Skip to main content

Edisi Minggu 3 Nopember 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

12 HALAMAN

NOMOR 79 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila

Minggu Paing, 3 November 2019 Kakak-Adik Tebas Tiga Rekannya Kericuhan terjadi di mes gudang besi di Jalan Muding Gatot Subroto. Kakak-adik ditangkap polisi setelah menebas tiga rekan kerjanya.

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

Keperawanan Keperawanan masih menjadi masalah di kalangan remaja. Ikuti penjelasan lengkapnya.

Barong Bangkung Kesenian Barong Bangkung terus berkembang. Gamelan pengiringnya juga memiliki ciri khas.

Bali Orti | HAL. 7

Daerah | HAL. 2

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Gaya | HAL. 4

Setengah Lahan Reklamasi Pelabuhan Benoa Jadi Paru-paru Kota

Denpasar (Bali Post) Pascarusaknya lingkungan akibat reklamasi, kini Pelabuhan Benoa Denpasar didesain ramah lingkungan. Selain itu, juga memberi ruang untuk pelaksanaan kegiatan desa adat dan pemerataan ekonomi di luar kawasan pelabuhan atau ekonomi inklusif.

Iwan Bule Jadi Ketua Umum PSSI

Jakarta (Bali Post) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) akhirnya memiliki ketua umum baru. Mochamad Iriawan alias Iwan Bule resmi terpilih sebagai Ketua Umum PSSI periode 2019-2023 sesuai hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Pemilihan di Jakarta, Sabtu (2/11) kemarin. Iwan Bule unggul mutlak saat penghitungan suara. Perwira tinggi di kepolisian itu mengalahkan dua calon ketua umum lainnya, Rahim Soekasah dan Arif Putra Wicaksono. Iwan Bule akan melanjutkan tonggak kepengurusan PSSI setelah era Edy Rahmayadi yang terpilih sebagai Ketua Umum PSSI periode 2015-2019. Namun, Edy memutuskan mundur dari jabatannya tahun 2018 dan digantikan Joko Driyono sebagai Plt. ketum. Hal. 11 Berlangsung Tegang

Desain baru ini dibuat oleh PT Pelindo III untuk menindaklanjuti surat Gubernur Bali Wayan Koster setelah sebagian hutan mangrove rusak dalam proses perluasan pelabuhan tersebut. “Dari rangkaian rapat beberapa kali, hari ini rapatnya sudah final, sudah menampilkan desain pemanfaatan Dumping I dan Dumping II serta areal bekas Akame itu sudah didesain menjadi pemanfaatan yang ramah lingkungan,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan keterangan pers bersama Deputi Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin dan Dirut Pelindo III Doso Agung di Jaya Sabha, Sabtu (2/11) kemarin. Hal. 11 Fasilitas Perikanan

”Kini Pelabuhan Benoa Denpasar didesain ramah lingkungan. Selain itu, juga memberi ruang untuk pelaksanaan kegiatan desa adat dan pemerataan ekonomi di luar kawasan pelabuhan atau ekonomi inklusif ”. BPM/dok

Gubernur Bali Wayan Koster

RAMAH LINGKUNGAN - Eks reklamasi Pelindo III kini didesain ramah lingkungan.

Perlunya Mengedukasi Warga PRODUKSI sampah di Kabupaten Buleleng belakangan ini terus menunjukkan peningkatan secara signifikan. Ini tidak lepas karena perkembangan jumlah penduduk di Bali Utara. Di tengah situasi ini, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang dikelola pemerintah daerah memasuki tahap overload. Selain program akan mengoperasikan TPA baru, kebijakan pemerintah daerah dalam jangka pendek adalah menekan volume sampah yang dibuang ke TPA. Cara ini dilakukan dengan melakukan edukasi pemilahan sampah organik dan non-organik mulai dari lingkungan rumah tangga. Data yang dikumpulkan di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng, pemerintah daerah sebenarnya memiliki tiga lokasi TPA. Lokasi tersebut berlokasi di Desa Pangkung Paruk, Kecamatan Seririt. Selain itu, TPA juga dibuka di Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, dan TPA di Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan. Khusus untuk TPA Pangkung Paruk, keberadaannya dikeluhkan warga sehingga beberapa tahun yang lalu TPA itu ditutup. Sementara, TPA di Desa Jagaraga saat ini telah dialihfungsikan hanya untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk organik. Dengan kondisi itu, praktis hanya TPA Bengkela yang masih beroperasi untuk menimbun sampah dengan metoda control landfill. Rata-rata setiap hari, sampah yang masuk ke TPA ini mencapai 450 meter kubik. Jumlah itu belum termasuk pembuangan sampah dari layanan sampah yang dikelola desa atau swasta. Tak pelak, kondisi ini membuat TPA ini overload, karena kapasitasnya menampung sampah 321 meter kubik. Kepala DLH Buleleng Putu Ariyadi Pribadi Sabtu (2/11) kemarin, mengatakan, untuk mengatasi kondisi ini, pemerintah daerah berupaya menekan volume sampah yang masuk TPA. Penanganan ini didasari dengan Peraturan Bupati (Perbup) No. 39 tahun 2019 tentang Pembuangan Sampah. Dengan regulasi ini, DLH mengedukasi warga memilah antara sampah organik dan sampah non-organik. Perbup ini juga mengatur waktu masyarakat membuang sampah dari pukul 17.00 sampai pukul 07.00 wita keesokan harinya. Kemudian waktu pengangkutan mulai pukul 07.00 sampai 17.00 wita. Khusus untuk pengangkutan sampah non-organik dilakukan tiga kali satu minggu yaitu pada Senin, Rabu, dan Sabtu. “Ini program jangka pendek. Sasarannya adalah sampah yang masuk ke TP hanya residu, sedangkan, organik diolah menjadi kompos di TPA Jagaraga dan sampah nonorganik didaur ulang bekerja sama dengan bank sampah di desa-desa,” katanya. Ariyadi menambahkan, untuk program jangka panjang, pemerintah daerah sudah memprogramkan perluasan areal TPA Bengkela. Kebijakan ini mulai dilakukan tahun 2017. DLH merencanakan akan memperluas TPA ke arah barat dengan membebaskan lahan seluas 62 are. Hal. 11 Gagal Dijalankan

BPM/mud

OVERLOAD - TPA di Desa Bengkala overload. Pemerintah daerah menekan volume sampah yang masuk ke TPA.

Mochamad Iriawan

TPA Suwung Penuh Tumpukan Janji Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung sejak lama dikategorikan overload. Tempat ini seakan mengemban tugas berat menampung semua sampah di Bali yang volumenya kian meningkat. Janji-janji ke arah perbaikan pun ditebar, namun tak satu pun terealisasi. Sampah tetaplah sampah. Yang rugi dan menjadi korban adalah warga sekitar Suwung. WARGA sekitar TPA Suwung wajar sempat memblokade TPA ini. Juga wajar warga Banjar Pesanggaran meminta komitmen pemerintah agar bisa mencari solusi permanen untuk mengatasi persoalan sampah yang menumpuk di TPA Suwung. Klian Adat Banjar Pesanggaran, Desa Adat Pedungan, Wayan Widiada, S.H.,M.H., mengatakan, pemerintah kini harus segera mereal-

isasikan janji –janji atau wacana untuk penanganan sampah di TPA Suwung. Karena dalam catatan sejarah panjang TPA Suwung sejak 1985, warga sudah banyak berkorban akibat dampak dari keberadaan TPA tersebut. Mulai dari polusi udara, bau tak sedap, hingga asap kebakaran yang terjadi setiap hari. Hal. 11 Energi Listrik

Warga Keluhkan Polusi Eks TPA Sente ASAP tebal terus mengepul dari tumpukan sampah di eks TPA Sente, Kecamatan Dawan. Situasi ini dikeluhkan warga. Asapnya sangat mengganggu warga sekitar, demikian juga baunya sangat menyengat. Pemkab Klungkung melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung menancapkan tiang atau pipa besar di tumpukan sampah itu, untuk mengeluarkan gas

metananya dari bawah, agar tidak terus-menerus menjadi pemicu kebakaran. Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, Sabtu (2/11) kemarin, mengatakan, pihaknya terus memantau situasi di sekitar eks TPA Sente. Penyiraman dalam beberapa bulan terakhir terus dilakukan. Beruntung, pekan ini juga sudah turun hujan. Hal. 11 Gas Metana

Gubernur Siapkan Pergub Kelola Sampah di Hulu

Suwung Tak Penuhi Syarat, Tiap Daerah Dirancang Miliki TPA GUBERNUR Bali, Wayan Koster, saat ini tengah memproses peraturan gubernur (pergub) tentang pengelolaan sampah di hulu. Mulai di tingkat rumah tangga sampai desa. Rancangan pergub kini sedang difasilitasi di Kementerian Dalam Negeri. “Mudah-mudahan akhir November paling lambat sudah selesai. Kalau ini sudah, maka akan dijalankan mulai tahun 2020,” ujar Koster di

Jayasabha belum lama ini. Menurut Koster, sistem akan dibuat untuk menjalankan pergub supaya sampah selesai di hulu atau pada sumbernya. Dengan demikian, sampah tidak lagi banyak mengalir dari hulu ke hilir. Seperti sekarang masih banyak berakhir di TPA Sarbagita Suwung. “Jadi, akan diselesaikan secara bertingkat dan nanti tinggal residu atau sisa dari sampah yang

memang sudah tidak bisa dikelola di tingkat rumah tangga atau desa, yang harus dibawa ke TPA. Tapi TPA-nya cukup TPA kabupaten, tidak perlu TPA yang seperti ini lagi (TPA Suwung, red),” jelas mantan anggota DPR RI ini. Menurutnya, pengelolaan sampah di Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan) mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat bahkan presiden. Oleh

karena itu, pihaknya tidak hanya mempercepat penyelesaian regulasi untuk solusi jangka panjang, juga melanjutkan pembangunan Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) di TPA Sarbagita Suwung yang prosesnya sudah dimulai tahun 2019 ini. “Pemerintah pusat menangani langsung kebijakannya. Pelaksanaannya ditugaskan kepada pemprov. Saat ini, proses untuk pengemban-

gan pengolahan sampah ini sedang disusun oleh Kemenkeu karena akan melibatkan investasi yang cukup besar. Saya pastikan ini akan berjalan,” tegasnya. Koster menilai, keputusan yang dulu memilih lokasi di Suwung untuk TPA adalah salah. Seharusnya, sampah dibuang di tempat yang jauh dari perkotaan. Hal. 11 Terbilang Strategis


2

Minggu Paing, 3 November 2019

Guru Harus Miliki ATM KEMAJUAN lembaga pendidikan banyak ditentukan kualitas SDM gurunya. Makanya Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar, Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M., meminta guru jangan menjadi guru di mata siswa, tapi jadilah guru di hati siswa. Artinya tanpa kehadiran guru, siswanya tetap disiplin. Ini yang dia sebut menjadi guru seperti pohon yang rindang dan berbau harum yang membuat orang lain lari berteduh di bawahnya. Jangan menjadi guru seperti pohon pule, tumbuh di kuburan, ditakuti, dan dijauhi siswa. Kedua, guru jangan terus berpikir masa lalu saja, sebaliknya guru hendaknya berpikir untuk masa depan, yakni mencetak SDM yang unggul. ‘’Anak-anak sekarang maju selangkah di bidang TI dari gurunya. Makanya, guru jangan takut belajar dari siswa,’’ ujar Madiadnyana saat HUT ke-15 SMK PGRI 5 Denpasar, Sabtu (2/11) kemarin. Yang penting lagi, kata dia, untuk bisa mewujudkan visi sekolah, guru wajib memiliki ATM, bukan ATM untuk menarik uang melainkan singkatan dari kompetensi Amati, Tiru dan Modifikasi. Makanya dia rutin mengajak kasek dan guru sekolah PGRI melakukan studi banding ke luar negeri untuk mengamati, meniru, dan memodifikasi keunggulan milik orang lain untuk sekolah sendiri. Modifikasi inilah yang dia sebut bagian dari kreativitas dan inovasi. Didukung dengan manajemen yang profesional, SDM guru profesional dan sarpras berkualitas. Maka saatnya sekolah PGRI, kata dia, fokus pada kualitas bukan lagi kuantitas. (sue)

BPM/ist

REMAJA - Penyuluhan tentang dampak kenakalan remaja diselenggarakan di Balai Banjar Pande, Desa Abiansemal.

Kenakalan Remaja Berdampak Penyalahgunaan Narkoba Mangupura (Bali Post) Kenakalan remaja saat ini sangat mengkhawatirkan. Jika dibiarkan, maka akan berdampak pada hal-hal negatif, di antaranya penyalahgunaan narkoba dan seks bebas. Hal itu disampaikan Kanitreskrim Polsek Abiansemal Iptu I Nyoman Sudarma dalam acara pembinaan teritorial (binter) terpadu Kodim 1611/Badung di Balai Banjar Pande, Desa Abiansemal, Jumat (1/11) lalu. Plh. Pasiter Kodim 1611/ Badung Kapten Inf I Wayan Suara, Sabtu (2/11) kemarin, menyampaikan, kegiatan nonfisik binter terpadu tersebut diikuti warga Banjar Pande. Kata Kapten Suara, binter ini merupakan fungsi utama TNI -AD dalam rangka mendukung tercapainya tugas pokok yang diimplementasikan melalui pemberdayaan geografi, demografi, dan kondisi sosial. Binter terpadu merupakan sebuah kegiatan di bidang teritorial dan diharapkan bisa melibatkan unsur pemerintah daerah dan instansi terkait yang ada di wilayah. “Kalau tujuan dari kegiatan ini menciptakan kemanunggalan TNI dengan rakyat secara berkes-

inambungan demi pertahanan negara,” tegasnya. Sedangkan, acara penyuluhan hukum disampaikan Kanitreskrim Iptu Sudarma. “Penyebab kenakalan remaja dipengaruhi oleh faktor internal yaitu krisis identitas dan kontrol diri yang lemah. Sedangkan faktor eksternal seperti keluarga, pengaruh teman dan lingkungan kurang baik, serta dampak negatif dari ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya. Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi kenakalan remaja ini, di antaranya yaitu kegagalan mencapai identitas peran dan lemahnya kontrol diri bisa dicegah atau diatasi dengan prinsip keteladanan. Remaja harus bisa mendapatkan sebanyak mungkin figur orang-orang dewasa yang telah melampaui masa remajanya dengan baik. Terkait kenakalan remaja tersebut, Suara berharap para orangtua serius mengawasi pergaulan anak-anaknya. “Pantau jam pulangnya, siapa saja teman-temannya. Arahkan anakanak kita mengikuti kegiatan yang arahnya positif,” ucapnya. (kmb36)

MES - Kasus pengeroyokan terjadi di mes gudang besi di Jalan Muding No. 24, Gatot Subroto Barat, Kerobokan Kaja, Kuta Utara. BPM/ist

Kakak-Adik Tebas Tiga Rekan Kerjanya Mangupura (Bali Post) -

Kericuhan terjadi di mes gudang besi di Jalan Muding No. 24, Gatot Subroto Barat, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung, Jumat (1/11) lalu. Polisi meringkus adik-kakak asal NTT, Senik Simri Octavianus (23) dan Semi Adibuwo Octavianus (25), Sabtu (2/11) kemarin, setelah mereka menebas tiga rekan kerjanya. Korbannya, Abdi Ariji (42), Devi Ahmad (20), dan Salim (20). Kasatreskrim Polres Badung AKP Laorens M. Heselo menyampaikan, terkait kasus ini, pihaknya memeriksa sejumlah saksi, di antaranya Suartini (25). “Suartini ini

adalah istri salah satu korban, Abdi Ariji. Dia juga melaporkan kasus tersebut,” ujarnya. AKP Laorens menambahkan, awalnya kedua pelaku dan dua korban ya-

kni Devi Ahmad serta Salim pesta miras di lantai atas. Diduga terjadi salah paham dan terjadi keributan. Mendengar ada yang ribut, Abdi Ariji yang sedang beristirahat ber-

sama istrinya, langsung naik ke lantai atas. Tujuannya ingin melerai. Namun, kedua pelaku langsung menyerang ketiga korban menggunakan parang dan palu. Ketiga korban pun langsung menyelamatkan diri dengan cara keluar dari gedung tersebut. Pelaku terus mengejarnya sambil menyerang. Akibat penyerangan tersebut, Abdi Ariji menga-

lami luka robek di bagian kepala dan tak sadarkan diri. Sedangkan dua korban lainnya mengalami luka robek di beberapa bagian tubuh dan langsung dilarikan ke RSUD Mangusada, Kapal, Badung. “Kedua pelaku sudah kami tangkap dan diperiksa intensif. Kami masih mendalami keterangan saksi-saksi,” ujar perwira asal Papua ini. (kmb36)

Keluarga Besar Lanud I Gusti Ngurah Rai Cakupan Imunisasi Diharapkan Bijak Manfaatkan Media Sosial DPT Bali Capai 99,5 Persen Mangupura (Bali Post) Panglima Komando Operasional Angkatan Udara II Masrda TNI Donny Ermawan Taufanto, M.D.S. menegaskan kepada keluarga besar Lanud I Gusti Ngurah Rai agar bijak dalam menggunakan media sosial. Pihaknya juga berpesan agar berhati-hati menggunakan media sosial, supaya tidak menimbulkan permasalahan hukum. Anggota Lanud I Gusti Ngurah Rai kata Pangkoopsau II, juga harus selalu melakukan pengawasan terhadap diri sendiri maupun keluarga dalam penggunaan

media sosial. “Media sosial memiliki dampak yang positif maupun negative. Oleh karena itu, kita harus bijak dalam menggunakan media sosial, kita harus kritis terhadap setiap informasi yang diterima, juga harus bisa membedakan mana yang merupakan fakta dan mana yang merupakan opini,” kata Pangkoopsau II didampingi Ketua Pia Ardhya Garini Daerah II Koopsau II Ny. Donny Ermawan Taufanto beserta jajaran Koopsau II melaksanakan kunjungan kerja di Lanud I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (1/11).

Sementara itu, Komandan Lanud I Gusti Ngurah Rai Kolonel PNB Wibowo Cahyono Soekadi S.Sos., menyampaikan terima kasih atas pengarahan dari Pangkoopsau II terkait penggunaan media sosial. Dengan adanya pengarahan ini, tentunya akan sangat bermanfaat. “Segala informasi yang disampaikan Pangkoopsau II dapat dijadikan pedoman bagi prajurit, Pegawai Negeri Sipil maupun keluarga besar Lanud I Gusti Ngurah Rai sebagai bagian dari TNI Angkatan Udara.” ucapnya. (kmb23)

BPM/kmb23

LANUD - Panglima Komando Operasional Angkatan Udara II Masrda TNI Donny Ermawan Taufanto, M.D.S., memberikan pengarahan kepada anggota Lanud I Gusti Ngurah Rai.

Denpasar (Bali Post) Kasus difteri saat ini sedang merebak di beberapa daerah di Indonesia. Bali sebagai tempat tujuan wisata yang mobilitas atau pergerakan penduduknya cepat, memiliki potensi penularan besar. Karena itu, untuk mencegah terjadinya penularan difteri ini, Dinas Kesehatan Provinsi Bali memperkuat cakupan imunisasi difteri atau DPT. Sebab, untuk bisa melindungi dari difteri, imunisasi adalah langkah utamanya di samping penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, I Wayan Widia, SKM., M.Kes., didampingi Kepala Seksi Surveilan dan Imunisasi, dr. I.G.A. Raka Susanti, M.Kes., mengatakan, cakupan imunisasi DPT di Bali selalu di atas rata-rata nasional yaitu 99,5 persen. ‘’Target nasional untuk cakupan imunisasi DPT nasional adalah 95 persen. Bali cakupannya tinggi yaitu 99,5 persen,’’ ujar Widia. Sementara itu, Kepala Seksi Surveilan dan Imunisasi, dr. I.G.A. Raka Susanti, M.Kes., melanjutkan penanganan utama dari difteri adalah imunisasi. Imunisasi difteri masuk dalam imunisasi DPT (difteri, pertusis, dan tetanus) yang merupakan salah satu vaksinasi yang wajib diberikan kepada balita. ‘’Anak usia dua tahun harus sudah mendapatkan imunisasi DPT. Dan, akan diulangi pada saat anak masuk ke kelas I SD,’’ ujar Raka Susanti. Dengan imunisasi ini, maka anak akan mendapatkan kekebalan dari infeksi bakteri penyebab difteri. Karena cakupan imunisasi DPT di Bali tinggi, menurut Raka meskipun ada kasus positif diyakini tidak menyebar luas karena sudah terbentuk kekebalan kelompok. Namun, adanya kekebalan kel-

ompok ini bukan berarti pihak Dinkes berpangku tangan. Setiap puskesmas tetap disiagakan jika menemukan kasus suspect difteri. Jika ditemukan kasus suspect menurut Raka, puskesmas segera melapor ke Dinkes kota/kabupaten setempat yang diteruskan ke Dinkes provinsi. Nantinya, sampel dari pasien suspect akan diperiksa di Litbangkes. Untuk tahun 2019 ini, Bali mengirimkan satu sampel pasien suspect difteri dan hasilnya negatif. Difteri menurut Raka, adalah penyakit infeksi karena bakteri Corynebacterium diphtheriae yang menyerang saluran pernapasan. Penyakit ini 100 persen menyebabkan kematian jika tidak ditangani. Ada pun gejala awal atau suspect yang patut diwaspadai adalah timbulnya demam, batuk dan infeksi saluran napas atas. Gejala khasnya adalah timbul membran berwarna putih di saluran pernapasan atas. Membran ini merupakan sarang bakteri yang menghasilkan toksin. Jika dibiarkan, toksin ini akan menyebar ke tubuh dan bisa berakibat fatal seperti menyebabkan serangan jantung. ‘’Jika terinfeksi, pasien harus diisolasi. Diberikan pengobatan salah satunya pemberian antitoksin bakteri. Apabila tidak mendapatkan penanganan, maka menyebabkan kematian 100 persen,’’ jelas Raka. Untuk itu, Raka berharap setiap orangtua yang memiliki anak balita dilengkapi imunisasi dasarnya. Setelah itu, diterapkan perilaku hidup bersih dan sehat salah satunya kebiasaan cuci tangan. Bakteri penyebab difteri ini hidup alami di alam. Bisa menular lewat udara, makanan, maupun air liur dari penderita. Difteri akan berpotensi menular di daerah padat penduduk dan cakupan imunisasinya rendah. (kmb24)

Rai Mantra Ajak Generasi Muda Lestarikan Seni Budaya Lewat Utsawa Dharma Gita HADIRNYA modernisasi tak lantas membuat punah budaya dan tradisi. Pemerintah Kota Denpasar selalu berusaha menjaga budaya dan tradisi dengan melestarikan serta melibatkan kaum muda di dalamnnya. Salah satunya adalah penyelenggaraan Utsawa Dharma Gita Kota Denpasar yang secara khusus dihadiri oleh Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Melalui Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, acara ini dilaksanakan di Wantilan Pura Desa lan Puseh Desa Peguyangan,

Sabtu (2/11) kemarin. Tampak hadir Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Denpasar IGN Bagus Mataram, Camat Denpasar Utara I Nyoman Lodra, dan masyarakat sekitar. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Rai Mantra menyambut baik dilaksanakannya kembali kegiatan Utsawa Dharma Gita ini. Rai Mantra mengatakan, hal ini tak terlepas dari zaman milenial generasi muda yang dapat dilakukan penguatan,

pengembangan, dan pelestraian kebudayaan Bali secara berkesinambungan. “Sehingga penguatan wiweka dalam pola pikir modern mampu ditelaah lewat berperilaku yang memerhatikan kehatihatian dan penuh pertimbangan,” ungkapnya. Lebih lanjut disampaikan bahwa modernisasi saat ini diharapkan mampu memperkuat kebudayaan Bali dengan berpikir yang baik mampu memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Sementara itu, Ketua Widya Sabha Kota Denpasar

sekaligus ketua panitia, I Made Suarta Wijaya, mengatakan, bahwa apa yang disampaikan Wali Kota Denpasar tentu menjadi acuan program kami. “Kami senantiasa memfasilitasi dan mendukung beragam program penguatan budaya dan tentunya melibatkan anak-anak muda seperti kegiatan ini,” ungkapnya. Dikatakan bahwa yang akan dilombakan adalah lomba macepat dan kidung yang diikuti oleh anak-anak dan remaja, sloka dengan peserta remaja, palawakya

dan kekawin dengan peserta remaja dan dewasa serta dharma wacana yang diikuti oleh peserta dewasa. “Lomba ini diikuti oleh 4 kecamatan dengan peserta 45 orang,” ungkapnya. Sementara itu, salah satu peserta Ni Wayan Purnami Rusadi mengatakan bahwa ia sangat mengapresiasi acara ini sebagai upaya penguatan dan pelestarian budaya. “Kita boleh saja terbuka dengan modernisasi tapi jangan sampai kita lupa dengan tradisi warisan budaya ini,” ungkapnya. (ad045)

UTSAWA - Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra saat menghadiri acara Utsawa Dharma Gita Kota Denpasar di Wantilan Pura Desa Puseh, Peguyangan, Sabtu (2/11) kemarin.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya,Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


3

Minggu Paing, 3 November 2019

Ciptakan Desain Baru Jadi Kunci Puja Vajrasatya Spiritual Tantra Kuno Ke-10 Digelar Garap Potensi Hongkong YAYASAN Padmasambhava Vajrayana Indonesia menyelenggarakan Puja Vajrasatya Spiritual Tantra Kuno ke-10 pada Sabtu (2/10), di Hotel Prime Plaza, Sanur. Puja ini bertemakan evolusi menuju Tantra kuno Siwa Buddha untuk keharmonisan dan keseimbangan semua makhluk dan alam semesta. Puja ini juga dihadiri beberapa tokoh agama dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Indonesia Ida Panglingsir Agung Putra Sukahet, dll. Ketua Panitia dr. A.A. Ngurah Budiarta, MARS., mengatakan, puja ini merupakan pelaksanaan prinsip–prinsip dasar tattwam, etika, dan upakara. Dari puja ini diharapkan terjadi penyatuan tiga hal terse-

but, dan penyatuan Siwa Buddha semakin tumbuh. “Semoga saja melalui puja ini harapan kami menuju pada keharmonisan, saling mengerti satu sama lain, semoga makhluk menikmati dan berbahagia,” ujarnya. Dharma Adyaksa Ida Pedanda Gede Nabe Bang Buruan Manuaba yang sekaligus membuka acara tersebut menyerukan Salam Pancasila. Ia selalu mengumandangkan kata–kata tersebut untuk perdamaian. Pertama kali ia masuk ke ruangan tersebut, ia mendengar Om diucapkan. Menurutnya suara–suara itu adalah energi yang luar biasa, bisa mengusir roh–roh jahat untuk mewujudkan nilai–nilai spiritual yang tinggi. Meskipun demikian, du-

nia ini tidak lepas dari Rwa Bhineda, ada yang hitam ada yang putih, ada yang tidak menginginkan kebaikan ada yang sangat menginginkan kebaikan, kemuliaan, kegembiraan. Karena manusia selalu ingin mendekatkan dirinya pada Sang Hyang Widhi. Namun kandungan di dalam pribadinya tidak terlepas dari ego. Dari gelombang pikiran– pikiran manusia di dunia ini akan mengeluarkan kekuatan pikiran, yaitu beta, delta, tetra, alpa. Ada yang mengeluarkan suatu pikiran yang jahat dan ada yang mulia. Dharma Adyaksa ini mengapresiasi kegiatan ini karena melalui kegiatan puja ini semua pikiran–pikran negatif tersebut dapat dinetralisir. (kmb42)

BPM/may

PUJA - Dharma Adyaksa membuka acara puja vajrasatya didampingi ketua panitia.

Gelaran Honda Asian Journey, Ajak ”Bikers” Honda CBR250RR Bali ”Melali” Denpasar – Turing bersama bikers Honda dari berbagai negara adalah kebanggaan tersendiri. Hal ini yang dirasakan lima bikers Honda CBR250RR Bali yang telah melakukan keberangkatan menuju Malaysia dalam gelaran Honda Asian Journey (HAJ) 2019. Mereka akan turing bersama 40 bikers negara lain dari Vietnam, Thailand, Malaysia, India, dan Filipina. Turing yang akan mengeksplorasi sensasi berkendara dengan Total Control Honda CBR dengan menjelajahi berbagi destinasi menarik di Malaysia dilaksanakan 31 Oktober - 3 November 2019. Bersama dengan para bikers yang berasal dari Jakarta, Yogyakarta, Pontianak, Denpasar, Medan dan Makassar ini mendapatkan kebanggaan tersendiri karena akan menggunakan motor rakitan anak bangsa, Honda CBR250RR. Selain itu, mereka pun berkesempatan menjajal motor berperforma tinggi Honda CBR lain seperti Honda CBR250RR, Honda CBR500R, Honda CBR650R, Honda CBR1000RR dan Honda CBR1000RR SP. Sepanjang rute turing, para bikers yang terdiri dari pemilik Honda CBR250RR dan Big Bike Honda di Tanah Air ini dapat merasakan suguhan sensasi berkendara Total Control sebagai DNA dari Honda CBR Series. Dengan total jarak 582 km, rombongan turing berangkat dari Sepang International Circuit hingga finis kembali di Sepang International Sirkuit untuk menyaksikan langsung MotoGP. Sensasi turing yang berbeda dirasakan saat melalui berbagai kondisi jalanan, seperti highway, jalan berliku tajam dan berbukit menuju Genting Highland hingga menyusuri kondisi jalanan yang padat lalu lintas di setiap kota yang dilewati. Manager Honda Big Bike Arki Prayogi mengatakan, turing ini tentunya dapat memberikan pengalaman berkendara yang berbeda dan menyenangkan di Malaysia ditemani sensasi Total Control Honda CBR250RR dan performa tinggi Honda CBR series lainnya. Lima bikers yang berangkat adalah: 1). Kuswanto, 2). Okberson Sitompul, 3). I Gede Pusaka Diputra, 4). Willy Yansen, 5). I Putu Tony Hadi Putra “Kami ingin mewujudkan mimpi dan mengambil kesempatan yang sangat baik, karena bisa bertemu dengan bikers negara lain untuk mengeksplorasi sensasi berkendara dengan Total Control Honda CBR, selain itu kami ingin menjelajahi berbagi destinasi menarik di Malaysia,” ujar Arki. Pada hari pertama para peserta mendapatkan sesi latihan keselamatan berkendara menggunakan big bike Honda di kompleks Sepang International Circuit. Pada sesi ini

para peserta mendapat kesempatan mengasah kembali keterampilan berkendaranya dengan motor besar ,seperti cara menikung, melakukan pengereman, hingga aturan maupun tata cara berkendara di dalam rombongan turing. Para peserta turing mendapat kejutan spesial dengan kehadiran Marc Marquez dan Jorge Lorenzo setelah sesi adaptasi motor usai, duo pebalap Repsol Honda Team (RHT) ini memberikan semangat serta tips trik untuk turing HAJ 2019. Selanjutnya para peserta memulai perjalanan satu etape berjarak 115 km. Mereka dapat langsung merasakan performa tinggi dari Honda CBR Series di sepanjang jalanan highway menuju titik finis di Malaka. Rute turing di hari kedua memberikan tantangan tersendiri bagi para peserta turing dalam 4 etape yang ditempuh. Etape pertama, peserta menempuh perjalanan dari Malaka menuju Seremban berjarak 95 km. Setelah beristirahat sejenak, rombongan melanjutkan etape kedua menuju Kuala Selangor. Para bikers dapat merasakan sensasi Total Control dari Honda CBR Series di jalanan berliku yang terdapat

di sepanjang etape kedua sejauh 120 km. Etape ketiga ditempuh dengan menikmati jalanan berliku menuju BHP Karak sepanjang 70 km. Kegiatan hari kedua ditutup dengan etape keempat menuju kawasan wisata Genting Highland yang berada 1.700 meter di atas permukaan laut. Hari ketiga menjadi hari spesial bagi peserta rombongan. Dari ketinggian Genting Highland, mereka melaju ke pusat kota Kuala Lumpur mengunjungi Petronas dan KLCC Tower. Rombongan turing mengabadikan kebersamaan mereka di salah satu lokasi ikonik Malaysia yaitu Twin Tower. Pada malam hari acara istimewa lainnya pun menyambut para riders Honda CBR series dalam acara HAJ Racing Night. Pada kesempatan ini mereka kembali bertemu dengan pebalap RHT, Marc Marquez dan Jorge Lorenzo. Pada hari terakhir rangkaian turing HAJ 2019, peserta turing HAJ menuju Sepang International Circuit bersama rombongan turing bikers asal Malaysia untuk menyaksikan performa hebat pebalap Honda di gelaran balap MotoGP secara langsung. (bns)

untuk Ekspor Perhiasan

Denpasar (Bali Post)Gianyar, khususnya Celuk booming dengan kerajinan perak di tahun 1990-an. Hampir di setiap rumah tangga di Celuk, Gianyar memiliki usaha kerajinan perak. Namun lambat laun, perak khususnya perhiasan perak mulai lesu. Marketing Director UC Silver Arya Suteja mengatakan, usahanya mampu bertahan hingga berusia 25 tahun meskipun tetap bergelut pada perhiasan perak karena berani menciptakan desain– desain yang berbeda, out of the box. “Kita tidak pernah mengikuti desain–desain. Kebanyakan perusahaan itu mengikuti desain yang ada. Yang membuat kami berbeda dan bertahan hingga saat ini adalah kita mampu menjadi yang terdepan dalam hal desain yang berbeda,” ungkapnya belum lama ini. Menurutnya, tanpa ada keberanian menciptakan desain yang unik dan berbeda, apalagi dalam hal perhiasannya akan sulit untuk menjadi market terdepan. Apalagi banyak perusahaan perhiasan, kiblat desainnya mengikuti desain Amerika. Desain yang ia miliki sampai saat ini ada lebih dari 100.000 desain. Namun tidak semua desain tersebut diproduksi. “Karena ada desain yang sudah jadul dan harus diperbaiki

lagi, jadi memang per tahun bisa lebih dari itu (100.000) jumlahnya. Per hari itu kita memang targetkan tim kita agar bisa menciptakan 25–35 desain,” ungkapnya. Saat ini desain perhiasan yang lebih banyak yaitu pendant, liontin, dan anting. Karena tamu yang order gelang dan cincin lebih takut dengan ukuran mengingat ukuran lokal dan orang asing berbeda. Ia enggan menyebut jumlah tim desain yang dimiliki. Hanya saja dikatakan tim desainnya sangat solid. Namun dalam tim tersebut ada unsur milenial, pelajar dan yang sudah ahli sejak lama. Sejak awal terbentuknya perusahaan itu hingga saat ini banyak evolusi pemasaran yang telah dilakukan. Jika dulu pemasaran masih dilakukan secara tradisional seperti pameran dan media cetak, saat ini pemasaran yang dilakukan juga mengikuti perkembangan zaman, seperti penambahan menggunakan pemasaran secara online, e–commerce, menggunakan pihak ketiga dalam hal pemasaran. Ia juga mengadakan pagelaran untuk produk perhiasannya. “Customer masih menganggap pada saat membeli perhiasan, masih perlu untuk dipegang, sehingga penjualan secara offline tetap dilakukan,” imbuhnya.

Dengan sistem penjualan saat ini yang dilakukan diakui ada peningkatan penjualan sekitar 25 persen. Ia optimis tahun–tahun berikutnya penjualan perhiasan lebih meningkat lagi. Dengan lesunya ekonomi global berpengaruh terhadap bisnisnya. Namun dengan adanya anak muda dalam tim, diakui lebih memperkuat brand-nya. Menurutnya, jika brandingnya sudah bagus dalam kondisi ekonomi apapun akan tetap memiliki stabilitas. Awal mula bisnisnya dari ekspor produk perhiasan. Neg-

ara awal yang diekspor adalah Amerika, Australia, Afrika Selatan, dan Hawai. Pameran baik nasional dan internasional masih tetap dilakukan dalam upaya menggenjot pemasaran. Negara yang disasar saat ini untuk pemasaran yaitu Hongkong, sedangkan Amerika masih melihat situasi. “Kalau dulu kan ada Bangkok, Amerika, dan Hongkong. Sekarang kita fokuskan ke Hongkong saja karena semua market dari Amerika by Bangkok, itu semua ke Hongkong. Jadi Hongkong benar–benar sentral jewellery show,” ungkapnya. (kmb42)

BPM/may

PERAK - Proses pembuatan perhiasan perak di Gianyar.

Dies Natalis Ke-12 Stikes Wira Medika Bali

Satukan Hati, Satukan Jiwa, Wira Medika Jaya SEKOLAH Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Wira Medika Bali menggelar jalan santai di kampus Stikes Wira Medika Bali, Denpasar, Sabtu (2/11) kemarin. Jalan santai yang menempuh jarak sekitar 5 km tersebut merupakan pembukaan dies natalis ke-12 Stikes Wira Medika Bali. Jalan santai ini diikuti sekitar 1.200 orang peserta dari seluruh komponen Stikes Wira Medika Bali dan dilepas Kepala LLDIKTI Wilayah VIII. Ketua Stikes Wira Medika Bali Drs. I Dewa Agung Ketut Sudarsana, M.M., menerangkan dies natalis kali ini mengambil tema “Satukan Hati, Satukan Jiwa, Wira Medika Jaya”. Ini maksudnya untuk membangun komitmen yang tinggi dalam mengembangkan institusi Stikes Wira Medika Bali menghadapi persaingan, kompetisi global, dan juga tantangan di era revolusi industri 4.0. Pada kegiatan ini juga dilakukan gerakan kampus bebas sampah plastik, lomba dance cuci tangan, donor darah, pemeriksaan kesehatan, pelaksanaan terapi komplementer, dan lainnya. Tidak hanya itu, dies natalis ke-12 ini juga dirangkaikan dengan beberapa kegiatan, baik ilmiah maupun olahraga dan seni, serta lombalomba yang diikuti SMA/ SMK dan perguruan tinggi yang ada di Bali. Dari kegiatan yang dilakukan, Sudarsana berharap agar seluruh civitas akademika, komponen masyarakat bisa mendukung pengembangan Stikes Wira Medika Bali. Sehingga dapat memberikan kontribusi dan makna yang besar terhadap pembangunan kesehatan di Bali, searah dengan kebijakan Gubernur Bali. “Tentu kami berharap Stikes Wira Medika Bali

ini juga bisa berperan aktif dan memberikan kontribusi positif. Sehingga betul-betul keberadaannya di Bali dicintai oleh masyarakat dan juga pemerintah tentunya,” tegasnya. Terkait dies natalis ke-12, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si., berharap agar dengan bertambahnya umur Stikes Wira Medika Bali juga mampu meningkatkan kualitasnya. Karena perguruan tinggi yang berkualitas tidak akan pernah ditinggalkan masyarakat dan alumninya bisa dipakai dimana-mana. Selanjutnya, target ke depan Stikes Wira Medika Bali untuk menjadi Institut Kesehatan dan Bisnis. Ini bertujuan agar Stikes Wira Medika Bali tidak hanya pada satu bidang kesehatan saja, namun juga dibidang bisnis. “Saya berharap ini

dikembangkan menjadi institut kesehatan dan bisnis. Sehingga tidak hanya dalam satu keranjang telor itu, terbagilah dalam keranjang yang lain,” papar Prof. Dasi Astawa. Sementara itu, Ketua Yayasan Samodra Ilmu Cendekia Bali Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, MPd., CHT., CHA., menjelaskan pihaknya terus mendorong Stikes Wira Medika Bali untuk terus berbenah, meningkatkan kualitasnya. Karena ke depan persaingan makin ketat, sehingga untuk memenangi persaingan tersebut maka harus memiliki kualitas yang unggul. Untuk itu pihak yayasan berupaya memenuhi sarana prasarana proses belajar mengajar dengan baik. Kemudian mendorong kompetensi SDM nya. Karena target ke depan institusi ini mengubah status dan

bentuk dari sekolah tinggi menjadi Institut Ilmu Kesehatan dan Bisnis. Maka pihaknya berupaya memenuhi syarat-syarat yang dibutuhkan untuk menjadi institut. Agar dapat bersaing di dunia internasional, Astina menambahkan, maka mengubah mainset mahasiswa, pegawai, dan dosen untuk go global harus dilakukan. Karena di era ini tidak ada batas, sehingga dari satu negara ke negara lain kita bisa masuk. Untuk itu, maka harus dipersiapkan dengan baik, seperti penguasaan bahasa Inggris, statistik, psikologi, dan IT. “Inilah yang harus kita ubah mainset anak-anak. Jangan hanya berfikir lokal saja ya, harus yang go global. Tetapi kan tidak gampang go global, ada syarat. Nah ini harus kita persiapkan,” tegasnya. (ad43)

JALAN SANTAI - Prosesi pelepasan jalan santai serangkaian dies natalis ke-12 Stikes Wira Medika Bali di Denpasar, Sabtu (2/11) kemarin.


4

Minggu Paing, 3 November 2019

Bali Fashion Trend

”Spring Summer” 2020 INDUSTRI Fashion di Bali selalu menggeliat karena Bali dikenal sebagai destinasi wisata yang eksotis, baik untuk wisatawan mancanegara maupun domestik. Selain keindahan alam yang menjadi sorotan dunia, Bali memiliki begitu banyak potensi bisnis, baik di bidang pariwisata maupun bidang lainnya, termasuk fashion dan produk kerajinan tangan yang memiliki craftsmanship tinggi. Dengan target menjadikan Indonesia sebagai pusat mode dunia, Bali merupakan daerah yang potensial dioptimalkan sebagai etalase untuk memasarkan karya desainer Indonesia ke tingkat global. Dengan kebanggaan mengangkat keanekaragaman inspirasi dan potensi sektor fashion di Bali, Indonesian Fashion Chamber (IFC) Denpasar Chapter kembali menyelenggarakan Bali Fashion Trend Spring Summer 2020 7-9 November 2019 di INAYA Putri Bali, Nusa Dua. Beragam kategori busana mulai dipaparkan ke publik; urban, ethnic contemporer, resort, modest, cocktail, dan evening wear dengan sentuhan budaya Indonesia karya lebih dari 35 desainer Indonesia akan ditampilkan dalam perhelatan ini, yaitu Ali Charisma, Sav Lavin, Eny Ming, Yon Yulizar, Dewi Fashion by Dewi Suarjani, Saffana, Adhikari Kebaya, Angga Sari, Angeliqa Wu, Asti Kaleta, Momo Batik by Ronny, Weda Githa, Syukriah Rusydi, Yenli Wijaya, Alphiana Chandrajani, Hannie Hananto, Ayu Dewi, Nuniek Mawardi, Phillip, Mahdeeya, Lia Hastuti Davies, Arief, Parapohon by Rossy Rahmadi, Tufiana, Dimas Dwitanto, Neli Gunawan, Kumala, Velika Hartono, Tricia Nataliza, Emy Thee, Asia Flow by

Anindra Novitasari, Dekranasda Mojokerto represented by Irma Lumiga, Yuliana Wu, Dwico by Dwi Iskandar, Gingersnap Bali, dan Oka Diputra. Pada penyelenggaraan Bali Fashion Trend yang keempat kalinya ini memberikan kesempatan bagi generasi penerus dalam industri fashion, terutama siswa sekolah mode untuk menampilkan karyanya, kali ini diikuti; Istituto di Moda Burgo Indonesia, Italian Fashion School, dan FDP Universitas Ciputra. Sinergi Tahun ini Bali Fashion Trend bersinergi dengan para desainer internasional; Jepang, Korea, Filipina, Australia, dan lainnya. Bali Fashion Trend 2020 bekerja sama juga dengan APLF yang merupakan penyelenggara trade exhibition dan virtual trade fair bergengsi skala internasional yang berbasis di Hongkong untuk menghadirkan koleksi dari Wannasu, label tas dari Thailand; Kitsilver, label aksesori dan

BPM/eddy

BPM/eddy

clutch dari Filipina; Leaves, label tas dari Jepang; Artphere, label tas dari Jepang; Zambezi Grace, label tas eksotis dari Afrika Selatan; label sepatu dari Meksiko; dan Gdesignaire, label tas dan aksesori. Selain itu, Bali Fashion Trend 2020 berkolaborasi dengan Perth Fashion Festival menghadirkan label dari Australia : En pointe dan 33 poets. “Sebagai destinasi wisata yang telah dikenal secara internasional, Bali merupakan pintu paling dekat dengan dunia internasional, selain kota lain di Indonesia, sehingga lebih potensial untuk mengangkat potensi industri fashion dalam negeri. Kami berharap Bali memiliki event fashion yang sejajar dengan turisme yang telah mencapai skala internasional. Apalagi Bali memiliki kekayaan lokal dengan ciri khas tersendiri yang dapat memberikan warna yang berbeda dalam sektor fashion Indonesia,” papar Ali Charisma, National Chairman Indonesian Fashion Chamber (IFC). Dengan kecintaan terhadap kekayaan alam dan kepedulian terhadap pelestarian alam, Bali Fashion Trend 2020 mengangkat pesan tentang pentingnya sustainable fashion yang tengah menjadi perhatian dunia, melalui konsep “We Love Earth”. Sejalan

dengan konsep tersebut, Bali Fashion Trend 2020 bersinergi dengan Asia Pacific Rayon (APR), produsen viscose rayon terintegrasi dan terbesar di Asia Tenggara dengan keunggulan produk serat viscose yang mudah terurai dan lebih ramah lingkungan. APR akan mempersembahkan gelaran karya dari desainer Sav Lavin dan Eny Ming. Potensi Direktur Asia Pacific Rayon (APR), Basrie Kamba mengatakan, bahwa sektor fashion merupakan salah satu potensi bisnis Indonesia untuk bisa bersaing di domestik dan kancah dunia. Dengan begitu, target pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar pada 2030 semakin dekat. Bali Fashion Trend, menggabungkan pengembangan industri kreatif, fashion, dan sekaligus pariwisata di Indonesia. “Sehingga semangat ‘Everything Indonesia’ tidak hanya kita bawa untuk kejayaan industri fashion dalam negeri, namun penggunaan bahan baku lokal yang sustainable juga bisa menjadi stimulus untuk pengembangan industri fashion Indonesia sebagai industri masa depan,” tutupnya. Perhelatan fashion trend show di INAYA

Putri Bali. I Made Merta, General Manager INAYA Putri Bali menyatakan, “INAYA Putri Bali sangat senang dapat ikut serta mendukung perkembangan mode khususnya di Bali lewat pagelaran Bali Fashion Trend 2020. Kami percaya, mode merupakan salah satu sarana untuk mengekspresikan nilai-nilai dan budaya dalam balutan artistik yang dapat dinikmati semua kalangan. Viva pelopor kosmetik tropis di Indonesia yang telah berusia 57 tahun, turut mendukung penyelenggaraan Bali Fashion Trend 2020 sebagai Official Make up & Hair do. Yusuf Wiharto, Direktur Distribusi Viva Cosmetics Indonesia Timur memaparkan, “Viva Cosmetics ingin mendukung para fashion designer Indonesia untuk dapat lebih mengembangkan karya-karyanya di Indonesia. Kami juga berkomitmen untuk ikut serta melestarikan budaya Indonesia pada umumnya dan budaya Bali pada khususnya. Konsep make-up bertema “Flawless Earth Make up” akan ditampilkan dalam Bali Fashion Trend 2020. ”Keragaman karya desainer Indonesia yang ditampilkan melalui Bali Fashion Trend 2020 ini menunjukkan inspirasi dan kreativitas yang potensial mendapatkan perhatian dunia. (osi)

Lebih Kering dan Sensitif

Ketahui Perawatan Kulit Pascamenopause Pemilik D & I Skin Center yang juga dokter spesialis kulit dan kelamin Dr. dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp. KK. menjelaskan, masalah yang cenderung terjadi selain kering adalah kulit menjadi lebih sensitif, mudah iritasi. Penggunaan bahan– bahan tertentu akan membuat kulit orang yang menopause menjadi lebih mudah iritasi. “Misalnya, penggunaan bahan–bahan yang biasa sebenarnya, tapi karena kulitnya lebih sensitif sehingga mudah iritasi,” ujarnya. Sementara flek yang banyak dialami wanita dengan usia dewasa dan tua menurutnya bukan karena pengaruh menopause. Flek terjadi, kata dr. Darma, karena pengaruh panas matahari, genetik dan hormon karena pengaruh pil KB atau bahan–bahan tertentu. “Orang yang mengalami menopause itu biasanya sih mengeluh kering dan lebih sensitif,” imbuhnya. Pembersih Wajah Dengan pertambahan usia, ia menyarankan untuk lebih berhati– hati memilih produk pembersih wajah. Gunakan bahan–bahan yang tidak menyebabkan iritasi atau tidak mengandung alkohol. Lebih banyak menggunakan produk–produk yang bersifat pelembab, moisturizer. Sehingga kulit menjadi lebih lembab

dan cerah. Produk yang dianjurkan untuk kulit adalah produk yang lebih banyak mengandung pelembab, minyak, dan moisturizer dan vitamin E yang membantu mengurangi kulit kering. Vitamin E untuk dosis terapi perlu dosis tinggi daripada orang dengan kulit normal. Jadi, wanita menopause diharapkan ke dokter kulit untuk mendapatkan produk yang mengandung vitamin E lebih tinggi. Asupan dan Aktivitas Makanan untuk wanita yang mengalami menopause itupun dianjurkan mengandung vitamin E dan antioksidan. Makanan yang dihindari adalah makanan yang tinggi kolesterol dan gula. Karena fungsi tubuh di atas 30 tahun mengalami degenerasi (degenerative), sudah mulai berkurang fungsinya. Sehingga fungsi organ dalam mulai menurun. Wajah dan kulit harus dilindungi dengan tabir surya untuk melindungi dari sinar matahari selama beraktivitas di luar ruangan, mengingat sifat sensitif dari kulit. Ia menekankan untuk rutin menggunakan pelembab, tidak hanya di wajah dan di badan secara keseluruhan. “Jadi aktivitas yang dilakukan agar mengurangi atau menghindari paparan matahari, populasi, merokok. Merokok itu mempercepat menambah kerutan, jadi

sebaiknya itu dikurangi,” imbuhnya. Olahraga baik untuk semua usia, termasuk wanita yang mengalami menopause. Olahraga tidak hanya baik untuk kesehatan kulit, tapi juga kesehatan secara keseluruhan. Olahraga yang dianjurkan adalah bersifat aerobik, bukan pertandingan, karena dapat memacu jantung lebih cepat. Dokter Darma tidak menganjurkan senam wajah karena dapat memicu kerutan. Misalnya senam senyum, maka kerutan senyumnya semakin dalam.

Perawatan di Klinik Kecantikan Bagi wanita yang rajin merawat kulitnya di pusat–pusat kecantikan, ia menganjurkan untuk memilih perawatan rutin chemical peeling, mikrodermabrasi dan laser. Karena terapi chemical peeling membantu mengangkat sel kulit mati sehingga kulit menjadi lebih cerah. Untuk perawatan pada permukaan kulit juga bisa dengan perawatan mikrodermabrasi dan laser. Sementara untuk kulit bagian dalam, mengingat wanita menopause mengalami penurunan kolagen, maka perawatan yang bisa dilakukan adalah tanam benang untuk merangsang terbentuknya kolagen. Wanita yang mengalami menopause juga akan mengalami pengu-

Kisara

“Halo Kakak Kisara. Kenalin aku seorang anak kuliahan semester 7. Aku sekarang punya pacar Kak, udah lumayan lama juga sih. Jujur aja Kak, kami sudah pernah ngelakuin hubungan seks beberapa waktu yang lalu dan saat itu pertama kalinya buat aku. Nah Kak, saat itu aku gak keluar darah sama sekali pas berhubungan seks dan pacar aku ngeklaim bahwa itu tandanya aku gak perawan lagi karena selaput daraku udah robek. Apa emang benar kayak gitu Kak? Harus berdarah ya kalo pertama kali ngelakuin hubungan seks? Mohon dijawab Kak. Makasi.” Hai... salam kenal dan terima kasih karena kamu udah berani untuk speak up masalah kamu sama Kisara. Kalau mendengar kata ‘keperawanan’ pasti identik dengan malam pertama atau selaput dara. Masyarakat kita menganggap bahawa keperawanan merupakan kehormatan dan nama baik dari wanita ataupun keluarganya. Keperawanan adalah topik yang kerap diselimuti oleh berbagai macam mitos. Tidak jarang pula,

topik ini masih dianggap tabu untuk dibicarakan bagi sebagian besar masyarakat. Perawan sering diartikan sebagai wanita yang belum pernah melakukan hubungan seks. Banyak orang yang mengartikan seks sebagai aktivitas penetrasi penis ke dalam vagina sehingga menyebabkan robeknya selaput dara dan mengeluarkan darah ketika pertama kali berhubungan seksual. Selaput dara (hymen) adalah jaringan

rangan lemak (volume lost), maka bisa melakukan perawatan filler. Kerutan Wanita yang menuju usia tua juga akan takut akan terlihat kerutan. Kerutan yang muncul karena gerakan otot biasanya pada area mata, di samping dahi, di antara mata. Kerutan ada dua jenis yaitu kerutan yang bersifat dinamik, karena pergerakan otot. Contohnya pada samping mata, di antara dua alis dan di dahi penyebabnya karena gerakan otot yang menyebabkan kulitnya menekuk sehingga berkerut. Kerutan yang bersifat statis yaitu pada awalnya kerutan yang bersifat halus, karena penurunan kolagen. Lokasi kerutannya bukan pada area pergerakan, tapi hampir pada seluruh wajah, misalnya pada pipi. Wanita yang pembentukan kolagennya masih bagus, kerutan akibat gerakan otot akan mampu mengembalikan elastisitas kulit sehingga tidak terjadi kerut. Namun wanita dengan kondisi produksi kolagen berkurang, akan sulit mengembalikan elastisitas kulitnya. Sehingga perawatan yang bisa dilakukan adalah injeksi botox, tepat digunakan untuk kerutan yang bersifat dinamik. Sementara kerutan yang bersifat statis tidak bisa ditangani

Memasuki masa menopause, maka terjadi perubahan hormon pada wanita. Yang paling sering terlihat adalah kondisi kulit cenderung lebih kering karena produksi minyak sudah mulai berkurang. Secara umum, pertambahan usia penurunan kolagen pada kulit sehingga kulitnya menjadi kendor. Sehingga kulit mengalami keriput dan kusam. dengan botox, namun bisa dengan tanam benang, filler. “Botox dan filler itu beda. Filler itu bersifat mengisi, bagian–bagian yang mengalami kendor atau cekung, bisa diisi dengan filler. Sedangkan botox murni menghilangkan kerutan karena mekanisme kerja botox adalah mengistirahatkan otot agar tidak bergerak, sehingga tidak terjadi kerutan. Ototnya dikakukan,” jelas dr. Darma yang juga Ketua HIPMI

Bali ini. Injeksi botox harus dilakukan dengan teknik yang benar karena jika salah dalam pemberian dosis, wajah akan menjadi kaku, tidak bisa berekspresi, terutama daerah dahi. Sehingga orang yang akan tertawa akan terlihat kaku, dan wajahnya terlihat kaku. “Dengan bertambahnya usia, perawatan–perawatan seperti itu yang dominan dibutuhkan,” imbuhnya. (may)

Selaput Dara dan Keperawanan kulit sangat tipis yang melapisi bukaan vagina. Banyak yang mengira bahwa selaput dara ini menutupi keseluruhan vagina. Padahal, hymen memiliki berbagai macam tingkat elastisitas dan ketebalan, juga memiliki bukaan/lubang (yang bentuknya berbeda-beda pada setiap wanita) untuk memungkinkan darah menstruasi dan cairan tubuh lainnya mengalir keluar. Ada juga loh di beberapa kasus, bukaan bisa terlihat sangat kecil sehingga jari, tampon, atau penis mungkin tidak bisa menembus lapisan tersebut dengan mudah (atau, tidak bisa sama sekali). Bahkan, ada beberapa wanita yang lahir tanpa selaput dara dalam vagina mereka. Hymen biasanya robek saat mengalami seks untuk pertama kalinya, namun ini tidak selalu terjadi. Robeknya hymen dapat

menyebabkan perdarahan sementara dan sedikit rasa tidak nyaman. Tapi ternyata, selaput dara juga bisa robek akibat kondisi lain loh, misalnya masturbasi (memasukkan jari atau mainan seks ke dalam vagina), memasukkan tampon, prosedur pemeriksaan dokter, atau olahraga fisik lainnya seperti split, menunggang kuda, bersepeda. Sebuah penelitian menunjukan bahwa ahli forensik tidak mampu menemukan tanda kerusakan selaput dara pada kasus kekerasan seksual anak. Terutama jika korban terlambat dibawa ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan, karena selaput yang robek pada anak dan

remaja masih bisa pulih dengan cepat. Uniknya, hymen tidak akan hilang begitu saja dari dalam tubuh loh sahabat Kisara, bahkan setelah terjadi sobekan. Beberapa sisa jaringan selaput akan tetap menempel dalam vagina setelah hubungan seksual, bahkan akan bertahan setelah proses persalinan. Jadi, perlu diingat bahwa selaput dara dan darah seks pertama bukan patokan ukuran keperawanan seseorang ya sahabat Kisara. Bahkan menurut Kisara, kata ‘perawan’ atau ‘tidak perawan’ sebaiknya mulai kamu hilangkan dari pikiran kamu, ya karena itu juga termasuk diskriminasi terhadap perempuan.


5

Minggu Paing, 3 November 2019

Capricorn Peruntungan: Zodiak Anda tampak bersinar dengan terangnya sehingga akan mampu membuat simpati bagi orang yang melihatnya. Laksanakan segala rencana yang sempat tertunda dan jangan tunggu nanti. Kesehatan: Bila gigi berlubang terasa mengganggu, lebih baik dicabut saja daripada terus merasa nyeri dan mengganggu konsentrasi Anda. Cinta: Perbaiki sikap Anda karena kesabaran ada batasnya. Aquarius Peruntungan: Tak perlu memikirkan bagaimana kok bisa jadi begini. Yang justru harus dipikirkan, bagaimana cara untuk menyiasati peluang dan kesempatan yang ada ini jangan sampai terbuang percuma. Ada dorongan positif yang cukup Penolong Anda meraih hasil yang gemilang minggu ini. Kesehatan: Tak perlu dimasukkan hati ucapan keras dari atasan, karena ini sudah risiko bagi bawahan apalagi jika sampai melakukan kesalahan. Cinta: Berpikirlah bijaksana dengan tidak mencari-cari kesalahannya. Pisces Peruntungan: Jangan pedulikan isu-isu yang memojokkan, yang penting Anda tetap berada di atas rel kebenaran. Ingin semakin sukses, hendaknya meningkatkan kesabaran dan menjauhkan emosi. Kesehatan: Jangan biarkan kondisi badan terus menurun, perbanyaklah istirahat. Cinta: Masih perlu kesabaran dan kesadaran jika ingin suasana tetap terjalin mesra. Aries Peruntungan: Tunjukkan kemampuan diri Anda agar atasan tidak sampai memandang remeh. Minggu ini Anda harus pertebal muka, hindari dari perasaan tersinggung ataupun minder. Tengadahkan wajah Anda dan berjalanlah tegak, tunjukkan bahwa Anda masih punya kekuatan dan kewibawaan. Kesehatan: Jalan-jalan pagi minggu ini cukup membantu menyegarkan pikiran Anda. Cinta: Instropeksilah diri sendiri, jangan sampai sikap egois Anda menghancurkan segalanya. Taurus Peruntungan: Keputusan tetap harus berada di tangan Anda, jangan sampai didikte oleh rekan Anda. Tak perlu takut untuk berani ambil tindakan tegas, walau itu terasa berat dan penuh risiko. Sebab, kalau dibiarkan saja tidak malah membaik, bahkan bikin ruwet saja masalah itu. Kesehatan: Batuk-batuk rupanya cukup mengganggu konsentrasi Anda. Untuk itu, hindari makanan yang dapat memperparah. Cinta: Masalah intern sebaiknya tetaplah dijaga rapat-rapat jangan sampai bocor keluar. Gemini Peruntungan: Jangan mau diremehkan orang lain walaupun sebenarnya situasi dan keadaan bisnis dan karier Anda masih kurang begitu bagus. Tak perlu takut ambil tindakan tegas dan berani. Semua itu ada saat-saatnya dan minggu inilah saat yang tepat bagi Anda untuk unjuk gigi. Kesehatan: Bila amarah muncul segera saja dihilangkan. Jangan biarkan terus berkecamuk dalam dada karena hanya akan mengganggu kesehatan Anda. Cinta: Selisih pendapat kadangkala muncul, akan tetapi masih bisa diredakan. Cancer Peruntungan: Lakukan koreksi seobjektif mungkin. Pergunakan rasio daripada perasaan agar langkah yang diambil tidak sampai menjadi kacau balau. Benahi pertahanan Anda yang tampak mulai rapuh dan mudah sekali diterobos. Kesehatan: Jangan tidur terlalu malam. Ingatlah akan kondisi badan Anda yang terus menurun. Cinta: Apa tidak takut ditinggal pergi jika Anda terus-terusan cerewet. Leo Peruntungan: Minggu ini bisa direnungkan kembali support dari teman-teman Anda yang tampak lain dari biasanya. Jangan terjebak oleh permainan mereka yang terkadang terkesan ambil jalan pintas. Kesehatan: Tidak ada salahnya jika Anda bangun lebih awal dari Biasanya, dilanjutkan dengan lari-lari kecil di depan rumah. Cinta: Suasananya lagi berbahagia dan menimbulkan memori yang indah. Virgo Peruntungan: Omongan dari rekan Anda bisa dijadikan bahan pertimbangan dan koreksi sehingga bisa diambil keuntungan dari semua itu. Berlakulah lepas dan apa adanya, tak perlu suka memaksakan segala sesuatunya jika kondisi tidak memungkinkan. Kesehatan: Posisi tidur sebaiknya benarbenar diperhatikan. Jangan terus di satu sisi saja karena hanya akan membuat badan menjadi pegal-pegal besoknya. Cinta: Jangan suka membuat janji-janji kosong yang hanya akan membuatnya sakit hati. Libra Peruntungan: Anda bisa lebih teliti lagi agar tidak terjadi masalah yang memusingkan, terutama ucapan harus benarbenar dijaga. Jangan meremehkan persoalan yang ada, walaupun untuk itu Anda harus bersikap lebih hati-hati dan tidak seenaknya bertindak. Kesehatan: Hamparan kekecewaan segera dibuang jauh-jauh. Tak ada gunanya disimpan terus di dalam hati karena akan menimbulkan penyakit saja. Cinta: Lebih hangat dan harmonis serta jauh dari tekanan. Scorpio Peruntungan: Bersikaplah tenang dan tidak perlu terburu-buru ambil keputusan tanpa disertai pikir panjang. Minggu ini semakin menunjukkan perkembangan positif dari semua upaya yang telah Anda rintis selama ini. Kesehatan: Hindari minum air es terlalu sering karena akan bisa mengganggu kebugaran tubuh Anda. Cinta: Sikapnya memang keras kepala bagai batu. Kalau sudah tahu seperti itu, tak perlu dimasukkan. Sagitarius Peruntungan: Saat ini Anda lagi disorot, maka jangan ragu untuk unjuk gigi bahwa Anda masih mampu berdiri tegak bahkan berlari untuk melaksanakan semua keinginannya. Tidak ada yang tidak mungkin jika Anda kerjakan dengan penuh kesungguhan hati. Kesehatan: Jika sudah begini maka langkah yagn lebih tepat adalah menata waktu Anda kembali dengan benar, sehingga antara karier dan kesehatan dapat saling menunjang. Cinta: Terasa dingin dan kurang ada gairah. Carilah jokejoke segar yang bisa mencairkan suasana.

Diasuh Oleh : Astrologer Ki Wongso Wijoyo Berlaku : 3 - 9 November 2019

Pemahaman Awal “Tat Tvam Asi” demi Cinta Kasih dan Persaudaraan Universal Sruyatam dharma-sarvasvam Srutva capyavadharyatam Atmanah pratikulani Paresam na samacaret (Padma Purana Srsti 19.358) “Seandainya seluruh ajaran Dharma dapat disampaikan dalam beberapa kata saja, maka Dharma adalah segala yang tidak menyenangkan diri sendiri, janganlah lakukan hal itu pada orang lain.” Membaca, mendengar dan mendiskusikan ajaran suci Veda sangat menyenangkan. Dikatakan menyenangkan bukan karena memberikan pengetahuan/informasi baru, atau menyegarkan kembali ingatan terhadap apa-apa yang telah pernah didengar dan/atau pernah dipelajari sebelumnya, tetapi juga karena ia memberikan kebahagiaan keagamaan spiritual serta kedamaian batin. Mahavakya Tat Tvam Asi dapat memberikan kepuasan dan kedamaian batin yang baik. Tat Tvam Asi menarik untuk direnungkan dan didiskusikan oleh kita semua pada kesempatan demi kesempatan, kapan saja dan di mana saja demi kemuliaan hidup bersama di masyarakat. Tat Tvam Asi telah cukup banyak disampaikan oleh para penulis dan penceramah agama Hindu/Veda. Akan tetapi, masih banyak yang menjelaskan secara sepintas atau dalam bentuk luar saja sehingg tanpa disengaja telah menanam dalam-dalam arti dan makna yang sebenarnya dari kalimat agung Tat Tvam Asi, khususnya sesuai dengan pemahaman dari kitab-kitab suci agama Hindu, antara lainnya upanisad-upanisad. Pengertian Tat Tvam Asi secara Sastra Pramana sangat diperlukan. Ia akan memberikan pemahaman mendalam dan sejati tentang apa itu Tat Tvam Asi. Pengertian dan pemahaman sejati dari Tat Tvam Asi sangat diperlukan, sebab pengertian luar Tat Tvam Asi akan datang dengan sendir-

dan kemasyuran nama. Bahkan, jika orang memiliki salah satu dari hal itu, maka ia bisa mendapatkan berbagai kesempatan, termasuk kesempatan untuk menjadi pemimpin agama dan spiritual. Namun, ada celah terbuka lebar bahwa harta dan kemasyuran nama sangat penting untuk diwaspadai oleh setiap orang, bahwa kemewahan harta benda dapat mengantarkan orang ke depan pintu gerbang kehancuran, baik secara material maupun spiritual, sebagaimana pendapat Crown yang mengatakan bahwa “perang memusnahkan manusia, sedangkan kemewahan yang berlebihan memusnahkan kemanusiaan”. Bagaimana dengan nasib orang-orang kecil? Mereka yang tanpa uang dan tanpa kemasyuran nama, apa yang bisa dilakukannya? Sering terjadi orang seperti itu dijauhi orang walaupun ia berhati emas. Dalam keadaan seperti itu, kasih sayang sempit akan melarikan diri sejauh-jauhnya dari orang itu. Kasus I Cemplung (nama samaran) sekitar tahun 1990-an di Bangli, merupakan sebuah kasus kegagalan kemanusiaan. Atas putusan Pengadilan I Cemplung kehilangan segala milik. Dalam keadaan menyedihkan seperti itu tidak ada uluran tangan dari saudara-saudara se-dharma-nya. Pepatah “yuyam yuyam vayam vayam” (lu lu gue gue) dalam praktik seolah-olah menjadi benar. Seharusnya pada saatsaat terjadi kasus seperti itu Tat Tvam Asi segera tampil dan memperlihatkan kuasanya untuk merangkul serta membantu I Cemplung. Vaidika Samaja atau masyarakat Veda patut diwujudkan melalui semangat Bhinneka Tunggal Ika, persamaan dalam berbagai perbedaan, “unity in diversity”. Vaidika Samaja menekankan kesamaan dalam langkah, wacana, dan pikiran (samgacchadhvam samvadadhvam sam vo manamsi janatam). Buah pikiran setiap individu di masyarakat hendaknya sama searah, kumpulan/pergaulan hendaknya sama dan searah, perasaan dan pikiran pun hen-

daknya sama dan searah (samano mantrah samitih samani samanam manah saha cittam esam). Apa yang dihasratkan pun hendaknya mengantarkan pada meniti jalan kebersamaan (samani va akutih). Kitab suci Yajur Veda mengajarkan agar orang selalu menghasratkan orang lain melihat diri kita dengan pandangan sebagai teman dan kita satu sama lain di masyarakat bisa memiliki pandangan sebagai teman (mitrasya ma caksusa sarva bhutani samiksantama, mitrasyaham caksusa sarvani bhutani samīkse, mitrasya caksusa samiksyamahe).Gajahmada, mahapatih Majapahit mengajarkan cara yang sangat baik untuk mewujudkan ajaran kasih sayang, yaitu “masihi semesta bhuwana” (mengasihi setiap orang di dunia). Hukum aksi dan reaksi memastikan orang atau makhluk lain dengan sendirinya akan mengasihi diri kita (sih samesta bhuwana). Kitab suci Visnu Purana mengajarkan agar orangorang cerdas bijaksana berusaha melakukan apa saja yang dapat menyejahterakan hidup lain orang atau makhluk lain, apakah dilakukan melalui pikiran, perkataan, atau pun perbuatan (pranīnam upakaraya yathaiveha paratra ca karmana manasa vaca tad eva matiman bhajet). Resi Canakya juga menganjurkan hal yang sama “svaSarīram api para-Sarīram manyate sadhuh”. Lebih jauh, orang-orang bijaksana menganggap bahwa badannya sendiri adalah juga merupakan badan dari makhluk lainnya (svaSarīram iva paraSarīram manyate sadhuh”. Sedangkan kesadaran orang-orang suci bijaksana dipenuhi cinta kasih spiritual, bahwa badan makhluk lain itu pun adalah merupakan badannya sendiri. Pada “awal” kesadaran Tat Tvam Asi, orang akan selalu memikirkan kebaikan yang lain serta tidak akan melakukan sesuatu yang menyakiti atau merugikan yang lain. Kesadaran seperti ini merupakan “kelayakan” orang memasuki kesadaran Tat Tvam Asi yang sejati, yaitu “(Dia) Itu adalah Kamu”.

Ritual Co Kong Tik sebagai Wujud Laku Bakti

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

inya; sebagaimana suami selalu diikuti oleh istri, induk ayam selalu diikuti oleh anak ayam ke mana pun ia pergi. Dari pengertian sejati Tat Tvam Asi, maka pengertian-pengertian lain dari Tat Tvam Asi akan tumbuh bermunculan dengan sendirinya secara otomatis. Pada bagian pembahasan kali ini di sini, pengertian lain Tat Tvam Asi yang dihubunghubungkan dengan kemanusiaan, persaudaraan universal, dan cinta kasih spiritual juga akan disinggung dengan maksud dan tujuan demi menyampaikan, membangkitkan, menumbuh-kembangkan rasa kemanusiaan dan cinta kasih pada sesama. Pengertian “kembangan” dari Tat Tvam Asi tidak diabaikan bahkan diberikan perhatian sangat penting demi terciptanya cinta kasih dan persaudaraan universal yang baik. Berbicara mengenai kasih sayang, barangkali untuk bahan perenungan pribadi, setiap orang perlu menegaskan berulangkali kepada diri sendiri bahwasanya kasih sayang kepada yang “sama pakaian” kiranya kurang tepat disebut sebagai kasih sayang. Bahkan sering kali ia hanya merupakan “gebuan” emosional yang sempit. Bagi orang yang mengembangkan kasih sayang yang sempit, kelemahannya adalah begitu bertemu orang lain, maka tanpa disadari orang akan “segera menutup” kasih sayang yang sebenarnya. Dalam kesadaran orang seperti itu kasih sayang murni tidak mengenal batas dan perbedaan, walaupun pada kenyataannya kebanyakan menemui kesulitan untuk melaksanakannya. Dalam hal ini, orang perlu bersungguh-sungguh dalam usahanya untuk mengembangkan rasa berpuas hati

(santosa) terhadap lingkungan dan kawan-kawan yang berbeda-beda dalam berbagai hal seperti pandangan dan cara hidup, pemahaman, filsafat, dan lain-lain. Rasa berpuas hati seperti itu secara pasti akan memberikan kebahagiaan batiniah kepada yang bersangkutan dan orang lain (santosamrta-trptanam yat sukham santa-cetasam). Santosa atau kepuasan batin sesungguhnya merupakan asal mula tumbuhnya kebahagiaan sejati di dalam diri (santosa mulam hi sukham). Sebaliknya, jikalau orang tidak berpuas hati terhadap keanekaragaman lingkungan dan pergaulannya, tidak bisa melihat keindahan dari keberagaman, maka segala jenis kesedihan dan kekecewaan saja yang akan didapatkan. Ajaran suci Veda menyebutkan “duhkha mulam viparyayah”, bahwa ketidakpuasan batin merupakan asal mula dari segala kesedihan dan kedukaan dalam hidup. Kesadaran yang dalam segala keadaan selalu tidak pernah merasakan kepuasan, lalu apa yang dapat dilakukannya?! Kepuasan batin mutlak diperlukan khususnya bagi mereka yang menginginkan kesehatan, kedamaian, dan kemuliaan hidup. Kepuasan hati merupakan pintu awal ketenangan dan kedamaian batin. Jikalau orang merasa tidak tertarik untuk meraih dan mengembangkan kedamaian batin, sastra suci memberikan aba-aba “ASantasya kutah sukham?”, artinya tanpa kepuasan batin bagaimana mungkin orang dapat mengalami kebahagiaan dalam hidupnya? Disadari atau tidak, ketidakpuasan dalam batin merupakan sumber dari segala kedukaan. Ketidakpuasan di sini termasuk kelobaan mengumpulkan harta dan benda-benda lain serta kemasyuran nama. Bagi orang demikian, Sastra Suci Veda mengatakan “Bagaimana mungkin ada kepuasan batin dan kebahagiaan?” (kutas taddhana-lubdhanamiscetaSca dhavatam). Pada umumnya, status orang di masyarakat “ditentukan” oleh kemewahan harta benda

MIMBAR AGAMA

Js. Ang Cuan Yen Wei De Dong Tian (Hanya Dalam Kebajikan Tuhan Berkenan) SALAH satu rangkaian upacara kematian yang dilakukan masyarakat Tionghoa, khususnya Umat Khonghucu adalah upacara Co Kong Tik (Dialek Hokkian) atau Zhu Gong De (dibaca: Cu Kung Te) dalam bahasa Tiongkok. Di antara upacara tersebut kita akan menemukan di antaranya pernak-pernik perlengkapan dan peralatan sembahyang berupa rumahrumahan, uang-uangan dari kertas, mobil-mobilan, baju tiruan dan sebagainya. Semua peralatan sembahyang ini dinamai Ming Qi (dibaca: Ming Ci). Pengiriman Ming Qi bagi arwah yang sudah meninggal inilah yang disebut upacara Co Kong Tik. Upacara

Co Kong Tik sampai sekarang masih dilaksanakan oleh sebagian besar masyarakat Tionghoa dan umat Khonghucu di seluruh dunia. Di dalam Kitab Li Ji Bag. Tan Gong III Hal.74. (salah satu Kitab Suci Agama Khonghucu) dijelaskan, Nabi Kong Zi bersabda: “Terhadap orang yang telah mati, bila memperlakukannya benar-benar sama sekali sudah mati, itu tidak berperi Cinta Kasih, maka jangan dilakukan. Terhadap orang yang sudah mati, memperlakukannya seperti benar-benar masih hidup, itu tidak bijaksana dan janganlah dikerjakan. Maka wadah dari bambu (untuk perlengkapan upacara pemakaman) dibuat tidak sempurna untuk digunakan. Periuk yang digunakan tidak sempurna untuk mencuci, kayu yang digunakan tidak sempurna terukir. Kecapi dan celempung (Qin Se)-nya dapat berbunyi tetapi rancu nada. Serulingnya dibuat lengkap tetapi

Wayang-wayang Belaka! TIADA benda dan makhluk yang bersifat abadi. Semuanya mengalami kelahiran, kehidupan dan kematian. Kefanaan juga terjadi pada sifat-sifat benda dan makhluk yakni tidak absolut. Seperti perubahan fisik, kebiasaan dan karakter yang berkembang sesuai usia. Pendek kata, orang tidak selalu berani dan perkasa, ada saatnya dia menjadi lemah dan penakut. Itu disebut manusiawi! “Kubaca, semua manusia punya rasa berani dan juga rasa takut, karena kedua rasa tersebut melekat pada jiwa. Dari sekian juta manusia, ditemukan oleh para ahli jiwa, hanya seorang yang tidak memiliki rasa takut. Malah dia seorang perempuan berusia 44 tahun warga Amerika Serikat. Bukan lantaran dia pintar menekan rasa takut, lalu pura-pura berani, melainkan anatomi tubuhnya seperti itu. Para pakar menduga dia mengalami penyakit yang membuatnya kehilangan bagian otak yang disebut amygdala, yakni bagian yang mengatur rasa takut. Ibu

brolan BALE BANJAR ARIDUS dari tiga anak tersebut, diduga mengalami stres pascatrauma berat, sehingga tidak pernah takut menghadapi apa pun, manusia jahat atau binatang buas. Aku mengulas ini karena membaca berita tentang kematian khalifah ISIS yang terkenal kejam dan menakutkan, Abubakr al-Baghdadi, Sabtu (26/10). Diwartakan, dia meledakkan bom yang bergelayut di rompinya di sebuah lorong buntu bawah tanah karena dikejar seekor anjing pelacak yang dilepas pasukan Delta Force, AS. Ada media daring

tidak harmonis. Lonceng dan batu musik disiapkan tetapi tanpa kuda-kuda. Semuanya itu dinamai Ming Qi (peralatan sembahyang). Dengan demikian, orang yang mati itu diperlakukan sebagai Shen Ming (Arwah Suci)“. Hal itu juga diperjelas pada Kitab Li Ji IIB Bag.Tan Gong II 44-45 Hal.94 yang berbunyi: 1-44. Nabi Kong Zi bersabda: “Bahwa orang yang membuat Ming Qi (benda-benda tiruan untuk upacara kematian) adalah orang yang mengerti Jalan Suci perkabungan. Benda-benda itu tampak demikian siap, tetapi tidak dapat dipakai. “Sungguh menyedihkan, Ai Zai, kalau untuk orang yang telah meninggal digunakan barang-barang untuk orang yang masih hidup, karena itu mungkin mendorong orang benar-benar mengubur mahluk hidup. ”1-45.“ Bendabenda itu dinamai Ming Qi karena (orang yang telah meninggal dunia) diperlakukan sebagai Shen Ming (mahluk

yang bersifat spiritual). Sejak zaman kuno, sudah ada kereta-keretaan yang dibuat dari tanah liat dan sosok yang dibuat dari jerami, itulah Jalan Suci dibuatnya Ming Qi. Pengiriman Ming Qi menunjukan perhatian sanak keluarga yang ditinggalkan kepada orang yang sudah meninggal. Pengiriman Ming Qi juga merupakan simbol keikhlasan melepas kepergian orang yang sudah meninggal dunia. Seperti halnya orang pindah rumah, orang meninggal juga sudah pindah ke alam lain, perlu ada upacara pelepasan yang layak. Mengapa pengiriman Ming Qi tidak disertakan saat penguburan? Hal ini secara psikologis sudah diperhitungkan oleh para Raja Nabi Purba Agama Khonghucu pada zaman dahulu. Pengiriman Ming Qi dilakukan setelah 49 hari wafat. Itu artinya sang arwah sudah siapsiap naik ke langit menuju tempatnya yang baru. Saat

orang meninggal dan dimakamkan, arwah yang bersangkutan belum tenang, masih dalam masa bingung. Menurut Agama Khonghucu, manusia mempunyai tujuh lapis Bo, badan astral, yang lepas satu demi satu setiap tujuh hari. Setelah 49 hari, semua Bo sudah lepas dan arwah mulai naik ke langit. Apabila pengiriman Ming Qi terlalu awal dikhawatirkan barang sudah sampai, arwahnya belum sampai, maka sebaiknya menunggu setelah 49 hari. Pengiriman Ming Qi tidak lepas dari kepercayaan umat Khonghucu terhadap perjalanan roh ke alam baka. Meskipun di dalam kitab suci agama Khonghucu tidak dijelaskan secara rinci hal kepercayaan adanya dunia lain setelah meninggal, cerita yang sudah berkembang dalam masyarakat Tiongkok sebelum Nabi Kong Zi lahir sudah ada. Nabi Kong Zi juga mengingatkan agar kepercayaan lama yang sudah membudaya itu tidak diabaikan, karena mempunyai nilai luhur dan etika moral yang tinggi. Shanzai

mengabarkan dia mati bersama dua istrinya dan berita lain mewartakan dia tewas bersama tiga anaknya. Baghdadi sembunyi selama lima hari di Desa Barisha, Provinsi Idlib, Suriah, dengan tujuan menyelundupkan keluarganya ke perbatasan Turki. Satu hal yang mengejutkan, komentar Donald Trump yang konon menonton peristiwa serangan secara langsung dari Amrik. Baghdadi dikatakan mati seperti anjing dan pengecut, menangis serta ikut mengorbankan anak-anaknya,“ ujar Rubag. “Komentar itu cuma dilontarkan Presiden AS Donald Trump, sedangkan para pembantunya tidak berkomentar sejauh itu, karena tidak melihat kejadiannya. Mereka beralasan, mungkin Trump punya instruksi khusus pada komandan 100 anggota Delta Force yang bertugas melakukan serangan ke Idlib, untuk mengirim gambar secara utuh. Kendati benar Baghdadi menangis sebelum meledakkan diri, kukira hal itu manusiawi. Berarti bagian otaknya masih utuh atau tidak kehilangan amygdala, sehingga ada kalanya dia be-

rani dan ada saatnya takut. Sebagai orang yang telah mendeklarasikan diri sebagai khalifah atau sultan Negara Islam Suriah dan Irak disingkat ISIS tahun 2014 di Mosul, tentu dia takut mati sebelum cita-citanya terwujud. Selama lima tahun berkiprah, cukup banyak dapat simpati, khususnya dari mereka yang fanatik dan memimpikan berdirinya negara khilafah di seantero dunia, berbondong ke Suriah dan Irak buat menjadi laskar ISIS. Sepak terjang yang kejam dan brutal terhadap siapa saja dianggap musuh membuat ISIS seakan malaikat pencabut nyawa. Puncak kejayaannya antara 2016 hingga awal 2018. Akhirnya ISIS mulai kocar-kacir medio 2018, karena serangan gencar dari pasukan gabungan, baik dari pihak AS dan aliansi, Rusia serta konco-konconya, maupun dari pecahan-pecahan Al-qaeda. Banyak anggota ISIS yang terbunuh, tidak sedikit yang ditangkap dan menyerah, juga ada yang ingin pulang ke negara asalnya,“ papar Nyoman Sudiantara. “Kasihan negara-negara yang menjadi arena perang-

nya, kini menjadi negara gagal atau berantakan. Syukur Indonesia punya Pancasila dan penduduknya paham perjuangan para leluhurnya untuk mencapai Indonesia Merdeka. Kudengar kabar burung dan baca sedikit teori konspirasi ikwal asal-usul Abubakar al Baghdadi yang konon aslinya orang Yahudi bernama Elliot Shimon. Dia sengaja dididik agen rahasia Israel, Mossad, yang dibayar untuk memimpin ISIS buat mengacaukan wilayah tertentu di dunia. Karena itulah, selama terjadi kekacauan akibat ulah ISIS di Timur Tengah, belum pernah ada berita tentang serangan ke wilayah Israel oleh anak buah Baghdadi. Lucu juga bila ada WNI yang terbakar fanatisme terhadap ISIS, namun tidak paham betul apa dan siapa yang dibelanya? Kalau diamati teori konspirasi, Baghdadi, Osama bin Laden, Saddam Hussein, Manuel Antonio Noriega dan lainlain adalah wayang-wayang belaka yang diturunkan Ki Dalang dari pentas, karena dianggap fungsinya habis,“ komentar Made Surjanegara.


Bali

6

Redité Paing, 3 November 2019

Tetabuhan Barong Bangkung

Kagambelang antuk Nem Soroh Piranti KASENIAN utawi makatah wangun budaya wantah sinalih tunggil daging kahuripan kramané. Yadiastun pidabdabnyané sayan anyar tur nglimbak, nanging nénten akidik krama sané kantun uleng tur susatya nyagra lan nglestariang kawéntenan budaya tradisional tetamian panglingsiripun. Punika ketah kapanggihin antuk sapunapi kramané ngamargiang budaya inucap ring galah minakadi ring festival, tatkala rerahinan wiadin tatkala ngamargiang upacara agama. Ring Bali kawéntenan budaya tradisional kantun akéh kapanggihin minakadi pinaka bebalihan tatkala wénten piodalan. Sios punika, ring rahinan Galungan lan Kuningan ketah kapanggihin sesolahan barong bangkung pinaka sinalih tunggil wangun budaya tetamian sané dados cihna rahinan Galungan. Barong bangkung wantah sinalih tunggil soroh barong ring kabudayaan krama Hindu Bali sané wangunipun sakadi bawi alas sané mawarna selem. Sesolahan barong bangkung kairingang antuk tembang utawi tabuh gegambelan sané manut I Made Super Tamayasa, S.Pd.H., panguruk tabuh taler ketua Sanggar Arda Arcana Selanbawak Marga, ketah kasengguh antuk gegambelan bebatélan barong bangkung. Yéning kasolahang tatkala nglawang, gegambelan bebatélan kamargiang antuk nemnem soroh piranti kémanten, luiré; kempur, tawa-tawa, klenang, kécék, klentong lan kendang. Nénten arang taler kadagingin sarana tiosan minakadi céngcéng kopyak, réong miwah suling. Nanging barong bangkung nénten

kasolahang antuk nglawang kémanten, taler kasolahang ring kalangan utamanipun tatkala wénten upacara yadnya pinaka jalaran ngamargiang pailén-ilén Ida Bhatara napak pertiwi saking Ida Bhatara Sesuhunan sané maparagayan barong bangkung. “Sangkaning punika, yadiastun sesolahan napak pertiwi kairingang antuk gegambelan bebarungan gong kebyar nanging tembangnyané wantah tembang bebarongan sané kaadungang sareng barong bangkung antuk tabuh bebatélan,” baos dané. Dané malih nartayang, yadiastun sesolahan barong bangkung ring kalangan kairingang antuk gegambelan sané pateh sareng barong két, nanging tabuh bebarongan ipun wénten pabinabinayanipun. Duaning tabuh barong bangkung wantah tabuh gegambelan sané karipta antuk nyinahang sapunapi pulah-palih parikrama bawi alasé sios punika tembang-tembang utawi tabuh gegambelan barong bangkung akéhan marupa gending-gending pangécét. Sakéwanten yéning tembang gegambelan barong két sampun wénten patokan utawi pakem, tembangnyané akéhan sakadi gegendingan pasiat. “Tatkala barong bangkung nglawang kairing antuk gegambelan bebatélan sané madaging suling, sinah nyinahang tetabuhan antuk tembang sesendoran sané jagi kaadungang sareng paileh gendingnyané. Yéning nénten madaging suling, sinah bebatélan biasa kémanten antuk angsel sané kasinahang saking kendang lan kécék nganutin paileh sesolahan barong bangkung inucap,” asapunika dané nartayang. (was)

Sesolahan Barong Bangkung

Bencingah

Panglimbak Masa KASENIAN wantah parindikan sané setata nglimbak nganutin saking pangaptin krama utawi nganutin panglimbak masa. Punika mawinan wangunipun jagi mabina-binayan utawi magentos-gentosan nganutin sapunapi kahanan masa. Punika taler kapanggihin ring gegambelan barong bangkung. Manut I Made Super Tamayasa, S.Pd.H., gegambelan barong bangkung wantah gegambelan bebatélan sané taler kanggén ngiringang sesolahan wayang wong miwah wayang kulit. Yadiastun kantos mangkin kantun ajeg gegambelan bebatélan barong bangkung punika, nanging ring panglimbak masanné mangkin soroh lan wangunipun sayan akéh, variasi-nyané napi malih, wénten taler sané kadagingin antuk sarana tios saking sané katamiang saking nguni. Minakadi conto, wénten sané ngiringang barong bangkung nglawang antuk tabuh bebatélan sané madaging sarana gagendéran sané sujatiné wantah kanggén ring bebatélan pangiring wayang wong miwah wayang kulit kémanten. Akéh panglimbak sakadi punika kabaosang dané sangkaning makatah parindikan, minakadi akéh tetimbang sané ngranjing sajeroning makarya tetabuhan utawi gegambelan barong bangkung inucap wiadin panglimbak sarana sané tatkala kaadungang ring bebatélan barong bangkung kapanggihin adung. Indik becik wiadin kaon paimbuh sarana ring gegambelan bebatélan barong bangkung punika, dané maosang nénten prasida kajantenang olih sakasiki krama duaning jagi mabinabinayan pikayunannyané. Minakadi sang sané mirengang jagi tios pikayunan ipun sareng sang sané ngaryanin tembang, napi malih nganutin saking tetuek seni sané relatif. Majanten soangsoang krama madué tetimbangnyané soang-soang. Paimbuh sarana gegarapan tembang punika taler kadasarin antuk unteng pikayunan miwah “idealisme” saking juru tembang sané wawu prasida kauningayang risampuné tembang ipun puput kagarap. “Yadiastun nénten prasida ngelidin panglimbak masa, nanging tiang setata ngaptiang mangda panglimbak inucap nénten ngentosin tur ngicalang cihna saking tabuh barong bangkung pamekas sané kanggén ngiringang pidabdab nglawang. Minakadi gegambelan ipun bebatélan antuk sarana marupa kempur, klentong, kecek, klenang, tawa-tawa, kendang miwah suling setata ajeg tur nénten kagentosin antuk soroh tetabuhan tiosan,” baos dané. (was)

Kruna Basa Bali

1. gaang

AKSARA BALI

1. gh*,

2. gaangan 2. gh\n/,

BAhAsa INDONESIA

rangkak keranjang

3. gaap

3. ghp/

penakut

4. gabag

4.

gbg/,

raba

5. gabah

5.

gb;,

gabah

6. gabeng

6. gb%,

ragu

7. gabung

7. gbu*,

kumpul

8. gabur

8.

hambur

gbu(,

9. gagapan 9. ggpn/, 10. gegéson

10. g)egeson/,

BEBATELAN – Barong bangkung sane kasolahang risajeroning pidabdab nglawang madué gegambelan utawi tetabuhan. Tetabuhan sané dados cecihnannyané inggih punika bebatelan barong bangkung sané sampun macihna pisan.

oleh-oleh genting

Paileh ring Kalangan miwah Tatkala Nglawang Matiosan SAKADI sané sampun kawedar i wawu, barong bangkung wantah sinalih tunggil wangun kasenian tradisional Bali sané sampun katami saking nguni tur kantun ketah kapanggihin kantos mangkin. Kasenian tradisional inucap manados cihna rerahinan Galungan lan Kuningan. Satios punika, barong bangkung taler kasolahang ring kalangan tatkala wénten piodalan inggih punika olih krama sané madué patapakan Ida Bhatara Sesuhunan maparagayan asapunika tur nénten kasolahang ri kala nglawang kémanten sakadi sané ketah kapanggih ring rahinan Galungan lan Kuningan. Punika majanten nyinahang pidabdab masolah ring kalangan wiadin ri kala nglawang mabinayan. Kadek Sutawan, pragina taler panguruk sesolahan saking Br. Pekilen, Selanbawak, Marga, Tabanan maosang, pangawit-pangawit sesolahan barong bangkung ri kala nglawang utawi ring kalangan pateh, kakawitin antuk pepeson sané kalanturang antuk tanjek kenawan, tanjek kébot, sledétan miwah ulap-ulap. Wusan punika wawu pidabdab masolahnyané wénten pabinayan. Yéning masolah ring kalangan, sané kautamayang wantah

pulah-palih utawi sapunapi pidabdab pragina masolah. Wusan pangawit raris kalanturang antuk ngrereh bucu lan ulapulap satmaka nyingak para panonton ring kalangan. Wus punika wawu kalanturang antuk angsel buung sané nglantur antuk palpalan miwah ngalih pajeng sané ketah kawastanin antuk angsel buung utawi tanjek buung. Tatkala punika kadagingin taler antuk paliatliat miwah salier raris kalanturang antuk tanjek bawak lan makirig tigang tampak raris kalanturang antuk tanjek kalih. Wus punika kaambil “posisi biasa” miwah “formasi” sané kadagingin antuk malpal tur ring untat kalanturang antuk pak lantang miwah seh dawa saha sesolahanné kawastanin puput tan padagingin antuk ngrusuh nanging wénten taler sané nagingin pidabdab ngrusuh. Yéning kasolahang ri kala nglawang, wusan ngamargiang pangawit masolah kalanturang antuk paileh tios tur prerai kakletakang ping apisan sané satmaka “kode” mangda gegambelan pangiringnyané nabuh ngombak utawi nincap suaranipun. Tatkala punika raris sesolahannyané dados ngrusuh sané tetujonnyané jagi nyejeh-nyejehang para panonton ring sisin margi saha

mangda malaib-laiban nanging marasa liang satmaka kaajak macanda. “Punika mawinan tatkala nglawang sesolahan ipun akéhan ngrusuh satmaka jagi nguberin, nanging tatkala ring kalangan akéhan malpal miwah nyledét. Yadiastun asapunika, makekalih kaadungang sareng sapunapi pulah-palih bawi ring tengahing alasé,” baos dané. Malih dané nglanturang, tatkala masolah sujatiné pateh kémanten sareng barong két rumasuk pakem dasar sesolahan minakadi angsel bawak, tanjek kalih, agem kanan, agem kiri miwah seh lantang taler kasolahang tatkala nyolahang barong bangkung. Nanging wénten makatah paileh minakadi paileh dengkendengken, ngenjot, ulap-ulap, nyarap miwah sané siosan sané magentos tur kasinahang sapunapi paripolah bawi. Wénten taler paileh sané tiosan minakadi sané kawastanin antuk omang utawi nolih gunung inggih punika tapel ipun kapeliatang menék satmaka nyingak gunungé tegeh. Dané laut maosang, yéning krama wawu mapaurukan masesolahan meled nyolahang barong bangkung, sinah ipun patut éling ring paileh dasar masolah minakadi sirang ring batis

Dura désa

Balé Lumbung

Wangunan Adat Suku Sasak NYABRAN wewidangan ring Indonesia majanten madué “rumah adat” sané manados

sinalih tunggil cihna saking wewidangan inucap. Sapunika taler ring Lombok, Nusa Tenggara Barat. Balé Lumbung wantah sinalih tunggil “rumah adat” sané wénten ring Lombok, pame-

kas ring suku Sasak, Lombok tengah. Satios pinaka genah nyimpen padi wiadin asil pamupu tiosan, Balé Lumbung taler manados “lambang khas” saking Pulo Lombok. Suku Sasak madué pakem sajeroning makarya wangunan utawi rumah adat, minakadi galang pawangunan miwah genah ngwangun patut kajantenang sadurungnyané. Kaboasnag, yéning nénten nguratiang pakem inucap, kapercaya prasida ngwetuang bencana saha baya tiosan ri kala meneng ring wangunan sané kakaryanin. Rumah adat suku Sasak puniki taler akéh sorohnyané.

kenawan lan kébot, tanjek kenawan lan tengébot, aasaasan utawi ngaéd wénten taler sané kawastanin antuk pailes tur malpal. Sios punika patut pisan nyumekenang mapaurukan nyledétang tapel barong mangda ri kala masolah nénten kasinahang kekeh. Punika mawinan patut becik mapaurukan mangda tangannyané lemuh tatkala

ngipekang tapel saha patut nganggén pangrasa mangda barong sané kasolahang kasinahang sakadi bawi sané sujati tatkala kasolahang. “Patut setata negdegang raga tatkala masolah duaning masolah antuk pikayunan sané nénten degdeg tur gegesonan ngawinang sesolahan usak tur nénten becik,” dané nartayang. (was)

TAPEL – Risajeroning mapiurukan nyolahang barong bangkung patut pisan teleb tur tatas uning ring dasardasar masolah. Sios punika sané patut taler katelebang wantah tata-titi ngipekang tapel barong bangkung mangda lemuh tatkala kasolahang.

Samian raabnyané ngawigunayang ambengan sané sampun tuh. Balé Lumbung wantah wangunan sané macihna pisan. Wénteknyané kabaosang tawah saha nudut kayun. Wéntuknyané sakadi rumah panggungan sané ring muncuk raabnyané lanying. Wangunan puniki magenah ring tengahing pakarangan saha kapanggihin lewih tegeh saking wangunan utawi balé sané tiosan. Satios pinaka genah nyimpen beras wiadin asil pamupu lianan, balé puniki taler niyasa kasukertan krama suku Sasak. Wangunan Balé Lumbung masaka patpat pinaka dasar (pondasi) saha lumbung padi magenah pinih duur. Saka kakaryanin bunter saha tegeh antuk tetujon mangda jero ketut/bikul nénten prasida menek. Yéning krama meled nyimpen wiadin ngambil beras ring lumbung, krama inucap patut munggahan ngawigunayang jan. Ring sor lumbung ketah kawigunayang pinaka berugak (gazebo versi Lombok) sané kawigunayang pinaka genah mararian utawi genah mapupul sareng ku-

lawarga. Ketah, wangunan puniki kawangun nampek sareng kandang siap wiadin buron tiosan. Asiki Balé Lumbung prasida kawigunayang oling 5-6 kulawarga. Wangunan puniki taler manados “lambang khas” Pulo Lombok. Punika mawinan, ring Kota Mataram, wangunan Balé Lumbung ketah kasinahang ring genha ngranjing kantor wiadin sekolahan, majanten raabnyané sampun modern. Satios punika, wangunan rumah adat suku Sasak taler madaging filosofi miwah nilai budaya, sakadi Balé Lumbung. Kawéntenan Balé Lumbung ngajahin krama irika mangda irit utawi nénten koos santukan simpenan baas sané kagenahang ring lumbung wantah dados kaambil acepok abulan. Beras wiadin asil pamupu tiosan sané wénten ring lumbung nénten dados kaambil acepokan kantos telas, patut kasisihang kanggén pabuat tiosan, minakadi kawigunayang ri kala gagal panen miwah ri kala ngamargiang selamatan yéning krama madué karya wiadin kalayusekaran. (pusdat/berbagai sumber)


Nyastra

Redité Paing, 3 November 2019 MÉN Émon, ten nidongang para mahasiswa lan alit-alit pelajar sajebag Nusantara démonstrasi, nyobyahang “paimbang pamatut” ring pikamkam pamerintah, doning tui tuah swadharmannyané, pacang dados manggala jagat pungkuran. Sané tidongangipun, pamargin démonstrasiné ngindikang Revisi Undang-Undang KPK, RUU KUHP miwah sané tiosan, mapuara biuta, kumantos ngepét pati pamilet. Ngaton pianaknyané sabatun buluan Dé Émon, parab Gdé Monoh, pasemengan mapanganggé soléh éncol jagi ninggal umah, éncol jua Mén Émon matakén. “Kija Dé?” “Kal pesu alu.” “Kija?” “Pesu alu.” “Pesu kija?” “Démo Mé.” “Awak nu cerik, milu-milu dogénan. Apa kal tawang?” “Kéto préntahé.” “Nyén mrétah?” “HP-é.” Durung puput méménnyané nyesedang, Dé Émon sampun macucun jalér macuet, masuryak, masriuk, briuk siu sareng timpal-timpalnyané nyantos ring lebuhé, Ni Trasi, Putu Unduh, Komang Piral, Ketut Twiter, sinarengan jumujug margi arep Kantor DPRD, masikian sareng para mahasiswa lan pelajar tiosan. Jegjeg ai, sunaran surya kebus bara kadi api, tan karasayang napinapi, olih panyatusan pelajar mahasiswa ngébekin margi. Makudangkudang spanduk “pamineh pameneh” kakebatang, kasuryakin, selegenti pamilet mapidarta. Katelebang pisan olih panyatusan polisi sayaga makta tamiang. Ring éra réformasi, démonstrasi, unjuk rasa, kapatutang sesampuné polih ijin galah lan genah, ruang dan waktu. Doh ri telenging ati, Mén Émon bangga pianaknyané nyarengin démonstrasi. Daweg warsa 1998 ipun silih sinunggil mahasiswi démonstran, wastu sida runtuh kakukuhan orde baru. Malah kamanah antukipun sesuduk démonstrasi mangkin luwihan bandingang ring 1998. Sakémawon jejeh taler manahipun, Dé Émon kantun SMA, tumbuh adiri. Pradé kenapi-napi, sira malih glantinginipun, doning muaninnyané riinan sampun ngalahin padem. Yén sira ngawitin, tan panantara batu ageng alit sagét pasliwer, awanti-wanti ngeninin tamiang polisiné, malah wénten polisi matatu, macuahcuah mesuang rah, keni batu pilah. Ngancan sué ngancan nincap ambek pamilet démonstrasi, ban-ban montor katunjelin, wastu polisi tan wurungan nangsek, niwakang gas air mata. Akéh mahasiswa pelajar kalilih, akéh taler kantun gipih, mapidarta ngalihalih pelih. Dé Émon ring ungkur pisan, peluh pidit ngusap-usap paningalané ngaap puun karasukin gas air mata, kadesek katakénin olih wartawan.

Dé Émon – Ni Trasi I Madé Suarsa “Adik, SMA?” “Ya.” “Ikut démo, apa yang dituntut?” “Tak tahu, saya ikut-ikutan saja.” “Ini?” “Trasi Pak.” “Apa yang didémo?” “Tidak tahu. Sama dengan Émon, ikut-ikutan.” “Ikut siapa?” “Ikut HP.” Wayan Pageh, Wakasék Kesiswaan manggut-anggut, digelis nangsekin makekalih muridnyané mawekaswekas. “Émon, Trasi, di mana temanmu lagi?” “Itu Pak, matanya perih semua. Pateh sakadi Mén Emon, Wakasék Kesiswaan bangga murid-muridnyané sareng démo najepang pikamkam pid-

abdab pamerintah. Sakémawon kirang cacep ring sesuduk. “Bapak setuju kalian ikut démo. Tetapi kalian harus tahu apa yang didémo, jangan cuma ikut-ikutan. Tidak boleh anarkis, sesuai ijin tempat dan waktu agar tidak mengganggu ketertiban umum. Jangan sampai ada orang luar menyusup ngaku-aku pelajar!” Indiké punika patut kaepah, wastu sinah, pangangguran katah, ngaku siswa sekolah, kaupah séket tali rupiah, mangda masolah salah, ngardi ulah, ngawé benyah, ngrusak genah, nuek pamerintah sah, lanyah matanah-tanah. *** “Mana kartu pelajar?” “?” Sami kilang-kileng. Pasasur diri kacucudin, makapasasur boya pelajar. Makapasasur ngang-

gur, drop out, nyangkut, ten sida ngatut, luput puput. Merta matemahan wisia, jinah séket tali rupiah ngadol manah, nyandak bedak, nangguk seduk, mucah layah. Wang lanang sareng pepitu, ngandong ransel nglentu, tedun saking ambulan ébeking batu, ngedum-edumang jatu. Sami salah ulah, iwang lampah. Ambulan anggén nulungin sang sungkan, kaanggén lian-lian, makta batu bulitan, sang démonstran. Démo patut anggén matakén, tulén lén-lén, sakadi ilén-ilén, patemon nunas-ngicén, ngrereh suku talén, nyuduk seduk kluén. “Saja gumi kali.” Mén Émon ngrimik ri ati, ngrumuk padidi, miragi orti jati, démonstrasi kécalan arti, ngrereh pamatut sujati, ngadol-nyantol upeti, nyalanang brangti, ri nrepati, kasengguh tuna astiti, kirang kérti, ten ngulati, parajana santa santi, wastu éling prapti, sang lanang keni pati, kala sentana jati, kari alit gati. Kumuh Mén Émon ngurut-urut awak pianaknyané antuk minyak jaé, sinambi mapitutur, nartayang pariindikan ipun daweg kari mahasiswi, démo sareng Gdé Dirga ngantos masomah…. “Mémé sing maboya Gdé demo bin pidan. Jani tondén pantes. Kayang suba mahasiswa mara pantes.” “Nguda kéto Mé?” “Taki-taking séwaka guna widya. Tugas Cening dadi murid malajah apang dueg. Disubané dueg, dadi mahasiswa, nawang beneh-pelih, ditu mara pantes. Jani Gdé démo, tusing tawang apa kadémo. Mémé pidan ajak Bapan Gdéné demen demo, kanti Mémé ngiket kapitresnan ngantén. Nanging lacur, cening nu cerik, bapan ceningé suba ngalahin.” “Mémé ngeling? Apa sebetang Mémé…?” “Mémé sing sebet, Mémé bagia. Kalahin somah, mentik Cening. Bedik sing kutang Cening Bapan Ceningé…” Mén Émon boya iri ring timpaltimpal demonstran riin, sami polih tegak becik, nanging kangen ring pianakipun ten tatas ring Bapa, kangen ring somah. *** “Jemak malu panaké Luh, uli tuni suba ngeling, bedak nagih nyonyo!” “Men Beli…?” “Sing kénkén, pianaké runguang malu!” Bacin selem pederes ngébekin perlak kasur. Pan Émon dekas-dekes naenang sakit basang ngilut-ilut. Mén Émon iteh ngusap-usap sirah anaké alit iteh nyedotnyedot muncuk nyonyon Mén Émon belus sambeh yéh paningalan. Anaké alit sirep leplep ring pasaréan, Mén Émon éncol nyagjagin somah ring pasaréan. “Beliiiiiiiiiii…..” Anaké alit makesiab, ngeling ngataktak, Mén Émon ngeling geluran tan inget ring awak. “Néh Mémé nyanget-nyangetang ngeling.” -0-

IDK Raka Kusuma

Satua

Molihang Penghargaan Sastra Tantular

Ni Clepuk (3) Kaketus saking Satua-satua Bali (IV) KACARITA mangkin Ni Clepuk sampun rauh ring Tlaga, naler durung rahina. Mabaos raris Ni Clepuk, “Béh, né kondén ja lemah. Jalan ja marérén malu dini,” asapunika pajarné Ni Clepuk. “Jalan dini di banjaré marérén,” asapunika I Memedi nimbal. “Ngudiang?” asapunika Ni Clepuk matakén, raris kasautang olih I Memedi, “Dini nyen malu nah, tiang ngantiang makebotan kejep.” “Nah,” kéto pasautné Ni Clepuk sané raris kakaonin antuk I Memediné. Sampun kénten sinah sué ten ja rauh I Memedi, kenginan ngrengkeng Ni Clepuk, “Yé, apa pejunanga dadi moné suba makeloné masih tondén teka.” Dening asapunika, mangkin caritayang I Memedi sareng ua-uané muah sané muani mabaos, “Nah jani ua, jalan bareng ka banjar. Tiang maan bé, to atehang tiang i tunian.” Masaut ua-uané, “Na yan tuah kéto, lan. Jalan kauk-kaukin nyamanyaman nyainé pada.” Wénten sareng adasa mangkin mrika ka banjar jagi nampah Ni Clepuk, sami makta talenan, klabang muah blakas. Gelising carita, rauh raris punika sami ring genah atehanga Ni Clepuk i tunian. Raris kaeton antuk Ni Clepuk anak sareng akéh, wénten makta klabang, talenan miwah blakas. Punika raris katakénin antuk Ni Clepuk, “Ento kija, dija maan kéto magenepan ajak liu?” Né anak ngantiang ka peken masih,” asapunika pajar I Memediné. (Masambung)

KETAH kauningin IDK Raka Kusuma, lanang sané sujatinnyané mapeséngan I Dewa Nyoman Raka Kusuma puniki embas ring Getakan, Klungkung, 21 November 1957. Dané sampun teleb nyurat sastra ring basa Bali lan basa Indonesia ngawitin dados guru ring SD No. 1 Amlapura. Indik pangawit nelebin sastra, dané ngandikayang, “Titiang malajah nyurat sajak ring basa Indonesia saking Umbu Landu Paranggi. Nyurat carita cutet ring basa Indonesia titiang malajah saking Putu Arya Tirtatawarya, pangawi sané jenek ring Lombok daweg punika.” Duaning jemet ngripta ring kalih basa, nénten sué dané sampun akéh madué kakawian. Kakawian dané ring basa Bali kawedar ring média cétak Bali Aga, Bali Orti Bali Post, Canang Sari, Jurnal Kawi, Média Swari, miwah Suara Saking Bali. Kakawian dané ring basa Indonesia kawedar ring Bali Post, Nusa Tenggara, Karya Bhakti, Warta Bali, Nafiri, Warta Hindu Dharma, Minggu Pagi, Kedaulatan Rakyat, Mimbar Indonesia, Suara Rakyat, Sara Karya, Sinar Harapan, Berita Buana, Republika, Singgalang, miwah ring média online mina kadi Basabasi.co. Ring sastra Bali modéren, dané rumasuk silih sinunggil pangripta sénior sané gelitik nglimbakang pangweruh majeng ring para yowana sané meled malajah. Mangda wénten genah ngwedar reriptan minakadi esai, puisi lan carita cutet, dané sareng pangawi saking Karangasem naen nerbitang majalah sastra Buratwangi tur dados silih sinunggil pangremba ring majalah punika. Risampun sué nénten terbit duaning nénten wénten prabéa, ring warsa 2019 majalah Buratwangi prasida terbit malih santukan polih wantuan saking Balai Bahasa Bali.

Malarapan antuk baktindané ring sastra Bali modéren, ring warsa 2002 dané ngamolihang Pengharagaan Sastra Rancagé saking Yayasan Kebudayaan Rancagé sané magenah ring Bandung, Jawa Barat. Ring warsa 2011 dané malih kawéhin penghargaan sané pateh majalaran cakepan pupulan puisi sané mamurda Sang Lelana. Munguing penghargaan saking Gubernur Bali inggih punika Penghargaan Widya Pataka, kapolihang ring warsa 2012 antuk cakepan sané mamurda Bégal. Sané pinih anyar, ring warsa 2019 puniki dané ngamolihang penghargaan saking Balai Bahasa Bali, inggih punika Penghargaan Sastra Tantular ring sastra Bali modéren. “Sastra Bali modéren sayan nglimbak,” sapunika dané ngandikayang daweg polih penghargaan. “Napi mawinan? Duaning sayan akéh sané urati ring sastra Bali modéren. Sané ngunggah, siosan ring média cétak, wénten média online. Nyabran warsa taler wénten cakepan mabasa Bali sané kawedar.” Kakawian-kakawian dané sané sampun kacétak dados cakepan inggih punika: prosa liris Kidung I Lontar Rograg (1991, 2001), satua cutet I Balar (2006), satua cutet Ngambar Bulan (2006), prosa liris Sang Lelana (2010), novelet Rasti (2010), satua cutet Bégal (2012), pupulan puisi Ngantih Bulan (2012), pupulan puisi Batan Moning (2013). Siosan punika dané taler ngentosin antuk basa Bali sajak reriptan Sapardi Djoko Damono tur sampun kawedar. Pupulan sajak punika mamurda Sunaran Bulan Tengah Lemeng. Pupulan sajak punika nganggén kalih basa, basa Indonesia lan basa Bali.

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;d*d*, Pupuh Dangdang 24.m\Сps)kuæengumnÓim\áihin/, Mangku Pasek sané gumanti manggihin, ewnÓ)enÐocp/, wénten kocap, mrupwnr, marupa wanara, puti;gimãlÙ)dnen, putih gimbal wedanané, eynuæk&dijhrwu;, yén saking dijaha rauh, \)nh*btupuniki, ngenahang batu puniki, w)rir*puti;lnÀb*, werirang putih lan abang, punpieksuk×ßnÀipun/,

punapiké suksman ipun, mnutÀim\Сmhãh*, manut I Mangku mahbahang, multmã, mula tamba, enputi;pzu\ÐnСlit/,

né putih panyungkan kulit, enhb*budu;ksßrn/. né abang buduh kasmaran

Saking Langit Bali Catur Paramitha Paridabdab becik laksana luih, masawitra rumaket nénten mapilih, bagus, jegég, bocok, tiwas, wiadin sugih, ngéka citta kadang warih, ajahan Maitri utami kadalih. Tresna asih ring para jana, jalaran ngiket pasimakrama, mangda nénten pegat manyama, sangkaning manah drowaka baka, suksman Karunané katempa. Semu-semita égar bingar, tulya Surya-Candra masunar, tabuh kukuh suara getar, cecingak samah tindakan gangsar, ngamong Mudita nganutin lontar. Ngulati karahayuan i krami, Mapangaji antuk bhakti, Bikas banggi miwah brangti, Tuna budhi kaicalang sami, Cihna Upéksa Hindu Bali Jatiyasa


8

Minggu Paing, 3 November 2019

Kremasi

Khuldi Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik “Kartun” ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

bagaimana jika adam tak jadi mencurinya? bisikan ulat, hanya aroma sesat. yang melangkah sekejap lewat. betapa lezat. buah khuldi yang ranum, warna yang cerah, kerap membuat gelisah? namun hawa terus merajuk. sebagai petaka. melontarkannya ke dunia. bisikan-bisikan yang terus rumpang. menggema di segala ruang. * pohon khuldi cuma satu. buahnya yang berkilauan. pasti manis di pangkal lidah. aroma yang membuat buta. liur yang terjulur. nafsu yang menggebu. dan khuldi memang hadir, sekadar mengobati sunyi. “ayo, makanlah! lekas, segera!” ulat terus bercakap. dengan gumam yang lebih halus dari rambut. * adam dan hawa, terlontar juga. tanah kembali pada tanah. bumi yang dipenuhi cuaca. hujan dan kemarau. musim salju dan semi. matahari yang melingkar, sepanjang hari. adam mengingat, berapa banyak buah yang dimakannya. dan mereka bertemu di sebuah padang. * tapi bisikan akan khuldi terus saja menerawang. berpantulan, bahkan saat manusia terus beranak-pinak. “ayolah, cicip lagi,” begitu banyak dosa yang merupa cahaya. khuldi demi khuldi. menempuh sunyinya sendiri.

Berpuluh tahun Tubuhmu diperam tanah Disangga doa-doa Kini kami menjemput belulangmu Untuk diserahkan pada api Di rumah api, belulang mu menjelma puisi-puisi Kami membaca mantra-mantra, Menulismu lewat doa tak berbilang Diam-diam kami terjaga di sudut waktu Serupa doa yang diam-diam memayungi kita Kala diberangus ketakutan Ladang kering di jiwa kami kini basah Akan kenangan yang lalu lalang merambahi dada Kau menjelma abu dalam sekejap Menempati ruang hening berdinding tanah liat Lalu hujan luruh berderak mencumbu bumi Tak ku temukan lagi bayangmu di bunga kamboja Kini kau telah diperam waktu Sampai tiba waktumu menangis Memberi kabar bahwa kau telah datang Di sebuah api penyucian yang baru lRai Sri Artini Marga, Oktober 2019

lEdelweis, 2019 Alexander Robert Nainggolan

Layang-layang Sore

Sebuah Rumah Untukmu

Adakah sisa benang rindu? Yang melingkar di badan kaleng susu

Sengaja kubuatkan rumah untukmu Rumah yang beratap separuh ingatan Dan separuhnya lagi merupakan kerinduan.

Sepanjang perjalanan layang-layang Angin merupakan amsal penungguan

Dan sengaja kubuat rumah untukmu Rumah yang bertebing kesabaran Beserta halaman yang dihias kejujuran

Terbang melukis pesona di udara Tempat segala kenangan mulai tercipta. Pada senja yang menyimpan lentik bayang-bayang Kita lukis kebersamaan menuju malam, sementara

Di sana, kau bisa menatap dari jendela Bagaimana tubuhku dibasahi luka Dan apakah engkau masih ingin tertawa?

Di balik luka sinar rembulan mulai menyapa Menyinari lembah-lembah luka di dada kita Dari ribuan kelam yang menyimpan doa.

lSampang, 2019 J. Akid Lampacak

lSampang,2019 J. Akid Lampacak

Dalam Jiwa Semesta Janji semesta atas setiap kebaikan tercipta menjadi sebuah nada abadi akan kesetiaan memupuk, merasa, mencipta mengurai langkah menuju dinding langit akan kesejatian sang jiwa menuju sang hening

Kematian Tubuhmu telah kembali pada tanah, Ibu yang setia menunggumu Walau berpuluh tahun kau melupakannya Lalu kau bercumbu dengan bayang-bayang masa lalu Cemburu, dengki, cinta Dendam silih berganti Lalu wajah kanak-kanak, istri dan anak-anak Datang menjenguk Wangi bumbu, sup brenebun dan garam Membuncah penuh buih Tubuh mu telah pulang Ke rahim pertiwi Menjadi santapan ulat-ulat yang selalu kelaparan lalu kau bercumbu dengan dosa-dosa menagih janjiNya yang sering kau sebut dalam doa rohmu melayang-layang di atas api pembakaran menari tarian kekal tanpa kelamin tanpa birahi tanpa sakit penyakit Hanya rapuh dan telanjang tak dapat disangkal Sebab kelahiran telah menunggumu Menyiapkan cangkang bagimu di ujung waktu

Rintiknya tetesan lembut sebuah pengingkaran akan setiap rasa semu semata cakrawala bersujud memenuhi janji tuk berucap pada sang malam beranjak senja menuju peraduan semesta dan langkahpun menyusuri jalan akan janji waktu berucap Dalam wujud berkat dalam filosofi sebuah keagungan dalam rupa penuh maya cinta universal adalah sebuah jawaban sebuah tindakan sang diri menuju semesta Mengukir sebuah prasasti jati diri akan sebuah asa penuh hasrat dan semangat mencipta sebuah karya dan mematrinya dalam sejarah dalam titik garis perjalanan sepoi nafas semerdu nyanyian bumi mahakaryamu cinta membuatku bersimpuh luruh dalam dinding sang waktu

lRai Sri Artini Tuka, Oktober 2019

lApti Lestari

Fotografi

Bermain ”Fine Art” dalam Fotografi Arsitektur

BERAWAL dari perasaan jenuh saat menggumuli fotografi arsitektur, membuat Narsiskus Tedy mencoba mencari sesuatu yang lain untuk mempresentasikan karya-karya fotografinya. Proses pencarian diri dalam metamorfosis memotret itu membawa fotografer yang bermukim di Bandung, Jawa Barat ini untuk belajar bermain-main dengan hitam putih. Dalam proses kreatif selanjutnya, fotografer yang meraih berbagai prestasi membanggakan di kompetisi fotografi tingkat nasional dan internasional ini akhirnya suka dengan genre fine art. Sebuah cabang fotografi yang lebih menitikberatkan nilai estetika dan intelektual dalam karya-karyanya. Selain indah, foto tersebut juga mengandung arti sesuai visi dan pesan yang ingin disampaikan sang

Contemplative karya Narsiskus Tedy

fotografer. “Saya mencoba menghembuskan napas fine art itu dalam karya-karya fotografi arsitektur yang saya ciptakan. Bagi saya, bermain fine art dalam fotografi arsitektur itu sangat menggairahkan,” ujar fotografer dengan gelar fotografi SDI, QPSA, SPSA di belakang namanya ini kepada Bali Post, Sabtu (2/11) kemarin. Saking senangnya dengan fotografi hitam putih, kata Narsiskus Tedy, dia memantapkan hati mengajukan materi arsitektur hitam putih sebagai bahan yang diujikan saat pengambilan gelar SPSA via Photograpic Society America. Pilihannya itu ternyata tepat, karena gelar yang diimpikannya itu pun berhasil diraih. “Light is composition and shadow is dimesion”. Prinsip itulah yang dipegang teguh Narsiskus Tedy dalam berkarya. Dalam fotografi aristektur, menurut dia, cahaya dan bayangan memegang peran penting dalam memainkan dimensi. Karena cahaya bisa menjadi komposisi dan irama, sementara bayangan menjadi dimensi. “Permainan gradasi dan kontras dalam fotografi hitam putih

membuat harmoni gradasi dan kontras tidak bias atau terkontaminasi sehingga kehalusan dan penekanan bidang menjadi lebih terasa,” katanya. Dalam membuat foto fine art arsitektur, kata Narsiskus Tedy, proses pengambilan gambar ideal bermain dengan long exposure menggunakan filter ND. Pada sejumlah karyanya, ada exposure hingga 500 sec atau bahkan lebih. “Filter ND yang digunakan akan membantu memberikan efek motion yang halus pada awan sebagai background dan juga exposure yang lebih merata pada objek arsitekturnya. Sisi lain dari teknik ini juga akan memberikan kontras yang baik pada gambar yang ingin kita captured,” katanya memaparkan. Menurut Narsiskus Tedy, permainan editing juga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari fine art arsitektur untuk menyempurnakan objek foto. Meskipun ada juga fotografer yang hanya mengolah file RAW-nya secara sederhana. “Kebetulan dalam proses belajar saya mengancu pada Joel Tjinjelaar, seorang fotografer arsitektur dunia yang mengajarkan editing secara channels melalui layer tools yang dibuatnya. Sehingga ada waktu cukup lama buat saya untuk mencoba dan belajar dengan metoda channels dan layer dalam menyempurnakan gambar yang saya ambil. Saat proses editing, saya biasanya bermain dengan level, contrast, brightness dalam setiap channel objek pada foto saya,” ujarnya. (ian)

Bottle Harmony karya Narsiskus Tedy

Switchover karya Narsiskus Tedy

Square karya Narsiskus Tedy


Minggu Paing, 3 November 2019

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Cari Cook Helper pria/wanita restaurant di Kuta,Gaji pokok, service.Lam di WA 085647119728

B.BP.154.11.19.0000015

Dcr PRT Wanita, bisa masak, tidur luar,Dps.SMS:08999226130 B.BP.001.11.19.0000020

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

Dicr ACC Berpengalaman u/Usaha Dagang,GP+UM+Transport+BPJSTK Lokasi Dps.Hub:081703221221 B.BP.001.11.19.0000025

Dicr ART Senin-Sabtu 08-17.00 Minggu Libur,Tdk Tinggal Dalam Lok.Tohpati Dps Hp:08113992666

B.BP.001.11.19.0000030

Dibutuhkan karyawan boutique wanita Hub:081999943335 B.BP.004.11.19.0000038

Dicari Sopir yg berpengalaman untuk Pribadi Hub.08123677999 B.BP.001.11.19.0000042

Dicr Bagian Admin bs Komputer Pengalaman Kerja. Jl.Cargo Saridana V/8.Tl:08123997672,Segera B.BP.001.11.19.0000001

PT.Success Bersama Bali,memerlukan Tkg Pasang Keramik Batu Andesit. Br.Pacung, Ds.Keliki, Tegalalang-Gyr H:081339414492 B.BP.001.10.19.0000864

Pembantu untuk Rumah Kerobokan Tinggal Dalam WA:081916468911 B.BP.004.10.19.0000890

DIJUAL MOBIL HYUNDAI

Dijual Cepat Matix Ayundai Atos, Mobil Pribadi/Kondisi Bagus Hub.081236074711 B.BP.001.10.19.0000817

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY

PROPERTY

DIJUAL TANAH

DISEWAKAN RUMAH

Dijual Tanah 1 Hektar 8 Are di atas Danau Tamblingan&Kengetan Ubud 14 Are.Hub:08123989563

Dikont rmh 3KT,1KM,RT,Grs.BTN Gunung Sari II/B10 Cenigansari Sesetan Hub.081237195200

B.BP.001.11.19.0000024

Dijual Tanah Kav 1Are Jl.Tukad Bilok. Hubungi:081246050899 B.BP.001.11.19.0000028

B.BP.001.11.19.0000031

DIJUAL MOBIL

SERVICE

DIJUAL RUMAH


10

Minggu Paing, 3 November 2019

Mendatar: 1. Minuman beralkohol ringan khas Bali 3. Membuka usaha sendiri 7. Salah satu grup perusahaan besar yang beroperasi dalam segala bidang asuransi 8. Saluran kencing dalam 11. Borneo 12. Istilah yang sering digunakan dalam dunia wewangian 13. Kera sakti dalam mitologi hindu 17. Kaki lima 20. Nangka muda bahan sayuran 21. Judul sebuah film fiksi petualangan 24. Sumatera 26. Campuran dua logam atau lebih 27. Putra bungsu Raja Pratipa dari trah candrawangsa 29. Galangan kapal ; Dok 34. Kesempatan 36. Sumbangsih ; Keikutsertaan 38. Kayu kehitaman mengandung resin wangi 39. Belut (Inggris) 40. Bersifat upacara 41. Nama sejenis tanaman semak berkhasiat obat Menurun: 1. Karunia Tuhan 2. Kota ini terletak di California 3. Kera 4. Cahaya halus yang mengelilingi makhluk hidup 5. Asia Europe Meeting 6. Tampak seram 8. Ujian tengah semester 9. Racun tikus 10. Rumah toko 14. Danawa 15. Dari (Arab) 16. Rasa nyeri pada tulang 17. Jalan kecil ; Jejak (Inggris) 18. Tempat penitipan anak 19. Lagi (Inggris) 22. Air bawah tanah 23. Nama lain Arjuna 25. Katedral 27. Rasa bangga setelah mencapai apa yang kita inginkan 28. Sapaan untuk anak perempuan 30. Negara di timur tengah 31. Tarian sakral pengiring upacara di pura 32. Penyakit gondok 33. Sesuatu yang tidak disebutkan namanya 35. Kuliner khas Indonesia 37. Nasi campur jagung, ketela dan sebagainya (Bali)

Kurangi Kasus DBD, Berdayakan PKK sebagai Pembantu Jumantik DEMAM Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit akibat infeksi virus dengue yang setiap tahun selalu mewabah dan kerap berujung pada korban jiwa. Virus dengue menular melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan secara global diperkirakan terjadi lebih dari 400 juta infeksi per ta-

hun dengan berbagai manifestasi klinis. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya-upaya dalam mengurangi kasus infeksi DBD di seluruh Indonesia, khususnya Bali sebagai daerah pariwisata. Infeksi DBD dapat dicegah dengan mengeradikasi jentik nyamuk Aedes Aegypti sebagai vektor pembawa virus DBD.

Pemantau jentik nyamuk (jumantik) sudah dibentuk di semua Puskesmas di seluruh Indonesia. Meskipun demikian, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu pekerjaan jumantik supaya mencapai hasil optimal. Berdasarkan permasalahan di atas, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

(FKIK) Universitas Warmadewa (Unwar) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melalui penyuluhan dan pengkaderan ibu-ibu PKK di Desa Wisata Kerta, Payangan, Gianyar, sebagai pembantu jumantik dalam upaya menekan laju infeksi virus dengue. Penyuluhan berlangsung 26 September 2019, diberikan oleh Sri Masyeni, Indraningrat, Arya Suryanditha, dan Agus Santosa, dikoordinir Dr. dr. Dewa Ayu Putri Sri Masyeni, Sp.PD-KPTI., FINASIM. Lima orang perwakilan dari ibu-ibu PKK di Desa Kerta dipilih menjadi kader pembantu jumantik dan diharapkan berperan aktif memonitor dan mencegah perkembangan nyamuk Aedes Aegypti di wilayah tempat tinggalnya. Kegiatan penyuluhan diawali pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman ibu-ibu PKK di Desa Kerta tentang DBD yang meliputi gejala, vektor penular dan upaya pence-

Ketentuan Menjawab Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 420 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/ HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 9 Nopember 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 17 Nopember 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 418 Mendatar : 1. TOGA 3. DAUR 6. BEKAS 9. BINGKAI 11. NASGNIP (PINGSAN) 12. TNT 13. LENCANA 15. ABATE 18. MALA 19. UNTA 20. PLATO 22. INSTITUTE 28. ANGLO 29. TEMA 31. UBUN

33. OHADI (IDAHO) 35. GITARIS 37. MIA 38. INFERNO 39. DARURAT 41. NUNUT 42. ILHA (AHLI) 43. UBER Menurun : 1. TABEL 2. ABG 4. AMITAMIT 5. RENTAL 6. BISMA 7. KONTEN

8. SEPAKAT 10. KRAYON 14. ESLE (ELSE) 16. BABU 17. TULEN 21. TIMAH 23. SUUD 24. TENGADAH 25. TARTAR 26. ALOI 27. STADION 30. MORFIN 32. BIMOLI 34. AURAT 36. SATIR 40. UHU

Pemenang TTS No. 418 1. Kadek Risna Widi Yanti Jl.Pahlawan No.118, Desa Pendem, Kec.Negara, Kab.Jembrana (HP:089-690-824-XXX) 2. Ni Luh Tunjung Jl.Prof.Ida Bagus Mantra No.169, Br.Tangkas, Kec.Klungkung, Kab.Klungkung (HP:081-237-910-XXX) 3. Kristian Lusi Jl.Kedampang No.362, Desa Kerobokan Kelod, Kec.Kuta Utara, Kab.Badung (HP:081-236-231-XXX) 4. I Kadek Sastrawan Jl.Tunjung Putih No.09, Sukawati, Kab.Gianyar (HP:085-857-302-XXX) 5. Ni Luh Mudari Br.Kelodan, Desa Suwug, Kec.Sawan, Kab.Buleleng (HP:082-145-581-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : MADE MELA ARYARINI Alamat : SD Negeri 5 Sumerta, Denpasar (HP:081-237-326-XXX)

gahan. Selanjutnya diberikan pemaparan dan pemutaran video mengenai DBD menyangkut siklus hidup nyamuk, tempat berkembang biak, cara pencegahan dan eradikasi jentik nyamuk Aedes Aegypti. Selanjutnya diskusi dan sharing terkait pengalaman kader terhadap DBD dan diakhiri dengan post-test untuk mengetahui pemahaman kader setelah penyampaian materi. Ke depannya pendampingan secara berkala akan diberikan kepada para pembantu jumantik terpilih yang disertai dengan monitoring dan evaluasi terkait upaya menekan pertumbuhan Aedes Aegypti di Desa Kerta. Dr. dr Dewa Ayu Putri Sri Masyeni, SpPD-KPTI., FINASIM.

Komunitas Bondres Merenges Sihir Penonton di FSBJ TEATER Modern Sanggar Seni Indra Jagadhita Kota Denpasar menampilkan Komunitas Bondres Merenges dalam ajang Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2019 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Jumat (1/11) malam. Komunitas yang didukung pamain multitalenta itu benar-benar kocak, sehingga mampu menyihir penonton untuk tertawa. Lelucon tak hanya dilontarkan oleh satu atau dua pemain, tetapi semua pemain mampu melontarkan guyonan dengan kekhasan masing-masing. Naskah seakan tidak terlalu panting bagi para pemain. Sebab masing-asing pemain yang memiliki segudang pengalaman pentas itu tampil spontanitas. Mereka sangat lihai dalam adegan, sehingga tampil saling mengisi serta mengeksplorasi antara pemain satu dan lainnya. Hal tersebut tentu saja membuat pementasan drama menjadi kaya, bukan kering bahan. Dialog masing-masing pemain juga menarik. Saling mendukung konten, sehingga

isinya tampak kuat. Dalam mengemas seni drama, komunitas ini seperti menyajikan lawak tradisional (bondres) yang lebih memberikan kebebasan para pemain untuk mengeksplorasi. Garapan ini juga dikemas seperti Opera Van Java yang menghadirkan seorang dalang. Para pemain diatur oleh dalang, baik kesalahan dalam dialog maupun penampilan. Iringan musiknya menggunakan gamelan semarandhana yang dipadu dengan kendang Sunda serta musik diatonik, seperti gitar, drum dan keyboard. Komunitas itu menampilkan seni teater dramatari musikal yang mengangkat judul “Eling”. Judul ini diangkat untuk mengingatkan diri sendiri dan orang lain guna menjaga dan melestarikan seni budaya Bali yang adiluhung. Dalam perkembangan zaman yang serba modern ini, sangat penting mengetahui polah-palih yang ada di Bali. “Sejak kecil anak-anak kita sudah bisa mempelajari seni budaya sebagai cara untuk

membangkitkan seni budaya,” ucap pemilik yang juga Ketua Komunitas Bondres Merenges, I Made Gede Suarjana. Ketua Komunitas Bondres Merenges yang juga berperan sebagai dalang itu menambahkan, drama ini memasukkan unsur-unsur seni dan budaya, seperti belajar aksara, majejehitan dan menari Bali. Drama ini didukung 75 pemain yang terdiri atas penabuh, penari dan tim pengembira dari tari anakanak dolanan. “Kami ingin memberikan hiburan, namun tetap menyelipkan pendidikan, khususnya tentang seni budaya yang menjadi kebanggaan masyarakat Bali,” pungkas Gede Suarjana. Festival Seni Bali Jani 2019 dengan tema “HuluTeben, Dialektika LokalGlobal” yang memasukkan adilango (pergelaran), juga diwarnai kegiatan pawimba (lomba), aguron-guron (workshop), kandarupa (pameran), tenten (pasar malam seni) dan timbang rasa (sarasehan) yang selalu mengajak generasi muda lebih kreatif. (win)

BPM/ist

PENAMPILAN – Salah satu penampilan Komunitas Bondres Merenges pada FSBJ 2019 di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Jumat (1/11) malam.


Minggu Paing, 3 November 2019

Gas Metana

BPM/sue

TARI - Tari kebesaran Ardhanareswari Puja ditarikan siswa SMK PGRI 5 Denpasar.

Tari Kebesaran Ardhanareswari Puja

Memuliakan Peran Perempuan dalam Memajukan Sekolah SMK PGRI 5 Denpasar yang akrab dipanggil Skagrima kini memiliki tari kebesaran yang diberi nama Ardhanareswari Puja. Tari ini pertama kali dipentaskan saat puncak piodalan dan puncak HUT ke-15 SMK PGRI 5 Denpasar Sabtu lalu. Tarian ini diiringi Sekaa

Tabuh Merdu Samgita SMK PGRI 5 Denpasar. Tari kebesaran ini digarap Agus Budiarta sebagai penata tari dan penata tabuh dipercayakan kepada Wayan Bagiada, S.Sn. dengan ide cerita Kepala SMK PGRI 5 Denpasar Dra. Ni Ketut Nuka yang juga memiliki

basis dalam bidang seni tari. Ni Ketut Nuka yang juga guru seni tari SMKN 5 Denpasar ini menjelaskan tari kebesaran Ardhanareswari Puja memiliki konsep pertemuan unsur purusha dan pradana yang menimbulkan terciptanya kesuburan. Simbo-

Bukannya seperti sekarang, bahkan tempat itu juga terbilang strategis yakni dekat perairan, mangrove, pelabuhan, dan bandara. “Kok di situ naruh TPA, gimana sih. Tapi ini sudah telanjur, ya… mau tidak mau harus dilanjutkan. Saya sudah tidak diberikan opsi lain di luar dari lokasi itu. Karena itu, harus dijalankan,” imbuhnya. Untuk langkah jangka menengah, lanjut Koster, akan dibangun TPA baru dengan luasan areal dan teknologi memadai. Baik untuk Pemkot Denpasar, Pemkab Badung, Pemkab Gianyar, dan Pemkab Tabanan. Dengan kata lain, setiap kabupaten/kota nantinya diharapkan memiliki TPA sendiri-sendiri. “Jangan lagi dibawa ke Denpasar. Bayangkan di Suwung itu kalau diserbu oleh sekian kabupaten, lalu lalang di jalan-jalan strategis malammalam, baunya minta ampun. Saya pernah lewat di By-pass Ngurah Rai, truk dari Gianyar ke TPA Suwung kira-kira jam 10 malam. Aduh, baunya minta ampun,” katanya. Padahal, Koster menyebut Jalan By-pass Ngurah Rai bukan sekadar jalan strategis, tapi juga jalur pariwisata, sehingga kurang elok saat dilalui truk-truk yang membawa sampah. Berkaitan dengan citra pariwisata, pihaknya me-

I Wayan Disel Astawa, yang juga Bendesa Adat Ungasan mengatakan, aset tanah Pemprov Bali di Desa Ungasan, Badung, sebetulnya memang diusulkan sebagai lokasi pengolahan sampah. Namun, pengolahan sampah itu sebatas untuk wilayah Desa Ungasan. Artinya, bukan untuk keperluan yang lebih luas yakni sebagai TPA untuk Badung Selatan seperti alternatif solusi jangka pendek masalah sampah dari Pemprov Bali. “Kemarin, kita sudah menggelar paruman desa yang akan mengusulkan tanah provinsi di Banjar Anggasari itu untuk kita jadikan tempat pengolahan sampah. Tapi bicara khusus wilayah Desa Ungasan,” ujarnya. Menurut Disel, aset tersebut berlokasi di sebelah selatan Garuda Wisnu Kencana (GWK). Dengan kata lain, masih masuk dalam daerah pariwisata. Kalau hanya untuk desa, lahan yang diperlukan cukup 50 are saja. Apalagi, pihaknya bersama kepala desa setempat sudah merencanakan adanya mesin untuk memilah sampah organik dan anorganik sehingga sampah tidak hanya dibuang dan ditimbun. “Mari kita kaji bersama amdal dan sebagainya. Apakah di sana layak dan cocok sebagai tempat pengolahan sampah untuk wilayah Badung Selatan, yang di sana adalah daerah pariwisata. Kan kurang logis, kurang elok,” jelasnya. (rin)

Fasilitas Perikanan Pada desain baru, lanjut Koster, lebih dari setengah lahan reklamasi akan dijadikan paru-paru kota. Sisanya akan digunakan untuk fasilitas perikanan dan penyediaan energi. Areal Dumping I yang luasnya mencapai 25 hektar, 13 hektar (51%) di antaranya dimanfaatkan untuk hutan kota dan 12 hektar (49%) lainnya untuk fasilitas perikanan seperti cold storage yang bisa memenuhi kebutuhan kapal cruise serta permintaan ekspor. Kemudian areal Dumping II seluas 45 hektar, 23 hektar (51%) digunakan untuk hutan kota dan sisanya 22 hektar (49%) untuk fasilitas curah cair, yakni terminal BBM, gas dan avtur. Terminal BBM perlu dibangun untuk mengisi bahan bakar kapal cruise yang selama ini dilakukan di Singapura.

Terminal gas, kata dia, kaitannya dengan Bali energi bersih. Semua menggunakan energi terbarukan, sehingga di situ akan dibuat terminal gas untuk mensuplai ke PLN. Koster menambahkan, terminal avtur juga diperlukan untuk memenuhi kebutuhan Bandara Ngurah Rai. Terminal yang ada sekarang terlalu dekat dengan bandara, sehingga perlu digeser untuk pertimbangan keamanan. Di sisi lain, desain Pelabuhan Benoa yang baru ini menghapus adanya akomodasi pariwisata di kawasan tersebut. Tak hanya membatalkan rencana pembangunan akomodasi pariwisata sesuai permintaan Gubernur, sejumlah fasilitas seperti restoran, water sport, dan helipad yang sekarang sudah beroperasi juga akan dihentikan kerja samanya mulai akhir tahun 2020. Adapun lahan bekas akomodasi tersebut akan kembali dijadikan

hutan kota. Deputi Infrastruktur Kemenko Maritim Ridwan Djamaluddin mengatakan, tujuan besar dari pembangunan Pelabuhan Benoa adalah membangun Indonesia melalui Bali. Dengan bersandarnya kapal cruise besar di Pelabuhan Benoa, akan memberikan dampak ekonomi yang besar pula kepada Bali. “Dengan target 10 Bali baru, Bali yang asli justru bergerak lebih cepat daripada yang lain. Mudah-mudahan masyarakat Bali menyambut baik,” harapnya. Dirut Pelindo III, Doso Agung, mengatakan, sudah banyak kapal cruise yang menyatakan minat berlabuh di Pelabuhan Benoa. Terakhir, kapal berkapasitas 2.000 orang sudah berlabuh di Bali. Dengan perluasan dermaga nantinya, Pelabuhan Benoa bisa disandari kapal cruise berkapasitas 4.000 orang. (kmb32)

Minggu, 3 November 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Kepemangkuan (2) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Senam Bugar Lansia Indonesia ( PWS Kota Denpasar) Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Seputar Bali Terkini Solusi Alternatif Marion Sam

09:30 Wita 10:00 Wita 10:05 Wita 10:30 Wita 11:00 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita

Belajar Menggambar Menggambar Kura-Kura Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shopping Seputar Bali Terkini Bali Channel Tourist TV Dunia Kita Puja Trisandya Dharma Wacana Kepemangkuan (3) Ocydia Home Shopping Bali Channel Tourist TV Lejel Homeshopping Tembang Bali Seputar Bali Terkini Tembang Bali Bali Channel Tourist TV

16:00 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

implementasikan oleh Kasek Dra. Ni Ketut Nuka dalam mengelola SMK PGRI 5 Denpasar secara intelektual maupun spiritual. Konsep inilah yang dijadikan spirit dan ikon SMK PGRI 5 Denpasar secara bersama-sama memajukan sekolah. (sue)

Energi Listrik

Terbilang Strategis nyadari bahwa Kabupaten Badung merupakan tujuan wisata utama di Bali. Di situ ada banyak hotel dan restoran, sehingga masalah sampah jangan sampai mengganggu citra pariwisata di Bali dan di Badung khususnya. “Saya mengetahui bahwa Kabupaten Badung memiliki aset yang terbatas untuk membangun TPA. Karena itu, pemprov menyediakan lahan untuk Kabupaten Badung yang bisa dimanfaatkan untuk pembangunan TPA dalam jangka panjang,” jelasnya. Koster menambahkan, aset pemprov tersebut meliputi di wilayah Badung Selatan dan wilayah Badung Utara. Pihaknya memberikan dua titik lahan untuk TPA supaya truk sampah tidak mondarmandir dari selatan ke utara atau dari utara ke selatan sehingga tidak krodit di jalan. Kebetulan pemprov memiliki aset tanah di Desa Ungasan sekitar 1 hektar lebih, dan sedang dicarikan lahan milik pemprov di Badung Utara. “Itu diberikan kepada Kabupaten Badung supaya ke depan Pemkab Badung bisa membangun TPA secara mandiri dan tidak perlu lagi membeli lahan karena sulit mencari lahan. Kalaupun ada, harganya sangat mahal. Tahun 2020, kita harapkan Badung sudah memiliki lokasi untuk pembuangan sampahnya, tidak lagi ke TPA Suwung,” paparnya. Sementara itu, Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Bali,

lis dari konsep Ardhanareswari Puja ini memberikan pemahaman bahwa kedudukan dan peranan perempuan setara dan saling melengkapi dengan lakilaki. Tari ini juga bermakna memuliakan peran perempuan. Keseimbangan dan penyatuan dualisme inilah yang di-

Lila Cita Sanggar Tari Sawitri Inovator Ocydia Home Shopping Puja Trisandya Seputar Bali Malam Kris Samatra Artis Bali Gek Serly dan Andi Robokan Indi Band Generation Oca Prastya Seputar Bali Terkini Lila Cita Calonarang Dalem Ped Nusa Penida(5) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shopping Folk Song

Dikatakan, sejak 2005 ada angin segar bagi warga sekitar, karena akan ada investor (PT NOEI) yang akan mengolah sampah menjadi energi listrik. Sayangnya, upaya ini gagal, sehingga sampah yang datang mencapai 1.200-1.300 ton per hari, kembali ditumpuk begitu saja. Ketidakberhasilan PT Navigat Organik Energy Indonesia (NOEI) mengelola sampah di TPA Suwung, berujung pada pemutusan kontrak. Dalam surat perjanjian dengan Badan Pengelola Kebersihan Sarbagita (Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan) PT NOEI memiliki waktu selama 20 tahun untuk mengelola sampah di TPA Suwung. Sampah yang diolah itu akan menghasilkan listrik 9 MW. Sayangnya, dalam realisasinya PT NOEI tidak berhasil, sehingga kerja sama yang ditandatangani pada 2 April 2004 tersebut diputus di tengah jalan yakni per Juni 2016. Kepala BPKS I Made Sudar-

ma didampingi Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara di ruang pertemuan Kantor Wali Kota Denpasar, Jumat (10/6) lalu, mengatakan, pemutusan kerja sama tersebut telah ditandatangani 9 Juni 2016 lalu di Jakarta. Pemutusan kerja sama ini dilakukan berdasarkan musyawarah, karena samasama menyadari persoalan yang dihadapi. Tanda tangan pemutusan kerja sama ini dilakukan oleh kedua belah pihak, yakni Kepala BPKS, I Made sudarma, dengan Dirut PT NOEI, Michael Mangowal. Demikian pula setelah terjadi pengalihan kewenangan pengelolaan dari Pemkot Denpasar ke Pempov Bali, ada wacana untuk mendatangkan investor untuk mengolah sampah menjadi energi lstrik. Lagi-lagi TPA Suwung hanya mendapat tumpukan janji. Wacana ini gagal. “Karena wacana tinggal wacana, sampai akhirnya bencana datang lagi, warga tetap setia menunggu realisasi janji untuk pengelolaan sampah di TPA,” ujar Widiada. (ara)

Gagal Dijalankan Sayang, anggaran yang sudah dialokasikan dalam APBD itu dirasionalisasi, sehingga proram itu gagal dijalankan. “TPA Bengkala luasnya 4,8 hektar dan ada tiga blok penimbunan. Sekarang, ketinggian tumpukan sampah di tiga

blok itu kurang lebih 20 meter. Sempat akan diperluas, tetapi itu gagal karena keterbatasan biaya,” jelasnya. Perluasan TPA Bengkela saat ini masih dikaji oleh Tim Bali Resik Kabupaten Buleleng. Kemungkinan besar, program perluasan itu akan dialihkan menjadi program pembangunan TPA baru. (mud)

Sehingga, sedikit memudahkan penanganan di lapangan. Namun, saat turun hujan inilah, penanganan mengeluarkan gas metana harus maksimal dilakukan. Sebab, ketika hujan berhenti dan panas lagi, maka dasar eks TPA akan kembali memproduksi gas metana. Ini yang memicu terus muncul titik-titik kebakaran baru di TKP. Petugas Damkar mengerahkan empat tangki air berkapasitas masing-masing 6 ribu liter untuk mengatasi kebakaran sampah setiap hari. Bahkan, kadang memerlukan air lebih banyak, karena munculnya titiktitik baru, sehingga memerlukan bantuan petugas Damkar. Teknik penyiraman, hanya memadamkan api permukaan sehingga diperlukan tiang menyerupai pipa untuk mengeluarkan gas metana. “Langkah-langkah darurat terus kita lakukan untuk menghindari adanya asap yang terjadi akibat gas metan. Jangan sampai hal ini terus terjadi, kalau ini terjadi maka kita membiarkan masyarakat kita menghirup udara tidak sehat dan segar,” ujar Bupati Suwirta. Bupati Suwirta juga berharap kepada dinas terkait secara konsisten melakukan penugasan ini. Sebab, untuk mencegah dampak lebih besar lagi, opsi ini penting untuk dilakukan

secara konsisten. Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat untuk menaati edaran yang sudah diberikan terkait pemilahan sampah dari rumah dan aturan pembuangan sampah. Selain fokus atasi asap dan gas metana, Dinas LHP juga sedang fokus menghentikan pembuangan sampah ke eks TPA Sente. Sebab, meski sudah tutup, kenyataannya masih ada desa yang secara diam-diam membuang sampah ke eks TPA Sente. Inilah yang menyebabkan sampah di TPA Sente malah terus menggunung. Kepala Dinas LHP A.A. Ngurah Kirana mengatakan, ada 9-11 truk sampah masuk ke eks TPA Sente, karena pintu masuk dari timur kebetulan juga sedang rusak. Atas situasi ini, pihaknya berencana melakukan pendekatan dengan desa agar bisa mandiri dalam mengelola sampahnya. Di sana juga ada TOSS (Tempat Olahan Sampah Setempat). Tetapi, kapasitas mesinnya masih terlalu kecil untuk mengolah sampah seluas itu. “Mari kita bersama-sama fokus menyelesaikan persoalan ini. Jangan sampai sampah ini menjadi masalah besar. Peran masyarakat, peran pemerintah adalah sinergitas yang harus kita lakukan untuk menangani permasalahan ini. Kami terus berpikir dan bergerak melakukan penanganan,” tegasnya. (gik)

Berlangsung Tegang Pemilihan sempat berlangsung tegang karena lima calon ketua umum diusir dari arena saat berlangsungnya Kongres PSSI. Kelimanya adalah Vijaya Fitriyasa, Fary Djemy Francis, Yesayas Oktavianus, Sarman El-Hakim, dan Aven S. Hinelo. Sedangkan Benny Erwin meski tidak diusir tetap memilih meninggalkan ruangan. Vijaya mengungkapkan alasan mereka meninggalkan ruangan Kongres PSSI karena diusir Sekjen PSSI Ratu Tisha setelah meminta penjelasan soal pelaksanaan

kongres. “Ini bukan kemenangan saya, tapi kemenangan insan sepak bola Indonesia. Kami fokus menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021. Ini menjadi pekerjaan besar buat kita semua,” ungkapnya. Iwan Bule bakal didampingi Cucu Soemantri dan Iwan Budianto sebagai Wakil Ketua Umum. Pada pemungutan suara, Cucu mendapatkan 81 suara dan Iwan dengan 74 suara dan unggul jauh dari lima lainnya yaitu Djamal Aziz, Esti Puji Lestari, Hasnuryadi Sulaiman, Yesayas Oktavianus, serta Hinca Pandjaitan. (kmb)


MINGGU PAING, 3 NOVEMBER 2019

Julio dan Goris Bersiap ke Pra-PON Denpasar (Bali Post)-

Dua petinju Kota Denpasar yakni Julio Bria yang turun di kelas bantam (56 kg) dan Gregorius ‘’Goris’’ Gheda Dende (kelas welter ringan/64 kg), bersiap mengikuti Pra-PON tahap kedua di Bogor, Jawa Barat, pada 13 Desember mendatang. Sebelumnya tiga petinju Denpasar telah lolos ke PON 2020 usai mengikuti Pra-PON tahap pertama di Ternate, Maluku Utara. Tiga petinju Denpasar yang sudah merebut tiket ke PON 2020 yang akan digelar di Papua adalah Krispinus (kelas layang ringan/46 kg), Jekri Riwu (kelas ringan/60 kg), dan Kornelis Kwangu Langu (kelas layang/49 kg). Pelatih tinju Kota Denpasar Yulianus Leo Bunga di Denpasar Sabtu (2/11) kemarin menuturkan, Kornelis saat ini sedang mengikuti pelatnas di NTT guna persiapan berlaga pada ajang SEA Games 2019 yang bakal berlangsung di Filipina, Desember mendatang.

Julio Bria

“Kornelis dipanggil menghuni Pelatnas SEA Games karena mendulang emas pada Kejurnas Tinju di Lampung,” ungkapnya. Sementara itu, Julio Bria baru pulang dari mengikuti kejuaraan di China pada Oktober lalu. Turun pada kelas ringan (60 kg), ia harus puas mendapatkan medali perak setelah dikalahkan petinju tuan rumah pada babak final. Akan tetapi pada Pra-PON di Bogor, Julio kembali bertanding di kelas bantam (56 kg). Yulianus optimis Julio dan

Goris bakal mampu merebut tiket PON di Bogor. Sebab keduanya berlatih keras dan serius baik fisik, stamina, teknik, taktik maupun strategi. Apalagi motivasi Julio bertambah karena mendapat kabar diproyeksikan naik ring pada Kejuaraan Dunia usai bertarung di SEA Games Filipina. “Kami bangga Julio merebut perak saat membela timnas Merah Putih pada kejuaraan di China. Kami harap ia kembali menorehkan prestasi pada Kejuaraan Dunia 2020,” ujarnya. (022)

Buleleng Berjaya Empat Pebiliar Bali Rebut Tiket PON di Kejurprov Kempo Remaja Denpasar (Bali Post)Kenshi Kabupaten Buleleng berjaya pada Kejurprov Shorinji Kempo Remaja (1518 tahun) memperebutkan Piala Hari Listrik Negara (HLN) 2019 di GOR Lila Bhuana, Denpasar, yang berakhir Minggu (27/10) lalu. Tim kempo Buleleng mendulang 11 medali emas, 5 perak dan 8 perunggu, disusul Gianyar (7 emas, 4 perak dan 10 perunggu) dan Kota Denpasar (6 emas, 14 perak dan 8 perunggu). Ke-11 emas Buleleng dipersembahkan I Kadek Priyantosa/Kadek Erianto (embu pasangan I Kyu), Made Dian Maharani/Lia Dwiutari (embu pasangan III kyu), Pande Made Mirah Permatasari/Ni Putu Kania Sasmita Ajenar (embu pasangan I kyu), Ni Made Vina Restu Wahyuni/Luh Desi Mertasari (embu pasangan I DAN),

Sandya Utama/Pande Made Mirah Permatasari (embu pasangan campuran I kyu) dan Putu Yudha Darma Winata/ Ni Made Vina Restu Wahyuni (embu pasangan campuran I DAN). Gianyar menyabet emas melalui kenshi Angga A/ Ni Wayan Widastri (embu pasangan campuran II kyu), Gede Candra Kusuma (randori 45 kg), Putu Junaedi (randori 55 kg), Kadek Dwi Putra (randori 65 kg), Gede Sukariyasa (randori kelas 70 kg) dan Ulan Jamiliawati (randori 47 kg). Sementara Denpasar mendapat emas lewat perjuangan Surya Ade Saputra/Keswa (embu pasangan II kyu), Awam Amnullah Ibrahim/Ameta Dhana (embu pasangan I DAN), Cok Istri Agung Dalem Sukawati (randori 39 kg) dan Riska Meidita (randori 51 kg). (022)

Made Pranita Sulistya Devi

Berharap ke Papua PEBULU tangkis putri Bali Made Pranita Sulistya Devi bertolak ke Surabaya pada Minggu (3/11) ini, guna mengikuti Pra-PON. Atlet kelahiran Bangli, 11 Maret 1998 ini berharap meraih tiket PON 2020 di Papua lewat ajang di Kota Pahlawan tersebut. “Semoga saya bisa lolos ke PON Papua,” tutur pebulu tangkis yang akrab disapa Ade ini. Ia mendulang medali emas nomor tunggal pada Porprov Bali XIII/2017 di Gianyar. Akan tetapi gelar itu gagal dipertahankannya pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan September lalu. Ade menilai wajar dalam setiap pertandingan ada yang kalah dan yang menang. Usai melakoni laga Pra-

PON, putri kedua dari pasangan Wayan Winurjaya dan Nyoman Sari Artini ini akan langsung menuju Madiun, Jatim, guna ambil bagian dalam Sirkuit Nasional (Sirnas). Mahasiswi semester VII Jurusan Bisnis Manajemen di Universitas Bina Nusantara ini turun di nomor tunggal. Jika sukses mengukir prestasi pada Sirnas, otomatis peringkat nasionalnya naik. Pemanggilan Ade masuk tim Pra-PON Bali bukan karena prestasinya di Porprov, melainkan peringkatnya di level nasional. Pascaturun di Sirnas, ia berniat balik ke PB Exist, Cibinong, Bogor, Jawa Barat. “Saya akan kembali berlatih di klub,” jelasnya. (nel)

BPM/ist

Denpasar (Bali Post)Empat atlet biliar Bali merebut tiket ke PON 2020 di Papua, setelah menyabet medali pada Pra-PON di Jakarta Agustus lalu. Mereka adalah Irwan Limardi yang meraih perak di bola -9, Dhitya Octora (perak di bola -10 putri), Made Marsel Tirta (perunggu di bola -10) dan Oei Kim Han (perunggu di nomor snooker 15 merah). Wakil Ketua Umum Peng-

prov POBSI Bali Willy Soedarno di Denpasar Sabtu (2/11) kemarin menerangkan, pihaknya menerjunkan 10 pebiliar di ajang Pra-PON, namun yang lolos hanya empat atlet. Sebelum berlaga di Pra-PON, para atlet itu berlatih di Obrigado di bawah gemblengan dirinya bersama pelatih Putu Pasek Swastawa. Willy yang juga manajer tim Pra-PON berharap kuartet at-

let bola sodok Pulau Dewata itu dikirim ke Papua, mengingat telah bersusah payah merebut tiket PON. Khusus Irwan Limardi dan Made Marsel Tirta diproyeksikan mengikuti turnamen nasional terbuka bola -9 Piala Rama sebagai ajang uji coba di Yogyakarta, Desember mendatang. Sementara program pelatda bagi atlet PON akan digulirkan mulai Januari 2020. (022)

BPM/win

MENANG - Tim Putra Karana (berdiri) menang atas Kuba pada final Turnamen Piala Putra Karana 2019, Jumat (1/11) malam.

Putra Karana Pertahankan Gelar Juara

Semarapura (Bali Post)Turnamen Bola Voli Piala Putra Karana 2019 yang digelar STT Manik Karana, Desa Pakraman Karangsari, Desa Suana, Nusa Penida, menyajikan pertandingan sengit hingga final pada Jumat (1/11) malam. Tim tuan rumah Putra Karana harus bertanding lima set (3-2) untuk bisa mempertahankan gelar juara. Pasalnya, lawannya adalah tim Kuba yang merupakan gabungan dari Banjar Batumulapan dan Kutapang. Pertandingan keras berjalan sejak set pertama. Smes-smes keras disajikan kedua tim. Tim tamu berhasil menjadi pemenang pada set pertama. Namun tim Putra Karana mampu membalikkan keunggulan pada set kedua dan ketiga. Kendati demikian, Kuba tidak mau menyerah begitu saja. Kesolidan tim dan umpan-umpan apik yang ditampilkan membuatnya memenangkan set keempat. Tensi pertandingan pun se-

makin meningkat. Kedua tim mesti berlaga hingga set kelima untuk menuntaskan duel. Bermodalkan mental juara, Putra Karana akhirnya mampu mempertahankan gelarnya. Turnamen diikuti 11 tim dari seluruh perwakilan desa yang ada di Nusa Penida. Kejuaraan kedua yang digelar STT Manik Karana ini dibuka Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta pada 19 Oktober lalu. Ajang ini mengusung tema ‘’Meningkatkan Sportivitas dan Solidaritas Generasi Muda Menuju Nusa Penida yang Maju, Unggul dan Sejahtera’’. Tujuannya untuk menciptakan dan menumbuhkembangkan potensi bola voli pemuda, meningkatkan prestasi dan memupuk sportivitas pemuda sekaligus meningkatkan tali persaudaraan antardesa di Nusa Penida. “Terima kasih kepada seluruh tim dan panitia yang telah berpartisipasi menyukseskan turnamen kami ini.

Turnamen ini akan menjadi agenda tahunan kami (STT Manik Karana-red) guna memfasilitasi bakat generasi muda Nusa Penida, khususnya di bidang olahraga bola voli,” ujar Ketua Panitia I Wayan Mindrawan. Perbekel Desa Suana I Putu Rai Sudarta, berharap kegiatan ini berlanjut sehingga bisa melahirkan bibitbibit andal untuk mewakili Nusa Penida, khususnya Desa Suana di ajang lebih tinggi. Apalagi Bupati Suwirta sangat mendukung diadakannya turnamen voli. Sebab, merupakan salah satu olahraga yang sangat cocok dikembangkan di Nusa Penida. Sebelumnya ribuan penonton yang memenuhi tribun lapangan disuguhkan pertandingan antara tim Crystal Bay dan Balis untuk memperebutkan juara ketiga. Balis harus mengakui keunggulan Crystal Bay dengan 0-3. (win)

Kadek Ferryawan (kiri) dan I Wayan Suantara.

BPM/ist

Atlet Porprov Gianyar Terima Bonus Gianyar (Bali Post)Kontingen Kabupaten Gianyar menduduki peringkat keempat pada Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan, September lalu dengan merebut 36 medali emas, 37 perak dan 74 perunggu. Para atlet yang menyumbang medali menerima bonus yang diserahkan Bupati Gianyar Made Mahayastra di Taman Kota Gianyar, Minggu (27/10) malam lalu. Peraih emas mendapatkan bonus Rp 50 juta, perak kebagian Rp 25 juta, dan perunggu mengantongi Rp 15 juta. “Dana yang dikucurkan kepada atlet peraih medali total sekitar Rp 7,5 miliar,” terang Ketua Harian KONI Gianyar Wayan Rutawan. Bupati Mahayastra juga memberikan penghargaan kepada dua Pemuda Pelopor Olahraga, yaitu Kadek Ferryawan dan I Wayan Suantara, masing-

masing Rp 50 juta. Keduanya adalah atlet cabang olahraga kempo binaan Dojo Kebalian, Sukawati. Rutawan menjelaskan, Gianyar bakal menggulirkan program latihan terpusat seluruh cabang olahraga (cabor) mulai Januari 2020. Semua cabor juga menggelar kejuaraan memperebutkan Piala Bupati Gianyar. Tujuannya, menjaring atlet yang diproyeksikan membela Gianyar pada Porprov Bali XV/2021 di Badung. Selain itu, Gianyar akan membangun fasilitas olahraga yang banyak memperebutkan medali, seperti renang dan atletik. Kolam renang direncanakan dibangun di Sukawati dengan anggaran Rp 110 miliar, sedangkan sirkuit atletik di Payangan. “Kami akan mengajukan diri menjadi tuan rumah Porprov Bali 2023,” ujar Rutawan. (022)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 3 Nopember 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu