20 HALAMAN
NOMOR 274 TAHUN KE 69
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
balipost (158 rb Like) http://facebook.com/balipost
Pengemban Pengamal Pancasila
minggu kliwon, 4 Juni 2017
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418
Jokowi Digoyang Isu PKI Malang (Bali Post) Presiden RI Joko Widodo menegaskan bahwa kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) hanyalah sebuah isu. Dia pun digoyang sejumlah pihak dengan isu melindungi PKI. Namun, Jokowi langsung menangkis akan gebuk gerakan (PKI) jika muncul kembali. “Jadi, kalau ada tunjukkan pada kita, tunjukkan pada saya, saya akan gebuk detik itu juga,” kata Presiden Jokowi saat berbicara di acara Kajian Ramadan 1438 Hijriah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah, Kota Malang, Sabtu (3/6) kemarin. Jokowi mengungkapkan banyak beredar isu yang menyebut saat ini PKI bangkit. “Pertanyaannya di mana? Di mana? Karena jelas, sudah jelas, di konstitusi kita jelas, Tap MPR bahwa PKI, komunis dilarang di negara kita Indonesia,” tegasnya. Presiden mengatakan bahwa keberadaan PKI saat ini dibuat seolah ada lagi dan dinilai dirinya melindunginya. “Sudah dikarang, kok. Apalagi, disorongkan kepada saya, seolah saya melindungi. Melindunginya di mana?” tanya Presiden. Jokowi menjelaskan bahwa saat PKI dibubarkan dirinya masih berumur 3 tahun. “Ini enggak logis, lalu ditarik orang tua saya,” kata Presiden. Hal. 19 Era Keterbukaan BPM/ist
DIORAMA - Diorama kekejaman PKI saat membantai para jenderal di Lubang Buaya.
Kader PAN Dukung Amien Rais
Jakarta (Bali Post) Berbagai pendapat muncul sejak kasus yang kini tengah mengganjal mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, soal aliran dana proyek korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) dari mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. Ketua DPP PAN, Yandri Susanto, menyatakan kader partai akan mendukung Amien Rais sebagai tokoh pendiri partai sekaligus Ketua Majelis Kehormatan PAN. “Ya, kami dukung Pak Amien. Kami yakin Pak Amien, apa yang disampaikan Pak Amien itu betul,” kata Yandri. Hal. 19 Dukung ke KPK
Sistem Rujukan Perlu Diubah
DIREKTUR Utama RSUP Sanglah, dr. I Wayan Sudana, M.Kes., tidak banyak memberikan tanggapan terkait rencana pengambilalihan pengelolaan RSUP Sanglah oleh Pemerintah Provinsi Bali. “RSUP Sanglah merupakan rumah sakit kelas A pendidikan milik Kemenkes RI. Tentunya, jika ada wacana atau keinginan dari DPRD untuk meminang tentunya kami menunggu dari atas karena itu merupakan kewenangan Kemenkes,” katanya belum lama ini. Dia mengaku hingga saat ini pihaknya belum mendapat konfirmasi atau diinformasikan secara tertulis oleh Kemenkes ataupun dari Pemerintah Provinsi Bali. “Jadi, saya belum bisa banyak berkomentar. Karena ini milik Kemenkes dan kami di sini hanya pelaksana, jadi menunggu keputusan dan itu kewenangan Kemenkes,” tandasnya. Hal. 19 Karena Menarik
Amien Rais
Joko Widodo
Tindak Tegas Pelaku Persekusi Malang (Bali Post) Aksi persekusi belakangan marak terjadi terhadap orang yang dianggap menyinggung kelompok tertentu. Presiden Joko Widodo menegaskan, tindakan persekusi berlawanan dengan asas-asas hukum negara. Persekusi berlawanan dengan asas-asas hukum negara. ‘’Perorangan maupun kelompok-kelompok maupun organisasi apa pun tidak boleh main hakim sendiri, tidak boleh,” kata Jokowi di Malang, Jawa Timur, Sabtu (3/6) kemarin. Persekusi tak boleh ada, apalagi, kata Jokowi, jika persekusi tersebut dilakukan mengatasnamakan penegakan hukum. “Tidak
ada, tidak boleh dan tidak ada. Kita bisa menjadi negara barbar kalau hal seperti ini dibiarkan,” ujarnya. Dia sudah memerintahkan Kapolri agar Kepolisian Indonesia untuk menegakkan hukum dengan menindak tegas pelaku persekusi dan hal tersebut tidak boleh dibiarkan. “Siapa pun, baik individu, kelompok maupun organisasi masyarakat dari kelompok mana pun segera hentikan. Hentikan dan semuanya serahkan persoalan itu kepada aparat hukum, kepada kepolisian,” kata dia. Hal. 19 Dua Tersangka
RSUP Sanglah Kian Sesak
Prioritaskan Penataan Parkir USULAN DPRD Bali kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali untuk mengambil alih pengelolaan RSUP Sanglah mendapat respons positif dari Direktur Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali, I Putu Armaya, S.H. Dia mengatakan, dengan diambilalihnya pengelolaan RSUP Sanglah oleh Pemprov Bali, maka pengelolaan akan lebih fokus sesuai dengan konsep otonomi daerah. Sehingga, koordinasi pelayanan akan lebih mudah dan terorganisir, serta birokrasi tidak akan berbelat-belit. “Dengan demikian, kebijakan yang dibuat oleh pemerintah dalam hal ini gubernur akan lebih cepat. Oleh karena itu, saya sangat setuju apabila pengelolaan RSUP Sanglah dikelola oleh Pemprov Bali,” ujar Armaya Sabtu (3/6) kemarin. Hal. 19 Pelayan Parkir
RS SANGLAH - Suasana RSUP Sanglah terkesan kian sesak.
DPRD Bali telah mengusulkan pada Kementerian Kesehatan RI agar pengelolaan RSUP Sanglah diserahkan kepada Pemprov Bali. Usulan ini pun mendapat sambutan positif dari eksekutif.
USULAN yang sama pernah disampaikan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali pada 2014 lalu. Namun, Menteri Kesehatan kala itu belum memberikan persetujuan. Jika dilihat dari kondisi RSUP Sanglah dewasa ini oleh masyarakat memang diakui sangat strategis ada di jantung kota.
Dari arah mana saja mudah dijangkau. Hanya, RSUP Sanglah kini terkesan kian sesak. Seakan tak ada lagi lahan untuk ruang terbuka, pembangunan unit gedung baru untuk pelayanan. Sementara jumlah pasien yang dirawat makin banyak. Belum termasuk jika dihitung keluarga pasien.
Usulan DPRD Bali itu bukan tanpa alasan.Wakil Ketua DPRD Bali, Nyoman Sugawa Korry, ketika diminta konfirmasinya Sabtu (3/6) kemarin, mengatakan pengelolaan oleh Pemprov juga mempercepat pengambilan keputusan terkait pelayanan rumah sakit. Hal. 19 Otonomi Daerah
BPM/wan
RSUP Sanglah
Biaya Operasional Capai Rp 37 Miliar Sebulan Banyak pihak yang menyoroti hanya sisi gelap pelayanan dan penataan parkir di RSUP Sanglah. Sementara biaya operasional RS ini banyak disubsidi APBN. BPM/wan
GEDUNG - Gedung khusus pasien jantung di RSUP Sanglah.
BAYANGKAN, setiap bulan RSUP Sanglah membutuhkan biaya operasional lebih dari Rp 37 miliar. Sementara sumber dana/pendapatan RSUP Sanglah terdiri dari dua yaitu APBN tahun 2017 Rp 198 miliar dan dari BLU (Badan Layanan Umum) Rp 444 miliar per tahun. Dana APBN dipakai untuk belanja pagawai dan barang, sedangkan BLU untuk biaya operasional. Direktur Keuangan RSUP Sanglah, Ni Ketut Rupini, S.H., MARS., menjelaskan dengan dana BLU Rp 444 miliar berarti tiap bulan RSUP Sanglah memerlukan biaya operasional Rp 37 miliar lebih. Ini juga berarti rata-rata sebulan RSUP Sanglah harus menerima pendapatan dari BLU Rp 37 miliar. “Untuk operasional RS memang tinggi, makanya ada subsidi dari APBN,” ujarnya. Ia enggan menyebutkan detail biaya opera-
sional RSUP Sanglah per bulan. Namun, ia hanya menyebut lebih dari Rp 37 miliar. “Biaya operasional itu sebenarnya relatif. Tapi seharusnya operasional itu harus lebih efisien daripada pendapatan kita. Namun, RSUP Sanglah memiliki tugas utama bisa melayani pasien sebaik-baiknya dan tidak boleh menolak pasien,” tandasnya. Sedangkan bercermin dari data tahun 2016, realisasi pengeluaran atau belanja RSUP Sanglah yaitu untuk belanja pegawai (gaji) mencapai 97,06 persen dari anggaran belanja pegawai yang ditetapkan, belanja barang 99,85 persen dari anggaran belanja barang yang ditetapkan, dan belanja modal 99,99 persen dari anggaran belanja modal yang ditetapkan. Hal. 19 Biaya Kebersihan
Data RSUP Sanglah n Jumlah karyawan 3.000 n Miliki 761 Tempat Tidur n Bangunan Tak Terintegrasi n Bantuan APBN Rp 198 M n Biaya Operasional Rp 444 M
DAERAH
2
Minggu Kliwon, 4 Juni 2017
Gejala Keracunan Usai Makan Tape
Puluhan Warga Dilarikan ke Rumah Sakit
Bangli (Bali Post) -
BPM/ara
PASAR - Irjen Kemendag saat berkunjung ke lokasi Pasar Badung, Sabtu (3/6) kemarin.
Dana Pusat di Pasar Badung
Kemendag Minta Harus Sudah Berupa Kios
Denpasar (Bali Post) – Rencana pembangunan Pasar Badung tidak berjalan mulus. Setelah gagal tender, kini ada perubahan baru, terutama soal penggunaan dana pusat yang digelontorkan Kementerian Perdagangan. Karena rencana semua diperuntukan membangun struktur saja, tidak mendapat restu. Penggunaan dana pusat itu harus sudah ada kiosnya. Jadi, rencana pertama harus direvisi kembali. Hal ini mengemuka dalam kunjungan Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendag Srie Agustina ke Pasar Badung, Sabtu (3/6) kemarin. Kehadiran Irjen Kemendag tersebut diterima Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Kadisperindag I Wayan Gatra, Dirut PD Pasar Denpasar I Made Westra, serta sejumlah instansi terkait lainnya. Srie Agustina sempat mendengarkan pemaparan rencana pembangunan Pasar Badung pascaterbakar, Februari 2016 lalu. Bantuan pusat yang sebesar Rp 75 miliar tersebut rencananya untuk membangun struktur saja. Sedangkan untuk peyelesaiannya digunakan dana APBD. Namun, rencana tersebut dinilai kurang tepat, karena penggunaan dana dari pusat, khususnya Kemendag, harus sudah bisa difungsikan oleh pedagang, yakni berupa kios. Meskipun jumlahnya hanya di satu lantai. “Yang jelas sudah bisa difungsikan oleh pedagang,” jelasnya. Terhadap saran tersebut, Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara menyatakan siap akan melakukan review terhadap usulan penggunaan dana bantuan pusat itu. Setelah adanya review itu, akan dilanjutkan dengan kegiatan berikutnya. “Kami sudah siapkan apa yang menjadi saran dari Ibu Irjen tadi. Karena komitmen Pemkot Denpasar, pembangunan Pasar Badung ini harus bisa segera dilakukan. Kami sangat menyadari keluhan pedagang. Karena itu, sudah menjadi komitmen kami di Pemkot Denpasar untuk segera membangun pasar ini kembali,” kata Jaya Negara. Sebelumya, pemerintah pusat melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (KPPN/Bappenas) memastikan akan memberikan bantuan dana sebesar Rp 75 miliar untuk membangun kembali gedung Pasar Badung yang terbakar akhir Februari 2016 lalu. Meskipun, jumlah yang diharapkan Pemkot Denpasar sebesar Rp 240.591.567.000 sebagaimana proposal melalui Dana Alokasi Khusus tahun 2017 yang ditujukan kepada Ka Bappenas, Menteri Perdagangan, Menteri Keuangan Cq Dirjen Perimbangan Keuangan, tidak terealisasi. Pemkot hanya diberikan kucuran dana bantuan Rp 75 miliar. (kmb12)
Puluhan warga di beberapa dusun di wilayah Desa Songan Kintamani mengalami gejala keracunan seperti muntah-muntah disertai diare. Diduga warga mengalami keracunan makanan dari tape singkong yang dibeli di sebuah warung milik warga setempat. Hingga Sabtu (3/6) kemarin, sedikitnya ada 12 dari 27 warga korban keracunan yang masih menjalani perawatan di Puskesmas V Kintamani, Klinik dan Rumah Sakit Pratama di Karangasem. Informasi yang dihimpun menyebutkan, 27 warga yang mengalami keracunan makanan yang berasal dari enam dusun yakni Bukit Tungtung sebanyak 14 orang, Kendal 1 orang, Munduk Lantang 1 orang, Bantas 2 orang, Kayu Selem 8 orang dan Balingkang 1 orang. Mereka mulai mengalami gejala keracunan seperti sakit perut, muntah-muntah, pusing dan diare pada Kamis (1/6) dini hari. Karena kondisinya cukup mengkhawatirkan, pada Kamis pagi ke-27 warga tersebut kemudian dilarikan untuk mendapat penanganan medis oleh keluarga masingmasing. Dari 27 korban keracunan, sebagian besar dirawat di Rumah Sakit Pratama di Desa Tianyar Barat Kecamatan Kubu, Karangasem. Sementara beberapa orang lainnya dirawat di Klinik Galang Kangin Karangasem serta Puskesmas V Kintamani di
Desa Songan. Kadus Kayuselem Desa Songan B, I Komang Catur Yasa, saat dikonfirmasi mengatakan sebagaimana keterangan yang didapatnya, 27 warga mengalami gejala keracunan makanan setelah sempat mengonsumsi tape singkong pada Rabu (31/5) siang. Tape singkong itu dibeli warga dari sebuah warung milik Ni Kari warga di Dusun Kayuselem. “Ni Kari yang membuat tape ini juga ikut dilarikan ke rumah sakit karena mengalami gejala yang sama,” terangnya. Catur Yasa mengaku tidak mengetahui secara pasti apa yang menyebabkan tape singkong buatan Ni Kari beracun. Untuk mengetahui penyebab pastinya, pihaknya mengaku sudah langsung berkoordinasi dengan pihak kesehatan. “Kami sudah berkoordinasi dengan Puskesmas V Kintamani dan diteruskan ke Dinas Kesehatan. Kemarin sudah ada beberapa
BPM/ist
DIRAWAT - Salah satu warga Desa Songan yang masih dirawat di rumah sakit setelah mengalami gejala keracunan usai mengonsumsi tape singkong. petugas kesehatan yang turun ke sini untuk megambil sampel tape dan air. Hasilnya belum disampaikan,” ujarnya. Petugas kesehatan juga diakuinya sempat turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Ditambahkan Catur Yasa saat ini dari 27 warga yang sempat dilarikan ke rumah sakit,
Sementara itu, Camat Kintamani Wayan Dirggayusa saat dikonfirmasi terpisah juga mengakui bahwa ada puluhan warga di wilayah balik bukit yang mengalami gejala keracunan dan dilarikan ke rumah sakit serta puskesmas untuk mendapat pertolongan. (kmb40)
Pelaku Narkoba Diciduk Polisi di Jalan
Dua Korban Perkelahian Dilarikan ke RSUP Sanglah
Satu Korban Ususnya Keluar Denpasar (Bali Post) Dua orang korban perkelahian yang terjadi di Banjar Cutcut, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem Jumat (2/6), dilarikan ke RSUP Sanglah sekitar pukul 23.00. Kedua korban tersebut adalah Komang Adi, asal Banjar Cutcut, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem dan I Ketut Kodi (15), asal Banjar Temakung, Desa Ban Kecamatan Kubu, Karangasem. Komang Adi dibawa dalam kondisi perut tertusuk dan Ketut Kodi dalam kondisi perut tertusuk dengan ususnya keluar, leher tergorok, dan bahu tertebas. Sudiana (30), adik Komang Adi, yang ditemui kemarin di IGD RSUP Sanglah menuturkan, bahwa kakaknya sudah dioperasi. “Istrinya sedang mengurus administrasi,” imbuhnya. Kejadian itu bermula ketika I Nengah Silur (31), asal Banjar Temakung, Desa Ban, Kecamatan Kubu, Karangasem datang ke rumah Komang Adi sekitar pukul 18.00 dalam kondisi mabuk. Namun, Komang Adi tidak ada di rumah. “Bapak waktu itu di rumah, nelepon nyuruh kakak saya pulang karena ada yang mencari. Saya waktu itu tidak di rumah karena kerja,” tuturnya. Saat ditanya oleh ayahnya, I Nengah Silur menjawab bahwa dirinya ada masalah dengan Komang Adi dan I Komang Bego. Ia pun pulang bersamaan dengan kakaknya. “Saya pulang, kakak saya juga pulang,” tuturnya. I Nengah Silur yang melihat kedatangan I Komang Bego, kemudian menembakinya dengan senapan angin. Komang Adi segera menguasai situasi dengan melerai I Nengah Silur. Namun teman I Negah Silur yang bernama I Ketut Kodi (15) menusuk bagian hulu hati Komang Adi. Komang Adi pun melakukan balasan dengan menusuk Kodi. “Waktu itu, saya sempat ingin diserang tapi saya lari,” tuturnya. Sudiana mengaku, sebelumnya antara kakak dan I Nengah Silur tidak pernah terlibat masalah. Keduanya juga jarang bertemu atau kumpul-kumpul, karena Komang Adi tinggal dan bekerja di Denpasar. Sedangkan I Nengah Silur berada di Karangasem. “Biasanya kakak saya pulang saat dia libur saja,” imbuhnya. Istrinya yang masih berada di Denpasar sempat shock dengan kejadian tersebut. Lantaran Komang Adi pulang ke kampung rencananya akan memancing. Sementara itu, Nengah, saudara dari Ketut Kodi mengatakan, orang tua Kodi sangat kaget mendengar anaknya menjadi korban dari perkelahian itu. Karena sebelumnya, Kodi tidak pernah terlibat masalah. “Ibunya sempat pingsan ketika tahu anaknya mengalami insiden seperti ini,” tuturnya. Kodi baru saja tamat SMP dan akan melanjutkan ke tingkat SMA. Namun kejadian nahas tersebut, terjadi begitu saja. “Makanya ibunya kaget, karena dia (Kodi) tidak pernah seperti itu,” tandasnya. Saat ditemui di IGD RSUP Sanglah, orang tua Kodi tidak ikut serta menjaga Kodi karena masih shock dengan kejadian tersebut. Maka dari itu, orang tuanya meminta bantuan kepada saudara yang ada di Denpasar untuk membantu mengurus Kodi. (kmb42)
sebagian di antaranya sudah diizinkan pulang ke rumah masing-masing. Hingga siang kemarin, pihaknya mendapat informasi bahwa masih ada 10 warga yang dirawat di RS Pratama Karangasem, 1 orang warga di rawat di Klinik Galang Kangin dan 1 warga di Puskesmas Kintamani.
BPM/kmb
PELAKU - Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo ketika memberikan keterangan pers terkait penangkapan pelaku narkoba.
Negara (Bali Post) Jajaran Satuan Narkoba Polres Jembrana Kamis (1/6) malam mengamankan pelaku narkoba. Pelaku yang diciduk tersebut Kadek Astika alias Otong (31) dari Lingkungan Baler Bale Agung, Kelurahan Tegalcangkring, Mendoyo. Otong yang memiliki tiga orang anak ini berhasil ditangkap karena ada informasi dari masyarakat. Kapolres Jembrana AKBP Priyanto Priyo Hutomo didampingi Kasat Narkoba Polres Jembrana AKP Gusti Komang Muliadnyana, Sabtu (3/6) kemarin, mengatakan begitu pihaknya mendapatkan informasi langsung melakukan penyelidikan dan pemantauan terhadap pelaku di seputaran Kota Jembrana. Saat pelaku ditemukan melintas di jalan umum Denpasar - Gilimanuk di depan Puskesmas Dangin Tukadaya dengan mengendarai sepeda motor Mio warna hitam DK 5360 WV, dilakukan pembuntutan, di Jalan Pulau Maluku Desa Dangintukadaya, Jembrana. Kemudian tim langsung menghentikan pelaku dan dilanjutkan dengan penggeledahan badan serta sepeda motor, namun tidak ditemukan barang yang diduga sabu. Selanjutnya, petugas mencari di sepu-
Manajemen Urban
Persoalan Strategis Bali Denpasar (Bali Post) Bali jangan terlalu larut dengan berbagai predikat membanggakan. Identitas Bali sebagai pulau toleran di tengah kebinekaan hendaknya tetap dikawal dengan melakukan berbagai pendekatan strategis. Hal mendesak yang harus dipetakan adalah Bali hendaknya melakukan pembenahan dalam tata kelola kependudukan. Kesenjangan yang menguat akibat kuatnya disvariasi kesejahteraan penduduk pendatang dengan penduduk lokal, termasuk kesenjangan pembangunan antar-wilayah sangat rawan menimbulkan gesekan. Ini bisa menjadi letupaan sosial politis yang berimbas pada pewarisan budaya Bali. Untuk itu, lemahnya tata kelola urban atau urban manajemen di Bali harus segera dievaluasi. Pemerintah di Bali harus bersinergi mengantisipasi persoalan urban manajemen sebelum menimbulkan masalah sosial budaya di tanah Bali. Pandangan itu dilontarkan anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Nyoman Dhamantra kepada Bali Post, Sabtu (3/6) kemarin. Ia mengingatkan urban manajemen bagi Bali sangat berpotensi menjadi masalah serius ketika strategi pemetaan dan pengamanan terhadap wilayah tak terban-
BPM/044
Nyoman Dhamantra gun secara efektif. Kepedulian penduduk lokal terhadap aliran pendatang yang tak begitu kuat, juga rawan menimbulkan gesekan. ‘’Di tengah menguatnya ancaman radikalisme dan terorisme, Bali harus berbenah. Pemerintahan di Bali harus melakukan evaluasi terhadap kebijakannya dalam mengelola kepedudukan,’’ sarannya. Dhamantra menegaskan kesenjangan kehidupan ekonomi yang menguat belakangan ini berpotensi menjadi letupan masalah social politis. Ini tentu akan berimbas pada upaya-upaya menjaga hak-hak tradisional Bali, ketika warga pengusung budaya Bali termarginalkan. ‘’Penduduk lokal Bali cenderung mengalami pelemahan ekonomi yang mengarah
pada rapuhnya kemandirian ekonomi. Ini adalah masalah serius bagi Bali ketika kita bicara budaya, tradisi dan hakhak tradisional. Hilangnya kemandirian ekonomi krama Bali ini cenderung akan memacu antrean transmigrasi,’’ ujarnya. Ia mengatakan secara kasatmata, penduduk Bali sekitar 80 persen masih sangat ketergantungan pada sektor pertanian. Sedangkan 20 persen penduduk Bali sudah menyerap limpahan ekonomi sektor pariwisata. ‘’Tingginya jumlah penduduk lokal Bali belum bisa menikmati dampak pariwisata Bali harus segera dicarikan solusinya,’’ tegasnya. Ia mengatakan saat ini petani Bali terus tergerus karena lahan mereka terdesak alih fungsi lahan untuk investasi dan permukiman. ‘’Ini masalah klasik tapi lambat laun akan menjadi masalah serius bagi Bali,’’ ujarnya. Ia mengaku telah menyampaikan hal ini secara terbuka di hadapan civitas akademika Universitas Warmadewa. Ia mengingatkan wajib hukumnya bagi pemeraintah di Bali segera bersinergi membenahi urban menajemen agar perbandingan penduduk lokal dan pendatang tetap terjaga. Perbandingan ini bukan saja dari jumlah tetapi juga terkait perbandingan yang berimbang dari sisi ketaha-
taran sepeda motor dan ditemukan potongan pipet kecil yang berisikan kristal bening yang diduga sabu. Saat dilakukan interogasi, pelaku mengakui telah melempar barang yang diduga narkoba jenis sabu tersebut. Kemudian tim melakukan penggeledahan di rumah pelaku dan ditemukan barang bukti lain. Barang bukti yang berhasil diamankan di antaranya satu paket klip yang diduga sabu dengan berat bruto 0,20 gram dan berat neto 0,15 gram, satu unit sepeda motor Yamaha Mio DK 5360 WV, satu buah HP merek samsung warna hitam, tiga buah pipet, satu sendok yang terbuat dari pipet, satu buah gunting, satu buah korek api gas, satu botol plastik dan satu pipa kaca. Kemudian pelaku digiring dan diamankan di Polres Jembrana. Pelaku dijerat pasal 112 ayat 1 dan pasal 127 ayat 1 UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika. “Dari hasil tes urin pelaku positif. Kasus ini masih kami kembangkan,” kata Kapolres. Dari keterangan pelaku sabu-sabu itu didapatkannya dari seseorang berinisial O. Dia menggunakan sabu karena terpengaruh temannya. Sabu dibelinya Rp 300 ribu. Dia menggunakan sabu sejak setahun lalu. (kmb)
han ekonomi dan kemandirian ekonomi. Selebihnya Dhamantra mengingatkan bahwa ketika banyak penduduk Bali menjadi peserta transmigrasi --terlebih datang dari kawasan pariwisata-- itu adalah indikasi nyata bahwa banyak penduduk Bali menghadapi kendala kemiskinan di tempat kelahirannya. Ini patut dicatat sebagai dampak ketidakadilan dalam pengelolaan dan penikmatan potensi
Bali. ‘’Bagi saya, selaku wakil rakyat di mana pun kesenjangan itu itu ada, di sana pula sesungguhnya ketidakadilan itu hadir. Itu artinya, pemimpin Bali ke depan harus berupaya menjaga Bali dari berbagai sektor termasuk di dalamnya dalam hal tata kelola kependudukan. Manajemen urban harus dilakukan secara jelas agar Bali tetap bisa menjadi pulau yang menjaga keharmonisan dalam kebinekaan. (044)
Harga Kopi Membaik, Produksi Menurun
Bangli (Bali Post) Harga kopi belakangan ini mulai membaik. Kondisi ini membuat para petani kopi di Wilayah Kintamani dapat bernapas lega. Hanya, membaiknya harga kopi ini, tidak diimbangi dengan hasil produksi yang banyak. Pasalnya, produksi kopi menurun sekitar 50 persen akibat belum masa panen raya. Petani kopi asal Manikliu, Kintamani, I Nengah Sugiman, mengatakan, harga kopi sekarang ini cukup baik. Kopi gelondongan (basah) per kilogramnya kini Rp 8 ribu. Kata dia, membaiknya harga kopi ini pun memberikan harapan kepada para petani kopi di Kintamani untuk dapat menikmati keuntungan. “Harga kopi mulai baik sekarang ini. Kalau sebelumnya harga gelondongan (kopi basah) per kilogramnya hanya Rp 4-5 ribu. Semoga harga ini terus bertahan dan kalau bisa meningkat,” ungkap Sugiman belum lama ini. Sugiman mengatakan, hanya membaiknya harga kopi ini, tidak diimbangi dengan hasil produksi yang banyak. Pasalnya, tahun ini bukan panen raya. Mengingat panen raya datangnya dua tahun sekali. Hal itu disebabkan karena, sekarang rantingranting kopi dipotong, dengan begitu maka buah yang dihasilkan akan lebih sedikit. Karena ketika tumbuh ranting muda, baru akan menghasilkan buah yang banyak. “Sekarang memang belum panen raya. Sehingga jumlah produksi yang didapat menurun sekitar 50 persen. Karena panen rayanya tahun depan sekitar bulan Juli-Agustus,” katanya. (kmb41)
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta, Sosiawan. Gianyar: Manik Astajaya, . Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Dewa Dedy Farendra, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta, Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. Sumbangan untuk orang sakit Rek. BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00016-8 A/n Simpati Anda,BCA Cabang Denpasar No.040.3555000 A/n Simpati Anda, Dana Punia Pura Rek.BPD Capem Kamboja, Denpasar No. 037.02.02.00017-1 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3966000 A/n Dana Punia Pura, BCA Cabang Denpasar No. 040.3277000 A/n Dompet Beasiswa, BCA Cabang Denpasar No. 040.3688000 A/n Dompet Lingkungan. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
seremonial
Minggu Kliwon, 4 Juni 2017
SDN 1 Baktiseraga Juara Pantomin BEE Tahun 2017 LOMBA pantomin tingkat SD di arena Buleleng Education Expo (BEE) tahun 2017 berlangsung seru dan menghibur pengunjung. Ini tidak lepas karena lomba ini pertama kali digulirkan serangkaian BEE kedua. Lomba dipusatkan di panggung terbuka areal parkir barat gedung kesenian Gde Manik Singaraja, Sabtu (3/6) kemarin. Belasan sekolah mengirimkan peserta terbaiknya untuk mewakili sekolah masingmasing. Hasil lomba menetapkan, andalan SDN 1 Baktiseraga, Kecamatan Buleleng keluar sebagai juara pertama. Peserta tersebut atas nama Kadek Yogi Satria Wardana, siswa Kelas V. Yogi dalam menjajal lomba kemarin membawakan tema kebersihan lingkungan. Meski persiapan singkat dan biaya minim, siswa di bawah binaan guru pembimbing Komang Yuni Kristina Dewi M.Pd., ini berhasil menjadi peserta terbaik menyisihkan belasan peserta dari sekolah lainnya. Guru pembimbing Yuni Kristina usai lomba kemarin mengaku bangga dan puas setelah melihat keberhasilan anak didiknya itu. Dia mengatakan, Yogi merupakan anak didik yang cukup berbakat dalam dunia pantomin. Melihat bakat terpendam itu, pihaknya kemudian membimbing dengan kemampuan seadanya. Pola latihan dilakukan ketika akan menghadapi lomba atau mengisi waktu luang di kelas Yogi mengikuti latihan rutin. Upaya itu, anak didiknya itu beberapa kali merebut juara di tingkat kecamatan. “Yang pasti bangga karena di tengah persiapan minim, anak kami bisa menyumbangkan prestasi untuk nama baik orangtua dan sekolah.
HMPS Sastra Inggris Stiba Saraswati Denpasar Gelar “Speech Contest” SMAN 2 Semarapura Raih Juara I dan II
PANTOMIN – Kadek Yogi Satria Wardana, siswa Kelas V juara pertama lomba pantomin tingkat SD di panggung BEE Tahun 2017, Sabtu (3/6) kemarin. “Bakatnya muncul ketika ada acara pentas hiburan di sekolah dan dari sana kami latih dan prestasi ini bisa melecut kembali semangat anak lain untuk berprestasi,” katanya. Khusus untuk persiapan lomba dalam laga BEE, Yuni Kristina mengatakan persiapan latihan dilakukan sekitar sepuluh hari saja. Dalam latihan itu, Yogi menjalani latihan dengan intens agar mampu membawakan gerak tubuh menyesuaikan dengan tema Kebersihan Lingkungan. Tema ini diakuinya tepat, karena selain mengedukasi anak didik peduli kebersihan lingkungan, juga mendukung program pemerintah dalam pengelolaan sampah plastik. Selain itu, pemilihan iringan musik juga dilakukan dengan teliti, sesuai dengan tema yang sudah ditentukan oleh panitia. Dengan persiapan singkat dan dukungan dana urunan pihak sekolah, perjuangan anak didiknya itu membuahkan hasil optimal. “Lomba seperti ini sangat membantu anak-anak melatih mental tampil di panggung dan prestasi di bidangnya. Kalau kendala memang karena menyesuaikan tema antara gerak tubuh, mimik dan kesesuaian musik yang mengiringi
cukup sulit dan syukur kami bisa memberikan yang terbaik untuk sekolah,” jelasnya. Sementara itu, kordinator juri Gusti Bagus Hadi Supadma mengatakan, pantomin merupakan seni pertunjukkan sejak zaman Romawi Kuno. Pada masanya, seni ini kebanyakan digunakan untuk menunjang ritual keagamaan melalui cerita mitologi Yunani. Sekarang seni pantomin terus berkembang dan menjadi seni pertunjukkan dan dinikmati segala kalangan. “Pantomin berarti menirukan segala sesuatu dan terus berkembang. Pemanfaatan musik menunjang pertunjukkannya,” katanya. Selain lomba pantomin tingkat SD, agenda BEE kemarin didominasi oleh kegiatan lomba-lomba. Salah satu lomba yang juga tak kalah menarik adalah, lomba kreasi tari diikuti oleh empat SMP di Buleleng. Sekolah yang mengikuti lomba itu di antaranya SMPN 1 Singaraja, SMP Lab Undiksha Singaraja, dan sekolah lain di Buleleng. Tiga orang dewan juri menentukan kriteria penilaian dalam lomba ini meliputi kesesuaian tema, kekompakan penari dan costum. (ad302)
Spesial Bulan Ramadhan
New Honda CBR150R Berikan Penawaran Istimewa DI bulan Juni ini, Astra Motor dan seluruh jaringan resmi penjualan sepeda motor Honda wilayah Bali kembali memberikan program promo spesial bagi konsumen yang ingin membeli sepeda motor Honda, khususnya sport type CBR150R series. Program khusus New Honda CBR150R series ini berupa program diskon yang berlaku khusus untuk PNS, pelajar/mahasiswa dan karyawan BUMN periode 1 Juni – 31 Juni 2017, baik untuk penjualan cash maupun credit dari konsumen yang membeli pada saat event maupun customer walk-in. Cukup dengan melengkapi surat keterangan bekerja dari HRD badan/instansi tempat yang bersangkutan bekerja, maupun copy identitas (ID Card) sebagai PNS/BUMN, konsumen sudah dapat mengikuti program ini. “Untuk para pecinta motor sport sejati, program promo spesial ini kami harapkan dapat memenuhi impian konsumen untuk memiliki sepeda motor New Honda CBR150R series. Konsumen dapat mengunjungi dealer resmi Honda untuk mendapatkan informasi yang lebih detail. Front Line People di dealer juga siap membantu konsumen untuk merasakan kemudahan mengendalikan motor ini di segala kondisi dan menghasilkan kecepatan dan kelincahan di segala lintasan melalui test ride,” ungkap Ronaldo Widjaja Region Head Astra Motor
3
Bali. New Honda CBR150R hadir dengan konsep “Total Control” yang mampu memberikan handling sempurna di segala jenis jalanan, serta didukung dengan torsi yang memberikan kenyamanan serta kemudahan bermanuver dalam penggunaan harian di perkotaan.
Model ini dilengkapi dengan evolusi performa dan desain agresif yang berorientasi pada kecepatan, serta garis aerodinamis tegas dan tajam yang diperkaya fitur racing yang sesungguhnya. New Honda CBR150R dibekali inovasi chassis yang menghadirkan keseimbangan optimal, ketinggian tempat duduk yang diatur untuk kenyamanan serta pengendalian yang sempurna, serta penyematan fitur canggih dan posisi berkendara layaknya pebalap sejati. Sisi depan New Honda CBR150R
tampil lebih rendah dan ramping, sehingga memberikan pandangan lebih bebas bagi pengendara dan merasa lebih dekat dengan jalanan. Desain tampilan kokpit hadir dengan panel meter yang lebih ramping dilengkapi dengan indikator digital yang mudah dilihat dan Aeroplane Fuel Cap, serta All LED System semakin mempertegas karakter racing yang agresif. Keseluruhan pengembangan ini tidak hanya untuk tampilan yang lebih baik, namun juga membuatnya lebih mudah dipakai bermanuver, karena bobot yang lebih ringan dan massa diarahkan ke titik pusat. New Honda CBR150R mampu melesat optimal di jalan maupun sirkuit dengan mengusung mesin 150cc DOHC-6 kecepatan, 4-valve, berpendingin cairan (liquid-cooled). Performa tingginya menghasilkan tenaga 13,2 kW (18 PS)/9.000 rpm dan torsi 14,4 Nm (1,47 kgf.m)/7.000 rpm yang membuat pengendara nyaman bermanuver di jalanan. Model sport Honda ini tetap hemat bahan bakar dengan konsumsi mencapai 39,72 km/liter dengan metode pengetesan EURO 3 yang dilakukan perusahaan berdasarkan metode ECE R40. Hal ini diperoleh berkat aplikasi dari teknologi minim gesekan yang meminimalkan pemakaian bahan bakar, namun tetap bertenaga. New Honda CBR150R memiliki empat pilihan, yaitu Slick Black White dan Victory Black Red yang dipasarkan dengan harga OTR (On the Road) Bali Rp 34.900.000 pilihan warna livery Honda Racing Red dipasarkan dengan harga OTR Bali Rp 35.600.000, sementara Repsol Edition dipasarkan dengan harga OTR Bali Rp 35.800.000. (bns1)
SECARA rutin Himpunan Mahasiswa Program Studi Sastra Inggris Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STIBA) Saraswati Denpasar menggelar lomba pidato bahasa Inggris (Speech Contest). Tahun ini lomba diikuti puluhan siswa SMA/SMK seBali, dibuka Ketua Stiba Saraswati Denpasar, diwakili Wakil Ketua I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini, S.S., M.Hum., Sabtu (3/6) kemarin. Tim juri yang terdiri dari Paul Williem (IALF), A.A. Santi Saridewi, S.S., M.Hum., MApp-Ling., (Unud) dan Dr. Desak Putu Eka Pratiwi, S.S., M.Hum., (Stiba Saraswati Denpasar) akhirnya memutuskan juara I diraih oleh I Gusti Ngurah Rusmawibawa Putra, juara II Putu Nanda Pricilia Dewi, keduanya dari SMAN 2 Semarapura, juara III oleh I Gusti Agung Ayu Putri Indria Saraswati (SMAN 1 Kuta Utara). Harapan I–III diraih Alda Kurniawan Husein (SMK Wira Harapan), Putu Dah Dianti Purnamasari (SMAN 1 Mengwi), Dewa Ayu Mayuni Fortuna (SLUA Saraswati 1 Denpasar). Penyerahan hadiah langsung dilakukan I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini, Sabtu sore kemarin. Jayantini didampingi Kaprodi Sastra Inggris I Wayan Juniartha, S.S., M.Hum., menegaskan, lomba ini sebagai ajang promosi eksistensi Stiba Saraswati Denpasar. Selain itu memotivasi siswa menguasai bahasa Inggris dalam bentuk mengeluarkan pendapat terhadap sejumlah isu yang berkembang dewasa ini. Kemudian bisa meningkatkan rasa percaya diri dan mengembangkan literasi. Dia bangga HMPS Sastra Inggris mampu mengelola event denga lancar. Pengalaman ini sangat bermanfaat untuk pengembangan diri mahasiswa. Belajar berorganisasi, mengelola event dan melatih
HADIAH - Wakil Ketua Stiba Saraswati Denpasar Jayantini, beserta panitia menyerahkan piala dan hadiah bagi juara speech contest se-Bali. kepemimpinan. Juga sangat penting untuk akreditasi prodi dan institusi. ‘’Inilah bentuk partisipasi Stiba Saraswati sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat,’’ tegasnya. Dalam penguasaan bahasa Inggris di era sekarang, kata dia harus lebih kreatif, banyak praktik dan cerdas memanfaatkan media pembelajaran, serta harus berani tampil kritis. Lomba ini juga untuk melatih pelapalan, pengembangan kosa kata sekaligus mengevaluasi hasil proses belajar di sekolah. Ketua Panitia Putu Gede Purwa Narayana yang juga Ketua HMPS Sastra Inggris, Stiba Saraswati mengungkapkan lomba ini sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap perkembangan dan kreativitas antara pelajar dalam bahasa Inggris, sekaligus mengasah kemampuan berpikir kritis dalam menyampaikan pendapat. Purwa didampingi Sekretaris Ni Putu Septi Diantari mengatakan, program rutin tahunan HMPS
Sastra Inggris ini juga untuk mewadahi minat dan bakat siswa dalam berbahasa Inggris, serta sebagai wahana berlatih untuk menyampaikan pendapat mengenai isu-isu penting di Indonesia dan Bali pada khususnya. Tahun ini tema lomba menyangkut lingkungan, budaya, pendidikan dan pengembangan karakter. Penilaian meliputi ketepatan pengujaran, kelancaran, penampilan, materi pidato dan argumentasi menjawab pertanyaan juri. Pada bagian lain Jayantini menambahkan, tahun ini Stiba Saraswati menerima 300 mahasiswa baru untuk Prodi Bahasa Inggris dan Prodi Bahasa Jepang. Bagi lulusan SMA/SMK yang ingin cepat kerja dan menguasai bahasa asing dipersilahkan bergabung dengan Stiba Sarawati Denpasar. Pendaftaran jalur reguler Gelombang I dibuka 2 Mei-16 Juni 2017. Tes dilakukan 17 Juni dan hasilnya diumumkan 21 Juni 2017. Biaya pendaftaran Rp 300.000. (ad298)
BOE BPPT Kunjungan Kerja ke KR. Baruna Jaya III DALAM rangka Pelaksanaan Pelayanan Teknologi Survei Kelautan Jalur Kabel Laut Palapa Ring Timur (Bali-NTB-NTT), Board of Executive (BOE) BPPT melalui Balai Teknologi Survei Kelautan bekerja sama dengan PT EGS (Electronic & Geophysical Service) Indonesia melakukan kunjungan kerja ke KR. Baruna Jaya III di Pelabuhan Benoa, Bali, Sabtu (3/6) kemarin. Kunjungan yang dihadiri oleh Dirut PT EGS, Peter Bolaterli, Dirut BP3TI Kemkominfo, Anang Latief dan Ketua BPPT, Dr. Unggul Priyanto ini bertujuan untuk mendukung Proyek Instalasi Kabel Optik Bawah Laut Palapa Ring Timur yang secara keproyekannya di bawah Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Teknologi Informatika (BP3TI) Kementerian Komunikasi dan Informatika. Ketua BPPT Dr. Unggul Priyanto mengatakan, salah satu peran BPPT adalah melakukan difusi dan komersialisasi hasil kajian serta jasa teknologi, seperti teknologi Survei Kelautan BPPT yang didukung sarana dan prasarana riset kelautan berupa empat buah Kapal Riset (KR), yaitu Baruna Jaya I, II, III, IV dan peralatan survei laut yang sejak tahun 1990 telah banyak melakukan kaji terap teknologi kelautan dalam rangka mendukung program riset, survei, observasi kelautan baik secara nasional maupun internasional, termasuk dalam memberikan layanan teknologi kepada industri kelautan maupun kepada instansi pemerintah terkait. “Ada pun layanan teknologi survei kelautan saat ini terdiri dari survei geologi dan geofisika laut yang meliputi pemetaan dasar laut dengan multibeam echosounde, sub-botton profiling, side scan sonar, magnetometer, CTD dan coring, baik di area offshore dengan KR Baruna Jaya III maupun yang di nearshore (dari kedalaman laut 0->2000 meter) dengan target rekomendasi jalur kabel bawah laut yang menghubungkan Bali-NTBNTT berdasarkan data-data hasil
KUNJUNGAN - Foto bersama usai kunjungan kerja BOE BPPT di KR Baruna Jaya III di Pelabuhan Benoa, Denpasar, Sabtu (3/6) kemarin. survei dan analisis tim BPPT dab Survei Kelautan BPPT juga telah PT EGS,” terang Unggul Priyanto, bekerja sama dengan BMKG, NOAASabtu (3/6) kemarin. USS, First Institute of Oceanography Melalui kerja sama dengan PT (FIO)-China, Japan Agency for MaEGS ini, diharapkan BPPT (Ba- rine Earth Science and Technology lai Teksurla) dapat semakin me- (JAMSTEC)-Jepang dalam menduningkatkan kemampuan layanan kung program-program pemantauan teknologi surveinya, terutama me- perubahan iklim global melalui riset menuhi standar industri. Sehingga dan observasi laut-atmosfir dan ke depan BPPT dapat secara lang- sekitar perairan Benua Maritim sung menjadi partner Kementerian Indonesia. Komunikasi dan Informatika dalam Selai itu, BPPT melalui Balai pekerjaan Instalasi Kabel Optik Teknologi Survei Kelautan juga Bawah Laut dan pengembangan telah berkontribusi pada kegiataninfrastruktur maritim lainnya. kegiatan SAR Nasional, di antaranya “Selain itu, kami juga berharap pencarian tenggelamnya Kapal kontrak kerja sama dalam rangka Penumpang Bahuga Jaya di Selat layanan teknologi survei kelautan Sunda, SAR Pesawat Adam Air di antara Balai Teksurla - BPPT den- Selat Makassar dengan KR Baruna gan PT EGS dapat terus berlanjut Jaya IV dan SAR Air ASIA di Selat dan lebih diperluas di masa datang Karimata dengan KR. Baruna Jaya dalam rangka mendukung kebijakan I. Di samping itu, teknologi ini juga pemerintah saat ini untuk dijadikan telah diterapkan untuk pencarIndonesia sebaai poros maritim du- ian korban reruntuhan Jembatan nia,” harapnya. Kutai Kertanegara, Investigasi Selain melakukan inovasi tenggelamnya Kapal Penumpang pengembangan teknologi sistem MV. Wihan Jaya di Teluk Lamonobservasi laut berbasis buou (In- gan-Surabaya bekerja sama dengan aTEWS buoy), Balai Teknologi KNKT. (ad296)
Wisuda Ke-121 Unud
Rektor Ingatkan Wisudawan Bangun Nasionalisme dan ’’Entrepreneurship” UNIVERSITAS Udayana (Unud) kembali melepas wisudawan dalam acara Wisuda ke-121 di Auditorium Widya Sabha, Kampus Bukit Jimbaran, Sabtu (3/6). Wisuda kali ini diikuti 801 wisudawan, terdiri dari 11 orang Diploma-4, 466 S-1, 10 orang Profesi Apoteker, 164 orang Profesi Dokter, 44 orang Dokter Spesialis, 97 orang Magister (S-2), dan sembilan orang Doktor (S-3). Secara keseluruhan, universitas tertua di Bali ini telah meluluskan 80.495 orang. Dalam pidatonya, Rektor Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD. KEMD., mengingatkan wisudawan tentang perjuangan Indonesia menuju kemerdekaan. Ini tidak lepas dari berbagai kejadian yang dihadapi bangsa belakangan ini. Seperti masalah radikalisme, dominasi mayoritas, penggunaan agama sebagai alat politik pada pemilihan kepala daerah dan kasus penistaan agama. “Kesemuanya bercampur menjadi ancaman perpecahan sebagai suatu bangsa. Ini memerlukan usaha dan menghabiskan wak-
tu dan energi yang besar untuk menanggulanginya,” ujar Rektor yang segera akan mengakhiri masa tugasnya ini. Di saat bersamaan, lanjut Suastika rakyat Indonesia seolah-olah dibangunkan kembali kesadarannya. Terutama akan pentingnya nilai persatuan dan kesatuan yang menempatkan NKRI sebagai harga mati. Pilar lainnya, yakni Pancasila, UUD 1945 dan Bhineka Tunggal Ika juga kembali disuarakan dengan lebih lantang dan keras. “Wisudawan yang telah melek ilmu pengetahuan hendaknya menjadi barisan terdepan dalam membangun persatuan agar NKRI tetap tegak, bukan sebagai penyebab perpecahan. NKRI harga mati, Pancasila sebagai landasan dasar kehidupan Bangsa Indonesia, UUD 1945 sebagai landasan hukum berkehidupan dan hidup damai dalam kebinekaan harus diperjuangkan tiada henti oleh generasi penerus,” imbuhnya. Menurut Suastika, mestinya ada pemikiran baru mengenai tambahan kurikulum terkait dengan
WISUDAWAN - Rektor Unud Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, Sp.PD. KEMD., melepas 801 wisudawan dalam acara Wisuda ke-121 di Auditorium Widya Sabha, Kampus Bukit Jimbaran, Sabtu (3/6). kebangsaan, NKRI dan Pancasila. pendiri Indonesia. Di samping memberikan panutan“Bagaimanapun tetap harus panutan kepada generasi muda. Me- disuarakan bagaimana pendiri lihat saat ini seperti ada gap tentang bangsa berjuang, kemudian menpemahaman itu, lantaran generasi jadi merdeka dan membuat lanmuda tidak mendapatkan informasi dasan hukum negara ini. Nah, ini yang pas tentang bagaimana bangsa perlu diceritakan sedikit supaya dan negara ini dibangun oleh para mengingatkan lagi para generasi
yang muda ini betapa hebatnya, betapa beratnya perjuangan pendiri bangsa ini di masa lalu yang harus dihargai dan diisi sekarang. Jadi saya kira ke depan mesti dipikirkan semacam kurikulum agar tidak hanya sekadar digaung-gaungkan,” paparnya. Suastika menambahkan, wisudawan Unud sebagai intelektual muda dan kelas menengah, bertanggung jawab terhadap kemajuan bangsa dalam menghadapi tantangan global. Termasuk salah satunya ikut menekan angka pengangguran intelektual yang disumbang oleh perguruan tinggi. Kendati kemungkinan adanya pengangguran memang selalu ada pada setiap angkatan lulusan. “Tapi bagaimana caranya menekan sekecil mungkin. Di Udayana ada usaha-usaha seperti mengajarkan enterpreneurship, baik itu di dalam kurikulum resmi maupun dalam pelatihan-pelatihan yang sifatnya tidak resmi atau informal dan inkubator bisnis. Saya kira itu adalah cara-cara bagaimana mulai mengenalkan enterpreneurship di
dalam kampus,” terangnya. Suastika utamanya mengkhawatirkan pengangguran dari lulusan sarjana S-1 karena baru sebatas akademik. Dalam hal ini, S-1 harus diberikan sentuhan-sentuhan keterampilan seperti halnya lulusan vokasional atau profesi. Itu sebabnya, lulusan profesi seperti dokter, apoteker, perawat, sangat kecil kemungkinannya untuk menganggur. “Tapi kalau S-1 murni, ini masih ada kans jadi dia harus diisi lagi tambahan skill dan ini yang diperlukan oleh para lulusan agar dia bisa diterima di lapangan kerja. Saya sekarang mulai menyampaikan walaupun S-1 itu akademik, sesungguhnya tidak ada salahnya mulai lebih banyak mengajarkan juga keterampilan-ketrampilan. Paduan antara pengetahuan, konsep akademik yang jelas dan skill inilah yang akan mengantarkan mereka masuk ke dunia kerja,” tandasnya. Wisuda ke-121 Unud juga diisi dengan pemberian penghargaan kepada 13 wisudawan terbaik dari masing-masing fakultas dan program pascasarjana. (ad297)
4
Minggu Kliwon, 4 Juni 2017
RUANG - Dalam sesi “Ruang dan Narasi” Gigi, Jong dan Kanoko mengembangkan eksperimentasi sepanjang residensi, kali ini dengan melibatkan puluhan penonton. Dengan pola yang sama, penonton dihadapkan pada pengembangan imajinasi, menemukan ide-ide mentah setelah mendengarkan suara, mewujudkannya dalam gerak dan meresponsnya dengan warna-warna. Mereka tidak lagi penonton pasif namun diajak menjadi aktor yang aktif merancang ide , mengembangkannya menjadi cerita dan menghasilkan sepenggal pementasan.
Menggagas Ide Lewat Eksplorasi Diri SEBAGAI benda abstrak, ide memerlukan pemikiran manusia untuk diejawantahkan. Dari sini perjalanan panjang dimulai dimana makhluk berpikir ini bergumul dengan dirinya sendiri, berinteraksi dengan sesamanya dan mencoba menaklukan lingkungannya dengan demi menjawab pertanyaanpertanyaan hasil kegelisahan mereka sendiri. Lakon pendek berjudul “Plastisia” dimainkan Gianti Giadi (Gigi), Santiasa Putu Putra (Jong) dan Kanoko Takaya tentang upaya mempertahankan hidup. Dengan mengambil setting waktu tahun 3000, mereka mencoba mengonstruksi peristiwa masa depan dengan pijakan kecarutmarutan kondisi saat ini dari konflik politik, sosial, budaya hingga ketidakpedulian manusia terhadap Bumi. Para pelaku memasuki ruangan dengan taburan plastik demikian pula dengan “ruangan” yang disulap menjadi medan panggungnya. Mereka meliukliukkan badan, mengeluarkan suara-suara repetitif, mengikuti perjalanan waktu dan gelisah dengan suasana yang dialami. Setelah didera banyak peristiwa, mereka berusaha mempertahankan kehidupan yang mereka miliki. Mimpi keabadian menjadi utopia mereka dan ironinya, itu semua dilakukan karena mereka terancam dengan teknologi hasil ciptaan mereka sendiri. Tidak hanya robot yang menggantikan peran pekerja di era industrialisasi, plastik pun mulai menyerobot memasuki ke-
hidupan manusia. Plastik menggantikan era logam dan menjadi fenomena karena usianya justru lebih panjang dan pada akhirnya menjadi musuh bagi pencip tanya. Akankah manusia akan tergeserkan oleh ciptaannya sendiri? *** Bare Journal untuk ketiga kalinya menggelar workshop seni interdisipliner yang melibatkan pelaku seni rupa, tari dan teater. Sepanjang 20 hari mereka disatukan dalam program residensi dengan berbagai mata acara mengolah indera rasa, dengar, lihat, kecap yang menajam kepekaan terhadap peristiwa-peristiwa di sekitar. Pameran Puncaknya adalah ekshibisi acara itu di Cata Odata galeri di desa Panestanan, Ubud, tepat di Hari Kebangkitan Nasional, 20 Mei lalu. Pameran diisi dengan pemaparan program dan hasilnya dalam format visual, audio atau pun multimedia. Namun yang utama adalah catatan sepanjang residensi yang oleh Cata Odata disebutkan sebagai bank materi. Ini yang nantinya menjadi data pendukung dalam proses kreatif selanjutnya. Terdapat tiga ruangan dalam pameran Bare Journal 2017 Vol. III ini meliputi ruang pengenalan, journal dan multimedia. Ruang pengenalan berupa pemaparan materi program, metode divised theatre residensi itu serta profil ketiga pelakunya: Gigi, Jong dan Kanoko. Pada ruang journal terdapat berbagai materi sepanjang res-
”Kehidupan Bersifat Menggantikan yang Melibatkan Pengorbanan Terus Menerus” Kevin O’Donnell dalam Sejarah Ide idensi yang terkliping dengan rapi dalam tiga buku besar. Di tempat ini pula, penonton bisa menyaksikan kegiatan mereka lewat rekaman yang bisa diputar lewat tablet yang terpasang di dinding. Bagian lain dinding dipenuhi coretan hasil perburuan dan eksplorasi gagasan yang secara gamblang bisa dinikmati. Catatan sepanjang residensi tidak serta merta berhenti setelah acara itu berlangsung. Namun penonton diizinkan untuk memberikan komentar, kritik atau pun gagasan, umpan balik dalam ruang dialog yang memperkaya rekaman perjalanan residensi ini. Multi Media Jimat, daun dan foto kenangan menempati ruang multimedia, selain sebuah proyektor yang menyorotkan kegiatan peserta residensi di sebidang dinding. Foto tiga benda tersebut juga dilengkapi dengan rekaman audio yang menjelaskan benda yang dekat dengan kehidupan pribadi sang pelaku Jimat di mata Gigi menjadi hal istimewa, unik dan menggelikan. Sepotong kain sederhana dengan tulisan mantra bisa mempertautkanya dengan
berbagai peristiwa, keberuntungan dan hal-hal yang tak bisa dijelaskan dengan logika. Jong melihat daun sebagai stimulan untuk ruang kreatifnya dalam penciptaan puisi. Tak berbeda dengan elemen semesta lainnya seperti tanah atau batu, peran daun cukup unik dalam menjaga keharmonisan alam serta merawat kehidupan. Kanoko tak punya bahan saat sesi memento ini. Namun ada foto lama dalam gawainya yang membawanya ke peristiwa lampau, tentang pertemuan dengan ayahnya yang hidup terpisah dengan dirinya. Ia mengibaratkan dia laksana dandelion yang sekali tiup benang-benang yang menghiasi mahkota bunga itu beterbangan membawa biji untuk ditumbuhkan di wilayah lain. Dalam sesi “Ruang dan Narasi” Gigi, Jong dan Kanoko mengembangkan eksperimentasi sepanjang residensi, kali ini dengan melibatkan puluhan penonton. Dengan pola yang sama, penonton dihadapkan pada pengembangan imajinasi, menemukan ide-ide mentah setelah mendengarkan suara, mewujudkannya dalam gerak dan meresponnya dengan warnawarna.
Mereka tidak lagi penonton pasif namun diajak menjadi aktor yang aktif merancang ide , mengembangkannya menjadi cerita dan menghasilkan sepenggal pementasan. Dari suara cucuran air atau minyak yang mendidih, misalnya, menimbulkan beragam intepretasi dari pendengar. Dibantu dengan kata-kata terpilih yang ditempatkan di dinding atau gambar-gambar yang bertebaran di lantai, mereka bergerak didasarkan referensi masa lalunya dan seperti katarsis mereka membebaskan diri dari ketegangan dan melepaskan imajinasi dalam rupa gerak, gambar atau adegan-adegan. Plastisida Pada bagian akhir acara dipentaskan lakon Plastisia yang merupakan bagian dari pengendapan gagasan pelaku residensi. Lakon dirancang dengan menempatkan penonton di pinggir ruangan dan sebagian melingkar di tengah. Mereka dirangsang inderanya untuk memahami cerita yang dipertunjukkan lewat gerak sang pelakon, dialog, suara gesekan plastik, bau busuk yang menyengat hingga bayangan dan cahaya yang dipancarkan dari proyektor dan berkelebatan di dinding. Ada kesengajaan untuk membatasi sudut pandang agar penonton terusik dan digelitik rasa ingin tahu mereka tentang apa yang terjadi di arena pementasan itu. Gigi dan Jong tidaknya menari, beraksi dan berdialog, mereka juga melontarkan simbol-simbol. Sementara Kanoko asyik dengan cahaya
dari proyektor yang menghasilkan siluet dan bayangan. Pentas selama kurang dari 30 menit itu diakhiri dengan pelakon yang diawetkan dalam balutan lembaran plastik. Respons beragam dilontarkan penonton pada sesi tanya jawab usai pementasan tentang cerita dan gagasan Plastisia. Seperti sesi workshop, komentar-komentar itu didokumentasikan untuk ide dasar bagi pengembangan cerita berikutnya. “Mereka (penonton) sengaja dilibatkan dalam pementasan itu tanpa diberi peran (membangun cerita),” Cata Odata menjelaskan. “Namun yang terpenting adalah setelah ini, yakni ketika proses kreatif itu berlangsung.” Apakah “manusia itu suatu saat akan akan musnah” seperti dinosaurus yang kini tinggal kenangan. Coretan di salah satu dinding Ruang Jurnal itu, sepertinya telah terjawab saat Kanoko menyorotkan proyektor ke tubuh Gigi dan menciptakan bayang-bayangan di tembok. Ini seperti kisah manusia yang dirantai di dalam gua dan wajahnya dihadapkan ke dinding, dalam cerita Plato di Republik. Mereka melihat bayangan dipandang sebagai realitas. Hingga suatu ketika ia melarikan diri dan keluar dari gua, mencari cahaya dengan menghadap matahari. Ia menemukan dirinya sendiri tercerahkan. Dengan tetap mengeksplorasi diri, manusia akan tetap bertahan hidup dengan ide-idenya. l yudi winanto -- penikmat seni
Mengulas Nyeri dan Pentingnya Nyeri Setiap orang tentunya pernah mengalami nyeri dalam hidupnya. Namun, pernahkan Anda berpikir bagaimanakah proses timbulnya nyeri dan pentingkah nyeri tersebut ada? Lalu bagaimana penanganannya?
Gambar 1. De Quervain Tendinosis
Gambar 2. The Finklestein Test
Mengenal De Quervain Tendinosis D e Q u e r v a i n Te n d i n o s i s adalah peradangan atau pembengkakan tendon ibu jari dan selubungnya, yang terletak di sisi pergelangan tangan di pangkal ibu jari tangan. Kelainan ini juga sering dikenal sebagai gamer ’s thumb, blackberry tumb, washerwoman’s sprain, de Quervain Syndrom, de Quervain’s tenosynovitis. Tendon adalah ujung-ujung otot yang berbentuk pita dan terdiri dari serat kolagen, yang melekatkan otot ke tulang. Tendon menyalurkan gaya yang dihasilkan oleh kontraksi otot ke tulang. Tendon tidak memiliki kemampuan berkontraksi seperti otot, tetapi dapat memanjang (meregang). Aktivitas berulang yang memicu timbulnya peregangan berlebihan dapat menyebabkan kerusakan atau masalah pada tendon dan selubungnya. Penyebab De Quervain Tendinosis dapat disebabkan oleh karena penggunaan tangan yang berlebihan pada setiap kegiatan seperti bekerja di kebun, bermain golf, menggendong bayi, mencuci, mengangkat barang ataupun aktivitas lainnya yang mengandalkan gerakan tangan berulang atau gerakan pergelangan tangan. Hal ini akan menye-
babkan tendon bergerak keluar masuk melewati terowongan (selubung tenosynovium) berulangkali. Peningkatan gesekan ini akan mengiritasi dan memicu terjadinya peradangan tendon dan pembengkakan tendon maupun lapisan tenosynovium tersebut. Penyebab De Quervain tendinosis yang lain, meliputi: cedera langsung yang mengenai pergelangan tangan atau tendon, penyakit arthritis inflamasi, seperti rheumatoid arthritis. Wanita Pada orang yang berusia 30 hingga 50 tahun memiliki risiko lebih tinggi, selain itu kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Gejala De Quervain Tendinosis: Nyeri pangkal ibu jari, bengkak disertai kemerahan di pangkal ibu jari dan timbul gangguan gerak ibu jari, kesulitan menggerakkan ibu jari dan pergelangan tangan. Dari gejala gejala tersebut dokter biasanya memastikan De Quervain Tendinosis dengan The Finklestein test. Tes ini dilakukan dengan cara meletakkan ibu jari ke dalam telapak tangan dan jari-jari lainnya menutupinya, seperti pada posisi mengepalkan tangan. Kemudian lakukan gerakan pergelangan
tangan menjauhi ibu jari, atau ditekuk keluar (seperti gambar) yang akan memicu gerakan tendon yang membengkak ditarik melalui ruang yang ketat dan membentang. Bila timbul nyeri saat melakukan gerakan ini, maka kemungkinan telah terjadi De Quervain Tendinosis. Jika telah ditemukan gejala– gejala di atas maka segera konsultasikan ke dokter untuk dapat diberikan penanganan. Penanganan De Quervain Tendinosis dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu secara konservatif (non operasi) dan operasi. Beberapa cara yang dilakukan pada pengobatan De Quervain tendinosis secara konservatif yaitu: 1. Penggunaan penyangga (brace atau tapping) yang berguna untuk mengistirahatkan pergelangan tangan dan ibu jari dari gerakan-gerakan yang dapat memperburuk iritasi dan peradangan. 2. Kompres es dapat dilakukan pada kondisi akut dengan nyeri yang hebat. 3. Obat-obat pereda nyeri dan anti inflamasi dapat digunakan. Jika penanganan konservatif telah dilakukan dan tidak ada perbaikan maka dokter akan menyarankan operasi untuk penanganan lebih lanjut. l dr. I Gede Mahardika Putra
Menurut IASP (International Association for the Study of Pain) nyeri adalah suatu pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan, yang berkaitan dengan kerusakan jaringan yang nyata atau yang berpotensi untuk menimbulkan kerusakan jaringan atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan jaringan. Dari pengertian tersebut nyeri dapat timbul akibat adanya kerusakan jaringan atau luka dan dapat pula timbul pada kondisi dimana tidak terdapat luka. Nyeri yang timbul dengan disertai adanya kerusakan jaringan atau luka disebut dengan nyeri akut, nyeri jenis ini biasanya berlangsung kurang dari 6 bulan. Bila nyeri yang dirasakan berlangsung lama dan tanpa disertai luka sering disebut nyeri kronis yang biasanya dirasakan lebih dari 6 bulan. Nyeri juga dapat digolongkan berdasarkan jenisnya, yaitu nyeri nosiseptik, neurogenik dan psikogenik. Nyeri nosiseptik adalah nyeri yang disebabkan oleh adanya stimulus noksius (trauma, penyakit atau proses radang). Nyeri nosiseptik dapat diklasifikasikan sebagai nyeri viseral, bila berasal dari rangsangan pada organ dalam tubuh dan sebagai nyeri somatik, bila berasal dari kulit, otot, tulang atau sendi. Nyeri neurogenik adalah nyeri yang berasal dari adanya kerusakan dari sistem saraf baik saraf tepi atau pusat. Penyebabnya dapat berupa trauma, radang, penyakit metabolik, infeksi, tumor, toksin, dan penyakit saraf primer. Nyeri psikogenik adalah nyeri yang timbul bukan disebabkan oleh penyakit pada organ tubuh, melainkan disebabkan oleh stress atau pikiran. Nyeri Secara umum nyeri ditimbulkan oleh adanya suatu stimulus nyeri baik itu berupa rangsang termal, mekanik, kimiawi, atau elektrik yang memicu zat algetik (pemicu nyeri) untuk mengaktifkan reseptor nyeri sehingga stimulus nyeri dikonversi menjadi impuls listrik pada ujung saraf. Impuls ini akan disalurkan ke otak melalui beberapa saluran saraf. Sebelum mencapai otak impuls nyeri dibawa ke saraf tulang belakang yang berperan sebagai “pintu gerbang” untuk
“memfilter” nyeri yang akan disalurkan. Di saraf tulang belakang impuls nyeri yang masuk diatur dan dihambat oleh sistem anti nyeri dalam tubuh. Setelah melalui tulang belakang maka nyeri akan diterjemahkan oleh otak sehingga kita dapat mengetahui jenis nyeri tersebut. Bila terjadi kegagalan dalam sistem penghambatan ini maka akan dirasakan nyeri yang berlebihan dari seharusnya. Nyeri tentu akan mendatangkan penderitaan bagi yang merasakannya. Namun nyeri juga memiliki aspek penting sebagai mekanisme proteksi, defensif dan penunjang diagnostik. Nyeri sebagai mekanisme proteksi artinya bila seseorang merasakan nyeri maka akan bereaksi terhadap nyeri tersebut seperti menjauh bila terkena panas api sehingga tubuh terhindar dari kerusakan jaringan atau luka. Nyeri sebagai mekanisme defensif diartikan sebagai bentuk pertahanan tubuh dengan mengistirahatkan organ yang terasa nyeri sehingga mempercepat proses penyembuhan, misalnya pada patah tulang maka bagian yang patah akan lebih susah bergerak akibat adanya nyeri sehingga dapat diistirahatkan. Nyeri dapat juga sebagai suatu penunjang diagnosis, dimana lokasi nyeri dapat menjadi petunjuk suatu diagnosis penyakit, contohnya nyeri pada ulu hati kemungkinan penyebabnya
karena gangguan pada lambung. Tidak hanya lokasi nyeri, durasi, jenis, intensitas, dan penjalaran nyeri juga hal yang penting diketahui untuk mendiagnosis penyakit yang menyebabkan nyeri tersebut, oleh sebab itu penting bagi pasien untuk menjelaskan penyakitnya secara detail kepada dokter. Dalam mengatasi nyeri hendaknya tidak hanya mengandalkan obat – obatan semata, terdapat beberapa cara pengobatan yang dapat dilakukan yakni dengan modalitas fisik pada unit rehabilitasi medik, pendekatan psikoterapi, psikososial, dan tindakan operasi serta radioterapi bila diperlukan. Pemberian obat – obatan hanya dilakukan jika benar – benar diperlukan dan disesuaikan dengan jenis nyeri yang diderita. Pada kasus tertentu diperlukan pengobatan kombinasi atau multi modal terapi dan dilakukan secara konsisten oleh dokter sesuai dengan pedoman “WHO 3 step ladder analgesic” yang menganjurkan pemberikan obat secara bertahap dari dosis rendah hingga tinggi ataupun sebaliknya sesuai dengan jenis nyeri yang diderita. Jadi bila anda menderita nyeri yang mengganggu segeralah temui dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat dan janganlah sembarang meminum obat. l dr. Putu Ugi Sugandha
NYERI - Secara umum nyeri ditimbulkan oleh adanya suatu stimulus nyeri baik itu berupa rangsang termal, mekanik, kimiawi, atau elektrik yang memicu zat algetik (pemicu nyeri) untuk mengaktifkan reseptor nyeri sehingga stimulus nyeri dikonversi menjadi impuls listrik pada ujung saraf. Impuls ini akan disalurkan ke otak melalui beberapa saluran saraf.
5
Minggu Kliwon, 4 Juni 2017
Resensi Buku
Harimau
CERPEN
Weda dan Air Judul : Air Menurut Weda Penulis: Gede Agus Budi Adnyana Cetakan: Pertama 2009 Tebal buku : 122Halaman Penerbit : Pustaka Bali Post
SEBUAH pertanyaan muncul, dari seorang anak kecil kepada ayahnya. Anak ini menanyakan apakah dalam kitap sucinya, atau Weda, ada sebuah penjelasan tentang bagaimana air di permukaan bumi ini mengalami siklus. Dalam buku ini dijelaskan secara sederhana bahwa Weda bukan hanya sebuah kitab yang berisikan tentang filsafat dan mantra ritual, melainkan juga berisikan penjelasan lengkap akan alam semesta ini, baik yang terlihat ataupun tidak. Masih banyak sekali hal ilmiah yang tertera dalam Weda, jadi tidak salah jika Weda dikatakan sebagai ensiklopedia jagat raya. Buku ini menyajikan sedikit gambaran mengenai keilmiahan Weda yang tak terhingga, terutama bagaimana mantra Weda, menjelaskan siklus air yang terdapat dalam alam semesta. Layak untuk dibaca dan direnungkan kembali. (osi)
Hubungan ”Intim” Antara Manusia dan Alam Judul: Kumpulan Puisi Saras Dewi – Kekasih Teluk Penulis : Luh Gede Saraswati Dewi Editor / Proof-Read : Olin Monteiro Pengantar : Joko Pinurbo Cetakan : Pertama (April 2017) Tebal buku : 124 Halaman Penerbit : PBP Publising / PWAG Indonesia
Siapa yang tak kenal Saras Dewi. Seorang aktivis lingkungan hidup, dan juga sebagai penyanyi, penulis, serta dosen filsafat di Universitas Indonesia ini, bernama Luh Gede Saraswati Dewi lahir di Denpasar pada tanggal 16 September 1983. Buku kumpulan puisi ini merupakan maha karyanya sebagai bentuk ungkapan cinta sejati dan ucapan terima kasih kepada alam terutama Teluk. Dalam buku puisinya ini, Saras Dewi berusaha mengungkapkan kepeduliannya pada gerakan penyelamat alam dan lingkungan hidup akibat rasa sedih dan sakitnya tatkala teluk yang dicintainya, teluk yang menyimpan jagat batinnya, sedang dijual oleh negara kepada para penguasa ekonomi. Ini dilihat dari cara Saras Dewi memandang dan menghayati hubungan personal yang intim antara manusia dan alam sebagaimana tergambar dalam sajak “Semerta” merupakan ciri utama dari keseluruhan kumpulan puisinya. Dalam sajak “Agamaku” sajak yang ditempatkan sebagai yang pertama memandang alam lebih dalam lagi. Ia menjadikan alam sebagai sumber kekayaan spiritual bagi hidupnya. Boleh dikatakan, sajak ini merupakan manifero yang untuk situasi sekarang, dan bagi sebagian orang mungkin terasa sangat “kafir” karena memperlakukan alam sebagai tempat peribadatan, sebagai kuil atau pura agung, sebagai persemayaman Roh Sang Pencipta. Penyusunan puisi ini oleh Saras Dewi selalu menggunakan keindahan kata-kata dalam setiap sajaknya. Selalu ada makna yang tersirat dalam setiap kata-katanya. Walaupun ada beberapa sajak yang jika dibaca seperti membaca tulisan yang biasa saja. Akan tetapi, jika digali lebih dalam akan menemukan makna yang sangat luar biasa. Buku ini hadir untuk menunjukan kepedulian dan menyadarkan kita bahwa teluk bukan sekadar teluk, melainkan ruang persemayaman yang menghubungkan dan mempertemukan manusia dengan leluhur. Untuk itu teluk harus tetap ajeg dan lestari. (tim buku BP)
Oleh IBW Widiasa Keniten
Semenjak pamanku memberiku kumis harimau, rasa percaya diriku sebagai pejabat semakin bertambah. Paman pernah bercerita kumis harimau mampu meningkatkan kadar kewibawaan sebagai seorang pejabat. Aku memang pejabat yang tanpa persiapan apalagi disiapkan. Semuanya serba kebetulan. Kebetulan punya teman dekat. Kebetulan punya uang lebih hingga aku dengan mudah bisa meraih jabatan yang kuharapkan. Lucunya lagi aku disuruh memilih jabatan itu. Apa yang kupilih pasti akan diberikan karena harganya sudah pas bahkan katanya uang yang kuberikan tanpa kuitansi itu lebih dari cukup. Aku merasa terhormat saat itu. Orang-orang tak ada yang berani mengomentari karena sudah merasa kalah bersaing. Jika ada waktu, kusempatkan mengunjungi pamanku. Ia gembira dan merasa berhasil karena berkat kumis harimau pemberiannya aku dipercayai oleh bawahanku. “Gimana di kantor sekarang?” “Berkat Paman. Tiang sukses menjadi pejabat. Jika tidak, pastilah tiang sudah menjadi bulan-bulanan. Dikatakan pejabat hanya pintar tukang perintah saja. Pejabat yang hanya punya telunjuk saja. Syukur ada kumis harimau. Rata-rata tunduk dan segan pada tiang. Hampir setiap anak buah memuji kepemimpinan tiang.” “Paman ikut berbangga. Semoga kau menjadi pejabat yang sukses. Semoga citacitamu untuk menjadi pejabat yang lebih tinggi bisa tercapai.” “Semoga saja.” Aku pun tidak lupa menyelipkan kertas warna merah di kantongnya. Paman pura-pura menolak. Aku tahu itu. Biasa basa-basi agar tak sampai dikatakan mata duitan. Setiap aku melakukan kunjungan. Kumis harimau itu tetap kubawa. Dalam balutan kapas dibungkus kain kafan putih yang telah dirajahi harimau yang sedang menyeringai. Matanya mendelik. Taringnya berkilat. Harimau loreng gagah dengan mulut terbuka. Aku melihat saja saja merasa dirasuki ruh harimau. Apalagi ditambah dengan sarana kumis aslinya. Kumis harimau itu sudah dipasupati. Sengaja kucari hari Tumpek Landep hingga benar-benar bertuah seperti ujungnya keris pusaka. Istriku memang tahu sedikit tentang bebanten. Ia buatkan semayut pemasupati dengan alas daun endong merah dan tumpeng merah, ayam biing serta bahan-bahan upakara yang lainnya. Kusuruh paman yang menghaturkan upakara itu. Mulutnya komat-kamit. Itu artinya ada mantra yang dikeluarkan dengan penuh kekuatan. Wajahnya tampak memerah dan mengeluarkan energi harimau dari dalam secara maksimal. “Masukkan ini ke dalam dompetmu. Ingat bawa setiap bepergian. Paman yakin tak ada yang berani bicara tentang dirimu. Ia akan tunduk dan hormat. Matamu akan kelihatan menyala seperti mata harimau mengintai mangsanya. Kata-katamu akan bergetar seperti auman harimau saat menggertak lawannya. Tubuhmu akan membesar seperti harimau saat memperlihatkan taring-taringnya. Tak usah gentar. Kau akan disegani oleh bawahanmu. Tatap matanya. Bayangkan kamu mengguliti tubuhnya. Remukkan tulang belulangnya dengan gerakan tangan mengepal. Niscaya yang kau hadapi tunduk seperti putri malu yang kau sentuh. Jika ini tak mempan, paman berikan mantra harimau mengaum. Coba dulu ini. Selama ini yang memakai kumis harimau ini, rata-rata mengaku berhasil. Apalagi kau ada tetesan darah dari paman.” “Terima kasih, Paman. Tiang akan selalu ingat akan pesan Paman.” Kulihat paman senyum-senyum. Di balik senyum itu, pastilah ada yang diharapkannya. Sudah sedari dulu. Paman ingin keponakannya menjadi pejabat. “Kesempatan itu sudah datang, cepat ambil karena tidak ada kesempatan yang kedua. Kau harus punya ambisi. Jangan ikuti kakakmu itu. Ia manusia pasrah.
Tak cocok untuk zaman sekarang seperti itu. Coba kau lihat. Ia hanya mengoleksi buku-buku saja. Apa buku itu membuat perut ini kenyang?” Aku tak menjawabnya karena aku tahu bahwa kakakku sebenarnya lebih hebat dariku. Tapi, ia tak mau membeli jabatan sepertiku. Ia ingin menjalani hidup yang mengalir. Ambisinya tak ada. Paman tahu itu dan sekarang akulah yang bisa melakoni harapan-harapan paman termasuk memberikan sesikep berupa kumis harimau. Pernah saat rapat anggaran, aku menggebrak meja. Semua yang hadir tergagap. Darahku memanas. Gigiku gemeretak. Aku mendengus. Aku berteriak lantang. Satupun tak ada yang berani menoleh. Mereka merunduk. Sepatah kata pun tak kudengar. Aku memang marah besar saat itu. Aku diisukan mem-blow up anggaran. Aku tak terima. Isu miring datang padaku. Aku tak tahu dari mana isu itu diperoleh. Aku dikatakan mengambil uang alias korupsi. Terpaksa aku kerahkan energi kumis harimau. Dan ternyata benar. Kumis itu benar-benar bertuah. “Jangan membuat berita bohong. Meskipun berita bohong sekarang ini laris manis. Tiang bukan pejabat yang suka mengambil uang tanpa kerja keras. Apalagi mau menilep uang. Tiang ini pejabat bersih. Jangan coba-coba bermain-main dengan tiang. Jika ada lagi yang menyebar berita bohong, tiang tak segan-segan mengambil tindakan keras. Ada bawahanku bercerita. Ia melihatku seperti harimau yang sedang mencincang seekor kelinci. Mulutku dilihat merobekrobek peserta rapat. Gigiku dilumuri darah. Ia sampai ketakutan dan menutup matanya melihat keberingasanku. Ia mau
kencing waktu itu karena ngeri melihat wajahku yang keras dan memerah. Aku benar-benar bersyukur memiliki paman yang bersedia memberiku kumis harimau. Jika tidak, pastilah wibawaku akan terusik oleh ketidakmampuanku. Rasa percaya diriku semakin bertambah. Tak ada lagi yang berani mengusik kekuasaanku. Aku sudah berada di atas angin. Apapun yang kuperintahkan pasti akan diikuti. Tak ada kata protes apalagi menolak perintahku. Telunjukku semakin memiliki jiwa. Bawahanku benar-benar segan padaku. Kepalanya selalu mengangguk saat bertemu denganku. Itu sebagai tanda bahwa hatinya sudah kuraih. Ia tak akan berani lagi menggoyang atau menceritakan kekuranganku. Rata-rata bilang gerakgerikku seperti harimau kelaparan. Setiap ada kesempatan kumakan. Setiap yang berani berkata tidak, kusingkirkan. Aku benar-benar berkuasa. Jiwaku benar-benar berjiwa harimau. Langkah-langkahku sudah seirama dengan langkah harimau, kadang pelan, tapi pasti. Kadang mendelik menelisik setiap peluang. Aku berada di atas segalagalanya. Istriku bersyukur karena punya suami yang disegani oleh bawahannya meskipun dengan bantuan kumis harimau. “Berkat kumis harimau pemberian paman, beli sudah bisa mengatasi keadaan. Apapun yang kukatakan tak ada yang berani menentang.” “Tiang ikut berbangga punya suami seperti beli. Sudah sedari dulu, tiang berharap beli punya bawahan. Selama ini selalu di bawah orang lain. Tiang tak ingin beli tidak punya jabatan. Tanpa jabatan tak ada yang segan dengan kita. Lihat saja kakak beli. Ia pintar tanpa jabatan siapa yang
segan padanya? Jabatan itu sama dengan dihormati.” Istriku pun memelukku seperti masa-masa pacaran dulu. Ia tampak ceria. Keinginannya telah terwujud. Nafsu kebinatanganku tak terbendung lagi. Kepalaku membesar. Darahku bergeluncak seperti harimau. Taringku ingin menikmati anyirnya darah kekuasaan. “Pergiiiiiiiiiiiii! Harimau! Pergiiiiiiiiiiiii!” Bawahanku kesurupan. Tembak harimau itu, Pak. Tolong tembak segera. Orang itu harimau.” Ia berteriak-teriak menudingku. Teman-temannya berusaha menenangkan. Aku mau mencingcang tubuhnya. Tapi, tak mungkin karena ia menyatakan kebenaran. Teman-temannya menoleh-noleh. “Mana ada harimau? Ini kantor. Tempat kita kerja.” “Itu yang di sampingmu. Ia manusia berhati harimau.” Bawahanku menolehku. “Maaf Pak. Teman kita ini sedang stres berat. Ia baru saja dipermainkan oleh kekasihnya. Nanti pasti sadar.” “Pergi harimau! Pergiiiiiiiiiiiii!” Aku tak tahan. Kupegang tangannya. Kupelototi matanya. Ia semakin menjerit. “Harimau Harimau! Harimauuuuuuu!” Ia meronta. Teman-temannya menenangkannya. Ia bukannya berhenti bahkan semakin menjadi-jadi. Anak buahku yang lain melihatku dengan mata membelalak. Ia juga menjerit ketakutan. “Pak harimau! Harimau! Harimauuuuuuuuu!” Orangorang di sekelilingku berbalik. Ia memegang tubuh dan tanganku. Kuhempaskan orang-orang yang memegangku. Aku menyeringai. Kucabik-cabik tubuhnya. Entah dari mana bongkahan pasir tiba-tiba menambal mataku. Aku tak bisa melihat hitam putih lagi.
Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar. Khoiril Mawahib K. Ngurah
Bakti Setyanta
Darsono
Adi Wiryadarma
Afrizal
6 Capricorn Peruntungan: Di minggu ini suasana semakin panas karena banyak orang yang mempunyai iktikad tidak baik sehingga mau tidak mau Anda harus lebih waspada lagi. Jangan mudah percaya dengan omongan orang apalagi kalau hanya sebatas ucapan saja. Karier: Hilangkan segala kesombongan hati kalau akhirnya hanya akan menuntun Anda kearah kehancuran saja. Kesehatan: Karena kondisi badan kurang begitu prima sehingga Anda harus dengan sabar menjaganya. Keuangan: Pemborosan tetap harus dihindari sekalipun pemasukan ada peningkatan. Asmara: Tampak bertambah mesra dan harmonis, untuk itu pertahankan suasana yang sudah baik ini. Aquarius Peruntungan: Jangan berpuas diri dulu karena gelombang besar masih belum mereda untuk itu Anda harus lebih tenang dan sabar menghadapi situasi ini. Jangan berpikiran pendek apalagi sampai membuat keputusan yang kontroversial. Karier: Pandai-pandailah melobi rekan-rekan Anda, agar bisa lebih dekat lagi dengan diri Anda. Kesehatan: Kondisi badan kurang begitu sehat jika wajar saja jika Anda kurang bergairah berkerja di minggu ini. Keuangan: Perbanyaklah berhemat walaupun keinginan terkadang sudah berada diubun-ubun. Asmara: Perselisihan segera dituntaskan, jangan sampai terdengar oleh pihak ketiga karena akan memperumit permasalahan saja. Pisces Peruntungan: Posisi minggu ini kurang bagus, sehingga sangatlah riskan jika harus menerjang ombak yang ganas tersebut, karena bukan tidak mungkin akan terguling sebelum tiba di pantai tujuan, untuk itu bersabarlah saja dan terus lakukan observasi. Karier: Pandai-pandailah memanfaatkan segala kesempatan yang ada dengan tidak melupakan rasa waspada dan hati-hati agar kredibilitas Anda tetap terjamin. Kesehatan: Kondisi badan mudah sekali terkena masalah terutama yang berhubungan dengan pencernaan Anda. Hindari jajan makanan di luar yang kurang terjamin kebersihannya. Keuangan: Meski pengeluaran tampak tiada habis-habisnya, teapi pemasukan masih bisa membikin hati Anda tenang. Asmara:Tampak tenang bila ada masalah hanyalah cekcok mulut seperti biasanya. Aries Peruntungan: Kehidupan itu bagaikan roda berputar yang terkadang bergerak di atas dan terkadang malah berada di bawah. Untuk itu jika berada di atas sebaiknya jangan lupa diri begitu juga bila berada di bawah sebaiknya tak perlu terlalu meratapinya. Karier: Hati-hati dalam bergaul sebaiknya Anda tetap selalu menjaga jarak dan jangan terlalu rapat agar tak timbul kekecewaan yang terlalu mendalam. Kesehatan: Tenangkan hati dan pikiran Anda, agar kondisi dan kesehatan Anda tidak sampai terganggu oleh semua itu. Keuangan: Pemasukan mulai lancar kembali dan usaha juga mulai menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Asmara: Jadikan ini semua pelajaran sehingga untuk masa ke depannya nanti bisa bertindak lebih hati-hati lagi dan tidak sembrono. Taurus Peruntungan: Tak perlu ragu untuk mencoba memulai hal baru, walaupun semua itu memang berat untuk diawalnya, tetapi yang terpenting jalani dulu semua itu, mengenai risiko dan hambatan di kemudian hari sebaiknya dipikir sambil jalan. Karier: Jangan suka menyimpan ide terlalu lama dalam otak karena akan bisa hilang tergeser waktu. Kesehatan: Kondisi badan cukup bagus dan tidak ada masalah. Kebiasaan bangun pagi cobalah dipertahankan, karena bisa untuk menghindar dari hawa malas yang sangat mengganggu karier Anda. Keuangan: Biarpun kebutuhan selangit, tetapi pemasukan masih dapat mencukupi semua kebutuhan itu. Asmara: Suasana kembali mesra dan romantis karena cekcok mulut mulai mereda di minggu ini. Gemini Peruntungan: Teruslah berupaya meraih hasil yang terbaik, tidak perlu menyerah dengan keadaan, karena ibarat orang berjalan pasti tidak akan selalu mulus jalannya, maka dari itu tetaplah optimis dan yakin. Karier: Kesempatan untuk naik ke posisi puncak masih ada harapan tak perlu berpikiran pendek dulu, yang terpenting prestasi kerjanya harus ditingkatkan lagi. Kesehatan: Hindari makan yang terlalu pedas dan terlalu masam, karena akan mengganggu lambung Anda. Keuangan: Order cukup banyak tinggal tergantung bagaimana motivasi Anda untuk meraih semua itu. Asmara: Suasana yang mesra ini sebaiknya dijaga dengan sebaik mungkin, jangan biarkan omongan orang lain mengganggu kekompakan yang mulai terjalin ini. Cancer Peruntungan: Waspadalah, omongan yang berhembus itu anggaplah angin lalu, tak perlu ditanggapi toh nantinya akan hilang dengan sendirinya ditiup angin. Cobalah lebih konsentrasi pada apa yang sedang Anda hadapi, tak perlu memikirkan yang bukan-bukan. Karier: Kesempatan untuk mendapatkan posisi yang lebih bagus cukup terbuka lebar, walau begitu sebaiknya Anda tak perlu terlalu menonjolkan diri. Kesehatan: Jagalah jiwa dan nurani Anda dari segala dendam dan amarah, jangan sampai pikiran Anda tersebut mempengaruhi kesehatan Anda yang sudah semakin menurun ini. Keuangan: Pemasukan masih terbilang lancar walaupun jebakan tampak disana-sini. Asmara: Si dia lagi membutuhkan perhatian dan kasih sayang yang lebih besar dari biasanya. Leo Peruntungan: Peluang yang tinggi sebaiknya bisa diimbangi juga dengan kerja keras jangan sampai loyo ataupun tidak ada peningkatan dalam prestasi kerjanya. Di hari ini peruntungan cukup mujur, sehingga selalu ada saja jalan setiap menemui suatu permasalahan. Karier: Suasana hati atasan lagi happy, sehingga cukup baik untuk bertukar pikiran dengannya. Kesehatan: Teruslah beraktivitas dengan setenang mungkin, tak perlu mencemaskan kondisi badan Anda walaupun istirahat tampak berkurang. Keuangan: Pemasukan tampak lancar dan ada dana besar untuk melakukan semua rencana besar itu. Asmara: Pertemuan dengannya di minggu ini akan menimbulkan kesan yang mendalam baginya, untuk itu jangan lupa dengan penampilan Anda minggu ini harus lebih beda dari biasanya. Virgo Peruntungan: Tak ada gunanya mengobral janji kalau akhirnya hanya akan membuat beban Anda saja di kemudian hari. Bicaralah terus terang dan tak perlu menutup-tutupi kesulitan yang lagi Anda hadapi saat ini. Karier: Janji akan bisa merusak kredibilitas Anda yang selama ini sudah tampak baik di depan mereka, untuk itu berhati-hatilah. Kesehatan: Hilangkan segala pikiran buruk mengenai kondisi badan Anda, jika merasa ada yang aneh, daripada bertanya-tanya terus dalam hati lebih baik segera saja bawa ke dokter. Keuangan: Hindari membuat keputusan yang hanya berlandaskan hati panas saja, karena itu akan semakin memperburuk keuangan saja. Asmara: Pengalaman merupakan guru yang paling baik dalam hidup ini, untuk itu jangan sampai Anda mengalami untuk kedua kalinya. Libra Peruntungan: Peruntungan cukup mujur, sehingga sangat baik untuk digunakan menyelesaikan masalah yang terkatung-katung itu. Hanya saja jangan mudah percaya dengan orang lain sebelum Anda melihat sendiri buktinya. Karier: Jangan ragu untuk melakukan tindakan yang lebih konkret sehingga mereka tidak begitu saja mempermainkan diri Anda. Kesehatan: Rasa pusing sering mengganggu dan akan hilang dengan minum obat seperti yang biasa Anda minum, tak perlu khawatir. Keuangan: Pengeluaran masih cukup terkendali dan tidak membikin pusing. Bila ada tawaran yang bagus sebaiknya segera ditindaklanjuti, jangan dibiarkan begitu saja. Asmara: Bila ada ganjalan jangan disimpan di hati, utarakan saja daripada membikin sulit tidur nantinya. Scorpio Peruntungan: Optimis memang perlu tetapi untuk saat ini sebaiknya jangan terlalu berambisi, karena situasi di sekitar Anda sulit untuk Anda prediksi. Lebih baik Anda melangkah dengan sabar tetapi sangat terencana agar kesuksesan tetap dapat Anda raih. Karier: Bersikaplah lebih profesional, terutama dalam menerima kritikan-kritikan walaupun pedas sekalipun. Kesehatan: Masalah timbul hanya karena ulah Anda sendiri yang kurang bisa menjaga kebersihan terutama jika sudah jajan makanan di luar terkadang sering mengabaikan faktor kebersihannya. Keuangan: Pertahankan saja apa yang sudah ada, bila ada tawaran sebaiknya jangan cepat-cepat Anda terima, pelajari dulu dengan seteliti mungkin. Asmara: Sebisa mungkin jauhi segala bentuk perbuatan yang dapat menimbulkan konflik. Sagitarius Peruntungan: Apapun risiko yang akan muncul sebaiknya keyakinan tetap tidak boleh bergeser, untuk itu hindari membicarakan persoalan pada orang lain agar pikiran dan visi Anda tidak sampai terganggu. Karier: Semua itu tak semudah yang Anda pikir, karena berbagai kepentingan tampak ingin mendapat untung sendiri-sendiri. Kesehatan: Jangan cemas, pencernaan Anda semakin membaik. Hindari makanan pedas untuk sementara waktu. Keuangan: Bila ada yang ajak kerja sama sebaiknya bisa ditindaklanjuti dengan serius. Asmara: Tak Diasuh Oleh semuanya akan berjalan dengan mulus dan Putri Wong Kam Fu indah, yang namanya cinta itu pasti akan menBerlaku galami pasang surut. 4 Juni - 10 Juni 2017
DIMENSI
Minggu Kliwon, 4 Juni 2017
Pengekangan Indria Melalui Puasa Agne vratapate vrataṁ cariṣyāmi tacchakeyaṁ tan me rādhyatām, idam aham anṛtāt satyam upaimi. (Yajur Veda I. 5) ”Ya Tuhan dalam wujud Anda sebagai Sang Hyang Agni…, Penguasa dari sumpah puasa, hamba bertekad untuk melaksanakan sumpah puasa. Semoga hamba mampu menyelesaikan sumpah puasa hamba ini dengan sukses. Bersama ini hamba bersumpah untuk meninggalkan kebohongan dan menjalankan kebenaran.” Ajaran Sanātana Dharma memberikan penekanan penting pada puasa karena ia merupakan dasar penting dari ajaran Veda. Upavāsa berasal dari kata upa dan vasa; upa artinya dekat, dan vasa artinya tinggal. Upavāsa artinya praktik pengendalian diri dalam segala hal, khususnya pengendalian indriaindria dalam segala hal agar tidak terlalu bebas bersentuhan dengan objek-bjek indria, agar orang bisa datang mendekat pada Tuhan. Upavāsa yang dalam bahasa Indonesia menjadi puasa dikenal sebagai pengendalian diri terhadap makanan dan minuman. Pepatah mengatakan “anda adalah apa yang anda makan”, you are what you eat. Orang akan dibentuk menjadi apa dan bagaimana oleh makanan yang dimasukkan ke dalam tubuhnya sebab makanan itulah yang akan menjadi apa dan bagaimana orangnya. Puasa ada sangat banyak jenisnya, ada jenis puasa berdasarkan hari, tanggal/tithi, Nakṣatra (perbintangan), bulan, dan lainlain yang menunjukkan ajaran Sanātana Dharma sangat kaya raya akan jenis-jenis puasa berikut dengan manfaatnya. Secara kesehatan, puasa merupakan “alat” sangat penting untuk menghindari dan menyembuhkan penyakit-penyakit. Sakit anu tidak boleh makan anu dan lain-lain. Semua hal itu sudah menjadi pengetahuan umum. Hanya masalahnya, kebanyakan orang tidak bisa dan tidak mau mengontrol lidahnya. Ketika orang sakit datang kepada dokter, selain diberikan obat pasti akan dianjurkan jangan makan ini dan itu. Orang akan disuruh berpuasa. Ayur Veda, yaitu ilmu kedokteran tertua di dunia, menyebutkan bahwa puasa akan mengembalikan kesehatan yang baik kepada orang jika puasa dilakukan dengan patuh.
Redaktur Khusus weda
WAKYA Darmayasa Menurut Ayur Veda, dalam tubuh ada dikenal yang namanya dosha, terdiri dari vāta (udara, merupakan gabungan unsur vāyu dan ākāśa), pitta (panas, merupakan gabungan unsur agni dan apah), dan kapha (air, merupakan gabungan antara unsur pṛthivi dan apah). Ketika terjadi ketidakseimbangan diantara dosha tersebut maka akan terjadi berbagai jenis penyakit di dalam diri seseorang. Kitab suci Veda dan tradisi leluhur bangsa mengajarkan bahwa puasa tidak pernah dilakukan tanpa tujuan. Puasa-puasa yang dilakukan dengan tujuan melangsingkan tubuh dan lain-lain sejenis itu, tidak diakui dan dimasukkan ke dalam jenis puasa karena dilakukan tanpa tujuan serta tanpa doa. Puasa merupakan keharusan dilakukan bersama-sama dengan doa (sekalian dalam tata caranya). Pada hari pertama orang berpuasa, mereka akan mandi, kramas, berpakaian bersih luar dan dalam, lalu mereka menyalakan api Dῑpaka dan melakukan sembahyang. Setelah itu mereka akan menempatkan setetes air di telapak tangan kanan, lalu melakukan tekad Saṁkalpa bahwa mereka akan melakukan puasa tersebut dengan teguh hati tanpa gagal. Atau, dalam makna penegasan diistilahkan sebagai “dalam tekad hidup atau mati”. Setelah mengucapkan “sumpah Saṁkalpa” maka air tersebut dituangkan ke atas tanah dan mulailah mereka berpuasa sampai waktu yang ditentukan. Menurut leluhur, mereka yang tidak pernah melaksanakan puasa tapa brata (hana mara janma tan pamihutang brata-yoga-tapasamādhi), lalu bersembahyang kepada Tuhan Yang Maha Esa memohon sesuatu, maka tujuan atau permohonannya tersebut tidak akan dipenuhi oleh Tuhan, dan mereka akan mendapatkan berbagai jenis kedukaan, kesedihan, dikelilingi oleh rajah tamah dan juga selalu hidupnya akan berada dalam keprihatinan, sakit hati. Tuhan akan menganugrahkan kebalikan dari apa yang diminta oleh mereka yang dalam hidupnya tidak pernah melakukan puasa (angetul aminta wiryya suka ning Widhi sahasaika, binalikaken purih
nika lӗwih tinӗmunya lara, sinakitaning rajah tamah inandӗhaning prihatin). Puasa berhubungan erat dengan pengekangan dan pengendalian indria-indria. Ketika orang menahan diri, mengekang indria, dan mengendalikan indria-indria tersebut kepada tujuan yang dituju, maka diam-diam dalam diri orang akan timbul kekuatan “cipta shakti” yang membantu terbukanya masa depan cemerlang. Kekuatan “cipta shakti” tersebut akan meminggirkan segala jenis halangan yang menghadang di depan dan kemudian menciptakan masa depan yang gemilang. Seorang anak diberikan uang, dengan pesan, “Jika seribu rupiah ini kamu tidak belanjakan, bulan depan bapak akan berikan dua ribu rupiah…” – si anak cendrung tidak akan membelanjakan uangnya. Setelah terkumpul jumlah yang cukup maka dalam pikiran anak tersebut akan berkembang berbagai “rencana-rencana indah”, barangkali untuk membeli buku, baju baru, atau membelikan boneka untuk adiknya. Daya cipta anak akan tumbuh berkembang akibat dari “puasa” tidak membelanjakan seribu rupiah yang diberikan oleh bapaknya. Waktu kecil, melihat orang berpuasa, saya merasa tercengang karena orang berpuasa bahkan ada yang tidak ke luar kamar sama sekali. Berpuasa bukan hanya mengekang diri dalam masalah makan minum melainkan juga dalam “makan dan minum” indriaindria lainnya. Sebagaimana orang tidak membiarkan lidah menikmati makanan dan minuman dalam waktu yang ditentukan, demikian pula orang tidak membiarkan indria-indria lainnya “bertemu” dengan objek-objek indria. Bagi orang yang memang bertekad melaksanakan puasa yang Upavāsa maka mereka akan mengadakan pengekangan seluruh indria dan bukan hanya satu indria. Seperti anak kecil, semakin dimanjakan, apa pun diminta, langsung dipenuhi. Sering bahkan anak tidak minta apa-apa, tetapi orang tua memberikan barang mahal menyenangkan, maka anak itu akan menjadi anak yang bertambah manja. Segala keinginannya harus dipenuhi. Anak tersebut juga akan kehilangan segala kemuliaan yang ada di dalam dirinya. Demikian pula, ketika indria-indria diberikan bebas bertemu dengan objek-objek indria maka selain orang akan menjadi semakin ketagihan, juga akan kehilangan kekuatan di dalam dirinya. Daya tahan tubuh akan menjadi semakin berkurang. Terlalu banyak makan akan menyebabkan berbagai jenis penyakit
bermunculan. Terlalu banyak membaca akan menyebabkan orang membeli kaca mata, alias mata tidak akan dapat dipergunakan dengan baik sehingga memerlukan bantuan dari luar untuk melihat, berupa kaca mata. Demikian pula indria-indria lain termasuk pikiran, ia akan mengalami kelemahan jika segala yang diinginkan olehnya segera atau langsung dipenuhi. Upavāsa mengarahkan orang menjadi semakin dekat dengan Tuhan dan bukan menjadi semakin lengket dengan ikatan badani. Upavāsa membentuk jiwa yang kuat dan mulia. Hanya jiwa yang kuat dari tempaan puasa yang akan mengangkat hidup manusia ke tingkat manusia sejati, manusia yang terbentuk jiwa raganya dengan sempurna. Umat dapat memilih jenis puasa dari ribuan jenis puasa yang disediakan oleh kitab suci Veda. Ada yang memilih berpuasa sekali seminggu pada hari kelahirannya, ada yang melakukan puasa Senin dan Kamis, ada yang melakukan puasa pada hari-hari raya tertentu akan menyebabkan yang bersangkutan mendapatkan karunia luar biasa karena pada hari-hari raya tertentu “niskala” mengkaruniai jenis tertentu kemuliaan hidup. Jika orang ingin berpuasa yang betul-betul Upavāsa, mereka dapat melakukan jenis Upavāsa yang dinamakan Catur Māṣya Vrata. Upavāsa ini dilakukan selama empat (catur) bulan (masha, mashya). Setiap bulan orang melakukan pantangan tertentu dan pada bulan terakhir, selama sebulan, mereka akan melakukan praktik spiritual berat. Sedangkan untuk makan, mereka akan makan hanya sekali dalam sehari, hanya makan kichri (semacam bubur berbumbu) tanpa garam dan cara makannya adalah dengan duduk menghadap ke arah timur, kedua tangan dilipat di belakang punggung, lalu memakan makanan kichri dengan cara memakai bibir sambil menunduk. Sekali bangkit tegak maka ia tidak boleh melanjutkan makanannya. Sudah cukup makannya hanya segitu. Puasa Catur Māṣya biasanya mulai sekitar bulan Juli s/d Oktober, pada Śayana Ekādaśi, Śuklapakṣa, bulan Ashadha, dan berakhir pada Prabhodini Ekādaśi, pertengahan bulan suci Kārtika. Puasa jenis apa pun yang menjadi pilihan untuk dilakukan, ia harus dilakukan dengan bersungguh-sungguh dalam pengekangan indria-indria secara menyeluruh serta dengan tujuan pencapaian kesejahteraan hidup lahir-batin (sekala-niskala).
rahmatan lil’alamin (menebarkan kasih sayang bagi seluruh alam). Pada hakikatnya, syariat agama ini (Islam), seperti shalat, puasa, haji dan yang lainnya, adalah untuk meraih akhlaqul karimah (budi pekerti mulia). Bahkan kerasulan Muhammad SAW sendiri, sebagaimana beliau tegaskan, adalah untuk menyempurnakan akhlak. Bisa dipahami, jika melalui berbagai Hadisnya Rasulullah SAW mengingatkan kita ihwal pentingnya memiliki akhlak mulia, di antaranya: “Yang paling banyak dimasukkan ke dalam surga adalah orang yang bertakwa dan berakhlak baik”. “Yang paling sempurna keimanan seorang yang beriman (mu’min) adalah yang paling baik akhlaknya”.
Kini, kembali kepada diri kita untuk muhasabah (mawas diri), apakah ibadah puasa kita telah berbuah akhlak yang mulia? Seberapa serius kita telah berusaha mengambil pelajaran dari ibadah puasa kita sebagai bekal dalam meniti kehidupan ini pada sebelas bulan berikutnya sampai Ramadhan tahun mendatang? Begitu banyak pelajaran yang bisa kita petik dari ibadah puasa. Begitu banyak orang-orang yang telah merasakan nikmatnya beribadah di bulan yang penuh berkah itu, sehingga tidak sedikit yang menangis haru saat Ramadhan berlalu, seraya bermunajat dengan sepenuh hati agar bisa dipertemukan kembali dengan bulan Ramadhan yang akan datang.
MIMBAR AGAMA
Pelatihan dan Buah Puasa Redaktur Khusus MIMBAR
ISLAM H. Kusnadi Musthofa Bulan Ramadhan, disebut juga sebagai bulan pendidikan (Syahru at-tarbiyyah), tidak saja bagi mereka yang masih usia kanak-kanak, juga bagi mereka yang sudah dewasa, bahkan juga bagi mereka yang telah tegolong manula (manusia lanjut usia). Persoalannya adalah, seriuskah diri kita melakukan pelatihan yang intensif pada bulan Ramadhan ini, baik berlatih untuk meningkatkan kualitas ibadah ritual, maupun ibadah sosial yang intinya adalah menebarkan kasih sayang bagi sesama. Apabila pelatihan itu dilakukan dengan penuh kesungguhan, tentulah akan membuahkan kebaikan yang banyak, baik untuk kehidupan di dunia yang sementara itu, maupun untuk kehidupan kelak di akhirat yang selama-lamanya. Apabila ibadah puasa (shaum) dilakukan sesuai petunjuk Allah SWT dan Rasul-Nya, jelas akan membuahkan budi pekerti yang mulia (akhlaqul karimah). Jujur, santun dan penuh kasih sayang, adalah bagian dari budi pekerti mulia yang mudah ditemui pada orangorang yang berhasil menunaikan ibadah puasa dengan baik, yakni orang-orang yang telah kembali kepada fitrahnya, yang ber-‘Idul Fitri. Tentu saja, ibarat suatu ujian yang diikuti oleh banyak peserta, nilai keberhasilan maupun kegagalannya bervariasi. Beruntunglah apabila seseorang berhasil lulus dalam ujian itu, yang dalam konteks puasa Ramadhan disebut faidzin (menang, beruntung), apalagi jika lulus dengan nilai yang tinggi. Sebaliknya, sungguh merugi mereka yang tidak lulus dalam ujian itu, yang sulit diharapkan adanya perbaikan dalam budi pekertinya. Rasulullah SAW menegaskan, “Barang siapa yang tidak mau meninggalkan perkataan palsu (dusta) dan perbuatan palsu, Allah tidak akan memperdulikan amalnya ketika meninggalkan makan dan minum (berpuasa).” (H.R. Bukhari, Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi dan
Ibnu Majah, bersumber dari Abu Hurairah). Bayangkan, betapa ruginya mereka yang berpuasa, tapi masih melakukan perbuatan tercela, bukan saja merugi lantaran tidak adanya perbaikan akhlak, yang sebenarnya bisa mengantarkan seseorang meraih kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat, ditambah lagi, Allah SWT pun tidak memperdulikan puasanya. Jelas ini adalah suatu kerugian yang sangat dahsyat. Dengan budi pekerti yang buruk, tentu saja yang rugi tidak hanya dirinya sendiri. Lingkungannya pun akan menanggung kerugian apabila akhlak tercela merajalela ada pada diri seseorang, seperti dusta, mudah melampiaskan amarah, khianat, suka mencela, dengki, dendam, serakah dan sebagainya. Sebaliknya, sungguh benarbenar beruntung mereka yang berpuasa berhasil meraih predikat muttaqin (orang-orang yang bertakwa). “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar (dari problema yang dihadapi). Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (Q.S. ath-Thalaq [65]: 2-3). Puasa, yang pelajaran intinya adalah berlatih mengendalikan hawa nafsu, betapapun merupakan modal utama untuk meraih kesejahteraan dalam kehidupan ini. Tidak pernah ada ketenteraman bagi orang yang hanya mengumbar keinginan hawa nafsunya. Di dalam puasa pula kita dilatih untuk mengendalikan diri dalam menikmati makanan dan minuman yang tidak sesuai dengan ketentuan-Nya. Dilatih mengendalikan diri agar tidak berkata-kata dan melakukan tindakan yang tercela. Melalui puasalah diri kita dilatih untuk berempati kepada mereka yang lapar karena dililit oleh kemiskinan, sehingga diharapkan memiliki sikap murah hati dan penyantun, bukan sikap egoistis yang hanya mementingkan diri sendiri. Empati, adalah “komponen” utama di hati orang-orang beriman dalam mewujudkan misi hidupnya sebagai
Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)
Davin Bramasta, lahir Minggu, 26 Maret 2017 lalu. Putra pertama dari Wayan Mega ini telah tumbuh dengan sehat dan diharapkan kelak menjadi anak yang suputra.
Redité Kliwon, 4 Juni 2017
Bali L e m b a r
Bencingah I Nyoman Cerita
Madué Cihna Soang-soang SAKADI sané sampun kauningayang, Gambuh wantah soroh seni sesolahan kuna sané rauh saking Jawi tur kataminin sajeroning kahuripan krama Bali. Ring makudang-kudang genah, sesolahan Gambuh majanten matiosan duaning keni ius sima miwah tata-titi ring genah ipun kadruénang. I Nyoman Cerita SST., MFA., seniman saking Désa Singapadu, Gianyar maosang, seni sesolahan Gambuh madué cihna soang-soang. Minakadi ring Singapadu akéhan nyinahang “peran individual” ring kalangan taler akéhan raket indik bebondrésan. Ring Désa Adat Batuan, sesolahan inucap kukuh pisan ring pakem kekunan taler raket indik kedaton utawi puri. “Ring wewidangan Batuan wantah wewidangan sané raket pisan indik sejarah kekunan. Punika taler maius ring sesolahan Gambuh irika,” baos lanang sané embas ring Singapadu, 31 Desember 1963. Dosén Fakultas Seni Pertunjukan ISI Denpasar puniki malih maosang, Gambuh ring Singapadu ketah ngamargiang lakon sané mamurda “Panji Copét” sané akéh pisan kadagingin antuk bebondrésan. Punika nglampahang indik raja muda sané sampun sué nénten marabian maparab Panji Copét pinaka antagonis meled nyuang sinalih tunggil rabi saking sametonnyané, Panji pinaka protagonis sané maderbé rabi kekalih. Tatkala Ida Sang Prabu aji saking Panji Copét rauh maosang indiké punika, Panji nganikain mangda Ida Panji Copet sané rauh mrika. Sesolahan kapuputang antuk pasiat sané ngawinang Panji Copét kasor nanging nénten kapademang duaning kantun pinaka pasametonan. “Sangkaning kawéntenan punika, tiang nyantenang yéning sané mangkin sesolahan Gambuh durung ical, kantun becik genahnyané ring pakraman,” manggalaning Sekaa Sekar Alit mawit warsa 1978 rauh mangkin nguntatin. (was)
I Made Djimat
Nénten Dangan
SEKANCAN seni budaya Bali jakti patut pisan kajagra tur kapiara mangda becik kawéntenanipun riwekasan tur prasida katami olih krama Bali salanturnyané. Duaning punika wantah “kekayaan intelektual” sané taler ngangobin tur ngawinang akéh krama dura désa miwah dura negara meled rauh nyaksiang. Parikrama sané prasida kalaksanayang inggih punika nelebang taler ngamargiang seni inucap utamanipun olih para yowanané. Sakéwanten, indik sesolahan Gambuh majanten méwehan, duaning sakadi baos I Made Djimat, manggalaning Sekaa Gambuh Panti Pusaka Budaya, sané setata méwehin sajeroning parikrama mapaurukan masolah Gambuh wantah nelebin basa Kawi utamanipun ring ucap-ucapnyané. “Punika mawinan mapaurukan sesolahan Gambuh patut kadasarin antuk rasa seneng saking preragan soang-soang taler misadia ngwéntenang galah, nénten dados keda-keda mapaurukan duaning yéning nénten asapunika tur nénten sumeken mamargi sinah jagi pocol,” asapunika dané maosang. Dané sané embas ring Batuan, 5 Oktober 1949 puniki malih maosang, Sekaa Gambuh dané kawangun ring warsa 1971 duaning ring Désa Adat Batuan, Sukawati nyabran warsa patut ngamargiang sesolahan Gambuh ring pura désa sané taler dados cagar budaya inucap. Nénten wantah irika nanging wénten taler upacara yadnya ring genah siosan sané madaging antuk kapatutan mangda nyolahang makudang-kudang sesolahan minakadi Gong Gambang, Gong Selonding, Saron Semar Pegulingan, kekidungan taler sesolahan Gambuh pinaka wewali sané patut kamargiang sajeroning upacara yadnya irika. “Sané ngawinang lega angga sekaa gambuh iriki nénten krama lingsir kémanten nanging akéhan wantah yowana lanang istri, pianak taler cucu tiang sané meled pisan mangda prasida nyarengin mapaurukan taler nyolahang Gambuh pinaka seni kekunan,” asapunika baos lanang sané meneng ring Br. Pekandelan, Batuan, Sukawati, Gianyar. (was)
(80)
B a s a
7
B a l i
Sesolahan Gambuh
Wewali Kuna ring Budaya Bali DUMUN sadurung téknologi ngranjing sajeroning kahuripan krama Bali, akéh pisan karipta soroh-soroh budaya sané ketah kapanggih kamargiang risampuné wusan krama mapakaryan saraina minakadi matetanduran olih krama sané akéhan manados petani miwah pakaryan sios manut ring kahanan genahnyané. Sakéwanten risampuné jagaté sami nglimbak duaning pangrauh globalisasi sakadi mangkin sinah pakaryan sané prasida kamargiang sayan ngakéhang, nénten nganutin kahanan ring genahnyané kémanten. Indiké punika taler maius ring makudangkudang soroh budaya tetamian para panglingsir sané sujatiné patut pisan kalestariang duaning punika wantah “kekayaan inteléktual” krama Bali, sinalih tunggilnyané marupa seni Gambuh. Gambuh utawi sesolahan Gambuh wantah sinalih tunggil sesolahan Bali sané manut I Nyoman Cerita SST., MFA., dosén Fakultas Seni Pertunjukan ring Institut Seni Indonesia Denpasar wantah sesolahan sané tuuhipun pinih lingsir utawi pinih kuna sané kacihnayang saking parindikan sejarah. Gambuh rauh ka Bali kirang langkung daweg warsa 1400-an Maséhi, ri kala panegara Majapahit runtuh. Tatkala punika, seni miwah budaya minakadi Gambuh taler wayang kulit kabakta ka Bali. Risampuné rauh ring Bali sinah sesolahan Gambuh punika kaambil, kadruénang taler kalimbakang sajeroning puri utawi wewidangan raja soang-soang ring Bali. Punika mawinan parikrama sesolahan inucap raket pisan indik tatatiti utawi sima kekunan sané ketah kamargiang ring kadaton utawi puri.
“Minakadi kapatutan mangda krama setata nyinggihang puri utawi Ida Sang Prabu sané madeg agung tatkala punika. Sios punika Gambuh taler kawigunayang antuk ngicénin papalajahan indik kapatutan miwah sesana sané becik ring kahuripan majeng ring makasamian krama,” baos dané. Malih dané maosang, sané ngawinang angob kawéntenan Gambuh pinaka seni sesolahan sajeroning kahuripan krama Bali wantah becik pisan. Duaning sesolahan inucap ngranjing ring sesolahan Bebali utawi Wewali tur ketah kadadosang ilén-ilén parikrama yadnya ring pura. Sangkaning punika krama Bali utamanipun para pragina jagi mautsaha nglestariang sesolahan kuna inucap mangda prasida kasolahang sajeroning upacara yadnya. I Made Djimat, manggalaning Sekaa Gambuh Panti Pusaka Budaya saking Batuan, Sukawati, Gianyar taler maosang, Gambuh wantah sesolahan sané sakral ring makudangkudang wewidangan. Napimalih ring wewidangan Désa Adat Batuan, sesolahan inucap setata kadadosang ilén-ilén saking dudonan upacara yadnya irika. Malih dané maosang, Gambuh taler ketah kasolahang ring karya agung minakadi Panca Wali Krama miwah piodalanpiodalan ring Besakih miwah ring Batur nyabran warsa. Sajeroning pawiwahan adat Bali sané kamargiang ring Puri Ubud miwah Puri Gianyar taler kasolahang sesolahan Gambuh. I Made Djimat malih maosang, sujatiné sesolahan gambuh wantah soroh seni sané mewéh, duaning sios saking parikrama taler tetabuhannyané mabinayan,
BPM/dok
CONDONG – Pinaka pakem ring sesolahan Gambuh, majanten Condong miwah kakangkakangnyané jagi kapanggih sajeroning parikrama sesolahan inucap, medalnyané taler pinih dumunan saihang ring Radén Galuh miwah Panji. taler madaging antuk bebaosan utawi ucap-ucap sané ngawigunayang basa Kawi utawi basa Jawi Kuna manut saking sapunapi lakon sané kabaktayang. Tatkala punika samian pragina patut mabasa Kawi, nénten dados mabasa Bali sajabaning wantah para Panasar sané jagi ngartos bebaosan Kawi inucap. Ngeninin indik lakon sané kabaktayang jagi nganutin
saking sapunapi soroh upacara sané kamargiang, minakadi yéning upacara yadnya utawi piodalan ring pura sinah kabaktayang lakon Ida Sang Prabu Nangun Yadnya, yéning pacaruan taler kamargiang lakon Ida Sang Prabu ngamargiang Pacaruan taler sekancan tetuekipun kawedar irika. Sakéwanten yéning wantah pawiwahan sinah kamargiang lakon Panji jagi mapawiwahan
sareng Langkirsari. “Ring parikrama PKB utawi Pesta Kesenian Bali majanten Gambuh inucap setata kasolahang, sakéwanten nénten akéh kramané seneng duaning sesolahan inucap kapikayunin ngawinang waneh tur nénten kauningayang artos bebaosanipun. Dadosné kamargiang pinaka ilén-ilén upacara yadnya kémanten,” asapunika dané nartayang. (was)
Pakem Sesolahan Gambuh
Kasinahang saking Tokoh miwah Paileh
PATIH – Pateh sakadi ring sesolahan Arja, ring sesolahan Gambuh taler kapanggih tur kasolahang Patih, nanging wénten taler sané siosan ring Gambuh minakadi Prabu taler Tumenggang-Tumenggung sané nénten kasolahang ring sesolahan Arja inucap.
napi paileh sesolahannyané. I Nyoman Cerita SST., MFA. maosang, sané patut kasolahang sajeroning parikrama Gambuh inggih punika Radén Galuh utawi Putri, Condong utawi parekan saking putri, Kakangkakang utawi dayang saking Galuh, Panji pinaka manggalaning sesolahan, Tumenggangtumenggung pinaka makekalih mahapatih, para Arya utawi para pepatih, Prabu Lasem utawi raja miwah Panasar dados parekan. Kawéntenan tokoh punika jagi nganutin sapunapi lakon sané kasolahang, duaning wénten taler lakon sané nyinahang Panji dados raja, wénten taler lakon sané nyinahang tokoh sios minakadi Raja Buduh sané majanten kaabih taler olih parekan bebondrésan. Sios punika yéning katilik saking paileh utawi parikrama sesolahan sané ketah kamargiang, sesolahan punika kakawitin antuk medal Condong kasarengin antuk Kakangkakang sané akéhipun 6 diri taler kasarengin antuk Raden Galuh. Riwusan mabebaosan wawu nglantur ring paileh kaping kalih, medal Tumenggang-tumenggung kasarengin antuk para Arya 6 diri miwah kalanturang antuk Panji pinaka raja muda utawi kasarengin
antuk Prabu sané kalanturang antuk paileh kaping tiga, Panji matemu sareng Raden Galuh sané ngamedalang parikrama sané kaasih-asih utawi roman. Wusan punika wawu paileh kaping pat, medal para musuh utawi sané corah kasarengin antuk parekan-parekanipun mabebaosan tur kapuput antuk paileh kaping untat, pasiat utawi payudhan saking Prabu utawi Panji ngasorang musuh. “Paileh utawi pakem saking sesolahan Bali sakadi Gambuh puniki wantah pasiat utawi patentangan saking becik kalawan kaon utawi Protagonis ngasorang Antagonis pinaka daging tetuek saking Rwabinedha,” baos dané. Malih dané maosang, pinaka sesolahan pinih kuna sané kamargiang ring Bali ngawit warsa 1400-an, prasida kapanggih makudang-kudang sesolahan sané karipta saking Gambuh puniki. Minakadi sesolahan Drama Gong sané kaketus saking parikrama sesolahan Gambuh duaning taler ngawigunayang satua-satua Panji. Parindikan sané pateh taler kabaosang I Made Djimat, sesolahan Arja wantah kaketus saking sesolahan Gambuh sané kasinahang antuk kawéntenan tokoh miwah parikrama
sesolahan sané masaih sareng Gambuh. Saking sesolahan inucap taler kapanggih sesolahan Calonarang sané taler ngambil lakon saking satua Panji utawi Malat. Wénten taler sesolahan Legong Lasem sané kocap kaketus saking sinalih tunggil tokoh ring sesolahan Gambuh. I Made Djimat taler nartayang, yadiastun sakadi punika kawéntenanipun, parikrama sesolahan ring Gambuh wantah alon-alon pisan, mabinayan sareng sesolahan sios sané parikramanyané gancang. Yéning katilik parikrama masolah saking Gambuh inucap masaih sareng parikrama masolah saking Tari Serimpi ring Jawi sané pateh maparikrama sada alonalon tur banban. Katakénin indik tokoh sané pinih mautama sajeroning pamargi sesolahan Gambuh inucap, dané maosang wantah tokoh Panji duaning ipun pinaka tokoh sané makta tur ngwangun role utawi sapunapi parikrama lelampahan saking lakon inucap. “Taler sané pinih mautama wantah Prabu Lasem, manawita lakon sané kalampahang wantah indik kadaton utawi puri Ida Sang Prabu tan madaging satua Panji,” asapunika dané nartayang. (was)
GUSTI Biang Siwi sareng okanné Ayu Jeladi nangis mireng ajinné karampok. Ring Polsék duratmakané sareng tetiga pinaka tersangka ka interogasi, kacocokang sareng keteranganné Gusti Madé Taman pinaka saksi korban.Kaninné samian sampun kaperiksa (Visum) olih dokter Puskesmas. Gusti Madé Taman saha saksi siosan kadados ang mantuk, nanging tersangka duratmakané karanjingang ka tahanan Polsék Selat. Gusti Madé Taman raris simpang ka Jero, gumanti nyaritayang bencanané ring rakanné. “Bééh sedeng becik jinahé sampun kasetor ka BRI lan nadaksara tiang nunas uyung jagi anggén patin tambah. Yén ten kénten dong mamogol ngarepin rampok masenjata clurit lan pedang. Ooh Déwa Ratu Agung kantun ngyangyangin déwék tiangé,”sesambatné alon. “Naah lamun ulian iraga patut pasti selamet. Nanging ané ngawé Bli bingung, nyén ké ané nawang utawi mocorang adi Madé Taman ngadéang carik, sejaba anaké ané
betén kauh.” Baosné sané cepag. Sautina ring timpalné sané berag landung kadi joan “Mula kena batunné, ané papasa pas pesilat tangguh.” Gusti Ngurah Anom nguripang motorné makaon saking irika kenyem-kenyem. Rauh ring jeronné papagina antuk tangis rabi kalih okanné. Sapunika taler pisagané sané sampun mireng gatrané rauh mapiserep ka jeronné. Sami angayu bagia dané selamet. “Napi Gusti Madé uningina makta jinah dados rampoké nglemah nyadang irika?” “Ia ten ja nyadang, nanging sampun nututin uli Selat bareng di angdésé. Mirib ia ngadénang tiang ngaba pipis mulih suud ngadéang carik jumah aji dasa juta.Sedeng melaha pipisé setora ka BRI di Selat tekén panak tiangé niki. Tiang mulih amung ngaba tas misi baju dingin lan uyung lakar anggon patin tambah,” baosné Gusti MadéTaman nyemita. “Yéning kénten manawi wénten sané uning ring Selat
ngundang baaké, mawinan ipun sampun sayaga makta clurit miwah pedang,” atur pisagané sami madeepan. “Inggih Bibi, Gék Jeladi usan nangis. Tuaji sampun selamet. Nyanan élingang nélpon Ngurah Jelada mangda nénten kaplegan yén raganné mireng utawi maca gatrané niki ring Korané. Tuaji sané ngandika mangda percaya Aji selamet,”aturné Ngurah Anom. “Nggih Bli Ngurah Anom nyanan yén manah titiangé sampun tegtegan, titiang jaga ngorahin bli Ngurah alon-alon,” aturné Ayu Jeladi matadah nangis. . “Aji, Bibi titiang mapamit dumun mungpung kari selid,” aturné Ngurah Anom usan ngawédang, raris ngamargiang motorné alon-alon beneng kangin. Nglintang ring tukad Yéhsah sampun sandikala. Suasanané mrasa srebi ring marginé sané mula sepi, bengang. Wenginé sausané sami ngayunang,Gusti Ayu Jeladi ngebél rakanné Gusti Ngurah Jelada. “Om Swastyastu, Beli Ngurah
sedeng ngujang niki? Niki tuaji lakar ngandika.” “Hallow Rah, jumah apa dija? Ada makejang jumah, aji lakar ngomong liu né.” “Inggih Tuaji, titiang jumah sareng sami sedeng ngobrol. Wénten napi?” “Kéné Rah, eda malu tengkejut Aji seger selamet ajak makejang. Nanging....?” “Nanging kenapi Tuaji? Rarisang nikaang dumun. Titiang sareng sami driki jaga miragiang,” Ngurah Jelada raris ngagengang speaker HPné mangda sami mirengang. “Aji mabuaka sing ngorang lakar meli motor. Wiréh nu kuangan buin bedik, tuaji nyilih pipis di Selat ngantiang sampiné payu. Pang élahan sing maabaan pipisé setorang aji di BRI Selat. ”Salanturné kacaritayang saking ngawit ngantos ka Polsék kadi ring ajeng. Gusti Ngurah Jelada nangis mireng gatrané punika raris nyerahang HP né ring Gedé Dauh.
PINAKA seni sesolahan tradisional sané pinih kuna ring Bali, majanten Gambuh wantah sesolahan sané madaging antuk pakem-pakem. Yadiastun sesolahan inucap katami kantos ring masan anyar utawi modérn sakadi mangkin, sesolahan Gambuh taler ngamedalang makudang-kudang variasi, nanging sesolahan sané akéhan
kamargiang sajeroning upacara Déwa Yadnya punika kantun kukuh antuk pakem wiadin tatatiti sesolahan minakadi kantun ngawigunayang satua-satua Panji utawi Malat pinaka lakon utawi ngawigunayang basa Kawi ring parikrama sesolahan. Sios punika pakem inucap taler kasinahang saking para tokoh sané patut kasolahang miwah sapu-
BPM/dok
ngelahang pipisé? Kadén iraga nerima pipisé jumah dini” Gusti Gedé Kebon makeengan santukan sané ngadé taler panyakapé. Boya ugi jaga purun ngundangang baak. “Yéning antuk punika sinah jaga ketara, kausut olih polisiné. Santukan puniki midep marupa pembunuhan madalih perampokan berencana,” aturné Gusti Ngurah Anom. “Nah baang doén ning, nggih Bli Gdé apang ten bas soré, tiang mapamit dumun.” “Ngiring Tuaji, titiang ngiringang mantuk mangda ten atiatina ring I Bibi lan Gék Jeladi. Masalah wénten kaitanné sareng sané séka kalawan dusta jaga selehin dumun.” Gusti Ngurah Anom ngamedalang motorné raris maserét ngandéng pamanné ka Pringalot. Rauh ring genahé karampok Ngurah Anom mararian ajebos santukan kari akéh anaké irika pakrimik, “Bas wanén cara léak lemahan pasti kuciwa. Yén ia nyidang menang mirib sing buungan anaké ulunganga ka idingé
(Masambung)
Upacara
8 Bebantenan Sanggar Surya Stana Pesaksi Yadnya SANG Hyang Surya waluya saksi kahuripan manusa miwah sarwa prani ring Bhuwana Agung kasurat ring Lontar Swamandala. Punika mawinan ri kala ngardi upacara yadnya, kawéntenan Sanggar Surya ring luwan genah upacara yadnya setata wénten wewangunan Sanggar Surya. Ring Sanggar Surya punika waluya palinggih kanggén ngenahang bebanten pinaka piranti banten pesaksi. Saking Sanggar Surya punika umat Hinduné ring Bali ngaturang sraddha bhakti ring Ida Bhatara Surya sané nyeledi linggih Ida Bhatara Siwa ring jagaté. Ring Lontar Siwagama wénten satua parindikan Ida Bhatara Surya dados panyeledi linggih Ida Bhatara Siwa ring jagaté. Kacarita wénten pasamuan utawi sabha para Déwa ring Para Loka katuntun antuk Ida Bhatara Siwa. Ring pasamuan para Déwa punika sané paling wikan tur paling dabdaba nyinahang pikayun, Ida Bhatara Surya. Saking kawikanan, kawagedan tur dahat dabdab Ida Bhatara Surya nyinahan pikayun, raris Ida Bhatara Siwa mapaica ring Ida Bhatara Surya kajudi dados Panyeledi linggih Ida Bhatara Siwa dados saksi pamargin kahuripan ring jagaté sami. Tiosan punika, Ida Bhatara Surya dados ngwewehin parab Ida Bhatara Surya nganggén parab Bhatara Siwa. Nika mawinan Ida Bhatara Surya salanturnyané maparab Ida Bhatara Siwa Raditya. Ida Bhatara Surya sakadi Bhatara Siwa Raditya kabhaktinin ring umat Hinduné sami waluya saksi ri kala umat Hinduné ngamargiang upacara yadnya. Sadaweg Ida Bhatara Surya kapaica gelar Sang Hyang Siwa Raditya, Ida Bhatara Siwa taler katuran gelar Bhatara Siwa Guru utawi Bhatara Guru saking Bhatara Surya. Manut daging kalih Lontar punika raris nyabran umat Hinduné ngardi upacara Panca Yadnya setata nangun Sanggar Surya ring luwanan (arah uranus) genahé ngamargiang upacara Panca Yadnya. Kawéntenan Sanggar Suryané punika manut Nista, Madya miwah Utama upacara yadnya. Ring upacara yadnya sané Nista cukup nangun Sanggar Surya marong asiki nganggén uparengga taler sané samarana (sederhana). Uparengga Sanggar Surya punika cukup ngangén plawa, ceniga, miwah hiasan dedaunan. Banten sané munggah ring Sanggar taler kincit. Cukup nganggén canang, daksina, sodahaan miwah banten suci alit. Yéning sampun upacarané tingkat Madya tetep Sanggar Suryané marong asiki, nanging pirantinnyané taler madya. Sakadi nganggén; peji, uduh, biyu lalung, ceniga miwah lamak. Yéning upacara ring tingkatan Utama, Sanggar Suryané punika marong tetiga kawastanin Sanggar Tawang. Lengkara Tawang martos Akasa miwah dahat uning. Daging akasa sané pinih utama inggih punika Surya sané uning sahananing pakibeh uripé ring jagaté. Manut Lontar Sakuntala nyinahang, Surya punika waluya silih tunggil prabhawan Ida Sang Hyang Widhi Wasa sané nyekala dados saksi sané uning sahananing pakibeh kahuripan ring Jagaté. Santukan Ida Bhatara Surya setata uning ring parilaksanan i manusa, punika mawinan bhakti ring Bhatara Siwa Raditya punika dahat utama. Utamannyané mangda i manusa setata éling ring raga tur yatna ring parilaksana santukan setata kasaksinin antuk Ida Bhatara Siwa Raditya. (Ida Rsi Bhagawan Smerti Kusuma Wijaya Sebali)
Redité Kliwon, 4 Juni 2017
Kerajinan Tanah Liat
Kantun Kasenengin Krama KRAMA Bali uning ring makudang-kudang soroh kerajinan sané madué nilai seni ageng. Mawit saking kerajinan watu rauh ring kerajinan kayu, sané kantos mangkin kantun kasenengin olih krama taler olih wisatawan-wisatawan sané malila cita ka Pulo Dewata sané asri puniki. Tios punika, krama taler uning ring soroh kerajinan sané kakaryanin antuk tanah liat. Kerajinan punika kasub antuk aran gerabah. Kerajinan inucap nglimbak ring makudang-kudang wewidangan ring Bali, sinunggilnyané ring wewidangan Desa Kapal, Kecamatan Mengwi, Badung. Ngadol asil kerajinan tanah liat sané lewih kasub antuk aran gerabah ring Désa Kapal puniki kasokong antuk kawéntenan krama sané makarya gerabah ring désa inucap, utamanipun sané magenah ring wewidangan Banjar Basangtamiang. Pakaryan inucap rumasuk pakaryan sané akéh kaambil olih krama banjar ring wewidangan punika santukan sampun pinaka warisan/tetamian tumurun saking kulawargannyané. Kerajinan saking tanah liat sané kaasilang akéhan ngisinin daging pikayunan para krama sané rauh ka genah makarya kerajinan inucap taler makarya pesenan saking makudang-kudang toko ring wewidangan Desa Kapal. Hotel-hotel taler akéh sané mesen kerajinan gerabah ring wewidangan Banjar Basangtamiang minakadi kap lampu,
piranti pemanggangan saté, gentong, miwah sané tiosan. Sakadi sané kabaosang olih sinalih tunggil perajin saking Banjar Basangtamiang, Ni Rai Suratni, akéh krama sané ngrereh kerajinan tanah liat puniki ka pacanggahannyané. Ukuran sané karereh taler matiosan, mawit saking sané pinih alit kantos sané pinih ageng. “Ukuran sané karereh matiosan. Wénten sané ngrereh gerabah sané alit sakadi jempirit, genah pasepan alit, celengan tanah liat, miwah sané lianan. Pangargannyané taler matiosan manut agengalit gerabah sané katumbas,” basonyané. Parindikan sané pateh taler kabaosang Ni Madé Asih, perajin gerabah ring wewidangan Banjar Basangtamiang, kantun akéh krama sané seneng ring kerajinan inucap. Bilihbilih pinaka sarana upacara. “Yéning baosang akidik krama sané seneng, nénten ja akidik pisan. Manut titiang, kantun akéh krama sané seneng ring seni kerajinan gerabah. Bilih-bilih kanggén sarana upacara,” baosnyané. Cihna gerabah utawi kerajinan tanah liat ring Basangtamiang yéning saihang ring gerabah lianan pastika sampun matiosan. Yéning gerabah saking Banjar Basangtamiang, cihnannyané lewih tebel tur mawarna merah bata. Manut makudang-kudang krama sané madolan kerajinan gerabah puniki maosang, asil kerajinan marupa gentong sané kawigunayang pinaka
BPM/dok
TANAH LIAT - Yadiastun sampun akéh medal kerajinan-kerajinan modern, kerajinan tanah liat kantun kasenengin krama, pamekas. krama Bali. genah nyimpen toya, taler pinaka genah tetanduran, lewih kasenengin gerabah Bali yéning saihang ring gerabah saking dura Bali, minakadi saking Lombok. Napi mawinan, santukan gerabah Bali kawéntenannyané lewih kukuh santukan awaknyané tebel yadiastun argannyané lewih mael saha wentuknyané kirang naut ura-
Pasar Seni Sukawati Kasor ring Pasar Seni Modern
BALI yukti madué makudang-kudang kalewihan taler kahanan palemahan sané asri pinaka pakardin miwah panugrahan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Indiké punika ngawinang Bali dados tetujon pariwisata sané ngulangunin. Kahanan punika taler ngawinang akéh torisé malancaran ka Bali inggian toris dura negara miwah toris domestik sané meled uning sapunapi kasujatian kahanan Gumi Bali. Ipun sané rauh ka Bali sampun kapastikayang jagi ngrereh genah-genah sané becik miwah cihna Gumi Bali. Minakadi Tanah Lot, Pantai Kuta utawi wisata Terasering ring Tegalalang, Gianyar, miwah genah-genah tiosan. Genah-genah wisata punika sampun sapatutné taler kadagingin antuk pangadol souvenir. Duaning, tios saking meled ngaksiang kalewihan kahanan jagat, toris inucap taler meled matumbasan souvenir Bali, minakadi kwaca Bali, ukir-ukiran,
patung miwah lukisan. Indiké punika sané ngawinang ring genah-genah wisata kahanané mangkin taler kadagingin antuk genah ngadol souvenirsouvenir inucap. Napi malih wénten pasar sané kawangun wantah jagi ngadol souvenir, sinalih tunggilnyané Pasar Seni Sukawati sané magenah ring Kecamatan Sukawati, Gianyar. Ring pasar puniki kaadol makudang-kudang soroh souvenir Bali minakadi lukisan sané akéh pisan kawéntenannyané. Tios punika taler wénten souvenir-souvenir sané tiosan. Indiké punika pinaka cihna yéning dados pangadol souvenir napi malih ring Pasar Seni Sukawati pinaka pakaryan sané mapikolih becik pisan duaning antuk pangrauh toris sané akéh ka Bali, sinah akéh toris sané matumbasan souvenir ka Pasar Seni Sukawati. Nanging nénten sué kahanannyané prasida sakadi asapunika. Santukan mangkin
BPM/dok
PASAR SENI - Pasar Seni pamekas ring wewidangan Sukawati makanten sepi. Santukan nénten wénten sané matumbasan, sinunggil pedagang irika nagingin galahnyané antuk makarya kerajinan seni.
sampun akéh wénten Pasar Seni Modern sané kasuén-suén ngasorang kawéntenan Pasar Seni Tardisioanl sakadi Pasar Seni Sukawati. Indiké punika ngawinang akéh pangadol souvenir ngrasayang sebet rumasuk pangadol-pangadol lukisan ring Pasar Seni Sukawati. “Sakadi titiang, madué genah ageng sakadi puniki durung janten tamiu taler ramia. Tiang marasa sukil ngrereh tamiu sané kayun numbas lukisan. Napimalih pangadol sané madué genah cupit, minab kantos tigang raina nénten wénten tamiu sané matumbasan,” baos Ni Ketut Sarwati, sinalih tunggil pangadol lukisan sané maadolan ring Pasar Seni Sukawati, Gianyar. Rasa sebet punika nénten ja iwang, duaning sesukat akéh wénten Pasar Seni Modern, pangrauh toris ka Pasar Seni Sukawati sayan ngedikang. Pamuputnyané, dané ngarsayang yéning omset-nyané ngedikang saha nénten prasida molihang asil madolan sakadi warsa sané sampun lintang. Ageng pisan “penurunan” sané kapolihang. “Tiang naen mapikayun, yéning terus sakadi puniki, sapunapi kasuén-suén kawéntenan Pasar Seni Sukawati? Jagi prasida becik napi sayansayan kaon tur “bangkrut” kahanannyané? Tiang sebet pisan manggihin indiké puniki,” baos dané. Yadiastun asapunika, dané negesang, sapunapi ja pikobetnyané, setata wénten jalaran kanggén nepasin sekancan pikobet sané kaarepin. Yadiastun akidik, kantun wénten kémanten tamiu sané setata numbas lukisan ring Pasar Seni Sukawati. Boya wantah ngojog Pasar Seni Modern ri kala rauh utawi malancaran ka Bali. (uma)
tian bandingang ring gerabah saking dura Bali. Kerajinan gerabah sané kakaryanin, lianan karereh olih krama taler ngirim kerajinanipun ka makudang-kudang wewidangan ring Bali sané kapucukang ring Kabupaten Gianyar sakadi ring Kecamatan Gianyar, Blahbatuh, miwah Sukawati.
Ni Made Asih ngwewehin, ipun taler ngirim kerajinannyané ka wewidangan Kota Dénpasar, Gianyar, Bangli, miwah Kuta. Yadiastun sampun akéh medal kerajinankerajinan sané modern, kerajinan gerabah sané kakaryanin antuk tanah liat puniki kantun kasenengin krama, pamekasnyané krama Bali. (uma)
Satua
Pura Puncak Mundi Olih : Madé Taro NYABRAN raina Mekel Nusa mapangapti mangda calon manutné mawali selamat rahayu. “Yéning Agung Putra mawali mulih, pacang jangkepang tiang sareng Luh Pedani,” sapunika sesanginé ring ajeng kramané. Makudang-kudang raina, nadaksara Agung Putra malabuh ring Pantai Utara. Krama Nusa lintang bagia, utamané Mekel Nusa miwah Luh Pedani. “Agung gelis pacang jangkepang Bapa sareng pianak Bapa, Luh Pedani,” sapunika baos Mekel Nusa ring Dewa Agung Putra. “Nénten, Jero Mekel! Tiang patut muputang semayan titiangé dumun,” saur Agung Putra. “Semaya napi?” pitakén Mekel Nusa. “Niki sesangi!” baos Mekel Nusa negesang. Dewa Agung Putra nlatarang indik semayané punika. Daweg raina anggané gulung ombak, Agung Putra gulung ombak mawinan kelem kantos ka dasar pasihé. Ombak sané ageng ngawinang anggané kampih kantos ka Pasisi Goa Lawah. Sinunggil Dewi, Hyang Basukih sané malingga ring Pura Goa Lawah nyapa anggané. “Nira nawang, Cai Putran Mayadanawa,” baos Dewi punika. “Patutné Cai masih mati buka Bapan Cainé. Yéning Cai dot mati, prajani Cai lakar mati. Sakéwala lamun Cai meled idup, Cai patut mayah dosa-dosan Bapan Cainé!” “Ampura, Hyang Dewi! Titiang nunas selametang déwék titiangé tur waliang tiang ring Mekel Nusa. Titiang masemaya pacang malaksana melah tur nebus sekancan dosa papa sané margianga ring Bapan tiangé.” “Nah, lamun suba buka kéto pangidih Cainé! Swadaraman Cainé tuah ngwangun pura duur bukit Nusané. Purané ento patut kawigunayang olih krama Nusa ngayat bhakti majeng ring Hyang Widhi miwah Hyang Basukih sané malinggastana ring Pura Goa Lawah. Tur salami ngwangun pura, Cai patut makeneh suci, malaksana suci tur tusing dadi matilar satondén purané wusan kawangun.” Carita Dewa Agung Putra prasida karesepang olih Mekel Nusa. Nanging, mangda nénten saling linyok ring semaya, Mekel Nusa mangda nyangkepang Luh Pedani sareng Agung Putra dumun. Salanturnyané, Agung Putra wawu kadadosang ngwangun pura. Mangda gelis wangunané puput, Mekel Nusa taler ngicénin wantuan marupa bahan wangunan miwah krama sané ngwantu ngayah irika. Antuk makudang-kudang tetimbang, Agung Putra miwah Mekel Nusa mamilih Puncak Mundi pinaka genah ngwangun pura inucap. Genah inucap yukti tegeh, kaiterin tangkid. Kasrian palemahan ngwetuang kahanan hening tur suci. Kawéntenané punika ngawinang Agung Putra teleb muputang swadarmané. Napialih kawantu olih krama desa. (Masambung)
Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.
MINGGU KLIWON, 4 JUNI 2017
9
SPORT
Jelang “Game” Kedua Final NBA
Cavs Harus Berbenah HAL 12
Pedrosa Yakin Rossi Tampil Beringas di Mugello MUGELLO – GP Italia bakal dihelat akhir pekan di Sirkuit Mugello. Rider Repsol Honda, Dani Pedrosa pun angkat bicara soal kans rider Movistar Yamaha, Valentino Rossi yang akan melakoni seri kandangnya. Pedrosa yakin bahwa tuntutan fisik karena layout Mugello yang meng u r a s tenaga a k a n menjadi penghalang utama
Rossi Pakai Helm Khusus
Mugello – Pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi punya tradisi unik pada MotoGP Italia. The Doctor kerap memakai helm edisi spesial untuk balapan di Sirkuit Mugello. Rossi mempertahankan tradisi itu pada MotoGP Italia 2017. Pebalap asal Italia itu memamerkan helm edisi spesial tahun ini jelang sesi latihan bebas ketiga, Sabtu (3/6) kemarin. Berdasarkan video di akun Twitter resmi MotoGP, helm spesial Rossi untuk balapan di Mugello pada tahun ini berwarna dominan hijau stabilo. Helm yang didesain oleh Aldo Drudi itu menggabungkan dua tema besar, yaitu sepak bola dan angka 469 sebagai bentuk penghormatan untuk Francesco Totti dan mendiang Nicky Hayden. Pada bagian atas helm terdapat karikatur Valentino Rossi sedang bermain sepak bola. Dia memakai kostum biru-putih khas tim nasional sepak bola Italia bernomor punggung 46 dengan tangan kanan memegang si kulit bundar seolah-olah hendak mengambil tendangan penalti. Di dahi kanan Rossi ada gambar plester yang menandakan dia berpartisipasi pada MotoGP Italia 2017 dalam keadaan cedera. Terdapat pula tulisan ho je faccio er cucchiaio (I’m gonna chip him now) yang merupakan judul buku autobiografi Francesco Totti yang dirilis pada 2006. Judul buku itu merujuk pada teknik tendangan penalti ‘panenka’ sekaligus kata-kata yang diucapkan Totti kepada rekan setimnya sebelum Italia melakoni adu penalti melawan Belanda pada semifinal Piala Eropa 2000. Sementara itu, di sisi belakang helm ada tulisan ‘Un Capitano C’e Solo Un Capitano! (One captain. There is only one captain!)’. Itu merupakan tribut kepada Totti yang merupakan mantan kapten AS Roma yang pensiun pada akhir musim ini setelah 26 tahun membela tim asal ibu kota Italia itu. Pada sisi kanan dan kiri bagian depan helm, Rossi mencantumkan angka 469 yang merupakan gabungan dari nomor resmi Rossi (46) dan nomor resmi Hayden (69). Itu merupakan bentuk penghormatan Rossi kepada sang sahabat Nicky Hayden yang meninggal dunia pada 22 Mei 2017, setelah mengalami kecelakaan lalu lintas saat berlatih sepeda. Rossi mengungkap kesedihannya karena kehilangan sang sahabat. “Nicky merupakan salah satu sahabat saya di paddock. Para rider Amerika punya jiwa sportivitas tinggi. Perilaku mereka tak berubah baik saat sukses maupun terpuruk. Nicky adalah sosok yang sangat baik, berprinsip, pembalap hebat dengan talenta yang hebat pula. Sangat disayangkan ia tak lagi bersama kami,” ujar Rossi. “Nicky telah meminta kekasihnya untuk menikah dengannya. Saya ingat saat ia meminta saran saya soal apa yang harus ia lakukan dengan kekasihnya selama balapan, bagaimana cara menanganinya jika ia ada di lintasan, apakah ia harus membawanya ke sirkuit atau tidak. Sungguh kesedihan mendalam saya kehilangannya. Ya, benar-benar kesedihan yang mendalam,” imbuh VR46. Valentino Rossi bukan satu-satunya pebalap yang memakai corak helm spesial pada MotoGP Italia 2017. Kompatriot Rossi yang membalap untuk Suzuki, Andrea Iannone serta Aleix Espargaro juga menggunakan helm khusus untuk mengenang Hayden. (kmb33/rtr)
Hasil Kualifikasi Moto GP Italia No Pembalap
Tim
Waktu
Selisih
1 Maverick Vinales 2 Valentino Rossi 3 Andrea Dovizioso 4 Michele Pirro 5 Dani Pedrosa 6 Marc Marquez 7 Jorge Lorenzo 8 Alvaro Bautista 9 Danilo Petrucci 10 Tito Rabat
Yamaha Yamaha Ducati Ducati Honda Honda Ducati Aspar Ducati Pramac Ducati MVDS Honda
1m46.575s 1m46.814s 1m46.835s 1m46.878s 1m46.999s 1m47.050s 1m47.152s 1m47.167s 1m47.266s 1m47.282s
0.239s 0.260s 0.303s 0.424s 0.475s 0.577s 0.592s 0.691s 0.707s
Rossi, tapi The Doctor akan kuat dengan dukungan fans di sirkuit. Rossi sendiri boleh merasa lega usai dinyatakan fit oleh staf medis Sirkuit Mugello untuk melakoni GP Italia akhir pekan ini. Meski demikian, The Doctor masih mengalami rasa sakit pada bagian perut usai mengalami kecelakaan motocross pekan lalu. Dalam kecelakaan yang terjadi di Cavallara tersebut, Rossi melompati tanjakan dan mendarat satu meter di luar lintasan yang permukaannya lunak. Bagian perutnya terbentur oleh bagian stang motor dan tubuhnya terjatuh keras di tanah. Rossi pun segera dilarikan ke rumah sakit dan menjalani rawat inap selama semalam. “Saya tidak tahu persis tentang kondisi Rossi, tapi yang jelas Mugello adalah rumahnya,” kata
Pedrosa, Sabtu (3/6) kemarin. “Ada banyak penggemar dan dia mengenal trek dengan sangat baik. Tapi MotoGP selalu menjadi balapan yang sangat keras, jadi saat ini kita tidak tahu. Kita lihat saja dalam latihan nanti. Tapi saya pribadi yakin ia bisa tampil beringas di race nanti,” imbuh The Little Spaniard. Pedrosa mengungkapkan balapan di Italia akan cukup sulit. Hal ini lantaran perubahan cuaca yang cukup kurang bersahabat. Bahkan pihaknya menyebutkan butuh kerja ekstra untuk dapat menang di Sirkuit Mugello. “Cuacanya kurang mendukung, tapi udaranya sangat bagus. Untuk itu kami harus cepat mempersiapkan mental dan feeling yang pas, karena ini akan sangat sulit dan saya rasa ini bakal jadi balapan yang menakjub-
kan,” kata Pedrosa. Menurutnya, saat melintas di Mugello seorang pebalap tidak hanya dituntut punya teknik tinggi. “Ini trek yang cepat. Jadi sangat penting untuk mendapatkan feeling agar bisa balapan dengan nyaman,” ujarnya. Pedrosa pun mengaku masih belum terbiasa dengan ban baru yang digunakan dalam balapan nanti. Mengikuti balapan seri keenam itu, Pedrosa berjanji akan tampil ganas dengan ban anyarnya. “Tentunya ban yang baru memiliki sensasi yang berbeda dengan sebelumnya. Tapi saya akan bekerja keras untuk beradaptasi dan lebih terbiasa dengan ban baru yang tim gunakan,” ungkap Pedrosa. Sebelumnya rider berusia 31 tahun itu finis di urutan ketiga dalam GP Prancis. (kmb33/rtr)
Teka-teki Rossi
Mugello –
Valentino Rossi mengaku beruntung tidak menderita cedera patah tulang usai kecelakaan motocross. The Doctor juga lega tak absen di MotoGP Mugello. Rossi mengalami kecelakaan saat latihan motocross di Cross Club Cavallara, Pesaro Urbino, Italia, pekan lalu. Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Infermi, Rimini dan didiagnosis cedera perut ringan dan trauma dada. Meski dinyatakan fit, tapi ia sempat menyatakan masih merasakan sakit. “Kondisi saya tidak begitu buruk. Saya merasa cukup baik, terutama dalam beberapa hari terakhir. Saya beruntung, karena itu kecelakaan yang buruk dan saya sangat kesakitan, terutama di perut dan semua bagian depan tubuh,” tuturnya. “Pada hari pertama saya menginap semalam di rumah sakit karena sulit untuk bernapas. Tapi ketika saya pulang ke rumah, saya sangat kesakitan selama dua atau tiga hari. Saya sempat tak yakin bisa balapan. Tapi dua hari lalu situasinya membaik. Saya mulai bernapas dengan cara lebih baik. Ditanya apa tipe motor yang dikendarainya kemarin, Rossi menjawab: “Saya mengendarai R6 di rumah. Hanya untuk mencobanya. Sebelumnya saya mengendarai TMAX dan setelah itu R6. Saya rasa tidak begitu buruk. Saya selalu mengendarai motocross karena saya menyukainya. Saya sangat menikmatinya dan saya pikir itu latihan terbaik, baik secara fisik dan mental. Tapi saya rasa setelah kecelakaan ini, latihan dengan motocross sudah berakhir.” “Saya beruntung, karena sejujurnya dengan kecelakaan seperti itu sangat mudah untuk cedera patah tulang dan absen pada dua balapan, dua balapan yang sangat penting dalam semusim. Jadi benar-benar hebat bagi saya untuk berada di sini dan mencoba balapan besok,” imbuhnya. Ini bukan kali pertama Rossi mengalami kecelakaan saat latihan motocross. Pada 2010, pembalap berusia 38 tahun itu terjatuh dan menderita dislokasi bahu. Tujuh bulan usai kecelakaan ini ia menjalani operasi untuk
memulihkan cedera bahunya. The Doctor lalu menjelaskan bagaimana kronologi kecelakaan di Cross Club Cavallara. “Ya, saya di Cavallara, salah satu trek favorit. Saya sering ke sana dan satu kali balapan beberapa tahun lalu dengan para pembalap. “Sayangnya ketika melompat, saya mendarat satu meter di luar trek. Tanahnya lunak dan saya tidak siap. Jadi, ketika saya mendarat, motor berhenti dan saya ke depan. Saya mengenai stang motor dan juga menghantam tanah.” Dan akibat dari kecelakaan inilah Rossi pun tak yakin bagaimana ia dapat mengatasi aspek tertentu saat mengendarai motor MotoGP. “Untuk mengendarai motor, ada dua hal yang saya pikirkan. Pertama, pergerakan di atas sadel, karena perubahan arah di Mugello cukup parah. Terutama ketika Anda menekan keras, Anda perlu untuk bernapas lebih lama dan saya masih merasa sedikit sakit. Dan menurut saya, ini adalah bagian di mana saya perlu memahami apakah bisa cukup pulih,,” terangnya. Kendati tak dalam kondisi fisik yang maksimal, sembilan kali juara dunia itu tetap tak sabar tampil di hadapan para fans. Ditambah atmosfer Mugello selalu terasa istimewa bagi Rossi. “Ya, di Mugello atmosfernya selalu istimewa, terutama bagi saya dan seluruh pembalap Italia. Fans sangat panas dan karakteristik Mugello juga istimewa. Penonton berjarak sangat dekat di sekitar trek. Jadi, atmosfernya sangat istimewa.
Statistik Terkait Balapan Motogp Italia 1. Tahun ini merupakan ke-32 kalinya Sirkuit Mugello menggelar balapan kejuaraan dunia MotoGP. 2. Pertama kali Mugello jadi tuan rumah, yakni tahun 1976. Ketika itu pebalap Inggris Barry Sheene keluar sebagai juara kelas utama 500 cc. Dia hanya terpaut 0,1 detik dari Phil Read dalam balapan yang berlangsung lebih dari 62 menit. 3. Layout Sirkuit Mugello tidak berubah sejak tahun 1976, dengan panjang resmi trek 5,245 km. 4. Yamaha jadi pabrikan paling sukses di Mugello sejak era empat tak (4-stroke) diberlakukan di MotoGP. Total Yamaha mengemas 10 kemenangan; Valentino Rossi lima kali (2004-2008) dan Jorge Lorenzo lima kali (2011, 2012, 2013, 2015 dan 2016). 5. Honda baru empat kali menang di Mugello di kelas MotoGP: Rossi di tahun 2002 dan 2003, Dani Pedrosa (2010) dan Marc Marquez (2014). 6. Sejak Casey Stoner jadi juara di tahun 2009, belum ada lagi pebalap Ducati yang berhasil memenangi balapan di Mugello. 7. Pebalap Spanyol mendominasi balapan di Mugello selama tujuh musim: Lorenzo (2011-2013, 2015-2016), Pedrosa (2010) dan Marquez (2014). 8. Saat memenangi balapan di Mugello tahun lalu, Lorenzo hanya unggul 0,019 detik dari Marquez. 9. Kemenangan di Prancis dua pekan lalu, membuat Maverick Vinales jadi pebalap kelima di era MotoGP yang memenangi tiga balapan atau lebih di lima seri awal kejuaraan MotoGP. Empat pebalap lainnya, yakni Rossi (2002, 2003, 2004, 2005), Stoner (2007, 2011), Lorenzo (2010, 2012), dan Marc Marquez (2014). 10. Rossi jadi pebalap tersukses di Mugello dan digelaran Grand Prix Italia. Total The Doctor (julukan Rossi) tujuh kali memenangi balapan di Mugello dan GP Italia: 2002-2008.
Itu membantu setiap orang untuk memberikan penampilan maksimal, karena Anda merasakan bisingnya suara penonton,” kata The Doctor lagi. Rossi secara tak terduga menjadi yang paling kencang pada free practice ketiga (FP3) Grand Prix Italia, Sabtu (3/6). Mengingat hari sebelumnya dia berada di urutan ke-14 karena melawan rasa sakit. Pembalap Movistar Yamaha itu unggul 0,3 detik atas juara dunia Marc Marquez di posisi kedua. Pembalap Ducati Jorge Lorenzo juga tampil menjanjikan dengan menempati urutan ketiga. Sudah Sembilan tahun publik di Sirkuit Mugello merindukan kemenangan Valentino Rossi di MotoGP Italia. Kemenangan terakhir The Doctor di sirkuit itu terjadi pada MotoGP Italia 2008. Mugello memang identik dengan Rossi. Pembalap gaek berusia 38 tahun ini sudah sembilan kali menang di Mugello dalam bal-
ap MotoGP. Sekali Rossi menang di kelas 125 cc pada 1997, sekali menang di kelas 250 cc pada 1999 dan tujuh kali menang beruntun di kelas MotoGP sejak 2002-2008. Dalam musim balap MotoGP 2009, seorang pemuda asal Australia bernama Casey Stoner berhasil menghentikan dominasi Rossi di Mugello. Sejak itu Rossi tak mampu lagi menjadi juara di sana dan Mugello dikuasai pembalap-pembalap dari Spanyol: Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa dan Marc Marquez. Raihan podium terbaik Rossi setelah MotoGP 2008 hanya mencapai peringkat tiga, yaitu pada tahun 2009, 2014, dan 2015. Selebihnya The Doctor di luar peringkat lima besar. Bahkan pada balapan musim 2010 Rossi tidak start setelah mengalami kecelakaan fatal dalam sesi latihan bebas ke-2. Tahun 2013 Rossi gagal finis karena bertabrakan dengan Alvaro Bautista, sedangkan tahun 2016 juga tidak finis karena mesinnya rusak. Sang legenda hidup tentu ingin memberikan kemenangan bagi pendukungnya di Mugello. (kmb33/rtr/ap)
OLAHRAGA
10
Minggu Kliwon, 4 Juni 2017
Melatih Barca adalah Tantangan bagi Valverde Barcelona – Ditunjuk menjadi pelatih Barcelona mewujudkan harapan Ernesto Valverde. Valverde sedang mencari tantangan besar dan ingin naik level sebagai entrenador. Valverde ditunjuk menjadi pelatih Barcelona pada 29 Mei lalu, menggantikan Luis Enrique yang habis masa kontrak. Mantan pelatih Athletic Bilbao itu diikat dengan kontrak dua musim oleh Blaugrana. Kesempatan melatih Barcelona bisa dibilang mimpi yang menjadi nyata untuk Valverde. Pria 53 tahun itu sedang mengidamkan tantangan besar dalam kariernya sebagai pelatih. Sejak menjadi pelatih tim utama Bilbao pada 2003, petualangan Valverde masih sebatas di tim-tim kecil-menengah seperti Espanyol, Olympiakos, Villarreal atau Valencia. Maka ketika Barcelona datang, dia tak berpikir dua kali untuk menerimanya. “Ketika sebuah tim seperti Barcelona mengontak Anda, Anda tak perlu berpikir terlalu banyak. Ini adalah tantangan tersulit dalam karier saya, tapi juga yang paling menyenangkan. Saya percaya diri,” kata Valverde, Sabtu (3/6) kemarin. “Tuntutannya sangatlah tinggi dan hanya dengan melihat ke museum klub saya memahami tekanan yang saya punya. Dan hasil-hasil yang diraih para pendahulu saya sangatlah tinggi, para pelatih hebat dalam sejarah sepak bola.” Saya menginginkan sebuah tantangan yang sulit dan tentu saja ini adalah salah satu yang terbesar. Saya tak ragu akan hal itu,” imbuhnya. Sebagai pelatih, Valverde menjadi juara di Liga Yunani bersama Olympiakos meraih lima gelar domestik selama tiga tahun dalam dua periode di sana. Dia juga memenangi Piala Super Spanyol bersama Bilbao, lalu mengantarkan Espanyol menjadi runnerup Piala UEFA (sekarang Liga Europa) di 2006/2007. Valverde memiliki niat mengantarkan Lionel Messi dan
kawan-kawan meraih berbagai prestasi pada musim 2017-2018. Valverde bakal berusaha keras agar tim Catalan itu kembali meraih kejayaan. Valverde sejak lama menyukai sistem 4-2-3-1, tapi dia tampaknya akan mengubah formasi tersebut, mengingat itu tidak akan berhasil jika diterapkan pada Barcelona. Pasalnya, klub sudah lama mengadopsi permainan tikitaka dengan mengkombinasikan permainan Total Football dengan passing pendek. Permainan itu seringkali menghasilkan suatu serangan yang efektif dan peralihan ke pertahanan yang cepat dan rapi. Itu sebabnya tidak mungkin menginstruksikan pemain seperti Messi dan Neymar membantu pertahanan. “Saya mengetahui gaya Barcelona dan harus mengadaptasikan diri saya ke dalamnya. Barcelona terkenal dengan permainan kolektif di lini tengah. Kami ingin selalu mengontrol permainan,” katanya. “Ide saya adalah mengembangkannya lebih jauh. Saya ingin mencoba membawa gaya memenangi bola secara cepat dengan tim tetap menjaga keseimbangan,” ucap kolektor satu penampilan buat timnas Spanyol itu. Tak luput, Valverde juga antusias menanti kesempatan memoles megabintang sekelas Lionel Messi. “Saya beruntung bisa melatih Messi dan hal ini akan menjadi kesempatan sekali seumur hidup. Saya berharap menikmati permainannya dan membantunya berkembang,” tutur pelatih ke-57 dalam sejarah Barca itu. Pada musim kompetisi 2016-2017, Barcelona hanya mendapatkan gelar Copa del Rey. Mereka tersingkir di perempat final Liga Champions dan dilampaui Real Madrid di jalur persaingan juara La Liga. “Kami tak boleh tetap berada di titik seperti sekarang. Klub harus berevolusi. Kami berharap dapat memenangi setiap kompetisi yang diikuti musim depan,” tutup Valverde. (kmb33/ap)
Ernesto Valverde
BPM/rtr
BPM/ap
GOL - Striker Prancis Olivier Giroud merayakan gol ketiga yang dicetaknya ke gawang Paraguay dalam laga persahabatan, Sabtu (3/6) kemarin.
”Hattrick” Giroud Bawa Prancis Gasak Paraguay
Paris – Bomber Olivier Giroud di Arsenal boleh terlihat tidak terlalu tajam seiring dengan menonjolnya sosok superstar Alexis Sanchez di lini depan The Gunners. Akan tetapi, miskin gol tidak berlaku bagi sosok penyerang jangkung itu di timnas Prancis. Berkat torehan hattrick disaat memainkan laga kontra Paraguay, kini Giroud mencatatkan 15 gol dalam 16 partai terakhirnya bagi Les Bleus. Efisien, inilah kata yang pas untuk menggambarkan peran striker 30 tahun itu di dalam skuat Didier Deschamps. Di laga kontra Paraguay, tiga gol pertama Prancis dikemas Giroud melalui dua tandukan dan satu sontekan. Tanda-tanda bakal terjadinya pesta gol sudah terlihat sejak awal-awal laga. Setelah beberapa kali menekan gawang Paraguay jebol juga. Umpan silang Ousmane Dembele sukses dituntaskan dengan tandukan oleh Giroud di menit keenam. Hanya berselang tujuh menit berikutnya, keungglan Prancis bertambah. Demikian juga dengan torehan Giroud. Setelah Dimitri Payet mele-
wati Gustavo Gomez, eks West Ham United ini menempatkan bola di posisi ideal bagi Giroud untuk kembali menyundulnya. 2-0, Prancis kian berada di atas angin. Selepas interval, Paraguay coba memberikan perlawanan, salah satunya lewat aksi tendangan bebas berbahaya Victor Anyala. Tapi tidak berakhir manis bagi tim tamu. Sebaliknya Prancis mampu kembali menambah pundigol di menit ke-69. Pemain pengganti, Lucas Digne berlari di ruang yang kosong sebelum memberi umpan diagonal datar kemulut gawang, di mana Giroud menyontek bola untuk melengkapi hattrick nya.
Moussa Sissoko semakin membuat Paraguay merana, tujuh menit berikutnya ketika dia mengubah papan skor menjadi empat bola bagi Prancis. Kerja sama dengan Alexandre Lacazette berakhir manis bagi nama pertama. Griezmann lalu menutup pesta gol Prancis menjadi 5-0, ketika dia memaksimalkan pertahanan buruk yang digalang Paraguay. Sampai wasit meniup peluit panjang, skor bertahan di angka lima gol tanpa balas. Ini adalah hattrick pertama Giroud bagi timnas Rekor di pentas internasional kontras dengan level di klub. Sepanjang musim 2016/2017, Giroud hanya mengoleksi 12 gol da-
Milan Resmi Gaet Kessie
Milan AC Milan kembali melakukan perekrutan pemain di bursa transfer. Klub berjulukan I Rossoneri itu menggaet Franck Kessie dari Atalanta. “AC Milan mengumumkan bahwa klub telah memperoleh hak untuk mendapatkan jasa Franck Kessie dari Atalanta. Sang pemain telah menanda tangani kontrak hingga 30 Juni 2019. “Kontrak itu berupa pinjaman berdurasi dua tahun dengan kewajiban untuk mempermanenkan pemain asal Pantai Gading tersebut,” tulis pernyataan di situs resmi Milan, Sabtu (3/6) kemarin. Franck Kessie telah lama menjadi incaran klub-klub besar Eropa. Selain Milan, klub seperti AS Roma, Arsenal dan Chelsea juga disebut tertarik meminangnya. Melalui situs resmi klub, Milan telah mengkonfirmasi bahwa mereka berhasil mendapatkan tanda tangan Kessie. I Rossoneri memiliki opsi wajib mempermanenkan pemain asli binaan tim Pantai Gading, Stella Club itu pada Juni 2019. Musim 2016-2017 merupakan periode pertama bagi Kessie sebagai bagian dari tim utama Atal-
anta sejak didatangkan dari Stella Club pada 2014. Musim lalu pemain kelahiran 19 Desember 1996 itu dipinjamkan ke klub Serie B, Cesena. Meski baru pertama kali menjadi bagian dari tim utama Atalanta, ia berhasil dipercaya pelatih Gian Piero Gasperini tampil di 30 laga Serie A. Ia pun menjadi salah satu bintang tim dengan lesakan enam gol. Kessie pun mengaku senang menjadi bagian dari skuat AC Milan. Ia memilih bergabung dengan Rossoneri karena melihat keseriusan manajemen klub dalam membangun kejayaan baru. “Saya ingin berterima kasih kepada semua orang, terutama agen dan tim. Saya sangat senang bisa menjadi bagian dari klub ini,” ucap Kessie kepada Milan TV. “Saya memilih bergabung karena proyek yang tengah dikembangkan klub. AC Milan adalah sebuah proyek baru bersama pemilik baru dan saya sangat menyukainya,” ujarnya. Kessie merupakan rekrutan kedua AC Milan pada musim panas ini. Sebelumnya Milan mendatangkan bek Mateo Musacchio dari Villareal. (kmb33/ap)
Frank Kessie
BPM/ap
BPM/rtr
SEDIH - Pendukung Atletico Madrid tampak sedih di laga terakhir La Liga musim ini.
Atletico Tuding CAS Diskriminatif
Madrid Atletico Madrid menuding Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) diskriminatif. CAS menolak banding Atletico atas keputusan FIFA yang melarang mereka membeli pemain baru pada dua bursa transfer, Kamis (1/6) waktu setempat. “Kami meyakini keputusan yang melarang kami merekrut pemain baru pada dua bursa transfer menunjukkan diskriminasi terhadap kami,” kata Atletico dalam pernyataan resminya, Sabtu (3/6) kemarin. FIFA menghukum Atletico setelah ditemukan penyimpangan dalam kontrak anak di bawah umur. Bursa transfer musim dingin Januari 2017 dilalui Atletico tanpa mendatangkan pemain. Tim peringkat tiga La Liga musim lalu mengajukan banding karena ingin bergerak pada bursa transfer musim panas ini. Namun CAS menolak banding, sehingga Atletico
harus menunggu hingga bursa musim dingin Januari 2018 dibuka. Putusan CAS berbeda ini dengan yang diterima rival sekota mereka, Real Madrid, dalam kasus yang sama. Madrid memenangkan proses banding di CAS menyusul larangan transfer yang dijatuhkan FIFA pada akhir tahun lalu. Dengan demikian, tim yang bermarkas di Santiago Bernabeu itu dapat melakukan transfer pada musim panas ini. “Kasus yang sama terjadi di klub lain, tapi sanksi mereka dicabut sehingga bisa mengontrak pemain baru mulai 1 Juli mendatang,” ujar klub berjuluk Los Rojiblancos itu. Atletico menambahkan putusan ini tidak adil. Atletico tetap dihukum meski sudah mematuhi undang-undang yang berlaku di Spanyol. “Ini menunjukkan kurangnya rasa hormat kepada organisasi kami,” ujar dia. Putusan ini juga merusak rencana klub
menghadapi musim depan. Atletico tidak hanya akan tampil pada kompetisi lokal, La Liga dan Copa del Rey, tetapi juga Liga Champions. Untuk menambah amunisinya, Los Rojiblancos sudah mengincar sejumlah pemain seperti Diego Costa, Fabinho, Vitolo, Sandro dan Alexandre Lacazette. Namun rencana itu harus tertunda hingga awal tahun depan. “Kami mengandalkan sepenuhnya staf kami saat ini yang berhasil meloloskan kami ke Liga Champions lima tahun berturut-turut, mencapai semi final Copa del Rey dan Liga Champions,” kata Atletico. Ketika bursa transfer paruh musim dibuka, Atletico akan langsung mendatangkan para pemain baru. “Kami telah memperhitungan kedua kemungkinan dari putusan CAS. Saat ini kami bersiap memperoleh pemain mulai 1 Januari mendatang,” ujar Atletico. (kmb33/ap)
lam 29 penampilannya bagi Meriam London. Berbanding jauh dengan partner-nya di lini depan tim, Alexis Sanchez yang mampu membukukan 24 gol. Pelatih Prancis Didier Decshamps, memuji Olivier Giroud yang selalu memberikan respons usai menjalani musim yang buruk di Arsenal. “Dia adalah pencetak gol kami, dia terus mencetak gol dan ketika dia tidak melakukannya, seseorang di sebelahnya akan mencetak gol. Dia merespons meski ia menjalani musim sulit di klub,” katanya. “Ini hal yang bagus. Para pemain depan kami mencetak gol. Kini kami tahu kami akan menjalani pertandingan yang sangat berbeda melawan Swedia,” ujar Deschamps. “Sebagai lawan, peringkat mereka (di klasemen kualifikasi Piala Duia) hanya sedikit di bawah kami. Jika kami mampu memetik hasil bagus atau sangat ba-
gus, maka kami akan memiliki posisi yang lebih baik untuk lolos ke Piala Dunia 2018,” imbuhnya. “Memang akan lebih baik jika turun di sebuah pertandingan dengan kepercayaan diri tinggi. Seluruh anggota skuat kami kini sangat fokus ke pertandingan lawan Swedia sehingga kami bisa mempersiapkan diri dengan baik menghadapi laga ini,” ujar Deschamps lagi. Selanjutnya, Prancis akan kembali memainkan pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2018 kontra Swedia 10 Juni mendatang, di Friends Arena, Solna. Ada pun laskar Deschamps saat ini memimpin klasemen Grup A kualifikasi Piala Dunia 2018 dengan perolehanpoin 13 dari lima pertandingan (Menang 4, Seri 1). Swedia persis berada di bawahnya dengan tiga poin lebih sedikit. (kmb33/ap)
Milan – Ivan Perisic dalam perjalanan menuju Manchester United setelah terjalin kesepakatan transfer senilai 52 juta euro. Demikian dilaporkan oleh La Gazzetta dello Sport, Sabtu (3/6) kemarin. Nama Perisic akhir-akhir ini memang banyak dikaitkan dengan kepindahannya ke Premier League dari Inter Milan. Selain Manchester United, ada juga nama Chelsea yang menginginkan jasa pemain asal Kroasia tersebut. Sebelumnya tersiar kabar bahwa tawaran awal Manchester United senilai 30 juta euro telah ditolak oleh Inter Milan. Nerazzurri disebut hanya akan melepas Perisic dengan nilai tak kurang dari 50 juta euro. Namun kabar terbaru menyebut bahwa kedua klub akhirnya mencapai kata sepakat. Bukan sebuah kebetulan bahwa Manchester United meningkatkan usaha mereka untuk mendatangkan Perisic ketika Antoine Griezmann telah mengumumkan dia akan bertahan di Atletico Madrid. Sebelumnya nama Griezmann yang lebih santer dikaitkan dengan Setan Merah. Inter Milan sendiri perlu menjual pemain mereka untuk menyeimbangkan kas
mereka dan juga mempertimbangkan Financial Fair Play. Sementara hubungan Perisic dengan fans Inter juga tengah memanas. Laporan dari Gazzetta dello Sport mengatakan bahwa kesepakatan terjalin di angka 52 juta euro atau sekitar 45,3 juta poundsterling. Kini Perisic hanya butuh menyepakati persyaratan pribadi dengan Manchester United, namun sudah dikabarkan bahwa dia akan mendapatkan gaji tujuh juta euro. Ivan Perišic yang sudah mencetak sepuluh gol di Serie A Italia musim ini didatangkan Inter Milan dari Wolfsburg dengan harga 14,5 juta Pounds tahun 2015 lalu. Inter membiarkan Perisic pergi karena dikabarkan tengah mengincar Angel di Maria dari PSG. Sedangkan MU memang membutuhkan banyak pemain hebat untuk mengarungi musim depan. Apalagi Setan Merah akan kembali berlaga di ajang Liga Champions. Dengan kebisaan Perisic bermain di beberapa posisi, tentunya dia akan sangat berguna untuk Jose Mourinho musim depan. Maka wajar jika mantan manajer Chelsea itu ngebet mendatangkannya. (kmb33/rtr)
MU Dapatkan Perisic
Ivan Perisic
BPM/ap
Minggu Kliwon, 4 Juni 2017
11
GELANGGANG
12 Tim Marakkan Piala Soeratin
Denpasar (Bali Post)Tercatat 12 tim dipastikan menyemarakkan turnamen Piala Soeratin U-17 Rayon Bali yang mulai digulirkan 11 Juni mendatang. Sementara turnamen U-15 melibatkan Sembilan tim. ke-12 tim yang ikut berpartisipasi pada kejuaraan Piala Soeratin adalah Perseden, PS Badung, Bali All Stars (BAS), Kundalini, Perst Tabanan, Bali FC Mumbul, Tunas Muda Ubud, Putra Tresna, Putra Pegok, serta Putra Pemenang. Sementara tim yang ambil bagian pada U-15 adalah Perseden, PS Badung, Putra Pemenang, Bali FC Mumbul, PS Gianyar, Putra Tresna, Kundalini dan Bali All Stars (BAS). Ketua Panpel Gede Made Anom Prenatha usai rapat panpel di Sekretariat Asprov PSSI Bali, Sabtu (3/6) kemarin menerangkan, pembukaan dilakukan di Lapangan Kompyang Sujana. ‘’Tuan rumah U-15 dan U-17 Denpasar dan Badung,’’ terang Anom Prenatha. Untuk Badung menggunakan Lapangan Yoga Perkanthi Jimbaran untuk U-15 dan Lapangan Banteng Seminyak untuk U-17. ‘’Sedangkan Denpasar hanya memfungsikan Lapangan Kompyang Sujana,’’ tutur Anom Prenatha. Hajatan turnamen U-15 dan U-17 mulai digulirkan 11 Juni dan diharapkan tuntas pada 7 Juli mendatang. ‘’Kami menggelar pertemuan teknik di Sekretariat Asprov PSSI Bali pada Minggu (4/6) ini,’’ jelasnya. (022)
BPM/ant
REBUT BOLA - Pesepak bola Bali United Yabes Roni Malaifani (kedua kiri) berebut bola dengan pesepak bola Borneo FC Abdul Rahman, dalam Pertandingan Sepak Bola Liga 1 di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Minggu (14/5) lalu.
BU Redam Keunggulan Stamina Perseru
Agung Surya
BPM/dok
Tim Gateball Porprov Denpasar Ikuti Turnamen Internasional
Denpasar (Bali Post)Tim gateball Porprov Kota Denpasar dijadwalkan mengikuti turnamen internasional Seafarer 2017, di Istana Taman Jepun Denpasar, akhir Juni mendatang. Nomor yang dilombakan yakni single, double dan group (beregu). Pelatih Kepala Tim Gateball Porprov Denpasar Agung Surya di Denpasar, Sabtu (3/6) kemarin menjelaskan, atlet gateball Porprov Denpasar seperti Dance, Jupen dan Agus (putra), serta Sonia, Ade Sisca dan Nita. Agung Surya menjelaskan, ajang kejuaraan internasional ini diikuti kabupaten di Bali, Palu (Sulteng), serta tim Sulawesi lainnya, termasuk tim asing dari Singapura dan Jepang. ‘’Tim gateball asal Sulawesi di tingkat nasional cukup tangguh,’’ sebut Sekum Pengkot Pergatsi Kota Denpasar ini. Dikemukakan, selain ikut berpartisipasi di ajang turnamen Seafarer, tim gateball Porprov Denpasar juga ingin melakukan try-out meladeni tim kabupaten lain di Bali. ‘’Tim gateball Porprov Kota Denpasar ini berlatih intensif sejak dua bulan lalu’’ kata mantan petenis Porprov yang menggeluti gateball sejak 1990 silam ini. Menurut dia, Pergatsi Denpasar yang dinakhodai AAN Gede Widiada ini getol melakukan pembinaan seperti di sekolah yang memiliki tim gateball, antara lain SMAN 1 SMAN 2, SMPN 10, SMP dan SMA Dwijendra, dan SMP Taman Rama. Sedangkan lapangan yang dipakai latihan, seperti Taman Jepun, BKKBN, Taman Kota Lumintang dan SMKN 3 Sanur. Selain dirinya, yang menjadi pelatih Porprov adalah Maria, Willy, Ida Bagus Purwa dan A.A. Anom Giri. (022)
Sriwijaya Minta Perubahan Jadwal Lawan Perseru
Palembang (Bali Post)Manajemen Sriwijaya FC melayangkan surat resmi ke operator Liga 1 untuk meminta perubahan jadwal pertandingan melawan Perseru Serui yang diagendakan pada 1 Juli mendatang. Sekretaris Tim Sriwijaya FC Achmad Haris di Palembang, Sabtu (3/6) kemarin mengatakan pada tanggal tersebut masih merupakan puncak arus mudik Lebaran. “Sriwijaya minta jadwal ditinjau ulang agar persiapan pemain dapat lebih maksimal menghadapi pertandingan,” kata Haris. Ia mengatakan, sejauh ini PT Liga Indonesia Baru yang menjadi operator Liga 1 telah menyiapkan dua skema terkait rencana perubahan laga yang berdekatan dengan Idul Fitri. Pada skema pertama disebutkan, bahwa dua pertandingan Sriwijaya FC menghadapi Persija Jakarta dan Perseru Serui akan mengalami perubahan. Awalnya laga kontra Macan Kemayoran yang digelar pada Jumat (16/6) diubah menjadi Rabu (14/6), sementara laga melawan Perseru Serui dimajukan menjadi Selasa (20/6) dari jadwal semula Sabtu (1/7). Sementara pada skema kedua, laga melawan Persija Jakarta tetap akan digelar sesuai jadwal awal, namun laga kandang Sriwijaya FC melawan Perseru dimundurkan menjadi Senin (3/7). Haris menjelaskan, setelah berkomunikasi dengan tim pelatih, maka manajemen SFC menyebut lebih condong memilih skema pertama dan telah disampaikan kepada PT LIB. “Ada beberapa faktor yang membuat Sriwijaya FC memilih skema tersebut, karena pertama banyak pemain yang pulang kampung cukup jauh, seperti TA Mushafry ke Ternate, dua pemain asing yakni Yu Hyun Koo dan Tijani Belaid juga akan kembali ke negaranya,” paparnya. (ant)
Mangupura (Bali Post)-
Kesebelasan Bali United (BU) siap meredam keunggulan stamina pemain Perseru Serui, Papua dalam lanjutan Kompetisi Liga 1 di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Minggu (4/6) malam ini. Dalam duel ini Perseru berstatus sebagai tuan rumah, mengingat kandang Perseru Stadion Marora, Serui, sarana penerangnya dianggap kurang memadai. Pelatih BU Widodo di Kuta, Badung, Sabtu (3/6) kemarin menerangkan dirinya sudah menginstruksikan kepada Fadil Sausu dan kawan-kawan agar meredam kelebihan fisik pemain Perseru. Widodo mengibaratkan stamina yang greng seperti pelur atau pisau, namun bisa tak mempan
jika diredam dengan busa atau gabus. ‘’Begitulah cara saya mengantisipasi keunggulan fisik pemain Perseru,’’ ucapnya. Selain itu, Widodo berpesan agar jangan meremehkan lawan. Ia mengakui buta peta kekuatan Perseru, namun dalam kamus sepak bola guna memenangkan
laga dituntut harus mengenali lawan. Oleh sebab itu, Widodo bakal memutar video rekaman laga antara Madura United saat menjamu Perseru di hadapan para punggawa Serdadu Tridatu. ‘’Kami mempelajari permainan Perseru saat melakoni laga tandang,’’ jelas mantan bomber timnas
BPM/022
KUMPULKAN POIN - Pejudo Kota Denpasar yang berlaga di Kejurnas Kartika Cup berhasil mengumpukan poin PON. Mereka mengharapkan tambahan poin di ajang Bali Open, serta Kejurnas Judo Senior di Papua.
Kartika Cup
Pejudo Denpasar Kumpulkan Poin PON Denpasar (Bali Post)Denpasar menerjunkan 28 judoka pada Kejurnas Judo Kartika Cup X/2017 di GOR Centra Arena, Bandung, Jabar, 19-21 Mei lalu. Mereka adalah pejudo senior Luh Ade Swandewi (78 kg), Gede Ganding Kalbu Soetama (-100 kg), pejudo junior Fania Farid (78 kg), Tony Ricardo Mantolas (81 kg), kemudian kategori kadet Nava Gupta Gunamanta (+66 kg), Komang Adi Pramanan (51 kg), serta Putu Wirawan Kusuma (-55 kg). Pelatih judo Denpasar Agus Putra Adnyana di Denpasar, Kamis (1/6) lalu menerangkan, judoka Kota Denpasar yang berlaga 28 atlet, dari total alet Bali
yang turun 46 pejudo di ajang Kartika Cup. Yang membanggakan di antara 28 judo Denpasar sukses mendulang tujuh emas, lima perak dan sepuluh perunggu. ‘’Jadi, kami bangga Kartika Cup ini masuk level utama di antara 28 atlet kami yang turun, 22 pejudo meraih medali, sehingga mereka juga mendapat poin untuk PON XX di Papua 2020 mendatang,’’ ujar Agus Putra Adnyana. Ia mengakui, sukses pejudo asuhannya berkat latihan rutin baik di GOR indoor Kompyang Sujana lima kali dalam sepekan, termasuk latihan gabungan bersama atlet Bali di GOR Lila Bhuana. ‘’Latihan makin intensif, sebab event penting su-
dah di depan mata, juga efektif untuk meraup poin PON,’’ sebut Agus. Dijelaskannya, Bali Open di GOR Lila Bhuana 13-16 Juli masuk kategori pratama, serta event level utama pada Kejurnas Judo Senior di Papua akhir tahun nanti. Sederet pejudo yang berlaga di Kartika Cup juga masuk skuad Porprov Denpasar, seperti Fania Farid, Luciana Mantolas, Ade Swandewi, Gusti Ayu Diah Cahyaningrat, Putu Dewi Ayu Sakura. Nindya Kameswari, Tiwi Angelina, Made Budiasa Komang Adi Pramana, Gusti Agung Bagus Angga Wedana, Tony Ricardo Mantolas, Ahmad Said dan Made Budiasa. (022)
Tiga Wakil Indonesia ke Final
BPM/ant
Mei lalu,’’ ucap Yusak. Ia menginstruksikan kepada asuhannya supaya memborbardir benteng pertahanan sejak menit awal. ‘’Kami tetap tampil menyerang,’’ terang Yusak. Ia juga heran, Stadion Marora pada musim kompetisi sebelumnya persisnya 2014 silam bisa digunakan pertandingan malam, namun verifikasi terakhir justru lampu penerangnya dianggap kurang. ‘’Terpaksa selama Ramadan ini kami main malam di luar kandang,’’ ungkap dia. (022)
Indonesia Naik Dua Setrip di Peringkat FIFA
Thailand Terbuka
Jonatan Christie
ini. Sedangkan pemain BU Yabes Roni tetap mematok target menang, caranya para pemain harus bekerja keras. Di sisi lain, pemain Perseru Serui Kelvin Wobi juga bertekad memenangkan laga malam ini. Apalagi menurut pelatih Perseru Yusak Sutanto saat ini asuhannya dalam kondisi siap tempur. ‘’Bahkan kebugarannya sekarang sedang dalam posisi puncak, karena kami bertanding terakhir 20 Mei lalu. Padahal sebelumnya kami bertarung tiap empat hari sekali, sejak 20 April-20
Jakarta (Bali Post)Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie, berhasil melaju ke babak final turnamen Thailand Open Grand Prix Gold 2017. Jonatan meraih hasil itu usai menang atas wakil Malaysia Joo Ven Soong dua game langsung 21-9, 21-18. Di game pertama Jojo (panggilan akrab Jonatan) berhasil memegang ken-
dali penuh permainan dan menang mudah 21-9. Memasuki game kedua, pertandingan mulai berlangsung seru. Kejar mengejar angka kerap terjadi, sebelum akhirnya Jonatan menutup laga dengan skor 21-18. “Sebenarnya lawan bermain bagus, tetapi di game pertama kondisi lawan menang angin tapi malah banyak mati sendiri,” kata
Jonatan, usai pertandingan. “Sebaliknya di game kedua saya yang menang angin dan itu kurang menguntungkan, namun saya sudah mengantisipasi itu. Saya juga membaca perubahan strategi lawan sehingga membuat dia terus tertekan dan enggak berkembang”, tambah Jonatan lagi. Ini adalah final pertama Jonatan di level Grand Prix
Jakarta (Bali Post)Tim nasional sepak bola putra Indonesia berada di posisi ke-175, di peringkat Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) atau naik dua tingkat dari posisi sebelumnya berdasarkan data terkini yang dipublikasikan, Kamis (1/6) lalu. Namun dikutip dari laman FIFA.com, Jakarta, Jumat dini hari Indonesia masih menjadi tiga negara terbawah untuk kawasan Asia Tenggara dengan hanya lebih baik dari Brunei Darussalam (peringkat 188) dan Timor Leste (196). Filipina mencatatkan diri sebagai negara Asia Tenggara dengan peringkat tertinggi di FIFA, yaitu 126, disusul Thailand persis satu posisi di bawahnya. Sementara saudara serumpun Indonesia, Malaysia berada di peringkat 155,
naik tiga posisi dari sebelumnya. Ada pun posisi 10 besar FIFA hampir tidak ada perubahan kecuali masuknya Polandia ke peringkat 10 untuk pertama kalinya sepanjang sejarah. Selebihnya masih sama seperti sebelumnya dengan Brasil bertengger di puncak. Indonesia sendiri berpeluang memperbaiki posisi di FIFA yang data terbarunya akan kembali dipublikasikan pada 6 Juli nanti. Syaratnya, tim Garuda harus berhasil meraih hasil positif pada dua persahabatan resmi FIFA, yaitu melawan Kamboja pada Kamis (8/6) di Phnom Penh dan versus Puerto Rico, Selasa (13/6) di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. Di peringkat terbaru, Kamboja berada di posisi 174, sedangkan Puerto Rico di 133. (ant)
BPM/ant
TIMNAS U-22 - Pesepak bola Timnas U-22 I Putu Gede Juni Antara (kedua kiri) sedang berebut bola dengan pesepak bola Bali United Ikhwan Azka, dalam pertandingan uji coba di Stadion Kapten Dipta, Gianyar, Jumat (26/5) lalu. Gold sepanjang kariernya. Ia menanti pemenang antara Sai Praneeth, India melawan Pannawit Thongnuam asal Thailand. “Siapa aja lawan Minggu (4/6) ini, pasti akan berjalan lebih berat lagi. Jadi yg terpenting buat sekarang saya mau istirahat dan tenangin pikiran dulu, biar besok bisa fokus berhadapan dengan siapapun,” ujar pemain kelahiran Jakarta ini. “Puji Tuhan sudah bisa sampai final, saya mau melakukan yang terbaik. Hasil serahin semuanya ke Tuhan,” tutup Jonatan.
Selain Jonatan, Indonesia menempatkan dua wakil lain di partai puncak besok lewat Greysia Polii/Apriani Rahayu di ganda putri dan Berry Angriawan/Hardianto di ganda putra. Greysia/Apriani berhasil sudahi perlawanan wakil tuan rumah, Savitree Amitrapai/Pacharapun Chochuwong dengan rubber game 2426, 21-16, 21-13 di laga yang memakan waktu sepanjang 95 menit. Sementara Berry/ Hardi atasi Chris Langridge/ Marcus Ellis asal Inggris juga dengan rubber game 2220 18-21 21-9. (kmb)
12
LAGA
Woods Tegaskan Tidak Minum Alkohol
Jelang ”Game” Kedua Final NBA
Cavs Harus Berbenah
Florida – Pegolf terkenal dunia Tiger Woods, menegaskan penangkapannya saat mengemudi di Florida, Amerika Serikat tidak berkaitan dengan alkohol. Dia didakwa dengan mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau obat, namun mengatakan penyebabnya adalah reaksi yang tidak diperkirakan dari obat yang diperoleh lewat resep. Polisi menerbitkan foto Woods di kantor polisi dengan wajah tidak bercukur dan tampak tidak terawat setelah ditangkap, Senin (29/5) lalu di Jupiter, negara bagian Florida. “Saya memahami masalah dari tindakan yang saya lakukan dan bertanggung jawab sepenuhnya. Saya ingin masyarakat umum tahu bahwa ini tidak ada kaitannya dengan alkohol. Yang terjadi adalah reaksi yang tidak diperkirakan dari obat berdasarkan resep,”
Oakland – Golden State Warriors memimpin seri final NBA 1-0, setelah mengalahkan Cleveland Cavaliers 113-91 pada gim pertama yang berlangsung di Oracle Arena, Oakland, California, Jumat (2/6) kemarin. Kemenangan tersebut memastikan catatan belum terkalahkan Warriors pada play-off NBA musim ini tetap terjaga. Stephen Curry dkk kini memegang rekor 13-0 sepanjang play-off NBA 2017. Selain catatan tersebut, masih ada lima rekor lain yang terjadi pada gim kesatu final NBA. Empat di antaranya ditorehkan bintang Cavaliers, LeBron James. Namun, rangkaian rekor yang dibuat James itu belum cukup untuk memberi kemenangan kepada Cavaliers. Gim kedua final NBA akan kembali dimainkan di Oracle Arena pada Sabtu (3/6) malam waktu setempat, atau Minggu pagi waktu Indonesia. Kekalahan telak di gim pertama harus menjadi bahan evaluasi bagi Cavs. Cavaliers tidak punya jawaban meredam performa dahsyat tuam rumah di laga itu. Warriors sudah mengantisipasi semua yang akan dilakukan Cavaliers. Mereka terus leading sejak kuarter pertama sampai akhir. Setelah jeda halftime pertandingan relatif sudah dalam penguasaan tuan rumah. Poin Warriors berlari kencang untuk menang dengan margin lebar 22 poin. Barisan punggawa Warriors macam Stephen Curry, Kevin Durant, Klay Thompson dan Draymond Green tak terbendung. Mereka mengobrak-abrik Cavaliers baik dalam defense maupun offense. Sebaliknya, skuad asuhan Tyronn Lue seperti datang tanpa persiapan meredam barisan pemain lawan yang mengerikan. Cavaliers pun terjepit. Serba salah di setiap sisi permainan. “Mereka memang terbaik dari yang ada,” ucap Lue, Sabtu (3/6) kemarin. Dalam defense LeBron dkk kalah ngotot. Beberapa kali bintang-bintang Warriors malah tanpa pengawalan. Di rotasi pemain mereka juga KO. Barisan Bench Cavaliers yang uzur tidak bisa berbuat banyak mengimbangi ball movement cepat pemain-pemain Warriors. Dalam urusan offense juga tidak membantu. Cavaliers
amburadul dengan hanya membukukan field goal 34,9 persen (30-96). Di babak kedua mereka hanya mencetak 39 poin. Itu memastikan Cavaliers kalah tiga kali beruntun dari Warriors pada gim pertama final tiga musim terakhir. Cavaliers juga banjir kesalahan. Mereka membuat 20 turnover. Di lain sisi, Warriors begitu disiplin dengan hanya melakukan empat turnover. Catatan itu membuat laga final kemarin menorehkan selisih tertinggi dalam urusan turnover. Menyamai raihan Detroit Pistons pada 2005 dan San Antonio Spurs pada 2003. “Tidak peduli berapa hari yang kamu punya untuk mempersiapkan diri, kamu tetap tidak akan bisa meniru yang mereka miliki,” ucap LeBron. Jawaban LeBron itu seperti jadi pertanda buruk untuk juara bertahan. Ucapan mega bintang tersebut bernada mengangkat bendera putih alias menyerah. Padahal LeBron adalah pilar utama Cavaliers. Ucapannya berpengaruh besar terhadap psikologis rekan-rekannya. “Aku tidak terkejut sama sekali dengan kemenangan Warriors. Mereka punya power besar dalam offense. Mereka bisa menembak dari jarak jauh. Mereka juga bisa masuk ke bawah ring.Mereka melakukan semuanya dengan baik, jika tidak bisa dibilang hebat. Jadi aku tidak akan pernah terkejut dengan apa yang mereka lakukan,” tambah MVP NBA empat kali tersebut. LeBron menyebut Durant membuat Warriors menjadi tim yang berlipat-lipat lebih kuat dibanding final musim lalu. Small forward 28 tahun itu jadi pemain paling subur dari Warriors dengan donasi 38 poin, delapan rebound dan delapan assist. Dia mencabikcabik paint area Cavaliers dengan sudah membuat enam dunk di dua kuarter pertama. “Aku hanya ingin menjadi rekan setim yang baik,” ucap Durant. “Steph, Klay, Draymond, Zaza Pachulia dan semua pemain mencoba saling melengkapi satu sama
Minggu Kliwon, 4 Juni 2017
lain. Mencoba membuat pertandingan lebih mudah untuk semua,” tambahnya. Curry juga dahsyat dengan raihan enam tembakan tiga angka. Total MVP NBA dua musim terakhir itu menyumbang 28 poin, sepuluh assist dan enam rebound. Raihan itu sekaligus membuat Curry kini masuk dalam deretan lima pemain dalam sejarah NBA yang mampu menciptakan sedikitnya 300 tembakan tiga angka di playoff sepanjang karier. Dia datang ke gim kemarin dengan raihan 295 three point. LeBron sendiri sejatinya sudah melakukan segalanya. Dia mengemas 28 poin, 15 rebound dan delapan assist. Point guard Kyrie Irving juga menyokong dengan torehan 24 angka. Power forward Kevin Love berjibaku sebisa mungkin di paint area untuk timnya dengan torehan 15 poin dan 21 rebound. Sayang semua itu masih belum bisa membantu Cavaliers meredam tuan rumah. “Kami harus fokus menatap gim kedua,” ucap LeBron. “Kami banyak membuat kesalahan. Dan kami tahu kami bisa bermain lebih baik dari ini,” tambahnya. Tentunya diperlukan strategi yang tepat guna meraih kemenangan di gim kedua. (kmb33/rtr)
BPM/rtr
PIMPIN - Guard Golden State Warriors Stephen Curry menjadi pemimpin bagi rekanrekannya di lapangan di final NBA kontra Cleveland Cavaliers.
BPM/ap
Prancis Terbuka
Nadal Melenggang dengan Mudah
Alonso Ancam Mundur
Fernando Alonso
katanya Sabtu (3/6) kemarin. Dia menambahkan tidak menyadari campuran obat itu bisa berpengaruh besar atas dirinya. “Saya ingin meminta maaf dari dalam hati kepada keluarga, teman dan para pendukung. Saya juga mengharapkan yang lebih baik dari saya sendiri,” imbuhnya. Catatan polisi memperlihatkan pegolf berusia 41 tahun itu diminta polisi minggir dari jalan sekitar pukul 03.00 subuh di dekat rumahnya di Jupiter. Namun dia kemudian dibebaskan berdasarkan kesepakatan untuk bekerja sama dalam proses hukum berikutnya. Woods sedang dalam proses pemulihan dari cedera lutut. Dalam pernyataan terakhir tentang kesehatannya, dia mengatakan operasi berhasil menghilangkan rasa yang amat sakit. Kehidupan pribadi dari juara 14 turnamen besar ini menjadi perhatian umum tahun 2009 ketika didakwa mengemudi secara semberono. Belakangan dia mengaku punya skandal percintaan di luar pernikahan dan meminta maaf secara terbuka, namun tetap membuatnya kehilangan beberapa sponsor dan sempat berhenti bertanding. Tahun 2010 Woods bercerai dengan istrinya, Elin Nordegren, seorang model asal Swedia. (kmb33/ap)
Madrid – Rencana pemilik baru ajang balap Formula 1, Liberty Media yang akan menambah jumlah balapan dalam kalender balap F1 mendapat penolakan keras dari pembalap gaek F1, Fernando Alonso. Pembalap tim McLaren itu mengatakan bahwa ia akan mengundurkan diri alias pensiun dari balap F1 jika rencana tersebut benar-benar direalisasikan tahun depan atau dalam beberapa tahun mendatang. “Saya harus melihat apa yang akan mereka lakukan,” kata Alonso, Sabtu (3/6) kemarin. “Saya mendengar jika mereka ingin membuat kejuaraan F1 memiliki 25 balapan dalam satu musim,” imbuh Alonso. “Saat saya baru memulai karier di F1, kejuaraan ini hanya memiliki 16 grand
prix dan sekarang ada 20. Jika mereka mengatakan kepada saya bahwa akan ada 25 balapan dalam kalender, maka saya akan pensiun,” Tegasnya. Kabar mengenai penambahan jumlah balapan dalam kalender balap F1 telah lama dihembuskan, terutama sejak kedatangan pemilik baru F1, Liberty Media. Pemilik baru F1 berencana meningkatan jumlah balapan untuk tahuntahun mendatang, dengan harapan dapat membuat ajang balap F1 kembali bersinar. CEO F1, Chase Carey, bahkan telah mengungkapkan beberapa kota tujuan yang baru bagi F1 seperti Miami, Las Vegas atau New York di AS, yang akan dimasukkan ke dalam kalender balap F1 di tahun-tahun mendatang. (kmb33/rtr)
Paris – Petenis Spanyol, Rafael Nadal lolos ke babak 16 besar Prancis Terbuka 2017, setelah menang Nikoloz Basilashvili, Sabtu (3/6) kemarin. Langkah Nadal juga diikuti petenis nomor dua dunia, Novak Djokovic. Nadal tampak tak kesulitan dalam menghadapi perlawanan pemain Georgia tersebut. Ini terlihat dari hasil pertandingan di mana unggulan keempat itu menang tiga set langsung dengan skor 6-0, 6-1, dan 6-0. “Hari ini adalah salah satu pertandingan terbaik yang pernah saya mainkan, tak perlu diragukan lagi. Saya sangat senang karena bermain sangat nyaman,” ujar Nadal seperti dalam situs resmi Roland Garros. “Setiap hari latihan saya berjalan dengan baik. Ketika saya bertanding, saya juga bermain dengan baik pula,” tambahnya. Nadal bermain sangat solid dalam pertandingan sepanjang 90 menit tersebut. Tercatat delapan kali mantan petenis nomor satu dunia tersebut mencatat break. Bahkan hanya kehilangan satu game untuk memastikan melangkah ke babak keempat. Rupanya julukan Raja Lapangan Tanah Liat masih pantas disematkan kepada petenis 30 tahun tersebut. Di tiga pertandingan pembuka, juara sembilan kali Prancis Terbuka tersebut belum kehilangan satu set pun, atau selalu menang tiga kosong. Bahkan tak satu set pun yang membutuhkan tie break untuk menyelesaikannya. Nadal memenangi set pertama hanya dalam waktu 23 menit. Kemudian mengamankan lima game berikutnya sebelum petenis ranking 63 dunia, Basilashvili akhirnya mencatatkan satu poin di papan skor. Dengan kemenangan tersebut kini rekor menang-kalah
Nadal di Roland Garros menjadi 75-2 di Roland. Dua kekalahannya itu dicatat pada Robin Soderling di babak keempat Prancis Terbuka 2009 dan di perempat final 2015 oleh Novak Djokovic. ‘’Bisa lolos ke babak berikutnya adalah langkah yang penting. Tapi yang lebih penting adalah ketika kau memiliki feeling yang positif,’’ ucap Nadal. Nadal yang sudah meraih juara Roland Garros sembilan kali itu kembali ingin membuat sejarah pada turnamen tenis lapangan tanah liat Eropa ini dengan mencari rekor 10 gelar juara Roland Garros. Tidak ada petenis manapun, baik pria ataupun wanita yang pernah memenangkan turnamen Grand Slam 10 kali di Era Terbuka (sejak April 1968). Nadal yang berusia 30 telah memenangkan Masters Carlo Rolex ke-10, kemudian gelar juara yang ke-10 di Barcelona Terbuka dan Mutua Madrid Open yang kelima dalam dua bulan terakhir. Sementara itu, Djokovic harus berjuang keras untuk menyingkirkan Diego Schwartzman. Bahkan unggulan kedua ini sempat kalah 5-7 dari Schwartzman pada set pertama. Pada set kedua, Djokovic mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah menang 6-3. Tapi sang lawan yang berasal dari Argentina mampu unggul dengan kemenangan 6-3 pada set ketiga. Djokovic tak membiarkan Schwartzman kembali menyulitkan. Dia merebut set keempat dan kelima dengan kemenangan telak 6-1. Pada babak selanjutnya, Djokovic akan berhadapan dengan pemenang laga antara Lucas Pouille versus Albert Ramos-Vinolas yang masih bertanding hingga berita ini diturunkan. Sementara Nadal bakal bertemu Dominic Thiem pada babak 16 besar Prancis Terbuka 2017. (kmb33/afp)
Rafael Nadal
BPM/rtr
Sastra
Redité Kliwon, 4 Juni 2017
I Kaki Dengkil
Sang Wijayasastra 9 “APA madan tresna?” Asapunika anrawanganruwung manah I Kaki Dengkilé ngalaca-laca indiké punika wenginé puniki. Nénten uning, asapunapi minab sané ngawanang baos tresnané punika sané dados krana Ipun magadang sambilanga ngrasaang kebus baang awakné ring mapagang Kajeng Kliwoné puniki. Inggih, wengi mapagang Kajeng Kliwoné puniki awak I Kaki Dengkilé kantun kebus baang rasaanga. Sampun saking tigang raina Ipun sengkaon panes dingin. Kudiang raris, sampun tua cakluk sakadi punika, kantun kamanten I Kaki Dengkil sering luas doh ngumbara aéngan ring pangalu malingser luas kangin—kauh, kaja— kelod nanjaang adolané. Kocap i tigang raina sané lintang I Kaki Dengkil wawu rauh saking Gumi Smara Pura. Sampun ping kudang Ipun ka Kertha Gosa, kantun kémanten kedeh manahné nuréksa sekancan gambaré sané matabeh irika. Sambilanga nungadah, iteh Ipun ngiwasin gambaré sambilanga ngwacén aksara sané kasurat. Sané pinih seneng turéksana sampun majanten indik Bhima Swarga. Boya ja santukan makéh gambaré nyihnayang sekancan atmané sangsara prajayana antuk sekancan cikrabalané, nanging sujatiné wénten sané dahat manahanga makilitan sareng baos tresnané sané ngawinang sekancan adi dosané nibén atmané makasami. Sang Bhima, ngamedalang sekancan bhayuné kantos ngusak-asik makbak Swargalokané ulian tresnané ring Sang Aji tur Sang Ibu. Kantos ningkebang jambangan nuréksa napi makekalih Ajiné tur Ibuné wénten irika? Tresnané sané kalintang ngawinang byutané ring Swargaloka dados majanten. Kantos iriki, anrawang-anruwung manah I Kaki Dengkilé éling ring somahé sané sampun ngaonin. “Kenjekan ngudiang ia I Odah jani? Apa nu inget sabilang semengan ngaénang kopi? Apa nu inget sabilang semengan nyodaang panyampah? Apa nu inget sabilang semengan nyediaang baju lakar anggon magaé?” I Kaki Dengkil ngrémon asapunika sambilanga ngusapusap yéh paningalané sané nénten rasaanga ngrocok néltél. Wantah I Doglagan manggihin kakinné asapunika, sinah sareng goar-goar ngeling. Santukan waluya I Doglagan kémanten sané nampek sareng odahé. Saking alit I Doglagan empuna antuk odahé, arang pisan empuna antuk méménné. Punika awanan I Doglagan sakadi kaicalan manahné asigar. Sué Ipun bengangbengong mamarna odahé. Asapunika naler I Kaki Dengkil, sué mapangenan dados sakadi akijapan rasaanga patemoné sareng somahné. Tresna, punika sané ngawanang wénten manah kémad mapasah sareng sané siosan. Wantah sampun kakilit antuk pitresna punika sané ngawinang kéngin pisan manampekan. Napi malih pitresna anak luh sareng anak muani, sinah manahé manampekan jagi sayan ngagengang. Irgamayang kantos ka muncuk langité jagi saling tut. Sakadan pamadané jagi katastas kantos lisig. Sakadan bhayané jagi kaceburin, sakadi dadalu narung sasi. Kantos sampun lintang tengah wenginé, I Kaki Dengkil kantun kamanten ngamanahang indik tresnané punika. Punika santukan Ipun éling ring baos sastrané sané maosang indik Sang Angawaraté kabaos mangda ngamel gagelaran Sang Wijayasastra. Silih sinunggil sané kabaos Sang Wijayasastra inggih punika mangda tresna sujati ring warginé makasami. Pitresnané punika kapisaratang pisan mangda tan pabina-bina. Cruét-cruét gumatat-gumitité sakadi nedeh manah I Kaki Dengkilé matakén, sampun ké Sang Angawaraté mangkin sumeken tresna ring sekancan wargi Tepisiringé? Wantah sampun sumeken sakadi asapunika, sinah sampun I Kaki Dengkil nénten sriang-sriung manahné sakadi sané sampun-sampun. Ngemasin sakadi babuang buntutin malingser manahné ngraina. “Apa singid pesan prabhawa Sang Wijayasastrané kanti sukeh pesan gelaranga tekén Sang Angawaraté? Apa kamula kakéné pakibeh jagaté ngawinang ajah-ajahané ané madan Wijayasastra ento doh para rasaanga? Tusing ké pahpahan Sang Wijayasastrané ento sujatiné aluh pesan? Apa buin cara janiné sekancan Sang Angawaraté paliha tékén wariginé makejang! Tusing ja dugasé nyéwaka apang paliha dogén nyihnaang tresnané kalintang tekén warginé! Suba kapalih laut engsapina!” Iteh I Kaki Dengkil mamarna asapunika. Nénten ja mamarna kamanten, ngupet-upet wastané wantah asapunika. Nénten rasaanga damuhé sampun tedun wenginé puniki. I Kaki Dengkil iteh mligbagang indik tresnané punika. Kantos nénten rasaanga poyok sirahné berber sayong madaging damuh wenginé puniki. “Tresnané tekén warginé, tresnané tekén sekancan jadmané mabuat pesan di sajeroning gagelaran Wijayasastra. Buin pidan ja ada calon Sang Angawarat, mara ya gelah lakar mamalih!” Asapunika I Kaki Dengkil nyineb wengi mapagang Kajeng Kliwoné puniki. (Jelantik)
Tresna Kanti Mati Madé Suar Timuhun MADÉ Arya anak truna bagus, kulitné putih, awakné tegeh cara bulé nanging tusing pati liu mamunyi. Liu bajang-bajangé ané kacantol ngajak ia, nanging Madé Arya suba ngelah gegélan ané madan Luh Dévi. Madé Arya ngajak Luh Dévi matemu di hotél dugas pada-pada magaé dadi DW (Daily Worker). Jani suba ada atiban matunangan, suka duka karasayang bareng-bareng. Mirib ulian suba pepes matemu di tongos magaé, Madé Arya kapah sajan nyak malali ka umahné Luh Dèvi. Nyidaang meték baan jeriji, ping kuda Madé Arya malali kemu. Pepesan Luh Dévi ané nglalinin Madé Arya ka umahné yadiapin tongosné joh pesan. Sabilang Luh Dévi malali ka umah tunanganné pasti maabaabaan, limanné sing taén puyung, pasti maténgténgan. Luh Dévi pepesan ngabaang tunanganné dedaran yadiapin pepes masih tusing nyak daara tekén Madé Arya. Madé Arya anak muani ané lebih mentingang timpalné katimbang tunanganné padidi. “Sayang, makan naé malu Sayang! Né Aku suba ngabaang Kamu nasi goréng spésial dedemenan Kamuné,” Luh Dévi munyinné alus sada banban, nundén apang tunanganné naar nasi goréng dedemenanné. “Pejang gén malu ditu, buin kejep yén seduk pasti daar Aku! Nyényé sajan Kamu dadi anak luh, suba cara mémén Akuné gén. Mémén Akuné gén sing cara Kamu nyényéné.” Kasar pasautné Madé
Arya ané sedek negak di ampiké nyaluk sepatu futsal. Kuciwa pesan Luh Dévi nampi munyin tunanganné buka kéto. Mula tusing kapertama Luh Dévi kasigugin, nanging ané jani mula bas kaliwat sigug lan kasar. Prajani masem sebengné Luh Devi, paningalanné ngembeng, cara gulemé ané ngembeng yéh, ngantiang ulung dadi ujan. “Yén mula Kamu tondén seduk, ngudiang Kamu BBM Aku tuni, nundén Aku ngabaang Kamu nasi goréng. Kamu boya ja suba nawang Aku sedek gelem. Aku suba mautsaha ngabaang Kamu dedaran, nanging jani Kamu sing nyak naar. Terus jani Kamu lakar kija?” Luh Dévi nyambatang rasa kuciwané ulian tusing kaajiang, suba joh-joh teka ngabaang dedaran, apa buin ia sedek gelem. Nasi goréngé lantas pejanga di duur méjané ané ada di ampiké. Tusing misi matakon unduk tunanganné gelem apa, Madé Arya langsung nyemak kunci laut negakin sepéda motorné. “Dadi anak luh jeg manja sajan, gelem amonto gen suba mengeluh. Yén mula tusing las meliang Aku dedaran lan ngabaang mai, luungan eda Kamu mai. Aku sing taén maksa apang Kamu mai kan? Jani Aku lakar pesu main futsal ajak timpal-timpal Akuné, Kamu mulih gén ba!” Madé Arya ngilut gas sepéda motorné lantas macuéng pesu ngalahin Luh Dévi padidian. Pongah juari Madé Arya ngomong kéto, marasa déwékné sing ngelah pelih, campah nund-
13
ung tunangané ngorahin mulih. Ngetél yéh paningalanné Luh Dévi ningeh munyi buka kéto, sing bisa ngajiang anak luh. Luh Dévi nyemak kunci sepéda motor di tasné, ngéncolang majalan pesu ngojog sepéda motorné ané parkira di malun angkul-angkulé. Krana majalan nguntul ngilidang sebet sebengné, sing taunina di arepné ada méménné Madé Arya ané mara teka uli magaé. Méménné Madé Arya tengkejut nepukin Luh Dévi ngeling. “Luh lakar kija? Ngudiang Luh ngeling? Ada apa? Muan Luhé seming sajan. Madé Arya dija? “Tiang lakar mulih Bu, Arya mara sajan pesu ngorahang main futsal ngajak timpal-timpalné,” pegat-pegat munyinné Luh Dévi, lima tengawanné ngusapin yéh paningalanné baan tisu. “Adi Luh sedih? Kudianga Luh ngajak panak Ibuné?” “Tiang tundunga Bu, orahina mulih krana Arya lakar pesu main futsal ngajak timapl-timpalné. Tiang mai nak ngabaang Arya nasi, tuni ia ngorahang tondén madaar.” “Mih nyajaang sajan Ibu ngelah panak kéto nah, suba joh-joh gumi abaanga dedaran nanging Luh sing ajianga ajak ia. Nah tenang gén malu Luh! Nyanan Ibu ané lakar ngamaang munyi apang ia ngerti. Men jani Luh lakar mulih?” Ibunné Madé Arya milu marasa kuciwa tekén solah panakné. “Nggih Bu, jani tiang lakar mulih. Lakar istirahat jumah, bayun tiangé won sajan Bu.” “Luh gelem né? Suba mubad? Men nyidang mulih padidi?” Ibunné Madé Arya sangsaya tekén kahanan Luh Dévi. Malénan sajan ngajak panakné ané cuék tusing pati rungu. “Ten Bu. Tiang ten kenapi.” “Nah lamun kéto adéng-adeng di jalané nah Luh!” “Nggih Bu, tiang pamit.” Disubané neked jumahné, Luh Dévi lantas ngojog kamarné. Awakné glebuganga di kasuré, makakeb. Luh Dévi nu marasa sedih sajan ulian baanga munyi kasar lan tundunga buka kéto tekén tunanganné padidi. Ia marasa tusing maaji sajan di matané Madé Arya. Teka uli main futsal, Madé Arya tegakanga tekén ibunné. Ibunné nganyéngnyéng ngamaang munyi apang panakné ngerti lan bisa ngajiang anak luh. Munyin méménné ento sing ada artinné. Boya ja nyak ngancan ngluungang, uli sekat ento bikasné Madé Arya ngancan nyelékang marep Luh Dévi. Bikasné ngancan beler, suba bani ngaplakin Luh Dévi baan lima. Abedik salah tampi, Madé Arya suba bani ngantem Luh Dévi. Kasépan Luh Dévi ngamaang kabar, Madé Arya suba cemburu, ngorahang tunanganné ané tidong-tidong. Sing buungan Luh Dévi baanga munyi ané sigug lan kasar-kasar. Luh Dévi nu masih mautsaha sabar ngarepin bikasné Madé Arya ané kasar lan keras buka kéto. Ento makejang ulian rasa tresna lan sayangné Luh Dévi bas kaliwat gedé ngajak Madé Arya. Telung dina suba Luh Dévi tusing ada kabar. Suba telung dina masih sing ada masuk magaé ka hotél, tusing ada katerangan apa. Madé Arya ngrasayang ada ané kuangan. Tusing ada anak luh
kudiang jani ngidih pelih? Anak bajang jegég ané seken-seken nresnain déwékné suba majalan malunan ngalahin déwékné sakayang-kayang. “Sampunang sedih Dé Arya! Lascaryaang pajalan adin titiangé. Minab wantah amuniki tuuhné ring mrecapada. Padalem masih, saking dumun ipun naanang pinyungkan kankér otak. Minab adin titiangé tan naening macarita sareng Dé Arya. Titiang Beli Misanné. Dibi ring rumah sakit adin titiangé nitip surat sareng titiang, mangda kaserahang sareng Dé Arya. Niki surat ipuné.” “Nggih suksma Beli.” Madé Arya nyemakin suratné Luh Dévi ané titipanga sig beli misanné ento. Sing makelo buin makenehkeneh, Madé Arya lantas mukak lan maca isin suraté ento. “Untuk Made Arya lelaki yang paling aku sayangi. Di saat kamu membaca surat ini mungkin pada saat itu aku sudah tidak ada di sampingmu lagi mengisi hari-harimu seperti biasanya. Sayang maaf aku cuma bisa menemanimu sampai saat ini saja dan aku belum bisa menjadi pacar yang baik buat kamu. Terima kasih selama ini kamu sudah masuk dan menjadi bagian dari hidupku. Aku sangat mencintai dan menyayangimu. Aku berharap di saat nanti aku sudah tidak ada, kamu bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dari pada aku. Sayang, kamu baik-baik ya, jaga kesehatanmu dan jangan keseringan keluar malam. Aku akan selalu ada buat kamu walau kini kita ada di dunia yang berbeda. Kamu tetap ada di hati aku. Biarlah kenangan kita, aku bawa kemanapun aku pergi. Selamat tinggal sayang. Salam cintaku, Luh Dévi” *** Sedih pesan kenehné Madé Arya maca suraté ento. Paketéltél yéh paningalanné ulung melusin pipiné, lantas ngetél melusin kertas surat ané bacana ento. Saka besik kenangané ngajak Luh Dévi manerawang di ingetané. Kenehné buyar, sambrag. Beli misanné Luh Dévi nyambatang suba aminggu Luh Dévi karawat di rumah sakit lan suba maan kémotérapi nanging kahanan Luh Dévi ngancan ngendukang. Tusing nyidaang nerima réaksi obat ané kaliwat keras. Madé Arya mara marasa pelih tusing bas urati tekén kahanan Luh Dévi. Ia ngadén Luh Dévi maboya ngorahang sakit tuah anggona ngalih uratian Madé Arya. “Maafkan aku sayang, selama ini aku bersalah. Aku bukan pacar yang baik buat kamu. Selama ini aku jahat. Aku selalu cuek sama kamu. Aku selalu mementingkan teman-temanku dibandingkan kamu, tapi selama ini kamu selalu sabar menghadapi aku. Cintamu yang tulus telah aku sia-siakan. Sungguh begitu bodohnya cowok seperti aku. Maaf sayang, maafkan aku!” Madé Arya. Munyinné seret, ngidih pelih di samping layonné Luh Dévi. Yéh paningalanné sing suud-suud membah. Guminé ngancan remrem, kedis sesapiné pasliwer makeber ngindang di duur balé danginé. Munyin goaké samar-samar madingehan, milu ngrasayang sedih. -0-
Saking Langit Bali
Aswamédha Parwa
Sang Prabhu Krishna
Bali Pidan Bali Jani I
Olih : I K. Satria, S.Ag “PALUNGGUH Beliné sané pinaka junjungan daging jagaté, pinaka genah para mauripé nyikiang pikayunan saha nunas kanti ri kalaning nemu sané nénten patut. Sekancaning daging sastra ajiné sampun palungguh Beli sané nyobyahang saha ngicén angga sariran titiang. Punika mawinan dumogi titiang prasida nglaksanayang sekancaning sané kaicen puniki, kanggén mélanin sekancan sané patut iriki ring jagaté. Nawegang palungguh Beli sané taler kaloktah pinaka Sang Hyang Janardhana, sami sané kapica ring angga sariran titiangé pacang anggén titiang nagingin kahuripan iriki ring jagaté. Yéning kapikayun antuk titiang, wiakti akéh pisan sané sampun kaicénin ring angga sariran titiangé, mawastu prasida sakadi mangkin. Utaminnyané ri kala ngasorang para retuné sané wénten ring prakantin Korawané, makasami putran Ida Sang Drestarastra punika. Sujatiné makasami putra Korawa punika sampun palungguh Beli sané ngeseng antuk kawisésan Beliné. Sakémaon, titiang wantah ngamargiang napi luir sané sampun kawarahang olih palungguh Beli sané tunasina titiang makasamian indik payudané punika. Sujatiné palungguh Beli sané ngasorang makasami prajurité punika. Punika raris ngwetuang titiang molihang kajayan ring payudané punika. Wantah antuk kawisésan miwah kautaman Beliné raris ngicénin titiang tata cara anggén ngasorang mesehé, utaminnyané Sang Duryodhana, Ida Sang Karna taler rajané sané dahat dursila sané wénten ring wewidangan Tukad Sindhu inggih punika Sang Burisrawa. Titiang wantah pacang ngamargiang sami sané kapituduh ring anggan titiangé sané ngawinang titiang molihang kautaman sakadi mangkin. Sangkaning sampun nénten malih titiang dwapara manah titiangé ring palungguh Beli, titiang sampun cumpu ring palungguh Beliné. Punika sané mawinan titiang madué kapiutangan sané dahat majeng ring palungguh Beli. Sampun kapatutan titiang jagi ngaturuningayang majeng ring Sang Prabhu Yudisthira indik sapatilah palungguh Beli nuju Jagat Dwaraka. Titiang taler nénten banget mialangin indik pamargin Beli nuju Jagat Dwarawatine, mangda prasida macumpu sareng Ida Sang Baladewa saha para ksatriané sané tiosan!” Sinambil mabebaosan punika raris sampun kacaritayang napak ring Jagat Hastinapura. Antuk pikayunan sané liang miwah dahat angayubagia
ané nyambat sara tekén ia, tusing ada ané ngabaang dedaran, tusing ada ané BBM nakonang kabar, sedek dija, wiadin sedek ngudiang. Ibunné Madé Arya masih pepes nakonin Madé Arya unduk kahanan Luh Dévi. “Dé, dija tunangané? Kenapa Luh Dévi sing taén mai buin?” “Sing tawang Bu. Mirib ia suba ngelah tunangan baru, suba gelahang anak muani lénan.” Kanti aminggu suba Luh Dévi sing ada kabar. Sing ada tepukina di hotél, timpal-timpalné takonina nanging tusing ada ané nawang. Krana Madé Arya marasa med terus takonina tekén ibunné unduk tunanganné ento, teka uli magaé ia lantas pesu malali ka umahné Luh Dévi, makeneh lakar ngidih kepastian unduk ubunganné ento. Neked jumahné Luh Dévi, Madé Arya tengkejut krana di umahné Luh Dévi ramé sajan kramané mabusana adat madia. Tusing makelo makeneh, Madé Arya macelep lantas ngwanénang raga matakon ngajak bapak-bapak ané ada ditu. “Ampura Pak, iriki wénten acara napi nggih? Kok samian nganggén kamen?” “Wénten kalayusekaran Gus. Anak istri bajang iriki ngalahin inuni semeng. Padalem pisan, kari muda, kari bajang genten sampun keni pinyungkan kanker otak. Napi malih ipun jegeg, rajin, polos, samaliha ajér pisan.” Kaliwat tengkejut Madé Arya ningehang munyin bapak-bapaké ento krana ia nawang tuah Luh Dévi dogén padidi anak luh bajang di kulawargané ditu, panyamané makejang muani. Jantungné Madé Arya karasayang macepol, bayuné runtag, muané prajani seming sing percaya tekén unduk. Ia tondén percaya ané ngalahin ento Luh Dévi. Ia nu marasa sangsaya, ia makeneh mirib ané ngalahin ento nyamanné ané lénan. “Dados titiang nyingakin raganné Pak? Nanging ampura titiang tan nganggén busana adat.” “Nggih Gus, tan ja kenapi. Sané kalayusekaran wau pisan rauh saking rumah sakit. Ngiring mrika ka balé dangin!” Neked di balé dangin tepukina kulawarganné Luh Dévi ngrunyung anaké ané kalayu sekar, makejang sedih, ada ané ngeling, ada ané siep nanging nepes yéh paningalan, ada masih ané bengong nlektekang. Anak muani ané ada di balé dangin ento lantas nyagjagin Madé Arya. “Ampura, Gus sira nggih?” “Titiang, titiang Madé Arya, Beli. Tunanganné….” “Oooh Madé Arya, tuananganné Luh Dévi? Mriki-mriki Gus, nampekin. Sakéwanten lédangang, legaang nggih, sampunang bangetanga. Luh Dévi wau rauh niki saking rumah sakit, mangkin ipun sampun tis leplep sirepné. Ngiring sarengin ngrastitiang mangda becik pamarginné nyujur Sang Hyang Parama Kawi.” Madé Arya makesiab nepukin layonné Luh Dévi saréanga di baléné, muanné putih layu, kulitné seming létég, maka dadua song cunguhné kasengsengin gamét. Sedih kaliwat sedih kenehné Madé Arya. Selselé tekané mula durinan. Sing nyidaang nanggehang yéh paningalanné ané ngembeng uli tuni. Nyelsel ibi puané kasarkasar mamunyi ngajak Luh Dévi,
makekalih nuju genah Sang Prabhu Drestarastra. Kawéntenan Hastinapurané nénten malih sandang baosang indik kautamannyané, sané winaluya sakadi linggih Ida Sang Hyang Sakra, luwih mautama. Makekalih nerus memargi pacang matemu sareng Ida Sang Prabhu Drestarastra sané sampun kabih olih Sang Widura sané taler dahat pradnyan. Irika taler wénten Sang Yudisthira sané kairingang olih Ida Sang Bhimasena sané taler mautama tanpa tanding pinaka putran Ida Dewi Mandri sareng Ida Sang Pandu. Ida Sang Prabhu Drestarastra sané taler kairing olih Ida Dewi Gandhari miwah Pritha sané taler kairing olih Ida Dewi Draupadi sané dahat ayu, miwah makasami para stri mautama sané wénten ring Hastinapura. Irika taler wénten Ida Dewi Subadra. Irika taler wénten pinaka dayangdayang Ida Dewi Gandhari. Makekalih ksatria mautama punika tangkil saha manyembah majeng ring Ida Sang Prabhu Drestarastra. Sang kalih manyembah saha nguningayang parabidané soang-soang saha mamungkut manyembah dahat pranamya pisan. Wusan punika raris nglantur mamargi nuju genah Ida Dewi Gandhari saha manyembah pateh sakadi majeng ring Ida Sang Prabhu. Asapunika taler ngaturang sembah majeng ring Ida Sang Prabhu Yudisthira miwah Sang Bhimaséna sané dahat mawisésa. Irika taler mabebaosan sareng Ida Sang Widura. Sesampuné punika raris ida mawali nuju genah Ida Sang Prabhu Drestarastra. Irika raris kawéntenang bebaosan ngantos wengi. Punika sané ngawinang Sang Prabhu Drestarastra ngandikain sang kalih mangda mararian ring genahé soangsoang. Ida Sang Prabhu Krishna digelis mamargi nuju genah Ida Sang Arjuna tur irika makekalih masandekan antuk manah sané angayubagia pisan. Sesampuné masandekan punika, Ida Sang Hyang Surya sampun endag, digelis makekalih nuju genah Ida Sang Hyang Yudisthira sané kaswegata antuk pamargi sané dahat utama ring genahé punika. Ida Sang Prabhu Yudisthira sampun kairingang olih makasami para mantriné sané wénten ring Hastinapura. Makekalih ksatriané sané mautama punika mamargi nuju genah pasebané antuk pamargi sané dahat becik tur wiring tan bina sakadi Dewa Aswin saking Swarga Loka. Sesampuné sang kalih wénten irika, raris Ida Sang Prabhu Yudisthira malinggih saha mabebaosan sareng makekalih ksatriané sané raris katurin bhoga samatra. (Masambung)
Ipidan jadmané demen makenyem, ané jani liunan mabasang nyem, ipidan jadmané demen ngayah, ané jani liunan demen mamunyah. Ipidan makejang inget mabraya, ané jani makejang ngubek sekaya, ipidan makejang demen matulung, né jani pategehin apang paling luung. Ipidan saling ingetang pada tuyuh, ané jani pada engsapang saling uluh, pidan malaksana melah anggon bekel mulih, ané jani malaksana corah apang nyidang sugih. Bali pidan mula sutrepti, Bali jani liunan pada mabéki, Bali pidan mula rahayu, Bali jani suba ngancan layu. I W. Wikana-Seraya
Kruna
14 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.
puupu;du(m,
Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti
Pupuh Durma 40.w(gsri.
Wargasari,
sa]iwmjgwu, Sadasiwa majagau, pÉm]iwc)nÑnen,
Pramasiwa cendanané, m)zenvtrguru,
menyané Bhatara Guru, kukuesn)pudÐl\it/, kukusé nepud ka langit, punikhe\ánæm(gi, punika anggén pamargi, pc*turunÉ&khê\n/,
pacang turun ring kahyangan, m\Ñg)lisÉwu;, mangda gelis rauh, mnusmziwi. manusa manyiwi. turunÓ^~ sk&luhu(,
Turun Tirtha saking luhur, mzirt*pm\Сen,
manyiratang pamangkuné, mkl\nà¡zÇËtà¡mã¡l/,
makalangan muncrat mumbul, phicnÀidhê*wiai,
paican Ida Hyang Widhi, p\Þ¡ktnÀ¡tmjti,
panglukatan utama jati, pzuptnÑsml, panyupatan dasamala, smipd2bu(, sami pada lebur, muli;jtih)n&.
mulih jati hening.
Redité Kliwon, 4 Juni 2017
Tiga Siluman
Nyinahang ”Kreasi” Anyar SEKAA bondrés Tiga Siluman sané kawentuk ngawit warsa 2015 lintang, mangkin ngawit kasenengin krama Bali. Antuk punika, angga sekaa bondrés Tiga Siluman puniki patut mapineh becik mangda prasida ngwedar utawi nyinahang kreasi anyar ri kala masolah ring dija ugi magenah. Ngwedar kreasi anyar puniki antuk tetujon ngicalang kesan monoton saha ngicalang rasa med para pamiarsa ri kala nonton sesolahannyané. Sekaa bondrés Tiga Siluman puniki kasujatiannyané kasolahang olih Ngurah Panji pinaka Ayu Rosanti, Tunick Cerling pinaka Gék Cerling, miwah Dék Bintang nyolahang Rai Bintang. Ngurah Panji sané ngambil peran pinaka Ayu Rosanti sapisanan pinaka pamucuk sekaa Tiga Siluman nguningayang, nénten élah ngukuhang taler nincapang kualitas ring jagat bebondrésan. Pangawit wéntennyané sekaa inucap manut Ngurah Panji sané nénten madué kawagedan bondrés, wantah kadasarin pamineh miwah kayun saha nerus mautsaha. Ri kala ngardi bebanyolan, Ngurah Panji kasarengin antuk sawitrannyané Tunick Cerling miwah Dék Bintang. “Nggih titiang sareng tiga yukti marasa nénten élah masaing ring widang seni bebondrésan. Iriki
katuntut mangda setata ngwedar utawi nyinahang materi anyar. Napi malih tiang nénten madué latar pinaka pelawak, patut teleb mautsaha saha setata ngwedar kreasi anyar sané prasida ngawi krama seneng,” baos Ngurah. Manut Ngurah Panji, nyabran penampilan Tiga Siluman ring makudang event pastika setata kalaksanayang evaluasi taler saling ngicénin sokongan mangda prasida lewih becik kapungkurnyané. Napi malih salami puniki, manut anak lanang mimitan Desa Panji, Buléléng, akéh tantangan sané karepin salami nelebin widang seni bondrés. “Sampun biasa, napi kémanten sané kamargiang pastika wénten gegodan miwah tantangan sané patut karepin. Kémahon manut titiang, samian punika patut kadadosang paplajahan miwah sokongan mangda prasida lewih becik malih,” baosnyané. Nyabran masolah, Tiga Siluman setata nyelipang lagu-lagu Bali. Antuk punika, Tiga Siluman gelis pacang nga-rilis single kaping kalih sané mamurda “Siluman Bergoyang”. “Cihna saking sekaa bondrés Tiga Siluman, nyabran masolah pastika sambil magending Bali. Tetujonnyané wantah pinaka hiburan. Sujatiné boya lagu Bali kémanten, titiang taler ketah
Isin Gumi
nampilang lagu dangdut miwah igelan jogéd. Cutetnyané mangda pamiarsa seneng tur terhibur saha tetuek saking bebondrésan sané kawedar prasida karesepang,” weweh Ngurah Panji. Kawewehin malih, salami puniki durung wénten krama sané maosang kirang puas majeng sesolahan bondrés Tiga Siluman. Kabuktiang job-job sané kapolihang Tiga Siluman, akéhan referensi saking sané sampun naanin ngundang Tiga
Siluman. “Salami puniki titiang masolah ring makudang-kudang genah ring Bali, durung wénten sané maosang nénten puas. Buktiné akéh polih job saking informasi sané sampun naanin ngundang bondrés Tiga Siluman. Yadiastun sakadi punika, titiang nénten kayun puas, kantun akéh sané perlu katincapang kapungkuran.” Ring galah sané pateh, Nurah Panji nyeledi Tiga Siluman matur suksma antuk waranugraha
Hyang Widhi miwah sokongan saking sawitranyané sakadi sang produser Dék Artha sareng Ayu Wiryastuti sané ngawinang Tiga Siluman kawentuk tur nglimbak sakadi mangkin. “Tiang sareng tiga matur suksma pisan antuk sokongan sané kaicén salami puniki. Dumogi kapungkuran prasida nerus berkarya miwah menghibur krama majalaran kasenian bondrés inovatif,” Ngurah Panji nguntatin. (ama)
Sekolah Nénten Kadadosang ”Pungut Biaya PPDB”
PENERIMAAN peserta didik baru (PPDB) warsané puniki, pamekas sané ngranjing ring tingkat SD miwah SMP nénten dados kapakéwuhin antuk prabéa pendaftaran utawi antuk baos PPDB gratis. Yéning wénten pungli, angga sané ngamargiang pungli kapastikayang katibénin sangsi sané sampun katentuang. Indiké punika kategesang Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupatén Buléléng, Gede Suyasa wawu puniki. Kauningayang, ring penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2017/2018, makasamian prabéa pendaftaran katanggung pemerintah majalaran Dana Bantuan Operasional Sekolah. Mawinan punika, peserta didik antuk otomatis nénten keni prabéa napi-napi malih. Parindikan punika kabligbagang ring sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Buda, 31 Méi 2017 lintang. Kaki Dukuh, Seririt Program pemerintah sakadi punika pastika kasanggra becik olih samian rerama sané maderbé pianak kantun ngranjing ring SD utawi SMP. Santukan parindikan inucap prasida ngwantu saha ngirangin beban prabéa pamekas majeng krama sané tuara. Sakémaon, pamineh becik pemerintah sakadi punika, pamarginé ring lapangan matiosan. Mawinan patut wénten pengawasan sané ketat ri kala penerimaan peserta didik baru.
Dewa Aji Ariawan, Pemaron Penerimaan siswa baru warsa puniki nénten keni prabéa utawi pungutan. Pinaka rerama, titiang marasa angayubagia tur ngokong program inucap. Yéning dados, mangda nénten taler keni prabéa sakadi seragam sekolah, uang sumbangan bangku, sumbangan sukaréla miwah sané tiosan. Sakadi dumun rumasuk akéh pisan pungutan-pungutan sané meratin para rerama. Pekak Mologan, Mayong Program nénten wéntennyané pungutan majeng siswa SD miwah SMP, rumasuk nyokong “Program Wajib Belajar Sembilan Tahun” sané saking dumun karincikang. Yéning puniki sampun sumeken kalaksanayang, janten pacang arang wénten siswa-siswi sané putus sekolah. Santukan mangkin samian sampun gratis. Gus Arya, Lovina Sampun sapatutnyané program sakadi punika kalaksanayang. Sauning titiang, dumun ri kala kampanye pilprés ketah nyanjiang pendidikan gratis, sakémaon tios kajantenannyané. Mangkin sampun kamedalang program anyar nénten kadadosang mungut prabéa penerimaan siswa baru. Program inucap patut kasanggra becik.
Putu Karsini, Banjar Ring UUD 1945 sampun kasurat samian warga Negara mangda ngamolihang pendidikan sakadi patut. Yéning nénten iwang, indik pendidikan punika wantah tanggung jawab
pemerintah. Mawinan sakadi mangkin pemerintah ngamedalang program nénten nadosang nglaksanayang pungutan ri kala penerimaan siswa baru. Aptiang titiang indiké puniki mangda nglantur kapungkur wekas, yadiastun présidén magentos. (ama)
Kruna Basa Bali
AKSARA BALI
1.
ampik
1. hmæik/,
1. serambi
2.
ampis
2.
hmæis/,
2. tipis
3.
angkep
3.
h\Ð)p/,
3. rangkap
4.
bengkung
4.
b)\С*,
4. keras kepala
5.
benyut
5.
b)zut/,
5. kacau
6.
bogolan
6.
eboegoln/,
6. narapidana
7.
bregah
7.
bÊg;,
7. durhaka
8.
buduh
8.
budu;,
8. gila
9.
burik
9.
burik/,
9. bopeng
10. kampih
10. kmæi;,
Bahasa Indonésia
10. terdampar
15
Minggu Kliwon, 4 Juni 2017
(Pamali) Salah satu pamali, pantangan, atau ‘’gak ilok’’ untuk dilakukan selama berpuasa Ramadhan adalah bertengkar. Sejumlah Ulama memakruhkannya, bahkan ada yang mengharamkannya, atau disebut membatalkan keabsahan berpuasa. Yang pasti bertengkar itu mengotori keindahan puasa, seperti virus perusak aplikasi software batiniah kita yang ‘’loading’’ ke keluasan dan kedalaman. Pertengkaran dalam keluarga, di luar rumah, dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara, benarbenar ‘’incompatible’’ terhadap hakiki puasa , serta ‘’illegible’’ dalam privatvakrifat dengan Allah.
Kecuali manusia yang tidak terdidik mendayagunakan akal pikiran, mengelaborasi pemaknaan puasa ke keluasaan dan kedalaman, membiasakan eksplorasi in telektual, asosiasi dan simulasi nilai puasa untuk diberlakukan sepanjang kehidupan. Puasa Ramadlan adalah ‘’piweling ‘’, ‘’remindering’’ dan ‘’workshop’’ khusus yang melatih kembali manusia untuk meningkatkan kesanggupan mengendalikan diri. Di samping prinsip control puas, manusia menjalani hidupnya dengan prinsip syahadat (keteguhan prinsip, shalat (k etekunan dan kesetiaan), zakat (keberbagian dalam keseimbangan bersama), serta haji (pengerucutan pencapaian kemuliaan, titik puncak di mana kebenaran, kebaikan dan keindahan menyatu). (Syariat Nasionalisme)
(Puasamu Untuk-Ku) Semua Ibadah Mahdloh Peribadatan yang segala sesuatunya ditentukan oleh Tuhan, dan itu komponen utama Agama atau religi) maupun Ibadah Mu’amalah (yang diinisiatifi dan didisain oleh manusia, waktunya. Caranya gerakannya, ucapannya, yang posisinya adalah religiositas atau ekspressi rasa ke Tuhanan) adalah buat kepentingan pelakunya, karena Allah tidak membutuhkan persembahan apapun dari makhluk-Nya. Tetapi ‘’puasa hamba-Ku itu untuk (milik)-Ku, dan Aku sendiri yang memberinya apresiasi, karena hamba –Ku meninggalkan hawa nafsu, maka dan minumnya karena-Ku.’’ (Hakiki Demokrasi) Nafsu, makanan dan minuman dalam jenis, bidang, ranah dan konteks apapun. Dari urusan lidah dan perut, hingga seluruh strata dunia-mania. Nafsu mencari, menikmati dan mempertahankan kekuasaan politik. Nafsu memaksakan kebenaran keluar dirinya, rakyat kepada pemerintahnya, apalagi Pemerintah kepada rakyatnya. Nafsu menuding-nuding orang lain, mengkafir-kan maupun me-makar-kan. Nafsu menuhankan kapitalisme global, industrialisme tanpa batas. Termasuk nafsu menguras kekayaan Allah di kandungan bumi tanpa minta izin kepada Pemilik-nya dan tidak ‘’ewuh pekewuh’’ kepada rakyat beserta anak cucunya yang Allah menganugerahi mereka hak pakai, yang memang demikianlah prinsip hakiki Demokrasi. (Workshop Pengendalian Diri) Menusia tidak akan menyimpulkan bahwa semua pamali itu berlaku hanya pada bulan Ramadhan, sehingga selepas Idul Fitri ia mengharirayakan kembali kebencian permusuhan dan pertengkaran.
Jangankan dalam berkeluarga, bermasyarakat dan ber-negara, sedangkan teamwork bermain sepak bola saja memperlukan prinsip syahadat, shalat zakat, puasa, agar ‘’mabrur’’, mencapai keindahan goal, Goal di gawang Lawan, yang letaknya tidak ‘di sana’’ melainkan ‘’di sini’’. Gawang lawan itu berada di dalam diri kita sendiri, di lapangan nafsu, egosentrisme, subyektivisme golongan-golongan dalam berpolitik, yang merusak ‘’syariat’’ nasionalisme. (Pita Sempit Sumbu Pendek) Kita terlalu mudah meneriakkan nasionalisme, NKRI harga mati, Bhineka Tunggnal Ika. Kurang mengukur seberapa kematangan ilmu dan keluasan pengetahuan yang diperlukan. Kurang menakar seberapa dalam sublimasi mental, seberapa cakrawala hati-samudera, seberapa mensemesta ke lapangan cinta, serta seberapa kokok jiwa kita untuk mengutamakan penerimaan dan mengikis penolakan. Pelan-pelan tapi pasti budaya kependidikan kebangsaan kita menambah jumlah anak anak ‘’pita sempit’’ yang ber-‘’sumbu pendek’’. Hampir dua tahun penuh bangsa Indonesia menyiksa diri dengan kesempitan intelektualnya sendiri, kekerdilan mentalnya sendiri, serta kegelapan spiritualnya sendiri.
Kepadamu… (Itidraj, Dibombong) Pada panduan solusi di atas, kata ‘keadilan’ yang pertama Tuhan memakai kata ‘’Al-adl’’, yang kedua menggunakan ‘’alqisth’’, Yang pertama bersifat universal, cair dan luas. Yang kedua spesifik, kasuistik dan kontekstual. Di akhir panduan-Nya, Tuhan menyebut Diri-Nya menyukai ‘’almuqsithin’’, bukan ‘’al ‘adilin’’ atau ‘’dzul’adli’’. Seolah-olah pernyataan terakhir itu mengindikasikan titik beras kasuistik kontekstual. Itu metode solusi bakunya. Kemudian secara dinamis Tuhan sewaktu-waktu akan menginisiatifi ‘’iradah’’ atau ‘’political will’’-nya. Salah satu fenomena ‘’will’’ itu adalah ‘’istidraj’’. Semacam jebakan. Sebuah hadits: ‘’Bila kamu melihat Allah member pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (tahuilah) bahwa hal itu adalah itidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.’’
(Fermentasi Mental) Nanti sehabis harinya kita saksikan bersama, misalnya satu perkara saja: apakah grafik nafsu pertengkaran nasional itu naik atau turuun. Apakah ketele-potong, singkong, atau ubi kayu mentalitas kita tetap keras atau malah menyempurna menjadi benar-benar kayu, ataukah sudak kita ragikan ‘’tape’’. Seberapa tingkat fermentasi kejiwaan yang telah kita upayakan selama Ramadhan, untuk memproduksi kelembutan, kasih sayang, nikmat kebersamaan, indahnya penyatuan dan kebersatuan, pengayoman, kepengasuhan dan keseimbangan. (Default Qadla) Pertengkaran antara manusia, mungkin memang sejak ‘’sono’nya merupakan ‘’qadla’’ alias default-plan Tuhan sendiri: bagian dari disain tata nilai penciptaan makhluk, maka Tuhan juga sudah mempersiapkan ‘treatment’ untuk itu. ‘’Dan kalau ada dua golongan dari mereka yang sama-sama beriman itu bertengkar, hendaklah kamu dimainkan antara keduanya. Tapi kalau yang satu melanggar perjanjian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjajian terhadap yang lain, hendaklah yang melanggar perjanjian itu kamu lawan sampai surut kembali pada perintah Allah. Kalau dia telah surut, damaikanlah antara keduanya menurut keadilan, dan hendaklah kamu berlaku adil; sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.’’
Wayang-wayang Telanjang
l Mengelola Api Fase Pematangan (1) WAYANG-WAYANG di kelir panggung Tanah Air Nusantara Raya ini kini satu demi satu kian telanjang bulat. Ada yang karena ditelanjangi pelan-pelan oleh sang Dalang lewat peran yang dibebankan kepadanya. Ada pula yang saling menelanjangi sesama wayang karena tidak mau ditelanjangi sendirian oleh sang Dalang. Supaya tidak merasa kesepian dan dipermalukan sendirian, ada di antara wayangwayang ini lantas menyeret menelanjangi wayang lain sebulat-bulatnya ketelanjangan. Ada pula yang menelanjangi dirinya sendiri dengan ucapan dan tindakan yang menunjukkan keaslian wataknya sendiri. Jangankan Duryodana dan Dursasana yang sudah ditelanjangi dengan peran amoralnya masing-masing, bahkan sosok wayang Shakuni yang semula tersembunyi pun kini diseret-seret ke titik pusat panggung penelanjangan yang dilihat jelas sejelas-jelasnya oleh ratusan juta pasang mata putra-putri Ibu Pertiwi Tanah Air Nusantara Raya. Salya yang telanjur salah memosisikan diri akibat terperangkap karena alasan tergantung utang isi perut di pihak Duryodana pun jadi rikuh. Karna yang cerdas cemerlang, namun mengabaikan kemuliaan proses memperoleh ilmu, itu pun limbung tak berdaya dengan godokan fase pematangan ini.
Rindu Tuhan
Dibaca dari sudut pandang Bali Tradisi, Tanah Air Nusantara Raya kini tampak sedang berada pada fase pematangan karma, memang. Layaknya hukum alamiah, buah dimatangkan lewat pemanasan, beras dan air pun dimatangkan menjadi nasi lewat proses pemanasan, maka begitulah buah karma para wayang secara sendiri-sendiri maupun secara kolektif tak terelakkan dimatangkan pula lewat fase pemanasan. Buah yang matang alami dan tumbuh dalam radius lingkungan biotikorganik pada waktunya akan matang dengan ranum dan berasa segar, manis, sehingga menyehatkan kehidupan bersama yang menikmatinya. Sebaliknya, buah yang matang lewat berbagai trik jalan pintas karena dikarbit ataupun dicelup-celupkan ke dalam larutan zat kimiawi pemanas buatan, bakal segera membusuk dengan sendirinya tanpa bisa dimanfaatkan. Jangankan buat dikonsumsi dijadikan pengaya nutrisi bagi tubuh ragawi manusia, bahkan sekadar untuk pupuk penyubur gembur tanah ladang, tegalan, dan kebun belakang rumah pun tidak layak lagi. Bila hendak dipaksa-paksakan dimanfaatkan, buahbuah yang telanjur busuk ini bisa jadi malah meracuni tetumbuhan lain. l deprabas
l Road to Homecoming 230 years Old Denpasart...
Tuhan sendiri menyatakan: ‘’Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kampun membukakan semua into-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.’’ (Out of Human Regulation) Atau pada momentum tertentu menurunkan ‘’amr’’ atau perintah-Nya IradahNya bisa melalui berbagai macam formula, menelusup ke adegan-adegan kehidupan manusia, member kejutan-kejutan, trigger, gejala, indicator atau apapun.
Amr-Nya bisa berupa energy hidayah (indormasi plus petunjuk) yang menyeret seseorang atau suatu kelompok, atau suatu kejadian ‘’min haitsu la yahtasib’’, berada di luar gegulasi manusia, meleset dari simulasi strategi, perencanaan, rekayasa atau subversi yang sudah dirancang dan ditata oleh manusia. Penempatan ruang waktunya juga berdasar ‘’amr’’ itu, bisa di Pulau Seribu, bisa di ruang Pengadilan, bisa muncul melalui lidah dan bibir seseorang, atau desakan di dalam hati, emosi dan mental siapapun yang Ia mau. (Maha Presisi) Di dalam situasi sehari-hari manusia mengalami berbagai masalah, kemudian saling menasehati ‘’carilah hikmah-nya’’. Kata ‘’Hikmah’’ itu berasal dari kata kerja ‘’hakamayahkumu’’ yang subyeknya adalah Hakim. Tuhan sendiri Maha Hakim. Sejauh saya mencoba emmahami, hikmah adlaha teesan paling murni dan otentik dari titik atau koordinat keadilan pada suatu peta persoalan. Tuhan Maha Hakim adalah Tuhan Yang Maha Presisi terhadap titik teradil itu. Hikmah mencerminkan pemahaman bahwa seburuk apapun yan g alami manusia, sesungguhnya di dalamnya terdapat rahasia kebaikan. Hikm ah itu semacam rejeki ilmu dan nilai yang bersumber dari seburuk apapun yang minimpa manusia. (Mana Pak Muslih) Ketika warga Jakarta dan bangsa Indonesia mengalami rentetan pertnegkaran yang sangat menguras tenaga hati dan pikiran, tak seorang pun atau suatu pihak pun yang melakukan saran baku Tuhan itu. Pihak pemerintah bahkan berperilaku seperti si;uman, ulang alik dari gejala pemihakan kepada salah satu kelompok ke kelompok lainnya yang bertengkar dengan kelompok yan gpertama. Terkadan gpemerintah tampak di kanan, besoknya seolaholah di kiri. Bangsa ini tidak punya “pengasuh”. Tidak ada “Muslihin”nya, yakni pihak ketiga yang melakukan ishlah. Bangsa ini tak punya “Pak Muslih”, tidak punya “orang tua”, “sesepuh”, “pengayom”.
(No Problema Indonesia) Dengan demikian rentang panjang pertengkaran semakin tak tampak ujungnya. Dalam seminggu rata-rata saya bertemu dengan sekitar 50 ribu orang di berbagai daerah, ang 90% kaum muda. Mereka selalu melempari saya beratesratus pertanyaan yang hampir semua tanpa presisis terhadap peta permasalahan, sehingga belum pernah juga saya mampu memberi jawaban yang akurat sebagimana yang diseyogyakan oleh urgensi persoalnnya. Ketika mereka bertanya “Indonesia ini sebenarnya sedang mengalami masalah apa?”, saya menjawab “Indonesia tak punya masalah”. Mereka mengejar “kenapa agama, kebinekaan, nasionalisme, Pancasila, syariat, khilafah dan macam-macam lagi sekarang menjadi bahan pertengakaran yang sangat menyesakkan?” Saya bertahan pada jawaban awal: “Tidak masalah dengan NKRI, nasionalisme, Pancasila, agama, khilafah, toleransi, radikalisme dan lain-lain . Yang bermasalah adalah manusianya”. (Hari Raya tanpa Puasa) Ketika kemudian mereka mengejar lagi “apa yang salah pada manusia Indonesia? Apakah mentalnya? Imannya? Hatinya?, saya menjawab “tujuan hidup kita adalah Hari Raya, tetapi tidak pernah belajar berpuasa. Konsentarai cita-cita kita semua adalah perayaan dan foya-foya, tetapi tidak berguru dan meneliti Ilmu Puasa. Kita menghabiskan umtu untuk membangun dunia, mendirikan segala yang memuaskan mata. Ilmu katon, materialism dan hedonisme. Kita tidak benar-benar percaya kepada janji Tuhan. Kita tidak bersabar kepada surge. . Kalupun percaya, yang kita dambakan adalah surge sebagai Maha Dunia. Tuhan melambaikan tangan-Nya: “Kalalu kalian sunguh-sungguh mencintaiKu…”, “Barang siapa mendambakan perjumpaan-Ku..”. tetapi manusia menjalani tahap dunia tidak dengan kerinduan untuk penasaran memenuhi lambaian tangan cinta-Nya itu. Kita bertanya: Apa susahnya Tuhan untuk kapan saja memperjumpakan diri-Nya dnegan kita? Ya. Tetapu yang dilamabai oleh Tuhan adalah kita memperjumpakan diri kita kepada_Nya. Yang dirindukan oleh Tuhan adalah kerinduan kita untuk mendatangi-Nya. l Emha Ainun Najib Yogya 26 Mei 2017
(Lidah dan Rasa Manis) Negara ini berjalan tanpa negarawan. Bukan karena tidak ada negarawan, tetap lidah Negara dan bangsa ini tidak bisa merasakan manis, sehingga seakan-akan tak ada gula. Di antara bangsa besar Indonesia ini banyak orang yang dirundung beribu-ribu pertanyaan, namun karena tidak terbiasa menyusun pertanyaan, maka tidak aksesabel terhadap jawaban. Sebagian lainnya sangat sibuk memberi jawaban tanpa merekonfirmasi pertanyaannya. Sebagian lain lagi tidak ada urusan dengan pertanyaan maupun jawaban, karena habis waktunya berkonsentari mencari keuntungan.
Pemburu Sinar Lampu Petromaks l Mengelola Api Fase Pematangan (2)
PADA fase pematangan karma, para wayang yang tak tilik berpegang teguh pada laku kasusilaning buddhi, bakal begitu mudah tergerak melesat memburu sinar lampu petromaks. Layaknya laron-laron berebut memburu kerlap-kerlip sinar lampu petromaks untuk akhirnya luruh oleh panas lampu, begitulah para wayang berebut kuasa tahta, harta, dan syahwat tanpa peduli lagi pada ketegakan moralitas bersama. Manakala wayang-wayang tak eling lan waspada pada kemayaan api, maka terbakar hangus-lah mereka. Manakala wayang paham perihal hakikat api sebagai energi penghidup dan pematang, hakikat api sebagai transformer, maka panas api dapat dikendalikan diarahkan menjadi kreasi inovasi tiada henti, sehingga menggairahkan dinamika kehidupan bersama. Bali Tradisi memahami api senantiasa dalam dualitas yang berinti-hakikat tunggal. Api itu adalah hidup penghidup kehidupan. Manakala api terkelola dengan tepat, benar, maka api menyinari, mencerahkan, melenyapkan kegelapan. Tapi, manakala api tidak terkelola dengan tepat, maka panasnya bisa membakar menghanguskan. Api itu bertumbuh, layaknya tetumbuhan: dari kecil, lalu membesar, membesar. Layaknya pepohonan pula, api itu bertumbuh dengan membesar dan meluas. Api senantiasa bergerak maju, maju, dan maju. Api tak kenal istilah mundur. Api pantang mundur. Namun api yang terjinakkan dengan tepat bakal tegak nan tenang, layaknya nyala api lilin di ruang yang tanpa hembusan angin. Bali Tradisi menyebut api jenis itu dengan ungkapan puitis, “sudipa ring kulem.” Paham perihal hakikat api yang bersisi dua demikian, para tetua Bali yang telah lulus wicaksana mengelola api itu pun bertutur santun, “Ila-ila mlali api.” Hatihati bermain dan mempermainkan api: bila salah bisa terbakar dan membakar, tapi bila benar bisa menerangi, mencerahkan, menyadarkan. Seturut dengan tutur para tetua Bali yang wicaksana itu, ada baiknya para
Memasak Mematangkan Diri
l Mengelola Api Fase Pematangan (3) MENGIKUTI alur alir arus rumus ilmiah alamiah bahwa proses pematangan hanya dapat dilakukan dengan cara pemanasan, maka hampir seluruh tradisitradisi besar kawicaksanaan hidup pun mengenal jalan-jalan pematangan. Bali Tradisi mengemas pematangan lewat pemanasan itu dengan rumus baku: tapabrata-yoga-samadhi. Itulah tahapan baku pemanasan-pengendalian-pemusatan-dan penunggalan. Tapa itu adalah pemanasan. Pemanasan dilakukan dengan pengendalian prana lewat pengendalian pernapasan. Benih-benih insan manusia dimatangkan dalam pemanasan gua garba rahim kandungan sang Ibu Kandung, sehingga dapat bertumbuh menjadi janin. Dari janin lantas benih insan manusia bertumbuh menjadi bayi, lalu kanak-kanak, remaja, dewasa, hingga menua pun tetap dimatangkan lewat pemanasan tahap demi tahap di gua garba maharahim sang Maha Ibu Semesta Raya. Di gua garba maharahim sang Maha Ibu Semesta Raya ini, pemanasan menyelusup masuk ke dalam tubuh lewat pernapasan dan makanan. Itu sebab tradisi memperkenalkan pengendalian pernapasan dan lidah sebagai tangga pertama untuk memasak mematangkan diri sendiri dari dalam. Kerap kali masalah demi masalah juga dimunculkan
Maha Ibu Semesta Raya Kehidupan buat mematangkan mental dan jiwa para putra-putri-Nya. Tanpa proses pemanasan, buah tak bakalan pernah mengenal kematangan, karena tak ada proses pematangan. Beras tak bakalan pernah berubah menjadi nasi bila penyatuannya dengan air tidak mengalami proses pemanasan. Makanan tak tersaji tanpa ada jasa api mewujudkannya. Begitupun keunggulan puncak Galungan tak terwujud tanpa panyekeban. Lebaran tak tergelar tanpa proses pemanasan upawasa, puasa. Pemanasan untuk pematangan, karena itu, adalah juga bagian integral proses pemurnian—untuk akhirnya mencapai titik sakralisasi, pen-Suci-Murnian. Berharap-harap kehidupan bersama dalam format kebangsaan dan kenegaraan bakal menjadi lebih baik, lebih bersih, lebih terlayani, tanpa mau menerima proses peleburan lewat pemanasan dan pematangan karma adalah mustahil. Itu sebab, wayang-wayang di kelir panggung Nusantara Raya tak perlu cemas menghadapi masa pematangan. Melengos pun tak lagi ada jalan, apalagi hendak berpaling, sembunyi, lari dari rumus baku kehidupan di gua garba Rahim Maha Ibu Semesta Raya. Jalankan dan jalani sajalah, apa adanya, pada saatnya. l deprabas
wayang di Bumi Kauripan Nusantara Raya ini berhati-hati mengelola api di fase pematangan ini. Bila seperti Raja Hastinapura, Drestarastra, yang salah mengelola kobaran
api Drupadi, maka seluruh negeri beserta segenap putra-putri dan harta kekayaan buminya pun berakhir hangus, tanpa sisa. l deprabas
CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Mei-Juni 2017
l Sembilan (9) Prosa PLUS Sembilan (9) Sajak gress…
Pijakan Start Ke-Rasa-Diri-an yang Terpanggil Sepenanggungan l Ngampoeng Seni Ulangtahun JKP – 109 l Parapara Kelahiran Mei – Dendamden Hujan… Minggu Pon 28 Mei 2017 – Senin WAGE 29 Mei 2017 Di Jatijagat Kampung Puisi–109 Suksma…. PANGGILAN Sepanjang 2017 – PELUANG Sepanjang 2018 IGA Komang Wiliani, Zinda Ruud Purnama, IA Wayan Sugiantari, Ratna Ayu Budhiarti, Santiasa Putu Putra, Moeh. Satrio Welang, Surya AR Gemilang, Made Edy Arudi di Atas KERTAS paling berpeluang memanaskan. Arena PARTAI SOLO-RUN 2017–2018 MAKIN terseleksi karya prosa–sajak yang anda kirimkan, maka gol demi gol PASTI terjadi…. PASfoto bebas + Adat plus biografi singkat dan jelas sertakan, sistem ANTRE anda tentukan… SERATUS (100) Monolog Putu Wijaya Keliling Bali JAGA dikota masing-masing sampai Desember 2017 AGEND Akan kegiatan dan aktivitas Komunitas/grup Anda disini diruang APRESIASI…. APRESIASI Langgam Karangasem–Buleleng P.P. Gaya sliding Kardanis Mudawi Jaya…. STOP press jaga jaga di Jatijagat Kampung Puisi–109 Upacara temutangan temukejutan 2017 ini juga.
NASIONAL
16
Minggu Kliwon, 4 Juni 2017
BMPS Kota Denpasar Khawatirkan ”Loyo Sebelum Menyerang” Banyak Siswa Tak Dapat Sekolah Klinik Jnana Marga
Denpasar (Bali Post) Jadwal Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Denpasar segera dimulai. Namun, turunnya Permendikbud No. 17 tahun 2017 yang membatasi jumlah kelas dan kuota siswa per kelas serta larangan sekolah membuka double shift akan membuat banyak siswa yang tak mendapat sekolah.
Nyoman Subrata
BPM/025
Hal itu diungkapkan Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Kota Denpasar, Drs. I Nyoman Subrata, M.M., usai dilantik Sabtu (3/6) kemarin di aula Yayasan Dwijendra. Pengurus BMPS Kota Denpasar 2017-2022 dilantik oleh Wakil Ketua BMPS Provinsi Bali IGB Arthanega-
ra didampingi Wakil Ketua I Gede Saskara dan Sekretaris Blasius Naya Manuk. Nyoman Subrata didampingi Sekretaris Pengawas, Ir. I Wayan Abdi Negara, M.Si., mengatakan BMPS mendukung adanya Permendikbud tersebut yang membuat pemerataan siswa di sekolah negeri dan swasta. Namun, ia mengingatkan pemerintah untuk tetap berhatihati jika menjalankan secara konsekuen. Sebab risikonya jika semua sekolah swasta juga dibatasi jumlah kelas dan siswa per kelas dipastikan banyak siswa yang tak mendapat sekolah. Dengan demikian, ada alasan lagi pemerintah untuk menerima siswa tambahan di sekolah negeri dengan dasar menyelamatkan anak bangsa. Subrata dan Abdi Negara mengatakan saat ini masyarakat cenderung mengejar sekolah swasta favorit. Jika jumlah kelas
dibatasi 12 kelas untuk SMASMK dan 11 kelas untuk SMP dipastikan jumlah siswa sekolah swasta menurun dibandingkan tahun lalu. Hal yang sama juga dialami sekolah negeri. Sementara itu, masyarakat tak mau digiring memilih sekolah yang kurang favorit. Masalah inilah yang perlu dipikirkan oleh pemerintah dalam memberdayakan sekolah swasta. Abdi Negara yang juga Sekretaris BMPS Provinsi Bali meminta pemerintah menerjemahkan secara hatihati aturan ini jangan sampai menimbulkan gejolak. Sebab secara statistik SMA negeri yang dulu menerima 360 siswa, tiap kelas diisi 45-50 siswa dengan batasan kuota 36 siswa per kelas jelas sisanya akan mendaftar ke swasta favorit. Sementara di sekolah swasta yang dulu menerima 500 siswa daya tampungnya juga menurun, akibatnya banyak siswa yang akan ke-
cewa tak diterima di sekolah berkualitas. ‘’Masalahnya, apakah mereka mau digiring ke sekolah yang bukan diinginkannya,’’ ujarnya. Plt. Kadisdikpora Denpasar, Drs. I Wayan Sukana, menegaskan bahwa dia sangat mendukung BMPS karena ikut membantu mendampingi sekolah negeri baik dalam PPDB dan mutu sekolah. Dia ingin kualitas sekolah swasta semakin sejajar dengan sekolah negeri. Makanya sistem PPDB ini, kata dia, guna memacu sekolah swasta meningkatkan kualitas agar dilirik masyarakat. Pengurus BMPS Kota Denpasar berkekuatan 20 orang. Ketua umum dipegang I Nyoman Subrata dibantu Nengah Madiadnyana, Putu Astawa. Sekum Putu Sutika Patara dibantu Ngakan Nyoman Kartha, Bendahara Dr. A.A.A. Ngr. Tini Rsmini Gorda, S.H., M.H., dibantu I Ketut Killa. Pengawas terdiri dari Bagus Ketut Lodji, Abdi Negara dan A.A. Bagus Sudarsana. Pengurus juga dilengkapi bidang-bidang. (025)
KETIKA “pertempuran” siap di mulai, tiba-tiba suami mendadak loyo. Sasaran tembak belum tersentuh, isi senjata malah tumpah duluan. Jangankan mau buat istri multiorgasme, yang ada justru istri jadi kesal dan kekecewaan yang mendalam. Memiliki pasangan yang aktif saat di ranjang menjadi kebahagiaan tersendiri bagi wanita. Pria yang selalu tampil enerjik dan tahan lama saat bercinta sudah pasti akan membuat pasangan merasa puas dan berbahagia. Demikian juga halnya dengan laki–laki. Sebuah penelitian menyimpulkan, bahwa suami akan lebih bahagia ketika istri merasa puas dan bahagia saat berhubungan seksual. Namun sering kali seorang suami merasakan galau akibat dari tidak bisa memuaskan pasangannya di ranjang, akibat suami yang terlalu cepat selesai. Ejakulasi dini membuat pasangan tidak mendapatkan kepuasan. Karena salah satu yang diinginkan dari hubungan intim adalah kepuasan. Bayangkan saat akan berhubungan seks, baru pemanasan tiba–tiba suami sudah klimaks dan mengalami ejakulasi dini. Jika pria sudah keluar sperma atau orgasme, maka bisa dipastikan penis akan loyo dan susah dibangunkan kembali. Inilah yang membuat istri kehilangan kenikmatan dari suaminya. Ejakulasi dini sering mengakibatkan keharmonisan rumah tangga terganggu. Laki– laki merasa minder, emosional, frustasi bahkan menolak melakukan hubungan seksual karena malu dengan penyakit ejakulasi dini yang dialami. Kapan seorang laki–laki dikatakan mengalami ketida-
knormalan ejakulasi (ejakulasi dini)? Grand Master Metafisika Indonesia Bali dan ahli seksual, sekaligus therapist Klinik Jnana Marga I Nengah Edy Warsita dengan tegas menegaskan tidak ada durasi waktu yang pasti. Karena waktu normal ejakulasi orang Indonesia memang berbedabeda. Ada yang mengatakan 10 menit, 15 menit atau bahkan kurang atau lebih. Namun Owner Klinik Jnana Marga dan Training Centre Metafisika Indonesia Bali yang beralamat di jalan Gatot Subroto I, Gang Jnana (1 KM arah utara Apotek Anugrah) Denpasar, telp. 085102111600 ini menyebutkan ejakulasi yang normal adalah ketika wanita sampai pada klimaksnya, saat itulah pria seharusnya berejakulasi. Sederhananya, apabila kedua belah pihak sama–sama merasakan kepuasan yang diinginkan.
Banyak laki–laki merasa bingung ketika menghadapi masalah ini. Padahal untuk mengatasi masalah ejakulasi dini, selain dengan pengobatan medis ada juga beberapa metode pengobatan non medis yang dapat di lakukan. Salah satunya adalah metode pengobatan dengan energi Janur Sakti dan Piramida yang sejak 10 tahun terakhir ramai diperbincangkan, karena terbukti ampuh menyembuhkan berbagai macam berbagai keluhan disfungsi seksual seperti disfungsi ereksi, ejakulasi dini, libido rendah, menyeimbangkan enegi seksual, infertilitas hingga menambah ukuran Mr. P. dan lain-lain. Klinik dengan ijin nomor : 448.3/3. PT.29.VI.12/DIKES. Sudah tergabung dalam Ikatan Pengobatan Tradisional Indonesia (IPATRI). Buka Senin - Sabtu, pukul 10.00 – 17.00 Wita. (ad293)
Denpasar (Bali Post) Pendidikan berkualitas berhubungan dengan kebangkitan nasional. Hal ini dibuktikan bahwa mutu pendidikan menentukan kualitas SDM sebuah bangsa. Kebanggaan ini kemudian memunculkan rasa nasionalisme. Hal itu terungkap pada seminar internasional soal pendidikan berkualitas dan nasionalisme di FKIP Undwi, Jumat malam (2/6). Tampil sebagai pembicara Dr. Nicoli Barnes dari Charles Darwin University, Graene Macrae B. Arch., Ph.D., dari Massev University, Australia, Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra (Unud), Dr. Drs. A.A. Gede Putra Semadi, M.Si., dan Dr. I Ketut Suar Adnyana, M.Hum. dari Undwi. Dekan FKIP Undwi, Drs. I Made Sila, M.Pd,, mengungkapkan sharing ilmu ini sangat bermanfaat sebagai bahan komparasi bagi calon guru dan dosen dalam mengubah paradigma model pengajaran dan pendidikan. Untuk memajukan bangsa, diperlukan SDM berkualitas dengan cara menyiapkan pendidikan berkualitas. Sementara pendidikan berkualitas banyak ditentukan oleh mutu guru dan dosen di LPTK. Di sinilah, kata dia, diperlukan model pendidikan kritis yang tak lagi mementingkan penguatan pengetahuan melainkan bidang sikap, keterampilan dan budaya lokal. Dia menilai kurikulum KKNI dan K-13 sudah mengarahkan
pada pendidikan kritis dengan mengedepakan karakter, namun baru sebatas teori. Diperlukan esekutor yakni guru dan dosen untuk mengubah paradigma pendidikan dewasa ini. Para guru tak hanya mengajar juga mendidik dan melakukan penelitian (PTK). Hasil PTK ini bukan hanya dituangkan di atas kertas, namun diaplikasikan dalam bentuk pengembangn PBM di kelas. Kita juga perlu meniru budaya Australia dalam bidang pendidikan dalam hal disiplin, kerja keras dan budaya membaca. Hal ini dibenarkan oleh dosen FKIP Undwi A.A. Gede Putra Semadi bahwa selama ini kita terlalu mengutamakan pengetahuan, melupakan sikap dan budaya lokal. Padahal sejak jaman Budi Utomo, Ki Hajar Dewantara (Taman Siswa) sudah benar dengan menekankan tugas guru bukan saja mengajar namun lebih banyak mendidik. Di sinilah diperlukan pendekatan pendidikan kritis, di mana siswa diberi kesempatan menemukan sendiri dan mengkritisi apa yang mereka peroleh. Konsep Tut Wuri Handayani, masih relevan diterapkan. Model pendidikan kritis sangat diperlukan dalam rangka kebangkitan nasionalisme. SDM bangsa yang kuat bisa dicetak lewat pendidikan berkualitas. Pendidikan kriti berbasis budaya ini akan memperkuat jati diri bangsa dan nasional-
isme akibat munculnya rasa bangga menjadi bangsa dan negara RI. Di acara yang dibuka PR I Undwi, Dr. Ir. Putu Gde Eri Suardana, M.Erg., itu dosen dari Australia, Graene mengungkapkan hasil penelitian menunjukkan adanya relevansi pendidikan dengan rasa nasionalisme. Pendidikan dijadikan benteng terhadap pengaruh asing. Diperlukan masyarakat yang cerdas untuk menjadi bangsa yang kuat. Untuk itu, kata dia, diperlukan pemikiran dan PBM yang mendorong pemikiran kritis. Siswa dan mahasiswa diberi kesempatan mengeluarkan pendapat. Di tingkat universitas perlu didorong penelitian dengan cara bekerja sama dengan negara lain. Sementara Darma Putra memaparkan soal etno-nasionaslime dan pendidikan sebagai refleksi dari buku teks SD di zaman kolonial Belanda. Saat itu memang kental kepentingan politik Belanda untuk meredam rasa nasionalisme bangsa Indonesia. Di Bali termasuk lambat berkenalan dengan nasionalisme, beda dengan Jawa. Nasionalisme di Bali baru berkembang di zaman Jepang. Jepang lebih bersikap terbuka memberi kesempatan berpendapat. Saat itu muncul surat kabar Suara Indonesia yakni Bali Post sekarang. Era inilah yang memunculkan rasa nasionalisme. (025)
I Nengah Edy Warsita
Perlunya Guru Membangun Pendidikan Kritis
SATPOLAIR - Satpolair Polres Banyuwangi menggelar patroli di Selat Bali, Sabtu (3/6) kemarin.
BPM/udi
Cuaca Buruk, Satpolair Kawal Kapal Feri di Selat Bali Banyuwangi (Bali Post) Cuaca di penyeberangan Selat Bali, akhir-akhir ini mulai memburuk. Dua hari berturut-turut, musibah menimpa dua kapal yang berlayar dari Ketapang Gilimanuk. Mengantisipasi kecelakaan laut, Satpolair Banyuwangi menambah jadwal patroli di perairan. Fokusnya mengawal kapal feri yang berlayar. Kasatpolair Polres Banyuwangi AKP Subandi menjelaskan dalam kondisi normal, pihaknya selalu siaga mengawasi aktivitas pelayaran Selat Bali. Apalagi, ketika cuaca tak bersahabat. “Kita sekarang lebih waspada. Cuaca Selat Bali mulai tak bersahabat. Kita
tingkatkan jadwal patroli,” kata AKP Subandi, Sabtu (3/6) kemarin. Patroli menggunakan kapal berlambung KP X-1033 milik Satpolair. Dijelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti PT ASDP, Otoritas Pelabuhan dan Penyeberangan (OPP) dan Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan (UPP) untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pelayaran di Selat Bali. “Jadi, kita saling mengingatkan, saling kontrol. Terutama memperketat prosedur pelayaran kapal,” jelas mantan Kasubag Humas Polres Banyuwangi ini. Pihaknya meminta UPP
atau Syahbandar lebih teliti menerbitkan surat izin berlayar (SPB). Artinya, jika tak standar, harus berani menegur kru kapal. Lalu, operator kapal wajib memantau krunya agar tak mengabaikan standar keselamatan pelayaran. Salah satunya, mengikat kendaraan ketika berlayar. “Lasing atau mengikat kendaraan saat berlayar itu wajib dipatuhi. Memang sepele, tapi fungsinya sangat vital, menjaga keselamatan,” jelasnya. Menurut Subandi, ombak tinggi bisa menggulingkan kendaraan dalam kapal ketika berlayar. Seperti yang terjadi Kamis (1/6). Empat kendaraan terguling di da-
lam KMP Pratihta IV. Insinden ini bisa saja memicu tenggelamnya kapal akibat muatan tak seimbang. Insiden juga terjadi, Jumat (2/6). KMP Maritim III kandas akibat terseret arus ketika hendak bersandar di Pelabuhan Gilimanuk. Tak kalah penting, kata Subandi, seluruh operator pelayaran memperhatikan kondisi cuaca di Selat Bali. Caranya, memerhatikan prediksi cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi. “Intinya, semua komponen harus saling waspada. Jangan sampai kecelakaan laut terjadi lagi di Selat Bali,” ujar Subandi. (kmb30)
Negara (Bali Post) KMP Karya Maritim III yang kandas di perairan dangkal perairan Gilimanuk akibat tersangkut batu karang pascaterseret arus sangat kencang, akhirnya berhasil lepas dari lokasi kandas, Sabtu (3/6) pagi kemarin. Dari informasi, awalnya KMP Karya Maritim III rencananya ditarik menggunakan tug boat yang telah didatangkan dari Pelabuhan Ketapang namun kemudian
batal dilakukan akibat faktor cuaca yakni arus gelombang yang masih sangat kuat terjadi di kawasan perairan Pelabuhan Gilimanuk atau sekitar TKP kandasnya KMP Karya Maritim III. Ketika air laut mulai pasang, KMP Karya Maritim III berhasil melakukan olah gerak sendiri yang selanjutnya bisa terlepas dari posisi kandas. Kemudian sekitar pukul 05.50, KMP Karya Maritim
III berhasil sandar di Darmaga LCM Pelabuhan Gilimanuk dilanjutkan melakukan bongkar muatan. Beberapa petugas mengatakan pihak Syahbandar Gilimanuk sudah melakukan pemeriksaan terhadap kondisi KMP Karya Maritim III terutama pada bagian bawah. Dari hasil pengecekan yang dilakukan pihak Syahbandar Gilimanuk, KMP Karya Maritim III dalam keadaan baik. Pukul 06.30, KMP Karya Maritim III selanjutnya diizinkan kembali berlayar menuju Pelabuhan Ketapang. Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Gilimanuk atau Syahbandar Gilimanuk, I Made Astika, membenarkan KMP Maritim III sudah bisa beroperasi kembali. Dia mengatakan, kandasnya kapal-kapal ini dikarenakan oleh faktor cuaca buruk yang tak kunjung membaik di lintas penyeberangan Ketapang - Gilimanuk. Pihaknya memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerugian material akibat peristiwa ini mengingat KMP Karya Maritim ini berhasil terlepas dari kandas dan segera berlayar kembali.
Dikatakannya, pihaknya kembali mengeluarkan imbauan kepada para nakhoda agar ekstra hati-hati saat berlayar mengingat cuaca buruk ini diperkirakan masih berlangsung di Selat Bali selama beberapa hari ke depan. Mereka diminta untuk benar-benar memerhatikan kondisi cuaca di perairan, kecepatan angin serta pasang surut air laut terutama ketika memasuki kawasan perairan dangkal di sekitar Buoy Merah di sebelah Barat dermaga LCM Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk. Pihaknya juga mengimbau kepada para penumpang untuk mematuhi segenap peraturan penyeberangan laut yang ada. Terutama, memakai life jacket ketika melangsungkan penyeberangan guna meminimalisasi hal-hal yang tak diinginkan mengingat musibah akibat cuaca tak bersahabat yang bisa datang dan terjadi kapan saja. Begitu pula dengan Nahkoda maupun ABK yang diminta keaktifannya untuk mengimbau para penumpang agar segera mengenakan life jacket ketika berada di kapal penyeberangan. (kmb)
Sempat Kandas, KMP Karya Maritim III Kembali Berlayar
BPM/kmb
BERLAYAR - KMP Karya Maritim III yang kandas Jumat (2/6) sore akhirnya Sabtu (3/6) pagi kemarin, bisa lepas dari lokasi kandas dan berlayar kembali.
BPM/025
NASIONALISME - Nicoli Barnes, Graene Macrae B. Arch., Nyoman Darma Putra, I Ketut Suar Adnyana dan Made Sila ketika biacara soal pendidikan dan nasionalisme.
Minggu, 4 Juni 2017 05.00 Gayatri Mantra 05.30 Bali Channel Tourist TV 05.52 Mars Indonesia Raya 05.54 Mars Bali Jagadhita 05.56 Lagu Ngastitiang Bali 06.00 Puja Trisandya 06.05 Dharma Wacana Dengan Yadnya Mempersatukan dan Mendidik Umat (1) 06.35 Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07.35 Sehat & Bugar 08.00 Klip Anak 08.35 Bali Channel Tourist TV 09.05 Taman Sari TK Eka Dharma (2) 09.30 Belajar Menggambar
Menggambar Ikan Koi 10.05 Education On Bali TV 10.30 Agrobisnis Suka Duka Petani Bali 11.00 Round Up The World 11.30 Dunia Otomotif Baksos Blazer Community 12.00 Puja Trisandya 12.05 Dharma Wacana Dengan Yadnya Mempersatukan dan Mendidik Umat (2) 12.30 Traventure 13.00 Wirasa 13.30 Lejel Homeshopping 14.30 Tembang Bali 15.30 Education On Bali TV
16.05 Harmoni Bali 17.05 Inovator 17.30 Gita Shanti Sekaa Santhi Waturenggong Amlapura (2) 18.00 Puja Trisandya 18.05 Seputar Bali 19.30 Kris 20.00 Samatra Artis Bali 21.00 Lila Cita Calonarang Akah Klungkung (4) 22.00 Berita dan Bincang Terkini 22.05 Lila Cita Gong Kebyar Remaja Wanita 23.00 Lila Cita Penyalonarangan Pura Dalem Buda Manis 2015 (1)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Minggu Kliwon, 4 Juni 2017
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya : Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) - Iklan Still Store di Bali TV � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) - Runing Teks Bali TV tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus - Denpost Paket 69 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita - Bisnis Bali Paket � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau � Layanan Pengaduan: HP: 081 139 62168, Pin BB: 55c8e021 Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS!
Informasi pasang iklan Telepon
� Tarif iklan Mini/Baris
Dibutuhkan Staf Produksi Utk Pakaian Hub.081236094753
Sardine Restaurant Looking for Hostess,Busboy, Security Must Speak English Jl.Petitenget 21 Tlp.733617 Mail:sardine@sardinebali.com B.BP.141.06.17.0000271
*Dicari Staff Akunting Perempuan untuk Garment. Pengalaman Min 1Th.Bs Computer Pendidikan Akunting Min D1.Bisa Bekerja dlm Team.Lamaran Bawa Langsung ke PT.Zaza Jl.Tegeh Sari No.88,Kuta T:766496 atau Email ke:info@luluyasmine.com
B.BP.001.06.17.0000278
B.BP.001.06.17.0000252
Bth Terapist,Receptionis,Admin Hb:Lluvia Spa 8475903/8475662
Rp 200.000,- (10 x tayang) � Rp 50.000,- (5 x tayang) � Rp 165.000,- (10 x muat) � Rp 82.500,- (10 x muat) �
Jakarta Mataram Denpasar Surabaya
: : : :
(021) 5357602 - Fax : (021) 5357605 (0370) 639543 (0361) 225764 (hunting) e-mail:iklanbp@yahoo.co.id (031) 5633456
VISA
� Email: pembacabalipost@gmail.com
Dcr Krywn/ti Llsn S1/SMA u/Bag Dcr:Bellboy/Security & Houseman Dicari PRT/Baby sitter utk Int’l property agency is looGdg,Sopir&Adm,081237788726 Adi bs B.Inggris&bs Driver utk di sendiri (bukan yayasan) king for IT specialist with B.BP.001.06.17.0000044 B.BP.141.06.17.0000288 B.BP.001.06.17.0000095 B.BP.001.06.17.0000150 Petitenget Hub.0361-4737597 Hub: 081371240038 network,HTML,Wordpress,HardDcr PRT Wanita Tidur Dalam Bth Cpt Staf Ktr SMA/SMK bsCom Bth SPV&TngCuci,Pnglmn,Laundry Dcr Tng Laki2 Srbtn utk Proyek B.BP.001.06.17.0000128 B.BP.004.06.17.0000241 ware,Software and email configuBs Setrika H.085333468877 Mw Krja Sma Dlm Team berminat & Dryclean,Lok.Dps, 0818343214 Tinggal Dalam 087860458499 Dibth SPG Wanita bs B.Inggris Dicari Sopir Pick Up Hub:Jl Sida- ration.Send CV to ebenyamin@ex B.BP.001.06.17.0000151 B.BP.001.06.17.0000268 Hub:085792290648/082141271305 B.BP.001.06.17.0000237 Dcr Bnyk & Sgr Waitress dan Cook B.BP.001.06.17.0000246 utk Butik Hub.082247524546 karya157 Perum Calista Karya otiq.com or call 081338600072 Dcr Pembantu Apartemen wanita Butuh segera Spa Terapis pglm Dcr Waiter/ess,CookHelper Pglm B.BP.001.06.17.0000231 B.BP.001.06.17.0000038 Indah Blok A12A Denpasar utk Cafe.SMS 081999057909 B.BP.001.06.17.0000186 Umur 17-25thn,single,tgl dalam u/Hotel Hub.087777438887 Ari Putri Hotel.Jl.Cemara Dcr:Waitress, Steward/Cook helDicari Gardener + Dog Walker B.BP.001.06.17.0000264 B.BP.001.06.17.0000240 Segera! Butuh Terapis Reflexi B.BP.145.06.17.0000270 Gj.1,65Jt Kuta Hub.08123847690 per Wrng Okinawa, Jl.Mertanadi 08976778714 Daerah Uluwatu Hub085737681159 Dicr Spv Opr,S1 Pglmn min 1th Dcr Karywti minD3;1)Jur.Design Br.Semawang,Sanur B.BP.153.06.17.0000285 B.BP.004.06.17.0000244 B.BP.004.06.17.0000250 Krm CV:hrd@dewatatransport.com di Hayam Wuruk Gj.Menarik+Bnus Chicken Level Resto Cari KaryaKuta Jam 4 Sore (08123876542) Grafis/IT bs Inggris,Adobe Illus*The Green Room Bali in Canggu Dicari Karyawati u/Admin/MarkeHtl Rijasa Agung Payangan Cari +Lembur+THR Telp.9002588 / B.BP.001.06.17.0000123 wan/ti Hub.Jl.Gunung Semeru 26 B.BP.001.06.17.0000170 trator, Photoshop, Lightroom B.BP.001.06.17.0000265 is looking for: Assistant Manager, ting Min D1 Blm Menikah,KomuniEngineering,Public Area,Driver Bth Sgr Adm Back Ofice Wanita Villa in Unggasan looking for 081239621123 2) Semua Jur bs Inggris+Sosial Dcr Cook for Villa in Ubud, B.BP.001.05.17.0001414 send CV, Recent Photo and katif, Lamaran Lsng ke Istana Pria,Jujur, Sehat, Disiplin, Min D3 bs Comp Gaji UMK.Krm CV HK staff,High Motivation,Good Media.krm lam lkp+CV ke:made.a Basic English,Western and IndoTurtle Rest at Popies 2 looking Salary expectation to: Buah, Jl.Buluh Indah 777 Dps Kirim CV ke Intvw PT.Perwirabakti Jl.Seruni English,Salary Start from 2,5 for Bartender 081338702266 WA secretary@thegreenroombali.com No18Dps/Blkg Polda Bali223118 nesian Food Hub.081338729645 mberb@gmail.com,081805480591 Telp.0361 438517,081339685779 rijasaagung_hrd@yahoo.co.id Million call 0361-4490319 B.BP.166.06.17.0000292
Dicari Bengkel Cat Mobil 5 orang H.085100513377
: : : :
B.BP.004.06.17.0000165
Dbthkn staff sablon bisa basic M3 dan air,Bisa buat screen. Gaji memuaskan.Kirim CV email ke:sales@pulauoutfitters.com
B.BP.166.06.17.0000287
B.BP.001.06.17.0000108
B.BP.004.06.17.0000251
B.BP.001.06.17.0000121
B.BP.154.06.17.0000286
MOBIL - MOTOR PROPERTY RUPA-RUPA Bali Post DAIHATSU
BUC Xenia AT’10 full Audio,VR Tk.Banyusari 28A,081337337970
B.BP.001.06.17.0000267
Djl Xenia R th’2012 Hitam Asli Bali sgt Bagus H.085100421453
B.BP.164.06.17.0000282
HONDA
ISUZU
PT.Dipo Star Finance 1 Isuzu Giga 1 Mirage M/T. Tlp.265007
B.BP.001.05.17.0002505
SUZUKI
APV’2011 Silver+Burgundy,110 jt H.08113979397 B.BP.001.06.17.0000110
CRV’2000 AT Mulus 68Jt Barang Pribadi H.085100856999
TOYOTA
TOYOTA
Avanza G All New Silver’2012 Manual Original H.087862270180 B.BP.001.06.17.0000266
Avanza G17 Dp 14,4Jt Kredit 5 Th Langsung A/N T.087762984309 B.BP.159.06.17.0000249
Hiice Commuter’13 AsDK Silver Bgs+ijin 350Jt, 08123969166
B.BP.001.06.17.0000284 Avanza E’09 120Jt; Atoz AT’00 B.BP.141.06.17.0000273 Jazz RS’2008 AT VR Crom 55Jt, 085337887779,08123631676 Jual murah Alphard G’12 Hitam B.BP.001.06.17.0000191 AsDK Tgn1 jrg Pake, 08124611999 BsTukar H.087860856999 Pribadi B.BP.141.06.17.0000274 Djl Avanza’04 Gold Asli Bali B.BP.164.06.17.0000283 Freed PSD’2013 Putih AC Dbl As DK,AC Dingin,Mulus,mesin trwt, Kjg Inova Luxury’14 Htm Jl.BaBali Pajak Baru H.087860171736 Hub:082146350402/081337019035 dak Sari II/12 H.087862127626 B.BP.164.06.17.0000280
B.BP.001.06.17.0000235
BIRO JASA
B.BP.001.06.17.0000277
DIJUAL RUMAH
ATASI :
AHLI BUNTU -WC MAMPET
GARANSI
ANTI MAMPET
WC
-SALURAN AIR -WASTAFEL, DLL - TANPA BONGKAR
GARANSI 1 BLN
TERIMA KURAS
085338344278 C.0002057-brj
SPA
081 239 534 731 C.0001945-BRJ
SERVICE
BALI JAYA TEKNIK KULKAS M. CUCI FREZZER W.HEATER
Service panggilan BERGARANSI
082331838863 087761462063 C.0002007-SRV
DIJUAL MOBIL
INTERIOR
DICARI MOBIL Cr Mbl:Avanza,Xenia,Rush,Yaris Jaz,dll,Cas/O.Krd,085100880349
B.BP.164.06.17.0000168
DICARI MOTOR Dicari Motor N-Max 5 unit Hub.085100513377
B.BP.141.06.17.0000289
Rmh Kost 15 Kmr (full) Utara Poltek Jimbaran 08123825010
B.BP.001.05.17.0001316
Rumah 2,5Are LtII Perum Candra Asri View Menarik Jl.Prof Ida Bgs Mantra Hp.0811398154
B.BP.001.06.17.0000182
Rumah 2,5Are Penamparan Pmilik Bs TT Tanah H.085100856999
B.BP.141.06.17.0000275
Dkntr Rmh2Lt 2KT1KM Grs,Dpr,Jl Ayani 90I 241738/081337568495
B.BP.001.05.17.0002491
DIJUAL TANAH Murah!!! Tanah Kavling Pering Tojan Gianyar Hub.081246613444
B.BP.141.06.17.0000272
Tnh Kvl Di Mengwi 60Jt/A & 130Jt/A Bs Kredit 087862450004
DIJUAL RUMAH Brighton Bali Paradise/4727900 *Jual Beli Sewa KPR Properti*
DISEWAKAN RUMAH 2Lt 3KT KMdlm Lux Komp Elit, Renon Laksamana 12A/9 0811395051
Rmh 2Lt 2unt 3KT,2KM Perum Nuansa Sandat T.089652974339
Disewa/Dijual Rmh 5KT,1RK,1RT, Djl Murah Tnh 80x100m2 Jl 6M 1RM,1KP,Grs 2Mbl.082340741861 Daerah Kali Mutu 085339181289
B.BP.033.06.17.0000156
B.BP.001.06.17.0000236
B.BP.001.06.17.0000256
B.BP.001.06.17.0000229
B.BP.001.06.17.0000113
Dijual Tanah 17 Are Hub: 085100214146
B.BP.001.06.17.0000104
B.BP.001.06.17.0000262
DIJUAL TANAH Djl Tnh 3A Jl.Induk+Rumah baru Siap Huni Dalung, 082147454248
Tnh 3A,5A Samblong SangkarAgung & 5A,10A Yeh Embang Kauh Hp.0811398154
Jual Mrh Tnh 1,9A Jl.Glogor Carik G.Nuri Densel 085239778986
DIJUAL RUKO Djl Ruko 2Lt Renon&Disewakan Tnh 10A Tk.Badung H.0811389554
B.BP.164.06.17.0000281
B.BP.001.06.17.0000255
T.Umar 1,6Are 1,2M Strategis Alfian:081284120025 NoPrantara
B.BP.001.06.17.0000181
B.BP.164.06.17.0000279
Jual Cpt Ruko 2Lt Tkd Bilok 67/90 2M & Rmh Tkd Btghr 2Lt 204/350 Tnh di Siulan (Bisa 1Are) 3.4M Nego 085338209191 TP T.081236414944/085857011909 B.BP.001.06.17.0000228
B.BP.001.06.17.0000269
JEMBRANA
BUC Djl Tnh di Dusun Pulukan Pekutatan Hub.085646943667
B.BP.001.06.17.0000247
B.BP.004.06.17.0000161
Jual Ruko Jl.Cokroaminoto No.57 Dps LT2,7Are 2Pintu Lbr11,5mtr Hub.0817558515 B.BP.001.06.17.0000259.
RUPA-RUPA Bantu murah Pajak SPT Tahunan bulanan SIUP NPWP 081338344155
B.BP.001.05.17.0001996
Klinik Kecantikan Dr Eva Y Cab.dari Darmawangsa Jakarta telah hadir di Bali:Jl.Poppies 1 Gg.Sorga Kuta Beach (Hotel Rita Za)masuk dari sblh Mc. Donald Kuta Gg.Pertama Blk kiri Tlp.0361751760
B.BP.001.06.17.0000233
PRIVATE Private Piano/Keyboard u/Anak2 Cepat Bisa SMS/WA 081529287440
B.BP.001.06.17.0000276
REKREASI
18
Minggu Kliwon, 4 Juni 2017
Pertanyaan Pertanyaan TTS No. 299
Jelajahi Suasana Hutan di Bunut Bolong
Wisata Bunut Bolong di Manggissari, Kecamatan Pekutatan, Jembrana menyuguhkan keasrian alam di dataran tinggi. Dengan pesona keunikan jalan di tengah pohon Bunut (berlubang), wisata ini menjadi salah satu objek unggulan di Jembrana. Suasana perdesaan dengan perkebunan rakyat ditambah udara yang sejuk menambah daya tarik di sini. Selain pemandangan Bunut Bolong, di sekitar lokasi objek juga banyak menyuguhkan wisata alam. Wisatawan juga bisa melakukan tracking forest ataupun bersepeda. Di sepanjang rute tracking yang dimulai dari Bunut Bolong itu, para wisatawan melintasi jalan setapak permukiman warga dan perkebunan. Di jalur lintasan tersebut, para pengunjung juga melalui batu palungan atau sarkofagus yang oleh warga sekitar dikenal berkhasiat. Air di tempat tersebut konon bisa untuk tamba atau mengobati. Di sepanjang track forest itu para pengunjung dapat menikmati pemandangan tebing dan pepohonan yang rimbun. Jalur tersebut kini dikembangkan menjadi tujuan wisata dan sering digunakan untuk kegiatan. Selain para wisatawan mancanegara, jalur tersebut juga diperkenalkan kepada siswa dan masyarakat pada umumnya. Ketua DPK Peradah Jembrana, I Komang Kurniawan mengatakan sangat mendukung dikenalkannya jalur ini di samping untuk mengembangkan pariwisata daerah, juga bentuk menghargai alam (palemahan). Belum lama ini, Peradah juga ikut mengenalkan jalur ini mengajak siswa-siswi dan masyarakat serta PHRI Jembrana melalui
kegiatan tracking forest Bunut Bolong. Ketut Naba, salah seorang warga sekitar mengungkapkan kawasan ini kini sudah mulai ditata. Sebelumnya pohon Bunut Bolong yang dilalui jalan aspal untuk satu arah itu konon menurut warga sejatinya tidak berlubang. Baru pada masa penjajahan Belanda pohon bunut yang tinggi menjulang dan lebar ini dilubangi. Setelah banyak penduduk yang mulai tinggal di sekitar Manggisari saat masa penjajahan Belanda, untuk memperlancar arus transportasi perkebunan dibuat akses jalan. Saat itu para pekerja pribumi yang dikerjakan oleh VOC membuka akses jalan dari perkebunan hingga ke pelabuhan. Tetapi sampai di sekitar lokasi Pura, terhalang bunut yang lebar dan berukuran besar. Mereka tidak bisa melintas karena di sisi kiri terdapat jurang, dan di sisi utara terdapat Pura. Akhirnya diputuskan untuk melubangi pohon bunut itu. Sepintas terlihat lubang di bunut itu terlihat kecil, tetapi sejatinya bisa dilintasi truk besar. Dari pengamatan spiritual, sejatinya lubang pohon itu bukanlah pohon melainkan seperti gapura dari bata merah. Bentuknya lazimnya gapura dengan apit lawang. Bahkan sebelumnya, di kanan kiri pohon ini ada pohon kwanitan. Tetapi sekarang hanya tersisa satu. Konon bila ada orang yang melewati lubang bunut ini, harus permisi. Entah itu pejalan kaki maupun kendaraan. Tidak semua orang boleh melewati lubang bunut itu. Naba menyebutkan bilamana ada rombongan hendak pawiwahan (pernikahan) atau kematian (pitra yadnya), diminta untuk melintasi jalan di sebelah bunut. (olo)
Menurun: 2. Benda mirip kaca 3. Ambil dengan paksa 4. Bandara internasional di Chiba, Jepang 5. Merek sabun cuci 6. Saran yang menganjurkan atau menguatkan 7. Menggembala 9. Ingus (Bali) 10. Jamah ; terka atau duga 14. Pengumpulan, pemilihan, pengolahan dan penyimpanan informasi dalam bidang pengetahuan 16. Hebat dan sangat kuat/ bergelora penuh semangat 18. Kemuliaan/keagungan 21. Pulau di sebelah barat Pantai Halmahera 24. Selendang panjang pelengkap saat menari 25. Lagu atau dendang 26. Ahli kimia yang bekerja di LAB 27. Selaput pelangi mata 28. Kasar, kurang licin, kering 30. Jenis kayunya kuat
1
2
3
4
5
8
6
7
9
10
11 12 13
17
14
15
18
16
19
20
21
22
23
24
28
25
26
27
29 30
31
32 33
34
35
SPT2017
Mendatar: 1. Ibu kota Iran 5. Sesuatu yang menyusahkan yang ditanggung dalam hati 8. Dibalik: Kata sapaan untuk lawan bicara tanpa membedakan pangkat, kedudukan dan umur 10. Skala termometer dengan titik didih 80 derajat dan titik beku nol derajat 11. Ilmu gerakan meringankan tubuh dalam silat (Cina) 12. Gagasan (Inggris) 13. Beliau/nama keturunan brahmana (Bali) 15. Melakukan aktivitas untuk menyenangkan hati 17. Ketidaksanggupan mengenali benda-benda 19. Permainan/pertandingan (Inggris) 20. Masyarakat/paguyuban 22. Kedatangan yang ke dua Kristus dalam inkarnasinya 23. Kesalahan 24. Sesuatu yang merangsang emosi/menggemparkan 28. Buruk (Bali) 29. Kekuatan negatif/pasif di alam semesta 30. Jarum (Bali) 31. Diambang kematian 32. Peserta diskusi panel 33. Berbatang manis 34. Cermat ; seksama 35. Penerbitan kembali (Inggris)
TTS Bali Post
KUPON TTS No.299 Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 299 dan cantumkan identitas lengkap serta no telepon/Hp. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 10 Juni 2017. Pemenang diumumkan pada Bali Post Minggu 18 Juni 2017. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang @200.000, dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.
Jawaban TTS No. 297 Mendatar: 1. Pupus 4. Kosakata 8. Onde 9. Remaja 11. Monalisa 14. Apes 16. Nau 17. Saturasi 21. Rektum 24. Minangkabau 28. Santri 31. Tongseng 34. MIA 35. Umur 37. Eksogami 41. Bensin
42. Ituc (Cuti) 43. Mahadewa 44. Elegi Menurun: 1. Paum 2. Puan 3. Soal 4. Kerani 5. Sempurna 6. Atap 7. Akes 10. Jauk 12. Oka 13. Ida 15. Enu 17. Samas
BPM/olo
BUNUT– Pesona objek wisata Bunut Bolong di Desa Manggissari, Kecamatan Pekutatan. Di objek ini selain menyuguhkan keunikan pohon bunut berlubang, juga tracking forest melintasi permukiman dan perkebunan warga.
18. Tuman 19. Ron 20. Sen 22. Tauke 23. Miang 25. Animisme 26. Kao 27. BCG 29. AUM 30. Tire 31. Taenia 32. Nus 33. NEM 35. Usam 36. Ubuh 38. Once 39. Acre 40. ICMI
Pemenang TTS No. 297 Sebastian Blesstimora Sukaratha Br. Sembung, Kel. Bebalang, Bangli 80613 Ni Made Suci Jl. Danau Poso, Blanjong, Sanur 80227 (Hp: 081 337 504 680) I Ketut Pait Dusun Biaug, Desa Ped, Kec. Nusa Penida, Kab. Klungkung (Hp: 085 205 126 908) Ni Made Nuryasih Jl. Ratna, Kediri, Tabanan I Kadek Dedy Sutrisna Banjar Dinas Kanginan, Desa Kekeran, Kec. Busungbiu, Kab. Buleleng 81154 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama: Ni Nyoman Witi Ratnadewi Alamat: Jl. Sedap Malam III, Gang Ratna XVI No.4B, Denpasar 80237 (Hp: 085 205 535 632)
19
Minggu Kliwon, 4 Juni 2017
Dua Tersangka Dari Hal. 1
Sementara itu, Polda Metro menetapkan dua tersangka persekusi AM (22) dan MAT (55) yang melakukan kekerasan terhadap seorang remaja PMA (15) lantaran memasang status melalui media sosial. “Kita tetapkan dua tersangka berinisial AM dan MAT,” kata Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Polisi Hendy F. Kurniawan. Petugas meringkus kedua tersangka itu di rumahnya kawasan Cipinang Muara Jatinegara Jakarta Timur pada Jumat (2/6). Hendy menyatakan polisi telah memeriksa lima orang saksi dan kemungkinan ada penetapan tersangka lain. “Kita dalami siapa yang mengkoordinir pelaku persekusi itu,” ujar Hendy.
Dia juga akan menelusuri kemungkinan keterlibatan pimpinan organisasi masyarakat terkait persekusi terhadap PMA. Selain menangkap tersangka, polisi menyita barang bukti berupa selembar fotokopi kartu keluarga, 2 jaket, 1u topi dan 1 kartu anggota ormas. Para pelaku dijerat dengan pasal 80 ayat 1 juncto pasal 76 huruf c UndangUndang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak juncto pasal 170 KUHP. Sebelumnya, sebuah video sekelompok orang dewasa yang menganiaya anak di bawah umur beredar melalui media sosial. Seorang remaja PMA diduga menjadi korban persekusi karena dituding telah menghina pimpinan kelompok tertentu. Persekusi merupakan pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah atau ditumpas. (ant/kmb)
Biaya Kebersihan Dari Hal. 1
Sementara realisasi penerimaan tahun 2016 melebihi target yaitu sebesar 22,51 persen. Selain biaya untuk pelayanan langsung ke pasien, RSUP Sanglah juga mengeluarkan biaya untuk kebersihan, keamanan, makanan, dll. “Untuk kebersihan kita outsourcing dan dibiayai dari PNBP,” imbuhnya. Pendapatan RSUP Sanglah dari pelayanan kepada pasien kini 70 persen dari BPJS Kesehatan. Oleh karena itu, kecepatan pembayaran klaim menjadi sangat penting agar pelayanan di RSUP Sanglah tetap berjalan. Pendapatan lain dari penyewaan lahan untuk parkir, kafetaria. Sedangkan sarana penunjang lain yang dibutuhkan RS untuk kelancaran pelayanan bila alat kesehatan yang ada rusak atau sedang di-maintenance dilakukan melalui kerja sama operasional (KSO). “Untuk parkir, kita KSO, sistem bagi hasil. PD Parkir yang nyetor ke kita berdasarkan hasil yang didapat. Semuanya sistem bagi hasil. Untuk alat medis canggih, RSUP Sanglah bekerja sama dengan prodia, MRI bekerja sama dengan RS Kasih Ibu, endoscopy bekerja sama dengan BRSU Tabanan. Ia menjelaskan, dua sumber
pendapatan RSUP Sanglah yaitu dari APBN digunakan untuk belanja pegawai, belanja barang dan belanja modal. Sedangkan pendapatan dari BLU atau PNBP (pendapatan negara bukan pajak) digunakan untuk operasional seperti membeli obat, bahan habis pakai, pemeliharaan, belanja modal, termasuk belanja pegawai yang bukan PNS baik kontrak maupun pegawai tetap non-PNS. “PNPB ini dihasilkan dari pelayanan fungsional RS, dari melayani pasien dan dari pengelolaan aset-aset seperti sewa,” jelasnya. Tahun ini diakui RSUP Sanglah tidak memiliki biaya belanja modal (investasi). Prinsip keuangan RS harus dikelola dengan sebaikbaiknya sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Karena ke depan dituntut, selain mutu dan keselamatan pasien juga kesehatan keuangan karena harus mampu membiayai operasionalnya. Menurutnya yang tidak bisa ditunda pertama adalah gaji pegawai dan yang utama adalah obat-obatan, bahan habis pakai. Maka jalan satusatunya agar RSUP Sanglah dapat survive adalah dengan melakukan efisiensi. “Semakin efisiensi semakin bagus dengan tetap mempertahankan mutu dan keselamatan pasien,” ujarnya. (may)
Karena Menarik Dari Hal. 1
Pada kepemimpinan Direksi yang sebelumnya, RSUP Sanglah juga sempat diwacanakan untuk diambil alih pengelolaannya oleh Pemprov Bali, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjutnya. “Saya tidak tahu apakah Sanglah ini menarik atau bagaimana. Setahu saya, kalau orang dipinang karena menarik,” candanya. Jika pengambilalihan pengelolaan karena antrean panjang pasien RSUP Sanglah dan masalah parkir, dia menangkisnya bahwa sistem rujukan harus diubah. Inilah kunci penyelesaiannya. “Untuk pelayanan sebenarnya sudah ada ketentuan. Untuk pelayanan kesehatan saat ini ada pelayanan kesehatan yang berjenjang atau sistem rujukan sehingga ada istilah pemberi pelayanan kesehatan (PPK) 1, PPK 2,” ungkapnya. RSUP Sanglah yang termasuk PPK 3 seharusnya melayani kasus-kasus level 3, artinya penyakit yang cukup berat. “Jadi, tentunya kalau kami dari segi fasilitas yang jumlahnya 761 tempat tidur dari berbagai macam jenis pelayanan yang ada, maka kalau dengan jumlah penduduk Bali sekitar 4-5 juta
kemudian ditambah dengan rujukan dari luar, sebenarnya secara fasilitas dan kemampuan cukup, asal rujukan berjenjang berjalan dengan baik,” tandasnya. Fasilitas RSUP Sanglah yang cukup dibuktikan dengan data rawat inap tahun 2016 yang mencapai 1.037 pasien rawat inap, 87 pasien yang memang kasusnya security level 3, jadi hanya 8-9 persen dari semua pasien yang dirawat. Selebihnya pasien-pasien yang bisa ditangani di PPK 1 dan PPK 2. Contohnya kasus jantung ringan bisa dioptimalkan di RS tipe B atau PPK 2. Namun nyatanya, semua kasus jantung masuk ke RSUP Sanglah. Meski demikian, RSUP Sanglah pada prinsipnya tidak boleh menolak pasien sehingga pasien yang datang tetap dilayani dengan baik. Jika hal tersebut berjalan dengan baik, pasien tidak akan membeludak di RSUP Sanglah. Dengan demikian, masalah parkir juga dapat diatasi. Maka dari itu, ia menyambut baik adanya pembangunan RS lainnya. Dengan demikian, kasuskasus yang tidak bisa ditangani di RSUD dapat disaring atau ditangani di RS lain sebelum dibawa ke RSUP Sanglah. (may)
Otonomi Daerah Dari Hal. 1
Termasuk meningkatkan peran otonomi daerah. Saat ini, ada beberapa masalah yang belum bisa ditangani dengan baik di RSUP Sanglah. Antara lain menyangkut pembenahan areal parkir, pelayanan jaminan kesehatan nasional yang diselenggarakan BPJS Kesehatan, dan penataan bangunan rumah sakit. “Jadi, RSUP Sanglah itu tidak perlu dipindah, yang perlu segera adalah penataan bangunan karena areal tanah masih luas. Termasuk rumah dinas dokter yang tidak terpakai secara maksimal,” imbuh politisi Golkar ini. Sedangkan hal yang paling mendesak, lanjut Sugawa, menyangkut penataan parkir. Untuk parkir, disarankan memakai areal rumah dinas dokter atau membangun areal parkir bertingkat seperti yang ada di Bandara Ngurah Rai. “Namun, pembangunan tersebut harus melalui perencanaan yang baik,” tandasnya. Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama, mengatakan, masyarakat selama ini kerap mengeluh ketika berobat ke RSUP Sanglah. Menurutnya, hal itu terjadi lantaran pembangunan di rumah sakit tipe A tersebut belum terintegrasi. Padahal, RSUP Sanglah merupakan rujukan seluruh rumah sakit yang ada di Pulau De-
wata. “Pembangunannya seperti tambal sulam, tidak terintegrasi, makanya pasien banyak mengeluh dan membuat pelayanan terganggu,” ujarnya. Wiryatama juga menyoroti kondisi parkir yang disebutnya ribet dengan lahan terbatas. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, pun tak menampik bila RSUP Sanglah banyak menerima komplain dari masyarakat. Mulai dari masalah parkir, jumlah tempat tidur yang tidak maksimal, hingga bangunan yang kurang representatif menampung pasien yang membeludak dan karyawan yang begitu banyak. Pihaknya mencatat, RSUP Sanglah saat ini hanya memiliki 700-an tempat tidur dan terhitung masih kurang untuk menampung pasien. “Mudah-mudahan Menteri Kesehatan sekarang merespons positif, mengabulkan ini (RSUP Sanglah dikelola Pemprov, red). Kita mampu kok, daerah untuk membiayai Sanglah bahkan kita mungkin akan lebih bagus pengelolaannya,” ujarnya. Suarjaya mengaku tidak tahu persis mengapa Menteri Kesehatan sebelumnya menolak usulan pemprov untuk mengelola RSUP Sanglah. Kemungkinan besar terkait dengan pendanaan karena
Dukung ke KPK Dari Hal. 1
Yandri juga mendukung langkah Amien yang ingin memberi penjelasan langsung ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Amien memang hendak menemui pimpinan KPK pascanamanya disebutsebut. “Bagus (ketemu pimpinan KPK). Pokoknya kami dukung Pak Amien,” ujar Yandri. Sebelumnya, Amien Rais kepada awak media mengatakan akan ke KPK pada Senin (5/6) untuk menjelaskan persoalan terkait aliran dana Rp 600 juta dari kasus korupsi pengadaan alat kesehatan era Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari. Menurut mantan Ketua MPR itu, dia akan menyempatkan datang ke KPK dua hari sebelum berangkat ibadah umrah. Ketua Dewan Pembina Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir, memberi klarifikasi terkait dugaan aliran dana korupsi pengadaan alat kesehatan yang mengalir ke rekening Amien Rais. Sebelumnya, dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum KPK, aliran dana alkes itu melalui Soetrisno Bachir Foundation (SBF). Soetrisno menjelaskan, bahwa yayasan SBF itu diketuai oleh Nuki dan sekretarisnya bernama Yuri. Semua uang sumbangan ke pihak tertentu, melalui yayasan SBF itu. Sehingga uang keluar itu, jelas Soetrisno, melalui Nuki atau Yuri. “Demikian juga waktu saya membantu Pak Amien (Amien Rais) itu ya dari dulu tahun 1985-an, itu juga saya lakukan. Nah, artinya Pak Amien mendapat aliran dana atau bantuan dari saya,” jelas Soetrisno. Soetrisno mengatakan, bantuan dana untuk Amien Rais seperti yang disebutkan, bukan dari perusahaan atau pihak lain. Melainkan dari dia pribadi yang disalurkan melalui yayasan SBF itu. Sementara, pada 2007, Soetrisno mengatakan dia adalah pihak swasta yang memberi sumbangan ke Amien Rais. “Lah kalau sekarang mau ditarik dari manalah uang dari mana-mana khususnya uang itu kebanyakan dari zakat, infaq, dan sodaqoh dari Soetrisno Bachir itu masuk ke rekeningnya ibu Yuri untuk kegiatan sosial,” lanjut Soetrisno. Dana bantuan sosial yang
diberikan itu, menurut Soetrisno tak hanya untuk Amien Rais. Tapi, juga banyak pihak yang dia berikan baik berupa zakat, infak dan sedekah. Jumlahnya juga terbilang cukup besar. Maka dari itu, dia heran kalau uang sumbangannya ke Amien Rais itu dikaitkan dengan masalah korupsi alkes. Karena tidak ada kaitan sama sekali antara uang dia pribadi untuk disumbangkan ke sejumlah pihak termasuk Amien Rais. “Jadi enggak ada kaitannya bahwa itu terima kemudian apalagi ke Pak Amien jauh benar itu,” katanya saat buka puasa bersama, Jumat malam (2/6). Pakar Hukum Pidana Universitas Indonesia Akhiar Salmi mengatakan Amien bisa bebas atau tidak bisa terlibat dalam perkara hukum jika dirinya tidak mengetahui asal muasal dana yang diterimanya. Sementara jaksa KPK menyebut Amien menerima aliran dana dari Yayasan Soetrisno Bachir Foundation (SBF) sejumlah Rp 600 juta yang diduga berasal dari proyek yang menjerat Siti. “Orang yang korupsi dikasih ke yang lain, belum tentu disebut penyertaan. Beliau dalam hal ini (Amien Rais) harus tahu. Kalau sudah tahu uang itu didapat dari mana, misalnya curang, tetapi tetap menghendaki, itu bisa diseret,” kata Akhiar Salmi. Sejauh ini Amien Rais mengaku tidak tahu menahu dari mana aliran dana yang diterimanya yang diperkarakan KPK. “Kalau dia tidak tahu, tidak bisa turut serta melakukan kejahatan, apa pun. Kalau dia tahu enggak benar tapi tetap diterima, baru,” katanya. Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum KPK Iskandar Marwanto pada sidang, Rabu, 31 Mei 2017, menyebut adanya aliran dana dari PT Mitra Medidua selaku pemasok bagi PT Indofarma Tbk dalam pengadaan alat kesehatan guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) 2005 pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan, untuk pengurus PAN yaitu Soetrisno Bachir (Ketua Umum PAN 2005-2010, kini Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional), Nuki Syahrun, Amien Rais, Tia Nastiti (anak Siti Fadilah), maupun Yayasan Soetrisno Bachir
biaya operasional di RSUP Sanglah memang sangat besar. Dari segi SDM misalnya, RS ini harus membiayai lebih dari 3.000 karyawan. Namun, Suarjaya menegaskan Pemprov Bali sejatinya memiliki kemampuan untuk itu. “Kita sudah siap karena toh gaji dari pegawai negerinya kan sudah dianggarkan oleh pusat melalui DAU (Dana Alokasi Umum, red). Bahkan kalau dikelola oleh daerah banyak keuntungan. Langsung pemprov bisa memonitor pelaksanaan operasional di RS Sanglah,” jelasnya. Sementara itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan, beberapa bangunan di RSUP Sanglah yang terpisah-pisah akan dibongkar dan dibangun ulang bila Kementerian Kesehatan menyetujui pengelolaannya diserahkan kepada Pemprov Bali. Pihaknya prihatin melihat pasien yang menenteng infus ke mana-mana lantaran kondisi bangunan yang tidak terintegrasi, sehingga kurang efektif, kurang efisien, dan mengganggu prosedur dari proses pengobatan. “Jadi, saya sarankan harus ada renovasi di sana. Tanahnya luas sekali, kalau dibuat seperti rumah sakit Bali Mandara dalam suatu gedung besar sehingga semua pelayanan bisa terintegrasi, itu akan lebih baik,” ujarnya. (rin)
Foundation. PT Mitra Medidua, yang ditunjuk sebagai pemasok pada 2 Mei 2006 mengirimkan uang sebesar Rp 741,5 juta dan pada 13 November 2006 mengirimkan sebesar Rp 50 juta ke rekening milik Yurida Adlanini yang merupakan sekretaris pada Yayasan Soetrisno Bachir Foundation (SBF). Dana ini kemudian diduga dipindahbukukan kepada pengurus PAN, Nuki Syahrun dan Tia Nastiti (anak Siti Fadilah). Belakangan ada dana dari Soetrisno Bachir Foundation sebesar Rp 600 juta ke rekening Amien Rais, dalam enam kali transfer. Inilah yang kemudian dipersoalkan jaksa KPK. (kmb)
Pelayan Parkir
Dari Hal. 1
Dikatakan selama ini yang menjadi keluhan konsumen adalah masalah pelayanan parkir. Apabila nantinya dikelola oleh Pemprov Bali, maka yang menjadi prioritas utama yang dibenahi adalah membuat lahan parkir yang lebih modern, baik parkir bertingkat maupun parkir di bawah tanah (basement) sehingga, pelayanan parkir benar-benar bisa diatasi. “Dari dulu, pelayanan parkir sering dikomplain. Kalau ini terus dibiarkan, maka akan merugikan masyarakat atau konsumen. Sebab, banyak konsumen yang tidak mendapat parkir karena alasan penuh,” tandasnya. Selain itu, apabila RSUP Sanglah dikelola oleh Pemprov Bali, lanjutnya, maka pelayanan rumah sakit harus lebih ditingkatkan, baik dari sisi pelayanan BPJS,
BPM/win
Putu Armaya maupun perawatan terhadap pasiennya termasuk ramah terhadap pengunjung lainnya. Apalagi sesuai Undangundang No. 8 tahun 1999 pasal 4 tentang perlindungan konsumen, konsumen mempunai hak atas kenyamanan, kemanan dan keselamatan dalam konsumsi barang dan jasa sehingga, pelayanan lebih manusiawi. “Jangan
Era Keterbukaan Dari Hal. 1
Jokowi menegaskan bahwa pada era keterbukaan seperti saat ini, informasi apa pun tidak bisa disembunyikan. “Mengecek kan gampang sekarang. Muhammadiyah punya, di Solo juga ada. Dicek saja, orang tua kita tinggal di mana? Di kampung mana? Di desa mana? Kakek nenek kita siapa saja bisa dicek. Sangat mudah pada era keterbukaan sekarang ini,” kata
Jokowi. Presiden mengaku sebenarnya malas menanggapi isu tersebut. Dia nkembali menegaskan jika ditemukan adanya paham komunis dan PKI yang masih berkembang di Indonesia, tunjukkan kepadanya. Jokowi mempersilakan sang penuduh untuk mengecek orangtua bahkan kakek dan nenek Jokowi yang turut diseret dalam isu PKI. “Payung hukumnya sudah jelas. Ada isu seakanakan saya melindungi PKI,”
sampai karena tidak ketersediaan kamar, pasien dirawat di lorong-lorong rumah sakit dengan pelayanan yang tidak maksimal. Bila perlu, Pemprov Bali membuat kebijakan atau regulasi jangan sampai pasien tidak mendapatkan kamar, pembangunan infrastruktur agar lebih modern. Dia pun berpikir RSUP Sanglah bila perlu direlokasi alias dicarikan lahan yang lebih luas dan bagus, karena rumah sakit Sanglah beroperasi di kawasan padat penduduk sehingga pembebasan lahan sangat sulit. Oleh karena itu, harus dicarikan lahan yang lebih luas, baik dan hijau agar infrastruktur rumah sakit Sanglah lebih baik, yang nantinya akan berimbas pada pelayanan yang lebih maksimal. Hal inilah ke depannya yang harus diperhatikan oleh Pemprov Bali jika ingin mengelola RSUP Sanglah,” tegasnya. (win)
ucap Jokowi. Dia berpesan kepada masyarakat untuk tidak mudah mengembuskan isu yang tidak bertanggung jawab. Jokowi juga meminta masyarakat untuk memerangi informasi hoax yang belakangan marak di media sosial. “Masih ada saja orang yang bermain kata-kata. Kalau berita di medsos, semua orang bisa buat berita, apalagi yang tidak terverifikasi banyak dan bisa dibuat,” kata Jokowi. (ant/kmb)
balipost (158rb Like) http://facebook.com/balipost
Minggu kliwon, 4 juni 2017
@balipostcom (4.812 Follower) http://twitter.com/balipostcom
@balipostcom http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418
Glenn Fredly dan Aldo Sianturi Hidupkan Ekosistem Musik Indonesia
Instagram.com/rinaldyyunardi
MAHKOTA - Diambil dari Instagram desainer Rinaldy Yuniardi yang menampilkan foto aktris Hollywood Zoe Saldana memakai mahkota rancangannya.
Rancangan Anak Bangsa Dipakai Aktris Hollywood
Jakarta (Bali Post) Setelah mendapat kepercayaan untuk merancang sepatu Katy Perry dan topeng untuk Nicki Minaj, kini karya desainer Rinaldy Yunardi dikenakan oleh aktris Hollywood. Mahkota rancangan Rinaldy dipakai oleh pemeran Gamora dalam film “Guardians of the Galaxy” Zoe Saldana untuk pemotretan sebuah majalah. Rinaldy mengaku mahkota setinggi 40-50 cm dan bertabur swarovski itu memang telah dia rancang jauh hari untuk PR internasionalnya yang berada di Hongkong, The Clique. “Karya ini sudah tersedia. Saya kirim lumayan lama empat bulan lalu ke Hongkong, PR internasional saya,” kata Rinaldy dalam sambungan telepon Sabtu kemarin. Pria yang telah menggeluti dunia rancang busana selama 21 tahun itu mempercayakan karyanya kepada The Clique untuk kemudian dikenakan aktris maupun penyanyi mancanegara. “Saya percayakan pada PR internasional saya, mereka bekerja dengan baik. Dan, ini pencapaian saya, enggak minta harus ini-itu, saya percayakan dan mereka berikan yang terbaik,” ujar Rinaldy. Rinaldy mengaku memberikan beberapa karyanya kepada The Clique. “Saya sudah siapkan beberapa (karya) untuk permintaan dadakan, agar saya bisa fokus juga dengan pekerjaan di Indonesia,” ujar dia. Untuk karya yang dipakai aktris film yang juga membintangi film “Avatar” tersebut Rinaldy menyebut karyanya “Ice Queen”, yang terinspirasi dari ratu kerjaan es. Lucunya, saat karyanya dipakai oleh Zoe Saldana, Rinaldy awalnya justru mengaku tidak mengenal aktris Hollywood tersebut. “Saya tanya kepada PR saya, “Ini siapa ya?” Awalnya enggak ngenalin. Saya suka banget film, saya nonton filmnya tapi karena beda di film sama sebenarnya jadi enggak ngenalin,” kata dia. (ant)
BERNIAT membangun ekosistem musik Indonesia yang sehat, pendiri dan Direktur #MusikBagus, Glenn Fredly, CEO #MusikBagus, Aldo Sianturi, CEO Bumi Entertainment, Dadit Purnadaya dan pendiri Mydio technology, Indra M. Putra, melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk menjalani kemitraan strategis. Demi mengembangkan aktivitas bisnis musik via dukungan teknologi dan informasi yang bertujuan untuk membangun pertumbuhan ekosistem musik Indonesia yang signifikan, bermutu dan memiliki daya saing nasional, sebagai penggerak roda ekonomi masa depan dengan memaksimalkan interaksi kaum muda di seluruh di Indonesia. Sebagaimana dijelaskan Glenn Fredly, digital music platform telah menjadi garda depan distribusi musik digital dewasa ini. Oleh karena itu, kerja sama tripartit ini ditimbang sebagai pintu masuk untuk menghidupkan ekosistem
musik Indonesia. “Karena siapa pun saat ini bisa bikin musik, tapi belum tentu semua bisa berkarier di dunia musik. Oleh karena itu, kita membutuhkan kanal musik atau platform music digital. Agar penikmat musik atau user bisa saling memberikan manfaat,” ujar salah satu solois terkemuka Indonesia itu Kamis (1/6) petang di Jakarta, sembari menambahkan, musik Indonesia jika dikelola dengan baik, akan dapat berdaulat di negeri sendiri. Ditambahkan Aldo Sianturi, #MusikBagus sebagai perusahaan rekaman atau social label dalam format audio dan video, dalam kerja sama ini akan menjadi pengisi konten atau memberikan persediaan lagu yang dimilikinya. “Sampai akhir tahun nanti, kami targetkan 5.000-an lagi kami distribusikan lewat Mydio Technology. Harapannya lagulagu kami sampai kepada siapa pun, baik masyarakat musik di Indonesia maupun diaspora. Agar dapat menikmati kualitas
MITRA - Nota kesepahaman untuk menjalani kemitraan strategis. musik yang bagus,” ujarnya. Hal senada dikatakan Dadit Purnadaya. Sebagai manajemen artis, pihaknya akan menyediakan lagu atau konten yang akan didistribusikan oleh Mydio Technology, agar sampai kepada masyara-
kat, tanpa batas, dalam waktu yang sangat cepat, dengan harga yang sangat fair. Mydio Technology, seperti dijelaskan Indra M. Putra adalah platform atau aplikasi gratis di handphone pintar, yang bisa diunduh
BPM/ist
secara gratis, dan menyediakan lagu-lagu Indonesia dan pengunduhnya bisa turut menyanyikannya. Oleh karenanya, aplikasi ini bernama Mydio Sing, atau aplikasi menyanyi, atau online karaoke community. (pik)
”Voldemort: Origins of the Heir” akan Digarap Jadi Film
BPM/ist
VOLDEMORT - Film ini berkisah soal kehidupan Tom Riddle setelah lulus dari Hogwarts dan mencari jalan untuk menjadi seorang Lord Voldemort.
CUPLIKAN film buatan para penggemar Harry Potter, “Voldemort: Origins of the Heir” akhirnya akan dibuat menjadi film versi penuh. Cuplikan “Voldemort: Origins of the Heir” muncul secara online awal minggu ini dan dengan cepat menjadi viral. Di Facebook, cuplikan tersebut sudah dilihat hampir lebih dari 30 juta akun dan disaksikan lebih dari 1,8 juta kali di YouTube. Kini, film prekuel Harry Potter versi penggemar itu, mendapat lampu hijau untuk digarap penuh, demikian seperti dilansir NME. Sutradara Gianmaria Pezzato dari Tryangle Films mengatakan pada Polygon bahwa mereka sudah melakukan diskusi tertutup dengan Warner Bros yang mengontaknya selama periode kampanye crowdfunding. “Kami cuma bisa bilang, mereka mengizinkan kami melanjutkan penggarapan film, tentunya dengan jalan tak komersil.” Jika sudah selesai, film “Voldemort: Origins Of The Heir” akan tayang di
YouTube. Diharapkan, film itu rampung akhir tahun ini. Ceritanya, film berkisah soal kehidupan Tom Riddle setelah lulus dari Hogwarts dan mencari jalan untuk menjadi seorang Lord Voldemort. “Kami penasaran, apa yang membuat Tom Riddle menjadi Voldemort? Apa yang terjadi di tahun-tahun itu, dan apa yang sebenarnya terjadi di Hogwarts saat dia kembali?” kata Pezzato. “Ada beberapa bocoran di novel yang tak tergambarkan di film-film Harry Potter. Inilah kisah yang ingin kita angkat: Kebangkitan Dark Lord sebelum Harry Potter dan kematian pertamanya. Sementara itu, penulis Harry Potter, JK Rowling memberikan kabar terkini pada fan mengenai perkembangan sekuel “Fantastic Beasts and Where To Find Them”. Dia mengonfirmasi skrip film selanjutnya sudah lengkap. Rencananya, “Fantastic Beasts 2” tayang di bioskop 16 November 2018, disusul film ketiga pada 20 November 2020. (rtr/ant)
”Semua Karena” Lolos Seleksi Festival Film Hamburg Bandung (Bali Post) Film pendek berdurasi 1,5 menit yang bercerita tentang gejolak politik di Pilkada DKI Jakarta 2017 berjudul “Semua Karena” karya Deden M. Sahid berhasil lolos ke ajang Festival Film Pendek Internasional Hamburg, Jerman atau 33rd Hamburg International Short Film Festival. “Gagasan film ini berang-
kat dari kegelisahan dalam benak saya atas situasi perpolitikan di Indonesia, khususnya Pilkada DKI Jakarta, ibaratnya yang punya hajat itu di DKI Jakarta tapi efeknya dirasakan di mana-mana,” kata Deden M. Sahid, di Bandung, Sabtu kemarin. Deden menceritakan situasi panas akibat gejolak Pilkada DKI Jakarta 2017
membuat dirinya gelisih dan enggan menonton televisi hingga tiga bulan lamanya. “Saya stop nonton TV selama tiga bulan, itu karena saya malas melihat kondisi atau situasi perpolitikan di kita saat itu,” kata dia. Film yang dibuat dengan menggunakan telepon pintar (smartphone) ini tidak menampilkan aktor atau pemain namun tokoh dalam
Samsara brolan BALE BANJAR ARIDUS KEBETULAN saya lahir di Indonesia dari pasangan Muslim, maka saya beragama Islam. Seandainya saya lahir di Swedia atau Israel dari keluarga Kristen atau Yahudi, apakah ada jaminan bahwa hari ini saya memeluk Islam sebagai agama saya? Tidak! Saya tidak bisa memilih dari mana saya akan lahir dan di mana saya akan tinggal setelah dilahirkan. Kewarganegaraan saya warisan, nama saya warisan dan agama saya juga warisan. (Afi Nihaya Faradisa) ‘’Afi Nihaya Faradisa adalah anagram atau nama pena pemilik akun Facebook yang bernama asli Asa Firda Inayah. Dia seorang remaja tamatan SMA kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur, 23 Juli 1998. Konon, dia sudah punya akun sejak usia 7 tahun, namun tidak begitu aktif menulis status, palingpaling sekadar mewartakan dirinya naik kelas dan tamat sekolah. Putri sulung dari dua bersaudara penjual cilok keliling itu, selain ge-
mar membaca, juga rajin menulis buku harian. Segala unek-unek yang terekam di otak mengenai hiruk-pikuk bangsa dan negaranya, terutama sepak terjang politisi dan kaum intoleran terhadap keberagaman, dia tulis dalam diary. Baru sejak 2016, dia aktif menulis status di FB dan setiap pernyataannya mendapat respons dari facebookers, bahkan disebarkan sehingga viral. Nah, potongan awal status yang bertajuk ‘Warisan’ ditulis Afi pada Rabu (17/5) lalu, menyiratkan kematangannya berpikir logis dan rasional tanpa mengesampingkan emosi. Dia paham selain banyak yang suka, tidak sedikit pula yang antipati terhadap statusnya, terutama bila menyinggung masalah keyakinan. Mereka yang cepat tersinggung dan marah lalu memaki atau membuli, oleh para netizen dijuluki, kaum bumi datar bersumbu pendek. Akibat tulisan Warisan, akunnya di-suspended alias dilumpuhkan oleh administrator FB, karena laporan serentak kaum sumbu pendek. Mengetahui idola mereka mengalami musibah, ribuan fans Afi menulis hashtag #FACEBOOKbringbackAFI. Mungkin admin FB menyadari kekeliruannya, Kamis (18/5), akun Afi diaktifkan kembali,’’ tutur Rubag. ‘’Aku dan beberapa kawan juga tertarik mengikuti sepak terjang anak muda yang menurutku sangat pemberani dan cinta keragaman
atau Bhinneka Tunggal Ika. Dia pasti juga cinta Pancasila, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Saat FB-nya masih dibekukan, di Balai Kota dia sempat mengeluh. ‘Saya tidak menyangka ternyata masih banyak orang yang menantang takdir dengan meludahi perbedaan. Saya bertanya-tanya, mengapa jika ego berbicara, gaungnya melebihi nurani kita yang sama-sama ciptaanNya?’ Untuk para facebookers yang mendukung dan membebaskan akunnya dari kelumpuhan, dia terharu dan mengucapkan beribu terima kasih. Padahal, mereka tidak pernah bertemu secara langsung, namun mereka peduli. ‘Masih banyak orang mendukung kedamaian dalam diam. Masih banyak orang yang menopang saya untuk berdiri, walau mereka sunyi,’ tulisnya dengan bahasa puitis namun menembus kalbu, baik yang pro maupun kontra. Memang bagi yang fanatik dan dibakar sentimen identitas, sehalus dan sesantun apa pun kalimat, akan membuat mereka tersinggung dan marah lalu memaki. Kalau otak masih sejuk, kendati hati panas, nalar pasti bisa mencerna teks dengan baik. Coba simak sambungan berikut tulisan berjudul ‘Warisan’ itu! Untung saya tidak pernah bersitegang dengan orangorang yang memiliki warisan berbeda-beda, karena saya tahu bahwa mereka juga tidak bisa memilih apa yang
film tersebut dimunculkan lewat sejumlah uang kertas rupiah berbagai pecahan. Di ajang 33rd Hamburg International Film Festival atau International Kurzfilm Festival (IKFF) Hamburg ini, Film “Semua Karena” masuk dalam nominasi di kategori Three Minute Quickie Competition. Pada kategori ini, film asal sineas Bandung terse-
but akan bertarung dengan nominator lainnya dari Benua Asia yakni dari negara Jepang, Afghanistan dan India. Deden berharap lewat film pendeknya tersebut bisa membentuk kesadaran warga agar senantiasi berpikir dewasa dalam menyikapi perbedaan yang ada. “Lewat film saya ingin bilang bahwa perbedaan itu
akan mereka terima sebagai warisan dari orangtua dan negara. Setelah beberapa menit kita lahir, lingkungan menentukan agama, ras, suku, dan kebangsaan kita,’’ ujar Sudiantara. ‘’Setelah itu, kita membela sampai mati segala hal yang bahkan tidak pernah kita putuskan sendiri, begitu sambungannya. Ini kenyataan yang tidak seharusnya membuat orang tersinggung, bila masih punya otak dan nalar yang sehat. Sebab di tulisan yang lain, Afi juga pernah menyinggung masalah, marah, tersinggung, kesal, takut dan lain-lain terkait emosi, baginya tidak masalah, sepanjang kita bisa mengelolanya. Sebab, semua kondisi emosi itu adalah manusiawi. Cuma sering, akibat doktrin kepercayaan atau ideologi yang tebal, membuat bagian otak yang mengatur emosi disebut amigdala melakukan pembajakan. Informasi/stimulus dari luar yang masuk, diterima bagian otak depan bernama thalamus, lalu mengirimnya ke amigdala agar disaring dan diberikan emosi yang sesuai, kemudian dikirim ke neo kortek sebagai dapur pikiran, lalu diteruskan ke sistem limbik yang mengatur motorik buat merespons stimulut atau informasi itu. Karena amigdala membajak atau tidak merespons, langsung stimulus meluncur ke sistem limbik tanpa tersaring, sehingga ucapan kotor atau tindakan kekerasan terjadi. Jadi sangat disayangkan, saat pawai obor terkait penyambutan Ramadan, puluhan anak-anak menyanyikan lagu berirama ‘Tanam Jagung’, yang liriknya diubah
dengan kalimat seram dan sadis. Bunuh, bunuh, bunuh si Ahok, bunuh si Ahok sekarang juga! Itu terjadi di sepanjang Jalan Gajah Nada, Jakarta Barat yang videonya viral di medsos!’’ komentar Mardika. ‘’Rupanya, anak-anak ingusan itu pernah mendengar lirik termodifikasi tersebut dari tokoh yang menjadi panutan mereka. Sebab, anak-anak menurut teori empirisme kepribadian, bagai kertas putih, yang tadinya bersih, namun dicorengmoreng jelaga oleh pihak yang tidak memiliki kesadaran moralitas yang baik. Ini disebut Teori Tabularasa! Mungkin karena demam kekuasaan yang tinggi, membuat sang Tokoh mengigau dengan melontarkan ucapan kasar, tanpa berpikir kalau di antara pendengarnya ada yang masih anak-anak. Bila anak-anak itu tumbuh dewasa tetap dengan ingatan dan perilaku seperti sekarang, agaknya formula Pierre Bourdieu tentang (habitus x modal) + ranah = praktik, akan menjadi kenyataan. Diawali ucapan kasar berlanjut dengan tindakan kasar akan menjadi kebiasaan berperilaku kasar dan memaksakan kehendak. Makanya tidak salah kalau Afi mengeluh dalam Warisan bahwa bangsa ini nyaris tercerai-berai bukan karena bom, senjata, peluru atau rudal, tapi karena orang-orangnya saling mengunggulkan bahkan meributkan warisan masingmasing, yang bukan pilihannya. Bila disimak secara mendalam, nyaris semua status Afi merupakan kegelisahan batin atau budayanya, yang dilemparkannya secara santun dan logis. Lalu, masihkah orang mengaku berpikiran sehat bila mengintimidasi atau membuli
enggak harus ditanggapi dengan gontok-gontokan, permusuhan bahkan kekerasan. Jadi jangan karena kepentingan ego pribadi atau golongan tertentu malah menghancurkan negara ini,” kata dia. Sementara itu, Koordinator Bandung Film Council Sofyana Ali Bindiar menambahkan Film “Semua Karena” tercipta dari keg-
orang lain yang mengutarakan kegelisahan budayanya?’’ tanya Wayan Kentir di akhir paparannya. ‘’Dalam hermeneutika faktisitas Heidegger ada yang mengilustrasi bahwa kelahiran roh menjadi manusia, bukan kehendak dan sesuai selera sang Atman. Mungkin dia menolak tubuh yang tidak cocok baginya, bisa jadi tidak menyetujui orangtua yang melahirkan, juga memprotes dilahirkan di negara tertentu, bahkan jenis kelamin, agama, status sosial dan ekonomi menjadi objek penolakannya. Tapi terhadap takdir, mereka tidak bisa berbuat apa-apa, kecuali menangis saat keluar dari rahim ibunya. Itu disebut Samsara dalam Hindu dan Buddha. Setiap kelahiran kembali atau reinkarnasi adalah
iatan “one minute film workshop” yang diadakan oleh pihaknya. “Workshop ini diadakan bertepatan dengan memperingati Hari Perfilman Nasional pada Maret. Jadi ini film yang dibuat dari smartphone, kenapa kita memanfaatkan media smartphone karena saat ini hampir semua orang punya benda tersebut,” kata Sofyana. (ant)
penderitaan atau sengsara bagi manusia. Setelah hidup di dunia, manusia harus menyelesaikan tugas karma atau perbuatannya di penjelmaan sebelumnya, sehingga bila berhasil akan mencapai moksha atau tidak dilahirkan kembali karena bersatu dengan Sang Hyang Paraatma. Atau menempuh alternatif lain, membuat karma baru dan mendiamkan kewajiban karma yang dibawa saat lahir, dengan mengikuti segala keinginan, sehingga saat mati akan membawa dua bekal karma, yang harus dibayar saat dilahirkan lagi. Mungkin ini yang dimaksud, hidup adalah pilihan! Lalu, aku akan mengutip ajakan Afi, kita tidak harus berpikiran sama, tapi marilah kita sama-sama berpikir!’’ kata Suryanegara. (aridus)