Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

16 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 108 TAHUN KE 72

Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Kabupaten Terbaik HAM

Ngaku Hanya Parkir

Proyek BPJS Mangkrak

Badung menjadi salah satu kabupaten terbaik peduli HAM di Bali. Atas prestasi tersebut, Bupati Badung diundang menjadi narasumber serangkaian Hari HAM Sedunia di Bandung, 9-10 Desember mendatang.

Petugas Satpol PP Klungkung sidak alat berat di galian C. Petugas memastikan bahwa alat berat itu hanya parkir di sana, karena mengalami kerusakan.

Proyek pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di areal Gelanggang Olahraga (GOR) Kebo Iwa terbengkalai. Proyek di bawah BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp6,1 miliar itu seharusnya sudah rampung per Juni 2019 lalu.

BADUNG | HAL. 3

BADUNG | HAL. 3

GIANYAR | HAL. 9

Kebahagiaan dan Kebersamaan pada Peringatan HDI

Ketua K3S Denpasar Perjuangkan Disabilitas Jadi Pegawai Kontrak

HARI Disabilitas Internasional (HDI) yang diperingati setiap tanggal 3 Desember menjadi hari spesial bagi penyandang disabilitas di Denpasar. Lewat ide Ketua K3S Kota Denpasar Ny. I.A. Selly Mantra berbagai kegiatan disabilitas di Kota Denpasar digelar. Begitu juga runutan dari program-program pemberdayaan bagi disabilitas di Kota Denpasar terus dilakukan. Perjuangan bagi hak yang sama bagi disabilitas juga telah dilakukan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar. ‘’Setiap peringatan HDI di Kota Denpasar digelar berbagai kegiatan, di samping itu tentunya perjuangan kesamaan hak bagi disabilitas terus dilakukan dengan memberikan kesempatan yang sama mengangkat disabilitas sebagai pegawai kontrak di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar,’’ ujar Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra, Senin (2/12) kemarin, saat ramah tamah dengan penyandang disabilitas di Geria Sebha Sari, kediaman Wali Kota Denpasar, kawasan

Renon. Hadir dalam kegiatan itu Kadis Sosial Pemkot Denpasar Made Mertajaya, para disabilitas tunanetra, disabilitas tuli, yang tampak bersama-sama membahas kegiatan peringatan HDI. Kebahagiaan dan kebersamaan Bunda Selly -sapaan akrab Ketua K3S Ny. Selly Mantra -- bagi disabilitas sangat tampak. Disabilitas tunanetra juga menunjukkan kemampuan dalam berpuisi dan bernyanyi. Bunda Selly mengharapkan kepada disabilitas di Kota Denpasar untuk terus meningkatkan kemampuannya dengan ruang kreativitas yang terus diberikan K3S bersama Pemkot Denpasar. Dijelaskan, sejak tahun 2013 hingga 2019 K3S bersama Pemkot Denpasar sudah mempekerjakan penyandang disabilitas sesuai dengan kemampuannya sebanyak 14 orang. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra tentunya memberikan kesempatan bagi sahabat disabilitas untuk bekerja sesuai dengan amanat Undangundang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Dalam Pasal 35 disebutkan bahwa pemerintah, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara, dan Badan Usaha Milik Daerah wajib mempekerjakan paling sedikit 2 persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja. Perusahaan swasta wajib mempekerjakan paling sedikit 1 persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawai atau pekerja. ‘’Saat ini terdapat 14 orang disabilitas yang sudah bekerja di lingkungan Pemkot Denpasar sebagai pegawai kontrak sesuai dengan skill mereka,’’ ujarnya. Keahlian disabilitas yang diterima sebagai pegawai kontrak ini seperti desain grafis hingga penyiar radio di Radio Publik Kota Denpasar. Beberapa disabilitas ini juga telah mengenyam pendidikan hingga Strata 1 (S-1), sehingga mereka ditempatkan sesuai dengan keahliannya. Seperti Kadek Winda Dwi Astari, penyandang disabilitas tuli lulusan Desain Komunikasi Visual, yang ditempatkan di Dinas Kominfo Denpasar. Hal. 15 Gangguan Jiwa

PAGAWAI KONTRAK - Ketua K3S Denpasar Ny. I.A. Selly Dharmawijaya Mantra foto bersama para disabilitas yang telah bekerja sebagai pegawai kontrak di masing-masing OPD Pemkot Denpasar, Senin (2/12) kemarin di Geria Sebha Sari, Renon, Denpasar.

Usulan Presiden Tiga Periode

SEA Games

Jokowi Sebut ’’Cari Muka’’

Eko Yuli Irawan

Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo mengatakan pihak-pihak yang mengusulkan amandemen UUD 1945 dengan mengubah masa jabatan presiden menjadi tiga periode hanya ingin mencari muka. ‘’Ada yang ngomong presiden dipilih tiga periode. (Mereka yang usul) itu, satu ingin menampar muka saya, kedua ingin mencari muka, ketiga ingin menjerumuskan, itu saja,’’ kata Presiden Joko Widodo dalam diskusi dengan wartawan Istana Kepresidenan, Senin (2/12) kemarin.

Bali Post/ant

Eko Yuli Raih Emas

Manila – Atlet angkat besi andalan Indonesia Eko Yuli Irawan merebut medali emas setelah mencatatkan total angkatan terbaik 309 kg pada SEA Games 2019 di Manila, Filipina, Senin (2/12) kemarin. Eko yang berlaga di RSMC Ninoy Aquino Stadium, Manila, mencatatkan angkatan snatch seberat 140 kg dan clean and jerk 169 kg. Pesaingnya yang mendapatkan perak dari Vietnam, Thach Kim Tuan, mencatatkan total angkatan 304 kg, snatch seberat 135 kg dan clean and jerk 169 kg. Sedangkan perunggu diraih Malaysia melalui Muhamad Aznil Bin Bidin dengan mencatatkan total angkatan 283 kg, snatch seberat 126 kg dan clean and jerk 157 kg. ‘’Alhamdulillah tahun ini cukup puas karena total angkatan lebih baik dibanding SEA Games sebelumnya,’’ kata Eko. Ia mengaku jalannya pertandingan cukup ketat, sebab Vietnam juga diperhitungkan di kelas dunia, sehingga laga kali ini bisa dianggap sebagai Olimpiade mini. ‘’Laga kali ini bisa dijadikan sebagai pemanasan menuju Olimpiade, dan dipastikan penampilan Vietnam akan lebih baik ke depannya, sehingga perlu diantisipasi,’’ kata peraih medali emas Asian Games 2018 ini. Sebelumnya, Eko Yuli Irawan juga mencatatkan total angkatan terbaik 306 kilogram dari 140 snatch dan 166 clean and jerk yang dibuat di Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Thailand, pertengahan September 2019. Adapun torehan angkatan tertinggi Eko diukir pada tahun 2018, di mana dia sempat memecahkan rekor dunia angkat besi kelas 61 kilogram putra dengan total angkatan 317 kilogram yang berasal dari snatch 143 kilogram dan clean and jerk 174 kilogram. (ant)

Harian Bisnis Bali Jadikan Perempuan Wirausaha Tangguh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Gusti Ayu Bintang Darmawati meminta Bupati Karangasem beserta jajaran membantu para ibu rumah tangga atau wanita wirausaha menjadi tangguh. Apa yang harus dilakukan? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Bunga Bangkai di Kuburan Pendem Warga sekitar kuburan di Kelurahan Pendem, Jembrana, dikejutkan dengan beberapa bunga bangkai yang mengeluarkan bau tidak sedap.

www.denpostnews.com

U

Bali Post/ant

HADANG - Pesepak bola Semen Padang FC Leo Guntara (kanan) menghadang pesepak bola Bali United Willian Pacheco (kiri) pada pertandingan pekan ke-30 Liga 1 2019 di Stadion GOR H Agus Salim, Padang, Sumatera Barat, Senin (2/12) kemarin. Semen Padang FC kalah dengan skor 0-2.

Bali United Juara Liga 1 BALI United berhasil menjadi juara Liga 1 2019 bahkan sebelum bertanding kontra Semen Padang, Senin (2/12) kemarin. Keberhasilan ini dipastikan setelah saingan terdekat Serdadu Tridatu yakni Borneo FC hanya mampu bermain imbang 2-2 dengan tuan rumah PSM Makassar. Hasil itu membuat nilai yang dimiliki oleh Bali United tidak terkejar, sehingga anak asuh Stefano Teco Cugurra itu menjadi juara Liga 1 musim ini. Keberhasilan ini bertambah manis setelah Bali United berhasil menumbangkan tuan rumah Semen Padang lewat dua gol Ilija Spasojevic. Keberhasilan Bali United menyegel gelar juara musim ini tak lepas dari konsistensi penampilan mereka saat berstatus sebagai tuan rumah. Bali United nyaris sempurna ketika berlaga di kandang. Mereka meraih 13 kemenangan, sekali seri dan tak pernah kalah

saat berlaga di kandang. Satusatunya kegagalan Bali United meraih angka penuh adalah saat mereka ditahan 1-1 oleh Persela Lamongan pada pekan ke-26. Bali United mengumpulkan 40 poin dari laga kandang. Itu artinya 63 persen poin mereka pada Liga 1 saat ini diraih di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Kegemilangan Bali United di laga kandang juga menutup banyak kehilangan poin saat tandang. Bali United sebelumnya laga kontra Semen Padang sempat mengalami tren buruk saat away. Mereka tak pernah menang di enam laga beruntun. (kmb33)

sulan perubahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode muncul setelah adanya rekomendasi MPR periode 2014-2019 mengamandemen UUD 1945. Namun awalnya rekomendasi tersebut hanya sebatas soal Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Wakil Ketua MPRRI dari Fraksi PPP Arsul Sani mengungkapkan perihal usulan perubahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode tersebut datang dari anggota DPR Fraksi NasDem, salah satu partai pendukung Presiden Joko Widodo. Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany mengatakan partainya mengusulkan masa jabatan presiden selama tujuh tahun, tetapi dibatasi hanya untuk satu periode. ‘’Sejak awal sudah saya sampaikan, saya ini produk dari pemilihan langsung, saat itu ada keinginan untuk amandemen, jawaban saya, apaka h bisa amandemen di-

batasi? Untuk urusan haluan negara, jangan melebar ke mana-mana,’’ tambah Presiden. Untuk itu, Presiden memilih untuk tidak perlu dilakukan amandemen UUD 1945. ‘’Jadi, lebih baik tidak usah amandemen. Kita konsentrasi saja ke tekanan-tekanan eksternal yang bukan sesuatu yang mudah untuk diselesaikan,’’ tegas Presiden. Sebelumnya, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengungkapkan adanya wacana perubahan masa jabatan presiden dan wakil presiden terkait amandemen UUD 1945. Artinya, amandemen UUD 1945 tidak hanya sebatas menghidupkan kembali GarisGaris Besar Haluan Negara (GBHN). (ant)


Selasa Paing, 3 Desember 2019

FIGUR

Digitalisasi Birokrasi PEMPROV Bali akan melaksanakan digitalisasi birokrasi mengawali tahun 2020, untuk memberikan pelayanan yang lebih simpel dan efisien kepada masyarakat. Pasalnya, sistem birokrasi konvensional yang cenderung panjang dan berbelit-belit tidak cocok lagi diterapkan pada era digitalisasi yang mengedepankan aspek kecepatan, keakuratan, dan kecermatan. “Kita harus bekerja lebih fokus dan substansial. Pekerjaan yang masih dilakukan secara konvensional agar diubah ke digitalisasi,” ujar Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, saat menjadi pembina apel disiplin bulan Desember di Halaman Kantor Gubernur Bali, Senin (2/12) kemarin. Menurutnya, birokrasi harus sepenuhnya mengabdi kepada kepentingan rakyat, di samping mewujudkan visimisi pemerintah. Itu sebabnya citra birokrasi yang berbelitbelit tidak responsif, lelet, dan sulit harus diubah lewat pola pikir serta budaya kerja yang lebih profesional. Para pejabat eselon II, III, dan IV, serta staf di lingkungan Sekretariat Daerah Provinsi Bali mesti bekerja untuk memberikan pelayanan prima, transparan, akuntabel, serta bebas dari praktik Kolusi, Korupsi, dan Nepotisme (KKN). Dengan demikian akan terbangun birokrasi yang disegani untuk mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik dan efektif. “Ini merupakan bagian dari reformasi birokrasi, yakni mengubah pola pikir dan budaya kerja aparatur agar menjadi ASN yang lebih berdaya guna dan berhasil guna dalam mengemban tugas pemerintahan serta pembangunan,” paparnya. Dalam arahannya, mantan Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali ini juga meminta jajarannya untuk terus mengakselerasi pekerjaan serta melakukan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab. Sehingga ke depan diharapkan tidak ada lagi temuan, khususnya temuan keuangan. (rin)

Ditabrak Mobil Dua Perempuan Tewas Denpasar (Bali Post) Kecelakaan lalu lintas di Jalan By-pass Ngurah Rai, sebelah timur simpang Jalan Kertha Lestari, Denpasar Selatan (Densel), Minggu (1/12) lalu merenggut korban jiwa. Dua perempuan, Peni Lestari (38) dan Oka Rumiyati (45) meregang nyawa setelah ditabrak mobil. Dikonfirmasi Senin (2/12) kemarin, Kanitlaka Polresta Denpasar Ni Ketut Tiviasih menjelaskan, kejadiannya Minggu pukul 23.43 Wita dan dilaporkan Senin (2/12) pukul 00.10 Wita. “Yang terlibat lakalantas yaitu pengendara sepeda motor Suzuki Shogun DK 4111 AL dengan mobil sedan Ford Escort DK 1815 EM,” ujarnya. Pengemudi mobil tersebut, kata Tiviasih berinisial VBL (17) beralamat di Jalan Sekar Sari, Kesiman, Denpasar. Sebelum kejadian, Peni Lestari yang beralamat di Jalan Kertha Lestari III, Denpasar ini mengendarai sepeda motor Shogun membonceng Oka Rumiyati. Sepeda motor dan mobil sama-sama bergerak dari barat. Namun posisi sepeda motor berada di depan mobil. Setibanya di TKP, mobil yang dikemudikan VBL menabarak sepeda motor hingga terseret puluhan meter. Akibat kejadian tersebut, Peni Lestari mengalami luka robek pada tumit kaki kanan, alis kanan lecet dan dia tewas di TKP. Sementara Oka Rumiyati yang mengalami patah tulang rahang dan leher juga langsung meregang nyawa di lokasi kejadian. Selanjutnya, jasad kedua korban dibawa ke RSUP Sanglah. Sedangkan kondisi mobil ringsek. “Barang bukti sudah kami amankan. Kami sudah melakukan olah TKP, termasuk memeriksa saksi-saksi. Kami masih mendalami kejadian ini,” ujar Tiviasih. (kmb36)

Perbekel Baru Didorong Garap Profil Desa

Denpasar (Bali Post)– Mewujudkan pembangunan desa secara menyeluruh diperlukan gerakan cepat dan tepat dari seorang perbekel. Terlebih saat ini terdapat 23 perbekel di Denpasar yang baru dilantik beberapa waktu lalu. Oleh karena itu, para perbekel yang baru saja menjalankan tugasnya ini agar lebih cepat menyelesaikan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes) yang mengacu pada visi-misi serta berdasar pada profil desa. Untuk itu, perbekel yang baru ini harus memiliki profil desa yang komprehensif. Hal ini mengemuka dalam rapat kerja antara Komisi I DPRD Kota Denpasar dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kota Denpasar, serta perbekel se-Kota Denpasar Senin (2/12) kemarin. Rapat kerja tersebut dipimpin Ketua DPRD Denpasar I Gusti Ngurah Gede didampingi Wakil Ketua I Made Mulyawan Arya, Ketua Komisi I Ketut Suteja Kumara, serta Kepala DPMD I.B. Alit Wiradana. Suteja Kumara mengungkapkan, dalam memaksimalkan pembangunan desa diperlukan sebuah program yang sesuai dengan kondisi riil di masing-masing desa. Untuk bisa melihat potensi desa, perbekel harus memiliki profil desa yang komprehensif. Bahkan sesuai dengan tuntutan zaman, profil desa tersebut harus berbasis teknologi informasi. Artinya, bila terjadi perubahan dalam waktu singkat, data yang ada di profil desa juga bisa cepat berubah. “Kalau profil desa ini sudah ada, maka program pembangunan desa akan lebih tepat sasaran karena semua potensi desa akan terlihat di profil itu,” ujarnya. Politisi PDI-P ini menambahkan, profil desa tersebut juga akan memuat seberapa banyak desa tersebut memiliki jalan, got, serta fasilitas yang bisa ditangani desa. Termasuk kondisi kependudukan terkini, sehingga data ini bisa digunakan untuk memetakan keperluan sekolah di masing-masing desa. Dengan profil desa yang baik, program pembangunan desa yang tertuang dalam RPJMdes akan sesuai dengan visi misi perbekel. Sementara itu, Kepala DPMD Kota Denpasar I.B. Alit Wiradana mengatakan, saat ini desa-desa yang memiliki perbekel baru sedang dalam proses penyusunan RPJMDes. Para perbekel baru ini dilantik pada 11 November 2019, sehingga pada 11 Februari 2020 RPJMDes sudah harus ditetapkan. Artinya, tiga bulan setelah dilantik sudah harus memiliki RPJMDes. (kmb12)

Balitbang Denpasar Gelar Sosialisasi Puja Indah

DALAM upaya menyebarluaskan manfaat Pusat Jejaring Inovasi Daerah (Puja Indah), Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) menggelar sosialisasi kepada para pegawai di lingkungan OPD Kota Denpasar. Sosialisasi ini juga menghadirkan narasumber dari Balitbang Kementerian Dalam Negeri RI. Kegiatan ini berlangsung selama sehari, Senin (2/12) kemarin, dipandu moderator Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, M.Si. Kepala Balitbang Kota Denpasar Ir. Putu Naning Djayaningsih, M.Si. mengatakan, sosialisasi Puja Indah ini sesuai dengan SE Mendagri No. 049/324/SJ tertanggal 25 April 2019 tentang manfaat Pusat Jejaring Inovasi Daerah. Dalam sosialisasi ini, sejumlah topik akan dibahas bersama. Di antaranya kebijakan inovasi daerah dalam penyelenggaraan pemerintah, indeks inovasi daerah, serta penguatan Balitbang dalam penguatan inovasi daerah. Sementara itu, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra dalam laporannya mengatakan, Pusat Jejaring Inovasi Daerah memiliki

peran yang sangat strategis baik dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik maupun mendorong kemajuan berbagai sektor pembangunan serta selalu berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Inovasi daerah ini juga dapat meningkatkan daya saing daerah melalui pembangunan inovasi, khususnya layanan publik berbasis teknologi informasi. Dikatakan, Kota Denpasar sangat mengapresiasi program inovasi sebagaimana yang diamanatkan oleh Menteri Dalam Negeri, sehingga Pemkot terlebih dahulu mensosialisasikan Pusat Jejaring Inovasi Daerah yang menjadi unggulan program pemerintah pusat, khususnya Kementerian Dalam Negeri. Disampaikan pula kondisi atau gambaran Kota Denpasar saat ini di era digital telah memiliki Damamaya yang diresmikan pada tanggal 27 Februari 2017. Damamaya memiliki fasilitas monitor dan data serta aplikasi yang digunakan untuk memantau, mengkoordinasikan serta mengontrol tindakan yang diperlukan sebagai respons terhadap keluhan dan pengaduan warga

SOSIALISASI - Suasana sosialisasi Puja Indah di Gedung Sewaka Dharma, Senin (2/12) kemarin. Kota Denpasar. Damamaya juga sebagai media untuk mengintegrasikan seluruh data dan informasi yang ada pada organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar. Wali Kota Rai Mantra juga menyampaikan, Kota Denpasar telah memperoleh

predikat Kota Kreatif dalam ajang IGA tahun 2019 dan telah melaporkan 102 buah inovasi daerah yang terdiri dari 50 inovasi bidang pelayanan publik, 28 inovasi di bidang tata kelola pemerintahan dan 24 inovasi di bidang lainnya. Salah seorang narasum-

ber, Kepala Pusat Litbang Inovasi Daerah Kemendagri Drs. Matheostan, M.M. mengungkapkan, inovasi yang dilakukan saat ini sudah menjadi keharusan. Ini merupakan pola pikir baru yang dilakukan pemerintah untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. (ad40)

kan beauty contest. Terlebih setelah dilakukan proses penjajakan kepada calon investor lewat kegiatan market sounding. Dari 31 calon investor, cukup banyak yang berasal dari luar negeri. Ketika disinggung soal tipping fee, Teja menyebut besaran Rp 360 ribu per ton masih belum disepakati oleh kepala daerah Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan). “Rp 360 ribu per ton itu baru perencanaan, belum disepakati. Nanti masih akan

dibicarakan,” jelasnya. Ketinggian sampah di TPA Suwung saat ini diperkirakan mencapai 6 sampai 8 meter. Volume sampah terbanyak disumbangkan oleh Denpasar sebanyak 815 ton per hari, kemudian Badung sebanyak 127 ton per hari, Gianyar sebanyak 85 ton per hari, dan Tabanan sebanyak 4 ton per hari. Akan tetapi, khusus Gianyar dan Tabanan sudah berhenti membuang sampah ke TPA Suwung sejak 2018 lalu. (kmb32)

Puluhan Calon Investor Ikuti ”Market Sounding” Proyek PSEL Sarbagita

Denpasar (Bali Post) -

Proyek Pengelolaan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) TPA Sarbagita Suwung mulai disampaikan kepada calon-calon investor. Sedikitnya ada 31 calon investor dari dalam dan luar negeri mengikuti market sounding KPBU PSEL Sarbagita di Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Senin (2/12) kemarin. Nantinya, Pemprov Bali dan kabupaten/kota akan menyiapkan tipping fee yang besarannya untuk sementara ditetapkan Rp 360 ribu per ton. “Market sounding artinya proyek ini disampaikan ke calon-calon investor yang diundang agar mereka paham. Kemudian bertemu pengembang dan juga pihak perbankan yang nantinya akan memberikan pendanaan,” ujar Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Permukiman, Ditjen Pembiayaan Infrastruktur PU dan Perumahan Kementerian PUPR, R. Haryo Bekti Martoyoedo. Haryo Bekti menambahkan, para calon investor yang hadir juga diharapkan bisa memberi masukan untuk penyempurnaan berbagai hal terkait dengan penyiapan proyek PSEL Sarbagita. Investor juga bebas mengaju-

kan teknologi apapun, karena memang belum dipastikan teknologinya. Namun yang jelas, sampah yang menumpuk harus bisa dikurangi secara signifikan. Kemudian dari pengolahan sampah bisa menghasilkan energi listrik berbasis teknologi ramah lingkungan. “Sesuai isi Perpres Nomor 35 Tahun 2018, diharapkan memang ada listrik sebagai pengembalian investasi dari investornya. Selain dengan tipping fee yang disiapkan oleh Pemprov bekerja sama dengan kabupaten/kota. Tipping fee tadi disampaikan di angka Rp 360 ribu per ton,” paparnya. Menurut Haryo Bekti, nilai investasi PSEL Sarbagita dengan skema Kerjasama

Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) diperkirakan mencapai Rp 2,510 triliun. Untuk PSEL sudah disiapkan lahan seluas 5 hektar di TPA Sarbagita Suwung. Pihaknya memastikan proyek ini tidak akan gagal karena sudah menjadi program prioritas pemerintah pusat. “Ini sebagai nilai tambah supaya tidak gagal,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali I Made Teja menargetkan Januari tahun depan sudah bisa dilakuBerita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Topik : usulan presiden tiga periode

Wedakarna Bertemu Perdana Menteri Kerajaan Kamboja di Sela-sela Asia Pacific Summit

Bali Tegaskan Terdepan Dukung Presiden Jokowi Melawan Radikalisme Berkedok Ormas dan Mafia Hukum

SALAH satu isu Indonesia yang kerap ditanyakan oleh delegasi internasional di berbagai kesempatan belakangan ini adalah terkait keseriusan Presiden Joko Widodo dalam pemberantasan radikalisme yang dianggap sebagai sebuah pemicu dari mandegnya sejumlah rencana kerja pembangunan ekonomi di Indonesia. Selama ini internasional merasa bahwa kepemimpinan Presiden Jokowi sudah sangat baik (right on track) dengan program infrastrukturnya yang masif selama 2014-2019. Namun tetap saja kendalanya ada pada sejumlah isu domestik yang masih dianggap tidak ditangani maksimal oleh negara, salah satunya adalah isu radikalisme. Penegasan bahwa Bali menjadi yang terdepan untuk menolak adanya sistem yang bersumber pada satu agama, ditegaskan oleh Dubes Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III dalam rilisnya usai pertemuan Asia Pacific Conference 2019 yang dihelat oleh Universal Peace Federation (UPF) yang bekerja sama dengan Kantor Perdana Menteri Kamboja di Phnom Penh. Menurut pendapat Arya Wedakarna yang juga Senator DPD-RI asal Bali ini, saat ini adalah momentum bagi Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi untuk memenuhi cita-cita revolusi yang tertunda Bung Karno, yakni memberantas radikalisme yang bercita-cita mendirikan negara khilafah. “Di periode kedua ini, Presiden Joko Widodo harusnya tidak

tersandera dengan tekanan publik masalah radikalisme ini. Misalnya, urusan memperpanjang izin ormas anarkhis yang agak radikal, ya harus diselesaikan dengan radikal dan tegas juga. Contoh saja saat Bung Karno membubarkan Darul Islam/ Tentara Islam Indonesia (DI/ TII) yang merongrong NKRI dengan langsung memerangi dan mengeksekusi Kartosuwiryo. Ini kan hebat, dan Jokowi harusnya bisa ya. Bayangkan jika tidak tegas seperti itu, mungkin Indonesia sudah berubah bentuk saat ini. Jadi, saya akan tetap menyuarakan aspirasi mayoritas komponen adat di Bali, bahwa negara harus tegas menghadapi kaum yang disebut Bung Karno ini kaum ‘sontoloyo’. Semua kan ditulis Bung Karno di bukunya “Di Bawah Bendera Revolusi (DBR). Jadi, harus tegas,” ungkap Gusti Wedakarna yang juga President The Sukarno Center ini. Ia pun menyatakan bahwa Bali sebagai pulau kecil yang mayoritas beragama Hindu, namun minoritas di republik memiliki kepentingan untuk membasmi radikalisme hingga keakar-akarnya. “Jas merah ya, Bali pernah di Bom dua kali pada 2002 dan 2005, dan luka itu tidak akan bisa sembuh selamanya. Sebagai seorang Sukarnois, ada prinsip Anda boleh memaafkan tapi tidak boleh melupakan. Ini yang harus terus diingatkan oleh generasi muda Bali, bahwa ada kelompok manusia Pancasila yang ti-

dak senang dengan Bali dan benci Pancasila, dan kelompok itu akan ada terus dari zaman ke zaman. Dan di era ekonomi ini, ada juga radikalisme berkedok halus yang pelan-pelan menguasai Bali, seperti isu “Bali dalam Genggaman”. Saat Bom Bali I kita diingatkan tidak boleh lupa dengan spirit yang disampaikan oleh (swargi) Ida Pedanda Made Gunung, bahwa ajeg Bali adalah penyemangat agar manusia Hindu Bali mulat sarira lan jengah. Cobaan isu khilafah juga terjadi baru-baru ini saat ada isu dan statemen Bali dan Toba akan dijadikan pusat wisata Halal oleh Menteri Pariwisata. Walau sudah diklarifikasi, ya tetap saja menurut kalangan nasionalis ini pernyataan keblinger. Syukurlah Gubernur Bali dan para tokoh pariwisata Bali menolak ide itu. Sebelumnya ada organisasi ekonomi agama tertentu yang ingin membuat desa agama tertentu di Bali yang ditentang oleh banyak tokoh Hindu Bali beberapa waktu lalu. Sekarang Bali sedang digegerkan dengan adanya kampus yang diduga menjadi sarang bibit radikalisme. Ini harus menjadi perhatian bersama. Di luar Bali kita rasakan juga penolakan ibadah dan pura di Lombok Utara, Bekasi Jawa Barat, dan Bantul Yogyakarta,” ungkap Gusti Wedakarna. Ia pun berpesan kepada pemerintahan Jokowi agar tidak mengecewakan 92 persen pemilih di Bali saat Pemilu 2019, terkait dengan gerakan

radikalisme. “Pemerintah pusat harus menghabisi ormas radikal dan juga mafia hukum yang sudah terpapar radikalisme. Pembersihan sejumlah oknum di institusi KPK dan institusi Polri beberapa waktu lalu perlu didukung. Termasuk politisasi hukum kasus Ibu Sukmawati Soekarno. Ini yang harus diperhatikan oleh

negara. Ngiring masyarakat Bali agar lebih kritis dalam mengawasi perilaku mafia hukum. Ke depan, tokoh lintas agama beraliran Merah Putih harus terus berperan untuk deradikalisme ini. Kita akan bergerak,” ungkap Gusti Wedakarna yang juga Duta Besar Perdamaian UPF PBB ini. (ad45)

SATYAGRAHA – (Atas) Dr. Arya Wedakarna (Dubes Perdamaian UPF) bersama HE Hun Sen (Perdana Menteri Kerajaan Kamboja) di Phnom Penh. (Bawah) AWK bersama Imam Besar Masjid Istiqlal, Sekjen ICMI dan tokoh lintas agama saat dijamu Duta Besar RI untuk Kamboja.


Selasa Paing, 3 Desember 2019

Badung Salah Satu Kabupaten Terbaik Peduli HAM di Indonesia

Bupati Giri Prasta Diundang sebagai Narasumber pada Hari HAM Sedunia KABUPATEN Badung menjadi salah satu kabupaten terbaik peduli Hak Asasi Manusia (HAM) di Bali, bahkan di Indonesia tahun 2019 dan akan diberikan penghargaan sebagai kabupaten terbaik peduli HAM. Atas prestasi tersebut, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta diundang menjadi narasumber pada Forum Kabupaten/Kota Peduli HAM serangkaian Hari HAM sedunia di Bandung, Jawa Barat, pada 9-10 Desember mendatang. Hal tersebut terungkap saat Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menerima kunjungan Kabid HAM Kantor Wilayah (Kanwil) Hukum dan HAM Provinsi Bali Rita Rusmarti, bersama staf di Rumah Jabatan Bupati Badung, Senin (2/12) kemarin. Menurut Rita Rusmarti, Kabupaten Badung sudah tiga kali berturut-turut mendapatkan kriteria peduli HAM. Tahun ini Badung meraih

nilai yang tinggi yakni 94,5 sehingga menjadi salah satu terbaik nasional peduli HAM dan berhak meraih penghargaan. Dengan inovasi-inovasi yang telah berhasil dilaksanakan Badung, Bupati Badung juga diminta menjadi salah satu narasumber dari tujuh kabupaten/kota pada Forum Kabupaten/Kota Peduli HAM. ‘’Bapak Bupati Badung kami mohonkan menjadi narasumber dengan presentasi selama lima menit yang akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember di Gedung Sate. Sementara puncak Hari HAM akan dilaksanakan pada 10 Desember di Gedung Merdeka,’’ terang Rita Rusmarti. Sementara itu, Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta yang pada kesempatan tersebut didampingi Kabag Hukum dan HAM Komang Budhi Argawa dan Kabag Humas Setda Badung Made Suardita sangat mengapresiasi dan mendukung acara per-

ingatan hari HAM sedunia. Sebuah kehormatan baginya yang juga didaulat sebagai salah satu narasumber pada Forum Peduli HAM. Pihaknya sedapat mungkin akan hadir pada acara tersebut. Bicara mengenai peduli HAM, Bupati menjelaskan, kuncinya adalah komitmen dalam mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat yang menjadi tanggung jawab pemerintah, mengingat HAM tersebut merupakan hak dasar atau hak pokok yang dimiliki oleh manusia sejak lahir. Dalam hal ini komitmen Pemkab Badung melaksanakan Nawacita Presiden Jokowi diimplementasikan ke dalam lima prioritas program pembangunan. Prioritas tersebut adalah; pangan, sandang dan papan; kesehatan dan pendidikan; jaminan sosial dan ketenagakerjaan; seni, adat, agama dan budaya serta pariwisata lengkap dengan

infrastrukturnya. Dicontohkan di bidang pendidikan, di Badung sudah gratis. Bidang kesehatan dikelola dengan konsep Tri Kona yakni lahir, hidup dan mati ditanggung pemerintah. Saat lahir sudah mendapat biaya persalinan, Akta Kelahiran, Kartu Identitas Anak dan perubahan KK. Ini dilakukan guna mendukung program Garbasari dengan tujuan mengatasi stunting. Hidup, biaya berobat juga ditanggung, bahkan diberikan santunan penunggu pasien kelas III sebesar Rp 200 ribu per hari. Pada saat mati, ada program 3 in 1, yaitu mendapat santunan kematian sebesar Rp 10 juta, Akta Kematian dan perubahan KK. ‘’Dengan konsep Tri Kona ini kami selalu fokus dan totalitas di bidang kesehatan. Begitu pula jaminan sosial dan tenaga kerja, dengan adanya jaminan kematian, jaminan kecelakaan, pensiun dan hari tua,’’ jelasnya. (ad46)

KUNJUNGAN - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta menerima kunjungan Kabid HAM Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Bali Rita Rusmarti bersama staf di Rumah Jabatan Bupati Badung, Senin (2/12) kemarin.

Sebarkan Informasi Keamanan Obat dan Makanan

BBPOM Gandeng Media Massa BALAI Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) memiliki tugas mengawasi keamanan obat dan makanan yang beredar di masyarakat. Dalam menjalankan tugasnya, BBPOM tentu memerlukan media untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat. Oleh karena itu, BBPOM di Denpasar menggandeng media massa yang ada di Bali untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat mengenai obat dan makanan yang aman. Guna semakin mendekatkan diri kepada media massa, BBPOM di Denpasar memberikan penghargaan kepada media yang kerap memuat informasi mengenai kegiataan BBPOM. Salah satu media yang mendapatkan penghargaan tersebut adalah Bali Post. Penghargaan ini diberikan pada media gathering, Senin (2/12) kemarin di Sanur.

Kepala BBPOM di Denpasar I Gusti Ayu Adhi Aryapatni berharap ke depannya media tidak hanya memuat pemberitaan mengenai temuan bahan berbahaya baik di obat maupun makanan, tetapi juga memberikan edukasi dan penyuluhan mengenai keamanan pangan dan obat. ‘’Media sangat penting dalam menyebarkan informasi mengenai edukasi kepada masyarakat mengenai pangan dan obat yang aman. Jadi tidak sebatas pemberitaan saat ada temuan saja,’’ ujar Aryapatni. Ia juga meminta masukan dan saran dari media mengenai apa saja yang diperlukan masyarakat dalam hal perlindungan terhadap bahan berbahaya pada makanan dan obat. ‘’Kita saling berkoordinasi untuk bersama-sama memberikan informasi dan mengedukasi masyarakat,’’ tuturnya. (san)

Bali Post/san

PENGHARGAAN - Penghargaan BBPOM di Denpasar kepada Bali Post dalam hal pemberitaan informasi mengenai keamanan obat dan makanan di Bali, yang diserahkan Senin (2/12) kemarin di Sanur.

Banyak Perusahaan Enggan Sosialisasikan Bahaya HIV/AIDS Mangupura (Bali Post) Sosialisasi terkait bahaya HIV/AIDS diharapkan bisa menyasar karyawan di perusahaan swasta. Untuk itu, pemilik perusahaan diharapkan memiliki kesadaran untuk memfasilitasinya. Karena, seperti diakui Koordinator Yayasan Kerti Praja Dewa Nyoman Suyetna, sejauh ini masih banyak perusahaan yang enggan melakukan sosialisasi bahaya HIV/AIDS. Menurut Suyetna, sosialisasi bahaya HIV/AIDS belum banyak dilakukan di kalangan swasta lantaran masih dianggap tidak terlalu penting. ‘’Ada perusahaan yang memang tidak mau memberikan penyuluhan atau pemahaman

terkait bahaya HIV/AIDS. Bahkan banyak perusahaan yang menganggap itu tidak terlalu penting,’’ katanya, Senin (2/12) kemarin di Benoa. Pihaknya berharap perusahaan di Bali rutin melakukan sosialisasi terkait HIV/AIDS. Sebab hal ini merupakan bentuk pencegahan penyebaran virus berbahaya tersebut. Dari data Dinas Kesehatan Bali, sejak HIV pertama kali ditemukan hingga bulan Juni 2019, total sebanyak 21.597 ribu orang positif HIV di Bali. Denpasar, kata dia menduduki urutan pertama dengan jumlah 8.084 orang. Sementara urutan kedua Badung dengan jumlah 3.625 orang, disusul Buleleng sebanyak 3.143 orang. (kmb23)

Program DLHK Dinilai Belum Sentuh Pokok Masalah

Mangupura (Bali Post) -

Rapat kerja (raker) Komisi II DPRD Badung dengan jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung memanas. Raker yang dipimpin Ketua Komisi II Gusti Anom Gumanti, Senin (2/12) kemarin, mengagendakan pembahasan penanganan masalah sampah di Gumi Keris. Jajaran DLHK Badung jadi bulan-bulanan dewan yang hadir dalam raker, seperti I Gusti Lanang Umbara, I Made Wijaya, I G.A. Inda Trimafo Yudha, I.B. Sunartha, Nyoman Dirga Yusa, dan I.B. Alit Argapatra. Komentar dewan dipicu pemaparan Kepala DLHK Putu Eka Merthawan dalam mengelola sampah. Wakil rakyat Badung menilai program yang dipaparkan DLHK belum menyentuh pokok permasalahan, bahkan cenderung dianggap lips service. Sorotan pertama datang dari I Gusti Lanang Umbara. Politisi asal Pelaga ini menilai gagasan DLHK tidak linier dengan arahan Bupati Badung. Lanang Umbara pun mengingatkan Kepala DLHK agar membuat program dan kebijakan sejalan dengan keinginan bupati. ‘’Pak Kadis, saya minta tidak cuma lips servis bagus di permukaan. Bagi kami masalah seremonial nomor dua, yang

terpenting adalah kerja nyata. Karena Badung saat ini darurat sampah,’’ ujarnya. Mantan Ketua Forum Perbekel se-Badung ini mengharapkan, dengan penutupan TPA Suwung DLHK secepatnya membuat terobosan sehingga penanganan sampah tidak ngadat seperti saat ini. Ia berharap DLHK bisa membangun TPA berbasis teknologi dan ramah lingkungan. ‘’Yang kami inginkan DLHK itu harus bisa membuat sampah menjadi berkah. TPA itu harus indah, bisa jadi tempat rekreasi dan edukasi. Kalau tidak begitu, semua desa pasti menolak dibangun TPA. Tapi, kalau sudah bersih semua pasti mau,’’ ungkapnya. Sorotan juga datang dari I.B. Sunartha dan Made Wijaya. Dua politisi ini mempertanyakan program jangka pendek pengelolaan sampah, menengah dan panjang. Sejauh ini mereka menilai belum ada tero-

bosan dari DLHK. Sementara sampah saat ini sudah dititip di sejumlah titik yang notabene ditakutkan menimbulkan masalah baru. ‘’Untuk jangka pendek Pak Kadis perlu dana berapa, skala prioritas jangka pendeknya apa? Karena tanggal 30 November lalu Badung sudah tidak boleh buang sampah ke Suwung,’’ kata Sunartha. Sementara itu, Made Wijaya mengingatkan agar daerah destinasi pariwisata seperti Kuta tidak dijadikan tempat penampungan sampah. Pasalnya, di daerah itu banyak akomodasi wisata yang rawan keluhan. Terlebih, kata politisi Gerindra asal Tanjung Benoa ini, di Badung Selatan terdapat banyak hotel yang menyumbangkan PAD untuk Kabupaten Badung. ‘’Kalau bisa, jangan sampai diganggu sampah. Bagi desa yang sudah siap, segera dong pasangin mesin. Berikan pendampingan, jangan dibiar-

Rencana Pemangkasan TPP Resahkan ASN Mangupura (Bali Post) Pemangkasan Tunjangan Penghasilan Pegawai (TPP) menjadi pergunjingan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkab Badung. Mereka menilai pemotongan TPP akan menambah beban pegawai. Terlebih dari informasi yang beredar pemotongan TPP mencapai 50 persen lebih. Persoalan tersebut mendapat sorotan Wakil Ketua DPRD Badung Wayan Suyasa. Politisi asal Desa Penarungan ini menilai, kebijakan yang diambil kurang tepat karena akan membuat para ASN khususnya yang memiliki tanggungan yang cukup banyak akan kelimpungan. ‘’Dari sejumlah masukan yang kami terima, sejumlah ASN mengandalkan TPP ini untuk membayar utang. Tapi karena kebijakan adanya pemotongan TPP ini, jelas mer-

eka pun kelimpungan untuk membayar cicilan di bank,’’ ujar Suyasa, Senin (2/12) kemarin. Menurutnya, kebijakan memangkas penghasilan pegawai perlu dikaji kembali. Sebab, ASN merupakan bagian dari aset daerah yang perlu dipelihara dengan baik. ‘’Untuk itu kami kurang setuju jika tunjangan perbaikan penghasilan mereka harus dipangkas, meski ada aturan Mendagri,’’ ungkapnya. Anggota Fraksi Golkar ini menilai pemangkasan TPP bukan solusi tepat dalam memperbaiki kondisi keuangan Badung yang defisit. Lebih baik pemerintah mengurangi pengeluaran dana hibah ke luar daerah untuk memperbaiki keuangan Badung. ‘’Bukannya kami melarang untuk melakukan itu, tapi selayaknya perbaiki dulu masalah kita di dalam baru men-

gurusi permasalahan yang di luar. Karena kami melihat dari sisi kemampuan daerah. Saya rasa kemampuan keuangan Badung mampu untuk tetap mensejahterakan pegawainya,’’ tegasnya. Sebelumnya, Sekda Badung Wayan Adi Arnawa mengatakan tak dapat berbuat banyak mengenai keputusan Mendagri Nomor 061-5449 Tahun 2019 tentang tata cara persetujuan Mendagri terhadap tambahan penghasilan pegawai ASN di lingkungan pemerintah daerah. ‘’Kita sekarang tidak dapat sembarangan menetapkan TPP karena harus ada persetujuan dari Mendagri,’’ ujarnya. Menurutnya, dalam pemberian TPP, kepala daerah tidak hanya harus mendapatkan persetujuan DPRD namun perlu adanya konsultasi dan persetujuan Mendagri. (kmb27)

kan begitu saja,’’ tegasnya. Dirga Yusa yang mendapat giliran berikutnya langsung menyebut DLHK kurang sigap sehingga membuat Badung booming sampah. ‘’Kami melihat tidak ada persiapan setelah penutupan TPA Suwung,’’ sebutnya. Sementara Inda Trimafo meminta DLHK membeberkan rencana penggunaan dana Rp 2,5 miliar yang akan diberikan ke desa. Sebab sejauh ini belum ada sosialisasi ke desa terkait perencanaan penggunaan anggaran. Menyikapi pertanyaan dewan tersebut, Kepala DLHK Badung Eka Merthawan menegaskan. pihaknya tidak tinggal diam dalam menangani masalah sampah. Hanya saja penghentian mendadak pembuangan sampah ke TPA Suwung membuat pihaknya kelimpungan. ‘’Tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba kami dilarang membuang sampah ke TPA Suwung, jelas ini membuat kami kewalahan. Saat ini kami terpaksa menitipkan sampah sementara di Tuban, lantaran tidak ada tempat,’’ jelasnya.

Bali Post/par

RAKER - Ketua Komisi II Gusti Anom Gumanti memimpin raker Komisi II dengan DLHK Badung, Senin (2/12) kemarin. Guna mengatasi masalah sampah, DLHK telah mempersiapkan langkah penanganan jangka pendek dan menengah. Untuk jangka pendek, akhir tahun ini telah dibangun TPS di Terminal Mengwi. TPS ini memakai sistem Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Pembangunan

TPS akan rampung 19 Desember dan langsung beroperasi. Nantinya sampah yang dititip di Tuban mendapatkan prioritas untuk dibawa ke TPS di Terminal Mengwi. Lebih jauh diterangkan, dalam hal pengelolaan jangka menengah dan panjang pihaknya tengah merancang

pembangunan Badung Recycle Park (BRP) di Canggu. BRP juga memakai sistem KPBU. BRP dirancang berkapasitas 500 ton sampah per hari. Pihaknya pun mengaku membutuhkan dukungan dewan Badung. Pasalnya, lahan yang akan digunakan tersebut berstatus lahan basah. (kmb27)


Selasa Paing, 3 Desember 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Unud Sosialisasikan Perubahan Sistem Masuk Perguruan Tinggi ke SMA Se-Bali UNIVERSITAS Udayana (Unud) menyosialisasikan perubahan sistem masuk ke perguruan tinggi melalui Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) dan sosialisasi cara masuk jalur mandiri dan beasiswa tahun 2020 di Gedung Widya Sabha, Kampus Bukit Jimbaran, Badung, Senin (2/12) kemarin. Sosialisasi dihadiri sekitar 1.200 orang. Terdiri dari kepala sekolah, guru bidang IT dan perwakilan siswa dari seluruh SMA/ SMK/MA di Provinsi Bali. Pembicaranya Wakil Rektor Unud Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara, Kepala Unit Sumber Daya Informasi Udayana Dr. I Nyoman Putra Sastra, Ketua Penyelenggara KIP Kuliah Udayana Ir. Ida Bagus Wayan Gunam, M.P., Ph.D., Kepala Biro Kemahasiswaan I Dewa Gede Oka, S.E. dan Humas LTMPT I Made Budi Astrawan. Selain itu, civitas akademika Udayana yang membidangi akademik juga turut hadir dalam kegiatan sosialisasi tersebut. Wakil Rektor Bidang Akademik mengatakan, sosialisasi perubahan sistem masuk perguruan tinggi tahun 2020 ini wajib dilakukan karena menyangkut keberlangsungan bidang pendidikan anak kelas tiga di sekolah tingkat SMA/SMK/MA. Ada sejumlah perubahan sistem yang sangat penting untuk diketahui dalam penerimaan mahasiswa baru. ‘’Ini tidak sama dengan proses sebelumnya. Sangat perlu disosialisasikan agar tidak sampai disinformasi yang berdampak pada siswa, tidak mendapatkan informasi bagus, sehingga mereka tidak bisa diterima di perguruan tinggi,’’ katanya. Lebih lanjut dikatakan, beberapa perbedaan penerimaan mahasiswa baru tahun 2020

meliputi, para peserta diwajibkan untuk melakukan registrasi dalam sistem Single Sign On (SSO), baik di SNMPTN maupun SBMPTN. Pembuatan akun ini dimulai dari Senin (2/12) kemarin. Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dilakukan pihak sekolah. Kuota jumlah siswa yang masuk pemeringkatan berdasarkan akreditasi sekolah, yaitu sekolah terakreditasi A sebanyak 40% yang merupakan siswa terbaik di sekolahnya. Sekolah terakreditasi B sebanyak 25%, dan sekolah terakreditasi C serta lainnya sebanyak 5%. Peserta yang mendaftar jalur SBMPTN akan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2020 yang dilaksanakan selama satu minggu dengan 14 sesi (dua sesi setiap hari) dan dilak-

sanakan di 74 Pusat UTBK PTN. Peserta hanya diperbolehkan mengikuti satu kali tes sesuai dengan kelompok tes yang diikuti, yaitu Saintek, Soshum, dan Campuran. Hasil UTBK 2020 hanya berlaku untuk penerimaan mahasiswa baru tahun 2020 dan hasilnya akan diberikan pada peserta secara individu. Hasil ini dapat digunakan oleh PTN dalam pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru jalur seleksi mandiri 2020. Selain itu, Unud juga akan menerima mahasiswa berprestasi. Bagi yang tidak lulus, namun punya prestasi, maka tim turun mengecek langsung prestasinya ke sekolah, sehingga nantinya memang benarbenar bisa menjadi mahasiswa Unud berprestasi. (ad43)

SOSIALISASI - Universitas Udayana (Unud) menggelar sosialisasi perubahan sistem masuk perguruan tinggi kepada kepala sekolah, guru dan siswa SMA/SMK/MA se-Bali.

BPDASHL Unda Anyar Gelar ’’Workshop’’ Pemanfaatan HHBK dan Jasa Lingkungan UNTUK memberikan informasi dan keterampilan terhadap kelompok tani mengenai pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu Mangrove (HHBK) dan jasa lingkungan, Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung (BPDASHL) Unda Anyar, Senin (2/12) kemarin menggelar workshop. Pemanfaatan HHBK ini meliputi pengolahan buah mangrove untuk berbagai olahan seperti sirup, sabun cuci piring, tepung (bahan dasar kue), beras mangrove, lulur dan pewarna alami (batik). Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Kepala BPDASHL Unda Anyar Dr. Ir. Titik Wurdiningsih, M.Si. ini diikuti perwakilan dari instansi dan kelompok tani dari seluruh Bali. Titik Wurdiningsih pada kesempatan tersebut mengatakan, potensi mangrove di Bali yang sebagian besar berada dalam kawasan konservasi, tidak menutup kemungkinan bisa dimanfaatkan guna mendapatkan nilai ekonomi, baik untuk pemerintah maupun masyarakat. Adapun pemanfaatan kawasan mangrove, salah satunya untuk wisata atau jasa lingkungan seperti yang dilakukan di Tahura Ngurah Rai, Nusa Lembongan dan

Taman Nasional Bali Barat. Dikatakannya, mangrove di Bali pernah mengalami masa suram pada tahun 1970-an. Pada saat itu, kata Titik Wurdaningsih, sebagian kawasan mangrove beralih fungsi menjadi tambak. Hal ini sempat berlangsung sampai tahun 1980an dan mengakibatkan mangrove semakin terdegradasi. ‘’Berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk memulihkan hal tersebut. Antara lain melaksanakan penanaman/ rehabilitasi,’’ ujarnya. Lebih lanjut dijelaskan, hutan mangrove merupakan salah satu sumber daya alam daerah pantai yang mempunyai fungsi perlindungan dan pelestarian alam, fungsi produksi, serta merupakan suatu ekosistem hutan yang sangat unik. Yaitu sebagai penyambung interface antara ekosistem daratan dengan ekosistem lautan. Mangrove di Bali memiliki luas kurang lebih 3.000 hektar yang tersebar di beberapa lokasi. Seperti di Tahura Ngurah Rai seluas 1.373,5 hektar, di Kabupaten Jembrana, di Taman Nasional Bali Barat, Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Klungkung yakni Nusa Lembongan dan

Nusa Ceningan. ‘’Sebagai suatu ekosistem yang unik, mangrove memegang peranan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Mangrove mampu menyerap carbon 5 (lima) kali lebih banyak dibandingkan dengan vegetasi daratan. Hal ini sangat penting dalam mendukung upaya pengendalian perubahan iklim,’’ bebernya. Ditambahkan, pemanfaatan mangrove tanpa merusak vegetasi merupakan upaya bijaksana yang perlu disebarluaskan dan ditularkan ke wilayah lain yang memiliki kawasan mangrove, sehingga keberadaan mangrove akan lestari. Pihaknya menyampaikan, kelestarian mangrove tidak akan terjadi tanpa peran semua pihak. Oleh karena itu, peran masyarakat di sekitar mangrove menjadi sangat penting. Melalui kegiatan ini, diharapkan kelompok mangrove mampu mengembangkan potensi yang ada di daerahnya untuk jasa lingkungan maupun pemanfaatan hasil hutan kayu mangrove, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat. (ad38)

WORKSHOP - Kepala BPDASHL Unda Anyar Dr. Ir. Titik Wurdiningsih, M.Si. berfoto bersama dengan peserta workshop usai pembukaan, Senin (2/12) kemarin, di Kuta.

FOTO BERSAMA - Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. bersama Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. dan seluruh pimpinan fakultas di lingkungan Unwar berfoto bersama Auditor Leader Tim Asesor TUV Rheinland Indonesia, Abdul Manan Aruli.

BPM Unwar Gelar Audit Sertifikasi ISO 9001:2015 DALAM upaya meningkatkan sertifikasi ISO 9001:2008 ke versi ISO 9001:2015 yang akan berakhir pada 23 Januari 2021, Badan Penjaminan Mutu Universitas Warmadewa (BPM Unwar) menggelar 2nd Follow Up Audit (Surveillance) ISO 9001:2015 yang bekerja sama dengan TUV Rheinland Indonesia. Audit Surveillance akan dilakukan selama tiga hari, mulai 2 - 4 Desember 2019 yang menghadirkan Auditor Leader Tim Asesor TUV Rheinland Indonesia Abdul Manan Aruli. Di sela-sela pembukaan Audit Surveillance ISO 9001:2015 yang dilakukan di Ruang Jayasingha Mandapa Unwar, Senin (2/12) kemarin, Kepala BPM Unwar I Wayan Gede Merta, S.E., M.Si. mengatakan audit surveillance adalah audit yang wajib dilakukan badan sertifikasi independen setiap enam bulan atau satu tahun sekali terhadap instansi yang telah bersertifikat ISO. Tujuannya untuk menentukan apakah organisasi tersebut masih berhak menyandang sertifikat ISO atau tidak. Oleh karena itu, Unwar telah meningkatkan sertifikasi ISO dari 9001:2008 ke versi ISO 9001:2015 sejak 30 Januari 2018 dan akan berakhir 23 Januari 2021. Dalam setahun terakhir, dika-

takan sejumlah pencapaian kinerja utama Unwar telah tercapai. Di antaranya perolehan status akreditasi unggul (A) untuk dua Program Studi (Prodi) yaitu Prodi Pertenakan dan Prodi Ilmu Hukum), peningkatan jumlah pendaftaran mahasiswa baru, baik program sarjana, profesi, dan pascasarjana, meningkatnya jumlah mahasiswa asing yang mengikuti pendidikan di Unwar, rata-rata IPK lulusan sudah mulai mencapai standar, meningkatnya prestasi mahasiswa di dunia internasional, meningkatnya daya saing lulusan, meningkatnya jumlah dosen S-3 dan guru besar, meningkatnya produktivitas penelitian dan PKM mahasiswa, dan terjadi peningkatan kepuasan pengguna (stakeholder). Rektor Unwar Prof. dr. Dewa Putu Widjana, DAP&E., Sp.ParK. mengatakan audit yang dilaksanakan telah sesuai dengan visi-misi Unwar untuk memiliki daya saing global di tahun 2034. Diharapkan unit-unit kerja yang ada di Unwar untuk segera dilakukan audit ISO, seperti Perpustakaan dan Klinik Pratama Unwar. Apalagi, beberapa hasil observasi dan tanggapan dari asesor BAN-PT saat melakukan asesmen lapangan, Perpustakaan Unwar mendapatkan apresiasi

positif dari para asesor. Selain itu, UPK Klinik Pratama Unwar juga didorong untuk segera memiliki akreditasi ISO. Sebab, akerditasi ISO akan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sebagai stakehorlder dan mampu terus meningkatkan pelayanan yang optimal. ‘’Dengan audit 2nd Follow Up ini, semestinya lebih kecil kekurangan yang ditemukan serta mampu memberikan kontribusi tambahan dalam meningkatkan akreditasi prodi dan akreditasi perguruan tinggi yang saat ini sedang dikerjakan,’’ tandas Prof. Widjana. Hal senada juga dikatakan Ketua Yayasan Kesejahteraan Korpri Propinsi Bali Dr. Drs. A.A. Gede Oka Wisnumurti, M.Si. Pihaknya mendorong semua UPK yang berada di bawah yayasan, perlu melaksakan audit ISO. Sebab, dengan adanya audit ISO segala pekerjaan yang dilaksanakan telah memiliki standar yang baik. Apalagi, selama ini Unwar juga telah melaksanakan audit secara internal dan eksternal. ‘’Dengan banyaknya lembaga audit internasional akan menunjukkan nilai tersendiri dan mampu dipercaya baik masyarakat, serta dapat memberikan kepuasan pelayanan kepada mahasiswa,’’ pungkasnya. (ad48)

Rektor Unud Pastikan Kesiapan Dalam Perubahan Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru REKTOR Universitas Udayana (Unud) Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). memastikan kampus yang dipimpinnya sangat siap dalam melakukan proses penerimaan mahasiswa baru tahun 2020. Sebagaimana peraturan penerimaan mahasiswa baru perguruan tinggi negeri tahun 2020 oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). ‘’Kendati ada perubahan sistem masuk PTN, Unud menargetkan penerimaan mahasiswa baru di tahun 2020 mencapai 7.200 orang, dan akan berlangsung dengan tiga jalur penerimaan. Di antaranya SNMPTN dengan kuota minimum 20 persen dari daya tampung PTN, SBMPTN dengan kuota minimum 40 persen, dan seleksi mandiri maksimum 30 persen,’’ jelasnya dalam jumpa pers di Kampus Bukit Jimbaran, Badung, Senin (2/12) kemarin. Prof. Raka Sudewi mengatakan, terdapat beberapa hal baru dalam pelaksanaan SNMPTN 2020. Di antaranya pemeringkatan siswa pada Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) dilakukan oleh sekolah. Kuota jumlah siswa yang masuk pemeringkatan berdasarkan akreditasi sekolah, yaitu sekolah terakreditasi A sebanyak 40 persen yang merupakan siswa terbaik di sekolahnya, sekolah terakreditasi B sebanyak 25 persen, dan sekolah terakreditasi C serta lainnya sebanyak 5 persen. Peserta yang mendaftar jalur SBMPTN akan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2020 yang dilaksanakan selama satu minggu dengan 14 sesi (dua sesi setiap hari) dan dilaksanakan di 74 Pusat UTBK PTN. Peserta hanya diperbolehkan mengikuti satu kali tes sesuai

KONFERENSI PERS - Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik, Wakil Rektor Bidang Keuangan, dan civitas akademika Unud lainnya saat konferensi pers tentang perubahan sistem cara masuk perguruan tinggi negeri tahun 2020. dengan kelompok tes yang diikuti, yaitu Saintek, Soshum, dan Campuran. Hasil UTBK 2020 hanya berlaku untuk penerimaan mahasiswa baru tahun 2020 dan hasilnya akan diberikan pada peserta secara individu. Hasil ini dapat digunakan oleh PTN dalam pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru jalur Seleksi Mandiri 2020. Tahun 2020 akan diterapkan kebijakan Single Sign On (SSO) bagi calon peserta SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN 2020. Hal ini merupakan tahap awal pendaftaran SNMPTN, UTBK, dan SBMPTN 2020. Setiap peserta diwajibkan memiliki akun LTMPT dengan

melakukan registrasi akun melalui laman http://portal.ltmpt.ac.id. Selain itu, perubahan di tahun 2020 juga terjadi bagi siswa pendaftar dari keluarga kurang mampu secara ekonomi yang dapat mengajukan bantuan biaya pendidikan melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) atau Afirmasi Pendidikan Daerah 3T (Adik). Dulu namanya program beasiswa Bidikmisi. Tahun 2020 program itu diintegrasikan ke dalam Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah). Di mana jumlahnya tidak jauh, dan akan diatur lebih lanjut dalam peraturan nantinya. (ad44)

SMAN 1 Kuta Juarai Turnamen Honda ADV150 Futsal Cup 2019 SETELAH berlangsung selama dua pekan, sejak 16 No vember - 1 Desember 2019 turnamen futsal paling bergengsi antar-SMA/SMK se-Bali yang diselenggarakan Astra Motor Bali pun berakhir. Kedudukan 1-0 yang diraih SMAN 1 Kuta dengan keberhasilannya menjadi juara I, didampingi SMAN 2 Amlapura sebagai runner-up dan disusul SMAN 5 Denpasar sebagai juara III. Pertandingan yang mendapat respons positif di kalangan anak sekolah ini berjalan lancar. Selain pemenang juara juga diumumkan top scorer yang

diraih I Gede Wira Juniartha Putra, siswa dari SMA Negeri 5 Denpasar, dan best player diraih Joan Meta dari SMA Negeri 1 Kuta. Antusias terlihat sejak pembukaan turnamen futsal pada 16 November yang lalu. Para pemain juga didukung supporter yang setia mengikuti pertandingan hingga usai. Hingga terpilihlah SMK Triatmajaya Badung sebagai best supporter pilihan dewan juri. Turnamen Honda ADV150 Futsal Cup 2019 dilaksanakan di Meazza Futsal Jalan Teuku Umar Barat, Denpasar, melibatkan 32 tim futsal SMA/SMK

se-Bali. Turnamen yang memperebutkan piala bergilir dan uang pembinaan bagi juara satu sampai tiga ini menggunakan sistem gugur, serta mengangkat tema ‘’Junjung Tinggi Sportivitas dan Kebersamaan dalam Satu Olahraga’’. Region Head Astra Motor Bali Wahyudi Saputra mengucapkan selamat kepada para pemenang dan terima kasih kepada panitia, PSSI Bali, Meazza Futsal dan para peserta, sehingga turnamen ini berjalan lancar dan mendapat respons yang sangat positif. Dalam olahraga futsal, peserta

yang bertanding menjadi cerminan dari semangat dan kerja sama tim serta menjunjung tinggi sportivitas. ‘’Turnamen Honda ADV150 Futsal Cup sudah usai. Semoga ke depannya bukan hanya olahraga futsal, namun cabang olahraga lainnya. Kami berharap turnamen perdana ini dapat dilanjutkan pada tahun berikutnya, sehingga hobi para siswa untuk bermain futsal dapat terakomodir, tidak hanya membawa olahraga futsal saja, tapi di sini peserta juga membawa nama sekolah,’’ ungkap Wahyudi. (bns1)

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

t


Selasa Paing, 3 Desember 2019

518 Ibu Hamil Jalani PMTCT di RSUP Sanglah Denpasar (Bali Post) Mencegah penularan virus HIV dari ibu ke janinnya, pemerintah menggelar program Prevention Mother To Child Transmission of HIV (PMTCT) atau pencegahan penularan HIV dari ibu positif ke janin. Untuk di Bali, program PMTCT ini sudah ada di beberapa layanan kesehatan, salah satunya di RSUP Sanglah. Sejak terbentuk Desember 2015 hingga saat ini, total ibu hamil yang menjalani PMTCT di RSUP Sanglah sebanyak 518 orang. Menurut dokter Obgyn RSUP Sanglah Dr. dr. AAN Jaya Kusuma, Sp.OG(K)., MARS., saat ini untuk mencegah infeksi virus HIV dari ibu ke janin, pemerintah sudah menerapkan tiga pemeriksaan dasar untuk ibu hamil yang saat ini sudah bisa dilakukan di setiap puskesmas. Adapun tiga pemeriksaan dasar ini adalah pemeriksaan hepatitis, spilis dan HIV. Jika dalam pemeriksaan ini ibu hamil positif, maka akan dirujuk ke layanan kesehatan tingkat lanjut untuk mendapatkan perawatan. Untuk ibu hamil dengan positif HIV akan diarahkan menjalani program PMTCT. Hingga saat ini, dari 518 ibu hamil yang menjalani program PMTCT di RSUP Sanglah, menurut Jaya Kusuma, hanya 150 bayi yang kembali menjalani tes pemeriksaan virus HIV. ‘’Hasilnya 150 bayi ini semuanya negatif dari virus,’’ ujarnya. Diakuinya, loss contact terhadap bayi-bayi yang lahir lewat program PMTCT ini cukup tinggi. Ini dikarenakan ibu-ibu dengan HIV positif masih cenderung percaya dirinya rendah dan ketakutannya besar. Sehingga kebanyakan tidak datang kembali ke RSUP untuk melakukan tes HIV pada bayinya. Namun, kata Jaya Kusuma, keberhasilan PMTCT tinggi meski tidak dilakukan pemeriksaan diyakini bayi yang lahir tersebut negatif HIV. Dalam pemeriksaan bayi lahir lewat program PMTCT, RSUP Sanglah sudah memiliki metode pemeriksaan cepat. Di mana bayi bisa diperiksa positif atau negatif HIV saat usia enam minggu. Sayangnya, saat ini reagen yang biasa disediakan Dinas Kesehatan Provinsi untuk pemeriksaan cepat ini sudah habis untuk saat ini. Sehingga RSUP Sanglah melakukan pemeriksaan biasa, di mana bayi bisa ditentukan negatif atau positif saat usia enam bulan atau 18 bulan. ‘’Diharapkan reagen untuk pemeriksaan cepat ini bisa disediakan kembali oleh Dinas,’’ harap Jaya Kusuma. Saat ini, PMTCT RSUP Sanglah sedang merawat 10 ibu hamil dengan HIV. Jaya Kusuma mengatakan bagi pasangan ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) maupun ibu hamil positif HIV tidak perlu takut saat hendak atau mendapatkan keturunan. Sebab, dengan menjalani PMTCT sejak dini, maka potensi untuk mencegah infeksi HIV ke janin pun besar. Ibu hamil disarankan menjalani PMTCT saat usia kehamilan memasuki trisemester pertama. Ibu akan mendapakan terapi ARV selama kehamilan. Jika saat kelahiran pemeriksaan vital load atau beban virusnya rendah, ibu bisa menjalani proses kelahiran bayi secara normal. ‘’Tetapi jika vital load-nya tinggi, maka bayi lahir dengan cara caesar,’’ jelas Jaya Kusuma. (kmb24)

Tim Wasrik BPK Periksa Kinerja Kodam Denpasar (Bali Post) Tim Wasrik BPK-RI mulai melaksanakan pemeriksaan kinerja atas penerapan mekanisme pelaksanaan anggaran belanja negara sesuai PMK Nomor 143/PMK.05/2018 di Makodam IX/ Udayana, Senin (2/12) kemarin. Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto diwakili Kasdam Brigjen TNI Kasuri berharap pemeriksaan atas laporan keuangan Kementerian Pertahanan dan TNI tahun 2019 dapat berjalan lancar. Lebih lanjut, Kasdam menyampaikan karakteristik wilayah Kodam IX/Udayana yang terdiri dari tiga provinsi yaitu Provinsi Bali sebagai destinasi wisata domestik dan mancanegara. Bali sering dijadikan sebagai tempat pelaksanaan event berskala nasional maupun internasional, sehingga memerlukan pengamanan VIP dan VVIP secara ekstra untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang dapat merusak citra Bali khususnya dan Indonesia pada umumnya. Sementara Provinsi NTB dari segi keamanan masih sering terjadi konflik komunal di masyarakat yang disebabkan adanya perbedaan atau keragaman berbagai suku yang ada. Kondisi ini jelas memerlukan perhatian yang serius agar keamanan dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga. Kemudian Provinsi NTT yang berbatasan langsung dengan RDTL (Republik Demokratik Timor Leste) sampai saat ini masih sering terjadi pelanggaran lintas batas seperti penyelundupan imigran gelap, BBM, sembako dan lain-lain. ‘’Adanya berbagai kendala yang dihadapi tersebut, komando dengan segenap perangkat yang dimiliki selalu berupaya melakukan berbagai inisiatif dan prakarsa. Tujuannya untuk melaksanakan program kerja agar lebih berdaya guna dan berhasil guna,’’ tegasnya. Wasrik BPK-RI ini akan dilaksanakan mulai Senin (2/12) hingga Jumat (6/12) mendatang. Pangdam menekankan, guna membantu kelancaran pelaksanaan wasrik kepada objek pemeriksaan, terutama para pejabat yang mengelola anggaran agar menerima tim dengan baik sesuai etika dengan penuh keterbukaan dalam menyampaikan jawaban dan penjelasan. Dengan demikian, kegiatan pengawasan dan pemeriksaan di satuan jajaran Kodam IX/Udayana mencapai sasaran yang diharapkan. (kmb36)

Bali Post/ist

TIM BPK - Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Kasuri saat menerima Tim Wasrik BPK-RI.

Bali Post/eka

PERTANIAN - Seorang petani tengah membajak lahan dengan traktor di Penarungan, Badung. Dari data BPS Bali, indeks Nilai Tukar Petani (NTP) pada November 2019 tercatat mengalami peningkatan 0,67 persen dari bulan sebelumnya. Di mana kenaikan ini secara umum bersumber dari subsektor penyusunnya, seperti subsektor hortikultura, tanaman pangan, peternakan, dan tanaman perkebunan.

November 2019, NTP Bali Naik 0,67 Persen Denpasar (Bali Post) Setelah turun berturutturut selama tiga bulan terakhir, per November 2019 indeks Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bali tercatat naik 0,67 persen. NTP Oktober 2019 103,66 menjadi 104,35 pada November 2019. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Adi Nugroho mengatakan, kenaikan indeks NTP November 2018 secara umum bersumber dari naiknya indeks NTP subsektor penyusunnya. Antara lain indeks subsektor hortikultura naik

1,98 persen, tanaman pangan 0,47 persen, peternakan 0,25 persen dan tanaman perkebunan rakyat 0,10 persen. Sementara itu, subsektor perikanan menjadi satusatunya subsektor yang menurun yaitu -0,36 persen. Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Bali pada November 2019 tercatat meningkat setinggi 0,86 persen, dari 112,18 pada bulan sebelumnya menjadi 112,18. Kenaikan indeks NTUP tercatat pada hampir semua subsektor, kecuali subsektor perikanan. Subsektor yang tercatat

meningkat indeks NTUP paling tinggi yaitu hortikultura dengan kenaikan setinggi 2,28 persen, disusul subsektor tanaman pangan 0,77 persen, subsektor peternakan naik 0,40 persen dan subsektor tanaman perkebunan rakyat naik 0,14 persen. Sementara itu, subsektor perikanan tercatat satu-satunya subsektor yang menurun yaitu sedalam -0,38 persen. Apabila dilihat indeks NTUP subsektor perikanan lebih rinci, terlihat indeks NTUP perikanan tangkap (nelayan) tercatat menurun sedalam

-0,56 persen, meskipun kelompok perikanan budi daya tercatat meningkat setinggi 0,06 persen. Indeks harga konsumen yang memengaruhi NTP dan NTUP ditunjukkan indeks harga konsumsi rumah tangga petani yang merupakan komponen dalam indeks harga yang dibayar petani. Dalam penghitungan indeks harga konsumen (inflasi) pedesaan pada November 2019, Provinsi Bali tercatat mengalami inflasi setinggi 0,38 persen, searah dengan pergerakan inflasi pedesaan secara nasional yaitu 0,29

persen. Dari 33 provinsi, penghitungan indeks konsumsi rumah tangga petani (pedesaan) bulan November 2019, tercatat sebanyak 24 provinsi mengalami inflasi dan 9 provinsi yang tercatat mengalami deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Provinsi Sulawesi Utara yakni 1,12 persen dan terendah di Jawa Barat 0,04 persen. Sementara itu, deflasi terdalam tercatat di Provinsi Maluku yakni -0,48 persen dan terdangkal di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam yakni -0,02 persen. (kmb42)

Terkait Kasus Penebasan di Pemogan

Mengaku Dikeroyok Pelaku Lapor Balik Denpasar (Bali Post) -

Kasus pesta miras berdarah yang terjadi di Jalan Mekar II Blok A VII, Pemogan, Denpasar Selatan (Densel) dan menyebabkan satu meregang nyawa, kini berbuntut panjang. Penyidik Polsek Densel terus mendalami kasus tersebut. Di pihak lain, penyidik juga menerima laporan kasus pengeroyokan dari pelaku penebasan Komang Tri alias Doyok. Dalam laporan itu, kasus pengeroyokan itu merupakan pemicu terjadinya aksi penebasan. ‘’Justru yang punya masalah yaitu penghuni kos berinisial Km, tidak apa-apa dan dia kabur. Pemilik kos Gung S juga tidak ada kaitan dengan kasus ini. Pemilik kos tidak ada menyuruh karyawannya melakukan penyerangan,’’ tegas Kapolsek Denpasar Selatan (Densel) Kompol I Nyoman Wirajaya, Senin (2/12) kemarin. Kompol Wirajaya lalu menjelaskan kronologi kejadian tersebut. Ia menerangkan, awalnya Km tinggal di rumah kos milik Gung S di TKP. Km nunggak bayar kos selama tiga bulan. Tiap bulan, Km mestinya bayar kos Rp 2,2 juta. Oleh karena itu, barang-barang Km dikeluarkan dan disimpan di suatu tempat. ‘’Saat barang-

barangnya diantar ke sana, ternyata ada yang kurang. Km lalu menanyakan barangnya kok ada yang belum dikembalikan? Sopir yang mengangkut barang tersebut sudah bilang kalau bayarnya lunas baru dikembalikan. Sopir tersebut langsung ditahan oleh Km dibantu teman-temannya,’’ ucap mantan Kapolsek Kuta ini. Sang sopir tersebut langsung menelepon majikannya, Gung S, dan bilang kalau dirinya ditahan. Selanjutnya Km dan Gung S berdebat lewat handphone. Selanjutnya Gung S menyuruh Komang Tri mengecek soal penahanan sopir tersebut. Setibanya di TKP, Komang Tri melihat ada sejumlah orang lagi pesta

miras. ‘’Informasi sementara karena baru satu pihak diperiksa, sedangkan saksi korban belum dimintai keterangan, Doyok (Komang Tri) sempat dikeroyok di sana. Itu keterangan warga yang ada di sana. Siapa yang melakukan pengeroyokan? Kami belum tahu persis karena beberapa saksi korban belum bisa dimintai keterangan,’’ ujarnya. Saat dikeroyok, Komang Tri teriak mengaku asal Karangasem. Pasalnya orang-orang yang mengeroyoknya asal Karangasem. Saat pengeroyoknya bertanya Karangasem mana? Komang Tri jawab asal Tiying Tali, Karangasem. Selanjutnya Komang Tri diajak minum miras dan sempat minum dua gelas. Setelah itu,

dia pamit dengan alasan mau absen di tempat kerjanya karena pukul 17.00 Wita. ‘’Ternyata Komang Tri pulang mengambil pedang. Saat berangkat ke TKP, dibuntuti sama adiknya bawa tongkat seperti tombak. Padahal Komang Tri melarang adiknya ikut ke sana,’’ ungkap mantan Kapolsek Ubud, Gianyar ini. Setibanya di TKP, Komang Tri menyuruh adiknya melihat dari kejauhan. Nanti apabila dia mati, adiknya tersebut tahu siapa yang membunuhnya. ‘’Adik Komang Tri tidak ikut, hanya melihat saja. Akhirnya terjadilah penebasan tersebut. Korban melakukan perlawanan, tetapi karena dalam pengaruh miras jadinya tidak maksimal. Komang Tri ingin membalas orang yang mengeroyok dan bicara kasar kepadanya,’’ ucap Wirajaya. Menurut Wirajaya, sampai saat ini belum ada permasalahan lain. Enam saksi diperiksa terkait kasus ini dan penyidik menyita ped-

ang sebagai barang bukti. ‘’Tersangka Komang Tri kami kenakan KUHP Pasal 351 ayat 3, penganiayaan menyebabkan luka berat hingga meninggal dunia. Dia juga sudah melaporkan kasus pengeroyokannya, tapi kami masih fokus menyidik penebasannya,’’ tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, pesta miras di Jalan Mekar II Blok A VII, Pemogan, Denpasar Selatan (Densel), Jumat (29/11) lalu mendadak mencekam. Tiga orang datang bersenjata pedang dan tombak, langsung menyerang warga tersebut. Empat orang luka, yaitu I Nyoman Degdeg (35), I Kadek Moyo (36), I Ketut Sudita (40) dan I Ketut Kentel (28). Sempat beberapa jam dirawat di RSUP Sanglah, Nyoman Degdeg meninggal dunia akibat luka parah pada bagian kepala dan leher. Terkait kasus ini polisi menetapkan satu tersangka yaitu Komang Tri alias Doyok. (kmb36)

Belajar dari Medsos

Purwanasara Kembangkan Pertanian Hidroponik di Denpasar Denpasar (Bali Post) Ingin bertani di Kota Denpasar dengan lahan yang tidak begitu luas? Bisa, yaitu dengan pertanian hidroponik seperti yang dilakukan I.B. Made Purwanasara. Pria yang tinggal di Jalan Noja, Denpasar ini mengembangkan pertanian hidroponik di Kota Denpasar. Ia menjelaskan keunggulan pertanian hidroponik yaitu hemat lahan, bisa mengatur masa tanam, tidak perlu mengolah lahan setelah panen. Sehingga kualitas tanaman tetap, tidak menurun karena pupuknya bisa diatur sendiri. Purwanasara menjelaskan, dia bukan orang yang ahli di bidang hidroponik, namun belajar dari media sosial (medsos) tentang pertanian hidroponik. Lahan yang digunakan pun merupakan lahan kosong yang dulunya dijadikan tempat membuat sampah oleh penghuni di sekitarnya. Terganggu akan kondisi itu, terutama ketika terjadi pembakaran sampah ditambah banyak nyamuk, ia berinisiatif untuk mengontrak lahan tersebut. Pada mulanya, ia menanam pohon pisang di lahan tersebut. Kemudian merambah ke tanaman tomat dan cabai dengan sistem yang konvensional yaitu mengelola tanah dan memerlukan banyak air. ‘’Kemudian

saya belajar di medsos, ketemu tentang hidroponik. Saya cari komunitas dan kemudian ikut kelas, belajar dari skala kecil, akhirnya berkembang. Sampai akhirnya di sini ada kelas hidroponik setiap bulan,’’ tuturnya, belum lama ini. Menurutnya, dalam berkebun hidroponik, yang terpenting adalah memiliki pengetahuan yang cukup. Setelah tahu prinsip hidroponik, baru kemudian mempersiapkan lahan. ‘’Kita sesuaikan modul dengan ketersediaan lahan, namun mutlak tanaman harus kena sinar matahari dan air baku yang bagus,’’ ujarnya. Tanaman yang cocok dikembangkan dengan teknik hidroponik di Denpasar dengan suhu yang panas yaitu kangkung, pokcoy dan sawi-sawian. Kendalanya, pada tanaman selada karena rentan terhadap cuaca panas, sehingga harus ada treatment khusus untuk selada. Bibit tanaman tersebut bisa dibeli di toko pertanian. Proses pembibitan dengan disemai, disekam bakar atau rockwall. Setelah 10 hari dipindah ke modul masing-masing. ‘’Saat dipindah dari rockwall, masih dalam keadaan utuh karena menyimpan air. Jadi masukkan langsung ke pipa,’’

Bali Post/ist

HIDROPONIK - I.B. Made Purwanasara menunjukkan hasil pertanian hidroponik. imbuhnya. Ada 5-8 jenis tanaman yang dikembangkan, mulai dari kangkung, sawi hijau, gonda, bawang, pokcoy dan selada. Diakui, dari sekian jenis tanaman, yang sedikit susah ditanam yaitu gonda dan selada. Pembibitan gonda memakan waktu hampir satu bulan. Sedangkan pada tanaman selada, suhunya

relatif lebih rentan terhadap kenaikan suhu. Tanaman kangkung bisa dipanen setelah 14 hari setelah pindah tanam yaitu sekitar usia satu bulan. Namun ideal panen yaitu 21 hari. Masa panen pokcoy setelah 25 hari, selada 30 hari. Untuk menanggulangi hama, green house diperlukan jika memang skalanya

industri. Dengan green house bisa menangkal hama 90-95 persen dan masa tanamnya bisa diatur. Namun baginya yang berkebun dengan skala rumahan, ia membersihkan hama dengan cara manual. ‘’Kalau skala rumahan, kita berupaya supaya tidak masuk air hujan saja, atau airnya tercampur,’’ tandasnya. (kmb42)

t


Selasa Paing, 3 Desember 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Kecerdasan yang Bermoral dan Beretika DIKOTOMI mata pelajaran eksakta dan sosial harus diakui sudah terjadi sejak turun-temurun dan masih berlangsung hingga sekarang. Padahal, keduanya bersumber dari penjabaran pengetahuan tentang fungsi otak kanan dan kiri manusia. Dan ketika berbicara mengenai fungsi otak kanan dan otak kiri ini pun harus diakui ranahnya pengetahuan eksakta. Dari sini pun sudah kelihatan dominasi pengetahuan eksakta dari ilmu sosial. Tetapi bila dikembalikan bahwa Tuhan menciptakan otak kiri dan otak kanan untuk menjaga keseimbangan pemikiran manusia, maka kedua pengetahuan ini pastilah sama pentingnya. Sama pentingnya dengan keberadaan dan fungsi dari otak kanan dan otak kiri manusia. Seperti halnya otak kanan dan otak kiri, keseimbangan dalam hidup sudah diatur sedemikian rupa bagi manusia sebagai makhluk sosial. Keseimbangan dalam menjalani hidup sesuai fakta yang ada diimbangi dengan khayalan atau harapan akan masa depan. Keseimbangan antara kebutuhan fisik material dengan kebutuhan mental spiritual sebagai makhluk sosial yang sudah pasti memerlukan bantuan orang lain. Tidaklah mungkin mewujudkan kecerdasan super tanpa dukungan kemampuan seni inovasi dan kreativitas. Sebuah ide cemerlang genius hanya baru terwujud bila ada pengakuan dari lingkungan sosial di sekelilingnya. Karena terbukti, orang sukses tidak hanya berasal dari lulusan eksakta semata. Banyak orang sukses berlatar belakang dari pengetahuan/ilmu sosial. Kecerdasan eksakta haruslah diimbangi dengan moral dan etika yang tinggi pula. Tanpa keseimbangan itu, kecerdasan tinggi cenderung menjerumuskan orang untuk melakukan perbuatan yang tidak sesuai atau bertentangan dengan moral dan etika. Misalnya, seseorang ahli fisika mungkin saja mempunyai kemampuan dan kecerdasan untuk membuat bom nuklir dan sejenisnya. Jika kecerdasan dan kemampuannya itu tidak diimbangi dengan moral dan etika yang tinggi, bisa jadi dia akan menggunakan kecerdasannya itu untuk melakukan percobaan seenaknya tanpa memikirkan dampak atau korban dari percobaannya itu. Di situlah peran lmu sosial mengimbangi dominasi ilmu eksakta. Di dunia pendidikan, keseimbangan ini benarbenar mendapat perhatian serius. Karena itu pula, dalam tiap kali penyusunan kurikulum kedua bidang ilmu tersebut diupayakan mendapatkan porsi seimbang. Ketika masyarakat termasuk kalangan pendidik lebih mengagungkan dan mengejar ilmu eksakta, maka moral dan etika juga harus diberi porsi yang sama. Jika tidak, dunia pendidikan kita hanya akan mencetak manusia-manusia (SDM) cerdas tetapi tidak memiliki moral dan etika, tidak memiliki akhlak dan martabat. Itu sama saja kita mencetak robotrobot pintar yang tidak punya hati nurani sama sekali. SDM yang lahir tidak lebih akan menjadi sosok makhluk yang dinamakan manusia tetapi di otaknya telah dibenamkan chip yang berisikan kecerdasan buatan seperti halnya yang dipasang pada robot-robot pintar sekarang ini. Apakah pendidikan kita ke depan harus seperti itu, menghasilkan robot-robot pintar demi mengejar revolusi industri 4.0? Jika ini terjadi, gagal sudah apa yang menjadi cita-cita luhur para pendiri negara ini untuk mencerdaskan kehidupan bangsa ini seperti tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 pada alinea ke-4. Juga yang tertuang dalam lagu kebangsaan ‘’Indonesia Raya’’, yakni ‘’…bangunlah badannya, bangunlah jiwanya untuk Indonesia Jaya’’. Karena ‘’generasi robot pintar’’ yang tidak memiliki moral etika, budi pekerti, cenderung menjadi ‘’robot penghancur’’ bangsanya sendiri. Ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) memang harus dikuasai. Tetapi iptek haruslah diimbangi dengan iman dan takwa (imtak), karena itulah tujuan Tuhan membenamkan otak kanan dan otak kiri di kepala manusia. Untuk menjaga keseimbangan, bukan untuk bersaing saling mendominasi satu sama lainnya.

S URAT PEMBACA

Stratifikasi Sosial Merambah Dunia Akademik Stratifikasi sosial yang berkembang dalam masyarakat, sebenarnya bermula dari gagasan Marx mengenai determinasi kelas. Bagi Marx, masyarakat secara umum terbagi ke dalam dua kelas, yakni kelas buruh dan kelas borjuis (kapitalis). Dalam praktiknya kelas borjuis selalu berusaha agar ide-ide atau gagasan-gagasannya dapat diterima di dalam masyarakat secara normal atau natural (Pengantar Penerbit, Buku Althusser, tentang Ideologi, t.t:x). Oleh karenanya, menurut Marx, pengetahuan adalah class based, artinya pengetahuan itu telah terinskripsikan di dalam muasal kelasnya dan bekerja untuk kepentingan kelas besangkutan.

Oleh Prof. Dr. I Ketut Suda, M.Si.

J

adi inti pandangan Marx tentang kelas dalam masyarakat adalah bahwa kelas sosial dalam masyarakat itu diproduksi oleh masyarakat itu sendiri, dan bukan sesuatu yang alami (natural). Dalam arti kesadaran kita dideterminasi oleh masyarakat tempat individu itu hidup dan berkembang, bukan oleh watak atau pun psikologi individu bersangkutan. Namun berbeda asal-muasal kelas sosial yang berkembang di dunia akademik. Kelas sosial yang terbangun di dunia akademik sebenarnya bermula dari pemikiran Descartes tentang wawasan humanismenya yang menjadikan manusia sebagai subjek sentral dalam pemecahan masalah-masalah kehidupan di dunia ini. Artinya, manusia di dalam memecahkan berbagai permasalahan hidupnya seakan hanya bisa ditempuh melalui

wawasan mekanis dan rasionalisme. Sementara hal-hal yang bersifat irasional, metafisik, tradisional, dan yang sejenisnya dianggap tidak bermakna apa-apa. Baginya, ilmu pengetahuan rasional dianggap sebagai mahkota dari apa yang disebutnya kebenaran ideal. Berangkat dari gagasan tersebut, maka dalam masyarakat akademik pun kemudian muncul kelas sosial atau apa yang disebut stratifikasi sosial, yang dalam konteks ini penulis sebut ‘’kastanisasi pendidikan’’. Pasalnya, ketika wawasan mekanistis dan rasionalisme dipandang sebagai satu-satunya jalan untuk mencapai kebenaran, maka ketika itu pula dalam dunia pendidikan muncul anggapan bahwa mata ajar yang menekankan wawasan mekanik dan rasionalisme dianggap memiliki kedudukan yang tinggi, sementara mata ajar yang mendasarkan diri pada kebenaran mitos, dogeng,

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Kiprah Wakil Rakyat Bali Saya mengikuti sejumlah pemberitaan di media massa, termasuk juga media sosial. Yang terakhir adalah pembubaran upacara keagamaan di salah satu rumah warga Hindu Suku Jawa. Berita ini sempat viral di media sosial. Senator I Gusti Ngurah Arya Wedakarna cepat dan tanggap langsung turun ke lokasi menyelesaikan peristiwa tersebut. Saya juga menyimak kalau senator muda asal Bali ini dinilai terlalu pulgar dalam menyampaikan pendapatnya. Namun pada kenyataannya banyak kasus yang menyangkut Bali dapat diselesaikan. Masih ingat kasus diskriminalisasi penerimaan karyawan di lingkungan perusahaan swasta, kasus pembangunan Padmasana di Kabupaten Jembrana, dan banyak kasus lainnya dapat diselesaikan dengan baik. Mencermati hal ini, tentu saya juga ingin tahu kiprah wakil rakyat asal Bali lainnya. Apa yang telah dilakukan untuk umat dan kepentingan Bali. Bagaimana dengan wakil-wakil kita yang ada di DPD-RI, DPR-RI yang lainnya? Jangan hanya diam dan diam seribu bahasa. Kasus warga Hindu di luar Bali hendaknya diatensi dan disikapi. Saya pribadi mendukung dan mengajak kita bersama mendukung perjungan senator Arya Wedakarna  untuk keajegan Bali, krama Bali, dan warga Hindu di luar Bali. Anak Agung Gde Alit Gang Guaksa, Denpasar

Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Masyarakat Adil dan Makmur Kemajuan suatu daerah sangat ditentukan oleh komitmen dan kecerdasan pemerintah daerah bersangkutan dalam melihat permasalahan. Suatu visi dan misi akan efektif dan produktif apabila visi dan misi tersebut didukung oleh suatu perencanaan yang baik. Suatu perencanaan akan menjadi baik apabila sebelum membuat perencanaan terlebih dahulu melakukan inventarisasi secara menyeluruh terhadap permasalahan yang ada. Pola pembangunan semesta berencana adalah pola pembangunan yang menyeluruh di segala aspek kehidupan masyarakat dan terencana sesuai dengan skala prioritas. Dengan demikian, maka pembangunan yang dilakukan akan efektif, tepat sasaran, dan produktif. Akan tetapi selama ini banyak pembangunan yang dilakukan bersifat transaksional sesuai dengan kepentingan politik/kelompok. Ke depan jika hal ini terus dilakukan, maka menuju masyarakat adil, sejahtera, merata, akan jauh dari harapan.   Drs. I Nyoman Bintara Br. Pengiasan, Mengwi, Badung

dan legenda akan ditempatkan pada posisi yang rendah. Dalam kondisi masyarakat akademik seperti itu, maka analisis yang dapat dikembangkan dalam konteks ini adalah bahwa diskursus teoretis tentang modernisme telah mengunggulkan ‘’ratio’’ sebagai sumber kemajuan dalam masyarakat, dan mengesampingkan kebenaran yang bersumber pada ajaran mistik dan teologis. Akibatnya, terjadilah stratifikasi di dunia akademik, di mana para siswa dan juga orangtuanya sering beranggapan bahwa kelompok mata ajar eksakta dianggap memiliki kasta yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok mata ajar ilmu sosial dan humaniora. Bahkan tidak jarang masyarakat memandang bahwa anak-anak yang mendapat jurusan MIPA di lembaga pendidikan sekolah dianggap kastanya lebih tinggi dari anak-anak yang menda-

pat jurusan IPS, atau jurusan Bahasa. Hal ini menjadi logis, karena selama ini pendidikan yang berkembang di Indonesia adalah pendidikan yang berbasis filsafat pragmatisme. Filsafat pragmatisme menurut John Dewey (1916) adalah aliran filsafat yang lebih mementingkan hal-hal yang bersifat praktis (pacticality) dibandingkan halhal yang bersifat pencerahan. Padahal teori Quantum Teaching tegas menyatakan bahwa belajar akan bermakna (meaning full) jika informasi (materi) yang dipelajari mampu mencerahkan (mencerdaskan) para peserta didik. Jika mengacu pada teori Quantum Teaching kedua belahan otak manusia mempunyai fungsi untuk mengendalikan aktivitas intelektual yang berbeda. Misalnya, otak kiri bertugas untuk melatih kemampuan intelektual manusia di bidang penalaran, logika, matematika, dan analisis yang cenderung dibidangi oleh mata pelajaran eksakta. Sementara otak kanan berfungsi untuk melatih kemampuan intelektual manusia dalam bidang kreativitas, konseptual, imajinasi, dan intuisi, yang kesemuanya ini dibidangi oleh ilmu sosial dan humniora. Adanya stratifikasi sosial di dunia akademik semacam itu, berakibat terjadinya subordinasi mata pelajaran, yakni kelompok mata ajar bidang sosial humaniora dianggap tersubordinat, sementara kelompok

Warung Global

Pemkab Tabanan Usulkan Kenaikan Kelas Tanah dan NJOP JAJARAN eksekutif di Pemkab Tabanan harus giat dalam menggali potensi pendapatan dari sektor pajak, pasalnya PAD Kabupaten Tabanan 2020 ditargetkan Rp450.405 miliar. Untuk itu, potensi pajak yang belum tergarap maksimal akan digenjot salah satunya dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Pajak Bea Peralihan atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Dengan demikian kelas tanah dan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang selama ini dinilai masih rendah akan dinaikkan. Lalu bagaimana pendapat pendengar setia Radio Global 96,5 FM atas hal ini? Berikut opini yang disampaikan dalam acara Warung Global selengkapnya. Menurut Ketut Mursi di Denpasar, pajak untuk tanah pertanian sebaiknya tak usah kena pajak atau rendahnya tetapi kalau sudah beralih fungsi, karena dipakai usaha, wajib dikenakan pajak tinggi. Hendaknya pengenaan pajak dikenakan secara rasional, demikian Budiada di Tabanan. Dia sepakat dengan pendengar sebelumnya, bila perlu pajak petani digratiskan saja. Jika sudah berhasil mencapai target PAD, Tabanan tak perlu lagi subsidi dari Kabupaten Badung. Di Pasar, para pedagang juga bayar pajak, demikian Fera salah seorang pedagang di Pasar Tabanan menyampaikan. Ia berharap pajak-pajak yang telah dibayarkan rakyat dikelola dengan baik dan transparan oleh pemerintah. Dan juga dipergunakan den-

gan baik untuk kesejehtaraan masyarakat Tabanan. Sementara Febri di Badung menyarankan agar tidak menaikkan PBB, mesti ada pengecualian bagi tanah terutama untuk sektor pertanian. Ia justru menyarankan agar Pemkab Tabanan membidik sektor lain yang berpotensi dikenakan pajak, misalnya objek wisata. ‘’Boleh saja menaikkan PAD tetapi jangan rugikan rakyat kecil/petani. Demikian Beratayasa di Sangeh. Jika boleh sebaiknya dipertimbangkan lagi usulan kenaikan kelas tanah dan NJOP ini, harus ada pengecualian. PAD bisa terangkat, sedangkan petani tak kena pengaruh untuk buru-buru melepas tanahnya untuk dijual lantaran tak bisa bayar pajak. (sikha p)

mata ajar eksakta dianggap sebagai kelompok yang dominan. Dengan demikian muncul anggapan bahwa kelompok mata ajar sosial humaniora menjadi mata ajar kelas dua, sementara kelompok mata ajar eksakta merupakan kelompok mata ajar kelas satu. Atau dengan bahasa lainnya dapat dikatakan bahwa ada anggapan dalam masyarakat yang menganggap bahwa kelompok mata ajar eksakta kastanya lebih tinggi dibandingkan kelompok mata ajar ilmu sosial dan humaniora. Dengan demikian, menurut hemat penulis telah muncul kasta baru dunia pendidikan, yakni stratifikasi sosial yang terbangun di dalam masyarakat akademik yang berbasis pada filsafat pragmatisme, yakni pembelajaran yang lebih menekankan hal-hal yang bersifat praktis (practicality) dibandingkan hal-hal yang bersifat mencerahkan. Penulis, Guru Besar bidang Sosiologi Pendidikan, Program Pascasarjana, Universitas Hindu Indonesia, Denpasar

POJOK Olah sampah jadi energi listrik, Pemprov Bali undang puluhan investor. - Mendesak untuk direalisasikan. *** Ditargetkan 206 km, tahun 2020 Bangli anggarkan hotmix jalan 15 km. - Anggaran jalanjalan bisa lebih besar. *** Proyek BPJS di Gianyar senilai Rp 6,1 miliar akhirnya mangkrak. - Proyek ‘’cari muka’’.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Selasa Paing, 3 Desember 2019

Pujawali di Pura Luhur Besikalung Tabanan (Bali Post) Puncak karya pujawali/piodalan jelih (ngusaba nini lan jagat kertih) di Pura Luhur Besikalung, Desa Babahan, Kecamatan Penebel akan berlangsung pada rahina Pagerwesi atau 11 Desember mendatang. Diharapkan umat Hindu dari berbagai penjuru bisa tangkil saat pujawali berlangsung. Ketua I Panitia Karya yang juga Bendesa Adat Utu I Nengah Seriawan menjelaskan, pujawali berlangsung selama tiga hari. Sementara panyineban dilaksanakan pada 14 Desember. Rangkaian karya telah dimulai pada 26 November lalu melalui prosesi pengungkab lawang atau matur piuning. Khusus pada Anggara Wage Sinta atau sehari jelang puncak karya, dilaksanakan ritual mapepada, makarya olahan upakara, nedunang pralingga Ida Batara, ilen pacaruan, ilen mamendak Ida Batara, Ida Batara masucian ke Beji Agung Pekiyisan dan Ida Batara katurang datengan, Rejang dan Baris Gede. (kmb)

SOSOK Kembangkan Potensi Wisata POTENSI alam dan wisata yang dimiliki Kabupaten Tabanan khususnya Kecamatan Selemadeg Barat, diharapkan bisa menjadi andalan untuk mengangkat taraf hidup masyarakat. Apalagi di era yang semakin maju, semakin banyak pula cara dan strategi untuk mengangkat potensi wisata di suatu daerah. Camat Selemadeg Barat I Gede Ketut Suyana Putra belum lama ini menjelaskan, dari 11 desa di kecamatan ini, sebagian sudah mengembangkan diri menjadi desa wisata dan sebagian lagi masih berproses untuk mencari potensi yang bisa ditampilkan. ‘’Kalau di Selemadeg Barat untuk di daerah pantai yaitu Desa Lalanglinggah terutama Banjar Pengasahan sudah berkembang banyak vila. Untuk Selabih, dengan diperbaikinya perbatasan, mudah-mudahan menjadi menarik,’’ ucapnya. Desa-desa lainnya juga sedang giat menggarap potensi wisata. Misalnya Lumbung Kauh yang masuk binaan Nikosake serta Desa Antosari dan Bengkelsari yang fokus pada alam dan pertanian. Ke depan diharapkan semua desa di Kecamatan Selemadeg Barat saling mendukung dalam pengembangan wisata alam melalui kerja sama antardesa oleh Badan Kerjasama Antara Daerah (BKAD). Badan ini yang mengelola jika ada kerja sama antardesa dalam segala bidang. ‘’Mudah-mudahan dengan dana desa nantinya terutama sarana pendukung harus dibuat seperti jalan menuju air terjun, persinggahan, kuliner, promosi. Semua itu sedang berjalan dikoordinir oleh BKAD,’’ terangnya. (bit)

Bali Post/ist

POHON TUMBANG - Petugas TRC BPBD Tabanan dibantu warga membersihkan batang pohon yang tumbang, Senin (2/12) kemarin.

BPBD Imbau Warga Waspadai Pohon Tumbang Tabanan (Bali Post) Pada Senin (2/12) kemarin ada tiga kejadian pohon tumbang di Kabupaten Tabanan. Meski bukan termasuk kategori bencana kedaruratan, namun frekuensi bencana pohon tumbang mengalami peningkatan. BPBD Tabanan pun mengimbau warga untuk mewaspadai kejadian serupa. Berdasarkan data BPBD Tabanan, pohon tumbang terjadi di Banjar Sigaran, Desa Jegu, Kecamatan Penebel. Pohon jenis waru tumbang menutupi setengah badan jalan dan menimpa kabel PLN. Beruntung tak ada warga yang melintas saat kejadian. Sebanyak delapan orang

Ratusan Bonsai di Lapangan Alit Saputra Tabanan (Bali Post) Ratusan bonsai berbagai jenis dan ukuran dipamerkan di Lapangan Alit Saputra, Tabanan, Senin (2/12) kemarin. Kegiatan serangkaian HUT ke-526 Kota Tabanan tersebut cukup banyak menarik perhatian masyarakat. Banyak pencinta bonsai dari berbagai daerah di Bali maupun luar Bali yang

datang untuk melihat lebih dekat beragam tanaman unik tersebut. Menurut Wakil Ketua Paguyuban Pecinta Bonsai Indonesia (PPBI) Cabang Tabanan Made Bakti, lantaran keunikannya bonsai memiliki harga yang fantastis. Harganya mulai ratusan ribu hingga miliaran rupiah. Bonsai yang harganya mencapai miliaran rupiah tersebut

telah berusia puluhan tahun. Lebih lanjut diungkapkannya, untuk merawat bonsai seseorang memang harus hobi dan sabar. Sebab bonsai memerlukan pemupukan rutin, pencegahan hama rutin, pemangkasan daun, pembentukan cabang atau ranting, pematangan pohon pada akar dan pengkondisian media tanam. (kmb28)

Bali Post/bit

BONSAI - Ratusan bonsai dari berbagai jenis dan ukuran dipajang di Lapangan Alit Saputra, Senin (2/12) kemarin.

petugas TRC BPBD Tabanan dibantu Bhabinkamtibmas dan masyarakat membersihkan pohon tersebut agar tidak menghalangi lalu lintas. Kejadian berikutnya di Jalan By-pass Ir. Soekarno, Tabanan, tepatnya depan Apotek Kimia Farma. Pohon perindang jenis mahoni me-

nutupi setengah badan jalan. Kejadiannya pukul 09.30 Wita. Setelah mendapatkan laporan, TRC langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pembersihan. ‘’Pohon tumbang juga terjadi di Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan dan baru dilaporkan sore hari.

Jenisnya pohon kayu bengkel, posisinya nyender ke jalan. Petugas sudah langsung meluncur ke sana. Beruntung ketiga kejadian ini tidak sampai ada korban jiwa,’’ terang Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan I Putu Trisna Widyatmika. Terkait banyaknya pohon tumbang, Trisna mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas di jalan khususnya yang banyak pohon perindang. Begitu pula saat hujan disertai angin

kencang, pengendara diminta berhenti mencari tempat yang aman terlebih dahulu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Guna meminimalisir kejadian pohon tumbang di jalur utama, BPBD Tabanan telah rutin melakukan pemangkasan pohon perindang yang berpotensi tumbang dan rapuh. Pada kegiatan pemangkasan pohon perindang, BPBD biasanya bekerja sama dengan instansi terkait. (kmb28)

Kasus Investasi Bodong

Nasabah Koperasi Maha Suci Kembali Datangi Polres Tabanan (Bali Post) Setahun pascadilaporkan ke Polres Tabanan, kasus dugaan penggelapan dana nasabah jaringan KSP Maha Suci hingga saat ini belum ada kepastian tindak lanjutnya. Proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian terhambat lantaran owner koperasi tersebut telah meninggal dunia. Ngambangnya kasus ini menyebabkan sejumlah nasabah ketar-ketir akan kelanjutan nasib mereka. Selain dikejar pihak bank, juga ada kegiatan penyitaan dan pelelangan. Kasus investasi bodong ini juga telah memakan korban jiwa. Salah satu nasabah nekat bunuh diri lantaran depresi. Tak mau ada korban lainnya berjatuhan, anggota DPRD Tabanan asal Kecamatan Tabanan bersama sejumlah tokoh masyarakat Desa Dauh Peken dan sejumlah nasabah, Senin (2/12) kemarin kembali mendatangi Polres Tabanan. Kedatangan mereka untuk mengetahui sejauh mana perkembangan kasus investasi bodong yang dilakukan KSP Maha Suci. Mereka berharap bisa diterima langsung Kapolres Tabanan AKBP Agus Tri Waluyo. Sayangnya mereka hanya bisa diterima oleh Wakapolres Tabanan Kompol Ni Made Sukerti

bersama jajarannya, mengingat Kapolres Tabanan tengah ada kegiatan di Polda Bali. ‘’Sudah ada beberapa yang diatensi pihak kepolisian untuk perkembangan kasus ini, hanya saja ada beberapa persoalan yang menyebabkan keterlambatan proses penyidikan, salah satunya owner yang telah meninggal dunia,’’ ujar anggota DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana usai pertemuan. Ia pun mengharapkan kepolisian tetap memberikan perhatian pada kasus ini lantaran banyak nasabah yang berharap ada kepastian hukum. Para korban berharap akan ada efek jera agar tidak ada lagi kasus investasi serupa yang merugikan masyarakat. ‘’Mudah-mudahan dengan adanya Kapolres baru dan jajaran penyidik akan ada harapan baru serta kepastian yang jelas, apalagi OJK sudah melimpahkan kasus ini ke kasus pidana,’’ terangnya sembari mengaku sangat menyayangkan lemahnya pengawasan dari Dinas Koperasi Tabanan sehingga kasus semacam ini bisa terjadi. Salah satu nasabah yang menjadi korban investasi bodong dari KSP Maha Suci yang ikut dalam pertemuan tersebut pun hanya bisa berharap akan ada kepastian hukum pada kasus ini. Sehingga

Bali Post/bit

D A T A N G I PO L R E S - A n g g o t a D P R D T a b a n a n mendampingi sejumlah nasabah KSP Maha Suci mendatangi Polres Tabanan, Senin (2/12) kemarin. tidak akan ada lagi kasus serupa nantinya yang akan merugikan masyarakat luas. Sementara itu, Wakapolres Tabanan Kompol Ni Made Sukerti saat dikonfirmasi terkait pertemuan ini belum mau berkomentar banyak. Dirinya berdalih, semua hasil pertemuan ini nantinya akan disampaikan terlebih dahulu pada Kapolres. Untuk diketahui kasus koperasi ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Tabanan, melainkan juga memakan korban di Kabupaten lainnya, seperti Klungkung, Gianyar, Denpasar, dan Badung. Di Kabupaten Tabanan nilai kerugian mencapai Rp 47 miliar di tiga cabang

KSP Maha Suci, yakni di Desa Dauh Peken, Desa Wanasari, dan Desa Bajera. Rata-rata nasabah memakai jaminan sertifikat rumah yang berisi merajan, kendaraan dan usaha. Modusnya, nasabah diimingimingi mendapat bunga 4 persen setiap bulannya jika menaruh aset serta uangnya di koperasi tersebut. Praktik penipuan ini berjalan selama tiga tahun dan mulai macet pada Februari 2018. ‘’Awalnya beberapa bulan lancar, namun lama kelamaan pemilik dan manajemen lainnya mulai menghilang,’’ ujar nasabah yang mengaku mengalami kerugian mencapai Rp 1 miliar lebih. (kmb28)

Operator Desa Serbu Kantor DPMD

Instal Aplikasi Siskeudes Versi Terbaru Tabanan (Bali Post) Seiring perkembangan dan perubahan peraturan, aplikasi Siskeudes terus diperbarui sesuai kebutuhan. Apalagi aplikasi ini sangat dibutuhkan untuk pembuatan RAPBDes. Terbaru Kementerian Dalam Negeri kembali merilis aplikasi Siskeudes 2.0.2. Di Kabupaten Tabanan, aplikasi ini mulai diinstal oleh 133 operator desa Senin (2/12) kemarin, di kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Tabanan. Namun untuk pemahaman input data aplikasi versi baru tersebut, mereka masih ha-

rus menunggu staf administrasi DPMD yang mengikuti pelatihan di Jakarta. ‘’Sehubungan PP 11/2019 maka aplikasi Siskeudes berubah lagi. Secara otomatis kami harus mengirim staf ke Jakarta meskipun di tengah minimnya anggaran,’’ beber Kepala DPMD Tabanan Roemi Liestyowati. Meski tidak ada anggaran, mau tidak mau DPMD tetap harus mengirim sejumlah staf administrasi ke Kemendagri untuk difasilitasi pelatihan terkait aplikasi Siskeudes versi baru ini. ‘’Kalau menunggu APBD tahun depan tentu akan terlambat,

karena akhir tahun ini desa sudah harus input APBDes. Sekarang hanya instal ulang aplikasi dulu. Cara menginput, ilmunya dicari dulu, jadi APBDes tidak terlambat karena akhir tahun ini sudah harus jadi,’’ ucapnya. Terkait aplikasi Siskeudes versi terbaru, dia menyebutkan ini merupakan penyempurnaan dari Siskeudes 2.0.1 yang dirilis Desember 2018. Update terbaru aplikasi Siskeudes ini dilakukan Kemendagri untuk mewujudkan pengelolaan keuangan desa yang efektif, efisien, transparan dan akuntabel. Lebih lanjut dikatakan

Roemi, sebenarnya secara garis besar aplikasi Siskeudes versi baru dan sebelumnya sama. Tidak banyak perbedaan di dalamnya. Yang ada hanyalah perbaikan dan penyempurnaan untuk mempermudah desa dalam mengelola keuangan desa sekaligus membuat Siskeudes lebih sempurna dan terkoneksi dengan pemerintah pusat. ‘’Harapan kita, ke depan pemerintah bisa memfasilitasi untuk ketertiban administrasi keuangan desa yang semestinya sudah harus online untuk meminimalisir terjadinya penyimpangan,’’ jelasnya. (kmb28)

Bali Post/bit

SISKEUDES - Para operator desa menginstal aplikasi Siskeudes versi terbaru di aula kantor DPMD Tabanan.


Selasa Paing, 3 Desember 2019

Rumah Kontrakan Terbakar

Diperkirakan, Kerugian Capai Rp270 Juta Singaraja (Bali Post) – Warga Kelurahan Banjar Bali, Kecamatan Buleleng mendadak heboh karena adanya rumah kontrakan yang terbakar. Kebakaran hebat itu terjadi Senin (2/12) dini hari sekitar pukul 01.30 wita. Akibat kejadian itu, korban Putu Sueca (49 tahun), diperkirakan mengalami kerugian Rp270 juta. Sementara, penyebab kebakaran diduga akibat hubungan arus pendek listrik (korsleting) yang menimbulkan percikan api. Putu Sueca mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui anaknya, Tika Wahyuni (23 tahun. Saat itu Tika tengah tertidur pulas dan tiba-tiba merasakan ada hawa panas. Dia kemudian bangun melihat apa yang terjadi. Betapa terkejutnya Tika, saat melihat ke langitlangit atap, api sudah berkobar di atas plafon ruang dapur. Tika secepatnya membangunkan kedua orangtuanya, dan keluar menyelamatkan diri. “Saat itu saya lihat api hanya ada di bagian atap. Saat itu memang belum ada api masuk ke dalam. Setelah api membesar, saya tidak bisa menyelamatkan harta benda di rumah,” katanya. Api sangat cepat merem-

bet dan kemudian semakin membesar. Tragisnya, seluruh perlengkapan rumah tangga dan barang berharga milik keluarganya hangus. Karena rumah itu ada di lokasi permukiman padat penduduk, api bahkan dengan cepat merembet ke rumah tetangganya, Nyoman Eka Prasetya (39) dan Mustafa (45). Rumah milik Komang Prasetya tampak terbakar pada bagian atap teras rumahnya. Kerugian di rumah Komang Prasetya diperkirakan mencapai Rp185 juta. Sementara rumah Mustafa terbakar pada bagian atap dapurnya, estimasi kerugiannya sebesar Rp 60 juta. Api baru berhasil dipadamkan sekitar setengah jam kemudian, dengan mengerahkan

tiga unit mobil damkar. Akibat musibah ini, Sueca sementara waktu terpaksa mengungsi ke rumah tetangganya, sembari berusaha mencari rumah kontrakan baru. Di sisi lain, Sueca mengakui sekitar setahun lalu, ia sempat kesetrum saat tengah mengambil bunga kamboja di pohon. Tanpa sengaja tangannya waktu itu menyentuh seng atap rumahnya. Saat itu ia sudah merasakan adanya aliran listrik. Sueca pun bergegas menghubungi petugas PLN melakukan perbaikan. “Instalasi listriknya sudah pernah diperbaiki. Mungkin ada kabel lagi yang rusak hingga terjadi kebakaran seperti ini,” katanya. (kmb38)

Membangun Dekat Pura Segara Dewan Atensi Pengaduan Aparat Desa Tigawasa penyengker. Perbekel Desa Tigawasa, Made Suadarmayasa, mengatakan pengaduan pembangunan di sebelah barat pura itu tidak ada maksud menghambat. Lokasinya memang sangat dekat pura. Karena itu pihaknya perlu penjelasan terkait peruntukan dan perizinan bangunan itu. Dari hasil koordinasi dengan aparat di Desa Kaliasem yang mewilayahi lokasi itu, dirinya juga tidak mendapatkan informasi pasti. Sehingga pihaknya mengirimkan surat ke kabupaten dan DPRD agar ditindaklanjuti. “Kami sedikit khawatir pembangunan ini bisa mengancam kesucian pura karena lokasinya dekat sekali,’’ katanya. Namun, kata Suadarmayasa, sepanjang regulasi membenarkan pembangunan di dekat pura itu, pihaknya mengaku akan tunduk apapun amanat regulasi itu.

Wakil Ketua Komisi I, Gusti Made Kusumayasa, mengatakan peninjauan ke lapangan ini untuk mendapatkan datadata terkait surat pengaduan aparat Desa Tigawasa yang mempertanyakan aktivitas pembangunan di lahan sebelah barat pura itu. Setelah melihat langsung dan mengukur jarak bangunan dengan panyengker itu jaraknya 29.5 meter. Selain itu, bangunan bale bengong jaraknya 7.5 meter dari panyengker. Hanya saja siapa pemilik dan peruntukan termasuk izin bangunan itu belum berhasil dikumpulkan. Alasannya, keterangan dari aparat Desa Kaliasem itu tidak mengetahui siapa pemilik bangunan itu. “Kami cek ke aparat desa juga tidak diketahui,’’ jelas politisi dari Desa Lokapaksa itu. Pihaknya akan melaporkan hal itu kepada Ketua Komisi Gede Ody Busana dan pimpinan DPRD. (kmb38)

Singaraja (Bali Post) – Pembangunan di atas lahan milik warga di sebelah barat Pura Segara Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar mengundang pertanyaan aparat desa setempat. Pasalnya, lokasi pembangunan itu sangat dekat dengan kawasan Pura Segara. Apalagi, pemilik dan peruntukan hingga dukungan perizinan pembangunan itu belum diketahui pasti. Menyusul pembangunan itu yang ditengarai mengganggu, aparat desa kemudian mengirimkan surat kepada Gubernur Bali yang ditembuskan ke DPRD Bali, DPRD Buleleng, dan sejumlah pejabat. Ada empat poin disampaikan terkait aturan jarak pembangunan milik pribadi dengan kawasan pura. Warga keberatan pembangunan itu kalau jarak bangunan dengan pura tak sesuai aturan pemerintah. Tetapi jika memang regulasi mengizinkan maka pembangunan itu tidak dipermasalahkan. Atas pengaduan itu, Komisi I, Senin (2/12) kemarin, melakukan peninjauan ke lapangan yang dipimpin Wakil Ketua Komisi I, Gusti Made Kusumayasa. Ikut mendampingi Tim Pakar Dewan, Wayan Rideng, Perbekel Desa Tigawasa, Made Suadarmayasa, perangkat Desa Kaliasem, dan personel Satpol PP Kecamatan Banjar. Di lokasi itu dewan mengamati proses pembangunan di atas tanah yang tidak diketahui siapa pemiliknya. Lahan ini sendiri terletak di Dusun Jung Sangyang, Desa Kaliasem. Proses pembangunan itu baru pondasi yang berjarak sekitar 29.5 meter dengan Penyengker Pura Segara. Selain itu, ada juga bangunan bale bengong, jaraknya sekitar 7.5 meter dengan

KUMPULKAN DATA - Komisi I DPRD Buleleng menindaklanjuti pengaduan aparat Desa Tigawasa, Banjar terkait pembangunan di sebelah barat Pura Segara, di desa setempat, Senin (2/12) kemarin.

Singaraja (Bali Post) – Empat orang pelamar lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng mengikuti tes assessment, Senin (2/12) kemarin. Keempatnya harus menghadapi Assessor, Dr. Ida Bagus Sedhawa, M.Si., yang juga kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Bali dan Dra. Rita Kardinasari, M.Si. dari BPSDM Provinsi Jawa Barat (Jabar). Peserta lelang jabatan itu masing-masing Gede Suyasa, Ni Made Rousmini, Putu Karuna, dan Gede Sandhiyasa. Mereka dengan serius dan tekun mengikuti proses assessment yang digelar dari pagi sampai sore hari tersebut. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengemban-

gan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Gede Wisnawa, mengatakan assessment yang dilaksanakan pada tahapan tersebut merupakan tes potensi dan kompetensi para pelamar. Sementara materi tes untuk aspek potensi diri meliputi, berpikir strategis, kecerdasan emosi, profil personal, dan potensi bidang. Sedangkan pada aspek kompetensi meliputi, kompetensi manajerial, pemerintahan, sosiokultural, dan kompetensi teknis dan umum. “Untuk nilai tes assessment ini akan diumumkan 6 Desember. Kemudian setelah assessment ini dilanjutkan tahap tes penyusunan makalah, tes wawancara, dan rekam jejak,” katanya. Salah satu tim assessor, Rita Kardinasari, menga-

Bali Post/kmb38

Lelang Sekda, Empat Pelamar Jalani Tahapan ”Assessment”

Bali Post/kmb38

ASSESSMENT – Empat pelamar lelang jabatan Sekda Buleleng menjalani assessment, Senin (2/12) kemarin.

takan assessment ini menggunakan beberapa metode tes untuk mengukur aspek potensi dan kompetensi yang dimaksud. Dari tes tulis, simulasi pengambilan keputusan dan kebijakan, demonstrasi jabatan, dan portofolio. Tahapan ini pada dasarnya untuk membantu panitia seleksi (pansel) dalam menentukan peserta terbaik. Dari hasil assessment ini, jadi pihak pansel nantinya memiliki gambaran komprehensif terhadap potensi dan kompetensi masing-masing pelamar itu. “Peran-peran apa yang harus ditampilkan, pengetahuan apa yang harus dimiliki, serta sikap seperti apa sebagai seorang Sekda yang harus ditampilkan,” jelasnya. Ditemui seusai assessment, salah satu peserta, Gede Suyasa, menyebutkan tidak ada persiapan khusus menghadapi tes kali ini. Meski demikian, dia menyatakan siap menghadapi tahapan tes lainnya. “Karena ini bersifat kompetensi base. Mungkin mempertajam logika menjadi salah satu syarat nilai jawaban yang dikandung dari masing-masing peserta harus memiliki nilai tinggi. Dengan jumlah soal yang sangat banyak, dan dengan durasi waktu singkat serta hurufnya lumayan kecil, hal itu memang relatif berat, karena dituntut konsentrasi dan ketelitian yang tinggi,” tegasnya. (kmb38)

Bali Post/ ist

TERBAKAR - Rumah kontrakan di Kelurahan Banjar Bali, Kecamatan Buleleng terbakar, Senin (2/12) dini hari kemarin.

Gulirkan Gema Budaya Kurangi Ketergantungan ”Gadget”

ERA milenial yang berkembang saat ini, tidak sedikit memicu dampak negatif. Generasi masa kini seolah tergantung menggunakan telepon pintar yang dikenal dengan gadget atau smartphone itu. Menekan dampak negatif tersebut, Dinas Kebudayaan (Disbud) Buleleng melakukan terobosan baru. Seperti, Minggu (1/12), Disbud menggulirkan Gerakan Masyarakat Berbasis Budaya (Gema Budaya). Event yang dipusatkan di lapangan Taman Kota Singaraja itu dipentaskan sejumlah warisan permainan tradisional dan juga penampilan seni serta budaya asli Denbukit. Bagaimanakah pelaksanaan gerakan masyarakat berbasis budaya itu bisa diupayakan secara sistematis agar para generasi muda bisa terkena implikasi positif, terutama aplikasi nyata permainan tradisional? GEMA Budaya dibuka Asisten Deputi Bidang Nilai dan Kreativitas Budaya Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK RI), Ir. Redemtus Alfredo Sani Fenat. Pada event itu, Kepala Disbud, Gede Komang, mengatakan pengaruh pemakaian gadget di era milineal dewasa ini, bukan saja memunculkan dampak positif, namun ada juga ekses negatifnya. Mengurangi dampak negatif ketergantungan terhadap gadget itu dilakukan suatu terobosan dengan menggelar permainan tradisional pada event atraksi seni budaya itu. Bidang seni budaya dijadikan salah satu solusi efektif untuk mengurangi ketergantungan kaum milineal pada gadget. Salah satu sasaran Gema Budaya itu semata-mata untuk menjaga sekaligus membangkitkan kembali atraksi seni dan budaya warisan para leluhur itu. “Permainan tradisional harus kita gali dan lestarikan agar generasi muda tidak melupakan warisan para pendahulunya,” pinta Gede Komang dengan serius. Selain itu, kata mantan Kepala Dinas Sosial

(Dinsos) ini, pementasan permainan tradisional itu agar masuk ajang pekan kesenian nasional yang digulirkan bulan November tiap tahunnya. Dalam ajang tersebut, Desa Gobleg menjadi duta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali yang mengandalkan ikon permainan tradisional gangsing. Permainan tradisional itu dijaga secara turun temurun masyarakat di sana sebagai salah satu hiburan di masa panen kopi dan cengkeh. Permainan itu bahkan sudah

sempat menjadi juara favorit tingkat Nasional. Maka dari itu, dirinya mencoba membangkitkan seluruh permainan tradisional khas Buleleng melalui event Gema Budaya itu. Salah satu permainan khas Buleleng selain itu, Magoakgoakan di Desa Panji, Sukasada. Selain itu ternyata ada juga permainan Majaran-jaranan, Matempeng Gandong, dan Magangsingan. “Harapan kami Buleleng bisa mengikuti semua jenis parade seni budaya di tingkat nasional,

bukan hanya magangsing saja,” harapnya. Asisten Deputi Kemenko PMK RI, Alfredo Sani, mengataan, pemerintah pusat memberikan dorongan kepada pemerintah daerah untuk terus memajukan kebudayaan daerah. Apalagi, relatif banyak permainan tradisional menjadi khazanah warisan leluhur di Buleleng itu. Tidak sekadar memberi ruang pentas, namun gema budaya ini diharapkan dapat menginternalisasi nilai kebudayaan yang tertuang dalam setiap jenis permainan tradisional itu kepada generasi muda zaman sekarang. Ke depan, permainan tradisional khas Buleleng itu agar diakomodir lewat kegiatan ekstrakulikuler di sekolah. “Jika dalam seminggu di sekolah mendapatkan pendidikan jasmani empat kali, kami usulkan satu kali dalam seminggu dilakukan olahraga tradisional berbasis kebudayaan itu,” pintanya. (nan)

Bali Post/mud

GEMA BUDAYA – Disbud Buleleng menggulirkan Gerakan Masyarakat Berbasis Budaya (Gema Budaya), Minggu (1/12).


Selasa Paing, 3 Desember 2019

Permudah Pelayanan

PN Luncurkan Aplikasi JegegBagus Gianyar (Bali Post)Pengadilan Negeri (PN) Gianyar kini terus berinovasi guna mempermudah pelayanan kepada masyarakat yang mencari keadilan. Yang terbaru, PN Gianyar meluncurkan aplikasi JegegBagus, Senin (2/12) kemarin. Aplikasi JegegBagus ini dirancang sebagai asisten virtual yang terintegrasi dengan Whatsapp. “Aplikasi JegegBagus diluncurkan untuk membantu masyarakat pencari keadilan di Pengadilan Negeri Gianyar terkait informasi perkara dan informasi layanan lainnya di Pengadilan Negeri Gianyar,” ujar Ketua PN Gianyar, Ida Ayu Sri Adriyanthi Astuti Widja. Menurut Sri Adriyanthi, aplikasi JegegBagus juga menyediakan fitur langganan notifikasi pengingat jadwal sidang. Dikatakan, notifikasi jadwal sidang akan dikirimkan oleh sistem pada H-2 dan pada hari H persidangan. “Untuk berkomunikasi lewat aplikasi JegegBagus, masyarakat pencari keadilan di Pengadilan Negeri Gianyar cukup chat melalui WhatsApp ke nomor 087774277424, maka sistem akan membalas sesuai dengan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat pencari keadilan,” katanya.

Selain informasi terkait perkara di Pengadilan Negeri Gianyar, aplikasi JegegBagus juga memberikan informasi terkait anggaran, statistik perkara, berperkara secara elektronik, permohonan surat keterangan, kinerja Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), hasil evaluasi SIPP PN Gianyar oleh Badilum, serta informasi terkait prosedur pengaduan dan informasi terkait upaya hukum. “Tujuan aplikasi JegegBagus ini adalah untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat pencari keadilan dan mendorong efisiensi dan efektivitas pelayanan publik di Pengadilan Negeri Gianyar menuju predikat WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani-red),” tegasnya. Humas PN Gianyar, Wawan Edi Prastiyo, mengimbau agar masyarakat pencari keadilan di PN Gianyar memanfaatkan aplikasi JegegBagus yang baru diluncurkan ini secara maksimal. Hal tersebut bermanfaat untuk meminimalisasi pertemuan antara masyarakat pencari keadilan dengan aparatur pengadilan. “Cukup chat Whatsapp ke nomor 087774277424, semua informasi yang diperlukan sudah bisa diakses,” ujarnya. (kmb35)

TERBENGKALAI - Areal GOR Kebo Iwa Gianyar yang tampak terbengkalai.

Proyek BPJS Ketenagakerjaan Senilai Rp6,1 Miliar Mangkrak Gianyar (Bali Post)-

Proyek pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di areal Gelanggang Olahraga (GOR) Kebo Iwa terbengkalai. Padahal sesuai agenda kontrak kerja, proyek di bawah BPJS Ketenagakerjaan senilai Rp6,1 miliar itu seharusnya sudah rampung per Juni 2019 lalu. Lantaran tidak ada kelanjutan pengerjaan, kini areal tersebut tampak gersang.

Bali Post/kmb35

APLIKASI - Suasana launching apliaksi JegegBagus di PN Gianyar pada, Senin (2/12) kemarin.

Bali Post/kmb35

Pantauan Bali Post, Senin (2/12) kemarin, tidak ada yang mencolok dari proyek BPJS ketenagakerjaan di areal GOR Kebo Iwa itu karena hanya dilakukan pemasangan paving. Lantaran cukup lama pengerjaannya tidak dilanjutkan, areal itu kini tampak terbengkalai. Bahkan, di beberapa bagian ditumbuhi semak belukar. Kondisi paling parah terlihat di sisi barat, tepat di belakang papan nama BPJS Ketenagakerjaan yang berukuran besar.

Di sisi itu hanya berdiri tiang besi. Sementara di sisi utara kawasan itu justru terkesan gersang karena minim pohon perindang. Sejumlah tangga yang menjadi akses masuk menuju areal itu masih terhalang kayu yang ditutup dengan spanduk rancangan proyek. Kondisi ini tentu dikeluhkan oleh masyarakat sekitar, karena kawasan itu sebelumnya sering dijadikan tempat jogging dan aktivitas olahraga lainnya. Namun, sejak pengerjaan

proyek ini yang berlangsung sepanjang 2019, warga setempat tidak bisa menggunakan areal tersebut untuk olahraga. Berdasarkan papan proyek di bawah BPJS Ketenagakerjaan itu, tercantum kegiatan pembangunan Ruang Terbuka Hijau Bali Gianyar, dengan lokasi GOR Kebo Iwa, Gianyar, Bali. Proyek dengan nilai Rp6.110.000.000 itu tercantum pengerjaan mulai 9 Januari 2019. Bila dihitung waktu pengerjaan 180 hari kerja seperti yang tercantum,

seharusnya proyek yang dikerjakan PT Ratna Karya Gumilang ini sudah rampung per Juli 2019 lalu. Namun hingga kini justru nampak mangkrak dan terbengkalai. Diketahui, proyek ini merupakan CSR dari BPJS Ketenagakerjaan. Peletakan batu pertama untuk proyek tersebut dilakukan oleh Pemkab Gianyar dengan pihak BPJS ketenagakerjaan pada pertengahan Desember 2018 lalu. Dikonfirmasi terpisah, Sekda Gianyar, I Made Gede Wisnu Wijaya, mengatakan masih ada revisi dari pengerjaan proyek tersebut. Menurutnya, ada sejumlah pergeseran dari rencana awal. “Dia (BPJS ketenagakerjaan-red) ada revisi, ada pergeseran. Kalau

sudah jadi baru dia serahkan. Kemarin ada koreksi, masalah tumbuh-tumbuhan,” ujarnya. Wisnu Wijaya menegaskan, apabila proyek tersebut belum sesuai harapan pemerintah, maka pihak Pemkab Gianyar tidak akan menerima. “Belum sesuai dengan harapan kami, tidak akan kami terima,” tegasnya. Menurut Wisnu Wijaya, anggaran Rp6,1 miliar lebih untuk pengerjaan proyek tersebut seluruhnya merupakan CSR dari BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga, sepeser pun tidak ada membebani APBD Gianyar. “Intinya, kami belum terima karena masih ada koreksi. Itu memang belum selesai,” katanya. (kmb35)

Tukar Sampah Jadi Tabungan Emas PEMERINTAH terus berupaya mengajak masyarakat untuk turut serta melakukan penanganan sampah. Upaya ini dilakukan dengan dibukanya Bank Daur Ulang Bedulu (Badalu) di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Senin (2/12) kemarin. Badulu yang berdiri atas kerja sama Karang Taruna Eka Wira Bhakti dengan Pemkab Gianyar dan PT Pengadaian Wilayah VII Denpasar ini diharapkan dapat menarik minat masyarakat memilah dan menukarkan sampah menjadi tabungan emas. Pimpinan PT Pengadaian Wiliyah VII Denpasar, Nuril Islamiah, mengatakan Badalu berupa sebuah bangunan lengkap dengan sarananya bernilai Rp250 juta. Badalu berkonsep memilah dan menabung sampah menjadi emas. Bentuknya, setiap warga dapat menjual sampah yang telah dipilah dan uangnya ditabungkan di PT Pegadaian. Selanjutnya, uang tabungan itu diinvestasikan dalam bentuk emas di PT Pegadaian. “Dalam jumlah tertentu, emas ini dapat ditarik oleh penabung uang dari sampah itu,” jelasnya.

Nuril Islamiah mengakui, mewujudkan Badalu ini tak mudah karena membutuhkan komitmen yang kuat antara Pemkab Gianyar, PT Pegadaian dan masyarakat setempat. Dikatakan, PT Pegadaian baru bisa membuat lima bank serupa, yakni di Kupang, NTT, Mataram, NTB dan Gianyar. “Untuk pengelolaan sampah seperti ini, kami inginkan Gianyar jadi contoh untuk daerah lain. Jadikan sampah sebagai aset, bukan sesuatu menjijikkan,” jelasnya. Ketua Badalu Pande Putu Mertayasa mengakui, Badalu ini dibentuk bersama Karang Taruna Eka Wira Bhakti Desa Bedulu karena termotivasi kondisi lingkungan utamanya di lingkungan Pura Samuan Tiga yang banyak sampah. “Kami punya pola sendiri. Kami membuat komunitas yang punya rasa prihatin terhadap lingkungan, sehingga menginspirasi masyarakat yang lain,” katanya. Menurut Mertayasa, dirinya sejak dua tahun mendampingi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Gianyar untuk menyukseskan program bidang persampahan ini. Karena semangat

dan kerja sama yang intensif dengan segenap komponen, maka Badulu ini terjuwud dengan baik. Ia mengaku senang karena Badalu ini terwujud sebelum piodalan di Pura Samuan Tiga. Dengan begitu, sampah piodalan di pura ini bisa dipilah untuk dikelola di Badalu ini. “Untuk sampah keluarga, sebelum dibawa ke Badalu, harus dipilah. Badalu ini didukung komunitas bersih-bersih tiap minggu,” katanya. Sementara itu, Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, mengatakan keseriusan menjadi poin penting dalam penanganan masalah sampah. Perlu adanya kreativitas sedemikian rupa sehingga dapat mengelola sampah agar memiliki nilai ekonomis. Ia berharap keseriusan Desa Bedulu menangani sampah dapat menjadi contoh bagi desa lainnya. “Ini agar dicontoh oleh seluruh desa di Kabupaten Gianyar. Di setiap desa supaya ada satu atau dua pengelolaan sampah. Pemkab akan dukung penuh. Terlebih, sekarang ini kita dalam kondisi darurat sampah, sehingga Gianyar bisa keluar dan memberikan contoh terbaik untuk Bali,” ujarnya. (nik)

Operasi Pekat Agung 2019

Polisi Sasar Pedagang Arak Gianyar (Bali Post)Jajaran Polres Gianyar masih menggalakkan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) Agung 2019 dengan menyasar pedagang kecil. Kali ini, polisi menggerebek pedagang arak tanpa izin yang beroperasi di Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Senin (2/12) kemarin. Hasil penggerebekan itu, polisi mengamankan beberapa botol arak. Kasubag Humas Polres Gianyar Iptu Ketut Suarnata membenarkan penggerebekan pedagang arak itu dalam rangka imbangan Operasi Pekat Agung 2019 oleh Polsek Sukawati. Dalam operasi itu, polisi menyasar pedagang arak. Kemudian petugas mengecek kelengkapan perizinan pedagang tersebut. “Pedagang menjual arak tanpa SIUP-MB (Surat Izin Usaha Perdagangan-Minuman Beralkohol),” ujarnya. Sesuai aturan, pedagang itu melanggar pasal 27 ayat (1) Perda Nomor 13 Tahun 2002 tentang SIUP-MB. Kemudian, pedagang arak I Nyoman Comping (60) didata petugas, sedangkan barang bukti berupa 10 botol ukuran 600 mililiter berisi arak diamankan. Sebelumnya, Kabag Operasional Polres Gianyar, Kompol

Bali Post/kmb35

PEDAGANG ARAK - Polisi menyasar pedagang arak di wilayah Desa Batuan, Senin (2/12) kemarin. I Dewa Gede Mahaputra, mengatakan Operasi Pekat Agung 2019 akan berlangsung selama 16 hari, mulai dari 23 November sampai 8 Desember. Operasi ini dilakukan dalam rangka mencegah berkembang dan meluasnya, serta terbebasnya berbagai penyakit masyarakat. “Operasi ini khususnya menyasar penyakit masyarakat yang selama ini meresahkan ma-

syarakat,” katanya. Pada Operasi Pekat Agung II 2019 ini, kata Mahaputra, polisi menyasar tujuh target operasi (TO). Di antaranya, tiga TO miras, satu TO judi dan satu TO narkoba. “Karena itu, TO kami meliputi premanisme, miras, curat, curas, curanmor dan peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika,” katanya. (kmb35)

Bali Post/nik

BADALU - Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat mengecek Bank Daur Ulang Bedulu (Badalu), Senin (2/12) kemarin.


Selasa Paing, 3 Desember 2019

Satpol PP Hentikan Pembangunan Rumah Kos di Delodberawah

Negara (Bali Post) – Satpol PP Kabupaten Jembrana menghentikan pembangunan di Banjar Dauh Marga, Desa Delodberawah, Kecamatan Mendoyo, Senin (2/12) kemarin. Satpol PP menindaklanjuti informasi bahwa proyek tersebut belum memiliki izin mendirikan bangunan (IMB). Dari pengecekan yang dilakukan diketahui bahwa pembangunan yang baru tahap pondasi itu akan digunakan untuk kos-kosan.

Bali Post/kmb26

CEK PEMBANGUNAN – Satpol PP Jembrana mengecek aktivitas pembangunan di Delodberawah yang belum berizin. Rencananya, di lokasi tersebut dibangun tempat kos-kosan.

SOSOK Manfaatkan Lahan Pekarangan GUNA mendukung terwujudnya kedaulatan dan kemandirian pangan di masyarakat, Bupati Jembrana, I Putu Artha, mengajak jajaran ASN di Pemkab Jembrana menjadi pelopor melalui Program Gerbang SI Intan (Gerakan Membangun Sistem Intensifikasi Pekarangan). Melalui program ini, para pegawai diharapkan bisa memanfaatkan lahan pekarangan setidaknya melalui penanaman sayur-mayur untuk kebutuhan sehari–hari dan tabulampot (Tanaman Buah Dalam Pot). Sementara di tingkat kabupaten, Bupati Artha berharap dukungan dari berbagai OPD terkait untuk selalu meningkatkan koordinasi dan komunikasi serta bersinergi dalam mewujudkan ketahanan pangan di Kabupaten Jembrana. “Sebagai leading sector, Dinas Pertanian dan Pangan saya tegaskan untuk mengoptimalkan peran aktif para penyuluh pertanian, petugas POPT dan Medik Veteriner untuk melaksanakan pendampingan terhadap percepatan pelaksanaan program,” terang bupati asal Melaya ini. Di samping itu, memaksimalkan penggunaan Alsintan (Alat Mesin Pertanian) mulai dari penyiapan lahan, panen, pascapanen, distribusi hingga keamanannya di masyarakat. Sebelumnya, Pemkab Jembrana menyerahkan bantuan Alsintan sebanyak 189 unit. (olo)

Ketika petugas menanyakan perizinan, pihak yang ditemui di lokasi menyatakan belum melengkapi. Padahal pengerjaan sudah dilakukan dengan pemasangan pondasi dan pengurukan tanah. Belum dipenuhinya izin berarti pemiliknya melanggar Perda Nomor 3 Tahun 2017 tentang Bangunan Gedung. Oleh karenanya petugas menyetop kegiatan pembangunan ini dan meminta pihak yang bertanggung jawab datang ke Kantor Satpol PP. Kepala Bidang Penegakan Perundangundangan Daerah Satpol PP Jembrana, I Made Tarma, mengatakan dari pengecekan tersebut diketahui pihak pembangunan belum mengantongi izin yang harus dipenuhi. Salah satunya IMB yang wajib dimiliki apalagi bangunan tersebut nantinya digunakan untuk tempat kos-kosan. “Kami cek belum memiliki izin. Kami meminta pemilik datang ke kantor guna pembinaan untuk melengkapi izinnya,” terang Tarma. Hasil pengecekan, pemilik bangunan tersebut adalah Agung Ayu Kade dari Petanahan, Desa Batuagung. Bila perizinan sudah dipenuhi, pihak pemilik dipersilakan melanjutkan pembangunan. Pihaknya tidak ingin bangunan sudah jadi, namun perizinannya baru diurus. Apalagi bangunan tersebut nantinya akan difungsikan untuk usaha kos-kosan. (kmb26)

Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran di Bali Maya Permai Negara (Bali Post) – Kebakaran yang menghanguskan sebagian gedung di pabrik pengalengan ikan Bali Maya Permai pada Minggu (1/12) malam, masih dalam penyelidikan kepolisian. Pascakebakaran itu, polisi yang dipimpin Kapolsek Kota Negara Kompol I Ketut Maret langsung memasang police line di sekitar lokasi. Polisi juga akan mendatangkan tim Inafis Polda Bali guna memastikan penyebab kebakaran bangunan pabrik pengalengan ikan yang terletak di Desa Tegalbadeng Barat tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan. Semalam langsung dipasang police line,” terang Kompol Maret, Senin (2/12) kemarin. Kapolsek yang bersama jajarannya berada di lokasi

hingga api benar-benar padam, mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Selasa (3/12) ini, tim Puslabfor Mabes Cabang Denpasar akan mendatangi lokasi guna melakukan olah TKP. “Api baru bisa dipadamkan menjelang dini hari. Tidak ada korban jiwa, namun hampir sebagian gedung terbakar,” tandasnya. Diberitakan sebelumnya, pabrik pengalengan ikan Bali Maya Permai mengalami kebakaran pada Minggu sore sekitar pukul 17.00 Wita. Salah satu karyawan melihat api di ruangan administrasi cold storage. Api sudah berada di atas atau tingkat 2. Lantai bangunan menggunakan kayu, sehingga api cepat merambat. Sejatinya sejumlah karyawan sudah

berupaya melakukan pemadaman menggunakan tabung apar (pemadam), namun api sudah membesar dan dengan cepat meluas ke ruangan sebelah. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Jembrana memerlukan waktu hingga pukul 00.00 atau kurang lebih enam jam untuk bisa memadamkan api. Dalam bangunan seluas 115 meter x 14 meter yang terbakar itu terdapat beberapa ruangan, di antaranya ruang administrasi laboratorium, administrasi cold storage, ruang kaleng sarden, ruang medium ikan tuna, gudang dan ruang absensi. Satu bangunan lagi yang juga terbakar adalah untuk pengovenan ikan. Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. (kmb26)

Bali Post/kmb26

POLICE LINE – Tim Inafis Polres Jembrana bersama jajaran Polsek Kota Negara memasang police line di lokasi kebakaran Pabrik Bali Maya Permai.

I Nengah Wenten

Bali Post/kmb26

KKG Tingkatkan Kualitas Guru

Negara (Bali Post) Sejumlah upaya dilakukan guna meningkatkan mutu sekolah. Sebab, tidak dapat dipungkiri, mutu sekolah sering dijadikan alasan oleh orangtua untuk memilih tempat menuntut ilmu bagi putra-putrinya, walaupun jaraknya jauh. Kabid Dikdas Dikpora Jembrana Nyoman Wenten menilai wajar apa yang diinginkan orangtua siswa tersebut. Dinas telah melakukan beberapa langkah guna meningkatkan mutu sekolah. Seizin Kadis Dikpora Jembrana Ni Nengah Wartini, langkah yang dilakukan di antaranya menerapkan zona guru dan mengintensifkan KKG (Kelompok Kerja Guru). ‘’Guru memiliki peran yang sangat penting. Kualitas guru berpengaruh pada mutu sekolah dan murid,” ujarnya beberapa hari lalu. Terkait zona, penempatan guru melihat jarak tempuh ke sekolah dan tempat tinggal guru. Ini dilakukan sebagai

upaya pemerataan sehingga guru-guru berprestasi tidak hanya di satu sekolah dan berkaitan dengan efektivitas kerja guru. Zona guru sudah diberlakukan sejak tahun 2016 dengan pola minimal per kecamatan. Hal ini sangat berpengaruh, karena kalau semakin jauh, efektivitas guru juga berkurang sehingga mengganggu proses belajar dan mengajar. Selain itu, guru didorong supaya rajin melakukan interaksi sesama guru melalui kegiatan KKG yang merupakan kumpulan beberapa gugus. KKG tidak hanya diberlakukan di kecamatan, tetapi hingga ke kabupaten. ‘’KKG merupakan wadah guru dalam membangun dan mengubah karakter, berdiskusi memecahkan permasalahan, membuat soal, menyusun bahan ajar, lembar kerja dan tugas hingga merencanakan setrategi belajar dan mengajar,’’ papar Wenten. (kmb26)

Tujuh Parpol Bentuk ”Jembrana Maju”, PDI-P Pilih Koalisi dengan Rakyat SEJUMLAH pimpinan partai politik (parpol) berkumpul di Kantor Sekretariat DPD Golkar Jembrana, Minggu (1/12) malam. Seusai rapat, tujuh parpol di luar PDI Perjuangan, yaitu Golkar, Gerindra, Demokrat, PPP, Nasdem, PKS dan Perindo sepakat membentuk koalisi untuk Pilkada 2020. “Tujuh parpol ini sepakat membentuk koalisi untuk Pilkada 2020 Jembrana,” ujar Sekretaris DPD Golkar Jembrana, Nyoman Birawan, Senin (2/12) kemarin. Di akhir pertemuan dilakukan penandatanganan kesepakatan untuk membentuk koalisi permanen oleh ketua dan sekretaris masing-masing parpol. Empat parpol pengusung koalisi, yakni Golkar, Demokrat, Gerindra dan PPP memiliki kursi di legislatif. Keempat parpol ini di leg-

islatif memiliki 14 kursi dari total 35 kursi di DPRD Jembrana. Tiga parpol yang bergabung dalam koalisi menjadi pendukung yakni Nasdem, PKS dan Perindo. Birawan menyebut seluruh parpol ini telah mendapatkan restu dari tingkat provinsi. Intinya, mereka sepakat membentuk koalisi dalam pilkada nanti. Dalam kesepakatan tersebut, tujuh parpol juga menyepakati menamakan koalisi ‘’Jembrana Maju’’. Setelah kesepakatan koalisi ini, akhir Desember ini akan dilakukan deklarasi yang melibatkan seluruh parpol tersebut. Calon yang akan diusung, menurutnya masih akan diputuskan setelah deklarasi ditetapkan. “Di masingmasing parpol saat ini juga sedang menggelar penjaringan dan pendaftaran calon.

Termasuk di Golkar pendaftaran sampai 11 Desember,” tandas Birawan yang juga Ketua Panitia Seleksi (Pansel) pendaftaran calon Bupati dan calon Wakil Bupati 2020. Khusus di Golkar sudah ada tiga tokoh dari luar Golkar yang mengambil formulir. Mereka adalah H. Nasrun (pensiunan PNS), I Nengah Tamba (Demokrat), dan Komang Adiyasa (Hanura). Ketiganya sebelumnya merupakan calon legislatif tingkat Provinsi Dapil Jembrana (DPRD Provinsi) tahun 2018 lalu. Birawan memaparkan, selain ketujuh parpol itu, koalisi juga tengah melakukan komunikasi politik dengan parpol lainnya seperti PKB. Hanya, PKB yang juga memiliki dua kursi di DPRD Jembrana belum menyatakan keputusan. Ketua DPC PKB Jembra-

na, M. Yunus, dikonfirmasi terpisah mengaku sempat ditemui Golkar secara pribadi, tetapi belum menentukan sikap karena masih akan melakukan aspirasi di bawah terutama di kecamatan. Dengan munculnya koalisi Jembrana Maju, maka PDI-P yang sejak awal sudah ancang-ancang menelurkan pasangan calon bupati dan wabup dalam Pilkada 2020 mendapatkan lawan. Koalisi dengan Rakyat Menurut Ketua DPC PDIP, Made Kembang Hartawan, munculnya koalisi antarpartai dalam Pilkada Jembrana 2020 merupakan hal yang wajar dalam era demokrasi. “Mereka berkoalisi antarpartai, kami PDI Perjuangan berkoalisi dengan rakyat,” terang Kembang. Pihaknya bersama jajaran PDI-P fokus kerja untuk masyarakat dan

berbuat untuk rakyat. Selaku Ketua DPC PDI-P, ia tidak menganggap remeh siapa pun calon yang akan maju nanti. Semua lawan tangguh. Proses Pilkada 2020 masih tahap survei yang dilakukan tim independen yang ditunjuk pusat. Jadi, belum ada keputusan siapa calon yang akan diusung nanti. Disinggung pertemuan dengan Ketua DPD PDI-P Bali, Wayan Koster, bersama I Putu Artha dan I Ketut Sugiasa beberapa waktu lalu, Kembang mengatakan pertemuan itu untuk membicarakan Jembrana ke depan. “Kami berdiskusi bagaimana pembangunan Jembrana nanti. Belum ada pembicaraan siapa calon yang akan diusung. Tunggu saja (rekomendasi) dari DPP turun,” ujar Kembang yang telah mengambil formulir untuk calon Bupati Jembrana. (olo)

Bali Post/olo

PERTEMUAN – Pertemuan tujuh parpol di Kantor DPD Golkar Jembrana, Minggu (1/12) malam. Ketujuh parpol sepakat membentuk koalisi Jembrana Maju untuk Pilkada 2020.


Selasa Paing, 3 Desember 2019

Diterjang Angin Kencang Pohon Tumbang Ganggu Lalu Lintas Amlapura (Bali Post) Akibat diterjang angin kencang, sebuah pohon yang berada di Jalan Pantai Dalem Desa Pekraman Jasri, Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem tumbang, Senin (2/12) kemarin. Pohon tumbang itu menimpa akses jalan raya sehingga mengganggu lalu lintas. Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa mengungkapkan, pohon

tumbang terjadi sekitar pukul 07.00 Wita. Demikian menerima adanya laporan dari masyarakat, pihaknya langsung mengarahkan TRC BPBD bergerak ke lokasi kejadian guna melakukan penanganan. Selain petugas, penanganan pohon juga dibantu masyarakat setempat. “Pohon tumbang berjenis jati putih berdiameter 40 cm dan panjang 20 meter itu menimpa seluruh badan

jalan, sehingga menganggu akses lalu lintas,’’ ujarnya. Sebelum menangani pohon tumbang itu, BPBD memberikan bantuan logistik kepada I Nyoman Suantara di Banjar Dinas Bangle, Desa Bunutan, Kecamatan Abang. Suantara mengalami musibah rumahnya terbakar. ‘‘Kita harap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban Nyoman Suantara,” harap Arimbawa. (kmb41)

Bali Post/kmb41

DIPERIKSA - Petugas kepolisian saat menggiring pelaku untuk dilakukan pemeriksaan, Senin (2/12) kemarin. Bali Post/kmb41

EVAKUASI - Petugas BPBD Karangasem dibantu masyarakat saat mengevakuasi pohon tumbang yang menimpa badan jalan.

Masuki Musim Penghujan Pohon Perindang Dipangkas

Amlapura (Bali Post) Memasuki musim penghujan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem melakukan pemangkasan pohon perindang yang menjalar di pinggir jalan raya, Senin (2/12) kemarin. Upaya itu dilakukan untuk mengurangi risiko bahaya masyarakat pengguna jalan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karangasem I Gede Ngurah Yudiantara, Senin (2/12) kemarin mengungkapkan, memasuki musim penghujan ini memang dilakukan program prioritas pemangkasan pohon yang ada

di pinggir-pinggir jalan raya. Upaya itu dilakukan guna mengurangi risiko bahaya mencegah hal-hal yang tidak diinginkan bagi pengguna jalan. “Kita memang sudah rutin memangkas pohon perindang. Bila pohon dipantau membahayakan, maka kita lakukan pemangkasan,’’ tambah Yudiantara. Apalagi jika ada permintaan pemangkasan pohon perindang dari masyarakat, sudah pasti akan ditindaklanjuti dengan cepat. Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusa-

kan Lingkungan I Wayan Tahun menambahkan, sejauh ini sudah dilakukan pendataan keberadaan pohon-pohon perindang, baik yang ada di pinggir jalan raya kabupaten maupun provinsi. “Kita juga koordinasi dengan Kepala Wilayah dan Resort Pengelolaan Hutan (RTH) yang ada di masing-masing kecamatan. Keberadaan pohon perindang di kabupaten sebagian kecil ditanam oleh DLH. Kalau memang pohon perindang dinilai membahayakan, pasti pohon itu secepatnya dipangkas,” jelas Wayan Tahun. (kmb41)

Bali Post/kmb41

PANGKAS - Petugas DLH saat melakukan pemangkasan pohon perindang di wilayah Kota Amlapura, Senin (2/12) kemarin.

Baru 53 Daftar Perekrutan Panwascam

Amlapura (Bali Post) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Karangasem telah membuka pendaftaran perekrutan panitia pengawas kecamatan (panwascam). Dari 78 panwascam yang dibutuhkan, sejauh ini baru 53 orang yang mendaftar. Hal itu diungkapkan Ketua Bawaslu Karangasem I Gede Putu Suastrawan, Senin (2/12) kemarin. Sampai saat ini, kata Suastrawan baru sebanyak 38 orang yang mendaftar perekrutan anggota panwascam Pilkada 2020. Untuk kecamatan Abang baru

mendaftar delapan orang, Bebandem enam orang, Karangasem sebelas orang, Kubu enam orang, Manggis enam orang, Rendang enam orang, Selat empat orang, dan Sidemen enam orang. Suastrawan menambahkan, waktu pendaftaran dibuka sampai 3 Desember. Bila belum memenuhi jumlah yang diperlukan, maka pihaknya akan memperpanjang proses pendaftaran 6-10 Desember mendatang. Pasalnya, jumlah anggota yang dicari sesuai jumlah desa di Karangasem sebanyak 78 desa.

“Kalau quota panwascam belum penuh, tentu akan dibuka rekrutmen melalui perpanjangan. Jadi pendaftaran akan diperpanjang lagi. Nanti warga yang mau mendaftar bisa daftar lagi pada masa perpanjangan itu,” harapnya. Lebih lanjut dikatakannya, untuk tes tertulisnya rencananya akan dilaksanakan 13 Desember mendatang. “Tes tulisnya nanti mempergunakan sistem socrative. Tempat pelaksanaan tes tulisnya di SMKN 1 Amlapura,” jelas Suastrawan. (kmb41)

Bali Post/kmb41

DAFTAR - Warga saat melakukan pendaftaran sebagai anggota Panwascam di Kantor Sekretariat Bawaslu Karangasem, Senin (2/12) kemarin.

Cekik Pemilik Warung, ABG Dibekuk Polisi

Masih di Bawah Umur Pelaku Dititip di Polsek Selat Amlapura (Bali Post) Anak baru gede (ABG) I Kadek Bukti (16) harus berurusan dengan pihak kepolisian. Penyebabnya, remaja asal Banjar Yehe, Desa Sebudi, Selat itu terlibat kasus percobaan pencurian dengan kekerasan kepada pemilik warung I Nyoman Toya. Tindakan nekat pelaku Bukti mencuri rokok di warung Toya sempat membuat masyarakat emosi, kemudian membunyikan kulkul bulus (kentongan - red). Kadek Bukti bisa terlepas dari amukan warga yang keluar membawa parang karena lebih dulu melarikan diri menggunakan sepeda motor. Namun saat ini pelaku sedang dititipkan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Polsek Selat. Kapolsek Selat AKP I Gede Sunjaya Wirya, Senin (1/12) kemarin mengungkapkan, pihaknya mengetahui informasi dari korban I Nyoman Toya yang melaporkan ada percobaan pencurian dengan kekerasan di warungnya, Ming-gu (1/12) sekitar pukul 21.45 Wita. Menerima laporan itu, petugas kepolisian bergerak melakukan penyelidikan. Bahkan akibat aksinya ini, warga sempat membunyikan kulkul bulus (kentongan - red), sehingga warga sekitar berhamburan keluar membawa parang. “Pelaku saat itu mengetuk pintu warung. Karena ada yang mengetuk pintunya, korban akhirnya membuka pintu warungnya. Saat itu pelaku pura-pura hendak membeli rokok,’’ ujarnya. Sebelum rokok diserahkan, pelaku mencoba mendorong korban sehingga korban jatuh ke tempat tidur. Setelah itu pelaku bahkan mau mencekik leher korban. Tetapi korban langsung mengambil kursi mendorong pelaku, kemudian korban berteriak keras minta

tolong. Hal itu justru membuat korban terhindar dari usaha lebih lanjut pelaku mencekik lehernya. ‘’Saat itu pun pelaku langsung melarikan diri mengendarai sepeda motor,” ucap Gede Sunjaya Wiryadidampingi Kanit Reskrim I Gusti Lanang Ngurah Arimbawa. Bukan Sekali Ini Mencuri Pelaku, kata Kapolsek, kemudian berhasil dibekuk petugas kepolisian di wilayah Desa Nongan, Kecamatan Rendang. Pelaku sebetulnya bukan sekali ini saja melakukan pencurian. Sebelumnya pelaku sudah sempat melakukan pencurian uang sebesar Rp 12 juta di salah satu portal yang ada di Selat akhir 2018. “Katanya uang hasil curian sebelumnya dipakai taruhan trek-trekan di wilayah Klungkung,” jelasnya. Dia menambahkan, kendati pelaku terlibat kasus pencurian dengan kekerasan, akan tetapi pihak kepolisian tidak memberikan hukuman termasuk melakukan penahanan. Alasannya, pelaku masih di bawah umur. Sesuai undang-

undang, tidak boleh melakukan penahanan terhadap anak yang masih di bawah umur. “Saat ini pihak orangtuanya masih menitipkan anaknya di Polsek. Karena ditakutkan terjadi apa-apa terhadap anaknya jika pulang ke rumahnya,’’ tambah Kapolsek. Sebelumnya masyarakat sempat emosi. Warga yang ramai-ramai membawa parang itu hendak melakukan tindakan melawan hukum terhadap pelaku. Terlebih masyarakat sudah tahu persis kalau pelaku memang sering melakukan aksi pencurian. Untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, pihaknya memerintahkan Bhabinkamtibmas memberikan pengertian kepada masyarakat bahwa pihak kepolisian tidak melakukan proses hukum kepada pelaku lantaran masih di bawah umur. “Sesuai hukum memang tidak boleh menghukum anak di bawah umur. Biar warga paham kenapa orang melakukan pencurian dengan kekerasan justru dilepaskan, tidak dihu-

kum sebagaimana mestinya,” tegas Sunjaya Wirya. Pelaku I Kadek Bukti mengatakan, sebelum melakukan tindakan pencurian dengan kekerasan di warung miliki I Nyoman Toya, dirinya lebih dulu mencuri sepeda motor milik Gede Ari di Dusun Gunung Biau. “Saya ambil sepeda motornya di gudang. Saya dorong keluar gudang agar tidak diketahui pemiliknya,’’ katanya. Setelah mencuri sepeda motor itu, ia bergegas ke warung I Nyoman Toya. Siasatnya berpura-pura membeli rokok. Di sana dia mencuri empat bungkus rokok. Karena diketahui pemiliknya, Bukti kemudian nekat mencekik pemilik warung itu. ‘’Pemilik warung teriak minta tolong, akhirnya saya lari menggunakan sepeda motor curian itu,’’ tambah Kadek Bukti. “Awalnya tidak ada niat mencekik pemilik warung. Karena diketahui mencuri rokok, makanya lehernya saya cekik,’’ ujarnya mengulang. Sehabis mencekik dia melarikan diri. Di tengah jalan motor mati akibat kehabisan bensin. Dia kemudian pulang ke rumahnya mengambil motor milik pamannya. ‘’Bukan saja motor, saya sempat mengambil pakaian bahkan makan. Setelah itu baru saya pergi menuju Nongan. Selanjutnya di Nongan saya ditangkap petugas kepolisian,” jelas Bukti tanpa ekspresi. (kmb41)

ASN di Tiga OPD Terindikasi Kasus Narkoba

Ditindak secara Hukum jika Cara Persuasif Tak Digubris Karangasem dinilai cukup rawan menjadi tempat peredaran gelap narkoba. Dalam usaha mencegah peredaran narkoba lebih masif, maka Badan Narkotika Nasional (BNN) Karangasem melaksanakan kegiatan sosialisasi terhadap pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karangasem, Senin (2/12) kemarin. Dalam sosialisasi itu pihak BNNK itu terus terang mengumumkan ada oknum ASN (Aparat Sipil Negara) yang bertugas di tiga OPD itu terindikasi terlibat kasus penyalahgunaan narkoba. Lalu bagaimanakah langkah konkret yang dilakukan BNNK untuk mengeliminir kasus narkoba itu? KEPALA Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Karangasem AKBP I Ketut Arta menegaskan hal itu, Senin kemarin. Menurutnya, terkait adanya pegawai di tiga OPD terindikasi kasus penyalahgunaan narkoba itu, sejauh ini pihaknya terus melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut. “Kita dapat informasi tiga ASN di tiga OPD terlibat narkoba itu setelah melakukan penangkapan terhadap salah satu bandar narkoba belum lama ini. Bahkan kita sudah kantongi ciri-ciri ketiganya. Termasuk oknum yang bekerja di tiga OPD lingkungan Pemkab Karangasem,” tambah Artha. Kendati pihaknya telah

berhasil mengantongi ciriciri mereka, kata Arta, namun instansinya tidak bisa langsung melakukan penangkapan terhadap oknum tersebut. Pasalnya, masih perlu mengumpulkan bukti-bukti kepemilikan barang haram tersebut. “Setelah kita ketahui datanya seperti itu, kemudian kita lakukan sosialisasi ke kantor pemerintahan itu,’’ tambahnya. Dengan pendekatan persuasif itu, Artha berharap mereka berhenti menggunakan narkoba. Namun, jika dengan cara persuasif itu toh tidak juga digubris, maka akan dilakukan tindakan hukum. ‘’Seandainya mereka nanti tertangkap lagi melakukan hal serupa,

maka tidak ada toleransi lagi, mereka pasti kami akan proses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya. Lebih lanjut dikatakannya, Kabupaten Karangasem merupakan salah satu daerah yang cukup rawan peredaran gelap narkoba. Karena itu pihaknya berharap seluruh masyarakat

dapat ikut serta bekerja sama memerangi bahaya narkoba. “Kita secara intens akan melakukan sosialisasi narkoba sampai lapisan bawah. Upaya itu kami lakukan untuk menekan warga Karangasem, terlibat kasus narkoba ini,” pungkas Arta. (nan)

Bali Post/kmb41

SOSIALISASI - BNN Karangasem saat melakukan kegiatan sosialisasi narkoba di lingkungan Pemkab Karangasem, Senin (2/12) kemarin.


Selasa Paing, 3 Desember 2019

Dikunjungi Dewan Pertimbangan Proper Kementerian LHK RI Penerapan Modul Kelola Sampah Dinilai Sukses MODUL Ekstrakurikuler Pengelolaan Sampah yang mengedukasi dan mengajak para guru serta generasi muda dalam pengelolaan sampah yang di-launching belum lama ini, dinilai sukses dan menarik perhatian Dewan Pertimbangan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia (RI). Tim Dewan Pertimbangan Proper Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia yang dipimpin langsung Ketua Dewan, Djismun Kasrie, disambut Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta di SD Negeri 1 Gunaksa, Kecamatan Dawan, Senin (2/12) kemarin. Turut hadir dalam acara tersebut Direktur PT Indonesia Power M. Ahsin Sidqi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (LHP) Klungkung A.A. Ngurah Kirana, Perbekel Desa Gunaksa I Ketut Budiarta, Kepala SD Negeri 1 Gunaksa I Nyoman Musna, dan para guru. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta mengatakan modul ini sebagai bukti dan keseriusan Pemkab Klungkung dalam menangani permasalahan sampah di Kabupaten Klungkung serta untuk menjadikan sekolah nol sampah. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada Indonesia Power, STPLN yang sudah bekerja sama dalam penanggulangan sampah di Klungkung serta telah memberikan edukasi ke sekolah terkait modul pengelolaan sampah berbasis Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS). “Semoga apa yang menjadi impian dan keinginan kita ini bisa terus dilirik oleh pemerintah pusat,” ujar Bupati Suwirta. Ketua Dewan Pertimbangan Proper Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Djismun Kasrie mengapresiasi kinerja Bupati Klungkung dan menyampaikan terima kasih kepada Bupati Suwirta yang mengi-

nisiasi pengelolaan sampah berbasis TOSS yang disebarluaskan melalui modul buku ke semua sekolah. “Di sini Dewan Pertimbangan Proper merupakan Dewan yang mempunyai tugas melakukan evaluasi terhadap para peserta Program Penilaian Peringkat Perusahaan,” ungkap Djismun Kasrie. Pihaknya akan membawa hasil kunjungan ini ke pusat untuk dirapatkan kembali agar bisa dipertahankan keemasannya. “Program ini sangat bagus, mengajarkan generasi muda sejak dini mencintai lingkungan dengan pembelajaran modul ektrakulikuler di sekolah,” imbuhnya. Sementara itu, Kepala SD Negeri 1 Gunaksa I Nyoman Musna menyatakan penerapan modul pengelolaan sampah sudah diterapkan sejak di-launching. Dengan modul ini para siswa menjadi tahu mana sampah organik dan nonorganik dengan pembelajaran langsung di lapangan dan mengajari anak dengan kesadaran sejak dini tentang pengolahan sampah. “Tak hanya dalam pelajaran ekstrakurikuler, kami juga memberikan hadiah kepada kelas yang menjaga kebersihan dan siswa yang taat membuang sampah yang sudah dipilah pada tempatnya,” tandas Musna. Rombongan Tim Dewan Pertimbangan Proper Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia selanjutnya mengunjungi TPSSR Nangun Resik Desa Paksebali, Kecamatan Dawan. (ad37)

SOSOK Harus Membuka Diri

PENDERITA HIV/AIDS cukup tinggi di Kabupaten Klungkung. Saat ini sudah terdata sebanyak 440 penderita. Namun, dari jumlah tersebut hanya 60 orang penderita mendapatkan pendampingan dan 15 orang penderita HIV/ AIDS yang mau dengan terbuka menerima bantuan ini. Demikian disampaikan Kepala KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Klungkung, Wayan Sumanaya, saat peringatan Hari AIDS Sedunia, Minggu (1/12) lalu. Dia menegaskan, pemberian bantuan bagi kaum ODHA (Orang dengan HIV/ AIDS) merupakan bagian dari program inovatif KPA Klungkung. Diistilahkan dengan Jaga Gerbang (Jangkau Siaga Gerak Bangun). Program ini diciptakan sebagai upaya memberikan pelayanan terbaik kepada ODHA. Melalui program ini, para ODHA yang mau terbuka dan terdata di KPA, akan mendapatkan perhatian dan pendampingan. ODHA juga akan mendapatkan obat ARV (Antro Retro Viral) secara gratis seumur hidupnya serta dana bantuan setiap tahun Rp 500 ribu. Selain memberikan dana bantuan, dalam memperingati hari AIDS Seduania ini, KPA Klungkung membagikan brosur dan pamplet kepada masyarakat dan pelajar. Tujuannya, untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang sifat dasar HIV dan bahayanya. Pihaknya mengajak masyarakat terutama generasi muda untuk bersamasama membudayakan perilaku hidup sehat. “HIV/AIDS berawal dari perilaku seks bebas, memakai narkoba termasuk minum minuman keras. Ini yang memicu hal-hal negatif itu terjadi,” katanya seraya menyampaikan sudah memberikan bantuan kepada 15 ODHA serangkaian peringatan Hari AIDS Sedunia. “Dengan semakin banyaknya kaum ODHA yang membuka diri, akan mempermudah KPA dalam melakukan pendampingan dan pengobatan,” ucapnya. Pihaknya mengimbau semua lapisan masyarakat agar tidak mendiksriminasikan kaum ODHA karena akan memperburuk kondisi psikologis ODHA dan menghambat upaya penanggulangan AIDS. (gik)

SDN 1 GUNAKSA - Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, saat tiba di SDN 1 Gunaksa bersama Tim Dewan Pertimbangan Proper Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Disidak Satpol PP Pemilik Alat Berat Ngaku Hanya Parkir Semarapura (Bali Post)Petugas Satpol PP Pemkab Klungkung memenuhi janjinya turun langsung ke lokasi eks galian C di wilayah Desa Tangkas, Kecamatan Dawan, Senin (2/12) kemarin. Mereka melakukan sidak karena penasaran dengan laporan masyarakat terkait keberadaan beberapa alat berat di lokasi. Akhirnya petugas Satpol PP memastikan bahwa alat berat itu hanya parkir di sana, karena mengalami kerusakan setelah digunakan bekerja di sekitar Dermaga Gunaksa. Kasatpol PP Pemkab Klungkung, Putu Suarta, mengatakan jajarannya menemukan pekerja dari pemilik alat berat tersebut bernama Nut Wahyudi asal Surabaya. Dia menyampaikan bahwa alat berat ini milik bosnya, Jepri, asal Bandung. Setelah diklarifikasi oleh petugas, Nur Wahyudi mengaku alat berat itu hanya diparkir di sana, karena mengalami kerusakan dan harus dilakukan proses perbaikan sebelum meninggalkan lokasi proyek. Alasan tersebut mencurigakan karena di sekitar Dermaga Gunaksa sudah tidak ada lagi proyek pemerintah tahun ini. Jadi, penemuan sejumlah alat berat ini menimbulkan persepsi lain. Namun, Suarta menegaskan bahwa alat berat ini dipakai saat masih ada proyek di sana. Akan tetapi, karena mengalami

Kasus TPPU Candra

Kajari Sebut Ada Peluang Tambahan Dua Tersangka Baru

Semarapura (Bali Post) Setelah I Nengah Nata Wisnaya, sepupu terpidana kasus TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) I Wayan Candra, ditetapkan sebagai tersangka, Kejari Klungkung terus menggeber kasus ini. Kejari Klungkung memastikan penanganannya tidak berhenti pada satu tersangka, tetapi bisa ada tambahan dua tersangka baru. Saat ini masih dikumpulkan dua alat bukti yang cukup ditambah keterangan ahli. Kajari Klungkung, Otto Sompotan, Senin (2/12) kemarin, mengatakan pihaknya telah membuktikan integritas dengan mengeksekusi tuntas kasus TPPU terpidana Wayan Candra. Bahkan, dalam penanganannya, setelah dipelajari lebih dalam, kasus TPPU ini melibatkan oknum tertentu yang masih berkeliaran. Setelah dilakukan tindakan penyelidikan, pihaknya berkeyakinan bahwa tersangka I Nengah Nata Wisnaya telah menenuhi unsurunsur yang disangkakan. Ini berdasarkan bukti permulaan yang cukup, didukung keterangan para ahli. Selain itu, fakta lain yang cukup mengejutkan adalah adanya keterlibatan tersangka lain.

Namun, kemungkinan adanya tersangka lain ini masih dipelajari lebih lanjut oleh penyidik Kejari Klungkung. Pihaknya akan melakukan pengembangan lebih jauh dan memastikan menjerat semua pihak yang diduga terlibat dalam pusaran kasus ini. “Dalam pemeriksaan memang ada peluang adanya tersangka lain, tetapi kami harus mengumpulkan barang buktinya. Apakah dia layak dimintai pertanggungjawaban tindak pidananya, kami harus mengantongi minimal dua alat bukti,” tegasnya. Kalau bukti permulaan itu bisa dipenuhi, sasaran tersangka berikutnya akan diproses lebih lanjut. Kajari Otto Sompotan menegaskan, dalam pengembangan kasus ini, selain Nata Wisnaya, kemungkinan penanganannya bisa menambah dua tersangka lagi. Dua oknum ini diduga masih terkait dengan kasus TPPU yang melibatkan mantan Bupati Klungkung Wayan Candra. Dua orang yang dimaksud tidak jauh-jauh dari orang-orang Candra yang saat itu dipercaya menyamarkan hasil korupsinya. “Kami lihat dalam perjalanannya nanti. Bisa saja lebih, bisa juga kurang. Yang jelas

kemungkinan ada tambahan dua tersangka lagi di luar NY,” jelas Otto Sompotan. Pihaknya menargetkan tahun depan akan kembali mengumumkan tersangka baru, apabila dua alat bukti yang dibutuhkan dapat dipenuhi. Seperti diberitakan sebelumnya, kerabat Candra, I Nengah Nata Wisnaya, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kejari Klungkung, Jumat (29/11) lalu. Bahkan, dia langsung ditahan atas dugaan keterlibatannya dalam kasus TPPU mantan Bupati Candra. Kasi Pidsus Kejari Klungkung I Kadek Wira Atmaja mengatakan, Nata Wisnaya ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan setelah dilakukan ekspose gelar perkara yang dipimpin Kajari Klungkung Otto Sompotan. Setelah gelar perkara itu, seluruh syarat penetapan tersangka dinyatakan terpenuhi, baik dua alat bukti yang cukup maupun pasal yang disangkakan. Jadi, setelah di-BAP sebagai tersangka, baru dia diputuskan langsung ditahan. “Sebelum dilakukan penepatan tersangka dan ditahan, dia sempat diperiksa tiga kali sebagai saksi,” katanya. (kmb31)

kerusakan, alat berat ini tidak bisa meninggalkan lokasi untuk menuju gudang alat beratnya. “Saat kami ke sana, dua alat berat sudah selesai diperbaiki. Sisanya akan diperbaiki hari ini sampai selesai,” kata Suarta. Meski demikian, pihaknya akan tetap meminta klarifikasi dari pemiliknya. Alat berat ini

harus segera meninggalkan lokasi agar tidak menimbulkan persepsi lain, di tengah upaya Pemkab Klungkung menjaga kawasan eks galian C bebas dari aktivitas penambang liar. Sebab, meski pintu masuk sudah ditutup portal, para penambang liar masih saja mencari ‘jalur tikus’ agar truk

bisa masuk dan mencuri pasir dari kawasan ini. “Tentu akan terus kami pantau agar tak ada lagi aktivitas penambang liar,” tegasnya. Sebelumnya, petugas Satpol PP Pemkab Klungkung menemukan sejumlah alat berat di lokasi, sesuai laporan warga setempat yang diterima petugas,

Minggu (1/12) lalu. Alat berat tersebut terdiri atas satu mobil derek, dua eskavator dan satu alat angkat. Seluruh alat berat itu dicurigai akan digunakan untuk beraktivitas secara liar di lokasi. Namun, di lokasi hanya ditemukan alatnya saja, tidak ada pemiliknya dan aktivitas lain. (kmb31)

Bali Post/kmb31

EKS GALIAN C - Petugas Satpol PP Klungkung turun ke eks galian C untuk memastikan pemilik sejumlah alat berat di lokasi.


Selasa Paing, 3 Desember 2019

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Sekuriti dan staff produksi, pabrik di Tabanan, Lmrn email ke elykdirwani@gmail.com / 081236222509 B.BP.004.12.19.0000036

***Dicari Karyawati untuk Toko Gaji 1,8-2 jt Hub:081337230944 B.BP.001.12.19.0000041

SERVICE

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

Dcr:Driver Pariwisata (kendaraan perusahaan).Lam: True Bali Experience Jl.Diponegoro 150B12 Ph.239440 E:hrd@atruebaline seexperience.com

B.BP.001.12.19.0000034

BIRO JASA

Dcr Driver u/ Travel B.Inggris Hub.Merrys Tour 0361-235700

B.BP.803.12.19.0000029

Dcr Tng 1 wnt+1 laki serabutan min SMA,UD Kabik,081999415788

B.BP.001.12.19.0000015

Dibutuhkan Admin segera ! Hub.087 861 340 445

B.BP.001.12.19.0000016

Dicari segera krywti salon yg berpengalamanHub:081337900282

B.BP.001.12.19.0000018

BIRO JASA

Perusahaan(KJA) di Denpasar Bali membthkn”Senior Akuntan” Syarat:S1 Akuntansi, Pengalaman Buat Lap.Keuangan(8-9Thn),bisa bekerja Tanpa Supervisi, Mahir Myob & Xero,Bhs Ing,Penglmn di Perpajakan,bs isi SPT Tahunan, Kirim CV ke :corryet@yahoo.com

Dbthkn Tenaga Pengajar Sirkus, Pria/Wnt, bs B.Inggris,Dom.Bali Krm CV:rizqi@balicircus.com

B.BP.001.12.19.0000017

B.BP.004.12.19.0000032

B.BP.031.12.19.0000033

Yasera membutuhkan Kontraktor berpengalaman dlm pengerjaan proyek air bersih di Tianyar Tengah. Sumber air:Danau Batur Hub.(0363) 2787066 - email: selaksa.sejahtera@gmail.com

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY DIJUAL TANAH

Tnh, 2A, 3A Dlg, Rmh,Br,550 Jt Dlg, 082147454247

B.BP.004.12.19.0000030

PROPERTY DISEWAKAN TOKO

Disewakan Toko di Jl.Saraswati Seminyak Hub:08179704006

B.BP.001.12.19.0000042

RUPA-RUPA Sy Siap Bantu bayarkan,Laporkn Pjk Hotel, Pjk Restaurant,Toko NPWP,SIUP. HP:081.338.344.155 B.BP.001.11.19.0000544

KEHILANGAN HlgBPKBF1013790-ODK6508FBD an Ida Bagus Putu Puja Badung B.BP.001.12.19.0000014


Selasa Paing, 3 Desember 2019

Hanya 15 Km Jalan yang akan Diperbaiki Tahun Depan

Bangli (Bali Post) –

Target Pemkab Bangli menuntaskan program hotmik di tahun 2021 mendatang nampaknya sulit terwujud. Terbatasnya anggaran menjadi kendala utama untuk bisa menyelesaikan target tersebut. Dari total 200 kilometer lebih panjang ruas jalan yang belum terhotmik, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPerkim) Kabupaten Bangli hanya mampu menggarap 15 kilometer jalan di tahun 2020. Sekretaris Dinas PUPRPerkim Kabupaten Bangli, Made Soma, Senin (2/12) kemarin mengakui dengan terbatasnya anggaran daerah yang tersedia, pihaknya tidak bisa berbuat banyak untuk menuntaskan pro-

gram hotmik. Dia menyebutkan saat ini sisa ruas jalan yang belum terhotmik cukup panjang. Di Kecamatan Kintamani, dari 582,9 kilometer panjang jalan yang menjadi kewenangan Pemkab, yang belum

terhotmik mencapai 146,7 kilometer. Sementara di Kecamatan Bangli dari 124,32 kilometer, yang belum dihotmik 24,44 kilometer. Di Kecamatan Susut dari 117,8 kilometer panjang ruas jalan yang ada, yang belum terho-

tmik 8,6 kilometer. Di Kecamatan Tembuku dari 143,6 kilometer, sisa ruas jalan yang belum terhotmik mencapai 27,18 kilometer. Jika ditotal panjang ruas jalan yang belum terhotmik di empat kecamatan mencapai 206,92 kilometer. Dengan terbatasnya dana yang tersedia, di tahun 2020 mendatang pihaknya hanya mampu merencanakan kegiatan peningkatan sekaligus pelebaran jalan sepanjang 15 kilometer yang keseluruhannya berada di Kecamatan

Kintamani. Untuk peningkatan jalan itu, Dinas PUPRPerkim Bangli memanfaatkan dana yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) regular dan DAK Penugasan. Kegiatan peningkatan jalan yang menggunakan DAK Reguler direncanakan di ruas jalan KintamaniGelagahlinggah, Gelagahlinggah-Lembean dan Lembean-Langgahan. Sementara kegiatan yang bersumber dari DAK Penugasan direncanakan di ruas jalan

Siakin-Penutukan (Buleleng) dan Subak Berbaris Ngalan (Sekitar Desa Siakin-Pinggan) serta peningkatan jalan Bubung-Siakin. Soma menjelaskan, alasan DAK regular diarahkan untuk peningkatan jalan KintamaniGelagahlinggah, Gelagahlinggah-Lembean dan LembeanLanggahan adalah untuk memperlancar dan memperpendek jarak tempuh masyarakat Kintamani ke Denpasar. Dengan peningkatan jalan di sana, masyarakat Kintamani tidak lagi

harus lewat kota Bangli jika ingin ke Denpasar. “Sementara alasan DAK Penugasan diarahkan di sana karena untuk mendukung program kebun raya di Balingkang. Mengingat akan ada pembangunan kebun raya di sana, jadi infrastuktur jalan harus bagus,” jelasnya. Untuk peningkatan sisa ruas jalan lainnya, Soma menambahkan pihaknya saat ini masih menunggu bantuan dana dari kabupaten tetangga seperti Badung dan Gianyar. (kmb40)

Pedagang Pasar Senggol Sepakat Dipindah ke Terminal Bangli (Bali Post) –

Puluhan pedagang pasar senggol yang selama ini berjualan di timur dan selatan Lapangan Kapten Mudita sepakat pindah ke Terminal Loka Çrana. Oleh Disperindag, mereka diberikan waktu selama seminggu untuk pindah ke terminal tersebut. Kasi Ketersediaan dan Penyaluran Disperindag Bangli, Dewa Ketut Kantor, mengatakan Senin (2/12) kemarin, pihaknnya telah mengadakan pertemuan kembali dengan pedagang pasar senggol. Pertemuan kemarin merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang dihadiri Kadishub dan Kadisperindag. Dalam pertemuan pertama, sudah ada kebijakan dari Kadishub untuk memberikan para pedagang senggol memanfaatkan terminal Loka Çrana sebagai tempat jualan. Pedagang pun sepakat dipindah ke sana. “Setelah hampir dua minggu berlalu, tadi kami lakukan pertemuan kembali dengan

para pedagang pasar senggol. Pada intinya mereka sepakat pindah dan kami beri waktu satu minggu mulai hari ini,” jelasnya. Diakui Dewa Kantor, dari total 38 pedagang pasar senggol yang akan dipindah ke terminal, tidak semuanya berjualan makanan. Ada juga beberapa yang berjualan pakaian. Meski demikian pihaknya memastikan ketika dipindah nantinya tidak akan ada persaingan antara pedagang pakaian di Pasar Senggol dengan pedagang pakaian/kain di Pasar Loka Çrana yang lokasinya berada tepat di lantai atas terminal. Sebab pedagang pasar senggol baru buka mulai pukul 13.00 dan barang dagangannya pun tidak sama. Pihaknya mengakui tidak bisa memilah dan hanya m e m i n dahkan pedagang makanan ke terminal. Sebab bagaimana pun mereka menjadi kesatuan, dan mereka punya wadah perkumpulan pedagang pasar senggol. Terkait proses pemindahan ke terminal, rencananya

Kamis mendatang, pihaknya akan kembali mengundang para pedagang untuk diajak rapat guna mengetahui kendala yang dihadapi. Sejauh ini, persoalan yang muncul dari para pedagang, yakni belum tersedianya listrik dan air di terminal. “Nanti listrik dan air akan kami fasilitasi. Kami siap akan carikan kilometer listrik dan air khusus untuk mereka, sehingga jelas biaya yang harus dikeluarkan masing-masing pedagang,” pungkasnya. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, rencana pemindahan pedagang pasar senggol ke terminal ditargetkan berlangsung dan tuntas bulan November. Nengah Sudibya yang pada bulan lalu masih menjabat Kadisperindag sempat mengatakan, pedagang yang dipindah ke terminal hanya pedagang makanan. Pedagang pasar senggol yang berjualan pakaian tidak ikut dipindah karena pedagang kain sudah ada di Pasar Loka Çrana. (kmb40)

Mantan Pacar Mengaku Hamil

Pelajar Gantung Diri Bangli (Bali Post) Kasus bunuh diri dengan cara gantung diri lagi terjadi di Bangli. Kali ini dilakukan oleh seorang pemuda di Desa Dausa Kintamani. I Kadek Putra Yasa (23), yang masih berstatus pelajar SMK nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri setelah didatangi mantan pacarnya yang mengaku hamil empat bulan. Kasus gantung diri tersebut terjadi Senin (2/12) kemarin. Korban ditemukan tewas tergantung pada sebuah pohon cengkeh di kebun milik orang tuanya, I Made Narba. Peristiwa berawal saat seorang wanita yang mengaku dari Tajun, Buleleng

mendatangi rumahnya pada Minggu (1/12) lalu sekitar pukul 15.00 Wita. Wanita tersebut mengaku sudah hamil 4 bulan. Kemudian sekitar pukul 21.00 Wita, korban minta izin keluar rumah. Namun, ia tak kunjung balik ke rumah. Pihak keluarga kemudian mencoba menelepon korban, namun tidak mendapat jawaban. Keesokan harinya, sekitar pukul 09.00 Wita, keluarga justru menemukan korban tergantung di pohon cengkeh dengan seutas selendang. Saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Pihak keluarga pun melaporkan kejadian tersebut

ke Polsek Kintamani. Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi, mengatakan kasus gantung diri tersebut telah ditangani Polsek Kintamani. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, diduga kuat korban tewas akibat gantung diri. Sebab tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Mengenai motif korban gantung diri, diduga karena depresi. Korban diketahui sudah putus menjalin hubungan asmara dengan wanita tersebut selama empat bulan terakhir. Namun, mantannya itu tiba-tiba datang mengaku hamil empat bulan. (kmb40)

Bangli (Bali Post) – Desa Wisata Penglipuran akan kembali mengadakan festival dalam waktu dekat. Seperti biasanya festival akan diisi pameran produk kerajinan, berbagai lomba dan atraksi seni dan budaya. Dalam festival kali ini yang mengusung tema green destination, desa yang mendapat predikat desa terbersih di dunia itu akan berupaya mengajak masyarakat mengurangi sampah plastik. Seluruh peserta pameran akan menyediakan tas ramah lingkungan bagi

pengunjung yang ingin membeli dan membawa pulang suvenir produk hasil kerajinan masyarakat. “Nanti semua peserta pameran akan menyediakan tas ramah lingkungan,” kata Nengah Sudibya selaku Ketua Panitia Festival Penglipuran, Senin (2/12) kemarin. Upaya itu dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam penyelamatan lingkungan. Tentunya itu juga sesuai dengan tema yang diusung dalam festival ketuj u h k a linya itu.

Dikatakan mantan Kadisperindag Bangli itu, Festival Penglipuran dijadwalkan berlangsung pada 9-30 Desember. Lebih lama dari pelaksanaan festival tahun sebelumnya yang hanya 15 hari. Festival akan dibuka dengan fragmentari sejarah Desa Penglipuran. Sudibya menambahkan, dalam Festival Penglipuran nanti, Desa Wisata Penglipuran akan melibatkan seluruh bebanuan (desa yang memiliki hubungan kekeluargaan dengan Desa Penglipuran), seperti Bayung Gede, Sulahan, Kayubuhi dan lainnya. Pelaksanaan festival Penglipuran se lama ini diakuinya mampu mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan. Tidak hanya itu juga melestarikan budaya dan menggeliatkan sanggar-sanggar seni di Bangli. Sebab dengan adanya festival, seniman punya ruang untuk menampilkan kreasinya. (kmb40)

Fragmentari Sejarah Desa Penglipuran

Festival Penglipuran dijadwalkan berlangsung pada 9-30 Desember. Lebih lama dari pelaksanaan festival tahun sebelumnya yang hanya 15 hari. Festival akan dibuka dengan fragmentari sejarah Desa Penglipuran. Nengah Sudibya

Bali Post/kmb40

PEDAGANG - Sejumlah pedagang pasar senggol yang berjualan di timur Lapangan Kapten Mudita tampak sedang merakit gerobak dagangannya.


OLAHRAGA

Selasa Paing, 3 Desember 2019

Juara Lagi Teco Cetak Sejarah

Gianyar (Bali Post) – Pelatih Stefano ‘’Teco’’ Cugurra mencetak sejarah sebagai pelatih asing pertama yang sukses meraih gelar juara Liga 1 di dua klub berbeda selama dua musim beruntun. Rekor manis tersebut diukir Teco usai Bali United juara Liga 1 2019. Semusim sebelumnya, pelatih asal Brazil itu mampu mengantar Persija Jakarta menjuarai Liga 1 2018. Juru taktik berusia 45 tahun itu berhasil membawa Bali United juara usai mengalahkan Semen Padang 2-0 pada pekan ke-30 Liga 1 2019 di Stadion Haji Agus Salim, Senin (2/12) kemarin. Serdadu Tridatu yang sudah mengemas 63 poin tidak lagi bisa dikejar rival terdekatnya, Borneo FC, yang saat ini mengemas 46 angka. Perjalanan karier Teco di Persija tak langsung moncer. Ia sempat didesak mundur oleh suporter Persija pada musim 2017. Namun, ia menjawab kritik suporter dengan mengawinkan gelar Piala Presiden dan Liga 1 2018. Seusai sukses bersama Macan Kemayoran, Teco memilih tantangan baru bersama Bali United. Tangan dingin pria kelahiran Rio de Janeiro itu pun berlanjut di Pulau Dewata. Pemilik nama lengkap Alessandro Stefano Cugurra Rodrigues itu menjadi pelatih asing yang sudah bisa meraih prestasi juara kompetisi level tertinggi Tanah Air dalam dua musim beruntun. Namun, tampaknya trofi itu akan menjadi kado perpisahan bagi sang pelatih

untuk tim kesayangan Semeton Dewata tersebut. Pasalnya, beredar kabar bahwa Teco sedang diincar PSSI untuk menangani timnas Indonesia. Namun, belum ada pernyataan resmi dari PSSI terkait hal itu dan tentang di timnas usia berapa Teco akan ditempatkan. Rumor yang beredar menyebutkan bahwa Teco menjadi opsi ketiga jika negosiasi PSSI dengan dua calon pelatih Indonesia, Luis Milla dan Shin Tae Yong gagal. Tetapi ada pula yang menyebut bahwa Teco akan menangani timnas U-20 Indonesia untuk menghadapi Piala Dunia U-20 2021. Meski belum jelas, Teco mengaku siap jika diberi amanat oleh PSSI. ‘’Saya pasti siap menangani timnas Indonesia,’’ ujar Teco. ‘’Saya sudah punya cukup pengalaman tiga tahun menangani dua klub yang berbeda,’’ imbuhnya. Dikabarkan, salah satu faktor yang menjadikan Teco sebagai kandidat kuat calon pelatih tim Garuda adalah karena faktor kemampuan berbahasa Indonesia. Sehingga, ia tak akan kesulitan berkomunikasi dengan para pemain timnas nantinya. (kmb3)

Perseden Lolos ke Putaran Nasional Denpasar (Bali Post) Tim Perseden Denpasar merebut tiket lolos ke babak 32 besar putaran nasional sebagai wakil Bali dan Nusra, yang rencananya digulirkan mulai 12 Desember mendatang. Tim Laskar Catur Muka melenggang ke pentas nasional, usai

menang tipis 1-0 atas tamunya Persebi Bima pada laga kedua babak Regional Bali dan Nusra Kompetisi Liga 3, di Lapangan Kompyang Sujana, Senin (2/12) kemarin. Gol tunggal kemenangan Perseden dilesakkan Fajar Ferdy Saputra ketika pertandingan yang dipimpin

wasit Kurnia Setiawan (Garut) bergulir 27 menit. Namun gol itu dianggap berbau offside oleh pemain Persebi dan mereka memprotes hakim garis. Pada babak kedua, menit ke-53 salah seorang pemain Perseden dianggap handball, namun wasit tidak meniup peluit.

Gangguan Jiwa Di samping itu ada juga Luh Widiari, pemeran film ‘’Widya’’ produksi K3S Denpasar, bekerja sebagai tenaga kontrak di Dinas Sosial Denpasar sejak tahun 2013. I Made Adi Widiastra, disabilitas tuli, sebagai tenaga kontrak di Pusat Layanan Autis Disdikpora Denpasar. Ayu Diah Pratiwi, disabilitas fisik (celebral palsy), bekerja sebagai penyiar radio part time di Radio Publik Kota Denpasar. Di samping itu juga mempekerjakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang sudah sembuh sebagai tenaga kontrak di Dinas Sosial Denpasar yakni I Nyoman Sudiasa,

Agus Widhya Suputra, I Kadek Arimbawa, dan I Nyoman Gede Hindu Pratama. Bunda Selly juga berharap agar perusahaan swasta turut serta melihat kemampuan penyandang disabilitas dan dapat memberikan mereka kesempatan untuk bekerja serta memberikan kesamaan hak. ‘’Mari kita bersama-sama mengapresiasi kemampuan penyandang disabilitas dan memberikan mereka kesempatan yang sama,’’ ujarnya, sembari mengatakan dalam kegiatan HDI nanti dilaksanakan berbagai kegiatan dari tanggal 13-15 Desember mendatang di Lapangan Lumintang. Sementara itu, penyandang disabilitas Julius men-

gucapkan terima kasih kepada Wali Kota, Wakil Wali Kota Denpasar, Ketua K3S Ny. Selly Mantra dan Wakil Ketua K3S serta Pemkot Denpasar yang telah memberikan kesempatan untuk bekerja dan menimba ilmu. ‘’Tentu ini menjadi kebahagiaan dan kebanggaan bagi kami dengan kemampuan masingmasing yang kami miliki bisa menjadi pegawai kontrak di Pemkot Denpasar. Semoga ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan dapat mengikuti jejak Pemkot Denpasar dalam menerima penyandang disabilitas untuk dapat bekerja, dan mendapat kesempatan yang sama,’’ ujarnya. (ad47)

Selasa, 3 Desember 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:05 Wita 08:30 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Karya Mamungkah Ngenteg Linggih (2) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Bagus And Friend Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Gatra Praja Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping

10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:00 Wita 14:05 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita

Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Ocydia Home Shopping Dharma Wacana Karya Mamungkah Ngenteg Linggih (3) Berita Siang Klip Bali Solusi Alternatif Marion Sam Seputar Bali Terkini Klip Bali Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali TV Shop Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini

16:05 Wita Upakara 17:00 Wita Dunia kita 17:30 Wita Kartun Sabha Parwa(3) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Ista Dewata Pura Dalem Pingit Bedulu 21:30 Wita Sansekerta 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Suwung Batan Kendal (3) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel

Kejadian ini kembali membuat pemain Persebi tak menerima keputusan. Para pendukung Persebi yang tak puas melemparkan botol air mineral. Bahkan, wasit dikejar-kejar para pemain. Pada menit ke-76 kembali keputusan wasit dianggap merugikan Persebi, dan mer-

15

Atlet Surabaya Juara PRG Cup 1 Denpasar (Bali Post) Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose menutup kejuaraan Tenis Meja Piala Prakasa Rucira Garjita (PRG) Cup 1 di GOR Lila Bhuwana, Denpasar Timur, Minggu (1/12) lalu. Pasangan atlet tenis meja asal Surabaya, Jawa Timur bertengger di posisi atas, di antaranya atlet ganda putra 99+ nasional, Rendra dan Jack Donald yang bermain sengit menghadapi pemain unggulan lainnya David dan Sinyo. Sampai akhirnya pasangan David dan Sinyo terhenti di set ketiga. Pasangan David dan Sinyo harus mengakui kekalahannya dengan skor 3-0. Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus R. Golose saat menutup PRG Cup 1 menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang sebesar-besarnya diberikan kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kejuaraan tenis meja ini. ‘’Saya pribadi merasa bangga karena kejuaraan kali ini mendapat apresiasi sangat baik dari atlet lokal dan nasional untuk hadir ikut berkompetisi dalam kejuaraan tenis meja di Pulau Dewata. Kita sudah buktikan, dari Bali kita guncangkan dunia dengan penyelengaraan kejuaraan tenis meja PRG CUP 1,’’ ujanya. Kapolda Golose yang juga merupakan Ketua PTMSI Provinsi Bali memiliki visi untuk meningkatkan prestasi olahraga tenis meja Bali ke tingkat internasional. Melalui misi ini pemberian sarana dan prasarana bagi para altet uneka mengejar-ngejar wasit lagi. Dan terakhir, wasit usai meniup peluit panjang, kembali jadi bulan-bulanan pemain Persebi. Bersyukur, aparat TNI dan Polri sigap dan berhasil mengamankan wasit, serta menenangkan massa. Padahal, laga penting ini disaksikan Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri, Sekkab H. Taufik, serta Staf Ahli Bupati HM Antonius. Sementara di kubu tuan

Bali Post/ist

PIALA - Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose menyerahkan piala. tuk berlatih, memberikan motivasi kepada para atlet serta akan secara rutin. Menyelenggarakan pertandingan maupun kejuaraan dalam rangka memberikan kesempatan bagi atlet untuk menguji dirinya dengan medan pertandingan. ‘’Bagi atlet yang belum berhasil menjadi juara, tetaplah semangat dalam berlatih, kegagalan hari ini mengartikan kesuksesan di masa depan,’’ tetas Golose. Secara detail pemenang kejuaran ini, yakni untuk Ganda Putra Umum Nasional, juara I disabet Arda dan Rizal (PTM Best Group Surabaya), juara II diraih Abdul dan Rio (PRG Bali), serta juara III bersama Yon dan Doni (Fulicia Papua Barat), Bima dan Zahru (Fulicia Papua Barat). Sementara untuk Ganda

Umum Putri Nasional, juara I disabet Christine dan Gustin (PTM Best Group Surabaya), juara II Sisca dan Mangnik (PRG Bali), serta juara III bersama disabet Puspa dna Ikha (PRG Bali), Devi dan Galuh (PRG Bali). Sementara untuk Ganda Putra 99+, juara I diraih Rendra dan Jack Donal (PTM Best Group Surabaya), juara II David dan Sinyo Supit (PTM Best Group Surabaya), serta juara III bersama yakni Momon dan Peter (PTM Best Group Surabaya), Yon dan Eka (PTM Star Mas Jakarta). Dengan adanya pertandingan atlet legendaris dan ganda putra 99+ tingkat nasional diharapkan atlet muda khususnya Bali bisa belajar dan berlatih lebih maksimal. (kmb36)

rumah, laga krusial ini disaksikan Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Ketua Asprov PSSI Bali Ketut Suardana, Ketua KONI Denpasar I.B. Toni Astawa dan Ketua Askot PSSI Denpasar AAN Garga Candra Gupta. Usai laga, Sekum Askot PSSI Denpasar Gede Made Anom Prenatha menjelaskan, kemenangan ini patut disyukuri, dan skuad Perseden bersiap-siap bertolak

ke pentas nasional pada 10 Desember. ‘’Kami masih menunggu jadwal PSSI, berikut pembagian grupnya,’’ tuturnya. Di sisi lain, Manajer Tim Persebi Supri HM Nur mengakui jalannya pertandingan berjalan bagus. Akan tetapi, keputusan wasit yang kurang jeli, ditambah provokasi penonton di luar lapangan, membuat para pemain Persebi emosional. (022)


SELASA PAING, 3 DESEMBER 2019

Ritel Harus Ikuti Tren Konsumen TERJADINYA disrupsi atau perubahan berbagai sektor akibat digitalisasi serta gaya hidup di zaman milenial, dikhawatirkan memberi pengaruh terhadap penurunan usaha ritel. Namun, jika usaha ritel mampu mengikuti perubahan sesuai tren gaya hidup masyarakat akan menjadi kunci untuk tetap bertahan. Ritel adalah usaha yang berhubungan langsung dengan konsumen yang memiliki perubahan setiap waktu. Demikian terungkap pada Seminar Nasional yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Bali yang berlangsung di The Trans Resort Bali, Badung, Senin (2/12) kemarin. Dalam acara yang mengangkat tema ‘’Pelu-

ang Bisnis di Tengah Begesernya Perilaku Pasar’’ ini mendatangkan narasumber Chairman CT Corp Chairul Tanjung serta Director Retailer Service The Nielsem Company Yonki Susilo. Yonki Susilo menjelaskan, ritel adalah usaha yang berhubungan langsung dengan konsumen yang memiliki perubahan setiap waktu. Untuk itu usaha ritel harus bisa mengikuti perubahan tersebut. ‘’Yang paling cepat berubah maka akan menang,’’ ungkapnya. Sejatinya, kata Yonki, usaha ritel tidak akan pernah mati sepanjang masih ada manusia dengan kebutuhannya. Yang men galami penurunan adalah mereka yang tidak mau mengikuti perubahan. Meski dikatakan pasar telah

Alien Child

bergeser atau terjadinya disrupsi, hal itu menurutnya bisa jadi keuntungan oleh pengusaha. Untuk itu pelaku usaha ritel harus sadar akan perubahan, memiliki data tren perubahan tersebut. Hal senada juga diungkapan Chairul Tanjung, disrupsi membuat perubahan makin cepat dan dengan didukung oleh teknologi membuat inovasi makin mudah dilakukan. Hal ini membuat terjadi perubahan gaya hidup mulai dari belanja yang merujuk kepada market place, metode pembayaran, cara bekerja yang bisa di mana saja dan sebagainya. Beberapa hal tersebut akan memberi dampak berupa, persaingan muncul dari mana saja (impor ban-

yak masuk), amazon effect (banyaknya mall di Amerika yang berguguran). Untuk itu, model bisnis ritel sekarang yang harus diubah. ‘’Mall tidak lagi hanya jualan produk tapi bertemunya human (individu). Demikian juga ritel tradisional harus bisa bertransformasi, kalau tidak akan ketinggalan,’’ ungkapnya. Sementara itu, Ketua DPD Aprindo Bali A.A. Agra Putra mengatakan, beberapa pelaku usaha ritel telah mulai melakukan perubahan mencoba memberikan apa yang dibutuhkan konsumen saat ini. ‘’Seperti konsumen tidak perlu antre lama, begitu datang langsung ambil produk. Konsumen sekarang adalah ingin yang cepat,’’ ujarnya. (kmb)

Cinta Ajeg Bali Berbuah Manis

Hadirkan Lagu Baper Para Aliens

The ONE Legian & Hotel Vila Lumbung Raih ’’Tri Hita Karana Awards 2019’’

DI PENGUJUNG tahun 2019 ini, duo penyanyi bersaudara yang menamakan diri Alien Child kembali menghadirkan single terbarunya. Single yang dihadirkan ini merupakan pesanan langsung dari para Aliens (panggilan fans Alien Child) dan beberapa masukan sejumlah musisi dan tokoh musik. Kali ini, Alien Child yang diperkuat Aya dan Lala ini berusaha memanjakan Aliens dengan memproduksi dua lagu berbahasa Indonesia. Bahkan, single ‘’Jangan Salah’’ sudah diluncurkan pada 26 November lalu melalui akun Youtube Alien Child dan sekaligus di digital paltform, seperti Spotify, iTunes, Deezer dan Tidal. Dalam lagu ‘’Jangan Salah’’ ini, Aya Maranda (sang arranger) mengemasnya dalam electropop khas Alien Child. ‘’Lagu ini bercerita tentang seseorang yang sudah jenuh dikecewakan dan disakiti, dan kali ini sudah menyadari bahwa sendiri itu lebih baik,’’ ujar Lala Maranda, penulis lirik dan vokal utama Alien Child, Minggu (1/12). Seperti lagu-lagu sebelumnya, lagu ‘’Jangan Salah’’ juga diproduksi sendiri oleh Aya dan Lala termasuk dalam penggarapan lirik video. ‘’Kami berharap selalu dapat menciptakan musik yang murni ekspresi diri, serta kiranya dapat menjadi ruang berbagi untuk siapa saja, anak muda, guna mengenali dan memahami siapa dirinya,’’ imbuh Aya. Selain lagu ‘’Jangan Salah’’, Alien Child juga memberi sinyal kalau lagu berbahasa Indonesia kedua ditargetkan rilis di akhir Desember 2019 mendatang. Dalam lagu ini Alien Child akan mencoba membuat Aliens menjadi baper. ‘’Mereka berdua bersamasama memadukan kekuatan untuk menghasilkan karya musik yang mumpuni dan menginspirasi di era milenial ini,’’ tandas produser Alien Child, I K e t u t Suarma, yang j u g a ayah Aya dan Lala. (win)

dan melestarikan filosofi tradisional Bali dan mempraktikkan hubungan yang harmonis dengan masyarakat, Tuhan dan lingkungan. ‘’Ini menjadi bukti konsitensi kami untuk terus memberikan perubahan positif pada properti dan khususnya melestarikan budaya Bali. Tidak melulu komersial, bisnis kini adalah soal seimbang dan supportive terhadap kehidupan sekitar, Tuhan, manusia dan tentu lingkungan,’’ kata General Manager The ONE Legian, Eka Pertama. Hal serupa disampaikan Operation Manager Hotel Vila Lumbung Wayan Suada bahwa melalui program Corporate Social Responsibility yang terjadwal dan terarah, kepedulian dan keharmonisan terhadap Tuhan, manusia serta lingkungan bisa terbentuk. Selaku Advisor Hotel Vila Lumbung, Eka Pertama mengungkapan bagaimana kedua hotel mengimplementasikan Tri Hita Karana. Di aspek

MELANJUTKAN kesuksesan di tahun sebelumnya, dewi fortuna menaungi The ONE Legian & Hotel Vila melalui keberhasilan meraih penghargaan Tri Hita Karana 2019. Penghargaan tersebut diberikan acara resmi di Art Centre, Denpasar, Jumat (29/11) lalu. The ONE Legian memperoleh Tri Hita Karana Platinum II, sementara Hotel Vila Lumbung mendapat

Tri Hita Karana Emerald II. Momen ini adalah kali kedua bagi The ONE Legian & Hotel Vila Lumbung mendulang sukses dengan kategori medali yang sama dengan tahun sebelumnya. Akreditasi dan Tri Hita Karana Award sendiri merupakan ajang tahunan sebagai pengakuan terhadap perusahaan-perusahaan yang berkecimpung di bidang pariwisata dalam mengikuti

Golden Tulip Essential Denpasar

Pawongan, kegiatan CSR bertujuan untuk hotel memberikan kontribusi kepada masyarakat sekitar, hotel berkomitmen bahwa ke beradaan hotel mesti mampu membantu masyarakat, baik itu dari segi ekonomi maupun sosial. Selain itu, karyawan yang bekerja di kedua hotel tersebut juga mendapatkan tanggungan kesehatan keluarga, tanggungan kecelakaan kerja, dan bahkan kematian. Peningkatan kompetensi karyawan juga turut diperhatikan melalui aktivasi training. Anak-anak karyawan juga mendapatkan beasiswa guna semakin meningkatkan kualitas mereka. Aspek lain dalam Tri Hita Karana adalah palemahan, di mana perwujudannya adalah hubungan manusia dengan lingkungan. The ONE Legian & Hotel Vila Lumbung menerjemahkan aspek ini melalui program rutin agar lingkungannya sehat dan bersih. Kegiatan

General Cleaning dan Beach Cleaning teratur dilakukan bersama para karyawan, sampah-sampah plastik yang biasanya menyumbat got dan ada di sekitar pantai dikumpulkan. Ada pula penempatan bak sampah di beberapa titik pura dan beberapa tempat lainnya dengan harapan sampah bisa dikurangi karena tertampung di bak sampah yang telah disediakan. Keberadaan The ONE Legian dan Hotel Vila Lumbung di Bali tentu tidak bisa terlepas dari aspek ketuhanan umat Hindu. Oleh karena itu, kedua hotel mendirikan sebuah tempat suci berupa Padmasana di area hotel. Padmasana tersebut dapat digunakan oleh seluruh karyawan hotel yang berkeyakinan Hindu. Selain itu, The ONE Legian dan Hotel Vila Lumbung juga melakukan yadnya dengan memberikan sumbangan saat berlangsungnya upacara agama di desa setempat. (ad049)

Miliki Tempat ’’Wedding’’ Nuansa Kebun BELUM memiliki tempat wedding di hotel bernuansa kebun? Datang dan pesanlah di Golden Tulip Essential Hotel Denpasar, tepatnya di Jalan Gatot Subroto Barat, Padangsambian Kaja, Kecamatan Denpasar Barat. Akomodasi yang terletak di tengah kota metropolitan itu masih memiliki halaman hijau dengan tanaman langka bermanfaat. Suasananya tidak sumpek, sebab pandangan kita bisa lepas, bebas dengan view kebun hijau dan kolam renang. Suasana terasa makin damai, karena duduk berdampingan dengan alam bebas, sungai besar di pinggirnya penuh dengan tanaman tinggi. Apalagi, aneka menu sangat beragam yang ditawarkan para chef profesional. Garden yang ada biasa disebut Tresna Garden dengan kapasitas max 400 pax.

Garden ini biasa dipakai untuk gathering, wedding, ulang tahun atau team building. Rombongan tamu tertentu biasanya memanfaatkan untuk yoga. ‘’Area kebun Golden Tulip Essential Hotel Denpasar ini memang menarik sebagai tempat wedding,’’ kata Sales Manager Yanti Rastiti. Golden Tulip Essential Hotel Denpasar ini benarbenar berada di pusat bisnis Kota Denpasar. Di sekelilingnya terdapat banyak perkantoran membuat akomodasi ini menjadi city hotel yang berlokasi strategis. Dapat menjangkau area pemerintahan, seperti Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung dan kantor dinas-dinas sekitar Denpasar. Apalagi, Jalan Gatot Subroto saat ini mulai digandrungi pencinta kuliner, sehingga terdapat banyak restoran dan café sepanjang jalan

tersebut. Golden Tulip Essential Hotel Denpasar memiliki 94 kamar dengan pemandangan kota yang eksotik. Jumlah kamar yang ditawarkan juga beragam, seperti 76 Superior room, 16 Deluxe Room, 2 Suite room dengan luas 45 meter persegi serta disukung dengan fasilitas premium dan toilet dilengkapi bath tube. Akomodasi ini juga didukung dengan fasilitas ruang meeting sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Ada 6 meeting room dangan detail, seperti Damar & Nirwana with capacity up to 150 orang each room, Hardana with capacity up to 80 orang, Gurna with capacity up to 40 orang, Pride & Salute are board room with capacity 12 orang. ‘’Kami juga memiliki Branche Restaurant, Branche, Bar & Lounge,’’ pungkasnya. (bud)

Profile for e-Paper KMB

Edisi Selasa 3 Desember 2019 | balipost.com  

Headline : Kebahagiaan dan Kebersamaan pada Peringatan HDI Ketua K3S Denpasar Perjuangkan Disabilitas Jadi Pegawai Kontrak

Edisi Selasa 3 Desember 2019 | balipost.com  

Headline : Kebahagiaan dan Kebersamaan pada Peringatan HDI Ketua K3S Denpasar Perjuangkan Disabilitas Jadi Pegawai Kontrak

Advertisement