai Senin (2/12) hingga akhir Desember. Materinya juga 30 persen teori dan 70 persen praktik. Menariknya, para peserta pelatihan ini nantinya akan diikutkan dalam uji kompetensi secara gratis. Dengan memiliki sertifikat kompetensi, peserta pelatihan tentu akan lebih profesional dan diakui kemampuan skill-nya. Sementara itu, Sekdes Desa Pemecutan Kaja I.B. Putu Sudiartha menyambut baik kegiatan ini untuk menambah keterampilan warganya. Kegiatan ini diharapkan bisa berkelanjutan. ‘’Pelatihan ini sangat bagus untuk meningkatkan keterampilan warga. Kami berharap program ini berlanjut, karena bisa mengurangi angka pengangguran dan membuka lapangan kerja,’’ ujarnya. Pendanaan kegiatan ini melalui APBDes yang bersumber dari dana desa. Ernita Kurniawati menambahkan, BPLE Tiara Course senantiasa menjaga mutu lulusannya. Maka tak pelak, lulusannya san-

gat diminati dunia industri dan dunia kerja. Komitmen menjaga kualitas juga membuat lembaga ini meraih berbagai penghargaan, baik di tingkat daerah, nasional bahkan internasional. BPLE Tiara Course pernah meraih juara I LKP Berprestasi Tingkat Nasional Kategori Rumpun Teknik yang dianugerahkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Yogyakarta. Salah satu alumni BPLE Tiara Course meraih juara I tingkat Nasional dalam Kontes Mekanik Sepeda Motor by Federal Oil 2017. Sebelumnya, BPLE Tiara Course memperoleh penghargaan sebagai lembaga pendidikan teknik terbaik oleh Wali Kota Denpasar. Tercatat pula menerima penghargaan sebagai lembaga pelatihan kerja (LPK) berprestasi di bidang pelatihan dan produktivitas dari Kementerian Tenaga Kerja RI. BPLE Tiara Course juga mendapat penghargaan tingkat nasional Business Callenges Award 2015 kategori The Best Training Education 7 Service Excellent of the Year. (ad78)

Peringati Hari AIDS Sedunia

Politeknik Nasional Denpasar Gelar Jalan Sehat dan Donor Darah

TURNAMEN - Para pemenang turnamen bowling yang diadakan DWP Unud dalam rangka HUT ke-20 Dharma Wanita Persatuan (DWP).

HUT Ke-20, DWP Unud Gelar Turnamen Bowling

DALAM rangka HUT ke20 Dharma Wanita Persatuan (DWP) yang jatuh pada 7 Desember, DWP Universitas Udayana (Unud) melaksanakan turnamen bowling pada Selasa (3/12) kemarin di Strike Bowling, Jalan Raya Pantai Berawa, Canggu. Turnamen ini diikuti ibu-ibu pengurus DWP Unud dan anggota, mantan ibu-ibu dekan antara rentang waktu 20172019. ‘’Sebelum acara puncak HUT yang dilaksanakan pada 13 Desember, telah diawali dengan kegiatan matirtayatra dan pada 3 Desember dilaksanakan turnamen bowling ini,’’ kata Ny. Dayu Bulan Antara, Ketua DWP Universitas Udayana. Turnamen bowling diadakan, kata Dayu Bulan, bukan sematamata untuk berkompetisi dan menjadi pemenang atau juara. ‘’Tapi kami lebih menekankan

untuk bersenang-senang karena ibu-ibu DWP sebagai pendamping dari bapak-bapak pimpinan memiliki kesibukan yang tinggi,’’ ujarnya. Agar selalu memiliki perasaan yang gembira, tubuh yang bugar, maka kegiatan dalam rangka HUT ke-20, DWP menyelenggarakan kegiatan yang bersifat menyenangkan. Mengingat banyaknya acara-acara yang dihadiri, baik itu di tingkat Dekanat maupun Rektorat. ‘’Terlebih mengikuti acara bapak pimpinan di Rektorat, sangat luar biasa menyita waktu,’’ ungkapnya. Ide turnamen ini diakui murni datang dari dirinya sendiri sebagai Ketua DWP Unud. Tujuannya untuk menjaga kebugaran tubuh ibu-ibu mesti berolahraga. Cuaca yang panas terik di luar juga membuat ibu-ibu DWP menjatuhkan pilihan pada olahraga indoor yaitu olahraga bowling. ‘’Saya

pribadi penggemar bowling dari 20 tahun yang lalu. Jadi seperti gayung bersambut. Ibu-ibu sangat menyambut dengan antusias turnamen bowling ini. Jadi kami sepakat untuk mengadakan turnamen bowling dalam rangka memeriahkan acara HUT ke-20 DWP,’’ tandasnya. Setelah turnamen selesai, diumumkan juara I bowling yaitu Ny. Dayu Bulan Antara selaku Ketua DWP Unud, juara II Ny. Dastini Sudarma selaku Nyonya Wakil Rektor III, dan juara III Ny. Budiasih Marhaendrayasa selaku Nyonya Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Ia berharap ke depan ibu-ibu lebih meningkatkan kemampuan dalam berolahraga bowling khususnya. Diakui ada beberapa anggota masih beginner. Meski demikian, ibu-ibu DWP sangat semangat mengikuti turnamen bowling. (ad70)

DALAM rangka memperingati Hari AIDS Sedunia yang jatuh pada 1 Desember, Senat Politeknik Nasional Denpasar mengadakan jalan sehat dan donor darah pada Sabtu (30/11). Acara ini dilaksanakan di halaman Kampus Politeknik Nasional Denpasar. Kegiatan ini dihadiri Dewan Pembina Yayasan Perguruan Teknik Nasional Bali Drs. I.B. Dharmadiaksa, M.Si. Ak., Ketua Yayasan Perguruan Teknik Nasional Bali Dr. Dadang Hermawan dan Direktur Politeknik Nasional Denpasar I Made Adi Purwantara, M.Kom. beserta jajaran manajemen kampus Politeknik Nasional Denpasar serta dosen pengajar, staf pegawai dan mahasiswa serta peserta dari luar kampus. Acara diawali dengan jalan santai yang dibuka Ketua Yayasan Perguruan Teknik Nasional Bali. Rute jalan santai meliputi seputaran Jalan Hayam Wuruk. Pada kegiatan itu juga menampilkan unit kegiatan mahasiswa yang ada di kampus Politeknik Nasional Denpasar seperti UKM Musik, UKM Tari, serta SEMA (Senat Mahasiswa) Band. Selain itu, dimeriahkan bazzar makanan dari mahasiswa UKM Wirausahaan, pijat gratis dari go live, buka rekening dari BCA, dan donor darah oleh PMI Provinsi Bali. Acara juga di-

HARI AIDS - Politeknik Nasional Denpasar saat melaksanakan jalan santai dan donor darah dalam rangka Hari AIDS Sedunia. meriahkan dengan pengundian doorprize. Direktur Politeknik Nasional Denpasar I Made Adi Purwantara, M.Kom. mengatakan, tujuan dari acara ini adalah untuk memperingati Hari AIDS Sedunia. Pada kesempatan itu juga diberikan sosialisasi tentang manfaat donor darah oleh PMI. Dari Kisara Bali memberikan tambahan pengetahuan mahasiswa serta masyarakat tentang HIV/AIDS. Para pejabat di lingkungan Yayasan Perguruan Teknik Nasional Bali beserta

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Direktur Politeknik Nasional Denpasar mengaku senang dengan adanya kegiatan positif seperti ini yaitu melakukan aksi kecil dengan donor darah dalam rangka Hari AIDS Sedunia. Kegiatan tersebut diharapkan dapat terus terlaksana ke depannya dan semakin membawa dampak positif bagi generasi muda saat ini. Dengan kegiatan ini, mahasiswa juga diharapkan lebih memahami manfaat dari donor darah serta meningkatkan pengetahuan tentang HIV/AIDS. (ad77)

t


Rabu Pon, 4 Desember 2019

Hari Bakti PU Ke-74

Peserta Upacara Kenakan Pakaian Adat Nusantara UPACARA peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) Ke-74 berlangsung khidmat di halaman Balai PPW Bali, Werdapura, Sanur, Denpasar, Selasa (3/12) kemarin. Para peserta upacara yang terdiri dari perangkat daerah dan instansi vertikal di bawah Kementerian PUPR yang berkantor di Bali, tampak mengenakan pakaian adat Nusantara. Tahun ini, Hari Bakti PU mengangkat tema ‘’Sigap Membangun Negeri untuk Indonesia Maju’’. Upacara bendera diawali dengan pembacaan Bakti Sapta Taruna, untuk meneladani semangat pantang menyerah, keberanian, dan pengorbanan tujuh pahlawan Sapta Taruna yang gugur di Gedung Sate, Bandung, 3 Desember 1945. Inilah yang selalu menjadi sumber motivasi dan inspirasi bagi setiap insan PUPR dalam menjalankan tugas. Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Provinsi Bali Ir. I Nyoman Astawa Riadi, M.Si. yang bertindak sebagai inspektur upacara membacakan sambutan Presiden RI Joko Widodo. Dikatakan, bila dalam lima tahun terakhir, bangsa ini telah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur secara besar-besaran. Seperti jalan tol, bandara, pelabuhan untuk mendukung tol laut, pembangkit tenaga listrik dan bendungan. Termasuk infrastruktur dasar pedesaan seperti saluran air bersih, jalan-jalan desa, serta perbaikan saluran irigasi dan embung. Meski demikian, agenda pembangunan infrastruktur masih belum selesai. Selama lima tahun ke depan, akan dilanjutkan pembangunan 60 bendungan, 1.000 embung, 500 ribu hektar jaringan irigasi baru, 2.500 km jalan tol, dan 60.000 km jalan baru. Kemudian, meningkatkan akses masyarakat terhadap air minum layak menjadi 90 persen, serta akses sanitasi

UPACARA - Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Provinsi Bali I Nyoman Astawa Riadi menjadi inspektur upacara dalam upacara bendera peringatan Hari Bakti PU ke-74. dan persampahan menjadi 80 persen. Program sejuta rumah juga akan dilanjutkan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Selain itu, akan diwujudkan pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dengan konsep smart metropolis. Di tahun 2020, pembangunan infrastruktur lima destinasi wisata prioritas pun ditarget rampung. Presiden menekankan seluruh agenda pembangunan tersebut harus berdampak pada kenaikan kelas UMKM, pengembangan pariwisata, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan ekspor. ‘’Setiap tahun kita selalu peringati Hari Bakti PU bersama-sama. Koordinasi antara pusat dan daerah terus kita lakukan, sehingga infrastruktur dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,’’ ujar Astawa Riadi usai upacara. Sebelumnya telah diadakan kegiatan penanaman pohon, mengunjungi anak-anak kurang mampu, persembahyangan bersama, dan dharma wacana serangkaian Hari Bakti PU ke-74. Kepala Balai Wilayah Sungai Bali-Penida Airlangga Mardjono, S.T., M.T. mengatakan, Hari Bakti PU ke-74 diperingati secara sederhana, namun bermakna. Yakni men-

gobarkan semangat Sapta Taruna kepada generasi penerus untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur. Di samping sebagai bentuk pertanggungjawaban atas belanja-belanja APBN yang sudah diselesaikan, harus bermanfaat bagi masyarakat. ‘’Kalau di sektor sumber daya air, di Bali saat ini sedang dibangun dua buah bendungan, yakni Bendungan Sidan dan Bendungan Tamblang,’’ ujarnya. Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali I Nyoman Sutresna, S.T. mengaku tengah berkoordinasi dengan BWS Bali-Penida untuk membangun SPAM Burana yang sifatnya regional. Pihaknya berharap sudah bisa berfungsi dan melayani masyarakat sekitar seperti Ringdikit, Pengastulan, dan lainnya di 2020. ‘’Kita harapkan masyarakat bisa menikmati air, kekeringan bisa kita atasi,’’ ujarnya. Selain itu, lanjut Sutresna, juga dilakukan revitalisasi TPA Sarbagita menjadi ecopark yang diharapkan bisa menjadi destinasi wisata baru. Kemudian membangun IPAL Sesetan untuk meminimalisir masalah terkontaminasinya air bawah tanah. (ad69)

Pelantikan Rektor dan Pejabat Struktural UNBI

UNIVERSITAS Bali Internasional (UNBI) mengangkat rektor masa bakti 2019-2023 beserta pejabat struktural, Selasa (3/12) kemarin. Upacara pengambilan sumpah jabatan Rektor UNBI Prof. Dr. dr. I Made Bakta, Sp.PD.(KHOM) dilakukan Ketua Yayasan Anugrah Husada Bali Indonesia (AHBI) Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHA., Cht. Sementara itu, Pejabat Struktural UNBI yakni Wakil Rektor I dr. I Gusti Ngurah Mayun, Sp.HK., Wakil Rektor II dr. I Gusti Lanang Made Rudiartha, M.HA., Dekan Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Prof. dr. I Dewa Putu Sutjana, M.Kes., Dekan Fakultas Bisnis, Teknologi, Sosial dan Humaniora Prof. Dr. IKG Bendesa, MADE. serta pejabat struktural lainnya dilantik rektor. Prosesi pelantikan disaksikan Ketua LLDikti Wilayah VIII, Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) dan undangan lainnya. Menurut Prof. Made Bakta, pengangkatan ini terkait perubahan bentuk Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Medika Persada Bali menjadi UNBI. Oleh karena itu, maka terjadilah perubahan struktur dan dibentuklah

dua fakultas, yakni Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan, dan Fakultas Bisnis, Teknologi, Sosial dan Humaniora. ‘’Jadi struktur kita lebih rampingkan sambil melihat perkembangan lebih lanjut,’’ terang Prof. Bakta. Untuk program studi (prodi) yang baru, yakni Bisnis Digital (S-1) masuk dalam Fakultas Bisnis, Teknologi, Sosial dan Humaniora. Serta Prodi Psikologi (S-1) juga masuk dalam fakultas tersebut. Hal itu karena Prodi Psikologi masuk dalam rumpun ilmu sosial. Tidak hanya itu, Prof. Bakta menambahkan, pihaknya berencana menambah prodi baru yakni informatika dalam waktu dekat ini. Sehingga di 2020, Fakultas Bisnis, Teknologi, Sosial dan Humaniora memiliki tiga prodi. Sementara prodi yang telah ada sebelumnya itu, seperti Administrasi Rumah Sakit (S-1), Managemen Informasi Kesehatan (S-1), Farmasi Klinis (S-1), Kesehatan dan Keselamatan Kerja (S-1), Fisioterapi (S-1), Teknologi Laboratorium Medik (S-1), dan Teknik Elektromedik (D-4) masuk dalam Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan. Dengan perubahan bentuk dan memiliki basis yang lebih luas, Prof. Bakta

PELANTIKAN - Prosesi pelantikan Rektor Universitas Bali Internasional (UNBI) di kampus UNBI, Denpasar, Selasa (3/12) kemarin.

berharap pihaknya dapat mengembangkan pendidikan ini lebih lebar. Sehingga dapat mengabdikan diri pada masyarakat Bali dan Indonesia, terutama di pendidikan tinggi dengan kualitas yang sebaik-baiknya. Sementara itu, Ketua Yayasan AHBI Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina. M.Pd., CHA., Cht. mengucapkan selamat atas pelantikan Rektor dan Pejabat Struktural UNBI periode 2019-2023. Diharapkan setelah berhasil mengubah bentuk menjadi universitas, maka secara bersama-sama harus mengubah paradigma agar dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Bekerja bahu-membahu untuk menjadikan UNBI lebih baik lagi. Dengan adanya dua fakultas, maka akan memberikan kesempatan pada masyarakat untuk memilih prodi yang sesuai dengan keinginan mereka. Untuk meningkatkan mutu pendidikan, Astina menerangkan, pihaknya terus mendorong institusi ini mempersiapkan dosen-dosen ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Kemudian dari sisi saranaprasarana, pihaknya terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan dari proses belajar mengajar. Dalam sambutannya, Ketua LLDikti Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si. menyampaikan selamat atas dilantiknya Rektor dan Pejabat Strukturan UNBI. Dengan ini, ia berharap semua komponen UNBI dapat bekerja cerdas, keras, lugas, tuntas, berkualitas, tidak malas dan bekerja ikhlas. Karena untuk memimpin perguruan tinggi swasta dibutuhkan kekuatan ekstra. ‘’UNBI akan sukses jika seluruh civitas akademika menghapus kata malas. Kalau malas terhapus, maka yakin dan percaya UNBI akan sejajar dengan perguruan tinggi yang lain, bahkan dapat mendahului,’’ harap Prof. Dasi Astawa. (ad82)

Dukung Prolegnas, Wedakarna Minta Gubernur Komunikasi dengan Ketum Lintas Partai

Senator Tegaskan RUU Provinsi Bali akan Tercapai jika Seluruh Komponen Politik Bersatu Padu

SENATOR DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III memuji langkah cepat Gubernur Bali Wayan Koster yang telah mengajukan naskah akademik dan draf RUU Provinsi Bali kedua kamar parlemen di Senayan yakni DPR-RI dan DPD-RI. Senator Arya Wedakarna (AWK) berpandangan komunikasi politik pascapenyerahan dokumen ini yang lebih penting, mengingat cita-cita Bali bahwa pada tahun 2020, RUU ini bisa diundangkan. Demikian diungkapkan Senator AWK di sela-sela mendampingi Ketua DPD-RI La Nyalla Mattalitti menerima Gubernur Bali di kompleks parlemen di Senayan, Jakarta. AWK berharap ke depan seluruh komponen politik di Bali agar satu suara dalam hal ini, mengingat kegaduhan politik akan menyebabkan perjuangan Bali akan gagal sebagaimana terjadi di masa lalu. ‘’Jas Merah Bung Karno ya, agar perjuangan Bali tidak gagal seperti di masa lalu. Kita beruntung, berkat inisiatif Gubenur Bali, hal ini bisa diwujudkan. Dan ini langkah politik cerdas untuk mengambil simpati rakyat Bali. Saya sendiri mendukung jika RUU ini masuk dari kamar Komisi II DPRRI. Mengingat pengalaman di masa lalu, jika melalui DPD-RI agak sulit karena kewenangan terbatas. Semoga seluruh fraksi mendukung dan 9 orang anggota DPR-RI dari Bali kompak mewujudkan hal ini. Karena bola ada

di DPR-RI,’’ ungkap AWK. Ia pun menyatakan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh akan RUU ini, khususnya komitmen pimpinan DPD-RI untuk membantu Bali di Prolegnas 2020-2024. ‘’Tadi kita dengar sendiri pidato dari Ketua DPD-RI bahwa beliau siap memberikan rekomendasi resmi dari lembaga DPD-RI dan juga melalui Komite I dan Panitia Perancang Undang-undang (PPUU) agar ini bisa didukung. Maka dari itu, saya duduk di Komite I dan PPUU untuk mengamankan hal ini. Astungkara kita akan rancang seremoni penyerahan surat rekomendasi DPD-RI secara resmi, sekaligus penandatanganan hibah tanah dari pemprov ke DPD-RI terkait dengan pembangunan gedung baru DPD-RI. Kepentingan Bali di periode 2019-2024 ini astungkara tercapai, asal semua kompak,’’ tegas AWK. Lebih lanjut, ia mengatakan, ke depan tugas Gubernur Bali dan juga anggota DPR-RI dari Bali adalah untuk melobi ketua umum lintas parpol. Mengingat restu ketua umum partai sangat berarti. ‘’Nanti, setelah RUU Provinsi Bali masuk prolegnas, kita harap Gubenur Bali bisa bertemu dengan seluruh ketum DPP parpol di Jakarta. Baik parpol oposisi maupun koalisi. Komunikasi politik ini akan mencairkan hal-hal yang bisa menjadi penghalang bagi pembahasan RUU di Komisi II. Selain itu, saya berharap motor RUU ini ada di Fraksi PDI Perjuangan dan partai koalisi. Jika bisa partai menu-

SATYAGRAHA – Senator RI Dr. Arya Wedakarna mendampingi Ketua DPD-RI saat menerima Gubernur Bali di kompleks MPR-RI di Senayan, Jakarta. gaskan anggota DPR-RI yang mumpuni untuk bisa aktif mengawal di Komisi II DPRRI. Jadi cetak biru sampai RUU ini gol sangat penting. Sudah tidak ada waktu lagi, hanya di momen Jokowi ini semua bisa terwujud. Ibaratnya kalau ketum partai sudah beri restu, maka pasti fraksi akan mengawal. Ini harapan kita bersama,’’ terang Gusti Wedakarna yang juga Direktur The Marhaenisme Institute. Secara garis besar, ia memuji isi draf RUU Provinsi Bali yang dianggap mengakomodir kepentingan Bali secara politik kebijakan dan politik anggaran. ‘’Saya sudah baca RUU-nya, bagus. Dan terima kasih kepada tim RUU yang sudah bekerja

keras untuk mewujudkan. RUU ini minim resistensi dan sangat nasionalis. Yang paling penting, tidak mengganggu kewenangan pemerintah di kabupaten/kota. Konsep One Island Management sudah bisa dipahami agar Bali bisa dibangun dengan konsep jelas. Saya kira langkah Gubernur Koster ini bagus. Kalau ini berhasil bisa diibaratkan (dalam bahasa Majapahit) yakni Pambukaning Gapuro. Justru yang menikmati ini adalah gubernur, bupati dan wali kota berikutnya. Ini langkah negarawan yang pantas dipuji. Semoga berhasil demi Bali Berdaulat,’’ tambah AWK yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta Bali ini. (ad76)

Korupsi Tiket Garuda

DPO Kejati Bali Ditangkap di Pekanbaru Denpasar (Bali Post) Buronan Kejati Bali, Tutin Apriyani (57), Minggu (1/12) lalu ditangkap di Pekanbaru. Oleh petugas kejaksaan, yang bersangkutan akhirnya diterbangkan ke Bali dan tiba Senin (2/12). Kasi Intel Kejari Denpasar Agung Ari Agung Ary Kesuma membenarkan pihaknya mengamankan DPO Keja-

ti Bali. Wanita kelahiran Bengkalis 30 April 1962 itu ditangkap di Jalan Putri Indah, Perumahan Sudirman Indah Blok A. No. 4 RT. 02/ RW.01, Kel. Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru. Dijelaskan, pada Minggu (1/12) sekitar pukul 21.30 WIB, Tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Bali dan Kejaksaan

Bali Post/ist

GIRING - Asintel Kejati Bali dan Kasi Intel Kejari Denpasar saat menggiring Tutin Apriyani untuk diamankan di Kejari Denpasar.

Negeri Denpasar tiba di Bandara SSK Pekanbaru untuk melakukan eksekusi terhadap seorang DPO Kejari Denpasar dengan berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI Nomor: 2121/K/Pid.Sus/2016 tanggal 26 Juli 2017 atas nama Tutin Apriyani. Minggu siang, Asintel Kejati Riau memerintahakan Kasi C beserta staf Intelijen Kejati Riau untuk berkoordinasi dengan tim Intelijen dari Kejati Bali yang ingin melakukan eksekusi terhadap narapidana yang telah masuk daftar DPO Kejati Bali. Sekitar pukul 00.30 WIB, tim dari Intelijen Kejari Denpasar dan Kejati Riau langsung melakukan penelusuran ke tempat yang diduga tempat DPO berada di Kota Pekanbaru. ‘’Setelah dipastikan DPO ada di sana, tim bergerak menuju hotel untuk mengatur waktu eksekusi guna menghindari terjadinya kegaduhan dengan warga maupun pihak keluarga DPO,’’ jelas Gung Ary. Sekitar pukul 01.30 WIB, tim Kejati Bali sepakat dengan tim Intelijen

Kejati Riau melakukan eksekusi pada pagi hari sekitar pukul 06.30 WIB dengan didampingi Ketua RT. 02 (Alek). Sekitar pukul 07.00 WIB, tim langsung memasuki rumah tempat tinggal DPO dengan didampingi Ketua RT. Selang lima menit, terpidana langsung ditangkap dan dibawa ke Kantor Kejaksaan Tinggi Riau untuk pemeriksaan lebih lanjut serta pengecekan kesehatan yang bersangkutan. Senin siang diterbangkan ke Bali untuk melaksanakan putusan. ‘’Selama proses eksekusi situasi berjalan aman dan lancar,’’ tandas Gung Ary. Tutin Apriyani sebelumnya diadili kasus korupsi tiket Garuda. Dia dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) huruf b UURI No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UURI No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat(1) ke-1 jo Pasal 64 KUHP. (kmb37)

Pelaku Narkoba Diharapkan Dihukum Maksimal Denpasar (Bali Post) Polresta Denpasar mewilayahi Denpasar dan Badung Selatan masih bekerja keras menekan peredaran narkoba. Pasalnya, sampai saat ini kasus narkoba sangat tinggi dan upaya penindakan oleh Polresta bersama Satgas CTOC Polda Bali juga gencar dilakukan. Oleh karena itu, pelaku kasus narkoba diharapkan dihukum maksimal. Hal itu disampaikan Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan saat menerima kunjungan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Denpasar Dr. Sobandi di ruang Lounge Mapolresta, Selasa (3/12) kemarin. Saat itu, Kombes Ruddi didampingi Kasatreskrim Kompol Wayan Arta Ariawan dan Kasatresnarkoba AKP Mikael Hutabarat. ‘’Kami sangat senang dan menyambut baik kunjungan

Ketua Pengadilan Negeri Denpasar. Ini sebagai wujud sinergitas institusi penegak hukum di wilayah Denpasar,’’ ujar mantan Kapolres Badung ini. Kunjungan ini sebagai bentuk harmonisasi PN dan Polri dalam menjalin sinergitas agar terwujud penegakan hukum yang maksimal. Wakasatgas CTOC Polda Bali ini berharap PN Denpasar menjatuhkan hukuman yang maksimal kepada pelaku kriminal, khususnya yang terlibat narkoba dan berhasil ditangkap Polresta Denpasar bersama satgas CTOC Polda Bali. ‘’Untuk lebih memberikan efek jera kepada pelaku dan agar tidak mengulangi perbuatanya lagi, sehingga terwujud Denpasar yang bersih narkoba,’’ ungkap mantan Wadir Reskrimsus Polda Bali ini. (kmb36)

Bali Post/ist

CENDERAMATA - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan memberikan cenderamata kepada Ketua PN Denpasar Dr. Sobandi.

Stok ARV di Bali Aman Denpasar (Bali Post) Ketersediaan Anti Retro Viral (ARV) atau obat untuk pasien HIV diinformasikan akan mengalami kelangkaan dikarenakan terjadinya permasalahan dalam pengadaannya. Meski demikian, untuk ketersediaan ARV bagi pasien HIV di Bali masih aman. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, Selasa (3/12) kemarin,

mengatakan saat ini ketersediaan ARV untuk tahun 2019 cukup sampai Desember. Sementara untuk logistik tahun 2020, pengiriman akan diterima Desember 2019 ini. ‘’Faktur ARV yang akan dikirimkan pusat sudah diterima farmasi provinsi. Memang stok pusat sedikit bermasalah dalam pengadaan dan beberapa provinsi juga ada masalah, tapi kita di Bali masih aman,’’ ujar Su-

arjaya. Ia melanjutkan, stok ARV tidak hanya tersedia di provinsi, tetapi juga di gudang RS dan gudang farmasi kabupaten/kota. ‘’Stok provinsi baru akan dikirimkan ke masing-masing RS yang memiliki layanan VCT dan ke kabupaten/kota jika cadangan kurang,’’ imbuhnya. Suarjaya memastikan jika ketersediaan ARV pada ta-

hun 2020 nanti mencukupi kebutuhan dalam satu tahun. Saat ini di Bali jumlah pasien HIV yang aktif minum obat ARV rutin hingga Oktober 2019 sebanyak 9.254 orang. Mengenai kebutuhan ARV bagi pasien HIV, dijelaskan Suarjaya, satu pasien membutuhkan satu tablet ARV per hari jika jenis ARV-nya fixed dose combination dan 2 tablet sehari jika jenis ARVnya rejimen terpisah.

Selain menyediakan ARV, pihak Dinkes Provinsi Bali menyiapkan reagen untuk pemeriksaan virus load (VL) atau pemeriksaan banyak sedikitnya jumlah virus HIV dalam tubuh pasien. Menurut Suarjaya, pemeriksaan VL dilakukan untuk pasien yang minum ARV pada bulan ke-6, 12, 24, 36 dan kemudian seterusnya setiap 12 bulan untuk kepentingan memantau keberhasilan

pengobatan dengan melihat penurunan jumlah virusnya. ‘’Untuk reagen pemeriksaan VL ini juga akan disediakan tahun 2020,’’ papar Suarjaya. Sementara untuk pemeriksaan tes HIV bagi bayi yang lahir lewat program PMTCT atau program pencegahan transfer virus dari ibu ke bayi positif, diakui Suarjaya, sejak tahun 2018 pemeriksaannya dilakukan

secara regional. ‘’Untuk pemeriksaan EID (early infant diagnosis) pada bayi yang lahir lewat program PMTCT dulu kita bisa melaksanakan di RSUP Sanglah untuk bayi mulai usia 4 minggu. Namun sejak 2018 pemeriksaan ini dilaksanakan secara regional oleh nasional di mana Bali pemeriksaan dipusatkan di RS Sutomo, sehingga sampel dikirimkan ke sana,’’ jelas Suarjaya. (kmb24)

t


Rabu Pon, 4 Desember 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Jangan Salahkan Anak Tak Suka Membaca SETIAP zaman memiliki ciri khas berbeda. Jika di era 1970-an mahasiswa S-1 untuk ujian sekripsi harus memboyong sebanyak-banyaknya sumber bahan bacaan penelitiannya. Sebab, pertanyaan penguji juga menyentuh mana sumbermu, buku apa dan siapa pengarangnya. Kini di zaman digital cukup materi itu di-print-kan saja. Bagi siswa sekolah menengah, mereka cukup melihat di online sudah menemukan jawabannya. Sangat jauh dengan teknik belajar di era lama, siswa disuruh menggarisbawahi materi yang penting, atau menulis kembali di buku catatan. Hal inilah yang membuat mereka malas membaca karena tak langsung menemukan hasilnya. Kondisi inilah yang membuat bahwa minat membaca para remaja dan siswa kini makin menurun. Faktor internal dan eksternal tetap menjadi penyebabnya. Apalagi di tengah budaya narsis, semua bisa diperoleh lewat internet. Ditambah lagi sikap anakanak sekarang yang serbamanja, mau instan, bukan berjuang mencari di berbagai sumber belajar. Kita bisa lihat aktivitas dan cara belajar pelajar sekarang. Mereka tak mau membaca buku terlebih dahulu untuk memperoleh pengalaman baru atau materi baru, namun sudah loncat menjawab pertanyaan di bagian akhir materi. Namun anehnya, mereka belum menemukan jawaban langsung minta bantuan internet. Artinya, mereka kering dengan materi temuan sendiri. Mendikbud Nadiem Makarim pun berpikir banyak soal minat baca anak-anak sekarang. Namun perlu diingat kita tak boleh menyalahkan secara total pada diri anak mengapa mereka tak memiliki budaya dan kebiasaan membaca buku. Padahal membaca adalah sumber kita bisa menulis sebuah karya sumber penting pengalaman kita untuk bisa berbicara kepada orang lain. Sekaligus sumber kita untuk mempertahankan argumentasi berdasarkan kajian ilmiah. Jangan salahkan anak tak mau membaca karena sumber bacaan kita terlalu padat dan tergolong tinggi dipahami untuk usia tertentu. Bahkan sistem pendidikan kita terkesan terlalu padat materi. Mendikbud Nadiem Makarim pun berencana untuk menyederhanakan lagi model pembelajaran di sekolah. Kedua, guru juga disibukkan dengan aturan administrasi yang berjubel sehingga mereka jarang juga memberi kesempatan bagi siswa untuk membaca atau ke perpustakaan. Sebab, guru wajib menuntaskan administrasi lainnya. Hasil diskusi soal masalah perpustakaan kita yang digelar Bali Post belum lama ini memberi pelajaran bagi kita bahwa kita tak boleh menyerah di tengah menurunnya minat membaca para remaja. Di luar negeri anak-anak SD cukup diberikan dua-tiga mata pelajaran penting, setelah itu mereka diajak bereksplorasi di lapangan. Untuk awal memang tidak perlu kamu membaca buku-buku dengan bahasa yang berat. Cobalah untuk biasakan membaca dari buku-buku santai, yang kata-katanya mudah kita mengerti. Bacalah berbagai jenis buku, dari yang disukai anak. Para guru pun memiliki kesempatan yang banyak untuk menjadi model SDM gemar membaca. Namun yang terjadi sebaliknya, kata narasumber di diskusi itu justru gurunya jarang pergi ke perpustakaan karena sibuk ngurus administrasi guru dan target ketuntasan pembelajaran atau memang malas. Makanya jangan salahkan anak tak suka membaca, karena gurunya sendiri juga malas membaca. Kita mengetahui membaca buku memiliki banyak manfaat yang luar biasa untuk diri kita. Membaca bukan sekadar mendapatkan ilmu pengetahuan dan membuka dengan dunia luar yang lebih luas lagi. Membaca juga penting untuk membuka pikiran, tetapi membaca juga sangat baik untuk kesehatan. Bagi orang dewasa meggunakan waktu senggang beraktivitas kreatif atau intelektual (seperti membaca) mempunyai peluang 32 persen lebih lambat mengalami penurunan kognitif. Artinya, mereka lebih rendah peluangnya mengalami pikun. Nah, kalau sudah demikian ayo kita membaca sampai mata ini tak lagi kuat melihat huruf-huruf.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Menyambut Tahun 2020 Tak terasa kita sudah masuk bulan Desember 2019. Artinya sebentar lagi kita akan masuk tahun 2020, yang oleh Presiden RI Joko Widodo diprediksi juga akan diwarnai kekhawatiran resesi ekonomi. Namun, apa pun yang kita prediksi tetap harus disikapi dengan pemikiran cerdas dan mencari solusi untuk keluar dari permasalahan yang ada. Pemetaan potensi mungkin perlu kita lakukan lebih awal, agar memasuki tahun 2020 kita bisa menghadapi tantangan ekonomi secara lebih siap. Khusus untuk Bali, saya hanya berharap para pemimpin Bali jangan terjebak kepentingan kelompok dalam mengelola anggaran. Jika ada ruang untuk berkoordinasi dan membuat program terpadu untuk Bali, lakukanlah. Jangan terus-terusan terjebak kepentingan pribadi dan menyelamatkan kekuasaan. Apalagi mengelola anggaran hanya untuk menjaga kekuasaan dari bidikan masalah hukum. Saya juga banyak baca, tahun 2019 ini defisit anggaran terjadi di sejumlah kabupaten. Mudah-mudahan ke depan hal ini tak terulang dan segeralah melakukan perencanaan anggaran secara akurat. Pikirkan skala prioritas, jangan mengelola anggaran berdasarkan selera. I Putu Rajendra Denpasar, Bali

Inovasi Alternatif Perwajahan Bahan Bacaan Diskusi kecil sering menggedor dan mengutarakan rasa kekhawatiran terhadap penyakit rabun membaca (lumpuh menulis) telah melanda sebagian besar kita. Apresiasi diskusi ini sangat menyadari dan mengkhawatirkan hal ini. Dalihnya adalah pembelajaran penguatan literasi di sekolah dan peran pembelajaran yang tidak menyenangkan. Benar. Pembelajaran di sekolah tidak banyak memberikan ruang kepada siswa untuk berekspresi dan berkreasi untuk mengembangkan daya nalar dan imajinasi untuk minat baca dan tulis.

Oleh I Putu Sudibawa

K

ekhawatiran yang sama sempat juga dilontarkan oleh I Nyoman Tusty Edy (2018) dalam opini cerdasnya tentang kemampuan literasi. Penulis sepakat agar pembelajaran lebih banyak mengajak siswa untuk membaca dan menulis. Di sinilah seorang guru sebagai mediator dalam siswa mengekspresikan setiap proses pembelajaran. Pun, bermuara pada perlunya peningkatan minat baca dan menulis siswa. Minat baca yang tinggi dapat mendorong tumbuhnya kebiasaan membaca yang pada gilirannya diharapkan membuahkan keterampilan membaca. Keterampilan ini perlu dimiliki dan dikembangkan oleh setiap insan didik atau yang masih duduk di bangku sekolah. Dalam upaya meningkatkan minat baca siswa, peranan perpustakaan sekolah sangat penting. Utamanya perannya sebagai penyedia jasa informasi, sumber informasi dan bahan belajar. Minat sering disebut juga sebagai ‘’interest’’. Minat merupakan gambaran sifat dan sikap ingin memiliki kecenderungan tertentu. Minat juga diartikan kecenderungan

hati yang tinggi terhadap sesuatu dan keinginan yang kuat untuk melakukuan sesuatu. Minat bukan bawaan dari lahir, melainkan dapat dipengaruhi oleh bakat. Minat diciptakan atau dibina agar tumbuh dan terasa sehingga menjadi kebiasaan. Melakukan sesuatu dengan terpaksa atau karena kewajiban walau dikerjakan dengan baik, belum tentu menunjukkan minat yang baik seperti membaca buku teks pelajaran. Pembelajaran dan literasi di sekolah tampaknya masih mempunyai kecenderungan menjadi pembelajaran oral (lisan). Siswa yang suka bicara, bercerita dimana dan kapan saja, belum siswa yang membaca, apalagi siswa yang menulis. Maka sekarang inilah kita perlu mengubah kebiasaan berbicara kita menjadi kebiasaan membaca dan menulis. Berapa menitkah setiap hari kita membaca? Pendapat, orang yang mampu membaca dan menulis akan baik jika berbicara, tetapi suka berbicara belum tentu pembaca dan penulis yang baik. Pembaca yang baik belum tentu penulis yang baik, tetapi penulis yang baik tentu sebagai pembaca yang baik. Keterampilan berbicara, membaca,

Potensi Arak Bali

Miras lokal atau arak memiliki potensi untuk dikembangkan. Wacana untuk melegalkan arak sudah berkembang sejak dulu, namun hingga kini belum jelas kepastiannya. Sebelum arak menjadi miras yang legal, para pendengar setia Singaraja FM menginginkan agar peredarannya lebih diawasi. Hal ini bertujuan untuk mengurangi penyalahgunaannya. Kekhawatiran ini disampaikan melalui Suara Buleleng, Selasa (3/12) kemarin. Selain itu, ada pula sorotan terkait bedah rumah dan izin mendirikan bangunan. Berikut rangkumanya. Nang Mologan di Mayong menyoroti tentang maraknya peredaran miras lokal atau arak. Dia berharap agar Gubernur segera melegalkan miras tersebut sehingga memberikan manfaat, khususnya bagi perajin arak. Jika sudah legal tentunya akan dapat masuk ke industri pariwisata seperti hotel maupun restoran. Bah-

kan bukan tidak mungkin jika kualitasnya sudah memadai, arak bisa menjadi salah satu komiditi ekspor Bali. Hal ini tentunya akan menambah PAD bagi Pulau Dewata. Sementara Gung De di Jalan Gajah Mada mengeluhkan tentang sebuah bangunan yang ada di sebelah Pura Segara Desa Tigawasa. Dikhawatirkan ba-

Warung Global

Usulan Presiden Tiga Periode

Sebagaimana diketahui, dalam rencana amandemen terbatas UUD 1945 terungkap berbagai pendapat dari masyarakat terkait perubahan masa jabatan presiden. Ada yang mengusulkan masa jabatan presiden menjadi delapan tahun dalam satu periode. Ada pula yang mengusulkan masa jabatan presiden menjadi empat tahun dan bisa dipilih sebanyak tiga kali. Usul lainnya, masa jabatan presiden menjadi lima tahun dan dapat dipilih kembali sebanyak tiga kali. Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid sebelumnya mengatakan, usul penambahan masa jabatan presiden didorong oleh Fraksi NasDem. Jokowi menegaskan sejak awal ia sudah menyampaikan bahwa dirinya adalah produk pemilihan langsung berdasarkan UUD 1945 pascareformasi. Sehingga saat ada wacana untuk mengamandemen UUD 1945, Jokowi sudah menekankan agar tak melebar dari persoalan haluan negara. Lalu bagaimana tanggapan Kawan Global terkait usulan presiden tiga periode ini? Berikut opini pendengar setia Radio Global 96,5 FM dalam acara Warung Global. Sebagai rakyat, Fera di Tabanan sangat berharap agar pelaksanaan pesta demokrasi lebih efisien dari segi biaya, jadi sebaiknya memang tiga periode saja. Tiga periode atau

15 tahun dinilainya cukup untuk menjalankan program-program. Kalau Jokowi tak setuju tidak jadi masalah. Jika tiga periode masa jabatan presiden, tetapi kalau presi-

dan menulis sangat erat kaitannya. Hanya sayangnya mengapa siswa kita lebih suka berbicara? Oleh karena itu perlu pembinaan minat baca. Dengan pembinaan minat baca diharapkan adanya perubahan budaya yang mendasar pada siswa. Kebiasaan membaca merupakan proses penyerapan informasi dan akan berpengaruh positif terhadap kreativitas seseorang. Membaca pada hakikatnya adalah menyebarkan gagasan dan upaya yang kreatif. Siklus membaca sebenarnya merupakan siklus mengalirnya ide pengarang ke dalam diri pembaca yang pada gilirannya akan mengalir ke seluruh penjuru dunia melalui buku atau rekaman informasi lain. Membaca memiliki manfaat dan makna. Dengan banyak membaca kita akan memperoleh pengalaman dan pelajaran dari orang lain. Begitu pentingnya membaca bagi siswa sehingga masyarakat yang mempunyai peradaban maju adalah masyarakat yang gemar untuk mengetahui sesuatu dengan membaca kemudian menuliskan pengetahuannya. Di sinilah diperlukan inovasi perwajahan bahan bacaan untuk

siswa. Misalnya, inovasi buku dalam bentuk komik. Kalau berjalanjalan di toko buku tentu kita akan mendapati buku-buku macam Einstein for Beginner (Mizan), Das Capital untuk Pemula (Insist), Filsafat untuk Pemula (Kanisius), Berani Gagal-Hikmah Kegagalan (Delapratasa Publishing), dan masih banyak lagi. Di sinilah menurut Irkham (2003) ada garis lurus yang bisa ditemukan antara komik sebagai jenis bacaan di satu sisi dan alat komunikasi di bagian lain. Penulis menjumpai banyak bahan bacaan yang dikemas dalam bentuk komik. Komik Kuark, misalnya. Bahan bacaan sains yang ruwet dan sering membuat siswa enggan membaca dibuat komik sehingga menjadi menarik dan enak dibaca. Komik adalah bacaan dengan bahasa yang cair, tampilannya rileks, bikin tertawa, ringan tapi mencerdaskan. Dijamin setelah membaca komik, adrenalin siswa tidak akan naik, tetapi sebaliknya jantung siswa akan bekerja optimal. Hal itu lantaran kebahagiaan dan tawa yang siswa keluarkan. Karena itu, penulis pun sepakat maraknya komikasi bukubuku serius merupakan solusi cerdas atas dua masalah, yakni minat baca yang rendah dan tuntutan profit yang proporsional. Inovasi perwajahan bahan bacaan dalam bentuk komik menjadikan motivasi sosiologis dan ekonomis bertemu dalam satu titik. Dengan tampilan layaknya komik, pembaca dapat memanfaatkan waktu yang pendek untuk membaca buku serius tanpa kehilangan substansi sekaligus bisa refreshing. Kepentingan penerbit yaitu buku terjual dan tanggung jawab

info singaraja fm radio_singaraja_92.0_fm

081933004217

ngunan tersebut dapat menodai kesucian pura yang ada tepat di sebelahnya. Warga sudah sempat melayangkan surat kepada pihak terkait. Bahkan anggota DPRD Buleleng pun sempat turun ke lokasi namun hingga kini belum ada tindak lanjutnya. Gung De berharap, guna menghindari hal serupa pemkab harus segera memiliki Perda Tata Ruang. Perda ini sangat diperlukan oleh masyarakat, khususnya bagi mereka yang ingin membangun. Dengan adanya perda tentu ada acuan sebelum membuat bangunan dan juga menghindari pembuatan bangunan-bangunan yang dapat merugikan masyarakat. Program bedah rumah masih menjadi sorotan. Dek Agus di

Jalan Gajah Mada berharap agar warga masyarakat yang benarbenar miskin yang mendapatkan program bedah rumah. Dia juga menanyakan, apabila ada sisa dana dari program tersebut, ke manakah dana tersebut? Apakah disetorkan kembali ke pemerintah atau digunakan untuk membeli perabotan rumah oleh penerima bedah rumah. Ini yang kemudian harus dijelaskan secara terbuka oleh pemerintah. Selain itu, dia juga berharap agar pemerintah menertibkan gepeng di kawasan kota Singaraja. Menurutnya, pemerintah harus tegas kepada gepeng dan juga kepada mereka yang memberikan uang kepada gepeng tersebut. Bila perlu keduanya harus diberi sanksi. (kmb)

dennya Jokowi, Febri di Badung tak masalah. Tapi kalau mutu pemimpin tidak seperti Jokowi, susah rasanya menjalankan. Yang mengusulkan tiga periode sepertinya punya maksud politis. Namanya juga usulan. Dalam negara demokrasi kita dijamin UU. Demikian Werdha di Gianyar. Cukup satu periode tapi 10 tahun. Ini juga cukup efisien dari segi waktu dan biaya. 10 tahun menurutnya waktu yang cukup untuk menjalankan program, konsentrasi penuh, belum lagi untuk menyiapkan diri untuk mencalonkan diri. Sementara Budiada di Tabanan menyampaikan, kenapa masa jabatan presiden itu 5 tahun? Sebab ini tujuannya menghindari kediktatoran. Pemimpin yang sudah teruji, ada pembangunan berkelanjutan, 5 tahun, sekali periode saja sudah cukup. Negara kita masih banyak polemik, belum baik semua, jadi satu periodenya 8 tahun saja. Ini juga angka kesaktian menurutnya, sama dengan bulan kemerde-

kaan dan ada sejarahnya bagi Indonesia. Arya di Denpasar menyampaikan bahwa mau dua atau tiga periode tak masalah, sistem pemilu mestinya pakai e-votting, jadi biaya bisa diefisiensikan. Buat yang simpel, milih penyanyi saja pakai e-votting. Menurut Putu Artha di Padangsambian, cukup dua periode saja, 10 tahun cukup waktunya untuk menjalankan roda pemerintahan. Ia justru setuju jika dikembalikan pemilihan tidak langsung saja, ini justru mengirit biaya. Dipilih langsung dan tak langsung, hasilnya sama saja tidak ada perubahan yang signifikan. Sistem perwakilan saja. Ketut Dawi di Abiansemal memandang dari segi efisiensi, tiga periode cukup memungkinkan. Umur menurutnya tak masalah, biaya yang dikeluarkan jadi bisa ditekan. Pemilu dari pusat sampai daerah ditenderkan. Peserta pemilu diuji dulu, seperti sebuah proyek. Ini tujuannya semata menghemat biaya saja. (sikha)

mencerdaskan masyarakat pun dapat dicapai bersama (Irkham, 2003). Membaca hendaknya mencakup kemampuan yang semakin tinggi untuk memahami dan menghargai berbagai macam karangan. Lalu, menulis mencakup kemampuan yang semakin lama semakin unggul untuk menuangkan pikiran dan perasaan secara tertulis. Menirukan sebuah epilog bahwa anggapan seperti minat baca masyarakat Jepang layak dijadikan model bagi Indonesia sudah saatnya dilihat ulang dan dicari duduk perkaranya agar kita tidak mencampuradukkan antara sikap realistis dan meneruskan khayal kolektif yang terbina luas. Nampaknya membaca saja tidak cukup. Harus ada upaya melakukan perenungan-perenungan sekaligus jalan-jalan melihat realitas, sehingga pemahaman kita terhadap sesuatu akan utuh, tidak parsial. Sebab, tidak jarang yang tertulis dalam buku berbeda dari yang terjadi. Kegiatan membaca menjadi sarana awal seseorang mengenal kenyataan hidup. Tidak sekadar melejitkan ide tetapi juga menambah nilai meski sekecil apa pun. Mari kita bersama untuk merenungkan tulisan Frans M. Parera (2002), salah satu anggota Dewan Buku Nasional. ‘’Kebanyakan kita hanya terbiasa dengan pengetahuan operasional, teknis, artistik, dan finansial hasil pertanyaan ‘bagaimana’. Perbukuan menantang kita memasuki horizon pengetahuan ‘mengapa’. Kemampuan refleksi menjadi bekal untuk mengembangkan pertanyaan ‘mengapa’ dan perbukuan menjadi sarana untuk kemampuan refleksi itu.’’ Tentunya kegemaran membaca dan menulis mampu menjembatinya. Semoga rabun membaca dan lumpuhya menulis segera terobati. Penulis, Kepala SMAN 1 Rendang, Penerima Penghargaan Widya Pataka Bali 2005

POJOK Jokowi minta bumikan Pancasila pada 129 juta anak muda Indonesia. - Belum terlambat. *** Perumda diminta tidak masuk pada bisnis yang sudah dikelola swasta. - Jangan pula Perumda diswastakan. *** Tekan penyalahgunaan narkoba, desa adat didorong buat ‘’pararem’’. - Selamatkan krama Bali.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Rabu Pon, 4 Desember 2019

Edarkan 6.971 Pil Koplo Buruh Proyek Diamankan Polisi

Tabanan (Bali Post) Agus Saputra, buruh proyek asal Desa Kasiyan Timur, Jember, Jawa Timur, hanya bisa menunduk saat digiring petugas Polsek Kediri, Selasa (3/12) kemarin di halaman depan Makopolsek setempat. Pria berusia 26 tahun ini diancam pidana 15 tahun penjara lantaran kedapatan mengedarkan 6.971 butir pil koplo. Tersangka diamankan Senin (2/12) lalu di kamar kosnya di Banjar Kelakahan Kaja, Desa Buit, Kecamatan Kediri, Tabanan. Kapolsek Kediri AKP Marzel Doni seizin Kapolres Tabanan AKBP Agus Tri Waluyo saat rilis Selasa (3/12) kemarin, mengatakan keberhasilan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat melalui Bhabinkamtibmas Desa Buit. Ada informasi seseorang yang dicurigai mengedarkan pil golongan daftar G. Informasi itu kemudian diteruskan ke tim Opsnal Polsek Kediri dan ditindaklanjuti oleh Kapolsek Kediri. Penyelidikan pun dilakukan. Dan benar saja, ketika petugas melakukan pemeriksaan terhadap kamar kos tersangka, ditemukan barang-barang berupa pil yang disembunyikan di dalam kolong meja TV. Barang bukti yang dite-

mukan yakni 1.789 butir pil warna kuning berisi tulisan DMP diduga Dextrometorplan dan 5.182 butir pil warna putih berisi huruf “Y” diduga Trihexphenidyl. Sejumlah pil sudah dikemas dalam plastik klip yang masing-masing berisi 10 butir. Adapula yang dikemas dalam plastik ukuran besar dengan isian sekitar 100 butir. Kesemuanya siap diedarkan. Barang bukti tersebut disembunyikan tersangka dalam plastik pembungkus pampers. ‘’Pil masuk golongan daftar G yang sebenarnya bisa digunakan namun harus dengan resep dokter, dan itu hanya orang-orang tertentu saja,’’ ucap Marzel Doni. Lebih lanjut dikatakannya, dari pengakuan ter-

sangka pil ini dibawa dari Jember ke Tabanan lewat darat. Pil dijual di kalangan teman-teman tersangka. Per satu klip kecil berisi 10 butir dijual Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu. Tersangka sudah lama tinggal di Tabanan, namun mengaku baru mengedarkan pil ini sekitar empat bulan lalu. Terkait lokasi didapatkannya pil ini, kepolisian tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut. Tersangka mengaku mendapatkan keuntungan Rp 400 ribu untuk satu kantong plastik besar. Tidak hanya mengedarkan, Agus juga pernah mengonsumsi pil tersebut. ‘’Pernah saya konsumsi, hanya biar bisa tenang saat mengisi waktu,’’ ucap Agus. Akibat perbuatannya, tersangka Agus dijerat pasal 197 dan 198, UU No. 36 Tahun 2009 dengan ancaman 15 tahun penjara. Terkait hal ini, pihak kepolisian pun menegaskan akan terus memburu para pengedar obat terlarang maupun narkotika khususnya di wilayah Tabanan. (kmb28)

Bali Post/bit

PENGUNGKAPAN KASUS - Jajaran Polsek Kediri menjelaskan perihal pengungkapan kasus peredaran pil koplo

Karya Agung Pangurip Gumi KPU Sosialisasikan Syarat Dukungan Upaya Menjaga Kelestarian dan Kesucian Alam Calon Perseorangan Tabanan (Bali Post)Suasana politik jelang Pilkada Tabanan 2020 mulai menghangat. Selain parpol yang bersiap melakukan penjaringan bakal calon, sejumlah tokoh juga mulai digadanggadang maju melalui calon perseorangan. Tokoh dimaksud seperti I Wayan Sukaja, I Ketut Loka Antara, I Gusti Bagus Dharma, Putra dan I Gusti Kade Heryadi Angligan. Guna memberikan pemahaman dan informasi seluasluasnya kepada bakal calon perseorangan, KPU Tabanan menggelar sosialisasi calon perseorangan dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tabanan tahun 2020, Selasa (3/12) kemarin. Sayangnya meski diundang melalui surat resmi, tokoh-tokoh yang dijagokan justru tidak hadir. ‘’Hanya satu yang diwakili,’’ ucap Komisioner KPU Tabanan Ni Luh Made Sunadi. Sosialisasi ini guna memberikan pemahaman prosedur calon perseorangan maju dalam pilkada sesuai PKPU. Ia mengungkapkan, agar sosialisasi ini dapat disampaikan kepada masyarakat, maka pihaknya mengundang berbagai elemen. Dengan demikian diharapkan sosialisasi tepat sasaran. ‘’Kewajiban kami sebagai penyelenggara wajib menyampaikan informasi yang sama baik itu kepada bakal calon dari parpol maupun perseorangan,’’ terangnya. Sosialisasi dilaksanakan lebih awal dengan harapan tokoh-tokoh yang ingin maju melalui jalur independen memiliki banyak waktu untuk mengumpulkan dukungan. Sesuai ketentuan, syarat minimal dukungan yakni 31.123 dukungan atau 8,5 persen dari total DPT Pemilu terakhir sebanyak 366.150 dan dengan sebaran dukungan minimal di enam kecamatan. ‘’Hal ini sesuai dengan PKPU bahwa dukungan 50 persen + 1 dari sejumlah kecamatan yang ada di daerah ini,’’ jelasnya. Sunadi menambahkan, untuk dukungan tentunya ada beberapa syarat yang harus menjadi perhatian. Selain harus terdaftar sebagai pemilih, dukungan tidak boleh datang dari mereka yang bekerja sebagai TNI, Polri, ASN, penyelenggara Pemilu baik itu KPU dan Bawaslu serta jajaran sampai tingkat TPS hingga kesekretariatan KPU, seperti jajaran Komisioner dan pegawai KPU, Kepala Desa dan perangkat desa. Pada sosialisasi tersebut, salah satu peserta menilai persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon perseorangan seakan dibuat cukup berat dan terkesan tidak memberikan peluang bagi calon perseorangan. Menanggapi hal itu, Komisioner KPU Provinsi Bali, Luh Putu Sri Widiastini yang diundang sebagai narasumber dalam sosialisasi tersebut mengatakan, sebagai penyelenggara pemilu, KPU hanya menjalankan aturan. ‘’Jadi kami di KPU hanya melaksanakan apa yang sudah tertuang dalam PKPU yang dihasilkan dari persetujuan DPR RI melalui komisi yang membidangi,’’ terangnya. Untuk membantu mereka yang membutuhkan informasi terkait calon perseorangan, KPU Tabanan mulai Selasa kemarin membuka help desk mulai setiap hari kerja. ‘’Jadi hal-hal terkait tentang blangko, sistem dan lainnya bisa ditanyakan di sana jika belum jelas,’’ kata Sunadi. (kmb28)

Bali Post/bit

SOSIALISASI - Sosialisasi syarat dukungan calon perseorangan dalam Pilkada yang digelar di KPU Tabanan, Selasa (3/12) kemarin.

I Wayan Tontra

Bali Post/bit

Tabanan (Bali Post)Maraknya eksploitasi sumber daya alam menyebabkan kualitas lingkungan terus menurun. Hal ini telah menjadi perhatian serius semua kalangan. Salah satu upaya mengembalikan kelestarian dan kesucian alam adalah melalui penyelenggaraan Karya Agung Pangurip Gumi di Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel pada tahun 2020. Umat diharapkan melakukan yasa kerti terutama dalam bentuk kesiapan mental, kesucian hati, serta senantiasa menampilkan pikiran, perkataan dan perbuatan yang suci dengan menjauhkan diri dari segala perbuatan yang tidak terpuji serta dapat menodai kesucian pelaksanaan Karya Agung Pangurip Gumi. Seperti disampaikan Penasihat Karya Agung Pangurip Gumi yang juga Ketua PHDI Tabanan I Wayan Tontra, karya agung atau upacara yadnya apa saja yang berskala besar pasti ada yasa kerti yang artinya ngacepang atau mendoakan agar karya agung tersebut bisa berjalan lancar dan aman. ‘’Sebetulnya Karya Agung Pangurip Gumi ini bertujuan membangkitkan seluruh en-

ergi yang ada dalam bumi supaya betul-betul bangkit. Ibaratnya handphone yang perlu di-charge, begitupun bumi atau alam juga harus diberi energi lagi dengan upakara dan upacara,’’ terangnya, Selasa (3/12) kemarin. Diakui Tontra, selama ini sumber daya alam atau bumi sudah sejak lama atau bahkan bertahun-tahun tidak pernah dilakukan upacara melainkan hanya dimanfaatkan saja. Dengan diadakannya Karya Agung Pangurip Gumi, diharapkan akan ada keseimbangan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan lingkungan dan manusia dapat hidup seimbang lahir dan batin. Karya agung ini bertujuan agar alam semesta berserta isinya mendapatkan kerahayuan, bukan semata untuk umat di Tabanan saja, melainkan Bali, Nusantara bahkan seluruh dunia. ‘’Sebenarnya di tahun 1993 pernah ada karya agung skala besar pula namun bukan pengurip gumi melainkan karya mamungkah. Harapan kami seluruh umat dapat berbuat terbaik dan dapat melaksanakan yasa kerti sehingga proses perjalanan karya, tahap demi tahap akan berlangsung tertib, aman dan lancar,’’ jelasnya. (kmb28)

Penerapan ADM Tergantung Anggaran Daerah Tabanan (Bali Post) Pemerintah pusat memiliki program untuk mempermudah pembuatan administrasi kependudukan dengan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM). Namun program ini belum sepenuhnya bisa dilaksanakan di daerah. Pasalnya, pelaksanaannya tergantung kondisi keuangan daerah. Kepala Dinas Kependudukan dan pencatatan sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tabanan I Gusti Agung Rai Dwipayana, Selasa (3/12) kemarin mengatakan, pihaknya mengikuti

Rakornas terkait rencana penerapan ADM tersebut. Dikatakan, ke depan dalam pembuatan dokumen kependudukan tidak lagi ada tanda tangan basah tetapi sudah berupa barcode sehingga pihaknya tidak lagi harus mendatangani dokumen kependudukan yang diurus masyarakat. Terkait rencana pembuatan program ADM, diakui program tersebut sangat bagus untuk memudahkan pelayanan kependudukan pada masyarakat. Dengan program tersebut nantinya masyarakat tidak

harus datang ke Disdukcapil untuk mengurus dokumen kependudukan, tapi cukup dengan mendatangkan ADM seperti ATM perbankan dalam pembuatan dokumen kependudukan seperti KTP, KK ataupun dokumen kependudukan lainnya. ‘’Program itu akan memudahkan masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan,’’ katanya. Hanya saja diakuinya, program tersebut belum sepenuhnya bisa diterapkan di daerah karena sangat tergantung pada kondisi keuangan daerah. Dalam hal ini

pihaknya harus mempersiapkan SDM termasuk perangkat berupa ADM yang memerlukan dana yang tidak sedikit. Untuk penerapan program tersebut harus dilakukan pembahasan lebih lanjut. ‘’Di daerah perlu penyiapan SDM dan sarana prasarana pendukung,’’ imbuhnya. Ditambahkan, ke depan program tersebut akan dilaksanakan di daerah. Dengan adanya program tersebut akan memudahkan dalam pelayanan administrasi kependudukan. (kmb28)

Bawaslu Tak Perpanjang Pendaftaran Calon Panwascam

Tabanan (Bali Post) Pendaftaran calon Panwascam Pilkada Tabanan tahun 2020 ditutup Selasa (3/12) kemarin. Hingga sore, sebanyak 80 orang mendaftarkan diri. Jumlah ini masih bisa bertambah karena batas akhir pendaftaran yakni pukul 24.00 Wita. Dilihat dari kebutuhan minimal enam orang anggota Panwascam per kecamatan, maka tingkat persaingan untuk menjadi anggota Panwascam cukup sengit. Ketua Bawaslu Tabanan I Made Rumada didampingi Kordiv Pencegahan, Pengawasan dan Hubungan antar Lembaga (PHL) I Ketut Narta mengatakan, sejak keran pendaftaran Panwascam dibuka 27 November lalu, banyak masyarakat yang berpartisipasi dan mendaftarkan diri. Rata-rata pendaftar berusia 40 tahun ke atas dengan latar belakang pekerjaan wiraswasta dan pegawai swasta. Karena telah dianggap memenuhi target minimal enam peserta di tiap kecamatan, Bawaslu Tabanan pun akan meniadakan perpanjangan masa pendaftaran. ‘’Jika sebelumnya ada yang belum penuhi target minimal, tentu akan dilakukan perpanjangan masa pendaftaran. Tetapi sampai sore ini (kemarin-

red) target minimal tiap kecamatan sudah terpenuhi bahkan lebih. Artinya, kita akan lanjut ke tahapan berikutnya,’’ terangnya. Dari data Bawaslu Tabanan, pendaftar terbanyak adalah untuk Kecamatan Kediri yang mencapai angka 11 orang. Disusul kemudian Kecamatan Tabanan dan Kerambitan masing-masing sembilan orang. Sementara kecamatan lainnya bervariasi dari enam hingga delapan orang. Pengumuman hasil penelitian administrasi dilaksanakan pada 12 Desember. Pada 12 hingga 15 Desember Bawaslu menerima tanggapan dan masukan dari masyarakat terkait hasil penelitian administrasi para kandidat Panwascam. Sementara untuk tes tulis berikut tes wawancara akan digelar 13 hingga 17 Desember dan terakhir pengumuman hasil tes pada 18 Desember. Pelantikan Panwascam digelar 20 hingga 21 Desember. Untuk diketahui, pembentukan Panwascam melalui proses penjaringan dan penyaringan secara terbuka. Persyaratan masih sama dengan aturan sebelumnya, seperti tidak pernah menjadi anggota parpol atau telah mengundurkan diri dari ang-

gota parpol sedikitnya lima tahun pada saat mendaftar. Selain itu, tidak pernah menjadi anggota tim kampanye salah satu pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden, calon anggota DPR, DPD,

DPRD, serta pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah sekurangkurangnya dalam jangka lima tahun. Lanjut dikatakan Rumada, seorang pengawas Pemilu ha-

rus memiliki integritas untuk bisa mensukseskan Pilkada tahun depan. ‘’Integritas yang penting karena suksesnya pelaksanaan Pemilu tidak terlepas dari peran aktif Panwascam,’’ tegasnya. (kmb28)

Bali Post/ist

PENDAFTARAN - Suasana pendaftaran calon Panwascam, Selasa (3/12) kemarin.


Rabu Pon, 4 Desember 2019

Terima Jatah DAK Tahun 2020

PUPR Realisasikan 16 Paket Proyek Infrastruktur

Singaraja (Bali Post) – Tahun anggaran 2020, pemerintah pusat mengucurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) kepada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Buleleng senilai Rp41,467 miliar. Dengan kucuran sebesar itu, PUPR tahun depan akan merealisasikan 16 paket proyek pembangunan infrastruktur. Rinciannya, paket perbaikan jalan dengan serapan anggaran Rp27,794 miliar. Pembangunan irigasi pertanian dialokasikan Rp4,646 miliar, dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) disiapkan anggaran Rp9,026 miliar. Hal itu terungkap pada rapat koordinasi (rakor) Organisasi Perangkat Daerah (OPD,) Selasa (3/12) kemarin. Rakor ini dipimpin Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. Pelaksana tugas (Plt.) Kepala Dinas PUPR Nengah Budiarta mengatakan, dari rencana program pemanfaatan DAK tahun 2020 meliputi perbaikan jalan, penggantian jembatan Desa Sari Mekar menuju Desa Padang Bulia. Rehabilitasi jalan Desa Baktiseraga - Bhuana Kerta, peningkatan jalan SP-3 Desa Tigawasa - Uma Sendi - Bingin Banjah, rehabilitasi jalan Lampu - Tambakan, dan pembangunan jembatan SP-3 Gitgit-Wanagiri. Rencana kegiatan DAK itu rinciannya untuk irigasi pertanian, rehabilitasi jaringan

irigasi Ohot, irigasi Babakan Sambangan, Dangin Jalan, dan jaringan irigasi Jagaraga. Sementara SPAM meliputi, peningkatan kapasitas SPAM Desa Pedawa, Desa Tigawasa (Kecamatan Banjar), peningkatan SPAM Desa Wanagiri, Panji Anom, peningkatan SPAM di Desa Tegallinggah (Kecamatan Sukasada), peningkatan SPAM Desa Tajun (Kecamatan Kubutambahan) dan peningkatan SPAM Desa Penuktukan (Kecamatan Tejakula). “Paket pekerjaan yang kita usulkan melalui DAK sudah disetujui. Begitu anggaran berjalan, paket ini akan kami laksanakan sesuai perencanaan yang sudah disusun,” katanya. Wakil Bupati, Nyoman Sutjidra, mengatakan OPD diinstruksikan agar melaksanakan dan mengawal pelaksanaan kucuran DAK itu. Sutjidra tidak ingin terjadi masalah yang tidak diinginkan dalam menentukan arah kebijakan pemanfaatan DAK dari APBN itu. Apalagi, tahun 2020 kucuran DAK yang diterima Buleleng itu naik dibandingkan tahun 2019 ini yang hanya mendapat Rp3,079 miliar. “Saya minta dana dari pusat ini dimanfaatkan sesuai program, sehingga bisa menjawab permasalahan yang terjadi. Hindari terjadinya kesalahan baik teknis atau masalah hukum terkait pemanfaatan dana pusat ini,” tegas pejabat asal Desa Bontihing, Kubutambahan itu. (kmb38)

Bali Post/kmb38

RAKOR – Wakil Bupati, dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. memimpin rapat koordinasi (rakor) OPD di lobi kantor bupati, Selasa (3/12) kemarin.

Rancang Pembayaran Premi Asuransi dari Tabungan Sampah ”Ecobrick” Singaraja (Bali Post) – Daur ulang sampah terus digalakkan belakangan ini, karena sampah jika dikelola dengan baik akan menjadi material bernilai ekonomi. Hal itu tidak lepas dengan kebijakan pemerintah daerah mengurangi pemakaian plastik satu kali pakai saja. Salah satu desa yang getol melaksanakan pengolahan sampah itu adalah Desa Tembok, Kecamatan Tejakula. Warga di desa ini diedukasi mengolah sampah plastik menjadi ecobrick. Produksi ecobrick itu nantinya dirancang oleh warga Desa Tembok untuk pembayaran premi asuransi kesehatan. Perbekel Desa Tembok, Kecamatan Tejakula, Dewa Komang Yudi, mengatakan hal itu saat menjadi narasumber dialog interaktif “Geliat Buleleng” yang disiarkan Singaraja FM, Selasa (3/12) kemarin. Lebih jauh Dewa Komang Yudi menambahkan, ide program pembayaran premi asuransi kesehatan dari sampah ecobrick itu muncul setelah warganya mulai sadar mengelola sampah. Hanya saja, produk sampah ecobrick itu selama ini belum bisa dibeli Bank Sampah yang telah dibentuk di desanya. Atas kondisi itu, dirinya terinspirasi merancang program tabungan sampah ecobrick itu untuk membayar premi kesehatan. Saat ini, ide cemerlang

itu masih tahap persiapan sumber daya manusia (SDM) dan sistem informasi pendukungnya. Setelah itu disiapkan warga, kata Yudi, diikutkan asuranasi kesehatan di desa. Sama seperti asuransi umumnya, nasabah membayar premi setiap bulannya. Premi ini dibayar dari produksi sampah ecobrick yang dihasilkan warga itu sendiri. “Ide awalnya kami ingin warga bisa di-cover biaya asuransi kesehatannya. Layanan kesehatan itu dilakukan di Poskesdes yang sekarang kami kelola di desa,” katanya. Warga yang menjadi nasabah asuransi itu kata Yudi, bisa menjual produksi sampah ecobrick kepada pengelola. Satu gram sampah itu dihargai antara Rp4.000 sampai Rp5.000. Setiap warga yang menghasilkan sampah ecobrick, bisa memanfaatkan produksi daur ulang sampah itu untuk melunasi premi asuransi yang diikuti. Bila penjualan melebihi dari kewajiban preminya, maka akan masuk saldo pembayaran premi bulan berikutnya. “Kami yakin jika program itu berjalan baik, maka program mengurangi sampah plastik itu bisa dilakukan secara signifikan. Warga sendiri bisa mengolah dari sampah menjadi hal bermanfaat. Salah satunya untuk membayar premi asuransi,” jelasnya. (kmb38)

Dewa Komang Yudi

Bali Post/kmb38

TERBAKAR – Ruang genset di bagian belakang gedung Telkom Singaraja terbakar, Selasa (3/12) kemarin. Akibatnya, seluruh jaringan Telkom di Kota Singaraja mengalami gangguan.

Ruang Genset Telkom Terbakar

Jaringan Komunikasi di Kota Singaraja Lumpuh Singaraja (Bali Post) – Kebakaran melanda ruang mesin genset milik Telkom Singaraja di Jalan Letkol Wisnu, Singaraja, Selasa (3/12) kemarin. Api membakar dari atap sampai perangkat mesin genset yang terpasang di dalam ruangan. Bahkan, api merembet ke ruangan kosong yang berdekatan di sebelah barat. Beruntung, api dengan cepat berhasil dikuasai, sehingga kebakaran tidak menimbulkan kerusakan lebih parah. Menyusul kejadian ini, layanan komunikasi Telkomsel dan Indihome di seputaran Kota Singaraja mengalami gangguan. Salah seorang saksi di lokasi kejadian yang juga anggota security di gedung Telkom Singaraja itu, Heri Subroto, menceritakan sebelum kejadian, mesin genset yang terletak di bagian belakang (sebelah selatan) gedung sempat dihidupkan. Genset itu dihidupkan untuk mengganti suplai listrik PLN yang sempat terputus. Setelah pasokan listrik PLN kembali normal, kemudian petugas mematikan mesin genset itu. Sekitar pukul 12.50 Wita, tiba-tiba Subroto terkejut melihat ada kepulan asap dan diikuti kobaran api di bagian atap ruang genset itu. Menyaksikan kejadian itu, dia dan anggota termasuk karyawan berhamburan keluar ruangan. Mereka berusaha

mengevakuasi peralatan kerja yang berdekatan dengan ruang genset ke luar menjauh dari titik kebakaran itu. “Saya lihat ada asap dan api berkobar di atas atap. Dalam ruang genset api sudah besar bahkan merembet,’’ tambahnya. Mungkin karena kayu dan perangkat mesin genset itu sehingga api dengan cepat membesar. Karyawan sempat mengevakuasi perlengkapan dari ruang yang bersebelahan dengan ruang genset itu. Menurut Subroto, api terus saja membesar walau dirinya bersama rekan security berusaha memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Bahkan, api semakin membesar dan mulai merembet ke gedung

di sebelah barat. Atas kondisi itu, pihaknya kemudian menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng. Tidak berselang lama tiga unit mobil pemadam dan satu mobil tangki suplai air pemadam dari Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertamanan (Perkimta) Buleleng tiba di lokasi kejadian. “Karena di dalam api sudah membesar. Kemudian kami minta bantuan pemadaman ke Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng dan langsung ditangani,” jelasnya. Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran dan Sarana Prasarana, Putu Pasek Sujendra, mengatakan setelah menerima laporan kejadian itu, dirinya langsung menerjunkan petugas pemadam.

Tiga mobil pemadam dibantu tangki suplai pemadam dari Dinas Perkimta diterjunkan ke lokasi kejadian itu. Sekitar pukul 13.00 Wita atau sekitar satu jam setelah kejadian baru api itu berhasil dikuasai. Meski api berhasil dipadamkan, namun mesin genset dan perangkat pendukunggnya gagal diselamatkan. “Saat dilaporkan di TKP, api sudah besar. Kami langsung tangani dengan menghabiskan tiga tangki. Soal penyebab, dan kerugian ini masih ditangani pihak berwajib dan pihak Telkom Singaraja,” jelasya. General Manager (GM) Wilayah Telkom (Witel) Singaraja, Bonifatius Hendrianto, mengatakan setelah kejadian itu pihaknya bersama PLN berusaha menghidupkan kembali perangkat yang mati total karena kejadian itu. Pasalnya, akibat kejadian ini semua layanan dan jaringan di seputaran Kota Singaraja terputus. Hanya saja, Hendrianto belum bisa memastikan gangguan itu akan berlangsung sampai kapan. Pihaknya fokus melakukan perbaikan jaringan listrik

yang terputus setelah terjadi kebakaran. Pihaknya sudah menyiapkan genset cadangan untuk mengantisipasi kemungkinan listrik PLN padam, sehingga genset portable itu bisa dipakai cadangan menyuplai listrik untuk perangkat jaringan itu. “Petugas pemadam ini sudah sangat baik membantu sehingga api berhasil dipadamkan. Sekarang kami masih berusaha menghidupkan perangkat yang mati total itu,’’ tambahnya PLN akan menyambung listrik dari gardu terdekat di sekitar gedung ini. Pihaknya memastikan perangkat akan UP (dihidupkan - red), namun sampai kapan bisa normal belum bisa dipastikan. Terkait penyebab kebakaran, Hendrianto menyebut saat ini pihaknya belum mendapatkan data-data terkait penyebab kebakaran itu. Dalam waktu dekat, internal Telkom Wilayah Singaraja akan menurunkan tim investigasi, sehingga pemicu kebakaran itu bisa diketahui. (kmb38)

Buang Sampah Sembarangan

Satpol PP Beri Sanksi Tipiring Lima Warga PERSONEL Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mulai menindak perilaku warga membuang sampah sembarangan. Buktinya, Selasa (3/12) kemarin, Satpol PP menciduk lima warga yang ditemukan membuang sampah di pinggir Jalan Singaraja – Seririt, tepatnya di Desa Pemaron dan Jalan Kecubung, Singaraja. Atas pelanggarannya itu, warga tersebut menjalani sidang tindak pidana ringan (Tipiring) di Pengadilan Negeri (PN) Singaraja, Rabu (4/12) pagi ini. Sanksi tegas apa yang dilakukan pihak Satpol PP dalam usaha membuat efek jera pada masyarakat yang membuang sampah sembarangan itu? Satpol PP sejak pagi hari mulai mengawasi sejumlah tempat yang kerap kali dijadikan lokasi membuang sampah sembarangan. Personel Satpol PP bersama staf Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) itu terjun ke lapangan. Tidak berselang lama, ditemukan pengendara sepeda motor tampak menepi ke pinggir jalan. Tanpa berpikir banyak, warga tadi menaruh tas kresek berisi sampah di pinggir jalan. Melihat perilaku itu, personel Satpol PP langsung mengamankan yang bersangkutan. Barang bukti yang ditemukan di lapangan juga ikut disita untuk proses lebih lanjut. Tidak berselang lama, kembali ditemukan ada warga berperilaku kurang baik.

Warga itu juga membuang sampah yang dibungkus tas kresek di lokasi yang dilarang itu. Saat akan diamankan, dia beralasan membuang sampah di lokasi itu karena dia mengikuti warga lain yang membuang sampah di pinggir jalan itu. Meski mencoba berkelit, petugas tidak memberi ampun. Warga itu kemudian identitasnya dicatat, selanjutnya diwajibkan menjalani sidang tipiring. Sementara di Jalan Kecubung, Singaraja ada pelanggar lain juga diciduk. Warga ini membuang sampah tidak pada tempatnya, sehingga terpaksa ditindak tipiring. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Buleleng, Putu Dana, didampingi Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perundang

Undangan Daerah (Perda), Nyoman Juni, mengatakan penertiban ini setelah pemerintah memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) No. 1 Tahun 2013 yang telah diubah dengan Perda No. 6 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah. Kelima warga itu melanggar Pasal 23 dengan ancaman kurungan tiga bulan dan atau membayar denda Rp25 juta. “Sebelum kami lakukan Operasi Yustisi ini, memang dari hasil pemantauan kami tempat itu sering digunakan membuang sampah sembarangan. Setelah sering diperingatkan masih saja ada pelanggaran sehingga penegakan perda melalui tipiring ini kami lakukan untuk memberi efek jera,” katanya serius. Di sisi lain Dana mengatakan, masih ada sekitar 10 lokasi lain di Kota Singaraja yang sering dijadikan lokasi membuang sampah sembarangan. Operasi yang sama juga dilakukan di sana, sehingga siapapun warga yang ditemukan melanggar maka akan ditindak sesuai amanat perda. Selain itu, kebiasaan warga membuang sampah di Daerah Aliran Sungai (DAS) juga akan disasar. Bahkan, mulai 2020 nanti, Dana menyebut operasi yustisi penegakan perda pengelolaan sampah itu dilakukan dengan cara sidang tipiring di tempat.

“Dengan kekuatan sumber daya manusia (SDM) dan sarana prasarana kami terus menggelar operasi yustisi menyasar lokasi yang sudah sering kami pantau dijadikan tempat buang sampah sembarangan, termasuk sungai atau kali. Nanti kami akan bekerja sama dengan para perbekel dan lurah,” jelasnya. Di tempat terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng, Putu Ariyadi Pribadi, mengatakan di Kota Singaraja sebenarnya ada puluhan lokasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) dan Transfer Depo. Di luar lokasi itu, Ariyadi menegaskan itu

tidak merupakan TPS yang ditetapkan DLH. Namun, belakangan banyak lokasi tidak resmi dijadikan tempat membuang sampah sembarangan. Khawatir memicu persoalan lingkungan, sehingga sampah yang dibuang sembarangan itu tetap diangkut armada truk DLH. “Kami serba sulit kalau tidak diambil nanti warga protes ke DLH, sehingga kami berharap penegakan perda ini bisa memberikan efek jera dan juga menyadarkan masyarakat membuang sampah pada tempatnya dan waktu yang sudah diatur regulasi,” ujar Putu Ariyadi Pribadi. (mud)

Bali Post/kmb38

DITANGKAP – Salah satu warga yang ditemukan membuang sampah sembarangan ditangkap dalam Operasi Yustisi penegakan Perda Pengelolaan Sampah, Selasa (3/12) kemarin.


Rabu Pon, 4 Desember 2019

Mesin E-Parkir Seharga Ratusan Juta Rupiah Hanya Jadi Pajangan Gianyar (Bali Post) -

Mesin parkir elektronik (e-parkir) di areal parkir Jalan Raya Ngurah Rai Gianyar sudah hampir setahun terpajang. Hingga akhir 2019 ini, alat yang per unitnya seharga seratus juta rupiah lebih itu tak kunjung digunakan. Kondisi mesin juga nampak sudah kusam karena setahun kena hujan dan terik matahari. Sejumlah juru parkir di Jalan Raya Ngurah Rai Gianyar, bahkan belum mengetahui cara mengoperasikan alat yang terpasang sejak Desember 2018 itu. “Dipasangnya sudah ada hampir setahun, karena pada akhir 2018 lalu kalau tidak salah sudah dipasang. Tapi, hanya jadi pajangan,” ujar juru parkir, Tika, Selasa (3/12) kemarin. Jika mesin ini nantinya dioperasikan, Tika berharap jasanya sebagai juru parkir masih tetap difungsikan. Karena khusus untuk membantu masyarakat yang akan keluar masuk ke areal parkir perlu dibantu menyebrang maupun memperlambat laju kendaraan lainnya. “Meski nanti sudah dipakai mesin, semoga tenaga kami tetap dipergunakan. Karena mengatur kendaraan yang parkir, kan tidak bisa mesin melakukannya,” katanya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Gianyar, I Wayan Suamba, mengatakan mesin parkir itu akan segera dioperasikan. Dikatakan, mesin e-parkir tersebut merupakan kerja sama yang dijalin pihaknya dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali. “Sudah siap dioperasikan yang bekerja sama dengan BPD, dan dirancang minggu depan. Semoga perangkat lunaknya sudah lengkap,” katanya. Disinggung terkait alasan lamanya mesin tidak difungsikan, Suamba beralasan selama ini ada kendala teknis dalam bank penampungan. “Bank penampungan karena harus masuk kas daerah langsung tanpa biaya. Bank penampungan itu teknis di perbankan, dan kita baru ketemu dengan BPD dan operator mesin sekali,” tandasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, satu unit mesin e-parkir itu seharga Rp123.900.000. Sehingga untuk lima unit alat totalnya seharga Rp619.500.000. Lima unit mesin e-parkir itu terpasang di sepanjang ruas Jalan Ngurah Rai Gianyar, tepatnya dari sebelah Patung Kuda, hingga Balai Banjar Teges, Kelurahan Gianyar. Lima mesin itu diharapkan bisa beroperasi mulai 2019, namun sampai akhir tahun ini mesin itu masih menjadi pajangan. (kmb35)

PAJANGAN - Mesin e- parkir yang sudah setahun hanya jadi pajangan di Jalan Ngurah Rai Gianyar.

Bali Post/kmb35

Pipa SPAM Petanu Bocor

SOSOK Program Prioritas

Distribusi Air Terganggu

PERCEPATAN pengentasan kemiskinan menjadi salah satu program prioritas Bupati Gianyar, I Made Mahayastra. Sejumlah terobosan sudah dijalankan Pemkab Gianyar dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan. Berbagai bentuk bantuan pun diturunkan untuk warga yang sudah dipastikan kurang mampu. Dikonfirmasi, Selasa (3/12) kemarin, orang nomor satu di Gianyar ini mengatakan, dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Gianyar, pihaknya sudah mengambil sejumah langkah. Mulai dari melakukan pendataan ulang dengan menurunkan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke desa binaan masing-masing untuk validasi data. Hasil pendataan oleh OPD dan BUMD itu tercatat ada 7.554 KK miskin di Kabupaten Gianyar. Selanjutnya, seluruh program pengentasan kemiskinan akan fokus menyasar ribuan warga tersebut. Tidak hanya itu, pihaknya juga meluncurkan aplikasi data sosial untuk memudahkan mengakses data warga kurang mampu di Kabupaten Gianyar sehingga bantuan tidak salah sasaran. Ia juga meminta jajarannya di tingkat banjar maupun desa ikut melakukan pendataan kembali termasuk bagi warga yang mengalami cacat fisik permanen, terutama yang sampai tidak bisa bekerja untuk menghidupi diri dan keluarga. “Tidak hanya warga kurang mampu, saya ingin warga yang dulunya bisa bekerja, tetapi kerena penyakit dan lain hal tidak bisa bekerja lagi juga didata. Ini juga akan diberi bantuan,” ujarnya seraya berpesan, pemanfaatan dana bantuan sosial tersebut agar dikelola sebaik mungkin untuk pemenuhan kebutuhan keluarga sehari-hari serta pengobatan anggota keluarga. (nik)

Gianyar (Bali Post) Gangguan kembali dialami pipa Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Petanu di jembatan Desa Lembeng, Kecamatan Sukawati. Gangguan berupa pipa bocor itu terjadi sejak Senin (2/12) lalu. Kondisi ini berdampak pada aliran atau distribusi air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gianyar. Bahkan, gangguan sampai ke PDAM Kota Denpas-

ar. Dirut PDAM Gianyar, Made Sastra Kencana, mengatakan hal itu, Selasa (3/12) kemarin. Sastra Kencana mengatakan, bocornya pipa SPAM tersebut karena putusnya sambungan flanged stub end yang ada. Penyebabnya diperkirakan sambungan yang tidak kuat karena tekanan air yang terlalu tinggi. “Penyebabnya mungkin sambungan tidak kuat karena tekanan tinggi, sehingga sambungan flanged

stub end putus,” katanya. Akibat kebocoran tersebut, kata Sastra Kencana, gangguan aliran air langsung berdampak pada sejumlah pelanggan di seputaran Kecamatan Sukawati dan Blahbatuh. “Seperti biasa pasti ada dampak. Di Desa Ketewel dan Desa Giwang untuk di Kecamatan Sukawati. Sedangkan di Kecamatan Blahbatuh berdampak di Desa Saba,” jelasnya. Sastra Kencana juga men-

gaku aliran air yang terdampak akibat SPAM Petanu bocor itu akan terganggu sampai, Rabu (4/12) sore hari ini. Mengatasi kondisi ini, PDAM Gianyar telah menerjunkan beberapa mobil tangki persediaan air ke desa-desa yang terdampak tersebut. “Semoga besok sore sudah mengalir. Sedangkan yang kena dampak diantarkan air dengan mobil tangki,” bebernya. Seperti Desa Saba, Keca-

matan Blahbatuh sudah mengalami gangguan air sejak Selasa (3/12). Namun, sehari sebelumnya telah ada pemberitahuan yang ditempelkan di balai banjar setempat. “Sekarang persiapan rainan dan membuat sarana upacara dengan mebat, sehingga kami kesulitan mencari air. Semoga tidak lama kondisinya seperti ini,” ucap Made Arta, seorang warga Desa Saba. (kmb35)

Kelanjutan Proyek RTH GOR Kebo Iwa

BPJS Ketenagakerjaan Tunggu Informasi Pusat Gianyar (Bali Post) Penyelesaian proyek BPJS Ketenagakerjaan terkait Ruang Terbuka Hijau (RTH) di GOR Kebo Iwa Gianyar belum ada kepastian. Pihak BPJS Ketenagakerjaan Cabang Gianyar terus berkomunikasi dengan pusat, terkait penyelesaian proyek yang anggarannya mencapai Rp6,1 miliar tersebut. Kepala BPJS Ketenagakerjaan cabang Gianyar, Imam Santoso, mengaku sudah berkoordinasi dengan pusat terkait kelanjutan proyek RTH di GOR Kebo Iwa Gianyar. Hasil koordinasi, proyek tersebut akan dilanjutkan, namun pihak kontraktor belum dapat kepastian kapan proyek tersebut dilanjutkan. “Itu kan pengerjaan dari kantor pusat, kemarin kami konfirmasi sudah oke. Siap mau dilanjutkan, pastinya saya belum dapat informasi,” katanya. Imam Santoso menegaskan, hasil konfirmasi BPJS ketenagakerjaan pusat proyek itu akan segera dilanjutkan. Pihaknya memperkirakan proyek itu dilanjutkan tahun depan. “Kemungkinan tidak jauh waktunya, mungkin tahun depan atau akhir bulan ini sudah berjalan,” ujarnya. Penyebab mangkraknya proyek tersebut, kata dia, karena ada pergeseran anggaran. “Kemarin kan ada tambahan biaya yang tidak sesuai dengan perencanaan di awal. Makanya kemarin dirapatkan ulang. Jadi tidak mudah untuk penambahan anggaran, tetapi sekarang sudah deal dan siap dilanjutkan,” tegasnya. Disinggung terkait detail penambahan anggaran dari yang awalnya Rp6,1 miliar, Santoso mengaku kurang tahu terkait detail penambahan tersebut. “Tidak tahu penambahannya karena itu negosiasi kantor pusat. Kami hanya penerima manfaat saja, terkait pembangunan yang dibangun di lokasi kerja saya. Saat penetapan negosiasinya kami tidak terlibat,” katanya. Sementara terkait keluhan masyarakat yang ingin segera kembali menggunakan fasilitas GOR Kebo Iwa, Santoso mengaku sudah menerima aspirasi tersebut dari pihak Pemkab Gianyar. Keluhan itu sudah disampaikan ke BPJS ketenagakerjaan Pusat. “Sudah diingatkan oleh Pemkab Gianyar bahwa ini antusias masyarakat sudah tinggi, ingin memanfaatkan kembali fasilitas (GOR Keba Iwa-red), tapi kami hanya bisa melaporkan itu ke kantor pusat,” tandasnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

DITUTUP - Tangga masuk ke areal GOR Kebo Iwa yang masih ditutup kayu dan spanduk proyek RTH BPJS Ketenagakerjaan.

Dua Srikandi ”Bertarung” di Pilkel Serentak Gianyar (Bali Post) Proses pendaftaran pemilihan perbekel (pilkel) serentak di Kabupaten Gianyar sudah rampung beberapa waktu lalu. Dari puluhan calon yang mendaftar, dua di antaranya merupakan perempuan. Dua srikandi ini, Ni Wayan Parwati yang maju di Pilkel Desa Petulu, Kecamatan Ubud dan Ni Nyoman Siki yang maju di Pilkel Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati. Ditemui Selasa (3/12) kemarin, Parwati menuturkan keingi-

nannya maju dalam pertarungan pilkel di Desa Petulu. Sejak beberapa bulan lalu, ia dihubungi oleh sejumlah tokoh masyarakat desa setempat, sampai akhirnya seluruh krama Banjar Petulu Desa sepakat mengajukan dirinya sebagai calon. “Mulai dari beberapa tokoh masyarakat menghubungi saya untuk dicalonkan. Kemudian dibawa ke pauman banjar dan direkomendasikan oleh banjar,” jelasnya. Parwati merupakan calon perbekel perempuan pertama di

Desa Petulu. Berbekal semangat dan dukungan dari pihak keluarga dan masyarakat banjarnya, perempuan yang bekerja sebagai konsultan pendamping kawasan kumuh di salah satu program Pemprov Bali itu mengaku tidak ragu untuk bertarung dengan tiga calon lainnya. “Untuk visi misi, saya selaku calon perbekel tentunya agar Petulu bangkit dengan slogan Petulu Shanti,” papar alumni Universitas Udayana jurusan Teknologi Pertanian ini. Parwati menambahkan, dir-

inya akan membantu akses kependudukan warga cukup dari kantor desa. “Nanti untuk pelayanan warga agar cukup di desa, dan kami yang menyambungkan ke Dinas Catatan Sipil. Selain gratis, juga menghembat tenaga dan waktu masyarakat sehingga tidak menyulitkan mereka,” tegasnya. Dikonfirmasi terpisah, srikandi yang merupakan calon perbekel Desa Batuan Kaler, Kecamatan Sukawati, Ni Nyoman Siki, mengaku awalnya dicalonkan oleh ibu-ibu PKK di

banjarnya, yaitu Banjar Blahtanah, Desa Batuan Kaler. “Ini hanya sebagai pendamping supaya bisa memilih perbekel lagi, karena sebelumnya kosong. Awalnya juga dicalonkan dari PKK, mungkin karena pengalaman sehingga masyarakat ingin mencalonkan saya,” bebernya. Siki mengaku di desanya hanya terdapat dua calon, pertama merupakan incumbent dan kedua dirinya sendiri. Perempuan yang berprofesi sebagai pengusaha dan penjual funi-

ture maupun kerajinan ukiran kayu di Pasar Seni Sukawati ini mengaku tidak berambisi. Bahkan, ia hanya santai-santai saja ketika menjelang pemilihan nanti. “Simakrama tetap, tapi sewajarnya. Kalau nanti menang tidak apa-apa, kalah juga tidak apa-apa, karena tidak terlalu ambisi. Kalau seandainya terpilih, nanti saya ingin memeratakan kesejahteraan hidup masyarakat, membawa aspirasi ibu-ibu PKK dan memperdayan PKK,” tegasnya. (kmb35)


Rabu Pon, 4 Desember 2019

BANGUNAN – Bangunan baru di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk menuju Pelabuhan Gilimanuk yang dipertanyakan karena diduga belum berizin.

Bali Post/kmb26

Dua Bangunan Baru di Gilimanuk Disinyalir Belum Berizin Negara (Bali Post) – Dua pengerjaan bangunan pribadi di pinggir jalan Denpasar-Gilimanuk tepatnya di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, dipertanyakan warga. Meskipun sudah berdiri tembok dan atap, disinyalir pembangunan di atas tanah HPL itu belum mengantongi izin. Apalagi belakangan diketahui kedua bangunan tersebut akan digunakan untuk tempat usaha. Informasi yang dihimpun di lapangan, satu bangunan berada di pinggir jalur bypass menuju pelabuhan dan bangunan lainnya terletak

di jalur keluar Pelabuhan Gilimanuk. “Keduanya rencananya untuk usaha. Satu untuk toko dan satu lagi untuk tempat hiburan,” terang

salah seorang warga di Gilimanuk yang ditemui, Senin (2/12) lalu. Satu bangunan rencananya untuk toko modern yang su-

Negara (Bali Post) – Pendaftaran panitia pengawas kecamatan (panwascam) untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) 2020 oleh Bawaslu Kabupaten Jembrana sepi pelamar. Selama sepekan dibukanya pendaftaran, jumlah pendaftar untuk penyelenggara ad hoc pengawas pemilu ini tergolong minim. Bahkan di salah satu kecamatan, jumlah pelamar kurang dari persyaratan. Hingga penutupan pendaftaran pada Selasa (3/12) kemarin, Bawaslu menerima 42 berkas pendaftaran. Hanya, jumlahnya tidak merata di masing-masing kecamatan. Di Kecamatan Pekutatan cuma enam berkas pelamar. Jumlah ini paling sedikit dibanding empat kecamatan lainnya

yang rata-rata 7 sampai 8 orang. Jumlah terbanyak ada di Kecamatan Negara yang mencapai 14 pelamar. Ketua Bawaslu Jembrana, Pande Made Ady Muliawan, mengungkapkan 42 berkas pendaftaran yang diterima di seluruh kecamatan jumlahnya tidak merata. Meski begitu, dari syarat seleksi jumlah pelamar ini sudah memenuhi ketentuan untuk proses berikutnya. Jumlahnya sudah dua kali dari kebutuhan. “Di luar Kecamatan Negara jumlahnya sedikit,” terang Pande. Rinciannya, di Kecamatan Melaya delapan orang, Kecamatan Mendoyo dan Jembrana masing-masing tujuh pelamar. Di Kecamatan Pekutatan hanya enam pelamar. Nantinya seleksi per kecamatan akan mencari

tiga orang panwascam. Meski peminatnya sedikit, dalam proses pemilihan panwascam yang diutamakan adalah integritas orang-orang yang dipilih. Bawaslu Jembrana juga akan membuka ruang masukan dari masyarakat untuk memperoleh panwascam yang berkualitas. Masukan ini sangat dibutuhkan agar panwascam yang akan dipilih benar-benar netral dan tidak berafiliasi dengan parpol atau calon mana pun. Perekrutan panwascam memang dilaksanakan lebih awal dibandingkan panitia penyelenggara ad hoc lainnya dari KPU Jembrana. Hal ini dilakukan karena panwascam nantinya juga akan mengawal proses seleksi panitia pemilihan kecamatan (PPK). (kmb26)

dah banyak berdiri di sepanjang jalan menuju Pelabuhan Gilimanuk. “Sudah seperti kacang goreng, menjamur. Masak di jalur itu banyak sekali toko modern. Sementara pemerintah juga gencar merenovasi pasar tradisional. Persaingan pedagang semakin ketat,” ujar salah seorang pedagang. Saat ini pengerjaan ban-

gunan itu dalam persiapan mengecor atap. Data yang diperoleh menyebutkan, pihak yang membangun baru mengajukan izin mendirikan bangunan (IMB). Bangunan yang diduga untuk toko modern sedang mengerjakan tembok, sedangkan bangunan lainnya yang disinyalir untuk tempat hiburan malam juga belum rampung pengerjaannya.

Lurah Gilimanuk, Gede Wariana Prabawa, ketika dimintai konfirmasinya, membenarkan adanya bangunan baru milik pribadi di pinggir jalan menuju Pelabuhan Gulimanuk. Dari pengecekannya, pihak pemilik bangunan baru mengajukan permohonan IMB pada Jumat pekan lalu. “Peruntukannya toko, sekarang masih proses. Baru

Jumat berkasnya masuk (kelurahan),” terangnya. Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol PP Jembrana, I Made Tarma, mengaku sempat mengecek bangunan tersebut. Informasi yang didapatnya, pihak pemilik bangunan sedang proses pengajuan berkas IMB dan saat ini sudah di Camat Melaya. (kmb26)

Pendaftaran Panwascam Sepi Pelamar Berkas Oknum Kaling Dilimpahkan

Bakar Sampah Api Merembet ke Kebun Negara (Bali Post) Warga di sekitar Pura Dalem Baler Bale Agung, Lingkungan Kebon, Kelurahan Baler Bale Agung dikejutkan oleh kepulan

asap dari dekat pura, Selasa (3/12) pagi kemarin. Sejumlah mobil pemadam kebakaran (damkar) turun ke lokasi untuk memadamkan api penyebab kepulan

Bali Post/kmb26

PADAMKAN API – Sejumlah petugas dari Damkar Jembrana memadamkan api di lahan kebun dekat Pura Dalem Baler Bale Agung, Negara.

asap itu. Kebakaran yang terjadi di lahan kebun pisang itu akibat pembakaran sampah. Oleh karena api cepat merembet hingga ke sebagian lahan kebun, warga kesulitan memadamkan api. Oleh karena itu penanganan pemadaman api dilakukan Damkar Satpol PP Jembrana agar api tidak jauh merambat. Informasi yang dihimpun di lapangan, kebakaran lahan kebun itu bermula dari aktivitas gotong royong bersih-bersih di sekitar lokasi. Seusai aktivitas itu, tumpukan sampah lalu dibakar. Tetapi ternyata api dari pembakaran sampah itu cepat meluas. Warga sempat berupaya memadamkan, tapi kesulitan dan api terus merembet. Mereka akhirnya meminta bantuan dari pemadam kebakaran. “Api bisa kami padamkan sekitar 30 menit. Ada sekitar satu are areal kebun yang terbakar,” terang Kabid Bidang Linmas Satpol PP Jembrana I Putu Pranajaya. Sedikitnya tiga unit mobil damkar diturunkan untuk mengantisipasi api agar tidak merembet lebih luas. Apalagi lokasi yang terbakar itu dekat dengan permukiman penduduk. Selama setahun ini sudah ada 77 kejadian kebakaran di Kabupaten Jembrana. Dari puluhan kebakaran itu, didominasi kebakaran lahan. Hanya sekitar 15 kebakaran bangunan. (kmb26)

Negara (Bali Post) – Kasus Korupsi Santunan Kematian yang telah menjerat sejumlah terpidana, masih berlanjut. Penyidik Unit Tipidkor Polres Jembrana melimpahkan berkas tersangka lain yang merupakan oknum kepala lingkungan (kaling) di Kelurahan Gilimanuk, IKB, belum lama ini. Berkas tersebut saat ini masih dalam proses pemeriksaan oleh jaksa dari Kejari Jembrana. Informasi yang diperoleh, pemeriksaan berkas tersebut sedang dilakukan untuk nantinya bisa tahap dua atau pelimpahan ke pengadilan tindak pidana korupsi. “Ya, kami sudah terima berkasnya dengan tersangka IKB. Kami masih pelajari dan teliti,” ujar Kasi Pidsus Kejari Jembrana, Ivan Praditya Putra, saat dimintai konfirmasinya, Selasa (3/12) kemarin. Pemeriksaan berkas akan dilakukan agar bisa tahap selanjutnya di persidangan. Pidsus menargetkan bisa rampung pada Desember ini, tetapi tetap berdasarkan kelengkapan berkas yang dilimpahkan. IKB adalah salah satu dari tiga tersangka yang saat ini

dalam penyidikan di Unit Tipidkor Polres Jembrana. IKB merupakan oknum mantan kaling di Kelurahan Gilimanuk dan diduga ikut melakukan pengajuan santunan kematian fiktif di Dinas Sosial Jembrana. IKB bekerja sama dengan Indah Suryaningsih, oknum PNS pada Dinas Sosial yang saat ini sudah menjalani hukuman. Dalam setiap berkas santunan kematian fiktif, tersangka mendapatkan bagian Rp500 ribu dan Indah Rp1 juta. Di beberapa berkas, tersangka juga menerima Rp799 ribu. Ada 15 berkas santunan kematian fiktif yang diajukan dengan bantuan per berkas Rp1,5 juta. Perbuatan tersangka ini melanggar pasal 2 ayat 1, subsider pasal 3 subsider pasal 4, subsider pasal 18 ayat 1 huruf b Undangundang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Selain Indah Suryaningsih, kasus ini juga telah menjerat dua oknum klian, yakni I Dewa Ketut Artawan dan I Gede Astawa. Ketiganya saat ini menjalani hukuman di Rutan Kelas IIB Negara. (kmb26)

Ivan Praditya Putra

Bali Post/kmb26


Rabu Pon, 4 Desember 2019

Tak Miliki Gedung Representatif Amerta Bhuana Bangun Kantor Desa dan BumDes Amlapura (Bali Post) Desa Amerta Bhuana, Kecamatan Selat membangun kantor desa dan Bumdes lantaran sebelumnya tidak punya gedung representatif. Pembangunan gedung tersebut dilakukan sebagai upaya lebih meningkatkan pelayanan, khususnya kepada masyarakat. Saat ini pembangunan gedung tengah berlangsung. Perbekel Desa Amerta Bhuana, Selat, I Wayan Suara Arsana, Selasa (3/12) kemarin mengungkapkan, pembangunan gedung dirancang dua lantai. Lantai pertama rencananya dipergunakan gedung BUMDes. Sedangkan lantai dua nantinya untuk Kantor Desa Amerta Bhuana. “Pembangunan gedung sudah dimulai Oktober 2019. Saat ini prosesi pembangunan gedung sedang berlangsung,’’ tambahnya. Pembangunan gedung BUMDes diharapkan dapat diselesaikan akhir Desember 2019. Jika gedung itu sudah selesai, nantinya akan dipergunakan usaha desa BUMDes, yakni keuangan, perdagangan grosiran, termasuk jasa.

Suara Arsana menambahkan, pembangunan gedung tidak bisa dituntaskan tahun ini. ‘’Prioritas utama diselesaikan khusus gedung BUMDes saja dulu,’’ tambahnya. Sedangkan gedung Kantor Desa Amertha Bhuana akan diselesaikan tahun 2020. “Dana pembangunan gedung dari donanur, sumbangan masyarakat Desa Amerta Bhuana, serta dana dari BUMDes,’’ tambahnya. Sedangkan pembangunan gedung Kantor Desa menggunakan dana ADD sebesar Rp 400 juta. Selama 12 tahun ini belum ada gedung representatif. Karena itu pembangunan gedung sebagai upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Saat ini administrasi desa dijalankan dengan meminjam gedung bekas mes sekolah. ‘’Kalau dilihat gedung saat ini, memang jauh dari kata layak digunakan sebagai aktivitas perkantoran,’’ tambahnya. Dengan pembangunan gedung, kata Suara Arsana, dipercaya segalanya bisa lebih baik, termasuk dalam melakukan pelayanan kepada masyarakat. (kmb41)

Hasil Karya Seni dan Budaya Fenomenal Diberi Ruang ’’Pojok Literasi Karangasem’’ mpilkan pada ‘’Pojok Literasi Karangasem’’. Upaya itu kita lakukan guna menambah referensi. Alasannya, koleksi konten potensi Karangasem yang dimiliki perpustakaan masih minim,’’ ujar Astika. Astika menambahkan, potensi-potensi yang bisa dicari di antaranya seni budaya, sastra, historis, politik, ekonomi, pendidikan, geografis, alam lingkungan, objek wisata, profil seniman, budayawan, dan lainnya. ‘’Sejatinya Karangasem sangat kaya potensi karya fenomenal. Hanya literasinya belum terdata dan terkelompok menjadi satu,’’ tambah Astika. ‘’Karena itu, Perpustakaan Umum Karangasem melalui pojok literasinya akan menyuguhkan Karangasem dalam bentuk tulisan atau rekaman,’’ jelasnya. Ketua Komunitas Literasi Karangasem (KLK) I Made Regeg mengatakan, keberadaan komunitas yang baru terbentuk juga dipercaya akan turut memberikan kontribusi terhadap pengembangan kegiatan perliterasian di Karangasem. ‘’Anggota/pengurus komunitas banyak dari kalangan pegiat sastra dan budaya,’’ tambahnya. Pihaknya juga akan mengadakan kerja sama dengan museum saling bersinergi. ‘’Kami akan cari museum yang banyak punya konten literasi tentang Karangasem,’’ pungkas Made Bali Post/kmb41 R e g e g . I Wayan Astika (kmb41)

Amlapura (Bali Post) Dinas Perpustakaan Karangasem terus berupaya menyediakan layanan khusus kepada masyarakat. Bahkan, Dinas Perpustakaan mengajak komunitas maupun pribadi untuk ikut berperan mengumpulkan, mencari hasil karya seni, budaya, politik, geografis, historis yang potensial, produktif, termasuk fenomenal, yang akan diberi ruang dalam ‘’Pojok Literasi Karangasem’’. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustaka) Karangasem I Wayan Astika, Selasa (3/12) kemarin mengatakan, Perpustakaan Umum Karangasem akan merancang menyediakan layanan khusus koleksi konten Karangasem, baik dalam bentuk karya cetak/buku atau rekaman. Pada awal 2020 Perpustakaan Karangasem akan mengajak semua komponen bersinergi baik itu dalam wadah komunitas maupun pribadi. Relatif banyak pegiat literasi mereka punya hasil-hasil karya potensial yang tertuang dalam tulisan atau rekaman. Pihaknya akan mengumpulkan koleksi untuk kemudian dita-

BANGUN - Desa Amertha Bhuana membangun kantor desa baru. Saat ini pembangunan gedung itu sedang berlangsung.

Bali Post/kmb41

Calon Perseorangan di Pilkada Wajib Kantongi 32 Ribu Lebih KTP Dukungan Amlapura (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem dalam waktu dekat ini akan membuka pendaftaran calon perseorangan yang akan maju di Pilkada 2020. Pendaftaran mandiri alias perseorangan baru mulai dibuka pada 16 Desember mendatang. Ada syarat khusus bagi calon perseorangan. Peserta perseorangan wajib mengantongi 32.317 KTP dukungan. Divisi Sosialisasi KPU Karangasem Putu Deasy Natalia, Selasa (3/12) kemarin mengungkapkan, pengumuman pendaftaran calon perseorangan akan dilaksanakan sampai 16 Desember mendatang. Deasy menambahkan, bagi calon perseorangan pilkada bupati maupun wakil bupati Karangasem tahun 2020 wajib mengantongi 32.317 KTP dukungan. ‘’Persyaratan dukungan dianggap sah wajib lolos verifikasi,’’ tambahnya.

Selain itu, dukungan tersebut harus tersebar minimal di lima kecamatan dari delapan kecamatan yang ada di Karangasem. Mereka juga harus sudah terdaftar pada Daftar Pemilih Tetap (DPT). ‘’Pengajuan dukungan harus sudah diterima KPU pada 19 sampai 23 Februari 2020,’’ tambahya. Kemudian tahapan verifikasi faktual dilaksanakan 26 Maret sampai 15 April 2020. ‘’Tetapi sebelum masuk tahapan veri-

fikasi faktual terlebih dahulu dilaksanakan verifikasi administrasi,’’jelasnya. Lebih lanjut, dikatakannya, guna lebih memudahkan masyarakat atau tokoh yang akan maju pilkada melalui jalur independen, pihaknya membuka bantuan layanan kepada mereka yang menyatakan dirinya siap maju melalui calon perseorangan. ‘’Kita siap membantunya. Maka silakan saja datang langsung ke KPU,’’ pinta Deasy Natalia. (kmb41)

Deasy Natalia

Bali Post/kmb41

Tekan Penyalahgunaan Narkoba BNN Dorong Desa Adat Buat ’’Pararem’’ Kasus penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Karangasem terbilang cukup tinggi. Guna menekan kasus penyalahgunaan narkoba di masyarakat, Badan Narkotika Nasional (BNN) Karangasem memandang perlu suatu terobosan untuk menekan kecenderungan warga terlibat pada dunia gelap itu. Salah satu yang dianggap solusi efektif agar desa adat di Bumi Lahar itu pembuat pararem untuk memberikan sanksi adat kepada warganya yang coba-coba berani terlibat kasus narkoba. Lalu bagaimanakah implikasinya pada masyarakat jika semua desa adat itu membuat pararem dengan salah satu klausulnya menjatuhkan sanksi berat bagi warganya yang terlibat narkoba? KEPALA BNN Karangasem AKBP I Ketut Arta, Selasa (3/12) kemarin menegaskan, sampai saat ini dari 109 jumlah desa adat yang ada di Kabupaten Karangasem, baru 12 desa adat yang membuat pararem narkoba itu. ‘’Sebagai langkah awal memang sudah ada respons, namun sangat perlu ditingkatkan lagi,’’ harap AKBP I Ketut Arta. Karena itu, pihaknya ke

depan terus mendorong desa adat supaya dapat membentuk pararem tentang narkoba itu. Realitasnya memang baru sebagian kecil yang membentuk pararem antinarkoba itu. Jadi, masih lebih banyak desa adat yang justru belum membuat pararem itu. ‘’Jadi tugas kita terus-menerus dengan tidak pernah bosan-bosan memotivasi dan mendorong agar desa adat yang belum membuat

pararem itu agar membuat pararem,’’ tegasnya. Idealnya memang semua desa adat itu wajib membuat pararem narkoba ini.

‘’Hal itu penting agar narkoba itu tidak semakin melebar dan meluas ke masyarakat. Sebab, narkoba itu sangat berbahaya dapat

membunuh satu generasi,’’ ujarnya khawatir. Pembentukan pararem narkoba itu, kata Arta, sejatinya sangat bagus un-

tuk meminimalisir penyalahgunaan narkoba yang ada di masyarakat. Dengan dibuatkan pararem itu maka diyakini akan dapat mem-

Bali Post/kmb41

BUAT PARAREM - BNN Karangasem senantiasa mendorong desa adat di Karangasem untuk membuat ‘’pararem’’.

buat warga di masing-masing desa adat itu berpikir terlibat kasus penyalahgunaan narkoba. Sebab, bukan saja akan dikenai sanksi nasional, warga yang terlibat narkoba itu juga sekaligus dikenakan sanksi adat sesuai pararem pada adat itu. ‘’Dengan demikian yang berani coba-coba terlibat narkoba mereka nantinya dobel menerima sanksi, baik secara hukum nasional maupun hukum adat,’’ tambahnya. Dengan adanya sanksi adat itu masyarakat diyakini akan lebih takut terlibat kasus penyalahgunaan narkoba. Pastinya hal itu juga dapat dipergunakan sebagai suatu menyadarkan masyarakat agar mereka tidak terlibat kasus narkoba. ‘’Penerapan saksi adat itu kami percaya bisa mengerem masyarakat. Mereka pasti akan berpikir dua kali melakukan tindakan melawan hukum terlibat kasus narkoba itu. Sebab, nyata-nyata mereka akan mendapatkan dua saksi hukum yang relatif berat,’’ jelas AKBP Ketut Arta. (nan)


Rabu Pon, 4 Desember 2019

Bupati Suwirta Kembali Lakukan Diskresi Saat Laksanakan Program Bedah Desa

SETELAH sekian lama tidak dilaksanakan, Program Bedah Desa kembali dihidupkan, Selasa (3/12) kemarin. Program Bedah Desa diciptakan Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, dalam menangani masalah kemiskinan dan menggali potensi yang ada di masing-masing desa di Kabupaten Klungkung. Program Bedah Desa kali ini dilangsungkan di Desa Satra. Dalam melaksanakan Program Bedah Desa, Bupati Suwirta didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung Ny. Ayu Suwirta, Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta dan Ny. Sri Kasta, Sekretaris Daerah Kabupaten Klungkung I Gede Putu Winastra, Kepala Dinas di lingkungan Pemkab Klungkung serta perangkat desa dinas dan adat. Bupati Suwirta kembali melakukan tindakan diskresi ketika melakukan Bedah Desa di Desa Satra. Saat melakukan kegiatan Bedah Desa, Bupati Suwirta mendapati remaja yatim piatu yang termasuk KK miskin, Kadek Arini Danawati (17), yang menjadi tulang punggung keluarga. Remaja ini harus bekerja di salah satu supermarket di Kabupaten Klungkung untuk membiayai dirinya, adiknya yang masih bersekolah dan kehidupan sehari-hari. Bupati Suwirta menyatakan, tindakan diskresi ini dilakukan karena Arini berstatus yatim piatu dan di usia yang masih muda harus berperan sebagai kepala keluarga (KK). Tindakan diksresi yang dilakukan berupa memasukkan Arini sebagai KK miskin. ‘’Saya akan memasukkan Arini ke dalam KK miskin walaupun Arini tidak masuk ke dalam indikator kemiskinan pusat,” ujarnya. Ketika mengetahui hal tersebut,

Bupati Suwirta mengajak para Kepala Dinas di Pemkab Klungkung untuk menyumbangkan dana sukarela yang langsung diberikan kepada Kadek Arini. Dalam melakukan Bedah Desa di Satra, Bupati Suwirta juga mengunjungi beberapa warga lansia, di antaranya Wayan Renti (90), Dewa Putu Alit, Desak Nyoman Mija (78), Desak Made Lukir, Dewa A. Made Pudet (78) serta penyandang disabilitas Ketut Rasta dan Nyoman Jiwi (67) yang memperoleh bantuan sembako. Sebelumnya Bupati Suwirta beserta rombongan melakukan kegiatan Bedah Desa di Desa Akah. Di sini, Bupati Suwirta juga mengunjungi beberapa warga yang tergolong KK miskin permanen, di antaranya I Nengah Sudita, I Nengah Tambir, I Nengah Sedana, I Nengah Swandi, Anak Agung Ketut Kota, Anak Agung Istri Diantari, Anak Agung Ngurah Brati, Ni Wayan Jelih, Ni ketut Nyabuh, Ni Wayan Name dan Ni Nyoman Kendri. Selanjutnya mengunjungi warga yang tergolong difabel seperti Putu Budiarta, Nengah Sinta, Sangayu Ketut Eka Yanti, Sang Nyoman Sadia, ODGJ I Wayan Kawi, I Ketut Sarka, Ni Wayan Julianti, Sang Nyoman Sadia. Bupati Suwirta juga mendatangi warga yang memperoleh bantuan Bedah Rumah, yaitu Ketut

Kejari Bidik Aset Tanah Atas Nama Nata Wisnaya

Semarapura (Bali Post) Penyidik Kejari Klungkung bergerak cepat menuntaskan pengembangan kasus TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) dengan terpidana Wayan Candra. Setelah menetapkan kerabatnya, Nengah Nata Wisnaya, sebagai tersangka sekaligus menahannya, kejaksaan mulai menyita dokumen terkait. Dokumen tersebut memuat daftar aset tanah mantan Bupati Klungkung, Wayan Candra, khususnya atas nama tersangka Nata Wisnaya. Kasi Pidsus Kejari Klungkung, Kadek Wira Atmaja, Selasa (3/12) kemarin, mengatakan dokumen tersebut dibawakan langsung oleh istri Candra, Ni Wayan Ringin. Dulu, saat penggeledahan di rumah aset Candra di Puri Cempaka, petugas kejaksaan menyita daftar aset tanah milik terpidana kasus TPPU itu. Setelah kasus dengan terpidana Candra berkekuatan hukum tetap, dokumen rincian beberapa aset tanah Candra itu dikembalikan. Hasil pengembangan kasus tersebut kembali memunculkan nama tersangka baru. Bahkan, dua nama lagi yang sedang dibidik Kejari Klungkung untuk ditetapkan sebagai tersangka. Makanya penyidik Kejari meminta kembali dokumen daftar rincian aset tanah Candra kepada istrinya setelah munculnya sprindik baru mengenai pengembangan kasus ini. Kejari pun melayangkan surat panggilan kepada Ringin agar ke Kantor Kejari Klungkung menyerahkan dokumen daftar aset tanah tersebut. Dokumen itu memuat rincian daftar aset tanah Candra. Total 18 aset bidang tanah milik Candra yang tertuang di dalamnya, namun kepemilikannya sudah atas nama orang lain. Di sana sangat berkaitan dengan penanganan kasus dengan tersangka baru Nata Wisnaya. Sebab, dalam rincian asset, beberapa di antaranya ada atas nama sepupu Candra ini. Ada lima bidang aset tanah atas nama Nata Wisnaya. Pertama, sertifikat dengan lokasi di Panjer, Denpasar, seluas 95 meter persegi. Selanjutnya di Tojan, Klungkung, seluas 850 meter persegi. Di Desa Bungamekar, Nusa Penida, seluas 9.450 meter persegi. Di Desa Sakti, Nusa Penida, seluas 3.590 meter persegi dan di Desa Ped, Nusa Penida, seluas 10.000 meter persegi. Tercatat juga kepemilikan empat sertifikat atas nama Wayan Natih. Lokasinya di Desa Pejukutan, Nusa Penida, ada tiga bidang tanah masing-masing seluas 15.000 meter persegi, 4.460 meter persegi dan 3.380 meter persegi. Sisanya di Desa Tanglad, Nusa Penida, seluas 10.000 meter persegi. Atas nama I Ketut Rugeg dua bidang tanah masing-masing di Desa Tangkas, Klungkung, seluas 1.285 meter persegi dan 1.800 meter persegi. Atas nama I Wayan Megeg dua bidang tanah di Desa Jumpai, seluas 3.500 meter persegi dan 3.350 meter persegi. Sisanya, atas nama I Kadek Suparta di Seminyak, Kuta, seluas 111 meter persegi, Ni Wayan Septian di Desa Sumerta, Denpasar, seluas 115 meter persegi, Gede Putra Pertama di Desa Kusamba seluas 3.100 meter persegi, Nengah Tantra di Desa Pesinggahan seluas 7.300 meter persegi, Ni Made Kondri di Desa Menanga, Rendang, Karangasem, seluas 5.050 meter persegi dan I Kadek Budiarta di Desa Bungamekar seluas 7.900 meter persegi. Dalam pengembangan kasus ini, penyidik Kejari Klungkung sudah memeriksa delapan saksi, di antaranya Gusti Karta, Darmada, Sutambayasa, Tamtam dan Pujanis. “Di antara saksi ini ada pejabat dan notaris, tetapi belum bersedia hadir karena ada kesibukan. Notarisnya Ida Ayu Kalpikawati. Kalau Ringin bukan diperiksa sebagai saksi, hanya diminta membawa dokumen,” jelas Wira Atmaja. (kmb31)

I Kadek Wira Atmaja

Bali Post/kmb31

Tapa dan mengunjungi TPST 3R yang berada di Desa Akah. Usai mengadakan Bedah Desa di Akah, Bupati Suwirta mengingatkan perangkat desa adat dan dinas supaya data penerima bantuan dapat disinkronisasikan agar bantuan dapat dibagikan secara merata. Terkait kesehatan masyarakat, Bupati Suwirta minta Dinas Kesehatan Klungkung mulai mengoperasikan inovasi dorkesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan dan membuat laporan mengenai pelayanan kesehatan yang diberikan. Bupati Suwirta juga minta kepada dinas terkait agar apa yang sudah ditetapkan ketika melakukan Bedah Desa segera dilaksanakan, tidak perlu ada verifikasi lagi. Sementara klian dusun di Desa Akah diminta data masyarakat yang membutuhkan bantuan rehab rumah dan bedah rumah dapat divalidkan. Dalam melakukan Bedah Desa di Desa Akah dan Desa Satra, rombongan Bupati Suwirta mengunjungi sekolah dan saluran irigasi. Di Desa Akah, Bupati Suwirta meninjau infrastruktur jalan. Bupati memerintahkan Dinas Tenaga Kerja memberikan pelatihan serta peralatan kerja bagi masyarakat KK miskin yang memiliki keterampilan. Melalui pemberian pelatihan dan peralatan kerja diharapkan mereka dapat mengubah perekonomian keluarganya. Sementara di Desa Satra, Bupati Suwirta mendatangi warga disabilitas, Ni Komang Oktavia Rahayu (14). (ad84)

BEDAH DESA - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, saat ke tengah masyarakat dalam Program Bedah Desa, Selasa (3/12) kemarin.

Kejaksaan Musnahkan Barang Bukti Kasus Narkotika dan ITE

Semarapura (Bali Post) Setelah berkekuatan hukum tetap, Kejari Klungkung melakukan pemusnahan barang bukti untuk kedua kalinya, Selasa (3/12) kemarin. Barang bukti ini didominasi oleh hasil pen-

anganan kasus narkotika. Barang bukti dimusnahkan dengan cara dibakar di halaman Kantor Kejari Klungkung. Kasi Pidum Kejari Klungkung, Fattahilah, mengatakan barang bukti terse-

but terdiri atas 10 kasus penyalahgunaan narkotika dan satu perkara ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik). Dari kasus narkotika ini, terkumpul barang bukti 31,88 gram netto narkotika jenis sabu-sabu. Barang

Bali Post/kmb31

DIMUSNAHKAN - Barang bukti kasus narkotika dan ITE dimusnahkan di halaman Kantor Kejari Klungkung.

bukti ini diperoleh atas kasus terpidana I Putu Surya Hadinata alias Tukek. Sementara untuk perkara ITE dimusnahkan aneka perlengkapan untuk membobol mesin ATM, seperti aneka kabel, bor, 13 HP dan lainnya. Upaya pembobolan ATM oleh terpidana Konstantin Zlatkov Ivanov digagalkan warga dan langsung ditangkap di TKP Nusa Penida. Terpidana kasus ini dijerat dengan pasal percobaan dan ITE. Menurutnya, Kejari Klungkung tidak begitu banyak menangani kasus pidana. Terlebih, kalau kasus-kasus pencurian, penggelapan dan penipuan, barang buktinya langsung diserahkan kepada yang berhak, seperti korbannya. Khusus di wilayah Klungkung, setelah kasusnya berkekuatan hukum tetap, barang buktinya langsung dikembalikan oleh petugas kejaksaan. Acara pemusnahan barang bukti dihadiri unsur kepolisian, PN Semarapura dan BNNK Klungkung. Mereka turut serta melakukan aksi pemusnahan barang bukti.

Sepanjang 2019 ini, kasus yang menonjol justru kasus perlindungan anak. Misalnya yang viral, kasus bullying dengan pelaku anak-anak dengan korbannya juga anak-anak. Kasus ini sudah putus dan berkuatan hukum tetap dengan vonis enam bulan penjara, percobaan selama 1 tahun. “Sudah dibuatkan berita acara, mereka yang sudah divonis harus datang ke kantor. Ada pidana tambahan, harus tetap wajib lapor setahun. Tidak boleh keluar dari wilayah Bali,” tegas Fattahilah. Kasus anak-anak juga ada yang terkait dengan narkotika. Total ada 20 SPDP. Tingkat kasus narkoba relatif stabil dibandingkan daerah lain, seperti Badung dan Denpasar. Rata-rata ada dua berkas masuk dalam sebulan. Kasus narkoba yang rentan masuk ke pelajar, yakni peredaran sabu-sabu dan ganja. Seluruh barang buktinya sudah dimusnahkan. Kasus pidum tidak ada yang mengendap. Semua berkas yang masuk digarap tuntas sampai persidangan dan eksekusi. (kmb31)

Dinas PMPTSP Matangkan Standar Pelayanan Perizinan Semarapura (Bali Post) Proses perizinan menjadi pintu masuk bagi investor untuk berinvestasi yang aman. Guna memberikan kepastian pelayanan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) menggelar rapat terpadu mengundang seluruh unsur masyarakat di Ruang Rapat Widya Mandala Kantor Bupati Klungkung, Selasa (3/12) kemarin. Matangnya standar pelayanan perizinan akan memberikan banyak kemudahan dalam berinvestasi. Kabid Pengaduan Kebijakan dan Pelaporan Layanan Dinas PMPTSP, Ni Wayan Marini, mengatakan pertemuan tersebut khusus membahas penyusunan standar pelayanan perizinan dan nonperizinan. Ini sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 15 Tahun 2014 tentang Pedoman Standar Pelayanan. Pertemuan ini nantinya juga bisa menerima masukan langsung dari masyarakat untuk menyempurnakan standar pelayanan guna memper-

lancar proses investasi sebagaimana amanat pusat. Terkait standar pelayanan perizinan, Kepala Dinas PMPTSP Klungkung, I Made Sudiarkajaya, menjelaskan pihaknya sudah merancang layanan sistem online. Dengan demikian, proses pengajuan izin dan persyaratan bisa langsung diakses bagi siapa pun yang ingin berinvestasi di Klungkung. Jadi, tidak ada unsur nepotisme dalam kepengurusan izin usaha atau memanfaatkan unsur kedekatan. Semuanya terbuka asalkan sesuai dengan data yang dibutuhkan. Dalam pertemuan bersama seluruh lapisan masyarakat ini, pihaknya juga terbuka dengan ragam koreksi. Tujuannya, agar sistem standar pelayanan perizinan dapat dipahami dan mempermudah masyarakat. Komitmennya adalah untuk memajukan proses investasi dan mendorong kemajuan daerah. Tujuan akhirnya tentu kesejahteraan masyarakat dengan terbukanya lapangan pekerjaan. Usai pertemuan, seluruh

Bali Post/kmb31

PERTEMUAN - Kadis PMPTSP Klungkung, I Made Sudiarkajaya (kiri), saat memimpin pertemuan dengan sejumlah lapisan masyarakat. peserta yang hadir yang mewakili unsur masyarakat, membubuhkan tanda

tangan sebagai bentuk partisipasi dalam keterbukaan pelayanan yang digagas Di-

nas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Klungkung. (kmb31)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Rabu Pon, 4 Desember 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dbthk:Bartender,Waiter/ss,Pglm Tdk diutamakan.Hub:08123673166 B.BP.001.12.19.0000063

Dbthkn Tenaga Pengajar Sirkus, Pria /Wnt,bs B.Inggris,Dom.Bali Krm CV:rizqi@balicircus.com B.BP.031.12.19.0000033

Dcr Driver u/ Travel B.Inggris Hub.Merrys Tour 0361-235700 B.BP.803.12.19.0000029

BENGKEL LAS

Free

n

Desig

Money Back Guarantee �

Dcr Staff Admin Wnt 27th+ Min SMA/SMK, Hrs bsa Computer Excel Pintar hafal nmor+nama,Siapkan Produksi,Quality Control CV kirim lewat WA - 08174716179 B.BP.004.11.19.0000825

Dcr Tng 1 wnt+1 laki serabutan minSMA,UDKabik,081999415788 B.BP.001.12.19.0000015

Dcr Tukang Potong Pengalaman Garmen Min 2 th Hub.081237047893 B.BP.001.12.19.0000083

Dicr SPG &Produksi u / Kopi Luwak Mandailing.PH:085100619419 B.BP.001.12.19.0000064

Dicari Koki berpengalaman, menguasai macam2 masakan, untuk ditempatkan di villa NusaDuaBali Hub.087881251499 B.BP.004.12.19.0000072

Dicari segera krywti salon yg berpengalaman Hub:081337900282

Dicari:Satpam,Sopir & Tk.Kebun Lmrn:wayan.simpen72@gmail.com HP:08123852663 B.BP.001.12.19.0000053

Dicr Waiter/ess,Kitchen. Kirim CV ke Warung Subak Peguyangan 0361410940, 085100436702 B.BP.001.12.19.0000081

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818

B.BP.001.12.19.0000018

G.01

RUPA - RUPA

SERVICE

BIRO JASA

RUPA - RUPA

SERVICE

BIRO JASA

SERVICE

BIRO JASA

GESEK TUNAI & PELUNASAN

Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll

� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)

ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com

C 0000051 bkl

H. 08-1234567-113 C.0000806-RPA

DIJUAL MOBIL HONDA

HRV Mugen Matic’17,Putih,milik Pribadi,Mulus Hub:081237544219 B.BP.001.12.19.0000013

PROPERTY

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Tnh murah 3 are Jl.Milenium II TmnGiri-Nusa Dua.081246364448 B.BP.001.11.19.0000858

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Rmh L520x163 LT4 H.Rp.5,7M, Jl. Dewi Sri IV Legian, 081242710784

B.BP.001.12.19.0000056

B.BP.004.11.19.0000724

NO:K-29614 AN.I Nengah Merta B.BP.001.12.19.0000055

Hilang Sertifikat Tanah No.Hak HM.02957-Ketewel.Luas 90 M2 An.Doktorandus I Wayan Wiadnya

DIJUAL TANAH

Dijual Kav Pancasari Tbn view Dp 10% Bunga Krd 0,83%/Bln Hub.081338183031/081805374433

KEHILANGAN Hilang BPKB DK 3860 GAT dengan

RUPA-RUPA

B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.11.19.0000676

Hub.Md Karmini Jl.Meduri GgIII A No.8 Dps Tlp:0895375854540 B.BP.001.12.19.0000074


Rabu Pon, 4 Desember 2019

Hari Disabilitas, Siswa SLB Bagi-bagi Permen

Bali Post/ist

DISABILITAS - Para siswa SLB di Bangli memperingati Hari Disabilitas, Selasa (3/12) kemarin.

Bangli (Bali Post) – Puluhan siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Bangli membagi-bagikan permen kepada pengendara yang melintas di traffic light simpang empat Bale Agung, Kelurahan Cempaga, Bangli, Selasa (3/12) kemarin. Permen yang dibagikan berisikan tulisan pesan singkat tentang disabilitas. Isinya, para siswa menyampaikan bahwa menjadi berbeda, tidak lantas menghilangkan kesempatan mereka untuk berbuat sesuatu yang baik. Kegiatan bagi-bagi permen itu dilakukan siswa SLB untuk

memperingati Hari Disabilitas. Selain membagikan permen, para siswa juga membubuhkan cap telapak tangan warna-warni pada selembar kain spanduk berwarna putih. Hal itu sebagai ungkapan bahwa penyandang disabilitas punya kesempatan yang sama untuk mewarnai dunia. Kepala SLBN 1 Bangli, I Made Sudarma, mengatakan kegiatan yang dilaksanakan siswanya kemarin adalah yang pertamakalinya. Selain ke pengendara motor, para siswa juga membagi-bagikan permen kepada guru dan orang tua

masing-masing yang datang untuk menjeput mereka ke sekolah. Kegiatan itu dilakukan para siswa dengan sangat antusias. “Tadi siswa yang melaksanakan kegiatan itu sekitar 20-30 orang. Dari yang kelas 4 SD hingga SMA,” ujar Sudarma. Febrina Tyas Nugraheni dan Silvia Widi Ayomsari selaku pengajar yang mendampingi para siswa dalam kegiatan kemarin mengungkapkan bahwa hingga saat ini siswa SLB masih kerap dipandang sebelah mata. Tak jarang siswa SLB mendapat perlakuan yang

kurang mengenakan seperti ditertawai atau dijauhi. “Tapi anak-anak terutama yang masih di kelas kecil tidak terlalu merespons,” ungkapnya. Melalui peringatan Hari Disabilitas, diharapkan anakanak yang memiliki kebutuhan khusus ke depannya bisa lebih diterima di masyarakat. Bukan dihindari, melainkan dirangkul dan diberi kesempatan serta hak yang sama dengan anakanak normal lainnya. Harapan lain, agar orang tua yang punya anak disabilitas tetap semangat dan tidak malu menyekolahkan anaknya ke SLB. (kmb40)

Pilkada 2020

Tingkat Partisipasi Pemilih Ditarget 85 Persen

Bangli (Bali Post) -

Bangli salah satu kabupaten di Bali yang akan melaksanakan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun 2020 mendatang. Dalam Pilkada yang akan datang, angka partisipasi pemilih ditarget 85 persen. Ketua KPU Bangli, Putu Pertama Pujawan, mengakui untuk bisa mencapai angka 85 persen adalah tantangan berat. Namun, pihaknya optimis mampu mencapai target tersebut, melihat realitas partisipasi pemilih saat Pemilu serentak 17 April lalu. Pujawan mengatakan, angka 85 persen itu merupakan target partisipasi pemilih yang diberikan Gubernur Bali. Menurutnya, melihat angka partisipasi pemilih saat Pilkada Bangli 2015 lalu, tentu itu adalah

tantangan yang berat baginya. Sebab pada lima tahun lalu, partisipasi pemilih hanya berada di angka 78 persen. “Tapi melihat realita kemarin saat pemilu serentak di angka 86,4 persen, kami optimis bisa memenuhi

Ditinggal Belanja ke Warung, Dapur Terbakar

Bangli (Bali Post) – Warga di Banjar/Desa Abuan, Susut, Selasa (3/12) pagi kemarin dikejutkan dengan kebakaran yang melanda dapur milik Ni Wayan Dumun (80), warga setempat. Kobaran api dengan cepat melalap bangunan dapur beserta isinya. Kebakaran berhasil dipadamkan oleh warga sekitar dengan alat seadanya. Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 09.30 Wita berawal saat korban memasak minyak kelapa dengan cara tradisional di dapur. Ketika masih memasak, korban lalu meninggalkan dapurnya menuju warung untuk berbelanja keperluan sehari-hari. Setengah jam kemudian, cucu korban, Ni Made Tirta Ganetri, yang saat itu keluar kamar untuk melihat warga menggiling beras terkejut melihat kobaran api di dapur korban. Mendapati kejadian itu, saksi kemudian meminta pertolongan ke warga lainnya untuk membantu memadamkan api. Sekitar pukul 10.00 Wita, api berhasil dipadamkan menggunakan alat seadanya oleh warga sekitar. Akibat kebakaran itu, bangunan dapur berukuran 4x5 meter hangus. Sejumlah barang yang ada di dalamnya seperti kulkas, dispenser, alat-alat dapur dan sarana upacara juga ludes terbakar. Kerugian ditaksir mencapai belasan juta rupiah. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu,” kata Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi. Mengenai penyebab kebakaran, diduga akibat kelalaian korban. Dimana saat memasak minyak, korban meninggalkan dapur untuk belanja tanpa mematikan tungku. Sehingga minyak yang dimasak terbakar dan kemudian melalap kayu bakar yang ada di atas tungku. (kmb40)

Bali Post/ist

TERBAKAR - Dapur milik korban yang hangus terbakar.

target dari Bapak Gubernur,” ungkap Pujawan saat ditemui baru-baru ini. Untuk bisa mencapai target tersebut, upaya yang akan dilakukan adalah mengkroscek kembali data pemilih agar didapat data yang

benar-benar valid. Jangan sampai ada orang yang sudah meninggal, tetapi namanya masih tercantum dalam daftar pemilih. Jika itu terjadi, maka akan mempengaruhi tingkat partisipasi. Secara pribadi Pujawan mengaku ia sudah sempat berkoordinasi dengan Kadisdukcapil agar kepemilikan e-KTP bisa tuntas. E-KTP menjadi syarat mutlak bagi warga untuk bisa memilih ketika tidak terdaftar sebagai pemilih. Pihaknya juga

telah mendorong Disdukcapil menerbitkan akta kematian secara kolektif bagi warga yang sudah meninggal. “Kami nanti akan punya petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) yang terbentuk bulan Februari, selanjutnya di bulan berikutnya akan melakukan pemutakhiran data terpilih, itu juga akan kita lengkapi. Kalau misalnya masih ada warga yang belum rekaman, nanti akan dituangkan di dalam form, kami akan bersinergi dengan Dukcapil,

ditindklanjuti perekaman oleh dukcapil dibantu oleh seluruh aparat baik kepolisian maupun TNI,” jelasnya. Untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih di wilayah pedesaan, pihaknya akan melakukan sosialisasi dengan berbagai metode. Selain melalui elektronik, pihaknya tentu akan menyosialisasikan melalui jajaran PPK dan PPS. Agar masyarakat ingat tentang waktu pemilihan, pihakya akan menempelkan stiker

pada rumah-rumah warga saat PPDP turun melakukan pendataan. “Jadi selain nanti dipasangi stiker coklit, akan ada stiker sosialisasi yang berisikan hari dan tanggal pemilihan serentak,” jelasnya. Pihaknya mengakui upaya meningkatkan partisipasi pemilih tidak bisa dititikberatkan pada KPU saja. Para calon nantinya juga diharapkan dapat meyakinkan dan mengajak masyarakat datang ke TPS menggunakan hak pilihnya. (kmb40)

Hadiri Survei Akreditasi di RS BMC

Wabup Sedana Arta Minta Rumah Sakit Tingkatkan Kualitas Layanan WAKIL Bupati (Wabup) Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta, meminta rumah sakit yang ada di Kabupaten Bangli bisa terus meningkatkan kualitas layanan dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Menurutnya, pelayanan yang baik harus menjadi komitmen bersama, agar pelayanan kesehatan bisa berjalan dengan baik dan derajat kesehatan masyarakat Bangli bisa terus meningkat. Hal itu disampaikan Wabup Sedana Arta saat menerima tim surveior akreditasi survei Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) edisi 1 di Rumah Sakit Bangli Medika Canti (RS BMC), Selasa (3/12) kemarin. Lebih lanjut Wabup Sedana Arta menekankan, seluruh staf dan tenaga medis di rumah sakit, baik negeri maupun swasta yang ada di Kabupaten Bangli, harus berlomba-lomba dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Menurutnya, pelayanan yang baik merupakan salah satu obat penawar sakit yang paling mujarab bagi seorang pasien. “Bila pasien yang dilayani

lebih tua, layani mereka seperti orang tua kita. Jika lebih muda, anggap mereka anak atau adik kandung. Seandainya sebaya, layani mereka seperti kerabat yang paling dekat dengan kita,’’ terangnya. Wabup Sedana Arta juga mengatakan, saat ini masyarakat semakin sadar untuk memilih layanan kesehatan yang baik. Masyarakat juga tidak sungkan lagi untuk berdiskusi dengan dokter mengenai kegunaan dan efek samping obat yang diresepkan. Bila ada pelayanan yang kurang memuaskan, masyarakat juga tidak takut lagi menegur staf medis bersangkutan maupun mengeluarkan unek-unek melalui kotak saran atau mempublikasikan di media massa maupun media sosial. “Singkatnya, masyarakat mau pelayanan terbaik untuk diri mereka. Jadi semua harus terus berbenah untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” pintanya. Melihat tingginya harapan masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan yang terbaik, Wabup asal Desa Sulahan, Susut ini mengaku sangat menyambut baik dan mendukung

penuh pelaksanaan program akreditasi yang diikuti oleh RS BMC sebagai standardisasi pelayanan kesehatan. Menurutnya, dengan mengikuti akreditasi, sudah barang tentu RS BMC bisa meningkatkan mutu dan pelayanan terhadap pasien sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah. “Saya minta RS BMC bisa terus belajar dan berbenah untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan kualitas pelayanan yang baik, kita berharap derajat kesehatan masyarakat Bangli bisa terus meningkat,” harapnya. Pada kesempatan itu, Wabup Sedana Arta juga berpesan kepada manajemen, staf dan tenaga medis di RS BMC, agar survei akreditasi ini tidak dijadikan beban karena harus bekerja sesuai dengan standar-standar akreditasi. “Saya berpesan agar survei akreditasi ini tidak menjadi beban, tetapi menjadi motivasi untuk peningkatan kualitas pelayanan dan bisa diimplementasikan dalam jangka panjang, bukan hanya pada saat survei akreditasi,” pintanya.

Sementara itu Ketua Tim Surveior Akreditasi Survei SNARS Edisi 1 di RS BMC, dr. Budiharto, Sp.B., mengatakan survei akreditasi hari ini merupakan salah satu amanah dari Undang-Undang Nomor 44 tahun 2009, tentang Rumah Sakit, yang salah satu pasalnya menyebutkan, bahwa setiap tiga tahun rumah sakit harus dilakukan akreditasi. Menurutnya, survei akreditasi di RS BMC akan dilaksanakan selama tiga hari. Sementara

tujuan dilaksanakan survei ini adalah untuk memotret persiapan atau kelengkapan dari rumah sakit, terutama regulasi dan dokumen-dukumen bukti dan implementasi dari SNARS 1. Survei Akreditasi yang dipusatkan di ruang Krisna RS BMC juga dihadiri oleh Kadis Kesehatan Kabupaten Bangli dr. Nengah Nadi, Direktur PT BMC Sang Ayu Nyoman Sariasih, perwakilan RSUD Bangli dr. Arsana, dan undangan terkait lainnya. (ad79)

SURVEI - Wabup Sedana Arta saat menghadiri acara survei akreditasi di RS BMC, Selasa (3/12) kemarin.


Rabu Pon, 4 Desember 2019

Besok, Tim Pra-PON Bali Lawan NTB

Balipost/ant

JUARA - Pemain dan official tim Bali United merayakan kegembiraan mereka pascamengalahkan tuan rumah Semen Padang FC dan memastikan meraih gelar juara Liga 1 2019, di Stadion GOR H Agus Salim, Padang, Sumatera Barat, Senin (2/12).

Juara Liga 1

Bali United Disambut bak Pahlawan

Pantauan di lokasi, mereka mulai berdatangan sekitar pukul 13.00 Wita. Di terminal kedatangan, para suporter ini berteriak dan bernyanyi yel-yel Bali United. Antusiasme langsung pecah begitu para pemain keluar dari pintu kedatangan Bandara Ngurah Rai, Bali. Di antara riuh rendah

suporter yang menyambut, banyak suporter Bali United yang menuliskan pesan khusus kepada Spaso melalui spanduk yang mereka bawa. Seperti diketahui, Spaso yang baru saja kehilangan sang istri untuk selamanya masih berduka atas peristiwa itu. Suporter pun tak tinggal diam, mereka selalu menguatkan striker

Bali United Ilija Spasojevic. Seperti saat laga antara Bali United vs Persib Bandung, pada laga ini suporter Bali United sempat mempersembahkan koreo untuk Spaso bertuliskan ‘’Strong 9’’ sebelum pertandingan berlangsung. Nah, saat Spaso tiba di Bali, sejumlah suporter juga membentangkan spanduk

yang berisi dukungan kepada Spaso. ‘’We Are Always with You, Keep Strong’’ demikian tulisan dalam spanduk yang dibawa sejumlah suporter Bali United di Bandara Ngurah Rai, Bali. Dalam spanduk itu juga terlihat foto Spaso bersama mendiang istrinya, Lelhy Arief, serta dua buah hatinya yang kompak mengenakan pakaian adat Bali. Bali United membutuhkan waktu lima tahun untuk jadi juara Liga 1, kompetisi sepak bola paling elite di Indonesia. (kmb33)

Manila – Atlet pencak silat, Puspa Arum Sari, menambah perolehan emas bagi Indonesia di SEA Games 2019. Puspa Arum Sari meraih medali emas untuk cabor pencak silat nomor tunggal putri. Bertanding di Subic Bay Exibition Centre, Manila, Filipina, Selasa (3/12) kemarin, Puspa Arum Sari mencatatkan nilai terbanyak, 467, dari delapan peserta yang turun. Dengan hasil ini, cabor pencak silat akhirnya sukses memecahkan telur di SEA Games 2019. Ini merupakan medali emas pencak silat perdana bagi Indonesia di ajang dua tahunan tersebut pada tahun ini.

Adapun medali perak diraih wakil tuan rumah Filipina, Mary Francine Padios, yang mencatatkan nilai 454. Sementara itu, medali perunggu direbut Anisah Najihah Abdula (Brunei Darussalam) yang mengumpulkan nilai 451. Puspa Arum Sari bersyukur bisa menyumbangkan medali emas pencak silat perdana bagi Indonesia di SEA Games kali ini. ‘’Bersyukur dengan hasil hari ini. Dua kali sebagai pembuka kunci bagi teman-teman,’’ ucap Puspa. ‘’Dulu di Asian Games 2018 dan sekarang di SEA Games 2019. Ayo kita sama-sama terus berjuang,’’ kata peraih medali emas SEA

Games 2018 itu. Indonesia sudah meraih tambahan empat medali emas. Secara keseluruhan, Merah

Putih sudah mengumpulkan 10 medali emas, 13 medali perak, dan 13 medali perunggu. (kmb33)

Mangupura (Bali Post) –

Ratusan pendukung Bali United memadati terminal kedatangan domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Selasa (3/12) kemarin. Mereka menyambut punggawa Bali United yang sukses mempersembahkan gelar juara Liga 1 Indonesia 2019.

Puspa Arum Persembahkan Emas Perdana dari Pencak Silat

rasa aman masyarakat,’’ kata Aziz di kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa kemarin. Aziz juga meminta pihak kepolisian mengungkap motif pelaku, apakah berkaitan dengan gerakan radikalisme

yang masih harus dituntaskan. ‘’Apakah motif ini berkaitan dengan radikalisme yang masih harus kita tuntaskan atau tidak. Khususnya juga dalam rangka menyambut kari Natal dan tahun baru,’’ ujarnya. (ant)

Anak Muda

Dari Hal. 1 Anak-anak muda yang ada di Indonesia, menurut Presiden, berjumlah hingga 129 juta orang. ‘’Kita harus memasifkan, membumikan (Pancasila) secara cepat tapi mereka menyerap nilainilai, menyerap informasi menyerap pengetahuan, hati-hati, sekali lagi tolong digarisbawahi dari banyak media. Saya lebih detailkan

No Negara Emas 1. Filipina 41 2. Vietnam 17 3. Indonesia 11 4. Malaysia 10 5. Thailand 6 6. Singapura 4 7. Brunei Darussalam 1 8. Kamboja 1 9. Myanmar - 10. Laos -

Motif Pelaku

Dari Hal. 1 ‘’Kami meminta aparat kepolisian bisa menuntaskan masalah ini bekerja sama dengan instansi dan lembaga terkait untuk penegakan hukum dan penuntasan masalah yang berkaitan dengan mengganggu

Klasemen sementara

lagi dari layanan chatting, whatsapp, telegram, line, kakaotalk, hati-hati lewat ini penyebaran dimulai,’’ ungkap Presiden. Selain layanan pesan singkat, Presiden juga menyebutkan sejumlah layanan video yang menjadi acuan anak-anak muda. ‘’Layanan video, TV, youtube, Netflix, Iflix, Hooq? Kita harus cepat

kalau tidak mau keduluan yang lain. Karena itu semua kementerian harus ngerti media apa yang harus kita pakai. BPIP juga sama, media apa yang harus kita pakai sehingga dalam menjangkau 129 juta betul-betul tembakannya kena, fokusnya ke siapa? Banjiri narasinarasi Pancasila lewat ini,’’ tegas Presiden. (ant)

Rabu, 4 Desember 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:05 Wita 10:05 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Mamungkah Ngenteg Linggih (3) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Aranyaka Parwa (1) Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Inovator Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Lejel Homeshopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shooping

12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita

Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Mamungkah Ngenteg Linggih (4) Berita Siang Klip Bali Ocydia Home Shooping Klip Bali Bali TV Shop Seputar Bali Terkini Agrobisnis Pengembangan Sayur Dengan Sistem Hidroponik Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Nangun Yadnya Upacara Caru Nawa Gempang, Sasab Merana Kelebon Amuk Ring Br. Bantas Desa Peguyangan Kangin

16:30 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 20:30 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:05 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Gita Santhi Sekaa Santhi Budhi Darma Bakti (1) Ocydia Home Shooping Kartun Aranyaka Parwa (2) Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Folk Song Wirasa Peduli Sesama Mahadewi Pelestarian Endek Lila Cita Calonarang Suwung Batan Kendal (4) Folk Song Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shooping Bali Channel

Perak 22 23 13 2 9 9 4 3 5 -

Perunggu 14 17 13 7 16 9 5 15 17 2

Total 77 57 37 19 31 22 10 19 22 2

Denpasar (Bali Post) Tim Pra-PON Bali akan meladeni NTB pada laga pembuka Pra-PON Bali dan Nusra, di Lapangan Samudra Kuta, Badung, Kamis (5/12) besok. Selanjutnya, Tim NTB akan melawan NTT pada Sabtu (7/12) nanti, sedangkan NTT akan bertemu tuan rumah Bali pada Senin (9/12) mendatang. Manajer Tim Pra-PON Sepak Bola Bali IGAN Anom Jaksa Saputra di Denpasar, Selasa (3/12) kemarin menuturkan, jadwal tersebut berdasarkan hasil pengundian (drawing). ‘’Bali ditunjuk PSSI menjadi tuan rumah gelaran Pra-PON yang melibatkan wilayah Bali dan Nusra (Bali, NTB, NTT),’’ ungkap Agung Anom Jaksa, Selasa kemarin. Dikemukakan, selama ini tim Pra-PON ditangani pelatih Kadek Swartama bersama Ida Bagus Nyoman Mahayasa, serta pelatih kiper Made Wardana. ‘’Kami memiliki 20 pemain dan telah melakukan serangkaian uji coba,’’ sebut Anom Jaksa. Anom Jaksa menjelaskan, tim Pra-PON Bali dika lahkan Bali United U-18 dengan skor 1-2 di Lapangan Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, serta kalah 2-3 melawan Timnas Timor Leste yang menjalani pemu-

Tim sepak bola Pra-PON Bali. satan latihan di Bali sebagai persiapan SEA Games. Sementara tim Pra-PON Bali unggul 2-0 atas Gianyar All Star. Menurutnya, dari wilayah Bali dan Nusra, hanya tim juara yang berhak lolos ke PON Papua 2020. ‘’Selama ini persiapan kami sudah matang,’’ terangnya. Ia pun berharap tim PraPON Bali bisa lolos atas kehendak Ida Sang Hyang Widhi Wasa. ‘’Astungkara, doakan saja tim Pra-PON Bali merebut tiket PON,’’ jelasnya. Pada bagian lain, pela-

Bali Post/ist

tih Kadek Swartama menegaskan, pihaknya telah memiliki kerangka tim, dan tinggal mematangkan pola permainan menjelang PraPON. Diakuinya, faktor tuan rumah diharapkan mampu mengangkat mental bertanding dan kepercayaan diri asuhannya, namun tetap tidak boleh meremehkan lawan. ‘’Saya kira seluruh tim telah menyiapkan diri dan mempunyai target,’’ ucapnya. Awalnya, tim ini berkekuatan 23 pemain, dan telah mencoret tiga pemain pada pekan lalu. (022)

Lionel Messi

Messi Raih ’’Ballon d’Or’’ Keenamnya Paris – Prestasi luar biasa ditorehkan Lionel Messi setelah menyabet Ballon d’Or 2019. Lionel Messi naik podium juara dalam malam penganugerahan yang berlangsung di Paris, Selasa (3/12) kemarin. Bagi sang superstar, ini menjadi trofi Bola Emas keenam di sepanjang kariernya. Pencapaian tersebut sekaligus menorehkan rekor baru dalam buku sejarah sepak bola. Messi jadi pemain pertama yang memiliki masing-masing enam titel Ballon d’Or, Sepatu Emas Eropa, dan El Pichichi. Cristiano Ronaldo pun tidak memilikinya. Messi meraih lima gelar Ballon d’Or sebelumnya pada 2009, 2010, 2011, 2012, dan 2015. Kapten timnas Argentina

itu menambah koleksi penghargaan individunya dengan Sepatu Emas Eropa edisi 20092010, 2011-2012, 2012-2013, 2016–2017, 2017-2018, serta 2018-2019. Messi menyabet gelar top scorer Liga Spanyol alias El Pichichi musim 2009–2010, 2011–2012, 2012–2013, 2016– 2017, 2017–2018, dan 2018– 2019. Meski demikian, menurutnya, semua rekor akan pecah meski tidak tahu siapa yang kelak meraih lebih dari enam trofi Ballon d’Or. ‘’Sepertinya begitu. Saya tidak tahu siapa yang akan memecahkannya, tetapi itu sangat mungkin,’’ tutur Messi. ‘’Rekor ada untuk dipecahkan, tetapi saya tidak tahu kapan dan oleh siapa. Untuk saat ini, saya pemegang rekor itu dan

saya sangat senang,’’ sambung pemain berusia 32 tahun itu. Jika bergantung pada pemain yang masih aktif, maka Cristiano Ronaldo adalah yang paling berpotensi memecahkan rekor tersebut. CR7 sudah mengoleksi lima trofi Ballon d’Or yang digagas majalah France Football pada 1956 itu atau kedua terbanyak setelah Lionel Messi. Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi dominasi penghargaan Ballon d’Or. Kedua sosok tersebut memang mendominasi penghargaan Ballon d’Or dalam 11 tahun terakhir. Secara bergantian, Ronaldo dan Messi menyabet trofi berbentuk bola emas itu pada periode 2008-2017, sebelum disela sekali oleh Luka Modric pada tahun lalu. (kmb33)


RABU PON, 4 DESEMBER 2019

Pernikahan Dini dan Risiko Penyerta

PERNIKAHAN dini merupakan sebuah fenomena yang menimbulkan beberapa risiko penyerta. Risiko penyerta yang dimaksud adalah yang mengancam kesehatan reproduksi pada usia dini. ‘’Risiko kesehatan reproduksi wanita khususnya usia dini terjadi karena secara biologis dan psikologis dapat dikatakan belum matang ketika memutuskan menikah di usia yang belum seharusnya. Risiko kesehatan yang sering terjadi antara lain abortus, anemia, intrauteri fetal death, prematur, kekerasan seksual, atonia uteri, dan kanker serviks,’’ ujar dosen Undhira Dr. dr. Nyoman Suarjana, M.Repro., Senin (2/12). Pendiri Yayasan Catur Suda Wibawa ini menjelaskan, abortus adalah gugurnya kandungan sebelum usia 20 minggu. Abortus yang dikenal sebagai aborsi adalah abortus dengan provokasi indikasi kriminalis. Selain itu, sisi psikologis menghadirkan risiko pernikahan dini yang bermuara pada peningkatan angka perceraian. Hal ini disebabkan oleh keadaan psikologis yang belum matang, sehingga cenderung labil dan emosional serta ego remaja yang masih tinggi membuat mereka belum mampu bersosialisasi dan beradaptasi dengan baik. ‘’Oleh karena itu, maka pernikahan di bawah usia 20 tahun sebaiknya tidak dilakukan utamanya karena banyaknya risiko kesehatan yang mengancam jiwa bagi ibu dan bayi,’’ tegas pemilik Marcopolo Bali International Hospitality dan Cruise School ini. Dalam konteks ini, menurutnya, pendidikan memegang peran strategis. Pendidikan adalah upaya untuk meningkatkan pengetahuan untuk mengubah sikap dan perilaku individu. Oleh karena itu pernikahan dini adalah fenomena yang dapat dicegah dengan strategi pendidikan yang tepat. Lanjut Suarjana, UNICEF (United Nations Emergency Children’s Fund) dan pemerintah Indonesia sudah menyadari sepenuhnya akan pentingnya mengubah strategi pendidikan konvensional untuk mengurangi pernikahan dini. Kenyataan pendidikan yang ada adalah pendidikan konvensional yang monoton hanya memberikan komunikasi satu arah saja. Dengan kata lain, remaja kurang berinteraksi selama pembelajaran. Hal ini tentu menyebabkan banyaknya waktu belajar tidak sebanding dengan banyaknya pengetahuan yang didapat. Masifikasi dunia pendidikan sudah seharusnya memberikan layanan yang lebih luas lagi bagi masyarakat dan mengakomodasi seluruh kebutuhan masyarakat akan pendidikan. Upaya pembelajaran yang inovatif dan menarik akan menjadikan remaja antusias untuk belajar dengan kemandiriannya. Dengan kata lain, kebutuhan remaja saat ini adalah media pembelajaran interaktif yang mampu menggugahnya dalam memahami lebih dalam tentang sesuatu. Fenomena pernikahan dini bukanlah hal yang tabu untuk diketahui meskipun tabu untuk diterjadikan oleh remaja. Mengetahui hal yang negatif bukan berarti remaja akan terpapar dan kemudian terseret arus negatifnya. Pembelajaran tentang pencegahan pernikahan dini diberikan agar remaja dapat memiliki pengetahuan yang baik tentang pencegahan pernikahan dini dengan pemetaan konsep yang mereka peroleh dari pembelajaran. ‘‘Pendidikan yang dilakukan tentunya harus sejalan dengan selera milenial saat ini. Media pendidikan yang digunakan harus mampu mengajarkan berbagai hal tentang pernikahan dini kepada remaja, sehingga mampu membantu pendidikan di lingkungan dalam melakukan penyuluhan pernikahan usia dini,’’ ujar pemilik SMK Gandhi Usada Bali tersebut. (lun)

I Wayan Sudadi Antara

Merantau, Pulang Buka Usaha

PRIA asal Banjar Begawan, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, Gianyar besar di panti asuhan. Namanya I Wayan Sudadi Antara (38). Tekad dan semangatnya patut ditiru. Betapa tidak, setelah sempat merantau ke luar negeri (LN) mencari pekerjaan, kini Sudadi justru membuka lapangan pekerjaan bagi warga Bali. Surya Bintang Adventure nama usahanya. Ditemui Sabtu (30/11) saat gathering media Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Sudadi menuturkan perjalanan hidupnya hingga memiliki usaha yang digandrungi wisatawan mancanegara itu. Masa sekolah dari SD hingga SMA ditempuh di Widyapura. Selepas dari SMA, ia bekerja sebagai pembantu dan tukang cuci piring di hotel. Setelah dirasa memiliki cukup biaya, Wayan Sudadi melanjutkan kuliah di Akpar Triatma Jaya, Dalung. ‘’Saya memulai usaha ini dari nol. Saya anak panti a s u h a n , t i d a k p u n y a orangtua. Saya besar di asrama,’’ ujarnya.

Tamat dari perguruan tinggi pariwisata, ia memutuskan pergi merantau ke Singapura, Australia, dan Amerika untuk bekerja. Posisinya sebagai head waiter. Di Singapura dan Australia, pria yang akrab disapa Wayan Bler ini bekerja di darat. Sedangkan di Amerika ia bekerja di kapal pesiar. Selama 18 tahun merantau di Amerika, Wayan Sudadi memutuskan kembali ke Bali. Keinginan membuka lapangan kerja untuk orang Bali memotivasinya untuk membuka usaha sejak dua tahun lalu. Usaha pertama yang ia lakoni adalah wisata swing dan AC. Dari wisata swing, ia melebarkan sayap dengan menawarkan wisata ATV, cycling, rafting, trekking. ‘’Baru dua tahun lalu saya kembali dan langsung membuka usaha ini. Saya ingin membuka lapangan kerja untuk orang Bali, karena dulu saya sulit mencari pekerjaan,’’ ungkapnya. Mengetahui adanya komunitas Volkswagen (VW), ia kemudian mengajak bergabung untuk menawarkan wisata one day trip dan short trip. Selain VW, juga ada fasilitas mobil Land Rover untuk berkeliling menikmati alam. Per hari tamunya bisa mencapai 500 pengunjung. Terdiri dari wisata swing sebanyak 300– 400 orang, rafting 200–250 pax per hari. (may)

Seniman Harus Paham Konsep Festival

PARA pemilik sanggar, komunitas seni maupun seniman di Bali yang menjadi pengisi acara event seni agar memahami konsep festival. Artinya, mulai berpikir komprehensif dan tidak sekadar tampil di atas panggung yang sudah disiapkan. ‘’Jadi kalau dulu pengisi acara kan membayangkan panggung sudah siap, tinggal tampil menari atau bermain musik, dan sebagainya. Tapi pengisi acara dalam konsep festival itu berpikir komprehensif,’’ ujar Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan ‘’Kun’’ Adnyana di sela-sela Workshop Tata Kelola Festival di Denpasar, Selasa (3/12) kemarin. Menurut Kun, inisiatif para seniman atau pengisi acara juga harus muncul dalam tata panggung. Misalnya, dengan

penambahan lighting untuk menimbulkan kesan tertentu kepada penonton. Harapan-harapan atas pesan yang ingin disampaikan di atas panggung agar direncanakan dan kemudian direalisasikan dalam festival. Kalau perlu, mereka juga membangun ekosistemnya terkait siapa yang akan menjadi penonton atau apresiannya sekaligus menyiapkan regenerasi. ‘’Jadi pengisi acara juga mesti aktif untuk mengomunikasikan acara yang akan dia pagelarkan, yang akan dia panggungkan. Penontonnya siapa,’’ imbuhnya. Selain itu, lanjut Kun, para pengisi acara mesti membangun jaringan. Bagaimana mengomunikasikan kepada publik serta berkomunikasi kepada media. Beberapa sanggar yang menjadi pengisi acara sebetulnya sudah berpikir komprehensif seperti itu. Misalnya dengan menyiapkan sendiri lighting yang pas untuk pementasannya, ataupun membuat aksen video mapping kreasi sendiri. Itu artinya, pengisi acara tersebut sudah memahami kebutuhan pentasnya berkaitan dengan tata kelola festival. Kun menambahkan, sanggar-sanggar seni harus dikelola profesional. Kalau tidak bisa membuat tradisi ‘’cipta mencipta’’ yang berkelanjutan, tentu mereka tidak akan bisa merespons harapan pasar yang begitu jamak. Terlebih Bali juga dikenal sebagai destinasi MICE yang seringkali mengundang seniman ataupun sanggar seni untuk tampil. ‘’Kalau kita tidak bisa tampil menunjukkan diri melebihi ekspektasi dari yang meminta atau order, pasti kalah bersaing sehingga workshop tata kelola ini penting untuk bisa menjadi pemahaman bersama,’’ pungkasnya. (rin)

Kadek Nada Anjali Putri

Ekspresi dan Penghayatan Lagu BAKAT menjadi seorang penyanyi telah dimiliki Kadek Nada Anjali Putri (16) sejak kecil. Bahkan, berbagai perlombaan menyanyi sering diikuti putri pasangan Ketut Bayu Pramana, S.E. dan Ketut Erna Puriatni, S.E. ini. Dalam perlombaan menyanyi tersebut, Nada Anjali -- sapaan akrabnya -- sering meraih berbagai prestasi. Di antaranya juara I Duta Lagu Griya Prestasi 2019 se-Kota Denpasar, juara I Lomba Nyanyi SMP 2018 Dinas Kebudayaan se-Kota Denpsar, juara I Lomba Nyanyi SMP 2018 Dinas Pertanian seKota Denpasar, juara I Lomba Nyanyi SMP 2018 Dinas Koperasi UKM se-Kota Denpasar, juara I Lomba Nyanyi SMP 2018 Dinas Sosial se-Kota Den-

pasar, juara I Lomba Nyanyi SMP 2018 Karang Taruna seKota Denpasar, juara II Lomba Paskibra SIXSMA CUP II 2017, SMP se-Bali, dan juara Harapan III Lomba Paduan Suara SMP 2019 se-Kota Denpasar. Tidak puas sampai di sana, siswi kelas X SMA Negeri 8 Denpasar ini terus mengasah kemampuan olah vokalnya di Sanggar Seni Cressendo ‘’Griya Musika Sukawati’’ binaan I Komang Darmayuda. Nada Anjali pun berhasil masuk ke dalam Bali Kumara generasi 7 bersama 20 penyanyi anak-anak berbakat lainnya. Di Bali Kumara 7, Nada Anjali dipercaya membawakan sebuah lagu ‘’Ciwa Nataraja’’ ciptaan Lukita Wiweka. Makna

lagu ini memberikan vibrasi kepada semua umat, bahwa seni dapat menciptakan kedamaian dan keharmonisan. I Komang Darmayuda mengaku bahwa Nada Anjali memiliki beberapa kelebihan dalam bernyanyi. Perempuan kelahiran Denpasar, 10 Desember 2003 ini lebih sering menggunakan head voice atau suara falseto untuk nada-nada tinggi. Bahkan, sesekali nada tinggi itu dicapai dengan suara asli tanpa menggunakan suara falseto, sehingga kedengarannya lebih powerfull. ‘’Penghayatan lagu dan ekspresinya dalam bernyanyi cukup baik. Untuk menjadi penyanyi yang selalu dapat juara, tinggal lagi satu saja perlu dilatih, yakni geregetnya,’’ tandas Darmayuda. (win)

Putu Eni Astiarini

Seni, Jalan Lapang Menuju Kegembiraan BALI sebagai sebuah pulau yang keseharian masy a ra ka t ny a se la lu dekat dengan seni, menumbuhkan bakat-bakat b a r u

dalam dunia seni rupa. Sebutlah salah satunya Ni Putu Eni Astiarini, pelukis perempuan yang selalu aktif dalam mewarnai hirukpikuk seni rupa kekinian. Ia adalah sosok perem-

puan tangguh dalam menjalani hari-harinya sebagi seorang pelukis dan menjalani kehidupan sebagai ibu rumah tangga. Pada umumnya, sebagai perempuan yang menjalankan profesi apa saja tentu memiliki beban yang lebih berat, apalagi telah menyandang status ibu rumah tangga. Terlebih lagi di Bali dengan latar belakang sosial budayanya. Ada banyak persoalan yang mengikat ketika mencoba untuk berselancar di ranah profesi yang digeluti. Namun tidak demikian bagi Putu Eni, sapaan perempuan kelahiran Jembrana, 21 September 1977 ini. Ia memiliki sikap enteng, selalu riang dalam menjalani hidup, namun dengan pan dangan yang optimis tentunya. ‘’Segala sesuatu yang kita sebut sebagai persoalan tentunya harus dicarikan solusi dan diselesaikan dengan maksimal. Apakah berujung pada kepuasan akan harapan kita atau sebaliknya,’’ ujarnya, belum lama ini. Putu Eni adalah sosok yang sangat menghormati tradisinya sebagai orang Bali. Hal itu dia tunjukkan

dengan cara ikut melebur dalam aktivitas sosialnya di masyarakat, tanpa pernah merasa terganggu untuk menjalani profesinya sebagi pelukis. Begitu pula sebagai seorang ibu rumah tangga, segala sesuatu dia tuntaskan sampai akhir. Putu Eni merupakan pribadi yang bersahaja dalam melakoni hidup dengan segala tanggung jawabnya. ‘’Saya tidak mau muluk-muluk dalam menjalani kesenian saya, sebab di sisi lain seni adalah realitas itu sendiri. Jadi, jalani saja apa yang menjadi tanggung jawab kita, sebab segala sesuatu mesti dilihat sebagi sesuatu yang menyenangkan,” ujarnya. Bagi Putu Eni yang telah menyelesaikan pendidikan terakhirnya di ISI Denpasar ini, melukis itu adalah suatu aktivitas yang menyenangkan. Karena itu, dia pun melakukannya dengan setulus hati. Baginya, seni adalah jalan lapang menuju kegembiraan. ‘’Sesuatu yang dilakukan dengan riang, saya rasa hati pun serta merta mendampinginya,’’

pungkasnya. Dalam karya-karyanya, Putu Eni memilih burung hantu sebagai subjek dalam lukisannya. ‘’Saya memang suka melukis burung hantu. Saya melihat ada banyak keunikan pada burung hantu. Banyak hal yang bisa kita pelajari dari burung hantu, seperti contoh bagaimana dia memiliki kecepatan dan nyaris tidak menimbulkan getaran apa pun, sehingga yang menjadi sasarannya sama sekali tidak tahu akan kedatangannya. Itulah salah satu hal yang menjadi ketertarikan saya pada burung hantu, di samping keunikankeunikan lainnya,’’ ungkap Putu Eni. Perempuan yang selalu aktif dalam hiruk-pikuk seni rupa ini telah banyak mengikuti pameran, baik lokal maupun nasional. Beberapa pameran terakhir yang dia ikuti adalah ‘’Optimism’’, Nuart Bandung, ‘’Timeless Impressions’’, Sudakara Art Space Sanur, ‘’Sesananing Luh’’ Art Centre, Denpasar, Gallery Hadiprana, Kemang Jakarta. (kmb)

Profile for e-Paper KMB

Edisi Rabu 4 Desember 2019 | balipost.com  

Headline : Jokowi Minta Bumikan Pancasila pada 129 Juta Anak Muda Indonesia

Edisi Rabu 4 Desember 2019 | balipost.com  

Headline : Jokowi Minta Bumikan Pancasila pada 129 Juta Anak Muda Indonesia

Advertisement