terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha
HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000
12 HALAMAN
NOMOR 167 TAHUN KE 72
Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418
Pengemban Pengamal Pancasila
SENIN WAGE, 3 Februari 2020
balipost http://facebook.com/balipost
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
Ditabrak Moge, Pelajar Patah Kaki
Gelar Guru Piduka di Tanah Lot
Wabup Kembang Cek Kondisi Jalan
Seorang pelajar SD, Gede Endra Satiya Wira Mahendra ditabrak moge di Jalan By-pass Ngurah Rai. Akibatnya, korban asal Nusa Penida, Klungkung ini mengalami patah pada kaki kiri dan luka lecet di bagian dahi serta pipi.
Krama Desa Adat Piling, Kecamatan Penebel, Tabanan, menghaturkan guru piduka di Pura Luhur Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Minggu (2/2) kemarin. Upacara ini terkait salah satu warga terjatuh saat melasti. TABANAN | HAL. 5
Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan meninjau sejumlah ruas jalan di wilayahnya. Salah satunya Jalan Mahoni. Ia berjanji jalan sepanjang 1,540 km itu segera di-hotmix.
DENPASAR | HAL. 2
JEMBRANA | HAL. 11
Tatap Muka Pengurus PKK Se-Bali PKK Kabupaten Dianggarkan Rp500 Juta TIM Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Bali menggelar tatap muka dengan TP PKK Kabupaten/ Kota se-Bali di halaman Jayasaba, Denpasar, Minggu (2/2) kemarin. Acara tersebut sekaligus menyosialisasikan BKK gerakan PKK dan Program TP PKK Provinsi Bali tahun 2020. Ketua TP PKK Provinsi Bali Putu Putri Suastini Koster mengatakan, tatap muka pengurus PKK dari provinsi hingga tingkat desa ini bertujuan me-
nyepakati kegiatan PKK dalam satu kerangka mendukung, mendorong, mempercepat dan menyosialisasikan visi dan misi pemerintah provinsi maupun kabupaten, yang tentu disinergikan dengan visi dan misi PKK. ‘’Itu pentingnya supaya kemudian ada satu-kesatuan pandang, ada keharmonisan dalam pergerakan, ada kerangkanya yang harus diikuti di dalamnya. Silakan berkreativitas, silakan berinovasi, tetapi tujuan dan capaian kita itu sama,’’ katanya.
Salah satu contohnya, mengajak bersama-sama melaksanakan pergub terkait pengolahan sampah berbasis sumber. Wilayah sampah itu ada di keluarga-keluarga dan sebenarnya paling luwesnya di tingkat desa. ‘’Selama ini kita keliru menerapkan pola. Sampah itu kok dipindah, bukan dikelola dan dienyah sekaligus. Ketika dipindah dia akan menjadi bom waktu, meledak suatu saat. Selain itu memunculkan egois. Kita ingin rumah kita bersih dengan mengotori tetangga.
Kita ingin desa kita bersih dengan buang sampah di desa tetangga. Seperti sekarang ini yang terjadi di Suwung, kan kasihan. Coba kalau sampah masing-maisng sudah dienyahkan dari sumbernya. Misalnya di dapur bisa diolah jadi pupuk, sampah organik bisa kita remukkan dan pendam di tanah, yang anorganik seminimalis mungkin kita bikin sampah seperti itu. Kalaupun kita ingin kumpulkan sampah di desa harus ada kontribusi, dengan mengeluarkan uang kita menitip sampah kita. Ketika kita kerepotan dengan urusan membuang sampah senilai Rp2.000, maka kita juga harus mikir bikin sampah dari plastik yang tidak bisa cepat dihancurkan oleh tanah. Di situlah peranan PKK, kecil kelihatan tetapi mengajak kita untuk berkreasi, berinovasi terkait sampah. Hal itu akan menjadi masalah besar kalau kita lalai. PKK adalah pelayan yang penuh kasih di masyarakat. Hal. 11 Sudah Turun PENGURUS PKKGubernur Bali Wayan Koster dan Ketua TP PKK Propinsi Bali Putri Suastini Koster saat tatap muka dengan Pengurus PKK se-Bali.
Penumpang Disemprot Cairan Khusus
Pelajar di Natuna Libur Dua Minggu Batam (Bali Post) – Petugas menyemprotkan cairan khusus kepada setiap warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan yang tiba di Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2) kemarin. Setiap WNI yang turun dari tangga pesawat langsung disemprot. Mereka berputar demi me-
mastikan seluruh pakaian dan bagian luar tubuhnya terkena cairan itu. Selesai disemprot, WNI memasuki pesawat TNI-AU yang sudah siaga di Bandara Hang Nadim Batam, untuk membawa seluruhnya ke Kabupaten Natuna. Hal. 11 Kenakan Masker
Pemerintah Larang Turis Tiongkok Masuk Indonesia
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (tengah) didampingi Menko PMK Muhadjir Effendy dan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memberikan keterangan pers seusai menggelar rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (2/2) kemarin. Pemerintah Indonesia memberlakukan larangan masuk ke Indonesia terhadap pendatang dari Tiongkok daratan atau yang sudah berada di Tiongkok daratan selama 14 hari dan melarang perjalanan warga negara Indonesia (WNI) ke Tiongkok serta menghentikan kebijakan bebas visa kunjungan bagi warga negara Tiongkok untuk mencegah masuknya virus Corona ke Indonesia.
Harian Bisnis Bali Sektor Pertanian Perlu Perhatian Sektor pertanian masih tetap sebagai penyerap tenaga kerja terbanyak. Sektor ini juga dikenal mampu bertahan pada saat pengaruh perekonomian global tak menguntungkan. Ada apa dengan sektor pertanian ini? www.bisnisbali.com
Harian DENPOST Lagi, Ada Kloset di Samping Palinggih Setelah ada kloset jongkok di samping palinggih di Kawan dan Kintamani, pada Sabtu (1/2) ditemukan lagi di Dusun Kayang, Desa Kayubihi, Bangli. www.denpost.id
’’Selama ini kita keliru menerapkan pola. Sampah itu kok dipindah, bukan dikelola dan dienyah sekaligus. Ketika dipindah dia akan menjadi bom waktu, meledak suatu saat. Selain itu memunculkan egois. Kita ingin rumah kita bersih dengan mengotori tetangga. Kita ingin desa kita bersih dengan buang sampah di desa tetangga.’’ Putri Suastini Koster Ketua TP PKK Provinsi Bali
Evakuasi WNI dari Wuhan
238 Orang Tiba di Natuna Tiga Mahasiswa Gagal Pulang
Batam (Bali Post) – Tiga pesawat pembawa warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, Tiongkok tiba di Lanud TNI Raden Sadjad Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Minggu (2/2) kemarin. Sebelum tiba di Natuna, 238 WNI tersebut menempuh perjalanan dari Wuhan dan mendarat di Bandara Hang Dadim, Batam, Minggu pagi.
T
iba di Batam, mereka menuruni tangga pesawat Batik Air dan langsung diarahkan ke pesawat milik TNI-AU yang sudah siaga persis di sampingnya. Mereka mulai turun pesawat sekitar pukul 09.23 WIB. Sejumlah petugas berpakaian dengan pengamanan kesehatan lengkap berwarna kuning dan putih langsung siaga di sekitar pesawat. Petugas berseragam kuning masuk ke dalam pesawat Batik Air. Mereka sempat berhenti di pintu depan pesawat selama beberapa menit, dan disusul beberapa petugas berseragam putih. Menurut aturan karantina, seluruh penumpang harus melalui pemeriksaan kesehatan di dalam pesawat Batik Air sebelum pindah ke pesawat lain yang akan membawanya ke Natuna. Kepala Kantor Kesehatan
Pelabuhan Kelas I Batam Achmad Farchanny sebelumnya menyatakan terdapat sejumlah tes kesehatan yang dilakukan di dalam pesawat, di antaranya suhu tubuh. Tiga Orang Sementara itu, di bandara di Tiongkok, para WNI juga diperiksa kesehatannya sebelum masuk pesawat. Dalam pemeriksaan itu sebanyak tiga orang gagal ikut pulang ke Indonesia, karena kesehatan. Kini kondisi tiga mahasiswa asal Indonesia yang gagal dipulangkan bersama rekan-rekannya dari Wuhan, Tiongkok, berangsur membaik. ‘’Seorang sudah kembali ke asrama kampus, sedangkan yang dua dalam perjalanan menuju asrama kampus,’’ kata Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun, Minggu malam. Hal. 11 Klinik Bandara
Bali Post/ant
SEMPROT - Petugas medis menyemprotkan cairan disinfektan pada warga negara Indonesia (WNI) dari Wuhan, setibanya di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau, Minggu (2/2) kemarin.
Bahasa Bali Terdegradasi Identitas Manusia Bali Terancam HASIL sebuah penelitian menyatakan 11 bahasa daerah di Indonesia telah punah, 22 dalam ancaman kepunahan, 4 dalam kondisi sakaratul maut, dan 16 lainnya berstatus stabil tetapi terancam punah. Dahsyatnya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi serta modernisasi menjadi ancaman penyebab punahnya bahasa daerah. Bagaimana dengan bahasa Bali?
Joshua Fishman (1991), pakar sosiolinguistik terkemuka, membuat gradasi atau skala yang berguna untuk mendiagnosis tingkat dan sebab kepunahan bahasa. Skala tersebut dinamakan dengan Expanded Graded Intergenerational Disruption Scale (EGIDS). Fishman membuat skala angka 1 sampai 10. Bahasa yang masuk kategori kuat menempati skala nomor 1, sementara bahasa yang sudah punah menempati skala terendah yakni nomor 10. Bahasa Bali berdasarkan EGIDS ditempatkan pada skala 5, artinya bahasa daerah yang masih berkembang. Skala 5 dari rentang 1-10 juga dimaknai masih rentannya bahasa Bali mengalami degradasi. Saat acara Evaluasi Akhir Tahun Penyuluh Bahasa Bali di Ksiraarnawa, Desember lalu, Ketua Tim
Penggerak PKK Provinsi Bali Putu Suastini Koster mengakui bahwa gejala degradasi bahasa Bali sudah nampak di depan mata. Menurut Putri Suastini Koster, gejalagejala ‘’degradasi’’ bahasa Bali sudah mulai terasa. ‘’Saat ini banyak anak muda yang seakan-akan malu dan gengsi menggunakan bahasa Bali karena dianggap kuno. Di samping itu, banyak pula orangtua yang tidak memperkenalkan bahasa ibu tersebut kepada anakanaknya,’’ tegasnya, beberapa hari lalu. Hal. 11 Pengikat Kebudayaan
Senin Wage, 3 Februari 2020
Bangun Keluarga Sehat Mental dengan Komunikasi ’’Six to Nine’’ Denpasar (Bisnis Bali) Dewasa ini banyak kasus kenakalan remaja menggemparkan masyarakat, seperti kasus pembegalan dan lain sebagainya. Akar permasalahannya adalah di rumah. Karena itu komunikasi perlu dibangun. Hal tersebut disampaikan Dr. dr. Anak Ayu Sri Wahyuni, Sp.KJ., ahli kedokteran jiwa/psikiater, dalam talkshow ‘’Membangun Keluarga yang Sehat Mental’’ yang dirangkai dengan pelatihan pusung tagel, tengkuluk lelunakan dan uji kompetensi tata rias pengantin Bali, Minggu (2/2) kemarin di Gedung Pers Bali Ketut Nadha Denpasar. Dikatakannya, banyak kenakalan remaja malah dilakukan oleh anak-anak dari keluarga yang memiliki reputasi, bukan anak jalanan yang tinggal di bedeng-bedeng. ‘’Ini fenomena yang sangat mengejutkan. Untuk membangun kesehatan mental keluarga harus dimulai dengan kata kunci komunikasi. Komunikasi sangat penting untuk menyehatkan mental anak. Komunikasi ini harus dibangun sejak pacaran sebelum membangun rumah tangga,’’ papar Sri Wahyuni. Membangun keluarga yang sehat fisik dan mental dimulai sebelum menikah. Jadi tidak hanya siap dari segi fisik atau modal, tetapi juga dari segi mental. Jadi menikah itu bukan hanya status sudah menikah, status sudah punya anak. Jadi, anak harus disiapkan dari dalam kandungan, dari makanan yang sehat atau asupan gizi yang baik, lingkungan yang sehat, berdiskusi yang sehat, dan asupan spiritual yang baik seperti berdoa. Apa yang diberikan kep ad a anak harus sesua i dengan umur. Yang paling berat umur sejak dalam kandungan sampai 10 tahun. ‘’Kita tanamkan semua nilai-nilai etika, beri contoh
mulai dari menyapa orang lain, anak-anak akan meniru. Bagaimana disiplin dari mematikan keran, mematikan lampu anak-anak akan meniru,’’ tukasnya. Tidak usah banyak bicara tetapi banyak contoh. Ketika anak mulai remaja, tantangan akan lebih berat lagi. ‘’Kita harus jelask a n a p a - a p a y a ng t i d a k boleh dan mengapa tidak b o l e h . Kadang orangtua tidak mau tahu, sehingga anak belajar dari media sosial yang belum tentu benar, karena orang bebas mengunggah pendapatnya termasuk masalah seksual, etika bergaul,’’ tandasnya. Bila hal tersebut sudah ditanamkan, umur 17 tahun mereka sudah dapat dilepas bergaul dengan siapa saja, karena anak sudah kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh siapa pun, terutama oleh hal-hal negatif seperti merokok, menggunakan obat terlarang, minum alkohol, mencuri, membolos. ‘’Anak menjadi antisosial, semua dimulai dari rumah. Komunikasi mengenal kekurangan dan kelebihan masing-masing, niscaya keluarga sehat mental dapat terwujud,’’ ucapnya. Dewasa ini peran bapak sangat kurang dalam mendidik anak. Ini yang harus dibenahi. Teknologi juga sangat memengaruhi kondisi ini karena orangtua tidak mampu berkomunikasi dengan baik. ‘’Bukan karena t i d a k a da wakt u, teta p i karena malas berantem jadi lebih baik dikomunikasikan lewat WA, lewat SMS. Orangtua dan anak sibuk dengan gadget, dengan TV, sehingga tidak ada komunikasi yang six to nine itu. Jadi dari pukul 6-9 malam bebas dari gadget dan TV, untuk berbincang-bincang, membuat PR, bercerita, saling berargumen untuk mengemukakan pendapat dan diselesaikan sebelum tidur,’’ tuturnya. (kmb)
BERSIH SAMPAH - FK Unud menggelar kegiatan bersih-bersih sampah plastik di Pantai Mertasari, Minggu (2/2) kemarin.
Bali Post/san
Bangkit, Kepedulian Perangi Sampah Plastik
Denpasar (Bali Post) – Mendukung program Bali bebas sampah plastik, Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (FK Unud) membersihkan Pantai Mertasari, Sanur, Minggu (2/2) kemarin. Dalam kegiatan itu FK Unud menerjunkan mahasiswa, dosen dan pegawai yang jumlah keseluruhannya mencapai 2.180 orang.
Dekan FK Unud Dr. dr. I Ketut Suyasa, Sp.B., Sp.OT(K). mengatakan kegiatan ini diharapkan bisa menjadi contoh dan edukasi bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dari sampah plastik dan membuang sampah di tempat yang disediakan. Diharapkan pula lewat kegiatan tersebut mampu mengajak masyara-
kat untuk mengurangi penggunaan sampah plastik sekali pakai. Sampah jenis ini menjadi ancaman bagi lingkungan dan kesehatan. Suyasa melanjutkan, kegiatan ini juga sekaligus untuk merayakan HUT ke-58 Badan Kekeluargaan Fakultas Kedokteran (BKFK) Unud dengan tema ‘’Gebyar Kesehatan Lingkungan’’. Kegiatan terse-
Ditabrak Moge Pelajar Patah Kaki
but juga sebagai ajang silaturahmi antara keluarga besar FK Unud dengan masyarakat. Dipilihnya Pantai Mertasari dengan pertimbangan pantai ini banyak dikunjungi masyarakat maupun wisatawan sekaligus di sekitarnya ada tempat suci yang penting dijaga kebersihannya. ‘’Jadi bersih-bersih tidak hanya dilakukan di pantai tetapi
juga di pura yang ada disekitar sebagai wujud Tri Hita Karana,’’ ujar Suyasa. Pihaknya juga memberikan bantuan tempat sampah dan alat kebersihan ke empat pura yang ada di sekitar Pantai Mertasari yaitu Pura Dalem Pengembak, Pura Mertasari, Pura Dalem Cemara Geseng, dan Pura Dalem Semawa. (san)
Denpasar (Bali Post) -
Seorang pelajar SD, Gede Endra Satiya Wira Mahendra (10), ditabrak motor gede (moge) di Jalan By-pass Ngurah Rai, tepatnya median selatan Matahari Terbit, Sanur, Denpasar Selatan, Sabtu (1/2) lalu. Akibat lakalantas tersebut, korban asal Nusa Penida, Klungkung ini mengalami patah pada kaki kiri dan luka lecet di bagian dahi serta pipi. Bali Post/kmb
SEHAT - Talkshow membangun keluarga yang sehat mental.
Peluang Kerja di Kapal Pesiar Tinggi
PERMINTAAN tenaga kerja di Bali untuk kapal pesiar masih tinggi. Satu agen penyalur tenaga kerja (naker) untuk kapal pesiar membutuhkan seribu orang tiap tahun. Peluang ini dimanfaatkan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) abal-abal, sehingga banyak calon naker tertipu dan membuat masyarakat antipati. ‘’Peluangnya masih sangat besar di kapal pesiar. Penyebabnya, setiap tahun jumlah kapal pesiar bertambah, adanya promosi posisi yang cepat di kapal pesiar, kapalnya sangat bervariasi seperti hotel di Bali, sehingga perputaraan karyawan cepat,’’ kata akademisi bidang pariwisata Made Sudiarta, S.S., M.Par., beberapa waktu lalu. Karena itu, kata Executive Director LPK Best College ini, permintaan tenaga untuk kapal pesiar banyak. Bahkan satu agen saja butuh minimal seribu naker per tahun. ‘’Fenomena yang terjadi adalah banyak juga muncul jasa penyalur memanipulasi, bodong, dan akhirnya mereka (naker) kena tipu dan membuat masyarakat takut,’’ tegasnya. Bagaimana cara membedakan LPK bodong? Menurut Sudiarta, kalau dilihat dari kasus per kasus yang sering terjadi, misalnya alamatnya tidak jelas, kantornya pindahpindah dan bila ditelusuri semakin tidak jelas. ‘’Saya sendiri tidak pernah kerja sama dengan agen yang tidak punya kantor permanen,’’ ungkapnya. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar Drs. I Gusti Agung Rai Anom Suradi, M.M. menyampaikan pihaknya telah menutup sejumlah LPK karena menyalahi aturan. Sedangkan yang masih aktif 50 LPK dan Denpasar pali n g b a nyak.Oleh karena itu pihaknya melakukan pengecekan izinnya tiap bulan. Kalau tidak ada, pihaknya akan melakukan penutupan berkoordinasi Bali Post/rah kita dengan instansi terkait. Made Sudiarta (rah)
Topik : Bahasa Bali Terdegradasi
‘’Kejadiannya sekitar pukul 10.00 Wita. Pengendara Herley Davidson D 4557 KM atas nama Gede Putu Putra Sanjaya (35),’’ kata Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Andi Muh. Nurul Yaqin, Minggu (2/2) kemarin. Kronologinya, lanjut Andi Yaqin, moge melaju dari arah selatan di jalur barat. Sedangkan korban saat itu naik sepeda gayung bergerak dari arah utara ke selatan di jalur timur, kemudian belok
kanan (memutar). ‘’Waktu itu korban pakai seragam pramuka,’’ tegasnya. Korban lalu bergerak ke selatan di pinggir kiri jalan melawan arus di sisi barat. Setelah itu, dia belok kanan dan menyeberang jalan, dan terjadilah tabrakan tersebut. ‘’Korban langsung dibawa ke rumah sakit. Sedangkan pengendara moge mengalami tangan kanan patah dan luka jari tangan kiri,’’ ucapnya. (kmb36)
Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
DITABRAK MOGE - Gede Endra Satiya Wira Mahendra ditabrak motor gede di Jalan By-pass Ngurah Rai, tepatnya median selatan Matahari Terbit, Sanur, Denpasar Selatan.
Pemkot Denpasar Evaluasi Pemantapan Pembangunan TA 2020
APBD Diarahkan untuk Peningkatan Kesejahteraan Rakyat MENAPAKI tahun keempat penerapan Padmaksara serta RPJMD Semesta Berencana Kota Denpasar Tahun 2016-2021, beragam upaya terus dimaksimalkan guna memastikan pembangunan di berbagai sektor mampu memberikan kemanfaatan maksimal serta peningkatan kesejahteraan rakyat. Karenanya, Pemkot Denpasar melalui Bagian Administrasi Pembangunan secara rutin setiap tahunnya menggelar rapat evaluasi yang kali ini dilaksanakan di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (31/1) hingga Sabtu (1/2). Kegiatan ini juga serankaian penandatanganan MoU antara Pemkot Denpasar dan Pemkab Banyuwangi. Kegiatan rutin tahunan ini dibuka langsung Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, dan dihadiri Kelompok Ahli Pembangunan Kota Denpasar, OPD di lingkungan Pemkot Denpasar, serta perbekel dan lurah se-Kota Denpasar. Dalam arahannya, Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menjelaskan bahwa saat ini program pembangunan di Kota Denpasar yang dikemas dalam Padmaksara serta RPJMD Tahun 20162021 telah memasuki tahun
keempat atau sudah memasuki masa pengujung. Karena itu pelaksanaan program hendaknya harus menukik pada permasalahan yang terjadi di masyarakat, sehingga pembangunan di Kota Denpasar mampu memberikan kemanfaataan dan peningkatan kesejahteraan yang maksimal bagi masyarakat. ‘’Seluruh elemen pembangunan mulai dari sistem perencanaan, sistem penganggaran dan sistem pelaporan kinerja harus tepat sasaran dan terintegrasi, sistem koordinasi harus lebih simpel dan menukik terhadap masalah, sehingga kemanfaatan dari pelaksanaan program nantinya dapat dirasakan masyarakat,’’ ujar Rai Mantra. Lebih lanjut dikatakan Rai Mantra, bahwa saat ini terjadi transformasi atau perubahan pola dalam bekerja. Di mana dulu fokus capaian seorang pegawai adalah bagaimana berkerja dengan maksimal, dan kini bagaimana seorang pegawai dituntut kinerjanya. ‘’Dulu kita berpikir bagaimana caranya bekerja dengan baik, dan kini bagaimana kita berkinerja. Kinerja yang maksimal akan menjadi prestasi. Prestasi inilah yang nantinya memberikan kemanfaatan pembangunan bagi masyarakat,’’ jelasnya. Rai Mantra menekankan, OPD saat ini wajib mampu
menyikapi perubahan dan terbuka dengan sesuatu hal yang sifatnya baru. Dalam pelaksanaannya mampu menyatukan target kinerja bersama, sehingga penyelesaiannya bersifat holistik dan menyeluruh. ‘’Dari sinilah nanti SAKIP itu tercipta, yakni dengan indikator dan pola yang holistik dan berkelanjutan,’’ jelas Rai Mantra. Meski demikian, Rai Mantra menyampaikan bahwa memang tidak dimungkiri beberapa inovasi serta program pembangunan terjadi kendala-kendala yang harus dimaksimalkan. Dari pelaksanaan rapat evaluasi inilah nantinya dihasilkan rumusan rekomendasi guna memecahkan permasalahan percepatan pembangunan yang mungkin timbul di lapangan. ‘’Evaluasi akan terus dilakukan guna manghasilkan program yang tepat sasaran dan memberikan kemanfaatan maksimal bagi masyarakat,’’ ujar Rai Mantra. Sementara itu, Kabag Administrasi Pembangunan Setda Kota Denpasar I Gede Cipta Sudewa Atmaja mengatakan bahwa tema yang diangkat pada rapat evaluasi tahun 2020 ini adalah ‘’Melalu Evaluasi Program dan Kegiatan Tahun Anggaran 2019 Kita Mantapkan Sinergitas Pelaksanaan RPJMD Semesta Berencana Kota Den-
RAPAT EVALUASI – Wali Kota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara, Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, serta seluruh OPD saat pelaksanaan rapat evaluasi pemantapan pembangunan TA 2020 di Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (31/1). pasar Tahun 2016-2021’’. Dari tema ini tentunya diharapkan dapat menjadi wahana inventarisasi masalah untuk dirumuskan dapat rekomendasi yang direalisasikan pada program pembangunan TA berikutnya. Adapun kegiatan ini dikemas dalam beberapa sesi yang dimulai dari pemaparan oleh Kadis DLHK tentang Penanganan Sampah, Presentasi Permasalahan dan Solusi yang dibagi dalam tiga bidang, yakni Inovasi Daerah, Ekonomi Kreatif, dan Kota Tangguh Sosial.
Sain itu, juga turut dilaksanakan pembahasan terkait isu yang sedang berkembang yakni SAKIP. Dilanjutkan dengan diskusi panel, serta perumusan rekomendasi oleh Kelompok Ahli Pembangunan Kota Denpasar. ‘’Atas arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota rapat evaluasi kali ini turut melibatkan perbekel/lurah selaku stakeholder terbawah dalam mewujudkan pembangunan yang terintegrasi dari hulu ke hilir, serta memberikan kemanfaatan yang maksimal,’’ pungkasnya. (ad28)
Senin Wage, 3 Februari 2020
Wabup Suiasa Buka Muskab Ke-3 PPI Badung Ajak PPI Bersinergi Membangun Badung
MUSKAB PPI - Wabup Suiasa bersama Ketua DPRD Badung Putu Parwata membuka Muskab Ke-3 Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Badung di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Minggu (2/2) kemarin.
Kepala KKP Sebut Tak Ada Pasien ’’Suspect’’ Corona Mangupura (Bali Post) – Salah satu warga negara Tiongkok dikabarkan terdeteksi suspect virus Corona setelah mendarat di Bandara Ngurah Rai, Jumat (31/1) lalu. Wisatawan itu pun langsung menjalani pemeriksaan awal dan akhirnya dievakuasi ke RS Sanglah. Dikonfirmasi Minggu (2/2) kemarin, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar dr. H. Lucky
Thahjono mengatakan, istilahnya bukan suspect. Apa yang dilakukan petugas di bandara merupakan SOP. ‘’Istilahnya bukan suspect. Itu sudah SOP. Kalau ada yang dicurgai, ya… SOP-nya seperti itu dan pasien dikirim ke RS Sanglah. Tapi, sampai saat ini di Bali masih aman (tidak ada suspect virus Corona - red),’’ katanya. Informasi sebelumnya, warga yang diduga terindi-
kasi suspect virus Corona berangkat dari salah satu bandara di Australia dan tiba di Bandara Ngurah Rai pada 31 Januari 2020. Petugas bandara mendeteksi penumpang tersebut menggunakan thermal scanner dengan suhu tubuh di atas 38 derajat Celcius. Mengetahui hal itu, penumpang tersebut langsung dievakusi ke areal khusus dan selanjutnya dibawa ke RS Sanglah. (kmb21)
Fenomena Kloset di Samping ’’Palinggih’’
Pelaku Dibina Melalui Pendekatan Preventif
BEBERAPA hari terakhir ini, fenomena aneh berupa palinggih Padmasari disandingkan dengan kloset semakin meluas di Kabupaten Bangli. Kloset jongkok dibangun di sebelah palinggih, seperti yang ditemukan di wilayah Banjar Kayang, Desa Kayubihi dan di wilayah Banjar Kawan, Kelurahan Kawan, Bangli. Bahkan, di wilayah Kelurahan Kawan tidak hanya satu kepala keluarga (KK), melainkan sembilan KK. Menurut mereka, kloset dibangun karena mendapat pawisik yang merupakan bagian dari menjalankan sebuah aliran kepercayaan. Pemiliknya mempercayai itu merupakan sumber rezeki dan kemakmuran. Ida Pandita Mpu Siwa Budha Daksa Darmita dari Geria Agung Sukawati, Gianyar menilai kloset yang dibangun di samping palinggih bukanlah pawisik, melainkan hal tersebut pemikiran yang sesat. Dikatakan, tidak ada ajaran mana pun yang membenarkan hal tersebut,
kecuali ajaran sesat. Sebab, mencari berkah harus ada usaha, kerja yang konsisten, bukan mengharapkan pawisik, apalagi dari makhluk halus. Apalagi, pawasik atau wahyu sudah diturunkan melalui Pustaka Suci Veda, sehingga seharusnya Pustaka Suci Veda dijadikan tuntunan dan pedoman hidup sebagai perjuangan memenuhi kebutuhan hidup. ‘’Yuyam patah svastibih sa danah, berkah atau rezeki lancar dengan kerja yang cerdas. Kenapa kita tidak yakini kitab suci kita. Yang jelas, kloset yang dibangun tidak pada tempatnya, apalagi di tempat suci, itu seperti lakon sesat,’’ tegas Ida Pandita. Dikonfirmasi terpisah, Ketua PHDI Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. mengaku telah melakukan pembinaan kepada warga bersangkutan melalui PHDI tingkat kabupaten dan kecamatan serta stakeholder terkait di Bangli. Menurutnya, dibangunnya kloset di samping palinggih
Padmasari oleh beberapa warga karena ketidaktahuan mereka. Dikatakan, warga tersebut bukan bermaksud melecehkan simbol agama Hindu. ‘’Kita di PHDI akan tetap memberikan pembinaan kenapa mereka melakukan itu untuk dicarikan jalan keluar. Kalau memang itu sebuah aliran tertentu, kita akan bina gurunya,’’ ujarnya. Menurut Sudiana, pembinaan tidak akan dilakukan melalui jalur atau kekuatan hukum formal, tetapi melalui pembinaan preventif. Sebab, peristiwa-pwristiwa serupa sering terjadi karena situasi dan kondisi tertentu. Misalnya, ada sanak keluarga yang sakit dan mendapat pawisik membangun sesuatu di luar kaidah agama. Sehingga demi kesembuhan mau tidak mau harus dilakukan di bawah sadar. Oleh karena itu, pembinaan akan dilakukan dengan pendekatan preventif. ‘’Kami di PHDI tidak setuju kalau peristiwa seperti ini dibawa ke ranah hukum formal,’’ katanya. (win)
Terseret Arus Pantai Berawa
Warga Negara Afrika Tewas Mangupura (Bali Post) Warga negara Republique De Djibouti (Afrika Timur) yang terseret arus di Pantai Berawa, Tibubeneng, Kuta Utara, akhirnya ditemukan Minggu (2/2) pagi kemarin. Sahal Elmi Barkadleh (24) ditemukan Tim SAR gabungan dalam keadaan meninggal dunia. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) Gede Darmada, S.E., M.AP. mengatakan, posisi penemuannya berada di sekitar 500 meter arah utara dari lokasi korban tenggelam.
Tepatnya di depan Pura Perancak. Usai dievakuasi, korban selanjutnya dibawa ke RS Sanglah dengan menggunakan ambulans milik Balawista Badung. ‘’Jenazah korban terbawa arus dan saksi mata yang menemukannya bergegas menarik jenazah tersebut hingga di bibir pantai. Akhirnya tim SAR mengevakuasi korban kurang lebih pukul 08.50 Wita,’’ bebernya. Sebelum ditemukan, sejak pagi tim rescue dari Basarnas Bali bersama unsur SAR terkait melakukan pencarian. Sebanyak 15 personel
dikerahkan untuk mengupayakan pencarian yang dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Kesiapsiagaan dan Operasi SAR I.B. Surya Wirawan. Selama operasi SAR berlangsung turut melibatkan personel dari Basarnas Bali, Balawista, Samapta Polda Bali, Polair Polres Badung, Polsek Kuta Utara, dan relawan. ‘’Tim SAR terbagi dalam tiga SRU, dua di antaranya melakukan penyisiran menggunakan rubber boat dan jet sky. Sementara SRU lainnya menyisiri daratan sepanjang bibir pantai,’’ ujarnya. (kmb23)
Bali Post/ist
MENGEVAKUASI - Petugas tim SAR gabungan saat mengevakuasi jenazah Sahal Elmi Barkadleh, Minggu (2/2) kemarin.
WAKIL Bupati Badung I Ketut Suiasa bersama Ketua DPRD Badung Putu Parwata membuka Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ke-3 Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Badung di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Minggu (2/2) kemarin. Selaku pemerintah, Suiasa mengajak PPI Badung untuk bersinergi bersamasama menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Badung guna menyukseskan agenda, program kegiatan serta harapan pemerintah untuk membangun masyarakat Kabupaten Badung. ‘’Mari bergandengan tangan, bersinergi dengan Pemkab Badung untuk menyukseskan
cita-cita dan harapan yang begitu besar untuk meningkatkan dan mewujudkan masyarakat Badung yang maju, bahagia, sejahtera dan mampu berdaya saing,’’ ujar Suiasa seraya berharap melalui forum tertinggi Muskab ke-3 PPI ini menghasilkan keputusan bermanfaat bagi seluruh pengurus dan anggota PPI Badung, sehingga ke depan PPI selalu memberikan kontribusi dan pengabdiannya dalam membina karakter generasi muda. Wabup Suiasa mengatakan, Muskab kali ini karena juga diagendakan memilih pengurus, pihaknya berpesan agar pengurus yang terpilih nantinya bisa
membawa organisasi PPI ini ke arah yang lebih baik dan tentunya juga didukung oleh seluruh anggota organisasi. ‘’Sebagus apa pun pengurus yang terpilih nanti, tidak akan ada gunanya tanpa didukung oleh anggota, sehingga mustahil program dan tujuan organisasi akan dapat tercapai,’’ tegasnya. Sementara itu, Ketua Panitia I Putu Ari Suastika melaporkan, tema yang diangkat pada Muskab PPI kali ini ‘’Melalui Muskab PPI Ke-3 Kita Wujudkan Bersama Generasi yang Memiliki Loyalitas, dan Semangat Persaudaraan yang Tinggi dalam Membangun Karakter, Pemimpin
yang Inovatif, Bertanggung Jawab dan Berlandaskan Pancasila’’. Kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap lima tahun sekali untuk memilih pemimpin yang akan menjadi Ketua PPI Badung masa bakti 2019-2024. Pihaknya berharap ketua yang terpilih nanti dapat bersungguh-sungguh melaksanakan tanggung jawab yang diberikan kepadanya demi kemajuan organisasi. Hadir pada Muskab PPI tersebut Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Badung, Ketua PPI Bali Dewa Agung Suganda Putra, Ketua PPI Badung Gilang Dharmaksi, serta Ketua Pengurus PPI kabupaten/ kota se-Bali. (ad36)
Banyak Narkoba Tak Bertuan di Diskotek
Mangupura (Bali Post) -
Sejumlah tempat hiburan malam diobok-obok tim gabungan Polda Bali, Sabtu (1/2) hingga Minggu (2/2) dini hari. Tempat hiburan malam yang disasar itu sebagian besar berada di wilayah Badung. Hasilnya, banyak ditemukan narkoba tak bertuan di salah satu diskotek di kawasan Seminyak, Kuta Utara. Selain itu, aparat juga menangkap FNA (31) yang diduga sebagai pengedar narkoba. Informasi yang diperoleh di lapangan, puluhan personel Polda yang tergabung dalam Satgas Operasi Antik ini mulai bergerak pukul 22.00 Wita. Awalnya polisi menyasar tempat hiburan malam di Denpasar, tetapi kondisinya sepi karena hujan. ‘’Mungkin karena hujan sehingga sepi pengunjung,’’ kata sumber.
Sweeping dilanjutkan di tempat hiburan malam di By-pass Ngurah Rai, Kuta. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap karyawan dan pengunjung, petugas tidak menemukan barang terlarang. Selanjutnya petugas bergerak menuju Jalan Petitenget, Kuta Utara, Badung. Saat menggeledah salah satu diskotek
di sana, petugas menemukan lima bungkus plastik berisi ekstasi di bawah kursi, satu bungkus plastik bekas kokain di sela-sela sofa, dan satu bungkus plastik bekas kokain di bawah meja. Polisi juga melakukan tes urine terhadap sejumlah orang yang diduga sebagai pengguna obat terlarang tersebut, tetapi hasilnya negatif.
Bali Post/ist
SWEEPING - Polisi saat melakukan sweeping tempat hiburan malam di wilayah Badung.
Saat petugas mulai melakukan pemeriksaan, FNA bergegas menuju toilet dan saat itu dia diamankan oleh petugas. Selanjutnya dilakukan penggeledahan dan pelaku disuruh membuka sepatu yang dipakainya. Ternyata ditemukan satu buah plastik klip di dalamnya berisi pecahan tablet ekstasi. Penggeledahan dilanjutkan ke kamar kos pelaku di Jalan Pulau Galang I, Pemogan, Denpasar Selatan. Namun tidak ditemukan barang terlarang lainnya. Pelaku mengaku ekstasi itu adalah miliknya yang akan dipakai sendiri. Dia membeli barang terlarang itu dari seseorang yang biasa dipanggil Stev, namun tidak diketahui tempat tinggalnya. Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Ditresnarkoba Polda Bali guna proses lebih lanjut. Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Syamsi saat dikonfirmasi membenarkan adanya sweeping di sejumlah tempat hiburan malam tersebut. (kmb36)
Senin Wage, 3 Februari 2020 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana Rem Kapitalis ke Bali
KAPITAL mengalir deras ke Bali. Secara ekonomi menguntungkan. Tenaga kerja terserap lebih banyak, ekonomi juga bertumbuh lebih cepat. Namun apakah pertumbuhan itu sudah diikuti pemerataan. Tidak! Ketimpangannya masih tinggi. Kesenjangan antara si kaya dan yang miskin masih menganga. Terbukti penduduk miskin di Bali masih banyak. Artinya, kemajuan pariwisata yang mendongkrak pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat Bali. Apalagi saat ini, sebagian besar usaha pariwisata dilakoni penduduk luar. Ini sungguh memprihatinkan, di tengah pariwisata budaya yang sangat diagung-agungkan. Mengapa? Karena pelaku budaya dan penjaga budaya belum merasakan kemajuan pariwisata. Artinya pariwisata belum memberikan keadilan kepada krama Bali. Menyadari hal itu, Gubernur Bali Wayan Koster telah membuat pergub. Isinya, mewajibkan hotel, restoran, vila menggunakan produk petani lokal Bali. Demikian pula swalayan dan toko modern juga diharuskan membeli produk petani lokal dengan harga yang kompetitif. Ini pula yang menjadi catatan Pimpinan BI Denpasar. Dalam diskusi akhir tahun, Bank Indonesia mengkhawatirkan akan posisi ekonomi Bali yang sebagian besar ditopang pariwisata. Sementara sektor pariwisata sangat rentan akan isu bencana atau penyakit menular. Karenanya Bali diminta menggenjot sektor di luar pariwisata. Misalnya pertanian dan perkebunan termasuk industri kecil. Sebab, ketiganya punya potensi yang sangat besar. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Bali yang ditopang sektor tersier seperti finance, perbankan, dan lainnya, hanya dinikmati oleh penduduk dengan pendidikan tinggi dan kelas masyarakat yang tinggi. Semuanya ini sebenarnya sudah disadari sejak lama. Berjayanya kapitalis takkan memberikan kontribusi yang besar terhadap kesejahteraan rakyat. Apalagi berharap keadilan. Makanya ketika Ida Bagus Mantra menjadi Gubernur Bali, digagaslah terbentuknya Lembaga Perkreditan Desa (LPD). Bahkan sampai kini LPD masih ada dan keberadaannya terus diperkuat. Sebab, diyakini LPD akan mampu berperan untuk menopang ekonomi pedesaan. Ideal memang. Dibangunnya LPD adalah untuk mendorong tumbuhnya usaha-usaha baru di desa. Sebab, kita masih memerlukan banyak pengusaha. Utamanya di desa-desa. Tujuannya, bukan semata-mata mau keluar dari krisis, tetapi itu juga sebuah bagian dari desain bagaimana upaya menggerakkan roda ekonomi lebih cepat dan berdampak lebih cepat pula terhadap kemakmuran rakyat. Selain itu upaya menumbuhkan pengusaha muda ini, juga untuk mengerem dominasinya kaum kapitalis. Banyak hal yang harus dipikirkan. Jangan sampai kehadiran investor justru menimbulkan masalah baru, baik sisi ekonomi maupun kultural. Langkah lebih tepat bagaimana manusia Bali juga bisa berlaku sebagai investor. Tidak saja dalam konteks finansial, juga bagaimana manusia Bali itu bisa menjadi sosok yang mampu menjaga keutuhan aset yang dimilikinya. Baik budaya, alam, ekonomi dan sebagainya. Kalau itu bisa dilakukan, maka itu juga sebuah investasi yang sangat besar. Untuk itu sudah saatnya krama Bali dan pemerintah daerah yang kini sudah otonom memberikan perhatian lebih besar kepada masalah kemandirian. Kemajuan yang ingin dicapai dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat haruslah bersamaan dengan peningkatan kemandirian.
POJOK Pilkada Jembrana, sepi peminat calon independen. - Berat di ongkos. *** Banyak ibu rumah tangga tak ajarkan anaknya berbahasa Bali. - Mari lestarikan bahasa Bali. *** Warga Natuna demo, tolak WNI dari Wuhan diisolasi di daerahnya. - Kasihan kalau semua menolak.
Beragama Juga Pakai Logika UMAT Hindu digegerkan dengan berita palinggih milik warga Kabupaten Bangli yang disandingkan dengan kloset. Konon, sang pemilik melakukan hal tersebut karena mendapatkan pawisik. Apa pun alasannya, netizen yang mengomentari berita ini di akun Facebook @balipost menilai ini sangat tidak wajar. Dari kacamata awam saja, ada etika yang telah dilanggar. Instansi terkait pun diminta turun tangan melakukan pembinaan mengingat persoalan ini telah meresahkan masyarakat. Sesungguhnya ada tiga kerangka dasar dalam beragama Hindu yakni tattwa (filsafat), susila (etika) dan upacara (ritual). Ketiganya satu-kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Tidaklah sempurna kalau umat Hindu hanya rajin ritual dan mengabaikan unsur lainnya. Silakan menjalankan pawisik, tetapi logika dan norma tetap digunakan. Sesuaikan segala perilaku dengan desa (tempat), kala (waktu) dan patra (situasi). Berikut sejumlah komentar netizen. Nyoman Rudita Sebelum mempercayai sesuatu ada baiknya logika juga dipakai. I Wayan Murja Mana PHDI, tunjukkan bahwa PHDI itu ada untuk perbaikan agama kita. Suksma. Dnsbalitrans Kalau memang benar ada, itu sangat di luar logika sebagai orang Bali. Wayan Kerta Itu sudah pelecehan simbol agama Hindu dan harus diproses hukum. Jangan dibiarkan atau dibina saja. Proses hukum tetap jalan, pembinaan juga jalan, yang melecehkan itu mau orang Hindu atau bukan, apa pun alasannya proses hukum harus dijalankan. Agus Maryana Kalau buat palinggih di sampingnya brankas baja, masih masuk logika kalau pengen kaya, ini malah kloset!
Juanda Prasetyo Wow, selama hidup di Bali baru kali ini lihat begini. Apa mungkin baru kali ada yang beginian di Bali? Ida Bagus Putra Suhadi Susah kalau sudah menyangkut keyakinan dan pawisik. Arik Van Hallen Zaman Kali, maunya manusia semakin aneh-aneh. Ida Bagus Suprapta Kalau bukan kita yang menyucikan siapa lagi? Jangan meludah ke atas, diri sendiri yang kena. Dewa Gede Putrayasa Logika sudah salah. Pak Putu Pawisik tanpa nalar dan logika itu na-
manya gila. Totok Hartawan Pawisik dari Hongkong apa. Yang jelas ini sudah pelecehan. Semestinya yang bersangkutan harus dicek dulu kesehatannya. Mhade Cross Tidak waras ini, yang asal menjalankan pawisik. De Putra Ingin dapat rezeki berlimpah tapi malas bekerja, siapa yang akan memberikan. Jmkg Sumawan Pihak terkait harus segera turun demi kebenaran. Keyakinan yang sangat edan. X Sumargentjo Kalau merujuk kalimat ‘’Tuhan ada di mana-mana’’, tak ada salahnya sih. Na-
mun kehidupan kita dalam bermasyarakat ada tata krama. Ada hal yang pantas dan tidak dalam norma kesopanan. Miko Yumiko Logikanya hilang. Opang Astika Tak masuk akal. Mertayasa Dian Percaya tidak percaya, harus diketahui dulu kebenaran pawisik itu dan sesuai ajaran. Jika menyimpang akan membahayakan diri sendiri dan keluarga. Liak Barak Menurut saya, ini sangat tidak wajar. Sangat bertolak belakang antara kesucian palinggih dengan hal kotor dan malah sangat terlihat kotor. Rumah yang kita bangun saja harus jauh tempatnya dengan kloset. Ini pawisik dari mana?
Senator RI Hadiri Karya Yadnya di Desa Adat Asak Karangasem
Hadir di Bugbug, Wedakarna Ingatkan Masalah Desa Adat Seyogianya Diselesaikan Secara Adat
SENATOR DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III hadir di Desa Adat Bugbug atas undangan dari Badan Pengembangan Pariwisata Desa Adat Bugbug (BP2DAB) dalam hal mediasi terkait permasalahan internal terkait organisasi. Pada acara yang bertempat di Wantilan Desa Adat Bugbug, Senator Arya Wedakarna (AWK) mengundang sejumlah pihak termasuk Bupati Karangasem, Dinas Kebudayaan, Camat, Perbekel, Ida Bendesa, Ketua Badan Pengembangan, Polres dan Polsek setempat dan pihak yang berkepentingan. Dalam acara yang berlangsung selama dua jam tersebut, Senator AWK memberikan kesempatan kepada para pihak untuk menyampaikan aspirasi dan pembelaannya. Selain itu, DPD juga mendengar
penjelasan dari pihak Kerta Desa yang saat ini tengah menangani kasus ini. Secara hukum, AWK juga mendengar penjelasan dari pihak kepolisian terkait dengan proses laporan di antara sesama warga desa, termasuk meminta penjelasan di depan forum tentang alat bukti tuduhan korupsi dan wanprestasi. Selama acara itu, AWK juga banyak mendapatkan masukan dari Bendesa Adat Bugbug yang turut memberikan informasi tambahan terkait masalah internal di desa. Dan pada akhirnya sejumlah rekomendasi pun diberikan oleh Senator AWK. ‘’Saya merasa bahwa masalah internal ini harus diselesaikan secara internal dan tidak melibatkan orang luar desa, termasuk juga sesama warga desa, satu saudara tidak melaporkan hal ini kepolisian. Ada baiknya, semua data di-cross check,
semua tuduhan wanprestasi dan korupsi juga dibuktikan di tingkat desa. Kalau sudah memenuhi unsur pidana, baru bisa dilaporkan tapi itu pilihan terakhir. Tolong jaga nama dan wibawa desa adat dan ini penting untuk menjadi contoh bagi anak–anak muda di desa agar melihat bagaimana masalah diselesaikan dengan musyawarah mufakat dengan asas Pancasila,’’ ungkap AWK. Ia pun menyatakan bahwa DPD akan mendukung keputusan dari Kerta Desa yang telah menyelesaikan masalah dengan baik. ‘’Saya ini pendukung militan desa adat di Bali, karena hanya desa adat di Bali merupakan benteng terakhir agama Hindu. Apalagi desa adat sudah menjadi subjek hukum sejak Perda No.4 Tahun 2019. Dan dalam perda juga diamanatkan semangat bahwa masalah yang terkait dengan adat
UKM Jegeg Bagus Wira Medika Bali merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa di lingkungan Stikes Wira Medika Bali kembali menyelenggarakan pemilihan Jegeg Bagus Wira Medika Bali tahun 2020. Pemilihan Jegeg Bagus kali ini mengusung tema ‘’Nawa Inggita Wasistha Drestanta’’ yang memiliki makna kesembilan tingkah laku berdasarkan kepada kebijaksanaan yang bisa dijadikan panutan. Sejak tahun 2018, pemenang Jegeg Bagus Wira Medika Bali menjadi panutan dalam kehidupan kampus dan juga mendapat kepercayaan dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali sebagai Duta Kesehatan (Ambassador Dinas Kesehatan Provinsi Bali). ‘’Finalis berjumlah 18
orang mahasiswa yang terdiri dari 9 jegeg dan 9 bagus dari 9 kota/kabupaten se-Bali telah mengikuti masa karantina dan memperoleh pembekalan dari Kampus, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali untuk meningkatkan pengetahuannya serta pelatihan public speaking, dan soft skill untuk mendapatkan jegeg bagus yang berkarakter,’’ ucap Ketua Panitia I Gede Angga Darma Yoga. Grandfinal Jegeg Bagus Wira Medika Bali 2020 dilaksanakan di Bhumiku Convention Center dan berlangsung sangat meriah. Tidak hanya dihadiri Ketua Yayasan Dr. I Nyoman Gede Astina dan Ketua Stikes
Wira Medika Bali beserta jajarannya, grandfinal juga dihadiri OPD Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Pariwisata Provinsi Bali, BNN Provinsi Bali, Pimpinan Ormawa Kampus serta Jegeg Bagus Kampus se-Provinsi Bali dan Jegeg Bagus Duta Kota/ Kabupaten se-Bali. Ketua Stikes Wira Medika Bari Drs. I Dewa Agung K. Sudarsana mengatakan, ‘’Teruslah bekarya anak-anakku, kami bangga dengan kalian semua khususnya pemenang yang nantinya akan langsung dimandatkan menjadi Duta Kesehatan Provinsi Bali dan Duta Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali. Jagalah baik-baik mandat tersebut sehingga bermanfaat untuk masyarakat luas.’’
agar diselesaikan lewat internal dan ada yang namanya Kerta Desa. Jika ada pararem yang dianggap kurang bisa diamandemen agar sempurna dan mengakomodir, tapi semangatnya tetap diselesaikan internal. Terkait penguatan desa adat juga disampaikan AWK saat hadir di acara Yadnya Kaulu di Desa Adat Asak. Disambut Ida Bendesa Adat Asak, Senator AWK menyampaikan bahwa Desa Asak sebagai desa adat tua memiliki peran strategis dalam kebudayaan nasional sesuai dengan ajaran Trisakti Bung Karno. ‘’Desa Adat Asak adalah desa tua dengan tradisi yang tidak bisa ditemukan di belahan dunia mana pun. Yang penting segala hal untuk kesejahteraan masyarakat harus kita dukung bersama,’’ ungkap Gusti Wedakarna SATYAGRAHA – Senator DPD-RI Dr. Arya Wedayang juga President The karna hadir di Desa Adat Bugbug dan Desa Adat Hindu Center Of Indonesia Asak, Karangasem dalam tugas pengawasan UU. (THCI). (ad29)
Pemenang Jegeg Bagus Wira Medika Bali sebagai Duta Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Duta Antinarkoba Bnn Bali Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dalam sambutannya yang dibacakan Kabid Kesmas Dinkes Provinsi Bali Dian Nardiani menyatakan, meningkatkan derajat kesehatan masyarakat menjadi lebih sehat dan kehidupan krama dan gumi Bali sejahtera dan bahagia’. Setelah rangkaian grandfinal berakhir maka secara resmi juara pertama I Komang Suka Septiawan dan Kumala Apsari secara resmi menjabat sebagai Duta Kesehatan Provinsi Bali yang didaulat langsung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Sementara juara II dan III resmi didaulat sebagai Duta Antinarkoba Provinsi Bali oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Bali. Pemenang dari ajang ini mendapatkan
hadiah utama berlibur ke Singapura serta voucher menginap di Vrimdavan Ubud Villa serta mendapat bingkisan serta voucher senilai puluhan juta rupiah dari berbagai sponsor. Selain menjalankan tugas sebagai Duta Kesehatan dan Duta Antinarkoba, para
Jegeg Bagus Wira Medika Bali juga bertugas untuk mempromosikan kampus yang pada tahun ini telah membuka pendaftaran penerimaan mahasiswa baru, baik secara offline di kampus maupun online melalui pmb.stikeswiramedika. ac.id. (ad26)
Bali Community - Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita. Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Diah Dewi Redaktur Eksekutif: Parwata Koordinator Liputan: Nyoman Winata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Nyoman Winata, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: IB. Wirawan Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
Senin Wage, 3 Februari 2020
Belum Ada Solusi
Dewan Desak Anggaran Disinfektan Cepat Terealisasi
Tabanan (Bali Post) Kematian lebih dari 500 ekor babi di Tabanan dalam beberapa minggu terakhir, mendapat perhatian serius dari kalangan dewan, khususnya Komisi II DPRD. Dalam rapat dengan Dinas Pertanian Kabupaten Tabana, belum lama ini, disampaikan aksi yang harus dilakukan hanya sebatas penyemprotan disinfektan pada kandang milik warga/peternak. Pasalnya, sampai saat ini hasil penelitian sampel yang dibawa ke BP Vet di Medan (Sumatera Utara) belum turun. Ketua Komisi II DPRD Tabanan I Wayan Lara mengatakan ada usulan dari Distan untuk pengadaan disinfektan sebanyak 1.500 liter dengan anggaran sekitar Rp240 juta lebih. Dia memandang usulan itu harus segera direalisasikan. Alasannya, kejadian itu sudah bersifat emergency. Bahkan dirinya langsung bersurat ke Bupati dan Sekda Tabanan yang ditembuskan ke Ketua DPRD untuk pengajuan anggaran itu. “Saya langsung bersurat ke Bupati dan Sekda. Bahkan saya sendiri yang tanda tangan surat tersebut agar dapat segera dianggarkan,” jelasnya, Minggu (2/2) kemarin. Sebagai langkah awal, pihaknya meminta Distan terus melakukan sosialisasi ke peternak melalui camat maupun perbekel. Menurutnya, kebersihan atau sanitasi kandang babi sangat penting guna
mencegah meluasnya penyakit tersebut. Dari pengaduan yang diterima, ada warga yang rutin membersihkan kandang dan lingkungan sekitarnya. Akibatnya, justru babinya tidak mati. Sedangkan babi yang ada pada tetangganya mati. Pasalnya, kurang menjaga kebersihan kandang babi dan sekitaranya. “Penyakit seperti ini sebenarnya sudah sering dan sejak lama terjadi. Kuncinya kebersihan kandang dan lingkungan sekitaranya. Itu yang harus terus disosialisasikan kepada peternak,” sarannya. Terkait banyaknya ditemukan bangkai babi yang dibuang ke sungai, menurut Lara, masyarakat juga harus terus diedukasi agar tidak melakukan hal konyol tersebut. Masyarakat harus mengubur bangkai babi sehingga tidak menularkan penyakit. “Perlu peran serta semua
masyarakat untuk bisa mencegah wabah ini tidak meluas,” pungkasnya. Kepala Dinas Pertanian Tabanan I Nyoman Budana menyampaikan di Tabanan saat ini ada sekitar 74 ribu lebih babi. Jika asumsi satu liter disinfektan itu bisa untuk 100 ekor babi. Maka dengan anggaran Rp240 juta yang diajukan untuk 1.500 liter disinfektan, maka paling tidak bisa dilakukan selama dua bulan ke depan saja. “Yang kami ajukan ke dewan, agar secepatnya bisa dibantu melalui dana tidak terduga, atau seperti apa, sebab saat ini sudah emergency,” pintanya. Nantinya disinfektan akan disebar ke tiap-tiap desa. Action itu sebagai salah satu langkah awal guna mencegah kian meluasnya jumlah babi yang mati. (kmb28)
JAGA KEBERSIHAN - Mencegah meluasnya babi mati di wilayah Kabupaten Tabanan, para peternak terus diajak untuk menjaga kebersihan kandang dengan disinfektan.
Dianggarkan Rp200 Juta
Disperindag akan Gelar Lima Kali Pasar Murah
PASAR MURAH - Salah satu kegiatan pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Tabanan tahun 2019, dan mendapat respons luar biasa dari masyarakat.
Tabanan (Bali Post) Pasar murah memang rutin digelar menjelang hari besar keagamaan dan hari nasional lainnya. Pasar murah diyakini merupakan salah satu upaya mengantisipasi gejolak harga kebutuhan bahan pokok yang tidak bisa diprediksi. Tahun 2020 ini Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan rencananya menjadwalkan digelar lima kali program pasar murah. Untuk agenda pasar murah telah dianggarkan Rp200 juta. ‘’Tahun ini anggaran pasar
murah sebesar Rp200 juta. Dibandingkan tahun kemarin nominalnya naik sedikit. Tahun 2019 kemarin hanya di angka Rp194 juta,’’ beber Kasi Bina Usaha dan Sarana Perdagangan Disperindag Tabanan Gusti Ngurah Wirawan, Minggu (2/2) kemarin. Lebih lanjut dikatakan, anggaran pasar murah bersumber dari APBD Tabanan. Dengan anggaran itu rencanya pasar murah digelar lima kali selama tahun 2020. Hanya kapan digelar, masih dimatangkan terlebih dahulu.
‘’Pastinya kami fokuskan jelang hari raya besar. Sebab, gejolak harga kerap terjadi jelang hari raya,’’ imbuhnya. Mengawali pelaksanaan pasar murah tahun 2020 rencananya dilangsungkan tanggal 7 Februari 2020, atau menjelang hari raya Galungan dan Kuningan. ‘’Kami pilih berdekatan hari raya, karena tujuan pasar murah itu menstabilkan harga. Tidak hanya memenuhi kebutuhan masyarakat saja,’’ beber Ngurah Wirawan. Agenda pasar murah
Terjatuh Saat Karya Agung Pangurip Gumi
Desa Adat Piling Gelar Upacara ’’Guru Piduka’’ di Tanah Lot KRAMA Desa Adat Piling, Kecamatan Penebel, Tabanan, menghaturkan guru piduka di Pura Luhur Tanah Lot, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Minggu (2/2) kemarin. Upacara ini terkait salah satu warganya bernama Wayan Sugandi (54) yang terjatuh saat ngiring Ida Batara dalam upacara Pamelastian serangkaian Karya Agung Pangurip Gumi, Kamis (30/1). Lalu, di mana dan jenis upakara apa saja dihaturkan untuk nebusin Wayan Sugandi? Bendesa Adat Piling I Made Sutarsa mengatakan sesuai petunjuk Pemangku Gede Pura Luhur Tanah Lot, maka disarankan menghaturkan upakara guru piduka terkait salah satu warganya yang ikut ngiring Ida Batara Pucak Kedaton
terjatuh di areal pura. Mungkin jatuhnya disebabkan karena kesalahan ataupun kelalaian pangiring. Pada prosesi itu dihaturkan Caru Durmangala untuk menyucikan di Beji Pingit Pura Luhur Tanah Lot. Alasannya, saat kejadian ada darah di pura tersebut. ‘’Sebagai bagian karya atau upacara besar, maka ketika ada satu atau dua hal kesalahan, tentunya wajib meminta maaf atau ngaturang guru piduka. Nah… kebetulan warga kami yang jatuh,’’ terangnya. Tidak hanya ngaturang upacara guru piduka dan pacaruan durmangala pada kesempatan itu juga dilakukan upacara ngulapin/ nebusin yang dilakukan Jro Mangku Pura Dalem Desa Adat Piling selaku Ketua Pemangku di desa setempat. Prosesinya tepat dilakukan di lokasi tempat jatuhnya Sugandi. Tujuan agar dapat mengembalikan kekuatan warga yang jatuh itu supaya proses kesembuhannya bisa lebih cepat. Terkait kejadian, kata Made
Sutarsa, panitia karya juga telah membantu dana sosial Rp2 juta. Bantuan itu diterima pihak keluarga Wayan Sugandi yang mengalami patah tulang saat iring-iringan melasti tiba di Pura Luhur Tanah Lot. Seluruh biaya perawatannya ditanggung panitia induk yang Ketua Umum Panitia Karyanya adalah Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya. Seperti diberitakan sebelumnya, Wayan Sugandi adalah salah satu krama yang ikut iring-iringan pamelastian dan panyunggi di Pura Pucak Kedaton. Ia bernasib apes, jatuh dari tebing dengan ketinggian sekitar tujuh sampai delapan meter. Akibat kejadian itu Sugandi mengalami patah tulang pada pangkal paha kiri dan juga pergelangan tangan kirinya. Secara umum saat tiba di Rumah Sakit Tabanan ia dalam kondisi baik dan sadar. Saat Sugandi diperiksa tidak mengalami cedera kepala dan perdarahan bagian dalam. Saat ini Sugandi sudah menjalani operasi penyambungan dan pemasangan pen, Jumat lalu. (bit)
NGULAPIN - Upacara ngulapin/ nebusin, Minggu (2/2) kemarin, di tempat jatuhnya salah seorang pengiring pada upacara pamelastian, belum lama ini.
menjelang Galungan digelar di Kecamatan Penebel. Alasannya, Kecamatan Penebel belum pernah disasar kegiatan pasar murah. ‘’Pasar murah di Penebel hanya digelar sehari dengan mekanisme konsumen membeli kupon di tempat kegiatan. Kemudian ditukarkan dengan paket sembako, mulai
dari beras, minyak goreng, telur, dan lainnya,’’ terang Ngurah Wirawan. Untuk pasar murah, Disperindag sendiri akan menggandeng sejumlah OPD terkait. Demikian juga pedagang yang menjual keperluan hari raya, seperti Perusda Dharma Santika dan penjual elpiji. (kmb28)
Senin Wage, 3 Februari 2020
Dahan Beringin Timpa Bangunan di Pura Penataran Erjeruk Dua Warga Luka-luka
Gianyar (Bali Post) Warga dikejutkan dengan peristiwa patahnya dahan pohon beringin di Desa Puhu, Kecamatan Payangan, Sabtu (1/2) malam. Dahan berukuran besar itu menimpa bangunan di Pura Penataran Erjeruk desa setempat. Akibat kejadian tersebut, dua warga setempat, I Wayan Tempo dan I Ketut Yodana, tertimpa reruntuhan bangunan. Beruntung kedua warga hanya mengalami luka ringan dan langsung dilarikan ke Puskesmas Payangan untuk mendapatkan pengobatan. Menurut informasi, dahan beringin itu patah dan menimpa bangunan di bawahnya sekitar pukul 20.00 Wita. Saat itu hujan cukup lebat. Tiba-tiba salah satu dahan pohon beringin patah menimpa bale pawedan, perantenan, dan bale paruman di areal Pura Penataran Erjeruk. Saat kejadian dua orang warga, I Wayan Tempo dan I Ketut Yodana, berteduh di salah satu bangunan yang roboh tertimpa dahan beringin tersebut. Akibatnya, dua warga ini tertimpa reruntuhan. Keduanya lantas dilari-
Peternak Rugi Puluhan Juta Rupiah Gianyar (Bali Post) -
Kasus kematian babi secara mendadak makin meluas di wilayah Kabupaten Gianyar. Setelah puluhan babi dilaporkan mati mendadak di Banjar Abasan, Desa Singapadu Tengah, Kecamatan Sukawati, kini kasus serupa juga terjadi di Banjar Mas, Desa Sayan, Kecamatan Ubud.
Bali Post/kmb35
PATAH - Proses evakuasi dahan beringin yang patah dan menimpa sejumlah bangunan di Pura Penataran Erjeruk, Desa Puhu, Kecamatan Payangan, Minggu (2/2) kemarin. kan ke Puskesmas Payangan. ‘’Beruntung mereka selamat dan hanya mengalami luka ringan,’’ kata Kapolsek Payangan AKP Gde Sudyatmaja, Minggu (2/2) kemarin. M e n urut Sudyatmaja, malam itu petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan
evakuasi. ‘’Lantaran sudah malam, evakuasi dilanjutkan Minggu pagi,’’ katanya. Pada proses evakuasi, Minggu kemarin, warga setempat ikut membantu petugas membersihkan puingpuing bangunan yang roboh tertimpa dahan beringin. Akibat kejadian ini, kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. (kmb35)
Bali Post/nik
PALEBON - Suasana prosesi palebon Ni Wayan Satri (alm) di Banjar Kalah, Desa Peliatan, Minggu (2/2) kemarin.
Ratusan Krama Ikuti ’’Palebon’’ Ibunda Pemilik BTS
KRAMA Banjar Kalah, Desa Peliatan nampak antusias menyiapkan prosesi upacara Atiwa-tiwa miwah Atma Wedana untuk almarhumah Ni Wayan Satri, di Puri Dukuh Warih Dukuh Suladri (WDS), Banjar Kalah, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Minggu (2/2) kemarin. Jenazah ibunda dari pemilik Bebek Tepi Sawah (BTS) I Nyoman Sumerta atau yang kini dikenal dengan panggilan Jro Dukuh Sumerta ini diusung menggunakan bade tumpang pitu menuju tempat berlangsungnya upacara palebon di Setra Desa Adat Peliatan, Ubud. Posesi upacara Atiwa-tiwa miwah Atma Wedana untuk almarhum Ni Wayan Satri diawali dengan Melaspas Patulangan, dilanjutkan dengan prosesi Nunas Tirta Pangentas. Minggu siang sekitar pukul 11.00 Wita dilaksanakan prosesi Tedun Sawa. Sekitar pukul 12.00 Wita, bade mulai diarak menuju Setra Desa Adat Peliatan. ‘’Sekitar pukul 12.00 Wita kami mulai ke setra, diikuti oleh krama Banjar Kalah, Desa Peliatan dan Sameton Dukuh,’’ ujar Jro Dukuh Sumerta. Prosesi mengiring jenazah almarhumah menuju setra ini diikuti ratusan krama. Krama setempat nampak antusias mengikuti prosesi tersebut. ‘’Kami menyiapkan bade tumpang pitu ini tidak terlalu tinggi, agar menyesuaikan dengan kondisi kabel di sepanjang jalan menuju setra,’’ jelasnya. Jro Dukuh Sumerta mengatakan, bade dan lembu tersebut dibuat dalam kurun waktu satu bulan. Pembuatan bade dan lembu tersebut mengerahkan sejumlah seniman asal Bedulu dan Tampaksiring. ‘’Saya membuat palebon ini berupaya dengan seni yang maksimal. Misalnya untuk lembu dan bade tidak terlalu besar, tapi dibuat yang sangat detail, khususnya pada ukiran,’’ katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, Ni Wayan Satri yang meninggal dunia pada usia 93 tahun ini sudah sejak 15 tahun lalu menderita kencing manis. Namun selama itu almarhumah tetap bisa beraktivitas. Beberapa minggu sebelum meninggal, kondisi almarhumah semakin memburuk, hingga akhirnya dilarikan ke RS Ari Çanti Mas Ubud. Ibu enam anak ini sempat mendapat perawatan selama satu minggu di rumah sakit, hingga akhirnya meninggal dunia.
Kematian Babi Meluas
Meninggalnya almarhumah tentu saja meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga besarnya. Jro Dukuh Sumerta mengatakan, sebelum meninggal, almarhumah sempat berpesan agar anak-anak yang ditinggalkannya selalu rukun bersaudara, dan selalu aktif manyamabraya. ‘’Beliau selalu mengingatkan agar tetap rendah hati. Kalau ada yang melempar kotoran balas dengan
bunga,’’ kenang anak ketiga almarhumah ini. Jro Dukuh Sumerta juga mengenang almarhumah sebagai seorang pedagang yang ulet. Bahkan, ia menghitung almarhumah bisa berjualan dari pagi hingga malam, yakni sekitar 14 jam. ‘’Berkat kegigihan itu beliau mampu membesarkan enam anaknya, menyekolahkannya sehingga seperti sekarang ini,’’ ujarnya. (nik)
Salah satu peternak yang bernasib apes adalah I Nyoman Supata. Enam ekor babi milik peternak ini mati mendadak. Akibatnya, ia mengalami kerugian puluhan juta rupiah. Menurut Supata, sejumlah babi peliharaannya mendadak sakit yang ditandai dengan tidak mau makan. Tiga hari terakhir babinya mati mendadak secara bertahap. “Tiga hari lalu sudah empat yang mati. Hari ini ada dua ekor lagi yang mati. Ada dua babi yang tengah bunting dan satu babi pejantan,” ujar Supata, Minggu (2/2) kemarin. Supata mengaku sudah sempat mencari dokter hewan. Namun tidak mempan. Sejumlah babi peliharaannya tetap mati. “Sudah disuntik, tidak mempan. Diberikan obat juga tidak ada reaksinya,” kata ayah dua anak ini dengan nada pasrah. Supata mengatakan, seluruh babi peliharaannya yang mati itu sudah dikubur. Akibat kejadian ini, ia mengaku mengalami kerugian sekitar Rp25 juta. “Babi yang mati sudah saya kubur,” katanya. Tidak hanya ternak babi milik Supata yang mati secara mendadak. Salah satu tetangganya yang beternak babi juga mengalami hal yang sama. Yakni babi peliharaannya tak mau makan lantas mati secara mendadak. “Tetangga saya juga mengalami nasib yang sama.
Namun jumlah babinya yang mati hanya dua ekor,” katanya. Dikonfirmasi terpisah, Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Gianyar, I Made Santi Arka Wijaya, mengatakan pihaknya masih mendata jumlah babi yang mati di wilayah Gianyar. Ditegaskan, pendataan dilakukan oleh masing-masing UPT Keswan yang ada di masing-masing kecamatan. Dengan begitu, data yang diperoleh lebih rinci dan pasti. “Apakah babi itu terpapar virus African Swine Fever (ASF) atau bukan, kami tidak bisa memastikannya dulu, karena belum ada laporan,” paparnya. Menurut Santi Arka, saat pendataan dilakukan, peternak kerap menyembunyikan kasus kematian babinya. Sehingga hal itu menjadi salah satu kendala bagi petugas untuk melakukan pendataan. “Katanya banyaknya kasus babi yang mati mendadak dapat memengaruhi harga babi. Kasus yang ada di data kami baru kasus yang terjadi di Banjar Abasan, Desa Singapadu Tengah, untuk selanjutnya sampelnya dibawa ke lab,” ujarnya. Menyikapi makin meluasnya kasus kematian ternak babi di Gianyar, kata Santi Arka, pihaknya akan kembali melakukan sosialisasi. Sosialisasi tersebut disampaikan kepada para peternak babi dan
Bali Post/kmb35
MENGUBUR - Peternak sedang mengubur babi yang mati secara mendadak di Banjar Mas, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Minggu (2/2) kemarin. masyarakat untuk mengambil langkah-langkah yang harus dilakukan. “Bagi peternak yang ternak babinya sudah terjangkit penyakit dan mati diimbau secepatnya mengubur babinya yang mati. Jangan membuang ternak yang sudah mati ke sungai, saluràn irigasi dan tempat pembuangan akhir serta jangan menjual ternak sakit atau mati untuk mencegah penyebaran penyakit. Jika kandang sudah kosong, untuk sementara jangan dulu memasukkan babi sampai situasi penyakit sudah terkendali,” katanya mengingatkan. Sementara itu, bagi peternak yang babinya masih sehat dan belum tertular diharapkan dapat melakukan pencegahan
dengan menerapkan biosecurity yang ketat. Caranya dengan tetap menjaga kebersihan dan sanitasi kandang dengan melakukan penyemprotan desinfektan dua kali dalam sehari. Lakukan pengawasan yang ketat terhadap setiap orang yang keluar-masuk kandang. Sebelum dan sesudah masuk kandang agar mandi dan menggunakan pakaian, sepatu dan peralatan lainnya yang sudah didesinfeksi. “Jika babinya akan dijual, jangan dengan peralatannya. Petugas kandang yang mengeluarkan babinya dengan mempergunakan bangsung (keranjang - red) milik sendiri. Semua peralatan yang digunakan harus dilakukan desinfeksi,” tegasnya. (kmb35)
Senin Wage, 3 Februari 2020
Pascalongsor Pura Pastapa
SOSOK Bupati Milenial ERA media sosial mengubah cukup banyak gaya berkomunikasi masyarakat. Tidak hanya masyarakat biasa, kalangan pejabat juga harus mengikuti arus, sehingga belakangan cukup banyak kebijakan dilakukan dengan memanfaatkan media sosial. Tidak sekadar membangun popularitas, tetapi media sosial membuat kalangan pejabat menerima informasi riil langsung dari masyarakat, sehingga pejabat juga harus menyesuaikan diri menyelesaikan persoalan dengan cepat dan tuntas. Situasi ini pula yang membuat Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, terlihat cukup aktif di media sosial. Sosoknya begitu familiar di antara pengguna akun berbagai jenis media sosial. Bahkan, dia kerap menyelesaikan masalah dengan cepat melalui media sosial. Tidak jarang dia juga kerap memanfaatkan konten siaran langsung, saat turun ke lapangan, agar berbagai upaya yang dilakukan, benar-benar tersiar dengan riil kepada masyarakat. ‘’Banyak orang mengira akun saya dikendalikan admin. Tetapi bukan. Akun media sosial ini saya kelola sendiri,’’ kata Bupati Suwirta, Minggu (2/2) kemarin, di mana akun halaman Facebook-nya sudah di-like sebanyak 46.284 akun. Ini sebagai bentuk transparansi kinerja pemerintah daerah. Dengan cara ini, menurutnya, masyarakat merasa lebih puas, karena setiap keluhan, permasalahan dan kritik masyarakat terhadap kinerja pemerintah ditanggapi langsung Bupati Suwirta. Komunikasi dua arah yang dilakukan langsung Bupati Suwirta melalui akunnya, membuat popularitasnya di kalangan pengguna media sosial cukup tinggi. Sehingga ini membuat dirinya kerap disebut sebagai bupati milenial. Sebab, pengguna media sosial itu mayoritas datangnya dari kalangan generasi muda. ‘’Saya selalu mengedepankan kerja pesaja (sungguh-sungguh). Apa pun kegiatan pemerintah itu, harus dikerjakan transparan. Ini pula yang membuat masyarakat percaya, saya mampu menyelesaikan masalah,’’ katanya, seraya menyampaikan dia kerap diundang sejumlah kementerian untuk menjadi pembicara sebagai salah satu bupati berprestasi dari Bali. (gik)
’’Pangempon’’ Pura Khawatir Terjadi Longsor Susulan Semarapura (Bali Post) -
Pangempon Pura Bukit Mastapa Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, langsung membersihkan material longsor pada sisi barat pura itu pascalongsor, Kamis (30/1) sore. Material senderan pura yang menjadi bagian Pura Pusat Maha Semaya Ki Mantri Tutuan, Pratisentana Sire Dalem Mengori itu dijauhkan dari lokasi longsor. Kemudian bagian lain dipasangi bambu. Tujuannya untuk mencegah kerusakan makin parah bila terjadi longsor susulan. Salah satu pengurus pura setempat, Nengah Sudiana, mengatakan kerusakan terparah terjadi di sisi barat bangunan pura. Tebing yang longsor itu menyeret tembok pembatas dan mengancam keberadaan bale kulkul serta bangunan sakanem tempat suci pura itu. Untuk mempercepat proses pembersihan longsor, pengurus pura menggunakan alat berat, sehingga perbaikannya cepat bisa dilakukan. Jika terjadi hujan deras lagi, diyakini bangunan lainnya turut tergerus. Apalagi saat ini kondisi tanah sedang labil. Sejumlah tempat suci lain juga mengalami retakretak akibat longsor di sisi barat bangunan. Dengan kerusakan ini, pangempon pura mengalami kerugian ratusan juta rupiah. Padahal, bangunannya baru saja selesai diperbaiki. ‘’Kami harus lakukan perbai-
kan secepatnya. Kalau hujan lagi, bangunan sakanem-nya bisa ikut jatuh. Puranya segera diperbaiki melalui urunan warga setempat dan dari bantuan kebencanaan pemerintah daerah,’’ katanya. Mengetahui kejadian ini, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Camat Dawan A.A. Gede Putra Wedana meninjau jebolnya senderan panyengker Pura Bukit Mastapa di Banjar Buayang Desa Gunaksa, Minggu (2/2) kemarin. Senderan itu jebol sepanjang 20 meter dengan tinggi sekitar 4 meter. Jebolnya senderan disebabkan hujan deras yang mengguyur Klungkung saat itu. Bupati Suwirta mengatakan pihaknya masih menunggu laporan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung yang turun
LONGSOR - Digunakan alat berat saat membersihkan material longsor di sisi barat pura. pada saat itu, serta dari pangempon pura. Hal itu penting supaya bantuannya bisa dioptimalkan. ‘’Semoga tidak terjadi lagi bencana yang sama. Dan kita selalu dalam lindunganNya,’’ katanya. Senderan pada bagian madya mandala dari sisi barat ini jebol sekitar pukul 17.00 Wita. Saat itu terjadi hujan lebat hampir di seluruh Bali. Perbekel Gunaksa Ketut
Budiarta mengatakan senderan itu jebol, karena debit air yang terlalu besar dari dalam, baik yang datang dari utama mandala, madya mandala dan nista mandala pura setempat. Air menggenang di sana tidak bisa keluar maksimal melalui lubang di sekitar tebing itu. Lubang keluaran air di sana dinilai terlalu kecil. Hal itulah yang memicu terjadinya longsor.
‘’Bale kulkul dan tangga di sisi barat pura ini juga menjadi retak-retak dan rawan jebol,’’ katanya. Melihat dampak hujan lebat ini, Budiarta menyampaikan perlu dibuatkan saluran air lebih besar, agar air yang mengalir dari hulu hilir tidak tertahan di areal pura. Airnya bisa langsung mengalir ke nista mandala dan keluar areal pura. (kmb31)
Klaim BPJS Ngadat
Tunggakan Jasa Pelayanan Ditalangi RSUD TUNGGAKAN jaspel (jasa pelayanan) tercatat sudah berbulan-bulan. Hal itu disebabkan klaim rumah sakit kepada BPJS tak kunjung cair. Tidak pelak kondisi itu membuat pihak pemerintah daerah turun tangan. Bupati Klungkung, Nyoman Suwirta, langsung memanggil Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra dan Direktur RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma ke rumah jabatan (RJ) Bupati Klungkung, Minggu (2/2) pagi. Bagaimanakah penyelesaian BPJS itu harus dicarikan solusi efektif agar jasa pelayanan yang dilakukan bisa dibayarkan ke RSUD? Bupati pada kesempatan itu ingin membahas dan mencarikan solusi atas permasalahan krusial sehingga tidak terus berlarut-larut. Dalam pertemuan itu, terkuak tung-
gakan pembayaran jasa pelayanan yang belum dibayarkan. Penyebabnya, klaim rumah sakit belum dibayarkan dari pihak BPJS. Melihat kondisi tersebut, Bupati Suwirta
mengambil langkah strategis untuk melunasi pembayaran itu. Bupati Suwirta meminta agar segera dilunasi menggunakan fasilitas dana talangan RSUD, sehingga jaspel bisa dibayarkan. ‘’Penggunaan sistem dana talangan sebetulnya sudah masuk peraturan menteri kesehatan. Sangat dimungkinkan BLUD menggunakan dana talangan,’’ kata Bupati Suwirta. Proses ini dilakukan bekerja sama dengan bank. Maksudnya, dengan cara dipinjamkan dulu. Kemudian beban yang timbul akibat peminjaman tersebut, akan tertutupi bunga yang diberikan BPJS kepada rumah sakit. Selanjutnya
rumah sakit membayarkan bunga peminjaman dari bank, yang digunakan untuk dana talangan tersebut. Dengan sistem dana talangan ini, pihaknya langsung memerintahkan Dirut RSUD menuntaskan permasalahan tersebut. ‘’Untuk sisa pembayaran jaspel lagi tiga bulan terakhir, sudah saya tugaskan direktur segera menuntaskan pembayarannya, dengan mensingkronisasikan sesuai aturan yang berlaku. Penting agar tidak ada tunggakan jaspel lagi,’’ tegas Bupati Suwirta. Pihaknya juga menambahkan, setelah persoalan ini dapat diselesaikan, tahun 2020
pembayaran jaspel nantinya menggunakan e-jaspel, agar para petugas medis dan nonmedis bisa mengetahui dari mana pendapatan yang dia peroleh. Dirut RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma menjelaskan, total jaspel yang belum dibayarkan kepada petugas di RSUD Klungkung sebesar Rp6 miliar, terhitung selama tiga bulan terakhir. Pihaknya menyampaikan seluruh prosedur sudah dilakukan dengan benar sesuai aturan yang berlaku. Tetapi pihak BPJS belum memberikan klaimnya terkait jaspel dari petugas medis ini. Sesuai arahan yang dilakukan Bupati Suwirta, pihaknya
JASPEL - Sejumlah pasien saat mendapat perawatan di RSUD Klungkung. Jasa pelayanan (jaspel) dari pegawai setempat, sementara akan ditalangi pihak rumah sakit. sepakat, tunggakan jaspel tersebut akan dibayarkan menggunakan dana talangan, bekerja sama dengan pihak bank sebagai penyedia dana.
Sehingga apabila klaim sudah dibayarkan BPJS, maka dana itu akan digunakan membayarkan pinjaman dana talangan itu. (gik)
Senin Wage, 3 Februari 2020
15 Februari, ’’Deadline’’ Pengerjaan Pasar Amlapura Barat Amlapura (Bali Post) -
Pengerjaan proyek bangunan Pasar Amlapura Barat hingga kini masih berlangsung. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Karangasem meminta para pekerja mampu menyelesaikan proyek sampai batas waktu tambahan yang telah diberikan. Mengingat, deadline atau batas akhir pengerjaan proyek pasar tersebut hingga 15 Februari mendatang. Dikonfirmasi Minggu (2/2) kemarin, Kepala Disperindag Karangasem, I Wayan Sutrisna, mengatakan sampai saat ini para pekerja masih berkutat untuk menuntaskan pengerjaan pasar tersebut, karena masih ada sejumlah bagian yang belum bisa diselesaikan. ‘’Bagi bagian yang sudah diselesaikan 100 persen, kami akan lakukan serah terima akhir pekerjaan atau FHO (Final Hand Over - red). Sehingga apabila ada kekurangan pengerjaan, supaya segera bisa diambil langkah-langkah selanjutnya,’’ ujarnya. Untuk mengetahui progres pembangunan pasar, katanya, pihaknya terus melakukan monitoring ke lapangan. Sejuah ini, pengerjaan pasar sudah memasuki tahap finishing. Tetapi, ada juga beberapa bagian yang belum mampu dituntaskan. Di antaranya pemasangan kosen yang belum lengkap dengan jendelanya. Untuk itu, pihaknya berharap kepada para pekerja bisa bekerja lebih cepat lagi supaya pengerjaan bisa cepat diselesaikan. Termasuk pengawas juga diharapkan bisa bekerja lebih koperatif dalam melakukan pengawasan demi kelancaran pembangunan agar cepat selesai. ‘’Dari hasil pemantauan, para pekerja sudah mulai mengerjakan tahap finishing pasar di bagian depan. Kalau finishing di bagian samping sudah hampir selesai, ting-
gal disempurnakan lagi sedikit. Para pekerja diharapkan mampu menyelesaikan pembangunan sampai batas waktu tambahan yang diberikan, karena deadline pengerjaan pasar sampai 15 Februari. Jadi, pekerja masih memiliki waktu selama 13 hari ke depan. Waktu ini harus dimanfaatkan dengan baik untuk menuntaskan pembangunan,’’ tegasnya. Apabila sampai batas waktu yang ditentukan pembangunan belum mampu dituntaskan, Sutrisna menegaskan, kontraktor kembali akan dikenai penalti sesuai aturan yang berlaku. ‘’Kalau belum juga selesai, tetap didenda. Sekarang juga kontraktor akan terus dikenai penalti sampai proyek bisa diselesaikan,’’ katanya. Sutrisna mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan kapan para pedagang bisa menempati pasar anyar tersebut. Sebelum memasukkan para pedagang, pihaknya terlebih dulu melakukan koordinasi dengan pengelola pasar termasuk dengan para pedagang. Dalam hal ini, menempatkan para pedangan buah, rempah-rempah dan lainnya. ‘’Kami juga perlu menyediakan fasilitas awal berupa meja karena itu mesti dipersiapkan untuk para pedangan. Namun untuk saat ini, kami lebih fokus untuk menuntaskan pembangunan pasarnya,’’ ujarnya. (kmb41)
Pencairan ADD dan DD Tunggu Perbaikan Perbup Amlapura (Bali Post) Desa-desa yang ada di Kabupaten Karangasem hingga kini belum menerima Alokasi Dana Desa (ADD) dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD). Penyebabnya, sampai saat ini proses perbaikan perbup untuk pencairan dana tersebut masih berlangsung. Kepala DPMD Karangasem, I Nengah Mindra, mengungkapkan ADD tahun 2020 ini memang belum disalurkan ke desa-desa yang ada di Karangasem. Dana belum bisa dicairkan karena masih menunggu proses perbaikan terhadap perbup sebagai dasar hukum untuk dapat mencairkan dana tersebut. “Saat ini masih ada perbaikan perbup di Bagian Hukum,” ujar Mindra, belum lama ini. Mindra berharap proses perbaikan perbup bisa secepatnya diselesaikan di Bagian Hukum. Jika, perbaikan itu sudah selesai, maka ADD bisa segera dicairkan. Dikatakan, penyaluran ADD dilakukan secara bertahap, yakni sebanyak empat kali. “Kami upayakan secepatnya ADD bisa diberikan ke desa. Kami berharap dana tersebut sudah bisa diberikan ke masing-masing desa pada Februari ini. Nominalnya belum bisa dipastikan karena ada di perbup,” katanya. Menurut Mindra, pemberian ADD untuk masing-masing desa jumlahnya bervariasi. Pemberian ADD disesuaikan dengan luas wilayah, jumlah penduduk dan tingkat kemiskinan di desa setempat. “ADD yang disalurkan untuk menanggulangi kemiskinan dan pembangunan perekonomian di desa, termasuk menekan angka stunting,” jelasnya. Ia menambahkan, tidak hanya ADD yang belum disalurkan. Dana Desa (DD) dari pemerintah pusat juga belum bisa dicairkan karena masih menunggu perbup. Pencairan DD akan dilakukan tiga tahap. Yakni, tahap pertama 40 persen, tahap kedua 40 persen dan tahap ketiga 20 persen. “Penyaluran DD itu dari kas negara ke kas umum daerah. Setelah itu baru disalurkan ke desa,” jelasnya. Mindra mengharapkan masing-masing desa mampu melihat potensi-potensi yang bisa dikembangan di desanya. Sehingga, pembangunan melalui DD bisa difokuskan untuk kemajuan masyarakat setempat. (kmb41)
Bali Post/kmb41
PASAR - Proses pengerjaan proyek Pasar Amlapura Barat sampai saat ini masih berjalan. Batas waktu pengerjaan proyek dipatok hingga 15 Februari mendatang.
Ngamuk, ODGJ Diamankan Satpol PP Amlapura (Bali Post) Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karangasem kembali mengamankan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), Sabtu (1/2) malam. Abdul Rahmah dari Lingkungan Dangin Sema diamankan petugas karena mengamuk dan memukul orangtuanya. Yang membuat warga makin ketakutan, ODGJ yang kini sudah dibawa ke RSJP Bangli itu juga membawa parang. Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Karangasem, I Gede Arianta Pariatna, membenarkan pihaknya telah mengamankan ODGJ pada Sabtu (1/2) malam sekitar pukul 20.00 Wita. Petugas melakukan pengamanan setelah menerima laporan dari kepala lingkungan setempat. ‘’Begitu menerima laporan itu, kami langsung turun ke lokasi,’’ ujar Arianta Pariatna, Minggu (2/2) kemarin. Menurut Arianta Pariatna, ODGJ tersebut sempat ngamuk dan memukul orangtuanya serta membawa parang yang membuat warga setempat ketakutan. Selain
Bali Post/ist
ODGJ - Petugas Satpol PP Karangasem saat membawa ODGJ ke UGD RSUD Karangasem untuk mendapatkan pengobatan. itu, yang bersangkutan juga sering mengganggu warga termasuk sempat ribut dengan penghuni kos di wilayah setempat. ‘’Orangtuanya yang dipukul tidak apa-apa. Saat proses evakuasi dilakukan, tidak ada perlawanan. Mungkin dia ada rasa takut
dengan orang berseragam. Selanjutnya yang bersangkutan langsung dibawa ke UGD RSUD Karangasem untuk proses pengobatan. Dari pihak RSUD Karangasem meminta supaya dia langsung dibawa ke RSJP Bangli,’’ katanya. (kmb41)
Terisolir Saat Hujan Lebat
Warga Banjar Galih Berharap Jembatan Permanen Amlapura (Bali Post)Warga Banjar Galih, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem tak bisa melintas untuk melakukan aktivitas ketika turun hujan lebat. Penyebabnya, akses jalan yang dilintasi merupakan jalur aliran sungai. Kondisi itu mengakibatkan ratusan KK terisolir. Wakil Ketua I DPRD Karangasem, Nengah Sumardi, menjelaskan setiap hujan lebat, warga Banjar Galih yang wilayahnya dikelilingi sungai dipastikan tidak bisa melintas. Pasalnya, jalan tersebut merupakan aliran sungai. Mengingat jalan itu merupakan akses satu-satunya bagi warga untuk melakukan aktivitas. “Kalau terjadi hujan lebat, warga Banjar Galih yang tercatat sekitar 126 KK terisolir. Masyarakat tak bisa keluar, kerja dan sekolah saat hujan. Warga harus menunggu hujan reda lantaraan tidak ada jalan alternatif,” ujar Sumardi, belum lama ini. Sumardi menambahkan, ketika hujan lebat pada pagi
hari, siswa dari Banjar Galih meliburkan diri alias tidak bersekolah. Warga juga tak bisa berdagang. Tetapi jika hujan turun setelah jam pulang sekolah, siswa terpaksa menunggu sampai reda lantaran tidak bisa melintas. Melihat kondisi itu, warga berharap ada pembangunan jembatan permanen. “Untuk jalan di Galih memang harus dibangunkan jembatan, mengingat jalan yang rusak dilalui aliran sungai. Makanya, perlu dibangunkan jembatan. Anggaran yang dibutuhkan untuk membangun jembatan sekitar Rp3 miliar,” katanya. Wakil Ketua III DPRD Karangasem, Wayan Parka, menambahkan jalan tersebut harus secepatnya dilengkapi dengan jembatan permanen. Dikatakan, jembatan menjadi solusi yang tepat agar warga Banjar Galih bisa beraktivitas seperti biasanya. “Kami berharap pembangunan jembatan di Banjar Galih itu segera dianggarkan,” tegasnya. (kmb41)
Senin Wage, 3 Februari 2020
Pakem Data Bangunan ’’Palinggih’’ Isi Kloset
Bangli (Bali Post) – Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (Pakem) Kabupaten Bangli saat ini terus melakukan pendataan terhadap keberadaan warga yang membangun kloset di samping palinggih. Berdasarkan informasi terbaru, selain di Kelurahan Kawan, Bangli dan Desa Bantang, Kintamani, bangunan palinggih yang disandingkan dengan kloset itu juga ditemukan di wilayah Dusun Kayang, Desa Kayubihi. Ketua PHDI Kabupaten Bangli, Nyoman Sukra, mengatakan saat ini Pakem tengah melakukan pendataan di seluruh wilayah. Ia belum mau menyebutkan perkembangan data terkait warga yang membangun kloset di samping palinggih itu. Sukra mengungkapkan hampir
setiap hari ada laporan maupun temuan terkait fenomena itu. Informasi terakhir yang didapatkan, fenomena itu ada di Dusun Kayang, Desa Kayubihi. ‘’Saya belum bisa menyebutkan dulu. Nanti terakhir kalau sudah selesai, baru saya sampaikan semua jumlahnya,’’ kata Sukra saat dihubungi, Minggu (2/2) kemarin. Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bangli itu mengatakan, Tim Pakem sudah punya tahapan-tahapan untuk menyikapi hal itu. Setelah tahap pendataan selesai, tim Pakem selanjutnya melakukan pendekatan personal terhadap pemilik bangunan palinggih yang disandingkan dengan kloset. Tim akan turun melakukan pembinaan terhadap pemilik bangunan.
‘’Jadi tidak selesai di sana. Kami masih akan mohon bhisama ke sulinggih. Apakah itu dibenarkan. Nanti ada pembinaan, pemberian pemahaman, dan tindakan lainnya. Jadi biar tuntas,’’ terangnya. Menurut Sukra, tidak menutup kemungkinan hal seperti ini ada juga di daerah lain. Di tempat terpisah, Ketua Tim Pakem Nur Handayani juga mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan pendataan ke lapangan terkait adanya kloset yang ditempatkan satu areal dengan bangunan suci palinggih. Mengenai data sementara, dia belum bisa menyampaikannya. Nur mengungkapkan, timnya belum lama ini sudah sempat turun langsung ke salah satu warga di Kecamatan Kintamani yang membangun kloset di samping pal-
inggih. Dalam kunjungan itu tim mengonfirmasi langsung alasan mendirikan bangunan palinggih seperti itu. Hasilnya, diketahui penempatan kloset di samping palinggih itu dilakukan pemiliknya karena mendapat mimpi.
Dinamai WC Suci Salah satu pasangan pemilik palinggih berisi kloset, I Wayan Kardi dan Ni Wayan Sulatri, mengatakan tidak ada niat melecehkan agama. Pasangan yang tinggal di Dusun Kayang, Desa Kayubihi, Bangli yang sehari-hari berjualan bakso itu mengaku sudah membuat palinggih berisi kloset itu sejak 2014 lalu. Palinggih itu dinamainya WC suci. Ditemui di rumahnya, Minggu kemarin, Sulatri didampingi suaminya menjelaskan awal mula ia
membuat palinggih berisi WC itu, karena sempat menderita sakit sejenis ayan selama bertahun-tahun. Berbagai macam pengobatan sudah dijalaninya, baik secara medis maupun nonmedis. Namun tidak juga membuahkan hasil. Sempat pasrah, pada suatu hari Sulatri mencoba menjalani pengobatan di Desa Pengotan, Bangli. Dari sana, perempuan dua anak itu disarankan malukat dan muspa di wilayah Banjar Kembang Sari, Desa Satra, Kintamani. Ia mengaku dibimbing seseorang bernama Gusti Gede Ardana. Setelah tiga kali menjalani ritual malukat dan muspa di sana, dia kemudian berhasil sembuh. ‘’Setelah sembuh itu, saya bermimpi. Dalam mimpi itu saya diminta membuat palinggih dengan kloset di sampingnya,’’ ungkapnya. (kmb40)
Bali Post/kmb40
DIGANTI KENDI - Kloset jongkok yang sebelumnya ditempatkan di sebelah palinggih kini sudah ditutup dan diganti dengan kendi.
Senin Wage, 3 Februari 2020 BAMBU - Wakil Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG., menanam bambu tabah di kawasan Danau Buyan, Minggu (2/2) kemarin.
Bambu Tabah Ditanam di Kawasan Danau Buyan
Singaraja (Bali Post) Memasuki musim hujan tahun ini, pemerintah daerah menggalakkan gerakan penghijauan. Seperti yang dilakukan Minggu (2/2) kemarin, sebanyak 1.000 pohon bibit bambu tabah ditanam di pinggir Danau Buyan, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada. Penanaman ini dilakukan bersama Ikatan Alumni Universitas Udayana (Ikayana) sebagai rangkaian perayaan HUTnya yang ke-45 tahun 2020. Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. mengatakan, gerakan menanam tidak saja dilakukan pemerintah, tetapi dukungan dari semua stakeholders, seperti Ikayana. Dengan demikian, akan semakin banyak bibit pohon yang bisa ditanam di musim hujan ini. Untuk mendapatkan hasil penghijauan yang optimal, maka penanaman bibit dan pemeliharaan diharapkan memerlukan partisipasi semua pihak. Dengan demikian, bibit pohon akan lebih banyak hidup, sehingga programnya tidak sekadar serimonial.
‘’Saya menyambut positif karena kalau kawasan seperti di Danau Buyan ini vegetasi tanamannya terjaga, maka manfaatnya resapan air berfungsi maksimal dan mencegah gangguan lingkungan di danau ini,’’ katanya. Ketua Ikayana Prof. Suparta Utama mengatakan, alasan menanam di Danau Buyan karena belakangan ini danau di Bali Utara itu mengalami permasalahan lingkungan yang kompleks. Untuk itu, partisipasi para anggotanya menanam bibit bambu tabah ini diharapkan turut membantu memulihkan resapan air dan mencegah tanah longsor yang menimbulkan pendangkalan di areal danau. Tidak hanya menambah vegetasi tanaman, wujud partisipasi Ikayana adalah menjaga populasi ikan air tawar di danau. Ini ditunjukan dengan menebar sejumlah jenis ikan air tawar. Selain menjaga kelestarian ekosistem air tawar, ikan ini nantinya dapat memberi manfaat positif bagi warga di sekitar danau. (kmb38)
Perbekel Mesti Susun RPJMDes Memihak Kepentingan Masyarakat Singaraja (Bali Post) -
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDesa) merupakan dasar kebijakan pembangunan pemerintahan desa. Dokumen ini wajib dijalankan perbekel desa bersama perangkatnya. Agar RPJMDesa berkualitas dan memihak kepentingan masyarakat, diperlukan pendampingan dari pihak ketiga.
Di Buleleng sekarang ada 15 desa model dan 114 desa dampak dampingan Yayasan Maha Bhoga Marga. Salah satunya, Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada. Setelah didampingi tahun 2015 lalu, pemerintahan desa ini mampu menyusun RPJMDesa untuk mengelola potensi seperti pertanian, perkebunan bidang pariwisata, program pengentasan kemiskinan, dan mengakomodir konsep adil gender.
Ketua Divisi Advokasi dan Kesehatan Yayasan Maha Bhoga Marga, Gede Eka Wirantoyo, akhir pekan lalu mengatakan, sebelum memberi pendampingan, pihaknya melakukan survei untuk melihat persoalan yang terjadi di lapangan. Seperti di Desa Wanagiri dari survei yang dilakukan di awal tahun 2015 lalu memiliki penduduk kurang mampu yang tergolong banyak dibandingkan desa lain. Dari persoalan itu,
kemudian Desa Wanagiri dipilih untuk didampingi. “Kami memberi pendampingan seperti di Desa Wanagiri ini karena ada persoalan seperti kemiskinan. Bersama tim DPMD dan P3MD mendampingi kelompok masyarakat dan perangkat desa dalam merencanakan kebijakan pembangunan, salah satunya mendampingi dalam musdes membahas RPJMDesa,’’ katanya. Menurut Gede Eka Wirantoyo, RPJMDesa adalah dokumen penting, sehingga wajib disusun oleh desa. Untuk itu, perbekel terpilih setelah 3 bulan dilantik, bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat wajib menyusun RPJMDesa yang berkualitas dan berhubungan dengan kebijakan pemerintah di atasnya. Selain
itu, dalam menjalankan roda pemerintahan perbekel dan perangkatnya dituntut memahami perundang-undangan yang kerap kali mengalami perubahan. Selain pendampingan menyusun RPJMDesa, Gede Eka Wirantoyo menyebut, desa-desa di Buleleng sekarang difasilitasi mengelola sistem informasi desa berbasis web site desa. Ini dilakukan bekerja sama dengan Bappeda, Dinas PMD, dan Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik dan Dinas Sosial. Dengan program ini, desa memiliki data pemerintahan akurat. Sementara itu, Perbekel Desa Wanagiri Made Suparanton, S.S .mengatakan, pendampingan oleh yayasan ini adalah kelanjutan dari pemerintahan terdahulu. Sejak didampingi, roda pemerintahan dan kebijakan pembangunan di desanya berjalan baik dan manfaatnya telah diterima masyarakat. Dia mencontohkan, pengelolaan wisata di desanya sudah tertata baik dan pengelolaan sampah, serta terjadi penurunan angka kemiskinan. Dengan pengalaman itu, dirinya terbantu dengan pendampingan dalam menyusun RPJMDesa. (kmb38) MUSDES - Perwakilan warga bersama perangkat Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada mengikuti musdes penyusunan RPJMDesa akhir pekan lalu.
Calon Direktur PD Swatantra Dites Bupati
Ni Made Rousmini
Bali Post/kmb38
Singaraja (Bali Post) Enam calon direktur Perusahaan Daerah (PD) Swatantra telah menjalani assessment. Tes tersebut dijalani pekan lalu dengan materi penyusunan makalah, presentasi dan wawancara. Setelah tahapan ini, calon direktur yang semuanya dari kalangan profesional itu akan menghadapi fit and proper test. Menariknya, tes tahap akhir ini langsung dilakukan oleh Bupati Putu Agus
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Cr PRT wnt bs naik motor, bs masak tgl dlm 085238127777
!!!2Karyawati, 2Sopir SIM A/B1 Mekar Abadi Bangunan, Jl.By Pass 777 Jimbaran (Dekat SPBU)
Dcr Sopir u/ Suplier Jl.Cekomaria Gg.Karya 9. 082247484950
B.BP.004.02.20.0000015
Bag.Inventory Umur 30-40, min D3 Akuntansi Pglmn min 2th dibid Inventory,speak English, bs kerja team.Lam/CV ke: Jl.Tukad Batanghari VII/6A,082145241706 B.BP.001.01.20.0000778
B.BP.004.02.20.0000030
Dicari Wanita Pembantu RT tinggal dalam utk Rumah.Gj 2,5Juta SMS WA 0816571027
semua masuk dan pada intinya para calon sudah menjalani tes semuanya hadir dan menawarkan gagasan memajukan perusahaan,’’ katanya. Menurut Made Rousmini, setelah assessment masing-masing calon ini menghadapi fit and proper test. Tambahan tes ini adalah kebijakan Bupati Putu Agus Suradnyana sebagai owner perusahaan. Fit and proper test ini karena keinginan pemerin-
Villa Seminyak Teknisi Enginer Listrik SMS/WA 081999882123 B.BP.004.02.20.0000014
B.BP.004.01.20.0000828
Cr:Staf Money Changer (Pria), Domisili Dps Hub :08123636456
Dicari S1 Teknik Sipil Lamaran Ke CV Lingga Cipta Disain Konsultan Perencana dan Pengawas Jln.Subali I/9X Semarapura Tengah.Hub/WA:085969083477 Telpon.0366-5581623
Djl Tnh 250 Are Pinggir Jln di Plaga Petang Badung-Bali Hub HP/WA 081337082000
Dicari Lulusan STM utk Bagian Pelaksana Proyek 085108559955
Dicari Tukang Neci/Jahit Serabutan,Wanita.Hub:081999374229
Djl Tanah 200m2 Jl.Turi Gg.Beji Kesiman 375jt/A 087861524618
B.BP.001.01.20.0000731
Cr Terapis Maria Spa Jl.Cemara 30SemawangSanur,082144091777
B.BP.001.02.20.0000007
B.BP.001.02.20.0000025
B.BP.001.02.20.0000031
LOKER
ALUMINIUM
Suradnyana. Anggota pansel lelang jabatan Direktur PD Swatantra, Ni Made Rousmini, Minggu (2/2) kemarin mengatakan, saat menjalani assessment para calon direktur mengikuti tahapan tes dengan baik. Mereka juga melakukan persiapan dengan baik dan mengoptimalkan kemampuan menyampaikan gagasan kalau dipilih menjadi direktur perusahaan. ‘’Sekarang nilainya belum
B.BP.001.01.20.0000749
B.BP.001.01.20.0000663
DIJUAL MOBIL
RUPA-RUPA
PROPERTY DIJUAL TANAH
B.BP.001.02.20.0000010
B.BP.001.01.20.0000834
BIRO JASA
tah mencari sosok calon direktur yang memiliki kemampuan mumpuni mengelola perusahaan. Apalagi, PD Swatantra sejak bertahun-tahun belum menunjukan kelasnya sebagai perusahaan yang menguntungkan melalui realisasi setoran PAD. ‘’Masih menyesuaikan jadwal pimpinan dan memang fit and proper test ini keinginan pimpinan karena ingin mencari calon direktur yang memiliki kemampuan mumpuni,’’
jelasnya. Setelah semua tahapan seleksi diikuti, pansel akan mengumumkan peserta lelang jabatan yang masuk ranking tiga besar. Calon tersebut kemudian diserahkan kepada Bupati untuk dipilih satu dari tiga nama yang masuk ranking tiga besar. Calon yang dipilih, kemudian menggantikan Ketut Siwa yang akan mengakhiri masa jabatannya, 24 Februari 2020 ini. (kmb38)
PROPERTY
PROPERTY
PROPERTY
DIJUAL TANAH
DIJUAL VILLA
DISEWAKAN RUMAH
Djl Tnh 95Are, pinggir Jln di Argo Wisata Bukit Catu Bedugul Tbn-Bali HP/WA 081337082000
Jual Villa Terrace Pavilion Jimbaran Bali,S.Pool,3KT,3KM, Garasi. Rp.1,9M.Hp.08128888867
DkontRmh:3KT,1RT,1RK,2Dpr,2KM Hub.412514,Jl.Gatsu I/51 Dps
B.BP.001.02.20.0000009
Tnh Jl.Tk.Unda No.10A Renon,2A 1M/Are.0811387484/08123928624 B.BP.001.02.20.0000024
B.BP.001.01.20.0000811
B.BP.031.01.20.0000765
BIRO JASA RUPA-RUPA
RmhLT.600M2,LB.850M2,Lt.2SHM Jl.ImamBonjol 197.081236794728
Dana LCair Jmk BPKB/Sertipikat T.412815 / 085337370228
Sy Siap Bntu Byar-Lporan Pajak Blann SPT Thunan NPWP SIUP TDP HP/WA081239026955&081338344155
B.BP.001.02.20.0000021
B.BP.001.01.20.0000655
B.BP.001.02.20.0000023
DIJUAL RUMAH
Senin Wage, 3 Februari 2020
Cek Ruas Jalan di Gunung Sekar
Wabup Kembang Pastikan Di-’’hotmix’’ Tahun Ini
Negara (Bali Post) Sejumlah ruas jalan tahun ini akan di-hotmix. Salah satunya di Jalan Mahoni yang tepatnya berada di Banjar Gunung Sekar, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo. Tahun ini perbaikan jalan di desa segera terealisasi dan sudah teranggarkan dari APBD dengan anggaran Rp2,2 miliar. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan di sela-sela meninjau ruas Jalan Mahoni, akhir pekan lalu. Jalan dengan panjang 1,540 km tersebut menghubungkan Banjar Gunung Sekar, Desa Mendoyo Dauh Tukad hingga Banjar
Yeh Mekecir Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan Jembrana. Jalan ini merupakan penghubung antardesa bahkan antarkecamatan di sisi utara. ‘’Kami sudah sepakati bersama (bersama DPRD), dan sudah dianggarkan melalui dana APBD. Disiapkan anggaran Rp2,2 miliar,’’ ujar Wabup Kembang didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPRPKP) Jembrana I Wayan Darwin. Melihat kondisi kontur tanah yang labil, maka Wabup meminta pengerjaan jalan tersebut menggunakan teknik
betonisasi dengan lebar 3 meter, dengan bahu jalan masingmasing 1,5 meter. Sehingga lebar jalan menjadi 6 meter dan tinggi beton 16 cm dengan kualitas beton yang digunakan K225. ‘’Melihat kondisinya perlu dilakukan normalisasi guna menambah bahu jalan,’’ terang Kembang Hartawan. Menurutnya, pengerjaan Jalan Mahoni yang menghubungkan antardesa ini sesuai dengan harapan masyarakat. Selain meningkatkan konektivitas antardesa, pengerjaan yang rencananya mulai ditenderkan pada awal 2020 itu juga dapat mengembangkan daya dukung eko-
Pilkada
Calon Independen Sepi Peminat Negara (Bali Post) Mendekati waktu penutupan pendaftaran calon kepala daerah (bupati dan wakil bupati) dari jalur non-parpol (independen), KPU Jembrana belum menerima satu pun kandidat. Meski masih terbuka peluang, namun belum ada tanda-tanda ada kandidat yang hendak maju melalui jalur ini. Ketua KPU Jembrana Ketut Gede Tangkas Sudiantara, Minggu (2/2) kemarin mengatakan, untuk pendaftaran calon kepala daerah Jembrana dari jalur independen ini sudah dibuka hingga akhir Februari mendatang. Tetapi, hingga Minggu sore kemarin belum ada satu pun kandidat ataupun tim yang menjalani proses calon nonpartai itu. ‘’Hingga sore ini belum
ada. Semestinya memang ada mekanisme untuk mendaftar. Misalnya untuk masuk ke sistem aplikasi kami, minimal ada pemberitahuan,’’ terang Tangkas. Untuk penutupan pendaftaran calon ini, masih tiga minggu yakni 23 Februari mendatang. Tetapi, secara mekanisme dengan waktu yang mepet ini, semestinya mengikuti mekanisme salah satunya mengambil pendaftaran untuk masuk ke aplikasi yang disediakan KPU. KPU menegaskan setelah tanggal 23 Februari pukul 24.00 Wita, maka peluang untuk mendaftar di jalur independen ini dipastikan tertutup. Ketika memang hal itu terjadi, maka peluang untuk menelurkan
Itu penting disinergikan, diharmoniskan, sehingga perlu ketemu supaya apa yang dipikirkan di provinsi juga sama dengan yang ada di desa. Setahun menjadi penggerak PKK, istri Gubernur Bali itu sudah turun di 57 kecamatan dan desa. Untuk mengefisiensikan waktu maka seluruh pengurus PKK se-Bali diundang dalam pertemuan ini,’’ jelasnya. Sementara saat baru menjabat sebagai Ketua TP PKK Provinsi Bali, PKK hanya
mendapatkan alokasi anggaran senilai Rp 2,6 miliar. Jumlah itu sudah habis mengikuti lomba di tingkat nasional, tetapi tidak lihat program yang menyasar ke masyarakat, yang bersinergi dari provinsi, kabupaten hingga di desa–desa. Kemudian dalam anggaran perubahan mendapatkan tambahan menjadi Rp 6,2 miliar. Tahun 2020 anggaran PKK sudah disetujui sebesar Rp10 miliar per tahun. Dari jumlah itu, Rp 5 miliar untuk kabupaten/kota, masing-masing sebesar Rp 500 juta. Tahun depan, pengalokasiannya dilaku-
Sudah Turun
calon hanya dari jalur partai politik (parpol). Syarat minimal untuk bisa lolos menjadi calon kepala daerah dari jalur independen ini, minimal sebanyak 10 persen dari jumlah pemilih tetap (DPT) terakhir. Atau, bila dilihat dari angka dukungan orang harus mengumpulkan 23.529 pendukung. Dukungan itu juga harus tersebar di 50 persen dari total jumlah kecamatan. Untuk di Jembrana ada lima kecamatan, maka minimal tersebar di tiga kecamatan. Selain itu, secara teknis aturan bilamana saat verifikasi faktual nanti ditemukan ada dukungan yang tidak sesuai harus diganti. Satu dukungan tidak sah harus diganti dua kali lipat. (kmb26)
kan secara proposional. PKK di desa juga diharapkan agar bersinergi dengan kepala desa. Dana desa dalam meningkatkan sumber daya manusia bisa gunakan sebagai dana PKK. Sosialisasi dibuka Gubernur Bali Wayan Koster, menghadirkan sebanyak 1.584 orang. Pemberian BKK ini dalam rangka mendorong gerakan PKK dalam mendukung terwujudnya visi dan misi Pemerintah Provinsi Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru. (kmb16)
Klinik Bandara Ketiganya tidak diizinkan untuk terbang bersama 238 warga lainnya ke Indonesia dengan menggunakan pesawat carter Batik Air dari Bandara Internasional Tianhe, Wuhan, Minggu menjelang subuh, kare-
na suhu badan tiba-tiba naik. Namun setelah mendapatkan perawatan di klinik bandara, kondisi ketiganya berangsur membaik, sehingga langsung dikembalikan ke asrama kampus. Diduga ketiganya kelelahan saat menunggu terbang ke Batam sejak Sabtu (1/2)
sore. Seorang dari ketiganya tinggal di asrama kampus di Kota Wuhan, sedangkan dua lainnya di Xianning yang berjarak sekitar 100 kilometer dari Bandara Tianhe. ‘’Kami tetap memperhatikan mereka dengan mencukupi kebutuhan mereka untuk sepekan ke depan,’’ kata Dubes. (ant)
Senin, 3 Februari 2020 05:00 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 05:30 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Samskara Sarira (3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Aranyaka Parwa (1) 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Bali TV Shop Kalung Omkara 09:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Lejel Homeshopping 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:00 Wita Puja Trisandya
12:05 12:30 13:00 13:30 14:00 14:05 14:30 15:30 16:00 16:05 16:30
17:00
Wita Bali TV Shop Kalung Omkara Wita Berita Siang Wita Klip Bali Wita Ocydia Home Shopping Wita Seputar Bali Terkini Wita Klip Bali Wita Yowana Live Anti Teft Securiti Sistem(ATSS) SMK PGRI 1 Denpasar Wita Bali Channel Tourist TV Wita Seputar Bali Terkini Wita Bali TV Shop Kalung Omkara Wita Nangun Yadnya Karya Rsi Yadnya Padiksan/ Medwijati Guru Mangku Putu Darmawiyasa Lan Biang Mangku Sagung Raka Suci Griya Tegehan Bhujangga Waisnawa Kerambitan-Tabanan Wita Seputar Bali Terkini
17:05 17:30 18:00 18:05 19:00 19:30 20:00 21:00 21:30 22:00 22:05 22:30 23:00 23:05 23:30 00:05
Wita Ocydia Home Shopping Wita Bali TV Shop Kalung Omkara Wita Puja Trisandya Wita Seputar Bali Wita Bali TV Shop Kalung Omkara Wita Orti Bali Wita Wanita Bali Bicara Peran Kelembagaan PKK Wita Bali TV Shop Kalung Omkara Wita Taksu Seni Lukis Pasir, Made Kontenshi Wita Seputar Bali Terkini Wita Bali TV Shop Kalung Omkara Wita Folk Song Wita Seputar Bali Terkini Wita Ocydia Home Shopping Wita Bali TV Shop Kalung Omkara Wita Bali Chanel
nomi warga sekitar. ‘’Kami berharap warga ikut serta mengawasi pengerjaan jalan ini, sehingga bisa tepat waktu dan kualitas fisiknya terjamin, sehingga bisa bertahan lama,’’ harapnya. Kepala Desa Mendoyo Dauh Tukad I Gusti Putu Edyana mengungkapkan jalan ini memang sejak awal menjadi harapan masyarakat. Selain menjadi penghubung antardesa, juga bisa menunjang perekonomian masyarakat sekitar, sehingga mempermudah akses mobilisasi masyarakat. Tidak tergantung dengan jalan yang selama ini ada. (kmb26)
Bali Post/olo
CEK JALAN – Wabup Jembrana I Made Kembang Hartawan saat turun mengecek jalan di Gunung Sekar yang tahun ini dipastikan akan di-‘’hotmix’’. Jalan ini merupakan jalur penghubung antardesa.
Penderita Kusta 18 Orang
Negara (Bali Post) – Hingga awal tahun 2020, penderita kusta di Kabupaten Jembrana tercatat 18 orang. Jumlah tersebut merupakan akumulasi selama tiga tahun terakhir dan semuanya sedang dalam penanganan Dinas Kesehatan Jembrana. Penyakit menular ini sejatinya bisa diobati dan masyarakat bisa terhindar dengan perilaku hidup sehat dan bersih. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Jembrana dr. I Gusti Agung Putu Arisantha, Minggu (2/2) kemarin mengatakan, keseluruhan jumlah penderita kusta di Jembrana itu saat ini sudah ditangani dan mereka bisa sembuh. ‘’Penderita kusta akan sembuh jika minum obat secara teratur. Saat ini obat kusta tersedia di seluruh puskesmas se-Kabupaten Jembrana. Pasien juga tidak dipungut biaya atau gratis. Jadi masyarakat jangan khawatir,’’ ujarnya.
Dinas saat ini gencar menyampaikan ke masyarakat untuk menghapus stigma negatif serta diskriminasi terhadap penderita kusta beserta keluarga. Ditambahkan Arisantha, kusta tergolong penyakit menular menahun disebabkan kuman mycobacterium leprae. Proses penularan terjadi dalam waktu lama saat kontak terus-menerus penderita kusta yang tidak mendapat pengobatan dengan orang lain yang sehat. Gejala awal kusta di antaranya bercak keputihan atau bercak kemerahan di
kulit, mati rasa pada kulit, penebalan atau pembesaran saraf di tangan dan kaki. ‘’Karena sudah mati rasa, tidak terasa gatal. Proses penularan penyakit kusta ini lama. Perlu waktu berbulan-bulan atau tahunan, sehingga muncul gejala pada orang yang ditulari,’’ terangnya. Di setiap puskesmas di Jembrana saat ini bisa menangani penyakit kusta ini, sehingga pihaknya mengimbau kepada masyarakat apabila ada anggota keluarga atau anggota masyarakat yang mengal-
ami tanda bercak di kulit atau mati rasa di kulit segera periksa ke puskesmas terdekat. ‘’Sehingga bisa mendapatkan penanganan segera dan tidak menularkan ke orang lain dan pasien atau penderita tersebut sembuh,’’ tegasnya. Dengan menemukan penderita kusta sedini mungkin, penanganan juga lebih cepat. 18 orang yang saat ini terdata menderita kusta ini ditargetkan bisa sembuh. Dan untuk eliminasi kusta (nol penyakit kusta) Kabupaten Jembrana menargetkan tahun 2024 nanti. (kmb26)
Kenakan Masker
WNI nampak sehat, meski beberapa di antaranya terlihat lelah setelah menempuh sekitar enam jam perjalanan. Seluruh WNI juga terlihat mengenakan masker saat turun dari pesawat. Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau meliburkan seluruh pelajar mulai 3-17 Februari 2020 atau selama WNI di Wuhan dikarantina di daerah tersebut. Wakil
Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti, Minggu kemarin, mengatakan surat edaran dari Sekretariat Daerah Natuna tentang pelajar diliburkan selama dua pekan itu sebagai upaya pencegahan. Pelajar diimbau untuk belajar di rumah, dan menerapkan pola hidup sehat. Pelajar juga diminta untuk tidak beraktivitas di luar rumah selama masa libur. ‘’Kami harus melindungi seluruh warga, termasuk pelajar dan guru,’’ ucapnya. Ngesti menegaskan si-
kap Pemkab Natuna yang menolak WNI di Wuhan dikarantina atau diisolasi. Apalagi jarak antara barak militer di Natuna, tempat WNI asal Wuhan diisolasi itu, dekat dengan perumahan warga. ‘’Hanya berjarak dua kilometer. Bisa ngintip,’’ tuturnya. Ia menegaskan, penolakan itu juga sudah disampaikan kepada Kemenkes. Ia mengemukakan aspirasi warga Natuna harus disampaikannya kepada Kemenkes. Pertama, Pemkab
Natuna minta jaminan kepada Kemenkes agar tidak ada seorang pun warga Natuna yang terjangkit virus itu akibat WNI di Wuhan diisolasi di daerah tersebut. ‘’Ada jaminan, memulihkan psikologis warga yang dalam beberapa hari ini merasa ketakutan,’’ katanya. Ngesti mengaku merasa takut dengan virus itu. Karenanya, ia akan menggunakan masker ketika berada di Natuna. ‘’Besok saya kembali ke Natuna,’’ ucapnya. (ant)
Pengikat Kebudayaan
Gubernur Bali Wayan Koster dengan tegas mengaitkan antara bahasa Bali dengan identitas manusia Bali. Bahasa Bali disebutnya merupakan pengikat kebudayaan dan masyarakat Bali, yang menjadi jati diri serta identitas bagi masyarakat Bali. ‘’Untuk itu, bahasa Bali juga jadi salah satu dasar untuk rencana pembangunan Bali,’’ kata Koster dalam pembukaan Bulan Bahasa Bali, Sabtu (1/2). Bulan Bahasa Bali merupakan salah satu implementasi dari Pergub Nomor 80 Tahun 2018 tentang Penggunaan dan Perlindungan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali. Sebelumnya telah pula dilakukan upaya penggunaan aksara Bali di papan nama kantor, baik pemerintah maupun swasta di Bali. Pentingnya bahasa Bali
sebagai penanda identitas manusia Bali mewajibkan semua pihak di Bali untuk teguh komitmennya pada penggunaan bahasa Bali sebagai sarana berkomunikasi. Kemunduran dalam pemakaian bahasa Bali berarti melemahkan identitas dan kematian bahasa Bali berarti punahnya karakter sosial budaya manusia Bali. Terdegradasinya bahasa Bali akan menjadi ancaman bagi identitas manusia Bali. Kaprodi Sastra Bali Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana (FIB Unud) Dr. Drs. I Wayan Suardiana, M.Hum. menyatakan kegiatan Bulan Bahasa Bali merupakan tonggak penyelamatan dan penguatan budaya Bali. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari semua kalangan, terutama generasi muda. ‘’Artinya, sinergi antara pemerintah dan generasi muda patut disambut dengan upaya-upaya
pemberdayaan agar generasi muda semakin cinta dan mampu memaknai Bulan Bahasa Bali dengan memahami teks-teks warisan leluhurnya,’’ tandas Suardiana, Minggu (2/2) kemarin. Untuk itu, ke depan pemerintah mesti mendorong generasi muda untuk membaca teks-teks yang ada dalam lontar agar mereka paham isinya untuk diterapkan dalam mengajegkan budaya Bali. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan ‘’Kun’’ Adnyana menyatakan pelaksanaan Bulan Bahasa Bali di Taman Budaya Provinsi Bali, 1-27 Februari 2020 akan dijadikan sebagai fundamental aktivitas kebudayaan di Bali sepanjang satu tahun. ‘’Kami memiliki 6.000-an cakep lontar yang kemudian bisa diakses oleh masyarakat untuk dipelajari, dihayati,’’ ujarnya. Itu sebabnya, lanjut Kun, pembukaan Bulan Bahasa
Bali juga dimeriahkan dengan festival nyurat lontar yang diikuti 2.020 peserta. Mulai dari mahasiswa, pelajar, hingga penyuluh bahasa Bali. Lewat festival ini, masyarakat dikenalkan dengan pangerupak hingga daun lontar dengan tingkat kekeringan yang baik. Tahun ini, Bulan Bahasa Bali mengangkat tema ‘’Melarapan Bulan Bahasa Bali Nyujur Atma Kertih’’. Tema ini mengandung visi bagaimana memuliakan dan menyucikan jiwa atau atma. Sedangkan maskotnya Manuk Dewata, yaitu burung yang akan mengantar atma (jiwa) ke surga. ‘’Kami memastikan semua kegiatan Bulan Bahasa Bali berhubungan dengan tema ‘Atma Kertih’, kalau tahun lalu masih belum dibingkai dengan tema. Sajian sendratari hingga isian lomba tahun ini juga terkait dengan tema,’’ imbuhnya. (ata/win/rin)
Senin Wage, 3 FEBRUARI 2020
Nangun Sat Kerthi Loka Bali
Desa Adat Kelating Kembangkan Wisata Budaya
SAWAH mengampar, pantai indah memesona. Itulah potensi besar yang dimiliki Desa Adat Kelating, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Anugerah keindahan alam itu berupaya dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan krama desa melalui pembentukan Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) sesuai dengan amanat Pergub No.34/2019 tentang Tata Kelola Keuangan Desa Adat di Bali. Seperti apa Desa Adat Kelating mengelola potensi desa dan mengimplementasikan program Pemprov Bali melalui visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ Mewujudkan Bali Era Baru? Wisata alam dan budaya, sangat diminati wisatawan, terutama mancanegara. Peluang ini tak disia-siakan Desa Adat Kelating. Dengan memanfaatkan keindahan pantai dan sawah, pengembangan desa wisata terus dilakukan. Desa Adat Kelating pun membangun Baga Utsaha Padruwen Desa Adat (BUPDA) dengan unit wahana wisata ATV. Menarik, pengelolaan wahana wisata ini diserahkan kepada generasi muda yang mau ngayah dan memiliki komitmen memajukan desa. Bendesa Adat Kelating I Dewa Made Maharjana mengatakan, keberadaan BUPDA di Desa Kelating sesuai dengan amanat Pergub bahwa desa diharapkan mampu
mengembangkan diri dalam bidang pariwisata, ekonomi dan SDM. ‘’Wahana wisata ATV ini bekerja sama dengan warga sebagai pemilik ATV dan adat sebagai pengelola. Pengelolaannya kami percayakan kepada generasi muda,’’ ujarnya, Kamis (30/1) lalu. Potensi wisata Desa Adat Kelating juga dilirik oleh investor untuk pengembangan objek wisata sky diving atau terjun payung. Pengembangan wisata ini masih dalam proses pengurusan izin prinsip. ‘’Konsep wisata budaya ini mendukung program pemerintah dan desa adat untuk dapat penghasilan dari desa dan berimplikasi pada pendapatan asli daerah (PAD) kabupaten dan penyerapan tenaga kerja,’’ terangnya. Berdasarkan pengalaman investor yang telah mengembangkan wisata ini di Thailand, per satu tahun bisa mendatangkan 15-30 ribu orang wisatawan. Tentunya, wisata ini akan mengarah pada perkembangan turunan usaha ekonomi kreatif, seperti seni ukir, kuliner, garmen dan parkir. Ke depan wisata yang sudah tergarap ini akan dipadukan dengan seni budaya yang dimil-
Uji Kompetensi Tata Rias Penting Dilakukan
UJI kompetensi penting dilakukan agar lulusan sebuah lembaga kursus dan pelatihan menjadi kompeten dan profesional. Demikian juga uji kompetensi tata rias pengantin. Terkait dengan itu, serangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) WHDI, Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung bekerja sama dengan Harian Bisnis Bali menggelar talkshow ‘’Membangun Keluarga Sehat Mental’’, dirangkaikan dengan pelatihan pusung tagel, tengkuluk lelunakan dan uji kompetensi tata rias pengantin Bali Agung dan Madya, Minggu (2/2) kemarin di Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Denpasar. Kegiatan talkshow ‘’Membangun Keluarga Sehat Mental’’ ini bertujuan untuk mewujudkan SDM unggul,
tidak hanya dari fisik namun juga mental, sehingga Indonesia maju dapat terwujud. Pimpinan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Agung yang juga Tempat Uji Kompetensi (TUK) Agung, Dr. Dra. Anak Agung Ayu Ketut Agung, M.M., menyampaikan pihaknya memiliki dua TUK Tata Rias Pengantin (TRP) dan TUK Tata Kecantikan Kulit (TKK). ‘’Uji kompetensi ini saya rangkaikan dengan HUT WHDI, agar masyarakat luas mengetahui, tidak asal-asalan menjadi tukang rias tetapi sejak membuka salon minimal mengikuti uji kompetensi level 2. Kemudian untuk menjadi seorang perias pengantin harus mengikuti ujian TRP,’’ paparnya. Ujian kali ini diikuti 25 peserta Uji Kompetensi
Sp
Atlet Biliar PON Latihan Fisik
Made Marsel Tirta
TKK dari SMK Pariwisata Yapparindo Klungkung dan 26 orang uji TRP. ‘’Terima kasih kepada semua pihak khususnya Kelompok Media Bali Post dan Viva Cosmetics yang selalu mendukung kegiatan kita. Saat ini kita harus mencintai produk Indonesia, yang lebih cocok dengan kulit orang Indonesia,’’ ucapnya. Sekretaris LSK Tata Kecantikan Pusat, Nunuk Sri Sunarwati, menyatakan ujian sertifikasi tata kecantikan kulit dirangkai dengan tata rias pengantin. Ujian tata kecantikan kulit kali ini adalah level 2, yaitu perawatan wajah tidak bermasalah dan rias wajah sehari-hari, manicure dan pedicure. Diakui, tata kecantikan kulit ini kurang diminati dibandingkan dengan tata rias pengantin. Seharusnya
sebelum menginjak ke rias pengantin, penata rias harus menguasai teknik dasar yaitu tata kecantikan kulit dan tata kecantikan rambut, baru tingkat berikutnya adalah tata rias pengantin. ‘’Tetapi tidak ada salahnya setelah bisa tata rias pengantin baru mengambil tata kecantikan kulit dan rambut,’’ tukasnya. Ketua DPD Tiara Kusuma Provinsi Bali Ni Ketut Sriati Dana mengatakan, Tiara Kusuma memiliki dua lembaga sertifikasi yaitu lembaga sertifikasi profesi dan lembaga sertifikasi kompetensi. Tiara Kusuma adalah Persatuan Ahli Kecantikan dan Pengusaha Salon Indonesia. Sementara itu, Dr. dr. Anak Ayu Sri Wahyuni, Sp.KJ., ahli kedokteran jiwa/ psikiater, mengatakan membangun keluarga yang sehat mental harus dimulai dari komunikasi. Komunikasi ‘’Six to Nine’’ dari pukul 6 sore sampai 9 malam harus diterapkan dalam rumah tangga. Jadi pada jam tersebut waktunya berkomunikasi dengan keluarga, sehingga pengguna gadget dan televisi dilarang pada jam tersebut. Sementara itu pada kesempatan tersebut, ibu-ibu anggota WHDI dari semua kabupaten/kota se-Bali dilatih membuat pusung tagel sendiri dengan menggunakan rambut palsu serta membuat tengkuluk lelunakan yang dapat digunakan dalam berbagai kegiatan keagamaan. (kmb)
Denpasar (Bali Post) Bali meloloskan empat pebiliar PON terdiri atas tiga atlet putra yakni Irwan Limardi, Made Marsel Tirta, Oei Kim Han serta seorang atlet putri Dhitya Octora. Mereka mulai menjalani latihan fisik dengan melakukan jogging di seputaran Lapangan Renon, Sabtu (1/2) lalu. Wakil Ketua Pengprov POBSI Bali Willy Soedarno, di Denpasar, Minggu (2/2) kemarin menjelaskan, penggenjotan fisik dan stamina akan dilakukan rutin tiap Selasa, Kamis dan Sabtu, mulai pekan depan. ‘’Latihan fisik ini sekaligus sebagai persiapan, mengingat KONI Bali akan melakukan tes fisik pada akhir Februari ini,’’ jelas Willy. Menurutnya, seorang pe-
biliar memerlukan ketahanan fisik yang prima. Pasalnya, mereka harus berdiri saat bertanding. ‘’Bahkan pebiliar memerlukan konsentrasi dan fokus yang tinggi,’’ ungkapnya. Apalagi, pebiliar dalam sehari bisa bertanding beberapa kali, hingga menuntut fisik dan stamina yang tangguh serta kebugaran tubuhnya. Willy bersama Ketut Erawan dipercaya melatih atlet PON, baik latihan fisik maupun teknik, yang biasanya digelar di Obrigado. Dikemukakan, trio pebiliar PON yakni Irwan, Marsel dan Dhitya mengikuti turnamen bola -9 di Pemogan. ‘’Ketiga atlet ini turun di nomor pool, sedangkan Oei Kim Han merupakan satu-satunya atlet snooker,’’ terangnya. (022)
UKIR - Usaha kerajinan ukir di Desa Adat Kelating. iki, seperti kesenian Tektekan dan Barong Calonarang, tari Legong lepas dan tari Wayang Wong. Di samping juga seni ukir dan usaha pembuatan banten. ‘’Banyak geria di sini yang mengoordinir dan ada kelompok banten. Kelompok banten ini diberdayakan untuk ekonomi kerakyatan. Sehari dua hari dibutuhkan, banten langsung ada. Bahkan sering ada pesanan dari luar,’’ terangnya. Di tengah upaya mengembangkan potensi wisata budaya ini tentu ada kekhawatiran adanya degradasi budaya Bali, karena adanya kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang membawa budaya masingmasing. Untuk mencegah agar budaya Bali tidak mudah terdegradasi, telah dikuatkan dengan pararem. Desa Adat Kelating tidak mengeluarkan izin pendirian bangunan perumahan serta pembangunan pasar modern. ‘’Kami sudah memiliki pararem untuk memperkuat desa adat. Jika desa adat sudah kenceng, kami
mohon pemerintah di atas jangan kendur,’’ pungkasnya. Program Pemerintah Menjawab pertanyaan Wartawan Utama Bali Post Satria Naradha terkait program Pemprov Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’, Bendesa Adat Kelating Dewa Made Maharjana mengatakan, pihaknya sudah mulai melaksanakan program pemerintah tersebut. Di antaranya dalam bidang palemahan, desa adat telah melaksanakan kegiatan gotong royong menjaga kebersihan lingkungan dari serbuan sampah, utamanya sampah plastik. ‘’Kami telah melaksanakan kegiatan Bali resik agar lingkungan tetap bersih dari sampah,’’ ujarnya saat kegiatan Sosialisasi Program Pemprov Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ Mewujudkan Bali Era Baru, di Wantilan Desa Adat Penarukan, Selasa (28/1) lalu. Demikian halnya program strategis Pemprov Bali untuk menggali dan mengembangkan kesenian wali, bebali dan balih-
Bali Post/bit
balihan, Desa Adat Kelating berupaya menghidupkan kesenian yang hampir punah. Desa Adat Kelating memiliki tari wali yang sudah tidak aktif lagi yakni Baris Gede. Tari wali ini akan dibangkitkan lagi untuk melengkapi kegiatan upacara keagamaan pada tahun-tahun mendatang. ‘’Terkait tari wali yang punah ini kami sudah berkoordinasi tentang bagaimana tata caranya, apakah ke Dinas Pemajuan Masyarakat Adat atau Dinas Kebudayaan. Kami sudah inventarisir apa yang harus dilakukan,’’ terangnya. Sementara dalam upaya meningkatkan kualitas dan melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dengan pembangunan PAUD/TK bernuansa Hindu, pihak desa adat akan berkolaborasi dan melakukan koordinasi dengan desa dinas. Sedangkan untuk kegiatan Bulan Bahasa Bali, sudah pula dikoordinasikan dengan sejumlah Sekolah Dasar di Desa Kelating. ‘’Sudah kami persiapkan. Tinggal action saja,’’ ucapnya. (bit)
Desa Kemenuh Tawarkan ’’Monkey River’’ UBUD, Gianyar tak hanya terkenal dengan alamnya yang indah, tetapi juga kemacetan lalu lintasnya menjadi perhatian publik belakangan ini. Desa Kemenuh yang merupakan tetangga Ubud menawarkan solusi memecah kemacetan di daerah wisata ini, terutama di kawasan monkey forest. Bendesa Adat Kemenuh Ida Bagus Putu Alit menyampaikan, saat ini pihaknya sedang menata monkey river yang letaknya di lingkungan Desa Kemenuh, di bagian utara Pura Dalem, Kemenuh. Potensi alam yang indah di kawasan itu, termasuk hutan yang masih terjaga, mengundang para kera menghuni kawasan itu. Di belakang hutan, ada air dari Tukad Petanu yang mengalir. Di antara sungai ada pura beji. ‘’Di sanalah kita tanam pepohonan sekitar 10 tahun yang lalu. Pohon itu tumbuh berkembang dengan baik, yang sebelumnya ada beberapa lahan yang tidak tergarap. Itulah dulu yang kita rencanakan untuk dijadikan monkey river atau monkey forest,’’ tuturnya,
Minggu (2/2) kemarin. Sama halnya dengan Monkey Forest Ubud, Monkey River Kemenuh juga memiliki konsep wisata yang sama. ‘’Kalau kita ke Ubud macetnya kan luar biasa. Tapi kalau kita sudah bisa bangun objek ini, tentu akan bisa kita bagi. Yang mau lihat monkey forest di Ubud, bisa kita alihkan ke monkey river,’’ ucapnya. Desa Kemenuh kerap dilalui wisatawan yang akan ke Ubud. Apalagi posisinya berada di kawasan segi tiga pariwisata yaitu
Sukawati, Ubud dan Kemenuh. Dari sanalah pihak desa juga ingin mengembangkan ekonomi kreatif masyarakat Kemenuh agar juga sejahtera secara ekonomi. Di desa ini juga ada air terjun Tegenungan yang sudah banyak dikunjungi wisatawan, baik domestik maupun internasional. Taman kupu-kupu yang berada di jalur Jalan Raya Kemenuh merupakan objek wisata lain dari Desa Kemenuh. Taman kupu-kupu juga telah dikembangkan dengan adanya taman anggrek. (may)