Skip to main content

Edisi 04 Februari 2018 | Balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948

u g g n Mi

perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Minggu kliwon, 4 februari 2018

Pengemban Pengamal Pancasila

MENDENGAR - Cagub Rai Mantra mendengar dan mencatat dengan cermat aspirasi yang disampaikan warga dalam ‘’Rai Mantra Mendengar’’ di Denpasar, Sabtu (3/2) kemarin.

’’Rai Mantra Mendengar’’ dan Berpolitik yang Benar

C

alon Gubernur Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra yang diusung Koalisi Rakyat Bali (KRB) menggelar acara ‘’Rai Mantra Mendengar’’ pada Sabtu (3/2) kemarin. Dalam Pilgub Bali 2018, Rai Mantra berpasangan dengan I Ketut Sudikerta atau dikenal dengan paket Mantra-Kerta. Bertempat di kediamannya, Geria Sebasari, Renon, Denpasar, ratusan perwakilan masyarakat datang dalam kesempatan ini untuk menyampaikan aspirasi serta mendapat tanggapan dari Rai Mantra. Kelompok masyarakat yang datang antara lain Poros Muda Nusa Dua, Penggiat Media Sosial, Tokoh Masyarakat Bualu, Rawan Media Center (RCM) Perwakilan Masyarakat Kampung Bugis–Serangan, Warga Nusa Penida serta Bala Mantra–Kerta. Ketua Poros Muda Nusa Dua Wayan Sumantra dalam aspirasinya menyoroti kondisi di Kabupten Badung khususnya di bagian selatan. Menurutnya, selama ini Kabupaten Badung dikesankan seakan-akan tercukupi segala-galanya. Apalagi memiliki pendapatan asli daerah (PAD) paling tinggi di Bali. Padahal, masih banyak kekurangan, termasuk ketersediaan fasilitas umum. Dia mencontohkan kondisi di wilayah Nusa Dua dan sekitarnya. Menurut Sumantra, Nusa Dua adalah satu lumbung penyumbang Pajak Hotel dan Restoran (PHR) terbesar. Tetapi sampai saat ini tidak ada satu pun SMA Negeri yang berdiri di wilayah ini. ‘’Nusa Dua dan sekitarnya adalah penyumbang PHR terbesar di Badung tapi sama sekali tidak ada SMA Negeri dibangun di sana,’’ kata Sumantra. Bahkan, pelajar di Nusa Dua menggunakan bekas pusat perbelanjaan sebagai sarana olahraga. Sehingga banyak siswa dari Badung bagian Selatan harus bersekolah di Denpasar untuk mendapatkan kualitas pendidikan terbaik. ‘’PHR Badung memang tinggi tapi indeks pertumbuhan manusianya masih kalah dari Denpasar, saya berharap nanti kalau jadi gubernur Pak Rai Mantra bisa memperhatikan masalah pendidikan di Badung Selatan,’’ kata Sumantra. Pada kesempatan yang sama perwakilan masyarakat Kampung Bugis-Serangan, Muhadi, menyampaikan aspirasi agar menetapkan Desa Serangan sebagai cagar

budaya. Serangan, menurutnya, memiliki sejumlah warisan religi yang juga mendapat perhatian wisatawan. ‘’Kami berharap Kampung Bugis di Serangan segera mendapat status sebagai cagar budaya,’’ kata Muhadi. Perwakilan masyarakat dalam kesempatan ini juga menyampaikan dukungan kepada Rai Mantra dalam pemilihan Gubernur Bali. Anggota DPRD Bali dari Partai Golkar I Wayan Rawan Atmaja menyampaikan komitmennya mendukung Rai Mantra. Menurutnya, Rai Mantra telah banyak berbuat selama menjadi Wali Kota Denpasar. Karena itu hati nuraninya bulat mendukung Rai Mantra dalam pemilihan Gubernur Bali tahun 2018. ‘’Saya melihat Pak Rai Mantra banyak berbuat dan yang penting mau mendengarkan,’’ kata politisi asal Badung tersebut. Menanggapi aspirasi dan dukungan tersebut, Rai Mantra mengatakan telah memahami sebagian persoalan yang disampaikan. Untuk aspirasi tentang cagar budaya Desa Serangan, misalnya, tinggal menunggu hasil kerja tim sertifikasi cagar budaya. Saat ini sedang berproses. Sementara mengenai sekolah di Badung Selatan, menurutnya termasuk masukan yang baru. Dia mengatakan tiap aspirasi yang masuk merupakan harapan rakyat. Tentu tidak bisa diwujudkan jika dipikirkan atau dikerjakan oleh satu atau dua orang. Harus dilakukan bersama-sama. ‘’Mari kita bergerak bersama untuk mewujudkan harapan yang mulia ini,’’ kata Rai Mantra. Kepada perwakilan masyarakat yang hadir, Rai Mantra berpesan untuk tidak takut menyuarakan kebenaran. Kalau diam saja terhadap hal buruk maka sama saja dengan membiarkan atau mengikuti hal buruk terjadi. Perubahan tidak akan terjadi jika orang baik tidak mau bergerak. ‘’Kalau sesuatu kita anggap benar mengapa tidak berani bicara untuk perubahan, jangan takut,’’ kata Rai Mantra. Dalam kesempatan itu, Rai Mantra menekankan bahwa dalam kontestasi pilkada tidak sekadar memenangkan calon. Dalam berpolitik yang benar, menurutnya, jauh lebih penting memperjuangkan dan memenangkan harapan rakyat. ‘’Kalau sekadar memenangkan pasangan Mantra-Kerta itu biasa. Namun perjuangan kita adalah bagaimana memenangkan harapan rakyat,’’ kata Rai Mantra. (kmb)

BANJIR DUKUNGAN - Cawagub Bali I Ketut Sudikerta banjir dukungan. Tampak Sudikerta menerima kebulatan tekad Pasemetonan Arya Wang Bang Pinatih se-Bali di Denpasar, Sabtu (3/2) kemarin.

Sudikerta Siap Genjot LPD di Bali DUKUNGAN kepada pasangan Cagub-Cawagub Bali, MantraKerta, terus saja mengalir di Pilgub Bali 2018. Terbaru, Pasemetonan Arya Wang Bang Pinatih (AWBP) seBali bersepakat untuk mendukung pasangan ini. Hal ini terlihat dalam acara simakrama yang dilakukan ratusan orang perwakilan Pasemetonan AWBP se-Bali dengan Cawagub Ketut Sudikerta di Rumah Apresiasi Mantra-Kerta, Renon, Denpasar, Sabtu (3/2) kemarin. Juru Bicara Pasemetonan AWBP yang juga Ketua Pasemetonan AWBP Kabupaten Buleleng Made Arga Pynatih mengaku pihaknya mengaku berbangga dengan majunya Sudikerta sebagai cawagub yang merupakan salah satu putra terbaik Bali di pilgub. ‘’Kalau keterkaitan Sudikerta maju sebagai wakil gubernur mendampingi Rai Mantra di Pilkada 2018 sebenarnya dari keluarga Pinatih merasa bangga, karena salah satu semeton kami dipinang untuk membangun Bali lagi,’’ katanya usai simakrama. Bahkan, pihaknya berharap dan

akan berjuang sekuat tenaga untuk memenangkan Mantra-Kerta di pilgub. Mantan Wakil Bupati Buleleng ini mengatakan akan meminta restu kepada leluhur dan Tuhan untuk kemenangan pasangan usungan Koalisi Rakyat Bali (KRB) itu. ‘’Astungkara, Ida Sang Hyang Widhi, Batara Lelangit memberikan dukungan dan doa restu-Nya bisa terpilih lagi sebagai wakil gubernur di periode selanjutnya,’’ tegasnya. Selanjutnya, ia juga mengatakan kepemimpinan Sudikerta baik pada saat menjadi Wakil Bupati Badung dua periode maupun Wakil Gubernur saat ini sudah sangat berhasil meningkatkan kemajuan bagi Bali di berbagai sektor. Sehingga pihaknya tidak ragu-ragu untuk memilih dan memenangkan Mantra-Kerta di pilgub. ‘’Kepemimpinan Pak Sudikerta memberi perhatian kepada masyarakat dan kami, termasuk Arya Wang Bang Pinatih. Ini menjadi dorongan spiritual kami agar bagaimana Pak Sudikerta kembali nanti terpilih,’’ tegasnya. Mendapat dukungan dari seme-

ton Arya Wang Bang Pinatih untuk memenangkan pilgub, Cawagub Sudikerta mengaku berterima kasih dan berjanji akan mengemban amanah tersebut sebaik-baiknya. ‘’Saya berterima kasih atas dukungan dari keluarga besar, saya akan emban dengan tanggung jawab. Tentunya kita punya bhisama ala ayu ala tunggal kabeh, siapa pun keluarga kita bertarung harus tohin,’’ katanya saat diwawancarai usai acara. Ia juga mengatakan bahwa pihaknya bersama Rai Mantra mengaku memilih maju di helatan pilgub ini sebagai amanah untuk melanjutkan pembangunan untuk kesejahteraan rakyat Bali. ‘’Memang itu yang harus saya lakukan. Dalam membuat kemajuan Bali harus kita melaksanakan pembangunan. Itulah saya mau berpasangan dengan Rai Mantra atas dasar kepentingan rakyat Bali,’’ terangnya. Sudikerta juga menjelaskan bahwa pihaknya memiliki program bernama Nawa Candra. Hal. 19 Nawa Candra

20 HALAMAN

NOMOR 164 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418


2

Sisi Lain

Minggu Kliwon, 4 Februari 2018

Politik

BPM/wan

NETRAL - KPU Bali banyak memasang spanduk agar ASN netral di pilkada seperti di pertigaan Jalan Melati - Surapati Denpasar.

ASN di Denpasar Diminta Netral di Pilkada

Denpasar (Bali Post) -

Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Denpasar diingatkan untuk netral menjelang pemilihan gubernur dan wakil gubernur (pilgub) Bali. Hal ini ditekankan karena Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra ikut menjadi salah satu bakal calon gubernur. Hal ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi Tim Pemenangan KBS-ACE (lawan politik Rai Mantra - red) di Denpasar. Mengingat, target kemenangan yang dipasang adalah 60 persen di ibu kota Provinsi Bali tersebut. ‘’Kami ingin ASN tetap fokus bekerja melayani masyarakat. ASN Denpasar jangan terlalu banyak bermanuver ingin menggolkan salah satu kandidat,’’ ujar Sekretaris DPC PDI-P Kota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa, belum lama ini. Kadek Agus menambahkan,

pergerakan ASN di Kota Denpasar akan terus dipantau oleh kader banteng. Saat ini pihaknya bahkan sudah mengantongi data ASN yang kerap melakukan manuver. Pihaknya juga tak segan untuk melaporkan ke Panwaslu Kota Denpasar maupun Bawaslu Bali jika manuver terus dilakukan setelah ada penetapan pasangan calon oleh KPU Bali. ‘’Kami siap membantu Panwaslu menjalankan tugasnya. Kami akan memberikan data kepada Panwaslu,’’ imbuh anggota DPRD Kota

Denpasar itu. Sementara itu, Ketua Pengarah Tim Pemenangan Mantra-Kerta, I Made Mudarta, menegaskan Rai Mantra tidak mungkin menggerakkan ASN di Denpasar. Sebaliknya, Rai Mantra justru disebut selalu menekankan untuk menghormati hukum dan fokus pada penyampaian program. ‘’Setiap acara deklarasi atau kumpul-kumpul ASN tidak ada hadir dan tidak ada temuan. Coba tanyakan Bawaslu,’’ ujar Ketua DPD Demokrat Bali itu. (kmb32)

Mulai Tahun Depan

Guru OJTM Diperjuangkan Dapat Gaji UMP Denpasar (Bali Post) Guru yang dibayar per jam tatap muka atau OJTM di SMA/SMK mulai tahun depan akan diperjuangkan mendapat gaji sesuai UMP. Selama ini guru non-PNS tersebut dibayar Rp 50 ribu per jam tatap muka. Namun guru kontrak yang mengajar 24 jam ke atas, sudah diberikan gaji sesuai UMP yakni Rp 2,4 juta. ‘’Kami sudah sepakat bahwa tidak akan lagi ada OJTM di kemudian hari, guru ya… guru kontrak. Kalau standar gajinya ya… UMP. Naik UMP, naik juga gajinya,’’ ujar Ketua Komisi IV DPRD Bali Nyoman Parta saat bertemu Ketua MKKS serta Kepala SMA/SMK negeri dan swasta di Wantilan DPRD Bali, Jumat (2/2) lalu. Menurut Parta, selama ini ada guru yang sebetulnya mengajar di atas 24 jam, namun justru dibayar per jam tatap muka. Oleh karena itu, guru OJTM seluruhnya akan dihapus sehingga hanya ada guru kontrak yang dibayar sesuai UMP saja. ‘’Agar tidak ruwet, tidak rumit dan tidak mengundang kecemburuan. Ada yang 26 jam dia OJTM,

ada yang 24 jam tenaga kontrak, ada yang 30 jam OJTM,’’ jelas politisi PDI-P ini. Diwawancarai terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani mengatakan, Pemprov Bali mendapat tenaga kontrak dari kabupaten/kota baru sejak 2017 lalu. Setelah dicermati, rupanya ada tenaga kontrak yang mengajar 24 jam ke atas, ada yang di bawah 24 jam dan ada yang tidak mengajar. Pihaknya lantas melakukan verifikasi secara cermat dengan keputusan. Guru kontrak yang mengajar di atas 24 jam diberikan gaji setara UMP. Sedangkan yang mengajar di bawah 24 jam dibayar per jam tatap muka dan disebut guru OJTM. ‘’Tapi status mereka kontrak. Inilah yang kami ingin perjuangkan, jangan sampai mereka karena saya OJTM saya tidak kontrak, bukan, karena SK gubernurnya satu. Hak mereka sama, hanya mereka mengajarnya di bawah 24 jam, kan tidak mungkin (dibayar sesuai UMP - red) karena uang provinsi terbatas,’’ ujarnya. Di sisi lain, lanjut TIA, kalau ada guru OJTM yang misalnya mengajar enam jam per minggu namun

dibayar sesuai UMP, tentu akan menimbulkan rasa ketidakadilan bagi guru yang mengajar 24 jam ke atas. Namun, pihaknya juga menemukan ada guru yang sampai menangis karena saat beralih ke provinsi malah berstatus OJTM. Padahal guru tersebut sudah mengajar selama 12 tahun. Sesuai kesepakatan dengan dewan, pihaknya akan memperjuangkan guru OJTM menjadi guru kontrak mulai tahun depan. Sebab, APBD 2018 sudah telanjur diketok palu. ‘’APBD 2018 kan sudah ketok palu, kan tinggal jalan. Tidak mungkin ujug-ujug mengubah lagi,’’ jelasnya. TIA juga mengaku akan berkoordinasi dengan BPKRI Perwakilan Bali mengenai hal ini. Data Dinas Pendidikan Provinsi Bali, tahun 2017 tercatat ada 1.160 guru kontrak dan 1.384 guru OJTM di SMA/SMK dan SLB negeri se-Bali. Sedangkan di tahun 2018, ada 1.126 guru kontrak dan 1.077 guru OJTM. Tahun ini ada usulan guru OJTM baru sebanyak 290 orang dari 84 sekolah. Di sisi lain, BKD Provinsi Bali menyediakan formasi guru kontrak SMA dan SMK negeri sebanyak 100 orang. (kmb32)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Wirata Redaktur Pelaksana : Made Sueca, Dira Arsana Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Yudi Winanto, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


20 HALAMAN

terbit sejak 16 agustus 1948

u g g n Mi

perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

Minggu kliwon, 4 februari 2018

Pengemban Pengamal Pancasila

UI Minta Maaf kepada Presiden

NOMOR 164 TAHUN KE 70

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 233801, 225764 Faksimile: 227418

Depok (Bali Post) Pihak Universitas Indonesia (UI) akhirnya meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait aksi kartu kuning yang diacungkan Ketua BEM UI Zaadit Taqwa. Kasus ini bisa dijadikan pelajaran bagi BEM dalam menyampaikan aspirasi agar sesuai forum yang tepat. Sementara itu, Presiden Jokowi menanggapi kejadian tersebut datar-datar saja seraya mengajak mahasiswa melihat kondisi suku Asmat yang sebenarnya. ‘’Kami berharap aksi-aksi kekritisan dapat disampaikan, ada wadahnya ada forum yang tepat, dengan demikian UI menyesalkan kejadian itu. Kami minta maaf ke Pak Presiden atas kejadian ini dan berbesar hati melihat kondisi semangat dari anak ini,’’ kata Direktur Kemahasiswaan UI Arman Nefi di

Balairung, Depok, Jawa Barat, Sabtu (3/2) kemarin. Pihak kampus kuning itu belum menjatuhkan sanksi terhadap Zaadit. UI akan memanggil yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi. ‘’Saya juga akan ketemu dulu karena kami menyesalkan kejadian ini ya,’’ ucap Arman. Arman yakin peristiwa ini tak disusupi agenda politik. Ia mengatakan, aksi ini murni inisiasi BEM UI. ‘’Ya saya yakin BEM, tapi cara penyampaiannya

kurang tepat,’’ katanya. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) memastikan tidak akan memberikan sanksi kepada Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia Zaadit Taqwa yang mengacungkan ‘’kartu kuning’’ kepada Presiden Joko Widodo saat menghadiri Dies Natalies ke-68 UI, Jumat lalu. Hal. 19 Tak Kena Sanksi

Pasutri Tertimpa Tembok Roboh

Istri Tewas, Suami Selamat

Amlapura (Bali Post) Hujan lebat disertai angin kencang memakan korban jiwa. Tiupan angin kencang menyebabkan tembok roboh di sebuah lokasi proyek di Banjar Dinas Lebah, Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, Sabtu (3/2) kemarin. Tembok setinggi lebih dari dua meter ini menimpa buruh pasangan suami-istri (pasutri) asal Banjar Dinas Gulinten, Desa Bunutan, Ni Nyoman Puda Arini (35) dan I Ketut Mendra (38). Keduanya ditemukan sudah tertimbun reruntuhan tembok. Korban Ni Nyoman Puda Arini dipenuhi banyak darah. Korban tewas di tempat. Sementara suaminya, Ketut Mendra, langsung dilarikan oleh pemilik vila Gede Wenten ke rumah sakit. Kapolsek Abang AKP I Nyoman Sugitayasa membenarkan kejadian itu. Hal. 19 Sedang Beristirahat

BPM/kmb31

OLAH TKP - Polisi saat melakukan olah TKP dan memeriksa kondisi korban setelah peristiwa tembok roboh di TKP.

Tersumbatnya Saluran Drainase

SEMAKIN padatnya pertumbuhan penduduk berbanding lurus juga dengan perkembangan permukiman. Terutama di kawasan Badung, khususnya Kuta dan Kuta Selatan. Akibat semakin banyaknya pembangunan, daerah resapan air juga semakin berkurang. Setiap musim hujan, kawasan padat penduduk selalu menjadi sasaran banjir. Dari data yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Badung, ada 15 titik kawasan rawan banjir di Badung. Ini tersebar dari Badung Selatan hingga Badung Utara. Di antaranya Tanjung Benoa, Benoa, Kedonganan, Tuban, Kuta, Legian, Seminyak, Kerobokan Kelod, Kerobokan, Dalung, Kapal, Penarungan, Darmasaba dan Carangsari. Yang paling rawan banjir yaitu di Kuta, Legian dan Seminyak. Hal. 19 Luapan Sungai Mati

BPM/edi

SAMPAH - Sampah menutupi saluran drainase penyebab banjir.

BPM/ist

SEMIFINAL - Bali United maju ke semifinal Piala Presiden setelah menang adu penalti atas Madura United, Sabtu (3/2) kemarin. Tampak pemain Agung Setiabudi merayakan kemenangan bersama Lilipaly. (Beritanya di halaman 9)

Biopori, Cara Sederhana Atasi Banjir BENCANA banjir menimpa hampir seluruh kabupaten/kota di Bali pada musim penghujan tahun ini. Salah satu penyebabnya adalah hilangnya resapan air. Semua lahan kosong kini dibeton dan dipavingisasi. Air hujan mengalir deras karena tak ada lahan yang menyerap. Jadilah banjir di mana-mana. Setelah ditimpa bencana kita biasanya melupakan yang sederhana yakni membuat biopori mulai dari rumah tangga hingga ke wilayah yang lebih luas. Biopori merupakan salah satu cara mengurangi banjir, karena mampu menyerap air. Akademisi dan Praktisi Tata Ruang Prof. Ir. I Putu Rumawan Salain mengatakan, di daerah dengan air tanah tidak begitu tinggi, biopori menjadi cara terbaik membantu untuk meresap air. Namun tidak semua lahan cocok dilengkapi biopori. Karena pada lahan dengan air tanah yang tinggi, biopori kurang mampu menyerap air. Seperti di kawasan Renon, Sanglah, Sidakarya dan Denpasar Selatan. Kalaupun dibuat biopori, maka kedalamannya pendek yaitu 50 cm. Dengan kedalaman itu, tak banyak air mampu diserap. Daerah yang cocok dibangun biopori adalah Panjer. Denpasar merupakan dataran rendah terakhir sebelum menuju ke laut. Sehingga air yang sampai

Denpasar merupakan aliran air dari hulu. Maka jika pengaturan sungai di hulu tidak tepat akan memberikan suplai air yang lebih ke daerah hilir. Daerah hulu juga perlu dilengkapi dengan penangkap air seperti biopori ini. Standar jarak biopori satu dengan biopori lainnya paling dekat 50 cm dan jarak normal 1 meter. Di bagian bawah biopori, bisa diisi sampah sehingga menghasilkan pupuk. Namun biopori juga membutuhkan perawatan. Biopori dibuat dengan paralon. Tetapi di beberapa tempat biopori dibuat dengan bekas tempat cat. Dimensinya lebih besar. Jika dimensinya lebih besar, daya tampung air hujan juga lebih banyak. ‘’Kaleng cat paragon dilubangi bagian bawahnya. Itu jauh lebih besar dari biopori dengan paralon. Maka dengan bekas tempat cat dengan diameter lebih lebar, maka jaraknya juga diperhitungkan,’’ jelasnya. Hal. 19 Fasilitas Publik

Topografi Buleleng ’’Nyegara Gunung’’

Denpasar Juga Parah

11 Lokasi Genangan Belum Tertangani

Banjir, Tanah Longsor, dan Gelombang Pasang Jadi Ancaman Topografi wilayah di Buleleng yang dikenal dengan istilah Nyegara Gunung (wilayah yang berbatasan dengan laut dan bukit - red) nampaknya tidak bisa dilepaskan dari ancaman akan terjadi bencana alam.

FAKTA ini tidak bisa terbantahkan karena di hulu Buleleng berbatasan dengan perbukitan yang dengan sendirinya berpotensi terjadi tanah longsor. Selain itu, daerah di perbukitan itu rawan akan dilanda angin puting beliung. Sedangkan di bagian utara Buleleng berbatasan dengan laut dari timur ke barat. Daerah yang berada pada garis Panti Utara (Pantura - red) rawan terdampak bencana gelombang pasang, banjir rob, dan bahkan gelombang tsunami. Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) sebelum memasuki musim hujan gencar melakukan pemantauan dan memantapkan koordinasi dengan kecamatan

yang diteruskan ke pemerintah desa dan kelurahan. Koordinasi ini untuk membangun kerja sama dalam mengedukasi warga untuk waspada terhadap kemungkinan akan terjadi bencana alam di daerahnya. Di samping itu, masyarakat juga dimotivasi untuk senantiasa peduli dan siap berpartisipasi dalam penanganan pemulihan situasi ketika daerahnya sedang dilanda bencana alam. Sebelum menyusun upaya antisipasi dini, BPBD sejak lama telah menyusun peta daerah rawan bencana. Secara garis besar bahwa bencana banjir berpotensi di wilayah kota Singaraja. Hal. 19 Rawan Banjir

BPM/dok

BIOPORI - Remaja sedang membuat biopori.

BPM/mud

LONGSOR - Tanah longsor di Jalan Gesing, Tamblingan, Buleleng.

PENCEGAHAN banjir di Kota Denpasar juga parah. Ini juga disebabkan Denpasar sebagai kawasan yang berada di hilir, setiap tahun dihantui bencana banjir, terutama pada saat musim hujan tiba. Seperti pada awal tahun ini, bencana banjir sempat melanda sejumlah titik di Denpasar. Seperti yang terjadi pada Selasa (23/1) lalu. Sejumlah kawasan, seperti di Jalan Bumi Ayu, Sanur, Jalan Tukad Bilok, Perumahan Bhuana Permai, Padangsambian, SMPN 6 Denpasar di Jalan Gurita, Jalan Atena, Padangsambian, SDN 1 Sanur, SDN4 Sanur, SD 2 Panjer, serta SD 11 Padangsambian. Ironisnya, gedung

dewan pun ikut teredam banjir. Akibat banjir tersebut, beberapa sekolah terpaksa meliburkan kegiatan belajarmengajar siswanya. Sementara itu, awal bulan ini juga terjadi banjir, meski tidak terlalu parah. Hanya, satu pura di Tonja yakni Pura Beji terendam akibat aliran Sungai Ayung yang meluap. Kabid Sumber Daya Air DPUPR Kota Denpasar I Gusti Ngurah Putra Sanjaya dikonfirmasi, Jumat (2/2) lalu mengatakan, langkah penggelontoran dan pembersihan drainase dari sumbatan sampah lebih diintensifkan untuk mengurangi genangan. Hal. 19 Upaya Khusus


4 IBG Agastia menyebut dua istilah penting dalam bershastra. Pertama adalah yoga shastra. Kedua adalah bhoga shastra. Kedua istilah ini penting untuk dipahami oleh siapa saja yang senang dan sangat senang ketika merenung-renungkan shastra. Shastra yang dimaksud dalam pembicaraan ini, tidaklah terbatas pada satu shastra saja. Shastra dalam arti seluas-luasnya, juga sesempitsempitnya. Shastra dalam arti luas bisa saja berarti shastra dalam konteks berbagai bahasa. Shastra dalam arti sempit, bisa saja shastra dalam pengertian satu bahasa dari suatu bangsa. Shastra luas atau sempit, mirip dunia. Ada dunia luas disebut bhuwana agung. Ada dunia sempit disebut bhuwana alit. Keduanya dipandang sama saja dalam konteks ajaran. Segala yang ada di dunia luas, juga ada di dunia sempit. Tapi shastra mengajarkan, agar hati-hati dengan istilah luas dan sempit, sebab yang luas bisa sangat dangkal, yang sempit bisa sangat dalam. Keduanya sama-sama membuat lupa. Sekarang mari kita bicarakan istilah yang pertama, yoga shastra. Yoga literer, demikian istilah ini pernah disebutkan oleh Zoetmulder. Shastra disebut-sebut sebagai sarana beryoga. Penyair sepenuhnya ingin menyatukan diri dengan yang dipuja. Caranya adalah dengan menurunkan tingkatan abstraksi dari pujaannya. Tingkatan abstraksi itu setidaknya terdiri dari tiga yakni niskala, niskalasakala, dan sakala. Jika ketiganya digambarkan serupa garis vertikal, maka dapat diurutkan mulai dari tingkatan paling abstrak sampai paling nyata, dimulai dari niskala (tanpa wujud, tidak terikat waktu), niskala-sakala (di antara berwujud

Minggu Kliwon, 4 Februari 2018

Memahami Karakter Manusia

dan tidak, mulai terkena hukum waktu), sakala (berwujud, berada di dalam waktu). Menurunkan tingkatan itu, dilakukan dengan yoga. Yoga artinya menghubungkan. Apalah tujuan menghubungkan jika bukan untuk menyatukan. Singkatnya, penyair atau kawi ingin menyatu dengan Kawi (Paramakawi). Zoetmulder berulangkali menyebut kata yoga tantris ketika membicarakan cara kawi menyatu dengan Kawi melalui karya shastra. Dijelaskan pula bahwa Dewa atau Dewi Pujaan dihadirkan dan berstana di Padmahati. Dimanakah Padmahati itu? Padmahati disebut pula anandakandapadma atau Padmahredaya. Digambarkan oleh yogi (yang berhasil dalam yoga) sebagai bunga padma dengan delapan kelopak. Padmahredaya berbeda dengan Anahatapadma yang berkelopak dua belas helai. Pada bunga padma delapan helai kelopak itu, dewadewi pujaan dihadirkan pada kondisi sakala-niskala di dalam hati (hana ring hredaya sakala niskalatmaka). Mpu Tanakung menyebutnya sarasija ri dalem twas (teratai di dalam hati).

BELAJAR - Sekali lagi, bukan shastra itu biang keroknya. Tapi orang yang katanya belajar shastra. Shastra berwujud Saraswati, digambarkan sebagai dewi yang cantik. Sayangnya banyak orang takut pada kecantikan shastra. Orang malah lebih sering memburu sesuatu yang seram. Durga adalah shakti Siwa yang digambarkan berwujud menyeramkan. Anehnya banyak orang senang melihat Rangda. Rangda kadang disamakan dengan Durga. Apakah keduanya sama? Itu persoalan lain lagi.

Yoga Pujaan semacam itu menandakan ada hubungan antara yoga shastra dengan yoga tantris. Dewa pujaan tidak dibayangkan berada di kejauhan, tetapi sangat dekat, di dalam tubuh. Tantris adalah jalan yang ditawarkan, terutama untuk mengenali tubuh. Setelah mengenali, maka lanjutkan untuk memahami. Di Bali disebut mulat sarira. Mulat berarti melihat. Sarira artinya tubuh. Lihatlah tubuh! Istilah kedua disebut bhoga shastra. Bhoga jika dicari-cari di dalam kamus, berarti kenikmatan, makanan, objek kenikmatan, keuntungan, kegunaan, kesenangan. Bhoga shastra dapat berarti shastra yang memberikan kenikmatan.

Kesepuluh indriya itu dapat dibagi menjadi dua, masing-masing memiliki lima anggota. Kelompok pertama bernama Panca Budhindriya. Panca Jnanendriya nama lainnya. Anggotanya adalah srotendriya, twagindriya, caksu indriya, jihwendriya, dan granendriya. Sekarang kita mesti berkenalan dengan kelima anggota Panca Jnanendriya. Srotendriya ada di dalam telinga sehingga bisa mendengar suara. Twagindriya ada di kulit sehingga bisa merasakan sentuhan. Caksu indriya ada di dalam mata, sehingga mampu melihat bentuk dan warna. Jihwendriya ada di lidah sehingga bisa mencicipi rasa. Granendriya ada di dalam hidung

Apakah nikmat itu? Pembicaraan mengenai hal ini perlu merujuk pada sebuah teks. Ada sepuluh alat yang dapat digunakan untuk ‘menikmati’. Kesepuluh alat itu adalah bagian dari tubuh manusia. Dasendriya namanya.

sehingga mampu mencium aroma.

Mulut Kelompok kedua bernama Panca Karmendriya. Juga terdiri atas lima anggota yaitu Wag, Pani, Pada, Payu dan Upastha.

Wagindriya ada di dalam mulut sehingga mulut mampu terbuka dan tertutup. Panindriya ada di tangan sehingga bisa mengambil. Padendriya ada di kaki sehingga bisa melangkah. Payu indriya ada di dubur sehingga bisa mendorong. Upastha indriya ada di dalam kemaluan. Selain sepuluh indriya itu, ada satu lagi indriya yang penting dikenali. Ia bernama Rajendriya. Rajendriya adalah sebutan bagi pikiran (dalam hal ini disebut manah) sebagai rajanya pasukan indriya. Sepuluh indriya melakukan tugasnya masing-masing, dan manah sebagai raja menikmati segala hasilnya. Karena manah yang menikmati, maka manah-lah yang diikat oleh segala yang telah dinim-

kati sepuluh indriya. Keterikatan itulah tresna. Tresna menyebabkan pikiran selalu mencari objek untuk dinikmati. Yang dinikmati adalah bhoga. Perjalanan mesti dilanjutkan setelah menikmati. Apa perjalanan selanjutnya? Perjalanan menikmati dilanjutkan dengan melepaskan. Yang dilepaskan adalah segala yang telah dinikmati. Tresna itu mesti dilepaskan. Bagaimana caranya? Karena ini berhubungan dengan shastra, maka tanyakan caranya pada shastra. Apa tujuan melepaskan? Untuk tahu apakah telah benar-benar memiliki atau belum, sebab sesuatu telah dimiliki jika seseorang tidak merasa kehilangan. Singkatnya memiliki tanpa memiliki.

Hati-hati Pada shastra, orang mestilah juga hati-hati. Sebab shastra juga dapat memabukkan. Orang yang mabuk shastra, digelapkan pikiran-pikiran sendiri. Menurut Kidung Cowak, ketidakpintaran disebabkan oleh kepintaran (belog baan ririh). Jika telah demikian, orang disebut bingung (paling). Kebingungan yang disebabkan oleh kegagalan memahami shastra (katungkul mangulik tutur). Shastra seperti racun yang membuat sakit (roga). Roga shastra adalah istilah yang tidak sama sekali baru, sebab seperti yang diungkapkan tadi, Kidung Cowak pun mengamininya. Roga jika dicari di dalam kamus, diterjemahkan menjadi penyakit atau kelemahan. Roga shastra dapat diterjemahkan menjadi penyakit shastra. Bukan shastra yang berpenyakit, tapi orang yang mempelajarinya. Orang bisa sakit belajar shastra, karena dari dalam dirinya belum ada kesiapan untuk belajar. Mesti ada kesiapan jika benar-benar ingin belajar. Kesiapan belajar adalah kesiapan menjadi murid. Jika kesiapan itu telah

mendarah daging, segalanya bisa menjadi guru. Orang (baca: saya) sering tidak sabar belajar shastra. Belum lagi tuntas belajar satu shastra dalam artian karya shastra, sudah ingin belajar shastra lainnya. Tidak jarang pula, belajar shastra hanya untuk memperbesar kepala dan mengembungkan dada. Shastra tidak lagi menjadi penerang. Shastra justru menyilaukan. Mata tidak bisa melihat apa-apa tanpa cahaya, juga demikian jika terlalu banyak cahaya. Sekali lagi, bukan shastra itu biang keroknya. Tapi orang yang katanya belajar shastra. Shastra berwujud Saraswati, digambarkan sebagai dewi yang cantik. Sayangnya banyak orang takut pada kecantikan shastra. Orang malah lebih sering memburu sesuatu yang seram. Durga adalah shakti Siwa yang digambarkan berwujud menyeramkan. Anehnya banyak orang senang melihat Rangda. Rangda kadang disamakan dengan Durga. Apakah keduanya sama? Itu persoalan lain lagi. Jika Saraswati yang cantik berwujud aksara, maka coba bayangkan aksara-aksara itu dilukis sedemikian rupa dan menempati arah mata angin di dalam tubuh. Terakhir pada catatan ini, saya ingin mengatakan bahwa ada shastra yang berwujud indah, dan ada juga yang terkesan seram. Tapi indah dan seram adalah sejenis ikatan. Maka shastra juga mengajarkan untuk melepaskan. Apa yang harus dilepaskan? Menurut shastranya, adalah ikatan pikiran. Sampai pada waktunya pikiran pun dilepaskan. Pikiran hilang bukan karena lupa. Shastra itu yoga (menghubungkan), bhoga (makanan), jika tidak dipelajari (dinikmati) dengan benar juga menjadi roga (penyakit). Shastra adalah keindahan. Shastra adalah kalepasan*** l IGA Darma Putra

Pentingnya Pengetahuan Resusitasi Jantung Paru Bagi Setiap Orang Serangan jantung bisa terjadi pada siapa saja, di mana dan kapan saja. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada tahun 2014 memperkirakan bahwa ada 10.000 orang per tahun atau 30 orang per hari yang mengalami henti jantung mendadak. Kebanyakan kasus henti jantung terjadi di luar rumah sakit (Out of Hospital Cardiac Arrest/OHCA). Hal ini tidak memungkinkan untuk tenaga kesehatan terlatih memberikan penanganan pada korban. Padahal kasus henti jantung ini bisa berujung pada kematian apabila tidak dilakukan tindakan segera. Menurut AHA (American Heart Association) orang yang mengalami henti jantung mendadak memiliki periode emas (golden period) selama 3 sampai 10 menit pertama, dimana pemberian pertolongan pertama RJP dalam kurun waktu kurang dari periode emas tadi diharapkan dapat meningkatkan peluang hidup orang yang mengalami henti jantung mendadak. Karena dengan memberikan RJP mampu menurunkan kerusakan otak yang diakibatkan oleh jantung yang berhenti. Penting Di Indonesia, melakukan bantuan hidup dasar ini belum menjadi sorotan penting untuk bisa dilaksanakan atau paling tidak diketahui oleh semua orang termasuk awam. Padahal apabila orang awam memiliki keterampilan dan kepercayaan diri untuk memanggil bantuan medis dan melakukan tindakan resusitasi lebih cepat hingga pihak medis datang, jumlah kasus kematian akibat henti jantung dapat menurun. Kebanyakan penyebab kasus kematian henti jantung disebabkan karena korban terlambat mendapatkan pertolongan pertama. Menurut American Heart Association tahun 2015, diperkirakan korban henti jantung dapat terselamatkan sebesar 40,1% setelah dilakukan RJP oleh bystander (pengamat atau masyarakat awam). Selain kurangnya pengetahuan dan keterampilan melakukan teknik RJP, seringkali masyarakat awam juga kurang bersedia mengambil risiko jika dihadapkan dengan kejadian yang berhubungan dengan

nyawa karena mereka takut jika melakukan sesuatu kesalahan dan kemudian dituntut karena tindakannya. Di negara-negara maju, semua warga negaranya diwajibkan memiliki pengetahuan tentang bantuan hidup dasar agar dapat memberikan pertolongan pertama kepada diri sendiri ataupun orang lain dalam keadaan darurat. Pemerintah Indonesia perlu mempertimbangkan pentingnya pembelajaran bantuan hidup dasar untuk diketahui oleh masyarakat umum.

Hidup Bantuan hidup dasar merupakan dasar untuk menyelamatkan nyawa apabila terjadi henti jantung. Berdasarkan American Heart Association (AHA), berikut ini adalah langkah-langkah dalam melakukan bantuan hidup dasar RJP pada orang yang mengalami henti jantung mendadak : Sebelum menolong korban, pastikan lingkungan sekitar aman untuk Anda maupun orang lain. Jangan dekati korban bila melihat bahaya, seperti kabel listrik menjuntai, percikan api, longsoran batu, dan lainnya. Cek respons atau kesadaran korban. Jika tingkat kesadaran korban menurun, tepuklah bahunya. Jika korban masih tidak merespona, mintalah bantuan orang sekitar untuk menelepon ambulans, mengambilkan kotak P3K, dan alat Automated External Defibrillator (AED) jika tersedia di lokasi kejadian. Sembari menunggu bantuan, lanjutkan dengan mengecek nadi dan pernapasan korban dengan meraba nadi karotis yang terletak pada leher selama 5-10 detik dan

Tetaplah semangat berlatih di musim hujan ini

secara simultan juga mendengarkan suara pernapasan korban. Jika tidak teraba nadi, segera lakukan resusitasi jantung paru (RJP) dengan melakukan kompresi dada. Agar kompresi dada efektif, korban harus dalam posisi terlentang pada permukaan yang rata dan keras. Berikan 30 kali kompresi dada pada pertengahan dada (pertengahan bagian bawah tulang sternum). Dengan kecepatan kompresi minimal 100-120 kali Setelah memberikan 30 kali kompresi dada, buka jalan napas dengan metode head tilt – chin lift (dengan syarat korban tidak mengalami cedera tulang leher). Caranya letakkan tangan di dahi korban dan tengadahkan kepala korban. Letakkan ujung jari di bawah dagu, dan angkat dagu korban. Pastikan tidak ada sisa makanan sekitar area mulut. Selain dua cara tersebut, apabila korban mengalami cedera tulang leher bisa menggunakan metode jaw thrust yaitu dengan mengangkat sudut rahang bawah saja. Berikan dua kali bantuan napas. Tutup hidung dengan ibu jari dan telunjuk. Tiup sekitar 1 detik untuk membuat dada terangkat, kemudian lanjutkan dengan tiupan berikutnya. Lanjutkan 30 kali kompresi dada dan 2 kali bantuan napas dalam 2 menit sekitar 5 kali siklus pengulangan. Setiap 2 menit, lakukan pengecekan nadi kembali. RJP baru bisa dihentikan saat korban memberi respons atau mulai ada denyut nadi lagi, saat penolong tidak mampu lagi memberikan pertolongan, saat tim medis sudah datang, atau sudah ada keputusan dari dokter. Jika korban mulai ada nadi dan bernapas kembali setelah diberikan RJP, lakukan posisi pemulihan. Tarik lengan terjauh korban melewati dada, dan punggung tangannya menempel pada pipi. Dengan tangan satunya, tekuk lutut kaki bagian terjauh korban. Balikkan atau miringkan korban ke arah penolong. Biarkan lutut kaki yang sudah ditekuk tetap dalam posisi demikian. Tengadahkan korban untuk mempertahankan jalan napas. Pantau keadaan korban hingga bantuan medis tiba. l dr. I Gde Julia Arta, S.Ked.

KUSTA - Efek infeksi kusta bervariasi dan cenderung mempengaruhi fisik, sehingga sering timbul stigma negatif di masyarakat. Perlu diketahui bahwa tindakan pengucilan orang kusta bisa memicu rasa rendah diri dan depresi bagi mereka. Prinsipnya, infeksi kusta sama menularnya dengan flu atau diare pada anak.

Memahami Infeksi Kusta Kusta adalah infeksi kronik kulit oleh bakteri Mycobacterium leprae. Menular lewat partikel kecil air saat batuk/bersin dan kontak kulit yang sangat erat. Kejadian dipengaruhi oleh daerah, gen, pendidikan dan kesejahteraan. Kita perlu mengenali tanda dan gejala kondisi ini lebih jauh dan membantu pemerintah Indonesia dalam memberantas kusta. Keluhan bisa demam, bercak merah/ putih meluas pada pipi, lengan, atau paha; rasa perabaan turun pada bercak (anestesi); kulit kering (anhidrosis), kebotakan (alopesia); dan otot tungkai mengecil (atrofi). Variasi obat tergantung tipe dan kondisi. Program Nasional menyediakan obat antibiotic MDT (Multi Drug Therapy) gratis di Puskesmas. Pengobatan tepat (6-18 bulan) bisa mematikan 90% bakteri dalam 2 hari pertama. Kusta paling banyak muncul di area endemik dan jika daya tahan tubuh kita sangat rendah. Wilayah resiko tinggi adalah Pulau Jawa, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Tahun 2016, jumlah kasus baru mencapai 20.748 kasus dengan prevalensi 0.80 per 10.000 penduduk (Ditjen P2P, Kemenkes RI, 2017). Penularan infeksi bisa berawal dari keluhan ringan, lalu ada kemungkinan terjadi kerusakan saraf dan komplikasi.

Namun diperlukan jangka waktu yang sangat lama untuk mencapai komplikasi. Adapun komplikasi kusta seperti radang saraf tepi (neuritis), luka dalam (ulserasi), dan amputasi spontan (tungkai terputus tanpa nyeri). Infeksi Saat dipaksa bergerak, terjadi ulserasi, infeksi tulang (osteomyelitis), tulang mengecil dan amputasi. Namun perlu diketahui bahwa efek infeksi tidak selalu sama di setiap orang. Kebanyakan orang kusta tetap dapat beraktivitas seperti biasa. Kemungkinan, kegiatan baru akan terganggu jika pergerakan otot terbatas. Oleh karena efek infeksi kusta bervariasi dan cenderung mempengaruhi fisik, maka sering timbul stigma negatif di masyarakat. Perlu diketahui bahwa tindakan pengucilan orang kusta bisa memicu rasa rendah diri dan depresi bagi mereka. Prinsipnya, infeksi kusta sama menularnya dengan flu atau diare pada anak. Oleh sebab itu, kita perlu memperlakukan orang dengan infeksi kusta sama seperti infeksi lainnya. Dengan meningkatkan rasa kemanusiaan dan kesadaran terhadap orang kusta, diharapkan mereka mau terbuka dan memeriksakan diri ke dokter. Maka, angka kusta di Indonesia dapat terus ditekan. l dr. Ivani Ch. Kurniadi

Senam Kebugaran Indonesia (3)

agar metabolisme tubuh tetap terjaga sepanjang

Gb. IV : Meluruskan lengan kanan menyerong ke kiri sambil menunduk kedua kaki dibuka. Lakukan bergantian kanan dan kiri (1-8).

hari ini. Lakukan setiap pagi atau sore bersama Wayan Pramiati dari Lala Studio.

Rubrik “Bugar” ini terbuka untuk umum. Bagi Anda yang memiliki problem masalah tubuh. Kirimkan ke Redaksi Bali Post ( Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232) Atau Adolfina Grace Tangkudung Sekolah Senam Lala Studio ( Jl. Veteran 66E, Puri Satria Denpasar, telp. 0361. 283226. Cantumkan kupon” “Bugar” di sudut kiri amplop.

Gb. I : Posisi kaki kanan lurus dan kaki kiri di tekuk, sambil lengan kanan menyerong ke arah kiri (lunge) (14) dan lanjutkan gerakan Gb. II.

Gb. II : Pada hitungan 5-8 tekukan kaki kanan ke depan dan kaki kiri lurus ke belakang, kedua lengan lurus depan dada. Lalu ulangi Gb. I dan Gb. II dengan arah kebalikan.

Selamat berlatih dan salam bugar dari Lala Studio.

Gb. III : Angkat tekuk kaki kanan (knee-up) dan kiri bergantian sambil kedua lengan di tekuk menyiku pada hitungan 1-8.

Kupon


5

Minggu Kliwon, 4 Februari 2018

CERPEN

Lorong Jiwa Senyap Oleh Beni Setia

”AKU lelah berharap,” gumanku, dalam renungan--seperti baru selepas kencan shorttime. Sesuatu yang rutin dilakukan, tapi aku tak ingat, yang mana, di mana, serta (terutama) siapa gadis yang dibayar itu--aku tidak pernah ingin menemukannya lagi di bar, di mall, dan di manapun. Melulu hanya kontak, komunkasi, ereksi, dan tuntasiah. Tapi benarkah itu hanya hubungan profesional? Lelah? Mungkin karena tadi bergegas ke Periuk Wesi--dari mobil--, menerobos gerimis rinai sejak sore. Di lobi menepiskan basah dari punggung jaket-dipakai untuk mengaling kepala--, mengibaskan bintik thujan dan mengenakannya lagi, meski pasti lembab. Sekilas menyimak penampilan diri di pintu kaca, sebelum pasti memperbaiki penampilan di toilet. Tapi kapan kencan terakhirku?, pikirku sambil menelusuri gang berteratak ke pondok makan terpisah. Menyelinap ke balik meja, untuk menghenyak, bersila di posisi langsung menghadap ke gang berteratak--ngungun dikurung gerimis. Tapi apa Dina memang akan datang, menepati janji meski ia mungkin tak suka Periuk Wesi--nasi liwet dan lawuh tradisionalnya? Pelayan datang dengan kartu menu. Sambil menerimanya aku bilang, kalau aku mau makan, tapi masih menunggu teman, karena itu hanya minta kopi serta dua pisang bakar keju. ”Semoga tidak terlalu telat,” kataku. Pelayan berblus putih dan rok biru itu mengangguk santun. Berlalu membawa pesanan (ringan) itu dalam ingatan, untuk disampaikan ke dapur sambil sekalian jalan ke kasir dan mencacat dalam bon pesanan. Audio jempol menyebabkan suara lirih George Michael--”Careless Whispers”--bagai bisikan, samar tapi jelas. Intim. Misterius. Laiki langkah lelah menjauh di gang senyap, menjauh karena si seseorang sadar tujuan dan tidak akan bisa dicapai--sedang titik keberangkatan enggan ditelusuri, untuk awal satu perjalanan penyesalan. Sebuah dilema. Momen simalakama. Tapi bukankah di kemarin ia yang memilih waktu, dan mempersilahkan aku untuk memilih tempat serta menu? Kini semua sudah terlanjur--sedang gerimis mempercepat kelam. Kini aku hanya berserah pada kodrat menunggu: apa kencan mendapat kepastian, atau malahan batal. Tapi siapa sesungguhnya Dina? Kenapa ia mendadak jadi terasa intim? *** DI Southren Steak, ketika terhenyak memrasakan lapar memuncak saat pelayan berlalu dengan kartu menú, saat telah dengan pasti minta steak dan bir, penjaga pintu, datang menyerahkan kartu nama. ”Buat bapak,” katanya-menyatakan itu dari wanita yang tadi berpapasan di pintu. Aku terhenyak. Yang mana? Tadi ada dua wanita serta satu pria bercakap depan pintu, menunggu Camry mendekat. Si yang bersigaun merah atau yang bergaun biru? Cantik mana? Tak ingat. Tal nisa mengingat--meski aku tetap senyum, rutin mengucapkan tarima kasih--reflek seperti yang diajarkan Nu Profile Tertulis dengan tinta keemasan: Dina Galura Aya; nomor HP--tanpa ada telepon serta alamat rumah--, serta telepon dan alamat kantgor. Di sebaliknya tertulis, Call at 22.00.. Tersenyum. Mengeluarkan dompet--pelan disiselipkannya di soket peruntukan kartu. Mengembalikannya. Meraih rokok, meloloskan sebatang, serta mulai memijiti--mensidorong irisan tembakau yang terlalu padat di suatu tempat tapi di tempat lainnya ampang. Menarik rajangan berlebih sehingga terbentuk pipa pepalia sempurna dengan celah merata. Menyulut sambil menunggu pesanan dalam kenikmatan ruangan lelaki-- bebas merokok, bukan tempat elit anti-rokok. Nun. Tapi siapa Dina Galura Aya? Lepas makan, berselonjor dengan sisa bir, aku mengirim SMS, satu kata--Hallo. I am here--, dan sekaligus mengirimkan nomor agar di-save. Membalikkan inisiatif ke si yang berinisiatif. Bukankah--selama tujuh belas tahun sejak SMA ini--: perempuan cuma melintas, meski sesekali dipilih secara acak, terantung kebutuhan semata. Hanya pelengkap senggang dalam momen singkat. Semua tak beridentitas, tak bereksistensi--hanya tergantung pada (ia) yang paling mungkin diraih. Iseng. Ya! Karena, untuk apa membina ikatan legal bila tugas kantor memeras energi dan konsentrasi? Kalau hidup hanya sergapan kelelahan, sedang sisa waktu melulu dimanpaatkan bersantai--makan dan seks shorttime? *** AKU menjamu Bertolt van der Groot, Cristiano ”Cristo” Mendoza, serta Klauss Ersling di Pampa la

Bamba saat seorang pelayan mendekat sambil membawa sebotol anggur yang disejukkan dalam wada beres. ”Maaf, Bapak,” katanya, ”botol anggur ini dipersembahkan seorang teman umtuk anda?” Aku tersentak. Sesaat ingin menelusuri, tapi pelayan itu pamit dengan membungkuk santun, dan reflek pergaulan membuatku sigap menelan ingin tahu secara profesional. Tahu. Ada seseorang tak ingin diketahui, yang memberi hadiah tanpa ingin diketahui. Tapi HP bunyi--SMS masuk. Dina yang menandaskan isyarat. Tertulis--ejaan singkat aku koteksi--: Saya ingin menemani tapi saya asing bagi tamumu, bagi pembicaraan bisnisn. Saya

wakilkan ke anggur. Aku mengajak tamu perusahaan, yang mengecek kesehatan dan potensi perusahaan sebelum memborong 40 % saham, bersulang-- dengan mengsikatakan ada pihak ketiga ingin ikut memeriahkan. Setelah itu, sebelum mengobrol lebih panjang--dengan minta maaf--, aku mengambil HP dan mengirim SMS. Sebuah pesan--Aku berhutang, dan berharap ada kesempatan melunasi. Di sesaat balasannya tiba--Just dinner, OK! Aku tersenyum--Hanya makan malam. dengan berangkat dan pulang sendiri-sendiri. SMS Dina masuk--When. Where. Aku senyum. Itu agenda untuk seminggu ke depan, pikirku--sambil menutup komunikasi tanpa suara. Dan pesan singkat: Nanti dikabari. Atau nona yang menentukan tempat dan waktu? ”Siapa?” ”Kontributor anggur.” *** KETIKA cuti di Bali, karena sukses memper-

temukan dua kepentingan bisnis itu, aku menghubungi Dina--Seminggu ke depan ini aku di Bali. Di setengah hari (ia) baru membalas. Seperti ketus. Apa peduliku--tulisnya. Aku senyum. Membalas tpdak kalah ketus--meski tak nemakai diksi sinis--: Sorry--tapi jangan menagih utang dinner dulu. Dina Galura Aya cepat membalas. Belum kepikian. I am bussy--tulisnya. Aku senyum. Puas kuasa melolos dari lelah dengan suntuk bercinta. Bangkit meninggalkan ranjang, iseng menyibak tirai lantai 11: memindai hamparan pantai penuh dengan lampu dan si kehidupan malam Kuta. Meraih softdrink sambil memikirkan Dina--sosok yang belum pernah dilihat--, tapi tak kukirimkan gambar kehidupan malam dan momen shorttime. Paginya Dina kirim SMS--Wake up! Mentersijagakan dalam sunyi bersendirian di kamar: aku tak membalas. Ogah! Menghidupkan TV--cari berita. Ambil softdrink, menumpuk bantal merasakan ketenangan abai tak harus bergegas segera tiba di kantor --sementara kemacetan mulai mengkerkah--seperti malam memekat tak bisa dil-

awan lampu jalan, mobil, pekarangan, bar, rumah, dan si seterusnya--, karenanya (manusia) menyerah cala, tak berdaya. Apakah kota hanya usaha artifisial untuk melawan yang alami, sebab itu semua tindakan manusia amat cenderung memperkosa keseimbangan alam? Mencabik keselarasan, mmicu cara hidup artifisial egoistik? Kalau itu, kenapa merasa bahagia dengan yang artifisial, bangga karena dilirik si beratus mata sirik dan hati jelus saat mempertontonkan cara menikmati hidup artifisi-al? Aku termangu--perasaan kosong selalu menyergap bila tak sibuk mengejar target, atau tak tuntas menghibur diri. Bila tiba-tiba ditarik kembali ke dalam kemurnian jiwa seusai sekuat tenaga tenggelam dalam yang artifisial? Yang membuat aku ingin selalu kerja atau menghibur diri--sampai pingsan. Tapi apa yang bisa dilakukan ketika harus cuti dan mesituntaskan bonus? Aku ingat Dina.

Menulis--Aku bosan dengan life style. Dina membalas--Tepi tiap orang menginginkannya. Aku senyum. Spontan menulis--Aku ingin memutar jam ke masa TK. Tahukah di mana agency mesin waktu, untuk tur nostalgia--, sambil membayangkan: Dina terbahak. Mungkin! Tapi jawabnya seperti tendangan kaki kuda pada dahi--Coba ektasi dan morfin-sinis. Mengatakan kalau hanya itu yang biasa dilakukan seusai makan, minuman, dan seks--atau sebelumnya. Aku memenjam. Merasa sepi--suara TV bagaikan gema--, terkurung di ruang kosong ujung lorong. Semua hanya bunyi tak jelas, tak mengantarkan makna apa-apa. Meraih softdrink. Menyibak tirai. Meneguk malt sambil memperhatikan aura panorama pantai. Hamparan kekosongan berbatas cakrawala tidak terukur yang padat, dan mendadak merasa terkurung--sendirian. Melihat gerak ombak serta liuk nyiur tanda laju angin--tapi tidak merasakan itu menggelisir di kulit dan debur di pendengaran. Merasa terisolasi cuma ditemani laung gema TV. Apa ini tanda kematian? Ancangan aroma kematian bagi si yang terkepung galau dunia--keriuhan mengisolasi. Ya! Barangkali-terpikir--kematian hanya kondisi tur berselaput. Diselaputi dan terpisah secelah tipis dari dunia nyata. Jarak transparan, laminating kukuh yang memisahkan--dunia riil tak bisa disentuh. Kalau hanya begitu, rasanya, selama ini aku ada dalam kondisi setengah mati: bersibuk dengan diri sendiri, serta tak pernah intens berhubungan dengan dunia dan orang yang tertatih mengharap Tuhan membagi rejeki--berujud sesama yang makmur dan peduli? Aku menelan ludah. HP bunyi--SMS Dina berharap aku menghubungi usai cuti, dan merayakan dinner. Aku minta agar ia menentukan hari, dan ia mengiyakan sambil minta aku menentukan tempat dan menu. Tapi siapa (sesungguhnya) Dina? *** AKU pesan gurame bakar asam pedas, sayur asem, krupuk kulit, lalab, sambal, dan wedang jahe. Yang sederhana dan mengingatkan masa sekitar tiga puluh delapan tahun lalu, momen aku masih bocahdan menikmati--bersama keluarga--makan di luar, seperti menikmati gadis dijaja dalam pesta seks setengah teler. Dan di malam ini aku ingin mendengar riuh dengkung katah mijah di awal penghujan--kerinduan yang tidak pernah tuntas di tengah metropolis Jakarta. Saat (ini) aku ingin pulang ke rumah untuk makan sayur bening tomat muda, dan sambal dengan lalab tomat muda--amat nikmat disantap saat diajak teman berlibur di Pasir Jambu, ke wilayah pertanian tomat. Nun. Terbayang Dina ternganga ketika diajak ke Periuk Wesi. Kenapa?--sergah SMS-nya. Aku tersenyum, dan (rasanya) ingin bicara panjang tapi kemudian memilih tidak menjawab--aku ingin mengatakan langsung. Dan dalam gerimis pni aku bergergas ke Periuk Wesi. Dan kini, setelah menghabiskan dua pisang keju, dalam menunggu satu setengah jaman--: aku menelepon dua kali tapi HP Dina tidak aktif. Kini aku memilih makan sendiri. Menghabiskan dua porsi besar. Sunyi merokok. Tak peduli pada tatap setengah kasihan dan mencemoohkan pelayan. Aku rindu pulang. Entah kenapa, aku amat rindu pulang. Kembali ke kampung, ke rumah Ibu--bertemu dengan saudara dan banyak kerabat, seperti Lebaran--, ke zona waktu dari tiga puluh delapan tahunan lalu. Ketika jiwa masih polos kekanakan. Lalu: meniti hari dengan corak gaya hidup lain dan tiba di kekinian sebagai si yang sama sekali lain. Mungkinkah aku berubah? Bangkit. Menyelinap ke toilet. Mencuci muka--sambil mengingat runtut urutan wudlu dan mengeja bacaannya. Tertunduk depan cermin. Merasa tersiksa karena terlunta dan tak ingat apa-apa. Istigfar. Mengusap wajah. Minta diberi petunjuk untuk jadi si orang lain. Reborned. Pergi ke meja kasir untuk melunasi semua--bergegas pulang ke rumah meski tanpa sua Dina. Langsung pulang, dengan mensitekan instink ingin mampir ke masjid kecil, mengambil wudlu, dan terhenyak dalam shalat tobat yang basah tangis--dan aku menangis. Kini apa Dina itu ada atau tidak-ada sudah tak penting lagi, setidaknya saat aku memilih menghabiskan menú makanan udik dalam pukau nostalgia masa kanak. Kini tersisa tekad menekan instink rutin, serta ingin jadi yang sama sekali lain. Aku ingin menjadi orang lain--berusahan meski nyaris tak mungkin--dan tak dikerkah sunyi. ***

Resensi Buku

Literasi Generasi Milenial Bali

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Judul Buku : Tanda bagi Tanya Penulis : Frischa Aswarini Penerbit: Gramedia Tahun Terbit : 2017 Jumlah hal. : 90 hal. Bali tercatat menjadi tuan rumah Sidang Komite Eksekutif Konferensi Pengarang Asia- Afrika. Pertemuan para penulis dari anggota Asia Afrika itu berlangsung 16-21 Juli 1963 di Hotel Segara Village, Sanur. Bali tidak pernah kering digali untuk dijadikan tempat, ide, dan tema yang berada di wilayah zona nyaman. Beruntunglah generasi (baca kreator, sastra, film, musik, seni rupa) sekarang bisa bebas menggali potensi ide, tema, dan mencatat derak hidup dan komikal perkembangan masyarakat Bali. Tapi apakah semua itu sudah digali oleh anak muda Bali masa kini? Dalam 34 puisi di buku ini, Frischa justru tidak khusyuk menggali Bali, puisi-puisi di dalam buku ini belum menggali “semesta Bali” dengan hirukpikuk dan karikatural. Frischa masih melanjutkan tradisi menulis penyair Bali yang lain, menata kata dan keindahan dengan diksi yang terpilih. Semoga kelak, di buku berikutnya kita menemukan kecakapan yang lain dari penyair Bali sehingga membawa hawa dan udara baru bagi dunia literasi di Indonesia. (osi)

Widnyana

W.G. Sumarta


Refleksi

6

Melalui yang Satu Mencapai Semua

Dve vidye veditavye iti, ha sma yad brahmavido vadanti, para caivapara ca. tatrapara rg-vedo yajur-vedah sama-vedo’tharvavedah siksa kalpo vyakaranam niruktam chando jyotisam iti. atha para yaya tad aksaram adhigamyate. “Menurut para Brahmavida, yaitu orang-orang suci yang sudah melihat kebenaran sejati terdapat dua jenis pengetahuan yang hendaknya dipahami; Para dan Apara. Termasuk di dalam kelompok Apara adalah Rg Veda, Yajur Veda, Sama Veda, Atharva Veda, termasuk Vedanga yaitu Siksa, Kalpa, Vyakarana, Nirukta, Chanda dan Jyotisa. Sedangkan Para adalah dengan mana Kebenaran Tertinggi Aksara dapat dipahami.” (Mundaka Upanisad 1.1.4–5) Wejangan di atas diberikan oleh Maharesi Angira kepada Resi Saunaka. Angira adalah seorang maharesi agung yang disebutkan sudah berhasil menguasai kematian. Angira terlahir sebagai “manasaputra” atau putra yang dilahirkan melalui pikiran Dewa Brahma. Maharesi Angira sangat terkenal akan kekuatan tapa dan praktikpraktik spiritualnya yang sangat berat serta tidak sembarang orang bisa melakukannya. Mendapat sebutan Angira karena bersinar bagaikan api disebabkan oleh kekuatan tapa-bratanya. Angira juga terkenal sangat terpelajar. Banyak mantra-mantra Veda diturunkan melalui Angira. Saunaka, yang belakangan juga menjadi Resi Agung, datang kepada Maharesi Angira di hutan untuk belajar pengetahuan suci Veda. Maharesi Angira mengajarkan kepada Saunaka mengenai dua jenis pengetahuan yang dinamakan Paravidya dan Apara-vidya. Kedua jenis pengetahuan tersebut adalah pengetahuan yang berhubungan dengan hal-hal material bersifat rendahan (Apara-vidya) dan pengetahuan yang berhubungan dengan hal-hal yang bersifat agung, mulia, dan spiritual (Para-vidya). Maharesi Angira memberikan penekanan pada siswanya, Saunaka agar memahami kedua jenis pengetahuan tersebut dengan sebaik-baiknya. Keseluruhan kitab suci Veda membuka diri dalam dua belahan; belahan material (Apara) dan belahan spiritual (Para). Kata para berarti tinggi, mulia, kebenaran puncak. Sedangkan kata apara

Redaktur Khusus MIMBAR

BUDDHA Dhana Putra HARI ini, bertepatan dengan awal musim semi dalam perhitungan kalender masyarakat Tionghoa. Dengan demikian, perhitungan Tahun Anjing Tanah sudah di mulai walaupun dalam masyarakat awam, perayaan Tahun Baru Imlek masih duabelas hari lagi. Setiap pergantian tahun, pergantian shio yang berkuasa, selalu menimbulkan pertanyaan dalam sebagian besar masyarakat; terutama berhubungan dengan keberuntungan, rejeki, kesehatan, dan sejumlah aspek kehidupan lainnya. Banyak yang mencari orang pintar, atau ke tempat-tempat yang dianggap bisa memberikan jawaban atas segala ‘misteri’ kehidupan ini. Hasilnya, hanya dua kemungkinan; baik atau buruk. Pada umumnya, jika ramalan buruk yang terjadi maka kita akan diwajibkan untuk melakukan serangkaian upacara tertentu untuk menolak kehadiran kondisi buruk. Demi keuntungan, kesuksesan, kesehatan, kekayaan, dan kebahagiaan; tidak ada salahnya untuk melakukan. Jika kita renungkan lebih jauh, apa pun hasil ‘ramalan’ yang ada, sesungguhnya kehidupan ini akan tetap berjalan dengan sendirinya, dengan hukum alam yang terkandung di dalamnya. Semua makhluk, termasuk diri kita, juga akan dipengaruhi oleh hukum ini. Kita tidak bisa menghindar karena semuanya akan tiba pada waktunya. Kehidupan ini pasti akan diwarnai dengan perubahan (anicca) yang tidak bisa dihentikan. Perubahan mengarah ke kondisi baik atau buruk. Yang sehat bisa menjadi sakit, dan sebaliknya. Tidak selamanya mengalami keuntungan, mendapat pujian, memiliki hati yang riang gembira. Kita pasti pernah mengalami kondisi sebaliknya; kerugian, menerima makian atau difitnah, dan hati yang sedih atau berduka. Badan ini akan menjadi tua dan tidak bebas dari penyakit —yang ringan maupun yang berat sehingga

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa menunjukkan yang lebih rendahan. Apara-vidya bukanlah pengetahuan bawahan melainkan pengetahuanpengetahuan yang berhubungan dengan hal-hal bawahan karena bersentuhan dengan pencapaian hal-hal dunia material. Pustakapustaka suci Veda yang termasuk Apara-vidya adalah Rg. Veda, Yajur Veda, Sama Veda, Atharva Veda, Siksa, Kalpa, dan lain-lain. Sedangkan yang dinamakan Paravidya adalah “yaya tad aksaram adhigamyate”, yaitu pengetahuanpengetahuan suci dengan mana Sang Hyang Paramatma, Tuhan YME dapat dipahami atau dicapai. Sangat banyak pengetahuan yang diburu mati-matian oleh orang-orang di dunia sesungguhnya hanyalah pengetahuan yang masih berada pada tingkat bawahan karena ia adalah pengetahuan material. Hampir semua pengetahuan yang dibangga-banggakan oleh manusia di atas muka bumi ini, semuanya ternyata masih merupakan pengetahuan bawahan. Pengetahuanpengetahuan tersebut termasuk Catur Veda ternyata masih dikelompokkan ke dalam kelompok pengetahuan material, pengetahuan apara, atau pengetahuan yang jangkauannya kelas bawahan. Apara-vidya, pengetahuan material dimaksudkan adalah pengetahuan yang mengarahkan orang lebih banyak pada kehidupan material, hidup yang tenang, damai, sejahtera di dunia. Walaupun selipan-selipannya banyak mengajarkan tentang ke-Tuhanan, tapi target utama dari pengajarannya adalah bagaimana orang bisa hidup lebih tenang, damai dan sejahtera. Oleh karena itulah dalam Catur Veda diajarkan berbagai jenis tata cata atau upacara untuk memperoleh kesejahteraan dunia seperti misalnya tentang memuja Dewi Laksmi supaya hidup orang rejekinya menjadi lebih baik, memuja Indra agar mampu mengalahkan musuh-musuh. Para dan Apara-vidya bukanlah pengetahuan baik-tidak baik, benar-salah, tinggi-rendah melainkan ia hanyalah pengelompokkan jangkauan medan pengajaran. Ajarannya sama namun penyampaiannya yang berbeda. Kalau

saya memberi cokelat ke anak kecil maka saya memberinya dengan cara lebih manis, misalnya saya bukakan cokelatnya lalu saya berikan kepada anak tersebut dengan penuh pemanjaan. Akan tetapi, ketika saya memberikan cokelat kepada orang dewasa maka dia yang mengambil dan membuka sendiri. Tidak hanya cara berbeda melainkan sering pula kitab suci memberikan pengajaran bertolakbelakang dengan apa yang hendak dicapai. Sekitar tahun 1990-an, saya pulang dari India. Di rumah tempat saya menginap di Denpasar, ada anak kecil yang tidak mau sekolah. Bapak, Ibu, Paman, semua membujuk anak itu agar mau ke sekolah tetapi semua ditolak dan dilawannya. Pagi-pagi setelah sembahyang saya duduk-duduk di ruang tamu. Anak tersebut datang ke ruang tamu. Saya berpura-pura serius memanggil dia, ”Sssttt… sini, sini…”, setelah ia mendekat lalu saya bisiki, ”Eeh Adik Ganteng…, jangan mau disuruh sekolah ya….” Begitu mendengar bisikan tersebut tiba-tiba ia berkata, “Nggak, saya mau sekolah”, katanya. Saya lanjutkan, ”Bersekolah itu harus bangun pagi, mandi, dan… capek sekolah.” Tiba-tiba anak itu berkata lantang,”Nggak, saya mau sekolah….” Keesokan harinya dia sudah kembali ke sekolah. Apa yang diberitahukan orang dengan baik-baik bahkan dengan cara memelas, dia tidak ikuti, namun ternyata dia mengikuti dengan senang hati setelah diberitahu dengan cara terbalik. Terdapat banyak penyampaian ajaran seperti itu yang orang segera mau bersembahyang hanya karena ada janji-janji atau “iming-iming cokelat”. Veda memberikan cara beraneka-ragam sesuai dengan desa, kala dan patra. Ajaran-ajaran diturunkan berbeda-beda. Orang yang sama memberikan pengajaran yang berbeda, Veda yang sama memberikan pengajaran yang berbeda. Veda yang mengajarkan hal-hal duniawi material, Veda yang sama ternyata mengajarkan spiritual. Dari spiritual itu ke material, dan dari material balik ke spiritual. Tidak ada pertentangan. Orang-orang yang memperdebatkan Veda sebenarnya lebih banyak orang-orang yang tidak pernah melihat Veda. Veda itu “sastra tan patulis”, Veda itu buku yang tidak ada tulisannya. Yang tertulis itu bukan Veda, isi tulisan itulah Veda. Di Jawa dan di Bali “sastra tan patulis” ini sangat terkenal. Kitab suci Veda itu adalah sabda, dan sabda itu penerang. Begitu sabda terucap maka kegelapan langsung menghilangkan dirinya. Itulah Veda, yaitu “yaya tad

aksaram adhigamyate”, yaitu yang mengantarkan orang untuk datang kepada Tuhan. Itulah para-vidya, Veda yang sama. Tidak ada Veda yang baik atau tidak baik. Tidak ada Veda yang rendah atau pun tinggi. Veda adalah Veda. Veda yang sama tetapi Veda berbicara berbeda. Orang-orang yang belum mempunyai pengetahuan lengkap Veda secara utuh biasanya “menikmati” memperdebatkan Veda. Visaya atau sentuhan medan Veda itu sangat luas, ditata dan dituntun oleh desa, kala dan patra, dan akhirnya juga menyebrangi desa, kala, dan patra. Ajaran yang menyebrangi desa, kala, dan patra itulah Para-vidya. Pengetahuanpengetahuan suci dalam level tersebut semua merupakan ajaran Veda yang sudah “tri-gunatita” yaitu ajaran spiritual, Para-vidya yang mengatasi batas dan sentuhan tiga sifat alam Prakriti, Sattva-guna (kebaikan), Raja-guna (kenafsuan, giat) dan Tamasa-guna (kelambanan dan kebodohan). Bhagavadgita sendiri mengatakan “traigunya visaya veda”, bahwa Veda-Veda yang Apara-vidya itu jangkauan ajarannya hanya pada batas sentuhan Triguna (kebaikan, kenafsuan dan kemalasan). Tiga itulah isinya. Sedangkan Para-vidya berada di luar sentuhan dan jangkauan ketiga guna-prakriti tersebut. Para-vidya biasanya diwakili oleh ajaran Mahavakya yang mengarahkan pada kesamaan dan kesatuan diri sejati dengan sumber diri sejati, seperti Aham Brahmasmi, Tat Tvam Asi, dan lain-lain Mahavakya. Itulah yang dituju dan diusahakan untuk dicapai melalui berbagai teknik spiritual. Itu pula yang diusahakan oleh para leluhur kita melalui teknikteknik semedi (samadhi), yaitu menuju Sang Hyang Aksara (tad aksaram adhigamyate), demi keberhasilan memahami Tuhan yang “Aksara” itu. A (tidak), ksara (musnah), Aksara berarti Tuhan yang tidak pernah musnah, yang “aksara” alias kekal abadi. Apara-vidya lebih banyak mengantarkan orang kepada jalan bahirmukhi (mengarah keluar) sedangkan Para-vidya mengarahkan orang pada antarmukhi (mengarah ke dalam, amulat sarira). Aparavidya mengarah pada cabang dan ranting objek kebutuhan material sedangkan Para-vidya mengarah pada Yang Satu dengan mana segala tercapai seperti percakapan Maharesi Angira dengan Saunaka, “kasminnu bhagavo vijnate sarvam idam vijnatam bhavati iti” – melalui mencapai yang satu, segala dan semua dicapai.

MIMBAR AGAMA

Keberuntungan di Tahun Anjing

butuh perawatan. Walaupun berdoa dan melakukan ritual tertentu, usia tua dan penyakit tidak bisa dihindari. Pada akhirnya, kita juga tidak bisa menghindari kematian. Suatu saat pasti akan datang, cepat atau lambat. Kita tidak tahu waktu dan cara kita meninggal. Setiap hari kita harus membuat keputusan, menentukan pilihan —yang besar maupun kecil. Pilihan tersebut akan mendatangkan akibat, cepat atau lambat. Inilah hukum kesunyataan, hukum alam, hukum sebab dan akibat yang saling bergantungan. Tidak ada perbuatan yang tidak disertai dengan sebab yang mengawali dan menimbulkan akibat selanjutnya. Hidup kita juga dipengaruhi buah dari perbuatan yang pernah dilakukan dalam kehidupan ini maupun kehidupan sebelumnya. Kita mewarisi kamma masa lalu, berhubungan dengan kamma kita sendiri. Buah kamma tersebut muncul jika kondisinya tepat. Akibat dari setiap perbuatan tidak mungkin salah alamat. Oleh karena itu, kita harus memahami bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita tidak lepas dari akibat dari perbuatan yang pernah kita lakukan. Masih banyak lagi prinsip dasar tentang hukum kehidupan yang telah diajarkan oleh Buddha dan diwariskan sampai sekarang. Buddha telah menunjukkan segala sesuatunya dengan jelas. Kita telah banyak belajar. Namun keyakinan kita belum maksimal. Terkadang kita masih tidak bisa menerima ketika kondisi buruk terjadi. Kita ingin menghindar, tidak mengharapkan kehadirannya. Salah satu cara untuk menghindari kamma buruk adalah dengan lebih banyak berbuat baik. Seperti mempunyai segelas kopi yang pahit, kita membutuhkan susu atau gula untuk membuatnya lebih netral dan lebih enak untuk dinikmati. Karena itu, yang lebih penting dalam kehidupan ini adalah berusaha berbuat baik dengan mempraktikkan Dhamma dalam keseharian. Bagaimana keberuntungan Anda di tahun Anjing Tanah ini? Baik atau buruk, tetaplah untuk berbuat

baik dengan dilandasi pengertian benar dan pandangan benar. Dengan berbuat baik, kita mengkondisi-

kan munculnya kamma baik, nasib baik, dalam kehidupan ini. Selamat Tahun Baru Imlek.

Untuk pembaca Bali Post Mingguan (BPM), kami membuka rubrik baru ‘’Permata Hati”. Rubrik ini mengangkat si buah hati yang baru lahir, yang berulang tahun atau akan berulang tahun. Juga pasangan yang menikah di minggu tersebut atau yang merayakan ulang tahun pernikahan. Kirim foto menarik dan tulis data lengkap identitas diri, orang tua serta komentar singkat. Semua data dikirim lewat email redaksibalipost@ yahoo.com dengan kode Permata Hati. Bisa juga naskah dan foto dikirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post. Jl. Kepundung 67 A Denpasar telp. (0361) 225764. (Redaksi)

Minggu Kliwon, 4 Februari 2018

Capricorn Tak perlu menuruti gejolak hati yang terkadang jika sudah dirasuki oleh amarah maka tak bisa lagi berpikir dengan jernih, untuk itu selalu pergunakan logika dan rasio agar bisa terhindar dari pengambilan keputusan yagn salah. Pemasukan di minggu ini cukup baik, hanya saja pengeluaran yang tampak membengkak terus dan sulit untuk dikendalikan. Asmara: Tetaplah menjaga sikap dan ucapan Anda agar suasana hatinya tetap terjaga. Apalagi saat ini sidia lagi kacau pikirannya, sehingga Anda harus lebih tahu diri. Kemujuran: Ke arah Selatan dan Barat. Aquarius Cobalah dipikir seribu kali sebelum melangkah karena penyesalan akhir tiada gunanya lagi. Situasi di minggu ini menuntut Anda untuk lebih hati-hati dan teliti dalam menelaah setiap kejadian yang muncul agar bisa meraih hasil yang optimal. Keuangan masih baik dan lancar sehingga hati akan merasa tenang dan tak gelisah. Ajakan teman yang sekiranya hanya akan membuang-buang uang saja lebih baik Anda tolak, daripada Anda pusing di kemudian hari. Asmara: Semua permasalahan akan bisa diselesaikan dengan penuh kesabaran dan ketenangan, untuk itu hindari emosi jika hanya akan memperburuk suasana saja. Kemujuran: Ke arah Barat dan Selatan. Pisces Jangan sia-siakan kesempatan bagus di minggu ini, segera follow up janji-janji yang ada dan tak perlu malu untuk memulainya dari awal. Masih ada harapan untuk bisa meraih keuntungan besar karena peluang cukup terbuka lebar. Bila ada tawaran sebaiknya segera ditindaklanjuti dengan sepenuh hati, agar peluang tersebut tidak hilang begitu saja. Asmara: Masih sulit untuk bisa menjalin komunikasi yang baik, karena si dia masih ragu akan cinta Anda padanya. Kemujuran: Ke arah Timur dan Barat. Aries Peluang tampak terbuka lebar, hanya saja faktor kecerobohan dominan sekali menghiasi langkah Anda, untuk itu jangan biarkan kesuksesan yang sudah tampak didepan mata itu hilang begitu saja hanya karena kesalahan sendiri yang seharusnya bisa dihindari. Pemasukan tinggi tidaklah ada artinya jika tidak bisa mengendalikan pengeluaran. Untuk itu lakukan penghematan agar pemborosan tak sampai terjadi di minggu ini. Asmara: Visi ke depan sebaiknya mulai dipersiapkan dan didiskusikan dengannya mulai sekarang, jangan hanya memikirkan kesenangan saat ini saja. Kemujuran: Ke arah Timur dan Barat. Taurus Di minggu ini cobalah lebih konsisten dengan setiap ucapan yang telah Anda utarakan, jangan sampai membikin kacau segala rencana yang lagi berjalan, cobalah Anda berjalan di atas rel yang telah Anda susun agar hasil yang akan dicapai benar-benar tepat pada apa yang direncanakan. Mengenai keuangan masih perlu pengaturan yang tepat dalam memanage semua dana yang masih cukup banyak ini sehingga kebutuhan bisa tercukupi semuanya. Asmara: Jangan berpikiran yang bukan-bukan jika hanya akan bikin hati menjadi tak tenang saja. Kemujuran: Ke arah Timur dan Barat. Gemini Jangan pernah berputus asa, bukankah tidak ada permasalahan yang tidak ada titik temunya, walaupun semua itu terkadang harus mau berkorban demi penyelesaikan masalah tersebut. Carilah pengorbanan terkecil dari semua solusi yagn ada, sehingga Anda segera bisa hidup tenang dan tidak dihantui oleh permasalahan tersebut. Boleh saja berhemat tetapi juga harus bisa flekfibel dan tak terkesan kikir karena akan dijauhi orang saja. Asmara: Cobalah positif thinking dengan segala sikapnya tersebut sehingga persoalan tersebut cepat dapat ditemukan solusi yang tepat. Kemujuran: Ke arah Timur dan Barat. Cancer Pertahankan kinerja Anda apalagi simpati tampak semakin berdatangan mensupport Anda. Teruslah melangkah maju dengan penuh keyakinan diri, apalagi pintu kesuksesan sudah tampak, sehingga sangatlah disayangkan jika motivasi Anda hanya biasa-biasa saja. Di minggu ini janganlah meremehkan tawaran yagn datang sekalipun sepintas terlihat cukup kecil keuntungannya. Yang penting tetap untung itu sudah bagus daripada tidak untung sama sekali. Asmara: Tak perlu emosi dalam menghadapi sikapnya yagn agak keras itu, bersabarlah karena watak memang sulit untuk dirubah. Kemujuran: Ke arah Timur dan Barat. Leo Tidak ada yang tidak mungkin jika Anda kerjakan dengan penuh kesungguhan hati dan tidak setengahsetengah. Cobalah Anda manfaatkan situasi yang berprospek ini untuk dapat meraih hasil yang lebih baik dibandingkan hari-hari kemarin. Mengenai finansial Anda permasalahan masih terletak pada sulitnya untuk mengendalikan pengeluaran yang tampak semakin meninggi itu. Asmara: Masih terasa dingin dan kurang ada gairah, cobalah Anda lebih atraktif lagi agar susana bisa kembali menghangat. Kemujuran: Ke arah Utara dan Barat. Virgo Perbintangan Anda tampak bersinar dengan terangnya sehingga akan mampu membuat simpati bagi orang yang melihatnya. Laksanakan segala rencana yang sempat tertunda dan jangan tungguh nanti walaupun saat ini beban Anda masih lumayan berat. Keuangan cukup kuat dan solid walaupun kebutuhan masih meninggi. Untuk saat ini jangan memberi pinjaman dulu karena kebutuhan Anda sudah cukup tinggi. Asmara: Si dia ada yang mengincarnya maka dari itu perbaiki sikap Anda, yang tadinya selalu bersikap dingin sekarang mulai dirubah untuk bisa bersikap lebih hangat dan sayang lagi. Kemujuran: Ke arah Selatan dan Barat. Libra Di minggu ini tak perlu menghiraukan omongan orang kalau akhirnya hanya akan membikin diri Anda menjadilengah saja. Inilah saat yang baik untuk mencoba sesuatu yang baru bagi Anda, yang sudah lama ingin Anda lakukan mumpung kemujuran masih memayungi perbintangan Anda. Dari segi keuangan meski pemasukan meningkat akan tetapi pengeluaran juga terus meningkat. Asmara: Suasana percintaan Anda kurang begitu menggairahkan, maka dari itu cobalah untuk sedikit lebih agresif Kemujuran: Ke arah Timur dan Barat. Scorpio Permasalahan bisa timbul dari kelengahan dan kesembronoan Anda sendiri yagn seharusnya bisa dihindari. Di minggu ini kemujuran masih cukup bisa diAndalkan, akan tetapi masalah yang datang juga tidak bisa diremehkan. Segala rencana masih dapat berjalan lancar dan sesuai dengan apa yang diharapkan, sehingga keuangan tak akan mengalami masalah di minggu ini. Asmara: Sikapnya yang menjengkelkan itu tak perlu dihadapi dengan emosi karena hanya akan membikin suasana menjadi tidak terkendali. Kemujuran: Ke arah Timur dan Utara. Sagitarius Tak perlu terpengaruh dengan prediksi-prediksi dari orang lain yang hanya akan mengacaukan konsentrasi Anda saja. Walaupun suasana tampak lebih tenang, sebaiknya Anda tetap berlaku waspada dan giat untuk mempersiapkan segala rencana yang akan Anda terapkan dikemudian hari. Keuangan cukup lancar tingal tergantung bagaimana Anda memanfaatkan setiap peluang yang ada agar pemasukan tetap dapat mengalir seperti yagn Anda harapkan. Asmara: Usahakan untuk tidak menyinggung hatinya walaupun Anda beranggapan apa yang Anda lakukan itu adalah benar. Kemujuran: Ke arah Selatan dan Utara.

Diasuh Oleh Putri Wong Kam Fu Berlaku : 4 - 10 Februari 2018


Redité Kliwon, 4 Februari 2018

Bali L e m b a r

B a s a

7

B a l i

Bencingah I Wayan Pustaka Alit

Sayan Kasenengin SINALIH tunggil parikrama nglestariang budaya tradisional tetamian panglingsir wantah nyarengang para yowana utawi alit-alit sajeroning parikrama inucap. Duaning ipun sané jagi nami samian wangun budaya kabénjangpungkuran, minakadi sané marupa gambelan angklung. I Wayan Pustaka Alit, S. Sn., pembina seni tabuh saking Br. Tegeh, Kerobokan, Kuta Utara, Badung maosang bagia duaning alit-alité mangkin sayan seneng tur meled malajahin gambelan angklung, duaning sampun kauningayang, tetabuhan angklung nénten wantah kanggén ring upacara pitra yadnya kémanten, nanging prasida taler kasinahang sajeroning festival antuk kahanan sané bungah. “Sakadi sané ketah panggihin tiang, yadiastun kirang disiplin, akéhan yowana gelis nrima tur éling ring peplajahan sané kaicén indik angklung saihang ring krama lingsir,” baos lanang sané embas ring Badung, 21 Februari 1968 puniki. Yadiastun sakadi punika, sané kasenengin alit-alité akéhan marupa angklung kakebyaran miwah kréasi kémanten, akidik sané seneng ring angklung kakléntangan. Kabaosang, angklung antuk gegendingan sané klasik méweh kaélingang, napi malih olih yowana sané sampun waged ring matetabuhan pagongan tabuh tegak utawi gong kebyar. “Kahanan utawi rasa sané jagi kapolihang saking angklung kakléntangan akéhan rasa sedih, matungkasan pisan sareng rasa girang sané kamedalang saking gegambelan kakebyaran. Rasa gending punika sané ngawinang alit-alité mapikayunan yéning nabuhang angklung klasik wantah méwehan saking angklung kakebyaran,” bendahara Listibiya Kecamatan Kuta Utara sané taler alumnus STSI Denpasar 1996 puniki negesang. (was)

I Made Super Tamayasa

Nyinahang Kahanan Anyar SEKANCAN parindikan majanten jagi nglimbak pinaka sinalih tunggil pikolih saking pamargin galah. Indiké punika kasinahang saking kahanankahanan anyar sané kapanggihin ring sekancan parindikan, sakadi ring kahanan gegambelan baleganjur. I Made Super Tamayasa, S.Pd.H., pembina seni tabuh saking Br. Selanbawak Kaja, Marga, Tabanan maosang, gambelan baleganjur nglimbak pisan. Napi malih kahanané mangkin, para seniman sampun nyinahang kahanan-kahanan sané anyar tatkala ngaryanin gegarapan tembang baleganjur, minakadi ring gegebugan miwah wangun tembang sané karipta. Yéning ring galah dasa warsa sané lintang, parikrama baleganjur kantun samian nyinahang sapunapi pangawit, pangawak, pangadeng taler pasiat ring panguntat saha kahanan tembangnyané kasinahang mélodis. “Ring galahé mangkin, akéhan tembang sané kakaryanin kaucap nge-beat utawi tempo-ipun ngentak-ngentak antuk parikrama nabuh sané sayan becat miwah kontémporér,” baos lanang sané embas ring Tabanan, 9 Desember 1989 puniki. Indik pisarat alit-alit miwah para yowana ring baleganjur, manggalaning Sanggar Arda Arcana puniki maosang, akéhan sané seneng ring tetabuhan kontémporér antuk wangun tembang nge-beat utawi becat. Duaning kocap punika sané adung sareng pikayunan wimuda para yowanané. Sios punika, ketah taler kapanggihin para yowana satmaka kirang misaratang pisan tatkala ipun nabuhang baleganjur sané tradisional antuk parikrama kekunan sakadi ring dasa warsa sané lintang. “Tiang ngaptiang mangda kasuén-suén tembang baleganjur sané melodis sayan akéh kakaryanin. Duaning antuk nyinahang soroh tembang baleganjur sakadi punika, satmaka ngicén paangajah-ajah ring krama yéning tembang baleganjur sujatiné wantah mélodis, sané kontémporér utawi nge-beat punika wantah gegarapan sané anyar,” asapunika alumnus UNHI ring jurusan Karawitan warsa 2014 puniki nartayang. (was)

(114)

BPM/was

ANGKLUNG – Sakadi sané ketah kapanggihin ring pakraman, angklung wantah sinalih tunggil gambelan bebarungan sané ngiringang makudangkudang upacara pitra yadnya utamanipun ring parikrama pitra yadnya tatkala nyiramang layon utawi ngeseng sawa.

Gambelan Angklung

Kabinayang dados Kakléntangan miwah Kakebyaran

BUDAYA majanten wangunipun mabina-binayan manut kahanan ring pakraman miwah soang-soang wewidangan. Sinalih tunggil wangunnyané punika marupa seni tabuh utawi gambelan, seni marupa suara sané kamedalang saking makudangkudang piranti utawi instrument gambelan tradisional. Ring Bali, akéh pisan soroh wangun piranti gambelan inucap sané ketah taler kawigunayang sajeroning parikrama upacara yadnya Hindu. Sangkaning ngamedalang wangun suara taler kawigunan sané mabina-binayan, punika lantas kaakitang dados pupulanpupulan gambelan utawi sané ketah kabaos antuk barungan, sakadi bebarungan gambelan angklung. Angklung wantah sinalih tunggil barungan gambelan sané ketah kawigunayang ring ka-

huripan krama Bali. I Wayan Pustaka Alit, S. Sn., pembina seni tabuh taler angga Listibiya Kabupaten Badung maosang, cihna gambelan malaras sléndro punika wantah ngamedalang petang suara, luiré; ndéng, ndung, ndang, miwah nding. Yadiastun ketah kawigunayang sajeroning upacara Pitra Yadnya, angklung prasida taler katabuhang ring yadnya siosan. Sangkaning punika, tembang angklung kakepah manut ring acara sané kamargiang. Minakadi angklung kakléntangan utawi angklung antuk tembang miwah gending klasik utawi kuna, kanggén ngiringang parikrama upacara pitra yadnya minakadi mamargi ka setra, nyiramang layon, miwah sané siosan. Yéning sané kamargiang wantah angklung kakebyaran, sinah tembang utawi gendingnyané

akéhan kaambil saking pagongan tabuh tegak. Ring wewidangan Kerobokan, Badung, tetabuhan angklung kakebyaran akéh katabuhang sajeroning upacara dewa yadnya. “Sios saking soroh gendingnyané, pabinayan saking kalih soroh angklung inucap taler kasinahang saking sarana sané kawigunayang. Ring angklung kakléntangan majanten ngawigunayang apasang kendang alit mapanggul taler kempur tios saking piranti angklung dasar. Yéning ring angklung kakebyaran, sané kawigunayang wantah kendang ageng apasang miwah gong,” baos dané. Pustaka Alit malih maosang, kantos mangkin akéh krama sané ngrasayang kahanan sedih ri kala mirengang suaran angklung kakléntangan, punika duaning gegendingan inucap wantah sak-

ing nguni katabuhang sajeroning upacara pitra yadnya kémanten. Dadosné pangrasan krama raris kadaut ring kahanan sebet ri kala mirengang suaran tembang angklung sané alon sada alus banban. Matungkalikan kahanannyané tatkala sané katabuhang wantah angklung kakebyaran. Punika wantah sinalih tunggil kalewihan saking piranti angklung, duaning tembang kakebyaran pinaka gending saking gong tabuh tegak sané malaras pelog ngamedalang suara limang soroh punika prasida becik kamedalang antuk sarana angklung sané wantah masuara 4 tur malaras sléndro. Minakadi conto sajeroning tabuh kakebyaran lelambatan sané tatkala katabuhang pakem, sué miwah “aksén-aksén” tembangnyané nénten mabinayan sareng tatkala katabuhang ring pagongan tabuh tegak.

Katakénin parindikan pinih utama sajeroning tembang angklung kakléntangan, Pustaka Alit maosang wantah ring jégogannyané. Yadiastun punika kagedig sada arang tur alon, nanging suara sané kasinahang wantah satmaka “magending” utawi nandan gending sané katabuhang. Antuk panglimbak angklung sané sayan nincap, ring gambelan angklung kakebyaran taler ngawigunayang ugal, punika raris manados indik sané pinih utama saha dados panuntun tembang-tembang ring angklung kakebyaran. “Indik sué tembang ring angklung utamanipun kaklentangan, pinih sué wantah 12 menit kémanten. Yéning sané katabuhang wantah lelambatan sané ngranjing ring soroh tembang kakebyaran sinah prasida kantos 28 menit,” dané nartayang. (was)

Tetabuhan Baleganjur

Gambelan antuk Laras Pelog miwah Sléndro Ngeninin indik cihna baleganjur, bebarungan gambelan prasida katabuhang sinambi mamargi, gambelan baleganjur taler masaih sareng tetabuhan bebatelan. Pabinanyané, ring gambelan bebatelan jagi ngawigunayang gong asiki taler klentong miwah kendang alit, yéning ring baleganjur wantah ngawigunayang gong kekalih, madaging kempur miwah bendé taler kendang sané ageng. Apasang kendang utawi lanang-wadon wantah pamucuk sajeroning parikramanyané. Duaning ring kendang punika wénten kilit-kilitan gegedigan sané nandan parikrama utawi pidabdab tembang sané katabu-

hang. Sangkaning punika, ring soang-soang baleganjur akéhan nyinahang juru kendangnyané. Super Tamayasa malih maosang, baleganjur utamanipun sané kamargiang sajeroning parikrama upacara yadnya wantah gambelan sané malaras pelog. Tatkala ngranjing ring soroh baleganjur sané kawastanin Semarandhana, sinah masalin dados malaras sléndro. Duaning ring baleganjur inucap jagi ngawigunayang piranti semarandhana sané dados paméro utawi ngawinang suara sané kamedalang dados lebah utawi andap. Ring baleganjur malaras pelog ngawigunayang

patpat réong sané ngamedalang soroh suara ndong, ndeng, ndung miwah ndang. Sané ketah kapanggihin ring baleganjur semarandhana utawi sléndro wantah ngawigunayang réong pepitu sané ngamedalang suara ndong, ndeng, ndeung, ndung, ndang, ndaing miwah nding. “Indik sué baleganjur inucap katabuhang wantah nganutin parikrama yadnya sané kairingang. Yéning katilik saking soang-soang tembangnyané, sué tetabuhannyané wantah pitu katos kutus menit sajabaning nganutin tata-titi pacentokan sinah prasida kantos solas menit,” Super Tamayasa nartayang. (was)

RING Bali, akéh pisan soroh piranti gambelan sané katami saking para panglingsir pinaka tetamian budaya. Makudangkudang sorohnyané punika raris kapupulang dados barungan manut saking kawigunanipun sajeroning parikrama upacara yadnya Hindu ring Bali. Mawinan ketah kapanggihin ring Bali, soang-soang upacara yadnya kairingang antuk piranti gambelan sané mabina-binayan. Kahanan sakadi punika majanten nincapang kahanan keberagaman wangun budaya Bali. Ngeninin indik soroh gambelan tradisional ring galahé mangkin, yukti sayan ngamecikang saha nglimbak kahananipun, sinalih tunggilnyané marupa gambelan baleganjur. Parindikan punika prasida kacingak saking makudang-kudang parikrama pacentokan baleganjur sané setata ramia kasarengnin pamilet. Sujatiné baleganjur wantah piranti tetabuhan sané ketah kawigunayang ngiringang parikrama yadnya minakadi Ida Bhatara lunga melasti utawi ngiringang layon taler wadah ka setra, duaning prasida kawigunayang sinambi mamargi. I Made Super Tamayasa, S.Pd.H., pembina seni tabuh taler mang-

galaning Sanggar Arda Arcana puniki maosang, sakadi sané ketah kapanggihin, ngwigunayang tetabuhan baleganjur prasida nincapang pisarat krama tatkala nyarengin parikrama upacara yadnya yadiastun patut doh mamargi ngiringang Ida Bhatara utawi marasa baat negen wadah ka setra. Baleganjur taler prasida kaucap wangun alit saking tabuh tegak, duaning ketah piranti tabuh tegak sané katabuhang ring baleganjur. Minakadi réong patpat sané ngamedalang suara ndong, ndéng, ndung miwah ndang, kalih ponggang miwah sarana tabuh gegantungan minakadi gong lanang-wadon, kempur taler bendé. Piranti siosan sané kawigunayang ring baleganjur minakadi céngcéng kopyak, kempli taler kajar utawi sané ketah kasengguh tawa-tawa. “Baleganjur sané ketah katabuhang ring pakraman nénten ngawigunayang piranti gegenderan minakadi jublag, jegog, ugal, gangsa miwah terompong. Sané ngawigunayang piranti punika kawastanin bebonangan sané ngranjing sajeroning baleganjur kreasi, arang kawigunayang ring pakraman,” baos Super Tamayasa.

BALEGANJUR – Ring soang-soang wewidangan minakadi banjar wiadin désa adat majanten madué gambelan baleganjur, gambelan sané kawigunayang tatkala ngiringang Ida Bhatara malelungan utawi ri kala ngiring wadah ka sétra.

“BÉH, malah ja tiang mara mriki. Kadén sampun pragat lakar ngajeng dogén. Nggih apang ten nguciwayang Ibu, lakar gaénin sasida-sidaan. Tungurah, ngiring gotong royong mangda puput ajam,” baosné Arniek ngajakin Ngurah Jelada sareng Ayu Jeladi ngawitin mréksain bumbu sané wénten. Sang tiga raris magentos pakaian saha nganggén celemék. “Nah, niki bé céléngé pas babinné susun daging becik anggén babi kécap. Niki irisiris raris penget dumun ajebos, niki bumbunné. Sisané madaging muluk lan daging cahcah jagi anggén capcay. Tugék Jeladi sareng tiang ngaryanin. Yén niki ja bé guraminé mangda gelisan sané kekalih goréng bumbu rica-rica. Malih kekalih ikan bakar bumbu saos jamur tiram. Luh Méga sareng Tungurah sané masak,” baosné Luh Suwarni magiang tugasné. “Ah, Arniek naké ngaénang bumbuné. Tiang ajak Tungu-

rah amung nglebengin.” “Nggih, dadi. Élingang gurami bakarné sampunang kaadanga siksikné. Yén sané mabumbu rica-rica ja perlu bresihang,” baosné Arniek saha ngracikang bumbu saos tiram sareng bumbu rica-rica sidumun. Ngurah Jelada sampun biasa nulungin Arniek masak. Wus punika wau ngarya bumbu babi kécap raris serahanga ring Ayu Jeladi ngratengin. Si pungkur Luh Suwarni ndéwék sané ngaryanin capcayné. Ibunné Nyoman Padmini amung saab-seeb ningalin bajang-bajangé makrépakan masak ring dapur. Tan lali Arniek maang Ibu Padmini nyicipin dumun sadurungé rateng pisan. ”Cobakin Bu napi rasanné ané kurang pas?” pitakénné Arniek sareng ngecapin. “Ooh, Tugék Jeladi pinter, bumbu babi kécapé pas jaené nyusup ka dagingé gebuh. Rica-ricané bumbuné atep lezaat, sadrasa sajaan. Ikan bakarné masih sampun pas,

nyantep. Bé guraminé empuk, kulitné kelés mabo nyangluh. Pokokné jaen san. Yén capcayné, mula cocokné bé céléng, yén nyicipin a lépékan kari kuangan,” baosné Nyoman Padmini puas. “Badah Ibu daya padidi nyicipin. Tiang masih milu,” Gedé Dauh natakang lima. “Niki Pak, ten dadi mimbuh,” Luh Méga ngambil sami aséndok wadahina lépékan. “Eemhs né mara gegaén chef profisional... sedaap,” kecapan bapakné ngajumang. Jam dasa masakané sampuin cumawis. Bajang-bajangé mresihin raganné, mapayas bébas rapi, sajaba Luh Méga sané nganggén pakaian adat Bali mapusung tagel, masekar cempaka mas acarang saha sumpang sekar menuh lan gambir putih bresih. Mula jegég, napi malih nganggén kamben endek sutra purbasari masetélan baju brokat biru langit. Jam solas péstané kakawitin. Sameton nampekné Gedé

BPM/was

Dauh sami rauh malinggih ring balé daja. Sapunika taler Gusti Ayu Jeladi, Luh Suwarni, Gusti Ngurah Jelada miwah timpal grupné malajah dumun sami rauh ngraménin. Si pungkur rauh Gedé Ngurah Widiana mapakéan adat Bali katehang antuk mémé bapa lan adi-adinné raris negak ring balé daja. Samian tamiuné sané rauh wantah pasasur diri. Samian kantun kulawarganné Gedé Dauh. “Nggih, Bapa Gedé Taman, pinaka panglingsir, Gusti Ngurah Jelada, para atiti saha para sameton, panak, cucu ajak makejang sané wangiang tiang. Iraga makumpul mangkin deriki gumanti jaga angayu bagia nyelametin Ulang Tahunné Luh Mégantari sané ka 22, saha lulusné Gedé Ngurah Widiana Dauh ring D.3 Pariwisata Unud (samian tepuk tangan). Salanturné taler jaga ngresmiang pertunanganné Luh Mégantari sareng ......... (sami kipak-kipek) Gedé Ngurah Widiana, mangda

pungkuran dados panyeledi jumah iriki (sami makoplok masuryak matutang). Ipun mula sami tresna, saha titiang pinaka rerama taler sami cumpu. Mangkin durusang Bapa Gedé Taman ngwakilin kulawarga ngicén doa restu,” aturné Gedé Dauh. Luh Méga sareng Widiana makenyem saling sledétin kabilbil. “Inggih Tungurah, para atiti, pianak, cucun tiang sareng sami ngiring mangkin angayubagia ring Sang Hyang Widi Wasa mangda Luh Mégantari, Gedé Ngurah Widiana panjang yusa, mangguh bagia, suksés lulus lan polih pakaryan kadi pangapti sané becik.” Baosné Jero Mangku Taman raris masea ngantebang banten pangraos miwah pasaksiané. “Inggih mangkin Luh Méga motong tumpeng ulang tahuné katur ring Gusti Ngurah Jelada pinaka pembimbingné. Raris ring i rerama, saha Bapa Mangku,” baos sang protokol. (Masambung)


8 Parahyangan

Pura Pangsung, Lombok

Kasub Kasengguh Pura Gunung Pengsong GUNUNG Pengsong ring Kabupaten Lombok Barat, NTB, boya wantah genah wisata sané biasa. Satios kahanan palemahan sané asri, Gunung Pengsong taler akéh antuk nilai sejarah miwah budaya. Gunung Pengsong wantah bukit batu selem antuk tetaruan sané tis, antuk ketinggian puncak sawatara 200 meter diatas permukaan laut (mdpl). Ring puncak puniki, wénten sinalih tunggil wangunan pura sané mawasta Pura Gunung Pengsong. Aran sujati saking pura inucap wantah Pura Pangsung. Aran “Pangsung” kambil saking basa Sansekerta sané mateges genah nunas waranughara saking Sang Hyang Widhi. Krama irika ngangken Pura Pangsung wantah genah sané pinih nampek sareng Sang Hyang Widhi. Mawinan becik pisan kawigunayang pinaka genah pamuspaan. Olih suku Sasak, Pura Pangsung kasenggung antuk aran Pura Gunung Pengsong. Kawastanin sakadi punika, santukan sadurung pura inucap kawangun, akéh kapanggihin harta karun marupa koin emas ring wewidangan bukit. Koin emas inucap wantah peninggalan penjajah Jepang sané kapendem ring genah inucap. Manut basa irika, “kepeng” utawi sané ketah kabaosang “peng” maartos koin, miwah “song” maartos bolong. Mawinan “Pengsong” kategesin pinaka koin antuk bolong ring tengahnyané. Pengsong wantah “Kepeng Song”. Pura Gunung Pengsong sané magenah ring Desa Kuripan, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat puniki kasengguh pinaka pura kapertama miwah sané pinih tua ring Lombok. Ring wewidangan pura, wénten tetiga pura tiosan pinaka pangayat saking tetiga gunung, luiré; Gunung Rinjani, Gunung Meranggu, miwah Gunung Pengsong. Manut sejarah, pura puniki kawangun olih Bhatara Wayan Sebali, sinunggil pandita Hindu saking Geria Pendem Karangasem, Bali daweg warsa 1514. Ngeninin indik sejarah pawangunan pura puniki kaunggahang ring sajeroning lontar sané kasuciang pisan. Yadiastun kasengguh lingsir, nanging pura inucap makanten asri pisan. Ketah krama saking Bali sané ngamargiang tirta yatra ka pura inucap. Pamekas ri kala rerainan ageng minakadi Galungan wiadin Kuninga, Pura Pangsung ramia karauhin krama Hindu ring wewidangan Lombok. Wewidangan antuk jimbar kantos solas hektar sané taler kadadosang pinaka objek wisata mawit warsa 1996 puniki yukti ngulangunin saha asri pisan. Nuju puncak gunung utawi nuju Pura Pangsung, krama sané rauh patut nglintangin panyatusan undag sané kakaryanin antuk batu miwah semen. Sadurung rauh ring puncak gunung, pacang kapanggihin klebutan sané kawastanin Klebutan Tirta Mumbul Sari sané prasida kawigunayang ri kala ngamargiang upacara ring Pura Pangsung. (kmb)

Dura Désa

Redité Kliwon, 4 Februari 2018

Petilasan Soeharto ring Tapanrejo

Ketah Kapanggihin ”Penampakan” Dayang Lingsir PECAK Presiden Soeharto sujatiné meninggalkan jejak ring Banyuwangi. Penguasa orde baru puniki naen rauh saha marerep ring Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar, daweg warsa 1972 sesampuné polih jabatan pinaka Presiden. Kamar pecak genahnyané marerepan ring balé désa irika, kahanané mangkin resik saha kasakralang olih krama. Nénten wénten krama sané kayun marerepan ring genah inucap. Yadiastun sampun lintangan ring makudang-kudang warsa, kamar pecak genah marerepan Soeharto kantun becik. Samian kantun pateh sakadi dumun. Mawit genah pasirepan saking kayu, genah kasur saking tiing, kantos lampu kantun ngawigunayang lampu templek, antuk minyak tanah. Genah kamar inucap ring pungkur pendopo kantor desa. Ukuran kamarnyané wantah 2 x 2,5 meter. Dindingnyané tembok antuk kalih jendela jangkep madaging teralis besi. Kahanannyané makanten kuna pisan. Daweg dumun, genah inucap kadadosang pinaka rumah dinas kepala desa. “Mawit dumun kantos mangkin, kahanan kamar nénten wénten sané mauwah, nénten wénten sané magentos. Yukti magumana kadadosang sakadi petilasan,” baos Buang, krama sané nyaga petilasan, daweg Anggara lintang. Santukan naen kasimpangin tokoh nasional, kamar Soeharto puniki kasakralang. Mawit kawigunayang pinaka genah marerepan Soeharto salami kalih raina, kamar inucap nénten

naen kawigunayang malih olih anak tiosan. Rumasuk para kades kantos mangkin. “Minab takut kuwalat, santukan pecak pasirepan tokoh besar. Mawinan kabanggayang kémanten, wantah karesikin,” baosnyané. Krama irika nyabran warsa setata ngaturang sesajen ring kamar inucap, pamekas ri kala upacara selamatan desa. Yadiastun kasakralang, krama nénten wénten sané ngamargiang ritual utawi ngalap berkah ring kamar inucap. Kamar punika taler akéh carita mistis-nyané. Wénten sané miragi suara ranjang bergoyang saking kamar inucap. Wénten taler krama sané manggihin anak istri jegég mabusana sakadi abdi dalem keraton. “Sané pinih ketah kapanggihin wantah anak istri lingsir antuk busana sakadi dayang keraton. Masanggul,” weweh Buang. Pecak Kades Tapanrejo, Jafar Soeharto nyaritayang, Presiden Soeharto rauh ka désa irika tan pasangkan. Pangawit, Soeharto meled ka Desa Kedungrejo, kirang langkung dasa kilometer saking Désa Tapanrejo. Minab napi sané ngawinang, Soeharto mamilih Desa Tapanrejo. “Krama iriki mayoritas saking Yogyakarta, mawinan Jawa asli,” tutur lanang sané mayusa 80 warsa puniki. Kala Soeharto rauh, Jafar wantah pinaka komandan Hansip. Mawinan, anggané sareng ngiringang kades miwah Soeharto. Sapangrauh Soeharto yukti sesiliban, nénten akéh pejabat daerah sané uning. (udi/uma)

Bali Post/udi

Pecak kamar Presiden Soeharto ring Desa Tapanrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi.

Upacara Seblang, Niyasa Kalanduhan BANYUWANGI sané dumun kasub kasengguh Blambangan madué makudang-kudang soroh ritual adat. Sinalih tunggilnyané ritual utawi upacara Seblang ring Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah. Upacara sané wawu kamargiang puniki wantah niyasa kalanduhan. Ritual Seblang kaangken kamargiang ngawit warsa 1639. Sesolahan puniki kasolahang olih pragina lansia utawi sampun ngranjing monopause. Salami masolah, pragina punika nénten éling utawi karauhan. Ritual sané kamargiang nyabran warsa nepet ring Dzulhijjah manut pananggan Islam setata kasolahang wengi. Tetujonnyané, ngresikin désa, mangda doh saking panca baya. Acara wawu kakawitin sandikaon. Pragina sané masolah kairingang makudang-kudang

krama ka genah klebutan toya désa irika, ngambil tirta saha ngamargiang selamatan. Nuju wengi, listrik ring wewidangan Bakungan kapademang. Samian krama wantah ngawigunayang sundih obor ngiterin désa. Sadurung sesolahan kakawitin, kamargiang tabuh rah pinaka niyasa pengorbanan. Salanturnyané, panglingsir adat ngawitin ritual Seblang. Gambelan Seblang ngawinang Supani, pragina sané nyolahang Seblang matangi tur masolah. Sesolahan sané kasolahang boya ngawag, samian nyaritayang indik pamargin kahuripan krama. Minakadi “bantal kloso” utawi bantal tikar niyasa pawiwahan, utawi bonéka sané kasangkol pinaka niyasa pianak sané kaembasang miwah kalanduhan. Keris sané kagamel ri kala masolah wantah niyasa

(Bali Post/udi)

SEBLANG - Pragina ri kala karauhan nyolahang Seblang sané kamargiang ring Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi.

perlawanan. “Puniki wantah ritual kuna saha turun tumurun kamargiang olih krama Bakungan,” baos Ruslan, panglingsir adat Bakungan sané pinaka pawang Seblang. Daweg pangawit Seblang kamargiang, baos Ruslan, wewidangan Bakungan wantah alas. Daweg punika kasengguh “Babat Wono”. Kahanan irika kabekin antuk bungan bakung. Santukan pacang kawangun paumahan krama, wadwa kerajaan ngresikang bungan bakung iucap, mawinan désa punika mawasta Bakungan. “Kala bungan bakung sampun resik, wénten taru ageng Nogosari sané kantun urip. Nénten wénten sané prasida munggel,” tuturnyané. Wus punika wénten krama sané mapeséngan Mbah Joyo matapa irika. Dané nguningayang wénten asia pangemit taru inucap. Ipun kayun matilar nanging ring genahé punika patut kamargiang kasenian nyabran warsa. Kasenian sané kasolahang nénten dados ngamedalang suara. Parindikan punika kacumpuin, mawinan samian pangemit taru inucap kaginggisrang ka Gunung Bakungan, Gunung Purwo, Gunung Sembulungan, Gunung Baluran, Gunung Ijen, Gunung Raung miwah tigang genah klebutan. “Wus punika, taru Nogosari wawu prasida kapunggel,” Ruslan ngwewehin. Ruslan nlatarang, aran Seblang mawit saking ‘Seb’ sané mateges meneng, miwah ‘Lang’ mateges langgeng wiadin abadi. Mawinan Seblang mateges patut meneng utawi sepi, mawit kasolahang kantos pamuput. Gendinggending sané kawedar wantah gending klasik Using. Minakadi, Seblang-seblang, Podo Nonton, Dodol Kembang, Nglamat nglimir, Ugo-ugo, Nyurung Dayung, Mancing-mancing, Nandur Kiling, Celeng Mogok, Donsro, miwah

Perang-perang. Satios punika, paletan sesolahan sané pinih kajantos-jantosang krama wantah “Adol Kembang” utawi ngadol sekar. Para panonton marebut mangda molihang sekar inucap, mawit bunga wongso, bunga pecari miwah mawar.

Krama precaya yéning nyimpen sekar inucap pacang dangan polih jodoh saha murah rejeki. Warsa puniki wénten 2000 kembang telon sané kasayagayang. “Tiang precaya krama Bakungan pacang tetep nglestariang Seblang,” Ruslan nguntatin. (kmb/uma)

Satua

I Bawang tekén I Kesuna (1) Kaketus saking Satua-satua Bali (X) ADA katuturan satua Men Bawang ngelah koné panak tetelu, pada luh-luh, ané kelihan madan I Bawang, ané nengahan madan I Kesuna, ané paling cerika madan I Cekuh. Sedek dina anu, méménné luas koné ka peken, pianakné I Bawang tekén I Kesuna tundéna nebuk. Disubané majalan, ngomong I Bawang tekén I Kesuna. “Kesuna, Kesuna, dong tuunang padiné!” Masaut I Kesuna, “Tuunang ja malu, nyanan oké ja ngetepin!” Lantas tuunangan koné padiné tekén I Bawang. Wusan punika malih I Bawang ngomong, “Kesuna, Kesuna dong mai getepin padiné!” Masaut I Kesuna, “Getepin ja malu, nyanan oké ja nyemuh!” Lantas koné getepina padiné tekén I Bawang. “Kesuna, Kesuna, dong mai jemuh padiné!” asapunika I Bawang malih ngraos sané kasautin olih I Kesuna, “Jemuh ja malu, nyanan oké ja nebuk!” Asapunika I Kesuna masaut tatkala kanikain nguopin tekén I Bawang kanti padiné pragat matebukin lan jijihné katapinin olih I Bawang padidian. Suba suud napinin, nglantas koné I Bawang iban-ibana nyuun jijihné sambilang nguel, “Kéné dogén bikas I Kesunané, begbeg oké nganuang, oké nganuang dogén. Lasia iba-iba suba ngaba mulihan jijihé.” Di subané mejang jijihné, nglantas koné ia nyemak jun luas ka kayehan. Jani I Kesuna glilinganga koné ibanné di oot pesaké, apang ia kadéna mragatang nebuk tekén méménné. Suba kéto, teka lantas méménné uli peken, dapetanga I Kesuna monotan nguyak oot. Lantas ia matakon tekén pianakné I Kesuna, “Kesuna, Kesuna, emboké I Bawang kija?” Lantas I Kesuna masaut, “Kija kadén, anak uli makalah méméné ia magedi, né jijihné icang padidian mragatang nebuk.” Jani kacarita I Bawang koné suba suud ia kayeh, lantas ia nyalud yéh abana mulih. Mara neked jumah laut welanga tekén méménné, “Kéné dogén bikas I Bawangé, sing pesan iba madalem adi. Adiné padidiana nebuk, nyai teka itep kayeh, ngresikin iba dogén gegaén nyainé. Sai-saiang ibané kéto!” Masaut I Bawang mlawanang déwékné, nanging tuara guguna tekén méménné. Suba kéto buin ngomong méménné, “Bawang Bawang, né baanga ja jani gegaén. Kema panting taled adiné ka tukad!” Nyrutcut lantas I Bawang ka tukad ngaba taled telung bidang. Suba neked di tukad, lantas I Bawang mamanting. “Koplék-koplék, ya plék-koplék ya anyud.” Anyud koné taledné abidang. “Koplék-koplék, ya anyud.” Anyud koné taledné buin abidang, jani nu taledné buin abidang. Suba pragat manting, lantas ia mulih. (Masambung)

Rédaksi nerima reriptan marupa artikel (paling akéh 3500 huruf), satua ringkes (paling akéh 6000 huruf), puisi, geguritan miwah sané siosan. Reriptan mangda kakirim ring alamat: Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email: bali_orti@balipost.co.id.


Minggu Kliwon, 4 Februari 2018

9

SPORT

Celtic Menang Tanpa Irving

HAL 12

Liverpool Vs Tottenham

Laga Panas di Anfield London –

Sebuah laga panas tersaji di pertandingan pekan ke-26 EPL. Dua tim elit Inggris, Liverpool dan Tottenham Hotspur akan saling bertarung untuk memperebutkan tiga poin di Anfield malam nanti. Sejak awal musim kemarin, baik Liverpool dan Tottenham sama-sama dijagokan untuk masuk ke dalam bursa calon juara EPL musim ini. Namun berkat performa inkonsisten kedua tim, mereka sama-sama tertinggal jauh dari Manchester City sang pemuncak klasemen, di mana Liverpool saat ini berada di peringkat tiga sedangkan Tottenham berada di peringkat lima. Pertemuan kedua tim di Anfield nanti dipastikan akan menjadi laga yang sengit. Pasalnya, kedua tim hanya terpaut dua poin saja di klasemen, sehingga Tottenham berpotensi untuk naik ke empat besar jika mereka sukses menumbangkan The Reds di kandang lawan mereka. Namun Liverpool sendiri tidak serta-merta akan membiarkan Tottenham mencuri poin di Anfield. Anak asuh Jurgen Klopp itu tengah memendam amarah yang besar kepada sang tamu, mengingat mereka dipermalukan di Wembley oleh Tottenham pada bulan Oktober silam dengan skor telak 4-1. Alhasil mereka bertekad untuk membayar lunas rasa malu itu dengan mengalahkan tim tamu di akhir pekan ini. Performa kedua tim jelang laga ini tergolong cukup apik.

Liverpool berhasil bangkit dari dua kekalahan beruntun dengan membungkam Huddersfield Town dengan skor 0-3 pada tengah pekan lalu, sementara Tottenham juga sukses meraih kemenangan krusial atas Manchester United pada tengah pekan lalu. Untuk itu, kedua tim sama-sama berada dalam momentum positif jelang duel kali ini. Meski tim tamu tampil lebih stabil dari mereka, namun Liverpool punya catatan bagus saat jumpa The Lillywhites. Mereka tercatat hanya kalah satu kali dari enam pertemuan

mereka melawan tim asal London Utara tersebut. Selain itu, pasukan Merseyside itu tidak pernah kalah saat menjamu Spurs di Anfield, di mana enam laga terakhir keduanya di Anfield berakhir dengan lima kemenangan Liverpool dan satu hasil imbang. Lini pertahanan menjadi salah satu pekerjaan rumah bagi The Reds. Klopp menyebut Virgil van Dijk masih beradaptasi dengan gaya Liverpool. Ia pun mengindikasikan Dejan Lovren akan dimainkan malam nanti. Van Dijk dicadangkan ketika Liverpool mengalahkan Huddersfield 3-0 pada tengah pekan. Pada dua laga sebelumnya, lawan Swansea City dan West Bromwich Albion, van Dijk jadi starter dalam kekalahan The Reds. Pertahanan kami lebih tinggi ketimbang Southampton, tim van Dijk sebelumnya. Kami bertahan dengan cara berbeda. Sebagai contoh untuk duel udara, Anda harus selalu berada dalam formasi segitiga. Banyak tim hanya mengejar bola saja dan jika kalah mereka melakukan pelanggaran dimanapun itu,” ujarnya, Sabtu (3/2) kemarin.

“Kami tidak bisa membuat pelanggaran dalam situasi seperti ini. Anda tak bisa mengejar bola seperti orang gila. Dengan strategi itu, ketika Anda kalah duel sekalipun, pemain lain bisa mengambil bola. Van Dijk baru sebulan di sini dan dia hampir selalu bermain sejak datang. Kami akan memberikan dia banyak informasi tahap demi tahap, bukan dengan memberikan dia buku panduan dan harus siap secepatnya,” tuturnya. Klopp kemudian memuji kapasitas Lovren yang dianggap sangat konsisten, terutama setelah Liverpool dibantai Spurs 1-4 pada pertemuan pertama Premier League. “Saya pikir Lovren tampil sangat stabil setelah laga itu. Semua kritik untuk dia datang dari luar, “Dia tidak

berkualitas, dia seperti ini, dia seperti itu”. Sejujurnya Lovren tampil sangat fantastis setelah pertemuan pertama melawan Spurs, bahkan sebelum itu. Saat kami dibantai Spurs, semua pemain bermain buruk,” ucap Klopp. “Saya sempat berbicara dengan Lovren dan itu hal normal. Saya harus memutuskan banyak hal dan tidak semuanya saya jelaskan kepada pemain. Kadang saya juga membiarkan para pemain menyendiri. Tapi Lovren memberikan re spons yang fantastis dan semua baik tentang dia saat ini,” katanya. Jelang laga ini kondisi tuan rumah bisa dikatakan cukup optimal. Hanya Nathaniel Clyne satu-satunya pemain mereka yang mengala m i

dengan Harry Kane sebagai ujung tombak mereka, sementara trio Christian Eriksen, Dele Alli dan Son Heung-Min akan membantu serangan dari sektor gelandang serang. Pochettino kemungkinan akan kembali memasangkan Moussa Dembele dan Eric Dier untuk mengatur aliran bola The Lillywhites, sementara gawang mereka dikawal oleh kiper veteran Hugo Lloris. Peluang kemenangan Tottenh a m juga

cedera, sementara Adam Lallana dan Ragnar Klavan masih diragukan tampil pada laga ini karena kondisi mereka yang belum sembuh benar dari cedera. Klopp sendiri kemungkinan akan tetap memainkan skema 4-3-3, di mana trisula Sadio Mane, Roberto Firmino dan Mohamed Salah akan menjadi juru gedor utama mereka pada laga ini. Di kubu tim tamu, Mauricio Pochettino datang ke Merseyside juga tanpa sejumlah pilar kuncinya. Harry Winks dipastikan absen karena cedera, sementara kondisi Toby Alderweireld dan Serge Aurier masih tanda tanya untuk bermain pada laga ini. Pochettino sendiri kemungkinan besar akan memainkan skema 4-2-3-1

London – Penampilan yang memikat kala menjamu Manchester United dengan skor dua gol tanpa balas pada Kamis (1/2) lalu, menjadi motivasi bagi Tottenham Hotspur yang akan berlaga melawan Liverpool dalam lanjutan Liga Primer Inggris, malam nanti. Menurut Harry Kane, hasil yang didapatkan timnya saat melibas Man United harus diterapkan juga saat mereka berjumpa dengan Liverpool di Stadion Anfield. Pada laga melawan United, Harry Kane ikut andil atas terciptanya gol pembuka yang dicetak oleh Christian Eriksen, kemudian dilanjutkan dengan gol bunuh diri dari Phil Jones pada menit ke-60. “Kami harus menyajikan penampilan serupa dengan apa yang kami tampilkan melawan United,” ujar Kane, Sabtu (3/2) kemarin. Statistik mencatat Tottenham berhasil menang telak atas Liverpool dengan skor 4-1 di Stadion Wembley pada Oktober lalu. Namun hal ini tentunya berbeda saat bertemu kembali den-

atas tim kuat di sebuah kompetisi sangatlah penting. Pochettino pun tak mau melihat pasukannya bertindak kekanak-kanakan dengan membawa perasaan puas atas kemenangan MU ketika menghadapi Liverpool. “Saya tak mau para pemain puas atas kemenangan MU sehingga lengah menghadapi Liverpool. Saya tahu kami memiliki skuat muda, tapi kami harus dewasa. Mungkin inilah alasan kenapa kami belum pernah jadi juara Liga Primer Inggris,” kata Pochettino dikutip dari London Evening Standard, Sabtu (3/2). Mantan pelatih Southampton ini menyatakan, kemenangan di kandang lawan juga merupakan sesuatu yang sangat penting. Menurut Pochettino, menurunnya grafik permainan Spurs musim ini dibanding dua musim sebelumnya tak lepas dari buruknya pencapaian di kandang lawan. Dari 25 pertandingan sejauh ini, the Lilywhites memainkan 12 laga tandang dan hanya meraih enam kemenangan. Jumlah kemenangan tersebut jauh lebih buruk dibanding dua musim sebelumnya ketika Spurs mampu finis ketiga pada edisi 2015/2016 dan kedua pada

edisi 2016/2017. Hal itu berdampak pada catatan mereka di papan klasemen. Saat ini Spurs berkutat di luar zona Liga Champions dengan koleksi 48 angka. “Jelas di sini kasusnya adalah soal kekurangan kami dalam mengumpulkan kemenangan di kandang lawan. Jika bisa lebih sering menang di kandang lawan, pasti kami bisa jadi juara,” kata Pocchetino. Pelatih 45 tahun ini menambahkan, demi mendukung misinya meraih kemenangan di kandang the Kop, seluruh penggawa terbaik akan dimainkan. Selain itu, Pochettino juga berniat menerjunkan pemain yang baru bergabung ke dalam skuatnya, Lucas Moura. Pemain asal Brasil itu baru merapat dari Paris Saint-Germain (PSG) beberapa hari yang lalu. “Saya ingin dia mempertontonkan kualitasnya. Saya menerapkan kompetisi yang adil untuk masuk skuat utama. Sebaiknya dia tampil sangat baik melawan Liverpool,” kata Pochettino. Laga ini akan menjadi partai panas yang menarik. (kmb33/rtr)

Perkiraan Susunan Pemain Liverpool (4-3-3): Karius; Robertson, Van Dijk, Matip, Gomez; Can, Henderson, Chamberlain; Mane, Firmino, Salah Tottenham Hotspur (4-2-3-1): Lloris; Davies, Vertonghen, Sanchez, Trippier; Dembele, Dier; Eriksen, Alli, Heung-Min; Kane Statistik Kedua Tim Head to Head 22/10/17 Tottenham 12/02/17 Liverpool 26/10/16 Liverpool 27/08/16 Tottenham 02/04/16 Liverpool

4-1 2-0 2-1 1-1 1-1

Liverpool (EPL) Tottenham (EPL) Tottenham (EFL) Liverpool (EPL) Tottenham (EPL)

Lima Pertandingan Terakhir Liverpool (M-M-K-K-M) 06/01/18 14/01/18 23/01/18 28/01/18 31/01/18

Liverpool Liverpool Swansea City Liverpool Huddersfield

2-1 4-3 1-0 2-3 0-3

Everton (FAC) Manchester City (EPL) Liverpool (EPL) West Brom (FAC) Liverpool (EPL)

Lima Pertandingan Terakhir Tottenham Hotspur (M-M-S-S-M) 07/01/18 14/01/18 21/01/18 28/01/18 01/02/18

Kane Ingin Menang Lagi

Hary Kane

cukup kecil jika melihat rekor tandang mereka baru-baru ini. Anak asuh Mauricio Pochettino itu tercatat hanya menang dua kali dari sembilan laga tandang terakhir mereka di EPL, oleh karenanya Tottenham harus bekerja ekstra keras untuk memenangkan laga ini. Pochettino menuntut kedewasaan pasukannya ketika menghadapi Liverpool pada laga lanjutan Liga Primer Inggris, di Anfield, Ahad (4/2) malam WIB. Pochettino mengatakan, Spurs harus bisa konsisten menghadapi tim-tim besar yang ada di Liga Primer Inggris. Menurut pelatih berkebangsaan Argentina ini, kekurangan Spurs selama hidup di dalam kendalinya adalah soal menang melawan tim-tim kuat. Saat ini Spurs sedang dalam kondisi baik dengan membawa bekal kemenangan atas Manchester United (MU) jelang melawan Liverpool. Pochettino menegaskan, perlu kedewasaan dari pasukannya untuk sadar bahwa meraih kemenangan demi kemenangan

gan Liverpool, di mana saat ini pasukan Tim Jurgen Klopp belum sama sekali terkalahkan pada 14 pertandingan Primer League yang dilakoninya. “Kami bermain dengan baik saat menghadapi Liverpool di Wembley. Jadi kami harus melangkah ke Anfield dengan penuh rasa percaya diri.” Kata Harry Kane. Menurut Kane, Liverpool bukan tim yang sembarangan. Ia dan rekannya se-Tim berharap strategi melawan United kembali dipraktekan, terutama saat melawan tim-tim kuat. “Liverpool adalah tim yang kuat, terutama di kandang saat mereka menyerang. Mereka punya sejumlah pemain yang cepat dan musim lalu kami gagal meredam hal tersebut dengan baik.” Ungkap Kane. “Kala itu seisi tim tampil buruk, tapi kami bisa mengambil rasa percaya diri dari laga versus United. Penampilan semacam itulah yang ingin kami hadirkan melawan tim-tim besar, baik di kandang maupun tandang.” tutupnya. (kmb33/rtr)

Tottenham 3-0 Tottenham 4-0 Southampton 1 - 1 Newport County 1 - 1 Tottenham 2-0

Wimbledon (FAC) Everton (EPL) Tottenham (EPL) Tottenham (FAC) Manchester United (EPL)

Piala Presiden 2018

Bali United ke Semifinal

Solo (Bali Post) – Kesebelasan Bali United (BU) berhasil lolos ke semifinal Piala Presiden 2018 setelah menang 5-4 melalui adu penalti saat berhadapan dengan Madura United (MU). Berlaga di Stadion Manahan Solo, Sabtu (3/2) kemarin, Bali United mendapatkan tekanan sejak menit awal. Bahkan, Serdadu Tridatu harus rela kebobolan di menit ke-6 setelah Greg Nwokolo berhasil merobek jala gawang Wawan Hendrawan. Seakan tersengat, anakanak Bali mulai bangkit. Dimotori kapten Fadil Sausu, Bali United mulai membombardir lini pertanahan Madura. Hasilnya, Bali United mendapatkan hadiah penalti di menit 11. Pelanggaran bek Madura United Beny Wahyudi terhadap Ilija Spasojevic di kotak terlarang menghasilkan hadiah tendangan penalti untuk Serdadu Tridatu. Stefano Lilipaly yang tampil sebagai eksekutor sukses menceploskan bola ke gawang Angga Saputra dengan kaki kanannya. Skor menjadi 1-1. Pada menit ke-31, bola

muntah hasil tepisan kurang sempurna Angga Saputra jatuh ke kaki Ilija Spasojevic. Spaso lantas melepaskan tendangan dari jarak dekat yang membobol gawang Madura United, namun gol dianulir lantaran lebih dulu terjadi pelanggaran oleh pemain Bali United. Di detik-detik akhir babak pertama, Greg Nwokolo dijatuhkan pemain lawan di kotak penalti. Wasit pun memberikan hadiah penalti untuk Madura United. Fabiano Beltrame berhasil mencatatkan namanya pada papan skor. Bola hasil sepakannya mengarah ke kiri dan mengecoh Wawan Hendrawan. Skor berubah menjadi 1-2 dan bertahan hingga turun minum. Madura United hampir memperlebar jarak keunggulan pada awal babak kedua, tepatnya menit ke-51. Dari luar kotak penalti, Cristian Gonzales melepaskan tendangan dengan kaki kirinya. Bola mengarah ke gawang, Bali United merespons pada menit ke-63. Umpan silang Yabes Roni diteruskan Stefano Lilipaly dengan tendangan tumit, namun bola

sekadar melebar dari gawang. Serdadu Tridatu lantas berhasil menyamakan skor lima menit kemudian. Berawal dari situasi sepak pojok, menghasilkan kemelut di kotak penalti Madura United. Bola liar lantas disambar Agung Setia Budi dengan tendangan voli yang menggetarkan gawang Angga Saputra. Kedudukan berubah menjadi 2-2. Bali United bahkan hampir berbalik unggul pada menit ke-80. Umpan Ilija Spasojevic diteruskan Kevin Brands dengan sepakan melengkung dari dalam kotak penalti. Bola tak berujung gol karena dapat ditepis Angga Saputra. Hingga wasit menyudahi babak kedua tak ada gol tambahan. Skor 2-2 dan laga akan berlanjut ke adu penalti. Di babak adu kiper, semua penendang Bali United melakukan eksekusi dengan sempurna. Sedangkan di kubu lawan, tendangan Marcel Sacramento berhasil ditepis Wawan Hendrawan. Hasil 5-4 tersebut membuat Bali United berhak lolos ke babak empat besar. (kmb33)


10

Profil

Kritik Guardiola

MANAJER Manchester City, Pep Guardiola mendapat kritikan dari bos Burnley, Sean Dyche karena telah meninggalkan prinsipnya memberdayakan pemain muda dalam tim. Menurut Dyche, dengan seringnya ia berbelanja pemain di City, Pep kini bukan lagi pelatih yang juara dalam memoles pemain muda menjadi kelas bintang, seperti yang ia lakukan ketika masih menukangi Barcelona. Pemain terakhir yang didatangkan Pep ke City adalah bek Aymeric Laporte. Pemain internasional Prancis itu diboyong dari Athletic Bilbao dengan nilai transfer mencapai 57 juta poundsterling yang merupakan rekor pembelian termahal klub. “Saya ingat, Pep sendiri ketika di Barcelona membicarakan tentang mengapa membeli pemain ketika Anda bisa memainkan pemain muda,” ujar Dyche. “Bahkan sekarang di Manchester City mereka kerap membeli pemain, tak banyak pemain muda asal akademi yang mereka mainkan,” lanjutnya. “Mereka membeli pemain yang siap pakai atau hampir siap pakai, itulah tuntutan dari kompetisi Premier League,” tutup pelatih berkepala plontos tersebut. (kmb33)

Bola

Minggu Kliwon, 4 Februari 2018

Naik Gaji

KEKAYAAN megabintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo akan semakin meningkat pada pertengahan tahun ini. Pasalnya, mantan pemain sayap Manchester United tersebut akan mengalami kenaikan gaji. Ronaldo saat ini menerima gaji sebesar 21 juta euro atau sekitar Rp 352 miliar untuk setiap musim. Dilansir BolaSport. com dari ABC, Real Madrid siap memberi kenaikan gaji sebanyak sembilan juta euro per musim kepada Ronaldo. Artinya, gaji terbaru Ronaldo mencapai 30 juta euro atau sekitar Rp 502 miliar per musim. Jika Ronaldo menerima penawaran ini, gaji terbaru sang pemain akan mulai berlaku pada 1 Juli 2018. Kenaikan gaji Ronaldo menunjukkan peran besar dia yang semakin diperhitungkan oleh klub. Ronaldo berhasil membawa Real Madrid memenangi lima gelar sekaligus sepanjang 2017. Meski begitu, gaji terbaru Ronaldo nanti masih kalah dengan milik megabintang Paris Saint-Germain, Neymar. Neymar menerima gaji sebesar 36,8 juta euro per musim dari PSG. Ronaldo sendiri telah menunjukkan kesetiannya terhadap Real Madrid. Dia mengaku begitu betah merumput bersama klubnya saat ini. Jarak Real Madrid yang dekat dengan kampung halaman Ronaldo, Portugal, membuat sang pemain senang berada di Spanyol. Tak heran jika Real Madrid berniat membayar mahal kesetiaan Ronaldo. (kmb33/rtr)

Kebangkitan Milan

PENAMPILAN AC Milan yang membaik belakangan ini membuat Silvio Berlusconi angkat bicara. Mantan pemilik klub ini menilai AC Milan harus mengubah formasi jika ingin terus berjaya. AC Milan tak terkalahkan dalam lima laga terakhir di semua kompetisi. Mereka meraih tiga kemenangan dan dua kali imbang. Hal ini tak lepas dari pergantian pelatih dari Vincenzo Montella ke Gennaro Gattuso. Gattuso mampu mengembalikan semangat para pemain yang sempat menurun. “Saya melihat pertandingan lawan Lazio. Saya pikir permainan AC Milan tidak terlalu buruk,” ujar Berlusconi. “Namun kami memenangkan banyak gelar selama 30 tahun dengan dua striker. Saya pikir satu striker tidak berkembang,” katanya menambahkan. (kmb33)

Barkley Miguel-Panzo

BPM/rtr

Beli Pemain, Klub Ini Terkecoh Data Fiktif di Wikipedia

Vilnius – Sebuah klub Eropa mengumumkan rekrutan terbarunya dengan menyebut-nyebut catatan golnya yang luar biasa. Apesnya, mereka terkecoh data fiktif di Wikipedia. FK Panevezys yang bermain di level kedua kompetisi Lithuania, baru saja memperkenalkan Barkley Miguel-Panzo sebagai pemain barunya. Penyerang Angola itu disebut memulai karier profesional di klub Inggris Queens Park Rangers dan pada musim 20102012 mencetak total 45 gol dari 36 pertandingan. Catatan yang cukup oke, kan? Usut punya usut, data itu rupanya fiktif. Menurut Four Four Two, data ini memang sempat ada dalam halaman profil pemain 25 tahun tersebut di Wikipedia, yang tampaknya jadi rujukan FK Panevezys saat memperkenalkan Panzo. Nyatanya Panzo memang sempat merumput di QPR. Tapi cuma sebagai pemain junior, sehingga catatan bikin golnya yang keren itu tentu saja keliru. Pesepak bola 25 tahun itu kemudian main di sejumlah klub kecil di sekitaran wilayah London, seperti Hillingdon, Northwood, Hendon, Cambridge City dan Woking, sebelum kemudian hijrah ke Prancis pada 2012. Hal ini turut diperkuat data Panzo di Transfermarkt yang gudang datanya relatif lebih terjamin dengan menyebut Woking sebagai klubnya di Inggris pada musim 2011/2012, sebelum dilepas secara free transfer pada 1 Desember 2012. Kisah itu sudah menjadi viral dan pada prosesnya membuat halaman profil Panzo di Wikipedia kini sudah dibersihkan dari data-data keliru. (kmb33/rtr)

ANDALAN - Striker Lionel Messi akan menjadi andalan Barcelona saat menghadapi Espanyol malam nanti.

BPM/rtr

Espanyol Vs Barcelona

Azulgrana Wajib Waspada

Madrid – Barcelona bertekad untuk terus melanjutkan performa apik mereka di ajang La Liga. Las Azulgrana akan kembali membidik kemenangan saat menjalani Derby Catalunya melawan Espanyol malam nanti. Hingga Jornada ke 21, Barcelona masih tampil perkasa di La Liga. Mereka belum sekalipun tersentuh kekalahan sehingga mereka kokoh di puncak klasemen dengan meraih 57 poin, unggul 11 poin dari pesaing terdekat mereka Atletico Madrid. Oleh karenanya, Barcelona bertekad untuk terus mendulang kemenangan agar bisa mengakhiri musim dengan bahagia. Pada pertandingan Jornada ke-22 ini, Barcelona akan menjalani laga yang cukup spesial. Mereka akan menantang tetangga mereka, Espanyol dalam partai bertajuk Derby Catalunya. Pertandingan ini merupakan pertandingan derbi Catalunya ke empat musim ini. Pada derby Catalunya jilid pertama musim ini, Barcelona berhasil menang telak di Camp Nou dengan skor 5-0, sementara mereka juga berhasil memenangkan Derby Catalunya di babak perempat final Copa Del Rey dengan agregat 2-1. Untuk itu Barcelona seharusnya tidak kesulitan untuk memenangkan laga ini.

Namun satu hal yang perlu diwaspadai oleh anak asuh Ernesto Valverde ini adalah mereka punya catatan yang kurang apik di markas Espanyol baru-baru ini. Pada pertengahan Januari lalu, Las Azulgrana harus menelan kekalahan 1-0 di RCDE Stadium pada leg pertama babak perempat final Copa Del Rey kemarin. Untuk itu mereka tidak boleh meremehkan sang tetangga jika tidak mau terpeleset pada Jornada ke-22 ini. Valverde meminta anak asuhnya untuk tidak terlalu bergantung terhadap sosok Lionel Messi. Valverde menilai beban yang dipanggul sang superstar terlalu besar, sehingga

Dortmund – Rekrutan baru Borussia Dortmund asal Chelsea, Michy Batshuayi mampu tampil gemilang di laga debutnya di Jerman. Pemain berusia 24 tahun itu berhasil mencetak dua gol kala membantu Dortmund mengalahkan Cologne 3-2. Michy Batshuayi tiba hari Rabu dengan status pinjaman dari Chelsea, dengan tujuan untuk mengisi lubang di posisi striker pascakepergian Pierre Emerick-Aubameyang dari Dortmund ke Arsenal. Pelatih Dortmund, Peter Stoeger tanpa ragu langsung memberikannya debut. Hasilnya, Michy Batshuayi bisa membayar kepercayaan pelatih kepadanya dengan gol di babak pertama dan kedua. Michy Batshuayi tak benar-benar kerasan di Chelsea. Ia lebih sering dicadangkan oleh pelatih Antonio Conte. Pemain asal Belgia itu lebih

serang hanya masuk sebagai pemain pengganti. Di Chelsea ia menorehkan tujuh gol dari 32 penampilan. “Saya sangat, sangat senang berada di sini. Saya cinta Borussia Dortmund. Hitam dan Kuning adalah warna favorit saya, karena saya cinta Batman dan Spongebob Squarepants! kata Batshuayi dikutip dari laman resmi Bundesliga. “Saya sangat senang untuk mencetak gol, namun yang terpenting adalah kemenangan. Saya ingin memberikan segalanya demi membantu tim ini di liga lolos ke Liga Champions dan terus memenangkan pertandingan,” imbuhnya. Berkat kemenangan semalam, Dortmund untuk sementara menempati urutan kedua di klasemen Bundesliga dengan koleksi 34 poin dari 21 laga perdana. Mereka terpaut 16 angka di belakang Bayern Munich. (kmb33/rtr)

Debut Manis Batshuayi

Michy Batshuayi

BPM/rtr

rekan-rekan setimnya harus bisa meringankan bebannya. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Lionel Messi menjadi pusat serangan Barcelona musim ini. Sejauh ini ia tercatat sudah mengemas total 26 gol dan 10 assist bagi Las Azulgrana di semua kompetisi. Messi sendiri baru-baru ini kembali menjadi pahlawan Barcelona di ajang Copa Del Rey. Pemilik nomber punggung 10 itu membuat assist terukur sehingga Luis Suarez sukses menceploskan bola ke gawang Valencia. Valverde sendiri menilai anak asuhnya harus mulai melepas ketergantungan mer-

eka terhadap penyerang 30 tahun itu. “Terkadang saya rasa kami terlalu bergantung kepada dia dan kami harus membiarkan Messi bernafas sedikit,” ujar Valverde, Sabtu (3/2) kemarin. “Memang benar, Messi adalah pemain yang sangat luar biasa seperti yang selalu kami katakan berulang-ulang kali. Sebuah kehormatan bagi kami bisa melihatnya bermain setiap hari.” tutup mantan pelatih Athletic Bilbao tersebut. Valverde sendiri kemungkinan masih akan memainkan skema 4-4-2 pada laga ini, di mana Luis Suarez dan Messi akan diplot sebagai penyerang utama Las Azulgrana pada laga ini. Di lini tengah Valverde akan mempercayakan Ivan Rakitic dan Paulinho untuk mengatur aliran bola Barcelona, sementara gawang mereka akan dikawal oleh kiper tangguh Marc Andre Ter Stegen. Sementara itu pelatih Es-

panyol, Quique Sanchez Florez dipastikan tidak bisa menjamu tetangga mereka dengan kekuatan penuh. Tercatat Jose Manuel Jurado dan Pablo Piatti harus absen pada laga ini karena cedera, sementara David Lopez juga harus absen karena mendapatkan hukuman suspensi. Florez sendiri kemungkinan akan kembali menurunkan skema 4-5-1- pada laga ini dengan Gerard Monero sebagai ujung tombak. Sementara Leo Baptistao dan Granero akan membantu serangan di sektor sayap. Di lini pertahanan Naldo akan kembali diduetkan dengan Oscar Duarte sementara gawang mereka akan dikawal oleh Diego Lopez. Di kubu tim tamu Valverde mengunjungi tetangga mereka dengan membawa sejumlah masalah cedera. Tercatat Ousmane Dembele dan Thomas Vermaelen kemungkinan harus absen pada laga ini karena mengalami cedera. (kmb33/rtr)


Juara

11

Minggu Kliwon, 4 Februari 2018

Empat Petinju Denpasar Boyong Emas Piala Kapolda Metro Elisabeth Deandra Naristya

Kroser Pro

KROSER Elisabeth Deandra Naristya biasa bersaing dengan pembalap laki-laki di sirkuit. Ia mengaku hobi menunggang motor sejak kecil. ‘’Saya ini menyukai tantangan, termasuk olahraga yang memacu adrenalin,’’ sebut siswi kelas II SMPK Harapan ini. Ia mengisahkan, di belakang rumahnya kawasan Pemogan terdapat lahan yang biasa dipakai latihan balap motor. ‘’Saya mulai tertarik balap motor,’’ kenang putri pertama pasangan Henrycus Susanto dan Agnes Dinar Santi ini. Akhirnya Deandra diajak berlatih menunggang motor trail sekaligus berlatih di sirkuit sebenarnya. ‘’Saya malah tambah suka,’’ ujarnya. Deandra pun pernah ikut lomba Yogyakarta dan Bandungan, Semarang. Bagi Deandra risiko menjadi pembalap sudah biasa. ‘’Kaki kanan saya juga pernah tertimpa motor, saya sempat ronsen, bersyukur hasilnya tak apa-apa,’’ kata dia. Deandra masih bingung menentukan masa depannya. ‘’Saya belum tahu cita-cita,’’ ungkapnya. Yang jelas dirinya bertekad terus jadi pembalap, apalagi kroser profesional. ‘’Saya juga ingin jadi pembalap profesional. Segalanya disiapkan mulai motor, biaya, tenaga mekanik, sehingga tinggal berlatih dan mengikuti balapan,’’ tuturnya. (nel)

Denpasar (Bali Post) -

Empat petinju Kota Denpasar berhasil membawa pulang medali emas pada Kejuaraan Tinju Piala Kapolda Metro Jaya di Jakarta, Sabtu (3/2) kemarin. Kornelis Kwangu Langu yang turun di kelas layang (49 kg) menekuk lawannya Rivaldi (TNI-AU) dengan kemenangan Technical Knock Out (TKO) pada ronde ketiga. Selanjutnya, petinju Ferdinandus Seran yang turun di kelas terbang (52 kg mengalahkan Samuel Leuwol (TNI-AD) dengan kemenangan TKO pada ronde pertama, kemudian Julio Brioa di kelas bantam (56 kg) menakkukan Jull Mandagir dengan kemenangan angka serta Gregorius Gheda Dende menaklukkan Topas Siregar (TNI-AU Jakarta), juga dengan kemenangan angka. Ketua Umum Pengkot Pertina Kota Denpasar Made Muliawan Arya yang dikontak kemarin menyatakan pihaknya bangga hanya menerjunkan tim ramping berkekuatan lima petinju dan pulang mengngondol empat keping emas. Satusatunya petinju yang gagal menyabet emas yakni Krispinus Mariano, lantaran pada babak penyisihan langsung bertemu rekan setimnya Ko-

rnelis Kwangu Langu, karena kedua sama-sama di kelas layang (49 kg. Muliawan Arya mengakui, kesuksesan yang ditorehkan petinju Kota Denpasar, berkat latihan keras yang diberikan pelatih Yulianus Leo Bunga. ‘’Kami akui petinju kami rutin dan rajin berlatih, serta mengikuti segala instruksi dan strategi yang diberikan pelatih, selama mereka naik ring,’’ jelas pria yang akrab disapa De Gadjah ini. Selanjutnya, De Gadjah memproyeksikan para petinju juara di Piala Kapolda Metro Jaya ini guna mengikuti kejuaraan adu jotos level Asia, bertujuan supaya mereka bisa menambah jam terbang dan pengalaman meladeni petinju luar negeri. ‘’Kami bersyukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas keberhasilan petinju Denpasar ini,’’ jelasnya. (022)

BPM/ist

EMAS — Petinju Kota Denpasar Ferdinandus Seran (kiri) bersama Ketua Umum Pengkot Pertina Denpasar Made Muliawan Arya. Ferdinandus mendulang emas di kelas terbang (52 kg) pascamenaklukkan lawannya, Samuel Leuwol (TNI-AD), dengan technical knock out (TKO) pada ronde pertama babak final Kejurnas Tinju Piala Kapolda Metro Jaya di Jakarta, Sabtu (3/2) kemarin.

Tim Voli Putri Jakarta Panpel Berpikir Ajukan Tuan Rumah Lagi Elektrik Tekuk BNI Kejurnas Grasstrack Region 3

Putu Eka Agustini

Anggota TNI dan Polri SOSOK atlet panahan dari klub Gandawa, Badung Putu Eka Agustini sukses mengawinkan dua keping emas di nomor recurve individu dan beregu pada event Bali Heroes Indoor Archery Open Championship I/2018. Di GOR Lila Bhuana. Sebeumnya siswi kelas 3 SMK TI Mengwitani Jurusan Teknologi Informasi pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar, Eka mendulang emas di nomor recurve campuran (mix) bersama pasangannya Agus Adnyana, serta dua perak di nomor recurve individu dan beregu. Eka yang turun membela Badung pada Porprov Bali XII/2015 di Buleleng, Eka ikut andil menyumbang emas di nomor beregu recurve perunggu di indvidu. Eka mengaku baru kali ini turun pada kejuaraan indoor dan cukup menguras tenaga. Namun dirinya bersyukur ditangani duet pelatih Gosi dan Putex di Lapangan Sading, Badung, digenjot fisiknya. ‘’Saya berlatih mengangkat barbel, push up, berlari, core, sampai menarik karet,’’ jelas pemanah kelahiran Buleleng, 21 Agustus 2000 ini. Ia mengaku belajar panahan, sejak duduk di bangku kelas III SMP. Soal cita-cita Eka yang mau menamatkan SMK ini berniat menjadi anggota Polri atau TNI-AD. ‘’Saya ingin jadi polisi maupun tentara sejak kecil, karena kelihatannya keren dan berwibawa,’’ ujar putri pertama pasangan Gede Sastarwan (alm) dan Komang Darmini ini. (nel)

Praveen/Melati ke Semifinal India Terbuka Jakarta (Bali Post) Pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menjadi wakil terakhir Indonesia yang lolos ke semifinal turnamen India Terbuka 2018, sekaligus memastikan Merah Putih memiliki empat wakil di empat besar turnamen itu. Berdasarkan keterangan yang diterima di Jakarta, Praveen/ Melati yang dipasangkan sejak awal tahun 2018 memastikan diri ke semifinal dengan meraih kemenangan dua game langsung atas Evgenij Dremin/Evgenia Dimova (Rusia) dengan skor meyakinkan 21-17, 21-12. Sejak dipasangkan awal 2018, Praveen/Melati memang menunjukkan perkembangan yang signifikan. “Sebelumnya waktu berpasangan dengan Ronald Alexander saya sudah pernah bertemu pasangan Rusia ini, dan menang. Sebelum bertanding pun saya nonton video pertandingan mereka lagi. Jadi sudah tahu permainan mereka seperti apa,” ujar Melati. Kunci kemenangan mereka, kata Praveen, adalah karena komunikasi mereka berjalan lancar, fokus dan tidak menganggap enteng lawan. Di putaran semifinal Praveen/Melati akan berhadapan dengan wakil Cina yang juga unggulan kedelapan, He Jiting/Du Yue. “Mau main seperti apa pun, yang penting jangan lengah dan jaga fokusnya dari awal. Pasangan Cina ini merupakan salah satu lawan yang kami waspadai dari awal,” kata Praveen soal lawannya di semifinal. Dengan kemenangan Praveen/Melati di ganda campuran, empat wakil Indonesia melesat ke semifinal India Terbuka 2018. Nomor ganda putra meloloskan wakil terbanyak dengan dua wakil lewat pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sulamuljo dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Sementara satu wakil lagi berasal dari nomor ganda putri lewat pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu. (ant)

Denpasar (Bali Post) Ketua Panpel Kejurnas Grasstrack Region 3 (Bali, NTB, NTT) Kadek Suartana sedianya menggelar Seri I di Sirkuit Wahana Bali Adrenaline, Sidakarya, 3-4 Februari. Kenyataannya, karena pertimbangan administrasi dari PP IMI, maka seri kejurnas digantikan dengan kejuaraan terbuka Grasstrack dan Motocross. Kadek Suartana saat ditemui di arena lomba, Sabtu (3/2) kemarin menjelaskan, pihaknya berpikir kembali mengajukan tuan rumah seri I untuk Kejurnas Grasstrack Region 3. ‘’Saya belum tentu mengajukan tuan rumah lagi, saya masih berpikir-pikir

dulu,’’ kilah dia. Sementara Humas Pengprov IMI Bali Gede Gordon Sukarna mengemukakan, Bali untuk menjadi tuan rumah harus mengajukan usulan ulang, berikut mencantumkan tanggal yang disepakati. ‘’Jika surat pengajuan sudah sampai di meja PP IMI. Selanjutnya PP IMI mengkaji dulu dan tanggalnya jangan sampai berbenturan dengan agenda otomotif lainnya,’’ kata Gordon. Yang jelas, Gordon menegaskan Kejurnas Grasstrack region 3 dibagi dalam lima seri dan telah disepakati seri perdana dan seri pamungkas digelar di Pulau Dewata, sedangkan seri II, III, dan

IV diselenggarakan di NTB. ‘’Seri kelima sekaligus terakhir tetap dihelat di Bali,’’ ujar Gordon. Sementara berdasarkan hasil babak penyisihan, kejuaraan open di kelas bebek modifikasi 2 Tak dan 4 tak open, bebek 2 Tak dan 4 tak standar open, free for all (FFA) open, dan kelas fun wahana trail sport 2 tak dan 4 Tak 200 cc. Sederet pembalap beken yang masuk final seperti Yahmani, Komang Arya DP (Denpasar), Rivaldi J (Semarang), Kadek Cabdra (Negara), Tamrin (Sumbawa Barat), Tona, Sandi, Alen, Diva Ismayana, Hongky, Fredika Ferry, Jonet, dan Koming. (022)

Gresik (Bali Post)Tim bola voli putri Jakarta Elektrik PLN meraih tiga angka setelah menang 3-1 (1525, 25-17, 25-23, 25-21) atas Jakarta BNI Taplus, dalam lanjutan seri ketiga putaran pertama Proliga 2018 yang berlangsung di GOR Tri Dharma, Kabupaten Gresik, Jatim, Sabtu (3/2) kemarin. Kemenangan ini merupakan kemenangan kedua tim putri Elektrik PLN dalam kompetisi yang telah memasuki tahun ke-17 pada tahun 2018, sekaligus menyandang status juara bertahan putri bola voli. Sebelumnya di Batam pekan lalu Gunarti Indahyani dan kawan-kawan menang 3-0 dari Bekasi BVN pada seri kedua putaran pertama. “Kami sudah mempelajari permainan BNI sebelumnya yang jelek di receive, dan ternyata berhasil mengalahkan mereka,” kata Asisten Pelatih Jakarta Elektrik PLN, Abdul Munib, usai laga di Gresik, kemarin. Munib mengaku, timnya yang dibesut Pelatih asal Tion-

gkok, Hu Xiao Dong pada pertandingan sore ini fokus pada serangan dari servis, sehingga mampu meraih hasil yang positif. Sementara Pelatih BNI Taplus, Risco Herlambang mengakui anak asuhnya kurang bersemangat dan tidak ada upaya memenangkan pertandingan. “Mau bicara masalah teknis apa, kalau anak-anak sudah tidak ingin menang, mau apa lagi,” kata Risco yang kembali dipercaya PP PBVSI menangani timnas putri menghadapi Asian Games 2018 mendatang. Menurutnya, dalam penampilan terakhir pada putaran pertama ini, Komang Bumi Rekta dan kawan-kawan banyak gagal dari servis. “Susah kalau sudah tidak ada motivasi ingin menang. Servis saja banyak yang mati,” tutur Risco. Sementara itu, kekalahan ini bagi Jakarta BNI Taplus merupakan kekalahan keempatnya dari enam laga di putaran pertama Proliga 2018. (ant)

Eka Hadi dan Luh Putu Adinda Juara Standar Bow BPM/wan

TERBUKA — Kejuaraan Grasstrack dan Motocross Terbuka di Sirkuit Wahana Bali Adrenaline, Denpasar, Sabtu (3/2) kemarin, sebagai pengganti Kejurnas Grasstrack Region 3 (Bali, NTB, NTT) Seri I.

Tim Davis Indonesia Kembali Buka Peluang Jakarta (Bali Post)Petenis David Agung Susanto membuka kembali peluang Indonesia di Piala Davis 2018, dengan menyamakan kedudukan 1-1 di pertandingan hari pertama putaran pertama kejuaraan beregu khusus putra tersebut, Sabtu (3/2) kemarin. Hasil itu diperoleh David setelah dalam pertarungan yang dihelat di Stadion Tenis Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, pemain yang didapuk sebagai tunggal pertama Indonesia tersebut sukses menggulung tunggal kedua Filipina, Jeson Patrombon. Meski bermain di “kandang” dan dengan dukungan penonton di Stadion Tenis GBK, kemenangan tidak mudah didapatkan oleh pemain paling senior di tim Indonesia tersebut. Beberapa kali David harus menunda lebih lama kemenangannya, akibat berulang kali terjadi deuce jelang akhir laga. Kemenangan akhirnya dikunci oleh David, setelah kesalahan antisipasi servis dilakukan Patrombon dan membuat kedudukan menjadi 6-2, 7-5 untuk kemenangan wakil Indonesia. “Pertama saya ingin berteri-

ma kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang masih melindungi pada pertandingan ini dan terima kasih saya bisa menyumbangkan satu poin hari ini. Tadi set pertama mulus 6-2, di set kedua sebenarnya sudah unggul lebih dahulu juga, namun disalip lagi. Dia mulai bangkit dan saya juga melakukan beberapa kesalahan, seperti double fouls,” kata David di lokasi pertandingan. Saat keadaan dia terus tertinggal karena melakukan kesalahan menjelang akhir pertandingan, David mengaku sempat tegang, mengingat pertandingannya ini merupakan satu yang sangat penting bagi Indonesia dalam Piala Davis 2018. “Saya terus terang sempat tegang, mungkin karena saya ingin memberikan yang terbaik di publik sendiri, jadi agak tertekan, seharusnya main lepas. Akan tetapi, saya berpikir harus mencoba terus, walau dari awal akhirnya secara perlahan bisa menguasai keadaan dan akhirnya diberi kemenangan oleh Tuhan,” ucap David. Sementara itu, Jeson Patrombon, mengaku walau kalah dirinya tidak merasa tertekan dengan pertandingan

ini, walau hasilnya sangat mengecewakan dia. “Saya sangat kecewa atas hasil ini, karena saya sangat ingin menang. Akan tetapi dia sangat beramain baik, saya tidak tahu mengapa dengan saya yang seperti tidak bisa mengeluarkan kemampuan sebenarnya. Akan tetapi, saya tidak tertekan walau hasil mungkin kurang bagus,” ujar Patrombon. Dengan dukungan publik stadion tenis yang cukup ramai untuk Indonesia, Patrombon mengaku hal tersebut tidak memengaruhi permainannya. “Tak banyak pengaruh bagi saya, ini normal karena kami main di sini, jadi banyak penonton mendukung tim Indonesia. Bagi kami hanya tinggal berjuang dan menunjukkan yang terbaik,” ucapnya. Atas hasil yang didapat David Indonesia, masih membuka peluang untuk bisa memenangi putaran pertama Piala Davis Grup II Zona Asia/ Oseania kontra Filipina yang berlangsung selama dua hari (3 hingga 4 Februari 2018) dengan menyamakan skor 1-1 setelah di pertandingan pertama pemain debutan Althaf Dhaifullah tumbang oleh Alberto Lim 3-6, 2-6. (ant)

Denpasar (Bali Post) Atlet panahan Eka Hadi Pramono (Star Archery Club) dan Luh Putu Adinda Wikasari (Bali Heroes), keluar sebagai juara di nomor standar bow putra dan putri, dalam Bali Heroes Indoor Archery Open Championship I/2018 di GOR Lila Bhuana. Untuk juara II putra direbut I Gusti Ngurah Suryawan Oka Pramudya (Star Archery Club), dan juara III Kadek Agus Wira Antara (Perpani Gianyar). Di sektor putri juara II Ni Ketut Ayu Sinta Aprilia (Masagena AC), dan juara III Sahit Cahya M (CPMA). Pemanah Dinda Putri Naila juara standar bow SD putri, disusul Angelina Mazaya dan juara III Naya Althaf Aqilah. Di bagian putra, Mathew Ephata juara standar bow SD putra, kemudian Hafidz Mirza Pam-

budi dan juara III Abimanyu Mahendra. Untuk juara recurve beregu putri yakni Dhea Nabila Aila/ Putu Eka Agustini/Siti Salsabila Yulissa, kemudian juara II Ni Luh Putu Ayu Tirta Gayatri/Siti Aminah/Made Diah Karisma Utami, sedangkan di sektor putra juara recurve beregu adalah Putu Indra Wirawan/Sucahyo Pribadi/Budiyono, disusul juara II Wayan Joy Sayoga/Komang Satriawan/Kadek Suardi dan juara III Salehudin/Salman Abdurahim/Nassem. Pelatih Star AC Putex mengakui, para atlet panahan asuhannya bertanding di ruang tertutup (indoor) baru kali ini, dan memerlukan tenaga ekstra, namun dirinya bersyukur para atlet Star AC sebelum berlaga pada event ini dirinya sudah menggenjot fisik dan staminanya. (022)

BPM/wan

INDOOR - Para pemanah siap membidikkan anak panah pada sasaran, pada ajang Bali Heroes Archery Open Championship I/2018, di GOR Lila Bhuana, Sabtu (3/2) kemarin.


12 Profil

Arena

Minggu Kliwon, 4 Februari 2018

Senang Atas Performanya

MESKI tidak tampil maksimal, Tiger Woods mengaku senang atas hasil yang dicapainya pada turnamen Farmers Insurance Open yang berakhir pekan lalu di arena golf Torrey Pines, La Jolla, California.Meskipun memiliki akurasi jauh dari memuaskan saat melakukan driving, hanya memukul sembilan fairways selama tiga putaran terakhir, Woods tetap senang. Inilah untuk pertama kalinya dia menyelesaikan turnanem 72 lubang di ajang Tur PGA (PGA Tour) Agustus 2015. Woods menyelesaikan turnamen dengan torehan tiga di bawah par. Pegolf Amerika Serikat berdarah Thailand ini mengaku bangga atas semangat juang yang dia tunjukkan sepanjang pekan ini. Dia juga mengaku sangat senang dengan performanya secara keseluruhan dalam turnamen ini. “Saya bermain jauh lebih baik,” kata Woods yang statistik akurasi pukulan driving-nya merupakan yang terendah sejak Nissan Open 2005 di Riviera, tempat dia akan kembali beraksi pada pertengahan Februari mendatang. “Saya menghadapi kondisi yang berat di sana dan sulit mencetak skor. Saya ingin memukul sekitar 65 sehingga bisa di bawah 10 pukulan. Saya pikir skor itu bisa membawa saya ke play-off, imbuhnya. “Saya sangat senang. Setelah tidak bermain hampir dua tahun, saya datang ke sini mengikuti kejuaraan Tur PGA dan saya tampil cukup solid selama empat hari. Saya berjuang keras untuk bisa menorehkan skor ini. Saya senang bisa mencatat capaian ini,” imbuhnya. Woods menjalani operasi fusi tulang belakang tahun lalu, yang merupakan operasi besar keempat di punggungnya. Dia mengaku senang dengan bagaimana tubuhnya bertahan selama turnamen berlangsung. “Secara keseluruhan saya pikir saya sudah bermain cukup bagus akhir pekan ini,” tuturnya. “Beberapa tembakan yang harus lakukan dengan keras, keluar dari pepohonan. Beberapa kali saya harus mendongkrak kecepatan dan tubuh saya tidak memiliki masalah sama sekali. Masalah utamanya adalah ketika bermain di rumput yang kasar. Saya tak pernah lagi bermain rye grass sejak tahun lalu. Namun saya beberapa kali melakukan pukulan bagus di sana. Sayangnya saya tertahan lama di sana,” ungkapnya lagi. “Ada beberapa jalur tersempit di tur ini. Saya tak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik saya, ditambah cuaca berangin pula. Hal ini membuat kondisi kian buruk. Ini membuat saya sangat kesulitan,” kata pegolf berusia 42 tahun itu. Woods belum mengetahui apakah dirinya akan kembali ikut kejuaraan setelah ikut Genesis Open, Februari mendatang. “Saya belum memperbarui jadwal saya. Kita akan lihat pukulan saya setelah satu turnamen lagi dan kita akan lihat kondisi saya,” kata peraih 14 gelar kejuaraan utama dalam olahraga golf ini. (kmb33)

Siap Pindah

KABAR mengejutkan diungkap bintang Cleveland Cavaliers, LeBron James. Dia menyatakakn akan mempertimbangkan pindah ke Golden State Warriors musim depan. LeBron memang akan berstatus free agent di musim panas nanti. Dia pun bebas pindah klub NBA manapun yang diinginkannya. LeBron diklaim bersedia untuk bernegosiasi dengan Warriors. Syarat yang diminta LeBron cukup berat. Dia siap pindah ke ORACLE Arena jika Warriors bisa mengosongkan salary cap mereka sehingga bisa mendapat bayaran maksimum. Andai LeBron jadi pindah ke Warriors, maka tim asuhan Steve Kerr ini bakal memiliki tim mematikan. Saat ini Warriors sudah punya Kevin Durant, Stephen Curry, Draymond Green dan Klay Thompson. Tapi, jika ingin memiliki LeBron, Warriors tentu harus melepas Green atau Thompson agar tidak melebihi salary cap. Kepindahan ke Warriors sebenarnya akan mencoreng citra LeBron dan menjadi pukulan bagi NBA. Dengan LeBron pindah ke Warriors, sulit bagi tim lain untuk merebut gelar juara. Warriors sendiri sejauh ini belum ada indikasi untuk mempertimbangkan merekrut LeBron di musim panas nanti. (kmb33)

Kebiasaan Aneh

ANDREA Iannone mengaku dirinya tidak mandi sebelum memulai balapan. Sementara itu, Alex Rins lebih memilih menenangkan pikiran dengan musik. Iannone tak pernah melakukan hal-hal yang rumit sebelum memulai race. Dia lebih memilih untuk mengerjakan aktivitas yang simpel. Saking simpelnya, pebalap Suzuki Ecstar itu mengaku tidak mandi jelang balapan. Tapi dia menegaskan bahwa hal tersebut juga nyaris dilakukan oleh semua pebalap. “Tidak ada yang spesial. Saya cuma berusaha melakukan apapun yang bisa membuat saya relaks, bahkan berteriak di ruangan. Tapi saya selalu melakukan hal praktis, seperti halnya tidak mandi. Semua pebalap tidak mandi,” kata Iannone. (kmb33)

BPM/rtr

Terry Rozier

Celtic Menang Tanpa Irving

Boston – Terry Rozier, pelapis Kyrie Irving di Boston Celtics, kembali bersinar. Kali ini ia membantu timnya menghajar Atlanta Hawks 119-110, Sabtu (3/2) kemarin. Irving tak tampil untuk kedua kalinya secara beruntun karena cedera punggung. Untung buat Celtics, Rozier mampu unjuk gigi dalam dua laga terakhir mereka. Membuat triple-double pada laga pertama sebagai starter bersama Celtics kala mengalahkan New York Knicks 103-73, Rozier kini kembali jadi bintang utama Celtics saat menghadapi Hawks. Point guard satu ini mampu membuat 31 poin, tujuh rebound, dua assist, dan dua steal. Rozier merupakan pemain Celtics dengan menit bermain terbanyak pada laga

ini, yakni 36 menit. Ia juga membuat enam dari delapan tembakan tiga angka sukses (75 persen). Selain Rozier, empat starter Celtics lain juga tampil impresif. Semuanya mencatat double digit poin. Jayson Tatum membuat 27 poin, Al Horford menembus 17 poin, Aron Baynes dengan 11 poin, serta Jaylen Brown mencetak 19 poin. Kolektivitas

ini menjadi faktor kemenangan terbesar mereka. Hawks sendiri hanya mengandalkan Taurean Prince dan Dennis Schroder yang masing-masing membuat 31 dan 25 poin berturut-turut. Kemenangan ini membuat Celtics masih nyaman di puncak klasemen wilayah timur dengan rekor 38-15. Sementara Hawks berada di posisi buncit wilayah yang sama den-

Federer Tak Paksa Anaknya Jadi Petenis London – Petenis nomor dua dunia, Roger Federer mengatakan bahwa dia tidak memaksa keempat anaknya untuk mengikuti jejaknya. Atlet berkebangsaan Swiss itu baru saja menjuarai turnamen Australian Open 2018, dengan mengalahkan Marin Cilic (Kroasia) pada laga final. Sejauh ini Federer telah meraih 20 titel Grand Slam sejak memulai karier tenis profesionalnya pada 1998. Kendati tercatat sebagai legenda hidup dalam dunia olahraga tenis, Federer justru ingin keempat anaknya dapat menentukkan jalan hidup mereka sendiri. “Saya pikir sangat bagus bagi mereka untuk melakukan olahraga sejak dini dalam kehidupan mereka. Ini bagus untuk mereka,” kata Federer, Sabtu (3/2) kemarin. “Menang, kalah yang datang sedikit kemudian, tetapi Anda belajar banyak dari itu. Saya pikir Anda membuat banyak teman melalui olahraga. Anda mengenal diri sendiri sedikit lebih baik. Ini sehat, Anda bergerak, Anda pergi keluar,” ucap Federer lagi. Federer yang menikahi Mirka dikaruniai empat anak ,yakni putri kembar identik Charlene Riva dan Myla Rose (8) serta kembar putra identik Lenny dan Leo (3). Andai keempat anaknya memilih bermain tenis seperti anak-anak dari para petenis lain, Federer akan memberi dukungan penuh.

Roger Federer

BPM/rtr

“Saya senang mereka semua bermain tenis, karena secara harafiah semua teman kami yang memiliki anak, mereka semua bermain tenis,” ucap Federer. “Saya hanya ingin menjadi orangtua yang suportif. Saya tidak tahu arah mana mereka akan pergi. Bisa saja olahraga atau suatu tempat di bidang keuangan atau bisnis, saya tidak tahu,” tutur Federer lagi. Meksi tidak memaksakan sang anak untuk menjadi petenis profesional, Federer bersama sang istri tetap berusaha untuk mengajarkan olahraga tersebut kepada mereka. Menurut Roger Federer, amat disayangkan jika keempat anaknya tidak bermain tenis sama sekali. (kmb33/rtr)

Life Sport

Pengaruh Berolahraga dalam Menurunkan Berat Badan

Denpasar (bali Post) – Dapatkah anda menurunkan berat badan tanpa berolahraga? Sebagian besar dari pelaku diet tentu berharap begitu. Namun pada dasarnya, sangat sulit untuk mengabaikan kenyataan bahwa ketika harus menurunkan berat badan dan mempertahankannya tetap dalam berat yang ideal. Diet dan olahraga memiliki dua peran yang sangat berbeda namun dengan tujuan yang sama. Untuk menurunkan berat badan, Anda perlu membakar lebih banyak kalori per hari dari pada yang anda konsumsi. Istilah defisit kalori merupakan suatu keadaan yang dapat menyebabkan penurunan berat badan dan ada dua cara untuk mewujudkannya: Membakar lebih banyak kalori atau makan lebih sedikit kalori. Olahraga jelas berfungsi untuk membakar lebih banyak kalori, sementara diet adalah tentang menurunkan asupan kalori anda. Secara umum, dengan aktivitas fisik setidaknya dilakukan tiga hingga empat kali per minggu, dikombinasikan dengan pola makan yang cukup dan teratur, Anda dapat mengharapkan terjadinya penurunan berat badan yang cukup dalam waktu empat bulan, seperti yang dipaparkan oleh Gede Parta Kinandana S.Ft., salah satu staff pengajar di Program Studi Fisioterapi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Sementara itu, kalori yang anda bakar dalam melakukan aktivitas sehari-hari sangat ditentukan oleh banyaknya

massa otot dalam tubuh anda. Beliau memaparkan, individu yang berdiet tanpa berolahraga dalam menurunkan berat badan akan kehilangan sekitar 1,5 hingga 2 kg massa otot setiap 5 kg penurunan berat badan. Dengan kata lain, 30 sampai 40 persen penurunan berat badan yang mereka alami tersebut adalah berasal dari penurunan massa otot, bukan lemak. Otot adalah faktor tunggal yang dapat dimodifikasi dalam menentukan tingkat metabolisme seseorang, atau jumlah kalori yang Anda bakar setiap hari, sehingga dengan berolahraga Anda tetap dapat menjaga atau bahkan meningkatkan massa otot Anda yang kemudian bermanfaat dalam meningkatkan proses metabolisme untuk membakar lebih banyak kalori dalam tubuh. Jenis olahraga, terutama olahraga melawan tahanan seperti angkat beban, dapat meningkatkan massa otot untuk mencegah terjadinya penurunan metabolisme, tambahnya. Ketika berbicara tentang penurunan berat badan, manfaat latihan tidak hanya tentang meningkatkan massa otot dan menjaga metabolisme tubuh Anda tetap tinggi. Namun dia menjelaskan bahwa olahraga juga dapat mencegah penambahan berat badan dengan mencegah pembentukan sel lemak, mendorong tubuh untuk membakar kalori dari lemak dan menjaga nafsu makan. Berolahraga memicu pelepasan hormon yang membuat tubuh merasakan kenyang. Terlebih lagi, orang yang berolahraga cenderung memi-

liki kebiasaan untuk mengkonsumsi makanan yang sehat dan membuat perencanaan diet (diet plans) dibandingkan dengan individu yang memiliki pola hidup yang kurang aktif. Sarjana Fisioterapi yang telah berkecimpung dalam dunia olahraga dan personal training ini menyampaikan dalam satu studi yang dimuat pada New England Journal of Medicine tentang 50 orang dewasa dengan kelebihan berat badan yang mengikuti diet rendah kalori dengan olahraga rutin dapat menghasilkan penurunan berat badan yang sangat signifikan dalam kurun waktu 10, oleh karena terjadi penurunan kadar hormon leptin. Hormon tersebut yang membantu seseorang untuk merasakan kenyang. Yang terakhir, dia menyimpulkan untuk menurunkan berat badan, kombinasikanlah diet dan olahraga yang rutin. Berfokus pada pencapaian defisit kalori ringan (sekitar 500 kalori) melalui program diet Anda, dan kemudian melakukan latihan yang bertujuan untuk menjaga atau meningkatkan massa otot Anda. Untuk melacak kemajuan Anda dan memastikan bahwa Anda kehilangan lemak, bukan massa otot, Parta Kinandana menyarankan untuk mengukur berat badan secara rutin dan juga mengukur persentase lemak tubuh anda. Jika seiring turunnya berat badan Anda, Anda melihat persentase lemak juga menurun, maka anda berada di jalur yang benar untuk menurunkan berat badan. (kmb33)

gan rekor terburuk 15-37. Pada pertandingan lainnya di Pantai Barat, Golden State Warriors sukses memenangi laga atas tim California lainnya, Sacramento Kings. Dalam laga yang dihelat di Golden 1 Center, Sacramento, tersebut Warriors menang 119-104. Kevin Durant, Steph Curry, Klay Thompson, Draymond Green dan Zaza Pachulia dipercaya Steve Kerr menjadi starter pada laga kali ini. Mereka pun pada prosesnya berhasil menjadi aktor terpenting kemenangan Warriors kali ini. Durant memimpin perolehan poin Warriors dengan 33 poin,

disusul Curry yang mengemas 23 angka. Sejak awal Warriors sama sekali tak pernah kehilangan kontrol pertandingan. Dari awal sampai akhir mereka selalu mampu mengungguli perolehan poin Kings. Dari 2927, kemudian menjadi 58-55, menjadi 84-75, sampai akhirnya skor akhir menunjukkan angka 119-104. Berkat kemenangan ini Warriors berhasil menjauhkan diri dari kejaran Houston Rockets di pucuk klasemen Wilayah Barat. Sedangkan kekalahan ini membuat Kings belum bisa beranjak dari peringkat 14. (kmb33/rtr)

Marquez Siap Mulai dari Awal

London – Marc Marquez tidak menjadikan gelar juara dunia musim lalu sebagai pelecut semangat saat menatap MotoGP 2018. Pembalap Repsol Honda itu lebih memilih untuk menutup prestasi mengagumkan tersebut dan membuka lembaran baru. Hal itu disampaikannya saat menerima penghargaan Order of Sports Merit dari Federasi Sepada Motor Spanyol (RFME) di Madrid. “Saya lupa. Saya bukan lagi juara. Sekarang saya hanya seorang kandidat juara yang mencoba untuk memperjuangkan gelar. Kami memulai dari nol,” kata Marquez, Sabtu (3/2) kemarin. “Mari kita lihat apakah saya dapat bekerja dengan baik dalam pramusim ini, untuk bersiap-siap ke Qatar dan memperjuangkan podium dari balapan pertama,” tambahnya. Marquez menjelaskan, mengenai hasil tes pramusim MotoGP pertama tahun ini di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia. Dikatakannya, tim telah bekerja keras untuk meningkatkan kuda besi RC213V. Setiap pembalap mempunyai strategi masing-masing dalam memberikan penilaian terhadap motor baru Honda. Begitu juga dengan Marquez yang punya strategi untuk memenangkan MotoGP 2018. Intinya, tes pramusim di Malaysia berjalan positif. Disinggung mengenai produsen lain, Marquez menekankan bahwa tim Ducati telah memberikan langkah positif. “Saya pikir mereka akan memiliki motor dan tim yang kompetitif. Kedua pembalapnya sangat cepat, tapi Malaysia selalu menjadi sirkuit yang telah mereka kenal dengan baik. Masih perlu untuk melihat apa yang terjadi dalam kondisi yang berbeda dan di sirkuit yang berbeda,” ujar Marquez. “Sementara pembalap Yamaha memiliki sedikit keraguan karena pada hari terakhir mereka tidak menyelesaikannya sama sekali, tapi mereka akan melaju kencang, kecepatan yang mereka miliki, seperti untuk saingan lainnya, Suzuki mengambil langkah besar. dari Iannone dan motornya berjalan dengan baik, ini adalah MotoGP, semua orang ingin menjadi yang terbaik,” kata Marquez. ”Fairing” Baru Fairing baru RC213V Honda masih menyisakan sedikit keraguan buat Marc Marquez. Dikatakan, baju tambahan pada motor untuk melindungi dan menutupi bagian mesin masih terlihat ekstrem. Ditambah ini melewati batas aturan regulasi teknis. “Saat ini fairing baru masih menyisakan sedikit keraguan dan pertanyaan yang perlu kami jawab. Kami akan mengujinya di lintasan lain,” ujar Marquez. Lebih lanjut, masalah itu masih perlu dijawab oleh para mekanik dan mencobanya di lintasan lain, sebelum seri pertama MotoGP di Grand Prix Qatar berlangsung, Maret mendatang. Marquez menambahkan, berarti tim Honda masih punya pekerjaan untuk memeriksa aerodinamika baru dengan lebih baik di sirkuit lain. Hal ini bertujuan mengingat Marquez ingin membuat pilihan yang tepat. “Di sisi lain saya pikir kami melakukan pekerjaan yang bagus di mesin, bahkan jika kami masih belum mencapai 100 persen dengan settingan motor,” tutupnya. (kmb33/rtr)

Marc Marquez

BPM/rtr


Redité Kliwon, 4 Februari 2018

I Kaki Dengkil

Kala Bang

GIRI Tohlangkiré sané agung kukuh nyureng langit sakadi tan pakrisikan kaampehang sayong. Sakadi nyerep kebus baang pontrongan suryané. Ri kala kasaputin hima ring wenginé, sakadi tan karasayang gesité nebek kantos ka tulang sumsumé. Turah asapunika Giri Tohlangkiré, teguh pageh kukuh. Wargi Tepisiringé, akidik nénten wénten sané ngeh wantah Giri Tohlangkiré jagi mletus napeknapek puniki. Giri Tohlangkiré sané kanten agung nujang langit, rasaanga antuk Wargi Tepisiringé satmaka Ida Bhatara sané jagi ngayomin, neduhin jagat. Sakaning Ida sarwa tinandur mupu, sangkaning Ida toyané satmaka mertha medal saking mandara giri. Indayang kayunin, wawu pisan rasané, wargi Tohlangkiré marasa jenek ngasrama ring sor Giri Tohlangkiré. Sané lingsiran marasa wawu pisan rasané Giri Tohlangkiré deg-deg usané mletus duk siu sangangatus nemdasa tiga sané lintang. Sané bajangan, wawu pisan ngrasaang sekancan taruné sampun ngagengang nyayubin guminé sané tandus. Durung malih wantah wilangin, wawu pisan abiané maarga. Wawu pisan ngrasaang guminé grungsang nénten dados tandurin ring pasisi maarga mael. Makéh sampun abiané kaplinga anggéna karang paumahan antuk juru kaplingé. Sampunang sampun baosanga, makéh sané sugih nadak santukan ngadol abian ring Pasisi Tulamben. Sampunang malih takénanga, makéh sané sugih nadak santukan abiané sané dumun sukeh pisan tandurin, mangkin nadak sugih ulian abiané tumbasa mael jagi keduka pasirné antuk inpéstoré. Ulian nénten naan manggihin jinah dasa tali rupiah, mangkin nué jinah mayuta-yuta. Wantah sampun asapunika, makasami tona mudah. Ondané murah, montoré murah. Saking marasa nénten jagi prasida numbas sepeda gayung, napi malih numbas onda tur montor, mangkin makasami prasida tumbasa. Nénten wénten malih wargi Tepisiringé mabaju béék, makamén sét-sét. Nénten wénten malih sané matoh kalih tali ringgit ring kalangan tajéné. Asapunika naler ring bola adilé miwah ring cekiané. Onda wawu numbas midep tohanga ring blok kyuné. Kantos asapunika kawéntenané sadurung Giri Tohlangkiré mletus saka kidik puniki? Kénten kocap! Punika awanan kantos wénten sané ngangken karauhan nungi-nungi solah wargi Tepisiringé sakadi punika sané ngawinang Ida Bhatara Giri Tohlangkir murka. Dong dayanin! Dawegé nadak muncuk Giri Tohlangkiré makedus ngamedalang andus, sampunang boyanina makasami warginé jerih. Pablesbes ngungsi, jerih keni lahar. Jerih keni lahar kémanten? Asapunika I Kaki Dengkil matakén ring manah. Waluya ja asapunika, mangda nénten sakadi wargi Badégé rihin sané padem keni sayong panes, wédus gémbél, asapunika kabaos. Anak masan buut malaib wawu makeplus andusé saking muncuk Giri Tohlangkiré, I Kaki Dengkil maboya. “Ngudiang plaibin Ida Bhatara wawu matangi? Jlema babengeng tusing nawang unduk! Patutné, wawu matangi Ida Bhatara sambutin Ida! Da nyanan mawa suba makeplag Giri Tohlangkiré, mara keten-keten macaru kebo matanduk emas!” Asapunika I Kaki Dengkil ngupet-upet wargi Tepisiringé sané ngungsi duk punika. Sampunang ja sané ngungsi nampek, sané ngungsi doh-doh rereha antuk Ipun. Raris, baosina kantos nénten midep masahur kileng-kileng tan maa. “Né... jani di kenjekan keplugan Giri Tohlangkiré nu cerik, jalan ulengang kenehé macaru sabilang kajeng kliwon! Mapan sujatiné jani mara mapag soroh unén-unén Ida Bhatarané ané maluan pablesbes pesu uling kawah Giri Tohlangkiré. Sabatek kalané, pesu pablesbes panyiuan apisanan. Yén tusing soang-soang macaru, sinah kuangan caruné!” Asapunika I Kaki Dengkil mapidarta ngraina. Santukan ngraina Ipun mabaos asapunika, tan maa mangkin akéh sané nginutin baos I Kaki Dengkilé. Wénten sané matakén ring I Kaki Dengkil: “Lamun kéto, tawang Kaki soroh kala apa jani liunan ané pesu uling kawah Giri Tohlangkiré?” I Kaki Dengkil mapangenan antuka santukan polih pitakén abot sakadi punika. Sambilanga nyangkling lima matindakan kangin kauh, kanten Ipun jenget mamanah. Sapisan-pisan Ipun matolihan ngiwasin Giri Tohlangkiré sané kasaputin antuk hima. Sesampuné sué mapineh, I Kaki Dengkil masahur: “Kala Bang, ento jani ané liunan pesu pablesbes pesu. Nawang Kala Bang? To apa, sawatek kala ané mabok barak, muané barak, awakné barak, kebris-kebris cunguhné pesu api. Né sawatek kala ané bringas pesan. Lamun tusing maan caru, buron tur jlemané lakar pahpaha!” Asapunika tutur I Kaki Dengkilé. Ngemasin sayan nyerihang wargi Tepisiringé sané matakén asapunika. Saharsa malaib ngadubug mulihné jagi ngarya caru kladi sané oraina antuk I Kaki Dengkil. Sesampuné suung nénten wénten wargi Tepisiring panggihina, I Kaki Dengkil kedék ngrékék. Manahanga polih nyailin. Kawanten, wawu akéh panggihina nglintang anaké mabaju barak, makta bendéra barak, Ipun makesiab santukan panggihina anaké punika sujatiné Sang Kala Bang. Saking montoré, kejengitina I Kaki Dengkil sané mapangenan baosné ngenénin. (Jelantik)

Nyastra

LANGITE pelung, Sang Surya galang nyunarin sekancan mauripé. Kedisé nguci saling sautin mirib liang pesan kenehné. Anginé ngasirsir ngilangang kebus bara awak tiangé. Don-donan kuning ulung pasranting uling carang kayuné kampehang angin. Bungané mawarna-warni miik ngalub katimpalin I Kekupu mangisep sari. Dini di tamané ené tiang sesai masliahan ngajak Beli Kadék tunangan tiangé. Beli Kadék mula dueg pesan ngajak tiang malali ka tongos ané ngaénang tiang tusing makita mulih. Yadiastun tusing malali ka tongos ané méwah, yén suba ngajak Beli Kadék tiang setata liang. Beli Kadék ané setata ngaé tiang bagia, setata ngaé keneh uyang, liang manah tan kadi-kadi. Sabilang wai kenyam-kenyem padidi cara anak buduh, buduh ulian Beli Kadék. Mirib suba atiban tiang matungan, dugas peteng tahun baru nyumunin tiang telpon-telponan ngajak Beli Kadék ané pidan tuah kakak kelas tiangé di SMA. Beli Kadék mula murid dueg tur dadi OSIS di sekolah tiangé. Liu timpal tiangé ané demen nepukin Beli Kadék. Dugas enu dadi murid, tiang tusing sanget kenal ngajak Beli Kadék. Yén ape kadén nganyudang keneh tiangé tumbuh rasa demen. Disubané pada tamat, makelo tusing taen ningeh kabarné Beli Kadék. Dija kuliahné, nyén tunangané, apa gegaénné, tiang tusing nawang. Dugas simalu ia ngirim pesan singkat lewat facebook nakonang kabar. Makelo tiang makeneh-keneh ngingetang timpal tiangé ento. Beli Kadék ngajakin tiang katemu nanging tiang nyaru tusing nyak. Beli Kadék anak mula tusing demen mamaksa, yén tiang suba ngorahang tusing nyak, Beli Kadék tusing nglemesin. Ngancan makelo ngancan sesai sabilang wai tiang esemes-an ngajak Beli Kadék. Buin Beli Kadék ngajakin tiang pesu, tumben jani ada timpal tiangé muani teka mulih lakar ngajak tiang pesu malali. Disubané teka uli malali, neked jumah demen pesan keneh tiangé, Beli Kadék ngorahang demen tekén déwék tiangé, nanging tiang ngorahang tusing nyak. Suba makelo pesan Beli Kadék ngorahang lakar tetep ngantosang ulung tresnan tiangé. Ané jani, Beli Kadék buin teka ka umah tiangé, diarepan mémé lan bapan tiangé Beli Kadék ngorahang tresna. Tusing nyidaang makelid tiang nerima tresnané Beli Kadék ané pidan suba taen katolak. “Luh Ayu suksma pesan iluh suba nyak nrima tresnan beliné. Beli lakar setata tresna tur sayang tekén iluh. Da iluh sangsaya tekén beli. Liang pesan keneh beliné jani,” kéto Beli Kadék ngorahang tekén tiang dugasé ento. Sabilang wai liang bagia karasayang, kenehé setata mabunga-bunga, demen ngelah tunangan cara Beli Kadék. Polos tusing demen ngaé uyut. Makelo tiang matunangan ngajak Beli Kadék, suba liu pajalan ané entasin bareng-bareng. Sebet liang, Beli Kadék setata manimpalin. “Halo beli kadék, beli dijané? Tiang dot katemu ngajak beli,” kéto munyin tiangé sada inguh. “Beli jumah iluh jegég, anak kénkén jeg gawat asané ngajakin beli matemu? Mirib suba kangen pesan iluh ngajak beli, suba makalo tusing maan katemu. Nah-nah buin mani beli lakar malali ka umah luhé, jani beli nu ada gegaén,” kéto pasautné Beli Kadék di telpon. “Ada ané lakar orahang tiang tekén Beli”. “Adi kakéto munyin luhé cara anak gelem, iluh gelem né? Nah sing kéné sing

13

Sujati Tiang Nu Tresna Kadék Heni kéto buin mani beli lakar malali ka umah iluhé, antosang beli jumah da kija-kija,” kéto munyiné Beli Kadék ané setata ngaé tiang rindu. “Nah beli, tiang lakar ngantosang beli jumah.” Buin maniné suba seng kauh ainé, Beli Kadék teka mulih. Sagét suba ramé kuluké jumah ngongkong, ngénggalang tiang ka pamesuan umah ngalih Beli Kadék. “Om Swastyastu....” “Nggih Om Swastyatu beli, mai beli mai, dini negak malu beli” “Adi sepi jumah luh, nak kija mémé ajak bapa?” “Mémé ajak bapa nu luas magarapan beli, nah beli negak malu tiang lakar ngaénang beli yéh anget malu, padalem beli dingin ujanan,” dugasé ento ujané bales pesan . “Nah luh ayu, beli ngidih kopi manis, pang cara kenyem iluhé manis,” kéto Beli Kadék ngrayu tiang. Saget suba ada ajam tiang ngorta ngajak Beli Kadék, ujané ngancan ngigisang. Tiang bengang-bengong tusing karuan cara anak tusing ngelah bayu. Beli Kadék ngaé lelucon apang tiang nyak makenyem, nanging ento tusing nyidaang ngengkebang semun tiangé ané sedih. “Luh…. Luh.... Luh ayu….Luhh....” Makesiab tiang ningehang munyinné Beli Kadék. “Iluh ayu jegeg bulan, ané sayangang beli, adi iluh bengang-bengong buka kéto? Nak kénkén? Tegarang sambatang tekén beli, da iluh buka kéné, sebet beli

nepukin. Kadén ibi iluh ané ngorahin apang beli malali mai. Nah jani tegarang sambatang kén beli, apa ané ada dikeneh iluhé,” kéto Beli Kadék sada cucud matakon. Tusing karasa ngetél yéh paningalan tiangé, kaliwat sedih mara ningalin muané Beli Kadék ané polos “Luh… nak kénkén iluh ngeling? Tegarang sambatang kén beli apa ané rasayang iluh jani! Iluh tusing cara biasané!” Beli Kadék ngusap pipin tiangé ané belus baan yéh paningalan. “Be…bee... beli kadék ampurayang tiang beli, ampurayang tiang,” kéto tiang ngeling sigsigan ngelut Beli Kadék. “Luh, beli tusing ngerti, nak ada apané? Ngudiang Iluh ngeling misi ngidih pelih tekén beli?” Beli Kadék matakon sada cucud ngelut awak tiangé. Makelo tiang ngeling sigsigan di tangkahné Beli Kadék. “Beli suba makelo iraga bareng-bareng, tiang sayang kén beli, kéto masih beli setata ada di sisin tiangé. Suba makelo tiang ngengkebang isin keneh tiangé kén beli, sabilang peteng di pasarean tiang setata mangelingin unduké ené. Ampurayang tiang beli… ampurayang tiang lakar megatang tresna ngajak beli.” “Apa ané orahang iluh ento tusing saja, beli ngipi, beli ngipi, ngipi, hahahaha...” kéto Beli Kadék sada tengkejut “Anak ada apa né, beli tusing ngerti, dadi iluh mamunyi buka kéto? Sesek tangkah beliné, luh. Kadirasa pegat angkihan beliné ningehang munyin iluhé. Apa iluh ngelah anak muani lénan tekén Beli? Masaut luh masaut, beli tusing nyak pe-

***

Saking Langit Bali

Aswamédha Parwa

Nandingin Sang Prabhu Wajradatta Olih : I K. Satria, S.Ag SESAMPUN payudané punika, jaran sané kawigunayang ring pamargin upacara Aswamedha Yadnya nglantur mamargi nuju genah Pragjyotisha. Irika wénten kaprabon sané kapucukin olih putra Bhagadatta sané sampun kaloktah sangkaning kawisésénnyané ngasorang meseh sané jagi ngambil wewengkonidané ring Pragjyotisha. Putra Bhagadatta punika prasida nangkepin jaran sané kawigunayang pinaka yadnya saha ngangonang jaran inucap nuju genah kaprabonidané. Ring tengahing margi, rauh raris Ida Sang Arjuna sané sampun ngamel senjata panah pacang ngasorang meseh. Sangkaning suaran senjata Gandhiwané punika, jarané punika kalepasang malih olih putran Ida Sang Bhagadatta, payudané kakawitin. Sadurungnyané, putran Ida Sang Bhagadatta mlesat nuju genah kaprabon ngambil senjata saha busana mayuda sané madaging senjata mautama. Sesampuné punika raris malih nandingin Ida Sang Arjuna antuk prajurit sané akéhnyané nénten prasida kawilangin antuk ngamel senjata sané mautama. Sang Prabhu nuju genah payudané nglinggihin kréta mawarni petak, sami madaging senjata sané singid-singid, madaging kobér saha kapikantenang sakadi ksatria mautama. Antuk rasa banggi raris Ida nantangin Ida Sang Arjuna, sakadi ksatria tanpa tanding sané nénten nguningin kawisésén Ida Sang Arjuna. Ri kala punika taler Ida nandingin Ida Sang Arjuna antuk pamargi sané dahat nénten becik, wyakti patut prabhuné punika kantun alit saha nénten uning indik swadharma sang maraga ksatria. Ida nandingin Sang Arjuna antuk senjata panah saha nglinggihin gajah sané ageng, sakadi parwatané. Gajahé punika taler dahat krodha pacang ngasorang mesehé. Napi malih gajahé punika sampun sering ngasorang meseh, napi malih yéning mesehnyané taler nglinggihin gajah. Ring gajahé punika sampun sayaga senjata sané pacang kanggén mayuda. Gajahé punika dahat pascat ring payudan, napi malih sampun kategulin antuk besi sané nyihnayang dahat sayaga pacang mayuda. Nyaksiang indiké punika, Ida Sang Arjuna taler sayaga pacang ngasorang mesehé antuk senjata-senjata sané mautama. Ida Sang Arjuna nandingin ratu sané dahat nyapa kadi aku punika, sané nénten madué tata krama sajeroning ngamargiang payudan. Sangkaning krodha saha nénten kayun satinut ring Hastinapura, irika raris payudané dahat singid. Senjata sané kalepasang samian mawisésa. Wénten sané madaging agni, madaging toya miwah sané tiosan. Nénten prasida kawilangin akéh senjatané punika. Ida Sang Arjuna nandingin antuk panah sané dahat mawisésa sané ngametuang

gat ngajak luh. Iluh suba nawang kénkén keneh beliné ken iluh? Tumben buka jani beli ngelah tunangan ané seken-seken bakat sayangan beli. dong iluh ngorahang buka kéné, beli seken-seken sing nyak.” Kéto Beli Kadék ngorahang kasujatian tresnané, tiang ngeling sigsigan. “Luh eda mendep, tegarang orahang kén beli, apa ané ngaé iluh buka kéné? Sing ada ujan, sing ada angin dadi iluh nagih megatin tresna, yén beli ngelah pelih orahang luh, apang beli ngidaang masalin ngilangang solah beli ané sing patut. Apa tresnan iluhé suba ilang kén beli? apa krana gegaén beliné tuah dadi kuli? Beli marasa tekén déwék kuangan, beli bes pangkah ngenehang anak luh buka iluh, buka badudané ngedotang bulan. Joh beli makaber apang bakat iluh, tumbén jani beli ngrasayang tresna kén anak luh kadirasa mati beli bani yén mula ento ngidaang ngaénang iluh mawali tresna tekén beli. Masaut luh, masaut....” “Beli..., eda beli melihang déwék padidi, sujatiné tiang nu tresna tekén Beli, nanging ada pakéweh di keneh tiangé. Tiang kajodohang beli, reraman tiangé nyodohang tiang ngajak pianak timpalné di kota. Sujatiné tiang nu tresna kén Beli, nanging tiang tusing ngidaang makelid tekén pangidih reraman tiangé. Dumogi beli sida nerima pangidih tiangé yadiastun kéweh tiang lakar majalan joh ninggalin beli. Ampurayang tiang suba ngaénang beli sakit hati. Tusing ada keneh tiang lakar ngaénang beli sebet buka kéné, dumogi beli maan anak luh ané luungan tekén tiang.” Kéto tiang masaut, Beli Kadék nengil bengong mapangsegan. Makelo tiang jak dadua tusing ngidaang mamunyi. “Nah lamun suba kéto keneh iluhé, beli tusing ngidaang lakar nambakin, beli sayang ken iluh. Yén mula saja ento ngaé iluh bagia, beli lakar nyalinin tresnané ené padidian. Dumadak iluh maan anak muani ané seken tresna sayang kén iluh, beli tusing nyak yén iluh bakatang anak muani tusing beneh. Nah luh, majalan suba. Beli bagia yén iluh bagia, engsapang suba beli.” Kéto Beli Kadék mamunyi alus sambilang ngisiang liman tiangé. “Beli, yadiastun iraga suba mapalasan, tusing enu matunangan cara ané suba liwat. Eda nyén beli sanget maselselan katemu ngajak tiang, mirip tusing pajatu karmané tiang nampingin ragan beli kanti kawekas. Tiang nawang kénkén keneh beliné jani, tiang sanget nawang. Pajalan ané suba liwat depang ento dadi kenangan, eda beli sanget nyebetang unduké ené, tiang masih dadi pianak tusing lakar sida tungkas teken pangidih rerama. Ampurayang tiang beli, ampurayang. Ada besik pangidih tiangé teken beli, yadiastun jani iraga suba pegat matunangan nanging eda kanti pegat matimpal, eda engsapanga tiang dadi timpal beliné. Kéto masih tiang tusing lakar ngengsapang taen katresnain anak buka beli. Suksma beli kadék, suksma.” Kadirasa telah yéh paningalan tiangé ngeling sigsigan. Kanti jani enu karasayang anget gelutan Beli Kadék dugasé tiang ngeling sigsigan. Sabilang inget tiang tekén unduké ento, rasa mapangsegan awak tiangé. Rasa sungsut, inguh, sesek madukan. Padidi mapengenan tuah katimpalin yéh mata ané tusing rérénan ngetel melusin pipi. Dini tiang setata ngacepang dumadak beli sida nemuang tresna sujati beliné. Yadiastun suba makalo mapalasan, nanging tresnan beline nu tetep masimpen di keneh tiangé ané paling dalem. Dija jani beli manongos?

suara sakadi krébék nguwub kawéntenan akasa tatkala punika. Ida Sang Arjuna nangkisin senjatané punika ring ambarana antuk panah sané mawisésa. Ida setata nujuang senjata panahé ka ambara, sané ngawinang dahat krodha kawéntenan putran Ida Prabhu Bhagadatta. Raris Ida nujuang panah mautama nuju sariran Ida Sang Arjuna. Kalepasang senjata panah sané tan bina sakadi tumbak sané leser mlesat nuju sariran Ida Sang Arjuna. Uning ring parindikan senjatané punika, dahat krodha Ida Sang Arjuna saha ngamedalang panah mawisésa. Raris wénten panah sané medal mlesat saha nuwek sariran mesehé. Ida Sang Wajradatta sané dados prabhu anyar punika raris keni senjatan Ida Sang Arjuna sané ngawinang Ida runtuh. Ida kantun éling ring raga, raris malih mlesat nuju gajahidané saha mawali nandingin Ida Sang Arjuna. Ida Sang Prabhu nandingin Ida Sang Arjuna antuk pikayunan mangda jaya ring payudan pinaka cihna mawisésa. Nyaksiang indiké punika, Ida Sang Arjuna nénten malih kapiwelasan saha ngamedalang senjata sané dahat mautama katuwekang majeng ring mesehé. Kapertama gajahé punika kakasorang, rahé tan bina sakadi kecoran toya ring tengahing carik. Payudané punika dahat singid, wyakti makekalih ksatria mautama, sakémaon kawisésan Ida Sang Arjuna sampun kaloktah prasida ngasorang ksatria mautama ring jagaté. Ida Sang Wajradatta raris mecutin gajahidané mlesat nuju genah Ida Sang Arjuna saha nyimbuhang toya nuju Ida Sang Arjuna saking irungnyané. Gajahé punika dahat kroda, ngawinang méweh Ida Sang Arjuna nandingin! Suarannyané dahat ageng ngawinang karnan Ida Sang Arjuna nénten prasida nampenin. Ida Sang Arjuna raris ngamedalang senjata panah sané tetujonnyané ngasorang gajahé punika. Ida Sang Arjuna raris mlesat nuju genah sané becik, mangda prasida nguningin tetingkadan mesehé. Antuk kawéntenané punika, Ida Sang Arjuna nénten prasida malih mapikayunan welas asih ring ratuné punika. Ida raris ngambil senjata Gandhiwa sané mautama saha nujuang senjata panah ring mesehé. Wénten panyatusan senjata panah sané medal saking senjata Gandhiwané. Sami senjatané punika nuwek kawéntenan gajahé sané ngawinang gajahé punika sakadi landak sangkaning senjata panah sané akéh. Ida Sang Prabhu Wajradatta pramangkin ngambil senjata saha nénten malih mapikayunan ngamedalang senjatané punika, pangaptinnyané mangda mesehé kasor. (Masambung)

Pinunas Pongah

Pajalané luas maidehan ngalih selah Malaib, nguber genah apang ngenah Nyihnayang awakné mugpug tangkah Nyiriang kawikanané mula suba wayah Dumadak pongahé madasar baan manah boya ja titi anggén galah nguber jinah Setata éling yén wacanané pesu makuah maliah ka sisi satmaka tedun membah Sampunang galahé wantah anggén selah Wetuang lascaryané ngaturang ayah Patuhang sekancan wacana miwah tingkah Tandur ring manah apang metu mabuah Yéning lobané menggah ngawi kalah Sinah akéh jadmané lakar manemah Mamisuh ulian sola rusuhé bakat ulah Mogi nedunang bagia, boya ngawi jengah I W. Wikana


Jayanti

14

Ayu Saraswati

Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha.

pupu;p\С(.

Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

Pupuh Pangkur 61.m(giens)ripitæisn/,

Marginé seripit pisan, mn)dun*,

Ngresepang Tetuek Siwaratri MELED ngamargiang parindikan sané maguna majeng umat, punika sané ngawinang Ayu Saraswati ngamedalang single mamurda Siwaratri wawu puniki. Tembang inucap metuéling umat Hindu majeng raina Siwaratri s a n é

manedunang, dedoesÂsl&dnÑnin/,

dadosné saling dandanin, srur&khê±nÐpizÇ¡t/,

saru ring kahyun kapincut, mpi-mpiptigbg/,

mapi-mapi pati gabag, sk&silib/,

sampun kajantos-jantosang nyabran warsa. Ayu Saraswati maosang, galah sané katelasang muputang tembang inucap wantah cendet pisan. Anak istri sané embas ring Denpasar, 27 Mei marasa aget molihang sokongan saking para sawitran dané. “Sampun sué tiang meled prasida ngwedar parindikan sané maguna, pamekas sané prasida kamargiang nyanggra raina Siwaratri,” baos anak istri antuk aran panjang Ayu Yuliani Saraswati puniki sumeken. Parikrama pangawit tembang puniki kakaryanin, minab magumana utawi sampun majodoh, penyanyi pasangan duet Eka Jaya puniki kacunduk sareng kalih yowana kreatif, Putu Ayu Astraningsih miwah Ni Luh Arick Istriyanti. Makekalih yowana kreatif puniki s a n é nyu-

saking silib, magelut ya mapi labuh, gumnÓimhnßdimn/,

gumanti maan madiman, dih)b)etsl&bisãis/.

di ebeté saling bisbis. 62.tnÑ*gu[Õiezomnãzé(,

Tandang Gusti Nyoman Banjar, sdec\;,

sada céngah, m\)lutá¡[Õihyurhi,

mangelut Gusti Ayu Rai, r&hbie\mpilbu;,

ring abingé mapi labuh, sujtienks)mrn/,

sujatiné kasemaran, kdipk×i,

kadi paksi, d)drsenmcumã¡,

dedara sané macumbu, g)m)sÀyurkcnidÉ, gemes Ayu Raka canidra,

Isin Gumi

sdsuglßs)simã&.

sada sugal masesimbing.

Ring Bali, Akéh Sarjana Tiwas becik nepasin pikobet punika, para sarjana inucap patut nyarengin pelatihan-pelatihan kerja. Parindikan punika kabligbagang sajeroning acara Isin Gumi Radio Singaraja FM 92,0 Mhz raina Soma, 29 Januari 2018 lintang. Komang Budiartana, Buanakerta Indiké punika metu sangkaning lapangan kerja sané wénten, nénten prasida menyerap akéhnyané lulusan sarjana. Lianan punika, jiwa wirausaha sané kirang saking para sarjana

inucap. Pinaka daérah tetujon wisata dunia, sujatiné akéh peluang utsaha sané prasida kakaryanin, manut kasidan. Puniki kabuktiang sampun akéh karma dura Bali suksés mungkah utsaha ring Bali. Nang Beod, Mayong Wantah yukti kantun akéh sarjana wiadin diploma sané uripnyané tuara. Manahin titiang, yadiastun sampun tamat kuliah sabeciknyané taler ngamiletin pelatihan-pelatihan ring soang-soang désa.

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

gecek

1.

g)c)k/,

1. titik

2.

gedebeg

2.

g)d)b)g/,

2. pedati

3.

gedig

3.

g)di\/,

3. pukul

4.

gendis

4.

g)nÑis/,

4. gula

5.

geni

5.

g)ni,

5. api

6.

kayun

6.

kyun/,

6. kemauan

7.

keben

7.

k)b)n/,

7. bakul

8.

kelecan

8.

k)2cn/,

8. sambungan ayam

9.

kémad

9.

ekmd/,

9. malu

10. kemud

rat lirik tembang Siwaratri. Wus sang tiga kacunduk saha nglintang parikrama saha bebaosan sané panjang, tembang lirik Saraswati malih kabecikang. Wénten lirik sané kaicalang utawi kawewehin, pamuput medal lirik sané nyinahang pisan kahanan raina Siwaratri. Manut Ayu Sarasawati, Putu Ayu Astraningsih, miwah Ni Luh Arick Istriyanti, patemon sané nénten pisan naan kapikayunin punika, dados project kapertama sareng-sareng ngayah. Wénten rasa kangen ring padéwékan Ayu Saraswati, mangda para yowana Hindu ring Bali, sayan uning tur éling ring tetuek soang-soang pamargin upacara miwah rainan suci agama Hindu. Nénten wantah seremonial, nanging wénten tetuk sané patut karesepang taler kamargiang sané mawiguna sajeroning ngamargiang kahuripan puniki. Kaumpamiang Ayu Saraswati, tembang

indik memuja Dewi Saraswati sampun wénten saha setata katembangang nyabran rainan Saraswati. Sakéwanten, tembang indik rainan Siwaratri sané durung wénten. Sinambi macanda, Ayu Saraswati meled lewih akéh malajahin saha nelebin indik raina-raina suci agama Hindu, mawinan polih inspirasi makarya tembang ngeninin raina suci inucap. Yéning salami puniki, gugon tuwon utawi nak mula kéto kadadosang panyawis nyabran wénten pitaken saking alit-alit utawi para yowana ngeninin indik rainan suci agama Hindu, kapungguran ipun mangda polih panyawis manut daging satra, boya baos nak mula kéto. Manut Ayu Saraswati, punia nénten setata mawentuk jinah. Sapunika taler indik ngayah, boya wantah kasinahang antuk ngambil pakaryan kémanten. Ayu Saraswati maosang, mapunia majalaran tembang taler prasida kama-

rgiang, mawinan metu rasa éling krama Hindu ngamargiang Siwaratri madasar dagin sastra. Patut ngicalang tradisi saha budaya ngamargiang Siwaratri sané kirang becik antuk ngicén pitutur saha piteket sané becik taler patut manut sastra agama. Pikayunan saha pamargin raina Siwaratri sané kirang becik patut kaicalang. Nénten wantah antuk magadang kantos semeng samian dosa pacang ical, pacang sirna. Durung malih para yowanané masiwaratri ka genah sané tidong-tidong, masliweran ring marginé tan patetujon sané janten. “Majalaran tembang puniki, titiang mapikayun lewih humanis saha efektif numbuhang rasa éling sajeroning angga, ri kala ngamargiang parikrama agama, minakadi ngamargiang Siwaratri,” weweh Operational Manager Krishna Holding Company puniki sumeken. (ast/uma)

A.A. Anom Giri

Nénten Maselselan

mg)lutêmpilbu;,

AKÉH krama lulusan sarjana wiadin diploma sané kasengguh kantun tiwas taler nganggur pungkuran puniki dados sorotan. Nénten wantah dados pakrimik ring pantara wakil rakyat, taler dados bantang bebaosan ring para akademisi sané madué tugas ngamedalang SDM sané umandel. Ketua DPRD Bali, I Nyoman Adi Wiryatama maosang, kawéntenan krama tuara sané sampun sarjana taler diploma patut kadata antuk lewih cermat miwah mutakhir. Pidabdab sané pinih

Redité Kliwon, 4 Februari 2018

10. k)mud/,

Bahasa Indonésia

10. lepas

Made Mustika, Panji Tiang héran pisan, sarjana kabaosang miskin? Yéning manut tiang, sampun prasida tamat kantos dados sarjana sinah ipun mawit saking kulawarga sané madué. Yéning tamat wantah SD wau pantes kabaos miskin, santukan nénten mrasidayang kuliah sangkaning nénten madué prabéa. Gung Dé, Ngurah Rai Singaraja Pemerintah miwah angganing sané wenang minakadi dinas tenaga kerja, patut lewih ketah ngwéntenang kegiatan bursa kerja. Pidabdab punika becik pikenohnyané, prasida ngirangin pengangguran ring Bali. Dek Edy Artawan, Panji Anom Kirangnyané uratian pemerintah pusat miwah pemerintah daérah majeng ring lulusan sarjana ngawinang akéh sarjana nganggur. Yadiastun ipun polih pakaryan, sakémahon nénten manut ring kawagedan saha jurusannyané. Aji Bima, Banjar Nabdabin parindikané punika, satios ngamargiang bursa kerja, patur taler kasayagayang genah-genah pelatihan majeng krama. Sakadi ring Lovina wénten BLK utawi Balai Latihan Kerja, indik genah-genah sakadi puniki patut kawewehin malih. Minab ring Buléléng kantun kirang utamané sané kawangun pemerintah daérah. (ama)

MÉWÉH sané karasayang A.A. Anom Giri daweg alit, ngawinang dané “mandiri” saking kantun alit. Yadiastun ketah nandang kasengsaran, nénten ngawinang Pak Anom— sapunika dané ketah kasambat rumasa maselselan. Sawaliknyané, ketah paplajahan urip sané kapolihang pinaka bekel nglanturang kahuripan dané. Ri kala ngranjing, dané taler marasa sebet, nanging dané nénten naen kayun nyatuayang kahanan inucap. Kasumekenan sajeroning ngamargiang pendidikan pamuputnyané ngwetuang asil sané becik saha nguwah kahanan uripnyané. “Tiang setata mautsaha bagia. Manut tiang, bagia punika karipta olih anga iraga soangsoang. Bagia punika sujatiné sederhana pisan, setata angayubagia, nika sané utama,” baos dané puitis. Embas ring Gumi Serombotan, Anom Giri nyatuayang anggané wantah numpang embas irika. Mawit alit kantos sampun lingsir dané meneng ring Kota Dénpasar. Pensiunan guru olah raga SMPN 5 Denpasar puniki taler madué carita sané sedih ri kala dané sareng kulawarga merantau ka dura Bali. Parindikan sané méweh kaengsapang ri kala dané wantah ngajeng kuud kanggén nanggehang rasa kaluén. Parindikan inucap malih kadadosang bekel urip sané nénten prasida kapolihang ring sekolahan. Minab nénten akéh sané percaya yéning mangda prasida ngranjing

ring SGO Negeri Denpasar, Anom Giri kayun numpang sareng anak tiosan kantos kaperas pinaka pianak. Nénten wantah ngranjing, Anom Giri taler karerehang selah dados guru manut ijazah sané kaduénang. “Tiang percaya, Hyang Widhi nénten naen iwang. Yéning manusa sakadi tiang ngitung minab sida iwang, nanging Ida nénten. Ida ngicén ujian urip antuk tetujon sané becik, mawinan tiang prasida sakadi mangkin,” baos rabin Ida Ayu Anom Purnamaningsih. Anom Giri rumasa bagia molihang anak istri sané kayun nrima anggané. Jengah antuk kahanan sané kirang, ri sampuné marabian dané malih nglanturang kuliah, mawinan makéh gelar sané kapolihang. Anom Giri negesang, tetujonnyané kuliah boya ngrereh gelar, nanging lewih ngutamayang molihang kaweruhan. Sane setata kategesang dané, nénten naen wénten kruna pensiun ring anggan dané. Manut dané, yéning sampun pénsiun pateh ring nénten prasida makarya malih. Parindikan inucap taler sané ngawinang dané nénten kayun nyawis pradé wénten sané matakén indik pénsiun. Ring pikayun dané, pénsiun pateh ring padem. Dané wawu pacang pénsiun ri kala sampun nénten prasida ngambil pakaryan malih. Ring yusannyané sané sampun sayan lingsir, dané kantun aktif ngwedar kaweruhan sané kaduénang. Mawit dados guru lukis, pramuka, renag, gate ball, miwah pungkuran puniki ngajahin alit-alit panahan tradisional. Galahnyané akéhan katelasang ring Istana Taman Jepun ring wewidangan Jalan Hayam Wuruk, Denpasar. “Manusa ri kala sampun mawali ka tanah wayah nénten makta arta brana. Wantah parilaksanané sané pacang kaélingin krama. Tiang meled ngayah antuk napi sané duénang tiang kantos galah tiangé telas,” baos Anom Giri. (ast/uma)

I Ketut Muriata

Ngwedar Tetuek Pawayangan MAJANTEN kantun akéh sané éling ring wacana ngranjingang budaya wayang sajeroning parikrama sekolah. Yadiastun kahanan inucap kantos mangkin durung prasida kajantenang, nanging I Ketut Muriata, guru widang olahraga ring SMPN 2 Kuta Utara, Badung sampun ngwedar tetuek pawayangan inucap ring papaljahan olahraga. Dané sané taler manados dalang wayang puniki maosang, ring paplajahan olahraga sané ngaptiang pisan kabecikan bayu padéwékan raket pisan ring tetuektetuek pawayangan sané madaging antuk olah rasa miwah pikayunan ring sapunapi parikrama sané kamargiang ring lapangan. Ring parikrama olah padéwékan punika wantah raket pisan ring olah seni. Punika mawinan yadiastun olahraga wantah kasinahang keras, nanging sujatiné indik seni wantah “keseimbangan” saking olah raga, olah rasa miwah pikayunan. Olahraga boya maparikrama kémanten, nanging matetujon nyinahang utawi ngamedalang rasa percaya diri. “ S e n i pawayangan tradisional p u n i k a ngicénin tetuek indik

kepemimpinan sané prasida kanggén tetulad. Sios punika prasida nartayang tattwatattwa indik tata susila miwah parilaksana sané becik katulad olih alit-alité saha numbuhang rasa percaya diri,” baos dané. Dané malih maosang, sujatiné makasami paplajahan prasida kadagingin antuk tattwa utawi tetuek saking pawayangan, duaning wantah ngeninin indik kepemimpinan. Tios ring paplajahan Agama Hindu, ring paplajahan PKN sané madaging antuk pendidikan kepemimpinan, disiplin miwah kapatutan taler mrasidayang. Siosan punika, ring wayang taler kapanggihin parikrama pendidikan basa Bali sané becik utamanipun indik sorsinggih basa, sapunapi parikrama i panjak matur utawi mabaosan sané becik ring Ida Sang Prabu. Bapak saking Ni Putu Evie Cyintiawati, Ni Made Radha Jiwantini, miwah I Nyoman Arya Bagus Pengestu malih maosang, seni dalang sané kantun kamargiang kantos mangkin boya sangkaning tetamian saking panglingsir, nanging sangkaning wénten pikayunan mangda prasida ngaturang ayah. Dane malajah ngwayang ring alm. Ida Bagus Swabawa, jero dalang saking Desa Cemagi. “Tiang boya dalang sané kasub, nanging wantah dalang sané nyolahang wayang ri kala upacara adat miwah agama, minakadi ri kala piodalan, upacara yadnya tiosan, miwah ri kala wénten krama sané naur sesangi,” weweh Muriata. Lanang sané embas ring Badung, 11 Okteber 1965 puniki malih maosang, anggané taler ngicén ekstrakurikuler magambel gendér wayang. Yéning alit-alité sampun cacep magendér wayang, prasida kalanturang malih antuk gending-gending tabuh wayang, mawinan prasida ngiringang sesolahan wayang. Mawit punika anggané setata mapangapti mangda alit-alit sané kaajahin punika prasida nulad tingkah polah tokoh sané becik sajeroning pawayangan. (bud/wan)


Minggu Kliwon, 4 Februari 2018

TANAH AIR TELANJANG BULAT

BATALYON ZALITUN M u h a d l a r a h Mbah Shoimun ternyata berkepanjangan dan njelimet. Pintu dan jendela ditutup oleh Pakde Brakodin. Jangan sampai ada tetangga tahu. Nanti disangka nobar youtube tausiyah Ustadz. Terus pada sinis “ah, cuma omongan”. Kalau dikasih tulisan, “ah, cuma tulisan”. Bukan fakta. La qoulan wala kalaman, lewat saja menguap jadi asap. Tuhan dan Neraka pun sekarang sudah dianggap halusinasi. Malaikat, Iblis, Jin, dikira dongeng. Kalau Sorga, masih bisa diterima, karena siapa tahu ada. Kan bisa pesta dan foya-foya. Manusia hidup pada posisi gèkgèk. Who knows. Siapa tahu jadi Menteri, Dirjen, Dirut, Komisaris, Duta Dialog, minimal ditimbali makan siang di Istana. Ulama bukan hanya tidak marah atau malu dipanggil oleh Umara: tapi malah bangga. “Tarmihim!”, Mbah Shoimun mengeras suaranya, “kasih tahu anakanak itu tentang sukses turunan Iblis yang bernama Zalitun dengan batalyonnya yang merasuki jiwa para pelaku transaksi, yang receh-receh maupun yang kaliber

27 Februari 2018

230 Ibukota Provinsi Bali

Naga dan Raksasa”. Tim peneliti Zalitun sangat detail menyiapkan paket provokasinya ke hati manusia. Secara bertahap diajari mendesain transaksi-transaksi futurologis, minimal seperti ini: “Jika saya punya konsesi wilayah kerja panas bumi dengan potensi 110 MW. Itu sama dengan produksi listrik 110.000 kilowatt (kW). Jika listrik itu dibeli PLN katakanlah dengan aturan main sekarang dibeli dengan harga 85% dari biaya pokok produksi (BPP) listrik, di Jawa di kisaran Rp 850/kWh atau Rp 1200/kWh untuk di luar Jawa. Jadi tiap kWh saya akan mendapatkan 0,85 x Rp 850 = Rp 722,5 dari setiap kWh yang saya produksi. Karena saya punya pembangkit yang kapasitasnya 110 MW atau 110.000 kilowatt tadi, artinya setiap jam akan mengalir uang 110.000 kW x Rp 722,5/kWh = Rp 79,5 juta. Atau dalam sehari Rp 1,9 Miliar, atau sebulan Rp 57,2 Miliar, dan setahun akan menjadi Rp 686,7 miliar. Jika konsesi itu selama 40 tahun, akumulasinya menjadi Rp 27,5 Triliun. Belum lagi kalo konsesinya diperpanjang seperti Freeport kemarin” “Kalau pun saya harus investasi USD 440 juta atau Rp 5,9 Triliun. Artinya, dalam tempo 8,6 atau katakanlah 9 tahun uang sudah kembali. Sisanya masih ada sisa waktu 31 tahun! Dengan pendapatan Rp 686,7 miliar per tahun. Dana USD 440 juta, toh tidak harus semua keluar dari kantong sendiri. Karena normatifnya investasi itu hanya 30% yang equity (modal sendiri) sisanya dicarikan dana dari bank atau jual obligasi. Artinya cukup menyediakan dana USD 440 juta x 0.3 = USD 132 juta. Wah, besar juga. Tapi jika aku ajak 3 partner dari luar sehingga dana awal bisa ditanggung 4 pihak, aku cukup menyediakan dana USD 132 juta : 4 = USD 33 juta atau Rp 445,5 miliar” “Bagaimana menarik minat bank untuk mendanai, ya ini toh bisa diserahkan konsultan yang ahli dalam hal Financial Engineering untuk membuatkan laporan sehingga usulan proyek tampak sangat prospek. Karena itu menurut Kwik Kian Gie yang pernah membocorkan perilaku konglomerat di Indonesia equity-nya di proyek-proyek rata-rata malah cuma 10%! Yang 90 % itu dana dari bank yang artinya dana masyarakat atau suntikan dari dana asing. Dana investasi USD 440 juta untuk beli konsesi 110 MW katakanlah USD 40 juta. (Sarulla yang tadinya milik PLN dibeli dari Pemerintah dengan harga USD 102 juta, lantas dijual ke konsorsium yang dipimpin perusahaan lokal yang menggandeng asing dengan harga USD 110 juta, tapi ini konsesi dengan potensi 330 MW)” l Emha Ainun Nadjib Yogya, 1 Nopember 2017

KALAU MEMANG HARUS MOKÈL “Sebenarnya”, Pakde Sundusin menggeremang, “yang memprihatinkan bukan manusia, dunia dan Indonesia. Puncak kesedihan saya adalah bahwa hidup kita tidak berguna. Bahwa kita tidak mampu melakukan apa-apa untuk Negeri, bangsa dan masyarakat kita…” Pakde Tarmihim merespons: “Kalau kita segera memasuki tahun-tahun yang membuat perasaanmu ngeri, hatimu sedih dan pikiranmu terkuras, ada dua firman yang mungkin membantu detoksifikasi jiwa kita” “Pertama: Sesungguhnya Kami benar-benar akan menguji kamu agar Kami mengetahui orang-orang yang berjihad dan bersabar di antara kamu, dan agar Kami menyatakan baik buruknya hal ihwalmu. Kedua: Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia” Ketiga Pakde bersama anak-anak muda itu “jagongan” kelelahan pasca asap Mbah Shoimun. Minum kopi pahit, merokok dedaunan yang bukan tembakau tapi tetap dicampuri cengkeh, diolesi cairan yang diseduh dari akar pohon entah apa. Semua bahan itu mereka ambil dari tengah hutan tempat mereka “kuliah”. “Kayaknya kita memang keracunan oleh Shoimun”, kata Tarmihim, “kita ingin pensiun dari memikirkan Negeri kita karena Mbah Shoimun ngakunya juga pensiun sejak wafatnya Nabi Sulaiman itu?”, sahut Pakde Tarmihim. Brakodin tertawa. “Segera kita akan resmi jadi anak buah Iblis. Kabarnya Iblis, Kaisar Kejahatan, juga berpikir untuk mogok massal dan stop dari tugasnya begitu manusia memasuki Abad Renaissance. Iblis merasa tidak efektif lagi, karena target godaan yang mereka konsep sudah jauh dikalahkan oleh tingkat keserakahan manusia sendiri” l Lailatul Kiptiyah Ia Bersepeda ke Utara Ia bersepeda ke utara Dengan selembar topi menutupi sepi Mata keberuntungan yang betah memandang Dari tempatnya sembunyi Ia terus bersepeda ke utara Ia halau angin yang memekarkan Rumpun aroma Dari kaki kata-kata menanjak Menyusun diri jadi puisi Memberat di pundak Timbul tenggelam ke dalam dada Rumah bagi sebala melankolia

l Anggur

Tiba-tiba Toling menyela: “Bukannya Jin memang umumnya jahat-jahat, Pakde?” “Memang sih”, Brakodin merespons, “banyak kalangan Jin yang stress dan depressed karena keputusan mutasi atau pensiun dini, gara-gara manusia ternyata begitu hebat prestasinya. Akhirnya banyak Jin yang ngawur: jadi hantu, merasuki jiwa manusia, orang pada kesurupan. Pokoknya dendam kepada manusia. Akhirnya semua Jin hancur citranya. Semua Jin dianggap buruk dan jahat. Kemudian gejala ini dijadikan komoditas oleh sejumlah orang pintar. Jinjin stress diusir, dibacakan “ainama takunu” atau “lau anzalna” atau “afahasibtum” atau yang umum ya Ayat Kursi….” “Iya lho”, Pakde Sundusin menambahkan, “Kasihan Jin. Dibentak-bentak. Kalau Cak Markesot dulu Jin-nya dieluselus melalui tengkuk dan jidat orang yang dirasukinya. Cak Sot dengan lembut berkata “Kamu ikut saya saja ya, nanti kita ngobrol yang tenang… Orang ini banyak kesulitan hidupnya, jangan tambahi repotnya ya…”. Akhirnya si Jin pergi dengan lego-lilo karena merasa diayomi” “Memang makin aneh manusia zaman sekarang”, kata Jitul, “untuk benar, selalu harus dengan menyalahkan yang lain. Berbuat baik nolong orang dari Jin, harus dengan menganiaya Jin. Mbah Markesot tidak sanggup menolong Jin. Apalagi manusia” “Makanya kun madhluman wala takun dholiman”, kata Junit, “Jadilah orang yang dianiaya, kalau pilihan lainnya hanya menjadi orang yang menganiaya” “Nggak lah”, Toling tidak setuju, “kalau ada yang menganiaya saya, ya carok…” “Iya sih”, Seger sepakat, “kalau kita puasa menahan diri habis-habisan, lantas dijahati orang, ya mokèl lah, puasa batal nggak apa-apa meskipun belum Maghrib”. l Joko Umbaran Yogya, 4 Nopember 2017 l Lailatul Kiptiyah Ulang Tahun Tuhan, lewat jendela keriput Ini ku terima kembali Apa yang kau ulurkan Selembar usia Sepasang mata rabun Segenggam helai uban Menjuntai ringkih dan ringan Serupa carang-carang kering Takluk oleh paceklik Lepas tinggalkan batang Menggenapkan kemiskinan Tuhan, lewat celah pintu Sebilah cahaya mengarsir lantai Ku tangkap ia menjadi tanganmu

Dewa Putu Sahadewa bersiap-siap apresiasi di Kupang NTT 23 Februari 2018

ORASI GENTHOLING

Mungkin karena agak shock, tergeletak dengan tubuh berkeringat dingin, setelah dikepung oleh teror asap Mbah Shoimun, Toling menoleh kepada Seger. “Ger, tolong catat” “Apa, Ling? Pasti Indonesia lagi. Apa. Masuk tahun politik ya…” “Masih ngganjel dikit ini. Mudah-mudahan ini cukup. Gini lho. Mungkin bangsa kita ini adalah Rahwana yang sedang dihimpit di antara dua gunung…” “Baik”, kata Seger, “mati dong kalau dihimpit dua gunung?” “O tidak. Rahwana dipelihara hidupnya. Dikasih makan minum. Tapi tangan dan kakinya diborgol. Isi sakunya diambil. Pakaiannya diganti sehingga seperti bukan Rahwana lagi. Secara bertahap dan terencana dengan matang, harta benda di rumahnya dirampas. Tanah dan kebunnya dikuasai oleh Mbahureksa dua gunung itu” Jelas itu ngelindur. Toling mengigau. Apa dong kalau bukan. Namanya saja Toling. Julukan diambil dari sesuatu yang sangat dikagumi atau justru sangat dibenci. To-ling itu dari Gentho Maling. Orang pinter, bahkan alim, tapi kelakuannya Gentho. Rakyatnya sendiri dipremani, dipalak, diporoti. Juga para Gentho ini maling tak kira-kira banyaknya…. Lho, kok tulisan ini numpang ngelindur. com…. Gentho Maling disingkat Gentholing. Di Jombang, Jaran Kèpang ditabuhi, dimusiki dengan “blanggentak gentholing…gentholing….gentholing”. Dipadatkan lagi menjadi Toling. Suku kata “tho” dibaca seperti teman Bali atau Aceh mengucapkan “t”. Di Jawa ada “to” ada “tho”. Misalnya “cotho” artinya sial, kalau “coto” itu sotonya orang Makasar. Tapi Bahasa Indonesia tidak peduli. Ya sudah akhirnya Toling komprominya. Aslinya Tholing. “Ling” nya pun dibaca “é” seperti pada Bulè atau Indonesia yang dibaca Éndonesia. “Maaf, maaf, bukan Rahwana”, igauan Toling diralat, “mungkin bangsa kita adalah Kaum Anshor di Madinah yang bernyanyi menyongsong kedatangan investor dan tenaga kerja Muhajirin dengan nyanyian “thola’al badru ‘alaina, min tsaniyyatil wada’i”: telah terbit rembulan atas kita, muncul dari sela antara dua gunung. Kita wajib bersyukur, karena telah mendapat panggilan untuk jadi pilihan utama. Maka Anshor berbagi harta benda dengan Muhajirin. Berbagi tanah, uang, aset, bahkan ada yang menghibahkan istrinya. “Ah, tapi bukan…“, ngelindur direvisi lagi, “kalau bicara dua gunung, bangsa dan masyarakat adalah yang dijumpai oleh Nabi Dzulkarnain dalam perjalanannya ke Timur” “Bagaimana penjelasannya?”, tanya Seger. “Ceritanya serba dua”, jawab Toling, “masyarakat itu hidupnya diancam oleh dua juga: Ya’juj dan Ma’juj. Cari sendiri bahan tentang warna kulit dan jenis wajah Ya’juj Ma’juj. Mereka minta tolong kepada Dzulkarnain: “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj adalah orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dengan mereka?”. “Dzulkarnain menyanggupi. Mereka diajak bikin palang besi raksasa di antara dua gunung, kemudian dicor dengan tembaga panas. Menjadi semacam pagar raksasa yang membuat Ya’juj Ma’juj tidak bisa masuk. Padahal masyarakat ini “la yafqohuna qoulan”, tidak mengerti pembicaraan apapun, tidak bisa diajak dialog. Omong apa saja bias. Bukan karena bodoh atau tidak berpendidikan. Tetapi karena pusat sarafnya memfokuskan pikirannya pada keuntungan dunia dan Keuangan Yang Maha Kuasa…” “Ah, tapi mending”, Seger nyeletuk, “mereka masih tahu kalau terancam dan masih sadar untuk minta tolong kepada Dzulkarnain. Ada kisah tentang bangsa lain yang malah thala’al badru kepada Ya’juj Ma’juj”. l Joko Umbaran BPM/ist Yogya, 3 Nopember 2017

Merah Persibu Ngampoeng Seni untuk Fenomena 27 dalam 72…

Semua berpikir Mbah Shoimun sudah sampai pada akhir takallum-nya tatkala mengemukakan ini: “Simulasi futurologis, teknologi keserakahan jangka jauh ke masa depan itu, dilaksanakan harus dengan mengkongkalikongi substansi Negara, merobohkan pagar undangundang perlindungan atas kepemilikan demokratis rakyat atas kekayaan tanah airnya. Dengan mencanangkan dusta bendera Pancasila dan mentalbisi Bhinneka Tunggal Ika. Zalitun kerja keras dibantu oleh A’wan yang membutakan mata dan hati para pejabat. Juga Walhan yang mengacaukan hakikat ibadah para Ulama, Kiai dan Ustadz…” Ternyata masih terus. Gila. Jin kok Ustadz. Malah mengutip firman Allah: “Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya pula, dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam database atau main resources Lauh Mahfudz”. “Tarmihim, kasih tahu anak-anakmu ini”, kata Mbah Shoimun terus mendesak Pakde Tarmihim, “Jangan dipikir sehelai daun yang menguning tidak ada kaitannya dengan lalu lintas peradaban manusia. Jangan disangka tutup botol hanyalah tutup botol, dan tak ada hubungannya dengan tahun-tahun keributan yang akan kalian hadapi” “Saya pernah suruh Macan Guguh Grobogan, Lancur Blora dan Kala Prahara Lasem untuk mengantar Mbah kalian Markesot ke kubangan bawah tanah yang menyimpan kekayaan Indonesia yang luar biasa, utamanya sumber energi fosil. Kandungan minyak, gas, batubara dan lainnya.

15

Supaya melihat sendiri hasil orogenesa, erosi dan karya gunung-gunung berapi. Juga pertigaan himpitan tiga lempengan besar bumi, yang menimbulkan cekungancekungan yang membentuk pegunungan Kapur Utara dan Kendeng. Di hamparan sekitar Grobogan, Blora, Bojonegoro, Tuban, bahkan hingga Kabuh Jombang, menyimpan kekayaan masa depan anak cucu kalian yang sekarang terjerembab di kubangan utang raksasa. Itu semua temanya bukan hanya peta harta karun, tapi juga konstelasi waktu dari nasib manusia dan bangsa di hari-hari esok” “Markesot diajak jalan-jalan melihat Formasi Kerek, Kalibeng, Pucangan, Kabuh, Notopuro dan Bengawan Solo. Sebenarnya petugas-petugas saya di sana, dalam koordinasi Bathili di Tuban, Ajidipo di Kendeng, dibantu oleh Caru Bawor Lamongan, Durgo Neluh Maospati dan Korep Ponorogo – pernah berikhtiar menutupi simpanan kekayaan itu seperti Nabi Khidlir menegakkan pagar bersama Nabi Musa. Tetapi terlambat, terlanjur ketahuan oleh Satelit-satelit bikinan manusia. Sebenarnya yang bisa bikin buta Satelit adalah high-tech Hudhud Baginda Sulaiman, tetapi toh manusia tidak peduli kepada peradaban Sulaiman. Segalanya sudah terlambat… Sekarang Negeri kalian sudah makin ditelanjangi. Tanah air kalian sudah telanjang bulat. “Dijadikan indah pada pandangan manusia kecintaan kepada apa-apa yang ia ingini…”. Dan manusia malah kenduri. Mereka justru merakusinya. Yang mereka maksud Pancasila sesungguhnya adalah pelampiasan keserakahan….” Tarmihim berbisik ke telinga Brakodin: “Cak Sot pernah cerita itu, dan responsnya: Emangnya saya pengurus Indonesia, kok diajak sidak…. Lastu ahadan wala syai`an” l Emha Ainun Nadjib Yogya, 2 Nopember 2017

Jujurlah Seperti Tumbuhan Tahun 2010, seorang petani di Salatiga hampir saja menebang pohon mangga yang ditanam di halaman rumahnya. Dulu, bibitnya dibeli dari pedagang kelilingan yang katanya mangga arumanis asli Probolinggo. Ternyata setelah berbuah rasanya masam. Jengkel karena buahnya tidak seperti yang diharapkan, pohon mangga itu akan ditebang, diganti bibit mangga arum manis sungguhan yang dibeli dari Dinas Pertanian. Namun, bersamaan dengan ayunan kapak pertama menetak pokok pohon mangga tadi, tiba-tiba datang tetangganya yang asal dari Lampung berkunjung ke sana. Melihat pemilik rumah akan menebang pohon mangga tersebut, dia bertanya lantang. Mengapa ditebang? Apa salahnya pohon mangga itu? Pertanyaan aneh tadi membuat pekerjaan si pemilik rumah tertunda. Sambil menyilakan tamunya duduk di teras, dengan jujur ia menceritakan kisah di balik pohon mangga arum manis palsu yang akan ditebangnya. Ah, yang menipu penjual bibitnya, bukan pohon mangga yang kamu tanam. Pohon mangga itu jujur, kok. Jika memang arum manis, buahnya akan manis. Jika bukan, tentu rasanya akan masam. Komentar si tamu dengan enteng. Jadi, hargai dong, kejujurannya. Meskipun buahnya masam, apa dia salah? Apa tidak

ada manfaat lainnya? Lalu si tamu mengisahkan. Katanya, di Lampung ada peribahasa daerah yang berbunyi: Kepak ya mulan hapa, titanomko juga ya, kepak mak ngambuah, bulungni sejakh jadi pangkhenggom. Artinya, walau bibit (biji) tidak bernas, tanamkan juga, meskipun tidak berbuah, daunnya berguna jadi perindang. Mendengar peribahasa tadi, si pemilik rumah mengerinyitkan dahi. Sejenak ia tercenung. Terlebih ketika tetangganya menambahkan. “Tanam saja bibit mangga arum manis yang baru kamu beli di pojok sana. Halamanmu luas, kan. Biarlah pohon mangga yang dulu dan berbuah masam itu jadi sarang kelelawar, sarang semut. Buahnya jadi makanan burung. Apa salahnya?” Ternyata nasihat tadi mengena di hati. Sampai sekarang di halaman si petani terdapat dua buah pohon mangga. Satu yang berbuah masam, satu lagi mangga arum manis. Artinya, dia berhasil memahami filosofi keseimbangan alam lewat kejadian tadi. Bahwa Tuhan menciptakan seluruh tumbuhan dengan makna dan manfaat yang berbeda-beda. Kita manusia, tinggal melestarikannya. Jangan pilih kasih, karena semua tumbuhan punya hak hidup di dunia. Sama seperti makhluk lain yang telah diciptakan; termasuk manusia? l Iman Budhi Santosa

Jujur dalam Peribahasa Nusantara l Catatan Budaya Minggu Ini

Sejak dulu hingga kini, kejujuran memang perbuatan terpuji, namun sulit dilakukan. Terbukti leluhur Nusantara telah mewariskan nasihat-nasihatnya mengenai kejujuran dalam bentuk peribahasa (sastra), walau di zaman modern ini jarang diingat lagi. Misalnya, di Bugis (Sulawesi Selatan) terdapat ungkapan: Ka-antu jekkongan kammai batu nibuanga naung rilikua; na-antu lambu suka kammai bulo ammawanga ri jeneka, nuassakangi poko’na ammumbai appa’na, nuasakangi appa’na ammumbai poko’na. Artinya: kecurangan itu sama dengan batu yang dibuang ke dalam lubuk. Sedangkan kejujuran laksana bambu yang terapung di air; engkau tekan pangkalnya maka ujungnya timbul, engkau tekan ujungnya maka pangkalnya timbul. Kecurangan mudah disembunyikan, namun kejujuran akan senantiasa tampak dan muncul ke permukaan. Sedangkan di Sunda (Jawa Barat) terdapat nasihat yang berbunyi: Kudu ngukur kana jujur, nimbang kana awak. Artinya: mengukur dengan jujur, menimbang sesuai badan. Peribahasa ini mengandung nasihat, agar segala tingkah laku disesuaikan dengan keadaan diri sendiri. Jangan berlebihan, karena sikap seperti itu akan mengundang kecaman banyak orang. Sementara leluhur orang Banjar (Kalimantan Selatan) mewariskan nasi-

hat: Asal membawa bujur lawan banar, salamat. Artinya: asal selalu bersikap jujur dan benar, pasti selamat. Di sini kata bujur dan banar memiliki arti sama, yakni: benar. Jadi maknanya, jika kita tidak pernah melanggar hukum (baik hukum agama, adat maupun hukum formal), tentu akan selamat dari masalah dan tuntutan hukum. Sementara di Bali, ada nasihat berbunyi: Pancingina aji pipis: pejangga duur mejané lantas kalahina. Artinya: dicoba (kejujurannya) dengan uang yang ditaruh di meja, lalu ditinggalkan. Salah satu cara mengetahui kejujuran seseorang adalah dengan menguji seperti peribahasa ini. Apakah ketika sendirian (tak ada orang) akan berani mengambil uang yang bukan miliknya atau tidak. Lalu di Madura (Jawa Timur) ada ungkapan: Orèng jhujhur matè ngonjhur. Artinya: orang jujur mati di tempat tidur. Mati di tempat tidur merupakan gambaran kematian yang aman, tenang, dan sempurna. Peribahasa ini menasihatkan bahwa orang jujur dipercaya paling mujur dan sangat berbahagia hidupnya. Nasihat agar berlaku jujur di Nusantara sudah cukup banyak, tinggal bersedia tidak masyarakat dan pemimpin kita hari ini benar-benar mengapresiasi dan melaksanakannya? l Iman Budhi Santosa

l Spirit Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2018 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an l

Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan

Januari-Rememberance 27 in 72…, 72 in 27

Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart!

Januari PARA : Bill Saragih, Michael Schumaeher, Issac Newton, Mooryati Subadiyo, Kahlil Gibran, IBM Dharma Palguna, Ibu Kasoer, Ridho Rhoma, Dewi Pradewi, Susi Pujiastuti, Maharani MM Raniraning, Aristotle Onassis, Alex Ferguson, All Capone, Muhammad Ali, Ari Lasso, Pep Guardiola, Gitaning Nirmala Palupi, Reina Caesilia Nina, Raudal Taying Banua, Arjen Robben, Jenderal Soedirman, Basuki Abdullah, Mayumi Isawa, Komang Gede Aryasa, Ragil S. Pragolapati, Teguh Ranusastra Asmara, Jose Manrinho, Putri Susanti, Jaya Suprana, Agus Roisalam, Agung Bawantara. HUBUNGI dan Aktif Mengikuti Wayan Jengki Sunarta via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA di JKP-109


Daerah

16

Minggu Kliwon, 4 Februari 2018

Jangan Jadi Bangsa Terkutuk!

Tingkatkan Kualitas Layanan

RSUD Terapkan Program Geni Rasiasih dan Yasanda PENINGKATAN kualitas layanan RSUD Klungkung terus digenjot Pemkab. Tak hanya melalui penambaham fasilitas. Namun juga melalui penerapan program Gerakan Peningkatan Ramah Lanjut Usia dan Sulinggih (Geni Rasiasih) dan Gerakan Peningkatan Pelayanan Sayang Bunda (Geni Yasanda). Ini di-launching langsung Bupati I Nyoman Suwirta, Sabtu (3/2) kemarin. Direktur RSUD Klungkung I Nyoman Kesuma menjelaskan, penerapan program Geni Rasiasih berdasarkan kondisi lansia yang rentan sehingga perlu mendapat pelayanan kesehatan yang ramah. “Outcome-nya, seluruh Lansia dan Sulinggih mendapatkan pelayanan Kesehatan yang ramah di Instalasi Rawat Jalan,” ungkapnya. Sementara Geni Yasanda diberikan bagi pasien ibu hamil, ibu bersalin dan ibu nifas yang telah diperbolehkan pulang oleh Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP), bukan pulang atas permintaan sendiri ataupun atas permintaan keluarga, serta mendapatkan kemudahan akses rawat jalan. Di wilayah Klungkung Daratan, program ini juga langsung memberikan pelayanan transportasi pulang sampai tempat tujuan. Sedangkan untuk Nusa Penida, hanya terlayani sampai pelabuhan penyeberangan. Perjalanam

LAUNCHING - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyapa Lansia disela-sela launching program Geni Rasiasih dan Yasanda di RSUD Klungkung, Sabtu (3/2) kemarin. selanjutnya untuk sampai ke rumah ditangani UPT Puskesmas di Nusa Penida seuai ketentuan yang berlaku. “Untuk saat ini biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan Geni Rasiasih menggunakan APBD dan dana transportasi Geni Yasanda bersumber pada Peserta JKN Penerima Bantuan Iuran (PBI) Pusat dengan status identitas penduduk Kabupaten Klung-

kung,” jelasnya. Bupati Suwirta menegaskan, sebagai layanan publik yang telah masuk tipe B, rumah sakit harus mampu berinovasi. Program yang telah lahir bisa didokumentasikan, baik tertulis dan dokumen elektronik, didukung kesaksian yang dirasakan para pengguna program. Ia juga menginginkan inovasi secara berkelanjutan dapat

dilakukan agar inovasi dalam berbagai bentuk pelayanan publik, baik dibidang kesehatan pada bentuk layanan lain. “Inovasi bukan dilihat dari membuat sebuah nama, tetapi inovasi merupakan sesuatu gagasan yang dapat dinikmati oleh masyarakat,” tegasnya. Launching dua program ini ditandai pemotongan pita. (ad180)

Tindak Lanjut Bedah Desa

Bupati Suwirta Gelontor Bantuan

MENINDAKLANJUTI bedah Desa Sulang dan Sampalan Tengah, Kecamatan Dawan, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat, Jumat (2/2). Melalui itu, beban hidupnya diharapkan bisa lebih ringan. Bantuan tersebut diserahkan melalui jajarannya. Bupati Suwirta menyebutkan

penyerahan bantuan sudah secara rutin dilaksanakan setelah pelaksanaan bedah desa. Itu mengacu pada hasil pemantaun. “Setelah melalui program Bedah Desa, dari data yang didapat dilapangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan langsung akan ditindaklanjuti dan diberikan bantuan,” ungkapnya. Bantuan tersebut diserah-

BANTUAN - Bagian Humas dan Protokol Setda Klungkung menyerahkan bantuan Bupati I Nyoman Suwirta kepada warga Desa Sulang, Jumat (2/2).

kan secara simbolis kepada Ketut Sukra (80) berupa kasur dan bantal, I Nengah Gatra (75) berupa alat bantu dengar serta I Wayan Tangsi berupa kasur dan bantal. Selain itu, di dua desa ini juga diserahkan bantuan pemasangan pipa air PDAM dan listrik. “Semoga bantuan ini bisa memberikan manfaat yang baik untuk masyarakat,” harapnya. Saat bedah Desa Sulang, Bupati asal Nusa Ceningan ini menyoroti penanganan limbah dari usaha peternakan babi, pembuatan tahu tempe dan usaha pencelupan/pewarnaan benang yang belum berjalan maksimal. Instansi terkait pun sudah diminta untuk menindaklanjuti. “Kita tidak bisa menghentikan industri mereka, karena sudah mau berusaha dan itu merupakan sumber penghidupannya,” ungkapnya. Mengatasi hal itu, Pemkab akan membantu pembangunan IPAL. Pemerintah desa pun diminta untuk berkoordinasi dengan para pemilik industri. Mengimbangi itu, Dinas Lingkungan Hidup dan

Dinas Kesehatan juga diminta untuk segera terjun bersama ke lapangan memberikan sosialisasi dan memberikan solusi terhadap pencemaran lingkungan. “Ini harus segera ditangani. Jangan biarkan terus berlanjut,” tegasnya. Sementara di Desa Sampalan Tengah, lebih banyak ditemukan sejumlah kepala keluarga (KK) dan lansia yang belum tersentuh bantuan. Menindaklanjuti ini, seluruh Klian dusun diminta untuk melakukan pendataan secara akurat untuk nantinya dijadikan acuan oleh Pemkab untuk memberiikan bantuan. “Nanti Pemkab juga akan berupaya membuat rumah lansia. Ini untuk menghargai. Makannya juga terjamin,” sebutnya. Selain itu, petugas kesehatan juga diminta lebih proaktif untuk melakukan pemeriksaan langsung ke rumahrumah (home care). Demikian pula dengan Yowana Gema Santi. “Perbekel dan camat juga harus perhatian dengan warga. Persoalan ini harus tuntas paling lambat tiga tahun,” tandasnya. (ad181)

Penata Anestesi Harus Profesional Melayani Berlandaskan Regulasi yang tertuang dalam Permenkes. Maka dari itu perlu waktu agar UU tersebut dapat diimplementasikan dengan baik. Ia menilai masyarakakat Indonesia menterjemahkan aturan perundangan menggunakan persepsi. Sehingga UU tersebut diterjemahkan berbeda. Peraturan perundangan yang sudah ditetapkan pun diterjemahkan berbeda dari harapan Menteri Kesehatan. “Ada sebagian kelompok yang menterjemahkan berbeda,” ujarnya. Setelah nomenklatur perawat anestesi diubah menjadi penataan anestesi, ada sekelompok orang yang menganggap bahwa diperbolehkan membentuk organisasi baru. Sementara UU Tenaga Kesehatan menyatakan satu jenis tenaga kesehatan, hanya satu organisasi profesi yang boleh dan diakui negara. Sehingga bentukan organisasi berikutnya tidak legal karena tidak sesuai aturan perundangan. Perbedaan pemahaman itu menimbulkan gejolak di lapangan. Salah satunya juga berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan. Karena organisasi profesi menetapkan standar kompetensi dalam pelayanna kesehatan. Dari standar kompetensi yang ditetapkan oleh organisasi profesi itu nantinya dijadikan dasar untuk menyusun kurikulum pendidikan. “Seperti di Stikes Bali lebih dulu IPAI sudah me-

militer Afghanistan diserbu para pemberontak yang konon dari kelompok Taliban dan ISIS. Makanya begitu lepas landas dari Bandara Internasional Hamid Karzai, Kabul, Danpampres dan Menlu Indonesia bersujud syukur di lantai kabin pesawat. Apalagi selama kunjungan mantan pengusaha meubel itu tidak menggunakan rompi antipeluru,’’ papar Wayan Wijaya. ‘’Karena keberanian luar biasa Pak Jokowi, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menganugerahkan medali tertinggi atau Medal of Ghazi Amanullah. Presiden Indonesia menyatakan bahwa perdamaian bukanlah situasi yang jatuh dari langit, namun harus diupayakan lewat rekonsiliasi. Marilah kita bergandeng tangan untuk menciptakan dan memelihara perdamaian dan marilah bergandeng tangan untuk menciptakan dunia yang sejahtera bagi semua. Meski kunjungan singkat, namun di antara kedua kepala negara dihadiri para menterinya sempat membahas ikhwal Peace Building dan Capacity Building, menyangkut perdamaian dan kapasitas negeri dan bangsa jiran itu. Tindakan lanjut akan segera dilaksanakan pertemuan pada 28 Februari oleh para aparatur tinggi kedua negara,’’ tambah Nyoman Muka. ‘’Aku jadi teringat katakata bijak George Santayana. Mereka yang tidak belajar dari sejarah akan ditakdirkan untuk mengulanginya. Kita harus bercermin pada perang saudara yang kini tetap berlangsung di Timur Tengah juga Afghanistan, seperti diulas Rula Ghani. Apalagi kita pernah punya sejarah bersisi kelam, meski kita berhasil lolos dari perpecahan dan kehancuran republik ini. Kalau mau jujur, penyelamat kita adalah pandangan hidup bangsa dan sumber dari segala sumber hukum yang juga disebut alat pemersatu, Pancasila. Kita harus berterima kasih pada para pendahulu negeri yang telah mempersiapkan segala hal untuk memelihara cita-cita kemerdekaan. Kita tidak ingin menjadi bangsa terkutuk karena melupakan sejarah dan jasa para Bapak Bangsa,’’ imbau Anom Wijaya. (Aridus)

BPM/kmb

IPAI Gelar Temu Ilmiah Nasional

IKATAN Penata Anestesi Indonesia (IPAI) bekerja sama dengan Stikes Bali melaksanakan temu ilmiah nasional pada Sabtu (3/2) kemarin. Tema yang diangkat dalam temu ilmiah kali ini adalah “Profesionalisme Penata Anestesi dengan Dokter Anestesi Dalam Pelayanan Anestesi yang Berlandaskan Regulasi Pemerintah”. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang diprogramkan oleh DPP IPAI. Kegiatan itu dibuka oleh Kepala Bidang Layanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Turut hadir dalam acara itu Ketua Stikes Bali, MTKI, IPAI Bali, staff ahli bidang hukum kesehatan Kementerian Kesehatan, dll. Ketua DPP IPAI Dra. Dorce Tandung, M.Si. mengatakan, temu ilmiah kali ini membeberkan materi terkait kebijakan aturan perundang-undangan yang berlaku. Khususnya untuk penyelenggaraan pekerjaan anestesi. “Bagaimana surat izinnya? Bagaimana surat tanda registrasinya, kompetensinya apa?” bebernya. Oleh karena berkaitan dengan kompetensi, maka pada hari itu juga berisi tentang materi ilmiah terkait teknis pekerjaan. Sejak tahun 2014, dalam UU Tenaga Kesehatan telah diatur dalam peraturan Menteri terkait pekerjaan anestesi. Namun implementasinya diakui belum sesuai harapan Menteri Kesehatan

SAYA lahir di negeri yang layak dihuni, penuh perdamaian dan kerukunan karena masyarakatnya yang beragam penuh toleransi. Namun sejak empat dekade lalu, rasa aman dan tenteram itu lenyap, karena negeri kami dilanda perang saudara. Masyarakat yang dulunya rukun tibatiba bersumpah untuk saling meniadakan. Harapan untuk meraih masa depan yang lebih makmur dengan tingkat kesejahteraan lebih baik jadi pupus. Kini negara kami harus menghadapi 20 kelompok bersenjata dengan berbagai tingkat dukungan kekuatan transnasional. ‘’Curahan hati dan kekecewaan itu dilontarkan Rula Ghani, Ibu Negara Afghanistan saat jadi keynote speaker pada simposium bertajuk ‘Peran Ibu dalam Membangun Perdamaian’ awal Desember tahun lalu di Jakarta. Dia mengaku lahir saat Timur Tengah masih dalam zaman keemasan 68 tahun silam, namun kini kawasan yang dikenal sebagai ‘Negeri 1001 Malam’, menurutnya seperti mengalami kutukan. Tengok Suriah, lanjutnya, negeri yang punya banyak kota sekarang hancur berantakan. Di Yaman jutaan orang sekarat karena akses makanan dan pengobatan sulit. Libya mengalami perpecahan dan kekacauan diwarnai tindakan tidak manusiawi dan perbudakan marak. Tidak terkecuali Afghanistan yang dilanda perang saudara selama 40 tahun yang menewaskan jutaan masyarakat sipil. Akibatnya, masyarakat tidak peduli lagi ikhwal apa yang benar dan salah, sehingga mengabaikan nasib komunitas. Wajah peperangan kian nyata disebabkan jual beli senjata disuburkan globalisasi, melahirkan banyak bandar perang atau war lords. Kami sangat mendambakan

perdamaian, karena kami hanya masyarakat yang terdampak oleh perang, sedangkan kami merindukan hak mendasar untuk hidup dalam kedamaian, seru Rula menutup orasinya,’’ tutur Rubag. ‘’Menyimak pergolakan bersimbah darah yang kini terus berlanjut, aku sepaham pendapat bahwa manusia adalah produsen penderitaan yang paling ulung di jagat raya. Perang tidak pernah lepas dari peradaban manusia. Perang tidak seperti definisi zaman old, namun lebih mengarah ke superioritas teknologi dan industri seturut paham globalisme dan globalisasi. Bahkan kini perang bukan lagi kata benda melainkan kata sifat, karena perang seakan sudah menjadi kebutuhan biologis manusia, seperti makan, minum, seks, buang air besar dan kecil. Para arkeolog Barat menemukan kerangka manusia purba berumur 10 ribu tahun di Afrika Timur yang kematiannya akibat siksaan dan kekerasan dengan tombak dan panah. Ironisnya, perang sudah mulai saat bumi masih berpenduduk enam orang, di mana kakak membunuh adik karena iri dan sirik. Definisi sempit perang adalah aksi fisik atau nonfisik antara dua atau lebih manusia dengan kekerasan untuk tujuan dominasi,’’ komentar Made Surjanegara. ‘’Wah, mungkin terdorong pidato Rula Ghani, Presiden Joko Widodo dalam kunjungan kenegaraannya ke Asia Selatan bersikeras singgah di Kabul selama enam jam. Padahal negeri itu tak hentihenti diguncang bom bunuh diri dan serangan bersenjata, bahkan kantor pemerintah dan lembaga keamanan sering menjadi sasaran. Meski ada politisi nyinyir melarang untuk tidak mendramatisasi kunjungan bersejarah itu, sebagai manusia biasa yang lebih didominasi rasa takut, aku anggap Presiden kita bernyali besar. Sehari sebelum kunjungan, sebuah ambulans meledak di kawasan elite Kabul, menewaskan 95 orang melukai ratusan korban. Sasarannya kementerian dalam negeri dan kantor-kantor kedutaan asing. Pagi hari sebelum Jokowi dan rombongan tiba, kompleks akademi

TIM - Sweeping yang dilaksanakan tim kelurahan Gilimanuk dan Kecamatan Melaya.

Tim Kelurahan Gilimanuk ”Sweeping” Duktang

Negara (Bali Post) Jajaran Kelurahan Gilimanuk bersama Camat Melaya, Sabtu (3/2) melakukan sweeping di pertokoan terminal manuver Gilimanuk dan areal patung Siwa dan teluk Gilimanuk. Sebelumnya pertokoan di terminal manuver yang selama ini kumuh membuat Ketua DPRD Jembrana I Ketut Sugiasa geram dan Bupati Jembrana I Putu Artha juga gerah karena pertokoan tersebut beralih fungsi menjadi tempat tinggal. Pada Jumat (2/2) siang, Bupati Artha melihat pulu-

han ruko di terminal manuver terbengkalai dan banyak dijadikan tempat tinggal oleh pendatang sehingga kumuh. Bupati Artha minta agar bagunan itu fungsinya dikembalikan. Dikatakan, ruko tersebut akan ditata dengan penataan parkir yang lebih luas, sehingga pengunjung bisa lebih leluasa bila ingin berbelanja di toko-toko sovenir dan makanan. Setelah mendapat sorotan, tim dipimpin Camat Melaya Andi Suka Anjasmara menyisir pertokoan manuver. Dari penyisiran yang dilakukan sebagian

besar pertokoan dibagian belakang kosong. Ruko hanya terisi dua pendatang, yakni Misnawati (46) asal Situbondo dan Sukarmi (56) asal Banyuwangi. Menurut Seklur Gilimanuk I.B. Tony Wirahadikusuma, kedua pendatang itu tidak mengurus SKTS. Pihaknya melakukan pendataan dan pembinaan dan meminta pendatang tersebut pindah. Selain menertibkan duktang di pertokoan pihaknya juga menertibkan anakanak muda yang nongkrong di patung Siwa dan water bee Teluk Gilimanuk hingga dinihari. (kmb)

Tingkatkan Lama Rata-rata Belajar

Pemkab Gelontor Beasiswa

IPAI - Kabid Yankes Dinkes Bali membuka Temu Ilmiah Nasional IPAI didampingi Ketua DPP IPAI dan Ketua DPD IPAI Bali. netapkan penataan anestesi Indonesia standar kompetensinya. Lalu para institusi membuat ramuan di dalam kurikulum itu. Ramuan dalam kurikulum itu mengacu pada standar kompetensi yang sudah disusun oleh organisasi profesi,” jelasnya. Organisasi profesi, Kementerian Kesehatan dan Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) bertugas melakukan pembinaan bagi penata anestesi agar dapat melakukan kewajiban sesuai peraturan perundang-undangan. “Salah satu kegiatan dalam rangka pembinaan yaitu berupa temu

ilmiah ini,” imbuhnya. Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kesehatan Kementerian Kesehatan Barlian, S.H., M.H. mengatakan, sebagai tenaga kesehatan/ medis ada beberapa hal yang harus ditaati dan pedomani. Yaitu sumpah dan janji profesi, kode etik profesi, kewenangan yang melekat sebagai profesional, ada hak dan tanggung jawab sebagai tenaga kesehatan, ada legalitas yang mendukung pekerjaan tenaga. “Jika hal tersebut dipegang teguh, tidak kita langgar dalam melakukan pelayanan kesehatan, akan baik-baik saja,” ujarnya. (ad186)

Bangli (Bali Post) Lama rata-rata belajar masyarakat Kabupaten Bangli masih berada pada angka 7,04. Untuk meningkatkan angka tersebut, Pemkab Bangli melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) telah melakukan sejumlah upaya. Salah satunya menggelontor beasiswa untuk pelajar dan mahasiswa yang berprestasi. Nilai beasiswa yang diberikan bervariasi mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 1 juta per siswa. Kepala Disdikpora Kabupaten Bangli Nyoman Suteja dalam rapat kerja bersama Komisi II DPRD Bangli, Jumat (2/1) lalu, menjelaskan program beasiswa selama ini diberikan untuk dua jenjang yakni jenjang wajib belajar 9 tahun dan perguruan tinggi. Untuk jenjang wajib belajar 9 tahun (SD

dan SMP), beasiswa diberikan kepada siswa berprestasi yang berhasil meraih ranking tiga besar. Siswa yang berhasil meraih ranking I di kelas diberikan beasiswa Rp 500 ribu, juara II Rp 400 ribu dan juara III Rp 300 ribu. Beasiswa diberikan pada akhir tahun. “Jadi kami berikan reward untuk menyemangati anak-anak agar terus berprestasi,” jelasnya. Sementara untuk beasiswa perguruan tinggi hanya diberikan bagi mahasiswa yang melanjutkan pendidikan di beberapa universitas yang telah menjalin kerja sama dengan Pemkab Bangli. Beberapa universitas yang dimaksud di antaranya IPB, UGM, ITS, Undiksa, Unud, ISI dan Stikes. Mahasiswa yang berhak atas beasiswa Rp 1 juta per bulannya tersebut harus memenuhi beberapa persyara-

tan. Di antaranya harus ber KTP Bangli, berindeks prestasi 3,5 dan tidak sedang menerima bantuan dari pihak lain yang dibuktikan dengan surat pernyataan dari kampus masing-masing. “Untuk mahasiswa daerah khusus seperti Dusun Alengkong, Batu Meyeh (Desa Songan), Bunut, Madya Desa Terunyan tidak dilihat IP-nya. Yang penting punya KTP Bangli,” jelasnya. Suteja menambahkan, karena cukup banyak mahasiswa yang ber IP 3,5, ada kebijakan tambahan yang dikeluarkan Bupati. Mahasiswa ber-IP 3,5 yang diberikan beasiswa diutamakan yang benar-benar membutuhkan. “Untuk surat keputusan penerima beasiswa dilegalisasi bupati. Sekarang pembayarannya menuju ke sistem online,” imbuhnya. (kmb40)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Minggu Kliwon, 4 Februari 2018

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 70 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Privat Villa Looking for Female Housekeeping Age Max 30,Must Speak English.Call:085237256305 / 081246378545 No SMS

B.BP.141.02.18.0000113

Dbthkan Sgr Bag.Pengiriman, Pria,Memiliki SIM C. Jl.Buana Raya No.90 Hp.087886967000

B.BP.001.02.18.0000162

*Dcr Guru Playgroup,TK,SD & TU u/skolah diDalung 085100861502

B.BP.166.02.18.0000185

Bth Accounting,Teknik Sipil,Ar sitk,Admin,sales,Design,Grafis Krm ke PT pmphrdbali@gmail.com B.BP.167.02.18.0000147

Bth cpt Admin Sales.Diutamakan berpengalaman.Jl.Bypass Ngr Rai 168 Kelan.08113380091 B.BP.004.02.18.0000152

Dicari Staf Admin (Min D3,Pglm di Proyek Min 3Th),Staf Logistik (Min D3 Sipil/Arstk, Pglm di Proyek Min 3Th).Hub: skai.recruitment@gmail.com

Cr Guru Prvt Budi Pekerti,Sabar telaten,dsiplin,pglm min2th,F.Time, CV: hrdbali2018@gmail.com

B.BP.001.02.18.0000122

Dcr Admin,UmurMax23Th,Wnt,Blm Pglaman,Kerja Keras,0817566499

B.BP.001.02.18.0000157

Dcr Bag.Gudang,Tk.Kirim/Kernet SMU,Maks.28Th,Lgs Bw lam Jl. Tegal Dukuh 1/17 081237811808

Dibthkn Accounting Wnt Min D1 Lam:PT.Banoli Jln Buluh Indah No.75 DPS.Telp:413964

B.BP.001.01.18.0001391

Dibthkn SPG(Min30Th),Sales(Max 30Th),Mknik(Max 35Th,bs Bngkar Psng Ban Mbil)Lam:PT Banoli Jl Buluh Indah No.75 DPS.T:413964

B.BP.001.01.18.0001389

Dicari Engineering Hub.08124627259

B.BP.001.02.18.0000164

Dcr Sales Executive u/Printing -Ling Hotel,Home Industri,dll. Jl.Diponogoro 51 Dps/T.228872

B.BP.001.01.18.0001439

Dcr karyawati utk Toko Listrik Hub:03618987026/081936228722

B.BP.001.02.18.0000057

Dcr:FO,HK,Bs.Shift Malam.Puri Asih Htl,Jl.Pantai Kuta40,Kuta

B.BP.001.02.18.0000011

Dicari Pegawai Salon Gaji 1,5Jt+Mess Hub.081337422888 B.BP.001.02.18.0000169

Dibthkan Sgr Sales Dan Karyawan(L/P).Lamaran ke Jln Siulan Penatih.Hub:087860810128/ 08179751379

B.BP.001.01.18.0001498

B.BP.001.02.18.0000161

Dicari PRT,Baik Jujur,Wnt,Tdur Dlm,Gaji 1,3Jt,HP:082145530990 B.BP.001.01.18.0001437

Looking for Housekeeping experience,can cooking,service fee BPJS,good salary,and must have good attitude with guests.Send CV to accounts@villacoco.com T.730736 Villa Coco Seminyak

BIRO JASA

PT.KuraKuraMembutuhkanLulusan STM Elektro/STM Otomotif, PunyaPengalamanBengkel,Lamaran +CV:eka_e@kura2bali.com,036177 2969/kura2bus.com/page/recruit

GARANSI

B.BP.001.02.18.0000144

Top End Relaunched Luxury Villa needs:1.Sales/Marketing/Guest relations.Must be personalable,reliable,fluent written and spoken English,tech saavy, 5 years experience in tourism. 2.Butler 3 years villa/hotel experience to work with our great team.Jimbaran area.CV to applyluxuryvilla@gmail.com

B.BP.001.02.18.0000026

DIJUAL MOBIL SUZUKI

Avanza G18 DP 42,6Jt kredit 5T H langsung A/N T.087762984309 B.BP.159.02.18.0000151

Karimun GX’03 Hitam Jl.P.Alor 9 Dps Hub.082146352572 B.BP.001.02.18.0000163

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Dijual Rmh Lt.2,LT 2 Are Hub:081238339509/081805554460

Tn5A jlGayangsari Dharmawangsa Kutuh /A 375Jt Ng 087861722981

Dijual Rumah Di Renon Lt II,Luas Tnh 11 Are BU.HP:0818690486

Tnh 3Are Samping Hardys 325 Jt Ng cck Perumahan 08776531974

Avanza’16 G Manual Putih Istimewa Serius Hub.082144277772

Djl Rmh 36/70 H.500jtNg Kediri Tbn,082340742228/081239651416

DIJUAL GUDANG

Dijual Toyota Starlet Th 1995 Rp 45Jt.Hubungi:085792374549

Djl Rmh L1,5Are 2L Full Bgn,Jl 5m Pving D.Permai/081338993183

Innova Grand’12 H.169+11 H.155 Splash’11 H.96Jt H085100856999

Djl Rumah LT2,LT2are,Jl.Gunung Talang No.56 Dps,081999111398

Kijang LGX’95 AC Doble Ban br Body Kaleng,08123604864 H.39Ng

Rmh 2 Lt Full Furnish,3Kmr Tdr Dpn JB School,Sunset Garden 125Jt/Thn.Hub:083851044913

DAIHATSU

Terios TX’15 Htm Mtalik AsBali Manual 081239989698 Pribadi

B.BP.001.02.18.0000170

TOYOTA

B.BP.001.02.18.0000179

B.BP.001.02.18.0000142

B.BP.141.02.18.0000176

B.BP.166.02.18.0000184

Rush’14TRD S Pth Ori Ld JokKlt Pjk Br,Ban Br,DK H:08970296819

B.BP.001.02.18.0000153

HONDA

Jual Mbl H Mobilio Rs Mt iVtec 2017 Putih.Telp:087855494770

B.BP.012.02.18.0000148

B.BP.001.02.18.0000012

B.BP.001.02.18.0000107

B.BP.001.02.18.0000140

DIJUAL RUMAH

B.BP.155.02.18.0000178

Dijual Gudang di Muding Indah DP 10% Bunga Krd 1% Perbln Hub:08174792678/081805374433 B.BP.004.02.18.0000070

RUPA-RUPA

B.BP.001.02.18.0000154

B.BP.004.02.18.0000059

Raflo Clearance Sale,Crocodile Phyton,Lizard bag,etc,7/2-11/3 Kuruk Setra,Ruko Nusa Poin 6A Kampial,NusaDua(081238145030) B.BP.031.02.18.0000101

DISEWAKAN KANTOR Disewakan ktr Baru 100Jt/thn Jl.MH.Yamin Renon,08123861163 B.BP.001.02.18.0000166

B.BP.001.02.18.0000156

Dijual Rmh 1,6M, Ruko 1,7M Jl.Akasia Dps,08123861163

B.BP.001.02.18.0000182

KEHILANGAN Hlg SHM No.7788 Desa Kerobokan Luas 160M2 An I Made Muryadana B.BP.001.02.18.0000160

DIJUAL TANAH

BIRO JASA

Tnh Pinggr Jln Gilimnk-Dps L 20,5Are 250Jt Ng cck Gudang Ruko2LumajangTbn,087765311974

Pjak SPT Tahunan/Bln Byarkan & Laporkn Pjk Mrh H.082146447060

B.BP.155.02.18.0000177

B.BP.001.01.18.0001408

B.BP.001.02.18.0000165

DIJUAL MOBIL HONDA PROMO MOBILIO DP JAZZ RS DP HR-V DP new CR-V DP New

BRIO DP. 28JT

30JT 33JT 50JT 67JT UNIT READY

- Kost/kontrak Bisa Dibantu, Pasti OK..!! - Bisa Tukar Tambah Semua Merk

Hub : INDRA

087861965007 081337281539 C.0001380-MBL

C.00001124-BRJ

BIRO JASA

The Griya Sanur Hotel Looking for FO Staff(Female) ASAP E:manager@thegriyasanur.com

B.BP.004.02.18.0000149

ANTI MAMPET

081 239 534 731

B.BP.145.02.18.0000158

B.BP.001.02.18.0000116

B.BP.001.02.18.0000146

BIRO JASA

Dicari Gardener Cowok &House Keeping Cewek utk Villa Pribadi Di Legian Hub: 081805596048

Informasi pasang iklan Telepon

DIJUAL RUMAH

DIJUAL MOBIL

DIJUAL RUMAH

SPA

ATASI:

AHLI SUMBAT Atasi WC Mampet,

WC

GARANSI

Saluran Air, Wastavel Dll. Tanpa Bongkar Melayani Nguras

081337666135 082359392760 C.0001228-BRJ

BIRO JASA

INTAN

SPA Sensation

Jl. Buana Permata Hijau No. 28 Padangsambian Denpasar

STANDARD ROOM VIP (INCLUDE JACUZZI)

RP. 75.000 RP. 125.000

WA. 081 337 377 122 C.0000815-SPA

AROWANA A

PESAN VI

GO FOOD

Food Street

Telp. 227439 Hp. 0818 0231 1818

Jl. Veteran 66 Denpasar, Sebelah Pasar Burung arowanafoodstreet Arowana FoodStreet

IKAN BAKAR . Kakap . Kerapu . Ayam Bakar . Kerang . Jangki . Udang

Anak Sekolah

Bali Now

l o o h c S o t s Goe Daftarkan

Ayam Bakar Rp. 25.000.

Ikan Bakar Rp. 40.000

Udang Bakar Rp 25.000.

Sekolah kamu � Prestasi kamu � Prestasi Guru kamu � Prestasi kawanmu

Bali Post

�

FESTIVAL MUSIKAL PUISI BALI 2018

Roti Canai Rp. 10.000 SMS / WA Redaksi Program Bali TV

� � �

Nasi Goreng Rp. 25.000

Gratis

TERBUKA

Martabak Rp. 15.000

0817 361 717

�

UMUM MAHASISWA ANAK SEKOLAH SEKEHA TERUNA

Pendaftaran SMS/WA

Semua Peserta tayang di Bali TV 10 Peserta terpavorit mendapat hadiah menarik dan setiap peserta mendapat piagam dan member card Discount Ajeg Bali

081802411818 08113976363


18

Asah

Minggu Kliwon, 4 Februari 2018

TTS No. 333 Mendatar: 1. Cegah 5. Dangkalan di laut yang kerap nampak kala air surut 9. Ganjil (Bali) 10. Ya (Bali) 11. Ujung sungai di laut 12. Kutu busuk (Inggris) 13. Iris ; Potong (Bali) 14. Pendengaran 17. Sangat mendesak 20. Cahaya kemerahan di langit saat matahari terbit 22. Renungan atau pengheningan cipta 24. Partikel inti atom yang tidak bermuatan listrik 26. Menutup ; mencakup 30. Ingkar terhadap perintah orangtua 33. Nyaring 34. Musuh (Bali) 37. Nama lain untuk bintang pari 40. Sebuah akhiran 41. Dari (Bali) 42. Tiruan tiupan bunyi angin 43. Minuman keras yang disuling dari tebu 44. Kolom 45. Perasaan mudah putus harapan 46. Penganut paham kecenderungan mengutamakan sanak saudara sendiri

Kakatua Jambul Kuning Tersisa 40 di NTT POPULASI kakatua jambul kuning di wilayah Nusa Tenggara Timur tinggal 40 menurut Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi, antara lain karena satwa liar yang dilindungi itu masih menjadi sasaran pemburu. “Untuk di NTT kakatua jambul kuning adalah hewan liar yang dilindungi oleh Undang-Undang. Dan burung jenis ini jumlahnya sampai saat ini tinggal 40,” kata Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur (BBKSDA NTT) Tamen Sitorus kepada wartawan di Kupang, belum lama ini. Tamen mengatakan kakatua jambul kuning yang tersisa antara lain ada di dua lokasi pengawasan BBKSDA NTT, yakni di Taman Wisata Alam Manipo di Kabupaten Kupang dan Suaka Margasatwa Harlu di Kabupaten Rote Ndao. “Jumlah itu baru yang ada di dua lokasi yang kami monitoring. Namun ada juga yang terdapat di Pulau Komodo di Manggarai Barat,” ujarnya. BBKSDA NTT bekerja sama dengan pemangku kepentingan terkait memantau populasi satwa liar itu dan habitatnya. Apalagi tahun 2014 lalu pemerintah sudah memberlakukan undang-undang perlindungan satwa liar yang antara lain memprioritaskan perlindungan untuk satwa seperti kakatua jambul kuning. Setiap tahun BBKSDA NTT menargetkan peningkatan populasi jenis burung itu sebe-

Menurun: 1. Tabah 2. Penanda kubur 3. Pangkal perasaan batin ; hati 4. Surau 5. Ibu kota Iran 6. Tanda 7. Lugut atau selara 8. Dibalik : Mengonsumsi sabu-sabu 15. Hadiah 16. Maskapai penerbangan kita 18. Rapat anggauta tahunan 19. Bau (Bali) 20. Uang 21. Kirim kembali 23. Kesenangan (Inggris) 25. Gembira 27. Terharu dan kasihan 28. Gelanggang olahraga 29. Nama bintang diatas belahan bumi utara yang lurus searah dengan poros bumi 30. Barang cetakan/naskah yang dikirim melalui pos 31. Dupa Cina 32. Merek shampo 34. Ambil air/getah dari pohon yang menoreh kulitnya 35. Karya tulis untuk memperoleh gelar strata dua 36. Sebuah perguruan tinggi di Lombok 37. Gelapkan ; Curi 38. Caci ; Cela 39. Batu tulis (Bali)

Ketentuan Menjawab Jawaban di tulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 333 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 10 Februari 2018 Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 18 Februari 2018. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos.

Jawaban TTS No. 331 Mendatar: 1. Samapta 4. Musafir 8. Korosif 11. Pelikan 13. Ane 14. Bit 15. RAM 16. Ebola 18. Pesta 20. Dokumentasi 22. Distributor 27. Noise 28. Akari 29. RNA

30. BAP 31. NPA 32. Amerika 34. Tekuur 36. Imigran 37. Senapan Menurun: 1. Sekuler 2. Marerod 3. TKI 5. Uye 6. Fiksasi 7. Ranggas 9. Subak

10. Fatamorgana 11. PerangBubat (Perang Bubat) 12. Limpa 17. Logis 19. Estok 21. Anomali 22. Difteri 23. Serai 24. Tapuk 25. Rangkap 26. Hiburan 33. KTA 35. Ene

Pemenang TTS No. 331 Komang Tri Wahyu Ananta PD Jln. Pulau Sumba No.12 Dauhwaru, Negara, Jembrana 82217 Made Budi Lana Jln. Gatotkaca Gg.Kepundung No.23 Dusun Tengah, Tejakula, Singaraja 81173 (HP: 085938 326829) Ni Nyoman Rusmini Jl. Gadung, Dangin Puri Kangin, Denpasar Utara, Kota Denpasar 80236 (HP: 081237 075175) I Kadek Sutarwan Br. Bantas, Baturinggit, Kubu, Karangasem (HP: 0878 61111 818) I Made Sudarma Yadnya Kantor BMKG Wilayah III Denpasar, Jl. Raya Tuban, Kuta, Badung 80362 (HP: 082144 845556) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Ni Luh Putu Suwantari Alamat : Br. Akta, Ketewel, Sukawati, Gianyar, Bali 80582 (HP: 081916 538952)

Ular Piton 10 Meter Jadi Anggota Baru THPS Kakatua Jambul Kuning

BPM/ist

sar 10 persen, mengharapkan penambahan dua kakatua jambul kuning lagi tahun ini. “Kita berharap ini menjadi lancar sehingga populasi burung ini terus berkembang,” ujarnya. Tamen mengimbau warga tidak memburu satwa-satwa liar yang dilindungi oleh undang-undang, mengingatkan bahwa sanksi bagi pelanggarnya tegas. (ant)

Studi Metabolisme Bawa Sinyal Bahaya bagi Beruang Kutub STUDI mengenai metabolisme beruang kutub yang dilakukan di dekat Prudhoe Bay, Alaska, memberikan lebih banyak alasan untuk mengkhawatirkan masa depan predator-predator besar yang berkeliaran mencari mangsa di Arktika ini. Pada ilmuwan pada Kamis menyatakan mereka meneliti tingkat aktivitas, perilaku mencari makan dan biokimia darah sekelompok beruang kutub selama musim utama berburu mereka di lautan es Beaufort Sea, menentukan bahwa metabolisme spesies itu sekitar 60 persen lebih besar dari yang sebelumnya dipahami. Penyusutan lautan es Arktika di tengah perubahan iklim global membuat beruang kutub melakukan perjalanan lebih jauh untuk menemukan mangsa seperti anjing laut. Temuan itu membuat para ilmuwan khawatir apakah beruang kutub akan bisa menangkap cukup mangsa untuk memenuhi kebutuhan energi mereka yang tingginya di luar perkiraan dan mempertahankan populasi mereka. Dalam penelitian itu sembilan beruang kutub dipasangi kalung leher berteknologi

TTS Bali Post

Pertanyaan

tinggi yang memungkinkan satelit melacak pergerakan mereka dan merekam video untuk pengamatan perilaku dan keberhasilan perburuan selama delapan sampai sebelas hari pada April 2014, 2015 dan 2016 menurut ahli biologi margasatwa Anthoni Pagano dari Badan Survei Geologis Amerika Serikat (U.S. Geological Survey/USGS). “Studi ini adalah contoh bagus tentang bagaimana binatang dirancang untuk hidup sinkron dengan lingkungan mereka. Sayangnya, dengan perubahan lingkungan sangat cepat yang terjadi di lautan es Arktika, kekhususan yang dulu memungkinkan beruang kutub hidup dalam habitat menantang ini telah membawa binatang-binatang tersebut ke sudut fisiologis dan mengarah ke konsekuensi yang menghancurkan,” kata ahli eko-fisiologi margasatwa Terrie Williams, salah satu penulis studi yang memimpin Pusat Riset dan Konservasi Mamalia Laut di universitas yang sama. Para ahli memperkirakan total populasi beruang kutub antara 22.000 dan 31.000. Diet tinggi lemak berbasis anjing laut blubbery sangat penting untuk penyediaan energi yang dibutuhkan beru-

ang kutub untuk hidup di daerah dingin, namun perubahan lautan es telah membuat mereka makin sulit menemukan mangsa kritis ini. Kenyataannya, lima beruang kutub kehilangan masa tubuh selama masa pengamatan. (ant)

KOLEKSI satwa Taman Hewan Pematang Siantar (THPS) bertambah dengan kedatangan satu ular piton sepanjang sekitar 10 meter. Staf Khusus Pimpinan THPS Al Amin Syahputra Pelis mengatakan ular betina itu ditemukan di kawasan Pangkalan Brigif 25/Siwah di Lhok Sukon, Aceh Timur, pada 12 Januari 2018. “Terima kasih kepada Komandan Brigif 25/Siwah, Letkol Inf Asep Sukarna, yang menyerahkan ular itu ke THPS,” kata Al Amin. Dia juga mengimbau warga yang menemukan satwa liar menyerahkannya ke lembaga konservasi, seperti taman hewan, supaya bisa mendapatkan perawatan layak untuk pelestarian satwa. Manager THPS Khoiruddin menjelaskan ular tersebut masih dikarantina dan tempat baru untuknya sedang disiapkan. THPS saat ini memilik 811 satwa yang terdiri atas 221 spesies, termasuk 30 ular. (ant)

BPM/ist

PITON - Koleksi satwa Taman Hewan Pematang Siantar (THPS) bertambah dengan kedatangan satu ular piton sepanjang sekitar 10 meter.


19

Minggu Kliwon, 4 Februari 2018

KPK Bidik Keterlibatan Istri Zumi Zola Jambi (Bali Post) Setelah menetapkan Gubernur Jambi Zumi Zola sebagai tersangka, KPK kini membidik keterlibatan istrinya, Sherin Tharia, dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi senilai Rp 6 miliar yang menjerat dirinya. KPK menetapkan Gubernur Jambi Zumi Zola sebagai tersangka dan telah menemukan bukti permulaan yang cukup ada dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait proyek-proyek di Provinsi Jambi dan penerimaan lain. Dalam klarifikasi yang disampaikan Zola setelah menghadiri acara HPN tingkat Provinsi Jambi, Sabtu (3/2) kemarin, ia meminta semua pihak untuk mengedepankan asas praduga tak bersalah guna menghindari kabar yang simpang-siur. Sementara itu, ditanya terkait uang aliran dana Rp 6 miliar yang dijadikan bukti dalam perkaranya, mantan aktor layar lebar itu meminta semua pihak tidak berspekulatif. ‘’Soal Rp 6 miliar itu nanti kan ada sidangnya kita lihat nanti. Sementara ini kita ambil positifnya saja dan mengedepankan asas praduga tak bersalah,’’ kata Zola menambahkan. Saat itu Zumi Zola menyampaikan permohonan maafnya kepada warga Jambi. ‘’Saya selaku gubernur memohon maaf apabila dalam pelayanan ada yang kurang, atau karena masalah ini ada masyarakat yang terganggu, saya mohon maaf,’’ katanya. Dia juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat Jambi yang masih memberi dukungan untuknya. Zumi Zola pun mengucapkan hal senada untuk keluarganya. ‘’Terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada saya dan keluarga selama ini,’’ tutur politikus PAN itu. Tidak hanya sekali, Zumi Zola menyampaikan permohonan maafnya hingga berkali-kali kepada masyarakat Jambi dan pendukungnya. Dia mengaku tetap akan menghormati proses hukum yang sedang menjerat dirinya. Dia juga belum berpikir untuk menempuh jalur praperadilan. (ant/kmb)

Nawa Candra Dari Hal. 1

Program itu merupakan sinergitas antara programprogram di sembilan kabupaten/kota dengan provinsi dan Nawacita Presiden Jokowi untuk kesejahteraan masyarakat. ‘’Kami punya Nawa Candra, Nawa itu sembilan, Bali punya sembilan kabupaten/kota untuk menunjang itu harus disinari bulan, Candra yang menyinari sinar sucinya ke masyarakat dan pemimpinnya,’’ tegasnya. Tak hanya itu, MantraKerta juga menegaskan akan membangun Bali yang Madani yakni maju, aman, damai, dan harmoni berlandaskan Tri Hita Karana. ‘’Visinya terwujudnya Bali yang Shanti, Jagadhita berlandaskan Tri Hita Karana. Misi kami mewujudkan Bali yang Madani yakni maju, aman, damai, dan harmoni,’’ paparnya. Salah satu pengimplementasian program itu yakni penguatan adat dan budaya di masyarakat. Khusus untuk pembangunan ekonomi kerakyatan, Mantra-Kerta juga menawarkan untuk penguatan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di seluruh Bali dengan memberikan penguatan permodalan. ‘’Bagaimana bentuk implementasi visi dan misi itu, salah satunya penguatan adat dan budaya, dari sisi ekonomi LPD penguatan dari sisi permo-

dalan, yang belum kita bangun totalitasnya,’’ ucapnya. Bahkan, pihaknya apabila terpilih juga akan menggenjot pembentukan LPD-LPD di desa-desa yang belum terbentuk. Menurutnya, hingga saat ini masih ada 50 desa yang belum memiliki LPD. ‘’Karena di Bali ada 1.488 desa pakraman, masih kurang 50 yang belum memiliki LPD, itu yang harus kita tuntaskan. LPD ini sebagai penguatan ekonomi kerakyatan,’’ imbuhnya. Terkait Program 4G, Sudikerta menegaskan akan menjalankan program 4G (4 program gratis). Salah satu program yang digagas untuk meringankan beban masyarakat dalam bidang budaya, dengan menggelar ngaben dan nyekah massal secara gratis. Selain itu, di bidang pendidikan, dipastikan tahun 2018 seluruh sekolah SMA/SMK di Bali yang berjumlah 129 sekolah akan digratiskan biayanya. Demikian pula dalam bidang kesehatan dan pertanian dengan pupuk gratis. ‘’Agar produktivitas sektor pertanian meningkat, semua subak di Bali kita berikan pupuk gratis. Selain itu, bibit juga akan disubsidi,’’ tegasnya. Di bidang infrastruktur dipastikan pembangunan tol dan bandara untuk memeratakan pembangunan Bali Selatan dengan Bali Utara akan segera dibangun. (kmb)

Upaya Khusus Dari Hal. 3

Karena upaya ini mampu mengurangi genangan ketika hujan turun. ‘’Pada tahun 2010 di Kota Denpasar terdapat 32 titik banjir, dengan dilakukan upaya khusus penanganan banjir seperti pembangunan sodetan, dan penggelontoran drainase mampu mengurangi jumlah titik genangan menjadi 11 titik saat ini,’’ ujar Putra Sanjaya. Sebelas lokasi genangan yang belum tertangani yakni berada di simpang Gatsu I, Jalan Kenyeri, kawasan Jalan Kerta Pura, Pemecutan Kelod, Jalan Gunung Salak Utara perbatasan dengan Kabupaten Badung, kawasan Bumi Ayu, Sanur dan kawasan Perum Mekar Jaya, Pemogan. Sementara untuk kawasan Jalan Kerta Pura, sistem drainasenya belum konek ke pembuangan akhir Tukad Mati. Sedangkan untuk kawasan Mekar Jaya yang merupakan kawasan cekungan sudah dibuatkan DED namun belum

mendapat dana. Di kawasan Jalan Gatsu 1, pihaknya sudah merencanakan untuk pembuatan sodetan pada hulu Gatsu 1. Menurut Putra Sanjaya, upaya pasukan biru PUPR juga sudah sangat optimal dalam mengatasi masalah genangan utamanya yang diakibatkan oleh sampah yang masih berada di sungai. . Sebelumnya, Wali kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra yang ditemui usai sidang paripurna di dewan mengatakan masalah sampah menjadi penyebab genangan air. Genangan air diakibatkan sampah yang tersumbat di selokan. Selain itu juga volume drainase di Kota Denpasar juga kecil. ‘’Banyaknya pembangunan di Kota Denpasar yang juga berdampak pada penyerapan air ke tanah. Itu yang menyebabkan air ke jalan,’’ ujarnya. Rai Mantra pun menyarankan agar setiap rumah tangga membuat biopori di rumahnya masing-masing, sehingga air tidak ke jalan dan mengakibatkan genangan air. (ara)

Luapan Sungai Mati Dari Hal. 3

Menurut Wayan Netra, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Badung, saat dikonfirmasi Sabtu (3/2) kemarin, untuk awal tahun 2018 ini, banjir yang paling parah terjadi di Kuta, Legian dan Seminyak, terutama yang di Sunset Road Seminyak. Diakuinya, banjir ini memang diakibatkan oleh luapan dari aliran Sungai Mati. Dalam kondisi normal, dikatakannya, pemerintah memang terus melakukan antisipasi baik itu normalisasi aliran sungai dan pemasangan pompa penyedot air. ‘’Untuk banjir tanggal 22-23 Januari lalu, memang akibat curah hujan sangat tinggi. Selain itu air kiriman dari kawasan hulu juga mengakibatkan air sungai meluap,’’ pungkasnya. Untuk di kawasan Tanjung Benoa, genangan air yang sebagian besar terjadi di sepanjang jalan, memang diakibatkan oleh saluran drainase yang kecil. Selain itu, sampah yang terbawa air juga menyumbat saluran tersebut, sehingga air tidak bisa terbuang ke laut. Sedangkan di permukiman warga, diakuinya,

setiap terjadi hujan lebat, air pasti tergenang. ‘’Memang sebagian besar genangan di jalan diakibatkan oleh saluran air yang tersumbat oleh sampah,’’ ujarnya.

memang tidak ada genangan, dan genangan hanya terjadi di jalan raya, dengan tinggi air mencapai 30 cm. ‘’Ini termasuk ringan. Gorong-gorong banyak yang tersumbat. Karena dekat dengan laut, air harusnya langsung mengalir menuju laut, tapi ini tidak bisa karena saluran tersumbat,’’ katanya. Ke depan, karena kawasan Tanjung Benoa berada di dekat laut, perlu diambil langkah untuk antisipasi air rob atau luapan air laut. Untuk itu, pihaknya sudah bekerja sama dengan PUPR, dalam hal penataan saluran air. Selain itu juga disiapkan program penanaman mangrove setiap tahun di kawasan Tanjung Benoa. ‘’Penanaman mangrove terus kami lakukan setiap tahunnya, selain untuk mengantisipasi air rob, juga untuk penahan tsunami,’’ terangnya. Selain di Tanjung Benoa, Jalan By-pass Ngurah Rai, Benoa juga sering tergenang. Bahkan genangan air bisa mencapai 70 cm. Kondisi ini selain diakibatkan juga oleh saluran drainase yang tersumbat, juga diakibatkan kontur tanah yang sedikit melengkung, sehingga

Rawan Longsor Selain banjir, Badung juga memiliki kawasan rawan longsor. Dikatakan Netra, ada sebanyak 14 titik kawasan rawan longsor. Di kawasan Petang ada di 7 desa, yaitu Carangsari, Getasan, Pangsan, Petang, Sulangai, Plaga dan Beloksidan. Sedangkan di Abiansemal ada empat desa yaitu Ayunan, Bongkasa, Sangeh, Bonkasa Pertiwi. Untuk di Mengwi ada satu kawasan rawan longsor yaitu di Kuwum. Untuk di Kuta Selatan, juga ada kawasan rawan longsor, yaitu Kutuh, Benoa, Pecatu, Ungasan. ‘’Di Kuta Selatan memang ada juga, tebing kapur di sana memang juga rawan longsor,’’ jelasnya. Sebagai antisipasi terhadap penanggulangan bencana, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait, yaitu dengan pihak PUPR dengan Balai Jalan Nasional. (edy)

Rawan Banjir

Dari Hal. 3

Di awal tahun ini, wilayah kota yang sebelumnya sudah masuk rawan banjir dilanda banjir bandang mengakibatkan kerusakan infrastruktur, sekolah, dan rumah penduduk. Selain itu, potensi banjir bandang pun berpotensi terjadi di perkotaan hingga beberapa desa pinggiran seperti desadesa di Kecamatan Kubutambahan, Sawan, Banjar, Seririt, dan Gerokgak. Banjir bandang ini sudah berkali-kali pernah melanda wilayah tersebut seperti di Kecamatan Gerokgak yang mengakibatkan Desa Banyupoh dan Tinga-Tinga terdampak banjir bandang. Yang terbaru adalah banjir bandang juga melanda wilayah Desa Dencarik dan Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng. Untuk meminimalisir dampak banjir bandang, sebelum memasuki musim hujan, BPBD sendiri menggalakkan mitigasi daerah aliran sungai (DAS) maupun irigasi di beberapa lokasi. Hal ini penting karena dari pengalaman bencana banjir bandang tahun-tahun sebelumnya pemicu banjir bandang ini karena tersumbatnya DAS atau irigasi oleh sampah atau aktivitas pertanian di hulu yang mengganti tanaman penyangga

resapan air dengan tanaman semusim yang tidak optimal menyerap air ketika hujan. Ketika hujan, erosi di mana-mana dan menghanyutkan potongan kayu atau ranting pohon dan ketika aliran DAS-nya menyempit otomatis air akan tertahan dan terjadi luapan air deras hingga terjadi banjir bandang. Daerah rawan bencana tanah longsor lebih didominasi di wilayah berbukit mulai dari Kecamatan Tejakula, Kubutambahan, Sawan, Sukasada, Banjar dan Busungbiu. Bencana tanah longsor di daerah rawan bencana itu pun di awal tahun ini kembali terjadi seperti di Desa Munduk, Pedawa, Gobleg, dan Desa Gesing. Sementara itu daerah rawan bencana gelombang pasang, banjir rob berpotensi dialami oleh warga yang tinggal di dekat pantai mulai dari timur sampai di barat Buleleng. Biasanya bencana gelombang pasang muncul ketika Januari hingga memasuki Februari. Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Made Subur mengatakan, penanganan kebencanaan di daerahnya telah dipersiapkan dengan matang mulai dari personel posko siaga bencana, sarana-prasarana, dan dana untuk melaksanakan kegiatan tanggap darurat ben-

cana. Kinerja sumber daya menusia (SDM) juga terus digenjot lewat pelaksanaan simulai (latihan - red) penanganan kebencanaan. Sementara dukungan sarpras dipersiapkan dengan kemampuan keuangan daerah dan ditambah dengan koordinasi dengan Organsiasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, baik di kabupaten dan BPBD Provinsi Bali. Koordinasi dengan OPD terkait ini tidak saja menyiapkan peralatan pemulihan situasi tanggap darurat, tetapi koordinasi penyiapan bantuan paket sembako, peralatan rumah tangga, obat-obatan, dan ambulans ketika dampak bencana mengakibatkan korban jiwa. Khusus untuk obat-obatan dan ambulans, penanganan terpadu dilakukan antara Palang Merah Indonesia (PMI) dan Dinas Kesehatan (Dinskes) yang memiliki puluhan armada mobil ambulans yang tergabung dalam Buleleng Emergensi Service (BES). ‘’Semua kebijakan pimpinan di daerah penanganan pada situasi kebencanaan itu kami kerja bersama dengan prinsip gotong royong, sehingga tidak ada kesan kalau masalah bencana tugas BPBD saja, namun semua stakeholder kami libatkan,’’ tegasnya. (mud)

Fasilitas Publik Dari Hal. 3

Biopori dapat dibangun di daerah intensitas hujan lebat dan memiliki titik topografi yang sesuai, sehingga genangan air dapat terserap dengan lancar. Menurutnya, fasilitas publik seperti Tiara Dewata, Lotte Mart, Pasar Badung cocok dilengkapi biopori. ‘’Jadi jangan semua di-cover dengan perkerasan karena tidak menyerap air tapi mengalirkan air,’’ pungkasnya. Meski demikian, air di permukaan yang keras agar diatur mengalir menuju biopori dan sumber-sumber resapan. Untuk mengurangi genangan air, di wilayah publik yang luas diharapkan tidak hanya dibuatkan biopori, tetapi juga sumur-sumur resapan. Seperti di sekolah, di kampus, di perkantoran, di perumahan. Ia berharap peraturan perizinin dilengkapi dengan aturan yang mewajibkan setiap bangunan membangun biopori. Misalnya rumah tipe 21, dengan halaman 60 meter persegi agar dilengkapi dengan 3 biopori. Namun jika luas tanahnya lebih dari 400 meter persegi diharapkan dilengkapi dengan sumur

resapan. Cara lain mengurangi air di permukaan tanah adalah membangun sumur resapan. Dimensinya lebih besar dari biopori, sehingga mampu menyerap air lebih banyak. Tren masyarakat Tabanan membeton halamannya pun menjadi salah satu kontribusi kurangnya daya serap tanah terhadap air. Karenanya pemerintah Tabanan mendorong masyarakatnya untuk membuat biopori yang menjadi salah satu langkah solusi untuk mengatasi banjir di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan A.A. Ngurah Raka Icwara mengatakan, dalam meningkatkan pembuatan biopori di masyarakat, pihaknya memberikan bantuan alat pembuatan biopori ke sekolah-sekolah dan mewajibkan proyek-proyek yang membutuhkan izin lingkungan untuk membuat biopori. ‘’Kalau masyarakat umum sudah mulai banyak bertanya di mana bisa mendapatkan alat untuk membuat biopori,’’ ujar Raka Icwara. Permasalahan banjir dan kekeringan berhubungan dengan daya serap tanah yang kurang untuk bisa mengikat

air. Akibatnya sebagian besar air justru hanya lewat di permukaan tanah mengalir menuju sungai dan laut. Hanya sedikit yang tersimpan di dalam tanah menjadi sumber mata air maupun air tanah. Selain melakukan penghijauan atau menanam tanaman pengikat air di pekarangan rumah, pembuatan biopori menjadi solusi sangat sederhana. Menurut Raka Icwara, pembuatan biopori bisa dilakukan pada lahan pekarangan yang dipaving atau dibeton. Selingi lahan yang dibeton atau dipaving dengan biopori dengan jarak tertentu, sehingga air masih bisa terserap tanah. Agar tidak terlihat biopori yang dibuat ditutup dengan dop atau beton berlubang sehingga tetap kelihatan asri. Peralatan untuk membuat biopori tidak sulit ditemukan di toko perkakas dan bahkan bisa dibuat sendiri dengan bahan seadanya. Lanjut Raka Icwara, selain menerapkan biopori hal yang terpenting dilakukan adalah tetap menjaga kelestarian lingkungan dan alam. Salah satunya dengan tidak menggunduli hutan dan melakukan penghijauan pada hutan di daerah hulu. (may/san)

Sedang Beristirahat Dari Hal. 3

Saat itu sekitar pukul 12.00 Wita, pasutri dan pekerja lainnya sedang beristirahat setelah seharian maburuh, mengerjakan home stay Bamboo Bali milik I Gede Wenten. Mereka berteduh di bawah terpal dan pada saat itu situasi hujan deras disertai angin kencang. Sekitar pukul 12.30 Wita, tembok pembatas vila tibatiba roboh. Ini disebabkan oleh terpal yang berisi air, sehingga menjadi berat dan membuat tembok roboh. Nahas bagi para pekerja, mereka tertimpa reruntuhan tembok. ‘’Tembok pembatas roboh karena terlalu berat menyangga beban air hujan yang tertampung di terpal,’’ kata Sugitayasa setelah mendatangi TKP. Guna memastikan kondisi para korban, pihak kepolisian mendatangi pihak medis Puskesmas II Abang dr. Ananta. Polisi meminta visum di Puskesmas Abang II. Kemudian memeriksa saksi-saksi yang ada di TKP. Hasil olah TKP,

pihak kepolisian sementara memastikan ini terjadi karena faktor cuaca yang menyebabkan kecelakaan kerja di lapangan. Saksi mata Ni Nyoman Sudiasih menambahkan, sesaat sebelum kejadian ada lima buruh termasuk dirinya dan kedua korban di bawah terpal. Saat itu mereka ngobrol-ngobrol setelah seharian bekerja. ‘’Sebelum roboh, saya masih sempat melompat menjauh,’’ kata saksi. Setelah beberapa menit datang masyarakat. Korban Ketut Mendra langsung dibawa ke RSUD Karangasem. Setelah mendapat perawatan, korban sudah sadar. Kapolsek berharap kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi pekerja lainnya, agar berhati-hati saat bekerja di tengah cuaca buruk seperti ini. Setelah bekerja, di mana harus istirahat harus diperhatikan agar berada di tempat yang aman. Jauh dari tempattempat berisiko bencana akibat hujan lebat atau pun angin kencang. (kmb31)

Tak Kena Sanksi Dari Hal. 3

‘’Saya rasa tidak perlu sanksi dari Kemenristekdikti. Ini kan Bapak Presiden diundang ke UI sebagai presiden dan sudah selayaknya dihormati,’’ ujar Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Prof. Intan Ahmad, di Jakarta, Sabtu kemarin. Meski demikian, pihaknya sangat menyayangkan peristiwa tersebut, karena seharusnya mahasiswa bisa berdialog dengan Presiden. Apalagi, usai acara rencananya memang ada dialog dengan BEM UI. ‘’Bahkan sebelumnya Presiden Jokowi sudah ada rencana mau bertemu dengan mereka sebentar,’’ ujarnya. Kondisi Asmat Ketika bertadang di Situbondo, Presiden Joko Widodo mengajak Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) ikut melihat dan menyaksikan kondisi di Asmat. ‘’Mungkin nanti ya, mungkin nanti saya akan kirim semua ketua dan anggota di BEM untuk ke Asmat, dari UI ya,’’ kata Presiden Joko Widodo. ‘’Biar lihat dapat bagaimana

medan yang ada di sana kemudian problem-problem besar yang kita hadapi di daerah-daerah terutama Papua,’’ tambah Presiden. Terhadap tindakan mahasiswa UI itu, Presiden pun tidak mempermasalahkannya. ‘’Ya… yang namanya aktivis muda ya… namanya mahasiswa dinamika seperti itu biasalah, saya kira ada yang mengingatkan itu bagus sekali,’’ ungkap Presiden. Ada tiga tuntutan BEM UI kepada Presiden Joko Widodo, pertama adalah terkait gizi buruk di Papua, kedua terkait Plt. gubernur yang berasal dari anggota Polri aktif dan ketiga itu terkait Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi tentang organisasi mahasiswa yang dinilai membatasi ruang gerak mahasiswa. Terkait masalah di Kabupaten Asmat yaitu Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dan gizi buruk hingga menewaskan lebih dari 71 orang balita, Presiden sudah menugaskan kementerian dan pemda setempat untuk menyelesaikan masalah tersebut. Presiden juga menawarkan relokasi kepada masyarakat Asmat ke daerah yang lain. (ant/kmb)

Gejala Alergi Debu dan Asapnya itu Dikalahkan oleh Madu Pahit ini

Dua tahun lalu, ayah 2 anak ini diserang alergi gatal-gatal yang mengakibatkan bintik-bintik di sekujur tubuhnya. Sebagai owner dan trainer Klinik EFT (Emotional Freedom Technique) Center Bali, di Denpasar, tentu saja ia memiliki aktivitas padat yang pasti akan terganggu bila alerginya datang. Karena itu, dengan semangat untuk sembuh, lelaki 54 tahun ini

mengunjungi dokter spesialis. Ternyata, lelaki bernama Putu Sukha ini alergi pada debu dan asap. Mau tak mau, walau sebenarnya khawatir dengan efek samping obat kimia, warga Jl. Tangkuban Perahu No. 8A, Padang Sambian, Denpasar, ini minum juga. Apa hasilnya? Karena tak rutin minum obat, tentu saja lelaki yang tahun 2012 lalu mengambil master EFT dan NLP di Jakarta ini tak mendapatkan kesembuhan. Menyadari hal itu, ia mencari obat yang tak pakai efek samping atau efek belakang. “Saya pilih Madu Bima 99 setelah baca manfaat nya di

8 Juni 2016 lalu. Setelah minum 2 X sehari selama satu bulan, sudah ada hasilnya. Alerginya hilang. “Hingga saat ini, gatal-gatal itu tak muncul lagi,” tuturnya senang. bukan itu saja. fisiknya jadi prima, vitalitas dan gairah seksualnya meningkat pesat. “Istri dan anak-anak juga minum Madu Bima 99,” tukasnya menutup pertemuan. Alergi disebut penyakit intermiten. Artinya, penyakit itu munculnya sebentar-sebentar. Pemicunya adalah kontak tubuh dengan sesuatu yang dapat membuat penderitanya mengalami alergi. Tungau, debu, udara dingin, serbuk sari,

makanan tertentu, obatobatan tertentu, makanan tertentu, bahkan jenis olahraga tertentu dapat menjadi pemicunya. Tetapi, jumlah

dibanding di masa-masa sebelumnya. Walaupun belum bisa dibuktikan secara ilmiah, faktor lingkungan yang makin parah diduga menjadi pemicunya. Lalu, pola makan yang telah berubah juga diduga telah menjadi pemicu makin banyaknya kasus alergi saat ini. Sebab, seperti kita ketahui bersama, makanan sekarang banyak menggunakan zat aditif buatan. Lalu, faktor zat kimia pembersih rumah tangga pun tak kalah andilnya. Sekarang, orang tentu tak ada yang merasa asing lagi dengan zat pemutih, pembersih lantai, karpet, dan sebagainya. Untuk menghindari kumatnya alergi, yang sangat

perlu dilakukan adalah adalah mengidentifikasi faktor penyebabnya. Setelah itu barulah dengan menambah daya tahan tubuh, seperti mengonsumsi makanan kesehatan ini. Saat ini berbagai madu dengan aneka merek telah beredar di pasaran. Tapi, yang banyak digemari, karena manfaatnya yang nyata, memang Madu Bima 99. Apalagi, dari hasil uji laboratorium Fakultas Farmasi UI dan Sucofindo September 2014, Madu Bima 99 terbukti bebas dari bahan kimia obat, patogen, logam berbahaya, dan zat berbahaya lainnya. Bahkan,

saat ini juga tersedia Madu Bima 99 khusus, yakni Madu Kesuburan Pria, Madu Kesuburan Wanita, dan Madu Kecerdasan Otak. Untuk mendapatkannya, Anda bisa datang ke apotek, toko obat, dan outlet-outlet lainnya di kota Anda. Untuk informasi lebih lengkap, Anda bisa mengunjungi @madubima99, www.madubima.com, dan www.facebook.com/Madu Bima 99.

Distributor Bali 08123644754, Subdist : Jembrana 081936459563, Klungkung 085954158293, Tabanan 087761444100, Buleleng 08174708396 / 0817351071, Karangasem 081239707770, Gianyar&Bangli 081338916680, Denpasar 08123644754, Badung 081999945381 ADV.0001364-ADV-04


TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764 Facsimile: 227418

Minggu Kliwon, 4 Februari 2018

Konseling Remaja

u g g n Mi

Ketidakadilan Gender Tanya: ‘’Hai kak, aku mau tanya-tanya dong. Aku suka nonton drakor, ada salah satu drama yang aku tonton menceritakan sebuah keluarga yang di dalam keluarga itu laki-laki baik dewasa sampai anak-anak sangat diistimewakan daripada perempuan. Kemudian saat kakakku melihat, dia mengatakan tentang ketidakadilan gender, tapi saat aku tanya balik jawabannya kurang memuaskan. Bukannya gender itu jenis kelamin ya kak? Mohon dijawab ya kak. Terima kasih kak.’’ Jawab: Hai juga, ternyata kamu penggemar drama Korea ya? Pertanyaanmu bagus banget nih, daebak (wow)! Kita dapat mempelajari banyak hal ya dari apa yang kita dengar, tonton dan perhatikan. Tentu semakin menambah wawasan kita sebagai remaja. Untuk menjawab pertanyaanmu, kita bahas dulu ya seks dan gender itu. Seks itu sebenarnya adalah jenis kelamin, yang mengacu pada organ reproduksi secara biologis (jenis kelamin dalam bahasa Inggris: sex). Sedangkan gender merupakan perbedaan peran dan posisi antara laki-laki dan perempuan berdasarkan keyakinan atau bentukan sosial yang

tidak bersifat biologis. Gender dipengaruhi oleh sistem kepercayaan/agama, budaya, sosial, etnis, politik, hukum, pendidikan dan ekonomi yang berubah dalam kurun waktu tertentu dan tergantung konteks wilayah dan budaya tertentu. Jadi seks dan gender itu berbeda lho! Dalam kehidupan seharihari sering terjadinya permasalahan dalam gender. Permasalahan itu menyebabkan kerugian salah satu jenis kelamin, contohnya saja: bila dalam pemilihan pengurus kelas, yang menjadi ketua kelas harus laki-laki, sedangkan dalam memilih sekretaris yang terpilih adalah perempuan. Tentu saja hal itu menimbulkan ketidakadilan dan diskriminasi terhadap perempuan dan laki-laki. Yuk kita kenali bentuk-bentuknya! Nah, apa sajakah bentukbentuk dari ketidakadilan gender? Pertama, penomorduaan perempuan di masyarakat dalam mengambil keputusan penting dan perempuan dianggap tidak layak menjadi pemimpin. Kedua, pemberian label negatif, contohnya perempuan dianggap emosional dan tidak menggunakan logika, laki-laki dianggap lemah jika menangis, perempuan dianggap tidak baik perilakunya jika pulang malam. Ketiga, beban ganda. Contohnya sekalipun

perempuan bekerja di luar rumah (kantor, pabrik, berjualan, dst), di rumah harus tetap mengerjakan pekerjaan rumah tangga, sedangkan laki-laki tidak. Keempat, kekerasan berbasis gender, baik berupa kekerasan fisik, psikologis, ekonomi, dan seksual. Contohnya laki-laki mengatur cara berpakaian pacarnya, kemudian perempuan memeriksa handphone pacarnya supaya tidak selingkuh dengan orang lain, laki-laki memeriksa sosial media pacarnya karena tidak percaya dengan pacarnya tersebut. Dari drama Korea yang kamu tonton kita dapat melihat akibat dari ketidakadilan peran gender tersebut ya. Akibat yang ditimbulkan dapat terjadinya relasi timpang antara laki-laki dan perempuan nih, kekeliruan lakilaki dan perempuan dalam mempersepsi diri, kekeliruan penilaian kedua belah pihak, menghambat akuntabilitas diri dan menimbulkan ketidakadilan. Jadi, kesetaraan gender itu penting agar terdapat keseimbangan antara perempuan dan laki-laki. Nah, itu saja bahasan kita kali ini, kalau kamu masih ingin bertanya jangan ragu untuk tanya di sosial media KISARA ya! Yuk chat personal dengan add line@ kisara di : @ozy7685j ditunggu pertanyaan berikutnya.

Berhasil Digagalkan

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

Fotografi Visualisasi Dualitas Bali Dalam Fotografi Dokumenter

FOTOGRAFI saat ini dapat dilakukan oleh siapa saja untuk mendokumentasikan kehidupan sehari-harinya. Perkembangan zaman yang didukung dengan peralatan fotografi yang makin canggih membuat setiap orang bisa dengan mudah mengabadikan setiap momen yang terjadi dalam kehidupannya. Sebagai seorang fotografer, kegiatan dokumentasi biasanya dilakukan melalui pengamatan terhadap sesuatu realita yang terjadi di sekitar kehidupan atau lingkungan fotografer tersebut. Dari pengamatan itu, kemudian muncul ide untuk mendokumentasikannya sebagai fotografi dokumenter yang biasanya dikerjakan dalam waktu yang cukup lama. I Komang Yorda Garmita

merupakan salah seorang fotografer Bali yang menekuni fotografi dokumenter ini secara intens. Menurut lulusan Pascasarjana ISI Denpasar ini, fotografi dokumenter dapat dikatakan sebagai visualisasi dunia nyata yang dilakukan oleh seorang fotografer dan ditujukan untuk mengomunikasikan sesuatu yang penting, untuk memberi pendapat ataupun komentar, dan dimengerti oleh khalayak luas. ‘’Pada intinya, fotografi dokumenter mengajarkan untuk melihat sesuatu lebih dalam. Tidak hanya melihat sebuah realitas dari permukaannnya saja. Tentunya, hal ini akan melatih untuk memiliki kepekaan terhadap suatu realitas sosial yang terjadi di lapangan. Realitas yang

ditangkap tersebut kemudian diabadikan dalam bentuk foto dengan berbingkai pendapat sebagai seorang fotografer,’’ kata Yorda Garmita kepada Bali Post, Sabtu (3/2) kemarin. Beranjak dari kerangka berpikir itu, Yorda Garmita mencoba membuat karya fotografi dokumenter tentang dualitas di Bali. Karya ini berawal dari munculnya ide untuk mendokumentasikan kegiatan pariwisata dan budaya Bali yang bersinergi satu sama lain meski terlihat bertentangan. Bali yang notabene merupakan destinasi pariwisata internasional terkemuka tentunya banyak mendatangkan wisatawan dengan budaya baru yang dibawa masuk oleh wisatawan di luar kebiasaan budaya masyaka-

“Di Tengah Keramaian” karya I Komang Yorda Garmita.

kat Bali yang terkenal kental dengan adat istiadat atapun budayanya. Dua hal yang terlihat unik di mana kegiatan yang tampak bertentangan dapat bersinergi satu sama lain dalam satu wilayah yang sama tanpa adanya perselisihan. ‘’Bagi saya, menyandingkan dua hal yang tampak bertentangan tapi tetap dapat bersinergi dalam satu wilayah yang sama ke dalam sebuah frame itu sangat menantang. Tentunya, hal itu juga sangat menarik untuk dijadikan objek pemotretan khususnya dijadikan sebagai karya fotografi dokumenter,’’ ujar freelance photographer yang staf pengajar di Program Studi Fotografi ISI Denpasar ini. Dalam proses pembuatan fotografi dokumenter, kata Yorda Garmita, seorang fotografer biasanya mengawalinya dengan riset terlebih dahulu untuk mengetahui lebih jelas realita yang terjadi. Selain itu, dalam proses pemotretan, ketepatan dalam pemilihan objek pemotretan akan membuat foto yang dihasilkan akan lebih menarik dan variatif sehingga pesan yang hendak disampaikan melalui karya foto yang dihasilkan kepada khalayak umum dapat tersampaikan dengan baik. ‘’Bali dengan segala keragaman adat, seni dan budayanya sejatinya merupakan sebuah tempat yang sangat ideal bagi seorang fotografer untuk menghasilkan karya-karya fotografi dokumenter yang menarik,’’ tegasnya. (ian)

PHDI dan PSN Korwil Bali

Gelar Pendidikan Brahma Widya Kursus Teologi Hindu Penyelundupan Ribuan Benih Lobster Melalui Bandara Mangupura (Bali Post) Meski sering digagalkan, penyelundupan benih lobster melalui Bandara Ngurah Rai masih saja terjadi. Bahkan, Jumat (2/2) lalu petugas Aviation Security (Avsec) PT Angkasa Pura I (Persero) Kantor Cabang Bandara I Gusti Ngurah Rai kembali menggagalkan rencana penyelundupan benih lobster. Benih lobster sebanyak 15.998 ini rencananya akan dikirim ke luar Bali. Dari penggagalan tersebut, petugas Avsec mengamankan dua orang tersangka dan barang bukti. Adapun barang

bukti yang diamankan berupa satu koper berisi 27 kantong plastik baby lobster jenis pasir berjumlah 13.250 ekor, tujuh kantong plastik jenis mutiara sebanyak 2.478 ekor, dua botol pendingin dan dua telepon genggam. Menurut General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi, penyelundupan ini dilakukan oleh oknum ground handling di Bandara Ngurah Rai. Atas perbuatan tidak bertanggung jawab yang dilakukan oleh oknum ground handling tersebut, dikatakan Yanus, petugas Avsec langsung mencabut

BPM/ist

LOBSTER - Penyelundupan ribuan benih lobster berhasil digagalkan.

Pas Bandara ketiga tersangka secara permanen. ‘’Petugas Avsec langsung menyerahkan pelaku beserta alat bukti ke Kepolisian Daerah (Polda) Bali melalui Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kelas I Denpasar,’’ pungkasnya. Para pelaku ini, kata Yanus, memang memiliki niat secara disengaja dan terencana ingin membawa benih lobster tanpa dokumen resmi (contraband) keluar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Saat ini kasusnya sedang diproses secara hukum oleh Polda Bali. Berdasarkan hasil pengembangan Polda Bali dan BKIPM Kelas I Denpasar, sebelumnya, tanggal 26 Januari 2018 juga sempat menangkap tangan upaya penyelundupan benih lobster yang dibawa dari Lombok untuk kemudian dikirim ke Vietnam melalui Singapura. Hasil dari penggagalan tanggal 26 Januari itu, Polda Bali juga berhasil mengamankan penyandang dana, oknum petugas bandara yang bertindak selaku pembawa benih lobster ke pesawat dan kurir yang akan membawa barang selundupan tersebut di Singapura. Total benih lobster yang berhasil diamankan sebanyak 26.478 ekor dengan nilai mencapai Rp 3,68 miliar. (kmb23)

Denpasar (Bali Post) Peran pinandita sangat dibutuhkan untuk memberi pencerahan kepada umat Hindu. Utamanya dalam meningkatkan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Oleh karenanya, pengetahuan ketuhanan (teologi) Hindu terhadap pinandita tentang tattwa-tattwa Hindu sangat penting dikuasai oleh seorang pinandita. Sehingga pinandita bisa melaksanakan tugas dan kewajibannya sesuai dengan pengetahuan kepinandita-annya. Melihat pentingnya penguasaan pengetahuan teologi tersebut, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali bekerja sama dengan Pinandita Sanggraha Nusantara (PSN) Korwil Bali menyelenggarakan Pendidikan Brahma Widya kursus Teologi Hindu angkatan II di Gedung PHDI Bali, Sabtu (3/2) kemarin. Kursus Teologi Hindu ini akan berlangsung selama enam bulan sampai bulan Juli 2018 mendatang. Sebelum Pedidikan Brahma Widya dimulai terlebih dahulu dilakukan upacara Upanayana yang diikuti oleh seluruh peserta yang mengikuti pendidikan Brahma Widya. Ketua PHDI Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. didampingi Ketua PSN Korwil Bali Mangku Nyoman Parbasana dan Ketua Panitia Ir. I Wayan Suwindra mengatakan di era globalisasi sekarang ini, pendidikan dan

ilmu pengetahuan tentang Panca Sradha (Lima Keyakinan Dasar), terutama Ilmu Ketuhanan (Teologi) Hindu beserta Widhi Tattwanya sangat penting dikuasai oleh seorang pinandita. Sebab, pinandita merupakan orangtua bagi umat Hindu. Sehingga harus mampu meningkatkan pengetahuan ketuhanannya untuk bisa memberikan pencerahan kepada umat, terutama generasi muda untuk selalu berbuat sesuai dengan ajaran agama Hindu. Selain ilmu ketuhanan, pada kursus ini juga akan diperdalam ilmu pengetahuan tentang hubungan Atman dengan Tuhan-nya dan ilmu pengetahuan tentang Karma Sradha yang saat ini semakin diabaikan oleh umat Hindu. Di samping akan juga diberikan ilmu pengetahuan tentang Punarbhawa dan Moksa. ‘’Peran pinandita tidak hanya sebagai panganteb banten upacara saja, tetapi pinandita juga harus bisa memberikan dharma wacana untuk mencerahkan umat Hindu tentang ketuhanan Hindu yang dipujanya,’’ ujar Prof. Sudiana. Rektor IHDN Denpasar ini berharap kursus Teologi Hindu ini bisa berlanjut ke depannya sesuai dengan kebutuhan ilmu pengetahuan umat Hindu. Sehingga peran pinandita dalam memberikan pencerahan bisa meningkatkan sradha bhakti umat Hindu ke depannya

Gesa SLUA Saraswati 1 Denpasar

tungan membuat majalah. Majalah Gelora Saraswati biasanya terbit setiap Januari dan Juni. Soal minat baca, sekolah ini terbilang pro-budaya membaca. Kru Gesa saja disiapkan sang Kasek Ir. Made Budiadnyana tiga mading di tiga sisi berbeda yang harus diisi oleh siswa. Menurut I Made Tristan Suarjana, setiap bulan tema madingnya harus diubah dengan materi baru. Termasuk saat hari-hari besar nasional. Menariknya, hasil madingnya banyak diminati dan dibaca siswa lain, namun ketika diajak menulis naskah, siswa SLUA masih ragu-ragu. ‘’Mungkin mereka perlu diberi pelatihan menulis juga,’’ ujarnya, Sabtu (3/2) kemarin. Kru jurnalistik Gesa dibina Ni Nyoman Janiartini, S.S., diketuai I Made Tristan Suarjana, dibantu Sekretaris I.A. Komang Ratih Candra Dewi dan Bendahara Shafira

Nur Azizah. Anggotanya antara lain Aryandi Ningrat, Yudha Prihantara, Ni Kadek Ayu Pramadiyani, Putu Ayu Pramesti Puspita Citarsa, Ni

Teologi Hindu ini mampu mewujudkan para pinandita yang memiliki kemampuan yang mampu beradaptasi dan menjawab tantangan zaman khususnya yang berkaitan dengan teologi Hindu termasuk dalam acara agama, sehingga hakikat tuntunan dan nilai hidup yang diajarkan agama Hindu dalam konsep ajaran Catur Purusa Artha akan melahirkan orang-orang yang melaksanakan dharma atau swadharma dengan sungguh-sungguh. Sebab, hanya dengan kursus teologi Hindu nilai-nilai Dharma Widya dapat diwujudkan dalam mencapai kebahagiaan sejati (moksa). (win)

BPM/win

Hemat Biaya, Gunakan Barang Bekas untuk Mading KRU jurnalistik Gelora Saraswati (Gesa) termasuk paling tua usianya di Bali. Kru ini dirintis ABG Satria Naradha bersama kawankawan. Prestasinya juga tak bisa dihitung. Belum lama ini kru Mading Gesa Saraswati 1 Denpasar sukses meraih juara III di Lomba Mading Bali Post Goes to School seKota Denpasar. Selain prestasi itu, Gesa SLUA Saraswati juga meraih juara I Mading Stikom Bali, juara II lomba figur di Book Fair (Figur) 2017. Ada yang patut ditiru di kru jurnalistik ini yakni selalu hemat. Setiap mengikuti lomba kru yang dipimpin I Made Tristan Suarjana ini selalu menggunakan barang bekas atau limbah. Praktis mereka hanya membeli lem dan cat saja. Padahal soal dana, kelompok ini memiliki dana kas lumayan banyak hasil iuran anggota dan keun-

dan bisa menjadi perwakilan umat Hindu di dalam berbagai kegiatan keagaman. ‘’Dengan kursus ini, agama nantinya bisa menjadi kebutuhan hidup dan berguna untuk hidup. Sehingga umat mengetahui apa tujuan beragama dan untuk apa mereka memeluk agama di dunia ini. Sehingga tidak ‘ngambang’ dalam menganut agama, khususnya agama Hindu,’’ tandasnya. Sementara itu, Gubernur Bali dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Bali Drs. A.A. Gede Griya, M.H. berharap melalui pendidikan Brahma Widya kursus

Wayan Ita Kusuma Dewi, Ni Putu Aria Candra Indrayani, Ni Putu Trisna Maharani, Ni Ketut Tia Ayu Puspita, Ni Kadek Adelia Maheswari.

BPM/sue

GESA - Kru Mading Gesa yang meraih juara III di Bali Post Goes to School.

Di kelas X antara lain I Putu Ratih Sukma Dewi, Ni Kadek Sri Pebriyanti, A.A. Istri Dian Puspita Kirana dan Ni Kadek Diah Wirayanti. Kepala SMA Saraswati Made Budiadnyana menjelaskan, selain meningkatkan minat baca dan menulis lewat mading dan majalah sekolah, pihaknya juga menyediakan pojok baca di sejumlah sudut strategis. Sekolah juga rutin menggelar lomba minat baca melalui perpustakaan mini. Juara I diraih Satriani Wulandari, juara II I.A. Sintya Puspita Iswari dan juara III Naufal Moh. Rafi. Selain itu, siswa SLUA Saraswati juga meraih juara I lead putra lomba Sispala oleh Erlangga Paris Adiwijaya, di lead putri oleh Jasmin Vivian Chandra. Juga meraih juara III lomba busana dalam Gebyar Budaya Hindu atas nama I Ketut Aryandi Ningrat dan Ayuni Lestari. (sue)

KURSUS - Ketua PHDI Bali Prof. Dr. Drs. IGN Sudiana, M.Si. saat memberikan sambrama wacana pada pembukaan Pendidikan Brahma Widya kursus Teologi Hindu Pinandita Angkatan II.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook