Skip to main content

Edisi Selasa 4 Januari 2020 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

12 HALAMAN

NOMOR 168 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

selasa kliwon, 4 Februari 2020

Pengemban Pengamal Pancasila

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

balipost http://facebook.com/balipost

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Belum Ada Pasien ‘’Suspect’’ Corona

Jalan Jadi Kubangan Lumpur

Harga Cabai Rp 85 Ribu

Saat ini ada 18 pasien yang dicurigai terinfeksi virus Corona di Bali. Mereka dirawat di rumah sakit di Bali dan semuanya belum berstatus suspect.

Setiap musim hujan ruas jalan Bubung Kelambu menuju pertigaan Culali di Desa Batur, Kintamani menjadi kubangan lumpur. Kedalamannya sampai selutut orang dewasa. Untuk menghindari kendaraan terjebak lumpur, warga terpaksa melalui kebun yang ada di samping jalan. BANGLI | HAL. 9

Menjelang hari raya Galungan, sejumlah harga kebutuhan pokok di pasar tradisional mulai meroket. Cabai merah dan cabai rawit kini menembus harga Rp 85 ribu per kilogram.

DENPASAR | HAL. 2

JEMBRANA | HAL. 11

BALI SANGAT SIAP SAMBUT KEDATANGAN WISATAWAN MANCANEGARA GUBERNUR Bali Wayan Koster mengatakan, meskipun ada wabah virus Corona yang melanda dunia, Bali sangat siap menerima kedatangan wisatawan mancanegara. Hal ini disebabkan karena Bali mempunyai sistem monitoring yang baik, yang sudah teruji sejak merebaknya kasus flu burung (SARS) tahun 2003. Hal tersebut disampaikan Gubernur Bali seusai memimpin rapat koordinasi tentang penanganan berbagai dampak virus Corona terhadap pariwisata Bali, di Jayasabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, Seni (3/2) kemarin. Pada rapat itu Gubernur didampingi Wakil Gubernur Tjokorda Artha Adhana Sukawati. Rapat dihadiri berbagai komponen pariwisata, seperti Angkasa Pura Bali, Otoritas Bandara, Balai Karantina, dan berbagai pihak terkait. Gubernur Koster mengatakan, Bali sangat aman dan sama sekali tidak ada wisatawan yang terduga terpapar virus Corona. Pernyataan Gubernur yang sangat meyakinkan itu didukung oleh data, sebagaimana dilaporkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Dari 73.073 wisatawan asal RRT yang datang ke Bali sejak tanggal 13 Januari 2020 sampai saat ini, memang ada yang diduga sakit sebanyak 18 orang. Setelah dilakukan pengawasan intensif dan uji laboratorium ternyata semuanya terbukti tidak ada yang terpapar virus Corona. ‘’Bali sangat aman dan sangat siap menerima kedatangan wisatawan dari berbagai belahan dunia, dengan produk pariwisata yang prima, serta keramahtamahan yang tinggi, dengan budaya khas Bali. Tidak ada alasan sama sekali bagi wisatawan untuk khawatir,’’ tandas Gubernur Koster.

Bali sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia memang terbukti aman dan nyaman, serta 13 kali berturut-turut mendapatkan predikat sebagai The Best Island Destination dari Majalah Conde de Nash, serta mendapatkan berbagai awards dari berbagai lembaga internasional, seperti PATA, WTTC, dan UNWTO. Data dari Dinas Pariwisata Provinsi Bali menunjukkan bahwa wisatawan RRT menempati urutan kedua dari segi jumlah, setelah Australia. Dari 6,3 juta wisman yang datang ke Bali tahun 2019, sebanyak 1.185.519 orang (18,2%) adalah wisatawan dari RRT. Data tahun 2019 juga menunjukkan bahwa negara-negara yang merupakan sumber utama wisman ke Bali adalah India sebanyak 374.784 orang, Inggris (287.577), Amerika Serikat (277.391), dan Jepang sebanyak 258.142 orang. Sebelumnya Pemprov Bali juga menggelar rapat tertutup di Praja Sabha, Kantor Gubernur Bali, Senin kemarin. Rapat dipimpin Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati melibatkan sejumlah OPD terkait, pihak Imigrasi, dan stakeholder pariwisata di Bali. Rapat ini menyikapi keputusan pemerintah lewat Kementerian Perhubungan yang telah memutuskan melakukan penundaan penerbangan ke/dari seluruh destinasi di RRT/Mainland China, tidak termasuk Hongkong dan Macau, hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian. Penundaan berlaku mulai hari Rabu, 5 Februari 2020 pukul 00.00 WIB. ‘’Tadi telah terungkap bahwa kedatangan mereka (wisatawan Tiongkok) tidak semua lewat travel agent. Banyak juga yang datang ke Bali lewat fasilitas online. Ini yang belum terdata sampai sekarang

OPINI

Virus Corona dan Sejarah di Bali

berapa jumlahnya dan di mana mereka tinggal,’’ ujar Wakil Gubernur yang akrab disapa Cok Ace ini. Lantaran belum ada data pasti, Cok Ace mengaku kesulitan untuk mengambil kebijakan. Wisatawan Tiongkok yang memang akan kembali sebelum tanggal 5 Februari tentu tidak ada masalah karena mereka sudah memiliki tiket. Persoalannya adalah wisatawan yang memiliki tiket pulang setelah tanggal 5 Februari. Pihaknya perlu mengetahui keberadaan mereka, terlebih jika mereka ingin berangkat mendahului. ‘’Siapa mereka, di mana mereka tinggal, data inilah sebenarnya kita perlukan, sehingga kita bisa apakah ada penambahan penerbangan dan lain sebagainya,’’ jelasnya. Untuk itu, seluruh stakeholder

pariwisata di Bali dikerahkan untuk menyebar informasi terkait penundaan penerbangan tersebut. Salah satunya untuk mendapatkan data pasti jumlah wisatawan Tiongkok yang masih berada di Bali. Terutama yang menjadwalkan pulang ke negaranya setelah tanggal 5 Februari. Menurut Cok Ace, Konjen Tiongkok sudah menawarkan pesawat untuk menjemput wisatawan Tiongkok jika memang diperlukan. Penjemputan oleh pesawat dari Tiongkok tetap melalui standar kebersihan dan lainnya. Hal. 11 Mengusir Mereka

’’Bali sangat aman dan sangat siap menerima kedatangan wisatawan dari berbagai belahan dunia, dengan produk pariwisata yang prima, serta keramahtamahan yang tinggi, dengan budaya khas Bali. Tidak ada alasan sama sekali bagi wisatawan untuk khawatir.’’ Wayan Koster Gubernur Bali

Penanganan Kasus Babi Mati Terkesan Lamban

Sejak awal kemunculan kasus babi mati mendadak, terkesan penanganan yang lamban. Indikasinya, jumlah dan daerah yang terpapar virus misterius makin meluas. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, sudah ada 888 ekor babi mati dan terjadi di Kabupaten Badung, Tabanan, Gianyar, Bangli, Karangasem dan Denpasar. Sementara hasil laboratorium penyebab babi mati secara massal tersebut hingga kini belum diketahui.

Oleh: GPB Suka Arjawa Merebaknya virus Corona ke seluruh dunia, sampai negara-negara Eropa dan berbudaya kontinental, membuat kepanikan di mana-mana. Virus ini menyebar, awalnya antarhewan, kemudian menuju manusia, dan sudah tentu antarmanusia tanpa memandang ras. Virus ini mematikan dan belum ada obat yang dapat secara pasti menekannya, kecuali kesehatan fisik dari seseorang. Artinya orang-orang yang fisiknya sudah segar dan kuat, lebih sulit terpapar virus ini. Maka, nasihat yang sering muncul adalah menjaga kebersihan: sering cuci tangan, makan yang teratur dan beraktivitas sesuai dengan porsinya secara benar. Tentu saja kata-kata soal nasib harus dikesampingkan. Sebab, jika sudah sampai mengatakan ini, tidak akan ada usaha yang dilakukan. Secara faktual, penyebaran dari penyakit Corona sudah begitu cepat menuju hampir ke semua benua. Kanada merupakan negara pertama yang menyatakan terpapar oleh virus ini di Benua Amerika. Prancis menjadi negara Eropa yang pertama kali terpapar. Thailand dan Malaysia juga sudah mengakui terkena paparan viru sini. Hal. 11 Komponen Penting

Harian Bisnis Bali Corona, Angin Segar bagi Petani di Bali Merebaknya virus Corona di kota Wuhan, Tiongkok tak selalu berdampak buruk bagi perekonomian Bali. Merebaknya Corona juga memberi angin segar bagi petani lokal. Apa sebabnya? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Keliru Maknai Kesucian Ketua PHDI Bali Prof. IGN Sudiana mengatakan perbuatan warga membangun kloset (jamban) di samping tempat suci merupakan kekeliruan memaknai kesucian. www.denpost.id

K

abid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dr. drh. IKG Nata Kesuma, M.MA., Senin (3/2) kemarin mengatakan, saat ini masih menunggu hasil laboratorium BB veteriner di Medan, Sumatera

Utara. Ini untuk memastikan apa penyebab kematian babi mendadak itu. Mengenai penyakit yang menyebabkan babi mati, menurut Nata, dari ciri-cirinya ada empat potensi penyakit yaitu Hog Cholera, Clasical Swine Fever, Streptococcus Meningitis Swiss dan ASF. Sambil menunggu hasilnya, pihak dinas telah turun melakukan sosialisasi dan pembinaan untuk mencegah terjadinya penularan penyakit lebih luas. Hal. 11 Tidak Ada

Terapkan Biosecurity dan Dekontaminasi UPAYA pencegahan dan penanganan kasus kematian babi dilakukan melalui berbagai langkah. Di antaranya menggencarkan sosialisasi, pemberian bantuan cairan disinfektan dan pengecekan kandang. Seperti yang dilakukan Dinas Pertanian Klungkung, Senin (3/2) kemarin, yakni turun mengecek

kandang peternak dan tempat pemotongan babi di Banjar Selat, Desa Banjarangkan. Kepala Dinas Pertanian Klungkung Ida Bagus Juanida mengatakan, pengecekan ke kandang peternak babi sudah rutin dilakukan sebelum adanya kemunculan virus jenis ini. Klungkung termasuk daerah yang belum banyak kasus babi mati. Hal. 11 Kelompok Ternak


Selasa Kliwon, 4 Februari 2020

Sekda Dewa Indra Dorong Jajarannya Percepat Digitalisasi Birokrasi SEKRETARIS Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, mendorong jajarannya untuk mempercepat penerapan digitalisasi birokrasi. Ia berharap pola manual yang masih menghabiskan banyak kertas perlahan-lahan mulai ditinggalkan. Hal tersebut menjadi penekanannya pada pelaksanaan apel disiplin perdana di tahun 2020 yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Bali, Senin (3/2) kemarin. Dewa Indra mencontohkan beberapa hal yang polanya bisa diubah untuk mengurangi penggunaan kertas, seperti

pengiriman surat undangan rapat. Ke depannya ia minta pengiriman undangan rapat tak lagi dalam bentuk hard copy, namun dikirim melalui sistem online, seperti email, WA, dan sejenisnya. Selain itu, materi yang dibagikan kepada peserta diklat, bimtek, prajabatan, workshop dan kegiatan pelatihan lainnya juga diminta tak lagi dalam bentuk kertas. “Coba perhatikan kalau kita rapat dengan pihak swasta, materinya dikirim secara online atau tinggal scan pada layar digital yang telah disediakan. Demikian kemajuan yang telah terjadi

di luar sana, sementara kita masih ketinggalan terlalu jauh. Kita malu dengan nama besar Bali kalau masih bertahap dengan pola manual,” imbuhnya. Ia berkeyakinan jajarannya punya kemampuan untuk percepatan transpormasi birokrasi ke arah digitalisasi. Masih terkait transpormasi birokrasi, ia juga tak ingin pola penumpukan anggaran di akhir tahun menjadi sebuah kebiasaan. “Dari tahun ke tahun saya amati BPKAD sibuk di akhir tahun, lembur hingga tak mengenal waktu. Tahun ini hal itu tak boleh terjadi, saya sudah evaluasi,”

ucapnya. Oleh sebab itu, ia ingin proses tender pengadaan barang dan jasa sudah kelar di bulan Maret. Dengan pola ini, Dewa Indra berharap tak terjadi lagi penumpukan realisasi di akhir tahun anggaran. Pada bagian lain, ia juga mengingatkan jajaran pejabat jangan hanya main perintah dari belakang meja. Kehadiran pejabat di tengah-tengah staf pada saat mereka bekerja sangat dibutuhkan sebagai bentuk dukungan moril. Jajaran birokrasi pemprov juga diharapkan fokus pada halhal substansi dan mengurangi kegiatan administrasi yang berlebihan. “Utamakan pro-

gram prioritas sesuai dengan arahan Bapak Gubernur,” tandasnya. Kegiatan apel disiplin kali ini menjadi momen spesial bagi Sekda Dewa Indra karena bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-53. Birokrat asal Buleleng itu langsung mendapat ucapan selamat dari peserta apel, khususnya jajaran pejabat eselon II. Apel disiplin yang rutin digelar pada minggu pertama setiap bulan melibatkan pejabat eselon II, III, dan IV di lingkungan Pemprov Bali. Selain itu, apel diikuti pula oleh staf di lingkungan Setda Provinsi Bali. (kmb)

Rekam E-KTP, Disdukcapil Sasar Siswa SMA/SMK

DIBERSIHKAN - Seorang peternak babi di Denpasar membersihkan kandangnya untuk menjaga kebersihan.

Bali Post/kmb23

Daging Babi Aman Dikonsumsi Denpasar (Bali Post) -

Kasus kematian babi di Bali kini sudah mencapai 888 ekor. Kasus ini tercatat di enam kabupaten, yaitu Badung, Tabanan, Gianyar, Bangli, Karangasem, dan Denpasar. Jika dihitung dengan harga jual per ekornya Rp 1,5 juta, maka kerugian peternak akibat penyakit ini mencapai Rp 1,3 miliar. Meski adanya kasus ini, daging babi masih aman untuk dikonsumsi. Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dr. drh. IKG Nata Kesuma, Senin (3/2) kemarin mengatakan, jumlah populasi babi di Bali 762.409 ekor. Meski terjadi kematian, namun kebutuhan akan daging babi tetap bisa terpenuhi. ‘’Kebutuhan daging bBabi di Bali dengan adanya kasus kematian ini masih tercukupi,’’ ujar Nata. Untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap

daging babi, sekaligus ekonomi dan kondisi psikologis peternak, pihak Dinas Pertanian berencana menggelar makan daging babi, Jumat (9/2) mendatang. ‘’Kegiatan makan daging babi ini untuk menunjukkan bahwa daging babi aman dikonsumsi. Virus itu tidak menular dari babi ke manusia,’’ ujar Nata. Nata menambahkan, catatan terakhir, angka kematian babi di Bali mencapai 888 ekor. Jumlah ini sesuai format yaitu adanya bukti berupa foto babi yang mati

dan konfirmasi dari petugas. Kasus kematian babi terjadi di Kabupaten Badung sebanyak 598 ekor, Tabanan 219 ekor, Denpasar 45 ekor, Gianyar 24 ekor, serta Bangli dan Karangasem masingmasing satu ekor. Sambil menunggu hasil laboratorium, pihaknya telah memberikan bantuan pusat berupa disinfektan untuk 5.000 ekor babi. Bantuan ini sudah diturunkan dan menyasar di 9 kabupaten/ kota, khususnya daerah yang berpotensi. Mengenai penya-

kit yang menyebabkan babi mati, menurut Nata, dari ciri-cirinya ada empat potensi penyakit, yaitu Hog Cholera, Clasical Swine Fever, Streptococcus Meningitis Swiss, dan ASF. Karenanya untuk memastikannya perlu pemeriksaan laboratorium. Sambil menunggu hasilnya, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan pembinaan untuk mencegah terjadinya penularan penyakit lebih luas. Diharapkan para peternak rutin membersihkan kandang dan menyemprotkan disinfektan minimal dua kali seminggu. Membatasi akses keluar-masuk kandang. ‘’Jangan menjual babi yang sakit. Jika ada babi yang mati langsung ditanam dan dilaporkan kepada petugas,’’ ujar Nata.

Lebih lanjut dikatakan, enam hari terakhir, kasus babi mati mendadak sudah nihil. Ini diduga karena penerapan biosecurity yang ketat mulai dilakukan peternak. Mengingat di Bali banyak berkembang pola peternakan rakyat, maka untuk mengontrolnya, pemerintah lebih banyak melakuka KIE pada peternak. Untuk itu ke depan secara teknis apa yang dianjurkan petugas peternakan agar diikuti seperti higiene sanitasi kandang, biosecurity kandang, dan memberikan pakan yang berkualitas. (kmb24) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Berlubang dan Bergelombang

Banyak Ruas Jalan Perlu Perbaikan Denpasar (Bali Post) – Sejumlah fasilitas umum di Kota Denpasar perlu dilakukan perbaikan secara

berkala. Terutama kondisi infrastruktur jalan yang kini perlu banyak penanganan serius. Terlebih kondisi

Bali Post/eka

JALAN RUSAK - Pengendara berusaha menghindari lubang di pertigaan Jalan PB Sudirman, Denpasar, Senin (3/2) kemarin. Beberapa titik jalan di Kota Denpasar mengalami kerusakan akibat tergerus air.

jalan banyak berlubang dan juga bergelombang. Kondisi ini sangat berbahaya bagi pengendara dan bisa menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Ketua Fraksi NasDemPSI DPRD Denpasar A.A. Ngurah Widiada, Senin (3/2) kemarin mengakui kondisi infrastruktur perlu penanganan lebih serius lagi. Karena beberapa ruas jalan sudah mengalami kerusakan. Seperti yang terlihat di Denpasar Utara. Beberapa jalan banyak yang berlubang. Widiada berharap komitmen pemerintah untuk membangun infrastruktur harus dilakukan secara berkelanjutan. Bukan saja masalah jalan umum, namun juga perlu dilakukan di jalan-jalan subak. Beberapa jalan subak yang digarap beberapa tahun lalu, kini

kondisinya sudah banyak yang rusak. Politisi NasDem ini mencontohkan jalan usaha tani yang ada di Subak Sembung, Peguyangan, kini sudah banyak yang perlu penanganan lebih lanjut. Karena jalan yang terbuat dari paving tersebut sudah banyak yang jebol. ‘’Saat masyarakat mulai memanfaatkan jalan itu, kini sudah rusak. Perlu ditangani segera,’’ ujarnya. Kondisi kerusakan jalan sejatinya bukan hanya kali ini muncul. Pada saat reses yang dilakukan anggota dewan, aspirasi masyarakat cukup banyak yang meminta perbaikan jalan. Seperti yang disampaikan Fraksi Gerindra. Laporan reses yang dibacakan Ketut Sudana ini cukup banyak masyarakat yang meminta perbaikan jalan. Sudana menyebut

masyarakat di Peguyangan Kangin berharap agar Jalan Antasura perlu perbaikan, karena banyak yang rusak serta bergelombang. Fraksi Golkar yang dibacakan Wayan Suwirya juga berharap agar dilakukan pengaspalan di beberapa ruas jalan. Di antaranya Jalan Tukad Pancoran, Jalan Nangka Utara, pinggiran Jalan Anyelir, serta perbaikan trotoar di Jalan Katrangan. Sementara itu, Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Denpasar Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta mengatakan, saat ini pihaknya sedang membuat dokumen lelang yang akan digunakan pada 2020 ini. Dia mengaku beberapa ruas jalan masih ada yang rusak sedang dan ringan yang akan diperbaiki pada tahun ini. (kmb12)

Denpasar (Bali Post) Percepatan perekaman KTP elektronik atau e-KTP bagi seluruh masyarakat Denpasar dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar. Tidak saja menunggu kedatangan masyarakat, namun juga menggencarkan upaya jemput bola. Salah satunya dengan menyasar siswa SMA/ SMK di Denpasar untuk percepatan program kepemilikan e-KTP bagi masyarakat. ‘’Siswa SMA/SMK yang telah mencapai umur 17 tahun kami upayakan dengan pelayanan jemput bola. Perekaman ini akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan,’’ ujar Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Denpasar Dewa Gde Juli Artabrata saat melaksanakan perekaman e-KTP di SMA Santo Yoseph, Senin (3/2) kemarin. Dikatakannya, untuk tahun ini pihaknya menyasar kurang lebih 32 sekolah SMA/SMK di Kota Denpasar. Menurutnya, jumlah warga yang belum melakukan perekaman sudah semakin menurun. Kendati masih ada yang belum melakukan perekaman yang jumlahnya fluktuatif karena adanya penambahan penduduk yang beranjak 17 tahun ke atas. ‘’Maka dari itu, kami mengupayakan jemput bola khusus untuk anak SMA agar siswa yang telah cukup umur dapat

memiliki e-KTP sebagai salah satu syarat untuk memenuhi administrasi kependudukan,’’ ujarnya. Dewa Juli mengatakan, komitmen Pemkot Denpasar melalui Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara untuk memaksimalkan pelayanan publik di Kota Denpasar terus ditingkatkan. Selain menyasar sekolah-sekolah SMA, pihaknya juga mengupayakan perekaman pada desa/kelurahan di seluruh kecamatan di Kota Denpasar. Selain itu, program jemput bola juga dilaksanakan di tempat-tempat keramaian atau event tertentu. ‘’Hal ini kami laksanakan guna memberi pelayanan yang prima kepada masyarakat di dalam melengkapi segala kebutuhan administrasi kependudukan,’’ ujarnya. Peran serta warga juga sangat diharapkan untuk melancarkan perekaman. Sedangkan untuk persediaan blangko e-KTP dijamin mencukupi karena telah dianggarkan melalui dana hibah sesuai dengan Permendagri 99 Tahun 2019. ‘’Kami terus berupaya agar seluruh masyarakat Denpasar bisa melakukan perekaman. Sebab, e-KTP merupakan syarat yang harus dimiliki masyarakat. Saat ini persediaan blangko e-KTP sebanyak 77.000, dan tambahan dari Kementerian diharapkan dapat memenuhi kekurangan blangko,’’ jelasnya. (kmb12)

Tahanan Narkoba Gantung Diri di Lapas Kerobokan Mangupura (Bali Post) Begitu perkaranya mau dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Denpasar, tahanan narkoba tersangka Dewa Putu Putra Adnyana (39), Senin (3/2) kemarin ditemukan tewas gantung diri di Lapas Kerobokan. Atas informasi adanya tahanan bunuh diri, Kasipidum Kejari Denpasar langsung mengecek ke Lapas Kerobokan. ‘’Ya, ada tahanan narkoba bunuh diri dengan cara gantung diri. Kasusnya sudah ditangani kepolisian,’’ ujar Kasipidum Kejari Denpasar Wayan Eka Widanta. Ia menjelaskan, memang rencananya Senin kemarin berkas perkara dan tersangka akan dilimpahkan ke pengadilan. Sayang dia mengakhiri

hidupnya dengan gantung diri. Jenazah pria asal Banjar Munduk Angrek, Yeh Embang Kauh, Mendoyo, Jembrana ini dibawa dan dititipkan di RSUP Sanglah. ‘’Tersangka diketahui bunuh diri sekitar pukul 12.10 Wita,’’ tandas Kasipidum Eka Widanta. Ditambahkan, tersangka ditangkap polisi atas kasus narkoba. Barang bukti yang disita yakni 9,10 gram neto sabu-sabu. Dalam kasus ini tersangka disangkakan Pasal 114 ayat 2 atau Pasal 112 ayat 2, atau Pasal 131 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ia ditangkap polisi pada 28 Oktober 2019 di rumah kos Melati di Jalan Tukad Petanu, Gang Belibis, Denpasar Selatan. (kmb37)

topik : Lamban, penanganan kasus babi mati

Rawat 18 Pasien, Belum Ada Berstatus ’’Suspect’’ Corona Denpasar (Bali Post) World Health Organization (WHO) menyatakan penyebaran virus Corona sebagai kasus kedaruratan kesehatan global. Adanya pernyataan itu, semua pihak tentu meningkatkan kewaspadaan, termasuk di Bali. Sejak virus ini merebak pada akhir Desember 2019 hingga sekarang ini, ada 18 pasien yang dicurigai terinfeksi virus Corona. Akan tetapi, dari jumlah itu belum ada yang berstatus suspect. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya, Senin (3/2) kemarin mengatakan, 18 pasien yang dirawat di rumah sakit di Bali, semuanya belum berstatus

suspect. Ia menjelaskan, pasien berstatus suspect harus memenuhi sejumlah syarat. Di antaranya sempat berada di negara terinfeksi selama 14 hari terakhir, menunjukkan gejala klinis pneumoni seperti demam, batuk, sesak, dan disertai foto thorax yang menunjukkan adanya radang paru-paru atau pneumoni. Jika syarat ini dipenuhi, barulah dinyatakan suspect dan diambil sampelnya untuk menjalani pemeriksaan laboratorium. ‘’Dari 18 pasien semuanya belum berstatus suspect,’’ ujar Suarjaya, Senin kemarin. Meski demikian, dari 18 pasien ini ada tujuh pasien yang sempat diambil sampel untuk diperiksa

lebih lanjut. Sebab, mereka ini dicurigai mengarah ke infeksi virus Corona. Namun, dari hasil pemeriksaan, enam pasien negatif dan satu pasien lainnya masih menunggu hasil. ‘’Pasien terakhir yang diambil sampelnya adalah WNA Tiongkok usia 12 tahun yang saat ini masih diobservasi di RSUP Sanglah. Kondisinya sudah membaik,’’ ujar Suarjaya. Sementara penanganan pencegahan virus Corona ini tetap dilakukan dengan melakukan pengawasan ketat di pintu masuk. Di sana ditempatkan sejumlah alat pendeteksi suhu tubuh atau thermal scanner. Kemudian melakukan pengawasan terhadap wisatawan dari

negara terinfeksi dengan kartu kewaspadaan kesehatan. Sementara itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar dr. H. Lucky Tjahjono mengatakan sejak diberlakukan deteksi dini menggunakan thermal scanner pada 26 Januari 2020, pihaknya telah mengawasi 716 pesawat. Rinciannya dari Tiongkok sebanyak 118 pesawat dan negara lain sebanyak 598 pesawat. Sedangkan kru pesawat yang diawasi sebanyak 5.924 orang. Rinciannya, 1.308 dari Tiongkok dan negara lain 4.616 orang. Ia menambahkan, meski penerbangan dari Tiongkok akan ditutup sementara mulai 5 Februari, namun pihaknya

tetap melakukan pengawasan. Deteksi thermal scanner terus dilakukan. Terlebih saat ini negara terinfeksi virus Corona sudah ada 23. ‘’Pemeriksaan thermal scanner tetap dilakukan, meski penerbangan langsung dari Tiongkok ditutup,’’ ujarnya. (kmb24) JUMPA PERS - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya (kanan) dan Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Denpasar dr. H. Lucky Tjahjono saat jumpa pers mengenai kesiapan menghadapi Virus Corona, Senin (3/2) kemarin.


Selasa Kliwon, 4 Februari 2020

Kuta Selatan Awali Rangkaian Musrenbang RKPD Kecamatan di Badung

Wabup Suiasa Nyatakan Musrenbang 2021 Penuntasan PPNSB Kabupaten Badung

MUSRENBANG - Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa membuka Musrenbang Kecamatan Kuta Selatan di Ruang Pertemuan Kantor Camat Kuta Selatan, Senin (3/2) kemarin.

WAKIL Bupati Badung I Ketut Suiasa mengajak seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menuntaskan pelaksanaan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana (PPNSB) yang dijabarkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Kabupaten Badung 2016-2021, agar jangan sampai ada yang ketinggalan maupun terlewatkan karena Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) 2021 merupakan penuntasan pelaksanaan PPNSB Kabupaten Badung. Ajakan tersebut disampaikan Wabup Suiasa dalam arahannya saat menghadiri Musrenbang Kecamatan Kuta Selatan yang mengambil tema ‘’Akselerasi Ekonomi Melalui Peningkatan SDM Unggul, Penguatan Infrastruktur, Budaya, dan

Lingkungan Hidup’’, di Ruang Pertemuan Kantor Camat Kuta Selatan, Senin (3/2) kemarin. Turut hadir pada kesempatan tersebut anggota DPRD Provinsi Bali I Ketut Tama Tenaya, Kepala Bappeda Kabupaten Badung I Made Wira Dharmajaya, Camat Kuta Selatan Gede Arta, pimpinan OPD terkait, beserta perwakilan semua desa dan kelurahan yang ada di wilayah Kuta Selatan. Terkait usulan program prioritas yang ada di setiap wilayah, Wabup Suiasa mengatakan, Pemerintah Kabupaten Badung akan melakukan kajian serta penajaman berdasarkan besarnya cakupan kegiatan yang dilakukan, karena dari sana akan diketahui mana yang menjadi tanggungan Pemkab dan mana yang bisa dlimpahkan kepada kecamatan maupun desa/ kelurahan guna mengakselerasi

proses pembangunan di segala aspek. ‘’Untuk program yang bersifat pemberdayaan, kita dorong desa agar lebih proaktif lagi mengingat dana yang dikelola sudah sangat memadai,’’ jelas Suiasa. Kepala Bappeda Badung I Made Wira Dharmajaya dalam sambutannya menyampaikan, Kecamatan Kuta Selatan mengawali rangkaian Musrenbang Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) per kecamatan yang diselenggarakan oleh Kabupaten Badung. Musrenbang RKPD adalah forum musyawarah antarpemangku kepentingan untuk membahas dan menyepakati langkahlangkah penanganan program kegiatan prioritas yang tercantum dalam daftar usulan rencana kegiatan pembangunan desa/kelurahan yang diintegrasikan dengan prioritas pemban-

telah dirumuskan oleh Tim Remunerasi RSD Mangupura, dan sudah berjalan sejak lama yaitu tahun 2011 dengan landasan yuridis berupa Peraturan Bupati Badung Nomor 54 Tahun 2011 tentang Sistem Remunerasi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Badung yang mengatur distribusi jaspel untuk direktur, manajemen dan fungsional. Kontribusi secara rutin dari jaspel rumah sakit kepada pegawai besarannya tidak mengikat, tetapi berdasarkan data sebesar Rp 1.500 setiap keluarnya jaspel. Terkait dengan jumlah jaspel yang diterima berasal dari tiga sumber, yakni jaspel dari JKN dengan nilai lebih besar dari Rp 3 miliar, dari KBS yang dibagi dalam enam bulan dengan besaran Rp 1 miliar lebih, serta jaspel umum per bulan rata-rata Rp 500 juta hingga Rp 600 juta yang dibagi kepada 1.063 pegawai. (kmb27)

KLARIFIKASI - Ketua DPRD Badung Putu Parwata dan Kepala ORI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab mendatangi manajemen RSD Mangusada guna meminta klarifikasi terkait dugaan pemotongan jaspel yang kini ditangani oleh Polda Bali.

gunan daerah kabupaten/kota di wilayah kecamatan. Wira Dharmajaya menambahkan, tujuan musrenbang yang pertama adalah membahas dan menyepakati usulan rencana kegiatan pembangunan dari para pemangku kepentingan yang menjadi kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan yang bersangkutan. Kedua, membahas dan menyepakati kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan yang belum tercakup dalam prioritas kegiatan pembangunan desa. Ketiga, menyepakati pengelompokan kegiatan prioritas pembangunan di wilayah kecamatan berdasarkan tugas dan fungsi OPD yang diklasifikasikan berdasarkan urusan. Untuk melakukan Musrenbang RKPD, menurut mantan Sekwan ini, tentu harus disusun

dulu RKPD-nya. Dimulai dari persiapan penyusunan RKPD yang kemudian dihasilkan output berupa rancangan awal RKPD. Rancangan awal RKPD ini diverifikasi hingga menjadi rancangan RKPD. Rancangan RKPD inilah yang dibahas di Musrenbang RKPD yang kemudian jadi rancangan akhir yang digunakan untuk penyusunan Kebijakan Umum APBD (KUA). Sementara itu, Camat Kuta Selatan Ketut Gede Arta melaporkan, Kecamatan Kuta Selatan membagi usulan menjadi empat kelompok sektor prioritas, antara lain sektor ekonomi dan sumber daya alam terdiri dari 29 usulan, sektor sarana prasarana wilayah terdiri dari 493 usulan, sektor sosial dan budaya terdiri dari 34 usulan, dan sektor pengembangan SDM terdiri dari 215 usulan. (ad61)

Kisruh Jaspel di RSD Mangusada Tercium Ombudsman

Mangupura (Bali Post) -

Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Bali menindaklanjuti adanya dugaan pemotongan jasa pelayanan (jaspel) pegawai di Rumah Sakit Daerah (RSD) Mangusada. Bahkan, pihak ORI Bali mendatangi manajemen rumah sakit pelat merah tersebut guna meminta penjelasan mengenai kekisruhan yang kini ditangani Polda Bali. Kehadiran Ombudsman di RSD Mangusada dipimpin langsung Kepala ORI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab, Senin (3/2) kemarin. Menurut Umar Ibnu Alkhatab, pihaknya ingin mengetahui lebih lengkap dugaan pungutan jaspel yang belakangan ramai diberitakan di media. ‘’Kami ingin tahu bahwa tidak ada yang melakukan maladministrasi. Jadi, itu (pemotonggan – red) sudah disepakati bersama atau lainnya,’’ ujarnya. Umar Ibnu Alkhatab mengatakan, pihaknya khawatir adanya pungutan liar yang dilindungi atau dibungkus dengan aturan. Pihak Ombudsman juga ingin memberikan masukan terkait kebijakan yang telah disepakati. ‘’Tentu

hal itu juga bisa dievaluasi lagi, karena Pemkab Badung punya pemasukan yang begitu besar, masak jaspel juga dipotong. Ya, kami beri masukan,’’ tegasnya. Di sisi lain, Ketua DPRD Badung Putu Parwata yang juga sempat melakukan rapat dengan manajemen RSD Mangusada mengakui telah menyampaikan beberapa pandangan, bagaimana RSD tersebut melakukan pelayanan lebih maksimal. ‘’Adanya pemotongan jaspel itu baru dugaan karena belum tentu itu benar. Namun dalam hal ini, kami sebagai wakil rakyat ingin melakukan sesuatu lebih konkret. Kami ingin RSD Mangusada ini mampu memberikan pelayanan maksimal,’’ ujarnya. Terkait adanya penyelidi-

kan Polda Bali, politisi asal Dalung, Kuta Utara ini meminta pihak manajemen menyampaikan secara detail kepada pihak Polda Bali. ‘’Saya sarankan sampaikan saja apa adanya. Enggak usah direkayasa dan ditutup-tutupi,’’ terangnya. Sementara itu, Direktur Utama RSD Mangusada dr. Ketut Japa mengakui pihaknya telah menyampaikan terkait kasus yang terjadi dalam pertemuan dengan Ketua DPRD Badung dan Ombudsman. ‘’Kami sudah bekerja sesuai aturan. Saran dari Bapak Ketua DPRD Badung kalau ada yang kurang baik, luruskan hari ini. Artinya, apa yang mungkin di internal kurang bagus, luruskan,’’ terangnya. Sistem pembagian jaspel

Rumah Kos Berlantai Dua Terbakar

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki Mangupura (Bali Post) Kobaran api menjulang tinggi melalap rumah kos berlantai dua di By-pass Ngurah Rai, Gang Patasari II, Kuta, Badung, Minggu (2/2) malam. Rumah kos Pondok Dewa Brata itu milik Dewa Made Daton berlokasi di belakang Krisna Oleh-oleh Kuta. Sampai saat ini, penyebab kebakaran belum diketahui atau masih dalam penyelidikan. ‘’Informasi awal, kejadiannya pukul 20.10 Wita. Kami masih menunggu laporan lengkapnya,’’ kata Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muh. Nurul Yaqin, Senin (3/2) kemarin. Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu Putu Ika Prabawa menyampaikan, saksi Bambang Setiawan Saputra (38), penghuni kos, mengatakan dirinya sedang berada di kamar, lalu keluar dengan maksud mau merokok. Setelah di luar, Bambang ketemu tetangga kamar kosnya, Sumiyati (42). Saat itu Sumiyati mengatakan ada asap dan langsung memberi tahu satpam, Dewa Gede Ngurah (46). ‘’Satpam tersebut (Ngurah) menginformasikan kejadian tersebut ke pihak piket Linmas Kuta. Piket Linmas lang-

sung menghubungi petugas PMK Badung Unit Kuta,’’ ujarnya. Bambang langsung lari naik ke lantai dua untuk memastikan sumber api tersebut, sambil menyuruh penghuni kos di lantai dua Blok B segera keluar mengingat api semakin besar. Saat itu juga Bambang melihat sumber api dari Blok B kamar nomor 31 yang ditempati Ilman Amaludin. Kobaran api semakin membesar karena tiupan angin saat itu sangat kencang. Si jago merah merembet ke bangunan Blok A. Bambang lalu kembali ke kamar nomor 22 untuk menyelamatkan barang-barangnya yang ada di lantai bawah Blok B. Pukul 20.30 Wita, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman. ‘’Adapun barang-barang yang terbakar, bangunan kos-kosan terdiri dari Blok A dan B. Rinciannya, Blok A sebanyak 37 kamar dan terbakar sembilan kamar yang berada di lantai 2, pengurusnya Ketut Roja Tirta. Blok B 19 kamar yang terbakar 10 kamar berada di lantai 2, pengurusnya Agung Wandira,’’ ujar mantan Kanitreskrim

Polsek Denpasar Barat ini. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (Karmat) Badung I Wayan Wirya mengatakan, pihaknya menurunkan 15 unit armada brand weer dari sembilan pos yang ada di Kabupaten Badung untuk memadamkan api. Selama dua jam lebih, Tim Damkar Badung dibantu BPBD Badung serta Damkar dari BPBD Kota Denpasar berupaya melakukan pemadaman sekaligus melokalisasi api agar tidak merembet ke bangunan di sekitarnya. ‘’Yang terbakar sebanyak 19 unit kamar kos yang dihuni sebanyak 30 orang,’’ ujarnya. Menurut Wirya, pihaknya mendapat informasi awal dari petugas Linmas Kuta dan langsung menindaklanjutinya dengan mengerahkan armada ke lokasi kejadian. Dalam hitungan menit, Tim Damkar tiba di lokasi kejadian. Kebakaran yang belum diketahui penyebab awalnya ini akhirnya dapat dipadamkan sepenuhnya pada pukul 22.45 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian harta benda diperkirakan mencapai miliaran rupiah. (kmb36/kmb23)

Bali Post/ist

Dispertan Tender Ulang Pakan Ternak Sobangan Mangupura (Bali Post) – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Badung melakukan tender ulang kembali bahan pakan ternak akibat gagal tender. Lelang pertama untuk pakan ternak di Sentra Ternak Sobangan di Desa Sobangan, Kecamatan Mengwi belum mendapatkan pemenang sesuai kualifikasi yang ditentukan. Kepala Dispertan Badung, I Wayan Wijana, membenarkan perihal tersebut. Menurutnya, tender ulang telah dibuka sejak 21 Januari 2019 dan ditutup pada 6 Februari

2020. “Sekarang tender kedua sedang dalam proses, karena yang awal sempat gagal lelang (tender) akibat penyedia tidak memenuhi persyaratan,” ujar Wijana, Senin (3/2) kemarin. Seperti diberitakan sebelumnya, tender bahan pakan ternak yang dilakukan pertama kali pada 19 Desember 2019 hingga 3 Januari 2020 mengalami kegagalan. Menariknya, pagu anggaran berkurang dari tender pertama. Jika pada tender pertama pagu sekitar Rp 2,5 miliar, namun pada tender ulang pagu anggaran menjadi sekitar Rp 2,4 miliar. “Kami

berharap pada tender ulang ini bisa berjalan lancar, sehingga segera keluar pemenang untuk penyedia pakan ternak di Sentra Ternak Sobangan untuk tahun 2020,” katanya. Mantan Kabag Organisasi dan Tata Laksana Setda Badung ini mengakui telah mengantisipasi ketersediaan pakan ternak saat ini dengan melakukan pengadaan secara langsung. “Sudah kami antisipasi untuk tiga bulan. Sesuai saran dari ULP (Unit Layanan Pengadaan), kami lakukan pengadaan langsung. Sebab, kalau menunggu pemenang lelang

kita tidak punya pakan untuk sapi yang jumlahnya ratusan,” katanya. Disebutkan, dalam pengadaan langsung telah menunjuk pihak penyedia yang telah menyediakan pakan ternak selama tahun 2019. Mengenai anggaran untuk pengadaan langsung akan diambil dari pagu anggaran yang sudah dianggarkan. “Yang jelas, Januari hingga Maret 2020 untuk pakan ternak kami pengadaan langsung. Anggarannya diambil dari pagu anggaran yang sebelumnya,” tegasnya. (kmb27)

Sasar Turis Australia

Komplotan Penjambret Dibekuk Polisi Mangupura (Bali Post) Pejambret terus mengincar warga asing yang berlibur di wilayah Kuta. Seperti dialami Steavi Lei Adele Mann (25) asal Australia. Korban dijambret di Jalan Sunset Road, Kuta, Badung, Minggu (26/1) lalu. Setelah menerima laporan terkait kasus tersebut, Tim Opsnal Polsek Kuta membekuk pelakunya, I Wayan Ngongek (20) dan I Gede Gunturan alias Guntur (18). Mereka mengaku menjambret warga negara as-

ing sebanyak lima kali. Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu I Putu Ika Prabawa seizin Kapolsek Kompol Teuku Ricki Fadlianshah mengatakan, pelaku kasus penjambretan ini berasal dari Karangasem. ‘’Di Denpasar mereka tinggal di Jalan Raya Pemogan,’’ ujar Ika Prabawa, Senin (3/2) kemarin. Kronologinya, katanya, saat itu korban dibonceng oleh temannya yang mengendarai sepeda motor. Saat itu korban

memegang HP untuk melihat Google Map. Saat melintas di TKP, tiba-tiba datang pelaku yang mengendarai sepeda motor dari arah belakang. Pelaku langsung merampas HP korban dan kabur. Selanjutnya korban melapor ke Polsek Kuta. Berdasarkan laporan tersebut, tim yang dipimpin Panit Reskrim Ipda Erick Wijaya Siagian melakukan penyelidikan. Polisi berhasil melacak tempat tinggal pelaku. Selanjutnya kedua pelaku ditangkap di

kamar kosnya di Jalan Raya Pemogan, Denpasar. Polisi juga mengamankan barang bukti. Hasil interogasi, tersangka Ngongek mengakui beraksi sendiri sebanyak tiga kali. Sedangkan beraksi bersama Guntur sebanyak dua kali. ‘’Saat beraksi berdua, tersangka Ngongek sebagai joki dan Guntur pemetik. Barang buktinya satu HP dan sepeda motor Yamaha NMax yang dipakai beraksi,’’ kata Ika Prabawa. (kmb36)

Penulisan Artikel Ilmiah Berbahasa Bali Masih Minim KRIALOKA “Ngripta Artikel Ilmiah Mabasa Bali” mengisi pelaksanaan Bulan Bahasa Bali 2020, Senin (3/2) kemarin. Acara workshop yang berlangsung di Ruang Cinema, Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali ini menghadirkan dua pembicara masing-masing akademisi FIB Unud Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra dan Dr. I Made Dian Samputra, M.Hum. dari IHDN Denpasar. “Melalui workshop ini kita memberikan pengetahuan kepada mahasiswa, bagaimana cara menulis artikel bahasa Bali dengan baik,” ujar Kepala Seksi

Bali Post/ist

BULAN BAHASA - Suasana Krialoka Ngripta Artikel Ilmiah Mabasa Bali, salah satu acara yang mengisi pelaksanaan Bulan Bahasa Bali 2020.

Inventaris dan Pemeliharaan Dokumentasi Budaya, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Made Mahesa Yuma Putra. Mahesa berharap para generasi muda tidak antipati dengan penulisan artikel Bahasa Bali. Namun bisa semakin bergairah menulis artikel berbahasa Bali, karena sekarang terbilang masih minim. “Untuk itu, kita sertakan masyarakat luas, mahasiswa, dosen, wartawan, untuk bersama-sama belajar menulis, khususnya dalam menulis artikel mabasa Bali,” imbuhnya. Dalam workshop, lanjut Mahesa, para peserta juga diwajibkan membuat judul karya artikel yang kemudian disebarkan ke media sosial masing-masing. Akademisi FIB Unud Prof. Dr. I Nyoman Darma Putra mengatakan pembuatan karya ilmiah berbeda dengan puisi atau cerpen. Sebab, harus didasarkan

pada data yang valid dan kuat, serta kemampuan membuat argumentasi yang baik. “Karya ilmiah itu adalah metode menghadirkan persoalan baru dengan kajian. Artinya, menulis karya ilmiah ibarat perang, di mana pelurunya itu adalah data itu sendiri,” ujarnya. Pembicara lainnya, Dr. I Made Dian Samputra, M.Hum. dari IHDN, mengatakan hingga kini belum ada kesepakatan bersama terkait pedoman atau uger-uger bahasa Bali dalam menulis karya ilmiah. Berbeda dalam bahasa Indonesia yang sudah ada EYD (Ejaan Yang Disempurnakan). “Mudah-mudahan melalui kegiatan atau forum Bulan Bahasa Bali, ada kajian dari para pakar membuat satu kesepakatan untuk membuat uger-uger dalam penulisan basa Bali,” ujarnya. (kmb32)


Selasa Kliwon, 4 Februari 2020 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Virus Mematikan Pariwisata

VIRUS Corona yang mengawali penyebarannya di daerah Wuhan, Tiongkok, kini sudah menyebar ke beberapa belahan dunia. Beberapa negara di dunia secara terbuka mengakui wilayah/warga mereka telah terpapar virus mematikan ini. Tidak dengan Indonesia, meski banyak juga warganya yang menjadi pekerja di Tiongkok. Juga, banyak warga Tiongkok yang datang berkunjung ke Indonesia, khususnya Bali. Bahkan, tahun terakhir wisatawan asal Negeri Tirai Bambu menempati posisi teratas berkunjung ke Bali. Potensi wisatawan Tiongkok ini, membuat pemerintah dan kalangan pariwisata di Bali belakangan terus menggenjot jumlah kedatangan wisatawan dari Tiongkok. Berbagai promosi, kunjungan, pertukaran budaya dan berbagai event kerja sama Indonesia (Bali) dan Tiongkok terus digenjot. Bisa dibayangkan, ‘’ikan’’ yang sudah nyaris masuk penggorengan tibatiba hilang begitu saja hanya gara-gara virus Corona. Keluhan demi keluhan mulai berkicau dari mulut para pemain pariwisata. Mengingat, virus Corona ini tidak hanya mematikan arus kunjungan wisatawan dari Tiongkok, tetapi juga dari berbagai pemasok wisatawan ke daerah ini. Kecemasan akan keganasan virus Corona menjadi alasan. Menengok sejarah kepariwisataan Bali di masa lalu, sebenarnya bukan hanya virus Corona yang sempat membuat kepariwisataan Bali anjlok bahkan mati suri. Tengoklah kasus diare yang sempat menghebohkan wisatawan Jepang usai berkunjung ke Bali. Hampir mirip kondisi sekarang ini, kala itu Bali sangat mengandalkan kunjungan wisatawan dari negeri Matahari Terbit itu. Berikutnya muncul kasus flu burung (H5N1), SARS dan isu-isu kesehatan yang boleh dikatakan bisa mematikan sektor pariwisata jika pengelolaannya tidak dilakukan dengan baik. Karena pariwisata memang sangat sensitif dan rentan dengan isu-isu kesehatan dunia. Tidak hanya masalah kesehatan, pariwisata juga sangat sensitif dan rentan terhadap dunia politik dan keamanan. Ambil contoh ketika perang Teluk berkecamuk, jalanan di Kuta yang biasanya latah dengan macetnya tiba-tiba menjadi lengang dan sepi. Begitu juga manakala gedung kembar WTC diserang dengan aksi bunuh diri teroris, pariwisata Bali ikut lumpuh. Apalagi ketika bom langsung meledak dan menewaskan ratusan orang tepat di jantung pariwisata Bali, Kuta, pariwisata Bali sempat mandek. Bahkan informasi tentang erupsi Gunung Agung yang lokasinya jauh di sudut Pulau Bali ini, telah melumpuhkan pariwisata di daerah ini. Berbagai ‘’virus mematikan pariwisata’’ ini haruslah ditangani dan dikelola dengan benar dan sebaik mungkin. Terlebih di era globalisasi dengan kecanggihan teknologi informasi, semua begitu terbuka dan sangat susah disembunyikan. Keterbukaan semua pihak, justru membuka ruang solusi untuk mengatasi masalah virus mematikan pariwisata ini. Karena keterlambatan dalam penanganan, membuat virus dengan cepat menyebar dan hanya menyisakan kematian. Demikian halnya virus pariwisata ini, jika telanjur menyebar akan membuat susah menangani dan menyisakan kematian bagi dunia pariwisata.

POJOK Penanganan kasus babi mati di Bali terkesan lamban. - Sudah biasa. *** Dewan Klungkung soroti banyak proyek baru sudah rusak. - Baru tahu ya? *** Bulan Bahasa Bali jangan sampai sebatas seremonial. - Bukan lagi zamannya.

Tertibkan Parkir di Badan Jalan MESKI sudah ada larangan, tetapi banyak pengendara khususnya di Denpasar yang menggunakan badan jalan sebagai tempat parkir. Alhasil, kemacetan lalu lintas tak bisa dihindari. Sebagian besar netizen yang menyampaikan pendapatnya di akun Facebook @balipost merasa geram dengan masih maraknya parkir sembarangan. Sebab, kerugian masyarakat akibat kemacetan sangatlah besar. Maka dari itu, mentalitas sebagian masyarakat mengenai pemanfaatan fasilitas publik masih perlu diubah. Pemahaman bahwa jalan adalah milik bersama diharapkan tertanam dalam diri setiap orang. Netizen juga berharap instansi terkait tegas dan konsisten dalam menegakkan aturan. Penegakan aturan tidak boleh hangat-hangat tahi ayam melainkan harus berkelanjutan sehingga bisa menimbulkan efek jera. Pemerintah juga diminta menyediakan kantongkantong parkir representatif. Bukan sekadar ada dan justru menyusahkan pengendara. Di sisi lain, juga ada kontribusi swasta. Pengusaha semestinya siap menyediakan tempat parkir memadai bagi konsumen. Pada intinya, jika semua mau berpartisipasi, maka masalah menahun ini bisa terselesaikan. Berikut beberapa komentar netizen. Ida Bagus Oka Di mana-mana sama, tidak di Denpasar-Badung saja, di Buleleng juga ada. Cuma di Buleleng masih sepi. Bali sudah overload kendaraan. Kayan Adi Program penertiban dari pemerintah hangat-hangat tahi ayam. Rafael Nyoman Ganapurwa Buang puntung rokok sembarangan, buang sampah sembarang, bicara sembarangan, berkendaraan banyak yang sembarangan, parkir sembarangan, itu adalah mental sembarangan. Putu Ngurah Suyatna Penertiban pelanggaran selama ini se-

S URAT PEMBACA Infrastruktur Pusat Kebudayaan Bali

Pusat Kebudayaan Bali hampir pasti akan dibangun di Kabupaten Klungkung. Tepatnya di kawasan galian C Gunaksa. Masalahnya sekarang adalah kawasan ini merupakan kawasan yang rentan banjir limpahan air Tukad Unda, termasuk lahar. Saya juga berkeyakinan, hal ini sudah dipikirkan para perencananya, terlebih desainnya sudah banyak beredar di dunia maya. Sebagai penduduk Bali, saya sangat mendukung program ini. Pusat Kebudayaan Bali memang harus segera dibangun dan menjadi pusat edukasi bagi generasi muda ke depan. Artinya Pusat Kebudayaan Bali bukan hanya menjadi ruang pentas kesenian

lalu hangat-hangat tahi ayam dan lebih banyak retorika. Gertak sambal dibanding aplikasinya. Model kerja yang tidak mencerminkan profesionalitas. John Shreeder Saya suka kesal lihat mobil parkir di badan jalan, mengganggu arus lalin saja. Kapan aturan di Bali seketat Jakarta ya? Kadek Miarta Putra Parkir sebentar sudah biasa. Sekarang bahkan banyak ruas jalan umum dijadikan garasi pribadi. Ketut Darmawan Di mana-mana parkir liar sudah menjamur. Mohon kepada pihak terkait dan yang berwenang segeralah bertindak

menertibkan yang parkir di badan-badan jalan. Ketut Risma Sekalipun ada seribu aturan, kalau tidak ditegakkan ya tetap mubazir. Saya kira di mana-mana seperti itu, orang parkir seenaknya. Mastika Ketut Sumber kemacetan adalah parkir sembarangan dan arogan. Tanda lalu lintas hanya formalitas. Tempat parkir disewakan ke pedagang kaki lima. Luhgede Adiparwati Tolonglah carikan solusinya. Sebagai pengguna jalan, sangat jelas jalan dijadikan tempat parkir atau kalau malam, jalan dijadikan garasi. Sangat mengganggu para pengguna jalan. Kalau aturan tak diperketat mulai sekarang mungkin Bali akan penuh sesak dengan kendaraan di masa mendatang. Adi Denut Sudah saatnya Denpasar tertib. Dinas terkait wajib menderek mobil yang parkir sembarangan dan memproses kesalahan, supaya seperti Singapura. Apa bisa ya?

Eka Sri Narendra Di zaman ini, yang namanya mobil dan motor gampang dibeli. Punya uang sedikit sudah punya mobil dan akhirnya parkir di jalan karena tidak punya garasi. Ada juga parkir di pinggir jalan demi mencari rezeki. Sasmita Arya Di samping mentality mereka yang punya mobil kurang disiplin, ini juga dampak minim dan sempitnya lahan parkir. Tempat parkir berbayar membuat pengendara malas masuk area parkir. Satria Teguh Wisesa Parkir di badan jalan sangat mengganggu laju lalu lintas di jalan. Sebaiknya disediakan parkir khusus. Perlu ditertibkan parkir liar itu karena membahayakan pengguna jalan dan ketertiban umum. De Bawa Sebelum beli mobil, siapkan garasi dulu. Sebelum buka toko/bar/restoran dan lain-lain, siapkan parkir dulu. Dewi Syahidah Sukro Terapkan denda. Di perumahan juga banyak warga seenaknya menjadikan badan jalan sebagai garasi mobil.

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku. tetapi juga menjadi ruang pembelajaran, ruang transformasi budaya serta rekreasi publik. Mengingat begitu besarnya harapan saya terhadap terwujudnya fasilitas ini, saya berharap Pemprov Bali dan legislator segera juga mengantisipasi pembangunan infrastruktur menuju kawasan ini. Proyek-proyek untuk mengantisipasi banjir dan letusan Gunung Agung harus diantisipasi. Kanal-kanal dan jalan menuju pusat kebudayaan ini harus didesain lebih awal. Saya yakin juga masyarakat Bali mendukung program ini. Mudah-mudahan pemimpin Bali diberikan keselamatan untuk menjaga Bali ke depan. I Kadek Arsana Gianyar, Bali

Menjaga Daya Tahan Bali Ketika virus Corona merebak, Bali sudah lebih awal meneriakkan kita harus siaga. Siaga tentu bukan sebatas menjauh dari serangan virus ini, tetapi juga harus siaga dari dampak ekonominya. Mau tak mau, Bali harus melakukan langkah cepat menjaga daya tahan ekonomi jika kunjungan wisatawan Tiongkok tertunda dalam waktu yang cukup lama. Ini jelas akan menjadi masalah bagi sejumlah hotel di Bali yang selama ini mengandalkan kunjungan wisatawan Tiongkok. Tak hanya itu, distribusi dan perdagangan termasuk transportasi juga berpotensi melambat. Untuk itu, saya juga berharap Bali memang melakukan langkah antisipasi yang lebih jelas. Mungkin beberapa

pelaku wisata masih bertahan karena mengandalkan wisatawan Eropa dan Jepang. Namun, hal ini juga akan berpotensi terganggu jika terjadi persaingan harga merebut pasar wisata ini. Masalahnya, ketika Bali dinilai kelebihan kamar maka persaingan harga pasti terjadi. Saya berharap agar Bali menggunakan masa jeda ini untuk melakukan revitalisasi pengelolaan pariwisata. Jangan hanya mengandalkan keunggulan sektor pariwisata menjaga daya tahan ekonomi. Mungkin sektor lainnya juga harus dikelola dengan baik. Setidaknya untuk memastikan kecukupan pangan bagi Bali, maka pertanian dalam arti luas harus dibangun. I Kadek Putrawan Denpasar, Bali

Pendidikan Raih Juara I Kemahiran Membuat Akta-akta PPAT Tingkat Nasional

Prodi MKn Unwar Buka Pendaftaran Mahasiswa Baru 2020 PROGRAM Studi Magister Kenotariatan (Prodi MKn) adalah salah satu prodi dari lima prodi yang dikembangkan Program Pascasarjana Universitas Warmadewa (Unwar). Khusus Prodi MKn, kini terus berupaya menjaga mutu lulusan dan menjaga kepercayaan masyarakat melalui peningkatan kualitas secara kontinu. Apalagi, selain didukung tenaga pengajar berkualifikasi guru besar dan doktor, dan dilengkapi ruang belajar yang representatif, Prodi MKn juga memiliki kantor notaris di kampus yang dimanfaatkan untuk menggali profesionalitas mahasiswanya, sehingga lulusan memiliki keahlian dalam bidang kenotariatan. Hasilnya, prestasi prestisius pun diraih. Mahasiswa Prodi MKn berhasil menyabet juara I Lomba Kemahiran Membuat Akta-akta PPAT dan juara II Lomba Kemahiran Membuat Akta-akta Notaris yang diselenggarakan di Fakultas Hukum Universitas Pasundan, Bandung, Jawa Barat, 30-31 Januari 2020. Selain itu, juga meraih juara III PPAT terbaik. Lomba tingkat nasional ini diikuti sebanyak 19 Prodi MKn dari seluruh perguruan tinggi swasta se-Indonesia. Ketua Prodi MKn Pascasarjana Unwar Dr. I Nyoman Sujana, S.H., M.Hum. mengatakan, prestasi yang diraih ini merupak-

an bukti bahwa Prodi MKn dengan kantor notaris yang dimiliki di dalam kampus telah mampu menciptakan SDM kenotariatan dan PPAT yang berkualitas. Sebab, kantor notaris yang dimiliki menjadi laboratorium bagi mahasiswa untuk mengasah keahliannya di bidang kenotariatan dan PPAT. ‘’Prestasi yang diraih ini merupakan bukti bahwa kantor notaris sebagai lab yang ada di kampus telah mampu memberikan wawasan dan kompetensi lebih kepada para mahasiswa. Sehingga setelah lulus nanti mahasiswa MKn Unwar siap menjadi notaris yang berintegritas, berwawasan ekowisata dan berdaya saing global tahun 2034 sesuai dengan visi prodi kami,’’ tandas pria yang berprofesi sebagai advokat senior ini, Senin (3/2) kemarin. Oleh karena itu, pada tahun ajaran 2020/2021, Prodi MKn yang telah terakreditasi B siap menerima mahasiswa baru angkatan 2020. Bahkan, pendaftaran mahasiswa baru telah dibuka mulai 3 Februari - 20 Juni 2020 mendatang. Jumlah kuota mahasiswa baru hanya akan diterima sebanyak 50 orang. Pihaknya berharap agar masyarakat, khususnya masyarakat Indonesia bagian Timur segera mendaftarkan diri melalui pendaftaran online di website pascasarjana. warmadewa.ac.id.

Direktur Pascasarjana Unwar Dr. Dra. Anak Agung Rai Sita Laksmi, M.Si. mengaku bangga atas prestasi yang diraih Prodi MKn di tingkat nasional di awal tahun 2020 ini. Prestasi yang diraih tersebut nantinya akan dapat menjadi salah satu nilai tambah dalam peningkatan status akreditasi menuju akreditasi Unggul (A). Apalagi, pihaknya akan terus mendukung programprogram yang dirancang oleh Prodi MKn, sehingga apa yang dicita-citakan bisa diraih untuk kemajuan lembaga ke depannya. (ad43)

PIALA - Kaprodi MKn Pascasarjana Unwar Dr. I Nyoman Sujana, S.H., M.Hum. menyerahkan piala yang diraih mahasiswa Prodi MKn kepada Direktur Pascasarjana Unwar Dr. Dra. Anak Agung Rai Sita Laksmi, M.Si. Mahasiswa peserta Lomba Debat Membuat Akta-akta PPAT dan Lomba Kemahiran Membuat Akta-akta Notaris foto bersama seusai mengikuti lomba yang diselenggarakan di Fakultas Hukum Universitas Pasundan, Bandung, Jawa Barat, 30-31 Januari 2020.

Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaktur Eksekutif: Parwata Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Selasa Kliwon, 4 Februari 2020

Lelang Jabatan Posisi Kadis KB Sepi Pelamar

Tim BPK-RI Perwakilan Bali Lakukan Pemeriksaan Terinci LKPD Pemkab Tabanan

Tabanan (Bali Post) Pelamar Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (KB) Tabanan, hingga Senin (3/2) masih sepi peminat. Tercatat baru satu orang yang mendaftar, yakni Wadir Pelayanan BRSU Tabanan dr. Ni Luh Gede Sukardiasih. Padahal masa pendaftaran lelang jabatan b e r akhir Rabu (5/2) besok. Kepala Bidang Formasi dan Pengembangan SDM I Ketut Putra membenarkan jika baru ada satu peserta yang mendaftar lelang jabatan untuk posisi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Tabanan. Penyerahan berkas pendaftaran sendiri telah dilakukan Sabtu (1/2) pukul 09.00 Wita. Berkas pendaftaran sudah langsung diverifikasi tim panitia seleksi. Jika memang sudah lengkap persyaratannya, baru diterima. ‘’Baru satu yang mendaftar. Mungkin peserta ain masih melengkapi berkas-berkas yang dibutuhkan,’’ terangnya. Tidak menutup kemungkinan masih akan ada lagi pejabat lainnya ikut proses lelang jabatan tersebut. ‘’Tunggu saja, masih ada kesempatan hingga batas akhir pendaftaran, Rabu (5/2) besok,’’ ucapnya. Kemungkinan para pejabat yang memenuhi syarat pendaftaran, kata Putra, masih mencari hari baik atau masih mempersiapkan dokumen. Lelang jabatan minimal melibatkan peserta yang terdaftar empat orang. Jika sampai batas tanggal pendaftaran belum memenuhi kuota jumlah peserta minimal, maka pihak panitia seleksi (pansel) boleh mengundang pejabat yang kira-kira memenuhi syarat dan dianggap layak. ‘’Jika tidak memenuhi kuota minimal empat pendaftar, maka Pansel boleh mengundang atau mengajak pejabat yang memenuhi syarat ikut lelang jabatan,’’ jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, posisi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana saat ini masih diisi Pelaksana tugas (Plt) Asisten I, I Wayan Miarsana, pascaditinggal pensiun I Nengah Sumerta. Sesuai Surat Edaran Badan Kepegawaian Daerah nomor 2/SE/VII/2019 tentang kewenangan pelaksana harian dan pelaksana tugas dalam aspek kepegawaian, salah satu poinnya yakni Pegawai Negeri Sipil yang ditunjuk sebagai pelaksana tugas melaksanakan tugasnya paling lama tiga bulan dan dapat diperpanjang lagi tiga bulan. Terkait lelang jabatan posisi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Tabanan, Kepala BKPSDM I Wayan Sugatra mengatakan sudah sesuai mekanisme dan aturan yang ada. Pasalnya, sebagai salah satu daerah yang menggelar Pilkada 2020, dalam Pasal 71 UU No. 10/2016 disebutkan gubernur/wakil gubernur, bupati/wakil bupati, dan wali kota/wakil wali kota dilarang melakukan penggantian pejabat enam bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon sampai akhir masa jabatannya. Kecuali mendapat persetujuan tertulis Menteri Dalam Negeri. ‘’Memang mutasi sesuai UU Pilkada dilarang. Namun pasal itu juga disebutkan jika sifatnya urgen agar posisi jabatan tidak lama kosong, bisa dilakukan asalkan mendapatkan persetujuan resmi Mendagri yang disampaikan melalui Gubernur. Artinya, mutasi dilakukan dengan sangat selektif,’’ tegasnya. Sugatra menambahkan, dengan adanya lelang jabatan untuk satu posisi biasanya diikuti rotasi/mutasi posisi jabatan lainnya. Jika rekomendasi KASN turun, pihaknya langsung melaksanakan perencanaan panitia seleksi (pansel). (kmb28)

Hasil penyelidikan awal yang dilakukan jajaran Polsek Selemadeg, tujuh orang warga itu bahkan telah menyetorkan uang sebesar Rp 1 juta kepada I Nengah Arsana Putra yang diketahui sebagai Koordinator Wilayah Noto Rogo di Tabanan. Arsana Putra dalam sebuah pertemuan di Bajera mengatakan tinggal di Jalan Sriwijaya, Banjar Kamasan, Desa Dajan Peken, Tabanan.

Namun setelah dicek, alamat yang bersangkutan ternyata tidak ditemukan. “Setelah dicek ternyata orang lain yang tinggal di alamat itu,” beber Kapolsek Selemadeg Kompol I Made Budi Astawa, Senin (3/2) kemarin. Meski demikian pihaknya mengaku terus mendalami program yang ada indikasi penipuan itu. Untuk bisa ikut program Noto Rogo

warga diminta menyerahkan uang Rp 1 juta. Pesertanya dijanjikan bisa mendapatkan uang Rp 1 miliar. “Uang yang akan di dapat Rp 1 miliar ini belum tentu kapan didapat,” jelasnya. Pihaknya masih terus berusaha mengungkap asal muasal program Noto Rogo itu. Di mana Nengah Arsana Putra yang dikatakan selaku koordinator di Tabanan itu menyerahkan uang lewat

Pemkab Tabanan. Seperti Sekda Tabanan I Gede Susila, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tabanan A.A. Dalem Tresna Ngurah, Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepala Bakeuda Pemkab Tabanan, Dokter BRSU, serta Camat dan Perbekel setempat. Wabup Sanjaya meminta kepada I Wayan Sugandi agar tidak resah memikirkan biaya perawatan selama di rumah sakit. Pasalnya, semua biaya akan ditanggung Pemerintah Kabupaten Tabanan. Ia juga mendoakan

agar I Wayan Sugandi cepat pulih dan bisa kembali beraktivitas. Pasalnya, Sugandi merupakan tulang punggung keluarga. Atas kedatangan Wabup Sanjaya beserta jajaran, I Wayan Sugandi yang saat itu ditemani istri dan beberapa keluarganya mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak Wabup Sanjaya selaku wakil Pemerintah Kabupaten Tabanan. Ia sangat bersyukur mendapat apresiasi luar biasa. Ia berharap bisa segera pulih. Sebelum melakukan kun-

jungan ke BRSU Tabanan, Wabup Sanjaya juga mendatangi rumah duka almarhum Bripka I Made Arya (47) di Desa Pandak Bandung, Kediri. Wabup Sanjaya memberikan bantuan kepada keluarga almarhum Bripka I Made Arya yang diterima istri almarhum didampingi anak-anaknya. Bantuan ini diharapkan bermanfaat bagi keluarga korban. Prosesi upacara pengabenan almarhum yang terkenal disiplin saat mengabdi di Polair dilaksanakan Selasa hari ini tanggal 4 Februari 2020. (kmb28)

BESUK - Wabup Sanjaya selaku Ketua Umum Karya Agung Pangurip Gumi saat menbesuk Sugandi, warga yang jatuh dari tebing areal Pura Luhur Tanah Lot saat Pamelastian Karya Agung Pangurip Gumi.

TIM Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Bali dipimpin langsung Kepala BPKRI Perwakilan Wilayah Bali Sri Haryoso Suliyanto melaksanakan kunjungan ke Pemkab Tabanan, Senin (3/2) kemarin. Tujuan kunjungan itu merupakan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2019 dan entitas terkait lainnya. Rombongan tim BPK-RI Perwakilan Wilayah Bali diterima langsung Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti didampingi Sekda Kabupaten Tabanan I Gede Susila, serta sejumlah OPD terkait. Kepala BPK-RI Sri Haryoso Suliyanto mengatakan kedatangan dirinya bersama rombongan ke Tabanan akan melaksanakan tugas pemeriksaan secara terinci selama 25 hari. Pemeriksaan akan dimulai dari tanggal 28 Januari sampai 24 Februari 2020. ‘’Pemeriksaan ini sesuai surat tugas No. 23/ST/DPS.XIX/01/2020 tanggal 27 Januari 2020. Kami melaksanakan tugas pemeriksaan selama 25 hari. Pemeriksaan itu dimulai tanggal 28 Januari 2020 dan berakhir tanggal 24 Februari 2020,’’ jelasnya. Untuk lancarnya pelaksanaan pemeriksaan, pihaknya membutuhkan dokumen yang diperlukan untuk diperiksa. Karena itu, ia minta kerja sama serta koordinasi

yang baik dengan semua pihak terkait. ‘’Kami berharap dukungan dan kerja sama Pemkab Tabanan dan OPD terkait agar pekerjaan kami bisa berjalan lancar. Jika ada masalah bisa disampaikan. Ingat jangan takut kepada BPK, karena kami juga mengemban fungsi melakukan pembinaan secara umum,’’ imbuhnya. Terkait hal tersebut, Bupati Eka mengimbau seluruh OPD di lingkungan Pemkab Tabanan agar melaksanakan apa yang diminta pihak BPK. Mengingat masih banyak hal yang perlu ditingkatkan di Kabupaten Tabanan dalam rangka mewujudkan visi-misi Tabanan Serasi. Ia pun meminta kepada seluruh OPD agar menjalin komunikasi dengan baik, sehingga apa yang telah baik bisa terus dipertahankan. ‘’Apa yang tidak tahu harus ditanyakan. Karena itu jangan ada sikap sok tahu, sok pintar, apalagi pura-pura gak tahu,’’ pintanya. Bupati Eka menambahkan, apa pun itu merupakan tindak lanjut bersama, karena itu harus diselesaikan bersama. Ia menekankan kepada para OPD agar mampu menjalin hubungan yang baik tanpa ada embel-embel ego personal. ‘’Kita tidak bisa bertindak ego sektoral di sini. Jadi betul-betul kita harus menjalin hubungan

baik, terutama poin-poin yang menjadi tindak lanjut apa yang diharapkan sebagai pertanggungjawaban kita terhadap keuangan negara dan pelayanan publik. Kalau bisa yang sudah baik dibuat lebih baik. Sedangkan yang belum baik agar diperbaiki,’’ pinta Bupati. Untuk mewujudkan hal terseb ut , B up a t i E ka m e nje la ska n sangat penting mempersiapkan

Tabanan (Bali Post) -

Pihak kepolisian sampai saat ini masih terus melakukan penyelidikan terkait keberadaan program yang diduga penipuan mirip investasi mutlilevel di Tabanan. Program itu bernama Noto Rogo atau menata diri. Keberadaan program itu terendus di wilayah Desa Bajera, Kecamatan Selemadeg. Sejauh ini sudah tujuh orang warganya diinfokan telah ikut program tersebut.

Nasib 49.064 Pemegang Kartu PBI-KIS Ngambang Diperlukan Rp 61 M, Hanya Terkumpul Rp 36 M KEBERADAAN 49.064 peserta pemegang Kartu Indonesia Sehat Penerima Bantuan Iuran (PBI-KIS) saat masih ini mengambang. Dari total 122.388 dengan dana yang ada hanya bisa ter-cover 73.324, jadi sisanya 49.064 tak jelas nasibnya. Ketidakjelasan nasib BPI-KIS setelah dinonaktifkan lantaran adanya kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Sejauh ini belum ada solusi pasti dari pihak eksekutif. Sehingga apakah mereka yang dinonaktifkan akan kembali bisa ter-cover atau tidak. Hal itu disebabkan terkendala keterbatasan anggaran daerah. Lalu sejauh ini seberapa besar pihak pemerintah Tabanan yang dibantu dana sharing dari Provinsi Bali untuk meng-cover iuran itu? Kepala Dinas Sosial Tabanan I Nyoman Gede Gunawan mengatakan kelanjutan 49.064 ribu peserta yang dinonaktifkan rencananya dilakukan pembahasan kembali. Pembahasan itu melalui rapat kerja dengan DPRD Tabanan yang akan digelar Minggu depan. ‘’Masih kita bahas dulu, jadi tunggu hasilnya seperti apa, kami juga belum tahu,’’ ujarnya, Senin (3/2) kemarin.

Sembari menunggu pembaahasan terkait hal itu, Dinas Sosial tengah melakukan pendataan secara keseluruhan sejumlah 122.388 penerima PBI-KIS. Ini dilakukan pasca-BPJS mengembalikan data sejumlah 838, dari jumlah 73.324 yang mendapatkan tanggungan PBI-KIS tahun 2020. Pengembalian data sejumlah 838 itu karena ada data ganda. Itu disebabkan data peserta yang sudah me-

segala hal dan dokumen yang berkaitan proses pemeriksaan secara rinci. Serta mewanti-wanti agar seluruh OPD di lingkungan Pemkab Tabanan mampu berkoordinasi dan berkomunikasi dengan baik. ‘’Saya minta agar para OPD terkait mengawal entry ini agar dokumen yang diperlukan bisa tepat waktu dan lengkap,’’ tegasnya. (ad66)

Janjikan Uang Rp 1 Miliar Program Noto Rogo Didalami Polisi

Besuk Sugandi, Wabup Pastikan Biaya Perawatan Ditanggung Pemkab

Tabanan (Bali Post) – Sehari usai upacara Pamelastian Karya Agung Pangurip Gumi, Ketua Umum Panitia Karya I Komang Gede Sanjaya menyempatkan diri membesuk Wayan Sugandi yang merupakan warga Banjar Piling, Penebel yang terjatuh dari tebing Pura Luhur Tanah Lot. Hingga Senin (3/2) kemarin Sugandi masih dirawat di BRSU Tabanan. Kedatangan Sanjaya selaku Ketua Panitia yang juga merupakan Wabup Tabanan, Minggu (2/2), juga didampingi sejumlah pejabat

TIM BPK - Bupati Eka didampingi Sekda Tabanan saat menerima tim BPK-RI, Senin (3/2) kemarin.

PBI-KIS - Terkait peserta PBI-KIS yang dinonaktifkan sempat menjadi pembahasan di gedung dewan. ninggal masih masuk. ‘’Kita lakukan data ulang pada 122.388 itu. Karena ini menyangkut tim dan anggaran. Itu ada di TAPD, lalu bagaimana selanjutnya tunggu dulu,’’ pintanya. Seperti diketahui sebelumnya, tahun 2019 iuran BPJS naik per tanggal 1 Januari semula Rp 23.000 kemudian naik menjadi Rp 42.000 per bulan, Total penerima KIS-PBI di Tabanan berjumlah 122.388. Pembayaran iuran menggunakan dana sharing dari Pemerintah Tabanan sebe-

sar Rp 16 miliar atau 49 persen, dari Pemerintah Provinsi Bali sebesar Rp 17 miliar atau 51 persen. Jika ditotal anggaranya mencapai Rp 33 miliar. Setelah iuran BPJS naik pada tahun 2020, untuk bisa meng-cover 122.388 tersebut diperlukan anggaran Rp 61 miliar menggunakan dana sharing yang dibagi Pemerintah Tabanan sebesar Rp 30 miliar dan Pemerintah Provinsi Bali Rp 31 miliar. Akan tetapi, setelah berkoordinasi dengan pihak Provinsi Bali ternyata hanya

mampu mendanai Rp 18 miliar saja. Sedangkan Pemkab Tabanan hanya mengalokasikan Rp 18 miliar sehingga total menjadi Rp 36 miliar. Otomatis dengan jumlah dana itu hanya bisa mengcover 73.324. Bahkan terkait hal itu, Dewan Tabanan sebelumnya juga sudah melakukan rapat koordinasi dengan perangkat daerah terkait. Karena persoalan ini muncul di tengah kondisi keuangan daerah yang relatif belum stabil. Di mana saat itu Ketua DPRD Tabanan I Made Dirga menyarankan agar tetap bisa memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat jangan sampai ada istilah memotong atau tidak ter-cover seluruhnya. ‘’Kalau sekarang tidak bisa bayar karena lewat anggaran, paling tidak mereka (peserta PBI) tetap diberikan layanan. Sebab, pembayaran akan dituntaskan pada anggaran berikutnya, sehingga masyarakat tidak ribut nantinya,’’ terangnya. Di sisi lain, Dirga berharap dengan adanya kenaikan tarif premi BPJS paling tidak dibarengi peningkatan kualitas layanan kesehatan untuk masyarakat. (bit)

rekening ke koordinator pusat yang ada di Jawa. “Jawa mana, ini kita belum tahu! Kami masih penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti,” terang Kompol Budi Astawa. Penyerahan uang dari masyarakat kepada Nengah Arsana, kata Budi Astawa, lewat pertemuan di salah satu rumah warga yang bernama Wayan Suaka di Banjar Sari, Desa Bajera, Selemadeg. Dan yang bersangkutan sudah ikut selama enam bulan. “Di Desa Bajera ada tujuh orang yang ikut. Satu orang malah sudah ikut enam bulan. Sedangkan enam warga lainnya belum tahu kapan

mereka ikut. Masih kami gali,” bebernya. Warga yang ikut ini, dikatakannya, tidak ada yang melapor ke polisi karena masih sembunyi. Meski demikian, agar tidak banyak warga yang terbujuk, pihaknya sudah mengoordinasikan kepada seluruh perbekel, Bhabinkamtibmas untuk terus mengimbau masyarakat agar tidak terpancing isu-isu menyesatkan. “Sudah kami imbau, baik lewat tokoh adat, perbekel, Bhabinkamtibmas, jangan mudah terpancing janji-janji. Apalagi yang akan diberikan belum kunjung datang,” terangnya. (kmb28)


Selasa Kliwon, 4 Februari 2020

Satpol PP Stop Galian C Ilegal

Gianyar (Bali Post) Petugas Satpo PP Provinsi Bali dan Gianyar menggelar sidak yang menyasar lokasi galian C ilegal di Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Senin (3/2) kemarin. Pasalnya, aktivitas penggalian tanah tersebut banyak menuai keluhan warga setempat. Usai didatangi petugas, dua penambang tanah ini akhirnya bersedia menghentikan penambangan dan membuat surat penyataan.

Bali Post/kmb35

SIDAK - Petugas gabungan saat melakukan sidak ke lokasi penambangan galian C di Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Senin (3/2) kemarin.

Ubud Diserbu Gepeng Gianyar (Bali Post) Gelandangan dan pengemis (gepeng) kembali marak berkeliaran di kawasan Ubud. Kondisi ini sangat meresahkan wisatawan, karena para gepeng sering meminta-minta dengan memaksa. Sementara itu, Satpol PP Gianyar tampak kecolongan dengan keberadaan gepeng yang menyerbu kampung turis tersebut. Pantauan Bali Post, Senin (3/2) kemarin, sejumlah gepeng terlihat berkeliaran di sejumlah ruas jalan di kawasan Ubud yang ramai dikunjungi wisatawan. Saat beraksi mereka kerap membawa bayi dan balita untuk memancing belas ka-

sihan orang. Ironisnya, sejumlah gepeng ini kerap memaksa sampai mengejar wisatawan agar mau memberikan uang. Kepala Satpol PP Kabupaten Gianyar I Made Watha mengaku sudah rutin melakukan patroli. Namun saat patroli para gepeng justru tidak kelihatan. Kondisi ini membuat Satpol PP Gianyar merasa kecolongan. ‘’Selalu kami patroli, tapi setelah dicek mereka tidak ada. Tetap kami pantau karena mereka kucing-kucingan dengan petugas,’’ ujarnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Sayan I Made Andika mengatakan gepeng yang kerap berke-

liaran di wilayah desanya sudah berulang kali ditindak. Bahkan sudah dibawa ke Kantor Satpol PP Gianyar. Namun mereka kembali beroperasi di wilayah Ubud termasuk Desa Sayan. ‘’Sebenarnya mereka sudah sering diamankan. Yang menjadi pertanyaan, kenapa mereka bisa kembali lagi? Apakah ada oknum yang sengaja memanfaatkan mereka demi meraup rupiah? Apakah mereka tidur di jalan atau ada oknum yang mengantar dan menjemput mereka?’’ katanya. Menindaklanjuti hal itu, Andika berharap petugas terkait mendata dan mencari tahu keberadaan gepeng selama 1x24 jam dengan segala aktivitasnya. ‘’Solusi lainnya kan sudah ada Perda Nomor 15 Tahun 2015 tentang sanksi kepada pengemis yaitu sebesar Rp 25 juta. Seharusnya ini diterapkan dan

Preman Pasar Dibekuk Polisi Gianyar (Bali Post) Aparat Polres Gianyar menangkap seorang preman yang beraksi di Pasar Payangan. Pria berusia 40 tahun berinisial IK itu diketahui menagih iuran kepada para pedagang pasar tanpa karcis. Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolres Gianyar. Informasi yang dihimpun Bali Post, Senin (3/2) kemarin, aksi memalak pedagang di Pasar Payangan dilakukan pelaku hampir setiap hari. Satu orang pedagang bisa dimintai dari Rp 10 ribu sampai Rp 20

ribu. Padahal di kawasan pasar umum tersebut sudah ada petugas resmi yang memungut iuran. Namun pelaku kembali melakukan pungutan. Para pedagang merasa curiga dengan pungutan yang dilakukan oleh IK. Berdasarkan informasi, uang pungutan yang dikumpulkan pelaku setiap harinya mencapai jutaan rupiah. ‘’Ada kecurigaan dari para pedagang, pelaku ini hanya diperalat untuk menagih iuran tanpa karcis. Kemungkian uangnya mengalir ke oknum di atasnya,’’ jelasnya.

Polisi yang mengetahui aksi pelaku akhirnya melakukan penangkapan beberapa hari lalu. Kasus tersebut kini ditangani jajaran Polres Gianyar di-backup Polda Bali. Kapolres Gianyar AKBP I Dewa Made Adnyana membenarkan adanya penangkapan pelaku yang diduga preman pasar tersebut. Perwira melati dua di pundaknya ini menegaskan, polisi masih mendalami keterangan IK, termasuk menelusuri aliran uang hasil palakan itu. ‘’Masih kami dalami dulu,’’ katanya singkat. (kmb35)

Warga Keluhkan Truk Parkir di By-pass IB Mantra

Bali Post/kmb35

PARKIR - Polisi saat mengecek truk yang parkir di Bypass IB Mantra yang dikeluhkan warga. Gianyar (Bali Post) Warga mengeluhkan keberadaan truk yang sejak beberapa minggu parkir di By-pass IB Mantra, tepatnya di wilayah Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh. Saat malam hari truk parkir dengan nomor polisi DK 9514 MF ini meresahkan pengguna jalan, karena di jalur itu minim lampu penerangan jalan (LPJ). Dikonfirmasi Senin (3/2)

kemarin, anggota DPRD Gianyar, I Wayan Sudiartana, mengatakan pihaknya banyak menerima keluhan dari masyarakat terkait truk tersebut. Truk warna putih itu sudah lama parkir di di tempat tersebut. Anehnya, truk tersebut beberapa kali sempat berpindah lokasi parkir namun masih di seputaran ruas jalan tersebut. “Truk itu beberapa kali pindah-pindah,

tapi masih parkir seputaran jalan ini,” ujarnya. Politisi PDIP ini menambahkan, ban yak warga yang khawatir dengan keberadaan truk yang parkir di pinggir jalan tersebut, karena dikhawatirkan memicu lakalantas, terutama saat malam hari. Pihaknya pun bergerak cepat, berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menangani keberadaan truk tersebut. “Semoga tidak sampai ada kecelakaan,” kata politisi berkumis yang juga mantan Perbekel Desa Pering ini. Dikonfirmasi terpisah, Kanit Laka Satlantas Polres Gianyar, Iptu I Ketut Nariawan, mengatakan begitu menerima informasi jajarannya langsung melakukan pengecekan terhadap truk yang parkir tersebut. Dikatakan, truk tersebut memang dalam keadaan rusak. “Truk itu dalam keadaan rusak. Masih menunggu mekanik,” katanya. Menurut Nariawan, polisi sudah mencari sopir truk tersebut. Polisi juga sudah meminta sopir truk untuk memindahkan kendaraannya. “Sudah diminta untuk digeser dan dicarikan tempat yang aman atau masukkan ke dalam gudang supaya tidak memicu terjadinya lakalantas,” tegasnya. (kmb35)

Kepala Satpol PP Gianyar I Made Watha mengatakan sidak gabungan ini bermula dari laporan warga setempat terkait penambangan galian C di Desa Keramas. Dikatakan, banyak petani yang mengeluhkan penambangan tanah tersebut. ‘’Warga mengeluh karena aktivitas penggalian tanah itu mengganggu aliran irigasi subak setempat. Bahkan ada petani yang mengaku sampai tidak dapat air,’’ katanya. Watha menambahkan, warga juga resah bila eksploitasi lahan ini diteruskan bisa memicu bencana tanah longsor di seputaran lokasi tersebut. Dikatakan, aktivitas penambangan ilegal ini juga sudah ditangani oleh aparat Desa Keramas. ‘’Akhirnya Satpol PP Provinsi turun melakukan sidak ke lokasi penambangan galian C ilegal dan bertemu dengan dua orang penambang galian C tersebut,’’ katanya. Hasil sidak memang didapati lahan seluas 0,5 hektar sudah digali. Tanah hasil penggalian tersebut dijual. Usai disidak, dua pemilik galian C ini bersedia

menghentikan penggalian. ‘’Mereka sudah bersedia menghentikan penggalian dan mengembalikan lahan tersebut menjadi areal persawahan,’’ katanya. Watha menambahkan, kedua penambang tersebut juga bersedia menandatangani surat pernyataan. Ada tiga poin yang ditegaskan dalam surat penyataan tersebut. Pertama, yang bersangkutan akan bertanggung jawab atas galian yang dilakukan apabila di kemudian hari terjadi bencana longsor atau tanah jebol yang diakibatkan oleh galian itu dengan membangun senderan. Kedua, sebelum perizinan keluar dari pemerintah maka proses eksploitasi akan dihentikan. Poin terakhir, apabila melanggar dari isi perjanjian itu, maka mereka siap diproses secara hukum yang berlaku baik secara pidana maupun perdata. Surat pernyataan di atas materai 6.000 itu juga ditandatangani Perbekel Keramas, I Gusti Putu Sarjana. ‘’Mereka melanggar Perda Nomor 4 Tahun 2017 tentang Pengelolaan Pertambangan Bukan Logam dan Batuan,’’ tegasnya. (kmb35)

bagi yang melapor dengan bukti foto bahkan video. Memasang papan peringatan di tempat umum juga di areal di mana gepeng sering mangkal,’’ jelasnya. Andika juga mengeluhkan kondisi di Pemkab Gianyar yang sampai saat ini belum mempunyai rumah singgah atau tempat rehabilitasi untuk gepeng. ‘’Jadi, setelah ditangkap dan digiring ke Dinas Sosial oleh Satpol PP, mereka hanya diberikan peringatan dan setelah itu dipulangkan. Tak berapa lama mereka kembali lagi. Itu yang menjadi salah satu akar permasalahannya,’’ tegasnya. (kmb35) GEPENG - Sejumlah gepeng yang berkeliaran di perempatan Jalan Raya Pengosekan, Desa Mas, Senin (3/2) kemarin.

Bali Post/kmb35

Tunggakan Pelanggan PAM Tirta Sanjiwani Capai Rp 900 Juta Lebih Gianyar (Bali Post) Tunggakan dari pelanggan Perumda Air Minum (PAM) Tirta Sanjiwani Gianyar ternyata cukup tinggi. Bahkan mencapai Rp 900 juta lebih. Melihat kondisi ini, PAM Tirta Sanjiwani Gianyar berupaya mempermudah pembayaran menggunakan aplikasi virtual account melalui handphone. Dirut PAM Tirta Sanjiwani Gianyar, I Made Sastra

Kencana, mengatakan pihaknya masih menghitung jumlah total tunggakan para pelanggan. Pendataan terakhir, nilai tunggakan mencapai Rp 900 juta lebih. Ditegaskan, nilai tunggakan tersebut sesungguhnya sudah berkurang dibandingkan tahun sebelumnya. “Meskipun sebanyak 90 persen tunggakan berkurang, tapi tunggakan yang masih ada saat ini mencapai Rp 900 juta lebih,” jelasnya. Sastra Kencana menambahkan, pihaknya terus berupaya meminimalisasi nilai tunggakan tersebut dengan mempermudah I Made Sastra Kencana

proses pembayaran untuk pelanggan. Dalam sistem pembayaran online ini, pembayaran yang dilakukan oleh pelanggan akan dijamin keamanannya. “Dengan sistem online masyarakat lebih gampang, efisiensi waktu, dan bisa dilakukan melalui handphone. Aplikasinya sudah bisa diunduh pada aplikasi play store,” katanya. Menurut Sastra Kencana, aplikasi ini bisa diakses melalui website Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani Gianyar. Selanjutnya tinggal memasukkan virtual account, dan jumlah tagihan akan terlihat. “Kami beharap sistem ini dapat memudahkan pelanggaran karena lebih efisien waktu,” tegasnya. (kmb35)


Selasa Kliwon, 4 Februari 2020

Dewan Desak Pecat Pengawas Titipan Semarapura (Bali Post) -

Rapat kerja Komisi II dengan Dinas PUPRKP dan Asisten II berlangsung panas, Senin (3/2) kemarin. Dewan menyoroti pelaksanaan proyek fisik yang dinilai masih menimbulkan banyak masalah. Malah, ada sejumlah ruas jalan yang baru dikerjakan, sudah jebol lagi. Peran konsultan pengawas pun dipertanyakan.

RAPAT KERJA - Komisi II melakukan rapat kerja dengan Dinas PUPRKP dan Asisten II di Ruang Sabha Mandala DPRD Klungkung.

Rapat kerja ini menjadi yang ketiga dengan Komisi II yang khusus membahas evaluasi pengerjaan fisik. Kesempatan ini dimanfaatkan salah satu anggota DPRD Klungkung, Wayan Suarta, untuk meneruskan aspirasi warga, terhadap hasil akhir pengerjaan fisik di Nusa Penida. Salah satunya, akses jalan Pertigaan dari Soyor ke Sekartaji, Pertigaan Telaga ke Lemo dan Pertigaan Lemo ke Pertigaan Pandak Batukandik. ‘’Baru selesai proyeknya sudah rusak lagi. Ada juga yang jebol tergerus air hujan. Tolong Dinas PU warning rekanannya, mumpung proyek itu masih masa pemeliharaan,’’ tegasnya. Dia juga menyoroti, peran pengawas yang tidak maksimal. Dia meminta Dinas PUPRKP mencari pengawas yang benar-benar bisa bekerja. Bukan datang sekali langsung hilang. Hal serupa juga disampaikan legislator lainnya, A.A. Sayang Suparta. Dia meminta list para pengawas itu disetorkan ke Komisi II. Dewan akan melakukan pen-

gawasan terhadap konsultan pengawas ini. Sehingga dewan nanti bisa turun ke titiktitik strategis proyek fisik. ‘’Kalau memang kinerjanya tidak bagus, sebaiknya dikeluarkan. Apalagi kalau ada titipan konsultan pengawas dari rekanan, maupun anggota dewan yang merangkap jadi rekanan. Baiknya segera dievaluasi,’’ tegasnya. Menurutnya, konsultan pengawas itu harus profesional. Jangan sampai konsultan pengawas ‘’mendua’’ atau punya kepentingan lain dengan rekanan. Sehingga hasil monitoring sesuai kondisi di lapangan. Politisi PDI-P Dapil Nusa Penida, Wayan Misna, juga menilai pengerjaan proyek fisik itu terkesan asal-asalan. Alasannya selalu limit waktunya singkat. Sehingga pastinya hal itu dapat mempengaruhi hasil akhir kualitas proyek. ‘’Persoalan seperti ini terkesan terus berulang setiap tahun,’’ katanya. Menanggapi sorotan itu, Kepala Dinas PUPRKP (Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman)

Klungkung, A.A Gde Lesmana, mengatakan terkait adanya laporan kerusakan jalan itu, pihaknya sudah meneruskannya kepada pihak rekanan yang mengerjakan, agar segera diperbaiki semasih masa pemeliharaan. Terkait kualitas hasil akhir yang tidak sesuai harapan, sebagaimana sorotan Misna, Lesmana mengatakan kendala dari rekanan cukup banyak. Selain proses tender alot, rekanan juga memerlukan waktu survei bahan, dan kesiapan SDM rekanan. Pihaknya juga mengaku merangkul OPD yang melakukan kegiatan fisik agar dilakukan percepatan. Cuaca juga memberikan pengaruh cepat lambatnya penyelesaian proyek fisik itu. ‘’Kadang tender lancar, tetapi ada yang gagal, karena ada masalah sepele. Setelah ditelusuri, kenapa sampai gagal, masalahnya ada di internal rekanan. Contohnya, paket Gua Jepang, sudah percepatan, tetapi terjadi dua kali gagal tender. Sehingga keluar dari on scedulle,’’ tegasnya. (kmb31)

Khawatir Virus ASF

Dinas Pertanian Pastikan Limbah Hotel Aman untuk Pakan Babi 26 lokasi peternakan di antaranya menggunakan pakan ternak dari sisa makanan di hotel dan restoran. Mayoritas dilakukan peternak di Kecamatan Nusa Penida. ‘’Risikonya ini kecil babi tertular virus ASF karena menggunakan pakan dari limbah. Apalagi Nusa Penida daerahnya terisolasi,’’ katanya. Sebenarnya peternak tidak masalah menggunakan limbah hotel sepanjang makanan sisa itu dimasak dengan benar. Selain itu, pihaknya juga kembali menekankan bahaya virus ASF tersebut tidak menular kepada manusia. Sehingga masyarakat atau pun para peternak tidak perlu khawatir secara berlebihan. ‘’Masyarakat tidak perlu khawatir memakan daging babi, asalkan dagingnya dimasak

dan diolah dengan benar,’’ tandasnya. Pemilik ternak babi, I Made Jaya, mengapresiasi gerak cepat yang dilakukan Dinas Pertanian turun langsung mengecek tempat peternakan miliknya. Ia juga mengaku akan melaksanakan imbauan Dinas Pertanian, terutama selalu menjaga dengan baik kebersihan kandang guna mengantisipasi sejak dini. Hal itu penting agar virus ASF itu tidak menjangkit ternak babi peliharaannya. Pada kesempatan itu, Wakil Bupati Made Kasta juga turun langsung bersama Dinas Pertanian. Selain selektif memilih pakan, dia juga meminta kepada setiap peternak agar selalu menjaga kebersihan kandang dengan sebaik-baiknya. Wabup me-

PADA zamannya Klungkung jadi episentrum kerajaan di Bali, tidak ayal, Kota Serombotan ini memiliki banyak peninggalan bersejarah. Sayangnya, mayoritas kondisi situs-situs yang ada saat ini relatif memprihatinkan. Pasalnya banyak yang sudah lapuk dimakan usia. Karena itu perlu langkah-langkah pelestarian. Apa solusinya untuk melestarikan situs-situs peninggalan tersebut?

pungkan penataan Gua Jepang tahun 2019, pihak eksekutif rencananya kembali melanjutkan penataan Gua Jepang tahun 2020. Anggaran yang dialokasikan mencapai Rp 900 juta. Penataan dilanjutkan ke bagian tebingnya. Perlu dilakukan pendekatan dengan pemilik tanah yang berada di atas Gua Jepang untuk ditata. Artison mencermati penataan belum tuntas, masih kurang efektif. Terkesan perencanaannya tidak terarah. ‘’Segera selesaikan statusnya dulu, agar benar-benar berstatus cagar budaya. Ini akan mempermudah menarik dana pusat untuk proses restorasinya,’’ katanya. Penataan di sekitar Gua Jepang juga dikatakan perlu dipertegas lagi. Sebab di sana, menurutnya, ada poin-poin objek yang tidak nyambung dengan Gua Jepang, sebagai peninggalan bersejarah. Contohnya, patung gajah yang diinjak kancil itu justru menutup Gua Jepang dari timur. ‘’Patung gajah diinjak kancil itu sudah tidak relevan di sana. Itu mau diapakan? Mau dibuat berdiri atau dibongkar saja. Itu sangat mengganggu,’’ tegasnya. Asisten II Bidang Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Klungkung, Luh Ketut Ari Citrawati, mengakui sudah ada perda terkait cagar budaya. Saat ini pihaknya sedang menyusun draf Peraturan Bupati yang sudah diserahkan ke Bagian Hukum dan HAM. Sementara terkait sorotan terhadap TACB Klungkung, pihaknya juga mengaku kurang tahu tindak lanjutnya. Sebab, dia mengaku baru menjabat. Dia menegaskan, komitmen pemerintah daerah tentu sama dengan lembaga dewan dalam upaya pelestarian cagar budaya. Selanjutnya, permasalahan itu dibahas lebih lanjut dengan Bupati Klungkung Nyoman Suwirta. (gik)

Semarapura (Bali Post) Mencegah penyebaran virus ASF (African Swine Fever), Dinas Pertanian bersama Tim Kesehatan Hewan mulai gencar turun ke setiap lokasi peternakan babi. Seperti dilakukan Senin (3/2) kemarin, pihak eksekutif turun mengecek kandang peternak dan tempat pemotongan babi di Banjar Selat, Desa Banjarangkan. Pada kesempatan itu, Tim Kesehatan Hewan memastikan pakan dari limbah hotel aman sebagai pakan. Dengan catatan dimasak dengan benar. Kepala Dinas Pertanian Klungkung, Ida Bagus Juanida, mengatakan pengecekan ke kandang peternak babi sudah rutin dilakukan sebelum adanya kemunculan virus jenis ini. Dari 50 lokasi peternakan babi, sebanyak

Banyak Situs Memprihatinkan Cagar Budaya Diminta Digarap Serius

Lembaga DPRD Klungkung mendesak eksekutif agar serius melakukan upayaupaya strategis sehingga cagar budaya bisa diusulkan. Keberadaan cagar budaya untuk memperoleh proses restorasi, sehingga tetap memiliki nilai historis yang tinggi. Legislator dari Komisi II DPRD Klungkung, Gde Artison Andarawata, Senin (3/2) kemarin, mengatakan upaya pelestarian cagar budaya selama ini berjalan stagnan. Ini terlihat dari tidak ada penambahan jumlah cagar budaya di Klung-

kung. Bahkan, cagar budaya yang ada, seperti Kertagosa maupun Gua Jepang, tak kunjung mendapat penataan menyeluruh. ‘’Dulu ada TACB (Tim Ahli Cagar Budaya), sekarang sejauh mana tim ini sudah bekerja?’’ kata politisi Partai Demokrat ini saat rapat kerja dengan Dinas PUPRKP dan Asisten II Setda Klungkung. Menurutnya, sejak terbitnya UU Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, semangatnya tentu memberikan payung hukum kepada setiap keberadaan cagar budaya agar dilindungi. Dengan terbitnya regulasi ini, juga ada pengalihan kewenangan dari BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) kepada pemerintah daerah/kota. Dengan peralihan kewenangan itu, lembaga dewan juga sudah membentuk Perda Inisiatif tentang Cagar Budaya. Dengan sudah adanya perda itu, eksekutif tinggal menyusun rancangan peraturan bupati, untuk merealisasikannya. Setelah meram-

nambahkan agar sementara ini tidak mengambil babi dari wilayah yang sudah terindikasi kena penyakit. Sebab, itu sangat berisiko bagi keberlangsungan ternak lainnya. ‘’Jangan mengambil babi dari wilayah yang terindikasi kena penyakit. Setiap peternak harus benar-benar selektif. Semoga para peternak khususnya di Klungkung bisa terhindar dari virus ASF. Apalagi, ini suasananya menjelang hari raya Galungan,’’ pinta Wabup Made Kasta. (kmb31)

PETERNAKAN - Wabup Kasta saat turun ke lokasi peternakan di Desa Banjarangkan.


Selasa Kliwon, 4 Februari 2020

Bupati Mas Sumatri Resmikan ’’Public Restroom’’ Parkir Kedundung Besakih

DIRESMIKAN - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri didampingi Direktur SDM dan Umum PT Angkasa Pura Adi Nugroho, Manager Manajemen Operasional Pengelolaan Kawasan Pura Agung Besakih I Wayan Ngawit meresmikan Public Restroom Parkir Kedundung Pura Besakih, Senin (3/2) kemarin.

BUPATI Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri didampingi Direktur SDM dan Umum PT Angkasa Pura Adi Nugroho, Manager MOKPA (Manajemen Operasional Pengelolaan Kawasan Pura Agung Besakih) I Wayan Ngawit meresmikan Public Restroom Parkir Kedundung Pura Besakih. Peresmian yang ditandai pemotongan pita ini disaksikan General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Hery Sikado, dan Vice Presiden Corpo-

rate Social Responsibility Nur Sapto Wardoyo, Tim Ahli Bupati, para kepala OPD, Forkopimca, Bendesa Adat Besakih Jero Mangku Widiartha serta masyarakat sekitar, Senin (3/2) kemarin. Direktur SDM dan Umum PT Angkasa Pura Adi Nugroho mengatakan bantuan CSR berupa public restroom di areal parkir Pura Besakih ini merupakan komitmen PT Angkasa Pura I dalam meningkatkan pariwisata di Kabupaten Karangas-

em yang disalurkan melalui Bandara Ngurah Rai. ‘’Public restroom dilengkapi dengan berbagai fasilitas, di antaranya toilet untuk perempuan dan laki-laki, toilet khusus disabilitas, nursery room, dan fasilitas bilas atau shower,’’ ucapnya. Adi Nugroho menambahkan, pembangunan public restroom di Areal Parkir Pura Besakih merupakan wujud kepedulian Angkasa Pura I terhadap sektor pariwisata di Areal Pura

Besakih. Dengan pembangunan berbagai fasilitas pendukung di sekitar Pura Besakih, diharapkan dapat meningkatkan pengunjung yang datang ke Kabupaten Karangasem khususnya Pura Besakih, sehingga secara langsung mendukung aktivitas perekonomian bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Desa Besakih. Bupati Mas Sumatri menyampaikan apresiasi dan berterima kasih kepada PT Angkasa Pura I yang telah

membangun public restroom dengan beragam fasilitas di area Parkir Pura Besakih. ‘’Semoga dengan pembangunan public restroom ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dan bermanfaat bagi warga sekitar, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan perekonomian warga. Oleh karena itu saya mengajak seluruh warga untuk menjaga fasilitas baru ini demi kepentingan bersama,’’ ujar Mas Sumatri. (ad62)

SOSOK Fasilitasi Petani

SEKTOR pertanian harus tetap dikembangkan dan dilestarikan. Di Kabupaten Karangasem, sebagian besar warganya berkecimpung sebagai petani. Guna mengembangkan dan menyejahterakan petani maka perlu dibangun yayasan pertanian di Bumi Lahar. Hal itu diungkapkan Ketua Kelompok Bajatani, I Ketut Semadiyasa, Senin (3/2) kemarin. Ia mengatakan, pihaknya memang memiliki inisiatif untuk membangun sebuah yayasan pertanian di Karangasem. Pembangunan yayasan ini harus dilakukan untuk mensejahterakan petani Karangasem. Sebab, saat ini anak muda enggan menjadi petani. Dengan adanya yayasan ini, diharapkan dapat mengedukasi generasi muda untuk mau berkecimpung di sektor pertanian. “Untuk pembangunan yayasan ini, harus dilakukan oleh semua stakeholder yang ada kaitannya dengan pertanian. Termasuk pemerindah daerah juga harus ikut andil dalam pembangunan yayasan ini. Saat ini untuk rencana pembangunan yayasan itu masih dalam proses, semoga secepatnya bisa direalisasikan,” katanya. Ia menambahkan, pembangunan yayasan pertanian ini bertujuan untuk, memfasilitasi petani di Karanagsem. Termasuk, untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Bumi Lahar. Apabila yayasan ini terbentuk, maka para petani dan anak-anak muda bisa belajar pertanian di yayasan ini. “Dengan adanya yayasan ini, nanti semua kebutuhan para petani bisa diakses lewat yayasan ini. Sehingga, apa yang ingin mereka lakukan dan kembangkan bisa lebih cepat. Jadi, para petani tidak hanya bergantung pada pemerintah saja,” tegasnya. Selama ini, kata dia, anak muda enggan menjadi petani. Mereka lebih memilih pekerjaan lain, salah satunya bekerja di kapal pesiar. “Selama ini, kamis intens memberikan edukasi pertanian kepada anak muda dan edukasi itu cukup berhasil. “Selain memberikan edukasi kepada para petani, saya juga sering memberikan edukasi pertanian kepada anak-anak sekolah di sejumlah SMP dan SMK di Karangasem. Mereka di sekolahnya mulai mengembangkan pertanian. Upaya ini saya lakukan untuk mengajak generasi muda mau menjadi petani,” ujarnya. (nan)

Bali Post/kmb41

GALIAN - Salah satu aktivitas galian C di Selat. Hingga saat ini masih ada puluhan pengusaha galian C yang tersebar di tiga kecamatan belum mengantongi izin.

Puluhan Potensi Pajak Galian C 72 Peserta Dinyatakan Lulus dari Pengusaha Hilang Tes Tulis Perekrutan Anggota PPK

Amlapura (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karangasem telah mengumumkan hasil tertulis perekrutan anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk Pemilihan Bupati - Wakil Bupati Karangasem Tahun 2020. Dari 84 peserta yang mengikuti tes, tercatat 72 orang dinyatakan lulus seleksi tertulis tersebut. Komisioner Divisi Sosialisasi dan SDM KPU Karangasem Putu Deasy Natalia menjelaskan, rincian jumlah yang ditetapkan tersebut, yakni Kecamatan Abang 10 orang, Bebandem 8, Karangasem 10, Kubu 9, Manggis 10, Rendang 8, Selat 9 dan Sidemen sebanyak 8 orang. “Sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 36 Tahun 2018, jumlah yang lulus tiap kecamatan ditetapkan maksimal sebanyak sepuluh orang. Itu yang kami jadikan dasar dalam menetapkan jumlahnya,” katanya. Deasy Natalia menambahkan, khusus untuk Kecamatan Karangasem karena jumlah

yang mengikuti tes tulis lebih dari sepuluh orang, maka diberlakukan sistem ranking. “10 orang dengan nilai tertinggi itulah yang dinyatakan lulus,” jelasnya. Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana mengatakan, setelah diumumkan akan ada masa waktu bagi masyarakat untuk memberi tanggapan terhadap caloncalon tersebut. “Apabila ada masukan maupun tanggapan akan diklarifikasi pada saat seleksi wawancara yang akan digelar 8-10 Februari mendatang,” katanya. Selanjutnya, katanya, akan ada tanggapan masyarakat tahap I, tanggal 8-10 Februari tes wawancara, tanggal 15-21 Februari pengumuman hasil tes wawancara, tanggal 15-21 Februari tanggapan masyarakat tahap II, tanggal 22-24 Februari klarifikasi tanggapan amsyarakat tahap II, tanggal 25-26 Februari pengumuman pascaklarifikasi tahap II, dan 27 Februari pelantikan. (kmb41)

Amlapura (Bali Post) Sektor galian C selama ini menjadi primadona atau andalah Kabupaten Karangasem untuk mendulang pendapatan asli daerah (PAD). Sayangnya, banyak pengusaha galian C di Bumi Lahar yang belum mengantongi izin. Dampaknya, PAD dari galian C hilang alias tidak masuk ke kas daerah. Dikonfirmasi Senin (3/2) kemarin, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karangsem, I Made Sujana Erawan, mengungkapkan sampai saat ini cukup banyak pengusaha galian C yang belum memiliki izin penambangan. Berdasarkan hasil pendataan, untuk Kecamatan Bebandem ada sebanyak 22 pengusaha. Dari jumlah itu, izin usaha yang masih aktif 16 pengusaha, dan izinnya mati sebanyak enam pengusaha dan ada potensi lain sebanyak dua pengusaha. Jadi, total ada 24 pengusaha. ‘’Untuk pengusaha yang izinnya mati ini, saat ini mereka sedang memproses perpanjangan izin,’’ ujar Sujana Erawan

Viral, Krama Masuk ke Tirtagangga Diminta Bayaran

Pengelola Tegaskan untuk Biaya Kebersihan Amlapura (Bali Post) Video ratusan krama dari Buleleng yang hendak masuk ke Objek Wisata Tirtagangga untuk maajar-ajar viral di media sosial (medsos), Senin (3/2) kemarin. Dalam video berdurasi sekitar tiga menit itu, pengunggah menyatakan krama masuk diminta untuk membayar. Adanya video seperti itu langsung diklarifikasi oleh pihak pengelola Objek Wisata Taman Tirtagangga. Pengelola menegaskan, uang yang diminta itu untuk biaya kebersihan. Ketua Badan Pengelola Objek Wisata Tirtagangga, Anak Agung Made Kosalia, saat diwawancarai terkait hal itu menjelaskan, rombongan krama dari Buleleng datang untuk tangkil ke air pasucian yang ada di Objek Wisata

Tirtagangga itu mencapai 150 orang sekitar pukul 14.00 Wita. Dikatakan, pihaknya sempat memberikan penjelasan kepada krama yang ingin masuk tersebut. Namun belum selesai dirinya memberikan penjelasan tentang aturan yang ada di Objek Wisata Tirtagangga, warga lebih dulu emosional. Kosalia menjelaskan, pihaknya selama ini tidak pernah melarang jika ada krama Bali yang hendak bersembahyang ke air pasucian yang ada di dalam objek ini. Hanya, selama ini jarang ada krama yang melakukan upacara maajarajar ke objek ini, karena bukan Pura Sad Khayangan. Ia tidak menampik, pihaknya memang melakukan punggutan kepada setiap pengunjung yang datang. Dijelaskan, untuk wisatawan domes-

tik dikenakan tiket masuk sebesar Rp 25 ribu, sementara untuk wisatawan mancanegara dikenakan Rp 40 ribu. Sedangkan untuk krama Bali yang hendak tangkil untuk melakukan persembahyangan ke air pasucian, sesuai dengan aturan yang sudah berlaku sejak dulu mereka dikenakan uang kebersihan sebesar Rp 10 ribu. “Kami tidak pernah melarang krama Bali untuk sembahyang di sini asalkan mereka mengikuti peraturan yang ada, karena di sini sudah ada aturan yang dibuat oleh puri. Kami wajar meminta uang kebersihan kepada pengunjung. Karena kami sebagai pelaku wisata wajib menjaga kebersihan agar wisatawan yang sudah membayar untuk berkunjung bisa menikmati objek yang ditawarkan,” katanya.(kmb41)

saat rapat kerja dengan Komisi I dan III DPRD Karangasem. Untuk di Kecamatan Selat, kata Sujana Erawan, terdapat sebanyak 29 pengusaha galian C. Dari jumlah itu, pengusaha yang baru mengantongi izin sebanyak sembilan pengusaha, sedangkan yang masih memproses izin 12 pengusaha, yang belum mengurus izin 11 pengusaha, yang tidak bisa mengajukan izin tiga pengusaha, dan yang belum mengajukan izin tercatat lima pengusaha. Karena ada satu tambahan pengusaha yang sudah keluar izinnya, maka dari 12 pengusaha yang memproses izinnya itu, kini tinggal 11 pengusaha. ‘’Kalau data di Kubu, ada 50

pengusaha. Dari jumlah itu, sebanyak 30 pengusaha sudah berizin dan izinnya mati tercatat 20 pengusaha serta ada dua potensi pengusaha. Bagi yang belum mengurus izin, kami sudah lakukan pembinaan-pembinan supaya para pengusaha ini segera mengurus izinnya. Bagi yang sudah mengurus izin, supaya bisa dipercepat prosesnya agar izin cepat keluar,’’ katanya. Sujana Erawan menjelaskan, ada beberapa kendala yang dihadapi oleh para pengusaha galian C untuk mengurus izin. Di antaranya lahan galian belum bersertifikat, kurang pengetahuan para pelaku usaha terkait persyaratan dan prosedur terkait periz-

inan yang ada di kabupaten maupun provinsi, termasuk para pengusaha juga kesulitan untuk biaya reklamasi. ‘’Kami telah melakukan pembinaan, namun hasilnya belum maksimal. Jadi, lewat rapat kerja ini nantinya kita bisa secara bersama-sama untuk memaksimalkan pembinaan dan pengawasan ini, sehingga pendapatan dari sektor galian C bisa lebih meningkat,’’ tegasnya. Anggota Komisi III Nengah Rinteg mempertanyakan pembinaan-pembinaan yang telah dilakukan selama ini terhadap para pengusaha ini agar mereka mau mengurus perizinan. Ditegaskan, pihaknya tidak ingin selalu menyampaikan telah dilakukan pembinaan, namun kenyataannya tetap saja para pengusaha tak mau mengurus izin. Lewat pembinaan dan pengawasan yang dilakukan, diharapkan para pengusaha mau mengu-

rus izin dan membayar pajak ke daerah. ‘’Pembinaan yang diberikan harus tegas. Kalau tidak mau memproses izinnya, sanksi apa yang diberikan kepada mereka. Ini harus jelas. Kita punya polisi, Satpol PP dan Dishub yang harus menindak tegas bila tak mau mengikuti aturan,’’ tegasnya. Anggota Komisi I Wayan Tama menjelaskan, Pemkab Karangasem mesti bercermin pada NTB. Di sana pemerintah setempat memberikan servis atau pelayanan kepada para pengusaha di dalam pengurusan izin galian C. ‘’Pemerintah mempunyai strategi dan inovasi jembut bola dalam pelayanan pengurusan izin. Bahkan, ketika izin sudah selesai dibawakan langsung ke pengusaha yang bersangkutan. Dengan langkah itu, maka target di sektor galian C benar-benar tercapai,’’ katanya. (kmb41)


Selasa Kliwon, 4 Februari 2020

Tiap Hujan Jalan di Bubung Kelambu Jadi Kubangan Lumpur Bangli (Bali Post) – Setiap musim hujan ruas jalan Bubung Kelambu menuju pertigaan Culali di Desa Batur, Kintamani dipenuhi kubangan lumpur. Kondisi itu sangat mengganggu kenyamanan warga yang melintasi jalan itu. Di beberapa titik kubangan lumpur ada yang kedalamannya sampai selutut orang dewasa. Untuk menghindari kendaraan terjebak, warga

terpaksa melalui kebun yang ada di samping jalan. Made Yogi Wikrama, salah seorang warga setempat, Senin (3/2) kemarin mengungkapkan setidaknya ada sekitar lima titik jalan yang tergenang air. Kubangan itu muncul pascaada banjir bandang yang menerjang wilayah setempat sekitar 2017 lalu yang menyebabkan ruas jalan banyak tertimbun pasir dan

Perbekel Songan A Diadukan ke Polisi Bangli (Bali Post) Perbekel Songan A, I Ketut Artawan, diadukan ke Polres Bangli. Informasinya, Artawan diadukan dengan dugaan tindak pidana penggelapan dalam jabatan. Menurut sumber informasi, Senin (3/2) kemarin, saat ini di Desa Songan A sedang ada pembangunan kantor perbekel baru. Bangunan kantor yang lama dibongkar. Setelah adanya pembongkaran kantor lama, kemudian muncul masalah yang berujung diadukannya Perbekel Songan A ke Polres Bangli oleh I Kadek Perawat yang merupakan sekdesnya. Namun apa yang digelapkan tidak dijelaskan oleh sumber. Masih menurut sumber itu, pasca-adanya pengaduan tersebut, Polres Bangli sudah memberikan surat panggilan kepada salah satu warga untuk dimintai keterangan. Sesuai surat panggilan, warga diminta datang Selasa (4/2) ini. Kasatreskrim Polres Bangli, AKP Akbar Samosir, dikonfirmasi siang kemarin membenarkan adanya pengaduan

tersebut. Ia mengatakan pihak yang diadukan yakni Perbekel Songan A. ‘’Pengaduannya sih korupsi. Tapi kita masih selidiki. Apa ada atau tidak kerugian negara dari pembongkaran tersebut,’’ ungkap Akbar Samosir. Diakuinya, pengaduan itu terkait pembongkaran kantor Desa Songan A lama. Saat ini dilanjutkan pembangunan kantor perbekel baru. Menurut informasi, pembongkaran kantor lama sebelumnya sudah ada kesepakatan bersama Badan Pemusyawarahan Desa (BPD). ‘’Mungkin ada pihak-pihak tertentu yang tak terima, kemudian diadukan,’’ terangnya. Akbar Samosir mengatakan pihaknya saat ini masih mendalami pengaduan tersebut, apakah ada unsur pidananya. Ia memastikan terkait aduan ini pihaknya melakukan pemanggilan dan pemeriksaan saksi-saksi. ‘’Pengaduannya baru Jumat kemarin. Kalau soal pemanggilan saksi, itu pasti ada,’’ tandasnya. (kmb40)

lumpur. Tiap hujan, jalan yang tertimbun material itu kemudian berubah jadi kubangan. Dikatakannya, saat musim hujan, jalan itu hampir tidak bisa dilalui pengendara motor. Warga terpaksa melalui kebun warga untuk menghindari kubangan. Ia sangat menyayangkan meski kondisi itu sudah cukup lama terjadi, namun

sampai sekarang belum ada penanganan berupa pembersihan material. Padahal akses jalan itu setiap hari dilalui warga termasuk wisatawan. Warga lainnya, Jero Ratih, juga mengungkapkan hal serupa. Dia mengatakan, saat musim kemarau, ruas jalan Bubung Kelambu-Culali akan berdebu. Sebaliknya saat musim hujan seperti sekarang, jalan dipenuhi kuban-

gan lumpur. Kedalamannya bisa sampai selutut orang dewasa. Ia selama ini sangat mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Sebab, dengan adanya kubangan di tengah jalan itu dirasakan sangat mengganggu aktivitas. ‘’Kalau saya antar adik, harus lewat kebun orang. Hanya truk yang bisa lewat dengan kondisi jalan seperti sekarang,’’ ujarnya.

Bali Post/ist

KUBANGAN - Kondisi jalan di ruas jalan Bubung Kelambu-Culali yang jadi kubangan tiap musim hujan. Ia pun berharap perbaikan jalan itu segera dilakukan pemerintah. ‘’Kalau bisa ada alat berat yang ngeruk lumpurnya di jalan raya,’’ harapnya. Dikonfirmasi terkait hal itu, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPerkim) Kabupaten Bangli, I Made Soma, mengatakan ruas jalan Bubung Kelambu-Culali

merupakan kewenangan Pemkab Bangli. Mengenai kondisi ruas jalan di beberapa titik yang tertimbun banyak material dan jadi kubangan lumpur, Soma mengaku akan memerintahkan mandornya di Kintamani untuk melakukan pengecekan. Upaya penanganan yang dilakukan, tergantung hasil survei. Untuk penanganan jalan itu, pihaknya akan memanfaatkan anggaran rutin. (kmb40)

Puluhan Sapi di Ulian Mati Takut Rugi, Peternak Terpaksa Jual Murah Bangli (Bali Post) –

Warga Desa Ulian, Kintamani belakangan ini beramai-ramai menjual sapi ternaknya meski dengan harga murah. Hal itu terpaksa dilakukan lantaran warga resah dengan adanya kematian puluhan sapi di desa setempat secara mendadak sebulan lalu. Perbekel Desa Ulian, I Wayan Berana, Senin (3/2) kemarin menyebutkan, setidaknya ada sekitar 30 ekor sapi milik warga di desanya yang mati sepanjang Januari lalu. Warga tidak tahu pasti penyebab kematian sapi tersebut. Untuk memastikannya, warga telah meminta bantuan kepada dinas terkait. ‘’Sudah sempat dicek dan juga diambil sampelnya. Tetapi sampai sekarang belum ada hasil pasti. Baru praduga saja karena keracunan. Terakhir diambil sampel tanggal 26 lalu,’’ ungkapnya.

Berana menjelaskan tidak ada gejala atau ciri aneh sebelum sapi warga itu mati. Seperti biasa, pemiliknya memberikan sapi itu pakan rumput hijau. ‘’Namun pagi dikasi makan. Sedangkan sorenya ada yang mati. Ada yang selang seharinya mati,’’ ujarnya. Umur sapi yang mati ada yang masih kecil, ada juga yang sudah dewasa dan siap jual. Kejadian kematian sapi itu tentu membuat pemiliknya merugi. Menghindari kerugian, Berana mengatakan, tak sedikit warga pemilik sapi terpaksa

menjualnya hewan ternaknya meski dengan harga murah. Jika biasanya satu ekor sapi dewasa yang dipelihara selama 3 tahun laku dijual Rp 11 juta, agar cepat laku pemilik sapi terpaksa melepas sapinya dengan harga Rp 8 juta. ‘’Karena takut mati, jadinya cepat-cepat dijual. Walaupun lebih murah,’’ kata Berana. Bahkan agar tak rugi total, ada juga yang menjual sapinya yang sudah mati dengan harga Rp 500 ribu. Kejadian sapi mati secara mendadak ini, kata dia sebelumnya tidak pernah terjadi di

Desa Ulian. Meski belakangan ini kejadian itu sudah mulai mereda, namun warga tetap berharap dinas terkait dapat segera menyampaikan hasil uji sampel sapi yang mati itu. ‘’Harapan kami biar bisa diketahui penyakit apa yang menyerang sapi itu. Sehingga warga bisa melakukan antisipasi,’’ terangnya. Dikonfirmasi terkait hal itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, Wayan Sarma, membenarkan adanya kematian banyak sapi di Desa Ulian. Namun, dia mengatakan kematian sapi itu tidak secara mendadak. Pascamenerima laporan itu, pihaknya mengaku sudah beberapa kali turun ke lapangan. Tera-

khir, pihaknya turun bersama BBVet Denpasar. ‘’Kami juga sudah ambil sampel untuk diperiksa. Hasilnya tidak ada mengarah ke penyakit tertentu,’’ jelasnya. Diduga penyebab kematian sapi itu karena tifani (perut kembung) akibat rumput yang masih berembun. Hal itu menyebabkan penurunan daya tahan tubuh sapi. ‘’Kejadiannya sporadis, tidak terkonsentrasi di satu tempat. Dan ini hanya terjadi di Desa Ulian. Di desa tetangga, astungkara tidak ditemukan,’’ kata Sarma. Untuk menghindari kejadian serupa, pihaknya menyarankan pemilik sapi itu agar terlebih dahulu melayukan pakan rumputnya sebelum diberikan ke hewan ternaknya. (kmb40)

Disdikpora Lakukan Reformasi Pengiriman Surat ke Sekolah via ’’Online’’ DINAS Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli melakukan reformasi. Pihak Dinas kini sudah tidak lagi melakukan kegiatan surat-menyurat secara manual. Pasalnya, pengiriman surat ke sekolah-sekolah saat ini sudah dilakukan via online. Lalu apa latar belakangnya sehingga kemudian pihak Disdikpora melakukan terobosan efektif pengiriman surat itu secara online? Sekretaris Disdikpora Kabupaten Bangli, I Nengah Wikrama, mengatakan Senin (3/2) kemarin, pihaknya sudah tidak lagi memobilisasi orang untuk kirim surat pakai transportasi, melainkan via online. ‘’Ini merupakan bagian reformasi penatausahaan kami,’’ ungkap Nengah Wikrama,

Senin (3/2) kemarin. Surat menyurat via online itu baru mulai diterapkannya Februari ini. Tujuannya mempercepat proses pengiriman, mengefisiensi tenaga dan efisiensi biaya baik transportasi maupun biaya fotokopi. Diakuinya, selama ini frekuensi pengiriman surat antara Disdikpora dan sekolah-sekolah cukup tinggi. Sekolah sering mengirim surat ke Disdikpora, begitu juga Disdikpora sering memberikan informasi lewat surat. Dengan kondisi geografis Bangli terutama daerah-daerah sulit, surat yang dikirim kerap tidak cepat sampai. ‘’Biaya kirim surat juga tidak dianggarkan secara khusus pihak sekolah. Maka dari itu kami terapkan pengiriman surat dengan sistem online,’’ terangnya. Kegiatan surat menyurat via online itu dilakukan dengan cara men-scan surat kemudian dikirim lewat aplikasi online. Nantinya setelah surat sampai, sekolah tinggal mengeprint/mencetaknya kemudian diberi lembar disposisi. ‘’Begitu juga sekolahsekolah yang mengirim surat ke Disdikpora dikirim via aplikasi. Kami di dinas tinggal mengeprint surat itu kemudian mengolah dengan lembar disposisi dan seterusnya,’’ terangnya. Dengan pengiriman via online itu, nantinya ada beberapa dokumen yang dipakai arsip yakni berupa hard copy dan soft copy.

Tak hanya menerapkan kegiatan surat-menyurat via online, mantan Kepala SMPN 1 Susut itu juga mengungkapkan pihaknya di Disdikpora Bangli saat ini tengah melakukan reformasi sumber pendataan.

Disdikpora Bangli saat ini sudah tidak lagi mengharapkan laporan bulanan dari sekolah. Sejak Januari lalu, kebutuhan data diambil dari data pokok pendidikan (Dapodik). Di mana data dapodik bisa disinkro-

nkan setiap saat kalau terjadi perubahan data. ‘’Kalau mengharapkan laporan bulanan, kadang data di dapodik dengan data laporan bulanan berbeda. Selain itu untuk pembuatan laporan bulanan bisa sepuluh

lembar. Hal itu lumayan merepotkan,’’ ujarnya. Di samping itu, keterbatasan SDM merekap data di Disdikpora Bangli itu juga menjadi alasan lain pihaknya menerapkan hal tersebut. (ina)


Selasa Kliwon, 4 Februari 2020

Toko Modern Menjamur

Fraksi Golkar Minta Pemkab Bersikap

Bali Post/kmb38

Gede Suparmen Singaraja (Bali Post) Suparmen, saat sidang paripurKeberadaan toko modern na dengan agenda penyampaian berjejaring belakangan ini se- pemandangan umum fraksi atas makin bertambah. Tidak hanya pembahasan Ranperda tendi kota, namun usaha ini su- tang Pokok-pokok Pengelolaan dah merambah ke pedesaan. Keuangan Daerah, Ranperda Bertambahnya toko modern di Kabupaten Layak Anak, dan Bali Utara ini pun menjadi per- Ranperda Perusahaan Umum hatian serius kalangan DPRD Daerah Pasar Argha NayotBuleleng. Anggota dewan yang tama, Senin (3/2) kemarin di tergabung dalam Fraksi Partai gedung dewan. Sidang ini dipGolkar mendesak pemerintah impin Ketua Dewan Gede Suprikabupaten (pemkab) serius men- atna, Wakil Ketua Ketut Susila gatasi permasalahan ini. Umbara, dan Ni Made Putri Hal itu diungkapkan juru bi- Nereni. Sedangkan pemerintah cara Fraksi Partai Golkar, Gede daerah dihadiri Bupati Putu

Agus Suradnyana dan pimpinan OPD Pemkab Buleleng. Legislator dua periode ini mengatakan, alasan mengapa pihaknya meminta masalah ini ditangani serius, karena keberadaan toko modern dikhawatirkan berdampak pada usaha warung skala kecil dan pasar tradisional di daerah. Kalau kondisi ini dibiarkan maka peluang usaha warga lokal dan keberadaan pasar tradisional semakin ditinggalkan. Menurut Suparmen, jangan sampai keberadaan toko modern ini mengambil alih peran warung dan pasar tradisional. Penegakan aturan, selain membatasi pembukaan toko modern, pemerintah perlu mengambil tindakan tegas. ‘’Ini banyak masyarakat yang menanyakan apakah aturan tentang toko modern ini ditegakkan. Saya kira ini perlu ditindaklanjuti, sehingga regulasi ini diterapkan,’’ jelas dewan asal Desa Alas Angker, Kecamatan Buleleng ini. Sementara itu, Kabag Hukum Setda Buleleng Bagus Gede Berata mengatakan, pemkab sudah menyusun Perda No. 10 Tahun 2013 tentang Perlindungan Pasar Tradisional dan Penataan Pasar Modern di Buleleng. Di mana salah satu pasal menyebutkan jarak toko modern dengan pasar tradisional minimal 500 meter. (kmb38)

Polisi Amankan Dua Pencuri Kayu di Pangkung Paruk Singaraja (Bali Post) -

Jajaran Polres Buleleng terus menyelidiki dugaan kasus pencurian kayu hutan di Dusun Yeh Selem, Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt. Setelah kasus ini dilaporkan, Satuan Reskrim Polres Buleleng bersama Unit Reskrim Polsek Seririt mengejar pelaku yang dilaporkan mencuri kayu hutan jenis sonokeling tersebut. Hasilnya, dua orang terduga pelaku berhasil diamankan. Keduanya merupakan bapak dan anak, namun identitasnya masih dirahasiakan dengan alasan masih pengembangan. Kasubag Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng, AKBP Made Sinar Subawa, Senin (3/2) kemarin membenarkan pihaknya telah mengamankan dua orang yang diduga kuat pelaku pencurian kayu di hutan lindung tersebut. Sumarjaya menyebutkan sejak kasus ini dilaporkan aparat desa bersama prajuru desa adat dan pecalang, polisi berupaya menemukan pihak yang diadukan tersebut. Dari upaya itu, polisi mencari orang bersangkutan ke rumahnya di Pangkung Paruk. Namun hasilnya nihil. Lantas, polisi kembali mendapat informasi kedua terduga pelaku itu berada di Kerambitan, Tabanan. Kali ini, polisi berhasil menemu-

kan kedua orang yang dicari. Pada Sabtu (1/2) lalu, keduanya diamankan dan digiring ke Mapolres Buleleng diperiksa lebih lanjut. ‘’Jadi benar kami sudah mengamankan kedua orang yang telah diadukan aparat desa. Yang bersangkutan diamankan di Kerambitan,’’ katanya. Menurut perwira asal Desa Sepang Kecamatan Busungbiu ini, saat aparat desa bersama anggota TNI Kodim 1609/Buleleng menggerebek pencurian kayu hutan, kedua terduga pelaku ini berhasil melarikan diri bersama tiga pelaku lain. Saat digerebek keduanya dikenali aparat desa. ‘’Nanti akan disampaikan lagi setelah hasil pemeriksaan lengkap. Kalau memenuhi unsur pelanggaran

bang berhasil disita. Sementara lima terduga pelaku gagal ditangkap karena berhasil melarikan diri. Hanya dua terduga pelaku yang dikenali, kemudian dilaporkan ke Polres Bule- leng. (kmb38)

pidananya, maka statusnya dinaikkan menjadi tersangka,’’ ucapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, pencurian kayu hutan ini mencuat setelah aparat desa, prajuru desa adat dan pecalang bersama anggota TNI Kodim 1609/Buleleng melakukan penggerebekan ke tengah hutan. Puluhan balok kayu sonokeling y a n g diduga telah dite-

Bali VW Division Gelar ’’Touring’’ Keliling Bali

TOURING - Pencinta mobil VW touring keliling Bali, Sabtu (1/2) lalu.

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA !!!2Karyawati, 2Sopir SIM A/B1 Mekar Abadi Bangunan, Jl.By Pass 777 Jimbaran (Dekat SPBU)

B.BP.004.02.20.0000058

Bth Sopir Serabutan min SIM A biasa bw muatan H:081908070892 B.BP.004.02.20.0000053

Butuh Sekuriti/Sopir, Pengalaman untuk Pabrik di Tabanan, Hub Ibu Dewi, 081236222509 B.BP.031.02.20.0000060

Dcr Admin wnt max 30th.Lamaran dibawa ke.CV.Warna Bali. Jln Gurita I No.20C, 085100009398

B.BP.001.02.20.0000051

Dicari S1 Teknik Sipil Lamaran Ke CV Lingga Cipta Disain Konsultan Perencana dan Pengawas Jln.Subali I/9X Semarapura Tengah.Hub/WA:085969083477 Telpon.0366-5581623

B.BP.001.01.20.0000749

Cr Terapis Maria Spa Jl.Cemara 30SemawangSanur,082144091777 B.BP.001.02.20.0000007

LOKER

BIRO JASA

SERVICE

SERVICE

Bth Staf Finance/Administrasi llsan min. Diploma Akuntansi, utk Pabrik di Tabanan, Hub: Ibu Dewi: 081236222509

B.BP.031.02.20.0000059

Dcr asisten rumah tangga gaji 1,8/bln bisamasak 085100883990

Singaraja (Bali Post) Pencinta mobil Volksuwagen (VW) melaksanakan touring keliling Bali, Sabtu (1/2) lalu. Para pencinta mobil tua bersama keluarganya itu mengunjungi beberapa objek wisata dari Denpasar, Karangasem, Buleleng, Negara, Tabanan, dan berakhir di Denpasar. Salah satu objek yang dikunjungi adalah Air Sanih, Kecamatan Kubutambahan. Di objek wisata ini, peserta dan keluarga antusias menikmati suasana pemandian yang berbatasan dengan laut. Selain itu, kehadiran puluhan mobil VW Kodok, Combi, dan VW Safari me-

ngundang perhatian wisatawan dan warga. Bahkan, beberapa wisatawan menjadikan kendaraan peserta untuk berfoto selfie yang kemudian dibagikan melalui jejaring medsos mereka. Ketua VW Indonesia Rai Romeo mengatakan, touring ini sengaja dilakukan menjelang event dua tahunan, yaitu Vloksuwagen Lost in Paradise (VLIP) ke-5 yang akan dipusatkan di Sanur pada Desember 2020 mendatang. Dari touring ini, pihaknya ingin pencinta VW di Bali, tetap kompak di bawah naungan organsiasi atas dasar hobi. Dari kunjungan ke dae-

DIJUAL MOBIL

PROPERTY

TOYOTA

DIJUAL TANAH

Avanza 2014 Akhir,Silver, DK/ Samsat Baru.Hub.081236059858

Djl Tnh Kav aspek Perum.Dentim dkt dr Jl.Induk 081337141817

B.BP.001.02.20.0000042

B.BP.004.02.20.0000055

DIJUAL MOBIL HONDA

Dilelang Honda Mobilio th 2017 Hub.089619874461

B.BP.001.02.20.0000039

KEHILANGAN Hlg pasport No.012207030 an. Edlbi Fadi Hub.081337410879 / 081381187360 B.BP.001.02.20.0000056

B.BP.001.02.20.0000008

T12A SHM dkt pantai Kelecung Tabanan 200jt/A 085257539923 B.BP.167.02.20.0000054

BIRO JASA Sy Siap Bantu bayarkan,Laporkn Pajak Hotel & Restaurant,Toko NPWP,SIUP. Hp:081.338.344.155 B.BP.001.01.20.0000815

rah yang dilintasi itu, Rai Romeo meminta sebelum VLIP digeber agar melakukan persiapan, sehingga saat puncaknya nanti, para pencinta VW di Bali dan luar daerah bisa lebih banyak yang hadir. Ini akan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata Bali secara umum. ‘’Kami berkunjung ke kabupatenkabupaten melalui touring agar tetap solid dan kompak dan bersama menyukseskan event dua tahunan VLIP ke-5 yang rencananya dihelat Desember. Harapannya banyak klub pencinta VW di Bali dan luar Bali bisa hadir. Sebab, VLIP nanti

dihadiri klub VW asing,’’ katanya. Sementara itu, Wakil PHRI Bali Wayan Pasek menyambut positif touring keliling Bali oleh pencinta VW. Dia mengatakan, dalam organsiasi tidak ada batasan status sosial, namun semuanya sama. Selain itu, event yang digelar pencinta VW dengan sendirinya akan berpartisipasi mengenalkan potensi pariwisata Bali. ‘’Banyak tamu suka dengan mobil tua dan tadi saat keliling banyak berfoto. Saya yakin setiap event akan membantu pemerintah menggairahkan pariwisata Bali,’’ katanya. (kmb38)


Selasa Kliwon, 4 Februari 2020

Deputi Kementerian Koperasi Umkm RI Apresiasi Koperasi Sukla Satyagraha Indonesia

Diresmikan Senator Wedakarna, 100 Pengusaha Hindu Bentuk Koperasi agar Bali Berdaulat Ekonomi

SETELAH lima tahun mendorong kesadaran umat Hindu Indonesia dengan Gerakan Ekonomi Sukla, akhirnya tahun 2020 ini cita-cita untuk melembagakan keuangan Sukla Satyagraha ini menemukan momentumnya. Kurang lebih 100 pengusaha Hindu bersepakat sebagai pendiri awal sekaligus anggota Koperasi Sukla Satyagraha Indonesia (KSSI) demi mewujudkan cita-cita Bung Karno yakni Berdikari Dalam Bidang Ekonomi. Grerakan Ekonomi Hindu Sukla Ssatyagraha dan peresmian Koperasi Sukla Satyagraha ini dilaksanakan Jumat (31/1) bertempat di Gedung Keuangan Negara (GKN) Kementerian Keuangan RI. Dihadiri langsung oleh Senator DPD/MPR-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III dan Suparno, Deputi

Pengawasan Kementerian Koperasi UMKM RI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dinas Koperasi Provinsi dan ratusan undangan lainnya. Dalam sambutannya, Wayan Widia Adnyana, Ketua Koperasi Sukla Satyagraha Indonesia (KSSI), menyatakan pendirian koperasi ini bertujuan untuk lebih fokus kepada pelayanan dan membantu meningkatkan kesejahteraan anggota melalui program dan aksi nyata. ‘’Kami bisa berdiri tentu berkat bimbingan Ratu Aji Shri Gusti Arya Wedakarna yang dengan serius membantu hingga bisa mengumpulkan ratusan pengusaha Hindu yang tergabung dalam Sukla Satyagraha. Dengan kehadiran Deputi Kementerian Koperasi dan UMKM RI pada peresmian KSSI ini menunjukkan bahwa gerakan ini telah mendapatkan per-

Jelang Galungan

Harga Cabai Rp 85 Ribu per Kg Negara (Bali Post) – Menjelang hari raya Galungan, sejumlah harga kebutuhan pokok di pasar tradisional mulai meroket. Kendatipun stok masih tersedia, namun harga jual komoditi terus merangkak naik setiap harinya. Semisal cabai merah dan cabai rawit yang belakangan menembus harga Rp 85 ribu per kilogram. Padahal pada akhir bulan Januari lalu harga masih di kisaran Rp 60 ribu per kilogram. Sejumlah pedagang yang ditemui di Pasar Umum Negara, Senin (3/2) kemarin mengungkapkan, terus meroketnya harga jual sejumlah komoditi itu karena sebagian besar pasokan dari luar Bali. Sehingga para pedagang mengikuti harga yang ditetapkan dari pemasok. Salah satu pemicu harga cabai naik adalah cuaca yang tidak menentu, sehingga berdampak pada panen dan jumlah produksi komoditi yang dibutuhkan itu. ‘’Kalau stok masih ada, tapi setiap hari terus terjadi kenaikan. Terutama komoditi yang dari luar Bali, seperti Lombok dan Jawa,’’ terang Komang Suardana, pedagang di pasar itu. Selain harga cabai rawit, cabai merah besar juga mengalami kenaikan dari semula berkisar Rp 40 ribu per kilogram, kini menembus Rp 65 ribu per kilogram. Kondisi ini menurut para pedagang hampir mendekati situasi ketika harga cabai menembus Rp 100 ribu per kilogram beberapa tahun lalu. Selain itu, harga komoditi bumbu dapur lainnya yang

mengalami kenaikan adalah bawang. Bawang merah saat ini di kisaran Rp 28 ribu per kilogram. Begitu pula harga bawang putih juga mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 30 ribu per kilogram, kini menembus harga Rp 50 ribu per kilogram. ‘’Bawang putih yang paling cepat naik. Selain karena pasokan dari luar, juga harga naik karena mendekati hari raya. Hal ini juga berpengaruh pada pembeli yang menyesuaikan dengan harga. ‘’Kalau biasanya setengah kilo atau seperempat. Sekarang pembeli membeli dengan nilai uang. Misalnya 20 ribu, 10 ribu, itu pun kita campur cabai merah dan cabai kecil,’’ ujarnya. Salah seorang pembeli, Ni Luh Arini (32), mengaku dengan harga melonjak itu mulai berhitung pembelian cabai. Pedagang nasi di Mendoyo ini sejatinya sangat membutuhkan komoditi bumbu dapur itu terutama cabai. Tetapi dengan harga yang tinggi, ia pun menyesuaikan. ‘’Harga satu porsi nasi betutu yang saya jual tidak naik walaupun harga cabai naik. Tapi kami berharap agar harganya bisa turun. Apalagi mendekati hari raya,’’ terang penjual nasi betutu ini. Kondisi saat ini hampir mirip dengan situasi beberapa tahun lalu di mana harga cabai terus melonjak setiap harinya, bahkan menembus Rp 100 ribu per kg. Saat itu sebagai pedagang ia pun mengaku kelimpungan karena terpaksa mengurangi takaran cabai untuk menyesuaikan dengan harga. (kmb26)

hatian nasional. Kita akan jadikan Koperasi Konsumen menjadi yang terbaik dari pelayanan,’’ ungkapnya. Hal senada juga diungkapkan Senator RI Arya Wedakarna (AWK). Ia menyatakan ke depan pengusaha Hindu di Indonesia harus berkumpul dan berserikat dalam platform ekonomi agar tingkat kesejahteraan umat meningkat. ‘’Koperasi adalah wujud hebat dari ide bapak bangsa dan juga implementasi ekonomi Pancasila. Saat ini 90 persen penduduk di Bali adalah umat Hindu yang merupakan bangsa besar dari ekonomi Bali. Begitu juga sebagian besar dan mayoritas dari turis asing yang datang ke Bali adalah segmentasi pengusaha lokal Hindu. Jadi value dan juga prospeknya sangat besar sekali. Dan ngiring besarkan koperasi ini

sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi Pancasila dan tentu harus sesuai dengan aturan dan perundang-undangan,’’ ungkap Gusti Wedakarna yang juga bagian dari Komite I DPD-RI Bidang Hukum ini. AWK juga berharap setelah diresmikan, Koperasi Konsumen ini melayani nasabah dengan sebaik-baiknya, dan tetap mengutamakan anggota koperasi yang semua bergabung dengan cita-cita baik yakni meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan. ‘’KSSI harus menjadı besar, agar cita-cita Satyagraha tercapai. Ingat, dalam agama Hindu ada ajaran Catur Purusa Artha, dan di sana disebutkan Dharma, Artha. Kama, Moksha. Untuk melestarikan Bali dengan budaya dan ajarannya, membutuhkan artha. Umat harus kaya dulu, harus sejahtera

dulu dan mutlak sugih. Kalau sudah kaya maka akan mudah membantu ekonomi, dan pasti menolong saudara wangsa Bali dengan menciptakan lapangan kerja. Kita akan bersinergi dan optimıs,’’ pungkas Senator AWK dalam sambutannya. Gerakan Sukla Satyagraha ini diresmikan pada tanggal 1 Juli 2015 oleh Ida Pedanda Sebali Tianyar Arimbawa (alm). Ketika itu beliau adalah Ketua Dharma Adyaksa PHDI Pusat. (ad67) Satyagraha - Senator DPD-RI Arya Wedakarna bersama Deputi Pengawasan Kementerian Koperasi UMKM RI dan Ketua serta anggota Koperasi Sukla Satyagraha Indonesia.

Atap Mushola di MIN 1 Mendoyo Ambruk

Negara (Bali Post) – Hujan lebat disertai angin kencang, Minggu (2/2) sore, mengakibatkan salah satu bangunan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Mendoyo di Yehsumbul ambruk. Bangunan yang difungsikan untuk mushola sekolah itu tidak bisa dipergunakan. Dari informasi, bangunan mushola ini mengalami kerusakan di bagian atap. Ketika diterjang angin, atap roboh hingga menimpa tembok bangunan. Saat kejadian, tidak ada aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut. Saat itu para siswa kebetulan sedang libur. Kondisi bangunan sekolah yang berada dekat dengan pantai di Yeh Sumbul itu sejatinya juga sudah rapuh. Bangunan ini sudah lama dan selama ini belum ada perbaikan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana, Senin (3/2) kemarin juga telah mengecek ke lokasi bangunan sekolah yang roboh itu. Dari pendataan, seluruh bangunan mengalami kerusakan lantaran tertimpa struktur atap dari kayu, sehingga tem-

bok pun ikut roboh sebagian. Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi, kemarin, juga sempat meninjau lokasi bangunan yang roboh di dalam areal sekolah itu. Pihaknya meminta kepada sekolah untuk segera mengajukan proposal untuk perbaikan. ‘’Untuk antisipasi awal sudah dilakukan dari BPBD tadi. Selanjutnya sekolah kami minta untuk mengajukan agar segera diperbaiki,’’ terang Sutharmi. Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jembrana I Made Sudarmita juga telah mengecek. ‘’Nanti kita teruskan ke Kanwil. Memang bangunannya rusak karena angin,’’ ujar Sudarmita. (kmb26)

AMBRUK - Atap bangunan mushola di MIN Yeh Sumbul ambruk diterjang angin kencang, Minggu (2/2) sore.

Mengusir Mereka Di sisi lain, pihaknya juga harus berhati-hati dalam bersikap. ‘’Saya terus mengikuti

perkembangan bagaimana caranya Singapura, Thailand mengatasi persoalan seperti ini. Jadi kita juga tidak mau kelihatannya dalam tanda kutip mengusir mereka. Kita

hanya mengumumkan kebijakan pemerintah Indonesia,’’ jelasnya. Penghentian sementara penerbangan dari dan ke Tiongkok, menurut Wagub,

tidak serta merta mengharuskan wisatawan Tiongkok yang masih stay di Bali untuk segera pulang ke negaranya. Wagub menyatakan Bali menerima dengan ter-

buka wisatawan yang ingin memperpanjang masa tinggalnya, bilamana WN Tiongkok tersebut merasa lebih aman tinggal sementara di Bali. (kmb)

Di Denpasar langkah yang dilakukan adalah menggencarkan sosialisasi. Kepala Dinas Pertanian Denpasar I Gede Ambara Putra, Senin

kemarin mengatakan, sosialisasi menyasar tiga kelompok ternak babi di Sesetan. Kelompok ternak yang disasar, yakni Kelompok Ternak Seba Sari, Kelompok Ternak Kresek dan Kelompok Ternak TPA. Sosialisasi ini dilak-

sanakan di kandang Ketua Kelompok Ternak Babi Seba Sari, Sesetan. Hadir pada acara sosialisasi tersebut Direktorat Keswan Dirjen PKH, Kabid Keswan Kesmavet Distan Provinsi Bali, Lurah Sesetan, Bendesa

Adat Sesetan dan 50 anggota kelompok ternak. Materi yang disampaikan adalah tips pencegahan penyakit ASF sebelum obat dan vaksin ditemukan, meliputi biosecurity, depopulasi, dekontaminasi, bantuan desinfektan

dan sprayer, demo spraying. Adapun jumlah anggota di tiga kelompok ini sebanyak 100 peternak dan populasi babi 8.000 ekor. ‘’Tidak ada babi yang sakit dan mati,’’ ujar Ambara Putra. (gik/ ara)

terpaksa digunakan, agar merebusnya sampai mendidih,’’ ujarnya, Senin (3/2) kemarin. Selain itu, pola peternakan yang banyak ada di Bali adalah pola peternakan rakyat, yang notabene ada yang menggunakan limbah horeka. Sehingga ketika merebaknya suatu ka-

sus seperti dugaan ASF saat ini, pemerintah hanya bisa mengimbau. Apabila penyakit yang menyerang babi ini ditangani dengan biosecurity, ia yakin penyakit hewan bisa dihindari karena merupakan perlindungan peternak untuk dirinya sendiri juga. (san/may)

sarang burung, kelelawar dan sebagainya. Kondisi seperti itu masih banyak dijumpai pada pasar di Indonesia, terutama pasar tradisional. Tidak semua pasar tradisional di Indonesia besrsih. Bahkan di Bali yang kontak internasionalnya tinggi, masih dijumpai pasar tradisional yang kotor. Menurut cerita tetua di masa lalu, Bali mempunyai sejarah kelam tentang kesehatan. Karena itulah muncul kata-kata seperti gering (sakit keras) dan gerubug (sakit yang sifatnya memassal dan menyebar), di mana fenomena ini kemudian melahirkan tektekan, okokan atau apa saja yang dipukul keras-keras dengan harapan agar ‘’sang pengganggu’’ yang membuat sakit itu menyingkir, keluar dari areal lingkungan manusia. Melalui gambar-gambar kuno yang kini muncul di media sosial, maka dapat diduga perilaku sosial di masa lalulah yang memicu munculnya gerubug dan gering itu. Masyarakat Bali di masa lalu pergi ke pasar menjual babi, ayam, atau apa pun hewan lainnya secara terbuka, dipegang tangan terbuka berdampingan dengan dagang nasi dan makanan yang berada di sampingnya. Semuanya nyampur dalam satu areal pasar. Bisa dibayangkan kotoran babi atau ayam melekat di tangan atau

badan yang kemudian dipakai untuk mengonsumsi nasi di pasar. Jika kemudiana hal itu membuat diare, buang kotoran di sungai akan membuat penyakit menjadi menyebar secara cepat. Bukankah mandi di sungai menjadi arena sosial di masa lalu (bahkan masih sampai sekarang!) Maka, dari konteks itu tidak cukup bagi pemerintah Indonesia mengimbau masyarakatnya untuk memakai masker atau mencuci tangan secara lebih bersih, tetapi juga secara tegas pemerintah daerah meninjau kompleks kumuh yang ada di daerahnya. Sejarah di Bali itu (jika memang seperti itu adanya sesuai dengan cerita tetua di Bali), dapat menjadi patokan bahwa perilaku sosial sangat berkaitan dengan menyebarnya penyakit, apalagi penyakit berbasis virus yang begitu mudah menyebar. Jangan dikira masyarakat sudah berubah dibandingkan dengan masa lalu. Di Bali yang sudah begitu lama terjangkit rabies, masih saja banyak anjing berkeliaran. Juga ayam yang seenaknya diangkut di jalanan. Jika virus sudah menyebar, orang yang merasa kuat bertatto pun akan terjangkit, tidak kenal ampun.

Kelompok Ternak

Tidak Ada Langkah ini, menurutnya, sudah dilakukan oleh peternak dan sudah terlihat hasilnya. Di mana dalam enam hari terakhir tidak ada lagi laporan terjadinya kematian babi.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar I Wayan Masa Tenaya didampingi Kepala Bidang Pelayanan Veteriner Ketut Wirata menuturkan, salah satu yang diduga menjadi penyebab kasus babi mati di Bali, karena masih ada peternak yang menggunakan

makanan limbah hotel. Terjadinya babi mati di tiga wilayah yaitu Denpasar, Tabanan dan Badung karena di wilayah ini dekat dengan sentra-sentra limbah hotel termasuk Gianyar. ‘’Makanan limbah hotel hendaknya tidak digunakan dulu, kalaupun

Komponen Penting

Bali Post/olo

BUMBU - Sejumlah pedagang bumbu di Pasar Umum Negara.

Selasa, 4 Februari 2020 05:00 Wita 05:30 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:05 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita

Bali TV Shop Kalung Omkara Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Samskara Sarira (4) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Aranyaka Parwa (2) Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Halo Kamtibnas Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Lutut Bali Channel Tourist TV Puja Trisandya Bali TV Shop Kalung Omkara Berita Siang Klip Bali Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini

14:05 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:00 Wita 22:30 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita 00:05 Wita

Klip Bali Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Kalung Omkara Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Upakara Kreasi Anak Pelangi Production (1) Bali TV Shop Kalung Omkara Puja Trisandya Seputar Bali Malam Bali TV Shop Kalung Omkara Orti Bali Dialog Interaktif Dinas Kebudayaan Bali TV Shop Kalung Omkara Ista Dewata Pura Batu Salahan Bali TV Shop Kalung Omkara Folk Song Ocydia Home Shopping Bali TV Shop Kalung Omkara Solusi Alternatif Marion Sam

Bahkan konon juga Singapura. Dari sini dapat dilihat bahwa pengakuan merupakan komponen penting untuk melakukan langkah-langkah dan penyadaran sosial. Pengakuan itu merupakan upaya keterbukaan dan langkah yang menentukan untuk pencegahan dan meluasnya penyebaran virus. Secara internal, pengakuan akan memicu langkah pemerintah untuk segera membuat kebijakan pencegahan. Dan eksternalnya, masyarakat dan lembaga internasional akan memberikan bantuan, baik tentang sosialisasi maupun dana untuk meminimalkan penyebaran virus tersebut. Dan secara sosial, sebuah pengakuan akan secara langsung menimbulkan reaksi, berupa pencegahan mandiri oleh masyarakat. Mereka akan berupaya untuk melakukan pencegahan dengan hidup secara lebih teratur, lebih bersih dan waspada dalam melakukan perjalanan. Kita bersyukur jika sampai saat ini Indonesia tidak terkena penyebaran virus tersebut. Dan berharap agar tidak sampai ke Indonesia. Meski demikian, pelajaran yang penting bagi pengakuan dari negara-negara seperti yang disebutkan di atas itu, harus dilihat oleh Indonesia. Artinya pemerintah tidak

perlu menutup-nutupi jika ada kasus yang terjangkit di Indonesia. Apalagi misalnya hal itu dilakukan semata-mata hanya demi kepentingan pariwisata. Terlalu mahal harga kesehatan masyarakat Indonesia jika misalnya penutupan pengakuan itu hanya karena mengandalkan pariwisata belaka. Jadi, tidak seperti zaman Orde Baru lagi, jika ada penyakit mematikan menjangkiti masyarakat dikemukakan saja. Tujuannya adalah agar masyarakat sigap dengan tindakan mandiri yang harus dilakukan. Jika melihat kontak sosial yang terjadi di Indonesia, boleh dikatakan lalu-lintas perjalanan orang Indonesia ke luar negeri dan turis yang datang ke Indonesia cukup tinggi. Akan tetapi kesadaran untuk melindungi diri setelah lepas dari bandara atau tempat pemeriksaan terlihat kurang. Masyarakat Indonesia sering kali terpaku pada nasib, sehingga upaya maksimal untuk melindungi diri itu berkurang. Tindakan dan kesiapsiagaan antisipasi di bandara di Indonesia sudah sangat bagus. Tetapi, haruslah kemudian diikuti oleh langkah masyarakat agar dapat melakukan tindakan pencegahan secara mandiri. Karena itulah, sekali lagi keterbukaan akan adanya kasus perlu dilakukan oleh pemerintah. Jika melihat kemunculan

virus mulai dari pasar ikan di Wuhan, Tiongkok, maka ada alasan bagi Indonesia untuk selalu waspada dengan kemunculan penyakit ini. Salah satu pendapat menyebutkan bahwa virus Corona muncul dari lingkungan yang kotor kurang terawat. Meski perkembangan di Wuhan itu berasal dari pasar ikan, tetapi banyak yang mengatakan bahwa wilayah merebaknya virus itu bukan sekadar pasar ikan, tetapi juga pasar campuran antara ikan dan hewan, plus lainnya. Jika pendapat ini benar maka haruslah diwaspadai juga perkembangan virus-virus baru di Indonesia. Persoalan pasar itu tidak melulu harus diisi dengan komoditas yang dijual tetapi sikap dan perilaku sosial manusia yang ada di pasar tersebut. Artinya, pola perilaku sosialnya yang bisa membuat sebuah pasar itu menjadi kotor, kumal, sangat kumal, atau sebaliknya bersih. Di Indonesia, banyak pasar yang tidak bersih, semrawut, bercampur antara pasar ikan, hewan, daging, sayur dan sebagainya dengan komposisi yang lagi-lagi semrawut. Perilaku sosial di dalam pasar juga sembarangan mulai dari meludah, bersin, hewan yang buang kotoran sembarangan, sampai dengan hewan tidak terpelihara yang tidur di berbagai tempat di pasar. Bangunan di pasar juga menjadi

Penulis adalah staf pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana


SELASA KLIWON, 4 FEBRUARI 2020

Nangun Sat Kerthi Loka Bali

Bali Post/bit

Desa Adat Batuaji Kawan Kembangkan Hortikultura dan Kerajinan ’’Ingka’’ INGKA – Krama Desa Adat Batuaji Kawan menggeluti usaha kerajinan ‘’ingka’’.

LAHAN sawah membentang luas. Pepohonan menghijau. Para petani sibuk dengan kerja rutinitas. Selain bertani, ada warga yang menggeluti kerajinan membuat ingka dari lidi daun kelapa. Suasana perdesaan sangat kental. Pertanian dan kerajinan itulah merupakan potensi unggulan Desa Adat Batuaji Kawan, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Bagaimana desa adat ini mengembangkan potensi ekonomi dan upaya apa yang dilakukan untuk menyukseskan program prioritas Pemprov Bali dengan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Mewujudkan Bali Era Baru’’? Desa adat berpenduduk 437 KK ini memiliki potensi yang luar biasa di bidang pertanian, terutama lahan basah. Namun sayang, karena debit air irigasi sangat kecil dan harus berbagi untuk air minum, tidak semua areal pesawahan yang dimiliki bisa dimanfaatkan secara maksimal. Sebagian besar juga tergantung pada hujan. Meski demikian, masyarakat tidak patah semangat. Kini mereka beralih ke pertanian lahan kering atau hortikultura. Bendesa Adat Batuaji Kawan I Wayan Nurjana menyampaikan, Desa Adat Batuaji Kawan terdiri atas lima banjar adat yakni Banjar Adat Batuaji Kawan Kaja, Batuaji Kawan Kelod, Payuk Bangkah, Sembung Meranggi, dan Sembung

Kumpi. Mayoritas warganya bekerja di sektor pertanian. Namun, dalam menggarap potensi agraris ini, yang menjadi kendala adalah masalah air. Air irigasi subak tidak lancar, debit air mulai berkurang karena juga berbagi untuk kebutuhan air minum yang dikelola oleh PDAM. Di Desa Adat Batuaji Kawan, kata Nurjana, ada dua subak yakni Subak Caguh dan Subak Anyar Kumpi. ‘’Untuk irigasi, sumber airnya dari mata air Gembrong dan di hulu sumber air subak sebagian sudah dikelola oleh PDAM. Sekarang lebih banyak berharap dari air hujan,’’ terangnya, Senin (3/2) kemarin. Meski demikian, untuk bisa tetap menj a g a p o -

tensi yang ada, sebagian warga Desa Adat Batuaji Kawan ada yang mengintensifkan di sektor peternakan, perkebunan dan pertukangan. ‘’Yang ada sekarang kecenderungan pertanian basah sebagai sambilan, dan sudah banyak sawah yang beralih fungsi jadi tegalan. Termasuk punya saya sendiri sudah jadi tegal,’’ terangnya. Diakuinya, menjaga potensi pertanian ini sangat berat di tengah ancaman pengembangan perumahan yang kian marak. ‘’Tapi syukur kami di desa adat sampai saat ini masih bisa menjaga potensi ini dengan pararem di tiap-tiap banjar adat yang kuat, masih bisa membendung sampai saat ini,’’ ucapnya. Kerajinan ‘’Ingka’’ Selain pertanian, Desa Adat Batuaji Kawan juga memiliki potensi kerajinan ingka. Bahkan sudah terbentuk kelompok-kelompok sentra industri pembuatan ingka. Pemasarannya pun sudah sampai di wilayah Denpasar dan daerah lain. ‘’Namun kerajinan ingka ini juga terkendala bahan baku, karena mendatangkan lidi dari daerah Negara, Jembrana,’’ terangnya. Menjawab pertanyaan

Wartawan Utama Bali Post Satria Naradha terkait program Pemprov Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ saat sosialisasi program tersebut di Wantilan Desa Adat Penarukan, Selasa (28/1) lalu, Nurjana mengatakan, pihaknya saat ini sedang menata ke arah itu. Semua masih dalam proses, karena ini merupakan program baru. Program prioritas adalah penataan Pura Kahyangan Desa, masalah sampah, LPD dan lain sebagainya. Pihaknya menyambut baik program Gubernur Bali dan sangat mendukung terutama terkait penggunaan busana, bahasa dan aksara Bali. Ini sekaligus mendukung kegiatan pasraman yang telah dilakukan di Desa Adat Batuaji Kawan yang memang khusus menyiapkan tutor bahasa Bali. ‘’Ternyata memang banyak yang tidak tahu bahasa Bali dan dianggap sulit daripada pelajaran matematika,’’ terangnya. Salah satu program prioritas Pemprov Bali untuk melestarikan kesenian wali, bebali dan balih-balihan, desa adat mewajibkan setiap pujawali di Pura Kahyangan, krama ngaturang ayah tari Rejang. Terkait pembangunan TK/PAUD bernuansa Hindu, pihaknya akan berkoordinasi dengan desa dinas. Pihaknya akan bekerja sama dalam pembentukan lembaga pendidikan tersebut. Terkait Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA), pihaknya akan melakukan studi banding terkait potensi apa yang akan digarap nantinya. (bit)

Sumber air irigasi berasal dari mata air Gembrong. Di hulu sumber air subak sebagian sudah dikelola oleh PDAM. Sekarang petani lebih banyak berharap dari air hujan.

Sp

Atlet Denpasar Hengkang ke Badung

Denpasar (Bali Post) Pelari Kota Denpasar Dewi Ayu Agung Kurniayanti sedang ngurus perpindahan atau mutasi ke Badung. Bahkan, kini status Kurniayanti bekerja di jajaran KONI Badung. Diharapkan proses mutasi atlet PON Bali ini lancar, sehingga bisa mengibarkan bendera tuan rumah Badung pada Porprov Bali XV/2021 mendatang. Pelatih Kurniayanti yakni Ketut Pageh, di Denpasar, Senin (3/2) kemarin menuturkan, Kurniayanti merebut tiket PON di nomor lari 200 meter dan 400 meter. Selain itu, Pageh juga melatih atlet lompat jauh dan jangkit Maria Natalia Londa dan pelari Dewa Made Mudayasa di nomor lari 100 meter dan 200 meter. Ia menegaskan, Maria Londa tetap dipatok mengawinkan dua keping emas di nomor lompat jauh dan jangkit.

Prestasi Maria Londa senantiasa mendulang 2 emas di nomor spesialisnya, sejak PON XVII/2008 di Kaltim, kemudian PON XVIII/2012 di Riau, serta PON XIX/2016 di Jabar. ‘’Bali meloloskan delapan atlet ke PON Papua. Saat ini mereka ditangani dua pelatih yakni saya dan Ketut Gede Widiana,’’ ujar Pageh. Ketut Gede Widiana merupakan pelatih spesialis lompat tinggi yang menangani Gede Antara dan Ni Made Eppi Wilantika. Pageh menambahkan, atlet Bali lainnya yang lolos PON yakni Ni Ketut Cita (lari 800 meter), Luh Mitayuni (lompat jauh dan jangkit) dan Ni Nyoman Kerni (lari 200 meter). Pageh berharap sebelum berlaga pada event resmi PON, asuhannya perlu melakukan try out dengan berlaga pada Singapura Terbuka, Jatim Terbuka dan Jateng Terbuka. (022)

Bali Post/ist

ATLET - Ketut Pageh (kanan) bersama atlet asuhannya, Dewi Ayu Agung Kurniayanti.

Desa Adat Gelgel Gelar Upacara ’’Mupuk Karya Agung’’ Denpasar (Bali Post) Krama Desa Adat Gelgel, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung akan menggelar upacara Mupuk Karya Agung di Pura Kahyangan Dasar Bhuana dan Pura Kahyangan Desa Gelgel. Puncak karya sebagai bentuk pangebek dari karya agung ini akan digelar 24 Februari 2020 mendatang. Berbagai persiapan upacara telah dilakukan. Mulai dari matur piuning dan mekarya tetaring pada 1 dan 2 Februari lalu. Upacara nuasen karya digelar Selasa (4/2) ini. Sedangkan nedunang Ida Batara pada enam pura di lingkungan Pura Dasar Bhuana akan dilaksanakan pada 23 Februari 2020. Setelah puncak karya, Ida Batara akan nyejer selama tujuh hari dan kasineb pada 2 Maret 2020. Selama Ida Batara nyejer, umat Hindu di masing-masing kabupaten/kota di Bali secara bergiliran akan diberi kesempatan menghaturkan banten panganyar. Bahkan pada puncak Mupuk Karya Agung akan melibatkan Paiketan Puri (17 puri) yang ada di Bali dan Pemerin-

tah Provinsi Bali. Hal ini diungkapkan Ketua Panitia Karya Dewa Soma didampingi Humas Karya A.A. Gde Bagus, Kasie Penggalian Dana Karya I Mase Sukma Swacita, beserta Seksi Penggalian Dana I Nengah Ardanu saat berkunjung ke kantor Bali Post, Senin (3/2) kemarin. Dijelaskan, Pura Dasar Bhuana merupakan Pura Kahyangan Jagat yang menjadi pusat sungsungan umat Hindu sejak Ida Dalem memerintah Bali dari Gelgel. Pura ini juga sebagai penyungsung semua trah yang ada di Bali sebagai wujud bakti kepada Ida Mpu Gana. Lebih lanjut dikatakan, setahun yang lalu di Pura Dasar Bhuana Gelgel telah dilaksanakan nangun karya besar hingga upacara Panca Wali Krama. Pada tahun 2020 ini digelar upacara Mupuk Karya Agung. Tujuannya untuk menyempurnakan karya yang telah dilakukan sebelumnya, sehingga lebih sempurna. ‘’Pada puncak karya nanti akan di-puput sembilan sulinggih SiwaBudha,’’ pungkasnya. (win)

Bali Post/win

BERKUNJUNG - Panitia Upacara Mupuk Karya Agung Pura Kahyangan Dasar Bhuana Gelgel saat berkunjung ke Kantor Bali Post, Senin (3/2) kemarin.

Bulan Bahasa Bali Jangan Hanya Seremonial PENYELENGGARAAN Bulan Bahasa Bali yang dilaksanakan Pemprov Bali patut diapresiasi seluruh masyarakat. Pelaksanaannya merupakan upaya nyata melestarikan dan mengajegkan bahasa Bali. Namun yang terpenting adalah menjaga ritme dan semangat penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali tidak hanya sebatas seremonial.

Demikian disampaikan I Nyoman Suka Ardiyasa, Koordinator Penyuluh Bahasa Bali, menanggapi pelaksanaan Bulan Bahasa Bali, Senin (4/2) kemarin. Bahasa Bali sebagai identias manusia Bali, menurut dosen di STAHN Mpu Kuturan Singaraja ini, sudah sepatutnya dijaga dan dikembangkan masyarakat. Sebab, bahasa Bali merupakan cerminan etika manusia Bali dalam bertutur kata. ‘’Jika orang berbicara menggunakan bahasa Bali secara tidak langsung, orang itu sedang menunjukkan identitasnya,’’ tegas pria yang getol memperjuangkan bahasa Bali masuk kurikulum pelajaran ini. Pelaksanaan Bulan Bahasa Bali

sesungguhnya bukti keseriusan Pemprov Bali dalam mengajegkan bahasa Bali di Bali. Lewat kegiatan Bulan Bahasa Bali ini, masyarakat Bali diberikan peluang untuk melakukan kegiatan yang berkaitan dengan upaya pelestarian bahasa Bali. Selain itu akan terbangun kesadaran masyarakat untuk tetap memakai dan mengajarkan kembali kepada generasi penerusnya. ‘’Memang tantangan ke depan adalah bagaimana tetap menjaga ritme dan semangat dalam upaya pelestarian bahasa Bali, sehingga tidak hanya pada tataran seremonial saja melainkan dirasakan langsung oleh masyarakat Bali yang bermuara pada ajeg dan berkembangnya bahasa Bali pada masyarakat sebagai identitas masyarakat Bali,’’ tegas Suka Ardiyasa. (Nyoman Winata)

Suka Ardiyasa


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook