terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
16 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 80 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
balipost http://facebook.com/balipost
Besar, Potensi Pangan Lokal di Bali
TPA Modern di Gerokgak Jadi Solusi
Bali memiliki potensi pangan lokal yang sangat besar. Seperti ubi, singkong, keladi, jagung dan lainnya, yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan tertentu, seperti beras.
Atasi masalah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Bengkela, Kecamatan Kubutambahan yang overload, Pemkab Buleleng membuat TPA modern di Gerokgak.
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Hujan Sehari Picu Lima Titik Bencana Hujan sehari di Gianyar langsung memicu bencana pohon tumbang. Bahkan, musibah pohon tumbang terjadi di lima titik, Minggu (3/11) kemarin.
BULELENG | HAL. 8
DENPASAR | HAL. 2
GIANYAR | HAL. 9
Pelindo III Ikuti Arahan Gubernur Koster
ARAHAN GUBERNUR BALI KEPADA PT. PELINDO III DALAM RANGKA PENGEMBANGAN PELABUHAN BENOA
lahan untuk kepen ngan , marina, dll) di luar fungsi utama sebagai
HASIL RAPAT
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
menghen kan kerjasama dengan pihak Wisata (Restoran AKAME, Warung Made, dan PT. Sayap Garuda Indah pada akhir bulan seluruh area tersebut akan hutan kota. menyiapkan fasilitas seluas 1 Ha untuk dan Penganyudan yang digunakan oleh Pedungan.
PT. Pelindo III dilarang memanfaatkan lahan untuk kepentingan komersial (jasa pariwisata, marina, dll) di luar fungsi utama sebagai pengelola pelabuhan.
Denpasar (Bali Post) Pembangunan Pelabuhan Benoa oleh pihak Pelindo III memasuki fase baru. Setelah arahan dari Gubernur Bali Wayan Koster diikuti, Pelindo III akan melanjutkan pembangunan Pelabuhan Benoa yang sempat dihentikan karena merusak lingkungan. Desain baru Pelabuhan Benoa yang ramah lingkungan pun telah disepakati Pemerintah Provinsi Bali, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Pelindo III. Pengembangan Pelabuhan Benoa yang telah dituangkan dalam desain baru disampaikan kepada publik, Sabtu (2/11) di Jaya Sabha. Hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Bali Wayan Koster bersama Deputi Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin dan
Dirut Pelindo III Doso Agung. Desain baru ini dibuat oleh PT Pelindo III untuk menindaklanjuti surat Gubernur Bali Wayan Koster setelah sebagian hutan mangrove rusak dalam proses perluasan pelabuhan tersebut.
Yang paling penting, desain Pelabuhan Benoa yang baru ini menghapus adanya akomodasi pariwisata di kawasan tersebut. Tak hanya membatalkan rencana pembangunan akomodasi pariwisata sesuai permintaan Gubernur, sejumlah fasilitas seperti restoran, water sport, dan helipad yang sekarang sudah beroperasi juga akan dihentikan kerja samanya mulai akhir tahun 2020. Adapun lahan bekas akomodasi tersebut akan kembali dijadikan hutan kota. Desain baru juga telah mengakomodasi kepentingan desa adat untuk melaksanakan kegiatan keagamaan dan pemerataan ekonomi di luar kawasan pelabuhan atau ekonomi inklusif.
Hal. 15 Perubahan Desain
”Sampai empat kali perubahan sampai dengan desain final. Perubahan desain ini saya yang mengawal langsung, sehingga menampung kebutuhan dan aspirasi masyarakat Bali. Termasuk penyediaan lapangan khusus untuk upacara keagamaan seluas satu hektar.”
PT. Pelindo III bersedia menghentikan kerjasama dengan pihak PT. Landih Sarana Wisata (Restoran AKAME, Warung Made, dan Wisata Tirta) dan PT. Sayap Garuda Indah pada akhir bulan Desember 2020. Selanjutnya seluruh area tersebut akan direhabilitasi menjadi hutan kota. PT. Pelindo III bersedia menyiapkan fasilitas seluas 1 Ha untuk tempat upacara Melasti dan Penganyudan yang digunakan oleh masyarakat Desa Adat Pedungan.
Wayan Koster Gubernur Bali
Jokowi Punya Modal Kuat Atasi Intoleransi
JOKOWI DI KTT ASEAN - Presiden Jokowi (kedua kanan) bergandengan tangan dengan kepala negara dan kepala pemerintahan negara-negara ASEAN saat upacara pembukaan KTT ke-35 ASEAN di Bangkok, Thailand, Minggu (3/11) kemarin. Berturutturut setelah itu, Jokowi akan menghadiri KTT ke-22 ASEAN-China, bertemu Direktur Pelaksana IMF, dan KTT ke-16 ASEAN-India.
Jakarta (Bali Post) – Sejumlah indikator kebebasan sipil di Indonesia mengalami penurunan. Selain itu intoleransi juga terus meningkat. Namun kepecayaan warga terhadap pemerintahan Jokowi masih tinggi. Selain itu, komitmen warga terhadap demokrasi juga masih tinggi. Tingkat kepuasan dan komitmen warga terhadap demokrasi yang tinggi menjadi modal kuat bagi pemerintahan Jokowi mengatasi intoleransi yang mendera bangsa Indonesia.
Tingkat Kepuasan Masyarakat
Hasil Survei LSI
80%
Harian Bisnis Bali
70% Komitmen Warga terhadap Demokrasi
Indikator kebebasan sipil
UMP/UMK Ditetapkan
Ketidakbebasan beragama
Tiap tahun pemerintah daerah telah melakukan penyesuaian besaran upah, baik UMP maupun UMK. Bagaimana tahun 2020?
7% 2014
www.bisnisbali.com
Harian DENPOST
13% 2019
Takut bicara tentang politik
43%
Wianta Gaungkan Pesan ’’Seni dan Perdamaian’’
2014
21%
10% 2014
2019
2019
Takut ditangkap aparat
24%
17%
Perupa senior Made Wianta (70) menggaungkan ‘’Seni dan Perdamaian’’ lewat karya di sejumlah lorong di Pasar Badung.
Takut berorganisasi
2014
38%
2019
Kebebasan Massa Massa 38% Media 43% Media Tak Bebas Bebas Pers
www.denpostnews.com
D
emikian disampaikan Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (3/11) kemarin. ‘’Ada modal yang cukup besar dan bisa dimaksimalkan pemerintahan Jokowi periode kedua di tengah tantangan tersebut,’’ kata Djayadi Hanan. Djayadi mengatakan tampak ada tren penguatan keyakinan bahwa Pancasila dan UUD 1945 adalah landasan berbangsa dan bernegara yang paling baik. Selama tiga tahun terakhir juga ditemukan tren penguatan identitas kebangsaan yang dibarengi dengan pelemahan identitas keagamaan dan kesukuan. Selain itu, tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Jokowi juga masih baik, di tingkat 70 persen, serta komitmen warga terhadap demokrasi masih tinggi yakni di atas 80 persen pada 2019. ‘’Demokrasi merupakan modal yang cukup baik bagi pemerintahan Jokowi periode kedua. Tantangannya, bagaimana pemerintah memelihara dan meningkatkan kepuasan terhadap demokrasi,’’ tuturnya. Dia menekankan pemerintah perlu menjaga dan memperbaiki kecenderungan menurunnya kebebasan sipil, dan mengatasi peningkatan gejala intoleransi di masyarakat, baik politik maupun religius-kultural. Memburuk Djayadi mengatakan, berdasarkan
survei pada bulan September 2019 yang dilakukan lembaganya, menunjukkan secara umum ada sejumlah masalah atau gejala menurunnya kebebasan sipil dan meningkatnya intoleransi pada awal periode kedua pemerintahan Presiden Jokowi. Djayadi juga memaparkan adanya kecenderungan memburuknya sejumlah indikator kebebasan sipil. Publik yang menganggap bahwa sekarang masyarakat takut bicara tentang politik semakin banyak yakni 43 persen, dibanding 2014 yang hanya 17 persen. Responden yang menyatakan warga khawatir atas penangkapan semenamena oleh aparat penegak hukum juga naik dari 24 persen pada 2014 menjadi 38 persen. Sementara itu, warga takut berorganisasi juga naik dari 10 persen pada 2014 menjadi 21 persen. Hal yang sama juga terjadi dalam hal ketidakbebasan beragama dari 7 persen pada 2014 menjadi 13 persen. ‘’Dalam hal kebebasan pers juga tampak belum menggembirakan. Mereka yang beranggapan bahwa media massa kita bebas dan tidak disensor pemerintah cukup banyak yakni 43 persen. Namun yang menyatakan tidak bebas dan disensor pemerintah juga besar yaitu 38 persen,’’ ungkapnya. Survei LSI dilakukan pada 8-17 September 2019 dengan melibatkan 1.550 responden yang terpilih secara acak dengan margin of error ± 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (ant)
’’Legacy’’ Puspayoga di Kemenkop UKM
Mereformasi Total Koperasi dan Mengangkat UMKM
Di masa lalu, koperasi dan UKM hanya indah di retorika para pejabat. Namun di tingkat realitas keduanya hanya menjadi pemain gurem di dunia usaha. Di tangan AAGN Puspayoga, koperasi dan UKM dengan kerja keras dan cerdas dibenahi secara fundamental. Koperasi direformasi total dan UMKM dinaikkan kelasnya. Perbaikan fundamental koperasi dan UKM menjadi warisan (legacy) paling berharga Puspayoga. Mantan Wali Kota dan Wagub Bali ini juga dinilai ‘’aneh’’, karena memilih pensiun dari menteri meski ditawari menjabat lagi.
Upaya kerja keras dan cerdas Puspayoga membenahi koperasi dan UMKM ketika menjabat sebagai Menteri Koperasi dan UMKM di Kabinet Kerja, diakui para penggerak koperasi besar di Indonesia, tokoh koperasi, pengusaha milenial, tokoh agama hingga kepala daerah. Semuanya tertuang dalam buku berjudul ‘’Diplomasi Ngopi Puspayoga, Ngobrol Santai tentang NKRI’’. Sebanyak 22 tokoh menyampaikan pandangannya atas kinerja Puspayoga yang dikenal memiliki gaya pendekatan dengan mengundang mereka yang peduli dengan koperasi dan UMKM berdiskusi sambil minum
kopi. Andi F. Noya, jurnalis senior yang terkenal dengan program televisi Kick Andy dan Big Circle misalnya, mengungkapkan dirinya mengidolakan Puspayoga yang menggunakan diskusi saat minum kopi untuk mendapatkan masukan. Lebih aneh lagi, kata Andi, Puspayoga yang menurutnya selalu tampil sederhana dan bersahaja ini justru memilih pensiun dari menteri meski ditawari menjabat lagi. Robby Tulus, tokoh koperasi nasional, mengatakan dulu koperasi citranya dibangun dari banyaknya jumlah koperasi. Hal. 15 Prinsip dan Sistemik
’’Puspayoga merupakan satusatunya orang yang mendapatkan penghargaan ICSB dunia dua kali karena dukungannya yang besar bagi pertumbuhan dan perkembangan ICSB di Indonesia dalam memajukan UMKM.’’ Hermawan Kartajaya Pakar Marketing
MEMAHAMI - AAGN Puspayoga saat menjabat sebagai Menteri Koperasi dan UKM berfoto bersama Nadiem Makariem, CEO Gojek, dalam sebuah acara di tahun 2018 lalu. Puspayoga dinilai memahami dengan baik kebutuhan pengusaha milenial. Hal tersebut tertuang dalam buku ‘‘Diplomasi Ngopi Puspayoga, Ngobrol Santai tentang NKRI’’.
Senin Pon, 4 November 2019
FIGUR Momentum Bangun Soliditas Partai TAHAPAN perpolitikan lima tahun terakhir telah berakhir. Pelantikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mulai tingkat kabupaten, provinsi hingga pusat, pelantikan presiden dan wakil presiden, penetapan menteri dan penentapan komisi di DPR-RI juga telah usai. Tahapan panjang dan memelahkan ini tentu harus diapresiasi dengan kembalinya komponen bangsa menyatu. Ini adalah harmoni yang terbangun di tengah padatnya tahapan politik nasional. Di sisi lain, parpol dan elemennya juga telah melakukan konsolidasi internal kembali. “Kami dari DPD Golkar Bali tentu sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada DPP Partai Golkar dengan duduknya Ketua DPD Golkar Bali I Gede Sumarjaya Lingih sebagai Wakil Ketua Komisi VI DPR-RI. Ini akan membuat konsolidasi internal akan makin solid dan bersiap kembali menghadapi agenda politik berikutnya,” ujar Wakil Ketua DPD Partai Golkar Bali Dr. Ir. Made Dauh Wijana, M.M., Minggu (3/11) kemarin terkait kesiapan Partai Golkar menghadapi tahapan agenda politik Pilkada serentak di Bali. Ia mengatakan, kepercayaan DPP Golkar kepada DPD Partai Golkar Bali membanggakan kader Golkar di Bali. Ini menjadi spirit bagi kader Golkar untuk membangun konsolidasi, kerja dan kerja. “Ini kami harapkan menjadi momentum soliditas partai termasuk mementum kebersamaan dalam membangun bangsa, mengawal pembangunan di Bali,” jelas mantan anggota Fraksi Partai Golkar di DPRD Bali. Ia berharap dalam upaya menghadapi agenda-agenda politik ke depan seperti pilkada di enam kabupaten/kota di Bali dan konsolidasi organisasi secara berkesinambungan sehingga program dan kegiatan partai dapat berjalan optimal. Untuk itu, penguatan dan konsolidasi internal partai mestinya terus dilakukan. Kader Golkar juga punya tanggung jawab moral menjamin tahapan pilkada ini berjalan lancar tanpa mengganggu stabilitas dalam membangun Bali. Ditegaskan, kebijakan membangun Bali Era Baru juga menjadi bagian komunikasi Partai Golkar demi terjaga budaya dan tradisi Bali. Pihaknya berpendapat Bali Era baru adalah sebuah harapan dalam menuju Ajeg Bali yang dinamis serta terjaganya hubungan harmonis antarpartai politik, termasuk hubungan yang harmonis dengan semua elemen masyarakat Bali. (kmb)
Pelaku Penebasan Melapor Dikeroyok Denpasar (Bali Post) Kasus penebasan terjadi di mess gudang besi PT Supra Bintang Utama di Jalan Muding Mudeh, Kerobokan, Kuta Utara, berbuntut panjang. Adik-kakak terlibat kasus tersebut, Seniks Simbri Oktavianus (25) dan Semi Adibu Oktavianus (27), mengaku dikeroyok lalu melapor ke Polsek Kuta Utara. “Untuk kasus pengeroyokan dialami adik-kakak tersebut ditangani Polsek Kuta Utara. Sudah ada satu tersangka yaitu Sugianto alias Tong. Sedangkan kasus penganiayaan dan pengeroyokan yang melibatkan adik-kakak itu tetap ditangani Polres Badung,” tegas Kasatreskrim Polres Badung AKP Laorens M. Heselo didampingi KBO Iptu Ketut Wiwin Wirahadi, Minggu (3/11) kemarin. Saat diperiksa, kata AKP Laorens Sugianto mengaku saat kejadian berada di depan kamarnya di lantai satu. Awalnya dia mendengar ada keributan. Tiba-tiba dia melihat saudaranya Semi, Seniks datang membawa sebilah parang di tangan kanannya. Seniks menyerang teman Sugianto, Eko, tapi tidak kena. Eko langsung lari, sedangkan Seniks naik ke lantai dua. “Sugianto lalu mengambil potongan besi beton di kamarnya. Selanjutnya dia naik ke lantai dua sambil mambawa sepotong besi beton panjang sekitar satu meter tersebut. Sesampai di lantai dua dia melihat ada beberapa temannya, di antaranya Devi Ahmad, Andi Duro dan Salim,” katanya memaparkan. AKP Laorens menambahkan, kedua pelaku langsung menyerang Andi Arizi mengunakan parang oleh Seniks dan double stik oleh Semi. Kedua pelaku menyerang korban di bagian kepala dan wajah secara bertubi-tubi. Melihat hal itu, Sugianto membantu korban dengan cara memukul para pelaku menggunakan besi beton. Sedangkan Duro menyerang pelaku mengunakan pedang. Mendapat perlawanan tersebut, kedua pelaku masuk dan sembunyi di kamarnya. Saat Sugianto bersama teman-temannya membawa korban turun, kedua pelaku melempar TV dan piring dari lantai dua. Sugianto langsung kabur menuju pinggir jalan raya. Sedangkan Andi dan Adi ditinggal di lantai satu. “Penyidik Polsek Kuta Utara masih mendalami kasus ini,” ujarnya. Sebelumnya, kericuhan terjadi di mess gudang besi di Jalan Muding Nomor 24, Jalan Gatot Subroto Barat, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung, Jumat (1/11) lalu. Polisi meringkus adik-kakak asal NTT, Seniks Simbri Oktavianus (25) dan Semi Adibu Oktavianus (27), Sabtu (2/11) lalu, setelah mereka menebas tiga rekan kerjanya. Korbannya adalah Abdi Arizi (42), Devi Ahmad (20) dan Salim (20). (kmb36)
Pesta Miras, Pemuda NTT Dibacok
Denpasar (Bali Post)Kericuhan terjadi di rumah kos di Jalan Pulau Singkep Gang Keong, Denpasar Selatan (Densel), Sabtu (2/11) lalu. Pemuda asal Sumba, NTT, Apris (21) dibacok saat pesta miras. Terkait kejadian ini, polisi mengamankan delapan orang yang saat itu ada di TKP. Kanitreskrim Polsek Densel Iptu Hadimastika Karsito Putro, Minggu (3/11) kemarin mengatakan, pihaknya belum berani menyimpulkan terkait motif kasus tersebut. “Kemungkinan ada salah paham saat minum miras tersebut. Tapi masih kami dalami dulu,” tegasnya. Dia mengungkapkan, delapan orang tersebut hingga saat ini masih berstatus saksi. Hadimastika menjelaskan, pihaknya akan melakukan gelar perkara dulu untuk menetapkan tersangkanya. “Nanti pasti ada tersangkanya. Tapi kami harus gelar perkara dulu. Setelah ada tersangka, baru ketahuan motifnya apa?” ujarnya. Sedangkan informasi di lapangan, kejadiannya sekitar pukul 20.30 Wita. Korban dan teman-temannya menggelar pesta miras di TKP. Namun tiba-tiba kericuhan terjadi dan korban mengerang kesakitan. “Korban dibacok oleh temannya. Dia mengalami luka robek pada bahu kiri, kondisinya lemah dan perdarahan hebat. Korban langsung dibawa ke RSUP Sanglah menggunakan ambulan BPBD Denpasar,” kata sumber. (kmb36)
Topik : waspadai bencana di musim hujan
Bali Post/eka
PENYEBERANGAN - Sejumlah wisatawan menunggu untuk naik kapal penyeberangan di Pantai Sanur menuju Nusa Penida.
Besar, Potensi Pangan Lokal di Bali Denpasar (Bali Post) –
Bali memiliki potensi pangan lokal yang sangat besar. Seperti ubi, singkong, keladi, jagung dan lainnya, yang dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan pangan tertentu, seperti beras. “Mengacu dari hasil kajian, kualitas dan kandungan gizi dalam bahan pangan tersebut setara dengan beras,” ujar. Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster, Minggu (3/11) kemarin. Serangkaian Peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-39 pihaknya turut mengikuti Lomba Cipta Menu Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) Berbasis Sumber Daya Lokal Tahun 2019 di Lapangan MTQ Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (2/11) lalu. Dalam lomba tersebut Bali menyajikan bahan pangan lokal khususnya kluster umbi-umbian. “Di tengah peredaran makanan siap saji saat ini, saya rasa dengan ajang pengolahan sumber pangan lokal nonberas ini akan memberikan suatu cita rasa Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
yang enak, menggugah selera dan tentunya menyehatkan untuk keluarga,” jelasnya. Putri Suastini menegaskan, keberhasilan dalam proses pembentukan sumber daya manusia di antaranya ditentukan oleh keberhasilan memenuhi kecukupan pangan dan perbaikan pola konsumsi pangan. Upaya ini dapat dilakukan melalui penganekaragaman pangan yang diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membudayakan pola konsumsi pangan beragam, bergizi seimbang dan aman untuk menunjang hidup sehat aktif dan produktif. “Saya menyambut positif kegiatan ini, karena dapat memotivasi masyarakat untuk terus menggali pangan lokal yang ada dan memanfaatkannya. Dengan adanya diversifikasi pangan diharapkan mempercepat terwujudnya kemandirian pangan daerah Bali,” ujar seniman multitalenta ini. Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan
Bali Post/ist
LOMBA - Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster bersama tim yang mengikuti Lomba Cipta Menu B2SA Tahun 2019 di Kendari. Provinsi Bali I Wayan Jarta mengatakan, dalam pelaksanaan Lomba Cipta Menu B2SA Tahun 2019, PKK Kelurahan Sanur Kota Denpasar tampil sebagai tim lomba dari Pemprov Bali yang menyajikan berbagai olahan masakan yang berbahan dasar pangan
lokal Bali, khususnya kluster umbi-umbian. Seperti nasi cacah ubi jalar, ayam betutu, pepes belut, sambal bongkot dan sayur urap. Aneka menu tersebut disajikan dalam lunch box yang sudah menjadi ketentuan dari perlombaan. Selain lomba cipta menu
yang diikuti oleh 34 Provinsi di Indonesia, dalam kesempatan tersebut seluruh provinsi juga mengikuti ajang Pameran Hari Pangan Nasional 2019 yang menampilkan keunggulan produk pangan lokal dari masing-masing provinsi. (kmb32)
Korupsi Silpa APBDes Dauh Puri Kelod
Bendahara Ditetapkan sebagai Tersangka
Denpasar (Bali Post) Diam-diam penyidik Kejari Denpasar sudah melakukan ekspose perkara dan menetapkan satu orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana silpa APBDes Dauh Puri Kelod. Dia yang akhirnya menyandang status tersangka adalah Bendahara Ni Luh Putu Ariyaningsih. Selain bendahara yang lainnya masih berstatus saksi. Penetapan tersangka bendahara itu dibenarkan Kasipidsus Kejari Denpasar Astawa. “Tersangkanya baru bendahara saja,” jelasnya, Minggu (3/11) kemarin. Informasi lainnya, penetapan tersangka ini berdasarkan hasil gelar perkara. Berdasarkan surat perin-
tah penyidikan dari Kajari Denpasar nomor PRINT 02/N.1.10/Pd.t/10/2019 tanggal 31 Oktober 2019, akhirnya Bendahara Desa Dauh Puri Kelod Ni Luh Putu Ariyaningsih resmi ditetapkan sebagai tersangka. Wanita yang menjabat dari tahun 2012-2018 ini dijerat pasal 2 dan 3 UU Tipikor jo Pasal 55 KUHP. Jika melihat Pasal 55 KUHP yang dicantumkan berpeluang besar akan ada tersangka lainnya. Mantan Kajari Denpasar sebelumnya saat berkunjung ke Bali Post, bahwa para saksi (ada 25 saat itu) memang beberapa orang di antaranya berpeluang jadi tersangka, karena di antara mereka ada yang menjadi aktor intelek-
tual. Untuk memperdalam kembali keterlibatan pihak lain, kejaksaan sudah melayangkan surat panggilan untuk saksi-saksi, termasuk saksi pelapor Nyoman Mardika. Sebelumnya pihak kejaksaan mengatakan, dasar penyidikan mengacu pada Permendagri Nomor 7 Tahun 2007 yang sudah diganti dengan Permendagri Nomor 113 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Desa. Jika mengacu pada Permendagri tersebut, yang paling bertanggung jawab dalam pengelolaan dana desa adalah kepala desa atau perbekel. Atas dasar itu, Astawa minta semua pihak menunggu kelanjutan hasil penyidikan
tambahan. “Kita sama-sama kawal. Tunggu saja kelanjutannya,” ujarnya Astawa. Sementara itu, Nyoman Mardika yang dikonfirmasi atas pemanggilan penyidik kejaksaan membenarkannya. “Ya, saya dipanggil lagi sebagai saksi. Sesuai surat yang saya terima, saya diminta hadir jam 09.00 Wita, Selasa 5 November 2019,” jelasnya. Pascadilakukan penggeledahan di kantor desa setempat, terkuak kasus dugaan korupsi ini pertama kali dibongkar seorang warga yang juga aktivis, I Nyoman Mardika. Dalam kasus ini diduga ada penyelewengan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) sebesar Rp 1 miliar lebih. Dugaan penyelewengan
muncul ketika selisihnya antara Silpa APBDes Dauh Puri Kelod tahun 2017 sebesar Rp 1,95 miliar berbeda dengan dana yang masih dipegang oleh mantan Perbekel, I Gusti Made Wira Namiartha, Bendahara serta Kaur Keuangan. Hasil penyelidikan sementara diketahui dari kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp 1,03 miliar, sudah ada pengembalian ke kas daerah sekitar Rp 300 juta lebih. Yaitu dari mantan Perbekel Dauh Puri Klod I Gusti Made Wira Namiartha sebesar Rp 8,5 juta, Kaur Keuangan Rp 102 juta dan Bendahara Rp 144 juta. Sisanya sekitar Rp 770 juta ini masih raib dan belum diketahui keberadaannya. (kmb37)
Nilai Investasi Emas Fleksibel
Denpasar (Bali Post) Tabungan emas adalah salah satu jenis investasi yang nilainya fleksibel karena mengikuti perkembangan harga emas. Selain itu, investasi yang dikeluarkan untuk tabungan emas juga tidak harus besar. “Itulah keunggulan dari tabungan emas itu. Nilainya bisa kecil, fleksibel. Hanya dengan Rp 7.000-an sudah bisa memiliki emas. Semua lapisan masyarakat bisa berinvestasi pada tabungan emas ini. Sedangkan fleksibelnya, kapan saja mau diambil, bisa,” kata Deputi Bisnis Areal Denpasar 2 PT Pegadaian (Persero) I Ketut Winata, belum lama ini. Menurut Wi-
nata, nasabah tabungan emas di wilayah Denpasar 2 yaitu 25.000 nasabah. Ada tiga karakter nasabah di wilayah kerjanya, karena mewilayahi tiga provinsi yakni Bali, NTB, dan NTT. Nasabah di Bali dominan beragama Hindu, NTB beragama Islam, dan NTT beragama Kristen/Nasrani. Sehingga akhir tahun biasanya melaksanakan Natal yang berpengaruh adalah wilayah NTT yaitu volume penebusan lebih tinggi, sehingga ada penurunan OSL. Namun penurunan OSL itu sudah diantisipasi. “Biasanya yang ditebus dalam hari raya itu adalah barang-barang perhiasan. Tapi kami sudah mulai merancang
bersama pimpinan kami untuk mengembangkan produk nongadai,” bebernya. Ia mengatakan, produk nongadai berupa BPKB, tanah, dan sebagainya. Produk itu tidak terpengaruh dengan kondisikondisi hari raya. “Itu yang kami kembangkan sehingga setiap hari raya Galungan tidak berpengaruh karena sudah ditopang dengan produkproduk nongadainya,” imbuhnya. Sementara itu, karakter nasabah di Bali lebih banyak dipengaruhi hari raya Agama Hindu, karena dominan masyarakat Bali beragama Hindu. Karakter nasabah di Bali dibagi menjadi dua, yaitu Bali timur dan Bali barat.
Bali bagian timur dikatakan masih lebih terkena dengan kondisi itu, yang Bali barat tidak terpengaruh karena kultur masyarakat Bali timur masih masyarakat asli. Kalau masyarakat Bali barat sudah campuran sehingga tidak terlalu berpengaruh. Winata mengatakan, Sambutan masyarakat terhadap investasi emas cukup antusias. Pertumbuhan tabungan emas di Bali sudah mencapai 2 digit yaitu di atas 10 persen. “Kalau pencapaian nasabah di areal kami sudah hampir tumbuh 46 persen. Kami ditargetkan 145.000 nasabah dan kami sudah mencapai 170.000,” ujarnya. (kmb42)
Bali Post/may
I Ketut Winata
Senin Pon, 4 November 2019
Ida Batara Pucak Mangu ”Melasti” ke Pura Ulun Danu Beratan SERANGKAIAN Karya Mapedudus Agung, Mapeselang di Pura Pucak Mangu yang jatuh pada purnamaning sasih kalima, 12 November 2019, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta beserta jajaran OPD Kabupaten Badung menghadiri upacara pamelastian Ida Batara Pucak Mangu ring Pura Ulun Danu Beratan, Minggu (3/11) kemarin. Upacara di-puput oleh dua sulinggih yakni Ida Pedanda Gede Jelantik Putra Cau Manuaba dari Geria Cau Belayu Tabanan dan Ida Pedanda Gede Jelantik Santacita dari Geria Jadi Tabanan. Turut hadir pada kesempatan tersebut, Panglingsir Puri Agung Mengwi A.A. Gde Agung beserta Ny. Ratna Gde Agung, anggota DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara, anggota DPRD Tabanan I Nyoman Suta, Sekda Taban-
an Dr. I Gede Susila, Kepala Dinas Pariwisata Tabanan I Gede Sukanada, Kabag Humas Badung I Made Suardita, Camat Petang I Gede Eka Sudarwitha, Camat Baturiti I Wayan Adi Astawan, Ketua DTW I Wayan Mustika, Angga Puri Marga, Angga Puri Kukuh, Puri Belayu dan Puri Tabanan. Di sela-sela pamelastian, Ketua TP PKK Kab. Badung Ny. Seniasih Giri Prasta berkesempatan ngaturang ayah menari rejang renteng. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Badung I Gusti Agung Gede Manguningrat selaku Panitia Karya mengungkapkan, karya pamelastian ini adalah bentuk yadnya yang bertujuan untuk mengambil amerta (tirta) ke danau seraya memohon kerahayuan dan kerahajengan jagat. Karya pamelastian ini merupakan rangkaian karya di Pura Pucak Mangu yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Tahun
ini Ida Batara melasti ke Danau Beratan dan lima tahun lagi Ida Batara melasti ke Segara Seseh. Rangkaian pamelastian diawali dengan nyanggar lawang kemudian pakelem kebo, godel, kambing, itik dan ayam, serta dengan caru balik sumpah madya. Karya ini dihadiri Pangempon Pura Pucak Mangu yang terdiri dari Asta Puri Mengwi di antaranya Puri Gede Mengwi, Puri Kapal Kaleran, Puri Muncan, Puri Kamasan, Puri Anyar, Puri Mayun, Puri Banyuning dan Puri Selat bersama Asta Desa, yaitu Desa Tinggan, Desa Pelaga, Desa Bukian, Desa Kiadan, Desa Nungnung, Desa Auman, Desa Tiyingan dan Desa Semanik. Pangempon pura inilah yang ngiring Ida Bhatara Pura Pucak Mangu melaksanakan karya pamelastian ke Pura Ulun Danu Beratan. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam sambutan-
nya mengatakan, kehadirannya di tengah karya yang dilaksanakan ini sebagai bentuk kewajiban guru wisesa ikut ngerastitiang karya. Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada angga-angga puri, Bupati Tabanan yang diwakili Sekda Tabanan Gede Susila dan masyarakat pangemong pura yang hadir ikut ngerastitiang pakelem ini. Bupati Giri Prasta mengatakan, pakelem di Danau Beratan merupakan konsep Hindu berkaitan dengan Ida Bhatara masucian. Mapakelem merupakan timbal balik yang dilaksanakan oleh manusia kepada alam untuk keseimbangan alam niskala dan alam sekala. ‘’Saya selaku Bupati Badung ngerastitiang, semoga karya pakelem yang dilaksanakan ini memargi antar labda karya, sida sidaning don sida purna dan masyarakat ngemanggihin gemah ripah loh jinawi,’’ ujar Bupati Giri Prasta. (ad054)
PAMELASTIAN - Bupati Giri Prasta bersama Panglingsir Puri Agung Mengwi A.A. Gde Agung saat mengikuti prosesi pamelastian Ida Batara Pucak Mangu di Pura Ulun Danu Beratan, Minggu (3/11) kemarin.
krama dan kami tugasnya hanya mensosialisasikan,’’ bebernya. Sebagai opsi penanganan sampah, pihaknya mengimbau masyarakat mengelola sampahnya masingmasing. Masyarakat diminta berkoordinasi dengan Pemerintah Desa yang memiliki jasa pengelolaan sampah yang dikelola BUMDes. Sementara terkait lokasi penitipan sampah di ka-
wasan Tuban, mulai Senin (4/11) hari ini akan menjadi hari terakhir pelayanan pembuangan sampah, sehingga Selasa (5/11) besok tidak boleh lagi ada pembuangan sampah di kawasan tersebut. ‘’Selanjutnya pembuangan sampah tersebut diserahkan kepada desa dan kelurahan masing-masing untuk dicarikan tempat penampungan atas sampahnya masing-masing,’’
Warga Tolak Pembangunan TPS di Cengiling
Mangupura (Bali Post) -
Pemkab Badung diminta mempertimbangkan kembali rencana pembangunan TPS di lahan-lahan milik Pemprov Bali seluas 8 hektar di Cengiling, Jimbaran. Warga setempat menilai keberadaan TPS berpotensi mengganggu citra kawasan pariwisata. Selain itu, akses jalan menuju lokasi dimaksud juga tidak memungkinkan dilewati truk sampah. Dikonfirmasi Minggu (3/11) kemarin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung Putu Eka Merthawan tidak membantah adanya penolakan warga atas rencana
pembangunan TPS di lahan milik Pemprov Bali tersebut. Pihaknya mengaku menghormati aspirasi masyarakat, mengingat dasar penolakan sangat masuk akal. ‘’Pertimbangannya jelas
karena kawasan itu adalah kawasan pariwisata yang berkembang dan aksessibilitas jalan sempit sehingga warga menilai tidak mungkin dibangun TPS di sana. Itu merupakan hak dari
POHON TUMBANG - Petugas membersihkan batang pohon yang tumbang di kawasan Petang.
Bali Post/ist
BPBD Imbau Warga Waspada Bencana
Mangupura (Bali Post) B e nca na a la m se p e rt i pohon tumbang dan tanah longsor terjadi di sejumlah lokasi di Kabupaten Badung saat hujan lebat dan angin kencang melanda. Bencana serupa dapat terjadi kapan saja terutama pada musim hujan. Oleh karena itu, Pemkab Badung mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung dr. Ni Nyoman Ermy Setiari mengatakan, tercatat empat bencana berupa pohon tumbang dan satu tanah longsor yang terjadi Sabtu (2/11) lalu. Pihaknya pun telah melakukan penanganan. ‘’Kami telah melakukan penanganan sesuai laporan. Saat ada laporan masuk, kami dan tim langsung turun ke lapangan,’’ ujar Ermy, Minggu (3/11) kemarin. Bencana yang terjadi sejak Sabtu hingga kemarin di antaranya sebuah pohon yang berdiameter 40 cm dengan ketinggian 15 meter di Banjar Gunung, Desa Abiansemal, tumbang. Pohon jenis bayur itu menimpa salah satu palinggih milik warga setempat, Ketut Badra. Akibat kejadian itu, kerugian mencapai Rp 25 juta. Kejadian serupa terjadi di Desa Petang. Pohon bayur yang berdiameter 80 cm dengan tinggi 15 meter tumbang dan menutupi Jalan Raya Sulangai, tepatnya di kawasan Tukad Ngongkong. Tidak ada korban jiwa pada peristiwa yang dipekirakan terjadi pada pukul 06.45 Wita kemarin. Pohon tumbang juga terjadi di Jalan Raya Petang. Pohon jenis jempenis yang
berukuran 40 cm dan tinggi 10 meter tersebut tumbang dan menutupi sebagian badan jalan. Arus lalu lintas tersendat beberapa menit. Sekitar 20 menit kemudian setelah tim BPBD menyelesaikan tugas membersihkan batang pohon, arus lalin kembali normal. Pada Sabtu sore tanah longsor terjadi di Banjar Auman, Desa Pelaga. Tanah longsor menggerus panyengker milik Ketut Yuta. Kejadian itu menimbulkan kerugian sekitar Rp 40 juta. Terkait bencana yang muncul saat musim hujan, Ermy mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. ‘’Masyarakat sebaiknya mempersiapkan diri baik dari sisi kesehatan, termasuk waspada terhadap po-
tensi munculnya bencana. Hindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat hujan, waspadai tebing-tebing di perbukitan yang dekat dengan tempat tinggal maupun bantaran sungai,’’ katanya. Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung membersihkan gorong-gorong di sepanjang ruas jalan di Kabupaten Badung guna mengantisipasi banjir. Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Badung Sang Nyoman Oka Parmana menjelaskan, pihaknya membersihkan gorong-gorong dari sampah maupun endapan lumpur yang berpotensi menghambat aliran air. Pembersihan menggunakan alat sedot dan tenaga
manual. Pengerjaan sudah mencapai 70 persen sampai pertengahan Oktober. Dana APBD yang digunakan untuk proyek pembersihan gorong-gorong dan drainase di Badung mencapai miliaran rupiah. ‘’Kami sudah melakukan pembersihan gorong-gorong. Ruas yang direncanakan untuk penggelontoran tahun 2019 terdiri dari 132 ruas di seluruh Kabupaten Badung dengan panjang kira-kira 132 km,’’ ungkapnya. Selain mencegah banjir saat musim hujan, pembersihan aliran air yang tersumbat juga mencegah datangnya bibit penyakit. Karena itu pihaknya mengajak masyarakat turut menjaga lingkungan sekitar. (kmb27)
katanya. Sementara itu, Camat Kuta Selatan Made Widiana mengungkapkan, masukan dari masyarakat terkait rencana pendirian TPS di Cengiling disampaikan saat sosialisasi DLHK Badung pada Sabtu (2/11) lalu. Pada sosialisasi itulah warga meminta Pemkab mempertimbangkan kembali rencana tersebut, mengingat lokasi lahan berada dekat permu-
kiman, kuburan, sekolah, dan hotel. ‘’Warga khawatir itu akan membuat image dan situasi wilayah menjadi kurang bagus dan menimbulkan permasalahan lain ke depannya,’’ katanya. Ditambahkannya, masyarakat mengusulkan agar ada percepatan pembangunan TPST3R di masing-masing desa dan kelurahan sehingga sampah bisa dikelola lebih efektif. (kmb23)
Kemendikbud Susun Materi Uji Kompetensi Seniman
Mangupura (Bali Post) Dalam rangka meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan RI mendorong adanya sertifikasi profesi berbasis kompetensi bagi seniman di Indonesia. Pasalnya, sertifikasi merupakan kebutuhan pasar skala nasional maupun internasional. Terkait hal tersebut, materi uji kompetensi bidang kesenian sudah disusun. Menurut Direktur Kesenian Kemendikbud Restu Gunawan, sertifikasi ini sejalan dengan visi dan misi Presiden Jokowi dalam meningkatkan kualitas SDM dan menyiapkan tenaga-tenaga yang dapat bersaing secara kualitas untuk dapat menghasilkan individu yang produktif. Sertifikasi tidak diwajibkan tetapi dianjurkan sesuai dengan kebutuhan seniman dalam menghadapi permintaan pangsa pasar seni. ‘’Saya kira dari pengalaman teman-teman seniman, sertifikasi sangat diperlukan. Misalnya ada pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan sertifikat baik itu berasal dari dalam maupun luar negeri. Ketika sertifikasi ini dibutuhkan, kemudian akhirnya hanya diisi oleh tenaga kerja dari luar baik tentang tata panggung, pertunjukan dan lain sebagainya. Vendor atau perusahaan atau pengampu kegiatan biasanya menanyakan ada sertifikatnya atau tidak, jadi kalau kita tidak siapkan, sayang sekali padahal pasar di rumah kita sendiri. Jadi kita berusaha untuk membuat standarisasinya itu,’’ jelasnya belum lama ini. Saat ini pihaknya bertugas menjadi fasilitator dan regulator untuk menyusun standar uji kompetensi. LSP-
Restu Gunawan P3 Kebudayaan Kemendikbud telah mengembangkan 53 skema sertifikasi profesi berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Selanjutnya akan melalui tahap skema sertifikasi berupa penyusunan materi uji kompetensi sebagai perangkat dalam melakukan uji sertifikasi profesi. Direktorat Kesenian bekerja sama dengan para asesor Kompetensi yang
Bali Post/edi
berasal dari kalangan akademisi dan praktisi seni Indonesia akan menyusun materi uji kompetensi. Pihaknya berharap tahun depan banyak seniman dari berbagai daerah melakukan sertifikasi sesuai dengan kemampuan bidang seninya masing-masing. ‘’Untuk di tahun ini jumlah asesor ada 46, sedangkan untuk jenis profesi bidang kesenian ada 124,’’ bebernya. (kmb23)
Senin Pon, 4 November 2019
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Ajak Pemuda Peduli Lingkungan Udara
DLHK Denpasar Gelar Salak Bali Denpasar City Tour 2019 DINAS Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar bekerja sama dengan Bank BPD Bali Kantor Cabang Utama Denpasar menggelar kegiatan Salak (Satukan Langkah Kita Berbuat untuk Lingkungan) Bali Denpasar City Tour 2019, Minggu (3/11) kemarin, berpusat di Jalan Gajah Mada, Denpasar. Touring yang melibatkan ratusan pemuda dari komunitas pengendara sepeda motor dilepas Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara. Hadir pula dalam acara tersebut Kepala Dinas DLHK Bali Drs. I Made Teja dan Kepala Cabang Utama Denpasar BPD Bali Putu Dharmapatni yang ikut menandatangani lima komitmen tersebut. Sebelumnya dilakukan penandatanganan komitmen pemuda untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup dengan cara turut serta mengurangi penggunaan kantong plastik sesuai dengan Perwali No. 36 Tahun 2018, turut menjaga pelestarian fungsi sungai di Kota Denpasar, tidak membuang sampah atau limbah ke sungai dan ikut swakelola di wilayah setempat, tidak melakukan pembakaran sampah, melakukan pemilahan sampah di tingkat rumah tangga. Sekretaris DLHK Denpasar I.B. Putra Wirabawa mengatakan, kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober. Maka dari itu, ia melibatkan kaum milenial untuk berbuat demi lingkungan. Peserta diajak untuk peduli dengan lingkungan yaitu dengan membawa tumbler air dalam setiap kegiatan dan membawa tas ramah lingkungan. Kegiatan utama fun riding ini melewati jalan-jalan yang ada di Kota Denpasar sepanjang 67 km. Peserta melalui beberapa titik di Kota Denpasar, yaitu titik yang merupakan program City Tour untuk mendukung program Pemerintah Kota Denpasar. Melalui kegiatan ini, ia ingin mengedukasi masyarakat dan tidak henti-hentinya memberikan sosialisasi menjaga lingkungan. Lingkungan tersebut meliputi udara, air dan darat. Melalui uji emisi, pemuda dapat berkontribusi
MELEPAS - Wakil Wali Kota Denpasar melepas peserta touring didampingi Kepala Cabang Utama Denpasar BPD Bali dan Sekretaris DLHK Kota Denpasar. menjaga kualitas udara. Karena udara merupakan komponen yang sangat vital dan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya. Terjadinya pencemaran udara akan berdampak langsung dan tidak langsung terhadap kesehatan manusia, lingkungan dan makhluk hidup lainnya, terlebih lagi emisi gas pencemar udara dapat menimbulkan pemanasan global sebagai akibat menipisnya lapisan ozon dan meningkatnya gas rumah kaca (GRK). Untuk itu, diperlukan upaya pengendalian pencemaran udara agar kualitas udara tetap terjamin demi keberlangsungan kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Maka melalui kegiatan ini, ia mengajak seluruh komponen masyarakat khususnya generasi muda untuk berperan aktif menjaga kualitas udara dan meningkatkan upaya pelestarian lingkungan lainnya melalui berbagai aksi nyata, baik melalui penanaman pohon, uji emisi kendaraan bermotor, pemilahan sampah, sosialisasi tentang pengelolaan lingkungan, penandatanganan komitmen bersama yang dikemas secara menarik melalui
pelaksanaan touring. ‘’Kendaraan dari peserta touring kemarin diuji emisi dan harus lolos uji emisi. Kalau ada kendaraan yang tidak lolos uji emisi, kita arahkan untuk perbaiki, kita langsung informasikan pada mereka jadi mereka bisa langsung berbuat untuk lingkungan,’’ imbuhnya. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas udara di Kota Denpasar, meningkatkan peran serta masyarakat dalam melaksanakan pengelolaan lingkungan khususnya dalam pengendalian pencemaran udara dan pelestarian lingkungan hidup, mengetahui kualitas emisi kendaranaan bermotor di Kota Denpasar dan menyosialisasikan pentingnya menjaga kualitas udara di Kota Denpasar, memberikan informasi tentang pengelolaan lingkungan hidup dalam rangka menyukseskan Denpasar clean and green, menyediakan wadah bagi masyarakat khususnya pencinta otomotif dan generasi muda untuk mencintai lingkungan dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, memperkenalkan tempat- empat wisata city tour yang ada di Kota Denpasar. (ad055)
Spenas Scout Competition II
Awali Rangkaian HUT Ke-45 SMP Nasional Denpasar SMP Nasional Denpasar menggelar Spenas Scout Competition II yang dibuka di Lapangan Basket Kampus Undiknas, Jalan Bedugul, Denpasar, Sabtu (2/11) lalu. Kompetisi di bidang Pramuka ini sekaligus mengawali rangkaian HUT ke-45 SMP Nasional Denpasar yang jatuh 2 Desember mendatang. Salah satunya bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan inovasi insan Pramuka menuju generasi milenial sesuai tema yang diusung tahun ini. ‘’Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kreativitas dan semangat insan Pramuka berkualitas, yang pada akhirnya akan mencapai tujuan Pramuka yang suci dan mulia,’’ ujar Ketua Panitia Spenas Scout Competition II, I Komang John Purnawan, M.Ag. John menambahkan, kompetisi ini diikuti 15 peserta dari pangkalan SD se-Kota Denpasar. Para peserta memperebutkan piala bergilir Perdiknas Denpasar, yang sebelumnya diserahkan oleh SD Saraswati 3 kepada Kepala SMP Nasional Denpasar. Sementara acara pembukaan ditandai dengan kedatangan panjipanji SMP Nasional Denpasar. Kemudian dilanjutkan dengan penyiraman tunas kelapa dan penyulutan obor oleh Wakil Ketua II Kwartir Cabang Denpasar bersama Kepala SMP Nasional Denpasar. Sementara itu, Kepala SMP Nasional Denpasar Ni Putu Supadmi, S.Pd. mengatakan, tunas kelapa merupakan lambang gerakan Pramuka yang mengandung arti mendalam. Yakni Pramuka adalah inti bagi kelangsungan hidup bangsa yang memiliki jasmani dan rohani yang kuat dan ulet, serta mampu beradaptasi dalam kondisi apa pun. Sementara penyalaan api obor merupakan simbol untuk membangkitkan kembali semangat para Pramuka yang berpangkalan di SD seKota Denpasar dalam menampilkan
keterampilan baris-berbaris mereka dan merupakan semangat seluruh warga SMP Nasional Denpasar sebagai salah satu sekolah swasta di Denpasar Selatan mengutamakan pendidikan karakter dalam dunia pendidikan. ‘’Kami berharap para peserta dapat lebih mengembangkan diri dan karakternya dengan semangat kepramukaan,’’ ujarnya. Menurut Supadmi, Spenas Scout Competition II yang diisi dengan Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) juga masih terkait dengan GTS (Good, Trustworthy, Smart). GTS sendiri telah menjadi tagline di lingkungan Perdiknas Denpasar yang menaungi SMP Nasional, SMK Teknologi Nasional, dan Undiknas. ‘’Lewat LKBB, para peserta harus bisa melakukan langkah dan gerakan yang sama atau harmonis. Kemudian memperlihatan inovasinya. Di sini ada unsur keselarasan dan keterampilan peserta,’’ jelasnya. Kepala Sekolah lewat LKBB ini juga mempromosikan pada tahun ajaran 2020/2021 gedung baru yang
berlantai tiga SMP Nasional sudah bisa ditempati. Wakil Ketua II Kwartir Cabang Denpasar Drs. Ketut Sudana, M.Pd. mengapresiasi penyelenggaraan Spenas Scout Competition II oleh SMP Nasional Denpasar. Pasalnya, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kreativitas dan inovasi untuk ikut berperan aktif dalam upaya mencerdaskan bangsa serta pembentukan karakter. ‘’Pramuka ini sangat strategis untuk bisa dilaksanakan di tingkat pendidikan. Apakah itu tingkat Gudep (SD - red), SMP atau SMA, karena dengan pendidikan kepanduan kepramukaan, kita inginkan untuk meningkatkan pendidikan karakter,’’ ujarnya. Selain itu, lanjut Sudana, anakanak yang mengikuti kegiatan kepramukaan juga dilatih untuk bisa mandiri. Sekaligus menyiapkan mereka menjadi aset bangsa ke depan. ‘’Kalau kepramukaan ini bisa dilaksanakan di pendidikan, otomatis nanti akan lahir generasi muda sebagai agen-agen perubahan,’’ jelasnya. (ad060)
Penobatan Juara Prokasih 2019
Jaga dan Lestarikan Sungai dengan Strategi ’’Community Development Entrepreneurship’’ PEMERINTAH Kota Denpasar melalui DLHK Kota Denpasar telah selesai menilai lomba kali bersih tahun 2019 pada kegiatan koordinasi Pengelolaan Kali Bersih (Prokasih). Penobatan juara kali bersih dipusatkan di Dam Peraupan, Desa Peguyang Kaja, Denpasar Utara, Minggu (3/11) kemarin. Dari penilaian itu, juara I diraih Sungai Dam Peraupan, Desa Peguyangan Kaja dengan Sungai Dam Peraupan, juara II Tukad Mati (Batu Jineng) Desa Padangsambian, juara III Tukad Pendem Kelurahan Kesiman. Selain penobatan juara kali bersih, di tempat yang sama juga dilakukan acara bersih-bersih, penanaman pohon, pengukuhan komunitas peduli sungai dan kader anak peduli sungai, peresmian taman obat serta sekaa seruling teruna-teruni Peguyangan Kaja dan penandatanganan komitmen bersama kaum milenial. Tampak hadir dalam acara itu Ketua DPRD Kota Denpasar, pimpinan OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, perbekel dan lurah serta tokoh masyarakat. Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara mengatakan, sungai merupakan salah satu sumber air baku, air minum, sebagai tempat rekreasi, sebagai kawasan suci dan sebagai ametasi masyarakat. Dengan fungsi tersebut telah dilakukan upaya pengendalian pencemaran dengan menjadikan beberapa sungai menjadi tempat rekreasi masyarakat dengan strategi community development entrepreneurship. Sehingga masyarakat mendapatkan manfaat yang sebesar-besarnya dari adanya pengembangan kawasan sungai yang berdaya guna serta kualitas dan kuantitas dapat terjaga. Di samping itu, Pemkot Denpasar terus berupaya dalam menciptakan kelestarian sungai, melalui pemantauan kualitas air sungai, pembersihan badan sungai, sosialisasi, pembinaan dan monitoring kepada usaha dan atau kegiatan penghasil air limbah serta penegakan hukum
LOMBA - Wakil Wali Kota didampingi Ketua DPRD Kota Denpasar dan Kepala DLHK Kota Denpasar menyerahkan juara lomba kali bersih. terhadap pelaku usaha yang membuang air limbahnya tanpa pengolahan ke badan sungai. Untuk itu, tahun ini Pemkot Denpasar kembali menyelenggarakan lomba sungai bersih di Kota Denpasar, namun dengan nuansa yang baru, dengan melibatkan peran serta masyarakat dalam penilaiannya, sehingga diharapkan mampu mencapai sasaran yang lebih optimal. Tujuan dari lomba sungai bersih ini adalah terciptanya kualitas air sungai yang baik, sehingga dapat meningkatkan pelestarian fungsi sungai dalam menunjang pembangunan yang berkelanjutan serta terwujudnya kesadaran dan tanggung jawab masyarakat dalam pengendalian pencemaran air. Dalam upaya pengendalian pencemaran air, peran serta masyarakat serta pemberdayaan sangat penting dilakukan karena kita harapkan masyarakat menjadi subjek dalam pelestarian sungai di desa atau lurah masing-masing masyarakat mendapat manfaat yang sebesarbesarnya dalam pengembangan lingkungan sungai. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini mari bersama-sama tingkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap kelestarian sungai.
Mari jadikan sungai-sungai di Kota Denpasar menjadi lebih baik dan bersih lagi, sehingga dapat memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat sekarang dan yang akan datang. Ia berharap kegiatan ini dapat berjalan berkesinambungan dan ditingkatkan lagi di tahun-tahun yang akan datang serta semua komponen masyarakat nantinya dapat turut serta menciptakan kelestarian sungai. Kepala DLHK Kota Denpasar I Ketut Wisada mengatakan, lomba prokasih Kota Denpasar yang dilaksanakan bertujuan agar masyarakat yang ada di lingkungan Kota Denpasar dapat ikut serta memelihara kelestarian lingkungan, khususnya kelestarian sungai. Selain itu juga, supaya desa atau kelurahan mampu menyusun suatu program upaya pengendalian pencemaran air sebagai upaya pelestarian sungai. ‘’Kami ingin memotivasi masyarakat melalui aksi ini pada pengelolaan dan pelestarian lingkungan, khususnya sungai dan terwujudnya sungai bersih, serta mewujudkan pemberdayaan masyarakat menjadi subjek bagi keberlanjutan pelestarian sumber daya air di Kota Denpasar,’’ ujarnya. (ad059)
Seminar Nasional Pengelolaan dan Pengolahan Limbah B3
DALAM rangka menyambut Hari Kesehatan Nasional (HKN), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Kesehatan Lingkungan Poltekkes Denpasar menggelar seminar nasional dengan tema ‘’Pengelolaan dan Pengolahan Limbah B3 Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Lingkungan’’, Minggu (3/11) kemarin. Acara dibuka Kepala Dinas Kesehatan Bali dr. Ketut Suarjaya yang juga sekaligus sebagai pembicara membawakan materi mengenai ‘’Kebijakan Pengelolaan Limbah Medis Fasyankes’’. Menurut Suarjaya, selain sampah atau limbah rumah tangga, Bali juga menghasilkan limbah B3 medis. Rata-rata dalam sehari limbah B3 medis yang dihasilkan mencapai 3 ton. Jika tidak diolah sesuai dengan aturan, sampah medis ini akan menyebabkan berbagai macam masalah mulai dari kesehatan masyarakat maupun kualitas lingkungan. Suarjaya melanjutkan, pemerintah saat ini sudah mengeluarkan aturan mengenai pengelolaan limbah B3. Di mana penghasil limbah B3 diwajibkan untuk mengelola limbahnya. Jika tidak mampu melakukan sendiri pengelolaan limbah B3 dapat diserahkan pada pihak lain. ‘’Dalam mengelola limbah B3 memerlukan izin. Ini yang terus didorong pemerintah. Agar setiap penghasil limbah B3 bisa melengkapi izin yang diperlukan,’’ ujar Suarjaya. Ia juga berharap lewat seminar nasional ini, bisa mendapatkan masukan baik dari Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan (HAKLI) dan juga Polttekkes Denpasar dalam hal cara yang tepat dalam hal mengelola limbah B3, sehingga tidak mengancam kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan.
SEMINAR - Kepala Dinas Kesehatan Bali dr. Ketut Suarjaya (kiri) saat menjadi pembicara sekaligus membuka acara seminar nasional dengan tema ‘’Pengelolaan dan Pengolahan Limbah B3 Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Lingkungan’’ yang digelar HMJ Kesehatan Lingungan Poltekkes Denpasar, Minggu (3/11) kemarin. Sementara itu, Ketua HAKLI Bali Wayan Sudianyana mengatakan, dalam hal pengolahan limbah B3, tentunya memerlukan langkah yang tepat. Menurutnya, Poltekkes Denpasar sendiri memiliki SDM untuk itu dan ke depan diharapkan langkah yang terbaik bisa dihasilkan. ‘’Poltekkes Denpasar memiliki Jurusan Kesehatan Lingkungan di mana di dalamnya mahasiswa diajarkan juga mengenai pengelolaan dan pengolahan limbah,’’ ujarnya. Menurutnya, permasalahan limbah padat di Bali tidak hanya sebatas limbah B3 tetapi juga sampah rumah tangga. Untuk mengatasi ini diperlukan kesadaran masingmasing orang di rumah tangganya dalam hal pemilahan sampah organik dan anorganik. ‘’Jika sudah
dipilah, akan lebih mudah mengolah sampah. Saat ini kebanyakan sampah yang dihasilkan rumah tangga itu masih dicampur sehingga cukup sulit untuk mengolahnya,’’ ujarnya. Sekretaris Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Denpasar I Wayan Jana mengatakan, selain menyambut HKN, acara seminar nasional ini diharapkan memberikan pengalaman mahasiswa HMJ Kesehatan Lingkungan untuk berorganisasi. Adapun tema pengelolaan dan pengolahan limbah B3 ini diangkat karena saat ini topik tersebut menjadi salah satu permasalahan yang membutuhkan pemecahan segera. Acara seminar sendiri selain diikuti mahasiswa juga praktisi kesehatan dari seluruh Bali dan luar Bali. (ad056)
TNI dan Polri ’’All Out’’ Amankan ICCIS 2019 Mangupura (Bali Post) Ratusan personel Polda Bali dan Polresta Denpasar melaksanakan pengamanan The 3rd Indonesian Constitutional Court International Symposium (ICCIS) 2019 Short Course and Call for Paper di Nusa Dua, Badung. Pertemuan yang berlangsung dari tanggal 2-8 November 2019 ini rencananya akan dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia K.H. Ma’ruf Amin pada Senin (4/11) hari ini. Oleh karena itu, Polda Bali dan Kodam IX/Udayana all out mengamankan kegiatan tersebut. Apel gelar pasukan pengamanan Wakil Presiden tersebut diaksanakan di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar
Timur, Sabtu (2/11) lalu. Apel tersebut dipimpin Kasdam IX/ Udayana Brigjen TNI Kasuri mewakili Pangdam. ‘’Pengamanan VVIP yang kita laksanakan ini harus dilakukan secara maksimal dan sesuai SOP. Masing-masing personel harus tahu siapa dan berbuat apa, sehingga hal ini tidak boleh menjadi sesuatu yang monoton dan rutinitas. Setiap operasi pengamanan adalah sesuatu yang baru dan selalu ada dinamika berbeda di lapangan, oleh karena itu diperlukan kepedulian, sikap tanggap dan kesiapan semua Satgaspam,’’ kata Kasdam saat membacakan sambutan Pangdam. Sementara itu, Direktur Bin-
mas Polda Bali Kombes Pol. I Komang Suartana mengatakan, pihaknya menerjunkan 550 personel gabungan Polda Bali dan Polresta Denpasar bersama komponen keamanan lainnya melaksanakan operasi pengamanan kegiatan masyarakat dengan sandi Opspam Puri Agung XVII–2019. Pengamanan ini mengedepankan kegiatan preventif yang didukung dengan preemtif, intelijen, penegakan hukum kuratif dan rehabilitasi. Sehingga seluruh rangkaian kegiatan ICCIS 2019 dan Short Course and Call for Paper yang diselenggarakan oleh Association of Asian Contitution Court and Equivalent Institution (AACC) di Hotel Hilton dan The
Apurva Kempinski berlangsung aman dan kondusif. Sebanyak 445 peserta dari 14 negara peserta AACC dan 16 negara nonpeserta AACC akan hadir dalam pertemuan ini. ‘’Untuk menjamin keamanan dan keselamatan para peserta selama kegiatan berlangsung di Bali,’’ ujar Kombes Suartana selaku Kaopspam. Pengamanan akan dilakukan disejumlah titik yang dianggap rawan. Seluruh personel akan melaksanakan tugas pengamanan secara all out dan sesuai SOP (Standard Operational Procedure) agar seluruh rangkaian kegiatan dari awal sampai akhir berjalan aman dan lancar. (kmb36)
Bali Post/ist
PERIKSA KENDARAAN - Petugas memeriksa kendaraan dalam rangka pengamanan ICCIS 2019 di Nusa Dua, Badung.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Senin Pon, 4 November 2019
Bali Dikhawatirkan Sumbang Defisit Perdagangan Luar Negeri Denpasar (Bali Post) Neraca perdagangan Provinsi Bali pada September 2019 surplus. Namun ekspor September 2019 turun cukup dalam yaitu -5,34 persen (yoy), karena pada bulan yang sama tahun sebelumnya, ekspor Bali USD 47, 78 juta. Sedangkan ekspor Provinsi Bali pada September 2019 nilainya USD 45,23 juta. Angka ini juga menunjukkan penurunan -2,59 persen secara mtm karena ekspor pada Agustus 2019 sebesar USD 46,43 juta. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho mengatakan, neraca perdagangan yang surplus karena impor Bali juga mengalami penurunan yaitu -4,55 persen (mtm). Impor Bali pada September 2019 adalah sebesar USD 23,19 juta. Nilai impor ini setengah daripada ekspor Bali. Sementara impor Agustus 2019 sebesar USD 24,29 juta. ‘’Ada hal yang sedikit berbeda dengan impor, jika dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya yaitu impor mengalami peningkatan. Sebab, impor September 2018 sebesar USD 20,80 juta,’’ katanya, belum lama ini. Dengan demikian neraca perdagangan Bali surplus. Mengingat perdagangan yang disampaikan adalah ekspor-impor luar negeri dan Provinsi Bali banyak mengirim keluar daripada mendatangkan. Di sisi lain, Bali banyak membutuhkan barang dari luar daerah Bali. Secara kumulatif, dari Januari sampai September 2019, ekspor Bali sebesar USD 435 juta. Meningakt 2,62 persen yoy (Januari – September 2018) karena pada waktu ekspor Bali mencapai USD 424,58 juta. Jika kondisi ini bertahan hingga akhir tahun, maka angka USD 595,28 juta akan terlampaui yang artinya ekspor Bali mengalami peningkatan. Impor juga mengalami peningkatan, bahkan angkanya jauh lebih tinggi daripada ekspor. Impor kumulatif meningkat 32,94 persen karena angka impor dari Januari – September 2019 mencapai USD 195,88 juta. Sedangkan impor kumulatif 2018 hanya USD 147,35 juta. Kenaikan impor 32,94 persen ini mengindikasikan impor Bali pada 2019 akan melampaui angka USD 244,70 juta. Hampir setiap bulan, Bali bisa menyumbangkan surplus ekspor-impor barang ke luar negeri. Namun jika dicermati pertumbuhannya bahwa peningkatan impor jauh lebih tinggi daripada peningkatan ekspor, sehingga ada kekhawatiran ke depan, Bali akan menyumbang defisit perdagangan luar negeri. (kmb42)
81 KK di Badung Belum Miliki Jamban Sehat
Mangupura (Bali Post) -
Kurangnya ketersediaan jamban di setiap rumah sebagai sarana warga untuk buang air besar (BAB) masih terjadi di Kabupaten Badung. Setidaknya, kabupaten dengan label terkaya di Bali ini mengoleksi 81 KK yang belum memiliki jamban sehat keluarga. Pemerintah kabupaten setempat pun menggelontor bantuan jamban sehat keluarga melalui program bedah jamban, yakni tahun 2019 ini dilakukan bedah jamban untuk 65 KK. Sisanya dituntaskan tahun 2020. Secara simbolis bantuan bedah jamban ini dilakukan di rumah keluarga kurang mampu I Made Merta di Banjar Penikit, Desa Belok/ Sidan, Petang, Jumat (25/10) lalu. ‘’Program pengentasan
Bali Post/ist
PEMBINAAN - Kodim 1611/Badung melaksanakan pembinaan Pramuka Saka Wira Kartika, Minggu (3/11) kemarin.
kemiskinan menjadi atensi utama dari Bapak Bupati Giri Prasta salah satunya melalui bedah jamban. Pengerjaan bedah jamban ini dilakukan secara bergotong royong,’’ ujar Camat Petang I Gde Eka
Sudarwitha. Bedah jamban ini, kata Camat Eka Sudarwitha, diharapkan menjadi stimulus agar masyarakat peduli terhadap lingkungan sehat. Program bedah jamban ini
I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga
Bali Post/ant
Jakarta (Bali Post) Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) I Gusti Ayu Bintang Darmawati Puspayoga menegaskan pentingnya kesetaraan gender di berbagai bidang. Hak perempuan tetap sama dengan laki-laki untuk maju, meskipun dalam keluarga berperan sebagai pendamping suami. Penegasan ini disampaikan Bintang Puspayoga saat menjawab pertanyaan tentang perhatian publik atas pernyataan Jenderal Pol. Idham Azis saat pelantikan sebagai Kapolri yang meminta istrinya hanya mengurus urusan dapur, sumur, dan kasur saja. ‘’Itu bisa dimulai dari awal, mungkin ya. Jika sekarang, kita harus berpikir ke depan bagaimana kesetaraan gender yang dapat diwujudkan,’’ kata Bintang Puspayoga, di Jakarta, Minggu (3/11) kemarin. Bersama Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid, Bintang Puspayoga mengikuti acara gerak jalan kerukunan yang diselenggarakan Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu In-
Diduga Lecehkan Sosok Pahlawan Sagung Wah
GPST Laporkan Akun ’’Dek Henk’’ ke Polda Bali Tabanan (Bali Post) Bijaklah dalam menggunakan media sosial. Jangan memberikan komentar asal-
asalan ataupun menjurus ke pelecehan yang dapat berujung pada proses hukum. Hal itu dilakukan agar tidak
merupakan bagian dari upaya mewujudkan Badung Open Defection Free atau terbebas dari buang air besar di tempat terbuka. ‘’Kegiatan bedah jamban sehat keluarga ini untuk menyukseskan program Bupati Giri Prasta dalam bidang kesehatan sanitasi masyarakat,’’ katanya. Disebutkan, bantuan jamban sehat keluarga ini sepenuhnya dilaksanakan melalui partisipasi BPD Cabang Mangupura, pegawai Kecamatan Petang, Babinsa
dan Kamtibmas Desa, elemen masyarakat dan kalangan swasta. Dalam pembinaan kabupaten/kota sehat (KKS) tingkat nasional tahun 2019 juga menyoroti adanya warga yang belum memiliki jamban. Sebab, keberadaan jamban tiap pekarangan rumah ini penting, sebagai salah satu syarat kabupaten sehat. Karena itu, pemerintah dihimbau agar pemerintah desa membantu memfasilitasi pembuatan jamban bagi warganya. (kmb27)
Bintang Puspayoga Minta Semua Pihak Bisa Wujudkan Kesetaraan Gender
Pramuka Diharapkan Jaga Keutuhan NKRI Mangupura (Bali Post) Pembinaan Pramuka Saka Wira Kartika oleh Kodim 1611/ Badung dilakukan di Lapangan Desa Adat Gerih, Kecamatan Abiansemal, Badung, Minggu (3/11) kemarin. Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menumbuhkan jiwa patriot dan turut menjaga keutuhan NKRI. Pasiter Kodim 1611/Badung Kapten Inf. I Wayan Suara mengatakan, saat ini Kodim 1611/Badung menggelar kegiatan nonfisik Binter Terpadu Tahun 2019. Kegiatan tersebut di antaranya pembinaan generasi muda bangsa berupa memberi pelatihan Pramuka. ‘’Yang paling penting bagi generasi muda harus selalu memiliki jiwa patriot dan penuh semangat. Selain itu, tetap gigih tanpa kenal lelah dalam menjaga keutuhan NKRI,’’ ujar Kapten Suara. Setelah itu dilaksanakan kegiatan pemantapan Krida-krida kepada Pramuka Saka Wira Kartika. Materi yang disampaikan di antaranya peraturan baris berbaris (PBB) dan cara penghormatan, navigasi darat serta survival. ‘’Kami berharap dengan kegiatan ini generasi muda kita menjadi tangguh dan siap menjaga NKRI,’’ tegasnya. (kmb36)
Bali Post/eka
MONUMEN - Sejumlah wisatawan berkunjung ke Monumen bom Bali di Kuta, Badung.
terjadi seperti kasus yang ada di Tabanan. Karena merasa gerah akan komentar salah satu akun bernama ‘’dek
Bali Post/ist
LAPOR - Keluarga besar Puri Sejebag Tabanan yang tergabung dalam Garda Puri Sejebag Tabanan saat melaporkan kasus dugaan pelecehan sosok Pahlawan Sagung Wah ke Polda Bali.
henk’’ terkait dugaan pelecehan terhadap sosok pahlawan wanita Sagung Wah asal Puri Dangin Tabanan, keluarga besar Garda Puri Sejebag Tabanan (GPST) yang melapor ke Polda Bali, Minggu (3/11) kemarin. Ketua Garda Puri Sejebag Tabanan A.A. Ngurah Gede Puja Utama saat dikonfirmasi mengatakan sebelumnya ada salah satu akun merilis sejarah patung Sagung Wah beberapa pekan lalu. Nah, akun bernama ‘’dek henk’’ berkomentar dengan kalimat pelecehan dan mencantumkan foto orang lain dengan muka lebam lalu menyamakan sosok pahlawan wanita asal Puri Dangin Tabanan sebagai bahan guyonan. Hal itu pun mematik kemarahan pihak Puri Sejebag Tabanan. Pelalui personal chat, perwakilan muda puri ingin bertemu dengan ‘’dek henk’’ untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya yang dinilai tidak beretika tersebut. Yang bersangkutan pun awalnya mengaku berse-
dia datang ke Puri Tabanan untuk meminta maaf secara kekeluargaan. Maksud baik itu disambut baik Semeton Puri Tabanan, panglingsir dan GPST. Disepakati bertemu Minggu (3/11) pukul 14.00 wita di Puri Dangin Tabanan. Bahkan ada pula yang menunggu di Gedung Ketut Maria dengan maksud yang bersangkutan tidak tahu lokasi pertemuan yang dituju. ‘’Setelah ditunggu sampai lewat jam, kita coba chatingan lagi. Sebab, tidak tahu pula nomor HPnya. Namun dijawab dengan nada tidak beretika seperti ‘tunggu saya masih mandi’. Selanjutnya jawaban kedua ‘saya pasti datang pakai mercy dan baju putih’. Dari jawaban itu sudah saya pastikan dia hanya main-main dan tidak mungkin datang. Setelah diberi waktu sampai jam 15.00 Wita, tidak juga datang. Kami pun memutuskan melaporkan kasus ini ke Polda Bali dan ini sudah hasil koordinasi dengan pihak kepolisian di Polres Tabanan,’’
donesia (NSI). Gerak jalan kerukunan diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-55 Parisadha Buddha Dharma NSI. Menurutnya, Kementerian PPPA mengusung lima target sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk mengangkat derajat perempuan. Pertama, peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan. Kedua, peningkatan peran ibu dalam pendidikan anak. Ketiga, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Keempat, penurunan pekerja anak. Kelima, pencegahan perkawinan anak. ‘’Ke depan, bagaimana kita bisa memberdayakan perempuan tidak hanya urusan domestik saja, tetapi bisa jadi penopang keluarga dalam bidang ekonomi,’’ ujarnya. Bintang Puspayoga berharap seluruh instansi terkait dapat mendukung dan membantu program prioritas Kementerian PPPA tersebut. ‘’Mudahmudahan. Kami minta kerja sama dengan teman-teman semua ya, mohon kami dibantu,’’ ucapnya. (kmb4)
terangnya. Dikatakan, seandainya yang bersangkutan mau datang sesuai janji di puri dan memberikan penjelasan serta permintaan maaf, tentu permasalahan ini tidak sampai ke jalur hukum. ‘’Awalnya kami mau menerima secara
kekeluargaan dan memberikan maaf jika yang bersangkutan beriktikad baik. Namun justru chat yang dia sampaikan terkesan tidak beretika. Jadi kami bawa ke jalur hukum agar ke depan tidak terjadi lagi hal serupa,’’ pungkasnya. (kmb28)
Senin Pon, 4 November 2019 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Memandirikan Ekonomi Desa
DIAKUI atau tidak, di era Jokowi desa mendapat perhatian lebih. Salah satunya dikucurkannya Dana Desa yang setiap tahun mengalami peningkatan. Bahkan desa yang punya prestasi dalam mengelola dana tersebut, juga diberikan bonus tambahan. Sungguh menggiurkan, sekaligus tantangan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa. Program ini tentu tidak lepas dari program Presiden Joko Widodo untuk membangunan dari daerah pinggiran. Banyak yang berharap program yang telah dijalankan lebih dari tiga tahun ini, akan mempercepat mengentaskan kemiskinan di desa. Sebab, dana desa lebih banyak untuk menunjang dan mewujudkan peningkatan ekonomi. Misalnya membangun jalan desa untuk akses pengiriman produk pertanian. Membuat BUMDes dalam kaitan lebih memandirikan ekonomi orang desa. Sebab, ketimpangan kesejahteraan dalam arti luas masih menganga lebar antara masyarakat di kota dan desa. Kesenjangan ini jangan sampai melebar dan justru meredupkan kembali asa atau harapan yang mulai muncul di era Jokowi ini. Presiden memang telah melakukan banyak hal dengan membangun banyak infrastruktur sehingga mampu menghubungkan tempattempat yang dulunya tidak terjangkau, kini sudah terbuka lebar. Ini tentu saja perlu waktu karena masingmasing desa mempunyai karakteristik berbeda dan tentu saja perlu cara dan penanganan yang berbeda pula. Tidak cukup hanya menggelontorkan sejumlah uang dan kemudian selesai. Mesti tahu betul bagaimana potensinya, terutama bagaimana mengembangkan potensi desa dalam arti luas. Tidak saja menyangkut kemampuan manajerial lembaga keuangannya, juga sistem keuangan itu sendiri. Apalagi dikaitkan dengan instrumen lembaga adat tradisional yang memiliki kekhasan dan tentu saja konteksnya dengan Bali sebagai daerah pariwisata. Sebenarnya, substansi permasalahan tidaklah semata-mata soal finansial. Tetapi menjaga ‘’roh’’ masyarakat pedesaan agar tidak terdegradasi dalam kehidupan masyarakat modern. Pengaruh modernisasi memang tidak bisa dicegah. Dihindarkan ataupun kita berpaling seolah-olah lari dari kenyataan. Kita mesti menghadapinya dengan semangat masyarakat pedesaan yang masih kental dengan nuansa kebersamaan. Kebersamaan yang telah dikemas dalam sikap profesionalisme dalam mengelola semua aset serta lembaga maupun instrumen milik masyarakat setempat. Dalam membangun pedesaan tentu tidak serta merta menjadikan desa sebagai kota. Desa harus tetap dengan identitasnya. Identitas desa sebagai penyangga pelestarian lingkungan dan alam. Desa sebagai komunitas budaya dan tradisi serta desa sebagai penguatan peradaban Bali haruslah tetap terjaga. Namun, dalam pengelolaan potensi pedesaan pendekatan manajemen yang lebih profesional layak dirujuk. Optimalisasi pengelolaan potensi pedesaan tentu akan lebih mungkin dijabarkan saat ini dengan adanya UU Desa. Selain itu, otonomi pengelolaan anggaran pedesaan lebih memungkinkan terealisasinya proyek-proyek yang memang menjadi kebutuhan riil warga pedesaan. Dengan cara ini, maka pembangunan berbasis pedesaan memungkinkan terjadinya peningkatan taraf hidup warga desa yang ditandai dengan menguatnya kemandirian ekonomi pedesaan.
SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Dana Punia Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swah)
Dalam rangka menginformasikan dan menghimpun dana pembangunan di Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swah Loka) yang terletak di Banjar Adat Peninggaran, Desa Pakraman Seraya, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem dengan ini kami mengajukan permohonan bantuan kehadapan para umat untuk ikut madana punia untuk mendukug pembangunan pura. Dengan adanya dukungan dari umat dalam hal ini akan sangat besar manfaatnya untuk pengembangan dan mendukung kebutuhan serta penyelesaian sarana dan prasarana fisik pembangunan pura ini. Salah satu upaya untuk melestarikan agama, adat istiadat dan seni budaya yang diharapkan dapat meningkatkan sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa). Sehubungan dengan hal tersebut di atas kami pangempon Pura Puncak Sari, Desa Pakraman Seraya sangat mengharapkan bantuan dari umat. Bantuan dapat disalurkan ke Rekening Panitia Pembangunan Pura Puncak Sari No. Rek. 4614-01-019031-53-6 BRI Unit Subagan. Demikianlah permohonan ini kami sampaikan kehadapan bapak dan atas bantuannya kami sampaikan terima kasih. Klian Desa Pakraman Seraya I Made Salin
BUM Desa sebagai Penggerak Perekonomian Masyarakat Melanjutkan pemanfaatan Dana Desa untuk pengurangan kemiskinan dan kesenjangan di perdesaan menjadi salah satu misi Presiden terpilih Ir. Joko Widodo, sebagai bentuk kesinambungan dari salah satu poin dalam Nawacita yang menjadi misi pada periode pertama menjabat ,yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Untuk mencapai sasaran tersebut, dana desa mulai diimplementasikan sejak tahun 2015 guna meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat desa. Setiap tahunnya pemerintah menargetkan dana desa selalu meningkat jumlahnya. Adapun realisasi dana desa pada tahun 2015 adalah sebesar Rp 20,8 triliun dan Rp 46,7 triliun pada tahun 2016. Pada tahun 2017 realisasi dana desa sebesar Rp 59,8 triliun, sementara tahun lalu realisasi dana desa mencapai Rp 59,9 triliun. Untuk tahun 2019 sendiri realisasi dana desa hingga bulan Agustus 2019 telah mencapai Rp 42,2 triliun atau 60,29 persen dari target dalam APBN 2019 yakni sebesar Rp 70 triliun.
S
Oleh Sri Haryoso Suliyanto
alah satu bentuk pemanfaatan Dana Desa yang dapat menggerakkan perekonomian masyarakat desa adalah Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). Pengaturan BUM Desa diatur di dalam Pasal 23 ayat (1) UU No. 32 Tahun 2004 tentang Desa, BUM Desa adalah badan usaha yang seluruh atau sebagian besar modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan secara langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan guna mengelola aset, jasa pelayanan, dan usaha lainnya untuk sebesarbesarnya kesejahteraan masyarakat desa yang bergerak dalam bidang sosial dan ekonomi. Sifat usaha BUM Desa adalah berorientasi pada keuntungan, sedangkan sifat pengelolaan usahanya adalah keterbukaan, kejujuran, partisipatif,
dan berkeadilan. Diharapkan setiap produsen di pedesaan dapat menikmati keuntungan atau selisih antara harga jual produksi dengan biaya produksi yang lebih layak. Salah satu harapan dibentuknya BUM Desa agar dapat membangun dan menghidupkan kegiatankegiatan yang menggerakkan perekonomian tanpa mengurangi jiwa kegotong-royongan masyarakat desa. Juga untuk membantu kebutuhan dana masyarakat untuk keperluan produktif. Bahkan bisa menjadi distributor utama kebutuhan bahan pokok, tentunya dengan didasari oleh potensi yang dapat dikembangkan, yang ditinjau dari sumber daya lokal dan adanya permintaan pasar. Potensi-potensi desa yang dikelola dengan baik akan menambah pendapatan pedesaan, sehingga diharapkan pula dapat menciptakan lapan-
gan pekerjaan bagi masyarakat di pedesaan. Sayangnya dari hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap penggunaan dana desa, BUM Desa belum seluruhnya memberi kontribusi terhadap peningkatan perekonomian desa. Berdasarkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester II 2018, BPK menilai pemda belum sepenuhnya melakukan pembinaan penggunaan dana desa dalam rangka pembentukan dan pengelolaan BUM Desa. Berdasarkan hasil uji petik terhadap 8.220 BUM Desa menunjukkan, sebanyak 2.188 BUM Desa yang didirikan tidak beroperasi, dan 1.670 BUM Desa belum memberi kontribusi bagi pendapatan desa. Selain itu, sebanyak 1.034 BUM Desa tidak menyampaikan laporan, sebanyak 871 BUM Desa pembentukannya belum didukung
Info Singaraja FM infosingarajafm
sejahteraan masyarakat desa dapat tercapai. Penulis, pengamat keuangan daerah
POJOK
Jokowi punya modal kuat atasi masalah intoleransi.
- Demi Indonesia Jaya. ***
Pelindo III ikuti arahan Gubernur Bali terkait Pelabuhan Benoa. - Demi rakyat Bali. ***
Menurut Ketua Penggerak PKK Provinsi, Bali memiliki potensi besar pangan lokal. - Ayo dikembangkan.
Warung Global 081933004217
Kepala Desa yang Baru agar Inovatif PEMILIHAN kepala desa serentak 2019 di Buleleng sudah berjalan aman, lancar dan damai, walaupun ada riak-riak kecil yang terjadi, namun secara keseluruhan berjalan tertib. Selain pilkel, pengopini Suara Buleleng juga menyoroti soal ruang terbuka hijau di sejumlah kawasan wisata. Berikut rangkumannya. Gung De di Jalan Ngurah Rai mensyukuri jalannya pilkel yang telah berlangsung damai. Ia juga berharap semoga melahirkan pemimpin yang menjadi harapan warga masyarakat. Yakni bisa membawa masyarakat lebih maju dan sejahtera dengan inovasi yang bermanfaat bagi warga. Demikian pula secara ekonomi agar lebih maju. Salah satunya memajukan BUMDes, sehingga mampu memberikan manfaat bagi warga masyarakatnya. Ia juga menyoroti soal pembangunan tambak ikan kerapu di wilayah Grokgak yang dikeluhkan warga. Ia pun meminta warga agar jangan membuat keluhan yang belum teruji kepastiannya. Terkait persoalan limbah maupun mengganggu lingkungan itu sudah ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh investor. ‘’Kita jangan apreori dulu terhadap investor. Berikan kesempatan investor berinvestasi di Buleleng,’’ tegasnya. Ke depan banyak hal yang bermanfaat bagi warga sekitar yang diberikan dengan dibangunnya tempat usaha tersebut. Persoalan yang dikeluhkan itu hanya sebatas omongan belum bisa dibuktikan sepenuhnya. Semua itu perlu kajian dan pemerintah tidak bodoh dalam hal ini sudah pasti akan memberikan persyaratan yang harus dipenuhi oleh investor berkaitan dengan pencemaran limbah. Gung Surya di Lovina menyatakan, sebagai warga masyarakat yang berdiam di wilayah pariwisata Lovina sangat berharap kepada pihak Pemkab Buleleng membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH). Selain itu, agar dibangun patung A.A. Panji Tisna di kawasan Wisata
dengan studi kelayakan, dan 864 BUM Desa belum tertib dalam penatausahaan dan pelaporan BUM Desa. Selanjutnya, sebanyak 585 BUM Desa belum didukung oleh pengelola yang kompeten. Selain itu, 547 BUM Desa bidang usahanya belum sesuai dengan potensi unggulan desa. Akibatnya, BUM Desa belum seluruhnya memberi kontribusi terhadap peningkatan perekonomian desa. Salah satu penyebab kurang optimalnya peran BUM Desa adalah kurangnya bimbingan dan pelatihan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait pembentukan dan pengelolaan BUM Desa selain karena kurangnya sumber daya manusia di desa yang mampu menggali potensi yang ada di desa masing-masing. Dengan tetap berpegang teguh pada karakteristik desa dan nilainilai yang hidup dan dihormati, maka langkah konkret yang dipandang paling tepat adalah meningkatkan sosialisasi, pendidikan, dan pelatihan. Untuk itu diperlukan sinergi semua pihak yang berkepentingan terhadap peningkatan standar hidup masyarakat desa, mulai dari OPD terkait, pemerintah desa, BPD, tokoh masyarakat maupun ketua-ketua kelembagaan di pedesaan dalam optimalisasi peran BUM Desa sebagai penggerak perekonomian masyarakat desa, sehingga nantinya tujuan dari dibentuknya BUM Desa yaitu memajukan perekonomian desa serta meningkatkan ke-
Lovina sebagai ikon pariwisata di Bali Utara. Sebab A.A. Panji Tisna-lah yang membuka wilayah Lovina sebagai daerah kunjungan wisata. Melalui Suara Buleleng ini ia berharap kepada Pemkab Buleleng bisa mengapresiasi apa yang menjadi harapan warganya di bawah. Terkait penolakan pembangunan tambak kerapu di Grokgak, ia berharap kepada warga masyarakat agar jangan secara dini menolak hal tersebut. Semua yang akan dikhawatirkan oleh warga pasti akan dipenuhi oleh pihak investor dan akan memberi peluang kerja bagi warga setempat. Gamaarta di Dusun Pemaroan, Patemon mengingatkan agar pemkab mengantisipasi musim hujan yang segera turun. Pihak Dinas Kebersihan dan juga warga masyarakat agar membersihkan saluran air sehingga nantinya di musim hujan tidak terjadi banjir. ‘’Marilah kita secara bergotong royong membersihkan selokan atau saluran air sehingga banjir tidak terjadi di musim hujan,’’ tegasnya Ma’afi di Pegayaman mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh jajaran aparat keamanan di Buleleng yang telah menggagalkan penyebaran peredaran narkoba yang dilakuan oleh pelaku lintas daerah. Ia juga mengingatkan agar persoalan narkoba diminimalisir sehingga mampu menjaga generasi muda dari pengguna narkoba. Marilah kita berbuat dalam memberantas narkoba termasuk, juga kita berbuat untuk memberantas korupsi di wilayah kita. Sehingga apa yang menjadi harapan kita semua menjadikan Indonesia ini lebih maju segera terwujud. (kmb)
Sampah Mesti Ditangani Bersama SAMPAH selalu jadi polemik di masyarakat. Sampah sebenarnya bisa menjadi berkah jika diolah dengan baik. Solusi masalah sampah dengan membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru dinilai oleh Kawan Global hanya akan menimbulkan masalah baru. Warga sekitar TPA baru pasti keberatan dan pastinya menolak. Lalu, solusi seperti apa yang mesti dilakukan sehingga masalah sampah ini bisa terselesaikan? Salah seorang pendengar menilai jika masalah sampah ini dianggap tidak penting, maka sampai kapan pun sampah terus jadi masalah. Artinya, butuh komitmen dan juga mengubah pola pikir masyarakat terhadap sampah dengan memilah dari sumbernya. misalnya kalangan keluarga, sehingga TPA ini menjadi Tempat Pemrosesan Akhir, bukan Pembuangan Akhir. Demikian salah satu pendapat dari pedengar setia Radio Global 96,5 FM, Sabtu (2/11). Sampah selalu saja jadi masalah jika perilaku masyarakat soal sampah ini masih tidak berubah, demikian Wayan Petran di Kintamani. Selama ini sampah plastik yang sering bingung mengelolanya, selama pabrik plastik masih ada akan sulit terselesaikan. Sebab, butuh waktu yang sangat lama terurai. jika TPA dipindahkan, ia juga merasa cukup keberatan, taruhannya adalah kesehatan dan kenyamanan masyarakat sekitar TPA. Ini PR untuk pemerintah. Masalah sampah ini, menurut Budiada di Tabanan, hanya butuh niat atau komitmen, kekompakan dan gotong royong, di samping ditunjang oleh ketersediaan dana. Jika salah satu itu tak ada, percuma, persoalan sampah selalu berpolemik. Beli mesin pengolah sampah yang canggih, butuh
kebersamaan memerangi sampah baru membuahkan hasil. Lain halnya Febri di Denpasar. Ia setuju jika TPA baru dibuat dengan memanfaatkan aset-aset tanah milik pemprov yang kosong. Untuk warga sekitar TPA harus diberikan sosialisasi dan pemahaman, buat TPA yang tidak menyebarkan bau ke sekitarnya. Apakah masalah sampah ini dianggap penting? Demikian pertanyaan Werdha di Gianyar kepada pejabat/ pemerintah. Jika dianggap tidak penting, selamanya akan jadi masalah. Dulu pernah ada yang ingin mengelola sampah jadi energi, pernah juga ada ide buat wisata sampah dan ide lainnya, jangan berpikir berapa untungnya dulu, pikirkan jika sampah berkurang, Bali akan menjadi bersih, ini adalah sebuah keuntungan. (sikha)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata, Nyoman Winata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Senin Pon, 4 November 2019
Kartu Tani Mulai Dibagikan Tabanan (Bali Post) Sebanyak 21 ribu kartu tani mulai dibagikan kepada petani di Kabupaten Tabanan. Namun dari jumlah tersebut, baru sebagian kecil yang diterima langsung petani lantaran syarat pembagian memerlukan data by name by address yang valid oleh perbankan. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan I Gusti Putu Wiadnyana mengatakan, pembagian kartu tani dimulai sepekan lalu dan menyasar kecamatan yang sudah siap secara administrasi. ‘’Sudah ada yang dibagikan pada petani langsung di Kecamatan Selemadeg dan Sele-
madeg Barat. Mereka sudah siap administrasi, karena pembagian juga diisi pengisian blangko lagi,’’ terangnya, Minggu (3/11) kemarin. Dalam pembagian kartu tani tersebut, ada beberapa yang terpaksa ditunda lantaran syarat administrasinya belum lengkap. ‘’Misalnya saja saat dimintai Kartu Keluarga (KK) ada yang mengatakan dibawa anaknya pesiar. Jadi terpaksa ditunda karena perbankan inginnya data itu valid karena ini dibagikan langsung kepada petani bersangkutan,’’ ucapnya. Selain dua kecamatan tersebut, Dinas Pertanian dan perbankan akan secara bertahap melakukan pembagian menyasar wilayah lainnya. R e n cananya S e n i n
(4/11) hari ini akan dibagikan pada petani di Desa Subamia, Kecamatan Tabanan dan Desa Riang, Kecamatan Penebel. Lebih lanjut dikatakan Wiadnyana, banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan memiliki Kartu Tani. Salah satunya petani bisa melakukan pembelian pupuk dengan lebih murah karena mendapatkan subsidi atau lebih gampang mendapatkan kredit usaha dari bank. Tidak sembarang orang bisa memegang kartu ini. ‘’Ada syarat dan rangkaian proses yang harus dijalani. Tujuannya agar bantuan subsidi pupuk dari pemerintah pusat benar-benar tepat sasaran,’’ terangnya. Dengan adanya kartu tani, pemerintah akan mendapatkan data riil petani. Hanya saja meski sudah kerap disosialisasikan, masih saja ada petani yang belum paham. Salah satu faktor karena kebanyakan petani berusia lanjut, sehingga sulit untuk menerima sistem yang bersifat digital. ‘’Meski demikian kami tetap berupaya. Banyak petani yang mengatakan kesannya ribet, kebanyakan mereka yang sudah tua,’’ terangnya. (kmb28)
Masih Banyak Warga Buang Sampah Sembarangan Tabanan (Bali Post) Hujan mengguyur Kabupaten Tabanan sejak Sabtu (2/11) lalu. Persoalan yang timbul akibat tersumbatnya saluran air oleh sampah pun bermunculan. Tidak hanya banjir di sejumlah ruas jalan utama, sampah di selokan juga meluber ke badan jalan. Sampah yang meluber ke jalan terlihat di Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg dan Kecamatan Baturiti. Banyaknya sampah di saluran air membuktikan masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tabanan I Made Subagia mengakui masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Penyuluhan ataupun sosialisasi, kerap tidak dihiraukan. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk hidup bersih dan tidak membuang sampah sembarangan, inilah yang menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah. ‘’Hujan kali ini memang berkah yang ditunggu pascakemarau panjang. Namun ironis jadinya, kebiasaan masyarakat buang sampah sembarangan mengakibatkan sampah berserakan di ruas jalan,’’ ucapnya, Minggu (3/11) kemarin. Menurutnya, cukup sulit meningkatkan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan. Apalagi sanksi bagi pembuang sampah sembarangan yang diatur dalam perda, belum bisa diterapkan lantaran sulitnya proses pembuktian. ‘’Kami sebenarnya ingin menerapkan Perda itu, tetapi sulit dalam memperoleh bukti autentik untuk penindakan. Apalagi kami belum punya petugas intelijen khusus seperti di daerah lain,’’ terangnya. Terkait melubernya sampah hingga ruas jalan yang dikhawatirkan dapat membahayakan pengendara, pihaknya sudah menurunkan Tim Hunter DLH Tabanan untuk membersihkan sampah setelah banjir surut. (kmb28)
Bali Post/dok
SIAP EKSPOR - Sejumlah komoditi unggulan Tabanan seperti beras dan kopi telah dipasarkan di toko modern berjaringan. Rencananya komoditi unggulan ini akan diekspor.
PD Dharma Santika Berencana Ekspor Komoditi Unggulan Tabanan
Tabanan (Bali Post) -
Banyak cara dilakukan Perusahaan Daerah (PD) Dharma Santika dalam memasarkan produk olahan pertanian Kabupaten Tabanan yang disalurkan BUMDes. Setelah merambah pasar toko modern, PD Dharma Santika tengah bersiap mengekspor produk unggulan Tabanan seperti beras dan kopi.
Bali Post/bit
SAMPAH - Petugas kebersihan membersihkan sampah di selokan.
Sejauh ini PD Dharma Santika harus menunggu keputusan mengenai tambahan penyertaan modal senilai Rp 10 miliar. Usulan penambahan modal itu masih digodok oleh dewan. Tambahan penyertaan modal dari Pemkab Tabanan itu akan digunakan mempersiapkan segala kebutuhan menyangkut ekspor. Direktur PD Dharma Santika I Putu Sugi Darmawan mengatakan, sudah ada permintaan beras Tabanan yang datang dari Jeddah, Arab Saudi dan Dubai. Beras yang diminta berkategori khusus yakni jenis mentik putih susu dan beras merah serta dalam kondisi stock ready. Persediaan kedua beras tersebut 20 hingga 25 ton. ‘’Kalau beras konvension-
al, ini menyangkut ketahanan pangan Bali. Izin ekspor beras sangat dikendalikan. Jangan sampai daerah sendiri kekurangan pangan, justru kita ekspor,’’ terangnya, Minggu (3/11) kemarin. Menurut Sugi, peluang ekspor beras tersebut didapatnya saat mengikuti kegiatan expo Indonesia belum lama ini di Jakarta. Permintaan beras dari Jeddah dilihat dari potensi umat Islam dari Indonesia yang berangkat umroh. ‘’Ada semacam catering khusus Indonesia di sana. Sebetulnya kopi juga sangat berpeluang dan ini masih terus kami jajaki,’’ terangnya. Dijelaskannya, permintaan kopi datang dari Turki dan Uzbekistan. Hanya masih ada kendala ekspor berupa stan-
darisasi, sertifikasi produk dan sejumlah izin. Selain itu, untuk menjaga kontinuitas produk tentu harus ada MoU dengan subak, agar subak mampu menyediakan keperluan ekspor. ‘’Jangan sampai mereka sudah menanam namun hasilnya dijual ke orang lain. Begitu juga varietas yang ditanam, jangan sampai bukan varietas yang dibutuhkan. Untuk itu perlu modal. Paling tidak pupuk disediakan, jadi ada keterikatan. Ini salah satu rencana bisnis kami. Untuk itu kami berharap tambahan penyertaan modal disetujui. Minimal biaya operasional tidak lagi minus,’’ terangnya. Seperti diketahui, dalam memulai tupoksinya pada tahun 2017, PD Dharma Santika
diberikan penyertaan modal awal sebesar Rp 10 miliar. Namun kala itu omzet yang bisa diraih hanya Rp 500 juta lebih. ‘’Tahun pertama kami masih berkutat dengan persoalan di masa lalu. Bahkan penyertaan modal Rp 10 miliar itu juga untuk melengkapi saranaprasarana,’’ kata Sugi. Di tahun kedua omzet mengalami peningkatan yakni mencapai Rp 4,6 miliar lebih. Namun di tahun itu pula banyak kegiatan yang dilakukan, seperti sertifikasi produk sebagai satu syarat penyerapan produk BUMDes ke toko modern berjaringan. Tahun 2019 dari target omzet Rp 6 miliar, hingga Agustus sudah berada di angka Rp 4,6 miliar. ‘’Intinya kami masih disubsidi oleh pemerintah karena dua tahun ini untuk bisa mendapatkan kepercayaan pasar dari awalnya minus memang butuh waktu. Namun kami yakin perlahan pasti bisa,’’ ucapnya. (kmb28)
1.247 Pelanggar Terjaring Operasi Zebra Agung Tabanan (Bali Post) Selama sepekan lebih pelaksanaan Operasi Zebra Agung 2019, jajaran Satlantas Polres Tabanan berhasil menjaring 1.279 pelanggar. Selama operasi berlangsung, polisi menyita puluhan kendaraan baik roda dua maupun roda empat dari para pelanggar. Kasatlantas Polres Tabanan Iptu Luh Putu Wila Indrayani mengatakan, Operasi Zebra Agung 2019 berlangsung 23 Oktober hingga 3 November. Hasilnya, sebanyak 1.247 pen-
gendara kena tilang dan 32 orang mendapat teguran. ‘’Total pelanggaran selama Operasi Zebra Agung sebanyak 1.279,’’ ungkapnya, Minggu (3/11) kemarin. Dijelaskannya, pengendara di bawah umur yang melanggar berjumlah 104 pelanggar. Kemudian pelanggaran karena tidak memakai helm SNI sebanyak 74 pelanggar, berkendara sembari menggunakan HP sebanyak 46 pelanggar dan melanggar arus lalu lintas sebanyak 35
pelanggar. ‘’Untuk yang di bawah umur mereka didapati hendak berangkat sekolah seorang diri,’’ imbuhnya. Pihaknya menyayangkan banyaknya pelanggaran dalam operasi kali ini. Sebab, sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi ke sejumlah sekolah. ‘’Ke depan kami kembali akan mengingatkan pihak sekolah untuk meminta anak didiknya yang di bawah umur diantar ke sekolah oleh orangtuanya,’’ ucap Iptu Wila. Selain pelanggaran di atas,
petugas juga menyita sejumlah STNK, SIM dan kendaraan. Untuk STNK disita sebanyak 813 lembar dan SIM sebanyak 349 lembar. Sementara kendaraan yang disita sebanyak 85 unit. Total 1.247 barang bukti disita polisi. Sementara untuk profesi pelanggar yang melanggar dalam operasi zebra didominasi karyawan swasta sebanyak 806, PNS sebanyak 31 orang, pelajar atau mahasiswa sebanyak 195 orang dan pengemudi sebanyak 206 orang. (kmb28)
Bali Post/dok
OPERASI ZEBRA - Kegiatan penertiban serangkaian Operasi zebra Agung 2019 di Kabupaten Tabanan.
Senin Pon, 4 November 2019
Atasi ”Overload”, TPA Modern di Gerokgak Jadi Solusi Singaraja (Bali Post) – Pemkab Buleleng mewacanakan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) berkelas modern. Program itu untuk mengatasi TPA di Desa Bengkela, Kecamatan Kubutambahan yang sekarang overload, juga sebagai program jangka panjang mengantisipasi kemungkinan TPA Bengkela akan direlokasi sejalan pembangunan Bandara Internasional di Desa Kubutambahan. Solusinya, Pemkab akan membuat TPA modern di Gerokgak.
Putu Ariyadi Pribadi
Dari informasi yang dikumpulkan di lapangan Minggu (3/11) kemarin, rencana membangun TPA modern itu setelah dibentuknya Tim Bali Resik Kabupaten Buleleng. Tim ini kemudian mulai menyusun perencanaan pembangunan TPA baru tersebut. Perencanaan ini dinilai realistis karena Buleleng sendiri membutuhan TPA dengan luas areal memadai. Selain itu, TPA baru ini mengantisi-
pasi kalau pemerintah pusat menerbitkan izin penetapan lokasi (Penlok) Bandara Internasional di Kubutambahan di mana kemungkinan pemerintah daerah memindahkan TPA saat ini di Desa Bengkela. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng Putu Ariyadi Pribadi membenarkan terkait perencanaan pembangunan TPA modern tersebut. Ariyadi mengatakan, kajian
awal TPA dengan konsep pengelolaan sampah tersentral di satu lokasi itu, ditempatkan di Kecamatan Gerokgak. Alasan di Gerokgak karena sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Buleleng, yang mengatur Kecamatan Gerokgak masuk zona industri. Selain itu, di wilayah itu tersedia lahan yang tercatat menjadi aset Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali. Lahan yang begitu luas
itu selama ini pemanfaatanya kurang produktif. Karena itu sangat memungkinkan dimohon dibangun TPA modern di sana. “Setelah Tim Bali Resik di kabupaten dibentuk, ada perencanaan sesuai arahan pimpinan yakni pembangunan TPA modern di wilayah Gerokgak. Ini baru perencanaan awal. Kajiannya masih disusun. Jika sudah rampung, tentu tahapan berikutnya permohonan aset itu diajukan ke Pak Gubernur,” katanya. Terkait luas lahan yang diperlukan untuk membangun TPA modern, Ariyadi mengatakan, paling luas pemerintah daerah memerlukan lahan sekitar 5 hektar (ha).
Kebutuhan lahan seluas itu diyakini memungkinkan, karena ketersediaan aset tanah milik pemprov di Buleleng begitu luas. Selama ini lahan itu belum dimanfaatkan secara memadai. Kondisi lahan di sana tergolong kurang produktif. “Perkiraannya kita perlu lahan seluas 5 ha. Dibandingan luas tanah milik pemprov di sana, sepertinya tidak sulit memohon membangun TPA modern itu di Gerokgak. Mudah-mudahan rencana ini dapat terlaksana karena sejalan dengan kebijakan Pemprov Bali dalam penanganan sampah dan mewajibkan ada TPA di setiap kabupaten,” jelasnya. (kmb38)
BPBD Usulkan ”Speed Boat” Singaraja (Bali Post) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng tahun 2020 mengusulkan bantuan anggaran membeli kapal untuk mengevakuasi korban kecelakaan di laut. Hanya saja, tahun depan BPBD memilih membeli jenis speed boat. Alasannya, pihak BPBD tidak ingin pengalaman sebelumnya Kapal Rescue yang dioperasionalkan hancur akibat terpapar gelombang pasang beberapa waktu lalu. Karena itu, Kapal Rescue itu dianggap mubazir. Kepala Pelaksana BBD Ida Bagus Suadnyana be-
lum lama ini mengatakan, rencana membeli speed boat itu dilakukan dengan mengusulkan proposal kepada BPBD Provinsi Bali. Selain itu, proposal juga diusulkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat. Mengantisipasi proposal itu tidak mendapat “lampu hijau”, pihaknya akan mencoba memprogramkan pembelian speed boat itu melalui APBD murni. Terkait estimasi harga, Suadnyana menyebut satu unit speed boat memerlukan anggaran sekitar Rp 100 jutaan. “Tahun depan kita usulkan dapat bantuan speed boat. Kita coba
dulu ke provinsi termasuk pusat. Kalau tidak dikasi, langkah terakhir kami akan coba usulkan dari APBD Buleleng,” katanya. Apa alasan diusulkan membeli speed boat itu kata IB Suadnyana, karena pihaknya tidak ingin kembali mengoperasionalkan kapal rescue. Sebab pengalaman tahun lalu kapal rescue itu justru rusak diterjang ombak besar ketika cuaca laut memburuk. Karena itu pilihannya mengoperasikan sarana yang lebih kecil. Dengan cara itu diyakini kerusakan kapal akibat gelombang pasang dapat diantisipasi.
Pertimbangan lainnya, speed boat itu notabene mobilisasinya relatif mudah, walau kecil juga dapat digunakan sebagai sarana mengevakuasi korban kecelakaan di laut yang terdampak cuaca laut buruk. “Speed boat itu mudah dipindah menggunakan truk. Di mana nanti speed boat itu dioperasikan baru dikembangkan menggunakan oksigen. Berbeda dengan kapal rescue yang bobotnya mencapai 2,5 ton. Mobilisasinya sangat sulit. Sebab harus disiagakan di daratan pantai. Jika ada cuaca buruk malah kami khawatir kembali rusak seperti
beberapa waktu lalu,” jelasnya memberikan pertimbangan. Meskipun sarana yang sedang dimohon jenis speed boat dengan bobot tidak terlalu berat. Namun mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) ini meyakini sarana yang akan dimohon itu cocok dengan kondisi laut Bali Utara. Ini karena kapasitas mesin pendorongnya sama seperti speed boat yang dioperasionalkan Basarnas. Selain itu, karena belum ada sarana penunjang untuk menyiagakan kapal berkapasitas besar, sehingga program pengadaan speed boat itu dinilai realistis. (kmb38)
IB Suadnyana
Tangani Pengambilan Daun Cengkeh
Distan Edukasi Petani Budi Dayakan Sereh Wangi Meskipun pemerintah daerah melarang pengambilan daun cengkeh untuk disuling, nampaknya belum sepenuhnya diikuti petani di Bali Utara. Faktanya hingga saat ini masih ada tempat penyulingan daun cengkeh di beberapa desa. Bahkan, pengambilan daun cengkeh juga masih marak dan dilakukan dengan cara sembunyi-sembunyi. Padahal daun jengkeh itu perlu untuk membasmi jamur akar putih (JAP) Lalu apa yang perlu dibudidayakan sebagai pengganti sehingga daun cengkeh itu justru tidak disuling sehingga bisa sebagai obat membasmi JAP itu? TIDAK ingin penyulingan dan pengambilan daun cengkeh itu kembali marak, Dinas Pertanian (Distan) Buleleng, mengedukasi petani melakukan budi daya sereh wangi. Selain itu juga budi daya tanaman ompon-ompon (bahan bumbu-bumbuan - red). Kepala Distan Buleleng Made Sumiarta, Minggu (3/11) kemarin mengatakan, petani akan diajarkan menanam sereh wangi itu, tujuannya untuk memberikan hasil tambahan dari tanaman utama yaitu cengkeh. Dengan hasil budi daya itu diharapkan petani tidak harus menjual daun cengkeh kering untuk disuling. Kalau petani tidak lagi menjual, maka dengan sendirinya tempat penyulingan itu tidak akan mudah mendapatkan daun cengkeh untuk disuling. “Pantauan kita memang pengambilan daun cengkeh itu masih marak terjadi. Namun, dengan cara sembunyi-sembunyi. Kita coba ajarkan petani melakukan budi daya sereh wangi, sehingga kalau petani dapat hasil dari menjual sereh wangi itu, maka kami yakin petani itu tidak lagi menjual daun cengkeh untuk disuling,” katanya.
Mengawali program itu kata Sumiarta, pihaknya akan membuka demplot budi daya ini. Rencananya, demplot ini dilakukan di Desa Munduk, Gobleg, dan Desa Gesing, Kecamatan Banjar. Di tiga desa itu, selain ditunjuk kelompok petani, Distan juga akan membantu bibit sereh wangi, sehingga dari demplot itu selanjutnya akan dikembangkan ke desa-desa lain yang memiliki potensi perkebunan cengkeh. Nantinya, sereh wangi itu ditanam dengan memanfaatkan sebagian areal yang kosong di sela-sela tanaman cengkeh itu. Terkait pemasaran, Sumiarta menyebut, sereh wangi itu perlu disuling dan sudah banyak diperlukan untuk bahan obat. Selain itu, sulingan sereh wangi juga baik untuk obat membasmi jamur akar putih (JAP) yang masih menyerang tanaman cengkeh. “Kalau ini bisa diikuti, tidak hanya dengan pembusukan daun cengkeh bisa membasmi JAP, namun hasil sulingan sereh wangi dan tanaman bahan bumbu-bumuan lain juga baik untuk membasmi penyakit JAP itu sendiri,” jelasnya. (mud)
Bali Post/kmb38
DAUN CENGKEH – Pengambilan daun cengkeh untuk disuling belakangan ini masih marak. Mengatasi masalah ini, Distan melaksanakan program budi daya Sereh Wangi.
Senin Pon, 4 November 2019
Hujan Sehari Picu Lima Titik Bencana Gianyar (Bali Post) -
Usai kemarau panjang, musim hujan akhirnya datang. Namun, sehari hujan di Kabupaten Gianyar langsung memicu bencana pohon tumbang. Bahkan, musibah pohon tumbang terjadi di lima titik, Minggu (3/11) kemarin. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Namun, pohon tumbang itu memicu kerugian material berupa kendaraan dan bangunan rusak. Selain itu, pohon tumbang juga sempat menghalangi jalan raya.
Bali Post/kmb35
TUMBANG - Hujan deras yang mengguyur wilayah Gianyar dari Sabtu (2/11) malam hingga Minggu (3/11) menyebabkan pohon tumbang di sejumlah tempat.
Lakalantas Balita Tewas Gianyar (Bali Post) Kecelakaan lalu lintas yang memakan korban jiwa kembali terjadi di Kabupaten Gianyar, Sabtu (2/11). Ironisnya, kali ini seorang balita Ni Putu Ripania Widya Maheswari yang menjadi korban. Bocah yang baru berusia dua tahun ini terlibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas) saat dibonceng ibunya di Jalan Raya Singapadu. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tidak tertolong. Kecelakaan itu terjadi saat Ni Putu Ripania dibonceng ibunya, Ni Kadek Darmini. Kala itu ibu berusia 34 tahun asal Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati itu mengendarai motor Honda Scoopy DK 4261 KAB. Ia yang membonceng anaknya melaju dari arah utara. Dari arah selatan di jalur tersebut, melaju truk pengangkut sampah. Truk pelat merah DK 8012 K dikemudikan oleh I Nyoman Karim (65), dengan kernet Wayan Seja. Setiba di TKP, truk yang hendak menaikkan sampah itu memotong jalur dan berhenti di badan jalan sebelah timur. Akibatnya, sepeda motor Scoopy yang dikendarai Ni Kadek Darmini tidak dapat menghindari truk tersebut, hingga akhirnya tabrakan maut pun tidak terhindarkan. Sepeda motor langsung menabrak bumper depan truk. Bahkan, tabrakan itu membuat bumper truk penyok, sedangkan ban motor masuk ke dalam kolong mesin depan. Pengendara motor juga terjatuh. Sang ibu, Ni Kadek Darmini, mengalami sejumlah luka, di antaranya lecet pada lutut kaki kanan, bahu kiri lecet, sempat tidak sadarkan diri. Ironisnya, bocah dua tahun Ni Putu Ripana Widya Maheswari yang menjadi penumpang motor menderita luka parah. Balita itu luka pada dagu dan bibir. Kedua korban sempat dilarikan ke RS Ari Çanti di Desa Mas Kecamatan Ubud. Nahas, nyawa balita itu tidak tertolong. Dikonfirmasi, Minggu (3/11) kemarin, Kapolsek Sukawati AKP Suryadi membenarkan terjadinya lakalantas yang memakan korban jiwa seorang balita itu. Dikatakan, penanganan kasus ini dilimpahkan ke Sat Lantas Porles Gianyar. “Prosesnya kami limpahkan ke Polres Gianyar,” ujarnya. Menurut Suryadi, pelimpahan itu dilakukan karena kecelakaan itu sampai mengakibatkan korban meninggal. “Karena korban meninggal dunia, jadi prosesnya Polres Gianyar yang menangani. Kami penanganan awal saja,” tegasnya. Sebelumnya, di tengah operasi Zebra Agung 2019, lakalantas yang menelan korban jiwa terjadi di sebelah timur jembatan Jalan Raya Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Senin (28/10) sekitar pukul 07.20 Wita. Pengendara sepeda motor Suzuki Smash DK 6747 HD, Ardan (49), meninggal di tempat dengan kondisi bagian kepala hancur. Korban tewas mengenaskan setelah dilindas roda belakang truk Nissan DK 8072 WO yang dikemudikan Muhammad Bakri Sahid (26). (kmb35)
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar Anak Agung Oka Digjaya membenarkan adanya bencana pohon tumbang pascahujan yang terjadi dalam sehari. Dikatakan, pihaknya menerima lima laporan pohon tumbang sejak Minggu dini hari. “Ada sejumlah laporan. Sejak subuh petugas langsung diterjunkan untuk melakukan penanganan,” katanya. Menurut Oka Digjaya, laporan bencana pohon tumbang pertama berlangsung Minggu dini hari sekitar pukul 01.38 Wita. Dikatakan, pohon tumbang itu menghalangi akses jalan di Bypass Ida Bagus Mantra, Desa Siyut, Kecamatan Gianyar. “Pertama pohon tumbang yang di Desa Siyut itu sudah dievakuasi petugas pukul 03.49 Wita,” jelasnya. Tidak hanya itu, laporan pohon tumbang paling parah juga datang Minggu pagi sekitar pukul 07.13 Wita. Dalam bencana itu, pohon tumbang menimpa panyengker Pura
Prajapati Desa Bedulu dan bangunan bengkel las milik I Ketut Merta. Pohon tumbang yang berada di areal Pura Prajapati Setra Desa Bedulu ini juga menimpa mobil truk sampah Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh. “Kerugian akibat panyengker pura rusak tertimpa pohon ditaksir Rp 5 juta, dan bangunan bengkel las kurang lebih Rp 2 juta. Petugas sudah menangani pukul 08.40 Wita,” kata Oka Digjaya. Tak berselang lama, sekitar pukul 08.30 Wita, pohon tumbang menghalangi akses jalan di Banjar Semaon, Desa Puhu, Kecamatan Payangan. Kejadian itu sudah tertangani pukul 10.25 Wita. Kejadian keempat, pohon tumbang menimpa bangunan vila di Desa Tebongkang, Kecamatan Ubud, pukul 1056 Wita. Terakhir, petugas menerima laporan pada Minggu siang sekitar pukul 11.07 Wita. Pohon tumbang menghalangi akses jalan Desa Kelusa menuju Kecamatan Payangan. “Dari kelima laporan bencana itu, semuanya sudah
tuntas ditangani. Semua bencana ini nihil korban jiwa, hanya kerugian material saja,” tegasnya. Mengantisipasi terulangnya kejadian serupa, Oka Digjaya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada atas kejadian alam yang mengiringi musim hujan. Dikatakan, musim hujan memang kerap memicu bencana alam berupa tanah longsor, pohon tumbang dan banjir. “Musim mulai hujan. Masyarakat harus membersihkan got dan saluran air dari sampah,” katanya mengingatkan. Oka Digjaya juga meminta masyarakat mewaspadai angin kencang yang sering mengiringi hujan lebat. Kewaspadaan ini juga harus diimbangi dengan pemangkasan pohon yang rawan tumbang. Ia juga mengimbau masyarakat mewaspadai penyakit demam berdarah yang seringkali mewabah saat musim hujan. “Apabila terjadi bencana, segera melapor ke BPBD Gianyar,” ujarnya. (kmb35)
Pelajar Wajib Pahami Komputer Gianyar (Bali Post) Memasuki era Revolusi Industri 4.0, kemahiran menggunakan komputer menjadi salah satu hal yang sangat penting. Khususnya di kalangan pelajar penting untuk mendapat pemahaman menguasai komputer. Hal ini demi kesiapan menghadapi era digital yang terus berkembang. Kabid Pendidikan Luar Sekolah dan Masyarakat Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar Drs. I Gusti Ngurah Rakawijaya menegaskan hal itu, belum lama ini. Rakawijaya mengatakan, pendidikan kecakapan hidup atau populer disebut life skill merupakan salah satu pendidikan nonformal yang memiliki peran penting dalam
rangka membekali warga belajar agar dapat hidup mandiri. Seperti halnya pada PKH pelatihan komputer yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar. “Memasuki era digital saat ini, kemahiran menguasai komputer menjadi suatu hal penting, dan keharusan bagi pekerja, pelajar dan masyarakat umum sebagai suatu kecakapan yang harus dikuasai,” katanya. Rakawijaya menambahkan, komputer merupakan keterampilan dasar dalam menghadapi era globalisasi saat ini. Melalui pelatihan, diharapkan pelajar mempunyai suatu keterampilan khusus dalam bidang komputer. “Nantinya para pelajar dapat mengisi
peluang di dunia usaha yang berimbas pada penghasilan mereka kelak,” ujarnya. Menurut Rakawijaya, kecakapan hidup merupakan salah satu program pendidikan nonformal. “Kemahiran menggunakan komputer ini adalah salah satu tantangan yang harus dikuasai dalam menghadapi persaingan kerja,” imbuhnya. Rakawijaya berharap, para pelajar dapat meningkatkan kecakapan hidup terutama di bidang komputer dan aplikasi perkantoran. “Dengan menguasai komputer, mereka nantinya diharapkan bisa memasuki dunia kerja baik secara mandiri atau bekerja pada orang lain,” tegasnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
KOMPUTER - Puluhan pelajar se-Kabupaten Gianyar mengikuti pelatihan komputer.
’’Bale Kulkul’’ Unik Berbahan Bambu
Bali Post/nik
BAMBU - Bale kulkul di Balai Banjar Belega Kanginan, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh yang terbuat dari material bambu.
SUASANA berbeda terlihat di areal Bale Banjar Belege Kanginan, Desa Belega, Kecamatan Blahbatuh. Pasalnya, di banjar setempat terdapat bale kulkul unik yang menggunakan bahan bambu dengan tinggi mencapai 5 meter. Untuk memanfaatkan bale kulkul ini, warga harus memanjat pohon bunga kamboja yang ada di sebelah bale kulkul tersebut. Perbekel Desa Belega Ketut Trisna Jaya mengatakan, bale kulkul yang ada di Banjar Belege Kangin itu dibuat sejak 1,5 tahun lalu. Alasannya, balai banjar setempat sempat direnovasi, sehingga harus membuat bale kulkul sementara. “Sebelumnya ada di atas balai banjar, karena ada pembangunan maka dibuat sementara dulu menggunakan bambu,” ujar Trisna, Minggu (3/11) kemarin. Menurut Trisna Jaya, dipilihnya bahan bambu untuk membangun bale kulkul sementara, karena mempertimbangkan kawasan desa setempat sebagai pusat perajin bambu, sehingga pihak desa pun bisa dengan mudah menemukan tukang untuk membangun bale kulkul sementara yang berbahan bambu tersebut. ‘’Bale kulkul ini dibuat
menggunakan bambu oleh krama banjar setempat,’’ katanya. Pria yang baru menjabat sebagai perbekel satu tahun ini menambahkan, pada bale kulkul itu terdapat tiga kulkul, mulai dari kulkul banjar, kulkul sekaa angklung dan kulkul sekaa teruna. Lama pengerjaan bale kulkul bambu itu sekitar 10 hari. Uniknya, tidak dibuatkan tangga khusus untuk menaiki bale kulkul lima meter ini. Hal ini dilakukan karena diperkirakan penggunaan bale kulkul tersebut hanya pada waktu tertentu saja. ‘’Naiknya melalui pohon bunga kamboja. Tangga sementara hanya menggunakan ranting pohon kamboja yang ada di dekat bale kulkul tersebut,’’ ujarnya. Trisna Jaya menambahkan, bale kulkul sementara itu diperkirakan akan berfungsi hingga tahun 2021 mendatang, karena pembangunan balai banjar setempat baru bisa dilanjutkan tahun depan. ‘’Tahun depan baru kita bisa lanjutkan pembangunan balai banjarnya. Sekalian di sana akan dibuat bale kulkul yang permanen,’’ katanya. (nik)
Senin Pon, 4 November 2019
Fraksi Minta Pembagian Bansos Adil Negara (Bali Post) – Sejumlah fraksi di DPRD meminta agar masing-masing anggota DPRD diberikan kewenangan untuk menyalurkan Bantuan Sosial (bansos). Harapan ini disampaikan secara gamblang dalam pandangan umum fraksi-fraksi dalam Rapat Paripurna II DPRD Jembrana lalu. Ada tiga fraksi dari lima fraksi di DPRD Jembrana yang “menyindir” soal bansos bagi anggota DPRD Jembrana itu. Diharapkan, penyaluran agar adil. Sebab sesuai UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, DPRD memiliki kedudukan sebagai pejabat daerah yang semestinya memperoleh perlakuan yang sama dalam pendistribusian hibah atau bansos. Fraksi Demokrat Jaya dalam salah satu poin menyebutkan bahwa DPRD sebagai mitra sejajar dari Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati, semestinya memiliki perlakukan yang sama dalam penyaluran bansos. Anggota DPRD juga memiliki konstituen yang harus dipelihara dan bantuan yang bersumber dari APBD bisa menjadi investasi politik. Fraksi Demokrat Jaya meyakini bahwa penyaluran hibah atau bansos oleh Anggota Dewan pada akhirnya akan sampai pula ke tangan masyarakat. Harapan Bansos agar diba-
gi secara adil juga disampaikan dalam pemandangan Fraksi Kebangkitan Persatuan yang diketuai H. Yunus. Dalam pemandangan umumnya, fraksi gabungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jembrana ini memohon agar anggota DPRD diberi memfasilitasi penyaluran hibah atau bansos tahun 2020 nanti secara adil dan proposional dengan Pemerintah Daerah. Harapan serupa juga diutarakan Fraksi Golkar. Pemerintah Daerah dalam mekanisme penyaluran pokok-pokok pikiran Dewan yang mewakili aspirasi masyarakat semestinya dilaksanakan dengan transparan, terukur dan sesuai dengan harapan masyarakat. Sesuai amanat UU, DPRD merupakan bagian dari Pemerintah Daerah, sehingga maju mundurnya pemerintah menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, Fraksi Golkar menilai aspirasi pembangunan dari masyarakat yang difasilitasi anggota DPRD, semestinya secara permanen dapat dialokasikan setiap tahun melalui anggota DPRD secara merata sesuai dengan jumlah anggota fraksi. Sehingga, semakin besar anggota fraksi, semakin besar anggaran untuk memfasilitasi masyarakat. (kmb26)
SOSOK Dorong Penangkaran Penyu Kesadaran masyarakat dalam memelihara satwa liar masih kurang. Selain kasus penyelundupan penyu yang merupakan satwa dilindungi, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, juga banyak mengamankan kera-kera liar yang mengganggu di permukiman penduduk. Sebagian besar, merupakan kera peliharaan yang ditelantarkan oleh pemiliknya. “Penyu sebenarnya tidak terlalu tinggi dibandingkan sebelum (tahun) 2000. Tetapi belakangan ini kita sering menangani kera ekor panjang. Kera-kera ini sebenarnya peliharaan warga. Tetapi setelah besar malah dilepas dan dibiarkan liar,” ujar Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Bali Sumarsono, di Perancak belum lama ini. Menurutnya, para pemilik yang memelihara kera tidak memelihara dengan baik. Hanya saat kera tersebut masih kecil dirawat dengan baik. Ketika sudah besar malah dibiarkan sehingga ketika lepas liar mengganggu warga sekitar. Sebagian besar, pemilik kera-kera ini WNA, yang ketika kembali ke negara asalnya, tidak memelihara kera dengan baik. Terkait dengan penyu, menurutnya ratarata kasus dalam setahun di Bali lebih dari tiga kasus. “Dengan jumlah penyu satu kasus bisa di atas 10 ekor. Karena itu kita dorong penangkaran penyu. Sehingga untuk kepentingan upacara tidak mengambil (penyu) dari alam (memburu). Tetapi bisa diambil dari penangkaran,’’ tegas Sumarsono. (olo)
Bali Post/olo
BANSOS- Rapat Paripurna II terkait APBD 2020 yang digelar beberapa waktu lalu. Sejumlah fraksi menyingung terkait pembagian bansos yang disalurkan dari anggota DPRD.
Pilkada
Bukit JR Pancaseming Bawaslu Antisipasi Gelar Sejumlah Event Potensi Manipulasi
Negara (Bali Post) Banjar Pancaseming, Desa Batuagung, sejak dua tahun belakangan menjadi salah satu kawasan populer di Jembrana. Dusun di pinggir hutan dengan masyarakat yang ramah ini bukan saja memiliki pemandangan perbukitan yang indah, juga geliat masyarakat dalam perkebunan. Tebing puncak dengan julukan “JR” menjadi salah satu spot dengan pemandangan lanskap Kota Negara dari ketinggian. Saat ini, spot wisata yang bermula dikenal dari media sosial (medsos) sudah ditata dengan berbagai fasilitas pendukung. Namun sejak beberapa bulan ini, kunjungan ke Bukit JR cenderung merosot. Kondisi ini disikapi dari warga yang sebagian besar muda-mudi dengan sejumlah event. Meskipun lokasinya di ujung utara jauh dari Kota Negara,
beberapa event dicoba digelar di sana. Seperti pentas musik anak muda yang digelar belum lama ini. Selain sebagai pemicu kunjungan, juga memberi ruang kreativitas anak muda. Diharapkan event serupa, baik itu kesenian, budaya dan lainnya bisa digelar di spot-spot wisata rintisan masyarakat ini. Paling tidak, berdampak bagi masyarakat sekitar yang sebagian mengandalkan dari hasil kebun. Sekadar untuk parkir dan berjualan makanan dan minuman maupun hasil bumi di sekitar lokasi. Tebing Pancaseming menawarkan panorama lanskap pemandangan Kota Negara hingga lautan selatan Bali dari ketinggian. Waktu terbaik mengunjungi Tebing Pancaseming ini adalah pagi dan menjelang malam karena cuaca tidak terlalu panas.
Dengan adanya sokongan dari pemerintah, berupa akses jalan rabat dan aspal, jalan menuju Bukit JR lebih leluasa. Klian Pancaseming Ida Bagus Artawan (34) mengatakan, nama puncak JR petama kali diperkenalkan sekaa teruna STT Budi sastra setempat dengan arti ‘jumpa remaja’. Hal ini dikarenakan tempat ini sering dijadikan pertemuan muda-mudi. Sejak dibuka pertama kali cukup banyak didatangi pengunjung. Objek ini merupakan bagian dari spot wisata alami, Desa Wisata Batuagung. Di samping sejumlah daya tarik lainnya, seperti Sungai Gelar, Monumen Lembah Merdeka di Gelar, Air Terjun Mesehe dan berbagai kekayaan kesenian di Batuagung. Akses jalan yang cukup memadai, sangat membantu pengunjung yang hendak datang. (kmb26)
Bali Post/olo
Puncak JR – Salah satu spot puncak JR di Banjar Pancaseming, Desa Batuagung. Meskipun pengunjung yang datang mulai menyusut, warga berupaya melakukan berbagai kegiatan untuk menunjang kawasan ini tetap eksis.
Dukungan Calon
Negara (Bali Post) – Hingga saat ini belum ada yang menyatakan mencalonkan diri lewat jalur perseorangan dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana 2020. Tetapi, peluang mendaftar dari jalur non partai ini sangat terbuka. Tahapan sudah dilakukan KPU diawali dengan mengumumkan syarat dukungan minimal. Terkait jumlah dukungan ini, rawan manipulasi dengan berbagai cara. Bawaslu Jembrana mengaku tengah melakukan upaya antisipasi, agar tidak terjadi masalah. Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Mulyawan ditemui belum lama ini mengatakan, sesuai ketentuan calon perseorangan, Bawaslu tetap melakukan upaya persiapan kendatipun belum nampak calon yang menempuh jalur tersebut. Menurut Ady Muliawan, dalam proses dukungan, potensi manipulasi sangat memungkinkan. Sebab, jumlah dukungan yang harus dikumpulkan tidak sedikit dan harus teliti. Di Jembrana sesuai yang ditetapkan KPU Jembrana akhir bulan lalu, jumlah minimal dukungan 23.529 orang. Pembuktian dukungan ditunjukkan dengan KTP elektronik dan tanda tangan basah. Sehingga potensi manipulasi dari syarat dukungan itu sangat besar. Bawaslu juga telah melakukan identifikasi potensi masalah yang mungkin muncul terkait dukungan calon perseorangan ini. “Banyak potensi. Bisa ganda (dukungan) dan ini pernah terjadi di daerah lain,” terangnya. Karena itulah, proses verifikasi faktual yang juga melibatkan Bawaslu nanti harus benarbenar teliti. Selain ganda, pihaknya mengingatkan dukungan dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) juga tidak diperkenankan. Bahkan bisa menjurus pada sanksi ASN tersebut. Selain itu, potensi lain yang rawan adalah ada pada syarat calon itu sendiri. Misalnya, adanya manipulasi dokumen syarat calon. Sebelumnya, dari hasil rapat pleno KPU pada 26 Oktober lalu, ditetapkan syarat minimal dukungan dan sebaran calon perseorangan sebanyak 23.529 dukungan dan tersebar di minimal tiga kecamatan di Jembrana. Jumlah ini berkisar 10 persen dari total jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) terakhir pada pemilu terakhir. Anggaran yang diajukan untuk Pilbup 2020, diplot maksimal lima paslon Bupati dan Wakil Bupati. Di antaranya dari partai politik 3 paslon dan independen (perseorangan) dua calon. (kmb26)
Senin Pon, 4 November 2019
Bupati Mas Sumatri Terima Anugerah ”Best Perfomance of The Year 2019”
PENGHARGAAN - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri dianugerahi predikat Best Performance Of The Year 2019 dari Wakil President Asia Global Council Mr. Daniel Edwardo dalam acara Seven Media Asia Government Award yang digelar di Hotel Haris dan Resindence Sunset Road, Denpasar, Jumat (1/11) malam.
BUPATI Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri dianugerahi predikat Best Performance Of The Year 2019. Penghargaan itu diberikan oleh Wakil President Asia Global Council Mr. Daniel Edwardo dalam acara Seven Media Asia Government Award yang digelar di Hotel Haris dan Resindence Sunset Road, Denpasar, Jumat (1/11) malam. Seven Media Asia Government Award 2019 itu merupakan kerja sama antara Seven Media Asia yang didukung Asia Global Council, Clock Research & Development Center dan The Key People Magazine. Wujud penghargaan itu diberikan kepada Kepala daerah atas pencapaian kinerja-kinerja terbaiknya diberbagai sektor daerah yang dipimpinnya, kepala daerah yang bersemangat, berani dan siap mengembangkan cara baru melakukan sesuatu. TOP 25 Bupati Kinerja Terbaik 2019 merupakan sebuah penghargaan yang ditujukan kepada para kepala daerah terbaik di Indonesia yang telah mengimplementasikan kinerja terbaik dalam fungsinya sebagai pelayan masyarakat. Dengan adanya penghargaan
itu, diharapkan mampu memberikan dorongan dan semangat kepada lembaga-Iembaga pemerintah di Indonesia agar dapat memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia. Peserta Seven Media Government 2019 akan dinilai melalui beberapa tahap penilaian. Di antaranya penilaian terhadap Website, implementasi E-Government dan Penilaian Infrastruktur E-Goverment, Penilaian Lapangan (verifikasi implementasi dan infrastruktur E-government melalui Kunjungan), wawancara langsung dengan masyarakat untuk mengetahui responden kepuasan atas kinerja yang telah dilakukan oleh calon penerima penghargaan, masukan data rekanan media cetak maupun elektronik. Kriteria penilaiannya antara lain Quality, Performance, Responbility, dan Attractiveness dengan atribut pengukuran, seperti layanan inovatif dan berkualitas, pengelolaan manajemen yang baik, mampu berkembang mengikuti perubahan dan memiliki tanggung jawab sosial yang tinggi. Bupati Karangasem IGA
Mas Sumatri menjadi salah satu Bupati dari Provinsi Bali yang mendapatkan penghargaan kategori Top 25 Bupati Kinerja Terbaik 2019. Penghargaan itu dilatarbelakangi kinerja Bupati Mas Sumatri yang berhasil membuat kebijakan-kebijakan sangat berpihak kepada masyarakat Karangasem. Di masa pemerintahan yang memasuki tahun ketiga, Bupati IGA Mas Sumatri bulan September juga berhasil meraih penghargaan bertaraf Nasional dan Internasional. Tidak tanggung-tanggung, penghargaan yang diterima Bupati Wanita Pertama di Karangasem itu dalam dua kategori. Kategori pertama penghargaan sebagai “Srikandi Perubahan Inspiratif Indonesia Dalam Kepemimpinan Daerah” dan kategori kedua sebagai The Best Innovative Regent In Creating & Developing Regional Inovations se-Asia dari 7Sky Media Award. 7SKY media award menilai Bupati Karangasem telah berhasil membuat dan memimpin Pemkab Karangasem dengan berbagai program inovatif dalam melayani masyarakat. Seperti penyelenggaraan Mal
Pelayanan Publik, PSC 119, Kartu Karangasem Cerdas, Kartu Karangasem Sehat, Tim Reaksi Cepat TRC BPBD, dan inovasi lainnya terkait pembangunan dan pelayanan masyarakat. Bupati Mas Sumatri bersyukur atas penghargaan yang diterimanya dalam suasana Penganugerahan Award dari Seven Media Asia tahun 2019. Menurutnya, dibalik anugerah ini sesungguhnya ada potensi yang perlu diapresiasi, yakni keberadaan komunitas media sebagai satu kanal demokrasi dan kemajuan peradaban masyarakat menuju kemajuan yang menjadi obsesi, mewujudkan taraf kesejahteraan lebih baik bagi masyarakat. “Saya sampaikan apresiasi tinggi kepada media. Apapun dan di mana pun, karena medialah pembawa simpul pesan, mau dibawa kemana kemajuan itu. Kontrol dan memberi pencerahan terkait banyak hal, termasuk sorot dan atensi terhadap keberadaan Karangasem, medialah yang memberi apresiasi, media yang menakar apa yang ada di daerah paling ujung Bali ini,” ucapnya. Mas Sumatri menambah-
kan, kondisi Karangasem mungkin lebih banyak minus. Kata dia, selain kering, SDM masih lemah, finansial serba kurang, kemampuan juga terbatas. Namun dibalik itu ada potensi sisi lainnya bisa ditangkap media. Ada semangat, inspirasi, upaya sekuat asa, mengadopsi hal yang baik disekitarnya. Sehingga media pun memberi apresiasi dengan menobatkannya sebagai Bupati dengan Performan Kreatif. Karena itu dipandang sangat layak menerima award dari Seven Media Asia. “Saya tidak perlu mengada-ada dalam hal ini. Jika kinerja seluruh jajaran memang masih kurang kita akui. Di sisi lain betapa penting menjalin konektivitas, menggalang komunikasi, dengan siapapun dalam berbagai skala event baik nasional maupun internasional. Terlepas dari interest pribadi namun terpenting multiplayer efek yang terbukti memberi harapan dalam wujud Award yang begitu berharga. Saya persembahkan semua ini untuk rakyat saya tercinta masyarakat Karangasem, selamat,” jelasnya.(ad057)
Amlapura (Bali Post) Kasus warga meninggal dunia dengan cara gantung diri kembali terjadi di Karangasem. Kadek Wedana alias Lengkong nekat menggantung lehernya di kandang ayam miliknya hingga tewas, Minggu (3/11) kemarin. Pria 37 tahun asal Banjar Dinas Belatung, Desa Menanga, Karangasem itu kesehariannya selain memelihara ayam juga menjual jasa sebagai tukang cukur di sebelah selatan Pasar Menanga.
dengan membawa korban ke Puskesmas. Tetapi sayang nyawanya tidak dapat tertolong,” ujarnya. Sudartawan menambahkan, untuk memastikan penyebab kematian korban, jenazah korban langsung dilakukan pemeriksaan medis pada tubuh korban. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, dari kelamin tidak mengeluarkan cairan (air mani), dubur tidak keluarkan kotoran, mulut tertutup, lidah tidak menjulur. Ditemukan luka lecet melingkar akibat jeratan tali. Tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Kalau dilihat ciri-ciri yang dialami, korban murni meninggal akibat gantung diri. Diduga korban depresi
karena rugi, ayamnya banyak mati,’’ ujarnya. Dari hasil koordinasi petugas dengan pihak keluarga, keluarga korban sudah menerima ikhlas kejadian itu dan menolak dilakukan autopsi. Teman korban, Eka, menuturkan kepribadian korban sangat baik. Orangnya santun dan bersahaja. Selain memelihara ayam, dalam kesehariannya korban juga membuka usaha jasa tukung potong rambut atau tukang cukur di Selatan Pasar Menanga. “Saya kaget mendengar informasi ini. Masih tidak percaya korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu. Saya sering potong rambut di tempat korban,” ucap Eka. (kmb41)
Ayam Ternak Banyak Mati Tukang Cukur Gantung Diri
Bali Post/kmb41
KORBAN - Foto korban I Kadek Wedana semasa hidupnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun kemarin, sebelum korban ditemukan tewas gantung diri di lambang bagunan kandang ayam miliknya di Banjar Dinas Belatung, Desa Menanga, Kecamatan Rendang sekitar pukul 07.00 Wita, korban bersama keluarganya menuju kandang ayam milik korban yang berada 100 meter di sebelah selatan rumahnya. Setelah memberikan makan ayam, keluarganya kembali ke ru-
mah. Namun korban masih berada di kandang ayam dengan alasan akan memberikan ayam peliharaannya vitamin. Mengetahui korban lama tidak kunjung pulang ke rumah, ibu korban mengecek anaknya ke kandang ayam. Betapa kaget dan shock ibunya mendapati anaknya sudah dalam keadaan tergantung di pojok barat laut kandang ayamnya. Mengetahui anaknya tergantung, ibu korban sontak berteriak
meminta bantuan pihak keluarga untuk menurunkan korban yang masih tergantung. Kapolsek Rendang AKP I Made Sudartawan mengungkapkan, korban nekat menghabisi nyawanya sendiri dengan cara menggantung lehernya di lambang bangunan kandang ayam miliknya sendiri menggunakan tali plastik warna biru. Panjang talinya sekitar 80 cm. “Keluarga korban sempat memberikan pertolongan
Tak Ada Air di Kuwum Cangah 10 Hektar Sawah Tak Bisa Ditanami Padi
Musim kemarau panjang di Karangasem membuat lahan pertanian, terutama sawah mengalami kekeringan. Kekeringan disebabkan tidak adanya air yang mengalir di saluran irigasi di sana. Tidak pelak lahan persawahan seluas 10 hektar yang ada di Tempek Kuwum Cangah, Desa Tumbu, Karangasem keringkerontang padahal tahun lalu bisa dua kali menanam padi dan sekali palawija. Akibat tak ada air, puluhan sawah milik petani sama sekali tidak bisa ditanami apapun, disebabkan kondisi alam yang tidak bersahabat. Lalu kontribusi apa yang diharapkan warga dari pemerintah untuk lebih menggeliatkan pertanian di masa mendatang di Tempek Kuwun Canggah, Tumbu? SALAH seorang petani Ni Wayan Muri, Minggu (3/11) kemarin menuturkan, lahan sawah miliknya tidak
mendapatkan air sudah sekitar empat bulan lebih. Akibat kondisi tersebut, dirinya tidak bisa lagi nenamam padi lan-
taran sama sekali tidak ada air yang mengalir ke saluran irigasi yang menuju ke lahan sawahnya. “Sekarang ini hanya bisa bercocok tanam padi sekali saja setahun. Lahan benarbenar kering, karena itu berusaha menanam jagung maupun palawija saja sulit. Pasalnya, sama sekali tidak ada air mengalir,” ucapnya. Muri menambahkan, sebelumnya ia bisa bercocok tanam sampai tiga kali setahun. Mulai menanam padi kemudian diselingi palawija jangung. Tetapi tahun ini hanya sekali saja bisa nanam padinya. Atas kondisi ini, petani terpaksa membiarkan lahan petanian mereka nganggur, alias tidak dimanfaatkan sama sekali. “Akhirnya lahan terbeng-
kalai begitu saja, tidak ditanami apa-apa. Karena memang tidak bisa bercocok tanam, maka saya beralih pekerjaan menjadi tukang buat ate, selain itu mencari pakan rumput nyabit untuk ternak sapi,” katanya. Klian Tempek Kuwum Cangah I Made Ngeteng mengungkapkan, luas lahan sawah di Tempek Kuwum Cangah mengalami kekeringan akibat musim kemarau panjang. Luas lahan di sini mencapai 10 hektar. ‘’Sesuai kesepakatan rapat subak, lahan sawah dibiarkan diam begitu saja karena tidak ada air,” jelasnya. Ngenteg menambahkan, musim kemarau tahun ini dinilai paling panjang. Pasalnya, tahun sebelumnya petani di Subak Kuwum Cangah bisa bercocok tanam sampai
tiga kali setahun. Dua kali menanam padi dan sekali tanam palawija. Tapi tahun ini hanya bisa menanam padi sekali saja. Sama sekali tidak ada air mengalir, disebabkan debit air kecil dan air tidak dapat megalir lantaran lokasi sawah beradi di atas. Sementara lahan sawah yang ada di bawah tetap mendapatkan air. Hanya saja sedikit, sehingga petani di bawah tetap bisa bercocok tanam. “Sekarang hanya sekali saja bercocok tanamnya,” tegasnya. Lebih lanjut dikatakan, pihaknya berharap ke depannya bisa terus ada bantuan saluran irigasi dari pemerintah. Sebab masih ada sejumlah saluran irigasi yang mengalami kebocoran. Akibatnya, air tidak mengalir secara maksimal. (nan)
Bali Post/kmb41
KERING - Lahan sawah milik petani kering pada musim kemarau panjang.
Senin Pon, 4 November 2019
Hujan Lebat, Longsor Terjang Rumah di Selat Semarapura (Bali Post) Hujan lebat mulai mengguyur Bumi Serombotan dalam sepekan terakhir. Akibatnya, tanah yang labil disusul hujan lebat sepanjang malam memicu terjadi tanah longsor, Minggu (3/11) dini hari. Longsor parah menerjang sebuah rumah warga di Dusun Takedan, Desa Selat, Klungkung. Longsor langsung merobohkan tembok merajan warga I Komang Sudarta, menutup akses jalan hingga menimbun halaman rumahnya. Peristiwa tersebut amat mengagetkan Sudarta bersama keluarganya. Saat itu mereka masih tertidur lelap sekitar pukul 03.00 Wita. Namun, hujan begitu lebat turun, lantas terjadi longsor yang mengagetkan mereka semua. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Warga sekitar pun langsung bergegas menghubungi call center BPBD Klungkung, untuk meminta pertolongan, agar longsor dapat segera tertangani, khususnya mem-
Bali Post/gik
LONGSOR - Petugas BPBD Klungkung bersama warga sekitar saat melakukan penanganan tanah longsor.
bersihkan material longsor yang cukup banyak. Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Putu Widiada mengatakan, pihaknya terjun ke lokasi bersama 15 personel dibantu warga sekitar. BPBD turun mengerahkan satu unit mobil resque, satu unit kijang patroli, satu sepeda motor tril, dua cangkul, dua arit caluk dan dua sekop. Sejak memulai penanganan pada pagi hari, sekitar 60 persen tumpukan longsor sudah dapat tertangani. Akses ke rumah Sudarta pun sudah dapat ditembus. Selanjutnya, untuk mempercepat penanganan, akan dilakukan dengan gotong royong warga sekitar. Seluruh kerusakan akibat
bencana ini sudah tercatat oleh petugas BPBD. Selanjutnya, akan diproses lebih lanjut agar segera dapat dibantu proses perbaikannya oleh pemerintah daerah. Widiada menambahkan, memasuki musim hujan pihaknya meminta warga, khususnya yang ada di sekitar tebing dan pohon perindang agar meningkatkan kewaspadaan. Hal ini untuk menghindari ancaman bencana alam tanah longsor yang bisa terjadi sewaktuwaktu. Selain itu, kegiatan bersih-bersih lingkungan dari aneka macam sampah juga harus ditingkatkan. Tujuannya, untuk mencegah banjir terjadi di saat hujan lebat turun. (kmb31)
Kunjungan Wisatawan ke Nusa Penida Merosot Semarapura (Bali Post) Memasuki akhir tahun 2019, kunjungan wisatawan ke Nusa Penida mengalami penurunan drastis. Dinas Pariwisata Klungkung cukup kaget melihat trend ini. Padahal, berbagai upaya sudah dilakukan. Mulai dari perbaikan infrastruktur, promosi ke luar negeri hingga pelaksanaan Festival Nusa Penida pada awal Oktober lalu. Kepala Dinas Pariwisata Klungkung Nengah Sukasta belum lama ini mengatakan, tren penurunan biasanya jarang terjadi dalam periode Oktober-November. Turunnya kunjungan juga berimbas pada nilai retribusi terhadap wisatawan asing. Data Dinas Pariwisata menunjukkan, jumlah pendapatan pada awal Oktober mencapai Rp 49 juta per hari. Bahkan, sempat menyentuh angka Rp 66 juta per hari. Tetapi, memasuki akhir Oktober, jumlah retribusi tercatat sampai 31 Oktober, turun menjadi Rp 38 juta. Total, selama Oktober pendapatan retribusi yang masuk mencapai Rp 1,3 miliar. Guna memaksimalkan perolehan dana retribusi ke Nusa Penida, Dinas Pariwisata berencana menambah lagi titik-titik lokasi pemungutan. Misalnya, di sejumlah objek wisata lain yang sudah tersentuh penataan. Ini diperkirakan akan mampu memaksimalkan nilai pungutan,
karena masih banyak pintu masuk Nusa Penida yang belum disediakan tukang pungut, lantaran terbentur aturan tidak boleh lagi merekrut tenaga kontrak sebagai tukang pungut di lapangan. “Kami berharap memasuki Januari nanti, kunjungan wisatawan ke Nusa Penida bisa naik lagi,” kata Sukasta. Mengenai menurunnya kunjungan, Sukasta mengatakan akan meningkatkan upaya promosi. Ini sejalan dengan instruksi Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Meskipun pariwisata Nusa Penida telah berkembang pesat, namun kegiatan promosi dan branding harus tetap dilakukan melalui ragam kegiatan semacam festival. Bupati Suwirta mengingatkan untuk tidak hanya mengandalkan potensi laut dalam membangun pariwisata, juga mengembangkan sektor kerajinan. Menurutnya, industri pariwisata sangat sensitif terhadap isu-isu seperti terorisme, wabah penyakit, bencana alam dan lainnya yang tidak bisa diprediksi kejadiannya. “Jangan menggantungkan hidup sepenuhnya pada pariwisata saja. Bidang lain seperti pertanian dan peternakan hendaknya juga tetap dilakukan untuk mengantisipasi segala kemungkinan terburuk. Karena jika suatu saat pariwisata alami goncangan, maka ekonomi tidak ikut akan jatuh,” ujar Bupati Suwirta. (kmb31)
Bali Post/gik
Monev di Nusa Penida
Wabup Kasta Temukan Dua Proyek Fisik Molor Proyek infrakstruktur ini molornya terparah, karena mengalami kemunduran 45 persen. Sesuai target, seharusnya sudah tercapai 93,56 persen, tetapi setelah dicek proyek fisik senilai Rp 7.049.722.090 ini, ternyata baru terealisasi 48,7 persen. Kedua, pengerjaan Jembatan Tukad Lanjang. Proyek fisik senilai Rp 3.499.900.669 tersebut, mengalami kemunduran 8 persen dari target 45,85 persen, namun baru terealisasi 40,19 persen. Wabup Kasta dalam pantauannya secara tegas meminta kepada pelaksana proyek supaya segera menuntaskan dengan sisa waktu yang terbatas jelang dua bulan terakhir tahun ini. Dengan situasi cuaca saat ini, pihaknya berharap semoga pihak pelaksana proyek bisa mengerjakannya, sesuai tepat waktu dan tetap menjaga kualitas. “Jangan bikin masyarakat
Bali Post/gik
Terseret Arus, Tohir Belum Ditemukan
MOLOR - Jalan Pondokaha-Senangka sepanjang 7 kilometer pengerjaannya molor 45 persen.
Semarapura (Bali Post) Melanjutkan proses monitoring dan evaluasi (monev) proyek fisik, Wakil Bupati (Wabup) Kasta, Minggu (3/11) menyasar Kecamatan Nusa Penida. Ada lima proyek fisik yang ditinjau Wabup Kasta dan Tim Monev, guna memastikan realisasi pengerjaannya. Hasilnya, ada dua proyek fisik yang pengerjaannya ditemukan molor. Wabup Kasta didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Luh Ketut Ari Citrawati, Kepala Inspektorat I Made Seger, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan I Gusti Ngurah Agung dan seluruh Tim Monev. Wabup Kasta menegaskan, dari lima proyek insfrastruktur yang ditinjau, ternyata ada dua proyek yang proses pelaksanaannya molor dari target pengerjaan. Salah satunya, proyek pengaspalan Jalan Pondokaha - Senangka sepanjang 7 kilometer.
POTENSIAL - Pantai Atuh, salah satu objek pariwisata yang potensial di Nusa Penida.
Nusa Penida kecewa. Proyek yang molor pengerjaannya harus dikebut. Agar, bisa tuntas tepat waktu,” kata Wabup Kasta. Wabup Kasta menambahkan, untuk proyek infrastruktur jalan lainnya, sudah sesuai dengan perencanaan. Bahkan, progresnya sudah ada yang melebihi target seperti halnya Jalan Pertigaan Batumadeg Sebuluh, Jalan Bunga Mekar - Sompang dan Pembangunan Tanggul Pengaman Pantai Desa Batununggul yang sudah berjalan sesuatu target yang ditentukan. “Dari pengamatan di lapangan, kualitas pengerjaan jalan sudah berjalan baik. Ini terlihat dari hasil akhir pengaspalan dan pinggiran jalan yang sudah menggunakan beton,” ujar Wabup Kasta seraya berharap masyarakat Nusa Penida untuk ikut mengawasi pengerjaan proyek pemerintah ini. (kmb31)
Semarapura (Bali Post) Nasib nahas dialami Muhammad Tohir (20), warga asal Dusun Bangsal, Desa Labuan Lalar, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB. Ia terseret arus saat sedang mencari tanaman laut jenis akar batu di perairan Banjar Telaga, Desa Kutampi Kaler, Kecamatan Nusa Penida, Jumat (1/11) lalu. Proses pencarian terus dilakukan Basarnas Bali, dibantu pihak kepolisian dan warga sekitar. Hingga Minggu (3/11) kemarin, M. Tohir belum juga ditemukan. Kapolsek Nusa Penida Kompol I Nyoman Reka Sanjaya membenarkan satu warga asal NTB hilang saat melakukan aktivitas menyelam di perairan Nusa Penida. Setelah mendapat laporan dari warga, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Basarnas Bali untuk proses pencarian korban. Upaya pencarian sudah dilakukan, namun hasilnya nihil. Diketahui, warga tersebut tinggal sementara di sekitaran Banjar Sampalan, Desa
PENCARIAN - Petugas saat ian korban. Batununggul. Kejadian tersebut bermula ketika korban bersama temannya, Daim (25), menyelam pada pukul 10.00 Wita. Mereka menyelam hanya dengan menggunakan 1 tabung selam saja, yang nantinya digunakan secara bergantian. Sekitar 30 menit menyelam, mereka berada di kedalaman 50 meter dan oksigen dalam tabung sudah habis. Saat itu juga Daim baru menyadari Tohir sudah tidak ada bersamanya. Ia tergesa-gesa bere-
Bali Post/gik
melakukan proses pencarnang ke permukaan karena sudah merasa tidak nyaman kekurangan oksigen. Temantemannya yang menyaksikan kondisi Daim segera memberikan pertolongan, selanjutnya berusaha mencari Tohir, namun tak ditemukan. Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) mendapatkan laporan pada pukul 15.20 Wita dari petugas kepolisian Polsek Nusa Penida. Kebetulan posisi Unit Siaga SAR Nusa Penida berdekatan dengan TKP.
Usai melakukan koordinasi, Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian dengan menggunakan rubber boat. “Area penyisiran difokuskan pada koordinat 8°40’29.35”S - 115° 32’42.39”T, diduga titik korban hilang terseret arus bawah laut,” jelas Hari Adi Purnomo selaku Kepala Kantor Basarnas Bali. Sampai dengan petang, mereka belum berhasil menemukan tandatanda keberadaan Tohir. “Setelah operasi SAR yang kemarin dilakukan hasilnya nihil, tadi pagi diturunkan 4 personel dari Basarnas Bali bersama Balawista, Polsek Nusa Penida, dan warga sekitar, melakukan penyisiran menggunakan rubber boat serta speed boat,” ungkap Hari Adi. Sesuai rencana operasi SAR, luas area penyisiran ditentukan 10 Nm2 dengan metode paralel search. Masing-masing SRU terbagi di 2 are, di samping itu ada juga pemantauan di darat. Namun sampai dengan pukul 18.00 Wita, korban belum juga ditemukan. (kmb31)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Senin Pon, 4 November 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dcr Serabutan SIM A, bs suamiistri, tdr dlm, 082234130724
Cari Cook Helper pria/wanita Restaurant di Kuta.Gaji pokok, service.Lam di WA 085647119728
Dibutuhkan PRT Cewek u/ Rumah di Sanur SMS:08123877799
B.BP.154.11.19.0000044
Cr mahasiswi/lulusan akuntansi Pabrik kosmetika.Jam flexibel Detail: https://bit.ly/334kr4m B.BP.004.11.19.0000037
Dicari: Salesman/Girl Penglman Gaji 3Jt,Transport,Komisi, Bonus. Hub:087761391444 B.BP.001.10.19.0000669
SERVICE
B.BP.004.11.19.0000049
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
B.BP.001.11.19.0000026
DIJUAL MOBIL
Dicari Staf pria Housekeeping Villa di Canggu H.081237594915
Brio E Manual Putih2015 AsliBali Istimewa Hp.081238169620 BUC
B.BP.001.10.19.0000912
HONDA
PROPERTY
PROPERTY
TOYOTA
DIJUAL RUMAH
DISEWAKAN RUMAH
DIJUAL TANAH
Innova G th 2006 Silver Tgn 1 H.108jt Hub.08123605780 BUC
BUC. Dijual Rumah Perum Dalung III. Hubungi:081936264166
Dikont rmh 3KT,1KM,RT,Grs.BTN Gunung Sari II/B10 Cenigansari Sesetan Hub.081237195200
Djl Tanah Kav Jl.Suradipa II Dps Hub:0811398086 / 245460
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Dicr ACC Berpengalaman U/Usaha Dagang,GP+UM+Transport+BPJSTK Lokasi Dps.Hub:081703221221
Altis 1.8G Th2007 Htm Kon Istw Sptbaru Hp.082146454964 H105Jt
Rumah Cocok untuk usaha dan tempat tinggal di Jl .Utama Tukad Badung Denpasar, 570m2 full bangunan, SHM 10,5M Nego Hub.085238311111(WA/Telp)
B.BP.001.11.19.0000025
B.BP.001.11.19.0000062
B.BP.004.11.19.0000051
B.BP.001.11.19.0000002
SERVICE
SERVICE
RUPA-RUPA
SERVICE
DIJUAL RUMAH
B.BP.001.11.19.0000061 TOYOTA
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL MOBIL
B.BP.001.11.19.0000050
Dicari Sopir Pribadi Domisili Denpasar.Hub:087898301403
Informasi pasang iklan Telepon
BIRO JASA
BIRO JASA
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
B.BP.001.10.19.0000885
Rmh T.60/111M2,Lok.Jl .Mandiri III Jimbaran, Unit Terbatas Hub:08123800352/081999947081 B.BP.001.11.19.0000021
Dijual/dikon.Rumah elit LT5,4A LB 2,8A, 2FL,Swimming pool di Sekar Tunjung 6 Gatsu Timur Hub.Mr.Chang Hp.08123830201 B.BP.001.10.19.0000602
PROPERTY
B.BP.001.11.19.0000041
B.BP.001.11.19.0000031
PROPERTY DIJUAL RUKO
Ruko 3 lantai Komp.Pertokoan Sudirman Agung Blok F17 Dps, Sudah terenovasi.Dijual 3M / Sewa 2Lt 120Jt/Th Min.2th Hub.085238311111(WA/Telp)
B.BP.004.11.19.0000052
RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.10.19.0000778
KEHILANGAN Hlg BPKB No.N10775945-O, DK 2174 AAQ, a/n:Ni Wyn Rinawati B.BP.001.10.19.0000925
Senin Pon, 4 November 2019
Raih WTP Tiga Kali Berturut-turut
Bangli Dapat Penghargaan dari Kemenkeu RI
PASAR AGUNG - Upacara ‘’pamelaspas’’ di Pura Pasar Agung, Kintamani, Minggu (3/11) kemarin.
Bali Post/kmb40
Pura Pasar Agung Di-’’pelaspas’’ Bangli (Bali Post) Pura Pasar Agung yang berlokasi di Madyaning (lereng) Gunung Batur, Kintamani kini telah rampung dibangun. Seiring rampungnya proses pembangunan, Minggu (3/11) kemarin krama Desa Adat Batur menggelar upacara pamelaspasan di areal pura setempat. Upacara di-puput Ida Pedanda Gede Putra Bajing dari Geria Tegal Jingga Denpasar dan dihadiri sejumlah undangan serta pejabat dari Pemerintah Provinsi Bali dan Pemkab Bangli. Pangemong Pura Ulun Danu Batur Jero Gede Batur Duwuran mengatakan, Pura Pasar Agung sudah ada dari dulu. Namun, oleh krama Desa Adat Batur, Pura Pasar Agung dipugar dan dibangun kembali serta diperluas se-
jak 2014 lalu. Pembangunan dilakukan secara bertahap menggunakan biaya yang bersumber dari donator. Di antaranya bantuan dari Gubernur Bali, Bupati Badung, Pemkab Bangli, pengusaha, serta swadaya masyarakat. ‘’Dalam kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada semua donatur yang telah membantu pembangunan Pura Pasar Agung,’’ kata Jero Gede Batur Duwuran saat ditemui di sela-sela upacara pamelaspasan kemarin. Pura Pasar Agung yang berada di areal seluas kurang lebih satu hektar tersebut, memiliki sejumlah bangunan palinggih di antaranya Padma, Meru, Gedong Rong Kalih, palinggih Pertiwi dan Ngerurah. Pura yang merupakan bagian dari Pura Ulun
Danu Batur ini juga dilengkapi kori agung. ‘’Dulu sebelum dibangun kembali, (berbentuk) mertiwi. Sekarang sudah jangkep (lengkap), ada bale gong, bale kulkul, melanting, sudah lengkap,’’ terangnya. Lanjut dikatakan Jero Gede Batur Duwuran, selama ini Pura Pasar Agung diyakini krama Batur sebagai pasar niskala. Diharapkan seluruh umat Hindu nantinya dapat tangkil ke Pura Pasar Agung untuk ngaturang bhakti. Apalagi mereka yang berkecimpung dalam bidang perekonomian seperti pedagang, pengusaha dan lainnya. ‘’Bagi yang punya usaha, sangat baik tangkil ke Pura Pasar Agung untuk nunas merta, agar usahanya berjalan lancar dan laris,’’ ujarnya. Mengenai kapan upacara wali dilaksanakan, Jero Gede
Batur Duwuran mengatakan masih akan ditentukan hari baiknya. Sementara itu berdasarkan literatur yang dimiliki Desa Adat Batur, saat Gunung Batur meletus tahun 1962 silam, Desa Batur beserta beberapa pura tertimbun lahar. Termasuk Pura Pasar Agung. Sejak kejadian itu, Desa Batur dan beberapa pura dipindah ke tempat sekarang (Kalang Anyar) yang kini disebut Desa Adat Batur. Krama Desa Adat Batur kemudian membuat panyawangan di sebelah utara Pura Jati berbentuk mertiwi menghadap ke Gunung Batur di sekitar madyaning Gunung Batur. Selanjutnya Manggalaning Desa Adat Batur membuat Parahyangan Pasar Agung yang semula agak di bawah ke tempat sekarang. (kmb40)
Hujan Deras, Jalan Dipenuhi Sampah
Bangli (Bali Post) –
Saluran air yang berada di belakang Kantor BNI Bangli meluap saat hujan deras mengguyur wilayah Bangli, Sabtu (2/11) malam. Tingginya luapan air mengakibatkan tembok rumah warga yang ada di sampingnya jebol. Tak hanya itu, luapan air yang disertai aneka jenis sampah juga mengakibatkan ruas jalan di Kota Bangli tampak kumuh dipenuhi lumpur dan sampah. Pantauan Minggu (3/11) kemarin, tembok milik warga yang jebol berada persis di timur saluran air. Kondisi tembok yang jebol cukup parah, panjangnya mencapai kurang lebih belasan meter. Tingginya luapan air dipicu karena saluran air yang mampet tertutup sampah. Hingga sore kemarin sejumlah petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup masih berupaya membersihkan dan
mengangkat tumpukan sampah dari saluran air itu. Di sisi lain, sejumlah ruas jalan tampak kumuh dipenuhi sampah yang meluber dibawa air. Seperti yang terlihat di Jalan Lettu Lila, tepatnya di depan Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli. Sampah plastik banyak berceceran di tengah jalan. Selain sampah, jalan yang sebagiannya menjadi pasar sengol itu juga dipenuhi
banyak lumpur. Beberapa pedagang yang hendak membuka dagangannya sore kemarin terpaksa meluangkan waktunya membersihkan sampah dan lumpur yang tersangkut di bawah gerobak dagangannya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli Ida Ayu Gede Yudi Sutha dikonfirmasi sore kemarin mengaku langsung turun ke lapangan begitu mendapat laporan air di saluran be-
SAMPAH - Jalan di Kota Bangli tampak kumuh dipenuhi sampah.
Bali Post/kmb40
lakang kantor BNI Bangli meluber akibat dampak hujan semalam. Pihaknya langsung melakukan penanganan bersama stafnya. ‘’Saya jam tiga pagi langsung turun begitu dapat laporan air di sana meluber,’’ ungkapnya. Dia mengakui meluapnya air di lokasi itu cukup sering terjadi saat musim hujan. Pemicunya karena ulah oknum warga tak bertanggung jawab yang membuang sampah tidak pada tempatnya. Sehingga menyebabkan saluran air mampet. Menyikapi banyaknya sampah yang menyumbat saluran air dan meluber ke jalan, Yudi Sutha mengaku sudah berupaya membersihkan dan melakukan pengangkutan sampah. Sedikitnya dua truk sampah sudah diangkut petugas hingga sore kemarin. ‘’Hari ini semua sampah yang belum terangkut, kami pastikan terangkut,’’ ujarnya. Untuk menekan perilaku warga buang sampah sembarangan, pihaknya berharap tim yustisi turun tangan menegakkan Perda tentang sampah. Bila ditemukan warga yang buang sampah sembarangan agar ditindak tegas. Selama musim hujan ini, Yudi Sutha mengatakan akan menyiagakan satu unit armada pengangkut sampah dan 10 personelnya untuk proses penanganan cepat. (kmb40)
PEMERINTAH Kabupaten Bangli meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) tiga kali berturutturut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Atas capaian tersebut, Pemkab Bangli mendapat penghargaan dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI. Penghargaan yang diserahkan Kemenkeu melalui Kakanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bali, diterima langsung oleh Bupati Bangli I Made Gianyar di Ruang Rapat Krisna Sekretariat Daerah Kabupaten Bangli, Kamis (31/10) lalu. Bupati I Made Gianyar menyampaikan, dalam penggunaan keuangan daerah dan keuangan negara, Pemerintah Kabupaten Bangli selalu diawasi dan diperiksa oleh BPK. Keberhasilan Bangli meraih opini WTP merupakan buah dari kerja keras jajaran Pemkab Bangli. ‘’Seperti kita ketahui tidak akan ada hasil tanpa usaha. Beberapa waktu lalu kita juga dikunjungi BI terkait dengan TPID dengan penilaiannya karena rupanya yang menyebabkan kita berprestasi itu adalah bekerja dan administrasi,’’ terangnya. Lanjut dikatakannya, dalam sebuah proses penggunaan anggaran output dan outcome-nya sudah bagus. Akan tetapi, masih ada yang harus dibenahi yaitu proses. Made Gianyar mencontohkan saat melakukan belanja barang, selalu didasari SOP sebagai sebuah proses. Diawali dari perencanaan hingga barang itu dibeli. ‘’Hal-hal itulah disebut SOP yang terkadang tidak kita formalkan dalam dokumen,’’ ujarnya. Made Gianyar mengakui Kabupaten Bangli memang tidak sebagus kabupaten lain. Akan tetapi, dengan kesuksesan meraih opini WTP tiga kali berturut-turut tentu hal itu adalah capaian yang luar biasa. ‘’Meski kita
pernah terbawah akhirnya hasil penilaian kemarin tata kelola aset kita sudah menjadi unggulan dengan nilai tertinggi walaupun masih ada beberapa penilaian yang masih kurang, tentu hal itu harus kita perbaiki melalui pola-pola yang lebih kreatif,’’ tambah Made Gianyar. Sementara itu, Kakanwil Direktorat Jenderal Perbendaraan Provinsi Bali Tri Budianto dalam kesempatan t e r s e b u t m e n y a m p a i ka n penghargaan pemerintah Republik Indonesia kepada Pemkab Bangli adalah sebuah wujud apresiasi yang sesuai dengan regulasi. ‘’Kami Kanwil yang ada di semua provinsi dikunjungi oleh Kementerian Keuangan sebagai wakil dari menteri keuangan di daerah. Kami diberi amanat untuk menyampaikan penghargaan kepada Kabupaten Bangli atas capaian WTP yang ketiga kalinya secara berturutturut,’’ kata Tri Budianto. Pihaknya sangat mengapresiasi Pemkab Bangli di bawah pimpinan Bupati
Made Gianyar, karena kinerja dan tingkat koordinasi di antara perangkat daerah pasti sangat luar biasa, sehingga hasilnya pun luar biasa. Menurutnya, untuk mencapai WTP memang awalnya memang terasa sangat sulit namun akhirnya dengan usaha dan kerja keras dari seluruh stakeholder opini WTP akan bisa dicapai. Dia mengingatkan dalam pemeriksaan berikutnya akan lebih sulit. Karena seperti yang diketahui pemeriksaan BPK semakin meningkat dari tahun ke tahun. ‘’Begitu kita mencapai WTP pemeriksaan akan meningkat ke level yang lebih detail. Untuk saat ini yang dilihat BPK bukan hanya dari segi pencatatan saja, akan tetapi sudah masuk pada kinerja. Kalau dulu Pemerintah Daerah mengadakan barang sebanyakbanyaknya sekarang sudah bisa menjadi temuan karena itu merupakan pemborosan,’’ kata Tri Budianto. (ad058)
PENGHARGAAN - Bupati Bangli I Made Gianyar menerima penghargaan dari Kemenkeu RI yang diserahkan melalui Kakanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Bali, di Ruang Rapat Krisna Sekretariat Daerah Kabupaten Bangli, Kamis (31/10) lalu.
Tahun Depan UMK Naik Jadi Rp 2.494.810 Bangli (Bali Post) – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bangli tahun 2020 mendatang dirancang mengalami kenaikan dari tahun sekarang. Sesuai hasil rapat yang diadakan Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bangli bersama Dewan Pengupahan Bangli belum lama ini, kenaikan UMK Bangli disepakati sebesar Rp 195 ribu lebih. Kasi Hubungan Industrial Dinas Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bangli Cokorda Gede Agung Panji mengungkapkan, sesuai kesepakatan saat rapat 25 Oktober lalu, besaran UMK Bangli tahun 2020 dirancang
sebesar Rp 2.494.810. Naik dari UMK tahun 2019 Rp 2.299.152. ‘’Kenaikannya Rp 195.658 atau sebesar 1,17 persen dari jumlah UMK tahun sekarang,’’ ungkapnya, Minggu (3/11) kemarin. Dia mengakui kenaikan prosentase UMK 2020 memang kecil. Nilainya hampir sama dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) Bali sebesar Rp 2.494.000. Cok Panji menjelaskan, penentuan besaran UMK dilakukan mengacu formula yang diberikan pemerintah pusat. UMK dihitung berdasarkan data inflasi dan PDB tingkat nasional. Berbeda dengan dulu, dalam penentuannya dilakukan berdasakan survei hidup layak. ‘’Kalau dulu diadakan survei ke lapangan. Sekarang kita menyesuaikan formula dari pusat,’’ ujarnya. Pascaadanya kesepakatan, Cok Panji mengatakan kenaikan UMK 2020 selanjutnya akan ditetapkan oleh Gubernur Bali. Saat ini usulan kenaikan UMK Bangli 2020 sudah ditandatangani oleh Bupati Bangli. Rencananya UMK masing-masing Kabupaten/Kota akan ditetapkan oleh Gubernur paling lambat 21 November mendatang. (kmb40)
Kenaikannya Rp 195.658 atau sebesar 1,17 persen dari jumlah UMK tahun ini.
OLAHRAGA
Senin Pon, 4 November 2019
15
Vinales dan Alex Marquez Persembahkan Kemenangan untuk Afridza
Sepang – Maverick Vinales mempersembahkan kemenangannya pada MotoGP Malaysia kepada Afridza Munandar, pembalap Indonesia yang meninggal di Sepang. Maverick Vinales sukses mempersembahkan kemenangan kedua bagi Yamaha pada musim ini setelah tampil memukau pada balapan MotoGP Malaysia 2019, Minggu (3/11) kemarin.
Mahalia Pantja ’’Ironman’’ dari Bali BALI memiliki seorang atlet triatlon yang menyandang predikat ‘’Ironman’’, karena berhasil menyelesaikan rangkaian lomba triatlon yakni berenang sejauh 3,8 kilometer, bersepeda 180 kilometer dan berlari 42 kilometer. ‘’Ironman’’ wanita asal Bali ini bernama Mahalia Pantja (44). Saat ditemui di kawasan Sanur, Minggu (3/11) kemarin, ia baru saja mengikuti lomba triatlon Ironman Langkawi 2019 di Malaysia bersama beberapa atlet triatlon asal Bali lainnya. Dalam lomba triatlon yang diikuti ribuan peserta dari berbagai negara ini, Mahalia sanggup menyelesaikan seluruh lomba yakni berenang sejauh 3,8 kilometer, bersepeda sejauh 180 kilometer dan berlari sejauh 42 kilometer. ‘’Meski perempuan, kalau bisa menyelesaikan semua tahapan lomba triatlon, gelarnya tetap ‘Ironman’, bukan
‘Ironwoman’, karena itu (Ironman) sudah brand,’’ jelasnya. Meski kini sudah menyandang gelar ‘’Ironman’’ wanita satu-satunya di Bali, namun Mahalia mengaku baru menggeluti olahraga keras ini beberapa tahun terakhir. ‘’Awalnya saya ikut lomba lari 10 kilometer, 21 kilometer dan 42 kilometer. Terus saya pengen coba yang lain. Kebetulan renang bisa dan naik sepeda juga bisa. Lalu beli sepeda yang paling murah dan mulai latihan (triatlon). Kemudian bertemu temen yang juga baru mulai coba triatlon dan kemudian memulai latihan renang, sepeda, dan lari, mulai jarak pendek, menengah, dan jarak jauh,’’ ujarnya. Wanita pengusaha di bidang pariwisata ini mulai mengikuti lomba triatlon pertamanya tahun 2015 di Jimbaran. Kemudian tahun 2017 sudah ikut lomba ‘’Ironman’’. ‘’Tahun 2017 baru ada
4 perempuan dari Indonesia yang finis di lomba ‘Ironman’. Untuk olahraga ini, kaum perempuan memang masih jarang yang ikut. Ini saya lagi coba ajak kaum perempuan lainnya, khususnya di Bali untuk mencoba olahraga ini. Kalau atlet laki-laki sudah banyak,’’ ujarnya. Untuk di Bali, kata Mahalia, hingga saat ini baru dirinya wanita yang menyandang gelar ‘’Ironman’’, karena atlet triatlon wanita Bali lainnya belum ada yang mencoba di kejuaraan ‘’Ironman’’. ‘’Kalau yang ‘Half Ironman’ (setengah jarak yang ditempuh Ironman) sudah ada, kalau wanita yang ‘Full Ironman’ baru ada satu. Semoga ke depan ada lagi atlet triatlon wanita asal Bali yang bisa meraih gelar ‘Ironman’,’’ ujar wanita satu anak yang sudah mengikuti kejuaraan ‘’Ironman’’ internasional di Korea dan Malaysia ini. (edi)
Perubahan Desain
“Sampai empat kali perubahan sampai dengan desain final. Perubahan desain ini saya yang mengawal langsung, sehingga menampung kebutuhan dan aspirasi masyarakat Bali. Termasuk penyediaan lapangan khusus untuk upacara keagamaan seluas satu hektar,” kata Koster.
Komitmen pada lingkungan diwujudkan pada penggunaan lebih dari setengah lahan reklamasi akan dijadikan paru-paru kota. Sisanya akan
digunakan untuk fasilitas perikanan dan penyediaan energi seperti cold storage, terminal BBM, gas dan avtur. Terminal BBM perlu dibangun untuk mengisi bahan bakar kapal cruise yang selama ini dilakukan di Singapura. Terminal gas, menurut Koster, kaitannya dengan Bali energi bersih. Semua menggunakan energi terbarukan, sehingga perlu dibuat terminal gas untuk menyuplai ke PLN. Dampak Ekonomi Pengembangan Pelabuhan Benoa, menurut Deputi Infrastruktur Kemenko Maritim
Ridwan Djamaluddin, diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang besar bagi Bali. Salah satunya yakni bersandarnya kapal cruise besar di Pelabuhan Benoa yang akan mendatangkan banyak wisatawan. Sementara itu, Dirut Pelindo III Doso Agung mengatakan, sudah banyak kapal cruise yang menyatakan minat berlabuh di Pelabuhan Benoa. Terakhir, kapal berkapasitas 2.000 orang sudah berlabuh di Bali. Dengan perluasan dermaga nantinya, Pelabuhan Benoa bisa disandari kapal cruise berkapasitas 4.000 orang. (kmb32)
Prinsip dan Sistemik Banyaknya jumlah koperasi adalah prestasi seorang menteri koperasi. AAGN Puspayoga ketika menjabat Menteri Koperasi dan UKM membalik paradigma ini karena meyakini kualitas jauh lebih penting dari kuantitas. Maka puluhan ribu koperasi ‘’sakit’’ dibubarkan. Ini bagian dari Reformasi Total Koperasi yang digagas Puspayoga. Ini merupakan perubahan yang prinsip dan sistemik. Reformasi Total Koperasi merupakan program besar Puspayoga selama lima tahun kepemimpinannya. Hampir semua tokoh di dalam buku tersebut selalu menyinggung program, yang menurut Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis Suroto, merupakan pemikiran genuine sosok yang dikenal rendah hati ini. Ada tiga hal mendasar dalam Reformasi Total Koperasi yakni reorientasi, rehabilitasi dan pengembangan. Puspayoga, menurut Suroto, adalah menteri yang berani mengakui kecilnya kontribusi koperasi pada ekonomi Indonesia. Dan karena itulah reformasi total bertujuan menaikkan kontribusi koperasi. Hasilnya, 2018 kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto
(PDB) mencapai 5,1 persen padahal di tahun 2014 hanya 1,7 persen. Hermawan Kartajaya, pakar dunia marketing, menyampaikan penilaian soal kelebihan Puspayoga adalah menghasilkan program besar dengan budget kecil. Dengan input yang kecil, output yang dihasilkan besar. Pengakuan dalam soal menghidupkan UMKM, kata Hermawan, dibuktikan dengan dua kali penghargaan yang diberikan ICSB. Menurut Dewi Motik Pramono, Pendiri Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia dan Duta Koperasi, kerja nyata Puspayoga untuk koperasi UMKM dibuktikan dengan penurunan pajak dari 1 persen menjadi 0,5 persen. Suku bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk koperasi dan UMKM berhasil diturunkan dari 22 persen pada tahun 2014 menjadi hanya 7 persen tahun 2018. Rasio Kewirausahaan Nasional juga naik dari 1,65 persen tahun 2014 menjadi 3,47 persen tahun 2018. Ada empat gubernur masing-masing Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Jawa Timur yang juga menyampaikan apresiasi atas kinerja Puspayoga. Ridwal Kamil, Gubernur Jawa Barat, menyatakan ada tiga
penguatan yang telah dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM yakni terciptanya pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan. Koperasi dinilai makin dinamis dan sehat. Puspoayoga, kata Kang Emil, panggilan akrab mantan Wali Kota Bandung ini, menggagas hadirnya Pusat Pelayanan Usaha Terpadu (PLUT) yang berhasil mendorong pemasaran produk koperasi dan UMKM. Diakui Dunia Tidak hanya tokoh nasional, Presiden International Council for Small Business (ICSB) Ahmed Osman dan mantan Presiden ICSB KI Chan Kim melontarkan ucapan terima kasih kepada Puspayoga. Di samping dinilai serius mengangkat UMKM, peringatan Hari UMKM Dunia adalah ide dari putra Cokorda Bagus Sayoga, Pendiri PNI Bali ini. ‘’Puspayoga merupakan satu-satunya orang yang mendapatkan penghargaan ICSB dunia dua kali karena dukungannya yang besar bagi pertumbuhan dan perkembangan ICSB di Indonesia dalam memajukan UMKM,’’ tulis Hermawan Kartajaya. (ata)
Senin, 4 November 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Kepemangkuan (3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Yudha Kanda (2) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Bali TV Shop 09:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Lejel Homeshopping 11:00 Wita Seputar Bali Terkini
11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Kepemangkuan (4) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali TV Shop 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Yowana Live Keterbatasan Bukan Halangan untuk Meraih Prestasi 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita DW TV 17:00 Wita Ocydia Home Shopping
17:00 Wita Sansekerta 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Indonesia Maju 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Diabemed 21:30 Wita Taksu I Gusti Agung Ayu Sukanami, Ngayah Lestarikan Seni Tari 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Pura Tanjung Sari Sanur, Griya Santrian Sanur (1) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel Tourist TV
Menggeber motor YZR-M1 di lintasan Sirkuit Sepang, Malaysia, rider berjuluk ‘’Top Gun’’ itu mengambil alih posisi sebagai pembalap terdepan sejak putaran-putaran awal. Tanpa cela dan kesulitan berarti, Vinales sukses mengakhiri balapan yang berlangsung selama 20 putaran tersebut dengan kemenangan. Tak ayal, rider asal Spanyol itu pun merasa puas dengan hasil kemenangan yang dia raih, setelah menyiapkan balapan kali ini dengan sangat matang. ‘’Sungguh balapan yang luar biasa. Kami menyiapkan balapan akhir pekan ini dengan sangat baik, saya merasa mempunyai potensi yang besar sejak lap pertama,’’ kata Maverick Vinales. ‘’Saya ingin mendedikasikan raihan ini untuk pembalap yang meninggal kemarin, Afridza adalah pembalap favorit saya di Idemitsu Asia Talent Cup. Saya menyampaikan belasungkawa kepada keluarganya,’’ ucap Vinales. ‘’Tak hanya Vinales, Juara Dunia Moto2 Alex Marquez juga mempersembahkan keberhasilannya untuk Afridza. ‘’Pertama saya ingin mengucapkan terima kasih kepada tim yang luar biasa ini,’’ kata adik Marc Marquez itu. ‘’Saya juga mendedikasikan gelar yang saya raih untuk pembalap yang me-
ninggal pada ajang Asia Talent Cup, karena hari ini kami semua membalap untuknya,’’ imbuhnya. Gelar juara kali ini merupakan mimpi yang menjadi kenyataan bagi Alex Marquez setelah melakoni lima musim di kelas Moto2 sejak 2015 silam. Hasil Autopsi Setelah melakukan pemeriksaan terhadap Afridza Munandar, diketahui jika penyebab kematian pembalap muda Indonesia itu akibat benturan hebat di kepala. Kepastian tersebut diperoleh melalui KBRI Kuala Lumpur yang menerima laporan dari PDRM (Polisi Malaysia). Afridza Munandar yang tampil di ajang Asia Talent Cup di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia mengalami kecelakaan. Ia yang tampil di race pertama mengalami kecelakaan di tikungan 10 lap pertama. Sebelum terjatuh, dia sempat kehilangan kendali pada motornya dan menabrak bagian belakang ban lawan. Pembalap berusia 20 tahun itu akhirnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh di tengah lintasan. Marshal atau petugas yang berada di pinggir lintasan dengan cepat membawa Afridza Munandar dengan tandu. Red flags dikeluarkan Marshal Sirkuit Internasional Sepang. Seluruh pembalap pun kembali ke paddock. Setelah menunggu lama, mereka dikejutkan dengan kabar meninggalnya Afridza Munandar. Untuk pemulangan jenazah, menurut KBRI, semua akan dilakukan oleh Dorna yang akan menghubungi pihak asuransi yang akan menunjuk perusahaan yang akan mengurus pengiriman jenazah ke Indonesia. (kmb33)
Balipost/afp
Maverick Vinales
Kejurnas Pra-PON XX 2020
Tim Tenis Meja Bali Ukir Prestasi Gemilang Denpasar (Bali Post) Kerjunas tenis meja babak kualifikasi pra-PON XX 2020-Papua di GOR Segiri Samarinda berlangsung 1-7 November 2019. Pertandingan kali ini diikuti 30 provinsi untuk beregu putra, 26 provinsi beregu putri. Pada ajang tersebut, tim tenis meja putra dan putri Bali lolos PON 2020 Papua dengan prestasi sangat gemilang, yaitu mampu meraih juara III untuk beregu putri. Sedangkan beregu putra melaju ke babak final. AKBP Djoni Widodo selaku manajer tim saat dikonfirmasi melalui HP, Minggu (3/11) kemarin mengatakan, hasil ini merupakan kerja keras dan usaha tim. Sebelum bertanding mereka digembleng di GOR Diviacita selama 1,5 bulan oleh Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose yang merupakan Ketua PTMSI Bali. ‘’Ini merupakan prestasi terbaik sepanjang sejarah tenis meja di Bali dan semua peser-
Bali Post/ist
PRA-PON - Tim tenis meja putra dan putri Bali saat kerjunas yenis meja babak kualifikasi pra-PON XX 2020-Papua di GOR Segiri Samarinda. tanya merupakan putra-putri asli Bali,’’ ujar AKBP Djoni Widodo. Ia menambahkan, prestasi dan pencapaian yang diraih ini tidak terlepas dari pembinaan atlet-atlet muda Bali oleh PTMSI Bali, khususnya Irjen
Golose yang hobi tenis meja dan secara langsung turun untuk membina atlet muda berpotensi. Djoni Widodo saat ini menjabat Wadir Lantas Polda Bali ini mohon dukungan serta doa untuk tim beregu pu-
tra yang akan melaksanakan pertandingan final melawan tim beregu putra Papua/DKI. ‘’Semoga memberikan hasil yang maksimal yaitu menjadi juara I. Semoga kami pulang membawa medali emas,’’ harapnya. (kmb36)
Bali Terjunkan 13 Pebulu Tangkis di Pra-PON Denpasar (Bali Post) Bali menerjunkan 13 atletnya pada Pra-PON bulu tangkis Wilayah IV (Bali, NTB, NTT) di GOR Sudirman Surabaya, 5-9 November mendatang. Di bagina putra, yang diturunkan adalah Komang Arya, Seva, Deva, Agus Aldi, Aditya, Ekayana, Alvin serta Agung Suptanaya. Sementara di sektor putri, Bali menurunkan lima atletnya yakni Ayu Gary Luna Maharani, Made Deya Surya Saraswati, Made Pranita Sulistya Devi, Komang Ayu Cahya dan Dinda Sayu Murni. Ketua Umum Pengprov PBSI Bali Wayan Winurjaya, Minggu (3/11) kemarin menuturkan, untuk Pra-PON ini tiap provinsi menurunkan
tim beregu. Untuk beregu putri, katanya, nomor yang dipertandingkan dua tunggal plus satu ganda. Sedangkan di bagian putra, nomor yang dipertandingkan tiga tunggal di tambah dua ganda. ‘’Bagi tim yang juara wilayah IV, berhak mengirimkan nomor perorangan dan beregu pada PON Papua 2020 mendatang,’’ ungkap Winurjaya. Bagi tim provinsi yang menghuni juara II, hanya berhak mengirimkan atletnya di nomor perorangan. Dijelaskannya, ketiga belas pebulu tangkis Bali selama ini ditempa di klubnya masingmasing. Mereka juga berlatih ditangani pelatih Wijaya, Marijan dan Risa. Tim PraPON Bali ini dimanajeri Candra Kusuma. (022)
SENIN PON, 4 November 2019
KAMI Hadirkan Single ’’Sabarlah Sahabat’’ LAGU anak-anak semakin menggeliat menghiasi belantika musik Bali. Pasalnya, setelah sukses meluncurkan album Alit Pewaris Bali Dwipa (APBD) di tahun 2018 lalu, Kania (10), Aila (8), Minowa (9), dan Ita (10), yang kini tergabung dalam KAMI melanjutkan kiprah mereka di dunia musik. Mereka meluncurkan single yang berjudul ‘’Sabarlah Sahabat’’. Keempat anak ini memiliki bakat bernyanyi dan sering mengikuti perlombaan. Sebut saja Kania. Pemilik nama lengkap I Dewa Ayu Istri Kania ini pernah juara III Lomba Lagu Indonesia Pitik Festival Piala Wali Kota Denpasar, juara III Lomba Lagu Indonesia Komunitas Seni Budaya, Piala Dinas Kebudayaan Denpasar, dan perlombaan lainnya. Sementara itu, Aila yang memiliki nama lengkap Ni Putu Aila Jyotika Sudiarta kelahiran Denpasar, 14 Desember 2010 ini pernah meraih juara I Lomba Menyanyi TK Denpasar Utara, juara II Lomba Menyanyi TK Warung Mina Padangsambian, juara harapan I Lomba Menyanyi HUT PAUD Chandra Kasih ke-8, Piala Wali Kota Denpasar, juara harapan III Lomba Tari Bali HUT Kota Denpasar, Piala Wali Kota Denpasar, dan lomba lainnya. Tidak kalah dengan Kania dan Aila, Minowa yang memiliki nama lengkap Putu Anindita Minowa pernah menjadi Duta Kabupaten Badung, Parade Lagu Pop Bali PKB 2019, pernah juara I Lomba Menyanyi Sanur Fiesta 2018,
juara II Lomba Menyanyi Bali Kumara Gen-3 Tingkat TK-SD3, juara I Lomba Menyanyi Piala Wali Kota Bahasaku Ekspresiku 2017, dan juara lainnya. Sedangkan Ita dengan nama lengkap Putu Prahita Vandin Cuaca pernah menjuari ajang lomba busana (model). Selama proses penggarapan single ‘’Sabarlah Sahabat’’, anak-anak KAMI diarahkan oleh Ida Bagus Surya Kastawa, yang lebih dikenal sebagai Gussaka, yang sudah sejak lama dikenal luas sebagai pencipta banyak lagu anak di Bali. Sebagai Vocal Director, Gussaka mengarahkan teknik vokal selama latihan hingga membimbing dalam proses rekaman vokal di studio. Single ini diciptakan Darma Made. Darma Made menuturkan bahwa lagu ‘’Sabarlah Sahabat’’ ini terinsipirasi dari kisah nyata yang menggambarkan sahabat yang saling menguatkan dan menghibur di kala ada kekecewaan, tekanan, dan kesedihan melanda. Single ini dibalut dengan aransemen cantik garapan Dek Artha, salah satu arranger musik pop terbaik di Bali. Sementara itu video klip digarap apik oleh Tutde Darmawan di berbagai lokasi eksotis di Bali dengan konsep cerita yang sesuai dengan tema lagu. ‘’Ke depannya, KAMI berencana akan terus merampungkan beberapa single yang saat ini sedang dalam proses penggarapan,’’ tandas Darma Made saat jumpa pers, Sabtu (2/11). (win)
Wianta Gaungkan Pesan ’’Seni dan Perdamaian’’ dari Pasar Badung
TIDAK seperti hari-hari biasa. Di sejumlah lorong di antara kios Pasar Badung berhiaskan kain-kain putih bertuliskan kata mutiara perdamaian dari tokohtokoh dunia. Kain putih bertulis dan berornamen hitam itu merupakan karya seni perupa Made Wianta (70) yang pernah digunakan dalam pertunjukan seni ‘’Art & Peace’’ pada 10 Desember 1999 silam. Kain artefak ‘’Art & Peace’’ sepanjang 2.000 meter tersebut merupakan salah satu peraga yang digunakan oleh 2.000 penari yang disajikan secara kolosal di Pantai Padanggalak, 20 tahun silam. Made Wianta ketika itu membentangkan kain pertama dari atas helikopter yang diterima sejumlah penari di atas perahu dan membawanya ke pantai. Pada masa itu, Made Wianta merespons tentang kondisi sosial politik pascaOrde Baru. Made Wianta menyikapinya dengan mengibarkan kain-kain berisi seruan p e r d a m a i a n d a r i s e j u mlah tokoh dunia dengan berbagai macam bahasa yang dibawakan 2.000-an remaja dengan koreografi mengikuti gerak ombak. Di antaranya terdapat kata mutiara dari John Lenon, Gandhi, Tagore, Soekarno, Martin Luther King Jr., Mohammad Ali, Bunda Teresa, dan sosok karismatik lain dengan berbagai bahasa di dunia. Kini, pembentangan kembali untaian kain perdamaian di lorong kios dan gedung Pasar Badung masih relevan di saat negeri ini terguncang isu hoaks, radikalisme, dan terancamnya persatuan. Seni dan perdamaian diharapkan menjadi pesan penting menggugah
kembali menggapai mimpi hidup tenang dan damai. Made Wianta adalah salah satu seniman kontemporer yang tetap lekat membumi dengan falsafah dan cara pandang hidup orang Bali dengan nilai-nilai universal yang menautkan aktivitas manusia, lingkungan, dan penciptanya. Selain berkarya di atas kanvas atau dua dimensi, ia kerap berkarya melalui medium tiga dimensi, video art, hingga seni pertunjukan. Made Wianta juga sering mengusung berbagai isu terkait masalahan sosial dan lingkungan, serta pemikiran terhadap kebebasan b e rka rya. ‘’Dreamland’’, misalnya, salah satu karyanya yang sebagian dikerjakan di rumah pemotongan hewan dengan menggunakan warna merah dari darah sapi yang baru disembelih. Saat itu ia merespons tragedi kemanusiaan Bom Bali 2002 dengan caranya sendiri yakni ‘’macaru’’ melalui karya seni. Karya ini dipadukan dengan seni instalasinya pernah dipamerkan di Gaya Artspace Ubud dan dibawa ke Venezia Biennale (2003). Sejumlah karya seni pertunjukan lain di antaranya mengkritik kacaunya arus lalu lintas di Bali (Jalan, 2005) dan menyoroti masalah sampah (video art: BH di Sepanjang Sungai Badung). Ia juga pernah menggelar happening art dan seni instalasi ‘’Unity in Diversity’’ di GWK Bukit Jimbaran (2013) yang dihadiri sejumlah tokoh nasional dan dunia di antaranya futurolog Alvin Toffler. Made Wianta kini masih dalam perawatan akibat kecelakaan sekitar tiga tahun silam yang membuatnya ha-
rus kerap berbaring dan berjalan dengan bantuan kursi roda. Istri Made Wianta, Intan Kirana, mengatakan keluarga menyambut baik kegiatan seni di Pasar Badung. Ia mengatakan seni dan perdamaian perlu terus digaungkan untuk mengingatkan khalayak selalu menjaga harmoni semesta seperti kerap dipesankan oleh Made Wianta. Pesan perdamaian itu pun kini digemakan kembali melalui pemasangan karya Made Wianta yang dilakukan dalam momen peringatan Sumpah Pemuda 28 Oktober 2019 yang akan berlangung hingga Hari Pahlawan 10 November 2019 di Pasar Badung.
Ini merupakan bagian dari kegiatan Festival Pasar Rakyat Denpasar 2019 sebagai spirit untuk membangun rasa perdamaian dan sikap welas asih untuk menghadapi persaingan global yang begitu kompleks dalam perkembangan pasar konvensional yang sebagian beralih ke digital. Tampil pula dalam perhelatan ini sejumlah seniman lintas bidang seperti Arahmaiani, Jun Bintang, Puja Astawa, Didi Suprapta, Komunitas Kaktus dan berbagai komunitas seni di Bali. Selain itu tampil pula seniman dari mancanegara di antaranya Magda (Rusia), Camilla Himmelbla (Denmark) Kevin Mirch (Prancis), dan Jasmin Okubo (Jepang). (kmb)
Bali Post/win
HUT Ke-15 SMK PGRI 5 Denpasar
Perkuat Bahasa Asing, Lahirkan Lulusan ’’Go International’’ SIVITAS akademika SMK PGRI 5 Denpasar yang akrab dipanggil Skagrima, Sabtu (2/11) lalu larut dalam kegembiraan merayakan HUT ke-15 di the Inna Grand Bali Beach. Puncak HUT ditandai pemotongan tumpeng oleh Kepala SMK PGRI 5 Denpasar Dra. Ni Ketut Nuka. Puncak HUT dihadiri Kabid Menengah Kejuruan Disdikpora Bali Made Sutarjana, Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., Ketua YPLP Provinsi PGRI Bali Dr. I Made Suada, M.Si., Ketua PGRI Bali Dr. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd., Ketua PGRI Denpasar Nyoman Winata dan Pembina Drs. I Made Buda Astika. Saat itu ditampilkan tari kebesaran SMK PGRI 5 Denpasar ‘’Ardhanareswari Puja’’, ide gagasan Ni Ketut Nuka, dengan penata tabuh Wayan Bagiada, S.Sn. dan penata tari Agus Budiarta. SMK PGRI 5 Denpasar dikenal sekolah swasta dengan jumlah siswa terbayak di Bali (2.529 orang), unggul dan berkualitas. Di usia ke15 tahun, Kasek Ketut Nuka memberi penguatan bahasa asing yakni Inggris dan Jepang sesuai tuntutan era revolusi industri 4.0. Ini dibuktikan lulusannya go international banyak
diterima bekerja di Jepang. Tahun ini SMK PGRI 5 Denpasar menambah penguatan bahasa Jepang yakni dua jam/ minggu. Sekolah ini mendapat bantuan native speaker dari Japan Foundation Nozomi Inukai dibantu tiga guru Jepang lainnya. Bahkan alumninya yang pernah bekerja di Jepang ikut menyaksikan kemeriahan HUT. ‘’Dengan penguatan bahasa Jepang, semakin banyak lulusan kami bekerja di luar negeri,’’ ujarnya. Selain itu, SMK PGRI 5 Denpasar terus melakukan inovasi dan berkreasi serta bertransformasi guna menjadi lembaga pendidikan bermutu. Ni Ketut Nuka juga menggarap kualitas SDM guru yang profesional, menambah guru produktif dan memperkuat pendidikan karakter siswa. Program ini sejalan dengan visi Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ berlandaskan Tri Sakti Bung Karno. Langkah ini diberi apresiasi oleh Kabid Menengah Kejuruan Made Sutarjana yang menekankan mestinya lulusan SMK di Bali jangan menjadi jago kandang hanya mencari pekerjaan di dalam negeri. Dia salut dengan SMK PGRI 5 Denpasar yang terus menambah kompetensi bahas asing guna
memenangkan persaingan di luar negeri. Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Nengah Madiadnyana mengatakan, SMK PGRI 5 Denpasar di bawah kepemimpinan Ketut Nuka banyak mengalami kemajuan. Ini disebabkan tata kelolanya berorientasi jauh ke depan menyiapkan SDM Bali yang profesional dan go international. Hal ini wajib dilakukan SMK sebagai bukti lembaga pendidikan vokasional yang mencetak naker siap pakai. Hal itu dibenarkan oleh Ketua Komite Drs. I Wayan Darya Kusuma bahwa SMK PGRI 5 Denpasar dibuat semakin mandiri dan profesional. Komite mendukung semua agenda sekolah guna menjadikan sekolah ini makin mandiri, berprestasi berlandaskan budaya Bali. Hal ini pas dengan tema HUT ‘’Kita tingkatkan kualitas siswa yang beretika dan berdudaya dan berlandaskan Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Ketua Panitia HUT A.A. Gede Agung Udiyana Putra menambahkan, serangkaian HUT diadakan aksi sosial, kebersihan sampah plastik dan lomba program keahlian. Selain itu memberi penghargaan bagi siswa dan guru berprestasi. (ad064)
ST Tunjung Mekar Pegiat Seni
SELAIN mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, ST Tunjung Mekar, Banjar Abiannangka Klod, Kesiman Petilan, Denpasar mendapat apresiasi berupa piagam penghargaan dari desa dan karang taruna sebagai pegiat seni di Desa Kesiman Petilan. Piagam ini diraih karena selama pergelaran Pentas Seni Budaya yang bertajuk ‘’Ngunda Rasaning Klangon’’, dipentaskan berbagai jenis seni. Mulai dari pawai budaya, seperti demonstrasi mural, demonstrasi seniman tua (Ida Bagus Anom Widia), Roras Pesel, Baleganjur, Adimerdangga, Okokan Tabanan, kostum karnaval, dan fire dance. Selain itu, berbagai jenis lomba seni juga digelar. Di antaranya lomba tari Jauk Manis dan makendang tunggal se-Bali. Sedangkan pada puncaknya, Senin (28/10) lalu dipentaskan sejumlah hiburan menarik. Seperti Dolanan, Janger Ngandrung,
Bali Post/win
PENGHARGAAN - Ida Bagus Eka Haristha saat menerima penghargaan dari Wawali Denpasar Jaya Negara pada penutupan Pentas Seni Budaya ST Tunjung Mekar, Banjar Abiannangka Klod. tari kebesaran ‘’Kumuda Sumar’’, yang diakhiri dengan pelantikan pengurus baru ST Tunjung Mekar periode 2019-2022. Inisiator kegiatan Ida Bagus Eka Haristha, S.Pd.
mengatakan pada penuputan festival budaya yang dihadiri Wakil Wali Kota Denpasar Jaya Negara dan Panglingsir Puri Agung Kesiman A.A. Ngurah Gede Kusuma Wardana ini dilakukan pengesahan
penyatusan empat banjar yaitu Banjar Abiannangka Kelod, Banjar Abiantubuh, Banjar Pabean, dan Banjar Dajan Tangluk dengan nama Penyatusan Catur Bhakta. ‘’Meriah dan apresiasi masyarakat luar biasa dengan adanya pelantikan pengurus baru. Apalagi kami menampilkan pementasan masyarakat lokal dari anak-anak hingga lansia yang terdiri dari dolanan anak, tari kebesaran remaja, janger PKK lansia, pementasan Okokan dari Banjar Delod Puri Tabanan,’’ ujar Gus Eka. Kesuksesan festival yang digelar, diakui berkat dukungan dari komunitas-komunitas muda dan masyarakat Banjar Abiannangka Kelod dan ST Tunjung Mekar dalam upaya pelestarian dan pengembangan seni yang melibatkan generasi muda. Di samping juga untuk menuangkan segala potensi kreativitas seni yang dimiliki para generasi muda. (win)
JEPANG - Kasek Ni Ketut Nuka bersama Madiadnyana dan Wayan Darya Kusuma bersama native speaker dari Jepang Nozomi Inukai di sela-sela HUT ke-15 SMK PGRI 5 Denpasar.