Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Dana Kampanye Paslon
Sandiaga Penyumbang Terbesar KOMISI Pemilihan Umum (KPU) membuka penyerahan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) di Posko Penyerahan Dana Kampanye yang dipusatkan di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Hingga batas akhir penyerahan, Kamis (2/5), diketahui calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno paling banyak menyumbang dana kampanye dibandingkan calon presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Bendahara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Thomas Djiwandono mengungkapkan, Sandiaga menyumbang sekitar 60 persen dari total dana kampanye yang disumbangkan oleh pasangan calon. ‘’Sekitar 60-an persen dari total paslon,’’ ujar Thomas usai menyerahkan LPPDK di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (2/5). Selama masa kampanye, pasangan Prabowo-Sandi menerima dana kampanye sebesar Rp 213,2 miliar. Sementara pengeluaran dana kampanye sebesar Rp 211,5 miliar. Dari jumlah tersebut, sumbangan terbesar diperoleh dari pasangan calon yakni Rp 192,5 miliar, sedangkan sumbangan perorangan dari masyarakat sebesar Rp 9,3 miliar, sumbangan partai politik Rp 4,8 miliar, dan sumbangan kelompok Rp 1,1 miliar. Namun, Thomas tidak merinci berapa besaran dana kampanye yang diberikan Sandiaga. ‘’Lebih besar Pak Sandi di angka 55, mungkin 58 persen. Beda tipis. Nanti kita breakdown lagi,’’ ucap Thomas. Di tempat sama, cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno yang mendampingi BPN mengaku kecewa dengan sistem KPU yang tidak siap, sehingga pihaknya harus melakukan pelaporan secara manual. ‘’Tadi kita baru melalui fase dana kampanye dan terus
terang saya kecewa. Dana kampanye yang saya siapkan dan tiap bulan saya update, ternyata di ujungnya itu sistem yang dari KPU tidak siap,’’ ujar Sandi. Sementara itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin melaporkan LPPDK sebesar Rp 606 miliar. ‘’Total penerimaannya adalah Rp 606.784.634.772, itu penerimaan. Lalu pengeluarannya sebesar Rp 601.355.468.300,’’ kata Bendahara Umum TKN Sakti Wahyu Trenggono di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta Selatan, kemarin. Penerimaan terbesar dana kampanye TKN berasal dari pengusaha. Paslon yang diusungnya, Jokowi-Ma’ruf Amin, disebut Trenggono, tidak memberikan sumbangan dana kampanye. Ada 17 kelompok yang ikut andil dalam menyumbang dana kampanye Jokowi-Ma’ruf. Rinciannya dari 40 perusahaan dengan total nilai Rp 253,9 miliar. Kemudian sumbangan dari kelompok masyarakat sebesar Rp 251 miliar. Lalu sumbangan dari beberapa parpol dengan total Rp 79,7 miliar. Dan sumbangan dari perseorangan jumlahnya 252 orang dengan total sumbangan Rp 21,8 miliar. ‘’Paslon tidak ada,’’ tegas Sakti Wahyu Trenggono. (kmb4)
Dana Kampanye PDI-P Terbesar
JOKOWI PRABOWO PRABOWO JOKOWI DANA DANA KAMPANYE KAMPANYE DANA KAMPANYE
Penerimaan Rp 213,2 Rp miliar 213,2 miliar Penerimaan Pengeluaran Rp 211,5 Pengeluaran Rp miliar 211,5 miliar SumberSumber Dana Dana PasanganPasangan calon Rpcalon 192,5 Rpmiliar 192,5 miliar Sumbangan perorangan Rp 9,3 miliar Sumbangan perorangan Rp 9,3 miliar Partai politik Rp 4,8 miliar Partai politik Rp 4,8 miliar Sumbangan kelompok Rp 1,1 miliar Sumbangan kelompok Rp 1,1 miliar Jakarta (Bali Post) Enam belas partai politik (parpol) nasional peserta Pemilu 2019 telah menyampaikan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU). Di antara partai-partai yang sudah menyerahkan LPPDK, PDI Perjuangan menjadi partai dengan penerimaan dana terbesar yakni Rp 345,02 miliar. Sedangkan LPPDK yang dilaporkan Partai Golkar sebesar Rp 307 miliar, Partai Nasional Demokrat (NasDem) sebesar Rp 259 miliar, LPPDK Partai
’’Ya kan ada hal tertentu yang harus kita pertimbangkan bagaimana nantinya (jika Demokrat mau bergabung).’’ Puan Maharani Ketua DPP PDI-P
Keadilan Sejahtera (PKS) Rp 150 miliar, kemudian Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rp 142 miliar, dan dana kampanye yang dilaporkan Partai Gerindra sebesar Rp 134,7 miliar. Laporan dana kampanye seluruh wilayah itu ditutup pukul 18.00 WIB kepada KPU di Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (2/5). Anggota Bidang Kaderisasi Partai Golkar Imran mengatakan sebagian besar dana kempanye partainya dihabiskan untuk pembiayaan kampanye calon anggota legislatif. ‘’Ada sisa anggaran itu sekitar
Kota Dumai APBN-P 2017 dan APBN 2018,’’ kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat jumpa pers di gedung KPK, Jakarta, Jumat (3/5) kemarin. Dalam proses penyidikan ini, KPK menetapkan Wali Kota Dumai 2016-2021 Zulkifli Adnan Singkah (ZAS) sebagai tersangka pada dua perkara. ‘’Pada perkara pertama, tersangka ZAS diduga memberi uang total sebesar Rp 550 juta kepada Yaya Purnomo dan kawan-kawan terkait dengan pengurusan anggaran DAK APBN-P Tahun 2017 dan APBN Tahun 2018 Kota Dumai,’’ ungkap Syarif. Yaya Purnomo merupak-
an mantan Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan. Sedangkan pada perkara kedua, tersangka Zulkifli diduga menerima gratifikasi berupa uang Rp 50 juta dan fasilitas kamar hotel di Jakarta. ‘’Gratifikasi tersebut diduga berhubungan dengan jabatan tersangka dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya serta tidak dilaporkan ke KPK dalam waktu paling lambat 30 hari kerja,’’ tuturnya. (ant)
Penerimaan Penerimaan RpRp606,7 606,7miliar miliar Pengeluaran RpRp601,4 Pengeluaran 601,4miliar miliar Sumber Dana Sumber Dana Pasangan calon Pasangan calonRp Rp00 40 perusahaan RpRp253,9 40 perusahaan 253,9 miliar miliar Kelompok masyarakat miliar Kelompok masyarakatRp Rp 251 251 miliar Parpol Rp Rp 79,7 miliar, Rp21,8 21,8 miliar Parpol 79,7 miliar,252 252 orang orang Rp miliar
Rp 200 juta dari Rp 307 miliar. Pengeluaran terbesar itu di caleg, caleg itu (pengeluaran) totalnya Rp 235 miliar,’’ kata Imran usai menyerahkan LPPDK di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, kemarin. Sementara itu, Bendahara Umum Gerindra Thomas Djiwandono mengatakan total jumlah dana kampanye partainya mencapai Rp 134,7 miliar terdiri dari sumbangan Partai Gerindra Rp 1 miliar atau 1 persen dari total sumbangan, sisanya dari kampanye caleg DPR-RI Rp 133,7 miliar atau 99 persen.
Thomas menjelaskan, mayoritas dana kampanye tersebut digunakan untuk kebutuhan alat peraga kampanye (APK) sebesar Rp 97,7 miliar (72,52%) dari total dana kampanye. ‘’Nanti akan diaudit selama sebulan oleh auditor publik dan dalam hal itu kita akan bekerja sama dengan auditor publik,’’ kata Thomas. Adapun PDI-P menyerahkan LPPDK Pemilu 2019 sebesar Rp 345,02 miliar. Penyerahan laporan disampaikan Bendahara Umum PDI-P Olly Dondokambey dan Rudianto Tjen. ‘’Kami PDI Perjuangan laporan
awal dana kampanye kita sebesar Rp 106.750.833.809, sampai hari ini total penerimaan dan pembiayaan kita itu sebesar Rp 345.025.077.816,’’ kata Olly. Olly mengungkapkan sumbangan terbesar dari para caleg, begitupun pengeluaran. Menurut Gubernur Sulawesi Utara ini, tiap caleg rata-rata mengeluarkan dana kampanye sebesar Rp 4 miliar. ‘’Beberapa caleg PDI-P rata-rata pengeluarannya hampir Rp 5 miliar misalnya dari Deddy Sitorus ini pengeluarannya Rp 4.831.000.000, ada Pak Rano Karno juga,’’ ucapnya. (kmb4)
Harus Banyak Pertimbangan jika Demokrat Gabung Jokowi Jakarta (Bali Post) Partai Golkar meminta Koalisi Indonesia Kerja (KIK) segera membahas arah politik Partai Demokrat pascapertemuan Jokowi dengan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani mengatakan ada banyak hal yang harus dipertimbangkan jika Partai Demokrat hendak bergabung ke dalam koalisi pendukung Joko Widodo-
KPK Jerat Wali Kota Dumai Dua Kasus Jakarta (Bali Post) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wali Kota Dumai Provinsi Riau 2016-2021 Zulkifli Adnan Singkah (ZAS) sebagai tersangka dalam dua perkara, yaitu tindak pidana korupsi terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) dan penerimaan gratifikasi. ‘’KPK telah mencermati proses penyidikan dan fakta-fakta persidangan hingga pertimbangan hakim pada perkara sebelumnya. Setelah ditemukan bukti permulaan yang cukup tentang dugaan keterlibatan pihak lain, maka dilakukan penyidikan terhadap dugaan tindak pidana korupsi suap terkait pengurusan DAK
MA’RUF MA’RUF
SANDI SANDI
KPK - Sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah dinas Wali Kota Dumai Zulkifli dan Kantor Pemkot Dumai untuk mencari barang bukti yang berhubungan dengan kasus suap dan gratifikasi Dana Alokasi Khusus RAPBN Perubahan 2018 terhadap sejumlah pejabat di Kementerian Keuangan.
Ma’ruf Amin. ‘’Ya kan ada hal tertentu yang harus kita pertimbangkan bagaimana nantinya (jika Demokrat mau bergabung),’’ kata Puan, Jumat (3/5) kemarin. Sejumlah hal yang menjadi pertimbangan itu harus dibicarakan terlebih dahulu dengan seluruh partai politik pendukung Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019. ‘’Kan kita lihat ini bukan hanya PDI-P, tapi semua partai yang masuk di koalisinya Pak Jokowi, nanti kita harus sama-sama bicara,’’ ujarnya.
Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadizly mengatakan jika ada partai yang hendak bergabung ke dalam KIK maka harus dibahas bersama oleh semua anggota koalisi. ‘’Kami, Partai Golkar, memiliki hubungan yang sangat baik dengan Partai Demokrat. Soal keinginan bergabungnya Partai Demokrat tentu harus dibahas bersama dengan anggota koalisi lainnya,’’ kata Ace di Jakarta, Jumat kemarin. Saat ini, KIK berisi partai-partai pengusung pas-
angan Capres dan Cawapres Joko Widodo-Ma’ruf Amin di Pilpres 2019 yaitu PDI Perjuangan, Golkar, PKB, NasDem, PPP, Partai Hanura, Partai Perindo, PKPI, dan PSI. Ketegasan sikap dan keputusan yang tepat, menurutnya, penting untuk persiapan pembentukan kabinet, sebab ada beragam hal yang harus dikedepankan antara lain kepercayaan serta rasa saling menghormati di antara seluruh anggota koalisi. (kmb4)
DENPASAR
2
Sabtu Wage, 4 Mei 2019
Libatkan Ritel Tradisional
Batasi Akses Anak-anak terhadap Pembelian Rokok
Bali Post/ist
SOSIALISASI - Puluhan pedagang ritel tradisional tampak antusias mengikuti sosialisasi program Pencegahan Akses Pembelian Rokok oleh Anak-anak (PAPRA), di Istana Renon, Denpasar, Jumat (3/5) kemarin.
PULUHAN pedagang ritel tradisional turut mengikuti sosialisasi program Pencegahan Akses Pembelian Rokok oleh Anak-anak (PAPRA) di Istana Renon, Denpasar, Jumat (3/5) kemarin. Para peritel tradisional yang berasal dari berbagai wilayah di Bali ini tergabung dalam Sampoerna Retail Community (SRC) Bali yang kini beranggotakan sekitar 1.000 toko. Program yang digagas PT HM Sampoerna Tbk. sejak 2013 ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait larangan penjualan rokok kepada anak-anak, sesuai amanat Peraturan Pemerintah Nomor 109/2012
tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau bagi Kesehatan, khususnya Pasal 25 Poin B. Kepala Komunikasi Sampoerna Inasanti Susanto mengatakan, Sampoerna sebagai perusahaan tembakau terbesar di Indonesia memiliki pandangan yang sejalan dengan pemerintah bahwa anak-anak tidak boleh memiliki akses terhadap rokok. ‘’Sampoerna mendukung implementasi Peraturan Pemerintah 109/2012. Sampoerna sendiri selalu memasarkan dan mempromosikan produknya hanya kepada perokok dewasa,’’ katanya. Inasanti Susanto ber-
yang terdiri dari stiker dan wobbler yang memuat pesan tentang pelarangan penjualan rokok kepada anak-anak kepada sejumlah pemilih toko SRC di Bali. I Wayang Dhego, pemilik Toko Sembako SRC MM, mengatakan mendukung program PAPRA. ‘’Sekarang saya semakin paham bahwa peritel dilarang menjual produk rokok kepada anak-anak,’’ katanya. Ia juga mengapresiasi upaya Sampoerna yang tak hanya memberikan pembinaan usaha bagi tokonya, tetapi juga dalam menjalankan usahanya secara bertanggung jawab dan taat pada peraturan. (edi)
Tujuh RS Terancam Berhenti Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan
FIGUR
Denpasar (Bali Post) -
Saling Melengkapi
Bali Post/rin
SEKOLAH negeri dan swasta harus saling melengkapi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Kalau hanya diserahkan kepada sekolah negeri, tentu tidak akan mampu menampung semua calon peserta didik. ‘’Swasta dan negeri itu saling berpelukan, bukan saling menghabisi,’’ ujar Ketua Perdiknas Denpasar Dr. A.A. Ngr. Eddy Supriyadinata Gorda di Denpasar, Kamis (2/5) lalu. Ia mengatakan, apa pun kebijakan pemerintah akan dilaksanakan oleh sekolah swasta termasuk Perdiknas yang menaungi SMP Nasional dan SMK Teknologi Nasional. Namun, tetap sembari melakukan perbaikan-perbaikan kualitas pelayanan, guru dan fasilitas. ‘’Kalau itu sudah dilakukan, swasta tidak lagi menjadi pilihan kedua. Tapi bisa jadi pilihan pertama,’’ imbuhnya. Ia menyadari sekolah negeri selama ini memang menjadi pilihan pertama masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya terus mengupayakan perbaikan supaya bisa bersaing. Di antaranya, melakukan pembangunan untuk menambah ruang kelas, penguatan pendidikan karakter lewat kelas yang menyenangkan dan ramah keluarga, hingga menyiapkan dokter dan psikolog untuk mengetahui karakter siswa. ‘’Itulah yang akan menjadi daya tarik SMP Nasional untuk bersaing dengan SMP negeri. Kami tahun lalu sudah dapat 10 kelas. Target saya sekarang sederhana, tetap dulu sambil mempersiapkan fasilitas,’’ jelasnya. Sama dengan SMP, ia juga berharap penerimaan siswa baru di SMK Teknologi Nasional tetap stabil. Dikatakan, penerimaan siswa baru tetap memperhatikan rasio guru dan kelas. Sebab, mesti seimbang antara kuantitas dan kualitas. ‘’Terlalu banyak masalah kalau kita terlalu berorientasi pada kuantitas,’’ tegasnya. (rin)
Pada 2019 ini, ada tujuh rumah sakit (RS) di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Denpasar yang berakhir masa akreditasinya. Per 1 Mei 2019, BPJS Kesehatan KC Denpasar telah menghentikan kerja sama dengan RS Bhakti Rahayu. Setelah Mei 2019, masih ada enam RS lagi yang terancam dihentikan kerja samanya oleh BPJS KC Denpasar. Keenam RS tersebut adalah RS Surya Husadha Denpasar, RSIA Harapan Bunda, Rumkit Tingkat II Udayana, RS Mangusada, RS Kasih Ibu Tabanan, RS Bhakti Rahayu Tabanan, dan RSBM Mata. Menurut Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Denpasar Ni Made Adhe Sugi Windariani, per 11 Februari 2019, Kemenkes sudah mengingatkan kembali para gubernur, bupati, kepala Dinas Kesehatan provinsi, kabupaten/kota agar rumah sakit daerah yang habis masa akreditasinya pada 2019 segera melakukan akreditasi. Ia mengatakan, BPJS KC Denpasar per 1 Mei 2019 sudah melakukan penghentian kerja sama dengan satu rumah sakit yaitu RS Bhakti Rahayu Denpasar karena masa berlaku akredi-
tasinya habis pada 4 April 2019. “Kami sudah melakukan pertemuan dengan RS Bhakti Rahayu baik secara tidak langsung dan langsung, karena kita mitra jadi saling mengingatkan. Pada 20 Maret 2019, kami juga sudah bersurat terkait untuk mempercepat re-akreditasi,” ujar Adhe Sugi Windariani, Kamis (2/5). Adhe Sugi Windariani menambahkan, pihaknya sudah meminta kepada tujuh RS tersebut untuk segera reakreditasi. Namun, reakreditasi membutuhkan proses yang cukup panjang. RS Bhakti Rahayu Denpasar
dikatakan sudah mulai berproses untuk reakreditasi sejak Februari 2019, namun baru mendapat jadwal survei oleh surveyor KARS pada Mei 2019. Untuk itu, peserta JKN dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan (FKTL) di Bhakti Rahayu Denpasar, ia memberikan kesempatan pelayanan sampai 30 April 2019. Sedangkan pasien yang akan menjalani perawatan setelah 1 Mei 2019 dialihkan ke RS lainnya, dengan melihat pemetaan FKTL-nya di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). “Kalau dari segi akses di Kota Denpasar, saya rasa tidak ada
dan minta digendong ayahnya. Namun, kebahagiaan itu berlangsung singkat lantaran Mang Black harus kembali digiring ke sel tahanan. Walau terdakwa menerima putusan itu, JPU Mia Fida menyatakan pikir-pikir. Diuraikan dalam dakwaan JPU, penangkapan Mang Black terjadi pada 18 November 2018, pukul 03.14 Wita. Anggota Polsek Kuta awalnya mengejar pelaku pencurian (jambret) yang diketahui bernama I Komang Kae alias Patkae (berkas terpisah). Patkae mencuri ponsel turis asing merek iPhone. Setelah melakukan penyelidikan, polisi mendapat alamat Patkae di Jalan Raya Pemogan, Gang Sekar, Nomor 99x, Denpasar Selatan. Saat itu polisi menggeledah tempat tinggal saksi Patkae. Ketika menangkap Patkae, polisi melihat terdakwa Mang Black sedang jongkok di dapur dan terlihat membuang sesuatu. Polisi menyuruh terdakwa mengambil kembali barang yang dibuang. Rupanya barang tersebut adalah bong atau alat isap sabu-sabu. Di dalam pipa kaca bong itu terdapat kristal bening yang diduga sabu-sabu seberat 0,008 gram. (kmb37)
Topik : Tujuh RS Terancam Berhenti Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan
isu karena kita bekerja sama dengan 34 faskes kesehatan tingkat lanjutan, di mana sebagian besarnya ada di Kota Denpasar. Sehingga tidak ada alasan peserta tidak mendapatkan pelayanan, karena bisa dialihkan ke RS lainnya,” tegasnya. Untuk diketahui, Bhakti Rahayu Denpasar terdiri dari RS Umum Bhakti Rahayu dan Klinik Bhakti Rahayu. Faskes yang belum terakreditasi adalah RS Bhakti Rahayu yang harus melakukan reakreditasi setiap tiga tahun. Sedangkan klinik Bhakti Rahayu masih memberi pelayanan pada peserta JKN karena masa berlaku akreditasi FKTP (faskes I) adalah tujuh tahun. RS Bhakti Rahayu Denpasar sendiri dikatakan berkomitmen tetap menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan, karena pihak RS sudah mulai berproses untuk reakreditasi sejak Februari 2019 lalu. Bahkan hampir
seluruh RS di Bali sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan kecuali dua RS di Tabanan, BIMC Nusa Dua, RS Kasih Ibu Kedonganan, dan RS Kasih Ibu Teuku Umar, Denpasar. Selain itu, ada dua RS lagi yang habis masa berlaku akreditasnya yaitu RS Umum Bali Mandara, dan RSBM Mata. RSBM Mata dikatakan sudah habis masa berlaku akreditasin: yaTopik per 2018, sedangkan RS Umum Bali Mandara belum terakreditasi mengingat RS tersebut baru berdiri. Untuk RSBM Mata, sejak habis masa berlaku akreditasinya diberikan rekomendasi oleh Kemenkes sampai 30 Juni untuk tetap memberikan pelayanan pada peserta JKN. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Desiminasi Informasi P4GN di Lingkungan Kampus
Nyabu, Tukang Ojek Dibui 16 Bulan Denpasar (Bali Post) Terdakwa I Komang Putra Laksana alias Mang Black, Kamis (2/5) kemarin dijatuhi hukuman penjaran selama 16 bulan. Pria yang berprofesi sebagai tukang ojek ini dinyatakan terbukti bersalah dalam hal penggunaan narkoba. Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, majelis hakim pimpinan Novita Riama menyatakan terdakwa bersalah sebagai pengguna narkoba. Terdakwa kemudian dijerat Pasal 127 ayat (1) huruf a UU Narkotika. Atas putusan itu, terdakwa langsung menerimanya. Hakim sempat mengingatkan terdakwa supaya tidak mengulangi perbuatannya lagi, apalagi bermain-main dengan narkoba. Nasehat serupa disampaikan hakim anggota Esthar Oktavi. “Itu lihat anak-anak mu masih kecil, kasihan anak mu. Jangan diulangi lagi,” tegur hakim Esthar. Nasihat yang disampaikan hakim untuk Mang Black bukan tanpa sebab. Ini karena pria 26 tahun kelahiran Munti Gunung, Karangasem itu memiliki dua anak yang masih kecil. Kedua anaknya terlihat gembira saat melihat Mang Black keluar sel tahanan. Mereka berpelukan
harap program ini semakin meningkatkan kesadaran masyarakat Bali atas adanya larangan penjualan rokok kepada anak-anak. ‘’Secara khusus, kami berharap mitra dagang kami dapat mencegah akses pembelian rokok oleh anak-anak,’’ katanya. Inasanti Susanto mengatakan, upaya Sampoerna dalam mencegah akses pembelian rokok oleh anak-anak akan terus dilanjutkan. Ke depan, Sampoerna berkomitmen untuk menggandeng lebih banyak lagi peritel, khususnya yang tergabung dalam SRC. Pada kesempatan itu, Sampoerna juga mendistribusikan sejumlah materi komunikasi
Bali post/rin
KUNJUNGAN - Kabag Persidangan sekaligus Plt. Kabag Umum Sekretarian DPRD Bali I Gusti Agung Nyoman Alit Wikrama saat memimpin kunjungan Sekretariat DPRD Bali ke Sekretariat DPRD Jawa Tengah.
Kunjungi Sekretariat DPRD Jateng
Setwan Bali Tertarik dengan Program E-Wadul SEKRETARIAT DPRD (Setwan) Provinsi Bali mengunjungi Sekretariat DPRD Jawa Tengah di Semarang, Jumat (3/5) kemarin. Kunjungan yang melibatkan sejumlah wartawan media cetak, elektronik, dan online di Bali ini untuk melihat berbagai inovasi penyelenggaraan kehumasan di Setwan Jateng. Di samping itu, untuk menciptakan hubungan sinergitas antara media dan Setwan Provinsi Bali. ‘’Tadi kita sudah lihat ada beberapa hal yang perlu kita pelajari bersama. Kita cermati mungkin bisa kita terapkan di Sekretariat DPRD Bali dengan bantuan rekan-rekan media,’’ ujar Kabag Persidangan sekaligus Plt. Kabag Umum Sekretariat DPRD Provinsi Bali I Gusti Agung Nyoman Alit Wikrama. Alit Wikrama mengaku tertarik dengan inovasi Setwan Jateng yang akan membuat program e-Wadul. Yakni sebuah wadah untuk menampung aspirasi ataupun keluhan-keluhan masyarakat secara online, yang setelah itu ditindaklanjuti dengan pertemuan mengundang stakeholder. Program e-Wadul ini dinilai dapat menyerap aspirasi masyarakat secara
lebih maksimal. Dikatakan, pihaknya akan mengkaji lebih jauh untuk selanjutnya bisa diterapkan di DPRD Bali. ‘’Memang fungsi dewan yang utama adalah memperjuangkan aspirasi masyarakat. Nanti kita akan ciptakan sebuah media yang memang fungsinya untuk menyerap aspirasi, sehingga apa pun yang berkembang di masyarakat kita bisa ditindaklanjuti,’’ paparnya. Sementara itu, Kasubag Publikasi sekaligus Plt. Kasubag Protokol Setwan Jateng Anif Magfiroh mengatakan, Wadul Dewan atau laporan kepada dewan merupakan program baru yang akan dilaksanakan pada 2020 mendatang atau secepatnya pada akhir September 2019 saat ada pergantian anggota dewan. Berkaitan dengan kegiatan-kegiatan dewan di DPRD Jateng, selama ini sudah langsung terpublikasikan di media cetak, elektronik, dan online. Ada pula kerja sama yang dijalin dengan media untuk melaksanakan dialog interaktif dan iklan layanan masyarakat di televisi dan radio, serta advertorial di media cetak. ‘’Kami di sini juga memiliki tim IT dan tenaga analisis media. Setiap ada kegiatan, kita selalu
mendampingi dari persidangan atau humas. Tim ini mewakili kami untuk meliput. Tapi, dari wartawan-wartawan lain juga bisa untuk meliput,’’ ujarnya. Tenaga Analisis Media Setwan Jateng Ariel Noviandi mengatakan, pihaknya memiliki tugas yang sama dengan wartawan. Yakni meliput setiap kegiatan dewan maupun kesekretariatan sekaligus membuat videografi setiap kegiatan dewan dan kesekretariatan, serta menjadi admin media internal DPRD Jateng. Mulai dari majalah Mimbar Legislatif, hingga mengaktifkan media cyber. Selain situs resmi berupa website DPRD Jateng, juga mengoperasikan media sosial seperti Facebook, Twitter, Instagram, YouTube dan lainnya. Informasi yang disampaikan lewat media sosial lebih banyak menggunakan bahasa-bahasa milenial. ‘’Biasanya ada macam-macam komentar di medsos. Untuk komentar yang berhubungan dengan kinerja dewan, tetap kita komunikasikan dengan humas. Setelah itu dari humas nanti bisa melakukan komunikasi lagi dengan pimpinan dewan atau komisi yang membidangi,’’ ujarnya. (rin)
Denpasar (Bali Post) Peran para dosen dan pegawai perguruan tinggi sangat penting untuk membangun kesadaran mahasiswanya agar terhindar dari narkoba. Oleh karena itu, BNNP Bali tak henti-hentinya melaksanakan desiminasi informasi pencegahan, pemberantasan, penanggulangan dan peredaran gelap narkoba (P4GN), termasuk di Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, Jumat (3/5) kemarin. Kepala BNNP Bali Brigadir Jenderal Polisi Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. mengatakan, tujuan dari kegiatan tersebut untuk meningkatkan komitmen dan sinergitas seluruh institusi pendidikan dalam upaya penanganan permasalahan narkoba sesuai dengan kewenangan di lingkungannya. Selain itu, untuk meningkatkan kontribusi nyata institusi pendidikan khususnya universitas dalam mendukung upaya P4GN. Ia mengungkapkan, penyalahgunaan narkoba di Indonesia sangatlah kompleks dan disebabkan banyak faktor yang saling mempengaruhi, yaitu faktor narkotika, faktor lingkungan, serta faktor individu yang menyalahgunakannya. ‘’Kami berkomitmen
untuk bersih dari narkoba. Oleh karena itu, kegiatan ini sangat tepat dan bermanfaat sekali untuk mencegah peredaran narkoba di lingkungan kampus,’’ ujar Suastawa didampingi Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) AKBP I Ketut Suandika. Mantan Direktur Binmas Polda Bali ini berharap, dengan diselenggarakannya kegiatan ini dapat menambah wawasan dan ilmu untuk mencegah peredaran narkoba di lingkungan sekitar mulai dari diri kita, keluarga, kampus dan masyarakat. ‘’Harus ada peran serta dan keaktifan dari seluruh civitas akademika IHDN bersama-sama memerangi peredaran penyalahgunaan narkoba. Sehingga dari peran serta civitas akademika nantinya akan terwujud kampus bersinar yang terbebas dari narkoba,’’ pungkasnya. Melalui kegiatan ini, kata Suastawa, diharapkan mampu memotivasi tenaga pendidik di tingkat universitas untuk menggencarkan edukasi bahaya penyalahgunaan narkoba sejak usia dini, di antaranya melalui integrasi Kurikulum Pendidikan P4GN. (kmb36)
Bali Post/ist
DISEMINASI - Kepala BNNP Bali Brigjen Suastawa saat menjadi narasumber pada acara desiminasi informasi P4GN di IHDN Denpasar, Jumat (3/5) kemarin.
Sabtu Wage, 4 Mei 2019
BADUNG
3
Investor Minta Pura Majapahit GWK Dipindahkan ”Pangempon” Harapkan Kawasan Suci Dipertahankan Mangupura (Bali Post) -
Pura Majapahit GWK yang berlokasi di kompleks ruko Plaza Amata diharapkan segera dikosongkan oleh pemilik plaza. Surat imbauan pengosongan pura tersebut telah disampaikan ke pangempon pura.
Bali Post/edi
MEDIASI - Suasana mediasi terkait keberadaan Pura Majapahit GWK yang diminta untuk dikosongkan.
Jelang Bulan Puasa Harga Sembako Naik Mangupura (Bali Post) Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Badung mengalami peningkatan, Jumat (3/5) kemarin. Kenaikan harga sembako dipicu tingginya permintaan menjelang Bulan Puasa dengan kisaran harga Rp 5.000 sampai Rp 10.000 per kilogram. Kepala Dinas Koperasi, UMK dan Perdagangan Kabupaten Badung Ketut Karpiana menjelaskan, beberapa kebutuhan pokok yang mengalami peningkatan harga di antaranya cabai, bawang putih, daging, telur, terigu dan gula. Namun, ada juga beberapa bahan pokok yang mengalami penurunan harga. ‘’Ada kenaikan harga kebutuhan bahan pokok di pasaran, namun tidak ada kenaikan yang sangat signifikan. Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Badung sudah turun untuk mengantisipasi kenaikan harga,’’ ungkap Karpiana. Menurutnya, harga komoditi pokok yang mengalami penurunan bawang merah turun Rp 5.000 per kilogram. Namun bawang putih mengalami kenaikan sebesar Rp 5.000 per kilogram. Kendati harga bahan bakar minyak (BBM) turun, hal tersebut tidak berpengaruh pada harga kebutuhan pokok. Naik turunnya bahan pokok menjelang musim lebaran tidak menurunkan daya beli dari masyarakat khususnya di wilayah Badung. ‘’Sementara sih berjalan seperti biasa di pasaran, tidak ada masalah. Terkait dengan adanya kenaikan beberapa barang tersebut, sampai saat ini belum ditemukan adanya kelangkaan barang atau komoditi,’’ paparnya.
Disebutkan, selain bawang putih, beberapa kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan antara lain cabai merah besar dari Rp 25.000 per kilogram menjadi Rp 30.000, begitu juga cabai kecil biasa yang harga sebelumnya Rp 20.000 per kilogram menjadi Rp 25.000. Selain itu, sawi putih dari Rp 5.000 menjadi Rp 7.000 per kilogram, gula pasir impor dari Rp 12.000 menjadi Rp 13.000 per kilogram, tepung terigu biasa dari Rp 7.500 per kilogram menjadi Rp 8.000 per kilogram, tongkol dari Rp 28.000 menjadi Rp 30.000 per kilogram dan tuna bahan cakalan matang dari Rp 55.000 menjadi Rp 60.000 per kilogram. ‘’Hanya beberapa kebutuhan pokok yang naik. Bahkan ada juga bahan pokok yang mengalami penurunan harga, karena beberapa hasil petanian di Bali juga melimpah seperti beras dan beberapa daging,’’ ujar Karpiana. Berdasarkan data pihaknya, bahan kebutuhan pokok yang mengalami penurunan harga seperti beras premium dari Rp 11.500 menjadi Rp 11.000 per kilogram, beras medium dari Rp 11.000 menjadi Rp 10.000 per kilogram, bawang merah dari Rp 35.000 menjadi Rp 30.000 per kilogram, tomat dari Rp 15.000 menjadi Rp 8.000 per kilogram, wortel impor dari Rp 19.000 menjadi Rp 15.000 per kilogram, wortel lokal dari Rp 12.000 menjadi Rp 10.000 per kilogram, kol dari Rp 10.000 menjadi Rp 7.000 per kilogram, daging ayam potong dari Rp 38.000 menjadi Rp 35.000 per kilogram dan kerapu dari Rp 38.000 menjadi Rp 30.000 per kilogram. (kmb27)
Surat pertama dilayangkan per tanggal 21 Mei 2018, dengan nomor surat 004/RAP/V/18 prihal penertiban kawasan dengan poin meminta pangempon Pura Majapahit untuk mengosongkan kawasan tersebut. Selama ini, pihak plaza selaku pemilik tanah hanya meminjamkan tanah tempat berdirinya pura untuk sementara waktu. Untuk itu, dalam jangka waktu dua bulan setelah surat tersebut dikeluarkan, pangempon pura diminta membongkar dan memindahkan pura. Alasan pengosongan lahan, mengingat hal itu terkait upaya penertiban dan pembersihan kawasan untuk meningkatkan nilai aset dan estetika, serta meningkatkan potensi pemberdayaan. Sebab, lahan tersebut
Nyoman Suka Artha Negara, mengaku akan membuat surat rekomendasi yang akan diajukan kepada klian adat setempat untuk ditindaklanjuti ke desa adat dan diteruskan ke Kanwil Agama. Pada intinya ia mengaku tetap ingin menjaga hubungan yang harmonis dengan manajemen plaza, namun kondisi Pura Majapahit jangan diutak-atik. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kamis (2/5) dilakukan mediasi bersama Camat Kuta Selatan, Kanwil Agama, PHDI, klian banjar adat dan dinas Banjar Dharma Giri, Ungasan yang berlangsung di pelataran Pura Majapahit GWK. Menurut I Gusti Ngurah Arya Wedakarna, dalam pertemuan tersebut kedua belah
Bali Post/eka
PEDAGANG - Sambil menunggu pembeli, seorang pedagang merapikan dagangannya di Pasar Kapal, Badung. Jelang bulan puasa, harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Badung mengalami peningkatan.
Tanah di Kawasan SMA 2 Kuta Selatan Ambles
Ratusan Pelanggar Terjaring Operasi Keselamatan
Mangupura (Bali Post) Kesadaran tertib belalu lintas di wilayah Kabupaten Badung ternyata masih rendah. Pasalnya, baru lima hari pelaksanaan Operasi Keselamatan Agung 2019, personel Satlantas Polres Badung menjaring 330 pelanggar. ‘’330 pelanggaran tersebut kami temukan dari tanggal 29 April sampai hari ini (kemarin-red),’’ kata Kasatlantas Polres Badung Iptu Kanisius, Jumat (3/5) kemarin. Pelanggaran tersebut, menurut Iptu Kanisius, tersebar di wilayah Polres Badung yakni Kecamatan Kuta Utara, Mengwi, Abiansemal dan Petang. Menyikapi hal tersebut, Polantas Polres Badung melakukan penindakan berupa tilang terhadap 7 pelanggar dan 198 sanksi teguran. Selain itu, petugas juga melakukan penempelan stiker terhadap kendaraan yang parkir tidak pada tempatnya berjumlah 125 lembar. ‘’Untuk hari ini (kemarin - red) kami melaksanakan pembagian helm sebanyak 20 buah dan asesoris lainnya. Mudah-mudahan upaya ini bisa membuka hati para pelanggar agar patuh dan tertib berlalu lintas,’’ kata mantan Kanit Regident Polresta Denpasar ini. Sementara, personel Polda Bali kemarin melaksanakan Operasi Keselamatan Agung di Jalan Gatot Subroto, Denpasar. Petugas menegur pengguna jalan yang masih menggunakan headset saat berkendara, tidak menggunakan sabuk pengamanan termasuk tali helm yang belum terkunci dengan baik. Kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas juga menjadi sasaran petugas saat melaksanakan operasi tersebut. Kasitatib Subditgakkum Ditlantas Polda Bali Kompol M. Taofiq menyampaikan, kegiatan ini rutin dilaksanakan selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Agung 2019. Sasarannya, mengajak masyarakat selalu tertib berlalu lintas untuk mengurangi kecelakaan lalu lintas. (kmb36)
merupakan lahan pribadi dengan dasar SHGB No. 1877. Meski mendapat surat pertama, pangempon pura belum melakukan pengosongan. Sehingga muncul kembali surat kedua tertanggal 21 Maret 2019, bernomor 004/RAP/III/19. Isinya adalah penegasan dari surat pertama dan pihak pangempon diminta kembali untuk mengosongkan kawasan pura dengan jangka waktu satu bulan setelah surat kedua dilayangkan. Sambungan listrik dan air menuju pura juga sudah diputus per tanggal surat tersebut. Terkait persoalan tersebut, pangempon Pura Majapahit mengadukan persoalan ini kepada anggota DPD-RI I Gusti Ngurah Arya Wedakarna. Juru bicara Pura Majapahit GWK,
pihak diminta berkomunikasi internal dan menyelesaikan masalah tersebut dengan upaya damai. Manajemen plaza diharapkan menjadikan kawasan pura sebagai kawasan suci sebagai tempat persembahyangan bersama, apalagi luas pura tidak seberapa. Sehingga pihak plaza ke depan tidak perlu lagi membuat pura di lokasi plaza. Selain itu, pangempon pura juga diberikan pengertian dan pemahaman, agar senantiasa menjaga komunikasi dan hubungan dengan baik. Sementara itu, Camat Kuta Selatan Made Widiana berharap permasalahan tersebut bisa diselesaikan secara damai dan kekeluargaan. Pasalnya, image penggusuran pura, terlebih di Bali dinilai sangatlah bercitra negatif di masyarakat. Bukan hanya pura, semua tempat ibadah jika digusur juga berkonotasi negatif karena bermuatan SARA. (kmb23)
Mangupura (Bali Post) Meski tidak ada hujan, lahan dekat lokasi pembangunan SMA 2 Kuta Selatan mengalami ambles. Bahkan, amblesnya lahan ini juga disertai retakan tanah mencapai kurang lebih 100 meter persegi. Menurut Plt. Kepala BPBD Badung I Wayan Wirya, Jumat (3/5) kemarin, akibat amblesnya lahan tersebut, tembok bangunan sekolah yang masih dalam pengerjaan juga mengalami retak sepanjang 15 meter. Tidak hanya itu, amblesnya tanah mengakibatkan terjadinya lubang yang cukup besar hingga mencapai panjang 3 meter, dengan rongga yang cukup panjang. Dari keterangan Kepala Lingkungan setempat, lubang tersebut menyerupai goa dalam tanah. Terkait tindak lanjutnya, pihaknya berharap ada koordi-
nasi antara pimpinan proyek, Dinas PUPR dan aparat desa setempat. ‘’Lubang sudah diuruk kembali oleh proyek dan dari pihak Kaling akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pimpinan proyek maupun dengan Dinas PUPR,’’ katanya. Sementara itu, Camat Kuta Selatan I Made Widiana menyebutkan, di SMA 2 Kuta Selatan saat ini memang sedang dilaksanakan proyek pembangunan. Prosesnya berupa penggalian dan pengecekan kondisi tanah. ‘’Memang ada di sebelah barat itu yang dekat tembok tanahnya ambles. Kemungkinan karena kondisi batu karang yang turun,’’ ucapnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas PUPR Badung IB Surya Suamba membenarkan kondisi tersebut. Meski terjadi tanah ambles, namun diakuin-
ya tidak berpengaruh pada proses pembangunan SMAN 2 Kuta Selatan. Apalagi hal itu hanya terjadi di sebagian kecil lahan yang sedang digarap. Diyakininya, kondisi serupa ke depannya tidak akan terjadi karena kondisi tanah di lahan tersebut merupakan tanah karang yang keras. Diperkirakannya, amblesnya tanah dikarenakan faktor urukan lahan terdahulu yang tidak sempurna. Namun saat ini lahan tersebut sudah diuruk kembali agar lebih padat. Sementara di titik lain, tidak ada masalah yang ditemukan. ‘’Saat ini sedang dilakukan penggalian basement, nanti berproses bangunan kelasnya bertahap. Anggaran pembangunan sekolah itu pagunya Rp 50 miliar, dan ditarget selesai Oktober 2019,’’ terangnya. (kmb23)
Mangupura (Bali Post) – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskerpus) melakukan pencarian beberapa item arsip statis Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung. Sebab, dari hasil verifikasi, masih terdapat kekurangan beberapa item arsip statis sehingga perlu diumumkan. Kepala Diskerpus Badung Ni Wayan Kristiani belum lama ini mengatakan, pencarian arsip statis sesuai dengan pengumuman nomor: 045.38/3356/Diskerpus tentang arsip statis milik Dinas
Perhubungan Kabupaten Badung sesuai Daftar Pencarian Arsip (DPA) tertanggal 24 April 2019. Berdasarkan Pasal 59 dan Pasal 60 Undangundang No. 43 Tahun 2009, mengatur tata cara akuisisi dalam kegiatan pengelolaan arsip statis. Menurutnya, arsip statis yang dicari adalah sejarah pencipta arsip yang terdiri dari riwayat pendirian organisasi, pengembangan atau perubahan organisasi, fungsi dan tugas administrasi maupun teknis, serta program kerja keseluruhan dari tahun
ke tahun sesuai perkembangan. Sejarah arsip terdiri dari riwayat arsip, kondisi fisik arsip, kandungan informasi dan pemeliharaan arsip. ‘’Instansi, dinas, badan dan umum yang mengetahui keberadaan atau memiliki arsip-arsip tersebut dimohon dapat menyerahkan ke Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Badung,’’ ungkapnya. Dikatakannya lebih lanjut, arsip yang telah terkumpul akan dibuatkan daftar arsip statis, daftar inventaris arsip statis dan guidance arsip statis Dishub Badung. (kmb27)
Diskerpus Telusuri Arsip Statis Dishub
Bali Post/ist
OPERASI - Kasatlantas Polres Badung Iptu Kanisius mengenakan helm kepada pengendara sepeda motor saat melaksanakan Operasi Keselamatan Agung 2019.
INFO SEREMONIAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Ida Pandita Pangeran Bandesa Manik Mas Wafat
Bali Kehilangan Seorang Tokoh Spiritual dan Veteran BALI kehilangan seorang tokoh spiritual dan veteran, Ida Pandita Pangeran Bandesa Manik Mas yang wafat pada usia 98 tahun, bertepatan dengan hari Anggara Kasih Dukut, Selasa (30/4) pukul 19.30 Wita di Geria Bandesa Manik Mas, Ubud, Kabupaten Gianyar. Made Sudiana, S.H., salah satu putranya, mengatakan Ida Pandita yang lahir pada awal 1921 merupakan salah satu pejuang kemerdekaan Indonesia yang tergabung dalam organisasi Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). ‘’Kami sungguh kehilangan seorang panutan yang tak lelah mengajarkan segala sisi kehidupan berdasarkan keyakinan agama Hindu yang ingin selalu mengayomi umat agar hidup damai dan sejahtera,’’ katanya, Kamis (2/5). Menurut Sudiana, Ida Pandita yang memiliki nama I Nyoman Didit berasal dari Banjar Kawan Desa Mas Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar malinggih pada 10 April 2010 bergelar Ida Pandita Pangeran Bandesa Manik Mas. ‘’Setiap hari beliau memanjatkan doa untuk seluruh umat, alam, dan dunia agar damai sejahtera,’’ kata Sudiana tentang ayahnya yang meninggalkan 11 anak, 29 cucu, dan 25 cicit. Sudiana yang bakal menjadi anggota DPRD Kabupaten Gianyar dari PDI-P (hasil Pemilu 2019) ini mengatakan ayahandanya juga seorang pengagum Bung Karno dan menjadi salah satu tokoh PNI yang kemudian memberikan dukungan kepada sepak terjang PDI-P. Kata dia, ayahnya yang seorang Soekarnois selalu berpesan agar memperhatikan kesatuan dan persatuan, gotong royong, dan mendarmabaktikan tenaga
pikiran dari lingkungan terkecil mulai keluarga, desa hingga negara. Kepada pemangku kepentingan (stakeholders), khususnya para pemimpin di Bali, Ida Pandita pernah berpesan untuk menjaga pulau yang indah ini agar tetap ajeg, lestari, dan harmoni. ‘’Sebagai pemimpin harus berani mengatakan yang benar itu benar dan yang salah itu salah,’’ kata Sudiana menirukan pesan Ida Pandita. Ayahnya sebagai panglingsir Pratisentana Bandesa Manik Mas (PBMM) yang memiliki ratusan ribu semeton tersebar di berbagai daerah juga menasihati bagaimana menjaga kerukunan dan mencapai kesejahteraan lahir batin. Ida Pandita selalu memberikan petuah pencerahan dan nasihat hingga
ke Lombok, Sumbawa, Sumatera, Sulawesi, Lampung, dan Jakarta. ‘’Kami sebagai anak beliau akan meneruskan perjuangan dan citacita luhur Ida Pandita serta menjaga apa yang telah diwariskan para leluhur,’’ katanya. Sudiana berjanji menjunjung tinggi apa yang diajarkan Ida Pandita kepada putra-putri dan keluarga besar Bandesa Manik Mas untuk mengabdikan diri kepada agama, nusa, dan bangsa dengan tulus ikhlas serta tanpa pamrih. Berikut jadwal prosesi palebon Ida Pandita Pangeran Bandesa Manik Mas. Pada Sabtu 4 Mei 2019 malelet (nyiramin). Pada 18 Mei ngias busana, pada 30 Mei ngaskara dan pada 31 Mei puncak palebon. (ad186)
WAFAT - Ida Pandita Pangeran Bandesa Manik Mas (98) wafat pada Selasa (30/4) dan palebon akan dilaksanakan pada Jumat (31/5) mendatang.
Tingkatkan Prestasi Sekaligus Kompetensi Bahasa Inggris
PNB Tuan Rumah NPEO 2019
POLITEKNIK Negeri Bali (PNB) menjadi tuan rumah 7th National Polytechnic English Olimpics (NPEO) 2019 yang diikuti 54 Politeknik se-Indonesia. Olimpiade bahasa Inggris ini bertujuan meningkatkan prestasi mahasiswa sekaligus kompetensi bahasa Inggris untuk bisa bersaing di era global. Olimpiade ini digelar rutin setiap tahun dan secara bergiliran oleh Politeknik se-Indonesia. Kegiatan ini dibuka secara resmi Ketua Badan Koordinasi Kemahasiswaan Politeknik se-Indonesia Anggit Murdani didampingi Pembantu Direktur 3 PNB Gusti Ngurah Catur Bawa dan Ketua Panitia I Wayan Temaja, S.T., M.T. Kegiatan 7th National Polytechnic English Olimpics 2019 bertemakan ‘’Evaluating Future Generation’’ berlangsung dari 29 April - 3 Mei yang diikuti 54 Politeknik seIndonesia. Dengan total sebanyak 250 orang peserta dengan rincian kategori debat diikuti 76 orang atau 36 tim, speec 68 orang, story teling 58 peserta dan news cansting 48 orang. Sementara untuk juri dan pendamping sebanyak 112 orang. Peserta yang lolos ke babak final dibagi menjadi dua yakni master dan pemula. Menurut Ketua Panitia NPEO 2019 Wayan Temaja, kompetensi bahasa asing yakni bahasa Inggris ini wajib dimiliki mahasiswa untuk dapat bersaing di dunia industri secara global. Untuk meningkatkan kemampuan ini, salah satu caranya melalui ajang kompetisi seperti ini. Dikatakan, melalui kegiatan ini akan diujikan kemampuan kompetensi bahasa Inggris serta kemampuan kritis di dalam lomba debat dan public speaking. Lomba ini terbagi menjadi tiga yakni speech, story telling dan news casting. ‘’Dari lomba ini diharapkan persahabatan mahasiswa Politeknik se-Indonesia makin erat sekaligus meningkatkan skill dan kompetensi penguasaan bahasa Inggris sebagai bekal untuk bersaing di dunia kerja nantinya,’’ karanya, Senin (29/4) lalu. Sementara itu, Ketua Badan Koordinasi Kemahasiswaan Anggit
Murdani menyampaikan apresiasi kepada PNB sebagai tuan rumah yang berhasil mendatangkan banyak peserta tahun ini. Melalui ajang ini mahasiswa bisa menunjukkan prestasinya secara akademik sekaligus media mengasah soft skill dalam berkomunikasi dan penguasaan bahasa Inggris. Adapun juara kategori speech untuk Champion Master diraih Apriliando Eka Bayu dari Politeknik Negeri Semarang, 1st Runner-Up dari PENS Surabaya atas nama Abdillah, 2nd Runner-Up dari Politeknik Negeri Sriwijaya atas nama Risma Ambarwati, 3rd Runner-Up dari Politeknik Balikpapan atas nama Sarah Alisa D dan 4th RunnerUp dari Politeknik Negeri Medan atas nama Chairunnisa Arfanny. Kemudian speech untuk Champion Novice dari Politeknik Samarinda atas nama Dimpoz Ezra Ignatius Sinaga, 1st Runner-Up dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya atas nama Meliana Frantika Sutanto, 2nd Runner-Up dari Politeknik Jember atas nama Nur Laila Sari. Debate Master, untuk Champion dari Polilteknik Negeri Bandung atas nama Fazrin Adi Nugraha dan Sarah Siti Jubaidah, 1st Runner-Up dari PENS atas nama Lina Dwi Pratiwi dan Sabila Jamal, 2nd Runner-Up dari Politeknik Sriwijaya atas nama
Leila Ularina dan Nia Veronika, 3rd Runner-Up dari Politeknik Riau atas nama Ronaldo Agung Nugroho dan Auzar Fakhri. Kategori Writing, Debate Category dari Poltek Ujung Pandang atas nama Wahidin Alamnuari Rachman dan Mozart Lawa Patembangan, Polilteknik Ilmu Pelayaran Semarang atas nama Fajar Ramadhan, dan Andhika Wira Pratama, Politeknik Jember atas nama Alexandra Loesia D. Jala dan Zainora Dinda R. Untuk Newscasting Competition, champion atas nama Sangria Novita Andria I dari Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta, 1st Runner-Up atas nama Afraid Mukhsana A.F. dari Politeknik Negeri Madiun, 2nd Runner-Up atas nama Sara Assyifa Lubis dari Politeknik Negeri Medan. Master Final Tabulation of Newscasting Competition NPEO 2019. Untuk champion atas nama Mammal Nata Persada dari Politeknik Negeri Sriwijaya, 1st Runner-Up atas nama Jocelyn Sarah G Sinaga dari Politeknik Negeri Jakarta, 2nd Runner-Up atas nama Aura Adiyani dari Politeknik Negeri Bandung, 3rd Runner-Up atas nama Adella Delvina dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan 4th Runner-Up atas nama Adelia Erlina Putri dari Politeknik Negeri Semarang. (ad187)
MEMBUKA - Badan Koordinasi Kemahasiswaan Dr. Eng. Anggit Murdani, S.T.Eng. saat membuka 7th National Polytechnic English Olimpics (NPEO) 2019, Senin (29/4) lalu di Gedung Widya Padma Kampus PNB.
Sabtu Wage, 4 Mei 2019
Gubernur Koster Buka Seminar Internasional
Unhi Denpasar Kembangkan Jurnal Internasional Terindeks Scopus BEKERJA sama dengan Grand Academic Portal of India, Universitas Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar menggelar Seminar Internasional bertajuk ‘’Possibilities and Probabilities In Higher Education of Asia’’ di ruang Aula Rektorat Unhi Denpasar, Jumat (3/5) kemarin. Seminar internasional yang dibuka langsung Gubernur Bali Wayan Koster menghadirkan tiga keynote speakers yaitu Prof. Dr. Susanto Zuhdi, M.A., Dicky Sofjan, Ph.D. dan Dr. Gurudutta P. Japee. Seminar dirangkai dengan penandatanganan MoU kerja sama antara Unhi Denpasar dan Gujarat University of India. Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. mengatakan daya saing produktivitas ilmiah bangsa Indonesia masih relatif ketinggalan dibandingkan dengan produktivitas ilmiah dari negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Padahal, jumlah universitas dan guru besar di Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan negara-negara tersebut. Oleh karena itu, Unhi Denpasar sebagai salah satu universitas umat Hindu di Indonesia mempunyai kewajiban untuk meningkatkan produktivitas ilmiah bangsa Indonesia. Salah satunya dengan membangun dan menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan internasional. Sebab, daya saing suatu bangsa dapat ditunjukkan dengan produktivitas ilmiah dari bangsa itu sendiri. Bekerja sama dengan Grand Academic Portal of India, dikatakannya, karena Grand Academic Portal memiliki komitmen bagaimana menyetarakan dan menyamakan kualitas perguruan tinggi di Asia dengan negara-negara lain di dunia. Semangat ini sama dengan semangat yang dibangun dan dikembangkan di Unhi Denpasar.
BUKA SEMINAR - Gubernur Koster didampingi Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. dan Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pendidikan Widya Kerthi Prof. Dr. Phil. I Ketut Ardhana, M.A. memukul gong tanda dibukanya Seminar Internasional ‘’Possibilities and Probabilities In Higher Education of Asia’’ di ruang Aula Rektorat Unhi Denpasar, Jumat (3/5) kemarin. Bahkan, berbagai upaya telah dilakukan untuk memperkuat keunggulan Unhi Denpasar. Salah satunya dengan mengembangkan jurnal internasional yang ditulis oleh pakar-pakar yang ahli di bidangnya. ‘’Mimpi kami adalah Unhi Denpasar satu-satunya memiliki jurnal internasional yang terindeks scopus di Bali. Kenapa ini kami yakini? karena kami menonjolkan apa yang menjadi potensi yang kami miliki di Unhi, yaitu inter-religius dan inter-cultur studies. Sehingga potensi yang kami kembangkan yaitu pada bidang agama, seni dan budaya,’’ ujar Prof. Damriyasa. Gubernur Bali Wayan Koster menilai Unhi Denpasar telah turut memberikan kontribusi dan berperan penting dalam menyukseskan pembangunan
daerah Bali. Pihaknya berharap partisipasi dan sumbangsih yang selama ini telah diberikan kepada masyarakat dan Pemerintah Provinsi Bali dapat terus ditingkatkan. Apalagi, sebagai salah satu perguruan tinggi swasta di Bali, Unhi Denpasar dinilai telah mampu berinovasi serta berkontribusi dalam proses penciptaan dan penyediaan sumber daya manusia yang berkualifikasi dan berkompetensi tinggi sesuai kebutuhan pembangunan daerah, lebih khusus lagi dalam pengembangan dan pelestarian nilainilai agama Hindu dan budaya Bali. Penguatan dan pelestarian nilai-nilai luhur keagamaan dan kebudayaan harus diikuti dengan penanaman ideologi religius-kultural melalui ilmu pengetahuan secara terstruktur. (ad189)
Komisi VI DPR-RI Tinjau Nasabah UKM Bali Binaan PT PNM Bali DALAM rangka kunjungan kerja (kunker) reses di Provinsi Bali, Komisi VI DPR-RI melakukan rangkaian kegiatan peninjauan dengan beberapa instansi terkait. Pada hari pertama, Kamis (2/5) lalu, rombongan Komisi VI DPR-RI meninjau nasabah UKM Bali binaan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM. Lokasi peninjauan bertempat di Rumah Nasabah Minuman Estrak Buah Gek Ayu, Jalan Raya Munggu No. 68 Desa Cepaka, Tabanan, Bali. Kunjungan ini dihadiri H. Dito Gannduto (pimpinan), Mohamad Hekal (pimpinan), H. Inas Nasrullah Zubir (pimpinan), beserta 29 anggota dan Staf Komisi VI DPR-RI. Acara juga dihadiri Direktur Bisnis 1 PNM Abianti Riana, EVP ULaMM dan Jasa Manajemen PNM Rahfie Syaefulshaaf, dan Isa Iman selaku pimpinan cabang PNM Bali, beserta jajaran PT PNM (Persero). Pada kesempatan itu, turut hadir pula mendampingi agenda kunker Komisi VI DPR-RI dari Tim Teknis Kementerian BUMN yaitu Kepala Bidang JKJSK II Abdi Mustakim dan Pratomo Aji, Kasubid JKJSK II, beserta staf Kementerian BUMN. Pada agenda kunjungan kali ini, beberapa nasabah unggulan binaan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Cabang Bali yaitu Gek Ayu Rusmini usaha Herbali & Lemonic (Minuman Kesehatan); Bambang Hartono, usaha Inni Kulit (Perajin Kulit Bali); Amin Suhandi, usaha Bai Jegeg (Produksi Oleh-oleh, Pie Susu, Kacang Disco); I Wayan Sudiartha, usaha Kerajinan Perak; Ketut Mirta, usaha Kerajinan Alat Musik; Ni Made Septariani,
KUNKER - Suasana dialog tim Komisi VI DPR-RI dengan pelaku UKM Bali binaan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) saat kunjungan kerja (kunker) di Rumah Nasabah Minuman Estrak Buah Gek Ayu, Jalan Raya Munggu, Desa Cepaka, Tabanan, Kamis (2/5) sore. usaha Kerajinan Daun Pandan; dan Ni Wayan Purnami, usaha Kerajinan Daun Ental. Para nasabah unggulan binaan PT PNM ini memamerkan produk-produk unggulan mereka di hadapan seluruh rombongan Komisi VI DPR-RI. Direktur Bisnis 1 PNM Abianti Riana mengatakan PNM berperan dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui pembiayaan dan pendampingan usaha-usaha kepada pelaku usaha ultra mikro, kecil dan menengah (UMKM) melalui dua produk unggulan yaitu Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) dan Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera). Rahfie Syaefulshaaf selaku EVP Bisnis ULaMM dan Jasa Manajemen menambahkan, PT PNM akan terus berkomitmen dalam upaya memberikan
pendampingan kepada pengusaha UMKM. Hal tersebut diwujudkan melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU). Di mana PNM secara berkala dan berkelanjutan memberikan pelatihan, pembinaan, motivasi dan lain sebagainya guna meningkatkan produktivitas dan kelas usaha nasabah binaan. Dalam menentukan bentuk kegiatan PKU, PNM melakukan pendalaman terhadap kendala dan peluang usaha para nasabah, sehingga program PKU tepat sasaran dan berdampak. Pendampingan dan pembinaan pun diberikan secara berkala dan berkelanjutan. Saat ini PNM memiliki 2.457 kantor layanan, yang terdiri dari 62 Kantor Cabang PNM, 624 Kantor Layanan ULaMM dan 1.770 Kantor Cabang Mekaar. (ad185)
Petualangan Terios 7 Wonders 2019
Bunga Langka Rafflesia Arnoldii Hanya Mekar Tujuh Hari PETUALANGAN Terios 7 Wonders 2019 yang bertema ‘’Jelajah Bumi Raflesia’’ yang berlangsung pada 2730 April 2019 di Bengkulu memasuki hari terakhir. Petulangan kali ini ditempuh menggunakan enam unit All New Terios R Deluxe (5 M/T dan 1 A/T). Diawali dengan menuju Wonders 4, melihat sunset di Bukit Kaba, Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang, Rejang Lebong. Perjalanan melihat sunset memerlukan perjuangan karena sahabat Terios 7 Wonders harus melewati 300 anak tangga hingga sampai ke puncak. Selama perjalanan disuguhi pemandangan perkebunan yang sangat indah dan udara sejuk. Setelah puas melihat keindahan Bengkulu dari puncak Bukit Kaba, tim meneruskan perjalanan menuju Wonders 5, Taman Konservasi Puspa Langka alias bunga bangkai di Lintas Kapahiyang, Kabupaten Kepahiyang, Bengkulu. Perjalanan menuju Konservasi Puspa Langka dari Bukit Kaba
berjarak 51,7 km dan memakan waktu dua jam. Bunga ini baru mekar setelah tumbuh lima tahun secara kebetulan ketika sahabat Terios 7 Wonders datang bunga tersebut baru akan mau mekar. ‘’Setelah melihat dan mendengar penjelasan mengenai perbedaan antara puspa langka dengan Rafflesia Arnoldii, kita melanjutkan perjalanan ke Wonders 6. Diketahui bunga Rafflesia Arnoldii yang tumbuh secara alami ternyata tidak dapat diprediksi. Sahabat Terios 7 Wonders harus melewati liku sembilan yang memiliki tikungan yang tajam dan tanjakan menantang. Dalam perjalanan, All New Terios yang memiliki emergency stop signal yang akan berkedip empat kali jika pengemudi melakukan pengereman mendadak. Dan kamera 360 yang memudahkan pengemudi saat melakukan parkir. Fitur-fitur kenyamanan seperti kursi yang ergonomis membuat nyaman selama di perjalanan, three
row speaker, three row power outlet dan bagasi yang luas sehingga muat peralatan untuk berpetualang (450 mm dari kursi baris ketiga, muat 4 galon aqua). Beruntung tim Terios 7 Wonders berhasil menemukan Rafflesia Arnoldii di pedalaman hutan di Taba Penanjung, Km 45 di Bengkulu Tengah. Bunga ini hanya mekar selama 7 hari. Ketika tim menemukan bunga tersebut telah mekar selama 3 hari. Setelah puas berfoto tanaman langka ini, Sahabat Daihatsu langsung menuju Wonders 7 ke Bukit Kandis untuk melakukan panjang tebing. Di sana sahabat membutuhkan perjuangan yang cukup keras untuk mencapai puncaknya. Setelah itu, Sahabat Daihatsu menuju finish line di kaki Bukit Kandis yang langsung disambut Eka Nurmeini, selaku Kabid Pengembangan Pariwisata Disparbud Kabupaten Bengkulu dan Rudy Ardiman, selaku
FOTO BERSAMA - Managemant Daihatsu, journalist dan Dinas Pariwisisata berfoto di belakang Bukit Kandis. Corporate Planning & Communication Division Head PT Astra Daihatsu Motor. ‘’Dengan Terios 7 Wonders ‘Jelajah Bumi Rafflesia’ di Bengkulu ini, kami berharap Sahabat Daihatsu mendapatkan pengalaman dan cerita yang unik
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
dan berkesan tentang keindahan alam Bengkulu. Nantikan Petualangan Terios 7 Wonders berikutnya,’’ ujar Rudy Ardiman, Corporate Planning & Communication Division Head PT Astra Daihatsu Motor. (bns1)
DAERAH
Sabtu Wage, 4 Mei 2019
Cegah Penyalahgunaan Wewenang
Kajati Ajak Semua Pihak Tingkatkan Kesadaran Hukum Denpasar (Bali Post) Selama tahun 2018, Ombudsman RI Perwakilan Bali menerima lima kali pengaduan tentang kinerja Kejaksaan. Baik itu soal perkara pidana korupsi, tuntutan terdakwa, termasuk soal barang bukti. Meski demikian, semua laporan tersebut bisa diselesaikan tanpa merugikan satu pihak tertentu. Hal tersebut dijelaskan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab, Jumat (3/5) kemarin, saat menjamu Kajati Bali Amir Yanto didampingi para Asisten dan Kejari seluruh Bali. ‘’Ini bagian sinergi antara ombudsman dan Kejaksaan. Ombudsman berwenang mengawasi kinerja Kejaksaan. Kita berkepentingan membangun hubungan dalam rangka menyelesaikan laporan masyarakat yang masuk ke Ombudsman terkait Kejaksaan, sehingga lebih cepat dalam menyelesaikan masalah yang dilaporkan masyarakat,’’ ujar Umar Ibnu Alkhatab. Kemudian mendorong Kejaksaan yang betul-betul memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, dan memiliki semangat melayani publik. Ditambahkan, respons Kejaksaan sangat bagus untuk membangun jaksa yang kredibel, sehingga pihak Ombudsman lebih leluasa bisa melakukan pengawasan.
Selama ini ada lima laporan dan sudah diselesaikan 100 persen. Penyelesaian pun dilakukan cepat. Dengan adanya pertemuan antara Ombudsman dengan Kejaksaan, juga diharapkan dapat menghilangkan penyalahgunaan wewenang dalam proses penegakan hukum. Kajati Bali Amir Yanto sepakat dengan Ombudsman. Pihaknya bersama-sama mengajak semua pihak meningkatkan kesadaran hukum di masyarakat. Termasuk di internal Kejaksaan yakni pencegahan penyalahgunaan wewenang. Pada kesempatan itu, Kajati juga memaparkan soal kasus yang sama, barang bukti sama, namun hukuman berbeda. Itu sangat wajar terjadi di pengadilan. Itu disebabkan beberapa faktor. Selain fakta hukum dalam persidangan, ada pertimbangan yang memberatkan dan ada hal-hal yang meringankan. ‘’Itu perbandingannya. Di sana ada pertimbangan yang memberatkan dan meringankan,’’ ucap Amir Yanto. Ke depan, diharapkan terjalin kerja sama dalam menyikapi segala masalah antara Kejaksaan dengan Ombudsman. Dari segi palayanan, Kejaksaan sudah berbenah. Yakni meningkatkan kualitas pelayanan publik seperti ruang tunggu, ruangan disabilitas, menyusui, dan lainnya. (kmb37)
5
2018, Pupuk Kaltim Ekspor Urea 786.000 Ton 67 Persen ke Asia Tenggara
Mangupura (Bali Post) PT Pupuk Kaltim mengeskpor pupuk urea sebesar 786.000 ton pada 2018. Ekspor dilakukan setelah kebutuhan dalam negeri terpenuhi dan penugasan penyaluran pupuk subsidi aman. Setelah itu baru pemerintah mengizinkan pupuk Kaltim untuk ekspor. Demikian disampaikan Staf Pelayanan dan Komunikasi Produk Bambang Setyo, Jumat (3/5) kemarin, saat sosialisasi Product Knowledge dan Media Tour Tahap II di Aston, Kuta. Ekspor sudah lama dilakukan karena dilihat dari total produksinya dengan penugasan penyaluran subsidi, ketersediaannya sudah melebihi. Kapasitas produksi pupuk Kaltim adalah 3,4 juta ton. Sedangkan penugasan penyaluran subsidinya hanya 1,3 juta ton. Untuk itu, masih ada sisa 2,1 juta ton. Pupuk ini bisa dikomersialkan dalam bentuk ekspor ataupun dipasarkan di domestik. Mengingat wilayah penyaluran pupuk urea bersubsidinya di Jawa Timur, NTB, NTT, Papua, Maluku, maka dengan kapasitas produksi yang ada dinilai sudah mampu memenuhi kebutuhan pupuk di wilayah kerjanya. Negara tujuan ekspornya yaitu 67 persen Asia Tenggara, 4 persen Asia Timur, 13 persen Asia Selatan, 4 persen ke Australia, 4 persen ke USA, 4 persen ke Meksiko. ‘’Vietnam, Kamboja
rutin mengimpor pupuk, kalau Australia enggak rutin,’’ imbuhnya. Selain pupuk urea, Pupuk Kaltim juga memproduksi pupuk NPK sebanyak 350.000 ton per tahun. Pupuk NPK terdiri dari NPK blending dan NPK fuse. Pupuk Kaltim juga melakukan riset untuk mengembangkan pupuk hayati. ‘’Saat ini kan ramai dengan isu lingkungan. Jadi kita merespons itu dengan memproduksi pupuk hayati,’’ ungkap pria yang sehari-hari bertugas di Bontang ini. Pupuk hayati terdiri dari ecofert, bitara dan biodex. Ecofert berbahan baku bakteri dan jamur yang berfungsi menambatkan nitrogen dan mengurai fosfor, sehingga penggunaan pupuk kimia lebih efisien. Butuh 20 kg pupuk ecofert untuk satu hektar lahan dengan tanaman padi, jagung, kedelai dan sayur–sayuran. Pupuk hayati diisi ke lahan sebelum tanah diolah. Pupuk hayati dibiakkan terlebih dahulu baru kemudian ditanami tanaman. ‘’Biotara sama dengan ecofert, tapi biotara biasanya untuk tanah rawa,’’ tandasnya. Biodex berfungsi untuk mempercepat pengomposan. Mengingat rumah tangga sedang menggalakkan pembuatan pupuk kompos, maka cocok menggunakan biodex karena pembentukan kompos menjadi singkat, 2-3 minggu sudah berbentuk kompos. (kmb42)
Bali Post/may
SOSIALISASI - Pupuk Kaltim melakukan sosialisasi product knowledge dan media tour tahap II.
Skala Usaha Pertanian Rendah
Petani di Bali Belum Sejahtera Denpasar (Bali Post) -
Bali Post/eka
PENEGAKAN HUKUM - Kajati Bali bersama Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali dalam pertemuan terkait penegakan hukum di Bali, Jumat (3/5) kemarin.
Lakalantas, Dua Pengendara Motor Tewas Mangupura (Bali Post) Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) berujung maut mewarnai pelaksanaan Operasi Keselamatan Agung 2019 di wilayah Badung. Kejadian tersebut menewaskan pengendara motor Budiyanto (48) dan Ni Kadek Artini (36) di TKP. Lokasi kejadiannya masing-masing di Jalan Raya Penarungan, Mengwi, Kamis (2/5) dan di Jalan Raya Dalung, Kuta Utara, Rabu (1/5) lalu. Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Ketut Oka Bawa, Jumat (3/5) kemarin mengatakan, lakalantas pada Rabu lalu tepatnya terjadi di Jalan Raya Dalung, depan salah satu toko waralaba, pukul 18.30 Wita. Peristiwa ini melibatkan tiga sepeda motor dan satu mobil. Selain menewaskan Budiyanto juga mengakibatkan empat orang luka-luka yaitu Sugiono (44), Dimas (16), I Ketut Putra Sapardita Yasa (16) dan Irfan (17). ‘’Tiga korban yang usianya masih belasan tahun ini berstatus pelajar,’’ ujarnya. Kronologinya, mobil Suzuki Ertiga DK 1493 FK yang dikemudikan Ni Putu Yanthi Maydia Prabawati (31) melaju dari utara. Di belakang mobil tersebut melaju sepeda motor Honda Karisma DK 5129 SI yang dikendarai Budiyanto membonceng Sugiono. Sedangkan dari arah berlawanan melaju Suzuki Shogun DK 4121 VI yang dikendarai I Ketut Putra Sapardita Yasa, memboceng Dimas. Putra jalan beriringan dengan Irfan yang mengendarai Yamaha Jupiter DK 4932 HO. ‘’Setibanya di TKP, Budiyanto menyalip mobil Ertiga tanpa memperhatikan kendaraan dari arah berlawanan,’’ ujarnya. Diduga pria asal Jember, Jawa Timur dan tinggal di Jalan Raya Semer, Kerobokan, Kuta Utara itu mengambil haluan terlalu ke kanan dan melewati as jalan. Akibatnya Putra beralamat di Perum Enggi Elok, Dalung ini tidak bisa menghindar dan terjadilah tabrakan tersebut. Budiyanto bersama motornya oleng hingga menabrak bodi samping mobil Ertiga. Selanjutnya Budiyanto terpental ke jalan dan akhirnya meninggal di TKP. Sedangkan Sugiono yang dibonceng Budiyanto mengalami luka di kepala dan masih dalam perawatan di RSUD Mangusada. Sementara Putra mengendarai motor Shogun dan Irfan mengendarai motor Jupiter
juga hilang kendali. ‘’Kedua korban berstatus pelajar itu tidak mengenakan helm mengalami luka ringan dan masih dalam perawatan di RSUD Mangusada. Hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi kecelakaan dipicu karena pengendara motor Honda Karisma (Budiyanto) kurang hati-hati,’’ ujarnya. Sementara lakalantas di Jalan Raya Penarungan melibatkan dua sepeda motor. Kejadiannya di depan warung laklak sekitar pukul 08.00 Wita. Waktu itu, Ni Kadek Artini mengendarai sepeda motor Beat DK 5441 FC. Sementara lawanya Honda Vario DK 3267 DR dikendarai I Kadek Agus Suasti Artha (20). Awalnya Artini mengendarai motor Beat melaju dari arah utara, sedangkan Agus dari arah berlawanan. Setibanya di TKP, tiba-tiba Artini mengambil haluan ke kanan hingga melewati as jalan. Akibatnya tabrakan adu jangkrik tak terelakan. Akibat kejadian tersebut, Artini meregang nyawa dengan kondisi luka kaki kanan, bibir bengkak, hidung keluar darah, dahi benjol dan telinga kanan keluar darah. ‘’Saat kejadian korban diketahui tidak mengenakan helm dan tidak membawa SIM,’’ kata Oka. Sementara Agus dan yang dibonceng, Ni Nyoman Yuni Rasniati (19), mengalami luka-luka. (kmb36)
Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali menunjukkan petani di Bali belum sejahtera. Padahal dilihat dari Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) dan produktivitas pertanian di Bali cukup baik. Setelah dilihat lebih dalam, salah satu penyebabnya adalah skala usaha pertanian di Bali yang rendah. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho mengatakan, usaha pertanian di Bali sebenarnya mampu memberikan peluang petani untuk sejahtera jika indeks NTUP-nya hanya memasukkan komponen pengeluaran untuk usaha pertanian saja. Menariknya, dilihat berdasarkan subsektornya, indeks NTP subsektor tanaman pangan rendah, padahal tanaman pangan adalah lapangan usaha yang diusahakan sebagian besar petani di Bali. Indeks NTP tanaman pangan berada di bawah 100 yaitu 97,82 yang menunjukkan subsektor ini
belum memberi kesejahteraan pada petani. Produksi pertanian berkaitan dengan produktivitas, efisiensi dan skala usaha. Sementara skala usaha pertanian di Bali memang relatif kecil. Di Bali ternyata 99,09 persen rumah tangga pertanian adalah pengguna lahan yang sering disebut petani gurem. Petani gurem adalah pengguna lahan yang hanya menguasai (belum tentu memiliki) lahan kurang dari 5.000 meter persegi atau kurang dari setengah hektar. Dari 404.507 petani pengguna lahan, lebih dari separuhnya (63,58 persen)
tergolong sebagai petani gurem. ‘’Dengan skala usaha kecil, maka kecil kemungkinan petani di Bali mampu memenuhi kebutuhan hidupnya,’’ jelasnya. Sementara dilihat dari produktivitas tanaman pangan di Bali merupakan yang tertinggi di Indonesia. Beberapa tahun sebelumnya juga menunjukkan produktivitas subsektor tanaman pangan di Bali berada pada urutan terbesar kedua, ketiga bahkan yang pertama di Indonesia. ‘’Ini menunjukkan ketika berbicara teknologi, kemampuan petani Bali untuk menghasilkan tanaman
pangan sudah relatif baik. Tapi kenapa tanaman pangan sebagai lapangan usaha yang diusahakan sebagian besar petani di Bali masih memiliki NTP di bawah 100?’’ selorohnya. Berdasarkan subsektor, semua memiliki indeks NTUP di atas 100. Artinya dengan usaha pertanian semua subsektor memiliki peluang untuk membuat petani sejahtera. ‘’Padahal dari sisi NTUP usaha pertanian sudah cukup baik, di atas 100, produktivitas baik. Tapi pertanian di Bali belum mampu menyejahterakan petani karena kita melihat skala usaha itu,’’ imbuhnya. Data terbaru BPS menunjukkan, NTP petani pada April 2019 tercatat menurun 0,66 persen dari 104,13 pada Maret 2019 menjadi 103,45 pada April 2019. NTUP Bali
pada April 2019 juga menurun 0,08 persen dari 112,39 menjadi 112,30. Berdasarkan subsektor NTP, tanaman pangan dan tanaman perkebunan rakyat memiliki indeks NTP di bawah 100 pada April 2019 yaitu 97,82 dan 95,02. Sedangkan indeks NTP subsektor hortikultura naik 0,89 menjadi 101,41, NTP peternakan turun tapi indeksnya di atas 100 yaitu 115,50. NTP perikanan turun namun masih berada di atas 100 yaitu 101,00. Indeks NTUP menunjukkan semua subsektor berada di atas 100. Tiga dari lima subsektor mengalami penurunan yaitu tanaman pangan turun 0,69 persen, tanaman perkebunan rakyat turun 0,58 persen, peternakan turun 0,41 persen. (kmb42)
Warung Global
Pemda Harus Lebih Aktif Memanfaatkan DAU dan DAK
MENDIKBUD Muhadjir Effendy mengharapkan pemerintah daerah mengambil peran dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan memanfaatkan dana untuk program prioritas. Hal ini menjadi topik perbincangan dalam acara Warung Global yang disiarkan di Radio Global FM 96,5 Bali, Jumat (3/5) kemarin. Daerah, menurut Muhadjir, harus mengambil peran yang lebih aktif dalam memanfaatkan Dana Alokasi Umum (DAU) maupun Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk program-program yang utama dan APBD yang menjamin anggaran pendidikan minimal 20 persen. Berikut rangkuman selengkapnya. Febri menegaskan harapan dari Mendikbud ini menunjukkan lemahnya dan bingungnya menteri karena mengapa daerah lagi yang diminta membantu? Selain itu kurikulum selalu berubah saat ganti menteri. Inilah yang membuat sistem pendidikan kita tak punya patokan kuat. Yang tak kalah penting adalah
sumber daya yang ada di dunia pendidikan harus matang dan dioptimalkan agar tampil profesional, sehingga output-nya baik. Suardana mengamini kalau pemda memang harus turut membantu meningkatkan mutu tenaga dan pendidikan itu sendiri. Tenaga honorer agar segera diangkat dan kurikulum
dibuat pasti karena merupakan standar atau parameter pendidikan disertai juklak dan juknis yang jelas di lapangan. Mastra setuju dengan pernyataan Mendikbud agar DAU dan DAK itu dimanfaatkan secara proporsional untuk memajukan dan meningkatkan mutu pendidikan. Selain pendidikan
akademis, pendidikan budi pakerti juga jangan dilupakan. Sementara Ayu Petang menyebutkan selama ini katanya sudah ada bantuan beasiswa, tetapi pada kenyataannya tidak pernah saya temukan anak-anak tidak mampu atau miskin mendapatkannya, terutama di desa saya. Pihak berkompeten di lingkungan pendidikan atau sekolah saya tanya, mereka justru menyatakan tidak tahu hal tersebut. Lucu kan? Ke depan saya mohon alokasi beasiswa supaya diberikan kepada orang yang tepat dan memang sangat membutuhkannya karena tidak
mampu secara ekonomi. DAU dan DAK juga agar dipergunakan untuk membangun jaringan transportasi sekolah. Sementara itu, Nengah Jemet lebih menekankan pendidikan anak tidak melulu soal belajar yang giat dan keras saja. Jika terlalu banyak beban, anak-anak akan stres dan mengganggu tumbuh kembang mereka. DAU dan DAK jangan diprioritaskan untuk pendidikan saja, tetapi pakailah untuk membangun jalan atau infrastruktur. Anggaran pendidikan di APBD saaat ini sudah tinggi, tetapi hasil lulusannya seperti ikan yang kena racun portas. (arya)
OPINI
6
Sabtu Wage, 4 Mei 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Menuntaskan Angka Putus Sekolah SETIAP tahun perdebatan angka putus sekolah selalu ramai. Kepedulian dan keprihatinan berbaur. Meskipun setiap tahun diperdebatkan tetap saja tak ada solusi yang efektif. Deretan anak putus sekolah tetap tinggi. Problem ini pun sempat dikelola dengan pendekatan politik. Muncullah wacana pendidikan gratis. Pendidikan gratis yang condong dengan peningkatan elektabilitas calon juga tak serta merta mudah dalam penjabarannya. Kesulitan mendapatkan sekolah tetap menjadi kenyataan. Setiap tahun, rebutan bangku sekolah negeri menjadi masalah publik. Inilah yang harus dijabarkan lebih lanjut agar negeri ini benar-benar berkeadilan dalam memberikan kesempatan kepada generasi bangsa untuk menikmati pendidikan. Yang jelas, sampai saat ini, program politis pendidikan gratis ini menimbulkan beragam persepsi. Ada yang setuju dan ada juga yang mempertanyakan implementasinya. Ketika pendidikan dinyatakan menjadi hak setiap warga negara, maka menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menata dan menyiapkan fasilitas pendidikan. Masalah krusial yang dihadapi pendidikan dalam negeri ini adalah rendahnya daya tampung sekolah-sekolah negeri. Akibatnya, banyak anak yang tercecer dan tak mendapat ruang belajar yang nyaman atau setidaknya sesuai dengan tingkat kehidupan ekonominya. Untuk itulah, ke depan, negara ini hendaknya lebih serius menangani masalah pendidikan. Besarnya jumlah anak putus sekolah perlu menjadi prioritas kerja pemerintah, sekolah, dan orangtua. Bercermin dari tingginya angka putus sekolah ini ada banyak hal yang mesti diurai pemerintah, maka terobosan nyata harus dilakukan. Pemerintah jangan terus berwacana untuk mengatasi angka putus sekolah melainkan segera optimalkan pemetaan solusi untuk memastikan anak-anak usia sekolah berada di bangku sekolah. Pemerintahan desa mungkin bisa dilibatkan untuk sejak awal mendata warganya yang berpotensi putus sekolah karena alasan ekonomi maupun alasan lainnya. Berdasarkan data yang ada lalu dibuatkan program dan antisipasi. Dengan kebersamaan dan pelibatan banyak pihak dalam menekan usia anak putus sekolah maka ada harapan yang terukur untuk mengatasi masalah ini. Selama ini, yang kita tahu bahwa kemiskinan, masalah akut negeri ini. Dan kemiskinan tentu menjadi alasan utama mengapa anak-anak putus sekolah. Pengoptimalan KIP dan peningkatan pendidikan vokasi mungkin juga bisa menjadi solusi dalam hal ini. Solusi atas permasalahan putus sekolah tersebut, banyak yang dapat dilakukan seperti; memberikan pembinaan, nasihat, pendampingan dalam belajar, dan yang tak boleh diabaikan yaitu faktor komunikasi. Terutama komunikasi yang efektif antara anak dengan gurunya di sekolah dan antara anak dengan orangtuanya sendiri. Sering terjadi komunikasi yang kurang serasi membuat anak kurang berminat dalam belajarnya, ogah pergi ke sekolah, yang ujung-ujungnya berimbas pada putus sekolah. Yang terpenting bagi orangtua si anak jangan putus sekolah itu dipandang sebagai harga mati. Sebab, segalanya masih bisa dirundingkan, dicairkan, dan didiskusikan agar anak jangan sampai putus sekolah. Mungkin juga bisa dipertimbangkan membudayakan orangtua asuh bagi para pejabat di daerah dan pengusaha sukses untuk memastikan anak-anak usia pendidikan tertampung di sekolah. Setingkat gubernur, bupati, dan anggota DPRD bisa saja memiliki sejumlah anak asuh anak-anak putus sekolah. Mungkin juga program ini sudah banyak dilakukan para pejabat, namun tetap harus digaungkan agar program anak asuh untuk menekan anak putus sekolah bisa menjadi komitmen bersama. Gerakan nasional orangtua asuh bisa dibangkitkan lagi untuk mengatasi hal ini. Mudah-mudahan negeri dengan dua ratus juta penduduk ini tak menumpuk beban dan masalah pendidikan, tanpa ada upaya yang tersistem untuk mengatasinya.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Sosialisasi Persiapan Bandara Bali Utara Bandara Bali Utara merupakan salah satu wacana hangat yang saya simak dari berbagai media massa termasuk media sosial sekitar enam bulan lalu. Saya sebagai warga Bali yang kini tinggal di Surabaya sangat senang membaca berita ini. Setidaknya, Bali memang harus melengkapi diri dengan berbagai infrastruktur untuk mengantisipasi kebijakan pemerintah dalam sektor pariwisata dan ekonomi. Bahkan, infrastruktur ini juga akan bermanfaat jika Bali Utara dikembangkan sejumlah industri yang cocok dengan wilayah Bali Utara. Sebagai warga Bali, saya berharap Gubernur Bali Wayan Koster terus memperjuangkan terwujudnya bandara Bali Utara ini. Dulu, saya baca juga sempat ada PT BIBU yang gencar memperjuangkan gagasan ini. Entah siapa yang nantinya menggarap proyek ini jika benar-benar bisa dibangun di Bali Utara, saya harapkan jangan sampai menjadi polemik. Harus sejak dini dibangun kesadaran masyarakat dan kesiapan lahannya. Jangan sampai anggaran ada, pembebasan lahan bermasalah. Sejak dini, sosialisasi harus dibangun dan dikomunikasikan dengan warga. Selebihnya, saya juga berharap Bali Utara memang bisa tumbuh dan berkembang. Jika kini universitasnya sudah bisa mendongkrak perekonomian warga Singaraja, tentu nanti dengan kehadiran bandara di Buleleng, wisatawan juga lebih banyak ke Buleleng. Selama ini waktu perjalanan wisata ke Buleleng banyak habis di jalan, dan terkadang penuh risiko karena jalannya berliku-liku. Kini dengan adanya shortcut, saya juga berharap Buleleng segera bisa tumbuh menjadi kota setelitnya Bali. I Gede Wikrama Putra warga Bali tinggal di Surabaya
Putus Sekolah Bukan Harga Mati Belakangan ini, lidah orang agak latah (dalam arti yang positif) menyebut sesuatu sebagai harga mati. Misalnya, Pancasila harga mati, NKRI harga mati, pacaran lanjut nikah harga mati, dan seterusnya. Tanpa membuka kamus, maksud ‘’harga mati’’ itu sudah bisa ditebak yaitu istilah lain dari tidak bisa ditawar-tawar. Mau tidak mau harus. Pokoknya segini, pokoknya segitu, pas tak bisa diganggu gugat lagi. Merujuk judul tulisan ini justru makna yang tersirat di dalamnya adalah bukan harga mati, artinya putus sekolah masih bisa ditawar-tawar malah jika mungkin tidak sampai terjadi putus sekolah.
Oleh
Romi Sudhita alau toh terjadi putus sekolah (drop out), itu pun dalam keadaan terpaksa, sebab strategi maupun cara yang ditempuh agar tak putus sekolah sudah tidak mempan lagi. Di Buleleng, penanganan putus sekolah ditempuh dengan membuka ‘’Posko Siswa Drop Out’’. Penanganan putus sekolah menurut Kadisdikpora Gede Suyasa ketika itu (Oktober 2018) menjadi program prioritas. Oleh karena itu, pelaksanaan Posko DO (drop out) di masingmasing kecamatan terus digenjot, bukan sebatas untuk memberikan bantuan seragam sekolah tetapi juga pemberian beasiswa. Dengan bersumber dari dana APBD, setiap siswa diberikan beasiswa Rp 1.200.000 per tahun untuk anak SMP (Bali Post, 11 Oktober 2018). Kalau demikian halnya, lalu putus sekolah atau drop out itu apa? Sebelum mengulas tentang putus sekolah, ada baiknya disinggung mengenai pengertian belajar karena siswa di sekolah pada umumnya atau sebagian besar waktunya dipakai untuk belajar. Secara sepintas siapa pun bisa membuat definisi tentang belajar. Orang menjadi pintar yang sebelumnya kurang pintar, itu berkat belajar. Belajar adalah kegiatan siswa atau siapa saja agar dirinya menjadi pintar, pandai, dan terampil. Secara akademik, pengertian belajar disinggung pula oleh Muhibbin Syah dalam bukunya ‘’Psikologi Belajar’’ (2011:68), bahwa belajar dapat dipahami sebagai tahapan perubahan seluruh tingkah laku individu yang relatif menetap sebagai hasil dari pengalaman dan interaksi dengan lingkungan yang melibatkan proses kognitif. Secara institusional (tinjauan kelembagaan) belajar dipandang sebagai
proses validasi atau pengabsahan terhadap penguasaan siswa atas materi-materi yang telah mereka pelajari. Konkretnya, siswa atau murid bisa dikatakan berhasil belajar jika yang bersangkutan telah dinyatakan lulus mengikuti ulangan-ulangan dan ujian akhir pada lembaga pendidikan/sekolah tersebut. Internal-Eksternal Faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan belajar cukup variatif yang apabila digolonggolongkan akan ketemu dua bagian besar yaitu faktor yang bersifat internal dan faktor eksternal. Faktor internal biasa disebut sebagai segala sesuatu yang datangnya dari dalam diri individu siswa, sedangkan faktor eksternal diidentifikasi sebagai hal-hal yang berada di luar diri siswa bersangkutan. Kalau ditemui siswa atau anak tetangga yang kebetulan prestasi belajarnya menurun terus dengan nilai yang di bawah minimal, maka penyebabnya bisa diduga tergolong faktor internal karena dalam keseharian ia mengonsumsi makanan yang asupan gizinya kurang. Bahkan, frekuensi makannya pun tidak teratur lantaran ia berasal dari keluarga tidak mampu. Berikutnya, siswa yang dalam keadaan sakit dalam kurun waktu yang cukup lama sangat mungkin memengaruhi konsentrasi belajarnya yang secara tidak langsung akan menurunkan prestasi belajarnya. Contoh lain tentang faktor internal ini masih banyak dan tidak sulit kita temukan pada anak yang berada di lingkungan kita. Lebihlebih seorang guru BK (Bimbingan Konseling) yang sangat peka terhadap kondisi dan permasalahan belajar siswa amat mudah dapat
mendeteksinya secara dini. Faktor eksternal tentu saja kebalikan dari faktor internal. Sesuai dengan sebutan eksternal terkandung makna semua hal yang ada di luar diri siswa. Saking banyaknya sesuatu yang ada di luar diri siswa, maka banyak orang yang mengelompokkan menjadi tiga golongan besar yaitu lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat. Kebetulan pula ketiga lingkungan ini diberikan label oleh tokoh pendidikan nasional kita yakni Ki Hajar Dewantara, sebagai Tri Pusat Pendidikan. Artinya, ketiga kelompok atau golongan ini sangat mungkin dapat memengaruhi proses dan hasil belajar siswa. Lingkungan pertama adalah keluarga. Sebelum anak itu bersekolah, ia dipelihara, dibimbing, dan dibina oleh segenap person yang ada di dalam keluarga tersebut. Entah itu ayah, ibu, sesama saudara, misan mindon, kakek nenek (jika ada), yang semuanya itu ikut memberikan corak perjalanan si anak terutama dari segi pendidikannya. Disebabkan oleh pendidikan yang diterima sang anak tidak berstruktur, kurang sistematis dan tidak menggunakan jadwal resmi sebagaimana halnya di sekolah, maka pendidikan yang diterima sang anak dalam keluarga disebut pendidikan informal. Segala kebiasaan, norma, dan tata tertib yang mengarah pada pendidikan budi pekerti diterima oleh anak baik ketika belum berstatus siswa maupun sudah menyandang predikat siswa suatu sekolah. Orangtua yang sering menunjukkan perilaku radikal secara cepat kilat ditiru oleh si anak. Begitu pula sebaliknya, jika keluarga selalu menekankan pada sikap yang terpuji seperti mengedepankan keju-
juran, kesopanan, dan sebagainya, akan ditiru oleh anak. Lingkungan kedua adalah sekolah. Pada sekolah itulah anak akan menjadi semakin cerdas, pintar, dan pandai berkat jasa-jasa pendidikan yang diberikan oleh bapak ibu guru. Dan, lingkungan yang terakhir/ketiga adalah masyarakat. Si anak selain ditempa oleh keluarga dan para guru di sekolah, juga yang tak kalah penting adalah orang-orang yang berada di masyarakat, entah itu teman sebaya, orang-orang dari organisasi kepemudaan, kelompok sekaa teruna-teruni, dan sebagainya yang semuanya dapat memberikan andil kepada si anak dan dapat memberikan corak dan imbas hasil belajar mereka.
Putus Sekolah Anak atau siswa dalam belajar di sekolah bisa saja menentukan target akan lulus tepat waktu, memperoleh juara pada setiap kenaikan kelas, menjadi siswa yang paling berprestasi, dan lain-lain, namun fakta menunjukkan sering terjadi sebaliknya. Siswa memiliki prestasi akademik rendah, kurang fokus pada pelajaran, dan sering bolos pada jam-jam pelajaran tertentu. Malah yang bersangkutan dicap sebagai anak yang putus sekolah. Dengan status yang disandangnya sebagai anak putus sekolah, tentu membuat keluarganya geram, malu, dan kecewa bercampur menjadi satu. Orang sering bertanya, putus sekolah itu apa sih? Tentang definisi putus sekolah, sudah banyak ahli yang mengemukakannya. Surya (1975), misalnya, memberikan pengertian bahwa putus sekolah tidak lain dari kegagalan murid/siswa dalam menyelesaikan tingkat pendidikan tertentu. Putus sekolah bisa terjadi lantaran tidak tamat (misalnya di SD), yang bersangkutan hanya mampu sampai di kelas lima (5). Kemudian ada pula putus sekolah yang gagal menamatkan pelajarannya di ujung jenjang. Meski sudah sempat ikut ujian akhir (Ujian Nasional/UN), seperti anak kelas tiga (3) SMP yang sudah sempat ikut UN namun tidak lulus lalu putus sekolah. Dan, ada pula jenis putus sekolah yang gagal melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Contoh, sebut saja anak itu
Mengamati Hambatan Pendidikan di Indonesia
PENDIDIKAN sudah jelas merupakan salah satu kunci kemajuan suatu bangsa. Melalui pendidikan pula maka manusia akan terbentuk menjadi manusia yang bermartabat. Sebagaimana juga disampaikan oleh Tan Malaka bahwa tujuan pendidikan adalah untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan serta memperhalus perasaan. Tanpa adanya pendidikan maka manusia akan menjadi gelisah dan kebingungan. Bisa dibayangkan bagaimana hidup seorang manusia yang tidak dapat membaca, tidak dapat berhitung, dan tidak dapat berkomunikasi dengan baik. Manusia yang demikian tentunya akan sangat susah untuk bisa hidup mandiri dan harus selalu hidup dalam pendampingan. Hal yang demikian mungkin masih dapat dimaklumi apabila terjadi pada mereka yang menderita penyakit atau kelainan, akan tetapi menjadi tidak wajar apabila itu dialami oleh manusia normal yang sehat. Jika itu masih terjadi kepada manusia normal maka kemungkinan penyebabnya karena mereka tidak mendapat akses pendidikan atau tidak menempuh pendidikan dengan baik. Harus kita sadari bahwa memang belum semua orang di negeri ini dapat menempuh pendidikan dengan baik. Kemiskinan dan kemalasan adalah dua faktor utama yang menyebabkan tidak semua orang dapat menempuh pendidikan dengan baik. Faktor kemiskinan mengakibatkan orang kesusahan untuk
Oleh
I Gede Yudi Arsawan membayar biaya sekolah atau pun membeli berbagai perlengkapan dan peralatan penunjang pembelajaran yang tidak jarang membuat mereka lebih memilih untuk mundur dalam menempuh pendidikan. Sedangkan faktor kemalasan adalah faktor internal seseorang yang dipengaruhi oleh suasana hati dan motivasi orang tersebut dalam menjalani kehidupan. Orang yang memiliki motivasi untuk hidup sukses tentu akan berjuang untuk menempuh pendidikan sebaik mungkin. Tetapi bagi mereka yang tidak memiliki semangat dan motivasi untuk maju cenderung lebih memilih untuk bermalas-malasan dan hidup sekadar mencari kesenangan dan tidak mau menghabiskan waktu untuk mengisi diri melalui pendidikan. Untuk mengatasi faktor kemiskinan agar tidak menghambat masyarakat dalam menempuh pendidikan maka pemerintah sudah menyediakan berbagai program beasiswa dan program wajib belajar yang seharusnya sudah dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat terutama yang kurang mampu. Sedangkan untuk mengatasi faktor kemalasan agar tidak mengganggu jalannya pendidikan maka memotivasi diri sendiri serta dukungan dari lingkungan sekitar adalah solusi terbaik. Motivasi bagi diri sendiri dapat terwujud
apabila masyarakat juga sadar bahwa dengan menempuh pendidikan dengan baik maka bukan hanya diri sendiri yang akan diuntungkan, karena dengan menempuh pendidikan yang baik maka selanjutnya masyarakat dapat mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk diabdikan kepada bangsa, sehingga ilmu yang didapat akan berguna bagi orang banyak. Sedangkan pengaruh lingkungan akan sangat tergantung daripada peranan guru rupaka atau orangtua dan guru pengajian atau guru di sekolah. Mereka tentu harus memiliki semangat seorang Ki Hajar Dewantara agar dapat menghilangkan rasa malas dari peserta didik atau pun masyarakat. Semangat tersebut yaitu ing ngarso sing tulodo yang selalu memberi contoh dari depan dan senantiasa menjadi suriteladan, ing madyo mangun karso yang dari tengah selalu memberikan semangat dan juga tut wuri handayani sebagai kawan setia yang selalu memberi dorongan dari belakang kepada masyarakat. Dengan langkah-langkah tersebut maka diharapkan kedua faktor yang dapat menghambat jalannya pendidikan dapat teratasi sehingga Indonesia dapat mewujudkan misinya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa secara merata.
bernama Nyoman, sudah tamat SMP berijazah kemudian tidak mampu melanjutkan sekolah ke SMA atau SMK.
Solusi Apabila direnungkan secara mendalam, kira-kira penyebab putus sekolah itu apa? Jawaban yang paling gampang, ya... itu tadi tergantung pada tiga jenis lingkungan. Bisa faktor keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat. Namun jika penelusuran kita diteruskan lagi, bisa saja penyebab putus sekolah secara lebih detail misalnya karena faktor ekonomi (orangtuanya miskin). Otak si anak sudah encer, tetapi lantaran faktor kemiskinan akhirnya si anak putus sekolah. Atau, bisa juga yang lain. Si anak sudah tergolong pintar, orangtuanya berkecukupan, tahu-tahu yang bersangkutan (anak) kurang berminat bersekolah. Solusi atas permasalahan putus sekolah tersebut, banyak yang dapat dilakukan seperti; memberikan pembinaan, nasihat, pendampingan dalam belajar, dan yang tak boleh diabaikan yaitu faktor komunikasi. Terutama sekali komunikasi yang efektif antara anak dengan gurunya di sekolah dan antara anak dengan orangtuanya sendiri. Sering terjadi komunikasi yang kurang serasi membuat anak kurang berminat dalam belajarnya, ogah pergi ke sekolah, yang ujung-ujungnya berimbas pada putus sekolah. Yang terpenting bagi orangtua si anak jangan putus sekolah itu dipandang sebagai harga mati. Sebab, segalanya masih bisa dirundingkan, dicairkan, dan didiskusikan agar anak jangan sampai putus sekolah. Penulis, pemerhati pendidikan dan pengamat perilaku
POJOK Harus banyak pertimbangan bila Demokrat ingin gabung koalisi Jokowi. - Apalagi bagi-bagi menteri. *** Tujuh rumah sakit di Bali terancam berhenti kerja sama dengan BPJS. - Hak peserta BPJS jangan diabaikan. *** Angka kemiskinan di Klungkung ditargetkan turun menjadi tiga persen. - Bukan sekadar turun.
Penulis, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana, anggota GenBI Bali, kader PC KMHDI Badung
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Sabtu Wage, 4 Mei 2019
Matangkan Materi Ranperda Agribisnis
Pansus Berkonsultasi dengan Staf Ahli
Tabanan (Bali Post) Ranperda inisiatif dewan tentang Pengembangan Agribisnis Terintegrasi Berbasis Kearifan Lokal dan Pariwisata terus digodok DPRD Tabanan. Bahkan Pansus yang menangani ranperda tersebut tengah mematangkan materi sebelum melakukan rapat kerja dengan eksekutif. Ketua Pansus I Gusti Nyoman Omardani mengatakan, pihaknya telah melakukan rapat internal dengan Staf Ahli DPRD Tabanan belum lama ini, di ruang Komisi I DPRD Tabanan. Secara prinsip, materi ranperda sudah selesai. Hanya saja memang sempat ada perdebatan terkait usulan memasukkan pasal yang mengatur
tentang perlindungan petani. ‘’Tapi itu tidak bisa kita lakukan karena sudah ada perda khusus mengatur perlindungan pertanian. Jadi, agar tidak tumpang tindih. Secara materi, ranperda sudah selesai tinggal dimatangkan sebelum rapat kerja,’’ jelas Omardani, Jumat (3/5) kemarin. Munculnya ranperda inisiatif agribisnis, kata Omardani dilatarbelakangi pengembangan Taman Teknologi Pertanian (TTP) di Desa Sanda Kecamatan Pupuan, serta penetapan Tabanan khususnya Pupuan dan Selemadeg Barat sebagai Kawasan Pengembangan Prioritas Nasional (KPPN) dan program Nikosake (nira, kopi, salak dan kelapa). Diperlukan payung hukum berupa
perda untuk mengaturnya, sehingga pihaknya mengajukan ranperda inisiatif tentang agribisnis yang berbasis kearifan lokal dan pariwisata. ‘’Perda ini setidaknya akan menjadi payung hukum pengembangan agribisnis di wilayah Pupuan dan Selemadeg Barat dalam upaya pengembangan sektor pertanian berbasis budaya lokal dan pariwisata,’’ katanya. Menurutnya, nantinya di wilayah Pupuan dan Selemadeg Barat akan dikembangkan sektor pertanian terintegrasi dengan pariwisata memanfaatkan program yang dibuat pemerintah. Bahkan pihaknya mengusulkan pembentukan UPT sehingga memiliki keleluasaan dalam pengelolan kawasan.
‘’Dengan ada UPT yang mengurus, akan lebih bagus,’’ tegasnya. Selain itu, di Pupuan juga sedang dibangun pasar agro di Banjar Pempatan, Batungsel yang didanai pemerintah. Nantinya pasar tersebut menjadi tempat menjual semua produk pertanian sehingga semua produk pertanian masyarakat terserap pasar. Di pasar agro tidak sekadar sebagai pasar tradisional seperti pasar sayur, tapi juga akan menjadi tempat display produk pertanian Pupuan dan Selemadeg Barat sehingga lebih dikenal masyarakat. ‘’Ini akan dikembangkan sehingga petani lebih sejahtera. Apalagi nanti akan disinergikan dengan sektor pariwisata, masyarakat sekitar akan lebih sejahtera,’’ ucapnya. (kmb28)
Bali Post/bit
KONSULTASI - Pansus berkonsultasi dengan Staf Ahli terkait ranperda tentang agribisnis.
Lima Desa Nikosake akan Miliki Kawasan Wisata Utama Tabanan (Bali Post) -
Pemkab Tabanan sedang mengembangkan kawasan Nikosake (Nila, Kopi, Salak dan Kelapa). Ada lima desa yang masuk dalam kawasan ini, yaitu Sanda dan Munduk Temu di Kecamatan Pupuan yang menonjolkan potensi kopinya, Desa Belimbing Kecamatan Pupuan dengan nira, Desa Wanagiri Kecamatan Selemadeg dengan salak, dan Desa Lumbung Kauh Kecamatan Selemadeg Barat dengan kelapanya. Kelima desa ini rencananya akan dibuatkan daya tarik atau spot wisata utama yang nantinya juga menjadi pusat kegiatan Nikosake.
Bali Post/san
DESA BELIMBING - Pemandangan terasering sawah yang menjadi salah satu daya tarik wisata Desa Belimbing. Desa ini masuk kawasan Nikosake.
Kepala Bapelitbang Tabanan I.B. Wiratmaja, Jumat (3/5) kemarin, mengatakan kawasan Nikosake adalah pengembangan model pariwisata berlandaskan agrobisnis terintegrasi berbasis kearifan lokal dalam satu kawasan. Dengan demikian diharapkan mampu mengembangkan value chain bagi petani dan multiplier effect bagi desa-desa di sekitar kawasan Nikosake. ‘‘Selama ini pertanian di kawasan Nikosake sama sekali belum disinergikan dengan pariwisata. Padahal selain pertanian, potensi wisata di desa-desa kawasan Nikosake sangat tinggi. Karena itu diharapkan pengembangan kawasan Nikosake yang memadukan pertanian dan wisata bisa meningkatkan perekonomian di desa tersebut,’’ papar Wiratmaja. Selain Taman Teknologi Pertanian (TTP) yang menjadi daya tarik wisata utama di Desa Sanda, di desa kawasan Nikosake lainnya juga akan dibangun daya tarik wisata utama seperti Desa Belimbing dengan Palm Sugar Park, Desa Wanagiri dengan Buana Korsika, Desa Munduk Temu dengan Agrowisata Kampung Kopi dan Desa Lumbung Kauh dengan kawasan Agrowisata Kampung Kela-
panya. Masing-masing spot wisata utama ini akan menonjolkan kelebihan desa baik itu dari segi pertanian maupun wisata. Misalnya di Desa Wanagiri dengan Buana Korsika yang merupakan agrowisata salak madu Bali seluas 7 hektar. Tempat ini akan menjadi tempat edukasi pembibitan salak dan pengolahan salak menjadi keripik, dodol dan wine. Selain spot utama ini, Desa Wanagiri juga masih memiliki wisata lain yang bisa dikembangkan seperti education farming, organic farming, tracking hutan hujan tropis Gunung Batukaru yang berlokasi di Sarinbuana, wisata Pura Jatiluwih, pemandangan terasering, camping ground dan biofarmaka. Dalam membangun daya tarik wisata utama di masing-masing desa kawasan Nikosake, kata Wiratmaja, tahun depan Pemkab akan mulai menyusun DED-nya. Setelah itu barulah mencoba melakukan pembangunan dengan sharing pendanaan baik dari Pemprov, Pemerintah Pusat maupun swasta. Sementara untuk tahun ini, Pemkab Tabanan sedang fokus menyelesaikan pekerjaan pembangunan di TPP Sanda agar bisa segera dioperasikan. (kmb24)
sosok Kendalikan Inflasi
Bali Post/san
TAHUN ini Kredit Usaha Rakyat (KUR) difokuskan ke sektor produksi dengan target 60 persen. Kepala Bidang Ekonomi Setda Kabupaten Tabanan yang sekaligus tim monitoring dan evaluasi pelaksanaan KUR I Gusti Putu Ekayana, belum lama ini mengatakan, KUR yang fokus ke sektor pertanian diyakini mampu berkontribusi mengendalikan laju inflasi. Keyakinan ini dilandaskan adanya modal berbunga rendah yang berimbas pada meningkatnya gairah petani untuk berproduksi. ‘’Bila KUR ini digunakan dengan tepat sasaran, maka akan bisa berdampak pada pengendalian inflasi, dan ektor pertanian adalah salah satu sektor pengendali inflasi,’’ ujar Ekayana. Ia mengambil contoh peternakan ayam. Dengan pemanfaatan KUR bersuku bunga 7 persen tersebut oleh peternak ayam, maka peternak bisa memberikan pakan berkualitas untuk menopang produksi. Modal dari pinjaman KUR ini juga dikembalikan dengan bunga lebih rendah sehingga tidak memberatkan peternak. ‘’Karena modal ada dan pengembalian tidak berat, maka biaya operasional terpenuhi dan memberikan hasil produksi yang baik. Sehingga tidak ada kelangkaan daging ayam yang menyebabkan harga jual di pasaran melambung,’’ jelasnya. Terkendalinya inflasi oleh KUR, kata Ekayana, sudah terbukti pada hari raya Nyepi lalu yaitu harga bahan pokok stabil dan terjaga dengan baik. Itu disebabkan, pemenuhan kebutuhan terkait bahan pangan untuk konsumen semua terpenuhi dengan jumlah yang cukup, sehingga harga jual di pasaran berada dalam kondisi yang stabil. (san)
Tahun 2018, 906 Kasus Katarak Ditemukan
Tabanan (Bali Post) Bali memiliki target bebas katarak di tahun 2030. Di sisi lain, kasus katarak diprediksi akan terjadi pada 2 persen populasi masyarakat usia 50 tahun ke atas. Di Tabanan warga dengan usia 50 tahun ke atas sebanyak 64 ribu lebih sehingga prediksi kasus katarak sebanyak 1.295 kasus. Sementara untuk tahun 2018, total kasus katarak yang ditemukan sebanyak 906 kasus yang 9 di antaranya terjadi di usia muda atau rentang usia 22 tahun hingga 44 tahun. Kepala Seksi Penyakit Tidak Menular, Kesehatan Jiwa dan Napza, Dinas Kesehatan Tabanan Wayan Supaneca, Jumat (3/5) kemarin mengatakan, dari 906 kasus katarak, tidak semuanya harus menjalani operasi saat itu juga. ‘’Ada syaratnya. Untuk menjalani operasi katarak harus menunggu tingkat kematangannya. Jadi dari 906 kasus yang masuk dalam kategori menjalani operasi sebanyak 221 kasus,’’ ujarnya. Dalam menjalani operasi biasanya setiap Puskesmas di Tabanan melakukan penjad-
walan dan bekerja sama dengan RS Indera Provinsi Bali. Sebab, Puskesmas di Tabanan belum memiliki alat yang memadai dalam melakukan operasi. Kerja sama dengan RS Indera berupa pemanfaatan mobil operasi keliling yang di dalamnya dilengkapi alat operasi. Menurut Supaneca, tidak semua kasus katarak yang memerlukan operasi ditangani oleh Puskesmas yang bekerja sama dengan RS Indera, beberapa pasien ada yang langsung melakukan operasi di RS Indera atau ke BRSU Tabanan. ‘’Kalau statusnya umum, biasanya langsung ke RS Indera atau BRSU. Ada juga menggunakan BPJS jika kasusnya memang perlu dirujuk langsung ke RS Indera atau BRSU. Operasi katarak ditanggung BPJS,’’ jelas Supaneca. Untuk data tahun 2019, hingga Februari tercatat 377 kasus katarak yang 69 di antaranya memerlukan tindakan operasi. Dari data juga tercatat kejadian katarak usia muda sebanyak 3 kasus. Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Ke-
sehatan Tabanan dr. Ketut Nariana mengatakan, jika dilihat dari data, ternyata ada kasus katarak usia di bawah 50 tahun yaitu sebanyak 9 kasus. Katarak merupakan gangguan pada penglihatan karena adanya penumpukan atau gumpalan protein tertentu yang menghalangi lensa mata. Gangguan penglihatan ini terjadi secara perlahan. Awalnya penderita hanya menderita gangguan penghilatan ringan yang kemudian semakin berat ketika mencapai usia 60 tahun dan memerlukan tindakan operasi untuk pengangkatan gumpalan protein tersebut. Meski merupakan penyakit karena usia dan umum terjadi di usia 50 tahun, katarak ternyata bisa menyerang usia muda. Untuk usia muda, ratarata terjadi saat memasuki 30 tahun. Ada beberapa faktor risiko yang bisa menyebabkan katarak di usia muda, antara lain adanya keturunan, sering terkena paparan sinar matahari langsung, kebiasaan merokok, diabetes, hingga cidera traumatis di area mata atau kepala. (kmb24)
Bali Post/bit
TIM SAR - Tim SAR gabungan yang bertugas mencari korban tenggelam di Pantai Petangahan, Banjar Suraberata Desa Lalanglnggah Kecamatan Selemadeg.
Terseret Gelombang Pantai Petangahan
Jenazah Mei Artana Ditemukan Tabanan (Bali Post) Isak tangis keluarga korban terseret gelombang Pantai Petangahan, Banjar Suraberata Desa Lalanglinggah Kecamatan Selemadeg Barat, pecah, Jumat (3/5) siang saat mendengar pertanda munculnya tubuh I Made Mei Artana (11). Tubuh siswa kelas VI SDN 1 Lalanglinggah ini berhasil ditemukan setelah tim SAR gabungan melakukan penyisiran sejak kejadian pada Kamis (2/5) sore. Korban Made Artana muncul di permukaan sekitar pukul 12.30 Wita, tepatnya 500 meter di arah tenggara dari lokasi awal korban terseret arus bersama ayahnya, I Made Gunarta (40). Jenazah korban kemudian dibawa ke pinggir pantai sebelah barat lokasi korban terseret, tepatnya di Banjar Mekayu Desa Lalanglinggah. Pantauan di lapangan, warga memadati areal lokasi pencarian. Banyak dari mereka yang ikut menyisir sepanjang pantai untuk mencari korban. Keluarga korban
menggelar upacara nebusin, sembari memanggil nama kedua korban agar cepat bisa ditemukan. I Ketut Gunadiasa (40), saksi sekaligus orang yang berhasil menyelamatkan satu dari tiga korban terseret arus, menceritakan kronologis sebelum kejadian Kamis sore tersebut. Awalnya ia yang tengah memasang jaring ikan melihat korban Made Artana datang ke pantai bersama pamannya, I Gede Pande Sukerta yang juga ikut menjaring ikan sekitar pukul 16.00 Wita. Kemudian Made Gunarta menyusul anaknya ke pantai. ‘’Ayah korban sempat meminta ikan satu untuk dipanggang, karena memang kami satu desa adat dan sudah sangat akrab. Setelah itu berkata ingin mandi di pantai disusul oleh anaknya,’’ ucapnya. Tak berselang lama, anak saksi, I Kadek Jogani Putra (6) juga ikut menyusul mandi di pantai. Bertiga mereka akhirnya mandi. Namun sayang gelombang tinggi tiba-
tiba datang dan menyeret ketiga korban. I Wayan Guna Wijaya, ayah dari Jogani Putra melihat kejadian itu. Dia pun berupaya menyelamatkan ketiganya, namun tidak sepenuhnya berhasil. Bahkan ia nyaris terseret ombak. Dia menceritakan, kala itu tiga korban masih terombang-ambing di tengah laut dan salah satunya adalah anaknya. Ia berupaya keras menyelamatkan mereka. Namun ia pasrah setelah ketiga korban sempat hilang dari permukaan laut. ‘’Sudah pasrah dan hanya bisa berdoa pada Bhatara Baruna. Lalu sempat melihat kepala muncul. Saat itu saya beranikan diri untuk melakukan pencarian, dan ternyata korban yang berhasil saya selamatkan adalah anak saya sendiri,’’ ucapnya. Setelah berhasil menyelamatkan anaknya, Guna Wijaya kembali berusaha menyelamatkan kedua korban lainnya, namun tidak membuahkan hasil dan justru nyaris ikut terseret jika sejumlah warga tidak
segera menolongnya dengan menggunakan jaring ikan. ‘’Sampai saat ini masih terbayang kejadian saat itu. Apalagi hampir satu jam terombang-ambing di tengah laut,’’ terangnya. Sementara itu, Koordinator Tim Resque Basarnas Bali Wiku Bayuworo mengatakan, proses pencarian mulai dilakukan sejak Kamis sore dengan melibatkan sekitar 12 orang anggota baik dari Basarnas, Pol Air Polres Tabanan, Sabhara Polda Bali, TNI-AL, Rapi dan Sar dari MTA. ‘’Penyisiran hari kedua diarahkan ke timur dan barat baik di tengah laut maupun darat. Ombak cukup besar dan tinggi, itu salah satu faktor menyulitkan pencarian,’’ terangnya. Hingga sore kemarin, tim SAR gabungan terus melakukan pencarian terhadap korban Made Gunarta yang belum ditemukan. Pencarian menggunakan rubber boat, truk angkut personel dan perlengkapan SAR lainnya. (kmb28)
8 Setelah Menggigit Anak Anjing Itu Mati TIDAK disangka sama sekali, anak anjing yang masih kecil itu juga menggigit anak dan juga keponakan Made Karmini. ‘’Rasanya sudah pernah anjing itu divaksin, tetapi setelah menggigit anak anjing itu justru mati,” kata Made Karmini. Sehari-hari, Made Karmini bekerja serabutan untuk menyambung kehidupan keluarganya. Menurutnya, ketika almarhum anaknya digigit, anaknya itu tidak merasakan sakit awalnya. Bahkan, bekas lukanya itu sembuh dengan sendirinya. Karena itu, Karmini tidak merasa waswas kalau kemudian terjangkit rabies. Sehingga dia cukup mengantar anaknya berobat ke dokter di Seririt saja. ‘’Memang saat itu, tidak terdeteksi kalau almarhum anaknya tertular virus rabies,’’ tambahnya. Namun, berselang beberapa lama, tibatiba anaknya mengeluh kedua kakinya sakit. Bahkan, kakinya sulit digerakkan. Selain itu, badannya lemas dan nafsu
BULELENG
Sabtu Wage, 4 Mei 2019
makannya menurun. Khawatir dengan kondisi anaknya itu, kemudian diantar ke Rumah Sakit Pratama Tangguwisia. Dari sini, kondisinya semakin kritis dan dirujuk ke IGD RSUD Buleleng. “Dari awal setelah digigit hingga luka kakinya sembuh, anak saya tidak merasa sakit dan tetap bisa sekolah,’’ tambahnya. Tetapi beberapa hari sebelum diajak ke rumah sakit, dia (almarhum) mengeluh sakit. Selain itu, juga tidak mau makan. Hingga akhirnya dirujuk ke RSUD justru penyakitnya semakin parah. ‘’Saya tidak menyangka gigitan anak anjing kecil itu menjadi penyebab anak kami meninggal dunia,” keluh Made Karmini sedih. Hingga siang kemarin dilakukan observasi. Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah pasien suspect rabies itu diantar ke rumah duka di Pangkung Paruk. Pihak keluarga menunggu proses penguburan sebagaimana tradisi atau kebiasaan di desa itu. (mud)
SUSPECT RABIES – Seorang pelajar SMP asal Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt, meninggal dunia akibat suspect rabies.
Bali Post/kmb38
Digigit Anjing Peliharaan Sendiri Umur Dua Bulan
Pasien ”Suspect’’ Rabies Meninggal Dunia Drh. Wayan Susila
Muncul Gigitan Anjing Rabies
Distan Lakukan Vaksinasi dan Eliminasi
Singaraja (Bali Post) – Menunculnya kasus gigitan anjing rabies yang mengakibatkan terjadi korban jiwa secara langsung ditangani Dinas Pertanian (Distan) Buleleng. Sebagai langkah awal dilakukan koordinasi dengan aparat desa setempat. Sosialisasi itu diupayakan untuk melakukan penyisiran, sebelum digelar tindakan vaksinasi termasuk eliminasi anjing di Desa Pangkung Paruk dan sekitarnya. Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan (Keswan) Drh. Wayan Susila seizin Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian Made Sumiarta mengatakan, hasil penyisiran sementara kasus gigitan anjing itu terjadi Februari 2019 lalu. Selain sempat menggigit empat orang anak-anak, anjing itu juga pernah menggigit dua ekor babi milik warga. Bahkan, babi yang diduga sudah tertular virus rabies itu, malah pernah menggigit kaki kanan Putu Liska Ariani (14). “Kami sudah lakukan koordinasi dengan aparat desa. Mulai Rabu (1/5) dan Kamis (2/5) lalu sudah dilakukan vaksinasi termasuk tindakan eliminasi. Hal itu diupayakan untuk mencegah penularan guna menghindari gigitan anjing rabies itu berulang,” katanya. Di sisi lain, Drh. Wayan Susila mengatakan, sebelum kasus gigitan itu memakan satu orang korban jiwa, Desa Pangkung Paruk dan sekitarnya sudah disasar vaksinasi anjing rabies. Bahkan, capaian vaksinasi menembus 722 ekor atau setara sekitar 83 persen dari perkiraan populasi anjing liar yang diperkirakan ada di desa itu. Menyusul kejadian ini, Distan kembali melakukan vaksinasi untuk mencegah jangan sampai terjadi kasus gigitan ajing itu berulang. Selain itu, menghindari penularan virus rabies pada anjing atau hewan penular rabies (HPR) di Desa Pangkung Paruk, Distan kemudian memutuskan melakukan dua langkah sekaligus, vaksinasi dan juga eliminasi. “Penanganan dilanjutan dua bulan ke depan di Desa Pangkung Paruk. Kami terus monitor perkembangannya sampai dua bulan ke depan,” jelasnya. (kmb38)
Siswa SD Ditemukan Meninggal di Areal Pura
Singaraja (Bali Post) – Seorang siswa SD Kadek Kariani (12) asal Desa Musi Kecamatan Gerokgak ditemukan meninggal dunia di areal Pura Gamang, Desa Banyupoh, Kecamatan Gerokgak, Jumat (3/5) kemarin. Tidak diketahui pasti penyebab korban meregang nyawa. Namun dari keterangan keluarganya disebutkan kalau korban pernah menderita sakit jantung sebelumnya. Kepala Sub-Bagian (Kasubag) Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKB Suratno, S.IK. membenarkan telah menerima laporan kejadian penemuan mayat di areal pura itu. Sebelum kejadian, kata Sumarjaya, korban meminta diantar bersembahyang ke Pura Gamang. Mendapat permintaan itu, korban kemudian diantar sembahyang dengan menaiki sepeda motor. Sampai di pura sekitar pukul 10.20 Wita, korban meminta tidur di jeroan pura. Sedangkan saksi yang mengantar masing-masing Made Mertasih dan I Gede Bawa bersama pemangku kemudian mengurus keperluan persembahyangan. Setelah persembahyangan usai, korban rencananya nunas tirta (air suci - red). Saat itu saksi dan pemangku terkejut setelah menemukan korban sudah tidak sadarkan diri. Bahkan, ketika dibangunkan, tubuh korban sudah sedikit kaku. Mengetahui kondisi itu, saksi kemudian memberi tahu keluarga untuk mengevakuasi korban dari lokasi kejadian. ‘’Benar kami menerima laporan penemuan mayat di areal pura. Pemeriksaan awal korban akan bersembahyang dan saat akan nunas tirta saksi menemukan korban sudah kaku dan dinyatakan meninggal dunia,’’ katanya. Terkait penyebab kematian, Iptu Sumarjaya mengatakan hanya bisa diketahui dari hasil autopsi. Namun dalam kasus ini, pihak keluarga telah menerima kematian korban. Keluarganya menolak dilakukan autopsi. Meski demkian, hasil pemeriksaan saksi dan keterangan keluarga, korban sendiri sebelumnya pernah mengalami sakit jantung. Dengan keterangan itu, polisi menduga bisa saja kematian itu karena penyakit yang pernah dideritanya kambuh dan nyawa korban tidak tertolong. ‘’Keluarga korban tidak mau melanjutkan secara hukum. Selain itu kami dapat keterangan kalau korban pernah menderita sakit jantung dan apakah penyakit itu kambuh dan menyebaban kematian, kami belum bisa simpulkan,’’ jelasnya. (kmb38)
Singaraja (Bali Post) – Kasus penularan penyakit rabies di Buleleng kembali memakan korban jiwa. Kali ini seorang pelajar SMP, Komang EA (14) asal Dusun Lebah Mantung, Desa Pangkung Paruk meninggal dunia saat dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Buleleng. Sebelumnya, pasien menunjukkan gejala ciri-ciri tertular virus rabies. Ini dikuatkan sekitar dua bulan lalu, pasien itu digigit anjing peliharaannya sendiri yang berumur antara satu sampai dua bulan. Dari informasi yang dikumpulkan di lapangan Jumat (3/5) kemarin menyebutkan, pasien itu sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Pratama Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt. Saat itu, tubuhnya lemas dan kedua kakinya tidak bisa berjalan normal. Bahkan, nafsu makan pasien semakin menurun. Lantaran penyakitnya belum bisa ditangani, Kamis (2/5) lalu, pasien itu dirujuk ke IGD RSUD Buleleng. Justru kondisi kesehatan pasien itu kian kritis saja. Sehingga
perawatan dilakukan di ruang isolasi. Tim dokter yang merupakan spesialis sarap dan spesialis anak kemudian melakukan penanganan pada pasien suspect rabies itu. Tindakannya, diberikan suntikan Vaksin Anti-Rabies (VAR). Dalam proses penanganan yang dilakukan tim dokter itu, pasien belum juga keluar dari fase kritis. Bahkan, keadaannya semakin memburuk sampai akhirnya Jumat (3/5) dini hari kemarin, pasien dinyatakan meninggal dunia.
Direktur Utama (Dirut) RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana, M.Kes. didampingi Humas RSUD Buleleng Ketut Budiantara mengatakan, saat menerima rujukan, kondisi pasien itu sudah menunjukkan tanda-tanda pasien terjangkit suspect rabies. Kondisi pasien lemas, tidak mampu berjalan seperti lumpuh, selain itu juga muntah-muntah. Pihak keluarga menyebutkan sebelum jatuh sakit, pasien memiliki riwayat tergigit anjing peliharaannya sendiri. Karena sudah berlangsung sekitar dua bulan, luka bekas gigitan di kaki itu tidak nampak lagi. Dari fakta itu, tim dokter menyebut kalau pasien itu memang suspect rabies. “Kita sudah melakukan penanganan sesuai standar operasional prosedur (SOP) sebagaimana penanganan pasien suspect rabies. Pasien sudah di-
berikan VAR satu kali. Saat perawatan di ruang isolasi, kondisi pasien terus memburuk. Kemudian meninggal dunia Jumat (3/5) dini hari. Kasus itu kita nyatakan suspect rabies,” katanya. Sementara itu, orangtua pasien, Made Karmini (40), saat menunggu pemulangan jenazah anaknya menceritakan, sebelum jatuh sakit kaki anaknya digigit anak anjing miliknya yang diperkirakan baru berumur antara satu sampai dua bulan. Anak anjing itu sekitar Februari 2019 lalu menggigit kedua kakinya hingga menimbulkan luka gigitan. Selain Komang EA, dengan berturut-turut anjing itu sempat menggigit saudaranya, Putu Erik Aribowo (20), dan pacarnya, Ketut Ciriani (20), asal Desa Pengulon Kecamatna Gerokgak serta adik besannya, Kadek Yuli Dwi Wahyuni (5). (kmb38)
Bayi Lahir Tanpa Tempurung Kepala
Penanganannya Perlu Ubah KIS Mandiri Jadi KIS PBI Daerah Kebahagiaan pasangan suami-istri (pasutri) Nyoman Bagiarsa (25) dan Ketut Sariati (19), warga Dusun Anta Pura, Desa/Kecamatan Tejakula, nampaknya belumlah lengkap. Pasalnya, bayi perempuan pertama buah kasih pasutri ini lahir dengan kelainan, tanpa tempurung kepala. Sesungguhnya kelainan itu sudah ditemukan ketika usia bayi dalam kandungan berumur tiga bulan saat deteksi USG. Namun, pihak pasutri mengharapkan ada keajaiban alias mukjizat sehingga bayinya bisa terlahir normal. Lalu, bagaimanakah selanjutnya proses penanganan penyembuhan bayi tanpa tempurung kepala itu yang merupakan cacat bawaan sejak lahir?
HARAPAN pasangan suami-istri (pasutri) Nyoman Bagiarsa (25) dan Ketut Sariati (19) bayinya lahir normal gagal. Sebab, Tuhan berkehendak bayi itu harus berjuang hidup dengan organ kepala tak normal. Ayah sang bayi, Nyoman Bagiarsa, yang ditemui di rumahnya Jumat (3/5) kemarin, menceritakan sejak mengetahui istrinya mengandung, dirinya tidak pernah menyangka jika anak pertamanya itu lahir dengan kelainan di kepala. Sejak istrinya mengandung, dia rutin mengantar istrinya memeriksakan kehamilannya ke bidan di desanya. Bahkan, terkadang memeriksakan kandungannya ke Denpasar. Karena kebetulan dia bekerja di Denpasar. “Waktu mulai ngidam dan positif mengandung, terkadang kami periksa di bidan desa. Tetapi kalau pas tidak bisa pulang istri periksa kandungan di Denpasar. Pemeriksaan itu rutin kami lakukan,” terang Bagiarsa. Pria yang sehari-hari menjadi Waker BRI Cabang Gajah Mada Denpasar itu menambahkan sejak menginjak usia kandungan istrinya tiga bulan, ia sepakat periksa USG. Itu dilakukan untuk mengetahui kondisi dan jenis kelamin sang bayi. Istrinya pun melakukan USG di salah satu dokter spesialis kandungan di Denpasar. Dari pemeriksaan itu, dokter menemukan kalau organ bayinya mengalami kelainan. Dokter yang tidak lagi dikenalnya itu sempat menyarankan agar janin itu “diangkat” (digugurkan - red). Tidak ikhlas kandungannya digugurkan, Bagiarsa bersama keluarganya menolak saran. Akhirnya, ia pun tetap menunggu sampai anaknya itu dilahirkan. Setelah jadwal persalinan tiba, akhirnya bayi pertamanya lahir melalui operasi cesar di RSUD Buleleng, Senin (22/4) lalu. Saat itu, kebahagiannya tidak lengkap. Sebab, bayinya itu mengalami kelainan tanpa tempurung kepala. Setelah menjalani perawatan, dokter yang merawat mengizinkan pulang. Untuk perawatan lanjutan, dokter meminta agar bagian kepala bayinya sering ditutup perban. Sementara penanganan lanjutan tidak ditunjukkan oleh sang dokter. “Setelah lahir di kepalanya itu ada benjolan berisi cairan. Cairan itu kalau disentuh lembek. Bayi kami sempat dirawat di inkubator selama beberapa jam, untuk menstabilkan kondisinya,” katanya.
Bali Post/kmb38
TANPA TEMPURUNG KEPALA – Bayi buah pasangan suami-istri (pasutri) asal Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula tanpa tempurung kepala. Meski tidak ada petunjuk lanjutan dari dokter, Bagiarsa hanya menggunakan kain perban untuk menutupi bagian kepala sang bayi itu. Dia dan keluarganya berharap pemerintah atau pihak lain bisa membantu memfasilitasi guna menyembuhkan kelainan pada bayinya yang belum diberi nama tersebut. “Sebagai orangtua tetap kami berusaha mendapatkan kesembuhan anak kami. Sementara ini, kami rawat di rumah. Kalau ada yang memfasilitasi kami ingin kelainan itu disembuhkan dengan cara medis,” harapnya. Kelahiran bayi tanpa tempurung kepala itu, mengundang keprihatinan Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng termasuk para penggiat sosial di Buleleng. Kemarin, Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial, Dinas Sosial Luh Emi Suesti mengunjungi keluarga pasutri, Bagiarsa (25) dan Sariati. Dia menyerahan sejumlah bantuan perlengkapan bayi dan donasi dari para penggiat sosial. Bantuan itu diterima ibu sang bayi malang, Sariati.
Luh Emi Suesti mengatakan, pemerintah daerah sementara ini akan berkoordinasi dengan instansi terkait. Itu diupayakan untuk memproses kelengkapan jaminan kesehatan yang bisa digunakan membantu penanganan lanjutan sang bayi itu. Alasannya, proses persalinan, pasutri ini memakai KIS mandiri yang difasilitasi tempat ayah bayi itu bekerja. Nantinya, jika tidak ada hambatan, Dinsos akan memproses KIS yang dibiayai dari pemerintah daerah. Sehingga penanganan lanjutan untuk kesembuhan bayi mungil tersebut bisa diperoleh. Tindakan operasi, kata Emi dapat dilakukan bila sang bayi telah memiliki KIS itu. “Jika tidak memakai KIS mandiri dari perusahaannya, kami dari Dinsos akan segera memasukkannya pada KIS PBI daerah,’’ ujarnya. Pihaknya akan membantu penerbitan akta dan pembuatan KK-nya. Setelah itu diproses dulu. ‘’Mudah-mudahan bisa secepatnya, sehingga bisa dilakukan penanganan lanjutan,” ujar Luh Emi Suesti. (mud)
GIANYAR
Sabtu Wage, 4 Mei 2019
9
Ubud Royal Weekend 2019
Sarana Edukasi Mengasah Kreativitas
Bali Post/nik
URW - Ketua Panitia URW Tjokorda Gede Agung Ichiro Sukawati saat mendampingi Panglingsir Puri Ubud dan Hermawan Kertajaya menerangkan penyelenggaraan URW keenam.
MENGAMBIL lokasi di Museum Puri Lukisan, Ubud Royal Weekend (URW) keenam digelar selama empat hari, mulai Kamis (2/5) hingga Minggu (5/5) besok. Kegiatan ini tidak hanya mengenalkan budaya Ubud, namun juga memberikan edukasi untuk mengasah kreativitas, khususnya anak muda yang sudah terjun ke dunia usaha. Bahkan ada puluhan wirausaha muda yang terlibat dalam ajang tahunan ini. Panglingsir Puri Ubud Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menerangkan, melalui kegiatan ini pihaknya ingin membagikan ilmu kepada masyarakat luas. Alasan dari upaya ini tidak lain untuk mempersiapkan generasi muda menghadapai tantangan ke depan. “Kita merasakan betapa sulitnya tantangan
ke depan, khususnya untuk menjaga Ubud. Kalau hanya Puri yang bisa bertahan tidak akan berarti, jadi di sini masyarakatnya juga harus diedukasi agar bisa bertahan terhadap tantangan zaman,” katanya didampingi Ketua Panitia URW Tjokorda Gede Agung Ichiro Sukawati saat ditemui di Puri Agung Ubud, Jumat (3/5) kemarin. Mempertimbangkan tantangan tersebut, kata dia, dalam URW keenam ini dilibatkan puluhan UKM yang notabene merupakan generasi muda, khususnya para sekaa teruna di sepuataran Kelurahan Ubud. Mereka yang terlibat diberi stand khusus di areal Museum Puri Lukisan Ubud untuk menawarkan berbagai produk. “Mereka kreatif. Ada yang menawarkan jajanan lokal, namun dikemas sede-
mikian rupa sehingga menarik minat wisatawan,” kata Wakil Gubernur Bali yang akrab disapa Cok Ace ini. Cok Ace menambahkan, dalam kegiatan URW ini juga ada sesi bedah sastra, yakni mengupas Lontar Putra Sesana yang dilaksanakan Kamis (2/5) lalu. Dikatakan, lontar tersebut merupakan warisan milik salah satu masyarakat Ubud. “Kegiatan bedah lontar ini juga selaras dengan upaya pemerintah dalam penguatan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali, makanya diselenggarakan di hari Kamis,” imbuhnya. Ia mengatakan, pada hari itu juga diisi dengan kegiatan diskusi terkait pakem Ubud dalam berbusana adat. Diskusi itu memperkenalkan perkembangan busana adat di Ubud dari massa ke massa. “Kita ingin generasi muda lebih men-
genal pakem berbusana adat, sehingga ke depan mereka dapat untuk terus melestarikannya,” katanya. Sementara itu, Tjokorda Gede Agung Ichiro Sukawati menambahkan, pada URW keenam ini pihaknya menyelenggarakan sesuatu yang baru yakni Festival Inovasi yang diikuti para pelajar SMA/SMK hingga mahasiswa. “Dalam kegiatan ini, mereka diberikan kesempatan untuk sharing menyampaikan gagasan kreatif dan inovatif,” terangnya. Sabtu (4/5) hari ini, URW akan diisi dengan kegiatan talk show bertema Gianyar UKM Day. Kegiatan ini akan mengangkat berbagai isu internasional terkait UKM. Kegiatan ini juga akan dihadiri Menteri Koperasi dan UMKM A.A. Gede Ngurah Puspayoga. (nik)
SOSOK
’’Juru Sapuh’’ LAMA meninggalkan kampung halaman, toh akhirnya ngayah juga di kampung halaman. Begitulah yang dialami I Made Padma, S.H. Pria berusia 64 tahun asal Desa Beng ini menghabiskan waktunya selama 15 tahun di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Kemudian sempat di Bali selama periode 1991-1999. ‘’Setelah di Bali, saya kemudian pindah ke Surabaya,’’ ujar pria yang kini mengemban tugas berat dan mulia sebagai Jero Mangku Pura Dalem Desa Adat Beng dan Gianyar. Ia tinggal di Surabaya cukup lama, sekitar 11 tahun. ‘’Saya dari muda sudah merantau. Selepas SMEA (kini SMK) Gianyar, pergi ke Kupang,’’ ujar bapak tiga putra dan kakek tiga cucu ini. Jero Mangku mengawali kariernya di Jamsostek (kini BPJS Ketenagakerjaan). Di Kupang, ia sempat dilantik sebagai kepala cabang termuda. ‘’Umur 26 tahun. Dilantik oleh Gubernur Ben Mboi,’’ kenangnya.Melakoni takdir sebagai Jero Mangku tentu bukan tanpa alasan kuat karena kakeknya dulu pernah menjalani tugas serupa di Pura Dalem. Ketika kakeknya meninggal, tidak ada lagi yang meneruskan. ‘’Sampai akhirnya saya selalu mendapat firasat untuk selalu datang tangkil, ngayah di pura ini,’’ katanya. Dorongan atau semacam panggilan itu sedemikian kuat, sehingga di mana pun ia berada selalu menyempatkan untuk tangkil serta ngaturang ayah saat pujawali. ‘’Yang penting dapat ngayah, seperti menyapu. Sehingga saya dijuluki juru sapuh atau tukang sapu di pura,’’ ceritanya. Alhasil, perjalanan takdir itu pun menghampirinya. Diawali dalam proses sakral nyanjaan, ia kini mengabdikan dirinya sebagai jan panggul atau jero mangku di Pura Dalem yang diempon oleh dua desa adat yakni Beng dan Gianyar. ‘’Saya menjalaninya dengan tulus, ikhlas serta suka cita. Ngayah kepada sasuhunan,’’ katanya. Sebagai jero mangku yang baru mengawali ‘’masa dinasnya’’ kurang lebih setahun, Jero Mangku Padma kini bersama krama tengah mempersiapkan Karya Agung Dirgayusa Bumi, Tawur Agung, Pedanaan, Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, Ngusaba Dalem dan Ngusaba Pitra. ‘’Puncaknya nanti 14 Agustus 2019. Semoga berjalan lancar. Dumogi labda karya,’’ harap pria yang kini bersama para krama dan prajuru sibuk ngaturang ayah. (pal)
Empat Bulan Tak Digaji
Dewan Pertanyakan Nasib THL Gianyar (Bali Post) Ratusan tenaga harian lepas (THL) di Dinas Satpol PP dan Damkar Gianyar yang empat bulan tidak menerima gaji, mendapat sorotan kalangan DPRD Gianyar. Para wakil rakyat ini menilai sangat aneh persoalan ini dibiarkan lama berlarut-larut. Apalagi ada informasi bahwa sejumlah petugas di OPD tersebut terancam dirumahkan. Ketua Komisi I DPRD Gianyar Ngakan Ketut Putra mengaku sangat meBali Post/kmb35 nyayangkan terkait pemNgakan Ketut Putra biaran terhadap legalitas petugas di OPD tersebut. Terlebih di dinas itu yang bertugas adalah penegak perda dan penyelamat kebencanaan (Damkar). “Berarti eksekutif sendiri yang lalai karena mempekerjakan orang tanpa SK alias pegawai ilegal. Ironis, petugas penegak perda statusnya abal-abal dan pejabatnya lempar kesalahan,” kata Ngakan Ketut Putra, Jumat (3/5) kemarin. Meskipun anggaran tak mencukupi, kata Ngakan Ketut Putra, eksekutif seharusnya sejak awal tahun melakukan penyesuaian. Namun, kenyataannya penyisipan pegawai baru terus terjadi. Saat jumlahnya membengkak, petugas yang sudah mengabdi lama ikut terperangkap dalam status yang tidak jelas ini. “Saat mentok seperti ini, baru ada istilah rasionalisasi. Kenapa tidak dari awal sehingga tidak ada kekecewaan pegawai yang terancam dirumahkan setelah empat bulan bekerja tanpa gaji,” katanya menyesalkan. Politisi asal Sampiang ini menyebutkan sudah berulangkali mengingatkan agar alur rekrutmen THL ini harus jelas. Diawali dengan kelayakan jumlah petugas THL di masing-masing OPD. Kemudian dilaporkan oleh pimpinan OPD ke BKPSDM. Namun yang terjadi sekarang, BKPSDM tidak memiliki data jumlah THL di masing-masing OPD. “Seorang petinggi di ekskutif saja mengakui jika banyak ada pegawai yang belum jelas di Dinas Satpol PP dan Damkar. Ini menunjukkan jika sistem di birokrasi ini tidak jalan,” keluhnya. Ngakan Ketut Putra berharap pemerintah mempertimbangkan pegawai yang sudah lama mengabdi. Bahkan dari laporan yang diterimanya, banyak pegawai ini sudah mendapat seragam dan beberapa di antaranya memiliki kemampuan lebih dari ASN sehingga ditempatkan di garda terdepan. “Kami hanya tidak ingin mendengar ada pegawai yang tak dapat gaji, malah dirumahkan. Saya akan segera memanggil OPD terkait untuk meluruskan hal ini,” tegasnya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
PEMERIKSAAN - Ketua Bawaslu Gianyar Wayan Hartawan saat melakukan pemeriksaan terhadap Kelian Dinas Banjar Badung di Kantor Bawaslu Gianyar.
Kasus Surat Keputusan Memilih Caleg Tertentu
Klian Dinas Banjar Badung Langgar UU Desa Gianyar (Bali Post)-
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gianyar sudah merangkum kajian terkait kasus surat keputusan paruman memilih caleg tertentu di Desa Pakraman Badung, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan. Hasil kajian Bawaslu menyatakan Klian Dinas Banjar Badung sudah melanggar UU 6 Tahun 2014 tentang Desa. Hasil kajian ini pun sudah direkomendasikan ke Perbekel Desa Melinggih, untuk selanjutnya memberikan sanksi. Ketua Bawaslu Gianyar I Wayan Hartawan mengatakan, setelah jajarannya memeriksa sejumlah saksi hingga melakukan kajian, hasilnya dipastikan Klian Dinas Banjar Badung telah melanggar UU Desa. ‘’Hasil kajiannya untuk klian dinas atau perangkat wilayah telah melanggar UU Nomor 6 Tahun 2014 pasal 51 hurup c tentang penyalahgunaan wewenang, tugas, hak dan kewajiban,’’ ujar Hartawan,
Jumat (3/5) kemarin. Menurut Hartawan, hasil kajian tersebut selanjutnya menjadi dasar surat rekomendasi yang diajukan ke Perbekel Desa Melinggih. Bawaslu merekomendasikan agar perbekel memberikan sanksi kepada yang bersangkutan sesuai yang tercantum dalam UU Desa. ‘’Sanksinya diserahkan kepada kepala desa selaku atasannya yang mengangkat dan memberhentikan perangkat wilayah dalam hal ini klian
dinas,’’ katanya. Lantas seperti apa detail sanksi yang akan diberikan? Hartawan terkesan enggan menjawab hal tersebut. Ia menegaskan, langkah selanjutnya diserahkan kepada perbekel untuk memberikan sanksi. ‘’Sanksi itu kewenangannya ada pada Kepala Desa Melinggih. Silakan nanti konfirmasi ke sana,’’ tegasnya. Dikonfirmasi terpisah, Perbekel Melinggih Nyoman Surata mengaku akan
berkoordinasi dengan Camat Payangan. ‘’Kalau memang Klian Dinas Banjar Badung terbukti bersalah dan melanggar ketentuan selaku perangkat desa, maka sesuai kewenangan kami berkoordinasi dengan camat sebagaimana dimuat dalam Permendagri yang mengatur tentang pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa,’’ ujarnya. Mengenai sanksi, kata Surata, pihaknya akan melihat kesalahannya. ‘’Tergantung kesalahannya. Pemberhentian itu kan juga diatur. Sanksi pun ada tahapannya,’’ katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, menjelang pencoblosan pemilu serentak
2019, muncul surat berkop Desa Pakraman Badung, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan. Isinya mengimbau masyarakat desa untuk memenangkan paket satu jalur dari PDI-P. Yakni capres/cawapres nomor 01, caleg DPR-RI Nyoman Parta, caleg DPRD Provinsi Bali Kadek Diana dan caleg DPRD Kabupaten Gianyar Wayan Suartana. Dalam surat itu tertulis, apabila tidak memilih caleg itu, maka dikenakan sanksi Rp 7,5 juta. Surat tersebut ditandatangani oleh empat pengurus desa, yakni Penyarikan A.A. Gede Putra Suwela, Klian Dinas Made Suyantara, Klian Adat Ketut Murkiasa dan Bendesa Wayan Darmika. (kmb35)
TKA Terus Bertambah
Pemkab Raup Miliaran Rupiah dari Retribusi IMTA
Gianyar (Bali Post) Pemkab Gianyar sudah meraup retribusi miliaran rupiah dari Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA). Hal ini sejalan dengan jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang terus meningkat di kawasan seni ini. Tahun ini, target IMTA ditingkatkan menjadi Rp 1,5 miliar. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Gianyar A.A. Dalem Jagadhita mengatakan, berdasarkan data 2018, Pemkab Gianyar meraup retribusi IMTA sebesar Rp 1,946 miliar. Penerimaan itu jauh di atas target yang ditetapkan sebesar Rp 1,2 miliar atau ada kelebihan target Rp 651 juta. Sementara itu, tahun ini target dinaikkan mencapai Rp 1,5 miliar. ‘’Pada dasarnya, estimasi target yang kami tetapkan berdasarkan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) pada tahun sebelumnya,’’ ujar Dalem Jagaditha, Jumat (3/5) kemarin. Dalem Jagaditha mengaku optimistis mampu merealisasikan target itu, bahkan melampaui target tersebut. Berdasarkan data, pada 2018 lalu jumlah TKA yang bek-
erja di Gianyar 115 orang, terdiri dari 71 lelaki dan 45 perempuan. Para TKA itu dipungut retribusi melalui Unit Layanan Terpadu Satu Pintu Ketenagakerjaan Gianyar. ‘’Kebanyakan bekerja di sektor industri pariwisata,’’ jelasnya. Dalem Jagaditha mengatakan, Perda terkait IMTA sesungguhnya sudah disusun sejak 2013, hingga resmi disahkan pada Oktober 2014. Dalam perda tersebut, Pemkab Gianyar sepakat menarik retribusi 100 USD per bulan untuk satu orang TKA. ‘’Setiap tenaga kerja asing wajib membayar pajak 100 USD, sehingga per tahun satu tenaga kerja asing kena pajak 1.200 USD,’’ terangnya. Menurut Dalem Jagaditha, jumlah permohonan IMTA di Gianyar terus mengalami peningkatan setiap tahun. Pada 2015 lalu tercatat ada 71 TKA yang bekerja di kawasan seni ini, sehingga selama setahun itu berhasil ditarik retribusi sebesar 852 USD. Memasuki 2016 terjadi peningkatan pemohonan IMTA menjadi 85, jumlah retribusi yang berhasil ditarik sebesar 1.020 USD. Se-
mentara pada 2017 tercatat ada 101 TKA yang bekerja di Kabupaten Gianyar. Dari jumlah itu diperoleh retribusi mencapai Rp 1.581.463.000. Dalem Jagaditha menam-
bahkan, semua nama dan alamat tenaga kerja asing di Kabupaten Gianyar sudah terdata. Hanya, untuk proses pengawasan kini dilakukan tim pengawas yang ter-
gabung dari sejumlah intansi. ‘’Kewenangan pengawasan dari ketenagakerjaan ada di provinsi. Untuk kepentingan itu, kami selalu berkoordinasi,’’ jelasnya. (kmb35)
JEMBRANA
10
Sabtu Wage, 4 Mei 2019
Belum Ada Sosialisasi ke Warga
Satpol PP Hentikan Pembangunan RSS di Batuagung
Negara (Bali Post) – Proyek perumahan jenis Rumah Sederhana Sehat (RSS) yang diketahui belum berizin di Banjar Anyar, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana ditutup Satpol PP Jembrana, Jumat (3/5) kemarin. Satpol PP yang dipimpin Kepala Bidang Perundang-undangan Daerah I Made Tarma mengatakan, sebelumnya ada pembangunan tanpa sosialiasi kepada masyarakat. Bahkan ada alat berat yang masuk ke jalan kecil menuju lokasi pembangunan.
Bali Post/olo
CEK LOKASI – Sejumlah petugas Satpol PP bersama aparat desa mengecek lokasi pembangunan perumahan RSS di Banjar Anyar, Desa Batuagung.
“Dari pengecekan kami di Dinas Perizinan dan di desa, pembangunan perumahan ini baru proses izin. Saat ini sedang perataan tanah dengan alat berat ke lokasi,” terang Tarma. Mendapati hal tersebut, petugas yang kemarin datang kemudian meminta penanggung jawab proyek guna menghentikan pembangunan. Apalagi ternyata tidak ada sosialisasi kepada masyarakat sekitar maupun ke desa. Berdasarkan pengamatan, kegiatan itu baru mulai penataan lahan. Dari pendaftaran izin, diketahui pembangunan dilakukan CV Mulyajaya Properti yang beralamat di Kelurahan Sangkaragung. Sesuai izin yang ditunjukkan rencananya pihak pengembang membangun di lahan seluas 4.920 m2 untuk Rumah Sederhana Sehat (RSS). Satpol PP turun ke lokasi bersama aparat desa setempat selanjutnya bertemu dengan penanggung jawab di kantor Desa Batuagung. “Setelah kami lakukan mediasi. Meskipun sudah mengurus izin, tapi pihak pengembang itu belum melakukan sosialiasi. Kami minta untuk dihentikan dulu, sampai ada kesepakatan dengan warga sekitar,” tandas Tarma. Dari informasi yang dihimpun, warga sekitar mengaku terkejut adanya aktivitas perataan tanah menggunakan alat berat. Selain alat berat yang masuk ke jalan sempit, di depan lahan yang diratakan itu terpasang papan informasi rumah bersubsidi tipe 28 tiap unitnya. Padahal di lokasi tersebut selain jalannya yang tergolong sempit, pembangunan perumahan bersubsidi itu juga berada di tengah-tengah kebun warga. (kmb26)
Gedung TIC di Teluk Gilimanuk Tertimpa Pohon
Pangdam IX/Udayana Apresiasi Prajurit Pengamanan RDTL
Negara (Bali Post) – Gedung Tourist Information Center (TIC) di kawasan wisata Teluk Gilimanuk tertimpa pohon. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun sebagian atap gedung yang baru dibangun itu mengalami kerusakan. Diduga, pohon trembesi setinggi 20 meter ini tumbang akibat hujan disertai angin yang mengguyur wilayah Gilimanuk, Kamis (2/5) malam. Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, Jumat (3/5) kemarin nampak sibuk mengevakuasi pohon yang melintang di atas atap gedung tersebut. Sebelumnya, pohon berdiameter sekitar 45 cm itu tertanam di depan kantor TIC. Sejak sebelum penataan, pohon itu sudah ada di kawasan Teluk Gilimanuk. Lurah Gilimanuk, Gede Wariana Prabawa, membenarkan pohon yang memang mudah roboh itu ditemukan petugas dan warga pada Jumat pagi sudah dalam kondisi roboh. Dari informasi, tumbangnya pohon itu dipicu hujan yang disertai angin pada Kamis malam. Karena kondisi pohon besar dan perlu penanganan ekstra agar tidak memperparah kerusakan gedung, dilakukan evakuasi dan pembersihan dari BPBD Jembrana. Kepala BPBD Jembrana I Ketut Eko Susila AP mengatakan, petugas melakukan pembersihan dengan memotong batang pohon dengan hati-hati. Hal tersebut agar batang pohon yang menimpa tidak merusak bangunan lainnya. BPBD menerjunkan satu unit mobil tangga serta satu Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk pembersihan. Selain mengakibatkan kerusakan di bagian atap, dahan pohon juga memecahkan kaca jendela dan merusak taman di pinggir bangunan. Diperkirakan, kerugian mencapai Rp 5 juta. (kmb26)
Negara (Bali Post) Panglima Kodam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, Kamis (2/5), melakukan kunjungan kerja ke Yonif Mekanis 741/Garuda Nusantara. Selain memberikan pengarahan kepada prajurit, Pangdam juga mengikuti sejumlah kegiatan yang menghibur prajurit serta istri prajurit, seperti olahraga sepak bola dan menyanyi. Para istri prajurit ini sejak November 2018 lalu ditinggal melaksanakan tugas pengamanan perbatasan Republik Indonesia - Republik Demokratik Timor Leste (RI-RDTL). Pangdam di hadapan para prajurit juga menyatakan apresiasinya pada Yonif Mekanis 741/GN yang dalam melaksanakan tugas di perbatasan tidak ada pelanggaran. Bahkan dalam upaya penggalangan terhadap masyarakat perbatasan, berhasil mengajak masyarakat untuk rela menyerahkan senjata dan amunisi berikut bahan peledak yang disimpan. Dari hasil penggalangan
Di Pasar Tradisional, Harga Bawang Putih Meroket Negara (Bali Post) – Menjelang bulan puasa, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional Jembrana masih relatif normal. Namun, masih ada bahan kebutuhan dapur yang sejak sepekan terakhir harganya meroket, yakni bawang putih. Harga bawang putih di pasar-pasar tradisional antara Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya, rata-rata harga bahan masakan itu Rp 30 ribu per kilogram. “Hampir 50 persen kenaikannya, tadi terakhir naik lagi dari Rp 42 ribu menjadi Rp 45 ribu,” terang Made Astiani, salah seorang pedagang makanan di jalan Udayana. Meskipun harga komoditi lainnya masih terbilang normal, namun kenaikan bawang putih ini juga sangat berpengaruh bagi pedagang. Seperti yang terpantau di Pasar Umum Jembrana, Pasar Umum Gilimanuk dan Pasar Umum Yehem-
itu, sejak pengamanan perbatasan ada 88 pucuk senjata, 1.295 butir amunisi serta granat tangan tajam dan magazen 5 buah yang diserahkan sukarela oleh masyarakat. Jajaran Yonif Mekanis juga berhasil menggagalkan penyelundupan barangbarang dari RI ke RDTL. Di samping juga kegiatan sosial seperti kegiatan bedah rumah yang selama hampir setahun ini sudah terbangun 9 unit rumah dari program 12 unit. Kepada jajaran prajurit di Mako Yonif, Pangdam juga mengingatkan pascapelaksanaan pemilu 17 April, personel tetap siap siaga bilamana dibutuhkan. Personel Yonif Mekanis yang merupakan satuan andalan dalam alutista harus sudah siap bila diperlukan. (kmb26) HIBUR PRAJURIT – Pangdam IX/ Udayana Mayjen TNI Benny Susianto di sela-sela kunjungan kerja di Yonif Mekanis berbaur dengan para prajurit dan istri prajurit.
bang. Bahkan di Pasar Umum Yehembang dalam sehari, kenaikan harga bawang putih Honan hingga Rp 5.000 per kilogram. Dari semula Rp 45 ribu per kilogram menjadi Rp 50 ribu per kilogram. Sejumlah pedagang mengaku tidak mengetahui pasti penyebab harga bawang putih ini naik. Namun memang pasokan yang sebagian dari luar Bali itu sulit didapat. Sementara itu dari pemantauan yang dilakukan Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian Jembrana, sejumlah harga kebutuhan pokok di tujuh pasar tradisional di Jembrana, rata-rata kenaikan terjadi pada komoditi bawang putih dan kacang hijau. Sedangkan untuk komoditi lainnya seperti beras, gula pasir, daging, cabai dan lain-lain masih normal. Bahkan harga cabai merah besar turun Rp 1.000. Dari sebelumnya Rp 25 ribu per kilogram menjadi Rp 24 ribu per kilogram. (kmb26)
Bali Post/olo
TUMBANG – Pohon trembesi di depan TIC Teluk Gilimanuk tumbang hingga menimpa bangunan yang baru beroperasi itu.
Telepon Penting jembrana RSU Negara Pemkab Jembrana DPRD Jembrana KODIM 1617 Jembrana KPU Jembrana
(0365)41006/41806 (0365) 41210 (0365) 41039 (0365) 41025 (0365) 3944
Bali Post/olo
HARGA NAIK – Suasana salah satu sisi di pasar umum Negara kemarin. Di pasar tradisional terbesar di Jembrana ini sejumlah harga pokok masih stabil. Hanya bawang putih yang mengalami kenaikan harga dari mulanya Rp 30 ribu menjadi Rp 50 ribu per kilogram.
Bolos Sekolah, Belasan Siswa Terjaring Negara, (Bali Post) Jajaran Satpol PP Jembrana, Jumat (3/5) mengamankan belasan siswa yang bolos dari sekolah. Belasan siswa tersebut kedapatan nongkrong dan berada dalam kamar sebuah warung di Banjar Puana, Desa Baluk, Kecamatan Negara. Dari 13 siswa yang diamankan tersebut 10 orang laki-laki berpakaian seragam pramuka yang merupakan siswa SMA dan SMK terkemuka di Jembrana. Sedangkan tiga orang perempuan berstatus pelajar SMP Negeri di Jembrana. Ketika diamankan, ketiga siswi tersebut berpakaian minim dan seksi. Tiga siswi SMP yang diamankan ini bahkan sempat mengelabui petugas dengan menyebut mereka bersekolah di sekolah SMA di Kecamatan Mendoyo. Kedok mereka kemudian terkuak berkat seragam olahraga yang ditemukan di dalam tas mereka. Kasi Dalmas Satpol PP Jembrana Agung
Heru Setiawan mengaku bahwa belasan pelajar tersebut diamankan lantaran adanya keluhan masyarakat yang resah dengan kelakukan mereka. Selain diamankan di sekitar warung, ada pelajar perempuan malah ditemukan di dalam sebuah kamar warung bersama siswa laki-laki. Agung Heru mengatakan, di warung tersebut ada siswa dan siswi yang sering kedapatan membolos. “Di warung itu mereka kumpul. Jadi warga pada resah karena dinilai tidak wajar sebab selain membolos diduga melakukan hal yang aneh-aneh karena berada di dalam kamar. Jadi warung ini berada di dalam rumah,” katanya. Kadis Pendidikan Kabupaten Jembrana Ni Nengah Wartini menyayangkan kejadian tersebut. Diharapkan ke depan kejadian tersebut tidak sampai terulang lagi. Peran serta semua pihak baik sekolah dan orang tua serta masyarakat diperlukan dalam
hal pengawasan anak-anak terutama anak sekolah. “Disiplin di sekolah harus diterapkan,” jelasnya. Dinas Pendidikan Kabupaten Jembrana mengaku sudah memanggil pihak sekolah dan guru BK, tempat tiga siswi SMP ini bersekolah untuk mengetahui perilaku anak tersebut di sekolah. Bahkan mereka juga diberikan pembinaan dan dibuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya di kantor Satpol PP Jembrana. Dinas Pendidikan Jembrana nantinya juga akan mengintensifkan peran guru BK untuk memberikan pembinaan terhadap tiga siswi SMP yang ditemukan membolos bersama 10 siswa SMA/SMK tersebut. (kmb) AMANKAN - Jajaran Satpol PP Jembrana mengamankan belasan pelajar yang membolos.
PENUH PERHATIAN- “Kasih ibu kepada beta. Tak terhingga sepanjang massa. Hanya memberi tak harap kembali. Bagai sang surya menyinari dunia”. Seperti lirik lagu kasih seorang ibu terhadap putraputrinya sepanjang masa tanpa pamrih. Begitupula dengan Ibu Putri Koster ketika berkunjung ke Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya Jembrana. Beliau menyempatkan diri untuk menyentuh dan memeluk putra-putri harapan bangsa sebagai generasi emas. Mengajak mereka bergembira bernyanyi dan menari. Bunda Putri Koster menyentuh generasi emas dengan perhatian yang tulus ikhlas.
Sabtu Wage, 4 Mei 2019
Karangasem
11
Minggu Besok
KPU Gelar Pleno Rekapitulasi Suara Kabupaten Amlapura (Bali Post) Mengingat telah selesainya Rekapitulasi Suara Hasil Pilpres dan Pileg di masing-masing PPK, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem akan melaksanakan pleno rekapitulasi suara tingkat kabupaten. Agenda pleno rekapitulasi suara itu akan dilaksanakan Minggu (5/5) besok. Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana, Jumat (3/5) kemarin mengungkapkan, pelaksanaan pleno di PPK sudah selesai. Prosedur selanjutnya, pihak KPU akan melaksanakan pleno rekapitulasi suara tingkat kabupaten Minggu (5/5) besok dan tempat pleno itu di Vila Taman Surgawi Ujung. “Tadi kita sudah menggelar rapat koordinasi dengan Polres Karangasem di Mapolres terkait pelaksanaan pleno itu,” ujarnya. Krisna menambahkan, dari hasil rapat yang dilaksanakan, mobil atau kendaraan KPU dan jajarannya akan dipasangi tanda pengenal atau stiker. Dan untuk memonitoring selama pelaksanaan proses rekapitulasi penghitungan suara itu, juga akan dipasang CCTV di beberapa titik di tempat kegiatan penghitungan suara itu. “Nanti akan dipasang police line yang akan dijaga ketat petugas kepolisian. Selain petugas KPU, dilarang mengakses. Penyelenggara juga harus memiliki tanda pengenal yang melekat secara jelas dan resmi. Mekanisme standar itu dilakukan sebagai upaya formil untuk mengawal selama berlangsungnya puncak kegiatan yang merupakan momen sangat penting itu setelah hari H pemilihan 17 April lalu ,’’ tegas Krisna Armada dan personel kepolisian telah disiagakan untuk melakukan proses pengamanan kotak suara bersama jajaran KPU yang memiliki tanggung jawab itu. Kegiatan tersebut melibatkan sedikitnya 200 personel petugas keamanan. (kmb41)
RAPAT KOORDINASI - KPU Karangasem saat melaksanakan rapat koordinasi dengan Polres Karangasem, Jumat (3/5) kemarin.
Siswa SMK PGRI Amlapura Sabet Juara Fotografi Nasional di Jakarta
Amlapura (Bali Post) Prestasi membanggakan kembali ditorehkan salah seorang siswa SMK PGRI Amlapura. Bagaimana tidak, siswa kelas XI Jurusan Multi Media atas nama I Nengah Arta Dana mampu meraih juara pertama lomba fotografi nasional. Ajang lomba fotografi itu diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Pusat di Jakarta, Kamis (2/5) lalu. I Nengah Arta Dana mengaku bangga dengan prestasi yang diraihnya itu. Pasalnya, pada lomba fotografi nasional itu, ia bersaing dengan belasan kontestan dari seluruh Indonesia khusus kategori pelajar. ‘’Sudah pasti saya bangga karena telah mampu memberikan prestasi untuk sekolah pada level nasional. Ini semua berkat kerja keras semua pihak, hingga bisa menorehkan hasil optimal seperti ini,’’ ujar Arta Dana sumringah. Arta Dana menambahkan, jika dalam lomba itu ia mengambil tema penguatan pendidikan dan budaya. Pe-
nilaiannya langsung dilakukan tim juri dari Kementerian Pendidikan. ‘’Yang jadi penilaian dewan juri adalah kecocokan tema yang diambil. Selain itu, teknik pengambilan narasi foto. Saya sangat berharap ke depannya prestasi seperti ini bisa berlanjut pada lombalomba sejenis,’’ harap Arta Dana. Kepala SMK PGRI Amlapura I Ketut Sutarsa menyatakan rasa bangga dengan raihan prestasi anak didiknya itu yang mampu meraih juara satu lomba fotografi tingkat nasional. Hasil yang diraih ini tidak lepas dari sebuah proses yang dilakukan pihak sekolah, pendamping, dan siswa itu sendiri. Sutarsa menambahkan, dengan keberhasilan yang diraih ini, pihak sekolah akan terus memacu semua siswa serta para guru pendamping agar terus meningkatkan kompetensi di bidang ilmu masing-masing. Dengan begitu nantinya anak didiknya mampu bersaing di setiap
lomba baik lokal, nasional, bahkan internasional yang akan diikuti kelak. ‘’Ini bukan titik akhir, tetapi merupakan awal dari sebuah perjuangan. Kita juga menambah volume lomba di tingkat provinsi maupun nasional. Karena di kabupaten jarang ada event seperti ini. Lomba kebanyakan tingkat provinsi maupun nasional,’’ katanya. Sementara itu, guru pendamping I Wayan Gede Artawa juga mengaku bangga atas prestasi yang diraih siswanya itu. Apalagi, prestasi yang direbutnya itu kategori nasional. Sudah pasti, raihan prestasi itu menjadi sebuah kebanggaan siswa itu sendiri termasuk sekolah tentunya. ‘’Saya berharap prestasiprestasi luar biasa ini senantiasa lahir dari hasil karyakarya anak didik kita dari SMK PGRI Amlapura. Prestasi luar biasa yang diperoleh ini merupakan sebuah proses dan juga motivasi agar kelak bisa lebih baik lagi ke depannya,’’ harap Artawa. (kmb41/k100)
Bali Post/kmb41
JUARA I - Siswa SMK PGRI Amlapura, I Nengah Arta Dana, (tengah) bersama Kasek I Ketut Sutarsa (kanan) dan guru pendamping I Wayan Gede Artawa (kiri) setelah meraih juara I lomba fotografi tingkat nasional di Jakarta.
Bali Post/kmb41
SMAN 2 Amlapura Gelar Perpisahan Siswa Kelas XII
Miyasa Minta Siswa Jaga Nama Baik Sekolah Amlapura (Bali Post) SMAN 2 Amlapura melaksanakan kegiatan perpisahan. Acara pelepasan reguler tahunan itu khusus untuk siswa kelas XII tahun ajaran 2018/2019. Perpisahan itu dihelat sangat sederhana karena cukup digelar di wantilan sekolah, Jumat (3/4) kemarin. Perpisahan dihadiri seluruh siswa kelas XII, XI dan X beserta seluruh guru termasuk undangan lainnya. Kepala SMAN 2 Amlapura I Nengah Miyasa mengungkapkan, kegiatan perpisahan kelas XII itu memang rutin dilaksakan setiap tahunnya. Tahun ajaran 2018/2019 ini, jumlah siswa yang mengikuti perpisahan sebanyak 309 siswa berasal dari tiga jurusan yakni IPA, IPS, dan IPB. ‘’Untuk siswa IPA jumlah siswanya sebanyak 203, IPS 88 dan IPB 18 siswa,’’ ujarnya. Miyasa menambakan, acara pelepasan siswa kelas XII itu sebagai simbol bahwa mereka telah menyelesaikan proses belajarnya di SMAN 2 Amlapura ini. Kegiatan itu juga bertujuan menunjukkan segala bentuk kegiatan berkaitan kreativitas siswa. Kendati nantinya siswa, kata Miyasa, sudah tidak lagi mengenyam pendidikan di sekolah ini, tetapi mereka diharapkan masih tetap menjalin tali kekeluargaan dengan pihak sekolah sehingga tidak terputus sampai di sini. ‘’Kami menaruh harapan emas kepada siswa. Siswa yang mengikuti perpisahan ini nantinya ada yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi, dan ada juga yang
mencari perkerjaan. Perjuangan masih panjang tak sampai di sini saja. Kami pesankan kepada seluruh siswa agar tetap menjaga nama baik sekolah di mana pun berada, sehingga nama sekolah bisa tetap harum terjaga. Saya berharap semua siswa nantinya lulus 100 persen,’’ ujarnya. Setiap siswa diyakini memiliki impian. Ada tiga kunci untuk bisa mewujudkan impian tersebut, yakni keinginan atau niat, ada usaha keras dan selalu berdoa. Jadi, dengan tiga kunci itu, pihaknya meyakini apa yang menjadi cita-cita siswanya nantinya bisa terwujud. ‘’Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh siswa yang selama
ini sudah memberikan yang terbaik. Terutama melalui prestasi-prestasi yang ditorehkan selama ini untuk sekolah. Prestasi itu nantinya agar bisa dilanjutkan di perguruan tinggi bagi siswa yang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Dan juga di tempat kerja bagi yang bekerja,’’ harapnya. Ketua Komite I Ketut Latri mengatakan selama menjalani pendidikan di SMAN 2 Amlapura semua siswa telah menunjukkan perubahan karakter yang cukup berarti. Selain itu para siswa diyakini telah mampu meningkatkan prestasi dari tahun ke tahun. Semua ini tidak bisa dilepaskan dari sentuhan para guru yang telah dengan sabar membina dan mendidik mer-
eka selama tiga tahun. Latri berpesan kepada seluruh siswa supaya tidak pernah lupa dengan jasa-jasa guru yang mendidiknya selama ini. Setelah meninggalkan sekolah ini, ia berharap bisa membawa harapan emas ketika melanjutkan pendidikan pada jenjang lebih tinggi. Jangan ada siswa sampai berhenti menimba pendidikan. ‘’Kami berpesan tetap menjaga nama baik sekolah ini. Tunjukkan sikap santun dan disiplin tinggi bahwa kalian merupakan siswa lulusan SMAN 2 Amlapura yang baik. Sehingga suatu saat nanti bisa memberikan prestasi di mana saja kalian menjalani pendidikan dan juga bekerja kelak,’’ pinta Latri. (kmb41/k300)
Bali Post/kmb41
PERPISAHAN - Kegiatan perpisahan siswa kelas XII SMAN 2 Amlapura dilaksanakan di wantilan sekolah, Jumat (3/5) kemarin.
19 Napi Perempuan Dipindahkan ke Lapas Karangasem Murni karena Lapas Denpasar ’’Overcapacity’’ Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Denpasar memindahkan belasan narapidana perempuannya ke Lapas Kelas II B di Karangasem. Pemindahan itu dilakukan pada Kamis (2/5) malam. Ada beberapa pertimbangan dilaksanakan pemindahan napi ke lapas II B itu. Salah satu pertimbangannya karena daya tampung napi di Lapas Perempuan Kelas II A Denpasar mengalami overkapasitas. Apakah pertimbangan para narapidana perempuan itu harus dipindah ke Lapas Kelas II B di Karangasem dari Lapas II A Denpasar? KEPALA Lapas Kelas II B Karangasem Rochkidam mengungkapkan, memang benar ada 19 narapidana perempuan yang dipindahkan dari Lapas Perempaun Kelas II A Denpasar. Pemindahan itu dilakukan mengingat daya tampung narapidana di Lapas Perempuan Kelas II A Den-
pasar sudah sesak alias overcapacity. Kondisi Lapas II A Denpasar itu memang sudah sangat crowded. Jadi, karena overkapasitas itu kemudian ada kebijaksanaan napi itu dipindah. ‘’Para napi perempuan itu tiba di Lapas Kelas II B Karangasem malam hari pukul 21.30
wita. Kepindahan napi itu mendapat pengawalan relatif ketat dari petugas kepolisian,” ujarnya. Rockhidam menambahkan, napi yang dipindahkan ini dengan berbagai latar belakang kasus berbeda. Salah satunya adalah masalah narkoba. Masa hukuman untuk setiap napi itu juga berbeda beda. Ada yang masa pidananya satu tahun. Ada juga dua dan tiga tahun. Malah ada yang harus menjalani hukuman 12 tahun penjara. ‘’Tidak ada permasalahan krusial. Para napi perempuan itu dipindahkan karena kondisi Lapas Perempuan Kelas II A Denpasar, penuh sesak,’’ tegasnya. Para napi perempuan ini dipindah ke Lapas Kelas II B Karangasem, kata Rochidam, lantaran daya tampung Lapas Perempuan Kelas II
A Denpasar overkapasitas. Para napi perempuan yang dipindah itu di Lapas II B di Karangasem, juga khusus ditempatkan di blok wanita. Mereka tidak digabung semuanya, melainkan dipisah dengan jumlah berbeda sesuai besar kamarnya. ‘’Sudah pasti yang menjadi pertimbangan adalah kapasitas daya tampung dari ruang lapas itu,” tegasnya. Salah seorang napi, Elisa Tri Ayu Anna, mengakui kalau dirinya menjalani hukuman selama dua tahun enam bulan. Hukuman itu harus dilakukan setelah tujuh bulan lalu dirinya terjerat kasus narkoba. “Saya baru menjalani hukuman selama enam bulan. Jadi, saya harus tuntaskan masa hukuman dua tahun lagi baru kemudian bisa bebas,” terangnya. (nan)
Bali Post/kmb41
NAPI PEREMPUAN - Para narapidana (napi) perempuan yang dikirim dari Lapas Perempuan Kelas II A Denpasar ke Lapas Kelas II B Karangasem, Kamis (2/5) malam.
KLUNGKUNG
12 SOSOK Semangat Gotong Royong SUDAH dua kali pelaksanaan ngaben massal di Desa Jungut Batu, Nusa Penida. Seluruh pelaksanaannya berjalan lancar. Uniknya, warga setempat yang mengikutinya, tidak dikenakan urunan apapun, karena semua terbangun dalam semangat gotong royong. Beda dengan pelaksanaan ngaben massal di tempat lain, yang urunannya bisa mencapai jutaan rupiah per pemilik sawa. Bendesa Jungut Batu Ketut Gunaksa, belum lama ini, mengatakan pendanaan ngaben massal di desa setempat didapat dari proses penggalian dana kepada pihak swasta dan kalangan usaha tertentu. Ini membuat warga, khususnya para pemilik sawa sebanyak 49 sawa merasa amat terbantu, karena tidak lagi memikirkan biaya. “Ini pelaksanaan yang kedua. Ngaben massal yang pertama, sawa-nya lebih banyak mencapai 59. Sama juga tanpa ada iuran. Semuanya bisa terlaksana dengan baik,” kata Ketut Gunaksa. Ngaben massal ini merupakan program empat tahunan Desa Adat Jungutbatu. Rangkaian pelaksanaannya baru tuntas pada Kamis (2/5) lalu dengan pelaksanaan nuntun, setelah rangkaian pelaksanaan ngaben sejak 14 April lalu. Ketut Gunaksa menyampaikan apresiasi atas semangat warga dan prajuru desa adat serta pihak terkait yang membantu, yang dengan penuh kebersamaan menggelar upacara pitra yadnya ini sampai tuntas. Semangat gotong royong ini agar selalu dijaga dan ditanamkan kepada generasi muda sebagai penerus di banjar. “Semangat gotong royong dan kebersamaan ini harus tetap dijaga agar bisa dicontoh oleh generasi penerus. Selama saya menjadi bendesa, ngaben tanpa urunan atau iuran akan kami pertahankan untuk meringankan beban masyarakat yang memiliki sawa,” kata Gunaksa, yang baru saja dipercaya masyarakat terpilih sebagai anggota DPRD Klungkung, dapil Nusa Penida ini. (gik)
Festival Semarapura Ditutup
Pelaku UKM Diminta Siap Bersaing Semarapura (Bali Post) Festival Semarapura ke-4 ditutup, Kamis (2/5) malam. Pelaksanaan festival tahun ini disambut baik masyarakat. Pameran yang digelar dan hiburan yang ditampiklan cukup menarik. Bahkan berdampak terhadap perputaran ekonomi dan bertumbuhan UKM baru. Pelaku UKM yang diberi kesempatan tampil dalam festival tersebut diharapkan mampu mengembangkan produknya dan siap bersaing secara global. Demikian disampaikan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Jumat (3/5) kemarin, setelah sukses menggelar Festival Semarapura tahun ini. Dia mengatakan tahun ini selama pelaksanaan festival, dikatakan telah terjadi perputaran ekonomi mencapai Rp 1,068 miliar lebih. Didominasi dari aspek kuliner, mencapai Rp 865 juta lebih, selama pelaksanaan festival selama lima hari. Selain itu, bursa kerja atau job fair yang dibuka juga menyerap ratusan tenaga kerja baru. Tetapi kesempatan ini dikatakan belum terserap maksimal, karena banyak yang tidak memenuhi persyaratan. “Festival ini sesungguhnya kesempatan bagi pelaku UKM untuk memperkenalkan produknya. Selanjutnya, setelah bertemu pasar, para pelaku UKM ini harus mampu menjalin komunikasi dengan pasar itu. Ini dampak yang harus dikejar selanjutnya,” kata Bupati Suwirta. Demikian juga para pelaku UKM khususnya kuliner, dengan respons tinggi masyarakat yang hadir, se-
lanjutnya bisa memberanikan diri melanjutnya usahanya, setelah dikenal baik oleh publik. Agar, ke depan menjadi pelaku UKM yang semakin profesional. Festival ini menjadi ruang bagi pelaku UKM untuk menguji kemampuannya, untuk selanjutnya mandiri dan siap bersaing. Penutupan festival dilaksanakan di depan Monumen Puputan Klungkung, dengan menampilkan penyanyi Rizky Febian. Festival yang digelar selama lima hari ini berhasil menyedot sekitar 180.036 pengunjung. Kunjungan tercatat merata, baik di stan kuliner maupun stan UMKM. Dari data yang didapat, omzet di kedua stan tersebut juga terbilang cukup tinggi, yakni sekitar Rp 1,068 miliar lebih. Selama lima hari pelaksanaan festival selalu ramai pengunjung. Dari data yang tercatat selama lima hari pelaksanaan festival, pameran kuliner yang terdiri dari 54 stan berhasil melakukan transaksi sekitar Rp 865 juta. Sedangkan stan UMKM yang terdiri dari 55 stan mencatat transaksi sekitar Rp 63 juta. Perhelatan Festival Semarapura ke-4 berlangsung mulai 28 April sampai 2 Mei 2019. Kegiatan ini bertujuan untuk mempromosikan berbagai potensi baik seni budaya maupun wisata alam yang ada di Klungkung. Selama festival berbagai kegiatan dilaksanakan. Penampilan paling spektakuler adalah tarian kolosal Telek Desa Jumpai yang dibawakan oleh 2.019 penari serta sejumlah kelompok kesenian lainnya di Klungkung. (kmb31)
Bali Post/kmb31
PENUTUPAN - Rizky Febian saat tampil dalam penutupan Festival Semarapura, Kamis (2/5) malam.
Sabtu Wage,4 Mei 2019
Angka Kemiskinan Ditargetkan Turun Jadi 3 Persen Semarapura (Bali Post) Program kerja dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2018-2023 ini merupakan hasil dari kegiatan turun ke lapangan pada periode sebelumnya. Prioritas RPJMD ini adalah pada penanganan kemiskinan. Pemerintah daerah menargetkan mampu menurunkan angka kemiskinan menjadi 3 persen. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta belum lama ini menegaskan prioritas penanganan kemiskinan dituangkan dalam misi ketiganya, yakni menguatkan perekonomian dan meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat, melalui pemberdayaan dengan konsep kemitraan. Pemerintah daerah menargetkan mampu menurunkan angka kemiskinan dari 6,29 persen menjadi 3 persen. Ini sinergi dengan program bantuan pelatihan
dan penyaluran tenaga kerja ke luar negeri, pemberdayaan organisasi wanita, mewujudkan kota layak anak, hingga pemberdayaan disabilitas sesuai kompetensinya. Sementara secara makro, Bupati Suwirta ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dengan program prioritas, meningkatkan promosi investasi dan hasil industri kecil dan kerajinan. Melanjutkan revitalisasi Pasar Umum Semarapura dan pasar desa dan pembangunan mall pelayanan publik, di samping pemberdayaan BUMDes dan koperasi untuk mengendalikan inflasi daerah. Meningkatkan PAD 100 persen. Menciptakan sumbersumber ekonomi alternatif. Mengembangkan kawasan strategis pariwisata Tegal Besar-Goa Lawah untuk percepatan kawasan Perkotaan Semarapura sebagai pusat pengembangan wilayah Bali
Timur. Meningkatkan promosi investasi, hasil industri kecil dan kerajinan. Disinggung mengenai upaya pembangunan ekonomi, khusus untuk kawasan galian C, Bupati Suwirta ingin mengembangkan kawasan eks galian C sebagai kawasan pariwisata terpadu terbesar di Bali. Ini menjadi salah satu tujuan besar lima tahun ke depan, bersama pengembangan destinasi wisata unggulan, maupun pengembangan desa wisata berbasis kearifan lokal. Pemerintah daerah akan membentuk BPD (Badan Pengelola Destinasi) Pariwisata, guna menggarap semua itu, didukung dengan pelaksanakan festival di empat kecamatan dan sertifikasi tenaga kerja yang akan mengelolanya. Demikian juga di bidang pendidikan, khususnya infrakstruktur sekolah juga harus dikebut. “Bidang pendidikan ini, sasaran utama
kami adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia),” kata Bupati Suwirta. Selain itu, juga ditekankan adalah aspek pemenuhan hak dasar masyarakat dan memaksimalkan sektor-sektor pendapatan daerah. Salah satunya, adalah menggenjot pembangunan Pelabuhan Segitiga Emas, dimana nantinya akan menjadi satu kesatuan dengan badan pengelola yang sedang dirancang pemerintah daerah. Sementara, disinggung soal infrakstruktur, Bupati Suwirta menegaskan bahwa seluruh akses jalan di Kepulauan Nusa Penida, termasuk Lembongan dan Ceningan, dikatakan sudah masuk kategori jalan prioritas nasional. Bupati Suwirta (kmb31)
Bali Post/kmb31
BPN Kebut Penuntasan Status Lahan Eks Galian C
Semarapura (Bali Post) Rencana pembangunan pusat kebudayaan yang memanfaatan eks galian C di Klungkung, disikapi serius Pemkab Klungkung. Pemkab kini bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klungkung sedang mempercepat proses penuntasan status tanah eks galian C. Proses tersebut sedang dikebut melalui Program Pendaftaran Sistematis Lengkap (PTSL) BPN. Ini untuk memperjelas mana tanah pribadi warga dan aset pemerintah daerah. Sekda Klungkung Putu Gede Winastra, Jumat (3/5) kemarin mengatakan, pihaknya kini sedang men-
dukung proses PTSL ini melibatkan OPD terkait, camat, sedahan hingga perbekel. “Targetnya satu bulan sudah
selesai agar status tanahnya jelas. Mana tanah warga, mana tanah pemerintah,” katanya.
Bali Post/kmb31
GALIAN C - Eks galian C saat ini dipasangi portal agar truk pasir tidak bisa masuk.
Sementara mengenai teknis rancangan fisiknya seperti apa, termasuk pendanaannya, itu menjadi tanggung jawab Pemprov Bali. Rencananya, dananya akan menggunakan APBN. Namun, sebelum sampai pada proyek pusat kebudayaan, pembangunan kanalisasi Tukad Unda harus diselesaikan lebih dulu. Tujuannya, agar alur sungai yang berhulukan Gunung Agung ini, jelas bisa langsung mengalir ke laut. Menurut Sekda, rencana kanalisasi Tukad Unda kini juga sedang menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan pusat. Pihak balai, dikatakan sudah mengantongi gambar kanalisasi Tukad Unda. Namun, sejauh mana implementasi rencana tersebut, dikatakan juga sedang digodok oleh pihak balai. Artinya, eks galian C di Klungkung ini sedang menjadi perhatian bersama, seluruh pihak yang terlibat agar bersamasama mengubahnya sesuai perencanaan pemerintah. Namun, proyek kanalisasi Tukad Unda, juga memerlukan penyelesaian status tanah terlebih dahulu. Kalau dibuat lurus langsung ke
laut, tanah mana yang akan kena dan tanah mana yang harus dibebaskan lebih dulu, harus jelas. “Ini semua pihak sedang berjalan. Penyelesaian status tanah, rencana kanalisasi Tukad Unda. Baru proses pembangunan sesuai rencana Pemprov Bali. Ini menjadi salah satu fokus pembangunan infrastruktur Bali,” tegasnya. Dalam Perda Nomor 1 Tahun 2013 tentang RTRW 2013-2033 lahan eks galian C itu diperuntukkan sebagai lahan pelabuhan dan pengembangan fasilitas kepariwisataan. Sehingga jika masalah status tanah dapat diatasi, izin prinsip hanya akan dikeluarkan sesuai dengan peruntukan di atas. Untuk diketahui, kegiatan penambangan galian C di Kabupaten Klungkung dihentikan sejak 24 Desember 2002. Kegiatannya dihentikan melalui Instruksi Bupati Klungkung No. 3 Tahun 2002, atas dasar makin besarnya degradasi lingkungan. Dari luasnya mencapai sekitar 300,955 hektar, bagian yang tergali mencapai sekitar 290, 48 hektar. (kmb31)
Porsenijar Libatkan 1.675 Atlet dan 300 Seniman Semarapura (Bali Post) Sebanyak 1.675 atlet dan 300 seniman kembali unjuk kebolehan dalam Porsenijar (Pekan Olahraga dan Seni Pelajar) tahun ini. Ini sebagai upaya untuk menumbuhkan bibit-bibit atlet dan seniman daerah, yang bisa membawa nama baik daerah ke depan, dalam persaingan olahraga dan seni. Ini juga sebagai upaya untuk melestarikan seni budaya di Klungkung. Kepala Dinas Kebudayaan kepemudaan dan Olahraga Klungkung I Nyoman Mudarta mengatakan, peserta Porsenijar merupakan kontingen tingkat SD, SMP, SMA dan SMK se-Kabupaten Klungkung. Kegiatan itu melibatkan 1.675 atlet dan 300 seniman terbaik dari hasil seleksi di kecamatan dan sekolah. Pada bidang olahraga dipertandingkan 11 cabang olahraga (cabor) yang dilaksanakan pada 30 April sampai dengan 9 Mei 2019. Cabang atletik dilaksanakan di Lapangan Swecapura, karate dan pencak silat di GOR Swecapura, bulutangkis di GOR Praja Shanti, tenis meja di Gedung PTM Tema Desa Tangkas, catur di SMPN 3 Semarapura, renang di Kolam Renang Wisata Tirta Srinadi, woodball di Lapangan Paksebali Dawan, gate ball di Lapangan Puputan Klungkung, dan pentaque di lapangan Pentaque Swecapura. Sementara cabor kricket dilaksanakan pada tanggal 30 April di Lapangan Swecapura. Sementara pada cabang seni dilombakan 14 nomor seni yang dilaksanakan dari tanggal 7 Mei sampai dengan 9 Mei 2019, yakni Tari Gabor, Topeng Arsa Wijaya, Kebyar Duduk, Baris Manggala Yuda, Oleg Tamulilingan dan Tari Margapati Kembar dipusatkan di Balai Budaya Ida I Dewa Agung Istri Kanya, Sekar Alit, Madya dan Sekar Agung dilaksanakan di Aula SMPN 2 Semarapura, Masatua
Bali, Mapidarta dan Dharma Wacana bertempat di SMPN 1 Semarapura, dan Melukis diadakan di depan Area Pamedal Agung. Para Atlet yang menjadi juara pada pelaksanaan Porsenijar tidak secara otomatis akan menjadi Wakil Kabupaten Klungkung pada ajang Porjar tingkat Provinsi. Tetapi akan diseleksi lagi dari atlet terbaik dengan melihat capaian prestasi serta update prestasi atlet. Pada pembukaan di Lapangan Swecapura Gelgel, Jumat (3/5) kemarin, diisi dengan defile yang diikuti oleh peserta dengan didampingi guru masing-masing dan panitia serta wasitjuri pada porsenijar 2019. Sekda Klungkung Gede Putu Winastra, saat membuka agenda itu, menyampaikan ini dapat menggali bakat dan potensi pelajar yang nantinya akan dibina dan dipersiapkan untuk menghadapi ajang olahraga dan seni pelajar pada tingkat
yang lebih tinggi maupun pada event olahraga dan seni lainnya. “Saat olahraga sudah menjadi suatu kebutuhan, maka di sanalah kita akan
mencapai prestasi puncak dan derajat kesehatan masyarakat akan meningkat,” katanya. Kepada seluruh kepala sekolah, pihaknya berharap
agar lebih mengefektifkan kegiatan pengembangan diri di sekolah melalui kegiatan olahraga dan seni. Ini sebagai wadah pengembangan potensi diri siswa. (kmb31)
Bali Post/kmb31
PORSENIJAR - Para siswa saat mengikuti pembukaan Porsenijar di Lapangan Swecapura, Jumat (3/5) kemarin.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Sabtu Wage, 4 Mei 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Bth SPG/B Single min SMA/K Hub.Jl.H.Wuruk No.108
Travel agent looking for Reservation. English & French Speaking.Please send email to: contact@indopearltours.com
Dcr Supir Peng Pribadi daerah Kesiman Gj.2,3jt Termasuk uang makan Tlp.08123850501
B.BP.004.05.19.0000178
Dibutuhkan Asisten Sekretaris Perusahaan Konsultan Arsitektur Min.D1 Email Lamaran & CV ke info@shl.asia/085792640052
B.BP.004.05.19.0000013
*Exclusive luxury villa requires professionally qualified Manager* Are you honest,experienced, personable competent&ready to join a team of proven professionals?Please email CV to : employment@thelo nghousebali.com Only shortlisted candidates will be contacted B.BP.004.05.19.0000179
Dibthkan staff Adm, Operator Lapangan & Reff untuk ditmptkan di bandara. Usia max 30 tahun. Hub:081805377766 B.BP.004.05.19.0000165
B.BP.101.05.19.0000180
DK Spa Bali Dibutuhkan Therapist Profesional Laki-laki & Perempuan Memahami di Bidang Spa, Medicure And Pedicure, Facial.Dicari Housekeeping CV Bisa di antarkan ke alamat Jl.Taman Pancing No.99 Hub:087834867849/081805627117 B.BP.001.05.19.0000155
Dbthkn Distributor brosur ke hotel2 30org hub.081237768888 B.BP.154.05.19.0000169
Dcr DW Kitchen/Cook Helper Min SMK/SMA CV lkp,PuriCendana Resort Smnyak732947/081212886674
B.BP.001.04.19.0000975
Dibutuhkan Sales & Marketing u/di Perusahaan Otomotif (buggy). Kirim CV ke: info@greengolfbuggy.com /Interview langsung di Jl.Mahendradata Selatan No.101 Dps.Tlp.4717030/4717031
B.BP.004.05.19.0000177
Dibutuhkan Waitress and Service Manager untuk restoran di Ubud. Kirim lamaran ke Atman Kafe,Jl.Hanoman 38 Ubud. Tlpon/WA 081239307827 B.BP.004.05.19.0000164
B.BP.001.05.19.0000157
Dicari Sgr Therapis SPA Wanita Bersedia Ditmptkn di Canggu & Pnglmn diutmkn,Gaji&Bns Menrik Hub:081239621123(Masaji SPA)
Dibutuhkan Manager Operasional untuk Restoran Saung Segara Kangen Renon berpengalaman Hub:081339399291 / email ke: segarakangen185@gmail.com
Dist Prodk Nestle/KAO Cr:Sales TO/Spv/TF,Sopir SIM A/B1,Admin MD,Tng Srbt/Gdg u/Dps,Ngr,Klk, Krgsem.Krm Jl.Ry Sempidi 2 Dps
B.BP.154.05.19.0000173
B.BP.001.05.19.0000142
B.BP.001.05.19.0000002
BIRO JASA
BIRO JASA
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
BIRO JASA
BIRO JASA
DIJUAL RUMAH
BENGKEL LAS
Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
B.BP.001.04.19.0001113
Diperlukan utk Perusahan Perak Manager Marketing,Acct Audit, Staff Packing.Hub:9004892/900 4879/08113993388/081338097333
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
SERVICE
SERVICE
Dcr sgr Engineering u/di Hotel Hb.08123631374/085792702328 B.BP.154.05.19.0000170
Dicari: Salesman/Girl Income 10jt Adm Wnt & Sopir B1 Jl. Bedahulu IV No.12 Dps Email: erfintricahyo@gmail.com
B.BP.004.05.19.0000158
Dicr Karyawati u/Toko.Umur Max 23Th.Lam:Jl Gatsu IV Blok I/6 Dps (Lam Jam 10.00-15.00 Wita)
B.BP.001.05.19.0000056
Lowker Marketing Mobil PT.Finansia Multi Finance Ket:Max 35Th,Min SMA.Kirim CV Jl.PB.Sudirman No.10 Kav 1 Dauh Puri,Denpasar/ke:Jl.Raya By Pas Kediri/Ir.Sukarno-Tbn E: jobs.intim@finansia.com B.BP.004.04.19.0000147
SMK Dps Bth Staf Kendali Mutu, Audit Internal,Adm LSP dan EO Hub: tugasbali@yahoo.com B.BP.001.04.19.0001104
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
Sardine Restaurant Looking for Hostess, Waitress and Cook must speak English Jl.Petitenget 21 T.0361733617 Mail:sardine@sardinebali.com
B.BP.141.05.19.0000108
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL RUMAH
DIJUAL TANAH
Rmh, Buana Permai, PdgSmbian, 3KT 1,7are,BU,WA 08113986788
Djl tanah kav di Blahbatuh T: 085339959112 / 085237293587
B.BP.004.05.19.0000167
Tanah 1,8 Are Jln.Goa Gong Jimbaran Hub:081338319558
PROPERTY
1,5A Jl.Glogr Carik, G.Kangguru No.2 sdh tmbk kllg.085101818655
B.BP.004.05.19.0000174
DIJUAL MOBIL NISSAN
Dijual Grand Livina’07 A s Bali Mulus KM 13000,H.082145118876
B.BP.001.05.19.0000147
SUZUKI
Dijual APV Th 2012, Putih, 108Jt Nego.Hub:081338500939
B.BP.001.05.19.0000148
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Rumah Lantai 2 Kerta Dalem Mansion Sidakarya,LT 130, LB 110,KT 3,KM 3,SHM Rp.1,6 M (Nego)Hub.081246200338
B.BP.001.05.19.0000144
Dijual murah Rumah/villa Terrace Pavilion Jimbaran, S.Pool Parkir 3 Mobil, Rp 2,3M Hp. 08128888867(bisa Tukar Tambah)
B.BP.031.05.19.0000129
B.BP.001.05.19.0000163
BUC-Griyaloka Tbn Uk.45/91M2 Rp.400Jt Nett, 081932236003
DIJUAL TANAH
Dijual Tanah Kav di Darmasaba T:081805460556 / 087761493572
B.BP.001.05.19.0000162
Dijual Tnh 2A(SHM)diSanur Harga Rp.775Jt/A.Hub 08123882798
B.BP.001.05.19.0000172
Djl Tnh 1 are Jl.Batu Intan III Batubulan. H:081338797212 B.BP.004.05.19.0000159
Djl Tnh 92A daerah Tangguntiti Tbn.Hub:Pak Ketut 081353004000 B.BP.001.05.19.0000107
Dijual Murah 3,6M Kavling SHM 480m2 Taman Griya Jimbaran Nusa Dua.Hub Rini 08119707272
B.BP.001.05.19.0000151
B.BP.154.05.19.0000184
PROPERTY DIJUAL VILLA
Jual Murah Villa / Rumah di Jl.Raya Kampial Nusa Dua,Cocok utk Kantor/Usaha/Tempat Kost, Dekat Mulia Hotel, Pantai Pandawa.Rp1.2M.Hp 08128888867 B.BP.031.05.19.0000171
Jual Murah Villa Mewah Bs 16 Unit(1 Unit Sudah Jadi) LT:20 are,IMB Sudah Jadi,Pagar Keliling Kampial Nusa Dua Dekat Mulia Hotel, Pantai Pandawa. Rp 7,8 M. HP 08128888867 B.BP.031.05.19.0000123
B.BP.004.04.19.0000943
Dijual Kav Dauh Peken Tbn DP 10% Bunga Krd 0,83%/Bln Hub:081338183031/081805374433
Guru Li ke Rmh Anda Ngajar bhs China,Percakapan, 085739868392
B.BP.004.04.19.0000556
B.BP.001.05.19.0000152
PRIVATE
BANGLI
14
Sabtu Wage, 4 Mei 2019
Dishub Segera Operasikan Terminal Bersamaan dengan Pasar Loka Crana
Bali Post/kmb40
TERMINAL - Suasana terminal Loka Crana. Selama ini banyak warga yang memanfaatkan bangunan tersebut sebagai tempat parkir kendaraan roda empat.
Bangli (Bali Post) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangli akan segera mengoperasikan terminal angkutan umum yang berada di bawah bangunan Pasar Loka Crana. Rencananya pengoperasian terminal baru tersebut akan dilakukan bersamaan dengan pengoperasian pasar Loka Crana, Mei ini. “Kita sudah koordinasi dengan Disperindag. Kalau rencananya Disperindag, pasarnya akan dioperasikan bulan-bulan ini. Kita akan operasikan terminalnya nanti bersamaan dengan pasarnya,” kata Kepala Dishub Bangli Gede Arta, Jumat (3/5) kemarin. Jelang pengoperasian terminal tersebut, Gede Arta mengaku sudah melakukan sosialisasi ke pemilik dan sopir angkutan termasuk masyarakat umum. Responsnya, pihak angkutan umum sangat menanti-nanti pengoperasian terminal itu. Dengan dioperasikannya terminal Loka Crana yang
baru, pihaknya nantinya akan menugaskan kembali kasi (kepala seksi) terminalnya untuk ngantor di sana. Selama terminal Loka Crana tak beroperasi, kasi terminalnya ngantor di Kantor Dishub yang ada di Jalan Merdeka. Disebutkan Gede Arta, jumlah angkutan umum yang bakal beroperasi di terminal Loka Crana sekitar 80 unit. Selain angkutan antarkecamatan, angkutan antarkabupaten juga akan memanfaatkan terminal itu. “Nanti seluruh angkutan umum yang lewat Bangli, seperti angkutan dari Batubulan ke Singaraja, wajib masuk ke terminal. Di sana nanti mereka menaikturunkan penumpang,” ujarnya. Semua kendaraan angkutan umum yang beroperasi di terminal nantinya akan dikenakan retribusi. Dikatakannya terminal Loka Crana saat ini dilengkapi dengan beberapa fasilitas toilet dan ruang tunggu. Fasilitas itu disediakan untuk
memberi kenyamanan bagi masyarakat. Sebagaimana yang diketahui, sejak beberapa tahun terakhir kendaraan angkutan umum yang beroperasi di Bangli terpaksa menaikturunkan penumpang di pinggir jalan. Hal itu sudah berlangsung sejak terjadinya musibah terbakarnya Pasar Kidul. Terminal Loka Crana sempat dimanfaatkan Pemkab Bangli menjadi tempat penampungan sementara bagi pedagang Pasar Kidul. Kemudian pascapasar kidul diperbaiki, Pemkab Bangli membangun kembali terminal Loka Crana lengkap dengan bangunan pasar di atasnya. Pembangunannya dilakukan secara bertahap. Pada tahun 2017, pengerjaannya hanya sebatas strukturnya. Sementara kelanjutan pembangunannya hingga finishingnya dilanjutkan pada tahun tahun 2018 dengan menelan anggaran sekitar Rp 12 miliar. (kmb40)
menampik hal itu. Dia mengakui bahwa hingga saat ini kerusakan infrastuktur jalan dan jembatan akibat bencana 2017 belum semuanya bisa tertangani. Dia menyebut yang sejauh ini sudah ditangani Pemkab yakni Jembatan BelancanBukih. Pengerjaan jembatan itu dilakukan 2018 lalu. Hanya proyek pembangunanya tidak bisa dituntaskan tepat waktu oleh pemborong hingga akhirnya Pemkab melakukan pemutusan kontrak. Selain jembatan Belancan-Bukih,
jembatan selulung-Kembangsari rencananya akan ditangani tahun ini. “Jadi baru beberapa saja yang bisa tertangani. Yang lainnya belum,” terangnya. Soma mengatakan terbatasnya anggaran yang dimiliki menjadi kendala utama Pemkab Bangli dalam memperbaiki kerusakan infrastuktur akibat bencana tersebut. Apalagi untuk memperbaiki kerusakan jembatan, anggaran yang dibutuhkan lumayan besar. Namun demikian, dikatakan Soma, di luar dari
kerusakan akibat bencana 2017 itu, pihaknya di Dinas PUTRPerkim selama ini sudah melakukan penanganan terhadap kerusakan jalan akibat bencana yang terjadi di beberapa titik lainnya. Seperti Jalan Buahan-Terunyan. Dalam waktu dekat pihaknya juga akan menangani jalan jebol di Sulahan dan jalan putus di Serai, Susut menggunakan dana rutin. “Kita ambil (perbaiki) dulu yang kondisi kerusakannya paling kritis,” kata Soma. (kmb40)
Kerusakan Jalan dan Jembatan Belum Sepenuhnya Tertangani
Bangli (Bali Post) -
Kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan akibat dampak bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah desa di Kintamani 2017 lalu, hingga kini belum sepenuhnya tertangani pemerintah. Terbatasnya anggaran menjadi kendala utama Pemkab Bangli dalam memperbaiki infrastuktur yang rusak tersebut. Berdasarkan data, kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan yang ditimbulkan akibat bencana alam banjir bandang dan tanah longsor di Kintamani mencapai belasan titik. Di antaranya Jalan Batur-Masem, Jembatan Selulung-Kembangsari, Belancan-Bukih,
Siakin-Pinggan, Pinggan-Alas Metaum, jembatan menuju Pura Tirta Yeh Mampeh, dinding penahan tanah (DPT) Jalan Dalem-Awan, DPT Jalan Kembangsari-Tanah Gambir, DPT jalan Penelokan-Bubung Kelambu, DPT jalan BantangCampetan, DPT jalan SiakinPinggan, dan perkuatan bahu
jalan Peludu-Belancan. Untuk memperbaiki kerusakan itu, Pemkab Bangli melalui BPBD dan Dinas PUTRPerkim sejak 2017 lalu sudah sempat mengajukan proposal bantuan dana bencana rehabilitasi dan rekonstruksi ke Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB). Selain
Bangli (Bali Post) Dunia pendidikan di Bangli berduka. Kepala SMPN 3 Bangli I Nengah Suardana meninggal dunia, Kamis (2/5). Suardana mengembuskan napas terakhir dalam perawatan di RS Sanglah setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Desa Bunutin, Bangli, Rabu (1/5) lalu. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli Nyoman Suteja, Jumat (3/5) kemarin mengatakan, almarhum meninggal dunia Kamis sore sekitar pukul 18.00 Wita di RS Sanglah. Saat ini jenazah
almarhum masih dititipkan di RS Gianyar. Sesuai informasi, pihak keluarga akan menggelar upacara pengabenan untuk almarhum pada 8 Mei. Suteja mengungkapkan, secara pribadi, dirinya mengenal almarhum sebagai sosok sahabat yang baik. Suardana merupakan kepala sekolah yang memiliki dedikasi tinggi dalam rangka memajukan dunia pendidikan. Banyak inovasi dan gebrakan yang diciptakan almarhum selama memimpin SMPN 3 Bangli sekitar lima tahun terakhir. “Beliau adalah orang yang kreatif dan inovatif,” ungkapnya. Tak hanya itu, Kasek asal Desa Bunutin, Bangli itu juga dikenal sebagai sosok
seniman. “Beliau bisa menari, makekawin, menyanyi. Beliau adalah orang budaya, orang seni,” ujarnya. Suteja mengaku sangat terpukul dan kehilangan sosok kepala sekolah sekaligus sahabat seperti almarhum. Terakhir kali, dirinya bertemu dengan almarhum saat perayaan hari ulang tahun SMPN 4 Tembuku belum lama ini. “Saya tidak menyangka itu pelukan dan salam terakhir beliau untuk saya,” kenangnya. Tak hanya dirinya, sejumlah rekan guru dan kepala sekolah juga merasakan duka yang sama. Suteja mengatakan sebelum menggelar rapat terkait penentuan zonasi penerimaan siswa baru pagi kemarin, pihaknya bersama para kepala sekolah dan pengawas pembina melaksanakan doa bersama untuk mendoakan agar almarhum mendapat tempat yang layak di sisi-Nya. Sementara itu untuk mengisi kekosongan pascameninggalnya almarhum, Suteja mengaku akan segera mengajukan pengusulan kepala sekolah. (kmb40)
Kepala SMPN 3 Bangli Meninggal
I Nengah Suardana (alm)
Bali Post/kmb40
jalan dan jembatan, BPBD juga mengajukan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi lahan pertanian di belasan desa. Total nilai usulan kegiatan yang diajukan dalam proposal mencapai Rp 32 miliar lebih. Meski telah mengajukan usulan bantuan ke pusat, namun sampai saat ini jalan dan jembatan yang rusak akibat bencana belum semuanya mendapat penanganan. Sekretaris Dinas PUTRPerkim Kabupaten Bangli Made Soma saat dikonfirmasi, Jumat (3/5) siang kemarin, tak
Diduga Depresi, Pengawas Proyek Gantung Diri
Bali Post/ist
GANTUNG DIRI - Petugas kepolisian mendatangi lokasi korban gantung diri.
Bangli (Bali Post) – Diduga depresi, seorang pria yang bekerja sebagai pengawas proyek nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Dia adalah I Wayan Subandi (50), warga Banjar/Desa Dumulih, Susut. Ia ditemukan tak bernyawa dalam posisi leher tergantung seutas selendang di dalam kamar mandi rumahnya, Jumat (3/5) kemarin. Peristiwa gantung diri tersebut pertamakali diketahui sekitar pukul 05.30 Wita oleh istri korban, Ni Wayan Armini. Saat itu istri korban hendak ke kamar mandi yang berada di belakang rumahnya untuk buang air. Sesampainya di depan pintu kamar mandi, ia terkejut karena melihat tubuh suaminya dalam posisi tergantung di plafon kamar mandi. Saksi yang terkejut mendapati suaminya tewas, langsung berteriak meminta tolong ke anaknya. Selanjutnya peristiwa itu dilaporkan ke Bhabinkamtibmas desa setempat.
Petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian. Polisi melakukan pemeriksaan terhadap tubuh korban untuk memastikan penyebab kematian korban. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tandatanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diduga kuat tewas akibat gantung diri lantaran ditemukan tanda-tanda umum kematian akibat gantung diri seperti lidah menjulur, terdapat bekas ikatan tali melingkar di leher, keluar cairan pada anus dan kemaluan. “Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan terkait kejadian tersebut,” terangnya. Polisi juga meminta keterangan pihak keluarga korban untuk mengetahui motif korban nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Sulhadi mengatakan, diduga korban nekat bunuh diri lantaran depresi akibat menanggung beban hutang proyek. (kmb40)
OLAHRAGA
Sabtu Wage, 4 Mei 2019
15
Liga Eropa
Arsenal Belum Aman
Bali Post/ist
ATLETIK – Lintasan atletik di Stadion Debes, Tabanan.
Porprov Perebutkan 436 Medali Emas
Denpasar (Bali Post) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XIV/2019 di Tabanan, yang akan berlangsung September mendatang, memperebutkan 436 medali emas. Sebanyak 30 cabang olahraga (cabor) dipertandingkan ditambah ekshibisi muay thai dan selam. Hal itu dipastikan Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi di Denpasar, Jumat (3/5) kemarin. Menurutnya, Mei ini tahapan agenda Porprov memasuki entry by number. Ia minta diatur penjadwalannya mengingat hajatan multievent dua tahunan antarkabupaten dan kota se-Bali ini berbenturan dengan Pekan Olahraga Mahasiswa (Pomnas) dan Pra-PON. “Kami akan membicarakan dengan pengurus cabor–cabor, karena atletnya juga akan turun pada ajang Pomnas dan PraPON,” ungkapnya. Di sisi lain, Ketua Umum KONI Tabanan Dewa Gede Ary Wirawan menjelaskan, pihaknya mulai melengkapi lintasan atletik di Stadion Debes, lapangan tenis diberi lapisan flexi dan sejumlah venue lainnya diisi fasilitas toilet demi suksesnya penyelenggaraan Porprov Bali nanti. (022)
Bali Post/ist
SENAM AEROBIK - Personel dan PNS Kodam IX/ Udayana mengikuti senam aerobik di Pantai Mertasari, Sanur.
Personel Kodam Senam Aerobik di Pantai
Denpasar (Bali Post) Menjelang Ramadan 1440 Hijriah, Kodam IX/Udayana melaksanakan gowes dan senam aerobik di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, Jumat (3/5) kemarin. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 orang prajurit dan PNS Kodam. Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G. menyatakan digelarnya gowes dan senam aerobik bersama bertujuan menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan prima. Selain itu, guna menjalin kebersamaan antarsesama anggota Kodam IX/Udayana. ‘’Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Ungkapan tersebut terpatri di dalam jiwa seluruh anggota Kodam IX/Udayana,’’ ujarnya. Kegiatan diawali gowes yang mengambil start di kediaman Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. Pangdam langsung memimpin gowes melalui rute Jalan Yos Sudarso, Jalan Teuku Umar, Jalan Imam Bonjol, Jalan Sunset Road, Jalan By-pass Ngurah Rai, Kuta, Jalan Suka Merta dan finis di Pantai Mertasari. Setibanya di Pantai Mertasari, Pangdam beserta rombongan bergabung dengan seluruh prajurit dan PNS Kodam melaksanakan senam aerobik. ‘’Gowes dan senam aerobik ini untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit. Kegiatan ini juga sebagai wujud kebersamaan Bapak Pangdam dengan anggota, sehingga mempererat tali silaturahmi dan membangun kebersamaan antarsesama anggota Kodam IX/Udayana,’’ tegas Kapendam. (kmb36)
Sixers Ungguli Raptors
Philadelphia – Joel Embiid selesai dengan 33 poin saat Philadelphia 76ers mengalahkan Toronto Raptors 116-95 pada pertandingan ketiga putaran kedua playoff NBA, Jumat (3/5) kemarin. Kemenangan ini membuat Sixers unggul 2-1 atas Raptors dalam laga yang direncanakan berlangsung tujuh gim. Embiid juga menyumbang 10 rebound dan memblok lima tembakan lawan. ‘’Saya berusaha tidak memaksakan apa pun dan jika tidak memilikinya saya hanya memindahkannya ke rekan setim. Kami ingin meletakkan kaki di posisi keempat dan kami melakukan itu dengan berhenti,’’ katanya. Jimmy Butler menambahkan 22 poin, 9 assist dan 9 rebound, sedangkan J.J. Redick menghasilkan 15 poin untuk Sixers yang menang dua kali berturut-turut termasuk kemenangan 94-89 dalam pertandingan kedua tiga malam lalu. Gim keempat akan dimainkan di Philadelphia, Senin lusa. Kawhi Leonard menghasilkan 33 poin untuk Raptors, sedangkan Pascal Siakam menambahkan 20 poin. Leonard telah mencetak setidaknya 30 poin dalam lima dari delapan pertandingan playoff musim ini, termasuk melawan Philadelphia.(afp/kmb)
opa) itu akan istimewa,” ujar striker Alexandre Lacazette. Valencia mengejutkan Arsenal karena mampu unggul lebih lebih dulu berkat gol tandang Mouctar Diakhaby. Lacazette dengan cepat membalikkan pertandingan lewat dua gol dalam delapan menit babak pertama sebelum tendangan Pierre-Emerick Aubameyang memberi Arsenal keunggulan dua gol untuk bekal menghadapi laga kedua di Mestalla pada 9 Mei nanti.
London – Arsenal dan Chelsea membuka peluang lolos ke babak semifinal Liga Eropa. The Gunners memukul tamunya Valencia 3-1 di Emirates, sedangkan The Blues berhasil menahan tuan rumah Eintracht Frankfurt 1-1 pada laga pertama semifinal, Jumat (3/5) dini hari kemarin. Meski menang, Manajer Arsenal, Unai Emery, bersikeras bahwa kans timnya dan Valencia melaju ke final berimbang. Tugas pasukannya masih jauh dari aman karena rekor tandang Arsenal musim ini. “Ini hasil yang bag us d i ka nd a ng , tetapi laga kedua akan sangat sulit dan mungkin berbeda. Saya menganggap peluang kedua tim 50:50,” kata Emery. Penting bagi Arsenal menjadi juara Liga Eropa pada musim pertama kepelatihan Emery sebagai jaminan tempat di kualifikasi Liga Champions musim depan. “Kami ingin memenangkan Liga Eropa untuk langsung ke Liga Champions sekaligus memenangkan trofi. Kami ingin finis empat besar di Liga Utama Inggris dan jika bisa pergi ke Baku (untuk final Liga Er-
Chelsea Di bagian lain, Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri, membela keputusannya untuk meninggalkan Eden Hazard di bangku cadangan setelah berhasil menahan Eintracht Frankfurt 1-1. Pedro memberi Chelsea gol tandang krusial dalam yang sulit di Commerzbank Arena. Filip Kostic membawa Frankfurt memimpin pada menit ke-23 lewat sundulan rendah. Sarri mengaku tidak punya pilihan selain mengistirahatkan bintang SAMBUT Striker Arsenal Piere-Emerick Aubameyang (tengah) disambut rekan-rekannya setelah mencetak gol ke gawang Valencia.
Delapan Tim PTMSI Ikuti Piala Singaraja Singaraja (Bali Post) Tercatat delapan tim beregu putra dari Pengkab dan Pengkot PTMSI se-Bali (minus Bangli) mengikuti kejuaraan tenis meja memperebutkan Piala Singaraja di Gedung PTMSI Buleleng, kompleks GOR Bhuana Patra, Singaraja, mulai Jumat (3/5) kemarin sampai Minggu (5/5) besok. Ketua Panpel Komang Suendra yang dikontak dari Denpasar menyatakan, kelom-
pok beregu putri melibatkan tujuh Pengkab dan Pengkot PTMSI, minus Bangli dan Tabanan. Nomor beregu mempertandingkan dua nomor tunggal. Jika skornya imbang 1-1 dilanjutkan satu partai ganda. ‘’Kejuaraan tenis meja beregu Piala Singaraja ini sekaligus sebagai ajang pemanasan sebelum mereka berlaga di ajang Porprov Bali,’’ bebernya. Pada hari pertama para atlet baru melakoni babak penyisihan. Peserta men-
Bali United U-16 Menang
Surabaya (Bali Post) – Tim Bali United U-16 bangkit dan meraih hasil maksimal pascamengalami dua kali kekalahan. Skuad asuhan Sandhika Pratama ini menang telak 4-1 atas Persipura U-16 dalam laga lanjutan babak penyisihan Grup C seri 1 Liga 1 U-16 di Stadion Karang Gayam, Surabaya, Jumat (3/5) kemarin. Dikutip dari situs Bali United, empat gol tim Serdadu Tridatu Muda dicetak Teddi Bayu, Nyoman Adi Wirya Tama dan Made Rai Sila Harta. Penyerang Teddi Bayu menunjukkan kelasnya di babak pertama dengan
mencetak dua gol pada menit ke-10 dan 25. Selain dua gol Teddi, permainan tim Serdadu Tridatu Muda cukup dominan atas tim Mutiara Hitam di babak pertama. Memasuki babak kedua, Persipura U-16 memperkecil ketertinggalan pada menit ke-36 lewat penalti Yordan Irab. Setelah gol tersebut, semangat juang dan motivasi tim Serdadu Tridatu Muda benar-benar memegang kontrol permainan. Dua gol tambahan tercipta lewat aksi Nyoman Adi Wirya Tama pada menit ke-38 dan Made Rai Sila Harta menit ke-49. Pelatih Kepala Bali United
Tottenham Dalam lanjutan kompetisi Liga Utama Inggris pada Sabtu (4/5) malam ini, ranking ketiga klasemen Tottenham Hotspur bertandang ke Bournemouth. Tottenham akan mendapat tiket ke Liga Champions musim depan jika mampu mengalahkan tuan rumah. Spurs, Chelsea, Arsenal, dan Manchester United bersaing untuk finis di empat besar di belakang Manchester City dan Liverpool. Di Liga Jerman, pimpinan klasemen Bayern Munich kedatangan klub papan bawah Hanover. Pelatih Bayern Niko Kovac bisa menurunkan pemain sayap veteran Arjen Robben dan Franck Ribery pada pekan-pekan terakhir perburuan gelar Bundesliga yang menegangkan. Sang juara bertahan saat ini duduk dua poin di atas rivalnya Borussia Dortmund dengan tiga pertandingan tersisa. Keduanya juga diharapkan bisa membantu Bayern memenangkan Piala Jerman akhir bulan ini. (afp/kmb)
Sabtu, 4 Mei 2019
jalani pertandingan dengan sistem setengah kompetisi di grup. Ajang ini juga mempertandingkan ganda putra 100 tahun plus dan ganda putra antarinstansi se-Buleleng. Keluar sebagai juara ganda putra Astawa/Komang Yudi (Apotik Gajah Mada Seririt) yang di final mengalahkan Made Lestariana/Komang Suastika (PDAM Buleleng). Juara III direbut pasangan dari RSUD Buleleng dan Bumdes Bhuana Utama Panji. (022)
PUTRI - Laga beregu putri antara tim Klungkung A dan Denpasar B.
Belgia tersebut. “Eden berada di bangku cadangan karena telah memainkan 10 laga berturut-turut. Tidak mungkin seorang pemain memainkan 70 hingga 75 pertandingan dalam satu musim. Terkadang mereka perlu istirahat atau setidaknya tidak bermain selama 90 menit,” ujarnya. Menurut Pelatih Frankfurt Adi Huetter, timnya harus berani ketika melakukan perjalanan ke Stamford Bridge untuk menjalani laga kedua. “Chelsea jelas akan menjadi favorit, tetapi kami optimis bisa mendapatkan sesuatu di sana. Semuanya mungkin,” tegasnya.
Bali Post/ist
U-16 Sandhika Pratama mengaku sangat bersyukur ataus kemenangan yang diraih anak asuhnya. Ia menyebut kemenangan tersebut hadir lantaran semangat juang luar biasa dari para pemainnya. ‘’Yang pasti kemenangan ini berkat kerja keras semua elemen dalam tim ini, khususnya perjuangan pemain. Mereka benar-benar kerja keras dan layak mendapatkan hasil ini. Sekarang kami memiliki modal bagus menghadapi laga selanjutnya,’’ katanya. Perjuangan tim Serdadu Tridatu Muda akan berlanjut dengan menghadapi PSM Makassar pada Sabtu (4/5) ini. (kmb)
05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Karya Mamungkah, Mapedagingan, Ngenteg Linggih lan Nilapati (1) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Wita Sehat & Bugar Aerobik Dangdut 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Kartun Krishna Garuda (2) 09:30 Wita Belajar Menggambar Membuat Origami Kelinci 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Galeri Musik 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Karya Mamungkah, Mapedagingan, Ngenteg Linggih lan Nilapati (2) 12:30 Wita Bali Channel Tourist TV
13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita DW TV 14:00 Wita Ocydia Home Shopping 14:30 Wita Yowana Magz Jawara Pencak Silat 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Parameter 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Lila Cita Sanggar Tari Guntur Madu, Badung (2) 17:00 Wita Taman Sari PAUD Kumara Buana II (3) 17:30 Wita Dunia Pendidikan Dharma Praja 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Satu Jam Amnesti Bali 21:00 Wita Classic Bali TV 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Pura Dalem Tanjung Denkayu (1) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Folk Song
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Sabtu Wage, 4 Mei 2019
Tak Diambil Pemilik
KPU Jembrana Musnahkan APK Melanggar
Negara (Bali Post) – Ratusan alat peraga kampanye (APK) yang ditertibkan beberapa waktu lalu akhirnya dimusnahkan, Jumat (3/5) kemarin. APK yang tertumpuk di halaman depan kantor Bawaslu Jembrana itu di antaranya spanduk dan baliho. Namun dari total hingga ratusan itu, baru sebagian yang dimusnahkan dengan cara dibakar lantaran dinilai sudah tidak layak pakai. Selain itu selama diamankan, tidak ada peserta pemilu yang merasa memiliki mengambil APK yang melanggar tersebut. Diperkirakan ratusan APK ini bila diuangkan bernilai puluhan hingga ratusan juta rupiah. APK ini merupakan hasil penertiban yang dilakukan Bawaslu, Satpol PP dan KPU saat masa tenang pemilu lalu. ‘’Ini tidak diambil oleh pemiliknya dan sudah tidak layak, karena itu kita musnahkan sebagian,’’ terang Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan. Menurut Ady Muliawan, ada sebagian lagi APK termasuk kayunya diminta oleh masyarakat. Semestinya bila pemilik merasa memiliki APK itu mengambil ke Bawaslu. Diperkirakan bila satu spanduk dan baliho berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 1 juta (termasuk pemasangan), nilai APK yang dimusnahkan itu mencapai ratusan juta rupiah.
Dari pendataan yang dilakukan hingga ke pelosok desa, diperkirakan jumlah APK yang terpasang mencapai ribuan. Khususnya dari caleg yang maju untuk DPRD Jembrana saja mencapai 333 orang. Belum lagi caleg DPRD Bali, caleg DPR-RI dan DPD dapil Bali. Dari informasi, satu orang caleg DPRD kabupaten bahkan sampai puluhan juta rupiah untuk membuat APK. Paling sedikit, caleg membuat APK baik baliho maupun spanduk hingga 10 buah. (kmb26) DIBAKAR – APK yang menumpuk di depan Kantor Bawaslu Jembrana, kemarin dimusnahkan dengan dibakar lantaran dinilai sudah tidak layak dan tak diambil pemiliknya.
Perolehan Suara DPD Urutan Ke-4 Saling Salip Denpasar (Bali Post) Perolehan suara calon legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bali nampak masih belum jelas siapa peraih empat besar. Setelah kemarin suara Caleg DPD Nengah Wiratha sempat menyalip suara Gede Ngurah Ambara Putra, data di KPU Bali Jumat (3/4) kemarin kembali berubah. Ambara Putra menyodok ke urutan empat besar dengan perolehan suara 109.009. Sementara Nengah Wiratha justru ke urutan 6 di bawah Bambang Santoso yang kini berada di urutan ke-5. Suara yang dikumpulkan Bambang Santoso 107.858 suara dan Nengah Wiratha 103.715 suara. Selisih suara antara Ambara Putra dengan Bambang Santoso hanya 1.151 suara. Jumlah suara ini kemungkinan masih dapat berubah mengingat hingga berita ini diturunkan rekapitulasi suara berasal dari 53 kecamatan. Sementara total kecamatan di Bali ada 57 kecamatan. Perubahan yang paling mungkin terjadi pada kursi ke empat DPD perwakilan Bali. Hal ini terjadi mengingat untuk kursi pertama hingga ketiga sepertinya masih sulit untuk dikejar. Data KPU Provinsi Bali, perolehan suara sementara tertinggi masih dipegang oleh Shri IGN Arya Wedakarna MWS dengan jumlah 664.050 suara. Posisi kedua dan ketiga juga masih ditempati Made Mangku Pastika dengan perolehan 254.422 suara dan A.A. Gde Agung dengan 210.464 suara. (ata)
Suara PAN dan PKPI untuk DPRD Denpasar Tak Dihitung Denpasar (Bali Post) Penghitungan suara di masing-masing kecamatan di Kota Denpasar telah selesai. Kini tinggal rekapitulasi penghitungan suara di tingkat kota yang rencananya oleh KPU Denpasar dilakukan Senin, 6 Mei di Prime Plaza Hotel di Sanur.
Sementara itu dari rekapitulasi perolehan suara di masingmasing kecamatan ada hal menarik. Dua parpol yakni PAN dan PKPI dalam Pemilu 2019 tanpa perolehan suara. Sedangkan parpol peraih suara terbanyak di seluruh kecamatan adalah PDI-P. Suara tertinggi PDI-P diperoleh
Negara (Bali Post) Rekapitulasi perolehan suara pemilihan umum presiden (pilpres) dan pemilihan umum legislatif (pileg) di tingkat kecamatan di Kabupaten Jembrana akhirnya selesai Kamis (2/5). Partisipasi masyarakat dalam Pemilu 2019 ini melebihi target KPU Jembrana, yakni 79 persen. Namun, KPU Jembrana tetap melakukan evaluasi terkait pelaksanaan pemilihan umum. Dari data hasil rekapitulasi, terkait partisipasi masyarakat di lima kecamatan rata-rata mencapai 79 persen. Partisipasi tertinggi di Dapil Pekutatan yakni 82,71%, disusul Negara 80,77%, Mendoyo 79,39%, Jembrana 79,92%, dan Melaya 77,53%. Bila dibandingkan pemilu yang paling dekat, yakni Pemilihan Gubernur PLENO – Pleno di tingkat PPK Kecamatan Negara akhirnya rampung kemarin. Dari lima kecamatan, tingkat partisipasi masyarakat mencapai 80 persen.
Dirangkai Lomba Anak Kreatif
Vouk Hotel & Suites
Senin mendatang, rapat pleno penghitungan suara di tingkat Kota akan melibatkan seluruh saksi dari masing-masing parpol, Bawaslu, petugas masingmasing kecamatan. Rekapitulasi yang dilakukan nanti juga akan mendapatkan pengamanan dari aparat kepolisian. (kmb16)
Bali
DenPost/kmb
GELADI – Peserta lomba busana adat Bali berpasangan yang ikut lomba ‘’Anak Kreatif’’ melakukan geladi pada Jumat (3/5) kemarin. Lomba dilangsungkan di halaman parkir kantor Bank BPD Bali di Renon, Sabtu (4/5) ini. otak kanan bagi siswa, sehingga menjadikan anak yang lebih cerdas dan berkarakter. Lomba ini peserta tidak dipungut biaya pendaftaran alias gratis. Untuk lomba mewarnai peserta yang mendaftar mencapai 100 orang, lomba menggambar 70 orang, fotogenik (25 orang), busana adat Bali berpasangan (16 pasang), dan lomba modern dance (7 tim). ‘’Pendaftaran masih kami buka menjelang pelaksanaan lomba. Tiap peserta cukup membuka rekening Simpanan Pelajar (SimPel) BPD Bali. Pembukaan rekening bisa dilakukan di kantor BPD Bali di Renon, menjelang lomba dengan membawa fotokopi kartu keluarga (KK) dan akta kelahiran anak. Lomba kami mulai sekitar pukul 09.00,’’ tandas Suyadnyana. (kmb)
2018 dan Pilkada Jembrana 2015, tingkat partisipasi itu meningkat signifikan. Pada Pilkada Jembrana 62% dan Pilgub Bali 67%. Ketua KPU Kabupaten Jembrana I Ketut Gede Tangkas Sudiantara dikonfirmasi usai Pleno Kecamatan Negara, Kamis sore mengatakan, meskipun tingkat partisipasi meningkat, namun ketidakhadiran pemilih akan tetap dievaluasi. ‘’Tetap kita evaluasi ke bawah apa yang menyebabkan mereka tidak menggunakan hak pilihnya. Penyelenggara juga kami evalusai,’’ terangnya. Untuk pleno, Kecamatan Negara merupakan yang paling lama digelar. Hal itu dikarenakan jumlah TPS di dapil ini paling banyak dibandingkan dapil lainnya, yakni 244 TPS. Pleno di Kecamatan Negara membutuhkan waktu 12 hari sejak Sabtu (20/4) lalu. Hal itu juga dipicu masalah teknis seperti membuka kotak atau menghitung ulang surat suara. Setelah di tingkat PPK (kecamatan), rekapitulasi tingkat kabupaten akan dilakukan pada Senin (6/5) depan. (kmb26)
Tawarkan Keindahan Pemandangan Samudera Hindia untuk Wisatawan Wonderful Indonesia
Gde Suyadnyana mengatakan bahwa kegiatan ini diisi dengan lomba mewarnai tingkat SD kelas I-III, lomba menggambar tingkat SD kelas IV-VI, lomba fotogenik tingkat PG/TK dan SD, lomba busana adat Bali berpasangan tingkat SMP, dan lomba modern dance tingkat SMA/SMK. Kegiatan ini bertujuan memberikan ruang kepada anak-anak untuk berperilaku kreatif, dan membiasakan anak-anak tampil dalam kompetensi menjadi yang terbaik. Temanya adalah ‘’Kami anak cerdas, kreatif, sehat dan berprestasi rajin menabung’’. Suyadnyana yang juga Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Harian DenPost ini menyebutkan, kegiatan ini sangat positif untuk merangsang pertumbuhan keseimbangan perkembangan otak kiri dan
Alasannya, kedua parpol tersebut dari awal tidak menyetorkan laporan awal dana kampanye. ‘’Karena dari awal tidak menyampaikan laporan dana awal kampanye, maka kepesertaannya dibatalkan,’’ kata Windia. Sementara itu, dalam rapat pleno yang akan dilakukan
Tingkat Partisipasi Masyarakat Jembrana dalam Pemilu 79 Persen
Sabtu Ini, BPD Bali Deklarasi ’’SimPel Day’’ Denpasar (Bali Post) Mendukung budaya menabung sejak dini, OJK bersama dengan industri perbankan menginisiasi program Simpanan Pelajar (SimPel/SimPel iB). Menyukseskan program tersebut, pada Sabtu (4/5) ini OJK bersama Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali melaksanakan deklarasi ‘’SimPel Day 2019’’. Deklarasikan ‘’SimPel Day’’ dengan tema ‘’Mewujudkan generasi pelajar cerdas dan gemar menabung’’ dilaksanakan di halaman parkir kantor Bank BPD Bali di Renon. Setelah deklarasi, dilanjutkan dengan lomba ‘’Anak Kreatif’’ yang merupakan kerja sama OJK, BPD dan Harian DenPost. Ketua Panitia HUT BPD Bali I.B. Gede Ary Wijaya Guntur, S.E., M.M. mengatakan, kegiatan yang merupakan kerja sama dengan Harian DenPost ini bertujuan meningkatkan awareness masyarakat, industri keuangan perbankan, dan kementerian atau lembaga terkait untuk menanamkan budaya menabung sejak dini. Berikutnya mengakselerasi penambahan rekening khususnya dari segmen pelajar dalam rangka pencapain target inklusi keuangan 75 persen pada 2019. Mendukung terwujudnya SimPel/SimPel iB menjadi program nasional yang wajib diikuti dan dimiliki oleh seluruh siswa, yang disertai dengan peningkatan kualitas pemanfaatan rekening SimPel/SimPel iB. Serta meningkatkan komitmen, kerja sama, dan sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait. Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Anak Kreatif I
di Dapil 3 Kecamatan Denpasar Utara yakni 49.956 suara. Terkait adanya dua parpol tanpa suara, Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Denpasar I Made Windia menjelaskan, dua parpol tersebut kepesertaannya di Kota Denpasar dibatalkan dalam Pemilu 2019.
Hotel, Villa dan Restoran
TERLETAK di kawasan Nusa Dua, Vouk Hotel & Suites menawarkan pemandangan Samudera Hindia yang bisa dinikmati tamu lewat balkon kamar. Hotel berbintang lima ini memiliki 176 kamar yang dibagi menjadi 78 kamar superior, 74 kamar deluxe, dan 24 kamar suite. Menurut Jesslyn, PR Vouk Hotel & Suites, Kamis (2/5), seluruh kamar yang ada di Vouk Hotel dilengkapi balkon sehingga tamu bisa melihat pemandangan di luar. Balkonnya juga dilengkapi sofa sehingga tamu bisa bersantai sambil menghirup udara segar Bali. Hotel yang beroperasi sejak 2015 ini dilengkapi sejumlah fasilitas yang d a p a t menunjang aktivitas para tamu yang menginap. T e r dapat sejumlah restoran, ruang meeting, dan ballroom yang bisa
dimanfaatkan tamu dan pelaku bisnis yang sedang berada di Bali. Di Vouk, terdapat 5 restoran, gym, ballroom, ruang pertemuan, ruangan karaoke, ruangan bermain, ruangan anakanak, spa, dan kolam renang. ‘’Kami punya 1 ballroom dan 6 ruang pertemuan yang bisa dimanfaatkan untuk pelaksanaan MICE (Meeting, Incentives, Conference, and Exhibition - red),’’ paparnya. Ia mengungkapkan, saat ini Vouk juga serius menggarap wisatawan domestik, terlebih kini sudah mendekati musim liburan anakanak sekolah. Diharapkan melalui sejumlah fasilitas yang ditawarkan bisa menarik minat wisatawan untuk memilih Vouk. ‘’Di Vouk ini tamunya tidak hanya wisatawan mancanegara tetapi juga domestik. Saat ini terbanyak tamu kami adalah wisatawan asal Tiongkok,’’ sebutnya. (iah)