Skip to main content

Edisi Rabu 4 Maret 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

12 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 195 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

Rabu wage, 4 Maret 2020

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Kesembuhan Corona Cukup Tinggi

Ruang Isolasi Belum Siap

Beringin Timpa Pura Taman

Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 terkesan kalah dengan banyaknya kasus yang muncul. Padahal tingkat kesembuhannya terbilang cukup tinggi. Namun penyebarannya memang paling cepat. ‘’Tapi tingkat kesembuhannya justru paling tinggi,’’ kata Cok Ace.

Tiga pasien dalam pengawasan Corona ditangani di RSUD Sanjiwani, Selasa (3/3) kemarin. Pasien itu ditangani di Ruang IGD, dan ada juga yang diisolasi di Ruang Nakula. Hal ini dikarenakan hingga Selasa kemarin ruang isolasi belum siap.

Pohon beringin menimpa bangunan di Pura Taman, Banjar Adat Sumbermis, Desa Pekutatan. Klian Adat Sumbermis Ketut Murjana, Selasa (3/3) kemarin, mengatakan pohon beringin yang sudah sangat tua itu roboh pada hari raya Kuningan lalu.

DENPASAR | HAL. 2

GIANYAR | HAL. 6

JEMBRANA | HAL. 11

Masyarakat Bali Jangan Panik

GUBERNUR Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Selasa (3/3) kemarin mengunjungi RSUP Sanglah. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan dan mengecek kesiapan RSUP Sanglah dalam melakukan penanganan pasien diduga terpapar Corona.

D

itemui usai peninjauan, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, saat ini di RSUP Sanglah merawat sebanyak tiga pasien yang dalam pengawasan Corona. Tiga pasien tersebut yakni satu orang WNI dan dua orang WN Jepang. Sementara untuk satu pasien WN Jepang yang dirujuk dari RSD Mangusada, kini kondisinya sudah membaik. Pasien berkewarganegaraan Jepang ini sedang diperiksa lab. ‘’Kalau dilihat kecenderungannya, dari pengalaman sebelumnya, pasien-pasien

OPINI

Tantangan UMKM Saat Paceklik Oleh: Bambang Gede Kiswardi SECARA realita pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di tahun 2020 mau tidak mau atau suka tidak suka dipastikan akan menghadapi dampak dari perang dagang Amirika Serikat dengan Tiongkok termasuk persaingan ekonomi global dan isu terjadinya resesi ekonomi dunia. Trelebih kini virus Corona menimbulkan musim paceklik di berbagai sektor. Pariwisata Bali juga jeda akibat virus mematikan ini. Untuk menghadapi kondisi tersebut diperlukan strategi pengembangan UMKM yang inovatif, kreatif, berbasis teknologi, dan berbasis kearifan lokal sebagai wujud tantangan UMKM di tahun 2020. Adapun kondisi tersebut dapat merupakan tantangan dan sekaligus peluang bagi UMKM dalam upaya untuk meningkatkan dan memberdayakan usaha ekonominya, sehingga mampu berkembang menjadi usaha yang tangguh dan mandiri. Ketangguhan dan kemandirian UMKM di tahun 2020 akan menjadi salah satu kekuatan ekonomi nasional untuk menghadapi perdagangan bebas di tahu 2020, di mana pada tahun tersebut telah disepakati untuk melaksanakan perdagangan bebas bagi ekonomi yang masih berkembang termasuk Indonesia. Sesuai dengan amanat Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia Nomor XVI/MPR-RI/1998 tentang Politik Ekonomi dalam Rangka Demokrasi Ekonomi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah serta Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, untuk itu perlu diberdayakan sebagai bagian internal ekonomi rakyat yang mempunyai kedudukan, peran, dan potensi strategis untuk mewujudkan struktur perekonomian nasional yang makin seimbang, berkembang dan berkeadilan. Hal. 11 Pengembangan Iklim

Harian Bisnis Bali Serapan Daging Ayam Turun Melemahnya sektor pariwisata yang diakibatkan wabah Corona, berdampak pada segala sektor masyarakat. Tidak hanya suplai sayur dan buah, serapan ayam potong pun turun. Bagaimana dengan harga? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST

Festival Kuliner di Pebuahan Pantai Pebuahan yang porakporanda karena diterjang bencana abrasi, mengangkat wisata kuliner dengan konsep festival bernama ‘’Banyubiru (Bakul) Festival’’. www.denpost.id

RS SANGLAH - Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Selasa (3/3) kemarin meninjau RSUP Sanglah terkait kesiapan RS terbesar di Bali itu melakukan penanganan pasien diduga terpapar Corona.

yang dirawat hasilnya negatif. Tidak ada yang terkena virus Corona. Mudah-mudahan sekarang yang lagi dirawat ini hasil labnya negatif,’’ ujarnya. Gubernur berharap virus yang kini menimpa puluhan negara bisa diatasi. Bahkan, dirinya menyebutkan, di Tiongkok sudah mengalami penurunan secara drastis dilihat dari jumlah pasien yang terinfeksi Corona. Untuk itu, ia berharap masyarakat tidak panik. Masyarakat diharapkan tenang. Terkait pasien dalam pengawasan Corona dari RSD Mangusada yang dirujuk ke RSUP Sanglah, menurut Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP Sanglah Dr. dr. I Ketut Sudartana, Sp.B.-KBD., pasien yang masuk itu berjenis kelamin laki-laki dan berusia 22 tahun. WN Jepang ini dirujuk dari RSD Mangusada yang merupakan kiriman dari KKP Bandara Ngurah Rai karena suhu tubuhnya tinggi. Hal. 11 Skenario Blok

ing utama,’’ ucapnnya. Berbeda dengan apa yang diungkapkan Prof. Wayan Windia. Ia berharap dalam kasus penyebaran virus mematikan ini semuanya kembali kepada filosofi Tri Hita Karana. Di mana sektor pariwisata, pertanian dan industri supaya dibuat harmoni. Artinya, semua ini harus saling mendukung dan tidak ada ketimpangan seperti sekarang ini. ‘’Sebaiknya menata Bali ini mesti menerapkan konsep-konsep yang sudah lama dikembangkan leluhur supaya kita menjadi harmoni. Sekarang ini kan melompat, dari sektor primer ke tersier dan tidak melalui sekunder. Untuk menyangga supaya harmoni kita kuat, kita mesti membangun di tengah-tengah sekunder,’’ jelasnya. Lebih lanjut dikatakan, ia menilai bahwa sektor pariwisata itu penting. Akan tetapi, faktanya sangat timpang dengan sektor pertanian. (jay)

Wayan Windia

Selamatkan Warga Bali Menurut akademisi Prof. Gede Pitana, adanya kasus penyebaran virus Corona, menyebabkan penurunan kunjungan wisatawan sampai 35 persen. Hal ini sangat berdampak pada tingkat hunian kamar dan berbagai falisitas pariwisata yang ada di Bali. Tak hanya itu, hampir semua pasar berdampak karena kepanikan psikologis bahwa penyebaran virus Corona ini dinilai akan menular secara agresif. ‘’Untuk menghadapi tragedi atau krisis, ada tiga tahapan yakni emergency atau mitigasi, recovery atau pemulihan dan normalisasi dan ekspansi. Jadi yang paling

utama itu adalah keselamatan masyarakat Bali. Bagaimana caranya menangkal virus tersebut agar tidak masuk ke Bali,’’ katanya. Anggota DPRD Denpasar Ketut Suteja Kumara menanggapi masalah kebijakan pusat terkait pungutan PHR, diskon harga tiket dan hotel serta lainnya. Dengan adanya penyebaran virus ini, Bali mestinya duduk dan tenang serta mengambil sikap dengan baik. Artinya, pilihannya mau ke mana. Sebab, sekarang ini dalam posisi delematis. ‘’Saya sangat sepakat, yang pertama kita harus pikirkan adalah bagaimana menyelamatkan

warga Bali di tengan penyebaran virus Corona ini. Kalau kita mampu menyelamatkan warga Bali dan keseluruhannya, kita tidak perlu ngomong ke luar atau membicarakan masalah pembebasan PHR dan lainnya. Saya yakin, wisatawan akan datang sendiri ke Bali. Begitu sebaliknya, jika nanti penyebaran virus sampai ke Bali, jangankan suruh bayar, gratiskan saja wisatawan tidak akan mau datang ke Bali,’’ tegasnya. Ahli pariwisata Putu Anom menerangkan, Bali merupakan pulau kecil. Untuk menyelamatkan warga Bali dari

penyebaran virus mematikan ini diharapkan pengawasan di pintu-pintu masuk diperketat. Baik itu di bandara, pelabuhan atau jalur-jalur tikus. Selain itu, sarana dan prasarana juga harus dimaksimalkan. ‘’Semua stakeholder harus bekerja sama. Skriningnya harus kuat. Untuk di pelabuhan-pelabuhan tikus jangan disepelekan,’’ terang akademisi Unud ini. Sementara itu, salah satu pelaku usaha, Yoga Iswara, mengatakan tingkat kunjungan wisatawan tidak terlalu beda dengan tahun lalu. Akan tetapi, pengaruhnya pasti ada, namun belum terlalu signifikan. Meski demikian, pihaknya ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Bali itu aman. ‘’Dalam situasi belakangan ini, kita fokus untuk menujukkan kepada dunia bahwa Bali itu aman. Kemudian, juga mengenai masalah keselamatan warga Bali dari virus Corona, ini pal-

Gede Pitana

Ketut Suteja Kumara

Putu Anom

Yoga Iswara

PENYEBARAN virus Corona telah masuk ke Indonesia. Dua warga Depok dinyatakan positif terpapar virus tersebut oleh Presiden RI Joko Widodo. Kondisi ini pun membuat waswas warga lainnya, termasuk di Bali. Guna menangkal penyebarannya, sejumlah tokoh masyarakat meminta Pemprov Bali melakukan langkah antisipasi. Selain itu, di tengah penyebaran virus Corona yang semakin mengkhawatirkan ini, mereka sepakat agar lebih mengutamakan keselamatan warga Bali ketimbang hal lainnya. Inilah yang terungkap dalam diskusi Merah Putih di Warung 63, Selasa (3/3) kemarin.

Kiat Jokowi Cegah Tertular Corona PRESIDEN Joko Widodo memberikan kiat-kiat untuk mencegah penularan virus Corona yang bisa diterapkan masyarakat dalam kehidupan seharihari. ‘’Kita dapat mencegah penularan virus Corona ini dengan mencuci tangan,’’ kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam jumpa pers di Beranda I s t a n a Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3) kemarin. Presiden

Jokowi menyampaikan kiat lain untuk mencegah penularan virus Corona dengan tidak menyentuh wajah sebelum mencuci tangan. Ia menekankan pentingnya mencuci tangan dan agar jangan sering-sering menyentuh bagian wajah karena rawan tertular virus jika tangan kotor. ‘’Jika tangan belum dicuci, jangan sering menyentuhnyentuh wajah,’’ katanya. Kepala Negara juga memberikan kiat lain yakni menjaga kebersihan dan kebugaran dengan rajin berolahraga. ‘’Dan hal yang terbaik adalah menjaga kebersihan dan menjaga kebugaran kita, sehingga imunitas kita menjadi lebih

baik,’’ katanya. Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan adanya penambahan anggaran untuk mengantisipasi kebutuhan Kementerian Kesehatan dalam menanggulangi dan menangani pasien virus Corona jenis baru (Covid-19). ‘’Nanti kita teliti dan tentu kita akan dukung sepenuhnya,’’ kata Sri Mulyani, Selasa kemarin. Sebelum menyetujui tambahan anggaran, Bendahara Negara menegaskan akan terlebih dahulu melihat program pengajuan dari Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. ‘’Kita lihat dari Kemenkes. Programnya apa dan

langkah yang diperlukan dan kebutuhan anggaran. Nanti Kemenkes akan membuat program dan kita akan lihat,’’ katanya. Menurut Sri Mulyani, dukungan anggaran tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Corona di Indonesia. Terlebih, saat ini sudah dua warga Indonesia yang positif teridentifikasi virus tersebut di wilayah Tanah Air. ‘’Karena yang penting sekarang kepercayaan masyarakat itu bahwa pemerintah melakukan langkah-langkah penanganan penyebaran virus ini agar tetap bisa terjaga sangat minimal, sehingga tidak menimbulkan dampak luas,’’ katanya. (ant)


Rabu Wage, 4 Maret 2020

Pemkot Denpasar Raih Penghargaan ”Indonesia Visionary Leader” dari Sindo Media KOTA Denpasar meraih penghargaan Indonesia Visionary Leader yang diselenggarakan Sindo Media yang bertajuk “Hambatan dan Tantangan Reformsi Birokrasi dalam Mendorong Investasi 2020”. Penghargaan Indonesia Visionary Leader tersebut diserahkan Direktur Regional & Content Pung Purwanto didampingi VP Regional & Sales Operation Dony Irawan di Jakarta, Senin (2/3). Penghargaan ini diberikan kepada Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra kategori The Best On Transformative Government karena dinilai sebagai pemimpin yang telah mampu mewujudkan Innovative Government dengan mewujudkan Kota Kreatif Berbasis Budaya Bali. Di samping itu, Rai Mantra juga dinilai sebagai seorang pemimpin yang mempunyai visi untuk membangun daerah ke arah yang lebih

baik. Penghargaan ini diterima Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mewakili Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Kepala Badan Pendapatan Daerah Kota Denpasar Dewa Nyoman Semadi serta Kabag Humas Setda Kota Denpasar I Dewa Gede Rai bersama Kabid Pendapatan Daerah Bapenda Kota Denpasar Cokorda Gede Parta Sudarsana. Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mengucapkan terima kasih atas terpilihnya Kota Denpasar sebagai salah satu dari beberapa daerah di Indonesia yang juga mendapat penghargaan daerah dengan visi misi terbaik untuk kemajuannya dalam IVL Sindo Media. “Dengan adanya penghargaan ini, ke depannya diharapkan Kota Denpasar agar bisa memotivasi daerah lainnya menjadi lebih baik dalam bidang kepemimpinan pemerintahan, serta kinerja para ASN,”

Tingkat Kesembuhan Corona Cukup Tinggi Denpasar (Bali Post) Informasi mengenai tingkat kesembuhan setelah terinfeksi virus Corona atau Covid-19 selama ini terkesan kalah dengan banyaknya kasus yang muncul. Padahal tingkat kesembuhannya terbilang cukup tinggi. “Virus Corona atau Covid-19 ini sebenarnya adalah satu virus yang mempunyai probabiliti kesembuhan sangat tinggi, 98 persen,” ujar Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati usai memimpin Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Virus Corona di Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Selasa (3/3) kemarin. Hanya, lanjut pria yang akrab disapa Cok Ace ini, penyebarannya memang paling cepat. Tapi tingkat kesembuhannya justru paling tinggi. “Ini perlu disebarkan ke masyarakat supaya tidak terlalu panik,” jelasnya. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya mengatakan kewaspadaan terhadap virus Corona memang sangat penting. Namun masyarakat diminta tidak khawatir berlebihan dan tetap melakukan langkahlangkah pencegahan melalui perilaku hidup bersih dan sehat. Kalaupun ada pasien positif corona di Bali, sudah ada skenario yang disiapkan. Jika pasien berjumlah di bawah 50, sudah disiapkan tiga rumah sakit rujukan yakni RSUP Sanglah, RSUD Sanjiwani Gianyar, dan BRSU Tabanan. “Kalau eskalasinya sampai 100, kita sudah siapkan nanti satu RS yang diblokir. Tadi Pak Wagub sampaikan, ancer-ancernya RS Unud. Kalau kasusnya sampai 200 lebih, kita siapkan RS Bali Mandara untuk bisa kita blokir juga sebagai tempat perawatan,” ujarnya. (kmb32)

ucap Rai Iswara. Ditambahkan, di bawah kepemimpinan duet Wali Kota I.B. Rai Mantra dan Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, Denpasar terus melakukan inovasi untuk mempercepat pelayanan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, Direktur Regional & Contendant Pung Purwanto didampingi VP Regional & Sales Operation Dony Irawan mengatakan program kegiatan dari Sindo Media yang terdiri atas Koran Sindo, SINDOnews.com dan SINDO Weekly yang bernama Local Leader Forum adalah program yang mempertemukan kepala daerah yang telah mengikuti program Indonesia Visionary Leader dan tokohtokoh bangsa dalam upaya membangun dan bersepakat untuk bersama-sama dan berkomitmen dalam sinergi dan kolaborasi untuk masa depan bangsa.

“Sindo Media mempunyai peran penting dan tanggung jawab untuk melaksanakan ini. Sebagai media nasional, Sindonews, Koran Sindo atau Sindo Weekly yang mempunyai program dari daerah untuk Indonesia lalu mengkomunikasikannya kepada masyarakat luas,” ujarnya. Lebih lanjut dikatakannya mudah-mudahan IVL bisa digelar setiap tahun agar Sindo Media turut serta membantu melahirkan pemimpin bangsa seperti Presiden Joko Widodo yang bermula dari pemimpin daerah dan menjadi Presiden saat ini. “Harapannya kita bisa melahirkan pemimpin-pemimpin bangsa yang luar biasa, kita berkaca pada Presiden Joko Widodo yang berkarier dari wali kota, gubernur, hingga presiden. Siapa tahu kepala daerah yang ada di sini nantinya bisa menjadi pemimpin di tingkat nasional,” katanya. (ad084)

PENGHARGAAN - Kota Denpasar meraih penghargaan Indonesia Visionary Leader kategori The Best on Transformative Government. Penghargaan tersebut diserahkan di Jakarta, Senin (2/3).

Kontak Erat dengan Pasien Positif Corona

Sejumlah Orang Dipantau Petugas Denpasar (Bali Post) -

Selain pasien dalam pengawasan Corona, saat ini juga ada beberapa orang dalam pemantauan. Jumlahnya mencapai puluhan orang terkait adanya WNA yang dinyatakan positif di negaranya dan sempat berkunjung atau transit di Bali. Menurut Kadis Kesehatan Bali dr. Ketut Suarjaya, mereka yang dalam pemantauan petugas di antaranya ada 12 pegawai hotel, travel, dan petugas KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) Kelas I Denpasar yang sempat menangani wisatawan Jepang. Mengingat wisatawan Jepang itu positif virus corona setelah kembali ke negaranya. Pengawasan dilakukan selama 14 hari dan dirumahkan. Sampai hari ini yang bersangkutan dikatakan sehat. “Kami masih menunggu hasil lab saja karena hasil pemantauannya sampai besok (Rabu, 4 Maret - red). Kalau besok dia negatif, clear berarti,” kata Suarjaya, Se-

lasa (3/3) kemarin. Menurut Suarjaya, pemantauan dilakukan oleh petugas kesehatan. Tidak hanya 12 orang tersebut, tapi juga keluarga di rumah masingmasing. Terkait pasien positif Corona di Selandia Baru yang sempat transit di Bali, diakui telah ada pemberitahuan dari pemerintah negara itu. Hal ini sudah ditindaklanjuti dan diketahui ada 9 kontak erat karena pasien sempat transit di bandara Ngurah Rai. Sebelumnya, pasien positif corona pertama di Selandia Baru tersebut diketahui datang dari Iran dan melakukan perjalanan ke Auckland melalui Bali. “Kami tracing pada dua

penumpang di depan dan dua di belakang. Ini sudah kami ketahui dimana keberadaannya. Tidak semua kontak erat ini yang turun di Bali, karena ada yang transit dan langsung ke Auckland,” paparnya. Setelah berhasil mengidentifikasi, lanjut Suarjaya, dilakukan monitoring dengan waktu 14 hari sesuai masa inkubasi virus terpanjang. Dari pengawasan, semuanya dalam keadaan sehat. Tapi ini tetap menjadi atensi penuh sampai 14 hari. Termasuk mengambil sampel dan meminta semua kontak erat yang ada di Bali untuk mengurangi aktivitas. Semuanya merupakan orang asing yang tersebar di beberapa hotel

Denpasar (Bali Post) – Pascalongsornya senderan Tukad Badung Utara (Dam Mertagangga) belum lama ini, berdampak

pada proses belajar siswa SDN 6 Ubung. Mengingat keberadaan gedung SD tersebut berada di pinggiran sungai tersebut. Demi

keamanan siswa dan guru dalam proses pelaksanaan belajar, untuk sementara semua kegiatan dipindah ke SDN 4 Ubung.

pada tiga tempat. Sementara untuk pasien positif virus Corona di Melbourne yang juga sempat transit di Bali, dikatakan belum ada notifikasi dari pemerintah setempat. Seperti diberitakan, penumpang perempuan berusia 30-an tahun tersebut baru kembali dari Iran melalui Bali, dan pulang ke Melbourne menggunakan Malindo Air nomor penerbangan OD 177 yang mendarat di Melbourne, pukul 6 pagi. “Semua kasus yang menjadi atensi karena Public Health Emergency of International Concern itu harus ada notifikasi dari negara yang tertular kepada National Focal Point Indonesia. Sementara ini Indonesia belum mendapatkan notifikasi,” paparnya. Kendati demikian, Suarjaya mengaku tetap mem-

berikan atensi. Saat ini pun pihaknya masih dalam proses identifikasi lewat manifest penumpang yang sudah dikantongi. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Kami masih menunggu hasil lab saja karena hasil pemantauannya sampai besok (Rabu, 4 Maret red). Kalau besok dia negatif, clear berarti.

Dikeluhkan, Harga Proses Belajar SDN 6 Pindah ke SDN 4 Ubung Masker Meroket

Denpasar (Bali Post) Merebaknya virus Corona membuat harga masker meroket. Bahkan hilang di pasaran. Ini dikeluhkan konsumen di Bali. Sebab, menggunakan masker merupakan saah satu dari beberapa cara agar tidak terinfeksi virus Corona. “Banyak konsumen yang mengadukan hilangnya masker di pasaran dan kalau ada harganya melambung tinggi,” ujar Direktur Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Bali I Putu Armaya, S.H. Menurut Armaya, sejak merebaknya virus Corona yang melanda dunia, banyak konsumen yang memburu masker untuk melindungi diri agar terhindar dari virus tersebut. Namun, masker yang mau dibeli menghilang di pasaran, bahkan jika ada harganya sangat mahal. Dari yang dulunya kisaran Rp 25 ribu per kotak, sek-

arang bisa mencapai Rp 250 ribu, bahkan sampai Rp 300 ribu per kotak. “Jika hal ini dibiarkan sangat merugikan konsumen dan oknum pelaku usaha penjual masker harus diberikan sanksi dan tindakan tegas karena mencari keuntungan semata dengan menjual harga yang sangat tinggi,” tegas pria yang berprofesi advokat ini. Oleh karena itu, pihaknya mengimbau melalui instansi terkait agar melakukan sidak ke pelaku usaha penjual masker. Apabila ditemukan menjual harga tinggi agar diberikan sanksi tegas, karena merugikan konsumen. Selain itu, pihak pemerintah melalui instansi terkait jangan hanya berkutat melakukan pengawasan produk makanan saja, tetapi juga melakukan pengawasan terhadap produk masker yang dijual kepada konsumen. Apalagi sampai produknya hilang di pasaran, dan walaupun ada harganya pasti meroket, dan ini sangat merugikan konsumen. Sebab, dikatakan dalam perspektif UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, di pasal 4 UUPK, Konsumem memiliki hak atas informasi yang baik benar dan jujur, dan tidak boleh mengelabui masalah harga, dan sanksi bagi pelaku usaha nakal dan curang adalah pidana penjara 5 tahun dan denda paling banyak 5 tahun. (win)

Topik : harga masker meroket

Bali Post/ara

LONGSOR - Karena senderan dekat SDN 6 Ubung mengalami longsor, kini proses belajar siswa dipindah ke SDN 4 Ubung.

Menteri Hukum dan HAM Keluarkan Permen Cegah Virus Corona Denpasar (Bali Post) Menteri Hukum dan HAMRI Yasonna H. Laoly mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) Hukum dan HAMRI No. 7 Tahun 2020. Permen itu guna mencegah penyebaran virus Corona yang diberlakukan mulai 28 Februari 2020. Pada pokoknya, Permen tersebut mengatur tentang Pemberian Visa dan Izin Tinggal dalam Upaya Pencegahan Masuknya Virus Corona. Permen Hukum dan HAM-RI No. 7 Tahun 2020 juga sudah diterima Kemenkumham Bali. Bali sudah menolak 107 wisatawan hingga akhir Februari dan memperpanjang izin tinggal pada wisatawan Tiongkok sebanyak 1.051 orang, den-

gan rincian perpanjangan izin tinggal yang dikeluarkan Imigrasi Denpasar sebanyak 293 orang, Imigrasi Ngurah Rai sebanyak 682 orang dan Imigrasi singaraja ada 76 orang. Dikonfirmasi Selasa (3/3) kemarin, Humas Kemenkum HAM Bali I Putu Surya Dharma membenarkan soal terbitnya Permen Hukum dan HAM-RI No. 7 Tahun 2020 tentang Pemberian Visa dan Izin Tinggal dalam Upaya Pencegahan Masuknya Virus Corona. Tentu dalam Permen ini harus ada beberapa syarat yang harus dipenuhi pemohon, seperti adanya keterangan sehat dan bebas virus Corona dari otoritas kesehatan terkait, seperti

keterangan medis, dan juga bersedia dikarantina selama 14 hari jika pernah singgah di negara lain yang tidak terjangkit virus Corona. Sementara dalam Pasal 2 disebut pemberian bebas visa kunjungan dan izin tinggal saat kedatangan dihentikan sementara bagi orang asing yang pernah tinggal dan atau mengunjungi wilayah Tiongkok dalam kurun waktu 14 hari sebelum masuk wilayah RI. Dengan adanya Permen Hukum dan HAM-RI No. 7 Tahun 2020 tentang Pemberian Visa dan Izin Tinggal dalam Upaya Pencegahan Masuknya Virus Corona ini, Permen Hukum HAM No. 3 Tahun 2020 sudah dianggap tidak relevan. (kmb37)

Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar I Wayan Gunawan, Selasa (3/3) kemarin. Dikatakan, perpindahan proses belajar ini diperkirakan sampai rampungnya pengerjaan senderan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida. Gunawan mengatakan, kebijakan untuk pemindahan proses belajar siswa SDN 6 Ubung ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Karena kondisi sekolah dengan senderan yang longsor sangat dekat. “Kita khawatir anakanak ingin tahu dan melihat longsoran, sehingga bisa mengancam keselamatannya. Karena itu, kita sepakati untuk pinjam tempat di SDN 4,” ujar Gunawan. Menurut Gunawan, karena jumlah siswa cukup banyak, maka proses belajarnya dilakukan siang hari. Pada paginya digunakan siswa

SDN 4, kemudian pada siang hari akan digunakan siswa SDN 6 Ubung,” jelasnya. Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kepala SDN 6 Ubung Ni Luh Putu Sri Gunawati mengaku semua siswa dipindah ke SDN 4. Sudah dilakukan per Senin (2/3) lalu. Siswa masuk siang, karena pagi telah digunakan SDN 4. Seperti diberitakan sebelumnya, tebing yang ada di pinggir SDN 6 Ubung kembali longsor. Akibatnya pondasi kamar mandi (WC) ikut tergerus, Jumat (14/2) lalu. Senderan tersebut dengan ketinggian 17 meter dan lebar longsor mencapai 8 meter. Di sisi lain, pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) BaliPenida sudah memastikan senderan tersebut sudah dilakukan perbaikan. Bila proses tender lancar, bulan ini sudah mulai pekerjaan fisiknya. (kmb12)

Penyalah Guna Narkoba Diduga ’’Overstay’’ Denpasar (Bali Post) Penyalah guna narkoba asal New Zealand, Andrew Ivan Dolan (53), berkunjung ke Bali sejak 2015. Setelah ditangkap anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar dan Satgas CTOC Polda Bali, ternyata pelaku overstay. “Setelah dicek ternyata dia (pelaku) overstay. Dia tinggal di Bali sejak 2015 tapi kadang-kadang pulang ke negaranya,” kata sumber, Selasa (3/3) kemarin. Hasil pendalaman kasus tersebut, pelaku memang sebatas pengguna. Hal ini dikuatkan dengan barang bukti yang ditemukan di tempatnya menginap. Selama di Bali, pelaku menginap di hotel di Jalan Patih Jelantik, Legian, Kuta, dengan biaya Rp 250.000 per malam. “Pelaku di Bali benar-benar mau menikmati hidup. Dia ingin happy-happy di Bali. Sampai saat ini belum ada petunjuk kalau dia pengedar,” ucap sumber yang enggan disebut identitasnya ini.

Dengan siapa pelaku transaksi narkoba? “Yang jelas dia transaksi sistem tempel. Jadi pelaku tidak bertemu langsung dengan penjualnya. Biasanya penjualnya warga negara asing juga. Jarang warga negara asing mau transaksi narkoba dengan pengedar lokal,” tandansya. Terkait pelaku diduga overstay, Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muh. Nurul Yaqin mengatakan belum tahu soal itu. “Coba saya cek dulu ke Satresnarkoba,” ujarnya. Sebelumnya, Tim Satresnarkoba Polresta Denpasar bersama Satgas CTOC Polda Bali kembali mengungkap kasus besar, Kamis (27/2) lalu. Dua kasus yang diungkap yaitu tersangka M. Tariq (31) dengan barang bukti 690 gram (6,90 ons) sabu-sabu (SS) dan Andrew Ivan Dolan (53) asal New Zealand dengan barang bukti 0,51 gram SS. Andrew dibekuk di Jalan Patih Jelantik, Legian, Kuta. Kasus ini diungkap tim dipimpin Kanit I Satresnarkoba Iptu Putu Budirtama. (kmb36)


Rabu Wage, 4 Maret 2020

Pemkab Badung ”Ngaturang Bhakti Panganyar” di Pura Sad Kahyangan Batukau Tabanan SERANGKAIAN Karya Agung Pangurip Gumi, Mesaba Agung, Mapaselang, dan Pujawali Agung di Pura Sad Kahyangan Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, Pemerintah Kabupaten Badung ngaturang bhakti panganyar, Selasa (3/3) kemarin. Rombongan bhakti panganyar Pemkab Badung dipimpin langsung Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta beserta istri, Wabup I Ketut Suiasa beserta istri, jajaran DPRD, Organisasi Perangkat Daerah, dan TP PKK Kabupaten Badung. Tampak semua prosesi upacara bhakti panganyar yang dilaksanakan oleh rombongan Pemkab Badung berjalan dengan hikmat, mulai dari pementasan tari wali Topeng Sidakarya, Rejang sari yang dibawakan oleh Ny. Seniasih Giri Prasta beserta tim TP PKK Kabupaten Badung, mau-

pun puncak prosesi upacara panganyar yang di-puput oleh Yajamana Karya Ida Pedanda Geria Sandan dan Ida Kubayan Lingsir sebagai pangrajeg karya berlangsung dengan lancar dan khusyuk. Bupati Giri Prasta menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada masyarakat Tabanan yang sudah dengan tulus ikhlas menggelar upacara Pangurip Gumi di Pura Batukau yang memiliki tujuan sangat mulia untuk nunas kerahajengan dan kerahayuan alam semesta. “Pelaksanaan karya Pangurip Gumi tidak hanya untuk mendoakan jagat Tabanan dan Bali semata, tetapi juga untuk mendoakan NKRI agar selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa,” imbuhnya. Bupati Giri Prasta menambahkan, pelaksanaan upacara panganyar oleh Pemkab Ba-

dung sebagai wujud bhakti ke hadapan Ida Shang Hyang Widhi Wasa dengan menghaturkan persembahan yang dilandasi dengan hati suci yang merupakan kewajiban dalam hidup manusia. “Kami harapkan dengan melaksanakan upacara bhakti panganyar secara tulus ikhlas, dapat mewujudkan kedamaian di dunia. Semoga kita semua dianugerahi kesehatan dan kelimpahan rezeki oleh Ida Bhatara yang malinggih di Pura Luhur Batukau,” tambahnya. Kadis Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha, yang ditemui di sela-sela ngaturang panganyar mengatakan, serangkaian upacara bhakti panganyar di Pura Batukau, jajaran Pemkab Badung telah mempersiapkan seluruh sarana upacara panganyar dari Badung. Tidak hanya banten upakara (bebang-

kit, pulagembal dan caru ayam siki), tapi termasuk juga tari wali dan sekaa gong. Sementara itu, Ketua Harian Karya Pura Batukau, I Wayan Arya, mengatakan Karya Agung Pangurip Gumi ini berlangsung selama empat bulan sejak 11 November 2019 hingga berakhir 2 April 2020. “Sebenarnya puncak pujawali di Pura Batukau pada Umanis Galungan, Kamis (20/2) lalu. Namun Pemkab Badung mendapat giliran nganyarin pada Selasa (3/3). Pelaksanaan Karya Agung Pangurip Gumi ini dilaksanakan berdasarkan pawisik Ida Bathara yang berstana di Pura Batukau,” ujarnya. Pada Upacara Nganyarin tersebut Pemkab Badung ngaturang punia sebesar Rp 300 juta yang diserahkan langsung oleh Bupati Giri Prasta kepada I Wayan Arya selaku Ketua Harian Karya Agung Pengurip Bumi. (ad086)

BHAKTI PANGANYAR - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Wabup I Ketut Suiasa melaksanakan bhakti panganyar di Pura Sad Kahyangan Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, serangkaian Karya Agung Pangurip Gumi, Mesaba Agung, Mapaselang, dan Pujawali Agung, Selasa (3/3) kemarin.

Fungsi TPS Mengwitani Belum Maksimal

Mangupura (Bali Post) – Keberadaan Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Mengwitani hingga kini belum berfungsi maksimal. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung masih mengandalkan pengolahan yang dilakukan di desa maupun kelurahan.

SAMPAH - Seorang pekerja memasukkan sampah ke dalam mesin incenerator yang berada di TPS Mengwitani.

Bali Post/kmb23

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, I Wayan Puja, tidak menampik perihal tersebut. “Penanganan sampah masih bisa ditangani. Kami harapkan penanganan bisa maksimal, tapi belum tuntas betul. Ke depan kami ingin penanganan sampah dalam satu hari tuntas,” ujar Puja, Selasa (3/3) kemarin. Menurutnya, Pemkab Badung telah menganggarkan sebesar Rp 30 miliar untuk pengadaan mesin incenerator yang ditenderkan dari design dan built. Namun rencana tersebut merupakan program Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). “Penggunaan anggarannya ada di PUPR. Jadi semua proses untuk itu ada di sana. Untuk lebih jelasnya konfirmasi ke PUPR,” katanya. Terkait proses pembuatan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) yang dirancang di desa-desa, kata mantan

Kabag Perwat ini, TPS yang dibangun di desa masih dalam proses pengerjaan. “Sekarang sudah ada. Masih dalam fase pelelangan. Kira-kira masih ada empat desa yang masih harus proses mengenai tempat terlebih dulu,” katanya. Dikonfirmasi terpisah, Kadis PUPR Surya Suamba mengakui TPS di Mengwitani belum berfungsi secara maksimal. Bahkan saat ini ada penggantian proses pembakaran dari sebelumnya yang menggunakan kayu diganti menjadi gas elpiji. “Sebelumnya tingkat pembakaran hanya 300 derajat. Kami ingin mencapai 600 sampai 800 derajat sehingga proses pembakarannya berjalan maksimal,” katanya seraya menyebutkan, pengadaan mesin incenerator yang dianggarkan Rp 30 miliar masih dalam proses tender. “Saat ini masih dalam proses administrasi untuk lelang,” katanya. (kmb27)

Yakinkan ”Badung Bali Safe” Polisi Selidiki Penimbun Masker Wabup Suiasa Berbaur dengan Wisatawan Mangupura (Bali Post) Indonesia positif terpapar virus corona membuat masyarakat khawatir terjangkit. Masker pun diburu masyarakat dan penimbun beraksi sehingga harga masker melambung. Mengantisipasi hal tersebut, Satreskrim Polres Badung melakukan penyelidikan dan mengincar penimbun masker. Dikonfirmasi Selasa (3/3) kemarin, Kasatreskrim Polres Badung AKP Laorens R. Heselo mengatakan, untuk sementara belum ditemukan penimbun masker di wilayah Polres Badung. “Namun proses penyelidikan masih terus kami lakukan,” tegasnya. Selain itu, pihaknya juga memantau harga masker di pasaran. Termasuk stoknya di toko atau apotek. “Bagi masyarakat yang mengetahui ada penimbunan (masker-red,) mohon informasikan kepada kami. Sampai saat ini belum ada informasi tersebut,” ujarnya. Perlu diketahui, Polda Metro Jaya mengungkap para pelaku penimbunan masker di daerah Cakung Cilincing, Jakarta Utara. Mereka memanfaatkan

AKP Laorens R. Heselo peningkatan permintaan masker akibat mewabahnya virus Corona di sejumlah negara. Pelaku membaca situasi jika masker ini sangat dibutuhkan. Harganya 10 kali lipat dari harga biasa. Saat penggerebekan polisi mengamankan 600 kardus berisi 30.000 masker siap edar. Sehari mereka bisa mendapat keuntungan Rp 200 juta hingga Rp 250 juta. (kmb36)

WAKIL Bupati (Wabup) Badung Ketut Suiasa beserta jajaran OPD terkait melaksanakan kunjungan ke objek wisata Pura Uluwatu dan Pantai Double Six, Senin (2/3). Kegiatan ini dilakukan guna memantau tingkat kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke objek-objek wisata yang ada di Kabupaten Badung, khususnya di Pura Uluwatu dan Pantai Doublesix di tengah berbagai isu global Corona (Covid-19) yang sedang melanda akhir-akhir ini. Setibanya di Kawasan Wisata Pura Uluwatu, Wabub Suiasa disambut oleh pihak pengelola Kawasan Wisata Pura Uluwatu I Wayan Wijana beserta jajaran dan Sekretaris Dinas Pariwisata Badung Dra. A.A. Putu Yuyun Hanura Eny, M.Si. Dalam kunjungannya, Wabub Suiasa menyempatkan diri berkeliling untuk melihat wisatawan yang berkunjung serta bercengkrama dengan wisatawan. Di hadapan wisatawan, Wabub Suiasa menyampaikan apresiasi dan terima kasih karena sudah berkunjung ke Bali dan Badung, pada khususnya di tengah maraknya isu penyebaran Corona di beberapa negara. “Atas nama Pemerintah Ka-

bupaten Badung, saya mengucapkan terima kasih karena telah mempercayai Bali dan Badung sebagai tujuan wisata, bagi saya tamu adalah raja dan kami berusaha menyapa dan memberi layanan sebaikbaiknya. Jangan pernah ragu sampaikan apabila ada sesuatu yang tidak berkenan, pemerintah akan slalu melakukan perbaikan. Semoga wisatawan semua senang dan bahagia berada di Bali,” katanya. Terkait dengan isu wabah virus Corona, Wabub mengimbau agara wisatawan tetap tenang dan menikmati tempat wisata yang ada di Pulau Bali. “Saya yakinkan bahwa daerah Badung Bali sangat aman, percayalah bahwa di sini aman. Kami pemerintah sudah melakukan pengawasan ketat, kami sudah siapkan ruang isolasi seandainya ada orang yg terjangkit virus Corona di wilayah kami” sambung Wabub Suiasa. Di akhir kunjungannya, Wabub Suiasa mengajak seluruh wisatawan secara bersama-sama mengucapkan “Bali, Badung Safe” yang disambut dengan tepuk tangan yang meriah dari seluruh wisatawan yang memenuhi stage cak kawasan Uluwatu. Selanjutnya, Wabup Suiasa

Tak Kunjung Cair

Bantuan untuk Penyandang Disabilitas Dikeluhkan Mangupura (Bali Post) – Program bantuan untuk penyandang disabilitas di Kabupaten Badung dikeluhkan warga. Pasalnya, bantuan yang dijanjikan hingga kini tak kunjung cair. Mirisnya, warga diminta menghubungi salah satu yayasan sosial guna mendapat bantuan alat, hanya saja dikenakan biaya. Seperti yang diungkapkan Wayan Beratha Yasa. Warga asal Desa Kapal, Mengwi ini telah mengajukan permohonan kursi roda sejak pertengahan tahun 2019. Korsi roda tersebut untuk ibu kandungnya yang kini usianya 98 tahun tidak bisa berdiri. “Saya ulang cek tanggal 10 Februari 2020 dengan harapan kursi roda bisa

saya terima, tapi lacur (tidak beruntung-red) janji tinggal janji (bantuan tak cair-red),” keluhnya. Ia menceritakan, pengajuan permohonan bantuan kursi roda pertama diproses Bagian Kesra Kantor Lurah Kapal dan diteruskan ke Dinas Sosial Badung. “Pada akhir 2019 saya cek ke Dinas Sosial Badung dan seorang pegawai menjelaskan bahwa bantuan akan dicairkan pada tahun 2020. Saya disuruh sabar,” terangnya. Anehnya, Beratha Yasa yang telah menunggu lama diminta ke salah satu yayasan sosial yang berada di Denpasar. Tak hanya itu, ia diminta menyerahkan uang sebesar Rp 300.000 ke yayasan

tersebut. “Saya meragukan peraturan ini. Saya juga disuruh sabar dan katanya akan diusahakan,” katanya. Dikonfirmasi Selasa (3/3) kemarin, Kepala Dinas Sosial Badung I Ketut Sudarsana tidak menampik adanya bantuan disabilitas yang belum cair. Namun, mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup ini menegaskan, Dinas Sosial tidak melakukan pungutan terhadap bantuan tersebut. “Memang bantuan untuk disabilitas tahun ini ditunda, karena keterbatasan anggaran. Namun kami sudah ajukan di anggaran induk 2021 atau kalau bisa di perubahan 2020 bisa diakomodir,” ungkapnya. Menurutnya, penundaan

program bantuan alat bagi penyandang disabilitas akibat adanya rasionalisasi anggaran, hingga kini belum dapat terealisasi. “Yang belum cair adalah pengajuan di tahun 2019 sekitar 53-an, kalau yang sebelumnya sudah selesai,” terangnya. Terkait pungutan oleh yayasan sosial, Sudarsana enggan berkomentar lantaran bukan menjadi wewenang. “Memang ada yayasan yang dimiliki oleh Kemensos. Yayasan ini tidak hanya memberikan bantuan kursi roda, tapi juga kaki palsu dan lainnya. Namun terkait adanya pungutan, silakan hubungi yayasan bersangkutan karena bukan ranah kami,” tegasnya. (kmb27)

BERBINCANG - Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa berbincang dengan wisatawan saat mengunjungi objek wisata kawasan luar Pura Uluwatu, Senin (2/3). beserta rombongan bergerak menuju Pantai Double Six yang disambut oleh Camat Kuta I Nyoman Rudiarta beserta jajaran. Selanjutnya, Wabup berkeliling untuk menyapa wisatawan yang sedang menikmati keindahan Pantai Double Six dengan gemerlap cahayanya. Pada kesempatan itu juga Wabub Suiasa berdialog dengan wisatawan dan mengimbau kepada wisatawan jangan panik dan nikmati objek

wisata di Badung dan Bali karena Bali dan Badung Safe. Sementara itu, Manager Pengelola Objek Wisata Kawasan Luar Pura Uluwatu Drs. I Wayan Wijana, S.H. mengatakan, kunjungan Wabup Suiasa dilakukan untuk meyakinkan bahwa di Bali dan Badung memang aman dikunjungi. Terutama bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke kawasan luar Pura Uluwatu. Diakuinya, untuk jumlah

kunjungan selama Januari dan Februari memang ada penurunan. Namun, kata dia jumlah kunjungan saat ini masih lumayan banyak. Bahkan dalam sehari bisa mencapai 3.500 orang. “Dengan strategi yang dilakukan kemarin, diharapkan bisa meyakinkan dan mengembalikan image pariwisata. Ini satu langkah yang bagus dari pemerintah untuk meyakinkan wisatawan,” katanya. (ad77)


Rabu Wage, 4 Maret 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Diperlukan UMKM Berorientasi Ekspor BALI dalam kondisi krisis moneter dan ekonomi nyaris tak dirasakan sehebat di daerah lainnya. Pasalnya warga Bali sudah terbiasa hidup dengan penuh persaingan dan mandiri. Apalagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Bali dikenal sangat tangguh dalam segela jenis kondisi. Ketika bom Bali dan diperkuat lagi dengan bom Bali 2, UMKM Bali tetap jalan. Sempat mandek namun akhirnya jalan lagi dan jalan lagi hingga berkembang. Alasannya karena UMKM Bali kebanyakan dari industri kreatif yang saat sepi biasa saja, saat booming mereka untung berlimpah. Lihat saja seni kerajinan Bali jika tak laku perajinnya tetap bekerja sebagai sebuah hobi yang menghasilkan. Ketika paceklik mereka diam dan kemudian tumbuh lagi. Masalah melemahnya ekonomi global dewasa ini ditambah kasus virus Corona yang membuat semua negara menutup diri dari warga asing dan wisatawan sudah dipastikan nasib UMKM Bali mengalami masa peceklik. Kalau dikatakan rugi sih tidak, hanya keuntungannya diam sejenak dan stagnan, namun setelah itu akan jalan lagi. Sikap optimis ini harus dijadikan dan diimbangi oleh pelaku UMKM Bali untuk terus berinovasi dan berkreativitas, bukannya sama-sama diam dan paceklik ide baru. Kan katanya siapa yang inovatif dan kreatif, dialah jadi pemenang. Nah, ayo pelaku UMKM Bali terus menjadi pemenang dan menang sepanjang zaman. Kini Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) mendorong koperasi sektor riil agar berkiprah di pasar global dengan memanfaatkan kredit usaha rakyat (KUR) berorientasi ekspor (BE). Salah satu produk unggulan UMK seperti koperasi yang masuk pasar ekspor ke Melbourne, Australia, yakni kopi Raja, kopi olahan produksi Koperasi Mukmin Mandiri, Sidoarjo, Jawa Timur. Bahkan sejumlah produk di Bali sangat memungkinkan go international seperti kerajinan tangan dan produk ekspor lainnya. Menteri Koperasi telah meluncurkan paket fasilitas pembiayaan ekspor yang lengkap dan terpadu untuk modal kerja dan investasi bagi koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). KUR berorientasi ekspor ini diprioritaskan untuk para supplier yang menjadi penunjang industri, yang melibatkan tenaga kerja cukup banyak sesuai dengan segala usahanya. Skema pembiayaan KUR berorientasi ekspor, yakni program pembiayaan dengan suku bunga sembilan persen per tahun. Plafon pembiayaan kisaran Rp 5 - 25 miliar, dan tenor lima tahun untuk investasi ekspor dan tiga tahun untuk modal kerja ekspor. Nah, ini peluang bagi UMKM kita di Bali. Namun kita tak boleh lupa dengan persyaratan bagi UKM untuk bisa melakukan ekspor. Misalnya, memenuhi ketentuan administrasi ekspor-impor, jaminan volume produksi, dan keamanan konsumen. Kalau ekspor kopi sachet instan itu sudah biasa, tetapi untuk ekspor kopi olahan produksi UKM ke luar negeri, apalagi ke pasar Australia, itu tidak mudah. Ini patut diapresiasi karena pemerintah mendorong supaya seluruh UMKM melakukan ekspor ke pasar potensial di luar negeri. Ekspor perdana kopi olahan dari Sidoarjo ini, bukti kebangkitan kegiatan koperasi produksi. Ayo pengusaha Bali tunjukkan diri kita mampu lebih dari Sidoarjo.

POJOK

Jangan Ada Dusta di Antara Kita

WAKIL Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati alias Cok Ace, Senin (2/3) lalu, mengakui pemerintah awalnya tertutup dalam hal kesiapan penanganan virus Corona di Bali. Namun sekarang, pemerintah akan lebih terbuka. Pernyataan Cok Ace ini mendapatkan tanggapan netizen. Di akun Facebook @balipost, mereka mempertanyakan sejauh mana penyebaran virus ini berikut antisipasinya. Bagaimana tidak, selama ini pemerintah menyatakan Bali aman dari virus Corona. Namun, informasi mengenai segala hal yang berkaitan dengan dugaan kasus ini harus satu pintu sehingga ada kesan kurang transparan. Yang menarik, di tengah wabah Corona, pemerintah seakan membukakan pintu bagi wisatawan mancanegara, meskipun non-Tiongkok. Sekarang netizen mempertanyakan apakah pemerintah masih mengambil kebijakan tersebut mengingat virus Corona sudah ditemukan di Indonesia. Mereka meminta pemerintah transparan mengungkapkan perkembangan dan penanganan kasus ini. Lebih baik jujur sehingga upaya pencegahan bisa dilakukan sedini mungkin. Segera ambil tindakan, bahkan ekstrem sekalipun, demi keselamatan masyarakat Bali. Misalnya dengan membatasi akses masuk Pulau Bali. Apa pun langkah pemerintah ke depan, publik ingin mengetahuinya dengan jelas, sehingga dapat menjadi acuan dalam bersikap. Demi keselamatan masyarakat, pemerintah tidak boleh menutupi informasi penting. Seperti lirik lagu yang dipopulerkan Broery Marantika dan Dewi Yull: Jangan Ada Dusta di Antara Kita. Dek Putra Harusnya dicegah dululah. Kalau sudah seperti ini siapa yang mau disalahkan, apalagi sudah positif kena di Bali satu orang WNA, seharusnya tamu jangan dikasih masuk dulu. Utamakan keselamatan masyarakat Bali, jangan utamakan keselamatan pariwisata. Mudah-mudahan saja tidak ada yang tertular. Agus Maryana Tutup penerbangan internasional Bandara Ngurah Rai, itu baru namanya tindakan preventif. Memang ekonomi akan lesu, tetapi lebih mending daripada diisolasi selama 2-3 minggu bahkan mati. Uang bisa dicari, nyawa tidak ada di minimarket bos! Made Muliawan Masalah Corona ditutuptutupi. Yang terpenting income (pemasukan) karena nyawa tak berarti buat mereka. Krishna Zaman Minta tolong pariwisata tetap jalan tapi arus masuk tamu diperketat dalam pemeriksaan temperatur suhu badan setiap orang yang keluar-masuk bandara. Tambah fasilitas kesehatan dan personel di bandara dan tempat-tempat umum lainnya.

Ayo kita bersatu padu melawan dan membentengi diri dari virus Corona. Jangan bilang fine-fine saja. Pencegahan itu penting, jangan mainkan isu atau main rahasia, kasihan rakyat. Tut War Maaf kalian boleh pakai becandaan di Indonesia, tapi di negara lain superketat. Satu orang positif, satu pulau menderita. Ketut Andayana Airport Ngurah Rai adalah sebagai pintu utama keluar-masuknya wisatawan. Akan tetapi penanganan masalah Covid-19 kurang begitu bagus karena Bali sudah disorot dunia akan usaha pemerintah Bali dalam upaya mengisolasi penanganan virus ini kepada wisatawan staying dan penumpang maskapai yang datang, pergi dan ataupun transit. Mencegah lebih baik daripada menanggulangi. Apabila kita terlambat dalam upaya penanganan, akan ada citra buruk pariwisata. Bali nantinya akan mengorbankan para pelaku wisata. Di mana 60% penduduk Bali bergerak di pariwisata. Mari kita galakkan pola hidup bersih agar terhindar dari penyakit membahayakan.

S URAT PEMBACA

Mohon Sumbangan Malah Disuruh Bayar

Sejak pertengahan tahun 2019 silam saya mengajukan permohonan ingin memiliki sebuah kursi roda kepada Bapak Bupati Badung. Proses permohonan pertama lewat Bagian Kesra Kantor

Dewa Fanilly Kita dipaksa dihadapkan dengan dua pilihan yang sulit: mati dengan risiko atau mati dengan tidak bisa bertahan akibat perekonomian pariwisata yang kolaps. Tergantung kebijakan pemerintah pusat dan daerah sekarang. Tetap dibuka tapi dengan jaminan penjagaan dan pengecekan yang ketat di bandara, tentunya dengan didukung alat sensor virus yang canggih. Atau ditutup sementara tapi dengan solusi kebijakan penangguhan kewajiban masyarakat yang tidak bisa ditunda selama kondisi bencana virus ini terjadi seperti kredit-kredit usaha masyarakat yang telanjur sudah berjalan di perbankan, iuran-iuran kesehatan yang wajib dipungut per bulan atau BPJS bisa ditangguhkan juga. Kemudian, menjamin seluruh pelaku pariwisata yang bekerja di perusahaan-perusahaan/perhotelan agar tidak terjadi PHK besar-besaran. Jadi, mohon pemerintah jadi pelindung masyarakat dalam hal penangulangan bencana dan penanggulangan perekonomian di masyarakat. Semoga jeritan saya dan masyarakat bisa didengar para pejabat pemerintah yang berwenang. Salam rahayu untuk kita semua semoga situasi

ini cepat berlalu. Juni Doang Itu katanya turis Jepang ada yang positif Corona di Bali. Kontak dengan karyawan hotel mana saja dan apakah karyawan hotel tersebut sempat bersentuhan dengan siapa saja mengingat lagi banyak odalan. Bagaimana ini Kemenkes dan Pemprov? Anye Gede Jalur laut atau pelabuhan laut juga penting ada alat pendeteksi suhu tubuh manusia karena di Indonesia sudah ada yang positif virus Corona. Nick YgnineEjz Biar sudah menyebar secara diam-diam dulu ke seluruh pelosok baru ada pengumunan darurat Corona, begitu maksudnya. Adi Kusuma Bagus Buah simalakama, buka pariwisata, takut mati kena virus Corona. Tutup pariwisata, takut mati kelaparan tidak punya uang untuk beli makanan. Karang Arsana Pemerintah lebih mengutamakan devisa daripada pariwisata.

*** Pemerintah naikkan anggaran Depkes terkait virus Corona. - Terpenting kesehatan warga. *** Bupati Bangli kaji penurunan retribusi objek wisata. - Kaji pula pemanfaatannya.

Mardana Nyoman Sebaiknya stop orang asing untuk sementara waktu masuk Bali. Cari aman dan sehat dulu. Kalau sudah normal, kita buka lagi. Erik Sastrawan Terlalu bergantung pada pariwisata, sektor pertanian dan UMKM masih bisa dikembangkan. Nyoman AP Darsana Alangkah baiknya tutup sementara akses pariwisata kedatangan dan keberangkatannya demi kesehatan kita bersama. Itu akan lebih baik dan lebih bijak. Pemerintah Bali harus berani mengambil sikap demi masyarakatnya. Lebih baik kita antisipasi dulu daripada terserang virus baru kita akan kelabakan untuk menangkapnya. Uang bisa dicari belakangan. Nyawa akan susah kita dapatkan atau beli dari negara manapun.

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku. Lurah Kapal dan diteruskan ke Dinas Sosial Kantor Bupati Badung. Pada akhir tahun 2019 saya cek ke Dinas Sosial Badung dan seorang karyawan di sana, saya lupa namanya, menjelaskan bahwa bantuan akan dicairkan pada tahun 2020. Saya disuruh sabar. Saya ulang cek tanggal 10 Februari 2020 dengan harapan korsi roda bisa

saya terima. Tapi apa lacur. Janji tinggal janji. Salah seorang karyawan di Dinas Sosial yang saya rahasiakan namanya mengatakan bahwa ada peraturan yang harus dipenuhi yaitu saya wajib menyerahkan uang sebesar Rp 300.000 ke salah satu yayasan yang kantornya katanya ada di Kota Denpasar. Saya meragukan peraturan ini,

juga saya disuruh sabar dan katanya akan diusahakan. Kursi roda tersebut adalah untuk ibu kandung saya yang kini usianya 98 tahun yang tidak bisa berdiri tapi organ tubuhnya yang vital masih nampak sehat. W.Beratha yasa Mengwi, Badung

Pendidikan

Corona sudah masuk Indonesia, warga Bali mesti diselamatkan. - Jangan semata kejar dolar.

Sugama Komang Mengerikan, bagaimana kalau di Bali sudah ada yang terjangkit tapi masih merajalela ke sana ke mari. Sungguh-sungguh mengerikan karena tidak ada keterbukaan.

Smk Penerbangan Cakra Nusantara Peroleh Iso 45001:2018

SMK Penerbangan Cakra Nusantara merupakan sekolah vokasi unggulan yang telah dan sangat membudayakan human, envirorment and visitos safety kepada pengetahuan Taruna taruninya sejak Masa Pengelan Lingkungan Sekolah (MPLS). Berkaitan dengan hal tersebut, SMK Penerbangan Cakra Nusantara telah meraih akreditasi Internasional ISO 45001:2018 dalam Health & Safety Management System Certified of Aviation Vocational High School dengan Nomor: 110220036205. Kendali Mutu Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) SMK Penerbangan Cakra Nusantara Kadek Santyasa, S.Pd. menyatakan sekolah sangat

intens memperhatikan kualitas kinerja K3 pengelola atau manajemen dan taruna-taruni di SMK Penerbangan Cakra Nusantara. Karena dengan pengetahuan K3 alumni SMK Penerbangan Cakra Nusantara memiliki sertifikat yang menjadi standardisasi, sehingga memiliki sertifikasi kualifikasi K3 di atas standar yang memudahkan terserap di dunia kerja. SMK Penerbangan Cakra Nusantara mencetak generasi berprestasi. Ini dapat dilihat di tahun kedua kelulusannya meraih 100% UNBK dengan 97% nilai di atas rata-rata. SMK Penerbangan Cakra Nusantara juga telah meraih Akreditasi A Unggul dengan lulusan berdaya saing tinggi

dan siap kerja. Alumni SMK Penerbangan Cakra Nusantara 64% terserap di dunia kerja di antaranya di dunia penerbangan dan industri lainnya. Sementara 34% melanjutkan serta berwiraswasta. SMK Penerbangan Cakra Nusantara yang telah terakreditasi A Unggul A beralamat di Jalan Drupadi No. 25 dan Jalan Tukad Pakerisan No. 25 Panjer, Denpasar membudayakan karakter dan prestasi. Tersedia empat jurusan di antaranya Otomatisasi dan Tata Kelola Bandara, Airframe and Powerplant, Electrical Avionics dan Teknik Transmisi dan Telekomunikasi (Penerbangan). Juga telah membuka

Penerimaan Siswa Baru TP 2020/2021 untuk dididik menjadi pemenang di era industri 4.0 dan society 5.0, terdapat total beasiswa s.d. Maret

2020 senilai Rp 20,4 juta. Hubungi 081237098090/0361 4742600 atau kunjungi website www.smkpenerbangan.sch.id (ad074)

Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hubungi bagian iklan Hp/WA : 081802411818, Telp. : 0361-225764 atau redaksibalipost@yahoo.com; Naskah maksimum 2000 karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaktur Eksekutif: Parwata Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Rabu Wage, 4 Maret 2020

Politik Temui Menkopolhukam, The Soekarno Center Gagas Kongres Bhinneka Tunggal Ika

Bali Barometer Keamanan, Sukmawati Minta Intelijen Awasi Gerakan Radikal di Pulau Dewata

TIDAK banyak masyarakat Bali yang paham bahwa masalah demi masalah terjadi di Bali akhir–akhir ini, khususnya propaganda. Propaganda dalam rangka mengadu domba sesama orang Bali, diduga ada intervensi dari simpatisan radikal. Mereka disinyalir ingin mengganggu stabilitas Bali sebagai barometer keamanan nasional. Hal ini disampaikan putri bungsu Bung Karno, Sukmawati Soekarno Putri, saat bertemu Prof. Mahfud MD (Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM RI) di Medan Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan yang didampingi Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III (President The Soekarno Center) dan Ibnu Prakoso (DPP PNI Marhaenisme) ini, Sukmawati

meminta kepada negara agar benar–benar memperhatikan memberantas radikalisme hingga keakar–akarnya. Mengingat ideologi yang dipertaruhkan adalah ideologi Pancasila. ‘’Saya kira Presiden Jokowi sudah menempatkan Prof. Mahfud MD sebagai sosok yang tepat di posisi Menkopolhukam. Prof Mahfud adalah tokoh Islam intelektual. Beliau juga berasal dari NU. Pasti pemikiran beliau selaras dengan kami kaum nasionalis PNI. Perang melawan idelogi semacam Khilafah ini harus menjadi prioritas dari pemerintah Joko Widodo. Jangan sampai di tahun 2024 masih ada radikalisme bercokol di bumi nusantara ini. Dukungan saya untuk peran dan kerja kebangsaan dari Prof. Mahfud,’’

Sosok Revisi Target Kunjungan DAMPAK penyebaran virus Corona terhadap penurunan kunjungan wisatawan diakui cukup signifikan. Pasalnya, sejumlah negara menutup akses keluar-masuk negara tersebut. Kondisi ini tentu membuat sejumlah objek wisata ketar-ketir. Misalnya saja di DTW Tanah Lot, desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan. Alhasil pihak manajemen Tanah Lot pun untuk tahun 2020 merevisi target kunjungan. Diakui Manager Operasional DTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana, kunjungan wisatawan ke Tanah Lot menurun. Dari yang biasanya per hari rata-rata diangka 6.000 sampai 7.000 per hari, kini hanya diangka 4.000-5.000 per hari. Bahkan untuk wisatawan China saat ini nihil. ‘’Kita bisa bilang nihil karena hanya terlihat 1-2 orang, biasanya ramai,’’ ujarnya, Selasa (3/3) kemarin. Dan untuk kunjungan wisatawan saat ini, lanjut kata Toya Adnyana, masih seimbang antara domestik maupun asing. Di mana wisatawan asing ada yang dari India, Australia dan sejumlah negara lain. ‘’Wisatawan domestik biasanya di angka 60 persen dan asing 40 persen ataupun sebaliknya,’’ terangnya. Dengan kondisi pariwisata saat ini di tahun 2020 dari kunjungan yang awalnya ditarget 3 juta akan direvisi. Namun untuk jumlah revisi masih harus dirapatkan dalam evaluasi yang digelar setiap 1 semester. Tak hanya itu saja, rencana kenaikan harga tiket juga ditunda sementara. Di mana DTW Tanah Lot berencana bakal naikkan harga tiket mulai bulan April Tahun 2020. Disisi lain, upaya menggeliatkan kunjungan wisatawan khususnya domestik, DTW Tanah Lot dalam waktu dekat yakni pada tangal 13,14 dan 15 Maret akan menggelar festival. Namun target kunjungan dari festival ini belum berani ditentukan. ‘’Harapan kita ya ramai, untuk festival kita tengah persiapan,’’ jelasnya. (bit)

ungkap Sukmawati Soekarno Putri. Ia juga menyampaikan, Bali sebagai daerah nasionalis sudah mulai disusupi golongan ekstremis. Terutama yang menyebarkan propaganda mengadu domba tokoh–tokoh Bali. ‘’Saya amati, kalau mau nama Jokowi malu, maka mereka harus mempermalukan dulu Bali. Kalau mau Indonesia ini tidak aman, maka buat gejolak di Bali. Baik lewat medsos, lewat ormas, dan adu domba tokoh–tokohnya. Sebenarnya menurut Ibu kan sutradaranya kaum radikalis. Jadi saya pesankan tolong berhati–hati masalah menangani keamanan di Bali. Saya minta tokoh–tokoh di Bali jangan mau diadu domba, karena sutradaranya radikal. Jangan

Mereka kaum sontoloyo. Jadi terkait ISIS tidak usah dibahas lagi di Istana. Say good by saja pada manusia–manusia itu,’’ ungkap Sukmawati yang juga adik kandung Presiden ke-5 RI Megawati Soekarno Putri. Beberapa hal disampaikan The Soekarno Center kepada Menkopolhukam. Di antaranya rencana diselenggarakannya Kongres Bhinneka Tunggal Ika pada tahun 2020 di Bali. Sebelumnya The Soekarno Center juga sudah bertemu Try Sutrisno (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila/BPIP), termasuk bertemu Wiranto (Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI). Dalam waktu dekat The Soekarno Center akan mengundang sejumlah tokoh bangsa ke Istana Mancawarna Tampaksiring. (ad073)

NASIONALIS – Menkopolhukam RI Prof. Mahfud MD saat menerima petinggi The Soekarno Center, Sukmawati Soekarno, Dr. Arya Wedakarna dan Ibnu Prakoso di Medan Merdeka, Jakarta.

Dua Pasien Observasi Virus Corona Dirujuk ke RS Tabanan

Tabanan (Bali Post) -

Rumah Sakit Tabanan menerima rujukan dua pasien observasi virus Corona dari Rumah Sakit Wangaya, Denpasar dan Rumah Sakit Sanjiwani Gianyar, Selasa (3/3) kemarin. Kedua pasien rujukan itu tiba di Rumah Sakit Tabanan dengan jam berbeda, sekitar pukul 16.00 Wita. ‘’Benar, ada dua pasien rujukan dibawa ke Rumah Sakit Tabanan. Mereka tiba sore hari,’’ ucap Kepala Dinas Kesehatan Tabanan dr. I Nyoman Suratmika, Selasa kemarin. Menurutnya, pasien yang diobservasi virus Corona itu sudah sampai di Rumah Sakit Tabanan. Pasien pertama adalah seorang laki-laki dan bertempat tinggal di Bali. Dia baru datang dari umroh dan sempat transit di Dubai. Kemudian tiba di

Bali tanggal 29 Februari 2020. Mulai tanggal 1 Maret atau dua hari lalu pasien mengeluhkan batuk pilek dan ada gejala sesak. ‘’Sempat diperiksa di Rumah Sakit Wangaya, Denpasar. Bahkan diisolasi Selasa sore (kemarin - red) kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Tabanan. Jadi swab di tenggorokannya sudah diambil, dikirim ke lab di Jakarta,’’ terangnya. Sementara pasien rujukan

kedua yang diterima Rumah Sakit Tabanan yakni seorang perempuan warga asing asal Rusia. Pasien ini sempat memiliki riwayat bepergian atau liburan ke sejumlah negara dan terakhir satu bulan lalu di Filipina. Pasien itu datang ke Bali tanggal 24 Februari 2020. Artinya, sudah hampir sepuluh hari tiba di Bali. Setibanya di Bali, dia mengeluhkan batuk dan pilek. Kemudian dia sempat dirawat di Rumah Sakit

STERIL - Sebelum pasien rujukan tiba di Rumah Sakit Tabanan, areal parkir belakang rumah sakit disterilkan, bahkan tampak petugas tengah siap siaga.

Kejar Potensi Pendapatan Dewan Dalami DTW Tanah Lot Tabanan (Bali Post) Pokja Pendapatan Pansus VI DPRD Tabanan terus mengejar potensi pendapatan DTW yang kemungkinan belum tergarap maksimal. Salah satunya DTW Tanah Lot yang keberadaannya di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan. Jajaran dewan yang bergabung dalam Pokja Pendapatan itu melakukan kunjungan lapangan ke Tanah Lot. Kunjungan dipimpin langsung Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga, Selasa (3/3) kemarin. Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga mengatakan, kunjungan lapangan kali ini adalah mendalami keberadaan DTW Tanah Lot. Pendalaman itu bukan saja terkait sumber pendapatan, juga persoalan atau inovasi yang dirancang agar bisa meningkatkan kunjungan wisatawan ke sana. Adanya virus Corona, diakui menyebabkan keberadaan DTW yang menjadi sumber pendapatan daerah ikut terdampak. Apalagi selama ini sumber PAD terbesar Tabanan justru berasal dari DTW Tanah Lot. ‘’Kami ingin mendalami tentang DTW Tanah Lot, setelah paham barulah kami akan kaji secara komprehensif. Kira-kira apa yang harus kami lakukan untuk meningkatkan sumber pendapatan dari objek wisata ini,’’ ucapnya. Dari pertemuan singkat yang diadakan pihak DTW Tanah Lot, kata Dirga sudah siap memberikan data sumber pendapatan yang nantinya dibahas secara menyeluruh di

sampai orang Bali terjebak. Saya minta Menkopolhukam benar-benar memperhatikan profiling masalah di Bali, termasuk masalah politiknya,’’ ungkap Sukmawati. Di samping itu, Sukmawati juga tegas menolak kepulangan 600 orang ISIS eks WNI yang kini ada di Suriah kembali ke Tanah Air. ‘’The Soekarno Center tegas menolak. Termasuk kami menolak anak–anak eks. ISIS kembali ke Indonesia. Saya kira pemerintah Suriah sudah ada kebijakan sendiri. Dan lebih baik negara fokus melindungi jutaan anak–anak Indonesia yang perlu perlindungan dan juga pendidikan. Tidak usah mengurusi anak– anak ISIS. Orangtua mereka sudah bakar paspor, mereka sudah tidak cinta Pancasila.

Sanjiwani Gianyar. ‘’Pasein rujukan kedua ini dari Rumah Sakit Sanjiwani, saat ini keluhan pasien sudah membaik dan tidak ada sesak lagi, hasil lab sudah dikirim dan saat ini diobservasi Corona virus,’’ jelas Suratmika. Pihaknya juga meminta agar masyarakat tidak perlu cemas dan takut, karena kedua pasien rujukan ini pada prinsipnya tidak terdiagnosis terkena virus. Sebab, mereka baru tahap observasi. ‘’Mudah-mudahan dengan terapi bisa segera membaik. Nanti perkembangannya akan kita informasikan lebih lanjut,’’ ucapnya. Dirut RS Tabanan dr. I Nyoman Susila juga mengaku Rumah Sakit Tabanan sendiri sudah siap menerima rujukan tersebut. Pasalnya, BRSU sudah memiliki ruang isolasi untuk menangani kemungkinan Corona maupun penyakit menular lainnya. Ruang isolasi berada di dekat areal parkir belakang rumah sakit. Ruang isolasi dilengkapi tujuh tempat tidur terbagi dua ruangan. Sebelum menerima rujukan pasien dalam pengawasan Corona, di ruang isolasi tengah dirawat empat orang pasien TBC. ‘’Keempat pasien TBC itu sudah digeser ke ruangan pratama. Untuk pasien TBC tidak boleh kamar sembarangan. Mereka juga tidak boleh dicampur dengan pasien lain,’’ terangnya. Setelah penggeseran empat pasien TBC, ruang isolasi

kemudian di-cleaning (dibersihkan) sebelum menerima dua pasien rujukan dalam pengawasan Corona dari dua rumah sakit berbeda. Terkait kesiapan alat pelindung diri (APD) untuk tim medis yang melakukan penanganan di ruang isolasi. Dikatakan, dari jumlah ketersediaan saat ini hanya bisa untuk tujuh hari ke depan. ‘’Untuk APD, segera ada pengiriman dari provinsi. Namun saya tidak hafal jumlahnya, karena masing-masing item beda. Tapi selama tujuh hari cukuplah,’’ terangnya. Petugas jaga di ruang isolasi dua orang perawat per shift sehingga total perawat yang bertugas sehari ada enam orang. Ada juga dua cadangan. Terkait dokter spesialis yang bertugas, kata dokter Susila, sudah siap dokter spesialis paru dibantu dokter umum dan dokter spesialis lain jika dibutuhkan. Seperti diberitakan sebelumnya, Rumah Sakit Tabanan di akhir bulan Januari 2020 pernah menerima pasien rujukan observasi virus Corona dari Rumah Sakit Kasih Ibu, seorang pramugari yang memiliki riwayat penerbangan datang dari negara Tiongkok. Namun setelah dilakukan observasi selama beberapa hari, pasien dinyatakan telah membaik dan sudah dipulangkan. Setelah dilakukan observasi gejalanya hanya mengarah pada bronchitis. Tidak ada riwayat atau tanda infeksi paru atau disebut pneoumonia. (kmb28)

Sapras Pemadam Kebakaran Memprihatinkan

Komisi I DPRD Kawal Perencanaan Anggaran TINGGINYA angka potensi bencana kebakaran di Kabupaten Tabanan menjadi perhatian serius Komisi I DPRD Tabanan. Selasa (3/3) kemarin jajaran dewan ini pun melakukan kunjungan lapangan melihat kesiapan petugas Pemadam Kebakaran Tabanan. Hasilnya, dewan mencermati baik kondisi gedung, fasilitas sarana dan prasarana pendukung yang dimiliki Pemadam Kebakaran Tabanan saat ini sudah tidak layak. Bagaimanakah penanganannya?

KUNJUNGAN - Jajaran Dewan Tabanan yang tergabung dalam Pokja Pendapatan Pansus VI bersama Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga saat melakukan kunjungan lapangan ke DTW Tanah Lot. dewan. Pembahasan itu akan dilakukan bersama jajaran Komisi dan Pansus Dewan. Dirga mengakui, kondisi pariwisata saat ini memang lesu. Memang faktanya ada penurunan kunjungan. Sebab realitasnya pariwisata saat ini diguncang persoalan virus Corona. ‘’Virus Corona memberi dampak global. Karena itu, semua harus waspada dengan virus itu. Solusinya, berusaha menggenjot dan memaksimalkan sektor lainnya. Jangan hanya terpaku pada angka penurunan. Tetapi kita harus terus berinovasi,’’ sarannya. Sejatinya tidak hanya Tanah Lot saja yang akan didalami untuk memaksimalkan pendapatan. Setelah Tanah

Lot dikaji juga DTW lainnya. Seperti Ulun Danu Beratan, Jatiluwih, dan lainnya. ‘’Pengkajian itu bertujuan menata agar jadi bagus dengan cara terbaik,’’ katanya. Manager Operasional DTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana, mengakui jika kunjungan wisatawan ke Tanah Lot memang menurun. Biasanya diangka 6.000 sampai 7.000 per hari. Namun saat ini hanya diangka 4.000-5.000 per hari. Bahkan wisatawan Tiongkok saat ini nihil. ‘’Kita bisa bilang nihil karena hanya terlihat 1-2 orang, kalau biasanya ramai,’’ ucapnya. Terkait data yang diminta dewan, Toya Adnyana mengaku siap memberikan data tersebut dalam waktu dekat ini. (kmb28)

Dari pantauan rombongan Komisi I turun ke lapangan dipimpin langsung Ketuanya, Putu Eka Nurcahyadi. Tampak tiga anggotanya yakni I Ketut Arsana Yasa, Ni Made Dewi Trisnayanti, Ni Luh Dewi Marheni ikut mendampingi. Rombongan Komisi I langsung menemui PLH Kabid Damkar I Wayan Suakta. Tiba di lokasi rombongan dewan itu langsung berkeliling melihat situasi dan kondisi gedung kantor yang digunakan sebagai operasional dan tempat istirahat petugas pemadam. Dewan kaget melihat pemandangan deretan kasur tempat istirahat petugas. Kasur tampak banyak yang rusak dan bolong-bolong. Gedung tempat operasional petugas stand by atau beristirahat sudah tidak layak. Di sanalah petugas menunggu adanya panggilan kebakaran. Tangga menuju lantai dua tampak rapuh. Selain itu atap plafon gedung rusak. Lantai di bangunan tingkat dua juga rapuh. Bahkan saat musim hujan turun, gedung banyak bocor hingga membuat petugas harus mengungsi mencari tempat aman agar tidak terkena bocoran air. Persoalan lain yang ditemu-

kan yakni kesiapan armada. Saat ini dari lima armada Damkar yang ada, hanya tiga yang masih berfungsi. Itu pun usia kendaraan sudah cukup tua. Bahkan ada tahun pembuatannya 1979. Armada itu hibah dari Jepang. Armada yang tampak terbaru pun tahun pembuatannya 1981, artinya sudah 39 tahun. ‘’Miris juga melihat kondisi gedung, sarana pendukung yang dimiliki Pemadam Kebakaran. Di tengah beban tugas mereka yang berisiko tinggi mestinya peralatannya memadai,’’ ucap Eka Nurcahyadi. Hasil kunjungan lapangan ini, kata Eka Nurcahyadi, untuk melihat secara langsung. Hasil itu akan dijadikan bahan kajian pembenahan keberadaan Pemadam Kebakaran. Komisi I berjanji mengawal perencanaan anggaran untuk Satpol PP selaku induk Damkar. Bahkan akan dijadikan skala prioritas. Itu sifatnya insidentil karena berkaitan langsung dengan pelayanan publik. ‘’Nanti kami akan bawa dalam rapat lanjutan dengan pimpinan dan TAPD sehingga bisa jadi skala prioritas anggaran. Karena hal itu masuk kesatuan yang berisiko,’’

KANTOR DAMKAR - Anggota Komisi I DPRD Tabanan saat kunjungan lapangan ke kantor Damkar Tabanan. terangnya. Meski demikian, dewan menekankan agar di tengah kondisi dan fasilitas yang kurang memadai, petugas diminta selalu siap dan maksimal memberikan pelayanan terkait adanya bencana di masyarakat. ‘’Selaku perangkat daerah tidak ada istilah dalam upaya pemberian pelayanan terkendala fasilitas kurang. Kedatangan kami saat ini juga sekaligus memberikan support kepada petugas,’’ terangnya. PLH Kabid Damkar I Wayan Suakta memaparkan, angka kebakaran dikatakan tiap tahun meningkat. Hal itu tergantung iklim dan kepadatan penduduk. Mau tidak mau tentu harus diimbangi kesiapan sarana pendukung. Seperti armada dan profesionalisme petugas melalui peningkatan pelatihan. ‘’Di tengah keterbatasan, tentunya kami hanya bisa berharap pihak desa ikut bekerja sama menggunakan anggaran desa untuk kegiatan simulasi. Hal itu sebagai peningkatan kesiapsiagaan pencegahan atau pen-

anggulangan jika kemungkinan terjadi kebakaran,’’ ucapnya. Untuk pelatihan peningkatan profesionalisme petugas Damkar yang semestinya dilakukan lewat berbagai pelatihan. Jadi, karena terbentur anggaran kata Suakta selama ini pelatihan dimaksimalkan di kantor melalui media youtube. Sekretaris Pol PP Tabanan I Made Arimbawa mengakui untuk pengajuan pembenahan gedung operasional Damkar Tabanan maupun sarana pendukung, seperti armada. Sejatinya hal itu sudah seringkali diajukan. Hanya selalu mental lantaran keterbatasan anggaran daerah. Untuk perbaikan fasilitas gedung kantor Damkar diperkirakan memerlukan anggaran sekitar Rp 700 juta. ‘’Terkait armada, kami sudah buat proposal ke Depdagri dan Pemda DKI, tindak lanjutnya masih menunggu. Sepertinya ada lampu hijau. Sebab ada 20 kendaraan Pemda DKI akan dihibahkan ke daerah. Jadi kami berpacu di sana,’’ pungkasnya. (kmb28)


Rabu Wage, 4 Maret 2020

Jaring Bibit Atlet Dansa

IODI Gianyar Gelar ”Workshop Dance Sport”

WORKSHOP - Ketua Umum IODI Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra di sela-sela workshop olahraga dance sport di Wantilan Pura Samuantiga, Bedulu, Selasa (3/3) kemarin.

MESKIPUN belum sepopuler cabang olahraga (cabor) sepak bola, basket, senam, dan lainlainnya, perlahan tapi pasti cabor dance sport atau dansa mulai diminati kalangan anak muda di Gianyar. Terbukti, atlet Gianyar mampu meraih prestasi pada Porprov, Kejurnas hingga ke tingkat internasional pada International Dance Asia di Lombok, beberapa waktu lalu. “Butuh kerja keras dan dukungan untuk memperkenalkan dance sport ini di kalangan masyarakat. Meskipun begitu, kami di IODI tidak akan pernah berhenti untuk selalu mensosialisasikan cabor ini di masyarakat,” tegas Ketua Umum Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) Kabupaten Gianyar Ny. Surya Adnyani Mahayastra saat membuka workshop olahraga dance

sport di Wantilan Pura Samuantiga, Bedulu, Blahbatuh, Selasa (3/3) kemarin. Olahraga yang mengutamakan gerak tubuh (tarian) memang diakui Ny. Surya Adnyani Mahayastra belum begitu populer di Gianyar. Namun itu akan menjadi pekerjaan rumah dirinya bersama pengurus IODI lainnya. Salah satunya adalah mensosialisasikan ke anakanak SD maupun SMP di seluruh Kabupaten Gianyar, apa dan bagaimana itu dance sport. Apalagi dalam workshop ini, selain materi juga akan diperagakan gerakan dansa secara langsung oleh para atlet dansa yang tergabung dalam kepengurusan IODI. Setelah mereka tahu gerakannya seperti apa, musiknya bagaimana, pasti akan muncul rasa tertarik. “Saya yakin setelah mengetahui bagaimana itu

olahraga dansa, pasti banyak yang tertarik. Apalagi anak-anak kita banyak penari tentu tidak sulit mengikuti gerakan dansa yang didominasi gerakan tarian,” jelas Ny. Surya Adnyani Mahayastra. Pada kesempatan itu, Ny. Surya Adnyani Mahayastra bersama pengurus IODI dan peserta sempat melakukan tik tok dengan gerakan dasar dansa latin. Sementara itu, Ketua Harian IODI Kabupaten Gianyar I Ketut Gede Agus Adisaputra, S.Sn. menjelaskan, workshop diikuti oleh perwakilan anak-anak SD dan SMP se-Kabupaten Gianyar. Selama dua hari (3-4 Maret), anak-anak akan diberikan materi tentang silabus cha cha cha, rumba, dan jive. Tujuan dari workshop ini adalah serangkaian pelaksanaan Porjar sekaligus penjaringan atlet–atlet dansa di

kalangan anak sekolah. Menurut Gede Agus Adisaputra, cabor di dance sport merupakan cabang yang banyak memperebutkan medali yaitu 13 medali. Ini tentu menjadi lahan untuk mendulang medali. Apalagi saat ini atlet dansa Gianyar lumayan diperhitungkan dalam Porprov beberapa waktu lalu. “Lewat berbagai event yang akan diselenggarakan, kami yakin mampu menjaring minat menjadi atlet dansa. Banyak gerakan yang energik dan kekinian di semua kategori seperti cha cha cha, rumba, maupun jive. Saya yakin pasti peserta tertarik,” jelasnya. Agus Suputra menambahkan, pada hari kedua workshop akan diadakan eksebisi di antara peserta untuk menjaring bibit yang berpotensi dan handal menjadi atlet dansa. (ad078)

Petugas Eliminasi Belasan Tiga Pasien Pengawasan Corona Ditangani di RSUD Sanjiwani Anjing di Medahan Gianyar (Bali Post) Petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Wilayah III Gianyar melakukan eliminasi belasan anjing di Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh, Selasa (3/3) kemarin. Eliminasi ini dilakukan pascaditemukan anjing positif rabies yang menggigit 12 warga di desa setempat. Kepala Puskeswan III Gianyar, Arya Dharma mengatakan, ada sekitar 15 anjing positif rabies yang dieliminasi petugas. Anjing yang dieliminasi itu tergolong liar. “Anjing itu liar dan sempat kontak dengan anjing rabies yang sempat menggigit warga saat Kuningan kemarin,” jelasnya. Dikatakan, anjing liar yang dieliminasi itu ditemukan di jalanan, bahkan berkeliaran keluar masuk tegalan warga. Petugas menggunakan alat

tulup berisi obat. “Eliminasi di Desa Medahan akan terus berlangsung selama sepekan ini,” katanya. Menurut Arya Dharma, masih ada empat banjar di Desa Medahan yang menjadi sasaran eliminasi anjing. Seperti Banjar Medahan Kangin, Banjar Anggar Kasih, Banjar Penulisan, dan Banjar Cucukan. “Kami lakukan eliminasi ini sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur-red),” tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, warga di Desa Medahan, Kecamatan Blahbatuh digegerkan dengan kasus gigitan anjing rabies. Anjing yang dipastikan positif rabies itu menggigit warga sejak tanggal 27 Februari hingga 29 Februari 2020. Total sudah ada 12 warga Desa Medahan yang digigit anjing tersebut. (kmb35)

Ruang Isolasi Belum Siap

Gianyar (Bali Post) Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali menyatakan tiga pasien dalam pengawasan Corona ditangani di RSUD Sanjiwani, Selasa (3/3) kemarin. Pasien itu ditangani di Ruang IGD, dan ada juga yang diisolasi di Ruang Nakula. Hal ini dikarenakan hingga Selasa kemarin ruang isolasi belum siap, bahkan masih dalam tahap pengerjaan.

ELIMINASI - Petugas melakukan eliminasi anjing liar di Desa Medahan, Selasa (3/3) kemarin.

Salah satu dari tiga pasien itu merupakan warga negara asing (WNA), seorang di antaranya perempuan berkebangsaan Rusia. Menurut informasi, wisatawan ini sempat berada di Tiongkok satu bulan dan Filipina satu bulan. “Terkait pasien, silakan dikonfirmasi ke Dinas Kesehatan Provinsi Bali,” kata Dirut RSUD Sanjiwani dr. Ida Komang Upeksa. Upeksa mengakui, setiba di RSUD Sanjiwani pasien dengan pengawasan Corona ini hanya dibawa ke Ruang IGD. Sementara informasi kuat menyebutkan salah satu pasien diisolasi di Ruang Nakula rumah sakit tersebut. Bahkan, tepat pada pintu masuk kaca Ruang IGD terpasang tulisan “Bawa pasien ke dalam lewat pintu utara”. Selain itu juga terpasang pengumuman “Perhatian bukan jalur pengunjung, harap lewat pintu utara. Terima kasih”. Kondisi ini terjadi karena ruang isolasi rumah sakit rujukan di Bali timur itu belum siap. “Yang benar, salah satunya masih di bawah di IGD,” tegas Upeksa. Upeksa mengakui, hingga Selasa kemarin ruang isolasi untuk penanganan pasien Corona masih dalam tahap pengerjaan. Hal ini terjadi karena sebelum Hari Raya Kuningan, ruangan itu kembali disupervisi oleh Dinas

Kesehatan Provinsi. “Ruang isolasi yang kami miliki sudah disupervisi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Kami hanya perlu mengatur tata udara dan air conditioner (AC). Tata udara itu meliputi eksospen dan AC, yang dulu tidak ada sekarang sedang diisi,” katanya. Upeksa menambahkan, pengerjaan ruangan itu dimulai Senin (2/3). Diperkirakan pengerjaan masih berlangsung hingga Rabu (4/3) hari ini. “Mudah-mudahan besok sore bisa selesai, karena hari ini juga ada saluran limbah yang harus diisi,” ujarnya. Disinggung kendala pengerjaan ruangan isolasi yang belum rampung hingga Selasa kemarin, kata Upeksa pengerjaan tata udara tidak sederhana, sehingga pengaturan itu membutuhkan waktu. “Eksospen tempat AC ada aturan, sehingga alur udara masuk dan keluar berbeda. Pengerjaan baru dari kemarin, karena sebelum Kuningan disupervisi. Jadi, proses perbaikan sampai beli bahan itu butuh waktu,” tegasnya. Pantauan Bali Post, ruangan isolasi Corona sampai Selasa kemarin memang sedang dalam tahap pengerjaan. Terlihat sejumlah buruh masih memasang alat, termasuk mengerjakan saluran limbah. Ruangan isolasi itu berada di

areal sisi selatan rumah sakit, tepatnya di sebelah utara kamar mayat. Karena berada di sisi selatan, menuju ruangan isolasi ini memang ada satu jalur khusus. Namun jalur tersebut kerap digunakan oleh pengunjung hingga petugas rumah sakit. Terbukti di sepanjang areal terdapat sejumlah parkir kendaraan bermotor. Upeksa menegaskan, itu bukan jalur umum untuk masyarakat dan pasien. “Itu bukan jalur pasien, bukan juga jalur masyarakat. Ruangan menuju kamar mayat dan menuju gedung material,” katanya. Upeksa menambahkan, ruang isolasi itu dari dulu digunakan untuk ruang isolasi saat kasus flu burung merebak. Namun saat ini standarisasi harus ada tata udara yang benar, maka ruangan itu di-upgrade lagi. “Syarat ruang isolasi, satu tidak bercampur dengan evakuasi pasien, kalau ada pasien dari luar, ambulan langsung ke ruang isolasi,” katanya. Sementara untuk tenaga medis yang akan dipekerjakan di ruang isolasi, kata Upeksa pihaknya sudah ada konsultan paru-paru dan ada tenaga paramedis. “Kami siapkan di ruang isolasi dengan tenaga medis delapan orang. Kapasitas di ruang isolasi nantinya ada tiga bad,” ujarnya.

Januari 2019 memang terjadi peningkatan kunjungan,” kata Putrawan, Selasa (3/3) kemarin. Sementara jika dibandingkan Februari 2019 tercatat kunjungan 102.864 wisata ke objek yang dikelola Pemkab Gianyar, dengan nilai realisasi retribusi Rp 4,6 miliar lebih. Sementara memasuki Februari 2020, kunjungan wisatawan menurun signifikan, menjadi 92.207 wisatawan dengan nilai realisasi retribusi sebesar Rp 4 miliar lebih. “Jadi, selama Februari ini terjadi penurunan dibandingkan Februari tahun lalu. Penurunannya 10 ribu lebih wisatawan,” bebernya. Memasuki Maret ini, kata Putrawan, pihaknya memperkirakan masih akan ter-

jadi penurunan kunjungan wisatawan dibandingkan Maret tahun lalu. Apalagi saat ini sudah dipastikan ada dua warga positif corona di Indonesia. “Kami belum tahu di Maret ini. Prediksinya menurun sampai kondisi global normal,” terangnya. Penurunan kunjungan wisatawan ini terjadi karena warga negara asing akan menaati travel warning yang dikeluarkan pemerintahnya. Selain itu, wisatawan saat ini lebih memilih untuk diam di rumah dibandingkan keluar negeri. “Istilahnya, kalau berwisata bisa ditunda, namun kalau sakit kan harus segera diobati,” tandasnya. Disinggung terkait kunjungan wisatawan domestik, Putrawan juga mempredik-

si akan terjadi penurunan. Karena saat ini pemerintah Indonesia sudah mengeluarkan imbauan kepada warga untuk menghindari keramaian, salah satunya tentu menghindari tempat wisata. Sementara itu, pantauan di kawasan Catus Pata Ubud lalu lintas tampak lengang. Arus lalu lintas yang biasanya macet dari arah Pengosekan hingga Catus Pata Ubud terpantau lancar. Suasana sepi tampak jelas di Catus Pata Ubud, Selasa siang kemarin. Padahal, beberapa minggu sebelumnya dari siang hingga sore arus lalu lintas di Catus Pata Ubud terpantau padat merayap. Putrawan mengatakan, arus lalu lintas yang lengang memang menjadi gambaran turunnya kunjungan wisa-

tawan. Hanya saja pihaknya belum mencatat tingkat hunian hotel di kawasan Gianyar, khususnya Ubud. “Ubud sepi atau ramai, indikasinya dari arus lalin. Kalau di Batubulan dan Ubud macet, artinya ramai. Kalau lengang, ya agak sepi,” jelasnya. Sementara untuk rencana recovery melalui tidak dipungutnya Pajak Hotel dan Restoran (PHR) selama enam bulan ke depan, kata dia pihaknya sampai saat ini masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis). “Kami (Pemkab-red) masih menunggu juklak-juknis berkait recovery pariwisata ini. Artinya, pemulihan berlaku keseluruhan, bukan hanya di Gianyar,” ujarnya. (kmb35)

Bali Post/ist

Kunjungan Wisatawan Turun 10 Ribu Lebih Gianyar (Bali Post) Virus Corona memang sudah berdampak signifikan terhadap pariwisata di Kabupaten Gianyar. Khususnya terjadi pernurunan kunjungan sampai 10 ribu lebih wisatawan pada Februari 2020 dibandingkan Februari 2019. Beberapa bulan ke depan diperkirakan akan kembali terjadi penurunan. Kepala Dinas Pariwisata Gianyar, Anak Agung Gede Putrawan menjelaskan, kunjungan pada Januari 2019 tercatat sebanyak 102.040 orang dengan realisasi retribusi Rp 4,6 Miliar lebih, di Januari 2020 justru ada peningkatan menjadi 116.452 orang dengan realisasi retribusi Rp 5,2 miliar lebih. “Jika melihat Januari tahun ini dengan

Pendidikan

Bali Post/ist

PASIEN - Petugas mengevakuasi pasien dalam pengawasan corona di IGD RSUD Sanjiwani, Selasa (3/3) kemarin. Masker Langka Beredarnya informasi terkait adanya pasien pengawasan Corona ditangani di RSUD Sanjiwani, langsung membuat warga Gianyar berupaya mencari masker. Namun, hampir seluruh toko di Gianyar sudah tidak memiliki stok masker. Kondisi masker yang langka ini diakui Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Gianyar, Ida Ayu Cahyani Widyawati. Dikatakan, hingga Selasa kemarin persediaan masker memang terbatas dijual di toko atau warung. Namun, kata dia, Diskes Gianyar masih memiliki persediaan masker. “Sementara persediaan memang terbatas, tetapi untuk tindakan medis

masih tersedia,” katanya. Dikatakan, stok masker yang tersedia hanya untuk warga yang sakit. Sementara masker untuk masyarakat umum, pihaknya belum bisa mengambil langkah. “Jadi, kami utamakan pasien yang batuk, karena persediaan barang memang terbatas,” katanya. Cahyani Widyawati mengimbau masyarakat tidak panik. Masyarakat diminta menggalakan perilaku hidup bersih, dengan membersihkan tangan. “Masyarakat sebaiknya berperilaku hidup bersih dan sehat. Hindari penularan di tempat umum. Kalau sakit dan batuk agar segera berobat,” ujarnya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

LENGANG - Arus lalu lintas di kawasan Catus Pata Ubud yang biasanya selalu padat, Selasa (3/3) kemarin tampak lengang.

Serangkaian HUT Ke-33

PPLP Dhyana Pura Gelar Pekan Kreativitas Mahasiswa

LOMBA - Salah satu lomba yang digelar pada Pekan Kreativitas Mahasiswa serangkaian HUT ke-33 PPLP Dhyana Pura.

PUSAT Pendidikan dan Latihan Pariwisata (PPLP) Dhyana Pura tahun ini memasuki usia ke-33 tahun. Dalam rangkaian hari ulang tahun (HUT), tahun ini digelar beberapa kegiatan, antara lain Seminar dan Lomba Kompetensi di Bidang Perhotelan bagi seluruh mahasiswa di PPLP Dhyana Pura. Seminar dilaksanakan pada Senin (2/3), dengan tema “To Live and To Give an Impact” dengan menghadirkan dua orang narasumber dari praktisi dan akademisi di bidang perhotelan. Dari praktisi perhotelan I Gusti Bagus Oktaviandra, Direktur HRD Renaisance Hotel dan dari akademisi Dr. I Ketut Budarma, M.Par., MMTHRI. Seminar ini sekaligus menjadi pembuka dari

kegiatan Pekan Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2020 yang dibuka langsung oleh Direktur PPLP Dhyana Pura Gilbert Nainggolan, S.S., M.M. Dalam sambutannya. Direktur PPLP Dhyana Pura menyampaikan harapannya bahwa lulusan PPLP Dhyana Pura akan memberikan dampak yang baik dimanapun nantinya mereka akan bekerja, karena mereka sudah cukup mendapatkan bekal pengetahuan dan keahlian selama mengikuti pendidikan di PPLP Dhyana Pura dengan fasilitas pembelajaran yang memadai dan instruktur-instruktur yang sangat kompeten di bidangnya. Gilbert Nainggolan menambahkan, lomba kompetensi bidang perhotelan merupakan kegiatan rutin

tahunan yang diselenggarakan oleh PPLP Dhyana Pura dalam rangkaian perayaan hari ulang tahunnya. Adapun tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kreativitas, sportivitas, serta melatih dan meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang perhotelan dan Bahasa Inggris. Di samping itu, juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang sudah dipelajari. Kegiatan ini diikuti oleh 120 orang mahasiswa dari semua jurusan yang ada di PPLP Dhyana Pura. Adapun bidang kompetensi yang dilombakan, yaitu Tata Boga (Cooking Contest dan Fruit Carving), Tata Hidangan (Mixologi dan Table Set Up and Napkin Folding), Tata

Graha (Making Bed dan Towel Folding), Kantor Depan (Speech Contest dan Hospitality Quiz). Masing-masing lomba tersebut diharapkan bisa mewakili semua bidang keahlian dari semua jurusan yang ada di PPLP Dhyana Pura. Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di PPLP Dhyana Pura sudah mulai dibuka pada tanggal 6 Januari 2020 dan akan berakhir pada tanggal 16 Agustus 2020. Adapun program studi yang ada di PPLP Dhyana Pura, antara lain Program 1 tahun terdiri dari Kantor Depan/Front Office, Tata Graha/House Keeping, Tata Hidangan/Food and Beverage Service, Tata Boga/ Kitchen, Sekretaris & Public Relation dan Kapal Pesiar. Program 2 tahun, meliputi Akomodasi Perhotelan (Tata

Graha dan Front Office), Tata Hidangan, Tata Boga, Food and Beverage. Usaha Perjalanan Wisata dan Buttler. Program 3 tahun, meliputi Manajemen Akomodasi Perhotelan dan Manajemen Makanan. Saat ini PPLP Dhyana Pura terus berbenah dan mengembangkan diri untuk menghasilkan lulusan yang nantinya mampu bersaing di dunia kerja. PPLP Dhyana Pura juga terus memperluas jejaring dengan hotelhotel yang ada di dalam maupun luar negeri, guna memberikan peluang terbaik, baik bagi mahasiswa maupun lulusannya. Kerja sama yang sudah dilakukan adalah kerja sama dalam hal pengiriman training maupun tenaga kerja di hotel maupun di kapal pesiar. (ad076)


Rabu Wage, 4 Maret 2020

Lima Fraksi Sahkan Dua Perda Pemberian Izin Usaha Harus Selektif

Semarapura (Bali Post) Lima fraksi di DPRD Klungkung kompak menyetujui dan mengesahkan dua Ranperda Kabupaten Klungkung tentang Izin Usaha Jasa Konstruksi dan Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah menjadi Perda, Selasa (3/3) kemarin. Namun sebelum ditetapkan dan disahkan, ada sejumlah saran dan rekomendasi diberikan masing-masing fraksi kepada pemkab terkait dua ranperda itu. Fraksi PDI-P dalam pendapat akhirnya dibacakan I Nengah Ary Priadnya. Fraksi PDI-P meminta Pemkab Klungkung selektif dan ketat dalam hal memberikan izin usaha. Dengan cara begitu, diharapkan mampu menjawab tantangan di tengah tingkat persaingan yang kompleks. Termasuk menghasilkan tenaga kerja yang mampu bersaing dalam rangka terwujudnya outcome yang lebih maksimal. Selain itu, Ary Priadnya juga menyinggung soal arahan Presiden RI yang menyatakan perlunya dilakukan penyederhanaan birokrasi pada kementerian atau lembaga dan pemerintah daerah. Sehubungan dengan itu, Fraksi PDI-P menyarankan agar peraturan daerah tentang pembentukan dan penyusunan perangkat daerah memperhatikan prinsip miskin struktural kaya fungsi. ‘’Karena organisasi pemerintah yang ramping akan menghasilkan kualitas pelayanan prima. Hal itu berdampak konstruktif terkait kemudahan masyarakat sebagai penerima pelayanan. Selain itu diyakini memberikan kejelasan dan kepastian hukum,’’ katanya. Sama halnya dengan PDI-P, Fraksi Hanura dalam pendapat akhirnya yang dibacakan I Nyoman Mujana meminta pemkab mengendalikan pengusaha jasa konstruksi. Dikatakan, sekarang ini banyak bermunculan, karena itu penting diperhatikan izin usaha dan termasuk konsultasi. ‘’Terkait Ranperda Perubahan atas Perda Nomer 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah, kami meminta saudara Bupati menempatkan pimpinan masing-masing OPD, agar memperhatikan profesionalisme. Caranya latar belakang keahlian dan pendidikan harus diperhatikan,’’ ujar Mujana. Beda lagi Fraksi Gerindra. Pendapat akhir fraksi itu dibacakan I Nengah Mudiana. Gerindra berharap Bupati mencermati kembali Permendagri 11 Tahun 2019 tentang Perangkat Daerah, yang melaksanakan urusan pemerintah di bidang Kesatuan Bangsa dan Politik. Karena Permendgari itu tidak hanya mengatur Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, melainkan terdapat pengaturan baru terhadap penganggaran Forum Komunikasi pimpinan di daerah kabupaten/kota, sehingga amanat dari peraturan perundang-undangan itu dapat dijalankan. Fraksi Golkar dalam pendapat akhirnya dibacakan Kadek Widya Sumartika. Golkar hanya memberikan sedikit saran terutama terkait penulisan dan penggubahan kata dalam ranperda supaya memperhatikan ketentuan berlaku. Dengan demikian makna yang dicantumkan di perda itu lebih mudah dipahami. Hal yang sama juga disampaikan Fraksi NasDem. Dalam pendapat akhirnya dibacakan Wayan Mudayana, Fraksi NasDem menyarankan agar di dalam proses pembuatan dan perencanaan peraturan ke depan melalui mekanisme yang baik. ‘’Prosesnya harus melalui alur yang baik, tanpa mengesampingkan ketentuan yang berlaku dan telah kita sepakati bersama,’’ katanya. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta yang hadir dalam sidang paripurna itu berharap agar kemitraan eksekutif dan legislatif terus terpelihara dan dapat ditingkatkan. Apa pun masalah dan hambatan yang dihadapi untuk mewujudkan kebutuhan masyarakat itu dapat dicarikan solusi terbaik. Bupati Suwirta berharap kepada pengusaha jasa konstruksi di Klungkung memiliki kompetensi yang baik. Dengan demikian nantinya mampu bersaing dengan jasa konstruksi dari luar. ‘’Dengan perda ini harapan kita ke depan bisa membina pengusaha jasa konstruksi kita di Klungkung. Itu penting, agar uang yang kita keluarkan tidak lari ke luar Klungkung gara-gara tidak punya pengusaha jasa konstruksi yang punya kompetensi memadai,’’ kata Suwirta. (kmb)

SIDANG PARIPURNA - Ketua DPRD Klungkung A.A. Gede Anom bersama Bupati I Nyoman Suwirta menandatangani dua ranperda untuk disahkan jadi perda dalam sidang paripurna, Selasa (3/3) kemarin.

SOSIALISASI - Para pimpinan OPD saat ikut sosialisasi.

Cegah Penyimpangan

OPD Diminta Terbuka dengan Kejaksaan Semarapura (Bali Post) -

Kejaksaan sudah membuka diri dalam upaya mendukung pembangunan. Dukungan itu sebagai jalan mencegah terjadinya penyimpangan dan merugikan masyarakat. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta meminta semua OPD Pemkab Klungkung membuka diri dengan kejaksaan. Koordinasi ini dimaksudkan agar dalam pelaksanaan pembangunan selalu mendapat pendampingan, sehingga tidak menyimpang dari aturan yang berlaku. Itu disampaikan Bupati Suwirta saat membuka Sosialisasi/Pemaparan Peraturan Bupati Klungkung Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Perda Nomor 8 Tahun 2016 tentang Bangunan Gedung, di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Selasa (3/3) pagi kemarin. Turut hadir Kepala Kejaksaan Negeri Klungkung Otto Sompotan serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD)

Pemkab Klungkung. Pada kesempatan itu, Bupati Suwirta menyampaikan sosialisasi ini dilaksanakan untuk menindaklanjuti kesepakatan bersama antara Bupati Klungkung dengan Kepala Kejaksaan Negeri Klungkung tentang Hukum Dalam Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Kerja sama ini diperlukan dalam menyelesaikan masalah hukum di bidang perdata dan tata usaha negara.

Semarapura (Bali Post) – Wabah virus Corona tidak hanya memengaruhi jumlah kunjungan wisatawan, namun juga mulai menimbulkan kelangkaan masker di Klungkung. Sebagian besar apotek, toko, termasuk koperasi di RSUD Klungkung kehabisan stok masker sejak tiga minggu lalu. Kondisi ini pun mendapat perhatian Ketua DPRD Klungkung A.A. Gede Anom. Didampingi Wakil Ketua DPRD Tjokorda Gede Agung dan Ketua Komisi III DPRD Wayan Mardana, A.A. Anom turun mengecek stok masker yang ada di apotek dan koperasi di RSUD, Selasa (3/3) kemarin. Dari hasil pengecekan yang dilakukan ternyata apotek yang berada di depan RSUD Klungkung itu juga kehabisan stok masker sejak tiga minggu lalu. Padahal permintaan masker dari warga sangat banyak. Hampir setiap hari ada 25 warga datang ke apotek membeli masker. Tetapi sayang banyak warga kecele. Pasalnya, stok masker di apotek sudah habis. Bahkan agar warga tidak mubazir bertanya ke apotek, pihak apotek sampai menempel informasi masker kosong di depan apoteknya. ‘’Kami tidak tahu kenapa

sampai tidak ada masker. Padahal kami sudah memesan ke distributor, tetapi dari distributor ngakunya juga tidak ada,’ ujar karyawan Apotek Klungkung Farma, Wayan Yasa. Selain di apotek, kelangkaan masker itu juga terjadi di Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Rejeki RSUD Klungkung. Koperasi di rumah sakit ini juga kehabisan stok masker sejak Senin (2/3) lalu. Bahkan koperasi tersebut sampai menjual masker Rp 6.000 per.biji karena harga di agen atau distributor masker itu sudah merangkak naik. ‘’Sebulan lalu harganya masih normal Rp 50 ribu satu kotak dengan isi 50 pcs, tetapi sekarang sudah Rp 200 ribu satu kotak,’’ ujar pegawai gudang koperasi di RSUD, Kadek Widarta. Pihak RSUD Klungkung juga mulai susah mendapatkan masker. Menurut Humas RSUD Klungkung Gusti Putu Widiasa, biasanya pesanan masker untuk rumah sakit itu sudah datang seminggu sekali. Namun sekarang sudah seminggu lebih masker yang dipesan belum datang. Tetapi, Gusti Putu mengatakan kalau stok masker di rumah sakit masih aman. ‘’Kalau stok masker untuk

‘’Sosialisasi ini kami laksanakan mengingat semakin kompleksnya berbagai persoalan yang dihadapi dalam berbagai tugas untuk tertib penyelenggaraan pemerintahan. Khususnya agar tercapai hasil dan daya guna lebih maksimal,’’ ujar Bupati Suwirta. Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman kepada setiap instansi pemerintahan dalam melaksanakan tugas-tugas

MASKER LANGKA - Pimpinan dan anggota DPRD Klungkung mengecek masker yang saat ini langka di apotek, Selasa (3/3) kemarin. rumah sakit masih ada untuk keperluan satu bulan. Kami masih punya 160 boks atau delapan dus masker untuk satu bulan,’’ katanya. Menyikapi kelangkaan masker tersebut, Ketua DPRD A.A. Gede Anom berharap

Jangan Hanya Pariwisata, Perlu Budi Daya Rumput Laut

Bupati Klungkung berharap sekaranglah saatnya seluruh pihak diminta untuk bangkit. Caranya sektor potensial yang masih terpendam harus dimanfaatkan dengan baik. Untuk Nusa Penida, jangan lupa budi daya rumput laut. ‘’Saya selaku pimpinan daerah sudah pasti prihatin. Tapi ini tidak bisa dihindari. Bukan terhadap Klungkung saja. Juga bukan hanya Bali saja. Tetapi seluruh dunia mengalami situasi seperti ini,’’ ujar Bupati Suwirta. Bupati menegaskan, ini bukan hari kiamat. ‘’Kita masih ada ruang bangkit kembali,’’ ujar Bupati Suwirta ketika dikonfirmasi usai mengikuti sidang paripurna di DPRD Klungkung, Selasa

(3/3) kemarin. Di tengah situasi seperti ini, Bupati Suwirta mengingatkan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) agar mulai membuat skala prioritas. Apalagi sektor pariwisata semakin lesu, sehingga masyarakat perlu diajak kembali menekuni s e k t o r lain yang tak kalah potensial. U n t u k di Nusa Penida, w a r g a diminta kembali membudi-

didominasi pencegahan. Pencegahan itu dinilai lebih efektif dan jauh memberi manfaat lebih besar, terhadap dampak pembangunan daerah. Bahkan, kejaksaan juga siap memberikan bantuan hukum kepada pemerintah daerah, ketika menghadapi gugatan pihak lain, dalam urusan perdata dan tata usaha negara. Sehingga dalam bertugas, bisa dijauhkan dari konsekuensi hukum. ‘’Pencegahan itu jauh memberi manfaat. Harus disadari kejaksaan adalah satu-kesatuan dengan pemerintah. Jadi, dengan begini benar-benar memberikan manfaat dalam pembangunan,’’ tegasnya. (kmb31)

Masker Langka, Warga Jangan Panik

Virus Corona Ini Peringatan Tuhan

BUPATI Klungkung I Nyoman Suwirta memberikan perhatian serius terhadap wabah virus Corona. Walau ada dua warga Depok, Jawa Barat diumumkan Presiden RI Joko Widodo positif terjangkit virus Corona sehingga mulai menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, Bupati Klungkung tidak ingin warga terpuruk atas situasi kondisi yang ada. Ditegaskan, keberadaan virus Corona itu bukanlah hari kiamat. Langkah-langkah terobosan efektif apa harus dilakukan?

pemerintahan. Selain itu, juga meminimalkan terjadinya penyimpangan yang secara sadar maupun tidak sadar dilakukan dalam lingkup pemerintahan. Kepala Kejaksaan Negeri Klungkung Otto Sompotan meminta agar masing-masing OPD Pemkab Klungkung bisa melakukan koordinasi dengan baik di saat menjalankan program-program pembangunan. Langkah itu dilakukan agar apa pun program yang dilaksanakan nantinya dapat berjalan baik, dan lancar dengan ketentuan peraturan yang sudah berlaku. Menurutnya, peran yang sedikit berubah dari penindakan sekarang lebih

dayakan rumput laut. Bahkan dalam waktu dekat, pemkab akan mengujicobakan tambak kepiting dan udang di perairan Nusa Penida. Termasuk upaya bercocok tanam dengan pola hidroponik. ‘’Terkait situasi di Nusa Penida, tahun 2017 ditimpa Gunung Agung meletus. Sekarang baru mulai naik, namun harus turun lagi akibat Corona. Ini peringatan Tuhan, agar kita jangan andalkan pariwisata saja. Janggan lupa bertani atau budi daya rumput laut,’’ ujarnya. Untuk memotivasi para pelaku pariwisata, Bupati asal Ceningan ini berjanji mengerahkan jajaran OPD untuk memprioritaskan kegiatankegiatan di Nusa Penida. Misalnya, melakukan bedah desa. Kemudian menginap di akomodasi pariwisata yang ada di Nusa Penida. ‘’Situasi itu pasti berlalu dan akan lewat. Nanti OPD akan

saya ajak bedah desa di Nusa Penida. Nginep di penginapan mereka. Kegiatan-kegiatan di pusat, juga sekarang digiring ke pinggiran. Pada saat situasi lesu begini kalau kita diam akan lebih lesu lagi,’’ imbuhnya. Bupati asal Ceningan ini juga menyadari, dalam jangka panjang, kondisi ini pasti berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Klungkung. Apalagi jika kebijakan pusat terkait bebas Pajak Hotel dan Restoran (PHR) diberlakukan. Karena itu, dia sudah menyiapkan rencana ‘’penghematan’’ anggaran. Namun sebelum itu, yang menjadi prioritas pemkab saat ini adalah mencegah agar wabah virus Corona itu tidak masuk ke Klungkung. Dinas Kesehatan diminta menyosialisasikan upayaupaya untuk memproteksi diri kepada masyarakat. ‘’Bila perlu bagaimana agar kita bisa melakukan sterilisasi wilayah atau tempat yang kita miliki. Ini tentu bukan tugas Diskes saja, semua harus bahu-membahu ikut memberikan pemahanan terkait cara memproteksi diri kepada masyarakat,’’ jelasnya. (kmb)

agar masyarakat tidak terlalu panik. Dia pun menyarankan warga menerapkan pola hidup sehat, untuk mengantisipasi terkena virus Corona. Salah satunya kembali menggunakan bumbu desa untuk membuat makanan.

‘’Nanti kita duduk bersama dan koordinasi lagi dengan bupati dan dinas terkait membicarakan hal ini (kelangkaan masker) ini. Jangan sampai kelangkaan masker ini membuat warga panik,’’ kata A.A. Anom. (kmb)


Rabu Wage, 4 Maret 2020

Plafon Ruang Kelas di SMPN 3 Abang Jebol Diperbaiki dengan Dana BOS

Amlapura (Bali Post) Seluruh plafon ruang kelas yang ada di SMPN 3 Abang, Karangasem jebol akibat dilanda gempa tahun 2018 lalu. Atas kondisi itu, untuk sementara waktu pihak sekolah terpaksa melakukan perbaikan plafon tersebut mempergunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebelum dibantu anggaran perbaikannya dari Disdikpora Karangasem.

Bali Post/kmb41

JEBOL – Sejumlah siswa mengikuti proses belajar mengajar di ruang kelas yang plafonnya jebol akibat diguncang gempa.

Dampak Dua WNI Positif Corona

Harga Masker Melonjak Amlapura (Bali Post) Pasca-adanya kasus dua warga negara Indonesia (WNA) positif terjangkit virus Corona, membuat harga masker di wilayah Karangasem meroket tajam akibat stok masker menipis. Atas kondisi itu, Satreskrim Polres Karangasem melakukan pengecekan harga ke sejumlah apotek di wilayah Karangasem.

Salah seorang warga Karangasem, Yunda, mengatakan dia kesulitan mendapatkan masker di Karangasem. Bahkan, dirinya sampai keliling ke sejumlah toko untuk mencari masker tersebut. ‘’Harganya melonjak. Biasanya harga satu pak masker Rp 30 ribu, tapi sekarang naik menjadi Rp 250 ribu. Karena langka, terpaksa saya beli untuk menjaga kes-

Damkar Bersihkan Lumpur di Jalan Ngis Kaler Amlapura (Bali Post) Tanah longor yang sempat menutupi akses jalan raya di Dusun Ngis Kaler, Desa Tri Buana, Karangasem yang berbatasan dengan Dusun Purwayu sudah dilakukan evakuasi. Namun, lumpur material longsoran masih menutupi jalan. Agar tidak membahayakan pengendara karena jalan berlumpur, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Karangasem membersihkan lumpur dengan cara menyiraminya dengan air menggunakan mobil tanki. Kadis Damkar Karangasem I Nyoman Tari mengatakan, pihaknya menerjunkan sejumlah petugas untuk melakukan pembersihan lumpur di lokasi. ‘’Kami menyuplai ribuan liter air untuk menyemprot lumpur di badan jalan sisa material longsoran,’’ kata Tari, Selasa (3/3) kemarin. Tari menambahkan, penyemprotan dilakukan karena jalan tersebut dinilai sangat membahayakan bagi pengendara yang melintas. Pasalnya, jalan yang berisi lumpur akan sangat licin bila dilintasi. Kondisi itu dapat memicu terjadinya lakalantas. ‘’Penyemprotan tidak hanya dilakukan oleh petugas Damkar saja, tapi dibantu oleh pihak kepolisian, TNI dan masyarakat setempat. Kini jalan sudah bebas dari lumpur dan sudah kembali normal untuk dilalui pengendara roda dua maupun roda empat,’’ jelasnya. (kmb41)

Pemerintahan

ehatan keluarga,’’ ujar ibu dua anak ini. Salah seorang petugas di Apotek Mitra Rahayu mengatakan, kenaikan harga masker ini memang dari distributor, bukan keputusan pribadi. ‘’Dari distributor memang segitu harganya. Harga pokoknya Rp 235 ribu per kotak. Di sini menyetok 40 kotak, tapi kini hanya tersisa

15 kotak,’’ kilahnya. Terkait kondisi ini, Satreskrim Polres Karangasem melakukan pengecekan ke sejumlah apotek di wilayah Amlapura untuk memantau harga masker. Pengecekan ini dilakukan untuk mengantisipasi oknum-oknum yang sengaja melakukan penimbunan masker agar bisa mendapatkan keuntungan sepihak. ‘’Kami lakukan pemantauan di empat apotek. Dari jumlah itu, hanya dua apotek yang masih memiliki stok masker. Itu pun jumlahnya sedikit dan harganya sangat mahal. Petu-

gas tak menemukan adanya penimbunan masker,’’ ujar Kasatres Polres Karangasem AKP Losa Lusiono Araujo. Disinggung apakah di wilayah Karangasem adanya pemborongan sembako seperti informasi di luar daerah, Araujo menegaskan, hingga saat ini petugas belum menemukan adanya pemborongan sembako tersebut. ‘’Kami telah perintahkan anggota untuk melakukan pengecekan ke sejumlah minimarket untuk memastikan hal itu. Tapi, hasilnya tidak ada aktivitas pemborongan sembako seperti itu,’’ tegasnya. (kmb41)

Dikonfirmasi Selasa (3/3) kemarin, Kepala SMPN 3 Abang I Gede Mahendra mengungkapkan, jumlah ruang kelas yang ada sebanyak 16 unit. Semua plafonnya jebol akibat dilanda gempa bumi pada 2018 lalu. ‘’Keseluruhan ada 16 RKB, semuanya plafonnya jebol. Termasuk beberapa bangunan temboknya retak-ratak,’’ ujarnya. Mahendra menambahkan, kendati kondisi plafon jebol, pihaknya tetap mempergunakan ruang kelas tersebut untuk melaksanakan proses belajar mengajar. Pasalnya, sudah tidak ada pilihan lagi. Tetapi, sebelum dipergunakan belajar oleh siswa, pihak sekolah menurunkan sisa-sisa kalsibod yang masih menempel di atas. Itu dilakukan supaya tidak mengancam keselamatan anak-anak saat belajar. ‘’Kalau itu tidak dibersihkan, kami takutnya saat belajar kalsibod tiba-tiba ambruk menimpa siswa. Itu yang kami antisipasi,’’ tegasnya. Saat ini, kata Mahendra,

pihaknya tengah melakukan proses perbaikan terhadap semua plafon rungan yang jebol tersebut. Itu dilakukan setelah mendapatkan instruksi dari Disdikpora Karangasem. Untuk anggaran perbaikan itu mempergunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). ‘’Anggaran untuk perbaikan itu sekitar Rp 15 juta. Untuk bahan, kami pakai papan triplek. Saat ini, dari 16 ruang kelas yang plafonnya jebol, tujuh unit sudah diperbaiki. Sisanya masih dalam proses perbaikan. Perbaikan dilakukan siang hari oleh tukang setelah siswa pulang sekolah,’’ katanya. Mahendra menjelaskan, usulan untuk perbaikan belasan ruang kelas yang plafonnya jebol itu sudah dilaporkan ke Disdikpora Karangasem. Rencananya, perbaikan gedung itu akan dianggarkan pada tahun 2021 mendatang. ‘’Semoga tahun depan anggaran turun dan sekolah bisa diperbaiki. Dengan begitu, anak-anak lebih fokus mengikuti pejalaran,’’ ujarnya. (kmb41)

Bali Post/kmb41

PENGECEKAN - Anggota Satreskrim Polres Karangasem saat melakukan pengecekan harga ke sejumlah apotik di wilayah Karangasem, Selasa (3/3) kemarin.

Tutupi Kekurangan Pembayaran Iuran Ratusan Peserta PBI

DPRD Desak Bupati Keluarkan Perkada

DISKUSI - DPRD Karangasem saat mengundang BPJS untuk membahas masalah iuran peserta PBI yang dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Karangasem, Selasa (3/3) kemarin. ANGGOTA DPRD Karangasem mendesak Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri untuk segera mengeluarkan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) untuk menyisir anggaran APBD Induk 2020. Desakan itu dilakukan legislatif guna menutup kekurangan anggaran untuk dapat memperpanjang kontrak kepesertaan masyarakat sebagai Penerima

Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Bahkan, untuk memecahkan masalah tersebut, DPRD Karangasem mengundang eksekutif dan BPJS Cabang Karangasem dalam rapat di Kantor DPRD Karangasem, Selasa (3/3) kemarin. Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana mengatakan, persoalan masyarakat yang menjadi peserta PBI di Ka-

rangasem nasibnya di ambang batas. Penyebabnya, pemkab kekurangan anggaran untuk membayar iuran selanjutnya yakni pada April dan seterusnya. ‘’Pemerintah selama ini menganggarkan sesuai dengan premi sebelumnya, yakni Rp 23 ribu per jiwa. Hanya, terjadi penyesuaian iuran atau kenaikan Rp 19 ribu dan menjadi Rp 42 ribu. Kenaikan pembayaran

terjadi setelah pembahasan anggaran di DPRD ketok palu,’’ ucapnya. Gede Dana menambahkan, terkait persoalan itu, agar anggaran program di APBD 2020 tersebut disisir atau dirampingkan. Dicontohkan, beberapa program yang tidak berkaitan dengan kepentingan masyarakat, pendidikan, sosial infrastruktur, dan lain-lain agar digeser untuk menutupi kekurangan anggaran PBI. Itu dapat dilakukan kalau pemerintah mengeluarkan Perkada, karena selaras dengan Surat Edaran (SE) Mendagri 900/14075/SJ tanggal 17 Desember 2019 tentang Penyesuaian Iuran Jaminan Kesehatan pada Pemerintah Daerah. ‘’Pemerintah masih dapat menyisir anggaran yang tidak mendesak untuk dialihkan ke anggaran PBI. Karena boleh ada Perkada kalau RAPBD sudah ketok palu. Tapi eksekutif justru tidak membuatnya. Dengan kondisi ini, kami khawatir masyarakat mengatakan DPRD tidak mencari solusi atau

menganggarkan. Sebenarnya kami tidak ada mengurangi anggaran BPJS ini. Perkada boleh sampai 2020 sepanjang eksekutif berkoordinasi dengan kami (DPRD),’’ jelasnya. Di bagian lain, Kepala BPJS Cabang Klungkung Endang Triana Simanjuntak tidak menampik perjanjian kerja sama berakhir pada Maret 2020. Namun, berdasarkan hasil diskusi, pihaknya meyakini masih ada solusi yang bisa ditempuh pemerintah daerah. ‘’Ada 233 ribu jiwa peserta yang dibayar pemerintah. Jika Maret ini tidak ada solusi, mengacu pada PKS jelas berakhir. Makanya, kami harap pemda bisa mencarikan solusi atas persoalan ini agar kontrak ini tidak putus,’’ katanya. Untuk diketahui, Pemkab Karangasem menganggarkan Rp 9 miliar per bulan. Sedangkan pada 2020 ini, BPJS hanya mampu melayani peserta PBI hingga Maret saja atau dianggarkan Rp 27 miliar, sesuai Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BPJS dengan pemerintah daerah. (ad085)

Giliran Perajin Arak di Desa Tri Eka Buana Diberikan Sosialisasi oleh BPOM Denpasar

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Denpasar terus melakukan sosialisasi Pergub Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi atau Destilasi Khas Bali terkait bagaimana cara membuat olahan yang baik terhadap para perajin arak di Kabupaten Karangasem. Jika sebelumnya sosialisasi dilaksanakan di Desa Talibeng, Sidemen, Selasa (3/3) kemarin BPOM melakukan sosialiasi tersebut di Desa Tri Eka Buana. Dalam sosialisasi itu, BPOM menggandeng Disperindag Provinsi Bali dan anggota Komisi VI DPR-RI I Nyoman Parta. Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi BPOM Denpasar Luh Putu Witatiathi mengatakan, kegiatan sosialisasi yang dilakukan ini untuk memberikan pemahaman kepada para perajin arak di Desa Tri Eka Buana di dalam pengolahan atau pembuatan

arak yang baik dan benar serta higienis. ‘’Para perajin arak ini harus bisa mengetahui supaya hasil produksinya berkualitas, aman, bermutu dan layak untuk dikonsumsi. Yang tidak kalah penting cara pengolahan arak harus higienis,’’ ujarnya. Witatiathi menambahkan, perajin arak juga harus memperhatikan 14 aspek dalam memproduksi arak, yaitu mulai dari lokasi atau lingkungan produksi, bangunan dan fasilitas, suplai air atau sarana penyediaan, fasilitas dan kegiatan hygiene sanitasi, kesehatan dan hygiene karyawan, pemeliharaan dan program hygiene sanitasi, penyimpanan, pengendalian proses, pelabelan pangan, pengawasan oleh penanggung jawab, penyajian produk, pencatatan dan dokumentasi, serta pelatihan karyawan. ‘’Semua ini harus diikuti untuk menghasilkan produk yang berkualitas,’’ tegasnya.

Perbekel Desa Tri Eka Buana, Sidemen, I Ketut Derka, mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi dan berterima kasih adanya sosialisasi terkait cara pengolahan dan produksi arak ini. Dengan adanya sosialisasi ini maka warganya nantinya dapat memproduksi arak sesuai yang diharapkan oleh pemerintah. ‘’Warga Desa Tri Eka Buana sebagian besar berkecimpung sebagai perajin arak dalam pemenuhan ekonomi keluarga. Saya sudah meminta kepada perajin arak supaya jangan sekali-sekali membuat arak dicampur dengan gula pasir dan ragi. Saya memastikan kalau arak Desa Tri Eka Buana yang dihasilkan oleh perajin merupakan arak asli dari tuak kelapa, tidak ada dicampur dengan apa-apa,’’ jelasnya. Ia menjelaskan, untuk memfasilitasi hasil produksi arak yang dihasilkan warga, kini

sudah dibangun sebuah koperasi. Koperasi ini dibangun supaya ada pengendali harga jual di masyarakat. Termasuk arak yang dihasilkan oleh warga akan dilabel. ‘’Apa yang dilakukan ini untuk masyarakat. Jadi, koperasi ini dapat diberdayakan dengan sebaikbaiknya untuk pengembangan arak perajin Tri Eka Buana ke depannya,’’ jelasnya. Anggota Komisi VI DPR-RI Nyoman Parta mengatakan, perajin arak ini nantinya sebagai pensuplai bahan baku dan selanjutnya arak ini akan diolah oleh pabrik. Untuk itu, pihaknya meminta perajin supaya saat pembuatan arak tidak dicampur gula pasir atau ragi. ‘’Pembuatan arak juga harus diperhatikan supaya arak yang dihasilkan berkualitas,’’ ujarnya. Parta menambahkan, untuk penjualan arak sangat dibutuhkan sebuah koperasi. Upaya itu dilakukan untuk

SOSIALISASI - BPOM Denpasar memberikan sosialisasi Pergub Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi atau Destilasi Khas Bali kepada perajin arak di Desa Tri Eka Bhuana, Sidemen, Karangasem, Selasa (3/3) kemarin. mengendalikan harga arak, sehingga harga arak tidak kacaubalau di pasaran. Termasuk untuk memperluas usaha ke

depannya. ‘’Kalau sudah ada koperasi, nantinya bisa mengajukan dana hibah ke provinsi. Dengan catatan koperasi sudah

dibangun di atas satu tahun dan sudah melaksankan RAT sekali, nanti bisa dibantu dana,’’ jelasnya. (ad075)


Rabu Wage, 4 Maret 2020

Dua SMP Satap Gelar Simulasi UNBK di Sekolah Lain

SIMULASI UNBK - Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli Nengah Sukarta meninjau pelaksanaan simulasi UNBK.

Bangli (Bali Post) – Sebanyak 25 SMP di Kabupaten Bangli yang akan menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK) telah mengadakan simulasi selama dua hari. Namun tidak semuanya bisa mengadakan simulasi di sekolah masing-masing. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli Nengah Sukarta menyebutkan dua sekolah yang tidak bisa mengadakan simulasi UNBK di sekolahnya masing-

masing yakni SMP Satap 1 Kintamani dan SMP Satap 3 Kintamani. Kedua sekolah yang masing-masing beralamat di Banjar Kayuselem dan Banjar Peradi Desa Songan itu harus meminjam sarana di sekolah lain lantaran terkendala jaringan internet. ‘’Kedua sekolah tersebut mengadakan simulasi di SMKN 2 Kintamani. Karena sekolah itulah yang terdekat,’’ ungkapnya, Selasa (3/3) kemarin. Simulasi UNBK telah dilaksanakan dari hari Senin

(2/3) sampai Selasa (3/3). Simulasi diikui hampir semua siswa. Simulasi dilaksanakan untuk mengecek kesiapan sarana dan prasarana pendukung UNBK. Dalam simulasi itu dikenalkan sistem ujian berbasis komputer. Dengan diperkenalkan sistem ujian berbasis komputer itu maka siswa nantinya diharapkan tidak canggung menghadapi UNBK itu. ‘’Dari hasil pantauan tadi, pelaksanaan simulasi berjalan lancar,’’ ujarnya. Sukarta mengatakan, ti-

dak semua SMP di Kabupaten Bangli mengadakan ujian nasional yang dijadwalkan berlangsung April mendatang. Terdapat dua sekolah yakni SMP Satap 6 Kintamani dan SMP Satap 7 Kintamani yang tidak menggelar ujian karena tidak punya siswa kelas IX. UNBK tahun ini, kata Sukarta, akan menjadi UN terakhir. Sebagaimana telah diketahuinya, tahun 2021 mendatang tidak akan lagi ada ujian nasional. Sebagai gantinya akan ada assessment. (kmb40)

Permintaan PHRI Tunda Kenaikan Retribusi Wisata

Bupati Masih Lakukan Kajian Bangli (Bali Post) –

Permintaan PHRI Bangli agar Pemkab Bangli menunda kenaikan tarif retribusi wisata di tengah lesunya pariwisata Bangli akibat dampak virus Corona, ditanggapi Bupati Bangli I Made Gianyar. Bupati mengaku akan melakukan kajian terkait permintaan tersebut. ‘’Saya tidak bisa jawab sekarang. Perlu dilakukan kajian. Apakah harus diturunkan apa tidak, itu tergantung kajian tim,’’ kata Bupati Made Gianyar, Selasa (3/3) kemarin. Diakuinya, jika kenaikan tarif retribusi wisata ditunda/ dikembalikan ke tarif lama, maka tentu berdampak pada pendapatan daerah dan berimbas pada kegiatan-kegiatan yang sudah dianggarkan dalam APBD. Namun di sisi lain, pihaknya juga tetap mempertimbangkan permohonan dan masukan dari PHRI dan pelaku pariwisata di tengah kondisi pariwisata saat ini. Made Gianyar mengatakan, penundaan kenaikan tarif retribusi wisata sebagaimana diusulkan PHRI Bangli dan ASITA itu berbeda dengan kebijakan pemerintah pusat untuk meniadakan pungutan Pajak Hotel dan Restoran (PHR) selama enam bulan. Kebijakan

pusat meniadakan PHR selama enam bulan itu dibarengi pemberian kompensasi anggaran kepada 10 destinasi di Indonesia. Dengan demikian APBD kabupaten/kota yang telah ditetapkan tidak terganggu. Karena merupakan kebijakan dan perintah pusat, maka pemerintah daerah tentu harus menindaklanjutinya. Sementara penundaan kenaikan tarif retribusi itu, kata Made Gianyar, tidak termasuk kebijakan pemerintah pusat. Kalau misalnya pusat membuat kebijakan agar daerah tidak memungut retribusi, tentu hal itu akan ditindaklanjuti Pemkab Bangli. ‘’Tapi karena tidak ada dalam surat edaran itu terkait retribusi, sehingga

kita perlu lakukan kajian lebih mendalam lagi,’’ terangnya. Bupati asal Desa Bunutin, Kintamani ini pun berencana mengundang para pengelola objek pariwisata serta DPRD untuk didengar pendapatnya. Selanjutnya barulah pihaknya menurunkan tim eksekutif untuk mengkaji dan mencari solusi terbaik. Reaksi Penolakan Sebagaimana diberitakan sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat yang diadakan DPRD Bangli, Senin (2/3) lalu, PHRI Bangli menyayangkan sikap Pemkab Bangli yang sampai saat ini belum mengeluarkan suatu kebijakan. Terutama kebijakan menyelamatkan

pariwisata Bangli di tengah pengaruh negatif virus Corona. Sebaliknya pemkab justru melaksanakan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 37 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Perbup Nomor 47 Tahun 2014 tentang peninjauan tarif retribusi tempat rekreasi dan olahraga Kabupaten Bangli tanggal 7 November 2019 yang berlaku mulai 1 Januari 2020. Yang intinya terjadi kenaikan biaya retribusi sebagaimana daftar terlampir. ‘’Atas kenaikan tarif retribusi ini telah menimbulkan berbagai reaksi penolakan dari berbagai pihak. Seperti para pelaku pariwisata dalam naungan PHRI, PHI dan ASITA juga masyarakat luas,’’ kata Ketua PHRI Bangli Ketut Mardjana. Selain keluhan dan penolakan pelaku pariwisata, asosiasi dan masyarakat umum, beberapa media, kata Mardjana, juga pernah memberikan catatan. Dikatakan, biaya berpariwisata ke Kintamai relatif mahal. Ini karena ad-

anya berbagai pungutan. Seperti pungutan di jalan umum Denpasar-Singaraja melalui Kintamani yang dilakukan Pemkab Bangli dalam bentuk retribusi. Pungutan itu sangat tidak dimengeri khalayak ramai. Karena itu dasar diadakan pungutan retribusi di jalan raya itu dipertanyakan banyak pihak. Berdasarkan hal tersebut maka PHRI Bangli bersama ASITA dan PHI memohon kebijakan pemkab melalui DPRD Bangli. Pertama, meminta Pemkab Bangli menunda pelaksanaan Perbup Nomor 37 Tahun 2019 tanggal 7 November 2019 sampai kondisi pariwisata Bangli kembali kondusif. Kedua, meminta Pemkab Bangli melakukan koordinasi dan konsolidasi terhadap pelaksanaan retribusi dan berbagai pungutan di kawasan pariwisata Bangli agar dapat mngurangi biaya kunjungan untuk menghilangkan citra tingginya biaya berpariwisata ke Bangli. Ketiga, me-

RSU Bangli Kesulitan Dapat Masker Bangli (Bali Post) Merebaknya virus Corona di beberapa negara menyebabkan terjadinya kelangkaan masker. Hal itu sangat dirasakan pihak Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli. Sejak sebulan terakhir, RSU Bangli kesulitan mendapatkan masker. Wadir Pelayanan RSU Bangli dr. Ni Wayan Ari Susanti, Selasa (3/3) kemarin, mengatakan saat ini stok masker yang dimiliki pihaknya masih sekitar 30

boks. Stok tersebut cukup untuk persediaan sekitar satu bulan. Pihaknya mengaku kesulitan mendapatkan masker sejak merebaknya virus Corona. Kelangkaan masker dirasakan terjadi sekitar sebulanan terakhir. ‘’Uang ada, tapi barangnya kita tidak dapat beli,’’ ungkapnya. Dijelaskannya, ketersediaan masker menjadi salah satu standar yang harus dipenuhi rumah sakit. Masker dibutuhkan sebagai penun-

jang kegiatan medis. Dengan terbatasnya stok masker saat ini, dr. Ari mengakui pihaknya kini mengefektifkan penggunaan masker untuk aktivitas di ruang UGD, ruang operasi dan ruang isolasi. ‘’Sementara ini kita cukupkan dengan stok yang ada sambil berusaha melakukan pengadaan,’’ terangnya. Sementara itu, Ketua Komite Medik RSU Bangli dr. I Made Rama Putra, Sp.Pd. meminta masyarakat tidak perlu panik dengan virus

Corona. Untuk mencegah terjangkitnya virus itu masyarakat diimbau menerapkan pola hidup sehat. Perilaku hidup bersih, menurutnya, sangat berperan besar. Contohnya rajin mencuci tangan serta tidak membuang cairan tubuh sembarangan. Seperti saat batuk maupun bersin. ‘’Ini sangat membantu mencegah penularan penyakit,’’ terangnya. Direktur RSU Bangli dr. Nyoman Arsana berharap tidak ada warga Bangli yang terjangkit Corona. Sebagai

langkah antisipasi penanganan jika sewaktu-waktu ada pasien yang terindikasi terjangkit Corona, pihaknya telah membentuk tim. Pihaknya sudah menyiapkan dua ruang isolasi. Tim tersebut terdiri dari dokter penyakit dalam, dokter radiologi, dokter anak dan lainnya. Sementara dua ruang isolasi yang disediakan ada di IGD dan Cempaka. Saat ini ruang isolasi tersebut sedang diusahakan agar memenuhi standar. (kmb40)

Tergenang Luapan Air, Jalan Penghubung Banjar Tambahan-Tegallalang HUJAN deras yang mengguyur wilayah Bangli selama beberapa jam, Selasa (3/3) sore membuat saluran air dari Beji Anakan Dedari di Lingkungan Tegallalang, Kelurahan Kawan meluap. Tingginya luapan air tidak pelak mengakibatkan jalan penghubung dari Lingkungan Tegallalang menuju Banjar Tambahan, Desa Jehem sempat tidak terlihat. Pasalnya, akses jalan itu tergenang air relatif tinggi. Apakah sudah ada atensi dari Pemkab Bangli melalui instansi terkait?

Klian Subak Tegallalang, Sang Ketut Rencana, mengatakan meluapnya saluran air tersebut terjadi akibat besarnya volume air yang datang dari hulu. Saking besarnya volume air itu, terowongan yang ada di bawah jalan itu otomatis kepenuhan. Sehingga tidak terhindarkan air akhirnya meluap ke jalan. “Selama ini terowongan yang ada dengan besarnya volume air yang mengalir dari hulu tidak seimbang. Belum lagi ada banyak potongan kayu dan ranting kayu yang hanyut. Maka hal itu menyumbat terowongan yang ada. Maka akibatnya, air meluber ke jalanan,” ungkapnya. Akibat luapan air tersebut, kata Sang Rencana, akses jalan menjadi terendam. Kondisi seperti itu diakuinya sudah beberapa kali terjadi setiap hujan deras. Karena perlu, perhatian instansi terkait ikut menangani persoalan itu. ‘’Kami mohon ada atensi dari Pemkab Bangli melalui instansi terkait penyelesaian masalah itu,’’ harap Sang Ketut Rencana.

Besarnya volume air di saluran tersebut, kata Sang Ketut Rencana, cukup membuatnya khawatir. Menurutnya, kalau setiap hari hujan deras seperti kemarin, maka bukan tidak mungkin hal itu menyebabkan jalan akan jebol. Alasannya, hal itu akan mengakibatkan dinding jalan yang ada akan terkikis air sedikit demi sedikit.

Bali Post/ist

GOTONG ROYONG - Warga gotong royong menyingkirkan longsoran tanah yang menimbun jalan.

“Syukur sekarang ini hujan sudah reda. Karena itu, jalannya sudah terlihat,” ujarnya. Berdasarkan laporan yang masuk ke BPBD Bangli, hujan deras di Bangli menyebabkan tanah longsor dan juga rumpun bambu di Desa Tembuku tergerus. Akibat kejadian itu arus lalin di Banjar Kedui menuju Kelempung

terganggu. Upaya penanganan dilakukan warga secara gotong royong. Kasi Kedaruratan Logistik BPBD Ketut Agus Sutapa menambahkan, longsor juga tejadi di Desa Peninjoan. Tebing jalan yang menghubungkan Peninjoan, Objek Wisata Dukuh Hill longsor dan mengganggu arus lalu lintas. (ina)

I Made Gianyar minta Pemkab Bangli mengkaji secara hukum penerapan tiket masuk (retribusi) yang dilaksanakan di jalan raya Denpasar-Singaraja melalui

Kintamani. Keempat, meminta Pemkab Bangli agar setiap kebijakan yang diambil lebih berpihak kepada pertumbuhan ekonomi rakyat. (kmb40)

PKB Dianggarkan Rp 1,4 Miliar Bangli (Bali Post) Pesta Kesenian Bali (PKB) akan kembali digelar Juni mendatang. Untuk mengikuti event tahunan tersebut, Kabupaten Bangli telah menyiapkan belasan sekaa seni. Sedangkan anggaran yang disiapkan mencapai Rp 1,4 miliar. Dana itu berasal dari DAU dan BKK Provinsi. Kabid Kesenian Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli I Wayan Sudrawan, Selasa (3/3) kemarin mengatakan, sedikitnya ada 16 sekaa seni yang dilibatkan dalam PKB tahun ini. Adapun materi yang akan diisi oleh Bangli di antaranya gong kebyar dewasa, gong kebyar anak, gong kebyar wanita, drama gong, lagu pop, ngelawang, joged bungbung, lomba gender anak dan lainnya. Persiapan seperti latihan-latihan sudah mulai dilakukan masing-masing sekaa seni yang akan terlibat. Pihaknya dari Disparbud juga sudah turun ke lapangan untuk mengecek dan memantau persiapan yang sudah berjalan. Kata Sudrawan, Pemkab Bangli tidak lagi menganggarkan dana dari BKK Kota Denpasar. Alasannya, agar kejadian tahun sebelumnya tidak terulang kembali. Seperti diketahui, akibat dana PHR Denpasar tak kunjung cair hingga November tahun lalu, seniman dari Bangli yang berpartisipasi dalam PKB terpaksa harus menalangi pentas dengan biaya sendiri. Bahkan mirisnya ada yang sampai harus menjual mobil pribadinya. Saat itu dikatakan Denpasar batal memberikan dana BKK. (kmb40)


Rabu Wage, 4 Maret 2020

Pantau Proyek Revitalisasi Pasar Banyuasri

Dewan Minta Kontraktor Antisipasi Libur Hari Raya

Singaraja (Bali Post) Komisi II DPRD Buleleng memantau pelaksanaan megaproyek revitalisasi Pasar Banyuasri, Selasa (3/3) kemarin. Pemantauan ini dipimpin Ketua Komisi II DPRD Buleleng Putu Mangku Budiasa bersama anggotanya dan Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Buleleng Putu Adiptha Eka Putra. Rombongan diterima direksi PT Tunas Jaya Sanur selaku pelaksana proyek. Selain berdiskusi terkait pelaksanaan proyek, dewan juga meninjau pelaksanaan mega proyek senilai Rp 186 miliar itu. Para anggoa dewan tampak serius mengamati aktivitas pekerja dan material yang sudah dipasok ke lokasi proyek. Ketua Komisi II Putu Mangku Budiasa mengatakan, pemantauan ini bagian dari tugas di komisi, mengingat revitalisasi proyek pasar tergolong proyek besar. Pemantauan ini dalam rangka membangun koordinasi dan komunikasi, sehingga pelaksanaan proyek berjalan sesuai perencanaan. Di sisi lain legislator dua kali periode ini mengingatkan, dalam sisa waktu pelaksanaan di tahun ini, rekanan diharapkan mengantisipasi datangnya hari libur hari raya Nyepi. Selain itu, memasuki hari raya Idul Fitri di

Bali Post/kmb38

PROYEK - Komisi II DPRD Buleleng memantau pelaksanaan proyek revitalisasi Pasar Banyuasri, Selasa (3/3). tahun ini, sehingga akan ada banyak hari libur. “Kita lihat pelaksanaan jalan. Rekanan ini sudah berpengalaman mengerjakan mega proyek seperti ini, tetapi kami ingatkan mengantisipasi banyak hari libur di tahun ini, seperti Nyepi, puasa, dan Idul Fitri tahun 2020,” jelasnya. Di sisi lain, Mangku Budiasa menyebut kondisi APBD tahun ini akan terkoreksi hingga ada opsi rasionalisasi anggaran. Mengantisipasi kesiapan anggaran untuk mega proyek revitalisasi Pasar Banyuasri, pihaknya mendesak pemerintah tidak menggeser pos anggaran-

nya. Apalagi ini menyangkut proyek prestisius, maka komitmen harus diwujudkan rampung di tahun ini. Plt. Kepala Dinas PUPR Buleleng Putu Adiptha Eka Putra mengatakan, progres fisik di lapangan sudah mencapai 20,3 persen dan dibandingkan schedule menunjukkan kemajuan 3 persen lebih. Mengantisipasi pasokan material, rekanan memiliki stok memadai. Dia mencontohkan baja ringan stoknya tersedia cukup, sehingga dipastikan tidak akan menghambat pelaksanaan di lapangan, meskipun akan memasuki Idul Fitri. (kmb38)

DPO Kasus Narkoba Ditangkap

Singaraja (Bali Post) -

Tim gabungan Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali dan Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Buleleng, Senin (2/3) malam menangkap DPO Made Yuda Putra alias Yuda (38) asal salah satu desa di Kecamatan Seririt. Dia ditangkap sedang pesta sabu-sabu dengan sepupunya, Putu Kisnawan alias Tukis, di sebuah rumah di jalan raya Desa Lokapaksa. Dari penangkapan ini, tim gabungan menyita barang bukti paket sabu yang belum dipakai, timbangan, dan alat hisap sabu (bong - red). Made Yuda Putra yang terlibat kasus kepemilikan sabusabu sebelumnya melakukan upaya hukum mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Hasilnya, keputusan MA menguatkan vonis Pengadilan Negeri (PN) Singaraja atas kepemilikan sabu-sabu dengan hukuman 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 800 juta. Karena masa penahanan sudah habis, namun keputusan MA terlambat diterbitkan, sehingga Yuda Putra dibebaskan dari Lapas Kelas II-B Singaraja. Sejak keluar penjara, Yuda Putra ini malah kembali memakai sabu-sabu. Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng Nur Chusniah mengatakan, saat ditangkap yang bersangkutan sedang menggunakan sabu-sabu bersama sepupunya. Di lokasi penangkapan polisi menemukan tujuh paket sabu, bong, timbangan, plastik klip, gunting, dan alat bukti lain. Barang bukti ini telah disita untuk pemeriksaan lebih lanjut. “DPO kita tahan di Kejari Buleleng. Karena ini merupakan putusan MA, maka DPO akan kami eksekusi ke

Lapas Kelas II-B Singaraja. Sedangkan sepupunya akan diproses lanjut oleh Sat Resnarkoba Polres Buleleng,” katanya. Nur Chusniah menambahkan, DPO kasus narkoba terpaksa dibebaskan karena adanya keterlambatan putusan yang diterima dari Mahkamah Agung saat mengajukan upaya hukum melalui kasasi, namun sejak Juli tahun lalu upaya pencarian dilakukan, bahkan beberapa kali pengerebekkan yang dilakukan oleh tim gabungan selalu gagal. “Ada keterlambatan penerimaan putusan dari MA, diputus 26 Juni 2019 dan kita terima tanggal 12 Juli 2019, sedangkan penahanannya habis 30 Juni 2019 sehingga terpidana harus keluar demi hukum,” jelasnya. Kasat Narkoba AKP I Made Derawi seizin Kapolres Buleleng AKBP Made Sinar Subawa mengatakan penangkapan DPO ini setelah pihaknya mendapat informasi dari masyarakat yang menyebut ada pesta sabu. Setelah dicek, benar saja DPO bersama sepupunya ditemukan sedang mengonsum-

Bali Post/kmb38

DITANGKAP - Tim gabungan menangkap DPO kasus penyalahgunaan narkoba, Senin (2/3) tengah malam. si sabu-sabu. Saat itu pihaknya membekuk keduanya tanpa perlawanan. Dari temuan barang bukti di lokasi kejadian, para tersangka selain menggunakan, yang bersangkutan juga diduga mengedarkan sabusabu tersebut. “Bersama kita membuntuti dan penyergapan dan beberapa kali kita gagal. Tadi ada informasi masyarakat, maka kita langsung melakukan penggerebekkan dan satu tersangka lain bersama barang buktinya,” tegasnya.

DPO Yuda Putra ditahan di Lapas Kelas II-B Singaraja untuk mengikuti proses lebih lanjut. Sepupunya, Kisnawan alias Tukis, masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres Buleleng. Sementara itu, Yuda Putra yang kesehariannya sebagai seorang buruh bangunan mengaku membeli sabu-sabu dengan cara patungan dengan sepupunya. Alasan memakai sabu karena ada masalah rumah tangga. (kmb38)

RSUD Siapkan Ruang Penanganan Pasien Terjangkit Corona

Bali Post/ist

KESIAPAN - Komisi IV DPRD Buleleng mengecek kesiapan ruang dan sarana-prasarana untuk pasien yang terjangkit virus Corona.

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA *Dcr Receptionist,SpaTherapist REBORNspa,Jl.SunsetA1P:766744

Dcr Sopir Punya SIM A, Jujur & Disiplin 0361-8475290 B.BP.001.03.20.0000058

Dicari Sopir Serabutan Hub.081338605267 B.BP.001.03.20.0000087

B.BP.001.02.20.0000818

Bth: Admin Penjualan, tamatan SMK, Pengalaman utk Pabrik di Tabanan Hub.Dewi 081236222509 B.BP.031.03.20.0000070

Dcr Asisten Rumah Tangga Gaji 1.7jt pengalaman , 085100883990

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Rmh Lt 3,LA Toproof.4KT,2RK StyleBali,Grs Luas 0361-234873 B.BP.001.03.20.0000060

B.BP.004.03.20.0000069

DIJUAL TANAH

Dcr PRT utk vila Jl.Kesambi Gg. Kesambi Indah 22, 085738838639

Jual Tanah 3,14 Are Jl.Kerta Dalem Sidakarya H.082236284773

B.BP.001.03.20.0000066

B.BP.001.03.20.0000026

SERVICE

BIRO JASA

Singaraja (Bali Post) RSUD Buleleng menyiapkan ruangan khusus untuk perawatan awal jika ada pasien yang mengarah gejala klinis terjangkit virus Corona. Persiapan yang dilakukan rumah sakit itu dipantau Komisi IV DPRD Buleleng, Selasa (3/3) kemarin. Rombongan dewan yang dipimpin Ketua Komisi IV Luh Hesti Ranitasari itu diterima Dirut RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana. Namun, ruang perawatan

itu dinilai terlalu sempit di depan IGD. Ukurannya sekitar 2 x 3 meter, cukup untuk satu pasien. Di dalam ruangan tersebut terdapat satu bed pasien, sejumlah peralatan medis, serta enam pakaian pelindung antivirus (Hazmat Suit). Luh Hesti Ratnasari mengakui hal itu, namun kondisi tersebut tidak terlalu dipermasalahkan. Pihaknya hanya meminta kepada direksi rumah sakit untuk

DIJUAL TANAH

KEHILANGAN

SINGARAJA

Hilang BPKB No.N10743361-O DK 3073 FAG AN.Mareike Steinberg

Tnh 1,5Are Jl.Lingga, Banyuasri Jl.3Mtr Hp.0811398154

B.BP.001.03.20.0000049

BIRO JASA Sy siap Bntu Bayarkan Laporkan Pajak Blnan,SPT Tahunan HP/WA 087887729409 & 081.338.344.155 B.BP.001.01.20.0000814

RUPA-RUPA B.Dana Cpt Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 08123985172 B.BP.001.03.20.0000005

menambah satu unit bed cadangan untuk pasien, untuk mengantisipasi kalau bed yang sebelumnya rusak atau jumlah pasien yang membeludak. “Kita tidak tahu kalau pasiennya lebih dari satu maka cadangan bed harus disiapkan. Kami harap ini ditangani segera oleh direksi,” katanya. Di sisi lain ligislator asal Desa Tamblang Kecamatan Kubutambahan ini mengatakan, rumah sakit agar

segera melakukan simulasi, sehingga petugas medis lebih terlatih dan sigap menangani pasien yang terjangkit virus Corona. “Tenaga medisnya harus disiapkan juga, tidak cukup sarananya, makanya kami usulkan ada simulasi untuk latihan sehingga kalau benar terjadi petugas medis tidak kelabakan,” jelasnya. Direktur RSUD Buleleng dr. Gede Wiartana mengatakan, ruang perawatan yang dimiliki memang kecil.

Sebab, bila menerima pasien dengan gejala batuk, flu, demam dan radang paru, pihaknya akan langsung merujuk pasien itu ke RSUP Sanglah. “Kalau ada pasien dengan gejala klinis terjangkit virus Corona, kami tidak akan merawat. Jadi ruang ini sifatnya hanya persiapan untuk dirujuk ke rumah sakit yang sudah ditunjuk oleh pusat yakni RSUP Sanglah, RSUD Tabanan, dan RSUD Gianyar,” katanya. (kmb38)

B.BP.001.03.20.0000059

Hlg BPKB No.L-10230483 DK 7843 OD an NiLuh PutuDian Mega Dewi

B.BP.004.03.20.0000068

Hlg Sertifikat Hak Milik No.7813/ Desa Ungasan, Luas 520m2 Surat Ukur No.4942/Ungasan / 2007, tercatat a.n Martiningsih Terletak di Jl.Villa Karma Kandara,Villa 09, Br.Wijaya Kusuma,Desa Ungasan,Kecamatan Kuta Selatan,Kabupaten Badung B.BP.004.03.20.0000056

RUPA-RUPA

SERVICE

BALI POST.COM - RADIO GLOBAL 96,5 FM Print & On Line Radio HARIAN @balipost_com @balipostcom web: www.balipost.com balipost Global 96,5 FM

www.radioglobalfmbali.com globalfm bali globalradiobali

Terbit/disiarkan : Selasa, Rabu, dan Jumat

JENIS PAKET HARIAN BALI POST RADIO GLOBAL

}

PAKET

1 kolom x 50 mm Bronze 12 x siar / bulan 500.000,- / 20 kali 1 menit 1 kolom x 100 mm Silver 24 x siar / bulan Adlib 1.000.000,/ 20 kali Spot 1 menit 1 kolom x 150 mm Gold 36 x siar / bulan 1.500.000,- / 20 kali BAGIAN IKLAN JL. KEPUNDUNG 67 A DENPASAR : email: iklanbp@yahoo.co.id atau iklan@balipost.com atau WA: 081082411818 Telp. (0361) 225764

- OTOMOTIF - FASHION - TRAVEL AGENT - PROPERTY - SALON/SPA - FURNITURE - HOTEL - ASESORIS - KULINER - BIRO JASA - SERVICE


Rabu Wage, 4 Maret 2020

Ketua LPD Tuwed Tersangka Korupsi

Negara (Bali Post) Kasus dugaan korupsi di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Tuwed memasuki babak baru. Kejari Jembrana menetapkan satu tersangka yang merupakan oknum pengurus lembaga perkreditan di desa yang berada di Kecamatan Melaya itu. Penetapan tersangka ini dilakukan setelah tim jaksa dari Pidsus melakukan pemeriksaan, Selasa (3/3) kemarin.

PEMERIKSAAN - Tim penyidik Kejari Jembrana melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, Selasa (3/3) kemarin.

Kajari Jembrana Pipiet Suryo Priarto W. mengatakan, dari hasil penyelidikan yang dilakukan pidsus, Kejari telah menetapkan satu tersangka. Tersangka ini menjabat Ketua LPD Tuwed, Dewa Putu Astawa. Tim penyidik juga telah menerima hasil audit pengelolaan keuangan di LPD tersebut dari audit independen. ‘’Kerugian untuk satu tersangka ini mencapai Rp

Negara (Bali Post) – Sejumlah bangunan di Pura Taman, Banjar Adat Sumbermis, Desa Pekutatan tertimpa pohon beringin, Sabtu (29/2) lalu. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun beberapa bangunan seperti bale piasan dan satu palinggih di dalam areal pura hancur. Klian Adat Sumbermis Ketut Murjana, Selasa (3/3) kemarin, mengatakan pohon beringin yang sudah sangat tua itu roboh pada hari raya Kuningan lalu. Hingga kemarin pohon tua itu masih memenuhi areal pura. Pangempon juga telah melaporkan hal ini ke pihak terkait dan kemarin dari Badan Penang-

gulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana melakukan pembersihan. Kepala Pelaksana BPBD Jembrana Ketut Eko Susila AP membenarkan tim reaksi cepat diturunkan untuk menindaklanjuti kejadian pohon tumbang tersebut. Dari pengecekan, sejumlah bangunan rusak tertimpa pohon. Di antaranya bale piasan ukuran 2,5 x 2,5 meter, bale banten ukuran 2,5 meter x 1,5 meter, palinggih dan candi pura serta tembok panyengker sisi selatan dan utara. Pura ini berada di pinggir jalan jurusan Pekutatan menuju Bunut Bolong dan masuk areal Persil (perkebunan perusda). (kmb26)

HANCUR - Areal Pura Taman di Sumbermis, Pekutatan yang tertimpa pohon beringin hingga sejumlah bangunan di areal pura hancur.

Senin, 2 Maret 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:00 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita

Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Melalui Pujawali Kita Tingkan Pelembagaan Ajaran Agama Hindu (2) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Ball Hanoman (3) Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Solusi Alternatif Marion Sam Lejel Homeshopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shooping Puja Trisandya Bali TV Shop Kalung Omkara Berita Siang

13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 16:30 Wita 17:00 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 20:30 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:05 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita 00:00 Wita

Bali TV Shop Lutut Ocydia Home Shooping Klip Bali Ocydia Home Shooping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini DW TV Global 3000 Bali TV Shop Kalung Omkara Dialog Interaktif Putra SBA Puja Trisandya Seputar Bali Bali TV Shop Kalung Omkara Orti Bali Bali TV Shop Kalung Omkara Wirasa Peduli Sesama Bali TV Shop Kalung Omkara Folk Song Bali TV Shop Kalung Omkara Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shooping Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Chanel

tup kemungkinan ada tersangka lainnya yang nantinya terlibat dalam korupsi dana LPD tersebut. Tim penyidik juga telah mendapatkan audit independen dari tahun 2001 hingga Maret 2019. Sebelumnya, kasus ini mencuat setelah adanya laporan dugaan penyelewengan penggunaan dana di LPD Tuwed, akhir tahun lalu. Diduga ada penyimpangan dalam lembaga keuangan itu

setelah masyarakat yang juga nasabah tidak bisa menarik tabungannya. Dengan alasan tidak ada dana. Selama ini warga hanya dijanjikan tabungan mereka akan dicairkan. Warga khawatir uang itu digunakan untuk kepentingan pribadi oleh oknum pengurus. Lantaran tak berujung dibayar, akhirnya masalah tersebut berkembang hingga masuk laporan ke Intelijen Kejari Jembrana. (kmb26)

Ekonomi

Beringin Timpa Pura Taman

Sejumlah Bangunan Hancur

800 juta,’’ terang Pipiet didampingi Kasi Pidsus Ivan Praditya Putra. Dari pemeriksaan, modus yang dilakukan tersangka menggunakan dana LPD untuk kepentingan pribadi. Salah satu caranya menggunakan dana pinjaman warga ke LPD. Setelah penetapan tersangka ini, tim akan melakukan pemeriksaan tahap selanjutnya dan memanggil saksi-saksi. Tidak menu-

Beachwalk Shopping Center

Siapkan Pengunjung ’’Instant Rewards’’

BEAUTY STARTS HERE! Beachwalk Shopping Center kembali mengangkat tema kecantikan dengan ‘’Smashin Beauty’’ di bulan Maret 2020. Tidak hanya berusaha untuk memberikan suasana yang baru untuk para pengunjungnya, Beachwalk Shopping Center juga memberikan berbagai macam kegiatan dan promo menarik dalam suasana Hari Suci Nyepi Tahun Baru Çaka 1942. Dalam rangka merayakan Hari Suci Nyepi, Beachwalk menampilkan Pawai Mini Ogoh-ogoh Anak-anak yang akan berkeliling di seputar area koridor mall dimulai pukul 17.00 – 18.00 tanggal 20 Maret 2020. Beachwalk juga menghadirkan THR Nyepi Program Spesial untuk pengunjung dengan KTP Bali. Pengunjung bisa mendapatkan Instant Rewards pada 21 – 27 Maret 2020 dengan minimum pembelanjaan Rp 1.500.000 (maks. 2 struk) dan menunjukkan KTP Bali ke Customer Service Lounge di level 1. Program ini hanya berlaku 1 kali penukaran untuk 1 pengunjung dengan stok terbatas. YOUR REWARDS, YOUR WAY! Diluncurkannya program membership ‘’Corner’s Card’’ di bulan Oktober

2017 membuat Beachwalk Shopping Center semakin memanjakan pelanggan setianya dengan berbagai macam program dan promo menarik. Melalui program loyalitas ini pengunjung dapat mengumpulkan dan menukarkan poin dengan berbagai macam hadiah serta voucher menarik. Cara mendapatkan Corner’s Card sangatlah mudah. Hanya dengan melakukan minimum transaksi senilai Rp 50.000 dalam satu struk di hari yang sama di seluruh Tenant Beachwalk Shopping Center dan menukarkannya ke Customer Service lantai 1. Pemegang Corner’s Card ini akan mendapatkan benefit keanggotaan tidak hanya di Beachwalk Shopping Center namun di semua mall dalam naungan Management Cornerstone lainnya yakni FX Sudirman Jakarta dan 23Paskal Bandung. Keistimewaan lainnya, pemegang Corner’s Card juga berkesempatan untuk memenangkan lucky draw di bulan Desember berupa voucher menginap semalam di H Sovereign Bali (*T&C apply). BEAUTY STARTS HERE! Di bulan Maret 2020, Beachwalk Shopping Center akan memanjakan hasrat belanja pengunjung dengan program istimewa. Spesial un-

tuk member Corner’s Card, nikmati Beauty Additional Points selama di bulan Maret, pembelanjaan khusus di hari kerja (Senin – Kamis). Melalui program ini, customer bisa mendapatkan kesempatan memperoleh additional 20 points dengan melakukan pembelanjaan minimal Rp 2.500.000 di tenant Beauty & Health maksimal dua struk. Spesial di bulan Maret ini, Beachwalk akan memanjakan para Top Spenders melalui Program Marchvelous Giveaway di mana pembelanjaan terbanyak dari tanggal 7 – 13 Maret 2020 berhak memenangkan Beachwalk

Shopping Voucher masingmasing senilai Rp 250.000. Pemenang akan dihubungi langsung oleh Beachwalk Management setelah periode program berakhir. Beachwalk juga memberikan program Happy 20th spesial untuk di setiap tanggal 20 sepanjang tahun 2020. Pengunjung dapat menikmati tambahan 20 points, dengan melakukan pembelanjaan minimum Rp 2.500.000 di dalam 2 struk di semua tenants Beachwalk Shopping Center. Beachwalk meluncurkan program ‘’Tourist Wallet’’ yang hanya bisa dinikmati

oleh wisatawan mancanegara yang menawarkan 2 hak istimewa sebagai member program ini di Beachwalk Shopping Center. Instant Reward akan diberikan dengan pembelanjaan minimal IDR 300.000 dan Jasa Penitipan Koper Gratis akan diberikan dengan pembelanjaan minimal IDR 500.000 di tenant-tenant Beachwalk Shopping Center. Pendaftaran untuk menjadi member program Tourist Wallet ini bisa dilakukan di meja Customer Service, lantai 1 hanya dengan menunjukkan passport yang masih berlaku. (ad072)

Skenario Blok Satu Rumah Sakit Terkait jumlah pasien yang sudah dirawat, sejak 22 Januari sampai saat ini, RSUP Sanglah merawat 25 pasien dengan status dalam pengawasan Corona. Dari semua pasien itu, 24 orang dinyatakan negatif. Pasien yang baru datang itu masih diambil sampelnya. Nanti akan dibawa sampelnya ke Jakarta. Sementara itu di tempat terpisah, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati menyinggung kesiapan rumah sakit di Bali bila ada pasien yang

disinyalir terinfeksi virus Corona. Beberapa skenario sudah disiapkan bersama Dinas Kesehatan andaikata ada lonjakan pasien dan membutuhkan ruang perawatan hingga di atas 50, ataupun sampai di atas 100 dan 200 orang. Ada beberapa alternatif rumah sakit yang akan disiapkan yakni RS Unud di Bukit dengan kapasitas 100 pasien dan RS Bali Mandara dengan kapasitas 200 pasien. Dengan kata lain, Bali sudah siap menghadapi kemungkinan-kemungkinan itu. ‘’Skemanya sudah ada, kita coba memanfaatkan secara maksimal ketiga rumah sakit rujukan

ini dulu. Kemungkinan terburuk andaikata pun kita harus memblok satu RS untuk penanganan Corona di Bali, itu pun akan kita lakukan,’’ papar pria yang akrab disapa Cok Ace ini usai memimpin Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi Virus Corona di Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Selasa kemarin. Pihaknya berharap hasil laboratorium kedua pasien itu negatif virus Corona. Meski demikian, ia menegaskan, Bali harus selalu siap dengan kemungkinankemungkinan yang akan terjadi. Antara lain kesiapan terkait kesediaan fasilitas

berupa ruang perawatan atau tempat tidur untuk pasien. Dalam siaran pers yang disampaikan Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyebutkan, sampai saat ini di Provinsi Bali belum ditemukan kasus positif Corona. Sementara itu, kasus yang ditangani dengan gejala-gejala demam, batuk, pilek dan memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri sejumlah 29 orang dengan rincian 22 kasus hasil pemeriksaan labolatorium negatif Covid-19 dan 7 kasus masih menunggu hasil laboratorium, di mana kasus tersebut sudah menunjuk-

kan gejala klinis membaik. Juga disebutkan, Provinsi Bali telah memiliki sistem mitigasi (pengurangan risiko) yang sesuai dengan standar WHO (World Health Organization). Untuk di RSUP Sanglah telah siap empat ruang isolasi dan ruangan lainnya yang terstandar dengan 18 tempat tidur. Sementara di RSUD Sanjiwani Gianyar terdapat satu ruangan isolasi dan ruangan lainnya yang terstandar dengan 10 tempat tidur. Demikian pula di RSUD Tabanan dengan dua ruangan isolasi dan ruangan lainnya yang terstandar dengan 7 tempat tidur. (kmb32/kmb23)

Pengembangan Iklim Usaha yang Kondusif Maka dari itu, perlu peran pemerintah pusat dan pemerintah daerah maupun para stakeholder terkait sangat diharapkan dapat memberikan pemberdayaan bagi UMKM untuk diselenggarakan secara menyeluruh, optimal dan berkesinambungan melalui pengembangan iklim usaha yang kondusif, pemberian kesempatan berusaha, dukungan, perlindungan, dan pengembangan usaha yang seluasluasnya, sehingga mampu meningkatkan kedudukan, peran, dan potensi UMKM dalam mewujudkan pertumbuhan ekonomi, pemerataan dan peningkatan pendapatan rakyat, penciptaan lapangan kerja, dan pengentasan kemiskinan. Keberadaan UMKM dalam era ketidakpastian ekonomi dunia dan isu resesi ekonomi dunia juga perdagangan bebas dunia diharapkan mampu menangkap peluang yang baik

dan apabila salah dalam mengambil keputusan usaha akan menjadi tantangan yang begitu fatal. Maka dari itu, bentuk tantangan dan peluang yang sangat strategis dalam mengisi persaingan pasar global diharapkan mampu memberikan multiplier effect bagi UMKM. Tantangan UMKM yang harus ditampilkan untuk menghadapi strategi dalam mengisi keperluan dan kebutuhan pasar dalam negeri maupun pasar global yaitu UMKM yang memiliki strategi entrepreneurship yang berbasiskan teknologi dan kearifan lokal. Sementara kondisi pertumbuhan ekonomi saat ini, memperlihatkan pertumbuhannya masih sangat lambat, hal tersebut dapat dilihat dari pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016 mencapai 5,25 persen dan pada tahun 2017 pertumbuhannya mencapai 5,07 persen, sedangkan pada tahun 2018 pertumbuhannya mencapai 5,27 persen begitu pula pada tahun 2019 diproyeksikan pertumbuhannya mencapai 5,3

persen (tribun news.com 2018). Ini berarti dengan melihat kondisi pertumbuhan ekonomi tersebut, akan berdampak juga terhadap pertumbuhan dan perkembangan UMKM pada tahun 2018 sebanyak 59,2 juta orang, sedangkan UMKM yang sudah go online sebanyak 3,9 juta orang di mana pada tahun 2019 UMKM yang akan go online diproyeksikan sebanyak 8 juta orang. Untuk menghadapi tantangan UMKM di tahun 2020 sangat diperlukan persyaratan yang paling mendasar adalah membangun jiwa dan potensi entrepreneurship bagi pelaku UMKM. Apabila UMKM tidak menguasai jiwa dan potensi entrepreneurship serta demokrasi ekonomi dan demokrasi politik, juga termasuk teknologi dan kearifan lokal akan menjadi tantangan yang cukup serius di antaranya; pertama, lambatnya pertumbuhan dan perkembangan UMKM yang berdampak terhadap rendahnya pertumbuhan ekonomi rakyat yang dirasakan oleh

masyarakat, sehingga menyebabkan turunnya daya beli masyarakat dan turunnya produksi bagi ekonomi rakyat, yang pada gilirannya menyebabkan masyarakat tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya. Di samping itu, daya beli masyarakat yang menurun menyebabkan mundurnya usaha bisnis UMKM karena dampak dari berkurangnya pembeli. Kedua, adanya kekhawatiran dan ketakutan atas keadaan isu resesi ekonomi dunia dan ketidakpastian ekonomi global, sehingga membawa pergeseran terhadap sistem politik ekonomi yang sekaligus berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi kita. Karena telah memilih sistem ekonomi kerakyatan yang dilandasi dengan demokrasi ekonomi untuk meniti masa depan yang lebih memberikan harapan. Jadi dengan memilih sistem ekonomi kerakyatan sebagai kekuatan dalam membangun ekonomi yang penuh kesadaran, karena meyakini bahwa sistem ekonomi kerakyatan

yang berlandaskan demokrasi ekonomi adalah pilihan terbaik untuk ekonomi jangka panjang. Sekalipun tersedia pilihan lainnya, seperti yang dikehendaki oleh sejumlah elemen masyarakat dengan tuntutan bahwa sudah saatnya pemerintah memperbaiki kebijakan dalam bidang ekonomi yang memberikan kemudahan berusaha, perlindungan berusaha, dan perkuatan berusaha bagi pelaku UMKM. Karena melalui perbaikan kebijakan di bidang ekonomi akan membawa peran politik sebagai kedok demokrasi, sehingga terjadi tarik ulur kepentingan dalam membangun ekonomi yang berkeadilan. Ketiga, ketergantungan yang tinggi terhadap luar negeri, baik berupa pinjaman maupun investasi sangat ditentukan oleh situasi dan kondisi perkembangan ekonomi global maupun kondisi politik yang berkembang saat ini. Maka dari itu, diperlukan struktur ekonomi yang memiliki fondasi yang kuat dan

kokoh dengan asas gotong royong yang berlandaskan jiwa entrepreneurship, kearifan lokal dan UMKM yang sudah siap go online dengan kekuatan teknologi bisnis. Secara konstitusi kedudukan sistem ekonomi kerakyatan yang berlandaskan demokrasi ekonomi sangatlah kuat dan mampu menata masa transisi selama terjadinya ketidakpastian ekonomi global, supaya manajemen kualiti kontrolnya dalam kebijakan ekonomi betul-betul terjamin dan pada akhirnya akan menjadi era demokrasi ekonomi yang kian solid dan matang setelah melalui tahapan konsolidasi dan pendalaman demokrasi ekonomi yang berkelanjutan sesuai falsafah budaya Indonesia. Keempat, adanya persaingan tidak sehat diantara pelaku-pelaku UMKM yang membawa kepentingan politik dalam menggapai keuntungan, sehingga akan berdampak terhadap ketidak stabilan ekonomi baik secara mikro ekonomi maupun makro ekonomi. Disamping

itu, persaingan tidak sehat dalam situasi dan kondisi ketidakpastian ekonomi global, isu resesi ekonomi dunia dan perdagangan bebas global akan berdampak terhadap sulitnya tumbuh bisnis-bisnis baru, karena kecenderungan akan mengganggu dan memperlambat pertumbuhan ekonomi Indonesia. Tahun 2020 UMKM diharapkan terbangun sinergi antara demokrasi politik dengan demokrasi ekonomi dan struktur ekonomi yang berbasiskan entrepreneurship, teknologi bisnis (e-commerse), dan kearifan lokal, sehingga tantangan UMKM tidak mengalami kesulitan dan sudah siap menghadapi karut-marutnya iklim ketidakpastian ekonomi global, isu resesi ekonomi global, dan persaingan pasar global yang penuh dengan dinamika politik ekonomi, baik secara mikro ekonomi maupun makro ekonomi. Penulis, pemerhati ekonomi kerakyatan


Rabu Wage, 4 Maret 2020

Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Desa Adat Akah Kembangkan Seni dan Desa Wisata

DESA Adat Akah, Klungkung kini sangat optimis mengembangkan desa adatnya. Para tokoh masyarakat setempat kini mampu memperkuat program adat, sekaligus antusias menggali potensi desa adat sebagai upaya pelestarian adat, tradisi dan budayanya. Dukungan besar dari Pemprov Bali juga membuat Desa Akah kini kian serius mengembangkan berbagai potensinya, seperti seni tari, sekaa gong, membentuk sekaa pesantian hingga potensi objek pariwisata dalam program Desa Wisata Akah. Desa Adat Akah sudah cukup paham dengan program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, yang di dalamnya sangat kuat dalam visi Gubernur Bali Wayan Koster untuk memperkuat keberadaan desa adat. Bendesa Adat Akah Ida Bagus Nyoman Wirata, Selasa (3/3) kemarin, mengatakan bahwa desa adat setempat sudah melakukan Bulan Bahasa Bali, sebagai upaya pelestarian aksara, bahasa dan sastra Bali. Seluruh rangkaian kegiatannya sudah berjalan

cukup baik dan disambut antusias warga setempat. ‘’Program ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ ini banyak item program. Ini membutuhkan prioritas anggaran. Rencananya ke depan akan dikembangkan seni tari, sekaa gong dan sekaa pesantian. Ketiga program ini akan kami lakukan segera, di samping pelaksanaan upakara, nyangra wali di Pura Puncak Sari, Pura Puseh termasuk acara panyepian,’’ katanya. Selain memperkuat program

rutinitas desa adat, dia juga menyampaikan Desa Adat Akah ikut mendukung program Desa Wisata Akah. Setelah dibentuk Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) dan ditopang melalui desa adat, pembangunan Desa Wisata Akah mengarahkan warga desa untuk bersamasama menggali potensi desa setempat. Ida Bagus Wirata menegaskan, sesuai arahan Bupati dan Wakil Bupati Klungkung, adat dan dinas harus bersatu untuk memberikan dampak positif yang lebih besar bagi ma-

syarakat di sekitarnya dalam wadah Desa Wisata Akah ini. Seluruh program desa adat, dikatakan, telah disusun untuk setahun ke depan. Agar penggunaan BKK (Bantuan Khusus Keuangan) Provinsi Rp 300 juta dijabarkan berdasarkan kesepakatan paruman krama desa adat ditambah masukan dari Sabha Desa Akah yang tugasnya membantu bendesa adat dalam membuat suatu program. Penggunaannya sesuai ketentuan yang sudah diatur oleh Pemprov Bali. Besarnya bantuan dari Pemprov Bali ini, dikatakan, sangat dirasakan oleh masyarakat setempat. Sebab, dengan bantuan ini, sekarang desa adat sudah bisa total memberikan bantuan

Kagama Berkomitmen Bantu Pemerintah Atasi Wabah Corona KELUARGA Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) dipimpin Ganjar Pranowo beraudiensi dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/3). Pertemuan dengan Presiden Joko Widodo menjadi istimewa karena selain didampingi jajaran pengurus pusat, Ganjar Pranowo juga mengajak ketuaketua Pengda Kagama provinsi dari seluruh Indonesia. Turut hadir dalam audiensi tersebut Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Rektor UGM Panut Mulyono, Sekretaris Jenderal PP Kagama AAGN Ari Dwipayana serta Waketum Anwar Sanusi. Dalam pertemuan tersebut, Ganjar menyampaikan perhatian Kagama atas merebaknya wabah Covid-19 hingga menjangkiti dua WNI. Kepada Presiden, Ganjar menyampaikan apresiasi atas langkah cepat yang telah dilakukan pemerintah dalam mengevakuasi WNI di luar negeri. Baik di Wuhan, kapal pesiar World Dream, maupun terakhir di kapal pesiar Diamond

Princess. ‘’Tadi kami juga menyampaikan kepada Bapak Presiden mohon untuk menggencarkan edukasi publik guna menangkal virus Corona. Termasuk pusat informasi yang bisa menjadi tempat warga untuk bertanya dan melaporkan terkait virus Corona,’’ tutur Ganjar. Di samping itu, kasus Corona dinilai telah berdampak pada sektor ekonomi. Untuk itu, Kagama menyampaikan agar pemerintah juga fokus membangkitkan ekonomi dalam negeri. Hal ini, kata Ganjar, dapat ditempuh melalui alokasi belanja APBN dan APBD yang segera dibelanjakan dan dipastikan efektivitasnya. ‘’Misalnya dengan memperbanyak program cash for work untuk tingkatkan daya beli masyarakat serta menggalakkan kunjungan wisata dan MICE di dalam negeri,’’ ujar alumnus Fakultas Hukum UGM ini. Ganjar menegaskan, Kagama berkomitmen membantu pemerintah dalam

menangani wabah virus Corona. Komitmen itu diwujudkan dengan membentuk Virtual Crisis Center. Programnya antara lain lebih menekankan edukasi publik yang sejalan dengan arahan WHO dan Kemenkes RI, misalnya gerakan cuci tangan, hidup sehat, olahraga, dan sebagainya. Kagama mengajak semua elemen bangsa untuk bersatu, bahu-membahu dalam menghadapi situasi seperti ini. Kagama juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, jangan panik, dan tidak mudah terpancing provokasi untuk melakukan tindakan yang justru merugikan kepentingan bersama. ‘’Saya yakin pemerintah serius, siap dan mampu menanggulangi wabah virus Corona. Syaratnya, kita secara bersama-sama juga harus membantu pemerintah,’’ tegas Ganjar. Pihaknya juga menyiapkan program jangka menengah. Kagama akan segera menyusun usulan policy brief dalam mitigasi dampak ekonomi dari wabah Corona. Tidak hanya

bidang kesehatan, Ganjar akan mengajak segenap elemen Kagama sampai pengda dan pengcab, untuk secara bersama-sama berkontribusi bahu-membahu membantu pemerintah menangani dampak wabah Corona. ‘’Untuk policy brief, targetnya satu minggu ini sudah ada draf. Akan kita sempurnakan dalam bentuk FGD yang melibatkan UGM maupun forum Kagama yang lebih besar,’’ jelas Gubernur Jawa Tengah ini. Selain menyampaikan komitmennya untuk membantu pemerintah atas merebaknya wabah Corona, dalam kesempatan audiensi dengan Presiden tersebut, Ganjar juga menyampaikan 13 rekomendasi strategis hasil Musyawarah Nasional (Munas) XIII Kagama di Bali tanggal 15-16 November 2019 lalu. Selanjutnya Ganjar menyampaikan soal kepengurusan PP Kagama yang telah terbentuk sebanyak 261 orang. Rinciannya, 191 orang sebagai Pengurus Pusat Kagama, 61 orang sebagai Dewan Dewan Pakar, dan sembilan orang sebagai Dewan Pertimbangan Kagama. Beberapa yang masuk di kepengurusan merupakan pejabat level menteri, profesional, hingga pekerja sosial. Selain menyerahkan 13 rekomendasi strategis kepada Presiden, dalam kesempatan audiensi tersebut, Ganjar juga menyerahkan buku ‘’Dari Bulaksumur untuk Indonesia’’ kepada Presiden Joko Widodo. (kmb)

Bali Post/gik

POTENSI DESA - Wakil Bupati Klungkung Made Kasta yang juga tokoh masyarakat setempat saat menjajal potensi Desa Wisata Akah. Termasuk wisata spiritual berupa Goa Panji Landung di desa setempat. kepada masyarakat setiap nyangra pengodal di desa. Sehingga masyarakat Desa Akah tidak perlu lagi urunan atau dikenakan pepeson. ‘’Sebelumnya, desa adat han-

ya bisa membantu 50 persen saja. Sekarang sudah 100 persen. Cara sesenggak mangkin, kalau ngayah tinggal bawa blakas saja ke pura,’’ tegasnya. Dia berharap seluruh item program ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ ke depan

dapat dijabarkan dalam aspek yang lebih luas di Desa Adat Akah secara bertahap. Demikian juga program penguatan desa adat lainnya, agar terus berkelanjutan karena sudah amat dirasakan oleh masyarakat di Desa Adat Akah. (gik)

Program ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’ ini banyak item program. Ini membutuhkan prioritas anggaran. Rencananya ke depan akan dikembangkan seni tari, sekaa gong dan sekaa pesantian. Ketiga program ini akan kami lakukan segera, di samping pelaksanaan upakara, nyangra wali di Pura Puncak Sari, Pura Puseh termasuk acara panyepian.

Ninik Tjandri Perlihatkan Pakem Arja Klasik

MENANAMKAN pakem kesenian Arja Klasik, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali menggelar Kriyaloka (Workshop) Arja Klasik serangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-42 Tahun 2020, di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Denpasar, Selasa (3/3) kemarin. Kriyaloka menghadirkan narasumber maestro penari Arja Klasik Ni Nyoman Tjandri asal Singapadu, Gianyar. Kriyaloka ini diikuti peserta dari lima duta kabupaten/kota yang akan mengisi ajang Parade PKB pada 13 Juni - 11 Juli 2020 mendatang. Kadisbud Provinsi Bali Dr. I Wayan Kun Adnyana menjelaskan, tari Arja di PKB 2020 bagian dari parade yang diikuti oleh kabupaten kota se-Bali. Melalui Workshop Arja Klasik harapannya menjadi khazanah pelestarian budaya yang dibina secara terus-menerus, terutama bagi generasi milenial. Apalagi, kriyaloka Drama Arja Klasik ini merupakan bagian dari persiapan isian parade kabupaten/ kota. ‘’Harapannya agar ada pemahaman peserta kontingen, penari, pengiring agar

mendapat proyeksi pakem Arja klasik yang benar sehingga ini menjadi acuan. Walaupun diberikan gaya struktur tari Arja, bukan berarti mematikan gaya masing-masing daerah yang cukup beragam,’’ tandasnya. Pada PKB tahun ini, peserta parade Drama Arja Klasik diikuti lima kabupaten/kota yakni Denpasar, Gianyar, Tabanan, Badung dan Buleleng. ‘’Kita tahu Arja perjalanannya sangat populer dan dicintai, di samping menghibur ada juga tuntunan, ada nilai kisah yang disajikan secara apik, sehingga menjadi tontonan yang penuh makna,’’ ungkapnya. Sementara itu, workshop berlangsung menarik dan memukau. Ninik Tjandri, demikian disapa penari Arja yang melegenda ini, adalah tokoh penari serba bisa. Ninik Tjandri yang kini berusia 71 tahun masih bugar dan energik. Karisma Ninik Tjandri yang memesona, membuat peserta workshop ikut larut dalam setiap penjelasan pakem Arja klasik itu. Satu demi satu, kelihaian menarikan pakem tari Arja diperlihatkan Ninik Tjan-

dri kepada peserta workshop. Beberapa tokoh diperankan, seperti pemeran Mantri, Liku, Galuh, beserta tembang Arja berupa pupuh, geguritan dan sebagainya. ‘’Prinsipnya menarikan Arja Klasik bukanlah seperti menarikan gerakan Legong meski karakternya sama, begitupun pakem-pakem yang dipahami, seperti kapan waktunya kliwes, nyegut, pejalan, pekelid (istilah teknik menarikan Arja) yang disesuaikan dengan iringan gamelan Geguntangan harus dipahami dengan benar, sehingga sajian Arja benar-benar hidup,’’ kata Tjandri usai workshop. Ninik Tjandri tidak menoleransi gaya pakem Arja Klasik dibawakan secara urakan. Misalnya, tokoh Liku dengan lelucon yang diperankan secara vulgar bahkan porno. ‘’Liku itu sosok yang manja, pengen disanjung, hindari yang porno. Kalau toh ada ya… dibalut secara baik, penting ada lelucon tapi jangan vulgar atau porno, karena porno itu bukan karakter tari Arja Klasik,’’ pungkas putri dari tokoh seniman I Made Kredek ini. (win)

Persekaba U-15 Tembus Delapan Besar Mangupura (Bali Post) Kesebelasan Persekaba Badung U-15 mampu meraih prestasi di putaran nasional hingga babak delapan besar, di Magelang, Februari lalu. Persekaba Badung U-15 mewakili Bali ke putaran nasional, setelah juara Rayon Bali pada Piala

Soeratin musim 2019 lalu. Ketua Umum Askab PSSI Badung Nyoman Graha Wicaksana, di Kuta, Selasa (3/3) kemarin menuturkan, tim asuhan Pelatih Eka ini sempat menaklukkan Jabar, kemudian dikalahkan Kalbar, dan tersingkir pada babak delapan besar. Graha menjelaskan,

meskipun Asprov PSSI Bali telah menggelar kongres tahunan namun pihaknya belum mengagendakan Kongres Tahunan Askab PSSI Badung. Alasannya, sebelum menyusun laporan pertanggungjawaban seluruh kegiatan induk organisasi sepak bola di Badung ini, pihaknya bakal menggelar rapat exco

dulu. ‘’Sebelum kongres tahunan, kami akan menyusun laporan kegiatan tahun lalu, berikut penyusunan program 2020 ini,’’ ungkap pria yang akrab disapa Koming ini. Dijelaskannya, kendati kompetisi usia dini makin berjenjang mulai U-12, U-13, U-14, U-15, dan U-17 tetapi sejauh ini Askab PSSI Badung belum memastikan ikut berpartisipasi pada kategori yang mana. Pasalnya, di tubuh PSSI Badung disepakati jika PS Badung atau Persekaba U-15 ambil bagian, maka klub anggota dilarang mengirimkan timnya. ‘’Klub anggota Askab PSSI Badung boleh mengirimkan tim asalkan berganti nama. Misalnya Kuta Boys, bukan nama klub anggotanya,’’ tuturnya. Oleh sebab itu, Koming memilih fokus pembentukan tim Porprov Bali XV/2021. Apalagi Badung selaku tuan rumah, sekaligus juara bertahan cabor sepak bola. (022)

Impor Belum Terpengaruh, Stok Pangan Cukup Denpasar (Bali Post) Di tengah mewabahnya virus Corona, ada kekhawatiran stok pangan terganggu. Namun pemerintah daerah dan Bulog telah menyatakan kesediaan pangan cukup untuk beberapa bulan. Demikian juga untuk produk impor seperti sebagian jenis beras, bawang putih, kedelai, ketersediaannya saat ini cukup. ‘’Kita di logistik bahan pangan ini belum ada kendala terkait distribusi maupun kesediaannya, masih lancar saja,’’ kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali I Wayan Jarta, Selasa (3/3) kemarin. Hanya, diakui, sempat terjadi isu penutupan impor. Namun saat ini kondisinya kembali normal, begitu juga dengan ketersediaannya. Bahan pangan yang diim-

por seperti beras, kedelai dan bawang putih. Hampir 90 persen kebutuhan bawang putih diimpor dari Tiongkok. Negara penghasil bawang putih terbesar adalah Tiongkok, harga kompetitif, kualitasnya bagus. Pemerintah daerah juga tidak ada kebijakan untuk menutup akses logistik bahan pangan, sehingga pasokan lancar dari luar daerah Bali, baik dari Jawa maupun NTB. ‘’Telur, daging, minyak, juga cukup untuk tiga bulan. Malah kita bawa telur ke luar daerah,’’ tandasnya. Pada musim hujan ada beberapa komoditi seperti cabai, bawang merah yang kecenderungan harganya agak tinggi. Dengan penghitungan stok yang dilakukan pada Januari, diperkirakan ketersediaan pangan cukup untuk tiga bulan. Jarta hanya mengkha-

watirkan ketika isu wabah Corona meluas, oknum–oknum tertentu memanfaatkan situasi tersebut untuk memainkan stok dan harga pangan. Namun, telah ada satgas pangan yang telah mengawasi peredaran pangan sehingga jika ada indikasi penimbunan, akan segera diusut. Meski ketersediaan bahan pokok itu ketersediaannya cukup untuk tiga bulan, namun ketersediaan gula pasir menipis. Hal itu terlihat karena saat ini sedang panen tebu, sehingga proses produksi menjadi gula sedang dilakukan. Memang stok mulai menurun, namun ia menampik bukan berarti langka. Ketika hal itu terjadi, harga gula pun agak naik sedikit. ‘’Saya sudah cek di lapangan, ketersediaannya masih cukup, ini akibat di panen di Jawa saja,’’ ujarnya. (kmb42)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Rabu 4 Maret 2020 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu