terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
16 HALAMAN
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
NOMOR 18 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Rekonstruksi Pembunuhan
Pemancing Terseret Arus
Kesulitan Cari Pakan Ternak
Rekonstruksi kasus pembunuhan yang melibatkan pelajar berinisial Dewa EAM (15) dan Putu BWS (15) mengungkapkan fakta menarik. Apa itu?
Nasib naas dialami I Gede Ketut Artika (58) dan I Wayan Sumiarta (43). Keduanya terseret gelombang laut saat memancing ikan layur di sebelah selatan Pura Enjung Galuh, kawasan DTW Tanah Lot, Selasa (3/9) dini hari.
Warga Abang tidak saja kekurangan air bersih tetapi juga kesulitan pakan ternak rumput hijau. Hal tersebut dikarenakan rumput mengering akibat terik matahari.
TABANAN | HAL. 7
BADUNG | HAL. 3
KARANGASEM | HAL. 11
Setahun Kepemimpinan Koster-Ace (2)
Berpihak terhadap Pendidikan KEBERPIHAKAN Gubernur Koster terhadap dunia pendidikan, aspek sosial budaya, serta adat istiadat, dirasakan oleh Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. Gde Arya Sugiarta selama setahun memimpin Bali bersama Cok Ace. Sejak masih menjadi anggota Komisi X DPR-RI, Koster sejatinya sudah menunjukkan keberpihakan terhadap aspek pendidikan. Hal. 15 Tim Ahli
MENATA INFRASTRUKTUR MENUJU KEMANDIRIAN BALI
’’Biasanya kita ini membangun tapi setelah itu tidak bisa mengelola dengan baik, ini harus jadi pelajaran.’’ Wayan Koster Gubernur Bali
Menanamkan Landasan Sentral Kepemimpinan dan kinerja Gubernur Bali dalam satu tahun, menurut pengamat ekonomi Viraguna Bagoes Oka, patut diapresiasi karena telah berhasil menanamkan pola pikir atau landasan sentral atas arah pemerintahan Bali berbasis satu komando. Koordinasi dengan para bupati dan wali kota yang cukup lancar, sehingga keputusan strategis dapat berada di tangan Gubernur Bali sebagai pemimpin Provinsi Bali. Hal. 15 Mengelola Devisa
Dianggarkan Rp 100 Miliar Jayapura (Bali Post) – Pemerintah bertindak cepat menangani kerusakan di Jayapura, Kamis (29/8). Ada sejumlah perkantoran milik pemerintah yang rusak parah. Diharapkan minggu ini sisa kerusakan bersih dan pekan depan pembangunan kembali dapat dilakukan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menganggarkan Rp 100 miliar untuk renovasi atau pembangunan khusus perkantoran yang terdampak pascarusuh. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono kepada Antara di Jayapura, Selasa (3/9) kemarin, mengatakan anggaran sebesar Rp 100 miliar ini akan digunakan untuk membangun kembali perkantoran di mana dimulai pada pekan mendatang. ‘’Jadi kami harap minggu ini semua sudah bersih sehingga pekan depan sudah mulai membangun kembali,’’ katanya. Menurut Basuki, dana Rp 100 miliar untuk pembangunan kembali perkantoran yang terdampak pascarusuh di Jayapura ini akan dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) 2019. ‘’Anggaran Rp 100 miliar ini sudah dihitung oleh Balai Cipta Karya Papua dan disesuaikan dengan tingkal kemahalan di Bumi Cenderawasih,’’ ujarnya. Dia menjelaskan, perkantoran yang terdampak paling parah dari aksi unjuk rasa berbuntut rusuh ini adalah Kantor KPU Provinsi Papua dan Kantor Bea Cukai Jayapura. ‘’Kedua perkantoran ini akan menelan anggaran paling banyak. Misalnya untuk KPU, Gubernur Papua meminta untuk dibangun dua lantai, sedangkan Bea Cukai strukturnya terdampak parah sehingga harus dirubuhkan dan dibangun ulang,’’ katanya lagi. Dia menambahkan, untuk lamanya pembangunan, bagi perkantoran yang hanya memperbaiki maka hanya membutuhkan satu atau dua bulan, sedangkan yang parah dan harus dibangun ulang membutuhkan waktu sekitar enam bulan. (ant)
HIDUP harmoni dan damai di tanah Bali bukan hal mustahil. Hal itu berpeluang besar terwujud jika komitmen terbangun dan kerja keras menjadi budaya. Harapan itu bahkan makin terbuka jika Bali bisa menyelaraskan dan mengoptimalkan potensi. Dalam konteks ini penjabaran Bali Era Baru bisa kita harapkan sebagai rujukan kerja. Visi daerah ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ dengan lima bidang prioritas pembangunan harapan Bali bisa mandiri bisa terwujud. Untuk mendukung lima bidang prioritas tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menggenjot pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara terintegrasi dan terkoneksi. Antara lain melipu-
ti Bandara Ngurah Rai, pembangunan bandara di Buleleng, rencana kereta api, shortcut Denpasar-Singaraja, tol atau by-pass Denpasar-Gilimanuk, hingga pembangunan pelabuhan untuk cruise di Celukan
Tak Ada Referendum untuk Papua Jakarta (Bali Post) – Persoalan terkait Papua yang awalnya dipicu masalah rasisme dan persekusi terhadap mahasiswa Papua sempat menyinggung soal referendum. Apalagi dalam sejumlah demo muncul bendera Bintang Kejora. Namun,ditegaskan, bahwa secara hukum nasional maupun internasional, referendum di Papua tidak memungkinkan. Untuk penyelesaian masalah Papua, disarankan melakukan pendekatan hukum yang persuasif.
Bali Post/ant
BERKANTOR DI PAPUA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kedua kanan) bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kiri) ketika tiba di Bandara Sentani, Jayapura, Papua, Selasa (3/9) kemarin. Kapolri dan Panglima TNI akan berkantor di Papua hingga kondisi Papua kondusif. Bali Post/ant
RUSAK - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Jayapura, Kota Jayapura, Papua, rusak pascaunjuk rasa warga Papua pada Kamis (29/8). Pemerintah telah menganggarkan Rp 100 miliar untuk renovasi perkantoran yang rusak.
Harian Bisnis Bali Harga Tetap Tinggi Beberapa bulan terakhir, harga cabai melonjak sampai Rp 100.000 per kilogram. Meski permintaan sudah menurun dan musim panen, harga masih tetap tinggi yakni Rp 60.000 per kilogram. Apa yang terjadi?
www.bisnisbali.com
Bawang. Selain itu, pihaknya juga mengkaji ulang Pelabuhan Tanah Ampo di Karangasem serta jalur-jalur untuk logistik. Hal. 15 Bisa Rampung
Jokowi Diminta Pilih yang Terbaik HARAPAN agar pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke depan adalah sosok terbaik terus didesakkan. Apalagi 10 nama hasil panitia seleksi (pansel) masih menyimpan keraguan. Presiden masih memiliki kesempatan menggunakan kewenangannya untuk memilih yang terbaik guna dikirim ke DPR.
Tokoh masyarakat yang dikenal kritis Buya Syafii Ma’arif meminta sosok yang terbaiklah yang akan memimpin KPK di masa mendatang karena tantangan ke depan tentu akan semakin besar. ‘’Cari yang terbaik, telusuri rekam jejaknya selama ini. Apakah dia punya integritas atau tidak,’’ katanya selepas peresmian Pesantren Modern Terpadu Prof. Hamka di Padang, Selasa (3/9) kemarin. Selain itu, katanya, sosok yang akan memimpin lembaga antirasuah tersebut harus memiliki visi yang jelas ke depannya. Mulai dari
bagaimana langkah untuk menghilangkan sikap koruptif, membangun sikap bangsa antikorupsi dan lainnya. Menurut Buya, sebagai pimpinan lembaga tentu mereka harus memiliki hal tersebut dalam hidupnya. ‘’Pokoknya cari yang terbaik dari yang terbaik,’’ katanya. Ia menilai seorang pemimpin KPK di masa mendatang harus mampu memperlihatkan kompetensinya sebagai negarawan di bidangnya masingmasing. Peneliti Bidang Hukum The Indonesian Institute Muhammad Aulia Y Guzasiah mengatakan nama-nama
calon pimpinan KPK yang diserahkan Panitia Seleksi Capim KPK kepada Presiden Joko Widodo masih bisa diubah oleh Presiden manakala ada desakan publik. ‘’Memang benar tidak ada lagi proses penyeleksian di antara proses itu, tapi yang berhak menyerahkan hasil penyeleksian Tim Pansel Capim KPK itu ke DPR adalah Presiden. Presiden dalam hal ini, dapat saja mengubah hasil itu apabila ada desakan publik,’’ kata Aulia.(ant)
Demikian disampaikan pakar hukum tata negara Mahfud MD pada diskusi di kantor Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), di Jakarta, Selasa (3/9) kemarin. ‘’Papua dalam pendekatan hukum nasional tidak mungkin meminta referendum, karena dalam tata hukum nasional Indonesia tidak ada referendum,’’ kata Mahfud. Menurut Mahfud, berdasarkan tata hukum internasional yang telah diratifikasi Indonesia, Papua juga tidak boleh meminta referendum, karena Papua sudah masuk dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) secara sah dan diakui hukum internasional. ‘’Dalam konvensi internasional itu disebutkan, sebuah negara berdaulat yang diakui dunia internasional, dapat mempertahankan wilayahnya, termasuk menjaga wilayah negara dengan pendekatan keamaanan,’’ katanya. Pada kesempatan tersebut, Mahfud menjelaskan, persoalan demo yang kemudian berkembang menjadi kericuhan di Papua, bermula dari persoalan nonhukum tetapi kemudian berkembang menjadi persoalan hukum. Hal. 15 Pendekatan Persuasif
Rabu Paing, 4 September 2019
Dewan Kota Periode 2014-2019 Hasilkan 55 Perda
Denpasar (Bali Post) – Anggota DPRD Denpasar periode 2014-2019 telah purnabakti. Selama lima tahun, para wakil rakyat ini telah melakukan berbagai kegiatan sesuai dengan tupoksinya. Salah staunya, yakni membuat peraturan daerah. Selama satu periode tersebut, dewan Kota Denpasar mampu menyelesaikan 55 peraturan daerah. Satu di antaranya merupakan inisiatif dewan. Hal ini ditegaskan Ketua Sementara DPRD Denpasar Gusti Ngurah Gede, Selasa (3/9) kemarin. Menurut Ngurah Gede, selama lima tahun anggota dewan ini telah mampu melaksanakan berbagai kegiatan yang menjadi tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat. Seperti pengesahan produk hukum berupa perda sebanyak 55 keputusan. Termasuk di dalamnya merupakan perda inisiatif dewan.
Selain itu, ada pula keputusan pimpinan dewan sebanyak 63 buah. Ngurah Gede menambahkan, dewan periode tersebut juga berhasil menyelenggarakan rapat paripurna sebanyak 96 kali, rapim sebanyak 79 kali, rapat konsultasi sebanyak delapan kali. Selain itu, ada pula rapat badan musyawarah dan badan anggaran masing-masing sebanyak 79 kali. Sedangkan untuk rapat badan kehormatan dilakukan sebanyak tiga kali. Rapat paling banyak dilakukan, yakni panitia khusus yang mencapai 210 kali. Kemudian untuk rapat komisi dilakukan 46 kali. Sebagai wakil rakyat, mereka juga telah mampu melakukan fungsinya sebagai penampung aspirasi masyarakat, serta menerima sejumlah kunjungan yang menyampaikan aspirasi ke dewan. (kmb12)
Bali Post/eka
IKAN - Seorang petugas memindahkan ikan dari kapal ikan ke mobil angkut di Pelabuhan Benoa, Denpasar. Dari data BPS Bali, nilai ekspor Bali pada Juli 2019 mengalami peningkatan dibandingkan Juni di tahun yang sama, di mana komoditas utamanya pada produk ikan dan udang.
Waspadai Pertumbuhan Impor Lebih Kuat dari Ekspor Bali Post/kmb37
SIDANG - Terdakwa Moh. Syahirudin Sahir (34) dan Firman Hardyansah (33) saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (3/9) kemarin.
Potong Penyu untuk Syukuran
Dua Nelayan Dituntut Setahun Penjara
Denpasar (Bali Post) Peringatan keras disampaikan pada mereka yang suka memotong penyu untuk konsumsi. Selasa (3/9) kemarin, dua orang nelayan dituntut masing-masing setahun penjara oleh JPU Ni Made Suasti Ariani di Pengadilan Negeri Denpasar. Mereka adalah Moh. Syahirudin Sahir (34) dan Firman Hardyansah (33). Dalam kasus ini, terdakwa yang mengaku tinggal di Serangan, Denpasar Selatan itu dinyatakan terbukti bersalah membunuh satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup. Mereka dituding melanggar Pasal 40 ayat 2 jo Pasal 21 ayat 2 huruf a UU RI Tahun 1990 tentang KSDA dan ekosistemnnya, jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Selain dituntut pidana setahun, terdakwa juga didenda Rp 1 juta. Jaksa di hadapan majelis
hakim pimpinan Bambang Ekaputra menyampaikan, pada 28 April 2019 terdakwa ingin mencari ikan dan menyelam di Perairan Nusa Dua. Mereka menyelam dan mendapatkan dua ekor penyu selain juga menangkap ikan. Dini hari selesai menyelam, di atas kapal tanpa nama itu, ketika berjalan pulang, persisnya di Perairan Nusa Dua menuju Serangan, terdakwa memotong penyu itu dalam keadaan hidup-hidup. Dagingnya kemudian dimasukkan ke dalam karung. Tujuan memotong satwa penyu yang dilindungi itu adalah untuk konsumsi dalam acara syukuran. Namun sebelum dimasak, petugas Polair Polda Bali yang menyambangi perahu itu menemukan daging penyu itu di dalam karung. Selanjutnya, kedua terdakwa diamankan polisi. (kmb37)
Topik : Terima SK, anggota dprd ajukan kredit
Denpasar (Bali Post) Kondisi ekspor dan impor Bali pada Juli 2019 cukup menggembirakan. Pasalnya, kondisi ekspor–impor Bali tidak turut memperparah defisit transaksi berjalan yaitu surplus. Namun, pergerakan perubahan angkanya baik bulanan maupun tahunan menunjukkan bahwa pertumbuhan impor lebih kuat daripada pertumbuhan ekspor. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho mengatakan hal itu, Senin (2/9). Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali
I Gede Nyoman Subadri, S.E. mengatakan, ekspor Bali pada Juli 2019 sebesar USD 44,76 juta. Sementara impor Bali USD 28,58 juta. ‘’Dari kedua besaran nilai itu menunjukkan neraca perdagangan Bali surplus USD 16,18 juta,’’ ujarnya. Jika dibandingkan dengan kondisi Juni dan Mei 2019, kata Subadri, neraca perdagangan Bali mengalami surplus USD 15,25 juta. Perbedaan surplusnya sebesar USD 0,93 juta atau 6,09 persen. Ekspor Bali sebesar USD 44,76 juta hampir sebagian besar tertuju ke Amerika Serikat (AS) USD 15 juta atau
35,32 persen, ke Singapura sebesar USD 4,2 juta atau 8 persen, dan Australia USD 4 juta atau 4,42 persen. Selain itu, BPS Bali juga mengungkap sebesar 44,42 persen komoditi ekspor Bali diekspor melalui pelabuhan di Bali, sementara sisanya sebesar 55 persen diekspor melalui pelabuhan di luar Bali. Sementara impor sebesar USD 28,58 juta diimpor dari Hongkong sebesar USD 7,6 juta atau 26,28 persen, dari Tiongkok sebesar USD 6,3 juta atau 22,18 persen, dan Amerika Serika sebesar USD 3,8 juta. ‘’Ekspor ke Amerika Serikat sebesar
USD 15 juta sementara impor dari AS sebesar USD 3,8 juta, sehingga neraca perdagangan AS surplus,’’ ujarnya. Subadri menambahkan, komoditas tiga besar yang mendominasi ekspor Bali adalah ikan udang, pakaian jadi bukan rajutan dan perhiasan. Sementara barangbarang yang diimpor adalah barang dari kulit, lonceng, arloji dan minyak atsiri, wangi-wangian. Dibandingkan dengan Juni 2018 terjadi peningkatan ekspor sebesar 37,42 persen. Sementara peningkatan impor hampir dua kalinya yaitu
65,02 persen. ‘’Jadi kecepatan peningkatan impor kita jauh lebih tinggi dibandingkan kecepatan peningkatan ekspor kita. Ini perlu kita waspadai ke depan jangan sampai suatu saat impor kita lebih besar daripada ekspor, kita tentunya minus,’’ pungkasnya. Peningkatan impor sebesar 65,02 persen didominasi dari Jepang yang besarannya ratusan persen. Sementara peningkatan ekspor sebesar 37,42 persen ini, peningkatan tertinggi yaitu tujuan Maladewa berupa komoditas perabot penerangan rumah tangga. (kmb42)
Rapat Perdana Dewan Baru
Sudah Ada Bocoran Nama Pimpinan Denpasar (Bali Post) -
Posisi pimpinan DPRD Bali dipastikan berasal dari partai peraih kursi terbanyak pertama hingga keempat. Namun, baru PDI-P yang sudah menyetor surat terkait penunjukan Ketua DPRD Bali definitif. Partai peraih kursi terbanyak itu kembali memilih I Nyoman Adi Wiryatama. Sedangkan partai lainnya yakni Golkar, Gerindra, dan Demokrat baru memberikan bocoran nama saja. “Saya sudah ada suratnya, berani dah ngomong definitif karena saya baca surat saya sendiri. Kalau yang lain kan belum saya lihat suratnya,” ujar Ketua DPRD Bali Sementara, I Nyoman Adi Wiryatama, usai memimpin rapat perdana anggota DPRD Bali periode 2019-2024 di Ruang Rapat Gabungan Gedung DPRD Bali, Selasa (3/9) kemarin. Menurut Wiryatama, posisi Wakil Ketua I akan diisi oleh Golkar, Wakil Ketua II dari Gerindra, dan Wakil Ketua III dari Demokrat. Orangorang yang akan mengisi jabatan tersebut dikatakan sudah pasti. Hanya saja, surat dari induk partai masing-masing hingga kemarin belum masuk ke Sekretariat Dewan. “Bocorannya, Golkar I Nyoman Sugawa Korry, De-
mokrat Tjok Gde Asmara Putra Sukawati, Gerindra itu I Nyoman Suyasa. Definitifnya besok suratnya kita tunggu,” jelasnya. Sementara pada rapat perdana kemarin, tampak hadir sebanyak 35 dari total 55 anggota dewan yang baru. Wiryatama mengatakan, rapat utamanya diisi dengan perkenalan sebelum nanti bekerja bersama-sama. “Kalau dulu, enam bulan yang lalu atau sampai sebelum pemilu kita kan bersaing di satu dapil, satu partai. Sekarang kita sudah bersanding, bersama-sama duduk di sini sebagai wakil rakyat, tidak ada bedanya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Bali,” jelas mantan Bupati Tabanan ini. Wiryatama menambahkan, seluruh peserta rapat
telah sepakat untuk menghubungi induk partai masingmasing agar segera mengirim nama-nama untuk pimpinan definitif dan alat kelengkapan dewan lainnya. Seluruhnya ditarget rampung minggu depan agar SK dari Mendagri bisa diproses. Ketika sudah definitif, maka dewan dapat segera menjalankan tupoksinya. Termasuk mulai bisa bekerja dengan eksekutif, khususnya untuk menuntaskan sejumlah rancangan perda. Wakil Ketua DPRD Bali Sementara I Nyoman Sugawa Korry mengatakan, proses penetapan pimpinan DPRD, SK Kemendagri dan terbentuknya alat kelengkapan dewan telah diputuskan untuk dipercepat. Pihaknya berharap nama-nama calon pimpinan DPRD yang direko-
I Nyoman Adi Wiryatama mendasikan DPP masingmasing partai sudah dikirim ke DPRD Bali, Rabu (4/9) hari ini. “Begitu juga susunan dan personalia dari masing-masing fraksi,” ujarnya. (kmb32)
Bali Post/kmb32
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Pengaruh ’’Shri Wedastera Suyasa’’ Signifikan Dongkrak Suara Terbanyak
Pelantikan Dr. IGA Diah Srikandi Menjadi Anggota DPRD Bali Disaksikan Shri Gusti Wedakarna
WARIH – Dr. Arya Wedakarna (Senator terpilih 2019– 2024) bersama adik kandungnya, Dr. Diah Srikandi (anggota DPRD Bali 2019–2024), di Gedung DPRD Bali.
ADA pemandangan menarik kemarin di Gedung DPRD Bali saat pelantikan anggota DPRD Provinsi Bali. Yakni kehadiran dua sosok politisi muda asal Jembrana yang meraih suara terbanyak di dapil masing-masing yakni Dr. I Gusti Ayu Diah Werdhi Srikandi Wedasteraputri Suyasa, S.E., M.M. (peringkat I peraih suara tertinggi di Jembrana dengan 28.051 suara) dan Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, S.E.(MTRU), M.Si. (peringkat I peraih suara tertinggi di Bali Pemilu DPD 2019 yakni dengan 742.781 suara). Kehadiran dua sosok ini menjadi perhatian, mengingat kakak adik kandung dari tokoh ternama di Bali yakni (Swargi) Shri Wedastera Suyasa kini menjadi idola kaum milenial di Bali. Dalam sejarahnya, sosok Dr. Diah Srikandi sejatinya telah banyak mencatat prestasi sebelum menjadi anggota dewan, yakni pernah menjadi salah satu Koordinator Dosen
FE di Universitas Trisakti Jakarta, pernah berkarier di Bank Mandiri Jakarta dan juga peraih gelar doktor perempuan termuda di Indonesia (meraih rekor MURI) di bidang Ilmu Pemerintahan. Dr. Srikandi juga pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Mahendradatta (periode 2014-2015) sebelum diangkat PAW menjadi anggota DPRD Provinsi Bali. Terhadap pencapaian ini, Dr. Srikandi mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bali, khususnya masyarakat Jembrana karena memberikan kepercayaan yang begitu besar dengan raihan suara tertinggi. ‘’Tiang merasa terhormat bisa mengemban kepercayaan dari kaum marhaen Jembrana. Selama ini tiang hanya bekerja demi masyarakat tanpa ada tujuan apa pun selain ngayah. Selain itu tiang juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Megawati Soekarno Putri (Ketua Umum DPP PDI Perjuangan) yang terus mendorong lahirnya legislator perempuan
di Indonesia. Beliau adalah inspirasi tiang. Juga kepada Bapak Dr. Wayah Koster selaku Ketua DPD PDI-P Bali dan jajaran, seluruh DPC, PAC dan Anak Ranting yang telah bergotong royong hingga PDI-P menang di Jembrana. Tidak lupa juga dengan relawan DWS dan Srikandi yang sangat solid. Astungkara, ke depan kerja sama akan ditingkatkan,’’ ungkap Dr. Srikandi yang alumni SMAN 1 Denpasar ini. Ia pun menyampaikan harapannya agar pembangunan Kabupaten Jembrana tidak tertinggal dengan wilayah lainnya. ‘’Potensi Jembrana sangat besar, termasuk potensi alam, pertanian dan juga ekonomi. Di periode 2019–2024 ini, tiang akan fokus untuk membina masyarakat desa khususnya generasi muda dalam hal SDM. Ini sejalan dengan program Presiden Joko Widodo dan semesta berencana yang akan memprioritaskan karakter bangsa selain ekonomi kreatif. Apalagi pembangu-
nan infrastruktur akan semakin banyak didapat oleh Bali pascakemenangan Jokowi yang hampir 92 persen saat Pilpres 2019. Dalam hal politik, tentu tiang wajib mendukung program Gubernur Bali dan juga menyukseskan kader PDI-P di Pilkada Jembrana 2020. Selaku petugas partai tentu kami harus setia dan loyal,’’ ungkap Dr. Srikandi yang kini menjadi Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Bali. Lalu, apa tanggapan sang kakanda tercinta Dr. Arya Wedakarna (AWK) yang turut hadir menyaksikan pelantikan Dr. Srikandi? ‘’Tiang bangga dengan adinda Diah Srikandi. Dia sosok teladan yang bekerja keras dan rela meninggalkan kepentinggan keluarga hanya untuk turun ke Jembrana. Jika Dr. Srikandi mendapat suara tertinggi di pemilu kali ini, saya rasa wajar nggih, karena itu hasil dari kerja kerasnya. Dia adalah orang paling jujur yang pernah saya temui. Orangnya transparan, kalau masalah anggaran ya… apa
adanya, dan pintar di bidang ekonomi. Wajarlah, karena Dr. Srikandi ahli ekonomi, pernah kerja di Bank Mandiri di Ibu Kota dan Koordinator Dosen FE di kampus sekelas Trisakti. Intelektualitasnya terasah saat jadi rektor. Pesan saya, jaga nama baik orangtua kami Shri Wedastera Suyasa dan I Gusti Ayu Suwitry. Kerja yang baik dan ikhlas walau banyak tantangan, dan ke depan jika sudah ada garis tangan menjadi pemimpin, ya… pasti akan terjadi. Intinya Karmany Eva Dhikaraste Mapalesu Kadachana,’’ pungkas Shri Gusti Wedakarna yang juga Panglingsir Puri Tegeh Kori ini. Ia pun mengakui bahwa pengaruh nama besar leluhur asal Penyaringan Jembrana yakni Ratu Kakiang (alm) I Goesti Ketoet Soeyasa (Panglingsir Nararya Dalem Tegeh Koroi) dan Shri Wedastera Suyasa (alm) yang pemimpin politik Sukarnois PNI dan salah satu pendiri PHDI masih sangat kuat di benak masyarakat Bali dan Jembrana. (ad142)
Rabu Paing, 4 September 2019
Bupati Giri Prasta Berikan Pembekalan Umum kepada Mahasiswa Baru IHDN Sampaikan Kebijakan Pemkab Badung dalam Meningkatkan SDM Hindu
BUPATI Giri Prasta mengharapkan generasi muda Hindu senantiasa eling dengan budaya asli Bali, tanpa lupa mengikuti perkembangan zaman. ‘’Era globalisasi harus kita ikuti tetapi jangan sampai tercabut dari akar adat dan budaya kita,’’ kata Bupati Giri Prasta saat memberikan materi kuliah umum di hadapan 652 mahasiswa baru Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) di gedung Ksirarnawa Art Center Denpasar, Selasa (3/9) kemarin. Lebih lanjut Bupati Giri Prasta memaparkan peran Pemerintah Kabupaten Badung dalam meningkatkan SDM Hindu. Dengan kebijakan politik anggaran, pihaknya menerapkan implementasi kegiatan keagamaan khususnya agama Hindu. Yang pertama, Pemkab Badung mendirikan PAUD dan TK Berbahasa Ibu/Bahasa Bali. Karena bagi Giri Prasta, bahasa Bali wajib, bahasa In-
donesia dilaksanakan karena kita NKRI, sedangkan untuk bahasa asing lainnya tetap dipelajari. Lebih lanjut ia menjelaskan tentang pembangunan Taman Bumi Banten yang berlokasi di Pelaba Pura Puncak Tedung seluas 19 hektar. ‘’Ini kami lakukan agar kebutuhan akan sarana upacara dapat kita penuhi sendiri. Bahkan kami sekarang sudah menerapkan taman usada, yang merupakan taman dengan tanaman organik yang bisa dijadikan obat-obatan tradisional,’’ paparnya. Sebagai penutup, Giri Prasta menjelaskan komitmen Pemkab Badung dalam pelestarian adat dan budaya Bali. Contohnya, sejak tahun 2016, setiap hari Kamis pegawai Pemkab menggunakan busana adat Bali dan berbahasa Bali. ‘’Inilah kebijakan dasar yang kami lakukan di Kabupaten Badung. Termasuk, kami memiliki 534 sekaa
teruna, setiap memperingati HUT kami memberikan bantuan dana motivasi Rp 24 juta dan kebutuhan sekaa teruna lainya untuk pelestarian adat, seni dan budaya, kita berikan sepenuhnya,’’ tambahnya. Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama IHDN Denpasar Dr. Drs. Ida Bagus Gede Candrawan, M.Ag. dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggitingginya kepada Bupati Badung yang telah berkesempatan hadir untuk memberikan pembekalan kuliah umum kepada mahasiswa upanayana. ‘’Dapat kami laporkan kegiatan mahasiswa upanayana ini merupakan tradisi yang dilaksanakan oleh kampus IHDN. Jumlah peserta yang ikut dalam kegiatan ini 652 orang, dari berbagai provinsi di Indonesia di antaranya dari Maluku, Sulawesi dan
Sumatera. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama tiga hari diisi dengan berbagai kegiatan, salah satunya kegiatan bakti sosial dan pada tanggal 7 September akan dilaksanakan pawintenan di Pura Luhur Uluwatu. Ini merupakan tradisi yang sudah dari dulu berjalan terhadap mahasiswa baru IHDN Denpasar,’’ ujarnya. Dia menambahkan, untuk tahun ini, IHDN memilih Bupati Badung sebagai narasumber dengan pertimbangan melihat sosok yang bersangkutan sebagai pemimpin yang memiliki komitmen dengan pembangunan Hindu khususnya serta perhatiannya terhadap generasi muda. ‘’Semoga apa yang beliau sampaikan bisa menjadi acuan dan motivasi untuk kita semua, terutama kaum muda IHDN Denpasar,’’ ungkapnya. Kegiatan paparan Bupati Badung ini dilaksanakan dalam rangka Ospek (Orien-
KULIAH UMUM - Bupati Badung Giri Prasta saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru IHDN Denpasar di Gedung Ksirarnawa Art Center Denpasar, Selasa (3/9). tasi Studi dan Pengenalan Kampus) tahun ajaran baru 2019 dengan tema ‘Nangun Jana Kertih Loka Samgraha Nusantara’ yang memiliki makna membangun SDM
Hindu berkualitas yang nusantara. Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor Dr. Drs. Ida Bagus Gede Candrawan, M.Ag. beserta civitas akademika IHDN Denpasar
dan mahasiswa upanayana (masayu) tahun 2019,. Sedangkan, hadir mendampingi Bupati Badung, Kabag Humas Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta. (ad150)
Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Melibatkan Pelajar
Satu Pelaku Menolak Eksekusi Korban Mangupura (Bali Post)-
Satreskrim Polres Badung, Senin (2/9) lalu menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang melibatkan pelajar berinisial Dewa EAM (15) dan Putu BWS (15). Dari rekonstruksi tersebut khususnya pada adegan 13, tersangka Putu BWS menyuruh Dewa EAM menebas kedua korban. Namun, tersangka Dewa EAM menolaknya. Reka ulang digelar secara diam-diam dan dilaksanakan di Mapolres Badung. Padahal kasus ini menjadi sorotan publik. Kasubag Humas Polres Badung Iptu Ketut Oka Bawa, Selasa (3/9) kemarin menyampaikan, ada 17 adegan yang diperagakan kedua pelaku saat rekonstruksi tersebut. ‘’Puncaknya adalah pada adegan
Bali Post/ist
REKONSTRUKSI Satreskrim Polres Badung menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang melibatkan dua pelajar.
13, 14 dan 15. Di tiga adegan itu merupakan eksekusi kedua korban,’’ tegasnya. Pada adegan 13, tersangka Dewa EAM menolak perintah Putu BWS untuk mengeksekusi kedua korban yaitu I Kadek Roy Adinata (digantikan petugas) dan Agus Gede Nurhana Putra (digantikan petugas). Selanjutnya pada adegan 14, tersangka Putu BWS mengambil blakas atau parang dari tangan Dewa EAM yang duduk di atas sepeda motor. Tersangka Putu BWS memperagakan adegan 15, yaitu mendekati Roy (peran peng-
”X-ray ATRS” dan ”Autogate” Diterapkan di Bandara Ngurah Rai Mangupura (Bali Post) – Bandara I Gusti Ngurah Rai kini dilengkapi fasilitas X-ray Automated Tray Return System (X-ray ATRS). Yaitu fasilitas pemeriksaan penumpang dan bagasi dengan menggunakan teknologi pemindaian tingkat tinggi. Menurut Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi, X-ray ATRS merupakan sistem pemeriksaan penumpang dan bagasi dengan teknologi pemindaian terkini yang berada pada area Screening Check Point (SCP) di Terminal Keberangkatan Internasional. Perangkat ini akan meningkatkan jaminan keamanan, meningkatkan keakuratan dan menurunkan stres akibat waktu antrean, dan berbagai keuntungan lainnya. Diungkapkannya, X-ray ATRS juga akan mempercepat proses pemeriksaan barang dan calon penumpang. ‘’X-ray konvensional rata-rata hanya mampu memeriksa 155 tray per jam dengan maksimal barang yang mampu diperiksa saat peak hour mencapai 235 tray. Sedangkan, X-ray ATRS mampu memeriksa rata-rata hingga 285 tray per jam dengan kemampuan maksimum saat peak hour dapat memeriksa mencapai 410 tray per jam,’’ katanya, Selasa (3/9) kemarin. Selain x-ray ATRS, juga diresmikan boarding pass scanner (flap barrier) dan autogate paspor (imigrasi) bersama dengan Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny F. Sompie. Penggunaan X-ray ATRS dan autogate paspor ini merupakan yang pertama di Indonesia. Beberapa fasilitas baru ini akan mempercepat proses pemeriksaan, baik barang, penumpang, boarding pass, dan paspor untuk keperluan imigrasi sehingga berdampak pada bertambahnya tingkat kenyamanan calon penumpang ketika melakukan proses pemeriksaan di bandara. Saat ini terdapat 16 unit mesin autogate paspor. Sebanyak 6
unit terdapat di terminal kedatangan internasional dan 10 unit di terminal keberangkatan internasional. Total waktu yang dibutuhkan penumpang saat menggunakan mesin autogate ini hanya 30 detik, waktu yang relatif singkat untuk melewati melalui proses imigrasi. Sedangkan boarding pass scanner, saat ini terdapat 12 unit yang terletak di terminal keberangkatan internasional. Fasilitas ini untuk memberikan kemudahan bagi penumpang untuk dapat secara otomatis melakukan pemindaian boarding pass penumpang tanpa harus mengantre di tempat scanning manual. Fasilitas ini dapat dipergunakan oleh penumpang yang membawa boarding pass dalam bentuk tercetak, ataupun masih dalam bentuk soft file dalam smartphone. Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny F. Sompie mengatakan, pengadaan perangkat autogate di TPI Ngurah Rai merupakan satu bentuk kerja sama Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai dengan PT Angkasa Pura I. Fasilitas autogate tersedia bagi WNI di terminal kedatangan dan keberangkatan. Sementara bagi WNA, fasilitas ini hanya tersedia di terminal keberangkatan. Saat ini pemeriksaan keimigrasian dengan pengambilan sidik jari dan foto wajah telah diterapkan kepada seluruh WNA yang masuk ke Indonesia melalui TPI Ngurah Rai. Sehingga pada saat keberangkatan mereka dapat menggunakan fasilitas autogate. ‘’Proses pemeriksaan keimigrasian di terminal kedatangan internasional dengan pengambilan foto wajah dan sidik jari memerlukan waktu sekitar 35 – 60 detik per penumpang. Sedangkan pemeriksaan Keimigrasian terhadap penumpang di terminal keberangkatan internasional dengan menggunakan autogate hanya memerlukan waktu sekitar 35 - 45 detik per penumpang,’’ ujarnya. (kmb23)
Bali Post/edi
BANDARA - Bandara Ngurah Rai kini dilengkapi X-ray ATRS dan Autogate.
ganti) berada di selokan. Selanjutnya korban langsung ditebas sebanyak tiga kali yang mengenai bagian punggung. Sedangkan Dewa EAM menyaksikan dari sepeda motor. Pada adegan 16, Putu BWS menebas Nurhana Putra (peran pengganti) sebanyak dua kali dan mengenai kepala bagian kiri korban. Tersangka Dewa EAM menyaksikan dari sepeda motor. ‘’Pada adegan 17, tersangka Dewa EAM membonceng Putu BWS mengendarai sepeda motor Honda Scoopy DK 6244 FAR meninggalkan korban menuju arah selatan,’’ katanya. Iptu Oka menegaskan,
rekonstruksi ini bertujuan untuk memperjelas kasus ini dan memastikan posisi serta peran masing-masing tersangka. ‘’Apabila ada yang perlu disempurnakan dan akan segera melengkapinya. Rekonstruksi tersebut juga dihadiri panasihat hukum tersangka dan keluarga korban,’’ ujarnya. Seperti diberitakan, kericuhan terjadi di Kafe Madu di Jalan Raya Kerasan, Desa Sedang Kecamatan Abiansemal, Minggu (25/8) lalu. Dua kelompok pemuda ribut dan terjadi saling pukul. Kejadian itu berlanjut hingga di Jalan Kerasan, Desa Sedang, Abiansemal. Akibat kejadian tersebut, I Kadek Roy Adinata (26) tewas akibat sejumlah tusukan dan Agus Gede Nurhana Putra (17) yang berstatus mahasiswa, kritis. (kmb36)
ASEAN Bahas Pengembangan Energi Terbarukan Mangupura (Bali Post) Sejumlah ilmuwan, praktisi industri, serta perwakilan unsur pemerintah dari negara-negara anggota ASEAN melakukan pertemuan membahas pengembangan energi terbarukan, Selasa (3/9) kemarin, di Kuta. Workshop on Higher Blending of Biofuels for Transportation in ASEAN Countries: Testing and Strategy ini diikuti perwakilan dari Brunei Darussalam, Indonesia, Kamboja, Laos dan Malaysia. Menurut Kepala Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronik LIPI Purwoko Adhi, kegiatan ini bertujuan untuk membangun jejaring yang kuat di antara para peneliti di ASEAN. Hal tersebut penting untuk mendorong kebijakan dan peraturan pemerintah yang mendukung penelitian dan pengembangan energi terbarukan. Dijelaskannya, workshop tersebut juga mendiskusikan hal yang mencakup status pemanfaatan biofuel, kendala penerapan, regulasi dan strategi, serta rencana pengembangan selanjutnya. ‘’Pertemuan ini menjadi platform yang ideal untuk mempertemukan para ilmuwan, praktisi industri, dan pemerintah untuk membahas masalah tersebut,’’ ungkapnya. Ditambahkannya, dalam memenuhi target kebijakan, setiap negara harus menyeimbangkan keamanan energi dan manfaat lingkungan dengan
implikasi potensial lainnya. Terutama dalam ketahanan pangan, deforestasi, keanekaragaman hayati dan penanganan masalah sosial yang mungkin akan timbul. ‘’Dalam waktu dekat, Masyarakat Ekonomi ASEAN akan meliberalisasi pasar biofuel yang telah dimulai sejak tahun 2016. Di dalamnya diharapkan terdapat keterkaitan antar-pasar untuk menyerap kelebihan pasokan yang disebabkan oleh kebijakan dan target masingmasing negara,’’ ujar Purwoko. Menurutnya, biofuel merupakan bahan bakar nabati yang disebut dapat menjadi pengganti untuk bahan bakar berbasis fosil karena lebih ramah lingkungan. Potensi biofuel cair generasi pertama di kawasan ASEAN menjadi bagian penting pasokan energi baru dan terbarukan. Saat ini Filipina, Thailand, Malaysia, dan Indonesia tengah mengembangkan kebijakan khusus terkait penggunaan biofuel. Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand memiliki target kebijakan khusus terkait pengembangan penggunaan biofuel. Pada 2030, Malaysia bertujuan untuk mengganti 5% diesel dalam transportasi jalan, sedangkan Filipina bertujuan untuk menggantikan 15% diesel dan 20% bensin dengan biofuel. Sementara itu pada 2021 Thailand bertujuan menyimpan 44% minyak oleh biofuel. (kmb23)
Disdikpora Diminta Sampaikan Kendala Program Seragam Gratis Mangupura (Bali Post) – Seragam sekolah gratis yang hingga kini belum didistribusikan ke siswa baru di Kabupaten Badung, mendapat perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Badung. Legislator meminta Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) terbuka kepada masyarakat terkait kendala pengadaan seragam gratis untuk siswa SD dan SMP negeri tersebut. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Badung
I Made Sumerta. Politisi asal Pecatu, Kuta Selatan ini berpendapat pemerintah tidak dapat menyalahkan jika masyarakat mempertanyakan seragam sekolah yang diberikan secara gratis oleh Pemerintah Kabupaten Badung, karena itu hak masyarakat. ‘’Kami akan segera berkoordinasi dengan Disdikpora Badung untuk mengetahui secara pasti apa yang terjadi. Kalau memang masih dalam proses, ya harus disampaikan kepada masyarakat,’’ ungkap Sumerta,
Selasa (3/9) kemarin. Menurutnya, Disdikpora melalui komite sekolah atau berkirim surat mengenai kendala yang dihadapi kepada orang tua atau wali siswa, sehingga masyarakat tahu secara pasti apa yang terjadi. Pihaknya juga akan melakukan crosscheck terkait pengadaan seragam untuk siswa yang masih dalam proses tender tersebut. ‘’Pertemuan dengan para orangtua/wali siswa itu sangat perlu, sehingga terjalin komunikasi yang baik.
Orang tua siswa juga mohon bersabar, karena semua ada mekanisme yang harus dilakukan. Jadi, tidak bisa serta-merta tapi melalui proses semuanya,’’ jelasnya. Berdasarkan data tender yang tertera di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Badung, terdapat kegiatan tender pengadaan pakaian seragam siswa kelas I SD negeri di Kabupaten Badung, belanja pakaian khusus seragam sekolah- belanja sepatu sekolah dan kaos kaki dengan
nilai pagu Rp 1.701.700.000. Sementara, nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp 1.698.895.000. Kemudian, pengadaan pakaian seragam siswa kelas I SD negeri di Kabupaten Badung, belanja pakaian khusus seragam sekolah - belanja tas sekolah dengan nilai pagu Rp 1.542.750.000 dan nilai HPS Rp 1.530.034.000. Demikian juga, pengadaan pakaian seragam siswa kelas I SD negeri di Kabupaten Badung, belanja pakaian khusus dan hari-hari ter-
tentu - belanja pakaian olahraga dengan nilai pagu Rp 1.028.500.000 dan nilai HPS Rp 1.023.825.000. Sementara untuk seragam siswa SMP, nama kegiatannya yaitu pengadaan pakaian seragam siswa kelas I SMP negeri di Kabupaten Badung, belanja pakaian khusus seragam sekolah belanja sepatu sekolah dan kaos kaki dengan nilai pagu Rp 1.956.086.000 dan HPS senilai Rp 1.754.013.424. Kemudian, pengadaan pakaian seragam siswa kelas I
SMP negeri di Kabupaten Badung, belanja pakaian khusus seragam sekolah belanja tas sekolah dengan nilai pagu Rp 1.956.086.000 dan HPS Rp 1.911.629.500. Demikian pula, pengadaan pakaian seragam siswa kelas I SMP negeri di Kabupaten Badung, belanja pakaian khusus seragam sekolah - belanja bahan seragam Pramuka beserta kelengkapannya dengan nilai pagu Rp 2.000.542.500 dan HPS senilai Rp 1.992.459.490. (kmb27)
Rabu Paing, 4 September 2019
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L
Kuliah Perdana Mahasiswa Program Profesi, Magister dan Doktor Unud MAHASISWA Program Profesi, Megister dan Doktor Universitas Udayana (Unud), Selasa (3/9) kemarin mengikuti kuliah perdana bertempat di Auditorium Widya Sabha, Kampus Bukit Jimbaran, Badung. Kuliah perdana dibuka Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). Prof. Raka Sudewi berharap dengan kuliah perdana ini mahasiswa nantinya bisa melakukan proses pembelajaran lebih baik dengan penyelesaian studi tepat waktu. Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Kuliah Perdana Ir. Ida Ayu Astarini, M.Sc., Ph.D. mengatakan kuliah perdana diikuti 1.421 mahasiswa. Di mana 227 orang adalah mahasiswa baru di semester genap tahun ajaran 2018/2019 dan 1.191 orang mahasiswa baru pada semester ganjil 2019/2020. Terdiri dari 54 mahasiswa pada Program Profesi Insinyur (PPI), 360 mahasiswa pada Program Profesi Dokter Spesialis (PPDS), 844 mahasiswa Program Studi Magister, yang tersebar dalam 25 PS Magister, dan 160 mahasiswa Program Studi Doktor yang tersebar pada 12 program studi. ‘’Tahun ini ada satu Prodi Doktor baru yaitu Prodi S-3 Biologi yang kali ini menerima tiga orang mahasiswa,’’ katanya. Yang istimewa, di tahun ini pertama kalinya Unud memenangkan skim beasiswa dari Kemenristekdikti untuk menyelenggarakan program pendidikan magister menuju doktor sarjana unggul atau dikenal
KULIAH PERDANA - Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). saat membuka kuliah perdana mahasiswa Program Profesi, Megister dan Doktor Unud. dengan sebutan PMDSU untuk bidang ilmu Biomedik. Ada tiga orang mahasiwa yang telah lulus seleksi dan menjadi mahasiswa PMDSU angkatan pertama di Unud. Sementara itu, Direktur Pascasarjana Unud Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M.Kes. mengatakan kuliah perdana yang diselenggarakan ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada mahasiswa tentang visi-misi serta tujuan Unud. Selain diperkenalkan proses pembelajaran pada
tingkat profesi, magister maupun doktor serta mengetahui sarana pendukung utama penunjang pembelajaran seperti unit sumber daya informasi dan perpustakaan. Kuliah perdana yang dihadiri segenap pimpinan civitas akademika Unud ini juga mendatangkan pembicara tamu yakni Prof. Dr. Hj. Sri Iswati, Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga, dengan membawakan topik ‘’Kurikulum Pascasarjana di Era Industri 4.0 dan Aplikasinya’’. (ad143)
Atensi Kasus Jenazah Tertukar
P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Komisi IV DPRD Badung Turun ke RS Mangusada KOMISI IV DPRD Badung di bawah komando Made Sumerta, Senin (2/9) turun ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada. Tujuannya untuk memberi atensi agar kasus tertukarnya jenazah yang sempat terjadi beberapa waktu lalu tak terulang lagi. Saat turun ke RS Mangusada, Made Sumerta didampingi Sekretaris Ni Luh Putu Gede Rarahita Sukmadewi, S.E., Gede Aryantha dan Luh Gede Sri Mediastuti. Di RSD Mangusada, Komisi IV diterima Dirut dr. Nyoman Gunatra beserta sejumlah stafnya. Saat ditemui Selasa (3/9) kemarin mengenai hasil kunjungannya, Made Sumerta yang didampingi Rarahita Sukmadewi menyatakan kasus ini terjadi karena kesalahan standar operasional prosedur (SOP). ‘’Ada SOP yang tidak berjalan sebagaimanamestinya,’’ katanya. Dia mencontohkan, seharusnya sebelum jenazah diambil, nama, alamat dan identitas lain perlu dicocokkan. Satu lagi, keluarga harus bisa melihat terlebih dahulu jenazah yang merupakan anggota keluarganya. ‘’Jika SOP berjalan dengan baik, dipastikan takkan ada jenazah tertukar lagi,’’ kata politisi PDI Perjuangan ini. Walau begitu, Sumerta memberikan apresiasi terhadap Direksi RSD Mangusada, karena telah mampu menyelesaikan kasus itu dengan baik dengan cara mendatangi keluarga pemilik jenazah, baik yang berasal dari Bongkasa maupun Babakan. ‘’Ini kami apresiasi, namun tetap kesalahan serupa tak boleh terjadi lagi,’’ ungkapnya. Masih soal jenazah, pihaknya menemukan ada jenazah dititip di RSD hingga empat tahunan. Penyebabnya tentu karena masih ada kaitan dengan hukum, tak ada yang bertanggung jawab dan ada keluarga yang sengaja tak mau mengambil jenazah ke RSD. Menurut Sumerta, ini tentu tak bisa dibiarkan. Ke depan, harus ada ketentuan mengenai aturan penyimpanan. Jika kaitan
JENAZAH - Kasus jenazah tertukar di RSD Mangusada mendapat atensi Komisi IV DPRD Badung. Di bawah komando Made Sumerta, Senin (2/9) lalu Komisi IV DPRD Badung turun ke Rumah Sakit (RS) Mangusada. dengan hukum tentu harus ada disposisi dari kepolisian untuk bisa dikremasi. Kalau tak ada yang mengakui, tentu harus ada koordinasi dengan pihak lain seperti Dinas Sosial untuk tidak lanjutnya. ‘’Namun jika keluarga sengaja tidak mau mengambil atau mempertanggungjawabkan jenazah tentu harus ada SOP-nya. Tidak boleh dibiarkan bertahun-tahun tetap di RS,’’ ungkapnya. Dari hasil kunjungan, Komisi IV juga menemukan jumlah tenaga di ruang penitipan jenazah masih sangat kurang. ‘’Kami akan rekomendasi agar tenaga di tempat itu bisa ditambah,’’ katanya. Selain tenaga, RSD Mangusada juga memerlukan dokter forensik. Tenaga ahli forensik ini nantinya bisa direkrut secara langsung maupun bisa disekolahkan lagi tenaga dokter yang ada. Tak hanya untuk jenazah, ujar politisi asal Kuta Selatan ini, yang riskan tertukar juga bayi. ‘’Mumpung belum ada kejadian, RS harus mampu menangkal jangan sampai pertukaran bayi
terjadi,’’ katanya. Pada kesempatan itu, Sumerta juga memberikan apresiasi terhadap pelayanan yang diberikan RSD Mangusada. Quick respons terhadap pelayanan dengan ratarata 5 menit, di RSD Mangusada bisa ditekan hingga 3 menit. Ini sudah sangat bagus, jangan sampai pasien telantar hanya karena persoalan administrasi. Ke depan untuk hal-hal yang sifatnya emergency, quick respons agar bisa ditekan lagi. Pada kesempatan itu, Komisi IV juga menyarankan RS Mangusada yang saat ini sudah bertipe B agar menyesuaikan. Hal ini disarankan karena gedung-gedung masih bertipe C. Demikian juga dengan izin operasional RSD agar segera diurus. ‘’Ini sangat vital karena berkaitan dengan trust atau kepercayaan,’’ katanya. Saran lainnya dari Komisi IV, ambulans KBS hanya diperuntukkan mengangkut warga yang sakit, bukan untuk jenazah. ‘’Untuk pengangkutan jenazah, kami akan usulkan ada satu mobil jenazah di tiap kecamatan,’’ tegas Rarahita. (ad146)
129 Mahasiswa Pascasarjana IHDN Denpasar Ikuti Matrikulasi dan Upanayana SEBANYAK 129 mahasiswa baru Pascasarjana Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar mengikuti acara matrikulasi dan upanayana yang digelar Selasa (3/9) kemarin. Acara yang merupakan kegiatan rutin setiap tahun ini bertujuan untuk entry behaviour mahasiswa baru, sehingga mahasiswa khususnya yang tidak memiliki keilmuan secara linier memiliki pengetahuan baru mengenai kurikulum dan proses belajar yang dilakukan di Pascasarjana IHDN Denpasar. Ketua Panitia Dr. Drs. I Made Redana, M.Si. mengatakan kegiatan matrikulasi dan upanayana ini juga bertujuan sebagai refreshment bagi mahasiswa baru. Sebab, mereka perlu penyegaran mata kuliah tertentu sehingga mendapatkan pemahaman baru mengenai pengelolaan manajemen dan juga kurikulum serta hal lainnya yang berkaitan dengan Pascasarjana IHDN. Sementara itu, Direktur Pascasarjana IHDN Denpasar Prof. Dr. Dra. Relin D.E., M.Ag. menambahkan, penambahan mahasiswa baru setiap tahunnya mengalami peningkatan. Begitu juga dari segi kelulusan, jumlahnya signifikan. Untuk bisa meningkatkan dan mempertahankan ini, menurut Relin, selain menerapkan manyamabraya dalam hal mendorong mahasiswa untuk melalui tahap pendidikan sampai lulus, pihaknya juga membuat sistem yang sesuai dengan aturan dan tidak mempersulit mahasiswa. ‘’Selain itu, dalam persiapan untuk menghadapai era industri 4.0, proses pembelajaran di Pascasarjana IHDN Denpasar secara bertahap mulai menerapkan sistem online. Saat ini, dalam hal peng-input-an nilai dan penyebaran mata kuliah sudah menerapkan sistem online,’’ ujarnya. Wakil Rektor I IHDN Denpasar
BUKA - Wakil Rektor I IHDN Denpasar Prof. Dr. Drs. I Made Surada, M.A. saat membuka acara matrikulasi dan upanayana mahasiswa baru Program Pascasarjana IHDN Denpasar, Selasa (3/9) kemarin. Prof. Dr. Drs. I Made Surada, M.A. menjelaskan, dalam peningkatan kualitas IHDN Denpasar saat ini sedang dalam proses untuk bisa menjadi universitas. Pengajuan ke Kementerian Agama sudah disetujui, sehingga pihaknya saat ini sedang menjalani proses lebih lanjut. ‘’Diharapkan tahun ini peningkatan status menjadi universitas bisa tercapai. Jika ini terealisasi, maka kami menjadi universitas satu-satunya di bawah naungan Kementerian Agama,’’ ujarnya. Mengenai kegiatan matrikulasi dan upanayana yang digelar IHDN Denpasar untuk mahasiswa baru pascasarjana, menu-
rut Surada, berdasarkan agama Hindu adalah kegiatan yang wajib dilakukan. ‘’Selesai pengenalan kampus yang diberikan dalam acara matrikulasi dan upanayana ini akan dilanjutkan dengan penyucian lewat upacara pawintenan. Ini juga merupakan kegiatan rutin,’’ ujarnya. Makna dari pawintenan ini juga sesuai dengan ajaran Hindu, di mana saat murid hendak mulai menimba ilmu, guru akan meletakkan tangan di atas kepala muridnya sambil mengucapkan mantra sebagai tanda kesucian sehingga murid tersebut siap menerima ilmu yang diberikan. (ad149)
Undiknas Miliki Mahasiswa Asal Eropa Lewat Asia Exchange UNIVERSITAS Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar terus memperkuat kerja sama internasionalnya. Nota Kesepahaman (MoU) yang telah diteken dengan Asia Exchange, Mei lalu, kini membuahkan hasil. Delegasi Asia Exchange dari Finlandia dengan Managing Director Harri Suominen, Academic Director Toumas Makinen, beserta dua stafnya, secara khusus datang menghadap Rektor Undiknas Dr. Nyoman Sri Subawa, S.T., S.Sos., M.M. melaporkan bahwa program full-semester yang dibuka untuk mahasiswa asal Eropa ke Undiknas sudah terealisasi dengan adanya mahasiswa asing yang mendaftar pada semester ini. Pertemuan berlangsung penuh kekeluargaan, Rabu (28/8) lalu di kampus Undiknas di Jalan Bedugul 39 Sidakarya, Denpasar. Saat itu juga dibahas keberlanjutan program full-semester yang diikuti mahasiswa Eropa di tahun 2020, penjaminan visa mahasiswa Eropa serta beasiswa untuk mahasiswa asing 2020. Khusus untuk program beasiswa mahasiswa asing ini adalah program terbaru yang dicetuskan oleh Rektor Undiknas Nyoman Sri Subawa, yang memiliki misi untuk menumbuhkan vibrasi internasional di lingkungan kampus, meningkatkan kualitas SDM secara global, serta memperkaya kajian riset internasional yang dilahirkan oleh mahasiswa Undiknas. Total beasiswa yang ditawarkan senilai Rp 1,5 miliar untuk 10 orang mahasiswa asing tiap tahun. Di samping itu, Undiknas telah menggelontorkan dana beasiswa untuk mahasiswa nasional kita. Internasional kualifikasi yang telah diimplementasi oleh Undiknas dalam kurikulum serta kelas internasionalnya, kata Rektor Nyoman Sri Subawa, akan terus ditingkatkan seiring dengan perkembangan revolusi industri 4.0 dalam era disrupsi ini. Melalui
DELEGASI - Rektor Undiknas Dr. Nyoman Sri Subawa dengan ramah menerima kedatangan delegasi Asia Exchange untuk mahasiswa asal Eropa. Asia Exchange yang merupakan partner Undiknas untuk mahasiswanya di Benua Eropa, Undiknas menawarkan program belajar dengan standar internasional, namun tetap bisa mengenal konsep budaya tradisional Bali. Bagi dia, belajar di Bali akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan, menguntungkan karier akademik dan profesional mahasiswa luar negeri. Mahasiswa Eropa yang mendaftar melalui kerja sama Undiknas dengan Asia Exchange akan mempercepat koneksi mahasiswa Eropa untuk datang ke Bali, dan belajar bersama mahasiswa Undiknas khususnya program kelas Internasional yang telah dibuka sejak 2016. Rektor Sri Subawa menambahkan, Undiknas setiap semester akan mendatangkan mahasiswa asing untuk belajar bersama mahasiswa lokal di berbagai program studi. Mahasiswa asing lewat Asia Exchange bisa mengikuti program belajar bahasa Indonesia, program
internasional dan interdisipliner dalam bahasa Inggris. Program ini mencakup interdisiplin ilmu dalam bisnis, ekonomi, pemasaran, ilmu komunikasi, hukum, pariwisata, budaya, dan bahasa. Juga untuk lokakarya, internship (PKL), dan community service (KKN). Mahasiswa asing bisa mengambil mata kuliah dalam satu semester hingga 18 kredit. Undiknas Denpasar yang go international dengan tagline terbarunya yaitu techno, researchpreneur campus ini adalah salah satu universitas terbaik di Bali dengan telah mengantongi 2 member akreditasi international AACSB dan Abest21. Kini berkat kerja sama terbarunya dengan Asia Exchange akan menambah kapasitas mahasiwa asing dari Eropa. Undiknas memiliki 12 program studi dan tahun ini sukses merekrut 1.500 mahasiwa baru, terus berinovasi guna melahirkan lulusan berdaya saing internasional. (ad147)
Pelantikan Pengurus ISPI Cabang Bali Periode 2019-2024
DILANTIK - Para pengurus ISPI Cabang Bali terpilih periode 2019-2024 melepas burung seusai dilantik, Minggu (1/9) lalu.
PENGURUS Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Cabang Bali periode 2019-2024 dilantik di Aula Gedung Pascasarjana Universitas Udayana (Unud), Minggu (1/9) lalu. ISPI Cabang Bali dilantik Ketua Umum Pengurus Besar ISPI diwakili Sekjen ISPI Pusat Joko Susilo, S.Pt. Pada pelantikan ini diputuskan Dr. Ni Luh Putu Sriyani, S.Pt., M.P. sebagai Ketua ISPI Cabang Bali periode 2019-2024. Pelantikan dihadiri Dekan Fakultas Peternakan Unud, para pengusaha bidang peternakan, perwakilan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali serta alumni sarjana peternakan Fakuktas Peternakan Unud. Pada pelantikan ini dilakukan
pelepasan burung oleh Sekjen ISPI Pusat bersama dengan seluruh pengurus ISPI yang baru dilantik. Begitu juga seluruh civitas akademika Fakultas Peternakan yang kebetulan bertepatan dengan diadakannya kontes burung yang berlokasi di pelataran parkir Fakultas Peternakan Unud. Ketua ISPI Cabang Bali Dr. Ni Luh Putu Sriyani mengajak seluruh insan sarjana peternakan untuk bahu-membahu bersama pemerintah dan para stakeholder peternakan lainnya mendukung pembangunan industri peternakan. Dengan demikian kemandirian pangan ternak seluruh Indonesia dan khususnya Pulau Bali bisa maju. ‘’Kiranya pemerintah akan sangat senang menerima
setiap masukan-masukan dari ISPI terutama untuk pembangunan sektor peternakan,’’ ujar Putu Sriyani. Dilihat dari keanggotaan ISPI yang berasal dari berbagai elemen, seperti akademisi, birokrasi, praktisi dan pelaku usaha dari berbagai komoditi (sapi, kambing, domba, unggas, pakan dan Sapronak), diharapkan akan saling bersinergi untuk mengambil berbagai peran dalam meningkatkan pembangunan di subsektor peternakan. Sebab, pembangunan subsektor peternakan juga membutuhkan dukungan dari sektor lainnya, seperti lembaga keuangan, perbankan, asuransi, sarana transportasi dan logistik. Selain itu, ISPI juga diharapkan mampu mengka-
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
derisasi para sarjana peternakan muda muncul dan berperan aktif dalam pembangunan peternakan di berbagai elemen. Apalagi ISPI juga dapat memunculkan jiwa sarjana peternakan yang kreatif dan berwawasan wirausaha. Ketua Umum Pengurus Besar ISPI Ir. Didiek Purwanto dalam sambutannya yang dibacakan Sekjen ISPI Pusat mengucapkan selamat atas dilantiknya pengurus ISPI Cabang Bali periode 2019-2024. Sebab, lembaga ini sempat vakum selama beberapa tahun. ‘’Semoga ke depan dapat berkiprah dan memberikan sumbangsih kepada nusa dan bangsa, khususnya untuk kemajuan industri peternakan di Indonesia,’’ tegasnya. (ad148)
Rabu Paing, 4 September 2019
PPLH Dhyana Pura Lepas 470 Wisudawan
Gencarkan Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS Terus Tingkatkan Fasilitas, Menunjang Mangupura (Bali Post) – Pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Badung terus meningkat. Dinas Kesehatan setempat mencatat hingga Juli 2019 ditemukan 2.457 kasus HIV AIDS, dengan rata-rata temuan kasus 30 hingga 40 kasus tiap bulannya. Usia tertinggi yang terinfeksi HIV/AIDS merupakan usia produktif. Melihat kondisi tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung meminta pemerintah daerah menggencarkan sosialisasi bahaya HIV/AIDS. Masyarakat diharapkan memahami cara penyebaran virus mematikan tersebut sehingga mampu menghin-
Pendidikan dan Pelatihan
PUSAT Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata (PPLP) Dhyana Pura melepas 470 wisudawan pada wisuda ke-34 tahun 2019, Selasa (3/9) kemarin di Inna Grand Bali Beach, Sanur. Jumlah wisudawan sebanyak 470 orang itu terdiri dari Kantor Depan sebanyak 24 orang, Tata Graha 30 orang, Tata Hidangan 69 orang, Tata Boga sebanyak 76 orang. Program 2 tahun terdiri dari Akomodasi Perhotelan sebanyak 38 orang, Tata Hidangan 50 orang, Tata Boga 107 orang, Makanan dan Minuman sebanyak 42 orang. Program 3 tahun terdiri dari Manajemen Makanan dan Minuman sebanyak 12 orang, Manajemen Akomodasi Perhotelan sebanyak 22 orang. Pada hari itu juga diumumkan penerima juara umum per program yaitu program 3 tahun atas nama Putu Ayu Krisna Dewi Putri dari Program Manajemen Akomodasi Perhotelan, program 2 tahun Ni Putu Diah Gana Sawitri dari Program Tata Hidangan, dan program 1 tahun atas nama Ni Kadek Wahyu Widiastuti dari Program Tata Hidangan. Direktur PPLP Dhyana Pura Gilbert Nainggolan mengatakan sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan di bidang perhotelan, fasilitas sarana dan prasarana mutlak diperlukan baik untuk menunjang pembelajaran teori ataupun praktik. Selain sarana dan prasarana, instruktur yang berkompeten juga turut menghasilkan lulusan yang kompeten juga. Perbaikan dan pengemban-
gan fasilitas terus-menerus dilakukan. Peralatan dapur yang baru sudah dapat digunakan untuk praktik. Dengan peralatan yang baru, akan bekerja dalam kelompok kerja dan praktik. PPLP Dhyana Pura masih sebagai tempat favorit calon mahasiswa. PPLP menjadi pilihan utama untuk melanjutkan pendidikan. Terbukti dari penerimaan mahasiswa pada 2019, sebanyak 762 orang sudah mendaftar, 702 orang di antaranya telah dinyatakan lulus, 664 sudah membayar dan mengikuti masa orientasi kampus. Pada Agustus sudah mulai mengikuti perkuliahan. PPLP Dhyana Pura juga berupaya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. ‘’Kami menyadari tidak ada satupun lembaga atau orang yang bisa berdiri sendiri. Kerja sama adalah kebutuhan yang harus terus dibangun. Kami telah
bekerja sama dengan hotel di Bali untuk training-training,’’ bebernya. Menurutnya, kerja sama adalah terobosan penting bagi kemajuan PPLP. Fasilitas internet wajib dimiliki oleh lembaga tidak terkecuali lembaga pendidikan. Maka dari itu fasilitas internet telah ditingkatkan sehingga mahasiswa diharapkan tidak kesulitan dalam mengakses internet. Ketua Yayasan Dhyana Pura Gusti Ketut Mustika, S.Sos., M.M. mendukung kegiatan perkuliahan di kampus dengan menyediakan sarana-prasarana yang memadai. Salah satunya dalam waktu dekat pihaknya akan meningkatkan fasilitas laboratorium berupa kitchen. Selain itu, PPLP Dhyana Pura juga bekerja sama dengan PT Dwi Citra untuk mengantarkan lulusan mendapatkan pekerjaan di luar negeri atau di kapal pesiar. (ad144)
penyebaran HIV/AIDS ditekan seminimal mungkin. ‘’Jika benar jumlahnya terus meningkat. Tentu kontrol pemerintah melalui dinas dan lembaga terkait sangat perlu, dengan cara menggencarkan sosialisasi bahaya HIV AIDS,’’ ujarnya. Plt. Ketua DPD Partai Golkar Badung ini meminta sosialisasi bahaya HIV/AIDS dilakukan ke seluruh lapisan masyarakat agar masyarakat paham, terutama generasi muda tentang bahaya penyakit masyarakat tersebut. ‘’Jangan sampai generasi muda terjerumus lantaran tidak tahu bahayanya,’’ tegasnya. (kmb27)
Bali Post/jay
SITA - Kasi Langgar Subditgakkum Ditlantas Polda Bali Kompol Ni Made Astuti bersama anggotanya menunjukkan barang bukti ranmor yang disita dalam rangka Operasi Patuh Agung 2019, Selasa (3/9) kemarin.
Operasi Patuh Agung 2019
Ditlantas Polda Bali Sita 53 Ranmor
Denpasar (Bali Post) -
DAIHATSU - Syamsunihar Hasibuan, pelanggan setia Daihatsu, yang membantu pasien melahirkan di mobil Xenia. Pengalaman menegangkan tersebut mengantarkan Syamsunihar Hasibuan sebagai pemenang dari 6.000 peserta wilayah Sumatera pada program Daihatsu Setia yang telah diselenggarakan sejak lima tahun lalu. Di tahun 2019 ini, program yang selalu dinanti karena sarat dengan apresiasi menarik bagi Sahabat Setia mengambil bentuk yang berbeda dengan hadiah yang tak kalah keren yaitu berupa Trip ke Jepang dan destinasi lokal yang sedang hits di kalangan pelancong. Selain diajak jalan-jalan ke destinasi wisata favorit, pemenang juga akan dibuatkan video untuk tampil di youtube channel atau media promosi
Daihatsu lainnya. Cara pemilihan pemenang juga berubah, di mana tiga cerita terbaik akan diambil sebagai pemenang perwakilan masing-masing area. Pemenang ditentukan dari uniknya pengalaman selama masa kepemilikan, serta kriteria lain seperti jumlah mobil Daihatsu yang pernah dimiliki, termasuk yang sudah dijual. ‘’Kami bangga Xenia menjadi bagian dari kisah heroik ibu Syam sebagai petugas Dinas Kesehatan Kota Medan, yang membantu pasiennya melahirkan di mobil Xenia dengan selamat. Xenia memang terbukti lega,’’ ujar Amelia Tjandra, Marketing Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM). (bns2)
Bali Post/asa
SIDANG - Terdakwa Andrei Spiridonov (36) saat menjalani sidang perdana di PN Denpasar.
Konsultan Psikolog Asal Rusia Diadili Kasus Narkoba
Denpasar (Bali Post) Konsultan psikolog asal Rusia yang sempat nekat kabur dari tahanan Polda Bali, terdakwa Andrei Spiridonov (36), Selasa (3/9) kemarin mulai diadili di PN Denpasar. JPU Dewa Ayu Wahyuni Mesi melalui jaksa Made Dipa Umbara di hadapan majelis hakim pimpinan Dewa Budiwatsara menyampaikan kasus ini bermula saat terdakwa memesan potongan batang tanaman warna ungu
Politisi asal Dalung, Kuta Utara ini juga sepakat dengan langkah Bupati Badung menutup kafe remang-remang yang berpotensi meningkatkan jumlah pengidap HIV/AIDS. ‘’Saya setuju dan mendukung langkah Bupati menutup usaha warung remang-remang dan kafe. Lebih baik mereka diarahkan membuka usaha UMKM, sehingga lebih bermanfaat,’’ tegasnya. Hal senada dikatakan Wakil Ketua I DPRD Badung I Wayan Suyasa. Politisi asal Desa Penarungan, Mengwi ini meminta Pemkab Badung melakukan kontrol dengan mengefektifkan sosialisasi, sehingga
LEPAS - PPLP Dhyana Pura ketika melepas 470 wisudawan.
Bantu Melahirkan di Mobil Xenia, Syamsunihar Hasibuan Menang Kontes Daihatsu Setia BAGAIMANA rasanya membantu seorang ibu melahirkan di dalam mobil dengan keterbatasan yang ada? Hal ini dialami Syamsunihar Hasibuan (46), salah satu PNS di Dinas Kesehatan Kota Medan. Melalui momen yang tak pernah terlupakan bersama Daihatsu kesayangannya yaitu ketika salah satu pasien yang akan melahirkan tidak terkejar waktu sampai ke rumah sakit. Walaupun sudah diantar dengan Daihatsu Xenia miliknya, pasien tersebut terpaksa melakukan persalinan di dalam mobil milik Syamsunihar Hasibuan. Beruntungnya, kabin Xenia yang lebar, luas dan nyaman, memudahkannya dalam membantu persalinan. Hingga lahirlah anak tersebut dan dinamakan Tania agar selalu dikenang. Kecintaan Syamsunihar Hasibuan terhadap Daihatsu Xenia sejak 2007 membuatnya menghadirkan kisah inspiratif bagi banyak orang dan tidak bisa pindah ke lain hati. Mulai dari Xenia, Terios dan Xenia lagi, Xenia warna putih, Xenia hitam, Xenia silver hingga kembali ke Xenia hitam. Kecintaan terhadap Daihatsu hadir karena kesukaannya pada desain bodi maupun interior yang bagus serta suku cadang yang mudah didapat dan sangat irit bahan bakar.
darinya. ‘’Sosialisasi ini perlu dilakukan agar masyarakat Badung sadar dan tahu virus HIV/AIDS sangat berbahaya dan masyarakat bisa melakukan usaha pencegahan agar tidak terkena virus itu,’’ ujar Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Selasa (3/9) kemarin. Menurutnya, hidup bersih dan sehat serta menghindari perilaku menyimpang perlu dibudayakan di masyarakat dengan meningkatkan sosialisasi. ‘’Ini dalam rangka meminimalisir meningkatnya kasus HIV/AIDS dan penyakit degeneratif lainnya,’’ ungkapnya.
yang mengandung sediaan narkotika jenis N-Dimethyltryptamine (DMT). Pemesanan itu dilakukan via online. Terdakwa membeli mimosa hostilis hidden valley sebanyak 200 gram dengan harga 37 US dolar. Dan banisteriopsis capai 30x yellow ecuador sebanyak 200 gram dengan harga 160 US dolar yang pembayarannya menggunakan kartu kredit. Terdakwa memesan lewat link khusus di Belanda. Barang
yang dipesan itu dikirim via kantor pos dari Belanda. Barang itu dikirim dengan tujuan Kantor Pos Renon. Saat terdakwa mengambil bingkisan itulah langsung ditangkap polisi. Setelah dilakukan uji lab forensik, mengandung sediaan narkotika jenis DMT. DMT itu masuk narkotika golongan 1. Atas perbuatannya, jaksa menjerat terdakwa dengan Pasal 111 dan 127 UU Narkotika. (kmb37)
Selama enam hari telah menggelar Operasi Patuh Agung 2019, Ditlantas Polda Bali menindak ratusan pengendara kendaraan bermotor (ranmor) yang diketahui melanggar. Dari ratusan pelanggar itu, sedikitnya ada 53 ranmor yang disita lantaran pengendaranya tidak membawa surat-surat. Kini, ranmor tersebut telah diamankan di halaman parkir Ditlantas Polda Bali. Kasi Langgar Subditgakkum Ditlantas Polda Bali Kompol Ni Made Astuti, Selasa (3/9) kemarin, menyebutkan sejak dimulainnya digelar Operasi Patuh Agung 2019 yakni pada 29 Agustus dan hingga kemarin, pihaknya telah menindak 316 pelanggar. ‘’Dari jumlah
itu, ada 53 ranmor yang disita. Kemudian SIM sebanyak 65 dan STNK sebanyak 198. Ada juga kami melakukan teguran simpatik kepada pengendara motor yang mengenakan pakaian sembahyang,’’ katanya. Sejak digelarnya operasi ini, pihaknya mengambil loka-
si razia di sejumlah titik. Misalnya di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Jalan Diponegoro, Jalan WR Supratman (depan Mapolda), Jalan Mochammad Yamin dan Jalan Raya Sesetan (dekat Lapangan Pegok). ‘’Setiap operasi kami menerjunkan puluhan personel,’’ jelas mantan Kasi BPKB Dit-
lantas Polda Bali ini. Lebih lanjut dijelaskan Kompol Astuti, operasi ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam berlalu lintas. Dengan demikian, angka kecelakaan di jalan raya bisa ditekan. ‘’Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu tertib berlalu lintas di jalan raya. Dengan tertibnya berlalu lintas, maka dipastikan kecelakaan akan berkurang,’’ imbuhnya. (kmb21)
AKD di DPRD Bali
Dewan Separtai Mulai Lakukan Rapat Internal Denpasar (Bali Post) Anggota DPRD Bali yang berada di bawah partai yang sama langsung melakukan rapat internal pascamengikuti rapat perdana di gedung dewan, Selasa (3/9) kemarin. Rapat internal tersebut utamanya membahas alat kelengkapan dewan (AKD). Baik menyangkut fraksi, komisi-komisi, maupun badan musyawarah, badan anggaran, badan kehormatan, dan badan legislasi daerah. Di internal dewan dari PDI-P, misalnya, rapat membahas pembagian anggota keempat komisi di DPRD Bali. Pimpinan rapat I Kadek Diana mengatakan dari total 33 dewan dari PDI-P, satu orang yakni I Nyoman Adi Wiryatama sudah ditunjuk sebagai Ketua DPRD Bali. Sisanya lagi 32 orang, dibagi keempat komisi sehingga setiap komisi akan diisi masing-masing 8 kader PDI-P. Pembagian didasari pemerataan dapil, latar belakang pendidikan, serta pengalaman. ‘’Dari 8 ini diatur agar ada mewakili dapilnya masing-masing. Misalnya Gianyar kan 5, setiap komisi ada satu berarti ada yang dobel satu. Kalau yang kurang dari 4, mungkin tidak bisa semua komisi,’’ ujarnya. Menurut Diana, pembagian tersebut sudah final dan tinggal dilaporkan ke DPD PDI-P Bali. Nantinya, Ketua DPD PDI-P Bali yang akan memutuskan siapa yang menjadi ketua, wakil ketua, dan sekretaris, baik di komisi maupun fraksi.
Bali Post/rin
Bali Post/rin
Bali Post/rin
I Kadek Diana
Sugawa Korry
Nova Sewi Putra
Dikatakan, bila rapat internal tidak sampai masuk ke ranah itu. ‘’Seperti yang saya sampaikan, pertimbangan dan keputusan ada di Ketua DPD. Apa pun yang diputuskan, kita sapu bersih ataukah kita ada melepas salah satu komisi demi untuk kebersamaan. Saya kira keputusannya adalah Ketua DPD. Fraksi tinggal melaksanakan saja,’’ jelasnya. Informasi di kalangan anggota dewan, Ketua Fraksi PDI-P akan diisi Dewa Made Mahayadnya. PDI-P kabarnya juga akan mengisi ketua di tiga komisi, yakni Komisi I yang tetap akan dijabat I Ketut Tama Tenaya, Komisi III akan diberikan kepada I Kadek Diana, dan Komisi IV akan diisi I Gusti Putu Budiarta. Sementara itu, Wakil
Ketua DPRD Bali Sementara dari Partai Golkar I Nyoman Sugawa Korry mengatakan, pihaknya sudah menentukan Ketua Fraksi Partai Golkar Bali dijabat I Wayan Rawan Atmaja dan Sekretaris Fraksi Ni Putu Yuli Artini. Begitu pun dengan posisi Wakil Ketua DPRD Bali definitif sudah pasti diisi olehnya. Sedangkan untuk komisi dikatakan menyusul. Anggota DPRD Bali dari Partai Demokrat I Komang Nova Sewi Putra juga mengaku sudah menggelar rapat bersama secara internal. Namun, rapat tersebut hanya membahas usulan-usulan AKD saja. Artinya, belum sampai menentukan dewan dari Demokrat akan menjabat posisi tertentu dalam AKD. ‘’Nanti kan kita koordinasi dulu dengan teman-
teman fraksi lain. Kalau sekarang kan kita hanya bisa berbicara masalah pembagian tugas di komisi, baleg, BK, banmus, dan banggar. Itu baru perkiraan dari nama-namanya saja,’’ ujarnya. Nova juga enggan menyampaikan siapa dari empat kader Demokrat yang lolos ke gedung dewan yang ditunjuk sebagai ketua fraksi. Terlebih, rapat internal juga dilakukan bersama-sama atau tidak ada yang menjadi pimpinan rapat. ‘’Nanti saja kalau sudah resmi baru kita sampaikan. Mohon maaf saya tidak berhak untuk menyampaikan hal itu, kapasitas sekarang kan masih anggota fraksi,’’ imbuhnya. Informasi di internal partai, Nova yang diplot untuk mengisi jabatan Ketua Fraksi Demokrat di DPRD Bali. (kmb32)
Rabu Paing, 4 September 2019 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Sekolah sebagai Pusat Kebudayaan
SEJAK Mendikbud dijabat oleh Wardiman, kita sudah mengenal namanya sekolah sebagai pusat kebudayaan. Ini memiliki makna yang luas sebagai wujud pelestarian dan pengembangan kebudayaan dimulai dari sekolah. Kini, kita mengenal namanya ekstra pengembangan diri berbasiskan kearifan lokal. Di Bali semua sekolah sejak dulu sudah menjalankan program kearifan lokal. Lihat saja sekolah di bawah naungan YPLP PGRI Kota Denpasar mengenal program Rabu berbahasa Bali dan Jumat berbahasa Inggris. Jelas kandungan lokalnya. Demikian juga hampir semua sekolah di Bali memiliki program budaya. Mereka menyebut dengan gebyar budaya, pentas seni alias pensi atau juga disebut gebyar kreativitas. Semua isinya adalah budaya kearifan lokal. Sebut saja ada lomba tari, sastra Bali dan nasional, membuat jajan, lomba ngelawar, lomba membuat gebogan dan canang sari, dll. yang semuanya bernapaskan Bali. Mungkin agenda ini yang memberi inspirasi Mendikbud Muhajir Efendi saat ini membuat program full day school yang dia sebut sebagai program pengembangan diri dan pendidikan karakter untuk setiap Sabtu. Makanya sekolah yang menyelenggarakan full day school jam belajarnya diperpanjang mulai pukul 07.15 Wita s.d. 14.15 Wita. Mata pelajaran yang mestiya diajarkan Sabtu dipadatkan di lima hari kerja lainnya. Suasana ini sudah lumrah bagi Bali, makanya sekolah di Bali tak masalah dengan full day school ini berikut program pengembangan dirinya karena sudah biasa melakoni. Bahkan kini tiap purnama juga diisi dengan sepesial hari Bali yakni kegiatan bernuansa emosional dan spiritual. Belajar lima hari efektif ini barang kali yang dimaksudkan oleh menteri itu adalah supaya konsentrasi dan pembinaan anak dapat dilakukan secara maksimal agar karakter dan kecerdasan anak lebih bagus. Anak-anak akan lebih mampu menguasai emosi, memecahkan masalah dan mengerti tentang kebutuhan masa depan bangsa dan negara. Meskipun demikian, kesan menteri baru dengan kebijakan baru, sudah mulai kelihatan. Bahkan ini lebih mendasar lagi yang menyentuh kehidupan sosial masyarakat. Jadi, tidak keliru apabila kemudian banyak muncul pertanyaan dan tanggapan kontra dari masyarakat. Masalah pendidikan dasar dan menengah, seperti yang menjadi tanggung jawab Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, merupakan akar penentu dari kondisi bangsa dan negara. Ini disebabkan, semua sikap, perilaku, dan perkembangan kecerdasan manusia bersumber dari pendidikan dasar dan menengah tersebut. Membentuk kepribadian seseorang, hal yang menjadi penentu masa depan mereka, ditentukan dari pendidikan yang paling dasar. Jika kita menyadari pentingnya sekolah sebagai pusat kebudayaan, kita mesti mendukung semua kebijakan Kemendikbud. Di Bali, kita yakin sudah berjalan, namun di daerah lain mungkin belum. Sebab, untuk mengajarkan pendidikan karakter dan kearifan lokal memerlukan penyediaan SDM gurunya, demikian juga LPTK yang menghasilkan guru dimaksud. Di sekolah kita bisa menemukan SDM andal dan membangun pendidikan karakter lewat budaya dan kearifan lokal. Sekolah adalah tempat berkumpulnya SDM pencinta seni dan budaya sejak dini. Sekolah juga memberi ruang bagi mereka guna menunjukkan prestasi dan potensi pendidikan budaya dan karakter. Di sekolah pula dikembangkan budaya kearifan lokal yang akhirnya melahirkan seniman ulung dan lainlain. Dan, Bali sudah melakukan hal itu sejak lama. Berbahagialah untuk Bali.
Pendidikan Berbasis Budaya Lokal Sebagai bangsa yang berbudaya luhur, tentu kita mempunyai banyak cara menyemai, memupuk, dan mengembangkan pendidikan karakter dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya, melalui budaya lokal. Budaya lokal sebagai salah satu warisan budaya (heritage) yang sarat dengan nilai-nilai karakter sudah sepatutnya dilestarikan oleh bangsa ini, lebih-lebih oleh generasi mudanya. Tetapi dewasa ini rasa-rasanya mereka banyak yang tak tertarik pada budaya lokalnya sendiri. Mereka malah justru lebih suka budaya luar yang belum tentu selaras dengan jati diri bangsa kita. Bahkan, beberapa budaya asing malah bisa memicu tindakan negatif dan dekadensi moral generasi muda.
M
Oleh Suwanto
a s a l a h dekadensi moral pelajar di negeri ini menjadi problem serius yang tak kunjung selesai. Bahkan, dari hari ke hari malah justru semakin menjadi-jadi. Entah pelajar sebagai korban atau sebagai pelakunya. Banyak kasus seperti pergaulan bebas, kekerasan, minuman keras oplosan, narkoba, dan tindak kriminalitas lain yang melibatkan generasi muda. Sementara di sisi lain, terdapat suatu gejala dewasa ini bahwa budaya lokal eksistensinya mulai terjepit dengan derasnya serbuan budaya asing. Di dalam arus besar globalisasi, terdapat lajur kilat budaya global dalam skala masif yang mendorong penyeragaman
kebudayaan yang berkiblat pada pop-culture. Budaya tersebut di antaranya fashion dan konsumerisme. Dan situasi miris manakala generasi muda berbondong-bondong untuk mengadopsinya. Bersamaan itu pula, mereka malah justru meninggalkan budaya lokal sendiri. Mereka tak sadar, pola perilaku negatif tersebut menjadikan identitas bangsa ini semakin pudar. Dan akan sangat berbahaya jika terus dibiarkan. Melihat fenomena memprihatinkan tersebut sudah saatnya dilakukan revitalisasi dengan menjadikan budaya lokal sebagai prioritas pembangunan mental generasi muda. Sebab, terdapat gejala bahwa dewasa ini kebudayaan lokal kehilangan citra dan karismanya di kalangan generasi muda. Begitu juga
Warung Global
SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Penjahat Berkedok Wisatawan
Belakangan, Polda Bali dan jajarannya sering mengungkap kasus kejahatan melibatkan wisatawan. Ini saya apresiasi dan mestinya mendapat dukungan masyarakat. Saya merasa peran masyarakat untuk menginformasikan adanya perilaku aneh dari wisatawan kepada kepolisian terutama terkait dengan kejahatan perbankan perlu dibangun. Terkait dengan penangkapan pelaku kejahatan yang melibatkan wisatawan, saya berharap ada tindakan yang lebih jelas. Perlu langkah hukum yang tegas termasuk melakukan langkah deportasi. Saya merasakan kejahatan wisatawan dengan menggunakan piranti teknologi semestinya diantisipasi oleh pihak perbankan juga. Jangan sampai masyarakat menjadi korban penjahat yang berkedok wisatawan. Jika memungkinkan,
saya usul negara-negara yang banyak warganya melakukan kejahatan di Bali mestinya segera dilakukan evaluasi atas kebijakan bebas visa. Artinya, dengan langkah ini wisatawan dari negara tertentu yang selama ini banyak wargaya melakukan kejahatan di Bali bisa dideteksi lebih dini. Sementara untuk pelaku kejahatan yang melecehkan agama, saya berharap desa adat atau majelis agung di Bali membuat aturan, awig-awig. Selama ini kalau kita melanggar adat aturan yang dikenakan relatif berat. Jika ada wisatawan yang menodai kesucian pura atau melecehkan agama sanksinya juga mesti berat, tak cukup hanya dengan minta maaf. I Wayan Arsana Gianyar, Bali
Permohonan ’’Dana Punia’’ Pura Giri Natha Candi Airlangga
Kami panitia pembangunan dan perluasan Pura Giri Natha di Kabupaten Kediri, Jawa Timur dengan kerendahan hati kepada umat momohon untuk mendukung kelancaran pembangunan dan perluasan areal pura yang kami lakukan. Dengan pembangunan Pura Giri Natha ini diharapkan bisa sebagai sarana untuk meningkatkan nilai luhur dan spiritual serta kesadaran akan kebesaran leluhur pada masa lalu. Berkenaan dengan hal tersebut untuk proses dan perluasan Pura Giri Natha pada tahap I telah direncanakan biaya Rp 1,89 miliar. Berkenaan dengan hal tersebut, karena keterbatasan dan kendala kekurangan biaya, kami berharap umat turut menyalurakn bantuan dana punia untuk mendukung kelancaran pembangunan Pura Giri Natha.
dolanan anak mulai ditinggalkan oleh anak-anak. Perlahanlahan permainan tradisional ini mulai tergantikan oleh permainan modern yang sejatinya dangkal karena dibuat untuk kepentingan ekonomi dan politik. Berangkat dari keprihatinan inilah sudah waktunya budaya lokal ini kita revitalisasi dan diintegrasikan dengan pendidikan dalam wadah pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Konsep seperti ini dapat diterapkan di lingkungan pergaulan atau permainan. Tentu banyak budaya lokal yang bisa diinternalisasikan dalam rangka pendidikan karakter. Jika kita kaji tembang tradisional, contohnya macapat, kita bisa menggali nilai-nilai karakternya. Tembang Kinanthi punya karakter gembira dan
cinta kasih, dipakai untuk menyampaikan piwulang. Pucung berkarakter menggemaskan, digunakan untuk menyampaikan hal lucu. Mijil memiliki karakter imbauan, cocok sebagai nasihat. Sinom mengandung karakter lincah, cocok untuk pendidikan. Tembang asmarandana banyak mengandung nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan kebangsaan. Demikian juga lagu macapat lain seperti maskumambang, pangkur, dhandhanggula, durma, gambuh, megatruh yang juga sarat nilai-nilai dengan karakter. Berbagai macam permainan tradisional juga sarat pesan moral. Misalnya, permainan jamuran mempunyai pesan untuk kompak dan menaati segala peraturan. Demikian juga boiboian yang mengajarkan kerja sama dalam satu tim. Dolanan enggrang punya pesan moral ulet dan bekerja keras dalam belajar. Sosialisasi anak bisa dikembangkan melalui permainan dingkil oglak-aglik. Tentu masih banyak lagi permainan yang mempunyai nilai-nilai karakter. Permainan tersebut dapat dijadikan media pembelajaran/permainan edukatif untuk memupuk karakter. Berdasarkan berbagai uraian mengenai pendidikan karakter berbasis budaya lokal tersebut, tentu konsep-konsep tersebut
Saat ini untuk desain pembangunan dan perluasan Pura Giri Natha disusun oleh Padma Group yang dipimpin oleh Dewa Made Beratha. Pura ini berlokasi di Dusun Puthuk, Desa Beneraan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Dana Punia bisa disalurkan atau ditransfer melalui Bank BRI Unit Kandangan dengan nomor rekening 055501009609535 atas nama Panitia Pembangunan dan Perluasan Pura Giri Natha. Atas bantuan dan partisipasi umat dalam hal ini, kami pihak panitia menghaturkan terima kasih. Semoga amal baik para bhakta bisa memperlancar rencana perluasan Pura Giri Natha. I Gusti Ketut Putra Ketua Panitia Pembangunan dan Perluasan Pura Giri Natha
Jangan Sampai Tumpang Tindih DESA adat di Bali benar-benar mendapatkan perhatian serius dari Gubernur Bali Wayan Koster. Bahkan, Koster berkomitmen untuk melakukan penguatan terhadap desa adat di Pulau Dewata ini. Melalui Pembentukan Dinas Pemajuan Masyarakat Adat yang kini sudah mendapat restu dari Kemendagri. Dinas/OPD ini secara khusus mengurusi soal adat di Bali. Sebarapakah urgensinya? Pendengar setia Radio Global 96,5 FM menilai bahwa pembentukan dinas ini dikhawatirkan tumpang tindih dengan dinas lain yang saling berkaitan mengurusi soal agama dan budaya. Sebab, desa adat berperan menopang eksistensi budaya Bali. Melalui acara dialog interaktif Warung Global, Kawan Global memberikan masukan jika dinas ini dibutuhkan agar benar-benar memajukan masyarakat adat Bali. Budiada di Tabanan mengacungkan jempol untuk Bapak Gubernur Koster. Persoalan adat bukan melulu soal ekonomi saja. Pembenahan dari sisi perbaikan pura dan pendukung adat lainnya sangat diperlukan untuk menopang eksistensi budaya Bali agar tetap lestari. Menurut Nyoman Mastra di Gianyar, pemimpin mengutarakan ide bagus-bagus saja tetapi apa kontribusi adat untuk negara? Desa adat maupun desa pakraman berubah terus begitu juga masalahnya. Ia hanya ingin masyarakat Bali dituntun jadi manusia beradab dengan membedah terlebih dahulu apa itu desa adat biar paham dulu semuanya. Febri di Denpasar juga berpikir demikian. Adat, budaya dan agama kadang rancu. Jika untuk melestarikan budaya, ia rasa tak perlu dibentuk dinas yang secara khusus mengurusi soal adat. Sebagai masyarakat Bali, Werdha,
warga Gianyar, sangat salut dengan semangat Bapak Koster untuk melestarikan Bali dengan adat dan budayanya. Tetapi, menurutnya, harus direncanakan dengan matang dulu dan sosialisasi ke masyarakat, sehingga tujuan baik ini tercapai dengan sukses. Betul, terkadang soal agama, adat dan budaya sangat rancu, persoalan adat, mana agama, mana budaya, kemudian dinas budaya ada, dinas agama juga ada, apakah tidak tumpang tindih nantinya? Sesuai dengan namanya Dinas Pemajuan Masyarakat Adat diharapkan betul-betul memajukan masyarakat adat di Bali. Sehingga slogan ‘’jaen idup di Bali’’ benar adanya. Ditambahkan Suardana di Tabanan, apa pun yang dibentuk intinya adalah memudahkan dan menyejahterakan masyarakat Bali. Selama ini persoalan pelestarian budaya ada pada persoalan dana/biaya. Menurutnya, persoalan adat cukup dengan mengefektifkan desa adat yang sudah ada. Satu lagi tambahan dari Made Bimasena di Gianyar, diingatkan pemerintah membuat peraturan agar tidak memperjualbelikan tanah di Bali. Tanah di Bali harus diproteksi. Mengenai Pembentukan Dinas Pemajuan Masyarakat Adat ini, Surya Abadi melalui facebook menyampaikan bahwa yang penting peruntukannya jelas. (sikha)
perlu diterapkan dalam pendidikan baik di lingkungan keluarga, sekolah maupun tempat bermain. Supaya budaya lokal semakin digemari generasi muda, maka dibutuhkan kemasan ulang atau transformasi makna budaya lokal dari tradisionalisme ke tradisionalitas, dari romantisme historis menjadi aktualitas historis. Bisa juga dimasukkan ke dalam kurikulum muatan lokal yang di situ dikelakkan nilai-nilai karakter berbagai budaya lokal. Warisan budaya seperti batik dan wayang kulit juga cocok digunakan sebagai media pembelajaran. Transformasi budaya lokal ini tentu tidaklah mengikis nilainilai dasar budaya itu sendiri, tetapi merupakan strategi dalam upaya budaya lokal tetap eksistensinya serta diminati kalangan masyarakat, lebih khususnya bagi para generasi mudanya. Harapannya melalui pendidikan karakter budaya lokal, bangsa ini menjadi bangsa yang berkarakter unggul dan tetap cinta terhadap budaya lokalnya sendiri sehingga keberadaannya tetap dapat dilestarikan serta problem dekadensi karakter dapat teratasi. Penulis, peneliti di UIN Sunan Kalijaga dan Universitas Negeri Yogyakarta
POJOK Gubernur Koster tata infrastruktur menuju kemandirian Bali. - Tetap untuk Ajeg Bali. ***
TPA Temesi kembali terbakar, penanganan dipertanyakan. - Sampah tetap masalah. ***
Bupati Klungkung minta pelayanan rumah sakit ditingkatkan. - Ayo cepat Pak Bupati.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Rabu Paing, 4 September 2019
Bali Post/bit
LOKASI KEJADIAN - Petugas saat menunjukkan lokasi kejadian dua pemancing yang terseret arus.
Dua Pemancing Terseret Arus Pantai Tanah Lot
Tabanan (Bali Post) -
Nasib nahas dialami dua pemancing masing-masing I Gede Ketut Artika (58) asal Banjar Batanpoh Desa Pandak Gede Kecamatan Kediri dan I Wayan Sumiarta (43) asal Banjar Batanbuah Desa Beraban Kecamatan Kediri. Keduanya terseret gelombang laut saat memancing ikan layur di sebelah selatan Pura Enjung Galuh, kawasan DTW Tanah Lot, Selasa (3/9) dini hari kemarin. Dari pantauan di lapangan, sejak korban dinyatakan hilang, proses pencarian terus dilakukan. Pencarian tidak hanya melibatkan petugas Satpol Air, lifeguard dan BPBD Tabanan, warga Pandak Gede dan Beraban juga ikut melakukan pengamatan di sepanjang pantai. Proses pencarian mengalami kendala gelombang yang cukup tinggi mencapai tiga meter. Di sisi lain, keluarga kedua korban juga menempuh jalur niskala. Mereka menggelar upacara mapekeling dengan menghaturkan bebek hitam di lokasi korban terseret arus, serta siap selem di Pura Pengayengan Tanah Lot. Istri dan putri dari Gede Ketut Artika bahkan tidak bisa menutupi kesedihannya hingga keduanya lemas dan harus dipapah pulang. Nengah Sudarta, pemancing
yang melihat langsung kejadian itu mengatakan, saat kejadian ada sekitar 30 orang di lokasi. Salah satu korban yakni Wayan Sumiarta sudah ada lebih dulu memancing sebelum dirinya. Kemudian sekitar pukul 21.00 Wita datang korban kedua yakni I Gede Ketut Artika. Keduanya bersama para pemancing lainnya pun asyik mencari ikan layur. Meski dalam suasana gelap dan hanya berbekal senter kecil, sejumlah pemancing termasuk kedua korban tetap nekat berada di pinggir bagian bawah pura dan mengenakan jas hujan agar pakaian mereka tidak basah terkena ombak. ‘’Saya posisinya berada sedikit lebih di atas dari mereka. Memang saat itu ombak sudah besar. Bahkan, saat ombak pertama kali datang, semuanya yang ada di lokasi kejadian
itu sempat bertahan. Tetapi saat ombak besar kedua kalinya, langsung kedua korban terseret,’’ terangnya. Kejadian itu berlangsung tengah malam. Sudarta menyebutkan, dari dua korban yang terseret arus, Artika langsung menghilang tergulung ombak. Sementara Sumiarta masih bisa berenang. Melihat kejadian itu, pemancing lainnya berupaya membantu korban dengan melemparkan pelampung, namun tidak bisa diraih oleh korban. Korban sempat membuka jas hujan yang dikenakannya untuk lebih leluasa bergerak saat berenang. Namun derasnya arus membuat tubuh korban terhantam karang dan akhirnya menghilang. ‘’Minimal dengan kejadian ini, ke depan lebih waspada lagi saat memancing dan mencari lokasi
yang lebih aman untuk menjaga keselamatan diri,’’ ucapnya. Sementara itu, Kabag Ops. Polres Tabanan Kompol Gede Putu Putra Astawa mengatakan, upaya pencarian terhadap kedua korban hanya bisa dilakukan dengan pengamatan di darat saja. Hal itu dilakukan oleh petugas dibantu masyarakat di sepanjang pantai. Mereka menyusuri pesisir sampai Pantai Kedungu, Pantai Nyanyi, dan Pantai Seseh. Dikatakan Putra Astawa, langkah ini dilakukan karena sebelumnya tim Pol Air dari Polres Tabanan, Polda Bali maupun petugas dari BPBD sudah mencoba menyisir dengan menggunakan rubber boat. Namun cara itu gagal, lantaran gelombang besar. Bahkan, rubber boat juga sempat terbalik. ‘’Awalnya coba di Pantai Nyanyi, tapi gagal. Kemudian cari alternatif lain lewat Pantai Yeh Gangga, sama juga. Rubber boat terbalik karena ketinggian gelombang 1,5 meter. Kalau ombak sudah surut, baru coba diupayakan lagi,’’ ucapnya. (kmb28)
Gede Artika Sempat Dilarang Pergi Mancing SUASANA duka masih tampak korban terseret arus saat memancmenyelimuti keluarga besar I ing. ‘’Malam sekitar jam 12, Gede Ketut Artika, salah satu tiba-tiba saya dibangunkan pemancing yang menjadi oleh saudara sambil menkorban ganasnya ombak di gatakan Pak Lik (Artika Pantai Tanah Lot, Selasa - red) hanyut. Saudara (3/9) kemarin. Bahkan saya sampai gemetasaat proses pencarian ran memberi inforyang dilakukan oleh masi itu,’’ ucapnya. petugas serta warga Di mata iparnya desa setempat, tampak yang bernama Gede kerabat korban setia Ketut Suala, Artika menunggu informasi merupakan sosok keberadaan korban. yang ramah. Korban Korban yang juga pun sering berbagi pemangku di merajan ikan hasil tangkapankawitan keluarga di nya. ‘’Setiap ketemu Pandak serta presayang saya di toko di atas (arring Pura Puseh Pandak eal Tanah Lot), ia kerap Gede ini, memang memiliki membagi ikan yang didapat,’’ hobi memancing. Pihak keluucapnya. arga pun tidak memiliki firaLarangan pergi memancBali Post/ist ing rupanya tidak hanya unsat apa-apa sebelum kejadian TERSERET ARUS - I Gede tuk korban Artika. Pasalnya, nahas tersebut. Ketut Artika (58), salah Hanya, menurut penuturan keluarga dari korban Wayan satu pemancing yang sepupu korban yang biasa diSumiarta juga sempat meterseret arus di kawasan panggil Bu Agus Adityaputra, larang. Seperti disampaikan Tanah Lot. Artika sebenarnya sudah diipar korban, Made Sumarta. larang mancing karena dalam Menurutnya, ibu korban semkondisi batuk. Namun, korban tetap saja pergi pat melarang korban memancing lantaran saat bersama teman-temannya, sesama pemancing. itu rahina Kajeng Kliwon. Namun, korban tetap ‘’Istri sama anaknya sempat melarang karena nekat pergi memancing. saat itu korban sakit batuk, tetapi tetap saja dia Kini, keluarga besar kedua korban hanya paspergi mancing,’’ tuturnya. rah. Mereka menganggap kejadian ini sebagai Ia pun kaget setelah mendengar kabar bahwa musibah. (bit)
Lelang Jabatan
Pansel Umumkan Tiga Besar Tabanan (Bali Post) Setelah melalui proses seleksi yang cukup panjang, akhirnya Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama mengumumkan tiga besar peraih peringkat tertinggi dalam tes, Selasa (3/9) kemarin. Artinya, dari 18 orang pelamar untuk 4 posisi kepala dinas yang lowong, ada 12 nama yang akan diajukan ke Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Tabanan I Wayan Sugatra yang juga anggota Pansel mengatakan, Pansel melakukan seleksi terbaik untuk presentasi makalah dan wawancara. Selanjutnya, Pansel telah mengambil tiga terbaik di masing-masing posisi yang dilamar. ‘’Selanjutnya, tiga orang tersebut akan diajukan ke Bupati,’’ jelas Sugatra, Selasa (3/9) kemarin. Pengumuman nomor 800/20/ Pansel-JPT/2019 yang ditandatangani Sekda Tabanan I Gede Susila yang merupakan Ketua Pansel, memuat hasil seleksi tersebut. Dari pengumuman tersebut terlampir tiga besar calon Kepala Dinas Perhubungan Tabanan yakni
I Gusti Putu Ngurah Darma Utama jabatan saat ini Camat Selemadeg Timur, I Gusti Nyoman Suarya yang saat ini menjabat Kepala Bagian Organisasi Setda Tabanan dan I Putu Adi Supraja dengan jabatan saat ini Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Tabanan. Kemudian, tiga besar calon Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan yakni I Ketut Ridia (Camat Baturiti), I Nyoman Putra (Kepala Bagian Umum pada Sekretariat DPRD Tabanan) dan dr. Ni Luh Gede Sukardiasih (Wakil Direktur Pelayanan dan Pengendalian Mutu pada BRSU Kabupaten Tabanan). Posisi tiga besar calon Kepala Dinas Pariwisata Tabanan yakni I Gede Sukanada (Camat Kerambitan), I Putu Agus Hendra Manik Mastawa (Camat Pupuan) dan I Made Murdika (Camat Kediri). Terakhir, posisi tiga besar calon Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabanan yakni I Putu Dian Setiawan (Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Tabanan), I Wayan Suradigama (Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Tabanan) dan
I Nengah Wisnu Wardhana (Inspektur Pembantu wilayah III pada Inspektorat Kabupaten Tabanan). Terkait posisi tiga besar tersebut, Sugatra menegaskan, sudah dilaporkan ke Bupati untuk nantinya dipilih. Bahkan, nama-nama itu juga sudah disampaikan ke KASN. Terkait apakah kemungkinan posisi dengan nilai akumulasi hasil tes tertinggi dipastikan mendapat posisi yang dilamarm Sugatra mengatakan ketiganya memiliki peluang yang sama. ‘’Ketiganya dianggap layak dari hasil akumulasi seleksi keseluruhan. Nanti Bupati memiliki pertimbangan, dari visi misi mewujudkan Tabanan Serasi, kira-kira siapa yang mampu mempercepat terwujudnya hal itu,’’ terangnya. Untuk pengumuman yang berhak atas empat posisi Kepala Dinas yang lowong, masih menunggu hasil verifikasi dari KASN. ‘’Masih diverifikasi, apakah proses seleksi sudah berjalan sesuai aturan, tidak ada intervensi. Jika sudah turun rekomendasi, barulah Bupati yang akan memilih mana yang paling layak,’’ ujarnya. (kmb28)
Bali Post/bit
RAZIA - UPTD PPRD Provinsi Bali di Tabanan bekerja sama dengan Satlantas Polres Tabanan, gencar melakukan razia kendaraan bermotor.
Optimalkan Penerimaan Pajak Kendaraan
Bapenda Gencar Lakukan Penertiban Tabanan (Bali Post) Guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Bapenda Bali melalui UPTD Penerimaan Pajak dan Retribusi Daerah (PPRD) Provinsi Bali di Tabanan, gencar melaksanakan razia penertiban kendaraan bermotor yang pajaknya belum dibayar. Seperti yang dilakukan Selasa (3/9) kemarin, di gedung kesenian I Ketut Maria, Tabanan. Pada kegiatan tersebut, Bapenda Bali bekerja sama dengan jajaran Satlantas Polres Tabanan. Kegiatan itu digabung dalam Operasi Patuh 2019. Kegiatan dimulai pukul 07.00 Wita. Petugas melakukan
pemeriksaan surat-surat kendaraan. Jika kedapatan pajak kendaraannya mati, maka pengendara diberikan surat tilang untuk selanjutnya diarahkan membayar pajak tersebut. Kepala UPTD PPRD Provinsi Bali di Tabanan Drs. I Nengah Suarnata didampingi Kasi Pelayanan I Gusti Ngurah Nyoman Wiraguna mengatakan, kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran wajib pajak agar membayar pajak jika sudah jatuh tempo. Sejauh ini, pihaknya menilai masih banyak pengendara motor yang tidak taat membayar pajak. ‘’Diharapkan ke depannya, masyarakat tepat waktu membayar pajak,’’
ungkap Suarnata. Operasi gabungan kemarin, merupakan yang kedua kalinya. Kegiatan serupa akan dilakukan secara rutin. ‘’Kami akan terus bekerja sama dengan jajaran Satlantas Polres Tabanan khususnya dalam pembinaan pada pelanggar dan meningkatkan pendapatan dari pajak kendaraan,’’ ucapnya. Diakuinya, dengan gencarnya kegiatan penertiban, terjadi peningkatan pembayaran pajak kendaraan atau samsat. ‘’Otomatis mereka yang kedapatan tidak membayar pajak setelah jatuh tempo akan ditilang dan tentunya masyarakat akan memprosesnya,’’ tegasnya. (kmb28)
Tahun 2020, Pemkab Gelar Utsawa Dharma Gita
Tabanan (Bali Post) – Kabupaten Tabanan dikenal sebagai lumbung pangannya Bali. Namun, Tabanan juga pu-
Bali Post/ist
AUDIENSI - Audiensi Widya Sabha Kabupaten Tabanan dengan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Selasa (3/9) kemarin.
nya prestasi di bidang lain. Seperti di bidang seni dan budaya, belum lama ini generasi milenial Tabanan meraih prestasi di bidang dharma gita. Atas raihan tersebut, serta berbagai prestasi lainnya di bidang seni dan budaya, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti berjanji membangkitkan Utsawa Dharma Gita di Tabanan dengan
menggelar kegiatan ini di tingkat kabupaten untuk pertama kalinya. Direncanakan, kegiatan tersebut dilangsungkan tahun 2020. Janji tersebut diungkapkan Bupati Eka saat menerima audiensi Widya Sabha Kabupaten Tabanan yang dipimpin Arum Gunawan, Selasa (3/9) kemarin. Didampingi Asisten Perekonomian dan Pemban-
gunan Sekda Tabanan A.A. Dalem Tresna Ngurah dan Kabag Humas dan Protokol Setda Tabanan I Putu Dian Setiawan, Jero Arum begitu Arum Gunawan akrab disapa beserta rombongan membawa beberapa piala dari ajang Utsawa Dharma Gita tingkat provinsi tahun 2019. Dalam diskusi santai tersebut, Jero Arum men-
gatakan, prestasi yang diraih oleh Widya Sabha Kabupaten Tabanan secara khusus diserahkan untuk Bupati Tabanan. Dari 29 kali mengikuti ajang ini, baru kali ini mendapatkan banyak prestasi yakni di delapan cabang. Atas raihan tersebut, Tabanan bisa naik peringkat dari juru kunci ke peringkat tujuh. Ini prestasi bersejarah bagi Tabanan. (kmb28)
Rabu Paing, 4 September 2019
Pembunuhan Mahasiswi Undiksha
JPU Tuntut Kodok Dihukum 14 Tahun Penjara Singaraja (Bali Post) –
Sidang kasus pembunuhan mahasiswi Jurusan Pendidikan Fisika Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja memasuki agenda penuntutan yang disampaikan tim jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng. Pada sidang tuntutan Selasa (3/9) kemarin, JPU menuntut terdakwa Kadek Indra Jaya alias Kodok (21) dengan hukuman penjara 14 tahun. Tuntutan relatif berat dari JPU itu karena terdakwa yang tidak lain pacar korban Ni Made Ayu Serli Mahardika (20) itu, terbukti melanggar pasal 338 KUHP. Unsur pasal itu telah terpenuhi di persidangan, karena Kodok sengaja menghilangkan nyawa orang lain.
Bali Post/kmb38
DIKAWAL – Terdakwa kasus pembunuhan mahasiswa Jurusan Pendidikan Fisika Undiksha Kadek Indra Jaya alias Kodok (21) dikawal usai menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Singaraja, Selasa (3/9) kemarin.
Kriting Curi HP Saat Nonton Motorcross Singaraja (Bali Post) – Pecuri kerap melancarkan aksi kejahatannya tidak memandang situasi. Seperti dilakukan Andreas Pratama alias Kriting (32) asal Jombag, Jawa Timur (Jatim). Saat melihat korbannya lengah ketika menonton atraksi motorcross, Kriting nekat mencuri HP milik seorang Salas Promotion Girl (SPG) minuman bir, Putu Antarini (33).
KBO Reskrim Iptu Dewa Sudiasa seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Selasa (3/9) kemarin mengatakan, sebelum kejadian pelaku dan korban kebetulan bersama-sama menyaksikan atraksi motocross di Lapangan Mayung, Desa Pedawa, Kecamatan Banjar. Saat event itu sedang berlangsung, korban pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaian.
Bali Post/kmb38
CURI HP – Pelaku pencuri HP milik SPG bir berhasil ditangkap personel Reskrim Polres Buleleng.
Tidak sengaja, HP tipe OPPO A7-nya itu ditinggalkan di dalam tasnya. Kesempatan itu dimanfaatkan pelaku dengan cepat mengambil HP milik korban. Setelah itu, pelaku kabur ke Denpasar. Namun usahanya untuk menghindar dari pencarian polisi justru sia-sia. Walau untuk menangkap Kriting, anggota Reskrim Polres Buleleng itu perlu waktu sekitar dua bulan. ‘’Yang bersangkutan kami tangkap Rabu (28/8), setelah ponsel itu kami temukan padanya. Memang ponsel itu belum sempat dijual,’’ ujarnya. Ketika diinterograsi di hadapan penyidik, Kriting mengaku dirinya terpaksa mencuri ponsel lantaran kepepet memenuhi kebutuhan sehari-hari. Saat melihat korban yang baru dikenalnya itu meninggalkan HP, dengan leluasa Kriting bisa mengambil HP milik korban itu. ‘’Maunya saya jual untuk biaya hidup, mamun belum sempat saya jual. Akibat perbuatannya itu, Kriting ditahan di Mapolres Buleleng. Dia melanggar Pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan ancaman lima tahun penjara. (kmb38)
Sidang majelis kemarin dipimpin ketua majelis hakim I Wayan Sukanila didampingi hakim anggota A.A. Marta Dewi, dan Gede Karang Anggayasa. Sementara JPU dihadiri Kadek Hari Supriyadi. Terdakwa didampingi kuasa hukumnya Gede Suradilaga. Dalam tuntutannya, JPU Hari Supriyadi mengatakan, dari pembuktian di persidangan, semua keterangan saksi telah dibenarkan terdakwa. Hal ini diperkuat hasil rekonstruksi. Dari rekonstruksi itu adanya unsur sengaja telah menghilangkan nyawa korban telah terbukti. Dengan demikian, sesuai dakwaan primer pasal 338 KUHP dinyatakan telah terpenuhi, sehingga pihaknya meminta Majelis Hakim yang menyidangkan kasus ini menjatuhkan hukuman 14 tahun penjara. “Dari pembuktian di persidangan dan kita juga hadir dalam rekonstruksi itu, semua keterangan saksi tidak terbantahkan. Maka kami tuntut yang bersangkutan melanggar pasal 338 KUHP sesuai dakwaan primer yang kami sampaikan di hadapan majelis,” katanya. Hari Supriyadi sebagai JPU dalam tuntutannya mengajukan beberapa pertimbangan yang memberatkan terdakwa. Seperti perbuatan terdakwa telah membekap, mencekik leher, dan memukul korban hingga tewas di tangannya sendiri. Sejatinya, hal itu merupakan perbuatan keji. Seharusnya,
terdakwa sebagai sang pacar memberikan perlindungan. Malah justru mencabut nyawa kekasihnya sendiri. Selain itu, terdakawa sendiri sebelum kejadian sering melakukan tindakan kekerasan kepada korban selama masa pacaran. Terdakwa juga memiliki catatan kriminal sebelum melakukan pembunuhan di Buleleng. “Itu pertimbangan kami agar Majelis Hakim bisa memberikan hukuman setimpal dari perbuatan keji yang telah dilakukan Kodok itu, sehingga keluarga korban mendapat keadilan pada kasus ini,” jelasnya. Ajukan Nota Pembelaan Atas tuntutan berat JPU itu, kuasa hukum terdakwa Gede Suradilaga langsung mengajukan nota pembelaan kepada Majelis Hakim. Pada intinya, Suradilaga menilai dakwaan primer pasal 338 KUHP dengan ancaman 14 tahun penjara itu, tidak sesuai. Ini karena, dalam persidangan itu dirinya tidak menemukan fakta yang menyebutkan kliennya dengan sengaja membunuh korban. Sebaliknya, dia sendiri berpendapat, perbuatan terdakwa itu melanggar pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang menyebabkan orang lain meninggal dunia. Alasannya, terdakwa awalnya tidak bermaksud membunuh, tetapi perbuatan memukul, mencekik, dan membekap itu dilakukan karena terdakwa memberi peringatan kepada
korban akibat perasaan cemburu. “Pasal 338 KUHP perlu dibuktikan apakah ada unsur sengaja membunuh. Sementara dalam persidangan terdakwa awalnya tidak ada niat membunuh. Memang terdakwa mencekik. Namun itu tujuannya tidak membunuh, tetapi menyakiti. Karena terlalu lama, sehingga cekikan itu menyebabkan korban meninggal. Maka dari itu, pasal 338 itu belum terpenuhi dan lebih tepat pasal 351 ayat 3. Secara hukum kami memohon majelis mempertimbangkan tuntutan itu,” katanya. Nota pembelaan itu kembali ditanggapi tim JPU Hari Supriyadi. Atas nota pembelaan itu, dia menghormati dan menganggap wajar saja ada pembelaan dari kuasa hukum terdakwa itu. Namun, pihaknya optimis kalau tuntutannya berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan itu akan dikabulkan Majelis Hakim. “Saya kira wajar-wajar saja. Sebab, pengacara sudah pasti membela terdakwa. Namun, apa pun itu kami tetap pada tuntutan itu. Kami yakin tuntutan berat itu akan dikabulkan majelis,” tegasnya. Setelah mendengarkan pendapat JPU itu, kuasa hukum terdakwa, Majelis Hakim kemudian menututp persidangan. Sidang kembali akan digelar pekan depan. Agenda sidangnya, pembacaan vonis Majelis Hakim. (kmb38)
Timbulkan Kerugian Negara Rp 122 Juta
Penyidik Tipikor Dalami Dugaan Korupsi Dana KKPE Singaraja (Bali Post) – Dugaan kasus korupsi pengelolaan dana Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE), sejauh ini didalami Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Buleleng. Dari penyelidikan, diduga kasus korupsi itu dilakukan oknum pengurus kelompok tani ternak (poktan). Oknum itu diduga memungut bunga dari dana KKPE yang diterima puluhan anggotanya. Dari perhitungan sementara, penyidik menemukan pungutan bunga pinjaman itu yang menimbulkan kerugian negara Rp 122 juta. KBO Reskrim Iptu Dewa Sudiasa didampingi Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Selasa (3/9) kemarin, mengatakan sebelum kasus ini terungkap, PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali Cabang Singaraja menyalurkan dana KKPE kepada salah satu poktan di Desa Depaha, Kecamatan Kubutambahan. Setelah melalui proses administrasi, dana ini kemudian cair Maret 2015 lalu. Dari puluhan anggota poktan ini, jadi total
dana KKPE yang disalurkan pihak bank Rp 809.600.000. Dalam proses pencairan ini, BPD sebagai pelaksana di lapangan mengalokasikan dana KKPE itu. Kemudian, masing-masing anggota poktan itu mendapat kredit Rp 35.200.000. Alokasi kredit sebesar itu mengacu dokumen Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Akan tetapi dalam perjalannya, diduga oknum pengurus poktan mengalokasikan dana KKPE dengan jumlah yang tidak sama. Satu sisi ada anggota yang mendapat kredit lebih dari RDKK. Tetapi di pihak lain, ada anggota yang diberikan dana justru di bawah ketetapan RDKK. Selain itu, oknum pengurus ini diduga memotong dana KKPE dengan alasan untuk membayar bunga kredit 24 persen per tahun. Di samping itu, potongan itu untuk biaya administrasi kelompok 2,5 persen. Seharusnya, potongan itu tidak dilakukan. Alasannya, tahapan itu sudah diakukan di BPD sebagai penyalur KKPE. “Ini baru penyidikan awal. Sementara kami menemukan adanya indikasi korupsi itu. Setelah dihitung di kasus itu
Iptu Dewa Sudiasa (kanan) ada potensi kerugian negara. Kerugian itu terutama dari pungutan bunga, yang diduga dilakukan oknum pengurus poktan itu,” katanya. Batas waktu pelunasan KKPE itu kata Dewa Sudiasa, selama dua tahun, sehingga April 2017 lalu, KKPE itu sudah dilunasi. Dari penyidikan di lapangan beberapa anggota poktan ini sudah melunasi kreditnya. Tetapi karena ada anggota lain belum melunasi kredit itu, sehingga anggota
Bali Post/kmb38
bersangkutan tidak bisa mengambil agunan kreditnya di BPD. Dari kasus ini ada indikasi terjadi pelanggaran pasal 2, pasal 3, pasal 18 UU No. 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). “Kasusnya terungkap karena ada anggota yang sudah melunasi kreditnya, tetapi tidak bisa mengambil jaminanya, karena total KKPE belum dilunasi kepada BPD,” jelasnya. (kmb38)
Tingkatkan Kapasitas Produksi Air
PDAM Tambah Empat Sumur Dalam Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Buleleng tidak henti-hentinya melakukan penambahan kapasitas produksi air bersihnya. Selain lantaran adanya peningkatan pelanggan baru yang harus dilayani, masalah relatif berat harus dihadapi PDAM adalah sulitnya mendapat sumber mata air baku. Mengatasi permasalahan itu, tahun ini PDAM melakukan penambahan kapasitas produksi air bersih. Caranya, dibangun empat unit sumur dalam. Lalu, kira-kira berapa dana yang diperlukan dari APBD untuk menambah sumber air baru untuk memperbesar kapasitas air PDAM itu? DIREKTUR Utama (Dirut) PDAM Buleleng Made Lestariana mengungkapkan hal itu, Selasa (3/9) kemarin. Menurutnya, total produksi air bersih yang dikelola PDAM 746 liter per detik. Produksi ini berasal dari 16 lokasi titik mata air baku yang dialirkan dengan tehnik gravitasi. Selain itu,
ada 40 titik sumur dalam yang pengelolaannya menggunakan mesin pompa air bertenaga listrik PLN. Air itu didistribusikan untuk melayani pelanggan setiap PDAM sampai Juni 2019 sebanyak 52.472. Berdasasrkan data tersebut, Lestariana menyebut kapasitas produksi belum
mencukupi kalau tidak dilakukan penambahan kapasitas produksi. Ini karena, kajian teknis menyebutkan pertumbuhan pelanggan baru terus meningkat. Apalagi, saat kemarau seperti sekarang terjadi penurunan debit air. Sehingga dapat mengganggu pelayanan air bersih bagi pelanggan setia PDAM. “Mata air baku di daerah kita sudah terbatas. Bahkan tidak ada, apalagi topografi berbukit dan daerah memanjang memerlukan investasi besar untuk memberikan pelayanan. Sekarang saja hanya 18 persen teknik gravitasi. Sebagian besar dengan mesin pompa. Hal itu sudah pasti memerlukan investasi besar,” katanya.
Mengatasi persoalan ini, PDAM telah menyusun program kerja menambah sumber mata air dengan pembangunan sumur dalam. Tahun ini dengan memanfaatan dana pernyerataan modal dari APBD Buleleng, PDAM membangun empat sumur. Anggaran yang diperlukan mencapai Rp 3 miliar. Sumur dalam itu masing-masing dibangun di Desa TingaTinga (Kecamatan Gerokgak), Desa Kalibukbuk (Kecamatan Buleleng), Desa Kubutambahan (Kecamatan Kubutambahan), dan sumur dalam di Jalan Pulau Obi, Singaraja. Dari penambahan sumur dalam itu, PDAM akan menambah kapasitas produksinya 30 liter per detik dan tambahan ini diproyeksikan melayani
pelanggan baru sekitar tiga ribu pelanggan. Mengatasi penurunan debit air musim kemarau ini, Lestariana mengatakan, sejauh ini, PDAM sudah memetakan beberapa daerah yang rawan mengalami gangguan layanan air bersih. Daerah itu yang dimaksud seperti di Kelurahan Banjar Tegal dan Paket Agung (Kecamatan Buleleng), Desa Kubutambahan (Kecamatan Kubutambahan) dan Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan. Di beberapa kawasan ini sejak kemarau ini tekanan airnya tercatat 0,7 bar. Dengan turunnya tekanan itu, diprediksi akan terjadi gangguan pelayanan. Gangguan biasanya terjadi pada waktu beban puncak sore hingga malam hari. (mud)
Made Lestariana
Bali Post/kmb38
Rabu Paing, 4 September 2019
TPA Temesi Kembali Terbakar Gianyar (Bali Post) -
Kebakaran kembali terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi, Senin (2/9). Armada pemadam kebakaran (damkar) lintas kabupaten berusaha memadamkan si jago merah. Api sudah berhasil dipadamkan. Namun, kepulan asap masih terlihat hingga Selasa (3/9) kemarin.
Bali/kmb35
KEBAKARAN - Kepala Satpol PP Gianyar I Made Watha saat mengecek kebakaran di TPA Temesi, Selasa (3/9) kemarin.
Puluhan Napi dan Pegawai Rutan Dites Urine Gianyar (Bali Post) Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Gianyar menggelar tes urine di Rumah Tahanan Kelas IIB Gianyar, Selasa (3/9) kemarin. Tes urine itu diikuti puluhan narapidana (napi) dan pegawai di rutan tersebut, termasuk Kepala Rutan I Nyoman Mudana. Dalam kegiatan itu, Kepala Rutan I Nyoman Mudana menjadi yang pertama mengikuti tes urine. Total
ada 37 pegawai dan 55 napi yang dites urine. Hasil tes seluruhnya dinyatakan negatif narkoba. “Saya yang pertama tes, lalu saya awasi yang lain,” ujar Mudana. Menurut Mudana, tes urine untuk para pegawai dan napi digelar rutin dua bulan sekali. Napi perlu dites urine karena rentan menjadi sasaran peredaran gelap narkoba. Kepada bawahan maupun penghuni rutan, ia terus mengingatkan agar menjauhi
narkoba. Hal ini rutin disampaikan setiap apel pagi. “Saat apel pagi, saya beri pengarahan kalau sampai ada yang positif, saya anggap hidupnya sudah selesai. Tidak akan ada istilah remisi atau bebas bersyarat untuk mereka. Untuk pegawai, tidak akan ada kesempatan kedua,” tegasnya. Di sela-sela pelaksanaan tes urine tersebut juga digelar penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara Rutan Gianyar dengan
tujuh stakeholder terkait, termasuk BNNK Gianyar dan Ombudsman. Tujuan penandatanganan MoU ini untuk bahu-membahu dalam penanganan narkoba. “Ke depan agar saling bantu, karena kami tidak bisa bekerja sendiri. Pemasaran kerajinan para napi, kami perlu keterlibatan Disperindag, tes urine kami perlu BNN, soal keamanan perlu polisi. Jadi, intinya saling bantulah,” katanya. (kmb35)
Informasi yang dihimpun di lapangan, sejak Senin sore, petugas sudah meminta bantuan instansi terkait untuk melakukan pemadaman. Mulai pemadam kebakaran hingga alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Gianyar. Selama proses pemadaman Selasa kemarin, alat berat difungsikan untuk mengeruk sampah yang mengeluarkan asap. Selanjutnya, petugas damkar gabungan dari Kabupaten Klungkung, Bangli, dan Badung menyemprotkan air. “Begitu mulai terjadi kebakaran sudah langsung ditangani. Tapi, asapnya masih mengepul,” kata I Wayan Merta, salah satu staf di UPT TPA Temesi. Merta menduga api muncul akibat gas metan yang berada di dalam tumpukan
sampah. Dikatakan, luas areal yang terbakar sekitar 60 are, dari total luas lahan TPA Temesi 4,40 hektar. Akibat adanya kebakaran ini, proses pembuangan sampah ke TPA agak tersendat. “Makanya kami gilir. Setelah sekian menit, truk sampah masuk karena di dalam petugas damkar sedang bekerja,” ujarnya. Danton Pemadam Kebakaran Gianyar Ketut Juandi mengatakan, pihaknya mengerahkan 12 personel dalam satu shift. Namun selama kebakaran di TPA ini, ia mengaku sudah melakukan penanganan 86 kali. “Sudah 86 kali, itu terhitung dari Juni, Juli, dan Agustus,” katanya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Satpol PP Gianyar I Made Watha yang membawahi pemadam kebakaran
mengatakan, pihaknya setiap hari sudah menyiagakan personel di TPA Temesi. Menurutnya, kebakaran dipicu gas metan. “Petugas sudah setiap hari stand by di TPA,” tegasnya. Watha menampik jika jajarannya disebut lambat melakukan penanganan. Ia mengaku pihaknya sudah melakukan upaya maksimal. “Begitu menerima laporan, kami langsung melakukan pemadaman hingga Senin malam pukul 21.00 wita,” ujarnya. Watha menambahkan, pihaknya terus berupaya melakukan pemadaman, hingga tidak ada lagi kepulan asap di TPA Temesi. Ditegaskan, pihaknya sudah berupaya seoptimal mungkin dalam menangani kebakaran di TPA Temesi. (kmb35)
Fraksi PDI-P Sapu Bersih AKD Gianyar (Bali Post) Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akhirnya menyapu bersih seluruh posisi Alat Kelengkapan Dewan (AKD) di DPRD Gianyar. Terbaru, DPRD Gianyar I Ketut Sumadhi berhasil merebut posisi Ketua Badan Kehormatan (BK). Ketua Fraksi PDI-P DPRD Gianyar I Ketut Sudarsana mengatakan hal itu, Selasa (3/9) kemarin. Menurut politisi yang akrab disapa Tut Sena ini, upaya lobi-lobi untuk perebutan Ketua BK sudah dilakukan sejak lama. Bahkan, penetapan posisi BK ini sempat tarik ulur. “Sejak majayajaya (acara pelantikan -red), kami sudah terus menjalin komunikasi dengan fraksi lain. Ini bagian strategi,” ujar wakil rakyat asal Kecamatan Sukawati ini. Setelah pergulatan dengan sejumlah fraksi di DPRD Gianyar, akhirnya dipastikan Ketut Sumadhi sebagai Ketua BK dan Wakil Ketua BK yakni Ngakan Ketut Putra dari Fraksi Indonesia Raya (koalisi Gerindra-PKPI). “Last minute, kami berhasil mendudukkan anggota kami di BK,” jelas Sekretaris DPC PDI-P Gianyar ini. Sudarsana menambahkan, posisi Ketua BK ini dianggap penting. Dengan duduknya anggota Fraksi PDI-P sebagai
Ketua BK, maka seluruh posisi AKD resmi dikuasai PDIP. “Diraihnya posisi Ketua BK menjadi hadiah bagi PDI-P. Itu persembahan yang luar biasa ke partai kami,” ujarnya. Setelah diraihnya seluruh posisi Ketua AKD, kata Sudarsana, pihaknya akan berkonsentrasi untuk bekerja dengan optimal. “Ini bukan urusan arogansi mayoritas. Ini memperlancar tugas kami, biar nggak ada hambatan sesuai aspirasi masyarakat,” tandasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, PDI-P menguasai posisi seluruh Ketua Komisi mulai Komisi I hingga IV. Hasil ini diraih berdasarkan jumlah perolehan kursi d i
DPRD Gianyar yang mencapai 26. Seluruh anggota Fraksi PDI-P itu dibagi rata ke seluruh komisi. Fraksi PDI-P juga telah menunjuk anggotanya menjadi ketua di masing-masing komisi. Ketua Komisi I dijabat oleh Nyoman Mertayasa, Ketua Komisi II dijabat oleh Wayan Suartana, Ketua Komisi III dijabat oleh Putu Gede Febriantara yang juga Ketua Bapilu Gianyar dan Ketua Komisi IV dijabat oleh Ni Made Ratnadi. (kmb35)
Bantu Kinerja Kepolisian
TES URINE - Kepala Rutan Gianyar I Nyoman Mudana mengikuti tes urine, Selasa (3/9) kemarin.
Bali Post/kmb35
Hari Ini, ”Palebon” Ibunda Maestro Pematung Garuda Gianyar (Bali Post) Ibunda dari maestro pematung garuda I Made Ada yakni Jro Mangku Istri Pasek Gelgel Aan meninggal pada usia 95 tahun, beberapa waktu lalu. Upacara palebon almarhumah akan dilaksanakan di Banjar Pakudui, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Rabu (4/9) ini. Dikonfirmasi Selasa (3/9) kemarin, I Made Ada mengatakan, ibunya meninggal tepat pada Tilem Kasa, Rabu (31/7) lalu. “Ibu meninggal dua hari sebelum Kuningan, tepat saat Tilem,” kata putra kedua almarhumah ini. Memasuki usia 90 tahun lebih, kata Made Ada, almarhumah masih bisa beraktivitas seperti menyapu, hingga memberi pakan ternak babi. Almarhumah mulai sakit tepat dua minggu sebelum meninggal. “Ibu langsung dilarikan ke RS Aricanti Ubud, sempat satu minggu men-
jalani perawatan,” ujarnya. Satu minggu menjalani perawatan, dokter sempat menyatakan kondisi ibu enam anak itu sudah membaik, sehingga dibolehkan pulang. Selama di rumah di Banjar Pakudui, almarhumah lebih banyak istritahat, hingga meninggal Rabu (31/7) lalu. “Sakitnya memang karena sudah lanjut usia. Ibu juga mengeluhkan rematik pada pergelangan kakinya. Tidak mengeluhkan sakit yang lain,” katanya. Menurut Made Ada, puncak upacara palebon akan diselenggarakan pada Buda Paing Krulut atau Rabu ini. Beberapa rangkaian upacara sudah selesai digelar sejak akhir Agustus lalu. “Beberapa rangkaian upacara sudah dilakukan, selanjutnya puncak upacara diselenggarakan Rabu siang sekitar pukul 11.00 wita,” ujarnya. (kmb35)
ALMARHUMAH - I Made Ada menunjukkan foto almarhumah, Selasa (3/9) kemarin.
Klian Adat dan Pecalang Diberi Penghargaan Gianyar (Bali Post) Dalam menuntaskan kasus pidana, pihak kepolisian sering kali mendapat bantuan dari masyarakat. Melihat hal tersebut, Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo memberikan penghargaan kepada tokoh masyarakat asal Kecamatan Tegallalang. Pemberian reward ini dilakukan di halaman Mapolres Gianyar, Selasa (3/9) kemarin. Penghargaan ini diberikan kepada Klian Adat Desa Tegallalang Made Mawa dan Pecalang Banjar Bangkiang Sidem, Desa Tegallalang I Wayan Karsa. Mereka dinilai telah membantu mengungkap dan menangkap pelaku kekerasan di wilayah hukum Polsek Tegallalang. Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo mengatakan, penghargaan ini merupakan tanda terima kasih karena selama ini telah bersinergi dengan jajaran kepolisian, khususnya dalam menuntaskan kasus pidana. “Polri akan terus memberikan reward kepada masyarakat umum yang membantu tugas kepolisian terutama dalam membantu mengungkap kasus kejahatan,” ujarnya. Priyanto Priyo Hutomo
juga memberikan penghargaan kepada jajaran Polres Gianyar yang berhasil mengungkap kasus tabrak lari di Jalan Mulawarman dengan korban meninggal dunia. Tersangka pelaku atas nama Agung Simbe asal Kelurahan Bitera, Gianyar berhasil ditangkap di rumahnya berkat
gerak cepat Aiptu I Wayan Indrayana dan Brigadir I Gusti Ngurah Adi Andika Putra. “Walau minim alat bukti dan saksi hanya dari topi dan rekaman CCTV, polisi berhasil menemukan identitas pelaku tabrak lari tersebut,” kata perwira melati dua di pundak ini. (kmb35)
Bali Post/kmb35
PENGHARGAAN - Kaporles Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo saat memberikan penghargaan kepada pecalang dari Desa Tegallalang, Selasa (3/9) kemarin.
Rabu Paing, 4 September 2019
Kebakaran Pura Puseh Banyubiru Dipastikan Bukan karena Dupa Negara (Bali Post) Kebakaran di Pura Puseh Desa Pakraman Banyubiru, Senin (3/9) sore, masih didalami pihak kepolisian. Penyelidikan dilakukan guna mengetahui pasti penyebab kebakaran yang menghanguskan lima palinggih di Utama Mandala dan satu palinggih di Madya. Sejumlah pihak dimintai keterangan di Polsek Kota Negara, termasuk warga di sekitar lokasi yang sempat membakar sampah. Kapolsek Kota Negara Kompol, I Ketut Maret, Selasa (3/9) kemarin mengatakan, polisi memanggil sejumlah saksi untuk dimintai keterangan. Salah satunya warga yang sempat membakar sampah di dekat pura. Polisi belum dapat memastikan bahwa pemicu api yang awalnya membakar atap palinggih dari sisa pembakaran sampah itu. Meski belum bisa dipastikan akibat bekas pembakaran sampah, polisi juga telah memastikan bukan akibat dupa. Selain pemeriksaan saksi, polisi juga akan melakukan pemeriksaan di lokasi. Termasuk sisa pembakaran sampah yang diduga pemicu api. “Kami masih mendal-
ami (penyelidikan). Nanti kita sampaikan hasilnya secara terbuka,” terang Maret. Sementara itu, musibah kebakaran di Pura yang ngenteg linggih 2014 lalu juga mengundang perhatian Bupati Jembrana I Putu Artha. Bupati didampingi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat Negara I Wayan Andi Suka Anjasmara mengecek langsung ke lokasi. Hingga kemarin, sisa atap palinggih yang terbakar masih berserakan. Demikian pula bebaturan palinggih kayu yang diperada seperti Meru Tumpang Tiga, Meru Tumpang Pitu, Bale Pepelik, Palinggih Ulun Danu, Taksu, serta Palinggih Sri Sedana yang ada di Madya Mandala juga sebagiannya terlihat hancur. Dengan kejadian kebakaran ini, Bupati I Putu Artha mengingatkan, krama dan para tokoh masyarakat untuk selalu waspada dan jangan mudah terpancing bahkan terprovokasi. “Tunggu hasil penyelidikan kepolisian. Jangan terprovokasi hal-hal menyesatkan. Saya minta musibah ini agar dijadikan pengalaman pertama dan terakhir kalinya,” harapnya.
SOSOK Larang Kendaraan yang Lebihi Tonase Jalur Denpasar-Gilimanuk sering dikeluhakn pengguna jalan. Selain dilalui kendaraan bertonase berat, juga di beberapa ruas terjadi kerusakan. Sehingga jalur tersebut sering macet. Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan Jembrana I Made Dwi Maharimbawa menyatakan, salah satu penyebab rusaknya jalan Glimanuk-Denpasar karena sering dilewati kendaraan bertonase berat. Bahkan sering dilewati kendaraan yang melebihi tonase yang ditentukan. Selain itu, kualitas jalan kendatipun jalan nasional juga masih di bawah jalan nasional di Pulau Jawa. Dwi Maharimbawa kepada wartawan mengungkapkan, rusaknya kondisi jalan juga dampak dari kendaraan yang banyak melintas di jalur tersebut. Memang telah beberapa kali diperbaiki namun tidak bisa maksimal karena kualitas jalan yang berbeda. Di Jalan Denpasar –Gilimanuk, masih masuk kelas di bawah kelas jalan di Pulau Jawa. “Kita harapkan agar kualitas jalan nasional ini sama, paling tidak dengan di Jawa. Sehingga tidak cepat rusak,” harapnya. Untuk jangka pendek yang bisa diterapkan adalah melarang masuk kendaraan yang melebihi tonase. Dari informasi, kelas jalan nasional Denpasar – Gilimanuk kategori kelas II. Untuk muatan ini maksimal kendaraan yang melintas adalah muatan sumbu terberat 8 ton. Sedangkan untuk kelas jalan nasional kelas I, maksimal sumbu terberat 10 ton. (olo)
Bupati Artha juga menyebut untuk jangka pendek, perlu dilakukan langkahlangkah baik secara sekala dan niskala. “Secara sekala saya harapkan krama segera melakukan pembersihan terhadap sisa-sisa bangunan yang berserakan ini. Langkah yang paling penting untuk dilakukan yakni, melakukan pembersihan secara niskala,” terang Artha. Bupati juga berharap sisa-sisa bangunan yang masih baik agar dimanfaatkan asalkan terlebih dahulu dilakukan pembersihan secara niskala berdasarkan petunjuk Sulinggih. Bendesa Pakraman Banyubiru Nyoman Jaya Drata mengatakan, krama desa pakraman dalam waktu secepatnya melakukan upaya perbaikan baik secara sekala dan niskala. “Ini musibah bagi krama desa kami. Setelah dilakukan paruman pamucuk (tokoh) dan petunjuk Sulinggih, maka Ida Batara segera dilinggihkan (dibuatkan tempat khusus) di Utama Mandala dengan disertai dasar upakara,” terangnya. Selain itu, akan dilaksanakan Guru Piduka Agung, Pangerapuh serta Pangaci setiap Purnama. (kmb26)
Bali Post/olo
TINJAU - Bupati Artha, Selasa kemarin, meninjau Pura Puseh pascaterbakar. Bupati meminta agar masyarakat selalu waspada dan jangan mudah terpancing bahkan terprovokasi.
Terima SK, Sejumlah Anggota DPRD Ajukan Kredit ke Bank
Negara (Bali Post) Sama dengan pegawai pemerintahan, anggota dewan rupanya juga memanfaatkan perbankan untuk memperbesar asetnya. Seperti yang dilakukan anggota DPRD Jembrana. Pascapelantikan dan menerima Surat Keputusan (SK) sebagai anggota dewan, sejumlah anggota DPRD Jembrana diketahui langsung mengajukan kredit ke bank. Dari informasi, ada beberapa yang sudah mengajukan kredit berbekal jaminan SK penetapan sebagai wakil rakyat.
Dengan agunan SK penetapan dari Gubernur Bali dan jaminan lainnya rata-rata satu anggota DPRD bisa meminjam dana segar Rp 300 juta hingga Rp 1 miliar. Pinjaman dibayarkan selama mereka menjabat lima tahun. Sekretaris dewan (Sekwan) DPRD
Jembrana Made Sudantra, Selasa (3/9) kemarin, mengakui ada beberapa anggota dewan yang berencana meminjam dana ke bank menggunakan SK penetapan sebagai wakil rakyat. Namun, jumlahnya tidak banyak, baru sekitar tujuh orang anggota yang mengambil formulir. Ia menegaskan bahwa SK sebagai anggota DPRD itu bukan satusatunya syarat untuk pinjaman dana dari bank. Tetapi disertai jaminan tambahan lainnya sesuai ketentuan
pihak bank. Setwan hanya memfasilitasi semisal menyiapkan kitir gaji dan surat pernyataan. Surat yang harus ditandatangani itu terkait kesediaan dipotong gaji atau pendapatan lainnya yang didapat dari DPRD. Bilamana nantinya tidak berjalan sampai lima tahun, atau misalnya terjadi PAW (Pergantian Antar Waktu) terhadap dewan yang meminjam, dijamin dari asuransi. Tetapi itu merupakan kewenangan bank. (kmb26)
Bali Post/olo
Cek Pabrik – Satpol PP Jembrana mengecek pabrik pengolahan limbah kertas di Banyubiru. Selain mengecek izin, Satpol PP juga memastikan asal sumber bahan limbah kertas yang digunakan.
Satpol PP Cek Operasional Pabrik Olah Limbah Kertas
Negara (Bali Post) – Satpol PP Jembrana, Selasa (3/9) kemarin, melakukan sidak ke pabrik pengolahan limbah kertas di Banyubiru, Kecamatan Negara. Petugas yang dipimpin Kabid Perundang-undangan Daerah I Made Tarma, selain memeriksa izin juga mengecek operasional pabrik. Petugas juga memastikan sumber bahan yang digunakan diperoleh dari mana. Dari izin yang dimiliki, pabrik ini mendaur ulang limbah khususnya kertas. Petugas yang bertemu dengan pengawas pabrik, meminta doku-
men izin. Termasuk kepastian asal limbah yang didaur ulang diperoleh dari mana. “Dari pengecekan, pabrik memiliki izin usaha dan izin lokasi. Kita cek pastikan memang sudah beroperasi dan mengikuti aturan,” ujar Kabid Perundang-undangan Daerah Made Tarma. Selain itu, Tarma mengungkapkan, Satpol PP mendapatkan bukti nota pesanan dan asal limbah yang didaur ulang. Izin yang telah ditunjukkan di antaranya Surat Izin Usaha Perdagangan tertanggal 22 Mei 2018 dengan usaha Daur Ulang Limbah Kertas.
Dua Terdakwa Pencabulan Divonis Tujuh dan Delapan Tahun Negara (Bali Post) Pengadilan Negeri (PN) Negara, Selasa (3/9) kemarin, menggelar sidang dengan agenda pembacaan putusan dua kasus pencabulan anak di bawah umur. Dua terdakwa, yakni I Ketut Wiriana (60) alias Lubak dan Furqon (44) ini sama-sama melakukan tindakan pencabulan dengan kasus berbeda. Uniknya, kedua terdakwa yang disidangkan secara terpisah ini, sama-sama masih ada hubungan keluarga dengan korban. Di sidang pertama dengan Majelis Hakim Mohammad Hasanuddin Hefni, Fakhrudin Said Ngaji dan Alfan Firdauzi Kurniawan, terdakwa Wiriana alias Lubak divonis 7 tahun penjara, denda Rp 500 juta subsider 4 bulan penjara. Hakim memutuskan terdakwa melanggar pasal 82 Undangundang nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak. Hukuman penjara terhadap Lubak ini lebih ringan 3 tahun dibandingkan dengan tuntutan JPU dari Kejari Jembrana.
Sebelumnya JPU menuntut terdakwa dengan penjara 10 tahun serta denda Rp 150 juta subsider 8 bulan. Lubak yang sudah usia senja ini nekat mencabuli cucunya sendiri yang tinggal di salah satu desa di Jembrana. Terdakwa sering memijat cucunya yang masih berusia 12 tahun hingga akhirnya mencabulinya. Kelakuan bejat terdakwa ini selanjutnya dilaporkan oleh kerabatnya. Pertimbangan hakim memvonis lebih rendah tiga tahun dikarenakan ada perdamaian dari pihak korban. Ibu korban yang juga anak kandung terdakwa tidak menuntut terdakwa dan meminta keringanan hukuman bapaknya itu. Perdamaian itu dibuat secara tertulis oleh pihak korban. Mendengar putusan ini, terdakwa menyatakan masih pikir-pikir dengan putusan tersebut. Sidang selanjutnya dengan terdakwa Furqon. Kasus pencabulan di salah satu desa di Kecamatan Mendoyo ini, terdakwa divonis pidana penjara selama 8 tahun denda Rp 100 juta dan subsider
4 bulan. Vonis yang dibacakan Majelis Hakim dengan Ketua Alfan Firdauzi Kurniawan dan dua anggota Mohammad Hasanuddin Hefni dan Fakhrudin Said Ngaji ini hampir sama dengan tuntutan JPU Kejari Jembrana. Hanya berkurang pada subsider 4 bulan. Terdakwa melakukan tindakan pencabulan terhadap keponakannya saat mandi bersama di sungai. Saat mandi di sungai, terdakwa memegang korban dari belakang dan terangsang. Hingga akhirnya terjadi pencabulan terhadap keponakannya. Pertimbangan yang memberatkan hakim menilai perbuatan terdakwa merusak masa depan korban dan meresahkan. Mengenai vonis ini, terdakwa menyatakan menerima. (kmb26) CABUL- Salah satu terdakwa pencabulan yang divonis Majelis Hakim di PN Negara, Selasa kemarin.
“Bahan baku yang digunakan limbah kardus diolah lagi. Dari pengecekan pesanan nota memang dari sini (Jembrana) dan Denpasar,” ujar Tarma. Dikatakan, beberapa waktu lalu pengelola pabrik sempat mengambil bahan dari luar Bali (Jawa), tetapi sekarang sudah tidak lagi. Pengecekan ini dilakukan dikarenakan pabrik ini usahanya merupakan pengolahan limbah kertas. Harapannya jangan sampai limbah dari luar Bali, apalagi dari luar negeri (impor). Dari pengecekan selama bulan Juli, pabrik ini dalam sebulan menerima 143.978 kilogram
bekas kardus. Salah seorang pengawas mengatakan, memang sempat mengambil hingga di luar Jawa. Namun, sejak beberapa bulan ini, pabrik hanya mengambil bahan limbah kertas dari sekitar Jembrana. Dan bilapun kurang, juga menerima pasokan dari Denpasar. “Tidak sampai keluar (Bali),” tandas pengawas ini. Pabrik yang berada di Banjar Air Anakan, Banyubiru ini sesuai Izin Lokasi yang dikantongi memiliki luas 93 m2 dan ditetapkan sejak 22 Mei 2018 lalu. (kmb26)
Rabu Paing, 4 September 2019
Sidangkan Ratusan Kasus
Pengadilan Negeri Amlapura Kekurangan Hakim Amlapura (Bali Post) – Pengadilan Negeri (PN) Amlapura memiliki agenda sidang yang relatif padat. Paling tidak ada ratusan kasus harus diselesaikan. Permasalahannya jumlah hakim yang bertugas hanya ada enam orang. Padahal, idealnya perlu sepuluh hakim. Jadi, enam hakim yang bertugas saat ini termasuk kategori belum memadai. Ketua Pengadilan Amlapura, I Gede Putra Astawa, mengungkapkan hal itu Selasa (3/9) kemarin. Menurutnya, kekurangan jatah hakim di PN Amlapura itu sudah terjadi sejak setahun terakhir. Saat ini, komposisi enam hakim itu terdiri dari ketua, wakil ketua, dan empat hakim anggota. ‘’Kalau disimak dari banyaknya agenda sidang, perkara pidana dan perkara perdata, mencapai ratusan kasus. Dengan jumlah perkara mencapai ratusan itu, idealnya di-handle sepuluh hakim ditambah ketua pengadilan termasuk tiga majelis,’’ ujar I Gede Putra Astawa. Strateginya saat ini, tetap mem-
bentuk tiga majelis untuk menyiasati kekurangan jumlah hakim itu. Karena itu, tidak heran, satu orang hakim bisa bertugas ganda. Mereka menjadi anggota di dua majelis. ‘’Upaya strategis itu kita ambil agar kasus perkara di pengadilan bisa di-handle dengan optimal,’’ tambahnya. Atas kekurangan hakim itu, pihaknya sudah menyampaikan hal itu ke Mahkamah Agung. Saat ini, masih pengodokan Aparatur Sipil Negara (ASN) hakimhakim itu. ‘’Sudah ada calon hakim yang melakukan pendidikan. Setelah selesai pendidikan mereka akan ditempatkan di seluruh Indonesia. Semoga saja, PN Amlapura dapat jatah hakim untuk menutupi kekurangan hakim itu,’’ harap G e d e Putra Astawa. (kmb41)
Bali Post/kmb41
RUMPUT MENGERING – Petani di Abang dan Kubu kesulitan mencari pakan lantaran rumput mengering akibat kemarau panjang.
Musim Kemarau
Peternak di Abang dan Kubu Kesulitan Cari Pakan Amlapura (Bali Post) – Warga Abang tidak saja kekurangan air bersih memasuki musim kemarau, warga yang mayoritas peternak itu juga kesulitan mencari pakan ternak rumput hijau. Sulitnya petani memperoleh pakan ternak itu, karena rumput-rumput mulai mengering akibat terik matahari. Salah seorang petani dari Banjar Bale Gede Desa Datah, Desa Abang, Ni Ketut Minceg, menuturkan memang dirinya mulai kesulitan mencari pakan ternak. Kesulitan itu bahkan sudah dialami satu setengah bulan terakhir. Pasalnya,
rumput-rumput yang dulu tumbuh hijau saat ini mulai menguning bahkan mengering disebabkan teriknya matahari. ‘’Saat ini memang saya dan petani lainnya mulai kesulitan mencari pakan ternak rumput hijau. Rumput-rumput sudah mu-
Pimpinan Dewan Definitif Ditetapkan
lai kering, sehingga tidak bisa disabit untuk diberikan ternak,’’ ujarnya. Minceg menambahkan, dirinya setiap hari menyisir tebing-tebing curam yang jaraknya relatif jauh. Itu dilakukan semata agar dapat rumput pakan ternak. ‘’Di lereng-lereng bukit memang masih ada rumputrumput liar. Walau tidak hijau, rumput liar itu masih bisa dikonsumsi oleh ternak,’’ tambahnya. ‘’Saya hampir setiap hari menyusuri tebing-tebing un-
tuk mencari rumput. Rumput itu pun tidak disabit, melainkan rumput liar yang ada di bawah pepohonan itu dicabut,’’ tambahnya. Sementara warga asal Kubu, Ni Nengah Sukani, mengungkapkan, di desanya petani sudah kesulitan mencari pakan ternak sejak dua bulan lalu. Kesulitan pakan itu tidak pelak membuat asupan yang dimakan sapisapi di desanya jumlahnya sangat sedikit. Akibatnya, ternak-ternak tampak kurus akibat kurang volume
makannya. Karena kesulitan rumput itu, pihaknya hanya memberikan pakan berupa pelepah kelapa. ‘’Jadi, sapinya hanya makan pelepah kelapa,’’ tambahnya. Sebelumnya saat musim hujan memang relatif tidak ada kesulitan mencari rumput hijau. Bedanya, sekarang sangat sulit mencari pakan ternak itu, karena semua rumput kering. Jadi, rumput kering itu tidak mau dimakan sapi,’’ ujarnya. (kmb41)
AKD Segera Dibentuk
Amlapura (Bali Post) – Empat pimpinan dewan telah ditetapkan dalam rapat penetapan pimpinan yang dilangsungkan di kantor DPRD Karangasem, Senin (3/9) kemarin. Rapat itu dipimpin Ketua Dewan I Gede Dana. Setelah pimpinan dewan definitif itu ditetapkan, selanjutkan akan dikebut pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD). Pimpinan dewan yang ditetapkan selain Ketua DPRD juga tiga Wakil Ketua DPRD. Untuk posisi Ketua DPRD Karangasem, sudah ditetapkan I Gede Dana. Sebab, PDI-P pada Pemilihan Legislatif di Karangsem itu keluar sebagai pemenang. PDI-P tercatat sukses merebut dua belas kursi dewan. Sementara Wakil Ketua I dipercayakan kepada I Nengah Sumardi dari Partai Golkar. Partai dengan atribut warna kuning itu merebut sebelas kursi. Sedangkan Wakil Ketua
II dari Partai NasDem, dengan raihan sembilan kursi. NasDem mempercayakan pimpinannya kepada Made Agus Kertiana. Wakil Ketua III berasal dari Gerindra dengan raihan enam kursi yakni ditempati I Wayan Parka. Selain ditetapkan pimpinan dewan definitif, juga ditetapkan ketua masing-masing fraksi. PDI Perjuangan mempercayakan kadernya I Made Wirta sebagai pimpinan Fraksi PDI-P. Sedangkan Ketua Fraksi Golkar adalah Nengah Sumardi. Ketua Fraksi NasDem, I Gusti Ngurah Gede Subagiarta, Ketua Fraksi Gerindra Kadek Wiesya Kusmiadewi. Ada juga Fraksi Catur Warna. Fraksi ini merupakan gabungan empat partai yakni Hanura, Perindo, Demokrat, dan PKS. Fraksi Catur Warna ini dipimpin I Wayan Budi. ‘’Setelah penetapan pimpinan dewan dan ketua fraksi itu, maka kita
akan mempercepat pembentukan AKD, sehingga kita bisa lebih cepat melakukan kerja yang diamanatkan rakyat dan UU. Kita sudah minta kepada masing-masing fraksi untuk mengirimkan anggota yang akan didudukkan di AKD,’’ ujar Gede Dana. Sebetulnya, banyak pekerjaan sudah menanti di kantor dewan. Salah satunya pembahasan KUA – PPAS. Terkait perebutan Ketua AKD, pihaknya ingin membangun Karangasem secara bergotong royong, sehingga semua fraksi bisa ikut bersama-sama menduduki Ketua AKD. ‘’Tetapi kita tidak tahu apakah semua fraksi mau membangun Karangasem secara gotong royong. Visi dan misi kami seperti itu. Namun sejauh ini, belum ada yang sepakat. Hal itu berpulang lagi kepada fraksi masing-masing,’’ tegas Gede Dana. (kmb41)
DEFINITIF – Empat pimpinan DPRD Karangasem definitif.
Bali Post/kmb41
Atasi Alih Fungsi Lahan Sawah
Petani Tanam Padi Hibrida, Tingkatkan Produksi
Bali Post/kmb41
ALIH FUNGSI - Lahan persawahan belakangan ini memang banyak beralih fungsi menjadi perumahan warga.
Lahan sawah di Karangasem terus berkurang akibat alih fungsi lahan menjadi permukiman penduduk. Pengembangan perumahan dan fasilitas umum yang drastis itu tidak pelak memaksa lahanlahan berubah peruntukan. Mengantisipasi terus menurunnya produksi padi yang dihasilkan petani akibat alih fungsi lahan itu, Dinas Pertanian membuat terobosan dengan menanam padi hibrida atau padi unggul yang prospek pengembangannya lebih baik. Strategi itu sematamata diupayakan agar produksi padi bisa lebih ditingkatkan. Lalu, sejauh ini di mana saja sudah dilakukan penanaman padi hibrida itu?
KEPALA Dinas Pertanian Karangasem, I Wayan Supandi, mengakui alih fungsi lahan sawah itu terus terjadi di Karangasem. Penyusutan lahan sawah itu diperkirakan sekitar 0,1 persen per tahun. Dari data statistik atau BPS, pengurangan lahan sawah sekitar 12 hektar. Pengurangan itu disebabkan alih fungsi sawah ke nonsawah yang relatif gencar sejak tahun 2011 hingga 2016. Total luas sawah di Karangasem dulu 7.122 hektar. Sedangkan, penurunan lahan sawah di Bali sekitar 500 hektar per tahunnya. “Tiap tahun ada alih fungsi lahan sawah ke nonsawah,” katanya baru-baru ini. Alih fungsi itu seperti terjadi pada lahan sawah di kiri dan kanan jalan Raya Pesagi, Kota Amlapura. Kata Supandi, lahan sawah di kiri dan kanan Jalan Veteran atau Jalur 11, di tepi jalan raya ke Tirtagangga. ‘’Di Tirtagangga itu sebenarnya masih sebagai jalur hijau. Perdanya masih berlaku sebab belum pernah dicabut. Namun, anehnya alih fungsi jalur hijau tetap berjalan,” katanya. Dengan memasyarakatnya penanaman jenis padi hibrida atau padi unggul itu, kata Supandi, memungkinkan produksi gabah kering giling per hektar sampai 8,2 ton sampai 8,4 ton. Produksi padi biasa selama ini hanya menghasilkan rata-rata 5,6 ton sampai 6,2 ton per hektar. ‘’Guna memasyarakatkan penanaman jenis padi hibrida itu, dilakukan di lima kecamatan yang ada lahan sawahnya. Kami sudah membuat
demonstrasi plot (demplot),’’ papar Supandi. Diakui Supandi produksi rata-rata padi hibrida itu lebih tinggi, namun harga bibitnya juga lebih mahal. Seperti jenis padi Invari, yang sudah pernah diujicobakan. Petani bekerja sama dengan pihak Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali di sawah di Desa Tumbu, beberapa bulan lalu. Hasil produksi rata-ratanya bagus yang mencapai sekitar 8 ton per hektar. ‘’Indeks pertanaman padi sawah petani kita di Karangasem mencapai 1,65 jadi ada sekitar 11.000 hektar maksimal ditanami padi per tahun,’’ tandas Supandi. Kasi Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Karangasem, Pande Gede Arya Saputra, mengatakan memang ada pengembalian lahan dari yang dulu sawah dijadikan kebun salak namun kemudian kebun salak itu dikembalikan lagi jadi lahan sawah. Alasannya, harga jual salak pada musim panen raya jeblok. Jika dikalkulasi jauh lebih rendah dari harga beras, yang rata-rata mencapai Rp 10 ribu per kg. Namun, pengembalian ke lahan sawah itu tidak banyak, sekitar 15 hektar. “Ke depan, barang,kali perlu kebijakan ada lahan pangan pertanian secara berkelanjutan (LP2B). Di wilayah mana mungkin tidak boleh ada alih fungsi lahan pertanian sawah,’’ tambah Pade Gede Arya Saputra yang baru saja promosi menjabat Kepala UPTD Puskeswan. (nan)
Rabu Paing, 4 September 2019
Menuju Standar Nasional, RSUD Klungkung Dikunjungi Tim SNARS
RSUD Klungkung berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pelayanannya. Terkait dengan itu, Selasa (3/9) kemarin, Tim Surveyor Komite Akreditasi Rumah Sakit dalam rangka penerapan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) Edisi I di RSUD Klungklung. Kedatangan Tim SNARS yang dipimpin dr. Rochmanadji Widajat, Sp. A(K), MARS disambut Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Direktur RSUD Klungkung dr. I Nyoman Kesuma beserta jajarannya. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyampaikan, Pemkab Klungkung menyadari bahwa kesehatan adalah kebutuhan dasar. Pemkab Klungkung dengan anggaran terbatas membayarkan semua masyarakat yang belum mempunyai jaminan Kesehatan untuk menjadi peserta kesehatan yang dilaksanakan pada tahun 2017. Pada tahun itu pula Klungkung sudah mendapatkan Capaian UHC (Universal Health Coverage). “Akreditasi ini sebenarnya mengikuti standar kebutuhan kita, jadi pelayanan rumah sakit ini merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi. Mau tidak mau harus dituntaskan, sehingga pelayanan kesehatan dengan berbagai inovasi untuk melayani masyarakat,”
ujar Bupati Suwirta. Ia juga meminta para dokter harus membentuk tim work untuk menangani permasalahan penyakit pasien. “Dokter harus bersatu padu melaksanakan diagnosa. Tidak boleh dokter berjalan sendiri-sendiri. Kepada para bidan, dokter, perawat dan pegawai rumah sakit agar mempersiapkan data untuk mempermudah melakukan penilaian,” imbuhnya Ketua Tim Survei dr. Rochmanadji Widajat, Sp.A(K)., MARS. menyampaikan tim akan mengadakan akreditasi selama 4 hari, yakni dari Selasa (3/9) sampai Kamis (6/9) besok. Sesuai Permenkes Nomor 34 Tahun 2017 tentang Akreditasi Rumah Sakit, rumah sakit wajib diakreditasi secara berkala paling sedikit 3 tahun sekali. Akreditasi rumah sakit merupakan pengakuan terhadap mutu pelayanan rumah sakit, setelah dilakukan penilaian bahwa rumah sakit tersebut telah memenuhi standar akreditasi, yaitu pedoman berisi tingkat pencapaian yang harus dipenuhi oleh rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Adapun capaian kategori akreditasi rumah sakit terdiri dari akreditasi dasar, akreditasi madya, akreditasi utama dan akreditasi paripurna. Se-
Warga Bunga Mekar Hilang Diduga Tercebur ke Laut Semarapura (Bali Post) Seorang warga Banjar Sompang, Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, I Made Widra (30), dilaporkan hilang, Selasa (3/9) kemarin. Setelah pamit dari rumah, hendak mencari bahan makanan untuk ternak sapinya, Widra tak kunjung pulang ke rumah. Dia diduga terpeleset dari tebing di sekitar Tanjung Naup dan tercebur ke laut. Kasubag Humas Polres Klungkung AKP Gede Putu Ardana mengatakan, sesuai dengan keterangan keluarganya, korban sudah pamit dari rumahnya saat pagi sekitar pukul 07.30 Wita. Saat itu, korban pergi ke kebun, guna mencari makanan ternak sapinya. Korban pergi dengan menggunakan sepeda motor. Namun, ditunggu hingga siang, korban tak kunjung pulang hingga pukul 11.00 Wita. Orangtua korban, I Ketut Sanggen, lantas berupaya mencari korban ke kebun karena yang bersangkutan belum juga pulang. Sanggen juga mengecek ke tempat ternak sapi korban. Namun, Sanggen tak menemukan adanya tanda-tanda keberadaan korban. Kemudian, orangtua korban dan warga berusaha mencari ke tempat korban sering mencari makanan ternak sapi di Tanjung Naup. Rupanya di sana Sanggen menemukan ada makanan ternak sapi berupa daun nangka sudah terkumpul di lokasi. Sanggen curiga, kalau itu dilakukan oleh anaknya. Selain tumpukan daun nangka, di sekitarnya juga ada bekas kaki terpeleset ke tebing, di mana tebing tersebut memiliki kemiringan 90 derajat. Tebing di Tanjung Naup itu langsung mengarah ke laut lepas. Melihat bukti-bukti itu, kuat dugaan korban terpeleset kemudian jatuh membentur batu karang lalu tercebur ke laut. Hilangnya korban lantas dilaporkan ke Polsek Nusa Penida. Upaya pencarian terus dilakukan pihak kepolisian. Sekitar enam personel polisi melakukan penyisiran lebih jauh di sekitar Tanjung Naup. Tidak hanya dari kepolisian, proses pencarian juga dilakukan personel Basarnas Pos Nusa Penida, menerjunkan sebanyak empat personel. BPBD Klungkung dua personel dan belasan masyarakat Banjar Sompang. Upaya pencarian dilakukan dengan penyisiran di sekitar Pantai Crystal Bay, Pantai Pandan dan sekitar lokasi tempat kejadian. Namun, sampai sore korban belum ditemukan. “Proses pencarian masih berlangsung. Dibantu Tim Basarnas Denpasar akan melakukan pencarian dengan menggunakan RIB,” kata Ardana. Sri Wardoyo, Pelaksana Harian Kepala Kantor Basarnas Bali, Selasa (3/9) kemarin, mengungkapkan setelah menerima laporan, 4 personel yang berada di Unit Siaga SAR Nusa Penida bergerak menuju lokasi. Dugaan sementara korban terperosok dan jatuh ke laut, karena dari hasil penyisiran di ladang dan seputaran pinggiran tebing nihil. “Tebing tersebut tingginya sekitar 10 meter dan tidak terlalu curam, masih bisa dilewati dan sudah dicari di seputaran tempat biasanya korban mencari pangan ternak sampai dasar tebing, namun tidak ada hasil,” jelasnya. Tim SAR gabungan memfokuskan pencarian di perairan dengan menggunakan Rigit Inflatable Boat (RIB) dan juga beberapa jukung milik nelayan setempat. Pencarian berlangsung sampai pukul 15.40 wita dengan 5 orang personel dari Basarnas Bali. Selain Basarnas Bali, Tim SAR gabungan yang terlibat Operasi SAR di antaranya BPBD, Balawista, Polsek Nusa Penida, Bhabinkamtibnas, nelayan, dan warga setempat. Penyisiran dilakukan ke arah barat dan utara dari perairan Crystal Bay. Namun, korban belum berhasil ditemukan. (kmb31)
Bali Post/gik
PENCARIAN- Tim Basarnas Bali melakukan upaya pencarian di sekitar lokasi kejadian.
dangkan tujuan akreditasi rumah sakit ini adalah untuk meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit dan melindungi keselamatan pasien rumah sakit. Selain itu meningkatkan perlindungan bagi masyarakat, sumber daya manusia di rumah sakit dan rumah sakit sebagai institusi, mendukung program pemerintah di bidang kesehatan, serta meningkatkan profesionalisme rumah sakit Umum Klungkung di mata internasional. “Pemberian pelayanan publik oleh aparatur pemerintah kepada masyarakat merupakan implikasi dari fungsi kita sebagai pelayan masyarakat. Sehingga kedudukan aparatur pemerintah dalam pelayanan umum (public services) sangatlah strategis. Karena akan menentukan sejauh mana pemerintah mampu memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya bagi masyarakat,” ujar Rochmanadji Widajat. Adapun Tim Akreditasi yang akan melakukan akreditasi selama 4 hari antara lain, dr. Rochmanadji Widajat, Sp. A(K). dan dr. H Syarifudin Basri, Sp.OG(K)., S.H. sebagai Surveyor Medis dengan bidang tugas Akses ke Rumah sakit dan Kontinuitas (ARK), Asesmen Pasien (AP), Pelayanan Asuhan Pasien (PAP), Pelayanan
Anestesi dan Bedah (PAB), Program Nasional, Integrasi Pendidikan Kesehatan dalam Pelayanan RU. Agatha Cecilia Susanti, S.Kep., M.Kes. sebagai Surveyor Keperawatan dengan bidang tugas Sasaran Keselamatan Pasien (SKP), Hak Pasien dan Keluarga (HPK), Manajemen Komunikasi dan Edukasi (MKE), Pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI), Manajemen Informasi dan Rekam medis (MIRM). Dokter Ratna Ismoyowati, MARS. sebagai Surveyor Manajemen bidang tugas Pelayanan Kefarmasian dan Penggunaan Obat (PKPO), Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Tata Kelola Rumah Sakit (TKRS), Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK), Kompetensi & Kewenangan Staf (KKS). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Asisten Administrasi Umum I Wayan Sumerta, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Luh Ketut Ari Citrawati, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ida Bagus Ketut Mas Ananda, Kepala Inspektorat Daerah Kabupaten Klungkung I Made Seger, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung dr. Ni Made Adi Swapatni serta undangan terkait lainnya. (ad151)
Bali Post/gik
SNARS - Bupati Suwirta memberikan sambutan dalam acara penerapan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS).
Forkopinda Serukan Jaga Keutuhan NKRI Semarapura (Bali Post) -
Keberagaman masyarakat Indonesia sesungguhnya menjadi modal dasar dalam pembangunan bangsa. Keberagaman itu, selama ini sudah terjaga dalam bingkai NKRI. Namun, masih ada pihak-pihak tertentu yang ingin mengoyak keutuhan NKRI ini. Atas kondisi itu, Forkopinda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Klungkung menyerukan kepada masyarakat untuk menjaga keutuhan NKRI, di tengah isu rasis dan agama.
Bali Post/gik
BINGKAI NKRI - Forkopinda bersama guru, siswa dan tokoh masyarakat pada acara merajut kebersamaan dalam bingkai NKRI.
Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana, Selasa (3/9) kemarin mengatakan, seharusnya keberagaman yang ada saat ini, bisa menjadi modal besar untuk menjadikan NKRI sebagai bangsa yang kuat. Tetapi keberagaman itu belakangan kerap diributkan, dan menjadi isu sensitif bagi negara. Kapolres meminta untuk menghidupkan kembali semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tetapi tetap satu. Keberagaman harus membentuk masyarakat Indonesia yang memiliki toleransi dan rasa saling menghargai untuk menjaga perbedaan. “Persatuan bangsa menjadi syarat mutlak bagi kejayaan Indonesia,” tegasnya saat hadir dalam acara merajut kebersamaan dalam bingkai NKRI. Acara itu dihadiri sejumlah komponen masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh adat serta guru maupun siswa SMA/ SMK, di objek wisata Kali Unda, Desa Paksebali, Kecamatan Dawan. Sudana menegaskan, komitmen bersama bahwa Pancasila merupakan dasar negara yang tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun. Jangan sampai negara dihancurkan oleh orang yang memiliki kepentingan, baik secara organisasi maupun kepentingan pribadi serta politik.
Dandim 1610/Klungkung Letkol Czi Paulus Joni Simbolon, mengingatkan masyarakat agar merajut kebersamaan guna membangun negara ini. Sebab, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dan jangan sampai terpengaruh atau terprovokasi oleh pihak luar yang ingin menguasai kekayaan alam negara ini. “Negara ini terlalu berharga untuk dirusak. Mari kita mulai dari Klungkung. Semoga bisa menjadi contoh daerah yang bisa mempererat tali persaudaraan antaretnis, suku ras serta agama,” ujar Joni Simbolon. Demikian juga dengan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. Menurutnya, Spirit Gema Santi ini, menjadi pesan damai sebagai pondasi dalam proses pembangunan di Klungkung. Kalau kedamaian itu tidak bisa terwujud, maka daerah atau negara sekalipun sulit melakukan proses pembangunan. Dia mengajak seluruh masyarakat untuk menggali sumber daya manusia dan menggali sumber daya alam untuk Klungkung yang unggul dan sejahtera. “Mari sama-sama turunkan ego masing-masing. Sehingga, tidak mudah tersulut. Jangan memunculkan benihbenih kebencian dan memicu ketidakharmonisan,” tegasnya. (kmb31)
Diskominfo Serahkan Hibah Rp 223 Juta Semarapura (Bali Post) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Klungkung menyerahkan hibah berupa perangkat sound system kepada Polres Klungkung. Nilainya mencapai Rp 223 juta. Sound system ini diperlukan untuk mendukung kegiatan pemerintah, agar fungsi-fungsi pengawasan dalam menjaga keamanan yang dilakukan polisi dapat berjalan baik. Penyerahan ditandai dengan penandatanganan naskah perjanjian hibah daerah antara Kadiskominfo Wayan Parna dengan Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana di halaman Polres Klungkung, Selasa (3/9) kemarin. Usai penyerahan, Wayan Parna menyebutkan hibah barang kepada Polres Klungkung ini bersumber dari APBD Kabupaten Klungkung Tahun 2019 sebesar Rp 223.069.000. Ada 16 item/jenis barang yang diserahkan, seperti speaker dan subwoofer masing-masing 2 pasang, wireless hand held 2 pasang, stand speaker 1 pasang, mixer 1 unit, 1 set wirelese clip on, 2 unit stand mic dan perangkat penunjang lainnya. Hibah ini sebagai wujud kemitraan pemkab dengan polres dalam mewujudkan program bersama, agar samasama saling membantu dan menjalankan tugas di daerah dengan sama baiknya. Polres Klungkung, di mata pemerintah daerah, mempunyai peran strategis dalam menjaga keamanan di daerah. Sehingga, dengan hibah ini, peran ini semakin dapat dilakukan
dengan lebih maksimal. “Ke depan diharapkan kerja sama dan koordinasi antara Polres Klungkung dengan Pemkab Klungkung sesuai tupoksinya agar selalu terjalin dengan baik,” kata Parna. Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana menyampaikan hibah barang berupa perangkat sound system ini akan dipergunakan untuk kegiatan-kegiatan kepolisian dalam membina masyarakat, baik itu kegiatan internal kepolisian ataupun kegiatan yang melibatkan masyarakat Klungkung pada umumnya. “Semoga apa yang
kami terima pada hari ini, bisa bermanfaat sebesarbesarnya untuk masyarakat Klungkung,” ucapnya. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta berharap hibah barang berupa perangkat sound system ini bisa dipergunakan dan dimanfaatkan dengan baik oleh Polres Klungkung. Menurut Bupati, hibah ini merupakan sebagian kecil dari proposal yang diajukan sebelumnya. “Nanti kalau PAD sudah maksimal, Pemkab akan lebih optimal membantu Polres Klungkung. Ini baru awal saja,” ujar Bupati Suwirta. (kmb31)
Bali Post/gik
HIBAH - Kapolres bersama Kadiskominfo dan Bupati Suwirta, usai menyerahkan hibah di Polres Klungkung.
Rabu Paing, 4 September 2019
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dcr Karyawan/ti kerja serabutan Hub.081338085868
B.BP.001.09.19.0000063
*Dcr SpaTherapist,SecuritySIMA REBORNspa,Jl.SunsetA1P:766744
B.BP.001.09.19.0000014
Cr Sopir Srbt bs matik+PRT Wnt bs masak tgl dlm 085238127777
B.BP.004.09.19.0000140
Cr: Waiter/ss u. RM di Legian. Bisa Inggris. Hub:081236109808 B.BP.004.09.19.0000015
Dibutuhkan SPG/SPB Untuk Handicraft Min SMA/SMK Hub:0361-8475290/8475294 B.BP.001.09.19.0000036
Dcr Pembantu RT tgl. dlm Gj. 1Jt Tuban Kuta / 087860713727
Dcr FB Product & Service,House keeping,krm lmrn ke Hotel Puri Kelapa Garden Cottages Jl.Segara Ayu No.1 Sanur,Tlp.286208
B.BP.001.09.19.0000136
Dcr Sgr 1 org Admin Paham Perpajakan,1 org IT, 085737930084
B.BP.001.09.19.0000053
Dcr Sopir + Staff yg bs Bhs. Korea Hub. 087863076025
B.BP.004.09.19.0000132
Dcr Sopir Kantor SIM A/B di PelabuhanBenoaHub.081999660972
B.BP.001.09.19.0000083
Dcr Sopir Prbd bujangan SIM A Tdr dlam ada BPJS,081999660972 B.BP.001.09.19.0000085
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
B.BP.154.09.19.0000134
Free
n
Desig
Dicari Pembantu RT Gaji 1,6Jt Plus Bonus.Hub:085857085888
DIJUAL MOBIL
PROPERTY
HONDA
DIJUAL RUMAH
Dicaricook&Waitress Restaurant. Kirim CV ke Jl.Sutoyo 27C Dps/ kessariwarmadiva@gmail.com
Jual HRV s MT 2016. Mulus,Asli Denpasar-Bali Tangan 1,Low KM Hubungi: 0817354375
BU Rmh Jl.Trijata Dps 3KT+Toko Tanah165m2Jl3M,H081999976677
B.BP.001.09.19.0000141
B.BP.001.09.19.0000095
B.BP.001.09.19.0000092
Sales Marketing,Adm Penagihan Welder Las Pipa: 085103167222 B.BP.001.09.19.0000094
T.Sipil/Poltek baru lulus/ pengalaman,WA.082190502954 ptsariartautama@gmail.com B.BP.001.09.19.0000090
JEEP
Hummer H3 Th 2010 KM.23 Ribu Barang Istimewa VR.23 Tgn-1. Fortuner VRZ Th.2018 KM.8Ribu Inova Rebone Diesel AT Th.2018 Hitam,Low KM,Barang Istimewa Hub: Matahari Auto Gallery, 081238116467 / 464168
PROPERTY DISEWAKAN RUKO
Sewa murah cepat Ruko2Lt di Cokroaminoto dkt McD 087856227779 B.BP.033.09.19.0000129
DIJUAL TANAH
Jual Cepat Nego Full//SHM// Jl.Dewi Sri 2-Legian//LT=640m2 -L.Depan=14m//081.138.62300
B.BP.001.08.19.0000882
T 12A SHM dkt Pantai Kelecung Tabanan 150jt/A, 085257539923
B.BP.167.09.19.0000057
Tnh Depan Puri Gading Dkt GWK L10,90X13,50MNego.08123907431
B.BP.001.09.19.0000088
PROPERTY
KEHILANGAN Hlg Sertifikat Hak Milik 03621 KetewelLs250m2AN.IWayanWasa
B.BP.001.09.19.0000087
Hlg Srtfkt Hak Milik No.03895Pemogan luas 138m2, An.Sony B.BP.001.09.19.0000093
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228 B.BP.001.09.19.0000008
KONTRAKTOR
Servis vila/rmh,borng bangunan design,ijin IMB, 081239902757
PEMBERITAHUAN
DAIHATSU
MITSUBISHI
DIJUAL TANAH
Taruna CX 2000,Istw.Hub:Jl.P. Bungin GgII/29Dps 081237236237
KEHILANGAN
Pajero Hitam 2010 minat Hub. Pemilik Langsung 081236143030
3A bs ambil 1A Jl.Glogor Carik Gg.Kangguru No.2. 085101818655
Hlg BPKB No: L01029151-O DK 9710 FQ an. Ponco Ismadi
BIRO JASA
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
B.BP.001.09.19.0000111
B.BP.001.09.19.0000137
B.BP.004.09.19.0000066
DIJUAL MOBIL
RUPA-RUPA
RUPA-RUPA
SERVICE
SERVICE
SERVICE
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
SERVICE
B.BP.001.08.19.0000883
� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Saya A.N Suryani mohon maaf kepada Perusahaan Arta Sedana Amlapura karena melakukan tindakan pengambilan barang & tidak akan mengulanginya lagi.
Money Back Guarantee �
B.BP.001.09.19.0000138
Jual Cpt Rumah/Nego/Jl.Pulau Galang-Perum Amerta Wisata//LB =220m2-LT=107m2//081.138.62300
Informasi pasang iklan Telepon
PROPERTY
B.BP.154.09.19.0000139
BIRO JASA
B.BP.004.09.19.0000060
B.BP.154.09.19.0000135
B.BP.004.09.19.0000131
Rabu Paing, 4 September 2019
Bupati Made Gianyar Buka Evaluasi Implementasi SAKIP di Kabupaten Bangli Bangli (Bali Post) – Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Pemerintah Kabupaten Bangli dievaluasi. Kegiatan evaluasi dilaksanakan dalam upaya meningkatkan SAKIP, dimana sistem ini merupakan integrasi dari sistem perencanaan, sistem penganggaran dan sistem pelaporan kinerja, yang selaras dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas keuangan di pemerintah Kabupaten Bangli. Acara evaluasi yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Krisna Kantor Bupati Bangli dibuka Bupati Bangli I Made Gianyar didampingi Sekda Ida Bagus Giri Putra, Selasa (3/9) kemarin. Bupati I Made Gianyar menyampaikan apresiasi kepada tim dari Provinsi Bali yang telah melakukan pendamp-
ingan kepada Pemkab Bangli terkait dengan evaluasi tentang SAKIP. Pada dasarnya kabupaten/kota di Bali bisa berjalan seiring seirama dengan dikomandani oleh Inspektorat Provinsi Bali. Diungkapkan Made Gianyar, sampai saat ini Bangli sering difasilitasi oleh Provinsi Bali meskipun dalam perjalanannya selalu ada keterlambatan dan kekurangan. Namun, seiring berjalan waktu dan semangat dari OPD, berangsur kekurangan bisa diperbaiki. “Dalam pemerintahan tidak ada sesuatu yang tidak melalui proses perencanaan. Tidak ada OPD yang melaksanakan kegiatan semaunya semua melalui perumusan RPJMD yang sejalan dengan VISI dan MISI pembangunan di Kabupaten Bangli,” Kata Made Gianyar.
Lebih lanjut disampaikan, dalam menjalankan pemerintahan sebenarnya tidak ada yang sulit. Hanya dengan satu cara, yaitu tulis apa yang dilakukan dan lakukan apa yang ditulis. Dengan demikian apa yang direncanakan sudah tentu harus dijalankan dan begitu juga sebaliknya. “Dengan pendampingan dari Inspektorat Provinsi Bali ini kami berharap apa yang sudah dicapai akan bisa ditingkatkan tentu dengan semangat dari semua unsur yang ada,” kata Made Gianyar. Sementara itu, I Made Widi Dharma, selaku Irban Wil 4 Provinsi Bali menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pemetaan bagaimana proses dari sebuah perencanaan kinerja, pengukuran kinerja, evaluasi kinerja, capaian kinerja,
dan pelaporan kinerja dari masing-masing OPD yang terangkum dalam SAKIP. Kabupaten Bangli, saat ini sudah ada pada posisi nilai B (Baik) dan tentunya masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki. Harapan ke depan bisa ditingkatkan menjadi BB bahkan A. Dijelaskan, indikator yang perlu menjadi perhatian dari hasil Verivikasi Tim Menpan & RB di antaranya masih adanya ketidakjelasan hasil yang akan dicapai (tujuan/ sasaran tidak berorientasi hasil), masih adanya ketidakselarasan antara IKU dengan RPJMD, Restra, RKPD, Renja/RKT, PK, RKA/DPA. Masih banyak indikator kinerja yang belum berorientasi hasil (out came), ukuran kinerja yang kurang jelas dan lainnya. Oleh karena itu evalu-
EVALUASI - Bupati Bangli I Made Gianyar didampingi Sekda Ida Bagus Giri Putra membuka evaluasi Implementasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), di Ruang Pertemuan Krisna Kantor Bupati Bangli, Selasa (3/9) kemarin. asi ini sangat penting untuk dilakukan sehingga ada satu persepsi untuk dapat mencapai hasil yang maksimal. Ditambahkannya, hal penting yang harus dicermati adalah apakah IKU sudah dijadikan acuan dalam pembuatan RPJMD, RKPD,
Renstra/RKT, PK dan RKA/ DPA, apakah indikator sudah memenuhi unsur SMART, apakah sudah dilakukan sistem pengintegrasian antara perencanaan dengan penganggaran dan apakah monev telah dilakukan secara berkala untuk memetigasi
risiko ketidaktercapaian kinerja. “Hal-hal itulah yang menjadi evaluasi pada saat ini sehingga ke depan SAKIP di Kabupaten Bangli bisa lebih maksimal dengan peningktan nilai dari B menjadi BB bahkan A,” terang Made Widi Dharma. (ad145)
Empat Alat Pencatat Getaran Gempa Bakal Dipasang di Bangli BMKG Survei Lokasi Bangli (Bali Post) –
Empat unit alat pencatat getaran gempa tektonik/gempa bumi (intensitymeter) bakal segera dipasang BMKG di Kabupaten Bangli tahun ini. Pemasangan alat tersebut dilakukan mengingat secara geografis wilayah Indonesia rawan gempa.
Bali Post/ist
SURVEI - Tim dari BMKG pusat didampingi BPBD Bangli melakukan survei untuk pemasangan alat intensitymeter di Kabupaten Bangli.
Usai Berkelahi, Bahu Ditebas Golok Bangli (Bali Post) – I Kadek Nadi (43), warga Desa Dausa, Kintamani menjadi korban penebasan. Ia mengalami luka pada bahu akibat ditebas golok oleh Putu Oka Adiana alias Polos (39), warga desa setempat. Kasus penganiayaan tersebut telah ditangani Polsek Kintamani. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Selasa (3/9) kemarin mengatakan, kasus penganiayaan tersebut terjadi pada Senin (2/9) sekitar pukul 22.00 wita. Kejadian berawal ketika korban bercanda dengan seseorang
yang mengalami gangguan jiwa. Saat bercanda, korban diteriaki oleh Oka dengan mengatakan “Entungang Nadi Nyak”. Rupanya kata-kata tersebut membuat korban tersinggung. Dengan emosi, korban menarik kerah baju terlapor sehingga terjadi perkelahian. Keduanya kemudian dilerai oleh warga. “Setelah itu keduanya pulang ke rumah masing-masing,” terang Sulhadi. Tak berapa lama kemudian, korban pergi ke rumah terlapor Oka dengan maksud untuk membicarakan permasalahan tersebut. Dalam
Bali Post/ist
PENANGANAN - Korban mendapat penanganan medis di RSU Bangli.
pembicaraan itu, keduanya sepakat untuk berdamai. Korban pun pulang lagi ke rumahnya. Sekitar pukul 21.00 Wita, kakak terlapor yang mengetahui kejadian perkelahian tersebut mendatangi rumah korban untuk membicarakan masalah tersebut. Karena Oka merasa kakaknya lama tidak kembali, ia pun menyusul kakaknya ke rumah korban. “Sebelum sampai di rumah korban, terlapor bertemu dengan korban dan kakaknya di jalan yang saat itu hendak kembali lagi ke rumah terlapor,” ujarnya. Saat pertemuan di jalan itu, korban dan terlapor kembali membicarakan soal permasalahannya. Pada saat itu, datang istri Oka dan menyarankan mereka untuk berdamai saja. Korban pun mengingatkan Oka agar tidak menghinanya di depan orang banyak. Diduga hal itu menyulut emosi Oka. “Tibatiba korban langsung ditebas menggunakan golok,” terang Sulhadi. Akibat tebasan tersebut, korban mengalami luka pada bahu kiri belakang. Tak terima dengan kejadian itu, korban melaporkan kasus tersebut ke Polsek Kintamani. (kmb40)
Sebelum pemasangan intensitymeter dilakukan, pihak BMKG didampingi BPBD Bangli, Selasa (3/9) kemarin, melakukan survei terlebih dahulu ke lokasi. Adapun titik-titik yang rencananya dipasangi alat tersebut, yakni di wilayah Kota Bangli (kantor BPBD), dua titik di wilayah Kintamani (kantor Camat Kintamani dan kantor Desa Mengani) dan satu titik lainnya di Kecamatan Tembuku (di Desa Yangapi). Wilayah tersebut dipilih karena berdasarkan citra radar satelit BMKG,
titik koordinat wilayah tersebut sangat kuat untuk nantinya memberikan sinyal ketika terjadi gempa bumi. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bangli Wayan Karmawan mengatakan, khusus di Desa Mengani, selain alat intensitymeter, rencananya juga akan dipasangi alat seismograf atau alat pencatat gempa bumi. Seluruh alat tersebut bukan merupakan bantuan hibah. Pemerintah Daerah dalam hal ini hanya memfasilitasi peminjaman lahan. Sedangkan pengelolanya tetap be-
rada di pihak BMKG Wilayah III Denpasar. “Jadi pada tahun 2019 ini total ada 144 buah intensitymeter yang dipasang di seluruh Indonesia. 50 buah ada di Bali, 4 buah di antaranya ada di Bangli,” kata Karmawan. Dengan terpasangnya alat sistem pendeteksi gempa bumi tersebut nantinya penyebarluasan informasi gempa bumi semakin cepat dan akurat ke masyarakat. Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bangli Ketut Agus Sutapa menambahkan
setelah dilaksanakan survei pencocokan berdasarkan koordinat, tahap selanjutnya yang akan dilakukan BMKG adalah pemasangan alat sekaligus uji coba alat. Mengenai kapan waktunya, Agus mengatakan pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari BMKG. Dijelaskannya, alat intensitymeter berukuran kecil. Pemasangannya dilakukan di pojok ruangan kantor. Sementara soal alat seismograf yang akan dipasang di Desa Mengani, dikatakan Agus, sudah ada izin penggunaan lahan dari desa setempat dan Pemkab Bangli. “Seismograf yang akan terpasang di Mengani membutuhkan lahan 1 are,” jelasnya. (kmb40)
Mobdin Rongsokan Segera Dilelang Bangli (Bali Post) Kantor Bupati Bangli selama beberapa tahun terakhir dihiasi mobil dinas (mobdin) rongsokan. Mobil yang kondisinya sudah rusak dan berkarat itu dibiarkan berjejer di dekat pintu masuk kantor Bupati. Rencananya dalam waktu dekat, mobil dinas yang tak terpakai tersebut bakal dilelang. Sekretaris Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Kabupaten Bangli A.A. Trisnawijaya dikonfirmasi, Selasa (3/9) kemarin mengatakan, sesuai rencana lelang kendaraan akan dilaksanakan pada bulan November tahun ini. Saat ini pihaknya sedang menyiapkan kelengkapan persyaratan yang dibutuhkan untuk pelaksanaan lelang. Lelang kendaraan akan dilaksanakan dengan sistem online melalui KPKNL. Mengenai berapa jumlah kendaraan yang akan dilelang, Trisnawijaya belum bisa menyebutkan secara pasti. Sebab hingga saat ini pihaknya masih menunggu usulan lelang dari semua OPD. “Sejauh ini sudah ada beberapa OPD yang mengajukan usulan lelang. Termasuk dari kami di BKPAD, ada satu unit kendaraan roda empat dan beberapa motor yang kami usulkan untuk dilelang,” ujarnya. Ia memastikan, dari semua
Bali Post/kmb40
RUSAK - Mobil dinas yang kondisinya rusak dan berkarat berjejer di Kantor Bupati Bangl. kendaraan dinas yang bakal dilelang nanti, beberapa di antaranya adalah yang selama ini berjejer di pintu masuk kantor Bupati. Dijelaskannya, kendaraan yang bisa diusulkan untuk dilelang, yakni yang tidak lagi digunakan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas dan fungsi OPD atau tidak dimanfaatkan oleh pihak lain, memenuhi persyaratan teknis, yakni secara fisik tidak dapat digunakan karena rusak dan
tidak ekonomis apabila diperbaiki, memenuhi persyaratan ekonomis, yakni secara ekonomi lebih menguntungkan bagi pemerintah daerah apabila dijual karena biaya operasional dan pemeliharaan barang lebih besar daripada manfaat yang diperoleh. Mantan Kabag Umum itu optimis, dalam pelaksanaan lelang nanti seluruh kendaraan dinas milik Pemkab yang dilelang akan laku terjual. Terakhir kali Pemkab Ban-
gli melaksanakan lelang pada Desember 2018 lalu. Selain untuk menghapus barang milik daerah yang sudah tidak bisa digunakan, tujuan dari lelang barang milik daerah ini adalah untuk menambah pendapatan daerah. “Kami kembali memohon kepada OPD yang belum mengajukan usulan barang milik daerah yang akan dilelang untuk segera menyampaikan. Karena lelang akan kami laksanakan segera pada bulan November,” jelasnya. (kmb40)
Bantu Permodalan Warung Kecil
Pelaku UMKM Diajak Pasarkan Produk di Alfamart Bangli (Bali Post) – PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. selaku pengelola jaringan Alfamart membantu permodalan bagi usaha mikro masyarakat. Kucuran modal ini disupport oleh Toko Modal (PT Toko Modal Mitra Usaha) bekerja sama dengan pemilik warung kecil yang sudah menjadi mitra Alfa Mikro, program pemberdayaan warung milik Alfamart. Program ini juga sekaligus mengajak pelaku usaha mikro kecil (UMK) untuk memanfaatkan teknologi digital. Caranya dengan unduh di Play Store sehingga para pemilik warung mendapatkan kemudahan untuk memesan barang yang diinginkan. “Aplikasi Alfa Mikro sangat sederhana dan sudah sangat mempermu-
dah pemilik warung yang jadi member kami. Kini semakin dipermudah dengan support pinjaman modal dari Toko Modal. Pesan dulu semua barangnya, bayar belakangan,” tutur Imam Safii, selaku Store Sales Point (SSP) Coordinator Alfamart di sela-sela pelatihan manajemen ritel bagi pedagang eceran UMKM dari wilayah Bangli sekitarnya di ruang pertemuan Kantor Desa Bunutin, Bangli, Selasa (3/9) kemarin. Mengusung tagline “Sahabat Usaha Mikro untuk Rakyat”, Alfa Mikro dan Toko Modal memastikan banyak keuntungan bagi pemilik warung yang bergabung menjadi mitra. “Artinya, ada jeda waktu untuk memutarkan barang dagangan. Sangat cocok untuk
membantu usaha mereka,” ucap Imam. Syarat bagi pemilik warung yang ingin bergabung menjadi member sangat mudah. Keuntungannya, memesan barang mudah dan cepat, pendanaan eksklusif dengan biaya terjangkau dan pembayaran tagihan mudah di toko Alfamart. Dia mengatakan, dalam sesi pelatihan manajemen ritel tersebut, peserta umumnya adalah pedagang eceran. Mereka mendapatkan pengetahuan materi terkait teknik menata barang, pengetahuan produk, cash flow, hingga melayani konsumen. Pada kesempatan tersebut, dijelaskan juga mengenai standar kualitas supaya produk UMKM dari Kabupaten Bangli bisa dipasarkan di Toko Alfamart.
Ayu Riantini selaku Merchandising Manager Alfamart Bali mengatakan, pihaknya mengajak para produsen produk lokal di wilayah kabupaten ini untuk bisa memasukan produknya. Akan tetapi, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sehingga kualitasnya terjaga dengan baik dan layak untuk dikonsumsi oleh konsumen. “Kami tentunya akan menyeleksi terlebih dahulu produk UMKM yang ingin dipasarkan ke toko, semoga saja ada produk yang sesuai dengan kriteria sehingga layak untuk dipasarkan,” ucapnya. Branch Manager Alfamart Bangli Suriadi mengatakan, kegiatan ini akan dilaksanakan secara berkala di berbagai wilayah guna men-
dukung program meningkatkan keberlangsungan UMKM supaya terus tumbuh dan berkembang. Ia menambahkan, pelatihan yang melibatkan para pedagang warung ini digelar secara rutin setiap tahun dan di setiap wilayah yang memiliki jaringan toko. “Tujuannya mengajak para pelaku UMKM khususnya yang juga memiliki bisnis ritel untuk memahami manajemen ritel modern. Pelaku UMKM sudah saatnya tumbuh berdampingan. Keduanya harus bersinergi. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan, yakni menjadi jaringan distribusi ritel yang berorientasi pada pemberdayaan pedagang kecil. Pelaku UMKM perlu dibekali dengan ilmu manajemen agar memiliki
PELATIHAN - Kegiatan pelatihan manajemen ritel bagi UMKM yang dilaksanakan Alfamart di Desa Bunutin, Bangli, Selasa (3/9) kemarin. daya saing. Terutama pelatihan hari ini lebih lengkap dari biasanya, karena kami menambahkan materi bisnis online di dalamnya,” kata Suriadi. Sementara itu, Kasi Ketersediaan dan Penyaluran Disperindag Bangli Dewa Ketut Kantor yang hadir dalam acara kemarin san-
gat mengapresiasi kegiatan pelatihan managemen ritel dari Alfamart. Menurutnya program ini dapat membantu kemajuan usaha bagi pelaku UMKM dan pedagang warung kecil di Bangli, salah satunya dengan memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk mmasarkan produknya ke toko modern. (bns1)
OLAHRAGA
Rabu Paing, 4 September 2019
15
Ambisi Besar Icardi Bersama PSG Paris – Penyerang asal Argentina, Mauro Icardi, resmi bergabung dengan Paris Saint-Germain (PSG) pada Senin (2/9). Icardi pun berambisi membantu PSG meraih lebih banyak trofi. ‘’Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Paris Saint-Germain atas kepercayaan yang telah mereka tunjukkan kepada saya. Saya akan memberikan segalanya untuk membantu tim baru saya melangkah sejauh mungkin di semua kompetisi,’’ kata Icardi. Masa depan pemain berusia 26 tahun tersebut sempat terkatung-katung sejak akhir musim lalu. Pasalnya, manaje-
men Inter Milan memastikan bakal melepas Mauro Icardi ke klub lain pada bursa transfer musim panas tahun ini. Selain itu, pelatih anyar I Nerazzurri, Antonio Conte, tak membutuhkan tenaga si pemain untuk menghadapi musim ini. Padahal, Icardi melalui sang agen, Wanda Nara, ingin tetap bertahan di Inter. Setelah sempat dikaitkan dengan sejumlah klub Eropa, Mauro Icardi akhirnya memil-
ih hengkang ke PSG. Dia akan membela Les Parisiens hingga 30 Juni 2020 dengan status pinjaman dan opsi permanen. ‘’Paris Saint-Germain telah menjadi lokomotif sepak bola internasional, memikat beberapa pemain terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Semangatnya kuat di Paris, ambisi yang tinggi dan saya yakin kami memiliki segalanya di sini untuk melangkah lebih jauh,’’ lanjutnya.
‘’Saya benar-benar tak sabar untuk bermain di Parc des Princes, stadion yang terkenal dengan keindahan dan gairahnya,’’ papar stiker asal Argentina tersebut. Kehadiran Mauro Icardi akan menjadi solusi untuk lini depan Paris Saint-Germain. Sebab saat ini, trio penyerang PSG mengalami cedera, yakni Neymar, Edinson Cavani, dan Kylian Mbappe. Neymar masih dalam tahap pemulihan cedera pergelangan kaki, Cavani dihantam cedera panggul, sedangkan Mbappe dibekap cedera otot. Akibat cedera
tersebut, ketiganya harus absen selama beberapa pekan. Meski begitu, pemain yang memakai nomor punggung 18 di Paris Saint-Germain tersebut masih harus meningkatkan performanya. Pasalnya, Icardi sudah cukup lama tidak tampil. Terakhir kali dia bermain adalah saat Inter Milan menang 2-1 atas Empoli pada laga pekan ke-38 Serie A musim lalu, di Giuseppe Meazza, 26 Mei 2019. (kmb33/afp)
Selangkah Lagi, Judo Denpasar Juara Umum Tabanan (Bali Post) Tim judo Kota Denpasar tinggal selangkah lagi menjadi juara umum Porprov Bali XIV, di Jalan Pantai Nyanyi, Kecamatan Kediri, Tabanan. Dari 12 nomor yang dipertandingkan, tim judo Denpasar mendulang tujuh keping emas. Donasi tiga medali emas Denpasar dipersembahkan judoka Kadek Ayu Intan Lestari di kelas -63 kg, kemudian I Kadek Adi Wirawan di kelas -73 kg, serta Wayan Gede Bima Prasetya di kelas -81 kg. Dua emas lainnya, dalam
Pendekatan Persuasif Sehingga dapat diselesaikan dari dua pendekatan yakni pelaku kriminal dan pelaku separatis. ‘’Pelaku kriminal adalah pelaku ujaran kebencian, sedangkan pelaku separatis adalah pelaku kerawanan yang mengarah ke referendum,’’ katanya. Mahfud mengusulkan, guna mengatasi persoalan di Papua menuju situasi kondusif,
adalah melakukan penegakan hukum dengan pendekatan persuasif. ‘’Penegakan hukum secara persuasif ini, misalnya tidak boleh adanya saling ancam,’’ katanya. Sementara itu, penyelesaian melalui dialog terus diupayakan pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menegaskan pemerintah membuka ruang dialog terkait persoalan di Papua, tetapi tidak untuk referen-
dum. ‘’Kita sudah tutup pintu untuk dialog referendum, enggak ada. Dialog untuk merdeka jangan. Tetapi, dialog untuk hal-hal yang perlu diperbaiki, bagaimana kehidupan di Papua, Papua Barat, perlu,’’ katanya. Wiranto menjelaskan referendum untuk Papua sebenarnya sudah tidak relevan lagi, sebagaimana sudah diatur dalam hukum internasional. (ant/kmb14)
Tim Ahli ‘’Kebijakan baru sudah kita rasakan, terutama di perguruan tinggi. Demikian juga anggaran pendidikan di Bali sudah melampaui nasional, yang mengamanatkan 20 persen,’’ ujar Arya Sugiarta, Selasa (3/9) kemarin. Awal tahun pertama kepemimpinannya, Koster-Cok
Ace telah membentuk tim ahli dalam rangka penguatan kebijakan dalam bidang pendidikan, sosial budaya dan agama. Melalui regulasi berupa perda dan pergub, Koster-Cok Ace berupaya mewujudkan keharmonisan alam, kesejahteraan krama Bali dan kelestarian budaya Bali. Lanjut Arya Sugiarta, tak hanya pendidikan formal, Koster-Cok Ace juga men-
guatkan kualitas dan karakter SDM Bali melalui Perda Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali. Perda itu selain dalam rangka penguatan desa adat, juga sesungguhnya untuk meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan informal dan nonformal serta membangun kebanggaan krama Bali terhadap identitas ke-Baliannya. (lun)
Mengelola Devisa Namun dalam pengelolaan anggaran nampaknya masih perlu ditingkatkan
Rabu, 4 September 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Dewa Pitara Nara Puja(3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Uttara Kanda (2) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Inovator 09:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 10:05 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Lejel Homeshopping 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shooping 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Dewa Pitara Nara Puja(4) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali TV Shop 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Bali TV Shop 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Agrobisnis Pengembangan Tawon dan Trigona 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shooping 16:30 Wita Folk Song 17:00 Wita Ocydia Home Shooping 17:30 Wita Kartun Ball Hanoman (1) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Lipsus HUT Kota Negara 21:00 Wita Wirasa Peduli Sesama 21:30 Wita Mahadewi Yoga untuk Kesehatan 22:05 Wita Solusi Alternatif Proaktif Bentraf 22:30 Wita Dunia Kita 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shooping 23:30 Wita Bali Channel
efektivitas kemampuan pengambilan keputusan, pengendalian, eksekusi pengelolaan keuangan daerah yang masih sepenuhnya berada di tangan masing-masing bupati/ wali kota. ‘’Sehingga masih terlihat hambatan atas implementasi beberapa kebijakan Gubernur yang sering terlihat kurang berjalan efektif alias cenderung berjalan sendiri karena masih lemahnya dukungan kabupaten/kota terkait,’’ ungkapnya. Salah satu upaya cerdas yang layak diprioritaskan
adalah kemungkinan Pemerintah Provinsi Bali diberikan kewenangan penuh dalam mengelola devisa hasil pariwisata (otonomi pengelolaan devisa dari pariwisata) mengingat sumber utama pendapatan Bali hanya dari pariwisata. ‘’Sehingga wajarlah apabila Bali yang penduduknya 92 persen telah memenangkan Presiden Jokowi sebagai presiden diberikan kewenangan khusus berupa otonomi penuh dalam pengelolaan sendiri hasil devisa pariwisata Bali. (may)
laga yang dipertandingkan pada Selasa (3/9) kemarin, direbut I Putu Sukarya Yasa (Gianyar) di kelas -66 kg, dan satu emas lagi diraih pejudo Ni Komang Sri Witari (Karangasem) di kelas -57 kg. Tim judo Denpasar masih berpeluang menambah pundi-pundi emasnya, mengingat lima nomor laga digelar hari ini, ditambah satu partai beregu pada Kamis (5/9) besok. Di sisa enam kelas ini, pejudo Denpasar masih berpeluang menambah koleksi medali emasnya, hingga juara umum sudah di depan mata. Sedangkan pejudo yang meraih perak kemarin adalah I Nengah Gengen Wijaya, Pasek Nyoman Krisnanda Sukadana, Denik Suartana, Dina Amalia (Denpasar), dan Tjokorda Istri Agung P (Klungkung). Pejudo Gianyar I Putu
Sukarya Yasa usai menyabet emas menerangkan, dirinya baru menyumbangkan medali emas di kelas -66 kg pada Porprov Bali XIV ini. Sebelumnya Sukarya Yasa hanya meraih perak pada Porprov Bali di Gianyar dua tahun lalu. ‘’Saya berlaga di kelas -66 kg baru Porprov ini merebut emas,’’ ungkap suami Ni Putu Prapti Vyrginia Wedayanti ini. Anggota Brimob Polda Bali ini langganan meraih emas di kelas -60 kg pada Porprov Bali di Buleleng (2015), di Denpasar (2013) serta di Jembrana (2011), sekaligus dinobatkan menjadi atlet terbaik. Sukarya Yasa sempat menghuni pelatnas satu setengah tahun. Ia mulai belajar judo sejak SMP Dwijendra Gianyar, di DOJO Samplangan, dilatih Wayan Mudra. (022)
Bisa Rampung
‘’Saat ini tengah dikerjakan shortcut Denpasar– Singaraja di titik 3, 4, 5, 6 dari total 10 titik, dan diperkirakan akhir tahun ini bisa rampung, sehingga tahun depan titik 7, 8, 9, 10 bisa dikerjakan dan di pengujung tahun 2020 bisa selesai,’’ ujarnya. Dalam perkembangannya, pembangunan infrastruktur juga mencakup pengembangan dermaga yang menghubungkan Sanur, Nusa Penida dan Nusa Lembongan. Dermaga ini ditarget sudah selesai di tahun 2021 sehingga wilayah segitiga tersebut bisa terhubung dengan baik serta mendukung sektor pariwisata. Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi bahkan sudah meninjau langsung rencana lokasi pengembangan kawasan Pelabuhan Sanur di Pantai
Matahari Terbit. Pengembangan Pelabuhan Sanur diharapkan bisa meningkatkan angka kunjungan ke Nusa Penida, dari sekarang 1 juta menjadi 3 juta per tahun. Anggaran yang dibutuhkan untuk pengembangan mencapai Rp 300 miliar hingga Rp 500 miliar. ‘’Nusa Penida ini sudah berkembang menjadi satu destinasi. Banyak wisatawan tertarik datang ke Nusa penida, karena itu harus diberikan pelayanan dermaga yang layak dan memadai, sekaligus dengan standar internasional,’’ ujarnya. Pengembangan infrastruktur lainnya adalah Dermaga Tanah Ampo yang juga ditargetkan selesai tahun 2021, sehingga Bali akan mempunyai pelabuhan untuk cruise bertaraf internasional. Perkembangan terakhir, Gubernur Koster bersama Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri, dan Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub
RI R. Agus H. Purnomo sudah menandatangani MoU terkait pemanfaatan bersama Pelabuhan Tanah Ampo. Dengan demikian, pelabuhan yang sudah lama dibangun tersebut dapat segera beroperasi untuk menumbuhkan perekonomian daerah. Pelabuhan Tanah Ampo diharapkan bisa menjadi pelabuhan berstandar internasional sehingga harus dikelola secara profesional. Dari konsep yang ada, di sana akan dikembangkan sebagai kawasan terintegrasi untuk bisa membangun pusat pertumbuhan ekonomi. Pembangunan dan pengelolaan pelabuhan memakai pola kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan swasta. Pihak swasta yang dimaksud adalah dari dalam negeri. ‘’Biasanya kita ini membangun tapi setelah itu tidak bisa mengelola dengan baik, ini harus jadi pelajaran. Jadi saya memikirkan
betul bagaimana pengelolaan pelabuhan ini,’’ ujarnya. Menurut Koster, Pelabuhan Tanah Ampo nantinya akan mengakomodasi para pengusaha atau pelaku ekonomi, koperasi, UKM, dengan mengutamakan masyarakat lokal Karangasem. Antara lain untuk menjual produknya ke wisatawan. Bila beroperasi, Karangasem dipastikan lebih banyak menikmati hasilnya. Sementara untuk jalur logistik Jembrana-Karangasem akan diarahkan ke jalur utara dengan jalan lingkar Bali. Sementara jalan Denpasar-Jembrana khusus untuk pariwisata. Pembangunan yang bakal fenomenal adalah Pusat Kebudayaan Bali. Nantinya akan ada panggung terbuka, gedung tertutup untuk teater dan museum tematik. Ada museum tari, gamelan, arsitektur, seni rupa, patung hingga kerajinan tenun Bali. (rin)
RABU PAING, 4 September 2019
Pasca Ditulis Wang Bo, Paviliun Tengwang Nanchang Jadi Terkenal PAVILIUN Tengwang, salah satu bangunan peninggalan kerajaan yang masih berdiri megah di Nanchang, Tiongkok. Paviliun ini dibangun tahun 653 SM pada Dinasti Tang. Lokasinya di pinggir Sungai Gan di Kota Nanchang, Provinsi Jiangxi. Paviliun ini didirikan oleh anak raja Li Yuan yaitu Yuan Ying yang penyuka seni dan pengagum keindahan alam. Dari bangunan ini alur sungai dan keindahan alam sekitar dapat dilihat. Karena putra raja senang seni, bangunan ini sering digunakan untuk mementaskan tarian dan berbagai bentuk kesenian lainnya. Keberadaan bangunan ini semakin terkenal berkat ditulis oleh seorang sastrawan bernama Wang Bo. Sastrawan ini menulis keberadaan paviliun di usia 24 tahun dan meninggal di usia 26 tahun karena tenggelam di sungai. Hasil karya
tulisnya berupa puisi kini dipajang di pavilun tersebut. Puisinya bercerita banyak hal, seperti keindahan alam, arsitektur bangunan, tentang keindahan sungai, termasuk perasaan dirinya yang kurang mendapatkan perhatian. Bangunan setinggi 57,5 m e t e r i tu sudah pernah direnovasi tahun 1989. Bahkan sampai saat ini sudah 29 kali diperbaiki. Kini, paviliun itu dijadikan museum yang menyajikan jejak sejarah pendirian Paviliun Tengwang, fungsinya pada masa lampau dan sebagainya. Misalnya penggambaran tentang pementasan seni pada zaman dulu, sang pangeran diilustrasikan duduk di tengah-tengah menonton bersama kerabat kerajaan. Di situ putra raja yang ke-22 ini digambarkan mengenakan pakaian kebesaran. Demikian pula para penari digambarkan meng-
gunakan pakaian tari yang berwarna-warni. Demikian halnya ketika kerajaan melakukan pesta, suasananya diabadikan lewat pahatan kayu. Di paviliun ini juga dipajang beberapa lukisan yang menggambarkan keindahan. Berdiri di atas areal 13 hektar, paviliun enam lantai ini didatangi 7.000-8.000 pengunjung per hari dengan karcis masuk 50 yuan. ‘’Paviliun ini banyak dikunjungi warga. Bisa mencapai 8.000 orang per harinya,’’ ujar Xi Angi, pemandu wisata setempat, kepada wartawan Bali, NTB dan NTT saat berkunjung ke Paviliun Tengwang, Jumat (30/8) lalu. Paviliun Tengwang belakangan ini sudah dilengkapi bangunan penunjang pariwisata. Termasuk di lantai bawah digunakan sebagai tempat penjualan suvenir. (subrata)
Dijadikan Taman Inspirasi
Tukad Loloan dan Muntig Siokan Mulai Ramai Dikunjungi Masyarakat Kolaborasi Three Musketeers
Berry Bizz Tawarkan Bali Creative Hub di Ultah Ke-5 SAAT ini hotel tidak hanya sebagai tempat menginap, namun kini telah bermetamorfosis sebagai wahana ‘’nongkrong kreatif’’ sembari memikirkan arah perekonomian dunia ke depan. Hal inilah yang tersaji dalam kolaborasi Three Musketeers, yakni rebranding Hotel Berry Glee menjadi Ramada Encore Kuta by Wyndham Kuta. Acara ini menyuguhkan penampilan baru, Hotel Berry Biz sebagai bagian dari Bali Creative Hub di ulang tahun ke-5, belum lama ini. Menurut Dian Desiana, Director of Operation Berry
You Lifestyle Series, lesunya kunjungan wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata sudah saatnya disiasati dengan menawarkan hal berbeda. Memperjuangkan status Bali sebagai first destination in the world, Berry Biz jadi satu-satunya hotel yang menyediakan fasilitas nongkrong kreatif gratis ditunjang dengan akses internet mumpuni. ‘’Para tamu yang ingin berbisnis di Bali atau punya second office di Bali datanglah ke sini, Berry Bizz Hotel, Jalan Sunset Road No.99, Seminyak, Kuta, Kabupaten Badung, Bali. Mari kita bekerja sama,’’ ucapnya.
Anak-anak muda kreatif dari seluruh dunia, terang Dian Desiana, memilih Bali sebagai ‘’markas’’ ekonomi kreatif. Fakta inilah yang menjadi cikal bakal Bali Creative Hub didirikan. ‘’Kami menawarkan servis yang harus berbeda juga. Sesuatu yang dilakukan bersama, tentu membuat kami optimis menghadapi turunnya jumlah wisatawan ke Bali,’’ jelasnya sembari menggaransi para tamu akan ‘’ketagihan’’ dengan fasilitas yang ditawarkan pihaknya. ‘’Bali adalah rumah yang ramah bagi siapa pun. Kami sangat optimis,’’ tegasnya. (kmb23)
BEBERAPA anak muda berkumpul di salah satu penjual tanaman di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, belum lama ini. Mereka berkumpul berbagi ilmu tentang bercocok tanam dengan teknik hidroponik. Mereka memanfaatkan botol bekas untuk digunakan sebagai wadah tanaman. Praktisi hidroponik Anang Wiryadi mengatakan, menanam tanaman dengan hidroponik tidak harus dengan instalasi pipa, tetapi dengan menggunakan botol bekas pun bisa. Alat dan bahan yang diperlukan cukup sederhana yaitu botol bekas di belah menjadi dua. Sementara tanaman yang dipilih adalah kangkung karena merupakan tanaman air, sehingga lebih mudah tumbuh jika menggunakan teknik hidroponik. Sebelumnya, botol bekas yang sudah dibagi menjadi dua diisi air yang sudah ditambahkan nutrisi berupa larutan AB mix. Sementara bagian botol yang satu lagi diisi dengan tanaman kangkung yang bagian akarnya sudah ditutup dengan busa dan kain flannel untuk mengantarkan air ke akar. ‘’Jadi akarnya tidak langsung menyentuh ke air. Hanya sebagian akar yang menyentuh ke air,’’ ungkapnya. Jika semua akar hingga ke batang kangkung menyentuh ke air, maka akan mudah membusuk. Selanjutnya
tanaman hidroponik itu diletakkan di luar ruangan yang mendapat cahaya matahari. Menurutnya, dalam menanam dengan tanaman hidroponik, yang harus diperhatikan adalah nutrisi dan cukup mendapat sinar matahari. Mengingat media tanamnya adalah air dan harus diletakkan di bawah sinar matahari, dikhawatirkan mudah tumbuh lumut. Maka yang bisa dilakukan untuk mencegah tumbuhnya lumut adalah menutup botol dengan plastik atau kain berwarna hitam. ‘’Jika tumbuh lumut, takutnya lumut malah memakan nutrisi untuk kangkung itu, jadi kangkung tidak mendapat nutrisi,’’ ungkapnya. Anang sendiri memulai mencoba menanam tanaman dengan hidroponik sejak akhir 2017. Awalnya ia hanya coba–coba karena sebelumnya bercocok tanam dengan tanah sudah mainstream b a g i n y a . Tanaman
yang ia tanam di tanah begitu mudah untuk tumbuh. Ia pun ingin mencoba tantangan baru dengan hidroponik. Hidroponik juga menjadi alternatif bercocok tanam di lahan sempit. Teknik hidroponik yang ia gunakan yaitu dengan sistem wick, yaitu air tidak bergerak. Seperti halnya sumbu kompor yang menyerap air kemudian dialirkan ke akar tanaman kangkung, begitulah sistem wick. Tanaman kangkung, kata Anang, mudah tumbuh dengan hidroponik. Panen bisa dilakukan 3–4 minggu kemudian. Hidroponik juga bisa dilakukan pada tanaman lain seperti sayur hijau, terong, tomat, pokcoy, bayam, basil, dan bawang. (may)
TUKAD Loloan dan Muntig Siokan dijadikan daya tarik wisata alam di Desa Sanur Kauh dan Desa Adat Intaran. Desa yang berada di bagian selatan Kota Denpasar ini merupakan daerah hilir. Tak heran, Tukad Loloan yang berada di Desa Sanur Kauh dan Intaran menjadi muara beberapa sungai di Kota Denpasar, yang notabene tak luput dari sampah dan limbah. Tukad Loloan menjadi muara dari Tukad Nyali, Sedap Malam, Kesiman, Kelurahan Renon, Sumerta Kelod, dan dari Pasar Kerta Petasikan, Desa Sidakarya. Namun kesadaran masyarakat yang mulai tumbuh di desa ini perlahan–lahan melakukan pembersihan dan menata Tukad Loloan. Perbekel Desa Sanur Kauh I Made Ada, S.Sos. mengatakan, tahun 2012 penataan sungai mulai dilakukan. Namun sempat
terhenti dan kembali dilakukan tahun 2014. Made Ada menuturkan, pada awalnya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gema Saka (Gerakan Masyarakat Sanur Kauh) meminjam tempat pada bangunan di dekat Tukad Loloan sebagai sekretariat. Namun karena sungai pada saat itu sangat kotor, penuh sampah plastik dan berbau, membuat mereka terusik. Mereka mulai merencanakan penataan dengan mengajukan anggaran ke Pemerintah Kota Denpasar. Dana pun dikucurkan untuk penataan sungai. Tidak hanya membuat jogging track, tetapi juga pembersihan sungai. Di bagian hulu dari sungai itu juga ada trash rack untuk menyaring sampah. Setiap harinya petugas dari Dinas PUPR juga turun membersihkan sungai. Setelah Tukad Loloan dibersihkan dan ditata,
mulai banyak masyarakat yang ke sana untuk jogging. Sungai sepanjang 800 meter itu menjadi tempat yang asyik dan nyaman untuk jogging. Karena angin di sana tidak terlalu kencang meski berada bersebelahan dengan laut. Menurutnya, itu karena di bagian timur dari Tukad Loloan masih banyak pohon kelapa yang menahan angin sampai di sekitar Tukad Loloan. Sehingga hanya angin semilir yang dirasa masyarakat yang sedang beraktivitas di sekitar sana. ‘’Satu kali putaran mengelilingi jogging track itu, panjangnya 1,6 kilometer,’’ ungkapnya ketika ditemui belum lama ini di Kantor Desa Sanur Kauh. Oleh Wali Kota Denpasar, sungai itu dinamakan Sungai Inspiraso Tukad Loloan. ‘’Tempat yang dijauhi masyarakat itu, sekarang banyak dipakai
olahraga,’’ tuturnya. Di bagian hulu dari Tukad Loloan terdapat Muntig Siokan. Menurutnya, kata muntig berasal dari kata mentug (bahasa Bali) yang artinya muncul atau naik ke permukaan. Muntig Siokan adalah pulau pasir yang terjadi dari perputaran arus laut. Muntig Siokan ini juga sudah ditata menjadi taman inspirasi Desa Adat Intaran, Desa Sanur Kauh. ‘’Karena sekarang kita berkolaborasi dengan desa adat, jadi desa adat yang melakukan pungutan di sana dan menata di awal adalah desa adat beserta pokdarwis,’’ jelasnya. Kini Muntig Siokan ramai dikunjungi masyarakat. Ini menjadi daya tarik tersendiri karena terbentuk pulau dari pasir putih. Tempat itu bukan milik kehutanan, tidak juga dimiliki masyarakat tetapi sudah dikelola desa adat. (may)
Tanam Kangkung di Botol Bekas
HIDROPONIK - Anang Wiryadi menunjukkan tanaman kangkung yang ditanam dengan teknik hidroponik.
KULINER KESEHATAN JOGGING - Tukad Loloan dimanfaatkan masyarakat untuk jogging.
Bali Rajut Penuhi Permintaan LN PRODUK rajutan yang dihasilkan UKM Bali Rajut di Jembrana selama hampir 19 tahun memenuhi permintaan luar negeri (LN) seperti Amerika, Singapura, Austria hingga Jepang. Meski mengalami pasang-surut sejak bom Bali, bisnis ini masih tetap eksis. Pemilik Bali Rajut, Ketut Suarni, mengatakan usaha rajutannya ini dimulai pada tahun 2000. Awalnya ia diperkenalkan oleh temannya kepada warga Amerika yang terjun dalam bisnis ekspor rajutan. ‘’Dulu bisa merajut cuma belum ahli. Kemudian coba-coba bawa sampel topi, ternyata diterima. Kebetulan warga Amerika ini mencari vendor untuk rajutan dalam memenuhi permintaan rajutan di Amerika,’’ jelasnya, belum lama ini. Suarni kemudian mengembangkan usahanya dari rajutan topi menjadi syal, sarung tangan, tas hingga baju. Memenuhi permintaan rajutan ini, ia melibatkan 50 orang perajin yang semuanya wanita. Diakui
saat ini permintaan rajutan ke luar negeri hanya dari negara Austria. ‘’Pasar Amerika sekarang lebih ke produk mesin daripada tangan. Untuk Singapura karena permintaan lebih ke produk tas, kami tidak bisa memenuhi karena biaya pengiriman yang mahal,’’ jelas Suarni. Meski demikian, usaha rajutannya tetap berkembang. Untuk bisa menarik pembeli terutama domestik, Bali Rajut kerap mengikuti pameran-pameran dan kemudian menerima pesanan. ‘’Untuk domestik biasanya kita menerima pesanan dulu. Seperti saat PKB kemarin kami banyak menerima pesanan tas,’’ ujarnya. Selain mengikuti pameran, Bali Rajut juga menjual produknya secara online. Untuk model, Suarni terus belajar di samping memenuhi pesanan sesuai model yang diberikan pemesan terutama untuk yang ekspor. Dalam memenuhi bahan baku selama ini ia memesan dari pabrik benang di Bandung. (san)
Bali Post/may
TOP IN VASI WONDERFUL BALI
BUDAYA PENDIDIKAN