Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
PERDA DESA ADAT, MENGEMBALIKAN BALI JADI PUSAT PERADABAN
BALI kini memiliki rujukan hukum atau regulasi pengelolaan desa adat yang komprehensif. Dengan disepakatinya Ranperda Desa Adat oleh legislatif dan eksekutif, maka perda ini menjadi rujukan dalam mengatur tata kelola desa adat. Perda ini juga akan memperte- g a s penjabaran era baru Bali di bawah Gubernur Wayan Koster dalam menjabarkan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Perda Desa Adat didedikasikan untuk mengembalikan Bali menjadi Padma Bhuana. Gubernur Koster dalam penjelasan singkatnya kepada Bali Post mengatakan, Perda Desa Adat ini akan menjadi rugulasi yang komprehensif yang terukur dan efektif untuk mengembalikan Bali sebagai pusat peradaban dunia. Bali dengan kekuatan spiritual dan keindahan alamnya akan menjadi mercusuar peradaban dunia yang dilandasi dengan menguatnya keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhannya, manusia dengan sesama serta manusia dengan alamnya. ‘’Komitmen inilah yang kami ingin jabarkan dalam era baru Bali kali ini. Saya berterima kasih atas kerja keras semua pihak dalam merumuskan Perda Desa Adat ini. Perda ini merupakan bentuk komitmen dan konsistensi sikap yang kuat untuk bersama-sama mengawal peradaban Bali,’’ jelasnya. Gubernur Wayan Koster yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini menegaskan, Perda Desa Adat yang komprehensif ini merupakan hasil interaksi positif atas pencermatan terhadap makin kuat dan beragam-
nya tantangan mengawal peradaban Bali ke depan. ‘’Saya menjamin pada era baru Bali, perda ini akan mengembalikan kejayaan Bali menjadi pusat peradaban dunia dengan konsep Padma Bhuana. Penjabaran regulasi, aturan teknis segera saya rumuskan termasuk rencana akasinya,’’ tegasnya. Padma bhuana merupakan ruang atau bangunan suci untuk menstanakan Ida Sang Hyang Widhi sebagai simbolis dan gambaran dari makrokosmos atau bhuana agung. Bali sngatlah mungkin mengembalikan masa-masa kejayaan itu dengan menjaga peradabannya secara konsisten secara sekala dan niskala dengan spirit taksu Bali. Dalam kaitan penjabaraan perda ini, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan segera membentuk organisasi perangkat daerah (OPD) khusus menangani desa adat. Untuk itu akan dilakukan revisi perda berkaitan dengan penambahan atau penyempurnaan Tata cara pemilihan bendesa adat diupayakan agar dipilih OPD yang ada. ‘’Ada juga OPD yang menuberdasarkan musyawarah desa mufakat (tidak ada voting seperti rut saya tidak begitu relevan, sementara pemilu secara umum) agar tetap menjaga persaudaraan dengan OPD untuk mengurus desa adat ini harus krama desa. disiapkan secara tersendiri,’’ ujarnya. Desa adat akan memiliki APBD Desa Adat. Hal. 15 Prajuru desa adat boleh mengangkat tenaga administrasi dan Keberadaan Pecalang
Keistimewaan Perda
’’Saya menjamin pada era baru Bali, perda ini akan mengembalikan kejayaan Bali menjadi pusat peradaban dunia dengan konsep Padma Bhuana. Penjabaran regulasi, aturan teknis segera saya rumuskan termasuk rencana aksinya.’’ Wayan Koster Gubernur Bali
Garuda Mendarat Darurat di Kolombo PESAWAT Garuda Indonesia rute Jakarta-Jeddah tipe Airbus 330 nomor penerbangan GA 972 mendarat darurat di Bandara Internasional Bandaranaike Kolombo, Sri Lanka pada Selasa (2/4) pukul 09.00 waktu setempat. Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan saat dikonfirmasi melalui pesan singkat di Jakarta, Rabu (3/4) kemarin, membenarkan kejadian tersebut. Ikhsan mengungkapkan pesawat harus mendarat darurat karena tekanan udara dalam kabin berkurang. ‘’Pesawat harus mendarat di Kolombo karena tekanan kabin berkurang,’’ kata Ikhsan. Ia mengatakan, saat ini pesawat pengganti telah diterbangkan menuju Kolombo dari Denpasar pukul 12.30. Sementara itu, penumpang diinapkan di Kolombo selagi menunggu pesawat pengganti. ‘’Untuk keselamatan dan kenyamanan penumpang, pilot putuskan mendarat di Kolombo dan ganti pesawat. Semua penumpang aman dan akan melanjutkan perjalanan ke Jeddah,’’ katanya. Pesawat berbadan besar tersebut membawa total 338 penumpang. Pihak Bandara Kolombo sempat menyiapkan truk pemadam kebakaran dan ambulans jelang pendaratan darurat tersebut. Saat ini masih dilakukan investigasi terkait insiden tersebut. (ant)
PERDA DESA ADAT
tenaga keuangan di desa pakraman sesuai kebutuhan agar lebih memudahkan proses administrasi desa. Desa pakraman agar membentuk paiketan pemangku agar mempermudah mendapatkan perhatian (bantuan) dari pemerintah, desa dinas dan lainnya melalui proses penganggaran APBD, APBDes. Pecalang akan diberdayakan melalui pembekalan dari lembaga yang berkompeten untuk menjaga Bali dan pecalang akan diberikan insentif (ada 46.000 orang pecalang di seluruh Bali). Desa adat agar menginisiasi terbentuknya pasraman di setiap desa di Bali yang difasilitasi oleh pemerintah. Desa tua diatur secara khusus sesuai dengan tradisi yang mereka miliki. Majelis Desa Adat dari tingkat kecamatan hingga provinsi setiap tahun mendapatkan bantuan. Desa adat akan dinaungi oleh OPD khusus Desa Adat (di Bali ada 1493 desa adat).
Dibiayai APBD secara Rutin
RANPERDA Desa Adat resmi ditetapkan sebagai perda dalam Rapat Paripurna DPRD Bali, Selasa (2/4). Sebelum ditetapkan, Pansus menyampaikan laporan pembahasan perda yang terdiri atas 19 bab dan 103 pasal. Disebutkan, bila materi ranperda seiring dengan Undang-undang No.6 Tahun 2014 tentang Desa. Kendati, ada pula materi yang menempatkan desa adat di luar pengaturan dari UU itu. Ketua Pansus Ranperda tentang Desa Adat di DPRD Bali I Nyoman Parta memaparkan sejumlah pasal substansial dan krusial dalam peraturan pengganti Perda No.3 Tahun 2003 tentang Desa Pakraman ini. Di antaranya pasal 5 terkait kedudukan desa adat di wilayah provinsi. Walaupun masing-masing desa adat memiliki dresta, desa mawa cara, dan negara mawa tata, tetapi secara sosio-religius dan kultural seluruh tatanan desa adat di Bali terikat pada satukesatuan parahyangan sebagai hulunya Bali. Yakni Pura Agung Besakih sebagai purusa dan Pura Ulun Danu Batur sebagai pradana serta terikat oleh tatanan budaya Bali sebagai culture identity. Selain itu, ada wilayah desa adat yang saling seluk lintas kabupaten/ kota, sehingga desa adat diatur berkedudukan di wilayah provinsi. ‘’Hal ini juga akan memudahkan pembentukan
sistem yang utuh untuk desa adat di seluruh Bali. Di samping juga untuk membangun sistem ekonomi adat Bali yang mengintegrasikan ekonomi sektor keuangan/LPD dengan sektor riil/BUPDA untuk memperkuat eksistensi desa adat secara berkelanjutan,’’ ujarnya. Berkaitan dengan LPD dan BUPDA, Parta menyebut telah diatur dalam pasal 62 tentang utsaha desa adat. Mengenai pasal tentang LPD yang sebelumnya masih menjadi perdebatan, telah mendapatkan solusi dalam ketentuan penutup pasal 102. Dalam hal ini, Perda No.3 Tahun 2017 tentang Lembaga Perkreditan Desa dan peraturan pelaksanaannya tetap berlaku sepanjang belum ada ketentuan lebih lanjut mengenai LPD. Di sisi lain, desa adat kini juga harus tampil untuk membuat Bali tetap aman dan tertib. Mengingat 2,5 tahun terakhir, Bali paling banyak mengalami masalah lantaran tidak bisa mengendalikan penduduk pendatang. Terutama setelah berlakunya UU tentang KTP Nasional. Hal ini diperparah dengan KIPEM yang tidak boleh berlaku lagi. Kepala desa bahkan sudah seperti pasrah menghadapi persoalan ini. Demikian pula soal sampah, mesti ada pendekatan secara desa adat. Hal. 15 Terlibat Aktif
Hasil Survei, 8 Partai Tak Lolos ke DPR-RI Jakarta (Bali Post) – Hasil survei terbaru lembaga Indikator Politik Indonesia menunjukkan delapan dari 16 partai politik peserta pemilu tidak memenuhi ambang batas parlemen atau tidak lolos ke DPRRI, jika pemilu dilakukan saat ini. Berdasarkan data survei yang dirilis Indikator Politik Indonesia, Rabu (3/4) kemarin, kedelapan partai itu memiliki elektabilitas di bawah angka empat persen yang merupakan syarat perolehan suara bagi partai untuk bisa duduk di parlemen. Adapun partai lolos ke parlemen versi Indikator (urutan sesuai elektabilitas) adalah: PDI-P 24,2 persen, Gerindra (11,7), Golkar (11,5), PKB (8,8), Demokrat (8,7), PKS (6,0), NasDem (5,7) dan PPP 4,9 persen. Sementara partai tidak lolos parlemen (urutan sesuai elektabilitas) adalah: Perindo 2,6 persen, PAN (2,2), Hanura (1,3), PSI (1,3), Berkarya (0,8), PBB (0,6), Garuda (0,2) dan PKPI 0,2 persen. Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan responden tidak tahu/ tidak menjawab sebesar 9,2 persen.
Jumlah responden belum bersikap tersebut semakin menurun menjelang hari pencoblosan 17 April 2019. Survei Indikator Politik Indonesia dilakukan 22-29 Maret 2019, melibatkan 1.220 responden melalui wawancara tatap muka dengan margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Menurut Burhanuddin, PDI-P mengalami penurunan dari survei sebelumnya yang dilakukan pada Desember 2018. Kendati demikian, PDI-P masih pada peringkat pertama pemegang elektabilitas paling tinggi. ‘’Elektabilitas PDI-P itu signifikan berbeda dengan peringkat elektabilitas partai lain. PDI Perjuangan, survei terakhir kami 24,2 persen, sedikit turun, tetapi tidak signifikan dari perolehan sebelumnya 24,9 persen,’’ ungkapnya. Di peringkat kedua Partai Gerindra, juga mengalami penurunan sebesar 0,8 persen dari hasil survei Indikator bulan Maret 2019 yakni 12,5 persen, sedangkan untuk saat ini Gerindra mendapatkan 11,7 persen. Sementara itu, di peringkat ketiga Partai Golkar menunjukkan kenaikan pada elektabilitasnya yakni sebesar 2,3 persen. Pada survei bulan Maret
2019, Golkar memperoleh 9,2 persen, sedangkan saat ini memperoleh 11,5 persen. Dengan demikian, meski mengalami penurunan namun apabila dibandingkan dengan Gerindra atau Golkar, selisih PDI-P signifikan secara statistik. ‘’Kalau misal PDI-P mampu mempertahankan kemenangannya sampai pada 17 April, itu baru presiden pertama partai yang bisa menang berturut-turut karena pemilu belum pernah menghasilkan pemenang yang mampu mempertahankan kemenangannya berturutturut,’’ katanya. Sesuai ketentuan UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Pemilu, disyaratkan perolehan suara sebesar 4 persen dari total jumlah suara sah secara nasional bagi partai untuk bisa duduk di parlemen (parliamentry threshold/PT). Saat ini dengan angka PT sebesar 3,5 persen, terdapat sepuluh par-
tai yang berhasil lolos di DPR. Dengan demikian berdasar hasil survei tersebut maka akan ada dua partai yang terpental dari DPRRI. (ant/kmb4)
Diskominfo Sosialisasi ’’Aksi’’ Badung GUNA mewujudkan salah-satu Visi dan Misi Bupati dan Wakil Bupati Badung yakni memantapkan kualitas pelayanan publik dengan menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Badung menggelar sosialisasi Aksi (Akses Internet) Badung. Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang pertemuan Kerta Gosana, Pusat Pemerintah Kabupaten Badung, Selasa (2/4). Sosialisasi dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika I Wayan Weda Dharmaja, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa I Putu Sridana, Camat se-Kabupaten Badung, kelurahan/ desa, puskesmas, kepala SD negeri, kepala SMP negeri, lingkungan/banjar, penge-
lola objek wisata. Sosialisasi Aksi ini dihadiri narasumber GM ICON + SBU Denpasar Hartadi dan Miss Internet Provinsi Bali. Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh krama Badung menggunakan dan mengakses internet dengan benar untuk mewujudkan Indonesia hebat. ‘’Dengan adanya internet ini akan memudahkan segala sesuatu yang kita lakukan, sehingga kita mengetahui keberadaan negara-negara di luar sana,’’ ungkapnya. Menurutnya, kemudahan dalam mengakses internent adalah wujud dalam mempercepat informasi dan pelayanan di Kabupaten Badung. ‘’Akses internet ini merupakan salah satu bentuk edukasi, pembelajaran bagi semua untuk melakukan sesuatu,’’ katanya.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Badung telah meluncurkan program Wifi gratis di seluruh kawasan Gumi Keris. ‘’Badung smart city merupakan connecting, controlling, monitoring, maka itu janganlah melawan teknologi, ikutilah teknologi dengan baik,’’ jelasnya. Kadis Kominfo Badung Weda Dharmaja menyampaikan tujuan digelarnya sosialisasi Aksi Badung adalah membangun infrastruktur di seluruh wilayah Kabupaten Badung. Upaya ini penting sebagai salah satu penunjang dalam penerapan smart city dan pelayanan publik yang efektif, efisien dan transparan. Selain itu, juga untuk mengelola perkembangan teknologi menjadi jembatan prestasi melalui internet Bersama (Bersih, Selektif, Aman, dan Kreatif). ‘’Kami berharap kita bersama-sama
menjaga dan merawat, sehingga akses internet ini dapat berfungsi dan berguna bagi masyarakat Badung,’’ ujarnya. Diterangkan, pemasangan akses internet tahun 2018 di tempat-tempat publik hingga ke tingkat banjar yang meliputi enam kantor camat, 62 desa/kelurahan, 249 Sekolah Dasar, 22 Sekolah Menengah Pertama, 13 puskesmas, 54 pustu, 555 banjar dan lingkungan serta 33 objek wisata yang total sebanyak 994 lokasi dengan total access point. (ad105) AKSI BADUNG - Bupati Giri Prasta membuka sosialisasi Aksi Badung di ruang pertemuan Kerta Gosana Puspem Badung, Selasa (2/4).
DENPASAR
2
Kamis Wage, 4 April 2019
”Simakrama” Panitia Karya Pujawali Pura Agung Gunung Raung Taro Denpasar (Bali Post) Prajuru dan Ketua Panitia Karya Pujawali Kahyangan Jagat Pura Agung Gunung Raung Taro Desa Pakraman Taro Kaja masimakrama di Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Denpasar. Simakrama dilakukan serangkaian karya di pura kahyangan jagat tersebut yang puncaknya jatuh pada Buda Kliwon Ugu, Rabu (10/4) mendatang. Kedatangan Prajuru dan Ketua Panitia Karya Pura Kahyangan Jagat Pura Agung Gunung Raung Taro Desa Pakraman Taro diterima Pimpinan Kelompok Media Bali Post Satria Naradha. I Made Tagil Kumaranata selaku Ketua Panitia mengatakan, maksud simakrama tersebut adalah mensosialisasikan karya yang akan dilaksanakan di Pura Kahyangan Jagat Pura Gunung Raung Taro. Sebe-
lum puncak karya yang jatuh pada 10 April 2019, panitia karya sudah melaksanakan pertemuan atau pegunem dengan nama Semunduk Taro yang terdiri atas 31 desa pakraman. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan untuk melaksanakan upacara karya di Pura Agung Gunung Raung. Karya ini dinamakan Karya Nyatur Padudusan Alit yang jatuh setiap satu tahun sekali yang bertujuan ngerastitiang jagat supaya jagat Bali tetap ajeg. Tagil Kumaranata menambahkan, karya di Pura Kahyangan Jagat Pura Agung Gunung Raung Taro Desa Pakraman Taro Kaja berlangsung selama 11 hari. Seluruh umat Hindu yang ada di seluruh Bali diharapkan bisa tangkil mengaturkan sembah bhakti di Pura Agung Gunung Raung yang puncaknya jatuh pada 10 April 2019 dan upacara masineb pada 19 April 2019. (kmb)
Bali Post/kmb12
LELANG - Pengumuman hasil seleksi administrasi peserta seleksi calon pejabat tinggi pratama (eselon II) di lingkungan Pemkot Denpasar, Selasa (2/4) lalu.
Lelang Jabatan Kepala Dinas/Badan
46 Pelamar Lolos Seleksi Administrasi Denpasar (Bali Post)Sebanyak 48 pelamar seleksi calon pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) yang akan menduduki jabatan kepala dinas/badan di lingkungan Pemkot Denpasar telah mengikuti seleksi administrasi dan rekam jejak jabatan pada tanggal 27 sampai 29 Maret lalu. Dari hasil tersebut, sebanyak 46 pelamar lolos seleksi administrasi dan dipastikan melenggang ke tahapan selanjutnya. Sedangkan dua pelamar dinyatakan gugur lantaran tidak melengkapi persyaratan administrasi. Hal itu terungkap saat pengumuman hasil seleksi administrasi seleksi calon pejabat tinggi pratama (eselon II) oleh Tim Pansel di Kantor Wali Kota Denpasar, Selasa (2/4) lalu. Plt. Kepala Badan Kepega-
waian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) Kota Denpasar I Wayan Sudiana didampingi Kabag Humas dan Protokol Dewa Gede Rai menjelaskan, seluruh tahapan yang dilaksanakan senantiasa selalu bersandar pada aturan yang berlaku. Sehingga seleksi ini mampu menghasilkan pejabat yang berkualitas dan berintegritas. Karenanya, Tim Pansel membuat suatu kriteria yang jelas untuk memudahkan mencari calon-calon yang berkulitas, di calon-calon ini selain memiliki kecerdasan intelektual juga nantinya harus mampu meningkatkan kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual dalam membangun Kota Denpasar. “Kami selalu bersandar pada aturan sehingga seleksi ini mampu menghasilkan pejabat
yang berkualitas serta berintegritas,” jelasnya. Berdasarkan Pengumuman Nomor: 800/008-Pansel/2019 tentang Pengumuman Hasil Seleksi Pejabat Tinggi Pratama (Eselon II) Pemkot Denpasar yang dinyatakan lolos seleksi administrasi yakni Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Sekretariat Daerah Kota Denpasar dengan empat orang pelamar dinyatakan lolos, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dengan tujuh orang pelamar dinyatakan lolos, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dengan tujuh orang pelamar dinyatakan lolos. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dengan empat orang pelamar dinyatakan lolos, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan
Sipil dengan enam orang pelamar dinyatakan lolos, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dengan sembilan orang pelamar dinyatakan lolos, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan dengan lima orang pelamar dinyatakan lolos, dan Kepala Dinas Perhubungan dengan empat orang pelamar dinyatakan lolos. Sudiana menambahkan, peserta yang belum mengikuti uji kompetensi diwajibkan mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan pada tanggal 4 sampai 5 April 2019. Dilanjutkan dengan seleksi kompetensi bidang dan sosio kultural (wawancara) pada tanggal 8 sampai 10 April 2019. Kemudian pengumuman hasil seleksi kompetensi bidang dan sosio kultural (wawancara) akan diumumkan tanggal 16 April 2019. (kmb12)
Tindak Tegas Pelanggar Pelayanan Kesehatan Perda Permukiman Kumuh Bali Post/kmb
MASIMAKRAMA - Prajuru dan Ketua Panitia Karya Puja Wali Kahyangan Jagat Pura Agung Gunung Raung Taro Desa Pakraman Taro Kaja saat masimakrama di Gedung Pers Bali Ketut Nadha.
Mata di Besakih
Denpasar (Bali Post) Bali Post dan RS Mata Bali Mandara melaksanakan pelayanan kesehatan mata di Pasraman Bali Post Besakih, Kamis (4/4) hari ini. Pelayanan kesehatan meliputi pemeriksaan mata, pemberian obat sesuai indikasi dan pembagian kacamata gratis. Direktur RS Mata Bali Mandara dr. Ni Made Yuniti, M.M. mengatakan, pelayanan kesehatan mata ini dalam rangka ngayah saat odalan di Pura Besakih. Pemeriksaan mata khususnya dilakukan
para pecalang dan pamangku agar dalam menjalankan tugas melayani umat dapat optimal. “Pemeriksaan mata dilakukan mulai pukul 09.00 - 13.00 Wita,” imbuhnya. Dengan pelayanan kesehatan mata termasuk edukasi kesehatan mata yang dilakukan pada hari ini, Yuniti berharap masyarakat menjaga kesehatan matanya. Menjaga kesehatan mata itu dengan cara berolahraga, makan buah dan sayur secara rutin serta check-up mata setiap tahun sekali di RS Mata Bali Mandara. (kmb42)
Denpasar (Bali Post) –
Pemkot Denpasar baru saja menyelesaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas Perumahan dan Permukiman kumuh. Ranperda ini sudah disetujui jajaran DPRD setempat untuk dijadikan perda. Kendati demikian, perda ini dinilai tidak akan bermanfaat bila penegakan hukum bagi pelanggar masih lemah. Anggota Fraksi Demokrat DPRD Denpasar A.A. Gede Putra Ariewangsa, S.S. menegaskan hal itu, Rabu (3/4) kemarin. Putra Ariewangsa mengatakan, perda ini harus ditindaklanjuti dengan upaya strategis dan langkah tegas aparat penegak perda untuk menindak para pelanggar. Anggota Komisi I DPRD Denpasar ini menyebutkan, untuk keberhasilan perda ini harus dilakukan sosialisasi kepada masyarakat. Terlebih dalam perda ini juga ada pemberian insentif dan disinsentif bagi mereka yang
memiliki lahan permukiman kumuh. Melalui perda ini, Putra Ariewangsa berharap ke depan Denpasar bisa mengurangi dan bahkan menghapus keberadaan permukiman kumuh yang masih cukup banyak terlihat di kota ini. Pada tahun 2018 tercatat Denpasar masih mengantongi 82,66 hektar lahan yang terdapat permukiman kumuh. Lahan ini tersebar di beberapa
titik. “Kami berharap setelah adanya perda ini, permukiman kumuh di Denpasar bisa ditangani, sehingga kota ini tanpa permukiman kumuh lagi sesuai dengan RPJMN. Salah satu poinnya, yakni kota tanpa permukiman kumuh,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Pansus Permukiman Kumuh DPRD Denpasar I Wayan Suadi Putra mengatakan, munculnya permukiman kumuh di Denpasar
Denpasar (Bali Post) Analisis dan evaluasi (anev) Operasi Sikat Agung 2019 dilaksanakan Selasa (2/4) lalu. Kegiatan ini dipimpin Kasatgas V Ditintelkam Polda Bali AKBP Gede Nyoman Arta. Memasuki hari kelima diungkap 25 kasus pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Dikonfirmasi Rabu (3/4) kemarin, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja
menyampaikan, anev tersebut dilakukan untuk mengetahui sejauh mana hasil yang sudah dicapai dan kendala yang dialami di masing-masing Satgas Operasi Sikat Agung. “Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sesuai rencana dan tujuan operasi,” ujarnya. Menurut Hengky Widjaja, rincian kasus yang telah diungkap, yaitu sembilan kasus curat dan tiga curanmor yang merupakan target operasi (TO). Selain itu, polisi juga mengungkap kasus
non-TO yaitu 11 kasus curat, satu curas dan satu curanmor. Diharapkan para Kasatgas meningkatkan koordinasi agar dinamika operasi berjalan optimal dan memberikan efek deteren. Untuk TO yang belum berhasil diungkap agar kegiatan penyelidikan diintensifkan. Terkait digelarnya Operasi Sikat Agung 2019, Tim Resmob Ditreskrimum Polda Bali mengungkap kasus pencurian rumah dan toko Senin (1/4) lalu. Pelakunya yaitu Rico Darmawan (34) asal Pangkal Pinang, Bangka Belitung.
akibat tingginya arus urbanisasi. Di sisi lain, penyediaan infrastruktur serta lahan untuk permukiman yang semakin sulit. Persoalan lain, yakni permukiman kumuh di Denpasar dominan berada di lahan sewa. Nyaris tidak ada permukiman kumuh yang berdiri di atas tanah negara. Oleh karena itu, perlu terobosan yang jelas dalam mengurai persoalan ini ke depan. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Operasi Sikat Agung, Polda Ungkap Puluhan Kasus
Topik : KEGIATAN DESA ADAT DIBIAYAI APBD BALI
Soal Reklamasi Teluk Benoa
Walhi Bali Sengketakan Gubernur Koster Denpasar (Bali Post) Berita ini bisa dikomentari Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Bali menyengketakan pada acaraGubernur Citra Bali Bali Wayan Koster terkait tidak dibukanya surat usulan Radio revisi Global PerpresFM Nomor 51 Pukuldikirimkan 08.00 - 09.30 wita. Tahun 2014 yang Gubernur Bali Wayan Koster kepada Presiden Joko Widodo. Gugatan itu dilayangkan perwakilan Walhi Bali I Made Juli Untung Pratama dan I Wayan Adi Sumiarta ke Komisi Informasi (KI) Provinsi Bali, Selasa (2/4) lalu. Berkas gugatan tersebut diterima I Gede Wira Gunarta yang merupakan sekretariat dan sekaligus panitera KI Bali. Untung Pratama mengatakan, gugatan dilakukan karena surat Walhi Bali pada 31 Januari lalu, soal isi usulan revisi Perpres Nomor 51 Tahun 2014 yang dikirimkan Gubernur Bali Wayan Koster kepada presiden. Namun permintaan sesuai surat tersebut ditolak Gubernur. Salah satu alasannya bahwa itu adalah surat internal antarbadan publik, sehingga itu merupakan surat yang dikecualikan dan tidak diberikan ke Walhi. Dalam balasan surat Walhi Bali, Gubernur Bali juga disebut bahwa surat tersebut disebut ketat dan terbatas. Alasan lainnya, Gubernur Bali juga sedang negosiasi dengan pemerintah pusat, kalau surat itu dibuka, maka akan menyebabkan negosiasi menjadi buyar. Atas jawaban itu, Walhi keberatan dan membantahnya. “Intinya bahwa Walhi
membantah bahwa surat yang dikirimkan kepada presiden bukan merupakan informasi yang dikecualikan. Mestinya Gubernur membukanya. Karena tidak memberikan salinan itu, maka kami akan menyengketakan Gubernur Bali ke Komisi Informasi,” tegas Untung Pratama. Soal latar belakang gugatan, Untung Pratama menjelaskan bahwa tujuan Walhi Bali meminta salinan surat tersebut kepada Gubernur Bali adalah untuk menguji komitmen Gubernur Bali Wayan Koster yang katanya menolak reklamasi Teluk Benoa. Karena Walhi Bali merupakan organisasi lingkungan hidup bersama Forum Rakyat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa (ForBALI) selama lebih dari lima tahun ini secara konsisten melawan rencana reklamasi di Teluk Benoa. Di samping itu, Untung Pratama menegaskan bahwa ini merupakan informasi yang sudah sepantasnya diketahui oleh publik. Sebab, selama ini masyarakat terus bergerak melawan rencana proyek reklamasi selama lebih dari lima tahun dan masih terus berjuang sampai saat ini. Sehingga untuk mengawalnya, Walhi meminta gubernur membuka salinan surat yang dikirim kepada Presiden Joko Widodo. “Ini juga merupakan konsekuensi terhadap keseriusan Gubernur Bali Wayan Koster dalam menolak reklamasi Teluk Benoa,” tegasnya. (kmb37)
Saat membobol lima rumah kosong, pelaku membawa gunting pemotong besi dan dua linggis. Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol. Andi Fairan menyampaikan, pelaku ditangkap setelah membobol rumah di Jalan Mertasari Nomor 2 Suwung Kangin, Denpasar selatan, 23 Desember 2018. Korbannya Putu Hadi Kusuma (69). “Modusnya pelaku memasuki rumah atau toko saat kosong. Dia membuka pintau atau jendela menggunakan linggis, obeng dan gunting,” ujarnya.(kmb36)
Koster Janji Buka Surat Setelah Pemilu Serentak
Denpasar (Bali Post) Gubernur Bali Wayan Koster mengaku tidak mempermasalahkan gugatan Walhi Bali yang ditujukan kepadanya. Gugatan yang dimaksud terkait tidak dibukanya surat usulan revisi Perpres Nomor 51 Tahun 2014 yang dikirim Koster kepada Presiden RI Joko Widodo. Walhi Bali menggugat Gubernur Bali di Komisi Informasi Provinsi Bali, Selasa (2/4). Koster sendiri langsung berjanji akan membuka surat tersebut setelah pemilu Sserentak, 17 April mendatang. “Suratnya ada. Walhi meminta dibuka, saya belum setuju. Nanti setelah pemilu serentak 17 April saya buka,” ujarnya seusai menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Bali, Selasa (2/4). Koster juga mengaku surat tersebut belum mendapatkan jawaban dari Presiden. Namun masih berproses lantaran butuh koordinasi dengan beberapa kementerian. Ketua DPD PDI-P Bali ini juga membantah ada proses negosiasi sehingga surat yang dikirim itu belum mendapat jawaban. “Tidak ada. Kita saklek itu (Teluk Benoa) harus dikembalikan menjadi kawasan konservasi. Prinsip itu tidak
bisa bergeser,” tegasnya. Koster pun kembali menegaskan sikap Pemprov Bali yang menolak reklamasi Teluk Benoa. Ia bahkan sudah berbicara dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, dan sudah sepakat agar tidak mengeluarkan izin jika ada pihakpihak yang mengajukan Amdal reklamasi Teluk Benoa. Upaya ini untuk menyikapi izin lokasi yang dikeluarkan lagi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti. “Ini kan baru izin lokasi. Nanti kalau izin reklamasi kan, kalau ada permintaan pertimbangan teknis dari Gubernur sudah pasti saya tidak kasih. Enggak jadi juga itu barang,” jelasnya. Koster menambahkan, izin lokasi itu pun kalau memang izin baru sebetulnya cacat administrasi. Sebab, Menteri Kelautan dan Perikanan RI tidak pernah berkomunikasi dengan dirinya. Baik sebelum maupun sesudah izin lokasi dikeluarkan. “Tapi beliau sudah paham bahwa Gubernur itu menolak,” tandasnya. (kmb32)
Wayan Koster
BADUNG 3 2.500 Benih Ikan Disebar di Empat Desa
Kamis Wage, 4 April 2019
Mangupura (Bali Post) Guna melestarikan dan menjaga ekosistem sungai, Pemkab Badung melakukan kegiatan restocking atau penebaran kembali benih ikan air tawar. Setidaknya 2.500 benih ikan disebar di empat desa, yakni Desa Baha, Desa Carangsari, Desa Sibang Gede dan Desa Tibubeneng. Kepala Dinas Perikanan Badung Putu Oka Swadiana mengatakan, restocking merupakan gerakan pengendalian pemanfaatan sumberdaya
Bali Post/par
Bupati Giri Prasta Tinjau Utilitas Terpadu Bawah Tanah di Kuta PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Badung di bawah kepemimpinan Bupati Nyoman Giri Prasta dan Wabup I Ketut Suiasa memegang teguh komitmen mewujudkan utilitas terpadu bawah tanah, khususnya di wilayah Kuta. Komitmen ini diwujudkan dengan pembangunan terowongan utilitas bawah tanah secara bertahap. Guna memastikan proyek tersebut berjalan dengan baik, Selasa (2/4) lalu Bupati Giri Prasta turun langsung ke lapangan meninjau proyek utilitas terpadu bawah tanah di Banjar Basangkasa hingga Banjar Pering sepanjang 1,8 km. Turut hadir mendampingi Bupati, Wabup Ketut Suiasa, anggota DPRD Badung dapil Kuta I Gusti Anom Gumanti, Kajari Badung Sunarko, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Badung IB Surya Suamba, Kasatpol PP Badung IGAK Surya Negara, Kabag Humas Putu Thomas Yuniartha, Camat Kuta Nyoman Rudiarta, Lurah Seminyak Kadek Oka Parmadi serta tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat. Bupati Giri Prasta pada kesempatan tersebut mengatakan, program ini telah masuk pada Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB). Bupati dalam hal ini mempunyai prinsip menjaga keindahan dan estetika dengan melakukan modernisasi ke bawah tanah. Pihaknya menargetkan di wilayah Kuta bisa dibangun utilitas terpadu bawah tanah sepanjang 10 km, mulai dari Seminyak-Legian dan Kuta. ‘’Tahap awal kita lakukan 10 km dulu. Kenapa kita mulai dari Seminyak, karena konektivitas PLN yang di Sunset Road itu masuknya dari Seminyak,’’ jelasnya. Melalui pembangunan ini Bupati Giri Prasta juga menginginkan Dinas PUPR Badung
UTILITAS TERPADU - Bupati Badung Nyoman Giri Prasta meninjau proyek utilitas terpadu bawah tanah di Banjar Basangkasa hingga Banjar Pering, Kuta, Selasa (2/4). dapat men-training diri sendiri, mengkomunikasikan dengan pihak yang mempunyai kemampuan yang lebih tinggi dalam kaitannya dengan pembangunan MRT nanti. ‘’Kami kira sama, tinggal cukup yang lebih besar lagi. Kita targetkan ini dulu, kita harus jaga dengan baik,’’ terangnya. Pengerjaan utilitas, kata Bupati Giri Prasta kemungkinan besar tidak diketahui masyarakat luas. Karena pengerjaannya dilakukan pada malam hari, termasuk untuk perbaikan trotoar. Bupati juga mewajibkan PLN, Telkom dan provider yang lain agar utilitasnya diturunkan ke utilitas terpadu yang telah disiapkan. ‘’Kami akan buatkan ketentuan, maksimal bulan Juni ini sudah selesai semua. Kalau tidak kami akan cabut semua,’’ tegasnya. Menurut Kepala Dinas PUPR Badung IB Surya Suamba, penataan perangkat atau utilitas berupa kabel listrik dan kabel telekomunikasi yang tidak beraturan di kawasan Seminyak Kuta ini dananya bersumber dari APBD Badung tahun 2018, dengan nilai kontrak sebesar Rp 28.417.174.892. Pemban-
gunan utilitas dikerjakan Kontraktor PT Trijaya Nasional dengan Konsultan PT Kencana Adhi Karma. Pengerjaan dilaksanakan selama 240 hari dengan box utilitas menggunakan beton pracetak ukuran 150x180 cm. ‘’Utilitas ini sudah selesai dikerjakan, dengan metode kerja clean construction, mulai pukul 21.00 Wita hingga 06.00 Wita,’’ terangnya. Saat ini pemilik utilitas baik PLN, provider dan lain sebagainya, sedang masuk proses pemasangan kabel, yaitu proses FO. Juni mendatang tahapan ini diharapkan tuntas sehingga proses bisa dilanjutkan dengan pencabutan tiang-tiang kabel. Ke depan di kawasan tersebut hanya akan ada tiang lampu penerang jalan, sesuai harapan Bupati Giri Prasta. ‘’Setelah ini selesai, selanjutnya kita terus berjalan menuju sampai 10 km. Dari ujung Basangkasa, kemudian ke Legian, Kuta, Bemo Corner ke kanan, pinggir Pantai Kuta dan Melasti. Di tahun ini di perubahan diharapkan bisa ada anggaran dan lanjut, sehingga sesuai harapan Pak Bupati ini bisa diselesaikan tahun 2020,’’ jelasnya. (ad111)
RELAWAN - Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. I Putu Gede Suastawa menghadiri pengukuhan relawan antinarkoba di Lapas Kerobokan. penyalahgunaan dan peredaran gelap barang terlarang tersebut. ‘’Ada tiga tugas pokok besar yang merupakan muara kerja sama antara BNN dan Lapas yaitu terkait supply reduction, melakukan advokasi sosialisasi diseminasi serta memberikan penguatan dalam hal rehabilitasi,’’ tegasnya. Langkah konkret setelah pengukuhan, lanjut Suastawa, BNNK Badung akan melakukaan pembekalan dan pembinaan tentang Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Kata mantan Direktur Binmas Polda Bali ini, kerja sama yang dilakukan oleh BNN dan Kementerian Hukum dan HAM RI pada 2018 yaitu dalam hal rehabilitasi penyalahguna narkoba di lapas dan rutan, pengawasan, dukungan alat deteksi berupa mesin Xray untuk para pengunjung, membantu proses penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan BNN, hingga komitmen petugas untuk tidak membawa alat komunikasi dalam bentuk apapun saat tengah bertugas. Perjanjian kerja sama tersebut juga mengatur pelaksanaan tes narkoba di lingkungan Kemenkumham. Selain itu diatur
mengenai dukungan terhadap penyelidikan dan penyidikan tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika. ‘’BNN dan Kemenkumham akan saling mendukung dalam hal rehabilitasi penyalahgunaan narkotika. Juga akan melakukan operasi bersama serta pertukaran data dan informasi terkait kegiatan pencegahan serta pemberantasan masalah narkotika,’’ ujarnya. Dengan kegiatan ini diharapkan Relawan Antinarkoba dari Lapas Kerobokan memahami prinsip, yaitu pertama, profesional yakni menyampaikan informasi secara tepat dan akurat agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda. Kedua, integritas yaitu Relawan Antinarkoba menjaga nama baik relawan maupun organisasi BNN sebagai pembina relawan. Ketiga, jujur yakni relawan juga bertindak sebagai pendamping dalam masyarakat dan melaporkan dengan jujur jika ada penyalahgunaan di wilayah bertugas. Keempat, bekerja sama dengan seluruh komponen masyarakat dalam melaksanakan tugas tidak individual. Kelima, rendah hati yakni menghormati masyarakat dan nilai-nilai setempat. Sementara itu, Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Bali Sudjonggo mengharapkan komitmen dan tanggung jawab dari seluruh pimpinan serta jajaran Lapas Kerobokan untuk mewujudkan lapas yang bersih dari peredaran gelap narkoba dengan menjadi Relawan Antinarkoba. Ke depan direncanakan satu per satu warga hunian akan dijadikan percontohan untuk bersih dari narkoba. Dia menegaskan, bahaya narkoba lebih besar dari terorisme dan korupsi. ‘’Harus ada komitmen dan dapat bersih dari penyalahgunaan narkoba,’’ ujarnya. (bns)
menjaga ekosistem sungai, penebaran benih ikan ini dapat mendukung gerakan makan ikan yang bergizi bagi anak-anak sehingga menambah kecerdasan anak. ‘’Melalui kegiatan ini para ibuibu dapat memperkenalkan kepada anak-anaknya agar tertarik makan ikan untuk kesehatan. Agar anak kita tidak hanya tahu makan-makanan siap saji,’’ jelasnya. Ia juga mengapresiasi keterlibatan pihak ketiga yang bersinergi dengan Dinas Perikanan Badung membantu benih ikan untuk masyarakat. Restocking akan terus berlanjut demi keberlangsungan ikan di Kabupaten Badung. (kmb27)
Warga Sibangkaja Harapkan Pembangunan Pasar Desa
Mangupura (Bali Post) -
Relawan Antinarkoba Lapas Kerobokan Dikukuhkan
PENGUKUHAN Relawan Antinarkoba di Lapas Kelas IIA Kerobokan dilaksanakan pada Selasa (2/4), di aula lapas setempat. Kegiatan ini diprakarsai BNNK Badung, BNNP Bali dan Lapas Kerobokan. Tujuannya menguatkan jaringan kerja sama yang sebelumnya telah dilakukan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama antara kedua belah pihak. Saat itu dikukuhkan 20 relawan yang merupakan pegawai di lingkungan lapas. Pengukuhan dilakukan Kepala BNNP Bali Brigjen Pol. Drs. I Putu Gede Suastawa, S.H. dan disaksikan Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM Bali Sudjonggo, Kepala BNNK Badung AKBP Ni Ketut Masmini, Kalapas Kelas IIA Kerobokan Tonny Nainggolan dan Kepala Badan Kesbangpol Badung I Nyoman Suendi. Kepala BNNP Bali Brigjen Suastawa mengatakan, komitmen semua pihak terutama Kemenkumham dalam hal ini pihak Lapas Kerobokan merupakan langkah tepat dalam upaya pemberantasan narkoba di lapas atau rutan. Oleh karena itu, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan ini dalam rangka menekan angka
TEBAR - Penebaran benih ikan di perairan umum yang digelar di Desa Baha, Mengwi, Selasa (2/4) lalu.
perikanan. Hal ini diwujudkan dengan penebaran benih ikan di perairan umum. ‘’Sekaligus dalam upaya meningkatkan gerakan memasyarakat makan ikan, agar menjadi sehat dan cerdas,’’ ungkap Oka Swadiana, Rabu (3/4) kemarin. Penebaran benih ikan merupakan upaya menjaga kebersihan lingkungan dan pelestarian sumber daya ikan. ‘’Gerakan ini juga sekaligus menjadikan sungai atau perairan umum sebagai sumber kehidupan, termasuk menjadikan ikan sebagai salah satu solusi dalam peningkatan gizi masyarakat,’’ katanya. Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta berharap, selain untuk
Tak seperti desa kebanyakan, Desa Sibangkaja Kecamatan Abiansemal hingga kini belum memiliki pasar tradisional. Selain meningkatkan perekonomian, keberadaan pasar desa diharapkan dapat menampung hasil pertanian masyarakat setempat. Hal itu terungkap dalam diskusi panel serangkaian peringatan 100 tahun SD 1 Sibangkaja, Rabu (3/4) kemarin. Diskusi ini dihadiri tokoh masyarakat Desa Sibangkaja dan Pemerintah Desa Sibangkaja. I Wayan Dhania, salah seorang tokoh masyarakat mengatakan, banyak hal yang perlu ditata di Desa Sibangkaja agar desa lebih maju dan sejahtera. Yang mendesak adalah pembangunan pasar, mengingat warga Desa Sibangkaja berbelanja ke desa lain dan jaraknya cukup jauh. ‘’Usulan ini tentunya perlu dibahas bersama, sehingga ke depan bisa terwujud,’’ ujarnya. Menurutnya, konsep pasar yang diharapkan masyarakat adalah pasar desa yang berkarakter sesuai
dengan potensi masyarakat desa. Pasar di antaranya diharapkan mampu menampung hasil pertanian dan bunga yang menjadi maskot kawasan tersebut. ‘’Bunga cempaka dan bunga pacah merupakan potensi. Selama ini mereka menjual ke luar desa. Dengan dibangunnya pasar, bisa mengangkat ekonomi masyarakat. Pasar ini nantinya bisa dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa Sibangkaja,’’ jelasnya. Perbekel Sibangkaja Ni Nyoman Rai Sudani mengakui bahwa masyarakat
ada yang mengusulkan pembangunan pasar desa, namun hal itu belum bisa terealisasi. ‘’Saat kegiatan fokus grup diskusi yang kami gelar terkait kegiatan 100 tahun SD 1 Sibangkaja sudah kami bahas (pembangunan pasar desa - red),’’ ujarnya. Namun pembangunan pasar desa terkendala lahan, sehingga memerlukan pembahasan lebih lanjut. ‘’Ada memang lahan yang dilirik yakni di sebelah Pura Karang Buncing. Namun itu kan bukan lahan milik desa adat, namun milik pangempon pura, jadinya hal
ini perlu pembahasan lagi,’’ jelasnya. Ada tiga agenda di Desa Sibangkaja yang perlu menjadi pembahasan lebih lanjut, di antaranya malah desa wisata, BUMDdes dan pasar. ‘’Yang paling urgen untuk ditindaklanjuti adalah desa wisata, karena kami sudah melakukan penataan berbagai tempat untuk pengajuan sebagai desa wisata,’’ sebutnya. Desa setempat memiliki potensi alam yang menarik, seperti Sungai Ayung dan sejumlah subak dengan bentangan sawah yang masih asri, sehingga penataan untuk kawasan desa wisata perlu dilakukan. ‘’Setelah desa wisata ini bisa terbentuk dengan baik, baru setelah itu membuat BUMDes dan pasar,’’ tegasnya. (kmb27)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Kamis Wage, 4 April 2019
Politeknik Negeri Bali Buka Magister (S-2) Terapan Arya Wedakarna Panen Dukungan di Kintamani
Mengatasi Kesenjangan Tenaga Ahli di Industri Pariwisata SEJUMLAH studi menunjukkan bahwa Indonesia akan mengalami bonus demografi pada 2020-2030. Hal ini tampak dalam kenyataan bahwa 10 dari 15 orang Indonesia tergolong usia produktif. Padahal, menurut proyeksi International Labour Organization (ILO), bonus kependudukan tersebut ternyata tidak diikuti oleh ketersediaan tenaga ahli. Di negara-negara ASEAN sendiri, Indonesia tercatat merupakan penyedia tertinggi tenaga kerja. Faktanya, 38,4% pekerja ASEAN adalah orang Indonesia (123 juta dari 321 juta orang) tetapi hanya 10,7% yang merupakan tenaga ahli (13,4 juta dari 113 juta orang). Di bidang kepariwisataan, kebanyakan level tinggi manajerial di industri pariwisata pada saat ini diisi oleh tenaga-tenaga yang berasal dari luar negeri. Karenanya pada era globalisasi ini Indonesia perlu meningkatkan daya saing bangsa melalui kualitas SDM level manajerial tersebut. Di samping itu, hasil tracer study Tim Politeknik Negeri Bali (PNB) menemukan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, para tenaga ahli yang ada kebanyakan berasal dari pendidikan tinggi akademis keilmuan dan bukan dari pendidikan tinggi terapan seperti politeknik. Kebetulan, program studi sejenis yang cukup banyak bermunculan selama ini di Bali maupun luar Bali berkarakter akademik keilmuan. Berdasarkan kondisi tersebut, Politeknik Negeri Bali melalui Jurusan Pariwisata tahun ini membuka Program Magister (S-2) Terapan, Program Studi Perencanaan Pariwisata (Tourism Business Planning). Program studi ke-16 di PNB ini diniatkan meningkatkan daya saing bangsa, baik secara regional maupun internasional. Dengan kata lain, program studi ini berikhtiar mengatasi kesenjangan ketersediaan angkatan kerja (employment gap) yang berkeahlian dengan kebutuhan industri pariwisata. Di samping itu, status ‘’terapan’’ (applied) pada program pendidikan berlokasi di kampus Bukit Jimbaran ini tidak dimaksudkan untuk gagah-gagahan, melainkan menjawab kecenderungan arah kebijakan pemerintah saat ini yang terus bergerak ke paradigma vokasionalitas dan profesionalitas. Harus diakui, pendidikan tidak akan berarti apaapa jika berhenti di ‘’menara gading’’ tanpa pernah memberikan kebermanfaatan nyata bagi masyarakat, industri dan kemanusiaan pada umumnya. Kurikulum program magister perencanaan pariwisata ini dibangun berbasis permasalahan real di industri pariwisata (problem-based learning) mengingat sektor pariwisata semakin memegang peran penting dalam kehidupan masyarakat Bali, Indonesia dan global pada umumnya. Menurut Direktur PNB I Nyoman Abdi, S.E., MeCom. yang didampingi Wakil Direktur I A.A. Ngurah Bagus Mulawarman, S.T., M.T. dan Ketua Jurusan Pariwisata I Ketut Suarta, S.E., M.Si., pihaknya melalui program studi ini membangun kurikulum yang lulusannya memiliki keunggulan dalam penguasaan model project bisnis, manajemen produk dan keahlian spesifik yang dipilih. Kurikulum yang aplikatif dan kontekstual dengan metode pembelajaran yang komunikatif dan berbasis
Direktur Politeknik Negeri Bali I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom. teknologi informasi ini didukung para dosen berkualifikasi doktor (S-3) PNB lulusan dalam dan luar negeri ditambah sekitar 33 persennya merupakan dosen dari industri pariwisata, yakni para direktur serta general manager industri pariwisata yang hampir semuanya tamatan luar negeri. Petinggi-petinggi industri pariwisata ini berasal dari bidang-bidang perhotelan, travel, transportasi, destinasi, serta MICE (meetings, incentives, conventions, exhibitions) dan event. ‘’Keterlibatan para ahli dari industri pariwisata merupakan sinergisitas ideal dengan kompetensi keilmuan-terapan para doktor Politeknik Negeri Bali yang di antaranya juga lulusan Australia, Inggris, Prancis, Jepang, selain Indonesia,’’ tandas Abdi. Dengan keluarnya izin penyelenggaraan dari Menristekdikti Nomor 1246/KPT/I/2018, Program Magister Terapan Pariwisata, Program Studi Perencanaan Pariwisata, Jurusan Pariwisata ini segera membuka pendaftaran calon mahasiswa untuk tahun akademik 2019/2020 bagi para lulusan D-4/S-1 dari berbagai disiplin ilmu. Informasi lengkap mengenai program magister terapan ini dapat di-search di https://s2pariwisata@pnb. ac.id atau dikomunikasikan melalui email mtrpp@pnb. ac.id dan mobile phone 081239997510. Karena jenis pendidikan magister terapan bersifat spesifik, calon mahasiswa yang dimungkinkan berasal dari berbagai disiplin ilmu S-1 dan D-4 ini akan ditambahi tes kepribadian untuk persiapan menghadapi perkuliahan praktikal yang cukup ketat, sehingga nantinya bisa menjadi pemimpin-pemimpin perusahaan pariwisata yang unggul. (ad13)
Nivea Bersama OHCC Udayana Luncurkan Program Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial Ibu dan Anak di Lombok
NIVEA Sentuhan Ibu bersama One Health Collaborating Center (OHCC) Udayana melakukan penandatanganan MoU, Selasa (2/4). Bertempat di gedung Rektorat Unud, pada kesempatan tersebut juga dilakukan peluncuran program dukungan kesehatan mental dan psikososial. Program ini merupakan model intervensi kesehatan mental dan psikososial bagi para ibu dan anak yang terdampak gempa bumi di Lombok. Turut hadir pada kesempatan tersebut Kabid Penyakit Tidak Menular Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan drh. Rama Fauzi, M.Si., Marketing Manager Nivea Skin Care serta perwakilan Kepala BPBD Lombok. Menurut Diana Riaya selaku Marketing Manager Nivea Skin Care, program ini merupakan inisiasi Nivea yang diwujudkan melalui kegiatan Nivea Sentuhan Ibu, yang dirumuskan bersama OHCC Udayana. Dengan dukungan dari berbagai pihak dan instansi terkait, program ini akan diterapkan di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Dikatakannya, gempa yang mengguncang Lombok pada 2018 lalu menelan banyak korban dan kerugian. Tercatat, korban meninggal dunia dalam gempa Lombok mencapai 98 orang, sementara 236 orang lainnya dilaporkan lukaluka. Hingga saat ini sarana dan prasarana yang menunjang kehidupan masyarakat masih belum pulih sepenuhnya. ‘’Tidak hanya menimbulkan kerugian material, gempa bumi dan bencana alam lainnya turut memengaruhi kesehatan mental para korban yang selamat. Tidak jarang para korban selamat mengalami ketakutan terus-menerus, gangguan kecemasan, keengganan untuk berinteraksi dengan lingkungan, insomnia hingga depresi,’’ katanya. Dilatarbelakangi fakta tersebut,
MOU - Marketing Manager Nivea Skin Care Diana Riaya (kanan) bersama Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K)., dari OHCC Unud Dr. dr. Ni Nyoman Sri Budayanti, Sp.MK., perwakilan Kemenko PMK drh. Rama Fauzi, M.Si. serta perwakilan BPBD Lombok saat penandatanganan MoU serta peluncuran program dukungan kesehatan korban Gempa Lombok, Selasa (2/4). kata Diana, Nivea dengan menggandeng OHCC menginisiasi program pelayanan kesehatan mental (trauma healing) yang dikhususkan bagi ibu dan anak-anak. Dari data yang ada, 150 ibu dan 150 anak yang terdampak bencana alam di Lombok membutuhkan pendampingan khusus untuk memulihkan kondisi kesehatan mental mereka. Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). menyampaikan bahwa perguruan tinggi harus ikut berperan aktif dalam memberikan kontribusi terhadap mitigasi dan penanggulangan bencana. Kerja sama yang dilakukan oleh Nivea Sentuhan Ibu dan OHCC Udayana, menurutnya, akan membawa dampak besar, tidak hanya untuk masyarakat Lombok, namun juga dalam bidang pengembangan ilmu pengetahuan. ‘’Program intervensi mental dan psikososial bagi ibu dan anak yang terdampak gempa bumi di Lombok ini dapat menjadi kajian dan pembelajaran bagi civitas akademika
untuk pengembangan ilmu dasar kebencanaan,’’ katanya. Sementara itu, Dr. dr. Ni Nyoman Sri Budayanti, Sp.MK. dari OHCC Unud mengatakan, pihaknya menyambut baik inisiatif Nivea Sentuhan Ibu dan memberikan apresiasi yang tinggi terhadap program kerja sama ini sebagai bentuk Tri Dharma pengabdian masyarakat. Pengabdian masyarakat Universitas Udayana, khususnya OHCC, mengembangkan berbagai tema dan skim, termasuk kesehatan mental dan kerja sama dengan sektor swasta. Ditambahkannya, berdasarkan hasil riset lapangan dan kajian psikologis yang telah dilakukan terhadap sejumlah ibu dan anak yang terdampak gempa di Lombok, program mindfulness dan play therapy akan diterapkan untuk 250 pasang ibu dan anak. ‘’Program Sentuhan Ibu ini akan dilakukan selama lima bulan, dan diharapkan akan meningkatkan peranan universitas secara nyata dalam masyarakat,’’ pungkasnya. (ad107)
Rakyat Selalu Kenang Landmark Patung Dewi Danu Gagasan AWK di Danau Batur
TANPA dana APBN, tanpa berpangkutangan pada pemerintah dan hanya mengandalkan restu dari masyarakat adat, pada 2018 telah berdiri sebuah simbol Hindu Dharma di pinggir Danau Batur, tepatnya di Desa Songan, Kintamani, Bangli. Yakni berupa Patung Dewi Danu tertinggi di Indonesia, yang disumbangsihkan oleh Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa. Perhatian yang begitu besar diberikan oleh Arya Wedakarna (AWK) kepada Kabupaten Bangli, khususnya Kintamani, membuat masyarakat begitu menghormati sosok AWK. Mengingat perjuangan selama lima tahun menjadi anggota DPD-RI, AWK telah banyak memberikan kontribusi kepada umat Hindu tanpa tendensi politik apa pun. Demikian diungkapkan oleh Putu Suartika (Ketua GPM Bangli) di sela-sela mendampingi AWK dalam kunjungan kerja di Bangli. ‘’Sosok AWK begitu disayang oleh masyarakat Bangli. Sejumlah catatan kami untuk beliau begitu terekam. Beliau hadir di tengah masyarakat saat meninjau pembangunan gedung PHDI Bangli dan Wantilan Puri Agung. Beliau mendorong percepatan penandatanganan MoU antara Pemkab Bangli dan BKSA terkait status tanah Geopark Batur yang telah sukses ditandatangani,’’ katanya. AWK juga sempat memfasilitasi kebuntuan terkait rencana pembangunan kampus Hindu terbesar di Bangli antara Bupati Bangli dan jajaran IHDN bertempat di Kantor DPD-RI. Selain juga bersama Wabup Bangli mendorong penataan kawasan Penelokan. Selain itu, AWK juga membantu pemkab dengan memberikan rekomendasi resmi pembebasan lahan di pasar di Panelokan seluas hampir 1 hektar. AWK juga membantu merekomendasikan pengadaan tanah bagi keluarga korban longsor di Songan serta AWK mendukung Desa Adat Batur saat kasus tentang sebuah ashram/center spiritual yang membuat leteh natah Batur. ‘’Semua
SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama masyarakat di Sanda dan Batukaang, Kintamani, Bangli. kinerja beliau tercatat di media dan juga di benak kami,’’ ungkap Putu Suartika. Ia pun menyatakan bahwa sebagai warga Bangli, ia bangga karena AWK berhasil membangun Patung Dewi Danu tertinggi di Indonesia pada tahun lalu, yang kini menjadi ikon baru pariwisata spiritual di Bali. ‘’Salah satu perhatian Ajik AWK kepada Bangli khususnya kami warga Kintamani adalah bagaimana beliau membangun patung Dewi Danu bersama masyarakat adat Songan. Selain sebagai simbol Hindu Dharma, patung ini juga merupakan ikon baru. Dan meningkatkan kunjungan wisatawan. Wilayah Songan kini sudah menjadi objek wisata dan secara perlahan penataan baik sentra ekonomi maupun spiritual tourism sudah mulai bangkit. Terima kasih pada Ajik AWK yang sudah banyak membantu Bangli dan Kintamani dalam kerja selama 5 tahun. Suksma Ageng,’’ tandas Putu Suartika. Terkait dengan dukungan masyarakat Kintamani terhadap
AWK yang juga calon peserta Pemilu 2019 dengan nomor urut 42, terekam saat ber-simakrama di wilayah Sanda dan Batukaang, Kintamani. Masyarakat yang hadir membeludak. Bahkan mereka datang dari berbagai pelosok di Bangli. Dan apresiasi atas kehadiran masyarakat disampaikan oleh Gusti Wedakarna yang merasa terhormat bisa hadir. ‘’Suksma Ageng kepada masyarakat Kintamani. Jadikan pemilu bukan hanya sebagai ajang perebutan kekuasaan, tapi gunakanlah kekuasaan dengan bertanggung jawab untuk melindungi Bali dan kepentingan umat Hindu khususnya. Ngiring pilih presiden, DPD, DPR, dan DPRD yang bisa bekerja cepat untuk menyelesaikan masalah Bali. Kita perlu wakil rakyat yang paham tentang adat istiadat budaya Bali agar kebudayaan kita ajeg. Dan Bangli adalah salah satu wilayah prioritas perjuangan tiang. Ini Satyagraha kami,’’ ungkap Gusti Wedakarna. (ad109)
Arya Wedakarna Panen Dukungan di Negara Kaum Marhaen Jembrana Semakin Solid Dukung AWK Tegakkan Kedaulatan Hindu
MASIH ingat kasus penolakan berdirinya palinggih (tempat ibadah Hindu) di sebuah kantor pemerintah di Kabupaten Jembrana, yang sempat viral beberapa waktu lalu? Satu-satunya pejabat negara yang hadir saat itu di lokasi adalah sosok Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III. Dia yang langsung memberikan dukungan pada sikap Pemkab Jembrana terkait pendirian palinggih Hindu. Saat itu, Arya Wedakarna (AWK) berbicara dengan lantang, bahwa tindakan melarang pendirian palinggih itu adalah tindakan anti-Pancasila dan a-historis. Begitu juga sejarah mencatat bahwa AWK pernah hadir di Jembrana bersama Wabup Jembrana terkait dengan penyelesaian kasus pelecehan pakem tari Bali di sebuah desa di Jembrana yang diubah bernuansa agama tertentu yang dianggap melanggar Swadharma Pragina. Hal–hal yang sederhana inilah yang membuat bagaimana rakyat Jembrana khususnya umat Hindu sangat mengidolakan sosok AWK dan derasnya dukungan warga terhadap perjuangan AWK menjelang pemilu ini. Demikian diungkapkan oleh I Gusti Komang Suka Arsana (Ketua Gerakan Pemuda Marhaen/GPM Jembrana), yang menyatakan bahwa saat ini masyarakat Jembrana sudah melek politik dan tidak bisa lagi diatur terkait intervensi penguasaan terhadap pilihan politik warga. ‘’Saya sebagai salah satu putra Jembrana, kami menolak jika ada penguasa yang menitip nama si A atau si B terkait pilihan wakil rakyat ke pusat. Bahkan kami tidak peduli dengan rekomendasi partai A dan B. Rakyat Jembrana sudah cerdas, dengan era digital teknologi saat ini, tidak ada lagi yang perlu disembunyikan. Umat Hindu berhak memilih siapa wakil rakyatnya di Senayan, karena wakil rakyat Bali haruslah orang yang berani menggebrak dan melawan
MARHAENIS – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III saat hadir menyambangi masyarakat Jembrana di Tegal Badeng Barat dan Timur, Jembrana. keputusan-keputusan pusat yang tidak sesuai dengan kebutuhan Bali. Dan sosok pilihan rakyat Jembrana ada di AWK,’’ jelasnya. Beliau, sambungnya, adalah putra Jembrana yang paling bisa diandalkan saat ini. Dan sudah banyak kontribusi beliau terhadap Jembrana selama beliau menjabat DPD-RI. ‘’Astungkara, AWK bisa menang mutlak di Pemilu 2019,’’ ungkap I Gusti Komang Suka Arsana. Hal lainnya, selain pembelaan terhadap symbol-simbol Hindu, sejumlah kinerja AWK terhadap Jembrana sudah nyata terlihat. Di antaranya bagaimana DPD mendorong terwujudnya Sekolah Perikanan di Pengambengan, bahkan AWK sempat menyampaikan rekomendasi resmi kepada Menteri Kelautan agar proyek mangkrak kampus di Pengambengan segera diselesaikan. Selain itu, AWK juga memberikan dorongan akan terwujudnya TK Hindu Dharma di Jembrana selain
juga sempat hadir dan memberikan sumbangsih sederhana pada keberadaan objek wisata di bukit ‘’Dragon Hill’’ di Desa Pendem. Belum lagi bagaimana AWK memberikan penghargaan pada tahun 2018 kepada koperasi kakao dan petani cokelat di Melaya atas kontribusinya pada pertanian Jembrana. AWK pun dikenal menjadi satu-satunya pejabat setingkat republik yang langsung hadir pascabencana banjir di Penyaringan dan Tegalcangkring. Kontribusi lainnya, AWK telah banyak memberikan bantuan beasiswa kepada anak-anak muda Jembrana untuk melanjutkan pendidikan Strata 1 serta kontribusi AWK bersama Pemkab Jembrana, mendirikan Perpustakaan Bung Karno di Gedung Kesenian Bung Karno (eks Twin Tower) sejak tahun 2012 yang menjadi destinasi sejarah di Jembrana. Hal ini terekam dalam kunjungan AWK ke Tegal Badeng Timur dan Tegal Badeng Barat di Kecamatan Negara. (ad108)
Ciptakan Pemilu Aman
Mahasiswa Ikut Andil Secara Independen Denpasar (Bali Post) Untuk menyukseskan Pemilu 2019, semua elemen bangsa harus ikut andil dan berperan. Tak terkecuali mahasiswa yang merupakan generasi penerus bangsa. Sebagai kaum intelektual, mahasiswa diharapkan dapat membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam mewujudkan pemilu yang aman, damai, dan lancar. ‘’Kehadiran mahasiswa tentu akan membantu KPU. Paling tidak dalam hal mempersiapkan logistik dan membantu persiapan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang jumlahnya 12 ribu lebih di Bali,’’ tandas Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Provinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka
Wisnumurti, M.Si., Selasa (2/4) lalu. Akademisi yang juga mantan Ketua KPU Provinsi Bali ini menyadari tugas KPU dalam penyelenggaraan pemilu sangatlah rumit. Segala pekerjaan yang dilakoni KPU selama persiapan hingga penetapan hasil pemilihan harus dilakukan dengan time schedule yang sangat ketat, serta dengan kedisiplinan dan loyalitas tinggi para penyelenggara. Atas dasar itu, ia menilai perlu adanya dukungan dari setiap unsur bangsa, termasuk mahasiswa. Dalam proses penyelenggaraan pemilu yang aman, damai, dan lancar, sosialisasi pemilu masih menjadi tahapan yang sangat penting. Terlebih, pada pemilu kali ini merupakan
yang pertama kalinya digelar serentak untuk pemilihan presiden/wakil presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) yang meliputi DPR-RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/ Kota dan DPD. Dengan menerima lima surat suara secara bersamaan, pemilih memiliki potensi kebingungan yang lebih tinggi dibanding pemilu-pemilu sebelumnya. ‘’Untuk itulah mahasiswa kami yang akan menjalani Program KKN (Kuliah Kerja Nyata) harus mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat yang belum paham bagaimana cara menggunakan hak pilihnya, sehingga tidak ada suara rakyat yang hilang. Demikian pula agar mengajak masyarakat tidak
golput,’’ ujarnya. Kendati demikian, pihaknya tetap menekankan agar mahasiswanya tetap independen dalam mendukung penyelenggaraan pemilu. Meski didorong berkontribusi aktif, mahasiswa tetaplah mahasiswa yang harus bertindak atas nama kepentingan rakyat tanpa ditunggangi kepentingan partai politik maupun golongan lainnya. ‘’KPU itu sifatnya independen. Kita sebagai pembantu KPU juga harus independen. Mahasiswa kami wajib berpolitik, tapi politik kebangsaan, jangan politik praktis. Karena tugas kita semua adalah mengawal pemilu yang aman, damai, fair dan adil,’’ tegasnya. (win)
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
A.A. Gede Oka Wisnumurti
DAERAH
Kamis Wage, 4 April 2019
5
SOSOK Kurangnya Pengawasan PENGADILAN Tipikor Denpasar saat ini banyak menyidangkan perkara korupsi yang skalanya cukup kecil. Dan mereka yang duduk di kursi pesakitan kebanyakan setingkat ketua kelompok penerima bantuan dana dari pemerintah. Di samping itu ada juga proyek pemerintah yang mendudukkan anggota dewan dan istrinya sebagai terdakwa. Secara umum, kuantitas tindak pidana korupsi di Bali semakin berkurang. Hal itu dikatakan salah satu hakim Tindak Pidana Korupsi di Pengadilan Tipikor Denpasar, Miptahul Halis. Sebagai hakim yang khusus menyidangkan perkara pidana korupsi, dia melihat berbagai modus dan cara dilakukan pelaku untuk mengeruk uang negara. ‘’Saya cermati selama ini, dari tahun ke tahun kuantitasnya semakin berkurang. Dan akhir-akhir ini justru pelakunya banyak terjadi di tingkat bawah,’’ tandas pria asal Lombok ini. Hakim ad hoc di Tipikor itu mengatakan, faktor utama terjadinya tindak pidana korupsi karena disebabkan oleh kurangnya pengawasan sampai ke tingkat bawah. Yang berbahaya, atasan atau pimpinan hanya menerima laporan sepihak, tanpa mengkroscek segala bentuk bantuan pemerintah atau proyek pemerintah di tingkat penerima. Sehingga hal itu bisa menimbulkan niat seseorang untuk melakukan tindak pidana korupsi. Jika pengawasan dilakukan secara tepat, jelas, transfaran, dan berkesinambungan, maka celah untuk melakukan korupsi itu sempit. (asa)
Kadisos Bali Siap Jadi Orangtua Asuh Marianta
Denpasar (Bali Post) Berita tentang I Ketut Marianta, siswa kelas VI SDN 6 Bunutan, Abang, Karangasem yang berbekal jagung dan berjalan kaki ke sekolah selama tiga jam, sampai juga ke telinga Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra. Mantan Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali ini bahkan siap mengangkat Marianta sebagai anak asuhnya. Dalam hal ini, menyekolahkan siswa asal Banjar Dinas Gulinten itu dari koceknya sendiri. ‘’Kalau memang tidak mau di panti, jadi anak asuh saya. Kaitan sekolah SMP, SMA, saya nanti yang bantu,’’ ujarnya dikonfirmasi, Selasa (2/4). Dari hasil pengecekan, lanjut Mahendra, Marianta diketahui sudah mendapat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dari Kementerian Sosial. Terlepas dari adanya bantuan tersebut, pihaknya tetap menawarkan Marianta untuk tinggal di panti asuhan yang dekat dengan sekolah atau menjadi anak asuhnya. ‘’Ini karena masalah jarak. Kalau dia mau tinggal di panti, kan jaraknya lebih dekat. Kalau enggak pun, nanti kita tetap bantu. Saya tetap berkomitmen, supaya bisa anak itu bersekolah dengan baik,’’ terangnya. Sebelumnya, Mahendra rupanya telah sering menjadi orangtua asuh bagi anak-anak yang kurang mampu. Bahkan sebelum menjadi Kepala Dinas Sosial dan masih menjabat Karo Humas dan Protokol. Termasuk ketika dirinya menjadi Penjabat Bupati Bangli. ‘’Ini bukan tebar pesona, tapi saya memang ikhlas. Tidak ada salahnya kita berbagi,’’ imbuhnya. (kmb32)
Gasak Uang Rp 15 Juta, Sudiarta Dibekuk
Mangupura (Bali Post) Kasus pencurian terjadi di rumah milik I Wayan Sudana (46) di Banjar Uma Anyar, Desa Darmasaba, Abiansemal. Korban kehilangan uang Rp 15 juta dan HP. Pelakunya tak lain I Ketut Sudiarta (31) yang tinggal satu banjar dengan korban dan ditangkap pada Senin (1/4) lalu. ‘’Pelaku ini merupakan TO (target operasi - red) dalam Operasi Sikat Agung 2019. Kasus ini terjadi pada Kamis 21 Maret 2019,’’ ujar Kasatreskrim Polres Badung AKP Made Pramasetia, Rabu (3/4) kemarin. Pelaku membobol rumah korban saat malam hari. Waktu itu korban dan keluarganya sedang tidur. Saat berada di TKP, pelaku mengecek tas pinggang milik korban dan ternyata berisi uang Rp 15 juta. Selain itu pelaku mengambil HP di samping tas pinggang tersebut. Setelah itu pelaku langsung kabur. Berdasarkan hasil penyelidikan, diperoleh informasi jika pelaku berada di wilayah Canggu, Kuta Utara. Selanjutnya petugas melakukan pengejaran dan berhasil ditangkap, Senin (1/4) lalu. Selain menangkap Sudiarta, petugas mengamankan barang bukti dua HP, sisa uang curian Rp 2 juta, kartu identitas pelaku dan nota pembayaran. Saat ini pelaku ditahan di Rutan Mapolres Badung. (kmb36)
Bali Post/kmb37
VONIS - Mantan Kepala LPD Desa Kapal Drs. I Made Ladra (53), Selasa (2/4) divonis bersalah dan dihukum selama tiga tahun enam bulan penjara.
Mantan Kepala LPD Kapal Divonis 3,5 Tahun
Denpasar (Bali Post) -
Putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor dalam perkara korupsi dana LPD Desa Kapal turun dari tuntutan jaksa. JPU Wayan Suardi yang sebelumnya menuntut terdakwa supaya dihukum selama lima tahun penjara, majelis hakim pimpinan Angeliky Handajani Day didampingi Esthar Oktavi dan Miptahul Halis, Selasa (2/4), menghukum terdakwa yang mantan Kepala LPD Desa Kapal Drs. I Made Ladra (53) dengan pidana penjara selama tiga tahun enam bulan (3,5 tahun). Selain itu, majelis hakim juga menghukum terdakwa dengan membayar denda Rp 500 juta subsider 4 bulan kurungan. Dalam sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, majelis hakim juga mewajibkan Ladra membayar uang pengganti sebagai akibat kerugian keuangan negara Rp 1.796.916.100. Uang tersebut harus dibayarkan setelah sebulan perkara ini berkekuatan hukum tetap. Jika tidak membayar maka harta bendanya dapat disita untuk dilelang untuk membayar uang pengganti. Jika harta bendanya tidak mencukupi, maka diganti pidana penjara dua tahun. Hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah
melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan subsider jaksa penuntut umum (JPU) Kejati Bali yaitu Pasal 3 jo Pasal 18 UU Tipikor jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Dalam menyikapi putusan itu, baik terdakwa maupun jaksa sama-sama menyatakan pikir-pikir. Sebelumnya, I Made Ladra (53) diadili kasus dugaan korupsi. JPU Wayan Suardi di hadapan majelis hakim pimpinan Angeliky Handajani Day menguraikan peristiwa hukum yang menyebabkan kerugian hingga Rp 15,35
miliar. Awalnya, kata jaksa dalam surat dakwaannya, LPD Desa Kapal, Badung mati suri, sehingga dilakukan verifikasi hingga dibentuk konsultan publik dan dilakukan audit. Dari sana disimpulkan ada 11 temuan prinsip yang menyebabkan LPD Kapal mati suri. Pertama adanya pemufakatan jahat pengurus LPD Kapal hingga menikmati fasilitas kredit dalam jumlah yang besar. Banyak kredit LPD yang jatuh tempo, namun tidak dilakukan upaya pe-
nyelamatan. Adanya rekayasa pemberian kredit (window dressing) kepada mantan kolektor LPD atas nama Ni Luh Rai Kristianti Rp 8,5 miliar dengan bunga 1%. Adanya kredit topengan, atau kredit atas nama (fiktif). Selain itu ada kredit tempilan, pemberian kredit tanpa proses 5C, adanya pemalsuan dokumen gaji pegawai, adanya aset diambil alih atau digadaikan, terjadi potongan uang asuransi, adanya kebijakan yang merugikan LPD, beban kantor dan lainnya, termasuk terdakwa Ladra dengan menggunakan programer atas nama Martinus Baha mengubah data di LPD yang dipimpinnya. Tak pelak, sambung jaksa, LPD rugi hingga Rp 15,35 miliar. Namun, sebagaimana dakwaan jaksa, yang harus atau menjadi tanggung jawab terdakwa sebesar Rp 7,18 miliar. Sedangkan yang menjadi
tanggung jawab Ni Luh Rai Kristianti terkait dana nasabah yang diambilnya, sebut jaksa, sebesar Rp 5,02 miliar. Dan yang menjadi tanggungan kolektor Ni Kadek Kartaningsih antara lain temuan dana nasabah yang dipakai Luh Rai Kristianti sejumlah Rp 1,82 miliar dan tabungan sukarela nasabah yang ditarik adalah milik I Made Sama sebesar Rp 378 juta dan dikembalikan Rp 404 juta. Namun pengembalian, kata jaksa, menggunakan tabungan fiktif. ‘’Sehingga total yang menjadi tanggungan Ni Kadek Ratnaningsih sebesar Rp 2,22 miliar,’’ cetus jaksa. Selain itu, yang menjadi tanggung jawab kolektor Ni Nyoman Sudiasih terkait dana tabungan nasabah sebesar Rp 400 juta. Yang menjadi tanggungan Wayan Suardani Rp 246,3 juta, dan tanggungan Ni Made Ayu Arsianti sebesar Rp 272,8 juta. (kmb37)
Sudah Dilelang, Bangunan Pasar Seni Sukawati Segera Dibongkar Gianyar (Bali Post) Pascarelokasi seluruh pedagang ke pasar sementara di Lapangan Sutasoma Sukawati, pemerintah mempersiapkan pembongkaran bangunan Pasar Seni Sukawati. Proses lelang untuk pembongkaran bangunan sudah dirampungkan. Tinggal proses eksekusi yang diperkirakan pada Mei mendatang. ‘’Sudah ada pemenang untuk pembongkaran. Bagian aset yang melelangkan. Tinggal kapan mulai dibongkar. Pertengahan Mei paling lambat dan akhir Mei itu sudah rata,’’ ucap Kepala Bapeda dan Litbang Kabupaten Gianyar I Gede Widarma Suharta dikonfirmasi, Rabu (3/4) kemarin. Dikatakan, diperkirakan awal Juni sudah diterbitkan surat perintah mulai kerja (SPMK). Sehingga proses pembangunan pasar yang berlokasi di sebelah barat Jalan Raya Sukawati itu mulai dikerjakan. Kini pihaknya sedang fokus melakukan penataan di pasar
sementara di Lapangan Sutasoma, terutama untuk arus masuk pengunjung yang kerap membawa bus ukuran besar. ‘’Rencananya bus yang ke Sutasoma turun di depan saja. Kemudian pengunjung jalan kaki menuju pasar sementara,’’ ucapnya. Ditambahkan, rencana tersebut akan dimatangkan kembali dalam pertemuan antara prajuru Desa Batuan dan Sukawati pada Senin (8/4) mendatang. Kini pemerintah juga menyiapkan halte untuk pengujung, dengan mengambil lokasi di depan pasar sementara. ‘’Untuk halte nanti pengunjung turun dan menuggu kendaraan di sana. Dan di sana nanti ada tiga petugas yakni Pecalang Desa Batuan, Pecalang Desa Sukawati dan pemerintah. Mereka nanti bertugas mengarahkan parkir di dua tempat yang direncanakan. Di lokasi parkir nanti ada juga petugas yang menunggu,’’ jelasnya. Gede Widarma juga me-
mastikan pemerintah akan menambah petugas keamanan di pasar sementara itu. Yakni dengan mengerahkan petugas Dinas Perhubungan dan petugas Satpol PP Gianyar. Selain
itu, Bupati Gianyar I Made Mahayastra juga disebut telah bersurat ke Polres Gianyar dan Kodim 1616 Gianyar, untuk meminta bantuan penambahan pengamanan. ‘’Kalau
sekarang petugas yang ada 10 orang. Mereka dibagi 3 shift, sementara Bapak Bupati juga bersurat ke Polres dan Kodim meminta bantuan pengamanan,’’ katanya. (kmb35)
Bali Post/kmb35
PASAR - Kondisi Pasar Seni Sukawati usai ditinggal ratusan pedagang. Gedung ini akan segera dibongkar.
Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pujawali dan Padudusan Alit di Pura Goa Dalem Pingit
KARYA - Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa (atas) saat mendem padagingan serangkaian karya mamungkah, ngenteg linggih, pujawali padudusan alit, madasar caru manca sanak madurga di Pura Goa Dalem Pingit, Pecatu, Selasa (2/4).
KEBERADAAN Pura Goa Dalem Pingit yang berlokasi di kawasan Desa Adat Pecatu, Kuta Selatan, memang belum banyak dikenal. Goa yang terletak di kawasan tanah pribadi yang berdekatan dengan Pura Dalem Pangleburan Pantai Labuan Sait, Pecatu ini, sebelumnya ditemukan secara tidak sengaja pada 15 Juli 2016 lalu. Pada Selasa (2/4) di pura ini digelar upacara Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pujawali Padudusan Alit, Madasar Caru Manca Sanak Madurga. Upacara ini dipuput Ida Pedanda Gede Jelantik Giri Santa Cita dari Geria Budha Jadi, Tabanan, Ida Pedanda Gede Diksa Singarsa dari Geria Babakan Cau Blayu, Tabanan. Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa, Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Panglingsir Puri Celagi Gendong, Camat Kuta Selatan serta undangan lainnya. Menurut Drs. Wayan Sudiarta, M.M. sebagai prawartaka karya didampingi pemangku Putu Deddy Suhartawa, upacara ini digelar setelah dilakukan koordinasi dengan pihak Desa Pecatu, serta dari tuntunan pawisik serta saran dari beberapa ida pedanda serta pe-
mangku. Upacara ini, menurutnya, sebagai ucapan syukur serta rasa bakti kepada Hyang Widhi yang malinggih di Pura Goa Dalem Pingit. ‘’Upacara macaru melaspas dan untuk mendem padagingan dilakukan di dua palinggih. Pertama di Candi Tumpang Solas, yang nantinya digunakan sebagai tempat pangayat untuk mengaturkan persembahyangan dari depan pintu masuk goa dan kedua di palinggih Padma Capah,’’ tuturnya. Dijelaskannya, goa tersebut terletak di sebuah tebing kapur di tepian sungai dan berada di antara dua campuhan (pertemuan dua aliran sungai). Diperkirakan goa tersebut merupakan sebuah peninggalan dari zaman prasejarah dan tetap digunakan pada zaman sejarah kerajaan Bali. Namun, diakuinya, saat ini belum ada babad, sastra ataupun catatan yang menunjukka n m eng e na i keb era d a a n g o a tersebut. ‘’Melihat keberadaan fisik secara visual meyakini kami bahwa tempat tersebut merupakan tempat yang mempunyai nilai religius yang sangat tinggi, karena di dalam goa tersebut ditemukan empat buah batu berdiri yang berbentuk lonjong yang diyakini sebagai Lingga,’’ terangnya.
Dari keempat lingga yang ada di dalam goa tersebut, lingga yang paling besar mempunyai tinggi 180 cm dengan lingkar luar 173 cm, kemudian dua lingga berikutnya berdiri dari dasar yang sama sehingga nampak seperti bercabang (kembar). Lingga kembar yang pertama mempunyai tinggi 167 cm dengan lingkar luar 112 cm, sedangkan lingga kembar yang kedua mempunyai tinggi 136 cm dan lingkar luar 107 cm dan lingga yang paling terakhir mempunyai tinggi 44 cm dengan lingkar luar 105 cm. Keberadaan lingga ini diperkirakan ada dari abad ke-8. Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa menyampaikan, atas nama pemerintah merasa senang dengan ditemukannya goa ini. Karena di dalam goa ini ada warisan-warisan yang dirintis sejak dulu oleh para leluhur orang suci, yang diyakini sebagai rangkaian perjalanan suci Dang Hyang Nirartha. Untuk itu, ini tentu wajib untuk memperhatikan dan menjaganya. Tidak hanya dari sisi fisik alami, namun dari segi religius. Melalui upacara mamungkah, ngenteg linggih dan padudusan alit ini menunjukkan bahwa untuk ke depannya kegiatan religius keagamaan bisa dilaksanakan di sana.
Mengingat ini satu kawasan dari peruntukannya adalah sifatnya umum. Selain itu, dengan ditemukannya sejumlah situs purbakala, Wabup Suiasa mengatakan ini juga layak distatuskan ke depan sebagai tempat peninggalan purbakala. Namun untuk itu, tetap harus dilakukan kajian dan penelitian sehingga bisa resmi menjadi tempat peninggalan purbakala. Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta berharap melalui upacara ini, keberadaan goa bisa dijaga. Karena lokasi berada di wilayah Desa Adat Pecatu, ke depan kepada siapa yang ingin tangkil ke Pura Goa ini pihaknya mempersilakan. Rangkaian upacara di Pura Goa Dalem Pingit ini dimulai dengan matur piuning 23 Maret lalu. Kemudian 31 Maret nunas tirta pamuput, 2 April macaru manca sanak madurga, melaspas mendem padagingan caru Rsi Gana. Kamis 4 April hari ini akan digelar ngenteg linggih, pujawali, nyatur rebah, nyenuk, ngingkup dasar caru manca sanak madurga. Pujawali di pura ini akan berlangsung hingga Senin 8 April yang dilanjutkan dengan prosesi nyegara gunung, Ida Batara masineb, ngeluarang gegaluh. (k150)
OPINI
6
Kamis Wage, 4 April 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Cara Cerdas Menguji Calon Pemimpin DEBAT capres, cawapres, serta calon pemimpin lainnya seperti gubernur, bupati dan sebagainya memang mengambil cara-cara Barat, terutama Amerika Serikat dalam “menguji” calon pemimpin. Dari sana akan diketahui cara serta strategi mereka dalam membangun seandainya terpilih nanti. Juga akan dipahami seberapa jauh mereka mengetahui serta menguasai permasalahan negeri mereka dan bagaimana cara menanggulanginya. Dari sana pula akan diketahui apakah mereka benarbenar siap dengan tindakan atau apa pun nanti yang akan dilakukan. Mulai dari hal-hal mendasar sampai hal strategis. Ini penting karena apa pun itu, ini menyangkut masalah nasib negara atau daerah yang akan dipimpinnya. Seperti dikatakan tadi, metode ini memang mencomot dari Barat dan kita sudah terbiasa dengan cara-cara berpikir, berkata, serta berbuat cara pemimpin Barat saat debat.Kecanggihan teknologi informasi telah membuat semuanya menjadi mungkin. Mungkin kita di Indonesia terkesima dengan gaya debat Barack Obama sehingga tanpa kita sadari kita menginginkan calon presiden kita seperti dia. Atau mungkin seperti Hillary Clinton. Sehingga saat debat, kita ingin para pemimpin kita berdebat seperti cara capres di Amerika Serikat atau setidaknya seperti negara Barat lainnya. Barangkali ini harapan yang berlebihan, karena bagaimanapun kita berbeda dengan mereka. Berbeda karakter, budaya, permasalahan dan sebagainya. Sehingga ketika kemudian masyarakat Indonesia melihat debat Jokowi dan Prabowo berkomentar bahwa debat itu berlangsung kurang semarak. Tidak gereget, tidak menguasai permasalahan, tidak trengginas, dan tidak menarik. Banyak komentar miring soal kualitas debat dialamatkan kepada kedua pasangan ini. Mungkin saja benar. Secara objektif memang tidak berlangsung menarik karena semuanya sangat normatif. Penguasaan masalah pun memang kurang sehingga narasi serta deskripsi dalam eksplanasi mereka itu tidak bernas. Dan jangan lupa pula ada ranah yang tabu yang secara tidak tertulis disepakati oleh pemimpin kita, yakni ruang pribadi. Tidak ada yang menyerang sisi pribadi. Ini sifatnya privasi. Lain dengan debat pemimpin Barat. Mereka menyerang dengan sengaja ke tempat ini. Ini sebuah pelajaran pula. Secara umum, kita mesti membenahi cara berpikir anak-anak sekolah agar lebih analitis dan argumentatif. Mereka dibiasakan berkata serta bepikir secara ilmiah. Kemampuan diskusi yang sehat pun mesti dibudayakan dari awal. Sikap serta kemampuan ilmiah mesti dipupuk juga. Jangan lupa itu. Kita mesti menumbuhkan sikap yang baik di tingkat dasar. Terlepas dari semua itu, sikap serta toleransi serta moral juga jangan lupa. Debat kusir yang ngawur memang mungkin kelihatan enak. Tetapi mana substansinya? Seperti yang dilakukan oleh sebuah stasiun TV di negeri ini. Melihatnya mungkin ada kesan gereget tetapi di mana inti permasalahannya? Kini, debat seorang calon pemimpin bukan main-main. Diperlukan sikap kenegarawanan, wawasan yang luas serta juga budaya serta moral. Tindakan yang cepat dan tepat dalam mengambil keputusan itu yang penting. Jadi, jangan terlalu berharap bahwa debat itu seperti yang berlaku di Barat.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
KPU Perlu Sosialisasi Intensif Masa kampanye Pilpres dan Pileg 2019 tinggal beberapa hari lagi. Pemilu akan segera dilangsungkan dengan harapan masyarakat berpartisipasi. Namun, hingga saat ini, hal itu tampaknya sulit dilakukan mengingat menimnya sosialisasi dan ajakan dari KPU untuk mengajak masyarakat datang ke TPS. Baliho yang banyak justru dari pihak berwenang – polisi dan TNI – yang dengan mengajak masyarakat datang ke TPS untuk mencoblos. Dengan ajakan bahwa mencoblos itu keren. Sampai saat ini, saya pikir pemahaman publik yang lebih dominan adalah memilih presiden. Pilihan ini dinilai simpel karena hanya memilih dua alternatif. Sedangkan untuk memilih calon DPD dan DPR serta DPRD, masyarakat tampaknya masih akan kesulitan. Selain kertas suaranya juga belum banyak disimulasikan, potensi terjadi kesalahan saya prediksi akan tinggi. Di kalangan pemilih terdidik atau setidaknya sempat mengenyam bangku sekolah, proses pemilihan kali ini juga dinilai tergolong ribet. Untuk itu, perlu sosialisasi yang lebih jelas dan terukur. Saya pikir masih ada waktu untuk optimalisasi proses sosialisasi pencoblosan. KPU harus melibatkan semua jajarannya untuk hal ini. Gaung KPU Provinsi Bali dalam penyelenggaraan pemilu saat ini juga lemah. Tak terdengar gebrakan yang jelas untuk menyosialisasikan proses pencoblosan. Mestinya, KPU segera memberdayakan semua potensinya untuk menjelaskan cara memilih dan mencoblos. Ingat, ribetnya proses pemilihan akan berpotensi menimbulkan banyak suara rusak dan membuat pemilih hanya datang untuk memilih presiden. Bagi banyak pemilih, memilih presiden dinilai lebih penting dan mudah. Padahal, untuk kepentingan demokrasi yang efektif dan melibatkan partisipasi pemilih yang optimal, peran rakyat harus dioptimalkan. KPU masih punya waktu untuk melakukan sosialisasi dan ini harus dimanfatakan secara baik. I Wayan Arsana Gianyar, Bali
Masih Banyak Pekerjaan pada Debat TV Debat keempat calon presiden Indonesia sudah selesai. Dengan demikian, rangkaian debat dalam kontestasi pemilihan presiden dan wakilnya tinggal satu putaran lagi, kemudian tingggal menunggu waktu pemilihan tanggal 17 april mendatang. Mengandalkan pilihan suara hanya berdasarkan debat televisi, nampaknya mustahil di Indonesia. Tidak semua anggota masyarakat memahami dan mengerti apa yang dimaksudkan dengan segala tujuan dan misi dalam perburuan jabatan presiden itu. Tim sukses, karisma, partai politik, ideologi, dan nilai sangat memengaruhi pilihan itu. Akan tetapi, debat televisi tetap mempunyai pengaruh terutama bagi pemilih terdidik. Pemilih ini lumayan besar juga di Indonesia.
Oleh
Ketut Mulya asyarakat terdidik Indonesia perlu disadarkan dengan cara memberikan penjelasan secara ringkas tetapi dapat dipercaya. Penjelasan di televisi merupakan cara yang paling baik untuk memberikan penjelasan ringkas dan percaya ini. Keringkasan tersebut dapat dilakukan dengan menampilkan data yang benar. Tampilan data ini akan sekaligus memberikan kepercayaan kepada pemilih. Faktor lain yang ikut memberikan tambahan kepercayaan itu adalah sikap saat tampil, yang meliputi cara berbicara, mimik, intonasi suara, sampai dengan bahasa tubuh. Pemilih yang berasal dari masyarakat terdidik ini cenderung kritis bukan saja terhadap calon presiden tetapi juga terhadap kemanfaatan pemilu di Indonesia. Dalam debat di televisi, mimik dan gaya bahasa termasuk intonasi di dalamnya sangatlah memegang peran penting. Melalui mimik dan gaya itulah, masyarakaf akan menafsirkan apa sesungguhnya yang terkandung di dalam benak dari calon presiden. Di situ juga ada kesungguhan yang terlihat oleh masyarakat, termasuk juga keragu-raguan dalam memilih. Masyarakat yang mempunyai pendidikan rendah akan dengan lebih yakin dalam menjatuhkan pilihannya manakala melihat mimik dan gaya bahasa yang ditampilkan oleh calon presiden. Televisi yang menampilkan debat calon presiden boleh dikatakan sebagai sebagian realitas yang ada terha-
dap kedirian dari calon tersebut. Dengan demikian, maka bahasa dan gerak tubuh kontestan haruslah dijaga. Pada konteks itulah, maka penampilan dari masing-masing pasangan dalam debat dapat dinilai atau paling tidak dapat dikomentari. Ini merupakan hal yang sangat wajar bagi seorang calon presiden. Debat dalam hal ini yang keempat seharusnya merupakan akumulasi usaha kritisi diri penampilan sebelumnya. Baik dari penguasaan materi, penampilan dan gaya tubuh seharusnya merupakan yang terbaik pada debat tersebut. Dari titik ini dapat dikatakan bahwa kedua kandidat mampu memperbaiki kualitas mereka. Paling tidak, dari kualitas menjelaskan dan mengadu argumentasi terhadap pendapat yang mereka kemukakan. Misalnya bahwa keamanan Indonesia dari infiltrasi asing 20 tahun mendatang. Joko Widodo sebagai calon presiden mengatakaan bahwa dari laporan yang dikemukakan oleh intelijennya disebutkan bahwa dalam waktu 20 tahun nanti Indonesia aman dari gangguan asing. Akan tetapi, Prabowo Subianto menolak hal tersebut. Paling tidak telah ada perlawanan dari kompetitornya. Akan tetapi, di samping kemajuan tersebut terdapat juga hal yang harus diperbaiki. Intonasi suara dan gaya berbicara masih kurang dapat diperbaiki. Masih ada kesan datar pada Joko Widodo dan agak meledak pada Prabowo Subianto. Memang
intonasi suara ini merupakan pembawaan dari masing- masing kandidat, akan tetapi juga harus diketahui bahwa untuk kepentingan meyakinkan pemirsa dan pemilih, demi tujuan politik, intonasi itu dapat diperbaiki. Secara psikologis, kemampuan untuk mengatasi atau mengubah intonasi suara merupakan bagian dari kerja keras kandidat untuk mengatasi persoalan dirinya. Mengubah dan mengingatkan diri untuk berubah, merupakan tantangan terbesar bagi kandidat. Keberhasilan memerintah diri sendiri ini akan menjadi faktor penambah kesuksesan dalam memimpin pemerintahan. Pada debat keempat yang baru lalu, kandidat presiden nomor 02 sempat mengingatkan penonton yang tertawa dan mengaitkannya dengan kondisi pertahanan Indonesia. Hal yang juga perlu dicatat dalam debat keempat adalah tingkat perhatian masyarakat. Pada titik ini, masyarakat telah terbiasa dengan acara tersebut. Ini tentu saja dipengaruhi oleh debat-debat televisi, baik calon gubernur, bupati maupun wali kota serta debat calon presiden yang sudah dimulai delapan tahun yang lalu. Masyarakat tidak demikian tegang ataupun antusias dalam menyambut acara debat ini. Artinya, mereka dapat memosisikan diri di tengah dan posisi ini penting untuk membantu sikap rasionalnya. Mereka memosisikan debat ini sebagai tambahan informasi untuk men-
jatuhkan pilihan. Pembiasaan ini penting karena jika mereka terlalu berharap dan memihak pada debat, akan dapat menimbulkan kekecewaan apabila kontestannya mengecewakan saat tampil. Kondisi ini dapat membuat mereka frustrasi. Sebaliknya, kalau terlalu tak acuh pada debat juga berbahaya karena menjadi cerminan tak acuh juga kepada pemilu. Buntutnya adalah tidak memilih. Tentu saja tidak memilih merupakan sikap yang merugikan bagi pemilu itu sendiri. Atau, mereka dapat saja memilih secara ngawur. Ini juga berbahaya karena kualitas pemilu menjadi jeblok. Dengan demikian, keberadaan mereka memosisikan diri di tengahtengah memungkinkan mereka memanfaatkan segala informasi dalam debat televisi ini sebagai tambahan pengetahuan sehingga nanti dapat menambah wawasan sebelum memutuskan untuk mencoblos nanti. Sekali lagi harus dikatakan bahwa calon presiden dan juga calon wakil presiden harus melakukan latihan dalam mempersiapkan diri agar informasi tambahan itu menjadi benar-benar berguna bagi masyarakat di dalam pemilu. Fenomena yang memprihatinkan pada debat terakhir (keempat) ini adalah ulah para pendukung kandidat. Mereka masih berteriak-teriak memalukan saat jeda jawaban, sampai berkalikali harus diingatkan oleh moderator. Padahal, debat ini sudah berlangsung empat kali, dan sudah berkali-kali diingatkan sejak debat pertama. Pada debat keempat ini sudah juga disebutkan, dibacakan, dan ditayangkan bagaimana ketentuan dan aturan yang harus dipatuhi selama debat berlangsung. Aturan itu tidak saja bagi kontestan tetapi juga bagi penonton. Namun toh juga penonton tidak mampu mematuhi aturan tersebut. Ini memperlihatkan bahwa mereka itu tidak tahu etika sebagai pendukung kandidat. Kita khawatir jangan-jangan mereka itu mewakili masyarakat pendukung politik secara keseluruhan.
Upaya Membangun Kesadaran Antikorupsi MENJELANG Pemilu 2019, Indonesia Corruption Watch (ICW) melalui akun Twitter merilis daftar nama 40 calon anggota legislatif (caleg) di Pemilu 2019 yang merupakan mantan napi kasus korupsi. Dengan begitu percaya diri, mantan napi kasus korupsi tersebut mencalonkan diri kembali. Hal ini hendaknya direspons masyarakat dengan bijak. Masyarakat mesti prihatin sebab korupsi telah terjadi di berbagai bidang. Sejak berdiri pada 2004, KPK telah memproses hukum 554 orang dari berbagai kalangan, antara lain 205 anggota legislatif baik pusat maupun daerah, 100 kepala daerah, 204 orang dari pihak swasta, 22 hakim, 7 jaksa, dan 10 pengacara (Kompas, 27 Oktober 2018). Dari data litbang Kompas, sejak 2009 hingga 30 Juni 2018, tindak pidana korupsi berdasarkan profesi paling banyak dilakukan oleh anggota DPR dan DPRD. Melihat fakta tersebut, masyarakat Indonesia harus makin waspada sebab korupsi sudah ada di segala bidang. Upaya pemberantasan korupsi sering kita dengar gaungnya. Bahkan dilakukan oleh banyak kalangan, mulai dari ibu rumah tangga hingga musisi. Mereka melakukan berbagai gerakan serta memperlihatkan sikap antikorupsi kepada publik. Sayangnya, korupsi tetap saja ada dan semakin menggeliat. Mengantisipasi tindak korupsi semakin meluas, sebuah langkah baik dari pemerintah Gianyar melalui Dinas Pemberdayaan
Oleh
Wayan Esa Bhaskara Masyarakat dan Desa Kabupaten Gianyar memberikan pelatihan karakter bagi karang taruna, aparat desa, dan anggota PKK desa/ kelurahan. Ini tentu langkah yang harus diapresiasi. Sebab, jika individu atau sebuah kelompok memiliki karakter baik yang kuat, tentu tidak akan gampang terjerat praktik korupsi. Upaya yang sangat baik dan layak untuk ditiru, bukan? Gerakan antikorupsi hendaknya dilakukan setiap hari, di ruang-ruang berkumpul masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh Pemda Gianyar, yaitu menyasar karang taruna, aparat desa, dan anggota PKK desa/ kelurahan. Untuk selanjutnya bisa saja diperluas sasarannya hingga siswa sekolah. Sebab sebagian generasi penerus bangsa menghabiskan relatif banyak waktu di ruangruang kelas di sekolah. Pendekatannya tentu dengan cara yang lebih mengasyikkan, tidak menggurui, dan praktis. Sebagai guru, apa yang bisa dilakukan untuk mendukung gerakan pemberantasan korupsi? Penanaman antikorupsi bisa dilakukan melalui hal-hal kecil. Guru bisa menularkannya kepada siswa sehingga gerakan antikorupsi bisa semakin meluas. Pemberian contoh adalah cara terbaik. Siswa perlu contoh nyata bukan hanya teori. Sikap jujur adalah salah satunya. Pertama,
guru bisa menggunakan media dongeng, cerita, atau karya sastra lain. Selanjutnya, teori-teori dipraktikkan dengan contoh nyata. Misal, ajak siswa untuk jujur mengakui kesalahan. Ketika siswa tidak mengerjakan pekerjaan rumah, jangan buru-buru dimarahi atau dihukum. Tanyakan dulu alasannya, berikan kesempatan untuk siswa menjawab dan mengemukakan alasan. Biarkan mereka mengajukan argumen dan selalu tekankan kejujuran. Melalui alasan-alasan tersebut barulah guru mengambil tindakan. Bisa dengan membuat perjanjian, bisa juga dengan pembinaan terpadu dengan wali kelas dan orang tua. Guru perlu menyadari siswa adalah individu unik yang pendekatannya tidak bisa disamaratakan. Maka perlu gerakan kolektif dan optimisme bahwa siswa akan bisa berubah menjadi lebih baik. Guru memang perlu menyiapkan sanksi untuk memberikan efek jera, namun yang jauh lebih penting adalah membangun kesadaran individu. Cara-cara yang sederhana namun sering dilupakan. Cara-cara tersebut cukup efektif namun terlalu diremehkan, padahal efeknya sangat besar. Melalui cara-cara remeh inilah sesungguhnya langkah nyata mendukung gerakan antikorupsi. Semoga gerakan antikorupsi selanjutnya tidak hanya seremonial karena yang diperlukan adalah tindakan nyata.
Jika ini terjadi, maka berbahaya bagi masa depan Indonesia karena ketertiban politik tidak dapat dikendalikan. Padahal, syarat utama bagi stabilitas sosial masyarakat adalah adanya kemampuan masyarakat pendukung politik ini untuk mengendalikan diri. Mereka menjadi salah satu aktor yang menentukan stabil atau tidaknya kelangsungan pemilu. Fanatisme yang dibawa sampai ke ruang debat, jelas bukan merupakan sikap yang baik. Seharusnya, siapa pun yang terpilih sebagai simpatisan yang dapat masuk sampai areal debat, sudah harus memahami etika publik dan etika masyarakat. Mereka adalah orang terpilih untuk masuk menuju ring satu dalam perdebatan ini. Debat televisi jelas merupakan ruang publik, apalagi disiarkan secara langsung. Jutaan orang menonton dengan karakter yang beragam. Karena itu, harus tahu etika budaya atau nilai yang dipakai oleh orang banyak. Di Indonesia adalah sopan santun dan tertib, mematuhi aturan. Nilai budaya Indonesia dalam hal ini adalah tanpo ngasorake, tata tentrem. Artinya, tidak membikin pihak lain tertekan, dan tertib. Itulah yang tidak dapat ditaati oleh para penonton dan penggembira para kandidat. Dan ini masih terjadi pada debat putaran keempat. Sangat memprihatinkan sikap seperti ini. Karena itu, harus diapresiasi sikap yang dikeluarkan KPU bahwa akan mengeluarkan para pendukung berandal ini dari ruangan apabila tetap berperilaku demikian pada putaran kelima nanti. Ini penting untuk menertibkan mereka dan agar ketertiban itu menjadi contoh ke seluruh Indonesia pada ajang apa pun.
POJOK Perda Desa Adat disahkan, kegiatan desa adat dibiayai APBD Bali. - Era baru Bali. *** Tindak tegas pelanggar perda permukiman kumuh di Denpasar. - Tindak tegas. *** Setahun jebol, senderan bendung di Jembrana belum diperbaiki. - Segera perbaiki.
Penulis, mengajar Bahasa Indonesia di SMK Negeri 1 Denpasar
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Pembuatan KK dan Akta Kelahiran
Disdukcapil Terapkan Tanda Tangan Elektronik
Tabanan (Bali Post) Mulai bulan ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tabanan menerapkan tanda tangan elektronik. Kepala Disdukcapil Tabanan IGA Rai Dwipayana mengatakan, dengan penerapan tanda tangan elektronik atau digital ini, maka pelayanan dokumen kependudukan akan lebih mudah. Setiap pemohon Kartu Keluarga ataupun Akta Kelahiran yang membutuhkan tanda tangan Kepala Dinas, tidak lagi tergantung pada kehadiran Kepala Dinas di kantor. ‘’Produk dokumen kependudukan tidak terganggu meski Kepala Dinas sedang tugas di luar,’’ terangnya, Rabu (3/4) kemarin. Tanda tangan elektronik dimaksudkan mempercepat proses permohonan administrasi kependudukan. Hal ini mengingat hampir setiap hari ratusan dokumen harus ditandatangani oleh Kepala Dinas. ‘’Jadi masyarakat terkadang harus menunggu lama. Bayangkan saja setiap hari ratusan dokumen harus ditandatangani,’’ terangnya. Penerapan tanda tangan elektronik sejalan dengan seruan Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil. “Tanda tangan eletronik ini berbentuk barcode, tidak lagi isi tanda tangan basah maupun cap,’’ ucapnya. Penerapannya pun lebih simple. Saat permohonan administrasi masuk, terlebih dahulu dicek oleh petugas, baru kemudian datanya dikirimkan lewat aplikasi
tanda tangan elektronik. Aplikasi ini bisa dibuka melalui komputer atau Android, sehingga tidak harus di kantor. Kemudian, Kepala Dinas akan membuka permohonan masuk, lalu memasukkan password. ‘’Setelah itu saya contreng permohonan masyarakat, maka permohonan sudah langsung bisa dicetak meskipun saya nanti tidak ada di kantor,’’ tuturnya. Dengan penerapan tersebut diharapkan dapat mempermudah pelayanan ke masyarakat. Masyarakat tidak lagi harus menunggu Kepala Dinas demi tanda tangan. Meski demikian, layanan ini baru bisa mencakup permohonan akta kelahiran dan kartu keluarga. Secara bertahap, pelayanan menyasar lainnya. ‘’Sudah kami uji coba dan sudah cetak 31 kartu keluarga yang gunakan tanda tangan elektronik,’’ jelasnya. Meskipun memudahkan pelayanan masyarakat, Rai Dwipayana mengakui penerapan tanda tangan elektronik ada kelemahannya. Jika internet tidak bagus maka tidak bisa melakukan pencetakan. (kmb28)
IGA Rai Dwipayana
Jelang Pemilu, Kunjungan Wisdom ke Sejumlah DTW Menurun Tabanan (Bali Post) -
Tren kunjungan wisatawan ke sejumlah daya tarik wisata (DTW) di Tabanan pada triwulan I menurun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Pada triwulan I tahun ini, penurunan kunjungan juga dipicu pemilu dan sejumlah bencana di Indonesia. Menurut Manajer DTW Ulun Danu Beratan Wayan Mustika, Rabu (3/4) kemarin, kunjungan rata-rata per hari ke DTW Ulun Danu setiap bulannya mengalami penurunan setidaknya lima persen. Pada Januari kunjungan wisatawan mencapai 68.860 orang atau rata-rata 2.221 orang per hari. Kemudian pada Februari 58.330 orang atau rata-rata 2.083 orang per hari. Sementara pada Maret sebanyak 60.091 orang atau rata-rata 1.938 kunjungan per hari. ‘’Jika dirata-ratakan kunjungan per harinya memang ada penurunan lima persen, terutama untuk kunjungan wisatawan domestik,’’ ujar Mustika. Penurunan jumlah kunjungan wisatawan didominasi wisatawan domestik (wisdom). Pada Januari jumlah wisdom 36.511 orang, turun menjadi 28.254 orang di Februari dan 28.192 orang pada Maret. Sebaliknya, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) justru meningkat. Pada Januari
Bali Post/bit
Warga Binaan Lapas Sulap Kayu Bekas Jadi ’’ Punggalan’’ Barong Tabanan (Bali Post) Menjalani masa hukuman di lapas, tidak membuat warga binaan tidak bisa menyalurkan kreativitasnya. Seperti di Lapas Kelas IIB Tabanan, beragam kerajinan dihasilkan warga binaan. Awalnya mereka membuat kerajinan berbahan koran, namun kini berkembang dengan bahan kayu bekas. Bermodalkan kayu bekas, warga binaan membuat punggalan barong. Bahkan hasilnya banyak dipesan pegawai lapas. Staf Kegiatan Kerja Lapas
Kelas IIB Tabanan I Wayan Esus Gunadi menjelaskan, kerajinan punggalan barong ini ditekuni empat warga binaan. Jenisnya, punggalan barong celeng dan barong ket. Kegiatan ini dilakukan sebagai salah satu bentuk mengusir kebosanan dalam menjalani masa hukuman. ‘’Mereka membuat kerajinan barong baru dua minggu. Setidaknya sudah ada lima punggalan barong yang sudah selesai. Kami selalu memanfaatkan barang bekas. Kebetulan banyak yang
minta membuat barong,’’ jelasnya. Untuk bahan berupa kayu, kata Esus, didapat di perkebunan lapas. Namun untuk cat, alat ukir, dan amplas, disediakan oleh petugas. ‘’Tergantung pesanan, ada yang pesan punggalan barong saja, ada juga yang pesan barong buntut. Yang pesan banyak pegawai lapas dengan tarif menyesuaikan,’’ jelasnya. Antusiasme warga binaan membuat punggalan barong dikatakannya terinspirasi antusiasme anak-anak ngelawang saat
Bali Post/bit
SIMULASI - Simulasi pemadaman api oleh instruktur dari Satpol PP Tabanan.
Terkendala Anggaran, Petugas Damkar Tak Ikut Pelatihan Penguatan SDM Tabanan (Bali Post) Demi memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tabanan terus meningkatkan kemampuannya. Salah satunya dengan rutin mengikuti pelatihan yang diadakan setiap tahun. Namun tahun ini Bidang Penanggulangan Kebakaran dan Satpol PP Tabanan tidak bisa mengirimkan anggotanya lantaran terbentur anggaran. ‘’Tiap tahun setidaknya dikirim 4-5 orang petugas untuk ikut pelatihan di Jakarta. Hanya tahun ini yang tidak dapat anggaran. Semoga tahun depan bisa dikirim lagi,’’ ucap Kepala Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba, Rabu (3/4) kemarin. Menurut Sarba, pelatihan tersebut sangat penting untuk menambah keterampilan dan penguasaan petugas damkar. ‘’Sudah kita usulkan terus tiap tahun, hanya tahun ini saja yang tidak dapat
7
TABANAN
Kamis Wage, 4 April 2019
karena memang keterbatasan anggaran daerah. Lumayan juga anggarannya sampai ratusan juta rupiah karena masa pelatihannya sampai satu bulan,’’ terangnya. Lebih lanjut dijelaskannya, di tengah keterbatasan sarana dan prasarana, pihaknya lebih mengefektifkan edukasi terkait pemicu kebakaran serta simulasi penanggulangan kebakaran di sekolah, hotel atau perusahaan. Permohonan untuk edukasi serta simulasi ini sangat banyak, rata-rata dalam sebulan 4-5 kali pertemuan. Di sisi lain, kasus kebakaran mulai mengalami penurunan. Jika sebelumnya dalam setahun bisa mencapai ratusan kasus, tahun 2018 hanya ada 55 kasus. ‘’Kesadaran masyarakat untuk mencegah agar tidak sampai terjadi kebakaran sangat tinggi. Banyak permohonan masuk agar dikirim instruktur untuk simulasi cara memadamkan api. Sebenarnya ini program
kami, tetapi masyarakat lebih dulu yang minta,’’ ucapnya. Terkait pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran, Sarba menyebutkan, Tabanan sudah memiliki perda yang saat ini masih menunggu hasil verifikasi dari provinsi. Dalam perda diatur terkait potensi kebakaran dan pencegahan kebakaran, penggunaan alat yang harus sesuai standar agar tidak menimbulkan bahaya bagi anggota damkar bagi masyarakat. Di samping itu, perda mengatur armada dan anggaran untuk pemadam kebakaran. ‘’Minimal ada penambahan dua pos unit untuk menjangkau wilayah Tabanan bagian Barat dan Utara. Pos unit di Selemadeg barat sehingga bisa mencangkup kecamatan Pupuan dan Selemadeg raya dan pos di Apuan untuk wilayah Baturiti, Penebel dan Marga. Pos induk bisa menjangkau Kerambitan, Kediri dan kota,’’ jelasnya. (kmb28)
Bali Post/san
WISATAWAN - Wisatawan mancanegara berfoto di DTW Ulun Danu Beratan. Kunjungan rata-rata per hari ke DTW ini mengalami penurunan setidaknya 5 persen dibandingkan bulan lalu.
mencapai 27.705 orang, meningkat menjadi 30.076 orang pada Februari dan 31.899 orang pada Maret. ‘’Penurunan kunjungan wisatawan domestik ke mungkinan karena sebentar lagi ada pemilu. Ini menyebabkan banyak wisatawan domestik enggan untuk ke luar berlibur. Tetapi bisa juga karena masih musim low season dan beberapa bencana yang terjadi di Indonesia,’’ ujar Mustika. Meski terjadi penurunan kunjungan, pihaknya dalam waktu dekat ini belum berencana menggelar festival atau acara untuk menambah kunjungan wisatawan. ‘’Tidak ada festival dalam waktu dekat ini, karena pihak manajemen sedang konsen menyiapkan destinasi baru berupa taman bunga. Rencananya dibuka bulan Juni ini,’’ jelas Mustika. Hal yang sama juga berlaku di DTW Tanah Lot. Kunjungan wisatawan pada Januari sebanyak 224.620 orang, Februari sebanyak 220.518 orang dan Maret 201.280 orang. Manajer DTW Tanah Lot Ketut Toya Adnyana menyatakan, kunjungan didominasi wisman. ‘’Penurunan terjadi di wisatawan domestik. Bisa dikarenakan memasuki bulan pemilu, selain itu juga low season,’’ ujarnya. (kmb24)
hari raya Kuningan. Para narapidana pun disarankan membuat kerajinan barong, terlebih ada salah satu warga binaan sangat mahir dalam membuat ukiran. ‘’Sistemnya gotong royong, ada yang tugas amplas, cat ataupun yang tugas mengukir,’’ tuturnya. (kmb28)
BARONG - Warga binaan Lapas Tabanan saat membuat punggalan barong celeng.
Bali Post/ist
BULELENG
8
Kamis Wage, 4 April 2019
Tanah Jalan Tratai Diproyeksikan Jadi Arena Otomotif Singaraja (Bali Post) – Setelah memenangkan gugatan sengketa tanah di Jalan Tratai, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Pemkab Buleleng memprogramkan pemanfaatan tanah tersebut. Rencananya, lahan itu dijadikan lapangan olahraga pengganti lapangan di Jalan Ngurah Rai yang beberapa tahun sebelumnya telah dijadikan Taman Kota. Tanah yang lama terbengkali itu akan dibangun fasilitas latihan selain itu juga untuk menggelar event otomotif. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan hal itu, Rabu (3/4) kemarin. Khusus untuk fasilitas olahraga otomotif, kata Agus Suradnyana, sarana itu memang sejak lama belum bisa di-
wujudkan. Sementara, penggemar atau para pihak penyelenggara event otomotif sangat memerlukan fasilitas memadai. Dari beberapa kali event otomotif seperti road race, drag race, dan event lainnya,
malah sering memanfaatkan jalan protokol di Kota Singaraja itu. Menjawab kebutuhan itu, pihaknya memprogramkan membangun fasilitas olahraga otomotif di Kota Singaraja. Tuntasnya sengketa gugatan tanah di Jalan Tratai itu, kemudian Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait diinstruksikan menyusun perencanaan. “Ide membuat fasilitas olahraga otomotif ini karena dari pengalaman sudah sering menyelenggarakan. Penggemar otomotif sering kesulitan karena itu perlu diako-
modasi di lokasi yang memadai. Sekarang, saya punya ide membuat fasilitas yang memang tidak ada di kota lain,” katanya. Fasilitas yang bisa dibangun di atas tanah pemkab itu kata Bupati yang juga penggemar otomotif, adalah lintasan drag race, road race, drive, dan kontes slalom. Kalau fasilitas itu bisa diwujudkan, pihaknya yakin dalam setiap bulan akan digelar event. Selain membuka ruang mengasah prestasi di bidang otomotif, target lainnya adalah memberikan akselerasi perkembangan Kota
fasilitas ini layak menjadi program skala prioritas. Maka pemerintah akan mengambil kebijakan yang mengutamakan pembangunan yang menjadi keperluan publik. “Dalam kajian ini akan kita cari dulu seberapa besar multiplier effect-nya. Kalau masalah anggaran, polanya nanti mengacu skala prioritas. Kami juga masih berkoordinasi untuk secepatnya menuntaskan masalah akses masuk ke tanah itu. Kalau hal itu sudah tuntas tentu persiapan pemanfaatan tanah itu bisa dilakukan,” jelasnya. (kmb38)
Pemilihan Rektor Undiksha
SOSOK Layanan Sabtu-Minggu HARAPAN masyarakat yang menginginkan pelayanan administrasi kependudukan yang optimal, belakangan ini telah direalisasikan. Solusinya, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Buleleng telah menerapkan pelayanan Sabtu dan Minggu. Pelayanan pada hari libur itu dirasakan sangat membantu warga terutama yang berdomisili di luar Buleleng. Kepala Disdukcapil Putu Ayu Reike Nurhaeni mengatakan, warga Buleleng yang tinggal di luar daerah sering kesulitan ketika akan mengurus dokumen kependudukannya. Pasalnya, warga perantauan Buleleng kerap terbentur jadwal kerja. Karena itu, mereka hanya bisa libur dan mengurus pada kedua hari itu. “Pelayanan Sabtu dan Minggu ini berjalan karena komitmen kami sebagai lembaga pelayanan masyarakat yang baik. Kami ingin semua masyarakat dapat pelayanan administrasi kependudukan,” katanya. Mantan Camat Banjar itu menambahkan, Disdukcapil juga membuka pelayanan di sejumlah tempat strategis di Bali Utara. Lembaga yang dipimpinnya itu juga menggulirkan program layanan kependudukan “Jemput Bola” ke rumah-rumah warga. Dalam program ini, Reika membagi pelayanan atas Buleleng Barat dan Buleleng Timur. Selama menggulirkan program itu, pelayanan percetakan KTP baik karena hilang, rusak sudah dilakukan perekaman KTP. Kebijakan tahap awal ini akan dilakukan sampai 14 April 2019 ini. “Buleleng ke timur dilayani di kantor pada Sabtu dan Minggu dari pukul 09.00 Wita sampai pukul 15.00 Wita. Buleleng Barat, kami berikan pelayanan menggunakan mobil keliling hingga ke kantor camat. Untuk jadwal memang sudah ditentukan,” tegasnya. (mud)
Profesor Jampel Terpilih secara Aklamasi Singaraja (Bali Post) – Pemilihan Rektor (Pilrek) Periode 2019-2023 berlangsung singkat Selasa (2/4) lalu. Ini karena peserta pilrek memilih secara aklamasi Prof. Dr. Nyoman Jampel, M.Pd. sebagai Rektor Undiksha, Singaraja untuk empat tahun ke depan. Profesor Jampel yang baru saja menyandang Guru Besar Undiksha tersebut ditunjuk sebagai rektor di perguruan tinggi yang dijuluki “Kampus Seribu Jendela” itu melalui musyawarah mufakat. Ketua Senat Undiksha Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd. mengatakan, keputusan pemilihan secara aklamasi itu setelah ada pernyataan dua calon rektor masing-masing Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd., M.Pd. dan Dr. I Gusti Ngurah Pujawan, M.Kes. Keduanya sepakat mempercayakan jabatan rektor diemban kembali Prof. Jampel. Ini dituangkan dalam surat yang ditandatangani tertanggal 1 April 2019. “Ini ada kesepakatan dari dua calon rektor untuk menyerahkan calon rektornya kepada Bapak Nyoman Jampel sebagai rektor, sehingga pilrek dilakukan dengan aklamasi,” katanya. Penerima Kuasa Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Wisnu Sardjono Soenarso yang juga Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sekretariat Jenderal Kemenristekdikti mengapresiasi pemilihan yang berjalan sangat kondusif. Pihaknya menegaskan, pasca ini tidak ada muncul persoalan. Namun tetap saling mendukung untuk membangun lembaga. “Siapa pun yang terpilih
Bali Post/ist
TERPILIH AKLAMASI – Pemilihan Rektor (Pilrek) Undiksha berlangsung singkat Selasa (2/4) lalu di kampus setempat. Pilrek ini memutuskan Prof. Dr. Nyoman Jampel, M.Pd. terpilih secara aklamasi untuk masa jabatan 2019-2023. sebagai rektor harus didukung keluarga besar Undiksha,” tegasnya. Menurut Sunarso, mencegah munculnya penilaian yang meragukan hasil pilrek, pihaknya kembali bertanya kepada I Gede Sudiartha yang masih menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknik dan Kejuruan (FTK) dan I Gusti Pujawan
27 Desa Jadi ”Pilot Project’’ Pengentasan Kemiskinan Tercatat 27 desa di Buleleng ditetapkan untuk menjalankan pilot project pengentasan kemiskinan mulai tahun 2020 mendatang. Puluhan desa itu dipilih sesuai usulan dari sembilan Pemerintahan Kecamatan di Buleleng. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Pengembangan Penelitian (Bappeda Litbang) Buleleng telah mengidentifikasi potensi desa-desa itu untuk dikembangkan sesuai sasaran program pengentasan kemiskinan yang sudah diputuskan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musranbang) baru-baru ini. Pendekatan model efektif apakah yang akan dilakukan terkait program pengentasan kemiskinan tersebut? KEPALA Bappeda Litbang Buleleng Nyoman Genep, Rabu (3/4) kemarin, mengatakan tiga desa nantinya menjadi basis pengentasan kemiskinan di kecamatannya. Usulan ini disesuaikan dengan data di Bappeda Litbang. Indikator kemiskinannya meliputi jumlah atau persentase penduduk miskin di desa-desa yang diusulkan tersebut. Dalam menentukan desa yang nantinya menjadi sasaran program pengentasan kemiskinan itu, Bappeda Litbang menggunakan beberapa pendekatan yaitu jumlah warga miskin, persentase kemiskinan, dan pendekatan satu kawasan. “Sudah dipilih desa-desa yang akan menjalankan pengentasan kemiskinan mulai tahun depan. Kami masih melakukan persiapan dan mengumpulkan data penunjang,” katanya. Birokrat asal Dusun Kelod Kauh, Desa Panji, Kecamatan Sukasada ini mengatakan, meskipun ada suatu desa dari sisi jumlah penduduk miskin lebih tinggi, tetapi akan dipilih desa yang berada dalam satu kawasan wilayah dengan penduduk miskin tertinggi.
Singaraja. “Saya yakin setiap bulan ada kegiatan di sana. Seperti kontes slalom, one make race atau event lain, sehingga akselerasi perkembangan di kota kita akan lebih cepat,” jelasnya. Terkait anggaran, Bupati menyebut, sebagai persiapan awal akan menghitung anggaran yang diperlukan. Dengan demikian, seberapa besar anggaran yang diperlukan akan diketahui dalam perencanaan itu. Kalau memerlukan anggaran besar dan hasil kajian teknis menyebut pembangunan
Pendekatan ini diambil untuk memudahkan penentuan paket kebijakan dalam suatu kawasan. Kendati demikian, pendekatan dengan melihat jumlah dan persentase penduduk miskin itu tetap dominan dalam hal ini. Pendekatan kawasan ini pun dengan cara melihat potensi unggulan di kawasan yang dimaksud. “Eksekusinya pasti akan terlihat perangkat daerah mana saja yang dominan menangani desa atau kawasan itu, sesuai latar belakang kemiskinan dan juga solusinya,” tegasnya. Mantan Kepala Dinas Pertanian (Distan) Buleleng ini menambahkan, dalam menentukan desa-desa dengan penduduk miskin tinggi itu juga melibatkan instansi lain, yaitu Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Dinas Sosial (Dinsos), dan Camat. “Kami inginnya nanti membentuk BUMdes bersama, kemudian penanganan infrastruktur juga akan lebih mudah dilakukan bila berada dalam satu kawasan,” imbuhnya. Setelah pemilihan desa, masing-masing camat dan perbekel untuk mengidentifi-
yang masih sebagai Wakil Rektor III terkait pernyataan yang disampaikan. Hal itu dijawab keduanya, tidak ada sebuah paksaan atau intimidasi. Rektor terpilih Prof. Jampel meyakini pemilihan dengan musyawarah mufakat itu sebagai dampak dari impelementasi konsep Tri Hita Karana pada civitas akademika.
Setelah pilrek ini, pihaknya tetap menggenjot pelaksanaan program yang telah dirancang pada jabatan periode pertama maupun mempersiapkan implementasi visi masa jabatan empat tahun ke depan yang dipandang mampu mempercepat mewujudkan visi Undiksha sebagai universitas unggul berlandaskan falsafah
Tri Hita Karana di Asia tahun 2045. “Tentu tetap akan menjalankan program yang telah dirancang. Tahun ini, sudah ditetapkan sebagai internasionalization at home untuk Undiksha,” katanya. Selain itu, juga digenjot penerapan pembelajaran berbasis dalam jaringan (daring) dan jarak jauh,” jelasnya. (ad)
MARI WUJUDKAN
PEMILU DAMAI Kepada Yth. Bapak/ Ibu Warga Kab. Badung di Tempat Om Swatyastu Saya DRS. PANUDIANA KUHN, MM Calon anggota DPRD Provinsi Bali Partai Golkar, Nomor Urut 6, Dapil Badung, mengajak bapak/ibu dan anggota keluarga yang memiliki hak pilih untuk menyukseskan Pemilu 2019. Pada tanggal 17 April 2019 nanti, luangkan waktu sejenak untuk hadir di Tempat Pemungutan Suara (TPS), Pilih wakil-wakil terbaik untuk menyuarakan aspirasi bapak/ibu sekalian. Bali Post/kmb38
Nyoman Genep
kasi potensi-potensi apa saja yang ada di masing-masing desa yang dimaksud. Sedangkan program dan kegiatan di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sudah dilakukan identifikasi saat pelaksanaan Musrenbang baru-baru ini. Nantinya, Bappeda Litbang akan melakukan sinkronisasi antara program dan kegiatan SKPD dengan usulanusulan yang berasal dari desa. “Selanjutnya, kami akan mantapkan kembali, setelah sinkron antara masukan desa dengan masukan SKPD baru kami keluarkan program resminya. Nanti akan dilihat berapa jenis kegiatannya, kemudian berapa butuh anggarannya,” katanya. Ada pun program pengentasan kemiskinan dengan mengambil tiga desa di tiap kecamatan. Hal itu baru efektif dilaksanakan tahun anggaran 2020 mendatang. Saat ini, seluruh proses perencaaan tengah digarap serius. Dengan menggunakan program langsung menyasar desa, dan masyarakat miskin di pedesaan secara langsung bisa meningkatkan penghasilan masyarakat dan daya beli agar bisa lebih baik. (mud)
Demikian himbauan kami. Semoga bapak/ibu sekeluarga sehat dan selalu diberikan kerahayuan. Om shanti, shanti, shanti, 0m... Hormat Saya, DRS. PANUDIANA KUHN, MM C.0000673-RPA-01
Kamis Wage, 4 April 2019
GIANYAR
Sinkronisasi dan Harmonisasi Gerakan PKK Provinsi Bali di Desa Tegaltugu
Gelorakan Puspasari Melalui Hatinya PKK
ACARA Harmonisasi dan Sinkronisasi Hatinya PKK di Wantilan Pura Dalem, Desa Tegaltugu, Kecamatan Gianyar, Selasa (2/4) diawali dengan penyerahan dana bantuan Hatinya PKK dan berbagai bantuan lainnya oleh Sekretaris TP PKK Provinsi Bali Made Suastini, didampingi oleh Wakil ketua I TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Diana Dewi Agung Mayun, Wakil Ketua II Ny. Dwikorawati Wisnu Wijaya dan Wakil Ketua III Ny. Tagel Winarta. Pada kesempatan itu Sekretaris TP PKK Provinsi Bali Made Suastini menegaskan, jika gerakan PKK ini dipahami dan dilaksanakan dengan baik, tentunya akan memberi dampak yang sangat besar bagi keluarga. Apalagi saat ini TP PKK Provinsi melalui Program Pusat Pangan Sehat
Lestari (Puspasari) dengan melalui Hatinya PKK (Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman) diharapkan dapat mengembalikan natah Bali seperti waktu dulu, yaitu halaman yang asri dan memberi manfaat bagi keluarga. Program ini diyakini akan mampu memberi dampak yang positif bagi keluarga itu sendiri. Di mana segala kebutuhan sehari-hari terutama urusan dapur maupun upacara dapat diatasi. Made Suastini menambahkan, apalagi saat ini TP PKK Provinsi Bali di bawah pimpinan Ny. Putri Koster, akan lebih fokus pada program Hatinya PKK sehingga dapat disatukan dengan seluruh Program Pokok PKK yang memang sudah terintegrasi dari pusat hingga ke kelompok-kelompok di Dasa Wisma. Program Hatinya PKK
idealnya adalah bagaimana kita menata halaman dengan konsep taman, bagaimana kita mengembalikan keindahan taman tapi dengan tanaman yang bermanfaat bagi keluarga. “Yang diprioritaskan dalam Hatinya PKK adalah taman bukan kebun. Tanaman dikelompokkan sesua jenisnya sehingga tertata sedemikian rupa sehingga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi,� kata Made Suastini. Kesempatan itu juga diserahkan bantuan sebesar Rp 15 juta untuk Hatinya PKK, bantuan sebesar Rp 12 juta untuk balita dan lansia bagi desa percontohan, di samping itu juga diserahkan bantuan bibit cabai, bibit kelapa daksina oleh Yayasan Wana Sari Desa Bona, di samping juga Ketua DWP Gianyar Ny. Dwikorawati Wisnu Wijaya bersama Ketua Gatriwara
Kabupaten Gianyar Ny. Tagel Winarta menyerahkan bantuan baju kaos untuk lansia di desa percontohan. Pada kesempatan itu rombongan juga berkesempatan mengunjungi rumah percontohan Hatinya PKK di rumah Gusti Ayu Sumiati di Banjar Kajanan Desa Tegaltugu Gianyar, dan UP2K di Jero Kadek Kartini yang bergerak di bidang usaha kripik singkong dan keladi. (ad112) BANTUAN - Sekretaris TP PKK Provinsi Bali Made Suastini saat menyerahkan bantuan bibit pohon didampingi Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Gianyar Ny. Diana Dewi Agung Mayun, Wakil Ketua II Ny. Dwikorawati Wisnu Wijaya dan Wakil Ketua III Ny. Tagel Winarta.
9
JEMBRANA
10
Kamis Wage, 4 April 2019
Sudah Setahun Jebol
Senderan Bendung Jero Pengentuh Belum Juga Diperbaiki Negara (Bali Post) Senderan di sisi timur Bendung Jero Pengentuh di Banjar Taman, Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana jebol sudah sejak setahun lalu. Dari pengamatan Rabu (3/4) kemarin, senderan yang ada di dekat jembatan yang menghubungkan banjar Taman dan Banjar Sawe Desa Batuagung jebol sekitar 20 meter.
Bali Post/kmb26
DATANGI BAWASLU – Tim dari DPD Perindo Jembrana mendatangi Kantor Bawaslu Jembrana menyampaikan pengaduan terkait dugaan penurunan spanduk. Sebelumnya tim dari PDI Perjuangan juga melapor ke Bawaslu terkait penggunaan nama salah satu kadernya di spanduk kampanye milik caleg Perindo.
Bawaslu Terima Dua Laporan Soal Spanduk Negara (Bali Post) – Bawaslu Jembrana, Selasa (2/4) menerima dua pengaduan dugaan pelanggaran yang disinyalir saling berkaitan. Laporan itu terkait spanduk salah satu calon legislatif Dapil 5 Jembrana (Kecamatan Jembrana). Uniknya, kedua pelapor adalah suami-istri caleg dari dua partai yang berbeda yakni PDI Perjuangan dan Perindo. Namun kedua pengaduan itu belum diregister oleh Bawaslu Jembrana sebagai laporan resmi, lantaran dinilai belum lengkap. Pengaduan pertama diajukan oleh caleg beserta tim dari I Wayan Rayun, Caleg Kabupaten dari PDI Perjuangan dapil 5 Jembrana. Rayun melalui tim kuasa hukum PDI-P Jembrana Wayan Sudarsana berkeberatan namanya disebutkan dalam spanduk partai lain yang diketahui terpasang di dua titik itu tanpa izinnya. Menariknya, spanduk caleg parpol lain itu tidak lain merupakan istri Rayun. Lebih lanjut menurut Sudarsana, setelah ditanyakan yang bersangkutan (istri Rayun) tidak mengetahui dan tidak pernah membuat spanduk itu, sehingga dinilai spanduk itu tak bertuan dan mencatut nama Rayun. ‘’Di spanduk caleg dari parpol lain itu ada nama Pak Rayun, itu tanpa seizin dan terpasang,’’ terang Sudarsana. Selanjutnya, sore harinya pengaduan terkait dugaan penurunan spanduk tanpa izin diajukan oleh tim dari Partai Perindo Jembrana. Dua orang perwakilan di antaranya Ketua DPD Perindo Putu Eka Susiana Putra. Tim dari Perindo ini juga menyertakan bukti rekaman orang yang diduga menurunkan spanduk salah satu caleg Perindo tersebut. Sementara itu, Ketua Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan mengatakan pengaduan dari dua pihak berbeda itu telah diterima Bawaslu, dan keduanya mengenai spanduk. Namun, keduanya belum ada bukti materil serta saksi-saksi yang menguatkan. Bawaslu memberikan waktu hingga tiga hari kepada pihak-pihak tersebut guna melengkapi. ‘’Kita masih sebatas menerima, kita belum tahu apakah ini berkaitan atau tidak, nanti kita telusuri lebih lanjut,’’ terang Pande. Pengaduan dari kedua pihak itu menjadi info awal. (kmb26)
Sejumlah warga mengatakan kalau senderan tersebut jebol sudah hampir setahun, namun hingga saat ini belum diperbaiki. Warga mengatakan, jika tidak diperbaiki senderan itu lama-lama bisa bertambah parah bahkan bisa mengancam jembatan. Penjaga Bendung Jerwwo Pengentuh I Wayan Sudi Artawan yang berusaha dikonfirmasi tidak ada di lokasi. Sementara itu, sebelumnya bangunan pintu air Bendung Jero Pengentuh juga terancam ambruk. Ancaman tersebut menyusul kondisi lantai bangunan pintu air bendung di aliran Sungai Tukadaya ini diketahui telah amblas Januari 2018, pascahujan deras dan banjir di aliran sungai setempat. Kabid SDA (Sumber Daya
Air) pada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana Wayan Widnyana dikonfirmasi Rabu (3/4) sore juga mengatakan amblasnya lantai bangunan pintu bendung sudah ditangani dengan mengurug menggunakan kerokol. Dibantu oleh salah seorang pengusaha di wilayah itu. ‘’Itu ternyata ada rumah biawak besar di sana. Mungkin dirusak oleh biawak dan itu sudah ditangani,’’ jelasnya. Menurutnya, untuk bendung yang masih tercatat menjadi aset milik Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida tersebut, pengelolaannya telah diserahkan ke Kabupaten. Terkait senderan sungai yang jebol di dekat jembatan
Bali Post/kmb
JEBOL - Senderan bendung Jero Pengentuh di Banjar Taman Desa Batuagung, Kecamatan Jembrana yang jebol sudah setahun lebih dan hingga kini belum diperbaiki. menurutnya itu menjadi kewenangan Balai Wilayah
Sungai. ‘’Kami juga sudah laporkan, namun mungkin
belum ada anggaran,’’ jelasnya. (kmb)
Kasus Korupsi Pepadu
Proses Hukum YA dan KW Tunggu Salinan Putusan Kasasi Rawi Negara (Bali Post) – Kasus dugaan korupsi pengembangan pertanian terpadu (pepadu) dengan dua tersangka YA dan KW saat ini masih proses. Penyidik dari Polres Jembrana maupun Kejaksaan Negeri (Kejari) Jembrana masih menunggu salinan putusan kasasi terhadap terdakwa yang juga tersangka pertama K. Rawi Adnyani selaku rekanan pengadaan sapi yang oleh pengadilan tipikor dinyatakan bebas. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogi Pramagita ditemui belum lama ini mengatakan saat ini berkas tersangka KW selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan YA (rekanan) sudah dikembalikan ke Kejari Jembrana. Sebelumnya memang sempat dikembalikan oleh Kejari Jembrana (P-19) untuk dilengkapi kekurangannya. Saat ini sudah dilengkapi, namun masih menunggu putusan kasasi terdakwa K. Rawi Adnyani. Seperti diketahui, Rawi
dinyatakan bebas oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Denpasar dan Kejari Jembrana menyatakan kasasi. ‘’Kita belum bisa menentukan untuk tersangka yang lain (YA dan KW) karena belum menerima salinan putusan kasasi itu, informasinya sudah inkracht,’’ ujar perwira yang baru menjabat dua bulan ini. Inilah yang menyebabkan berkas itu belum diserahkan lagi ke Kejari meski telah dilengkapi. Lantas, ditanya ketika memang salinan putusan itu sudah diterima dan menguatkan terdakwa pertama bebas, apakah dua tersangka lain tetap dilanjutkan? AKP Yogi
mengatakan akan melakukan gelar perkara lagi. Seperti diberitakan sebelumnya, kasus dugaan korupsi yang melibatkan PPK di Dinas Pertanian Jembrana, KW ini terkait pengadaan sapi dalam program Pepadu. Sedangkan YA juga merupakan pihak rekanan. Rawi Adnyani tersangka pertama sudah menjalani proses pengadilan dan dinyatakan bebas oleh Pengadilan Tindak Pidana K o r u p s i (Tipikor) Denpasar. D a l a m
putusan kasus bernomor 29/Pid. Sus-TPK/2017/PN Dps itu, K. Rawi Adnyani dinyatakan tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan bersama-sama. Karena itu membebaskan K. Rawi Adnyani dari segala dakwaan dan meminta agar memulihkan hak terdakwa dalam kemampuan, kedudukan dan harkat serta martabatnya. Namun terkait putusan tersebut, Kejari Jembrana mengajukan kasasi ke MA. Terkait hal ini, Kasi Pidsus Kejari Jembrana Ivan Praditya Putra dikonfirmasi terpisah mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima salinan putusan kasasi K. Rawi Adnyani. Sehingga belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kasus pepadu ini. Tetapi informasinya memang sudah vonis (inkracht). ‘’Nanti kalau sudah turun, kami informasikan lagi,’’ ujar Ivan. (kmb26)
Kamis Wage, 4 April 2019
KARANGASEM
11
Terkait Matinya ’’Traffic Light’’
Dishub Lapor Minta Anggaran ke Pusat
SEJAK beberapa bulan lalu, masyarakat kerap mengeluhkan kondisi traffic light di jalur persimpangan Subagan itu padam dan belum mendapat perbaikan maksimal. Dari segi regulasi, mekanisme perbaikan traffic light itu, merupakan kewenangan pemerintah pusat. Alasannya, traffic light itu berada pada ruas jalan nasional. Hal itu diungkapkan Kadis Perhubungan Kabupaten Karangasem, Ida Bagus Putu Suastika. Sejauh ini, kata Suastika, pihaknya sudah melaporkan dan mengupayakan perbaikannya. Tetapi lantaran kerusakan traffic light itu sudah fatal, maka diusulkan dilakukan penggantian dengan skala lebih besar. Usulan perbaikan itu sudah terus diperjuangkan agar dialokasikan sehingga dana itu bisa turun tahun ini dari pusat. “Astungkara hal itu mendapat respons positif Balai Pengelolaan Transportasi Darat, sehingga dananya dapat dianggarkan tahun ini. Sampai hari ini, dalam proses tender,” ujarnya. Dia menjelaskan, alat
pemberi isyarat layanan lalu lintas (APILL) di simpang empat Subagan itu dilaporkan mengalami gangguan lantaran tidak berfungsi secara maksimal sejak 9 Januari 2019. Jadi, memang sangat rawan, karena jalur itu merupakan persimpangan antara Jalan A. Yani, Jalan Jenderal Sudirman (ruas jalan nasional), Jalan Samanhudi (ruas jalan provinsi), Jalan Gunung Agung (ruas jalan kabupaten). Setelah dilakukan pengecekan. Kerusakan itu disebabkan pada modul pengaturan arahnya tidak berfungsi lagi. Kondisi alatnya itu terbakar. “Kebakaran panel itu dilaporkan akibat instalasinya sudah tua dan kondisi kabelnya rapuh,” jelasnya. Sebelumnya, menurut Suastika, keadaan seperti ini sudah sering terjadi, mengingat usia APILL yang dimaksud sudah tua. Diperkirakan, berumur lebih dari 25 tahun. Hal ini sudah sering dilaporkan dan sudah sering juga dilakukan perbaikan. “Laporan juga sudah sampai pada BPTD wilayah XII Provinsi Bali dan Povinsi Nusa Tenggara Barat, untuk
mendapatkan penanganan secara lisan maupun tulisan,” imbuhnya. Lebih lanjut dikatakannya, informasi terakhir, untuk pekerjaan peremajaan APILL, masih menunggu pergeseran DIPA Kemenhub RI 2019. Terkait pergeseran ruas pengadaan sarana dan prasarana jalan itu dari pengecekan yang dilakukan oleh teknisi, agar APILL itu dapat berfungsi optimal, maka memerlukan perbaikan komponen yang sudah tua dengan anggaran yang cukup besar. “Sering terjadi kerusakan, dan kalaupun diperbaiki, secara teknis tidak akan berfungsi optimal,” terangnya. Untuk menghindari halhal yang tidak diinginkan, kata Suastika, sementara ini APILL mengondisikan pada flashing (peringatan hati-hati dengan lampu kuning berkedip pada APILL). Selain itu, dipasang rambu peringatan hati-hati menggunakan banner di persimpangan ruas jalan. “Kami juga telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan juga petugas untuk mengatur lalu lintas itu,” imbuhnya. (ad104)
Bali Post/kmb41
Pengurus Pasar Dilatih Manajemen
PELATIHAN - Para kepala pasar dan pengurus pasar rakyat atau tradisional saat mengikuti pelatihan.
Kabag Ekonomi I Made Susila mengatakan, peserta pelatihan ini diikuti 32 orang dari 16 pasar rakyat atau tradisional yang dikelola Pemda Kabupaten Karangasem. Pelatihan ini dilakukan guna mendapat pengetahuan, wawasan, dan keterampilan bagaimana mengelola pasar dengan baik untuk meningkatkan kompetensi kepala pasar dan petugas pasar rakyat itu. “Pelatihan ini ditujukan khusus kepada para kepala pasar
dan petugas pasar rakyat/ tradisional,” ujarnya. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan, selama ini pasar rakyat terkesan kumuh, becek, dan kotor. Karena itu, diperlukan revitalisasi pasar rakyat untuk memperbaiki citra buruk pasar rakyat menjadi pasar modern dan sehat. Revitalisasi itu erat kaitannya dengan keberadaan pasar rakyat sebagai aset Kabupaten Karangasem yang harus
dilindungi. Hal itu penting guna mempertahankan nilai sosial dan budaya masyarakat. Mas Sumatri melanjutkan untuk memperkuat peran pasar rakyat dalam perekonomian Kabupaten Karangasem, Pemkab mempunyai program pemberdayaan dan peningkatan kualitas pengelolaan pasar rakyat melalui program Nawa Satya Dharma Masdipa. Ketujuh program itu merupakan program prioritas
yaitu peningkatan pelayanan dan prasarana perdagangan, terutama penguatan peran sentral pasar rakyat melalui perbaikan 16 pasar rakyat. Revitalisasi pasar rakyat itu kata Bupati, tidak sekadar pembenahan bangunan fisik, tetapi juga nonfisik, utamanya manajemen pengelolaan pasar rakyat. Atas dasar itu, melalui Bagian Ekonomi Pemkab difasilitasi pelatihan kepada kepala pasar dan petugas pasar rakyat itu guna mendapat pengetahuan, wawasan, dan keterampilan bagaimana mengelola pasar dengan baik, untuk meningkatkan kompetensi para kepala pasar dan petugas pasar rakyat. (kmb41)
Amlapura (Bali Post) Made Mudika (63) nekat gantung diri di pohon durian belakang rumahnya. Akhirnya, pria asal Banjar Dinas Wanesari, Desa Talibeng, Sidemen itu ditemukan tewas tergantung di pohon durian miliknya. Diduga korban nekat mengakhiri hidupnya lantaran terbelit utang. Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ni Kom-
ang Sundari saat itu hendak membuang sampah dapur di belakang rumahnya sekitar pukul 07. 00 wita. Betapa kagetnya Sundari melihat korban tergantung di pohon durian di belakang rumahnya. Karena panik, saksi langsung member tahu keluarganya, bahwa korban gantung diri di pohon durian. Pukul 07.25 Wita, keponakan korban, I Kadek Suyata, langsung datang ke lokasi. Namun setelah di loka-
si, Suyata tidak berani mengambil tindakan. Ia kemudian memanggil anak korban, Nyoman Kariana. Kemudian Kadek Suyata menghubungi pihak kepolisian. Kapolsek Sidemen AKP I Gede Suarnawa saat dikonfirmasi membenarkan ada kasus gantung diri di wilayahnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan Puskesmas Sidemen, pada tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda
kekerasan. Ciri-cirinya lidah korban menjulur, keluar air mani, dan keluar tinja dari dubur korban. Tanda-tanda fisik seperti itu sesuai medis, memang itu cirri-ciri orang yang murni melakukan gantung diri. “Bisa jadi penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, dikarenakan ada permasalahan utang,” ujar anak korban, Nyoman Kariana. (kmb41)
Amlapura (Bali Post) -
Kepala pasar dan petugas pasar rakyat atau tradisional diberikan pelatihan tentang Manajemen Pengelolaan Pasar Rakyat. Pelatihan itu dilakukan sebagai upaya memperkuat peran pasar rakyat dalam perekonomian Kabupaten Karangasem.
Mudika Tewas Gantung Diri di Pohon Durian
TRAFFIC LIGHT MATI - Traffic light di simpang empat Subagan mati. Atas kondisi ini, Dishub telah melaporkan ke pemerintah pusat.
Caleg Partai NasDem I Made Agus Kertiana
Setahun Jajaki Warga, Rencana Buat Rumah Aspirasi Amlapura (Bali Post) Calon legistalif (caleg) Partai NasDem I Made Agus Kertiana benar-benar mempersiapakan diri dengan matang untuk maju pada Pileg tahun ini. Sebelum mencalonkan diri, caleg DPRD Karangasem itu diam-diam sudah setahun menjajaki masyarakat di Rendang. Dengan persiapan itu, caleg nomor urut 11 itu punya rasa optimisme, mampu merebut satu kursi di DPRD Karangasem. I Made Agus Kertiana, mengungkapkan, sebelum maju jadi caleg di DPRD Karangasem, dirinya sudah setahun lebih turun menjajaki masyarakat. Bahkan, hampir di semua desa di Kecamatan Rendang di antaranya Desa Rendang, Desa Nongan, Desa Menanga, Desa Pesaban, Desa Pempatan, dan Desa Besakih. Kertiana menambahkan, ketika
dirinya turun, warga mengaku trauma memilih pemimpin. Alasannya, pemimpin atau caleg-caleg sebelumnya datang dengan banyak janji manis, tetapi tidak pernah satya wacana. Bila ia nanti diberikan kepercayaan oleh masyarakat, duduk di kursi legislatif, maka ia dengan komitmen tinggi, siap mengayomi masyarakat. ”Persiapan yang saya lakukan, astungkara bisa memenangkan hajatan pileg ini di Rendang. Khususnya di dapil IV ini. Semoga hasil Pemilu Legislatif 17 April nanti sesuai impian saya,” harap Kertiana usai temuwirasa dengan para pendukung sekaligus kampanye terbuka caleg Partai NasDem di Rendang, Selasa (2/4). Kegiatan itu langsung dihadiri Ketua DPD Partai NasDem I Gusti Ayu Mas Sumatri dan Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali Ida Bagus Oka
Gunastawa. Caleg Dapil IV nomor urut 11 ini, menambahkan, jika nanti dirinya diberikan kesempatan duduk di kursi DPRD Karangasem, maka pihaknya telah memiliki rancangan membangun rumah aspirasi masyarakat. Dengan adanya rumah aspirasi masyarakat itu, dipercaya warga yang ingin menyampaikan aspirasinya atau ada keluhan, akan ditampung di rumah aspirasi masyarakat ini. “Ketika ada permasalahan atau aspirasi dari masyarakat, maka nantinya dapat ditindaklanjuti dan dicarikan solusi bersama. Sehingga masalah yang dihadapi di masyarakat bisa dipecahkan. Nantinya, ada petugas yang menjaga rumah aspirasi masyarakat ini. Misalnya masalah kesehatan. Selama ini agar dapat pelayanan kesehatan prosesnya
cukup ribet, harus ngurus ini dan itu. Nantinya, kita siap melakukan pendampingan agar pelayanan kesehatan itu bisa lebih cepat. Karena saya sudah komit, bila duduk di DPRD, maka siap mengayomi masyarakat,” janjinya. Ketua DPD Partai NasDem, I Gusti Ayu Mas Sumatri, mengungkapkan, sosok I Made Agus Kertiana itu bukan saja merupakan figur sangat bersahaja, juga sangat loyal dengan warga. Karena itu, pihaknya meminta masyarakat agar memilih Kertiana pada 17 April 2019 nanti. “Saya minta masyarakat dapat memenangkan Agus Kertiana, sehingga nantinya bisa mendapatkan satu kursi di DPRD Karangasem. Saya optimis Pak Agus Kertiana bisa duduk di DPRD Karangasem. Jadi, ingat nanti pilih Agus Kertiana. Kalau tidak menang
kita semua akan malu,” terang Mas Sumatri. DPW Partai NasDem Ida Bagus Oka Gunastawa menjelaskan, pihaknya juga berharap masyarakat Rendang bisa memberikan suara maksimal kepada Agus Kertiana. Dengan memberikan suara nantinya Agus Kertiana bisa duduk di DPRD Karangasem. Itu artinya, memberikan kesempatan Agus Kertiana berkarier di bidang politik memperjuangkan aspirasi warga. “Jika Agus Kertiana terpilih, saya berharap ia nantinya bisa berada di garda terdepan, mengakomodir kepentingan masyarakat. Bukan sebaliknya setelah duduk justru jadi beban masyarakat. Saya sangat yakin kader yang memiliki ketulusan hati seperti Pak Agus itu, benar-benar memperjuangkan aspirasi masyarakatnya,” ujar Gunastawa. (kmb41)
Bali Post/kmb41
TEMUWIRASA - I Made Agus Kertiana (paling kanan) foto bersama Ketua DPD Partai NasDem I Gusti Ayu Mas Sumatri dan Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Bali Ida Bagus Oka Gunastawa pada acara temuwirasa dengan para pendukung sekaligus kampanye terbuka caleg Partai NasDem di Rendang, Selasa (2/4).
KLUNGKUNG
12
Kamis Wage, 4 April 2019
TPA Jungut Batu Kian Mengkhawatirkan Dinas LHP Diminta Segera Turun Tangan
Semarapura (Bali Post) -
TPA Jungut Batu satu-satunya TPA di Pulau Lembongan, Nusa Penida. Sebagai destinasi pariwisata, wilayah ini memproduksi sampah cukup tinggi, khususnya dari hotel dan restoran. Tetapi, perkembangan demikian tidak diimbangi dengan pola pengelolaan sampah yang maksimal. Akibatnya, TPA Jungut Batu kini justru menimbulkan masalah baru, sampah meluber, polusi, TPA rusak hingga mengancam kelestarian mangrove di sekitarnya. Perbekel Jungut Batu Gede Made Suryawan, belum lama ini, menyampaikan setiap hari ada sekitar lima truk sampah yang diangkut mobil Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (LHP) menuju TPA Jungut Batu. Belum lagi masyarakat lain yang membuang sampah sendiri ke lokasi TPA itu. Akibatnya, wajah TPA Jungut Batu kian tak sedap dipandang. Tumpukan sampah diakui menimbulkan bau menyengat. Apalagi, di beberapa titik ada yang dibakar, semakin menimbulkan rasa tak nyaman. Akses jalan yang rusak menuju TPA juga memperparah situasi, karena sampah akhirnya ditaruh di depan TPA, tidak ke tengah areal TPA itu. ‘’Tembok pembatas TPA 95 persen juga sudah roboh,’’ kata Suryawan. Dampak lain yang tak ka-
lah serius adalah kelestarian mangrove di sekitarnya. Mangrove di sekitarnya juga ikut mati lantaran tercemar sampah TPA Jungut Batu yang terus meluber. Sebab, TPA seluas 1,7 hektar ini berada di antara kawasan hutan mangrove. Mangrove jadi banyak yang mati, lantaran gangguan sampah plastik di lokasi. Jika air laut pasang, maka sampahsampah ini ikut tergenang dan menimbulkan pencemaran lingkungan. ‘’Sampah ke TPA Jungut Batu dominan dari hotel dan restoran, baik di Jungut Batu maupun Lembongan. Kami cukup pusing menghadapi ini. Kami mohon dinas terkait segera turun langsung untuk serius menangani ini,’’ tegas Suryawan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung A.A. Kirana
SOSOK
mengatakan, untuk penanganan jangka pendek, pihaknya akan mengerahkan alat berat yang ada di Nusa Gede menuju Jungut Batu untuk menarik sampah di depan TPA dan meratakan areal TPA tersebut. Selanjutnya, pihaknya masih mempertimbangkan metode yang tepat dalam melakukan pengolahan sampah di lokasi, mengingat pariwisata Lembongan dan Ceningan semakin berkembang, seiring dengan akomodasi pariwisata semakin tumbuh karena kunjungan wisatawan yang semakin meningkat. ‘’Program jangka panjang kita adalah di setiap desa ada TOSS (Tempat Olahan Sampah Setempat). Sehingga tidak ada lagi istilah TPA. Tetapi, jelas ini butuh waktu untuk mewujudkannya,’’ kata Kirana. (kmb31)
Bupati Waswas, Banyak Desa Investasi Besar Semarapura (Bali Post) Kewenangan yang dimiliki desa dalam mengelola anggaran membuat pemerintah daerah cukup waswas. Sebab, dengan anggaran besar itu ada desa yang berani mengalokasikannya ke aspek bisnis, memanfaatkan BUMDes dengan dana cukup besar. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta mengatakan, jika tanpa adanya perencanaan matang, ini sangat riskan menimbulkan masalah. Bupati Suwirta, Rabu (3/4) kemarin, mengaku cukup waswas. Sebab, investasi besar, selain diperlukan perencanaan matang, juga yang harus dipenuhi ialah kemampuan SDM-nya. Investasi besar itu seperti membuat fasilitas pariwisata. Menurut Bupati Suwirta, semestinya BUMDes melakukan investasi secara
Ungkap Jaringan Pelaku MENGUNGKAP peredaran gelap narkoba tidak mudah. Serangkaian penyelidikan harus dilakukan dengan hati-hati untuk mengungkap jaringan pelakunya. Terkuaknya dua tersangka pengedar narkoba, Putu Surya Hadinata alias Tukek (33) dan I Putu Eka Putra alias Cedol (36), belum lama ini menjadi buktinya. Salah satunya, Tukek rupanya pemain lama yang sudah buron sejak delapan bulan lalu. Kasat Narkoba Polres Klungkung AKP Gusti Ngurah Yudistira mengatakan keberhasilan meringkus keduanya berkat kerja keras Tim Satnarkoba Polres Klungkung. Menurutnya, pengakuan Tukek yang menyebutkan dirinya baru dua bulan berkecimpung dalam peredaran gelap narkoba, tidaklah benar. Sebab, Tukek telah lama diincar atas sepak terjangnya dalam jaringan peredaran narkoba di Klungkung. Hasil dari tertangkapnya Tukek dan sahabatnya Cedol, dikatakan akan terus dikembangkan Sat Narkoba Polres Klungkung. Apalagi, Tukek mengaku setelah menerima barang terlarang itu dari jaringannya di Denpasar, ia juga mengedarkannya ke Nusa Penida. Siapa jaringan pengedarnya di sana sekaligus para pelanggannya, sedang dalam penyelidikan kepolisian. Dugaan peredaran gelap narkoba di Kepulauan Nusa Penida, khususnya daerah Lembongan-Jungut Batu, tentu dicurigai pasarnya adalah para turis asing. Sejauh ini, Yudistira menegaskan masih minim bukti untuk mengejar jaringan ini sampai ke Nusa Penida. Akan tetapi, dia optimis, tertangkapnya dua pengedar ini bisa menjadi pintu masuk Sat Narkoba, untuk mengungkap jaringan pengedar narkoba yang lebih besar. Ini juga sejalan dengan upaya BNNK (Badan Narkotika Nasional Kabupaten) Klungkung, untuk menekan peredaran gelap narkotika di kawasan pariwisata tersebut. (gik)
Bali Post/kmb31
MINTA PERHATIAN - Tembok pembatas TPA Jungut Batu 95 persen roboh. Pihak Desa Jungut Batu meminta perhatian serius dari Dinas LHP Klungkung.
bertahap. Lakukan investasi yang kecil dulu, pastikan dulu memiliki peluang besar untuk berkembang. Setelah memperlihatkan hasil nyata, baru dilakukan pengembangan. “Lebih baik investasinya bertahap. Dari kecil dulu, tetapi jelas menghasilkan,” kata Bupati Suwirta. Menurutnya, investasi desa di bidang pariwisata terlalu berisiko. Namun, dia enggan menyebut desa mana saja yang dimaksud. Salah satu contoh investasi besar di bidang pariwisata, adalah BUMDes-nya membangun akomodasi pariwisata, tetapi kunjungan wisatawannya fluktuatif. Ada juga yang berinvestasi di bidang pariwisata dengan membuat jalur trekking, tetapi program trekking justru tidak jalan. “Kalau di Nusa Penida, desa in-
vestasi berupa akomodasi pariwisata, mungkin lebih memungkinkan, karena perkembangan pariwisata pesat. Sekarang yang bikin jalur trekking, coba apa yang sudah dihasilkan,” tegasnya. Bupati juga menyoroti lambannya desa dalam menyiapkan data bedah rumah dan rehab rumah. Padahal, data dari desa akan menjadi rujukan pemerintah daerah dalam melakukan penanganan selanjutnya. Pihaknya mempertegas kembali agar desa segera menyampaikan datanya, hingga batas akhir pada minggu pertama April. Kalau masih belum mengumpulkan datanya, maka desa yang bersangkutan akan ditinggal dalam penanganan bedah rumah dan rehab rumah, yang dirancang tuntas pada 2020. Khusus penanganan be-
dah rumah dan rehab rumah, bupati sudah menyiapkan tiga opsi untuk menuntaskannya tahun depan. Opsi pertama, penanganan mengacu program Dinas Sosial. Opsi kedua, penanganannya mengacu pada diskresi kabupaten dan opsi ketiga, koordinasi dengan Pemprov Bali. Pihaknya mengaku akan menyurati kembali desa-desa yang belum menyetorkan datanya. “Kalau setelah bersurat lagi, tetap tidak ada respons, kami akan tinggalkan saja. Jangan sampai masalah
satu dua desa menghambat yang lain. Demikian juga untuk program TOSS. Kalau tidak respons, ditinggalkan saja,” tegasnya. Program TOSS ini juga sedikit terhambat dengan minimnya respons dari desadesa yang lain. “Coba tanya, sampah itu masalah, pasti dijawab ya. Tetapi, tidak mau dianggarkan oleh desa dalam APBDes-nya. Malah berlomba-lomba bikin kantor desa baru. Sampah, tidak jadi prioritas,” ujar Suwirta. (kmb31)
“Kalau di Nusa Penida, desa investasi berupa akomodasi pariwisata, mungkin lebih memungkinkan, karena perkembangan pariwisata pesat. Sekarang yang bikin jalur trekking, coba apa yang sudah dihasilkan.” Bupati Suwirta
BPK Mulai Turun Lakukan Pemeriksaan
Klungkung Ingin Pertahankan WTP
Semarapura (Bali Post) BPK RI Perwakilan Bali mulai turun ke Klungkung untuk melakukan serangkaian pemeriksaan. Proses pemeriksaan ini akan dilakukan selama sebulan, sampai 30 April nanti. Klungkung ingin mempertahankan predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) yang sudah dicapai dalam beberapa tahun terakhir. Wakil Penanggung Jawab Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK) RI Perwakilan Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Satria Parwira, Selasa (2/4) lalu, menyampaikan, pemeriksaan ini meliputi penilaian terhadap sejauh mana standar akuntansi dengan pemerintah, menilai sejauh mana kecukupan akun-akun
yang ada di laporan keuangan, menilai kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan. Pemeriksaan ini juga dimaksudkan untuk menguji kepatuhan entitas yang diperiksa, terhadap peraturan perundangundangan yang berlaku, dan keandalan sistem pengendalian internal entitas tersebut. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menyikapi turunnya BPK RI Perwakilan Bali menegaskan kepada setiap OPD, apa pun nantinya data yang ditanya oleh tim BPK agar bisa dijelaskan secara rinci. Lakukan kerja sama antarpimpinan dengan staf pada masingmasing OPD. Sehingga apa pun data yang dibutuhkan, dapat dipenuhi untuk mem-
pertahankan WTP. Tidak hanya itu, Bupati Suwirta juga meminta agar kinerja para pegawai bisa terus ditingkatkan. Sehingga apa pun capaian yang sudah didapat Pemkab Klungkung bisa dipertahankan, bahkan ditingkatkan lagi. Dengan situasi sekarang dari tim kerja OPD yang dibangun sekarang, Bupati Suwirta optimis bisa meraih kembali predikat WTP. “Predikat (Wajar Tanpa Pengecualian) WTP agar bisa dipertahankan,” tegas Bupati Suwirta. Turunnya BPK Perwakilan Bali ini untuk pemeriksaan terinci Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2018. Predikat WTP sudah didapat dalam tiga tahun berturutturut (Tahun Anggaran 2015,
Bali Post/kmb31
BPK - Bupati Suwirta saat menerima Tim dari BPK RI Perwakilan Bali. Tahun Anggaran 2016, dan Tahun Anggaran 2017). Tahun ini, WTP diharapkan dapat dipertahankan lagi,
sebagai bukti kinerja baik OPD dalam memenuhi seluruh aspek penilaian yang ditentukan BPK. (kmb31)
Jl. Gunung Agung 173B Denpasar Bali, Telp. (0361) 415159, Fax. (0361) 416466
EXPANDA DOOR 1/2 PLAT
EXPANDA DOOR TYPE 103
EXPANDA DOOR TYPE 120
TANGGA LIPAT SERBAGUNA
VERTICAL BLINDS
HORIZONTAL BLINDS
WOODEN BLINDS
ROLLER BLINDS
ROMAN SHADE
KASA NYAMUK FIBER DAN ALUMINIUM
KASA MAGNET FIBER DAN ALUMINIUM
KASA ALVIN
PINTU PVC
PINTU PVC MURAKO
TRALIS ALUMINIUM
FOLDING DOOR PVC
The Best Quality Product L.0000645-BLS
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Kamis Wage, 4 April 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
Business Support,llsan Stikom/ IT, skill Bhsa Ing. Experience Hub:Dewi 081236222509
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Dicari Tenaga untuk Staff Pembukuan Pendidikan SMK/ Diploma/Sarjana Akuntansi, Umur Maks 25 th, tidak merokok. Lamaran dibawa langsung ke Jl. Kepundung 67A Denpasar G.01
Cari sgr, 1 Sopir & Kenek, untuk kanvas, yg serius kerja, di area Kuta, Hub:081337776003 WA : 081237902022
B.BP.004.04.19.0000096
Dcr Wanita max.26th HK & Spa Therapis UbudVila 081916132717
B.BP.001.04.19.0000085
*Job Australi Korea Jpang WA: 08563925015 FB:KadekKizunaBali B.BP.166.04.19.0000113
B.BP.031.04.19.0000089
Buy-Agen Krobokan Bth Asst Wnt Jjr-Comp-Ing-Teliti-Data Entry Loyal Sal?E:yola_jia@yahoo.com
B.BP.001.04.19.0000065
Cr:Cook pglmn,Waitess u/ Rest di Sanur H:08123614559 Darsana
B.BP.001.04.19.0000094
Dcr 4 orang Kary,Pria sebagai Tehnisi Min STM,umur max35 thn Hub CV.Mimba Jaya Jl.By Pass Ngrh Rai 305 Sanur,0361-287982
B.BP.001.04.19.0000084
Dcr Adm Online,Sopir B1, Teknisi.Gj+Bns+Kms+BPJS. Lam PT.PMA Jl.Bedahulu XVII/7 Dps B.BP.821.04.19.0000081
Dcr Adm, Min SMA, Bisa Comp, Maks 35th Hub.Jl.Pidada V No.09 Dps
BVC Kerja Luar Negri Resmi Biaya Koperasi LPD unt Semua Usia Pasutri No Pdidikan Hotel Pkebunan resto Pasti Brangkat Line WA 081375409869 & 087754689692
Dcr Bag Gudang Pria SMK/SMA u/ Distributor.Lam Jl.Gn.Himalaya Slt 6 Dps T.418531/08124646409
Dcr Drafter Arsitektur SMK / Arsitek Peng1th.WA081339078146
Dcr Karyawan Laki-Laki,SIM C, Serabutan Hub.081353099090
B.BP.004.03.19.0000996
B.BP.001.03.19.0000994
BIRO JASA
B.BP.001.04.19.0000019
B.BP.001.04.19.0000098
B.BP.001.04.19.0000070
SERVICE
Dcr PRT Area Kuta bs masak, Gaji 2Jt 081547466080
B.BP.154.04.19.0000100
Dcr Sopir & Tng Wnt bjng niat kerja tgl Dlm Hub.081246585097
B.BP.004.04.19.0000097
Dcr Staf Accont & bs Exel u/Perusahan PT.Bali Tropical JP.Hub: 081237170506,Jl.Tkd Petanu 11
Dicari Reception untuk Spa yg sudah Berpengalaman,Maksimal 35 Tahun,bisa Bhs Inggris, Computer Skill,bisa Email Minat,Hub Jari Menari,Phone 0361 736740 or Email ke jarimenari@jarimenari.com
B.BP.004.03.19.0000797
Dcr Staff Offc Villa wnt bs Inggris & China H.0811392894
Dicari Segera Cleaning Service u di Rumah Pribadi/Residence Krm CV : hrdbali2019@gmail.com
Dibutuhkan Segera Tenaga Operator Harian Sebanyak 12 org Hub.08123804025/08123809006
Dicari Terapist Pengalaman utk Day Spa & Villa Lam Kirim ke: 085953788234 Good Salary
Dicari Karyawati Lulusan SMA Bag.Admin CV.TK Istana Teknik Jl.Sutomo 77 Dps
Dicr tng kirim lele (pake spd mtr) H.081246682139/0818503603
B.BP.001.03.19.0000821
B.BP.154.04.19.0000099
B.BP.001.04.19.0000023
B.BP.001.04.19.0000008
Dicari Karyawati Salon Berpengalaman Hub.08123802789
B.BP.001.04.19.0000073
Dicari PRT,utk Batubulan Villa Pribadi Hub Gusti:08123806901
B.BP.001.04.19.0000086
Dicr: Waitress Warung Okinawa Jl.Mertanadi Kuta. Buka Jam 4 Sore. WA(087861574939) B.BP.001.04.19.0000093
SERVICE
B.BP.001.03.19.0000984
B.BP.001.04.19.0000071
B.BP.004.04.19.0000095
Dicri Kasir/SPG U/Minimarket SingleMinSMU/KHym.Wuruk108
B.BP.001.04.19.0000026
Gardener Wanted,Part-Time. Seminyak Villa.4 Days/Week,6 Hours/Day.English Speaking. Moto/PhoneReq.Call08123883960 B.BP.001.04.19.0000032
Pelaks.Proyek Villa Bs Autocad CV ke:kehidupan.baru@yahoo.com B.BP.001.04.19.0000074
SERVICE
Looking for experience Pattern Maker for Mens / Womens / Childrens Clothing and Swimwear. Send CV to: badassgarment@gmail.com Call Nanie at 0361729107/6 B.BP.001.04.19.0000091
Prima Utama Bali membutuhkan Teknisi Elektronik,Minimal Lulusan STM Elektro,Punya SIM C.Telp.0361-485852,489725/ dtg ke Jl.Imam Bonjol 250 Br.Buagan Dps B.BP.004.04.19.0000020
Urgently needed.Follow Up Adm/ Production. Fresh graduation are welcome.Send CV to: badass garment@gmail.com for appointment.Call Nanie at 0361729107/6 B.BP.001.04.19.0000090
DIJUAL MOBIL MERCEDEZ
Mercy ML400’15 hitam istimewa KM 12rb,jarang pakai,spt baru tangan pertamaHub.08123633399 B.BP.001.04.19.0000068
SERVICE
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
PROPERTY DIJUAL RUMAH
BUC Djl Rmh SemiVilla Jimbaran dkt 4season&Ayana LT.2Are,3KT, 3KM,F.Furnish Hp.08123812567
B.BP.004.03.19.0000754
Jl Komik & Novel Ex.Taman Bacaan Hrg. Borong Murah. 087861616268 B.BP.001.04.19.0000076
ARSITEKTUR Arsitek:Design,3D,Konstruksi, RAB:0361-4701242/081916144249 B.BP.001.04.19.0000009
PROPERTY DIJUAL TANAH
1,5A Jl.Glogr Carik,G.Kangguru No2 sdh tmbk kllg.085101818655
KEHILANGAN Hlg BPKB No.J01314141O an. I Nengah Mertayasa,Karangasem B.BP.012.04.19.0000088
B.BP.154.04.19.0000103
Jl Tnh Kav Bukit Tinggi Bringkit aspek Perum H.081999740064
B.BP.001.04.19.0000066
Tanah 80A Mengesta Penebel Tabanan Hub.08113934393
BIRO JASA Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP, NPWP,087887729409 B.BP.001.03.19.0000753
PENGUMUMAN
B.BP.001.04.19.0000082
PROPERTY DISEWAKAN GEDUNG
Dikontrakan Gedung+Gudang Lok.Mertanadi No.101 Kerobokan LT / LB 3500 / 3900m2, 08123812222
B.BP.153.04.19.0000102
RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172
Brdsrkn Akta.No.06/22 Maret’19 dibuat dhdpn I.Gd Made Himawan SH,M.Kn,Notaris di Dps.PT.Dive Buddy Bali International brkedudukan di Kab.Badung,Tlh Rsmi dbubrkn.Sgl Kbratn,snggahn dll dpt diajukn Kpd Dewan direksi ditmp Kdudukn Prseroan.Dmikian Pengumuman ini dibuat untuk permkluman.Hormat kami Direksi B.BP.001.04.19.0000067
B.BP.001.03.19.0000705
DIJUAL MOBIL
Free
n
Desig
Money Back Guarantee �
Canopy Pintu Pagar Teralis Konstruksi Baja Dll
� Design Lengkap, Elegan & Berkelas Finishing dgn Anti Karat & Coating Pengalaman lebih dari 10 Tahun Tenaga Profesional (Arsitek & Sipil)
ANUGERAH DEWATA Jl. Tkd. Barito 16 Panjer - Denpasar Telp. 257028, 744 0099 www.anugerahdewata.com
C 0000051 bkl
DIJUAL RUMAH
SERVICE
SERVICE
DIJUAL RUMAH
DIJUAL RUMAH
BANGLI
14
Kamis Wage, 4 April 2019
Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur ’’Kasineb’’
BHAKTI - Prosesi bhakti pepranian di Pura Ulun Danu Batur, Desa Pakraman Batur, Kintamani, Selasa (2/4).
Bali Post/ist
Bangli (Bali Post) Karya Pujawali Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Desa Pakraman Batur Kintamani kasineb, Selasa (2/4). Upacara panyineban diisi dengan prosesi bhakti pepranian yang diikuti ratusan pamedek. Upacara bhakti pepranian tersebut dihadiri Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Bupati Bangli I Made Gianyar, sejumlah pejabat serta tokoh masyarakat lainnya. Pangemong Pura Ulun Danu Batur Jero Gede Batur Duuran mengatakan, upacara panyineban ini merupakan penutup dari rangkaian Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur yang telah berlangsung sejak tanggal 18 Maret lalu. Upacara panyineban diawali dengan prosesi bhakti pepranian. Maknanya, sebagai permohonan maaf sekaligus wujud syukur umat atas segala anugerah yang selama ini diberikan Ida Batari Ulun Danu Batur. “Saat ngelamuin, Ida Batara micayang merta, mertaning manah mertaning pikayun. Harapannya agar rasa ke-
Sekda Klaim ASN Netral Bangli (Bali Post) –
Sekretaris Daerah (Sekda) Ida Bagus Giri Putra mengklaim Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Bangli selama masa kampanye ini masih dalam posisi netral. Pasalnya, hingga saat ini, pihaknya belum mendapat laporan dari Bawaslu terkait kecenderungan pelanggaran yang dilakukan oknum ASN dalam masa kampanye pemilu ini. “Kami pandang ASN kami masih dalam posisi netral,” kata Giri Putra saat ditemui di gedung BMB, baru-baru ini. Dijelaskan Giri Putra, adapun pengertian netral yang harus diterapkan oleh seluruh ASN yakni netral dalam memberikan dukungan politik dan netral dalam memberikan pelayanan publik. Sesuai aturan, ASN di-
larang menjadi pelaksana kampanye dan tidak boleh menghadiri pertemuan politik apalagi menggunakan atribut partai. ASN juga diharuskan bijak dalam menggunakan media sosial. “Nge-like postingan saja ti-
dak boleh,” ujarnya. Jika sampai ada ASN yang terbukti memihak salah satu calon atau terlibat dalam politik, maka akan merugikan dirinya sendiri karena bisa terancam kena sanksi. Karena
itu, pihaknya kembali menyampaikan harapannya kepada seluruh ASN di Bangli agar bisa menempatkan diri dalam situasi politik saat ini. ASN diharapkan tak sampai terseret ke siatuasi politik, serta bisa betul-betul bijak dalam menggunakan alat komunikasinya. “Sebagaimana yang ter-update di media massa, ada 300 ASN yang terganjar sanksi. Kita harapkan di Bangli tidak sampai terjadi seperti itu,” harapnya. (kmb40)
bersamaan dengan keluarga dan umat semuanya, selalu terjaga, paras paros selulung sebayantaka,” kata Jero Gede Batur Duuran. Selain bhakti pepranian, upacara panyineban juga diisi dengan matiti suara. Dalam prosesi ini, disampaikan bhisama dan petuah Ida Batari Ulun Danu Batur kepada seluruh umat. Adapun inti dari petuah yang diberikan, agar umat selalu bersyukur atas anugerah yang diberikan, selalu bekerja keras, dan berpikir positif. Jero Gede Batur Duuran dalam kesempatan kemarin, mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh krama serta murdaning jagat yang sudah menyempatkan diri ngaturang ayah-ayahan serta punia sehingga Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur bisa berjalan lancar sesuai harapan. “Kami selaku manggalaning karya mengucapkan terima kasih banyak. Semoga melalui yadnya ini, jagat Bali beserta isinya selalu diberikan kerahayuan dan kerahajengan,” kata Jero Gede Batur Duuran. (kmb40)
”Sebagaimana yang terupdate di media massa, ada 300 ASN yang terganjar sanksi. Kita harapkan di Bangli tidak sampai terjadi seperti itu.” Ida Bagus Giri Putra
Dua Ranperda Siap Disahkan Sebelum Pemilu
Bali Post/ist
SERAH TERIMA - Apel serah terima jabatan Kasat Narkoba di halaman Mapolres Bangli, Rabu (3/4) kemarin.
Iptu Sudiarna Jabat Kasat Narkoba
Bangli (Bali Post) Kasat Narkoba Polres Bangli yang selama ini dijabat AKP Putu Sunarcaya kini digantikan Iptu I Gede Sudiarna, mantan Kanit Idik 1 Sat Resnarkoba Polresta Denpasar. Pergantian jabatan tersebut ditandai dengan upacara serah terima jabatan (sertijab) di halaman Mapolres Bangli, Rabu (3/4) kemarin. Dipimpin langsung Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo, apel serah terima diawali dengan penanggalan tanda jabatan dari pejabat lama dan penandatanganan pakta integritas pejabat baru, serta pengambilan sumpah jabatan oleh inspektur upacara. Sementara itu, AKP Putu Sunarcaya kini menempati jabatan baru sebagai Pama Biro
SDM Polda Bali, dalam rangka mengikuti pendidikan sespima. Kapolres AKBP Agus Tri Waluyo menyampaikan bahwa pergantian jabatan dalam suatu organisasi khususnya pada institusi Polri merupakan suatu kebutuhan dan harus dilakukan. Hal tersebut juga merupakan salah satu bentuk pembinaan karier personel di samping upaya penyegaran dan restrukturisasi organisasi Polri. “Kita sadari bahwa jabatan merupakan amanah dari Tuhan Yang Maha Esa, yang harus kita emban dengan sebaik-baiknya dan untuk itu sebagai anggota Polri agar selalu siap ditugaskan di mana saja dan kapan saja oleh pimpinan untuk memenuhi kebutuhan organisasi. Dengan demikian, kita dapat
memandang secara positif setiap adanya pergantian jabatan di lingkungan Polri,” kata Kapolres. Kepada pejabat lama yang telah banyak memberikan konstribusi positif untuk kemajuan Polres Bangli, Kapolres mengucapkan terima kasih dan selamat bertugas di tempat yang baru. Diharapkan, hubungan kekeluargaan selama ini bisa terus terjalin. Kepada pejabat yang baru, Kapolres menyampaikan selamat bergabung. Kapolres meminta Kasat Narkoba baru segera menyesuaikan diri, mengingat tugas-tugas ke depan sangat padat yang memerlukan kesiapan fisik dan mental personel. Salah satunya kegiatan rutin dan pengamanan Pemilu 2019. (kmb40)
Bangli (Bali Post) – Dua dari empat rancangan peraturan daerah (ranperda) yang selama ini dibahas DPRD Bangli bersama eksekutif, siap disahkan dalam waktu dekat. Wakil Ketua DPRD Bangli I Nyoman Basma mengatakan hal itu saat ditemui usai memimpin rapat gabungan pansus dengan empat OPD di Kantor DPRD Bangli, Senin (1/4) lalu. Basma menyebutkan, dua ranperda yang sudah siap disahkan tersebut yakni Ranperda tentang Retribusi Pelayanan Kepelabuhanan dan Ranperda tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Sedangkan dua ranperda lainnya yakni Ranperda tentang Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan, serta Ranperda tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah, belum bisa disahkan bersamaan, lantaran masih menunggu terbitnya regulasi pusat yang baru. Sesuai hasil konsultasinya ke pusat, Basma yang didampingi Ketua Pansus I, Nyoman Gelgel Wisnawa,
menjelaskan bahwa rencananya ada perubahan Peraturan Pemerintah (PP) 112 untuk Pasar Rakyat dan Pasar Modern. Selain itu, perubahan juga akan terjadi pada PP 12 Tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah. Karena adanya perubahan regulasi itu, pihaknya bersama eksekutif memutuskan untuk menunggu terbitnya regulasi yang baru. “Kita tidak mau grasa-grusu. Agar jangan sampai baru seminggu ditetapkan, lalu terbit regulasi baru, kita harus ubah lagi perdanya. Kan mubazir jadinya ranperda yang sudah kita tetapkan,” terangnya. Rencananya, pada tanggal 7 April mendatang, DPRD Bangli akan mengonsultasikan kembali ke pusat terkait perubahan regulasi itu. Jika sesuai hasil konsultasi nanti, penerbitan regulasi baru ternyata masih lama, maka tidak menutup kemungkinan Ranperda tentang Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan, serta Ranperda tentang Pokokpokok Pengelolaan Keuangan Daerah, akan tetap mengacu pada PP lama.
“Kita harapkan keempat ranperda itu nantinya bisa disahkan bersamaan. Jika memungkinkan sebelum pemilu,” ujarnya. Basma menambahkan bahwa rapat pembahasan empat ranperda yang dilaksanakannya bersama empat OPD sekaligus yakni BKPAD, Diskominfosan, Disperindag, dan Dishub Senin lalu, menjadi bukti bahwa kesibukan sebagian anggota dewan dalam masa kampanye pemilu kali ini tak menjadi penghambat dalam menyelesaikan tugas di lembaga DPRD. “Kesibukan masa kampanye tidak membuat kita mengabaikan tugas kita di DPRD,” ujarnya. (kmb40)
Bali Post/kmb40
Nyoman Basma
OLAHRAGA
Kamis Wage, 4 April 2019
15
Barca Pantang Menyerah Madrid – Lionel Messi dan Luis Suarez menyelamatkan Barcelona dari kekalahan melawan Villarreal pada lanjutan kompetisi La Liga Spanyol, Rabu (3/4) dini hari kemarin. Di ambang takluk 2-4, keduanya berhasil mencetak gol sehingga Barca mampu memaksa tuan rumah bermain imbang 4-4.
Cok Istri Agung Sanistya Rani
Bali Post/ist
Coki dan Budi Huni Pelatnas
Denpasar (Bali Post) Dua karateka Bali yakni Cok Istri Agung Sanistya Rani alias Coki dan Made Budi Kertyasa berhasil menembus pelatnas. Tiket ini diraih setelah Coki menyabet medali emas kelas kumite kelas -55 kg putri, sedangkan Budi merebut perunggu kelas +84 kg putra pada Kejurnas Karate Rimbawa sekaligus seleknas di Gedung Kementerian Kehutanan, Jakarta, 28-29 Maret lalu. Pelatih Pengprov FORKI Bali Nyoman Sumayasa di Denpasar beberapa hari lalu mengungkapkan, Coki dan Budi mengusung bendera PP Inkai pada kejurnas. Keduanya tidak pulang ke Bali, tetapi langsung menghuni pelatnas. Sementara FORKI
Bali menerjunkan 11 karateka, namun hanya Yoginata yang mendapat perunggu di nomor kata perorangan dan tidak lolos seleknas. Menurutnya, karateka pelatnas diproyeksikan berlaga pada SEAKF di Thailand pada 10-14 April, AKF di Maroko dan SEA Games di Filipina, Desember mendatang. ‘’Jadi, program pelatnas ini jangka panjang,’’ jelas Sumayasa. Coki dan Made Budi kini masuk peringkat 100 besar dalam ranking World Karate-do Federation (WKF). Keduanya sering mengikuti Kejuaraan Internasional Premier League guna meraih poin WKF untuk memuluskan langkahnya meraih tiket ke Olimpiade Tokyo 2020. (022)
Messi yang memulai dari bangku cadangan melakukan tendangan bebas pada menit ke-90, sedangkan Suarez melepaskan tembakan setengah voli tiga menit kemudian. Raihan satu poin sangat penting buat tim Catalan, sebab di laga lain Atletico Madrid unggul 2-0 atas Girona berkat gol Diego Godin dan Antoine Griezmann. Selisih poin peringkat pertama dan kedua klasemen ini kini tinggal delapan. Pelatih Barca Ernesto Valverde merayakan gol Suarez seperti timnya menjadi pemenang. ‘’Pada akhirnya hanya satu poin tetapi ada perasaan tertentu setelah kembali dari dua gol di menit terakhir,’’ katanya. Barca akan menjamu Atletico di Nou Camp pada akhir pekan ini. Jika menang, Barcelona dipastikan menjadi juara Liga Spanyol. Barca unggul lebih dulu melalui gol Philippe Coutinho dan Malcom. Samuel Chukwueze dan Karl Toko Ekambi menyamakan kedudukan untuk Villarreal. Vicente Iborra dan Carlos memastikan tuan rumah memimpin 4-2, namun
dibatalkan oleh gol Messi dan Suarez. ‘’Semangat yang kami tunjukkan menolak untuk menyerah. Kami menunjukkan ingin memenangkan liga,’’ tegas Suarez yang bersama Messi sekarang telah mencetak 51 gol di liga musim ini.
Mangupura (Bali Post) – I Made Pasek Wijaya sudah malang melintang di dunia sepak bola nasional. Memulai karier sejak tahun 1980-an, sosok ini menjadi penghuni tetap tim nasional Indonesia hingga tahun 1990-an. Saat ini, ayah bek sayap Bali United, I Made Andhika Wijaya, itu mendapat tugas baru dalam tim Serdadu Tridatu. Pasek Wijaya ditunjuk sebagai
pelatih tim Bali United U-18 setelah pada dua musim sebelumnya menjadi bagian dari tim pelatih Bali United senior. Pasek Wijaya berbagi cerita tentang tugas baru yang diberikan manajemen Bali United untuk dirinya. “Pengalaman saya menjadi asisten pelatih di Jakarta, Malang, dan Bali menjadi modal saya saat ini menukangi tim Bali United U-18. Saya sangat senang mendapat
Moise Kean Gol dari Moise Kean dan Leonardo Bonucci memberi Juventus kemenangan 2-0 atas tuan rumah Cagliari sehingga semakin dekat ke gelar Serie A Liga Italia kedelapan berturut-turut. Akan tetapi Kean yang sedang naik daun menjadi sasaran pelecehan rasis setelah mencetak gol. Perayaan anak muda itu setelah mencetak gol membuat geram kerumunan penonton. Kean merayakan dengan tangan terlentang di depan para penggemar Cagliari. Bonucci menyalahkan pemain 19 tahun ini karena menghasut orang banyak. Menurutnya, Kean seharusnya tidak memprovokasi pendukung tuan rumah dan mengatakan rekan setimnya yang harus disalahkan. ‘’Dia harus
Bali Post/ist
Merpati Bali Tundukkan Scorpio Denpasar (Bali Post) Tim bola basket putri Merpati Bali sukses menundukkan Scorpio Jakarta dengan skor 65-62 pada pertandingan Piala Srikandi di GOR Sahabat, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (2/4) lalu. Atas hasil ini, Merpati Bali memuncaki klasemen sementara. Ni Putu Eka Febiananda menjadi paling produktif di kubu Merpati Bali dengan mencetak 16 poin. Akan tetapi pemain tersubur dalam pertandingan itu adalah Delaya Maria dengan mengoleksi 19 poin untuk Scorpio Jakarta. Tim Merpati Bali unggul pada kuarter pertama dan kedua masing–masing dengan skor 21-17 dan 36-32. Meskipun demikian, penampilan tim asuhan Bambang Asdianto Pribadi ini belum maksimal. Pada kuarter berikutnya, tim Merpati Bali yang dikapteni Helena Tumbelaka sempat memimpin 40-34. Kedua tim kemudian kejar-mengejar poin yang membuat sama kuat 46-46, 48-48 dan akhirnya Merpati Bali unggul 51-50. Fitria Ramadhani Madjid melepas-
kan tembakan 3 angka yang membawa Merpati menjauh 54-50 dan akhirnya mampu mengunci kemenangan dengan skor 65-62. Eka Febiananda mensyukuri kemenangan tipis yang dipetik oleh Merpati Bali. ‘’Pelatih menginstruksikan agar kami bermain enjoy,’’ tuturnya usai pertandingan. (022)
Fulham Fulham terdegradasi dari Liga Utama
Inggris menyusul kekalahan 1-4 dari Watford. Pasukan Scott Parker harus menghindari kekalahan di Vicarage Road agar tidak turun ke Championship. Tetapi Fulham merosot ke kekalahan kesembilan berturut-turut saat liga masih menyisakan lima pertandingan. Abdoulaye Doucoure membuat Watford unggul pada menit ke-23. Gol penyeimbang Ryan Babel 10 menit kemudian memberikan harapan bagi Fulham. Nasib Fulham disegel di babak kedua ketika Will Hughes, Troy Deeney dan Kiko Femenia mencetak gol bagi pasukan Javi Gracia dalam waktu 12 menit. Huddersfield yang berada di posisi paling bawah klasemen sudah lebih dulu terdegradasi. Klub ini menjadi tim kedua setelah Derby pada 2008 yang terjun dari Liga Utama pada Maret dengan enam pertandingan tersisa. Huddersfield dan Fulham mengalami degradasi paling awal ketiga di era Liga Primer. (afp/kmb)
SELAMAT – Lionel Messi dan Luis Suarez menyelamatkan Barcelona dari kekalahan.
Pasek Wijaya Siap Kembangkan Potensi Pemain Bali
Terlibat Aktif
BEREBUT BOLA – Pemain Merpati Bali (putih) dan Scorpio Jakarta berebut bola.
merayakannya dengan rekan satu timnya,’’ ungkap Bonucci kepada Sky Sport Italia. Kean bersama rekan satu timnya dari Prancis Blaise Matuidi dan pemain Brasil Alex Sandro menjadi sasaran suara monyet
sepanj a n g p e r tandingan. Intensitasnya meningkat setelah J u v e mencetak gol kedua.
‘’Desa adat harus terlibat aktif, tidak hanya membuat awig-awig atau pararem. Jika kita ingin persoalan sampah ini selesai, kita harus selesaikan di desa terdekat, di lokasi terdekat, sehingga volumenya kecil, tidak perlu truk dan tenaga sampah yang banyak,’’ terangnya. Menurut Parta, desa adat juga memiliki kewenangan untuk menetapkan APBDesa Adat sesuai pasal 27. Lalu pada pasal
32 ayat (2), diatur soal bendesa adat dipilih oleh krama desa secara musyawarah mufakat. Lantaran ada desa adat yang memiliki sistem pemerintahan kolektif (ulu apad), sehingga diatur pula mengenai desa adat tua pada pasal 56. Pada pasal 46, diatur mengenai desa adat memiliki lembaga adat seperti paiketan pemangku, paiketan serati, paiketan wredha, pecalang, yowana desa adat, paiketan krama istri, pasraman, serta sekaa dan lembaga adat lainnya. Pecalang khususnya akan mendapat pendidikan dan
tugas baru ini,’’ ujarnya usai memimpin sesi latihan tim Bali United U-18 di Lapangan Banteng, Seminyak, seperti dikutip dari situs Bali United, Rabu (3/4) kemarin. Ia ingin mencetak pemainpemain muda potensial agar bisa menembus skuad Bali United berikutnya hingga senior. ‘’Cita-cita sederhana saya adalah membentuk Andhika Wijaya baru bagi skuad Serpelatihan dari lembaga yang berkompeten. Pada pasal 74 diatur mengenai Majelis Desa Adat di tingkat provinsi, kabupaten/kota, dan kecamatan. Program dan kegiatannya akan dibiayai APBD secara rutin. Pada pasal 96, pemerintah provinsi diatur membentuk perangkat daerah yang membidangi urusan desa adat paling lambat 6 bulan sejak Perda Desa Adat diundangkan. Berikutnya, pemerintah daerah wajib menganggarkan dalam APBD untuk desa adat sesuai isi pasal 97. (kmb32)
Keberadaan Pecalang Secara khusus, Koster juga menggarisbawahi soal keberadaan pecalang yang turut diatur dalam Perda Desa Adat. Ke depan, pecalang akan diberdayakan sehingga betul-betul memiliki peranan.
Tidak saja dalam keamanan secara tradisional terkait kebutuhan untuk mendukung upacara agama, juga melaksanakan fungsi pengamanan wilayah bersinergi dengan aparat TNI/Polri. ‘’Oleh karena itu ke depan akan dilaksanakan pendidikan dan pelatihan kepada para
pecalang yang dilaksanakan oleh TNI dan Polri untuk memberikan pengetahuan mengenai bagaimana cara menjaga wilayah. Karenanya akan disiapkan anggaran untuk pembinaan dan juga memberikan semacam tunjangan untuk para pecalang,’’ paparnya. (ad106)
dadu Tridatu,” imbuh Pasek Wijaya. Disinggung kemampuan pemain yang berada di skuad Bali United U-18, pelatih yang semasa menjadi pemain mendapat sebutan “Kijang Dewata” itu mengatakan, anak asuhnya memiliki potensi men-
jadi pemain profesional. Hanya jam terbang di dalam lapangan perlu ditambah. ‘’Kompetisi yang ada akan menjadi peluang dalam membentuk karakteristik pemain,” ujar mantan pemain Pelita Jaya, Persegi Gianyar, dan Persekaba Badung ini. (kmb)
Kamis, 4 Maret 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Apa Benar Berat Menjadi Hindu Karena Beban Sesaji (1) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Agrobisnis Bunga Krisan Pertanian Masa Kini 09:30 Wita Ocydia Home Shopping 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:00 Wita Solusi Alternatif Soman 12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Apa Benar Berat Menjadi Hindu Karena Beban Sesaji (2) 12:30 Wita Berita Siang
13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:05 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Folk Song 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Dunia Kita 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Ocydia Home Shopping 16:30 Wita DW TV 17:00 Wita Diabemed 17:30 Wita Kartun Ayodya Kanda 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:05 Wita Suara Kandidat 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Dialog The One 21:00 Wita Talk Show Merah Putih Ketika Wisatawan Asing Jadi Pelaku Kejahatan 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
SKandidat
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Kamis Wage, 4 April 2019
uara
VVV
VVV VV
VVV VV VV VVV V VV
VV VVV VVVVV VVVV
H
IN
B
onderful donesia
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
VV V VV V VVV
Bali
balipost http://facebook.com/balipost
VVVV VV V VVVV VVVVV VV V VVVVVVVVVV VVVVVVV VVVVVVV VVV
EK
AT UN
GGAL IKA
sur
at s ua
ra
VVV
VVV VVVVVV VV
VVV VVVVVVV
VVVV VVVV VVV
V V V V VV VV VVVVVV VV VV VV VV VV VVVVV VVVVV VVVVVVVV V VVV VVVVVVVV V
BH
INE
KA KA TUNGGAL I
I Made Suara
Menuju Indonesia Sejahtera dengan Mencerdaskan Kehidupan Bangsa MENURUT I Made Suara, Caleg DPR-RI Dapil Bali dari Perindo, saat ini permasalahan bangsa adalah kesejahteraan, pendidikan dan moral. Yang memprihatinkan adalah tingkat kesenjangan sosial tinggi yang berarti pertumbuhan ekonomi tidak merata dan cenderung dinikmati kalangan menengah ke atas. Indonesia, dikatakan, cukup tertinggal karena pendapatan per kapita Indonesia masih di bawah US$ 4.000. Masyarakat Indonesia hidup di bawah US$ 1.000 per kapita dan menurut Bank Dunia tergolong under developed atau terkebelakang. ‘’Kita memiliki penduduk y a n g b e r u sia muda sangat besar, namun pendidikan formal maupun nonformal masih tertinggal. Hal ini yang menyebabkan rendahnya tingkat produktivitas nasional,’’ kata I Made Suara yang hampir
40 tahun mengabdikan diri di bidang pendidikan. Dari segi moral, bangsa Indonesia masih bergumul dengan permasalahan korupsi. Penegakan hukum dan kasus permasalahan korupsi sebenarnya sebagian kecil daripada korupsi sesungguhya. Beranjak dari keprihatinan atas berbagai masalah tersebut, Partai Perindo, kata Made Suara, hadir bertekad melakukan pencerdasan kehidupan bangsa seperti multiple intellgensia yaitu kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual secara bersamaan. Demikian pula penguatan pendidikan karakter untuk mengatasi krisis moral. Masyarakat yang berkarakter kuat dan baik secara individual maupun sosial adalah mereka yang memiliki akhlak, moral, dan budi pekerti yang baik. Ada beberapa dimensi karakter bangsa yang harus dibenahi seperti kejujuran, disiplin, kerja keras, toleransi, kreatif, demokratis, cinta tanah air, cinta damai, peduli lingkungan/sosial dan tanggung jawab. Mengingat begitu urgennya karakter maka institusi pendidikan dari PAUD sampai perguruan tinggi memiliki tanggung jawab bersama masyarakat untuk menanamkan pendidikan karakter melalui proses pembelajaran. Untuk itu pemerintah secara berkesinambungan harus meningkatkan infrastruktur dan suprastruktur secara berkelanjutan, untuk meningkatkan sumber daya manusia yang andal dalam rangka menghadapi revolusi tekhnologi 4.0. ‘’Saya Caleg nomor urut 4 DPR-RI Partai Perindo (9), selama 40 tahun mengabdikan diri dalam bidang pendidikan dari guru SMOA/SGO Negeri Denpasar, dosen FKIP Unud berlanjut Universitas Pendidikan Ganesha dan perguruan tinggi lainnya seperti Universitas Terbuka, IKIP PGRI Bali, IKIP Dwijendra yang sekarang menjadi universitas, memiliki komitmen untuk tetap berperan serta seperti hal tersebut di atas,’’ kata Made Suara. Untuk itu mohon doa restu dan pilihannya untuk Indonesia Sejahtera dengan Mencerdaskan Kehidupan Bangsa, khususnya masyarakat Bali, doa restu dan pilihannya nomor urut 4 Caleg DPR-RI Partai Perindo (9) pada Pemilu 17 April 2019 nanti. (kmb)
Hotel, Villa dan Restoran
Pendidikan
Publik Percaya KPU Netral dalam Pilpres Dari 1.220 responden yang terlibat dalam survei, sebesar 67 persen tidak percaya isu yang menyebutkan KPU tidak netral. Hanya 15 persen responden yang menyatakan percaya KPU tidak netral, sedangkan 17 persen menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab. Mayoritas responden juga tidak percaya atas isu temuan tujuh kontainer surat suara sudah tercoblos. ‘’Responden juga tidak percaya KPU sebagai penyelenggara pemilu
Ukm
Strategi NasDem
Saksi Semesta untuk Menekan Golput Pileg
KURANG dari tiga pekan masyarakat akan menyambut pelaksanaan pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden-wakil presiden (pilpres) tahun 2019. Dengan sisa waktu yang singkat, beberapa hal masih menjadi pekerjaan rumah penyelenggara dan kontestan pemilihan umum (pemilu) 17 April 2019. Salah satu yang krusial adalah potensi golongan putih (golput) yang diperkirakan signifikan. Bahkan menyikapi itu, pemerintah berencana menjerat secara hukum oknum yang sengaja mengajak masyarakat melakukan golput alias tidak menggunakan hak pilih dalam pemilu. Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai NasDem Bali Ida Bagus Oka Gunastawa mengakui golput menjadi tantangan besar dalam menyukseskan pesta demokrasi lima tahunan ini. ‘’Kita
Kesehatan
Survei Indikator
Jakarta (Bali Post) – Hasil survei terbaru lembaga Indikator Politik Indonesia menunjukkan publik memercayai KPU netral dalam menyelenggarakan Pilpres 2019. ‘’Secara umum mayoritas publik percaya KPU mampu menyelenggarakan pemilu dan pilpres secara jurdil,’’ kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam acara pemaparan hasil survei di Jakarta, Rabu (3/4) kemarin.
SIMULASI PENCOBLOSAN – I.B. Oka Gunastawa bersama Ketua DPD masing-masing kabupaten di Bali melakukan simulasi pencoblosan Capres dan Cawapres nomor urut 01.
berpihak pada salah satu pasangan calon,’’ jelasnya. Terkait dengan kinerja pengawasan pemilu serentak oleh Bawaslu, mayoritas responden yakin lembaga itu mampu mengawasi dan bertindak jujur serta adil. Survei Indikator Politik Indonesia dilakukan mulai 22 hingga 29 Maret 2019 yang melibatkan 1.220 responden melalui wawancara tatap muka dengan margin of error 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. (ant)
Bali Post/ant
NETRALITAS KPU - Direktur Ekesekutif Indicator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi (kanan) memaparkan hasil survei tentang pilpres. Salah satunya terkait pendapat publik tentang netralitas KPU.
memang pertama mengajak masyarakat dengan sebaik-baiknya, bahkan tidak hanya mengupayakan untuk meminimalisir golput, kami juga mengupayakan untuk bagaimana menggelorakan saksi semesta. Dan itu artinya masyarakat untuk bisa tetap bertahan di TPS sampai pada penghitungan. Berarti ya… mereka melakukan pilihan tidak hanya pilpres, tetapi mereka juga coblos para calon anggota legislatif,’’ katanya kepada wartawan di selasela Rapat Koordinasi Pengurus dan Caleg Partai NasDem se-Bali, di Hotel Nikki, Denpasar, Selasa (2/4). Pola ‘’saksi semesta’’, dikatakan Gus Oka, efektif untuk meminimalisasi blocking area oleh salah satu partai politik atau calon anggota legislatif (caleg). ‘’Termasuk dengan segala upaya, karena dalam saksi semesta ini kan konsepnya mereka tidak berurusan dengan
atau berhadapan secara fisik, tetapi mereka menggunakan teknologi untuk mengintimidasi TPS-TPS itu untuk bisa berlaku jujur. Karena apa? Ya… videokan, share langsung detik itu atau siaran langsung, saya kira itu berarti teknologi sudah bisa kita manfaatkan dengan baik. Gunakan teknologi untuk kebenaran, itu tagline yang kita punya dalam konteks saksi semesta,’’ tegasnya. Caleg DPR-RI Dapil Bali dari Partai NasDem nomor urut 1 ini mengatakan, blocking area oleh parpol atau caleg dapat terjadi di mana pun. Kondisi itu, menurutnya, didukung oleh kultur politik masyarakat sekitar. Namun untuk Bali, ia yakin pemilih memiliki pemahaman politik yang dewasa dan matang. ‘’Potensi itu bisa terjadi di mana saja, tergantung daripada situasional terakhir. Tetapi untuk Bali kami optimis, kami masih memiliki satu kondisi yang kondusif sampai hari ini. Semoga saja masih tetap terjaga sampai tanggal 17 April 2019,’’ tutupnya. (may)
Cak Nun Sebut ’’People Power’’ Takkan Berhasil
Semarang (Bali Post) – Ancaman adanya people power yang disampaikan Amien Rais, mendapat tanggapan dari budayawan Emha Ainun Nadjib. Tokoh yang akrab dipanggil Cak Nun ini tidak percaya gerakan people power akan berhasil di Indonesia karena hanya akan mengakibatkan benturan horizontal. ‘’Kondisi masyarakat Indonesia tersegmentasi,’’ kata Cak Nun di Semarang, Rabu (3/4) kemarin.
Menurutnya, gerakan rakyat itu akan efektif dilakukan jika dimotori oleh seseorang yang berlatar belakang pahlawan nasional. ‘’Bisa efektif kalau anda pahlawan nasional. Kalau hanya tokoh segmented tidak berguna,’’ katanya. Ia menjelaskan, ada beberapa yang bisa mengubah atau menyadarkan manusia. ‘’Pertama, kalau ada bencana alam besar-besaran. Kedua, endemi penyakit yang besar,’’ tambahnya. Selanjutnya, katanya, revolusi oleh pemimpinnya. ‘’Revolusi berpikir, revolusi mental, bukan people power,’’ katanya. Ia menyebut people power terjadi saat kepemimpinan Presiden Soeharto. ‘’Tetapi tujuannya sekarang hanya ingin menjadi menteri,’’ tegasnya. (ant)