Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Bupati Buleleng Buka TLF Ke-6 Tahun 2019
Dimeriahkan Rejang Massal dan Tari Sangyang Penyalin
BUPATI BULELENG - TLF Ke-6 Tahun 2019 dibuka Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS), Rabu (3/7) kemarin, di kawasan Danau Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada.
TWIN Lake Festival (TLF) Ke-6 Tahun 2019 digulirkan di kawasan Danau Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada dan Danau Tamblingan, Desa Munduk, Kecamatan Banjar. Gelaran tahun ini misi besarnya masih sama dengan event setahun lalu di mana membangkitkan kepedulian semua pihak untuk menjaga kelestarian kawasan Danau Buyan dan Danau Tamblingan sebagai daerah hulu yang disucikan. Selain itu, TLF sebagai salah satu media untuk mempromosikan potensi pertanian Desa Pancasari sebagai pendukung pengembangan industri pariwisata alam di Den Bukit. TLF resmi dibuka Rabu (3/7) kemarin oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS), disaksikan Muspida Buleleng dan undangan penting lainnya. Di hari pembukaan ini, panitia mementaskan Tari Rejang Rentang massal. Selain itu, tari Sangyang Penyalin yang merupakan warisan sakral Desa Pakraman Pancasari turut juga memeriahkan pembukaan TLF tahun ini. Selama empat hari, sejumlah kegiatan hiburan, kesenian,
pameran produk pertanian, diskusi membangkitkan petani muda, dan lomba akan digelar di kawasan Danau Buyan dan Tamblingan. Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS) mengatakan, TLF digulirkan bertujuan untuk mengajak semua komponen masyarakat atau pemangku kebijakan terkait mengetahui kondisi dan potensi di ‘’Danau Kembar’’ Buyan dan Tamblingan. Dari segi kondisi, kawasan yang menjadi hulunya Bali ini mengalami permasalahan pelik yang belum ditangani dengan tuntas. Persoalan itu tidak lain adalah pendangkalan akibat sedimentasi akibat budaya pertanian di pinggir danau dan material erosi lereng hutan lindung ketika musim hujan yang bermuara ke danau. Selain itu, persoalan lain adalah tutupan genangan air danau oleh eceng gondok dan rumput liar turut menambah kerusakan kawasan danau. Sementara dari sudut potensi, Buyan dan Tamblingan memiliki potensi besar sebagai Daerah Tujuan Wisata (DTW) yang mengandalkan keinda-
han alam. Potensi tersebut sejauh ini berhasil dikelola baik oleh pemerintah maupun kelompok masyarakat dan bahkan perusahaan. ‘’Sejak awal merintis TLF ini tujuannya mengajak siapa pun dan pemangku kebijakan untuk melihat kondisi atau pengelolaan potensi di Buyan dan Tamblingan. TLF ini media di mana setelah banyak tahu kondisinya, tujuan berikutnya mencarikan solusi dan berkomitmen bersama mengatasi persoalan yang terjadi sekarang ini,’’ katanya. Menurut Bupati, secara kewenangan penanganan kerusakan di kawasan Buyan dan Tamblingan ada di pemerintah pusat. Pemprov Bali dan Pemkab Buleleng selama ini tidak memiliki kewenangan menangani kerusakan lingkungan utamanya di Danau Buyan. Meski demikian, beberapa tahun terakhir, pihaknya telah melakukan lobi politik, sehingga penanganan pun mulai dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal. 15 Tanggul Pembatas
Bali Defisit Air Surplus Hanya Bangli
TAHUN 2025 di Bali diperkirakan air bawah tanah akan mengecil. Akibatnya air laut menembus lapisan air tanah atau intrusi. Salah satu penyebabnya adalah berkembang pesatnya industri pariwisata yang menyedot air tanah secara berlebihan. Setiap harinya tiga juta liter air atau sekitar 60 persen dari total konsumsi air di Bali digunakan untuk keperluan industri pariwisata. Jumlah itu tentu saja sangat banyak jika dibandingkan dengan konsumsi air untuk keperluan rumah tangga yang hanya 100 ribu liter setiap harinya. Air sebanyak itu diambil dari tanah. ‘’Salah satu faktor penyebab meningkatnya kebutuhan air, akibat perkembangan
pariwisata. Defisit air terjadi karena kebutuhan air lebih besar daripada ketersediaan,’’ ujar Ketua PPLH Unud Dr. I Made Sudarma, M.S., Rabu (3/7) kemarin. Hal ini diperparah dengan semakin berkurangnya lahan terbuka hijau di Bali akibat pesatnya pembangunan hotel, vila maupun infrastruktur pendukung seperti jalan raya. Jika eksploitasi air tanah yang tinggi dibarengi dengan berkurangnya la-
han terbuka hijau, maka ketersediaan air tanah akan berkurang dan menyebabkan terjadinya intrusi. Air laut akan menembus lapisan air tanah dan bercampur. ‘’Daerah-daerah yang berpotensi terjadinya intrusi adalah Denpasar Selatan termasuk Sanur,’’ ujar Sudarma, Rabu kemarin. Adapun kebutuhan air tertinggi ada di Kabupatan Buleleng, Karangasem, Tabanan, Gianyar, Badung, dan
Kota Denpasar. Secara umum status daya dukung air di Bali ada di bawah 1 yaitu 0,87. Kabupaten dengan status surplus adalah Tabanan, Bangli, Jembrana dan Karangasem. Sedangkan Kabupaten dengan status defisit yaitu Buleleng, Gianyar, Badung, Klungkung, dan Denpasar. ‘’Namun, berdasarkan kajian P3E tahun 2016, kabupaten yang surplus tinggal satu kabupaten yakni Bangli,’’ pungkas Sudarma. (win)
Tinggi Gelombang 6 Meter
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang setinggi 1,25 hingga 6 meter. Tinggi gelombang ini berpeluang terjadi di sejumlah perairan Indonesia, termasuk perairan laut Bali hingga 6 Juli mendatang. Dalam siaran persnya, Rabu (3/7) kemarin, peningkatan
gelombang tinggi terjadi menyusul adanya Tropical Storm MUN 994 hPa di Laut Cina Selatan dan pola sirkulasi angin di Samudera Pasifik utara Papua. Pola angin di wilayah utara ekuator umumnya dari selatan - barat daya dengan kecepatan 4 - 25 knot, sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya dari timur – tenggara dengan kecepatan 4 - 25 knot.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Bengkulu – Enggano, perairan selatan Banten, Laut Jawa, dan Selat Makassar bagian selatan. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut. ‘’Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran,’’ ujar
Kepala Bagian Humas BMKG Akhmad Taufan Maulana dalam siaran persnya, Rabu kemarin. Oleh karena itu, BMKG mengimbau kepada masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di pesisir, terutama nelayan yang menggunakan moda transportasi perahu nelayan untuk tetap waspada. (win)
KEDALAMAN DANAU DANAU TAMBLINGAN DI BALI
90 M
DANAU BATUR
DANAU BERATAN
87 M
58 M
35 M
( PENYUSUTAN 2,5 M)
luas DANAU DI BALI
( PENYUSUTAN 1-1,5 M)
379 Ha
LUAS DANAU
DANAU BATUR DANAU BUYAN DANAU TAMBLINGAN DANAU BERATAN
360 Ha 110
Ha
1.607,50 Ha jembrana tabanan badung : 14 sungai gianyar
sungai klungkung
DANAU BUYAN
: : : :
40 sungai 26 sungai 21 sungai 11 sungai
bangli karangasem buleleng denpasar
: : : :
40 sungai 54 sungai 56 sungai 11 sungai
Ombak Besar Terjang Pantai Lebih
Warung Terendam, Perabotan Hanyut Gianyar (Bali Post) Ombak besar menerjang pesisir Pantai Lebih, Gianyar, Rabu (3/7) kemarin. Akibatnya air laut menggenangi areal parkir objek wisata Pantai Lebih. Air laut menggenangi sejumlah warung di kawasan tersebut. Bahkan sempat menghanyutkan sejumlah SEDOT - Petugas BPBD melakukan penyedotan air pada genangan air di areal parkir objek wisata Pantai Lebih, Gianyar, Rabu (3/7) kemarin.
perabotan para pedagang kuliner. Kepala BPBD Gianyar Anak Agung Gde Oka Digjaya mengatakan, kondisi ombak ganas di pesisir Gianyar memang di luar dugaan. Namun hal ini sesuai dengan laporan BMKG Bali. ‘’Kalau laporannya, puncaknya besok. Bahkan lebih tinggi dari ini,’’ jelasnya usai memantau penanganan banjir di kawasan itu. Dikatakannya, saat ombak naik, air laut banyak melewati tanggul penahan ombak hingga areal parkir menjadi banjir. Bahkan ket-
inggian sekitar 40 sentimeter. ‘’Memang sudah ada gorong-gorong, tapi kapasitas air melebihi, makanya terjadi seperti ini,’’ jelasnya. Menurutnya, kejadian banjir di parkir Pantai Lebih merupakan musiman. Biasanya setahun sekali. Namun memasuki tahun ini sudah terjadi dua kali banjir di areal parkir objek wisata Pantai Lebih. ‘’Ini tumben sampai dua kali dalam setahun,’’ jelasnya. BPBD menerjunkan sebanyak 12 personel. Bahkan dilengkapi dua mesin penyedot air. ‘’Kami sedot
airnya dari areal parkir, dibuang kembali ke laut,’’ jelasnya. Karyawan warung ikan, Ibu Rai, mengaku air naik sudah sejak pagi hari. Namun syukur air tidak sampai masuk ke warungnya, kerena tepat di depan warung tersebut sudah dibuatkan pembatas permanen dengan tinggi sekitar 50 cm. ‘’Airnya tinggi, tapi tidak sampai masuk, karena sudah kami antisipasi dengan mem buat pembatas. Kalau pedagang lain ada perabotannya sampai hanyut,’’ katanya. (kmb35)
Korupsi, 3.240 ASN Dipecat 2019 Dibutuhkan 254.173 ASN Semarang (Bali Post) – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PAN RB) Syafruddin mengatakan sebanyak 3.240 aparatur sipil negara (ASN) telah diberhentikan tidak dengan hormat karena terlibat korupsi. ‘’Ini bagian dari pemberian punishment, 3.240 ASN yang terlibat ko-
rupasi sudah diberhentikan tidak dengan hormat,’’ kata Syafruddin saat menjadi pembicara dalam Rakernas Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Semarang, Rabu (3/7) kemarin. Sementara sisanya, katanya, masih ada yang dalam proses pemberhentian. Ia menjelaskan, pemberhen-
tian tersebut didasarkan atas keputusan bersama Men-PAN RB, Mendagri dan Badan Kepegawaian Negara. Pada tahun 2019, katanya, Kementerian PAN RB fokus pada reformasi birokrasi, yang fokus pada enam agenda pokok. Salah satu agenda yang akan dilaksanakan tersebut yakni
perluasan zona integritas di lingkungan pemerintahan. Syafruddin juga mengungkapkan masih ada kebutuhan 254.173 orang ASN yang akan dipenuhi pada tahun ini. ‘’Masih ada kebutuhan ASN 254.173 orang di pusat dan daerah,’’ kata Syafruddin . Ia menjelaskan, kebutuhan ASN di tingkat pusat
mencapai sekitar 46 ribu yang terbagi atas 23 ribu PNS dan 23 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Sementara di tingkat daerah, lanjutnya, masih dibutuhkan 207.748 ASN. ‘’Pemda masih membutuhkan 62.326 PNS dan 145.424 PPPK untuk guru dan tenaga kesehatan,’’ katanya. (ant)
Syafruddin
DENPASAR
2
Kamis Kliwon, 4 Juli 2019
FIGUR Peraturan di Atas Kertas PERATURAN Gubernur (Pergub) Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal dinilai baru sebatas peraturan di atas kertas. Semestinya pergub ini segera dilengkapi dengan pembentukan tim pelaksana dan pengawas. Kritikan itu dilontarkan Rektor Universitas Dwijendra (Undwi) Denpasar Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc., M.MA., Rabu (3/7) kemarin. Pengamat bidang pertanian Bali ini berani mengkritisi hal itu demi kebaikan bersama dan pro-petani. Sebab, pergub yang bagus tak akan ada nilai signifikasinya bagi rakyat, khususnya petani, nelayan dan pelaku industri kecil Bali jika tidak dilaksanakan secara konsekuen. ‘’Coba sekarang tanya, siapa yang bertugas mengawasi, apakah semua produk pertanian Bali sudah masuk hotel, restoran dan swalayan? Pasti jawabannya belum,’’ tegasnya. Menurut mantan Dekan Pertanian Undwi ini, pergub ini seharusnya ditindaklanjuti dengan pembentukan tim operasional. Jika diserahkan ke Perusda Bali, segera dilakukan pemetaan potensi produk pertanian Bali di tiap wilayah, pemetaan kebutuhan industri hotel dan swalayan serta pemetaan kualitas yang distandarkan. Baru hal itu dikomunikasikan dengan petani. Dengan demikian, pemerintah berandil besar menjadi pembeli ke petani langsung dengan pembayaran tunai. Sementara tim pengawas harus dibentuk guna mengawasi jalur distribusi produk pertanian dan perikanan Bali tak lagi melewati pengepul, melainkan ke petani atau ke kelompok tani, serta menjamin ketersediaan produk yang diperlukan hotel, restoran dan swalayan. ’’Sekarang petani serba bingung, bagaimana mekanisme pergub ini. Tim saja belum ada, bagaimana mau membuat pergub ini berguna bagi rakyat,” tegasnya. Mantan Ketua HKTI Bali menyarankan kepada Gubernur Wayan Koster bergerak cepat agar tidak terkesan hanya pergub tanpa implementasi. (sue)
LPJU - Suasana arus lalu lintas di persimpangan Jalan Gajah Mada - Pulau Sumatera, Denpasar. Untuk kenyamanan pengendara, Dishub Denpasar tengah merancang penambahan sejumlah Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU).
Dishub Rancang Penambahan LPJU di 85 Titik Prioritas Denpasar (Bali Post) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Denpasar terus berupaya memaksimalkan faktor penunjang jalan raya. Seperti keberadaan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang menjadi faktor penunjang keselamatan dalam berkendara. Tahun 2019 ini, Dishub Kota Denpasar merancang pemasangan LPJU baru di 85 titik prioritas yang tersebar di empat kecamatan se-Kota Denpasar. Kepala Dishub Kota Denpasar I Ketut Sriawan mengatakan hal itu, Selasa (3/7)
kemarin. Menurut Sriawan, penerangan di ruas jalan yang berstatus jalan kota memang merupakan kewenangan Pemkot Denpasar. Dishub Kota Denpasar telah memasang dan mengelola LPJU sebanyak 18.187 titik yang tersebar di seluruh jalan dengan status jalan kota. ‘’Tahun 2019 ini, Dishub akan menambah LPJU baru di 85 titik prioritas yang tersebar di empat kecamatan berdasarkan permohonan masyarakat, termasuk sarana sosial. Pengadaan LPJU baru ini tertuang dalam APBD
Kota Denpasar Tahun 2019 dengan besaran anggaran Rp 765 juta. Pengadaannya melalui proses tander,’’ ujarnya. Sriawan menambahkan, seluruh permohonan telah ditindaklanjuti dengan pelaksanaan survei lapangan. Dari survei itu dapat disimpulkan tingkat urgensinya. ‘’Setiap permohonan masyarakat sudah kami terima dan tindaklanjuti. Hasil survei yang menentukan terkait titik pemasangan LPJU dengan melihat urgensinya di lapangan sehingga tepat sasaran dan tepat guna,’’ jelasnya.
Terkait dengan LPJU yang sudah ada, kata Sriawan pihaknya secara rutin melaksanakan pengecekan dan perawatan. Bahkan, Dishub telah memiliki teknisi khusus yang menangani permasalahan LPJU di setiap kecamatan. ‘’Perawatan memang secara rutin dilaksanakan sehingga PJU sebagai penunjang keamanan dan kenyamanan dalam berkendara dapat berfungsi dengan baik,’’ katanya. Sriawan menegaskan, fasilitas LPJU di Kota Denpasar akan dikelola dengan sistem
smart LPJU. Sehingga pemantauan kondisi LPJU dapat dilaksanakan melalui control room yang dapat memberikan informasi jika terjadi masalah dalam LPJU. ‘’Ke depan kami rancang LPJU di Kota Denpasar yang berbasis teknologi yang dikenal dengan istilah smart LPJU. Sehingga, fasilitas LPJU di Kota Denpasar dapat dirasakan dengan baik dan maksimal dalam menunjang keamanan, kenyamanan dan keselamatan dalam berkendara di jalan raya,’’ tegasnya. (kmb12)
Sekolah di Luar Bali Kekurangan Pelantikan Anggota DPRD Bali Ribuan Guru Agama Hindu Direncanakan 2 September Denpasar (Bali Post) Pelantikan 55 anggota DPRD Bali terpilih rencananya digelar 2 September mendatang. Kendati SK pengangkatan anggota DPRD sebelumnya keluar pada 22 Agustus 2014, namun pengucapan sumpah/janji baru dilaksanakan pada 1 September 2014. Dengan demikian, masa jabatan anggota dewan periode sebelumnya berakhir 1 September 2019. Namun, 1 September merupakan hari Minggu atau libur sehingga rencana pelantikan atau pengucapan sumpah/ janji diundur menjadi 2 September. Hal ini pun dimungkinkan dalam Surat Edaran Mendagri terbaru tanggal 21 Juni 2019. “Sementara kesimpulan tim kami, rencananya 2 September sesuai dengan dokumen dan sesuai dengan aturan yang ada,” ujar Kabag Persidangan Sekretariat DPRD Provinsi Bali I Gusti Agung Alit Wikrama, Rabu (3/7) kemarin. Alit Wikrama mengaku akan melaporkan rencana pelantikan tersebut kepada Sekretaris DPRD Bali. Selanjutnya, Sekretaris DPRD Bali akan menyampaikan kepada pimpinan dewan. Jika sudah disetujui pimpinan dewan, tim akan mendatangi Kemendagri untuk meyakinkan tidak ada arahan baru. Misalnya, tiba-tiba dilakukan pelantikan serentak. Di sisi lain, pengajuan SK pengangkatan dewan dilakukan oleh KPU Provinsi kepada menteri melalui gubernur. Sementara KPU saat ini masih menunggu ada atau tidaknya gugatan pemilu legislatif (pileg) di Mahkamah Konstitusi (MK). “Ancer-ancer pertengahan Agustus baru finish, syukursyukur kalau tidak jadi gugatannya bisa lebih awal,” imbuhnya. Untuk keperluan pengajuan SK oleh KPU, Alit Wikrama mengaku sudah menyiapkan berkas, seperti daftar anggota DPRD Bali tahun 2014-2019. Termasuk SK pengangkatan anggota DPRD tahun 2014 dan SK pengangkatan pengganti antarwaktu, serta berita acara peresmian pengucapan sumpah/janji anggota DPRD Bali masa jabatan 2014-2019. “Kami sudah siap, tinggal proses di
Topik :
KPU saja. Begitu proses SK, tahu kita nama-nama (dewan terpilih - red), baru kembali kita intensifkan persiapan pelantikan,” jelasnya. Menurut Alit Wikrama, hal teknis seperti konsep undangan sejatinya sudah ada. Namun pihaknya baru bisa bergerak setelah ada nama-nama dewan terpilih. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, undangan meliputi dewan terpilih yang dilantik beserta keluarga, partai pengusung, serta OPD dan Forkopimda. Kelengkapan lain seperti pakaian untuk pelantika sudah proses lelang. Hanya pengukuran dan lainnya belum dilakukan lantaran SK belum keluar. “Kalau anggaran pelantikan, kita tidak ada khusus. Seperti sidang biasa, sederhana dan tak perlu jor-joran,” ujarnya. Kabag Umum Setwan DPRD Provinsi Bali Anak Agung Ngurah Martina mengatakan, dewan terpilih nantinya akan mendapatkan empat jenis pakaian dinas. Masing-masing dua stel Pakaian Sipil Harian (PSH) dengan harga satuan Rp 1.890.000, dua stel Pakaian Sipil Lengkap (PSL) dengan harga satuan Rp 2.290.000, satu stel Pakaian Dinas Harian (PDH) dengan harga satuan Rp 1.452.000, dan satu stel Pakaian Sipil Resmi (PSR) dengan harga satuan Rp 1.890.000. Total anggaran untuk belanja pakaian dinas mencapai Rp 643.610.000. Selain itu, dewan terpilih juga akan mendapatkan atribut berupa insegna emas 10 gram dengan harga satuan Rp 7.750.000 dan insegna emas 5 gram seharga Rp 3.877.000. Pengadaan insegna emas 10 gram dan 5 gram tersebut menelan anggaran Rp 639.485.000. “Ketentuan standar satuan harga pakaian dinas dan atribut mengacu pada Pergub Nomor 50 Tahun 2017,” ujarnya. Diwawancara terpisah, Komisioner KPU Provinsi Bali I Gede John Darmawan mengatakan, penetapan DPRD Bali terpilih akan dilaksanakan tiga hari setelah putusan MK. “Kalau Pileg kan belum sidang. Kalau lihat jadwalnya, tanggal 6-9 Agustus baru putusan MK,” ujarnya. (kmb32)
Denpasar (Balipost) Keberadaan tenaga pendidik atau guru agama Hindu untuk sekolah di luar Bali masih sangat terbatas. Di seluruh Indonesia, kekurangan tenaga pendidik agama Hindu diperkirakan mencapai 5.000 orang. Jumlah itu termasuk untuk daerah-daerah terpencil, seperti di Ternate, Ambon, dan daerah lainnya di Indonesia. Direktur Pendidikan Hindu Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI Drs. I Wayan Budha, M.Pd. mengatakan hal itu di sela-sela acara Jampasnas V, Rabu (3/7) kemarin. Menurut Budha, kendala yang dihadapi selama ini adalah dalam hal perekrutan tenaga pendidikan agama Hindu. Pasalnya, kebijakan untuk melakukan perekrutan itu ada di setiap pemerintah daerah. “Jatah rekrutmen inilah yang penting untuk disikapi,” katanya. Budha menambahkan, guru agama Hindu yang ada saat ini ada yang berstatus PNS maupun non-PNS. Totalnya sekitar 8.000 orang, tetapi yang Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
berstatus PNS hanya sekitar 3.000 orang. Hal senada juga dilontarkan Sekretaris Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama I Made Sutresna, S.Ag., M.A. Dikatakan, kendala teknis yang dihadapi dalam merekrut guru agama Hindu adalah karena kewenangannya ada di setiap daerah. Sekolah berada di bawah naungan Dinas Pendidikan di masing-masing daerah. “Dirjen Bimas Hindu tidak mempunyai kewenangan rekrutmen karena itu ranahnya pemerintah daerah. Di luar Bali yang ada di bawah yayasan, dibayar insentifnya dari Kementerian Hindu hanya Rp 200 ribu per bulan,” katanya. Menurut Sutresna, solusi
untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik agama Hindu ini adalah dengan membangun pasraman. Siswa Hindu yang di sekolahnya tidak ada guru agama Hindu bisa masuk dan . belajar di Sutresna menambahkan, saat ini ada 13 perguruan tinggi meliputi empat perguruan tinggi negeri dan sembilan perguruan tinggi swasta yang “mencetak” calon guru agama Hindu. Namun saat pengangkatan tenaga pendidik, formasinya tidak ada di luar Bali. “Kendala lainnya, ketika lulusan pendidikan agama Hindu di Bali banyak yang belum bekerja, mereka juga enggan untuk mengabdi keluar daerah,” katanya. (kmb16)
Bali Post/kmb16
Bali Post/kmb16
I Wayan Budha
I Made Sutresna
Setelah itu, pelaku duduk di meja tempat minum dan menyuruh temannya, Frangki, membuang pisau tersebut. “Setelah menerima informasi kejadian itu, kami langsung mengepung TKP. Waktu itu diamankan 16 orang dan pelaku ditangkap di TKP. Informasinya, orang Sumba ke mana-mana bawa pisau,” kata mantan Kapolsek Kuta ini. Mantan Kasatreskrim Polres Tabanan ini mengaku sudah bertemu dengan pimpinan komunitas orang NTT yang ada di Bali, khususnya Sumba. Pimpinan komunitas warga NTT tersebut diharapkan supaya membina teman-temannya yang merantau di Bali. “Kami berharap kasus seperti ini jangan sampai terjadi lagi. Sep-
erti perintah Bapak Kapolresta Denpasar, kami akan menindak tegas bagi perusuh atau pelaku tindak pidana lainnya,” tegas perwira melati satu asal Buleleng ini. Seperti diberitakan sebelumnya, kericuhan yang melibatkan sekelompok pemuda asal NTT kembali terjadi di wilayah Denpasar Selatan (Densel), Sabtu (29/6) lalu. Bentrokan tersebut terjadi saat dua kelompok pemuda tersebut pesta miras dalam rangka perayaan ulang tahun di Warung Pondok Mangga Mr. Odon di Jalan Taman Pancing Gang Nila, Densel. Akibat kejadian itu, Dominggus Dapa (24) tewas dengan usus terurai. (kmb36)
Pembunuh Satpam Baru Bebas dari Lapas
Bali Post/eka
PEMBUNUHAN - Polisi menggiring tersangka Damung Kilimandu di Mapolsek Denpasar Selatan, Rabu (3/7) kemarin. Tersangka yang merupakan residivis tersebut ditangkap terkait kasus pembunuhan di wilayah Pemogan. Denpasar (Bali Post) Pembunuh Dominggus Dapa (24), tersangka Damung Kilimandu alias Angga (34) asal Sumba Timur, NTT, meminta maaf kepada keluarga korban, Rabu (3/7) kemarin. Ternyata Angga baru bebas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, tepatnya Februari 2019, terkait kasus pengeroyokan. Polisi masih memburu teman Angga, Frangki, karena membawa kabur pisau yang dipakai membunuh korban asal Sumba Barat Daya, NTT tersebut. “Saat kejadian, memang benar ada perayaan ulang tahun Soni dan digelar pesta miras. Dua galon arak dicampur dua krat bir, lalu dibagi-bagi,” ujar Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan didampingi Kapol-
sek Denpasar Selatan (Densel) Kompol I Nyoman Wirajaya di Mapolsek Denpasar Selatan, Rabu (3/7) kemarin. Menurut Ruddi Setiawan, hasil penyidikan kasus ini, pelaku ternyata pernah terlibat kasus penganiayaan tahun 2017 dan divonis 10 bulan. Sementara tahun 2018, pelaku terlibat kasus pengeroyokan dan divonis 1 tahun 8 bulan. Kompol Wirajaya menambahkan, saat mereka mabuk berat terjadi keributan. Namun, baik korban dan pelaku tidak kenal orang yang ribut tersebut. Selanjutnya korban hendak melerai tapi tangannya mengenai pelaku. Agustinus Tunna Zada melerai dengan cara mendorong pelaku. “Korban melerai tapi dikira memukul pelaku,” kata Wirajaya. Pelaku langsung mengambil
pisau yang disimpan di dalam jok sepeda motornya. Setelah mengeluarkan pisau dari sarungnya, pelaku langsung mengejar korban sambil mengayun-ayunkan pisau tersebut. Melihat hal tersebut, Agustinus berusaha menghalangi saat pelaku menyerang korban. Namun pisau tersebut mengenai lutut sebelah kanannya hingga Agustinus tersungkur. Pelaku lalu mengejar korban yang lari keluar warung. Namun pelaku berhasil mendekati korban dan langsung menusuk punggung sebelah kanan, serta pinggang kiri satpam hotel tersebut. Saat korban tersungkur dan dalam posisi jongkok, pelaku kembali menusuk punggung sebelah kanan atas korban. Pelaku semakin kalap, dia menusuk sadel beberapa motor yang parkir di warung tersebut.
Kamis, 4 Juli 2019 Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Angsoka Kegiatan : Gamelan Bumbang, Sekaa Gong Bumbang Wirama Duta, Br. Tengah, Kel. Sesetan, Kec. Denpasar Selatan, Duta Kota Denpasar Pukul : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Dramatari Gambuh Anyar “Gugurnya Prabu Lasem”, Sanggar Tedung Agung, Puri Saren Agung Ubud, Kec. Ubud, Kabupaten Gianyar Pukul : 17.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Workshop Yoga Pranayama Pukul : 19.30 Wita Tempat : Gedung Ksirarnawa Kegiatan : Penyerahan Penghargaan Pengabdi Seni Pukul : 19.30 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra Kegiatan : Fragmentari Kolosal “Boma Antaka”, Sanggar Paripurna, Desa Bona, Kec. Blahbatuh, Duta Kabupaten Gianyar
Kamis Kliwon, 4 Juli 2019
BADUNG
3 HUT Ke-35 STT Dharma Yoga
Bupati Ajak Sekaa Teruna Kompak dan Bersatu
RAYAKAN HUT - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menghadiri perayaan HUT ke-35 STT Dharma Yoga yang dilangsungkan di Balai Banjar Dangin Pangkung, Desa Kekeran, Kecamatan Mengwi, Selasa (2/7).
BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta mengajak sekaa teruna sebagai generasi muda untuk kompak dan bersatu. Bila sudah bersatu maka setengah perjuangan akan berhasil. Sebaliknya, jika tidak bersatu maka setengah perjuangan sudah gagal. Hal itu disampaikan Bupati Giri Prasta saat menghadiri perayaan HUT ke-35 STT Dharma Yoga di Balai Banjar Dangin Pangkung Desa Kekeran Kecamatan Mengwi, Selasa (2/7). Perayaan HUT STT Dharma Yoga mengambil tema ‘’Kita Tingkatkan Solidaritas Sekaa Teruna Menjadi Generasi Muda yang Aktif, Kreatif, Inovatif dan Disip-
lin Menuju Generasi Muda yang Berdikari’’. Turut hadir dalam kesempatan tersebut, anggota DPRD Kabupaten Badung I Nyoman Satria, Camat Mengwi I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra, Perbekel Kekeran I Nyoman Suarda, Bendesa Adat Kekeran I Wayan Sukandia beserta tokoh masyarakat setempat. Pada puncak perayaan HUT, Bupati Giri Prasta melakukan pemotongan tumpeng serta menyerahkan dana motivasi sebesar Rp 35 juta. Bupati Giri Prasta mengatakan, Pemerintah Kabupaten Badung sangat mengapresiasi terselenggaranya perayaan HUT STT Dharma Yoga. Sesuai tema yang di-
angkat, STT Dharma Yoga diharapkan mampu berinovasi dan kreatif serta mandiri. Di samping itu, bagi sekaa teruna yang berprestasi akan diberikan beasiswa untuk sekolah ke luar negeri, sehingga sesudah tamat nanti akan kembali ke Badung untuk ikut membangun Badung yang lebih baik. Untuk tidak ketinggalan informasi maupun teknologi, telah pula dipasang wifi gratis di fasilitas umum dan objek wisata di Kabupaten Badung. ‘’Perkembangan teknologi kita harus ikuti, bila dilawan kita akan digilas,’’ jelasnya. Pada kesempatan tersebut, Bupati Giri Prasta juga menegaskan kepada sekaa teruna
untuk menjauhi narkoba, minuman keras, serta tidak boleh mengganggu ketertiban umum. Sementara itu, Ketua Panitia I Wayan Miasa atas nama STT Dharma Yoga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung yang selalu mendukung kegiatan sekaa teruna. Dalam perayaan HUT-nya, STT Dharma Yoga telah melakukan berbagai kegiatan, seperti lomba makan kerupuk, lomba memasukkan paku dalam botol, lari kelereng dan lari pengantin. Perlombaan bertujuan meningkatkan persatuan dan kesatuan STT Dharma Yoga. (ad176)
Tak Ada Anggaran Promosi Pariwisata Dihentikan Mangupura (Bali Post) –
Rombongan pariwisata Badung ke Tiongkok yang dipimpin Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa akan menjadi promosi pariwisata terakhir tahun ini. Pasalnya, pendapatan daerah yang tidak tercapai, berimbas pada program promosi pariwisata Kabupaten Badung.
Bali Post/dok
WISATAWAN - Sejumlah wisatawan mancanegara berjalan kaki di kawasan Kuta. Pemkab Badung menghentikan program promosi pariwisata lantaran terbatasnya anggaran.
Berdasarkan informasi Rabu (3/7) kemarin, Pemkab Badung menghentikan seluruh program promosi pariwisata mulai Juli ini. Akibatnya, program promosi pariwisata yang telah dirancang dalam setahun mogok di tengah jalan. Dikonfirmasi hal ini, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung I Made Badra tak menampik perihal tersebut. Birokrat asal Kuta ini mengatakan, anggaran dirasionalisasi mencapai Rp 6 miliar. Dengan adanya rasionalisasi anggaran yang membatalkan promosi ke luar negeri, akan mempengaruhi kunjungan wisatawan ke Badung. ‘’Kita sekarang tidak bisa ikut kemana-mana karena ada rasionalisasi anggaran. Rencananya kami kan buat Festival Indonesia di Moskow, tapi tidak ada angga-
ran. Semuanya jadi batal,’’ ujarnya. Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung itu menilai pemangkasan anggaran lantaran keuangan Badung kembali bermasalah akan mempengaruhi kunjungan wisatawan ke Badung. Kebijakan merasionalisasi dana promosi telah disampaikan tim anggaran dari Badan Pendapatan Kabupaten Badung dalam rapat. ‘’Dari bulan Juli hingga akhir tahun, tidak akan ada promosi pariwisata ke luar negeri. Dalam rapat, yang dibahas itu intinya menyampaikan pendapatan Badung tidak tercapai, jadi semua program kegiatan promosi kita ditiadakan,’’ jelasnya. Menurutnya, terdapat empat lokasi tujuan yang urung dikunjungi untuk berpromosi. Seperti, promosi ke Rusia pada Agustus, September ke
Jepang, Oktober ke Amerika, dan November ke London. Pun promosi di dalam negeri juga dihentikan, salah satunya promosi ke Manado pada Festival Pesona Bunaken. ‘’Dengan adanya promosi ke luar negeri, pemerintah bisa secara langsung m e nje l a ska n b a g a i m a na pariwisata di Bali. Selain itu, juga dibantu pelaku pariwisata. Sebab, kalau promosi kita bisa langsung menjelaskan destinasi kita dan juga bisa kerja sama secara langsung,’’ sebutnya. Guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di tengah rasionalisasi anggaran, Badra mengakui hanya melakukan promosi melalui online. ‘’Kabupaten Badung kini sudah mempunyai web dalam melakukan promosi. Walaupun tidak maksimal, apa boleh buat,’’ jelasnya. (kmb27)
Soal Ambruknya Atap Balai Budaya
Vila Bodong Menjamur, Dewan Prihatin Hasil Laboratorium Sudah Turun
Mangupura (Bali Post) – Keberadaan vila tidak berizin alias bodong di Kabupaten Badung, mendapat perhatian serius kalangan wakil rakyat setempat. Kalangan dewan prihatin melihat kondisi itu, lantaran merugikan pendapatan daerah. Hal tersebut diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Badung Wayan Suyasa, Rabu (3/7) kemarin. Menurut politisi asal Penarungan, Mengwi ini, pihaknya telah mewanti-wanti pemerintah soal banyaknya akomodasi pariwisata, seperti vila yang tidak berizin di Gumi Keris. ‘’Kami pertanyakan sejauh mana pengawasannya. Kalau dari kami di dewan, dari dulu
sudah mewanti-wanti dan sampaikan bahwa dari 700 vila, masih ada sekitar 400-an yang tidak berizin,’’ tegasnya. Suyasa menjelaskan, vila bodong banyak ditemukan di Kuta Selatan. Fenomena ini terkesan dibiarkan, sehingga pendapatan daerah dari sektor pajak akomodasi pariwisata ini menjadi turun. Karena itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Perizinan, Kadisparda, dan Satpol PP untuk menyikapi masalah tersebut. ‘’Kita harus jujur di sini, tamu banyak di Badung, menginap di vila, tapi tidak bayar pajak. Karena itu, kami tegaskan akan melakukan sidak
vila yang tidak berizin,’’ kata Plt. Ketua DPD Partai Golkar Badung ini. Sebelumnya, Satpol PP Kabupaten Badung menemukan puluhan akomodasi pariwisata tak berizin beroperasi. Hasil sidak yang dilakukan selama periode Januari-April 2019, ditemukan 234 bangunan yang melanggar aturan. Dari ratusan bangunan itu, ada 97 bangunan disinyalir akan disewakan untuk rumah kos, losmen, hotel melati, vila dan sejenisnya. Kepala Satpol PP Kabupaten Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara mengungkapkan, pelanggaran paling banyak ditemukan di
Kecamatan Mengwi khususnya Desa Munggu, Cemagi, Tumbak Bayuh dan Pererenan. ‘’Pelanggaran yang kami temukan, rata-rata baru mengurus perizinan. Kami juga akan terus pantau bagi yang belum memiliki izin. Penertiban ini akan terus kami lakukan di semua kecamatan se-Badung,’’ ujarnya. Di sisi lain, Kepala Dinas Pariwisata Badung I Made Badra mengatakan, akomodasi pariwisata di Badung terdiri dari 1.189 restoran, 1.095 rumah sewa, 1.014 hotel non-bintang, 1.054 pondok wisata, 298 hotel berbintang, 47 kondotel dan 315 Spa. (kmb27)
Pengawasan Kaling dan Perangkat Desa Perlu Diintensifkan
Mangupura (Bali Post) Perkembangan pariwisata Kabupaten Badung khususnya di Kuta Selatan (Kutsel) sangat pesat. Berbagai akomodasi pariwisata khususnya berupa vila pun tumbuh bak jamur di musim hujan. Terbanyak di kawasan Pecatu dan Ungasan. Namun, tak semua vila telah berizin. Tidak sedikit vila bodong yang justru beroperasi sehingga berpotensi menimbulkan kerugian daerah. Guna menindaklanjuti hal tersebut, Camat Kutsel I Made Widiana akan mengumpulkan para kaling dan perangkat desa di Kutsel untuk melakukan pendataan dan pengecekan vila bodong. Widiana berharap para kaling mengantongi data akurat mengenai perizinan vila di wilayahnya masing-masing, termasuk masalah peralihan fungsi dari rumah tinggal yang kemungkinan dimanfaatkan seperti vila. Guna meminimalkan keberadaan vila bodong, sempat menunda rekomendasi pembangunan izin rumah tinggal yang ditengarai akan difungsikan sebagai vila. ‘’Dalam waktu dekat kami akan kumpulkan para kaling semua untuk membahas hal ini. Koordinasi perangkat
desa harus diintensifkan,’’ tegasnya. Sementara itu, Kepala Satpol PP Badung I GAK Surya Negara mengaku kesulitan untuk melakukan pengecekan terhadap keberadaan vila bodong karena masalah penghuni. Saat didatangi, bangunannya ada, namun orangnya tidak ada. Selain itu, lokasi yang jauh dan juga terpencil menjadi kendala saat pemantauan. ‘’Waktu kita cek, katanya rumah tinggal dan sedang mengurus perizinan. Dalam perjalanan, ternyata rumah tinggal berubah fungsi menjadi vila,’’ ujarnya, Rabu (3/7) kemarin. Tidak hanya rumah tinggal yang beralih fungsi, banyak juga rumah kos, namun yang menempatinya justru warga negara asing. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan kaling dan perangkat desa terkait pendataan vila. Diharapkannya, para kaling dan perangkat desa bisa bekerja s a m a d engan baik guna menekan angka vila bodong di Badung. ‘’Marilah kita bekerja sama dalam rangka memberikan ketertiban dan jaminan bahwa orang berusaha itu mempunyai izin sesuai yang berlaku,’’ tegasnya. (kmb23)
Mangupura (Bali Post) Hasil laboratorium guna menyelidiki penyebab ambruknya atap proyek Balai Budaya Graha Mangu Mandala di Puspem Badung yang terjadi beberapa bulan lalu, sudah keluar. Hal itu dibenarkan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Badung Waher Tulus Jaya Tarihoran, Rabu (3/7) kemarin. Waher yang juga Ketua Tim Pengawal, Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) ini mengatakan, pihaknya sudah sempat melakukan pertemuan dengan pihak terkait, seperti Dinas PUPR Badung sebagai pemilik proyek, Kejaksaan selaku tim pendamping dan juga penggarap proyek. Dari hasil evaluasi, kasus ambruknya atap Balai Budaya Graha Mangu Mandala itu lebih pada kecelakaan kerja, hingga menyebabkan sejumlah pekerja mengalami lukaluka. Tidak ada ditemukan unsur pengurangan spesifikasi material pada proyek tersebut. ‘’Itu kecelakaan kerja. Kita evaluasi, hasilnya tidak pengurangan spek,’’ katanya. Lantaran kejadian itu murni kecelakaan kerja, kejaksaan tidak berwenang menanganinya. Sebelumnya, Kejaksaan mengambil sampel baja untuk mengetahui spesifikasi material proyek yang nilainya mencapai Rp 317 miliar itu. (kmb37)
Bali Post/asa
HASIL LABORATORIUM – Kasi Intel Kejari Badung Waher Tulus Jaya Tarihoran menjelaskan hasil laboratorium terkait ambruknya atap Balai Budaya Graha Mangu Mandala.
DAERAH
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Penetapan Caleg Terpilih Tunggu Pusat Denpasar (Bali Post) Sengketa pilpres yang sudah diputus MK tidak serta merta berdampak pada penetapan caleg terpilih. Mengingat, sampai saat ini jadwal penetapan caleg terpilih oleh masing-masing KPU belum jelas, tak terkecuali di Denpasar. Ketua KPU Denpasar Wayan Arsa Jaya, Rabu (3/7) kemarin, mengaku masih menunggu keputusan dari pusat. ‘’Kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut dari KPU-RI,’’ ujar Arsa Jaya. Dikatakan, sesuai mekanisme SE KPU-RI No. 867 per Juni 2019, KPU-RI terlebih dahulu harus menerima pemberitahuan BRPK dari MK. Setelah itu, KPU-RI menurunkan perintah kepada masing-masing KPU di daerah untuk melakukan penetapan perolehan kursi dan calon terpilih. Namun, hingga kini informasi yang diperolehnya, KPU-RI belum menerima surat BRPK dari MK. Karena itu, pihaknya harus menunggu petunjuk dari KPU-RI terkait kegiatan penetapan ini. Di sisi lain, jajaran Sekretariat DPRD Denpasar sudah mulai melakukan persiapan pelantikan anggota dewan baru nanti. Kemarin, jajaran Sekretariat Dewan
yang dipimpin Sekwan setempat melakukan rapat persiapan terkait pelaksanaan pelantikan. ‘’Kami bentuk tim kecil untuk mempersiapkan kegiatan pelantikan nanti,’’ ujar Sekwan Denpasar Putu Gede Dharma Wiyasa. Dikatakan, sesuai jadwal yang ada, pelantikan anggota dewan baru periode 2019-2014 akan dilakukan per 19 Agustus 2019 mendatang. Karena saat itu anggota dewan periode 2014-2019 berakhir. Disinggung terkait besaran dana pelantikan, Dharma Wiyasa mengatakan tidak hapal detailnya. Karena dana pelantikan ini tidak diatur secara khusus, seperti pakaian dinas dewan. ‘’Sama seperti sidang paripurna biasa, hanya jumlahnya lebih besar, karena undangan lebih banyak dari sidang paripurna biasa,’’ katanya. Dikatakan, dana yang diperlukan untuk pelantikan ini dominan untuk biaya konsumsi. Karena itu, jumlahnya tergantung undangan yang ada. ‘’Misalnya saja per piring dijatah Rp 60.000 maka akan dikalikan dengan jumlah undangan. Tidak ada disiapkan dalam pos khusus,’’ jelasnya. (kmb12)
Diskop Targetkan 95 Persen Manajer Koperasi di Bali Tersertifikasi Denpasar (Bali Post) Kualitas koperasi tergantung pada sumber daya manusia (SDM)nya. Tidak sedikit koperasi yang tidak sehat terjadi dikarekan SDM yang tidak berpengalaman serta kurang berkualitas. Karenanya, untuk semakin meningkatkan kinerja dan kualitas koperasi serta mencegah terjadinya tidak sehat, Dinas Koperasi (Diskop) dan UKM Provinsi Bali mendorong koperasi untuk menyertifikasikan SDMnya. Saat ini untuk level manajer, dari 1.207 manajer koperasi yang ada di seluruh Bali, sudah 85 persen tersertifikasi. Untuk tahun 2019, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali menargetkan manajer koperasi tersertifikasi naik menjadi 95 persen. Kepala Diskop dan UKM Provinsi Bali I Gede Indra Dewa Putra, Rabu (3/7) kemarin, mengatakan jumlah manajer koperasi yang memiliki sertifikasi di Bali memang cukup tinggi. Berbeda dengan SDM di bawahnya seperti petugas tagih, kasir, kabag dan lainnya. Untuk ini, persentasenya rata-rata masih di sekitaran 5 hingga 20 persen. Untuk meningkatkan jumlah SDM koperasi agar tersertifikasi, menurut Gede Indra, tahun 2019 pihaknya menggelar setidaknya 48 diklat. Di mana empat diklat dibiayai APBD dan 44 diklat pembiayaannya melalui dana DAK. Dari 48 diklat ini, hanya dua angkatan untuk level manajer. Sisanya diklat untuk SDM di bawah level manajer. Menurut Gede Indra, masih rendahnya SDM koperasi yang berada di level bawah manajer tersertifikasi, karena kebanyakan keuntungan atau SHU-nya belum
besar. ‘’Koperasi ini kan dibentuk pelaku-pelaku ekonomi mikro. Tidak semua memiliki SHU yang besar. Aturannya memang ada 5 persen dari SHU dialokasikan untuk pendidikan SDM-nya,’’ jelas Gede Indra. Di sisi lain, untuk menjalani sertifikasi, di level manajer jika pembiayaan swadaya memerlukan biaya sebesar kurang lebih Rp 7,5 juta dan level di bawah manajer kurang lebih Rp 3 juta. Karenanya selain membantu koperasi lewat diklat yang dianggarkan dari anggaran pemerintah, baik pusat, provinsi maupun kabupaten/kota, Gede Indra mendorong untuk melakukan pembiayaan sertifikasi secara swadaya, baik itu pembiayaan bersamasama dari gabungan koperasi kecil maupun mandiri untuk koperasi yang SHU-nya sudah besar. Diakuinya, beberapa koperasi sudah melakukan swadaya untuk sertifikasi SDM-nya, baik secara bersama-sama maupun secara mandiri. Inilah yang juga didorong pihak Diskop sehingga target SDM di bawah level manajer yang tersertifikasi tahun 2019 sebanyak 30 persen bisa tercapai. ‘’Target ini untuk sertifikasi SDM koperasi level di bawah manajer, kita targetkan naik jadi 30 persen,’’ ujarnya. Mengenai sanksi, lanjut Gede Indra, bagi koperasi yang tidak menyertifikasikan SDM-nya masih hukuman ringan atau berupa teguran. Namun bagi koperasi yang hendak membuka cabang, jika kepala cabangnya tidak tersertifikasi, maka izin untuk membuka cabang ini tidak diberikan. ‘’Jadi sertifikasi SDM, dalam hal ini kepala cabang menjadi salah satu syarat untuk koperasi yang membuka cabang,’’ ujarnya. (kmb24)
I Gede Indra Dewa Putra
Bali Post/kmb24
Kamis Kliwon, 4 Juli 2019
Senator RI Beri Atensi Khusus Dugaan Pungli di SDN 1 Ubud dan SMPN 3 Kutsel
Wedakarna Ingatkan Komite Sekolah Bukan Lembaga Stempel dan Teliti Terkait Anggaran
SENATOR DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bergerak cepat dalam menangani sejumlah kasus dugaan pungli yang melibatkan pihak sekolah. Di antaranya terkait aspirasi masyarakat tentang keberatan atas kegiatan bazar yang dananya dipergunakan untuk membeli kostum marching band siswa SDN 1 Ubud serta masalah dugaan pungli di SMP Negeri 3 Kuta Selatan (Kutsel) yang mengatasnamakan kegiatan tirtayatra dan graduation di sebuah hotel berbintang. Terkait hal ini, Senator AWK menyampaikan aspirasi masyarakat apa pun bentuknya tetap harus ditindaklanjuti DPD-RI sesuai amanat UU. ‘’Pihak sekolah saat ini, apalagi institusi negeri tidak boleh lagi macam-macam berbuat sesuka hati terkait dengan kebijakan, khususnya anggaran. Dalam UU MD3 Tahun 2018, sudah diamanatkan apa pun aspirasi rakyat harus ditanggapi. Ngiring kewaspadaan terhadap pengelolaan manajemen sekolah perlu prinsip kehati-hatian. Misalkan apa yang terjadi di SDN 1 Ubud ini. Maksudnya mungkin baik untuk membantu kegiatan ekstrakurikuler, tapi akhirnya ada keberatan dari pihak yang melaporkan. Kita sudah berikan masukan dan nasihat, apa yang boleh, apa yang tidak boleh dilakukan di sekolah negeri, sehingga ke depan jangan sampai memberatkan orangtua,’’ kata Senator AWK. Hal yang sama ia lakukan saat menerima audiensi dari pihak SMP Negeri 3 Kuta Selatan di Kantor DPD-RI Bali
dalam rangka mengklarifikasi dugaan pungli yang dijalankan pihak sekolah atau OSIS terkait dengan dana tirtayatra dan dana graduation yang diadakan di sebuah hotel bintang lima. Hal ini sudah menjadi perhatian dari Komite I Bidang Hukum DPD-RI. ‘’SMPN 3 Kuta Selatan harus waspada. Menurut aturan, penanggung jawab acara apa pun di sekolah adalah guru. Jadi laporan dari sekolah terkait dengan memberdayakan anakanak OSIS di bawah umur untuk mengumpulkan dana puluhan juta rupiah, apa pun alasannya adalah tindakan yang tidak patut. Ada UU tentang anak yang harus diperhatikan, dan seorang anak di bawah umur memiliki keterbatasan dalam mengambil keputusan. Jadi saya tegur apa yang sudah disampaikan sekolah tadi. Menurut saya seolah-olah menyerahkan masalah ini kepada OSIS. Di mana-mana ya… kepala sekolah dan guru harus bertanggung jawab,’’ jelas Gusti Wedakarna. Ia meminta kepada sekolah di Bali agar tidak lagi menggunakan nomenklatur ‘’wajib’’ dalam menyampaikan pengumuman atau arahan, khususnya terkait dengan pengelolaan uang, karena bisa mendapatkan masalah hukum. ‘’Ada hukum UU Pidana Pemerasan jika sekolah, apalagi negeri, memaksa hal-al ini. Begitu juga perjanjian kerja sama yang dimaksud bisa terkena UU Perdata jika ada yang sepihak. Belum lagi ini bisa dimasalahkan saber pungli karena memungut iuran di luar kepatutan. Saya minta agar ke depan jangan diulang. Tidak usah hedonis adakan acara-acara mentereng
SATYAGRAHA – Senator DPD-RI Dr. Arya Wedakarna saat berkunjung ke SDN 1 Ubud, Gianyar dan menerima pimpinan dan OSIS SMPN 3 Kuta Selatan di Kantor DPD-RI Bali. walau ada siswa miskin. Semua harus dalam koridor sederhana dan bermatabat,’’ terang Gusti Wedakarna. Ia juga mengingatkan komite sekolah bukan lembaga stempel, dan tidak semua keinginan dan program sekolah wajib dipenuhi pihak komite. ‘’Saya ingatkan ke depan, komite sekolah jangan mau terlibat masalah hukum. Apalagi tentang kebijakan anggaran. Komite sekolah bukan SUB dari sekolah itu sendiri dan
tidak semua program sekolah terkait anggaran harus disetujui. Saya ingatkan itu agar semua sadar. Satu lagi, walaupun ada kebijakan musyawarah atau voting dalam keputusan komite, tapi itu tidak menggugurkan hak dari siswa atau orangtua untuk melakukan gugatan hukum jika ada masalah korupsi atau pungli. Pesan saya berhatihati,’’ imbuh Gusti Wedakarna yang juga pendiri Bali Education Watch ini. (ad178)
sidang. Kan belum disidang,’’ ucapnya. Seperti diberitakan, Bripka Made Agus Darmayana (40) merayakan ulang tahunnya di Biliard Queen di Jalan Gunung Andakasa, Denpasar Barat. Dia mengundang delapan orang temannya, termasuk PE dan MC. Di sana mereka makan-makan dan pesta miras. Sekitar pukul 23.00 Wita, situasi memanas karena Agus dan MC ribut. Dalam kondisi mabuk mereka terlibat perkelahian. PE tidak tinggal diam,
dia ikut mengeroyok anggota Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Denpasar tersebut. Agus dihajar dengan menggunakan potongan kayu dan botol minuman. Akibat pengeroyokan itu, Agus mengalami luka robek pada pelipis kiri dan pipi kiri bawah mata. Selain itu, satu gigi depan atas lepas, kelingking kiri robek dan bengkak serta kaki kanan bawah tumit lecet. Terkait kasus tersebut, anggota Satreskrim Polresta menangkap tersangka MC dan PE. (kmb36)
Saling Lapor, Polisi yang Dikeroyok Juga Ditahan
Denpasar (Bali Post) -
Pengeroyok Bripka Made Agus Darmayana (40) berinisial PE dan MC telah ditahan. Namun, Bripka Agus juga ditahan karena dilaporkan kasus penganiayaan kedua pelaku tersebut. ‘’Anggota tersebut juga kami tahan. Kedua belah pihak saling lapor,’’ tegas Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan, Rabu (3/7) kemarin. Menurut Ruddi, kasus pengeroyokan dan penganiyaan tersebut terjadi di Biliard Queen di Jalan Gunung Andakasa, Denpasar Barat. Pemicunya karena pengaruh minuman keras. ‘’Apalagi kalau bukan minuman (miras - red). Coba ulang tahun-
nya cuma potong kue kayak biasanya, kan enggak seperti itu,’’ kata Dansatgas CTOC Polda Bali ini. Apakah Agus akan dipecat? Mantan Wadir Reskrimsus Polda Bali ini enggan mengomentari hal tersebut. ‘’Harus lewat
AMB Gelar ’’Vario Goes to Campus’’
Puluhan Mahasiswa Unud Kampanye #Cari_Aman UNTUK menjawab kebutuhan para mahasiswa dalam menunjang aktivitas perkuliahan, Astra Motor Bali (AMB) selaku main dealer sepeda motor Honda di Bali mengadakan acara yang bernama ‘’Vario Goes to Campus’’. Bertempat di Warunk Upnormal, Denpasar, acara ini digelar pada 29 Juni 2019. Sebanyak 52 mahasiswa dari Universitas Udayana (Unud) dan Paguyuban Honda Community Bali belajar asyik #Cari_Aman saat naik motor. Menurut PIC Safety Riding Area Bali Ngurah Iswahyudi, selain penjelasan mengenai fitur dan teknologi canggih dari Honda Vario, acara ini juga diisi dengan sosialisasi kampanye #cari_aman oleh tim safety riding AMB. Pada sesi ini kebutuhan para mahasiswa pun terjawab. Fitur dan teknologi Vario memang sangat cocok untuk menun-
jang aktivitas. Diungkapkan, kegiatan ini sebagai bentuk kedekatan dengan anak muda, khusunya mahasiswa. Begitu juga sekaligus berbagi pengetahuan tentang teknologi tinggi dan terbaru dari Honda Vario. ‘’Kami berharap anak muda tidak hanya memiliki sepeda motor Honda, namun tahu mengenai keunggulan dan teknologinya. Dalam ajang ini para peserta dapat saling bertukar informasi mengenai sepeda motor Honda, sehingga dapat menambah wawasan para peserta yang membuat semakin nyaman dan aman dalam berkendara,’’ ujar Iswahyudi. Selain mahasiswa, turut hadir juga Paguyuban Honda Community Bali. Sebelum acara dimulai, mereka terlebih dahulu melakukan city rolling di Dealer Astra Motor Bali dan finis di lokasi acara yaitu Warunk Upnormal. (bns1)
Mengetahui Penyakit Lupus: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya PENYAKIT lupus bukanlah penyakit baru. Namun masih banyak masyarakat awam yang belum mengetahui apa sebenarnya penyakit lupus ini. Penyakit lupus termasuk penyakit tidak menular, namun termasuk ke dalam golongan penyakit berbahaya. Di mana didapatkan angka kejadian cukup tinggi di seluruh dunia. Penyakit ini dapat menyerang semua orang dalam berbagai usia. Wanita lebih berisiko untuk terkena penyakit ini dibandingkan pria, terutama pada usia 15-40 tahun. Pengetahuan mengenai penyebab dan gejala perlu diketahui agar dapat mendeteksi lebih dini tentang
penyakit lupus. Apa itu penyakit lupus? Penyakit lupus atau dalam istilah kedokteran disebut dengan Systemic Lupus Erythematosus merupakan suatu penyakit autoimun, di mana sistem imun tubuh menyerang tubuh sendiri. Sistem imun seharusnya membantu tubuh untuk melawan bakteri, virus, ataupun benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Namun pada penyakit lupus, sistem imun gagal mengenali adanya benda asing dan malah menyerang sel, jaringan, dan organ dalam tubuh. Akibat dari terganggunya sistem imun ini organ yang sehat pun akan mengalami peradangan kro-
nis sehingga akan menimbulkan berbagai gejala. Penyakit ini dapat menyerang berbagai macam organ seperti kulit, sendi, sel darah, ginjal, jantung, paru-paru, otak, bahkan sumsum tulang belakang. Penyebab Penyakit Lupus Penyebab penyakit lupus sampai saat ini belum diketahui pastinya. Berbagai faktor seperti faktor genetik, lingkungan, maupun hormonal diduga meningkatkan risiko untuk terjadinya penyakit lupus. Sekitar 7 persen pasien penyakit lupus juga memiliki salah satu anggota keluarga yang memiliki penyakit yang
sama. Faktor lingkungan yang dapat memicu terjadinya penyakit lupus ini di antaranya infeksi, stres, paparan cahaya matahari, merokok, dan penggunaan obatobatan tertentu. Gejala Penyakit Lupus Penyakit lupus ini tidak mudah untuk diketahui karena menimbulkan berbagai macam akibat dari berbagai organ yang diserang. Gejala penyakit yang dialami oleh satu orang dengan orang lainnya pun berbeda, ada yang ringan hingga mengancam nyawa. Gejala penyakit lupus yang biasanya sering ditemui adalah lelah, sakit kepala, ny-
eri atau pembengkakan sendi, demam berkepanjangan tanpa diketahui penyebabnya, anemia, ruam kemerahan pada pipi sampai hidung dengan pola seperti kupu-kupu, sensitif terhadap cahaya atau cahaya matahari, rambut rontok hingga kebotakan, perdarahan yang tidak biasa, jari-jari berubah pucat atau kebiruan ketika dingin, sariawan di mulut, dan lainnya. Penanganan dan Pencegahan Penyakit Lupus Penanganan dan pencegahan penyakit lupus secara umum adalah sama yaitu menghindari stres dan trauma fisik. Menghin-
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
dari pajangan sinar matahari terutama dari pukul 10.00-15.00, hindari merokok, menggunakan pakaian yang tertutup dan tabir surya, berolahraga secara teratur, dan mengatur nutrisi. Saat ini, deteksi dini terhadap penyakit lupus dapat dilakukan masyarakat awam di Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) PTM dengan mengisi formulir yang disebut SALURI (Periksa Lupus Sendiri) di puskesmas atau sarana pelayanan kesehatan lainnya, terutama untuk masyarakat yang dicurigai menderita penyakit lupus. l dr. Putu Amanda Widiada
DAERAH
Kamis Kliwon, 4 Juli 2019
5
OJK Gelar Pelatihan dan ’’Gathering’’ Media Massa Bali-Nusa Tenggara OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) menggelar Pelatihan dan Gathering Wartawan Media Massa di wilayah kerja OJK Regional VIII Bali dan Nusa Tenggara di Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Pelatihan yang berlangsung 29 Juni hingga 2 Juli 2019 diikuti sebanyak 50 orang wartawan, yakni 20 orang wartawan dari Bali, 15 orang wartawan dari NTB, dan 15 orang wartawan dari NTT. Adapun materi dalam pelatihan tersebut yakni Menulis Berita Ekonomi oleh Nurdiana Titis (Redaktur Kontan), Perkembangan Industri dan Keuangan di KR 8 Bali Nusa Tenggara yang dibawakan Rochman Pamungkas (Direktur Pengawasan LJK, OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara), Perkembangan Fintech Lending oleh Hendrikus Passagi (Direktur Pengaturan, Perizinan, dan Pengawasan Financial Technologi), Perkembangan Bank Wakaf Mikro oleh Suparlan (Direktur Pengawasan Lembaga Keuangan Mikro). Selain pelatihan, para peserta juga diajak mengunjungi Bank Wakaf Mikro Ahmad Taqiuddin Mansur ‘’ARQIA’’ di Mandalika, dan Gathering di Desa Sade. Kepala OJK Nusa Tenggara Barat Farid Faletehan ketika membuka kegiatan Pelatihan dan Gathering Wartawan Media Massa mengatakan, pertumbuhan kredit perbankan di Nusa Tenggara Barat sebelum gempa tahun 2018 cukup bagus, bahkan di atas nasional. Namun setelah gempa menurun cukup dratis. Meskipun pertumbuhan perbankan yang biasanya per
tahun 14%, pada Desember setelah gempa turun hingga 7%. ‘’Pantai Sanggigi yang biasanya ramai sekali pengunjung, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantarn, namun setelah gempa pengunjung sepi,’’ ujar Farid. Kendati demikian, seiring berjalannya waktu, NTB menggunakan tagline ‘’NTB Bangkit’’ setelah adanya pilkada tahun 2018, mengalami pertumbuhan satu persen, meskipun itu di bawah nasional. ‘’Tentunya kondisi tidak seperti sebelum gempa. Setelah ada investasi masuk, alhamdulillah kondisi terus bergerak dan semua pihak berusaha untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi terutama di pariwisata,’’ tandas Farid. Untuk membangkitkan kembali kunjungan wisata dan pertumbuhan ekonomi di NTB, kegiatan pelatihan dan gathering media massa sengaja dilaksanakan di Pulau Lombok sebagai salah satu upaya membangkitkan pariwisata Lombok pascadilanda gempa bertubitubi. ‘’Kami juga komitmen untuk ikut kampanyekan Lombok Bangkit, makanya kita adakan acara di tempat ini (Kuta Mandalika - red),’’ katanya. Hingga saat ini, lanjut Farid, pemerintah daerah bersama seluruh elemen yang ada di daerah ini berkolaborasi melakukan upaya recovery (pemulihan). ‘’Pulau Lombok sebagai wilayah terdampak gempa paling parah belum sepenuhnya melakukan pemulihan. Mudah-mudahan ke depan bisa segera normal,’’ pungkasnya. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. (win)
Ditangkap, ABG Pencuri Motor Terjaring Razia
Denpasar (Bali Post) Seorang anak baru gede (ABG) berinisial SDP (15) terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Ia mencuri sepeda motor milik Khahim Tohari (46). Sialnya, saat membawa motor curiannya tersebut, SDP terjaring razia kendaraan di Jalan Ahmad Yani selatan, DenPELATIHAN - Peserta kegiatan pelatihan dan gathering wartawan media massa di wilayah kerja OJK Regional VIII Bali dan Nusa Tenggara di Mandalika, Nusa Tenggara Barat.
Otoritas Penerbangan ASEAN Bahas Kerja Sama dengan Cina
Mangupura (Bali Post) Pertemuan The 12th ASEAN-China Working Group on Regional Air Services Arrangements (12th ACWG-RASA) digelar pada 2 hingga 4 Juli di Kuta. Pertemuan yang merupakan kerja sama secara berkelanjutan di bidang angkutan udara ini bertujuan meningkatkan kerja sama antara sesama anggota ASEAN dan Cina. Pertemuan setingkat direktur di otoritas penerbangan negara anggota ASEAN dan stakeholders penerbangan itu dihadiri 12 negara delegasi, termasuk Indonesia. Sidang The 12th ACWG-RASA merupakan pertama kalinya bagi Indonesia menjadi tuan rumah dengan jumlah seluruh peserta sidang sebanyak 70 orang. Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti mengatakan, pertemuan ini
sangat penting dan mencerminkan peningkatan hubungan kerja sama bilateral ASEANCina yang baik dan berkelanjutan. Rangkaian sidang yang berlangsung selama tiga hari ini membahas rencana pengembangan hak angkut dan isu-isu operasional dari implementasi perjanjian hubungan udara antara ASEAN dan Cina. Selain itu, membahas pertukaran informasi terkait pelatihan personel dan kerja sama teknis di sektor penerbangan. ‘’Peningkatan kerja sama transportasi udara antara ASEAN-Cina sangat penting. Dampak besarnya bisa dirasakan dengan jangkauan konektivitas yang semakin luas dan merangsang pertumbuhan lalu lintas udara dan bisa menjelajahi pasar baru yang potensial di seluruh wilayah ASEAN,’’ katanya. (kmb23)
Hilangkan ”Kutukan” Menggepeng
Desa Tianyar Barat Gelar Upacara ’’Guru Piduka’’ Amlapura (Bali Post) Hingga kini masih banyak warga Banjar Munti Gunung, Desa Tianyar Barat yang menggepeng. Citra itu sulit dihapus, karena konon dahulu leluhur mereka mengutuk warga supaya mengemis. Dan untuk menghilangkan kutukan tersebut, pihak desa sudah dua kali melaksanakan upacara guru piduka. Dalam waktu dekat ini, pihak desa kembali bakal menggelar upacara guru piduka. Kepala Dinas Sosial Karangasem Ni Ketut Puspakumari, Rabu (3/7) kemarin mengungkapkan, sebelumnya pihak desa sudah sempat melaksanakan upacara guru piduka dua kali. Dalam waktu dekat, desa kembali akan melakukan upacara guru piduka tersebut untuk yang ketiga kalinya. “Upacara guru piduka akan digelar 7 Juli nanti. Upacara akan dilakukan di Desaku Menanti,” ujarnya. Puspakumari menambahkan, upacara ini dilaksanakan untuk menghapus kutukan dari leluhurnya terdahulu yang ingin warganya menggepeng. Karena itu, pihaknya tidak hanya akan melakukan penanganan secara sekala, tapi secara niskala tetap dilakukan
sesuai keyakinan selaku umat Hindu. “Upacara itu bertujuan untuk memohon maaf kepada lelulur. Diharapkan lewat upacara itu, nantinya tidak ada lagi warga Munti Gunung yang mengemis lagi. Dan kehidupan warga setempat lebih maju dan sejahtera,” harapnya. Disinggung apakah saat ini masih ada warga Munti Gunung yang menggepeng, Puspakumari menegaskan, sejauh ini memang masih ada sejumlah warga setempat yang menggepeng. Itu bisa dilihat adanya beberapa warga yang diamankan petugas setelah menggepeng di kabupaten lain seperti di Gianyar. “Hanya beberapa warga menggepeng. Itu pun warga yang belum mendapatkan bantuan rumah lewat Desaku Menanti. Kalau untuk warga yang sudah diberikan bantuan rumah, tidak ada yang menggepeng lagi. Kita akan terus upayakan ke depannya, warga yang belum mendapatkan bantuan supaya bisa mendapatkan bantuan agar mereka tidak lagi menggepeng. Mereka juga akan diberikan pelatihan keterampilan,” jelas Puspakumari. (kmb41)
Bali Post/ist
RILIS - Kapolsek Denbar AKP Johannes merilis penangkapan pencuri motor.
pasar. Karena petugas tahu itu motor curian, pelaku langsung dibawa ke Mapolsek Denpasar Barat (Denbar). ‘’Pelaku mengaku sudah tamat Kejar Paket A. Alasan pelaku mencuri motor karena mau dipakai sendiri,’’ kata Kapolsek Denbar AKP Johannes Nainggolan, Rabu (3/7) kemarin.
Menurut mantan Kapolsek Kuta Utara ini, aksi pencurian ini terjadi ketika korban hendak membeli rokok. Saat hendak mengambil motor yang diparkir di tempat tinggalnya di Jalan Mahendradata No. 777 Denpasar, ternyata hilang. Selanjutnya korban melapor ke Polsek Denbar. Menindaklanjuti laporan tersebut,
polisi melakukan penyelidikan. Salah satu upayanya adalah melakukan razia kendaraan di Jalan Ahmad Yani selatan, tepatnya di depan kantor lama Polsek Denbar. Saat itulah petugas mencurigai sepeda motor Suzuki Shogun yang dibawa pelaku adalah hasil curian. Setelah dicek, ternyata motor tersebut tidak ada surat-
suratnya. ‘’Dicek nomor rangka motor itu, ternyata motor itu dilaporkan hilang di Jalan Mahendradata,’’ kata Johannes. Selanjutnya pelaku diamankan dan dibawa ke Mapolsek. ‘’Kami masih mengembangkan kasus ini. Siapa tahu pelaku terlibat kasus lainnya,’’ ujarnya. (kmb36)
Disdikpora Denpasar Tambah Kuota 40 Siswa untuk SD dan SMP Swasta
Denpasar (Bali Post) -
Setelah menambah daya tampung siswa baru bagi SMP negeri, Disdikpora Denpasar akhirnya memberi kesempatan yang sama bagi SD dan SMP swasta. Sekolah swasta diberi kuota maksimal yakni 40 siswa tiap rombongan belajar (rombel). Dalam juknis PPDB yang duatur dalam Perwali 28 Tahun 2019 diatur bahwa jumlah siswa di SD negeri dan swasta dibatasi maksimal 32 siswa per kelas dan di SMP hanya 34 siswa per kelas. Hal itu diungkapkan Kepala Disdikpora Kota Denpasar Drs. I Wayan Gunawan, Rabu (3/7) kemarin. Alasannya, pemerintah harus concern dengan program wajib belajar 9 tahun dan 12 tahun. Anak usia sekolah tak boleh sampai tak mendapatkan sekolah. Hanya, dia akui jumlah siswa yang diterima di sekolah negeri tetap terbatas. Untuk itu, yang belum diterima di negeri bisa memilih swasta. Bahkan, ia mengatakan banyak sekolah swasta yang berkualitas dan masih menerima pendaftaran calon siswa baru. Ia mengungkapkan situasi dan kondisi yang belum memungkinkan, tahun ini Denpasar menerapkan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Untuk itu, data di dapodik akan disesuaikan dengan
kondisi di daerah. Gunawan menambahkan, pengumuman PPDB 2019 akan dilakukan serentak pada Jumat (5/7). Pengumuman tersebut meliputi peserta dari seleksi zonasi jarak terdekat, zonasi kawasan, KK miskin, perpindahan orangtua, penyandang disabilitas, sekeksi USBN, jalur prestasi dan PKB. Khusus untuk seleksi USBN diserahkan sepenuhnya ke sekolah disesuaikan dengan tambahan daya tampung sekolah. Sementara itu, Ketua Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar Ir. Bagus Ketut Lodji, M.S. menyambut baik kebijakan Disdikpora Denpasar karena bisa meringankan biaya pendidikan di sekolah swasta. Pembina BMPS Bali ini menegaskan, pengurangan jumlah siswa tiap tahun dari 50 menjadi 40, 36 hingga 32, sebenarnya merugikan masyarakat karena biaya per kelas yang mestinya ditanggung 50 siswa diubah menjadi dibagi 32 siswa.
Bali Post/dok
PENDAFTARAN - Sejumlah siswa saat melakukan pendaftaran di salah satu sekolah di Denpasar. Makanya biaya pendidikan pun kian membengkak. Dari dulu, katanya, sekolah swasta berjuang untuk mempertahankan siswa 45-50 orang per kelas demi meringankan masyarakat, bukan untuk mencari keuntungan. Hal itu dibenarkan Ketua PGRI Bali yang juga Kepala
SMP PGRI 2 Denpasar Dr. I Gede Wenten Aryasuda, M.Pd. bahwa biaya pendidikan di sekolah swasta tergantung dari jumlah siswa per kelas. Jika makin banyak pembaginya, masyarakat makin diringankan. Alasan kedua, ruang kelas yang dibangun memang diformat untuk 45-50 siswa.
Dengan penambahan kuota bagi sekolah swasta, kata Aryasuda, menunjukkan pemerintah bersikap adil karena sekolah negeri duluan diberi tambahan kuota di PPDB 2019. Apalagi, di era sekarang tak boleh lagi ada dikotomi sekolah negeri dan sekolah swasta. (025)
Warung Global
Perusahaan Air Minum Kemasan Makin Banyak, Debit Air Pasti Berkurang MARAKNYA keberadaan perusahaan air minum di bagian hulu Kabupaten Tabanan membuat kalangan dewan khawatir ketersediaan air bersih bagi masyarakat semakin berkurang. Mereka pun mendesak pemkab tidak lagi mengeluarkan izin perusahaan air minum kemasan di wilayah hulu. Seperti apa pendapat masyarakat mengenai hal ini? Berikut rangkuman acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM. Suardana di Tabanan berharap izin untuk perusahaan air kemasan distop. Namun rasanya tidak dapat dilakukan karena ada income yang masuk ke pemda dari izin yang dikeluarkan dan ada tenaga kerja yang tertampung. Yang terpenting tidak mengganggu air yang diperlukan
masyarakat. Air PDAM sering ngadat, apalagi di pagi hari saat sedang dibutuhkan masyarakat. Bu Ayu di Petang berpendapat, defisit air bersih terjadi karena beberapa faktor sehingga menyebabkan ketidakseimbangan pada manusia dan lingkungan. Sebagian
masyarakat masih menganggap air hanya urusan pemerintah atau PDAM, sehingga tidak tergerak untuk mengatasi masalah air secara bersama. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya penanganan penghematan air dari diri sendiri, masyarakat dan penerapan regulasi pemerintah. Werda di Gianyar mengaku setuju dan di kabupaten lain pun harusnya demikian. Kalau semakin banyak ada perusahaan air minum kemasan, maka akan mengurangi debit air. Air minum merupakan kebutuhan utama. Dengan adanya penyetopan air kemasan, PDAM harus meningkatkan produksinya. Kalau
bisa air yang siap di minum untuk masyarakat. Sudana di Tabanan menilai perlu solusi untuk mengatasi hal ini dengan gerakan bersama. Jika tidak, defisit air akan terus berlangsung. Untuk mengatasi kurangnya ketersediaan air, sebaiknya dilakukan dengan cara pemanfaatan sumber daya air alternatif. Kita dapat memanfaatkan air laut melalui proses desalinasi dengan bantuan teknologi untuk pemurnian air dengan mengubah air laut menjadi air tawar hingga siap diminum. Ryan Bhaskara di Denpasar mengatakan akibat kebutuhan air yang akan
terus meningkat, jika tidak dilakukan upaya alternatif penyediaan sumber air baku, maka nantinya akan kesulitan mendapatkan air bersih. Kondisi ini semakin lengkap dengan masih lemahnya proteksi sumber air baku, tingginya kepadatan penduduk serta kurangnya kepedulian terhadap lingkungan. Karsa di Tabanan mengatakan dengan bertambahnya jumlah penduduk, otomatis kebutuhan air makin meningkat. Perlu upaya yang terpadu dan berkelanjutan untuk mengatasi hal ini. Perlu peningkatan dan perbaikan kualitas lingkungan, penghijauan serta konservasi tanah dan air. (dika)
OPINI
6
Kamis Kliwon, 4 Juli 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Jadilah Teladan Gerakan Literasi MEMBACA itu penting. Bahkan sangat penting. Buku itu adalah gudang ilmu yang bisa membawa kita menuju masa depan yang lebih cemerlang. Hal inilah yang sering kali didengungkan para guru dulu. Dalam era kekinian, hal semacam ini mesti tetap diingatkan, dilakukan, bahkan ditingkatkan. Namun, beberapa penelitian mengungkapkan, minat baca di kalangan siswa kita masih kalah jauh dibandingkan dengan masyarakat negara lain. Tidak mengapa. Tidak masalah, sepanjang hal ini dimaklumi dan kemudian diupayakan jalan keluar, solusi yang lebih solutif bagaimana keluar dari masalah ini. Statistik tinggal statistik. Hanya mengingatkan, dan dijadikan tolok ukur bagaimana memperbaikinya dalam kurun waktu tertetu. Tentu saja ke arah yang lebih baik, bukan sebaliknya. Membaca adalah suatu kebiasaan yang tidak serta merta tumbuh begitu saja. Kita harus mengupayakannya, menyuburkannya, dan membinanya secara kontinu. Menumbuhkembangkan hal ini memang tidak mudah. Semangat untuk membangun iklim literasi di kalangan generasi muda mesti dilakukan secara sinergis. Tidak hanya oleh kalangan akademisi, sekolah, kampus dan sebagainya. Tetapi juga oleh kalangan orangtua yang memang lebih banyak mendapatkan waktu bersama mereka. Di tengah gempuran gadget serta informasi dunia maya yang tidak semuanya edukatif, maka tugas orangtua menjadi lebih sulit. Kemungkinan mereka menjadi generasi yang ‘’ileterasi’’ menjadi semakin terbuka. Ini akan membuat makin jauh dari lingkungan. Sudah ada di depan mata dan banyak keluhan dari para orangtua, guru, serta kalangan lainnya. Belum ada langkah strategis membuat mereka beralih pada hal-hal yang lebih positif. Membiarkan mereka semakin asyik dan terasing dengan dunia maya tentu menjadi persoalan yang berbahaya. Bacaan yang bermutu serta bergizi saja tentu tidak cukup. Mengombinasikannya dengan kemampuan serta potensi local genius di masing-masing daerah menjadi langkah yang barangkali sangat menjanjikan. Masing-masing daerah punya kekhasan, kekayaan, serta pengalaman hidup yang tentu sangat menarik untuk dikembangkan menjadi suatu ramuan serta olahan edukatif. Mereka akan menjadi sosok yang partisipatif dan evaluatif. Buku konvensional mungkin saja akan semakin tergeser oleh buku digital. Hal ini tidak bisa dihindari. Tetapi kombinasi ini dengan kekayaan local genius serta local wisdom akan menjadi sangat menarik bagi mereka ketika kita bisa membuat semacam asupan menarik. Ini tentu saja sangat menarik. Kreativitas serta inovasi juga semakin dituntut. Tidak hanya mereka, kita pun para orangtua tidak boleh monoton. Kita hendaknya menyelami dunia mereka. Pada batas-batas tertentu mungkin kita tidak bisa masuk. Pasti ada titik singgung, di mana kita bisa share bersama sehingga menjadikannya sebuah pertemuan yang berkualitas. Literasi yang bergizi, memang mesti masuk dari semua sisi. Untuk itulah, gerakan membudayakan literasi hendaknya menjadi tanggung jawab semua pihak. Semua elemen hendaknya bisa menjadi contoh dalam membudayakan gerakan membaca. Kita harus yakin bahwa dengan membaca kita bisa membuka wawasan dan bisa menyikapi berbagai permasalahan dengan lebih arif. Mari budayakan literasi dengan memanfaatkan waktu secara efektif.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Taat Administrasi Kependudukan Saat ini sistem pendataan kependudukan sudah online. Jadi, pendataan penduduk sudah lebih valid dan jelas. Migrasi penduduk juga sudah diketahui sepanjang pemegang identitas kependudukan melaporkan dirinya. Namun, kini saat penerimaan peserta didik baru (PPDB), kabarnya penerbitan surat domisili tergolong tinggi. Adakah batasan surat domisili ini? Jika tidak, apakah surat domisili ini nantinya bisa dijadikan alat untuk melakukan pendataan kependudukan secara kedinasan? Saya berharap agar pendataan kependudukan jangan sampai kacau hanya gara-gara sistem penerimaan siswa baru. Mari kita belajar taat pada administrasi kependudukan. I Made Sudirga Denpasar, Bali
Membatasi Anak ’’Drop Out’’ Pemerintah Provinsi Bali tahun ajaran baru 2019/2020 hendaknya memastikan anakanak yang gagal melanjutkan sekolah karena berbagai alasan. Mungkin juga karena alasan ekonomi banyak anak akhirnya drop out (DO). Jangan sampai ada anak yang DO karena alasan tidak dapat sekolah. Mudah-mudahan dengan pendekatan yang lebih komunikatif dan adanya dukungan pihak swasta, anakanak usia sekolah di Bali bisa melanjutkan pendidikannya. Kepedulian terhadap anakanak usia sekolah hendaknya dikawal secara baik oleh instansi terkait untuk meningkatkan kualitas SDM Bali. I Putu Andrean Gianyar, Bali
Anak Perlu Panutan Literasi Kegiatan literasi mulai menggeliat di sekolah-sekolah. Geliat ini bermula dari kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggiatkan Gerakan Literasi Nasional (GLN) per tahun 2016 sebagai bagian dari implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Konkretnya, para siswa diwajibkan membaca buku non-mapel setiap hari 15 menit sebelum pembelajaran dimulai di kelas.
Oleh I Ketut Serawan
W
alaupun singkat, pembiasaan tersebut cukup membangunkan kesadaran siswa dari belenggu budaya ‘’kontrak literasi’’ yang sudah mendarah daging pada diri siswa. Budaya ‘’kontrak literasi’’ merupakan aktivitas belajar (membaca-menulis) untuk memperoleh (jangka pendek) apresiasi nilai atau angka. Keinginan memperoleh angkaangka inilah yang mendorong siswa untuk belajar. Itulah sebabnya, siswa baru belajar apabila ada tes ulangan atau ujian. Mereka belajar untuk mendapatkan angka yang baik. Selanjutnya, angka-angka ini didokumentasikan dalam rapor atau ijazah untuk dibanggakan di kemudian hari. Segi kepraktisan atau efek ilmu yang dipelajari dari aktivitas belajar, tidak menjadi persoalan. Habis belajar dan siswa memperoleh angka, maka kontrak sudah berakhir. Apakah ilmu yang dipelajari berguna atau tidak dalam kehidupan sehari-hari? Tidak penting. Belajar menjadi semacam proyek (kontrak). Kontrak untuk menjawab soal-soal sesaat. Setelah menghadapi ulangan atau ujian, siswa merasa bebas. Mereka merasa bebas dari aktivitas belajar (membaca/menulis). Membaca pasca-tes dianggap tindakan sia-sia. Selanjutnya, dari ‘’kontrak literasi’’ inilah menumbuhkan anggapan bahwa belajar (membaca) dikhususkan untuk status siswa atau mahasiswa. Istilah belajar adalah kontrak ketika menjadi siswa atau mahasiswa. Lepas dari dua status ini, berarti bebas dari aktivitas membaca dan menulis. Oleh karena itu,
banyak masyarakat (orangtua) merasa tak berdosa ketika menyuruh anaknya belajar. Para orangtua sering menceramahi, memaksa, memarahi, mengancam, hingga pasrah. Karena beberapa anak malah memilih diam menutup pintu, lalu komunikasi menjadi buntu. Mereka mengurung diri di kamar entah untuk kondisi ancaman belajar atau pura-pura belajar. Daripada kukuh merasa benar dan menjadikan anak sebagai ‘’pesakitan belajar’’, lebih baik orangtua menjadi panutan literasi di rumah. Orangtua membiasakan diri membaca di rumah. Berusaha terus menjadi contoh pembaca yang baik di keluarga. Lakukan berulangulang. Setiap saat. Kalau bisa setiap hari. Karena sesungguhnya anak membutuhkan contoh-contoh konkret di lingkungan keluarga. Apa yang sering dilihatnya, dialaminya, dan dirasakannya di rumah akan membentuk kebiasaan pada diri siswa. Di sinilah, pentingnya orangtua tampil menjadi contoh bukan sekadar memberikan contoh-contoh. Orangtua harus bisa menjadi panutan literasi di rumah. Begitu juga di lingkungan sekolah. Guru harus dapat menjadi panutan literasi bagi anak didiknya. Namun kenyataannya, kadangkala guru gagal menjadi teladan. Mereka meminta para siswa rajin dan tekun belajar. Pun ketika siswa membaca 15 menit sebelum pembelajaran di kelas. Semangatnya bak juru kampanye. Suara para guru lantang. Sayangnya, guru lebih sering memanfaatkan waktu senggang untuk ngerumpi di ruang guru. Mereka enggan meng-upgrade diri dengan membaca (walaupun tidak semua).
Beberapa guru merasa nyaman dengan ilmu yang serba-berkecukupan sewaktu di bangku kuliah. Kontrak literasi yang membudaya, menyebabkan ortu atau guru sering gagal menjadi panutan. Celakanya, sering ortu dan guru tetap merasa benar. Mereka membela diri dengan alasan faktor usia, kesibukan, lelah dan lain sebagainya. Alasan ini seolah-olah sudah menjadi legitimasi bahwa usia tua harus dibebaskan dari aktivitas belajar. Sejujurnya, literasi merupakan budaya baru bagi masyarakat. Ia baru menggema di tengah kuatnya pengaruh tradisi lisan dalam masyarakat. Bahkan, usianya tidak tanggung-tanggung. Sudah berabad-abad lalu. Masyarakat kita besar dari polarisasi penutur (kemampuan berbicara) dan pendengar (kemampuan menyimak). Jadi, untuk mengalihkan budaya lisan ke budaya belajar (baca-tulis), dibutuhkan proses dan kemampuan adaptasi yang baik. Semakin tinggi kemampuan adaptasi kita, maka semakin cepat dapat menyesuaikan diri dengan budaya literasi. Sebaliknya, semakin rendah maka budaya literasi kita bergerak lambat. Ortu/guru merupakan korban hegemoni trans budaya lisan. Mereka lahir dari lingkungan dominasi tradisi lisan yang begitu kuat dan (dengan) perspektif membaca sebagai kontrak literasi. Ditambah dengan kemampuan adaptasi yang minim, maka wajar ortu/guru belum mampu menjadi panutan literasi. Meskipun demikian, tidak semua ortu/guru (old) digolongkan sebagai generasi minus literasi. Ada beberapa ortu/guru (old) yang memiliki
kemampuan adaptasi literasi yang tinggi, sehingga mereka tetap tampil sebagai panutan berliterasi. Namun, jumlahnya sangat sedikit. Panutan Literasi Saat ini, anak-anak membutuhkan panutan literasi terutama di keluarga. Keluarga sangat efektif dalam membentuk karakter anak. Lingkungan keluargalah yang paling banyak menyita waktu anak-anak. Keluarga juga menjadi lingkungan pribadi (psikologi) yang paling dekat dan akrab. Bibit karakter bermula dari lingkungan keluarga. Keseharian di keluarga akan otomatis membentuk nilai (karakter) termasuk kebiasaan literasi. Jika ortu dapat menciptakan iklim literasi yang kondusif di rumah, maka anakanak relatif lebih mudah tertular virus literasi. Karena itu, tidak ada pilihan lain bagi ortu kecuali berusaha membiasakan diri menjadi contoh literasi di keluarga. Karakter literasi yang tumbuh di keluarga akan memudahkan budaya baca-tulis anak berkembang di sekolah. Dengan catatan, sekolah harus mendorong iklim literasi yang baik, terutama mulai dari guru. Guru harus menjadi model/panutan literasi dengan memanfaatkan waktu untuk membaca dan menulis. Selain itu, sekolah dapat menjadi fasilitator literasi dengan menyediakan bahan bacaan (tulis) baik cetak, digital, dan lain sebagainya. Pembelajaran literasi mirip dengan pembelajaran agama dan budi pekerti. Mapel ini dimasukkan dalam kokurikuler dan diajarkan secara rutin di sekolah. Namun, hasilnya dianggap mengecewakan. Etika dan moral generasi muda kita dikatakan tumbuh tidak sesuai dengan ekspektasi publik. Pun generasi tuanya. Salah satu indikatornya ialah menjamurnya budaya korupsi di segala sektor justru ketika mapel ini digemakan di sekolah-sekolah. Metodologi dituding sebagai salah satu faktor kekurangoptimalan pembelajaran agama dan budi pekerti. Publik menilai bahwa pembelajarannya masih menggunakan metodologi kon-
Tempat Kerja Berpengaruh terhadap Produktivitas Kerja
BILA kita bekerja di suatu tempat, di ruangan dan di lingkungan yang sama selama bertahun-tahun, maka perasaan bosan dan malas akan sering menghantui kita. Sementara ada teman kita selalu bersemangat berangkat kantor, bahkan kantor dianggap sebagai rumah kedua mereka, serta tidak pernah mengeluh tentang banyaknya lemburan ataupun jarak rumah dan kantor yang cukup jauh. Hal ini terjadi karena kita sangat menikmati tempat kerja dan mencintai pekerjaan kita. Untuk dapat menikmati dan mencintai pekerjaan kita, dibutuhkan stimulan dan situasi yang bisa membangkitkan rasa senang para karyawan, fun at work. Sebagai pengelola atau pimpinan perusahaan, kita harus senantiasa memerhatikan hati para karyawan. Suasana dan ruangan kerja yang menarik/fun untuk para pekerja dan pelanggannya sangat perlu diperhatikan. Seperti L’Oreal (cosmetic company) memudahkan para pelanggannya dengan program 64 ‘’be.auty looks’’ di
Oleh Adrid Indaryanto, S.H., M.M. mana para customers bisa bereksperimen dengan alat-alat kosmetiknya sebelum memutuskan untuk membeli. User experiences seperti ini perlu dilakukan oleh perusahaan-perusahaan lainnya, agar ada sesuatu yang fun untuk menarik pelanggan lebih banyak lagi. Sementara Microsoft baru merilis studi dengan tema ‘’New World of Work’’, yang melibatkan 200 responden Indonesia yang mengklaim telah memosisikan diri sebagai mobile worker. Tantangan yang timbul seperti budaya organisasi, kebijakkan infrastruktur, peluang kolaborasi dan upaya mendukung inovasi, terus dilakukan, agar perusahaan lebih kompetitif. Lingkungan kerja yang paperless, sebagai upaya meminimalisasi penggunaan kertas yang juga merupakan bagian dari gaya kerja modern. Gaya kerja ‘’New World of Work’’ ter-
bukti membantu mempercepat bisnis dengan keuntungan seperti tenaga kerja lebih produktif, kolaboratif, inovatif, dan mendapati tempat kerja yang lebih menyenangkan. Perusahaan research & consulting great place to work menempatkan Microsoft di posisi pertama sebagai tempat kerja terbaik mengalahkan CocaCola, McDonald’s, Intel, bahkan Google. Kriteria minimal memiliki 5.000 karyawan dan setidaknya 40 persen karyawannya berada di luar negara tempat perusahaan tersebut bermarkas. Microsoft memiliki sekitar 90 ribu karyawan tersebar di 26 negara, terpilih dengan cara, adanya penghargaan terhadap karyawannya, serta tingkat kebahagiaan para pegawainya. Terlihat juga cara kerja yang modern adalah yang mampu mendorong karyawan dan organisasi untuk meraih
lebih banyak hal. Evolusi tempat kerja, transformasi digital mengubah cara perusahaan menjalankan bisnis, berkembang dan bersaing. Masa depan bisnis di tempat kerja, di mana teknologi saat ini telah mengubah cara kerja konvensional menjadi lebih fleksibel dan memudahkan setiap pekerja. Mulai dari sistem kerja dengan cara remote atau mobile, penggunaan cloud hingga fasilitas pendukung dalam hal komunikasi, mengerjakan proyek dan lain-lainnya. Pekerja modern memilih tempat yang menyenangkan untuk bekerja sehingga dapat berlamalama di suatu tempat, bisa juga mereka bekerja dari mana pun termasuk dari kafe, airport lounge, bar, resto, minimarket dan lain lain. Mari tingkatkan kinerja dan produktivitas pegawai kita, salah satunya dengan menciptakan tempat kerja yang menarik dan ramah lingkungan.
vensional. Sekolah membelajarkan mapel ini sebagai ‘’proyek penghabisan materi’’. Hasilnya, tentu teoretis, bukan unjuk keterampilan berbuat baik— dengan panutan di sekelilingnya. Akibatnya, anak-anak tumbuh dengan baik hanya pada kemampuan kognitif (konsep) moralnya, tetapi miskin pada tataran implementasinya. Ditambah lagi, lingkungan sosial yang cenderung kurang baik, karena dominan memamerkan nilai-nilai yang tidak sesuai dengan teori moral. Penumbuhan (pembiasaan) literasi juga sama. Dia tidak cukup diintegrasikan dalam mapel dan berakhir dengan angka-angka. Dia harus terus distimulus dan dibiasakan oleh pihak sekolah (guru) dengan menjadi panutan utama. Untuk mengikat guru menjadi panutan literasi, barangkali diperlukan tuntutan administrasi. Misalnya, dengan memasukkan bukti fisik literasi sebagai kelengkapan administrasi dalam kenaikan pangkat/golongan. Persyaratan administratif ini akan mendorong guru untuk terus membaca. Lama-kelamaan, diharapkan dapat menulis buku dan dijadikan stimulus berkarya (literasi) kepada siswa. Gerakan literasi juga dapat digemakan di sekolah-sekolah dengan menggelar acara-acara yang berbau literasi. Misalnya, sekolah menyelenggarakan pameran literasi, seminar, dan bedah buku dengan mengundang ortu siswa sebagai pesertanya. Partisipasi ortu ini diharapkan dapat menyadarkan mereka melek dan menjadi panutan literasi di keluarga. Di tangan ortu yang melek inilah, mimpi berliterasi anak bisa terwujud. Penulis, guru bahasa dan sastra Indonesia di SMP Cipta Dharma Denpasar
POJOK Bali sudah defisit air, hanya Kabupaten Bangli yang surplus. - Ayo selamatkan Bali. *** Kemajuan pariwisata menyebabkan Bali boros air bersih. - Ayo selamatkan air Bali. *** Kata Men-PAN RB, sebanyak 3.240 ASN dipecat karena korupsi. - Ayo selamatkan bangsa.
Penulis, pemerhati bidang ketenagakerjaan
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Kamis Kliwon, 4 Juli 2019
7
TABANAN
Lagi, Rapat Pansus Minim Kehadiran Dewan Tabanan (Bali Post) -
Rapat kerja di DPRD Tabanan kembali minim kehadiran anggota dewan. Pada rapat kerja Pansus II dan OPD terkait, dengan agenda pembahasan Ranperda tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Amertha Buana, Rabu (3/7) kemarin, hanya dihadiri Ketua Pansus II I Gusti Nyoman Omardani. Sementara delapan anggota pansus tidak hadir. Meski demikian, rapat kerja tersebut tetap berlangsung, karena sesuai aturan jumlah yang hadir tidak harus memenuhi kuorum. ‘’Aturan kuorum hanya diberlakukan untuk kegiatan yang berisi pengambilan keputusan saja. Kalau rapat pembahasan seperti ini masih bisa dilaksanakan,’’ jelas Omardani yang juga merangkap sebagai Ketua Pansus I. Terkait ketidakhadiran para anggota pansus, Omardani hanya mengatakan kemungkinan ada kesibukan lain dan penting sehingga tidak bisa ditinggalkan. ‘’Ada yang izin dan adapula yang memiliki tugas penting lainnya. Jadi jangan dikaitkan dengan unsur politik apapun,’’ tegasnya. Politisi asal Pupuan ini pun memastikan dalam rapat paripurna internal yang di-
jadwalkan 12 Juli mendatang kemungkinan akan banyak anggota dewan yang datang, karena itu sudah masuk ke pengambilan keputusan. ‘’Ada lima ranperda yang kami kebut agar bisa segera ditetapkan sebelum masa tugas berakhir bulan Agustus nanti,’’ ucapnya. Kelima ranperda tersebut yakni Ranperda tentang Agribisnis Terintegrasi Berbasiskan Kearifan Lokal dan Pariwisata dan Ranperda tentang Rencana Induk Pariwisata Kabupaten Tabanan 2019-2025, yang dibahas oleh Pansus I, selanjutnya Ranperda tentang Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Amertha Buana
yang dibahas oleh Pansus II. Dan dua ranperda lagi yakni tentang Perubahan atas Perda No.16 Tahun 2014 tentang Penyertaan Modal pada PDAM, dan Perubahan Ketiga atas Perda No. 29 Tahun 2011 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. Dua ranperda ini ditangani oleh Pansus III yang diketuai Gusti Komang Wastana. ‘’Untuk pansus I yang membahas dua ranperda, sudah selesai. Begitupun Pansus III, jadi tinggal agenda rapat paripurna internal untuk penyampaian hasil rapat kerja Pansus dengan eksekutif,’’ terangnya. Terkait pembahasan ranperda yang ditangani Pansus
II, Rabu kemarin, Omardani mengatakan hanya ada beberapa pasal yang disesuaikan dengan ketentuan dari PP 54, seperti judul perda yang menyangkut nama perusahaan. Sementara lainnya bersifat normatif seperti ada beberapa pasal yang tidak dikutip secara utuh tetapi memiliki makna yang signifikan. Perda ini ke depannya bisa menjadi payung hukum bagi PDAM guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih. ‘’Karena perusahaan ini pemodalnya dari daerah dengan misi sosial memberikan layanan optimal pada masyarakat, kami berharap terbentuknya perda, direksi dan jajarannya bisa maksimal bekerja, dan keluhan masyarakat segera bisa berbenah. Jangan sampai sudah ada payung hukum, pelayanan tambah jelek,’’ tegasnya. (kmb28)
Bali Post/bit
RAPAT KERJA - Rapat kerja Pansus II dengan OPD terkait di gedung dewan.
Kawal MPLS, Disdik akan Buat Surat Edaran
Rem Blong Truk Masuk Got
Tabanan (Bali Post) Kecelakaan tunggal terjadi di jalur Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Banjar Payan Desa Antap Kecamatan Selemadeg, Rabu (3/7) kemarin. Truk bernomor polisi L 8056 Y terperosok ke got lantaran rem blong. Beruntung kecelakaan tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Dari informasi yang dihimpun, sebelum lakalantas terjadi, sekitar pukul 07.30 Wita truk yang dikemudikan Yudi Budi Utimo (48) asal Dusun Bandaran, Pasuruan, Jawa Timur tersebut melaju dari arah barat hendak menuju Denpasar. Setibanya di lokasi kejadian dengan kondisi jalan menurun, truk tiba-tiba kehilangan kendali akibat rem blong. Agar tidak menabrak kendaraan di depanya, Utimo berinisiatif banting setir ke kiri hingga truk menabrak pembatas jalan. Truk terus melaju hingga masuk got. Utimo tidak mengalami luka meskipun truk di bagian depan penyok. Kapolsek Selemadeg AKP I Made Budi Astawa menjelaskan, truk masuk got dan nyaris masuk tegalan karena mengalami rem blong. ‘’Jalan memang licin karena sejak pagi diguyur hujan gerimis, ditambah kendaraan juga tengah ramai,’’ ucapnya. Meski demikian, truk tersebut tidak sampai membuat arus kendaraan Denpasar-Gilimanuk macet. ‘’Muatan truk tidak ada tumpah, truk sudah dievakuasi. Kerugian hanya Rp 4 juta,’’ ucapnya. (kmb28)
TRUK - Kondisi truk yang mengalami rem blong.
Bali Post/ist
Tabanan (Bali Post) Meski Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) masih berproses di tiap jenjang pendidikan, dalam waktu dekat pihak sekolah akan kembali menyiapkan diri menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari menandai dimulainya tahun ajaran baru. Terkait MPLS, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Tabanan I Wayan Miarsana mengingatkan agar para kepala sekolah ikut mengawal proses MPLS agar bebas dari perpeloncoan. Bahkan untuk mengawal kegiatan MPLS, pihaknya berencana akan membuat surat edaran (SE) untuk pihak sekolah. ‘’SE itu bertujuan agar saat MPLS tidak terjadi perpeloncoan, apalagi kekerasan terhadap peserta didik baru,’’ ucapnya saat menghadiri kegiatan TNI-AD di Gedung Kesenian Ketut Maria, Rabu (3/7) kemarin. Dia berharap MPLS digelar dengan pola lebih edukatif dan berkarakter, daripada mengedepankan tugas-tugas yang memberatkan siswa dan jauh dari unsur kekerasan. Serta menekankan pada keg-
iatan yang memiliki nilai-nilai positif, misalnya penguatan pendidikan karakter, memotivasi belajar peserta didik, dan mengembangkan budaya lokal. ‘’Lakukan pengenalan orientasi siswa untuk lebih mengenal sekolah itu sendiri. Kedua, siswa didorong untuk mandiri dan peduli terhadap lingkungan khususnya sampah,’’ terangnya. Diakui Miarsana, sudah banyak ide kreatif yang dihasilkan para pelajar, seperti di daerah Selemadeg Timur yang memanfaatkan sampah untuk hiasan taman maupun tembok. ‘’Coba gali lagi inovasi atau kreativitas lain, sehingga para peserta didik baru termotivasi untuk peduli dengan lingkungan. Jangan justru MPLS hanya ajang balas dendam senior ke junior. Itu harus diawasi bersamasama,’’ tegasnya. Sementara disinggung tentang PPDB khususnya di tingkat SMP, Miarsana belum bisa memastikan jumlah siswa yang tidak berhasil lolos pada pendaftaran, khususnya di sekolah yang berada di wilayah kota Tabanan. ‘’Tanggal 6 Juli nanti baru akan diketahui berapa yang terkikis, dan sekolah mana saja yang masih kekurangan daya tampung,’’ jelasnya. (kmb28)
Aster Kasad Kunjungi Binter Terpadu di Wilayah Kodim 1619
Bali Post/bit
SIMULASI - Aster Kasad Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, S.I.P., M.Si. meninjau simulasi Saka Wira Kartika binaan Kodim 1619/Tabanan di halaman Garuda Wisnu Serasi, Tabanan.
Tabanan (Bali Post)Aster Kasad Mayjen TNI Bakti Agus Fadjari, S.I.P., M.Si., berkesempatan hadir di Kabupaten Tabanan serangkaian Serbuan Teritorial TNI-AD TA 2019 di wilayah Kodim 1619/Tabanan, Rabu (3/7) kemarin. Kunjungannya disambut Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri, Danrem 163/WSA Kolonel Arh. Albertus Magnus Suharyadi S.IP., M.Si., Aster Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf. I Kadek Subawa, Dandim 1619/Tabanan Letkol Inf. Toni Sri Hartanto dan Forkopimda Kabupaten Tabanan. Mengawali acara sosialisasi Komsos Cegah Tangkal Paham Radikalisme pada kegiatan Binter Terpadu yang digelar di gedung kesenian Ketut Maria, Aster Kasad menyampaikan, tema kegiatan kali ini yakni “Menangkal Radikalisme/ Eeparatisme dan Filter Budaya Bebas di Era Globalisasi”. Tema tersebut mengandung arti, radikalisme merupakan suatu sikap yang mendambakan perubahan secara total dan bersifat revolusioner den-
gan menjungkirbalikkan nilainilai yang ada secara drastis lewat kekerasan dan aksi-aksi ekstrem. Beberapa ciri sikap dan paham radikal yang bisa dikenali seperti intoleran, fanatik, eksklusif dan revolusioner. Ada beberapa strategi guna menghadapi radikalisme di antaranya kontra radikalisasi, yakni upaya penanaman nilainilai ke-Indonesiaan serta nilainilai non-kekerasan. Strategi yang dilakukan melalui pendidikan baik formal maupun non-formal. Kontra radikalisasi diarahkan masyarakat umum melalui kerja sama dengan tokoh agama, tokoh pendidikan, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda dan stakeholder lain dalam memberikan nilainilai kebangsaan. ‘’Jika sinergi dan komitmen yang kuat terjalin dengan baik, saya yakin tujuan kita mewujudkan suatu pembangunan nasional dan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat baik di daerah perdesaan, kawasan tertinggal maupun daerah yang terisolir
di Nusantara akan tercapai,’’ ucap Aster Kasad. Sementara itu, Bupati Tabanan yang diwakili Asisten I Setda Tabanan I Wayan Miarsana menyambut baik kegiatan ini dan mengucapkan terima kasih atas kedatangan Aster Kasad yang telah menjadikan Tabanan sebagai lokasi kunjungan dalam kegiatan pembinaan teritorial dengan kegiatan Serbuan Teritorial TA 2019. Dikatakannya, kondisi keamanan Kabupaten Tabanan sampai saat ini tetap terjaga. Ini berkat kerja sama
yang baik dan solid antara Forkompinda termasuk peran Kodim 1619/Tabanan. Setelah kegiatan Komsos, Aster Kasad meninjau simulasi Saka Wira Kartika (SWK) binaan Kodim 1619/Tabanan di halaman GWS Tabanan serta menuju kegiatan pengobatan massal dan donor darah di Kantor Perbekel Desa Gubug Kecamatan Tabanan. Aster Kasad melanjutkan peninjauan ke karya bhakti pembuatan badan jalan dan saluran air di lokasi TMMD di Banjar Tonja Desa Gubug. (kmb28)
BULELENG
8 Pakaian Dipereteli Cewek Kafe Lapor Polisi Singaraja (Bali Post) – Pelayan kafe atau pekerja kafe remang-remang berinisial Dl (28) asal Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar), terpaksa melapor ke polisi. Pasalnya, dia mendapatkan perlakuan tidak senonoh, yakni pelecehan dengan cara ditelanjangi di depan umum, persisnya pakaiannya dipereteli. Tak terima dengan aksi itu, korban melaporkan kekasihnya berinisial Komang M (43) asal Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng. Korban melaporkan peristiwa yang terjadi pada 25 Juni 2019 lalu itu ke Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja. Kapolsek Kota Singaraja, Kompol A.A. Wiranata Kusuma seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Rabu (3/7) kemarin, mengatakan korban dan terduga pelaku ini sebelumnya telah menjalin hubungan yakni pacaran. Meski sudah berpacaran, korban tetap profesional menemani pelanggan kafe di tempatnya bekerja. Diduga karena tidak kuasa menahan rasa cemburu, pelaku nekat melecehkan pacarnya sendiri di depan umum, dengan cara menelanjanginya. “Karena tuntutan pekerjaan, korban harus menemani pelanggan di kafe tempatnya bekerja. Pelaku sepertinya cemburu, sehingga emosi dan melecehkan pacarnya sendiri,” tandas polisi. Menurut Kompol Wiranata Kusuma, emosi pelaku dilampiaskan ketika korban pulang kerja dengan menyewa ojek online. Saat perjalanan pulang ke kosnya, persisnya di depan Hotel Sari wilayah Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng, korban langsung ”digarap”. Tak hanya itu, pelaku juga menganiaya korban dengan cara memukul hingga korban kesakitan. Atas peristiwa itu, korban bergegas melaporkan kejadian itu. Polisi kemudian mengamankan pelaku untuk dilakukan pemeriksaan. “Waktu pulang ke kosnya, korban dikejar oleh pelaku dan langsung menarik paksa kemudian berulang kali memukul korban. Pakaiannya juga dilucuti di depan umum, sehingga korban melaporkan kejadian itu,” jelas polisi. Komang M mengakui telah melakukan pelecehan terhadap pacarnya sendiri. Dia mengaku cemburu karena setiap bekerja, korban menemani lelaki pengunjung kafe. Selain itu, tawaran untuk diajak menikah tidak ditanggapi oleh korban. “Dari dulu, saya ajak menikah tidak dikasi jawaban pasti. Waktu itu, saya cemburu dan karena pengaruh alkohol ya emosi, sehingga terjadi kejadian itu,” sebutnya sembari menundukkan kepala. Dalam kasus ini, pelaku terancam pasal 289 KUHP, dengan ancaman hukuman sembilan tahun dan pasal 351 ayat (1) KUHP, yang ancaman hukumannya dua tahun delapan bulan penjara. (kmb38)
Kamis Kliwon, 4 Juli 2019
Pansus Kembali Bahas Ranperda BPR Bank Buleleng 45 Singaraja (Bali Post) – Sempat mandek, pembahasan Rancangan Perda (Ranperda) tentang Bank Buleleng 45 (Perseorda) kembali dibahas. Ini dilakukan setelah eksekutif melengkapi ranperda tersebut dengan dokumen naskah akademik (NA - red). Dengan pembahasan ini, DPRD Buleleng menargetkan ranperda ini disahkan sebelum wakil anggota dewan di Bali Utara mengakhiri masa jabatannya pertengahan Agustus 2019 ini. Pembahasan lanjutan, Rabu (3/7) kemarin, Panitia Khusus (Pansus) mengundang Direksi Perusahaan Daerah (PD) Bank Buleleng 45, Badan Pengawas (BP), Kepala Bagian Hukum Bagus Gede Bratha dan perwakilan Bagian Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Setda Buleleng. Rapat dipimpin Ketua Pansus Putu Tirta Adnyana, bersama anggotanya seperti Wayan Teren dan Made Putri Nareni. Hadir juga tim pakar DPRD Buleleng Wayan Rideng. Putu Tirta Adnyana mengatakan, secara materi ranperda ini sudah lengkap dan mengikuti regulasi yang lebih tinggi di atasnya. Selain itu, materi yang disusun seperti menyusun perda baru. Padahal, ranperda ini hanya mengubah lembaga dari sekarang PD menjadi Perseroan Daerah (Perseroda). Namun, politisi Partai Golkar Buleleng ini menyebutkan, pembahasan ranperda ini layak diprioritas-
kan. Untuk itu, dengan agenda yang sudah ditetapkan, pihaknya menargetkan sebelum mengakhiri masa jabatannya pertengahan Agustus nanti, PD BPR Bank Buleleng 45 diubah menjadi BPR Bank Buleleng 45 (Perseroda). Badan Pengawas PD BPR Buleleng 45, Jro Made Nyiriasa, mengatakan kondisi bank milik pemerintah daerah ini dikategorikan cukup sehat. Akan tetapi, bank ini memiliki catatan kurang baik dalam angka Non Performing Loan (NPL) masih tergolong tinggi dan jauh di atas batas normal. Ini tidak bisa dihindari karena munculnya kredit bermasalah. Untuk itu, manajemen termasuk pemerintah daerah sebagai pemilik bank perlu melakukan terobosan, sehingga bank bisa berkembang dan bersaing dengan perbankan lain. Dia mencontohkan, penguatan modal dibutuhkan oleh manajemen BPR Bank Buleleng 45 saat
Bali Post/kmb38
RANPERDA – Sempat mandek, Panitia Khusus (Pansus) DPRD Buleleng kembali membahas Ranperda BPR Buleleng 45 (Perseroda), Rabu (3/7) kemarin. ini. Suntikan modal segar itu dengan perlahan bisa menekan angka NPL. Sejak dirinya dipilih menjadi BP di BPR Bank Buleleng 45, suntikan modal segar sudah dilakukan sejalan dengan kebijakan Bupati Putu Agus Suradnyana (PAS). Akan tetapi tidak cukup itu, namun ke depan, penyertaan modal ini menjadi penentu kelangsungan bank bersejarah milik Buleleng tersebut. “Masalah yang dihadapi adalah kredit bermasalah dan ini mendorong NPL sekarang sekitar 12 persen
lebih. Ini bisa dikendalikan bila ada suntikan modal segar dan ini sudah dilakukan dan terus dilakukan oleh pemerintah sebagai pemilik bank,” jelasnya. Di sisi lain, pria yang juga menjadi Ketua LPD Pakraman Ambengan, Kecamatan Sukasada ini menyebut perubahan dari PD menjadi Perseroda adalah upaya positif untuk menggenjot pengelolaan Bank Buleleng 45. Dengan status Perseroda di mana pengelolaannya tidak saja dilakukan pemerintah daerah namun pihak ketiga bisa
bekerja sama sebagai pengelola. Jika ini dilakukan, dari segi permodalan akan jauh lebih besar karena pemilik dan pihak ketiga akan sama-sama mengeluarkan modal usaha dalam bentuk pemegang saham. Selain permodalan, kemampuan kinerja sumber daya manusianya (SDM) harus dirombak. Ini penting karena sekarang, SDM BPR Bank Buleleng 45 perlu ditingkatkan dengan menambah wawasan melalui pelatihan dan mengikutkan sertifikasi profesi. kmb38)
Pasar Darurat Rampung
Pengundian Tempat Berjualan Dilakukan Bertahap
Bali Post/kmb38
AMANKAN - Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja mengamankan barang bukti dalam kasus pelecehan pelayan kafe.
Singaraja (Bali Post) – Pembangunan pasar darurat di kawasan Terminal Banyuasri, Singaraja rampung 30 Juni 2019 lalu. Menyusul tuntasnya pembangunan pasar darurat itu, Direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng, Rabu (3/7) kemarin, mulai membagi lokasi tempat berjualan di pasar tersebut. Jumlah pedagang yang mencapai lebih dari 400 orang, sehingga pengundian tempat berdagang ini dilakukan bertahap. Kemarin, Direksi PD Pasar mengundi 92 rumah toko (ruko) dan 56 kios. Pengundian ini dipimpin Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Buleleng Made Agus Yudi Arsana bersama pengelola Pasar Banyuasri. Dari jumlah pemilik ruko dan kios, beberapa orang pedagang tidak hadir. Meski ada yang
tidak hadir, direksi tetap melakukan pengundian. Made Agus Yudi Arsana mengatakan, setelah mengikuti tahapan pengundian pedagang telah menerima hasilnya, sehingga pembagian ruko dan kios dapat berjalan tertib dan lancar. Khusus pedagang yang memiliki lebih dari satu ruko atau kios tetap diikutkan dalam pengundian. Pedagang dengan kategori ini juga telah menerima ruko dan kios dengan berderet sama seperti di posisi pasar yang eksisting (pasar lama - red). Hanya, saat pengundian untuk pedagang yang memiliki lebih dari satu tempat, dimasukkan dalam satu kelompok. Mereka kemudian mengikuti undian, sehingga pembagian lokasi adil dan posisi ruko atau kios di pasar lama dan di pasar darurat tidak
berubah. “Tahap awal kami sudah mengundi untuk ruko dan kios. Tidak ada masalah yang muncul karena kesadaran pedagang di Pasar Banyuasri ini begitu tinggi dan mereka memahami kondisi dan ukuran tempat berjualan di Pasar Darurat ini yang ada hanya satusatunya di lokasi ini,” katanya. Mantan anggota DPRD Buleleng Fraksi PDI Perjuangan ini menambahkan, dalam pekan ini pihaknya akan mengundi lokasi berjualan untuk pedagang di los. Pedagang jenis ini jumlahnya jauh lebih banyak. Hingga kini, pihak pengelola Pasar Banyuasri mempersiapkan lokasi berjualan untuk pedagang kios. Persiapan ini, petugas membuat penanda khusus di areal Pasar Darurat yang sudah selesai dibangun. “Pedagang di los kami masih
menyiapkan pengundian. Jumlahnya jauh lebih banyak dan kami masih membuat penanda los dan kalau bisa antara tanggal 4 Juli atau 5 Juli 2019 kita akan undi. Namun kalau tidak, paling lambat tanggal 7 Juli 2019 sudah kita bagikan lokasi untuk pedagang di los,” jelas pria asal Desa Banjar, Kecamatan Banjar ini. Setelah pengundian ruko, kios dan los, maka direksi akan menginjak pada tahapan relokasi pedagang dari lokasi lama ke pasar darurat. Jika tidak ada halangan, relokasi dijadwalkan paling cepat akhir bulan ini dan paling lambat awal Agustus 2019. Untuk itu, setelah pengundian, pihaknya mempersilakan pedagang untuk memindahkan barang dagangan atau perlengkapan secara bertahap. (kmb38)
GIANYAR
Kamis Kliwon, 4 Juli 2019
9
SOSOK ’’Back to Basic’’
DUA kali gagal dalam pemilihan legislatif (pileg), Anak Agung Gde Waisnawa Putra memilih mundur dari dunia politik. Politisi asal kota Gianyar ini juga sudah mengundurkan diri sebagai kader Partai Nasional Demokrat (NasDem). Bahkan, pengunduran diri itu sudah diterima DPD Partai NasDem Gianyar melalui surat keterangan nomor 09-SK/ Nasdem-DPD Gianyar/VI/2019. Pria yang akrab disapa Gung Wis ini dua kali mengalami kegagalan saat mengikuti pileg DPRD Bali, yakni pada Pileg 2014 dan Pileg 2019. Ia mengaku mulai mengevaluasi diri, hingga akhirnya menyimpulkan sudah gagal dalam berpolitik. ‘’Dua kali gagal tentu saya harus mengevaluasi diri. Akhirnya, saya pilih mundur berpolitik,’’ ujarnya, Rabu (3/7) kemarin. Pria yang sebelumnya sempat digadang-gadang menjadi kandidat calon bupati Gianyar ini mengaku tidak ada masalah selama bergabung di partai politik. Ia juga tidak menyalahkan siapa pun atas hasil yang diterimanya dalam pileg. Ia mengakui, tidak mudah dan perlu keahlian khusus dalam berpolitik. ‘’Tidak ada masalah apa-apa. Buktinya NasDem sekarang mampu bercokol di lima besar nasional. Sama sekali tidak ada kekecewaan. Murni karena gagal saja,’’ tegasnya. Saat masuk ke partai politik, ia ingin mengabdikan diri kepada masyarakat melalui jalur DPRD. ‘’Saya berpikiran enggak bisa terus merantau. Saya ingin mengabdikan diri ke masyarakat. Hal yang mudah merealisasikan itu, masuk ke politik. Ternyata saya gagal,’’ ujarnya. Mundur sebagai kader NasDem, pria yang terakhir kali menjabat Dewan Pakar NasDem itu akan kembali beraktivitas seperti sebelum menekuni dunia politik. ‘’Saya tidak ke partai lain. Saya back to basic. Menjadi profesional, tapi tetap menjalankan kegiatan sosial dan budaya,’’ terang pria yang lama merantau di Jakarta ini. Sebagai kolektor keris, pria kelahiran 5 April 1966 ini terus berupaya menarik keris Bali yang berada di luar negeri maupun luar Bali. Bahkan sudah ada sejumlah keris yang ia selamatkan. ‘’Ada sejumlah keris yang berhasil diselamatkan. Keris itu kami donasikan ke lembaga adat,’’ jelasnya. Dengan menyelamatkan artefak milik Bali itu, ia berupaya mengembalikan adat dan tradisi budaya Bali. ‘’Termasuk kami menggelar seminar budaya tentang keris,’’ terangnya. Beberapa tahun lalu, ia memberikan keris ke bendesa adat se-Kabupaten Gianyar. ‘’Kalau ada desa adat perlu pratima keris, mereka datang ke rumah. Kami donasikan keris itu,’’ tegasnya. (nik)
SIDAK - Petugas Satpol PP Gianyar saat melakukan sidak ke salah satu puskesmas, Rabu (3/7) kemarin.
Sidak Penerapan Perda KTR
Satpol PP Temukan Puntung Rokok Berserakan di Puskesmas
Gianyar (Bali Post) -
Jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gianyar menggelar sidak penerapan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR), Rabu (3/7) kemarin. Dalam sidak yang menyasar sejumlah pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) di wilayah Gianyar itu, petugas menemukan banyak puntung rokok berserakan. Kepala Satpol PP Kabupaten Gianyar Made Watha mengatakan, puskesmas yang disasar ada tiga unit. Di antaranya Puskesmas Sukawati, Puskesmas Blahbatuh dan
Puskesmas Pembantu (Pustu) Keramas. ‘’Kami temukan puntung rokok berserakan di garasi dan di areal puskesmas,’’ katanya menyayangkan. Saat sidak kemarin, kata
Watha, pihaknya tidak menemukan perokok. Ia mengaku sangat menyayangkan para perokok itu merokok di areal puskesmas dan membuang puntung rokok secara
Kasus KDRT Berakhir Damai Gianyar (Bali Post) Aksi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilakukan Sohiburrohman alias Sohib terhadap istrinya berinisial NE, akhirnya berakhir damai. Berkat kesepakatan damai itu, pria berusia 36 tahun itu langsung dibebaskan oleh aparat kepolisian. Kapolsek Gianyar Kompol Ketut Suastika
Suami Korban Dibebaskan
mengatakan hal itu, Rabu (3/7) kemarin. Setelah dilakukan mediasi, kata Suastika, sang istri akhirnya sepakat mencabut laporan KDRT yang dilakukan oleh suaminya. ‘’Keduanya sepakat berdamai,’’ ujarnya. Menurut Suastika, kesepakatan damai itu disaksikan oleh orangtua dari kedua belah pihak. Dengan adanya kes-
epakatan itu, Sohib yang sempat diamankan polisi langsung dibebaskan saat itu juga. ‘’Sohib langsung dibebaskan,’’ katanya. Suastika mengatakan, kasus penganiayaan itu disebabkan karena cemburu, sehingga membuat Sohib nekat melakukan kekerasan terhadap istrinya. ‘’Kekerasan seperti itu katanya sudah dua kali. Tapi
mereka berdamai, ya kasusnya diakhiri,’’ tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, aksi penganiayaan yang dilakukan Sohib terhadap istrinya diketahui oleh aparat kepolisian, Minggu malam sekitar pukul 20.00 Wita. Aksi itu terjadi di rumah mereka di Lingkungan Selat, Kelurahan Samplangan, Kecamatan Gianyar. Polisi ke-
PPDB Jalur Zonasi di SMAN 1 Gianyar
Kuota 288 Diperebutkan 614 Calon Siswa
Gianyar (Bali Post) Memasuki hari terakhir Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Rabu (3/7) kemarin, ratusan siswa dari belasan desa di wilayah Gianyar terancam tidak tertampung di SMAN 1 Gianyar. Pasalnya, jarak rumah mereka dengan sekolah negeri yang dituju tidak masuk dalam radius zonasi yang diterima di sekolah negeri tersebut. Padahal, sejumlah siswa yang tidak terakomodir itu berprestasi dan memiliki nilai ujian nasional (UN) yang tinggi. Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Gianyar I Dewa Nyoman Anom mengatakan, hasil terakhir PPDB jalur zonasi pada hari ketiga, radius atau jarak rumah siswa yang diterima di SMA negeri
Telepon Penting gianyar Kantor Bupati - 943056 DPRD - 943144 BPBD - 7844717/7844718 PMK - 943113 Kantor Satpol PP - 944436 RSUD Sanjiwani - 943020 PDAM - 944225/943233 KPA Gianyar - 942184 PMI Gianyar - 8958414 KONI Gianyar - 947261 BNN Kab. Gyr. - 946122 PLN - 947166 Kodim 1616 Gyr - 943069 Koramil Gianyar - 942289 Koramil Blahbatuh - 941167 Koramil Tegallalang - 974792 Koramil Tampaksiring - 901601 Koramil Sukawati - 297564 Koramil Ubud - 975314
dengan julukan Dosman itu hanya 1.414 meter. Siswa yang mendaftar pada pilihan I di sekolah itu sebanyak 614, siswa yang diterima sesuai daya tampung hanya 288. Mereka yang diterima ini berasal dari Kelurahan Gianyar, Abianbase, Beng, serta Kelurahan Semplangan dan Desa Abianbase. “Lagi satu siswa dari Desa Tegal Tugu itu dapat karena menggunakan jalur adat. Lainnya itu hanya sebagian seperti Kelurahan Beng hanya titik selatan yang dapat meliputi beberapa lingkungan,” katanya. Dari enam ratus lebih siswa yang mendaftar itu, kata Anom, ada 386 siswa yang tidak diterima, karena jarak rumahnya tidak masuk dalam radius SMAN 1
Bali Post/kmb35
Gianyar. Mereka berasal dari 12 desa, meliputi Desa Babakan, Bitera, Lebih, Petak, Petak Kaja, Serongga, Siangan, Sidan, Sumita, Suwat, Temesi dan Desa Tulikup. Seluruh siswa yang berasal belasan desa itu diperkirakan namanya tidak bisa masuk ke dalam daftar peserta yang lulus dalam situs PPDB online. “Ya, kebanyakan desa yang berlokasi di pinggir kota ini tidak bisa masuk dalam radius zonasi,” katanya. Akibat kondisi ini, Anom mengaku banyak menerima keluhan dari orangtua siswa. Namun, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa. Terlebih saat ini semua proses berlangsung secara online, sehingga nama yang lulus langsung tertera di si-
tus PPDB online. “Keluhan yang dilayangkan ke sekolah banyak sekali. Apalagi yang tidak lulus ini banyak yang berprestasi,” katanya. Disinggung terkait penerimaan siswa menggunakan surat keterangan domisili, Anom mengaku pihaknya sudah melakukan verifikasi terhadap siswa yang mengajukan pendaftaran dengan menyertakan surat keterangan domisili. Diakuinya, siswa yang diterima di Dosman dengan surat keterangan domisili ada belasan. “Yang domisili ini ada sudah memenuhi (syarat - red) dan namanya masuk di online, sekitar belasan. Tapi belum kami cek berapa pastinya karena data masih bergerakgerak hingga Rabu sore,” tegasnya. (kmb35)
mudian berupaya menangkap pelaku yang malam itu diketahui berada di kota Gianyar. Pelaku sempat enggan pulang ke rumahnya. Selasa (2/7) dini hari sekitar pukul 01.00 Wita, pelaku akhirnya pulang. Polisi yang mengetahui hal ini langsung melakukan penangkapan, kemudian menggiring pelaku ke Mapolsek Gianyar. (kmb35)
sembarangan. ‘’Puskesmas merupakan areal KTR (Kawasan Tanpa Rokok - red). Tidak boleh merokok di puskesmas,’’ katanya mengingatkan. Lantas, siapa yang membuang puntung rokok itu? Watha mengaku tidak tahu siapa yang merokok di kawasan terlarang tersebut. ‘’Kalau pegawai puskesmas, rasan-
ya sih tidak. Kemungkinan masyarakat atau pengunjung yang datang ke sana,’’ ujarnya. Apabila ditemukan perokok di areal puskesmas, Watha mengaku tidak segan-segan memberikan teguran keras. ‘’Kalau kami temukan, pertama kami melakukan pembinaan dulu. Tetap membandel, ya… harus diambil tindakan tegas,’’ katanya. (kmb35)
JEMBRANA
10 SOSOK Kartu Pencari Kerja
Penyerapan kartu pencari kerja (pencaker) di Jembrana tergolong tinggi. Pada tahun 2018, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Jembrana telah mengeluarkan 1.377 kartu pencari kerja bagi warga Jembrana. Kartu yang dulu dikenal dengan nama kartu kuning itu, sangatlah penting sebagai prasyarat melamar pekerjaan. Tidak hanya di instansi negeri tapi juga di perusahaan swasta. Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Jembrana I Komang Suparta mengatakan, sejatinya fungsi kartu kuning sendiri saat ini bukan hanya menjadi syarat untuk melamar pekerjaan saja. Melainkan tahapan penting agar Dinas PMPTSPTK bisa mendata jumlah pencari kerja di daerah. Mantan Kabag Humas dan Protokol ini mengatakan, banyak orang mengira kartu pencaker ini hanya berfungsi saat melengkapi pendaftaran CPNS, tapi sebenarnya lebih dari itu. Melalui kartu itu, pihak dinas juga bisa mendata apabila pencari kerja belum dan sudah mendapatkan pekerjaan. “Dulu kartu ini dikenal dengan kartu kuning karena warna setelah dicetak kuning. Tapi sekarang disebut kartu pencaker, dengan warna cetakan putih,” papar Suparta. Masyarakat yang mencari kartu pencaker melonjak jumlahnya saat masa-masa pendaftaran CPNS. Seperti tahun 2018 lalu, biasanya tiap bulan yang memohon pencaker rata-rata di angka 60-an orang. Sedangkan di bulan Juli tahun lalu, saat dimulainya pendaftaran CPNS, jumlahnya melonjak menjadi 485 orang. ”Hal ini dikarenakan adanya permintaan warga untuk mengikuti test CPNS. Tahun ini juga kita antisipasi untuk memenuhi kebutuhan warga. Ke depan tentu akan kita sempurnakan dengan sistem berbasis online yang memudahkan mengakses data-data. Termasuk info pekerjaan yang cocok bagi mereka melalui informasi kerja online,” ungkap Pejabat asal Kaliakah ini. Disinggung mengenai langkah-langkah membantu pencari kerja, Pemkab Jembrana ternyata telah menyiapkan sejumlah program. Ia menjelaskan berbagai program itu guna mendukung angkatan kerja mencari pekerjaan. Seperti melalui sejumlah program pelatihan berdasarkan trend terkini maupun potensi permintaan pasar kerja ke depan. Ada juga kegiatan Job Fair yang mempertemukan pencari kerja dengan penyedia pekerjaan/perusahaan. Selanjutnya mengadakan program peningkatan produktivitas tenaga kerja sehingga tenaga kerja yang sudah bekerja makin produktif, serta bekerja sama dengan lembaga-lembaga penempatan tenaga kerja yang berizin resmi untuk menyalurkan tenaga kerja. (olo)
Kamis Kliwon, 4 Juli 2019
PSN – Sejumlah warga melakukan aksi bersihbersih untuk antisipasi berkembangnya jentik nyamuk (pemberantasan sarang nyamuk) antisipasi Demam Berdarah Dengue. Selama dua tahun ini, terjadi peningkatan jumlah pasien DBD
Kasus Demam Berdarah Meningkat Tajam
Negara (Bali Post) Perbandingan kasus warga yang mengalami Demam Berdarah Dengue (DBD) di Jembrana, dua tahun terakhir cenderung meningkat. Pada tahun 2018, dalam setahun tercatat ada 36 warga yang mengalami DBD. Namun pada tahun 2019, dari Januari hingga Juni saja jumlah pasien DBD sudah mencapai 86 orang. Meskipun ada kenaikan, upaya pencegahan dan sosialisasi terus digalakkan Dinas Kesehatan Jembrana. Masyarakat harus tetap waspada pada penyakit yang disebarkan melalui nyamuk ini. Kepala Dinas Kesehatan Jembrana I Putu Suasta, Rabu (3/7) kemarin mengatakan, berdasarkan data di tahun 2019 ini, dari total 86 orang pasien DBD, jumlah yang
paling banyak terjadi pada bulan April yakni 20 orang. Disusul pada bulan Juni ini sebanyak 17 orang. Jauh bila dibandingkan tahun 2018 lalu yang rata-rata tiap bulannya di
bawah 5 pasien DBD. Bahkan tahun lalu dalam satu bulan jumlah terbanyak hanya 10 orang dan terjadi pada bulan Januari 2018. Bila digolongkan berdasarkan usia, pada tahun ini pasien yang banyak terserang berumur antara 15-44 tahun, yakni 37 orang. Disusul kemudian anak usia 5-14 tahun sebanyak 29 orang. Suasta menjelaskan, sejak tiga tahun terakhir secara rutin khususnya pada hari Jumat melalui puskesmas bersama masyarakat, sekolah, TNI/Polri melakukan pemberantasan
sarang nyamuk. Tiap-tiap puskesmas yang menyebar di masing-masing kecamatan dan desa melakukan upaya pemberantasan tersebut. Selain itu, dalam memberantas DBD ini menurutnya perlu kesadaran dari masyarakat agar secara aktif melakukan bersih-bersih antisipasi munculnya sarang nyamuk. Seperti dengan menguras bak-bak penampungan air. Termasuk di sekolah-sekolah para siswa dididik menjadi pemantau dan penguras jentik. Sehingga di rumah, mereka juga melakukan hal yang sama
dan tertanam untuk menjaga lingkungan. Giat gotong royong masyarakat yang dilakukan setiap bulan dipantau pejabat pemkab. “Di samping itu juga rutin melakukan abatisasi biologis menggunakan abate yang didrop dari dinas lewat puskesmas,” tambah Suasta. Abate itu nantinya akan disalurkan ke masyarakat guna ditabur di penampungan air jernih yang tidak tertutup dan tidak bisa dikuras. Terakhir yang juga rutin dilakukan adalah pengasapan atau fogging. (kmb26)
Soal Calon Bupati
Forum Perbekel Nilai Kembang Paling Menonjol
Negara (Bali Post) – Perhelatan Pilkada Jembrana yang semakin dekat, ternyata juga menjadi perhatian sejumlah elemen masyarakat. Bahkan sejumlah tokoh politik mendapatkan dukungan langsung dari masyarakat untuk maju. Seperti dari Forum Komunikasi Perbekel Kabupaten Jembrana yang secara terangterangan menyampaikan dukungan mereka untuk Made Kembang Hartawan yang saat ini menjabat Wakil Bupati Jembrana. Dukungan tersebut disuarakan saat pertemuan puluhan perbekel di rumah Perbekel Delobderawah, Made Rentana, belum lama ini. “Ini (dukungan) dari obrolan kami saat pertemuan kemarin malam terkait Pilkada 2020. Salah satunya mendukung Pak
Kembang untuk maju Bupati,” ujar Ketua Forum Komunikasi Perbekel Jembrana Gede Suardika, Rabu (3/7) kemarin. Dalam pertemuan yang dihadiri 20 anggota Forum Perbekel dan pengurus itu muncul penilaian kalau sosok Kembang Hartawan saat ini adalah yang paling menonjol di masyarakat Jembrana. Selaku perbekel, meski di antaranya saat ini sudah habis masa jabatan, merasa nyambung dan selama ini hubungan komunikasi mudah. “Bagi kami selaku perbekel, Pak Kembang sosok pemimpin,” tandasnya. Dari pengamatan beberapa perbekel yang menunjukkan dukungan merata dari Kecamatan Pekutatan, Mendoyo, Melaya, Negara dan Jembrana. Suardika yang sebelumnya menjabat
Perbekel Yehembang Kangin ini juga menegaskan bahwa dukungan ini tidak ada muatan dengan pilkel serentak yang akan digelar beberapa bulan lagi. Dimana beberapa di antaranya yang memberikan dukungan saat ini juga ikut pemilihan selaku incumbent. “Tidak ada hubungannya dengan pilkel,” tandas Suardika. Ini menurutnya murni aspirasi dari para anggota yang memang menginginkan Kembang Hartawan maju dalam Pilkada Jembrana 2020. “Resmi sebagai ketua forum, sekarang ini kan masih tahap penjaringan aspirasi dari masyarakat. Sah-sah saja kami selaku forum komunikasi menyampaikan dukungan ini. Kami berharap aspirasi kami ini menjadi pertimbangan dan kami mendorong Pak Kembang untuk
maju Jembrana 1,” tambahnya. Sebelumnya dukungan untuk Kembang Hartawan juga dibeberkan berbagai elemen masyarakat dalam berbagai kegiatan. Baik dari tokoh masyarakat, warga hingga komunitas atau kelompok masyarakat. Namun terkait adanya dorongan tersebut, Made Kembang Hartawan yang saat ini juga memimpin DPC PDI Perjuangan mengaku masih fokus bekerja sesuai yang ditugaskan partai saat ini, yakni sebagai Wakil Bupati mendampingi Bupati Jembrana I Putu Artha. “Saya fokus kerja, kerja dan kerja untuk masyarakat sesuai kewenangan yang saya punya. Sambil menunggu penugasan dari partai,” ujarnya beberapa waktu lalu. (kmb26)
DUKUNGAN - Pertemuan Forum Perbekel Jembrana belum lama ini. Mereka menyampaikan dukungan kepada Kembang Hartawan maju sebagai calon bupati dalam Pilkada 2020.
Kamis Kliwon, 4 Juli 2019
KARANGASEM
11
Pembangunan SMAN Abang Mendesak
Pemerintah Diminta Berani Dobrak Zonasi
Amlapura (Bali Post) Kisruh Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) juga terjadi di Karangasem. Banyak siswa lulusan SMP di Kecamatan Abang sulit masuk ke SMA negeri. Kondisi tersebut langsung diatensi serius oleh DPRD Karangasem. Rabu (3/7) kemarin, DPRD Karangasem langsung melaksanakan rapat kerja gabungan komisi dengan Disdikpora Kabupaten Karangasem yang diwakili Sekdis Wayan Sutrisna serta Kepala Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Karangasem I Wayan Sugiana. Rapat kerja dipimpin I Nyoman Musna Antara. I Nyoman Musna Antara mengatakan, kisruh PPDB ini tidak hanya melanda Kecamatan Abang, namun juga terjadi di kecamatan lainnya di Karangasem. Kata dia, pihaknya mengakui bahwa menggunakan jalur zonasi ini cukup bagus. Hanya, kelemahannya ada di infrastruktur. Sebab, sekolah tidak didukung ruangan untuk menampung siswa yang hendak bersekolah. “Kasihan anak-anak kalau tidak sampai mendapat sekolah. Kami siap memfasilitasi agar anak-anak dapat bersekolah,” jelas Musna Antara. Ditambahkan, karena lulusan siswa di Kecamatan Abang sangat banyak, maka dengan
situasi ini ke depannya sudah seharusnya dibangun SMAN 1 Abang untuk menampung siswa. Sehingga anak-anak bisa bersekolah dengan nyaman tidak seperti saat ini. Anggota dewan yang lain, I Nengah Suparta, meminta supaya Disdikpora berani mengambil sikap terkait zonasi PPDB ini. Menurutnya, dengan sistem zonasi banyak siswa yang dari luar radius tidak bisa melanjutkan ke SMA negeri. “Pemerintah harus berani mendobrak aturan zonasi. Jangan sampai mengorbankan pendidikan anak-anak akibat tidak dapat sekolah,” tegasnya. Hal senada juga disampaikan Nyoman Mardana Wibawa. Dia menegaskan, sekarang tidak perlu lagi mempermasalahkan zonasi. Yang terpenting bagaimana caranya untuk mencari solusi terkait permasalahan ini supaya siswa-siswi yang tidak tidak bersekolah lantaran terbentur sekolah bisa mendapatkan sekolah. “Penutupan sudah dekat. Harus segera dicarikan solusi dan mengambil keputusan,” jelasnya sembari mengatakan, untuk ke depannya harus membangun SMAN 1 Abang untuk menampung siswa lulusan SMP di Abang. Sekdis Dikpora Karanga sem I Wayan Sutrisna mengatakan, kalau masalah
PPDB SMA kewenangannya ada di pemerintah provinsi. Kata dia, untuk PPDB SD dan SMP di Karangasem, pihaknya sudah melakukan antisipasi sejak awal, sehingga tidak ada masalah. “Untuk PPDB SMA ranahnya ada di provinsi. Kita sudah mengajak Ketua MKKS SMA untuk ikut rapat. Kalau untuk PPDB SD dan SMP sudah tidak ada masalah,” ujarnya. Sutrisna menambahkan, khusus untuk di Kecamatan Abang memang sudah sepantasnya dibangun SMA negeri. Sementara untuk sekolah lainnya, tinggal menambah ruang kelas belajar (RKB). Untuk pembanguan SMA negeri, pihaknya meminta dukungan DPRD Karangasem untuk ikut memperjuangkannya. ”Kita harapkan tahun 2020-2021 sudah dibangun SMA di Abang,” harapnya. Ketua MKKS SMA Karangasem I Wayan Sugiana menambahkan, untuk pembangunan SMA di Abang sudah sering kali disampikan saat rapat bersama dengan Disdikpora Provinsi Bali. Bahkan, penyampaian terakhir saat rapat bersama anggota DPRD Provinsi Bali. “Sudah terus disampaikan kendala di Karangasem. Tapi belum ada respons sampai saat ini,” jelas Sugiana. (kmb41)
Bali Post/kmb41
Dua TPA di Karangasem ”Overload”
OVERLOAD - TPA Lingasana, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem yang kondisinya sudah overload.
TPA Butus Juga Nyaris Penuh
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem I Nyoman Tari, Rabu (3/7) kemarin mengungkapkan, dua TPA yang kondisinya sudah overload adalah TPA Lingasana, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem dan TPA di Ababi, Kecamatan Abang. Kata dia, dua TPA ini tidak lagi mampu menampung sampah kiriman dari Kota Amlapura. “Kedua TPA ini overload sejak tahun lalu.
Saat ini, TPA Butus yang kondisinya juga hampir nyaris penuh,” ungkapnya. Tari menambahkan, jika dilihat kondisi TPA di Butus, sekitar satu tahun lagi, kondisinya akan sama, yakni mengalami overload. Dengan kondisi itu, maka Karangasem tidak akan memiliki TPA lagi. Sedangkan, volume sampah di Kota Amlapura cukup tinggi. Karena per hari sampah yang dikirim ke TPA mencapai 120
meter kubik lebih. “Kita belum bisa membangun TPA karena terkendala lahan. Sebab, Karangasem belum ada lahan yang luas untuk membangun TPA,” katanya. Untuk mengatasi persoalan itu, kata Tari, pihaknya berencana mengusulkan untuk pengadaan alat pembakaran sampah (incenarator) untuk menanggulangi permasalahan sampah di Bumi Lahar tersebut. “Semoga usulan itu
nantinya bisa direalisasikan,” harap dia. Lebih lanjut dikatakan, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat supaya melakukan pemilahan sampah organik dan non-organik. Sehingga, untuk sampah organik bisa diolah dan nonorganik baru dibawa ke TPA. “Kita minta masyarakat dapat mengolah sampah organik untuk dijadikan pupuk untuk tanaman mereka di lahan pertanian. Bahkan, sampah non-organik bisa diolah menjadi kerajinan yang memiliki nilai jual. Kalau itu bisa dilakukan sangat bagus,” jelasnya. (kmb41)
Amlapura (Bali Post) Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karangasem menggelar kegiatan lomba membaca puisi antinarkoba tingkat pelajar SMA/ SMK se-Kabupaten Karangasem, Rabu (3/7) kemarin. Ketua Panitia I Wayan Suartawa mengatakan, kegiatan lomba membaca puisi ini dilaksanakan dalam rangka
memperingati Hari AntiNarkoba International. Kata dia, belakangan ini kasus narkoba semakin marak, baik dari segi penggunaan maupun penyebarannya. ‘’Hasil penelitian LIPI menunjukkan karakteristik pemakaian narkoba 64 persen karena faktor coba-coba dan rasa ingin tahu. Khususnya di kalangan generasi muda.
Oleh karena itulah, dalam mendukung gerakan antinarkoba diaplikasikan melalui lomba baca puisi antinarkoba ini,’’ ujarnya. Suastawa menambahkan, pihaknya berharap lewat lomba ini, pengetahuan generasi muda untuk mengetahui bahaya narkoba ini meningkat. Dan cara menghindarinya juga paham. Salah
satu caranya untuk memacu semangat generasi muda itu adalah berkreasi lewat lombalomba seperti ini. ‘’Kami harap, para peserta yang mengikuti lomba ini dapat memanfaatkan kegiatan ini, guna menampilkan kemampuan terbaik. Sehingga pada kesempatan tersebut bisa memperolah juara,’’ harapnya. (kmb41)
Amlapura (Bali Post) -
Kabupaten Karangasem sejauh ini memiliki tiga Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dari tiga TPA yang ada, dua di antaranya kondisinya sudah overload. Kini hanya ada satu TPA yang dijadikan tempat membuang sampah. TPA ini juga nyaris penuh.
BNNK Karangasem Gelar Lomba Baca Puisi Antinarkoba
Bali Post/kmb41
RAPAT - DPRD Karangasem saat menggelar rapat kerja dengan Disdikpora Karangasem dan Ketua MKKS SMA Karangasem.
KLUNGKUNG
12
Kamis Kliwon, 4 Juli 2019
Klungkung Ikuti Pameran APKASI Expo 2019
PEMERINTAH Kabupaten Klungkung kembali mengikuti Pameran Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) Otonomi Expo tahun 2019 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (3/7) kemarin. Acara yang berlangsung selama 3 hari mulai 3 - 5 Juli 2019 ini dibuka oleh Menkopolhukam Letjen (Purn) Wiranto ditandai dengan pemukulan gong. Pameran tahunan APKASI ini merupakan wadah mempromosikan potensi kabupaten yang ada di seluruh Indonesia. Tercatat, ada tiga ratus lebih kabupaten kota se-Indonesia mengikuti ajang ini. Ny. Ayu Suwirta mewakili Bupati Klungkung bersama Sekda Gede Putu Winastra turut hadir dalam acara pembukaan ini. Dalam pameran tahun ini, Pemkab Klungkung menampilkan
berbagai potensinya mulai dari sektor pertanian, UMKM, pariwisata hingga bahari. Sejumlah produk pun dipajang, di antaranya garam tradisional Kusamba, berbagai bentuk kerajinan batok kelapa, kain tenun, endek rangrang, sabun kelle, genta, uang kepeng hingga pelet dari sampah program TOSS. Stan pameran dirancang khusus dengan menampilkan replika jembatan Kuning Lembongan Ceningan. Selain itu makanan Ledok yang merupakan makanan khas Nusa Penida juga dipamerkan pada stan kuliner dan dibagikan secara cuma-cuma kepada para pengunjung pameran. Sejumlah pengunjung pun terlihat penasaran dan antusias ingin mencicipi Ledok. Ny. Ayu Suwirta juga turut serta mempromosikan dan membagikan makanan bubur ini.
Sementara itu, dalam pidatonya, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto yang datang mewakili Presiden Joko Widodo meminta daerahdaerah berkolaborasi dalam inovasi untuk memajukan daerah masing-masing. Lewat acara yang diisi pameran produk dari berbagai daerah itu, Wiranto berharap pemerintah daerah dapat saling belajar dan saling mengombinasikan keunggulan daerah masing-masing. Pada pameran ini juga Pemkab Klungkung yang diwakili Sekda Putu Gede Winastra turut menjadi narasumber dalam workshop pariwisata dengan tema “Bagaimana Mengembangkan Industri dan Destinasi Pariwisata Daerah�. Materi yang dibawakan yakni tentang promosi dan pengembangan destinasi pariwisata di daerah. (ad177)
PAMERAN APKASI - Ny. Ayu Suwirta bersama jajaran Pemkab Klungkung di lokasi Pameran APKASI di Jakarta Convention Center, Jakarta.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Kamis Kliwon, 4 Juli 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Waiter Shankara Indian Food Jl.Bakung Sari Blok D.33 Kuta Square depan Burger King Tlp.081805628430
B.BP.001.07.19.0000170
Kasir Laki SMEA Diploma SMK. Lamaran ke Shankara Kuta Jl.Bakung Sari Blok D.33 Kuta Square depan Burger King Tlp.081805628430 B.BP.001.07.19.0000169
BU:Supir,krywn,Office GirlToko kain .Krm lamaran ke cv.saify (Jl.Mahendradatta No.52,Dps) B.BP.004.07.19.0000071
Butuh Tenaga Marketing utk Pemasaran Toys /Gifts (Bali) pnglm diutmkn.Pny SIM A.SPG cow/cew tamatan SMU.Gaji+Bonus menjanjikan.Lmrn vi WA 0817388102 B.BP.031.07.19.0000164
Butuh Tukang Masak Kerja 8 Jam Telp/WA:081 239 911 912 B.BP.001.07.19.0000138
Cari segera 1 Sopir jujur u/ kantor di Taman Griya Jimbaran Hubungi 0851-0044-4884
B.BP.031.07.19.0000067
Cr:karyawan/ti u.Refleksi & Cashier L/P T.08179468654
B.BP.004.07.19.0000155
Dcr Admin min SMA u/garment di Kerobokan 081916672388- Bu Anna
B.BP.154.07.19.0000163
Dcr Art wnt tgl dlm Gaji 2,2jt serius kerja Tlp.087762800029
B.BP.004.07.19.0000166
Dcr Sopir SIM A,Bw Srt Lamaran ke Jl Pulau Kawe No.77 Dps
B.BP.001.07.19.0000153
Dcr lulusan SMA IPA u/ Optik Sekar H.08123928624 / 0361237066
B.BP.001.07.19.0000165
Dibthkan Karyawati Utk Kantin Tidur Dalam.Hub:081237524779
B.BP.001.07.19.0000146
Dibthkan staf Kntr Notaris & u/Apartment. Lls SMA/SMK Sdrjt P.menarik.Lam Jl.Plawa 50 Dps
B.BP.001.07.19.0000143
Dibutuhkan Segera Kasir / Waitress Hub.08123673166 B.BP.001.07.19.0000144
SERVICE
DIJUAL RUMAH
SERVICE
SERVICE
Dibutuhkan Sopir u/ PT.Korea Travel Hub.081338060220
B.BP.154.07.19.0000161
Dicari PRT tinggal luar 2,5Jt Renon Dps SMS / WA 081558074104
B.BP.004.07.19.0000154
Dicari Pengawas Proyek SIM A & SIM C.Hubungi: 081236258886
B.BP.001.07.19.0000148
Dicari Staff Dapur;Laki-Laki Hub.089614484520/081238110896
B.BP.001.07.19.0000047
Dicari Staff Notaris Pria bisa komputer hub.081338349797 B.BP.001.07.19.0000173
Dicari karyawati untuk Depot Ayumi-Renon Hub.081238507285
Need Office Staff Good English Both Oral& Written Good Salary E:sari.iskawari@ckabali.org
B.BP.001.07.19.0000139
Restaurant in Seminyak looking for staf bakery pr 0361 732567
B.BP.154.07.19.0000168
The Plaza Karaoke & Lounge Lombok bth cpt: Ass.Manager. Lamaran dikirim ke ignoscar@gmail.com & budih_2014@yahoo.com B.BP.031.07.19.0000064
Yayasan Fajar Harapan Membthkn Guru Kelas,Lulusan S1 PGSD, Hub.081338231945/082144348617 B.BP.001.07.19.0000053
B.BP.001.07.19.0000171
Griya Santrian Urgently needs FOM,SPA Reception & Therapist, Room Attendant,Order Taker, Sales Coordinator (Male&Female) fluent in English Have have experience 1 year.Send to hrm-griya@santrian.com/bring CV to Jl.Danau Tamblingan No.47 Sanur (0361-288181) B.BP.001.07.19.0000151
DIJUAL MOBIL TOYOTA
Di Jual Mobil Toyota Alphard S 2.4 AT 2012, Hitam, Bensin, 2.362 CC 450 Jt Nego, Hub:081999250006 (Heri) BUC B.BP.004.06.19.0000726
T.Yaris Heyker 17 CVT,Pth,Low KM,Tgn1,235Jt Ng.H:08123951734 B.BP.001.07.19.0000004
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY
PROPERTY
DIJUAL RUMAH
DIJUAL RUKO
Dijual Rmh.10 are. Jl.Kebo Iwa, sebelah Bjr.Liligundi-Ubung Kaja Hub.0821 8282 8300 B.BP.004.07.19.0000157
Djl Rmh lt.2.Kmr tdr 4. Jln Tkd Balian Renon H.085100888379 B.BP.004.07.19.0000160
PROPERTY DIJUAL TANAH
Dijual Tnh Komersial Jl.Utama Hotmix 8M .Dkt Tol Nusa Dua LT 4A.LD:22M.595jt/A.087761724888 B.BP.004.06.19.0000688
Dijual kav 200m2 Kutuh Bdg DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:08174792678/081805374433 B.BP.004.07.19.0000073
Djl Tanah 2A Dalung Pegending Rumah1ADalung,H.082147454248 B.BP.001.07.19.0000174
PROPERTY DISEWAKAN TOKO
Toko 4x10+P 4x8 Jl.Taman Pancing Timur Pemogan T082146424194 B.BP.001.07.19.0000150
Jual Ruko Jl.Kartini No.33 Dps Uk.5,5x18m nego 081239588889 B.BP.004.07.19.0000158
PROPERTY DISEWAKAN TEMPAT
Kont Ruangan di Htl Haris Kuta 9x5M 130Jt/th T.08179468654 B.BP.004.07.19.0000156
PROPERTY KOST
Trima Kos,lingk tenang & disewakan Rmh 3KT,KM,Dapur. Lok. S.raja. SMS / WA 08970186842. B.BP.004.07.19.0000159
KEHILANGAN Hilang 2 Buku KIR DK 8412 AE & DK 8016 DF An.PT.Sinar Harapan Baru Bali, Hub.(0361)418600 B.BP.001.07.19.0000145
KEHILANGAN Hlg 4 BPKB No: No:J.03708286-O DK1523LD An.I Md Nukada Aryana, NO:R.2522V2014GYRDK1466KS An.Ni Gusti Ayu Armini, No.R.252338VI2013GYRDK1936LG An.Ni Gusti Ayu Armini, No.R.3095371X15GYRDK1459LG An.I Gusti Ngurah Putra Astawa B.BP.001.07.19.0000121
Hlg Buku KIR & STNK,DK 8150 DL An.PT.Sinar Harapan Baru Bali B.BP.001.07.19.0000147
Hlg IMB No.150/BPPT/IMB/2016 an.Antoine Edouard Duval B.BP.001.07.19.0000141
Telah hilang surat-surat sebagai berikut:IMB No.648 th 2013. Beserta lampiran gambar Kehilangan tersebut sudah dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Badung, 20 Juni 2019 PT.Duta Esa Vins B.BP.004.07.19.0000077
BANGLI
14
Kamis Kliwon, 4 Juli 2019
Bali Post/kmb40
DANAU - Kondisi Danau Batur. Foto diambil beberapa waktu lalu.
Dewan Pertanyakan Realisasi Pembangunan Danau Buatan Bangli (Bali Post) –
Rencana Pemkab Bangli membangun danau buatan di wilayah Kintamani tahun ini dipertanyakan Wakil Ketua DPRD Bangli Nyoman Basma. Pasalnya hingga memasuki bulan ketujuh, pembangunan danau buatan yang telah dianggarkan Rp 15 miliar itu tak kunjung dikerjakan. Diwawancara, Rabu (3/7) kemarin, Basma mengaku heran sekaligus kecewa dengan lambatnya OPD terkait mengeksekusi kegiatan pembangunan danau buatan. Padahal kegiatan tersebut sudah lama dirancang dan biayanya telah dianggarkan dalam APBD tahun 2019. “Kalau begini terus kapan daerah bisa maju. Kegiatan itu kan sudah lama dijanjikan dan sudah dianggarkan.
Sampai Juli ini belum juga dikerjakan,” terangnya. Basma mengungkapkan, belum lama ini dirinya sudah sempat menanyakan langsung ke Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Pemukiman (PUPRPerkim) tentang pengerjaan proyek danau buatan yang rencananya akan dibangun di Desa Abang Batudinding tersebut. Namun ia tak mendapat jawaban
memuaskan. “Jawabannya sudah. Tapi entah sudah apa yang dimaksud, tidak jelas,” ujarnya. Menurut politisi Golkar ini, jika memang Dinas PUPRPerkim menemui kendala dalam pelaksanaan pembangunan danau buatan itu, maka semestinya disampaikan ke masyarakat. Sehingga jelas, dan tidak membuat masyarakat terus bertanya-tanya mengenai
KPU Tunda Penetapan Perolehan Kursi dan Calon DPRD Terpilih Bangli (Bali Post) – Rapat pleno terbuka penetapan perolehan kursi dan calon terpilih anggota DPRD Bangli yang dijadwalkan digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli, Rabu (3/7) kemarin, ditunda. Penyebabnya, pihak
KPU belum menerima pemberitahuan dari Mahkamah Konstitusi (MK) berkenaan dengan permohonan perselisihan hasil pemilu yang dicatatkan dalam buku registrasi perkara konstitusi (BRPK). Ketua KPU Bangli Putu
Gede Pertama Pujawan siang kemarin menjelaskan, untuk menggelar rapat pleno terbuka penetapan perolehan kursi dan calon terpilih anggota DPRD Bangli pihaknya sudah melakukan sejumlah persiapan. Seperti menye-
Banyak yang Daftar di Luar Zonasi
SMPN 3 Tembuku Kekurangan Siswa Baru Bangli (Bali Post) SMPN 3 Tembuku kekurangan siswa baru. Dari 160 kuota yang disediakan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini, sekolah yang berlokasi di Banjar Sama Undisan, Desa Jehem tersebut hanya mendapat 74 siswa baru. Tidak terpenuhinya kuota di sekolah tersebut terjadi karena banyak calon siswa dari wilayah Desa Jehem yang mendaftar sekolah ke luar zonasi. Kepala SMPN 3 Tembuku Ketut Mudiawan, Rabu (3/7) kemarin mengatakan, sesuai zonasi wilayah SMP negeri yang telah ditetapkan Disdikpora Bangli, ada beberapa banjar yang masuk dalam zonasi SMPN 3 Tembuku, yakni Banjar Pembungan, Pasekan, Tambahan Kelod, Tambaahan Kaja, Tambahan Bakas, Jehem Kelod, Jehem Kaja, Galiran, Antugan, Kelempung, Tingkadbatu, Sama Undisan dan Sama Griya. Meski telah diatur secara jelas zonasinya oleh Disdikpora, namun ia mengungkapkan kenyataanya
di lapangan hal itu tak dipatuhi sepenuhnya oleh siswa. Ia menyebut banyak siswa lulusan SD dari wilayah Tambahan yang semestinya mendaftar ke SMPN 3 Tembuku, namun mendaftar ke sekolah lain di luar zonasi. Sebelum masa pendaftaran dimulai pihaknya sejatinya sudah melakukan upaya dengan sosialisasi serta pendekatan ke perbekel, bendesa, kadus dan tokoh masyarakat agar membantu mengarahkan calon peserta didik baru mendaftar sekolah sesuai zonasi yang telah ditentukan. “Ada sekitar 120 siswa yang semestinya mendaftar ke kami, tapi mendaftarnya ke sekolah lain. Mengenai ke mana sekolah yang dituju, kami tidak tahu secara pasti,” ungkapnya. Akibat banyaknya siswa yang mendaftar ke luar zonasi, Mudiawan mengaku sekolahnya kini mengalami kekurangan siswa. Dari 160 kuota siswa baru (5 kelas) yang dibuka, sekolah tersebut hanya mendapat 74 siswa
(2 kelas). Minimnya jumlah siswa yang didapat, kata dia akan berdampak pada banyaknya guru yang kekurangan jam mengajar. “Banyak guru kami yang akan tidak bisa memenuhi persyaratan sertifikasi karena kekurangan jam mengajar,” terangnya. Terkait persoalan itu, Mudiawan mengatakan, Ketua Komite SMPN 3 Tembuku sudah sempat menyampaikannya ke Dinas Pendidikan. Pihaknya juga telah melakukan komunikasi dengan beberapa kepala sekolah lainnya yang dekat dengan wilayahnya seperti SMPN 1 Tembuku dan SMPN 5 Bangli, mengenai banyaknya siswa yang mendaftar keluar zonasi. Pihaknya meminta agar sekolah lainnya samasama menjalankan ketentuan sistem zonasi yang diterapkan pemerintah dalam PPDB tahun ini. Dari hasil komunikasi yang dilakukannya, Mudiawan mengaku pihaknya mendapat tambahan 8 siswa yang sebelumnya sempat mendaftar ke SMPN 1 Tembuku. (kmb40)
realisasi pembangunan danau tersebut. “Selama ini di masyarakat rencana ini sudah sering ditanyakan,” ungkapnya. Mengingat keberadaan danau buatan tersebut sangat diperlukan sebagai solusi mengatasi meluapnya air Danau Batur sekaligus mengatasi kesulitan air yang selama ini dihadapi masyarakat di beberapa desa, Basma pun berharap kegiatan pembangunannya bisa direalisasikan Pemkab Bangli tahun ini. Apalagi biaya untuk pembangunan itu sudah dianggarkan dengan nilai cukup besar. “Kami minta komitmen dinas
terkait bertanggung jawab terhadap kegiatan yang sudah diprogramkan dalam APBD. Jadi ini harus segera dieksekusi. Andaikata ini gagal dieksekusi, jangan sampai semua salahkan Bupati. Karena ini sifatnya teknis, jadi OPD terkait yang harus bertanggug jawab,” kata Basma. Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Dinas PUPRPerkim Kabupaten Bangli Wayan Lawe menjelaskan bahwa saat ini review DED danau buatan sudah selesai. Rencananya dalam waktu dekat DED itu akan disosialisasikan terlebih dahulu
ke masyarakat Desa Abang Batudinding. Dalam sosialisasi itu, akan disampaikan juga masalah beban biaya listrik untuk pengoperasian pengangkatan air dari Danau Batur ke danau buatan. “Masalah biaya listrik biar diketahui masyarakat. Berapa penghabisannya satu bulan. Minggu ini kami akan sosialisasi,” katanya. Disinggung mengenai kapan proyek itu mulai dikerjakan, Lawe tak bisa memastikannya. Ia mengatakan hingga saat ini kegiatan pembangunan danau buatan itu belum masuk ke unit layanan pengadaan (ULP). (kmb40)
Nyoman Basma
bar surat undangan, seting tempat dan juga konsumsi. “Tapi rapat penetapannya kami tunda mengingat sampai saat ini belum ada surat pemberitahuan pencatatan perselisihan pemilu oleh MK ke dalam BRPK kepada KPU RI,” terangnya. Sebelum memutuskan untuk menunda pelaksaanan rapat pleno, Pujawan mengaku sudah berkoordinasi dengan KPU Provinsi Bali. Sesuai petunjuk dan arahan
disampaikan bahwa sampai pagi kemarin memang belum ada surat pemberitahuan yang diterima KPU-RI. Dijelaskan Pujawan, surat pemberitahuan dari MK tersebut diperlukan sebagai rujukan pembuatan berita acara maupun SK. Karena surat itu belum diterima KPU, maka rapat pleno penetapan terpaksa ditunda sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan. Dikatakannya penundaan rapat pleno ini,
tidak hanya terjadi di Bangli, namun juga empat kabupaten di Bali lainnya. “Tindak lanjut dari ini kami masih akan terus berkoordinasi dengan KPU Provinsi. Hari ini pimpinan kami di KPU Provinsi juga masih ada di KPU-RI. Mudah-mudahan itu bisa segera,” kata Pujawan. Ditambahkannya, sesuai PKPU tahapan No. 10 Tahun 2019, KPU Kabupaten/Kota yang tidak ada perselisihan hasil Pemilu seharusnya
telah melakukan penetapan paling lama 3 hari sejak MK mencatatkan dalam BRPK. Sementara MK telah melakukan pencatatan dalam BRBK pada tanggal 1 Juli lalu. “Sehingga kami punya waktu sampai tanggal 4 Juli besok (hari ini - red) untuk bisa melakukan penetapan. Mudah-mudahan nanti ada petunjuk lebih lanjut. Kami dari kabupaten siap kapan pun untuk menetapkan,” imbuhnya. (kmb40)
Bali Post/kmb40
OLAHRAGA
Kamis Kliwon, 4 Juli 2019
15
Copa America
Brazil Menuju Juara Argentina Kecewa Bali Post/ist
PANAHAN - Kodam IX/Udayana bekerja sama dengan Perpani Provinsi Bali menggelar Kejuaraan Panahan Terbuka.
Kejuaraan Panahan Terbuka Diikuti Klub Se-Indonesia
Denpasar (Bali Post) Kodam IX/Udayana bekerja sama dengan Perpani Provinsi Bali menggelar Kejuaraan Panahan Terbuka memperebutkan Piala Pangdam di Lapangan Praja Raksaka, Kepaon, Jalan By-pass Ngurah Rai, Pemogan, Denpasar Selatan, mulai Senin (1/7) lalu. Kejuaran diikuti klub seluruh Indonesia dan ditinjau Pangdam Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP., Rabu (3/7) kemarin. ‘’Dilaksanakannya kejuaraan ini dalam rangka memeriahkan HUT ke-62 Kodam IX/Udayana,’’ kata Kapendam Kolonel Kav. Jonny Harianto G. Kejuaraan diikuti berbagai klub panahan tingkat junior dari seluruh Indonesia, terutama wilayah Indonesia tengah dan timur. Kejuaraan ini dirancang untuk menjadi arena pembinaan di kalangan masyarakat sipil dan militer. Selain itu, untuk mencari bibit-bibit atlet terbaik di cabang olahraga panahan yang bisa berkiprah baik di ajang regional, nasional, maupun internasional. ‘’Kejuaraan berlangsung hingga 7 Juli, mempertandingkan nomor cumpound, recurve, barebow dan nasional atau standard bow dengan memperebutkan masing-masing 50 medali emas, 50 perak, dan 50 perunggu,’’ ujarnya. Memasuki hari kedua, telah menyelesaikan beberapa nomor yaitu individual compuond SD putra, individual compuond SMP putra-putri dan individual compuond umum putra-putri. ‘’Bapak Pangdam saat meninjau kejuaraan memberi semangat dan motivasi kepada atlet panahan sedang berlaga untuk menjadi yang terbaik,’’ tegas Jonny Harianto. (kmb36)
Meva dan Mayvil Juara di Pecatu
Denpasar (Bali Post) Pegolf Meva Helina Schmit yang turun pada kategori A (17 tahun) dan Putu Mayvil Handayani yang tampil pada kategori B (13-14 tahun), keluar sebagai juara dalam turnamen golf bertajuk Indonesia Junior Golf (IJG) Premier League seri IV di Lapangan New Kuta Golf, Pecatu, Badung, akhir Juni lalu. Pegolf Bali lainnya Margoz Kamengmau menjadi juara II, sedangkan Axel Keefe Pangestu juara III pada kategori D (usia di bawah 10 tahun). Menurut Koordinator Golf Junior Bali, Komang Darmawan, Rabu (3/7) kemarin, setelah berlaga di IJG, pegolf muda Pulau Dewata akan turun di sejumlah turnamen lainnya yang berlangsung Juli ini. Anggota Komite IJG Indra Saiful menjelaskan, IJG digelar sembilan seri dalam setahun. IJG merupakan sebuah lembaga nonprofit yang bergerak dalam bidang pembinaan junior golf di Indonesia. Lembaga ini lahir dari kepedulian beberapa orangtua pegolf junior yang mempunyai visi dan misi sama untuk mewujudkan dan memberikan kontribusinya demi memajukan pembinaan dan prestasi pegolf junior Indonesia mencapai prestasi terbaik di tingkat nasional dan internasional. (022)
Belo Horizonte – Gabriel Jesus dan Roberto Firmino mencetak gol yang membawa tuan rumah Brazil mengalahkan rival abadinya, Argentina, 2-0 pada babak semifinal Copa America 2019 di Porto Alegre, Rabu (3/7) kemarin. Di partai final pada Minggu nanti, tim Samba menghadapi pemenang duel juara bertahan Chile dan Peru. Jesus dan Firmino menyarangkan satu gol di masingmasing babak yang memastikan Lionel Messi dan Argentina menunggu dengan frustrasi gelar turnamen internasional besar. Kapten Brazil Dani Alves memiliki andil besar atas lahirnya gol pertama. ‘’Itu adalah langkah lain menuju tujuan kami. Kami mencapai semua tujuan yang kami tetapkan sendiri. Banyak orang meragukan kami, tetapi kami memiliki banyak keyakinan pada diri sendiri, rencana dan kerja keras. Kami menuai buah dari benih yang kami tabur setiap hari,’’ ungkap Alves usai pertandingan. Brazil lolos ke final Copa America pertama sejak 2007. ‘’Saya sangat percaya diri dan berhasil mencetak gol dalam performa tim yang hebat. Firmino mengatur saya dengan sangat baik. Saya senang bukan untuk gol tetapi untuk tim. Kami semua senang dengan pertandingan, tentang komitmen dan kinerja,’’ kata Jesus. Pelatih Brazil Tite menghargai kerja keras Jesus yang gagal mencetak gol dalam empat pertandingan sebelumnya, termasuk saat menang 5-0 atas Peru tidak mampu mengeksekusi penalti. ‘’Gabriel tidak pernah menyerah. Dia harus memperbaiki solusinya dan berkembang karena masih muda. Kapasitas, kegigihan dan pencariannya akan sesuatu adalah ciri khasnya,’’ sebutnya.
Bramastra, Nyoman Magrung Jumada dan Putu Dian Ananta meladeni Copa FC di Surabaya pada Sabtu (6/7) lusa. Manajer Tim Porprov Kota Denpasar A.A. Putu Sudirka Yoga Semadi, Rabu (3/7) kemarin mengemukakan, asuhannya sengaja meladeni lawan yang lebih tangguh. Pihaknya ingin mengetahui sejauh mana para pemain bisa menyerap teknik, taktik dan strategi yang diberikan pelatih selama latihan. ‘’Tak masalah
Dia mencontohkan pengerukan sedimentasi sudah dilakukan dan membersihkan eceng gondok oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali–Penida. Selain itu, program penanganan jangka panjang berikutnya sudah mulai disusun di mana
melawan tim yang lebih senior dan kaya pengalaman, sebab tujuan kami bukan mencari kemenangan,’’ ucap pria yang akrab disapa Agung Civics ini. Selain itu, pihaknya akan mengevaluasi penampilan seluruh pemain selama di Jatim. Dari hasil evaluasi akan dibentuk tim definitif pada akhir Juli mendatang. Denpasar sangat serius mempersiapkan tim sepak bola karena peta kekuatan pada Porprov Bali 2019 di Tabanan makin merata. (022)
Kamis, 4 Juli 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Nincapang Kerumaketan Ring Sajeroning Sukerta Tata Pawongan(5) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Wirata Parwa (2) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Agrobisnis Pengembangan Bunga Begonia 09:30 Wita Ocydia Home Shopping
10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Solusi Alternatif Soman 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Meningkatkan Kualitas Pemangku Dalam Pelayanan Umat (1) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Fokk Song 14:05 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita DW TV 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Dunia Kita 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shopping
Piala Dunia Amerika Serikat menang dramatis 2-1 atas Inggris pada semifinal Piala Dunia Wanita 2019 di Prancis. Alex Morgan yang mencetak gol kedua AS pada menit ke-31 memuji kiper Alyssa Naeher setelah melakukan penyelamatan gemilang atas penalti pemain Inggris Steph Houghton. Christen Press membawa AS memimpin 1-0 pada menit ke-10 tetapi dapat disamakan oleh Ellen White menit ke-19. ‘’Alyssa Naeher menyelamatkan kami hari ini. Saya sangat bangga dengan setiap pemain,’’ sebut Morgan. AS akan menghadapi Swedia atau Belanda di final pada Minggu nanti dengan misi memenangkan trofi untuk keempat kalinya dalam delapan edisi. Kekalahan ini membawa Inggris keluar dari turnamen besar ketiga berturut-turut di semifinal. ‘’Sepak bola bisa kejam. Kami mengalami perjalanan yang fantastis. Ketika kami mendapat penalti, saya mengatakan akan memenangkannya, tapi itu tidak terjadi,’’ jelas pelatih Phil Neville kepada BBC.
Piala Afrika Tunisia bermain i m bang 0 - 0 deng a n debutan Mauritania, sedangkan Mali yang sudah lolos kualifikasi mengalahkan Angola 1-0 pada penyisihan terakhir Piala Afrika di Mesir. Hasil ini menempatkan Tunisia dan Afrika Selatan mengisi dua tempat terakhir pada babak 16 besar. Mali memenangkan Grup E dengan 7 poin diikuti Tunisia (3), Angola (2) dan Mauritania (2). Kehilangan Angola berarti Afsel menyelinap ke fase gugur, bergabung dengan Guinea, Kongo dan Benin sebagai empat tim peringkat ketiga terbaik. Di 16 besar, Mali menghadapi Pantai Gading, Tunisia bertemu Ghana, juara bertahan Kamerun kontra Nigeria, Mesir versus Afrika Selatan, Maroko menantang Benin, Aljazair meladeni Guinea, Madagaskar menantang Kongo dan Uganda bertemu Senegal. (afp/kmb)
Tanggul Pembatas
Tim Porprov Denpasar Jajal Deltras
Denpasar (Bali Post) Tim sepak bola Porprov Kota Denpasar dijadwalkan bertolak ke Jawa Timur pada Kamis (4/7) pagi ini guna melakukan uji coba. Tim Porprov Kota Denpasar diagendakan menjajal dua tim Liga 3 selama di Jatim. Rombongan tim Porprov Denpasar berkekuatan 24 pemain. Pertama melawan Deltras Sidoarjo di Sidoarjo pada Jumat (5/7) besok. Selanjutnya, tim polesan pelatih AAK
Sebaliknya, menjadi hal yang menyedihkan bagi Messi yang harapannya mendapatkan kehormatan internasional utama dengan Argentina berakhir dengan kekecewaan. ‘’Kami seharusnya tim yang pergi ke final karena kami pantas menerimanya. Terkadang sepak bola tidak adil,’’ kata pelatih Argentina Lionel Scaloni.
16:30 Wita Taman Sari Reina Artha Buana 17:00 Wita Diabemed 17:30 Wita Kartun Wirata Parwa (3) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Dialog Eksklusif Undiksha di Era Revolusi 4.0 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog Makaroni King 21:00 Wita Talk Show Merah Putih Perlindungan Tenaga Kerja Lokal 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel
pemerintah pusat akan menormalisasi dengan membangun tanggul pembatas untuk mencegah masuknya endepan yang memicu pendangkalan danau. Sementara terkait pengelolaan objek wisata, Bupati mempersilakan kelompok masyarakat atau pemerintah desa mengelola. Terkait perizinan akan diberikan dengan komitmen tidak membangun permanen melainkan dengan model camping ground, dan tidak menebang pohon. ‘’Ini tinggal komitmen semua pihak dan semuanya tegas, sehingga penanganan kerusakan ini bisa dilakukan dan pengelolaannya patuh terhadap regulasi yang ada. Konservasi harus dilakukan dan mulai musim hujan nanti kami akan galakkan penanaman pohon untuk menjaga tutupan vegetasi di lereng hutan Buyan dan Tamblingan,’’ jelasnya. Sementara itu, Gubernur
Bali Wayan Koster dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Ni Luh Made Wiratmi menyambut positif gelaran TLF yang digulirkan Pemkab Buleleng. Dalam sambutannya, Koster menyebut TLF bukan kegiatan hiburan dan sekadar pameran pertanian. Event ini strategis di samping pelestarian seni budaya juga memberikan fungsi pendidikan, komunikasi dan media promosi potensi pariwisata Bali Utara. Untuk itu, Koster berharap TLF dimanfaatkan dengan baik sebagai ruang berkreativitas, diskusi dan promosi potensi wisata produk pertanian, dan kearifan lokal lain. ‘’Saya menyambut positif TLF ini dan sejalan dengan visi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ melalui pola pembangunan semesta berencana,’’ sebut Gubernur dalam sambutannya. (ad180)
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
KAMIS KLIWON, 4 JULI 2019
Seniman Muda Tugek Carangsari Tampilkan Kisah ’’Pusaka Ki Panglipur’’
Sunari, Salah Satu ’’Uparengga’’ Yadnya KETIKA memasuki areal Taman Budaya Bali serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41, kita akan melihat sejumlah sunari dan pindekan terpasang di sisi selatan. Sunarisunari tersebut menghasilkan suara yang nyaring karena terpaan angin. Demikian pula pindekan bisa berputar karena angin. Dikaitkan dengan tema PKB kali ini ‘’Bayu Pramana: Memuliakan Energi Angin’’, pemasangan sunari dan pindekan, tentu sangat relevan. Lalu apa makna dan fungsi sunari dalam hubungan dengan ritual keagamaan Hindu? Dalam workshop pembuatan sunari dan pindekan di Kalangan Ayodya, Rabu (3/7) kemarin, makna dan fungsi sunari dijelaskan gamblang oleh narasumber Ida Bagus Panjiarsa, S.Pd., M.Pd. yang dipandu Dr. A.A. Gde Raka. Selain itu juga dipraktikkan pembuatan sunari beserta kelengkapannya. Menurut Ida Bagus Panjiarsa, sunari berasal dari kata su dan nari. Su artinya baik atau taksu dan nari artinya widyadara dan widyadari. Menyitir pendapat beberapa sumber, ia mengatakan, sunari atau sunar berarti sinar. Atau ada pendapat lain menyebut sunari sama dengan sundari yang artinya buluh perindu atau wanita cantik. Dalam bahasa Sansekerta, sundarigama berasal dari kata sundari yang artinya terang dan gama artinya pentunjuk atau jalan. ‘’Jadi, sunari merupakan salah satu uparengga atau pelengkap yadnya agama Hindu. Umumnya digunakan dalam upacara ngenteg linggih, ngusaba desa, ngusaba nini, pangerorasan atau mamukur, ngrasakin dan mabiukukung di sawah. Penggunaan sunari dalam upacara yadnya bertujuan agar para widyadara-widyadari atau para dewa turun dari kahyangan menyaksikan dan menganugerai kesejahteraan serta keselamatan pada upacara yang sedang berlangsung. Penggunaan sunari di sawah yakni ngarad Dewi Sri atau dewanya padi dan Dewa Rare Angon atau dewa pengembala agar padi tumbuh subur dan berhasil baik. Begitu pula terhadap ternak,’’ ujar Ida Bagus Panjiarsa. Sunari dipasang di parahyangan bersamaan dengan upacara negtegang beras dan menstanakan Dewa Rare Angon. Dikatakan, sunari dibuat menggunakan bambu yang ruasnya panjang dan kulitnya tipis seperti bambu buluh gading. Kemudian dihiasi dengan wujud kera dibuat dengan ijuk, sebagai simbol Sang Hyang Maruti atau Hanoman (Dewa Bayu atau Dewa Angin). Kemudian diisi dengan klangsah kelabang mantri dari daun kelapa dan kain putih kuning. Agar menghasilkan suara nyaring, ruasruas bambu tersebut dilubangi dengan teknik
khusus. Jika diterpa angin akan menghasilkan suara. Ada tujuh lubang yang dibuat dari atas ke bawah. Lubang paling atas berbentuk segitiga sama sisi melambangkan nada atau bintang. Lubang kedua berbentuk bulat atau nol melambangkan windu. Lubang ketiga berbetuk bulan sabit melambangkan ardha candra. Lubang keempat berbentuk tegak lurus (elu) perlambang purusa atau lingga. Lubang kelima berbentuk lubang lesung, melambangkan yoni atau predana. Lubang selanjutnya berbentuk swastika simbol keseimbangan. Terakhir, lubang segi empat melambangkan bumi. ‘’Jadi semua lubang itu memiliki makna. Sunari adalah suatu pelengkap upacara (uparengga) yang dibuat sesuai plutuk beserta upacaranya. Terutama pada waktu upacara ngenteg linggih di parahyangan dan saat mabiukukung di sawah,’’ ujarnya. Sementara itu, moderator Dr. A.A. Gde Raka yang akademisi Unwar Denpasar menambahkan, penggunaan bambu gading untuk sunari karena mempunyai nilai magis. Daunnya kuning kehijauan dan bambu ini tidak ada medang-nya. Menurutnya, sunari melindungi angga sarira dari kekuatan negatif. Lubang segitiga dalam sunari simbol api (Brahma). Segi empat simbol air (Wisnu) dan bundar atau bulat simbul Siwa. Sedangkan elu simbol purusa dan lesung simbol pradana. Karena itu workshop ini penting dalam rangka menggali nilai-nilai kearifan lokal pada zaman agraris yang memiliki makna peting bagi kehidupan. Jadi dikaitkan dengan tema PKB kali ini, workhsop sunari dan pindekan kontekstual dengan tema dan bersifat edukatif. (lun)
Bali Post/wan
WORKSHOP – Narasumber Ida Bagus Panjiarsa, S.Pd., M.Pd. dipandu Dr. Anak Agung Gede Raka memberikan workshop pembuatan sunari dan pindekan di Kalangan Ayodya, Rabu (3/7) kemarin.
RAJA I Gusti Agung Made Agung memiliki seorang patih setia bernama I Gusti Namblang atau yang lebih akrab disapa I Keruwa. Namun hanya karena sebuah keris pusaka, terjadi kesalahpahaman di antara keduanya. I Keruwa yang setia dengan janji bersikukuh tidak memberikan keris itu kepada utusan raja, I Gusti Ngurah Tangeb. Karena sebelumnya, raja sudah berpesan jangan pernah memberikan keris itu kepada orang lain kecuali raja sendiri yang datang kepada I Keruwa. Begitulah sedikit gambaran kisah bertajuk ‘’Pusaka Ki Panglipur’’ dalam kemasan parade Topeng Prembon yang dipentaskan di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya, Rabu (3/7) kemarin. Garapan yang diangkat dari Babad Mengwi ini dibawakan secara apik oleh para seniman muda dari Sanggar Tugek Carangsari, Duta Kabupaten Badung di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI. Koordinator Sanggar I Gusti Ngurah Artawan mengatakan, kisah tersebut mengandung makna kewaspadaan terhadap kesimpangsiuran sebuah informasi. Mengingat dalam cerita, raja merasa marah akan perlakuan I Keruwa setelah mendengar pengaduan dari sang utusan yang pulang dengan tangan kosong. Padahal, raja sendiri lupa dengan pesannya terdahulu kepada I Keruwa soal menjaga keris pusaka. Saat I Keruwa memutuskan untuk menyerahkan sendiri pusaka itu kepada raja, barulah raja teringat dan merasa bersalah. ‘’Kesalahpahaman itu sejatinya dapat dihindari dengan mendalami informasi dan mengolah emosi,’’ ujarnya. Menurut Artawan, Topeng Prembon yang disajikan oleh para seniman muda tersebut memakai pakem Badung. Khususnya memakai kiblat pakem pementasan Topeng Tugek Carangsari sekitar tahun 70-an. Ada sedikit perbedaan yang tampak bila dibandingkan dengan daerah lainnya. Seperti penokohan seorang raja, Badung lebih condong pada sosok menteri, sedangkan kabupaten lain lebih condong ke sosok Dalem. (rin)
KULINER
PREMBON - Sanggar Tugek Carangsari, Badung menampilkan parade Topeng Prembon pada PKB XLI di Taman Budaya, Denpasar, Rabu (3/7) kemarin.
KESEHATAN
TOP IN VASI
Lulur dan Sabun Berbahan VCO
BANYAK desa di Tabanan memiliki potensi di bidang perkebunan kelapa. Memajukan perekonomian desa, masyarakat Tabanan banyak yang membuat produk virgin coconout oil (VCO) dari kelapa. Ini yang kemudian menjadi unggulan BUMDes. Tak cukup hanya VCO, Kelompok Wanita Tani (KWT) Nadi Sari Banjar Kulkul Batu Desa Dalang Selemadeg Timur justru membuat sabun dan lulur berbahan dasar VCO. Inilah yang menyebabkan KWT ini kemudian lolos menjadi salah satu pengisi stan UKM Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41. Salah satu anggota KWT Nadi Sari, Mariatun, menyampaikan awal mula terjun ke pembuatan sabun dan lulur dari VCO ini tidak
sengaja. ‘’Saat itu ada pelatihan dari Unud. Mereka kemudian menghibahkan alat pembuatan sabun dan lulur kepada kami. Dari sana saya coba-coba membuatnya,’’ ujar Mariatun. Dengan bantuan anggota KWT lain, Mariatun mencoba membuat sabun dan lulur berbahan dasar VCO ini. ‘’Pembuatan lulur dan sabun saya lakukan sendiri. VCO-nya saya beli dari anggota seharga Rp 60.000 per liter,’’ ujarnya, Rabu (3/7) kemarin. Pada awalnya, Mariatun memasarkan produknya ke sekolah-sekolah maupun kegiatan banjar-banjar. Diakuinya cukup sulit. Tetapi dengan pemasaran yang ulet, beberapa konsumen yang mencoba produknya kembali membeli dan ke-
Malam Ini, 11 Pengabdi Seni Terima Penghargaan
WONDERFUL BALI
BUDAYA mudian mempromosikannya ke konsumen lain. Harga yang ditawarkan juga tidak terlalu mahal. Menurut Mariatun, beberapa konsumen yang sudah memakai produk kecantikan VCO-nya ini mengaku kulit-
nya lebih bersih dan halus. Karena kualitasnya, saat ini produksi lulur dan sabun berbahan dasar VCO juga sudah meluas ke seluruh Bali karena pemasarannya lewat online yang dijalani oleh anak Mariatun. (san)
PENDIDIKAN
Sekaligus Pentaskan ’’Bali Praja Winangun’’ SENIMAN S E B A N Y A K 11 pengabdi seni akan menerima penghargaan di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Kamis (4/7) malam. Pemberian penghargaan dalam rangkaian agenda Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI ini memang digelar rutin setiap tahun. Kesebelas pengabdi seni juga didaulat untuk mementaskan garapan ‘’Bali Praja Winangun’’ sesuai keahlian masing-masing. Pertunjukan ini mengisahkan bagaimana kesebelas seniman tersebut melestarikan, membina dan mengembangkan kesenian Bali. ‘’Kalau dulu namanya penghargaan untuk seniman tua. Untuk pengabdi seni, dipilih seniman-seniman dari berbagai genre seni dengan melihat perjalanan keseniannya dan bagaimana dedikasi mereka terhadap perlindungan, pengabdian dan pengembangan seni,’’ ujar Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan ‘’Kun’’ Adnyana di
ruang kerjanya, Rabu (3/7) kemarin. Para pengabdi seni yang menerima penghargaan, lanjut Kun, antara lain seniman sastra, seniman ukir, seniman tari dan tabuh, seniman drama gong, seniman tari arja, seniman lukis, dan seniman karawitan. Rata-rata sudah berusia di atas 60 tahum. Salah satunya merupakan seniman asli Karangasem yang berdedikasi mengembangkan kesenian Bali di Yogyakarta. Pemberian penghargaan bagi seniman Bali yang berkontribusi mengembangkan kesenian Bali di luar daerah telah dilakukan sejak PKB tahun lalu. ‘’Bolehlah disebut terobosan. Jadi krama Bali itu hidup sudah menyebar di mana-mana. Dalam kehidupan di tempat barunya itu mereka ternyata juga melakukan pengabdian yang luar biasa,’’ jelasnya. Menurut Kun, ada banyak seniman Bali yang tetap mengembangkan kesenian
Bali sekalipun tidak lagi tinggal di Bali. Antara lain di Sumbawa, Lombok, Sulawesi Tengah, Palu, dan Lampung. Oleh sebab itu, tim kurator memandang penting untuk memberikan penghargaan kepada mereka. Tahun ini pun, inventarisasi seniman Bali di luar daerah mulai digencarkan. ‘’Ini kan secara teknis usulannya (usulan penerima penghargaan - red) dari kabupaten/kota. Kemudian bisa berkembang menjadi usulan lembaga pendidikan, lembaga seni, dan juga dari provinsi dari hasil inventarisasi itu,’’ katanya. Lewat ajang penghargaan pengabdi seni, Kun berharap masyarakat mengetahui profil para seniman yang memiliki karya dan dedikasi bagi kesenian Bali. Mengingat sekarang, baik di tingkat siswa maupun masyarakat luas, sangat jarang yang mengetahui seniman berpengaruh di Pulau Dewata. ‘’Jadi harapannya, nama-
nama seniman yang menerima penghargaan pengabdi seni kalau bisa disosialisasikan di kurikulum penunjang SD, SMP, dan sekolah menengah. Masukkan saja ini sebagai profil seniman Bali,’’ imbuhnya. Kun mencontohkan informasi ini bisa disampaikan kepada siswa lewat kurikulum muatan lokal. Tidak hanya seniman yang menerima penghargaan tahun ini, tapi juga pada tahun-tahun sebelumnya. Pihaknya bahkan siap menerbitkan buku-buku yang memuat profil seniman tersebut untuk selanjutnya didistribusikan ke perpustakaanperpustakaan sekolah. ‘’Jadi biar terinformasi secara baik, biar dapat con-
toh, dapat inspirasi dari pelaku-pelaku seni yang sudah berdedikasi luar biasa bagi kesenian Bali,’’ terang mantan Ketua Lembaga Penelitian Pengabdian Masyarakat dan Pengembangan Pendidikan (LP2MPP) di ISI Denpasar ini. Kun menambahkan, semakin banyak jenis penghargaan yang bisa diberikan pemerintah untuk seniman sejatinya positif untuk memotivasi kreativitas. Di samping sebagai penghargaan bahwa pemerintah hadir di tengah-tengah kerja kesenian masyarakatnya. Walaupun nilai penghargaan yang diberikan untuk saat ini masih relatif sedikit, namun diharapkan bisa meningkat ke depannya. (rin)
‘’Kalau dulu namanya penghargaan untuk seniman tua. Untuk pengabdi seni, dipilih seniman-seniman dari berbagai genre seni dengan melihat perjalanan keseniannya dan bagaimana dedikasi mereka terhadap perlindungan, pengabdian dan pengembangan seni.’’ Kadisbud I Wayan ‘’Kun’’ Adnyana