Skip to main content

Edisi Rabu 3 Juli 2019 | balipost.com

Page 1

16 HALAMAN

NOMOR 301 TAHUN KE 71

Online :http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha

Bali Post

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Rabu Wage, 3 Juli 2019

Empat Kelompok Ideologi Mewarnai Pilpres 2019

Jakarta (Bali Post) – Ada empat kelompok ideologi yang ikut mewarnai Pilpres 2019. Seandainya pun terjadi koalisi antara Jokowi dan Prabowo, pertarungan empat ideologi itu akan terus berjalan. Adapun yang menang dalam pilpres kemarin adalah ideologi politik reformasi. Oleh karena itu, Pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA berharap Presiden terpilih Jokowi dalam lima tahun ke depan mampu memperkuat politik reformasi. ‘’Pemilu presiden 2019 sudah selesai. The game is over. Putusan MK sudah final. Penetapan KPU sudah final yaitu kemenangan pasangan Capres-Cawapres terpilih Jokowi-Ma’ruf Amin,’’ kata Denny JA seusai menerima The Legend Award di Jakarta, Selasa (2/7) kemarin. Menurut Denny, ada empat ideologi yang kini hidup di ruang publik Indonesia, pertama, ideologi politik reformasi. Paham ini mulai dibawa oleh Presiden Habibie ketika dia menjadi pres-

iden pertama era reformasi. Lalu dilanjutkan Gus Dur, Megawati, SBY dan sekarang Jokowi. ‘’Paham politik reformasi adalah varian demokrasi yang khas Indonesia. Ada kebebasan politik di sana.

WABAH hepatitis A menyerang Pacitan, Jawa Timur. Ratusan pasien telah ditetapkan positif hepatitis A oleh dinas kesehatan setempat. Bupati Pacitan pun telah menetapkan status KLB Hepatitis A. Sebagai provinsi yang bertetangga dengan Jawa Timur, Bali semestinya waspada. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. I Ketut Suarjaya, MPPM. membenarkan terjadi wabah hepatitis A di Jawa Timur. Namun, ia berharap Bali aman dari penyakit tersebut. ‘’Semoga Bali aman,’’ katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Kota Denpasar dr. Ni Luh Sri Armini, M.Kes. mengatakan, sampai saat ini belum

ada laporan wabah atau peningkatan kasus hepatitis A di Kota Denpasar. ‘’Di Denpasar tidak ada,’’ ujarnya, Selasa (2/7) kemarin. Sri Armini menjelaskan, penularan penyakit hepatitis A lewat makanan dan minuman serta hygiene dan sanitasi yang buruk. ‘’Kalau hepatitis B dan C baru lewat jarum suntik,’’ tandasnya. Hepatitis A adalah penyakit yang berkaitan dengan pola hidup bersih dan sehat. Sehingga yang perlu dilakukan adalah menjaga kebersihan dan hygiene sanitasi. (kmb42)

Berbeda dengan Orde Baru ataupun Orde Lama. Ada kebebasan ekonomi. Semua warga negara punya hak yang sama, apa pun agamanya,’’ katanya. Denny mengatakan, ideologi politik reformasi mendapat tantangan dari tiga ideologi lainnya, yaitu ideologi Islam politik atau ideologi kedua. ‘’Paham ini menginginkan

Pascakeputusan MK atas ditolaknya gugatan Prabowo-Sandi, membuat Sandiaga Salahuddin Uno memutuskan untuk rehat sejenak berpolitik. ‘’Saya ingin jeda politik dulu, kita soft landing,’’ ujarnya. Sandiaga memastikan bahwa dirinya saat ini tidak berafiliasi pada partai politik mana pun, termasuk Gerindra yang menjadi kendaraan politik selama mengarungi Pilpres 2019. ‘’Saya tidak ada di partai lagi,’’ katanya. Sandiaga mengaku in-

JK Ungkap Perbedaan Jadi Wapres SBY dan Jokowi mang dengan tegas memberikan tugas kepada JK untuk mengurusi persoalan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Sementara di era Jokowi, JK mengaku perannya lebih fleksibel. ‘’Wapres itu ada juga tugas tertentunya, contohnya mengenai birokrasi, otonomi daerah, pariwisata, pemda; itu banyak tugas utamanya wapres itu,’’ tambahnya. Untuk mengenalkan peran dan tugas wapres tersebut, JK akan mengundang Ma’ruf Amin untuk berkunjung ke Kantor Wapres sekaligus memberi saran tentang persoalan bangsa yang harus segera diselesaikan. Jusuf Kalla mengatakan tugas sebagai wapres, selain menunggu perintah dari presiden, juga perlu memiliki inisiatif untuk menyelesaikan persoalanpersoalan. ‘’Peran wapres itu, pertama, membantu presiden; itu konstitusi berbunyi begitu. Kedua, apa yang dikerjakan wapres ini tergantung dua hal, yakni apa yang ditugaskan oleh presiden dan juga inisiatif dari wapres itu,’’ kata JK. (ant)

banyak mengkritik pemerintahan Jokowi, karena dianggap justru kurang liberal. Jika ideologi Islam politik menganggap pemerintahan Jokowi terlalu liberal, pendukung hak asasi manusia justru sebaliknya yaitu menganggap kurang liberal,’’ katanya. Anggota Kabinet Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengatakan, Presiden terpilih Joko Widodo hingga saat ini belum menyusun Kabinet Kerja jilid II dan karenanya

beragam informasi di media sosial terkait hal itu tak perlu ditanggapi. ‘’Itu namanya isu, kan setiap minggu berganti,’’ katanya saat ditemui di Kantor KSP di Jakarta, Selasa kemarin. Moeldoko mengimbau masyarakat tidak perlu terlalu menanggapi informasi yang belum jelas tersebut, apalagi informasinya selalu bergantiganti. Mantan Panglima TNI ini mengatakan tidak ada tim khusus dalam penyusunan cabinet, karena hal itu merupakan hak prerogatif presiden. (ant)

Sandiaga Uno Ingin Jeda Berpolitik

Bali Waspadai Hepatitis A

BEBE R A P A b u l a n l a g i , Jusuf Kalla (JK) tidak lagi menjadi wakil presiden. Posisinya akan digantikan Ma’ruf Amin. Untuk mengenalkan peran dan tugas wapres tersebut, JK pun mengundang Ma’ruf Amin untuk berkunjung ke Kantor Wapres, Kamis (4/7) besok. Peran wapres, sebagai orang nomor dua di pemerintahan, kata JK, Selasa kemarin, sebenarnya menyesuaikan dengan presiden, kecuali memang ada kesepakatan sebelumnya dengan presiden. Berdasarkan pengalaman sebagai wapres di dua periode kepemimpinan berbeda, JK menceritakan ada perbedaan signifikan dalam tugasnya mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (20042009) dan Joko Widodo (20142019). ‘’Kalau saya zaman Pak SBY ada persetujuan bersama. Kalau sekarang dengan Pak Jokowi itu fleksibel. Jadi saya sering punya insting ‘Pak, begini sebaiknya. Saya akan kerjakan’, seperti itu,’’ tambahnya. Di periode kepemimpinan 2004-2009, Presiden SBY me-

syariat Islam lebih berperan di ruang publik. Bentuknya bisa macam-macam. Bisa Negara Islam. Bisa sistem khilafah. Bisa juga dengan nama NKRI bersyariah,’’ ujarnya. Ketiga, ideologi ‘’kembali ke UUD 45 yang asli’’. ‘’Paham ini tak menyetujui sistem politik ekonomi yang berlaku sekarang. Mereka menganggapnya, secara politik terlalu liberal. Secara ekonomi, terlalu memberikan ruang pada perusahaan asing,’’ katanya. Keempat, ideologi hak asasi manusia. ‘’Paham ini juga

gin kembali fokus pada masalah ekonomi kerakyatan dengan mengintensifkan program Oke Oce dan Rumah Siap Kerja yang digagas dirinya saat berkampanye di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Terkait hal itu, ia berharap pemerintah membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan program Oke Oce dan Rumah Siap Kerja. ‘’Ya… kita berharap kolaborasi itu kan bisa bersinergi secara baik. Kalau misalnya pemerintah bisa bekerja sama mengadopsi, kami senang sekali,’’ katanya. Pernyataan itu ia sampaikan usai meresmikan terbentuknya DPD WPMI di Provinsi Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Nusa Tenggara Barat, di Gedung Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Selasa (2/7) siang kemarin.

Peluang kerja sama dengan pemerintah, katanya, merupakan bagian dari ikhtiar pihaknya dalam mengintensifkan kembali program Oke Oce dan Rumah Siap Kerja yang digagas oleh kontestan wakil presiden 2019-2024 itu sejak dia menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Ia mengatakan, program tersebut sempat berjalan tidak optimal selama dirinya berada di luar pemerintahan karena fokus pada pencalonan Pilpres 2019. ‘’Ini adalah bagian ikhtiar kita sekarang. Kebetulan saya di luar pemerintahan, waktu di DKI jalan dengan pelatihan di tiap kecamatan. Sekarang juga masih ada pelatihan dan kalau pemerintah pusat dan daerah membuka peluang tentu kita senang bekerja sama,’’ katanya. (ant)

Bali Post/ant

KEKERINGAN - Warga menggembala kambing di lahan yang ditanami padi di Kampung Cimanggu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (2/7) kemarin. Pemrov Jabar menyebut sebanyak 8.644 hektar lahan pertanian di Jabar mengalami kekeringan.

Pemerintah Juga Butuh Kritik

Bali Post/ade

BERKEBAYA - Sejumlah wanita mengenakan baju kebaya sebagai hari Gerakan Nasional kembali ke busana identitas Indonesia di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Selasa (2/7) kemarin. Para wanita tersebut mengampanyekan Gerakan Selasa Berkebaya untuk mengajak anak-anak muda tetap menjaga kelestarian busana kebaya.

Jakarta (Bali Post) – Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Jusuf Kalla, mengatakan perolehan kursi koalisi partai pendukung di DPR cukup aman mengingat jumlahnya lebih banyak dibandingkan Pemilu 2014. ‘’Sekarang, koalisi yang mendukung Jokowi dalam Pemilu (2019) itu sudah 60 persen, artinya bahwa itu sudah cukup aman untuk pemerintah ini sebenarnya,’’ kata Wapres JK di Kantor Wapres Jakarta, Selasa (2/7) kemarin. Membandingkan dengan jumlah kursi partai koalisi Jokowi-JK di DPR pada Pemilu 2014, Wapres mengatakan saat itu perolehannya kurang dari 50 persen. Namun dengan bergabungnya beberapa partai ke pemerintah, maka kekuatan koalisi Jokowi-JK di parlemen menjadi bertambah. ‘’Kalau kita bandingkan dengan 2014, waktu itu awalnya saya dan Pak Jokowi itu koalisinya hanya 41 persen. Jadi supaya di atas 50 persen, maka kita kemudian masuk PAN, Golkar, PPP,’’ tam-

bahnya. Dengan kekuatan koalisi di parlemen untuk pemerintahan 2019-2024, JK berharap partai koalisi tidak melupakan fungsinya untuk mengkritisi pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Kritik dan pengawasan, baik dari partai koalisi maupun oposisi, harus tetap dijalankan oleh partai politik di DPR. ‘’Pemerintah juga butuh kritik; di samping dari oposisi, pengalaman kita juga partai-partai pemerintah kadang mengkritik pemerintah juga di DPR. Jadi 60 persen itu tidak berarti langsung saja, disetujui, sehingga terjadi suatu otoriter; tidak begitu,’’ jelasnya. Sementara itu, terkait kemungkinan bergabungnya partai oposisi ke dalam koalisi penguasa, JK mengatakan, hal itu menjadi pertimbangan dan keputusan Jokowi dan Ma’ruf Amin sebagai pasangan presiden dan wapres terpilih. ‘’Saya tidak tahu. Tentu itu kebijakan Pak Jokowi sendiri. Kalau itu urusannya Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf Amin-lah nanti,’’ ujarnya. (ant)

Jusuf Kalla

Bali Post/ist


DENPASAR

2

Rabu Wage, 3 Juli 2019

Verifikasi Ulang Surat Keterangan Domisili

Bali Post/kmb16

PPDB – Sejumlah orangtua calon siswa baru yang kecewa dengan proses PPDB tahun pelajaran 2019/2020 mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Selasa (2/7) kemarin.

Penambahan Kuota PPDB

Seleksi Nilai UN Diserahkan kepada Pihak Sekolah

Denpasar (Bali Post) -

Keputusan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar untuk menambah kuota siswa dinilai sudah mengakomodir kepentingan masyarakat. Terlebih, keputusan ini keluar setelah adanya diskresi dari Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra. Diskresi ini keluar setelah ratusan orangtua siswa kecewa dengan sistem PPDB online yang beberapa kali mengalami gangguan. Kepala Disdikpora Kota Denpasar I Wayan Gunawan mengatakan, seleksi penambahan kuota ini akan dilaksanakan oleh masing-masing sekolah. ‘’Datanya sudah saya serahkan tadi malam (kemarin malam - red) ke masingmasing sekolah,’’ kata Gunawan,

Selasa (2/7) kemarin. Menurut Gunawan, semua proses seleksi dilakukan oleh sekolah masing-masing. Acuannya pada besaran nilai Ujian Nasional (UN). ‘’Seleksinya sesuai SOP masingmasing sekolah karena basisnya sekarang adalah sekolah,’’ ujarnya.

Ranperda Bendega Tinggal Ketok Palu Denpasar (Bali Post) – Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Bendega yang dilakukan Pansus 24 DPRD Kota Denpasar akhirnya selesai dibahas. Sejumlah revisi sudah dilakukan dalam beberapa kali rapat kerja. Karena itu, ranperda ini akan segera disahkan menjadi perda. Dipastikan pengesahan ranperda ini dilakukan bersamaan dengan pengesahan ranperda lainnya yang juga sudah selesai dibahas. Ketua Bappemda DPRD Kota Denpasar A.A. Putu Gede Wibawa didampingi Ketua Pansus 24 Kadek Agus Arya Wibawa dalam rapat kerja, Selasa (2/7) kemarin mengatakan, setelah dilakukan pembahasan dalam rapat kerja sebelumnya, materi ranperda ini dinilai sudah final. Artinya, tinggal ketok palu untuk disahkan menjadi perda. Hal yang sama diungkapkan tim ahli Prof. Rai dan Dr. Agung Dewi. Tim ini menilai pembahasan ranperda ini sudah dilakukan dengan baik, dan banyak pula masukan yang telah dianalisis untuk

Rabu, 3 Juli 2019

Pukul : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Workshop Pembuatan Kincir Angin/Pindekan/ Sunari/Guwangan Pukul : 16.30 Wita Tempat : Areal Taman Budaya Kegiatan : Ngelawang, Sanggar Manik Suara,

Artinya, indikator dia untuk bisa daftar sudah terpenuhi. Setelah masuk baru seleksi lewat nilai UN,’’ katanya. Gunawan menyebutkan, antara penggunaan nilai UN dengan Perwali Nomor 28 Tahun 2019 tidak tumpang tindih. Perwali 28 sudah selesai prosesnya dengan sistem online. Sedangkan seleksi dengan menggunakan nilai UN ini merupakan diskresi dari Wali Kota untuk menambah daya tampung dan memfasilitasi masyarakat. (kmb12)

21 ’’Puspa’’ Ikuti Prosesi ’’Murwa Daksina’’ di Banjar Bun

penyempurnaan ranperda tersebut. Semua aspek yang digunakan dalam merancang ranperda ini dinilai sudah sinkron dengan filosopi yang ada. Terkait dengan judul ranperda yang berbeda dengan perda Provinsi Bali, Prof. Rai mengatakan karena provinsi sifatnya lebih luas cakupannya. Sedangkan perda di kabupaten/kota sudah lebih spesifik, sehingga ditambahkan kata pelestarian dan perlindungan Bendega. “Memang ini sempat ditanyakan oleh Ketua Nelayan Bali terkait nama perdanya,” ujarnya. Salah satu perwakilan nelayan, Wayan Loka, mempertanyakannya adanya Dinas Kebudayaan yang nantinya menjadi penyelenggara perda tersebut. Senada dengan Wayan Loka, Kadis Perikanan Denpasar A.A. Bayu Bramasta menilai dalam realitasnya di lapangan, peran Dinas Perikanan yang lebih banyak bersentuhan dengan nelayan. “Mungkin kalau dengan Pura Segara memang lebih tepat dengan Dinas Kebudayaan,” katanya. (kmb12)

AGENDA PKB XLI-2019 Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Ratna Kanda Kegiatan : Parade Topeng Prembon, Sanggar Tugek Carangsari, Desa Carangsari, Kec. Petang, Duta Kabupaten Badung

Gunawan menambahkan, pengumumannya akan dilakukan bersamaan dengan jalur online, yakni Jumat (5/7) mendatang. Pengumumannya juga akan sangat transparan dan diumumkan nilai UN yang diterima. ‘’Jika nantinya ada nilai UN besar yang

dilewati, masyarakat yang merasa dirugikan dipersilakan melakukan protes,’’ jelasnya. Terkait dengan jarak, Gunawan mengatakan, hanya berdasarkan kawasan saja. Artinya, dalam satu kawasan ada tiga sekolah, siswa yang paling dekat dengan sekolah A, misalnya, diarahkan mendaftar di sana. ‘’Misal satu kawasan ada tiga sekolah, contohnya dalam satu wilayah yakni SMP 8, SMP 3, dan SMP 12. Kalau rumahnya di Dangin Puri, berarti utamakan SMP 8, karena SMP 8 paling dekat.

Kel. Kubu, Kec. Bangli, Duta Kabupaten Bangli Pukul : 19.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Parade Arja, Sekaa Arja Putra Jelantik, Desa Apuan, Kec. Susut, Duta Kabupaten Bangli Pukul : 19.30 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra Kegiatan : Calonarang, Sanggar Kayonan, Duta Kabupaten Klungkung

(0361) 7400391, 812987 FM 96,5

Topik : stop keluarkan izin perusahaan air minum kemasan Sampaikan opini Anda hari ini di acara Warung Global FM 96,5 web : www.radioglobalfmbali.com E-mail : info@radioglobalfmbali.com

Denpasar (Bali Post) Karut-marut Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2019/2020 yang disebabkan oleh kebijakan sistem zonasi, menjadi perhatian berbagai kalangan. Selasa (2/7) kemarin, Komisi Informasi Bali ikut mencari informasi soal sistem zonasi PPDB. Setelah menjumpai ratusan orangtua siswa dan berdialog dengan Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi Bali I Nyoman Ratmaja, KI Bali menyarankan agar surat keterangan domisili yang disertakan sejumlah calon siswa baru dilakukan verifikasi ulang. Menurut Ketua KI Bali Agus Astapa, verifikasi ulang terhadap surat keterangan domisili tersebut untuk memastikan kebenaran, sehingga tidak terjadi informasi yang tidak benar dari calon siswa baru yang ada dalam zonasi kawasan tersebut. Selain itu, kuota tiap rombongan belajar (rombel) yang sebelumnya berjumlah 32 orang agar dimaksimalkan menjadi 40 orang. Calon siswa yang diterima ini khusus dengan menggunakan nilai Ujian Nasional (UN) untuk menampung siswa berprestasi, tetapi sebelumnya tidak tertampung pada seleksi jalur zonasi. ‘’Jumlah kuota siswa baru lewat jalur prestasi agar direvisi dari 5 persen jadi 15 persen sesuai revisi pusat,’’ ujarnya. Sementara untuk memberikan waktu bila usulan atau saran ini diterima, Agus Astapa menyarankan agar pengumuman penerimaan siswa diundur dari sebelumnya tanggal 5 Juli menjadi tanggal 10 Juli. Menyikapi saran yang disampaikan oleh Ketua Komisi Informasi Bali tersebut, Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan Dinas Pendidikan Provinsi Bali I Nyoman Ratmaja berjanji akan menyampaikan hasil pertemuan itu kepada Kepala Disdik Bali untuk selanjutnya dilaporkan kepada Gubernur Bali. (kmb16)

Bali Post/eka

MURWA DAKSINA - Prosesi Murwa Daksina serangkaian Karya Mamukur lan Matatah massal di Banjar Bun, Desa Pakraman Denpasar, Selasa (2/7) kemarin.

Denpasar (Bali Post) Sebanyak 21 puspa mengikuti prosesi Murwa Daksina yang diselenggarakan di Banjar Bun, Desa Pakraman Denpasar, Kelurahan Dangin Puri, Denpasar Timur, Selasa (2/7) kemarin. Dalam prosesi tersebut, krama menjunjung sangge dan puspa memutari tempat digelarnya upacara sebanyak tiga kali. Prosesi ini dimulai dari depan Balai Banjar Bun, Jalan Ceroring, menuju Jalan Kepundung dan kembali ke Balai Banjar Bun. Pada kesempatan itu, Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara turut hadir untuk menyaksikan prosesi tersebut. Ketua Panitia Karya Mamukur lan Matatah Massal I Wayan Suryawan memaparkan, prosesi Murwa Daksina kemarin diawali dengan ngajum sangge, melaspas sangge, puspa pangiring dan caru titi mamah, diikuti mapurwa daksina. Kemudian sore harinya dilaksanakan utpeti, stiti puja. Sementara Rabu (3/7) dini hari dilanjutkan dengan pralina puja, ngeseng, nganyut ke segara, dan ngaremek. Untuk ritual nganyut, pantai yang dipakai yakni Pantai Matahari Terbit, Sanur. ‘’Prosesi ini di-puput Ida Pedanda Putra Keniten dari Geria Keniten, Banjar Tainsiat, Denpasar,’’ ujarnya. Selain Atma Wedana, kata Suryawan, kegiatan matatah (potong gigi) massal juga telah dilakukan pada hari sebelumnya. Kegiatan matatah masal tersebut diikuti sekitar 40 orang. Karya mamukur lan matatah massal ini intinya digelar untuk krama Banjar Bun, namun tidak menutup untuk peserta dari warga banjar lain yang masuk dalam Kelurahan Dangin Puri. Suryawan yang juga Klian Dinas Banjar Bun ini menambahkan, pelaksanaan karya mamukur lan matatah massal merupakan agenda rutin yang digelar setiap lima tahun sekali. Hal ini bertujuan untuk meringankan beban krama, antarkrama banjar saling mengetahui, meningkatkan rasa kebersamaan dan persatuan. Selain meningkatkan kebersamaan dan persatuan, karya ini sesuai dengan ajaran agama Hindu. (kmb19)

Unmas Denpasar dan ’’Bali Post’’ Siapkan Lima Penerima Beasiswa Kuliah Gratis Denpasar (Bali Post) Ini kabar baik bagi krama Bali. Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar bekerja sama dengan Bali Post menyiapkan lima penerima beasiswa kuliah gratis hingga tamat untuk lulusan SMA dan SMK dari keluarga miskin atau tidak mampu. Mereka bisa memilih semua program studi yang ada di Unmas, kecuali Fakultas Kedokteran Gigi. Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. mengungkapkan hal itu saat masimakrama ke Bali Post, Selasa (2/7) kemarin. Penerima beasiswa ini, kata Sukamerta, diperuntukkan bagi lulusan SMA dan SMK dari keluarga miskin di Bali. Caranya, mereka wajib mengajukan lamaran ke Bali Post dilengkapi dengan KK miskin atau Kartu Pintar yang dilegalisir paling lambat 17 Juli 2019. Kemudian mendaftarkan diri pada Seleksi Penerimaan

Mahasiswa Baru (SPMB) Gelombang II di Unmas yang sudah dimulai sejak 29 Juni lalu. Para penerima beasiswa akan diajukan menjadi penerima beasiswa Bidikmisi dari pemerintah pusat. Sukamerta menambahkan, program ini guna membantu krama Bali yang tidak mendapatkan akses pendidikan tinggi, tetapi memiliki motivasi tinggi meraih gelar sarjana. Mereka juga disiapkan asrama gratis oleh Bali Post selama mengikuti perkuliahan. ‘’Ide ini muncul karena banyak krama Bali yang kurang beruntung dan perlu dirangkul bersama Bali Post. Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar juga sangat mendukung progam bersama ini,’’ tegasnya. Menurut Sukamerta, para penerima beasiswa ini bisa memilih Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pertanian, Fakultas

Farmasi, Fakultas Bahasa Asing, FKIP dan Fakultas Teknik. Sementara Fakultas Kedokteran Gigi tidak diikutkan karena memerlukan biaya pendidikan yang mahal. Saat itu juga disepakati Bali Post dan Unmas Denpasar akan berperan dalam meningkatkan daya saing SDM Bali untuk bisa menembus pasar kerja ke luar negeri, khususnya Jepang, India dan Tiongkok. Kata kuncinya, kata Sukamerta yang sukses membawa era baru Unmas, adalah penguasaan bahasa asing. Unmas yang memiliki S-1 Sastra Jepang, S-1 Sastra Inggris dan S-1 Pendidikan Bahasa Inggris akan mempertajam penguasaan bahasa asing ini kepada calon dan sarjana Unmas dan kampus lainnya. Bahkan masyarakat umum pun akan dijadikan sasaran agar mereka bersaing di era global. Terutama siswa yang menjadi pengungsi

erupsi Gunung Agung. Sebab, katanya, SDM Bali tak boleh hanya menjadi jago kandang di pasar domestik, melainkan ke pasar internasional. ‘’Jepang sangat memerlukan SDM Bali yang diakui dikenal karena kejujurannya,’’ tegasnya. Sukamerta menambahkan, tamat sarjana saja belumlah cukup. Mereka minimal harus menguasai bahasa asing agar bisa mempercepat akses mencari kerja atau bekerja mandiri. Untuk itu, dia berharap krama Bali bersaing mendapatkan beasiswa dari Unmas dan Bali Post karena kesempatan tak akan datang untuk kedua kalinya. Seperti diketahui, Unmas kini memiliki 20 progam studi setelah bergabungnya Akademi Farmasi Saraswati dan Sekolah Tinggi Bahasa Asing Saraswati. Dari jumlah itu, lima prodi terakreditasi A. (025)

Bali Post/025

Made Sukamerta


BADUNG 3 Bupati Giri Prasta Dukung ’’Karya Atma Wedana’’ Desa Adat Sedang

Rabu Wage, 3 Juli 2019

Bali Post/ist

BERDUKA - Keluarga besar berduka atas meninggalnya Drs. I Ketut Aryana yang merupakan ayahanda dari Gde Wiratha.

Ayahanda Gde Wiratha Berpulang Mangupura (Bali Post) Ayahanda Gde Wiratha, I Ketut Aryana, berpulang pada Selasa (2/7) kemarin pukul 09.00 Wita di PJT RSUP Sanglah. Jenazah almarhum kemudian dibawa ke rumah duka di Dharmawangsa Suite, Jalan Nakula 66, Legian, Kuta. Sekitar pukul 05.00 Wita, keluarga membawa almarhum ke RSUP Sanglah karena kondisi Aryana yang memburuk. Aryana menderita penyakit jantung sejak enam tahun yang lalu. Pihak keluarga telah melakukan berbagai pengobatan termasuk ke Singapura. ‘’Bapak menjadi suri tauladan buat

kita semua khususnya untuk anak-anak,’’ kata Gde Wiratha. Wiratha menyampaikan, kedisiplinan almarhum sebagai PNS sangat tinggi. Kedisiplinan inilah yang terus diajarkan kepada generasi penerus. Wiratha pun bersama adiknya sedikit mampu mengikuti kedisiplinan sang ayah. ‘’Bapak seorang olahragawan. Tapi karena usia, meski sudah mendapat perawatan di Singapura hampir empat bulan, dibantu juga oleh tim kesehatan RSUP Sanglah, almarhum dirawat sampai di RSUP Sanglah dan berpu-

lang hari ini (kemarin - red),’’ tuturnya sembari menambahkan, hari baik untuk upacara belum bisa diputuskan. Gde Wiratha merupakan politisi Partai Golkar yang juga seorang pengusaha sukses. Bersama adiknya, Kadek Wiranatha, ia membangun PT Gde & Kadek Brothers. Sejumlah perusahaan ternama miliknya seperti Bounty Hotel, Hotel Barong, Dewi Sri Cottages, Vila Rumah Manis, Bounty Cruises, Double Six, The Breeze Hotel (Contiki), AJ Hackett Bungy, Taksi Pan Witri dan Praja Taksi, serta sejumlah perusahaan lainnya. (kmb42)

KRAMA Desa Adat Sedang, Kecamatan Abiansemal melaksanakan Karya Pitra Yadnya, Atma Wedana Kinembulan, Senin (1/7). Karya ini dihadiri langsung Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi anggota DPRD Badung I Nyoman Dirgayusa dan Camat Abiansemal I Gusti Ngurah Suryajaya. Bupati mendukung karya tersebut dengan membantu dana upakara sebesar Rp 800 juta. Menurut Wakil Bendesa Adat Sedang I Nyoman Darmaja, Karya Atma Wedana Kinembulan ini sudah dilaksanakan secara rutin dan tahun ini sudah yang kelima kalinya. Atma wedana berupa upacara mamukur diikuti 34 sekah. Selain itu, upacara mapandes diikuti 28 orang dan matelubulanan sebanyak 106 orang. Puncak karya pada Selasa (2/7) dengan upacara mapandes, nunas toya ning, mapurwa daksina,

matelubulanan dan mamukur. Dilanjutkan 3 Juli berupa upacara mapralina sekah, nyegara gunung dan ngelinggihang Sang Dewa Pitara di kemulan. Atas nama krama Desa Adat Sedang, Nyoman Darmaja menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Badung khususnya Bupati Badung yang telah membantu dana upakara pelaksanaan Karya Atma Wedana ini. Bupati Giri Prasta sangat mengapresiasi dan mendukung Karya Atma Wedana Krama Desa Adat Sedang. Menurutnya, Pemkab Badung telah berkomitmen untuk hadir meringankan beban masyarakat, salah satunya dengan membantu dana upakara untuk karya ini. Dari bantuan ini diharapkan masyarakat tidak lagi terbebani urunan, sehingga dana yang semestinya dikeluarkan untuk upakara, dapat dikelola di keluarga guna meningkatkan ekonomi serta dapat menekan

PITRA YADNYA - Bupati Giri Prasta saat menghadiri karya Pitra Yadnya, atma wedana kinembulan di Desa Adat Sedang, Kecamatan Abiansemal, Senin (1/7). kemiskinan. Selain itu, dengan melakukan karya secara bersamasama telah membuktikan krama desa adat telah bersatu dan mengedepankan gotong

royong. Ke depan, diharapkan karya seperti ini agar terus berlanjut sehingga persatuan dan kesatuan krama Desa Adat Sedang selalu terjalin dengan baik. (ad116)

Polisi Tembak Komplotan Pembobol Vila Aktivis Antiplastik Mangupura (Bali Post) Tim gabungan Polsek Mengwi dan Ditreskrimum Polda Bali berhasil mengungkap pembobol vila di Desa Cemagi, Mengwi, milik Melati Wijsen yang dikenal sebagai aktivis ramah lingkungan Bye Bye Plastic Bags. Pelakunya empat orang yaitu Zainal Abidin alias Zaenal (32), Topan Hariadi (33), Nurudin (36) dan Putu Heri Saptrawan (35). Mereka masing-masing ditangkap di Abiansemal, Denpasar, Tabanan, dan Lombok Timur pada Sabtu (29/6) lalu. Polisi terpaksa menembak kaki keempat pelaku karena melakukan perlawanan. Komplotan garong dalam aksinya naik mobil Opel Blazer. Mereka menyasar Villa Melati dan Villa Tepi Sawah di wilayah Cemagi, Villa Casadaniela, rumah milik Made Wilantara, Selamet dan Made Sartika. ‘’Pelaku beraksi pada bulan Maret dan Mei. Dari keempat pelaku ini, tersangka Zaenal merupakan residivis kasus pencurian dan Putu Heri residivis kasus narkoba,’’ tegas Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta, Selasa (2/7) kemarin.

Menurut Yudith, kasus ini mendapat perhatian khusus dari pimpinan Polda Bali. Pasalnya, salah satu korbannya, Melati merupakan aktivis lingkungan antiplastik. Dari serangkaian penyelidikan, tim Kanitreskrim Mengwi Iptu Wayan Sujana bersama Kanit IV Subdit I Ditreskrimum Polda Bali Kompol Tri Joko Widiyanto akhirnya meringkus tersangka Topan di wilayah Mambal, Abiansemal. Selanjutnya giliran tersangka Zaenal yang merupakan otak komplotan tersebut yang ditangkap di Lombok Timur. Putu Heri dibekuk di Jalan Cokroaminoto, Denpasar dan Nurudin diciduk di usaha batako di Tabanan. Dari para tersangka, disita barang bukti HP, baju kaos, celana, tas ransel, mobil Opel Blazer, linggis, pisau dan zebo. ‘’Barang bukti lainnya seperti uang habis dibagi-bagi dan dipakai biaya hidup seharihari,’’ ujar Yudith didampingi Kapolsek Mengwi AKP I Gede Eka Putra Astawa. Sebelum membobol vila milik Melati, tersangka Zaenal, Topan dan Heri merencanakan aksinya di Jalan

Pidada, Ubung, Denpasar. Mereka berembuk di dalam mobil Opel Blazer milik Heri. Setelah itu, mereka menuju TKP pada Sabtu (2/3) pukul 02.00 Wita. Tak jauh dari TKP, Zaenal dan Topan turun dari mobil, lalu melewati persawahan menuju vila atas nama ayah Melati, Eko Riyanto tersebut. Di vila itu pelaku mengambil uang tunai Rp 9 juta, 150 euro, Iphone, kamera, perhiasan imitasi dan laptop. ‘’Mungkin karena tahu perhiasan itu imitasi, pelaku membuangnya di selokan dekat TKP,’’ jelasnya. Menurut Kapolres asal Buleleng ini, mereka melakukan modus sama saat beraksi di TKP lainnya. ‘’Mobil tersebut yang dipakai operasional saat melakukan aksinya. Tiga pelaku yaitu Zaenal, Topan dan Nurudin, asal Lombok. Sedangkan satu pelaku (Heri - red) asal Bali,’’ kata Yudith. Aksi komplotan garong ini membuat Yudith geram. Dia mengancam menindak tegas jika ada pelaku lain yang berani beraksi di wilayah Badung. ‘’Keempat pelaku ini ditembak kakinya. Ini salah satu bukti tindakan tegas kami,’’ tegasnya. (kmb36)

Bali Post/rah

BARANG BUKTI - Kapolres Badung AKBP Yudith Satriya Hananta menunjukkan barang bukti yang disita dari komplotan spesialis pembobol vila.

Bali Post/edi

LABUAN SAIT - Deretan payung di Pantai Labuan Sait, Pecatu. Kenaikan tarif masuk objek wisata juga berlaku untuk kawasan ini.

Kenaikan Tarif Objek Wisata

Wajib Dibarengi Peningkatan Kualitas Pelayanan Mangupura (Bali Post) -

Mulai 1 Juli 2019, kenaikan tarif masuk ke sejumlah objek wisata di Badung resmi diterapkan. Pada hari kedua penerapan, atau Selasa (2/7) kemarin, tidak ada kendala berarti yang dihadapi pengelola objek wisata. Seperti di Objek Wisata Kawasan Luar Uluwatu dan Labuan Sait, Bendesa Adat Pecatu I Made Sumerta mengatakan, kenaikan tarif tidak berpengaruh terhadap tingkat kunjungan wisatawan. Sebab, sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi. Seluruh stakeholder pariwisata khususnya travel agent telah mengikuti sosialisasi. ‘’Sudah sosialisasi sehingga saat diterapkan, ini tidak ada kendala,’’ ujarnya. Kenaikan tarif, kata Sumerta yang juga anggota DPRD Badung, memang wajar dilakukan. Hal ini mengingat penyesuaian tarif sudah lama tidak dilakukan. Meski demikian, dia tetap mengingatkan, kenaikan tarif mesti dibarengi peningkatan kualitas pelayanan, termasuk

peningkatan infrastruktur. ‘’Dalam waktu dekat, hari Jumat ini kami akan mengundang Dinas PUPR dan Dinas Pariwisata terkait dengan perbaikan infrastruktur di kawasan Uluwatu,’’ tegasnya. Pada pertemuan nanti, pihaknya akan membahas terkait dengan perbaikan infrastruktur termasuk penyuntikan tebing Uluwatu yang mengalami keretakan. ‘’Teknis terkait penyuntikan tebing, kami berharap bisa menjaga kesakralan dari Pura Uluwatu. Kita juga akan berkoordinasi terkait dengan infrastruktur yang ada di Uluwatu,’’ katanya. Sementara untuk objek wisata Pantai Labuan Sait, akan diupayakan ada kegiatan wisata lain selain surfing. Hal itu untuk menambah

atraksi serta meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di kawasan setempat. Terkait penanganan sampah di Pantai Labuan Sait yang sulit dilakukan karena medan menuju pantai cukup berat, Sumerta menegaskan, untuk sementara waktu akan dilakukan dengan cara manual. Sebab, membuat akses jalan menuju pantai tidak memungkinkan. Areal parkir di bawah pun tidak memungkinkan karena areal pantai yang tidak begitu luas. Sementara itu, Manajer Pengelola Kawasan Luar Pura Uluwatu dan Labuan Sait, Wayan Wijana memaparkan, di hari kedua pemberlakuan harga tiket baru, kunjungan wisatawan ke Uluwatu justru naik 3,5 persen. Sebaliknya, di Labuan Sait turun sampai 10

persen. Namun dia menegaskan, penurunan kunjungan wisatawan tersebut diakibatkan beberapa faktor. Wijana memaparkan perbandingan kunjungan sebelum dan setelah kenaikan retribusi. Pada 30 Juni Uluwatu dikunjungi 6.945 wisatawan dan Labuan Sait sebanyak 1.288 wisatawan. Sedangkan setelah 1 Juli, kunjungan ke Uluwatu sebanyak 7.201 wisatawan dan Labuan Sait 1.149 wisatawan. ‘’Secara value, total pendapatan naik yaitu untuk di Uluwatu mencapai 39,6 persen dan Labuan Sait mencapai 23,3 persen,’’ ungkapnya. Menyikapi dan menjalankan amanat Perbup tentang kenaikan harga tiket objek wisata, pihaknya akan terus meningkatkan pelayanan di semua lini, termasuk infrastruktur. Dia menilai, penyesuaian ini wajar dibandingkan dengan harga tiket di objek lainnya di Bali. (kmb23)

DLHK Sterilkan FBP dari Kantong Plastik Mangupura (Bali Post) Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung berupaya mensterilkan Festival Budaya Pertanian (FBP) dari kantong plastik. DLHK akan mengerahkan tim kebersihan untuk mensosialisasikan kebijakan tersebut pada festival yang diselenggarakan pada 4 hingga 7 Juli di areal jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Petang. ‘’Kami berharap masyarakat maupun pengunjung turut mengkampanyekan Badung bebas sampah plastik dengan membawa tas atau sejenisnya saat berkunjung ke festival pertanian,’’ ungkap Kepala DLHK Badung Putu Eka Marthawan, Selasa (2/7)

kemarin. Birokrat asal Sempidi, Mengwi, Badung ini menyatakan pihaknya akan membagikan tas belanja gratis kepada pengunjung FBP, sehingga diharapkan dapat mengurangi penggunaan kantong plastik. Pihaknya juga akan mengerahkan petugas kebersihan yang menggunakan seragam superhero guna mengkampanyekan program tersebut. ‘’Hanya dengan membawa KTP dan menggunakan pakaian adat pada saat itu, serta mengisi pakta integritas siap tidak pakai kantong plastik atau tas kresek, kami akan berikan reward tas belanja cantik gratis,’’ ujarnya.

Mantan Kabag Humas dan Protokol Setda Badung itu menyampaikan akan melakukan reformasi total dalam hal pengelolaan sampah berbasis reduce, reuse dan recycle (3R). Pada intinya, seluruh komponen jasa perdagangan, wajib memilah sampah dari sumbernya sesuai UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. ‘’Tahun 2019 yang merupakan tahun yang penuh dengan kompetisi, kami akan terus melakukan inovasi. Bahkan, kami akan memprioritaskan konsep yaitu darurat berbenah dalam pengelolaan sampah maupun limbah,’’ katanya. Konsep Badung anti kantong plastik (Batik) akan direalisasikan, bukan hanya

sekadar melalui pembuatan Perda atupun Perbup saja. Lebih dari itu, pihaknya berharap serta mendorong seluruh komponen untuk mendukung program tersebut. ‘’Itu akan dilakukan secara berkelanjutan, sehingga Badung tidak akan menjadi sorotan lagi akibat masalah sampah,’’ katanya. Terkait dengan pengelolaan limbah, seluruh komponen pariwisata yang mendapatkan UPL/UKL, diharapkan tertib dalam pengelolaan limbah sesuai amanah UU No. 32 Tahun 2009. Khusus pengurangan kantong plastik, tahun ini Kabupaten Badung sangat siap untuk mewujudkan hal tersebut. (kmb27)

Bali Post/ist

DLHK - Stan DLHK Badung pada FBP yang diselenggarakan 4 hingga 7 Juli di areal jembatan Bangkung, Desa Pelaga, Petang.


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Rabu Wage, 3 Juli 2019

Mahasiswa Teknik Sipil PNB Raih Juara I Lomba Beton Nasional di Jakarta

FOTO BERSAMA - Ketua DPRD Badung Putu Parwata foto bersama dengan jajaran Universitas Dhyana Pura.

Ketua DPRD Badung Ucapkan Selamat atas Terpilihnya Rektor Undhira

KENDATI sempat menuai masalah dan menjalani proses yang cukup panjang, akhirnya Rektor Universitas Dhyana Pura (Undhira) terpilih secara aklamasi. Dari pemilihan ulang rektor yang diselenggarakan Senin (1/7) itu, terpilih I Gusti Bagus Rai Utama sebagai rektor yang baru. Dalam proses pemilihan rektor, pihak Yayasan Dhyana Pura menunjuk lima orang sebagai pendamping, di antaranya I Ketut Artadi, Bishop. Em. Dr. Ketut S. Waspada, Dr. Ketut Putra Suartana, I Gede Bangun Nusantara dan Dr. I Putu Parwata. Ketua DPRD Badung Putu Parwata, Selasa (2/7) kemarin, mengatakan pihaknya mengucapkan selamat kepada rektor terpilih, dan mengapresiasi pemilihan rektor sudah sesuai statuta. ‘’Seleksi ini telah sesuai rekomendasi Senat Undhira. Rektor saat ini sudah memiliki kopetensi yang mumpuni, sehingga Undhira bisa lebih maju kedepannya,’’

ujarnya. Lebih lanjut anggota Majelis Sinode ini juga mengatakan proses pemilihan rektor sudah sesuai aturan. ‘’Saya memberi apresiasi kepada yayasan dan senat sudah mampu melahirkan generasi muda yang mumpuni sebagai rektor di Undhira. Semoga bisa mengembangkan Undhira semakin baik, maju dan selalu mampu berkomunikasi dengan masyarakat, pemerintah dan lembaga-lembaga terkait lainnya,’’ ungkapnya. Parwata juga berharap Undhira salah satu kampus unggulan di Kabupaten Badung bisa menjadi panutan dan teladan dan berkualitas. ‘’Kami harapkan visi, misi dan tujuan kampus Undhira mampu memberi kontribusi kepada masyarakat Badung, Bali, Indonesia, bahkan di dunia internasional. Kami juga berharap target kampus ini agar mencetak entrepreneurship muda tumbuh di masyarakat dan ikut men-

dorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, termasuk UMKM,’’ paparnya. Politisi asal Desa Dalung ini juga mendukung pembukaan Fakultas Kedokteran sehingga kemajuan Undhira bisa dilihat di masyarakat. ‘’Kebanyakan masyarakat sudah tahu dan teruji dalam menamatkan SDM di bidang kepariwisataan dan sudah banyak yang menempati posisi-posisi strategis di industri pariwisata. Ke depan kami ingin Undhira ini bisa menjadi pioner dalam bidang SDM kesehatan dan hospitaliti,’’ terangnya. Sementara itu, Rektor terpilih I Gusti Bagus Rai Utama mengatakan bersyukur atas pemilihan yang berjalan dengan lancar. Pemilihan juga telah sesuai dengan Permenristedikti Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pedoman Tata Cara Penyusunan Statuta PTS. ‘’Jadi pemilihannya menggunakan metode seleksi, bukan voting,’’ katanya. (ad112)

Pertukaran 32 Mahasiswa dan Dosen Taiwan-Thailand di Itekes Bali

Mereka Dikenalkan ’’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’

INSTITUT Teknologi Kesehatan (Itekes) Bali semakin memperkuat kerja samanya dengan lembaga pendidikan tinggi sejenis di luar negeri. Makanya kampus ini dikenal paling siap go ASEAN dan go international. Kampus Itekes Bali (dulu Stikes Bali) dikenal memiliki program go international yang dijalankan secara kontinu. Selasa (2/7) kemarin sebanyak 32 mahasiswa dan dosen dari NTUNIS Taiwan dan CC Network 1 di bawah pembinaan Paraboromarajanok Instute Ministry of Public Health dan Boromarajonani Collage of Nursing (BCN) Terang, Thailand melakukan pertukaran mahasiswa dan dosen selama tiga minggu. Mereka terdiri dari tujuh dosen dari Thailand, dua mahasiswa dari Taiwan dan 23 mahasiswa dari Thailand. Mereka diterima secara kehormatan di kampus Itekes Bali oleh Rektor I Gede Putu Darma Suyasa, S.Kp., M.Ng.,P h.D. didampingi WR III Ns. I Ketut Alit Adianta, S.Pd., S.Kep., M.Ns. bersama mahasiswa Itekes Bali. Karena program ini sudah berlangsung 10 tahun dan sarat dengan muatan budaya, Rektor Darma Suyasa menyebut Student and Faculty Exchange Training Program dan Health and Cultural Immersion 2019. Para mahasiswa dan dosen ini selain melakukan kegiatan akademik juga diperkenalkan program dan visi Gubernur Bali Wayan Koster ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. Termasuk Pergub Pelestarian Bahasa dan Budaya Bali. Di antaranya diisi dengan program belajar bahasa Bali, berbusana Bali, membuat canang, berlatih menari Bali dan menabuh gambelan. Mereka juga diajak wisata budaya di Bali dan ditutup dengan memasak kuliner Bali bersama. Sejumlah dosen dan maha-

TIGA mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Bali (PNB) berhasil menjadi juara I pada Lomba Beton Nasional. Lomba yang digelar di Universitas Mercu Buana, Jakarta, Jumat (28/6) lalu, menambah koleksi prestasi untuk tingkat nasional dari Jurusan Teknik Sipil, di bawah bimbingan dosen Ir. I Wayan Intara, M.T. dan Komang Sudiarta, S.T., M.T. Ketiga mahasiswa tersebut yakni Putu Ardhyaradita Augie Wikananda, Ni Luh Ayu Ariati dan I Ketut Arta Gunawan. Yang menjadi menarik dari lomba ini, karena PNB merupakan satu-satunya peserta dari politeknik yang bersaing dengan belasan tim peserta perwakilan dari universitas. Atas prestasi yang bergengsi ini, Direktur PNB I Nyoman Abdi, S.E., M.eCom. menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa dari Jurusan Teknik Sipil yang berhasil menjadi yang terbaik pada Lomba Beton Nasional. Ini juga menjadi suatu kebanggaan karena pada lomba ini, PNB satusatunya dari lembaga vokasi dan peserta lain diikuti perwakilan dari universitas di Indonesia. ‘’Ini membuktikan kualitas dari mahasiswa PNB tidak kalah dibandingkan politeknik lain serta universitas di Indonesia. Itu tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan dosen di Jurusan Teknik Sipil termasuk juga peralatan praktik untuk men-support kompetensi mahasiswa selama mereka kuliah di PNB,’’ katanya, Selasa (2/7) kemarin. Selama ini, kata Abdi, mahasiswa berprestasi memang disupport secara total oleh dosen pembimbing, serta memiliki peralatan praktik yang jauh melebihi dari peralatan yang dimiliki perguruan tinggi lain. Ke depan, pihaknya berharap mahasiswa ini tidak hanya meraih juara untuk tahun ini, namun juga bisa meraih prestasi di kemudian hari. Dengan demikian sejumlah capaian prestasi yang sudah diraih akan meningkatkan nuansa akademik di PNB dan bisa memacu serta dipengaruhi mahasiswa lain untuk ikut berprestasi. Ini juga bisa memantik jurusan lain di PNB agar saling berlomba untuk meraih prestasi, baik nasional maupun internasional. Secara

JUARA - Ketua Jurusan Ir. Wayan Sudiasa, M.T. (kiri) berforo bersama dengan mahasiswa peraih juara lomba beton didampingi kedua dosen pembimbing. keseluruhan, PNB akan dipenuhi dengan prestasi. Ketua Jurusan Ir. Wayan Sudiasa, M.T. berharap dengan capaian prestasi ini, mahasiswa bisa kembali bersaing dan meraih juara beton tingkat internasional. Untuk mahasiswa yang lain, pihaknya juga berharap agar bisa termotivasi untuk mengikuti lomba. Selama tahun 2019, kata Sudiasa, ada dua prestasi tingkat nasional yang sudah diraih tim dari Teknik Sipil. ‘’Untuk tahuntahun sebelumnya, mahasiswa kami juga sering meraih juara pada lomba serupa,’’ akunya. Untuk kompetensi di Jurusan Teknik Sipil, pihaknya akan terus melakukan peningkatan. Hal ini dipandang penting karena mereka nanti setelah lulus diharapkan bisa mencari pengalaman di perusahaan nasional serta bisa bersaing di perusahaan internasional. ‘’Lulusan kita harus siap bersaing di nasional dan internasional, minimal di kawasan Asia Pasifik,’’ tegasnya. Sementara dosen pembina bimbingan Ir. I Wayan Intara, M.T. didampingi Komang Sudiarta, S.T., M.T. mengatakan, di Teknik Sipil ini ada komunitas yang mewadahi untuk aktivitas seperti ini. Adapun wadah yang dimaksud yaitu Komunitas Mahasiswa Prestasi Teknik Sipil (Kompas). Melalui wadah ini, kata Intara, setiap generasi dilakukan seleksi, sehingga setiap kegiatan lomba, selain diikuti kakak kelas

juga adik kelasnya. Yang mana ini menjadi ajang kaderisasi untuk ke depannya. Peserta lomba di bawah naungan Kompas ini sudah sering meraih juara pada setiap lomba tingkat nasional. Bahkan yang membanggakan dari lomba nasional ini yaitu peserta yang dilawan dari universitas. Sehingga peserta dari PNB ini, sebelum menghadapi lawannya sempat merasa takut. Karena selain peserta dari universitas, juri juga dari kalangan universitas. Otomatis pertanyaannya lebih mengarah ke bidang keilmuan. Secara nasional, peserta dari PNB berhasil mengalahkan belasan tim yang sebagian besar dari universitas. Dari belasan itu, lima besar yang masuk final yaitu dari UNS, Universitas Atmajaya, Universitas Mercu Buana, Universitas Halu Oleo, dan PNB. Dari lima finalis tersebut, PNB berhasil menjadi juara I. Sementara itu, Ketua Tim dari PNB Putu Ardhyaradita Augie Wikananda menuturkan, yang menjadi kendala selama lomba yaitu dari peralatan praktik. Namun, saat persiapan, pihaknya bersama tim mengaku berhasil menemukan solusi untuk mengatasi kendala tersebut. Dengan capaian ini, pihaknya didampingi rekan tim mengaku sangat bangga. Karena untuk pertama kalinya dari PNB yang merupakan lembaga vokasi berhasil bersaing dengan universitas dan menjadi juara I. (ad117)

erasi muda Hindu dalam rangka memperkokoh keutuhan dan sekaligus turut serta membangun NKRI. Pendidikan keagamaan Hindu di setiap pasraman di Indonesia memiliki karakteristik yang sangat khas dan berbeda-beda. Kekhususannya itu terletak pada diberinya ruang pada pengaruh adat atau budaya keagamaan yang berkembang pada daerah tertentu. ‘’Melalui Jambore Pasraman V diharapkan ajaran agama Hindu dapat diimplementasikan dan dikolaborasikan dengan adat dan budaya setempat,’’ katanya. Jambore yang mengambil tema ‘’Peningkatan kepekaan dan solidaritas untuk kesadaran generasi muda Hindu dalam tanggung jawab membangun masa depan

bangsa’’, diikuti sekitar 880 orang di luar panitia dan juri. Dalam Jambore Pasraman Nasional V ini, kegiatan yang dilombakan seperti lomba mantra Tri Sandhya, lomba Kramaning Sembah, lomba Yoga Asanas, lomba Cipta Baca Puisi Keagamaan Hindu, lomba Bercerita Keagamaan Hindu, lomba Pelafalan Doa Sehari-hari, Outbound, Tirtayatra dan kegiatan sarasehan. Jambore Pasraman Nasional ini diharapkan mampu mendorong dinamika generasi muda Hindu menjadi lebih dinamis, eksploratif dalam meningkatkan pengetahuan dan wawasannya, memupuk jiwa patriotisme, nasionalisme dan memupuk rasa tanggung jawab dan rasa kepedulian. (kmb16)

Jambore Pasraman Nasional V Diselenggarakan di Bali

THAILAND - Rektor Itekes Bali Putu Darma Suyasa bersama mahasiswanya saat menerima mahasiswa dari Thailand. siswa asal Thailand pun saat tiba sempat mempertanyakan mengapa mereka melihat mahasiswa Itekes semua berbusana Bali. Langsung saja dijawab Rektor Darma Suyasa bahwa setiap Purnama-Tilem dan Kamis di Bali diberlakukan berbusana dan berbahasa Bali. Hal ini juga akan diajarkan di program pertukaran kali ini yang membuat mahasiswa asing ini kegirangan. Seperti diketahui, Itekes Bali juga bekerja sama dalam program yang sama dengan Mahidol University, SLC Thailand, serta BCN. Dirintis Itekes Bali sejak 2008 oleh Ketua YPPLPK Bali Drs. Ida Bagus Arka, mantan Ketua Stikes Bali Drs. I Ketut Widia, BN.Stud. dan Darma Suyasa sendiri. Sedangkan dengan Taiwan sudah dimulai setahun lalu. Rektor Darma Suyasa menjelaskan, mahasiswa Thailand dan Taiwan selalu tertarik mengikuti program ini karena Itekes Bali adalah kampus terbaik dan menarik semua orang

karena budayanya. WR III Ketut Alit Adianta menambahkan, pertukaran mahasiswa dan dosen dari Thailand dan Taiwan ini fokus mempelajari community nursing dan sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Di samping itu akan membahas kerja sama penelitian. Para dosennya mengajar di kelas serta memaparkan berbagai inovasi model dan teknologi kesehatan di Thailand dan Bali. Mahasiswa ajak mengikuti PBM di kelas, juga mengunjungi rumah sakit, puskesmas dan juga komunitas kesehatan masyarakat di desa. Termasuk model pengobatan tradisional ala Itekes Bali yang masuk di pelajaran farmasi. Sementara di Thailand sudah berupa program studi. Soal sipenmaru, Itekes Bali sudah merekrut 300 mahasiswa baru lewat jalur TPA. Sedangkan program reguler masih dibuka pendaftaran untuk 10 prodi hingga pertengahan Agustus 2019 guna memperebutkan 150 kuota tersisa. (ad118)

DIREKTORAT Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI akan menyelenggarakan kegiatan Jambore Pasraman Tingkat Nasional (Jampasnas) V di Denpasar. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aston Hotel, Jalan Gatot Subroto, mulai 2-7 Juli 2019. Kegiatan tiga tahunan ini rencananya akan dibuka Menteri Agama RI Lukman Hakim Saefuddin, Rabu (3/7) ini pukul 19.00 Wita. Ketua Panitia Drs. I Wayan Budha, M.Pd. didampingi Sekretaris Dirjen Bimas Hindu I Made Sutresna, S.Ag., M.A. mengatakan ,kegiatan Jambore Pasraman Nasional ini sebagai salah satu upaya untuk menumbuhkan semangat kebersamaan, kepedulian dan rasa kebangsaan kepada gen-

JAMBORE - Konferensi pers Jambore Pasraman Nasional V.

Hernia Inguinalis pada Orang Dewasa SECARA umum, hernia atau yang sering disebut ‘’turun berok’’ adalah kondisi yang terjadi ketika organ di dalam tubuh menekan dan menembus keluar melalui

otot atau celah jaringan di sekitarnya yang melemah. Salah satu jenis hernia yang paling umum terjadi adalah hernia inguinalis. Hernia inguinalis terjadi ketika

sebagian dari usus keluar dari rongga perut melalui dinding bawah perut ke arah sekitar alat kelamin. Berdasarkan profil kesehatan Kabupaten Gianyar 2016, hernia inguinalis masuk urutan terakhir dalam pola 10 besar penyakit pada pasien rawat inap di rumah sakit umum Kabupaten Gianyar. Di mana hernia ingunal lebih sering terjadi pada laki-laki dibandingkan perempuan dan meningkat pada umur 45 tahun. Di Indonesia kasus hernia ingunal merupakan kasus bedah gawat darurat tersering kedua setelah usus buntu. Terdapat beberapa faktor risiko dalam penyakit ini. Seperti jenis kelamin. Hernia inguinalis lebih cenderung terjadi pada pria dibandingkan wanita. Kemudian

obesitas. Orang yang memiliki kelebihan berat badan biasanya memiliki tekanan yang lebih banyak pada bagian perut sehingga mengakibatkan kelemahan otot di perut. Selanjutnya riwayat batuk kronis atau sembelit kronis. Lalu faktor pekerjaan tertentu. Pekerjaan yang mengharuskan berdiri dalam jangka waktu lama atau harus mengangkat beban yang sangat berat. Penyakit hernia inguinal diawali dengan muncul gejala benjolan pada lipatan paha atau buah zakarpenderita. Benjolan yang muncul biasanya tidak disertai nyeri dan hilang timbul. Benjolan biasanya muncul saat penderita melakukan kegiatan yang meningkatkan tekanan perut seperti mengangkat berat atau batuk. Benjolan menghilang biasanya

saat pasien sedang istirahat. Pada fase ini biasanya penderita tidak sadar memiliki penyakit hernia inguinal. Penderita biasa datang ke rumah sakit saat penyakit masuk fase akhir, di mana gejala yang muncul berupa nyeri hebat di perut, mual, muntah mendadak dan konstipasi. Komplikasi yang muncul apabila penyakit ini dibiarkan adalah kematian jaringan usus hingga infeksi rongga perut. Walau penyakit ini dapat disembuhkan secara tuntas, ada baiknya kita melakukan aktivitas untuk mencegah terjadi penyakit hernia inguinalis. Di antaranya menjaga berat badan agar tetap dalam batasan ideal dan sehat, menghentikan kebiasaan merokok, menghindari aktivitas mengangkat be-

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

ban yang terlalu berat atau melakukannya dengan perlahan. Penyembuhan total hernia inguinalis bisa ditangani melalui prosedur operasi yaitu bedah terbuka dan laparoskopi. Prosedur ini akan dilakukan jika hernia menyebabkan gejala yang cukup parah dan muncul komplikasi yang cukup serius. Akhir kata, penyakit hernia inguinalis merupakan penyakit yang harus diwaspadai, di mana dengan pengenalan akan gejala awal penyakit ini dapat mencegah komplikasi yang akan terjadi dan pengaturan pola hidup sehat dan aktivitas fisik yang cukup dapat mencegah penyakit ini. l dr. Chriscahya Wibisana Candra


DAERAH

Rabu Wage, 3 Juli 2019

Kredit Tumbuh 20,90 Persen

5

Terima 14 Senator dan Ketua Kadin di Gedung DPD-RI Provinsi Bali

BPR Lestari Bali Kembali Jalin Kerja Sama Bahas RUU Daya Saing Daerah, Wedakarna Minta Pusat Linkage dengan Maybank Rp 200 Miliar Perhatikan Kebutuhan Khusus Bali dan Politik Anggaran BPR Lestari Bali (member of Lestari Group) mencatat kinerja kredit yang positif pada triwulan I tahun 2019. Berdasarkan laporan kinerja, penyaluran dana kredit BPR Lestari Bali tumbuh 20,90 persen year-over-year (YoY) dari angka Rp 2,594 triliun menjadi Rp 3,136 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan kredit BPR Lestari Bali dua kali lipat dari pertumbuhan kredit BPR skala nasional yang mencatatkan angka 10,70 persen YoY. Pertumbuhan ini membuat BPR Lestari Bali tercatat menguasai 29,5 persen market share kredit BPR di Bali. Angka tersebut membuktikan BPR Lestari Bali mampu menjaga tren positif kinerja bisnisnya. Mencatat kinerja kredit yang menjanjikan di awal tahun, BPR Lestari Bali semakin memantapkan langkah untuk menggarap penyaluran kredit untuk sektor UMKM. Terbukti di tahun ini, untuk kedua kalinya BPR Lestari Bali menjalin kerja sama dalam program linkage. Setelah sebelumnya dengan CIMB Niaga, kali ini BPR Lestari menerima kucuran dana dari Maybank sebesar Rp 200 miliar. Penandatanganan kerja sama yang dilaksanakan pada Jumat (28/6) lalu di Kantor Pusat BPR Lestari Bali di bilangan Jalan Teuku Umar ini, dihadiri Komisaris Utama BPR Lestari Bali Alex P. Chandra dan Direktur

KERJA SAMA - Kerja sama BPR Lestari dengan menerima kucuran dana dari Maybank sebesar Rp 200 miliar. Utama BPR Lestari Bali Pribadi Budiono. Sedangkan dari pihak Maybank dihadiri Area Branch Manager Bali-Nusra IGN Mulya Perbawa, Business Relationship Manager Gede Eggy Ulliantara dan Credit Dokumentasi UnitLegal Ni Nyoman Jessika Pradnya Astuti. ‘’Awal tahun ini kinerja kredit kami leading dari industri. Momentum ini kami perkuat dengan kerja sama program linkage dengan beberapa bank umum,’’ kata Pribadi usai penandatanganan kerja sama. Selain itu, BPR Lestari Bali juga mencatat rasio LDR (Liquid to Deposits Ratio) sebesar 66,25%. Angka tersebut di bawah batas maksimum yang ditetapkan Bank Indonesia yakni sebesar 95,75%. ‘’Posisi LDR kami berada di bawah

batas yang di tetapkan Bank Indonesia. Artinya kondisi dana kami cukup likuid,’’ ungkap Pribadi. ‘’Ini bukan kali pertama kami bekerja sama dalam program linkage dengan BPR Lestari. Kami rasa kerja sama ini baik bagi kedua belah pihak serta nantinya dapat dikembangkan lebih jauh di waktu mendatang,’’ ujar IGN Mulya Prabawa. Tahun ini BPR Lestari Bali masih akan terus memperkuat penyaluran kredit untuk sektor UMKM. Melalui penyaluran ini, diharapkan dapat memberikan peluang besar untuk kemajuan sektor tersebut. ‘’Kami berharap kerja sama ini terjalin secara kontinu, sehingga memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak dan sektor yang kami dukung,’’ tutup Pribadi. (ad113)

Optimalkan Aspek Paliatif

RSUP Sanglah Dukung PKB Bagian Anak XX SEBAGAI rumah sakit pendidikan tipe A, RSUP Sanglah mendukung setiap pengembangan ilmu kesehatan di RSUP Sanglah. Salah satu yang dilakukan Bagian Ilmu Kesehatan Anak (IKA) FK Universitas Udayana (Unud)/RSUP Sanglah. Bagian IKA FK Unud/RSUP Sanglah kembali menyelenggarakan Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB) mulai 5-6 Juli di Prime Plaza Hotel and Suites, Sanur. Rencananya acara tersebut juga akan dibuka Direktur Utama RSUP Sanglah dr. I Wayan Sudana, M.Kes. Kasubbag Humas RSUP Sanglah Dewa Ketut Kresna mengatakan, ilmu kesehatan terus berkembang. Maka dari itu, RSUP Sanglah terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan dengan meng-update ilmu-ilmu kesehatan. Pengembangan ilmu kesehatan ini sesuai dengan visi-misi RSUP Sanglah yaitu menyelenggarakan pelayanan kesehatan interprofesi yang paripurna, bermutu untuk seluruh lapisan masyarakat, menyelenggarakan pendidikan tenaga kesehatan yang profesional dan berdaya saing serta menyelenggarakan penelitian dalam bidang kesehatan berbasis rumah sakit, menyelenggarakan kemitraan dengan pemangku kesehatan terkait, menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Ditemui Selasa (2/7) kemarin, Ketua Panitia PKB IKA XX Dr. dr. Dyah Kanya Wati, Sp.A(K). menjelaskan, ada yang berbeda dengan PKB kali ini. Sebab, Bagian IKA FK Unud/RSUP Sanglah mengangkat tema ‘’screening, stabilization and referral sys-

PKB - Kegiatan PKB IKA FK Unud/RSUP Sanglah. tem update at limited source hospital on Chinne’’ (Cardiovascular, Hematology – Oncology, Infection, Neonatology, Neurology and Emergency). Ia menjelaskan pentingnya layanan paliatif pada pasien sebelum merujuk di era JKN. Karena pasien yang dirujuk belum tentu kondisinya lebih baik setelah dirujuk. Sehubungan dengan itu, maka penanganan secara komprehensif terutama di bidang skrining sebagai upaya preventif, stabilisasi, dan sistem rujukan berdasarkan perkembangan ilmu kedokteran terbaru di rumah sakit dengan fasilitas terbatas akan sangat diperlukan untuk memperbaiki luaran anak-anak dengan semua kategori penyakit yang masuk dalam kategori penyakit berdasarkan layanan SJSN. Manajemen pasien ini dikatakan perlu optimalisasi aspek paliatif di faskes tempat pasien tersebut dirawat. PKB IKA FK Unud/RSUP Sanglah ini merupakan langkah awal membuat tim paliatif di semua lini pelayanan kesehatan. Sehingga PKB ini tidak

hanya pemaparan materi ataupun sharing knowledge, tetapi ada aksi nyata yang dilakukan. Langkan ini untuk mengoptimalkan rujukan berjenjang yang diusung di era JKN. Diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga medis sehingga dapat memberikan pelayanan yang optimal dan terpadu kepada masyarakat. Hingga saat ini, peserta yang mendaftar sudah lebih dari 250 orang. Artinya telah melampaui target peserta. Peserta terdiri dari dokter umum, dokter spesialis anak, perawat, dari dalam dan luar Pulau Bali. Selain itu, rumah sakit juga mengirimkan perwakilan pesertanya untuk mengikuti seminar ini, termasuk RSUP Sanglah. Mengingat pentingya aspek paliatif yang harus dilakukan setiap fasilitas kesehatan. Begitu juga pembicara yang hadir dari dalam dan luar Pulau Bali. Seperti dr. Endang Windiastuti, Sp.A(K)., dr. Anky Tri Rini, Sp.A(K)., dr. Edi S. Tehuteru, Sp.A(K)., dr. Abdul Latief, Sp.A(K). dan lainnya. (bns1)

Cabuli Siswi SMP

Oknum Mahasiswa Dihukum Tujuh Tahun Denpasar (Bali Post) Oknum mahasiswa, terdakwa I Kadek Agus Suarnata Putra alias Dek Kaduk (23), dihukum selama tujuh tahun dan denda Rp 5 juta, Selasa (2/7) kemarin. Terdakwa dihukum karena mencabuli siswi SMP berinisial NP. Mahasiswa semester VII di salah satu universitas ternama di Denpasar ini dikenakan Pasal 81 ayat (2) jo Pasal 81 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. ‘’Mengadili, menyatakan terdakwa I Kadek Agus Suarnata Putra alias Dek Kaduk telah terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana membujuk anak untuk melakukan persetubuhan dengannya, sesuai dakwaan kedua penuntut umum,’’ tegas hakim Adyana Dewi. Terhadap putusan tersebut, terdakwa masih punya hak

untuk menerima atau menolak dengan mengajukan banding maupun berpikir selama tujuh hari. Terdakwa menerima putusan tersebut. Kasus yang menjerat terdakwa ini berawal pada tanggal 25 November 2018, kala itu terdakwa berkenalan dengan korban yang berinisial NP yang masih duduk di bangku kelas IX SMP melalui media sosial Instagram. Saat itu korban memberikan nomor WA kepada terdakwa. Pelaku melalui WA mengungkapkan rasa cintanya terhadap korban. Direspons, terjadilah ikatan asmara. Pada 26 November ketika terdakwa jatuh dari motor, korban bersama temannya sempat menjenguk terdakwa di rumahnya yang beralamat di Jalan Raya Semer Gang Tunjung Mekar, Kerobokan, Badung. Setelah pertemuan itu, korban yang sudah merasa jadi pacar meminta terdakwa

untuk menikahinya dengan alasan tidak tahan hidup di rumah karena sering dimarahi ibu dan bapaknya. Permintaan korban itu dijawab terdakwa dengan janji akan menikahinya tiga tahun lagi. Pada 27 November 2018, korban kembali mendatangi rumah terdakwa. Terdakwa langsung mengajak korban bersetubuh. Korban yang sudah dijanjikan akan dinikahi menuruti permintaan terdakwa. Setelah itu, terdakwa semakin sering mengajak korban untuk berhubungan badan. ‘’Terdakwa tidak menghentikan perbuatannya terhadap korban meskipun terdakwa sudah diperingatkan oleh ayah korban agar tidak berpacaran dengan anaknya yang masih kelas IX SMP. Namun terdakwa tidak mempedulikan peringatan dan pesan ayah korban tersebut,’’ kata jaksa Purwanti. (kmb37)

ADA yang istimewa di Kantor DPD-RI Provinsi Bali, Jalan Cok Agung Tresna Renon, Denpasar yakni dengan kedatangan 14 Senator RI dari sejumlah wilayah di Indonesia. Kedatangan anggota Komite I DPD-RI ini untuk mengadakan uji sahih terkait dengan RUU tentang Daya Saing Daerah yang merupakan inisiatif dari DPD-RI. Kedatangan Senator Indonesia ini disambut Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III yang saat bersamaan juga menerima kehadiran Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali serta jajaran. Dalam acara yang dihadiri kurang lebih 150 peserta dari berbagai kalangan akademis, tampak hadir pembicara yakni Dr. Putu Kepramareni, S.E., M.M. (Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Mahasaraswati Denpasar), Dr. Erikson Sihotang, S.H., M.Hum. (Universitas Mahendradatta), I Made Ariandi (Kertua Kadin Bali). Ditemui usai acara, Senator AWK menyatakan terpilihnya Bali sebagai tempat diadakannya kegiatan uji sahih merupakan sebuah kehormatan. Mengingat Bali sendiri sangat berkepentingan dengan RUU yang sudah masuk dalam prolegnas ini. Menurutnya, Bali dengan segala potensinya memiliki keunggulan hebat yakni inisiatif dan pemberdayaan potensi secara mandiri berdikari yang dilakukan masyarakatnya, khususnya dengan adanya dorongan desa adat. Ia berharap agar pemerintah pusat memberikan perhatian khusus bagi Bali. ‘’Perjuangan saya sebagai senator termuda dari

Bali ini adalah untuk berjuang di produk legislasi nasional. Jika ingin bertahan baik secara kekuatan ekonomi dan juga ketahanan agama budaya, maka Bali harus dilindungi secara sistem politik. Itu akan lebih baik dengan produk legislasi UU. Maka dari itu, saya berharap dengan sinergi Tri Partit, baik DPD-RI, DPR-RI dan pemerintah pusat, maka akan muncul produk UU yang pro terhadap semangat daerah sehingga ini bisa menyejahterakan masyarakat,’’ kata AWK. Lebih lanjut dikatakan AWK, juga meminta agar pemerintahan Presiden Joko Widodo konsisten memenuhi harapan masyarakat Bali untuk bisa mendapatkan kue pembangunan sebagaimana mengacu pada hasil kemenangan Pilpres 2019 lalu. ‘’Secara politik, tentu pejabat asal Bali di posisi mana pun harus menagih janji pada pemerintah pusat yang katanya akan memberikan perhatian pada Provinsi Bali. Sebab, telah memenangkan Presiden Joko Widodo hingga 92 persen. Ini menjadi bukti bahwa orang Bali itu nasionalis. Orang Bali itu mendukung program pemerintah dalam antiradikalisme. Dan tentu saja orang Bali komit pada satu jalur. Kini tugas gubernur, bupati dan wali kota dengan pengawalan DPD-RI dan DPR-RI untuk bisa mengawal hal ini. Ada Rp 2.000 triliun anggaran APBN yang harus direbut Bali. Bali membutuhkan lebih dari sekadar pejabat, tapi perlu wakil yang bisa bicara. Saya berharap ke depan komposisi para anggota DPD-RI dan DPR-RI terpilih dari Bali bisa

Mangupura (Bali Post) Tim gabungan Bea Cukai Ngurah Rai dan Satresnarkoba Polresta Denpasar mengungkap penyelundupan sabu-sabu (SS) seberat 723,42 gram netto. Sebagian barang bukti 63 bungkus mirip kapsul ditelan pelaku. Penyelundupnya Ngirman Gurung (34) dan Jay Kumar Tamang (28) asal Nepal. Mereka pun dirantai saat kasusnya dirilis di Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Kuta, Selasa (2/7) kemarin. Mereka ditangkap di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai dan salah satu mall di Jalan By-pass Ngurah Rai, Kuta, akhir Mei lalu. Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, Himawan Indarjono, didampingi Kepala Bidang Penindakan dan Penyelidikan Kantor Wilayah DJBC Balli, NTB, dan NTT Sutikno menyampaikan penangkapan tersangka Ngirman ini dilakukan,

Sabtu (25/5) pukul 01.15 Wita. Pelaku merupakan penumpang pesawat Air Asia FD 398 rute Bangkok-Denpasar. Setelah melewati pemeriksaan X-ray, petugas Bea Cukai kemudian melakukan pemeriksaan barang bawaan milik yang bersangkutan. Petugas kemudian melanjutkan dengan pemeriksaan badan dan rontgen di rumah sakit. Berdasarkan hasil rontgen, terdapat indikasi adanya benda mencurigakan di dalam saluran pencernaannya. ‘’Setelah dilakukan upaya pengeluaran kurang dari 24 jam, diamankan 63 bungkus berisi sabu-sabu seberat 506,53 gram. Modusnya swallo atau ditelan,’’ ujar Himawan. Setelah itu, pihaknya berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polresta Denpasar. Tim dipimpin Kasat Resnarkoba Denpasar Kompol Aris Purwanto melakukan pengembangan kasus tersebut. ‘’Saat diinterogasi Ngir-

KUNJUNGAN – Senator AWK bersama para Senator Indonesia, Ketua Umum dan Penasihat Kadin Bali, serta para peserta uji sahih di Kantor DPD-RI. menjadi dream team dalam perjuangan politik kebijakan dan juga politik anggaran. Semoga ya,’’ jelas Senator AWK yang juga anggota Panitia Perancang Undang-undang (PPUU) DPD-RI. Lalu apa yang harus dilakukan oleh dirinya sebagai peraih suara terbanyak di Pemilu 2019 di Bali ini? ‘’Tentu saja, raihan suara sebanyak 742.781 yang dipercayakan masyarakat kepada kami akan menjadi kekuatan legitimasi mutlak yang harus dijaga. Ini akan saya manfaatkan untuk memimpin perjuangan DPD Bali agar apa yang menjadi agenda bersama

terwujud. Saya juga harus terus bekerja sama dengan Gubenur Bali, DPRD Bali, para bupati dan wali kota di Bali agar seluruh cita-cita Bali berdaulat bisa tercapai. Karena tanpa kebersatuan ini tidak bisa. Jadi apa pun latar belakang warna politik pemimpin Bali, kita harus bersatu. Hanya dengan persatuan kita bisa rebut hak-hak Bali. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa selalu menuntun agar pemimpin Bali selalu bersatu demi wangsa Bali,’’ imbuh Dr. Arya Wedakarna yang juga mantan Rektor Universitas Mahendradatta ini. (ad120)

Penyelundup Narkoba Asal Nepal Ditangkap

Bali Post/rah

RILIS KASUS - Pimpinan Bea Cukai dan Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan saat merilis pengungkapan penyelundup narkoba asal Nepal. man Gurung mengaku akan menemuai Jay Kumar Tamang,’’ tegas Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan. Tim Opsnal Polresta Denpasar dan Satgas CTOC Polda Bali melakukan penyelidikan. Pada Minggu

(26/5) lalu, polisi melakukan penyisiran di mall tersebut. Pukul 20.40 Wita, petugas berhasil menangkap Jay dengan barang bukti berupa 1 buah plastik kemasan roti berisi SS seberat 216,89 gram netto. (kmb36)

Warung Global

Pemerintah Diminta Tolak WNI Simpatisan ISIS Kembali ke Indonesia NEGARA Islam atau yang juga dikenal sebagai ISIS adalah kelompok Islam radikal yang mencaplok banyak wilayah di Suriah Timur serta Irak Utara dan Barat. Kelompok ini berkeinginan mendirikan sebuah khilafah, sebuah negara yang dikuasai satu pemimpin keagamaan dan politik menurut hukum Islam atau syariah. Setelah kekalahan ISIS di Timur Tengah, banyak WNI simpatisan ISIS ingin pulang ke Indonesia. Spontan saja, Kawan Global yang beropini di acara Warung Global angkat bicara. Pada intinya mereka menyarankan agar pemerintah menolak WNI simpatisan ISIS kembali ke Indonesia. Bagaimana reaksi para Pendengar Radio Global 96,5 FM ini. Berikut rangkuman selengkapnya. Menurut Guatama di Tampaksiring, mereka ke sana berjuang. Memperjuangkan keinginan mereka ingin masuk surga. Jika diizinkan pulang, negara akan mengeluarkan biaya lagi. Itu tak usah dilakukan. Ia khawatir ini akan jadi ‘’duri dalam daging’’. Keluar secara ilegal sama saja tak menghargai pemerintah. Lepaskan saja status kewarganegaraan mereka dan biarkan mereka di sana. WNI yang gabung dengan ISIS, keluar tanpa izin (ilegal). Ari di Karangasem menyampaikan ini adalah efek jera bagi mereka. Jangan mau memediasi kepulangan mereka. Sementara Fera di Tabanan juga menyampaikan mereka sudah tak menghargai pemerintah. Berdasarkan pengalaman yang ada, sekian banyak teror terjadi di negeri ini. Pelakunya mantan ISIS. Dengan pengalaman itu, Werdha di Gianyar berpendapat pesimis jika WNI simpatisan ISIS itu. Biarkan saja di luar sana. Justru ia

khawatir dan sepakat dengan kawan lainnya, biarkan saja mereka di sana. Budiada di Tabanan menanyakan mereka ke sana untuk apa? Memperjuangkan negara atau melawan negara? Semua agama pasti mengajarkan yang baik. Negara jangan mau repot dengan mengurus kepulangan mereka. Biarkan saja di sana. Sementara Mandana Pankembar menyarankan agar BNPT dan pemerintah tak perlu mendiskusikan lagi. Itu sudah kemauan mereka bergabung dengan ISIS dan terimalah sekarang risikonya. NKRI tidak butuh manusiamanusia pengkhianat. Made Olan Santosa di Denpasar justru tertawa mendengar berita ini. Katanya mau jihad cari surga, kok malah minta pulang? Kalau pulang kan tidak jadi dapat surga. Biarkan saja mereka di sana, tak usah diterima. ‘’Berbahaya,’’ sebutnya. Wayan Beratayasa di Sangeh menyarankan sebaiknya jangan

diizinkan pulang ke Indonesia. Bukan karena masalah HAM atau mengabaikan haknya. Sebagai WNI, tetapi ini akan membahayakan keutuhan NKRI. Karena simpatisan ISIS ini otaknya sudah tercuci dan dibentuk militansi permanen. Bahkan, dia rela berbuat apa saja. Bahkan bunuh diri. Kalau sampai dipelihara NKRI, saya khawatir pasti akan menyusun jaringan-jaringan radikal baru. Apalagi saat ini masih banyak kelompok tertentu yang berseberangan dengan pemerintah.

Sedikit saja diprovokasi plus disebarkan hoax mereka akan bangkit menyerang NKRI. Sekali lagi, ia meminta jangan diizinkan untuk pulang. Bukankah itu sudah pilihan hidup mereka untuk mencapai surga? IGA Ngurah Attiya Pradnyani menyampaikan, mereka sudah memilih surga. Katanya mengajak orang rami-ramai masuk surga. Sementara Kak Nges di Denpasar merasa heran jika mereka minta dipulangkan. (sikha)


OPINI

6

Rabu Wage, 3 Juli 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Memastikan Validitas Hasil Sensus ORANG Bali mengatakan mencari yang sekenseken (sungguh-sungguh - red) sangat sulit. Ini berhubungan kata hati dan kredibilitas seseorang. Demikian juga dalam hal sensus penduduk. Data boleh cepat datang, namun apakah sudah dilakukan dengan tujuan dan penyelenggaraan yang sungguh-sungguh. Ini masih pertanyaan menggantung. Sensus adalah salah satu metode pengumpulan data yang lazim digunakan dalam penelitian. Sensus memungkinkan peneliti untuk menghasilkan data yang sangat baik dan representatif terhadap kondisi yang sebenarnya. Sensus juga merupakan hal yang akrab bagi banyak orang. Hal ini dikarenakan setiap orang (secara teori) paling tidak pernah menjadi unit sensus, minimal sensus penduduk. Banyak pengamat mengatakan, bila Anda tidak yakin bahwa Anda pernah menjadi unit sensus, Anda bisa mengecek jendela depan rumah Anda dan melihat apakah masih ada stiker sensus atau tidak. Kenyataannya, belum ada petugas mendata kita, stiker sudah tertempel di kaca jendela rumah. Lalu, apa yang didata dan ditulis? Inilah salah satu kelemahan sensus penduduk di negara kita. Semuanya bermuara pada uang. Sekali dan dua kali petugas datang ke rumah tak ada penghuninya, mereka sudah ngambul dengan menulis secara rekayasa. Nah, ini yang berbahaya bagi negara. Negara yang sudah mengeluarkan uang untuk sensus penduduk tak mendapatkan data yang valid. Semua akan dirugikan. Jangan menganggap remeh sensus yng direkayasa karena dewasa ini daerah sangat memerlukan data akurat. Bayangkan, semua jenis bantuan pusat ke daerah ditentukan berdasarkan jumlah penduduk. Sedikit penduduk, sedikit juga bantuan mengalir. Daerah yang datanya salah dalam sensus dipastikan akan berpengaruh dalam merencanakan arah pembangunan. Nah, kunci itu semua ada pada petugas di lapangan. Jika memang dia ditargetkan menemui semua penduduk di sebuah desa/banjar, tugasnya harus tuntas. Dia digaji oleh negara yang juga uangnya rakyat. Siang atau malam mereka harus mau melayani dan menemui penduduk. Kedua, para pemimpin juga memberikan mereka hak yang memang seharusnya diterima. Tidak lagi ada pemotongan honor, apalagi mengurangi gaji mereka. Jika ini terjadi, petugas sensus sekadarnya bekerja. Yang rugi adalah negara memiliki data yang salah. Data yang salah membuat perencanaan dan solusi juga keliru. Nah, kita mau yang mana? Jika berkaca dari landasan teoretis, sensus merupakan prosedur pendataan lengkap terhadap semua unit populasi tanpa kurang satu apa pun. Sensus memastikan seluruh unit populasi terdata secara lengkap tanpa terkecuali. Unit populasi ini bisa saja penduduk, usaha, mahasiswa, pekerjaan, dll. Populasi ini bisa saja sudah diketahui sebelumnya berdasarkan sumber data yang ada atau bisa saja tidak diketahui. Dengan perkembangan TI, ada beberapa alternatif yang bisa digunakan seperti wawancara via telepon, SMS, ataupun aplikasi pengirim pesan lainnya. Nah, jika ini kita lakukan dipastikan kita akan mendapatkan data yang bias. Padahal, sensus penduduk dituntut akurasi tinggi. Dengan jumlah unit pendataan yang begitu besar, sensus mampu menghasilkan data yang sangat akurat dan tepat. Makanya sensus penduduk dilakukan dari rumah ke rumah. Ayo lakukan sensus penduduk 2020 dengan baik dan benar. Data sensus juga mampu menggambarkan karakteristik sebuah populasi hingga satuan populasi terkecil. Kuncinya sekali lagi data yang tepat. Toh soal biaya sudah ditanggung negara. Sensus penduduk tahun 2010 memerlukan biaya hingga Rp 3,3 triliun. Bila dibagi dengan jumlah perkiraan penduduk, maka perkiraan biaya yang diperlukan untuk melakukan pendataan per penduduk adalah sekitar Rp 15.000. Nah, bagaimana sensus penduduk 2020, kita tunggu saja.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Verifikasi Sertifikat Peserta PPDB Ribut-ribut penerimaan siswa baru di Kota Denpasar tampaknya perlu disikapi dengan arif. Protes orangtua, perbaikan sistem, dan peluang anak didik mendapatkan sekolah yang bermutu hendaknya disikapi dengan baik. Jangan sampai keluhan orangtua tak terakomodasi dengan baik. Yang jelas, sebagai pembaca Bali Post, saya merasakan betul betapa para orangtua murid di Denpasar ikut sibuk mencarikan anaknya sekolah. Bahkan, saya dengar ada orangtua yang harus bertaruh karena di sekolah swasta pendaftaran anaknya sudah wajib bayar, sementara pengumuman di sekolah negeri belum dilakukan. Ini menjadi beban baru bagi orangtua siswa. Saya juga mendengar belakangan ini banyak peserta Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang menggunakan sertifikat Pesta Kesenian Bali (PKB) dan sertifikat lainnya untuk mencari sekolah. Ada dugaan banyak sertifikat yang tak pantas atau didapat anak atau orangtua siswa dengan cara tak wajar. Untuk membuka transparansi dan memastikan keabsahan sertifikat anak didik, maka ada baiknya dilakukan verifikasi. Pemkot bisa saja membuka kotak pengaduan terkait hal ini. Mudah-mudahan persaingan merebut sekolah di Kota Denpasar tak menimbulkan beban baru bagi masyarakat. Saya juga berharap Dinas Pendidikan tetap terbuka memberikan informasi kepada orangtua siswa. Kekisruhan PPDB tahun ini hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi Denpasar. Masalahnya yang terdampak dari sistem ini adalah psikologis anak dan orangtua. I Wayan Arsana Gianyar, Bali

Sensus Penduduk dan Arah Pembangunan Bangsa Hiruk-pikuk pesta demokrasi baru saja selesai. Saatnya kita move on, bersatu untuk cita-cita bersama, Indonesia yang lebih maju dan sejahtera. Cita-cita Indonesia maju dan sejahtera dapat diwujudkan melalui pembangunan yang merata dan inklusif. Pembangunan tidak hanya harus dilakukan secara merata dari Sabang sampai Merauke tetapi juga harus bermanfaat untuk seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya untuk kelompok atau lapisan masyarakat tertentu. Oleh karena itu, pembangunan harus direncanakan dengan baik, dituangkan dalam program-program pembangunan yang telah dikaji dan dievaluasi secara saksama agar tepat sasaran.

Oleh Mery Linda Kesuma

F

ailing to plan is planning to fail, kegagalan dalam perencanaan sama dengan merencanakan kegagalan. Jika kita gagal membuat perencanaan pembangunan yang baik, maka dapat dipastikan bahwa program pembangunan pun tidak akan berjalan dengan baik. Salah satu syarat perencanaan yang baik, tentunya harus disusun berdasarkan data yang berkualitas, akurat, aktual, dan terkini. Perencanaan pembangunan tidak akan tepat sasaran, jika tidak dilandasi data yang akurat dan terkini. Pembangunan juga tidak akan berjalan dengan baik tanpa evaluasi pembangunan yang didasarkan pada data yang akurat dan aktual sebagai bahan pembanding dan evaluasi. Badan Pusat Statistik (BPS), instansi pemerintah yang bertanggung jawab untuk menyediakan data dasar, akan segera melaksanakan sensus penduduk pada tahun 2020 (SP 2020). Pembaca Bali Post mungkin masih ingat ketika sembilan tahun lalu, pada tahun 2010, rumahnya didatangi petugas sensus. Bahkan mungkin, stiker SP 2010 (sebagai tanda rumah tangga tersebut sudah didata oleh petugas sensus) masih

terpasang di pintu rumah para pembaca. Sensus Penduduk (SP) dilakukan setiap sepuluh tahun sekali dan merupakan sumber data utama kependudukan. SP 2020 merupakan SP ketujuh yang pernah dilaksanakan sejak Indonesia merdeka. Enam SP sebelumnya yaitu SP 1961, SP 1971, SP 1980, SP 1990, SP 2000, dan SP 2010. SP 2020 bertujuan menyediakan data jumlah, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia pada tahun 2020, yang sangat diperlukan oleh pemerintah dalam mengambil kebijakan. SP 2020 memegang peran strategis dalam mewujudkan Bali Baru. Visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ bertujuan untuk mewujudkan kehidupan krama Bali sejahtera dan bahagia sekalaniskala yang sesuai dengan prinsip Trisakti Bung Karno yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Untuk itu, pemerintah Bali perlu melakukan pembangunan secara terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi. Untuk menyusun program-program pembangunan yang terpola, terencana, dan terarah tersebut tentunya dibutuhkan data kependudukan yang aktual dan terkini sebagai dasar

pengambilan kebijakan maupun evaluasi program. Sebagai contoh, untuk menentukan kebijakan di mana sekolah dibangun dan berapa yang harus dibangun, dibutuhkan data penduduk usia sekolah di masing-masing wilayah. SP dapat menyediakan data penduduk usia sekolah ini. Contoh lain, dalam menentukan program prioritas di suatu wilayah, apakah program perlindungan penduduk lansia ataukah program peningkatan gizi balita, SP dapat menyediakan dasar pengambilan kebijakan dengan menyajikan komposisi penduduk berdasarkan kelompok umur. Secara metodologi, SP 2020 adalah SP yang spesial karena untuk pertama kalinya dalam pelaksanaan SP di Indonesia, SP dilaksanakan dengan metode kombinasi. Jika sensus selama ini identik dengan petugas yang datang ke rumah-rumah penduduk untuk melakukan pendataan, pada SP 2020 BPS menggunakan basis data dasar dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Selain itu, SP 2020 juga merupakan SP pertama yang akan menggunakan CAPI (Computer Assisted Personal Interviewing) dalam kegiatan pencacahan

lapangannya. Selain BPS yang memperbarui metode pelaksanaan SP, masyarakat juga diajak berpartisipasi aktif dalam kegiatan sensus kali ini. Sudah tidak zamannya, masyarakat berdiam diri tidak ikut andil secara aktif dalam menentukan arah pembangunan bangsa. SP 2020 mengajak masyarakat Indonesia, termasuk krama Bali, untuk secara aktif menentukan arah pembangunan bangsa melalui sensus mandiri. Pada SP 2020 nanti, masyarakat tidak hanya pasif menunggu didatangi petugas sensus. Pada era yang sudah serbadigital ini, masyarakat diajak untuk melakukan sensus secara mandiri dengan cara masuk ke website sensus yang sudah ditentukan untuk kemudian melakukan pengecekan terhadap keakuratan data kependudukannya dan melengkapi secara mandiri informasi kependudukannya yang belum lengkap. Hasil dari tahapan sensus mandiri

Menjadikan Generasi Milenial Target Pasar PERSAINGAN untuk menguasai market share (pangsa pasar) pada masa kini sangat penting bagi suatu perusahaan. Market share dapat dipakai sebagai acuan produk perusahaan semakin disukai atau tidak oleh konsumen. Semakin besar market share, semakin disukai produk itu oleh konsumen. Produk yang mempunyai market share yang besar akan lebih menarik bagi para pedagang untuk menjualnya. Menguasai pangsa pasar berarti perusahaan mempunyai kemampuan yang besar untuk dapat menghasilkan laba yang lebih tinggi dari para pesaing. Dengan memperoleh laba, perusahaan akan dapat melakukan pengembangan dan ekspansi sehingga akan lebih meningkatkan nilai perusahaan. The profit impact of strategy yang dikembangkan oleh General Electric pada tahun 1960 ditemukan hubungan antara profitabilitas dengan pangsa pasar, semakin tinggi pangsa pasar semakin tinggi tingkat pengembalian atas investasi. Kemampuan menguasai pangsa pasar dapat memberikan image yang positif di benak konsumen. Konsumen akan mempunyai kepercayaan yang lebih tinggi kepada produk perusahaan yang memiliki market share yang tinggi, setidaknya konsumen akan berpikiran bahwa produk perusahaan itu sudah banyak yang menggunakannya. Sebagai contoh dalam persaingan smartphone, Samsung di Indonesia market share-nya dalam Q1 2019 sebesar 23,1 persen, disusul oleh Huawei 19 persen, Apple 11,7 persen, Xiaomi 8 persen, Vivo

Oleh Cokorda Gede Putra Yudistira, S.E., M.M. 7,5 persen, Oppo 7,4 persen, dan yang lainnya 23,2 persen (IDC Quarterly Mobile Phone Tracker, April 30, 2019). Cara yang bisa dipakai untuk memperbesar market share adalah dengan target pasar dan pelanggan baru. Perusahaan dapat memasarkan produknya berdasarkan demografi tertentu seperti usia, lokasi, jenis kelamin atau psikografis seperti aktivitas, minat juga nila-nilai tertentu. Berbicara tentang demografi ternyata ada pembagian tentang generasi. Para sosiolog di Amerika Serikat membagi manusia menjadi sejumlah generasi: Generasi Era Depresi, Generasi Perang Dunia II, Generasi Pasca-PD II, Generasi Baby Boomer I, Generasi Baby Boomer II, Generasi X, Generasi Y alias Milenial, lalu Generasi Z. Enam generasi sebelum generasi Y sudah lewat dan kurang berperan dalam pengembangan pasar, sedangkan generai Z masih terlalu muda dan baru mulai akan berperan. Jadi, mari difokuskan pada generasi Y alias milenial. William Strauss dan Neil Howe penulis dari Amerika dalam beberapa bukunya menciptakan istilah Millennials. Millennial generation atau generasi Y oleh para pakar terbentuk bagi mereka yang lahir pada 1980 - 1990, atau pada awal 2000, dan seterusnya. Dari data statistik jumlah, penduduk Indnesia tahun 2019 diproyeksikan berjumlah 266,91 juta jiwa, yang

tergolong usia produktif (umur 15-64 tahun) mencapai 68,7 persen atau 183,36 juta jiwa, dari usia produktif itu yang tergolong generasi milenial (kelahiran tahun 1980 – 2000) mencapai 46,6 persen atau 85,53 juta jiwa. Melihat data tersebut generasi milenial di Indonesia lumayan besar jumlahnya dan merupakan pangsa pasar yang besar dan menggiurkan bagi para pebisnis. Dilihat dari sisi umur, generasi milenial saat ini berumur paling muda 19 tahun dan tertua berumur 39 tahun. Dalam rentang umur tersebut energi yang dipunyai sedang besar-besarnya dan semangat yang menggelora. Tingkat konsumsi juga sedang tinggi-tingginya, sehingga ini bisa digunakan oleh para pebisnis sebagai momentum untuk memperbesar permintaan produknya (pasar). Oleh karena itu, harus dikenali kondisi dan situasi yang ada di sekitaran generasi milenial tersebut dan ciri-ciri serta perilakunya. Hasil penelitian dari The Nielsen Global Survey of E-commerce memberikan gambaran perilaku generasi akrab internet (millennial) memilih jalur daring untuk meneliti dan membeli beragam produk dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pertumbuhan penetrasi perangkat mobile di kota-kota besar Indonesia mencapai 88 persen, menjadikan Indonesia peringkat teratas secara global

dalam hal penggunaan ponsel pintar untuk belanja daring di kawasan Asia Pasifik, Eropa, Amerika Latin dan utara, serta Timur Tengah. Melihat ciri-ciri dan perilaku generasi milenial, perusahaanperusahaan dan pebisnis di Indonesia harus sudah mulai memikirkan bagaimana caranya untuk menangkap peluang tersebut. Perusahaan dapat mengarahkan produk-produknya agar bisa lebih diminati oleh kaum generasi milenial. Melakukan pengembangan produk, melalui penelitian terhadap produk yang sudah ada untuk dikembangkan lebih lanjut lagi agar lebih disukai dan diminati oleh konsumen pada umumnya dan generasi milenial pada khususnya. Jumlah penduduk yang termasuk ke dalam golongan generasi milenial di Indonesia merupakan pasar yang besar bagi perusahaan dan pebisnis. Generasi milenial ini juga masuk ke dalam fenomena bonus demografi bagi negara kita, di mana jumlah penduduk produktif meningkat secara signifikan. Jumlah penduduk produktif saat ini didominasi oleh generasi milenial, sehingga merupakan modal utama dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara nasional dan juga pertumbuhan pasar bagi perusahan dan pebisnis. Penulis, dosen Politeknik Negeri Bali, alumni S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Udayana 1992,| alumni S-2 MSDM, Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi Universitas Udayana 2008.

ini akan dilengkapi dalam kegiatan pencacahan lapangan oleh petugas SP 2020. Oleh karena itu, pada pergelaran SP 2020 yang akan datang ini, peran serta seluruh masyarakat Indonesia, tak terkecuali krama Bali, menjadi sangat penting. Peran aktif masyarakat tak hanya penting dalam memastikan kesuksesan SP 2020 tetapi juga dalam menentukan arah pembangunan bangsa. Dari peran serta masyarakat dalam sensus mandirilah data kependudukan akan terhimpun, dan dari data yang terhimpun itulah pemerintah akan menyusun berbagai kebijakan dan program-program pembangunan yang tentunya bertujuan untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. SP 2020, dari masyarakat untuk masyarakat. SP 2020 menentukan arah pembangunan bangsa. Penulis, bekerja di Badan Pusat Statistik Provinsi Bali

POJOK Tabanan diminta stop keluarkan izin perusahaan air minum dalam kemasan. - Jangan sampai keluar air mata. *** Jelang akhir masa jabatan, rapat kerja minim dihadiri anggota dewan. - Masih hitung uang jasa. *** Pasokan seret, harga cabai di Bangli mencapai Rp 50.000 per kg. - Petani tetap buntung.

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7

TABANAN

Rabu Wage, 3 Juli 2019

Polisi Ringkus Tiga Penyalah Guna Narkoba Tabanan (Bali Post) Jajaran Satnarkoba Polres Tabanan berhasil meringkus tiga tersangka kasus narkoba dalam kurun waktu sebulan terakhir di lokasi berbeda. Mereka diringkus karena kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu dan ganja. Salah satu tersangka bahkan merupakan pengedar dan residivis. Ketiga tersangka dimaksud yakni PRW (21) asal Kecamatan Kediri, Muhammad Jaelani alias Arlan (29) asal Desa Bunkate Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah, serta Sathya Wiku Narabudhi alias Kuncir, pelukis asal Desa Senganan Kecamatan Penebel. Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa didampingi Kasat Narkoba Polres Tabanan AKP I Ketut Tunas, Selasa (2/7) kemarin mengatakan, tersangka Kuncir tertangkap tangan atas kepemilikan ganja dengan berat 2,81 gram neto. Sebelumnya, anggota Satresnarkoba melakukan sweeping di salah satu coffee shop di Banjar Desa Dajan Peken. Saat pengecekan itulah di dalam handphone tersangka berisi percakapan antara tersangka dengan temannya yang intinya ajakan untuk memakai ganja bersama-sama. Setelah dilakukan penggeledahan di kamar tersangka, petugas menemukan barang bukti daun, batang dan biji yang diduga ganja. ‘’Ganja ini menurut tersangka Kuncir untuk menghilangkan penat dan menghayal yang indah-indah. Apalagi tersangka juga mengaku sempat depresi setelah ibunya meninggal dua tahun lalu,’’ terang Kapolres Sinar Subawa. Sementara penangkapan PRW dan Muhammad Jaelani saling berkaitan. Diawali dengan penangkapan PRW di jalan menuju Perumahan Graha Pertiwi Residence, Banjar Dinas Penyalin Desa Samsam Kecamatan Keram-

bitan. Saat penggeledahan ditemukan satu buah plastik klip berisi kristal bening diduga sabu-sabut dengan berat 0,18 gram neto di dalam kertas aluminium foil terbungkus dengan tisu dalam pembungkus rokok. ‘’Dari tersangka, dikembangkan dan penyelidikan lebih lanjut mengarah pada tersangka Jaelani asal Lombok yang belum lama tinggal di Tabanan. Tersangka juga residivis dan baru ke luar dari tahanan tahun 2016,’’ terangnya. Dari tersangka Jaelani, kata Kapolres, ditemukan barang bukti sabu-sabu seberat 4,59 gram neto yang sudah dipecah 12 belas paket. Paket ini tersimpan dalam dompet warna coklat yang diletakkan di rak kayu di dalam kamar tersangka. ‘’Tersangka dikenakan pasal pengedar, yakni pasal 112 ayat (1) yo 114 ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana paling lama 20 tahun. Saat ini masih terus kita dalami terkait di mana barang tersebut didapat,’’ ucapnya. Tersangka Jaelani yang pernah menjalani tahanan selama 4 tahun di Lapas Kerobokan, mengakui kembali terjerumus narkoba lantaran kebutuhan ekonomi. Ia tidak memiliki pekerjaan tetap. Tersangka nekat menjual narkoba, namun baru terjual satu paket pada tersangka PRW, Jaelani juga diciduk polisi. ‘’Barang dapat dari teman di Denpasar. Baru terjual 1 paket berisi 0,2 gram harga Rp 350 ribu. Ini yang pertama, saya butuh uang,’’ ucapnya. Jaelani pun mengaku baru tinggal di Tabanan selama 2 pekan dan kini harus kembali meringkuk di sel. Terkait kasus narkoba, Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa kembali menegaskan, jajarannya akan terus berusaha menekan angka kasus ini. (kmb28)

Bali Post/bit

KASUS NARKOBA - Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa saat menjelaskan proses pengungkapan kasus narkoba.

SEPI - Bali Post/bit

RAPAT KERJA - Rapat kerja dewan dan eksekutif pada Selasa (2/7) kemarin, hanya dihadiri Ketua Pansus III. Sementara dari eksekutif hadir lengkap.

Rapat Kerja Minim Kehadiran Anggota Dewan

Tabanan (Bali Post) -

Menjelang masa akhir jabatan pada 5 Agustus mendatang, DPRD Tabanan periode 2014-2019 masih memiliki tanggung jawab menuntaskan pembahasan empat ranperda. Namun keseriusan anggota dewan melaksanakan amanat rakyat patut dipertanyakan. Sebab, seperti pada rapat kerja Pansus III, Selasa (2/7) kemarin, kehadiran anggota dewan sangat minim. Dari sisi dewan, rapat hanya dihadiri Ketua Pansus III Gusti Komang Wastana. Sementara eksekutif hadir dengan komposisi lengkap. Rapat kerja tersebut membahas Ranperda tentang Perubahan atas Perda No. 16 tahun 2014 tentang Penyertaan Modal pada PDAM dan Ranperda tentang Perubahan Ketiga atas Perda No. 29 tahun 2011 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah Raga. Seharusnya ada tujuh anggota pansus yang menghadiri agenda tersebut. Terkait absennya anggota pansus, Ketua Pansus III Gusti Komang Wastana tersenyum. Ia menyebut, ketidakhadiran anggota Pansus

Pemkab Diminta Stop Keluarkan Izin Perusahaan Air Minum Kemasan Tabanan (Bali Post) Maraknya keberadaan perusahaan air minum di bagian hulu Kabupaten Tabanan membuat kalangan dewan khawatir ketersediaan air bersih bagi masyarakat semakin berkurang. Mereka pun mendesak Pemkab tidak lagi mengeluarkan izin perusahaan air minum kemasan di wilayah hulu. Ketua Pansus III DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana dalam rapat Pansus III DPRD Tabanan yang membahas Ranperda tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah Raga, serta Ranperda tentang Penyertaan Modal Pemerintah di PDAM Tabanan, Selasa (2/7) kemarin menyampaikan, PDAM Tabanan belum mampu melayani seluruh wilayah. Bah-

kan aliran air PDAM juga sering bermasalah. Ada beberapa faktor yang menyebabkan pelayanan PDAM tak maksimal. Faktor tersebut di antaranya banyaknya mata air di kawasan hulu yang dimanfaatkan perusahaan air kemasan. Contohnya di Kecamatan Penebel. ‘’Air minum dan air bersih itu untuk kepentingan publik. Kepentingan masyarakat harus didahulukan daripada kepentingan bisnis,’’ kata pria yang akrab disapa Mang Alang itu. Menurutnya, masyarakat Tabanan masih kekurangan air bersih dan PDAM belum mampu menjangkau seluruh masyarakat. Dibutuhkan banyak sumber air untuk memenuhi kebutuhan tersebut, namun faktanya sekarang

justru banyak sumber air dikuasai perusahaan air kemasan. Pihaknya pun mendesak agar Pemkab memperketat bahkan tidak lagi mengeluarkan izin untuk perusahaan air minum kemasan. ‘’Stop pengeluaran izin perusahaan air minum kemasan di wilayah hulu,’’ tegasnya. Terkait hal tersebut, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Tabanan A.A. Dalem Tresna Ngurah mengatakan, akan melaporkan hal tersebut kepada Bupati. Menurutnya, munculnya wacana penghentian pengeluaran izin perusahaan air minum kemasan di wilayah hulu merupakan usulan dari dewan, sebagai upaya mengatasi kekurangan air bersih untuk masyarakat. (kmb28)

kemungkinan karena anggota dewan ada kesibukan lain, terutama upacara keagamaan karena kemarin rahina Tilem. Hal mengejutkan justru disampaikan salah satu anggota Pansus, III, Edi Wirawan. Ia mengaku tidak tahu menahu jadwal rapat kerja bersama eksekutif. ‘’Tidak ada rapat sepertinya. Kebetulan juga ada acara keponakan, jadi tidak ikut rapat. Kalau ada rapat, biasanya diberitahukan via WA,’’ ucapnya. Anggota pansus lainnya,

Made Suarta mengakui dirinya memang tidak ikut pada rapat kerja lantaran bertugas menerima kunjungan di kantor dewan. ‘’Saya datang, tetapi memang dapat tugas menerima tamu di dewan. Tanya saja sama Ketua Pansus III,’’ ucapnya. Hal senada disampaikan Ida Ayu Ketut Cadrawati yang mengatakan dirinya tidak bisa menghadiri rapat kerja Pansus lantaran menghadiri undangan masyarakat. ‘’Kebetulan rapat kerja bertepatan dengan Tilem, jadi ban-

yak yang berhalangan karena ada upacara,’’ terangnya. Tidak hanya rapat pansus yang sepi anggota dewan, rencana rapat intern Badan Anggaran DPRD Tabanan membahas Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2019 yang dijadwalkan pukul 10.00 Wita, juga batal digelar. Hal ini lantaran hanya dua anggota dewan saja yang hadir, yakni I Wayan Sudiana dan I Gusti Ngurah Mayun. ‘’Tidak jadi rapat. Tidak ada yang masuk. Hanya dua orang saja tadi, ya sudah kami pulang karena tidak ada yang memimpin rapat,’’ terang Sudiana alias Gading. Saat ditanya apakah ada koordinasi dan komunikasi pada rekannya yang tidak hadir, Gading mengatakan

tidak tahu. ‘’Jadwal rapat sudah dibahas saat Banmus akhir bulan kemarin, dan wajib datang jalankan tugas sesuai dengan amanat. Ada rapat ya saya datang. Tidak ada yang memimpin, ya saya pulang,’’ ucapnya. Meski demikian, untuk jadwal rapat dikatakan Gading akan dilaksanakan kembali Rabu (3/7) hari ini. Sementara itu, Ketua Fraksi PDI-P DPRD Tabanan Nyoman Arnawa mengatakan, banyaknya dewan tidak hadir dalam rapat Banggar, dikarenakan waktu rapat tidak pas karena bertepatan dengan Tilem sehingga banyak yang terbentur kegiatan upacara. ‘’Segmen waktu rapat yang tidak pas, jadi dibuatkan jadwal kembali. Jadi tidak ada unsur apa-apa,’’ terangnya. (kmb28)

Kasus Mayat Dalam Kardus

Polisi Periksa Penjual Formalin dan Kafe Tabanan (Bali Post) Polisi terus melakukan penyelidikan atas temuan mayat mengering dalam kardus di Banjar Megati Kelod, Desa Megati Kecamatan Selemadeg Timur. Sejumlah informasi ditelusuri guna mengungkap kasus tersebut. Dari informasi yang dihimpun, petugas kepolisian sudah menyisir sejumlah toko dan warung penjual formalin atau bahan pengawet lainnya di Kecamatan Selemadeg Timur. Petugas juga berupaya keras mengungkap identitas mayat tersebut. Petugas menelusuri kafe maupun tempat hiburan di sekitar lokasi penemuan mayat, tentang kemungkinan adanya warga yang dilaporkan menghilang. Hanya hasilnya masih nihil. Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa, Selasa (2/7) kemarin mengatakan, pihaknya masih menunggu hasil autopsi. Karena

sesuai SOP, mayat yang sebelumnya telah dititipkan di RS Sanglah tersebut akan diautopsi pada Rabu (3/7) hari ini. Menurutnya, pascatemuan mayat pada Minggu (30/6) tersebut, petugas sudah langsung melakukan olah TKP baik itu oleh petugas. Lebih lanjut dia berharap masyarakat segera melapor apabila ada anggota keluarga yang hilang. ‘’Laporkan segera, sehingga bisa kita jadikan perbandingan, apakah dilakukan tes DNA sehingga bisa cepat terungkap identitas dan cepat pula mengungkap penyebab kematian,’’ ucapnya. Begitupun dengan indikasi penggunaan formalin atau pengawet lainnya, dilihat dari ciri-ciri mayat yang mengering, Kapolres belum mau berkomentar banyak. ‘’Para dokter nantinya yang akan memastikan,

kami sifatnya menunggu hasil Labfor dan autopsi,’’ terangnya. Seperti diberitakan sebelumnya, warga Selemadeg Timur digegerkan temuan mayat dalam kardus. Mayat itu ditemukan oleh warga setempat, Nyoman Sudi Astawa yang kala itu hendak mencari rumput. Mayat ditemukan dalam posisi kepala berada di selatan dan kaki di utara. Berambut panjang berwarna pirang, dengan badan tengadah menghadap ke atas dengan kaki kanan dan kaki kiri menekuk. Mayat terbungkus kardus air compressor berwarna coklat yang sudah dalam keadaan terbuka, terikat menggunakan tali rafia warna hitam. Mayat diduga berjenis kelamin perempuan tersebut sudah mengalami pembusukan pada beberapa bagian seperti di kelamin, leher dan kepala. (kmb28)


BULELENG

8

Rabu Wage, 3 Juli 2019

Pengumuman PPDB SMP

546 Lulusan SD Tidak Mendaftar ke SMP Negeri

Singaraja (Bali Post) –

Para orangtua dan calon peserta didik berdesakan saat melihat pengumuman hasil penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP tahun ajaran 2019/2020, Selasa (2/7) kemarin. Jumlah lulusan SD negeri di Buleleng tercatat 11.508 siswa. Namun, hanya 10.962 siswa yang mendaftar ke jenjang SMP negeri di Bali Utara melalui jalur zonasi, prestasi, dan jalur perpindahan orangtua. Artinya, ada 546 anak yang diketahui tidak mendaftar ke SMP negeri. Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Buleleng Made Astika mengatakan, ratusan anak yang diketahui tidak mendaftar ke sekolah negeri tersebut sejauh ini belum terdeteksi secara detail. Namun, mereka kemungkinan tidak mendaftar ke sekolah negeri dalam masa PPDB karena mencari sekolah ke luar Buleleng. Selain itu, kemungkinan anak tersebut menjatuhkan pilihan untuk mendaftar ke sekolah swasta atau madrasah negeri dan swasta di daerah ini. ‘’Data anak ini belum bisa dibilang tidak mendapat sekolah. Kami belum mendapatkan data detail penyebabnya, namun bisa saja memilih sekolah swasta atau mencari sekolah

di luar daerah. Tidak ada anak yang tidak dapat sekolah dalam PPDB dalam tahun ajaran ini,’’ katanya. Menurut mantan Kepala Bidang (Kabid) SD Disdikpora ini, untuk menelusuri 546 anak yang tidak mendaftar itu, pihaknya masih berkoordinasi dengan pengelola satuan pendidikan terkait. Nantinya, data detail sekolah swasta atau madrasah yang telah menerima siswa akan dilacak, sehingga sampai jadwal pendaftaran kembali pada 5 Juli 2019 akan diketahui berapa anak yang tidak mendapatkan sekolah baik negeri, swasta, maupun madrasah. ‘’Kita masih menunggu sampai akhir pendaftaran kembali, nanti saat itu baru akan keli-

hatan siswa yang tidak dapat sekolah. Baik karena tidak mendaftar di sekolah negeri atau karena tidak diterima di sekolah pilihannya melalui tiga jalur dalam PPDB,’’ jelasnya. Di sisi lain, Astika mengatakan, 546 siswa yang tidak mendaftar di sekolah negeri dipastikan jumlahnya terkoreksi setelah jadwal pendaftaran kembali ditutup. Lulusan SD tersebut dipastikan dapat ditampung di sekolah negeri terdekat dengan tempat tinggal calon peserta didik bersangkutan. Ini memungkinkan karena setiap sekolah yang telah menetapkan kuota calon peserta didik yang diterima bisa saja ada calon peserta didik yang tidak mendaftar kembali. Dengan demikian, kekosongan bangku itu dapat diisi oleh lulu-

san SD yang sebelumnya tidak mendaftar ke sekolah negeri. Upaya lain juga disiapkan jajaran Disdikpora Buleleng guna mengatasi kemungkinan adanya lulusan yang tidak mendapat sekolah. Yakni, melalui pembukaan Posko Drop Out (DO) di masing-masing koordinator pendidikan kecamatan yang akan melacak lulusan SD yang tidak mendaftar, tidak tertampung di sekolah pilihannya, atau anak yang memutuskan DO. Seperti dalam PPDB tahun sebelumnya, Posko DO ini tidak sekadar mencatat anak yang putus sekolah atau terancam putus sekolah, tetapi mengarahkan agar anak bersangkutan dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMP atau madrasah. Kalau persoalannya tidak cukup biaya atau transportasi, Disdikpora akan menyiapkan anggaran di daerah dan mengharapkan partisipasi dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) beberapa perusahaan atau pihak ketiga lain. (kmb38)

Bali Post/kmb38

PPDB – Para orangtua dan calon peserta didik berdesakan saat melihat pengumuman hasil PPDB jenjang SMP tahun ajaran 2019/2020, Selasa (2/7) kemarin.

Dua Pelaku Curanmor Dibekuk

Bali Post/kmb38

TES URINE – Ratusan ASN, pegawai kontrak, dan peserta magang kerja di BPN Buleleng mengikuti tes urine, Senin (1/7) lalu.

ASN BPN Buleleng Dites Urine

Singaraja (Bali Post) – Tercatat 182 pegawai di lingkungan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Buleleng mengikuti tes urine, Senin (1/7) lalu. Tes urine ini dilakukan atas permohonan BPN kepada Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng sebagai komitmen lembaga dalam mewujudkan lembaga bersih dari pengaruh peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Kepala BPN Buleleng Gusti Ngurah Pariatna Jaya mengatakan, tes urine di kalangan pegawai BPN dilakukan setelah pihaknya mendapat kucuran

dana dari pemerintah pusat. Tes urine membuktikan komitmen lembaga dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Selain itu, tes urine ini penting dilakukan untuk menghindari kemungkinan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lembaganya terpapar kejahatan narkoba. Apalagi, aktivitas setiap pegawai setelah melaksanakan tugas dinasnya tidak bisa diawasi, sehingga dengan tes urine ini mendeteksi atau mencegah kalau ada pegawai yang terpapar pengaruh buruk narkoba. ‘’Kami dapat anggaran dari pusat, kemudian kami pro-

Singaraja (Bali Post) – Program Keluarga Harapan (PKH) di Buleleng nampaknya mampu mengentaskan kemiskinan. Buktinya, satu keluarga di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt memutuskan untuk berhenti menerima PKH dari pemerintah pusat. Keputusan ini diambil karena keluarga yang sebelumnya menerima PKH, kini berhasil keluar dari jerat kemiskinan. Keluarga I Gusti Ayu Supiani (42) asal Desa Lokapaksa sebelumnya tercatat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) graduasi mandiri. Sebelum menjadi KPM, Supiani merupakan keluarga kurang mampu. Sempat merintis usaha kecil-kecilan dan memberanikan diri mencari pinjaman modal. Saat ditemui Selasa (2/7) kemarin, Supiani menceritakan, memulai usaha dagangnya sejak tahun 1997 silam dengan modal seadanya yang dipinjam dari orangtuanya. Dia mengawali merintis usaha dengan berjualan di pasar desa tempat tinggalnya. Selanjutnya tahun 2015, ia memberanikan diri mengambil pinjaman bank untuk keperluan modal. Kerja keras itu gagal membuahkan hasil. Usaha yang dirintis pun bangkrut dan sang suami menjadi korban PHK di tempatnya bekerja. Situasi terpuruk itu kemu-

dian membawa keluarga ini menjadi penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). Sejalan dengan kebijakan pemerintah, keluarga ini kemudian menjadi PKM PKH sejak tahun 2018 lalu. Dengan bantuan selama menjadi KPM, Supiani dan keluarganya dengan perlahan bisa memperbaiki ekonomi keluarganya. “Ketika berjualan di pasar tidak mendapatkan untung sama sekali, kemudian suami di-PHK, sedangkan saat itu masih menanggung anak sekolah hingga harus menumpang di rumah ipar,” katanya. Selama menerima dana PKH, digunakan membiayai sekolah dua anaknya yang duduk di bangku SMP dan SMA. Selain PKH, Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Beras Sejahtera juga dia peroleh. Setelah biaya pendidikan anaknya terpenuhi dengan PKH, dirinya pun berhasil merintis kembali usaha yang sempat bangkrut. Tahun ini, ia mengelola warung dengan menyediakan bahan kebutuhan pokok. Dengan usahanya itu, sekarang dia memiliki penghasilan yang bervariasi antara Rp 1,2 juta hingga Rp 2,1 juta tiap hari. Selain penghasilan itu, suaminya yang dulu di-PHK kini sukses menggeluti usaha pembuatan sarana upakara (banten -red). Usaha tambahan itu rata-rata dalam situasi tertentu

gramkan rutin melakukan tes urine dan ini sudah kedua kalinya. Ini bagian pengawasan kepegawaian dan wujud dukungan lembaga bersih dari narkoba,’’ katanya. Sementara itu, Kepala BNNK Buleleng AKBP Gede Astawa mengatakan, tes urine di BPN kemarin, diikuti oleh 182 orang pegawai yang terdiri dari 63 orang ASN dan 119 tenaga kontrak, serta peserta magang kerja. Setelah satu per satu peserta menyerahkan sampel urine, seluruhnya negatif dari pengaruh narkoba dan obat terlarang lain. Dengan hasil ini, Astawa menyebut kalau

pegawai di lingkungan BPN bersih dari pengaruh narkoba. Namun, perwira asal Desa Dencarik Kecamatan Banjar ini mengimbau para pegawai agar tidak mencoba-coba menggunakan narkoba. Selain mengganggu kesehatan, juga harus berhubungan dengan hukum dan itu akan merusak masa depan sebagai pegawai. ‘’Hasilnya negatif dan kami tetap mohon partisipasi aktif untuk bersama melakukan kampanye ‘Stop Narkoba’ dan jangan sesekali terlibat, karena sudah jelas kejahatan ini akan merusak masa depan siapa pun,’’ jelasnya. (kmb38)

Berkat PKH, Keluarga Ayu Supiani Keluar dari Jerat Kemiskinan

Bali Post/kmb38

PKH – Warung milik keluarga I Gusti Ayu Supiani (42) asal Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt berkembang pesat setelah menerima bantuan PKH pemerintah pusat. mendatangkan penghasilan mencapai Rp 6 juta. Dengan keberhasilan memperbaiki taraf hidup keluarganya, dirinya sekarang memutuskan untuk berhenti menjadi PKM PKH. “Saya sangat beruntung dan bantuan itu sangat membantu saya keluar dari garis kemiskinan. Keputusan berhenti itu diambil, kalau bergantung pada bantuan keluarga saya tidak akan maju dan tidak bisa berubah,” jelasnya. Koordinator Pendamping PKH Kabupaten Buleleng Gede Wiryawan didampingi Pendamping Sosial Ni Gusti

Made Lia Harsini, mengapresiasi usaha dan kesadaran keluarga I Gusti Ayu Supiani yang telah berhenti sebagai peserta PKH. Selama mendampingi, keluarga Supiani termotivasi keluar dari jerat kemiskinan. Pihaknya berpesan agar KPM yang sudah graduasi mampu mempertahankan dan meningkatkan apa yang sudah diperoleh saat ini. Selain Supiani, ada puluhan KPM yang bersiap membangun e-warung. Mereka memastikan akan graduasi mandiri setelah usaha mereka berjalan dan ada penghasilan tetap. (kmb38)

Singaraja (Bali Post) – Dua tersangka pencurian sepeda motor (curanmor) berhasil dibekuk Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja. Kedua pelaku tersebut masing-masing, Nyoman Karang alias Karang (35) asal Kelurahan Kampung Baru Singaraja yang merupakan residivis, dan temannya yang membantu pencurian, Kadek Sanjaya alias Mikel (35) yang beralamat di Jalan Surapati, Singaraja. Kapolsek Kota Kompol A.A. Wiranata Kusuma, Senin (1/7) lalu mengatakan, curanmor ini berhasil diungkap setelah korban Ketut Agus Setiawan (31) berhasil menggagalkan aksi pencurian motor miliknya. Sebelum kejadian, dia bersama pasangannya berada di salah satu restoran siap saji di Jalan Singaraja – Seririt, tepatnya di Desa Pemaron pada Kamis (27/6) lalu, pukul 21.30 Wita. Korban dan pasangannya membawa sepeda motor sendiri-sendiri. Saat keduanya memarkir kendaraannya, korban membiarkan kunci sepeda motornya nyantol. Setelah ditinggal mencuci tangan, pacarnya melihat tersangka Karang mengambil sepeda motor DK 2192

UAS milik korban. Pacarnya kemudian berteriak “maling motor”. Korban mengejar tersangka yang diketahui kabur ke timur menggunakan motor pacarnya DK 8462 OY. Saat akan dikejar, tibatiba teman tersangka Sanjaya menghalangi korban saat mengejar tersangka Karang. Korban berhasil menghentikan tersangka di depan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pemaron. Mengetahui aksinya dihalangi, tersangka Karang langsung memukul menggunakan helm. Keributan itu kemudian diketahui warga yang langsung mengamankan tersangka dan menyerahkan kepada polisi bersama barang bukti. “Saat korban berhasil mengejar, tersangka ini justru memukul korban dan terus dilawan, sehingga diketahui warga. Anggota langsung ke TKP dan pelaku ini ditangkap untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya. Menurut Wiranata Kusuma, aksi pencurian sepeda motor ini tergolong modus baru. Pelakunya lebih dari satu orang dengan peran mengawasi calon korbannya dan kalau lalai memarkir sepeda motor akan langsung disasar. Saat tersangka membawa kabur hasil curiannya,

rekan tersangka menjalankan tugasnya menghalang-halangi siapa pun yang akan berusaha mengejar tersangka yang membawa kabur motor curiannya. “Ini modus baru, mereka mengintai dulu kalau ada kunci nyantol dan korban lengah langsung diambil kemudian tersangka kedua akan menghalang-halangi kalau aksi mereka ada yang mengetahui,” katanya. Sementara itu, tersangka Karang menuturkan, aksi mencuri sepeda motor ini dilakukan karena tidak memiliki pekerjaan lain. Sebelum tertangkap, dia mengajak temannya Sanjaya yang dikenalnya di sebuah permainan biliar di Singaraja. Sebelum beraksi, dirinya mengintai calon korbannya. Ketika situasi aman, dia mengajak rekannya beraksi. Sepeda motor hasil curiannya itu dijual dengan harga bervariasi antara Rp 1,5 juta dan paling mahal Rp 2 juta. “Setelah saya keluar penjara karena terlibat perampokan, iseng-iseng mencuri sepeda motor. Maunya kalau tidak tertangkap, motor dijual dan uangnya untuk keperluan sehari-hari,” jelas Karang sembari diiyakan rekannya Sanjaya. (kmb38)


BULELENG

8

Rabu Wage, 3 Juli 2019

Pengumuman PPDB SMP

546 Lulusan SD Tidak Mendaftar ke SMP Negeri

Singaraja (Bali Post) –

Para orangtua dan calon peserta didik berdesakan saat melihat pengumuman hasil penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP tahun ajaran 2019/2020, Selasa (2/7) kemarin. Jumlah lulusan SD negeri di Buleleng tercatat 11.508 siswa. Namun, hanya 10.962 siswa yang mendaftar ke jenjang SMP negeri di Bali Utara melalui jalur zonasi, prestasi, dan jalur perpindahan orangtua. Artinya, ada 546 anak yang diketahui tidak mendaftar ke SMP negeri. Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga (Disdikpora) Buleleng Made Astika mengatakan, ratusan anak yang diketahui tidak mendaftar ke sekolah negeri tersebut sejauh ini belum terdeteksi secara detail. Namun, mereka kemungkinan tidak mendaftar ke sekolah negeri dalam masa PPDB karena mencari sekolah ke luar Buleleng. Selain itu, kemungkinan anak tersebut menjatuhkan pilihan untuk mendaftar ke sekolah swasta atau madrasah negeri dan swasta di daerah ini. ‘’Data anak ini belum bisa dibilang tidak mendapat sekolah. Kami belum mendapatkan data detail penyebabnya, namun bisa saja memilih sekolah swasta atau mencari sekolah

di luar daerah. Tidak ada anak yang tidak dapat sekolah dalam PPDB dalam tahun ajaran ini,’’ katanya. Menurut mantan Kepala Bidang (Kabid) SD Disdikpora ini, untuk menelusuri 546 anak yang tidak mendaftar itu, pihaknya masih berkoordinasi dengan pengelola satuan pendidikan terkait. Nantinya, data detail sekolah swasta atau madrasah yang telah menerima siswa akan dilacak, sehingga sampai jadwal pendaftaran kembali pada 5 Juli 2019 akan diketahui berapa anak yang tidak mendapatkan sekolah baik negeri, swasta, maupun madrasah. ‘’Kita masih menunggu sampai akhir pendaftaran kembali, nanti saat itu baru akan keli-

hatan siswa yang tidak dapat sekolah. Baik karena tidak mendaftar di sekolah negeri atau karena tidak diterima di sekolah pilihannya melalui tiga jalur dalam PPDB,’’ jelasnya. Di sisi lain, Astika mengatakan, 546 siswa yang tidak mendaftar di sekolah negeri dipastikan jumlahnya terkoreksi setelah jadwal pendaftaran kembali ditutup. Lulusan SD tersebut dipastikan dapat ditampung di sekolah negeri terdekat dengan tempat tinggal calon peserta didik bersangkutan. Ini memungkinkan karena setiap sekolah yang telah menetapkan kuota calon peserta didik yang diterima bisa saja ada calon peserta didik yang tidak mendaftar kembali. Dengan demikian, kekosongan bangku itu dapat diisi oleh lulu-

san SD yang sebelumnya tidak mendaftar ke sekolah negeri. Upaya lain juga disiapkan jajaran Disdikpora Buleleng guna mengatasi kemungkinan adanya lulusan yang tidak mendapat sekolah. Yakni, melalui pembukaan Posko Drop Out (DO) di masing-masing koordinator pendidikan kecamatan yang akan melacak lulusan SD yang tidak mendaftar, tidak tertampung di sekolah pilihannya, atau anak yang memutuskan DO. Seperti dalam PPDB tahun sebelumnya, Posko DO ini tidak sekadar mencatat anak yang putus sekolah atau terancam putus sekolah, tetapi mengarahkan agar anak bersangkutan dapat melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMP atau madrasah. Kalau persoalannya tidak cukup biaya atau transportasi, Disdikpora akan menyiapkan anggaran di daerah dan mengharapkan partisipasi dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) beberapa perusahaan atau pihak ketiga lain. (kmb38)

Bali Post/kmb38

PPDB – Para orangtua dan calon peserta didik berdesakan saat melihat pengumuman hasil PPDB jenjang SMP tahun ajaran 2019/2020, Selasa (2/7) kemarin.

Dua Pelaku Curanmor Dibekuk

Bali Post/kmb38

TES URINE – Ratusan ASN, pegawai kontrak, dan peserta magang kerja di BPN Buleleng mengikuti tes urine, Senin (1/7) lalu.

ASN BPN Buleleng Dites Urine

Singaraja (Bali Post) – Tercatat 182 pegawai di lingkungan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Buleleng mengikuti tes urine, Senin (1/7) lalu. Tes urine ini dilakukan atas permohonan BPN kepada Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng sebagai komitmen lembaga dalam mewujudkan lembaga bersih dari pengaruh peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Kepala BPN Buleleng Gusti Ngurah Pariatna Jaya mengatakan, tes urine di kalangan pegawai BPN dilakukan setelah pihaknya mendapat kucuran

dana dari pemerintah pusat. Tes urine membuktikan komitmen lembaga dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Selain itu, tes urine ini penting dilakukan untuk menghindari kemungkinan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lembaganya terpapar kejahatan narkoba. Apalagi, aktivitas setiap pegawai setelah melaksanakan tugas dinasnya tidak bisa diawasi, sehingga dengan tes urine ini mendeteksi atau mencegah kalau ada pegawai yang terpapar pengaruh buruk narkoba. ‘’Kami dapat anggaran dari pusat, kemudian kami pro-

gramkan rutin melakukan tes urine dan ini sudah kedua kalinya. Ini bagian pengawasan kepegawaian dan wujud dukungan lembaga bersih dari narkoba,’’ katanya. Sementara itu, Kepala BNNK Buleleng AKBP Gede Astawa mengatakan, tes urine di BPN kemarin, diikuti oleh 182 orang pegawai yang terdiri dari 63 orang ASN dan 119 tenaga kontrak, serta peserta magang kerja. Setelah satu per satu peserta menyerahkan sampel urine, seluruhnya negatif dari pengaruh narkoba dan obat terlarang lain. Dengan hasil ini, Astawa menyebut kalau

pegawai di lingkungan BPN bersih dari pengaruh narkoba. Namun, perwira asal Desa Dencarik Kecamatan Banjar ini mengimbau para pegawai agar tidak mencoba-coba menggunakan narkoba. Selain mengganggu kesehatan, juga harus berhubungan dengan hukum dan itu akan merusak masa depan sebagai pegawai. ‘’Hasilnya negatif dan kami tetap mohon partisipasi aktif untuk bersama melakukan kampanye ‘Stop Narkoba’ dan jangan sesekali terlibat, karena sudah jelas kejahatan ini akan merusak masa depan siapa pun,’’ jelasnya. (kmb38)

Berkat PKH, Keluarga Ayu Supiani Keluar dari Jerat Kemiskinan

Singaraja (Bali Post) – Program Keluarga Harapan (PKH) di Buleleng nampaknya mampu mengentaskan kemiskinan. Buktinya, satu keluarga di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt memutuskan untuk berhenti menerima PKH dari pemerintah pusat. Keputusan ini diambil karena keluarga yang sebelumnya menerima PKH, kini berhasil keluar dari jerat kemiskinan. Keluarga I Gusti Ayu Supiani (42) asal Desa Lokapaksa sebelumnya tercatat Keluarga Penerima Manfaat (KPM) graduasi mandiri. Sebelum menjadi KPM, Supiani merupakan keluarga kurang mampu. Sempat merintis usaha kecil-kecilan dan memberanikan diri mencari pinjaman modal. Saat ditemui Selasa (2/7) kemarin, Supiani menceritakan, memulai usaha dagangnya sejak tahun 1997 silam dengan modal seadanya yang dipinjam dari orangtuanya. Dia mengawali merintis usaha dengan berjualan di pasar desa tempat tinggalnya. Selanjutnya tahun 2015, ia memberanikan diri mengambil pinjaman bank untuk keperluan modal. Kerja keras itu gagal membuahkan hasil. Usaha yang dirintis pun bangkrut dan sang suami menjadi korban PHK di tempatnya bekerja. Situasi terpuruk itu kemu-

dian membawa keluarga ini menjadi penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). Sejalan dengan kebijakan pemerintah, keluarga ini kemudian menjadi PKM PKH sejak tahun 2018 lalu. Dengan bantuan selama menjadi KPM, Supiani dan keluarganya dengan perlahan bisa memperbaiki ekonomi keluarganya. “Ketika berjualan di pasar tidak mendapatkan untung sama sekali, kemudian suami di-PHK, sedangkan saat itu masih menanggung anak sekolah hingga harus menumpang di rumah ipar,” katanya. Selama menerima dana PKH, digunakan membiayai sekolah dua anaknya yang duduk di bangku SMP dan SMA. Selain PKH, Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Beras Sejahtera juga dia peroleh. Setelah biaya pendidikan anaknya terpenuhi dengan PKH, dirinya pun berhasil merintis kembali usaha yang sempat bangkrut. Tahun ini, ia mengelola warung dengan menyediakan bahan kebutuhan pokok. Dengan usahanya itu, sekarang dia memiliki penghasilan yang bervariasi antara Rp 1,2 juta hingga Rp 2,1 juta tiap hari. Selain penghasilan itu, suaminya yang dulu di-PHK kini sukses menggeluti usaha pembuatan sarana upakara (banten -red). Usaha tambahan itu rata-rata dalam situasi tertentu

UAS milik korban. Pacarnya kemudian berteriak “maling motor”. Korban mengejar tersangka yang diketahui kabur ke timur menggunakan motor pacarnya DK 8462 OY. Saat akan dikejar, tibatiba teman tersangka Sanjaya menghalangi korban saat mengejar tersangka Karang. Korban berhasil menghentikan tersangka di depan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Pemaron. Mengetahui aksinya dihalangi, tersangka Karang langsung memukul menggunakan helm. Keributan itu kemudian diketahui warga yang langsung mengamankan tersangka dan menyerahkan kepada polisi bersama barang bukti. “Saat korban berhasil mengejar, tersangka ini justru memukul korban dan terus dilawan, sehingga diketahui warga. Anggota langsung ke TKP dan pelaku ini ditangkap untuk pemeriksaan lebih lanjut,” katanya. Menurut Wiranata Kusuma, aksi pencurian sepeda motor ini tergolong modus baru. Pelakunya lebih dari satu orang dengan peran mengawasi calon korbannya dan kalau lalai memarkir sepeda motor akan langsung disasar. Saat tersangka membawa kabur hasil curiannya,

Singaraja (Bali Post) – Dua tersangka pencurian sepeda motor (curanmor) berhasil dibekuk Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja. Kedua pelaku tersebut masing-masing, Nyoman Karang alias Karang (35) asal Kelurahan Kampung Baru Singaraja yang merupakan residivis, dan temannya yang membantu pencurian, Kadek Sanjaya alias Mikel (35) yang beralamat di Jalan Surapati, Singaraja. Kapolsek Kota Kompol A.A. Wiranata Kusuma, Senin (1/7) lalu mengatakan, curanmor ini berhasil diungkap setelah korban Ketut Agus Setiawan (31) berhasil menggagalkan aksi pencurian motor miliknya. Sebelum kejadian, dia bersama pasangannya berada di salah satu restoran siap saji di Jalan Singaraja – Seririt, tepatnya di Desa Pemaron pada Kamis (27/6) lalu, pukul 21.30 Wita. Korban dan pasangannya membawa sepeda motor sendiri-sendiri. Saat keduanya memarkir kendaraannya, korban membiarkan kunci sepeda motornya nyantol. Setelah ditinggal mencuci tangan, pacarnya melihat tersangka Karang mengambil sepeda motor DK 2192

rekan tersangka menjalankan tugasnya menghalang-halangi siapa pun yang akan berusaha mengejar tersangka yang membawa kabur motor curiannya. “Ini modus baru, mereka mengintai dulu kalau ada kunci nyantol dan korban lengah langsung diambil kemudian tersangka kedua akan menghalang-halangi kalau aksi mereka ada yang mengetahui,” katanya. Sementara itu, tersangka Karang menuturkan, aksi mencuri sepeda motor ini dilakukan karena tidak memiliki pekerjaan lain. Sebelum tertangkap, dia mengajak temannya Sanjaya yang dikenalnya di sebuah permainan biliar di Singaraja. Sebelum beraksi, dirinya mengintai calon korbannya. Ketika situasi aman, dia mengajak rekannya beraksi. Sepeda motor hasil curiannya itu dijual dengan harga bervariasi antara Rp 1,5 juta dan paling mahal Rp 2 juta. “Setelah saya keluar penjara karena terlibat perampokan, iseng-iseng mencuri sepeda motor. Maunya kalau tidak tertangkap, motor dijual dan uangnya untuk keperluan sehari-hari,” jelas Karang sembari diiyakan rekannya Sanjaya. (kmb38)

Tahun

PEMILIHAN SISWA DAN GURU

AJEG BALI 2019 Tempat Pendaftaran Sekretariat Kantor Bali Post

Jln. Kepundung 67A Denpasar (0361) 225764, 08123840249

Syarat : -

-

-

Kirim copy prestasi ke Siswa dan Guru SD, email : siswaajegbali@gmail.com SMP, SMA/SMK se-Bali guruajegbali@gmail.com bisa mengirim data diri atau Juara I - Harapan III wakil sekolah lewat online. Tiap katagori SD/SMP/SMA/SMK Seleksi awal dilakukan lewat online/langsung menyerahkan penghargaan dan prestasi dalam kegiatan Ajeg Bali dan minat baca Lulus tes wawancara dan kompetensi diri

Pendaftaran 27 Mei - 17 Juli 2019

AjegSiswa

siswaajeg guru_ajegbali

siswaajeg.bali.3 guruajegbali

DIDUKUNG OLEH Bali Post/kmb38

PKH – Warung milik keluarga I Gusti Ayu Supiani (42) asal Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt berkembang pesat setelah menerima bantuan PKH pemerintah pusat. mendatangkan penghasilan mencapai Rp 6 juta. Dengan keberhasilan memperbaiki taraf hidup keluarganya, dirinya sekarang memutuskan untuk berhenti menjadi PKM PKH. “Saya sangat beruntung dan bantuan itu sangat membantu saya keluar dari garis kemiskinan. Keputusan berhenti itu diambil, kalau bergantung pada bantuan keluarga saya tidak akan maju dan tidak bisa berubah,” jelasnya. Koordinator Pendamping PKH Kabupaten Buleleng Gede Wiryawan didampingi Pendamping Sosial Ni Gusti

Made Lia Harsini, mengapresiasi usaha dan kesadaran keluarga I Gusti Ayu Supiani yang telah berhenti sebagai peserta PKH. Selama mendampingi, keluarga Supiani termotivasi keluar dari jerat kemiskinan. Pihaknya berpesan agar KPM yang sudah graduasi mampu mempertahankan dan meningkatkan apa yang sudah diperoleh saat ini. Selain Supiani, ada puluhan KPM yang bersiap membangun e-warung. Mereka memastikan akan graduasi mandiri setelah usaha mereka berjalan dan ada penghasilan tetap. (kmb38)

YAYASAN PR SARASWATI PUSAT DENPASAR

UNMAS DENPASAR

PAUD PAUD PAUD TK SARASWATI 1 SARASWATI 2 SARASWATI 3 SARASWATI 4 DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR

SD SD SD SD SD SD SARASWATI 1 SARASWATI 2 SARASWATI 3 SARASWATI 4 SARASWATI 5 SARASWATI 6 DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR SMP/SLUB SMA/SLUA SMK SMK SMF/SMK SMP SARASWATI 1 SARASWATI 1 SARASWATI 1 SARASWATI 2 SARASWATI 3 PGRI 5 DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR DENPASAR SMP SMP DWIJENDRA PGRI 9 DENPASAR DENPASAR

SMA DWIJENDRA DENPASAR

ITEKES BALI

PENGURUS PROVINSI PGRI BALI

IKIP PGRI BALI


GIANYAR

Rabu Wage, 3 Juli 2019

Siswa Peraih Nilai UN Tinggi dari Pedesaan Terancam Gagal Masuk SMA Negeri Gianyar (Bali Post) -

Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui jalur zonasi di SMA negeri di wilayah Kabupaten Gianyar, mulai menuai keluhan dari masyarakat. Pasalnya, sejumlah siswa dengan nilai Ujian Nasional (UN) tinggi tidak terakomodasi atau terancam gagal diterima di sekolah negeri, lantaran jarak rumah mereka dengan sekolah terpaut jauh. Sementara itu, sejumlah siswa yang melengkapi dirinya dengan surat keterangan domisili justru namanya masuk dalam kuota sekolah. Selain dikeluhkan oleh masyarakat, kondisi ini juga dikritisi anggota DPRD Gianyar I Wayan Sudiartana, Selasa (2/7) kemarin. Sudiartana mengungkapkan, akibat dari PPDB yang 90 persen mengunakan sistem zonasi ini banyak calon siswa dari pedesaan yang tercecer. Padahal mereka sudah berupaya giat belajar untuk meraih nilai UN tinggi. Namun, akhirnya tidak diterima di sekolah negeri hanya karena berasal dari pedesaan yang jaraknya jauh dari sekolah negeri. “Banyak anak dari desa yang jaraknya jauh dari sekolah negeri tidak diterima. Dengan sistem ini, daya saing anak jadi lemah, karena ada yang punya prestasi hingga segudang tidak diterima,” keluh politisi asal Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh ini. Dampak domino dari sistem ini, kata Sudiartana adalah begitu berharganya surat keterangan domisili. Banyak orangtua siswa mulai memburu surat keterangan domisili di klian dinas maupun kepala desa yang terdekat dengan sekolah negeri. “Surat keterangan domisili perlu dicek betul, apa dengan gampang dikeluarkan? kan Harus ada data dan survei, apa benar tinggal di sana? Jangan sampai sekarang dengan mudahnya mencari surat keterangan domisili,” katanya mengingatkan. Sudiartana mengapresiasi tujuan awal pemerintah pusat menerapkan sistem zonasi ini untuk menghapuskan sekolah favorit demi mewujudkan pemerataan pendidikan. Namun, pemerintah pusat belum mempertimbangkan bahwa infrastruktur untuk menjalankan sistem ini belum terpenuhi. “Sebelum men-

jalankan program ini, minimal pemerintah membangun sekolah negeri tambahan di pedesaan,” ujarnya. Sementara itu, Kepala SMAN 1 Blahbatuh I Ketut Sulatra mengaku hanya bisa menjalankan perintah dari Dinas Pendidikan Provinsi Bali terkait proses PPDB. Yakni, jalur zonasi 90 persen dan sisanya jalur prestasi dan jalur perpindahan orangtua. “Semua sudah menggunakan sistem online. Jadi, kita di sekolah tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya. Menurut Sulatra, di sekolah yang dipimpinnya sudah tercatat 474 calon siswa baru yang mendaftar hingga Selasa kemarin. Dari jumlah itu, pada situs PPDB Disdik Provinsi Bali sudah muncul nama 292 siswa yang lolos lewat jalur zonasi. Namun, hasil itu belum final karena akhir waktu pendaftaran, Rabu (3/7) hari ini. “Nama 292 siswa untuk jalur zonasi itu masih bergerak hingga batas akhir pendaftaran, hingga akhirnya kami akan menerima siswa sesuai kuota 324,” katanya. Disinggung terkait PPDB jalur zonasi di mana ada pendaftar yang melengkapi dirinya dengan surat keterangan domisili, Sulatra mengakui pihaknya menerima delapan orang pendaftar dengan menyertakan surat keterangan domisili. Data para siswa itu sudah dicek langsung oleh petugas di SMAN 1 Blahbatuh. “Mereka sudah kita datangai langsung ke tempat tinggalnya sesuai yang tercantum dalam surat keterangan domosili untuk

Bali Post/kmb35

MENGECEK - Petugas SMAN 1 Blahbatuh mengecek pendaftaran calon siswa baru yang menggunakan surat keterangan domisili. memastikan apakah mereka benar tinggal di sana atau tidak,” katanya. Sulatra menambahkan, rata-rata pendaftar yang menyertakan surat keterangan domisili ini sudah tinggal di sana lebih dari setahun. Hal ini sudah sesuai dengan surat yang ditandatangani oleh klian dinas dan kepala desa setempat. “Selain mendatangi rumah siswa sesuai yang tertera di surat keterangan domisili, kami juga mendatangi klian dinas dan kepala desanya mengonfirmasi langsung untuk mengantisipasi ada surat keterangan domisili palsu atau semacamnya,” tegasnya. Dari proses itu, Sulatra mengakui dari delapan pendaftar yang mengajukan surat keterangan domisili,

ada satu orang yang tidak lolos verifikasi, karena sebelumnya memang tinggal dan lulusan SMP di luar Kabupaten Gianyar. Pengajuan domisili ini dilakukan lantaran mengikuti orangtua yang bekerja pada salah satu perusahaan swasta di Gianyar. “Anak yang tidak lolos ini seharusnya mengikuti jalur perpindahan orangtua, namun jalur itu sudah lewat sehingga tidak bisa kami terima,” katanya. Selain itu, Sulatra mengakui ada sejumlah orangtua siswa yang mendaftarkan anaknya dengan menyertakan surat keterangan domisili. Namun, harus tereliminasi saat porses verifikasi, lantaran tidak menyertakan tanda tangan klian dinas dan perbekel setempat. (kmb35)

Parwata, Selasa (2/7) kemarin. Mengingat arus lalu lintas di wilayah desa setempat ditutup, para pengguna jalan akan dialihkan ke jalur alternatif lainnya dari pukul 06.00 Wita sampai 18.00 Wita. Terkait pengalihan arus lalu lintas selama Nyepi Kasa tersebut, kata Parwata, pihaknya sudah bersurat kepada sejumlah perbekel di desa tetangga, termasuk kepada Kapolsek, Danramil dan Camat Payangan. Dengan demikian, setiap tahun pelaksanaan Nyepi Kasa itu berlangsung lancar. Bahkan tidak ada warganya yang melanggar sesuai pengalaman tahun-tahun sebelumnya. “Kalau melanggar, itu ada sanksinya. Didenda dengan uang kepeng asli, jika dirupiahkan bisa mencapai Rp 6.300.000. Kalau yang bekerja itu bisa menyiasati saat Nyepi besok berangkat sebelum pukul 06.00 Wita, begitu juga pulangnya harus setelah pukul 18.00 Wita,” kata pria yang telah menjadi bendesa selama dua tahun tersebut. Menurut Parwata, rangkaian tradisi Nyepi ini sudah

dilaksanakan sejak tiga hari sebelumnya. Dimulai dari tradisi nangkep sari, semacam persembahan berupa ajengan berukuran besar dan warga magibung di Pura Dalem setempat. “Itu dilaksanakan tiga hari sebelum Nyepi Kasa, sedangkan hari ini (Selasa kemarin-red) sama seperti Pangrupukan,” katanya. Selasa kemarin digelar acara Ngatus Jukut dengan prosesi nampah godel atau menyemblih anak sapi. Selama prosesi itu, anak sapi diarak dari Jaba Pura Puseh sampai Pura Dalem. “Sesampai di Pura Dalem diupacarai dan langsunng disemblih, kemudian dagingnya dibagikan kepada 360 kepala keluarga yang ada,” paparnya. Selanjutnya, pada Selasa sore kemarin sekitar pukul 16.00 Wita, tradisi dilanjutkan dengan Maprani di catus pata desa setempat sampai sandikala. Selama prosesi dipersembahkan caru dan tawur, setelah itu baru berlangsung pengarakan ogoh-ogoh. Sedikitnya tiga ogoh-ogoh akan diarak keliling Desa Adat Buahan. (nik)

Hari Ini, Desa Adat Buahan Gelar Nyepi Kasa

Bali Post/nik

OGOH-OGOH - Salah satu ogoh-ogoh yang akan diarak sehari menjelang perayaan Nyepi Kasa di Desa Adat Buahan. DESA Adat Buahan, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar menggelar tradisi Brata Panyepian, Rabu (3/7) hari ini. Namun, tradisi yang rutin digelar setelah Tilem Kasa ini hanya berlangsung selama 12 jam di desa adat setempat. Dari pagi hingga sore, di wilayah desa setempat akan dilakukan penutupan arus lalu lintas. Bendesa Adat Buahan I Nyoman Parwata menjelaskan,

Nyepi setiap Tilem Kasa memang telah diwariskan secara turun-temurun. Sampai saat ini pihaknya tetap melanjutkan tradisi tersebut dan pantang tidak dilakukan. “Tradisi ini khusus dilakukan oleh Desa Adat Buahan selama 12 jam. Prosesinya sama seperti pelaksanaan Catur Brata Panyepian pada Sasih Kasanga. Tujuannya untuk keselamatan lingkungan beserta warganya juga,” ujar

9

Cambuk Istri, Suami Diringkus Polisi

Gianyar (Bali Post) Aksi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dialami seorang perempuan berinisial NE, Minggu (30/6) lalu. Perempuan berusia 33 tahun ini dianiaya oleh suaminya, Sohiburrohman alias Sohib. Pria berusia 36 tahun ini mencambuk tubuh istrinya dengan kabel listrik sepanjang kurang lebih tiga meter. Tak hanya itu, pelaku juga mengancam istrinya dengan celurit. Aksi penganiayaan tersebut

diketahui oleh aparat kepolisian, Minggu malam sekitar pukul 20.00 Wita. Aksi itu terjadi di rumah pasangan suami istri tersebut di Lingkungan Selat, Kelurahan Samplangan, Kecamatan Gianyar. Polisi kemudian berupaya menangkap pelaku, yang malam itu berada di kota Gianyar. Pelaku sempat enggan untuk pulang ke rumahnya tersebut. Selasa (2/7) dini hari sekitar pukul 01.00 Wita, pelaku akhirnya pulang ke rumah.

Polisi yang mengetahui hal itu langsung melakukan penangkapan, kemudian menggiring pelaku ke Mapolsek Gianyar. Kapolsek Kota Gianyar Kompol Ketut Suastika membenarkan kejadian tersebut. Berdasarkan pemeriksaan, kasus KDRT tersebut diduga bermotif cemburu. “Sudah dilimpahkan ke Polres dan ditangani oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gianyar,” katanya. (kmb35)

GUNA meningkatkan kapasitas sumber daya anggota Palang Merah Remaja (PMR) di kalangan sekolah yang ada di Kabupaten Gianyar, Palang Merah Indonesia Kabupaten Gianyar menyelenggarakan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) PMR IX Tahun 2019. Kegiatan yang dilaksanakan selama lima hari ini dibuka Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar dr. I.A. Cahyani Widyawati, M.Kes. di Wantilan Desa Pakraman Negara, Selasa (2/7) kemarin. Cahyani Widyawati mengapresiasi kegiatan Jumbara PMR IX Kabupaten Gianyar, di mana kegiatan ini merupakan ajang pertemuan antar PMR se-Kabupaten Gianyar dalam rangka mempersatukan visi dan misi PMI dalam melaksanakan tugas-tugas sosial kemanusiaan. “Melalui kegiatan ini, bisa memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada remaja-remaja di sekolah melalui PMR, khususnya peserta Jumbara. Sehingga lebih memahami kegiatan dan tugas yang dilaksanakan PMI dan nantinya dapat membantu beban bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris PMI Kabupaten Gianyar Cokorda Rai Widiarsa P. mengatakan, kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat pondasi PMI melalui PMR. Sehingga keberadaan PMI ke depan bisa tetap eksis di tengah-tengah masyarakat. Sebagaimana diketahui, organisasi PMI merupakan organisasi sosial kemanusiaan yang didirikan oleh pemerintah untuk melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan guna meringankan beban sesama manusia. Rai Widiarsa menambahkan, PMI dalam menjalankan tugas dan fungsinya berpedoman pada Tujuh Prinsip Dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional

guna membantu pemerintah dalam bidang kemanusiaan tanpa membedakan suku, agama, ras dan bangsa. “Sesungguhnya kita kalau berbicara PMI, tidak hanya masalah darah saja. Tetapi lebih daripada itu, unsur kemanusiaan. Oleh sebab itu, dalam Jumbara ini untuk meningkatkan profesionalisme dan mempererat silaturahmi sesama anggota PMR serta memotivasi para remaja untuk berperan aktif dalam kegiatan kemanusiaan,” tegasnya. Ketua Panitia Jumbara IX PMR-PMI Kabupaten Gianyar Tahun 2019 Dewa Oka Harimbawa, S.KM., M.Kes. mengatakan, peserta Jumbara PMR terdiri dari 116 orang yang terdiri dari PMR Madya (setingkat SMP) sebanyak 86 orang dari lima sekolah, PMR Wira (setingkat SMA/SMK) sebanyak 30 orang dari dua sekolah, serta pembina PMR masing-masing peserta sebagai pendamping. Kegiatan dilaksanakan dari tanggal 2-6 Juli 2019 di Lapangan Yudistira, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Oka Harimbawa menam-

bahkan, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya anggota PMR di kalangan sekolah yang ada di Kabupaten Gianyar. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan peran serta anggota PMR dalam penerapan Tri Bakti PMR dan sebagai pendidik sebaya, serta monitoring dan evaluasi komprehensif tentang Kurikulum Pembinaan PMR di sekolah serta sebagai ajang mempererat tali silahturahmi sesama anggota PMR di Kabupaten Gianyar. “Kegiatan yang kita laksanakan berupa lomba-lomba yang terkait dengan peningkatan kapasitas PMR masing-masing sekolah. Meningkatkan kompetensi PMR dalam upaya penanggulangan bencana secara dini, serta bakti sosial di masyarakat berupa pelayanan kesehatan dan bersih-bersih,” katanya memaparkan. Seusai acara pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan meninjau lokasi perkembangan peserta Jumbara IX yang berlokasi di Lapangan Yudistira, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar. (ad111)

Jumbara IX PMR-PMI Kabupaten Gianyar Dibuka

PEMBUKAAN – Suasana acara pembukaan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) PMR IX Tahun 2019 Kabupaten Gianyar, Selasa (2/7) kemarin.


JEMBRANA

10

Rabu Wage, 3 Juli 2019

Pleno Penetapan Anggota DPRD Terpilih Diundur Negara (Bali Post) – Belum diterimanya salinan putusan dari Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pemilu 2019, berdampak ditundanya rapat pleno penetapan pemilihan umum legislatif (pileg) oleh KPU Jembrana. Rapat pleno terkait penetapan calon DPRD Jembrana terpilih ini batal dilaksanakan sesuai jadwal dan diundur pada Kamis (4/7). Sebelumnya, KPU Jembrana sudah mengedarkan undangan rapat pleno terkait hal tersebut. Belakangan KPU Jembrana menunda rapat pleno karena belum diterimanya salinan putusan MK itu. “Ini petunjuk dari KPU Provinsi agar ditunda,” ujar Ketua KPU Jembrana I Ketut Gde Tangkas Sudiantara kepada wartawan, Selasa (2/7) kemarin. Sejatinya rapat pleno penentuan anggota DPRD Jembrana terpilih digelar

Rabu (3/7) hari ini menyesuaikan jadwal tahapan. KPU sejatinya juga telah menyiapkan berkas surat keputusan (SK). Akhirnya rapat ditunda hingga Kamis (4/7) mendatang dan rencananya di salah satu hotel di Desa Yeh Sumbul, Kecamatan Mendoyo. Menurutnya, penundaan dilakukan karena salinan putusan dari MK belum diterima. Kendatipun di Kabupaten Jembrana tidak ada sengketa ke MK, namun menurutnya salinan putusan itu harus dilampirkan dalam pleno nanit. Pihaknya mengakui telah mengirim surat undangan susulan terkait adanya perubahan jadwal rapat pleno ini. Sebab menurutnya undangan untuk rapat pleno itu sudah terlanjur disebarkan. Selain instansi terkait, undangan juga dikirim ke masing-masing partai peserta pemilu di Jembrana. (kmb26) SISTEM PPDB - Sejumlah calon siswa dan orang tua menunggu proses pendaftaran di SMAN 1 Negara. Sistem PPDB melalui jalur zonasi menuai kritikan dewan dan diharapkan segera dievaluasi.

Banyak ”Blank Spot” dan Lokasi SMAN Belum Merata

Dewan Minta PPDB SMA Jalur Zonasi Dievaluasi

Ketut Gede Tangkas Sudiantara

Kapolres Anjangsana ke Warga Disabilitas dan Miskin Negara (Bali Post) – Rangkaian HUT ke-73 Bhayangkara, Kapolres Jembrana AKBP Budi P. Saragih bersama jajarannya serta Bhayangkari, Selasa (2/7) kemarin melakukan kegiatan sosial, anjangsana ke sejumlah warga kurang mampu di Kabupaten Jembrana. Selain memberikan bantuan yang diperlukan, Kapolres juga berinteraksi memberikan semangat warga yang kurang mampu tersebut. Di Dusun Tetelan, Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, Kapolres menyambangi salah seorang warga yang mengalami kelumpuhan, Deny Julianto (25). Deny mengalami lumpuh permanen setelah terjatuh dari pohon kelapa beberapa tahun silam. Bertahun-tahun sudah, Deny hanya bisa terbaring di kasur tempat dirinya tidur. Di dalam ruangan tengah dalam rumah yang sesak. Meski masih tergolong muda, karena keterbatasanya tak dapat berjalan, Deny tidak bisa berbuat banyak. Bahkan untuk keluar dari ruangan pun sangat jarang. Anak yatim ini pun hanya bisa melihat dunia luar dari layar televisi serta jendela samping rumahnya. Ia kini tinggal bersama ibunya yang bekerja sebagai buruh di salah satu pabrik pengalengan ikan. Dan kini ibunyalah yang menjadi tulang punggung keluarga. Saat berkunjung, Kapolres AKBP Budi didampingi Ketua Bhayangkari Jembrana Ny Santhi Saragih bercengkerama dengan Deny serta ibunya. Kapolres memberikan semangat kepada Deny, meskipun dengan kondisi disabilitas agar jangan pernah putus asa. “Asa tidak boleh putus, harus tetap semangat,” pesan Kapolres. Pada kesempatan itu, Kapolres juga menyerahkan

bantuan kursi roda agar Deny bisa keluar rumah. Mendapat bantuan itu, ibu dan khususnya Deny tak dapat menyembunyikan perasaan haru. Apalagi ketika dirinya bisa melihat dunia luar menggunakan kursi roda, meskipun hanya di teras rumah. “Semoga Polri, Polres Jembrana semakin jaya,” ujarnya sembari menangis terharu. Selanjutnya Kapolres didampingi Waka Polres Jembrana Kompol I Komang Budiartha serta para kapolsek-kapolsek dan Kasat meluncur ke Dusun Arca, Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan. Di sini, rombongan Polres bertemu dengan warga tidak mampu (KK miskin). I Nyoman Sudiarta bersama istri dan dua anaknya tinggal menumpang bersama masyarakat karena tidak punya lahan untuk tempat tinggal. Warga yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh bangunan ini diberikan bantuan berupa sembako 40 kg beras. Kapolres Jembrana AKBP Budi P. Saragih mengatakan, kegiatan sosial ini sengaja diselenggarakan sebagai bentuk tali kasih dan kepedulian jajaran kepolisian terhadap sesama. Khususnya warga yang bantuan karena sakit maupun tidak mampu. “Kita tanamkan kepada jajaran dalam HUT ke-73 Bhayangkara ini, juga bersimpati dan peduli terhadap sesama yang kurang mampu maupun sakit,” ujarnya. Kapolres berharap bantuan yang diberikan ini dapat bermanfaat. “Jangan dilihat dari besar kecilnya bantuan kami namun rasa keprihatinan dan kepedulian kami dengan sesama yang membutuhkan, pesan kami selalu sabar dan tabah serta berdoa agar diberikan kemudahan,” pungkas Kapolres Budi. (kmb26)

KURSI RODA – Kapolres Jembrana AKBP Budi P Saragih berinteraksi dengan Deny Julianto (25), warga yang lumpuh di Dusun Tetelan, Candikusuma. Kapolres menyerahkan kursi roda sehingga Deny bisa keluar rumah.

Negara (Bali Post) Penerapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA jalur zonasi di Kabupaten Jembrana dinilai masih banyak kendala. Banyak siswa yang tercecer dengan sistem ini dipicu berbagai kendala. Salah satunya di beberapa desa merupakan masuk wilayah blank spot atau jaraknya terlalu jauh dengan SMA negeri yang ada. Seperti Perancak, Pengambengan, Manistutu, Banyubiru dan Gilimanuk. Di samping itu sebaran SMA negeri juga tidak merata di masingmasing kecamatan di Jembrana. Sekretaris Komisi A DPRD Jembrana Ketut Sadwi Darmawan, Selasa (2/7) kemarin mengungkapkan, penerapan sistem zonasi SMA ini menurutnya harus dievaluasi. Dari pengamatannya, pemerataan sekolah semestinya juga harus dibarengi dengan ketersediaan sarana dan prasarana. Ia mencontohkan, di Jembrana sebaran SMA negeri tidak

merata di tiap kecamatan. Di Kecamatan Pekutatan menurutnya saat ini hanya ada 1 SMA negeri, dan tidak ada sekolah swasta. Dengan melihat lulusan SMP di 10 desa di Kecamatan Pekutatan ia memastikan tidak semuanya bisa tertampung di SMAN 1 Pekutatan. Ia menilai semestinya harus dibangun lagi satu SMA di Pekutatan bila

merujuk pada zonasi. Menurutnya prasarana dan sarana ini harus disiapkan agar tidak menghambat pengentasan wajib belajar 12 tahun. Di samping itu, penerapan zonasi berpatokan pada google map tidak sesuainya jarak dengan kondisi riil jarak tempuh. Sebab diambil lurus dari sekolah ke rumah, tidak berpatokan pada jalan atau

jarak tempuh riil. “Contohnya di Juwuk Manis, ditarik lurus kan lebih dekat ke Singaraja. Namun, kalau mengikuti jalan lebih dekat Pekutatan, apakah disuruh lewat hutan ke sekolah?” kritiknya. Sementara itu, anggota DPRD Jembrana I Ketut Suastika juga menilai perlu adanya penyesuaian zonasi dengan kondisi riil. Bahkan ada beberapa wilayah yang masuk blank spot seperti Manistutu, Tukadaya, Pengambengan dan Banyubiru. Para siswa yang tinggal di desa-desa itu tidak masuk ke zonasi mana pun. Memang ada alternatif masuk ke SMK misalnya yang non-zonasi.

Tetapi para siswa ini memiliki cita-cita dan harapan yang berbeda-beda terkait pendidikan yang ditempuh. Di sisi lain, dari data yang dihimpun di Dinas Dikpora Jembrana, total lulusan SMP/MTs tahun ini ada 4.827 siswa. Saat ini ada 6 SMA negeri tersebar di empat kecamatan. Di Kecamatan Melaya dan Pekutatan masingmasing 1 SMA, Kecamatan Mendoyo, dan Jembrana ada 2 SMA negeri. Sedangkan di Kecamatan Negara belum ada SMA negeri. Di Kecamatan Negara justru ada dua SMK negeri, yakni di Baluk dan di Baler Bale Agung. (kmb26)

’’Bhakti Piuning’’ Jelang HUT Ke-124 Kota Negara

BHAKTI PIUNING - Bupati Artha bersama Wabup Kembang Hartawan mengikuti ‘’bhakti piuning’’ menjelang peringatan HUT ke-124 Kota Negara.

PEMERINTAH Kabupaten Jembrana menggelar bhakti mapiuning pada beberapa pura di seputaran Jembrana, Selasa (2/7) kemarin. Kegiatan spiritual bertepatan rahina Tilem ini dilaksanakan untuk menyambut rangkaian perayaan HUT ke-124 Kota Negara tahun 2019. Upacara ngaturang bhakti tersebut dipimpin oleh Bupati Jembrana I Putu Artha didampingi Wakil Bupati I Made Kembang Hartawan, para asisten serta pimpinan OPD. Juga turut serta panitia pelaksana HUT Kota yang tersebar di beberapa OPD pelaksana. Persembahyangan diawali di Pura Nitipraja berada di areal Pemkab Jembrana, dilanjutkan ke sembilan pura lainnya yakni Pura Jagatnata, Pura Agung Pecangakan, Pura Ulun Pecangakan, Pura Rambut Siwi, Pura Perancak, Pura Jati, Pura Mertasari, Pura Majapahit serta Pura Indrakusuma. Persembahyangan bersama sudah rutin dilaksanakan sebelum pelaksanaan hari-

hari besar maupun kegiatan yang akan digelar Pemkab Jembrana. Bupati Artha mengatakan, persembahyangan ini bertujuan untuk meminta izin kepada Sang Pencipta, di mana kurang lebih selama 31 hari pada bulan Juli hingga Agustus akan dilaksanakan peringatan HUT Kota Negara yang ke-124. ‘’Sebelum memperingati, hari ini kita matur piuning kepada Ida Sang Hyang Widhi semoga seluruh pelaksanaan HUT Kota Negara dapat berjalan dengan lancar,’’ paparnya. Peringatan HUT Kota Negara tahun ini mengambil tema ‘’Prabawa Nata’’ yang mengandung makna Kewibawaan pemimpin menuju Jembrana maju dan masyarakat yang sejahtera. Berbagai kegiatan digelar baik di bidang olahraga, seni budaya, ekonomi sampai events yang mengakomodir hobi anak muda/ komunitas. Misalnya, lomba BMX, skateboard, adventure, clothing, offroad sampai Vespa contes. (ad115)

Memasuki Kemarau, Debit Air di Pipa Swadaya Mengecil Negara (Bali Post) Sejumlah warga yang tempat tinggalnya langganan kesulitan air, belakangan mulai merasakan minimnya pasokan air. Seperti yang dialami warga di Banjar Katulampa, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya. Beberapa warga menyebutkan pasokan air bersih dari pipa swadaya mulai menurun sejak dua minggu ini. Warga meyakini kondisi ini merupakan dampak masuk musim kemarau. Warga yang sering mengalami kesulitan air bersih ini, sejak sepekan terakhir mulai menghemat air. Mereka merasakan debit air dari hulu yang mengalir ke bak-bak penampungan mulai berkurang. Mereka mengaku menerima air secara bergiliran setiap dua minggu sekali. Ni Putu Sumiati, salah seorang warga di banjar tersebut, mengaku belakangan untuk mengisi penuh bak penampungan air lebih lama dibanding biasanya. Dengan kondisi itu, diyakini pasokan air sudah mulai berkurang. Kondisi tersebut juga sering dialami ketika hendak memasuki musim

kemarau. “Biasanya begini, masuk musim kemarau pasokan air berkurang. Sekarang harus berhemat,” terang warga ini. Sumiati mengungkapkan di wilayah Katulampa memang sering mengalami kekurangan air, terutama ketika musim kemarau tiba. Berkaca pada tahun lalu, juga terjadi hal yang sama selama dua bulan. Selama itu pula warga yang kekurangan air mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD Jembrana dan PDAM dipasok menggunakan truk tangki air. Di sisi lain, Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Ketut Eko Susilo AP kepada wartawan mengungkapkan hingga saat ini menurutnya belum ada laporan terkait kekurangan air di titik-titik desa yang rutin mengalami kekurangan air. Tetapi bila pun ada, pihaknya mengimbau kepada masyarakat agar menyampaikan ke desa, sehingga desa bisa berkoordinasi dengan BPBD Jembrana. Ketika ada permohonan itu, BPBD bekerja sama dengan PDAM memberikan bantuan air bersih pada masyarakat. (kmb26)

AMBIL AIR - Aktivitas salah satu warga di wilayah Kabupaten Jembrana mengambil air dari sumber terdekat ketika musim kemarau. Di saat musim kemarau, di beberapa wilayah di Jembrana mengalami kekurangan air bersih.


Rabu Wage, 3 Juli 2019

Karangasem

11

SIDANG PARIPURNA - Sidang paripurna pandangan umum fraksi-fraksi terkait LKPJ Bupati Karangasem 2018 dilaksanakan Selasa (2/7) kemarin.

Bali Post/kmb41

Dewan Minta Eksekutif Lebih Cermat Gunakan Anggaran Amlapura (Bali Post) Sidang Paripurna dengan agenda pandangan umum fraksi-fraksi terkait LKPJ Bupati Karangasem 2018 dilaksanakan Selasa (2/7) kemarin. Dalam sidang yang dipimpin langsung Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi dan dihadiri Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa tersebut, dewan meminta eksekutif lebih cermat di dalam penggunaan anggaran. Dalam sidang itu, dewan

menyoroti kecilnya serapan APBD 2018 lalu yang dilaksanakan eksekutif. Sebab, rendahnya serapan memicu penumpukan silpa dan berkurangnya pendapatan diterima dari pemerintah pusat. Pandangan umum fraksifraksi diawali dari Fraksi Partai Demokrat melalui juru bicaranya, I Gede Bendesa Muliawan. Dalam penyampaian itu, Partai Demokrat meminta eksekutif lebih cermat dalam menggunakan ang-

garan, sehingga ke depannya tidak menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. ‘’Adanya temuan-temuan oleh BPK harus segera ditindaklanjuti, sehingga temuan itu bisa segera disempurnakan. Ini penting untuk meningkatkan pemerintahan yang bersih, bermartabat sesuai visi-misi Karangasem cepat tercapai,’’ ujarnya. Fraksi Partai NasDem melalui juru bicaranya I Kadek Juwita juga menyampaikan hal senada. NasDem

Jalur Zonasi Dinilai Rugikan Siswa

Tamatan SMP di Abang Kesulitan Dapat Sekolah Negeri Amlapura (Bali Post) Sejumlah orangtua siswa mulai mengeluhkan penerapan jalur zonasi dalam proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Karangasem, khususnya di Kecamatan Abang. Penyebabnya, anak mereka kesulitan mendapatkan SMA negeri. Hal ini pun mendapat sorotan dari Ketua Fraksi PDI Perjuangan yang juga anggota Komisi IV DPRD Karangasem I Gede Dana, Selasa (2/7) kemarin. Gede Dana mengatakan, para orangtua siswa di Kecamatan Abang, Karangasem mulai resah dengan adanya sistem zonasi untuk mencari SMA negeri. Sebab, di Kecamatan Abang hanya ada satu sekolah negeri yakni SMKN 1 Abang. Sedangkan untuk SMA negeri sama sekali tidak ada, dan hanya ada SMA swasta. Akibatnya, para tamatan SMP di Kecamatan Abang kesulitan melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMA negeri. ‘’Kita banyak sekali menerima keluhan atas sistem zonasi ini. Banyak siswa yang baru tamat di enam SMPN di Abang, mendaftar bersekolah di SMAN 1 Amlapura, SMAN 2 Amlapura, dan ada yang sampai ke Kecamatan Kubu yakni SMAN 1 Kubu. Ini juga belum tentu mereka diterima karena pengumuman tanggal 5 Juli. Kalau tidak dapat di negeri, terpaksa mereka beralih ke sekolah swasta,’’ katanya. Atas kondisi ini,

pihaknya berharap dan meminta supaya Disdikpora Provinsi Bali mencarikan solusi atas kondisi ini. Pihaknya tak ingin ada siswa yang hendak melanjutkan malah tidak mendapatkan sekolah. Jika itu terjadi maka harapan Gubernur Bali menjalankan program wajib belajar sembilan tahun bisa gagal. ‘’Kalau mereka tidak diberikan kesempatan belajar, SDM kita akan semakin mundur,’’ paparnya. Politisi asal Desa Datah, Abang ini menjelaskan, di Abang terdapat enam SMP negeri. Sementara SMA negeri belum ada sama sekali, dan hanya ada satu SMKN 1 Abang. Selebihnya, ada dua SMA swasta. Dibandingkan dengan jumlah angkatan yang lulus SMP, diperkirakan mencapai 900 orang setiap tahunnya. ‘’Kalkulasi siswa yang tamat itu dari enam SMP negeri. Kalau tidak difasilitasi mau dibawa ke mana mereka,’’ tegasnya. Lebih lanjut dikatakannya, sistem zonasi sangat bagus untuk pemerataan pendidikan. Hanya, untuk penerapan itu perlu pencermatan yang lebih mendalam dan diformulakan dengan baik. Jangan sampai ada anak didik yang tidak bersekolah karena tidak tertampung. ‘’Banyak orangtua siswa minta supaya difasilitasi karena anak-anaknya terbentur zonasi,’’ tegas Gede Dana. Hal serupa juga disampaikan anggota DPRD lainnya, I Nyoman Mardana Wimbawa. Dia mengatakan, dengan penerapan zona ini, angkatan lulusan SMP di Abang akan kesulitan mencari sekolah di luar Abang. ‘’Jarak antara Abang dan Karangasem sangat jauh. Tentu mereka cukup kesulitan. Terlebih ada siswa yang tak diterima, mau tidak mau harus bersekolah ke sekolah swasta,’’ ujarnya. (kmb41)

I Gede Dana

Bali Post/kmb41

juga sepakat untuk secepatnya membahas LKPJ 2018 yang diajukan eksekutif itu. ‘’Ranperda LKPJ anggaran 2018 sesuai dengan undangundang yang berlaku, sehingga wajib mendapatkan pembahasan dari dewan,’’ katanya. Fraksi Gerindra dan Fraksi Bhineka juga menyampaikan pandangan yang sama. Melalui juru bicara H. Marjuhin, Fraksi Gerindra mendorong penyerapan anggaran lebih ditingkatkan lagi, sehingga

penggelembungan silpa bisa ditekan lagi. ‘’Eksekutif harus lebih cermat dalam menggunakan anggaran. Kita harap anggaran yang ada bisa dipakai untuk hal yang bersifat skala prioritas,’’ tandasnya. Pandangan Fraksi Gerindra itu ditimpali Fraksi Bhineka. Melalui juru bicaranya Ni Nengah Sariani, Fraksi Bhineka menilai tak maksimalnya serapan anggaran pada tahun 2018 berbuntut pada terhambatnya pembangunan yang ada.

Sedangkan, Fraksi PDI-P dan Fraksi Golkar menyoroti kegiatan yang dilakukan eksekutif selama ini lebih banyak bersifat seremonial yang cenderung memakan dana besar. ‘’PAD melalui sektor galian C banyak yang bocor. Itu membuat pendapatan berkurang. Eksekutif harus berani berinovasi untuk mendongkrak capaian pendapatan yang ada,’’ kata jubir PDI-P Wayan Supartha. Fraksi Golkar dalam pan-

dangan umumnya yang dibacakan I Komang Mustika Jaya, menilai, merosotnya pendapatan dari sektor galian C disebabkan tidak maksimalnya komunikasi yang dijalin Pemkab Karangasem dengan Pemprov Bali sebagai pihak yang memiliki kewenangan dalam mengatur tata kelola pertambangan di Bali. ‘’Pendapatan yang didapat seharusnya untuk pro-rakyat. Bukan kegiatan bersifat seremonial,’’ tegas Mustika Jaya. (kmb41)

Suwirta Wacanakan Pemutihan Biaya Pengungsi Gunung Agung

Artha Dipa Minta Klungkung Bersabar

Amlapura (Bali Post) Pemkab Karangasem melalui Wakil Bupati I Wayan Artha Dipa akhirnya menyikapi wacana yang digulirkan Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Dalam hal ini, wacana terkait pemutihan biaya pengobatan pengungsi Gunung Agung. Orang nomor dua di Karangasem itu meminta Bupati Klungkung sedikit bersabar. Pasalnya, Pemkab Karangasem masih akan melakukan konsultasi ke BPKP untuk menyelesaikan masalah pembayaran piutang tersebut. Artha Dipa mengatakan, adanya rencana Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta untuk memutihkan piutang pengungsi Gunung Agung disikapi cepat oleh Pemkab Karangasem. Dalam hal ini, Wakil Bupati Karangasem langsung melakukan rapat bersama dengan Sekda, BPBD, dan BPKAD untuk membahas masalah tersebut. ‘’Kita sudah rapatkan untuk membahas terkait pembayaran piutang itu. Rencananya, kita bakal melakukan pembayaran itu memakai dana sumbangan masyarakat. Kita memiliki dana sumbangan masyarakat itu sekitar Rp 3,2 miliar,’’ ujarnya. Hanya, kata Artha Dipa, sebelum mempergunakan uang tersebut, pihaknya lebih dulu bakal melakukan konsultasi dengan BPKP. Apakah nantinya dana yang dimiliki itu bisa dipergunakan untuk melakukan pembayaran piutang tersebut. Pihaknya harus mengikuti mekanisme yang ada agar tidak menyalahi aturan. ‘’Semoga dalam waktu yang tidak terlalu lama, kita bisa mendapat petunjuk dari BPKP,’’ katanya. Mewakili masyarakat Karangasem selaku pemerintah daerah, Artha Dipa meminta Klungkung

supaya bisa bersabar dan tidak terlalu cepat mengambil keputusan. Pihaknya mengapresiasi sikap Bupati Klungkung yang sudah berani mengambil kebijakan terkait masalah kemanusiaan ini, untuk memutihkan piutang pengungsi Gunung Agung. Akan tetapi, pihaknya selaku pemerintah Karangasem memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk menyelesaikan persoalan itu. ‘’Kita tidak mau membebankan masalah ini kepada beliau sendiri. Kita hanya minta sedikit bersabar. Hubungan harmonis harus terus dijalin. Jangan gara-gara hal ini, membuat hubungan menjadi tidak bagus. Kita tidak ingin seperti itu. Pada intinya, kita minta bersabar. Nanti pasti akan kita bayarkan piutang tersebut,’’ jelas Artha Dipa. (kmb41)

Terlibat Kasus Pencurian Sarikin Dibekuk Polisi Amlapura (Bali Post) Sat. Reskrim Polres Karangasem berhasil mengamankan Sarikin, pelaku yang terlibat kasus pencurian di Rendang dan minimarket Bugbug. Kini, pelaku asal Lumajang, Jawa Timur itu bersama dengan sejumlah barang bukti telah diamankan di Polres Karangasem. Kasat Reskrim Polres Karangasem AKP Losa Lusiano Araujo, Selasa (2/7) kemarin mengungkapkan, tim di lapangan melakukan patroli tertutup di wilayah Rendang, Bebendem, dan seputaran Kota Amlapura pukul 04.00 Wita. Di jalan raya Bebandem, tim mendapati seseorang mengendarai sepeda motor vario dengan gelagat mencurigakan. Saat melintas, orang tersebut menyerupai pelaku pencurian di Rendang dan Desa Bugbug. Sekitar pukul 10.00 Wita, petugas akhirnya berhasil mengamank-

an pelaku di Lapangan Taman Kota Amlapura. Selanjutnya, petugas melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap pelaku. Pelaku akhirnya mengakui bahwa dirinya pernah melakukan pencurian dengan kekerasan di wilayah Rendang dan Bugbug. ‘’Petugas sempat mencari barang bukti yang sempat dibuang dan petugas menemukan satu buah liontin emas yang diakui pelaku terlepas saat pelaku merampas dari leher korbannya. Kita juga mengamankan barang bukti lainnya dan kasus ini masih kita kembangkan,’’ jelas Araujo. (kmb41)

I Wayan Artha Dipa

Bali Post/kmb41


KLUNGKUNG

12 SOSOK Bangun Sektor UKM

WILAYAH Desa Besan, Kecamatan Dawan, nampak bersih dan asri. Wilayahnya juga tertata dengan baik, dikelilingi hutan yang berbatasan langsung dengan wilayah Karangasem. Desa Besan dikenal sebagai salah satu penghasil dodol khas aneka rasa. Pihak desa setempat, kian bersemangat mengembangkan sektor UKM tersebut, untuk mendukung pengembangan pariwisata desa setempat. “Dodol yang diproduksi warga di sini ada aneka macam. Ada dodol nangka, dodol salak, dodol ketan, ada juga dodol nangka. Tergantung musimnya. Terbanyak ada di Banjar Kawan, memproduksi dodol juga gula semut. Sudah ada sekitar delapan KK,” kata Perbekel Besan Ketut Yasa, belum lama ini. Dia menambahkan, dengan luas wilayah 650 hektar dan jumlah warga 653 KK, mayoritas warga setempat bekerja sebagai petani. Namun, petani lahan kering atau tegalan, dimana wilayahnya yang dikelilingi perbukitan. Ini tentu sangat mendukung potensi masyarakat setempat mengembangkan sektor UKM membuat gula semut maupun aneka jenis dodol. Pihaknya berharap pihak kementerian, juga mendorong pengembangan sektor UKM, baik berupa pelatihan-pelatihan maupun bantuan permodalan. Sektor ini potensial bersinergi dengan Desa Wisata Besan, yang mulai dikelola dengan baik melalui Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) setempat. “Nanti sektor UKM ini bisa dimanfaatkan sebagai daya dukung pariwisata Desa Besan. Bisa menjadi oleh-oleh khas Besan, saat wisatawan berkunjung ke sini,” katanya. (gik)

Curi Kabel Telepon Tiga Pegawai Telkom Diamankan Polisi

Semarapura (Bali Post) Aksi nekat dilakukan tiga pegawai kontrak PT Telkom Akses. Mereka mencuri kabel milik perusahaan tempatnya bekerja di Desa Pagending, Kelurahan Semarapura Kauh. Aksi mereka terkuak, setelah Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Klungkung melakukan serangkaian penyelidikan. Setelah diintrogasi, pelaku mengaku tidak hanya sekali melakukan pencurian. Aksi lainnya juga pernah dilakukan di kawasan Sesetan, Denpasar. Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan, Selasa (2/7) kemarin, menyampaikan kasus ini dilaporkan I Nyoman Muju (45) asal Dusun Selat, Desa Banjarangkan, yang mengaku curiga dengan ulah para pelaku. Mereka antara lain, I Ketut Agastya Adi Putra asal Dusun Sibang, Desa Jagapati, Abiansemal, Badung, I Nengah Sumawan dan Gusti Nyoman Suarsana masing-masing asal Dusun Bale Agung, Desa Bumbungan, Banjarangkan. “Saat kami melakukan penyelidikan, ketiganya kedapatan sedang menarik kabel Telpon milik PT Telkom di Jalan Hasanudin, Lingkungan Besang,” kata Mirza Gunawan. Modus yang dilakukan dengan berpura-pura sebagai pegawai Telkom wilayah timur (Klungkung). Padahal ketiganya bertugas di Denpasar. Tapi aksi mereka ketahuan salah seorang petugas Telkom sehingga langsung dilaporkan ke Polres Klungkung. Pihak kepolisian yang mendapat laporan kemudian turun melakukan penangkapan ketika ketiganya sedang menarik kabel telpon milik Telkom di Jalan Hasanuddin, Lingkungan Besang. Tim Opsnal dipimpin Kanit I, Ipda Ibnu Rudihartono curiga dengan aktivitas para pelaku itu. Kemudian tim mengintrogasi para pelaku

yang terlihat kesulitan menjawab pertanyaan pihak kepolisian. Ketiganya akhirnya mengaku, sebagai pegawai kontrak PT Telkom Denpasar. Tetapi, justru melakukan aktivitas di wilayah timur. Terungkapnya pencurian oleh tiga orang tersebut membuka banyak kasus laporan kehilangan kabel yang diduga dilakukan oleh para pelaku. Ketiganya langsung diamankan pihak kepolisian ke Polres Klungkung. Saat diinterogasi lebih lanjut, ketiganya tidak bisa mengelak lagi. Mereka mengakui bahwa melakukan sejumlah aksi pencurian kabel milik PT Telkom. Kalau masyarakat umum diakui sulit mengetahui aksi mereka karena mereka pegawai kontrak di Telkom. Tapi setelah anggota mengecek lagi ternyata mereka bertugas di Denpasar, mencurinya di Klungkung. Polisi juga langsung melakukan pengamanan sejumlah barang bukti. Setelah dilakukan proses pengembangan penyelidikan, para pelaku mengakui sempat melakukan aksi pencurian serupa di daerah Sesetan Denpasar. Adapun barang bukti yang sudah diamankan pihak kepolisian, berupa 450 meter kabel tembaga (metal) ukuran 60 pair, gergaji besi, tang potong, tangga, mobil pick up, 10 potongan kabel, hingga kulit kabelnya yang sudah terkelupas. AKP Mirza Gunawan menegaskan, para pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman pidana paling lama tujuh tahun penjara. “Mereka rencananya juga mau menjual hasil curian tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ketiga pelaku sudah ditetapkan tersangka dan sudah ditahan. Berkasnya tahap pertama juga sudah rampung dan siap dikirim ke Kajaksaan,” tegas Kasat Reskrim. (kmb31)

Renovasi Rumah Jabatan Bupati Dianggarkan Rp 700 Juta Semarapura (Bali Post) Rumah Jabatan Bupati Klungkung saat ini mengalami sejumlah kerusakan. Untuk penanganannya, Pemkab Klungkung berencana segera melakukan renovasi. Proses renovasi direncanakan menelan anggaran Rp 700 juta. Hal tersebut diungkapkan Bupati Suwirta saat ditemui di Rumah Jabatan Bupati, Selasa (2/7) kemarin. Anggaran renovasi rumah jabatan Bupati yang terletak di Jalan Cut Nyak Dien, lingkungan Semarapura Tengah ini diambil dari APBD.

RENOVASI - Sejumlah pegawai saat merapikan sejumlah barang di rumah jabatan bupati. Rumah jabatan tersebut akan direnovasi dan menghabiskan anggaran Rp 700 juta.

Bupati Suwirta menegaskan, renovasi rumah jabatan itu berdasarkan kebutuhan. Menurutnya, rumah jabatan Bupati yang ditempatinya selama 5 tahun itu sudah layak untuk direnovasi. Selain atapnya sudah bocor, kayu penyangga atap rumah juga sudah banyak yang patah bahkan bagian atap rumah di sisi barat sudah mengalami pergeseran. “Renovasi ini secara total. Atap maupun kayunya sudah banyak yang patah, bahkan waktu gempa lalu atap di sisi barat sudah bergeser,” ungkap Bupati Suwirta. Bupati Suwirta juga menyampaikan, selama proses

renovasi rumah jabatan, Bupati Suwirta akan tinggal di rumah pribadinya di Banjar Siku, Desa Kamasan, Klungkung. “Selama renovasi dan mulai hari ini saya akan tinggal di rumah pribadi. Bagi masyarakat yang ingin bertamu silakan langsung ke rumah pribadi saya,” ujarnya. Sementara itu, Kabag Umum Setda Kabupaten Klungkung Ida Kade Arga mengatakan, rumah jabatan bupati saat ini memang sudah layak untuk direnovasi. Renovasi dikerjakan oleh CV Ratu Gede selaku pemenang tender, dengan total anggaran Rp 716.885.416. (kmb31)

Bupati Suwirta Evaluasi Penerapan Perda Retribusi di Kecamatan Nusa Penida POLEMIK penerapan retribusi bagi wisatawan ke Nusa Penida, langsung dievaluasi tuntas Bupati Klungkung Nyoman Suwirta, Selasa (2/7) kemarin. Sejumlah langkah sudah diputuskan untuk memperbaiki situasi di lapangan, agar tidak lagi menimbulkan kemacetan dan komplin dari wisatawan. Salah satunya, dengan menambah pos pungutan, dari sebelumnya hanya empat menjadi delapan. Petugas pemungutan juga ditambah. Bupati Suwirta kembali mengumpulkan pihak-pihak yang terlibat seperti Kecamatan, Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan, Dinas Pendapatan dan Polisi Pamong Praja, guna mengevaluasi kelemahan di Rumah Dinas Bupati, Selasa kemarin. Dalam rapat tersebut dihasilkan sejumlah masukan di antaranya penambahan pos pungutan retribusi dari yang awalnya empat menjadi delapan pos pemungutan. Serta dibarengi dengan penambahan petugas menjadi berjumlah 24 petugas pungut. Evaluasi lainnya, yaitu menjalin kerja sama dengan para pengusaha boat penyeberangan

supaya memungut retribusi para wisatawan dari loket tiket boat. Dengan demikian tidak menimbulkan penumpukan dan kemacetan saat dilakukan pemungutan di Nusa Penida. Ada 12 pengusaha boat sepakat melakukan kerja sama memungut retribusi di loket tiket boat. Terkait pemungutan dari desa terhadap para wisatawan, Pemkab juga mengambil sikap akan memerintahkan desa untuk mencabut Perdes tentang pungutan wisatawan. Sehingga tidak terjadi pungutan ganda. Dari pendapatan retribusi resmi ini nantinya akan dimanfaatkan untuk alokasi pembangunan infrastruktur desa yang disalurkan melalui dana BKK. Kepada masyarakat Nusa Penida, Bupati Suwirta berharap untuk bekerja sama demi kebaikan bersama dan kemajuan Nusa Penida. Selain itu, jika pelabuhan segitiga emas telah selesai, selanjutnya akan dibuat sistem terpadu yang akan mengkoordinir semua aktivitas pariwisata. Hal ini nantinya diharapkan akan meningkatkan kualitas dan kuantitas pariwisata di Nusa Penida menjadi lebih baik.

Bupati Suwirta berharap ke depan penerapan perda ini tidak lagi menjadi polemik. Menurutnya, perda tidak dibuat begitu saja, namun sudah melalui berbagai kajian akademik serta dengan persetujuan eksekutif dan legislatif. Selain itu, berdasarkan temuan BPKP, sumber-sumber pendapatan di Klungkung harus segera diakomodir sehingga PAD Klung-

Personel Polres Terima Kenaikan Pangkat Semarapura (Bali Post) Kapolres Klungkung AKBP I Komang Sudana, memimpin pelaksanaan Upacara Korp Raport Kenaikan Pangkat periode Juli 2019, kepada Personel Polres Klungkung, di Halaman Mapolres Klungkung, Selasa (2/7) kemarin. Satu personel mendapat kenaikan pangkat Perwira dan 33 kenaikan pangkat Brigadir Polri. Kenaikan pangkat pengabdian Perwira dan kenaikan pangkat Brigadir Polri ini ditandai dengan pemasangan tanda pangkat oleh Kapolres Klungkung. Seusai pemasangan tanda

pangkat, dilanjutkan dengan tradisi penyiraman air kembang kepada personel yang dinaikkan pangkatnya. Diawali Kapolres Klungkung, Waka Polres Klungkung dan Ketua Bhayangkari Cabang Klungkung Ayu Sudana serta para pejabat utama lainnya. Kapolres Klungkung mengatakan, kenaikan pangkat pada hakikatnya merupakan penghargaan yang diberikan organisasi atas prestasi kinerja personel yang telah ditunjukkan selama ini. “Kenaikan pangkat bukanlah hal yang pasti diterima oleh setiap personel Polri. Namun

kung bisa bertambah dan akan dapat mempercepat pembangunan. “Bagi masyarakat Klungkung, mohon kurangi promosi negatif di media sosial. Mari membangun bersama, ini demi Nusa Penida yang lebih baik,” tegasnya. Berdasarkan rekap terakhir hingga pukul 15.20 Wita, total penerimaan retribusi pada hari ke dua, Selasa kemarin,

penerapan Perda Retribusi di empat pos pemungutan di Kecamatan Nusa Penida meningkat jadi Rp 62.610.000. Jumlah tersebut berasal dari pelabuhan di Jungutbatu sebesar Rp 9.925.000, pelabuhan di Lembongan Rp 33.960.000, pelabuhan di Banjar Nyuh 1 Rp 13.575.000, serta pelabuhan Banjar Nyuh 2 Rp 5.150.000. (ad119)

RAPAT - Bupati Suwirta saat memimpin rapat evaluasi penerapan perda retribusi di rumah jabatan.

NAIK PANGKAT - Kapolres saat memberikan kenaikan pangkat kepada personelnya.

PENCURI KABEL - Para tersangka pencurian kabel telepon saat dikawal petugas, Selasa kemarin. Ketiganya merupakan pegawai kontrak di PT Telkom Akses.

Rabu Wage, 3 Juli 2019

merupakan komulatif dari penilaian beberapa aspek, seperti dedikasi dan loyalitas, disiplin serta tanggung jawab,” jelas kapolres. Menurut Kapolres, kenaikan pangkat dapat menjadi cerminan kompetensi yang harus diimbangi, sehingga dapat lebih meningkatkan profesionalisme kinerja. Bahkan, lebih utama adalah rasa tanggung jawab. Ia berharap agar momentum kenaikan pangkat ini menjadi pendorong bagi seluruh anggota untuk lebih bersemangat dan disiplin dalam melaksanakan tugas. (kmb31)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Rabu Wage, 3 Juli 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA PT.Thayama mencari Supervisor, QS, Drafter MEP Usia minimal 21 tahun Pendidikan min.SMK / D3 mengerti system MEP & rencana kerja Bisa membaca gambar kerja Bisa menggunakan AutoCAD kirim email ke : thayama.hrd@gmail.com / 0361 8466235 B.BP.004.07.19.0000061

BU:Sopir,krywn,Office GirlToko kain .Krm lamaran ke cv.saify (Jl.Mahendradatta No.52,Dps) B.BP.004.07.19.0000071

Dcr Kryawan/ti kerja serabutan Hub.081338085868/081999251555 B.BP.001.07.19.0000063

SERVICE

Cari Tk Jarit borongan untuk garmen Dalung Buduk. Hub.087861703508,081337799215

Dibutuhkan 3 Guru PAUD(PG&TK) Syarat:S1 Sastra Inggris/PGTK bisa bahasa Inggris.Wanita & Senang Anak.Denpasar Children Centre Telp:725725

Pembantu utk Produksi Pie Susu Sidakarya(2Jt/Bln).08563897679

Dcr 3Admin wanita min SMA bisa Comp, max.25 th. Hub Jl.Tukad Unda I/9X Renon T.087860560187

Dibutuhkan Guru Musik SD Syarat:S1 PGSD/S1 Seni.Bisa Not Balok.Denpasar Children Centre.Telp:725725

Dcr SPG Minimarket,Tkg Jahit Bulanan & Borongan,Telp.221666 Jl.Tukad Balian No.146 Renon

SMK Akr A Bth:Gr Sistem Telekomunikasi,Digital Micro,Elektronika,Adm Humas,Korespondensi, B.Indonesia,Gr Agm Katolik Hub.tugasbali@yahoo.com,

Dicari Admin,SMK Akuntansi, Hub.085100096700/(0361)9073667

B.BP.004.07.19.0000070

Dcr Sales&Sopir kanvas L300Box SMSWA081338085868/081999251555

B.BP.001.07.19.0000065

B.BP.001.07.19.0000021

B.BP.001.07.19.0000051

Dcr krywti salon kecantikan,Gj. pkk,u.mkn,bns,THR.087862444390 B.BP.004.07.19.0000060

Dibutuhkan 3 Guru SD.Syarat:S1 PGSD/Sastra Inggris.Denpasar Children Centre.Telp:725725 B.BP.001.06.19.0000761

SERVICE

B.BP.001.06.19.0000763

B.BP.001.06.19.0000762

B.BP.001.07.19.0000007

Dicari Staff Dapur;Laki-Laki Hub.089614484520/081238110896

B.BP.001.07.19.0000047

B.BP.001.07.19.0000054

Restaurant in Seminyak looking for staf bakery pr 0361 732567

B.BP.154.07.19.0000106

B.BP.001.06.19.0000799

The Plaza Karaoke & Lounge Lombok bth cpt: Ass.Manager.Lamaran dikirim ke ignoscar@gmail. com & budih_2014@yahoo.com B.BP.031.07.19.0000064

Dicari utk Teknisi Pria Lulusan SMA/STM/D3 Teknik/S1 IT. Lamaran ke Kairos Sejahtera.Jl Mahendradatta 100X.Telp:488899

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818

DIJUAL RUMAH

BIRO JASA

RUPA-RUPA

BIRO JASA

G.01

B.BP.001.07.19.0000052

Cari segera 1 Sopir jujur u/ kantor di Taman Griya Jimbaran Hubungi 0851-0044-4884 B.BP.031.07.19.0000067

Dcr 3 karyawati serabutan u/ garmen. Gaji 1,7Jt UM 20Rb/hr Hub.085338223233/081237047893 B.BP.001.07.19.0000110

Tk.Ptong,Opertor Bordir&Srbutn Jl.Patih Nambi 7A.085100061049 B.BP.001.06.19.0000796

Yayasan Fajar Harapan Membthkn Guru Kelas,Lulusan S1 PGSD, Hub.081338231945/082144348617 B.BP.001.07.19.0000053

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY DIJUAL TANAH

DIJUAL RUMAH

1,5A Jl.Glogr Carik,G.Kangguru No2 sdh tmbk kllg.085101818655

Dijual Rmh Kayuputih Bllg DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:082236881191/081805374433

B.BP.154.07.19.0000108

Dijual Tnh Komersial Jl.Utama Hotmix 8M .Dkt Tol Nusa Dua LT 4A.LD:22M.595jt/A.087761724888 B.BP.004.06.19.0000688

Tnh L.225M2SHM BaturSari Sanur Lingk.Vila 1,6M Ng 08123829471 B.BP.001.07.19.0000045

PROPERTY KOST

DIJUAL MOBIL KIA

Picanto’2006 AT 77Juta Nego Gass Poll Hub.08123845976 B.BP.001.07.19.0000109

PROPERTY

Kos Elite fas. lnkp dkt Trans Studio Mall Griya Sunset Kuta Jl.Pura Mertasari V/29 Sunset Road 3,5Jt/Bln di luar Listrik B.BP.001.07.19.0000105

B.BP.004.07.19.0000069

RUPA-RUPA Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228

B.BP.001.06.19.0000789

KEHILANGAN Telah hilang surat-surat sebagai berikut:IMB No.648 th 2013. Beserta lampiran gambar Kehilangan tersebut sudah dilaporkan kepada pihak yang berwajib. Badung, 20 Juni 2019 PT.Duta Esa Vins B.BP.004.07.19.0000077


BANGLI

14

Rabu Wage, 3 Juli 2019

Pasokan Seret, Harga Cabai Rp 50 Ribu Per Kg Bangli (Bali Post) Harga cabai di pasar tradisional Bangli mengalami kenaikan sejak sepekan terakhir. Per satu kilogramnya harga cabai merah besar kini tembus Rp 50 ribu. Seretnya pasokan barang dari Pulau Jawa disebut menjadi penyebab terjadinya kenaikan harga bumbu dapur tersebut. Ketut Sutriani, pedagang bumbu dapur di Pasar Kidul, Selasa (2/7) kemarin mengungkapkan, kenaikan harga cabai terjadi bertahap sejak semingguan terakhir. Cabai merah kecil yang sebelumnya dijual Rp 20 ribu per kilogramnya, kini naik menjadi Rp 37 ribu per kilogram. Sementara cabai merah besar, kini naik menjadi Rp 50 ribu per kilogramnya, dari sebelumnya yang hanya 23 ribu per kilogram. Kenaikan harga cabai saat ini diakui berdampak pada menurunnya daya beli konsumen. “Kalau biasanya konsumen beli setengah kilo, sekarang cukup lima ribu saja katanya,” ungkapnya. Ia mengaku tak tahu secara pasti penyebab naiknya harga cabai kali ini. Menurutnya kenaikan kemungkinan terjadi karena faktor cuaca dan seretnya pasokan dari Pulau Jawa.

Pedagang asal Banjar Tegal, Kelurahan Bebalang ini juga tidak bisa memastikan apakah kenaikan harga cabai akan terus berlanjut atau tidak hingga jelang hari raya Galungan mendatang. Namun berdasarkan pengalaman sebelumnya, cabai kecil merah biasanya mengalami kenaikan mendekati hari raya. Selain cabai, beberapa jenis sayuran juga disebut Sutriani mengalami kenaikan. Terong, dari semula Rp 4 ribu kini naik menjadi Rp 10 ribu per kilogram. Timun juga mengalami kenaikan dari Rp 3 ribu per kilogram menjadi Rp 10 ribu per kilogram. Pedagang bumbu dapur lainnya, Eko juga mengungkapkan hal sama. Ia mengatakan kenaikan harga cabai sudah dirasakan sejak dua pekan terakhir. Seretnya pasokan dari Jawa disebutnya menjadi pemicu naiknya harga cabai saat ini. Selain cabai, bumbu dapur bawang putih juga diakuinya mengalami kenaikan. Saat ini harga bawang putih Rp 28 ribu per kilogram, naik dari sebelumnya yang hanya Rp 24 ribu per kilogram. “Selama pasokan sedikit, harga akan terus naik,” kata Eko. (kmb40)

Bali Post/kmb40

DIAMANKAN - Pelaku pencurian yang selama ini meresahkan warga Banjar Batih, Desa Siakin, Kintamani diamankan polisi.

Mencuri di Sejumlah TKP Pemuda Pengangguran Dibekuk Polisi

Bangli (Bali Post) -

Pencuri yang selama ini meresahkan warga Banjar Batih, Desa Siakin, Kintamani akhirnya berhasil diringkus polisi. Pelaku, I Nyoman P (17), asal desa setempat dibekuk tim Satgas Operasi Pekat Agung saat tengah berada di areal Pasar Singamandawa, Kintamani. Dari hasil interogasi yang dilakukan polisi, pemuda pengangguran itu mengaku pernah melakukan pencurian di tiga TKP yang berbeda.

Bali Post/kmb40

BUMBU - Pedagang bumbu dapur di Pasar Kidul, Bangli.

Lapastik Sediakan Layanan ”Video Call” bagi Warga Binaan

Bangli (Bali Post) Lembaga Pemasyarakatan Narkotika (Lapastik) Bangli kini menyediakan layanan video call bagi warga binaan. Layanan yang bisa dimanfaatkan sekali dalam sebulan itu disediakan untuk memenuhi hak warga binaan agar tetap bisa berkomunikasi dengan keluarganya, terutama bagi warga binaan yang jarang dikunjungi keluarganya. Kepala Lapastik Bangli Arif Rahman mengatakan, layanan video call tersebut mulai disediakan, Selasa (2/7) kemarin. Untuk memberikan layanan ini, pihaknya menyediakan dua unit perangkat komputer. “Ini adalah inovasi kami untuk pemenuhan salah satu hak warga binaan agar tetap bisa berkomunikasi dengan keluarganya. Tujuan lainnya supaya keluarga ikut memberikan pengawasan dan pembinaan kepada warga binaan,” terangnya. Layanan video call yang disediakan oleh pihak Lapastik hanya tiga kali dalam seminggu, yakni pada Selasa, Rabu dan Kamis. Satu orang warga binaan hanya bisa memanfaatkan layanan ini sekali dalam sebulan. Durasinya pun dibatasi 10 menit. Warga binaan yang ingin memanfaatkan layanan ini sebel-

umnya harus mendaftarkan diri ke petugas dan memberikan data identitas keluarga yang akan dihubungi. Nantinya petugas Lapastik akan memverifikasinya terlebih dahulu. Warga binaan hanya diberikan kesempatan menghubungi keluarga inti saja. Selama melakukan panggilan video call, petugas akan memberikan pendampingan dan pengawasan. Arif mengatakan, warga binaan yang diutamakan untuk mendapat layanan video call tersebut adalah warga binaan yang jarang dikunjungi oleh keluarganya. Seperti mereka yang berasal dari luar Bali. “Warga binaan yang keluarganya berada di Bali boleh menggunakan layanan ini. Tetapi kami lihat apakah yang bersangkutan tidak pernah, atau sering dikunjungi oleh keluarganya,” terangnya. Menurutnya, inovasi pemberian layanan video call ini tidak menyalahi aturan karena ada dasar hukumnya. “Pada dasarnya kami mengacu pada UU pemasyarakatan Nomor 12 Tahun 1995 dan PP 32 Tahun 1999 tentang syarat dan tata cara pemberian hak. Dalam 10 pohon prinsip pengayoman ada salah satu menyebutkan bahwa warga binaan tidak boleh dijauhkan atau diasingkan dari keluarga,” jelasnya. (kmb40)

Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Selasa (2/7) kemarin menjelaskan, pelaku I Nyoman P ditangkap petugas pada Senin (1/7) sekitar pukul 07.30 Wita, setelah adanya laporan kasus curat yang masuk ke Polres Bangli 18 Juni lalu. Saat ditangkap, pelaku mengakui perbuatannya sempat melakukan pencurian di beberapa lokasi berbeda. Pada 8 Mei sekitar pukul 10.00 pelaku mengaku sempat mencuri di rumah Ni Nengah Resik, warga Banjar Batih. Barang yang dicuri berupa uang tunai Rp 40 juta. Selang beberapa hari kemudian di rumah korbannya itu pelaku kem-

bali mencuri uang tunai Rp 1,9 juta. Modus operandi yang digunakan, yakni dengan cara masuk ke dalam rumah dengan terlebih dahulu membobol pintu yang ada kombinasi kawat menggunakan gunting. Selain di rumah Ni Nengah Resik, pelaku juga mengaku sempat melakukan aksi pencurian di warung milik Jro Baki Widana, warga setempat. Dari warung itu pelaku membawa kabur uang tunai Rp 3,9 juta. “Modusnya pelaku masuk ke dalam warung dengan cara mencongkel gembok pintu warung dengan sebatang besi ulir,” kata Sulhadi. Sebelum di dua TKP itu, sekitar

24 Personel Polres Bangli Naik Pangkat Bangli (Bali Post) Puluhan personel Polres Bangli mendapatkan kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi. Upacara korps raport kenaikan pangkat dilangsungkan di lapangan apel Polres Bangli, Selasa (2/7) kemarin. Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo dalam apel kemarin bertindak sebagai irup. Apel dihadiri para PJU Polres Bangli, para kapolsek, para perwira, personel Polres Bangli dan polsek, PNS Polri serta pengurus dan anggota Bhayangkari Cabang Bangli. Upacara korps raport kenaikan pangkat itu diisi dengan tradisi pemasangan pangkat baru oleh istri kepada personel yang naik pangkat. Total jumlah personel yang naik pangkat sebanyak 24 orang. Satu orang di antaranya naik pangkat dari Ipda ke Iptu, enam orang naik pangkat dari Bripka ke Aipda, 16 personel naik dari Brigadir ke Bripka dan satu orang anggota lainnya naik dari Bripda ke Briptu. Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo menyampaikan ucapan selamat kepada anggotanya yang naik pangkat. “Semoga dengan kenaikan pangkat dan nikmat yang diberikan oleh Tuhan yang Maha Esa membawa rekan-rekan lebih semangat dalam menjalankan tugas dan mempunyai rasa tanggung jawab,” kata Kapolres. (kmb40)

Seratus Lebih Pedagang Sudah Mendaftar

Disperindag Segera Undi Kios Pasar Loka Çrana Bangli (Bali Post) – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli akan segera melakukan pengundian penempatan pedagang Pasar Loka Çrana. Hal ini menyusul telah berakhirnya masa pendaftaran bagi para pedagang, Selasa (2/7) kemarin. Selama masa pendaftaran dibuka, jumlah pedagang yang telah mendaftarkan untuk bisa berjualan di Pasar Loka Çrana sebanyak seratus orang lebih. Kepala Disperindag Kabupaten Bangli Nengah Sudibya dihubungi siang kemarin mengungkapkan masa pendaftaran bagi para pedagang kain, aksesoris dan perajin IKM yang ingin menempati Pasar Loka Çrana sudah dibukanya sejak 24 Juni lalu. Hingga hari terakhir masa pendaftaran kemarin, ia menyebut sudah ada seratus lebih pedagang termasuk perajin yang mendaftarkan diri ke Disperindag. Pedagang kain yang telah mendaftar tersebut, banyak dari pedagang lama Pasar Kidul dan Pasar Eks LP. Selain itu ada juga pedagang baru. “Pedagang lama dari Pasar Kidul banyak yang mendaftar. Bagi yang tidak mau mendaftar ya

silakan,” kata Sudibya. Yang jelas selama ini pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan pendekatan kepada pedagang kain di Pasar Kidul. Kalaupun masih ada yang menolak menurutnya itu tidak menjadi masalah. Pemindahan pedagang ke Pasar Loka Çrana akan tetap dilakukan. Bagi pedagang lama yang tak mendaftar, konsekuensinya tidak akan mendapat tempat berjualan di Pasar Loka Çrana. “Kemarin kan di TV kelihatan seolah-olah kita tidak melakukan sosialisasi. Padahal kita sudah lakukan sosialisasi dan pendekatan,” terangnya. Lebih lanjut dikatakan Sudibya pascaberakhirnya masa pendaftaran, Disperindag selanjutnya akan melakukan pengundian tempat. Sesuai yang telah dijadwalkan, pengundian tempat akan dilaksanakan pada tanggal 4 Juli. Total jumlah tempat jualan berupa kios yang akan diundi untuk pedagang sebanyak 126 unit. Setelah pengundian selesai, pada tanggal 7 Juli para pedagang dijadwalkan sudah mulai masuk ke Pasar Loka Çrana dan menata barang dagangannya. Selanjutnya tanggal 16 Juli Disperindag

bulan Oktober 2018, pelaku juga pernah mencuri sebuah HP merek Samsung milik pekerja bangunan tower yang tak diketahui namanya. Aksi pencurian itu dilakukan pelaku di Balai Banjar Batih. Sulhadi mengatakan, selain mengamankan pelaku, dalam penangkapan tersebut tim juga mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya berupa satu buah gunting gagang berlapis plastik yang dipakai untuk menggunting kawat saat melakukan aksi pencurian, satu unit sepeda motor Honda Beat warna putih DK 2871 QW, beberapa potong pakaian dan sepatu, uang

tunai dan satu buah HP. “Saat ini terduga pelaku telah diamankan di Polres Bangli untuk dilakukan pengembangan untuk mengungkap adanya TKP lain,” terang Sulhadi. Sementara itu, selain mengamankan pelaku pencurian, tim gabungan Opsnal Reskrim dan Intel Polres Bangli dalam Operasi Pekat Agung juga mengamankan dua pasangan bukan suami-istri yang kedapatan berduaan di dalam kamar penginapan berbeda. Dua pasangan tersebut masing-masing berinisial I Wayan EM (34) dan Ni Wayan W (28) serta I Nyoman S (44) dan Ni Wayan SP (44). Kedua pasangan bukan suami-istri itu telah dibawa petugas ke Polres Bangli untuk pendataan identitas dan dimintai keterangan. Mereka juga dibina dan diminta menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan yang sama. (kmb40)

Bali Post/kmb40

PASAR - Kios pedagang kain di lantai II Pasar Kidul. akan melaksanakan upacara mapiuning untuk memohon restu di empat tempat, yakni di Pura Pengerubungan, Pura Melanting, Padmasana dan Penunggun Karang Pasar Loka Çrana. Pejabat asal Penglipuran ini menambahkan, pascapemindahan pedagang kain ke Loka Çrana, nantinya lantai II Pasar Kidul akan dipakai

untuk menampung pedagang yang selama ini berjualan di selasar Parkir Pasar Kidul. Pemindahan pedagang tersebut ke lantai II juga rencananya akan dilakukan pada 7 Juli. Untuk pemindahan ini, pihaknya mengaku tidak lagi akan melakukan pengundian. Karena para pedagang sudah sepakat dengan sesama pedagang. (kmb40)

Bali Post/kmb40

PANGKAT - Upacara korps raport kenaikan pangkat diisi dengan tradisi pemasangan pangkat baru oleh istri kepada personel yang naik pangkat.


OLAH RAGA Inkai Badung Berjaya di Piala Pangdam

15

Rabu Wage, 3 Juli 2019

Denpasar (Bali Post) Tim Inkai Badung merebut gelar juara umum pada kejuaraan terbuka Inkai se-Bali, NTB dan NTT memperebutkan Piala Pangdam IX/Udayana di GOR Praja Rakçaka, Kepaon yang berakhir Minggu (30/6) lalu. Karateka Inkai Badung meraup poin 147 yang terdiri dari 13 emas, 13 perak dan 43 perunggu. Peringkat kedua direbut kontingen Inkai Buleleng yang mengoleksi poin 128, dari perolehan 17 emas, 10 perak dan 13 perunggu. Sementara peringkat ketiga direbut tim Inkai Tabanan yang merebut poin 122, terdiri

atas 11 emas, 16 perak dan 19 perunggu. Dalam kejuaraan karate Piala Pangdam ini, tim juara ditentukan dari total poin, dan penghitungannya 1 emas 5 poin, kemudian perak 3 poin dan perunggu 1 poin. Karateka Inkai Badung yang menyabet emas antara lain I Putu Indra Bagus Widiasa (kata perorangan senior), I Gede Dio Ardiana Putra (kumite pra-pemula -35 kg), I Kadek Tio Junarta Loski (kumite pemula -40 kg), I Kadek Agus Ris Saputra (kumite pemula -55 kg), dan A.A. Made Ayu Diah (kumite pemula -47 kg). Karateka Inkai Buleleng yang mendulang emas seperti

Made Dhina Aprillia Putri (kata perorangan usia dini), Ni Kadek Renia Sophia Putri (kata perorangan pra-pemula), Kadek Andri Dwiwahyudi (kata perorangan junior), I Gst. Ngurah Bagus Rayswara (kumite pra-pemula -30 kg), I Gst. Putu Andhika Pratama (kumite pra-pemula -40 kg). Karateka Inkai Tabanan yang menyumbang emas antara lain Andika Galuh Pereira ( k a t a

Azarenka Kalahkan Cornet, Maju ke Putaran Kedua han beberapa perlawanan keras petenis Prancis itu untuk menang dua set langsung. Cornet mematahkan servis pada break point keempatnya pada gim keenam set pertama, dan kemudian mempertahankan servisnya untuk unggul lebih dulu, namun Azarenka akhirnya memenangi 12 dari 14 poin terakhir untuk lolos pada set pertama. Pada set kedua, Azarenka dipaksa menyelamatkan dua break point saat ia melakukan servis untuk menyudahi pertandingan, satusatunya peluang bagi Cornet untuk bertahan pada set tersebut, namun Azarenka lolos dengan aman. Dua kali juara Grand Slam itu menghasilkan hampir dua kali lebih banyak dari total winner Cornet dalam pertandingan tersebut, mencetak 28 dibanding 18 yang ditorehkan Cornet, dengan 22 kesalahan sendiri dibanding 17 yang dilakukan Cornet. Selanjutnya Azarenka akan bertemu dengan petenis Australia Ajla Tomljanovic, yang hanya kehilangan empat gim untuk mengalahkan unggulan 29 dan perempat finalis 2018 Daria Kasatkina, 6-3, 6-1. (kmb33/ant)

Iwan Bule Jadi Calon Ketum PSSI

Umuh Muchtar Titip Pesan

Bandung (Bali Post) – Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar menitip pesan untuk Komjen Pol. Mochamad Iriawan yang maju menjadi calon ketua umum PSSI. Iriawan, atau yang akrab disapa Iwan Bule, menjadi sosok yang sudah mengutarakan ketertarikannya menjadi ketua umum PSSI. Mantan Kapolda Metro Jaya itu sudah didukung sejumlah voter, termasuk dari Jawa Barat. Salah satu dukungan didapat dari Umuh. Orang berpengaruh di Persib itu sudah menyatakan akan mendukung Iwan Bule memimpin sepak bola Tanah Air. ‘’Menurut saya sudah waktunya dari Jawa Barat, Pak Iwan juga, menurut saya, beliau berpengalaman dan basic-nya juga jelas, jadi bisalah. Ini menjadi suatu kebanggaan bagi Jawa Barat dan dari daerah lain juga banyak yang mendukung Insya Allah,’’ ujar Umuh, Selasa (2/7) kemarin. Umuh menitip pesan, Iwan Bule harus dikelilingi orang-orang yang mengerti sepak bola yang masuk dalam kepengurusannya. Hal itu agar PSSI bangkit. ‘’Tentunya nomor satu itu sepak bola dibenahi dan nanti sekjennya para pendamping Pak Iwan

orang-orangnya yang jago yang benar mengerti sepak bola, tidak banyak keliru karena sampai saat ini masih sangat memprihatinkan. Kami tidak mengarang, memang kenyataannya seperti ini,’’ katanya. Umuh juga meminta Iwan tegas kepada siapa pun anggota PSSI. Tak boleh ada tebang pilih. ‘’Kalau Persib membuat kesalahan tegur saja, harus adil. Jangan dibantu kalau Persib salah atau tidak mengikuti aturan, harus tegas dan tidak berpihak,’’ tutupnya. (kmb33/ant)

Jembrana), I Gst. Putu Okta Santu Prastya (kumite junior putra/Jembrana), Cok Istri Indira Para Meswari (kumite junior putri/Klungkung), Fransiscus Fina Saunoah (kumite senior putra/ Jembrana), Ni Luh Putu Ayu K. Purwandani (kumite senior putri/Jembrana). ‘’Kejuaraan ini melibatkan 500 karateka,’’ tutur Ketua Panpel Nyoman Sumayasa, di Denpasar, Selasa (2/7) kemarin. (022) Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, S.IP. (kanan) bersama Nyoman Sumayasa.

Bali Post/ist

Estadio Mineirao dan Memori Brazil Dibantai Jerman

Wimbledon 2019

Wimbledon – Untuk ke-12 kali dalam 13 penampilan sepanjang kariernya, Victoria Azarenka maju ke putaran kedua turnemen tenis Wimbledon. Petenis Belarusia itu mengalahkan Alizé Cornet dari Prancis untuk menutup pertandingan di Lapangan 12, dengan kemenangan 6-4, 6-4, dalam waktu hampir 90 menit, Selasa (2/7) kemarin. Dengan kemenangan tersebut, Azarenka meningkatkan rekor pertemuan melawan Cornet menjadi 6-0, mencatat kemenangan dalam pertemuan pertama kedua pemain di lapangan rumput dan pertandingan pertama dalam lebih dari tiga tahun. ‘’Saya merasa kualitas pertandingan ini cukup baik. Putaran pertama bisa saja sulit, terutama di lapangan rumput. Menunggu seperti sepanjang hari untuk pertandingan ini juga perlu sedikit penyesuaian dan menegangkan. Anda ingin masuk ke lapangan dan bermain dan sebagainya,’’ kata Azarenka. ‘’Saya merasa pertandingan-pertandingan pertama adalah sesuatu yang Anda inginkan untuk mengawali turnamen dan semua pemain agak tegang melihat bagaimana Anda melakukannya,’’ imbuhnya. ‘’Saya merasa memulai pertandingan dengan sangat baik, dan saya sedikit tersendat pada set pertama, tetapi saya bangkit kembali dengan sangat baik dan seperti menginjak gas, dan benar-benar tidak membiarkan terkejar,’’ katanya lagi. Azarenka menempatkan dirinya memimpin saat ia mematahkan servis Cornet pada gim pertama masingmasing set, tapi perlu mena-

perorangan pra-pemula), Putu Agus Sastra Indrawati (kata perorangan kadet), Putri Natalia Dama (kata perorangan kadet), Vidya Vevina Vega (kumite prapemula -30 kg), Ni Kadek Sofia Wimayanti (kumite prapemula +40 kg). Sementara karateka yang terpilih sebagai best of the best Gede Aditya Saputra (kumite kadet putra/ Klungkung), Ni Made Dwi Kartika Aprianti (kumite k a d e t p u t r i /

Belo Horizonte –

Tite menegaskan bahwa kekalahan telak Brazil 1-7 dari Jerman di Estadio Mineirao hanyalah masa lalu. Kini, Brazil punya kesempatan mengukir kisah baru di stadion tersebut. Brazil akan bertemu Argentina di semifinal Copa America 2019. Duel kedua tim berlangsung di Estadio Mineirao, Belo Horizonte, Rabu (3/7) pagi. Selecao punya kisah jelek di stadion tersebut. Brazil dilibas 1-7 oleh Jerman di ajang Piala Dunia 2014. Tetapi, Tite punya cerita manis di Estadio Mineirao. Dia pernah membawa Brazil menang 3-0 atas Argentina di Kualifikasi Piala Dunia 2018. ‘’Kemenangan atas Argentina itu tidak menjadi kredit bagi kami dan kekalahan dari Jerman tidak memiliki pengaruh,’’ kata Tite, Selasa (2/7) kemarin. ‘’Ini adalah kesempatan baru untuk pertandingan yang hebat, untuk kerja hebat,

dan memperlihatkan performa yang hebat,’’ imbuhnya. Tite sudah menangani Brazil sejak 2016 dan memiliki pengalaman bertemu Tim Tango sebanyak tiga kali. Brazil besutannya meraih dua kemenangan dan satu kali kalah. Tapi pengalaman itu tidak bisa membuatnya tenang sebelum laga Super Clasico. ‘’Saya bilang jika saya merasa telah melakukan banyak antisipasi. Saya sampai tidak bisa tidur dan tidak akan tidur lagi malam ini,’’ keluh sang pelatih. ‘’Saya terbangun pada pukul 03.15 pagi, mulai berpikir tentang pertandingan. Saya memiliki kebiasaan untuk mencatat, jadi saya melakukannya. Saya tidak akan berpura-pura, melakukan satu hal di sini dan kemudian mengatakan sesuatu yang berbeda kepada para atlet. Tentu saja saya memiliki harapan, saya manusia biasa juga,’’ katanya lagi. Brazil memiliki skuad dengan kualitas merata. Philippe Coutinho, Everton Soares, Casemiro, Dani Alves, Roberto Firmino dan Willian sudah menyumbang gol untuk timnya. Sedangkan bintang Argentina Lionel Messi baru mencetak satu gol untuk Argentina di Copa America 2019, dan itu pun lewat eksekusi penalti ketika imbang 1-1 melawan Paraguay. Namun kapten Argentina itu tetap dianggap sebagai ancaman terbesar.

Galakkan ’’Sport Tourism’’ Melalui Rock N Roll Zumba Party Mangupura (Bali Post) Berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata. Selain melakukan promosi ke luar negeri, event seperti Rock N Roll Zumba Party juga bisa untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali. Ratusan peserta dari berbagai negara dijadwalkan akan hadir untuk mengikuti Rock N Roll Zumba Party pada Minggu (7/7) mendatang. Menurut Lia Mulianingsih, S.E., Ketua Umum Ikatan Instruktur Senam Bali (IISB) yang juga Ketua Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) Cabang Denpasar, adanya event ini tentu akan menjadi momen

untuk menggalakkan olahraga rekreasi (sport tourism) di Bali. Karena, selain datang untuk berolahraga, mereka yang datang juga bisa sambil berlibur di Bali. ‘’Sebanyak ratusan peserta sari luar negeri, sudah konfirmasi untuk mengambil bagian dari senam yang saat ini sedang digandrungi di berbagai negara. Selain sebagai ajang olahraga senam gembira, event ini juga bertujuan menggalakkan sport tourism,’’ katanya, Selasa (2/7) kemarin di SwissBelhotel Rainforest, Sunset Road, Kuta. Hal senada disampaikan Selly D. Mantra selaku pembina IISB. Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharap-

kan ada manfaat dari dari segi bisnis. ‘’Sebagai kota tujuan wisata internasional kami berharap ada effort bisnis yang datang bersamaan dengan event ini, sebab penggemar zumba dari berbagai kalangan dan profesi sehingga sangat memungkinkan mereka ikut serta,’’ pungkasnya. Event Rock N Roll Zumba Party kali ini betul-betul diselenggarakan secara matang oleh IISB dengan mematuhi aturan dan standar yang berlaku. Saat ini IISB berada di bawah naungan Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat (FORMI). Rock N Roll Zumba Party ini akan dihadiri bintang tamu Zes Prince Paltu OB dari Filipina. (kmb23)

Messi harus dihentikan. Jika Brazil mampu melakukannya, jalan ke final bakal terbuka. Jika gagal maka mereka yang notabene lebih diunggulkan bisa saja berada dalam bahaya. (kmb33/afp/ap)

Perkiraan Susunan Pemain Brazil (4-2-3-1): Alisson; Alves, Marquinhos, Alex Sandro; Arthur, Casemiro; Gabriel Jesus, Coutinho, Everton; Firmino. Pelatih: Tite. Argentina (4-3-3): Armani; Foyth, Pezzella, Otamendi, Tagliafico; de Paul, Paredes, Acuna; Messi, Aguero, Lautaro Martinez. Pelatih: Lionel Scaloni. 2 dari 3 Head-to-Head dan Performa Head-to-Head Pertemuan Brazil menang Gol Brazil Imbang Argentina menang Gol Argentina

: 106 : 42 : 163 : 24 : 38 : 159.

5 Pertemuan Terakhir 17-10-2018 Argentina 0-1 Brazil (Friendly) 09-06-2017 Brazil 0-1 Argentina (Friendly)

11-11-2016 Brazil 3-0 Argentina (Kualifikasi Piala Dunia) 14-11-2015 Argentina 1-1 Brazil (Kualifikasi Piala Dunia) 11-10-2014 Brazil 2-0 Argentina (Friendly). 5 Pertandingan Terakhir Brazil (M-M-S-M-S) 10-06-2019 Brazil 7-0 Honduras (Friendly) 15-06-2019 Brazil 3-0 Bolivia (Copa America) 19-06-2019 Brazil 0-0 Venezuela (Copa America) 23-06-2019 Peru 0-5 Brazil (Copa America) 28-06-2019 Brazil 0-0 Paraguay (Copa America). 5 Pertandingan Terakhir Argentina (M-K-S-M-M) 08-06-2019 Argentina 5-1 Nikaragua (Friendly) 16-06-2019 Argentina 0-2 Kolombia (Copa America) 20-06-2019 Argentina 1-1 Paraguay (Copa America) 24-06-2019 Qatar 0-2 Argentina (Copa America) 29-06-2019 Venezuela 0-2 Argentina (Copa America).

Rabu, 3 Juli 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:05 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:05 Wita 09:30 Wita 10:05 Wita 10:05 Wita 11:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Nincapang Kerumaketan Ring Sajeroning Sukerta Tata Pawongan(4) Seputar Bali Pagi Bali Channel Kartun Wirata Parwa (1) Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Inovator Ista Dewata Pura Batur Jati Kuta Seputar Bali Terkini Lejel Homeshopping Bali Channel Tourist TV Ocydia Home Shooping Puja Trisandya Dharma Wacana Nincapang Kerumaketan Ring Sajeroning Sukerta Tata Pawongan(5) Berita Siang Klip Bali Ocydia Home Shooping

14:00 Wita 14:30 Wita 15:00 Wita 15:05 Wita 15:30 Wita 16:00 Wita 16:05 Wita 17:30 Wita 18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 21:30 Wita 22:05 Wita 23:00 Wita 23:05 Wita 23:30 Wita

Klip Bali Ocydia Home Shooping Seputar Bali Terkini Agrobisnis Pengembangan Bunga Begonia Bali Channel Tourist TV Seputar Bali Terkini Lila Cita Reina Artha Budaya Taman Sari Sanggar Siwa Surjana (2) Puja Trisandya Seputar Bali Giliran Anda Orti Bali Siaran Langsung Jambore Pesraman Nasional Wirasa Peduli Sesama Mahadewi Peran Orangtua Dalam Pendidikan Anak Lila Cita Calonarang Suwung Batan Kendal (5) Seputar Bali Terkini Ocydia Home Shooping Bali Channel


TOP IN VASI

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom

balipost http://facebook.com/balipost

RABU WAGE, 3 JuLI 2019

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

WONDERFUL BALI Wapa di Ume Ubud

Kedepankan Konsep Alami dan Tradisional

BUDAYA

JIKA ingin tinggal di sebuah resort yang benar-benar menawarkan suasana arsitektur Bali yang bercampur gaya modern, cobalah datang ke Wapa di Ume Resort & Spa. Akomodasi yang terletak di Jalan Suweta, Banjar Bentuyung, Ubud, Gianyar itu benarbenar menawarkan konsep alami dan tradisional yang diberikan sentuhan imajinatif, sehingga menghasilkan sesuatu yang baru, namun begitu akrab dengan keseimbangan alam dan kenyamanan penghuninya. Baik unsur filosofi maupun fungsi bangunan, interior, ornamen atau pernak-pernik terkesan menyatu dan menampakkan keselarasan dalam pemilihan desain dan warna-warna natural. Itulah yang membuat perbedaan Wapa di Ume dengan resort yang lainnya. Wapa di Ume memiliki prinsip dalam pengelolaannya, yaitu menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, dan manusia dengan Tuhan, yang dikenal dengan konsep Tri Hita Karana. Pemandangan sawah yang sangat indah, lembah sungai yang hijau (rainforest) menjadi hal yang utama. Wisatawan tak perlu keluar resort untuk menyaksikan panorama sawah, tetapi cukup dari dalam resort saja. Resort bintang 4 ini memiliki 33 kamar dengan konsep seperti vila, bangunan tradisional dengan atap alang-alang serta warna khas yang natural. Semua bangunan yang ada masih berpihak pada konsep leluhur. Dari luas lahan yakni 60 persen adalah ruang terbuka hijau dan 40 persen merupakan bangunan. Suasana resort terasa lebih nyaman dan damai. Vibrasi terasa kuat, karena di sekelilingnya tumbuh tanaman lokal yang memiliki fungsi sebagai obat tradisional dan untuk persembahan kepada Tuhan. Di antaranya tanaman base (sirih), nangka, nyuh gading, juwuk Bali, bunga jepun, jempiring dan tanaman lokal serta langka lainnya. ‘’Sejak berdirinya sudah dirancang dengan nuansa tradisional Bali yang dekat dengan alam, sesuai konsep Tri Hita Karana,’’ kata Marketing Manager Nyoman Trida Sena Karilo. Fasilitas yang ada di antaranya gym, spa, studio yoga, amphiteather, dapur tradisional Bali, wedding terrace, dan boutique. Wapa di Ume Resort & Spa juga memiliki dua restoran dan dua kolam renang yang bisa dinikmati oleh publik. Restoran Mr. Wayan, Balinese Cuisine, terletak di lantai dua lobi, menyajikan makanan tradisional Bali yang diolah dengan standar internasional, sehingga bisa dinikmati wisatawan mancanegara. Menu yang disajikan seperti timbungan, nasi goreng bongkot yang sangat khas, gurita basa kesuna cekuh, lawar cumi dan aneka minuman lokal. Sementara restoran yang satu lagi ada di dalam hotel yang menyajikan menu-menu western dan Indonesia. ‘’Hampir semua menu yang ada di Mr. Wayan Restaurant disukai wisatawan,’’ ucapnya. Menurut Sena Karilo, wisatawan asal Australia, Eropa dan Amerika menjadi pelanggan tetap Wapa di Ume Resort & Spa. Mereka datang secara perorangan ataupun bersama pasangan dan keluarganya. Belakangan, wisatawan domestik mulai senang menginap di Ubud. ‘’Jika dulu wisatawan domestik hanya menjadikan Ubud sebagai destinasi untuk kuliner dan jalan-jalan, kini mereka juga mulai suka untuk tinggal di Ubud,’’ ungkapnya. (bud)

PENDIDIKAN

SENIMAN

KULINER

BINTANG - Penampilan seniman bintang yang membawakan garapan ‘’Gina Guna Pragina’’ di Taman Budaya, kemarin.

Bali Post/ist

Enam Seniman Bintang Tampil di Kalangan Ayodya

Berjuang Lawan Pembajakan AJANG Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI turut dimeriahkan oleh penampilan enam seniman bintang yang membawakan garapan ‘’Gina Guna Pragina’’. Duta Kabupaten Badung itu tampil memukau di hadapan penonton yang memadati Kalangan Ayodya, Taman Budaya, Selasa (2/7) kemarin. Namun di balik kebesaran nama para seniman bintang tersebut, mereka kini justru tengah berjuang melawan pembajakan. Sebelum memulai pe mentasan, Ketua Listibya Kabupaten Badung I Gusti Ngurah Artawan terlebih dulu memperkenalkan para seniman bintang yang akan tampil. Salah satunya I Gusti Ngurah Windia (seniman Topeng Tugek Carangsari) yang sekaligus merupakan pimpinan Sanggar Tugek Carangsari. Windia dikatakan telah aktif masesolahan sejak tahun 1970-an. Kejayaan Topeng Tugek Carangsari telah dikenal seantero Bali. Akan tetapi, karya-karyanya justru menjadi sasaran empuk pem-

bajakan dan komersialisasi oleh pihak-pihak tertentu. Terbukti dengan banyaknya dokumentasi pementasan yang beredar di masyarakat, baik dalam bentuk kaset maupun CD, tanpa adanya kompensasi bagi sang seniman. ‘’Saya sangat sedih melihat seniman-seniman kita yang karyanya dimanfaatkan oleh orang lain tanpa sepengetahuan yang bersangkutan,’’ ungkapnya didampingi Sekretaris Listibya Badung I Made Mindrawan. Menurut Artawan, sangat sulit untuk membendung dan melarang hal tersebut. Apalagi sekarang di era digital, dokumentasi pementasan juga bisa didapat dengan mudah di media sosial. Tetapi minimal masyarakat harus mengetahui fakta ini. Termasuk seniman lain yang ikut tergabung dalam sanggar. Sebab, pembajakan dan komersialisasi tanpa sepengetahuan seniman juga bisa menimbulkan hubungan yang tidak harmonis di internal sanggar. Sedangkan

untuk menggugat, seniman umumnya tidak paham dengan hukum dan tidak tahu pula harus menuntut ke mana. Saat karyanya dibajak seperti itu, mereka lebih memilih diam dan menyerahkan kepada ‘’hakim’’ alam. ‘’Ini PR. Solusinya saya juga tidak tahu. Tapi minimal ada catatan. Di dalam ajang PKB ini, selain untuk pemberdayaan, pelestarian dan pembinaan, juga perlindungan terhadap seniman,’’ imbuh putra kandung I Gusti Ngurah Windia ini. Artawan mengaku sudah memegang bukti-bukti pembajakan karya Sanggar Tugek Carangsari. Begitu pula karya seniman-seniman lain yang kemungkinan turut menjadi ‘’korban’’ pembajakan dan komersialisasi tanpa sepengetahuan mereka. Mirisnya, di salah satu ‘’bukti’’ berupa CD, ada foto seniman dengan peran sebagai penasar yang kini dalam keadaan sakit. Sementara CD itu diperjualbelikan tanpa ada kompensasi apa pun kepada seniman

bersangkutan. Khusus di ajang PKB, enam seniman bintang sengaja dikirim menjadi duta Kabupaten Badung untuk memberikan apresiasi dan penghargaan kepada mereka. Kemudian, memacu kreativitas seniman bintang yang usianya sudah mulai tua. Di samping menjadikan mereka sebagai tolok ukur dan referensi bagi para seniman muda. Selain Windia, ada pula Ida Bagus Gede Mambal (sesepuh seniman pedalangan, seniman topeng, dan seniman sastra di Badung), I Gusti Raka Bawa (sesepuh seniman pedalangan, tari, dan sastra dari Kuta), I Nyoman Wija Widastra (seniman arja dan topeng di Badung yang terkenal lewat Grup Akah Canging), I Ketut Muada (Dalang Joblar), dan I Ketut Rudita

atau Sokir (seniman muda yang terkenal lewat Grup Clekontong Mas). ’’Kita berikan kesempatan pentas ini kan, mereka semakin energik. Hitung-hitung ngicen nak lingsir ubad,’’ katanya. Diwawancara terpisah, Kasi Pelestarian dan Pengembangan Seni Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I Made Widiana mengaku baru mengetahui masalah pembajakan dan komersialisasi tanpa sepengetahuan seniman. Namun, pihaknya berjanji akan mencarikan solusi. ‘’Ke depannya kita akan buat perlindungan dan karya-karya itu akan kita sahkan. Apabila dibajak, seniman akan punya kekuatan hukum untuk menuntut,’’ ujarnya yang hadir menyaksikan duta Kabupaten Badung di ajang PKB XLI tersebut bersama Kabid Kesenian Disbud Badung Kadek Sandra Widari. (rin)

Kerajinan Perak di PKB KESEHATAN

Sedana Yoga Tawarkan Motif Baru ’’Surya Kanta’’ TOP IN VASI TIAP tahun stan Pesta Kesenian Bali (PKB) memamerkan hasil kerajinan emas dan perak. Di situ tersedia berbagai perhiasan mulai dari bros, cincin, gelang, kalung dan sebagainya. Salah satu stan yang menawarkan kerajinan perak dan emas adalah Sedana Yoga, perajin perak asal Ban-

WONDERFUL BALI

BUDAYA

jar Apuan, Desa Singapadu, Sukawati, Gianyar. I Wayan Lendra, pemilik Stan Sedana Yoga, menyampaikan sejumlah perajin perak masih eksis di Banjar Apuan yang merupakan tetangga Desa Celuk, pusat kerajinan ini. Pihaknya merupakan generasi kedua menekuni kerajinan perak dan emas di Banjar Apuan hingga saat ini. Bahkan, pihaknya rutin ikut pameran di PKB sejak 30 tahun silam. Suami Ni Wayan Kothi ini

menambahkan, bahan baku perak masih mudah didapatkan. Tinggal pemasarannya yang perlu dibantu pemerintah. ‘’Selama ini yang menjadi kendala adalah pemasaran. Karena tamu yang bisnis kerajinan perak jarang ke Bali. Ditambah dengan adanya bisnis online. Sedangkan bahan baku masih mudah diperoleh. Harga perhiasan perak masih stabil,’’ ujar I Wayan Lendra, Selasa (2/7) kemarin. Pihaknya sangat berteri-

ma kasih kepada Pemprov Bali yang menggratiskan sewa stan PKB. Cuma stan yang disediakan ukurannya hanya sekitar 1 meter. Dengan luas sebesar itu, perajin agak sulit menata barang. Karena itu ia berharap pada PKB mendatang, stan kerajinan perlu diperluas. Pada PKB ke-41 kali ini Stan Sedana Yoga menawarkan desain kerajinan motif baru yakni Surya Kanta, selain motifmotif lama. Kerajinan yang

menggunakan kaca pembesar, Surya Kanta dihiasi patung Sang Kala Raksa. Bingkai kaca itu dihiasi sejumlah permata. ‘’Harganya lumayan. Jumlahnya pun hanya dua biji. Sedangkan perhiasan lain seperti cincin, gelang, giwang, bros kami sediakan yang cukup dengan harga bervariasi,’’ ujar mantan kepala Dusun Apuan tersebut. (lun)

rumah. Tamannya juga dihiasi dengan rumput mutiara, bonsai dan jenis bunga lain seperti tapak dara, bougenville, bunga yuliana, bunga yolanda, gumitir, dan zinea. Bunga dan tanaman sengaja ia pilih yang dapat tumbuh sepanjang tahun, sehingga bunga dapat terus menghiasi taman. Selain bunga, ia juga menanam buah yaitu jeruk sunkist dan rambutan. Tanaman-tanaman itu ia dapatkan dari lingkungan di sekitar rumahnya, karena selain bertujuan konservasi, juga sekaligus memperkenalkan keragaman hayati Payangan. Tak lupa juga ia membuat belasan sarang lebah madu di sekitar taman. Perawatan tanaman tidak dilakukan secara khusus. Ia cukup menyiramnya dan membubuhi dengan pupuk organik yaitu kotoran

hewan, mengingat pupuk tersebut mudah ditemui di daerahnya. Dalam menata tamannya, Nyoman Hendrawan selalu bekerja sama dan kompak dengan kakaknya, Wayan Suardanam serta didukung keluarga yang lain. Tak disangka hobinya ini justru mengantarkannya sebagai pemenang (juara I) lomba The International Flower Competition (IFC) yang diselenggarakan oleh Hanging Gardens of Bali. Ia berhasil membawa pulang hadiah uang tunai senilai Rp 1 miliar. Pengumuman pemenang dilakukan pada 29 Juni lalu di Renon, Denpasar. Simbolis pemberian hadiah dilakukan oleh Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Sehari-hari Nyoman Hendrawan bekerja sebagai loper

I Wayan Lendra

Agen Loper Koran Menang Rp 1 Miliar dari Lomba Taman PENDIDIKAN

SENIMAN

TAMAN - Nyoman Hendrawan (tengah) bersama istri dan anak di depan taman yang memenangkan hadiah uang tunai Rp 1 miliar. BERBAGAI jenis bunga dan belasan sarang lebah madu menghiasi taman Nyoman Hendrawan (46). Pria asal Banjar Jaang, Desa

Buahan, Kecamatan Payangan, Gianyar ini memang memiliki hobi berkebun sejak masih duduk di bangku sekolah.

Tamannya berbentuk vertikal, berada di area publik yaitu di depan rumahnya. Ada 70 anggrek yang ditempel di dinding-dinding pagar

koran. Dari pukul 03.00 dini hari, ia mengambil koran kemudian mengedarkan pada langganan-langganannya di daerah Denpasar Selatan. Hingga siang pukul 12.00, aktivitas tersebut selesai dilakukan. Pekerjaan ini telah dilakoninya sejak 23 tahun yang lalu. Mendengar ada lomba taman, Nyoman pun antusias mengikuti. Persiapan telah dilakukan sejak Januari 2019. Tema yang diangkat penyelenggara yaitu bunga dan lebah. Maka taman yang memang sudah ada sebelumnya di depan rumah, ia tata kembali dan ia penuhi dengan berbagai macam bunga. Ia memahami maksud dan tujuan dari penyelenggara acara yaitu pemilik Hanging Gardens of Bali Ade Chaerani Nursafitri dan Nir Peretz. Pada awalnya lomba ini diadakan karena

keprihatinan pemilik yang melihat lingkungan Bali mulai kritis. Pemilik Hanging Gardens of Bali pun mengadakan lomba agar kesadaran masyarakat mulai tumbuh dan berkembang untuk menjaga lingkungan bersih dan asri. ‘’Saya ikut lomba ini karena memang cinta lingkungan,’’ ujar ayah dua anak ini. Penilaian dilakukan oleh empat juri yaitu Nyoman Nuarta, perancang Garuda Wisnu Kencana; Puja Astawa, komedian dan youtuber; Zsa Zsa, jurnalis Ibu Kota, dan owner Hanging Gardens of Bali. Dari 185 peserta, ia berhasil menyisihkan 155 peserta, kemudian mengerucut lagi menjadi 20 dan terakhir 10 peserta masuk sebagai finalis. Hingga pada 29 Juni lalu, dari 10 peserta diumumkan dirinya sebagai pemenang. (ad46)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Rabu 3 Juli 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu