12 HALAMAN
NOMOR 77 TAHUN KE 71 Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha
Bali Post
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Ngopi Bareng Gubernur Wayan Koster
Serap Aspirasi Masyarakat dengan Santai
NGOPI BARENG - Gubernur Bali Wayan Koster memiliki cara tersendiri dalam menyerap aspirasi masyarakat. Dikemas dengan gaya ngopi bareng, kegiatan ini diharapkan bisa lebih mendekatkan diri dengan masyarakat.
MENIKMATI secangkir kopi di warung, kafe atau ruang tamu sekalipun, itu sudah biasa. Tetapi jika ngopi dilakukan beramai-ramai, apalagi diisi dengan obrolan santai terkait menata pembangunan Bali, mungkin sensasinya akan berbeda. Pemandangan ini tampak terlihat Jumat (2/11), ketika Gubernur Bali Wayan Koster menyempatkan diri ngopi bareng bersama masyarakat Desa Dauh Peken, Dajan Peken dan Delod Peken Kecamatan Tabanan, serta Desa Buruan Kecamatan Penebel usai memimpin Rapat Koordinasi Cabang di Kantor DPC PDI Perjuangan Tabanan dalam rangka menghadapi
Pemilu Legislatif dan Pilpres 2019. Tak ada kesan formal dan protokoler, ngopi bareng Gubernur Koster dengan masyarakat tersebut memang bersifat spontanitas sebagai upaya menyerap aspirasi dari masyarakat. Tampak juga hadir sejumlah petinggi PDIP seperti Made Urip, Ketua DPRD Bali Nyoman Adi Wiryatama, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya dan sejumlah anggota DPRD provinsi dan kabupaten. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyatu saat orang nomor satu di Bali ini ngobrol sembari ngopi bareng bersama
masyarakat. Bahkan, Gubernur Bali Wayan Koster tidak segan duduk lesehan seperti ngobrol di balai banjar sebagaimana umumnya dilakukan oleh masyarat setempat. Apalagi dalam obrolan tersebut juga diselingi guyonan dengan ciri khas logat Bulelengnya yang menambah keakraban pada masyarakat. Setelah menikmati sajian kopi, Gubernur Koster mengucapakan terima kasih atas doa dan dukungan masyarakat setempat, sehingga pada Pilgub Bali 27 Juni lalu bisa meraih kemenangan dengan perolehan suara 68 persen di Kabupaten Tabanan, dan mampu mengantarkan Koster menjadi Gubernur Bali ber-
pasangan dengan Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menjadi Wagub 2018-2023. Pada kesempatan itu, Gubernur Koster juga memohon doa dan dukungan serta turut mengawal dirinya agar dapat melaksanakan tugas menata pembangunan Bali secara menyeluruh melalui visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Beragam aspirasi masyarakat pun muncul seperti penyelesaian wantilan, peningkatan bantuan ke desa adat dan permohonan agar bantuan ke desa adat disalurkan langsung ke rekening desa adat, langsung ditanggapi oleh Gubernur Koster. Hal. 11 Berjanji Memenuhi
Lagi, Tiga Korban JT610 Teridentifikasi
Jakarta (Bali Post) – Tiga korban kecelakaan Pesawat Lion Air JT610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang, Bangka Belitung, kembali teridentifikasi oleh tim Indonesia Automatic Finger Print Identification System atau Identifikasi TKP (INAFIS) Polri pada Sabtu (3/11) kemarin. Tiga korban teridentifikasi tersebut, hasil dari pemeriksaan pada 73 kantong jenazah yang tiba di Rumah Sakit Polri Raden Said Sukanto sejak Senin (29/10). ‘’Hari ini (kemarin - red) berhasil teridentifikasi tiga korban kecelakaan Lion Air JT610 atas nama Endang Sribagusnita, Wahyu Susilo dan Fauzan Azima hasil dari pemeriksaan pada 73 kantong jenazah yang berisi potongan tubuh dan telah melalui sidang rekonsiliasi,’’ kata Kepala DVI Rumah Sakit Polri Kombes Pol. Lisda
Cancer saat konferensi pers di RS Polri Raden Said Sukanto, Jakarta Timur, Sabtu petang kemarin. Dengan ini sudah ada tujuh jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610 yang teridentifikasi setelah sebelumnya empat jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610 yang teridentifikasi yakni atas
nama Jannatun Cintya Dewi, Candra Kirana, Monni dan Hizkia Jorry Saroinsong. Pesawat Lion Air JT610 mengalami kecelakaan dan jatuh di perairan Tanjungpakis Kabupaten Karawang, Jawa Barat pada Senin (29/10), setelah sebelumnya hilang kontak selama tiga jam sejak pukul 06.33 WIB. (ant)
Bali Post/ant
DIEVAKUASI - Ban pesawat Lion Air JT610 dievakuasi dari kapal LCU KRI Banda Aceh ke Posko SAR Tanjung Priok, di Jakarta, Sabtu (3/11) kemarin. Puing pesawat jatuh di perairan Tanjung Karawang tersebut selanjutnya akan diperiksa Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
BPJS Kesehatan
Diperlukan Masyarakat, Sistem Rujukannya Perlu Dievaluasi Tidak dimungkiri kehadiran BPJS Kesehatan sangat diperlukan masyarakat untuk mendapatkan akses layanan kesehatan. Namun, belakangan layanan BPJS Kesehatan banyak menuai keluhan. Salah satunya layanan rujukan online. Karena itu sistem rujukan online ini perlu dievaluasi.
FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) Nama PPK
Denpasar
44 Puskesmas 168 Dokter Umum 54 Dokter Gigi 55 Klinik 7 Faskes TK I TNI 5 Faskes TK I Polri RS D Pratama/ Rumah Bersalin/ Balai Pengobatan/Setara Total Faskes TK I 333
Sub Total Prov Bali 120 316 89 85 15 12
Klungkung
Singaraja
46 85 19 27 5 4
30 63 16 3 3 3
2
1
3
188
119
640
FKRTL (Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan) Nama PPK RS Pemerintah RS Khusus RS Swasta RS TNI RS Polri Klinik Utama/ Balai Kesehatan
Sub Total Prov Bali 11 2 29 2 1
Denpasar
Klungkung
Singaraja
5 1 16 1 1
4 1 8 -
2 5 1 -
5
-
1
6
13
9
51
Total Faskes TK Lanjutan 29
PESERTA BPJS KESEHATAN DI BALI : 3.540.370
Pentingnya manfaat BPJS Kesehatan diakui Ken Wirianti (43), istri salah seorang pasien RSUP Sanglah. Dihubungi baru-baru ini, ia menuturkan suaminya, Wayan Eka Suarnaya, mengalami gagal ginjal, sehingga memerlukan cuci darah rutin. Sekali cuci darah diperlukan biaya Rp 1,2 juta. Itu dilakukan 2–3 kali seminggu. Dalam sebulan 8-12 kali cuci darah. Beruntung telah ter-cover BPJS Kesehatan, sehingga selama kurang lebih empat tahun
melakukan cuci darah, biayanya ditanggung BPJS Kesehatan. Mendengar adanya layanan cangkok ginjal di RSUP Sanglah, ia pun berupaya agar suaminya bisa melakukan hal itu. Akhirnya pada Juli lalu suaminya bisa melakukan cangkok ginjal. Itu juga atas pembiayaan dari BPJS Kesehatan. Biaya cangkok ginjal sangat mahal sekitar Rp 250 juta. Hal. 11 Sangat Terbantu
SEBENARNYA jika aturan rujukan berjenjang itu diikuti dari awal, tidak ribet. Hal itu diakui Nyoman Windhu (67), warga Kerambitan, Tabanan. Ia sudah menjadi peserta JKN sejak awal asuransi kesehatan milik pemerintah ini diluncurkan. Mengidap glukoma dan katarak, menyebabkan Windhu harus kontrol rawat jalan sebulan sekali. Agar bisa mendapatkan pengobatan, Windhu selalu memeriksakan diri ke dokter keluarga. Di sana akan diberikan rujukan ke RS yang bisa melayani
pemeriksaan mata. ‘’Awalnya ke RSU Kasih Ibu Tabanan. Dulu malah harus mengurus rujukan sebulan sekali ke dokter keluarga. Setelah kerja sama BPJS sempat putus dengan RSU Kasih Ibu Tabanan, saya dirujuk ke BRSU Tabanan. Dari sana saya dapat rekomendasi dari dokter mata kalau mau kontrol tidak perlu ke dokter keluarga lagi meminta rujukan, tetapi bisa langsung ke BRSU,’’ jelasnya. Hal. 11 Peraturan Baru
Ikuti Aturan, Sesungguhnya Tak Ribet
Harus Bersinergi SETELAH muncul beberapa kekisruhan pada layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan Deputi Direksi Wilayah Bali, NTB, dan NTT pun angkat bicara. Kabid Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Cabang Denpasar dr. Ni Made Adhe Sugi Windarian pada saat acara Bali Post Editorial, Kamis
(1/11) di Warung 63, Jalan Veteran Denpasar menjelaskan, BPJS tidak bisa berjalan sendiri dalam melayani kesehatan masyarakat. BPJS harus bersinergi dengan pemangku kepentingan yang lain seperti IDI, Persi, rumah sakit, Dinas Kesehatan. Hal. 11 Bersatu Padu
’’Memang harus bersatu-padu melayani peserta JKN-KIS untuk membangun Indonesia yang lebih sehat.’’ dr. Ni Made Adhe Sugi Windarian
Festival Taichung World Flora 2018 Dibuka
Hadirkan Empat Taman Bertema Menarik
BPM/kmb
PEMBUKAAN - Suasana pembukaan Festival Taichung World Flora 2018, Sabtu (3/11) kemarin.
Taichung Festival Taichung World Flora 2018 diselenggarakan di Kota Taichung, Taiwan. Festival ini digelar mulai Sabtu (3/11) kemarin hingga 24 April 2019 mendatang. Festival diikuti oleh 35 negara, termasuk Indonesia. Presiden Taiwan Tsai Ing-Wen turut ambil bagian dengan membuka festival
ini kemarin. Menurut situs resmi acara ini, Taichung World Flora mengambil ide dasar dari GNP yaitu Green, Nature and People. Kelestarian lingkungan menjadi tujuan utama diselenggarakannya acara ini. Tema besar yang dipilih untuk tahun ini adalah ‘’The Sound of Blomming’’.
Demi kenyamanan pengunjung, area seluas 60 hektar disulap menjadi venue festival ini. Ada empat taman dengan tema yang berbeda-beda. Houli Horse Ranch Area, Forest Park Area, Waipu Yongfeng Park Area dan Fongyuan Huludun Park Area adalah taman-taman yang memanjakan pengunjung.
Selain itu, keempat taman tersebut juga didesain dekat dengan alat transportasi public, sehingga memudahkan akses bagi mereka yang ingin menyaksikan festival ini. Situs tersebut juga menjelaskan bahwa acara ini diharapkan akan mampu menarik 8 juta pengunjung, baik dari dalam maupun dari luar negeri. (kmb33)
2
Daerah
Minggu Pon, 4 November 2018
Polres Bangli Gelar Sertijab Wakapolres dan Kasat Lantas Bangli (Bali Post) Polres Bangli, Sabtu (3/11) kemarin menggelar apel serah terima jabatan (sertijab) Wakapolres dan Kasat Lantas. Apel sertijab yang digelar di halaman Mapolres Bangli dipimpin Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo. Upacara serah terima jabatan diawali dengan penanggalan tanda jabatan dari pejabat lama dan penandatanganan pakta integritas pejabat baru serta pengambilan sumpah jabatan oleh inspektur upacara. Berdasarkan Keputusan Kapolda Bali Nomor:KEP/607/X/2018, Kompol I Ketut Gelgel yang selama ini menjabat Wakapolres Bangli kini dimutasi sebagai Kasubag Diapers Bag Dalpers Biro SDM Polda Bali. Posisinya sekarang digantikan Kompol I Made Krishna Mahardhika, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolsek
Kawasan Udara Ngurah Rai, Polresta Denpasar. Sementara AKP I Dewa Made Ariana yang selama ini menjabat Kasat Lantas Polres Bangli kini dimutasi sebagai Kanit V Sat PJR Dit Lantas Polda Bali. Jabatan Kasat Lantas kini diisi AKP I Nengah Sona yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit 1 Sat PJR Dit Lantas Polda Bali. Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo dalam sambutannya menyampaikan bahwa pergantian pejabat dalam suatu organisasi khususnya pada institusi Polri merupakan suatu kebutuhan dan harus dilakukan karena hal tersebut merupakan salah satu bentuk pembinaan karier personel di samping upaya penyegaran dan restrukturisasi organisasi Polri. ‘’Kita sadari bahwa jabatan merupakan amanah dari Tuhan Yang Maha Esa, yang harus kita emban den-
SERTIJAB - Acara sertijab Wakapolres dan Kasat Lantas di Mapolres Bangli, Sabtu (3/11) kemarin.
gan sebaik-baiknya. Untuk itu kita sebagai anggota Polri agar selalu siap ditugaskan di mana saja dan kapan saja oleh pimpinan untuk memenuhi kebutuhan organisasi, sehingga dengan demikian kita dapat memandang secara positif setiap adanya pergantian jabatan di lingkungan Polri,’’ kata AKBP Agus. Kepada kedua pejabat lama yang telah banyak memberikan konstribusi positif untuk kemajuan Polres Bangli, AKBP Agus mengucapkan terima kasih. Demikian juga kepada Bhayangkarinya yang selama ini selalu mendampingi suaminya bertugas di Polres Bangli, Kapolres menyampaikan terima kasih. ‘’Kepada pejabat yang akan meninggalkan Polres Bangli, kami ucapkan selamat bertugas di tempat yang baru. Jangan lupakan kalau kita adalah keluarga besar, sehingaa hubungan yang terjalin selama ini tidak putus sampai di sini, tingkatkan kreativitas di tempat tugas yang baru demi kemajuan Polri,’’ katanya. Kepada pejabat yang baru, AKBP Agus mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung. ‘’Para pejabat yang baru harus segera menyesuaikan diri, mengingat tugas-tugas ke depan sangat padat yang memerlukan kesiapan fisik dan mental personel seperti kegiatan rutin dan pengamanan Pemilu 2019,’’ pungkasnya. (kmb40)
Kota Marseille Jajaki Kerja Sama Pariwisata dengan Bali Denpasar (Bali Post) Berbicara pariwisata Bali memang tidak ada habisnya. Keindahan destinasi wisatanya terus menjadi bahan pembicaraan mancanegara. Kini, Bali kembali dilirik pihak asing untuk diajak menjalin kerja sama. Ketertarikan itu datang dari Kota Marseille, yang terletak di pesisir tenggara Prancis. Melalui Direktur Kantor Pariwisata Marseille Maxime Tissot yang datang ke Bali, mengaku tertarik dengan Bali untuk menjajaki kerja sama di bidang pariwisata yang saling menguntungkan kedua belah pihak. ‘’Kami ingin menjajaki kerja sama dalam meningkatkan kunjungan wisatawan antara Bali dan Marseille, mengingat potensi pariwisata yang dimiliki Marseille dan Bali yang terbukti dengan kunjungan wisatawan yang terus meningkat. Dan bila perlu, merancang penerbangan secara langsung dari Marseille ke Bali maupun sebaliknya,’’ tandas Maxime Tissot saat ditemui di Renon, Denpasar, Sabtu (3/11) kemarin. Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga mengajak Bali untuk bekerja sama di bidang kapal pesiar (cruise
line). Pihaknya pun telah siap menerima Bali untuk belajar tentang sistem pelabuhan kapal pesiar di Marseille. Menurutnya, kota Marseille dengan jumlah penduduk 1 juta jiwa, dalam setahun dikunjungi sebanyak 7 juta wisatawan mancanegara, sehingga sangat strategis untuk melakukan promosi pariwisata di Marseille. ‘’Jadi kita akan siapkan satu tempat berupa counter tentang informasi Bali, begitupun sebaliknya, kita minta satu counter yang memuat informasi pariwisata Marseille,’’ ujarnya seraya mengatakan, pihaknya juga telah bertemu dengan Bali Tourism Board (BTB) untuk membahas kerja sama ini. Sementara itu, fasilitator Gede Pasek Suardika yang juga anggota DPD-RI Dapil Bali mengatakan, dengan adanya kerja sama ini maka akan mampu menekan biaya promosi pariwisata. ‘’Mereka untung kita juga untung. Karena orang berlibur tidak mungkin ke satu tempat itu saja. Apalagi jumlah kunjungan wisatawan ke sana 700 persen lebih banyak dari jumlah penduduknya yang hanya 1 juta jiwa,’’ ujarnya. Kerja sama terkait counter
yang memuat informasi pariwisata tersebut sangat sederhana. Karena masing-masing pemerintah akan mendanai counter itu dan hasilnya dipakai silang. ‘’Mereka sudah menerima ide tersebut, dan sekarang tinggal pemerintah di sini menanggapinya. Bahkan mereka menawarkan kita jika ingin belajar pengelolaan pelabuhan khusus pariwisata, mereka siap memfasilitasinya,’’ jelasnya. Berdasarkan pengamatannya pada saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Marseille bersama rombongan DPD-RI, dikatakannya, pengelolaan pelabuhan, khusus pariwisata di Marseille sendiri sangat baik. Sebab, sebelumnya dirinya telah melakukan kunjungan kerja ke Kota Marseille bersama rombongan DPD-RI. Karena begitu wisatawannya turun akan langsung disuguhi berbagai agenda wisata. Sehingga secara tidak langsung membuat para wisatawan menjadi tertarik untuk berkunjung maupun berbelanja. ‘’Wisatan yang datang dengan cruise line sendiri pasti level atas. Karena tidak sembarangan yang ikut, dan pasti spend money yang tinggi,’’ pungkasnya. (win)
Jalan Menuju Pura Rwa Bineda Rusak Berat Amlapura (Bali Post) Infrastruktur berupa jalan rusak di Karangsem masih saja banyak dijumpai. Seperti halnya jalan menuju Pura Rwa Bineda, Seraya Timur, kondisinya rusak berat. Warga berharap jalan tersebut bisa segera diperbaiki. Berdasarkan pantauan di lapangan, akses jalan menuju Pura Rwa Bineda kondisinya rusak berat. Batu geladak bermunculan ke permukaan. Pura Rwa Bineda di-empon oleh tiga banjar adat yakni Banjar Adat Gili Selang, Banjar Adat Batu Kori dan Banjar Adat Tanah Barak. Jika ada upacara jalan ini ramai dilalui oleh warga. Akses jalan itu digunakan oleh masyarakat setempat sebagai jalur utama. Warga setempat, I Gede Suwastawa, mengatakan ruas jalan di wilayah tersebut mulai dari pertigaan Banjar Tanah Barak menuju tempat parkir Pura Rwa Bineda rusak parah sejak proyek pembuatan pertama tahun 2000-an, namun sampai saat ini belum ada perbaikan. ‘’Padahal banyak pamedek yang datang untuk melakukan persembayangan dan nunas tirta ke Pura Rwa Bineda. Bahkan sejumlah pejabat dari luar Karangasem juga bersembahyang,’’ ujarnya. Atas kondisi itu, Suwastawa berharap supaya jalan ini bisa segera diperbaiki. Mengingat, jalan ini merupakan akses jalan utama yang dilalui oleh warga menuju Desa Amed Bunutan. ‘’Saya harap jalan ini bisa diperbaiki, sehingga akses jalan bisa lebih bagus untuk dilalui oleh masyarakat,’’ jelasnya. (kmb41)
BPM/ist
RUSAK - Akses jalan di Dusun Tanah Barak, Desa Seraya Timur rusak berat.
BPM/mud
KORBAN - Kebakaran lahan merenggut korban jiwa diduga karena terjebak dalam kebakaran di kebun bambu Banjar Dinas Sambangan, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Sabtu (3/11) kemarin.
Kebakaran di Kebun Bambu
Seorang Kakek Tewas
Singaraja (Bali Post) – Nasib naas dialami warga lanjut usia (lansia) Gede Sumandra alias Kaki Ribut (78), warga Banjar Dinas Sambangan, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada. Dia tewas akibat tersambar api kebakaran di kebun bambu tidak jauh dari rumahnya, Sabtu (3/11) kemarin. Kejadian ini kontan saja membuat warga sekampungnya heboh. Selain akibat luka bakar, diduga korban mengembuskan napas terakhirnya akibat kepulan asap di lokasi kejadian. Informasi dikumpulkan di lokasi kejadian menyebutkan, sebelum kejadian korban mengantar dua orang rekannya melihat bambu yang akan dijual. Sambil melihat bambu yang akan dijualnya itu, diduga korban tidak sengaja menyulut api di bawah rimbunnya bambu. Setelah korban menghidupkan api, kedua rekannya itu lebih awal meninggalkan lokasi. Sedangkan korban masih berada di sekitar lokasi sambil membersihkan kebun bambu miliknya. Karena angin kencang, semak dan daun bambu yang mengering karena musim kemarau itu mudah terbakar. Api semakin membesar sampai titik api semula di timur sungai meluas sampai ke barat sungai. Di tengah kobaran api itu, diduga korban hendak meninggalkan lokasi karena api terus membesar. Naas diduga korban terjebak di lokasi hingga tubuhnya terbakar dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Beruntung, api cepat bisa di-
padamkan, sehingga jenazah korban bisa dievakuasi oleh anaknya dibantu personel Bhabinkamtibmas dan tetangganya yang mengetahui kejadian tersebut. Saksi yang melihat kejadian itu, Nyoman Widarta (40). Ia menuturkan, sebelum kejadian sekitar 07.00 Wita saksi melihat korban dan dua orang melihat bambu yang akan dijual oleh korban. Tidak berselang lama, Widarta tiba-tiba terkejut setelah melihat ada kobaran api di lahan kebun bambu milik korban. Dia kemudian berusaha melihat sambil memadamkan api. Saat itu korban ditemukan dengan posisi bersandar di sebuah gundukan tanah. Saat ditemukan kondisi korban penuh luka bakar dan tragisnya korban sudah meninggal dunia. Widarta kemudian memberi tahu anak dan menantu untuk mengevakuasi korban dari lokasi kejadian. ‘’Saya tidak tahu tiba-tiba saja ada api membesar dan sebelumnya
korban mengantar dua orang yang akan membeli bambu korban, namun dua warga itu sudah lebih awal kembali dan korban sendirian di lokasi. Tiba-tiba ada api membesar dan saya lihat dia (korban) penuh luka bakar dan meninggal dunia,’’ jelasnya. Setelah berhasil mengevakuasi korban, api terus meluas membakar semak dan daun bambu yang mengering. Karena semakin besar, saksi kemudian menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng untuk mohon bantuan pemadaman. Tidak berselang lama, pemadam tiba di lokasi kejadian dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.00 Wita. Sementara itu, anak kandung korban, Ketut Suweja, ditemui di rumah duka tidak bisa menyembunyikan kesedihannya atas kematian orangtuanya. Sehari-hari dia tinggal bersama korban dan ibunya yang juga sudah lanjut usia. Saat kejadian, Suweja sedang pergi
mengantar pohon kamboja. Tidak berselang lama, tibatiba dihubungi oleh istrinya bahwa ayahnya terjebak dalam kebakaran ladang di dekat rumahnya. Setelah balik dan melihat ke lokasi, dia terkejut kalau orangtuanya telah meninggal dunia dengan cara naas. ‘’Setelah saya angkat masih ada api membakar pakaiannya dan luka paling parah di punggung atas, dada, sebagian kaki, dan di kepala,’’ katanya. Pascakejadian ini, keluarga korban masih mencari hari baik untuk upacara penguburan jenazah sesuai kebiasaan di Desa Sambangan. Menunggu hari baik itu, kemarin keluarga langsung menggelar upacara ngulapin karena kematian korban dengan cara tidak wajar. Apalagi, beberapa tahun sebelumnya orangtuanya pernah juga membuat api di kebun bambu untuk memudahkan membersihkan semak dan rumput liar di kebun miliknya itu. Sementara itu, jajaran Poslek Sukasada telah mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan keluarga korban. Kematian korban diduga kuat murni karena kebakaran lahan, dan keluarga korban menolak dilakukan outopsi. (kmb38)
Lestarikan Subak Melalui Lomba ’’Lelakut’’
Denpasar (Bali Post) Dinas Kebudayaan Kota Denpasar terus menggencarkan penguatan program Subak Lestari serta mengedepankan kebudayaan dan kearifal lokal. Salah satunya yakni menggelar lomba petakut sawah (lelakut), pindekan, dan sunari. Lomba ini digelar di area persawahan Subak Buaji, Kesiman, Jalan Sedap Malam, Denpasar, Sabtu (3/11) kemarin. Kegiatan tersebut dibuka Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara dengan membunyikan Kerpuakan. ‘’Program Subak Lestari yang digaungkan Pemkot Denpasar selain juga membenahi segi teknis, juga membantu petani untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas pertanian lewat program asuransi pertanian, serta memberikan program beasiswa bagi anak petani yang masih bersekolah. Melalui lomba lelakut, pindekan dan sunari ini diharapkan dapat menjadi upaya pengenalan dan pelestarian unsur penting pertanian di Kota Denpasar,’’ ujar Jaya Negara. Lebih lanjut, menurut Jaya Negara, pergeseran seperti alih fungsi lahan dan berubahnya pola budaya agraris masyarakat merupakan sesuatu yang tak bisa dihindarkan. Menanggapi fenomena ini perlu lebih digencarkan inovasi seperti urban farming dan pertanian hidroponik
yang tidak memerlukan lahan luas namun mampu menghasilkan produktivitas hasil pertanian yang sesuai. Di samping itu, dalam lomba kali ini, dengan keterlibatan generasi muda dalam penguatan budaya mampu memberikan inovasi dan kreativitas yang baik dalam mendukung kesejahteraan rakyat. Jaya Negara juga mengharapkan lomba ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan lewat kemasan kreatif melibatkan
anak-anak serta sekaa teruna di banjar-banjar. ‘’Program ini harus terus dilaksanakan guna mengenalkan sekaligus pola budaya kearifan lokal agraris secara berkesinambungan di tengah kemajuan peradaban,’’ ungkapnya. Ketua Majelis Madya Subak Kota Denpasar Wayan Jelantik mengatakan, pelaksanaan Lomba Petakut, Pindekan dan Sunari bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat untuk melestarikan budaya persubakan
berdasarkan konsep Tri Hita Karana di Kota Denpasar. Dalam kegiatan ini diikuti perwakilan subak dari setiap kecamatan di Kota Denpasar. ‘’Pelaksanaan lomba petakut, pindekan dan sunari diharapkan mampu merangsang kreativitas sekaa-sekaa subak maupun sekaa teruna yang berpartisipasi di dalamnya, di samping memberikan pemahaman tentang filosofi petakut, pindekan dan sunari yang harus dijaga,’’ ujar Wayan Jelantik. (kmb12)
PETAKUT - Suasana Lomba Petakut (Lelakut) di Subak Buaji, kemarin.
BPM/ara
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Minggu Pon, 4 November 2018
Di Kebun Hatten Wines
Panen Anggur Syrah Pertama di Indonesia Kembali menjadi yang pertama membuat Hatten Wines melanjutkan tradisinya sebagai perintis dari setiap inovasi yang dilakukan, Hatten Wines Team untuk pertama kalinya di Indonesia telah berhasil menanam anggur jenis Syrah di kebun-kebun anggur mereka yang indah di Buleleng Utara, Bali. Pada Jumat (2/11), pendiri Hatten Wines, CEO dan perintis pembuatan wine di Asia, Ida Bagus Rai Budarsa (Gus Rai), bersama dengan winemaker-nya James Kalleske dan tim Hatten menjadi tuan rumah bagi keluarga, teman, rekan dan media yang datang untuk bersama-sama menyaksikan dan ikut terjun langsung panen perdana dari anggur jenis Syrah yang ditanam di Bali dan Indonesia, menandai titik balik dramatis dalam sejarah Hatten Wines, dan winemaking Bali juga Indonesia secara keseluruhan. Dengan dukungan dan dorongan dari Gus Rai, winemaker Hatten Wines James Kalleske memulai program R & D Hatten modern pada tahun 2014, memperluas ke lebihan dari 30 varietas internasional pada tahun 2016, bepergian ke negara-negara seperti Brazil dan Thailand untuk melakukan penelitian tentang pemeliharaan anggur
yang ditanam di iklim tropis. Syrah dan Shiraz adalah nama untuk menggambarkan buah anggur yang sama dari tanaman yang sama, hanya dalam budaya yang berbeda. Secara tradisional nama Syrah digunakan untuk menggambarkan tipe wine yang dibuat dari anggur Shiraz yang menunjukkan karakter finesse and a lighter body dalam winenya. “Kami telah memilih untuk merujuk jenis anggur Bali kami yang baru dipanen ini dan pertumbuhan atas anggur ini berikutnya menggunakan nama Syrah dengan dasar alasan di atas, karena kami akan menghasilkan tipe red wine dengan medium-full bodied dengan karakter finesse dan sangat nyaman dinikmati
buah anggur yang ditanam di Bali ini,” ujarnya. Perlu diketahui bahwa rasa buah anggur akan berubah dari daerah ke daerah, sehingga kami yakin anggur Bali Syrah ini tentu akan menjadi keunikan sendiri untuk Bali. “Saya sangat senang dengan keberhasilan hasil panen dan penanaman jenis anggur syrah kami yang merupakan pertama kami di Bali. Ketika saya memulai perusahaan ini, saya tidak dapat membayangkan bahwa suatu hari kami akan memproduksi beragam jenis anggur dan bersaing di panggung dunia. Sekarang, setelah hampir 25 tahun kemudian, dengan panen komersial pertama anggur Syrah, kami akan memulai sejarah
baru dalam inovasi jenis anggur yang ditanam dan proses pembuatan wine dari Bali,” ujar Ida Bagus Rai Budarsa “Panen komersial pertama dari jenis anggur Syrah Hatten ini akan menjadi salah satu pencapaian paling membanggakan sejak saya mulai bekerja dengan Hatten 6 tahun yang lalu. Faktor pembatas dalam kapasitas pembuatan wine kami adalah kurangnya varietas anggur yang cocok yang dapat tumbuh di Bali. Dengan keberhasilan kami mengembangkan jenis anggur Syrah ini (dan segera akan dirilis Chenin Blanc dan Colombard dalam varietas anggur putih) kami tidak hanya merevolusi portofolio pembuatan anggur kami sendiri, tetapi masa depan viticulture Bali secara keseluruhan. Jenis anggur Syrah ini pasti akan tersebar di seluruh kancah pengembangan budi daya penanaman anggur di Bali, karena potensi untuk membuat wine dengan kualitas baik telah disadari cukup besar, dan ini dapat menjadi nilai tambah bagi cita-cita Gus Rai dan juga komitmennya untuk selalu men-support program R & D independen Hatten, dan dedikasi tim R & D Hatten,” ujar James Kalleske - Hatten Winemaker. (ad133)
Kawan Lama Retail Buka Toko Pertama di Gresik
KAWAN Lama Retail terus berekspansi dengan membuka toko pertama di Gresik, tepatnya di Icon Mall, Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo pada hari Jumat 26 Oktober 2018. Bisnis unit yang dibuka adalah ACE, yaitu pusat perlengkapan rumah tangga dan gaya hidup, dan INFORMA yaitu pusat furnitur dan aksesoris untuk hunian dan bisnis. Nana Puspa Dewi, Marketing Director Kawan Lama Group, menjelaskan pembukaan toko baru di berbagai kota di Indonesia merupakan komitmen Kawan Lama Retail untuk hadir lebih dekat dan menjangkau lebih banyak pelanggan. “Gresik merupakan kota baru dan pertama kalinya ACE dan INFORMA buka, di mana kami melihat peluang yang cukup baik karena Gresik merupakan kawasan yang sedang berkembang, ditambah dengan banyaknya pembangunan hunian baru dan hotel. Harapannya, dengan pembukaan ACE dan INFORMA di Gresik dapat memenuhi kebutuhan masyarakat kota ini akan perlengkapan rumah tangga, furnitur, hingga gaya hidup dengan staf dan pelayanan yang profesional,” katanya. ACE Di area seluas 2.200 m2, ACE Gresik menawarkan puluhan ribu jenis produk yang menjadi solusi untuk perlengkapan rumah tangga dan gaya hidup, seperti perkakas, hobi, travelling, hingga otomotif. Sesuai komitmen sebagai The Helpful Place, ACE juga memberikan kenyamanan berbelanja melalui pelayanan staf yang sigap serta layanan purnajual seperti layanan antar produk, layanan instalasi, garansi dan service produk.
Untuk keamanan produk yang dibeli di ACE, pelanggan dapat memanfaatkan layanan ACE Assurance yaitu perlindungan menyeluruh terhadap kerusakan di luar kerusakan internal produk yang mencakup kerusakan akibat terjatuh, terbentur, terlindas, terjatuh ke dalam air, kebakaran, ledakan, kerusuhan, pemogokan, huruhara, maupun bencana alam seperti petir, badai, topan, gelombang pasang, banjir, gempa bumi, letusan gunung berapi, dan tsunami. Premi ACE Assurance cukup terjangkau, mulai dari Rp 79 ribu bagi member ACE Rewards dan Rp 99 ribu bagi non-member untuk pembelian sebagian besar produk seharga Rp 300 ribu–Rp 50 juta di seluruh toko ACE di Indonesia. Untuk kemudahan dan kenyamanan berbelanja, ACE kini telah memiliki aplikasi mobile yang dilengkapi beragam fitur penting serta memudahkan para pelanggan hanya dengan mengunduh ACE Mobile Apps di www.acehardware.co.id/app melalui pencarian kata kunci “ACE HARDWARE INDONESIA” dari Google Playstore bagi pengguna Android, atau App Store bagi pengguna iOS. Dengan pembukaan toko di Gresik saat ini, ACE telah memiliki 18 toko di Jawa Timur, dan secara nasional menjadi toko ke-169 di 40 kota di Indonesia, termasuk ACE Xpress yaitu konsep toko yang menyediakan beragam produk perlengkapan rumah tangga dan gaya hidup untuk kebutuhan sehari-hari dengan tampilan toko lebih ringkas, yang saat ini tersedia di Jakarta, Tangerang dan Bekasi. INFORMA INFORMA menghadirkan
inspirasi melalui beragam furnitur dan aksesoris untuk hunian maupun bisnis yang akan mewujudkan tampilan interior ruangan sesuai dengan gaya dan selera pelanggan. Di area lebih dari 2.400 m2, INFORMA Gresik hadir lebih lengkap dengan produk elektronik, serta menyediakan jasa konsultasi design interior untuk pemilihan produk dan konsep ruangan yang diinginkan. Untuk kenyamanan berbelanja, selain memberikan layanan antarproduk dan instalasi, Informa juga menyediakan layanan yang inspiratif seperti Furniture Protection dan Electronic Protection yaitu layanan proteksi untuk furnitur dan elektronik kesayangan, Pick & Move yaitu pemindahan produk INFORMA mulai dari pembongkaran, pengantaran, dan pemasangan produk kembali, serta Clean & Care yaitu jasa pembersihan sofa dan matras sampai dengan AC yang akan membantu untuk tidur dan hidup lebih sehat. Dengan pembukaan toko di Gresik saat ini INFORMA telah memiliki 12 toko di Jawa Timur, dan secara nasional menjadi toko ke-80 di 39 kota di Indonesia. Bagi pelanggan setia, ACE dan INFORMA memberikan reward dan kemudahan melalui program membership dengan keuntungan antara lain poin setiap belanja nominal tertentu, penukaran poin dengan voucher belanja atau produk menarik, belanja lebih hemat dengan poin (pay all with points), diskon khusus, gratis layanan antara dan instalasi serta promo khusus di merchant yang bekerja sama dengan Kawan Lama Retail. Untuk kemudahan bertransaksi, disediakan juga fasilitas cicilan 0% hingga
24 bulan menggunakan kartu kredit bank partner. Khusus di INFORMA, cicilan bisa tanpa kartu kredit melalui jasa pembiayaan yang bekerja sama dengan INFORMA, salah satunya adalah Danakini yaitu layanan finansial di bawah naungan Kawan Lama Group. Untuk kemudahan berbelanja, produk ACE dan Informa saat ini bisa didapatkan secara online melalui authorized online retailer dari Kawan Lama Group di www.ruparupa.com. Memeriahkan pembukaan ACE dan INFORMA ICON Mall Gresik, beragam penawaran menarik dihadirkan untuk para pelanggan, seperti Super Spesial yaitu harga khusus untuk produk dengan jumlah terbatas yang berlangsung hanya tiga hari hingga 28 Oktober 2018 dan penawaran menarik lainnya yang berlangsung hingga 4 November 2018 seperti harga spesial untuk produk pilihan, hadiah langsung setiap belanja nominal tertentu, serta gratis voucher belanja dari flyer preopening. Aksi sosial juga menjadi agenda perayaan pembukaan ACE dan INFORMA ICON Mall Gresik melalui Kawan Lama Foundation, yaitu yayasan yang menaungi kegiatan CSR Kawan Lama Group, dengan melakukan aksi lingkungan hidup yaitu kegiatan bersih-bersih dan donasi alat kebersihan (tempat sampah outdoor dan sapu kebun) serta rak buku untuk Masjid Agung Gresik yang dijadwalkan sekitar satu bulan setelah pembukaan toko. Program ini dilakukan sebagai realisasi salah satu dari empat pilar kegiatan CSR Kawan Lama Foundation, yaitu pendidikan, kemanusiaan, lingkungan hidup dan pengembangan masyarakat. (bns1)
Tingkatkan Terciptanya Industri Rumah Tangga
Disperindag Kota Denpasar Gelar Pelatihan Pengolahan Pangan UNTUK menambah pengetahuan, keterampilan dan membuka peluang usaha baru serta meningkatkan pendapatan warga, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar kembali menggelar pelatihan industri agro, Sabtu (3/11) kemarin, di Balai Banjar Biaung Asri, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar. Kali ini pelatihan difokuskan dalam pengolahan
pangan menjadi sejumlah jajanan basah. Ketua Panitia Pelatihan Pengolahan Pangan Dra. Ni Luh Made Sri Arpini, M.Si. menyampaikan pelatihan ini dimaksudkan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan warga/peserta agar dapat membuat jajanan basah yang disukai masyarakat. Dengan begitu maka akan dapat membuka peluang usaha baru
PELATIHAN - Prosesi pelatihan pengolahan pangan oleh Disperindag Kota Denpasar di Banjar Biaung Asri, Denpasar, Sabtu (3/11) kemarin.
bagi masyarakat dan membuka lapangan pekerjaan baru. Tentunya dengan terbukanya peluang usaha tersebut maka akan meningkatkan pendapatan keluarga. Pelatihan ini diikuti sekitar dua puluh orang peserta. Dalam praktik pembuatan jajanan basah tersebut, para peserta dibagi menjadi tiga kelompok. Pelaksanaan pelatihan dilakukan selama empat hari, yakni mulai dari tanggal 3, 5, 6 dan 7 November 2018. Saat pelatihan, peserta akan diajarkan membuat beberapa jenis jajanan basah yang berbeda-beda tiap harinya. Untuk instruktur/pelatihnya, Disperindag Kota Denpasar menghadirkan Anatasia yang merupakan salah satu wiraswasta jajan di Denpasar. Dari pelatihan ini, Sri Arpini yang juga Kepala Bidang (Kabid) Industri Logam Mesin, Elektronika, Telematika dan Agro (Lometa) Disperindag Kota Denpasar berharap agar peserta nantinya dapat membuat beberapa jenis jajanan basah yang dapat dijual ke sejumlah toko dan supermarket. Saat ditemui di sela-sela
kegiatan, Plt. Kepala Disperindag Kota Denpasar Ir. Ida Bagus Anom Suniem, M.M. menerangkan, pelatihan industri agro digelar Disperindag Kota Denpasar dimaksudkan untuk peningkatan industri rumah tangga, khususnya industri pangan. Dengan peningkatan tersebut diharapkan ekonomi rumah tangga warga dapat bangkit. ‘’Jadinya semua kegiatan yang ada di rumah tangga kita bangkitkan, kita kembangkan dan kita memberi inovasi,’’ papar I.B. Anom Suniem. Terkait output dari pelatihan tersebut, pihak bidang industri khususnya bidang Lometa Disperindag Kota Denpasar akan terus melakukan pengawalan. Dan akan diusahakan agar menjadi wirausaha-wirausaha rumah tangga, juga akan dikelompokkan. I.B. Anom Suniem menambahkan, nantinya pemasaran produk peserta pelatihan akan diusahakan untuk mejalin kerja sama dengan sejumlah kantin, kios yang terdekat dari tempat produksi, dan selanjutnya ke tempat yang lebih luas. (ad136)
Daerah
3
KONFERENSI - Dekan FTK Undiksha didampingi Ketua Panitia menyerahkan tanda penghargaan untuk pembicara dalam internasional konferensi tersebut.
Fakultas Teknik dan Kejuruan Undiksha
Gelar ”International Conference on Vocational and Technology 2018” FAKULTAS Teknik dan Kejuruan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) menyelenggarakan International Conference on Vocational Education and Technology (IConVET) 2018 pada Sabtu (3/11) kemarin di Grand Inna, Kuta. Tema yang diangkat pada konferensi kali ini adalah “Establishing Enterpreneurial Skills in Vocational Education and Technology (VET) toward Industry 4.0”. Tema ini dibahas oleh 3 pembicara, yaitu Sven Urban, Manager Electrical Engineering Renewable Automation and Control Engineering, Germany. Dari Kasartsart University, Thailand juga ada Prof. Kongkiti Phusavat, Ph.D. Pembicara dari Bali dosen Teknik dan Kejuruan Undiksha Made Windu Antara Kesiman, Ph.D. Konferensi diikuti oleh mahasiswa, dosen, peneliti dan praktisi dari 5 negara (Indonesia, Jerman, Thailand, Australia, Malaysia, Pakistan). Ketua Panitia I Made Putrama, S.T., M.Tech. mengatakan, FTK Undiksha menilai perlu dilakukan diskusi untuk mendapat masukan terkait inovasi SDM dalam bidang vokasional dan teknologi. Sehingga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi dalam rangka penyelenggaraan pendidikan vokasional yang lebih baik untuk membangun SDM yang kompeten dan kompetitif. Maka kegiatan ini bertujuan
untuk mewadahi bertemunya stakeholder agar dapat berdiskusi dan mensosialisasikan hasil studi, hasil-hasil penelitian, pengembangan, pemikiran, penelaahan ataupun evaluasi terhadap pelaksanaan kebijakan dan program pemerintah serta perguruan tinggi khususnya di bidang teknologi dan vokasi. Hal ini dilakukan dalam rangka membangun SDM yang kompeten dan kompetitif yang dilengkapi dengan keterampilan berwirausaha untuk menghadapi era revolusi industri 4.0. Pendidikan vokasional atau kejuruan merupakan pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM), guna mendukung kegiatan pembangunan nasional melalui kegiatan industrialisasi maupun kewirausahaan. Sehingga mendorong tumbuhnya ekonomi suatu negara. SDM berkualitas merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting untuk meningkatkan daya saing. Dekan FTK Undiksha Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd., M.Pd. mengatakan, dalam transformasi industri 4.0 yang paling penting adalah pendidikan nilai, moral, dll. Itu sangat penting dalam mengontrol perkembangan teknologi seperti artificial intelligence. “Itu juga harus dikontrol, tidak boleh terlalu cepat menggantikan seluruh fungsi manusia,” tandasnya.
Maka dari itu, konferensi ini dilaksanakan. Seminar ini dilaksanakan dalam rangka menyiapkan SDM untuk bisa bersaing di era industri 4.0. Ada beberapa hal yang didapatkan dari hasil konferensi itu untuk pengembangan pembelajaran khususnya di FTK Undiksha. Mahasiswanya disiapkan atau dididik tidak hanya memiliki skill tapi juga mempersiapkan beberapa nilai yang perlu diajarkan, terkait dengan karakter. Menurutnya, di era industri 4.0 ada tiga literasi baru yang harus dipelajari dan didekatkan pada mahasiswa yaitu literasi tentang big data, literasi teknologi, dan literasi humanity. “Bagaimana memanfaatkan teknologi yang sebaik– baiknya. Yang paling penting adalah literasi humanity, jadi itu yang bisa kita tangkap untuk pengembangan di FTK,” ujarnya. Sehingga dari konferensi itu, ia mendapat masukan bagaimana mengemas pembelajaran berbeda dengan paradigma yang terdahulu. Selain itu, konferensi ini juga memberi masukan bagaimana menyiapkan asessmen perkembangan kemampuan mereka, menindaklanjuti dari hasil assesmen itu untuk bisa memperbaiki kemampuan atau peningkatan skill mahasiswa untuk mempersiapkan mahasiswa bisa diterima di dunia kerja. (ad134)
Kebutuhan Obat Herbal Dunia Diprediksi 50 Miliar USD Denpasar (Bali Post) Kebutuhan masyarakat dunia akan pengobatan tradisional atau dikenal dengan Complementary and Alternative Medicine (CAM) diperkirakan meningkat. Prediksi WHO, kebutuhan obat herbal dunia mencapai sekitar 50 miliar USD di tahun 2050. Ini merupakan peluang bagi Indonesia, khususnya Bali sebagai destinasi pariwisata internasional untuk ikut mendulang dolar dari sektor kesehatan lewat CAM dan obat herbal. “Menurut WHO, 50 miliar USD di tahun 2050 kebutuhan dunia akan obat herbal. Kalau kita berfikir income dari dalam negeri, tidak sanggup. Kita ingin income itu datang dari luar,” ujar Dosen Farmasi Unud I Made Agus Gelgel Wirasuta di Denpasar, Jumat (2/11) lalu. Menurut Gelgel, ada banyak perusahaan swasta menekuni herbal yang dimiliki warga asing dibuka di Bali. Perusahaan tersebut memiliki pangsa pasar yang luar biasa, bahkan menjadi top market dunia. Salah satunya adalah perusahaan kosmetik di Karangasem. “Alumni saya bekerja disitu, pangsa pasar di Kanada 3 besar. Dia di Bali lho, kenapa kita nggak pegang,” imbuh ahli toksikologi forensik yang banyak menulis riset tentang standarisasi obat herbal ini. Kalau Bali memenuhi pasar obat herbal atau obat tradisional, lanjut Gelgel, dengan sendirinya tidak akan kekurangan bahan baku. Masyarakat pasti akan menanam tanaman obat saat memiliki harga bagus. Apalagi Kementerian Kesehatan siap men-support industri pengolahan pascapanen tanaman obat. Selama ini, potensi tersebut masih belum digarap dengan baik. “Padahal pasarnya besar, kebutuhannya besar, potensinya
besar secara ekonomi, Bali tidak akan terfokus pada pariwisata saja. Ada industri yang kita bangun, yang tidak menganggu pariwisata,” jelasnya. Sebelumnya diberitakan, Bali kini mengembangkan pengobatan tradisional sebagai salah satu program prioritas di bidang kesehatan. Terlebih, Pulau Dewata memiliki banyak sastra berupa lontar dan dokumen lain terkait usada. Kebijakan yang akan dipayungi dengan regulasi ini utamanya untuk melindungi dan menggali manfaat kearifan lokal Bali dalam usaha mewujudkan kesehatan masyarakat. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya mengatakan, obat herbal relatif aman dan tanpa efek samping. Setelah ada diagnosis dari dokter, pasien dapat memilih
pengobatan dengan obat herbal atau kimia. “Dokter kan pasti tahu penggabungannya bagaimana,” ujarnya. Menurut Suarjaya, sudah ada konsep untuk pengembangan pengobatan tradisional mulai dari Puskesmas. Di Puskesmas pihaknya bahkan sudah melatih cukup banyak tenaga kesehatan tradisional. Mereka diambil dari dokter, perawat, bidan, yang dilatih khusus tentang akupresur, ramuan dan akupuntur. Saat inipun sudah ada banyak dokter yang menekuni akupuntur. “Sehingga itu menjadi pilihan. Kalau misalnya pasien mau diobati dengan cara pengobatan akupuntur ya.. diberikan akupuntur. Kalau obat kimia, ya.. kimia. Ini kan pilihan,” jelasnya. (kmb32)
U.0000113- peng
4
Minggu Pon, 4 November 2018
Melestarikan Bahasa Bali Melalui Permainan Tradisional
Sebetulnya nasib Bahasa Bali (BB) sama dengan Permainan Tradisional (PT), yakni terancam punah. Bedanya adalah BB masih hidup, walaupun napasnya ngosngosan, sedangkan PT pernah mengalami kematian/mati suri, namun sekarang menggeliat kembali. Kalau dibilang bernasib sama atau terancam punah, mungkinkah PT memiliki kemampuan melestarikan BB? Sejak berpuluh-puluh tahun PT terpinggirkan, dipandang sebelah mata. Segala usaha untuk melestarikannya kembali hanya menyisakan senyum sinis. Barang yang tergolong budaya nonbenda yang ditransformasikan melalui tradisi lisan dan sebagian lisan itu, dirasakan ketinggalan zaman dan tak mampu menjawab tantangan zaman now. Namun, akhir-akhir ini, orang-orang bijak dan setengah bijak mulai melirik peranan PT yang tengah menggeliat itu. Lirikan itu antara lain: mampukah PT menanamkan dan mengembangkan pendidikan karakter sesuai dengan identitas bangsa; atau mampukah PT melestarikan Bahasa Daerah khususnya BB? Sangat beralasan istilah ikut nimbrung, oleh karena peranan PT dalam melestarikan BB masih dipandang dan dirasakan sebatas membawa usaha kegiatan kreatif dan rekreatif. Permainan Tradisional dan Bahasa Bali Permainan tradisional adalah aktivitas budaya yang rekreatif, ditransformasikan turun-temurun dari generasi ke generasi, dari kelompok komunitas ke kelompok komunitas lainnya melalui tradisi lisan dan sebagian lisan. Dorongan bermain itu timbul guna memenuhi kebutuhan akan gerak, seni, sosial dan budaya. Pada umumnya PT itu dilakukan oleh anak-anak. Oleh karena itu aktivitas budaya itu lebih terkenal dengan istilah Permainan Anak-anak Tradisional. Tiap bangsa memiliki permainan tradisional yang diwarnai dengan aneka ragam permainan lokal. Bahasa yang digunakan sebagai alat komunikasi, integrasi dan ekspresi adalah bahasa daerah setempat. Oleh karena itu sedikit banyak bahasa daerah itu berperanan memberikan identitas dari permainan itu. Atau permainan itu sedikit banyak berfungsi dalam melestarikan bahasa daerah dalam suasana belajar sambil bermain. Ikutilah sebuah lagu berikut: Melajah Aksara Bali Cipt. Made Taro Jalan jani melajah Aksara Bali lumrah Sambilang maplalianan Apang dangan ban ngingetang Lelima hana caraka Dadi dasa datasawala Pat belas magabanga Pelekutus pajayanya Melahang nyambatang Melahang nyuratang
Pemain itu berbaris duduk atau berdiri. Setiap pemain menghadap ke punggung pemain di depannya. Pemain nomor satu menerima pesan dari pemimpin/wasit yang disampaikan secara berbisik atau membaca teks bahasa Bali berhuruf Latin. Selanjutnya pemain penerima pesan itu meneruskannya kepada pemain nomor berikutnya dengan cara berbisik. Akhirnya pemain terakhir menerima pesan tersebut. Pesan itu kemudian ia tulis dengan aksara Bali, lalu pemain itu secepatnya menyampaikan kepada pemimpin/wasit. Nah, kentara sekarang, kelompok mana yang tampil sebagai pemenang. Metode pengajaran bahasa dan aksara Bali sambil bermain itu sangat berkesan dan berpesan. Ketiga ranah (kognitif, afektif, psimotorik) terjangkau sekaligus. Suasananya menyenangkan, adu kompetensi, berkompetisi s e h a t , berlatih jujur
dan berdisiplin. Setiap pemain merasa berkewajiban menjaga kekompakan untuk melakukan suatu pekerjaan dengan cepat dan benar. Masih mengenai pengajaran Bahasa Bali, terutama bidang aksara. Ikutilah lagu berikut.
Lagu anak-anak yang bermuatan pengajaran bahasa Bali khususnya aksara/sastra Bali itu dirangkai dengan permainan yang disebut ‘Ngirim Besen’ atau menyampaikan pesan. Dilakukan oleh dua kelompok pemain, masing-masing terdiri dari 10 orang.
Mayasin Sastra Cipt. Made Taro 1). Melahang mayasin apang jegeg bagus Sastra Baline pelekutus Melahang nganggoin apang tusing mlalung Jegeg-bagus matimpal adung Maulu kitibiki
Merupakan kebanggaan bagi masyarakat Indonesia karena Senam Poco-Poco telah mendunia pada acara Pemecahan Rekor Dunia di Tugu Monas Jakarta 5 Agustus 2018. FOKBI (Federasi Olahraga Kreasi Budaya Indonesia) Bekerja sama dengan Kementerian Pemuda & Olahraga mengajak masyarakat untuk ikut melestarikan budaya Indonesia, khususnya di wilayah Bali ini. Ikuti contoh peragaan berikut ini bersama instruktur Kadek Surya dari Lala Studio. Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post, Jl. Kepundung 67 A Denpasar (80232) atau hubungi Adolfina Grace Tangkudung, Sekolah Senam Lala Studio, Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 08123843259. Cantumkan kupon “Bugar” di sudut kiri amplop.
2). Melahang mayasin apang jegeg bagus Sastra Baline pelekutus Melahang nyalanang apang tusing labuh Jegeg-bagus da ngulah aluh Mapepet lan macecek Peteng-peteng madesek Masurang-taleng ngeber-ngeber Mabisah lan masuku Plekutus ne mataluh Jegeg-bagus da ngulah aluh Belajar bahasa Bali tidak sekadar mengenal aksara yang plekutus itu. Aksara itu akan berbunyi dan bermakna apabila ia bersolek, sebagaimana yang biasa dilakukan manusia. Menghiasi aksara Bali tidak sembarang mencorengkan alat hias, tetapi harus berdasarkan uger-uger. Memasang uger-uger dilakukan dengan usaha belajar dan bekerja (da ngulah aluh) dan dihidupkan dengan semangat kreativitas (da ngekoh ngomong) serta menjaga keserasian
hidup (matimpal adung). Kegiatan mayasin sastra itu dirangkai dengan permainan yang disebut ‘Sepitsepitan’. Lagunya sebagai berikut : Sepit-sepitan Cipt. Made Taro Mak jemak pejang guline soang-soang (2) Sepit-sepit apikang Celempungang Di botole magonggang Para pemain dibagi menjadi dua kelompok yang saling bermusuhan. Sebut saja kelompok A dan kelompok B. Jumlah anggota
Gb. I dan Gb. II : Gerakan peralihan yaitu melangkah 1x kanan, diawali dengan kaki kanan dan disusul kaki kiri menutup. Kedua lengan ke atas samping lalu ke bawah sambil mengepal dan pergelangan tangan digerakkan ke atas dan ke bawah (hit 1-8) setelah itu lakukan ke kiri dengan cara dan hitungan yang sama.
Kupon 1
Kisara
Mataleng ketebeke Kutubuku yen nganggo suku Mamunyi kotoboko Payasin taleng tedong Jegeg-bagus da ngekoh ngomong
2
dengan perpisahan selama-lamanya akibat dari sifat yang berbeda-beda dan sulit dipertemukan. Sifat itu adalah: iri hati, dendam, mudah marah, ambisi pribadi yang disandang oleh I Cicing Alas, berhadapan dengan sifat ramah, setia kawan, sabar, baik terhadap semua orang yang disandang oleh I Blekok. Akibatnya I Cicing Alas merasa dipermalukan di depan umum, lalu ngambul, dan pisah tempat selama-lamanya. I Cicing Alas tinggal di hutan, dan I Blekok tinggal di sawah. Permainan tradisional yang berlatar belakang cerita rakyat (sastra klasik) itu sangat bermanfaat untuk ikut serta melestarikan bahasa daerah, khususnya BB. Melalui metode mendongeng sambil bermain diperkenalkan kembali kosa kata, struktur kalimat, penggunaan kata-kata, hubungan sosial, ungkapan-ungkapan, simbol-simbol, ekspresi, etika percakapan, dan estetika. Sepanjang pengalaman kami, melestarikan BB melalui metode Masatua Sambil Maplalian, atau Maplalianan Sambil Masatua, sangatlah efektif. Banyak contoh sehubungan dengan ketiga unsur dunia anak itu, antara lain : Permainan Meong-meongan, Kelik-kelikan, Kul Kuk, Dadong Dauh, Macan Mabaju Kambing, Keranjang Duren, Lutunglutungan, Goak-goakan, Sepit-sepitan, Ngrem Ikut, Kedis-kedisan, Yuyu Bengkar, Godog-godogan, dan lain-lainnya. Unsur-unsur yang terlibat di dalamn y a
itu dihidupkan oleh suasana bersaing, semangat, ceria, menjaga kekompakan serta berusaha untuk memperoleh hasil. Tentu juga harus bersikap jujur dan menaati rambu-rambu yang berlaku atau menjaga kedisiplinan. Hubungannya dengan pelestarian BB adalah, pertama, memperkenalkan kosa kata seperti sepit, jemak, pejang, guli, soangsoang, apikang, celempungang, magonggang. Sehubungan dengan ketrampilan adalah cara mengambil, menjepit, menahan dan nylempungang. Perlu diketahui bahwa permainan ‘Sepitsepitan’ itu diangkat dari cerita Pancha Tantra dan Fabel Aesop mengenai persahabatan anjing hutan (cicing alas) dengan burung bangau (blekok). Persahabatan itu berakhir
seperti satua, gending, plalianan adalah memang merupakan dunia anak dan tentu saja menjadi kebutuhan dan perhatiannya. Dengan berpedoman kepada pilar, yang terdiri dari empat “AT”, maka pelestarian BB akan mudah tercapai. Pilar yang dimaksud adalah: kesehatan (sehAT), keselamatan (selamAT), kenikmatan (nikmAT), dan sangat penting merasakan kegunaan (manfaAT) dari kegiatan bermain itu. Semoga orang-orang tidak lagi memandang permainan tradisional itu dengan sebelah mata dan senyum sinis, sehingga kegiatannya dalam melestarikan BB tidak lagi hanya sekedar ikut nimbrung. lMade Taro
Gb. IV : Setelah itu lanjutkan dengan kaki kanan melangkah 2x mundur (hit 1-4) lalu kaki kiri melangkah 2x maju (hit 5-8) dengan teriakan e e e e.
Gb. III : Melangkah 2x kanan 2x kiri dalam posisi kedua lengan ditekuk depan dada mengepal (hit 1-8) Gerakan tarian kuda lumping.
4
3
Pendewasaan Usia Perkawinan
HALO sahabat Kisara, kenalin nama aku Echa Nindya.. usia 19 tahun. Aku mau nanya nih Kak, kan banyak banget nih sekarang fenomena nikah muda baik di kalangan artis maupun teman-teman seangkatan aku yang berpikir bahwa nikah muda itu enak kemudian gampang, dan lain-lain. Namun, faktanya kebanyakan dari teman-teman aku itu setelah beberapa bulan nikah malah ngeluh gara-gara masalah inilah masalah itulah. Nah aku ceritakan sama mami aku trus mami aku bilang nikah tuh perlu pendewasaan usia perkawinan. Aku mau nanya Kak pendewasaan usia perkawinan itu gimana sih Kak? Makasi Kak. Halo Echa makasi ya sudah mau mengirimkan pertanyaannya ke sini, wah bagus ya pertanyaanya. Nah kita bahas yuk tentang pendewasaan usia perkawinan atau sering disingkat dengan PUP. Apa sih PUP itu? Jadi PUP sangat erat kaitannya dengan program keluarga berencana. Menurut UU No.52 tahun 2009, Keluarga Berencana adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan melalui
tiap kelompok sama, antara 5 s.d. 10 orang. Misalnya, anggota kelompok itu masingmasing 5 orang. Mereka duduk berseberangan, berhadap-hadapan. Jarak antara A dan B kira-kira 3 meter. Jarak yang kosong itu digunakan untuk arena lomba permainan. Di ujung yang satu dari arena itu tersedia bola pingpong dan kelereng masing-masing 10 biji. Bola pingpong dibedakan menjadi dua warna, yakni merah dan putih. Kelereng dan bola pingpong itu ditempatkan pada piring ceper. Di ujung arena yang satu lagi didirikan dua perangkat alat, masing-masing terdiri dari dua buah bungbung besar dan sebuah bungbung kecil. Bungbung besar juga dibedakan menjadi dua warna yakni merah dan putih. Kedua perangkat alat itu ditempatkan berjauhan, mendekati tempat duduk pemain yang berlomba. Permainan dimulai dari urutan pemain nomor satu. Pemain itu membawa dua buah sepit dapur. Setelah menyanyikan lagu ‘Sepitsepitan’ dua kali berturut-turut, peluit berbunyi. Lomba dimulai oleh pemain nomor satu. Ia wajib menjepit sebuah bola pingpong dan sebuah kelereng, lalu secepatnya memasukkannya ke bungbung. Pingpong dimasukkan di bungbung besar, sesuai dengan warnanya, dan kelereng di bungbung kecil. Permainan adu kecepatan dan ketrampilan
promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas. Upaya tersebut dapat dilakukan, salah satunya melalui Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP). PUP menurut BKKBN adalah upaya untuk meningkatkan usia pada perkawinan pertama, sehingga pada saat perkawinan mencapai usia minimal 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun
bagi laki-laki. Batasan usia ini dianggap sudah siap baik dipandang dari sisi kesehatan maupun perkembangan emosional untuk menghadapi kehidupan berkeluarga. PUP bukan sekadar menunda perkawinan sampai usia tertentu saja, akan tetapi juga mengusahakan agar kehamilan pertama terjadi pada usia yang cukup dewasa. Apabila seseorang gagal mendewasakan usia perkawinannya, maka diupayakan adanya penundaan kehamilan anak pertama. Penundaan kehamilan anak pertama tersebut, dalam istilah KIE disebut sebagai anjuran untuk mengubah “bulan madu” menjadi “tahun madu”. Tujuan dari adanya PUP yaitu memberikan pengertian dan kesadaran kepada remaja agar di dalam merencanakan keluarga, mereka dapat mempertimbangkan berbagai aspek berkaitan dengan kehidupan berkeluarga, kesiapan fisik, mental, emosional, pendidikan, sosial, ekonomi serta menentukan jumlah dan jarak kelahiran.
Nah, kenapa PUP ini penting bagi remaja? Karena dengan adanya PUP kita mampu meminimalisir risiko medic, seperti: Keguguran, preeklamsia (tekanan darah tinggi, cedema, proteinuria), eklamsia (keracunan kehamilan), timbulnya kesulitan persalinan, bayi lahir sebelum waktunya, berat bayi lahir rendah (BBLR), fistula vesikovaginal (merembesnya air seni ke vagina), Fistula Retrovaginal ( keluarnya gas dan feses/ tinja ke vagina), kanker leher rahim Jadi itulah pentingnya PUP ya Echa. Kakak berharap kamu bisa menyebarkan informasi ini ke teman-teman kamu ya. Supaya mereka mempersiapkan diri baik fisik, mental, sosial, spiritual dan ekonomi sebelum memutuskan untuk menikah. Itu saja bahasan kita kali ini, ya. Kalau kamu masih ingin bertanya dan mau tahu informasi lebih lanjut seputar kesehatan reproduksi, jangan ragu untuk tanya di sosial media Kisara ya!
Minggu Pon, 4 November 2018
Capricorn Jika ingin tetap selamat ada baiknya Anda berlaku lebih hati-hati dengan tidak grusa-grusu dalam mengambil keputusan. Karena faktor kecerobohan merupakan masalah yang cukup besar bagi kesuksesan Anda di minggu ini.Tawaran yang datang secara mendadak, sebaiknya jangan diberi keputusan dulu. Cinta: Bersabarlah dan yakinlah bahwa semua ini pasti akan berlalu, untuk itu tenang saja. Aquarius Minggu ini Anda perlu memikirkan tawaran kerja sama dengan pihak luar, sebaiknya benar-benar dipikir secara mendalam jangan hanya berlandaskan faktor perasaan saja. Di minggu ini cukup baik bila ingin melaksanakan terobosan-terobosan penting, karena peruntungan masih lumayan mujur. Cinta: Terimalah realita yang ada dengan hati yang senang, tidak perlu cemas dengan situasi yang cukup sulit itu. Pisces Kesempatan baik yang sudah di pelupuk mata jangan sampai terhapus begitu saja, tak ada gunanya terus terobsesi oleh kegagalan yang pernah dialami. Bekerjalah dengan semangat karena di minggu ini peruntungan Anda cukup bagus dan cukup menjanjikan. Cinta: Tampak mulai goyah karena kurang adanya pengertian dan rasa saling percaya, maka dari itu segera instropeksi diri Anda. Aries Di minggu ini tak perlu memaksakan diri jika memang dirasa sudah tidak memungkinkan lagi. Tak perlu ngoyo karena masih ada bintang penyakit yang merintangi semua rencana Anda, untuk itu cobalah Anda lebih teliti dan tidak sembrono lagi. Rongrongan yang muncul dari orang lain, sebaiknya dibiarkan saja, tak perlu terlalu ditanggapi karena tak akan berpengaruh banyak. Cinta: Jangan terlalu mendengarkan omongan orang sebab bisa bingung sendiri. Taurus Masih tenang walaupun hawa jelek sudah mulai terasa, untuk itu kewaspadaan perlu dijaga, terutama dalam meng-counter berita-berita minor yang sangat jauh dari realita yang ada. Kesempatan untuk maraih hasil terbaik masih terbuka lebar di minggu ini. Cinta: Jika tujuan semula untuk cari topik pembicaraan, sebaiknya carilah topik yang ringan-ringan saja tetapi bisa membikin suasana menjadi lebih hidup dan gembira. Gemini Meskipun jalan yang Anda lalui cukup terjal tetapi masih ada setitik harapan yang bisa membalikkan suasana dari pesimis menjadi suasana yang berpotensi bagus. Teruslah berkreasi dan jangan pernah berhenti untuk berinovasi. Cinta: Tak perlu mempunyai pikiran yang aneh-aneh, jalani segalanya yang ada ini dengan perasaan gembira, dan anggaplah ini sebagai jalan cerita yang harus dijalani. Cancer Di minggu ini rongrongan demi rongrongan datang silih berganti, untuk itu janganlah sembrono terutama dalam mengeluarkan pernyataan sebaiknya telah dipikir seribu kali. Di minggu ini ada baiknya jika Anda bekerja berdasarkan planing yang telah Anda susun sendiri. Cinta: Cobalah dikontrol emosi yang tampak labil itu, jangan sampai menambah buruk suasana yang sudah cukup panas ini. Leo Minggu ini benar-benar berat dan cukup menguras stamina serta pikiran Anda. Meski begitu tetaplah cari safe-nya saja, agar beban pikiran tidak semakin berat. Jangan terpancing dengan provokasi yang sengaja dihembuskan oleh orang yang sirik dengan keberhasilan karier Anda saat ini. Cinta: Walaupun masalah datang bertubi-tubi, akan tetapi keutuhan dan kemesraan tetap terjaga, untuk itu Anda perlu bersyukur dan mempertahankan kekompakan ini. Virgo Usahakan untuk tidak bersitegang kepada siapapun juga, karena pasti akan merugikan diri Anda. Cobalah mengalah tetapi demi kemenangan yang tertunda, sehingga bisa terhindar dari berbagai permasalahan yang sulit untuk diselesaikan. Jangan berlagak plin-plan agar kepercayaan tetap terjaga dengan baik. Cinta: Positive thinking saja, sehingga suasana tenang tetap terjaga, dan tidak sampai berubah menjadi suasana yang penuh dengan kecurigaan. Libra Masih ada kesempatan dan itu perlambang bahwa kesuksesan sudah di depan mata. Maka dari itu pandai-pandailah memanfaatkan celah yang ada ini, jangan sampai mengendor apalagi terlena dengan keberhasilan selama ini yang masih jauh dari apa yang Anda harapkan. Jangan cepat panik bila ada rintangan yang mengganjal. Cinta: Bersabarlah tak perlu semuanya dimasukkan hati, bisa pusing sendiri. Scorpio Cukup berprospek sekali untuk menyelesaikan segala rencana yang sedang Anda kerjakan, tak perlu terpengaruh oleh omongan orang karena mereka hanya terbawa oleh perasaan iri dengki. Di minggu ini ada saja tantangan yang Anda terima, meski begitu tak perlu berlaku mundur karena tak ada untungnya. Cinta: Biarkan saja tak perlu dimasukkan hati, karena hanya akan bikin capek mulut saja. Sagitarius Jika tak hati-hati maka tidak sedikit yang akan terganggu dengan program yang lagi dijalankan ini, tak perlu ditanggapi dengan emosi, tetaplah tenang, dan yang terpenting masih selalu berjalan di atas rel yang telah direncanakan. Jangan bertingkah yang anehaneh jika tak ingin kena damprat atasan Anda. Cinta: Jangan biarkan dirinya tertekan oleh sikap keras Anda selama ini.
Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu Berlaku : 4 - 10 November 2018
Refleksi
5
Menjaga Sifat Pengampun dan Kasih Sayang Sri Suka uvaca tatas canudinam dharmah satyam Saucam ksama daya kalena balina rajan namSyaty ayur balam smrti (Bhagavata Purana 12.1.1) Resi Suka berkata, “Wahai Raja, disebabkan oleh kuatnya pengaruh zaman edan (Kaliyuga, maka) agama, kebenaran, kebersihan (dan kesucian), toleransi, karunia, usia hidup, kekuatan badan dan ingatan, hari demi hari semuanya akan menjadi semakin merosot.” Anudinam, berarti hari demi hari, kalena balina, berarti disebabkan oleh kekuatan sang waktu, dan namSyati, berarti akan menjadi semakin merosot. Semua dan segalanya akan menjadi semakin merosot pada zaman Kali yang penuh kekalutan ini, disebabkan pengaruh kekuatan Sang Kala (waktu), yaitu zaman Kali, zaman edan. Dharma (agama dan kewajiban-kewajiban suci) hari demi hari akan menjadi semakin merosot. Mereka yang berusia 50-an tahun ke atas masih dapat mengingat bagaimana orang-orang mempraktikkan dharma pada waktu mereka masih kecil dan perubahannya hingga sekarang. Perubahan ke arah menurun akan sangat kelihatan merosotnya. Mereka melihat di zaman ini pelaksanaan dharma agama sudah mengalami perubahan drastis. “Wajah” dharma agama di masa lalu dan di masa depan, mereka dapat “kalkulasikan” dengan mudah. Satyam (kebenaran, kejujuran) pun menjadi semakin merosot, menurun, mengaus, dibandingkan dengan zaman yang sudah lewat. Haris Candra dan raja-raja lainnya pada zaman dahulu terkenal menjalankan jalan kebenaran dan kejujuran dengan sangat ketat. Namun, di zaman sekarang ini, satyam sudah mengalami kem-
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa
erosotannya. Pada zaman dahulu, orang merasa sangat berdosa jika berbohong, sedangkan zaman sekarang bahkan berbohong sudah menjadi suatu “cara cerdas” untuk mencapai tujuan. Saucam (kebersihan dan kesucian) juga mengalami kemerosotan, terlebih zaman sekarang semuanya bisa “ditutupi” dengan parfum. Zaman Weda, orang-orang mempraktikkan Saucam dengan air dan mantram. Pada waktu mandi orang selalu mengucapkan mantram untuk mandi. Setelah mandi, mereka melakukan acamana dengan cara meminum beberapa tetes air atau menyentuhkan air pada beberapa anggota badan tertentu sambil mengucapkan mantram. Mandi dilakukan demi kebersihan phisik serta kesegaran mental, dan acamana dilakukan demi kesucian. Kebersihan dan kesucian lahirbatin menjadi ciri terdepan praktik dharma pada zaman dahulu. Selanjutnya Ayuh (usia hidup), balam (kekuatan phisik dan mental), dan smrti (daya ingatan) juga menjadi semakin merosot. Zaman dahulu orang masih terbiasa mendengar ada orang usianya mencapai 150 tahun, atau 200 tahun lebih. Usia 100 tahun merupakan berita sangat normal pada zaman dahulu, waktu yang baru terlewati hanya 50-60 tahun lalu. Namun, usia 70-80 tahun zaman sekarang merupakan “berita normal”, atau bahkan sudah menjadi sesuatu yang mengagumkan. Jika pada zaman sekarang orang bisa melihat usia hidup sudah merosot, maka usia hidup orang pada zaman-zaman yang akan datang tentulah akan lebih merosot lagi. Terlebih lagi jika Sraddha atau keyakinan terhadap sastra agama
sebaliknya akan sangat waspada menjaga dirinya demi tidak dirasuki serta diobrak-abrik oleh “virus” kebencian dan kekerasan. Sekali “virus” tersebut diberikan kesempatan untuk tumbuh maka ia akan segera berkembang dan merambak deras ke dalam aliran darah, pada setiap keluar masuknya nafas, memasuki setiap sel-sel tubuh lalu mengisinya dengan rasa iri, dengki, kekerasan, kebencian dan permusuhan. Orang-orang bijaksana tidak akan membiarkan hidupnya diisi oleh rasa iri hati, dengki, benci dan kekerasan. Orang yang jiwanya sudah dihinggapi “virus” kebencian dan kekerasan akan merasa diri berjaya dan berkuasa. Dia tidak menyadari bahwa dirinya sedang merayakan kemenangan dalam kekalahan. Jiwa yang tenang dan damai tidak akan pernah ada dalam diri orang yang mengembangkan kebencian dan kekerasan. Kegelapan dan avidya (dijauhi oleh pengetahuan suci) akan mengisi jiwanya. Apa pun alasannya, Hyang ParameSvara yang penuh kasih dan sayang tidak akan pernah berkenan hadir dalam jiwa orang yang dipenuhi iri, dengki dan kekerasan. Jiwa yang penuh dengan kegelapan, kebencian dan kekerasan akan menghalangi orang meninggal dengan damai, alias tidak mungkin bisa mencapai tujuan hidup sejati. Sang roh akan tersentak dan terhentak ke sana ke sini tanpa arah, bagaikan melewati bundaran simpang siyur dengan cabang jalan sangat banyak serta membingungkan. Orang harus muter-muter beberapa kali terlebih dahulu barulah berhasil menemukan jalan yang ditujunya. “Dandramya manah”, orangorang yang pikirannya kacau balau akibat terperangkap dalam kegelapan (avidyayam antare), akan muter-muter kesana kemari tanpa tujuan pasti (pariyanti mudha). Mereka berjalan berlingkar-lingkar tidak pernah ketemu tujuan. Dia tidak akan bisa mencapai alam kedamaian pada saat meninggal, dikarenakan rajinnya menimbun iri, dengki, kekerasan dan benci dalam jiwanya.
Orang baik-baik akan menyelamatkan diri dari serangan “virus” kebencian dan kekerasan ini. Mereka akan memagari diri dengan ajaran Ksama (pengampunan) dan Daya (kasih sayang) agar tidak menjadi iri, dengki, benci, dan tidak melakukan kekerasan pada yang lain. Ajaran-ajaran Weda dan para bijak menekankan bahwa tidak mungkin orang bisa mencapai kedamaian sejati jika masih memelihara iri hati, dengki, benci, dendam, kekerasan, dan menyakiti yang lain. Siapapun dirinya, entah tokoh masyarakat atau tokoh agama yang di masyarakat dianggap sudah mencapai level kemajuan agama spiritual yang tinggi dan suci. Walaupun berada di jalan agama, walaupun hafal ayat-ayat suci di luar kepala, jika masih memelihara rasa iri, dengki, benci, dendam, kekerasan, maka tidak mungkin orang mendapatkan kedamaian sejati. Orang akan mendapatkan alam yang memang cocok untuk jiwanya yang dipenuhi rasa iri dan benci. Setelah meninggal, ada lingkungan yang akan dicapainya, dimana roh orang itu akan gentayangan mencari segala dan meraih apa saja yang dianggap bisa memuaskan gebuan-gebuan rasa iri, dengki, benci dan dendamnya itu. Khususnya pada zaman orang sedang membangga-banggakan logika dan kecerdasan, untuk menerapkan jiwa pengampun, pengasih dan penyayang sangatlah sulit karena kecerdasan meminta logika terpuaskan. Berbeda dengan kasih sayang dan pengampun. Jika ada masalah, orang tidak bersalah tetapi disuruh meminta maaf, maka hal itu menyalahi logika, tidak ada alasan sama sekali. Orang lebih tertarik untuk bertengkar dibanding berdamai. Orang bijak memilih jiwa pengampun, pengasih dan penyayang. Jika ada masalah, mereka tidak akan langsung bereaksi melainkan menunggu kawan dan juga dirinya menjadi tenang. Setelah itu mereka akan duduk bersama dengan tenang untuk menyelesaikan masalah dalam kasih sayang.
(dampak) dari suatu sakramen itu ada, yaitu ex opere operato (oleh kenyataan bahwa sakramen itu dilayankan), tanpa memperhitungkan kekudusan pribadi pelayan yang melayankannya. Namun, kurang layaknya kondisi si penerima untuk menerima rahmat yang dianugerahkan tersebut dapat menghalangi efektivitas sakramen itu baginya. Sakramen memerlukan adanya iman meskipun kata-kata dan elemen-elemen ritualnya berdampak menyuburkan, menguatkan, dan memberi ekspresi bagi iman (Kompedium KGK 224). Krisma dari kata Yunani chrism artinya minyak pengurapan, yaitu minyak yang diberkati oleh Uskup dalam Misa Krisma pada Hari Kamis Putih pagi (atau Rabu sehari sebelumnya). Minyak ini adalah campuran minyak zaitun dan balsam, digunakan dalam Sakramen Baptis, Sakramen Krisma, Sakramen Imamat (pentahbisan imam), Pentahbisan uskup, pemberkatan gereja dan altar. Sakramen Krisma adalah salah satu dari tiga sakramen inisiasi Kristen yaitu Baptis, Krisma dan Ekaristi. Dalam Kitab Kisah Para Rasul tertera sebagai berikut: Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan
Yohanes ke situ. Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. Sebab, Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka , karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus.(Kis 8:14-17). Ketika mereka mendengar hal itu, mereka memberi diri mereka dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. Dan ketika Paulus menumpangkan tangan di atas mereka, turunlah Roh Kudus ke atas mereka, dan mulailah mereka berkata-kata dalam bahasa roh dan bernubuat. (Kis 19:5-6). Dari kedua kutipan itu jelas bahwa Sakramen Krisma memiliki dasar Kitab Suci dan membutuhkan penumpangan tangan untuk mengundang Roh Kudus. Untuk menerima Sakramen Krisma remaja-penerima harus memenuhi syarat, yaitu: telah dibabtis secara katolik dan tergabung dalam kesatuan Katolik, berusia minimal 14 tahun (kelas 2 SMP), mengikuti Pembinaan khusus penerimaan Sakramen Krisma, dewasa secara iman dan rohani, dan melakukan Sakramen Pengakuan dosa. Sebab, untuk dapat menerima sakramen Krisma, remaja-penerima harus berada dalam kondisi rahmat, memiliki sikap hati yang bersih, tidak melakukan dosa berat sebelumnya. Pada waktu si remaja-
penerima menerima Sakramen Krisma, Uskup meletakkan tangan pada remaja-penerima itu dan mengurapi dahinya dengan minyak krisma dengan mengatakan, “Terimalah tanda karunia Roh Kudus.” Dalam Sakramen Krisma, para remaja-penerima menerima ‘Kepenuhan Roh Kudus’ sehingga mereka dapat secara penuh dan aktif berkarya dalam Gereja. Bandingkan dengan para rasul yang menerima Roh Kudus saat Pantekosta. Sebelum peristiwa Pentakosta mereka sudah menerima Roh Kudus (cf. Yoh 20:22), tetapi mereka baru aktif sesudah Pentakosta. Demikian juga halnya dengan para remaja-penerima karena sebenarnya Roh Kudus pun sudah mereka terima saat menerima Sakramen Baptis, yaitu Roh yang menjadikan mereka anak-anak Allah, dan yang membersihkan mereka dari dosa asal. Itulah sebabnya mengapa Sakramen Babtis disebut Sakramen Paskah dan Sakramen Krisma disebut Sakramen Pentakosta. Pentingnya pemahaman makna bagi seorang remaja yang menerima Sakramen Krisma. Dalam menerima sakramen tentu diperlukan pemahaman makna yang dalam, terutama makna Sakramen Krisma yang cukup penting itu. Karena buah-buah Sakramen Krisma ini merupakan bukti si remaja-penerima yang telah menyatakan iman teguhnya sebagai pengikut Kristus.
ern, seperti sekarang. Kendati volume menyusut, tapi kapasitas dan kemampuan otak dalam berpikir dan berkreasi, luar biasa kencang. Penyusutan, menurut beberapa pakar, disebabkan oleh populasi manusia yang kian padat dan kompleksitas masalah semakin besar. Malah dengan volume otak seperti yang dimiliki leluhur manusia terlalu besar membuat mereka lamban melakukan inovasi, revolusi dan tranformasi dalam mengikuti perkembangan peradaban,“ ulas Rubag. “Ya, transformasi mental sangat dibutuhkan manusia untuk mengikuti atau sebaliknya mengantisipasi perkembangan peradaban. Transformasi lebih jinak daripada revolusi, yang sering menggunakan cara-cara ekstrim buat melakukan perubahan. Sebagai mahluk sosial, terlalu absurd bila kita menganggap diri tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal baru yang datang dari luar tubuh. Sebab otak manusia yang memiliki kapasitas luar biasa, tidak mungkin bersikap apatis pada kebaruan. Beda dengan para nenek moyang kita yang kesehariannya
diwarnai kelengangan, yang bisa menghindarr dari pengaruh luar dengan lari ke gua atau hutan. Di situ tidak ada listrik dan serbuan informasi berupa radio, TV dan internet, cuma suara jengkrik dan kodok. Ada beberapa kawan yang dulu sangat sinis dan alergi terhadap gaya hidup millennial, namun belakangan aku terkejut namun sambil senyum. Mereka sudah tampak punya akun facebook, twitter dan instagram, serta rajin bikin status dan selfie, hahaha,” gelak Nyoman Sudiantara mengakhiri komentarnya. “Hidup ini ibarat koma berulang-ulang dan titik muncul saat nafas hijrah dari tubuh. Makanya jangan sesumbar dan menyatakan diri anti dan alergi terlalu cepat terhadap sesuatu. Sebab ada kemungkinan kita akan menjilat ludah yang sudah tumpah di tanah. Silakan tunda untuk percaya, seperti hakikat dekonstruksinya Derrida. Jangan ujug-ujug mengatakan tidak suka atau tidak percaya! Coba simak perilaku politisi kutu loncat, yang gencar memuja-muji junjungannya, namun tiba-tiba menjelek-jelekkan
dan memfitnah mantan tuannya saat pindah ke junjungan yang lain! Kita harus ingat, bahwa perubahan atau tranformasi merupakan hal paling abadi, sedangkan kepentingan adalah hal yang paling penting. Transformasi mental merupakan pijakan manusia untuk menapaki kehidupan sosial. Tapi jangan lupa jejakjejak atau sisa peradaban purba masih ikut melekat dalam hasil tranformasi mutakhir. Sebab di bawah mentari yang sama, tidak mungkin ada yang baru sama sekali. Bom nuklir dan rudal balistik modern tidak bisa lepas dari ikhwal senjata Brahmaastra, Pasupati, Konta dan Cakra di Era Mahabharata. Demikian pula ubikuitas di Zaman Teknologi Informasi dan Komunikasi, bukan tidak mungkin diadopsi dari ilmu Shastra Jendra yang dimiliki Khrisna. Dalam ilmu kanuragan tersebut ada kemampuan mengkloning diri menjadi banyak buat menemui beberapa isteri yang berdomisili terpisah, untuk membagi nafkah bathin secara adil, merata dengan kepuasan yang sama,“ ujar Anom Wijaya.
cukup kuat, orang akan percaya bahwa menjelang akhir Kaliyuga nanti, paling panjang usia orang diramalkan akan menjadi sekitar 30-an tahun. Balam (kekuatan badan dan mental) pun menjadi merosot. Banyak orang tua atau kakeknenek masih melakukan aktivitas yang anak-anak muda tidak bisa melakukannya. Walaupun usia sudah lanjut, mereka masih mampu mengangkat barang berat-berat, menyapu, bekerja keras, juga giginya masih utuh dan tidak pakai kaca mata. Dahulu, anakanak tidak pernah terganggu emosinya jika orang tua atau para guru sekolah memberikan nasihat. Sekarang, nasihat justru menjadi “siksaan” bagi anak-anak. Tidak banyak yang mempunyai daya tahan mental yang kuat. Mereka mudah dialih-arahkan oleh hal-hal yang “menawarkan” kesenangan dan kenikmatan sementara. Balam, kekuatan badan dan mental menjadi merosot, dinam anudinam, hari demi hari. Smrti (daya ingatan) sudah menjadi masalah bagi orang kebanyakan. Penulis pernah menanyakan kepada anak kecil, dengan siapa ia bermain tiga hari yang lalu? Anak itu lupa. Penulis juga bertanya kepada bapak-bapak, apa yang dilakukannya beberapa jam lalu? Bapak itu tidak bisa mengingatnya. Yang paling banyak terjadi adalah orang mencari kaca mata kemana-mana padahal kaca mata sedang dipakainya. Demikian pula orang mencari hape (handphone) kemana-mana padahal ditaruh di atas meja atau ada di sakunya. Jadi, smrti atau daya ingatan pun dinam anudinam, hari demi hari, namSyati, menjadi semakin merosot. Selanjutnya Ksama (pengampun, pemaaf) dan Daya (jiwa pengasih dan penyayang). Sekarang ini, jiwa orang-orang di seluruh dunia sedang digerogoti “virus” kekerasan, benci, iri, dengki dan permusuhan. Orang-orang cerdas bijaksana tidak akan membiarkan “virus berbahaya” ini berkembang biak di dalam dirinya. Mereka tidak akan “rajin” mengurusi orang lain,
MIMBAR AGAMA Redaktur Khusus MIMBAR
KATOLIK
Ignatius Suharto “Apakah Anda tidak mau diurapi dengan minyak Allah? Dalam kisah inilah kita disebut orang Kristen: karena kita diurapi minyak Allah” (Theophilus dari Antiokhia kepada Autolycus 1:12 [A.D. 181]) DUA hari Minggu terakhir ini Uskup Denpasar (Mgr. Silvester San) menerimakan Sakramen Krisma di Paroki Roh Kudus Denpasar dan Paroki Fransiskus Xaverius Kuta. Karena Sakramen Krisma harus diterimakan oleh Uskup, maka Paroki yang akan melangsungkan Upacara Sakramen Krisma harus menantikan kehadiran Bapak Uskup. Dan oleh karena itu Bapak Uskup harus berkeliling dari paroki yang satu ke paroki yang lain di Keuskupan Denpasar. Padahal jumlah paroki di Keuskupan Denpasar (Provinsi Bali dan NTB) ini 23 Paroki dan satu Quasi Paroki (Q.P. St. Yohanes Maria Vianey, Donggo, Bima. Sakramen itu apa? Menurut Gereja Katolik, Sakramen (Ing. sacrament) adalah tanda yang
Sakramen Krisma
terlihat, yang dapat ditangkap oleh panca indra, yang dilembagakan oleh Yesus dan dipercayakan kepada Gereja, sebagai sarana yang dengannya rahmat dari Allah dinyatakan melalui tanda yang diterimakan, yang membantu penerimanya untuk berkembang dalam kekudusan, dan berkontribusi kepada pertumbuhan Gereja dalam amal-kasih dan kesaksian. . Gereja katolik mengajarkan adanya tujuh sakramen, dan diurutkan dalam Katekismus Gereja Katolik (KGK) sebagai berikut: 1. Sakramen Pembaptisan: (KGK 1213–1284), 2. Sakramen Krisma juga disebut Sakramen Penguatan (KGK 1285–1321). 3. Sakramen Ekaristi (KGK 1322–1419), 4. Sakramen Rekonsiliasi lazim disebut Sakramen Pengakuan dosa (KGK 1422–1498), 5. Sakramen Pengurapan orang sakit (KGK 1499–1532). 6. Sakramen Imamat (KGK 1536–1600), dan 7. Sakramen Pernikahan juga lazim disebut Sakramen Perkawinan (KGK 1601–1666). (Penjelasan tiap sakramen dijelaskan juga dalam Kompendium KGK ) Sakramen-sakramen itu secara keseluruhan dipandang sebagai sarana penting bagi keselamatan umat beriman, yang menganugerahkan rahmat tertentu dari tiap sakramen tersebut. Gereja Katolik mengajarkan bahwa buah
Transformasi Mental Manusia bukan hanya seonggok daging dan tulang tergenang darah. Bukan pula seberkas roh yang berkelana di jagat raya. Namun, jalinan antara kedua fenomena tersebut, yang berbentuk unik dengan sepakterjang yang sulit ditandingi penghuni alam lainnya. Perilaku manusia yang misterius dan sulit diduga membuat jagat raya mengalami transformasi terusmenerus. “Transformasi adalah perubahan secara berangsur dan bertahap, dari bentuk dan hakikat sederhana dan alami menuju ke bentuk dan esensi kulminatif yang kompleks dan canggih seturut gagasan. Berbeda dengan evolusi yang dikendalikan alam seperti Teori Darwin, juga tidak sama dengan revolusi atau perubahan cepat seperti yang terjadi di ranah sosial, budaya, politik dan teknologi. Perubahan fisik manusia, dari Orde Nisnas berevolusi menjadi Orde Pithecanthropus
brolan BALE BANJAR ARIDUS Erectus berhenti pada wujud ultimum Orde Homo Sapiens. Manusia Neandhertal dengan volume otak 1450 Cm kubik, merupakan homo sapiens awal yang konon muncul 600 ribu- 350 ribu tahun silam. Meskipun evolusi fisiknya berhenti , namun kapasitas otaknya terus berkembang dan ironisnya volume otaknya mengkerut menjadi 1.350 Cm kubik saat menjadi manusia ultramod-
Bali
6
Redité Pon, 4 November 2018
Upakara ring Agama Hindu
Kadasarin antuk Satyam, Sivam, Sundaram NGAMARGIANG kahuripan pinaka krama sané magama Hindu manut saking tata-titi sané sampun katami saking para panglingsiré wantah macihna pisan. Duaning sajeroning pidabdab ngamargiang daging-daging agama minakadi nyiwi Ida Sang Hyang Widhi Wasa wantah kamargiang antuk makudang-kudang parikrama sané taler kadagingin antuk pidabdab sané ngranjing ring daging budaya. Minakadi conto ring parikrama piodalan utawi ngamargiang karya ageng ketah kamargiang makudang-kudang wangun sesolahan sané ngranjing ring soroh kasenian Bali pinaka ilén-ilén saking pidabdab upacara inucap. Punika nyinahang yéning kawéntenan agama Hindu taler budaya Bali wantah masikian tur saling jangkepin. Sané ngranjing sajeroning budaya ring pidabdab upacara inucap nénten wantah sesolahan wiadin parikrama kasenian kémanten, makudang-kudang soroh upakara utawi banten sané kakaryanin tur kawigunayang taler ngranjing ring wangun budaya Bali sané sarat antuk daging-daging tattwa agama Hindu. Punika mawinan kawéntenan makudang-kudang soroh upakara manados cihna saking pidabdab upacara yadnya sané kamargiang olih krama Hindu manut tata-titi wiadin dresta sané katami saking panglingsirnyané. Dr. I Made Adi Surya Pradnya S.Ag., M.Fil.H., akademisi Hindu taler dosén ring IHDN Denpasar maosang, makudang-udang soroh upakara minakadi canang taler sané siosan wantah sarana sané
kawigunayang pinaka atur-aturan majeng Ida Sang Hyang Widhi Wasa manut sakadi sané munggah ring Sloka Bhagawadgita IX. 26. Indik kawéntenan upakara inucap, boya wantah wénten ring Bali wiadin sajebag Nusantara kémanten, nanging taler kakaryanin utawi kamargiang olih krama Hindu ring India sané ketah kalarung ring Sungai Gangga utawi kaaturang ring arca-arca déwa-déwi irika. Sakéwanten sané ketah kapanggihin utawi kakaryanin ring Bali kasinahang lewih tur bungahan, duaning pidabdab krama Hindu ring Bali tatkala makarya sarana upakara taler kadagingin antuk pidabdab seni sané becik. Sios punika, bungahnyané upakara kasinahang antuk makatah soroh sekar. Yadiastun wangunipun mabina-binayan, nanging unteng utawi daging tattwa upakarané pateh. “Saking nguni sampun kauningayang, pidabdab upacara sané kamargiang ring kahuripan krama Hindu ngawigunayang upakara sané kakaryanin antuk dasar Satyam utawi kapatutan wiadin tattwa, Sivam utawi kasucian, miwah Sundaram utawi keindahan miwah kaasrian,” baos dané. Surya Pradnya malih maosang, yadiastun manados sinalih tunggil pidabdab krama Hindu sarahina, majanten nyayagayang upakara utawi banten patut madasar antuk tata-titi sané patut kaélingin tur katinutin. Minakadi sang sané ngaryanin upakara nénten nedeng kacuntakan ring awak wiadin wénten kalayusekaran, wus punika patut ngresikin angga antuk masiram
Bencingah
Patut Ngeret Ambek ring Angga Sarira SAKADI sané sampun ketah kauningayang, krama Hindu ring Nusantara utamanipun ring Bali ngamargiang parikrama magama antuk pidabdab sané macihna pisan. Sinalih tunggilnyané antuk ngamargiang makudang-kudang upacara yadnya sané pidabdabipun nganutin rerainan antuk parikrama sané matios-tiosan. Tios saking paileh upacara, ketah taler kapanggihin kramané gupuh nyayagayang sekancan sarana sané jagi kawigunayang. Yadiastun ring kahanané mangkin sampun akéh kapanggihin krama sané ngadol sarana upakara, nanging nénten akidik krama sané kantun ngaryanin sarana upakara preragan ring upacara sarahina utamanipun tatkala makarya banten saiban. Kaélingang utawi nénten, wénten makudang-kudang parisolah sané sapatutné kamargiang sajeroning ngaryanin upakara utawi banten, sakadi sané kabaosang Dr. I Made Adi Surya Pradnya S.Ag., M.Fil.H. Surya Pradnya maosang, sané pinih utama sajeroning makarya upakara utawi banten wantah patut kakaryanin alon-alon taler antuk manah sané becik miwah degeng, nénten grasa-grusu. Sios punika, patut mararian abosbos manawita sampun rumasa kenyel, nénten maksayang raga, duaning maksayang raga tatkala makarya banten jagi ngawinang pikayunan kaon sayan ngagengang. Yéning sampun asapunika napi malih nincap dados krodha, sinah jagi ngawinang krama inucap ngamanggihin pikobet sané nyinahang kahanan nénten becik tatkala makarya upakara. Sangkaning punika sané taler kautamayang sajeroning parikrama makarya upakara wantah prasida ngeret ambek ring soang-soang angga utawi ambek ring angga sarira sané tan bina sakadi ngelarang yoga samadhi. Katakénin indik gatra sané polih viral ring média sosial sané ngawigunayang upakara utawi banten pinaka sarana macanda-candaan, Surya Pradnya maosang, parindikan punika kirang becik kamargiang. Sapatutné yéning meled macanda, wigunayang sarana sané tiosan kémanten, sampunang nganggén upakara yéning meled maparikrama nuutang sané nedeng trend ring média sosial sakadi punika. “Duaning upakara utawi banten wantah sinalih tunggil sarana utawi piranti budaya sané taler madaging antuk tetuektetuek miwah tattwa agama Hindu sané sampun sapatutné kaajiang kawéntenanipun. Yéning nénten para yowana pinaka panerus saking krama Hindu sané ngajiang, sira malih sané jagi ngamargiang?” asapunika Surya Pradnya nugesang. (was)
AKSARA BALI
angob
1.
he\ob/,
2.
angus
2.
h\us/,
3.
anjem
3.
hzé)m/,
4.
anom
4.
henom/,
5.
anteng
5.
hnÓ%,
6.
antih
6.
hnÓi;,
7.
antug
7.
hnÓ¡g/,
8.
anut
8.
hnut/,
9.
anyud
9.
hzud/,
10.
aor
10.
heh(o/,
1.
UPAKARA – Ring pamargin upacara agama Hindu utamanipun ring Bali, majanten kapanggihin kramané ngaryanin makudang-kudang upakara. Parindikan sané patut kauratiang tatkala makarya upakara, sané makarya nénten nedeng cuntaka taler setata becik mapikayunan, mabebaosan saha maparikrama.
Wangun Sarana Upakara
Kawagedan Panglingsir Ngamedalang Daging Tattwa Agama SAKADI sané sampun kasinahang, pidabdab magama Hindu ring Nusantara utamanipun ring Bali nénten prasida lempas saking kawéntenan makudang-kudang upakara utawi banten. Asapunika tata-titi sané kamargiang olih para panglingsir tatkala jagi ngaturang suksmaning manah majeng ring Ida Sang Hyang Widhi Wasa antuk sekancan wara nugraha sané sampun kapaicayang kantos prasida becik ngamargiang kahuripannyané soang-soang. Punika mawinan ketah kapanggihin kramané gupuh makarya utawi nyayagayang makudang-kudang sarana upakara sané jagi kawigu-
nayang utawi kaaturang ring upacara yadnya sadurung upacara inucap kamargiang. Sané patut kaélingang, makarya sarana upakara utawi banten sané pinaka sarana cecihnan Bali nénten dangan. Drs. I Dewa Gede Windu Sancaya, M.Hum., budayawan miwah dosen Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana maosang, upakara utawi banten sané kawigunayang sajeroning agama Hindu nénten nyinahang cecihnan seni kémanten nanging taler nyinahang indik tattwa utawi dagingdaging piteket agama. Minakadi sané kasinahang saking parindikan upakara sané
marupa segitiga, bunter, mrepat miwah sané siosan sané majanten madué teges utawi tetuek agamanyané soang-soang. Tios punika, ring sarana yadnya marupa canang sari sané ketah kawigunayang ring parikrama sarahina taler madaging antuk tetuek agama inggih punika indik pangider-ider bhuwana sané kasinahang saking kawéntenan makudang-kudang warna sekar sané becik katata sané ring tengah-tengahipun kadagingin antuk kembang rampé. Punika boya wantah budaya kémanten, nanging cihna kawagedan para panglingsir ngamedalang daging-daging tattwa agama antuk wangun-
BUNGAH – Cihna upakara sané kakaryanin olih krama Hindu ring Bali wiadin Nusantara kasinahang bungah. Punika sangkaning upakara kakaryanin antuk pidabdab seni miwah madaging antuk makatah sekar sané mawarna-warni.
wangun sarana sané estétik taler fungsional. Ngaryanin sarana inucap janten ngaptiang kawagedan sané becik, minakadi matuasan, majejahitan, nyebit tiing sané kawigunayang dados katik saté, ngaryanin klakat, klabang, sanggar tawang miwah sané tiosan. Punika wantah cihna “terjemahan kultural” sané kalintang becik tur pradnyan saking para panglingsir krama Hinduné. “Punika satmaka cihna yéning panglingsiré waged pisan ngamedalang saha nyinahang makudang-kudang daging tattwa utawi daging sastra agama sané sujatiné “abstrak” malarapan antuk sarana-sarana upakara utawi banten sané madué kawigunan miwah tetueknyané soang-soang,” baos Windu Sancaya. Dané malih maosang, sangkaning kawagedan para panglingsiré punika sinah filosofis utawi daging agama prasida kaadungang sajeroning pidabdab upacara malarapan antuk upakara inucap. Parindikan punika prasida kamargiang sangkaning antuk makudangkudang tetimbang, minakadi ngawigunayang susu miwah madu sajeroning upacara sané ring upakara Hindu ring Nusantara utawi Bali susu kagentosin antuk pisang miwah madu kagentosin antuk tebu. Indiké
punika kadasarin antuk daging sajeroning sarana sané kawigunayang pangentos wiadin tetuekipun sané pateh. Wénten taler ngawigunayang tebu ireng sané kadasarin antuk pikayunan warnanipun sané selem niyasa Ida Bhatara Wisnu. Antuk makudang-kudang parindikané punika, prasida kabaosang yéning upakara utawi banten wantah pakardin budaya miwah pakardin agama. Duaning punika wantah sarana sané madaging antuk parindikan seni miwah indik budaya Bali taler madaging antuk daging tetuek agama Hindu. Ring makudang-kudang genah utawi wewidangan ketah kapanggihin wangun upakara utawi banten sané mabinayan yadiastun upacara sané kamargiang pateh, punika kabaosang pinaka “variasi” sané kamargiang antuk makudang-kudang dadalan utawi parindikan. “Indiké punika kapanggihin sangkaning antuk makudang-kudang parindikan, minakadi pabinayan krama ring soang-soang wewidangan antuk ngamedalang daging sastra agama sané kaélingang, sangkaning makudang-kudang parindikan sejarah sané naenin kapanggihin irika, taler kadasarin antuk kahanan palemahan,” asapunika dané nartayang. (was)
Dura désa
Tari Topéng Malangan
Kruna Basa Bali
miwah ngeningang manah sadurung ngaryanin upakara, mapanganggé sané becik tur patut saha ngeret pikayunan kaon taler nénten mabebaosan miwah maparilaksana sané nénten becik. Sios punika taler kaadungang sareng upacara sané kamargiang. Manawita punika wantah upacara sané kamargiang sarahina sinah upakaranipun prasida kakaryanin olih sapasira kémanten utawi sané jagi ngamargiang pidabdab yadnya inucap. Sakéwanten yéning ngranjing ring soroh upacara sané ageng, minakadi conto upacara nyatur sané ngaptiang upakara ageng minakadi pulagembal, bebangkit wiadin ngawigunayang sarana marupa kebo, sinah ngrayanin upakarannyané patut kamargiang olih krama sané sampun mawinten dados sarati utawi juru banten. Malih dané maosang, nénten wantah urati ri kala upakara inucap kakaryanin utawi kaaturang kémanten, risampuné ipun dados surudan utawi prasadam patut taler becik kauratiang tur kadabdabang. “Yéning surudan saking upakara inucap kantun becik kahananipun sinah patut kaajeng pinaka niyasa nunas paica merta saking Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Sakéwanten yéning sampun nénten becik kaajeng olih krama minakadi nasi tumpeng sané sampun katos sinah prasida dados tatedaan ubuh-ubuhan minakadi ayam. Sios punika prasida taler kanggén lemekan utawi “pupuk organik” sané kaicén ring tetanduran sané kadruénang,” dané nartayang. (was)
Nyaritayang Indik Satua Panji SATIOS ring Bali, ring Jawi taler nglimbak sesolahan topéng wiadin wayang wong. Minakadi sinalih tunggil sesolahan topéng saking wewidangan Malang, Jawa Timur. Tari Topéng Malangan, sapunika wastan sesolahan sané pinaka asil pepadonan saking budaya Jawa Tengahan, Jawa Kulonan, miwah Jawa Timuran (Blambangan miwah Osing). Dasar sesolahan topéng puniki madaging antuk unsur kekayaan dinamis miwah gamelan saking Jawi, Madura, miwah Bali. Carita sané kasinahang taler akéhan indik carita Panji. Tari Topéng Malangan sane rumasuk ring wisata budaya Banyuwangi puniki sampun wénten mawit abad 20 saha nglimbak daweg jaman perang. Tari topéng puniki wantah niyasa ambek i manusa, santukan akéh topéng sané
nyinahang kahanan sebet, bagia, kimud, galak, miwah sané tiosan. Sajeroning masolah, Tari Topéng Malangan puniki kasolahang olih makudang-kudang pragina. Carita sané kasinahang ketah marupa carita Panji antuk tokohnyané minakadi Raden Panji Inu Kertapati (Panji Asmarabangun), Galuh Candrakirana, Dewi Ragil Kuning, Raden Gunungsari, miwah sané tiosan. Ri kala masolah, wénten makudang-kudang paletan carita. Mawit saking paletan jejer jawa, jejer sabrang, perang gagal, gunungsari-patrajaya, perang brubuh, miwah bubaran. Satios punika, pateh sakadi carita sajeroning pawayangan, tokoh sajeroning Topéng Malangan puniki taler kapah dados makudang-kudang soroh, minakdi bolo tengen (ksatria jawa), bolo kiwo (raksasa/ klono), dewa, pragina istri, miwah
punakawan. Tios punika, sajeroning pementasan Tari Topéng Malangan taler wénten dalang. Satios nguratiang pamargin carita, dalang taler maparikrama ngicén sesaji taler ngwacén mantra ri kala ngaturang sesaji. Ngeninin indik gamelan sané ngiringang, Tari Topéng Malangan puniki kairingang antuk gamelan tradisional minakadi kendang, bonang, gong, miwah piranti gamelan tiosan. Sajeroning panglimbaknyané, tari Topeg Malangan puniki sayan rered sangkaning kirangnyané regenerasi miwah rasaéling krama nglestariang saha nglimbakang sesolahan puniki. Yadiastun asapunika, makudangkudang sanggar ring Malang kantun kukuh nglimbakang budaya tetamian puniki. Utsaha pelestarian inucap kabuktiang
BPM/net
antuk ketahnyané ngamargiang pementasan antuk makudang-kudang paweweh gerak sané nénten lempas saking pakem sesolahan Topéng Malangan. Utsaha inu-
cap majanten muatang uratiang saking pemerintah taler samian krama mangda kawéntenan tetamian budaya inucap lestari. (pusdat/berbagai sumber)
Redité Pon, 4 November 2018
SEMENGAN mara endag matan ainé, Kadék Arya suba makikén luas ngajahin ka sekolah. Tamat Fakultas Sastra Inggris, ia ngasukang lamaran dadi guru abdi di SMP Jaya Kumara. Ia katerima krana sekolah kuangan guru bahasa Inggris. Diastun maan upah satak tali abulan, ia seleg ka sekolah. Tusing demen ngrenggeng nguyutang gajih. Dadi guru sangkaning las. Tusing cara guru ané lénan, suba PNS enu masih ngarangin jam ngajahin apang maan upah lebian ané madan sértifikasi. Di sekolah, Kadék Arya paling demenina tekén murid-muridné. Ia dueg ngajahin. Yén kasépan masuk kelas, murid-muridné ka ruang guru mendakin. Guru lénan ané kasépan ka kelas tusing ada ngrunguang, tusing kapendakin ka ruangan guru. Murid-muridé suryak-suryak, macanda girang, yén guru lénan tusing ngajahin. Ento makrana kepala sekolahé sabilang upacara bendéra setata ngajumang tur nyambatang Kadék Arya guru idola di SMP Jaya Kumara. Murid-muridné seleg malajah, énggal ngresepang paplajahan krana demen tekén guruné. Kepala sekolahé nundén guru-guru ané lénan apang masaing dadi guru idola. Kadék Arya dadi guru sangkaning demen. Pangaptiné menék ngancan ada lowongan CPNS. Ia precaya, pemerintahan Presidén Jokowi bresih tekéning calo CPNS. Dugas pidan sawai ia ningeh anak nombok apang lulus dadi pegawai negeri. Ada ané maan, ada masih pipisné telah caplok calo. Tanah carik telah, pipis ilang, gegaén tusing ada. Ada masih bani nombok dadi guru kontrak. Biur ortané yén sarad makeneh dadi pegawé kontrak apang nyiapang pipis Rp 75 yuta. Kadék Arya ngalih gaé sangkaning ngetohang kabisan, apang tusing pocol petang tiban malajah di kampus. Yadiastun cara jani dadi guru abdi sekolah maan upah satak tali rupiah, ia lega krana demenina tekén murid-muridné. Murid-muridné nemenin, nanging somahné ngedésem. Masemu masem boya sangkaning cemburu Kadék Arya masawitra ajak bajang-bajang cerik. Sawai mauyutan krana tusing ngelah pabelin goh nasi. Upah satak tali kadirasa anggon pabelin lengis montor tusing nyandang. Ento makrana somahné setata nundén Kadék Arya suud dadi guru. Ngelah kabisan mabasa Inggris apang dadi guide utawi magaé di hotél apang ngelah sekaya. Yén dadi tagih pipisé matumpuk-tumpuk kanti cara bukit. “Bli dadi guru tan bina cara katibangbung. Necis payas bliné nanging tusing ngelah pipis!” kéto munyin somahné sawai. Kadék Arya setata nyidang nyautin munyin somahné ané sepet. Dueg ia nimbalin apang somahné ngenduk. Ia nuturang tusing ada gaé ané melah yéning tusing kadasarin keneh las. Makejang cara bukit johin. Ada nyambatang dadi guide Prancis malih melaha, nanging turisé jani ka Bali suba liunan tusing ngaba pipis. Kéto masih tamu Jepang, pidan aluh baan mlagandang, jani celepang ka artshop sépanan malaib ngedamblang. Apabuin ngajak tamiu China, liunan munyi tan bina cara negen bébék muani. Jani dadi guide tusing karuan maan susuk.
Nyastra
Guru Abdi I Madé Sugianto Makenyem somahné ningehang tuturné Kadék Arya. “Bli mula dueg, ento ané ngaénang titiang jatuh ati. Bli mula liu kuangan, nanging bli masih ada lebihné. Lebihan gombal!” saut somahné sambilanga nyigit lengenné. Nepukin somahné makenyem, girang kenehné Kadék Arya majalan luas negakin cekétérné. Saja buka anaké nyambatang, liang majalan uling jumah, neked di tongos magaé masih bagia. Pedih jumah tusing aba ka sekolah. Ento mirib ané ngranayang ia demenina tekén muridmuridné. Murid-muridné sawai ngortaang Kadék Arya tekéning reramané. Kadék Arya, guru abdi ané dueg ngajahin. Ento ané ngranayang reraman murid-muridé nundén pianakné lés basa Inggris di umah guruné apang énggal bisa mabasa Inggris. Diastun ngajahin basa Inggris, Kadék Arya nganggon pangenter basa Bali, pangaptiné apang murid-muridé tusing engsap mabasa Bali. Sasukat ento, sabilang sanja ramé murid-muridé teka ka umahné lés basa Inggris. Sujatiné ia kimud nudukin murid-muridné pipis, nanging reraman muridé ané ngatehang pianakné lés ngenjuhang sangkaning las. Yadiastun jani mukak lés, Kadék Arya tetep nyisihang galahné mukak kursus basa Inggris gratis tekén cerik-cerik lan yowana di désané. Kursus basa Inggris gratis kalaksanayang di balai banjar nyabran Redité. Ada anggota déwan ané urati teké-
Satua
I Pucung (4)
Kaketus saking Satua-satua Bali (VIII)
BUIN akejepné pesu lantas I Pucung uli gedongé tur jagjagina Jero Mangku lantas ia matakon, “Men sapunapi Jero Mangku, wénten minab wacanan Ida Bhatara?” “Nah melah suba cai ka puri ngaturang tekén Ida Sang Prabu pangandikan Ida Bhatara. Bapa sing ja bareng kema, reh jumah ada tamiu ngantiang.” Déning kéto pangandikan Jeo Mangku, dadi kendel pesan I Pucung, dening guguna pamunyin gelahné tekén Jero Mangku, lantas ia majalan ngapuriang. Sesubané I Pucung nganteg di purian, ngandika raris Ida Sang Prabu, “Men kénkén Pucung, ada pawacanan Ida Bhatara tekéning cai, tegarang tuturang apang nira nawang?” Matur I Pucung, “Inggih wénten Ratu Dewa Agung. Asapuniki wewacana Ida Bhatara ring titiang ; ‘Ih iba Pucung, kema aturang wacanan gelahé tekén gustin ibané buatné nira lédang lakara ngicénin Ida kaluputan, mangdané guminé karahayuan nanging yan Ida kayun ngaturang okané, Ida Radén Galuh tekén nira.’ Asapunika pangandikan Ida Bhatara ring titiang. Inggih sané mangkin asapunapi pakayunan Palungguh Cokor I Dewa, déning asapunika pakayunan Ida Bhatara?” “Nah yan kéto pakayunan Ida Bhatara, anaké buka nira sing ja bani tulak tekén pakayunan-Idané. Sakéwala guminé karahayuan, nira dong ngaturang dogén. Da buin mara abesik panak nirané karsaang, kadong makadadua nira lakar ngaturang.” Ditu ngendelang dogén kenehné I Pucung déning lakar kaisinin idepné nganggon Radén Galuh kurenan. Matur buin I Pucung, “Inggih yén asapunika pakayunan Palungguh Cokor I Déwa, margi rahinané mangkin ratu. Aturang Ida anak Cokor I Dewa ring Ida Bhatara mangda gelis Ida rauh, titiang ja ngiringang Ida jaga aturang titiang ring Ida Bhatara Dalem.” Ditu lantas Ida Sang Prabu ngandikain parekané ngandikaang ngaturin okané lanang Ida Radén Mantri kandikaang ngapuriang. Ida Radén Mantri sedek koné di jabaan. Majalan lantas i parekan ka jabaan ngaturin Ida Radén Mantri. Ida Radén mantra raris ngapuriang tangkil ring ajinné. (Masambung)
ning Kadék Arya. Pak Ketut Ar adan anggota déwané ento. Dané demen ningalin Kadék Arya nyidang munduhang cerik-ceriké lan yowanané mapupul di balai banjar. Apabuin yowana uling makudang-kudang banjar milu mapupul ditu. Dané dot ngangonang Kadék Arya apang nundén murid-muridné milih déwékné kayang Pemilu ané suba paek. Yowana, pemilih pemula ané sandang garapin apang suarané tusing cara kapu-kapu di telagané. “Ia mara guru abdi, yén janjiang dadi pegawai negeri pasti ia nyak. Apabuin anggota déwan nulungin pasti ia precaya,” kéto kenehné Pak Ketut Ar. Pak anggota déwan lantas nundén supirné nyemput Kadék Arya. Tusing makeloné, Kadék Arya neked di jumahné Pak Ketut Ar. Umahné Kadék Arya tekéning anggota déwanné tusing joh, désa patuh tuah banjar dogén malénan. Sujatiné ada kleteg tusing luwung ané karasayang. Tumbén anggota déwan uling désané ngaukin tur nundén supir nyemput déwékné. Diastun ragu, ia nugtug supir anggota déwan pacang matemu ajak Pak Ketut Ar ané ngelah kuasa. Neked jumah anggota déwan, Pak Ketut Ar nuturang tetujonné. Dané ngaku madalem Kadék Ar krana dadi guru abdi. Gajih tusing maan apa, anggon pabelin sabun colék tusing nyandang. Ento mawinan dané nyanjiang pacang nulungin dadi guru PNS. “Bapak nepukin Kadék nyidang
munduhang truna-truniné jumah, ento anggon bapak kendel. Angob bapak nepukin. Kadék suba nawang, truna-truni iragané uling pidan puik, sabilang mapupul setata majaguran. Kadék nyidang munduhang, bapak angob nepukin. Bapak ngelah kuasa, tusing nyidayang nempa,” raos anggota déwanné. Pak Ketut Ar masih nuturang, suba sawai tuun ka banjar-banjar apang yowané masikian, nanging tusing nyidayang. Ento krana Pak Ketut Ar ngidih tulung tur nekaang Kadék Arya mulihné. “Kadék dot dadi pegawai negeri?” Kadék Arya maanggukan. “Bapak lakar nulungin. Ngudiang dadi guru abdi, tuyuh ada, pamelin taluh sing ada!” anggota déwan masemaya. Pak Ketut Ar lantas nyambatang tetagihanné. Kadék Arya apang mapitulung. Carané truna-truniné tundén milih Pak Ketut Ar kayang pemiluné. Pak Ketut Ar ngaku sawai blolongina tekén yowanané. Pipis wantuan jemaka, nanging tusing nyoblos. Mabinaan ajak tua-tuané, nyemak pipis masih nyoblos déwékné. Pangaptiné jani dadi Ketua DPRD. Yén suba bakat, ngedénang dadi calon bupati. Ento makrana Pak Ketut Ar apang liu ngelah suara. Ningehang pangidih anggota déwané, Kadék Arya rumasa kena jaet. Aget jaet kekawa, nyidang ia kelés. Kadék Arya nyambatang munduhang truna-truniné di balai banjar malajah basa Inggris sangkaning las. Tusing nudukin pipis. Tetujoné apang trunatruniné bisa mabasa Inggris apang nyidang ngalih gaé. “Mén waké dueg mabasa Inggris ngujang dadi guru abdi. Ngudiang tusing ka kapal pesiar? Apa kéwéhné nundén truna-truni milih icang. Mungpung bapak ngelah kuasa, kal baang SK pegawai kontrak. Jani nyidang merintahang bupati nekén surat kontraké!” brangti anggota déwan krana pangidihné tusing kaisinin. Nrugtug jantungné Kadék Arya ningehang pasaut anggota déwanné. Apabuin Pak Ketut Ar mula kasub liu ngubuh préman. Yén kenehné katulak, bégal kaperintahang ngrejek. Ento makada sabilang masan pemilu guminé lindu. Ia mategar nyaurin, apang anggota déwanné tusing salah tampi. Yadiastun tusing dadi pegawai negeri, yadiastun tusing dadi guru kontrak, ia tetep bagia dadi guru abdi nyalanang isin atiné. Bandingang dadi pegawai negeri lan guru kontrak nanging kena jaet. Anggota déwan tusing ngraos, makaad ngadébros. Sopir ngatehang Kadék Arya mulihné. Buin duang mingguné, kepala sekolah ngelurin Kadék Arya apang masadu arep di ruangané. Kepala sekolah nyambatang guru ané paling sayangina di sekolah tuah Kadék Arya. Ento makrana nyabran Soma ri kala upacara bendéra setata nyambat adané apang katuladin olih guru ané lénan. Unduké jani suba malénan. Ngamengmeng paningalan kepala sekolahé ngraos ajak Kadék Arya. “Yén Kadék enu ngajahin dini, bapak kena mutasi!” -0-
I Putu Gede Warsana
Nincapang Pisarat Alit-Alité Nelebin Sesolahan Barong SESOLAHAN barong sakadi mangkiné kantun becik kamargiang, pamekas ring Bali. Kahanan punika satmaka cihna panglimbak seni ring Bali kantun becik. Napimalih pisarat krama utamanipun para yowana nelebin seni budaya tetamian panglingsir punika sayan nincap. I Putu Gede Warsana, S.H., sinalih tunggil panguruk sesolahan barong taler manggalaning Sanggar Seni Taksu Barong Kélék Gulingan maosang, mangkin sayan akéh alit-alit miwah para yowana sané meled nelebin sesolahan barong. Antuk kawéntenan makudangkudang pacentokan nyolahang barong utawi pacentokan bapang barong sané kamargiang prasida nincapang pisarat alit-alité nelebin sesolahan barong saha nincapang kréativitasnyané ring parikrama seni sesolahan. Akéh taler alit-alit sané ngranjing ring sanggarsanggar jagi nelebin sesolahan barong. “Tiang angob duaning sayan akéh yowana sané meled malajah saha nincapang kawagedannyané ring widang seni utamanipun ring sesolahan barong. Mabinayan pisan ring kahanan warsa 80-an, arang pisan yowana sané nyolahang barong. Duaning tatkala punika nénten wénten galah miwah genah alit-alité muruk saha kakirangan prabéa. Matiosan pisan r i n g kah-
anané mangkin,” baos dané. Lanang sané embas ring Badung, 10 Januari 1965 puniki malih maosang, ngayah mundut utawi nyolahang patapakan Ida Bhatara Sesuhunan sané marupa barong, sané kaptiang wantah manah sané lascarya. Yéning sampun kadasarin antuk manah sané lascarya ri kala ngiring Ida Bhatara napi malih setata kakawitin antuk ngaturang sembah pangubhakti sadurung ngaturang ayah, majanten sang sané ngayah jagi becik masolah ring kalangan. Sakéwanten, yéning sampun kadasarin antuk manah sané ajum, sanget andel ring raga tur sumbung, sinah parikramanyané tatkala ngaturang ayah mundut patapakan Ida Bhatara masesolahan nénten prasida becik sakadi sané kapikayunin. “Sakadi punika sané ketah panggihin tiang, duaning sekancan parikrama sané kamargiang yéning sampun kadulurin antuk manah seneng, bhakti tur lascarya sinah becik pikolih ipun tur prasida mamargi antar,” baosnyané. Kawewehin malih, sané taler patut kaélingang sadurung masolah, barong wantah sarana utawi prabot. Dadosné patut kasolahang madasar “imajinasi” mangda sesolahan sané kamedalang prasida lemuh tur barong inucap prasida satmaka maurip. Santukan barong sané ketah kasinahang minakadi barong két wantah niyasa saking beburon alas minakadi macan, raris pragina sané masolah kaaptiang prasida mikayunang sapunapi macan utawi buron alas inucap maurip tur maparikrama. Manawita jagi nyinahang aéng, mangda prasida pragina inucap satmaka masikian sareng beburon sané kacihnayang saha masolah sakadi parikrama beburon. Sané taler ketah kapanggih ring makudang-kudang sesolahan barong wantah bojog-bojogan sané jagi nyarengin masesolahan sareng barong inucap. Indiké punika kabaosang wantah paileh saking punggelan satua Bali kuna sané mamurda I Lutung tekén I Macan. Irika jagi kasolahang parikrama sané nyinahang sapunapi parikrama I Macan macanda sareng timpalnyané I Lutung ring tengahing alasé. “Dadosné ketah praginané jagi nagingin paileh satua i wawu pinaka sinalih tunggil paileh masolah. Minakadi barong sareng lutung jagi macanda, saling alihin kutu, magarang biu miwah sané siosan. Sakéwanten bojog-bojogan nénten jagi kapanggih ring sesolahan barong sané kamargiang sajeroning pacentokan,” baos dané nguntatin.
7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
pupu;s)mrnÑn. Pupuh Semarandana 29.m\ÐinÑenhyurhi, Mangkin dané Ayu Rai, helonÉ&rkenz)r;, alon ring rakané nyerah, wsÓËenkluk(Ïero, wastrané kalukar reko, kÙcenmli;k)els*, kwacané malih kelésang, h\áenhmu*msizé*, anggané amung masinjang, gÏg)tnuæ*hbgus/, garegetan sang abagus, kdibudu;ks)mrn/. kadi buduh kasemaran.
Saking Langit Bali Nyawang Bintang bintang pantaraning bintang encén ané tresnain? ané tinglis sawang anggon suluh ané joh sawang anggon di keneh bintang lawat bintang makejang sawan
Pasisi Sanur sunaran lampu nyorong ka tengah nyujur pasihé dalem rasa kangen kelem buin pidan ayat maluab maluab ditu, ring riyak alunan ombaké apanga sida kampih ka pasisi bias selem bias putih matemu ring Sanur I Gede Suwartama
Redaksi nerima sesuratan sastra (Cerpen & Puisi) miwah reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia. Naskah mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com
8
Minggu Pon, 4 November 2018
lW.S. Rendra
Dongeng Pahlawan
Pahlawan telah berperang dengan panji-panji Berkuda terbang dan menangkan putri Pahlawan kita adalah lembu jantan Melindungi kaum perempuan Pahlawan melangkah dengan baju-baju sutra
Indonesia Tidak Belajar pada Yogyakarta lWedang Uwuh dari KMKadi(wani)piro
Beruk mengemukakan bahwa orang sekarang cenderung merasa lebih hebat dari orang dulu. Masyarakat sekarang merasa lebih maju dari masyarakat dulu. Peradaban manusia sekarang diam-diam memastikan di dalam dirinya bahwa mereka lebih pandai dari manusia zaman dulu. Kepada Beruk, Gendhon, dan Penceng saya berkisah puluhan tahun silam di sebelah barat perempatan Wirobrajan selatan jalan ada warung wedangan Mbah Wongso. Saya coba mempertegas apa yang sebenarnya mau dilaporkan oleh Beruk. “Begini saja, Ruk”, saya coba menengahi, “ daripada teman-temanmu ribut, saya akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan saja, supaya alur informasinya lebih tertata”. ‘Siap, Mbah”, kata Beruk. Parameter yang menjadi landasan rasa lebih hebat itu terutama Sekolahan, Teknologi dan gebyar hedonism materialis-
tik mereka. Ini suatu tema luas dan pembicaraan sangat panjang rentangnya, serta komplikated mosaik konteksnya. Beruk bilang tidak ingin berdebat soal ini, terutama karena setiap orang yang berdebat di dunia modern hampir selalu hadir dengan paramater subjektifnya masing-masing. Orang zaman sekarang tidak merasa perlu belajar kecuali hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan nafsu dan kemewahan hidup mereka. Tidak punya kemampuan untuk berdialog dengan kerendahan hati dan kesadaran bahwa kebenaran pada setiap manusia itu bersifat relatif. Mereka tidak siap untuk “sinau bareng”. Kalau bertemu, niatnya adalah mempertahankan kebenaran yang dipahaminya, kemudian diam-diam memaksakannya kepada orang lain. M e r e k a tida k pun y a k e biasaan untuk bersama-sama mencari
Malam tiba, angin tiba, ia pun tiba pula Adikku lanang, senyumlah bila bangun pagi-pagi Karna pahlawan telah berkunjung disetiap hati kebenaran. Tidak cenderung datang dengan “biso rumongso”. Malahan menantang siapa saja di luar dirinya dengan sikap mental “rumongso biso”, merasa unggul, merasa paling benar, merasa pasti masuk sorga dan semua yang akan ditemuinya adalah para penghuni neraka. Itu pun sibuk dan selalu ribut dengan menyimpulkan “siapa yang benar”, dan “siapa yang salah”. Siapasiapa yang dianggap benar, sehingga dia “pro”. Maka disimpulkan orang itu adalah benar 100%. Sedangkan yang salah pasti salah 100%. Lebih parah lagi karena pada
setiap persimpangan, yang menang disimpulkan sebagai yang benar. Yang benar pasti berkuasa. Yang berkuasa ppasti baik. Yang baik pasti tidak sedikit pun ada buruknya. Bahkan variabelnya berkembang-kembang : yang kaya itulah yang menang, benar, baik, sukses, ditambah diridhoi Allah dan masuk sorga. Sampai-sampai almarhum Asmuni dalam sebuah episode Srimulat berkata lantang : “ Saya kan kaya, maka saya Lurah. Lurah yang kaya tidak mungkin salah, tidak mungkin buruk, tidak mungkin kalah....” Bahkan Mahapatih (Perdana Menteri) Gadjah Mada setiap kali berkunjung ke Yogya, diam-diam berguman: “Dimana letak saya di Universitas kebanggaan cucuku Yogya ini? Saya tidak menemukan diri saya di prinsip berpikir mereka. Saya tidak berdetak bersama jantung mereka. Saya tidak mengalir di darah mereka. Saya tidak merupakan tiang utama peta berpikir mereka. Kenapa sekolahan ini di-
runalong deepSMSoliloquy ... in the longrun longsilent..., run, sail
Coming on Age in Balidwipamandala...
16 Agustus 2018
16 Agustus 2020
l Tigabaris Puisi Sumpah Pemuda mengantar TITIK(Gecek) LEDAK 17 tahun kemudian...
beri nama menggunakan nama saya? Tapi untunglah namanya bukan Ratu Shima atau Pangeran Padma, sehingga tidak lebih runyam lagi harkat rohani Nenek dan Kakek saya itu”. Kata Beruk, memang sungguh mengherankan manusia zaman sekarang. Bodoh kalau Gadjah Mada menuntut Lembaga Gadjah Mada beserta para kaum terpelajarnya belajar kepadanya. Sedangkan Indonesia didirikan dengan “didukuni” oleh Yogyakarta, ditraktir menggaji pemerintahannya di tahun-tahun awal, dipinjai tanah, gedung dan fasilitas-fasilitas_tetapi tidak ada tanda-tanda bahwa Indonesia belajar kepada Yogyakarta. Entah anak siapa Indonesia itu. Tiba-tiba lahir sebagai Republik, sebagai Negara, bersifat Kesatuan dengan tata aturan yang tidak terkait dengan asal-usul sejarah yang melahirkannya. Tanpa pernah bertanya atau belajar kepada para leluhurnya. NKRI ini lahir dari Ibu pettiwi, tetapi seakan-akan Bapaknya bukanlah Bangsa Indonesia, yang kandungan nilai sejarahnya hampir tiga Milenium sedemikian dahsyatnya. lEmha Ainun Nadjib
l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita
CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2018 l
JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an
November-Rememberance 27 in 73…, 73 in 27
l Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart! Langsung Aktif menghubungi Wajengki Sunarta dkk via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA wentenplay di JKP-109 Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.
Fotografi
”Pet Photography”
Serunya Memotret Hewan Peliharaan foto hewan piaraan yang menarik.
Afrizal
Erianto Sulistyono
Umi Lestari
dr. Ketut Ngurah
’’Saling Sapa’’ karya I Wayan Sumatika. DUNIA fotografi memang terus berkembang. Begitu juga dengan objek yang dijadikan sasaran bidik lensa kamera para fotografer makin variatif. Di genre animal photography (fotografi satwa), misalnya, kini sedang ngetrend pet photography yang secara khusus “merekam” karakter dan perilaku hewan-hewan peliharaan sebagai objek pemotretan. Hewan peliharaan yang dijadikan “model” juga tidak sebatas anjing dan kucing yang selama ini paling favorit di kalangan pet lovers, namun sudah merambah satwa-satwa eksotis lainnya seperti berbagai jenis reptil, amfibi, ikan, burung hingga serangga. Perilaku hewan peliharaan yang seringkali tak terduga tersebut memang menjadi objek yang seru dan menantang bagi seorang fotografer untuk menghasilkan foto-foto satwa yang menarik. Sejumlah fotografer yang menekuni pet photography ini bahkan harus rela meluangkan waktunya untuk memelihara dan merawat sendiri hewan yang akan menjadi “model” andalannya kelak. Dengan memelihara sendiri, mereka akan bisa mengetahui secara pasti karakter, perilaku dan kebiasaan hewan peliharaannya, termasuk bisa memprediksi waktu yang pas kapan hewan tersebut menunjukkan perilaku yang fotogenik. Keuntungan lainnya, kehadiran sang fotografer tidak akan dianggap sebagai ancaman dan gangguan oleh sang “calon model” karena sebelumnya sudah terbiasa berinteraksi. Namun, Anda yang tidak memiliki hewan peliharaan tetap punya peluang untuk mendapatkan foto-foto hewan peliharaan yang menarik dengan memanfaatkan koleksi hewan yang dipelihara oleh teman, sahabat atau kenalan Anda. Selama pemotretan, ada baiknya melibatkan pemilik hewan tersebut untuk membantu menenangkan dan mengarahkan hewan tersebut agar mau “berpose” dengan fotogenik. Berikut beberapa tips yang bisa dijadikan panduan untuk mendapatkan foto-
’’Basking Time’’ karya I Wayan Sumatika.
Bersikap Tenang Selama pemotretan, mencobalah untuk selalu bersikap tenang. Jangan melakukan gerakan-gerakan berlebihan karena hal itu justru membuat anda terlihat seperti stres dan cemas. Hal ini akan membuat hewan peliharaan yang dijadikan model ikut-ikutan stres dan cemas. Hewan yang stres akan menunjukkan ekspresi yang cenderung datar sehingga foto yang dihasilkanpun akan terlihat biasa-biasa saja. Sebelum memulai pemotretan, jangan lupa mengecek lokasi pemotretan. Singkirkan benda-benda yang mengganggu terlebih dahulu. Jika elemen di latar belakang objek tidak berfungsi untuk meningkatkan kualitas foto, pindahkan ke lokasi yang tidak akan masuk dalam frame foto. Ingat, lingkungan yang rapi akan menghasilkan lebih banyak gambar yang menye-
’’Cute Sugar Glider’’ karya I Wayan Sumatika. nangkan secara estetika, dan mengurangi pekerjaan pada saat fase editing. Sebagai contoh, tidak ada penikmat foto yang akan tertarik melihat foto anak kucing yang anda jepret dengan sampah yang berserakan di latar belakangnya. Pencahayaan Alami Carilah lokasi dengan cahaya yang bagus karena cahaya yang bagus adalah segalanya dalam fotografi, terutama dalam fotografi hewan peliharaan. Memotret hewan peliharaan sebaiknya dilakukan dengan pencahayaan alami. Hindari pemakaian flash (lampu kilat) berlebihan karena bisa membuat hewan terkejut kemudian lari menghindar dari lokasi pemotretan. Kondisi cuaca berawan dan mendung juga baik untuk memotretnya. Pencahayaan yang tepat akan menghasilkan foto dengan cahaya lembut.
’’Sepasang Musang’Leucistic’’ karya I Wayan Sumatika. Apabila Anda melakukan pemotretan di luar ruangan (outdoor), sebaiknya pemotrean dilakukan sekitar pukul 06.00-08.00 saat sinar matahari tidak terlalu terik. Sedangkan sore hari waktu terbaik sekitar pukul 16.00-17.00. Level ISO kamera saat pemotretan pagi dan sore hari hampir sama, berkisar 200. Sedangkan pengaturan shutter speed atau kecepatan kamera sangat tergantung dengan jenis hewan yang dipotret. Apabila objeknya cenderung lincah dan bergerak aktif seperti anjing dan kucing, shutter speed diatur di angka 1/250 hingga 1/500. Sementara hewan yang cenderung pasif seperti ular dan jenis reptilian lainnya, shutter speed bisa diatur di angka 1/100. Apabila anda ingin “bermain” aman, atur kamera ke mode Aperture Priority (AP) atau mode Sports, sehingga kecepatan akan langsung mengikuti gerakan si objek yang dipotret. Saat memotret hewan peliharaan, pastikan untuk memfokuskan kamera pada mata dan ekspresi wajahnya. Mata adalah bagian yang paling ekspresif dari wajah binatang. Jika kamu ingin membuat potret binatang yang benar-benar menarik, tetaplah fokus pada mata dan ekspresi wajahnya. Foto hewan yang paling menarik adalah foto yang memiliki konsep dan menunjukkan konteks yang sesuai dengan citra hewan. Misalnya, sekawanan bearded dragon yang sedang berjemur karena jenis reptil ini mengawali aktivitas hariannya dengan berjemur sebelum melakukan aktivitas utamanya seperti berburu mangsa mangsa dan sebagainya. Saat berjemur, reptil biasanya sangat mudah diabadikan karena cenderung tenang/diam dan tidak bergerak aktif. Kendati begitu, Anda tetap harus bersikap tenang dan tidak melakukan gerakan-gerakan yang berlebihan sehingga hewan tidak merasa terganggu. (ian)
’’Threatening’’ karya I Wayan Sumatika.
Minggu Pon, 4 November 2018
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
9
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
LOWONGAN !Admin, SMA - S1,CV: hrdgatsu27@gmail.com
B.BP.001.10.18.0001301
Dicari Spa Therapis Wanita Daerah Seminyak H:087860139603
B.BP.001.11.18.0000128
Dcr Karyawan SMK Admin & MM Hub: PT MPG / 08113800837(WA) Email: infompgvisa@gmail.com
B.BP.001.11.18.0000122
PT.DBA Property Butuh Manager Penjualan,Syarat Min 1 Tahun Hub.082236079006
B.BP.001.11.18.0000117
**Dicari sgra Admin Wanita u >23 menarik, jujur,kerja Keras.Interview langsung Hub.0817566499**
B.BP.001.11.18.0000121
Dcr Karyawan/ti u/Perusahaan Perak Hub.03618446108
B.BP.001.11.18.0000067
Dcr Peg.Salon Wnt Pengalaman, Segera (Dps) Hub.081339713099
B.BP.001.11.18.0000135
Dicari Cpt.Spv Arsitek & Spv ME.CV:rhinusadua@gmail.com /Hub.085316821985 (Proyek Renaissance Hotel Nusadua)
B.BP.004.11.18.0000080
BIRO JASA
Dcr SPG Lam ke Jl.Dewi Sri No5 E: tatiphotostudio@yahoo.com
B.BP.001.11.18.0000083
Dibutuhkan segera Staff Admin untuk kontraktor:wanita, Pendidikan min.SMA/Sederajat, mampu mengoperasikan komputer, Hubungi nomor telp: 0361-4714827 / 081999971838
B.BP.004.11.18.0000021
Dicari SPG,Wnt Max28Th Min SMU Penampilan Menarik.Penempatan Bali Collection Nusa Dua & Discovery Mall Kuta. Gaji 2,5Juta.Hub.Lusi(082144355655)
B.BP.001.10.18.0000900
Dicari Tukang Kebun Brpengalaman Gaji UMK,Gallery 101 Kerobokan, 085333516555
B.BP.004.10.18.0001238
Dicari 4 Karyawati Salon Hub:081933061387
Dicari pengepul jahitan Hub.085237891623
Dicari Beberapa Waiter/ess Berpengalaman.Bawang Merah Beachfront Restaurant di Pantai Kelan.Interview Hari Senin dan Selasa Jam 6-7 Sore di Restoran,atau Email CV ke info@bawangmerahrestaurant.com
Dicr Sopir,Marketing,Logistik Lam Bw:Jl Cargo 24.Telp.413324
B.BP.001.11.18.0000109
B.BP.004.11.18.0000118
Dicari Mekanik,Driver,Washer, OB,Hub:082236182035/0361722222
B.BP.001.11.18.0000059
Dicari PRT utk Warung Makan,Gj Harian 60-70 Hub.085238638377
B.BP.001.11.18.0000129
PMA Kerobokan,Admin,Sales CV:accounting@de-lingting.com
B.BP.004.11.18.0000095
B.BP.154.11.18.0000094
B.BP.001.11.18.0000075
Distributor Kopi Bth Sales(Lk) Lamaran ke E:smkarya@gmail.com
B.BP.001.11.18.0000074
La Monde 2, need cook/cook helper, waitress, DW bartender Send CV direct to La Monde Resto Jln.Padma Utara No.34 (depan Camakila Hotel)
B.BP.154.11.18.0000093
Produksi Manager(Garment Factory).Hub WA:085100050706 buddhawear.hrd@gmail.com
Urgent:4 Bedroom Luxury Villa in Ubud Looking for Senior Butler / Supervisor must be good English & able to serve breakfast pls send CV to sudisugi@yahoo.com/ 08124629122 B.BP.001.11.18.0000108
Dcr Tenaga Min. SMP mau belajar berkerja keras dan jujur untuk menjadi tenaga handal, Cleaning Service, Tehnik AC, Operator Air kemasan,Satpam, Tukang kebun Hydroponik , ikuti pelatihan sambil bekerja ikuti working space Bali Coffee Jl.Veteran 66 Denpasar sebelah Pasar BurungSatriaHub:0818621818 G.01
Dcr SMK Teknik Elektro, Diploma Teknik untuk bekerja sebagai tenaga Produksi, kameramen, Transmiter. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63 A Denpasar G.02
TOYOTA
Innova G’12 Htm TgI,as DK,mnl. Kond super 175jt 08123841130 B.BP.004.11.18.0000116
TEMPAT USAHA Jual:Bangunan 2Lantai di Jl. Raya Jemursari Sby Strategis u/Invest,Ktr Cabang dll BU Hub.08123321223 B.BP.031.11.18.0000092
DIJUAL VILLA
DIJUAL TANAH
Jual Villa&Pool Rmh 12Kmr SHM LT700 LB535 Penyu Dewata1 Pdang Glak Kesiman Dentim Dnpasr PSR:12.9M BU Hari ini 5.9M Nett Anna Vangogh 081331750518
Djl Tanah 2Are Dalung Dukuh BU Sekali Hub.082147454248
B.BP.033.11.18.0000087
DIJUAL RUKO Ruko Lt3 Dalung Permai O3 No.30 1,2M Ng Hub.08123949180 B.BP.001.11.18.0000126
Di kontrakan Bengkel Sepeda Motor sangat Strategis, Jln. Ahmad Yani Dps Hub.08123636462
20 Are SHM Pengosekan,Across Arma Art Museum,Ubud Bali CP+6281318685007,no Brokerage
G.05
B.BP.001.11.18.0000127
B.BP.004.11.18.0000024
RUPA-RUPA
DIJUAL RUMAH
DIJUAL MOBIL
PENGUMUMAN
B.BP.001.11.18.0000130
Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar
DIJUAL RUMAH
DIJUAL RUMAH
G.04
DIJUAL RUMAH Harga Promo 1,5M Perum.Baru Jl.Akasia XVI Dps, 08123861163
DIJUAL TANAH
RUPA-RUPA
DIJUAL RUMAH
G.03
Ayo kerja tidak tamat sekolah: sebagai Waiter, Tukang Masak, CS, dibidang kuliner. Lamaran ke Warung 63 Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar Hub:0818621818
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DISEWAKAN BENGKEL
B.BP.004.11.18.0000026
SERVICE
Bekerja sebagai Presenter, Jurnalis, Produser program Bali TV ayo bergabung ikuti pelatihan kerja dan magang kerja tamatan Diploma sampai Sarjana berbagai jurusan. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa No. 63 A Denpasar
Informasi pasang iklan Telepon
B.BP.164.11.18.0000131
Tnh Kvl Di Mengwi 130jt/A & 60jt/A Bs Kredit 087862450004
B.BP.001.11.18.0000016
Tnh 3 Are,Jln 6 Mtr.Lokasi Jln Lingga Singaraja.Hp:0811398154
B.BP.001.11.18.0000064
Tnh Payangan 2Ha Pinggir Jalan 8 Meter.Hubungi:0811398154
B.BP.001.11.18.0000065
BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155
B.BP.001.11.18.0000009
10
Minggu Pon, 4 November 2018
Mendatar: 1. Mak comblang 3. Menyatakan maksud hendak mencelakakan 5. Suku bangsa yang mendiami daerah Aceh Tengah 7. Bohlam 8. Amsterdam dance event ; Festival musik di Amsterdam, Belanda. 9. Sudilah ; Seandainya ; Jika 11. Destinasi wisata ; Kepulauan Raja …….. 13. Bisu (Inggris) 14. Dibalik ; Seperti air 15. Renten 17. Sangrai 19. Penggulung/pengulur tali/ rantai pada mesin jangkar di kapal. 20. Patokan ; Dalil 24. Sejenis antilop penghuni stepa 28. Overhead projector 29. Penghargaan kepada pengusaha kecil 31. Tidak mudah putus 32. Seperseribu kilogram 34. Bekas luka ; Jaringan parut (Inggris) 35. Lincah dan menawan hati 36. Peredaran masa atau tahun 37. Station telepon otomat 38. United nations organization 39. Hidang ; Persembah(kan) 40. Tiang dari batu/beton 41. Material mematikan yang keluar saat erupsi
Resahkan Warga, Buaya Muara Pariaman Dievakuasi BKSDA Sumbar BALAI Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, mengevakuasi seekor buaya muara (Crocodylus porosus) dari aliran Sungai Mangguang, Kecamatan Pariaman Utara, karena meresahkan masyarakat setempat. “Buaya muara tersebut kami amankan dengan menggunakan perangkap di sepanjang aliran sungai yang bukan habitatnya,” kata petugas BKSDA Resor Pariaman, Heri Wardi di Pariaman, pekan ini. Ia mengatakan, awalnya satwa yang dilindungi undang-undang tersebut pertama kali diketahui oleh masyarakat setempat pada Jumat (26/10) 2018 sedang berjemur di sekitar aliran sungai. Setelah mengetahui adanya buaya di sekitar aliran sungai tersebut, pihak perangkat desa langsung melaporkan ke BKSDA Resor Pariaman untuk ditindaklanjuti. Pada hari yang sama, pihak BKSDA langsung meninjau lokasi dan memasang perangkap buaya pada Senin (29/10). “Perangkap dengan menggunakan umpan satu ekor ayam
tersebut berhasil menangkap buaya yang meresahkan masyarakat dan segera kami evakuasi,” jelasnya. Sepanjang 2018, BKSDA setempat telah menangani tiga kejadian konflik satwa dengan masyarakat di daerah itu. Konflik pertama terjadi di daerah Tuapejat Kabupaten Mentawai antara satwa bokkoi (Macaca pagensis) yang menyerang masyarakat. Selanjutnya harimau Sumatera memangsa ternak warga di daerah Kecamatan Sungai Geringging Kabupaten Padang Pariaman. “Terakhir kami mengatasi konflik buaya muara dengan masyarakat di Desa Tungkal Selatan, Kecamatan Pariaman Utara,” ujarnya. Salah seorang masyarakat setempat Ridwan Efendi (52) mengatakan penangkapan buaya tersebut dilakukan secara bersama dengan petugas BKSDA. “Masyarakat merasa cukup lega setelah buaya ini ditangkap, karena beberapa waktu terakhir kami tidak berani mendekati aliran sungai,” kata dia. Apalagi banyak masyarakat yang menggunakan aliran sungai tersebut untuk kegiatan sehari-hari. (ant)
BPM/ant
BUAYA - BKSDA Sumatera Barat mengevakuasi seekor buaya muara (Crocodylus porosus) dari aliran Sungai Mangguang, Kecamatan Pariaman Utara, karena meresahkan masyarakat setempat.
Harimau Liar Masuk ke Desa di Indragiri Hilir
BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Riau menyatakan harimau Sumatera liar hingga kini masih berkeliaran di Desa Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir. “Ditemukan jejak kaki baru tidak jauh dari rumah warga,” jelas Kepala Bidang
Wilayah I BBKSDA Riau Mulyo Hutomo dalam siaran pers balai yang diterima Antara di Pekanbaru, Jumat (2/11). Ia mengatakan, Tim Rescue BBKSDA Riau dengan bantuan aparat desa dan Babinsa sudah memasang perangkap. Namun belum ada tanda-tanda harimau liar itu mendekati perangkap.
Ketentuan Menjawab
Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 371 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 10 Nopember 2018. Pemenang diumumkan pada Koran Menurun: Bali Post Minggu 18 Nopember 2018. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) 1. Lipas 2. Ikatan dokter anak Indonesia tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. 3. Nama suku penghuni Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar Amerika Utara agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post 4. Pusat tata surya tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. 5. Berkilauan Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan 6. Huruf ke-24 abjad Yunani dikirim lewat pos. 10. Negara tetangga kita 12. Destinasi wisata budaya Bali Jawaban TTS No. 369 di Bangli 16. Buang air besar Mendatar: 32. ISU 14. ASOI 18. Salon dengan pijat urut 1. RESESI 33. JUMPUT 16. NIAS 21. Daya pikir 4. TEMBIKAR 35. TENGKULAK 18. BEREMBUK 22. Pemutar balikan fakta 8. RUU 36. PEMATANG 21. EEL 9. SAMPUR 37. KETENG 22. TOM (TOM 23. Peta bintang kelahiran 10. OPALESEN CRUISE) yang dipakai meramalkan 12. ALL Menurun: 24. SEMUT masa depan 13. YUAN 1. REPORTASE 25. PAKGNAT 25. Cangkir kaleng besar 15. INEM 2. SELAWAT (TANGKAP) 26. Tempat tinggal sekelompok 17. ABA 3. IRIS 26. IKU orang untuk sementara waktu 19. TITI 4. TURNAMEN 28. EMBUNG 27. Hasil kerja luar biasa 20. NEURITIS 5. MUSALA 29. RATENG 30. Cicil 23. EKSEPSI 6. ISMAYA 30. TILEP 31. Jalan masuk 27. KELEMUMUR 7. REREN 33. JAUK 31. MAKLUM 11. EDIT 33. Jual (Bali) 34. PACE
Tim juga menelusuri jejak mamalia pemakan daging itu di sekitar pemukiman dan kebun kelapa milik masyarakat. “Kalau dari jejaknya, diduga hanya ada satu harimau,” papar Mulyo. Ia mengatakan kasus serangan harimau di Desa Teluk Nibung berbeda dengan kasus harimau Bonita yang
BPM/ist
HARIMAU - BBKSDA Provinsi Riau menyatakan harimau sumatera liar hingga kini masih berkeliaran di Desa Teluk Nibung, Kecamatan Pulau Burung, Kabupaten Indragiri Hilir.
sempat menghebohkan karena keluar pada sing hari dan menewaskan dua warga. “Kalau harimau yang ini sifatnya yang seperti satwa nokturnal, lebih aktif berkeliaran di malam hari,” ujarnya. BBKSDA Riau sudah menurunkan tiga tim ke Desa Teluk Nibung untuk melakukan penyisiran, pemasangan kamera pengawas dan perangkap. Namun hingga kini upaya mereka belum membuahkan hasil. Sebelumnya, satu sapi milik warga Dusun Teluk Nibung mati diterkam harimau liar. Kepala Dusun Teluk Nibung Sucipto mengatakan harimau liar tersebut muncul pada Kamis (25/10). Warga menjadi resah karena harimau liar sudah tiga kali muncul di sekitar permukiman mereka sejak September. “Harimaunya muncul pada awal September kemarin. Saat itu harimau menyerang tiga ekor sapi warga,” kata Sucipto. Daerah Indragiri Hilir mempunyai sejarah konflik harimau liar dengan manusia. Pada awal 2018, harimau liar betina yang dinamai Bonita menewaskan dua warga di Pelangiran, Indragiri Hilir. Harimau itu kemudian berhasil ditangkap dan dipindahkan ke pusat rehabilitasi harimau Sumatera di Sumatera Barat. (ant)
Pemenang TTS No. 369 1. Ni Luh Parmini Br.Sambilaklak, Desa Kubu, Kec.Kubu, Kab.Karangasem (HP:081999353565) 2. Ni Nyoman Rusmini Banjar Mertanadhi, Desa Dangin Puri Kangin, Denpasar Utara (HP:081237 075175) 3. I Wayan Wira Jl.Gadung Gg.IV No.10, Sukawati, Kab.Gianyar (HP:081338 956942) 4. Muhamad Yusup Sedayu Selatan, Kediri, Lombok Barat (HP:081999 137781) 5. Ida Ayu Suartini Br.Kerta Graha, Kesiman Kertalangu, Denpasar (HP:081337 379698) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : I Nyoman Kerta Widana Alamat : Lingkungan Sema, Desa Bitera, Kec.Gianyar, Kab.Gianyar
11
Minggu Pon, 4 November 2018
Berjanji Memenuhi Atas aspirasi tersebut, Gubernur Bali ini berjanji memenuhinya di tahun anggaran mulai 2019. ‘’Beres, semua bisa dipenuhi tahun anggaran mulai 2019,’’ kata Gubernur yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini. Menjawab pertanyaan masyarakat terkait alasan Gubernur Bali turun menyerap aspirasi masyarakat dengan format sederhana sep-
erti itu, Koster mengatakan bahwa dirinya ingin mengubah pola komunikasi dengan masyarakat. Di mana paradigma kunjungan formal dan terkesan kaku dan membebani masyarakat, perlahan akan diubah dengan kegiatan yang lebih sederhana dan mendekatkan diri langsung kepada masyarakat. ‘’Saya ingin sederhana dan praktis saja, supaya masyarakat bisa lebih leluasa berinteraksi bersama gubernur serta bisa memenuhi aspirasi
masyarakat secara nyata. Jadi tidak usah dibikin serem, melainkan rileks santai sederhana tetapi rakyat bisa bicara apa adanya,’’ terangnya. Antusias masyarakat yang ingin lebih dekat dengan Gubernur Koster juga tampak terlihat di setiap titik kunjungan, di mana masyarakat hampir memenuhi areal balai wantilan. Tidak hanya kali itu saja, kegiatan serupa juga akan tetap terus diadakan di sela-sela kesibukan dinas Gubernur. (ad132)
Sangat Terbantu Hal yang sama diakui Bupati Bangli I Made Gianyar yang juga peserta BPJS Kesehatan. Bupati Made Gianyar mengaku sangat terbantu dengan adanya program layanan kesehatan ini. Banyak keuntungan yang dirasakan. Terutama ketika masa pengobatan almarhum istrinya Ny. Erik Gianyar yang menderita kanker payudara. Salah satu keuntungannya adalah dari segi pembiayaan. Made Gianyar mengungkapkan biaya pengobatan bagi pasien penderita kanker sangat tinggi. Dalam sekali tindakan pengobatan, biaya yang dibutuhkan cukup besar. Terlebih pengobatan kanker yang harus dijalani istrinya tidak hanya dilakukan di rumah sakit di Bali, melainkan sampai dirujuk ke rumah sakit ternama di Jakarta. Karena sudah menjadi peserta BPJS, biaya pengobatan yang harus dikeluarkannya kala itu menjadi sangat ringan. ‘’Waktu itu betul-betul sangat terbantu, salah satunya dari segi pembiayaan. BPJS spiritnya sangat bagus. Dengan prinsip gotong royong, yang sehat membantu yang sakit. Prinsip ini sangat membantu masyarakat,’’ ujarnya. Meski demikian, di balik keuntungan tersebut, Made Gianyar tak menampik BPJS juga banyak dikeluhkan masyarakat. Terutama sejak adanya pemberlakuan sistem rujukan online berjenjang beberapa bulan terakhir. Sejak adanya penerapan sistem itu, masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan lanjutan dari fasilitas kesehatan (faskes) tingkat pertama dibuat ruwet. Masyarakat tidak bisa langsung terlayani di rumah sakit milik pemerintah terdekat yang berkategori/bertipe B, melainkan harus dirujuk ke rumah sakit lain yang bertipe C hingga ke luar kabupaten. Belum lagi ketika dirujuk ke rumah sakit tipe C, dokter spesialis sering tidak ada sehingga membuat masyarakat rugi hingga harus balik ke rumah. Karena itu pihaknya berharap BPJS bisa mengembalikan sistem rujukan seperti semula. Rumitnya rujukan online berobat peserta JKN BPJS Kesehatan juga dikeluhkan warga Jembrana, karena dianggap ribet. Dari faskes I khususnya puskesmas belum sinkron dengan faskes rujukan, semisal RSU Negara. Meski diterapkan online, pasien tetap diminta membawa kertas rujukan dari faskes I. Padahal logikanya sudah langsung terdata bila sudah online tanpa perlu surat
lagi (paper less). Namun faktanya kondisi ini masih saja terjadi di sejumlah puskesmas di Jembrana. Bahkan, para pasien rujukan yang lokasinya jauh dari RSU juga harus kembali mengurus satu lembar kertas rujukan itu. ‘’Padahal sudah online, tapi tetap saja dibilang harus ada kertas, ini tidak mempermudah justru menghambat,’’ keluh salah seorang warga. Terkait permasalahan itu, Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Buleleng Ni Made Dwi Diantari mengatakan, semestinya hal tersebut tidak perlu lagi. Menurutnya, untuk di faskes khususnya puskesmas memang kewenangan lebih jauh ada di Dinas Kesehatan setempat. ‘’Rujukan online itu untuk mempermudah, sehingga semua data juga terekam,’’ terangnya. Kemungkinan ketidaksinkronan antara faskes ini karena belum adanya pemahaman. Ketua Persi Bali dr. I Gede Wiryana Patra Jaya, M.Kes. mengatakan, pada tahap awal rujukan online kunjungan RS tipe B dan A menurun 30–40 persen. ‘’Ini untuk mendorong RS tipe C dan D. Tapi karena mereka tidak ada menambah waktu layanan, akhirnya tidak mampu menampung. Pasien akhirnya ada yang tidak bisa ke mana-mana. Mungkin pasiennya tinggal di rumah atau menjadi pasien umum,’’ ungkapnya. Selain itu, tenaga dokter RS swasta kebanyakan dari RS pemerintah. Sehingga pada pagi hari dokter tersebut praktik di RS pemerintah, lalu siang atau sore praktik di RS swasta. ‘’Ternyata dengan rujukan online, dia (dokter) yang biasanya praktik dua jam, ya… tetap praktik tetap 2 jam. Jadi dia enggak menambah lagi misalnya 4 atau 6 jam. Sehingga untuk melayani yang sudah berjalan saja dia waktunya pas, apalagi ditambah dengan pasien limpahan dari RS tipe A, ya… akhirnya dia tidak bisa nampung,’’ bebernya. Maka dari itu, Persi mengusulkan pada BPJS Kesehatan, kalau memang kemampuan daya tampung RS tipe B dan C tidak mencukupi, agar RS tipe A bisa dibuka atau diakses oleh peserta. Evaluasi Perubahan sistem rujukan berjenjang peserta JKN juga menuai keluhan di Kabupaten Klungkung. Warga yang selama ini memanfaatkan layanan ini menuntut adanya evaluasi total. Bahkan, sikap tegas yang diminta adalah dengan menghapus sistem
berjenjang dari BPJS Kesehatan itu. ‘’Kami tidak mau warga kami semakin gaduh, gara-gara sistem ini. Kami menunggu adanya pembenahan secara menyeluruh,’’ kata Wakil Ketua DPRD Klungkung I Wayan Buda Parwata, belum lama ini. Pemkab Klungkung sesungguhnya sudah responsif melihat persoalan tersebut, dengan membahasnya langsung dengan pihak BPJS Kesehatan Cabang Klungkung. Namun, dialog saat itu pun tak membuahkan solusi. Sebab, BPJS Cabang pun sifatnya hanya pelaksana aturan dari pusat. Paham persoalannya ada di pemerintah pusat, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta pun memberanikan diri bersurat langsung kepada Presiden RI Joko Widodo, yang ditembuskan langsung kepada Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan Pusat, serta Ketua Komisi IX DPR-RI. Dalam suratnya, Bupati Suwirta menyampaikan secara gamblang bahwa sistem rujukan itu sejatinya telah merusak pelayanan BPJS Kesehatan di bawah. Masyarakat/pasien tidak bisa memilih fasilitas kesehatan atau dokter yang sesuai dengan keinginannya. Selain itu, sistem rujukan baru ini membuat pasien peserta JKN dirujuk ke rumah sakit luar daerah, apabila pelayanan yang dibutuhkan tidak tersedia di rumah sakit kelas D atau kelas C di Kabupaten Klungkung. Padahal, pelayanan dengan kelas B sudah tersedia di RSUD Klungkung. ‘’Contohnya, ada warga yang rumahnya dekat dengan RSUD Klungkung, tetapi harus dibawa ke rumah sakit tipe C, sampai ke Gianyar, RS swasta. Kalau sakit parah, kan bisa meninggal duluan,’’ sorot Suwirta. Sistem rujukan berjenjang ini juga cenderung menyebabkan rumah sakit kelas D dan C tetap mempertahankan kelas. Namun memperluas jenis layanan spesialisasi karena Permenkes Nomor 56 Tahun 2014 tentang Izin dan Klasifikasi Rumah Sakit hanya mengatur kelas rumah sakit pada batasan minimal tenaga dokter umum, dokter gigi dan dokter spesialis/sub-spesialis. Sehingga rumah sakit dapat menambah jumlah tenaga dan layanan spesialisasi. ‘’Akibatnya, akan ada rumah sakit kelas D dan C rasa kelas B atau A. Ini dapat memengaruhi jumlah kunjungan kelas B atau A,’’ jelasnya. (may/ina/ gik/olo)
Minggu, 4 November 2018 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita
06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:30 Wita
Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Memiliki Sradha dan Ketahanan Nasional (3) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Kartun Kiskinda Kunda Belajar Menggambar
Ad paper Pelangi 10:05 Wita Mahadewi Waspada Obesitas 10:30 Wita DW TV 11:00 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Folk Song 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Memiliki Sradha dan Ketahanan Nasional (4) 12:30 Wita Traventure 13:00 Wita Wirasa Wayan Astika & Wayan Sinartini 13:30 Wita Lejel Homeshopping 14:30 Wita Tembang Bali
15:30 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:30 Wita
Bali Channel Tourist TV Harmoni Bali INOVATOR Kartun Bagus & Friend Puja Trisandya Seputar Bali Banjar Bali Quis Kris Samatra Artis Bali Parade Band Indie Berita dan Bincang Terkini Bondres Ngakak Bondres Mekuris dan Dedut Taru Poleng (1) Dunia Kita Berita dan Bincang Terkini Folk Song
Presiden Jokowi Coba Motor
Jakarta (Bali Post) Mengenakan jaket merah terang bagian belakangnya bertuliskan ‘’Bulls Syndicate, Motorcycle Worshiper’’, Presiden Joko Widodo datang ke pameran Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (3/11) kemarin pukul 13.00 WIB. Presiden berkeliling ke area pameran dan melongok ke stan pabrikan motor Inggris Royal Enfield. Presiden ditemani Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko. Tampak juga Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ikut melihat motor-motor yang dipamerkan. Motor pertama yang dicoba Presiden adalah berbadan putih dengan jok hitam, sedangkan motor kedua seluruhnya berbodi hitam. Selanjut-
nya Presiden melanjutkan berkeliling ke stan Honda. Di sana Jokowi tampak tertarik dengan motor custom bercat ungu dengan akses putih. Terakhir Presiden mampir ke tempat motor elektrik. Di situ Presiden mendapat penjelasan mengenai Honda PCX Electric. Namun ternyata Presiden tidak membeli motor dari pameran itu. ‘’Tadi hanya pegang-pegang saja masak enggak boleh? Semua saya pegangin,’’ kata Presiden. Dalam kesempatan itu, Presiden Joko Widodo mendorong peningkatan ekspor produk otomotif dari Indonesia. ‘’Yang pertama saya ingin melihat kemajuan di bidang produksi sepeda motor. Sekarang produksi nasional kita sudah 6,5 juta unit sepeda motor. Hampir 600-an ribu itu ekspor. Ini yang bagus,’’ kata Presiden. (ant)
Bersatu Padu
‘’Memang harus bersatu padu melayani peserta JKNKIS untuk membangun Indonesia yang lebih sehat,’’ ujarnya. Dalam perjalanannya, banyak faktor yang menyebabkan adanya beberapa kendala di lapangan mengenai pelayanan kesehatan ini. Menurutnya, hal itu karena belum siapnya semua fasilitas kesehatan (faskes) dengan transformasi kesehatan yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan, mengingat prinsip BPJS Kesehatan adalah efektif dan efisien. ‘’Dilihat dari segi saranaprasarana berdasarkan klasifikasi RS, belum semua RS memenuhi. Misalnya RS tipe B, dia harus memenuhi dokter spesialis obgin sebanyak 6, tapi setelah kita ke lapangan, itu belum,’’ ungkapnya. Selain itu, kisruh soal tunggakan pembayaran klaim BPJS Kesehatan ke rumah sakit diakui memang terjadi defisit pada keuangan BPJS Kesehatan. Hal itu karena dari awal hitungan aktuaria premi yang
dibayar peserta memang belum memenuhi hitungan aktuarianya. Ditambah, peserta juga ada yang menunggak pembayaran. Peserta yang sebelumnya tahun 2014 ketika sakit, kartu JKN KIS-nya langsung aktif juga turut memberi dampak. Adhe juga menyebut layanan JKN yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan tidak adanya batasan layanan. ‘’Seharusnya sebuah layanan kesehatan asuransi sosial kita tentukan manfaatnya, apa saja yang dapat dibeli oleh sebuah asuransi sosial tersebut, lalu menentukan premi,’’ jelasnya. Sementara layanan BPJS Kesehatan sangat luas meliputi pemasangan stent jantung, transplantasi organ, layanan katastropik, semuanya terbuka. ‘’Manfaatnya luas, sedangkan cakupan preminya tidak mencukupi,’’ imbuhnya. Kisruh terakhir yang masih hangat diperbincangkan soal rujukan online. Rujukan online, kata Adhe, hanya melakukan digitalisasi dari Permenkes 001 Tahun 2012. ‘’Di mana secara aturannya sudah dijelaskan baik vertikal, horizontal RS tipe D, C, B, A. Sekarang kita
Peraturan Baru Setelah hampir enam bulan, Windhu tidak mengurus rujukan ke dokter keluarga, Oktober katanya ada peraturan baru dari BPJS yang memintanya untuk mengurus rujukan lagi dari awal. ‘’Ya… saya jalani saja. Karena dari dulu setiap mau kontrol memang selalu minta rujukan ke dokter keluarga,’’ paparnya. Tetapi dari penjelasan yang ia terima, untuk peraturan baru ini, sistem rujukannya lebih ditertibkan sehingga ia bisa dirujuk ke RS tipe D atau C dan tidak ke BRSU lagi. Ditanya banyak warga yang protes karena kebijakan baru BPJS ini, menurut Windhu, itu wajar jika tidak mengerti soal aturan rujukan berjenjang. Menurutnya, ia terbantu dengan menjadi peserta JKN karena selama berobat tidak perlu
membayar sama sekali. Hal senada disampaikan warga Desa Dauh Peken, Tabanan, Putu Oktarini. Menurutnya, alur pasien JKN itu terlihat rumit. Tetapi jika diikuti dari awal dan mengikuti aturan sebenarnya tidaklah ribet. ‘’Ikuti saja sistem rujukan berjenjangnya. Jangan karena ingin cepat langsung loncat ke layanan yang lebih tinggi. Pastinya akan dikembalikan lagi ke layanan primer. Malah makan waktu lama,’’ ujarnya. Manfaat BPJS dirasakannya ketika ibunya harus dioperasi tetapi belum menjadi peserta JKN. Biaya yang dikeluarkan sebagai pasien umum benar-benar mahal. Sehingga ibunya yang awalnya tidak mau menjadi peserta JKN akhirnya mau menjadi peserta. ‘’Tidak apa bayar premi per bulan. Lagian juga tidak terlalu mahal,’’ imbuhnya. (san)
MOTOR - Presiden Joko Widodo mencoba motor Royal Enfield saat mengunjungi Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (3/11) kemarin.
mendigitalisasikannya,’’ pungkasnya. Digitalisasi ini untuk mempermudah pasien tersebut dari faskes I dalam merujuk. Dengan sistem rujukan ini, langsung terlihat kompetensi RS, jarak dari faskes I ke RS, kapasitasnya atau daya tampungnya, sehingga mempermudah pasien tersebut. Sistem rujukan online yang berlaku dari 1 September sampai dengan 31 Oktober diakui sedang dalam masa uji coba. Sementara
per 1 November adalah masa transisi. ‘’Jadi kami harapkan bantuan dari IDI, Persi, Dinas Kesehatan untuk membantu tentang masa transisi ini. Berapa jam sih layaknya layanan tersebut di suatu faskes. Mulai dari pasien datang, diperiksa di poli, sampai dapat obat, itu berapa menit. Berapa daya tampungnya,’’ beber Adhe. Di masa transisi ini, BPJS Kesehatan akan terus melakukan perbaikan dan nantinya akan tetap berjalan. (may)
PEDULI PENGUNGSI GEMPA LOMBOK Bali Post menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi gempa Lombok. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000.
t r o p S
Minggu Pon, 4 November 2018
Sembilan Kroser Bali Turun di Banyuwangi Denpasar (Bali Post) Tecatat sembilan kroser asal Bali turun pada Kejurnas Supercross Seri I, di Sirkuit Rogojampi, Banyuwangi, Sabtu (3/11) kemarin. Mereka adalah Gusti Ngurah Diva Ismayana, Saka, Maliki Somma, M. Dani, Ode Surya, Adit, Radheya, Jianny dan Ablo. Kabid Roda Dua Pengprov IMI Bali Cok Vicky yang dikontak kemarin menyatakan event ini sangat bergengsi, sebab diikuti seluruh kroser nasional. ‘’Ajang Supercross ini levelnya masih di atas motocross,’’ sebut Cok
balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost
@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Vicky. Dikemukakan, kejuaraan dilaksanakan mulai siang sampai malam hari. Dia mengharapkan para kroser Bali dapat tampil maksimal, dan meraih prestasi terbaik. Menurutnya, para kroser Bali turun pada beberapa kelas, misalnya Ablo turun di kelas 50 cc, Radheya turun di kelas 65 cc novice, Diva Ismayana di kelas Special Engiene (SE) 250 cc, MX-2. ‘’Para kroser Bali dituntut memiliki jam terbang dan pengalaman lebih, dengan cara turun pada berbagai kejuaraan,’’ ucapnya. (022)
PSG Tak Terbendung Paris –
Paris St. Germain (PSG) tak terbendung di Ligue 1 usai menang tipis Lille 2-1, Sabtu (3/11) dini hari kemarin. Dengan kemenangan ini PSG menciptakan rekor start terbaik baru di lima liga terbaik Eropa.
Maliki Somma
BPM/ist
Diganggu Hujan
Marquez Rebut ’’Pole’’ di Malaysia Sepang – Sempat diganggu hujan yang memaksa sesi kualifikasi ditunda, Marc Marquez akhirnya jadi yang tercepat. Dia akan start terdepan pada MotoGP Malaysia. Sirkuit Sepang mulai diguyur hujan saat dihelat sesi latihan bebas keempat, Sabtu (3/11) kemarin. Hujan yang makin deras kemudian memaksa bendera merah dikibarkan dan sesi kualifikasi ditunda. Setelah digelar kembali, Marquez berhasil menjadi pembalap dengan catatan waktu terbaik. Dia membukukan waktu dua menit 12,161 detik untuk merebut posisi start terdepan pada MotoGP Malaysia. The Baby Alien mengaku ingin menyapu bersih dua seri yang tersisa. ‘’Kami masih punya target dua seri lagi untuk dicapai dan juga kami ingin menang kembali jika kami punya kesempatan melakukannya,’’ ujar Marquez. Marquez memastikan gelar juara dunia di MotoGP Jepang di Sirkuit Motegi, 21 Oktober 2018. Kemenangan di Jepang membuat poin Marquez tidak bisa dikejar lagi oleh pesaing terdekat, Andrea Dovizioso.
Sayangnya Marquez gagal menorehkan kemenangan beruntun saat tampil di MotoGP Australia. Bersenggolan dengan Johann Zarco, Marquez harus mengakhiri balapan lebih awal. Marquez mengaku agak menyayangkan insiden di balapan Australia. Namun, ia enggan memperpanjang hal itu dan lebih memilih menatap MotoGP Malaysia. ‘’Kami menantap MotoGP Malaysia dengan semangat yang biasanya dan mentalitas yang positif,’’ ujar Marquez. Marquez menambahkan, ia dan tim sudah mempersiapkan diri untuk turun di Malaysia. Pasalnya, Marquez merasa sirkuit sepanjang 5,5 km itu menuntut fisik yang prima. ‘’Malaysia adalah seri yang menguras fisik, tetapi itu telah kami siapkan,’’ ujar Marquez. Posisi kedua menjadi milik Johann Zarco dengan waktu 2’12.709 atau terpaut setengah detik lebih dari Marquez. Valentino Rossi berhasil merebut posisi ketiga setelah mencatatkan waktu dua menit 13,009 detik. Andrea Iannone dan Andrea Dovizioso masing-masing akan memulai balapan dari posisi empat dan lima.(kmb33/afp)
Hasil itu merupakan kemenangan kedua belas Les Parisiens berturut-turut di Ligue 1. Ini artinya PSG melampaui rekor start kemenangan sebelumnya yang dibuat Tottenham Hotspur saat memenangi 11 laga beruntun di Liga Inggris 1960/61. PSG sempat dibuat frustrasi Lille usai ditahan tanpa gol nyaris selama 70 menit. Sampai akhirnya Kylian Mbappe memecah kebuntuan yang diperbesar Neymar. Gol balasan Lille diciptakan Nicolas Pepe lewat titik putih di masa injury time. Dengan demikian, PSG masih mantap di puncak klasemen usai mengoleksi 36 poin unggul 11 poin dari
setelah sempat tertinggal hingga injury time. Kasus Sebuah tudingan besar ditujukan kepada dua klub kaya raya Eropa, Manchester City dan Paris Saint-Germain (PSG). Kedua klub tersebut dianggap dibantu UEFA untuk menutup-nutupi kasus Financial Fair Play (FFP) yang seharusnya menghampiri mereka. Sejak diakusisi oleh taipan asal Timur Tengah, Manchester City dan juga PSG memang seringkali menggelontorkan uang banyak demi mendatangkan pemain besar. Padahal kegiatan tersebut sudah diatur oleh Financial Fair Play buatan UEFA.
FORKI Denpasar Juara Tiga Malang Open
Denpasar (Bali Post) Tim karate FORKI Kota Denpasar merebut juara umum III pada kejurnas Malang Open IX/2018 di GOR Ken Arok Malang, 2-3 November. Jara umum direbut FORKI Kabupaten Malang, yang mendulang 21 emas, 15 perak, 16 perunggu, disusul Dojo Campuhan Asri (DCA) Denpasar yang menyabet 9 emas, 4 perak, dan 7 perunggu. Sementara tim FORKI Kota Denpasar juara III yang merebut 8 emas, 4 perak, dan 2 perunggu. Kedelapan medali emas dipersembahkan Gusti Agung Putra Handayana (kumite senior -75 kg), Ngakan Dwi (kumite senior -55 kg), Putu Ridho (kumite U-21 -75 kg), Alvian (kumite U-21 -61 kg), Palapa Awatara (kumite junior -67 kg), Ni Made Yuli Kristina Devi (kumte junior -61 kg), Ravina (kumite junior -68 kg), dan Trisna Mahendra (kumite kadet -60 kg). Dua karateka FORKI Kota Denpasar dinobatkan menyandang predikat best of the best yakni Gusti Agung Putra Handayana dan Ni Made Yuli Kristina Devi. Pelatih Kepala Tim FORKI
Saddil Resmi Dicoret dari Skuad Piala AFF Cikarang (Bali Post) – Saddil Ramdani akhirnya benar-benar dicoret dari skuad Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2018. Bukan hanya karena masalah pribadi, tetapi Saddil tak datang tepat waktu. Saddil dilaporkan ke Mapolresta Lamongan oleh wanita berinisial ARS (19). Saddil yang juga pemain Timnas Indonesia pun telah mengakui penganiayaan terhadap perempuan yang kemudian diakui sebagai mantan kekasihnya itu. Akibat masalah tersebut, Saddil harus kehilangan tempatnya di Timnas Indonesia untuk Piala AFF. Sebelumnya Saddil masuk dari 23 nama yang akan dibawa pelatih Bima Sakti. Pada prosesnya, Saddil dicoret dari tim dan digantikan oleh Andik Vermansah. Pencoretan Saddil bukan hanya karena kasus penganiayaan, tetapi juga karena faktor indisipliner. “Jadi, Saddil dengan berat hati melalui koordinasi dari seluruh staf pelatih juga,
Lille di urutan kedua. Pasukan Thomas Tuchel itu juga sudah memasukkan 41 gol dan hanya kemasukan tujuh gol saja. Jika dihitung dari Piala Super Prancis, PSG sudah menjalani 16 pertandingan di seluruh kompetisi dengan hasil 14 kemenangan, sekali seri, dan sekali imbang. Satu-satunya kekalahan yang diderita PSG adalah saat menyerah 2-3 dari Liverpool di laga pertama fase grup Liga Champions. Di pertandingan berikutnya PSG akan menyambangi markas Napoli untuk melakoni laga matchday keempat. Pada pertandingan sebelumnya di Paris, Neymar dkk. memaksakan hasil seri 2-2,
tidak akan disertakan ke tim ini, jadi tetap 23 pemain,” kata Kurniawan Dwi Yulianto selaku asisten pelatih Bima Sakti. “Terlepas dari permasalahannya, dia tidak datang tepat waktu. Jadi bagi kami disiplin adalah nomor satu. Jadi soal permasalahan dia pribadi kami sangat menyayangkan, berdoa semoga cepat selesai, karena dia masih muda kariernya masih panjang,” lanjut Kurniawan di Stadion Wibawa Mukti, Sabtu (3/11) kemarin. Kurniawan juga berharap kasus yang menimpa Saddil bisa jadi pelajaran berharga untuk semua pemain. Sebab, pemain profesional harusnya bisa jadi role model. “Tapi ini jadi pembelajaran bagi semua pemain. Sebagai pemain profesional harusnya bisa role model untuk adik-adiknya yang lain,” tutup Kurniawan. (ant)
BPM/ist
BEST OF THE BEST - Dua karateka Denpasar Gusti Agung Putra Handayana (kiri) bersama Ni Made Yuli Kristina Devi (kanan) dinobatkan menyandang predikat ‘’best of the best’’ pada Kejurnas Malang Open IX/2018, di GOR Ken Arok, Malang, 2-3 November. Kota Denpasar Krisna Karang yang dikontak, Sabtu (3/11) kemarin, menyatakan Kejurnas Malang Open diikuti 1.200 karateka dari 50 kontingen yang berasal dari Malang, Denpasar, NTB, NTT, Jateng, serta kota dan kabupaten se-Jatim. Krisna Karang yang juga Sekretaris FORKI Denpasar
menambahkan, karateka asuhannya terjun pada Kejurnas Malang Open sebagai pesiapan tim karate Denpasar yang akan berlaga pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan. ‘’Kami akan mengevaluasi dan meningkatkan program latihan,’’ ujar Ketua Umum KKI Denpasar ini. (022)
Jika tersangkut kasus FFP, maka sebuah klub umumnya dilarang tampil dalam ajang besar seperti Liga Champions ataupun Liga Europa. Hal tersebut terjadi kepada AC Milan pada akhir musim kemarin, yang untungnya masih dipersilahkan tampil di Liga Europa. Baru-baru ini sebuah investigasi yang dilakukan oleh European Investigative Collaborations (EIC) mengeluarkan laporan yang mengejutkan. Mereka menuding UEFA memberikan bantuan kepada The Citizens dan Les Parisiens untuk menutupi kasus FFP. “Asosiasi sepak bola Eropa, UEFA, mengadakan perjanjian rahasia dengan Manchester City dan Paris Saint-Gemain (PSG) yang membuat dua klub itu menipu aturan Financial Fair Playnya sendiri dengan ratusan
juta euro,” tulis pernyataan tersebut. “Petugas senior UEFA, termasuk mantan sekretaris umum dan Presiden FIFA Gianni Infantino secara personal terlibat untuk mendorong kesepakatan dengan klub besar, sementara Club Financial Control Body (CFCB), departemen UEFA dalam menginvestigasi pelanggaran aturan, secara agresif mengejar klub yang lebih kecil di Turki dan Romania,” lanjut pernyataannya. Aroma FFP terendus di sekitaran PSG yang membajak Neymar dengan mahar fantastis, yakni sebesar 222 juta euro. Di tahun yang sama, mereka memboyong Kylian Mbappe dengan status pinjaman serta uang sebesar 40 juta pound sterling, plus opsi pembelian sebesar 121 juta pound sterling. (kmb33/afp)
Gianyar (Bali Post) Tim tuan rumah Bali United sukses mencukur tamunya, Madura United, dengan skor 2-0 (0-0) dalam lanjutan Kompetisi Liga 1 di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (3/11) kemarin. Sejak kick-off, kedua tim saling melancarkan serangan, namun hingga turun minum belum terjadi gol. Tercatat sederet peluang emas dimiliki kedua tim, tetapi belum mampu dikonversi menjadi gol. Peluang Laskar Serdadu Tridatu melalui tendangan bebas kapten Fadil Sausu cukup mengancam gawang Madura United yang dikawal kiper Satria Tama Hardianto. Sebaliknya, peluang emas Madura United melalui Bayu Gatra juga belum dimaksimalkan, skor tetap 0-0 sampai jeda. Memasuki babak kedua, kedua tim merombak taktik dan strategi permainan. Baik Bali United maupun Madura United makin agresif dalam melancarkan serangan. Gol pembuka kemenangan Bali United tercipta di menit ke52 lewat kaki kapten Fadil Sausu. Berawal dari Irfan
Bachdim yang menguasai bola, kemudian disodorkan kepada rekannya Ilija Spasojevic. Selanjutnya, Spaso memberikan umpan ke mulut gawang, dan bola datar dicocor Fadil hingga memperdaya kiper Satria Tama Hardianto. Unggul 1-0, Laksar Serdadu Tridatu makin menggempur benteng pertahanan tim berjuluk Sappe Kerap yang dikawal kapten Fabiano da Rosa Berltrame, Benny Wahyudi, Asep Berlian, dan Guntur Ariadi. Bali United mampu menggandakan kemenangan timnya di menit ke-75 melalui tendangan jarak jauh Antonius Johannes Melvin Platje. Platje yang menerima umpan matang sama sekali tak disangka kiper Madura United Satrai Tama bakal disepak langsung ke gawang. Akibatnya, gocekan Platje meluncur deras ke gawang, dan tak mampu dibendung kiper Satria Tama. Sampai wasit Hadiyana (Jabar) meniup peluit panjang skor akhir Bali United tetap unggul 2-0. Kemenangan ini membuat Serdadu Tridatu naik ke peringkat ke-4 klasemen sementara. (022)
Bali United Cukur Madura United