16 HALAMAN
NOMOR 330 TAHUN KE 71
Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id
terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
Pengemban Pengamal Pancasila
sabtu kliwon, 3 Agustus 2019
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
TELEPON: Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Gempa 7,4 SR di Banten Terasa hingga Jateng dan Yogya
EVAKUASI --Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif (kiri) bersama pegawai KPK lainnya keluar dari gedung KPK saat terjadi gempa di Jakarta, Jumat (2/8) kemarin. BMKG merilis peringatan dini tsunami akibat gempa tektonik dengan Magnitudo 7,4 SR di wilayah Samudera Hindia selatan Jawa pada Jumat (2/8) pukul 19.03 WIB yang berdampak di wilayah Banten, Bengkulu, Jabar, dan Lampung.
Indeks Demokrasi Bali Tertinggi Kedua Nasional Denpasar (Bali Post) Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali merilis Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Wilayah Bali tahun 2018 tercatat sebesar 82,37. Tingkat demokrasi di Wilayah Bali tahun 2018 berada pada kategori baik, setelah sebelumnya berada pada kategori sedang. Kepala BPS Bali Adi Nugroho membeberkan, indeks demokrasi Bali tahun 2018 yaitu 82,37. Angka ini ukuran yang sangat tinggi untuk ukuran nasional. ‘’Ini merupakan indeks terbesar kedua setelah apa yang dicapai oleh DKI Jakarta, dan hal lainnya adalah untuk wilayah Bali tahun 2018 menduduki posisi kedua setelah tahun sebelumnya Bali duduk di posisi yang keenam. Jadi ada lompatan peningkatan peringkat yang nyata,’’ beber Adi, Kamis (1/8). Angka 82,37 itu mengindikasikan bahwa tingkat demokrasi di Bali sudah pada level baik. Pengukuran indeks demokrasi ini dibagi dalam tiga kategori yaitu baik, sedang dan buruk. Bali sendiri sudah masuk pada lingkup level yang baik. ‘’Itu merupakan level yang tinggi untuk demokrasi di wilayah,’’ ungkapnya. Perkembangan indeks aspek IDI Bali terdiri dari tiga yaitu aspek kebebasan sipil, aspek hak–hak politik, dan aspek lembaga demokrasi. Indeks aspek kebebasan sipil pada 2018 tercatat sebesar 94,72, turun 0,78 poin dibanding 2017 yang tercatat sebesar 95,91. Aspek kebebasan sipil masih berada pada kategori baik. Aspek kebebasan sipil meliputi kebebasan berkumpul dan berserikat, kebebasan berpendapat, kebebasan berkeyakinan, dan kebebasan dari diskriminasi. Dari empat variabel itu, kebebasan berserikat dan berkumpul pada 2018 turun 32,81 dibanding tahun 2017. Sedangkan variabel kebebasan dari diskriminasi meningkat dari 2017 ke 2018 sebanyak 8,25. Indeks aspek hak–hak politik pada tahun 2018 tercatat sebesar 68,08, naik 1,28 poin dibanding 2017 yang tercatat sebesar 66,80. Aspek hak–hak politik berada pada kategori sedang. Aspek hak–hak politik terdiri dari dua variabel yaitu hak memilih dan dipilih dan partisipasi politik dalam pengambilan keputusan dan pengawasan pemerintah. Kedua variabel tersebut mengalami peningkatan dari 2017 ke 2018 masing–masing sebesar 0,58 dan 1,97. Indeks aspek lembaga demokrasi pada tahun 2018 tercatat sebesar 89,55, naik 12,70 poin dibanding 2017 yang tercatat sebesar 76,85. Aspek lembaga demokrasi 2018 berada pada kategori baik. (kmb42)
GEMPA berkekuatan 7,4 SR mengguncang Banten, Jumat (2/8) kemarin. Menurut BMKG, pusat gempa berada di 147 km barat daya Sumur Banten, dengan kedalaman 10 km. Gempa disebutkan berpotensi tsunami ini terjadi pada pukul 19.03 WIB. BMKG merilis wilayah yang berpotensi tsunami yakni kawasan Banten, Bengkulu, Jawa Barat dan Lampung. Gempa dirasakan di beberapa wilayah seperti Jakarta, Bandung, DIY bahkan Bali. Di Jakarta, karyawan perkantoran di daerah Jalan Sisingamangaraja berhamburan keluar. Gempa sangat dirasakan sampai bangku taman dan lampu gantung perkantoran goyang. Di Bandung gempa juga terasa kuat hingga membuat warga berhamburan keluar. Sementara di Kota Serang, para karyawan yang ada di gedung langsung keluar gedung. ‘’Gempa…gempa,’’ teriak pegawai Dinas Dukcapil setempat saat keluar gedung. Masyarakat di sekitar Labuan, Pandeglang juga berhamburan keluar rumah karena merasakan getaran gempa yang cu-
kup besar dan beberapa kali. ‘’Tadi pada lari keluar, terasa getarannya lama. Bahkan saya rasakan tiga kali,’’ kata Iin Solihin, salah seorang warga Labuan di Labuan, Jumat kemarin. Yoyoh Himatusolihah, warga Labuan lainnya, mengaku sudah mengungsi keluar rumah bersama warga lainnya kerena khawatir gempa tersebut menyebabkan tsunami. ‘’Saya sudah mengungsi bersama warga lain ke tempat yang lebih tinggi,’’ katanya. Sejumlah warga Sumur, Pandeglang juga mulai mengungsi sesaat setelah gempa dengan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah tersebut, Jumat malam kemarin. Hal. 15 Belum Ada Laporan
Rencanakan ’’Tax Amnesty’’ Jilid II Jakarta (Bali Post) – Banyak wajib pajak yang menyesal belum mengikuti program pengampunan pajak (tax amnesty) yang dilaksanakan tahun Juli 2016 hingga Desember 2017 lalu. Selain itu, target yang dipasang pada tax amnesty tersebut tidak tercapai. Kini, pemerintah sedang merencanakan untuk melaksanakan tax amnesty jilid II. Tujuannya masih sama yakni memperluas basis data wajib pajak dan menambah pendapatan negara. Soal rencana pelaksanaan tax amnesty jilid II disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kantor Kadin Jakarta, Jumat (2/8) kemarin. ‘’Lho di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, semuanya mungkin. Jika itu yang terbaik kita lihat nanti,’’ katanya. Ia menuturkan bahwa rencana tersebut merupakan salah satu kajian paket reformasi pajak yang akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo dalam waktu dekat. ‘’Ya… sekarang kami timbang dulu semuanya. Kami akan lihat situasi yang memungkinkan,’’ ujarnya. Pertimbangan untuk menetapkan tax amnesty jilid II ini berasal dari Sri Mulyani yang mendapat banyak cerita dari para pengusaha tentang penyesalan mereka karena tidak memanfaatkan program pengampunan pajak yang diadakan oleh pemerintah sekitar tiga tahun lalu. ‘’Mereka meminta pemerintah menggelar tax amnesty lagi dan saat ini saya sedang menimbang suara itu,’’ ujarnya. Menurutnya, persiapan yang matang sangat diperlukan mengingat partisipasi dalam program tax amnesty pertama sangat rendah, yaitu hanya sekitar 1 juta wajib pajak (WP), sangat jauh dari ekspektasi pemerintah sehingga pemasukan negara tidak banyak. Sri Mulyani menjelaskan, pada program tax amnesty pertama pemerintah masih kurang persiapan seperti data yang tidak lengkap serta belum ada sistem keterbukaan dan pertukaran informasi. ‘’Dulu saya belum tahu persis data mereka (WP), kalau sekarang sudah ada Automatic Exchange of Information (AEoI),’’ katanya. Ia melanjutkan,
Keppres Amnesti Baiq Nuril Diserahkan
Jakarta (Bali Post) – Presiden Joko Widodo menyaksikan penyerahan salinan keputusan presiden (keppres) amnesti untuk mantan tenaga honorer SMAN 7 Mataram Baiq Nuril yang divonis bersalah berdasarkan putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) dalam perkara pelanggaran UU Informasi Transaksi Elektronik (ITE). Baiq Nuril yang mengenakan jilbab warna merah terang dengan kemeja putih tiba di Istana Kepresidenan Bogor, Jumat (2/8) sore sekitar pukul 15.25 WIB, sendirian. Presiden Joko Widodo, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly sudah menanti Baiq Nuril di ruang kerja Presiden. ‘’Bapak Presiden memutuskan untuk memberikan amnesti kepada mbak Baiq Nuril setelah mendapatkan pertimbangan DPR dan tentu ini proses yang panjang,’’ kata Yasonna Laoly saat menyerahkan keppres amnesti tersebut kepada Baiq Nuril disaksikan oleh Presiden Jokowi dan Mensesneg Pratikno. Yasonna menyerahkan Keputusan Presiden RI No. 24 Tahun 2019 tentang Pemberian Amnesti yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 29 Juli 2019. ‘’Pertimbangan Pak Presiden bahwa memang apa yang mbak Nuril alami bertententangan dengan rasa keadilan yang berkembang di masyarakat. Banyak yang bersimpati terhadap perjuangan mbak Nuril,’’ tambah Yasonna. Menurut Yasonna, sejak awal Presiden Joko Widodo telah memberikan perhatian tentang amnesti bagi Baiq Nuril. ‘’Oleh karena tidak ada lagi jalur hukum yang bisa kita gunakan adalah memenuhi grasi. Maka satu-satunya cara adalah menggunakan amnesti dan Presiden telah mengambil keputusan itu,’’ ungkap Yasonna. Keempatnya lalu berbincang sekitar 15 menit secara tertutup di ruang kerja tersebut.(ant)
AMNESTI - Presiden Jokowi menyaksikan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menyerahkan keppres amnesti kepada mantan terpidana kasus pelanggaran UU ITE Baiq Nuril Maknun, di Istana Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/8) kemarin.
dengan sudah adanya pelaksanaan sistem keterbukaan dan pertukaran informasi yang bekerja sama dengan sekitar 90 negara, saat ini pemerintah bisa dengan mudah melacak aset yang dimiliki oleh WP. ‘’Sudah ada akses informasi jadi semua lembaga sudah melaporkan tax kami, insurance juga lapor. Artinya sekarang kebutuhan itu sudah terjadi sehingga muncul aspirasi ingin tax amnesty lagi,’’ katanya. Ia mengatakan bahwa pertimbangan tax amnesty jilid II dilakukan sebagai upaya dalam memperbaiki pembangunan di Indonesia. ‘’Karena kan pajak yang diambil itu untuk spend lagi buat ekonomi keluarga miskin, infrastruktur, dan sebagainya,’’ ujarnya. Menurutnya, jika Indonesia mampu melakukan pembangunan yang lebih baik dalam berbagai aspek juga akan menarik banyak investor. ‘’Kalau semua baik pasti pengusaha lihatnya ekonomi kita tumbuh,’’ ujarnya. (ant)
Saat Kurs Dolar AS Melemah
Berpotensi Gerus Daya Saing Pariwisata Bali Denpasar (Bali Post) Kurs dolar AS melemah terhadap sejumlah mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis, 1 Agustus (Jumat pagi WIB), karena para pelaku pasar memilah serangkaian data ekonomi AS suram. Kondisi ini secara umum berdampak baik bagi Indonesia. Namun bagi pariwisata, bisa jadi berdampak negatif karena bagi wisatawan asing, berlibur ke Bali menjadi lebih mahal. Potensi pariwisata Bali pun menjadi tergerus. ‘’Secara umum bagi Indonesia sebetulnya bagus, karena secara nasional neraca perdagangan kita negatif. Mengingat impor dan ekspor nilai mata uang yang dipakai adalah USD, dengan demikian karena impor lebih tinggi, maka kita akan bisa berbelanja atau impor dengan nilai yang lebih rendah daripada ekspor’’ kata Prof. Wayan Ramantha, pengamat eko-
nomi dari Universitas Udayana, Jumat (2/8) kemarin. Dengan menurunnya nilai tukar dolar AS terhadap beberapa negara termasuk terhadap rupiah, secara psikologis ini merupakan momentum untuk menarik kepercayaan terhadap rupiah. Secara nasional, rupiah akan menguat. Dengan demikian, kepercayaan dunia internasional terhadap rupiah akan semakin tinggi. Namun bagi regional Bali ada dua hal yang mesti diperhatikan yaitu dari sisi perdagangan dan pariwisata. Dari sisi perdagangan, dengan kondisi neraca perdagangan Bali yang positif, seharusnya bagi negara yang ekspornya positif, maka nilai riil dari ekspor Bali akan mengalami penurunan, karena nilai riil dikonversi dengan rupiah. Dari sisi pariwisata baik ekspor barang dan jasa, bagi negara–negara yang wisatawannya menggunakan
standar USD, maka daya saing pariwisata Bali akan menurun. ‘’Ketika nilai dolar yang dipegang menurun terhadap rupiah, mereka akan merasakan parwisata ke Bali akan lebih mahal, yang pada akhirnya akan menurunkan daya saing kita,’’ tandasnya. Contohnya Amerika dan Timor Leste yang menggunakan mata uang USD. Ketika nilai USD tinggi terhadap rupiah, maka dua negara itu akan merasakan berwisata ke Bali menjadi lebih murah. Sebaliknya, ketika nilai dolar menurun terhadap rupiah, maka dua negara itu akan merasakan mahal untuk berwisata ke Bali. ‘’Tapi dari sisi pariwisata, sebetulnya pariwisata kita bukan dari Amerika, apalagi Timor Leste dibandingkan dengan portofolio wisatawan mancanegara keseluruhan tidak terlalu tinggi. Kita ketahui bahwa
wisatawan yang datang ke Bali nomor satu adalah Australia dan Tiongkok,’’ pungkasnya. Dengan demikian, seharusnya pengaruhnya tidak terlalu signifikan terhadap kunjungan wisatawan ke Bali. Justru dampak dari penguatan ekonomi nasional terutama tercermin dari menguatnya rupiah, Bali berharap terjadi peningkatan kedatangan wisatawan domestik. (kmb42)
’’Ketika nilai dolar yang dipegang menurun terhadap rupiah, mereka akan merasakan parwisata ke Bali akan lebih mahal, yang pada akhirnya akan menurunkan daya saing kita.’’ Prof. Wayan Ramantha Guru Besar FE Unud
2
Sabtu Kliwon, 3 Agustus 2019
FIGUR Pusat Diklat Cakep
IKIP PGRI Bali berbangga tahun ini karena Presiden Jokowi melalui Kemendikbud mempercayai sebagai penyelenggara diklat calon kepala sekolah (cakep) dan penguatan kepala sekolah di Bali. Kampus ini sebagai LPTK swasta satu-satunya di Bali yang ditunjuk oleh Ditjen Kemendikbud karena dinilai sangat layak menjadi pusat diklat cakep dan kasek di Bali. Rektor IKIP PGRI Bali yang juga pemain arja muani Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. mengatakan, amanah ini turun setelah tim pusat melakukan visitasi melihat fasilitas dan SDM kampus. Termasuk berbagai perangkat lain yang menjadikan kampus ini sebagai LPTK produsen guru profesional. Alasan lain, karena IKIP PGRI Bali dua prodinya terakreditasi A dan AIPT-nya terakreditasi B. ‘’Bobot yang paling menentukan, karena kampus kami
menjadi pusat kajian dan pengembangan pendidikan karakter,’’ tegasnya, Jumat (2/8) kemarin. Makanya, program diklat cakep dan kasek ini selain menonjolkan bidang manajerial juga padat dengan pendidikan karakter. Dengan demikian, Bali memiliki kasek dan calon kasek yang berintegritas, antikorupsi, dan kuat budaya Balinya. Untuk itu, dia menyatakan amanah ini berkah sekaligus tantangan agar SDM IKIP PGRI Bali terus meningkatkan kualitas diri. Program ini, katanya, melalui beberapa tahapan. Tahap pertama, dua dosennya dikirim ke Jakarta guna menjadi tutor nasional kemudian melatih tutor di kampus. Selanjutnya disusun silabus dan kurikulum guna menghasilkan cakep dan kasek yang memiliki empat kecerdasan, yakni intelektual, emosional, sosial dan spiritual. (sue)
Bali Post/kmb12
NELAYAN - Balai nelayan yang akan terkena pembangunan dermaga. Nelayan setempat berharap pemerintah kembali membangun tempat untuk mereka.
Rencana Pembangunan Dermaga Sanur
Diharapkan Tetap Ada Balai Nelayan Denpasar (Bali Post) – Rencana pembangunan dermaga di Pantai Matahari Terbit, Sanur Kaja, mendapat respons dari banyak kalangan. Termasuk para nelayan yang mangkal di kawasan tersebut. Namun, para nelayan yang sandar di lokasi tersebut berharap agar tetap diberikan ruang bagi mereka, yakni balai nelayan.
Pembunuh Bayi Sempat Dirawat di RS Denpasar (Bali Post) Tersangka Simprosa D (20) hanya bisa menyesali perbuatannya di balik jeruji besi. Meskipun kelihatan tegar, dua hari pascaditangkap, mahasiswi ini mengerang kesakitan sehingga polisi langsung membawanya ke RSUP Sanglah. Diduga karena efek pascamelahirkan. ‘’Mungkin karena rahimnya belum bersih setelah melahirkan. Pelaku terlihat tegar, tidak depresi atau lainnya,’’ kata sumber, Jumat (2/8) kemarin. Selanjutnya pelaku mendapat perawatan tim medis di RSUP Sanglah. Namun, pelaku tidak sampai diopname dan langsung dibawa ke Mapolsek Denpasar Selatan (Densel). Apakah teman kuliahnya tidak tahu pelaku hamil? ‘’Itu saya tidak paham juga. Mungkin karena pelaku bodinya besar sehingga dikira gemuk. Selain itu pelaku mengenakan pakaian yang longgar,’’ ujar sumber yang enggan disebut identitasnya ini. Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Densel Iptu Hadimastika mengatakan, saat ditangkap di kosnya di Jalan Tukad Gerinding Gang Badik, Densel, pelaku tidak melakukan perlawanan. ‘’Saat ditangkap, pelaku lagi santai,’’ ujarnya. Terkait kasus ini, lanjut Hadimastika, pihaknya belum ada rencana menggelar rekonstruksi. ‘’Kami sudah melakukan pra-rekonstruksi. Selain itu penyidikan kasus ini sudah jelas,’’ tandasnya. Sebelumnya, pengungkapan kasus penemuan bayi di kolam utara Pertokoan Sudirman Agung di Jalan Sudirman, Panjer, Densel, dirilis Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan, Kamis (1/8) lalu. Ternyata, pelaku Simprosa D (20) asal NTT ini melahirkan bayi tersebut di toilet kampusnya, tepatnya selatan TKP. Setelah lahir dan menangis, bayi lakilaki itu langsung dibekap sampai meninggal. Mayat bayi itu lalu dibungkus dengan jas almamaternya lalu dibuang di TKP. (kmb36)
‘’Kami sangat mendukung pembangunan dermaga ini, namun hanya satu permohonan kami, yakni balai nelayan ini tetap ada,’’ ujar Ketua Kelompok Nelayan Mina Sari Asih, Sanur Kaja, Ketut Sukarja.
Sukarja mengatakan, balai nelayan yang ada saat ini akan tergusur, karena di lokasi tersebut akan dibangun dermaga. Pihaknya bersama 40 nelayan lainnya yang berada di lokasi itu sempat khawatir akan tempat mereka
untuk berkumpul dan sandar perahu. Karena itu, pihaknya secara langsung meminta kepada pemerintah agar balai nelayan tetap ada. Dikatakan, balai nelayan yang ada saat ini dibangun Pemkot Denpasar. Kini, bila dibangun dermaga, dipastikan balai tersebut akan dibongkar. Untuk itu, pihaknya tetap berharap agar balai nelayan dibangun kembali. Terhadap permohonan itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan tetap akan ada
balai nelayan. Terlebih, dalam rancangan gambar dermaga yang dibuat sudah ada lokasi untuk balai nelayan. ‘’Akan diberikan lebih bagus dan gratis,’’ ujarnya saat mendampingi Menteri Perhubungan meninjau lokasi pembangunan dermaga di Pantai Matahari Terbit, Sanur, belum lama ini. Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Perhubungan RI Budi Karya sempat meninjau sejumlah proyek infrastruktur transportasi di
Bali. Salah satunya rencana pembangunan dermaga di Sanur. Darmaga ini nantinya menjadi akses penghubung Pulau Bali dengan Pulau Nusa Penida, serta Nusa Lembongan. Peningkatan infrastruktur transportasi ini sebagai pendukung sektor pariwisata di Bali. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Permudah Pengawasan Koperasi Perlu Diklasifikasi Denpasar (Bali Post) Selama ini metode pengawasan koperasi antara yang kecil, menengah maupun besar adalah sama. Karenanya perlu adanya klasifikasi koperasi berdasarkan aset, model usaha, ruang lingkup cabang dan keanggotaan. Dengan demikian akan ada perbedaan metode pengawasan dan sanksi, sehingga koperasi ke depan diharapkan menjadi besar dan dipercaya dan mempermudah kontrol terhadap gerakan koperasi. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali I Gede Indra Dewa Putra, S.E., M.M. mengatakan hal ini saat menerima perwakilan World Bank di Kantor Diskop dan UKM Bali, beberapa waktu lalu. Menurut Gede Indra, Kementerian Koperasi dan UKM mengharapkan koperasi naik kelas menjadi besar dan dipercaya. Sehingga untuk mulai menata regulasi dalam mempermudah kontrol terhadap gerakan koperasi, Deputi Pengawasan Kemenkop dan UKM bekerja sama dengan World Bank. ‘’Kerja sama yang dijalin Deputi Pengawasan Kemenkop dan UKM dengan World Bank meliputi bagaimana meningkatkan kualitas koperasi di Indonesia dari sisi regulasi dan dari sisi penguatan aturan-aturan
yang memudahkan pemerintah dan stakeholder untuk menilai koperasi. Regulasi yang disiapkan berbentuk teknik pengawasan koperasi, metode pengawasan, kemudian koperasi akan diklasifikasikan berdasarkan aset, model usaha, ruang lingkup cabang dan keanggotaan,’’ ujarnya. Menurut Gede Indra, metode pengawasan koperasi saat ini disamakan tanpa melihat besar, kecil dan unit usahanya. Pihaknya setuju koperasi akan diklasifikasikan berdasarkan aset, model usaha, ruang lingkup cabang dan keanggotaan, sehingga akan ada perbedaan metode pengawasan dan sanksi, untuk klasifikasi koperasi yang berbeda. Dalam pertemuan itu, kata Gede Indra, pihak World Bank meminta masukan dari Diskop dan UKM Bali terkait poin-poin yang perlu dimasukkan dalam regulasi yang tengah dirancang Kementerian Koperasi dan UKM. Adapun masukan yang diberikan adalah terkait pengawasan koperasi dengan klasifikasi yang berbeda-beda, kemudian dari sisi awal pembentukan koperasi seperti modal awal, kesiapan SDM, usaha yang profitabel dan tidak lepas dari prinsip koperasi dengan dukungan teknologi. Usulan lain yang disampaikan adalah pajak agar
lebih diringankan, sehingga gerakan koperasi bisa berkembang lebih pesat. ‘’Diusulkan pula apabila koperasi mengakses lembaga keuangan perbankan agar diberikan rate khusus juga. Apakah bunga diberikan lebih ringan,’’ pungkasnya. Dalam diskusi t e r s e but juga dibahas metode pengawasan y a n g efektif bagi koperasi simpanpinjam maupun koperasi y a n g bergerak di sektor riil. (kmb24)
Hindari Sanksi Denda
WP Diimbau Bayar PBB Sebelum Batas Akhir Bali Post/kmb36
TUNJUKKAN FOTO - Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan menunjukkan foto mayat bayi.
Topik : RATUSAN KOPERASI TIDAK AKTIF
Denpasar (Bali Post) Sebagai upaya untuk terus menciptakan tertib administrasi dan ketaatan terhadap pajak, Pemkot Denpasar melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) gencar menyosialisasikan batas akhir pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang jatuh pada 31 Agustus mendatang. Pelaksanaan sosialisasi ini penting dilaksanakan guna mewujudkan masyarakat yang taat pajak. Dikonfirmasi Jumat (2/8) kemarin, Kabid Pendaftaran, Pendataan dan Penetapan Bapenda Kota Denpasar Cokorda Gede Parta Sudarsana menjelaskan, saat ini dari seluruh jumlah Wajib Pajak (WP) di Kota Denpasar, memasuki awal bulan Agustus ini sebanyak 60 persen telah membayarkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Dikatakan, lonjakan pembayaran biasanya terjadi menjelang penutupan atau hari-hari menjelang batas akhir.
Sehingga diharapkan bagi masyarakat untuk membayarkan pajaknya sebelum batas akhir pembayaran. ‘’Kami imbau masyarakat sebagai WP untuk memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk melunasi PBB,’’ jelasnya. Parta Sudarsana menambahkan, pembayaran tepat waktu dilaksanakan guna menghindari WP terhadap denda. Hal ini pun dalat dilaksanakan di beberapa loket pembayaran yakni Bank BPD Bali, Kantor Bapenda Kota Denpasar, dan Kantor Pos. Sedangkan untuk informasi mengenai PBB dapat diakses langsung via aplikasi IPBB Bapenda Kota Denpasar. ‘’Untuk menghindari denda, bayarlah PBB sebelum tanggal 31 Agustus, sehingga kewajiban Wajib Pajak dapat dilaksanakan dengan baik sebagai bentuk kewajiban guna mendukung pembangunan Kota Denpasar. Pajak kita untuk kita,’’ tegasnya. (kmb12)
Bali Post/kmb12
PBB - Sejumlah wajib pajak antre untuk membayar PBB, belum lama ini.
Sabtu Kliwon, 3 Agustus 2019
BADUNG
3
WISATA - Beberapa wisatawan mengendarai ATV. Berbagai wahana wisata di Badung menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk berkunjung ke Bali, khususnya Badung.
PROFIL Sesuai Realita PENETAPAN Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) tahun 2019 telah sesuai dengan potensi daerah. Ketua DPRD Badung I Putu Parwata mengatakan, apa yang sudah disepakati merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah dan DPRD Badung. Pemerintah dan dewan sudah melakukan upaya-upaya bersama untuk memaksimalkan potensi pendapatan daerah. Politisi asal Dalung tersebut mengungkapkan, turunnya nilai APBD 2019 sudah berdasarkan fakta yang realistis. Indikator-indikator yang digunakan bahkan sudah teruji. ‘’Apa yang sudah dirancang, kami harapkan agar betul-betul bisa tercapai. Agar APBD digunakan sebaik-baiknya dan tepat sasaran,’’ ujarnya. Pihaknya juga berharap perda inisiatif dewan yang sudah ditetapkan, bisa didukung infrastruktur yang memadai. ‘’Misalnya perda disabilitas, kita harap mereka diberikan fasilitas yang memadai. Perda parkir, kami mendorong seluruh perusahaan daerah agar potensinya ditingkatkan sehingga mampu membantu menambah pendapatan,’’ pintanya. Jika pendapatan daerah naik, kata Sekretaris DPC PDI-P Badung ini, maka otomatis hal-hal yang bersifat prioritas seperti pendidikan, kesehatan serta pembangunan lainnya semakin maksimal digarap pemerintah. ‘’Semoga APBD yang akan kita laksanakan di 2019 ini bisa maksimal. Hal-hal yang memang menjadi prioritas kita kembalikan ke masyarak a t . Ta r g e t target ini akan dikawal bersama. Ini komitmen dewan, karena pemerintahan ini merupakan pemerintahan bersama,’’ tegasnya. (par)
Sepekan, Terjadi Tujuh Kebakaran Dipicu Pembakaran Sampah Mangupura (Bali Post) Dalam sepekan terakhir, Dinas Pemadam Kebakaran Badung mencatat terjadi tujuh kali kebakaran yang dipicu pembakaran sampah. Terkait hal tersebut, Kadis Damkar Badung Wayan Wirya mengimbau warga agar berhati-hati dalam membakar sampah. Sebab, saat musim kemarau dan kondisi angin cukup kencang, api cepat meluas. Jika tidak hati-hati dalam membakar sampah, api dapat dengan cepat menyebar dan menjalar ke permukiman. ‘’Hasil pemeriksaan kami di lapangan, awalnya warga membakar tumpukan sampah yang berada di beberapa titik. Namun api kemudian justru meluas dan menjalar ke titiktitik lainnya,’’ katanya, Jumat (2/8) kemarin. Diungkapkannya, penyebaran api dari tumpukan sampah tersebut, jika tidak diantisipasi dengan cepat,
bisa menjalar ke perumahan dan menimbulkan kebakaran. ‘’Selama ini kami turun tepat waktu melakukan penjinakan api. Ya, itu semua didasari oleh pembakaran sampah yang meluas,’’ jelasnya. Dikatakannya lebih lanjut, pembakaran sampah terutama di kawasan pariwisata sangatlah berisiko. Api dengan cepat bisa menjalar lantaran tidak sedikit akomodasi pariwisata yang dibangun dari bahan mudah terbakar. Dikatakannya, beberapa lokasi kebakaran sampah yang sudah ditangani oleh Damkar dalam kurun sepekan terakhir yakni di Kedonganan, Legian dan Kuta. ‘’Kalau kawasan Badung Selatan ini kan memang lokasi pariwisata. Nah, kalau lokasi kebakaran sampah ini terjadi di sekitar hotel, yang ditakutkan adalah, api menjalar dan merembet ke hotel itu,’’ ujarnya. (kmb23)
Dispar Evaluasi Wahana Wisata Baru
Mangupura (Bali Post) –
Wahana wisata baru tumbuh subur di Kabupaten Badung. Sebut saja wahana ayunan di pinggir tebing, terbang dengan balon udara, meluncur dengan ban di saluran irigasi dan wahana lainnya. Daya tarik wisata yang kini banyak dijumpai di kawasan Badung Utara itu menimbulkan kekhawatiran Pemkab Badung lantaran dari aspek legalitas belum jelas, sehingga disinyalir belum memenuhi standar kelayakan keamanan. Melihat kondisi itu, Pemkab Badung melalui Dinas Pariwisata (Dispar) akan mengevaluasi keberadaan wahana wisata yang berkembang di Badung. ‘’Kami apresiasi inisiatif masyarakat membuat daya tarik baru, sehingga wisatawan mau berkunjung. Namun kami akan evaluasi keberadaan wisata itu, baik dari sisi perizinan maupun keamanan, karena ini menyangkut citra Badung,’’ ungkap Kadispar Badung I Made Badra, Jumat
(2/8) kemarin. Birokrat asal Kuta ini menegaskan, pihaknya tidak melarang adanya wahana wisata baru. Sebab, ini menjadi daya tarik bagi wisatawan dan pemerintah mendukung inovasi yang dilakukan oleh masyarakat guna memikat pengunjung. ‘’Kami tidak melarang, justru mendukung. Bahkan kami di dinas melakukan pembinaan teknis bagaimana membuat destinasi yang ada daya tariknya. Itu tujuan
kita. Namun, itu tadi aspek legalitas harus diutamakan jangan sampai ke depannya menimbulkan masalah,’’ ujarnya. Perlu waktu untuk berbenah guna mewujudkan destinasi wisata berkualitas. Maka dari itu, Pemkab Badung selalu melakukan pemantauan dan pembinaan terhadap pengembangan daya tarik wisata. Sejauh ini, sudah ada tim yang terdiri dari Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Ter-
padu Satu Pintu (DPMPTSP) dan lembaga sertifikasi keamanan untuk melakukan pemantauan dan evaluasi. Sayangnya Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan Badung itu mengakui tidak memiliki data jumlah wahana baru yang berkembang di Gumi Keris. ‘’Tapi kami sudah turun berkoordinasi dengan desa untuk mendata sekaligus menata usaha itu,’’ ucapnya. Sebelumnya, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan, wisata swing di Bali sebaiknya melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi dan kabupaten. ‘’Koordinasi terkait syarat dan ketentuan pengembangan usaha wisata swing yang
berkaitan dengan keamanan fasilitas, kenyamanan pengunjung dan wilayah lain yang juga menyediakan usaha yang sama. Hal ini agar batas pelaksanaan kegiatan jauh dari malapetaka dan hal buruk,’’ ujarnya. Dikatakannya, hingga saat ini Bali memiliki 162 hotel dengan jumlah 30.000 kamar dan 38.500 tenaga kerja. Apabila layanan jasa dan fasilitasnya memadai, aman dan nyaman, maka dapat dipastikan hal ini akan meningkatkan kualitas dan kuantitas kunjungan wisatawan, sehingga pariwisata Bali mampu bersaing di tengah gencarnya pengembangan destinasi wisata di wilayah Lombok dan Banyuwangi. (kmb27)
Dewan Bali Atensi Kasus Pura Pasek Gaduh
SEJUMLAH pangempon Pura Pasek Gaduh, Babakan Canggu, Badung mendatangi DPRD Bali, Kamis (1/8) lalu. Saat diterima Ketua Komisi IV I Nyoman Parta, mereka menyampaikan keresahan soal keberadaan pura yang terancam digusur. Dewan diharapkan bisa memediasi dan mencarikan jalan keluar agar tidak sampai terjadi konflik lebih luas. Tokoh masyarakat Canggu yang turut mendampingi para pangempon pura I Made Sudiana menuturkan, kasus ini sudah terjadi cukup lama berkaitan dengan objek warisan berupa pura dan tanah.
Persoalan ini pun dibawa ke ranah hukum. ‘’Supaya betul-betul ada kepastian hukum, sameton Hindu melakukan upaya hukum. Sayang waktu itu sameton Hindu (penggugat - red) kalah di Pengadilan Negeri. Selanjutnya diadakan upaya hukum banding di Pengadilan Tinggi, karena kita juga melibatkan saksi ahli, kasus itu dimenangkan oleh sameton Hindu,’’ ujar Jero Mangku Pura Dalem Kahyangan Dukuh Pipitan, Canggu ini. Menurut Sudiana, persoalan tidak berhenti di sana. Tergugat yang merupakan
pangempon yang sudah beralih agama, kemudian mengajukan kasasi, tetapi tetap dimenangkan oleh semeton Hindu. Lantaran masih tidak puas, mereka kembali mengajukan PK. Dalam upaya hukum terakhir itu, sameton Hindu ternyata kalah. Inilah yang kemudian memicu keresahan. Apalagi pura tersebut masih di-empon oleh 45 KK. ‘’Tentu kami harus menyelamatkan budaya leluhur kami dalam bentuk pura. Untuk itulah kami datang ke DPRD Bali untuk bisa difasilitasi, dimediasi, jangan sampai terjadi keributan di masyarakat,’’ jelasnya.
Ketua Komisi IV DPRD Bali I Nyoman Parta mengatakan, konflik awal sesungguhnya adalah persoalan waris adat Bali. Seseorang yang ninggal ketaton atau tidak lagi sebagai penganut Hindu, di dalam waris adat Bali sebetulnya secara otomatis tidak berhak atas tanah itu. Mengingat, mereka tidak lagi melakukan kewajiban sesuai hukum adat Bali. Apalagi ini menyangkut pura, yang di dalam waris Bali itu melekat kewajiban dan hak. ‘’Kewajibannya adalah melangsungkan kehidupan agamanya, melaksanakan tradisinya, secara fisik
Dinas Kominfo Rampungkan Pemasangan Jaringan Internet Gratis Mangupura (Bali Post) Program jaringan internet gratis yang dicanangkan Pemkab Badung tahun 2018, akhirnya dirampungkan. Sebanyak 988 titik internet dengan 1.074 akses poin telah terpasang di setiap lokasi strategis di fasilitas publik. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Badung I Wayan Weda Dharmaja, Jumat (2/8) kemarin mengungkapkan, dengan adanya fasilitas internet gratis, pihaknya berharap masyarakat menggunakannya secara bijak. Masyarakat diimbau menggunakan internet dengan cerdas. Dalam hal ini, pihaknya telah memberikan literasi media kepada anak-anak sekolah, generasi muda, ibu-ibu PKK dan lainnya
mengenai berinternet yang cerdas. ‘’Jangan berita langsung ditelan mentahmentah. Dicari kebenaran berita itu, sumbernya, dan bermanfaat apa tidak bagi kita,’’ katanya. Birokrat asal Desa Sembung, Kecamatan Mengwi ini menyebutkan, pemasangan internet gratis menyasar semua banjar, desa, SDN, SMPN, puskesmas pembantu, puskesmas, kantor camat, dan 33 objek wisata di Badung. ‘’Semua objek wisata, termasuk di Nungnung itu juga sudah terpasang internet. Untuk evaluasi juga rutin dilakukan setiap hari,’’ ucapnya sembari menambahkan, pihaknya juga telah membuat koordinator per kecamatan untuk memantau akses internet. Program internet gra-
tis ini tidak menggunakan password. Pengguna tinggal langsung menyambungkan perangkat smartphone atau laptop ke jaringan internet. ‘’Kami terus memantau setiap hari. Mungkin ada penggunaannya lebih dan ada juga yang kurang,’’
sebutnya. Dikatakan Weda Dharmaja, internet gratis ini juga berdampak positif terhadap sekolah maupun orangtua siswa. Karena pada saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) khusus untuk
jenjang SMP, pendaftarannya lewat online, sehingga masyarakat mau pun panitia PPDB di sekolah dapat memanfaatkan layanan internet ini. ‘’Sementara lancar-lancar saja. Termasuk
pada saat Penerimaan Peserta Didik Baru di Badung yang menggunakan akses internet, rupanya lancar,’’ kata mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Badung tersebu. (kmb27) I Wayan Weda Dharmaja
melakukan pemeliharaan terhadap puranya, dan itu sudah tidak bisa dilakukan karena yang bersangkutan sudah meninggalkan Hindu. Sesungguhnya tanah ini tidak boleh digugat, apalagi ingin diklaim seluruhnya menjadi milik yang bersangkutan,’’ ujarnya. Agar tidak menimbulkan konflik, Parta mengaku akan menyampaikan kepada pimpinan dewan untuk bersurat ke Pengadilan Negeri Denpasar. Tujuannya, agar tanah itu tidak dieksekusi demi menghindari keributan, lantaran berkaitan dengan pura. (kmb32)
DAERAH
4
Sabtu Kliwon, 3 Agustus 2019
A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E
Evaluasi Pemilu Gianyar
Bawaslu Soroti Pelanggaran APK dan Surat Pemberitahuan Kampanye Gianyar (Bali Post) -
Rapat evaluasi Pemilu 2019 digelar di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kamis (1/8) lalu. Dalam rapat itu, terungkap sejumlah persoalan yang terjadi selama rangkaian pemilu tahun ini. Meliputi masalah tentang surat pemberitahuan kampanye hingga maraknya pelangaran pemasangan alat peraga kampanye (APK). Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gianyar Wayan Hartawan mengungkapkan, banyak laporan terkait pelanggaran pemasangan APK selama pemilu di Kabupaten Gianyar. Khususnya simpatisan yang memasang APK tidak pada tem-
pat yang ditentukan. ‘’Banyak pemasangan APK tidak pada tempatnya,’’ katanya. Yang paling menjadi sorotan adalah APK dipasang dengan memaku pohon perindang. Ditegaskan, hal ini jelas melanggar Perda No. 15 Tahun
Sosok
C E Cetak Wirausaha Muda RESMI dilantik sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Cabang R (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kabupaten Bangli masa bakti 2018-2021, I Wayan Juliawan Edi kini mempunyai jawab besar. Pria asal Desa Songan, Kintamani, Bangli ini I tanggung pun telah mempersiapkan sejumlah program ke depannya. Namun, ada dua program yang menjadi prioritas yakni Hipmi Go To Scool dan beberapa event berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten T membuat Bangli dan Hipmi se-Bali. ‘’Ada dua program prioritas ke depan yang diperjuangkan Hipmi Bangli untuk mencetak sebanyak mungkin A akan wirausaha muda baru di Kabupaten Bangli,’’ kata Juliawan usai dilantik, S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Bali Post/nik
RAPAT - Suasana rapat evaluasi pemilu yang berlangsung di kantor KPU Gianyar, Kamis (1/8) lalu.
beberapa waktu lalu. Ia mengatakan khusus untuk Hipmi Go To Scool, pihaknya akan memperkenalkan apa itu Hipmi dalam bentuk talk show. Untuk itu, anak-anak muda ini tertarik menjadi wirausaha dan mengenal lebih banyak profesi. ‘’Artinya, anak-anak muda kita di Bangli tidak hanya bercita-cita menjadi seorang dokter, guru, polisi maupun PNS saja, tetapi mengenal banyak profesi lain yang bisa membuat mereka sukses. Salah satunya menjadi pengusaha yang sukses,’’ jelasnya. Hipmi Go To Scool ini, lanjutnya, dilakukan untuk mengubah image pemuda tentang pengusaha, sehingga minat anak muda berubah menjadi pengusaha. ‘’Kalau dulu orang sekolah atau kuliah, tujuannya untuk menjadi pegawai. Tapi saat ini, pengusaha dianggap profesi yang keren. Saya lihat sekarang banyak anak muda yang tertarik menjadi pengusaha. Makanya sekali lagi, nanti saya ingin mencetak wirausaha muda sebanyak mungkin di Bangli,’’ terang pemuda yang dipanggil Mangku Juliawan ini. Selain itu, dalam beberapa bulan ke depan, pihaknya akan mendata para pengusaha muda Bangli serta sektor usaha yang ditekuni. Mengundang trainer untuk memberikan pelatihan bisnis juga akan semakin digalakkan dalam masa kepengurusannya. Dengan munculnya para wirausaha baru di Bangli ini tentu akan semakin banyak membuka lapangan pekerjaan. Dalam era revolusi industri 4.0 ini, Mangku Juliawan yang usahanya bergerak di sektor informasi dan teknologi (IT) akan semakin meluaskan pentingnya penggunaan IT dalam peningkatan sektor usaha di Bangli. (ina)
2015 tentang keamanan dan ketertiban umum. Melihat hal ini, KPU diminta menegaskan pemetaan zona, di mana saja boleh dan tidak memasang APK. ‘’Supaya nanti tidak gasar-geser. Harus diketahui zona APK itu,’’ jelasnya. Selain masalah APK, saat pemilu lalu juga masih banyak partai politik (parpol) yang tidak taat mengirimkan surat pemberitahuan turun kampanye ke intansi terkait. ‘’Ini untuk mengingatkan parpol, tentang surat pemberitahuan
kampanye,’’ ujar Hartawan. Sementara itu, banyak parpol yang mengaku kepada KPU dan Bawaslu bahwa waktu mepet. ‘’Mereka memberi tahu last minute sekali. Sebetulnya ini harus diberi tahu jauh hari sebelumnya,’’ pintanya. Kata Hartawan, pemberitahuan kampanye yang dilakukan parpol maupun kader amat penting. Dikatakan, hal ini terkait keamanan calon itu sendiri. ‘’Bila ada hal yang tidak diinginkan saat kampanye, supaya bisa lebih awal dicegah,’’
jelasnya. Ia pun berharap pada pemilu berikutnnya sejumlah persoalan ini tidak sampai terulang kembali, sehingga proses pemilu berlangsung lebih baik. ‘’Melalui rapat evaluasi ini, pada pemilu berikutnya tidak terulang lagi,’’ tandasnya. Sementara itu, Ketua KPU Gianyar Agus Tirta Suguna mengakui ada beberapa hal yang terjadi saat penyelenggaraan Pemilu 2019 lalu. Namun hal itu sudah diantisipasi, seperti penyediaan tempat kotak
suara. ‘’Kami pinjam kantor camat. Tapi karena penuh, maka kami ambil jalan menyewa, seperti di Sukawati, karena saking banyaknya kotak suara,’’ jelasnya. Pihaknya juga pernah meminjam GOR Kebo Iwa. Kendala lain yang dihadapi saat pemilu lalu yakni tidak adanya contoh surat suara. ‘’Kalau pemilu lima tahun lalu, setiap surat diberikan sampel surat suara. Sehingga itu bisa kami sebar untuk sosialisasi ke desadesa,’’ jelasnya. (kmb35)
Permudah Service Motor Konsumen
Mobil Keliling Service Honda Kini Hadir di Mall Setiap Hari KEHADIRAN mobil keliling service di Mall Galeria setiap Selasa dan Kamis, rupanya mendapat respons sangat baik dari pengunjung maupun karyawan mall. Sebagai bentuk apresiasi atas kepercayaan konsumen, kini mobil keliling service hadir setiap hari di parkiran Mall Bali Galeria Kuta. Masih dengan konsep service hemat bersama Honda Mobile Service (HMS), kali ini Astra Motor Bali melalui jaringan resmi Honda Dealer Uluwatu Motor semakin gencar melakukan kegiatan jemput bola untuk mempermudah konsumen melakukan perawatan motornya. Kehadiran mobil keliling service Honda dengan tenaga mekanik andal ini dijadwalkan setiap hari dan sudah dimulai sejak 1 Agustus 2019. Antusias konsumen, khususnya pegawai mall dan pengunjung terlihat saat Honda Mobile Service telah siap untuk menyervis motor mereka. Program menarik pun ditawarkan dalam gelaran ini yaitu diskon jasa service sebesar 20 persen.
Tercatat di hari pertama, 20 konsumen yang menikmati layanan service hemat dan praktis dari Honda ini. ‘’Kondisi prima sepeda motor tentunya menjadi perhatian pemiliknya. Dengan program Honda Mobile Service ini, kami harapkan dapat menjawab respons konsumen yang sebelumnya hanya hadir dua kali dalam seminggu, sehingga memudahkan mereka jika ingin nge-mall atau karyawan mall yang sedang bekerja dan motor tetap bisa di service,’’ ungkap Agung Surya selaku Tehnical Service Departement Manager. Karena permintaan untuk layanan service kunjung ini mendapat tanggapan positif dari konsumen, katanya, maka kegiatan ini diadakan setiap hari sehingga waktu konsumen lebih efektif dan efisien. ‘’Setiap hari ada mobil keliling service di mall ini sangat membantu saya. Tidak perlu ke bengkel lagi, sekaligus saya bisa jalan-jalan di mall. Honda memang sangat memudahkan saya dalam merawat motor,’’ ungkap Irwan, salah satu pengunjung mall. (bns1)
Hotman Paris Lapor Kehilangan HP Mangupura (Bali Post) Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea (60) melapor kehilangan telepon genggam ke Polsek Kuta Utara, Minggu (28/7) lalu. Iphone XSmax milik Hotman diperkirakan hilang di seputaran Jalan Petitenget, Kuta Utara. Informasi di lapangan, Jumat (2/8) kemarin, pembawa acara di salah satu televisi nasional ini mendatangi Polsek Kuta Utara pukul 01.30 Wita. Pengacara beralamat di Jakarta Utara ini diterima petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT)
Polsek Kuta Utara. ‘’Hilangnya Sabtu (27/7) sekitar pukul 00.00 Wita,’’ kata sumber. Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta didampingi Kapolsek Kuta Utara AKP I Dewa Gede Putu Anom Danujaya saat dikonfirmasi mengakui pihaknya menerima laporan itu. ‘’Ada, tapi laporan model C. Laporan tersebut digunakan untuk mengurus kembali nomor HP-nya di Grapari,’’ tegas. Saat ditanya kronologi, AKP Dewa Anom menyampaikan hanya disebut seputaran Jalan Petitenget. (kmb36)
Bali Post/eka
BUAH - Beberapa warga memilih buah di salah satu pedagang di eks Tiara Grosir, Denpasar. Menjelang Hari Suci Kuningan, berbagai sarana dan prasarana, seperti buah-buahan dipersiapkan untuk perayaan.
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
DAERAH
Sabtu Kliwon, 3 Agustus 2019
5 Wakapolsek Bangli Terima Kenaikan Pangkat Penghargaan
Bali Post/ist
PENGHARGAAN - Suasana upacara kenaikan pangkat penghargaan yang diterima Wakapolsek Bangli Kompol I Made Redha, Kamis (1/8) lalu.
Empat SMP di Tabanan Terapkan ’’Full Day School’’ Tabanan (Bali Post) Full day school sejauh ini masih belum diwajibkan. Hanya di Kabupaten Tabanan sudah ada empat SMP yang menerapkan sistem tersebut. Sistem ini dinilai positif karena mampu meningkatkan keaktifan dan kedisiplinan siswa dalam belajar. Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Tabanan I Made Darmawita mengatakan, dari data yang diterimanya, empat SMP yang telah menerapkan sistem pembelajaran full day school itu yakni SMPN 2 Selemadeg Timur, SMPN 4 Pupuan, SMPN 3 Penebel dan SMPN 4 Marga. ‘’Ada yang sudah diterapkan sejak tahun ajaran 2018, ada pula yang baru tahun ini,’’ ucapnya, Jumat (2/8) kemarin. Dijelaskannya, di Kabupaten Tabanan terdapat 38 SMP negeri. Sistem full day school bisa diterapkan, tergantung kemampuan sekolah. ‘’Tidak wajib sebenarnya. Untuk kegiatan-kegiatannya, silakan tanya ke kepala sekolah. Yang jelas, siswa masuk selama lima hari,’’ tegas Darmawita. Sementara itu, Kepala SMPN 4 Pupuan I Ketut Kerta menyampaikan, dengan diterapkannya full day school, siswa lebih aktif dan disiplin. ‘’Siswa jadi lebih aktif, sudah bisa mengatur waktu untuk dirinya sendiri dan disiplinnya meningkat,’’ ujarnya. Penerapan full day school sudah dimulai sejak tahun 2018. Siswa hanya mengikuti proses pembelajaran lima hari dalam sepekan. Sementara untuk satu harinya siswa belajar hingga pukul 15.15 wita. ‘’Awal-awal penerapan ini, siswa dan orangtua ada yang mengeluh karena di sekolah sampai sore. Tetapi sekarang sudah terbiasa,’’ ucapnya. Hal serupa disampaikan Kepala SMPN 2 Selemadeg Timur Dewa Ketut Wartika. Dikatakannya, full day school lebih banyak diisi dengan kegiatan pengembangan karakter seperti literasi dan presentasi mata pelajaran. Sore hari dilangsungkan kegiatan pengayaan, ekstrakurikuler, praktik komputer dan lain-lain sesuai jadwal. ‘’Intinya, pembelajaran selesai satu hari dan tidak boleh ada pekerjaan rumah,’’ ucapnya. Sejak diterapkannya full day school, terjadi perubahan positif pada siswa. Siswa kini lebih bertanggung jawab dalam segala hal dan ada kemauan untuk meningkatkan nilai. ‘’Ada kemajuan, karena pelajaran yang belum dipahami langsung diberi pengayaan saat hari itu,’’ tegasnya. (kmb28)
Bangli (Bali Post) Salah satu perwira Polres Bangli yang menjabat sebagai Wakapolsek Bangli AKP I Made Redha, S.H., Kamis (1/8) lalu menerima kenaikan pangkat penghargaan. Made Redha yang sebelumnya berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP), kini menjadi Komisaris Polisi (Kompol). Upacara kenaikan pangkat ini berlangsung di lapangan apel Polres Bangli. Upacara kenaikan pangkat penghargaan ini dipimpin Wakapolres Bangli Kompol I Made Krisnha Mahardika, S.H. dan dihadiri
para pejabat utama, perwira, anggota, ASN dan Bhayangkari Cabang Bangli. Setelah pelaksanaan Korpsraport dilakukan, acara tambahan digelar. Di mana Kompol Made Redha menyerahkan bendera Merah Putih kepada calon Paskibraka. Ia berpesan kepada anggota Paskibraka untuk selalu menjaga keutuhan bangsa dan negara. ‘’Kenaikan pangkat penghargaan ini menandakan saya tak lama lagi akan pensiun, sehingga saya berpesan kepada generasi muda yang diwakili calon Paskibraka
untuk menggelorakan empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,’’ katanya. Sementara itu, Wakapolres Bangli Krisnha Mahardika mengucapkan selamat kepada Kompol Made Redha atas kenaikan pangkat penghargaan yang diterimanya. ‘’Walaupun beliau akan pensiun, namun semangatnya dalam melaksanakan tugas kepolisian tetap membara. Itulah yang patut kami contoh dari beliau,’’ tutupnya. (kmb40)
yang hadir yaitu Ir. Putu Wirata Dwikora dari PHDI Provinsi Bali memaparkan tentang pembinaan wawasan keagamaan, I Wayan Kariatmaja dari Kesbangpol Provinsi Bali memberikan pembekalan wawasan kebangsaan dan Ni Nyoman Sri Utari dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Denpasar membahas tentang kewirausahaan. ‘’Penentuan tiga materi pembahasan dalam komsos kali ini sangat tepat dan berkaitan. Bagaimana kita sebagai komponen bangsa Indonesia harus paham wawasan kebangsaan utamanya untuk memahami empat konsensus kebangsaan,’’ tegasnya. Sebagai warga bangsa
yang beriman dan memiliki keyakinan, lanjut Kapendem, kita harus perkuat wawasan keagamaan dalam koridor kebinnekaan Indonesia serta untuk memperkokoh ketahanan perekonomian, maka perlu juga memahami kewirausahaan. ‘’Jika ketiga hal ini dapat kita tanamkan dan saling mendukung maka diharapkan setiap warga bangsa akan memiliki jiwa dan sikap kebangsaan yang baik. Termasuk mampu berperan untuk mencegah dan menangkal paham-paham yang bertentangan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara seperti radikalisme, separatisme dan paham sejenis lainnya,’’ tegasnya. (kmb36)
Perkokoh Pemahaman tentang Pancasila
Denpasar (Bali Post) -
Upaya mencegah dan menangkal radikalisme serta separatisme, di antaranya melakukan komunikasi sosial (komsos) dan harus gencar dilakukan. Hal ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dan wawasan yang baik serta benar, sehingga mampu memperkokoh mentalitas dan pemahaman tentang ideologi Pancasila. Seperti Korem 163/Wira Satya, beberapa waktu lalu kembali menggelar kegiatan komsos dengan melibatkan berbagai komponen masyarakat. Komsos tersebut berkaitan dengan mencegah radikalisme dan separatisme. Danrem 163/Wira Satya Kolonel Arh. A.M. Suharyadi, S.IP., M.Si. dalam sambutannya yang dibacakan Kasrem Letkol Kav. Jacob Janes Patty menyampaikan komsos sebagai salah satu metode pembinaan teritorial merupakan hal penting untuk memberikan pemahaman dan menyamakan persepsi seluruh komponen bangsa guna meningkatkan partisipasinya dalam konteks pertahanan
negara serta mewujudkan kemanunggalan TNI dan rakyat. ‘’Ini selaras dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia bahwa tugas pokok TNI termasuk TNIAD,’’ ujarnya. Tugas pokok yang dimaksud adalah menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI berdasarkan Pan-
casila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan bangsa dan negara. Sementara itu, Kapenrem 163/Wira Satya Mayor Arm. Ida Bagus Putu Diana, S.S. menjelaskan, kegiatan komsos kali ini melibatkan 100 orang peserta. Narsumber
Diduga Terlibat Perampokan ’’Money Changer’’
Giliran Naira Khumaryan Diadili
Denpasar (Bali Post) Setelah menyidangkan dua orang warga negara asing (WNA) asal Rusia, terdakwa Georghi Zhukov (40) dan Robert Haupt (42) a s a l U k r a i n a d a l a m k asus dugaan perampokan Money Changer PT Bali Maspintjinra AMC (BMC) di Jalan Pratama, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung, jaksa kembali menyidangkan mereka yang diduga turut terlibat. Pada sidang Kamis (1/8), JPU Made Ayu Citra Maya Sari menyidangkan Naira Khumaryan. Wanita asal Rusia ini diduga turut menyembunyikan kekasihnya yang sedang diburu polisi, Maxim Bredikhin (DPO). Dalam dakwaan jaksa, disebut wanita pemegang paspor nomor 530718812 itu bersalah karena memberikan sarana untuk berbuat kejahatan. Perbuatan terdakwa diancam pidana Pasal 365 ayat (1), ayat (2) ke-1 dan ke-2 KUHP juncto Pasal 56 ke-2 KUHP. Wanita yang tinggal sementara di Cottage Popies II di Jalan Poppies 2, Kuta, Badung itu juga didakwa memberikan pertolongan dan menyembunyikan pelaku kejahatan. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 221 ayat (1) ke-1 KUHP. Sementara dalam dakwaan ketiga, perbuatan terdakwa berusaha menghilangkan jejak pelaku kejahatan sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 221 ayat (1) ke-2 KUHP. Diuraikan jaksa, perampokan MC PT BMC terjadi pada Selasa (19/3) pukul 00.19 Wita. Pelaku Maxim Bredikhin (DPO) yang tak lain kekasih terdakwa diduga bersamasama dengan Alexei Korotkikh (meninggal dunia), saksi Giorgii Zhukov, saksi Robert Haupt dan Vitali (DPO) pergi menuju Changer PT Bali Maspintjinra AMC (BMC). Di sana saksi Georgii,
Aleksei, Maxim, dan Robert turun dari mobil, sedangkan saksi Vitali menunggu di dalam mobil. Para pelaku mengetuk pintu belakang Kantor MC PT Bali Maspintjinra BMC. Setelah pintu dibuka saksi Muhammad Sandriadi (sekuriti) kemudian Alksei yang menggunakan jas hujan kuning memukul Sandriadi dibantu para pelaku lain. Masih dalam dakwaan jaksa, setelah melumpuhkan tenaga keamanan, para pelaku mengambil uang yang ada di dalam laci kasir dan menggondol satu brankas berisikan uang tunai. Akibatnya Money Changer PT Bali Maspintjinra AMC (BMC) mengalami kerugian Rp 1.006.873.350. Sementara mobil yang digunakan para pelaku hasil sewa sejak 21 Januari 2019. Terdakwa bersama Maxim mendatangi rent car milik saksi AA Ngurah Manik Puniatmaja. Pada 20 Maret 2019 sekitar pukul 06.00 Wita, Maxim (DPO) mendatangi tempat tinggal terdakwa. Terdakwa mengetahui mobil Toyota Avanza warna putih DK 1792 BT yang sebelumnya digunakan Maxim dalam keadaan kaca tengah sebelah kanan pecah. Selain itu, juga ada lubang di bagian pintu belakang sebelah kanan di atas huruf G pada mobil. Selanjutnya, terdakwa pada 31 Maret 2019 pukul 15.00 Wita bertempat di bengkel variasi mobil Jalan Sunsetroad, Kuta, Badung, setelah perampokan bermaksud menutupi atau mencegah atau mempersulit penyelidikan dan penyidikan petugas. Pada 1 April 2019 sekitar pukul 13.00 terdakwa bersama dengan saksi Sahri Ramdan menggunakan ojek online datang ke bengkel variasi untuk mengambil satu unit mobil Toyota Avanza itu yang telah dipasang kaca film/riben sesuai pesanan terdakwa. (kmb37)
Bali Post/ist
KOMSOS - Korem 163/Wira Satya beberapa waktu lalu kembali menggelar komsos tentang upaya mencegah radikalisme dan saparatisme.
Bawa Narkoba, Sopir Diringkus Denpasar (Bali Post) Seorang sopir berinisial TP (40) ditangkap anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar, Kamis (1/8) lalu. Dia ditangkap di Jalan Pulau Alor, Denpasar, karena mem-
bawa satu pake sabu-sabu (SS). ‘’Awalnya polisi dapat informasi bila ada transaksi narkoba di TKP. Polisi langsung ke sana,’’ kata sumber, Jumat (2/8) kemarin. Pelaku yang beralamat di
Jalan Sesetan Gang Taman Sari, Denpasar Selatan ini tak bisa berkutik saat petugas menyergapnya. Selanjutnya dilakukan penggeledahan dan ditemukan satu paket SS seberat 0,19 gram.
Polisi mengembangkan kasus ini dan melakukan penggeledahan di tempat tinggalnya. Sayangnya tidak ditemukan barang bukti. Selanjutnya pelaku dibawa ke Mapolresta guna penanganan
lebih lanjut. Kasat Resnarkoba AKP Mikael Hutabarat saat dikonfirmasi terkait kasus ini mengatakan akan mengecek pengungkapan kasus tersebut. ‘’Entar saya cek dulu,’’ tegasnya. (kmb36)
Warung Global
Figur Bendesa Agung Harus Mengerti Adat dan Budaya Bali HASIL Focus Group Discussion (FGD) Paiketan Krama Bali (PKB) bersama organisasi kemasyarakatan Bali dan Hindu di Warung 63, Jalan Veteran, Denpasar, Kamis (1/8) lalu, sepakat merumuskan beberapa kriteria dan syarat untuk pemilihan bendesa agung dalam paruman desa adat mendatang. Figur bendesa agung tersebut harus memiliki pengalaman dalam hal kebendesaan, paham adat dan budaya Bali yang berbasis Hindu, organisatoris, profesional, punya networking, mapan secara ekonomi, memiliki kompetensi, integritas, idealisme dan independen. Hal inilah yang dibahas Kawan Global dalam acara Warung Global di Radio Global FM 96,5 Bali, Jumat (2/8) kemarin, dengan topik ‘’Kriteria Calon Bendesa Agung’’. Berikut rangkuman selengkapnya.
Budiada mempertanyakan apakah di zaman modern ini masih ada orang yang mau mengabdi menjadi bendesa agung tanpa imbalan? Ini yang perlu diperhatikan, jangan sampai ketika menjabat masalah uang atau ekonomi yang dipakai alasan tidak bisa bekerja optimal sebagai bendesa agung. Di sinilah pentingnya peran panitia seleksi memilih calon yang berkomitmen dengan sungguh-sungguh untuk ngayah. Selain itu, memenuhi kriteria seperti berpengalaman sebagai
bendesa, pemerintahan dan mengerti adat dan budaya Bali. Fera meminta agar calon bendesa agung tidak punya kepentingan menguntungkan diri sendiri, apalagi saat ada proyek yang masuk ke desa adat sehingga merusak tatanan palemahan dan kesucian pura. Karakter orangnya harus baik dan berpihak untuk kepentingan krama Bali secara menyeluruh. Berata Yasa berharap calon bendesa agung tegas, celang dan bersedia nindihin permasalahan di desa adat.
Sosoknya harus merakyat dengan rajin turun menyerap aspirasi krama adat seluruh Bali yang seyogianya terayomi. Catatan lainnya, dia harus bisa menciptakan gebrakan untuk kemajuan desa adat. Jangan hanya berkutat di ritual upacara, tapi meningkatkan SDM Bali dan Hindu, membela Ajeg Bali agar tetap lestari. Krama Bali agar diberikan pemahaman supaya mereka tidak cuek dengan apa yang terjadi di lingkungannya sehingga tidak tergilas oleh arus globalisasi. (arya)
OPINI
6
Sabtu Kliwon, 3 Agustus 2019
Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Menciptakan Suasana Kondusif di Masyarakat MENJELANG bulan Oktober nanti, saatnya kita harus menenangkan diri. Haruslah dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu untuk membentuk kesadaran yang lebih luas. Pada akhirnya, kita menginginkan situasi tenang untuk seluruh masyarakat. Bulan Oktober hanya tinggal dua bulan lagi. Jika kita mampu mengondisikan hal itu sejak sekarang, maka pelantikan presiden beserta wakil serta anggota legislatif akan dapat berlangsung lancar. Tentu kita juga menyambut pilkada tahun depan dengan suasana yang kondusif. Indonesia bukanlah negara sembarangan tetapi sebuah negara yang multietnik paling menonjol di dunia, juga dengan penduduk yang besar serta negara kepulauan yang paling besar. Artinya, peristiwa yang mengusik ketertiban sosial, pasti akan mendapat perhatian dunia dan pasti akan mampu kalau negara disoroti dengan hal-hal yang bersifat negatif. Kita memerlukan kondisi seperti ini karena masih tetap ada kekhawatiran bagi masyarakat terhadap situasi politik Indonesia ke depan. Masa pemilu memang sudah kita selesaikan, termasuk juga dengan sengketa pemilihan presiden di Mahkamah Konstitusi. Namun, pembentukan kabinet dari pemerintahan mendatang, kemungkinan juga akan menimbulkan berbagai komentar, bahkan kecaman. Kita bergembira melihat adanya pertemuan antara Joko Widodo dengan Prabowo Subianto. Semua tahu bahwa kedua tokoh tersebut merupakan kompetitor masing-masing dalam pemilihan presiden yang riuh rendah kemarin. Tidak dimungkiri juga masing-masing mempunyai pendukung fanatik, yang kemudian sempat menimbulkan ketegangan. Dengan adanya pertemuan itu, diharapkan tensi politik ikut turun. Itulah yang dirasakan oleh masyarakat beberapa hari lalu. Kita juga gembira menyambut pertemuan antara Megawati Soekarnoputri dengan Prabowo Subianto. Ada nuansa kedekatan dan penurunan tensi ketegangan kedua partai yang saling bersaing pada pemilihan presiden yang baru lalu. Kita tahu, PDI Perjuangan dan Gerindra merupakan dua partai paling besar dan mendominasi kancah politik Indonesia saat ini. Dalam hal Gerindra, perlu kita catat karena ada prestasi di sini, peningkatan perolehan suaranya untuk seluruh Indonesia cukup signifikan. Pasti para pekerja partainya telah melakukan kerja keras untuk mencapai hal ini. Kita tahu, dalam perebutan kursi presiden ini, masing-masing pihak, Prabowo dan Joko Widodo, membentuk koalisi masing-masing. Ketika kemudian kemenangan ada di tangan Joko Widodo, maka secara politis sangat wajarlah kalau kemudian partai-partai dan tokoh yang ada di dalamnya ikut mendapatkan jatah menteri. Jika benar kemudian move politik mutakhir yang menyebutkan kelompok Prabowo juga ingin mendapatkaan jatah menteri, inilah yang dikhawatirkan masyarakat akan kembali membikin suasana politik tidak kondusif. Kekhawatiran terbesar adalah adanya gonta-ganti menteri kelak jika pemerintahan telah berjalan. Jadi, marilah kita sekarang memelihara situasi sosial agar dapat berlangsung dengan baik, aman, dan kondusif untuk kehidupan sosial. Para elite politik harus mampu menahan diri, tidak membuat langkah-langkah yang mengkhawatirkan masyarakat. Sebab, bagaimanapun juga, keberhasilan Indonesia untuk melaju di pentas dunia sekarang sangat dipengaruhi oleh stabilitas politik tersebut.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Mohon Bantuan Dana Pura Dalam rangka pemugaran/pembangunan Pura Agung Puncak Raung yang terletak di Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi yang kondisinya sangat memprihatinkan dan sangat membutuhkan bantuan/ uluran tangan dari umat Hindu yang ada di Bali, maka kami panitia pemugaran/pembangun pura tersebut bermaksud untuk mengadakan penggalian dana punia berupa bazar dan juga mohon dana punia melalui media Bali Post. Sehubungan dengan hal tersebut di atas, besar harapan kami agar dapat membantu kami dalam penggalian dana punia ini lewat media Bali Post sekaligus sebagai promosi tentang keberadaan pura tersebut yang menurut penjelasan pangemong pura tersebut adalah tempat pasraman Rsi/ Yogi Markandeya. Atas bantuan serta partisipasi Bapak/Ibu agar pemugaran/pembangunan pura tersebut dapat terealisasi, kami dari panitia mengucapkan terima kasih, dengan disertai doa semoga segala amal baik yang Bapak/Ibu lakukan mendapatkan lindungan dan keberuntungan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Panitia Pemugaran/Pembangunan Pura Agung Puncak Raung Desa Bumiharjo, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi Anak Agung Ketut Sumadi Koordinator Penanggung Jawab Ida Rsi Agung Bagawan Dharma Putra Adnyana Sekretariat Panitia: Griya Agung Lanang Dawan Pemecutan, Padangsambian, Jl. Buana Raya No.43, Denpasar, Bali (081-358-585-717 atau 081-238-505-120).
Konsistensi Sikap demi Soliditas Politik Tidak Terganggu Riak politik Indonesia ternyata masih belum tuntas setelah terselenggaranya pertemuan Joko Widodo dengan Prabowo Subianto. Untuk beberapa saat, masyarakat dapat merasakan kenyamanan politik setelah pertemuan dua “seteru” yang berkompetisi pada pemilihan presiden tahun 2019. Beberapa hari setelah pertemuan itu, ternyata ada lagi pertemuan antara Megawati Soekarnoputri dengan Prabowo Subianto. Terhadap pertemuan ini, ada beberapa pendapat yang muncul. Pendapat awal adalah semakin memperkuat kenyamanan politik yang ada.
Oleh elanjutnya, ada pendapat yang menyebutkan sebagai salah satu ciri bahwa hubungan partai-partai besar di Indonesia akan bertambah baik. Kemudian yang terakhir, yang cukup mengkhawatirkan adalah munculnya keinginan untuk melakukan negosiasi politik agar Gerindra dapat masuk ke dalam koalisi pemerintahan yang akan dibentuk oleh Joko Widodo, presiden terpilih. Tentu saja yang terakhir ini mengkhawatirkan karena akan dapat mengganggu soliditas partai-partai yang sudah mendukung Joko Widodo-Ma’ruf Amin sebelumnya. Terganggunya soliditas ini dapat saja membuat politik nasional ikut guncang dan berpengaruh ke mana-mana (ekonomi, stabilitas sosial, dan persaingan politik). Jika dilihat dari kacamata politik semata-mata, pertemuan antara Megawati dengan Prabowo Subianto, merupakan peristiwa politik yang biasa, normal, dan bisa terjadi di negara mana saja. Politik adalah urusan kekuasaan. Karena itu, untuk mendapatkannya dapat dilakukan dengan negosiasi, siapa pun ia yang diajak negosiasi. Soal bagaimana hubungan sebelum pemilu, itu nomor sekian. Inilah pendekatan pragmatis kekuasaan. Megawati adalah pimpinan partai politik terbesar di Indonesia, meraih kursi paling banyak dan mampu memenangkan pemilu. Gerindra, di mana Prabowo menjadi
S
pimpinannya merupakan partai terbesar kedua saat ini di Indonesia. Jika keduanya digabung, maka akan mendapatkan suara yang berpengaruh secara nasional dan mampu memberikan sumbangan kepada ide-ide pembangunan masyarakat. Gerindra juga mempunyai basis dukungan yang besar dan tersebar. Satu pulau terbesar di Indonesia, yaitu Sumatera hampir dikuasai penuh oleh partai ini. Maka, dengan legitimasi sosial seperti itu, langkah Prabowo menemui Megawati secara politis boleh dikatakan rasional. Hanya, siapa “pemikir” di belakang langkah Prabowo ini (jika itu ada), menarik untuk dicermati. Masih belum jelas pemikiran itu muncul dari arah mana. Pertemuan politik antara kedua tokoh tersebut, sempat mengguncang politik nasional belakangan ini. Guncangan ini lebih mirip dengan keterkejutan karena sebelumnya tidak ada menduga langkah ini dilakukan, apalagi kemudian apabila dilihat dari teori-teori politik yang ada, langkah kedekatan seperti itu rasanya mustahil dilakukan. Gerindra dan Prabowo sangat terhormat dan memungkinkan untuk membentuk oposisi yang berwibawa. Kompetisi yang begitu sengit sebelumnya dan memunculkan banyak kontroversi di media sosial, membuat masyarakat hampir tidak memikirkan bahwa Prabowo akan berdekatan dengan Megawati semata-mata untuk ikut bergabung di dalam
pemerintahan. Namun yang harus dilakukan, bahwa politik bukan sekadar politik tetapi politik itu adalah seni untuk membangun kekuasaan. Dalam politik, seni tersebut dapat diperlihatkan dengan kesabaran, pembentukan ideide pembangunan sosial, etika dan konsistensi perjuangan. Maka, jika dilihat dari sisi tersebut, langkah untuk melakukan pendekatan demi meminta ikut di dalam pemerintahan (jika itu memang benar), harus dicermati secara hati-hati. Pendekatan yang dilakukan dalam waktu relatif cepat setelah pemilu usai, apalagi dalam kondisi yang demikian terang-terangan bertolak belakang, terkesan kurang memberikan semangat kepada masyarakat. Dari sisi antagonisme sikap dalam pemilu yang lalu, antara PDI Perjuangan yang mengusung Joko Widodo dengan Geridra yang mengusung Prabowo, dapat dikatakan “bertemparemen” zero zum konflik. Ada pertentangan yang bertolak belakang dan mengharuskan salah satunya menang. Hasil pemilu telah memperlihatkan Joko Widodo yang menang dengan PDI Perjuangan yang meraih suara paling banyak. Politik adalah sistematika sosial, di mana dinamika politik akan diikuti oleh dinamika sosial. Seperti itulah yang terjadi pada waktu yang lewat. Melalui media sosial, sangat terlihat bahwa pertentangan antara dua pihak ini sangat keras, dengan
indikatornya saling menghujat. Jika konflik sosial yang terjadi di depan kantor Bawaslu beberapa lalu dapat dipakai contoh, maka itu justru terlihat pertentangan yang vulgar: terlihat nyata melalui layar televisi dan menimbulkan korban. Karena konflik sosial tersebut sering cenderung merayap dari atas menuju bawah (aras elite menuju masyarakat umum), maka dapat dikatakan konflik dan pertentangan yang ada di media sosial dan akar rumput itu, berasal dari elite. Dan elite itu adalah mereka yang memperebutkan kekuasaan. Dari sisi ini, maka langkah pendekatan yang dilakukan untuk ikut koalisi, kemudian ikut di dalam kekuasaan, kelihatan kurang nyambung, kurang elok. Apabila misalnya benar-benar ingin berkoalisi dan ingin mendapat kekuasaan secara damai (jika itu yang dimaksudkan dalam langkah pendekatan ini), maka seharusnya tidak ada konflik yang terjadi pada pemilu dulu, baik di media sosial maupun di akar rumput. Artinya, tidak harus saling ngototngototan sampai merendahkan lawan, dan bila perlu tidak harus mengajukan gugatan kepada Mahkamah Konstitusi. Pemilu damai saja, toh juga jika kalah, ingin berkoalisi yang kemudian mendapatkan kekuasaan. Maka dari itu, konsistensi sikap harus tetap dipertahankan. Dalam arti bukan sikap yang brutal, tetapi sikap sebagai penantang yang gigih dengan prinsip kebijakan yang sudah dimiliki sendiri. Tidak harus ikut berkoalisi dan sangat terhormat menjadi pengimbang pemerintah. Cara untuk mempertahankan kehormatan dan wibawa kepada masyarakat akar rumput dapat dilakukan dengan cara seperti ini. Dari sisi prinsip kebijakan politik, upaya untuk bergabung dengan pemerintahan dan berkoalisi, juga kurang elok. Harus diingat bahwa kebenaran dalam bidang politik tersebut sangat relatif.
Edukasi Mengenai Kewaspadaan Gempa BENCANA alam seperti gempa masih sering datang dan mengguncang negara kita. Tak ada yang bisa memperkirakan dan menghentikan gempa untuk tidak terjadi. Karena itu, penting edukasi mengenai kewaspadaan ketika terjadi gempa. Hal itu terkait pula dengan tiga peristiwa gempa bumi dalam sehari di selatan Bali. Akibat bencana tersebut, maka penting namanya kewaspadaan dan kesiapsiagaan gempa bumi. Masyarakat Bali khususnya harus diberi edukasi bagaimana menghadapi jika terjadi gempa bumi. Sekaligus informasi mengenai gempa, kedalaman dan kekuatannya tetap diinformasikan kepada masyarakat oleh BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) maupun BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) setempat. Selanjutnya, penting diadakan cara-cara yang dapat ditempuh bila sudah terjadi gempa. Biasanya, ketika gempa sedang mengguncang sebuah daerah, maka yang dilakukan masyarakat adalah keluar rumah dan mencoba menyelamatkan diri, siapa tahu akan terjadi gempa dahsyat yang meruntuhkan bangunan, sehingga korban jiwa dapat diatasi. Untuk ke depannya cara-cara lainnya perlu diedukasi kepada masyarakat bagaimana untuk
Oleh Juandi Manullang bisa mewaspadai atau siap siaga bila gempa terjadi. Hal-hal teknis seperti ini harus diedukasi kepada rakyat agar mereka tahu demi mengurangi korban bencana. Selama ini, mitigasi maupun mewaspadai gempa masih minim diberikan kepada masyarakat. Alhasil yang terjadi, korban jiwa berjatuhan saat gempa datang. Begitu pun peringatan dini bila adanya gempa maupun tsunami tetap diperkuat agar rakyat bisa lebih safety dalam menghadapi bencana. Simulasi-simulasi harus diberikan kepada masyarakat, bagaimana tindakan yang harus dilakukan bila gempa bumi datang. Pemerintah wajib mendidik masyarakat untuk mewaspadai gempa bila terjadi. Di dalam simulasi itu pun diberikan saran-saran agar rakyat tidak resah dan tidak takut, sehingga pikiran buyar. Terjadilah grasa-grusu dalam bertindak. Tentu itu sangat berbahaya pula bila seandainya gempa telah terjadi. Tetap dalam menghadapi gempa perlu pikiran yang tenang dan siap untuk menyelamatkan diri. Jika sudah gelisah maupun grasa-grusu, maka pikiran sudah
tak lagi tenang dan bertindak pun gegabah. Tidak Termakan ’’Hoax’’ Tak kalah penting pula bagi masyarakat adalah agar tidak mudah termakan hoax terkait gempa. Banyak sekarang beredar di masyarakat bahwa gempa itu bermagnitudo, misalnya 7,3 skala richter dan berpotensi tsunami. Padahal, itu hanya kabar bohong atau hoax yang tidak patut dipercayai, hanya membuat masyarakat agar panik. Kondisi seperti itu sudah sering terjadi terkait gempa-gempa Indonesia. Ada saja oknum-oknum yang memainkan rakyat demi memberikan ketakutan dan kegelisahan terkait gempa. Korban jiwa dimanipulasi untuk membohongi rakyat. Penyebaran hoax terkait gempa ini pun masih sering terjadi, sehingga kita pun perlu diedukasi bagaimana untuk mencerna informasi yang beredar. Alangkah baiknya, setiap orang untuk mempercayai web berita yang sudah jelas integritasnya dan terpercaya dalam memberikan kabar terkait gempa. Atau menunggu kabar dari BMKG maupun BPBD atau pemerintah
setempat mengenai bencana gempa yang terjadi. Rakyat pun harus bijak dalam membaca berita yang beredar agar tidak menimbulkan ketakutan yang luar biasa. Edukasi-edukasi terkait simulasi penanganan gempa dan informasi terkait gempa wajib untuk diberikan bagi daerah-daerah yang rawan terjadi gempa. Hal itu tentu akan sangat bermanfaat bagi masyarakat, sehingga korban jiwa dapat kita minimalisasi. Dengan demikian, rakyat pun sudah siap siaga dalam menghadapi gempa yang mengguncang. Tidak lagi merasa ketakutan, apalagi panik dalam menghadapi gempa. Oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab juga tak akan mampu memainkan perannya buat rakyat gelisah, cemas, dan takut. Karena itulah, mari setiap daerah terutama pemerintah daerah Bali, di mana Bali yang diguncang gempa di wilayah selatan untuk membantu rakyat dalam memberikan edukasi terkait kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap gempa. Semoga dengan edukasi itu dapat memberikan efek yang positif buat masyarakat dalam menghadapi gempa. Penulis, alumnus Universitas Katolik Santo Thomas Sumut dan penulis lepas tinggal di Medan
Dengan demikian, prinsip-prinsip kebijakan pemerintahan juga sangat relatif. Artinya, tidak selalu benar dan banyak yang salah. Tidak lain disebabkan karena kebijakan pemerintah tersebut terbungkus oleh ideologi politik pemenang. Di negara-negara lain, banyak kebijakan politik pemerintah itu gagal. Di China dekade enam puluhan, Mao Zedong gagal membawa politik lompatan besar ke depan, yang membuat masyarakat menderita. Justru Deng Xiaping yang pada waktu itu berseberangan dengan Mao, yang kebijakannya dipakai sampai sekarang, yaitu “tidak peduli kucing itu hitam atau putih, yang penting ia dapat menangkap tikus: komunis boleh, menangkap pasar bebas pun boleh”. Di Kamboja, dekade tujuh puluhan kebijakan mempetanikan orang kota juga gagal. Silakan tinjau praktik kebijakan Pelita pada zaman Orde Baru. Dan kini Brexit pun banyak diperdebatkan. Maka, jika misalnya Gerindra mempunyai prinsip kebijakan pemerintahan sendiri (seperti yang sering hendak dibicarakan), paling bagus jangan diberikan kepada pihak lain. Prinsip tersebut harus dikaji dan diujicobakan pada beberapa tempat yang memungkinkan bagi Gerindra. Ke depan, jika sudah waktunya bukan tidak mungkin akan dapat dipakai di Indonesia. Jadi, sebaiknya harus menjadi oposan yang berwibawa. Kini ke depan, semakin kelihatan bagaimana silitnya menjadi presiden, tanpa menjadi pemimpin partai yang paling besar. Inilah yang harus dikaji ke depan oleh politisi Indonesia. Bukan buru-buru meminta kekuasaan. Penulis, staf pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana
POJOK Hutan di Kintamani jadi tempat pembuangan sampah. - Sampah pun masuk hutan. *** Pura Pasek Gaduh Canggu Badung terancam digusur, Dewan beri atensi. - Pura pun digusur. *** Papan beraksara Bali di instansi pemerintahan Jembrana mulai pudar. - Aksara Bali tak akan punah.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Sabtu Kliwon, 3 Agustus 2019
7
TABANAN
SHORTCUT - Lahan yang akan digunakan untuk pembangunan shortcut Bajera-Antosari.
Belum Rampung, Pembebasan Lahan ”Shortcut” Bajera-Antosari
Tabanan (Bali Post) -
Rencana pembangunan shortcut jembatan Tukad Yeh Otan yang menghubungkan Desa Bajera Kecamatan Selemadeg dan Desa Antosari Kecamatan Selemadeg Barat yang digulirkan sejak tahun 2016, terus berproses. Pascadikeluarkannya SK Penetapan Lokasi oleh tim persiapan Pemkab Tabanan pada Oktober 2018, Satuan Kerja (Satker) Balai Jalan wilayah VIII melakukan pembayaran ganti rugi atas lahan yang terdampak pembangunan sesuai dengan nilai appraisal. Hanya pembayaran yang telah dimulai Desember 2018, baru bisa untuk sebagian lahan. Ini dikarenakan kekurangan anggaran yang bersumber dari DIPA. Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Tabanan Drs. I Wayan Yelada, Jumat (2/8) kemarin men-
gatakan, meski kewenangan pembangunan shortcut tersebut sudah menjadi ranah Satker Balai Jalan
Wilayah VIII, namun koordinasi dan komunikasi dengan Pemkab Tabanan terus dilakukan. Pihaknya men-
gakui, sebagian lahan yang terdampak pembangunan shortcut belum rampung proses pembayarannya. ‘’Hanya di Desa Antosari yang masih proses nego. Kemungkinan belum ada anggaran, jadi belum dibayar sebagian. Apalagi di sana ada tempat suci, tentu harus dihitung detail biaya ganti palinggih dan upacaranya,’’ terangnya. Sementara di wilayah
Bakeuda Tunggu Pengajuan 120 Paket Bedah Rumah
Tabanan (Bali Post) Kabupaten Tabanan pada tahun 2018 mendapatkan bantuan program bedah rumah dari BKK Badung untuk 300 unit dengan nilai total anggaran Rp 15 miliar. Dari jumlah tersebut, 180 paket senilai Rp 9 miliar sudah terealisasi. Sementara sisanya 120 paket belum cair. ‘’Sudah ada cair sebagian, dan dananya sudah ditransfer langsung ke penerima,’’ kata Kepala Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Tabanan I Dewa Ayu Sri Budiarti, belum lama ini. Menurutnya, dana 180 pa-
ket sudah cair lantaran jumlah tersebut yang diajukan oleh Dinas Sosial Tabanan. Pencairannya dilakukan sesuai dengan yang diajukan. Sementara sisanya 120 paket dengan nilai Rp 6 miliar sampai saat ini Dinas Sosial masih memproses kelengkapan SPJ. ‘’Sampai saat ini belum ada lagi pengajuan untuk sisanya dari Dinas sosial. Kami menunggu pengajuannya,’’ sebutnya. Seperti diketahui, Pemkab Badung memberikan bantuan bedah rumah kepada sejumlah kabupaten di Bali. Tabanan mendapatkan jatah 300 paket dengan nilai total
Rp 15 miliar. Setiap penerima program ini mendapatkan dana Rp 50 juta. Namun proses pencarian berbelit-belit karena data yang diajukan Tabanan tidak valid. Dinas Sosial kembali harus melakukan verifikasi lapangan. Ketika verifikasi sudah selesai ternyata poses pencarian juga memakan waktu lama. Beberapa warga penerima ada yang mulai membangun rumah dengan dana swadaya. Namun karena dana terbatas, pembangunan dihentikan sementara sambil menunggu cairnya bantuan Pemkab Badung. Tidak hanya bersumber
dari BKK Badung, program bedah rumah dari APBD Tabanan 2019 juga telah terealisasi sebanyak 19 unit. Seperti disampaikan Kepala Dinas Sosial Tabanan I Gede Nyoman Gunawan, 19 penerima bantuan tersebar di sembilan kecamatan, yakni Selemadeg, Tabanan, Selemadeg Timur, Baturiti, Marga, Selemadeg Barat, Penebel, Pupuan dan Kediri. ‘’Dari usulan proposal yang diajukan, kami cek kelayakan kembali ke lapangan. 19 unit rumah ini memang masuk kategori rusak berat, dimana atap, lantai dan dinding tidak layak,’’ ucapnya. (kmb28)
Tabanan (Bali Post) Memiliki keterbatasan fisik, tidak menyurutkan niat para penyandang disabilitas sensorik netra untuk terus mengenyam pendidikan sampai tingkat perguruan tinggi. Terbukti, dua penyandang disabilitas yang mengikuti rehabilitasi sosial di BRSPDSN Mahatmiya Bali, tahun ini berhasil lolos dalam seleksi penerimaan mahasiswa baru Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung. Kepala BRSPDSN Mahatmiya I Ketut Supena menerangkan, dua siswa tersebut yakni I Putu Krida Lesmana Putra (25) dan Komang Tri Anggi Wahyuningtyas (20). ‘’Ada kebanggaan untuk pertama kalinya dua siswa kami berhasil diterima salah satu perguruan tinggi bergengsi di Bandung. Ini tentu memotivasi para penyandang disabilitas lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan mereka,’’ ucapnya, Jumat (2/8) kemarin. Setelah lulus kuliah, kedua orang ini memiliki peluang yang sama dengan lulusan lainnya untuk bisa menjadi Aparatur Sipil Negara. Diakui Supena, kedua siswa BRSPDSN Mahatmiya itu juga telah dibekali life skill sesuai dengan bakat mereka. Krida Lesmana Putra, seperti dipaparkan Supena, adalah warga asal Singaraja dan mulai mengikuti
program rehabilitasi sosial di BRSPDSN Mahatmiya sejak tahun 2017. Program rehabilitasi yang diikuti Krida adalah terapi fisik, mental-spiritual, psikososial dan livelihood yang di antaranya urut, barista, kewirausahaan, handycraft, komputer braile, kesenian musik tradisional dan modern. Krida lulus Juni 2019 dengan predikat terbaik. ‘’Krida ini memiliki keterbatasan penglihatan sejak duduk di bangku SMA. Bahkan ia terlahir dari orangtua yang kurang sempurna secara fisik. Ayahnya penyandang disabilitas sensorik rungu wicara,’’ terangnya. Sementara Komang Anggi Wahyuningtyas mengalami penurunan penglihatan sejak duduk di bangku kelas 1 SMP. Ia pernah bersekolah melalui program inklusi lanjut ke tingkat SMK jurusan tata boga hingga lulus tahun 2018. Karena harapan dari orangtua akan masa depan yang lebih baik, sejak Juli 2018 ia mengikuti program rehabilitasi di BRSPDSN Mahatmiya selama setahun. ‘’Jadi, kedua siswa ini ratarata pengetahuan dan keterampilannya sangat baik,’’ ucapnya. Supena pun berharap, meski memiliki keterbatasan fisik, paling tidak para penyandang disabilitas tetap memiliki keinginan kuat untuk meraih cita-cita. (kmb28)
Dua Penyandang Disabilitas Diterima di Perguruan Tinggi Bandung
Bali Post/bit
DISABILITAS - Dua penyandang disabilitas sensorik netra yang diterima melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi di Bandung.
Desa Bajera, dikatakannya, sudah semua lahan terbayar. Jumlahnya enam bidang tanah dari empat pemilik. Sedangkan di Desa Antosari ada 10 bidang tanah dari 8 pemilik yang belum dibayar. ‘’Dalam waktu dekat sepertinya akan ada lagi kelanjutan untuk pembayaran sisa lahan di Desa Antosari,” ucapnya. Dipastikan setelah berbagai tahapan telah dilakukan, kemungki-
nan tahun ini pembangunan shortcut tersebut bisa mulai bisa dikerjakan. Untuk diketahui, pembangunan shortcut keempat ini merupakan proyek pemerintah pusat yang sepenuhnya dibiayai APBN. Jalur pintas di Yeh Otan ini akan dapat memperlancar akses transportasi dari Denpasar-Gilimanuk dan sebaliknya. Pasalnya di jalur tersebut merupakan jalur tengkorak yang
kerap terjadi kecelakaan lalu lintas karena tikungan tajam dan jalan menurun. ‘’Dengan adanya shortcut ini, semoga arus lalu lintas semakin lancar, dan meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas, apalagi jalur tersebut masuk zona jalur tengkorak,’’ ujarnya. Jembatan sebagai jalan pintas ini akan memiliki panjang 600 meter dengan lebar sekitar 16 meter. (kmb28)
Bentuk Fraksi, NasDem Pinang Demokrat
Tabanan (Bali Post) Perolehan kursi dalam Pileg 2019 di Kabupaten Tabanan didominasi PDI-P. Partai besutan Megawati Soekarnoputri itu dipastikan bisa membentuk satu fraksi. Selain PDI-P, Partai Golkar juga masih bisa membentuk fraksi sendiri. Berbeda halnya dengan tiga partai lainnya. Demokrat, NasDem, dan Gerindra meski masih bisa mengantarkan sejumlah kadernya ke kursi legislatif Tabanan, mereka tidak bisa membentuk fraksi mandiri. Ketiga parpol ini harus menentukan pilihan akan bergabung dengan siapa untuk bisa membentuk satu fraksi. Meski belum ada keputusan resmi, Gerindra sudah menguatkan langkahnya merapat ke PDI-P, seperti disampaikan Ketua DPC Gerindra Tabanan Ni Nengah Sri Labantari, Kamis (1/8). Sedangkan NasDem akan bergabung dengan Demokrat untuk membentuk fraksi.
Menurut anggota DPRD Tabanan terpilih dari NasDem, I Gede Sudiarta, NasDem memiliki tiga anggota dewan sehingga hanya perlu satu lagi untuk membentuk fraksi. Terkait hal itu, anggota dewan dari Demokrat sudah menyatakan kesiapannya bergabung dengan NasDem untuk membentuk Fraksi NasDem. Koalisi dua partai ini sudah dikomunikasikan dengan jajaran pengurus masing-masing parpol. ‘’Memang belum 100 persen, tapi kami sudah ada kesepahaman bersama,’’ katanya. Seperti d ik etahui, dari lima parp o l yang
berhasil merebut kursi Dewan Tabanan, PDI-P berhasil menjadi juara karena menguasai 28 kursi. Posisi kedua diraih Golkar dengan lima kursi, disusul Gerindra dan NasDem masing-masing merebut tiga kursi, sedangkan Demokrat h a n y a satu kursi. (kmb28)
BULELENG
8
Sabtu Kliwon, 3 Agustus 2019
SOSOK Potensi Wisata
SELAIN dikenal sebagai penghasil stroberi, tanaman sayur dan bunga, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada tidak bisa dipisahkan dari potensinya yang melekat sebagai daerah tujuan wisata. Terutama potensi wisata alamnya yang indah menjadi daerah yang memiliki daya tarik wisata yang tinggi. Salah satunya adalah wisata alam Danau Buyan. Objek ini bertetangga dengan kawasan Danau Tamblingan di Desa Munduk, Kecamatan Banjar. Tak pelak, kawasan ini sering dikenal dengan julukan “Danau Kembar”. Memang benar, karena kedua danau itu berdekatan. Hanya dipisahkan hamparan hutan lindung. Perbekel Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Wayan Darsana, mengatakan pengembangan potensi wisata alam di desanya mulai digalakkan. Selain melalui program-program yang sudah disusun dalam perencanaan pembangunan, pengembangan sektor wisata di desanya juga mengikuti kebijakan pemerintah kabupaten. “Selain wisata tirta karena di desa kami ada Danau Buyan, di desa kami juga ada potensi wisata spiritual. Sehingga, kebijakan kami di desa dan kebijakan di kabupaten, kami bersama-sama mengembangkan potensi wisata alam dan wisata spiritual itu,” katanya. Di tengah program pengembangan potensi wisata, Darsana menyambut baik penataan kawasan Danau Buyan dan eks tanah Hak Guna Bangunan (HGB) Bali Handara. Wujud dukungan itu, pemerintahan desa melaksanakan program swadaya dalam penataan tersebut. Bahkan, pengawali swadaya itu, beberapa kali warganya diturunkan melaksanakan gotong royong di lokasi penataan. Terkait warga yang tinggal sementara di dekat lokasi tanah eks HGB itu, Darsana menyebut hal itu sudah dicarikan jalan keluarnya. Nantinya ada 25 kepala keluarga (KK) warga di sana akan diberikan tempat tinggal tidak permanen di tanah eks HGB Bali Handara tersebut. “Kami menyambut baik penataan eks HGB Bali Handara itu. Kami yakin ke depannya, potensi wisata alam dan wisata spiritual di wilayah kami berkembang melalui kebijakan pemerintah di bawah pimpinan Bupati Putu Agus Suradnyana,” tegasnya. (mud)
Suara Buleleng Penanganan Medis MOBIL klinik kesehatan diharapkan bisa ke desa-desa atau ke masing-masing kecamatan paling tidak mulai tahun depan 2020. Sebab, banyak yang membutuhkan penanganan medis di setiap desa. Selain itu, menjelang hari raya Kuningan, diharapkan para pedagang menjual makanan yang sehat. Hal itu penting, agar tidak memakai zat kimia atau pewarna buatan. Gama Arta, Patemon
Dukung Bulfest 2019 JELANG pelaksanaan Bulfest dari tanggal 6 - 10 Agustus 2019, sebagai masyarakat Buleleng apa pun aturan dari pemerintah harus kita dukung. Apabila ada pihak-pihak yang dirugikan dalam penggunaan jalan dan hal lainnya dimohon pengertiannya. Sebab, momentum Bulfest ini sangat bermanfaat bagi masyarakat Buleleng. Hal lainnya, menjelang gerak jalan 45 kilometer diharapkan supporter dibatasi. Tingkatkan partisipasi pihak keamanan mengawal barisan peserta. Cek juga kesehatan peserta agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Gung De, Jln. Ngurah Rai
Lestarikan ’’Magibung’’ BUDAYA magibung perlu dilestarikan di Desa Pacung. Setiap hari raya Kuningan di sana ada tradisi makan nasi kuning bersama dalam satu wadah atau tempat. Hal lainnya, soal pemilihan perbekel, aparat harus dapat menjamin keamanan masyarakat di suatu wilayah pemilihan. Calon perbekel yang terpilih ke depan supaya bisa memantau perkembangan warganya. Secara umum, mari bersama-sama mendukung program pemerintah, yaitu pelaksanaan Bulfest 2019. Kuliner yang dijual pada pasar malam itu hendaknya menonjolkan ciri khas Bulelengnya. Gung Surya, Lovina
Klaim Asuransi KELUHAN soal asuransi “BP”, saya mengikuti dana pendidikan yang sudah jatuh tempo 1,5 tahun. Namun, klaim asuransinya sama sekali belum ada terealisasi (dana belum dibayar pihak asuransi). Jadi, produknya tidak sesuai dengan moto-nya atau perjanjiannya sebagaimana disampaikan pada awal. Ketika dikonfirmasi, pegawai hanya senyum-senyum tanpa memberikan solusi atau informasi yang jelas kepada nasabah. Ibu Suma, Banjar
Bali Post/kmb38
KOSONGKAN PASAR LAMA – Dinas PUPR menenderkan proyek revitalisasi Pasar Banyuasri. Ini menyusul ditetapkannya rekanan pemenang lelang Manajemen Konstruksi (MK). Menjelang pelaksanaan proyek, pedagang pun sudah mengosongkan lokasi berjualan di pasar yang lama.
Terkait Revitalisasi Pasar Banyuasri
Ditetapkan Pemenang Lelang Manajemen Konstruksi Singaraja (Bali Post) – Setelah berproses selama dua bulan, Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Barang dan Jasa Pemkab Buleleng menetapkan satu pemenang lelang tender Manajemen Konstruksi (MK) proyek revitalisasi Pasar Banyuasri. Rekanan berbendera PT Daya Cipta Dianrancana Bandung Jawa Barat (Jabar) menjadi pemenang lelang setelah mengajukan penawaran terendah Rp 2,9 miliar lebih dari nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) Rp 3 miliar. Perusahaan ini pun mengalahkan dua rekanan lainnya masingmasing PT Sangkuriang dan PT Yodya Karya. Kepala BLP Barang dan Jasa Pemkab Buleleng Putu
Adiptha, Jumat (2/8) kemarin, membenarkan tender MK proyek revitalisasi Pasar Banyuasri telah ditetapkan pemenang tendernya. Adiptha mengatakan, sebelum rekanan menandatangani kontrak pekerjaan, perusahaan itu diwajibkan menyerahkan Surat Persiapan Pengadaan Barang dan Jasa (SPPBJ). Rencananya, dokumen ini diserahkan oleh perusahaan kepada pemilik pekerjaan dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Buleleng. Setelah syarat tersebut lengkap, dilanjutkan penandatanganan kontrak sekaligus memberikan tangung jawab kepada perusahaan melaksanakan pekerjaannya sesuai dokumen
perencanaan yang ada. “Dari tiga rekanan yang menawar itu, semua kualifikasinya besar. Bahkan, ada bestatus Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ikut juga menawar. Penawaran tender itu cukup alot. Namun, kita sudah tetapkan pemenangnya. Pekan depan, Dinas PUPR mengundang rekanan untuk proses penyerahan SPPBJ dan berlanjut penandatanganan kontrak,” katanya. Sesuai regulasi perusahaan pemenang tender MK proyek revitalisasi Pasar Banyuasri ini kata Adiptha, akan mengawasi dan me-review HPS tender fisik yang akan diajukan Dinas PUPR. Mengingat perencanaan revitalisasi pasar
itu sudah berjalan. Sehingga tender fisik ini nantinya ditargetkan tuntas dalam satu bulan. Tender fisik sengaja dipercepat untuk menghindari pelaksanaan proyek molor karena pelaksanaan proyek itu disepakati melalui skema tahun jamak selama 18 bulan mulai 2019 dan berlanjut tahun 2020 mendatang. “Perusahaan ini bersama PUPR akan me-review HPS tender fisiknya. Tander fisiknya itu nanti dikebut agar proyek itu tidak terlalu lama molor dari perencanaannya,” katanya. Dari pantauan di lapangan, persiapan pelaksanaan proyek revitalisasi Pasar Banyuasri itu, Dinas Perdagangan
Perindustrian (Disdagprin) bersama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Buleleng telah merelokasi pedagang ke lokasi pasar darurat yang memanfaatkan areal Terminal Banyuasri. Relokasi ini ditargetkan berakhir 15 Agustus 2019. Pedagang yang sudah meninggalkan lokasi pasar lama sudah banyak yang membongkar bangunan los, kios, atau rumah toko (ruko) yang mereka tempati sebelumnya. Namun, bangunan yang belum dibongkar hingga batas akhir relokasi itu, menjadi tugas Dinas PUPR meratakan seluruh bangunan pasar yang lama, sebagai tahapan persiapan lahan sebelum pelaksanaan proyek fisik itu. (kmb38)
107 Lulusan SD Belum Terpantau
Siswa Miskin Disiapkan Bantuan Singaraja (Bali Post) Penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020 telah berakhir. Sebagian besar lulusan SD di Buleleng sudah mendapatkan bangku di SMP negeri dan SMP swasta. Namun, masih ada 107 lulusan SD di Den Bukit ini belum terpantau. Apakah anak-anak itu sudah diterima di SMP negeri dan swasta atau memang ratusan anak itu tidak melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi alias drop out (DO). Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng Made Astika, Jumat (2/8) kemarin, membenarkan ada 107 lulusan SD di Bali Utara yang belum terpantau. Sampai akhir PPDB hingga me masuki Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran ini, tambah Astika, hampir seluruh lulusan SD telah mendapatkan bangku di SMP baik negeri maupun swasta. Ini tidak lepas karena penerapan sistem zonasi yang menyebarkan lulusan SD diterima di sekolah yang ada. Namun, Astika tidak menampik ada 107 lulusan SD di daerahnya belum dapat dideteksi. Sekarang, Dis-
dikpora terus menelusuri keberadaan anak tersebut melalui Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan di masing-masing kecamatan. Dari penyisiran awal, ratusan lulusan SD itu tidak terpantau, bisa saja karena anakanak itu telah melanjutkan pendidikannya ke jenjang sekolah swasta atau madrasah negeri dan swasta yang tersebar di Bali Utara. “Kami pastikan sebagian besar tamatan SD tahun ajaran ini sudah diterima. Dan 107 anak itu bisa saja sudah diterima, namun belum dilaporkan, sehingga ini masih kami telusuri lebih lanjut setelah libur hari Kuningan ini,” katanya. Di sisi lain, Astika men-
gatakan, selama melakukan penyisiran melalui posko DO yang sudah dibentuk, Disdikpora menemukan baru satu lulusan SD yang dinyatakan DO. Anak ini diketahui bernama Ni Ketut Darsini yang lulus di SDN 3 Pemuteran. Darsini merupakan anak empat bersaudara terpaksa tidak melanjutkan sekolahnya karena ekonomi orangtuanya tidak mampu menyiapkan biaya untuk sekolah. Terhadap anak ini, Disdikpora melalui koordinator wilayah masih berusaha melakukan pendekatan kepada pihak orangtua anak bersangkutan. Bila memungkinkan, anak itu tetap disarankan melanjutkan pen-
didikannya. Soal kesulitan biaya untuk perlengkapan sekolah, pemerintah daerah sudah menyiapkan anggaran untuk lulusan SD yang miskin untuk bantuan pakaian sekolah dan perlengkapannya. Tidak hanya jenjang SD, namun di jenjang SMP juga dilakukan hal serupa. Disdikpora menyiapkan anggaran untuk membantu biaya transportasi kepada siswa yang akses ke sekolahnya terlalu jauh. “Sesuai komitmen dan kebijakan pemerintah untuk anak-anak SD miskin dan SMP akan dibantu perlengkapan sekolah dan transportasi. Ini akan terus disempurnakan hingga mulai pembelajaran di sekolah efektif,” jelasnya. (kmb38)
Made Astika
Forum Anak Kecamatan Buleleng
Kreasikan Daur Ulang Sampah Jadi Tas Belanja Kampanye daur ulang sampah plastik di Kecamatan Buleleng mulai digalakkan. Di daerah ini sudah dikukuhkan Forum Anak Kecamatan Buleleng. Setelah keberadaan mereka diakui, anak-anak yang berstatus pelajar ini mulai diberikan pengetahuan tentang cara mendaur ulang sampah plastik. Sejak mengikuti pelatihan yang bekerja sama dengan penggiat yayasan di Bali, beberapa karya daur ulang dari sampah plastik telah dihasilkan salah satunya tas untuk berbelanja dengan bahan plastik. Di samping tas daur ulang plastik, model apa saja yang menjadi produk hasil karya Forum Anak Kecamatan itu?
Bali Post/kmb38
TAS DAUR ULANG – Tas belanja salah satu karya daur ulang Forum Anak Kecamatan Buleleng.
PRODUK daur ulang sampah plastik karya Forum Anak Kecamatan Buleleng itu ternyata cukup variatif. Selain tas daur ulang, juga ada hasil karya lainnya.
Seperti tempat tisu dan dompet dari plastik sachet bekas produk minuman. C a m a t B uleleng Ge d e Dody Sukma Oktavia Askara, Jumat (2/8) kemarin,
mengatakan edukasi tentang daur ulang sampah plastik dengan konsep “Tiga R” yaitu reuse, reduce, dan recycle. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah melalui Peraturan Gubernur (Pergub) Bali No. 97 Tahun 2019 tentang pengurangan timbunan sampah plastik. Dengan pemberian pemahaman dan mengajarkan tentang teknik daur ulang sampah plastik itu, generasi muda utamanya di Kecamatan Buleleng dapat berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kebersihan itu sudah dimulai dari tempat tinggal mereka sampai di tempat-tempat umum. Tidak hanya itu, ke depan dari hasil karya daur ulang itu, Dody meya-
kini anak-anak ini akan mendapatkan hasil dari penjualan karya mereka. Namun, target penjualan hasil karya ini tidak menjadi tujuan utama. Tetapi, pihaknya ingin konsep daur ulang “Tiga R” semakin meluas dan masif, sehingga timbunan sampah plastik yang dihasilkan di rumah tangga tertangani dengan optimal. Hanya dengan cara itu dapat mengurangi terjadinya ancaman kerusakan lingkungan. “Kami bersama pihak yayasan mencoba menggalakkan daur ulang dengan konsep “Tiga R”, sehingga anak-anak dan generasi muda bisa berpartisiapsi aktif dalam mengantisipasi persoalan sampah. Dari karya itu ke depan-
nya, mereka mendapatkan hasil dari penjualan karya kepada masyarakat luas,” katanya. Menyebarkan bukti kepada masyarakat terkait gerakan daur ulang sampah plastik yang sudah dijalankan, nantinya karya daur ulang Forum Anak Kecamatan Buleleng itu akan dipajang dalam stan pameran dan hiburan rakyat HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2019 ini. Dari pameran ini, pihaknya ingin mencari dukungan bersamasama untuk melakukan hal serupa. Bukan saja mempromosikan setiap karya daur ulang anak-anak itu juga mendapatkan pasar sehingga kesinambungan produksi dan kreasi bisa konsisten dilakukan. (mud)
GIANYAR
Sabtu Kliwon, 3 Agustus 2019
9
Jalan Baru di Desa Sukawati
Proses Pembebasan Lahan Belum Rampung
Bali Post/kmb35
NEKAT - Jalan di Desa Sukawati yang sempit pascalongsor nekat dilalui pengendara kendaraan roda dua maupun kendaraaan roda empat, Jumat (2/8) kemarin.
Truk Parkir dan LPJ Mati
Picu Lakalantas di By-pass I.B. Mantra Gianyar (Bali Post) – Keberadaan truk yang parkir di pinggir By-pass I.B. Mantra, serta tidak berfungsinya lampu penerangan jalan (LPJ) di sepanjang ruas jalan itu, diduga kerap menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Berdasarkan data, kondisi ini paling banyak memakan korban pengendara motor yang menabrak pantat atau bak truk yang sedang parkir. Sementara itu, Satuan Lalu Lintas Polres Gianyar telah berupaya melakukan pencegahan dengan memberikan imbauan larangan bagi truk parkir di pinggir jalan. Kanit Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) Satuan Lantas Polres Gianyar Iptu Nyoman Nariawan mengatakan, di Kabupaten Gianyar memang beberapa kali terjadi kasus lakalantas menabrak truk parkir. Bahkan kejadian ini tergolong banyak kasus. Dikatakan beberapa kasus, truk memang banyak melanggar karena parkir mengambil
bahu jalan. “Pelanggarannya melanggar bahu jalan,” ujar Nariawan, Jumat (2/8) kemarin. Pihak kepolisian juga kerap melakukan sidak terhadap truk parkir di pinggir jalan. Di sisi lain, badan truk yang besar dan berat menyulitkan sopir untuk parkir. “Kalau mereka terlalu ke pinggir, di pinggir itu kan got. Takutnya nyemplung truknya. Kalau ke tengah, kena bahu jalan,” paparnya. Nariawan mengatakan, banyaknya kecelakaan akibat menabrak truk parkir, juga disebabkan beberapa faktor. Salah satunya lampu penerangan jalan di sepanjang By-pass I.B. Mantra yang sejak lama tidak berfungsi. Namun pihaknya tidak memiliki kewenangan menangani persoalan itu. “Kalau lampu kewenangannya di Dinas Perhubungan,” imbuhnya. Selain lampu, laka lantas menabrak truk juga kerap terjadi akibat cuaca, kondisi jalan, pohon perindang. Fak-
tor lainnya adalah pengendara yang kerap berkendara saat kondisi tidak fit. “Termasuk faktor pengendara sendiri, apakah mengantuk atau kurang melihat,” terangnya. Kasus kecelakaan menabrak truk parkir yang terbaru, kata Nariawan, terjadi di By-pass I.B. Mantra wilayah Banjar Patolan, Kecamatan Blahbatuh, Selasa (30/7). Kala itu korban Ni Nyoman Sudewi menabrak truk parkir. Saat itu korban yang berusia 49 tahun asal Desa Manggis, Kabupaten Karangasem itu melintas dari Denpasar ke timur mengendarai sepeda motor Yamaha Nmax. Korban yang menderita sejumlah luka ini sempat dilarikan ke rumah sakit. Namun nyawa korban tidak tertolong. Terkait kasus kecelakaan itu, Nariawan mengaku korban kelelahan. “Itu nabrak truk parkir. Korban kelelahan, karena setiap tiga hari bolakbalik Denpasar-Karangasem,” ujarnya. (kmb35)
Gianyar (Bali Post)Satuann Polisi Pamong Praja (Satpo PP) Kabupaten Gianyar nampak tancap gas menggelar sidak sepanjang Juli lalu. Bahkan tercatat ada puluhan vila hingga ban-
gunan bodong yang sudah menjadi sasaran petugas. Mereka yang tidak mampu menunjukkan izin sudah dipanggil ke Kantor Satpol PP Gianyar. Kepala Satpol PP Gianyar
I Made Watha mengatakan, pihaknya memang gencar menggelar sidak sepanjang Juli kemarin. Dikatakan, hampir setiap hari jajarannya turun ke lapangan untuk menggelar sidak. “Memang protap kita demikian, setiap hari harus menggelar sidak,” kata Watha, Jumat (2/8) kemarin. Menurut Watha, setiap hari jajarannya keliling ke sejumlah wilayah di Gianyar untuk mengecek ketertiban. Bahkan, dalam satu ruas seperti By-pass I.B. Mantra bisa dua kali dicek oleh petugas. “Hasilnya bisa dilihat, pedagang liar yang sebelumnya marak dipinggir jalan kini sudah tidak ada,” katanya. Di awal Agustus ini, kata Watha, jajarannya juga sudah melakukan sidak terhadap puluhan bangunan akomodasi khususnya vila. Sidak yang menyasar vila ini dilakukan hampir di seluruh kawasan Kabupaten Gianyar. “Selama sebulan kemarin ada puluhan yang kita sidak, yang tidak mampu menunjukan izin sudah kita panggil,” katanya. Diakui, ada sejumlah vila yang sudah dibangun namun belum memiliki izin lengkap. Para pemilik ini pun langsung diarahkan untuk mengajukan permohonan izin ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gianyar. “Kita arahkan untuk mengajukan permohonan, selanjutnya kan di perizinan yang mengkaji layak atau tidak,” katanya. Selain menyasar bangunan, petugas juga gencar menjaring penduduk pendatang yang tidak memiliki kelengkapan identitas. Mereka yang terjaring ini dibawa ke kantor desa terdekat. “Apalagi kemarin kan habis bulan puasa, itu cukup banyak warga pendatang yang kembali ke Gianyar,” kata Watha. (kmb35)
Satpol PP Gencarkan Sidak
Bali Post/kmb35
MENGECEK - Kepala Satpol PP I Made Watha saat mengecek identitas penduduk pendatang, belum lama ini.
Gianyar (Bali Post) Jalan jebol yang menghubungkan Desa Kemenuh dengan Desa Sukawati masih jebol hingga Jumat (2/8) kemarin. Meski demikian, jalur itu tetap menjadi alternatif sejumlah pengendara roda dua bahkan roda empat. Sementara proyek pembebasan lahan untuk jalan baru yang memotong jalur amblas tersebut belum rampung hingga saat ini. Penuturan warga setempat, I Wayan Novi, jalur itu memang masih menjadi alternatif untuk mempersingkat waktu antara Desa Kemenuh menuju Desa Sukawati. Bahkan kendaraan roda empat menurut warga sekitar kerap nekat melintas. “Tidak saja mobil, pick up dan truk biasa lewat. Tapi memang perlu nyali, karena kalau truk biasanya hanya satu roda yang menyentuh aspal. Roda lagi satu sudah pasti melayang,” ungkapnya. Warga setempat cukup sering memberi peringatan pada pengendara, terutama jika ada truk maupun kendaraan relatif besar. “Kalau pas pengendaranya mau turun untuk bertanya, pasti disarankan agar hati-hati atau supaya aman lebih baik putar balik. Sebaliknya, cukup banyak pengendara yang langsung lewat begitu saja,” ujarnya.
Meski demikian, sampai saat ini belum ada kendaraan sampai nyemplung pada jalan jebol dengan jurang yang dalamnya mencapai puluhan meter itu. “Astungkara, tidak pernah ada kejadian. Cuma pernah ada hartop lewat dinding tebing di kiri dikikis sehingga bisa lolos. Jalan juga nampaknya tambah lebar ke barat,” ungkapnya. Areal jalan amblas itu memang tidak ditutup seperti saat baru amblas. Hanya saja sejumlah drum tampak tetap dipajang guna memberi peringatan. Di samping itu, jika cuaca sedang hujan, biasanya warga sekitar melakukan penutupan dengan alat seadanya, semisal bambu. “Kalau hujan, pasti jalannya ditutup. Karena rawan longsor,” katanya. Sementara itu, Perbekel Sukawati Dewa Gede Dwiputra mengatakan, pada jalur jalan jebol itu memang kerap dilewati kendaraan. Ia heran dengan para pengandara yang nekat tersebut. “Mereka memang nekat sekali, terlalu itu. Saya bawa motor saja takut, untuk bawa motor saja saya berpikir panjang,” katanya. Ia mengakui, sejumlah drum serta peringatan yang diletakkan di lokasi tersebut tampaknya diacuhkan oleh para pengguna jalan. Diakui
hal ini kerap dilakukan karena jalur itu memang cukup mempersingkat waktu dari Desa Kemenuh menuju Sukawati. “Mungkin mikirnya kalau ambil jalur memutar memang lebih lama, kalau lewat jalur jebol ini bisa lebih cepat 20 menitan,” katanya. Dwiputra mengimbau pengguna jalan tidak melintasi jalur tersebut. Hal ini dipandang penting demi keselamatan pengguna jalan itu sendiri. “Kami juga tetap koordinasi dengan pemerintah kabupaten terkait hal ini,” katanya. Terkait rencana pembuatan jalur potongan di seputaran lokasi tersebut, diakuinya sampai saat ini masih bekutat pada proses pembebasan lahan. “Setahu saya, pembebasan lahan belum rampung. Tapi nama-namanya sudah ada, hanya untuk pembebasan masih dalam proses, terutama di pertanahan,” kata Dwiputra. Bupati Gianyar Made Mahayastra mengatakan, sudah menganggarkan sekitar Rp 7,5 miliar. Saat ini progresnya masih tahap pembebasan lahan. “Tegenungan sudah dianggarkan Rp 7,5 miliar. Sekarang proses pembebasan lahan,” ujarnya. Jalan baru ini dinilai lebih hemat dibandingkan dengan memperbaiki jalan yang jebol
saat ini. Selain bila itu diperbaiki tidak menutup kemungkinan akan terjadi jebol susulan. “Anggaran perbaikan jauh lebih tinggi dari buat baru. Dan jalan baru nantinya akan aman berpuluh-puluh tahun,” ungkap Mahayastra. Panjang jalan baru ini diperkirakan sekitar 500 meter. Masuk dari jalan raya ke utara, lalu agak turun menikung ke timur hingga berakhir tepat di sebelah selatan jembatan yang ada saat ini. Seperti diketahui, jalan pintas penghubung Desa Sukawati-Kemenuh via Banjar Tegenungan longsor pada Kamis 15 Februari 2018, sekitar pukul 07.00 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, namun separuh lebih aspal jebol ke sisi timur. Akibatnya, jalan hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki. Itupun harus berhati-hati, karena longsor susulan masih mengancam. Warga setempat pun memasang tanda larangan berupa alat seadanya, seperti kayu, drum, dan pepohonan. Pascalongsor, siang itu juga tepatnya pukul 11.00 Wita unit Tipiter Polres Gianyar melakukan penindakan terhadap para penambang liar. Diduga akibat ulah penambangan batu padas yang dilakukan tanpa izin ini pondasi jalan jadi labil. (kmb35)
Ratusan Koperasi Tidak Aktif Perlu Pembinaan Ekstra
Gianyar (Bali Post) -
Kabupaten Gianyar kini sedang menghadapi persoalan pelik dengan kondisi sejumlah koperasi di wilayahnya. Terlebih sudah tercatat 236 koperasi binaan Pemkab Gianyar yang tidak aktif. Ratusan koperasi ini tentu harus mendapat binaan ekstra dari pemerintah, guna meminimalisasi kerugian yang dialami anggota koperasi, termasuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi. “Tidak kita pungkiri ada sekian koperasi yang tidak aktif. Di sinilah pentingnya pembinaan, bagaimana agar bisa menghidupkan dan mengaktifkan kembali koperasi itu,” ujar Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Gianyar Ketut Saban, S.E. Saban mengategorikan dua tipe koperasi. Pertama tipe koperasi yang membentuk diri, terdiri dari puluhan anggota yang memiliki komitmen sama membangun koperasi. “Kalau membentuk diri, itu ada komitmen, bagaimana memajukan koperasi dengan anggota tambahan yang lain,” kata Ketua KSP Bhuana Sardula yang beralamat di Jalan Dharma Giri ini. Sementara yang selama ini kerap bermasalah disebut tipe koperasi bentukan. Dikatakan, koperasi jenis ini biasanya berdiri sebelum siap beroperasi, kerap terdiri dari pengurus seadanya. “Yang tidak aktif itu kebanyakan koperasi bentukan, asalkan ada yang mau jadi ketua dan sekretaris, ya jalan. Meskipun belum punya latar belakang keuangan atau manajemen koperasi,” ujarnya. Saban berharap, pemerintah tetap berupaya maksimal memberikan edukasi kepada koperasi yang saat ini dalam kondisi tidak aktif. Ia tidak menampik keterbatasan gerak pemerintah, melihat banyaknya jumlah koperasi di Kabupaten Gianyar yang mencapai 1.253 unit. “Saya juga apresiasi peran pemerintah
yang gencar membantu koperasi dengan mengadakan diklat, pembinaan, walau itu masih kurang karena banyaknya koperasi di Gianyar,” katanya. Disinggung terkait suku bunga, Saban mengatakan suku bunga merupakan stragtegi dalam mengelola koperasi. Diakui, selama ini tidak ada ketentuan batasan suku bunga, berbeda dengan lembaga perbankan yang mendapat pengawasan OJK terkait batas suku bunga. “Kalau koperasi sesungguhnya ini yang menjadi kekurangan, dalam penerapan suku bunga koperasi masih sesuka hati, misal butuh banyak ditinggikan,” katanya. Ia sendiri selaku Ketua Koperasi KSP Bhuana Sardula menerapkan kebijakan dari segi tabungan memberikan bunga kepada anggota sebagai balas jasanya sebesar empat persen per tahun untuk simpanan di koperasi. “Kalau simpanan berjangka, bunganya setahun itu 10 persen,” kata ketua koperasi yang kini memiliki lebih dari 2.300 anggota ini.
Menurut Saban, koperasi yang dikelolanya sudah menerapkan aturan itu sejak lama. Sehingga KSP Bhuana Sardula bisa tetap berjalan dengan baik sejak awal berdiri pada 2003. “Kami sudah berdiri 16 tahun, dan saat ini memiliki aset sekitar Rp 39 miliar lebih,” tegasnya. (kmb35)
Kapolres Harapkan Pengadaan CCTV Gianyar (Bali Post) Mempermudah memantau pengendara yang melanggar dan langsung menilangnya, Polres Gianyar berencana menerapkan sistem CCTV Tilang. Khususnya bagi kendaraan yang melanggar di daerah padat penduduk. Hal itu dijelaskan oleh Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo, beberapa waktu lalu. Dijelaskan, CCTV tersebut untuk memantau parkir liar yang juga sebagai penyebab kemace t a n . Khususnya di o b j e k wisata di wilayah Gianyar. Sehingga tercetusnya rencana memasang CCTV pada jalan-jalan padat lalu lintas dan daerah yang sering terjadi kemacetan. Namun terealisasi atau tidaknya rencana tersebut, ia mengaku tergantung dari kesiapan Bupati Gianyar Made Mahayastra.
Karena pengadaan CCTV tersebut akan diserahkan ke Pemkab Gianyar. Mengingat Polres Gianyar belum bisa memasang anggaran untuk pengadaan CCTV tersebut. Priyanto Priyo Hutomo menyampaikan, CCTV yang sudah terpasang, maka anggotanya tinggal memantau di server induk. Sehingga ketika ada yang melanggar, tinggal zoom dan mencatat plat nomor kendaraan. Selanjutnya bukti tilang dapat dikirim ke rumah si pelanggar. “Ketika ada yang melanggar, tinggal teropong, zoom, catat platnya dan bukti tilang diantar ke rumahnya. Hanya saja permasalahannya ada di biaya. Siapa yang nanti biayai internetnya dan sebagainya karena di DIPA saya tidak ada itu,” ungkapnya. (kmb35)
Gianyar Kantor Bupati - 943056 DPRD - 943144 BPBD - 7844717/7844718 PMK - 943113 Kantor Satpol PP - 944436 RSUD Sanjiwani - 943020 PDAM - 944225/943233 KPA Gianyar - 942184 PMI Gianyar - 8958414 KONI Gianyar - 947261 BNN Kabupaten Gianyar - 946122 PLN - 947166 Kodim 1616 Gyr - 943069 Koramil Gianyar - 942289
Koramil Blahbatuh Koramil Tegallalang Koramil Tampaksiring Koramil Sukawati Koramil Ubud Koramil Payangan Siaga Lantas/TMC Gianyar Polsek Gianyar Polsek Blahbatuh Polsek Tampsiring Polsek Tegallalang Polsek Sukawati Polsek Ubud Polsek Payangan
- 941167 - 974792 - 901601 - 297564 - 975314 - 974793 - 945820 - 944510 - 941165 - 901110 - 901575 - 298723 - 975316 -974794
JEMBRANA
10
Sabtu Kliwon, 3 Agustus 2019
Pengiriman Sapi Bali Meningkat Drastis Negara (Bali Post) – Pengiriman sapi keluar Bali menjelang hari raya Idul Adha selama sebulan terakhir meningkat drastis. Khusus yang keluar melalui Pelabuhan Gilimanuk, jumlah sapi Bali yang dikirim meningkat hingga puluhan ribu ekor, khususnya pada bulan Juli lalu. Data yang dihimpun di Karantina Pertanian Wilayah Kerja (wilker) Gilimanuk, peningkatan pengiriman sapi sejatinya sudah mulai Juni lalu. Sedangkan pada bulan Juli, pengiriman total naik tiga kali lipat mencapai 18 ribu ekor. Berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya yang rata-rata antara 1.500 hingga 2.000 ekor.
Pengiriman Sapi Bali di Gilimanuk Januari :
755 ekor
Februari :
1.469 ekor
Maret
:
1.379 ekor
April
:
2.008 ekor
Mei
:
3.633 ekor
Juni
:
8.310 ekor
Juli
: 18.819 ekor
Total
: 36.373 ekor
Penanggung Jawab Karantina Pertanian Wilker Gilimanuk Ida Bagus Eka Ludra, Jumat (2/8) kemarin mengungkapkan, satu minggu menjelang hari raya Idul Adha justru pengiriman melintasi Gilimanuk menurun. Hal tersebut terjadi karena permintaan sudah dilakukan jauh hari sebelum hari raya. Bahkan sejak Mei lalu pengiriman sudah mulai terjadi peningkatan. Dari data yang dihimpun, tren kenaikan pengiriman sapi Bali bulan Mei lalu 4.769 ekor. Berlanjut pada bulan Juni mulai naik mencapai 6.638 ekor. Jumlah tersebut naik 200 persen bila dibandingkan
Bali Post/olo
AYAM POTONG - Pedagang ayam potong di Pasar Umum Negara melayani pembeli saat penampahan kemarin. Permintaan ayam potong dan ayam bekakak meningkat menjelang hari raya Kuningan.
pada bulan Januari sampai April lalu, di mana rata-rata 1.000 hingga 2.000 ekor per bulannya. Untuk bulan Juli merupakan puncak pengiriman yakni mencapai 18.819 ekor sapi melalui Pelabuhan Gilimanuk. ‘’Kalau total dengan Pelabuhan Benoa, bulan Juli saja sampai 21.328 ekor sapi yang keluar Bali,’’ ujar IB Eka Ludra. Sementara total sapi yang keluar Bali dari bulan Januari hingga Jumat (2/8) kemarin sudah mencapai 36.914 ekor. Bila merunut p a d a kuot a p eng irim a n, jumlah sapi yang boleh keluar sudah menipis. Pada tahun 2019, kuota pengeluaran sapi potong berjumlah
48.000 ekor. ‘’Kalau untuk tren sejak Juni lalu sudah mulai ada peningkatan. Sekarang (sepekan sebelum hari raya) justru menurun. Karena sapi-sapi ini bukan hanya untuk kebutuhan di Jawa saja,’’ ujarnya. Meskipun demikian, pihak Karantina Pertanian tetap meningkatkan pengawasan, apalagi dengan kuota yang semakin menipis tersebut. Sementara tahun 2019 masih ada empat bulan. Di sisi lain kuota sudah menyusut masih tersisa sekitar 11 ribu ekor. (kmb26) SAPI BALI - Salah satu truk yang mengangkut sapi Bali hendak dikirim keluar Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk. Hingga Agustus ini, pengiriman sapi Bali mencapai 36 ribu ekor dari kuota satu tahun sebanyak 48 ribu ekor.
Permintaan Ayam Potong Naik
Negara (Bali Post) Sehari menjelang hari raya Kuningan (penampahan Kuningan) permintaan ayam potong di Pasar Umum Negara meningkat drastis. Bahkan sejumlah pedagang ayam potong mengaku bisa menjual 200 ekor ayam. Karena banyaknya permintaan, harga penjualan mengalami peningkatan berkisar Rp 10 ribu per ekornya. Sejumlah pedagang ayam potong, Jumat (2/8) kemarin, mengungkapkan puncak naiknya permintaan terjadi kemarin. Bila normalnya setiap harinya penjualan 10-20 ekor, khusus menjelang penampahan Kuningan sejak Rabu lalu naik drastis rata-rata per hari hingga 100 ekor. Hasan (55), pedagang ayam dari Lelateng, mengatakan meskipun banyak permintaan harga ayam masih di kisaran Rp 60 ribu per ekor. Pria yang sudah puluhan tahun menjual ayam potong ini selain menyediakan ayam merah, juga menyediakan ayam kampung. Untuk ayam kampung ia mematok harga antara Rp 60 ribu hingga Rp 125 ribu,
tergantung ukuran. Untuk yang ukuran kecil harga dipatok mulai Rp 60 ribu. ‘’Memang ada kenaikan harga berkisar Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu. Karena ini permintaan meningkat menjelang hari raya,’’ ujarnya. Banyaknya permintaan juga dialami para pedagang ayam bekakak (ayam panggang). Salah seorang penjual ayam bekakak di Lingkungan Mertasari, Loloan Timur, I Made Dwi Suhendrawan (25), mengungkapkan sejak sepekan terakhir ia menambah jumlah ayam bekakak yang dijual. ‘’Biasanya hari normal antara 20 sampai 25 ekor, sudah sejak sebelum Galungan tambah antara 30 sampai 35 ekor,’’ ujarnya. Untuk konsumen biasanya ia memasok ke pasar atau pedagang lain. Namun, menjelang hari raya, permintaan juga banyak dari perseorangan. Karena banyaknya permintaan dan harga ayam juga naik, harga untuk penjualan juga terpaksa mengalami kenaikan. ‘’Kenaikan berkisar Rp 5 ribu per potong, karena harga ayam naik dan permintaan banyak’’ ujar Made Dwi. (kmb26)
Papan Nama Beraksara Bali Mulai Pudar
SOSOK Pemberdayaan Masyarakat PENGGUNAAN dana desa yang dialokasikan pemerintah pusat diharapkan lebih banyak dialokasikan untuk pemberdayaan masyarakat. Desa-desa yang sebelumnya telah melakukan pembangunan infrastruktur agar mengalokasikan lebih banyak anggaran untuk pemberdayaan masyarakat. Seperti untuk pengembangan kelompok usaha masyarakat, budi daya, kerajinan, pengolahan dan kelompok kecil rumah tangga. Hal tersebut diungkapkan Wakil Bupati Made Kembang Hartawan di sela-sela temu wicara terkait budi daya udang di Politeknik Kelautan dan Perikanan Pengambengan, kemarin. Wabup Kembang Hartawan berkeinginan di desa-desa terutama desa pesisir (nelayan) dan tambak, masyarakat sekitar bisa diberdayakan melalui program pemberdayaan. Mantan Ketua DPRD Jembrana ini mencontohkan kelompok-kelompok pengolahan hasil laut maupun kelompok budi daya komoditi perikanan dan kelautan. ‘’Program ke depan, dengan adanya dana desa dan alokasi desa, kami berharap setelah infrastruktur selesai, dananya lebih banyak ke pemberdayaan. Fokus untuk pembangunan sumber daya manusia di desa,’’ ujar Kembang Hartawan. Potensi usaha kelautan dan perikanan, menurutnya, sangat besar di beberapa desa di Jembrana. Apalagi Jembrana kini didukung dengan adanya Politeknik Kelautan dan Perikanan Pengambengan yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Khususnya dalam pembinaan dan pemberdayaan masyarakat di bidang perikanan maupun kelautan. Tidak hanya fokus menangkap ikan atau budi daya ikan, tetapi juga pemberdayaan hasil tangkap dan budi daya itu. ‘’Mangrove saja bisa diolah menjadi sirup. Pemberdayaan ini perlu, tinggal komitmen kuat kita saja untuk menghasilkan yang bagus,’’ tutup Kembang. (olo)
Bali Post/olo
AYAM BEKAKAK - proses pembuatan ayam bekakak di salah satu usaha milik warga di Mertasari, Loloan Timur.
Bali Post/kmb26
PUDAR – Papan nama sementara berisi aksara Bali berbahan vinyl di Kantor Camat Negara yang terlihat pudar.
Negara (Bali Post) Sejumlah papan nama beraksara Bali menggunakan bahan spanduk di sejumlah instansi di Jembrana mulai luntur. Hampir sebagian besar papan nama berbahan vinyl, sejak pemasangan Oktober 2018 belum diganti. Dari pengamatan di beberapa kantor, seperti di Kantor Camat Jembrana misalnya, warnanya sudah terlihat memudar. Papan nama yang sebagian besar berlatar warna merah-putih, sudah tidak secerah saat dipasang sembilan bulan lalu. Bagian latar warna yang sebelumnya berwarna merah, kini sudah terlihat menguning karena memudar. Selain karena faktor alam, hal ini juga dipicu kualitas vinyl yang digunakan. Namun banyak juga dengan bahan yang sama warnanya masih bertahan padahal waktu pemasangan juga sama. Seperti papan nama di Kantor Bupati Jembrana dan Kantor DPRD Jembrana terlihat masih bagus (tidak pudar).
Camat Jembrana I Made Leo Agus Jaya, Jumat (2/8) kemarin, mengakui kondisi papan nama yang sudah pudar warnanya itu. Ia pun merasa dengan kondisi itu kurang enak dipandang. Tetapi memang sejatinya papan nama itu disediakan secara darurat menggunakan bahan vinyl, sehingga tidak dibuat secara permanen dan anggarannya swadaya. Selanjutnya papan nama yang tampak pudar itu akan segera diganti. ‘’Apakah secara permanen atau bagaimana nanti kita usulkan pada APBD Perubahan atau di tahun 2020,’’ terangnya. Seperti diketahui, pemasangan secara serentak ini dilakukan menindaklanjuti Instruksi Gubernur Bali Nomor 2331 Tahun 2018 terkait penggunaan aksara Bali yang dilakukan Oktober tahun lalu. Karena mendesak, hampir seluruh kantor instansi yang belum menggunakan papan nama dengan aksara Bali menggunakan papan nama sementara dengan bahan vinyl. (kmb26)
BB Daging Bebek Beku Dimusnahkan Negara (Bali Post) – Barang bukti (BB) ratusan kilogram daging bebek beku dan tuna beku yang diamankan Polsek Kawasan Gilimanuk, Kamis (1/8) dini hari, akhirnya dimusnahkan Jumat (2/8) kemarin. Daging beku yang dikirim tanpa dilengkapi dokumen karantina ini dimusnahkan dengan cara ditanam disaksikan sejumlah pihak terkait, termasuk dari pemilik dan Karantina setempat. Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk AKP Gusti Nyoman Sudarsana mengatakan, meskipun barang bukti berupa daging beku tersebut dikubur namun tidak semuanya. Ada beberapa kilogram daging beku yang masih diamankan untuk dijadikan barang bukti proses hukum selanjutnya. ‘’Kita lanjut proses hukumnya, barang bukti sebagian besar
kita musnahkan sesuai dengan prosedur,’’ terang Kapolsek. Pemusnahan daging beku tanpa dokumen dengan ditanam di pinggir pantai Lingkungan Jineng Agung. Daging beku yang sebelumnya tersimpan dalam boks dikeluarkan lalu dimasukkan jadi satu ke lubang yang sudah dipersiapkan. Kemudian, boks kotak dari sterofoam ditaruh di atas daging tersebut dan dibakar. Setelah selesai dibakar, lubang tersebut kemudian ditimbun kembali. Dari pengecekan, total daging beku yang diamankan petugas dengan rincian 420 ekor daging bebek beku dan 96 kilogram daging olahan. Dari jumlah tersebut petugas menyisakan dua ekor daging bebek beku dan dua kilogram ikan beku. Sebelumnya, Polsek Kawasan Laut Gilimanuk men-
gamankan ratusan kilogram daging beku yang hendak dikirim masuk ke Bali tanpa dokumen pendukung. Daging beku ini dikemas dalam delapan boks (kotak) berbahan sterofoam dan dikirim menggunakan truk ekspedisi PT Puspasari dari Sidoarjo, Jawa Timur tujuan Denpasar. Dengan tidak adanya dokumen, pengiriman ini melanggar Pasal 31 jo Pasal 6 huruf a dan c UU RI Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Di mana yang bersangkutan membawa atau mengangkut media pembawa hama dan penyakit hewan karantina dari suatu area ke area lainnya di dalam wilayah RI, tanpa dilengkapi sertifikat kesehatan dari Karantina asal. Disinyalir kerugian akibat pengiriman tanpa dokumen ini mencapai Rp 2.500.000. (kmb26)
Bali Post/olo
DITANAM – Ratusan ekor daging bebek beku dan ikan olahan beku yang dikirim tanpa dokumen sebagian besar dimusnahkan dengan cara ditanam.
Sabtu Kliwon, 3 Agustus 2019
Karangasem
11
Sementara Gunakan Kayu
Jembatan Asak-Subagan Ditangani Tahun Depan Amlapura (Bali Post) Akses jalan dari Desa Adat Subagan menuju Desa Adat Asak, yang dihubungkan dengan jembatan, sudah lama ambruk diterjang banjir. Namun, hingga memasuki Agustus, belum ada kejelasan mengenai tindak lanjut penanganannya. Masyarakat setempat terus mempertanyakan proses perbaikannya. Alasannya, akses jalan itu begitu vital bagi kedua desa, dan pengguna jalan lainnya sebagai jalan alternatif menuju Kota Amlapura. Namun, harapan masyarakat agar jembatan itu bisa tertangani tahun ini, nampaknya tidak bisa terpenuhi. Sebab, Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Karangasem menegaskan, rencananya penanganannya baru bisa dilakukan tahun depan. Sebab, pemerintah daerah tidak bisa menganggarkan pada APBD Perubahan 2019. Kepala Dinas PUPR Karangasem Nyoman Sutirtayasa didampingi Kabid Bina Marga Ketut Prama Budarta, Jumat (2/8) kemarin, mengatakan pihaknya belum berani memasang anggaran penanganan fisik berupa pembangunan jembatan Subagan-Asak pada APBD Perubahan 2019. Sebab, penanganan jembatan itu memerlukan waktu cukup lama, minimal tiga sampai empat bulan. “Dalam APBD Perubahan, kami sementara hanya menyiapkan perencanaan. Sehingga, tahun depan sudah bisa dilakukan pengerjaan,” katanya. Rencananya, jalan kabupaten yang menghubungkan kedua desa ini, akan menelan anggaran Rp 1,4 miliar. Dananya bersumber dari APBD Karangasem. “Kami mohon masyarakat bersabar, karena sesuai mekanisme tidak bisa dilakukan tahun ini,” tegasnya. Diterjang Banjir Jembatan Subagan-Asak
ini, ambruk setelah diterjang banjir pada 9 Februari lalu. Awalnya, di bawah jembatan itu sudah tergerus air sungai yang cukup deras, setelah terjadi curah hujan yang tinggi pada Januari-Februari. Jembatan ini seketika ambruk dan memutus akses jalan dari dua arah dikarenakan penahan beban di bawah jembatan itu, sudah tidak kuat menahan beban di atasnya. Akhirnya, jembatan yang baru berusia kurang dari empat tahun ini ambruk. Proyek jembatan itu dikerjakan oleh rekanan dari CV Serba Guna tahun 2015. Sesuai Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) nomor :602.1/642/BM-DPU/2015. Pengerjaan fisik saat itu tidak hanya pada jembatan, namun juga pada proyek irigasi di barat jembatan itu sepanjang sekitar 200 meter. Sehingga, akses jalan itu kini nampak lebih lebar dari sebelumnya. Salah satu warga, Ketut Indra, berharap proses perbaikan ini segera bisa dilakukan. Sebab, jembatan ini banyak dimanfaatkan pengguna jalan sebagai akses alternatif. Saat ini, agar bisa dilalui pengguna jalan, kedua akses jalan itu dihubungkan dengan jembatan kayu. Sesungguhnya, jembatan kayu itu diperuntukkan bagi pejalan kaki. Tetapi, juga dimanfaatkan oleh pengguna sepeda motor. (kmb31)
Bali Post/kmb31
JALAN RUSAK - Salah satu pengunjung pasar saat menghindari kubangan di akses jalan dari barat, yang rusak berat.
Akses Jalan Pasar Subagan Rusak Berat
Amlapura (Bali Post) Menjelang hari raya Kuningan, Pasar Rakyat Subagan, dibanjiri pembeli. Masyarakat banyak membeli kebutuhan sarana upakara sejak Kamis malam hingga Jumat (2/8) pagi kemarin. Namun, akses jalan pasar ini nampak masih rusak berat. Sempat dilakukan tambal sulam menggunakan sirtu. Tetapi, materialnya sudah hanyut dibawa air hujan. Akibatnya, kembali meninggalkan lubang menganga. Pantauan di lapangan, Jumat kemarin, kerusakan akses jalan paling parah terjadi dari arah barat. Sesungguhnya, akses jalan ini sebagai akses ke luar pasar. Tetapi, banyak dimanfaatkan pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat sebagai akses masuk. Padahal, di depannya sudah dipasang tanda lalu lintas larangan masuk dari barat. Sepanjang jalan ini, setiap harinya cukup krodit. Terlebih menjelang hari raya. Selain karena mobil kerap masuk dari arah barat, sepanjang jalan itu juga penuh dengan kompleks pertokoan pribadi hingga pedagang ayam yang setiap hari ramai pembeli. Ketika situasi pasar ramai, maka akses jalan ini juga penuh dengan parkir kendaraan. Meski sudah disiapkan halaman parkir baru,
namun itu tidak cukup menampung seluruh kendaraan masyarakat. “Kalau sudah hari raya pasti krodit. Selain karena jalan rusak, kendaraan roda empat juga masuk dari barat dan timur (dua arah),” kata salah satu pengunjung pasar, Nengah Sudiarsa. Terkait kerusakan akses jalan itu, sejumlah pedagang setempat sudah menyampaikan kepada pihak Pengelola Pasar Rakyat Subagan. Dikatakan, pihak pengelola pasar sudah berulang kali mengusulkan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Sejauh ini, usulan tersebut belum ditindaklanjuti. Para pedagang juga mengaku menyampaikan keluhan tersebut, agar segera dapat perbaikan. “Kami dan masyarakat diminta agar terus bersabar. Sebab, kerusakan akses jalan ini tentu akan segera ditangani,” kata salah satu pedagang, Nengah Wiraguna. Keluhan juga disampaikan kepada Dinas Perhubungan, untuk mengatur arus lalu lintas yang kerap krodit di sana. Terutama, banyaknya kendaraan yang justru masuk dari arah barat. Rekayasa lalu lintas sebagai akses masuk dan ke luar pasar, perlu diatur kembali. Hal itu penting agar pengunjung lebih nyaman saat berkunjung ke Pasar Rakyat Subagan itu. (kmb31)
Bali Post/kmb31
JEMBATAN KAYU - Seorang pengendara sepeda motor saat melintasi jembatan kayu, yang menghubungkan Subagan-Asak. Jembatan ini sudah putus sejak Februari lalu.
Edukasi Tanggap Bencana
Bupati Mas Sumatri Siap Fasilitasi Pasebaya
Amlapura (Bali Post) Setelah Gunung Agung tak lagi reaktif, Pasebaya (Pasemetonan Jagabaya) Gunung Agung, mengumpulkan seluruh relawannya di Posko Induk Tanggap Bencana, di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Jumat (2/8) kemarin. Melalui kesempatan itu, Pasebaya memanfaatkannya untuk memberikan pembekalan atau edukasi kepada seluruh relawan. Tujuannya, agar selalu siap dalam penyebarluasan informasi kepada warga daerah terdampak. Di tengah kegiatan itu, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri, juga berkesempatan hadir. Kehadiran Bupati memanaskan situasi secara politik menjelang Pilkada. Isu terus berkembang, atas ketertarikan Bupati Mas Sumatri tandem dengan Ketua Pasebaya, Gede Pawana. Di tengah para relawan, Pawana menyampaikan pihaknya ingin seluruh relawannya selalu siaga dan waspada terhadap segala situasi yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Agung. “Meski aktivitas Gunung Agung landai, namun program edukasi harus tetap berjalan,” kata Pawana. Pawana di hadapan Bupati Mas Sumatri juga mengharapkan bantuan dari pemerintah daerah berupa sarpras edukasi daerah terdampak erupsi Gunung Agung. Hal itu penting demi memudahkan koordinasi dan kinerja Pasebaya Gunung Agung di Karangasem. Pada kesempatan itu, Bupati Mas Sumatri memuji setinggi langit
kinerja Pasebaya sebagai relawan terus melakukan proses edukasi kepada warga. Bupati berharap, semangat itu tetap dipertahankan. Eksistensi relawan itu memang senantiasa hadir terdepan dalam berperan mencegah dampak lebih besar bencana erupsi Gunung Agung. Bupati Mas Sumatri juga mengatakan, meskipun ini merupakan kelompok sukarela, pemerintah daerah, kata Bupati siap menerima aduan maupun masalah yang dihadapi Pasebaya Gunung Agung.
Termasuk, soal kebutuhan sarpras untuk menunjang seluruh kegiatan di lapangan. “Bila ada masalah, jangan sungkan-sungkan bicara langsung dengan pemerintah daerah. Kami akan bantu semaksimal mungkin. Jangan biarkan kelompok relawan ini sampai mengendap, hancur, bahkan hilang dari Karangasem,” pintanya. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali Made Rintin menambahkan, jajaran BPDB Bali juga siap turun tangan membantu mengatasi kesuli-
tan dan juga membantu pelaksanaan edukasi dan evakuasi bagi Pasebaya Karangasem. Ini sebagai bagian tugas melindungi dan mengamankan masyarakat. “Kami jajaran BPBD Bali siap melakukan yang terbaik untuk memaksimalkan kinerja Pasebaya Gunung Agung. Saat ini, kami telah mendata secara riil masyarakat terdampak di Karangasem untuk memudahkan edukasi dan evakuasi,” ungkapnya. Pasebaya dideklarasikan 17 November lalu. Tujuannya
untuk memberikan informasi kepada warga, khususnya di 28 desa. Melalui informasi yang diterima warga di wilayah terpapar diharapkan dapat mengurangi dampak bencana erupsi Gunung Agung itu. Melalui jejaring Pasebaya ini, informasi keberadaan Gunung Agung lebih akurat. Apalagi saat ini didukung 727 relawan aktif di lapangan. Di samping ada akses bantuan jejaring melalui radio komunikasi, Pasebaya juga menggunakan jalur komunikasi aplikasi Whatsapp. (kmb31)
Bali Post/kmb31
BERTEMU RELAWAN - Bupati I Gusti Mas Sumatri saat bertemu relawan Pasebaya Gunung Agung.
PDI-P Mulai Bangun Koalisi
Sepakat dari Parlemen Sampai Pilkada 2020 Setelah mampu memenangkan Pileg, PDI-P Karangasem langsung bermanuver membangun koalisi besar. Tidak tanggung-tanggung, PDI-P menggandeng Partai Golkar, Hanura, Perindo. Sejauh ini, koalisi empat partai ini sepakat dalam satu visi pembentukan AKD (Alat Kelengkapan Dewan) di lembaga DPRD Karangasem. Bahkan, terbangunnya koalisi itu membuka peluang besar berlanjut sampai hajatan Pilkada Karangasem September 2020. Bagaimanakah format visi koalisi itu, apa sekadar pada Alat Kelengkapan Dewan atau hingga hajatan Pilkada yang sudah di ambang pintu? KESEPAKATAN koalisi empat partai itu tercapai pada Penampahan Kuningan, Jumat (2/8) kemarin. Gong kesepakatan disetujui di kediaman pribadi Ketua DPC PDI-P Karangasem I Gede Dana, Banjar Dukuh, Padangkerta, Karangasem. Pertemuan dihadiri Gede Dana didampingi Sekretaris DPC Wayan Sudira, Bendahara Made Ruspita dan sejumlah simpatisan. Sementara dari Partai Golkar hadir Plt. Ketua DPD II Partai Golkar Karangasem I Gusti Ngurah Setiawan, kader Golkar I Nengah Sumardi yang juga Ketua DPRD Karangasem, anggota Fraksi Golkar Nyoman Sumadi, kader militan
Wayan Sekep, serta Wayan Putu. Sementara dari Perindo, Sekjen Perindo Provinsi Bali Nyoman Widana, kemudian dari Hanura Wakil Ketua DPC Hanura Karangasem Nyoman Ginantra Artana, serta hadir kader Hanura Nyoman Celos. Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan. Format terlihat santai karena sambil mebat dan makan bersama. Gede Dana menyampaikan, suasana menjelang Kuningan ini menjadi momen tepat membangun komunikasi dan kesepakatan. Menurutnya, ini menjadi awal yang baik bersama-sama membangun Karangasem. “Penjajakan koalisi sudah
lama. Ada lewat pertemuan informal, ada saling telepon. Akhirnya, hari ini sudah pada tahap pertemuan dan kesepakatan. Selanjutnya, kami sepakat dalam penyusunan bersama AKD,” kata Gede Dana. Gusti Setiawan menambahkan, pihaknya sepakat dalam koalisi ini karena ada kesamaan visi dan misi, yakni memajukan Karangasem, dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat. Demikian pula Nyoman Widana, yang mengaku satu visi dengan PDI-P dan partai lainnya. Tokoh asal Gegelang, Manggis itu mengatakan, dari Perindo sudah ada instruksi pimpinan
pusat, bahwa koalisi pendukung Jokowi-Amin, tetap dilanjutkan sampai ke tingkat daerah. Dari Legislatif hingga Pilkada Sejauh ini, koalisi empat partai ini baru melakukan pembahasan intensif koalisi di legislatif Karangasem. Sebab, waktu pelantikan DPRD Karangasem sudah dekat, pada 15 Agustus ini. Usulan AKD juga sudah harus disiapkan. Sejauh ini baru ada empat partai yang sepakat berkoalisi. Baik Gede Dana, Gusti Setiawan dan elite partai lainnya, tidak menutup kemungkinan kalau nantinya
Bali Post/gik
MEMBANGUN KOALISI - Para elite partai politik, PDI-P, Golkar, Hanura, dan Perindo saat sepakat membangun koalisi di kediaman pribadi Gede Dana.
ada tambahan, asalkan punya visi yang sama. Disinggung mengenai kelanjutan koalisi ini, mengingat Pilkada Karangasem sudah dekat, baik Gede Dana, Gusti Setiawan dan elite parpol koalisi lainnya, menegaskan, tidak menutup kemungkinan akan berlanjut ke agenda besar Pilkada. Meski diakui belum ada pembahasan intensif soal itu. Pasalnya, masih fokus di legislatif. Justru, Gede Dana menegaskan, lewat koalisi ini, tidak hanya Pilkada Karangasem, bahkan sudah sampai pembicaraan bekerja sama untuk Pileg 2024. “Dengan koalisi empat partai ini, jumlah anggota DPRD koalisi kami sudah ada 28 orang dari total 45 kursi,’’ tegas Gede Dana. Usai pertemuan kesepakatan koalisi itu, Gede Dana langsung berangkat ke DPD PDI-P Bali, guna mengambil surat rekomendasi penugasannya sebagai Ketua DPRD Karangasem, sekaligus mengikuti pengarahan Ketua DPD. Gede Dana sukses mempertahankan 12 kursi dari 45 kursi di DPRD Karangasem, meski digempur partai penguasa yang berambisi merebut kursi Ketua Dewan. (gik)
KLUNGKUNG
12
Sabtu Kliwon, 3 Agustus 2019
’’Pujawali’’ Dalem Agung Pura Kawitan Pratisentana Sri Nararya Kresna Kepakisan Semarapura (Balipost) Bertepatan hari raya Kuningan, Sabtu (3/8) hari ini, Pratisentana Sri Nararya Kresna Kepakisan (PSNKK) melaksanakan pujawali di Pura Kawitan Dalem Agung yang terletak di Banjar Dukuh Nyuh Aya, Gelgel, Klungkung. Rangkaian pujawali diawali Jumat (2/8) sore, dengan melaksanakan pacaruan di utama mandala, dilanjutkan mendak Ida Batara dari penyimpanan, lanjut ke beji, kemudian dilaksanakan upakara ngiyas. Sebelum mendak Ida Batara juga diselenggarakan upacara pacaruan dan melaspas balai kulkul di madya mandala. Bertepatan hari raya Kuningan yang merupakan pujawali Ida Batara Kawitan, umat yang ingin melaksanakan persembahyangan sudah bisa dilakukan sejak pagi. Prosesi pujawali akan dilaksanakan pada pukul
11.00 Wita. Sementara itu, seiring banyaknya pratisentana Ida Batara yang akan melaksanakan persembahyangan, guna menjaga kenyamanan umat, maka panitia pujawali akan melaksanakan sistem kartu bagi pasemetonan PSNKK yang akan tangkil ke Pura Dalem Agung untuk melakukan persembahyangan. ‘’Kami sampaikan permakluman sehingga proses upakara dapat berjalan lancar,’’ kata Ketua Panitia Pujawali I Gusti Agung Made Budiara. Lebih lanjut dikatakan, untuk upacara panyineban akan diselenggarakan pada hari Selasa (6/8) sekitar pukul 16.00 Wita. Pasemetonan PSNKK yang belum sempat melakukan persembahyangan dapat melakukan saat berlangsungnya bhakti pangayaran selama tiga hari, dari hari Minggu (4/8) hingga Selasa (6/8). (kmb16)
SEMANGAT gotong royong warga Nusa Penida, Klungkung dalam memperbaiki jalan rusak menuju destinasi wisata patut diacungi jempol. Kali ini, beberapa kelompok warga lokal Nusa Penida, kembali melanjutkan perbaikan jalan secara swadaya terhadap sejumlah ruas jalan menuju destinasi wisata yang mengalami kerusakan parah. Perbaikan secara swadaya ini pun akan dilakukan di beberapa titik di ruas jalan di Sompang, Desa Bungamekar, Nusa Penida. “Rencananya, kami akan melanjutkan perbaikan beberapa titik jalan yang rusak di Sompang, Desa Bungamekar. Apalagi jalan tersebut sangat ramai dilewati wisatawan,” ujar Nengah Darmawan, salah seorang warga yang aktif menjadi koordinator perbaikan ruas jalan secara swadaya di Nusa Penida, Jumat (2/8) kemarin. Menurut Darmawan, sebelum hari raya Galungan lalu, pihaknya bersama masyarakat lainnya telah merampungkan
perbaikan jalan secara swadaya di Banjar Gelagah dan Banjar Behu, Desa Bungamekar. Setidaknya ada enam titik di ruas jalan yang berhasil diperbaiki warga secara swadaya. Tapi karena dananya terbatas, maka perbaikan dilakukan hanya di beberapa titik yang dianggap sangat berbahaya dan berpotensi menyebabkan kecelakaan. Dia pun berharap ke depan warga yang juga tergabung dalam kelompok penggiat pariwisata di Nusa Penida akan melakukan hal yang sama di ruas jalan Sompang Desa Bungamekar. Karena selama ini ruas jalan tersebut mengalami kerusakan parah. “Sudah ada rencana dari penggiat pariwisata Nusa Penida untuk menggagas perbaikan jalan secara swadaya di ruas jalan Sompang. Kami juga sudah minta izin ke Perbekel. Dana nanti dihimpun juga secara swadaya, bersama dengan penggiat pariwisata Nusa Penida,” katanya. (kmb)
Warga Perbaiki Jalan Secara Swadaya
Bali Post/ist
PUJAWALI - Prosesi menjelang pujawali di Pura Kawitan Dalem Agung yang terletak di Banjar Dukuh Nyuh Aya, Gelgel, Klungkung. Pujawali akan dilaksanakan Sabtu hari ini.
Berkas Kasus Geng Cewek Diserahkan ke Kejaksaan BERKAS kasus kekerasan terhadap Ni Ketut APP (15) yang melibatkan tiga remaja putri di Bukit Lingga, Desa Gunaksa, Dawan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Klungkung. “Kasusnya terus kami proses, berkasnya sudah saya tanda tangani. Serta sudah kami serahkan ke Kejari Klungkung untuk diteliti oleh jaksa,” ujar Kasat Reakrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan, Kamis (1/8).
Bali Post/kmb
PERBAIKI JALAN - Warga Desa Bungamekar Nusa Penida, Klungkung memperbaiki jalan menuju destinasi wisata.
Menurut Mirza Gunawan, polisi sudah upaya diversi karena melibatkan anak di bawah umur. Jika upaya diversi di kepolisian gagal, maka akan dilakukan di kejaksaan. “Pihak kejaksaan wajib juga melakukan upaya diversi. Jika gagal kembali akan dilakukan pengadilan,” katanya. Kata dia, jika berkas sudah dinyatakan lengkap, akan dilakukan penyerahan ketiga tersangka yang masih di bawah umur termasuk barang buktinya. Selama belum dilimpahkan, ketiga tersangka
yakni Komang P (16), P (16), dan Kadek KD (16) menjalani wajib kapor di Satreskrim Polres Klungkung setiap hari Senin dan Kamis. Diakuinya, ketiga tersangka tidak ditahan. Mengingat usianya yang masih belia sehingga dilakukan upaya diversi. “Ketiganya datang untuk wajib lapor sendiri. Tapi kadang juga diantar orangtua mereka,” ungkapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, dalam kasus ini Polres Klungkung telah mengamankan sembilan remaja
putri. Semuanya diamankan setelah video kekerasan mereka viral di media sosial. Mereka melakukan kekerasan yang sangat brutal mulai dari melakukan kekerasan fisik, persekusi, sampai nyaris menelanjangi korbannya. Mirisnya, kejadian tersebut terjadi di lokasi yang disakralkan masyarakat, yakni di Bukit Lingga, di Desa Gunaksa, Dawan, Klungkung. Posisinya juga berada di depan Pura Gunung Lingga. Tindakan kekerasan yang dilakukan sekelompok remaja
putri tersebut terjadi pada bulan Januari 2019 lalu. Namun, kasusnya baru dilaporkan karena video penganiayaan tersebut telah tersebar luas di media sosial. Setelah memeriksa satu per satu geng cewek tersebut, Satreskrim Polres Klungkung akhirnya menetapkan tiga tersangka dalam kasus kekerasan terhadap Ni Ketut APP (15). Bahkan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ketiganya dijerat dengan Pasal 80 jo Pasal 76 UU 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan penjara selama 3 tahun. Karena tersangka masih di bawah umur, penyelesaian kasus ini diupayakan diversi. Namun upaya diversi yang dilakukan
gagal di Polres lantaran orangtua korban menginginkan kasus tersebut berlanjut di pengadilan. (kmb)
AKP Mirza Gunawan
Pascapesta Miras, Pedagang Bendera Tewas
KELURAHAN Semarapura Tengah, Klungkung, heboh Jumat (2/8) pagi kemarin. Pasalnya, salah seorang penghuni kos-kosan di Jalan Kartini Gang II No. 7 ditemukan meninggal di kamar. Korban adalah Didin Alfat (40) asal Garut, Jawa Barat. Belum jelas apa penyebab Didin meninggal. Namun sebelum meninggal, pedagang bendera musiman ini sempat pesta miras jenis arak bersama rekan-rekannya. Kapolsek Klungkung Kompol Wayan Sarjana mengatakan, korban pertama kali ditemukan terbujur kaku oleh Agus, rekannya yang juga pedagang bendera musiman pukul 07.00 Wita. Kejadiannya berawal ketika
korban bersama empat rekannya yakni Ujang (34), Agus (35), Benny (30), dan Rai (29) datang ke Bali pada Senin (29/7) lalu untuk menjual bendera. Kebetulan korban bersama rekan-rekannya merupakan pedagang bendera musiman yang kerap berjualan bendera setiap menjelang Hari Kemerdekaan RI. Hampir setiap tahun, mereka datang ke Klungkung berjualan bendera dan indekos bersama di sebuah rumah kontrakan milik Ida Bagus Gede Ciko Anumana di Jalan Kartini Gang II No. 7. ‘’Setiap tahun, korban (Didin Alfat) berjualan bendera di Klungkung bersama rekanrekannya dari Garut. Selama
Bali Post/ist
KORBAN - Polisi sedang memeriksa jenazah korban.
menjual bendera, mereka juga langganan tinggal di rumah kos, di Gang II Jalan Kartini tersebut,’’ ujar Sarjana. Namun setelah tiba di Klungkung, Didin Alfat diketahui kerap mengeluh sakit kepala. Rekan-rekannya yang diajak tinggal satu kos pun sering melihat dia minum obat penghilang sakit kepala. Nah, setelah tiga hari berjualan bendera di Klungkung, korban bersama rekanrekannya membeli sebotol miras jenis arak di seputaran Galiran
pada Kamis (1/8) malam. Korban kemudian minum bersama hingga pukul 20.40 Wita. Setelah pesta miras, korban kemudian kembali ke kamar untuk beristirahat. Sedangkan rekannya yang lain melanjutkan minum arak yang dicampur dengan teh tersebut. Nah keesokan harinya, sekitar pukul 06.30 Wita, Didin Alfat ternyata tidak kunjung bangun dari tidurnya. Curiga terjadi sesuatu, rekan-rekannya kemudian terus
berusaha membangunkannya. Khawatir terjadi sesuatu, rekan-rekannya kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pemilik rumah kos, untuk selanjutnya diteruskan ke polisi. Kebetulan lokasi korban kos berada dekat dengan Mapolres Klungkung. ‘’Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, dan sudah dalam keadaan meninggal dunia. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,’’ jelas Sarjana. (kmb)
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Sabtu Kliwon, 3 Agustus 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Sgra Tnga wnita u/ catering & Rmh tngga serius 081238269053
B.BP.004.08.19.0000043
Anda Hotel Manager,min D3 Perhotelan, pglmn min 3th, terampil bkrj dgn tim.Mmbuat & mencapai trget,jjr, dsiplin mampu bkrja dgn OTA, Brjiwa pmimpin handal brkomuniksi. menguasai Bhs English bicara dan tulis. Lok.Canggu Seminyak Bali. CV paling lambat 10Aug19 : hrdshangrila@gmail.com
B.BP.004.08.19.0000044
Dicr Petugas Gdg Farmasi Pria, SMA,Tdk Merokok,Rajin.Lamaran: PT.BKS Jln.Bung Tomo V/14 Dps
B.BP.001.08.19.0000002
Spa Terapis,Pr, min.2th pnglmn Gd English,full time.Krm CV ke serenavillasseminyak@gmail.com B.BP.004.08.19.0000042
SERVICE
Cr PRT, Bs masak & Bhs.Inggris Sdh biasa dg anak, pny motor, Sen-Sab, 8 jam/hr, Gaji 3Jt, Seminyak, Hub.081805550680
B.BP.004.08.19.0000039
Dcr Terapist wanita pengalaman Canggu 08113804020
Dibutuhkan Manager Koperasi,HR Menarik n Proposional,Syrt Phm Akuntansi,Tertib Adm,Teamwork Hub:tugasbali@yahoo.com B.BP.001.08.19.0000006
Dicari Reservation staff utk Trv Agent min.2 thn pengalaman di bidang yg sama. Umur mak.30 thn. Send CV to: Chobalistar@gmail.com B.BP.004.08.19.0000016
Urgent Vacancy: Taksu Spa&Rest Ubud:Spa Receptionist.min exp. 2 yrs. Speak English good. Performance,ready to work.Pls send your CV to: hrd@taksuspa. com or call:0361-971490 B.BP.004.08.19.0000021
Dibutuhkan Tenaga Serabutan Hub.(0361) 4761494
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818
SERVICE
SERVICE
B.BP.004.07.19.0000904
G.01
B.BP.001.07.19.0000971
Villa Seminyak Housekeeping pengalaman SMS 081999882123 B.BP.004.08.19.0000040
DIJUAL MOBIL HONDA
Jual Mbl Jazz RS th 2013 Wrn.Pth Metik 082145717821
B.BP.004.08.19.0000047
PROPERTY KOST
Terima Kost Jl.Kenanga No.6Dps KM.Dalam,Shower,H.082340982898 B.BP.001.07.19.0000969
PROPERTY DIJUAL TANAH
BUC Dijual Tanah 2Are Lokasi Guagon Bukit Hub:081338008522 B.BP.001.08.19.0000032
Jual Kav SHM 480M2 3,6M(Nego) Jimbaran Tmn.Griya-08119707272 B.BP.004.08.19.0000041
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
BANGLI
14
Sabtu Kliwon, 3 Agustus 2019
Tiga Destinasi Wisata akan Dipungut Retribusi Bangli (Bali Post) – Pemkab Bangli berencana memperlakukan tiga destinasi wisata di Bangli yang belakangan ini naik daun, seperti Desa Penglipuran. Pemerintah akan memungut retribusi di tiga destinasi itu untuk menambah pendapatan daerah. Hal itu disampaikan Bupati Bangli I Made Gianyar di DPRD Bangli, belum lama ini. Tiga destinasi yang dimaksud yakni Air Terjun Tukad Cepung, Twinhill, dan Tirta Sudamala. Menurut Made Gianyar, ketiga tujuan wisatawan ini sangat booming belakangan. Tingkat kunjungan wisatawannya luar biasa ramai. “Saya sudah perintahkan Disparbud untuk melakukan kajian regulasi agar objek wisata yang sudah booming itu bisa kita perlakukan sama dengan Penglipuran untuk jadi sumber pendapatan daerah,” terangnya. Made Gianyar mengatakan, upaya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) saat ini menjadi suatu keharusan. Sebab, semua dana yang dikucurkan oleh pusat untuk daerah saat ini dibatasi. Yang bisa dilakukan Pemkab Bangli untuk meningkatkan PAD yaitu dengan ekstensifikasi dan intensifikasi. Contoh upaya ekstensifikasi yakni dengan meregulasi tiga destinasi wisata yang booming tersebut untuk sumber pendapatan daerah. Sementara intensifikasi dimaksudkan guna memaksimalkan pendapatan dari objek wisata yang ada. Misalnya Kintamani, untuk meningkatkan pendapatan dari objek wisata ini, upaya yang dilakukan dengan meningkatkan retribusi wisatawan dari Rp 30 ribu saat ini menjadi Rp 50 ribu per orang. Dijelaskannya, sejak dibentuknya badan pengelola wisata di Kintamani, pendapatan yang diperoleh dari retribusi wisatawan hingga Juni lalu mencapai Rp 14 miliar. Setara dengan pendapatan selama satu tahun pada tahun sebelumnya. Pendapatan dari retribusi wisatawan Kintamani tahun ini ditargetkan menembus Rp 25-27 miliar. “Jumlah itu masih bisa didorong lagi,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, Made Gianyar juga mengharapkan kepada seluruh anggota dewan untuk memberikan masukan terkait objek wisata lainnya yang bisa digarap pemerintah untuk peningkatan pendapatan. “Kalau dewan menemukan potensi wisata lainnya yang belum saya ketahui, mohon masukannya. Kita tidak ada pilihan lain, selain meningkatkan PAD,” ujarnya. (kmb40)
Pakaian untuk Pelantikan Dewan Belum Ditentukan
Bangli (Bali Post) Pelantikan anggota DPRD Bangli periode 2019-2024 akan digelar 12 Agustus mendatang. Meski tinggal hitungan hari, hingga saat ini, Sekretariat DPRD Bangli belum menentukan pakaian apa yang akan digunakan para anggota dewan saat acara pelantikan nanti. Sekretaris DPRD Bangli A.A. Panji Awatarayana saat diminta konfirmasinya Jumat (2/8) kemarin menyatakan, pihaknya masih berkoordinasi dengan pimpinan DPRD dan fraksi-fraksi terkait pakaian yang digunakan saat acara pelantikan. Apakah menggunakan pakaian sipil lengkap (PSL) atau pakaian adat Bali seperti yang direncakan di kabupaten lainnya. “Belum kami tentukan. Kami masih koordinasi dulu,”
ujarnya, Jumat kemarin. Yang sudah pasti, lanjut Agung Panji, agenda pelantikan anggota dewan akan digelar 12 Agustus. Mundur sehari dari tanggal pelantikan anggota DPRD lima tahun lalu. Pelantikan diundur karena tanggal 11 Agustus merupakan hari libur. Menjelang acara pelantikan, pihaknya sudah melakukan sejumlah persiapan. Misalnya menggelar rapat panitia internal untuk menyiapkan memori pimpinan, kesiapan konsumsi, gedung, dan lainnya. Sementara rapat dengan lintas sektoral akan dilakukan dalam waktu dekat. Acara pelantikan yang dilaksanakan di Gedung DPRD Bangli akan dihadiri 250-300 orang tamu undangan. Menjelang digelarnya acara pelantikan, pihak Setwan merencanakan merehab sejumlah bagian gedung dewan yang rusak. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, anggaran yang disiapkan untuk membiayai acara pelantikan DPRD Bangli periode 2019-2023 mencapai Rp 600 juta. Anggaran ini dipergunakan untuk membiayai beberapa pos kegiatan, di antaranya pengadaan pakaian sipil lengkap (PSL) bagi 30 anggota dewan yang akan digunakan saat pelantikan. Untuk pengadaan satu stel PSL disiapkan anggaran Rp 4 juta. Jika dikalikan seluruh jumlah anggota dewan, total anggaran untuk pengadaan PSL mencapai Rp 120 juta. (kmb40)
WNA Tersesat di Hutan Bangli (Bali Post) Dua orang warga negara asing (WNA) dilaporkan tersesat di tengah hutan di kawasan Kintamani lantaran salah jalan saat mengikuti petunjuk Google Maps. Kedua wisatawan asal Belgia yang hendak pulang ke tempat tinggal sementaranya di Buleleng itu, ditemukan dalam keadaan selamat oleh pihak kepolisian bersama warga di hutan perbatasan antara Desa Pinggan dan Desa Belandingan. Dua WNA itu masing-masing bernama Derro Louise Maelyss B. (22) dan Verhaegha Emma Marthe M. (21). Sebagaimana laporan yang diterima Polsek Kintamani, kedua turis wanita itu berencana kembali ke Tejakula, Buleleng, usai mendaki Gunung Batur pada Kamis (1/8) sekitar pukul 12.00 Wita. Mereka kemudian melalui jalan raya Desa Songan menuju Pinggan dengan mengikuti petujuk dari aplikasi Google Maps. Apesnya, bukannya sampai ke tempat yang dituju, keduanya malah tersesat di hutan. Keduanya salah arah karena melalui jalan yang biasa digunakan untuk jalur offroad yang kondisinya ekstrem dan berpasir. Menyadari dirinya tersesat, mereka langsung menghubungi temannya, Ketut Kurniati, dan memberi tahu posisinya dengan cara mengirimkan lokasi keberadaannya. Oleh Kurniati, hal itu kemudian dilaporkan ke Polsek Kintamani. Menindaklanjuti laporan tersebut, tiga anggota Polsek Kintamani dibantu warga Desa Siakin berupaya melakukan pencarian di kawasan hutan sesuai lokasi terakhir yang dibagikan. Sekitar pukul 19.30, kedua korban akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Jumat (2/8) kemarin, menyatakan kedua WNA tersebut sudah diajak kembali ke Desa Tejakula oleh pelapor. Sementara sepeda motor korban belum bisa dievakuasi karena saat itu situasi sudah gelap dan cuaca berkabut. ‘’Rencananya motor korban akan dievakuasi hari ini,’’ kata Sulhadi. (kmb40)
Bali Post/ist
TEMUKAN - Petugas dan warga berhasil menemukan dua WNA yang tersesat di hutan Kintamani.
Bali Post/ist
SPANDUK - Sebuah spanduk dipasang warga di areal hutan di wilayah Desa Kintamani.
Jadi Tempat Pembuangan Sampah
Hutan di Kintamani Dipasangi Spanduk dan ’’Tedung’’ Bangli (Bali Post) – Pembuangan sampah di kawasan hutan di wilayah Kintamani hingga saat ini masih cukup marak terjadi. Hal itu tampak dari banyaknya tumpukan sampah di sejumlah titik hutan. Salah satunya di wilayah Dusun Kayu Kapas, Desa Kintamani. Untuk menghentikan perilaku oknum yang membuang sampah sembarangan ke hutan, beberapa warga setempat berinisiatif memasangi lokasi dengan spanduk dan tedung. P e rb e ke l De sa Kint a mani Wayan Sutama tak menampik bahwa sejumlah titik hutan di Kintamani selama ini dijadikan tempat pembuangan sampah oleh oknum tak bertanggung jawab. Menurutnya, oknum warga yang selama ini membuang sampah ke hutan tidak semuanya dari Desa Kintamani, namun banyak dari
luar desanya. ‘’Kondisi ini sudah terjadi cukup lama, telah bertahun-tahun,’’ ungkapnya ketika diminta konfirmasi, Jumat (2/8) siang kemarin. Disebutkannya, selain di hutan yang ada di wilayah Banjar Kayu Kapas, lokasi lainnya yang selama ini dijadikan tempat pembuangan sampah yakni areal hutan di depan SD 1 Kintamani, hutan
di depan masjid, di depan Pura Tenten, di simpang tiga Padang Mun, dan di jalan raya Paket. Untuk menekan perilaku warga membuang sampah sembarangan ke hutan, upaya yang dilakukan dengan terus memberikan imbauan baik dari pihak desa maupun pihak kehutanan. Beberapa warga yang peduli dengan lingkungan, bahkan ada yang berinisiatif memasang spanduk imbauan seperti yang dilakukan di dekat hutan di wilayah Banjar Kayu Kapas. Sebuah spanduk memanjang bertuliskan ‘’Hindu Bersih OK’’ dipasang dua warganya yakni I Wayan Sudiasa dan Ketut Patrem dua hari lalu. ‘’Hara-
pannya agar tidak lagi ada warga yang buang sampah sembarangan di sana,’’ terang Sutama. Menurutnya, tidak adanya fasilitas bak sampah dan pelayanan pengangkutan sampah dari pemerintah menjadi salah satu penyebab maraknya warga yang membuang sampah sembarangan. Pelayanan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangli tidak sampai ke seluruh wilayah di Kintamani. Mereka hanya menyasar jalan-jalan umum, itu pun terbatas sampai di Pasar Tenten. ‘’Sudah sering saya minta agar sampai ke desa. Kami sebenarnya sepakat kalau memang harus ada
uang transpor. Kami siap biar sampah yang ada di desa diangkut,’’ jelasnya. Oleh karena harapan pelayanan pengangkutan sampah belum bisa dipenuhi pihak DLH, pihaknya di desa merencanakan melakukan pengadaan beberapa bak sampah dan satu unit armada pengangkut sampah. Pengadaan akan dilakukan menggunakan dana desa (DD) pada tahun 2020. Berdasarkan informasi yang didapatnya, pengadaan satu unit armada pengangkut sampah membutuhkan biaya Rp 420 juta. ‘’Nantinya bak sampah yang kami adakan akan disebar ke sejumlah titik,’’ imbuh Sutama. (kmb40)
Pilkel Desa Abuan Sepi Peminat
Bangli (Bali Post) Pemilihan perbekel (pilkel) di Desa Abuan, Kecamatan Susut sepi peminat. Selama masa pendaftaran dibuka, tak satu pun bakal calon yang mendaftar. Atas kondisi itu, pihak panitia pemilihan akan memperpanjang masa pendaftaran bakal calon hingga bulan September mendatang. Ketua Panitia Pilkel Desa Abuan I Wayan Koyan yang dihubungi Jumat (2/8) kemarin mengatakan, sesuai jadwal, pendaftaran bakal calon telah dibuka sejak 15 Juli sampai 1 Agustus 2019. Hingga masa pendaftaran ditutup, tidak ada bakal calon yang mendaftarkan diri. Ia tak bisa menjelaskan penyebab nihilnya bakal calon yang mendaftar. Menurutnya, kemungkinan bakal calon yang akan maju bertarung dalam Pilkel Abuan masih saling ‘’intip’’. ‘’Bakal calon pasti ada, tapi mungkin masih sama-sama menyusun strategi,’’ ungkapnya. Oleh karena nihil pendaftar, maka sesuai aturan, pihaknya akan memperpanjang masa pendaftaran bakal calon. Perpanjangan masa pendaftaran akan dibuka 16 Agustus hingga 4 September 2019. Jika dalam masa perpanjangan pendaftaran tetap tidak ada bakal calon yang mendaftar, kekosongan jabatan perbekel nantinya akan diisi penjabat (pj) oleh Pemkab Bangli. Sementara kalau hanya ada
calon tunggal, pemilihan perbekel dilakukan dengan musyawarah mufakat atau pemungutan suara melalui opsi setuju atau tidak setuju. Menurut Koyan, pada pilkel terakhir enam tahun lalu, dua calon bertarung memperebutkan posisi perbekel. Kedua calon masingmasing berasal dari Banjar Dinas Sala dan Banjar Dinas Abuan. ‘’Enam tahun lalu tidak sesepi ini,’’ ujarnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyara-
kat Desa (PMD) Kabupaten Bangli Dewa Bagus Riana Putra saat diminta konfirmasinya, belum bisa menyebutkan secara pasti berapa desa yang nihil bakal calon. Ia mengaku belum sempat merekap laporannya. Namun, dari laporan sementara yang diterimanya, desa yang nihil bakal calon perbekel adalah Desa Langgahan, Kintamani. ‘’Mengenai apa penyebabnya, saya kurang tahu. Yang pasti kami sudah umumkan tahapan pilkel
dengan baik,’’ terangnya. Dijelaskannya, dalam tahap pilkel serentak terdapat masa perpanjangan pendaftaran bagi desa-desa yang masih nihil bakal calon. Jika selama masa perpanjangan hanya ada calon tunggal yang memenuhi persyaratan untuk menjadi calon perbekel, pelaksanaan pemilihan perbekel dilakukan dengan musyawarah mufakat. Dalam pelaksanaan musyawarah tersebut, ketentuannya paling sedikit
2/3 masyarakat yang memiliki hak pilih wajib hadir. ‘’Tidak boleh tidak hadir,’’ sebutnya. Sementara jika nihil calon, akan ditetapkan penjabat untuk mengisi kekosongan posisi perbekel. Pilkel serentak di Bangli tahun ini akan diikuti 50 desa. Sesuai jadwal, tahap pemungutan suara (pencoblosan) akan berlangsung 3 Oktober. Selanjutnya, pelantikan perbekel terpilih dijadwalkan 12 Desember. (kmb40)
OLAHRAGA
Sabtu Kliwon, 3 Agustus 2019
15
Piala AFF U-15
Indonesia Kalahkan Filipina 4-0
Chonburi – Indonesia berhadapan dengan Filipina di matchday keempat Piala AFF U-15. Garuda menang telak dengan skor 4-0. Bertanding di Chonburi Campus Stadium 1, Thailand, Jumat (2/8) kemarin, Indonesia mengurung pertahanan Filipina sejak menit pertama. Kerja keras Indonesia baru berbuah hasil di menit ke-25. Marselino Ferdinan melesakkan gol lewat tembakan voli keras dari luar kotak penalti. Indonesia cuma butuh lima menit untuk menggandakan skor. Melalui penetrasi Alex Kamuru di sisi kanan, bola diteruskan ke Wahyu Agung, yang menuntaskannya dengan gol. Pada menit ke-38, Indonesia mendapatkan hadiah penalti setelah Diandra Diaz dijatuhkan pemain Filipina. Marcell Januar Putra, yang maju sebagai eksekutor men-
gubah skor menjadi 3-0. Hasil itu bertahan hingga turun minum. Di babak kedua, Filipina masih dalam tekanan Indonesia. Meski terus menyerang, Indonesia baru bisa mencetak gol di menit ke-65. Ruy Arianto melepaskan tembakan dari jarak dekat, namun bola mengenai tiang gawang. Bola rebound kembali jatuh di kakinya untuk kemudian diumpan ke Alexandro Kamuru, yang dituntaskannya menjadi gol. Unggul 4-0 tak membuat Indonesia mengendurkan
serangan. Tim besutan Bima Sakti terus menekan, namun tak ada gol tambahan hingga laga tuntas. Kemenangan ini membuat Indonesia untuk sementara naik ke puncak klasemen Grup A Piala AFF U-15 dengan 10 poin. Posisi Indonesia bisa kembali turun jika Timor Leste mengalahkan Singapura di malam hari nanti. Untuk Filipina, kekalahan dari Indonesia tak berarti apa pun. Sebelum laga ini mereka sudah dinyatakan tersingkir dengan poin nol. (kmb33/ ant)
Piala Super Eropa
GOL - Pemain timnas Indonesia U-15 merayakan gol yang dicetak Marselino Ferdinan ke gawang Filipina, Jumat (2/8) kemarin.
Liverpool Vs Chelsea Dipimpin Wasit Wanita
Istanbul – Stephanie Frappart akan menjadi wasit di Piala Super Eropa yang mempertemukan Liverpool vs Chelsea. Ini akan menjadi sejarah baru. Piala Super Eropa akan berlangsung di Istanbul pada Kamis (15/8) nanti. Ini akan menjadi pertama kalinya seorang ofisial wanita memimpin pertandingan di kompetisi pria level Eropa. Pada bulan Juli, Stephanie mendapat kehormatan untuk menjadi wasit final Piala Dunia Wanita antara Amerika Serikat kontra Belanda di Lyon. Dia juga sempat memimpin semifinal Piala Eropa Wanita 2017, yang mempertemukan Belanda dengan Inggris. Stephanie yang berasal dari Prancis
Thailand Open
tas. Saya senang bahwa Stephanie Frappart telah ditunjuk untuk memimpin di Piala Super Eropa tahun ini, bersama dengan asisten wasit Manuela Nicolosi dan Michelle O’Neal,’’ kata Presiden UEFA Aleksander Ceferin, Jumat (2/8) kemarin. (kmb33/afp)
Kevin/Marcus Tersingkir di Perempatfinal
Bangkok – Kevin Sanjaya Sukamuljo/ Marcus Fernaldi Gideon gagal melaju ke semifinal Thailand Open 2019. Mereka disingkirkan ganda Jepang Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe.
sempat mencuri kemenangan gim kedua 17-21, 21-19, 14-21. Kekalahan itu membuat skor head to head Kevin/Marcus dan Endo/Watanabe imbang 2-2. Kevin/Marcus juga belum bisa menyamai rekor Ratch-
Dalam pertandingan di Indoor Stadium Huamark, Bangkok, Jumat (2/8) kemarin, Kevin/ Marcus menyerah dari Endo/ Watanabe lewat laga tiga gim. Minions menyerah kendati
anok Intanon sebagai pemilik tiga gelar juara turnamen BWF dengan level 500 atau di atasnya dalam tiga pekan beruntun. ‘’Lawan main sangat bagus, enggak gampang mati. Di gim ketiga kami benar-benar keha-
Mangupura (Bali Post) Atlet lompat tinggi Badung I Gede Antara sukses mendulang medali emas dengan lompatan 208 cm pada Kejurnas Atletik di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jabar, Kamis (1/8) lalu. Sementara atlet putri Badung Ni Made Eppi Wilantika harus puas merebut medali perak dengan lompatan 162 cm pada Jumat (2/8) kemarin. Antara diberi kesempatan melompat setinggi 212 cm, namun gagal. Yang membanggakan, Antara mampu mengalahkan atlet Pelatnas Rizky (DKI) yang meraih medali perak dengan lompatan 204 cm, dan medali perunggu diraih Ari Desman (Sumbar) dengan lompatan 195 cm. Di sektor putri, medali emas disabet Sinta
Adela (Jatim) dengan lompatan 165 cm. Kemudian perak direbut Eppi dan medali perunggu diraih Hani Rufiqoh (Jateng) dengan lompatan 150 cm. Pelatih lompat tinggi Badung Ketut Gede Widiana yang dikontak kemarin menegaskan sejauh ini pihaknya belum tahu apakah Gede Antara masuk skuad Timnas SEA Games atau tidak. Alasannya, limit yang dipakai SEA Games 214 cm, sementara hasil kejurnas ini belum ada yang memenuhi syarat. ‘’Padahal, kejurnas ini puncak penampilan atlet dibandingkan event sebelumnya,’’ ungkap Widiana. Di sisi lain, Widiana mengakui Eppi mengalami cedera engkel kiri. Bahkan, Eppi mengganti sepatu baru, dua pekan menjelang kejurnas. ‘’Kemungkinan, Eppi belum nyaman dengan sepatu barunya,’’ tutur Widiana. Ke depan, Eppi segera pu-
bisan tenaga, jadi serangannya tidak menekan dan lain-lain masih banyak yang kurang juga. Enggak apa-apa, yang penting kami tahu kesalahannya di mana dan belajar lagi untuk ke depannya,’’ kata Kevin. ‘’Bedanya Endo/Watanabe dengan pasangan Jepang yang lain, mereka bermain lebih safe. Kurang lebih sama dengan pasangan Jepang yang lain, tapi yang ini lebih safe dan tekanan dari kaminya kurang, harusnya di gim pertama tadi kami bisa ambil,’’ katanya. Marcus juga mengapresiasi penampilan lawan. Dia mengakui stamina kurang bagus saat memasuki gim ketiga. ‘’Pasti capek, kami mainnya ramai terus. Tapi, ini enggak
bisa dijadikan alasan juga, kan tiap hari latihan. Memang lawan bermain bagus,’’ ujarnya. ‘’Pasti tenaganya agak kurang, kami harus lebih sabar main sama mereka, karena enggak mudah dimatikan. Seharusnya kami jangan terlalu buru-buru,’’ Marcus menegaskan. Usai kekalahan itu, Kevin/ Marcus berfokus menatap Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2019 yang dilangsungkan Agustus. ‘’Puas sih, dalam tiga turnamen kami dapat dua gelar, itu lebih dari cukup buat kami. Lebih baik kami fokus ke Kejuaraan Dunia,’’ tutup Kevin. (kmb33/afp)
Antara Dulang Emas, Eppi Perak
akan didampingi oleh Manuela Nicolosi dari Perancis dan Michelle O’Neal dari Republik Irlandia. Kedua asisten wasit itu samasama wanita dan bertugas di final Piala Dunia Wanita, Juli lalu. Cuneyt Cakir dari Turki akan bertugas menjadi ofisial keempat. ‘’Saya telah mengatakan dalam banyak kesempatan bahwa potensi sepak bola wanita tidak memiliki ba-
Atlet Porprov Pemanasan di Piala Danrem
Bali Post/ist
I Gede Antara (kiri) bersama Ni Made Eppi Wilantika. lih sebab dia bersama Antara diproyeksikan berlaga pada Pomnas di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta pada
September nanti. ‘’Kami harapkan Antara dan Eppi bisa memperbaiki catatan prestasinya,’’ beber Widiana. (022)
Belum Ada Laporan
Bali Post/ist
TUAN RUMAH - Empat pembalap tuan rumah Jembrana siap adu ketangkasan pada Kejurnas Grasstrack Region III putaran pertama Piala Danrem di Sirkuit Perancak, Negara mulai Sabtu (3/8) ini. Negara (Bali Post) Para pembalap grasstrack dari seluruh kabupaten dan kota se-Bali dipastikan turun pada Kejurnas Grasstrack Region III (Bali, NTB, NTT). Putaran pertama ini memperebutkan Piala Danrem 163/Wira Satya di Sirkuit Perancak, Negara, Jembrana, 3 - 4 Agustus. Sampai dengan Jumat (2/8) kemarin, peserta dari Bali mencapai 93 pembalap, ditambah 10 pembalap dari NTB, dan dua pembalap asal NTT. Ketua Juri PP IMI Ustav Shasa yang dikontak saat memantau pembalap NTB berlatih di Sirkuit Perancak, kemarin, menjelaskan pada hari pertama hari ini, digelar babak penyisihan tujuh kelas
Kejurnas, di tambah lima kelas sport. Rencananya, event ini dibuka Danrem 163/Wira Satya Kol. (Arh) A.M. Suharyadi, S.IP., M.Si. pada Minggu (4/8) besok. ‘’Kejurnas Region III ini total mempertandingkan 17 kelas,’’ ujar pria yang akrab disapa Wawan ini. Menurutnya, kejurnas ini merupakan event tetap yang dicanangkan PP IMI di seluruh provinsi, dan terdapat VI region di seluruh Indonesia. Diakuinya, hajatan ini juga merupakan tolok ukur bagi kabupaten dan kota se-Bali yang menyiapkan atletnya sebelum berlaga ke Porprov. Selain itu, agenda otomotif terdekat pra-PON di Cibinong, September nanti. (022)
Hal itu disampaikan salah seorang warga Pandeglang, Erna, yang menyebutkan keluarganya di wilayah Sumur telah mengungsi ke tempat yang lebih tinggi sesaat setelah gempa. Keluarga menyebut air laut telah naik ke atas. Daerah tersebut merupakan kawasan yang paling terkena dampak paling parah pada bencana tsunami akhir 2018. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten
Lebak, Banten belum menerima laporan kerusakan infrastuktur maupun bangunan rumah warga, juga korban jiwa akibat gempa berkekuatan 7,4 yang terjadi Jumat malam. ‘’Kami belum menerima laporan relawan kecamatan dampak yang ditimbulkan gempa cukup besar itu,’’ kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi, di Lebak. BPBD Lebak siap melaksanakan evakuasi dan pertolongan jika terjadi kerusakan maupun korban akibat
Sabtu, 3 Agustus 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya (1) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Wita Sehat & Bugar Senam Bugar Lansia Indonesia Bersama PWS Kota Denpasar 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Kartun Krishna Sudama 09:30 Wita Belajar Menggambar Menggambar Zebra
10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Galeri Musik 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya (2) 12:30 Wita Bali Channel Tourist TV 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Folk Song 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Ocydia Home Shopping 14:30 Wita Yowana Magz Tim KIR SMAN 6 Denpasar Raih Prestasi Tingkat Nasional dan Internasional 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Parameter 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Nangun Yadnya
Karya Ngaben Bersama Desa Pakraman Beratan Samayaji,Kel. Beratan, Kec. Buleleng, Kab. Buleleng 16:30 Wita Dunia Kita 17:00 Wita Bunda Arsaningsih Karma dan Reinkarnasi 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Satu Jam De Ajuzz, Agung Raka dan Ghus De 21:00 Wita Classic Bali TV 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Denkayu (Madri Pralaya) (4) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Folk Song
gempa. Saat ini BPBD siaga dan mengerahkan seluruh relawan kecamatan untuk melaksanakan pemantauan agar tidak menimbulkan kerusakan maupun kor ban jiwa. ‘’Kami sejauh ini belum menerima laporan kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa itu,’’ katanya. Sementara itu, warga
pesisir selatan Kabupaten Lebak mengungsi ke tempat perbukitan guna menghindari bencana gempa dan tsunami. ‘’Kami belum menerima laporan kerusakan, namun warga mengungsi karena gempa cukup besar,’’ kata Erwin, tokoh warga Pantai Sawarna Kabupaten Lebak. (kmb/ant)
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
Sabtu Kliwon, 3 Agustus 2019
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
18 Suite Villa Loft
KULINER
Properti Sejuk dan Romantis KESEHATAN di Pusat Wisata Kuta TOP IN VASI INGIN tinggal di vila, namun masih berada di pusat wisata Kuta? Cobalah menginap di 18 Suite Villa Loft by AMITHYA yang beralamat di Jalan Kartika Plaza Gg Pudak Sari, Kuta, Kabupaten Badung. Lokasi yang sangat strategis, berada di pusat Kuta dekat dengan Airport I Gusti Ngurah Rai, shopping centre, dan pantai. Walau berada di tengah-tengah kawasan wisata internasional, namun vila ini sangat kaya dengan tanaman bunga, sehingga terasa sejuk dan indah. 18 Suite Villa Loft memiliki 2 tipe vila yaitu Loft Villa, vila dengan bentuk bangunan tingkat ke atas dan ground floor villa dengan bentuk bangunan tidak tingkat. Loft Villa memiliki 18 unit vila, 13 unit yang terdiri dari 1 kamar dengan
WONDERFUL BALI
BUDAYA
Dari Kaki Lima Bakmi Gocit Jelajahi Mall KULINER DIAWALI tahun 1983 di Taman Tirta Loka Pluit, Jakarta Utara (kini bernama Mall Pluit Village), Bakmi Gocit mencoba peruntungannya. Bakmi Gocit mengawalinya dengan berjualan di gerobak, kemudian menjadi kaki lima. Tahun 2015, Bakmi Gocit melakukan perubahan besar. Semua gerai kaki lima ditutup dan melakukan ekspansi ke retail. ‘’Awalnya ke Greenbay, Lippo Mall, dan mall lainnya,’’ tutur Devyani Anggraeni, Marketing Komunikasi Bakmi Gocit, Jumat (2/8) kemarin. Total outlet-nya hingga saat ini yaitu 9 di Jakarta dan 2 di Bali. Kesembilan outlet di Jakarta itu yakni di Muara Karang, Greenbay Pluit, Mall of Indonesia, Mall Kelapa Gading, Sunter, AEON Mall BSD, Lippo Mall Puri, Central Park, Gandaria City, Kuningan City. Sejak Februari 2019, Bakmi Gocit mulai merambah bisnis kulinernya keluar Pulau Jawa dan 2 outlet di Bali yakni di Jalan Merdeka dan Trans Studio Mall Bali. Devyani menuturkan, bisnis kuliner bakmi ini diawali oleh Rudi, founder Bakmi Gocit. Ketika hendak membuka usaha, Rudi meminta restu pada orangtuanya. Dari re-
stu itu, Rudi mendapat nama Gocit, karena gocit berarti 57. Angka 57 merupakan angka kesuksesan yang diharapkan anaknya yaitu Rudi terus memperoleh kesuksesan dan kebaikan. Devyanni menuturkan, founder sendiri memang menyukai bakmi. Sehingga founder mencari tahu kriteria bakmi yang enak. Ia mencoba membuat adaonan dan meracik sendiri hingga jadilah citarasa Bakmi Gocit seperti sekarang. Diakui dari banyaknya penjual kuliner bakmi, Bakmi Gocit memiliki perbedaan yaitu adanya varian Bakmi Capcay dan Bakmi Hijau. ‘’Capcay biasanya kan dimakan pakai nasi, tapi kami pakai bakmi,’’ ungkapnya. Bakmi Gocit berkembang pesat. Founder tahu betul pemasaran tahun 1983 sangat berbeda dengan pemasaran tahun 2019. Maka dari itu Bali dipilih menjadi tempat dibukanya cabang, setelah Jakarta. Pembukaan cabang ini pun melihat karena peminat Bakmi Gocit cukup banyak. Bahkan per hari dibutuhkan 3 - 4 ton tepung untuk membuat bakmi, itu pun hanya di Jakarta, belum termasuk Bali. Bakmi yang dijual di kaki lima pun awalnya hanya bakmi spesial, namun kini telah berkembang menjadi lebih dari 15 menu. Bakmi spesial adalah bakmi dengan
KESEHATAN
TOP IN VASI
WONDERFUL BALI
BUDAYA
PENDIDIKAN
potongan ayam, sayur, otakotak dan kriuk khas Gocit. Bakmi hijau adalah bakmi yang dibuat dari sayur bayam, tanpa pengawet dan pewarna. Bakmi Yamin Spicy adalah bakmi dengan potongan ayam diaduk dengan sedikit kecap manis, bumbu khas Gocit dan potongan cabai rawit, memberikan citarasa keunikan tersendiri bagi para pecinta kuliner. Bagi masyarakat Bali yang menyukai bakmi dan sayur-sayuran maka Bakmi Capcay merupakan pilihan tepat. Selain bakmi kecil, para pecinta kuliner juga dapat memilih bakmi lainnya, seperti bakmi lebar, bakmi hijau, ifumie, Locupan, kwetiau, bihun dengan topping yang cukup beragam mulai dari topping special, ayam jamur, Pak Cham Kee (ayam kampung), kepiting, babat, bakso, suikiau dan pangsit. Tidak hanya bakmi, Bakmi Gocit juga menawarkan pilihan kuliner lainnya seperti bakso goreng, otak-otak, pangsit goreng, tahu bakso, nasi ayam kremes, nasi goreng hotplate, ayam saos Inggris, sapo tahu ayam dan seafood, fuyung hay ayam dan kepiting, ifumie ayam dan seafood. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 20.000 sampai dengan Rp 50.000 untuk makanan dan Rp 5.000 sampai dengan Rp 20.000 untuk minuman. (kmb42)
satu tempat tidur berukuran besar dan 5 unit dengan 2 tempat tidur. Sementara untuk ground floor villa terdiri dari 7 unit vila yang semuanya memiliki 1 kamar. Fasilitas yang dimiliki oleh properti ini sangat lengkapi, seperti private pool di setiap vilanya, bathtub, mini kitchen, TV, floating breakfast service dan dan pelayanan resepsionis 24 jam. ‘’18 Suite Villa Loft merupakan satu-satunya vila bertingkat di area Kuta, namun tidak kalah nyaman dengan vila bertipe ground floor,’’ kata Dewa Gede Suyasa selaku Operation Manager. Suyasa mengatakan, 18 Suite Villa Loft mengangkat konsep Romantis Villa yang dibuat untuk memanjakan dan menciptakan momen yang tidak terlupakan bagi wisatawan yang menginap. ‘’Momen itu kami buat dengan cara mendekorasi vila dengan menggunakan bunga-bunga. Mulai dari tempat tidur, bathtub dan kolam renang pribadi sesuai
PENDIDIKAN
SENIMAN
dengan permintaan para tamu,’’ paparnya ramah. Meski di masing-masing vila memiliki kolam pribadi, namun 18 Suites Villa Loft juga menyediakan fasilitas kolam renang utama dan bar yang diberi nama 18 Suite Club Poolbar & Kitchen yang terletak di depan lobi vila. Kolam ini dilengkapi beberapa meja dan kursi yang diletakkan di depan bar. Di sisi sebelah kiri terdapat beberapa Sun Deck untuk Sun Bathing dan fasilitas ayunan besar untuk pasangan bersantai, berfoto pada teras samping. Wisatawan yang ingin bersantai bisa memanfaatkan fasilitas sepeda untuk pasangan secara free bagi yang ingin berjalan-jalan di sekitar vila. ‘’Vila kami juga memiliki tour desk di mana tamu dapat berkonsultasi untuk dibuatkan agenda tur, bahkan dapat dibuatkan paket tur dengan dokumentasi perjalanan selama berada di 18 Suite Villa Loft Kuta,’’ jelas Cynthia, Public Relation. Cynthia mengatakan, 18 Suites Villa Loft memiliki be-
berapa paket yang menarik dimulai dari Honeymoon Package, Romantic Package, Romantic Dinner, Floating Breakfast, Romantic Bath, dan Healthy Bath. Sedangkan 18 Suite Club Poolbar & Kitchen memiliki paket menarik seperti Floating Breakfast or Brunch, Arisan Package and birthday Package. ‘’Kami memberi pelayanan service yang terbaik, sehingga wisatawan merasa betah. Terbukti, kami memiliki banyak repeater guest dan long stay guest,’’ ungkapnya ramah. Wanita penuh suka cita ini mengatakan, wisatawan yang datang dan menginap di 18 Suites Villa Loft datang dari berbagai negara. Khusus untuk Villa Suite Loft lebih banyak disukai oleh wisatawan asal China, Jepang, Timur Tengah dan wisatawan domestik. Hal itu karena vila ini lebih tertutup dari matahari. ‘’Sementara untuk wisatawan Eropa dan Australia lebih memilih the ground villa karenakan area yang lebih terbuka untuk matahari,’’ tutup Cynthia. (bud)
SENIMAN
Motifora Hadirkan Gamelan Gumbyung
Bali Post/san
KULINER
LAKLAK KELOR - Jajan laklak kelor, produk inovasi dari Koperasi Tri Hita Karana.
Daun Kelor Juga Bisa untuk KESEHATAN Tepung ’’Jaja Laklak’’ TOP IN VASI
TANAMAN kelor umum dijumpai di pekarangan rumah dan biasanya digunakan sebagai sayur. Tetapi kelor ternyata tidak hanya sebagai sayur dan makanan ternak, dengan inovasi yang tepat, kelor juga bisa dijadikan tepung untuk kue, obat tradisional hingga kosmetik. Inovasi kelor ini dilakukan oleh Koperasi Produsen Agribisnis Tri Hita Karana, Desa Lokapaksa, Seririt, Buleleng. Menurut Sekertaris Koperasi Tri Hita Karana, Gusti Kompiang Duwisa, awal ide untuk mengembangkan produk berbahan dasar kelor adalah karena melihat potensi ini ada di desa
WONDERFUL BALI
BUDAYA
Lokapaksa. Di mana setiap pekarangan rumah tangga ada pohon kelornya. Lewat beberapa kali percobaan dan penerapan inovasi, daun kelor disulap menjadi tepung untuk kue. Dari tepung kue ini, diolah menjadi jajan laklak kelor. ‘’Kami buat tepung dari bahan dasar kelor. Kemudian membuat usaha kuliner jajan laklak dengan tepung ini,’’ ujarnya. Karena baru dikembangkan sekitar bulan Oktober 2018, pemasaran tepung dari kelor ini, diakui Duwisa, baru sebatas anggota koperasi saja. Untuk memperkenalkan produk ini, pihaknya rutin mengikuti pameran yang diadakan oleh pemerintah. Seperti saat HUT ke-72 Koperasi pada Sabtu (27/7) lalu. Harga per kilogram untuk tepung dari kelor ini Rp 175.000. Kata Duwisa, saat ini sudah
PENDIDIKAN
ada beberapa anggota yang membuka usaha jajan laklak dengan tepung kelor ini. Pihaknya terbuka bagi siapa saja yang hendak membuka usaha yang sama. Tentunya akan diberikan pelatihan bagaimana membuat jajan laklak yang lezat menggunakan tepung kelor. ‘’Rasanya tidak pahit dan memiliki ciri khas, sehingga banyak juga yang suka,’’ ujarnya. Ke depan, pihak koperasi hendak mengembangkan produk inovasi lain dan tidak sebatas tepung kelor saja. Sebab, kelor manfaatnya juga baik untuk kesehatan. Untuk mengembangkan ini, pihak koperasi berencana melakukan penanaman pohon kelor di tanah seluas 500 hektar, sehingga saat mengembangkan produk baru, pihak koperasi tidak terbentur dengan bahan baku. (san)
BERBAGAI cara dilakukan umat Hindu dalam menyambut hari suci Galungan dan Kuningan. Selain dengan melakukan berbagai tradisi dan upacara ritual, momentum hari kemenangan dharma melawan adharma ini juga kerap dimanfaatkan oleh para seniman maupun musisi Bali untuk menciptakan sebuah karya musik. Salah satunya yang dilakukan grup band Motifora. Tepat pada penampahan Galungan lalu, band asal Desa Munduk Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng ini resmi merilis single ‘’Galungan lan Kuningan’’ di akun youtubenya. Hingga pertengahan pekan ini, video klip lagu ini telah ditonton sebanyak 62 ribu lebih viewer.
Menariknya, lagu yang diciptakan Tunick, vokalis Motifora, ini diaransemen dengan berbeda. Berkolaborasi dengan Sanggar Tripitaka dan Bala Anindha, Motifora memasukkan unsur gamelan Gumbyung. Sepintas alat musik dari bambu ini terdengar seperti Jegog, namun dari sisi nada sangat berbeda, karena alat musik ini penggabungan antara Jegog dan bumbung. ‘’Kami sengaja memasukkan unsur gamelan Gumbyung pada lagu ini agar nuansa Balinya terdengar khas, apalagi lagu ini menceritakan tentang rentetan rahina Galungan dan Kuningan,’’ ujar Tunick, Rabu (31/7).
Meskipun menceritakan tentang perayaan Galungan dan Kuningan, namun dalam lagu ini ada misi lain yang ingin dicapai Motifora. Yaitu memberikan pesan edukasi kepada generasi muda agar lebih cinta terhadap budaya dan tradisi keagamaan. Apalagi, sebelum dan setelah Galungan dan Kuningan ada rangkaian upacara yang harus dilakukan, seperti penampahan, Galungan, umanis dan Kuningan, dan upacara Tumpek Bubuh, Sugihan Jawa, Sugihan Bali dan lainnya, hingga ditutup dengan rahina Pegat Uwakan. Motifora sendiri terbentuk dengan nama Motiforline di tahun 2009. Saat ini didukung formasi Tunick (vokal, gitar), Rheno (gitar melodi), Eri (bass), dan Anna (drum). Meskipun datang dengan latar belakang dan dasar bermusik yang berbeda-beda, namun
keempat anak muda ini mencoba melebur dalam satu visi dan misi dalam bermusik, bagaimana menghibur dan menyenangkan masyarakat. Grup yang memilih bermain di jalur pop rock alternatif ini pernah penjadi finalis dalam ajang festival bergengsi yang digelar salah satu produk rokok, dengan masuk 12 besar seleksi area BaliNusra. Selain itu, Motifora juga pernah menjadi 10 besar di Festival Gong 2010 yang digelar JTV Surabaya. Di kalangan penggemar lagu pop Bali, band ini setelah muncul dengan nama Motifora di tahun 2015 dan dikenal luas berkat sukses lagu ‘’Ngalahin Gumi’’. Album berikutnya ‘’Sang Dewi’’ dirilis Februari 2017, dan album ke-3 ‘’Majujuk di Langit’’ dirilis November 2018 lalu. (win)