Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Pengemban Pengamal Pancasila
Bali Post/gik
MELASTI - Hari kedua pamelastian dari Pura Penataran Agung Klungkung menuju Pura Puseh Tebola, Sidemen, Minggu (3/3) kemarin.
Ada Kecenderungan Demokrat Netral CAWAPRES Ma’ruf Amin memandang ada kecenderungan Partai Demokrat netral dalam Pilpres 2019, menyusul rekomendasi untuk presiden terpilih yang disampaikan Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). ‘’Artinya kita anggap dia netral untuk memilih siapa saja yang terbaik buat warga bangsa,’’ kata Ma’ruf Amin, Minggu (3/3) kemarin. Menurut Ma’ruf, rekomendasi yang disampaikan AHY tidak spesifik menuju capres-cawapres tertentu, dan bisa juga merupakan sinyal dukungan Demokrat bagi Jokowi dan dirinya. ‘’Karena tidak berani menyebut berarti ada kecenderungan untuk mendukung Pak Jokowi dan saya,’’ ujar Ma’ruf. Sebelumnya Komandan Kogasma Partai Demokrat AHY menyampaikan rekomendasi program-program yang dapat dijalankan presiden yang terpilih dalam Pilpres 2019. Demokrat sendiri selama ini telah menyatakan dukungan bagi pasangan Prabowo-Sandiaga, namun rekomendasi Demokrat ditujukan bagi presiden terpilih. Bagi kubu Prabowo Subianto, pidato AHY yang tidak spesifik menyebut nama bakal presiden terpilih hal yang biasa. Namun bagi kubu Jokowi, pernyataan bekas perwira menengah militer itu sebuah tanda keretakan dalam koalisi pihak oposisi. Sementara itu, calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno memastikan Partai Demokrat akan tetap berada di barisan pendukung pasangan Prabowo-Sandiaga bersama dengan partai politik lain yang tergabung dalam Koalisi Adil Makmur. ‘’Saya baru bertemu AHY minggu lalu, terus saya WA-an cukup intens dengan beliau dan memang beliau menyampaikan untuk PrabowoSandi kuat, Demokrat juga harus kuat dan saya sepakat,’’ kata Sandiaga, Minggu kemarin. Hal. 15 Harus Sinergi
Hari Kedua Prosesi ’’Pamelastian’’
Tempuh Jarak 15 Km
Semarapura (Bali Post) Usai prosesi melasti di Segara Watu Klotok dan masandekan/marerepan di Pura Penataran Agung Klungkung, perjalanan iring-iringan melasti hari kedua serangkaian upacara Panca Wali Krama di Penataran Agung Besakih, dilanjutkan menuju Pura Puseh Desa Tebola, Kecamatan Sidemen, Karangasem, Minggu (3/3) kemarin. Namun, sebelum sampai di Tebola, iring-iringan melasti masandekan lebih dulu di Pura Puseh Tohjiwa. Iring-iringan pralingga Ida Batara memargi dari Pura Penataran Agung Klungkung hingga Pura Puseh Tohjiwa, Sidemen, Karangasem, menempuh jarak sekitar 6,4 kilometer. Prosesi melasti hari kedua dimuali sekitar pukul 05.00 Wita. Suara tambur dan sarana lainnya yang mengawali iringiringan pamargi pamelastian terasa sakral. Ribuan umat Hindu totalitas ngayah berbaur mundut pralingga Ida Batara. Iring-iringan melasti baru sampai di Pura Puseh Tohjiwa sekitar pukul 08.30 Wita. Mangku Widiartha, Ketua Panitia, mengatakan setelah pralingga Ida Batara katuran ayaban, sekitar pukul 11.00 Wita iring-iringan kembali melanjutkan pamargi menuju Pura Puseh Desa Tebola Sidemen. Jaraknya sekitar 8,7 kilometer. ‘’Di Pura Puseh Tebola kembali masandekan sehari. Perjalanan melasti dilanjutkan kembali Senin (4/3) hari ini, memargi dari Pura Puseh Tebola kembali menuju Pura Besakih, jaraknya sekitar 16 kilometer,’’ tegasnya. (kmb31) WATU KLOTOK - Upacara pamelastian di Watu Klotok serangkaian Karya Agung Panca Wali Krama di Pura Besakih.
Memohon Kesuburan PURA Watu Klotok, pura kahyangan jagat yang terletak di Banjar Celepik, Desa Tojan, Klungkung. Sesuai dengan namanya, Pura Watu Klotok terletak di pinggir Pantai Watu Klotok. Pura ini menjadi pusat perhatian puluhan ribu umat Hindu saat pelaksanaan melasti serangkaian Karya Tawur Agung Panca Wali Krama Pura Agung Besakih, Sabtu (2/3). Dalam buku yang ditulis Dewa Soma, seorang tokoh agama di Klungkung, menjelaskan Pura Watu Klotok dibangun oleh Raja Kertha untuk memohon kesuburan. Ini sesuai dengan isi Lontar Dewa Purana Bangsul yang digunakan untuk menjabarkan sejarah pura ini. Raja Kertha tiada lain adalah Mpu Kuturan, seorang tokoh yang dikenal membangun pura kahyangan jagat dan sad kahyangan di Bali. Hal itu disebutkan dalam Lontar Kusuma Dewa dan dipertegas lagi dalam Lontar Babad Bendesa Mas. Keberadaan Pura Watu Klotok sebagai genah pasucian Ida Batara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih dijelaskan dalam Lontar Raja Purana Besakih. Ketika Rsi Markandhya meletakkan panca datu di Pura Basukihan dan selanjutnya ditata dan disempurnakan pada abad VIII oleh Mpu Kuturan, pada zaman itu Pantai Watu Klotok dipakai sebagai pusat pasucian Ida Batara Turun Kabeh di Besakih. Dalam perkembangan selanjutnya, Pura Watu Klotok juga sebagai tempat memohon keselamatan dan kesuburan. Hal. 15 Purana Bangsul
Gubernur Koster Ingin Pembangunan Selaras antara ’’Sekala’’ dan ’’Niskala’’
GUBERNUR Bali Wayan Koster menegaskan pembangunan Bali yang meliputi sekala dan niskala merupakan warisan leluhur orang Bali yang membedakannya dengan daerah lain. ‘’Bukan hanya secara lahiriah tetapi juga secara batiniah, arah kebijakan yang juga menyentuh pendekatan niskala adalah keunggulan Bali yang tidak dimiliki daerah lain,’’ kata Koster di hadapan ratusan perangkat desa, perbekel serta klian se-Kabupaten Gianyar dalam Kunjungan Kerja Gubernur Bali di Balai Budaya, Gianyar, Sabtu (2/3) pagi. Koster menambahkan, sesuai dengan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, dirinya berkomitmen untuk menjaga kesucian dan keharmonisan sekala lan niskala yang telah turun-temurun menjadi kearifan lokal yang tumbuh dan berkembang di Bali. ‘’Keharmonisan alam Bali beserta isinya, melalui pembangunan yang terpola, menyeluruh, terintegrasi dan berakar dari warisan leluhur kita. Konsep ini yang saya gali kembali dan merupakan pedoman dari pola pembangunan semesta berencana untuk ‘Bali Era Baru’ ke depannya,’’ papar
Koster dalam paparannya terkait arah pembangunan Bali dalam masa jabatannya lima tahun ke depan. Menurut pria asal Buleleng ini yang juga Ketua DPD PDI-P Bali bahwa keseimbangan alam, manusia serta budaya yang telah ada turun-temurun di Bali adalah harga mati, sehingga apa-apa yang berakar pada kearifan lokal harus dijaga dan pengaruh modernisasi pun tak boleh merusak atau menghancurkan budaya yang ada. ‘’Kita harus sadar betul jika intervensi dari luar jika tidak ditangani dengan baik berpotensi menggerus budaya kita. Harus diperhitungkan dalam suatu sistem, sehingga Bali senantiasa nyaman, aman dan damai,’’ tukasnya. Menurutnya lagi, program-program yang telah dijalankan maupun yang akan segera dijalankan, secara umum bersumber dari naskah-naskah kuno manusia Bali, dari konsep-konsep yang ditemukan dan disusun oleh leluhur orang Bali. ‘’Konsep seperti Tri Hita Karana dicetuskan leluhur kita tanpa sarana pendidikan seperti sekarang, namun dapat diaplikasikan
sepanjang masa dan menjadi akar budaya. Ini luar biasa menurut saya. Saya pelajari betul itu,’’ tambahnya. Dalam kesempatan tersebut, mantan anggota DPR-RI ini menjelaskan pula beberapa regulasi yang telah dituangkannya dalam peraturan gubernur (pergub) yang kesemuanya ditujukan untuk menjaga keharmonisan alam dan budaya Bali. ‘’Contohnya saja peraturan yang membatasi penggunaan plastik sekali pakai. Banyak yang memuji peraturan ini karena hasilnya jelas, tujuannya jelas karena sampah plastik sudah demikian mengancam alam kita. Begitupun dengan peraturan penggunaan aksara Bali serta pakaian adat Bali, itu semua merupakan ciri khas kita, dasar budaya kita sebagai orang Bali yang harus kita tunjukkan,’’ katanya sembari mengatakan bahwa kini para pengusaha dan produsen pakaian adat Bali seperti ‘’kebanjiran’’ order mengingat pergub tersebut mewajibkan minimal enam kali dalam sebulan untuk berpakaian adat Bali. Hal. 15 Industri Kecil
2
DENPASAR
Senin Pon, 4 Maret 2019
Polresta Klaim Kasus Narkoba Menurun
Denpasar (Bali Post) Menanggapi adanya sejumlah LSM yang tidak setuju rilis kasus narkoba di Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan justru mempertanyakan kiprah LSM tersebut dalam hal memerangi narkoba. Padahal, dengan diadakannya rilis di Renon, jumlah kasus narkoba menurun hingga 37 persen. “Untuk press release tidak hanya di kantor polisi, di lapangan juga boleh. Dari 60 persen (kasus narkoba) berkurang jadi 37 persen, ini luar biasa. Mereka (LSM) mestinya bagaimana mengajak masyarakat supaya sadar atau memberi informasi ke kepolisian ini bandar narkoba, ini kurir narkoba! Sampai sekarang kami melakukan penyelidikan hasil informasi masyarakat,” tegas Kapolresta Ruddi Setiawan, belum lama ini. Mantan Kapolres Badung ini mengaku sempat menginterogasi para tersangka pascarilis di Renon, terutama saat Car Free Day (CFD). Menurutnya, para tersangka mengaku kapok dan tidak akan berbuat lagi. Selain itu, antusias masyarakat sangat luar biasa. “Karena kita press release menunjukkan tersangka dan barang bukti. Masyarakat saat car free day bisa melihat langsung barang bukti yang kita amankan. Oh seperti ini barang bukti narkoba. Wah, bahaya ini Pak, bisa merusak generasi muda, anak-anak juga bahaya,” ucap Ruddi menirukan komentar warga. Kegiatan itu juga diharapkan bisa sebagai edukasi kepada masyarakat. “Jadi, tolong kita jaga Pulau Bali ini jangan sampai peredaran narkoba meningkat. Mari berama-sama basmi narkoba,” tegasnya. Sesuai komitmen dan perintah Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose, dia akan terus menangkap pelaku narkoba dan melakukan rilis di Renon. Jika ada bandar besar berupaya melarikan diri atau melawan saat ditangkap, pihaknya tidak mainmain dan melakukan tindakan tegas yaitu menembaknya. “Jadi, semua pelaku narkoba itu sudah ada barang buktinya. Saya punya kebijakan press release bisa di mana saja. Bisa di kantor polisi, lapangan atau TKP. Saya melihat masyarakt mendukung kegiatan ini,” ungkap mantan Wadir Reskrimsus Polda Bali ini. (kmb36)
TUK Agung Sertifikasi Para Pelaku Tata Kecantikan Denpasar (Bali Post)Dewasa ini, profesi tata kecantikan sangat diminati. Hal ini dikarenakan semakin banyaknya kaum wanita yang ingin tetap tampil menarik di setiap aktivitasnya, sehingga banyak muncul salon-salon tata kecantikan. Namun tidak semua pelaku tata kecantikan didukung oleh sertifikasi tata kecantikan. Melihat hal tersebut, Tempat Uji Kompetensi (TUK) Agung menggelar uji kompetensi tata kecantikan kulit di TUK Agung, Jalan Tohpati, Denpasar, Minggu (3/3) kemarin. Ujian yang diikuti oleh 32 peserta ini terdiri dari 12 orang siswa SMK dan sisanya dari kelas reguler. Kegiatan ini bertujuan untuk mensertifikasi kemampuan pelaku usaha kecantikan sebagai bukti kompetensi yang dimiliki. Bahkan pelaksanaan uji kompetensi ini mendatangkan langsung tim penilai dari Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon, Tiara Kusuma Pusat. Kegiatan ini berlangsung sekitar lima jam dengan penilaian teori dan praktik. Para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini hingga akhir ujian. Ketua TUK Agung Dr. Dra. A.A. Ayu Ketut Agung, M.M. mengatakan, materi yang diujikan mulai dari pemberian teori hingga praktik terkait perawatan wajah hingga tata rias wajah, termasuk perawatan tangan (manicure) dan perawatan kaki (pedicure). Dikatakan, penilaian dilakukan pada masing-masing materi yang diujikan. Jika dalam ujian ada yang tidak lulus, maka peserta diperbolehkan untuk mengikuti ujian susulan. “Biasanya di ujian teori ada yang tidak lulus, karena materinya cukup sulit yang berhubungan dengan dunia kesehatan. Namun untuk ujian praktik, biasanya semua bisa lulus,” ujarnya. Sebelum mengikuti uji kompetensi, kata Agung, para peserta telah mengikuti pelatihan terlebih dahulu dengan rentang waktu 200 jam. “Untuk yang baru belajar, mengikuti pelatihan dari awal. Sementara untuk yang sudah bisa otodidak, tidak membutuhkan banyak waktu untuk pelatihan yang perlu menyamakan persepsi dan selanjutnya mengikuti uji kompetensi,” jelas perempuan yang akrab disapa Bu Agung ini. Dalam ujian praktik tersebut, para peserta telah menyiapkan model sendiri. Wanita Asli Tabanan ini mengatakan, sertifikasi sangat dibutuhkan dan harus dimiliki pelaku usaha salon atau tata kecantikan, termasuk oleh pekerja salon untuk membuktikan kompetensi yang dimiliki. Ketua Umum Tiara Kusuma Pusat sekaligus Pemina LSP dan LSK, Astuti Yudo, S.S., mengatakan uji kompetensi tata kecantikan level II tersebut memberikan penilain terhadap lima hal. Di antaranya, sikap dan tata nilai terkait dengan etika dan sikap dalam memperlakukan model, penilaian terhadap praktik perawatan wajah khusus kulit normal (tidak ada permasalahan kulit), serta penilaian terhadap tata cara melakukan tata rias. Termasuk penilaian terhadap perawatan tangan dan kaki, seperti membersihkan jari-jari dan kuku serta memberi warna. “Untuk praktik, ada lima hal yang dinilai yang semuanya diawali dengan kemampuan menganalisa baik wajah ataupun tangan dan kaki,” ujarnya. Astuti Yudo menjelaskan, masing-masing materi praktik memerlukan waktu satu jam hingga satu setengah jam. Penilaian sikap dilakukan langsung saat peserta melakukan praktik perawatan kulit, tangan dan kaki. Disinggung soal lama penilaian hingga dikeluarkannya sertifikat, Astuti Yudo mengatakan, sertifikat penilaian keluar paling lambat dua minggu setelah ujian berlangsung. “Dua hingga tiga hari ke depan, kamia sudah melakukan rapat dengan LSK untuk menentukan lulus atau tidaknya peserta,” katanya. (win)
MENINJAU - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat meninjau produk dan komoditas pangan dalam Pasar Murah yang digelar Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali.
Putri Suastini Koster Tinjau Pasar Murah
Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga Jelang Nyepi MENJELANG hari raya Nyepi, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali menggelar bazar atau pasar murah di Parkir Timur Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, Minggu (3/3) kemarin. Tampak istri Gubernur Bali Ny. Putri Suastini Koster meninjau agenda rutin untuk menjaga pasokan dan harga komoditas pangan tersebut. Mengingat, menjelang hari raya selalu ada kecenderungan terjadinya peningkatan permintaan kebutuhan sehari-hari terkait pangan. “Ini rutin dilakukan pemerintah, dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan. Pertama, masyarakat kita mendapat harga yang lebih murah. Masyarakat kalau belanja kan suka nawar. Daripada nawar, sekarang langsung saja turun dari harga pasar,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali ini. Putri Suastini berharap, kegiatan ini dapat sedikit meringankan masyarakat, kendati hanya sektoral. Yakni, terbatas ditujukan kepada masyarakat yang melaksanakan kegiatan atau berolahraga di seputaran Renon. Selain itu, untuk lebih mendekatkan pemerintah dengan masyarakat, serta memperkenalkan pula produk-produk olahan pangan dari Kelompok Wanita Tani (KWT). “Jadi, masyarakat juga diperkenalkan dengan produk-produk yang mungkin sebelumnya di pasar tidak dia lihat karena ini datangnya dari beberapa kabupaten. Bisa saja yang misalnya jualan hanya di Gianyar, kali ini datang ke Denpasar
sehingga masyarakat melihat produk baru itu. Sambil promosilah,” jelasnya. Dalam skup kecil, lanjut Putri Suastini, pasar murah juga turut memberdayakan petani karena ada pula hasil-hasil pertanian seperti sayur mayur dan buah-buahan yang dijual. Untuk sekup yang lebih luas, gubernur Bali dikatakan sudah menggawangi dengan peraturan. Salah satunya Pergub Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan, dan Industri Lokal Bali. Setelah ada peraturan, pelan-pelan dilakukan penataan. “Sebenarnya kita belum siap, belum menanam buah lokal sebanyak-banyaknya, jadi bisa kekurangan. Tetapi tidak apa-apa, karena aturan sudah mengikat sehingga ada kepastian bagi petani. Sekarang memang sudah haknya kita, buah-buahnya kita, yuk kita tanam ramai-ramai, kan gitu jadinya,” paparnya. Terkait fenomena harga naik menjelang hari raya, Putri Koster menyebut pemerintah ke depan perlu ikut mengantisipasi dan mengatur. Misalnya dengan ikut menyiapkan stok agar harga kebutuhan pokok lebih stabil. Namun demikian, gejolak harga di Bali sebetulnya tidak terlalu tajam bila dibandingkan dengan daerah lain jelang hari raya Diwawancara terpisah, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Wayan Mardiana mengatakan, komoditi yang memberikan andil terhadap
laju inflasi di Bali adalah daging ayam ras, bawang merah, dan cabai. Dalam pasar murah, ketiga komoditi tersebut dijual dengan harga di bawah harga pasar untuk menjaga tingkat inflasi. Daging ayam misalnya dijual dengan harga Rp 28 ribu/kg jika dibandingkan harga di pasar Rp 35 ribu/kg. Ada pula kebutuhan pokok seperti beras yang dijual Rp 9.800/kg dari harga pasar Rp 10.500/kg. “Pasar murah akan dilaksanakan 10 kali dalam setahun untuk menyambut hari-hari besar keagamaan ataupun hari besar lainnya. Untuk agenda Nyepi dilaksanakan di Denpasar. Sedangkan agenda berikutnya akan dikoordinasikan dengan kabupaten/kota bekerja sama dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Bali,” ujarnya. Menurut Mardiana, pasar murah melibatkan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura yang mengikutkan Aspehorti, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan yang mengikutkan pelaku usaha olahan, Dinas Kelautan dan Perikanan dengan produk ikan dan olahan ikan, Perum Bulog Divre Bali yang menjual beras, minyak goreng, dan gula pasir, serta dua perusahaan besar swasta yang bergerak di bidang peternakan. “Tujuan kita, bagaimana masyarakat bisa mendapatkan sembako dengan harga murah dan sehat. Semua produk lokal, kita mengajak beberapa petani, produsen sebagai bentuk implementasi Pergub 99,” tandas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali ini. (ad089)
Harga Tiket Pesawat Melambung
Jumlah Keberangkatan Angkutan Udara Turun Denpasar (Bali Post) Ketua Organda Bali Ketut Eddy Darma Putra menyampaikan, terjadi peningkatan jumlah penumpang lewat jalur darat pada Januari-Februari 2019. Peningkatan ini diduga karena kenaikan harga tiket pesawat. Padahal periode itu merupakan low season yang membuat jumlah penumpang anggota Organda menurun. Namun pada 2019, penurunannya tidak signifikan. Sejalan dengan itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali juga menyampaikan rilis penurunan jumlah keberangkatan angkutan udara dari Bandara I Gusti Ngurah Rai. Menurut Kepala BPS Bali Adi Nugroho, jumlah pesawat yang berangkat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai
pada Januari 2019 sebanyak 3.358 penerbangan, atau turun 12,39 persen dibandingkan bulan sebelumnya (mtm) yang mencapai 3.833 penerbangan. Jumlah penumpang tercatat mencapai 429.131 orang atau turun sebesar 9,83 persen dibandingkan bulan sebelumnya (mtm) yang men-
capai 475.930 orang. “Jumlah keberangkatan pesawat dan penumpang domestik pada Januari 2019 angkanya menurun. Padahal keberangkatan internasional angkanya naik, maka agaknya bisa disimpulkan bahwa hal tersebut terkait dengan gonjang–ganjing tingginya harga tiket pesawat domestik,” ujarnya. Adi Nugroho menambahkan, jumlah bagasi dan barang juga mengalami penurunan sebesar 17,54 persen, yaitu dari 7,17 juta ton pada Desember 2018 menjadi 5,91 juta ton pada Januari 2019 (mtm). Secara yoy (Januari 2019 dibandingkan Januari 2018)
juga mengalami penurunan 8,90 persen, dari 3.686 pesawat menjadi 3.358 pesawat. Dari sisi jumlah penumpang juga menurun 4,58 persen dari 449.722 orang menjadi 429.131 orang. Penurunan jumlah pesawat maupun jumlah penumpang tertinggi, yaitu menuju ke Labuan Bajo. Sementara jumlah keberangkatan lewat laut, kata Adi Nugroho, secara yoy mengalami peningkatan sebesar 1,34 persen. Jumlah penumpang angkutan laut yang berangkat melalui beberapa pelabuhan di Provinsi Bali pada Januari 2019 tercatat sebanyak 194.606 orang. Jum-
lah ini mengalami penurunan 32,30 persen karena pada Desember 2018 jumlah penumpangnya Topik : sebanyak 287.440 orang. Penurunan tersebut dipicu oleh turunnya jumlah penumpang yang berangkat dari Pelabuhan Benoa, Denpasar hingga -10,48 persen dan pelabuhan lainnya sebesar -39,38 persen. Secara yoy, jumlah penumpang menunjukkan peningkatan sebesar 30,27 persen. (kmb42) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.
Pencegahan terhadap Risiko Hukum bagi Jasa Konsultan
UJI KOMPETENSI - Ketua TUK Agung Dr. Dra. A.A Ayu Ketut Agung, M.M. (kiri) bersama tim penilai dari Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon, Tiara Kusuma Pusat, saat melalukan uji kompetensi tata kecantikan di TUK Agung Jalan Tohpati, Denpasar, Minggu (3/3) kemarin.
Topik : ”suspect” rabies, warga kedui bangli meninggal
SATU kegiatan yang sangat penting buat anggota Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Bali dilaksanakan oleh DPP Inkindo Bali dalam kaitan dengan acara Forum Anggota dan HUT Inkindo Bali yang ke-37 di Sector Bali Beach Sanur, Denpasar pada 26 Februari 2019 dengan materi diskusi “Pencegahan terhadap Risiko Hukum Jasa Konsultan”. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kejaksaan Tinggi Bali dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Bali. Kegiatan ini sangat menarik dan penting bagi keberlangsungan usaha jasa konsultan di Bali yang selalu dibayangi dengan kekhawatiran berusaha, terutama perbedaan pemahaman dan penerapan regulasi yang begitu cepat dinamikanya di lapangan yang dapat berdampak hukum bagi penanggung jawab dan tenaga ahli badan usaha jasa konsultan Bali. BPK Bali dengan narasumber I Gusti Ngurah Satria Perwira, S.E., M.Mak., CA. jabatan Kepala Auditorat BPK Bali menyampaikan berbagai per-
masalahan yang menyangkut objek pemeriksaan dengan mengacu pada UU pemeriksaan terkait keuangan negara yang penekanannya khusus kepada konsultan untuk bekerja sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku, berikan data yang diperlukan secara transparan dan lengkap karena pemeriksaan terkait penggunaan anggaran negara secara legalitas aturan perundangan yang berlaku dilakukan oleh BPK. Jika ada dua institusi pemeriksa baik dari BPK dan Inspektorat Daerah, maka pengguna anggaran harus mengklarifikasi terlebih dahulu kepada badan pemeriksa untuk menghindari adanya dua lembaga yang memeriksa atas objek dan waktu yang bersamaan. Intensifkan komunikasi dengan auditor jika ada hasil temuan baik administrasi maupun fisik di lapangan, serta tanggapi dan tindak lanjuti hasil temuan tersebut. Jika masih ada permasalahan terkait pemeriksaan jasa konsultan oleh BPK, Inkindo Bali dapat menindaklanjuti dengan berkomunikasi dengan pimpinan BPK Bali terkait
penerapan regulasi yang berlaku. Sementara dari pihak Kejaksaan Tinggi Bali dengan narasumber Irwan Setiawan Wahyudi, S.H., M.H. dengan jabatan Jaksa Madya, penekanan untuk menghindari kena kasus hukum yaitu dengan mematuhi aturan, baik-baiklah dengan teman sekitar kita, semakin tidak mau memberi keterangan dan data semakin dicurigai adanya indikasi pelanggaran hukum
serta jika dipanggil kejaksaan, sebaiknya harus hadir untuk klarifikasi masalah. Lebih khusus, Irwan Setiawan Wahyudi berpesan untuk bekerja sebaik-baiknya, gunakan aturan-aturan yang ada, jangan takut dan mohonkan pendampingan dan kerja sama dengan tim TP4D Kejaksaan setempat untuk menghindari dan mencegah kena kasus hukum. Selanjutnya, pada tanggal 27 Februari 2019 dilaksanakan
kegiatan penataran Kode Etik Inkindo dengan narasumber dari DKP Inkindo Bali sesuai amanah konstitusi AD dan ART Inkindo yang mewajibkan bagi anggota baru untuk mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ini bertujuan agar anggota Inkindo Bali dalam menjalankan tugas dan memberikan layanan jasa harus berpedoman sesuai norma dan etika keprofesian secara mandiri, profesional dan berintegritas. Seluruh kegiatan ini diikuti oleh anggota Inkindo Bali sebanyak sekitar 75 anggota aktif dan tersebar di seluruh Bali. Ketua DPP Inkindo Bali Ir. Ketut Gupta dalam kemeriahan HUT Inkindo Bali yang telah berusia 37 tahun berpesan, di usia yang sudah dewasa dan matang serta di era milenial ini agar anggota selalu tetap kompak, bersatu serta bersinergi dengan pemerintah dalam berperan serta di berbagai sektor pembangunan di Bali dengan dilandasi kode etik perilaku keprofesian serta taat pada peraturan dan rambu-rambu hukum yang berlaku di negara kita ini. (kmb)
BADUNG
Senin Pon, 4 Maret 2019
3
Bupati Giri Prasta Serahkan Bantuan di Pura Uluwatu Klungkung
BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta menyerahkan bantuan dana hibah rehab gelung kori, tembok panyengker dan candi bentar Pura Uluwatu Desa Adat Kemoning, Klungkung sebesar Rp 500 juta, Minggu (3/3) kemarin. Turut mendampingi Bupati, Kepala Kejari Klungkung Otto Sompotan, Kepala Dinas PM dan PTSP Badung I Made Agus Aryawan, Kepala BPKAD Badung I Ketut Gde Suyasa, Kabag Hukum Komang Budhi Argawa, Kabag Humas Setda Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Kabag Kesra Badung I Nyoman Sujendra, Bendesa Adat Kemoning serta tokoh dan masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menyampaikan kehadirannya di tengah-tengah masyarakat khususnya masyarakat Desa Adat Kemoning merupakan salah satu program Kabupaten Badung ‘’Angelus Bhuwana’’ yang artinya dari Badung untuk Bali. ‘’Karena ini memang warisan yang didapat sejak dari lahir. Itu yang pertama adalah aspek yuridis, undang-
undangnya membolehkan. Yang kedua adalah aspek filosofis, berarti ini sudah kesepakatan dari para leluhur kita terdahulu. Yang ketiga adalah aspek sosiologis kita adalah sameton nyamabraya sameton Bali. Inilah cara kami untuk berada di tengahtengah masyarakat sehingga khusus di umat Hindu, umat se-dharma saya memahami betul bagaimana waktu banyak habis di adat, uang habis untuk kegiatan yadnya itu sendiri,’’ jelas Bupati. Lebih lanjut Bupati Giri Prasta menjelaskan, kehadirannya di tengah-tengah masyarakat adalah untuk meringankan beban krama, contohnya untuk membangun pura, balai banjar, wantilan termasuk membantu sekaa teruna. ‘’Inilah wujud konkret yang kami lakukan. Implementasi dari Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana yang berada di Provinsi Bali,’’ ujar Bupati. Sementara itu, Bendesa Adat Kemoning I Wayan Mustika menyampaikan banyak terima kasih kepada Bupati Badung yang telah hadir di tengah-tengah masyarakat Desa Adat Kemoning dan
memberikan bantuan dana hibah. Mustika menjelaskan, Desa Adat Kemoning terdiri dari lima banjar adat yaitu Banjar Sari, Banjar Pegulingan, Banjar Kemoning, Banjar Atu dan Banjar Delod Titi dengan total krama-nya sebanyak 287 KK dan yang tersebar di luar hampir 300 KK lebih. Pura yang ada di wilayah Desa Adat Kemoning semuanya tidak memiliki laba pura. Pura terdiri dari Pura Kahya-ngan Tiga, Dang Kahyangan dan Sad Kahyangan. Itu semua di-empon oleh Desa Adat Kemoning. Jumlah keseluruhan sebanyak 42 pura. ‘’Kami menyampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati Badung sudah memiliki program membangun Bali dari Badung untuk menjalankan adat, seni, agama dan budaya ini supaya tetap berjalan di seluruh Bali,’’ terangnya. Dalam kesempatan itu, sebagai bentuk motivasi dan perhatian, Bupati Giri Prasta secara pribadi juga memberi bantuan kepada ST Kerta Mandala sebesar Rp 10 juta, lansia sebesar Rp 10 juta, dan pecalang sebesar Rp 5 juta. (ad090)
SERAHKAN BANTUAN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta disambut antusias krama Desa Adat Kemoning. Pada kesempatan tersebut, Giri Prasta menyerahkan bantuan hibah untuk pembangunan di Pura Uluwatu Desa Adat Kemoning.
Bali Post/eka
Sentra Ternak Sobangan.
Sapi di Sentra Ternak Sobangan Tidak Dijual Mangupura (Bali Post) -
Hasil pengembangan ternak sapi Bali yang dilakukan di Sentra Ternak Sobangan yang berlokasi di Banjar Selat Desa Sobangan, Mengwi, Badung, tidak diperdagangkan. Pemkab Badung justru menghibahkan hasil ternak kepada kelompok ternak di Bali. Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Badung Putu Oka Swadiana, Minggu (3/3) kemarin mengungkapkan, pembangunan Sentra Ternak Sobangan bertujuan menyelamatkan sapi Bali dari kepunahan. Sentra Ternak Sobangan ini juga telah dikunjungi instansi terkait dari berbagi daerah di Indonesia untuk studi banding. ‘’Tidak kami jual, karena ini merupakan nonprofit. Jadi hasil budi daya kami berikan kepada kelompok ternak untuk dikembangbiakan kembali sehingga sapi Bali tidak punah,’’ ungkapnya. Pengembangbiakan sapi Bali dilakukan sejak tahun 2008 di atas lahan negara seluas tujuh hektar. Sesuai data di Bidang Produksi Peternakan, saat ini induk sapi di sentra peternakan tersebut berjumlah 288 ekor. Kemudian untuk anak sapi sebanyak 149 ekor dengan rincian 87 ekor jantan dan 62 ekor betina.
Dijelaskan, pengembangbiakan sapi Bali telah diatur dalam Perbup Nomor 62 Tahun 2012 tentang tata cara pengeluaran bibit sapi Bali Sentra Ternak Sobangan dan petunjuk teknis tata cara pengeluaran calon bibit sapi Bali dari sentra pembibitan ternak Sobangan. Pemerintah sejatinya telah menghibahkan ratusan bibit sapi kepada kelompok ternak. Di tahun 2012 misalnya, dihibahkan kepada tujuh kelompok dengan sebanyak 45 ekor sapi. Pada tahun 2014 dihibahkan ke 12 kelompok dengan jumlah 69 ekor sapi. Tahun 2015 dihibahkan 20 ekor sapi kepada lima kelompok. Tahun 2016 dihibahkan 100 ekor sapi untuk 21 kelompok. Sedangkan di tahun 2018, diberikan kepada kelompok Sari Mukti sebanyak 30 ekor. ‘’Kami berharap agar Sentra Ternak Sobangan dapat bermanfaat sebagai sumber ternak sapi Bali, pusat pem-
bibitan ternak sapi Bali, laboratorium hidup dan tempat pembelajaran sapi Bali untuk masyarakat,’’ sebutnya. Mengenai operasional, kata Oka Swadiana, sentra
peternakan tersebut telah mempekerjakan 25 tenaga kontrak yang berasal dari lingkungan sekitar. Pekerja digaji sesuai Upah Minimum Kabupaten. (kmb27)
info seremoniAL
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Senin Pon, 4 Maret 2019
Unhi Denpasar Buka Joni Agung hingga Alien Child Pendaftaran Mahasiswa Baru Tawarkan Ratusan Beasiswa Gratis SPP Sukses Hibur Penikmat Musik Telkomsel Gelar Festival Langit Musik
TELKOMSEL menggelar Festival Langit Musik pada Sabtu (2/3) di Bajra Sandi, Renon. Enam band lokal Bali sukses menghibur penikmat musik yang merupakan pelanggan aplikasi Langit Musik. Menurut GM Musik PT Telkomsel Mohammad Wulunk Putraning Fajar, enam band lokal Bali yang dihadirkan adalah Joni Agung, Jun Bintang, Motifora, Alien Child, Uncle Bendoth, dan Snaphits. Sebelum penampilan band-band lokal Bali ini, digelar workshop yang bertemakan ‘’Sukses Musik di Era Digital’’. Telkomsel juga mengampanyekan pengurangan sampah plastik. Ia mengatakan festival ini merupakan bagian dari upaya Telkomsel mengangkat talenta lokal ke kancah nasional. Selama ini aplikasi Langit Musik pun berupaya untuk mempromosikan talenta lokal sehingga bisa dikenal secara nasional. ‘’Pakai selalu untuk menikmati musik karena Langit Musik tidak dikenai kuota untuk pelanggan Telkomsel,’’ ujarnya. Langit Musik merupakan aplikasi streaming musik yang bisa diunduh di appstore maupun googleplay. Biaya langganannya Rp 22 ribu selama sebulan. ‘’Selain meningkatkan awareness pelanggan setia Telkomsel mengenai aplikasi Langit Musik dan layanan Music MAX, melalui rangkaian kegiatan
FESTIVAL - Manajemen Telkomsel dan Kepala Dinas Pariwisata Denpasar saat pelaksanaan Festival Langit Musik, Sabtu (2/3). ini diharapkan juga mampu memotivasi musisi muda Bali untuk terus berkarya dan mempromosikan karyanya melalui layanan digital Langit Musik,’’ sebutnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar Dezire Mulyani yang mewakili Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menyambut baik festival yang digelar. ‘’Denpasar men-
gapresiasi adanya aplikasi anak bangsa yang bisa mengangkat pemusik Bali ke kancah nasional,’’ sebutnya. Dikatakan, melalui adanya aplikasi ini, para pemusik memiliki kesempatan untuk menampilkan karyanya. Diharapkan dengan adanya layanan digital ini, kreasi musik generasi muda Denpasar bisa terwadahi. (ad084)
Rumah Sakit BaliMed Buleleng Siap Beri Pelayanan Kesehatan Berkualitas
RUMAH Sakit BaliMed Buleleng hadir di Buleleng. Rumah sakit ini beralamat di Jalan Pahlawan XVI, Kelurahan Banjar Tegal, Singaraja. Kehadiran rumah sakit yang mengusung sistem Sister Company ini berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan berkualitas dan terdepan. Grand Opening Rumah Sakit BaliMed Buleleng dihadiri Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, Wakil Bupati dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, Direktur PT Dharma Medika Buleleng dr. Ida Ayu Wardhani Sutjidra dan undangan lainnya. Pembukaan RS ini ditandai dengan penandatanganan prasasti, dilanjutkan pengguntingan pita oleh Bupati Buleleng. Direktur PT Dharma Medika Buleleng dr. Ida Ayu Wardhani mengatakan, ide awal membuka rumah sakit ini karena di Buleleng masih kekurangan kapasitas tempat tidur. Hal ini ditambah lagi dengan melihat perkembangan penduduk dan daerah yang semakin maju, sehingga sebuah fasilitas kesehatan (faskes) otomatis sangat dibutuhkan. Menangkap peluang itu, pihaknya berinisiatif membuka rumah sakit di Buleleng. Ide itu pun muncul dengan persatuan sekitar 56 orang yang terdiri atas para dokter dan tenaga kesehatan yang praktik di Buleleng. Mulai tahun 2015, PT Dharma Medika Buleleng resmi membangun Rumah Sakit BaliMed Buleleng. Dengan sistem Sister Company, pihaknya berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan berkualitas dan terdepan. Bahkan, pasien kurang mampu yang menggunakan BPJS tetap dilayani dengan fasilitas yang baik seperti semua kelas perawatan full AC. Berdasarkan aturan pemerintah setiap rumah sakit wajib melayani pasien kelas tiga (kurang mampu - red) sebesar 30 persen. ‘’BaliMed Buleleng hadir untuk memenuhi kebutuhan tempat tidur rumah sakit bagi masyarakat Buleleng yang sekarang masih kurang. Kami berpartisipasi melengkapi kekurangan tempat tidur itu, BaliMed hadir dengan konsep semua pelayanan
UNIVERSITAS Hindu Indonesia (Unhi) Denpasar membuka pendaftaran mahasiswa baru gelombang I Tahun Akademik 2019/2020, Senin (4/3) ini di kampus setempat. Sebagai bentuk komitmen terhadap pengembangan SDM Bali yang berkualitas, Unhi Denpasar membuka peluang beasiswa bagi ratusan calon mahasiswa. Khusus untuk prodiprodi langka, Unhi Denpasar juga memberikan beasiswa gratis SPP bagi 15 pendaftar pertama. Total sebanyak 180 calon mahasiswa akan diberikan beasiswa gratis SPP sampai lulus sarjana. Di samping juga menyediakan beasiswa lainnya kepada calon mahasiswa baru. ‘’Ini merupakan komitmen Unhi Denpasar untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas generasi muda Bali, khususnya yang berhubungan dengan pelestarian adat, agama dan budaya Bali,’’ ujar Rektor Unhi Denpasar Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S., Minggu (3/3) kemarin. Saat ini, dikatakannya, perhatian masyarakat terhadap Unhi Denpasar sudah mulai mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan antusias masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi di Unhi Denpasar terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Apalagi, biaya pendidikan yang dikenakan di Unhi Denpasar sangat terjangkau dengan berbagai jenis beasiswa yang disediakan. Selain itu, Unhi Denpasar sudah melakukan terobosan-terobosan akademik dengan berbasis pada teknologi informasi. Unhi Denpasar juga sudah me-launching sistem Sruti. Ini menunjukkan bahwa Unhi Denpasar sudah menjadi kampus yang milenial, sesuai tuntutan zaman. Prof. Damriyasa berharap pendaftaran mahasiswa baru gelombang I jumlah pendaftarnya banyak. Sehingga proses seleksi yang dilakukan semakin ketat guna menghasilkan output yang berkualitas. ‘’Setiap gelombang kita akan sisakan, tujuannya untuk mencari input yang berkualitas. Dengan input yang berkualitas tentu akan menghasil-
Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. kan output yang berkualitas pula,’’ tegasnya. Sementara itu, Ketua Tim Pokja Sosialisasi dan Marketing Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2019/2020 I Gusti Agung Paramita, S.Ag., M.Si. menyampaikan bahwa pembukaan penerimaan mahasiswa baru di Unhi Denpasar dibagi menjadi beberapa gelombang. Gelombang pertama dibuka hari ini sampai bulan Mei. Sementara gelombang kedua dibuka pada 6 Mei sampai 11 Juli, dan gelombang III dibuka tanggal 15 Juli sampai dengan 1 Agustus. Informasi pendaftaran bisa diakses di website www.unhi.ac.id, atau bisa mengisi form online dengan cara buka https://smrti.unhi. ac.id/login. ‘’Pendaftaran bisa dilakukan secara online. Bisa juga datang langsung ke kampus Unhi,’’ ujar dosen Ilmu Filsafat Hindu ini. Unhi Denpasar saat ini memiliki 6 fakultas dengan 13 program studi (prodi) pada program sar-
jana. Adapun fakultas yang ada di Unhi Denpasar, yakni Fakultas Ilmu Agama, Seni, dan Budaya; Fakultas Teknik; Fakultas Kesehatan; Fakultas Pendidikan; Fakultas Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata; Fakultas Teknologi Informasi dan Sains. Selain itu, Unhi Denpasar juga memiliki beberapa prodi, yakni Prodi Manajemen, Prodi Akuntansi, Prodi Ilmu Filsafat Hindu, Prodi Hukum Agama Hindu, Prodi Hukum Adat, Prodi Teknik Sipil, Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Prodi Biologi, Prodi Kesehatan Ayur Weda, Prodi Pendidikan Agama Hindu, Prodi Pendidikan Seni Karawitan, Prodi Seni Tari Keagamaan Hindu, dan Prodi Pendidikan Seni Rupa dan Ornamen Hindu. Unhi juga memiliki Program Pascasarjana Magister (S-2) dan Doktor (S-3) Prodi Ilmu Agama dan Kebudayaan dan Prodi Pendidikan Agama Hindu. (ad088)
Hari Ginjal Sedunia
RUMAH SAKIT BALIMED – PT Dharma Medika Buleleng membuka Rumah Sakit BaliMed Buleleng di Jalan Pahlawan XVI, Kelurahan Banjar Tegal. berkualitas untuk semua pasien,’’ katanya. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menyambut positif dibukanya Rumah Sakit BaliMed Buleleng. Dia mengatakan, sesuai nama besar, BaliMed yang terkenal memiliki jaringan dokter yang luas, dukungan alat kesehatan (alkes) canggih, dan sumber daya manusia (SDM) bekinerja tinggi. Keunggulan ini tentu saja akan meningkatkan standar kuantitas dan kualitas pelayanan kesehatan di daerahnya. Selain itu, kehadiran BaliMed Buleleng diyakini akan menjawab keinginan masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan kesehatan berkualitas. ‘’Kami yakin rumah sakit ini meningkatkan cakupan kuantitas dan kualitas, sekaligus ini menjawab keinginan masyarakat kita untuk mendapat pelayanan kesehatan yang sesuai harapan. Jangan ragu pasien dengan BPJS juga dilayani dan kalau misalnya perlu pelayanan prioritas BaliMed Buleleng bisa memanggil dokter di rumah sakit BaliMed di daerah lain,’’ jelasnya. Sementara itu, Direktur Rumah Sakit BaliMed Buleleng dr. Ni Nyoman Mulyani mengatakan, BaliMed Buleleng memiliki kapasitas tempat tidur (TD) sebanyak 100. Untuk tahap awal akan dioperasikan 60 TD. Sembari melihat tren perkembangan ke depan, penambahan TD akan dilakukan.
Sementara dukungan alkesnya, Mulyani menyebut BaliMed Buleleng selain mengoperasikan alkes dengan quality standard and quality control yang terbarukan yang sesuai dengan sistem digital safety hospital dalam hal pemeriksaan penunjang medis juga memiliki CT-Scan, sehingga memberi hasil diagnosis pasien dengan detail. Layanan ini pun menjadi keunggulan BaliMed Buleleng dalam bersaing dengan rumah sakit lain. Terkait SDM, pihaknya sementara mempekerjakan sebanyak 117 orang. Sementara untuk dokter spesialis sekitar 50 yang merupakan owner. Spesialis itu sudah terbilang cukup lengkap karena dari berbagai disiplin ilmu mulai dari kandungan, anak, penyakit dalam, bedah onkologi, jantung, paru, gigi dan mulut, saraf THT, kulit kelamin, psikiatri dan spesialis mata. Selain dokter spesialis, BaliMed Buleleng memiliki dokter yang ditugaskan di IGD yang siap melayani pasien pasien emergency. Dokter IGD ini siap melayani 24 jam. Selain itu, dokter di BaliMed grup seperti Denpasar, Karangasem, dan Jembrana akan siap berkoordinasi bila dibutuhkan untuk membantu melayani pasien. ‘’Tipe rumah sakit kami adalah tipe C dan dalam enam bulan ke depan kami menyiapkan akreditasi dan bersiap melayani pasien BPJS,’’ tegasnya. (ad085)
Pernefri Ajak Masyarakat Minum Air Mineral
DALAM rangka memperingati Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day), Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) Bali mengajak masyarakat minum air mineral. Kampanye ini sebagai simbol untuk mengajak masyarakat sayang ginjal dengan membiasakan minum air yang cukup. Hadir pada acara itu Direktur Utama RSUP Sanglah dr. I Wayan Sudana, M.Kes. Selain Dirut, turut hadir antara lain Ketua Pernefri Bali Prof. Dr. dr. Ketut Suwitra, Sp.PD. dan para guru besar dan staf Nefrologi RSUP Sanglah, Denpasar. Acara kali ini terasa beda dengan kegiatan lainnya karena kegiatan yang ditujukan untuk promosi kesehatan khususnya terkait ginjal digelar di Mall Level 21 Denpasar pada Sabtu (2/3). Tujuannya untuk menyasar masyarakat umum, pentingnya menjaga ginjal. Acara yang berlangsung sore hari di akhir pekan itu mendapat sambutan antusias para pengunjung mall yang bertanya seputar kesehatan ginjal. Sebagai upaya oromosi kesehatan bagi masyarakat, RSUP Sanglah juga memberikan demo cuci tangan di Mall Level 21 Denpasar. Cuci tangan sangat penting dilakukan dan merupakan cara yang mudah dan murah untuk mencegah penyebaran penyakit. Ketua Pernefri Bali Prof. Dr. dr. I Ketut Suwitra, Sp.PD.-KGH.
AIR MINERAL - Pernefri Bali melakukan kampanye minum air mineral di mall. mengatakan, Hari Ginjal Sedunia (World Kidney Day) jatuh pada hari Kamis minggu ke-2 setiap bulan Maret. Tahun 2019, Hari Ginjal Sedunia jatuh pada tanggal 14 Maret. Dalam rangka itu, Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) Koordinator Wilayah Bali, NTB dan NTT akan menyelenggarakan serangkaian acara antara lain Update Nephrology Scientific Communication 2019 yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di bidang nefrologi. Bersamaan dengan kegiatan tersebut akan diadakan juga ceramah untuk masyarakat awam. Tujuannya untuk mem-
promosikan tentang kesehatan ginjal dalam kaitannya mencegah penyakit gagal ginjal dan mengajak masyarakat untuk bergaya hidup sehat. Melalui kegiatan Pernefri Goes to School, Campus, Office, Mall, Pernefri memperingati World Kidney Day tahun 2019. Tema yang diambil adalah ‘’Kidney Health for Everyone and Everywhere’’, diharapkan dapat menjadi wadah untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat pada umumnya dan kesehatan ginjal masyarakat yang lebih baik pada khususnya serta melakukan kegiatan pencegahan yang terjangkau terhadap terjadinya penyakit ginjal. (bns1)
Target Kunjungan 8 Juta
Per Hari Mesti Ada 21.918 Wisman Mendarat di Bali Mangupura (Bali Post) Tahun ini pemerintah Indonesia menargetkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Indonesia. Sementara Bali ditargetkan sebanyak 40 persen atau 8 juta wisman. Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Badung tahun ini berupaya menggenjot kedatangan wisman. Ketua BPPD Badung IGN Rai Suryawijaya menyampaikan, target tersebut akan sulit terpenuhi apabila kedatangan wisman ke Bali melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai masih berkisar 15 ribu per hari. Pihaknya menghitung untuk mendapatkan kunjungan 8 juta wisman ke Bali pada tahun ini maka per hari harus ada 21.918 turis asing mendarat di Bandara Ngurah Rai.
‘’Tapi kenyataannya yang ke Bali setiap harinya baru sampai 15 ribu. Ini akan sulit untuk dikejar. Karena kita sudah dua bulan dari Januari dan Februari ketinggalan,’’ katanya di sela-sela focus group discussion (FGD) beberapa waktu lalu, di Seminyak, Kuta. Menyikapi hal itu, katanya, BPPD harus mengambil strategi yang jitu selain melakukan sales mission dan table top ke beberapa negara. Pemerintah, BPPD Badung bersama dengan seluruh stakeholder pariwisata termasuk airline dan perusahaan pengembangan pariwisata harus terlibat di dalamnya untuk mengambil langkah dan solusi. Sehingga dapat mendatangkan wisman ke Bali lebih banyak lagi sesuai target yang ditetapkan. ‘’Tentu juga harus ada
strategi yang jitu lainnya,’’ kata Rai yang juga Ketua PHRI Badung. Diungkapkannya, penyebab kurangnya minat wisman ke Bali antara lain, pertama karena 2019 adalah tahun politik. Kondisi ini yang membuat wisatawan masih wait and see keadaan politik di Tanah Air. Kedua, Indonesia dikenal dunia sebagai negara yang mempunyai natural disaster (bencana alam) yang sangat tinggi misalnya gempa dan tsunami di Palu, gempa Lombok dan termasuk erupsi Gunung Agung. Ketiga adanya berita-berita hoax yang sangat mengganggu terkait insiden-insiden yang ada di Bali dan berdampak mengurangi minat datangnya wisatawan. Di samping itu juga hal ini yang mengurangi image daripada destinasi kita,’’ ungkapnya. (kmb23)
FGD - Suasana FGD membahas target kunjungan wisman ke Bali.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
Bali Post/kmb23
DAERAH
Senin Pon, 4 Maret 2019
5
FIGUR Bantu Korban Bencana SESUAI komitmen TNI yaitu selalu ada untuk rakyat, sebagai rasa kepedulian yang tinggi terhadap sesama dan untuk mempercepat proses pemulihan, prajurit TNI terdepan dalam membantu korban bencana. Seperti bencana angin puting beliung yang memporakporandakan ratusan rumah di Kelurahan Penfui dan Kelurahan Liliba, Kota Kupang, NTT, beberapa waktu lalu. Prajurit Yonif 743/PSY dikerahkan membantu Kodim 1604/Kupang melaksanakan kegiatan karja bakti kemanusiaan bagi korban bencana alam tersebut. ‘’Mendirikan tenda darurat bagi korban yang masih mengungsi maupun membersihkan puing-puing. Para prajurit juga membersihkan pohon tumbang,’’ kata Kapendam IX/ Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G, S.IP., Minggu (3/3) kemarin. Di samping itu, TNI bersama aparat terkait juga turun ke lokasi kejadian untuk mengecek kondisi terkini dan mendata kerusakan maupun kerugian material. ‘’Kami juga berupaya membantu masyarakat setempat menyelamatkan harta bendanya yang masih bisa dimanfaatkan,’’ ujarnya. Menurut Kapendam, bantuan TNI tersebut sesuai Undang-undang No.34 Tahun 2004 tentang TNI yaitu membantu menanggulangi akibat bencana alam. ‘’Kebanyakan dampak dari angin puting beliung tersebut adalah kerusakan pada atap rumah warga. Selain itu tidak sedikit rumah warga ambruk, pohon dan tiang PLN tumbang ke tengah jalan,’’ tegasnya. (rah)
Bali Post/kmb38
HARGA – Tim gabungan melakukan pengawasan harga dan stok sembako serta parcel menjelang Nyepi tahun 2019.
Jelang Nyepi, Harga Sembako di Buleleng Stabil Singaraja (Bali Post) – Dinas Perdagangan Perindustrian (Disdagprin) bersama Loka POM Buleleng dan Satpol PP melakukan pengawasan lapangan menjelang hari raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1941. Tim ini mengawasi harga, ketersedian stok, label kedaluwarsa, kemasan, dan takaran. Selain itu, tim juga menggelar operasi pasar bersama PD Pasar Buleleng. Kepala Disdagprin Buleleng Ketut Suparto, Minggu (3/3) kemarin mengatakan, pengawasan ini sudah menjadi agenda rutin setiap menjelang hari raya besar seperti Nyepi dan hari besar agama lainnya. Tujuannya, mengendalikan harga dan menjamin kualitas dan takaran sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako) yang notabene permintaannya naik dibandingkan hari-hari normal. Khusus untuk persediaan dan harga, pengendaliannya dilakukan dengan melaksanakan operasi pasar murah. Operasi ini sudah dilancarkan secara terjadwal mulai pertengahan Februari 2019 lalu. ‘’Pengawasan masih berlangsung dan pasar murah masih dilaksanakan, baik di desa maupun di kota Singaraja,’’ katanya. Menurut Suparto, dari pengawasan tersebut belum ditemukan adanya lonjakan harga menjelang Nyepi tahun ini. Sebagian besar harga komuditas sembako masih level wajar. Dia mencontohkan, harga cabai masih standar yakni Rp 15.000 per kilogram. Demikian juga bawang merah Rp 25.000 per kilogram. Sedangkan daging ayam broiler Rp 40.000 per kilogram. Harga komoditas ini masih tergolong stabil. Meski demkian, dibandingkan harga terdahulu harganya berkisar antara Rp 35.000 sampai Rp 38.000 per kilogram. ‘’Persediannya juga masih mencukupi, namun tetap kami awasi, sehingga kalau nanti terjadi lonjakan, tim akan melakukan pengendalian harga dengan operasi pasar,’’ jelasnya. Suparto juga mengatakan belum ditemukan adanya komuditas yang melewati masa kedaluwarsa. Demikian juga penjualan paket bingkisan (parcel) tidak luput dari pengawasan. Sementara tim gabungan belum menemukan barang-barang kedaluwarsa yang dijadikan paket parcel hari raya. Sementara itu, hasil pengawasan terhadap timbangan, Suparto menyebut pedagang di pasar tradisional dan pasar modern menggunakan timbangan yang dalam kondisi baik. Hanya, beberapa pedagang ditemukan menggunakan timbangan yang baru namun belum ditera ulang. (kmb38)
Bali Post/ist
MELASTI – Warga Desa Adat Pakraman Buleleng antusias mengikuti upacara melasti ke Pura Segara di eks Pelabuhan Buleleng, Minggu (3/3) kemarin.
Melasti di Desa Adat Pakraman Buleleng Dimajukan
Singaraja (Bali Post) – Umumnya upacara melasti digelar sebelum hari raya Nyepi. Sedangkan di Desa Adat Pakraman Buleleng, melasti dilangsungkan pada Purnama Sasih Kadasa atau setelah Nyepi. Namun, karena bertepatan dengan Karya Panca Wali Krama di Pura Besakih, melasti di desa ini dimajukan pada Sasih Kasanga yakni Minggu (3/3) kemarin. Sebanyak 14 banjar adat di lingkungan Desa Adat Pakraman Buleleng mengikuti prosesi melasti. Iringiringan pralingga Ida Batara diawali dari Pura Desa Adat Pakraman Buleleng, Jalan
Mayor Metra Singaraja. Warga antusias mengusung puluhan sarad dan kotak ampilan dari masing-masing Pura Dadia dan Panti yang disimbolkan dengan Pralingga atau Pratima. Warga berjalan kaki diiringi dengan gamelan gong menuju Pura Segara Buleleng di eks Pelabuhan Buleleng. Rute yang dilalui yakni Jalan Mayor Metra, Gajah Mada dan Jalan Hasanuddin. Tiba di pantai, prosesi diawali dengan makekobok (menyusuri bibir pantai) dan berakhir di Pura Segara Desa Adat Pakraman Buleleng. Proses selanjut-
Panca Wali Krama di Pura Besakih. Dalam awig-awig Desa Adat Pakraman Buleleng Pasal 80 ayat 1 beserta penjelasannya menyatakan bahwa jika melasti bersamaan dengan rangkaian pelaksanaan Panca Wali Krama di Pura Besakih, maka melasti yang biasanya diselenggarakan pada Purnama Kadasa dimajukan pada Sasih Kasanga. Mengacu Lontar Sundarigama dan Lontar Aji Swamandala bahwa melasti merupakan pembersihan alam melalui prosesi anganyutaking malaning bumi, ngamet tirta amerta atau menghanyutkan kekotoran alam mengguna-
kan air kehidupan. Menurut Sutrisna, melasti tujuannya ngiring Prawatek Dewata atau mengingatkan umat meningkatkan bakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, anganyutaken laraning jagat atau membangun kepedulian untuk mengentaskan penderitaan masyarakat, anganyutaken papa klesa atau menguatkan diri dengan membersihkan diri dari kekotoran rohani serta anganyutaken letuhan bhuwana atau bersamasama menjaga kelestarian alam. ‘’Melasti memiliki makna membersihkan bhuwana alit dan bhuwana agung,’’ katanya. (kmb38)
bukti tersebut ke Jember dan berhasil diamankan. Informasi diperoleh di Jember, pencurinya sudah balik ke Denpasar. ‘’Kami langsung balik ke Bali dan melacak keberadaan pelaku,’’ ujarnya. Selanjutnya pada 26 Februari pukul 00.30 Wita, petugas menggerebek kos-kosan di Jalan Sari Dana II, Ubung Kaja, Denpasar Utara dan meringkus tersangka Sanullah. ‘’Karena melakukan perlawanan saat pengembangan kasus ini, pelaku terpaksa
dilumpuhkan dengan cara menembak kaki kanannya,’’ ujar Pramasetia. Saat diinterogasi, Sanullah mengaku beraksi bersama Zubaidi alias Arin dan saat itu berada wilayah Kalisat, Jember. Keesokan harinya, Zubaidi dibekuk di kampungnya. ‘’Tersangka Sanullah pernah dua kali ditangkap terkait kasus curanmor di Polres Situbondo dan Polres Jember, Jatim. Sekarang dia masih menjadi DPO Polres Jember,’’ ujarnya. (kmb36)
Bobol Warung, DPO Kasus Curanmor Ditembak
Mangupura (Bali Post) -
Perburuan Tim Opsnal Satreskrim Polres Badung terhadap pembobol warung sembako di Jalan Raya Tinggas, Abiansemal membuahkan hasil, Rabu (27/2) lalu. Pelakunya komplotan maling asal Jember, Jawa Timur, yaitu Sanullah (42) dan Zubaidi (44). Tersangka Sanullah merupakan residivis kasus curanmor dan jadi DPO Polres Jember. Polisi terpaksa menembak kakinya karena melakukan perlawanan. Kasatreskrim Polres Badung AKP Made Pramasetia didampingi Kanit I Ipda Ferlanda Oktora, Minggu (3/3) kemarin mengatakan, kasus pencurian di warung milik I Gusti Made Rai Okawati (52) terjadi pada Senin (17/2) pukul 08.00 Wita.
Kedua pelaku datang ke TKP mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter. Selanjutnya mereka pura-pura belanja dan korban lengah, pelaku diam-diam membawa kabur tas selempang berisi dua HP dan uang Rp 5 juta milik korban. Selanjutnya pelaku
langsung kabur. Setelah kasus tersebut dilaporkan ke Polres Badung, polisi melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan terlacak HP milik korban berada di wilayah Jember, Jatim. Tim dipimpin Ipda Ferlanda mencari barang
’’Kuwera Punia Karma’’, Ogoh-ogoh Terbaik di Badung
Turis Australia Kecurian, Alami Kerugian Rp 2,5 Miliar
Mangupura (Bali Post) Villa Ayatana Jalan Kerobokan, Kuta Utara, Rabu (27/2) lalu dibobol maling. Vila tersebut ditempati Kale Robert Dempsey (29), turis Australia. Saat melapor ke Polsek Kuta Utara, Jumat (1/3) lalu, dia mengaku mengalami kerugian Rp 2,5 miliar. Modusnya pelaku merusak pintu vila tersebut. Informasi diperoleh, Minggu (3/3) kemarin, pada waktu kejadian sekitar pukul 18.00 Wita, korban meninggalkan vila. Sebelum pergi, korban tidak lupa mengunci pintu vila tersebut. Dia baru balik ke TKP sekitar pukul 21.50 Wita. Sesampainya di vila, korban kaget karena melihat pintu vila rusak dan keadaan terbuka. Selanjutnya korban mengecek barang-barang berharganya. Alhasil korban mengaku kehilangan uang 10.000 dolar Australia, 150 euro, laptop Apple, Microsoft laptop, brangkas, jam tangan merek Rollex, dua jam merek Audemars Piguet, tas selempang merek Gucci, kalung emas, play station 4, cincin berlian, router, dua pasang sepatu merek Nike, sepasang sepatu merek Louis Vuitton, tas selempang merek Lacoste, empat kacamata hitam, tas ransel Vuitton, sarung paspor merek Louis Vuitton, dompet Louis Vuitton dan kartu kredit Bank St George Australian. ‘’Diduga pelaku mengambil barang-barang tersebut saat korban pergi makan. Saat melapor, korban mengaku mengalami kerugian Rp 2,5 miliar,’’ kata sumber. Kapolres Badung AKBP Yudith Satria Hananta saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. ‘’Masih diselidiki kasus ini oleh anggota Polsek Kuta Utara,’’ tegasnya. (kmb36)
nya dilakukan di Pura Segara Buleleng dipimpin Pemangku Pura Kahyangan Tiga. Prosesi melasti berakhir dengan melaksanakan angamet tirta amerta yakni mengambil air suci dari tengah laut yang dilakukan oleh krama Tridatu Desa Adat Pakraman Buleleng. Setelah nunas tirta ribuan umat kembali ke tempat masing-masing masih dengan berjalan kaki. Klian Desa Adat Pakraman Buleleng Nyoman Sutrisna mengatakan, untuk kali ini pelaskanaan melasti dimajukan dari jadwal yang sudah ditetapkan. Ini karena bertepatan dengan Karya
OGOH–OGOH – Ogohogoh ‘’Kuwera Punia Karma’’ ditetapkan jadi juara ogoh-ogoh di Badung. ‘’Kuwera Punia Karma’’ menceritakan manusia menjunjung tinggi sifat dewa. Apabila sifat itu luntur akan menjadi bhutakala dan luntur lagi menjadi raksasa. Dewa Kuwera yang berkendaraan Wilmana, melambangkan dewa dan buhataka menjadi satu dalam kehidupan manusia. Bhutakala sebagai powernya dan dewa sebagai pengendalinya.
Mangupura (Bali Post) – Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung menetapkan ‘’Kuwera Punia Karma’’, ogoh-ogoh ST Bhakti Karya, Banjar Badung, Munggu, Mengwi sebagai juara I lomba ogoh-ogoh dengan perolehan skor 3.462, disusul ST Bakti Asih, Banjar Teba Jimbaran, Kuta Selatan dengan skor 3.459 sebagai juara II dan juara III diraih oleh ST Sila Dharma, Banjar Tengah Tegal, Abiansemal dengan skor 3.419. Sementara juara harapan I adalah ST Kumara Canthi, Banjar Petang Kelod, Petang dengan nilai 3.412. Juara harapan II diraih ST Dipa Bhuana Canti, Banjar Basangkasa Kerobokan, Kuta Utara dengan skor 3.395 dan harapan III diraih ST Eka Bhuana Tunggal, Banjar Seminyak Kaja, Kuta dengan nilai 3.376. Kadisbud Badung Ida Bagus Anom Bhasma mengatakan penetapan pemenang tiga besar dari enam kecamatan di Gumi Keris ini diawali dengan seleksi 18 besar di masingmasing kecamatan. Keputusan yang melibatkan sejumlah
unsur, yakni Disbud Badung, panitia kecamatan, MMDP, Listibya, dan Kementerian Agama ini berdasarakan penilaian yang dilakukan oleh enam juri. ‘’Sudah kami tetapkan pemenangnya, cuma tidak ada seremonial penyerahan hadiah. Mereka yang ogohogohnya mendapatkan juara kami harapkan datang ke kantor untuk mengambil hadiah,’’ ungkap Anom Bhasma, Minggu (3/3) kemarin. Menurutnya, pengambilan hadiah dapat dilakukan pada jam kerja, yakni Senin hingga Jumat. Dalam kegiatan lomba ogoh-ogoh ini tim penilai melakukan penilaian final pada tanggal 1 dan 2 Maret. Bagi juara I akan mendapat hadiah uang tunai Rp 25 juta, hadiah kedua Rp 20 juta, yang ketiga dapat Rp 15 juta. Untuk pemenang harapan I, II, dan III masing-masing diberikan
Rp 10 juta. Ini sebagai dana motivasi kami agar kreativitas generasi muda terus bertumbuh. ‘’Tahun depan (2020) sesuai instruksi Bapak Bupati dana pembinaan akan dinaikkan menjadi Rp 40 juta. Kami sudah membuat rancangannya tinggal dibahas pada Musrembang,’’ jelasnya. Tak hanya itu, pemberian bantuan untuk menunjang kreativitas generasi muda juga akan diberikan kepada yowana yang selama ini luput dari bantuan ogoh-ogoh. Birokrat asal Desa Taman, Abiansemal ini mengatakan, seleksi ogoh-ogoh di setiap kecamatan dari 535 sekaa teruna dilakukan berdasarakan sejumlah kriteria. Seperti harus berwujud bhutakala, terbuat dari bahan ramah lingkungan, tidak bernuansan porno, SARA, tidak bermuatan politik, dan tidak membawa pesan sponsor. (kmb27)
OPINI
6 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Lakukan Introspeksi di Bidang Ekonomi KITA sering membahas ketahanan ekonomi Bali yang bisa kita simpulkan sangat berbahaya. Lihat saja hampir semua kebutuhan krama Bali masih dipasok dari luar Bali. Perayaan Nyepi tahun ini bisa dijadikan ruang untuk introspeksi dalam menyikapi kemampuan ekonomi Bali. Sektor pariwisata yang menjadi unggulan, harus bisa mengangkat sektor lain. Pertanian salah satunya. Sebab, pertanian Bali belum memberi kontribusi pada ekonomi Bali. Ini penting, jangan sampai kita hanya bergantung pada pariwisata. Sebab, secara teori disebutkan, jika sebuah negara atau daerah hanya menggantungkan perekonomiannya pada satu sektor tertentu, maka ketahanan ekonominya sangat berisiko. Sangat dimungkinkan sebuah daerah atau negara akan kehilangan kemandirian dan sangat tergantung pada sektor satu itu saja. Kita tentu masih ingat, ketika Bali mengalami tragedi bom, perekonomian kita nyaris tak berjalan normal akibat kita terlalu mengandalkan industri pariwisata. Mestinya kita memiliki industri alternatif lainnya seperti pertanian, perikanan, perkebunan dan industri kecil. Demikian pula ketika Gunung Agung erupsi, ekonomi Bali kian melemah, sebab wisatawan takut datang. Pariwisata juga menyebabkan krama Bali abai terhadap sektor pertanian. Demikian pula dalam sektor informal. Krama Bali lebih memilih bekerja di kapal pesiar, hotel, restoran atau sektor lain yang berhubungan dengan wisatawan. Akhirnya sektor lain dikuasai orang luar. Lihat sektor informal. Krama Bali kalah jauh dengan krama pendatang. Lihat saja menjelang sore dan malam, UMKM di Bali dikuasai warga pendatang. Ini karena salahnya krama Bali yang tak mau mencoba usaha dan masih bermental priyayi tak mau susah-susah bekerja, namun ingin duit datang sendiri. Mereka mampu membangun ruko namun hanya untuk dikontrakkan. Jarang ada yang mau berwirausaha. Hanya krama Karangasem di Denpasar yang memiliki jiwa berjibaku lewat usaha kecil. Ini juga pertanda ketahanan ekonomi Bali sangat berbahaya. Bali Post pernah memuat laporan bahwa Bali hanya tinggal satu generasi lagi. Setelah itu hilang ciri khas kebaliannya. Tantangan ini seharusnya cepat direspons krama Bali, jika tak ingin anak dan cucunya tergusur karena kalah dalam ekonomi. Tanah warisan sudah menjadi hak milik orang lain. Tentu kita tak mau menjadi pembantu. Untuk itu, kuasai sektor ekonomi di daerah sendiri dengan bekerja keras dan bekerja cerdas. Padahal potensi krama Bali sangat potensial untuk maju. Orang Bali paling dulu bergaul dalam era globalisasi. Mereka paling pertama dan paling intens menjalani era global dengan orang asing. Demikian juga soal ekonomi kreatif. Krama Bali sering dijadikan contoh berkat kreativitasnya mereka bisa meraup dolar. Namun sering kali mereka kalah bersaing. Mereka cepat menyerah dan pasrah. Untuk mengatasi masalah ini, pelaku ekonomi kreatif di Bali perlu bersatu bisa dalam bentuk komunitas. Dengan demikian kita dapat meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia di pasar domestik maupun ekspor.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Pemberdayaan Lembaga Umat di Era Baru Bali Era baru Bali sudah dilontarkan berulang kali oleh media massa. Era baru Bali juga sudah menjadi pemahaman krama Bali, bahwa dalam era baru ini tentu banyak hal yang harus ditata ulang. Saya sependapat dengan era baru Bali yang mengarah pada upaya peletakan fondasi dasar untuk mengawal Bali ke depan. Untuk itu saya mendukung jika Gubernur Bali Wayan Koster dengan visi-misi Nangun Sat Kerti Loka Bali ingin merumuskan RUU Provinsi Bali. Ini penting dilakukan untuk meletakkan fondasi yang mendasar dalam menjaga Bali ke depan. Terutama dalam konteks menjaga Bali agar diberikan ruang yang lebih khusus menata dan mengelola budayanya. Namun, dalam kondisi kekinian saya hanya berharap pada jangka pendek ini Gubenur Bali dan jajarannya meletakkan kerangka dasar peran dan fungsi lembaga umat kita. Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) melakukan langkah nyata menyelamatkan budaya dan tradisi umat Hindu berbasis krama Bali, dan umat Hindu yang tersebar di seluruh Indonesia. Memontum Nyepi Çaka 1941 kali ini hendaknya dijadikan langkah cerdas untuk mengoptimalkan peran PHDI dalam membina umatnya. Kenali dan deteksi masalah keumatan, lalu carikan solusinya. Peran lembaga umat ini tentu sangat penting, mengingat Bali mutlak perlu generasi pewaris budaya. Tanpa langkah nyata ke arah itu, rasanya di era teknologi ini tantangan untuk menjaga dan mengawal Bali akan lebih berat. Syukur Bali kini punya pemimpin yang peduli dengan agama dan budayanya. Mudah-mudahan ke depan hal ini menuju ke arah kebaikan bagi Bali. I Made Wirama Putra Gianyar, Bali
Senin Pon, 4 Maret 2019
Spirit Nyepi dan Keuangan Berkelanjutan Tahun Baru Çaka 1941 yang jatuh pada tanggal 7 Maret 2019, memberikan spirit mulat sarira dalam segala aspek kehidupan, termasuk kepedulian bisnis dalam konteks pengelolaan lingkungan dan sosial. Nyepi dengan Catur Brata Panyepian yaitu Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Karya (tidak melakukan aktivitas), Amati Lelungan (tidak bepergian) dan Amati Lelanguan (tidak bersenang-senang) merefleksikan relevansi nilai-nilai pembangunan berkelanjutan. Nyepi berarti sepi, hening dan damai, wahana reflektif, keseimbangan diri menuju tujuan hidup yang hakiki dan harmoni. Secara kodrati, perusahaan pun didirikan seperti halnya manusia mempunyai tujuan yang seimbang yaitu menguntungkan secara ekonomi, diterima secara sosial dan ramah lingkungan. Bila ketiga ini tidak dilaksanakan, diyakini perusahaan akan mengalami gangguan dengan going concer-nya. Lalu, apa spirit Nyepi diletakkan dalam kerangka pengelolaan bisnis khususnya lembaga jasa keuangan?
Oleh I Wayan Suartana euangan berkelanjutan adalah sebuah paradigma baru yang sedang digulirkan oleh otoritas lembaga keuangan saat ini sebagai implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan. Konsep ini kelihatan sangat ideal, tetapi bisa jadi terbentur tembok zona nyaman yang selalu menganggap laba sebagai bottom line. Nampaknya cara berpikir counter explanation berupa rasa penyesalan di awal barangkali bisa mereduksi skeptisme yang berkembang. Ini persoalan deskriptif dan akan menjadi konvensi bersama bila sudah menjadi kewajiban. Kesadaraan dan kesukarelaan lebih memiliki makna dan leverage, tetapi lagi-lagi terbentur oleh kodrati insani moral hazard dalam diri manusia. Dengan membaca dan memaknai persoalan deskriptif, paradigma ini suka atau tidak suka harus diterima dan dilaksanakan untuk menyelamatkan bumi dari kerusakan yang lebih parah. Berbagai bencana alam terakhir ini mengindikasikan dan diduga disebabkan terjadinya ketidakseimbangan bentang alam secara sengaja maupun tidak sengaja. Bentang alam bukan hanya sekadar konstruk sosial, tetapi menjadi variabel dioperasikan dalam semesta dunia. Kesengajaan bisa saja dalam bentuk eksploitasi alam untuk memaksimum-
K
kan utilitas atau terjadinya perilaku yang merusak alam, padahal hakikat pembangunan berkelanjutan adalah terjadinya proses produksi dan konsumsi yang mampu memenuhi kesejahteraan manusia secara terus-menerus, tahun demi tahun dan bersambung dari generasi ke generasi. Artikulasi kehidupan menjadi sebuah pertanda bahwa bumi yang kita pijak ini bukan warisan, tetapi titipan yang diestapetkan ke generasi berikutnya. Karena itu menjadi menarik mengikuti fakta empiris pada hari raya Nyepi. Dari berbagai sumber, pada saat perayaan hari raya Nyepi di Pulau Bali terjadi reduksi emisi gas karbondioksida sebanyak kira-kira 20.000 ton dalam sehari, penghematan listrik sekitar 70 persen bila dirupiahkan ekuivalen sekitar Rp 4,5 miliar, penghematan air dan penghematan bahan bakar lainnya. Bali sehari tanpa polusi (bahkan mendekati nol persen) sebagai sumber terjadinya perubahan iklim dan anomali cuaca. Ukuranukuran seperti itu menunjukkan aktualisasi nyata esensi pembangunan berkelanjutan dan spirit untuk mengubah perspektif dengan mengubah cara pandang pembangunan konvensional yang bertujuan mengejar keuntungan jangka pendek melalui eksploitasi menjadi pemberdayaan dan pemanfaatan sumber daya alam yang dapat memberi
manfaat ekonomi, sosial dan lingkungan hidup bagi seluruh pemangku kepentingan. Nilai-nilai Keuangan Berkelanjutan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerbitkan peraturan tentang penerapan keuangan berkelanjutan untuk lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik sebagai wujud implementasi roadmaap keuangan berkelanjutan. Roadmaap menunjukkan strategi pencapaian keuangan berkelanjutan harus dilakukan secara bertahap dengan tingkat capaian yang terukur. Dukungan menyeluruh dari sektor jasa keuangan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dengan menyelaraskan kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup. Hal tersebut disebutkan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51 /POJK.03/2017 Aturan ini bertujuan untuk peningkatan daya tahan dan daya saing lembaga jasa keuangan, emiten, dan perusahaan publik melalui pengelolaan risiko sosial dan lingkungan hidup. Luarannya berupa laporan berkelanjutan (Sustainability Report) diumumkan kepada masyarakat yang memuat kinerja ekonomi, keuangan, sosial, dan lingkungan. Keuangan berkelanjutan dapat dilihat dari dua sisi. Pertama, dari sisi supply, lembaga jasa keuangan misalnya
bank menyediakan portofolio produk-produk keuangan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan dan memiliki eksternalitas negatif sosial rendah. Bank menyediakan skema khusus kredit yang diperuntukkan bagi perusahaan yang bergerak di bidang konservasi dan energi terbarukan. Contohnya obligasi hijau. Sebaliknya, kita bisa membayangkan jika seluruh portofolio kredit diberikan kepada debitur yang kredibilitas dalam pengelolaan lingkungan masih dipertanyakan atau diragukan. Bila hal itu terjadi, lewat mekanisme pasar yang fair maka semestinya bank dan perusahaan tersebut ‘’dihukum’’ oleh pasar yang diproksikan harga saham yang jatuh. Dari sisi demand, calon debitur harus betul-betul melaksanakan semangat keberlanjutan dalam operasi perusahaan. Risiko tidak hanya bertumpu pada masalah-masalah keuangan semata, tetapi juga memasukkan risiko bencana alam dalam profil risiko bisnisnya. Operasi kegiatan lembaga jasa keuangan sehari-hari memengaruhi secara langsung kualitas lingkungan hidup, seperti masalah sampah, air dan limbah. Hemat kata, pintu masuk perusahaan itu bisa beroperasi adalah tata ruang dan rencana mitigasi bencana yang tersusun rapi dan bisa dilaksanakan. Produk dan jasa yang disediakan lembaga jasa keuangan berpotensi menyebabkan terjadinya pencemaran apabila tidak melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup dengan baik dan benar. Semakin banyak perusahaan yang menggunakan produkproduk lembaga keuangan yang berorientasi hijau, maka perusahaan tersebut semakin peduli dengan lingkungan. Hulu (lembaga jasa keuangan) dan hilir (perusahaan yang dibiayai) mempunyai cara pandang yang sama dan kolaboratif dalam memandang persoalan sosial dan lingkungan. Bentuk kepedulian ini menjadi kanal penghubung
Nyepi, Yadnya Agung bagi Kalakala DI BALI masyarakat membayangkan kala itu seperti makhluk hidup yang menakutkan dengan sebutan Buthakala. Disadari atau tidak, ia adalah waktu (kala) yang tidak mengenal kompromi, tidak bisa dirayu agar berhenti sejenak, dan ia terus melaju memakan usia kita sehingga mempercepat datangnya hari kematian. Ritual apa pun yang kita persembahkan, Buthakala itu terus menjalankan dharmanya, detik demi detik ia memakan manusia hingga pada akhirnya manusia mencapai kematiannya. Itulah sebabnya dikatakan bahwa bukan manusia yang menghabiskan waktu (kala), tetapi kala itulah yang menghabiskan manusia. Di at as wak t u (ka la ) itu ada penguasa waktu yang disebut Kalakala, dan hanya Kalakala yang dapat menghabiskan waktu. Kalakala itu sendiri adalah Tuhan dalam asfeknya sebagai penguasa waktu, begitulah yang disampaikan oleh Bhagavan Sri Sathya Narayana dalam buku ‘’Inti Sari Bhagavad-Gita’’. Nyepi tanpa nyala lampu, kompor, lilin, dupa ataupun yang lain, dan itulah simbolis penampakan luar dari amati geni. Bila penampakan luar dari amati geni itu mendapat sentuhan batin, ia akan berpantang tanpa menyalakan api hawa nafsu, api seks, api kemarahan, api kebencian, dan api–api lain yang dapat memicu kejahatan, baik pada diri sendiri maupun pada lingkungan. Ketulusikhlasan itulah kuncinya agar dapat melakukan brata Nyepi dengan baik, dan tulus ikhlas itu sendiri adalah yadnya. Bila setiap orang dapat melakukan yadnya pada saat Nyepi, dan kumpulan yadnya–yadnya demikian itu akan menjadi yadnya besar, yadnya agung (great offerings) bagi pen-
Oleh I Gst. Ngr. Bagus Suryawan, S.T., S.Ag., M.M. guasa waktu, Kalakala. Setiap orang harus menyadari bahwa tidak ada apa pun yang kekal di dunia ini, dan semua akan berakhir ditelan waktu (kala), dan betapapun hebat diri manusia, ia pasti habis ditelan oleh waktu (kala). Karena itu, apa pun yang dilakukan manusia, berbuat baik atau buruk adalah bentuk persembahan bagi ‘’Sang Waktu’’ atau kala. Bila orang menyadari ‘’Hukum Karma Phala’’, maka seseorang harus berhati–hati berperilaku, karena perilaku sendiri adalah persembahan juga pada waktu (kala) yang akibatnya akan diberikan kembali kepada yang mempersembahkannya. Begitu juga dengan kehadiran Nyepi adalah kesempatan baik untuk mempersembahkan tapa (brata) pada penguasa waktu, yaitu Kalakala. Bila setiap orang dengan tulus mempersembahkan tapa (brata) dengan melakukan amati geni, amati lelanguan, amati lelungan, dan amati karya, maka itu adalah yadnya agung (great offerings) bagi Kalakala. Tapa atau brata demikian akan memberi dampak pada alam, dan alam menerima vibrasi keheningan selama Nyepi berlangsung. Nyepi juga mengajak manusia berpantang untuk melakukan kegiatan bersenang–senang, yang juga dikenal dengan istilah brata amati lelanguan. Ada banyak kebiasaan buruk yang bisa dihentikan, apakah itu pesta makan, minum hingga mabuk–mabukan, pesta seks, nonton hiburan forno, melekat dengan hiburan musik, menikmati TV, internet, medsos, narkoba, dan berbagai bentuk hiburan yang dapat merang-
sang liarnya panca indera, dan itu adalah bentuk lelanguan yang memiliki kemelekatan dan rasa ketagihan. Sadar atau tidak setiap hari organ tubuh di antara kita dibuat bekerja berat, perut dicekoki ragam makanan mulai dari kandungan yang ringan tanpa racun hingga makanan berat yang dapat memicu kolestrol, asam urat, hingga ada pria yang terlihat hamil, perutnya buncit karena terlalu banyak mengonsumsi makanan. Perlu disadari, dunia kedokteran mengetahui bahwa tubuh manusia dihuni oleh mikroba, bakteri dan makhluk parasit lainnya yang jumlahnya mencapai triliunan. Bila manusia terlalu membebani dirinya hingga memiliki dampak terhadap keharmonisan makhluk parasit lainnya yang ada dalam tubuh ini, maka mereka juga akan melakukan reaksi yang dapat menyulitkan tubuh ini. Karena itu, sedapat mungkin dalam brata lelanguan itu diupayakan utuk mengalihkan perhatian dari dunia luar menuju dunia batin, agar selalu dapat menjaga keheningan Nyepi itu sendiri. Brata amati lelanguan bukan hal yang mudah dilakukan tanpa ada dorongan keyakinan yang kuat melandasinya. Mereka yang tulus melakukan puasa akan membantu meringankan kerja organ tubuh. Seseorng harus berusaha melakukan utsaha brata, usaha puasa Nyepi tanpa keterpaksaan (doktrin). Hindu tidak mengajarkan doktrin, dan segala bentuk doktrin selalu menyisakan bentuk kewajiban yang sifatnya mengikat atau pemaksaan, dan pemaksaan itu sendiri tidak punya nilai
yadnya. Puasa, tidak makan dan minum ini tentu juga punya makna untuk membantu mengurangi racun–racun pada tubuh, dan dengan berkurangnya racun itu, kerja organ tubuh akan menjadi ringan, dan itu adalah bentuk yadnya pada tubuh (mikrokosmos). Nyepi juga mengajak pantang bepergian yang dikenal dengan istilah amati lelungan. Dengan adanya brata ini, alam lingkungan kita akan terasa lebih hening dan lebih rileks. Keindahan terbesar yang bisa dirasakan oleh alam saat Nyepi adalah adanya persembahan yadnya agung (great offerings) berupa kesempatan bagi alam Bali untuk bisa lebih rileks, dan setidak– tidak satu hari dalam setahun tidak diganggu oleh ragam kerumitan yang ditimbulkan oleh aktivitas manusia yang tidak pernah terhenti. Terakhir Nyepi mengajak kita untuk amati karya. Ini akan membantu alam lingkungan terasa lebih menikmati keindahannya, jauh dari usikan tangan pekerja, hentakan kaki manusia, desingan bunyi pesawat udara, desingan kendaraan bermotor, penebangan pohon, pencemaran sungai, danau, laut, dan ragam aktivitas manusia yang begitu banyak yang dapat membebani bumi pertiwi ini. Dengan ketulusan Nyepi, sepertinya tidak ada ritual apa pun yang bisa mengalahkan yadnya brata Nyepi yang bisa berlangsung selama 24 jam. Inilah yadnya hebat, yadnya agung (great offerings) yang bisa kita persembahkan pada Kalakala yang merupakan penguasa waktu (kala) itu sendiri. Selamat Merayakan Nyepi Tahun Baru Çaka 1941.
pertumbuhan pembangunan, keadilan sosial serta menghemat pemakaian sumber daya alam. Semangat dan filosofi Catur Brata Panyepian aktual dalam konteks ini. Degradasi lingkungan terutama pada sumber daya alam dan juga kekayaan/aset lingkungan menjadi hal yang harus dihindari bagi seluruh umat manusia. Sederhananya, keuangan berkelanjutan dari sisi nasabah lembaga keuangan bank dan nonbank diterapkan dengan cara penghematan sumber energi seperti listrik, panas, dan sebagainya seperti yang dilakukan pada saat Nyepi Sipeng. Keuangan berkelanjutan boleh disebut suatu rekayasa sosial yang dialokasikan untuk mengelola sistem pembayaran, risiko manajemen, mengatur pola hidup dan menabung pada investasi yang berguna. Ada kecenderungan keraksasaan yang disebabkan Panca Klesa. Panca Klesa itu adalah Awidya artinya kebodohan dan kegelapan, Asmita artinya mementingkan diri sendiri atau egois, Raga artinya suka mengumbar hawa nafsu, Dwesa mudah marah, membenci dan dendam, Abhiniwesa artinya adanya rasa takut. Awidya itu adalah kegelapan. Hal itulah yang harus disepikan setiap saat, apalagi bagi seorang pengusaha yang banyak berkecimpung dalam kancah Panca Klesa itu. Kalau seseorang dapat mengendalikan Panca Klesa, maka dalam menyusun rencana bisnis maupun dalam melaksanakan rencana tersebut selalu dalam keadaan rasional penuh perhitungan dan pengendalian diri. Dengan menyepikan gejolak panca klesa dan panca indriya itu, akan dapat membangkitkan kesadaran rohani yang kuat. Kesadaran spiritual itu akan dapat melihat berbagai kekurangan dan peluang untuk memperbaiki kekurangan dalam kehidupan bisnis. Sesungguhnya menyepikan gejolak hawa nafsu itu bisa dilakukan tiap hari oleh setiap entitas bisnis. Sepi adalah bunyi yang tersembunyi dan bunyi akan mengatakan ‘’selamatkan bumi ini dari kerusakan parah’’ dengan menerapkan prinsip-prinsip keuangan berkelanjutan secara konsisten. Kalau tidak dari sekarang, kapan lagi. Kalau tidak kita, siapa lagi. Penulis, Guru Besar FEB Unud
POJOK Saat pangerupukan, 1.039 ogoh-ogoh akan diarak di Gianyar. - Dharma laksana jelang Tahun Baru Çaka. *** Harga tiket pesawat naik drastis, jumlah penumpang anjlok. - Situasi ekonomi masih labil. *** Tarif pengiriman lewat udara naik, petani manggis lirik sektor laut. - Situasi belum membaik.
Penulis, pensiunan Telkom berasal dari Bedulu, Gianyar
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7
TABANAN
Senin Pon, 4 Maret 2019
542 Polisi Siap Amankan Rangkaian Nyepi
Tabanan (Bali Post) -
Sebanyak 542 anggota polisi dikerahkan untuk mengamankan pawai ogohogoh dan Nyepi di Kabupaten Tabanan. Polres Tabanan ingin memastikan seluruh potensi konflik dapat diredam. Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa belum lama ini menyampaikan, para personel disebar di semua kecamatan, mulai proses melasti pada Senin (4/3) hari ini. Terkait potensi kerawanan di masyarakat, Polres Tabanan juga telah mengantisipasinya dengan menggelar rapat koordinasi dengan FKUB, PHDI serta instansi terkait. Selain polisi, pengamanan juga melibatkan instansi terkait, seperti TNI, Satpol P P, Dina s P e rhub ung a n hingga Pecalang di seluruh desa pakraman. ‘’Mari bersama ciptakan situasi keamanan yang kondusif selama pelaksanaan hari raya Nyepi ini,’’ ucapnya. Disinggung tentang atensi khusus dari aparat kepolisian, Sinar Subawa menjelaskan, secara umum wilayah Tabanan seluruhPELIPATAN - Para pekerja tengah melakukan pelipatan surat suara di gudang logistik KPU Tabanan.
Bali Post/bit
nya aman. Hanya saat Pa-ngerupukan pihaknya memberikan perhatian lebih, mengingat banyak kegiatan yang dilakukan di masyarakat seperti pawai ogoh-ogoh di masing-masing desa. ‘’Saat Pangerupukan semua personel turun lakukan pengamanan untuk menjaga kondusivitas. Terlebih Nyepi kali ini dibarengi tahun politik, sehingga atensi khusus harus dilaku-
kan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi,’’ jelasnya. Kapolres juga mengimbau seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif, serta melakukan langkah antisipasi sesuai peran masing-masing. ‘’Kami harap kerja sama semua pihak, agar pelaksanaan hari raya Nyepi tahun ini berjalan aman dan lancar,’’ katanya. (kmb28)
Tarif Pengiriman Lewat Udara Naik
Lipat Surat Suara, KPU Libatkan 40 Pekerja Eksportir Manggis
Tabanan (Bali Post) Meski belum seluruhnya surat suara pemilu diterima, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tabanan sudah mulai melakukan pelipatan kertas surat suara pada Minggu (3/3) kemarin. Ketua KPU Tabanan I Putu Gede Weda Subawa menjelaskan, pelipatan kertas surat suara dilakukan di gudang KPU di Jalan Gatot Subroto, Banjar Sanggulan Desa Banjar Anyar Kecamatan Kediri. Proses pelipatan kertas surat suara di hari pertama dikerjakan 40 pekerja. Prosesnya diawasi kepolisian dan Komisioner
Bawaslu Tabanan. ‘’Hari pertama yang datang hanya 40 orang dari 100 orang yang mendaftar. Ini karena memang ada kesibukan upacara melasti. Tetapi Sabtu depan, usai hari raya Nyepi, pelipatan akan kita efektifkan dengan banyak pekerja,’’ ucapnya. Kata Weda, surat suara yang dilipat meliputi surat suara pileg tingkat DPRRI saja. Sementara yang l a i n n y a a ka n d ila kuka n bertahap. ‘’Besok (hari inired) rencananya surat suara terakhir yakni untuk pemilihan DPD datang. Baru
nantinya akan diserahkan Bukti Acara Serah Terima (BAST),’’ terangnya. Terkait pelipatan yang dilaksanakan sebelum ada BAST, dijelaskan Weda, hal ini sudah sesuai petunjuk KPU Provinsi dan Kepala Biro Logistik KPU-RI, mengingat waktu yang mulai mepet. ‘’Jadi kami di Tabanan sengaja mengawali melakukan pelipatan dari jadwal KPU, karena waktu mepet dan itupun sudah sesuai dengan petunjuk dari KPU-RI. Proses pelipatan boleh dilakukan sebelum berita acara serah terima,’’ terangnya.
Di hari pertama pelipatan, sudah ada ditemukan beberapa surat suara yang tidak layak digunakan. Tidak layak dalam artian sobek, pemotongan yang kura ng se m p urna , ha sil cetak tidak sempurna, serta adanya bercak tinta. Proses pelipatan dimulai pukul 08.00 Wita hingga pukul 16.00 Wita, diawali dengan pemberitahuan tata tertib pelipatan kertas surat suara serta arahan lainnya, seperti surat suara yang sudah benar diikat per 25 lembar untuk memudahkan dalam pengambilan. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Pemerintah desa diminta tidak hanya fokus menggunakan Dana Desa untuk infrastruktur. Sebab, saat ini Dana Desa bisa digunakan untuk pembangunan di bidang pemberdayaan masyarakat dan ekonomi, khususnya melalui BUMDes. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan dan Masyarakat Desa (DPMD) Tabanan Roemi Liestyowati didampingi Kasi Pengelolaan Keuang a n dan
Aset Desa I Ketut Suarnata, Minggu (3/3) kemarin. Menurutnya, jika dana desa dikelola secara baik mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban, maka berbagai potensi ekonomi di desa akan tumbuh dengan baik. ‘’Tantangannya adalah memanfaatkan potensi desa melalui dana dan segala sumber kekayaan lain dengan sebaik-baiknya untuk mendorong perputaran ekonomi y a n g b e r muara pada kes-
ejahteraan warga desa,’’ katanya. Apalagi dana desa tahun 2019 nominalnya mengalami peningkatan dari sebelumnya. Di tahun 2018 sebesar Rp 101 miliar dan tahun ini naik menjadi Rp 118 miliar. ‘’Pencairan tahap pertama sudah masuk ke rekening kas daerah dan bisa masuk ke kas desa setelah pengamprahan. Biasanya tujuh hari setelah masuk ke rekening kas daerah sudah diproses,’’ terangnya. Besaran dana desa untuk 133 desa di Kabupaten Tabanan tentunya bervariasi. Itu tergantung pada luas wilayah, topografi keadaan wilayah, jumlah penduduk dan jumlah penduduk miskin di desa tersebut. ‘’Semakin luas wilayahnya dan jumlah penduduk, maka dana desa akan semakin besar yang didapat. Penentuan berapa jumlah besaran dana desa langsung dari pusat,’’ ujarnya. Di Tabanan desa yang mendapat gelontoran dana
desa terbesar yakni Desa Pujungan Kecamatan Pupuan sebesar Rp 1,6 miliar. Sementara yang terkecil di Desa Tibubiu Kecamatan Kerambitan sebesar RP 750 juta. Awalnya peruntukan dana desa sesuai dengan skala proritas, yakni perbaikan dan pembangunan infrastruktur. Namun saat ini mulai bergeser pada nonfisik. Seperti pemenuhan kebutuhan masyakarat, pemberdayaan masyarakat desa dan peningkatan ekonomi khusus bagaimana mengembangkan BUMDes yang sudah ada. Lebih lanjut pihaknya meminta pemerintah desa terus berinovasi. Misalnya, dulunya didesa tersebut ada desa wisata dan keberadaannya belum berjalan secara optimal, maka melalui dana desa, aktivitas desa wisata dapat dibangkitkan dan dikembangkan. ‘’Entah dengan desa konsep budaya, pertanian, atau konsep lainnya,’’ tegasnya. (kmb28)
Dana Desa Diarahkan untuk Pemberdayaan Masyarakat
Roemi Liestyowati
Lirik Jalur Laut
Tabanan (Bali Post) Eksportir manggis Bali saat ini dihadapi masalah baru dengan naiknya tarif jasa pelayanan pengiriman melalui maskapai penerbangan. Meski belum memberikan efek secara signifikan, namun untuk bisa menekan biaya operasional, eksportir berusaha mencari jalan lain, salah satunya menggunakan pengiriman jalur laut. Namun diperlukan kesiapan seperti SDM yang berkompeten serta cara menjaga kualitas buah hingga tetap baik sampai di negara tujuan. Eksportir manggis asal Tabanan, Jero Putu Tesan, beberapa waktu lalu mengatakan kenaikan tarif jasa pengiriman lewat udara mau tidak mau akan menambah biaya operasional. Di sisi lain, pihaknya harus menjaga kestabilan harga jual manggis ke negara tujuan dalam hal
ini Tiongkok agar tidak kalah dengan negara pengekspor lain. ‘’Misalnya Thailand. Waktu panen mereka berbarengan dengan kita. Mereka juga berani menawarkan harga lebih murah karena biaya operasional mereka untuk pengiriman lebih sedikit dari kita dikarenakan jarak mereka dengan Tiongkok lebih dekat. Mereka bisa memberikan harga bersaing. Jika kita menaikkan harga, takutnya negara importir lebih melirik manggis Thailand yang menawarkan harga lebih murah,’’ jelas Jero Tesan. Meski kenaikan harga jasa pengiriman lewat maskapai penerbangan ini dari sisi persentase belum terlihat signifikan, menurut Jero Tesan, setiap kenaikan tetap harus diantisipasi. Salah satu langkah yang diambil menekan pembelian produk dari petani.
‘’Tetapi ini baru rencana,’’ ujarnya. Langkah lain, dengan melirik jalur distribusi melalui laut. Hanya jika lewat laut, harus dipersiapkan SDM untuk menjaga kualitas, termasuk ketahanan buah agar tetap dalam kondisi baik ketika sampai di negara tujuan. Hal ini mengingat waktu pengiriman akan lebih lama dibandingkan lewat udara. Selain itu, kendala yang masih menjadi pertimbangan adalah tidak bisa langsung mengirim dari Bali. Sebelum ke Tiongkok, barang harus melalui pelabuhan di Surabaya dan Tanjung Priuk. ‘’Meski sudah mempersiapkan antisipasi, kami tetap berharap agar biaya tarif kargo oleh perusahaan penerbangan ini dievaluasi karena membebani pada eksportir. Termasuk juga petani sebagai produsen,’’ tegasnya. (kmb24)
BULELENG
8
Entaskan Kemiskinan di Pedawa
Pemkab Kembangkan Pertanian dan Pariwisata Singaraja (Bali Post) – Pengentasan kemiskinan yang dilakukan Pemkab Buleleng tidak saja lewat pemberian modal usaha atau bantuan bedah rumah. Pola pengentasan kemiskinan itu dilakukan dengan cara pengembangan potensi pertanian yang dipadukan menjadi kawasan wisata alam. Model ini dijadikan pilot project (proyek percontohan - red) di Desa Pedawa, Kecamatan Banjar. Potensi pertanian di Desa Bali Aga itu diharapkan dapat mendukung potensi pariwisata alam dan budaya. Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana mengatakan hal itu saat tatap muka dengan pengurus subak di Desa Pedawa, Banjar, akhir pekan lalu. Menurutnya, Desa Pedawa dan Desa Tigawasa itu memiliki potensi pertanian yang tidak kalah dengan desa lainnya. Alasannya, topografi alam di sana sangat indah. Karena itu
potensial objek wisata dikembangkan di sana. Malah kedua potensi itu bisa secara bersama-sama dikembangkan. Dengan cara itu dipercaya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Pedawa. ‘’Saya optimis potensi ini bisa menjadi program pengentasan kemiskinan di daerah kita. Suatu inspirasi pengentasan kemiskinan di Desa Pedawa ini. Tahun ini Desa Pedawa dan Tigawasa, dijadikan contoh pengentasan kemiskinan,’’ katanya. Sektor pariwisata dan pertanian di Desa Pedawa itu harus dipadukan sedimikian rupa, sehingga hal itu dapat saling mendukung. Pihaknya juga ingin Comunity Base Tourism dapat dikembangkan di desa ini. Dalam hal ini masyarakat diharapkan mampu menjadi pelaku pariwisata di desanya. Warga bisa memanfaatkan rumahnya sendiri sebagai pengina-
pan. Bisa juga lahan pertaniannya sebagai pendukung suasana alamnya. Masyarakat Desa Pedawa dan Desa Tigawasa belakangan ini telah berhasil mengubah perilakunya. Komitmen ini mampu mengubah image kedua desa itu menjadi desa yang bersih, damai, dan warganya memiliki spirit membangun desa yang baik. ‘’Pengentasan kemiskinan, kita bisa ambil dari pertaniannya jangka panjang. Dari pariwisatanya untuk program jangka pendeknya,’’ jelasnya. Selain program jangka panjang, upaya ‘’memerangi’’ kemiskinan di Desa Pedawa juga diupayakan program bedah rumah. Dari data yang diperoleh sedikitnya ada sekitar 130 rumah yang belum tersentuh bedah rumah. Pemerintah berjanji mencarikan bantuan ke Pemkab Badung. ‘’130 unit akan kita tuntaskan. Namun hal itu kita masih koordinasikan,’’ katanya. (kmb38)
Senin Pon, 4 Maret 2019
Senin Pon, 4 Maret 2019
GIANYAR
9
Seribu Lebih Ogoh-ogoh Diarak Saat ’’Pangerupukan’’ Pangerupukan. “Memang ada yang mendahului, tapi kebanyakan arak-arakan ogoh-ogoh itu dilaksanakan saat malam Pangerupukan,” jelasnya. Guna mengamankan seluruh prosesi tersebut, kata Mahaputra, pihaknya sudah menyiapkan seribu lebih personel, termasuk personel dari jajaran TNI dan Dishub Gianyar. “Nanti ada tim gabungan yang membantu pengamanan saat pengarakan ogoh-ogoh berlangsung,” katanya. Perwira dengan melati satu di pundaknya ini mengharapkan, sinergitas seluruh desa pakraman beserta tokoh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan perayaan Pangerupukan. Termasuk juga turut serta mengawasi, agar tidak ada peserta pawai ogohogoh yang mengonsumsi minuman beralkohol. “Ini sudah kami koordinasikan, agar ada peran semua pihak dalam menjaga keamanan saat malam Pangerupukan dan selama rangkaian perayaan hari raya Nyepi,” tegasnya. Salah satunya pawai ogohogoh sudah diselenggarakan
di Desa Singakerta, Ubud, Jumat, (1/30) lalu. Pawai yang diikuti 10 banjar tersebut dilaksanakan sebelum Pangerupukan guna menghindari padatnya kegiatan masyarakat serangkaian hari raya Nyepi. “Parade ogoh-ogoh digelar mendahului hampir sepekan dari Nyepi, untuk menghindari terjadinya gesekan. Karena biasanya saat Pangerupukan, warga masih melaksanakan rangkaian melasti dan warga tentunya akan sangat kelelahan jika harus mengarak ogohogoh pada malam harinya,” kata Perbekel Singakerta I Ketut Murja. Menurut Murja, sepuluh sekaa teruna di Desa Pakraman Singakerta sudah menyiapkan pawai sebulan sebelumnya. Bahkan, ada yang menyiapkan fragmentari sejak dua bulan lalu. Pawai sebelum Pangerupukan ini digelar untuk kedua kalinya, pertama dilaksanakan saat Nyepi Tahun Baru Çaka 1940 setahun lalu. Sedangkan tahun sebelumnya, pengarakan ogoh-ogoh rutin dilaksanakan saat malam Pangerupukan. “Pawai ini kami
Gianyar (Bali Post) Informasi terkait dugaan pelanggaran dilakukan oleh beberapa calon legislatif (caleg) menjelang hajatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, kembali diterima Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gianyar. Badan yang diketuai I Wayan Hartawan ini langsung melakukan penelusuran dari informasi tersebut.
kalau bendesa seorang ASN, karena ASN itu melekat, jadi tidak boleh,” terangnya. Informasi kedua, Bawaslu menerima laporan terkait caleg yang terindikasi melakukan money politics. Hal itu dilakukan caleg saat kampanye terbuka dengan kearifan lokal yang disebut simakrama. “Caleg ini memberikan, menyumbang dengan tekanan dan ajakan memilih,” jelasnya. Menurut Hartawan, apabila memang berniat menyumbang, harus jelas. Ditegaskan, kata atau kalimat menyumbang diperuntukkan bagi pemberian yang tulus ikhlas. Sementara bila ada konten ajakan memilih salah satu calon, tentu sudah jauh dari konteks menyumbang. Terlebih, saat ini momen Nyepi yang berisi agenda mengarak ogoh-ogoh di malam Pang-
Bali Post/kmb35
PAWAI - Semarak pawai ogoh-ogoh di Desa Singakerta, Ubud, belum lama ini.
Pelaku Pariwisata Diminta Waspadai Tindak Kriminal
Bali Post/kmb35
PERTEMUAN - Suasana pertemuan Kapolsek Payangan AKP Gde Sudyatmaja dengan sejumlah pelaku pariwisata di kawasan Payangan, Sabtu (2/3) sore. Gianyar (Bali Post) Jajaran kepolisian di wilayah Kecamatan Payangan kini lebih gencar melakukan pencegahan kasus kriminal. Khususnya di kawasan akomodasi yang menjadi tempat beristirahat para wisatawan. Pengelola hotel, vila hingga restoran diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Hal ini terungkap dalam pertemuan Kapolsek Payangan AKP Gde Sudyatmaja dengan sejumlah pelaku pariwisata di kawasan Payangan, Sabtu (2/3) sore. Sudyatmaja menerangkan, di wilayah Kecamatan Payangan sebagai penyangga Ubud, kini sudah banyak berdiri hotel, vila dan restoran. Melihat pertumbuhan ini, aksi kriminalitas yang menyasar warga negara asing cukup mengkhawatirkan. “Kami dari kepolisian mengharapkan kerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban di kawasan hotel atau vila masing-masing,” ujarnya. Sudyatmaja menambahkan, perkembangan wilayah Keca-
matan Payangan yang begitu cepat, penting untuk diimbangi dengan keamanan yang ketat. Salah satunya, bisa dilakukan dengan meningkatkan peran chief security hingga penambahan CCTV pada sejumlah usaha akomodasi pariwisata. “Penting pula peran serta chief security untuk lebih waspada dan disiplin dalam menerapkan SOP di tempat kerjanya. Terpenting selalu melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian apabila ada hal-hal yang mencurigakan,” katanya mengingatkan. Sudyatmaja menegaskan, dalam beberapa bulan terakhir pihaknya sering menerima laporan kasus pencurian yang terjadi di kawasan akomodasi pariwisata. “Tingkatkan kewaspadaan dan pengawasan, karena akhir-akhir ini sering terjadi kasus pencurian baik di hotel maupun di vila. Untuk itu, para pelaku pariwisata wajib menerapkan SOP yang berlaku guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post) Seribu lebih ogoh-ogoh terdata di Kabupaten Gianyar. Jumlah itu akan diarak pada 71 titik kawasan saat malam Pangerupukan, Rabu (6/3) mendatang. Saat perayaan itu, seluruh masyarakat diimbau untuk menjaga ketertiban dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol (mikol). Berdasarkan data dari Polres Gianyar, di seluruh Gianyar sudah tercatat ada 1.039 ogoh-ogoh. Jumlah ogohogoh tahun ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu yang mencapai 1.200 ogoh-ogoh lebih. “Jumlah 1.039 ogoh-ogoh itu merupakan data terakhir yang kami terima dari seluruh jajaran Polsek di Kabupaten Gianyar,” ujar Kabag Ops. Polres Gianyar Kompol Dewa Gede Mahaputra, S.H., Minggu (3/3) kemarin. Menurut Mahaputra, seluruh ogoh-ogoh yang sudah rampung dikerjakan ini akan diarak pada 71 titik. Ia mengakui, dari puluhan titik itu ada yang menggelar pawai mendahului, namun ada juga yang tetap pada saat malam
laksanakan atas hasil evaluasi pelaksanaan sebelumnya, di mana pawai sebelum Pangerupukan lebih baik dilaksanakan dibandingkan dengan saat Pangerupukan,” paparnya. Murja menambahkan, parade ogoh-ogoh di Desa Singakerta digelar mulai pukul 16.00 Wita hingga pukul 22.00 Wita, Jumat (1/3) lalu. Penonton dan warga sangat antusias menyaksikan kreativitas sekaa teruna dari sepuluh banjar tersebut. Masing-masing peserta diberikan kesempatan menunjukkan atraksinya selama 20 menit di depan panggung, selanjutnya ogoh-ogoh dibawa kembali ke banjar masing-masing. Murja mengungkapkan, saat parade ogoh-ogoh serangkaian Nyepi Tahun Baru Çaka 1940 setahun lalu, sekaa teruna masing-masing banjar diberi bantuan Rp 7,5 juta. Sedangkan untuk parade ogohogoh tahun ini, sekaa teruna masing-masing banjar dibantu sebesar Rp 15 juta. “Bantuan itu diambilkan dari APBDes dan bantuan Bupati Gianyar,” katanya. (kmb35)
Bawaslu Telusuri Laporan Dugaan Pelanggaran Kampanye Dikonfirmasi, Minggu (3/3) kemarin, Ketua Bawaslu Gianyar I Wayan Hartawan mengakui jajarannya di tingkat kecamatan menerima informasi tersebut. Diungkapkan, ada dua indikasi pelanggaran yang diterima. Yakni, kampanye yang melibatkan pihak yang semestinya netral dan ada caleg yang terindikasi melakukan money politics. “Masih dilakukan pemantauan dan pengawasan. Masih ditelusuri oleh jajaran kami di tingkat desa,” ujarnya. Hartawan mengatakan, ada beberapa caleg yang diduga melakukan kampanye mencari simpati masyarakat
dengan melibatkan unsur perbekel atau kepala desa. Termasuk juga ada yang melibatkan kepala dusun dan anggota Badan Pemasyarakat Desa (BPD). Ia mengingatkan, perbekel, kepala dusun dan anggota BPD tersebut merupakan bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN). “Mereka seharusnya menaungi semua warna. Itu sesuai Undang-undang Desa,” jelasnnya. Jauh sebelum kampanye berlangsung, Bawaslu mengaku sudah mengingatkan unsur-unsur tersebut. “Kami juga sudah layangkan surat cegah dini terhadap kepala
desa. Mereka tidak boleh melibatkan diri yang mengarah ke dukungan atau ajakan ke calon tertentu,” tegasnya. Apabila ada dari unsur tersebut yang nekat berkampanye, kata Hartawan, maka akan langsung berurusan dengan Bawaslu Gianyar. Kini, Bawaslu Gianyar sedang menelusuri kebenaran informasi tersebut. “Kalau ada, tentu kami proses sesuai aturan,” jelasnya. Sementara itu untuk bendesa pakraman, Hartawan menilai dalam UU Kepemiluan, kata bendesa tidak diatur. Jadi, bendesa masih bisa diajak berkampanye. “Tapi
Bali Post/kmb35
I Wayan Hartawan
erupukan. “Jangan sampai caleg memanfaatkan. Untuk ogoh-ogoh juga sudah diatur dalam edaran, tidak boleh bernuansa politik,” tegasnya. (kmb35)
JEMBRANA
10
Senin Pon, 4 Maret 2019
Kunjungi Warga Kurang Mampu, Bupati Artha Beri Bantuan BUPATI Jembrana I Putu Artha kembali memperlihatkan kepeduliannya kepada warga kurang mampu. Dalam sehari, Artha mengunjungi warganya di Kecamatan Mendoyo, Sabtu (2/3) yang sedang sakit maupun tertimpa musibah. Pertama adalah kediaman I Wayan Sutama (55) di Banjar Anyar Tembles, Desa Penyaringan, yang rumah semipermanennya ambruk akibat hujan deras. Selanjutnya kediaman Ni Nyoman Westri (91) Banjar Pasatan, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, menderita benjolan pelipis kanannya. Kendati sempat dioperasi, luka bekas operasi itu kini infeksi dan sakit, sehingga sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, di samping karena usia yang makin uzur. Ia tinggal bersama cucunya, Kadek Lanang Sunarsa (17), yang mengurus berbagai keperluannya, mulai memasak hingga kebutuhan seharihari lainnya. Kadek yang kini bersekolah di SMKN 3 Negara, terpaksa menjadi tulang punggung, sejak kakek dan ayahnya meninggal dunia. “Saya mendapatkan informasi dari
masyarakat terkait warga kami yang sedang kesulitan. Untuk itu, saya niatkan untuk datang langsung, bertemu dan memberi bantuan,” ucap Artha. Artha hadir didampingi Kadis Sosial dr. I Made Dwipayana, BPBD Jembrana serta mengajak tim kesehatan dari puskesmas setempat. Artha juga ingin memastikan kondisi warganya sehat serta pelayanan kesehatan, khususnya di Puskesmas Pembantu setempat berjalan optimal. Bantuan yang diserahkan berupa paket sandang, perlengkapan makan, serta uang tunai yang diserahkan langsung istri Bupati Artha, Ny. Ari Sugianti Artha. “Semoga dapat membantu, meringankan beban musibah, terlebih lagi saat ini jelang hari raya Nyepi. Tentunya banyak hal yang harus disiapkan,” kata Artha dikediaman I Wayan Sutama. Sementara di kediaman Nyoman Westri, Artha juga menyerahkan bantuan berupa uang tunai. Didampingi Perbekel Pohsanten Gusti Agung Sultra Gunadi Putra, Artha minta puskesmas setempat rutin turun langsung
memantau kondisi kesehatan nenek Westri. Permintaan yang sama juga disampaikannnya kepada pihak desa serta kaling setempat, untuk terus memantau kondisi keluarga Westri, mengingat saat ini tentu kehidupannya lebih sulit karena hanya dirawat seorang diri oleh anak sekolah. Tak lupa, Bupati Artha mendoakan agar sang nenek senantiasa diberikan kesehatan, serta sakitnya bisa segera terobati. Sayangnya, saat itu ia tidak bisa bertemu langsung dengan Kadek Lanang. Saat itu Kadek tengah ada kegiatan di banjar bersama rekan-rekannya. “Dari informasi yang saya dengar, tentunya Kadek anak yang tangguh, mampu mandiri, sekolah sambil kerja serabutan untuk mengurus neneknya. Sampaikan salam saya,“ ujar Artha kepada aparat desa setempat. Sementara Westri mengaku berterima kasih atas kunjungan serta perhatian orang nomor satu Jembrana itu. Nyoman Westri juga mengatakan selama ini telah dibantu berupa dana PKH serta bantuan bedah rumah dari Pemkab Jembrana. (ad086)
Bali Post/olo
SORTIR – Proses penyortiran dan pelipatan di GOR Baluk yang berakhir pada Sabtu (2/3) lalu dipastikan akan dilanjutkan karena masih adanya kurang surat suara dan tersortir.
Jembrana Kekurangan Ribuan Surat Suara Negara (Bali Post) – Tahapan sortir dan pelipatan surat suara untuk Pemilu 2019 di Jembrana rampung pada Sabtu (2/3) lalu. Dari hasil rekap oleh KPU Jembrana, logistik surat suara yang dikirim masih kurang hingga ribuan lembar. Jumlah yang paling banyak kurang adalah surat suara untuk DPD hingga 1.508 lembar. Dari lima jenis surat suara, hanya surat suara untuk DPRD Provinsi yang jumlahnya sudah sesuai diterima yakni 239.990 lembar. Ketua KPU Jembrana I Ketut Gde Tangkas Sudiantara ditemui, Minggu (3/3) kemarin, mengatakan dari lima jenis surat suara yang sudah rampung disortir, hingga kemarin KPU baru merekap empat jenis surat suara, yakni
BANTUAN - Bupati Jembrana I Putu Artha meninjau ke lokasi korban rumah roboh di Penyaringan dan warga jompo di Pohsanten yang sakit.
Saat Nyepi
Syahbandar Ingatkan Semua Kapal Wajib Ikuti Waktu Penutupan Negara (Bali Post) – Selama pelaksanaan Nyepi, seluruh kapal di Selat Bali (perbatasan Pulau Jawa-Bali) baik kapal jasa penyeberangan maupun kapal wisata agar tidak melakukan aktivitas. Terutama hingga masuk ke wilayah Pulau Bali. Pihak perusahaan kapal penyeberangan juga diharapkan konsekuen mengikuti batas waktu penutupan. Sebelum Jumat (8/3) pukul 06.00 Wita, kapal yang sudah berlayar dari Ketapang supaya tidak bersandar dulu. Kepala Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) Kelas III Gilimanuk Ketut Aryadana, Minggu (3/3) kemarin mengatakan, agar operator pelayaran untuk mematuhi aturan yang telah disepakati. Termasuk waktu akhir penutupan yang berakhir pada Jumat (8/3) pukul 06.00 Wita, agar kapal juga mengikutinya dengan tidak bersandar sebelum jam tersebut. “Kalau ada kapal yang sudah berangkat (dari Ketapang) pukul 04.00 Wita, agar menunggu dulu (mengapung) jangan langsung bersandar (di Gilimanuk) sebelum pukul 06.00 Wita,” tandas Aryadana. Apalagi di pelabuhan nantinya pengamanan juga akan melibatkan Pecalang setempat. Hal ini juga berlaku untuk kapal lainnya di luar kapal jasa penyeberangan, seperti kapal wisata. Selat Bali agar steril dari aktivitas pelayaran. Pihaknya juga telah menyampaikan kesepakatan ini dalam rapat koordinasi di ASDP berkaitan dengan Nyepi. Selain kapal
penyeberangan yang dikelola ASDP, beberapa dermaga kecil di sekitar Gilimanuk juga ada aktivitas perahu, baik untuk nelayan maupun pariwisata. Termasuk di areal Taman Nasional Bali Barat (TNBB) yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Selat Bali. TNBB mengeluarkan pengumuman bahwa seluruh aktivitas di areal tersebut saat hari-H Nyepi, ditutup. Kasubag TU TNBB, Wiryawan mengatakan, hal tersebut juga berlaku untuk seluruh objek wisata dan akomodasi di kawasan TNBB. Sedangkan untuk resort wisata di antaranya Pelataran, Menjangan Resort dan Nusa Bay juga tutup saat hari H atau sipeng. Resort wisata diminta tetap mengikuti aturan atau ketentuan yang dikeluarkan pemerintah terkait Nyepi. Aktivitas perairan (penyeberangan wisata) juga dilarang menuju ke Pulau Menjangan. Boat maupun perahu mesin yang biasanya melayani juga diminta tidak beroperasi, seperti di Labuan Lalang, Banyumandi, Sumberkima (Kabupaten Buleleng) dan Brangsing (Kabupaten Banyuwangi). Sesuai kesepakatan dalam rakor beberapa waktu lalu, Selama Perayaan Nyepi di Bali, penyeberangan Gilimanuk-Ketapang yang menghubungkan Pulau Bali dan Jawa akan ditutup selama 30 jam. Mulai pada malam Pangerupukan pukul 00.00 Wita, Kamis (7/3) dini hari hingga Jumat (8/3) pukul 06.00 Wita. (kmb26)
Bali Post/olo
KAPAL BERSANDAR - Aktivitas kapal bersandar dan bongkar muatan di Dermaga Gilimanuk. Syahbandar mengingatkan operator kapal untuk menaati waktu bersandar kapal usai penutupan.
pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPD dan DPRD Provinsi. Sedangkan DPRD Kabupaten perekapan belum rampung. Dari empat jenis surat suara yang sudah direkap itu, hanya satu yang diterima
lengkap, yakni surat suara DPRD Provinsi. Sedangkan tiga lainnya, masih kurang. Rinciannya untuk surat suara Pilpres kurang 784 lembar, surat suara DPR RI kurang 86 lembar dan DPD kurang 1.508 lembar. Sementara yang terkena sortir, paling banyak ada di surat suara DPR-RI yakni mencapai 5.964 lembar. “Ada banyak yang kena sortir karena ada tinta kecil, itu belum dilipat. Dan kita masih menunggu petunjuk lebih lanjut,” ungkap Tangkas. Surat suara yang tersortir itu menurutnya belum tentu masuk
kategori rusak. Karena masih ada yang kurang dan tersortir, dipastikan akan ada pelipatan lagi. KPU menurutnya masih memiliki waktu hingga sepekan sebelum pencoblosan guna memenuhi seluruh logistik sebelum nantinya didistribusikan ke masing-masing TPS. Untuk surat suara yang kurang, akan dilaporkan untuk ditambah. Untuk masing-masing jenis surat suara, semestinya yang diterima adalah 239.990 lembar. Selanjutnya, proses setting logistik akan dilanjutkan dengan mengemas surat suara yang sudah terlipat (kmb26)
Senin Pon, 4 Maret 2019
SOSOK Pos Pelayanan Kesehatan DINAS Kesehatan Karangasem memberikan pelayanan kesehatan kepada pangiring yang mengikuti prosesi upacara melasti ke Segara Watu Klotok (Tebola kembali ke Besakih) serangkaian upacara Karya Agung Panca Wali Krama. Untuk mengoptimalkan pelayanan itu, Dinkes membangun pos pelayanan kesehatan di Pura Agung Besakih. Kadis Kesehatan I Gusti Bagus Putra Pertama mengatakan hal itu, Minggu (3/3) kemarin. Pos kesehatan itu sengaja dibuka guna membantu para pangiring yang memerlukan jasa kesehatan. Pelayanan kesehatan memang sangat perlu, lebih-lebih umat mamundut Ida Batara melasti. Tak menutup kemungkinan banyak pangiring mengeluh sakit dan pegal-pegal. “Kita memang libatkan sejumlah tenaga kesehatan. Sebanyak enam mobil diturunkan untuk program pelayanan kesehatan itu,’’ ujarnya. Pelayanan yang diberikan tidak hanya saat pelaksanaan upacara melasti saja, tetapi diperuntukkan melayani para pamedek yang tangkil melakukan persembahyangan ke Pura Agung Besakih selama berlangsungnya karya. “Pelayanan kesehatan itu dilaksanakan selama 42 hari. Artinya, hingga Karya Panca Wali Krama masineb,’’ tambahnya. Petugas yang melayani diatur bergiliran sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Kita harap pelayanan yang diberikan dapat membuat sehat dan juga menyegarkan pamedek yang tangkil ke Pura Besakih. ‘’Jika umat, panitia, siapa saja ada keluhan sakit, maka segeralah lakukan pemeriksaan di pos pelayanan kesehatan yang kita sudah siapkan,” pinta Putra Pertama. (nan)
KARANGASEM
11
Ogoh-ogoh Tak Boleh Gunakan Bahan Plastik Festival Diikuti Belasan Peserta
Amlapura (Bali Post) Menjelang pelaksanaan hari raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1941, Kecamatan Karangasem melaksanakan festival ogoh-ogoh yang dipusatkan di Lapangan Candra Bhuana, Amlapura. Lomba ogoh-ogoh sebagai wujud kreativitas anakanak muda Karangesem. Namun, ogoh-ogoh yang dikreasi anak muda itu tidak diperkenankan menggunakan bahan baku plastik. Festival ogoh-ogoh ini baru pertama kali digelar. Lomba itu merupakan aspirasi generasi muda Karangasem sejak setahun lalu. Pihaknya selaku kepala wilayah di Kecamatan Karangasem lantas meneruskannya ke Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri. Akhirnya gayung bersambut, Bupati Mas Sumatri sangat mendukung sekali pelaksanaan lomba ini. Cok Alit Surya Prabawa menambahkan, hal itu sebagai ajang adu kreativitas seni anak-anak muda. Namun karya ogoh-ogoh itu tidak diperkenankan menggunakan bahan-bahan dari plastik. ‘’Bahan baku ogoh-ogoh harus 90 persen
menggunakan material nonplastik. Pasalnya, kriteria penilaian memang menjadi syarat utama. Jika ada peserta yang melanggar persyaratan, maka otomatis gugur,’’ tegasnya. Namun, ada memang permakluman, khusus pembuatan tapel saja bisa memakai bahan styrofoam. ‘’Namun di luar itu kita sengaja tidak perbolehkan menggunakan plastik. Upaya ini sebagai wujud menyadarkan generasi muda terkait bahaya sampah plastik,” pungkas Cok Alit. Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri mengatakan, kendati jumlah peserta masih belum terlalu banyak, ia yakin kegiatan
ini mampu menumbuhkan kreativitas pemuda di tingkat desa/banjar. Ke depan event ini diharapkan bisa menjadi agenda rutin tahunan di Kabupaten Karangasem. Festival ogoh-ogoh ini bisa diselenggarakan tingkat Kabupaten, hingga peserta lebih banyak lagi. “Lomba ogoh-ogoh ini merupakan salah satu aktivitas seni budaya yang mentradisi setiap perayaan Nyepi. Ini juga sebagai ruang kreativitas anak muda yang menuangkan kreasi seni dengan membuat ogohogoh. Ke depannya perlu disediakan ruang dan waktu, dan bentuk lomba seperti ini,” pinta Mas Sumatri. (kmb41)
Bali Post/kmb41
LOMBA OGOH-OGOH - Peserta saat mengikuti kegiatan lomba ogoh-ogoh di Taman Chandra Buana, Amlapura.
Pemkab Karangasem Mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1941 Sikapi Tahun Politik dengan ”Mulatsarira”
BUPATI Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri bersama Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1941 yang dirayakan pada Kamis 7 Maret 2019. Mas Sumatri menyampaikan imbauan khusus kepada warga terkait perayaan Nyepi kali ini. Lebih-lebih perayaan Nyepi berdekatan dengan hajatan pesta demokrasi Pemilu, 17 April 2019. Bupati perempuan pertama di “Bumi Lahar” ini meminta kondusivitas dan kedamaian adalah harga mati. Jangan pernah digoyahkan oleh perbedaan pilihan politik. Apalagi sekarang ini pihaknya sedang fokus mewujudkan Karangasem Cerdas, Bersih dan Bermartabat berlandaskan Tri Hita Karana. “Kedamaian masyarakat jangan dipengaruhi tahun politik. Jalankan Catur Brata Panyepian secara serius, lakukan introspeksi diri atau mulatsarisa. Hal itu penting, agar tercipta keseimbangan Bhuana Alit dan Bhuana
Agung,” pinta Bupati Mas Sumatri didamping Wabup Artha Dipa, di Kantor Bupati Karangasem, Minggu (3/3) kemarin. Ma s Sum at ri m enam bahkan, perayaan Nyepi ini merupakan warisan leluhur yang mengandung nilai-nilai luhur. Hal itu tercermin dari Catur Brata Panyepian yang senantiasa menjadi pedoman dan penuntun bagi umat Hindu, ketika prosesi Nyepi itu dilaksanakan. “Catur Brata Panyepian, seperti kita unsur-unsur yang tidak diperbolehkan. Menyalakan api, tidak boleh beraktivitas, tidak boleh ke luar rumah, dan tidak bersenangsenang atau berfoya-foya. Karena itu, marilah kita implementasikan secara nyata ajaran adiluhung ini dengan khidmat, setahun sekali ini,” harapnya. Bupati mengajak umat Hindu membangun kebanggaan diri, karena kita sudah diberikan kesempatan turut menjaga dan melestarikan
nilai-nilai luhur yang telah ada di negeri ini sejak dahulu. Hari raya Nyepi dan hari-hari raya umat Hindu lainnya, tambah IGA Mas Sumatri, merupakan tonggak-tonggak peringatan penyadaran dharma. Karena itu, ketika menyambut hari raya besar jangan hura-hura. Melainkan implementasikanlah tattwa atau falsafah Nyepi itu sendiri dengan baik dan optimal. Karena itu pihaknya mengimbau instansi pemerintah dan swasta yang mengemban tugas pelayanan di hari raya Nyepi ini agar menyiapkan petugasnya dengan maksimal, sehari sebelum hari raya Nyepi ini. Selain itu, bersama-sama menertibkan peredaran dan penggunaan minuman keras (miras) di wilayah kerjanya masingmasing. Wabup Artha Dipa menjelaskan, hari raya Nyepi merupakan hari raya umat Hindu untuk memperingati perayaan Tahun Baru Çaka. Bagi masyarakat Bali, hari
raya Nyepi identik dengan tidak adanya aktivitas yang dilakukan masyarakat selama sehari penuh. Sehari sebelum Nyepi dilaksanakan pangerupukan. Hal itu ditandai dengan mengarak ogoh-ogoh, yang disimbolkan kekuatan buthakala akan di-somya-kan (didamaikan). Sedangkan saat Nyepi, saat malamnya gelap gulita. Memang tidak ada api yang dinyalakan. Hal itu sejatinya memberi kesempatan kita melakukan mulatsarira (introspeksi pada jati diri). Caranya dengan merenung atau meditasi pelaksanaan Catur Brata Panyepian. Perayaan Nyepi dengan Catur Brata Panyepian membuat Bali sebagai satu-satunya pulau di dunia ini yang mampu mengistirahatkan seisi pulau secara total. Bahkan selama sehari penuh dari berbagai aktivitas fisik dan nonfisik. Walau sehari dan hanya setahun sekali. Tetapi hal itu justru memberikan kesempatan kepada alam se-
mesta ini bebas menghirup segarnya udara. Dengan tanpa asap dan polusi kendaraan dan mesin. Apalagi saat Nyepi
umat Hindu melakukan tapa, berata, yoga, samadhi. Juga melakukan koreksi total pada diri sendiri (mulatsarira), ter-
masuk menilai pelaksanaan Tri Kaya Parisudha (pikiran, perkataan dan perbuatan),” jelas Artha Dipa. (ad087)
SELAMAT NYEPI - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri bersama Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa mengucapkan Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1941.
KLUNGKUNG
12
Senin Pon, 4 Maret 2019
Blok A Rampung, Pedagang Segera Tempati Pasar Semarapura DIANGKUT KAPAL - Ogoh-ogoh dari Desa Pejukutan Nusa Penida yang diangkut dengan Kapal Roro menuju Klungkung Daratan.
Parade Ogoh-ogoh Nusa Penida Bebas Kampanye Politik Semarapura (Bali Post) Menyambut hari raya Nyepi Tahun Baru Çaka 1941, masyarakat di kepulauan Nusa Penida menggelar parade ogoh-ogoh. Parade ini berlangsung semarak, bebas dari kampanye kepentingan politik praktis. Warga setempat sepakat agar pelaksanaan kreativitas yang digelar setiap tahun ini, unsur politik dijauhkan dari ranah pelestarian budaya Bali. Parade ogoh-ogoh tingkat Kecamatan Nusa Penida ini digelar Sabtu (2/3) lalu, dengan melibatkan semua desa di Kecamatan Nusa Penida, kecuali Desa Toyapakeh dan Lembongan dan Jungutbatu. Camat Nusa Penida I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya, Minggu (3/3) kemarin mengatakan, parade merupakan ajang kreativitas sekaa teruna jelang hari raya Nyepi. Walaupun di tengah musim politik jelang pilpres, pileg dan pemilu DPD, di sana tetap melangsungkan parade karena bagian pelestarian budaya. Parade sebetulnya dilaksanakan 1 Maret, tetapi karena berbagai kendala, akhirnya diundur sehari, tetapi kemeriahan tetap tersaji. Panas terik matahari tak menyurutkan niat warga setempat menyaksikan parade ogoh-ogoh tingkat Kecamatan Nusa Penida tahun 2019 di Lapangan Umum Sampalan ini. Partisipasi para peserta tahun ini lebih semarak, baik dari tampilan ogohogoh dan tak kalah menarik adalah garapan pragmentarinya. Riuh tepuk tangan menyambut penampilan tiap duta mewakili desa masingmasing. “Sebelum parade ini dilaksanakan, kami sudah mewanti-wanti agar unsur
politik dijauhkan dari ranah budaya,” katanya. Dalam setiap penyelenggaraan terlihat partisipasi peserta, daya kreativitas dan kreasi pragmentari ada peningkatan kualitas. Demikian pula dengan dukungan dan antusias warga yang semakin tinggi. Ini juga menjadi daya tarik wisata, dimana terlihat banyak wisatawan yang ikut menonton. Sementara penganggarannya setiap desa melalaui APBDes masingmasing. Sebelumnya Duta Kecamatan Nusa Penida yang diwakili oleh Desa Pejukutan lebih awal menuju Klungkung daratan. “Kami sengaja membawa ogoh-ogoh sehari sebelum lomba menuju Klungkung daratan agar kami bisa melakukan gladi resik sore nanti di depan Monumen Puputan Klungkung. Sehingga ogoh-ogoh kami tidak ikut parade di Nusa Penida,” terang I Made Arsana Atmaja, Koordinator ogoh-ogoh Desa Pejukutan Duta Kecamatan Nusa Penida bersama seluruh panitia termasuk perangkat Desa Pejukutan saat ditemui di kapal roro pengangkut ogoh-ogoh. Ia juga mengatakan parade ogoh-ogoh tingkat Kecamatan Nusa Penida tahun ini, sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana Duta Kecamatan Nusa Penida tidak dapat tampil saat parade berlangsung. Ini karena terkendala waktu dengan lomba ogoh-ogoh tingkat Kabupaten Klungkung. “Meski demikian, dukungan dan doa semeton Nusa Penida kami sangat harapkan demi kelancaran kegiatan lomba yang akan kami ikuti di Klungkung daratan,” katanya. (kmb31)
Semarapura (Bali Post) Proses pembangunan Blok A Pasar Umum Semarapura akhirnya rampung. Para pedagang yang sebelumnya dipindah dari lokasi itu akan segera kembali menempati gedung baru tersebut. Bupati Klungkung Nyoman Suwirta meminta seluruh fasilitas pendukung di sekitar pasar agar segera dilengkapi. Penegasan itu disampaikan Bupati Suwirta ketika mengecek langsung gedung baru tersebut bersama Kepala UPT Pasar Klungkung Komang Widiyasa Putra, belum lama ini. Saat itu, Bupati mengecek seluruh sudut pasar tersebut. Mulai dari aspek kebersihan, pertamanan, toilet, sampai fasilitas pelayanan informasi bagi para pengunjung pasar. Untuk di areal masuk pasar Blok A, Bupati Suwirta meminta agar segera dipasang rambu-rambu petunjuk untuk kendaraan bermotor dan di bagian dalam pasar, diisi dengan petunjuk arah untuk memudahkan pengunjung pasar memilih kebutuhannya. Sementara terkait dengan kebersihan di dalam dan di luar pasar, dirinya menegaskan agar tetap dijaga. Begitu juga dengan kerindangan pertamanan di areal Pasar Seni Blok A Semarapura. Selain menekankan perlunya fasilitas tambahan, Bupati Suwirta juga melakukan peninjauan terhadap beberapa fasilitas pasar yang masih diperlukan ada penambahan-penambahan kecil untuk memberi
kesan modern dan kenyamanan bagi pengunjung. “Salah satunya perlu pengadaan eskalator, pengadaannya masih proses tender dan dipastikan rampung tahun ini,” tegasnya. Sementara kapan persisnya para pedagang akan dipindah, masih belum dipastikan. Tetapi, pihaknya memastikan proses perpindahan pedagang ini akan segera dilakukan. Bupati Suwirta ingin memastikan Pasar Seni di Blok A ini akan menjadi tempat belanja yang nyaman bagi pengunjung. Sebab, Blok A Pasar Semarapura merupakan pasar tradisional yang dibangun dengan konsep modern. Pengerjaan proyek gedung dengan anggaran bersumber dari APBD Klungkung sebesar Rp 10 miliar. Pasar tersebut akan dilengkapi dengan eskalator serta stage yang nantinya difungsikan menjadi tempat pameran produk UMKM dan fashion show. Proyek ini sudah selesai tepat waktu. Sehingga pada April 2019 nanti sudah bisa di-launching dan dipergunakan untuk lokasi Festival Semarapura. (kmb31)
BERDIALOG - Bupati Suwirta saat berdialog dengan salah satu pedagang, sebelum para pedagang kembali menempati gedung baru Blok A Pasar Umum Semarapura.
Gubernur Bali Mesti Dukung Pembangunan Pelabuhan Segitiga Emas Klungkung, satu-satunya kabupaten di Bali yang wilayahnya mencakup sejumlah kepulauan, yakni Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan. Keterbatasan sarana penyeberangan laut menjadikan perekonomian di daerah kepulauan Nusa mengalami kesulitan pertumbuhan. Padahal potensi yang dimiliki wilayah kepulauan Nusa Penida sangatlah besar, terutama dari sektior pariwisata. Tidak ada jalan lain untuk memacu pertumbuhan ekonomi Nusa Penida, kecuali membangun pelabuhan di kawasan segitiga emas. Pelabuhan segitiga emas nantinya berfungsi sebagai gerbang perekonomian Nusa Penida yang akan memperkuat konektivitas ekonomi Klungkung daratan dengan Nusa Penida. Mulai dari Pelabuhan Pesinggahan (Klungkung), Sampalan (Nusa Penida), dan Bias Munjul (Nusa Ceningan). Berdasarkan perencanaan, proyek ini setidaknya membutuhkan anggaran sekitar Rp
153 miliar. Ini yang membuat pemkab harus berjuang untuk menanti kucuran dana dari pemerintah pusat. Ditargetkan tahun 2020 nanti, setidaknya ada satu pelabuhan di antara ketiga itu yang terealisasi. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta nampaknya sangat bersemangat untuk mewujudkan pelabuhan segitiga emas dalam perode kedua kepemimpinannya.
Terlebih lagi, potensi yang pariwisata di kepulauan Nusa Penida menunjukkan tren positif. Jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi wisata di kepulauan Nusa Penida terus meningkat. Pariwisata memang terbukti menjadi kekuatan penggerak ekonomi daerah yang paling bisa diandalkan. Tidak hanya dari paiwisata, Nusa Penida juga masih dapat berkembang dari sektor pertanian terutama rumput laut. Dalam hal membangkitkan produksi rumput laut ini, Bupati Suwirta juga tidak main-main. Sejumlah kajian dan penelitian dilakukan dan terbukti pertanian rumput laut sangat mungkin untuk kembali kepada masa kejayaannya. Kedua sektor, pariwisata dan pertanian rumput laut, agar dapat berkembang dengan baik pastilah membutuhkan keberadaan pelabuhan. Maka tidaklah mengherank-
an, memiliki pelabuhan yang dapat menghubungkan ketiga wilayah nyaris menjadi sebuah keharusan. Meski demikian, Bupati Suwirta nampaknya akan menghadapi kesulitan terutama dalam hal pendanaan. Dengan pembiayaan yang mencapai Rp 153 miliar, Pemkab Klungkung haruslah memiliki lobi yang kuat ke pemerintah pusat agar dapat menurunkan anggaran dari APBN, karena Kalau bertumpu pada APBD Klungkung, tentu akan nyaris mustahil. Di sinilah kemampuan lobbying Bupati Suwirta akan diuji dan harus diakui jaringan politik sangatlah menentukan. Permasalahannya adalah Bupati Suwirta tidak termasuk dalam barisan pemimpin daerah “satu jalur” mengingat dalam pilkada pasangan Suwirta-Kasta didukung parpol yang berseberangan dengan penguasa, baik di tingkat Bali maupun nasional.
Tentu dalam soal teramat penting dalam konteks meningkatkan kesejahteraan rakyat, sentimen politis harus disingkirkan. Gubernur Bali Wayan Koster sebagai pemimpin Bali sebaiknya meletakkan program pembangunan pelabuhan segitima emas ini sebagai prioritas. Tidak ada alasan, Gubernur Koster tidak membantu Bupati Suwirta melakukan lobi ke pemerintah pusat demi kemajuan dan kesejahteraan rakyat Klungkung. Terlebih lagi, pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo memang menempatkan transportasi laut sebagai prioritas utamanya. Jika kekuatan pemerintahan bersatu di atas sentimen politis, maka pelabuhan segitiga emas di Klungkung tidak hanya menjadi mimpi. Ini berarti kesejahteraan rakyat terutama di kepulauan Nusa Penida akan semakin baik di masa mendatang. (ata)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Senin Pon, 4 Maret 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA WAITER
Tamat SMP/ SMK belum pengalaman kerja untuk Sanur dan Kuta. Lamaran ke Shankara Kuta depan Buger King Jl.Bakung Sari Blok D33 Kuta Square SMS/WA 0818621818 G.01
Waiter Barista FB Staf . Lamaran ke Shankara Resto Jl. Danau Toba 7 Sanur Hp.081939020448 G.02 DRIVER
SIM A SMP/SMTA pengalaman mobil kecil Pick Up minimal 2th. Lamaran Jl.Danau Toba 7 Sanur G.08 COOK
SMK Pariwisata Jurusan Boga untuk Staf Cook. Lamaran ke Warung 63 Jl. Veteran 86 Denpasar
Cook Indonesia, India, Western baru tamat SMK. Lamaran ke Shankara Resto Jl. Danau Toba 7 Sanur Hp.081939020448
G.03
AKUNTANSI
Staf Akuntansi tamat Diploma dan S1 Akuntansi baru tamat kerja atau pengalaman 1th kerja. Lamaran SMS/WA 0818621818 G.05
Sarjana berbagai jurusan, Diploma untuk Manager Operasional, SDM, Akuntansi, Teknik dan Keuangan Surabaya TV. Lamaran hrdsurabayatv@gmail.com, HP/WA 08113962168 G.09
SERVICE
G.11
TEKNIK
Teknik Kamera STM , Diploma Elektronik,dll untuk produser FTV dan program. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63A Denpasar.email: sdm@balitv.tv G.12 KASIR
KasirSMEA/SMK. Lamaran ke Shankara Resto Jl. Danau Toba 7 Sanur Hp.081939020448
G.10
Soon...,Resto baru segera dibuka,*Marketing *Manager *Chef *Cook *Waiter/s *Cashier *Steward. Lamaran kirim ke JBS (Jimbaran bay seafood) Kedonganan 0361701517
Dcr Tng Jaga Warung (SoreMalam) H.081916982311 B.BP.001.03.19.0000079
Dcr kary.min.D3 Teknik Komputr brpnglmn min 2th.082146344962 marketing.synusbali@yahoo.com B.BP.004.03.19.0000058
B.BP.001.03.19.0000075
Cr Accounting S1 laki Hub.081239555280 B.BP.001.03.19.0000006
G.07
B.BP.001.03.19.0000007
TOUR
BIRO JASA
BIRO JASA
DIJUAL MOBIL
BIRO JASA
BIRO JASA
DIJUAL RUMAH
DIJUAL RUMAH
DIJUAL RUMAH
B.BP.001.03.19.0000011
Dibthkan 5 tng Wnt,1 tng laki, bs Comp,Gaji UMR,ada Mes. Hub: Safari Jaya, Tlp.0361-430625 / 085101800545
G.13
IT
B.BP.001.03.19.0000031
Dcr Security u/Ruko Jl.By Pass Ngr Rai No.9X.Telp:0361-286208
B.BP.004.03.19.0000022
Diploma IT untuk Medsos Portal e marketing. Lamaran ke Jl. Veteran 86 Denpasar Arowana Food Street
G.06
Dcr Housekeeping Sgr,Team Work Krm CV : rismasata@gmail.com
!!Butuh!Staf Vila Sanur!Cepat! Hub:085102077800!AdaMes&Makan
Dbthkn Sgr Staf Akunting/Admin Wnt bs Kompt Word+Excel&Sopir Min SIM A.Pglmn Min1Th Dtmptkn di Dps&Tabanan.Fasilitas:Gapok Lembur,UM,Insentif,THR,BPJS. Hub:422235/0895700374023
RUPA-RUPA
SERVICE
JURNALIS
Jurnalis, Produser acara event. Lamaran ke Bali TV Jl.Kebo Iwa 63A Denpasar. email: sdm@balitv.tv
Sarjanadiploma berbagai jurusan untuk Manajer Operational, Keuangan Akuntansi, produksi Semarang TV. Lamaran ke HP/WA 08113962168. email:sekretariat@semarangtv.tv
G.04
SERVICE
SEKRETARIS
Sekretaris Purel Marcom, Protokol masih kuliah, sarjana berbagai jurusan, Sastra Inggris untuk sekretaris ajudan. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63A Denpasar. email: sdm@balitv.tv
B.BP.001.03.19.0000076
Dicari salesman/Girl pengalaman gaji 3jt Hp.087761391444 B.BP.001.02.19.0000784
Looking for Staff, Basic English, Age 18-25 Male,Salary up to 6 Million.Contac MPG Tour Phone 08113888129 B.BP.001.03.19.0000063
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
Villa Seminyak Security Malam pengalaman SMS 081999882123
B.BP.004.03.19.0000056
PROPERTY
RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat Telp.412815 / 085337370228 B.BP.001.03.19.0000048
DISEWAKAN RUMAH
Mau kontrak rumah baru 10Jt/th 082145923601 bs Jg sewa tnh sj
B.BP.001.03.19.0000081
PROPERTY DIJUAL RUMAH
Rumah 2 lantai , 1 master room + 2 room di belakang bangunan induk ada satu bangunan dgn 1 room + dapur + taman belakang, luas tanah 4 are, Jl.Kusuma Dewa Denpasar Hub.0852 1867 9944 G.04
PROPERTY DISEWAKAN GUDANG
Atasi Rmh Bocor Dak Dinding Atap, P.Sefri 085100774702 Grns B.BP.001.03.19.0000083
KEHILANGAN Hilang SHM No.B 1336 Luas=163m2 An.Dewi Damayanti B.BP.004.03.19.0000057
Hlg BPKB No.C3306998-O DK 2063 C An. Walikota Denpasar B.BP.004.03.19.0000017
HlgBPKBR2HondaDR4851HUNoka/ Nosin:MH1JFH111FK384449/JFHIF1 382601E1382601 AN.Yeni Mulyani B.BP.030.03.19.0000082
Dikontrkn Gudang + Kantor,Luas Gudang1125M2,LT13Are,PLN3500 Sumur Bor,KT5,KM2.Jln Ayani Utara.085238063577(Harga Bagus
Bntu Lpor/Byar Pajak SPT Thnan Bulanan,SIUP,NPWP,087887729409
B.BP.001.02.19.0000714
B.BP.001.02.19.0000578
BIRO JASA
BANGLI
14
Senin Pon, 4 Maret 2019
”Suspect” Rabies, Warga Banjar Kedui Meninggal Bangli (Bali Post)Seorang warga Banjar Kedui, Desa Tembuku, Bangli, meninggal dunia setelah sempat digigit anjing peliharaannya sekitar dua bulan lalu. Warga bernama I Nengah Nedeng (47) ini mengembuskan napas terakhirnya di RSU Bangli, Kamis (28/2) lalu karena suspect rabies. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli dr. Nengah Nadi saat dikonfirmasi, Minggu (3/3) kemarin, menerangkan kronologi kejadian berawal saat keponakan korban digigit anjing peliharaannya pada 21 Desember lalu. Keesokan harinya korban berinisiatif memotong taring anjing peliharaannya itu dengan maksud agar tak lagi menggigit anggota keluarganya yang lain. Namun apes, anjing tersebut berontak dan langsung menggigit jari tangan korban. Karena luka yang ditimbulkan kecil, korban hanya mencuci luka di tangannya dengan sabun dan air mengalir tanpa meminta VAR ke puskesmas. “Sementara keponakannya yang digigit sehari sebelumnya sudah datang ke layanan kesehatan dan mendapatkan VAR lengkap,” terangnya. Sehari setelah kejadian, anjing penggigit itu sempat menghilang semalam. Baru keesokan harinya kembali ke rumah. Namun, setelah itu menghilang lagi hingga
tak diketahui keberadaannya sampai sekarang. Dokter Nadi melanjutkan, pada 25 Februari korban mulai mengalami sesak, sulit menelan dan dadanya terasa sakit. Sekitar pukul 17.00 Wita, korban mendatangi dokter swasta untuk berobat. Oleh dokter, korban dinyatakan mengalami gejala maag dan diberikan obat sesuai keluhannya. Selang dua hari kemudian, kondisi kesehatan korban semakin memburuk. Korban mengalami sesak, nyeri dada, sulit menelan, mual, muntah hingga akhirnya dilarikan ke UGD RSU Bangli. Awalnya korban ditangani dokter spesialis jantung, namun dalam perkembangannya pihak RSU kemudian mengonsultasikan keluhan korban ke spesialis saraf lantaran pasien mengeluhkan sulit menelan, takut minum air, hydrophobia dan aerofobia. Dari anamesis, ditemukan adanya riwayat gigitan dan tidak mendapatkan penanganan sesuai SOP.
Bangli (Bali Post) – Pemerintah Kabupaten Bangli pada tahun 2016 lalu pernah mengeluarkan kebijakan sedikit memaksa kepada para tamu dari luar provinsi yang melakukan kunjungan kerja ke Bangli, agar menginap minimal semalam di hotel yang ada di wilayah Kabupaten Bangli. Kebijakan itu dibuat dengan tujuan meningkatkan hunian hotel di Bangli. “Sampai saat ini kebijakan itu masih berlaku,” ungkap Kepala Badan Pendapatan, Keuangan, Aset Daerah (BKPAD) Kabupaten Bangli Gede Suryawan, Minggu (3/3) kemarin. Dijelaskannya, sejak awal dikeluarkan, kebijakan yang dituangkan dalam Surat Edaran (SE) oleh Bupati tersebut sudah langsung disosialisasikan kepada seluruh OPD di lingkungan Pemkab Bangli. Masing-masing OPD yang kedatangan tamu dari luar provinsi diminta mengarahkan tamunya menginap di hotel yang ada di wilayah Bangli, minimal satu hari satu malam. Selain agar para tamu bisa mengenal lebih jauh tentang objek-objek wisata yang ada,
tujuan lain yang ingin dicapai dari kebijakan ini yakni supaya hotel dan restoran mendapat kecipratan dari tamu yang melakukan kunjungan kerja di Bangli. Dengan demikian secara tidak langsung Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang didapat Pemkab Bangli dari sektor pariwisata juga meningkat. “Kami memfasilitasi, menjembatani, dan membantu hotel dan restoran mendapat bagian keuntungan dari kegiatan kunjungan itu,” ujarnya. Suryawan mengklaim kebijakan yang diberlakukan itu cukup berhasil menggaet tamu untuk menginap di Bangli. Beberapa tamu yang melakukan kunker di Bangli diakuinya pernah ada yang menginap di hotel yang ada di wilayah Toya Bungkah dan tempat lainnya di wilayah Kintamani. Agar hal ini bisa terus berjalan, ia kembali mengingatkan kepada seluruh pimpinan OPD agar menerapkan kebijakan Bupati tersebut. “Kebijakan ini sifatnya tidak memaksa tamu, tapi mengimbau agar tamu menginap minimal satu hari satu malam di Bangli,” imbuhnya. (kmb40)
Tak berapa lama korban mulai mengalami gelisah, hypersensitif, hydrofobia, aerofobia, fotofobia, hypersalivasi, inkoordinasi. Oleh pihak rumah sakit, pasien dirawat di ruang isolasi dan diberikan penanganan sesuai tata laksana medis. Mengetahui kejadian itu, pada 28 Februari siang tim Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangli melakukan kunjungan ke RSUD Bangli untuk melihat langsung kondisi pasien. Saat itu pasien relatif tenang karena pengaruh terafi (sedatif), sesekali meringis/gelisah, sulit minum, tidak mau memakai O2 (Aerofobia), hipersalivasi, keringat banyak (hyperydrosis), takut minum air (Hydrofobia) dan fotofobia hingga lampu di ruang perawatan dimatikan. Kondisi korban semakin memburuk sekitar pukul 22.00. Korban mulai tidak stabil dan kesadarannya menurun. “Sekitar pukul 23.55 pasien dinyatakan meninggal dengan
diagnosis Ensefalitis e.c virus rabies,” jelas dr. Nadi. Pascakejadian itu, pejabat asal Karangasem ini melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Bangli untuk melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) dan langkah-langkah penanggulangan di lapangan. Tim dari Dinas Kesehatan Bangli bersama Dinas Peternakan dan Puskesmas Tembuku I melakukan PE ke Banjar Kedui, Desa Tembuku, penanggulangan di lapangan dan tata laksana kasus yang kontak erat dengan pasien. Bersama Puskesmas Tembuku I pihaknya melakukan PE dan langkah-langkah penanggulangan KIE kepada keluarga untuk pemberian VAR Post Exposure, melakukan sweeping dan tata laksana terhadap kasus gigitan lain pada periode yang sama. “Kami sudah melakukan koordinasi dengan Puskemas Tembuku I untuk melaksanakan KIE kepada keluarga pasien dan mengkoordinasikan agar puskesmas melakukan pendampingan dalam perawatan jenazah,” jelas dr. Nadi. (kmb40)
Masih Berlaku, Kebijakan Arahkan Tamu Kunker Menginap di Hotel
Gede Suryawan
Bali Post/kmb40
Bali Post/kmb40
HANCUR - Kondisi ruangan kelas di SMPN 4 Bangli yang hancur akibat diguncang gempa tahun lalu.
Kepala SMPN 4 Bangli Minta Pemerintah Perbaiki Ruang Kelas Rusak
Bangli (Bali Post) – Kerusakan sejumlah bangunan kelas di SMPN 4 Bangli akibat guncangan gempa sekitar Agustus tahun lalu, hingga kini belum mendapat perbaikan dari pemerintah. Lantaran kondisi bangunan kelas tak memungkinkan untuk ditempati, pihak sekolah selama ini terpaksa menggabung siswanya agar kegiatan belajar-mengajar bisa tetap berjalan. Kepala SMPN 4 Bangli I Made Mulyawan saat dikonfirmasi, Minggu (3/3) kemarin mengungkapkan, guncangan gempa tahun lalu mengakibatkan beberapa ruangan kelas yang berada pada gedung barat sekolahnya rusak. Kerusakan parah terjadi pada bagian atap dan plafon di lantai dua. Pihaknya masih sempat menggunakan dua ruangan kelas yang berada pada lantai satu untuk kegiatan
belajar. Namun, saat mulai musim hujan seluruh ruangan kelas yang ada pada gedung barat itu dikosongkan lantaran mengalami bocor. “Daknya sudah tidak nyambung dengan temboknya sehingga bocor,” ungkapnya. Oleh karena ruangan kelas itu tak memungkinkan dimanfaatkan, pihaknya terpaksa menggabung siswanya yang duduk di kelas VII C ke beberapa kelas lainnya. Tak hanya itu, siswa yang duduk di kelas VII D dipindah ke ruang laboratorium komputer. Hal ini dilakukan agar kegiatan belajar tetap bisa berjalan. Sesuai informasi yang didapatnya dari pihak Disdikpora, kerusakan sejumlah ruangan kelas di sekolahnya akan segera mendapat perbaikan tahun ini. Hanya, kapan waktu pasti dan berapa nilai anggaran untuk perbaikan belum diketahuinya. “Yang jelas infonya tahun ini
akan dapat perbaikan,” ujar Mulyawan. Ia berharap rencana perbaikan ruangan kelas yang rusak bisa direalisasikan secepatnya, sehingga proses belajar-mengajar dapat kembali dilaksanakan dengan normal seperti sebelumnya. “Harapan kami selaku pengelola, agar dipercepat perbaikannya. Anak-anak sangat membutuhkan ruang kelas untuk belajar. Keadaannya sudah sangat darurat,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Disdikpora Kabupaten Bangli Nyoman Suteja saat dikonfirmasi terpisah membenarkan perbaikan sejumlah ruangan rusak di SMPN 4 Bangli sudah dianggarkan tahun ini. Mengenai kepastian besaran anggaran dan pelaksanaannya, dirinya belum bisa memberikan jawaban. “Senin saja ya. Biar pasti, kami harus lihat data,” pungkasnya. (kmb40)
15
Senin Pon, 4 Maret 2019
30 Kg SS Terbungkus Plastik Teh Cina
Jakarta (Bali Post) – Hasil operasi gabungan tim Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bea Cukai Medan berhasil mengungkap peredaran narkoba jenis sabu-sabu jaringan Benu dari Malaysia ke Pantai Labu, Batubara, Sumatera Utara pada Kamis (28/2). ‘’Tempat kejadian di Jalan Raya Siantar, Kelurahan Pagar Jati, Lubuk Pakam, Sumatera Utara. Dengan barang bukti 30 bungkus atau 30 kilogram diduga sabu yang terbungkus plastik teh Cina warna hijau,’’ kata Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol. Arman Depari dalam pesan singkat diterima di Jakarta, Minggu (3/3) kemarin. Selain SS, polisi juga mengamankan tiga kurir yakni Dedi Iskandar, Surya Darma dan Ibnu Hajar serta satu orang pengendali bernama Rahmadsyah. Sedangkan barang bukti lain yakni dua unit mobil,
Industri Kecil ‘’Ada dampak langsung pula kepada pedagang, pengusaha, industri kecil kita di bidang pakaian adat Bali,’’ sambungnya. Dalam waktu dekat, Koster juga menyatakan akan gencar untuk menyosialisasikan Pergub No. 99 Tahun 2018 mengenai penyerapan produk pertanian lokal di Bali agar mampu masuk ke hotel dan restoran. ‘’Ini wajib karena ada pergub-nya, sehingga pertanian dan pariwisata yang selama ini seperti jalan sendiri-sendiri bisa bersinergi. Pariwisata maju, petani pun bisa tersentuh keuntungan dari industri pariwisata. Hotel, restoran, katering wajib menggunakan produk pertanian lokal dan tidak akan ada lagi kita temukan ada buah atau sayur petani kita yang busuk karena tidak laku,’’ tegasnya. Sementara itu, Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengapresiasi kedatangan Gubernur Bali yang bertatap muka langsung dengan para perangkat desa dari penjuru kabupaten Gianyar. ‘’Saya lihat hampir semuanya hadir untuk mendengar paparan Bapak Gubernur Bali mengenai program yang dijalankan, agar kita semua di Kabupaten Gianyar khususnya mengetahui seperti apa gambaran arah pembangunan dari Gubernur terpilih,’’ kata Mahayastra. Kabupaten Gianyar, menurut Mahayastra, sudah berkomitmen untuk mendukung programprogram yang nantinya akan berjalan dengan konsep satu pulau, satu pola dan satu tata kelola seperti yang dicetuskan Gubernur dalam visinya. ‘’Kami di Gianyar menyatakan siap, bergeliat melangkah maju bersama serta tak meninggalkan ciri khas masyarakat kami yang adem, tenteram dan santun,’’ bebernya. (ad091)
beberapa telepon genggam, kartu identitas tersangka dan uang tunai Rp 6,6 juta. Pengungkapan kasus berawal dari informasi masyarakat bahwa di wilayah Batubara, Sumatera Utara akan ada pengiriman sabu dari Malaysia menuju Indonesia melalui jalur laut. Selanjutnya tim gabungan melakukan penyelidikan dan didapat informasi bahwa pengiriman sabu dari Malaysia tersebut menggunakan jalur laut dengan menggunakan kapal tekong atau kapal nelayan dijemput langsung dari daerah Port Klang, Malaysia oleh seseorang bernama Ibnu alias Benu. Setelah memasuki wilayah perairan Indonesia akan bersandar di wilayah Pantai Labu, Batubara. ‘’Biasanya serah terima di tengah laut (ship to ship). Setelah tiba di Pantai Labu kemudian sabu tersebut
dibawa dengan menggunakan kendaraan roda empat oleh dua orang laki-laki,’’ kata Arman. Pada saat mobil melintas di jalan raya Siantar, kemudian tim melakukan penangkapan dengan penghadangan terhadap kendaraan tersebut dan diamankan dua orang pelaku atas nama Dedi dan Surya. Dari kedua tersangka tersebut juga diamankan tiga kantong plastik warna hitam yang di dalamnya berisi masing-masing 10 kantong sabu yang dikemas dalam plastik teh Cina berwarna hijau. ‘’Atas keterangan kedua tersangka kemudian dilakukan penangkapan terhadap dua tersangka lain yang terlibat sindikat jaringan tersebut atas nama Ibnu dan Rachmad,’’ kata Arman. Saat ini seluruh tersangka dan barang bukti dibawa ke BNN Pusat, Cawang, Jakarta Timur. (ant)
Purana Bangsul Pura Watu Klotok sebagai sthana Ida Batara Baruna. Selain sebagai linggih pasucian Ida Batara Besakih juga sebagai tempat Nangluk Merana sebagaimana yang dipaparkan dalam Lontar Dewa Purana Bangsul. Pura Watu Klotok terbagi menjadi empat bagian. Pada bagian utama mandala terdapat 16 bangunan, di antaranya linggih Ida Batara Lingsir Watu Mekocel, Sumur, Meru Tumpang Lima linggih Ida Batara Danu, Gedong Alit Pule, Meru Tumpang Lima linggih Ida Batara Segara, Padmasana, Sapta Petala, Ngerurah, Panggungan, linggih Ida Batara Sapu Jagat, Bale Peringgitan, Bale Pengaruman, Bale Piasan, Bale Paselang, Bale Gegitaan dan Candi Kurung. Pada bagian madya mandala, ada empat bangunan di antaranya Bale Pamedek, Bale Gong, Bale Kulkul, Candi Bentar dan Api Lawang Kiwa-Tengen. Pada bagian Nista Mandala
terdapat linggih Ida Sang Hyang Kala Sunia, linggih Ida Batara Dalem Ped, Bale Pawedan, Panggungan, Candi Bentar dan Patung Dwara Pala. Sementara pada bagian pasucian terdapat Lumbung, Bale Petandingan, Peratenan, Bale Sakepat, linggih Sri Sedana dan Bale Pebat. Di Pura Watu Klotok ada tiga aci yang dilaksanakan secara rutin. Di antaranya aci panyabran, aci pangenembulan (piodalan) dan aci ngatiban (pangusabhan jagat). Aci panyabran dilaksanakan pada hari-hari suci, seperti Purnama, Tilem, Kajeng Kliwon, Pagerwesi, Saraswati dan Siwaratri. Aci pangenembulan dilaksanakan pada hari Anggarkasih Julungwangi (setiap 210 hari) dan aci pangusabhan jagat dilaksanakan setiap Purnama Sasih Kalima. Karya pangusabhan jagat bertujuan untuk memohon waranugraha Hyang Widhi agar alam ini memiliki kekuatan dan kesuburan, sehingga alam semesta beserta isinya dapat tumbuh dengan subur dan dapat dinikmati oleh umat manusia. (gik)
Melasti, Umat Hindu Banyuwangi Padati Pantai Pulau Merah dan Alas Purwo Banyuwangi (Bali Post) Upacara melasti di Kabupaten Banyuwangi digelar di sejumlah pantai, Minggu (3/3) kemarin. Umat Hindu di wilayah selatan Banyuwangi menggelar melasti di Pantai Pulau Merah dan Alaspurwo. Kegiatan berlangsung bersamaan. Di Pantai Pulau Merah, Kecamatan Pesanggaran, melasti diikuti ratusan umat Hindu dari sejumlah kecamatan seperti Kecamatan Pesanggaran, Siliragung, Bangorejo dan Tegalsari. Mereka mulai memadati Pura Segara Tawangalun sejak pagi. Upacara dipimpin Ida Pandita Dharmika Sandi Kertayasa dari Geria Anom Sari, Pesanggaran. Usai persambahyangan, umat mendengarkan dharma wacana dari Sekretaris PHDI Provinsi Jawa Timur Ketut Sudira. Tokoh umat Hindu di Jawa Timur ini memberikan pemahaman pentingnya menjalankan brata panyepian. Termasuk, kirpah umat di tahun politik. ‘’Brata panyepian sebagai momentum dalam menegakkan ajaran dharma,’ jelasnya. Pihaknya berharap, dengan brata panyepian umat Hindu bisa melaksanakan dharmanya sebagai warga negara dengan baik. Upacara di pura diakhiri dengan persembahyangan bersama. Lalu, umat mengarak sejumlah julen ke pantai, sekitar 500 meter dari pura. Julen ini berasal dari sejumlah pura di sekitar pesisir Pesanggaran. Selama iringiringan, gamelan baleganjur
Bali Post/ant
MELASTI - Umat Hindu melaksanakan upacara melasti di Pantai Boom, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (3/3) kemarin. Umat Hindu di Banyuwangi menggelar ritual melasti menjelang hari raya Nyepi Tahun Çaka 1941. bertalu-talu. Sejumlah umat juga menari. Tiba di pantai, upacara kembali digelar. Dipimpin Ida Rsi Purbo Adinatha Darma dari Geria Purwo, Desa Karangmulyo, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. Usai persembahyangan bersama, umat melarung sejumlah sesaji ke tengah laut. Sesaji terdiri atas hasil bumi. Lalu, diikuti seluruh umat membasuh diri ke laut. ‘’Melasti di Pulau Merah ini sudah menjadi agenda rutin umat Hindu di Banyuwangi Selatan,’’ kata Pandoyo, tokoh
Harus Sinergi Dalam sejumlah kesempatan kampanye ke daerah, Sandiaga juga kerap didampingi oleh kader Partai Demokrat. Saat di Majalengka, Sandiaga melakukan kegiatan dengan Partai Demokrat ada tiga atau empat titik kunjungan bersama
kader Demokrat. ‘’Saya laporkan kepada Mas AHY. Mas AHY kita harus bersinergi dan kita terus memastikan hubungan antara Partai Demokrat dan Koalisi Adil Makmur terus langgeng. Demorat harus kuat, parpol lain harus kuat karena Prabowo-Sandi harus didukung koalisi yang kuat juga,’’ kata Sandiaga. (ant)
umat di Pesanggaran. Sementara di Alas Purwo, melasti diikuti ratusan umat Hindu di sekitar lokasi. Seperti Kecamatan Purwoharjo dan Tegaldlimo. Upacara diawali persembahyangan di Pura Luhur Giri Selaka, Alas Purwo, dilanjutkan melasti di Pantai Trianggulasi. Umat kompak membasuh diri ke pantai setelah melarung sesaji dan persembahyangan bersama. Sementara di Kecamatan Muncar, umat Hindu setempat menggelar melasti
di pesisir Palukuning, Desa Sumbersewu. Ratusan umat mengikuti upacara ini. Umat Hindu di kota Banyuwangi menggelar melasti di Pantai Boom, di barat Selat Bali. Sementara itu, umat Hindu di Kecamatan Songgon dan Genteng menggelar melasti di Danau Rowobayu, Kecamatan Songgon. Sejak beberapa tahun terakhir, kegiatan melasti umat Hindu Banyuwangi digelar di sejumlah titik. Sebelumnya, umat menggelar melasti dipusatkan di Pantai Pulau Merah. (udi)
Senin, 4 Maret 2019
balipost http://facebook.com/balipost
Senin Pon, 4 Maret 2019
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Barca Hapus Madrid dari Perburuan Juara Madrid –
Barcelona memenangkan laga el clasico kedua dalam empat hari setelah menundukkan Real Madrid 1-0 pada lanjutan kompetisi La Liga Spanyol di Santiago Bernabeu, Minggu (3/3) dini hari kemarin. Hasil ini menghapus Madrid dan pelatih Santiago Solari dari daftar perburuan gelar juara dan harus memenangkan Liga Champions untuk mendapat trofi musim ini. Ivan Rakitic mencetak gol tunggal kemenangan Barca atas Madrid. ‘’Apa yang kami inginkan adalah memberikan yang terbaik dan menimbulkan kerusakan pada saingan kami. Kami sudah melakukan itu,’’ kata pelatih Barca Ernesto Valverde. Barca kini memimpin klasemen Liga Spanyol dengan poin 60 hasil 26 kali berlaga. Atletico Madrid di tempat kedua menulang 50 poin disusul Madrid di posisi ketiga mengumpulkan 48 poin. Ini adalah pertama kalinya Madrid kalah tiga kali berturutturut di kandang dalam 15 tahun terakhir. Ini pasti pertandingan yang akan diingat oleh Presiden Florentino Perez ketika mempertimbangkan masa depan pelatih tetapnya musim panas mendatang. Harapan realistis Madrid sekarang tinggal Liga Champions. Mereka membawa keunggulan 2-1 atas Ajax Amsterdam ke laga kedua di kandang pada
pertengahan pekan ini. Kancah Eropa pula yang telah menyelamatkan mereka sebelumnya di bawah arsitek Zinedine Zidane lewat torehan tiga gelar Liga Champions pada tiga musim terakhir. Dalam laga lain, striker Espanyol Wu Lei menjadi pemain sepak bola Cina pertama yang mencetak gol di La Liga setelah mencatatkan gol terakhir timnya dalam pertandingan kandang melawan Real Valladolid yang dimenangkan 3-1. Wu (27) memberi klub di Kota Barcelona itu kemenangan kedua dalam delapan pertandingan liga terakhirnya. Espanyol yang kini dimiliki perusahaan China Rastar Group, naik ke urutan ke-11 di klasemen sementara La Liga. Wu merupakan pencetak gol terbanyak di Liga Super Cina saat bersama klub Shanghai SIPG FC hingga Espanyol mengontraknya pada Januari lalu. Golnya tercipta dalam penampi-
lan kelimanya di La Liga. Liga Inggris Juara bertahan Liga Inggris, Manchester City, untuk sementara berhasil menggusur Liverpool dari puncak klasemen setelah memenangi laga pekan ke-29. City yang bertandang ke markas Bournemouth harus puas dengan kemenangan tipis 1-0 lewat gol Riyad Mahrez di Stadion Vitality. Kemenangan tersebut cukup mengantarkan tim besutan Pep Guardiola mengambil alih posisi puncak klasemen dari tangan Liverpool. City kini mengoleksi 71 poin, unggul dua poin dari Liverpool (69) yang melakoni laga pekan ke-29 pada Minggu malam melawan Everton. Manchester United (58) sukses menerobos ke peringkat empat besar klasemen setelah susah payah meraih kemenangan 3-2 atas Southampton (27) di Old Trafford. Kemenangan yang diraih berkat dwigol penyerang
Romelu Lukaku itu tiba setelah di laga yang berlangsung lebih awal Arsenal (57) harus berbagi satu poin dengan Tottenham Hotspur (61) setelah bermain imbang 1-1 di Wembley. United sukses menggusur Arsenal sekaligus memangkas jarak dari Tottenham menjadi tersisa tiga poin saja, sebuah pencapaian fantastis bagi pelatih interim Ole Gunnar Solskjaer yang bukan tidak mungkin bakal membuatnya dipertimbangkan untuk disodori kontrak permanen. Bayern Munich kini selevel dengan Borussia Dortmund di Liga Jerman setelah mengalahkan Borussia Moenchengladbach 5-1. Dalam laga lain, Dortmund mengalami kekalahan mengejutkan 1-2 di Augsburg. Go—gol Bayern dihasilkan Robert Lewandowski (2), Javi Martinez, Mueller dan Serge Gnabry. Ini adalah kemenangan ke-11 Bayern dalam 12 pertandingan liga. (afp/kmb)
MENANG – Lionel Messi dan Ivan Rakitic merayakan kemenangan Barcelona atas Real Madrid di Liga Spanyol.
KONI Denpasar Diguyur Rp 25 Miliar Denpasar (Bali Post) KONI Kota Denpasar dikucurkan dana induk Rp 25 miliar oleh Pemerintah Kota Denpasar. Anggaran ini dialokasikan untuk penyelenggaraan kejuaraan Piala Wali Kota, tes fisik, persiapan atlet Porprov dan uji coba. Wakil Ketua KONI Kota Denpasar Nyoman Mardika, Minggu (3/3) kemarin Dewa Gede Rai
Piala Wali Kota
Ajang Jaring Pemain Futsal Porprov Denpasar (Bali Post) – Menghadapi Porprov Bali di Tabanan, September mendatang, Asosiasi Kota (Askot) PSSI Denpasar bidang futsal siap menjaring atlet potensial lewat ajang Piala Wali Kota 2019. Pemain dibatasi maksimal kelahiran 1998. Humas Askot PSSI Denpasar Dewa Gede Rai menjelaskan, peserta kejuaraan paling banyak 24 tim. Terserah menyertakan tim lewat apa saja, bisa sekolah, tim atau klub. ‘’Yang jelas pendaftarannya gratis di Sekretariat PSSI Denpasar mulai 1 hingga 16 Maret,’’ ujarnya di Denpasar, Minggu (3/3) kemarin. Mengingat ini penjaringan pemain untuk Porprov Bali, peserta nantinya wajib menyertakan KTP atau KK dengan domisili Denpasar. Artinya, pihaknya benar-benar ingin menjaring pemain lokal. ‘’Melalui ajang seperti inilah kami bisa membina dan meningkatkan kualitas atlet, sehingga ada proses regenerasi,’’ kata Dewa Rai yang juga Kabag Humas dan Protokol Pemkot Denpasar. Pertandingan Piala Wali Kota 2019 digelar di Zone Futsal Sanur, Denpasar pada 23-24 Maret. Sistem yang dipergunakan adalah setengah kompetisi saat babak penyisihan. Pertemuan teknik diadakan 17 Maret di lokasi pertandingan. Total hadiah yang disiapkan mencapai Rp 10 juta. (kmb)
mengungkapkan, turnamen Piala Wali Kota melibatkan 36 cabang olahraga dan tiap cabor diberikan sumbangan Rp 35 juta. Penyelenggaraan Piala Wali Kota sampai akhir Maret mendatang. PascaPiala Wali Kota, para atlet kembali menjalani tes fisik dan tiap cabor kemudian menggelar program TC desentralisasi.
Dana Rp 25 miliar itu belum termasuk untuk bonus atlet Denpasar pada Porprov Bali di Tabanan. ‘’Untuk bonus atlet Porprov akan diajukan lagi pada anggaran perubahan,’’ kata Mardika yang kemarin memantau pelaksanaan Piala Wali Kota untuk cabor kempo, tembak, atletik dan panjat tebing. Pada bagian lain, Ketua
Kontingen Denpasar itu mengharapkan pelaksanaan Porprov Bali tidak lagi diwarnai atlet impor. Sebab, atlet luar Bali yang berlaga di Porprov tidak bisa mewakili Pulau Dewata di ajang Pra-PON dan PON. ‘’Kami mengusulkan atlet luar yang tidak bisa mewakili Bali di Pra-PON dan PON medalinya dicabut se-
hingga memengaruhi perolehan medali dan peringkat kontingen,’’ paparnya. (022)
Warriors Akhiri Kekalahan Beruntun Philadelphia – Stephen Curry membuat 28 poin saat Golden State Warriors mengalahkan Philadelphia 76ers dengan skor 120-117 dalam lanjutan pertandingan kompetisi NBA, Minggu (3/3) kemarin. Kevin Durant menghasilkan 34 poin dan DeMarcus Cousins membuat 25 poin ketika Warriors mengakhiri kekalahan beruntun dua pertandingan. ‘’Dia mengambil alih permainan untuk kami. Kami membutuhkan itu darinya. Kedua tim bersiap-siap untuk playoff sehingga intensitasnya naik,’’ kata Durant tentang Curry usai pertandingan. Klay Thompson tidak bermain untuk Warriors karena lutut kanannya sakit. Warriors tidak pernah kalah dalam empat per-
tandingan atau lebih di era pelatih Steve Kerr. Ben Simmons selesai dengan triple double yaitu 25 poin, 15 rebound dan 11 assist untuk 76ers. Di tempat lain, Donovan Mitchell mencetak 46 poin, tertinggi dalam kariernya, ketika Utah Jazz mengatasi 43 poin Giannis Antetokounmpo dan defisit kuartal keempat 17 poin untuk mengalahkan Milwaukee Bucks 115-111. Antetokounmpo juga 14 rebound dalam 32 menit untuk Bucks tetapi gagal melakukan tiga lemparan bebas pada detik-detik terakhir. Derrick Favors memiliki 23 poin dan 18 rebound. Joe Ingles mengoleksi 14 poin dan 8 assist untuk Jazz yang memenangkan kontes keempat beruntun. GELAR KE-100 – Petenis Swiss Roger Federer memenangkan gelar ke-100 dalam kariernya setelah mengalahkan Stefanos Tsitsipas (Yunani) 6-4, 6-4 pada final Kejuaraan ATP Dubai Tennis Championship, Minggu (3/3) kemarin.
Khris Middleton mencetak 29 poin dan Brook Lopez memiliki 16 poin, 8 rebound dan 7 blok untuk Bucks yang tujuh kemenangan beruntunnya berakhir. Hasil Lengkap: Philadelphia vs Golden State 117-120, Dallas vs Memphis 81-111, San Antonio vs Oklahoma City 116102, Miami vs Brooklyn 117-88,Denver vs New Orleans 112-120, Phoenix vs LA Lakers 118109, Utah vs Mil-
waukee 115-111, Indiana vs Orlando 112117, Cleveland vs Detroit 93-129. (afp/ kmb)
Tim Sepak Bola Badung Patok Emas
Mangupura (Bali Post) Kesebelasan Kabupaten Badung dipatok mendulang medali emas pada Porprov Bali XIV di Tabanan, September mendatang. Prestasi ini merupakan peningkatan dibanding medali perak yang diraih tim sepak bola Badung pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar. Hal itu dikatakan Ketua Umum Askab PSSI Badung Nyoman Graha Wicaksana di Kuta, Minggu (3/3) kemarin. Menurutnya, kegagalan tim sepak bola Badung merebut emas pada Porprov Bali 2017 karena terlalu percaya diri
saat meladeni tuan rumah Gianyar di final. ‘’Kami mempunyai seabrek peluang emas, namun tidak satu pun yang mampu dikonfersi menjadi gol. Sebaliknya, Gianyar hanya mempunyai satu peluang emas tetapi mampu dituntaskan menjadi gol,’’ kilahnya. Pihaknya mematok emas sepak bola di Porprov mengingat Porprov tahun ini merupakan masa kepengurusannya yang terakhir. Graha Wicaksana yang akrab disapa Koming menakhodahi Askab PSSI Badung sampai 2020 mendatang.
PSSI Badung sudah membentuk tim Porprov yang melibatkan sekitar 60 pemain seleksi. Para pemain yang ikut seleksi ini merupakan hasil pemantauan tim pemandu bakat pada turnamen Piala Bupati Badung 2018. Duet pelatih Nyoman Sujata dan Nyoman Karton Sukadana telah menciutkan pemain menjadi 26 orang. Di antara yang masih bertahan termasuk sejumlah pemain yang membela Badung pada Porprov di Gianyar karena usianya belum melewati ketentuan. (022)