Skip to main content

Edisi Selasa 04 Desember 2018 | balipost.com

Page 1

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

16 HALAMAN

NOMOR 106 TAHUN KE 71

Bali Post

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Cegah Pemblokiran Pintu Hotel di Bali

Investor Mesti Perhatikan Tenaga Kerja Lokal

AKSI pemblokiran pintu masuk hotel di Badung oleh masyarakat di sekitar hotel mendapat atensi DPRD Bali. Terlebih, peristiwa ini berkaitan dengan perekrutan tenaga kerja lokal. Dewan menilai tenaga kerja lokal memang harus diperhatikan oleh setiap investor yang membuka usaha di Bali.

‘’Kita menginginkan suasana investasi itu legal kondusif sesuai dengan aturan yang berlaku. Tapi di sisi lain, kita berharap juga investor itu memperhatikan tenaga lokal sesuai dengan keterampilan atau kompetensi yang dimilikinya,’’ ujar anggota Komisi

IV DPRD Bali I Made Dauh Wijana dikonfirmasi, Senin (3/12) kemarin. Menurut Dauh, umumnya ada MoU yang dibuat oleh investor dengan masyarakat sekitar terkait perekrutan tenaga kerja. Dalam hal ini, memuat kesanggupan inves-

Inflasi di Denpasar Melebihi Nasional Denpasar (Bali Post) Kota Denpasar mengalami inflasi 3,71 persen dan Singaraja 2,16 persen pada November 2018 (yoy). Sedangkan inflasi November (mtm) di Denpasar 0,34 persen dan Singaraja 0,10 persen. Untuk Denpasar besaran inflasi lebih tinggi daripada nasional yang sebesar 0,27 persen (mtm). Sementara inflasi Singaraja lebih rendah dari inflasi nasional. Secara yoy inflasi Denpasar juga lebih tinggi dari inflasi nasional yang sebesar 3,23 persen, sementara Denpasar 3,71 persen. Demikian terungkap saat rilis Badan Pusat Statistik (BPS) yang disampaikan Kepala BPS Bali Adi Nugroho, Senin (3/12) kemarin. Penyumbang inflasi tertinggi di Denpasar yaitu bahan makanan 6,57 persen (yoy), kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 4,67 persen (yoy), kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 3,89 persen (yoy), kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 3,82 persen (yoy). Hal. 15 Penyumbang Inflasi

Warga Diminta Keluarkan Sapi dari Lahan BTID

Forum Perbekel Pertanyakan ADD

Setelah kasus pembukaan kanal sempat dikeluhkan warga Serangan, kini kembali muncul kasus lain. PT BTID kembali mengirimkan surat kepada warga setempat untuk mengeluarkan ternak sapi mereka dari kawasan lahan PT BTID. Halaman 2

Perwakilan Forum Perbekel se-Kabupaten Tabanan mendatangi kantor Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (DPMD) Tabanan. Mereka meminta kejelasan mengenai Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2019.

Amankan Puspem, Pemkab Sewa Ratusan Satpam

22 Desa Rawan Longsor

Ratusan satuan pengamanan (satpam) dikerahkan Pemkab Badung untuk menjaga Puspem Badung. Tak tanggung-tanggung, Pemkab menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk menyewa 206 satpam yang akan ditugaskan selama 24 jam. Halaman 3

Halaman 7

Puluhan desa/kelurahan di Kabupaten Jembrana masuk titik rawan bencana tanah longsor. Dari pemetaan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, titik longsor itu ada di 22 desa/kelurahan. Pemetaan ini berdasar kejadian yang terjadi selama beberapa tahun ini. Halaman 10

tor untuk menyerap tenaga kerja lokal. Terkait kasus di Desa Peminge, Kuta Selatan, Badung, pihaknya memang belum mempelajari apakah ada MoU seperti itu atau belum. ‘’Kalau kita berpikir secara holistik, memang setiap investasi kan tidak boleh juga ego hanya berkepentingan atau berorientasi pada profit semata. Hendaknya memperhatikan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, harus ada sinergitas,’’ jelas politisi Golkar ini. Ia berharap kasus di Badung itu dapat diselesaikan dengan baik. Kalau memang ada tuntutan menggunakan tenaga lokal, maka investor harus mengakomodasi secara bijak. Untuk mengantisipasi kasus serupa, sejak awal harus ada perjanjian atau kesepakatan yang dibuat secara

jelas dan nyata. ‘’Ketika ada agreement, semua pihak harus menghormati. Kita juga membutuhkan investasi, investor juga membutuhkan lingkungan sekitarnya sehingga dengan demikian tidak terjadi lagi kasus-kasus seperti itu,’’ jelasnya sembari mengingatkan, Bali adalah daerah pariwisata yang membutuhkan suasana kondusif dan nyaman. Sementara itu, Wakil Ketua I DPP IHGMA (Indonesian Hotel General Manager Association) I Made Ramia Adnyana mengatakan, peningkatan skill karyawan atau SDM yang bekerja di hotel memang harus dilakukan. Hal itu merupakan tanggung jawab dari perusahaan terutama HRD. Hal. 15 Operasional Hotel

Mendikbud akan Aktifkan Lagi Pelajaran PMP Jakarta (Bali Post) – Keingginan sejumlah komponen untuk mengaktifkan lagi pelajaran PMP di sekolah rupanya direspons pemerintah. Bahkan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyatakan hal tersebut sudah dilakukan pengkajian. Hasilnya, pemerintah akan mengaktifkan kembali pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP). Ditemui di kompleks Parlemen, Senin (3/12) kemarin, ia mengatakan, setelah dikaji terdapat masalah antara pelajaran Kewarganegaraan dengan PMP. ‘’Pancasila itu ranah afektif, pembentukkan sikap atau penanaman nilai. Sedangkan Kewarganegaraan itu ranahnya kognitif,’’ ujar Muhadjir. Dia menjelaskan, setelah dievaluasi beberapa tahun ini, diperlukan adanya pemisahan. ‘’Pemisahan antara Kewarganegaraan dan PMP memang perlu. Sekarang kami sedang mengkaji, yang penting jangan sampai menambah mata pelajaran dan membebani siswa,’’ ujar Muhadjir. Kepala SMPN 3 Denpasar Wayan Murdana, S.Pd., M.Psi. menyatakan sangat setuju diaktifkannya kembali PMP. Menurutnya, pemben-

tukan moral terhadap anak diperlukan pembinaan berkesinambungan dan mengkhusus. Namun, pengembangan sikap, mental, dan moral anak hendaknya lebih banyak praktik langsung daripada teori dan pembelajarannya tidak harus menambah mata pelajaran, namun diintegrasikan ke mata pelajaran yang sesuai, seperti PKn dan lainnya. Hal ini dikarenakan kurikulum sudah padat. Guru berprestasi dari SMPN 2 Kuta Selatan, Badung, I Made Priyana Ginada, S.Pd., M.Pd., mengatakan tantangan yang dihadapi anak saat ini sangat berbeda dengan masa sebelumnya. Guru sekarang menghadapi generasi milenial atau generasi digital yang ditandai dengan adanya fenomena baru. Perubahan peradaban termasuk di bidang teknologi mesti disikapi dengan tepat oleh para guru. Oleh karena itu, dunia pendidikan, khususnya para guru dituntut untuk menyesuaikan diri dengan perubahan zaman. Strategi pembelajaran di dunia pendidikan juga harus disesuaikan, agar up-to-date dengan perkembangan zaman. ‘’Guru mesti update informasi dan iptek agar anak didik bisa bersa-

ing menghadapi persaingan tersebut. Maka, guru harus merespons dengan strategi yang tepat agar anak didik bisa memenangi persaingan,’’ tandas Priyana Ginada, Senin (3/12) kemarin. Menghadapi tantangan berat tersebut, maka guru tidak bisa menyelesaikannya sendiri. Guru harus menggandeng keluarga, sekolah dan masyarakat sekaligus. Guru harus bisa menjadi penghubung orangtua, masyarakat dan lingkungan sekitar. Guru sebagai tenaga pendidik profesional tidak cukup hanya menguasai ilmu yang akan diajarkannya, juga dituntut memahami kondisi peserta didik yang dihadapinya. Sehingga sangat diperlukan guru yang mampu mendidik, memberi teladan yang baik, dan bisa memahami kondisi kejiwaan peserta didik, serta mampu memotivasi dan memberi semangat peserta didik. ‘’Kita sebagai guru harus memiliki orientasi yang lebih luas dalam mengembangkan potensi dan kemampuan para siswa, mengajak siswasiswa berpikir kreatif. Guru harus memiliki beberapa kompetensi, baik profesional, pedagogis, personal, sosial. Hal. 15 Lebih Menarik

Bali Post/ant

SERAHKAN DOKUMEN - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Efendi menyerahkan dokumen berisi pandangan pemerintah tentang RUU Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCKR) kepada Pimpinan Sidang Paripurna DPR, Senin (3/12) kemarin.

Dibantah, Indonesia Hidup dari Utang Jadi kita termasuk ke negara yang paling rendah utang. Jadi kalau banyak yang bicara kita hidup dari utang, itu tidak benar. Luhut Binsar Panjaitan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman

Jakarta (Bali Post) – Saat ini Indonesia menjadi salah satu negara yang paling rendah untuk urusan utang. Karena itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan membantah bahwa selama ini bangsa Indonesia hidup dari utang. ‘’Jadi kita termasuk ke negara yang paling rendah utang. Jadi kalau banyak yang bicara kita hidup dari utang, itu tidak benar,’’ kata Luhut dalam seminar Penguatan Kapasitas Pemimpin Indonesia Session 3 guna menghadapi perubahan era revolusi industri 4.0 bertema ‘’Inovasi untuk Indonesia yang Lebih Baik’’ yang diselenggarakan Lemhannas, di Jakarta, Senin (3/12) kemarin. Ia menjelaskan bahwa utang Indonesia digunakan untuk pembiayaan sektor-sektor produktif seperti pembangunan. Sementara itu, RI memanfaatkan sumber pendanaan lain untuk membiayai program-prgram untuk masyarakat, baik dari pajak maupun penerimaan

negara lainnya. Utang yang ditanggung pemerintah pun, kata Luhut, saat ini dikelola dengan baik sehingga tidak membebani keuangan negara. Buktinya, Indonesia masih mampu menekan inflasi di bawah 4 - 3,5 persen, di mana merupakan pencapaian yang baik. ‘’Kita bisa menjadi contoh di emerging market karena kita mampu mengelola state budget kita sangat kredibel. Jadi kalau sekarang kita punya inflasi di bawah 4 persen, 3,5 persen, itu adalah satu acivment yang bagus karena selama 12 tahun terakhir ini kita tidak bisa pada posisi seperti itu,’’ ucapnya. Luhut juga menjelaskan, rasio utang RI masih tergolong rendah karena hanya sekitar 29 persen dari GDP nasional. Angka tersebut jauh dari angka yang ditentukan yaitu 60 persen. Dikatakan Luhut, pertumbuhan ekonomi Indonesia sudah berjalan cukup baik jika dibandingkan negara lain di

dunia. Bahkan pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup diapresiasi oleh Bank Dunia dan IMF. Kemudian alasan selanjutnya, Indonesia memiliki gross domestic product (GDP) yang cukup besar, di sekitaran angka 1,1 triliun dolar AS. Selain itu, ada pula kebijakan tax amnesty yang berdampak pada meningkatnya rasio penerimaan pajak nasional. Luhut menjelaskan, tax ratio RI untuk pertama kalinya ada di angka 12,1 persen di tahun ini. Intinya, kata Luhut, penerimaan negara dari pajak meningkat karena orang yang membayar pajaknya bertambah. ‘’Kenapa bertambah, karena itu akibat dari tax amnesty. Kita berharap dalam 2-3 tahun ke depan tax ratio kita akan bisa 15 persen. Artinya kalau 15 persen dari Rp 16.000 triliun GDP kita itu kira-kira kita akan bisa menerima mungkinlah Rp 2.400 triliun,’’ tutur Luhut. (ant)


DENPASAR

2

Selasa Pon, 4 Desember 2018

FIGUR Identitas Orang Bali KELUARGA Berencana (KB) merupakan gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran atau cukup dengan dua anak saja. Jumlah anak dalam sebuah keluarga yang dianggap ideal adalah dua saja. Program KB ini sudah cukup lama digulirkan oleh pemerintah pusat. “Sebetulnya program KB sudah lama kita tidak dengar lagi gaungnya, bahkan secara perlahan mulai hilang. Akan tetapi bagi warga Bali hal itu masih terpelihara dengan baik dan warga Bali sangat taat akan program KB ini. Sejujurnya program KB ini dapat memutus generasi warga Bali, bagaimana tidak di Bali kita mengenal jika anak pertama biasa diberi nama Gede, Putu, atau Wayan, anak kedua Made atau Kadek, anak ketiga Nyoman atau Komang sedangkan anak keempat Ketut,” ujar Dr. Dewa Gede Sudika Mangku, S.H., LL.M., Senin (3/12) kemarin. Melihat komposisi ini, dosen Ilmu Hukum Undiksha ini menilai lambat laun generasi penerus Nyoman atau Komang dan Ketut tidak akan bertambah. Sedangkan jika melihat secara nilai budaya, adat, dan sejarah, krama Bali harus terus menjaga nilai-nilai itu sebagai identitas orang Bali. “Seharusnya husus untuk Bali, program KB boleh dikesampingkan. Bukan karena tidak mendukung program pemerintah pusat, tapi ini demi keberlangsungan dan eksistensi warga Bali sendiri, sebab Bali memiliki struktur adat di dalam pemberian nama,” ujarnya. Kendati demikian, program KB ini bisa berjalan atau tidak di Bali, tergantung warga Bali sendiri. Sebab, hal itu menjadi hak masing-masing setiap warga. “Kita berharap, program KB dari pemerintah tidak menghambat eksistensi warga Bali di dalam melestarikan kultur warga Bali, sehingga terjadi harmonisasi di dalam masyarakat,” tegasnya. (win)

PD Pasar Terapkan E-Pungutan di Tiga Pasar Denpasar (Bali Post) – Rencana Perusahaan Daerah (PD) Pasar Denpasar menerapkan e-Pungutan, akhirnya terealisasi. Kini, pungutan untuk biaya sewa tempat di pasar tidak lagi menggunakan uang tunai. Namun untuk tahap awal, e-Pungutan ini baru diterapkan di tiga pasar, yakni Pasar Gunung Agung Utara, Pertokoan Lokita Sari, dan Pasar Ketapian. Direktur Utama PD Pasar Kota Denpasar I.B. Kompyang Wiranata mengatakan hal itu seusai me-launching sistem ini di Pasar Ketapian, Senin (3/12) kemarin. Menurut Kompyang Wiranata, penerapan e-Pungutan itu dilakukan untuk mencegah terjadinya kebocoran pungutan dan mempermudah pedagang untuk membayar sewa tempat. “Sistem e-Pungutan ini merupakan gagasan baru untuk pasar di Bali. Melalui sisten ini, para pedagang akan dipermudah dengan menggunakan kartu ATM yang berisikan barcode untuk digunakan saat proses pembayaran,” katanya. Teknis pembayarannya, kata dia, pedagang tetap akan didatangi oleh petugas pungutan. Namun, kali ini petugas tidak lagi mengambil uang tunai, melainkan membawa mesin Electronic Data Capture (EDC) untuk men-scan kode yang ada di kartu ATM pedagang. “Untuk tahap ini, pedagang akan dipandu oleh petugas yang memungut,” jelas mantan Ketua Komisi II DPRD Denpasar ini. Kompyang Wiranata menambahkan, sistem ini akan mempermudah mendeteksi tunggakan yang dilakukan oleh pedagang. Melalui sistem ini, mendeteksi tunggakan, kebocoran pungutan yang terjadi disebabkan karena petugas bisa terlihat. Pedagang juga tidak perlu ribet menyediakan uang tunai untuk membayar. “Saat ini baru ada tiga pasar yang diterapkan sistem tersebut dari 16 pasar yang ada di Kota Denpasar. Ketiganya menjadi percontohan untuk penerapan e-Pungutan di pasar lainnya. Penerapan ePungutan di seluruh pasar di Denpasar tersebut ditarget rampung pada Maret 2019 mendatang,” tegasnya. (kmb12)

Pelaku ” Skimming” Asal Bulgaria Diadili

Denpasar (Bali Post) Pria asal Bulgaria, Tsvetanov Radoslav Ivanov (45), diadili atas perkara skimming di Pengadilan Negeri Denpasar, Senin (3/12) kemarin. JPU Ni Putu Evy Widhiarini diwakili JPU Made Dipa Umbara di hadapan majelis hakim pimpinan I Gede Ginarsa menyatakan terdakwa dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum mengakses komputer dan atau sistem elektronik milik orang lain. Peristiwa itu dilakukan Selasa (14/8) lalu 2018 pukul 02.23 Wita di mesin ATM BNI di area SPBU Pengosekan Ubud, Gianyar. Dijelaskan jaksa pada terdakwa yang didampingi penerjemah I Wayan Ana, Senin (13/8) malam, saksi dari elektronik chanel supervisor PT Bank Mandiri Tbk Bali-Nusra datang ke mesin ATM Mandiri SPBU Pengosekan untuk melakukan pengecekan dan pemasangan CCTV tambahan terhadap mesin ATM tersebut. Setelah dilakukan pemantauan, pada Selasa (14/8) sekitar pukul 02.05 Wita, saksi I.B. Darmawan bersama Putu Budiarta melihat terdakwa asal Bulgaria itu masuk ke mesin ATM Mandiri. Pada CCTV terlihat terdakwa mencoba melakukan transaksi dengan menggunakan beberapa kartu ATM palsu, salah satunya bertuliskan Galen Muslimah Ariani. Bahwa di dalamnya telah menggunakan data magnetik lajur dan rekening bank tertentu, namun transaksi yang dilakukan tidak bisa keluar dari mesin ATM Mandiri dan masuk ke mesin ATM Bank BNI yang juga terletak di daerah Ubud yang berada persis di sebelah kanan SPBU Pengosekan. Jaksa mengatakan, sangat jelas terlihat bahwa kartu yang dipergunakan untuk bertransaksi tersebut dengan kartu ATM lain yang menyerupai ATM aslinya. Dengan kata lain, terdakwa mencuri data asli untuk dikloning ke ATM yang sudah dipersiapkan. Setelah dilakukan pengecekan di SPBU Pengosekan, Ubud, telah terjadi transaksi tunai sebanyak dua kali yang dilakukan oleh terdakwa. Kini, kasus tersebut tinggal pembuktian di pengadilan. (kmb37)

MENCARI KERANG - Seorang warga mencari kerang di kanal pemisah kawasan BTID dengan Serangan, Denpasar.

Warga Serangan Diminta Keluarkan Sapi dari Lahan PT BTID

Denpasar (Bali Post) – Setelah kasus pembukaan kanal sempat dikeluhkan warga Serangan, kini kembali muncul kasus lain. PT BTID kembali mengirimkan surat kepada warga setempat untuk mengeluarkan ternak sapi mereka dari kawasan lahan PT BTID. Namun, upaya pengeluaran sapi-sapi tersebut terkendala, karena warga tidak diizinkan masuk ke kawasan itu. Lurah Serangan I Wayan Karma didampingi Sekretaris Bendesa Adat Nyoman Kemuantara dan tokoh warga setempat Wayan Loka mengeluhkan hal itu kepada jajaran Komisi III DPRD Denpasar, Senin (3/12) kemarin. Pada saat bersamaan juga diterima Paiketan Krama Bali yang memberikan usulan terkait revisi Perda RTRW Kota Denpasar. Lurah Serangan Wayan Karma mengungkapkan, saat ini warganya kembali resah karena PT BTID meminta para pemilik sapi untuk segera mengeluarkan sapi-sapinya dari kawasan BTID. Apa yang disampaikan PT BTID segera ditindaklanjuti oleh warga. Bahkan, sudah ada yang men-

gajak pembeli. Wayan Loka menambahkan, atas apa yang diminta PT BTID, pihaknya langsung melakukan pendekatan agar diizinkan masuk ke kawasan BTID untuk mengambil sapisapi milik warga. ‘’Tadi (kemarin - red) saya sudah berkirim surat ke PT BTID untuk meminta waktu selama seminggu

agar bisa menangkap sapisapi tersebut,’’ ujarnya. Di sisi lain, Kemuantara menilai selama hampir 30 tahun keberadaan PT BITD, belum memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Bahkan, atas kebijakan PT BTID, warga semakin sulit untuk bisa masuk ke pantai. Ini bukan saja menjadi kelu-

han warga setempat. Warga desa lain di sekitar Serangan, seperti Sidakarya, Pemogan, dan desa-desa lainnya juga mengeluhkan kondisi tersebut. ‘’Dikira kami di Serangan yang melarang mereka masuk pantai, tetapi itu kebijakan PT BTID,’’ katanya di hadapan para wakil rakyat Kota Denpasar. Menyikapi keluhan warga tersebut, Wakil Ketua DPRD Denpasar Wayan Mariyana Wandhira mengaku sudah sempat melakukan rapat kerja dengan PT BTID sebanyak tiga kali. Sayangnya, yang datang tidak bisa mengambil keputusan terkait apa yang menjadi persoalan di bawah. Karena itu, pada pertemuan ketiga, pihaknya

tidak lagi melanjutkan karena yang datang merupakan perwakilan yang tidak bisa langsung memutuskan. ‘’Kami berharap yang datang adalah orang yang bisa mengambil keputusan, bukan perwakilan,’’ ujar Mariyana Wandhira. Sementara itu, General Manager Island Management PT BTID I Made Sumantra hingga berita ini ditulis belum bisa dikonfirmasi. Pesan SMS yang dikirim ke nomor telepon selulernya belum dijawab. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

Anak-anak Makin Jarang Membaca Aksara Bali Denpasar (Bali Post) Kongres Kebudayaan Bali kembali digelar untuk ketiga kalinya di Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Senin (3/12) kemarin. Pelaksanaan kongres kali ini bisa dikatakan istimewa lantaran sudah ada payung hukum berupa Undangund a ng No m o r 5 T a hun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Selain itu, bertepatan pula dengan agenda Pemprov Bali menyiapkan RPJMD 2019-2023 sekaligus menyongsong Kongres Kebudayaan Indonesia pada 7-9 Desember mendatang. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Dewa Putu Beratha mengatakan, Kongres Kebudayaan Bali I dan II sebelumnya digelar tahun 2008 dan 2013 lalu. ‘’Catatan Belanda juga tahun 1920an pernah melaksanakan Kongres Kebudayaan Bali,’’ ujarnya. Menurut Beratha, kondisi faktual kebudayaan di masing-masing kabupaten/kota sebelumnya telah dipetakan dan terangkum dalam pokokpokok pikiran kebudayaan

daerah. Pokok-pokok pikiran itulah yang dipaparkan secara bergantian oleh kabupaten/kota dalam kongres. Utamanya mencakup 10 objek dan cagar budaya, yakni tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, permainan rakyat, olahraga tradisional, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, dan ritus. Kemudian, apa permasalahannya, apa langkah-langkah yang sudah dilakukan, serta rekomendasi. ‘’Masing-masing kabupaten/ kota memang menyampaikan ada kekhasan permasalahan sendiri-sendiri, tapi juga ada hal-hal yang sama. Misalnya, di dalam manuskrip, persoalan lontar. Sudah makin jarang ada anak-anak kita yang bisa membaca aksara Bali,’’ ujarnya. Minimnya anak-anak yang bisa membaca aksara Bali, lanjut Beratha, berpengaruh pada keberadaan lontar itu sendiri. Lontar menjadi kurang terpelihara lantaran jarang ada yang membaca. Selain manuskrip, permasalahan juga muncul pada tradisi lisan khususnya

masatua. ‘’Masatua itu kan bagus sekali. Di dalamnya berisi hal-hal yang bersifat pembelajaran moral, etika. Itu yang sudah makin hilang. Permainan tradisional, olahraga tradisional itu juga sudah semakin hilang. Termasuk juga teknologi tradisional, terutama terkait teknologi ke sawah,’’ imbuhnya. Beratha menambahkan, pemetaan ini akan dijadikan acuan untuk membuat kebijakan ke depan. Hasil kongres nantinya dirumuskan oleh tim kelompok ahli pembangunan bidang kebudayaan. Tidak hanya untuk dibawa ke Kongres Kebudayaan Indonesia, tetapi juga dijadikan pola dasar kebijakan pembangunan kebudayaan di Bali 20 tahun ke depan. Dalam hal ini, menjadi rencana induk pemajuan kebudayaan di Pulau Dewata yang mengadopsi visi Nangun Sat Kertih Loka Bali. Oleh karena itu, Kongres Kebudayaan Bali dimulai dengan penyusunan pokok-pokok pikiran kebudayaan daerah di kabupaten/kota. Sebelum

akhirnya dikompilasi menjadi pokok-pokok pikiran kebudayaan daerah provinsi. ‘’Tentu ini akan diimplementasikan lagi dalam program kegiatan setiap tahun, baik di Dinas Kebudayaan Provinsi Bali maupun kabupaten/kota di Bali. Kita harapkan semua program-program kegiatan di bidang kebudayaan itu betulbetul terintegrasi untuk mencapai tujuan perlindungan, pelestarian, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan k e b u dayaan,’’ tegasnya. (kmb32)

128 Tentara Ditarik dari Wilayah Perbatasan

Bali Post/ist

PRAJURIT – Para prajurit yang sempat bertugas di perbatasan RI-RDTL tiba di Pelabuhan Benoa, Denpasar.

Topik :

Bali Post/eka

Denpasar (Bali Post) Setelah setahun bertugas di wilayah perbatasan Republik Indonesia-Republik Demokratik Timor Leste (RI-RDTL), 128 anggota Kodam IX/Udayana

ditarik kembali dan tiba di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Minggu (2/12). Tentara yang tergabung dalam Satgas Intel dan Satgas Bantuan ini telah melaksanakan tugas operasi

pengamanan dengan baik di derah perbatasan RI-RDTL. Dikonfirmasi Senin (3/12) kemarin, Kapendam IX/ Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G. mengatakan, ke-

datangan prajurit ke home base diterima Asops Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf. Yana Bahtiar Mediana mewakili Pangdam Mayjen TNI Benny Susianto di Pelabuhan Benoa, Denpasar. Pangdam dalam amanatnya dibacakan Asops Bahtiar menyampaikan, pihaknya memberikan apresiasi dan penghargaan tinggi kepada segenap personel yang tergabung dalam Satgas Intel dan Satgas Bantuan telah dapat melaksanakan tugas operasi pengamanan dengan baik di derah perbatasan RIRDTL. Usai melaksanakan penugasan tersebut, Pangdam berharap kepada segenap personel segera menyesuaikan diri dengan kondisi satuan dan lingkungan masyarakat sekitar home base. Menaati aturan dan ketentuan yang berlaku, jangan sampai larut dalam kegembiraan yang berlebihan karena telah berhasil melaksanakan tugas. ‘’Bapak Pangdam menyampaikan untuk mengantisipasi dampak negatif yang mungkin timbul, agar kegembiraan tersebut dis-

alurkan dengan hal-hal positif dan sewajarnya,’’ ujarnya. Dengan berakhirnya penugasan di daerah operasi ini, katanya, tentu banyak pengalaman berharga yang sudah didapat selama kurun waktu satu tahun. Untuk itu, jadikan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi sekaligus untuk introspeksi dalam rangka mengembangkan kemampuan diri. Hal ini penting untuk dihayati dan disadari mengingat pelaksanaan tugas di masa mendatang akan semakin berat yang menuntut adanya sikap mental, disiplin, dedikasi dan semangat juang yang tinggi serta profesionalisme setiap prajurit. Selain itu, diharapkan para prajurit tersebut melaksanakan konsolidasi dan inventarisasi serta perawatan terhadap materiil, terutama senjata dan peralatan komunikasi serta laksanakan pembersihan yang maksimal agar memiliki usia pakai yang panjang. Jika ada material dan peralatan yang rusak atau hilang segera dilaporkan kepada komando atas. (kmb36)


Selasa Pon, 4 Desember 2018

BADUNG

3

Amankan Puspem, Pemkab Sewa Ratusan Satpam Mangupura (Bali Post) -

Ratusan satuan pengamanan (satpam) dikerahkan Pemkab Badung untuk menjaga Puspem Badung. Tak tanggung-tanggung, Pemkab menggelontorkan dana miliaran rupiah untuk menyewa 206 satpam yang akan ditugaskan selama 24 jam.

SATPAM - Salah seorang satpam memeriksa mobil yang akan memasuki Puspem Badung.

Pembangunan Perikanan Berkelanjutan

Kurangi Kemiskinan dan Gizi Buruk

Lebih lanjut dikatakannya, dengan banyaknya kesempatan berusaha, tentunya akan bisa mengurangi kemiskinan. Selanjutnya bila produksi perikanan meningkat, ikan menjadi sumber gizi, maka ikan yang menjadi sumber gizi tersebut bisa membantu mengurangi stunting. ‘’Mengurangi stunting jelas akan mengurangi kemiskinan,’’ katanya saat menghadiri workshop nasional tujuan pembangunan berkelanjutan SDGs No. 14, Senin (3/12) kemarin, di Kuta. Menurut Bambang, yang dibahas pada pertemuan ini nantinya akan menjadi masukan bagi Bappenas yang tengah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2020-2024. Pembahasan kali ini lebih kepada rencana lima tahun ke depan. ‘’Paling tidak kita ingin memastikan produksi perikanan kita adalah perikanan yang sudah berkelanjutan. Dalam arti, lingkungan di sekitarnya termasuk koralnya juga sudah terjaga dengan baik,’’ tegasnya. Selain itu, sektor perikanan dan kelautan juga diharapkan bisa memberikan nilai tambah bagi perekonomian. ‘’Untuk 2 0 2 0 2024 diharapkan tidak hanya memberikan nilai tambah untuk perikanan, namun juga untuk pariwisata dan sektor ekonomi lain,’’ Bali Post/edi katanya. (kmb23) Bambang Brodjonegoro

Mangupura (Bali Post) Pembangunan kelautan dan perikanan secara berkelanjutan harus terus dilakukan. Pembangunan yang diinspirasi oleh Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-14 ini tidak hanya akan berkontribusi atas program pengurangan kemiskinan dan stunting atau gizi buruk, namun juga bisa membantu meningkatkan ekspor. Menurut Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Prof. Bambang Brodjonegoro, upaya penguatan SDGs akan menumbuhkan tidak hanya aspek ekonomi, namun juga sosial dan kesehatan. Kalau berbicara SDGs 14, bila produksi ikan atau rumput laut meningkat, serta ada upaya menciptakan nilai tambah terhadap hasil perikanan kelautan, maka itu bisa menciptakan pekerjaan bagi banyak orang.

Bali Post/par

Kepala Bagian Umum Setda Badung I Nyoman Suardana saat dikonfirmasi, Senin (3/12) kemarin, membenarkan perihal tersebut. Menurutnya, pengadaan jasa pengamanan ini tengah dalam proses lelang di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Badung. Dalam dokumen yang terpampang di website LPSE, nilai pagu untuk belanja jasa keamanan kantor senilai Rp 9.763.238.738. Tender telah dilakukan sejak 29 November lalu. Anggaran ini juga termasuk pengadaan borgol, tongkat, mirror, metal detector dan alat komunikasi saluran langsung dua arah atau HT. Hingga kemarin, ada lima rekanan yang menyatakan berminat atas tender jasa keamanan kantor di Puspem Badung. ‘’Kami lakukan tender terbuka dulu. Nanti siapa pun pemenang tender, wajib menyiapkan tenaga keamanan sesuai dengan kebutuhan,’’

tegas Suardana. Pihaknya telah menjalin kerja sama dengan pihak ketiga untuk tenaga pengamanan sejak 2017. Kebutuhan tenaga keamanan di Puspem Badung berjumlah 206 orang. ‘’Ada yang jaga gedung perkantoran serta gerbang keluar-masuk Puspem Badung. Ini sudah dilakukan tahun lalu. Sekarang kami juga lakukan tender serupa dengan jumlah yang sama,’’ ucapnya. Diterangkannya, ratusan tenaga pengaman tersebut telah termasuk tenaga pengamanan di rumah jabatan Bupati dan Wakil Bupati Badung. ‘’Ini sudah termasuk di rumah jabatan, tidak ada berubah,’’ tegasnya seraya menambahkan, pengadaan tenaga keamanan berbeda dengan pengadaan tenaga kebersihan yang berada di bawah wewenang Bagian Perlengkapan dan Perawatan Setda Badung. (kmb27)

Wabup Suiasa ’’Mendem Padagingan’’ di Pura Puseh Getasan Serahkan Bantuan kepada Krama Desa Adat

WAKIL Bupati (Wabup) Badung I Ketut Suiasa menghadiri upacara melaspas lan mendem padagingan di Pura Puseh Desa Adat Getasan, Kecamatan Petang, Minggu (2/12). Upacara ini merupakan rangkaian dari karya mamungkah, mupuk padagingan, menawa ratna, tawur agung balik sumpah, mapeselang lan mapedanan yang puncaknya dilaksanakan pada Anggara Kasih Julungwangi, Selasa (11/12), di pura tersebut. Turut hadir pada kesempatan itu, Sekretaris Camat Petang I Gede Sudarwita, tokoh masyarakat I G.N. Kesuma Kelakan, I Gusti Lanang Umbara, I G.A. Inda Trimafo Yuda dan prajuru desa dan banjar se-Desa Adat Getasan. Wabup Suiasa pada kesempatan itu sempat mendem padagingan di salah satu kori agung pura tersebut. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan bersama. Manggala Karya I Ketut Sujana menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemkab Badung. Pas-

alnya, karya dengan tingkatan utama berupa mamungkah, mupuk padagingan, menawa ratna, tawur agung balik sumpah, mapeselang lan mapedanan di Pura Puseh Desa Adat Getasan bisa terlaksana berkat bantuan dan dukungan Pemkab Badung. Menurutnya, tahun ini Pemkab Badung telah memberikan bantuan untuk Pura Puseh Desa Adat Getasan berupa dana hibah Bupati Badung sebesar Rp 329 juta untuk pembangunan dan dana aci upakara dalam bentuk Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sebesar Rp 1,7 miliar lebih. Sementara dudonan atau rangkaian karya sudah dimulai sejak Anggara Kliwon Perangbakat atau 28 Agustus lalu hingga Ida Batara masineb pada Buda Pon Sungsang atau 19 Desember mendatang. Wabup Suiasa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi karena krama Desa Adat Getasan telah mampu melaksanakan karya dengan tingkatan utama. Upacara ini tidak hanya untuk ngerastitiang

atau mendoakan masyarakat dan Desa Getasan, tetapi juga Kabupaten Badung. Dirinya bersama Bupati Giri Prasta akan senantiasa membantu segala yang menjadi kebutuhan masyarakat, apalagi dalam kaitannya dengan pelestarian seni, adat, budaya dan agama Hindu. ‘’Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Badung siap membantu segala kebutuhan masyarakat Badung, apalagi untuk melaksanakan yadnya yang tulus dan suci,’’ ujarnya. Suiasa pun berharap karya yang dilaksanakan di Pura Puseh Desa Adat Getasan ini selain untuk nunas kerahayuan jagat juga sebagai ajang kebersamaan, meningkatkan persatuan dan kesatuan antarkrama desa. Sebagai bentuk bukti dukungan dan bantuan Pemkab Badung, di akhir acara Wabup Suiasa secara simbolis menyerahkan bantuan hibah sebesar Rp 329 juta dan dana BKK sebesar Rp 1,7 miliar kepada manggala karya yang disaksikan oleh seluruh prajuru dan krama Desa Adat Getasan. (ad083)

KARYA - Rangkaian karya di Pura Puseh Desa Adat Getasan, Kecamatan Petang, Minggu (2/12) lalu, yang dihadiri Wabup Badung I Ketut Suiasa.

Bali Post/par

ATLET - Tiga atlet sepak bola dari Badung yang masuk Timnas U-15.

Tiga Putra Badung Berlaga di IFC Mangupura (Bali Post) – Tiga putra Kabupaten Badung masuk Tim Nasional (Timnas) melawan 12 tim dari sembilan negara dalam turnamen sepak bola U-15 internasional, Bali International Football Championship (IFC) 2018. Bali IFC merupakan kali pertama diselenggarakan oleh Kemenpora yang berlangsung di Pecatu, Kuta Selatan mulai 1 hingga 8 Desember mendatang. Ketiga atlet sepak bola tersebut merupakan pemain PS Badung yang menjuarai Piala Suratin Rayon Bali. Mereka adalah Kadek Dwi Indra Prasta dari Susila Putra Sibang Kaja yang merupakan siswa SMAN 1 Abiansemal, I Kadek Dwiki Mahendra Yunarta dari Putra Perkanti Jimbaran yang merupakan siswa SMPN 1 Kuta Selatan dan Loode Moh Febrian dari Mumbul FC Nusa Dua yang juga siswa SMKN 1 Kuta Selatan. Kegiatan tersebut bekerja sama dengan Pemkab Badung. Dari 12 tim yang akan turun, tuan rumah Indonesia mengirimkan dua tim, yaitu Timnas Pelajar hasil seleksi

dari Piala Menpora U-14 yang diarsiteki Firman Utina serta Bara FC yang merupakan gabungan pemain dari SKO Ragunan dan pemain Bali yang dilatih oleh Bambang Warsito. Sedangkan tim dari luar negeri berasal dari Australia, Jepang, Tiongkok, Thailand, Korea Selatan, Filipina, Malaysia dan Singapura. Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa usai membuka Bali IFC 2018, Minggu (2/12) malam, berharap turnamen ini bisa menambah jam terbang dan pengalaman bagi pemain muda. Selain itu, bisa memberikan pengalaman dengan pemain yang beda postur. ‘’Dengan adanya turnamen ini, kami berharap pemain bisa memaksimal kesempatan yang ada mengingat turnamen ini berkelas,’’ katanya. Kadek Dwi, atlet sepak bola asal Sibang Kaja, bersyukur bisa terlibat dalam pertandingan bertaraf internasional tersebut. ‘’Mudah-mudahan apa yang kami perjuangkan bisa mengharumkan tanah kelahiran kami,’’ ucapnya. (kmb27)

Prospektif, Pemkab Genjot Budi Daya Ikan Air Tawar PIP Badung 2018 Sasar Subang dan Purwakarta Mangupura (Bali Post) Pekan Informasi Pembangunan (PIP) Badung 2018 akan berupaya menggali kiat pengembangan budi daya ikan air tawar seperti lele, mujair dan nila. Untuk itu, PIP menyasar dua kabupaten di Jawa Barat, yakni Subang dan Purwakarta. Hal tersebut terungkap saat pembukaan PIP Badung 2018 di rumah jabatan Bupati, Puspem Badung, Senin (3/12) kemarin. Hadir pada pembukaan tersebut, Wakil Bupati Badung Drs. I Ketut Suiasa, S.H., Wakil Ketua DPRD Badung Nyoman Karyana dan Made Sunarta, Asisten I Setda Badung I.B. Yoga Segara, Kepala Dinas PUPR I.B. Surya Suamba, Plt. Kadis Pertanian Oka Swadiana, Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniartha, Kabag Umum Nyoman Suardana, peternak dan sejumlah petugas penyuluh pertanian (PPL). Acara ini juga melibatkan wartawan

media cetak dan elektronik. Ketua Panitia yang juga Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniartha mengungkapkan, tema PIP 2018 yakni ‘’Pengembangan Budi Daya Ikan Air Tawar guna Mendukung Ketahanan Pangan di Kabupaten Badung’’. Sebagai daerah tujuan wisata, katanya, Badung memerlukan ketahanan pangan, salah satunya ikan air tawar. Menurutnya, kebutuhan ikan air tawar cukup besar. Namun sampai kini peternak Badung belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Selain untuk konsumsi wisatawan, kebutuhan bagi masyarakat lokal juga cukup tinggi dengan berkembangnya aneka kuliner yang menggunakan ikan air tawar sebagai menu sajian. ‘’Karena itu, budi daya ikan air tawar sangat prospektif dalam rangka meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,’’ tegasnya. Menurut mantan Camat

Abiansemal ini, kegiatan ini juga melibatkan kalangan wartawan dari media cetak maupun elektronik. Hal ini sebagai bentuk sinergi pemerintah dengan media dalam pembangunan. Dengan momen ini, tegasnya, media akan dilibatkan langsung dalam pembangunan yang dirancang pemerintah mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. ‘’Di dalamnya tentu saja ada unsur pengawasan maupun peluang untuk memberikan masukan terkait sebuah program,’’ katanya. Dalam sambutannya sebelum membuka PIP Badung 2018 ini, Wabup Badung Drs. Ketut Suiasa, S.H. menyatakan, ketahanan pangan merupakan salah satu kebijakan strategis yang dirancang Pemkab Badung. Selain beras dan bahan pangan lainnya, ketersediaan ikan air tawar juga sangat dibutuhkan baik untuk konsumsi wisatawan

maupun warga lokal. Karena kebutuhan sangat tinggi, budi daya ikan air tawar sangatlah prospektif. Hal ini didukung lagi oleh potensi dan sumber daya manusia (SDM). Selama ini, tegas pejabat asal Kuta Selatan tersebut, kebutuhan ikan air tawar Badung banyak didatangkan dari luar daerah. Salah satunya Banyuwangi. ‘’Karena potensi inilah, Badung layak mengembangkan budi daya ikan air tawar,’’ katanya. Selain mendorong budi daya, ungkap mantan Wakil Ketua DPRD Badung tersebut, Pemkab Badung juga memberikan pendampingan dalam pemasaran maupun pengolahan. ‘’Kami akan memberikan pendampingan mulai hulu hingga hilir,’’ katanya. Terkait terlibatnya pers dalam kegiatan ini, Suiasa menyatakan, Pemkab Badung memberikan ruang besar kepada pers untuk terlibat dalam proses pembangunan.

Bali Post/dir

PIP - Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa memberikan pengarahan kepada peserta saat pembukaan PIP Badung 2018 di rumah jabatan Bupati, Puspem Badung, Senin (3/12) kemarin. ‘’Kami menjadikan pers sebagai pelaku utama, tak lagi sekadar sublematif,’’ tegasnya. Kebutuhan ikan air tawar untuk Badung mencapai 5-8 ton per hari. ‘’Produksi masih

sangat jauh dari kebutuhan,’’ tambah Plt. Kepala Dinas Pertanian Badung Oka Swadiana. Dipilihnya Subang dan Purwakarta, menurutnya, karena kedua kabupaten ini

telah sukses membudidayakan ikan air tawar termasuk pembenihannya. Kedua kabupaten ini memiliki kolamkolam ikan air tawar yang cukup luas. (dir)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

LPPM Unud Gelar Pengabdian Berbagai Disiplin Ilmu di Desa Selumbung

LEMBAGA Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Udayana (LPPM Unud) menggelar pengabdian terpadu kepada masyarakat di Desa Selumbung Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem. Kegiatan pengabdian ini berlangsung selama dua hari, mulai Jumat (30/11) hingga Sabtu (1/12). Pengabdian yang dilakukan berupa grup diskusi bidang pariwisata, penyuluhan kesehatan masyarakat, kegiatan kesehatan hewan ternak, pemasangan pipa air minum, penyemaian bibit pisang sehat, dan penanaman bibit kelapa. Seluruh pengabdian ini melibatkan mahasiswa dan akademisi berbagai fakultas dan program studi (prodi) di lingkungan Unud. ‘’Kita berusaha meningkatkan usaha masyarakat ke arah kesejahteraan. Kami lihat Desa Selumbung sedang menggeliat, makanya kita masuk di sini (pengabdian di desa - red) dari beberapa disiplin ilmu untuk meningkatkan kemampuan atau teknologi masyarakat di sini (Desa Selumbung - red),’’ tandas Ketua LPPM Unud Prof. Dr. Ir. I Gde Rai Maya Temaja, M.P. saat ditemui di Denpsar, Senin (3/12) kemarin. Sementara itu, dosen Fakultas Pariwisata Unud Agus Muriawan Putra mengatakan Desa Selumbung memiliki banyak potensi wisata, namun pengemasan potensi wisata tersebut belum maksimal. ‘’Desa Selumbung banyak sekali memiliki potensi. Hanya potensi itu belum digarap sesuai teknik-teknik pengemasan yang ada, sehingga dengan adanya program pengabdian ini, kita bisa melihat dan membantu masyarakat melakukan kegiatan pengemasan tersebut,’’ jelasnya. Menurut Agus, pengemasan potensi wisata ini mengarah pada implementasi sapta pesona, yakni mengembangkan desa wisata ses-

PENGABDIAN - LPPM Unud menggandeng mahasiswa dan dosen dari berbagai disiplin ilmu di lingkungan Unud guna melakukan kegiatan pengabdian di Desa Selumbung Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem. uai potensi wisata yang dimiliki. Pengembangan desa wisata ini turut melibatkan kelompok sadar wisata di Desa Selumbung, serta masyarakat. Tidak hanya pengemasan potensi wisata, LPPM Unud melaksanakan pengobatan gratis bersama tiga orang dokter, analisis laboratorium, dan anggota staf lain dari Fakultas Kedokteran. Pelayanan yang diberikan berupa pelayanan kesehatan, pengobatan, serta pemeriksaan laboratorium di lingkungan Banjar Tengah. Selain itu, LPPM Unud juga memberikan pelayanan kesehatan hewan dengan menggandeng Fakultas Kedokteran Hewan dan Kelompok Ternak Simantri Desa Selumbung. Tim pengabdi juga memberikan penyuluhan kepada warga tentang menajemen peternakan, terutama penyediaan pakan ternak. Pengabdian dilanjutkan dengan perencanaan dan pemasangan pipa dari mata air. Jika sebelumnya masyarakat hanya menggunakan selang untuk mengalirkan air, maka melalui pen-

gabdian bersama Fakultas Teknik ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih. LPPM Unud turut menggandeng Fakultas Pertanian dengan melakukan penyemaian bibit pisang untuk mendapatkan hasil yang baik dan mudah dibudidayakan. Menurut Made Sudana, dosen Fakultas Pertanian, iklim di Desa Selumbung dirasa cocok mengembangkan budi daya pisang, sehingga masyarakat dilatih membuat bibit dari bonggol. Pengabdian ditutup dengan penanaman bibit pohon kelapa yang disumbangkan pihak LPPM Unud sebanyak 800. Di pihak lain, Perbekel Desa Selumbung I Wayan Sudiarka mengatakan masyarakat merasa memiliki pengalaman dan ilmu baru melalui pengabdian LPPM ini. ‘’Ke depan akan kami aplikasikan. Kami juga perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak, baik akademisi termasuk juga para ahli yang membidangi, pemerintah, dan lain sebagainya,’’ ujarnya. (ad085)

Tinjau Kinerja Organisasi, DPD REI Bali Gelar Rakerda 2018

DPD Real Estate Indonesia (REI) Bali, Senin (3/12) kemarin menggelar kegiatan Rakerda REI Bali 2018 di Westin Hotel Nusa Dua. Dengan mengambil tema ‘’Mempererat Sinergitas Pemerintah Daerah dan Perbankan Bersama DPD-REI Bali dalam Mewujudkan Perumahan Rakyat’’. Menurut Ketua DPD REI Bali Pande Agus Permana Widura didampingi Ketua Panitia I Made Indrawan, S.H., rakerda ini digelar untuk meninjau kinerjakinerja organisasi selama ini untuk mendapatkan hasil yang lebih baik lagi ke depannya. Terutama dalam kaitan mengatasi permintaan rumah (backlog) yang terjadi di Bali. Tahun ini, DPP menargetkan sebanyak 3.500 unit rumah bersubsidi per tahunnya. Namun pihaknya baru bisa merealisasikan sebanyak 2.000-an unit. Kondisi ini, menurutnya, dikarenakan adanya beberapa kendala yang dihadapi developer di Bali. Seperti mengenai mahalnya lahan di Bali. Untuk itu, ke depan pihaknya berharap bisa mendapat solusi agar tetap bisa menyediakan perumahan rakyat dengan harga yang terjangkau. Selaku Ketua DPD REI Bali, pihaknya menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin selama ini dengan pihak pemerintah, perbankan dan pihak lain. Selain itu juga atas dukungan terhadap pembangunan perumahan rakyat bersubsidi. ‘’Ini juga diharapkan bisa berlanjut terus di masa depan. Karena tujuan dan cita-cita kita sama yaitu bersinergi demi terwujudnya perumahan rakyat dan menekan backlog di Bali yang mencapai jumlah 200.000 rumah,’’ ujarnya. Permasalahan backlog, diakui

Selasa Pon, 4 Desember 2018

Hari Bakti PU Ke-73

Bangun Infrastruktur, Mempersatukan Bangsa UPACARA bendera memperingati Hari Bakti PU ke-73 digelar Dinas PU dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bali di halaman kantor setempat, Senin (3/12) kemarin. Tahun ini Hari Bakti PU mengangkat tema ‘’Bakti PUPR Bangun Infrastruktur Mempersatukan Bangsa’’. Di Bali sendiri telah dilakukan beberapa kegiatan seperti bersih-bersih pantai, penghijauan, hingga kunjungan ke panti asuhan. Dengan kata lain, PUPR tidak saja melakukan pembangunan infrastruktur secara fisik, tetapi juga ada upaya pemeliharaan lingkungan, termasuk mengamankan sumber mata air. ‘’Jadi mengamankan sumber-sumber mata air, sebab ke depannya air itu akan menjadi satu barang atau benda yang sangat mahal dan cukup berharga. Untuk itu, telah dilakukan penghijauanpenghijauan,’’ ujar Kepala Dinas PU dan Penataan Ruang Provinsi Bali I Nyoman Astawa Riadi usai menjadi inspektur upacara. Lebih lanjut dikatakan, Kementerian PUPR sangat membantu Bali dalam membangun infrastruktur berkaitan dengan kelangsungan sumber mata air yang membutuhkan dana besar. Yakni Waduk Titab, dan selanjutnya juga akan dibangun Waduk Sidan dan Waduk Tamblang. Kedua waduk ini bahkan menjadi pekerjaan besar yang akan digarap di 2019. Dengan harapan, waduk-waduk sebagai tempat penampungan air tersebut dapat dimanfaatkan untuk keperluan masyarakat. ‘’Selain itu juga dibantu pembangunan-pembangunan jalan berupa shortcut Mengwitani-Singaraja yang sedang berproses,’’ imbuh Astawa Riadi. Sambutan Menteri PUPR yang dibacakannya saat upacara juga menekankan agar jajaran PUPR fokus menyelesaikan pekerjaan yang sudah diprogramkan pada akhir tahun 2018. Termasuk menjaga komitmen untuk mencapai prognosis 93 persen sesuai target dalam Rakortas Kementerian PUPR, November lalu. Terkait hal ini, Astawa Riadi menyebut semua kontrak kerja infrastruktur di Bali sudah dilakukan serah terima. Pihaknya berharap di akhir tahun ini seluruhnya sudah terselesaikan.

HARI BAKTI - Upacara bendera memperingati Hari Bakti PU ke73 yang digelar Dinas PU dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bali di halaman kantor setempat, Senin (3/12) kemarin. Khusus untuk infrastruktur jalan, memang lebih banyak dilakukan upaya pemeliharaan. Terlebih di bulan Desember sudah memasuki musim hujan. ‘’Kondisi jalan di Bali 83 persen mantap, sisanya perlahan sesuai dengan pendanaan,’’ pungkasnya. Di tempat terpisah, Kepala Balai Wilayah Sungai Bali-Penida I Ketut Jayada menggarisbawahi sambutan menteri yang mengharuskan seluruh pejabat dan insan PUPR mampu menjadi infrastructure manager, bukan construction manager. Keduanya memang memiliki perbedaan signifikan. Construction manager hanya sekadar membangun proyek hingga 100 persen jadi. Sementara infrastructure manager harus bisa melakukan perencanaan sesuai kebutuhan, sehingga ada konektivitas dan sinergitas yang terbangun. Di samping pembangunan yang dilakukan menjadi tidak mubazir. ‘’Umpama di bidang pengairan, harus menjadi infrastructure manager, kebutuhan air irigasi berapa, kebutuhan air minum berapa, apa yang harus dibangun, seperti itu harapan menteri,’’ jelasnya. Koordinator Satker Cipta Karya Provinsi Bali Ida Bagus Lanang Suardana mengatakan, membangun infrastruktur untuk mempersatukan bangsa memiliki makna yang

sangat luas. Cipta Karya, misalnya, bertugas melanjutkan apa yang dilakukan Balai Wilayah Sungai Bali-Penida. Sebagai contoh dalam pembangunan waduk, pihaknya bertugas untuk mendekatkan air kepada masyarakat melalui pembangunan sistem penyediaan air minum. ‘’Di sisi lain, kami juga harus memperhatikan sanitasi. Di masingmasing kabupaten, sudah kami petakan masih ada zona merah. Artinya, sanitasinya masih buruk. Di zona-zona ini kami melakukan pendekatan agar masing-masing warga memiliki jamban,’’ imbuhnya. Lanang Suardana menambahkan, upaya pendekatan di masingmasing kabupaten/kota menyangkut pula program sanitasi lain. Tidak hanya bersifat on-site atau setempat seperti pembangunan jamban, tetapi juga bersifat terpusat, seperti sistem pengolahan air limbah DSDP yang pengolahannya terpusat di Suwung. Selain limbah cair, Cipta Karya pun menangani limbah padat atau sampah yang memang perlu penanganan serius. ‘’Beberapa potret tentang sampah di masing-masing kabupaten/kota untuk Bali memang kendalanya adalah penyiapan lahan untuk tempat pemrosesan sampah’’ jelasnya. (ad086)

BPR Lestari Rayakan HUT Ke-19

Aset Tembus Rp 5 Triliun

RAKERDA - Gubernur Bali Wayan Koster membuka Rakerda REI Bali 2018, Senin (3/12) kemarin di Nusa Dua. memang terjadi di kabupaten dan 178 ribu merupakan rumah nonkota. Terutama Buleleng, Jembra- subsisi. ‘’380 ribu lebih kontribusi na, Karangasem dan Tabanan. Per- kita terhadap pembangunan sejuta masalahan ini akan menjadi evalu- rumah,’’ ujarnya. asi pada rakerda ini. Selain itu, Gubernur Bali Wayan Koster strategi untuk menghadapi tahun yang hadir pada rakerda tersebut 2019 dan perkembangan properti mengatakan untuk di Bali memang juga akan dibahas. Di mana sep- ada beberapa hal yang harus menerti yang diketahui, permasalahan jadi perhatian serius dalam kaitan lahan yang mahal, tentunya harus pengembangan perumahan rakyat. bisa dicarikan alternatif untuk bisa Pertama, karena Bali ini sangat keterus menyediakan perumahan cil dan ada kawasan-kawasan yang dengan harga terjangkau. memang tidak boleh membangun. Sementara itu, Ketua Umum Meski demikian, tata ruang mengaDPP REI Soelaeman Soemawi- tur di mana boleh membangun dan nata mengatakan perlu membuat di mana tidak. rancangan agar bisa memasukkan Selain itu, kata Koster, Bali yang usulan supaya percepatan pemban- terkenal dengan budayanya, tentu gunan di Bali bisa dilaksanakan. juga bicara tertang keindahan. UnSecara nasional, baclock sebanyak tuk itu, pihaknya mengharapkan 11,4 juta. Tahun ini, satu juta agar dalam pembangunan tidak rumah sudah tercapai. Dikatakan, perlu menyeragamkan konsepnya REI sendiri sudah membangun dengan daerah lain di luar Bali. hampir sebanyak 380 ribu unit. ‘’Ini harus menjadi perhatian para Dari jumlah itu berarti 40 persen pengembang di Bali. Bagaimana program sejuta rumah nasional agar tetap memperhatikan unsur diselenggarakan oleh organisasi etika, estetika serta keindahan REI. Yang mana sebanyak 206.000 alam Bali dalam kewilayahannya,’’ merupakan rumah subsidi dan tegasnya. (ad084)

SERANGKAIAN perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19, keluarga besar BPR Lestari Bali (Member of Lestari Group) beramai-ramai datang ke Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (1/12) pagi. Para Lestarian atau karyawan BPR Lestari bersama keluarganya bergembira dan bersuka ria merayakan HUT BPR Lestari Bali yang jatuh pada 29 November 2018. Perayaan tahun ini bertemakan ‘’The Future Must Be Won’’. Tepat di usianya yang ke-19, BPR Lestari Bali mencatatkan milestones baru dengan membukukan aset sebesar Rp 5 triliun. ‘’Kehidupan yang besar dimulai dari mimpi yang besar. Kami bersyukur atas pencapaian tahun ini. Ini merupakan milestones untuk mimpi-mimpi kami selanjutnya. Apresiasi saya berikan atas kerja keras seluruh Lestarian,’’ ujar Pribadi Budiono, Direktur Utama BPR Lestari. Dalam perayaan itu, berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan puncak acara HUT BPR Lestari. Pada perayaan ini, sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain penampilan dari pemenang Lestari Games, terdapat perlombaan yang melibat-

HUT - Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 BPR Lestari Bali (Member of Lestari Group) berlangsung di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (1/12) pagi. kan anggota keluarga karyawan. Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada para Lestarian yang telah genap 10 tahun bekerja di BPR Lestari Bali. Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng oleh jajaran Komisaris dan Direksi dengan disaksikan seluruh Lestarian. ‘’Jika diibarat-

kan manusia, umur 19 tahun sudah masuk pada tahap peralihan menuju dewasa. Terima kasih kepada seluruh karyawan BPR Lestari yang sudah sama-sama berjuang dan bekerja keras selama ini. Apa yang dicapai hingga sekarang merupakan hasil dari kinerja semuanya,’’ tutup Pribadi. (ad087)

Senator RI Minta Perbekel Alokasikan Operasional Penyuluh

Wedakarna Kaget, 716 Penyuluh Bahasa Bali Belum Dapat Meja dan Kursi di Kantor Desa SIAPA sangka di tengah tingginya APBD Provinsi Bali, tetapi nasib para penyuluh bahasa Bali masih harus kekurangan fasilitas dalam mengabdi. Salah satunya saat ini para penyuluh bahasa Bali tidak memiliki meja dan kursi di kantor kepala desa/kelurahan masingmasing. Hal ini tentu menyulitkan para penyuluh bahasa Bali untuk menjalankan operasional seharihari. Mengingat kantor perbekel/ lurah menjadi homebase penempatan para penyuluh. Hal ini disampaikan I Made Muliarta, S.Pd. (Koordinator Penyuluh Bahasa Bali Tabanan) dan Putu Pande Suargita (Koordinator Penyuluh Bahasa Bali Karangasem) di hadapan Senator Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III. ‘’Kami meminta bantuan kepada Ajik Wedakarna karena sampai sekarang sebagian besar dari 716 penyuluh belum memiliki meja dan kursi di kantor desa. Jadi bisa dibayangkan, kami kesulitan membuat laporan. Kadang hanya duduk di sofa atau ruang tunggu kantor desa dan sibuk membawa berkas-berkas ke rumah. Selain itu, 716 penyuluh ternyata belum memiliki seragam, termasuk

tanda pengenal. Jadi ketika kami turun ke lapangan, kami agak sulit menjelaskan siapa kami. Termasuk kendala distribusi minyak sereh sebagai sarana konservasi lontar di desa-desa yang sangat kurang. Mohon agar Senator Wedakarna bisa membantu menyampaikan hal ini kepada Gubenur Bali,’’ kata Putu Pande yang mewakili ratusan penyuluh. Terhadap hal ini, Gusti Wedakarna mengaku kaget dan heran. Bahkan tidak menyangka jika hal-hal teknis dan infrastruktur dimaksud masih menjadi kendala. ‘’Saya senang bahwa penyuluh bahasa Bali sudah mendapatkan upah setara UMK dan itu masih lebih baik daripada nasib guru honor dan tenaga kontrak yang jauh di bawah UMK. Walau begitu, fasilitas seperti pengadaan meja dan kursi bagi penyuluh tentu sangat penting untuk operasional. Saya akan minta Gubernur Bali untuk bisa memenuhi harapan saudarasaudara, termasuk pengadaan meja dan kursi. Ibaratnya, hal yang begini seharusnya tidak usah sampai masuk ke Senator RI karena urusan kecil, tapi ini akan menjadi masalah besar ketika pejabat di daerah tidak

ASPIRASI - Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama ratusan penyuluh bahasa Bali di Tabanan dan Karangasem.

mampu mengurusi hal-hal yang sederhana ini. Saya minta 2019 agar penuhi terkait meja, kursi, seragam, ID card dan minyak lontar. Kami kirimkan rekomendasi resmi ke Gubernur,’’ ungkap Wedakarna. Selain itu, Wedakarna juga mendukung pelaksanaan Bulan Bahasa Bali agar tetap dilaksanakan sesuai jadwal yakni Februari 2019. Terkait itu, penyuluh bisa meminta alokasi anggaran dana ke desa adat melalui pembagian dana desa adat yang diberikan pemerintah rutin setiap tahun. ‘’Prinsipnya, penyuluh berhak meminta anggaran dana di desa. Salah satunya bisa memanfaatkan dana Rp 25 juta dari tambahan dana desa adat. Dan bisa juga dibantu dari dana operasional desa. DPD dan DPR-RI kan sudah berjuang agar transfer dana pusat APBN langsung ke desa yang sesuai amanat UU sejumlah Rp 1,4 miliar bisa dimanfaatkan. Apalagi ini urusan pelestarian bahasa Bali sudah ada Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018. Kalau sampai ada bendesa adat dan perbekel tidak mengalokasikan, ya… namanya kebangetan. Termasuk belum urusan meja dan kursi di kantor desa dan lurah. Masak hal begini sampai

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

harus sampai di telinga Senator RI. Inilah ketimpangan teknis yang terjadi saat ini dan harus diperbaiki ke depan. Tapi curhat para penyuluh ini saya hargai, karena mereka sudah memanfaatkan saluran yang ada sesuai dengan UU MD3. Saya ingin lembaga negara DPD tidak berjarak dengan masyarakat. Kita bantu,’’ jelas Gusti Wedakarna. Hal lainnya, Senator Wedakarna juga mendukung harapan dari para penyuluh agar di masa depan mereka yang saat ini berstatus tenaga kontrak bisa diangkat menjadi ASN. ‘’Harus optimis ya, saya kasi contoh dulu saat ratusan bidan dari Bali berjuang menjadi ASN. Kita dari DPD-RI mendampingi dan beri rekomendasi. Dan 2018 ini sudah menjadi PNS tanpa tes. Tunggu momentum saja, dan jika keadaan keuangan negara memungkinkan, pasti akan dipertimbangkan. Yang penting laksanakan swadharma sebagai penyuluh dengan sebaikbaiknya. Karena penyuluh bahasa Bali adalah ujung tombak budaya Bali dan agama Hindu. Ini perjuangan Satyagraha,’’ tambah Senator Wedakarna yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta ini. (ad089)


daerah

Selasa Pon, 4 Desember 2018

5

Penerbangan Banyuwangi-Kuala Lumpur Dijadwalkan Tiga Kali Seminggu

Bali Post/udi

BANDARA - Aktivitas Bandara Banyuwangi.

Tender Obat ARV Tersendat

Harga Beli di Indonesia Tertinggi di Dunia Denpasar (Bali Post) Pada 1 Desember merupakan peringatan Hari AIDS Sedunia. Namun, di balik gegap-gempita peringatan itu, Indonesia AIDS Coalition (IAC) justru mengkhawatirkan situasi akses pengobatan bagi ODHA saat ini. Karena tidak tercapainya kesepakatan proses pengadaan obat melalui tender antara pemerintah dengan perusahaan farmasi. Pada April 2018 terdapat pembaruan pada rejimen antiretroviral (ARV) untuk mengobati dan mencegah infeksi HIV. WHO merekomendasikan dolutegravir (DTG) sebagai pilihan alternatif pengganti EFV (Efavirenz) untuk ART (antiretroviral therapy) kini pertama yang memiliki efikasi yang lebih tinggi, mengurangi efek samping, harga yang sangat terjangkau. Untuk versi generik harganya USD 75/pasien/tahun. Monitoring ARV Officer IAC Resputin mengatakan hingga hari ini proses tender pengadaan obat ARV jenis Tenofovir, Lamivudine, dan EFV (TLE) tidak berjalan mulus. Hal itu akibat tidak adanya kesepakatan harga antara pemerintah dan perusahaan farmasi yang memiliki izin edar obat tersebut yaitu PT Kimia Farma dan PT Indofarma. Selama ini, harga obat ARV jenis TLE yang dibeli pemerintah Indonesia sangat mahal. ‘’Ini adalah harga beli obat ARV yang tertinggi di dunia,’’ ujarnya. Berdasarkan data yang dikumpulkan LSM IAC, harga beli pemerintah untuk obat ARV jenis TLE ini tercatat di tahun 2016 mencapai harga Rp 385 ribu per botol. Sementara berdasarkan dokumen resmi dari agen pengadaan internasional, harga obat ini di pasaran internasional hanya berkisar USD 8 - 9 per botol atau sekitar Rp 115 ribu per botol. ‘’Artinya, ada selisih sekitar Rp 270 ribu per botol, keuntungan yang masuk ke perusahaan BUMN farmasi selama ini,’’ ungkapnya, Minggu (2/12). Lambatnya proses tender obat ini pada akhirnya memunculkan kekhawatiran yang selama ini diprediksi IAC yaitu kekosongan obat TLE di beberapa daerah. Berdasarkan pantauan ARV Community Support (ACS) di 23 distrik, ketersediaan obat TLE sudah banyak yang kosong di beberapa daerah. Seperti Deli Serang, Surabaya, Kota Tangerang, Depok, Bekasi, Tangerang Selatan dan beberapa daerah lain stok mulai menipis. Hal ini menimbulkan kekhawatiran ODHA terkait ketersediaan obatnya. ‘’Di saat kami mengkhawatirkan ketersediaan obat ARV bagi teman-teman ODHA, beberapa waktu lalu IAC dikejutkan dengan kabar mengenai dugaan korupsi pengadaan obat ini. Diduga ada penggelembungan harga atau prosedur pengadaan tidak jelas berdasarkan informasi dari Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Agung,’’ ungkapnya. Seperti diketahui, ODHA dapat memiliki kualitas hidup yang baik jika meminum obat ARV. Apalagi obat ini harus diminum seumur hidup. Maka dari itu Kementerian Kesehatan harus menyegerakan proses tender obat ARV ini dan perusahaan farmasi, tentunya harus mengenyampingkan profit dibandingkan nyawa puluhan ribu ODHA. Direktur LSM IAC Aditya Wardhana menambahkan, pemerintah dalam hal ini harus serius menangani kasus dugaan korupsi obat ARV. ‘’Jika benar terjadi dugaan tersebut tentunya bukan hanya pemerintah yang dirugikan namun puluhan ribu ODHA lainnya yang belum mendapatkan akses obat. Mereka menantikan untuk dapat berobat, namun karena keterbatasan ketersediaan obat akhirnya menghambat untuk mendapatkan akses pengobatan,’’ ujarnya. Dalam situasi ini, IAC mengimbau pemerintah agar mempercepat proses tender obat TLE, sehingga akses obat bagi ODHA tetap terjamin. Serius dalam menyelesaikan dugaan korupsi obat ARV sehingga tidak merugikan pemerintah dan ODHA. Menggunakan posisinya sebagai pemerintah supaya perusahaan farmasi tidak mementingkan keuntungan di balik nyawa ODHA. Mendorong ketersediaan pilihan obat ARV yang lebih berkhasiat seperti Dolutegravir, sehingga ODHA memiliki pilihan dalam pengobatannya dan dapat terus memiliki kualitas hidup yang baik. (kmb42)

komunikasi dan metal detector. Tinggal dipasang saat terminal selesai renovasi,’’ terangnya, Senin (3/12) kemarin. Sementara itu, Executive General Manager Bandara Banyuwangi Anton Marthalius menjelaskan, saat ini pembenahan gedung terminal internasional terus dikebut. Targetnya, 12 Desember sudah mencapai 90 persen. ‘’Kami pastikan semuanya berjalan dengan baik, sarana-prasarana kelengkapan penunjang terminal internasional bisa masuk secara bertahap. Sehingga pada awal Desember ini sudah bisa dilakukan verifikasi oleh Kementerian Perhubungan,’’ ujarnya. Di pihak lain, Vice President (VP) Citilink Tenten Wardaya mengatakan izin slot penerbangan dari Malaysia sudah didapatkan. Citilink mendapatkan slot penerbangan Kuala Lumpur – Banyuwangi di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) Terminal 2. Penerbangan menggunakan pesawat Airbus 320, kapasitas 180 penumpang. Penerbangan bakal ditempuh dua jam 30 menit. ‘’Rencananya, kami terbang seminggu tiga kali,’’ pungkasnya. (udi)

Terlibat Kasus 5 Kg Ganja

Albertus Dituntut 14 Tahun Penjara

Denpasar (Bali Post) Dinilai terbukti bersalah dalam penyalahgunaan ganja yang beratnya mencapai 5.266,89 gram atau 5 kilogram lebih, terdakwa Albertus Novi (29), Senin (3/12) kemarin dituntut pidana penjara selama 14 tahun. Jaksa juga menuntut terdakwa membayar denda sebesar Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan. Dalam surat tuntutannya, jaksa menyatakan Albertus terbukti bersalah karena melakukan tindak pidana narkotika sebagaimana dalam dakwaan kedua yakni melanggar ketentuan Pasal 111 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009. Mendengar

tuntutan itu, terdakwa melalui kuasa hukumnya I Ketut Dodik Arta Kariawan akan mengajukan pembelaan yang akan diajukan dalam sidang berikutnya. Sebelumnya, Albertus ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional

Provinsi (BNNP) Bali pada 7 Juni 2018 sekitar pukul 15.40 Wita di Jalan Moh Yamin, Denpasar. Awalnya, terdakwa disuruh orang yang mengaku bernama Budi (DPO) untuk mengambil paket. Dalam tugas itu, terdakwa diberikan upah sebesar Rp 500 ribu per paket, dan terdakwa menyanggupinya. Kala itu terdakwa ditelepon petugas jasa pengiriman barang jika paket berisi baju dan tas atas nama pengirim Susi Boutique Sedond Shop yang beralamat di Jalan Limau Manis, Deli Serdang telah tiba. Beberapa

Hendak Pesta Ganja, Dua Pemuda Ditangkap

Denpasar (Bali Post) Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar menggerebek rumah kos di Jalan Majapahit, Kuta, Jumat (30/11) lalu. Di rumah kos tersebut, polisi menangkap dua pemuda yakni Pahala (32) dan Indra (33) saat hendak pesta ganja. Selanjutnya mereka dibawa ke Mapolresta Denpasar untuk diproses lebih lanjut. Kasatresnarkoba Polresta Denpasar Kompol Aris Purwanto, Senin (3/12) kemarin, mengatakan pengungkapan kasus ini berdasarkan pengaduan dari masyarakat. Disebutkan, di sekitar TKP kerap terjadi transaksi narkoba. Selanjutnya petugas melakukan pengintaian di kos-kosan tersebut. Setelah

melihat kedua pelaku melintas di jalan tersebut, langsung ditangkap. ‘’Saat digeledah tidak ditemukan barang bukti. Kedua pelaku lalu diajak ke kamarnya,’’ ujarnya. Ketika dilakukan pengeledahan di kamar kosnya, petugas menemukan satu paket ganja siap pakai dengan berat bersih 1,05 gram. Saat diinterogasi, pelaku mengaku membeli ganja tersebut dari temannya yang biasa dipanggil Mas. Pada hari yang sama, kata Aris, pihaknya juga menangkap tersangka Adi (26) dan Swastika (25) di Jalan Tukad Buaji, Denpasar Selatan. Polisi sudah mencurigai pelaku karena ada informasi mereka akan

Bali Post/ist

BARANG BUKTI - Kasatresnarkoba Polresta Denpasar Kompol Aris Purwanto menunjukkan barang bukti narkoba.

Terkait Kasus Pencurian BBM

Pemilik SPBU akan Dipanggil Penyidik Banyuwangi (Bali Post) Kasus pencurian bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di SPBU Dusun Kedungringin, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, terus didalami penyidik Polres Banyuwangi. Terbaru, penyidik mulai membidik pemilik SPBU bernomor 54.68433 tersebut. Diduga, pemilik SPBU berinisial Kr mengetahui aksi pencurian tersebut dari rekaman CCTV. Rekaman CCTV pengambilan premium tersebut juga sudah disita penyidik. Ternyata, aksi pengambilan premium tersebut sudah berlangsung empat bulan terakhir. Modusnya, mengambil premium ketika SPBU tutup. ‘’Kita sudah layangkan surat pemanggilan pemilik SPBU untuk memastikan apakah mengetahui aksi pengambilan premium itu atau tidak,’’ kata Kanit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Banyuwangi Ipda IGP Wiranata, Senin (3/12) kemarin. Perwira ini menjelaskan, pihaknya masih terus mendalami kemungkinan

Banyuwangi (Bali Post) Penerbangan dari Bandara Banyuwangi terus bertambah. Terbaru, rute penerbangan Banyuwangi-Kuala Lumpur segera dibuka. Ditargetkan sebelum akhir tahun. Dalam seminggu akan melayani tiga kali penerbangan. Chief of Air Traffic Development Angkasa Pura (AP) II Hufron Kurniadi mengatakan pihaknya terus memacu persiapan penerbangan internasional di Bandara Banyuwangi. Mulai terminal internasional, keimigrasian, kepabeanan, izin penerbangan rute internasional, dan penetapan bandara internasional dari Kementerian Perhubungan. Saat ini, lanjutnya, AP II tengah merenovasi terminal VIP Bandara Banyuwangi menjadi terminal internasional. Sejumlah alat untuk keperluan pembukaan terminal internasional juga sudah siap. ‘’Saat ini untuk mesin X-ray sudah stand by di Jakarta, sewaktu-waktu terminal sudah siap, alat langsung dikirim. Sedangkan check-in counter sudah ada di Banyuwangi, begitu juga peralatan keamanan. Seperti perlengkapan

keterlibatan pihak di luar SPBU terkait kasus ini. Pihaknya juga meminta keterangan saksi ahli dari Pertamina untuk menguatkan indikasi penyelewengan BBM bersubsidi. ‘’Kita sudah koordinasi dengan Pertamina. Intinya, penyidikan jalan terus,’’ pungkasnya. Menurut Wiranata, dari enam pelaku yang seluruhnya karyawan SPBU, sudah mengakui perbuatannya. Namun, keenamnya tidak dilakukan penahanan. Sebab, ancamannya di bawah lima tahun. ‘’Keenam pelaku hanya wajib lapor,’’ tegasnya. Sedangkan barang bukti 1.302 liter premium dititipkan di salah satu SPBU di Kota Banyuwangi. Para pelaku dijerat dengan Pasal 53 Undang-undang No. 22/2001 tentang Migas. Di tempat terpisah, Unit Manager Communication and CSR MOR V Jatim Bali Nusra Rustam Aji mengatakan, terkait kasus tersebut pihaknya menyerahkan proses penyidikan ke kepolisian. ‘’Pertamina Banyuwangi juga sudah

koordinasi dengan Polres setempat,’’ tegasnya. Diberitakan sebelumnya, Polres Banyuwangi membongkar praktik pencurian premium, Jumat (24/11) malam. Enam pelaku disergap. Masing-masing Endik (42), Supriyanto (63), Tri Lestari (33), Nizar (43), Edi Susanto (35) dan Sugiyono (40), seluruhnya karyawan SPBU. Terbongkarnya kasus ini berawal dari dipergokinya Pendik, warga Muncar, yang mengangkut tiga jeriken premium sekitar pukul 21.00 WIB, Jumat malam. Merasa curiga, polisi membuntuti pria ini. Ternyata, dia berhenti di sebuah jalanan sepi, tak jauh dari SPBU. Di situ Ismail, warga setempat, sudah menunggu. Dia juga membawa tiga jeriken premium. Masing-masing berisi 30 liter. Polisi langsung menyergapnya. Polisi juga mendapati barang bukti puluhan jeriken hasil curian yang disimpan di sekitar SPBU. Diduga, premium curian tersebut akan disalurkan ke penadah. (udi)

transaksi. Setelah ditelusuri ternyata mereka dipergoki melintas di TKP. Selanjutnya polisi langsung meringkusnya. Sesuai protap, petugas melakukan penggeledahan badan tetapi hasilnya nihil. Pemeriksaan dilanjutkan ke sepeda motor Honda Scoopy dan satu paket sabu-sabu seberat 0,11 gram ditemukan. Dari pengakuan mereka, barang terlarang tersebut akan dipakai bersama-sama. ‘’Mereka beli patungan dan penjualnya teman mereka bernama Dedy. Kasus ini masih kami kembangkan,’’ kata mantan Kasatreskrim Polresta Denpasar ini. (kmb36)

saat, terdakwa pun datang ke kantor tersebut. Sesampai di sana, terdakwa bertemu dengan petugas lalu menandatangani administrasi pengambilan paket tersebut. Saat hendak pergi meninggalkan kantor jasa pengiriman itu, terdakwa didatangi dua petugas BNNP Bali. Petugas lalu melakukan penggeledahan dan menemukan 1 paket kardus. Setelah kardus dibuka ternyata isinya enam paket berisi daun dan ranting kering ganja dengan berat keseluruhan 5.266,89 gram netto. (kmb37)


OPINI

6

Selasa Pon, 4 Desember 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Revolusi Mental untuk Revolusi Industri 4.0 LOMPATAN kemajuan teknologi demikian pesatnya. Ditandai sistem otomatisasi di hampir semua bidang, mulai dari produksi, distribusi, perdagangan, pemasaran dan lain-lainnya. Bahkan, lompatan teknologi informasi telah menghapus batas ruang dan waktu. Para pakar dunia menyebut ini sebagai Revolusi Industri 4.0 yang akan mengubah secara fundamental peradaban manusia. Perubahan itu demikian pesat dan cepatnya, sejalan dengan cepatnya lompatan kemajuan teknologi itu sendiri. Kita semua tentu sangat mahfum, keberadaan telepon genggam (seluler) yang menghapus pagar dan membangkrutkan para operatornya. Apalagi dengan segala kecanggihannya sekarang ini, keberadaan alat komunikasi ini telah membuat dunia benar-benar berada dalam satu genggaman. Sementara kemajuan teknologi di bidang produksi dan lain-lainnya, dipastikan mengubah nasib ratusan juta bahkan mungkin miliaran pekerja di seluruh dunia. Ini tidak lain dengan sistem otomatisasi yang menawarkan berbagai kemudahan, efisiensi, bahkan kemanjaan di segala lini. Karena itu, Revolusi Industri 4.0 harus diantisipasi semua pihak. Karena sesuatu keniscayaan, apa yang ada sekarang akan menjadi usang dan ditinggalkan pada saatnya nanti. Perlu revolusi mental semua pihak untuk menyiapkan diri menyambut dan menghadapi revolusi industri ini. Bali yang selama ini sangat mengandalkan sektor pariwisata, sudah merasakan hal itu. Masyarakat internasional yang mau menikmati Bali kini tinggal melihat di gadget canggih yang mereka pegang. Dari satu alat canggih ini, mereka bukan hanya bisa tahu tentang Bali. Mereka bisa langsung memesan kamar hotel, tiket pesawat, termasuk langsung melakukan transaksi pembayaran di gadget yang mereka pegang. Wisatawan backpacker (anggaran terbatas/ minim) pun sekarang membanjiri Bali. Sisi positifnya, daerah ini dengan berbagai keunikan dan seluk beluknya bisa langsung dikenal di seluruh dunia. Industri pariwisata sendiri, bisa menekan biaya yang harus dikeluarkan karena semua kini lebih sangat praktis, efektif, dan efisien. Tetapi jangan lupa, kemajuan teknologi ini meninggalkan jejak digital yang tidak lagi bisa dibohongi atau disembunyikan. Semua demikian terbukanya untuk diakses di seluruh dunia. Ini tentu harus diantisipasi seluruh komponen masyarakat, bagaimana menjaga Bali dalam rangkuman digital kemajuan teknologi ini. Mengingat, sedikit saja ada hal negatif tentang Bali akan terekam dan bisa langsung menyebar tanpa batas ruang dan waktu ke seantero jagat. Perubahan (Revolusi Industri 4.0) ini memang tidak bisa dihindari. Adat dan tradisi Bali pun tidak bisa menghindarinya. Seperti dialog Krisna dengan Bisma, sang waktulah yang akan mengubah semuanya. Kita semua tentu berharap perubahan itu ke arah yang lebih baik. Demikian halnya revolusi industri 4.0, kita harapkan membawa kemajuan ke arah yang lebih baik bagi Bali. Semua harus bisa mengikuti perubahan ini, tanpa harus hanyut di dalamnya. Melainkan, bisa menangkap dan memanfaatkan peluang yang ada dalam Revolusi Industri 4.0 ini. Selama ini, banyak yang menyebut mental orang Bali sebagai mental priyayi. Dalam artian, masih lebih menaruh gengsi di atas kenyataan yang ada. Sementara dalam Revolusi Industri 4.0 justru mengedepankan kecepatan dalam persaingan. Siapa cepat dia yang dapat, siapa yang menguasai teknologi dia yang mampu “menaklukkan” dunia. Mental masyarakat harus diubah dari “diperbudak” teknologi menjadi memanfaatkan teknologi sebaikbaiknya. Dari sekadar menikmati kecanggihan gadget (teknologi) menjadi memanfaatkan gadget untuk “menaklukkan’’ dunia.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Hindari Kampanye di Pura Politisi Bali diharapkan melakukan langkah politik yang cerdas dalam masa kampanye 2019. Jangan sampai karena kepentingan kekuasaan politik, elite politik Bali berseberangan dan melakukan manuver politik yang berpotensi menimbulkan konflik. Artinya, sebagai krama Bali, saya berharap agar para politisi mengelola politik dengan bijak dan melakukan kampanye politik dengan pendekatan yang benar. Jangan melakukan kampanye di tepat-tempat yang dilarang. Ini untuk membiasakan diri taat aturan. Jika sejak awal para calon wakil rakyat sudah taat aturan tentu saat menjabat tak akan gampang terjebak. Untuk itulah, lakukan kampanye politik yang membuat rakyat senang dan secara aturan tak melanggar. KPU dan Bawaslu juga harus sering turun ke lapangan. Jangan hanya sibuk mengurus administrasi para calon. Penting bagi Bawaslu melibatkan rakyat untuk menindak pelanggaran kampanye termasuk mengawasi politik uang menjelang pencoblosan. Dengan kekuatan dan personel yang terbatas, saya yakin Bawaslu kabupaten/kota tak akan sanggup melakukan monitoring terhadap ribuan caleg di Bali. Yang tak kalah jauh pentingnya adalah sosialisasi Pemilu 2019. Jangan beranggapan semua rakyat tahu akan hal ini. Proses dan teknisnya harus dijelaskan. Saya yakin dengan ribetnya proses pemilihan, karena banyaknya kertas suara prosesnya akan panjang dan memakan waktu. Potensi kesalahan dalam penghitungan suara juga sangat terbuka. Ini juga harus diantisipasi. Mudah-mudahan Pemilu 2019 berjalan damai, sehingga kita merasa aman dan nyaman. I Made Sugina Gianyar, Bali

Pembangunan Bali dan Era Revolusi Industri 4.0 Pada awal abad ke-16 dan 17, berkembang pemikiran di Eropa khususnya di Inggris, yang pada akhirnya banyak memengaruhi motivasi sebagian warga masyarakat Eropa untuk mewujudkan tantangan menjadi harapan dan peluang. Pemikiran tersebut diprakarsai oleh kaum merkantilis, yang berpandangan bahwa kalau ingin menjadi negara yang kuat dan maju, maka kuasailah emas sebanyak-banyaknya. Kemudian diikui pula oleh pandangan Thomas Robert Maltus yang menyatakan bahwa tingkat pertumbuhan jumlah penduduk akan mengikuti deret ukur dan tingkat pertumbuhan jumlah ketersediaan makanan akan mengikuti deret hitung.

Oleh

Dr. I Nyoman Sugawa Korry S.E., M.M., Ak.CA. rtinya, ketidakmampuan bumi menyediakan makanan kepada penduduknya sudah tentu menjadi tantangan yang serius, begitu juga kalau ingin mempunyai jumlah emas yang banyak, pastilah tidak akan bisa terpenuhi, karena di Inggris maupun di Eropa tidak banyak tersedia cadangan emas. Sebagai sebuah harapan dan tantangan, hal tersebut dijawab oleh mereka yang tergabung dalam barisan kaum optimis, melalui upaya memperkuat angkatan laut, untuk melindungi perdagangan laut dan internasional, revolusi di sektor pertanian dan revolusi di sektor industri, termasuk dengan emigrasi besar-besaran ke berbagai belahan dunia, seperti Benua Amerika dan Australia. Dengan jawaban seperti itu, mereka bisa menjadikan ancaman, tantangan, dan harapan menjadi peluang. Ilustrasi ini sengaja saya sampaikan untuk memberikan gambaran bahwa tidak ada sesuatu yang abadi di dunia ini kecuali perubahan itu sendiri. Perubahan adalah sebuah keniscayaan, dan harus dihadapi, bukan untuk dihindari, apalagi untuk dimusuhi. Mereka yang adaptif, membangun semangat optimis, akan mampu mengatasi perubahan. Bukan tergilas oleh perubahan itu sendiri. Begitu juga halnya dengan pembangunan di Bali, sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia dan sebagai bagian dari

dunia internasional, Bali tidak bisa lepas dari pengaruh perubahan yang sedang maupun yang akan terjadi. Setiap perubahan pastilah melekat di dalamnya ancaman dan tantangan, sekaligus harapan dan peluang. Untuk menjadikan ancaman, tantangan, dan harapan menjadi peluang, dibutuhkan pemikiran-pemikiran dan karya nyata kaum optimistis, yaitu kaum yang bersedia berada di zona ketidaknyamanan, melalui kerja nyata, penelitian berbagai bidang yang mampu melahirkan inovasi, kreativitas, proaktif, dan berani mengambil risiko, serta bertindak cermat untuk berusaha sebagai penyelesai masalah. Bukan kaum pesimistis, yang selalu ingin berada di zona nyaman, selalu memasalahkan masalah, serta menyuarakan berbagai ketakutan. Revolusi Industri 4.0 adalah konsekuesnsi logis dari perubahan sebagai sebuah keniscayaan. Diawali dari Revolusi Industri 1.0, dimulai pada paruh kedua abad ke-18, ketika penggunaan tenaga uap digunakan untuk mekanisasi produksi. Pergeseran dari masyarakat agraris menuju industri dimulai. Revolusi Industri 2.0, dimulai dengan fase industrialisasi abad ke-19 dan awal abad ke-20, yang ditandai dengan masifnya produk-produk manufaktur dan pabrikasi di Negara-negara maju. Revolusi Industri 3.0, dimulai sekitar tahun 1960 di mana perangkat-perangkat elektronik dan

teknologi informasi mendorong otomatisasi produksi. Selanjutnya, Revolusi Industri 4.0 lahir ketika dicetuskan dalam World Economic Forum (WEF) tahun 2015 oleh Kanselir Jerman Angela Merkel. Di samping itu pula, Klaus Schwab sebagai founder dari WEF terus mempublikasikan jargon revolusi industri 4.0 yang kemudian diikuti oleh para pemikir lainnya. Melalui Revolusi Industri 4.0, dengan dukungan kemajuan pesat di bidang teknologi, akan membawa kita pada transisi revolusi teknologi yang secara fundamental akan mengubah cara hidup, cara kerja, dan relasi organisasi dalam berhubungan satu dengan yang lain. Revolusi Industri 4.0 dicirikan oleh fusi berbagai teknologi yang mengaburkan batas dunia fisik, digital, dan biologi, dibangun berdasarkan asumsi dan perkembangan terakhir ekspansi horizontal teknologi digital yang meliputi cyber physical system (CPS), Internet of Thinks (IoT) big data, intelegensia buatan, robotik, serta aspek praktis yang mengikutinya, termasuk pabrik cerdas, 3D printing, otomatisasi, organisasi, kerja sama, mobilitas, distribusi, pasar, dan keterbukaan informasi berbasis digital. Di balik gegap-gempita dan ingar-bingar dan antusiasme kalangan pemikir aliran optimisme menyambut Revolusi Industri 4.0, dan sebagaimana layaknya sebuah revolusi, diperkirakan Revolusi

Industri 4.0 menyimpan jebakan yang sangat penting untuk diantisipasi. Hasil riset McKinsey & Company memperkirakan 47% pekerjaan akan menghilang dalam seperempat abad mendatang. Robot dan kecerdasan buatan bahkan menyingkirkan pekerjaan 800 juta tenaga kerja di seluruh dunia pada tahun 2030. Berbagai profesi juga akan menghilang, digantikan oleh kegiatan mesin. Teknologi canggih ini juga akan menyebabkan marginalisasi sejumlah kelompok, memperbesar kesenjangan ekonomi, memunculkan risiko keamanan, dan merusak hubungan antarmanusia. Tanpa persiapan dan antisipasi yang terarah, terencana dan berkelanjutan, efek negatif tersebut akan merusak optimisme Bali di dalam melanjutkan pembangunan serta upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bali. Pembanguan Bali saat ini dan pada masa yang akan datang, masih tidak lepas kaitannya dengan pembangunan tiga strategi sektoral yaitu, pembanguan pertanian dalam arti luas, pembangunan pariwisata dan pembangunan industri kecil, yang dilaksanakan konsisten berbasis budaya dan lingkungan. Saat ini sedang dimatangkan pengkajian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih menjadi bagian dari dokumen peraturan daerah yang segera akan dibahas dan disahkan bersama-sama denga DPRD Provinsi Bali. Memasukkan aspek antisipatif dampak Revolusi Industri 4.0 di dalam implementasi kebijakan pembangunan pertanian dalam arti luas, pembangunan sektor pariwisata dan pembangunan dan pengembangan industri kecil menjadi suatu keharusan, serta mencarikan solusi atas kemungkinan dampak negatif yang ditimbulkan oleh Revolusi Industri 4.0 seperti berkurangnya

kesempatan kerja, kemungkinan melebarnya kesenjangan ekonomi antarwilayah dan antarkelompok, risiko-risiko keamanan, rusaknya hubungan antarmanusia, serta kemungkinan rusaknya optimisme atas ‘’bonus demografi’’ yang kita miliki. Pemerintah daerah harus mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi lagi, oleh karenanya berbagai kemudahan dalam investasi bidang teknologi tinggi, termasuk industri pengolahan harus lebih diprioritaskan. Perbaikan iklim investasi hendaknya terus diperbaiki, upaya deregulasi, penegakan hukum dan kepastian usaha untuk meningkatkan daya saing lebih ditingkatkan. Dari semua hal di atas, pemerintah daerah, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat luas menghadapi potensi ancaman, tantangan, harapan dan peluang dengan semangat optimisme. Pemerintah daerah hendaknya mulai merancang pusat-pusat kawasan sains atau Science Techno Park, yang nantinya diharapkan mampu mendorong munculnya produk-produk inovatif, memperkuat daya saing di daerah, mendorong hilirisasi hasil riset dan teknologi sehingga bisa dimanfaatkan oleh pelaku industri. Dikembangkan upaya menciptakan kolaborasi ‘’Triple Helix’’ yaitu, pemerintah, universitas, dan korporasi untuk mengembangkan Pusat Pusat Kawasan Sains (Science Techno Park), sehingga pemerintah daerah akan terbantu dalam mensinergikan program Konsep Sistem Inovasi Daerah (SIDa), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan Rencana Pembanguanan jangka panjang Daerah, untuk kemajuan pembangunan di wilayah Provinsi Bali. Penulis, dosen Pascasarjana (MM) FE dan Bisnis Universitas Warmadewa, alumni Program Doktor Universitas Brawijaya

Mewujudkan Pemilu ”Santih Jagadhita’’ POJOK

PEMILU merupakan ajang untuk mengukur partisipasi politik dari masyarakat dalam rangka memilih pemimpin dan wakil-wakil di DPD maupun di DPR. Pemilu merupakan wujud proses demokrasi yang melibatkan seluruh masyarakat yang sudah dewasa. Pemilu 2019 adalah pemilu yang paling istimewa karena pemilu untuk pertama kalinya dilaksanakan secara bersamaan untuk memilih presiden dan wakil presiden serta memilih anggota DPDRI dan DPR-RI maupun DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Keberhasilan pemilu bukan sekadar keberhasilan dari pelaksanaannya yang aman, lancar dan damai. Keberhasilan pemilu tidak hanya diukur melalui prosesnya yang berjalan dengan baik, tetapi yang lebih penting dari itu adalah terpilihnya pemimpin (presiden dan wakil presiden) serta wakil-wakil rakyat yang mumpuni yang akan duduk di DPR dan DPD. Pemimpin dan wakil-wakil rakyat yang terpilih hendaknya memiliki karakter/jiwa kenegarawanan yang mampu menjaga NKRI, sebagai tiang negara, menegakkan hukum keadilan, dan memberi kesejahteraan kepada rakyat. Hal ini sebagaimana disebutkan didalam Ramayana XXIV. 82: Saka nikang rat kita yan wenang manut, manupadesa prih atah rumaksa ya, ksaya nikang papa nahan prayojana, jananuragadi tuwin kapangguha. Artinya: Sebagai tiang penyangga negara (pemimpin) maka Anda harus bisa menjadi teladan. Usahakan untuk menekuni ajaran agama dan menegakkan keadilan. Tujuannya adalah untuk membebaskan rakyat dari segala bentuk penderitaan. Dengan demikian, kesetiaan dan kecintaan rakyat pasti akan diperoleh. Pemimpin yang mampu menjaga NKRI, menegakkan supremasi hukum dengan baik dan mampu memberikan kesejahteraan kepada rakyat; maka dapat dipastikan pemimpin seperti itu akan dicintai oleh rakyat. Bila rakyat telah sejahtera lahir dan batin, maka kesetiaan rakyat kepada pemimpin atau kepada pemerintah akan tumbuh semakin tebal. Pemimpin atau pemerintahan yang seperti itu akan terwujud melalui pemilu yang demokratis, pemilu yang objektif, jujur, adil, dan tanpa ada kecurangan. Pemilu bukanlah pertikaian, bukan pula per-

Oleh

Dr. I Wayan Darma, M.Si. ang. Seperti yang sering diungkap oleh Presiden Joko Widodo, pemilu adalah ajang adu gagasan, adu ide, adu prestasi, dan adu rekam jejak. Pemilu adalah sebuah pesta yang menggembirakan, pesta yang diisi dengan keceriaan yang diikuti oleh setiap anggota masyarakat yang sudah dewasa, yang sudah memiliki hak pilih. Masyarakat bisa berbeda pilihan, berbeda warna atau berbeda partai, tetapi tetap mengutamakan rasa persatuan dan kesatuan sebagai bangsa Indonesia. Dalam hal ini sesanti yang ada pada budaya setempat maupun yang ada pada ajaran Hindu perlu dijadikan acuan. Seperti di Bali ada sesanti yang merupakan local genius sekaligus local wisdom yaitu paras-paros sarpanaya sagilik saguluk salunglung sabhayantaka, yang maknanya sebagai wujud rasa kebersamaan, rasa persatuan dan sepenanggungan dalam suka dan duka. Hal ini selalu menjadi acuan untuk tetap bersatu yang dibingkai dengan adat mulai dari ikatan tempekan, banjar maupun desa pakraman. Semua itu akan dapat membentengi dari perpecahan atau dari friksi perbedaan pilihan, perbedaan warna atau partai. Begitu pula di dalam agama Hindu dalam Chandogia Upanisad ada Tat Twam Asi (yang maknanya: Itulah Realitas yang tertinggi Dia adalah Jiwa Yang Agung dan Engkau, Aku adalah Kamu), Vasu Daiwa Kuthum Bakam (yang maknanyan: Kita semua adalah bersaudara). Itu semua adalah sesanti yang sangat ampuh yang perlu direvitalisasi dan direaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari, lebih-lebih dalam menjaga persatuan menjelang hajatan nasional Pemilu 2019. Pemilu yang diharapkan adalah pemilu yang santih & jagadhita. Pemilu yang santih adalah pemilu yang berlangsung sesuai dengan aturan, terlaksana dengan tertib, lancar, aman dan damai, menyenangkan serta tanpa ada kecurangan/ tanpa ada pengaduan. Sedangkan pemilu yang jagadhita adalah pemilu yang membahagiakan dan memberi harapan untuk kesejahteraan rakyat. Artinya, dari pemilu tersebut nantinya

terpilih pemimpin yang mumpuni dan terpilihnya wakil-wakil rakyat (di DPR & DPD) yang betul-betul representatif, memiliki kapasitas, kualifikasi, dan kompetensi yang memadai dalam rangka mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan rakyat. Untuk mewujudkan pemilu yang santih dan jagadhita memerlukan komitmen dan sinergi dari semua komponen. Adapun upayaupaya untuk mewujudkan hal tersebut dapat dilakukan melalui: Pertama, memantapkan pendidikan politik bagi generasi muda dan bagi pemilih pemula. Pendidikan politik di sekolah dapat dilakukan melalui mata pelajaran PPKn dan lintas mata pelajaran lainnya, terutama bagi pemilih pemula yang ada di jenjang SMA/ SMK. Kedua, semua komponen masyarakat, peserta pemilu dan penyelenggara pemilu harus menyadari atau menyamakan persepsi bahwa pemilu adalah pesta demokrasi yang diwarnai dengan kegembiraan/sukacita. Ketiga, memantapkan komitmen peserta pemilu, agar pemilu dapat berlangsung dengan lancar, aman dan tertib sesuai aturan; Sehingga pemilu terlaksana dengan objektif, jujur, tanpa ada kecurangan, siap menang dan siap kalah. Keempat, peserta pemilu hendaknya memegang teguh sikap kenegarawanan bahwa keutuhan NKRI adalah hal yang paling utama, bukan sekadar mencari kekuasaan, bukan pula sekadar bisa duduk di DPD atau di DPR dengan mengorbankan kesatuan dan persatuan Indonesia. Kelima, semua komponen penyelenggara dan pengawas pemilu, KPU, Bawaslu, Panwaslu, petugas dan pengawas di TPS termasuk saksi-saksi harus objektif, jujur, dan berintegriats. Terwujudnya pemilu yang santih & jagadhita pada pertengahan April 2019 mendatang merupakan harapan dari sebagian besar masyarakat yang mencintai NKRI. Pemilu yang demikian akan betul-betul bisa terlaksana bila semua komponen penyelenggara pemilu yakni KPU, Bawaslu, dan Panwaslu mulai dari Pusat sampai ke TPS-TPS melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik.

Anak-anak Bali jarang membaca aksara Bali. - Kehilangan identitas Bali. *** Menko Luhut bantah Indonesia hidup dari utang. - Berutang pada ibu pertiwi. *** Warga Serangan diminta keluarkan sapi dari lahan BTID. - Sapi tak tahu BTID tak lagi milik warga Serangan.

Penulis, pemerhati pendidikan, alumni Program S3 IHDN Denpasar, tinggal di Karangasem

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Selasa Pon, 4 Desember 2018

7

TABANAN

Pengelola Ulun Danu Beratan Sediakan Dua Tempat Berteduh Tabanan (Bali Post) Pengelola DTW Ulun Danu Beratan menyiapkan fasilitas tempat berteduh di sejumlah titik strategis. Hal ini guna mengantisipasi pembatalan kunjungan wisatawan saat musim hujan. Manajer DTW Ulun Danu Beratan Wayan Mustika, Senin (3/12) kemarin, mengatakan total dua tempat berteduh yang dibangun tahun ini. Fasilitas tersebut berbentuk bangunan saka pat. Dengan adanya tempat berteduh ini, diharapkan wisatawan dapat lebih nyaman

Bali Post/san

TEMPAT BERTEDUH - Guna menambah kenyamanan wisatawan yang mengunjungi DTW Ulun Danu Beratan, pengelola membangun dua tempat berteduh.

dalam menikmati pemandangan meskipun sedang hujan. ‘’Musim hujan memang berpengaruh terhadap kunjungan ke DTW. Diharapkan dengan adanya tempat berteduh di dua titik ini, tidak menyurutkan keinginan wisatawan untuk datang,’’ imbuh Mustika. Dia menyebutkan, tahun ini pihaknya menargetkan kunjungan 950.000 orang. Target ini naik 10 persen dari tahun lalu sebanyak 894.500 orang. Hingga akhir September, jumlah kunjungan sudah mencapai 920.000 orang. Dengan adanya momen libur Nataru, akan ada peningkatan sehingga target tercapai. Saat ini rata-rata kunjungan ke DTW Ulun Danu Beratan mencapai 2.500 orang per hari. Sebanyak 60 persennya adalah wisatawan domestik. (kmb24)

Ekspor Beras Merah Cendana Tahap II Dibatalkan Tabanan (Bali Post) -

Baru-baru ini keran ekspor beras merah cendana ke Amerika terbuka. Pengiriman tahap I sebanyak 10 ton sudah dilakukan pada Juli lalu. Sementara pengiriman tahap II sudah disiapkan. Namun sayang, ekspor tahap II yang sebanyak 15 ton dibatalkan. Hal ini lantaran ditemukannya kutu pada produk yang diekspor sebelumnya. Selain masalah kutu, beberapa syarat ekspor juga menjadi penyebab pembatalan. Pemilik UD Karya Sejahtera, perusahaan penggilingan padi yang mengekspor beras merah cendana, Wayan Sukaarta, mengungkapkan masalah kutu ini sebenarnya bermula dari permintaan eksportir yang tidak mau beras merah cendananya dikemas dengan cara divakum. Padahal, pihaknya sudah menyarankan beras dikemas dengan divakum. ‘’Mereka minta dikemas dengan menggunakan kampil dan plastik. Karenanya, sekarang dilaporkan ada kutunya. Selain itu, ada beberapa syarat ekspor yang membuat pengiriman dibatalkan,’’ ujar

Sukaarta, Minggu (2/12) lalu. Menurutnya, beras merah cendana yang dihasilkan Tabanan benar-benar dari pertanian organik yang tidak memakai zat kimia. Selain itu, kandungan nutrisi beras merah juga tinggi. Hal ini yang menyebabkan beras merah cepat diserang kutu jika tidak disimpan dengan cara divakum. ‘’Biarpun tempat penyimpanannya bersih, disimpan dengan baik pun, beras merah yang tidak disangrai biasanya terkena kutu setelah tiga minggu. Jadi, harus divakum jika hendak disimpan dalam jangka pan-

jang,’’ jelas Sukaarta. Ia melanjutkan, beras merah cendana yang ia ekspor adalah yang sudah disangrai sehingga periode diserang kutu cukup lama dibandingkan beras merah yang tidak diolah. ‘’Beras merahnya disangrai. Karenanya lebih lama diserang kutu. Laporan dari ekportir, setelah enam bulan sudah ada yang diserang kutu. Padahal jika dikemas dengan cara divakum, daya tahannya bisa lebih lama,’’ ujarnya. Mengenai metode lain yang bisa dilakukan untuk mencegah timbulnya kutu, Sukaarta menyebutkan, hingga sekarang

belum ada yang tanpa menggunakan zat kimia. Cara terbaik sejauh ini hanya divakum. ‘’Sementara permintaan eksportir adalah beras merah organik, terbebas dari zat kimia dan dikemas biasa,’’ jelasnya. Karena permasalahan kutu ini, ia terpaksa membatalkan ekspor tahap II. Padahal dari pemesanan 15 ton, ia sudah mengumpulkan 8 ton. Agar tidak rugi, Sukaarta terpaksa menjual beras merah ke pasaran dengan harga yang sama dengan beras putih. Meski gagal ekspor, Sukaarta tidak menyerah. Ia akan tetap mencari pasar ekspor baru. Selain itu, ia juga sudah melakukan kerja sama dengan PDDS Tabanan dalam hal penjualan beras merah cendana. ‘’Pasar domestik aman. Cuma sekarang akan usaha lagi agar bisa ekspor kembali,’’ tuturnya. (kmb24)

Datangi DPMD, Forum Perbekel Pertanyakan ADD 2019 Tabanan (Bali Post) Perwakilan Forum Perbekel se-Kabupaten Tabanan, Senin (3/12) kemarin mendatangi kantor Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (DPMD) Tabanan. Mereka meminta kejelasan mengenai Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2019. Dari informasi yang dihimpun, penurunan ADD 2019 terjadi di sejumlah desa seperti Desa Batungsel. Tahun ini Batungsel mendapatkan Rp 648.386.000. Namun tahun 2019 hanya akan mendapatkan Rp 381.488.000 atau berkurang hingga Rp 266.898.000. Hal serupa terjadi di Desa Belimbing. ADD tahun 2018 sebesar Rp 776.244.000, namun tahun depan hanya dirancang Rp 468.767.000 atau berkurang sebesar Rp 307.477.000. Menariknya, justru ada desa yang ADD-nya turun tidak signifikan, padahal desa tersebut cakupan wilayahnya kecil. Persoalan inilah yang membuat Forum Perbekel melakukan koordinasi dengan DPMD. Mereka ingin menyelaraskan atau menghitung

ulang agar ADD berimbang dan sesuai aturan. Selain itu mereka mempertanyakan anggaran beban kerja yang diisukan tidak dianggarkan di tahun 2019. Kepala DPMD Roemi Liestyowati mengakui pertemuan dengan perbekel itu terkait ADD 2019 yang menurun di sejumlah desa. Dia pun mengakui penurunan ADD 2019 terjadi merata di semua desa. Hal itu terjadi lantaran kesalahan teknis simulasi dan adanya peningkatan Dana Desa. ‘’Oleh karena itu ada formula penyesuaian di dalam ADD,’’ ujarnya. Dia berjanji penyesuaian ADD akan dituntaskan secepatnya, agar tidak ada desa yang mendapatkan ADD tahun 2019 yang tidak sesuai cakupan wilayah. Sementara terkait tunjangan beban kerja tahun 2019, dia memastikan para perbekel dan perangkat desa tetap mendapatkan haknya. Sementara itu, Ketua Forum Perbekel Kabupaten Tabanan yang juga Perbekel Ang-

Bali Post/bit

PERBEKEL - Forum Perbekel se-Kabupaten Tabanan saat berkoordinasi dengan DPMD. seri I Made Arya menjelaskan, pihaknya hanya ingin meminta kejelasan ADD termasuk tunjangan beban kerja tahun 2019. ‘’Informasi yang kami peroleh, tidak ada pengurangan maupun pemotongan beban kerja, hanya ada pemindahan alokasi,’’ ucapnya. Sementara itu, Sekda Ta-

banan I Nyoman Wirna Ariwangsa menegaskan tidak ada pemangkasan tunjangan beban kerja perbekel. ‘’Kami tetap komitmen apa yang menjadi putusan rapat kerja dengan DPRD Tabanan bersama Forum Perbekel Tabanan soal tunjangan beban kerja,’’ tegasnya. (kmb28)

KSM Bantas Lestari Kembangkan Ekowisata Tabanan (Bali Post) Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Bantas Lestari, Desa Bantas Kecamatan Selemadeg Timur, tidak hanya mengelola TPS3R tetapi juga menggarap potensi ekowisata. Jenis wisata yang ditawarkan adalah aktivitas bercocok tanam yang menggunakan pupuk organik hasil pengelolaan sampah organik di TPS3R Desa Bantas. Program ini rupanya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Hingga saat ini sudah ada tiga kelompok yang mengikuti program ekowisata di Desa Bantas. Ketua KSM Bantas Lestari Ni Nyoman Sarasmini, Senin (3/12) kemarin, mengatakan program ekowisata yang dikembangkan pihaknya memang belum ditawarkan sebagai paket wisata. Program ini baru sebatas ditawarkan kepada wisatawan yang ingin menikmati pengalaman baru.

‘’Kami siapkan pupuk organik dan tanamannya seperti cabai, terung, dan bunga kenikir (gumitir). Kontribusi dari wisatawan, sekadar membeli baju kaus untuk bisa mengikuti kegiatan bercocok tanam ini,’’ ujarnya. Ke depan, pihaknya berencana menawarkan paket wisata kepada wisatawan yang hendak menikmati kegiatan bercocok tanam. Fasilitas sedang disiapkan. KSM Bantas Lestari mengembangkan titik-titik pembuatan kompos atau pupuk oraganik dengan mengajak masyarakat. ‘’Tegalan masyarakat kami berdayakan. Selain untuk membuat titik-titik penghasil kompos yang baru, tegalan ini juga rencananya digunakan sebagai kegiatan bercocok tanam,’’ ujarnya. Sarasmini melanjutkan, rencana ini mendapatkan sambutan cukup baik dari

masyarakat. Secara swadaya, masyarakat membuat sumur bor untuk bisa memenuhi kebutuhan air dalam hal kegiatan bercocok tanam nanti. ‘’Salah satu kendala mewujudkan program ini adalah air. Masyarakat mau secara swadaya membuat sumur bor. Nantinya sumur ini akan menjadi sumber air untuk mengairi tegalan milik masyarakat. Sumurnya sudah jadi tinggal proses pembangunan tower airnya,’’ jelas Sarasmini. Selain sumur untuk bisa memenuhi kebutuhan air, sarana yang disiapkan adalah tempat untuk camping. Kata Sarasmini, sudah ada satu kelompok wisatawan yang camping di lokasi yang disiapkan. Mengenai wisatawan yang menikmati kegiatan ekowisata yang ditawarkan KSM Bantas Lestari, kebanyakan merupakan wisatawan yang menginap di vila yang ber-

Bali Post/san

Ni Nyoman Sarasmini

lokasi di desa tetangga. Ada yang juga sengaja datang dan biasanya merupakan pemerhati lingkungan. Biasanya satu kelompok rata-rata diikuti sepuluh orang. Diharapkan setelah seluruh fasilitas tersedia, program ekowisata ini bisa lebih dikembangkan dan menjadi pendapatan tambahan bagi masyarakat di Desa Bantas. (kmb24)

BERAS MERAH - Petani menjemur beras merah cendana.

Bali Post/san

BPBD akan Gelar Simulasi Tsunami Tabanan (Bali Post) BPBD Tabanan akan menggelar simulasi tsunami di Desa Sudimara. Sebagai rangkaian kegiatan tersebut, pada Senin (3/12) kemarin dilakukan penyusunan dan finalisasi Rencana Informasi Lapangan (RIL). Tujuannya, memberikan gambaran tentang rencana penyelenggaraan uji lapangan rencana kontijensi tsunami. Kepala BPBD Tabanan I Gusti Ngurah Sucita menjelaskan, uji lapangan merupakan salah satu metode latihan oleh seluruh unsur pelaku sesuai bidang tugasnya. Tujuannya, meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan. Ini juga metode menguji kemampuan instansi yang dilaksanakan di daerah bencana yang mendekati situasi dan kondisi sebenarnya. Sucita mengatakan, berdasarkan nota kesepahaman BNPB dengan Pemkab Tabanan yang berlaku lima tahun, akhir tahun ini Pemkab Tabanan diberikan dana untuk kegiatan di bidang

Bali Post/bit

FINALISASI - Penyusunan dan finalisasi RIL. penguatan kelembagaan melalui penyusunan rencana kontijensi dan uji lapangan. Dari data, ada dua belas desa di enam kecamatan yang masuk zona rawan tsunami. Semestinya simulasi tsunami dilaksanakan setahun sekali untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat pesisir setempat. Hanya karena terbentur anggaran dari pusat, simulasi baru bisa dilakukan di dua desa yakni Desa Beraban Kecamatan Kediri dan Desa Sudimara Kecamatan

Tabanan. Meski demikian, dalam setiap simulasi tsunami, ke-12 desa pesisir diundang dan ikut berpartisipasi. Sementara itu, Sekda Tabanan Wirna Ariwangsa mengatakan, penyusunan rencana kontijensi ini merupakan kegiatan yang sangat baik, mengingat Kabupaten Tabanan mempunyai ancaman tsunami. ‘’Semua tentu berharap bencana tsunami tidak akan terjadi. Namun jika sampai terjadi, risiko yang ada bisa diminimalisasi,’’ ucapnya. (kmb28)


BULELENG

8

Selasa Pon, 4 Desember 2018

Terkait Tes Urine

Polri Wajib Jadi Teladan dan Cermin Warga Singaraja (Bali Post) – Seratus orang anggota Polres Buleleng, Sabtu (1/12) lalu, mengikuti tes urine di Mapolres setempat. Tes urine ini digelar jajaran Badan Narkotika Nasional (BNNK) Buleleng. Tes urine ini bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan anggota polres terindikasi menggunakan narkotika. Tujuan lain jajaran Polres menunjukkan kalau institusi penegak hukum itu bebas pengaruh segala jenis narkotika. Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK. mengatakan, sebelum pihaknya melakukan penegakan hukum keluar, maka anggotanya wajib terbebas lebih dahulu dari pengaruh narkotika. Untuk menunjukkan perilaku bebas narkotika itu, pihaknya bersama BNNK melakukan tes urine tersebut. Selain pencegahan di dalam, penegakan hukum peredaran dan penyalahgunaan narkotika sudah gencar dilakukan. Upaya lain yang juga dilakukan adalah sosialisasi pencegahan yang menyasar para pelajar, mahasiswa, dan kelompok masyarakat. ‘’Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, Polri harus menjadi contoh dan teladan dalam gerak-gerik serta tingkah laku sehingga men-

jadi cermin bagi masyarakat. Jauhi narkoba dan jangan sekali-kali mendekatinya apalagi sampai menyentuhnya,’’ katanya. Kepala BNNK Buleleng AKBP Gede Astawa mengatakan, tes urine menyasar instansi vertikal di daerah telah dijalankan sejak beberapa bulan setelah pihaknya melancarkan sosialisasi terkait bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkotika di daerah. Tes urine dilakukan tidak semata-mata menuntut hukum kalau ada sampel urine yang ditemukan positif narkoba. Sebaliknya, BNNK melakukan rehabilitasi agar pecandu tidak tergantung barang haram narkotika itu. ‘’Rekan kita di polres adalah penegak hukum. Dengan tes urine seperti ini, kita ingin menunjukkan kalau Polri bersih narkotika. Semua penegak hukum wajib jadi contoh publik bebas narkotika, sehingga edukasi ini akan mengimbas ke lapisan masyarakat lainnya,’’ jelasnya. Dari hasil pengambilan sampel 100 tes urine milik anggota Polres itu, BNNK telah mengumumkan resmi hasil tes urine itu menunjukkan negatif dari zat yang terindikasi narkotika. (kmb38)

TES URINE – Seratus anggota polisi mengikuti tes urine, Sabtu (1/12) lalu di Mapolres Buleleng.

Bali Post/kmb38

Anjing Gigit Lima Warga

Seorang ’’Suspect’’ Rabies Meninggal Dunia Singaraja (Bali Post) Kasus gigitan anjing yang diduga menularkan virus rabies kembali ditemukan di Buleleng. Malah lima warga pendatang (duktang) yang tinggal di Banjar Dinas Bangah, Desa Panji, Kecamatan Sukasada dilaporkan tergigit anjing peliharaan. Dari peristiwa itu, satu orang meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan di RSUD Buleleng, Senin (3/12) kemarin. Informasi dikumpulkan di lapangan menyebutkan, korban gigitan anjing meninggal dunia itu diketahui bernama Ni Made (40) tinggal di Blok E No. 10 Perumahan 99 Dusun Bangah. Dia sebelumnya dirawat di RSUD Buleleng sejak Minggu (2/12) sekitar pukul 18.00 Wita. Setelah menjalani perawatan kondisinya kritis, sampai akhirnya dinyatakan meninggal dunia kemarin pukul 07.41 Wita di ruang isolasi RSUD. Dugaan

sementara, Ni Made dinyatakan suspect rabies. Ini dikuatkan keterangan yang menyebut pasien itu pernah digigit anjing 3 September 2018 lalu. Selain Ni Made, ada empat warga lain yang juga digigit anjing liar 4 September 2018 lalu. Keempatnya masingmasing Ketut Ngurah (50), Ni Komang (2), Putu (5), dan Ida Bagus (21) dan baru kemarin dia mendapatkan suntikan vaksin anti-rabies (VAR).

Menyusul gigitan anjing itu, warga di Perumahan 99 tersebut mengeliminasi (membunuh - red) anjing tersebut. Bangkai anjing itu kemudian diminta seseorang dari Banyuning, Singaraja. Klian Banjar Dinas Bangah I Gede Kawan yang ditemui di rumahnya membenarkan peristiwa itu. Dia mengatakan, sejak mendapatkan pengaduan warga terkait gigitan anjing itu, petugas Dinas Pertanian

(Distan) dan juga Bidan Desa menelusuri kronologi kejadian tersebut. Hanya, Kawan belum mendapat informasi pasti terkait dugaan anjing yang menggigit lima warga pendatang, dan diduga menularkan virus rabies tersebut. ‘’Tadi malam (Minggu 2/12 - red) dapat informasi dari Bidan Desa bahwa warga tergigit anjing itu suspect rabies,’’ katanya. Menurut Gede Kawan, dari hasil penelusuran di lapangan terungkap bahwa anjing itu adalah milik korban yang meninggal dunia. Setelah menggigit pemiliknya, dan diikuti menyerang empat tetangganya, anjing itu dil-

iarkan. Tidak ingin lebih banyak jatuh korban, warga kemudian membunuh anjing itu. Hanya, bangkai anjing itu setelah dibunuh telah diminta seseorang dari Banyuning. Kondisi ini menyulitkan petugas untuk menyelidiki apakah anjing itu tertular virus rabies atau tidak. ‘’Keterangan tetangganya, anjing itu dilepas dan menggigit empat warga di sana. Karena banyak yang digigit, warga kami kemudian membunuh anjing itu. Bangkainya belum diteliti karena sudah diminta seseorang dari Banyuning, entah akan dijadikan apa, kami kurang tahu,’’ jelasnya.

Mencegah kasus gigitan anjing terulang, Kawan mengharapkan instansi terkait segera melakukan pencegahan dengan melakukan vaksinasi anjing milik warga. Vaksinasi ini nantinya akan membebaskan warganya dari penularan virus rabies yang mematikan itu. ‘’Kalau bisa ada vaksin karena ini kejadian pertama di daerah kami. Sebelumnya juga sudah rutin ada vaksinasi anjing, sehingga vaksin itu bisa menghindari kasus serupa terjadi,’’ katanya. Di tempat terpisah, Humas RSUD Buleleng Ketut Budiartha membenarkan rumah sakit merawat pasien suspect rabies. Budiartha

mengatakan, saat dirawat pasien dalam kondisi lemas, dan hanya ingin beristirahat. Selain itu, pasien juga mengeluh sakit kepala. Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan, dokter belum menemukan adanya indikasi pasien tertular virus rabies. Atas hasil tersebut, dokter menyatakan pasien suspect rabies. ‘’Benar kita menangani pasien dengan pengalaman pernah tergigit anjing, namun saat perawatan sampai pasien meninggal dunia, dokter belum menemukan indikasi rabies, sehingga statusnya suspect,’’ jelasnya. (kmb38)

Soal Seleksi SKB

BKPSDM Tunggu Rekomendasi Kemen-PAN RB

Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) perekrutan CPNS tahun 2018 sejauh ini baru mengumumkan pelamar yang dinyatakan lolos nilai passing grade saja. Di Buleleng tercatat ada 182 pelamar ditetapkan sebagai pelamar yang lolos nilai passing grade dari Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Namun, pascapengumuman itu, Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buleleng belum mendapatkan surat rekomendasi dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB) terkait siapa saja peserta dan bagaimana teknis pelaksanaan untuk Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) itu. Lalu bagaimanakah metode perekrutan pelamar yang tidak lolos passing grade itu? KEPALA BKPSDM Buleleng Gede Wisnawa mengatakan, Senin (3/12) kemarin, SKB itu dilakukan guna menentukan pelamar di beberapa formasi yang

Gede Wisnawa

kurang dari kuota yang telah ditetapkan. Sebab, pertama ada formasi yang tidak ada pelamarnya sama sekali. Kedua, bagaimana selanjutnya keberadaan pelamar yang tidak lolos nilai passing grade setelah mengikuti SDK pada formasi yang dilamar. Sejauh ini, Gede Wisnawa menegaskan pihaknya belum menerima rekomendasi Kemenpan-RB terkait bagaimana riilnya pelaksanaan SKB itu. Mantan Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Buleleng ini mengatakan, sampai kemarin, belum mendapat rekomendasi dan juga

Bali Post/kmb 38

informasi akurat pengumuman formasi yang sudah terpenuhi sesuai kuota yang direkrut. Demikian juga informasi jabatan yang kosong karena pelamar tidak memenuhi nilai standar passing grade yang ditetapkan 255 itu belum diumumkan. Selain itu, data akurat terkait formasi, sama sekali belum ada pelamar yang diumumkan oleh Panselnas. Kalau rekomendasi terbit, BKPSDM memfasilitasi pelaksanaan SKB dengan metode Computer Assisted Test (CAT) yang dipusatkan di Kantor Regional X Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Denpasar. “Kita baru umumkan pelamar yang lolos nilai passing grade saja. Sedangkan, formasi yang sudah terisi oleh pelamar yang lolos nilai passing garde, berapa kuota masih ada yang kurang. Untuk formasi yang tidak ada pelamarnya belum diumumkan. Yang pasti, kami masih menunggu rekomendasi Kemen-PAN RB seperti yang sudah diumumkan di Pemprov Bali dan di Kabupaten Klungkung,” katanya. Birokrat asal Dusun Kelod, Desa Banyuatis, Banjar itu menambahkan, meskipun belum melakukan SKB, pihaknya menargetkan semua tahapan perekrutan CPNS itu bisa rampung bulan ini. Masalahnya, bersinggungan dengan pelaksanaan anggaran, sehingga terhitung Januari 2019 mendatang, tambahan PNS baru hasil perekrutan ini sudah mulai bekerja di masing-masing bidang tugas yang sebelumnya dilamar. “Pastinya tidak sampai lewat tahun anggaran 2018 ini. Saya yakin akhir bulan ini, proses perekrutan itu sudah selesai. Dan berharap mereka sudah mulai bekerja tahun depan,” harapnya. (mud)

KONVOI - Karateka Komang Sastrawan, peraih medali emas kejuaraan dunia karate tingkat pelajar “Belgia Open 2018”, diajak konvoi keliling kota oleh Bupati Putu Agus Suradnyana sebelum menerima bonus Rp 75 juta.

Rebut Juara Dunia di Belgia Open 2018

Karateka Sastrawan Terima Bonus Rp 75 Juta Singaraja (Bali Post) – Karateka Komang Sastrawan peraih medali emas kejuaraan dunia karate tingkat pelajar “Belgia Open 2018” belum lama ini mendapat bonus dari Bupati Buleleng. Total hadiah spesial yang diserahkan Bupati Putu Agus Suradnyana itu mencapai Rp 75 juta. Bonus yang berjumlah Rp 75 juta itu terhimpun dari berbagai donatur seperti PDAM, PD BPR Bank Buleleng, Bank BPD Bali Cabang Singaraja, KONI Buleleng, dan donatur lain. Sebelum menerima bonus, Komang Sastrawan diajak keliling kota menaiki mobil tua Vlokswagen (VW). Turut mendampingi karateka yang akrab dipanggil Lolak itu pengurus Lemkari Dojo Desa Tajun Kecamatan Kubutambahan. Bupati mengatakan, pem-

berian bonus ini merupakan salah satu bentuk perhatian dan motivasi pemerintah kepada para atlet yang mengangkat reputasi Buleleng dengan prestasi baik di tingkat daerah ataupun tingkat internasional. Bupati kemudian menyatakan bangga dan memberikan apresiasi atas prestasi Lolak, karena telah mampu meraih medali emas pada kejuaraan dunia karate tingkat pelajar. Komang Sastrawan merupakan anak petani, walau hidup sederhana namun perjuangannya yang gigih kemudian mengantarkan sukses merebut prestasi internasional. Berbekal bimbingan pelatih dan pengurus, Sastrawan kemudian secara meyakinkan mampu meraih medali emas di Belgia Open 2018. “Saya menyampaikan rasa bangga saya sekaligus memberikan apresiasi

setinggi-tingginya kepada Komang Sastrawan,” kata Bupati PAS. Komang Sastrawan mengatakan, selama mengikuti kejuaran di Belgia banyak pengalaman yang ia petik untuk dijadikan motivasi. Dengan pengalaman internasional itu bisa menambah spirit untuk mempersiapkan diri lebih baik pada kejuaran lainnya. Sastrawan berpesan kepada teman-temannya agar berlatih lebih tekun, sehingga nantinya bisa mengikuti jejaknya. Dia juga berharap muncul lagi karateka cilik yang bisa membanggakan orang tuanya. “Supaya muncul lagi karateka cilik yang bisa membanggakan orang tua dan bisa membanggakan daerah, perguruan, dengan prestasi internasional,” ujarnya. (kmb38)


GIANYAR

Selasa Pon, 4 Desember 2018

9

Kenaikan Harga Tiket Belum Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Goa Gajah Gianyar (Bali Post) Goa Gajah merupakan salah satu objek wisata yang berlokasi di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh. Kunjungan ke objek wisata yang dikelola Pemkab Gianyar ini masih tinggi, bahkan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Padahal, pemerintah baru saja menaikkan harga tiket. Hal hal itu belum mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke situs yang diperkirakan berdiri pada abad XI tersebut. Koordinator Daya Tarik Wisata Goa Gajah Wayan Sweta mengatakan, wisatawan yang berkunjung ke objek wisata bersejarah ini dominan wisatawan mancanegara, meliputi wisatawan India, Jepang, Cina, Amerika, dan Eropa. “Wisatawan mencanegara biasanya ramai setiap Juni, Juli, dan Agustus. Sedangkan kunjungan wisatawan domestik biasanya ramai dari Desember hingga Januari,” kata Sweta, Senin (3/12) kemarin. Sweta mengatakan, tiket masuk untuk wisatawan mencanegara dewasa Rp 50 ribu dan anak-anak Rp 25 ribu. Sementara untuk wisatawan domestik, anak-anak Rp 15 ribu dan dewasa Rp 30 ribu. “Tiketnya baru naik, tapi kunjungan wisatawan masih tetap ramai,” ujarnya. Menurut Sweta, setiap hari ada sekitar 30 orang petugas dari Pemkab Gianyar yang berjaga di objek wisata ini. Mereka bertugas sebagai penjual tiket, bertugas memberikan selendang dan saput kepada pengunjung, dan petugas kebersihan. Objek wisata ini dibuka pukul 07.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita. Di objek wisata tersebut, wisatawan biasa dipandu guide lokal. Salah satunya, I Wayan Teken. Guide berusia 58 tahun ini mengaku sudah cukup lama bertugas di sana bersama 10 orang guide lokal lainnya. “Kami bertugas memandu wisatawan bila memerlukan informasi tentang keberadaan Goa Gajah,” katanya. Ditanya soal gaji, Teken mengaku tidak mendapat gaji. Ia bersama 10 orang lainnya bertugas secara sukarela. ”Apabila wisatawan yang kami pandu ada yang berbaik hati, kami diberikan fee,” ujarnya. Selain mengantar dan memberikan informasi tentang Goa Gajah kepada wisatawan, Teken dan kawan-kawan juga bertugas menyapu dan mabanten. Teken mengatakan, selama menjadi guide di Objek Wisata Goa Gajah, ia sudah melihat banyak tamu penting berkunjung, seperti mantan Presiden RI Gus Dur, dan Presiden Timor Leste Xanana Gusmao. (kmb35)

SOSOK

GOA GAJAH - Sejumlah wisatawan mengunjungi objek wisata Goa Gajah di Desa Bedulu, Blahbatuh.

Bali Post/kmb35

Gakumdu Hentikan Kasus Dua Caleg ’’Incumbent’’

Gianyar (Bali Post) Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Kabupaten Gianyar menggelar rapat pleno terkait pelanggaran kampanye oleh dua calon anggota legislatif (caleg) incumbent di Kantor Banwaslu Gianyar, Senin (3/12) kemarin. Dalam rapat pleno itu, Gakumdu memutuskan tidak melanjutkan kasus ini ke tahap penyidikan. Alasannya, tidak ditemukan saksi yang melihat proses kampanye.

Fenomena Rutin BENCANA alam yang mengiringi musim hujan sudah menjadi fenomena rutin di Kabupaten Gianyar. Kepala BPBD Gianyar A.A. Gde Oka Digjaya mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi terjadinya bencana di tujuh kecamatan di Gianyar. “Semua harus waspada. Tentunya, kita semua tidak ingin ada bencana yang sampai memakan korban jiwa,” ujar Kepala BPBD Gianyar yang akrab disapa Gung Digjaya ini, Senin (3/12) kemarin. Meski memberikan imbauan waspada, kata pria bertubuh atletis ini, BPBD Gianyar tetap siaga 24 jam untuk membantu warga yang tertimpa bencana. Untuk mengatasi masalah ini, BPBD Gianyar juga berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya seperti TNI/Polri. “Petugas siap siaga 24 jam. Setiap menerima laporan, petugas bergerak cepat ke lokasi terjadinya bencana,” tegasnya. Terkait antisipasi terjadinya banjir, ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, sehingga sampah plastik tidak menimbun gorong-gorong. Ini yang kerap terjadi. Saluran tersumbat sehingga menimbulkan banjir dan luapan air naik ke jalan atau menggenangi rumah warga. Wilayah yang sering terjadi banjir di antaranya Jalan Raya Andong, Ubud. Di daerah perbatasan Ubud dengan Tegallalang ini sudah rutin terjadi banjir setiap hujan lebat. Hal ini disebabkan air banjir yang datang dari utara dengan got atau gorong-gorong yang ada tidak mampu menampung volume air. ”Karena got dan trotoar di Jalan Raya Andong, Ubud kecil dan dangkal, sementara volume air hujan cukup tinggi sehingga air naik ke jalan dan menyebabkan banjir,” jelasnya. (nik)

Rapat di Kantor Bawaslu, Senin kemarin, diikuti oleh unsur kepolisian, kejaksaan hingga Bawaslu Bali. Hasil rapat itu disimpulkan laporan yang disampaikan Nyoman Arjawa terhadap dua orang terlapor itu tidak bisa dinaikkan dalam proses penyidikan. ‘’Terkait dengan laporan Bapak Arjawa kepada terlapor itu tidak bisa dinaikkan ke proses penyidikan. Dengan kata lain, laporan itu dihentikan,’’ kata Ketua Bawaslu Gianyar Wayan Hartawan. Menurut Hartawan, alasan kasus ini tidak bisa dinaikkan ke penyidikan lantaran minimnya fakta. Dikatakan, apa yang diterangkan oleh para saksi yang diklarifikasi oleh Bawaslu Gianyar, tidak ada yang menyebut bahwa terlapor melakukan kampanye. ‘’Tidak ada (saksi red) yang menyebutkan bahwa terlapor melakukan penyebaran bahan kampanye atau melakukan kampanye. Penyebaran bahan kampanye termasuk kegiatan kampanye,’’ katanya. Keputusan ini tentu kontra-

diktif dengan hasil persidangan yang dilakukan Bawaslu Gianyar selaku majelis. Hartawan selaku Ketua Majelis kala itu mengakui putusan sidang di Kantor Bawaslu, Jumat (30/11) lalu, memang menyatakan ada unsur kampanye. ‘’Ada betul (unsur kampanye - red), terkait penyebaran bahan kampanye ada, tapi itu dilakukan oleh siapa? Nah itu, kalau pidana harus jelas, pelakunya harus jelas, peristiwa pidana tidak bisa dibebankan kepada orang lain dengan kata lain tidak bisa dibebankan pada orang yang tidak melakukan,’’ ujarnya. Hartawan menambahkan, selama ini Gakumdu yang meliputi unsur kepolisian juga sudah turun ke lapangan, melakukan penyelidikan bersama Bawaslu. ‘’Sudah turun ke lapangan, tetapi unsur pelaksana kegiatan kampanye belum terpenuhi. Jadi, ada unsur dalam pasal 521 yang belum terpenuhi,’’ katanya. Sementara terkait surat teguran kepada dua caleg incumbent, Hartawan mengaku sudah melimpahkan hal tersebut ke Komi-

Bali Post/kmb35

RAPAT PLENO - Rapat pleno di Kantor Bawaslu Gianyar dihadiri tim lintas instansi yang tergabung dalam Gakumdu, Senin (3/12) kemarin. si Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gianyar untuk segera melayangkan surat teguran ke caleg berinisial MR (DPRD Gianyar) dan KD (DPRD Bali). ‘’Sudah kita sampaikan, nanti KPU yang akan memberikan teguran tertulis,’’ tandasnya. Sementara itu, Kasat

Reskrim Polres Gianyar AKP Deni Septiawan yang tergabung dalam Gakumdu berulang kali tidak menjawab panggilan telepon untuk dikonfirmasi terkai keputusan Gakumdu tersebut. Secara terpisah, pelapor Nyoman Arjawa mengaku kecewa dengan keputusan Gakumdu. Ter-

lebih, pihaknya sudah mendatangkan sanksi yang melihat langsung proses kampanye itu. Selain itu, ia juga mempertanyakan keputusan Sidang Majelis Bawaslu yang berbeda dengan keputusan Gakumdu. ‘’Ini model hukum kita, yang jelas sudah melanggar,’’ katanya singkat. (kmb35)

Kasus Kanker Payudara Mendominasi Gianyar (Bali Post) Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Gianyar I.A. Surya Adnyani Mahayastra terus menggenjot jajarannya untuk bergerak cepat dalam mendeteksi wanita berisiko kanker di Kabupaten Gianyar. Khususnya untuk kanker payudara, yang sesuai data kini mendominasi kasus kanker di kawasan seni ini. Berdasarkan laporan data deteksi dini yang dikumpulkan, tercatat jumlah penduduk yang dilakukan screening mengalami peningkatan. Namun, capaian tersebut masih jauh dari target.

Di Kabupaten Gianyar sampai dengan November 2018 lalu, baru mencapai 8.371 (11,0 persen) screening dari target sasaran 76.366 wanita berisiko. Sementara itu, berdasarkan data rawat inap di RSUD Sanjiwani, pada tahun 2017 tercatat 79 kasus kanker yang diderita wanita yang berdomisili di Gianyar. Sementara pada 2018, tercatat 74 kasus kanker, untuk kasus kanker pada wanita terbanyak adalah kanker leher rahim 22 kasus (27,8 persen), sementara kasus terbanyak adalah kanker payudara 33 orang (44,6 persen).

“Dengan makin berkurangnya jumlah penderita kanker leher rahim, di mana tahun 2018 tidak lagi ditemukan penderita kanker yang baru. Ini membuktikan tingkat kesadaran masyarakat akan deteksi dini sudah bagus,” kata Surya Adnyani, Senin (3/12) kemarin. Menurut Surya Adnyani, tingginya jumlah penderita kanker payudara di Gianyar pada 2018 ini akan menjadi perhatian serius dari jajaran YKI Gianyar. Selain mengintensifkan sosialisasi penanganan kanker serviks, pihaknya juga akan memprioritaskan sosialisasi kanker payudara.

Surya Adnyani mengatakan, pihaknya sudah mengunjungi sejumlah penderita kanker payudara. Senin kemarin, misalnya, Adnyani Mahayastra yang didampingi dr. Wayan Sudirtayasa, Sp.OG., dr. A.A. Raka Budayasa, Sp.OG. dan dr. I.B. Udiyoga, Sp.OG. mengunjung empat penderita kanker payudara di Kecamatan Sukawati. Istri Bupati Gianyar ini berupaya menguatkan dan men-support penderita kanker untuk tetap semangat menghadapi penyakit ini, rajin berobat untuk mencapai kesembuhan. (kmb35)

Personel Kodim 1616/Gianyar Dites Urine Gianyar (Bali Post) Guna mewujudkan lingkungan TNI bebas dari pengaruh dan penyalahgunaan narkoba, Kodim 1616/Gianyar bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar menggelar tes urine di Makodim 1616/Gianyar, Senin (3/12) kemarin. Tes urine ini diikuti prajurit dan PNS yang diawasi langsung oleh Dandim 1616/Gianyar Letkol Kav. Asep Noer Rokhmat. Serangkaian keTES URINE - Suasana pelaksanaan tes urine di Makodim Gianyar, Senin (3/12) kemarin.

giatan tersebut, tim dari BNNK Gianyar sekaligus memberikan pengetahuan tentang bahaya narkoba dan sinergitas antara BNNK Gianyar dengan unsur Babinsa. Dandim 1616/Gianyar Letkol Kav. Asep Noer Rokhmat mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengendalikan dan melakukan tindakan preventif atau pencegahan terjadinya penyalahgunaan narkoba di lingkungan Kodim 1616/Gianyar. Salah satu elemen penting dalam perang melawan narkoba di instansi pemerintahan, aparat TNI harus mampu memberikan teladan kepada masyarakat. ‘’Dengan dilaku-

kan tes urine dan penyuluhan tentang bahaya narkoba, diharapkan anggota Kodim 1616/ Gianyar tidak ada yang telibat baik sebagai pengguna maupun pengedar narkoba,’’ katanya. Asep Noer Rokhmat menegaskan, apabila ada anggota yang terlibat narkoba, yang bersangkutan akan langsung diproses hukum. Bahkan, sanksinya sampai dengan pemecatan. Maka dari itu, pihaknya berharap jajaran TNI bisa menghindari narkoba. ‘’Jangan sampai ada anggota yang tergoda dengan narkoba,’’ katanya. Staf penyuluh BNNK Gianyar Ganal Valiant Gaffuri saat memberikan penyuluhan

di hadapan anggota Kodim 1616/Gianyar mengajak jajaran TNI untuk meningkatkan sinergitas antara BNNK Gianyar dengan anggota Kodim 1616/ Gianyar, khususnya Babinsa untuk bersama-sama memerangi narkoba. Selain itu, BNNK Gianyar sudah membentuk kader yang melibatkan unsur TNI, kepolisian, dan masyarakat. ‘’Dengan sinergitas yang solid, kita berharap Kabupaten Gianyar dapat terbebas dari narkoba,’’ ujarnya. Dari hasil tes urine kemarin, belum ditemukan adanya prajurit Kodim 1616/Gianyar yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba. (kmb35)


JEMBRANA

10

Selasa Pon, 4 Desember 2018

Banyak Dikeluhkan

KPU akan Lakukan Monitoring Zona APK

Bali Post/kmb26

Negara, (Bali Post) KPU Jembrana, hari ini, Selasa (4/12), akan turun ke beberapa kecamatan untuk mencermati zona pemasangan alat peraga kampanye (APK). Langkah ini diambil setelah banyaknya muncul keluhan dari masyarakat terkait pemasangan APK. Dimungkinkan dilakukan revisi mengenai zona untuk mengakomodasi keluhan warga tersebut. Demikian disampaikan Ketua KPU Jembrana Ketut Gede Tangkas Sudiantara, Senin (3/12) kemarin. Pihaknya mengatakan revisi zona karena keluhan warga sudah dilakukan di dua zona, di antaranya di Loloan Barat dan Dangintukadaya. Di Loloan Barat keluhan datang dari pihak sekolah karena APK dipasang di depan sekolah. Lokasi yang dikeluhkan tersebut sebenarnya termasuk zona yang telah ditetapkan. Namun karena keluhan muncul, pemasangan APK dipindah. Demikian juga di Desa Dangintukadaya. Zona pemasangan APK di lokasi tersebut berdekatan dengan merajan warga sehingga muncul keluhan. “Di sana pernah ada baliho jatuh. Jadi untuk menghindari permasalahan kami hargai karena semua masih bisa diperbaiki dan dicarikan solusinya,” kata pria asal Yehembang ini. Tangkas mengakui di tiap kecamatan ada saja yang komplin terkait pemasangan APK. Sehingga pihaknya berinisiatif melakukan peninjauan ulang sehingga bisa dikaji dan dicarikan solusi. (kmb)

DIHENTIKAN– Pembangunan perumahan di bantaran Sungai Ijogading, Lingkungan Terusan, Kelurahan Loloan Barat kemarin dihentikan Satpol PP lantaran belum mengantongi IMB.

Satpol PP Hentikan Pembangunan Perumahan di Bantaran Ijogading Negara (Bali Post) – Satpol PP Jembrana, Senin (3/12) kemarin menghentikan pembangunan perumahan di bantaran Sungai Ijogading, Kelurahan Loloan Barat. Dari papan promosi yang dipasang di depan lokasi, perumahan yang dibangun merupakan perumahan bersubsidi. Saat Satpol PP yang dipimpin Kepala Bidang Perundang-undangan Daerah, I Made Tarma turun ke lokasi, tidak ada kegiatan pembangunan. Namun dari kondisi fisik nampak sudah ada dua fondasi rumah yang dibangun. Petugas selanjutnya menghubungi nomor tele-

pon yang tertera di depan dan menanyakan perizinan yang dikantongi. Pihak pengembang diminta menemui petugas di kantor Lurah Loloan Barat. Dari keterangan, diketahui pihak pengembang baru mengantongi izin prinsip saja. Sedangkan untuk Izin Mendirikan Bangunan (IMB) belum dimiliki dan disebutkan masih proses. Selanjutnya, pihak pengembang menunjukkan Surat Keterangan Tata Ruang (SKTR) dari Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Jembrana. Dari informasi surat tersebut, lokasi memang

Pihak pengembang kemarin juga mendatangi Kantor Satpol PP membuat surat pernyataan untuk mengurus IMB. Satpol PP sebelumnya juga berkoordinasi dengan Kelurahan setempat terkait perizinan tersebut. Satpol PP juga akan mengecek kembali terkait IMB apakah nantinya sudah terpenuhi ataukah belum. “Kalau masih dikerjakan (tanpa IMB), nanti kita kenakan sanksi sesuai ketentuan. Mulai peringatan hingga penyegelan,” tambah Tarma. Namun, dari pihak pengembang kemarin mengaku sudah mengurus terkait perizinan IMB itu. (kmb26)

Bali Post/wit

Tembok Panyengker LPD Budeng Jebol

Pemkab Diharapkan Bantu Perbaikan

sedikit,” jelasnya. Sudiarta mengatakan, banjir di wilayah itu bukan hanya tahun ini terjadi. Wilayah tersebut jadi langganan banjir hampir setiap tahun. Namun, tahun ini yang terparah dan sampai menghancurkan tembok panyengker LPD. Karena sudah menjadi langganan banjir, pihaknya sejatinya sudah melakukan antisipasi, dengan membuat rak arsip yang tinggi di dalam kantor. Setiap menjelang bulan November dan Desember arsip-arsip penting diamankan dan dibawa pulang. Pihaknya berharap pemkab mencarikan solusi ke depan agar daerah tersebut tidak ada lagi banjir. Hal serupa disampaikan Perbekel Budeng Putu Libra Setiawan yang mengatakan, banjir yang terjadi di wilayah itu merupakan banjir kiriman. Selain itu volume air hujan juga sangat besar. Diduga juga terjadi penyempitan saluran air dan ini perlu dicarikan solusinya untuk penanggulangan banjir. Menurut Libra, jika nantinya LPD sudah mampu membuat kantor yang lebih representatif, areal kantor LPD yang berada di pojok dan di sebelah sungai tersebut akan dijadikan taman desa. Nanti akan ditata lebih tinggi sehingga terhindar dari banjir dan dipermak menjadi taman desa yang apik. (kmb)

Negara (Bali Post) – Puluhan desa/kelurahan di Kabupaten Jembrana masuk titik rawan bencana tanah longsor. Dari pemetaan yang dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, titik longsor itu ada di 22 desa/kelurahan. Pemetaan ini berdasarkan kejadian yang terjadi selama beberapa tahun ini. Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susilo AP, Senin (3/12) kemarin mengatakan, dari 22 desa/ kelurahan yang terdapat titik rawan longsor itu mendapat pengawasan khusus guna menekan korban atau dampak tanah longsor. Sebagian besar lokasi titik berada di sisi utara yang wilayahnya perbukitan. Tanah longsor rawan terjadi memasuki awal musim penghujan dan penghujan. Rumah atau tanah warga yang berada di kemiringan sangat rawan. Dari pendataan, menurutnya, ada 22 desa/kelurahan yang masuk rawan titik longsor. Titik yang paling banyak ada di Kecamatan Mendoyo. Dari 11 desa yang ada di Kecamatan tersebut, 10 di antaranya masuk titik rawan longsor. Hal ini dipicu kondisi geografis

desa/kelurahan tersebut dimana banyak perbukitan dan beberapa permukiman warga berada di tebing. Selain Mendoyo, titik rawan lainnya ada di Kecamatan Pekutatan tersebar di tiga desa, Kecamatan Jembrana tiga desa/kelurahan, Kecamatan Negara terdapat di dua desa/kelurahan dan di Kecamatan Melaya lima desa. Memasuki musim penghujan, puluhan titik ini mendapat pengawasan dan pencegahan. Sebab, dalam beberapa bulan ke depan masih berpotensi hujan deras seperti sebelumnya. Karena itu BPBD mengimbau kepada warga yang tinggal di titik rawan longsor agar waspada. Desa juga diminta untuk aktif melakukan pembinaan kepada masyarakat khususnya yang tempat tinggalnya

Bali Post/ist

OLAH TKP - Aparat kepolisian ketika melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan lalu lintas di Melaya.

Bali Post/Olo

LONGSOR – Salah satu tanah longsor yang terjadi di Kecamatan Mendoyo beberapa waktu lalu. BPBD Jembrana memetakan ada 22 desa/kelurahan yang masuk titik rawan longsor. berada di lereng bukit. Paling tidak, warga melakukan persiapan atau mencari tempat yang lebih aman. Selain itu, BPBD menurutnya juga telah membentuk

relawan peduli bencana di masing-masing desa. Mereka nantinya bertugas untuk berupaya membantu meminimalisir dampak bencana. Diakui BPBD untuk

bencana longsor masih banyak kekurangan sarana dan prasarana. Semisal alat berat yang sewaktu-waktu bisa digunakan di wilayah rawan longsor. (kmb26)

Negara, (Bali Post) Kecelakaan maut terjadi di Jalan Umum Jurusan Denpasar-Gilimanuk Km 113-114 Banjar Pasar, Desa/Kecamatan Melaya Jembrana, Senin (3/12) siang. Kecelakaan terjadi antara sepeda motor Honda Vario DK 5684 ZF yang dikendarai Ketut Sumber Jaya (64) dari Melaya dengan truk Isuzu DK 8748 GD yang dikemudikan Muhammad Luffi (32) dari Tabanan. Dari informasi, saat itu sepeda motor Vario DK 5684

ZF keluar dari parkir pasar Melaya menuju ke arah selatan. Sampai di badan jalan sebelah utara bergerak di pinggir aspal sebelah utara menuju ke arah timur. Secara tiba-tiba sepeda motor memotong jalan ke arah selatan dan pada saat bersamaan pada jalurnya, datang truk DK 8746 GD dari arah timur ke barat sehingga terjadi tabrakan. Akibat kecelakaan itu Ketut Sumber Jaya mengalami luka robek pada bagian kepala belakang, lebam pada

dada kanan, luka lecet pada kaki kanan/kiri dan meninggal dunia di RSU Negara. Sementara sepeda motor rusak berat dengan kerugian Rp 1 juta dan bamper depan truk penyok dengan kerugian Rp 500 ribu. Kasat Lantas Polres Jembrana AKP Yoga Widiyatmoko dikonfirmasi membenarkan kecelakaan tersebut. Kecelakaan akibat kurang hati-hatinya pengendara sepeda motor saat memotong jalan sehingga terjadi tabrakan. (kmb)

Ditabrak Truk, Ketut Sumber Jaya Tewas

2019, Jembrana Targetkan Ekspor 300 Ton Kakao

Negara (Bali Post) – Produk unggulan ekspor Jembrana, Kakao terus digenjot produksinya. Tahun 2019, ditargetkan produksi menembus 300 ton setahun. Tahun ini, angka produksi baru berkisar 45 ton dari 41 subak abian yang sudah tersertifikasi. Diakui, masih banyak tanaman yang sudah tua dan perlu peremajaan untuk memperoleh hasil yang maksimal. Kepala Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Pangan, Komang Ariada, Senin (3/12) kemarin mengatakan, produksi kakao kualitas ekspor memiliki pasar yang luas. Bahkan tahun ini, dari target 200

Bali Post/kmb

Ketut Gede Tangkas Sudiantara

22 Desa Rawan Longsor, Terbanyak di Mendoyo

JEBOL - Tembok panyengker LPD Budeng, Jembrana sepanjang 50 meter jebol diterjang banjir dan hingga kini belum ada penanganan.

Negara, (Bali Post) Tembok panyengker LPD Desa Budeng Kecamatan Jembrana, jebol sepanjang 50 meter saat banjir besar, Rabu (28/11) pagi lalu. Kepala LPD Budeng I Wayan Sudiarta, Senin (3/12) kemarin mengatakan, saat kejadian banjir mencapai ketinggian sekitar 1,5 meter sehingga sempat merendam kantor LPD dan perumahan warga di wilayah Budeng. Tidak hanya tembok panyengker LPD Budeng, beberapa tembok warga juga jebol. Pengamatan Senin pagi, puing-puing tembok panyengker masih berserakan di halaman LPD dan juga di sungai yang ada di sebelah timur kantor LPD. Hingga saat ini pihak LPD belum bisa memperbaiki tembok panyengker tersebut. “Rencana kami akan lakukan renovasi. Kami akan buat pondasi lebih kuat. Ini jelas memerlukan biaya yang cukup besar. Karena itu, kami harapkan bantuan Pemkab Jembrana karena aset LPD masih kecil,” kata Sudiarta. Dikatakan, pihak BPBD Jembrana juga sudah datang melakukan pengecekan tembok panyengker LPD yang jebol tersebut. Kantor yang ditempati itu menurutnya juga bekas balai banjar Budeng yang dihibahkan kepada LPD. “Kami pindah ke sini sejak 2011 dan kami renovasi sedikit demi

direkomendasikan untuk Pengembangan Perumahan. Namun ada persyaratan untuk lahan itu, yakni kepadatan rendah dengan ketentuan jumlah antara 10-40 unit rumah per hektar. “Memang yang bersangkutan sudah memiliki SKTR, tapi belum ada IMB dan sudah membangun. Karena itu kita hentikan (pembangunan) dan meminta untuk mengurus dulu,” ujar Kepala Satpol PP Jembrana I Gusti Ngurah Rai Budhi didampingi Made Tarma kemarin. Pihak pengembang diberikan waktu untuk mengurus perizinan IMB dulu, sebelum melanjutkan pembangunan unit rumah.

ton baru terpenuhi 75 ton untuk ekspor. Serta 50 ton untuk kebutuhan buyer lokal. Hal tersebut dipicu anomali iklim, sehingga berdampak pada masa panen yang mundur. “Semestinya bulan April sudah (panen), mundur jadi September. Hujan pada awal tahun dan akhir tahun ini sangat berdampak,” ujar Ariada. Namun selama setahun ini, jumlah Subak Abian yang tersertifikasi bertambah menjadi 41 dari sebelumnya 38 subak. Terkait Subak tersertifikasi ini, tahun 2020 nanti ditargetkan sudah tembus 80 subak abian dengan total luas 6.258 hektar. Lanjut Ariada, secara ke-

seluruhan di Jembrana total ada 148 subak abian. Namun yang berpotensi untuk produksi kakao ada 80 subak. “Tahun depan kita targetkan bisa 300 ton kakao,” terangnya. Karena itu sejumlah upaya dilakukan untuk peningkatan produksi. Di antaranya strategi peremajaan kakao khususnya yang umur pohonnya sudah 30 tahun ke atas. Kakao itu harus diremajakan agar tahan serangan penyakit. Selain itu juga, dengan mengadakan kegiatan sekolah lapang pengendalian hama terpadu. Di beberapa Subak yang rawan dengan penyakit dan khususnya yang sudah tersertifikasi akan disasar

sekolah lapang itu. “Lainnya melalui bimtek (bimbingan teknis) pembinaan langsung, penyuluhan langsung ke subak abian,” ujarnya. Selain dari Pemkab Jembrana, Subak Abian Kakao juga mendapatkan support dari pemerintah provinsi. Seperti bantuan alat-alat untuk di hilir (pengolahan fermentasi). Untuk Kakao kualitas ekspor menurutnya diminati buyer dari Jepang, Perancis dan Uzbekistan. Sertifikasi ini menurutnya penting sekaligus sebagai upaya merubah mindset dan perilaku petani dari yang produksi instan, menjadi kakao yang tersertifikasi. (kmb26)

Bali Post/kmb26

Fermentasi – Salah satu upaya petani di salah satu Subak Abian guna meningkatkan kualitas produksi kakao Jembrana. Tahun 2019 ditargetkan produksi naik menjadi 300 ton.


Selasa Pon, 4 Desember 2018

KARANGASEM

11

Aktivitas Kegempaan Gunung Agung Meningkat Titik Api Masih Ada di Dasar Kawah

Amlapura (Bali Post) Sejak beberapa bulan terakhir, Gunung Agung mulai terlihat tenang. Kendati secara visual terlihat tenang, akan tetapi sejak tiga hari belakangan ini, aktivitas kegempaan vulkanik gunung tertinggi di Bali itu mengalami peningkatan. Hal itu mengindikasikan aktivitas gunung yang berada di Kecamatan Rendang itu masih cukup tinggi. Sementara status Gunung Agung sampai saat ini masih berada di level III (Siaga) dan sejauh ini Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) belum ada rencana menurunkan status dari level III (Siaga) ke level II (Waspada). Berdasarkan pantauan secara visual kemarin, Gunung Agung kembali terlihat mengeluarkan asap di puncak, namun intensitasnya tipis. Secara kegempaan seismograf milik Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga merekam sejak tiga hari terakhir, adanya peningkatan aktivitas kegempaan vulkanik dangkal sebanyak 9 kali, 1 vulkanik dalam, dan 1 tektonik lokal. Petugas Pengamat Gunung Api Agung di Pos Pemantaun Rendang Anwar Sidiq, Senin (3/12) kemarin, mengungkapkan aktivitas kegempaan sejak tiga hari belakangan ini, memang kembali terekam. Dikatakan, kegempaan vulkanik dangkal terjadi sebanyak sembilan kali. Menurutnya, hal itu mengindikasikan aktivitas Gunung Agung sampai detik ini masih fluktuatif. Indikasinya masih ada suplai magma dari dalam perut Gunung Agung. Akan

tetapi, intensitasnya tidak besar. Pasalnya, sampai saat ini di dasar kawah masih terdapat titik api. “Sampai saat ini, titik api di dasar kawah Gunung Agung masih tetap ada. Kondisi itu bisa dibuktikan adanya embusan itu. Apalagi sekarang ini dipengaruhi turunnya hujan, sehingga jika titik api itu terkena air hujan, maka akan menghasikan uap berwarna putih,” ungkapnya. Sidiq menambahkan, kendati sejak beberapa bulan terakhir, Gunung Agung tidak pernah lagi mengalami erupsi, tetapi pontensinya masih tetap ada. Aktivitas Gunung Agung masih naik turun. Sampai saat ini, pihaknya masih merekomendasi jarak 4 km warga dilarang melakukan kegiatan. Termasuk aktivitas pendakian belum diizinkan. Alasannya, sewaktu-waktu Gunung Agung masih ada potensi erupsi. Jika pendakian

dilakukan, maka akan sangat membahayakan pendaki itu sendiri. “Warga yang bermukim di dekat aliran sungai juga harus mewaspadai adanya lahar hujan. Belakangan ini sering turun hujan. Sehingga sisa-sisa belerang yang ada di puncak ketika terkena air hujan akan mengalir ke sungai-sungai,” ujarnya. Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pengamatan Gunung Berapi Wilayah Timur, PVMBG, Devy Kamil Syahbana, menjelaskan hingga kini aktivitas Giri Tohlangkir itu fluktuatif. Gempa masih ada, karena itu PVMBG belum bisa menurunkan statusnya. “Kalau penurunan status belum ada. Seandainya aktivitas Gunung Agung itu benar-benar turun, baru akan diturunkan. Sekarang masih fluktuatif, terjadi naik turun. Gempa sendiri masih terekam kok,” kata Kamil Syahbana. (kmb41)

Bali Post/kmb41

KELUARKAN EMBUSAN - Gunung Agung saat mengeluarkan embusan tipis. Sampai saat ini masih ada titik api di dasar kawah gunung tertinggi di Bali itu.

Empat Pejabat Teras Bersaing Rebut Kaban Kesbangpolinmas Amlapura (Bali Post) seleksi tersebut. Seleksi tetap berlanjut Perpanjangan pendaftaran lelang ja- sesui agenda yang telah ditetapkan. batan Kepala Badan Kesatuan Bangsa, ‘’Aturannya, minimal ada tiga peserta. Politik dan Perlindungan (Kaban Kes- Sekarang sudah ada lima, satu orang bangpolinmas) Karangasem rupanya gugur di administrasi lantaran Putra belum mampu merangsang lebih banyak Suarjana sudah berusia 57 tahun. pejabat mengikuti seleksi tersebut. Regulasi seleksi itu, usia kandidat yang Hingga pendaftaran ditutup 28 Novem- diperkenankan maksimal 56 tahun. Dia ber 2018, hanya ada lima kandidat yang gugur karena kelebihan umur saja, semendaftar. Namun, setelah diseleksi, dangkan syarat lainnya lolos,’’ ungkap satu orang dinyatakan tidak lolos yakni Rinceg. Nyoman Putra Suarjana. Sekretaris Setelah seleksi administrasi, empat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan peserta yang lolos itu selanDesa (PMD) tidak lolos karena kelebijutnya akan menjalani han umur. Dengan tidak lolosnya seleksi wawancara. satu kandidat, maka otomatis Selain itu, juga tinggal empat peserta yang akan ada sesi pemabersaing pada seleksi berebutan paran visi dan Kepala Badan Kesbangpolinmas. misi di hadapan Sekretaris Panitia Seleksi (Panpansel. Hasil sel) Gusti Gede Rinceg, Senin (3/12) penilaian itu kemarin mengungkapkan, empat pedimintakan reserta yang berhak mengikuti tahapan komendasi ke seleksi berikutnya, yaitu Kepala Komisi AparaBagian Ekonomi Setda Karangasem tur Sipil Negera Made Hadi Susila, Kepala Bagian Per(KASN). lengkapan I Ketut Kanginan Subandi, ‘’Proses seleksi Camat Bebandem I Gusti Ayu Putu yang Wija Srianjani, dan Sekretaris Dinas Kebudayaan I Made Witrawan. Kemudian, Rinceg menegaskan, minimnya peserta tidak Bali Post/kmb41 menjadi hamGusti Gede Rinceg batan jalannya

dikondisikan sudah benar. Setelah seleksi oleh Pansel, hasilnya diberikan kepada Bupati untuk memberikan rekomendasi siapa yang berhak lolos dari tiga orang kandidat,’’ ujarnya. Nantinya, pansel akan mengirim tiga nama ke Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri. Nama yang gugur dan tidak dikirim bupati, yakni peserta yang nilainya paling rendah. Dari tiga nama yang dikirim itu, Bupati-lah yang memiliki kewenangan dan kuasa penuh menentukan satu yang akan duduk sebagai Kaban Kesbangpolinmas itu. ‘’Tanggung jawab pansel sampai mengirim tiga nama. Selanjutnya, kewenangan penuh ada pada Bupati. Bupati akan menilai mana yang paling layak di antara ketiganya,’’ tegas Rinceg. Saat tahapan seleksi di Pansel akan dilakukan secara objektif. Pansel terdiri dari lima orang dari tiga unsur yang terdiri dari unsur birokrat yakni Sekda Karangasem I Gede Adnya Mulyadi sekaligus Ketua Pansel, dan Rinceg. Dari unsur profesional yang dinilai paham jabatan itu. Untuk tugas itu ditunjuk mantan Sekda Karangasem I Made Madri. Di samping itu unsur akademisi yang merupakan dua dosen Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas). Mereka adalah A.A. Ngurah Oka Suryadinata dan Ni Nyoman Sunariani. ‘’Kami berusaha menilai secara transparan. Hasil tesnya nanti akan diumumkan secara terbuka,’’ janji Rinceg. (kmb41)

Bali Post/kmb41

PEMBINAAN - Pegawai yang tidak mengabsen dipanggil dan diberikan pembinaan di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika Karangasem, Senin (3/12) kemarin.

Tak Lakukan Absensi, 134 ASN Dibina

Amlapura (Bali Post) Aparatur Sipil Negara (ASN) harus dapat memberikan contoh yang baik kepada semua pihak. Dalam rangka tujuan itu, Gerakan Disiplin Nasional (GDN) digulirkan kepada ASN. Kemudian, Pemkab Karangasem memberikan pembinaan kepada 134 pegawai bertempat di Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika, Senin (3/12) kemarin. Para pegawai itu dipanggil Sekda Gede Adnya Mulyadi didampingi Kadis DPMD Komang Agus Sukesena dan Kabag Organisasi Ketut Arta Sedana, lantaran tidak melakukan absensi saat masuk kerja. Kabag Organisasi Ketut Arta Sedana mengungkapkan, ada 134 pegawai yang dipanggil dan mereka langsung diberikan pembinaan, lantaran tidak mengabsen saat masuk kerja. Mereka memang masuk kantor, akan

Pasca-Jalan di Geriana Putus akibat Banjir

Warga Swadaya Bangun Jembatan Darurat

Jalan yang menghubungkan antara Banjar Geriana Kangin dan Geriana Kauh, Duda Utara, Selat, Karangasem putus untuk kelima kalinya, akibat kembali diterjang banjir berapa waktu lalu. Setelah diperbaiki secara swadana oleh warga, memang warga saat ini sudah dapat melintasi jembatan itu kembali. Pasalnya, warga setempat secara bergotong royong membangun fasilitas penghubung itu. Bahkan, mereka dengan inisiatif sendiri bekerja keras membangun kembali jembatan darurat itu menggunakan kayu dan pohon kelapa. Lalu, bagaimanakah kondisi jembatan darurat itu? BENDESA Adat Geriana Kangin, Jro Ketut Yasa, mengatakan keberadaan jembatan darurat itu benarbenar sangat diperlukan oleh masyarakat. Pasalnya, jembatan itu merupakan akses jalan yang eksistensinya sangat vital bagi warga dari kedua belah banjar itu. Yasa, menambahkan jembatan ini merupakan jalan utama anakanak dari Desa Amerta Bhuana yang bersekolah di SMPN 3 Selat di Dusun Geriana Kangin. Karena itu, dengan terputusnya jembatan tersebut mengakibatkan warga yang akan lewat ke Geriana Kauh dan Geriana Kangin, serta warga dari Amertha

Bhuana, harus memuter ke Banjar Bambang Biaung, yang relatif jauh, sekitar 5 kilometer. Keberadaan jembatan itu memang mendesak. Sebab, warga dari Desa Pakraman Geriana Kauh, juga akan menggelar karya di Pura Puseh. Kerja keras warga memang luar biasa. Melalui gerakan bersama gotong royong, akhirnya jembatan itu mampu diwujudkan warga, kendati hanya menggunakan kayu dan pohon kelapa. ‘’Jembatan menggunakan media kayu dan pohon kelapa yang dibelah itu memang sifatnya sementara. Semoga, cepat turun bantuan dari

APBD, sehingga jembatan permanen bisa diwujudkan,’’ harap Jero Ketut Yasa. Karena kekuatan jembatan itu tidak begitu kokoh, makanya jembatan ini hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua, sepeda dayung, serta pejalan kaki. Sedangkan untuk kendaraan roda empat, tidak boleh melintasi jembatan darurat itu. Kendaraan roda empat harus memutar. ‘’Kami berharap jembatan ini bisa bertahan lama. Tercatat, jembatan darurat ini sudah dibuat hingga kelima kalinya, dibangun di atas sungai ini. Beberapa kali, jembatan darurat itu hanyut karena lahar hujan erupsi Gunung Agung,” ujarnya. Sementara itu, Kabid Bina Marga Dinas PUPR Karangasem I Ketut Prama Budarta mengaku, jembatan yang dibangun ini sifatnya sementara. Dirinya berharap jembatan ini bisa bertahan sampai anggaran tahun 2019 cair. Pihaknya sudah mengusulkan agar pembangunan jembatan itu bisa direalisasikan tahun depan. “Estimasi kami, jembatan ini bisa bertahan selama enam bulan,” ujar Prama. (eka)

Bali Post/kmb41

JEMBATAN DARURAT - Warga secara swadaya membangun jembatan darurat agar masyarakat dari Banjar Geriana Kangin dan Geriana Kauh bisa melakukan aktivitas seperti sedia kala.

tetapi melaksanakan kegiatan di luar kantor. Masalahnya, Kasubag Umum tidak menandai yang bersangkutan saat ada program kegiatan di lapangan. ‘’Ini Kasubag umumnya yang teledor. Kasubag itu seharusnya mengisi absen tersebut. Misalnya, seperti pegawai Dinas PUPR ada kegiatan di Embung Besakih, ASN itu tidak sempat datang ke kantor untuk rutinitas wajib absensi. Di sini Kasubang Umum seharusnya tahu dan mengabsen siapa-saiapa saja yang melakukan kegiatan di lapangan, sehingga mereka nantinya dibuatkan surat tugas untuk pegawai yang bertugas di sana. Dengan begitu, ketika absen itu dikumpulkan setiap ada kegiatan, dia memang bertugas di Embung atau yang tugas lainnya,’’ ungkapnya. Agar ke depannya hal seperti itu tidak terulang,

pihaknya langsung memberikan pembinaan kepada Kasubag Umum di masingmasing OPD termasuk para pegawai supaya bisa menjalin komunikasi dengan baik sesama pegawai. Selain itu juga pihaknya telah menyarankan supaya dibuatkan grup WhatsApp, di masing-masing OPD guna lebih memudahkan komunikasi. ‘’Jadi, bila ada pegawai yang ditugaskan siapa dan ke mana, nanti bisa dibagikan ke grup tersebut. Upaya itu penting dilakukan guna lebih memudahkan komunikasi antarpegawai. Sehingga kejadian seperti ini tidak sampai terjadi lagi. Kasihan mereka sudah masuk kerja, akibat tidak diabsen akhirnya mendapatkan pembinaan seperti ini. Dengan adanya grup WhatsApp, nantinya ada solusi untuk yang tidak melakukan absensi itu,’’ tegas Sedana. (kmb41)


KLUNGKUNG

12

Selasa Pon, 4 Desember 2018

Nominal PHR Badung Turun

Sekda akan Evaluasi Anggaran Infrastruktur Semarapura (Bali Post) Menurunnya penyisihan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) Badung seperti yang disampaikan Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, berdampak bagi rencana anggaran di enam kabupaten penerima. Termasuk juga untuk Kabupaten Klungkung sehingga Sekda Klungkung Gede Putu Winastra, Senin (3/12) kemarin, mengatakan akan mengevaluasi penganggaran untuk infrastruktur. Sekda Winastra mengaku belum menerima surat resmi dari Bupati Badung, terkait dengan rencana penurunan penyisihan PHR itu. Tetapi, jika itu memang sudah menjadi keputusan Bupati Badung, ini jelas akan memengaruhi rencana pembangunan Klungkung. Sebab, PHR Badung selama ini sangat dibutuhkan Klungkung untuk mendorong pembangunan infrastruktur daerah. Sebagai gambaran, PHR Badung kepada Klungkung pada tahun 2018, mencapai Rp 66 miliar. Dari jumlah itu, sebesar Rp 40 miliar di antaranya peruntukannya sesuai proposal APBD. Sedangkan sisanya peruntukannya sesuai usulan kegiatan masyarakat. “Untuk besaran tahun dana 2019, saya belum pegang data, silakan langsung ke Bapelitbang Klungkung,” kata Sekda Winastra. Pihaknya belum bisa menjelaskan, pembangunan infrastruktur mana yang terpengaruh akibat pemangkasan tersebut. Sebab, baik nominal dan detail perencanaannya, ada di Bapelitbang Klungkung. Saat ini, posisi APBD Induk 2019 sedang dalam proses verifikasi di Gubernur Bali. Setelah hasil verifikasi itu turun, pihaknya akan segera melakukan rasionalisasi penganggaran. “Kami masih menunggu surat resmi dari Bupati Badung. Kami masih berharap tidak ada pemangkasan. Kalaupun ada, nominalnya semoga tidak terGede Putu Winastra lalu besar,” katanya. (gik)

Banyak APK Langgar Zonasi, Bawaslu Belum Lakukan Penindakan

Semarapura (Bali Post) Alat Peraga Kampanye (APK) peserta Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) 2019 banyak bertebaran di setiap sudut wilayah Klungkung. Ada puluhan APK yang melanggar zonasi pemasangan. Tetapi, faktanya Bawaslu belum mengambil sikap. Ketua Bawaslu Klungkung Komang Artawan, Senin (3/12) kemarin, mengatakan pelanggaran terbanyak dilakukan peserta pileg di wilayah Kecamatan Dawan, yaitu sebanyak 23 APK berupa baliho dan tiga APK spanduk. Sedangkan di Kecamatan Nusa Penida nihil pelanggaran, di Kecamatan Klungkung sebanyak 10 baliho dan tiga spanduk, untuk Kecamatan Banjarangkan hanya satu spanduk. Total, ada sebanyak 40 APK yang melanggar zonasi pemasangan APK. Sebagian besar pelanggaran itu terjadi karena memasang APK di pohon. Selain itu, memasang APK di tiang listrik maupun tiang telepon juga tidak boleh. “Pemasang APK di tembok Puri Agung Klungkung sebenarnya juga melanggar. Tetapi melanggar estetika.

Tentu akan kami tertibkan,” tegas Artawan. Pihaknya menegaskan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Klungkung saat ini belum melakukan penindakan, karena baru melakukan koordinasi dengan leason officer (LO) partai. Sebagai tindak lanjut dari temuan pelanggaran tersebut, masing-masing Pengawas Kecamatan (Panwascam) telah melakukan koordinasi dengan setiap leason officer (LO) partai. Tujuannya, agar mereka paham dan sadar, kemudian menurunkan sendiri APK miliknya yang melanggar itu. Jika hasil koordinasi tersebut tidak juga diindahkan oleh pihak partai, pihaknya menegaskan akan dikeluarkan rekomendasi untuk penertiban, bekerja sama dengan Satpol PP Pemkab Klungkung. “Setelah koordinasi tidak diindahkan, ya tinggal ditertibkan,” tegasnya, seraya mengungkapkan sebelumnya akan dikeluarkan rekomendasi kepada setiap Panwascam di setiap kecamatan, untuk diteruskan ke partai. (kmb31)

BERI KETERANGAN - Manajer PT PLN (Persero) UP3 Bali Timur Andreas Simamora (tengah) saat memberikan penjelasan terkait permasalahan listrik di Nusa Penida. Gangguan pelayanan disebabkan karena faktor cuaca dan PLN mengaku siap mengurus kompensasinya bagi pelanggan.

Terkait Gangguan Listrik di Nusa Penida

PLN Sebut karena Cuaca, Siap Berikan Kompensasi Semarapura (Bali Post) PLN akhirnya memberikan tanggapan, setelah keluhan terhadap pelayanan semakin memuncak dalam sepekan terakhir. Manajer PT PLN (Persero) UP3 Bali Timur Andreas Simamora, Senin (3/12) kemarin, mengatakan, gangguan pelayanan disebabkan karena faktor cuaca. Sebagai dampak dari terganggunya pelayanan, PLN mengaku siap mengurus kompensasinya bagi pelanggan. Andreas menegaskan, setelah beberapa kali turun hujan, banyak pohon tumbang menimpa kabel listrik PLN. Ini menurutnya banyak memengaruhi pelayanan kepada pelanggan. Karena proses perbaikan jaringan yang terputus memerlukan waktu cukup lama. Terlebih terjadi pada medan yang sulit. Kedua, dia juga mengakui permasalahannya ada pada pembangkit listrik. Saat ini, PLN sedang melakukan pengembangan mesin untuk menambah kekuatan produksi listrik, dari sebelumnya hanya 6 megawatt menjadi 11 hingga 12 megawatt. Ini yang menyebabkan pelayanan listrik byar pet, sehingga menimbulkan ber-

bagai keluhan. Total saat ini ada 7 mesin pembangkit, berkapasitas 1,7 megawatt setiap mesinnya. Seluruhnya terpusat di Desa Kutampi. Sehingga seluruhnya berkapasitas sekitar 12 megawatt. Dari total kapasitas ini, sebenarnya pemakaian listrik di seluruh kepulauan Nusa Penida (termasuk Lembongan dan Ceningan), hanya 7,2 megawatt. Ini sudah pada titik puncak beban pemakaian listrik di Nusa Penida, yang terjadi pada periode Juni lalu, ketika high season kunjungan pariwisata ke Nusa Penida. Artinya, secara kapasitas produksi listrik, masih amat mencukupi untuk pelayanan seluruh pelanggan

Nusa Penida, baik untuk pelanggan rumah tangga maupun untuk bisnis dan lainnya. Total pelanggan listrik di kepulauan Nusa Penida mencapai 17 ribu pelanggan, dimana 73 persen di antaranya adalah pelanggan rumah tangga dan untuk kepentingan bisnis (pariwisata) sebesar Rp 21 persen. Sementara untuk kapasitas dayanya pemakaian rumah tangga mencapai 83 persen dan pemakaian bisnis 16 persen. “Gangguan yang terjadi belakangan ini lebih kepada faktor eksternal (cuaca red) dan kegiatan kami untuk pengembangan kapasitas produksi listrik. Jadi, kami harap pelanggan bisa maklum,” kata Andreas di-

dampingi I Gusti Putu Agus Wiadi, Manajer PT PLN (Persero) ULP Klungkung. Candra Bastian Rahadi, Asisten Manajer Humas PT PLN (Persero) dan Indris Sardi, Manajer Pembangkit PLTD Nusa Penida. Manajer Operasional dan Pemeliharaan PT Indonesia Power (Anak Perusahaan PLN) Unit Pembangkitan Bali I Wayan Suda menambahkan, sistem penyaluran listrik dari unit pembangkit di Desa Kutampi, terkoneksi ke pelanggan di Lembongan dan Ceningan. Dia menegaskan, saat ini, dengan tujuh pembangkit yang tersedia, masih cadangan daya listrik sekitar 2,5 megawatt. Tahun 2019, pihaknya menegaskan sudah merencanakan untuk terus menguatkan kondisi pembangkit, dengan masuknya pola energi terbarukan. “Tujuannya untuk menekan biaya produksi,” tegasnya. Sebagai bentuk tang-

gung jawab PLN, Andreas mengaku siap membayarkan kompensasi harga atas kerugian yang diderita pelanggannya. Ini sudah diatur jelas dalam peraturan perundang-undangan. Selain bentuk kompensasi, PLN juga bisa kena denda dan ada pula bentuk pengurangan tagihan listrik kepada pelanggan. Ini dikatakan menjadi perhatian khusus OJK (Ororitas Jasa Keuangan). “Bagi pelanggan yang ingin mengajukan kompensasi, silakan datang langsung ke kantor kami. Ada berkas yang harus dilengkapi. Kami juga punya database tersendiri, siapa saja pelanggan yang telah dirugikan,” tegas Andreas. Pihaknya berharap, setiap keluhan pelanggan terhadap pelayanan, bisa disampaikan langsung ke call center 123. Pihaknya berjanji akan segera melakukan tindak lanjut ke lokasi. (kmb31)

Bupati Suwirta Bangkitkan Semangat Hidup Agus Budiarta Anak Korban Kecelakaan yang Kakinya Terlindas Truk

MELANGGAR - Salah satu baliho yang tertempel di tembok Puri Agung Klungkung, yang dinilai melanggar estetika oleh Bawaslu Klungkung.

MENGISI waktu luang pada hari libur, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyempatkan diri menjenguk Putu Agus Budiarta (9), pascapulang dari rumah sakit setelah menjalani operasi amputasi kaki kanannya, beberapa waktu lalu. Kedatangan Bupati Suwirta beserta Ny. Ayu Suwirta diterima keluarga Putu Agus Budiarta di Banjar Bucu, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan, Klungkung, Minggu (2/12) lalu. Di usianya yang masih sangat muda itu, Putu Agus Budiarta harus kehilangan kaki kanan akibat kecelakaan yang dialaminya pada 8 Oktober lalu. Raut wajah Putu Agus Budiarta pun tampak sayu. Bahkan, saat itu raut wajahnya menunjukan jika ia merasa bosan untuk terus duduk dan berbaring di teras rumahnya. Kisah pilu di keluarga itu tidak hanya dialami oleh Putu Agus Budiarta, namun juga dialami oleh sepupunya, I Wayan Ardis (16). Anak dari pasangan I Nengah Sudana (42) dengan Ni Nengah Sunarti (40) ini mengalami lumpuh sejak usianya menginjak 7 tahun. Putu Agus Budiarta dan

Wayan Ardis yang masih ada hubungan keluarga ini tinggal dalam satu pekarangan. Bupati Suwirta pun sempat kaget dan sedih melihat Putu Agus Budiarta duduk berdampingan dengan sepupunya, I Wayan Ardis, yang mengalami lumpuh total. Kondisi Wayan Ardis sendiri tidak bisa dibantu dengan alat bantu jalan, seperti tongkat ketiak maup un kurs i ro d a . H a l i t u dikarenakan kaki dan tangan Wayan Ardis terlihat kaku dan sulit untuk duduk di kursi roda. Melihat kondisi itu, Bupati Suwirta terus memotivasi dan terus memberikan semangat kepada kedua anak tersebut. Sembari memberikan motivasi, Bupati Suwirta juga mengajarkan Putu Agus Budiarta belajar berjalan dengan menggunakan tongkat ketiak yang didapat dari rumah sakit. Saat mencoba berjalan menggunakan tongkat ketiak, nampaknya Putu Agus Budiarta awalnya agak putus asa karena tidak kuat dan merasa goyang saat belajar berjalan. Namun, dengan segala keterbatasan itu, Putu Agus Budiarta tetap optimis pada

masa depannya. Tidak hanya memberi motivasi agar Putu Agus Budiarta tidak minder dan ma u bersekolah, B up at i kelahiran Nusa Ceningan ini juga memberikan bantuan dan berjanji akan memberikan alat bantu berjalan berupa kaki palsu. “Itulah bentuk motivasi agar Agus Budiarta tidak minder,” katanya. Bupati Suwirta juga mengatakan, saat ini pihaknya telah merancang aplikasi untuk mendata masyarakat lansia, masyarakat kurang mampu maupun penyandang disabilitas. Dengan aplikasi tersebut pihaknya berharap bisa lebih mudah untuk mengetahui potensi desa, kondisi masyarakatnya maupun permasalahannya. “Pemkab Klungkung tengah merancang sebuah aplikasi untuk mendata masyarakat secara menyeluruh, mudahmudahan aplikasi yang sedang dirancang ini nantinya bisa berjalan maksimal,” imbuhnya. Sebelumnya, Putu Agus Budiarta mengalami kecelakaan saat bersepeda menuju rumah kakeknya yang berada di seberang jalan. Namun nahas, saat

TONGKAT - Bupati Suwirta saat membantu Agus Budiarta menggunakan alat bantu tongkat agar bisa berjalan. Agus mengalami kecelakaan, kakinya terlindas truk sehingga harus diamputasi.

Kabupaten layak pemu da ini, kini menjadi konsep tersendiri organisasi kepemudaan KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Klungkung. Guna mematangkan rencana ini, KNPI Klungkung menggelar pertemuan antarpemuda, di Gedung Pemuda Klungkung, Minggu (2/12) lalu. Ketua KNPI Klungkung A.A. Indra Prayoga men-

gatakan, KNPI Klungkung langsung membentuk tim panitia, sebagaimana petunjuk dari Bupati Klungkung Nyoman Suwirta sebelumnya. Di dalam panitia ini, dibahas beberapa hal penting untuk mewujudkan rencana ini. Salah satunya, segera menyusun draf ranperda Klungkung sebagai Kabupaten Layak Pemuda, dan segera diagendakan masuk dalam

Prolegda (Program Legislasi Daerah) DPRD Klungkung. Panitia diketuai Dewa Ayu Diah Tri Paramita dengan Sekretaris A.A. Gde Yoga Putra serta Tim Pengarah Ketut Putra Bagawatra. Ditemui usai pembentukan panitia, Diah Tri Paramita didampingi Ketut Putra Bagawatra menjelaskan keinginan ini, sebagai awal untuk membangkitkan kegiatan kepemudaan.

Sehingga, KNPI sebagai corong pemuda, mengambil insiatif agar ini segera terealisasi. “Realitanya, pemuda memiliki hak mendapatkan pembinaan dari pemerintah dan turut berkontribusi dalam pembangunan daerah. Maka dari itu, kami mendorong ranperda ini bisa segera masuk Prolegda,” tegas Diah Tri Paramita. Dia menambahkan, Ranperda itu setelah disahkan

menjadi perda, akan menjadi payung hukum. Sehingga pemuda memiliki akses untuk mendapatkan pelayanan, berbuat dengan berbagai program dan dukungan anggaran. Setelah pertemuan pertama, tim panitia akan menggelar rapat konsolidasi untuk mematangkan ranperda tersebut. Selanjutnya, tim akan menindaklanjutinya ke

bersepeda Putu Agus Budiarta terpeleset dari trotoar hingga terjatuh ke jalan dan saat bersamaan ada truk da-

tang dari arah utara, yang tidak bisa menghindar dan melindas kaki Putu Agus Budiarta. (ad082)

Klungkung Didorong Jadi Kabupaten Layak Pemuda

Semarapura (Bali Post) Kabupaten Klungkung kini sedang bergerak menjadi daerah layak pemuda. Ini sebagai salah satu cara untuk membangun semangat kepemudaan di daerah, yang belakangan kian menunjukkan identitasnya dengan ragam kreativitas. KNPI sebagai induk organisasi kepemudaan, mendorong pemerintah dapat segera mewujudkan itu.

Bidang Kepemudaan Disdikpora Klungkung untuk menyampaikan permasalahan dan peran KNPI sebagai induk organisasi kepemudaan sekaligus untuk menggelar FGD menyerap aspirasi kalangan pemuda di Klungkung. “Kami juga akan melaksanakan raker dengan DPRD Klungkung, guna membahas ranperda ini,” tegasnya. (kmb31)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Selasa Pon, 4 Desember 2018

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dcr Pembantu Rumah Tangga (PRT)Wanita Hub:082359352500 B.BP.001.12.18.0000075

3 Housekeeper Seminyak Villas with Guests Speak English a Little or Fluent Good Salary Full or Half Time 081236313813 B.BP.004.11.18.0001198

BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunanresto Pasti Brangkat Line WA081375409869&087754689692 B.BP.004.12.18.0000014

Cr PRT Wnita Srabutn,ada Motor + SIM C,Gaji Ok 089661212177 B.BP.004.12.18.0000067

Dibutuhkan PRT Cowok/Cewek utk RumahdiSanurSMS:08123877799 B.BP.001.12.18.0000056

Dcr Admin Gudang & Pengadaan Barang(Bag.Belanja)Min SMU, bs Compt.Exel & Word SIM A, bs krj dg team.Krm Lam.ke CV Semeru Jaya Jl.Gn.Andakasa Gg.Mawar 40X Dps/Email:meita@sjbali.com B.BP.001.12.18.0000073

SERVICE

Dcr Adm Wnt,bs Comp,Bw CV ke Synus Refill Center, Jl.Imbo No.551A Tlp.490452 B.BP.004.12.18.0000066

Dcr Sgr Sopir SIM A u/Pribadi Lam Lsng ke Jl.Gatsu Barat 301 (Depan BRI) Hub.081337658427 B.BP.001.12.18.0000048

Dcr Tk Jarit,Tk Sequin, Tk. Serabutan,Berpeng Hub PT. Bintang Bling-Bling/Ph.4481028 B.BP.154.12.18.0000063

Dcr cook perempuan u.rumah T mskan Indo&Kue 082235008424 B.BP.154.12.18.0000077

Dibutuhkan Segera Staff Battler.Bisa Bahasa Inggris Untuk Villa di Canggu bisa WA di no 081283853432 B.BP.004.12.18.0000064

Dibutuhkan:Office Boy & Kurir Motor,Max28Th.Krm Lam Ke Jl.Gn Soputan I/107 Dps.Telp.8466317 B.BP.001.11.18.0001052

Dicari Adm 1 Wnt lulus SMEA Asst Teknisi 1 Pria Lulus STM Hub:081338097333/9004892 B.BP.001.11.18.0001051

SERVICE

BIRO JASA

DIJUAL MOBIL

BIRO JASA

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

Dicari Segera Karyawati Admin Max.30thn Min.SMA/SMK. Kirim Lamaran ke CV.Surya Buana Jln.Sekar Sari No.23 Kesiman Kertalangu Hub.081337070443

Sales/Marketing,Produk Farmasi Pengalaman,bisa B.Inggris/Mandarin.Lmrn ke info@tsbali.com B.BP.031.12.18.0000069

Staf Produksi(Tabanan),Llusan Mesin/Listrik/Kimia/Tataboga, Hub:Dewi Hp:081236222509

B.BP.001.12.18.0000050

Dicari Sopir & SPG utk Produk Minuman,087862887297(Mahendra)

B.BP.031.12.18.0000070

Dcr Fo&Room Boy Laki2 Bisa Bs. Inggris u/Hotel.HB:08123912010

B.BP.001.12.18.0000051

Dicari Sopir Serabutan gaji menarik 2,8jt Hub.085338272248

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dcr utk dididik sbg staf pembukuan sy; Pddk min SMK Akuntansi, umur maks.25th. Lamaran lengkap sgr ke Jl.Kepundung 67A Denpasar. G.05

B.BP.001.12.18.0000079

G.02

Satpam. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Tlp. 227439 / 081 862 1818 G.03

B.BP.001.12.18.0000059

Waiter. Lamaran ke Shankara Rest Kuta Square D32 Jl.Bakung Sari, Telp. 227439 / 081 862 1818

Driver Travel Agent bs B.Ingris khusus Mbl Alphard/Camry/Audi Hub.Merrys Tour 08123837314

G.04

Dcr Sgr Kasir dan Kolektor penempatan Gianyar dan Klungkung, penddkn: SMK/SMU, umur maks.25thn. Lam ke Kop.Krama Bali, Jl.Kepundung No.61A Dps email: kkb_pusat@yahoo.com

B.BP.001.12.18.0000025

PT.Fuji Home Japan Mncari Pnrjemah Bhs Jepang,Min.N2, Bs.baca&mnlis Kanji,Gj min 9jt,5hri kerja,Disipin&teamwork.4723564 Email:info@fujihomejapan.com B.BP.001.12.18.0000031

G.06

DIJUAL RUMAH

TOYOTA

Innova J’11(B)Hitam,Msn Bagus H.140jt nego 0813-3152-5934 B.BP.001.12.18.0000072

DIJUAL TANAH

Sopir SIM B1. Lamaran ke Jln.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818

Dijl Tanah Kavling di Denpasar Hub.0811398086 / 0361-245460

G.01

SHM 5 Are Ditepi Jl.Utama Waribang,Kesiman,Dps,Strategis cck utk apa saja, H:087745432250

B.BP.001.12.18.0000054

Waiter. Lamaran ke Jl.Veteran 86 Dps, Telp. 227439 / 081 862 1818

Dicr 3 Orang Surveyor,3 Orang Collector Min SMU,Max30Th,Gaji Pokok + UM + Insentive.Hub:Jln Goagong 9 Jimbran.0361-4724320

DIJUAL RUMAH

Informasi pasang iklan Telepon

DIJUAL MOBIL DAIHATSU

Djual Daihatsu Zebra Box 96/97 Kondisi Prima Hub:085102758989 B.BP.001.12.18.0000049 MITSUBISHI

Mobil Outlander Matix’13 Smsat Baru,Warna Putih.081338482808 B.BP.001.12.18.0000047 NISSAN

Navara Sport Version Manual 2014 Hrg 245Jt & Hilux Dcab Manual 2012 240Jt WA.08123807171 B.BP.004.12.18.0000065

B.BP.001.12.18.0000053

B.BP.033.12.18.0000062

DISEWAKAN TEMPAT Disewakan Tempat Usaha 10x3m Lk dkt Kota Gianyar 5.5Jt/Thn 085738038666 bs Tdr dalam B.BP.014.12.18.0000061

RUPA-RUPA Atasi Rmh Bocor Dak Dinding Atap,P.Sefri 085100774702 Grns B.BP.001.12.18.0000080

KEHILANGAN Hlg BPKB No.H05662385-O DK 3501 OG A.n I Putu Atmaja B.BP.001.12.18.0000045


14

2019, Pemkab Tak Anggarkan Bedah Rumah Bangli (Bali Post) -

Pemkab Bangli tidak menganggarkan program bantuan bedah rumah pada APBD 2019. Terbatasnya anggaran menjadi alasan Pemkab tak memprogramkan kegiatan itu. Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangli Nengah Sukarta, Senin (3/12) kemarin, mengatakan awalnya bedah rumah rencana dianggarkan sebanyak 14 unit. Namun karena keterbatasan keuangan daerah, Pemkab akhirnya tidak mengalokasikannya. Meski demikian, Pemkab akan mengupayakan bedah rumah untuk KK miskin dengan menggunakan bantuan Pemprov Bali, Pemerintah Pusat dan dana CSR dari lembaga atau badan usaha. ‘’Untuk Pemprov kita akan ajukan 150 unit. Sementara untuk CSR

kita targetkan 32 unit,’’ ujarnya. Disebutkannya, jumlah permohonan bantuan bedah rumah yang masuk dari desa ke Dinas Sosial mencapai 800 proposal. Terhadap seluruh proposal itu, pihaknya a k a n menindaklanjutinya dengan

melakukan verifikasi. Bagi proposal yang dinilai tidak layak mendapatkan bantuan bedah rumah di Dinas Sosial, akan diarahkan untuk mendapatkan bantuan sejenis yang ada di Dinas PUTRPerkim. Sukarta menyebutkan, tahun depan anggaran di Dinas Sosial akan dikonsentrasikan untuk kegiatan pemberdayaan dan pendampingan anggaran pusat berupa Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), ASPDB, ASLUT, PKH, KIS PBI/ UHC dan Kelompok Usaha Bersama (Kube). Itu dilakukan supaya dana pusat bisa terealisasi tepat sasaran dan menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Disinggung mengenai realisasi bantuan bedah rumah tahun 2018, pejabat asal Banjar Pande Kelurahan Cempaga itu menyatakan sudah sepenuhnya tuntas. ‘’Yang 68 unit Dinsos kerjakan lewat swakelola dari panitia desa sebanyak 15 desa, realisasi fisiknya sudah 100 persen dan realisasi serapan uangnya juga sudah 100 persen. Ini sudah di-monev oleh PPTK Bansos bedah rumah ke masing masing desa,’’ katanya. (kmb40)

Nengah Sukarta

Dana Desa Naik Jadi Rp 61 Miliar Bangli (Bali Post) Dana Desa (DD) yang akan dikucurkan pemerintah pusat untuk desa-desa di Kabupaten Bangli tahun 2019 nilainya meningkat mulai tahun ini. Sementara Alokasi Dana Desa (ADD) yang dianggarkan Pemkab Bangli, nilainya tak mengalami kenaikan alias tetap. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Bangli Dewa Riana Putra, Senin (3/12) kemarin mengatakan, total Dana Desa yang dikucurkan Pemerintah Pusat untuk seluruh desa di Bangli tahun 2019, yakni Rp 61 miliar lebih. Jumlah ini meningkat dari tahun 2018 yang sebesar Rp 52 miliar. Sementara untuk ADD anggarannya sama dengan tahun ini, yakni Rp 100 miliar. Tidak adanya kenaikan

ADD dikarenakan Pemkab menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. ‘’Walaupun tetap, tapi jumlah itu sudah melebihi dari angka minimal yang ditetapkan Undang-undang. Kan minimal 10 dari DAU setelah dikurangi DAK,’’ ungkapnya. Mengenai Dana Desa, ada beberapa indikator yang menjadi tolok ukur pusat, di antaranya indeks kesulitan geografis (IKG), jumlah penduduk dan kemiskinan di desa. Dengan adanya kenaikan, rata-rata satu desa akan mengelola Dana Desa sekitar Rp 800 juta. ‘’Tertinggi Desa Songan B sekitar Rp 1,9 miliar, terendah Desa Pengejaran,’’ terangnya. Baik Dana Desa maupun ADD selama ini sudah dimanfaatkan dengan baik oleh Pemerintah Desa. Dalam pemanfaatannya, de-

sa-desa tetap berpaku pada pakem yang ditentukan. Dana Desa dipakai membiayai bidang pembangunan dan pemberdayaan. Bidang pembangunan dimaksud meliputi pembangunan fisik dan kebutuhan dasar. ‘’Kebutuhan dasar bisa pendidikan dan kesehatan, sesuai kewenangan desa. Ketika bicara pendidikan, kewenangannya hanya di PAUD saja. Kalau di kesehatan sampai di Polindes. Tidak mungkin desa mengambil di luar kewenangannya,’’ terangnya. Demikian juga dengan bidang pemberdayaan. Riana menyampaikan, pihaknya selama ini mengharapkan desa tidak hanya berpikir meningkatkan pembangunan fisik. Dengan Dana Desa, desa bisa meningkatkan pemb e r d a y a a n ke l e m b a g a a n dan SDM yang ada di desa. (kmb40)

BANGLI

Jadi Duta Lomba Pelaksana Terbaik Kesatuan Gerak PKK-KKBPK-Kesehatan

Desa Demulih Dinilai Tim Provinsi Bali

SEBAGAI duta Kabupaten Bangli dalam lomba Pela ksa na Terb a ik Kes atuan Gerak PKK-KKBPKKesehatan dan lomba-lomba HKG dan Jambore PKK tingkat Provinsi Bali tahun 2018-2019, Desa Demulih, Senin (3/12) kemarin, dinilai oleh tim Provinsi Bali. Kedatangan tim penilai yang diketuai Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster tersebut diterima Bupati Bangli I Made Gianyar, S.H., M.Hum., Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Bangli Ny. Sariasih Sedana Arta, Wakil Ketua II TP PKK Kabupaten Bangli Ny. Suardini Giri Putra, Perbekel Desa Demulih dan PKK Desa Demulih. Ketua TP PKK Desa Demulih Ny. Sriadi Wijana dalam laporannya menyampaikan gambaran umum tentang Desa Demulih. Dikatakan, Desa Demulih memiliki jumlah penduduk sebanyak 4.832 jiwa, dengan jumlah KK sebanyak 1.357 KK. Desa Demulih mewilayahi 3 banjar dinas dengan 69 kelompok dasa wisma. Jumlah kader PKK di desa tersebut sebanyak 244 orang dibagi menjadi 2 kader, yakni kader umum sebanyak 83 orang dan kader khusus 161 orang. Kegiatan dan inovasi yang dilaksanakan dalam bidang pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga serangkaian dengan kesatuan gerak PKK-KKBPK-Kesehatan tahun 2018, yaitu di bidang administrasi, PAAR dengan cinta dan kasih sayang, UP2K, kegiatan Hatinya PKK, IVA test, LBS dan PHBS. Bupati Bangli I Made Gianyar dalam sambutan-

Bangli (Bali Post) Kadisdikpora Bangli Nyoman Suteja mengaku belum mengetahui perihal kasus pencurian sepeda motor yang melibatkan dua siswa SD dan SMP di Kecamatan Susut. Saat dihubungi, Senin (3/12) malam, Suteja menyatakan, akan mengecek hal tersebut ke UPT Disdikpora Bangli Kecamatan Susut. ‘’Saya belum dapat laporan dari Kepala Sekolah soal itu,’’ imbuhnya. Menurut Suteja, kasus kenakalan anak semacam itu di luar jangkauannya. Meski begitu, dia menegaskan, kasus ini perlu mendapatkan perhatian semua komponen. Pendidikan karakter dan budi pekerti sangat penting ditanamkan pada diri anak-anak. Namun dia menegaskan, hal itu bukan hanya tanggung jawab pihak sekolah. Peran keluarga khususnya orang tua siswa adalah yang paling dominan. ‘’Peran orang tua sangat penting karena kebanyakan waktu anak-anak di rumah di lingkungan keluarga,’’ tegasnya. Sebelumnya, dua siswa SD dan SMP berinisial RS (10), dan I Gede WP (13) diamankan polisi, berikut barang bukti dua

Bali Post/ina

PELATIHAN - Pelatihan jurnalistik dan kehumasan bagi operator SID. di antaranya pelatihan SID dengan menggunakan aplikasi SID dan pengelolaan website desa kepada operator SID desa se-Kabupaten Bangli, pendataan jaringan internet dan pendampingan smart village. Sementara itu, Bupati Bangli I Made Gianyar menegaskan, di era globalisasi, informasi dan teknologi bukan lagi menjadi kebutuhan, tetapi keharusan. Menurutnya, kalau bisa menguasai informasi dan teknologi, kemajuan pasti bisa dicapai. Sebaliknya, jika tidak menguasai informasi dan

PKK - Bupati Bangli I Made Gianyar mendampingi Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster dalam penilaian lomba di Desa Demulih, Senin (3/12) kemarin. BKKBN Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas PMD Provinsi Bali, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali serta Dinas Pertanian dan Holtikultura Provinsi Bali. Dikatakannya, sesuai visi misi Gubernur Bali, yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang artinya menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama dan gumi Bali yang sejahtera dan bahagia, pihaknya berharap kegiatan ini dapat menjadi motor penggerak partisipasi dari semua pihak serta menjadi wadah pembinaan bagi instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan dan LSM. Ada 9 jenis kegiatan yang dilombakan. Untuk kategori kabupaten dan kategori kota

ada 4, yakni lomba pelaksana terbaik kegiatan kesatuan gerak PKK-KKBPKKesehatan, lomba pelaksana terbaik lingkungan bersih dan sehat, lomba pelaksana terbaik pos pelayanan terpadu serta lomba pelaksana terbaik perilaku hidup bersih dan sehat di rumah tangga. Sementara untuk lomba dalam rangka HKG PKK dan jambore ada 5 kategori, yakni lomba pelaksana terbaik tertib administrasi, lomba pelaksana terbaik pola asuh anak dan remaja, lomba pelaksana terbaik usaha peningkatan pendapatan keluarga, lomba pelaksana terbaik pemanfaatan Hatinya PKK dan lomba inspeksi visual dengan asam asetat. Kriteria lomba ini meliputi 3 indikator yakni input, proses dan output. (ad088)

Kadisdikpora Ingatkan Pentingnya Pendidikan Karakter

DPMD Gelar Pelatihan Jurnalistik bagi Operator SID Kota Batu, Malang. Kepala DPMD Kabupaten Bangli I D.B. Riana Putra dalam laporannya yang dibacakan Kabid Pemerintahan Desa Putu Raka Sujaya menyampaikan, yang dilibatkan sebagai peserta dalam pelatihan adalah operator SID atau jurnalis desa. Mereka merupakan pilihan dari desa yang sudah memiliki basic pengetahuan tentang teknologi informatika. Segala permasalahan terkait teknologi informatika di desa akan di-handle oleh operator SID sehingga diperlukan peningkatan-peningkatan kapasitas untuk menghadapi segala permasalahan ke depan. ‘’Maka dengan itu pada hari ini kami bekerja sama dengan DenPost melaksanakan pelatihan jurnalistik dan kehumasan bagi jurnalis desa. Dengan harapan operator SID sebagai jurnalis desa memiliki pengetahuan kejurnalistikan dan kehumasan sehingga mampu menjadi PR bagi desa,’’ katanya. Disampaikan juga, tahun ini ada beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan DPMD,

nya mengatakan, lomba ini merupakan rutinitas yang dilakukan oleh pemerintah mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat. Melalui penilaian seperti ini, bisa diketahui keberhasilan yang telah dicapai dan permasalahan yang perlu ditindaklanjuti guna mencapai tujuan program yang telah ditetapkan. Dikatakan Gianyar, Pemkab Bangli selama ini memberikan dukungan terhadap program-program yang dilakukan secara terpadu, seperti lomba PKK ini sebagai gerakan yang bersifat nasional dan kelembagaannya sampai tingkat desa. ‘’Lebih-lebih lagi pada tingkat dusun atau lingkungan dibentuk kelompok PKK, dasa wismanya dan kelompok-kelompok kegiatan. Ini mempunyai posisi yang sangat strategis dalam menggerakkan masyarakat untuk memperdayakan dan meningkatkan kesehatan serta kesejahteraan keluarga,’’ kata Made Gianyar. Sementara itu, Ketua Tim Penilai yang sekaligus Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Koster mengungkapkan, gerakan PKK dilaksanakan untuk mendukung program pemerintah dengan sasaran keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat. Setiap tahun telah disusun program kerja sesuai dengan situasi dan kondisi daerah masing-masing. Guna mempercepat pencapaian hasil, dilaksanakan kegiatan kesatuan gerak PKK-KKBPK-Kesehatan, lomba HKG dan Jambore PKK tingkat Provinsi Bali, yang merupakan kegiatan terpadu dan dilaksanakan oleh Tim Penggerak PKK,

Terkait Siswa SD dan SMP Curi Motor

Bekerja Sama dengan ”Denpost”

Bangli (Bali Post) – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bangli menggelar pelatihan jurnalistik dan kehumasan bagi operator sistem informasi desa (SID) se-Kabupaten Bangli. Melalui pelatihan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Harian Denpost (Kelompok Media Bali Post) ini, operator SID sebagai jurnalis desa diharapkan memiliki pengetahuan kejurnalistikan dan kehumasan sehingga mampu menjadi public relation (PR) bagi desa. Pelatihan yang dilaksanakan di aula Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli dibuka Bupati Bangli I Made Gianyar, Senin (3/12) kemarin. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari hingga Selasa (4/12) hari ini. Materi pelatihan mengenai teknik penulisan berita dan mengelola press release, kode etik jurnalistik, antisipasi hoax serta peran jurnalis desa sebagai humas pembangunan desa. Pelatihan juga dilaksanakan dengan praktik lapangan ke Surabaya TV dan Humas Pemerintah

Selasa Pon, 4 Desember 2018

teknologi, maka bisa dipastikan semakin tertinggal. Menurutnya, untuk mencapai kemajuan harus menguasai tiga I, yakni infrastruktur, informasi dan investasi. Khusus pengelolaaan informasi, saat ini sudah ada khusus yang mengurus yakni SID. Dengan diadakannya pelatihan jurnalistik dan kehumasan ini diharapkan ke depannya seluruh informasi yang ada di desa bisa terkelola dengan baik untuk kemajuan desa. ‘’Kalau desa maju, maka kabupaten akan maju,’’ terangnya. (kmb40)

unit sepeda motor hasil curian di dua TKP berbeda. Mereka sama-sama berasal dari Kecamatan Susut. Polisi mengamankan kedua pelajar tersebut setelah menerima laporan tentang pencurian sepeda motor pada Selasa (27/11) lalu. Sesuai laporan yang diterima polisi, terjadi dua kasus pencurian sepeda motor di dua lokasi berbeda pada Minggu (25/11) lalu. Sekitar pukul 13.30 wita, pencurian terjadi di jalan umum Banjar Serai Desa Pengelumbaran. Di lokasi tersebut sepeda motor Honda Grand DK 5633 KF milik I Wayan Terimayasa hilang. Lalu, sekitar pukul 22.00 wita, terjadi pencurian sepeda motor di Bengkel Twonic Motor di Banjar Kayuambua Desa Tiga, Susut. Motor yang hilang, yakni Yamaha Jupiter MX DK 3492 XI milik Ngakan Made Oka. Berdasarkan laporan itu, polisi melakukan penyelidikan. Polisi lantas mendapatkan informasi penemuan beberapa dek motor yang tercecer di jalur Pondokan Buluh Desa Penglumbaran. Setelah dicek ke TKP, dek itu dari salah satu motor

Bali Post/ina

BARANG BUKTI - Dua sepeda motor yang menjadi barang bukti kasus pencurian di Susut. yang dilaporkan hilang. Polisi juga mendapatkan informasi bahwa sebelum kejadian sempat terlihat dua orang anak di sekitar TKP. Keduanya duduk di atas motor jenis Mio biru dekat dengan motor yang dicuri. Dari serangkaian penyelidikan, polisi berhasil mengamankan kedua pelaku. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Senin (3/12) kemarin, mengatakan, selain mengamankan pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa satu buah kunci palsu, sepeda motor Honda Grand warna hitam

tanpa bodi dan dek bernopol DK 5633 KF, dan Yamaha Jupiter MX warna hitam tanpa bodi dan dek bernopol DK 3492 XL. Polisi tidak melakukan penahanan terhadap kedua pelaku. Soal motif, Sulhadi mengatakan, untuk dipakai sendiri. Pelaku hobi memodifikasi sehingga sepeda motor curian itu dipreteli. ‘’Saat ini kedua pelaku masih dalam proses penyidikan dan didampingi oleh orang tua masingmasing. Ini diproses sesuai aturan UU perlindungan anak,’’ terangnya. (kmb40)


15

Selasa Pon, 4 Desember 2018

IHKA, LAB, dan Duta Orchid Gelar Aksi Sosial Bersama IHKA (Indonesian Housekeepers Association) Bali bersama LAB (Laundry Association Bali) dan Duta Orchid melaksanakan aksi sosial dan bedah rumah di Bebandem dan Tianyar Tengah, Karangasem, Minggu (2/12) lalu. Bakti sosial berupa kunjungan pada warga kurang mampu, gangguan jiwa dan balita kurang gizi. Ketua IHKA Bali Nyoman Sugiarta mengatakan, aksi sosial yang dilangsungkan

secara bersama ini, murni dilakukannya secara tulus. Rombongan yang dipimpin Sugiarta mengunjungi tiga keluarga yang ada di Karangasem. Pertama, memberi bantuan kepada keluarga kurang mampu I Ketut Rugeg yang bertempat di banjar Yeh Kori, Jungutan, Bebandem. Kepala Desa Jungutan Wayan Wastika mengatakan, warganya Ketut Regug pekerjaan sebagai petani dan penggali pasir. Regug memi-

liki dua anak. Salah satunya mengalami gangguan jiwa. Wayan Wastika menyampaikan terima kasihnya atas kepedulian dari rombongan IHKA yang telah memperhatikan kondisi warganya. Rombongan melanjutkan kunjungannya ke warga Banjar Jungsri, Bebandem. Bantuan diberikan kepada I Ketut Montok yang menderita kaki membusuk dan akhirnya diamputasi. Montok menceritakan, awalnya kakinya digigit

Presiden Apresiasi Prestasi Difabel

ular berbisa. Namun dibiarkan dan akhirnya membusuk. Terakhir mengunjungi keluarga I Nengah Pait, balita kurang gizi yang kini dirawat di rumah sakit swasta di Denpasar. Keluarganya bertempat tinggal di Banjar Dalem, Tianyar Tengah, Kubu. Pada akhir aksi sosial itu, Nyoman Sugiarta mengimbau kepada semua masyarakat dan pengusaha di Bali untuk ikut berbagi kepada keluarga yang kurang mampu. (kmb)

Bekasi (Bali Post) Prestasi gemilang para difabel Indonesia menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat. Presiden Joko Widodo menyatakan kebanggaannya dan mengapresiasi atas prestasi-prestasi gemilang yang diraih oleh para difabel Tanah Air. ‘’Prestasi yang gemilang dari anak-anak tersebut, saya pastikan bisa terjadi karena semangat juangnya. Bisa terjadi karena kerja kerasnya, dan bisa terjadi karena kreativitasnya,’’ kata Presiden Jokowi saat menghadiri acara Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2018 di Lapangan Parkir Mall Summarecon, Bekasi, Senin (3/12) kemarin. Presiden mengatakan, prestasi gemilang para difabel menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat Indonesia. Menurut Presiden, seluruh warga Indonesia harus percaya diri dan bekerja keras serta berinovasi untuk meraih prestasi. Kepala Negara menyebutkan beberapa nama difabel berprestasi antara lain Krisnawati Utami yaitu WNI pertama yang menjadi duta komitme penyandang disabilitas PBB tahun 2018, Siti Aisyah yang sukses dengan bisnis online-nya, Surya Sahetapi penggerak komuni-

Bali Post/ant

DISABILITAS - Presiden Joko Widodo (kiri) bersama Menteri Sosial Agus Gumiwang berbincang dengan siswa penyandang disabilitas asal Sukabumi Mukhlis Abdul Holik (kedua kanan) di sela-sela Peringatan Hari Disabilitas Internasional Tahun 2018 di Bekasi, kemarin. tas handituli, maupun Fahmi Husain yang berhasil meraih penghargaan desain terbaik. ‘’Semangat-semangat seperti ini yang harus kita tumbuhkan. Semangat-semangat seper ti ini yang harus terus ditingkatkan,’’ kata Presiden Jokowi. Kegiatan peringatan itu mengangkat tema ‘’Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas’’. Pemerintah juga mengajak seluruh pihak bersama-sama mewujudkan Indonesia yang ramah ter-

hadap penyandang disabilitas dan akan terus mendorong pembangunan fasilitas yang ramah bagi difabel. Beberapa fasilitas yang telah dibangun salah satunya di kawasan Stadion Gelora Bung Karno. Sejumlah pejabat yang turut hadir yakni Menteri Sosial Agus Gumiwang, Menteri Ketenagakerjaan Hanief Dhakiri, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. (ant)

kemarin mengatakan, kasus pembelokiran pintu hotel jangan sampai terulang kembali. Untuk itu diperlukan kajian di Bali terkait daftar negatif investasi (DNI). Dengan adanya kajian DNI, maka masyarakat dan calon investor akan tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di Bali. Kata Wijaya, investasi saat ini sudah dimudahkan. Namun dengan terulangnya kejadian yang sama, maka kajian-kajian untuk menetapkan DNI diperlukan. ‘’Saya tidak tahu apa di Denpasar dan Badung sudah ada atau belum, tapi yang jelas harus ada kajian mengenai jumlah DNI. Harus ada studi dulu karena akan menyangkut daya dukung air, aksesibilitas, masyarakat, dan lingkungan,’’ ujarnya. Kata dia, meski hotel yang akan dibangun harus menyerap tenaga kerja lokal, namun ma-

syarakat juga harus mempersiapkan diri dengan meningkatkan kualitas diri. Peningkatan kualitas diri dibuktikan dengan sertifikasi. Saat fasilitas pendidikan pariwisata belum ada di Bali, memang pihak hotel berkewajiban meningkatkan kualitas karyawannya dengan memberikan pelatihan serta sertifikasi. Namun dengan banyaknya fasilitas pendidikan dan lembaga sertifikasi di Bali, maka masyarakat harus proaktif meningkatkan kualitas dirinya. Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Masyarakat pun harus bersiap dengan kedatangan investor, agar mampu menangkap peluang, sehingga peluang tersebut tidak diambil oleh SDM luar. ‘’Masyarakat tidak boleh manja. Kita harus bisa berdiri sendiri,’’ tukasnya. (kmb32/kmb42)

Operasional Hotel

Bali Post/ist

AKSI SOSIAL - Rombongan saat mengunjungi kediaman salah satu warga saat aksi sosial IHKA di Karangasem, Minggu (2/12) lalu.

Bali Didorong Punya Perda ’’Green Building’’

Green Building - Penandatanganan MoU antara GBCI Perwakilan Bali dengan Universitas Udayana terkait Green Building. Denpasar (Bali Post) Keberadaan green building di Bali terhitung masih sangat minim. Padahal, green building dapat menekan dampak pemanasan global dan perubahan iklim. Pemprov Bali pun didorong untuk mengikuti jejak DKI Jakarta dan Jawa Barat yang sudah memiliki peraturan tentang green building. ‘’Green building itu bagaima-

na mendesain suatu gedung, terutama oleh arsitek, agar optimal dan efisien,’’ ujar Ketua Green Building Council Indonesia (GBCI) Perwakilan Bali Putu Agung Prianta usai menandatangani MoU dengan Rektor Universitas Udayana di Kampus Unud Sudirman, Denpasar, Senin (3/12) kemarin. Menurut Prianta, ada enam elemen yang harus diperha-

tikan dalam bangunan hijau atau green building. Yakni, pengolahan lahan sekitar, penggunaan air, penggunaan energi, material dan dari mana sumber material itu, kualitas di dalam ruangan, serta inovasi. Di dalamnya juga termasuk mengatur limbah cair dan limbah padat atau sampah, serta menerapkan konsep 3R (reduce, reuse, recycle). Air dan energi yang digunakan dalam sebuah bangunan pun harus seefisien mungkin. ‘’Untung di Bali ini kita punya Tri Hita Karana, yang salah satunya peduli terhadap lingkungan,’’ jelasnya. Meski demikian, lanjut Prianta, green building di Bali tetap harus digalakkan. Itu sebabnya, ada MoU yang ditandatangani dengan Universitas Udayana khususnya Prodi Arsitektur. Upaya ini dilakukan untuk menumbuhkan mindset mahasiswa arsitektur sejak dini terkait optimalisasi dalam sebuah bangunan yang mereka desain. Upaya ini tentu tidak cukup, karena membutuhkan pula peran serta pemerintah lewat kebijakannya menyusun peraturan daerah (perda).

Selasa, 4 Desember 2018 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:05 Wita 10:00 Wita 11:05 Wita 12:05 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Kepemangkuan dan Srati (4) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Bagus and Friend Bali Channel Tourist TV Dialog Interaktif Gatra Praja Bali Channel Tourist TV Solusi Alternatif Soman Dharma Wacana

Upacara Pitra Yadnya dan Atma Wedana (1) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Marrion Sam Suggy + Sinoil 15:05 Wita Nangun Yadnya Padiksan Ida Bagus Ketut Wiarta dengan Ida Ayu Putu Triani 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Dialog Interaktif Dinas Kesehatan 16:30 Wita Folk Song 17:05 Wita Kreasi Anak Franky Agency 17:30:00 Wita Kartun

18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:05 Wita

Adi Parwa ( 2) Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Ista Dewata Pura Batu Salahan dan Pura Pucak Petali Ajeg Bali Sanghyang Jaran Seni Sakral Penolak Bala Lila Cita Calonarang Empu Ender Tengkulak Kelod (3) Berita dan Bincang Terkini Folk Song Bali Channel

Prianta mengaku sudah pernah membicarakan masalah ini dengan Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Selanjutnya hanya tinggal menunggu realisasi dan implementasinya. Terlebih, gubernur dan wakil gubernur terpilih saat ini dilihat cukup peduli dengan masalah lingkungan. Di sisi lain, green building juga memiliki nilai marketing karena kesadaran masyarakat akan kelestarian lingkungan diyakini akan terus meningkat. Rektor Universitas Udayana Prof. A.A. Raka Sudewi mengatakan, Unud sebetulnya sudah mulai menerapkan green building. Salah satunya dengan tidak lagi menggunakan kertas atau paperless di beberapa gedung pada areal kampus. Terkait MoU dengan GBCI, pihaknya meminta agar Prodi Arsitektur dapat segera menindaklanjuti. ‘’MoU ini diimplementasikan juga melalui mahasiswa agar mengembangkan konsep green building. Karena sangat penting bagi kita untuk menjaga keberlanjutan lingkungan,’’ ujarnya. (kmb32)

Sebab, peningkatan skill juga untuk memenuhi kebutuhan operasional hotel. Mengingat Bali adalah daerah tujuan wisata internasional, maka SDM-nya pun harus tersertifikasi. Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja, calon karyawan harus sudah terstandar sesuai dengan skill dan kompetensinya. ‘’Sebab kita akan menangani tamu internasional. Ada minimum standar yang harus dipenuhi,’’ tandasnya. Namun, ketika ada perjanjian dengan masyarakat lokal yang masih belum memenuhi standar, maka hotel akan menyekolahkan atau memberi pelatihan sesuai kebutuhan hotel tersebut. Pemilik Hotel Segara Village, I.B. Ngurah Wijaya, Senin

Lebih Menarik

Kompetensi guru bukan hanya menguasai apa yang harus diajarkan, tetapi bagaimana membelajarkan kepada siswa sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik, menyenangkan, dan siswa menjadi semakin termotivasi ketika sedang belajar dengan sosok guru yang

mampu memberi inspirasi tersebut,’’ tandas guru peraih penghargaan Widya Kusuma 2018 dari Pemprov Bali ini. Sementara itu, Wayan Murdana mengatakan untuk bisa berubah sesuai tuntutan zaman diperlukan waktu untuk penyesuaian diri oleh masing-masing guru. Ia yakin semua guru pasti ingin dan mau berubah karena pengembangan moral

anak didik sangat penting di dalam dunia pendidikan. ‘’Marah kepada anak didik saya kira penting untuk membenahi perilaku moral anak, apalagi marah guru tidak absolut. Memberikan pekerjaan dan tugas juga penting dan tidak harus PR, tugas bisa di sekolah dan di rumah, tetapi harus proporsional,’’ tandas Wayan Murdana. (kmb/win)

Penyumbang Inflasi Sementara di Singaraja, penyumbang inflasi tertinggi yaitu pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 10,41 persen (yoy), bahan makanan 5,30 persen (yoy), sandang 4,45 persen (yoy), transportasi, komunikasi dan jasa keuangan

4,02 persen (yoy). Di Singaraja ada kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi yaitu perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar. Rentang inflasi Denpasar 3,71 persen (yoy) dan Singaraja 2,16 persen (yoy) menunjukkan kedua daerah tersebut memiliki pola konsumsi yang berbeda. Di samping itu juga

ada perbedaan akselerasi antara maing-masing komunitas konsumsi. ‘’Sampai dengan November baik nasional, di Bali, Denpasar dan Singaraja masih berada di kisaran yang ditargetkan yaitu 3,5 persen plus minus. Walaupun untuk Denpasar, target 3,5 persen sudah terlewati,’’ ujarnya. (kmb42)


balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

Selasa Pon, 4 Desember 2018

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Liverpool Terus Tempel City Liverpool Liverpool terus menempel ketat Manchester City di klasemen Liga Inggris dengan selisih dua poin setelah menang 1-0 atas Everton dalam laga pekan ke-14 di Stadion Anfield, Senin (3/12) dini hari kemarin. The Reds yang berada di urutan kedua kini memiliki 36 poin, sedangkan City mengantongi 38 angka di puncak klasemen. Gol kemenangan Liverpool dicetak Divock Origi pada pengujung pertandingan. Origi yang jarang mendapatkan kesempatan musim ini membuat gol pertamanya di Liga Inggris sejak Mei 2017 dan gol ketiganya ke gawang Everton selama mengenakan seragam Liverpool. ‘’Saya pikir itu hanya insting. Itu momen yang spesial, saya menikmatinya. Lagi pula ini pertandingan yang begitu penting bagi tim. Saya sangat senang bisa mencetak gol di laga seperti ini,’’ kata Origi. Menurut pemain bertahan Virgil van Dijk, Liverpool akan terus berjuang untuk melaju menciptakan musim yang baik, mengingat hingga saat ini belum menderita kekalahan setara dengan City. ‘’City melakukan sesuatu yang luar biasa. Anda harus berjuang sebagai sebuah tim, terus berjuang dan terus melaju, itu yang kami coba,’’ tegasnya. Pelatih Everton, Marco Silva, menyatakan Liverpool meraih kemenangan sematamata karena keberuntungan. Ia menilai Si Merah tidak pantas merebut tiga poin penuh. Hasil imbang sangat pantas sebab timnya bermain sangat baik, bahkan lebih dulu memiliki dua peluang emas ke gawang Liverpool. ‘’Pertandingan berjalan sulit untuk kedua tim. Saya menghargai kualitas pemain lawan,’’ ungkapnya. Barcelona Barcelona mengambil alih posisi puncak klasemen Liga Spanyol dari tangan Sevilla selepas meraih kemenangan dalam laga pekan ke-14. Barca yang menjamu Villarreal di

Stadion Nou Camp, unggul 2-0 berkat gol Gerard Pique dan gelandang muda Carles Alena. Barcelona kini mengoleksi 28 poin. Posisi Barcelona di puncak klasemen menjadi terpatri karena Sevilla (27) hanya bermain imbang 1-1 dalam lawatan ke markas Alaves (24). Akibatnya Sevilla harus turun ke peringkat kedua. Alaves membuang percuma peluang naik ke peringkat ketiga setelah Atletico Madrid (25) ditahan 1-1 oleh Girona (21). Girondins Bordeaux menjadi tim pertama di Liga Prancis musim ini yang meraih poin dari Paris Saint-Germain. Bordeaux menahan imbang tamunya itu dengan skor 2-2 dalam laga pekan ke-15 di Stadion Matmut Atlantique. Gol Neymar dan Kylian Mbappe yang sempat membawa PSG dua kali unggul, berhasil dibalas Bordeaux melalui Jimmy Briand dan Andreas Cornelius. Hasil itu membuat catatan sapu bersih yang dibukukan PSG dalam 14 pertandingan sebelumnya terhenti. Namun, tim besutan Thomas Tuchel ini masih bercokol di puncak klasemen dengan koleksi 43 poin. Sementara Bordeaux (18) naik ke urutan ke-11 klasemen melompati Nantes (17). AC Milan menyeruak masuk ke empat besar klasemen selepas menang 2-1 atas Parma pada pekan ke-14 Liga Italia di Stadion San Siro. Tim besutan Gennaro Gattuso naik ke peringkat

Delapan Atlet Cricket Bali Bela Timnas

Denpasar (Bali Post) Delapan atlet cricket Bali dipanggil tim nasional guna mengikuti turnamen internasional di Filipina. Mereka berangkat pekan lalu dilepas Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi. Suwandi menyatakan bangga atlet cricket Bali dipercaya membela bendera Merah-Putih pada ajang internasional. ‘’Kami juga bangga 13 atlet cricket masih setia mengusung bendera Bali pada berbagai event nasional,’’ ujarnya di Denpasar, Senin (3/12) kemarin. Ke-13 atlet cricket Bali itu dipastikan batal hengkang meskipun sempat bermain untuk provinsi lain pada kejurnas di lapangan Kampus Unud, Jimbaran, Badung, akhir Juni lalu. ‘’Kami bersyukur mereka sadar dan batal mengurus mutasi,’’ tuturnya seraya mengingatkan hal ini sekaligus menjadi pengalaman bagi atlet cabang olahraga (cabor) lain supaya tidak gegabah mengundurkan diri. Cricket sangat populer di

Filipina. Oleh karena itu, ia berharap supaya atlet Bali yang membela timnas benar-benar bisa menambah pengalaman pada kejuaraan internasional itu. Apalagi Filipina menjadi tuan rumah SEA Games pada 2019 mendatang. Pelatihan Pada bagian lain, Suwandi menerangkan, KONI Pusat menggelar pelatihan bagi pelatih dan manajemen yang diikuti 50 cabor se-Bali di Kuta, Badung sejak Minggu (2/12) sampai Selasa (4/12) ini. Pelatihan yang diberikan KONI Pusat ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas SDM pelatih sekaligus dalam upaya mencetak atlet berkualitas. ‘’Pelatih dituntut memiliki wawasan yang luas terkait perkembangan iptek dan teori terkini,’’ ujarnya. Pelatihan manajemen juga melibatkan 50 cabor bertujuan mengatur pengelolahan cabor dalam rangka meningkatkan prestasi atlet. (022)

keempat dengan raihan 25 poin. Posisi Milan kian mantap setelah Lazio (24) ditahan tim juru kunci Chievo (5) 1-1. Sementara Inter (29) gagal memanfaatkan peluang menggusur Napoli (29) dari urutan kedua lantaran hanya bermain 2-2 kala melawat ke markas AS Roma (20). (ant/rtr) GOL – Bek Barcelona Gerard Pique merayakan gol yang dicetaknya ke gawang Villarreal dalam pertandingan Liga Spanyol.

Lakers Makin Membaik

Los Angeles – Megabintang bola basket, LeBron James, memimpin Los Angelese Lakers menundukkan Phoenix Suns dengan skor 120-96 dalam laga lanjutan kompetisi NBA di Staples Center, California, AS, Senin (3/12) kemarin. James membukukan 22 poin, 6 rebound dan 8 assist untuk menyokong kemenangan Lakers. ‘’Saya pikir kami semakin membaik setiap hari. Kami tahu apa yang memenangkan bola basket bagi kami yaitu membela dan berbagi bola,’’ kata James tentang tim muda Lakers. Kemenangan Lakers juga didukung enam pemain lainnya yang mencapai raihan dua digit. Kyle Kuzma mengemas 23 poin, Brandon Ingram mencetak 15 poin, JaVale McGee dan Michael Beasley masing-masing menyumbangkan 14 poin, Tyson Chandler mengamankan 11 poin dan pemain debutan Moritz Wagner melesakkan 10 poin dalam penampilan

PS Badung Terganjal Faktor Nonteknis

Denpasar (Bali Post) PS Badung terhenti langkahnya di babak 32 besar putaran nasional kompetisi Liga 3 Indonesia karena terganjal faktor nonteknis. PS Badung gagal secara terhormat setelah menjalani tiga kali laga dan terakhir dipermalukan Lampung Sakti 1-2 di Stadion Samudra, Kuta, Minggu (2/12). Pelatih kepala AAK Bramastra bersama asistenya Kadek Loco Ediana telah memberikan strategi terbaik kepada asuhannya dan sudah dijalankan sesuai instruksi. ‘’Jadi, anak-anak tidak kalah dari segi permainan, hanya dikalahkan faktor nonteknis,’’ ujar Bramastra di Denpasar, Senin (3/12) kemarin. Ia tidak mempermasalahkan PS Badung tersingkir. Yang penting Nengah Repot Sulendra dan kawan-kawan sudah bermain maksimal dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat Badung. ‘’Saya kira insan bola yang menyaksikan

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

laga PS Badung melawan Lampung Sakti memahaminya,’’ sebut pelatih yang akrab disapa Agung Bram ini. Agung Bram kini fokus melatih tim U-10 SSB Pespa Padangsambian yang didukung perbekel dan tokoh masyarakat. Pihaknya berniat menggelar festival sepak bola U-8, U-10, U-12 dan U-15. Ia tak tertarik mengarsiteki tim lokal. ‘’Saya lebih baik melatih anak-anak saja,’’ ungkap Bramastra yang sukses membawa tim sepak bola Kota Denpasar merebut medali emas pada Porprov Bali XI/2013 di Denpasar dan Porprov Bali XII/2015 di Buleleng. Dalam melatih tim U-10, ia menjadwalkan tiga kali pertemuan meliputi tanya jawab dan visual di kelas tiap Selasa dan Kamis serta fun game tiap Minggu. Bramastra menekankan asuhannya untuk tidak berambisi merebut juara apalagi main copot pemain, tetapi menitikberatkan pada pembentukan karakter. (022)

perdananya. Sebaliknya bagi Suns, Richaun Holmes mencetak 15 poin, Trevor Ariza dan Josh Jackson masing-masing meraih 13 poin, Mikal Bridges 11 poin serta Deandre Ayton mencapai dwiganda minimalis lewat 10 poin dan 10 rebound. Kemenangan kandang ketiga beruntun Lakers itu membuatnya menutup pekan ketujuh dengan tiga kemenangan dan satu kekalahan, memperbaiki catatan total sementara menjadi 14 kali menang dan sembilan kali kalah (14-9). Sementara Suns (4-19) puasa kemenangan dalam empat pertandingan di pekan ketujuh. Pada laga lainnya, Miami Heats menundukkan Utah dengan skor 102-100, Philadelphia 76ers mengatasi Memphis 103-95, Dallas Mavericks mengungguli LA Clippers 114-110, San Antonio Spurs mengalahkan Portland 131-118 dan Charlotte Hornets dipermlaukan New Orleans 109-119. (ant/rtr)

AAK Bramastra

Bali Post/ist

profil I Nyoman Sumayasa

Ingin Karateka Bali Tampil di Olimpiade MANTAN karateka andalan Bali I Nyoman Sumayasa kini fokus melatih. Apalagi di kepengurusan Pengprov FORKI Bali, ia duduk di bidang kepelatihan. Obsesinya membawa karateka Bali berlaga pada hajatan SEA Games, Asian Games sampai Olimpiade. Semangatnya melatih makin bertambah mengingat cabang olahraga karate dipertandingkan pada Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang. Sumayasa ingin karateka putri Cokorda Istri Agung Sanistya Rani alias Coki yang sedang berburu poin, lolos ke Olimpiade. Sumayasa dan Coki samasama berasal dari perguruan Inkai. Sumayasa menekuni karate sejak usia lima tahun di Ranting Yudistira Lukluk, Mengwi, Badung. ‘’Dulu generasi muda banyak sekali berlatih karate di Lukluk. Kami dibina dr. Ketut Sanjana (alm),’’ kenang karateka pemegang DAN V ini. Berbagai prestasi gemilang kemudian digenggamnya, baik di nomor kumite maupun kata mulai Porda Bali sampai Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas). Awalnya pria kelahiran Banjar Tengah, Desa Lukluk, 6 Mei 1975 ini turun di nomor kumite dan kata, tetapi selanjutnya fokus di kata perorangan. Ayah dua anak ini membela Bali pada PON XIV/1996 di Jakarta sampai PON XVII/2008 di Kaltim dengan meraih medali perak. Sebelumnya, Sumayasa merebut perunggu pada PON XVI/2004 di Sumsel. Lewat seleknas di Tenggarong, Kaltim, dia berhak masuk timnas. Medali perunggu disabetnya pada SEA Games 2003 di Vietnam dan perak di ajang Malaysia Terbuka 2003. Sumayasa menduduki posisi keempat pada Japan Karate Association (JKA) di bawah tiga karateka Jepang. Prestasi ini membuatnya berhak berlatih karate ke Tokyo. ‘’Hampir tiap tahun saya berguru ke Negeri Sakura guna menimba ilmu karate,’’ terang karyawan Bapenda Bali yang berdinas di UPT Badung ini. Ranking keempat juga dicapainya pada Kejuaraan Dunia di Sao Paulo, Brazil, mendulang emas di Pra-PON dan menduduki posisi teratas di pelatnas. ‘’Herannya, saya sulit mendapatkan medali emas di PON,’’ kenang suami Paulina Henning Filda ini. (nel)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Selasa 04 Desember 2018 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu