Skip to main content

Edisi Minggu 03 Februari 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost (166 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Krama Bali ’’Kedas’’ Sampah Plastik di Kawasan Besakih

Amlapura (Bali Post) Membersihkan Bali dari sampah plastik kini menjadi budaya bagi masyarakat Bali. Belasan ribu krama Bali dari berbagai komponen, Sabtu (2/2) kemarin, terlibat aksi sosial Gerakan Kedas Sampah Plastik (Gedasamtik) di kawasan Pura Besakih. Agenda ini dikoordinir DPP Peradah Bali dan KMHDI Bali. Aksi bersih-bersih sampah ini dilakukan menjelang pelaksaan Karya Agung Panca Wali Krama pada Maret mendatang. Kegiatan yang dipusatkan di depan Pura Basukian itu dibuka langsung Gubernur Bali, I Wayan Koster. Aksi bersih-bersih sampah plastik ini diikuti oleh semua komponen masyarakat di Bali dimulai dari pintu masuk Desa Besakih di Banjar Kedungdung. Kegiatan ini menyisir jalan raya, aliran sungai maupun tempat-tempat suci yang tersebar di sejumlah pura di Besakih. Setelah sampah terkumpul, diangkut menggunakan truk dibawa ke TPA. Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiarta, mengapresiasi atas dilaksanakannya kegiatan ini. Kata dia, sampah memang masih menjadi permasalahan di Besakih. Untuk itu, dengan adanya aksi bersih sampah plastik ini, kawasan suci di Pura Besakah bisa terjaga. “Kami harapkan setelah adanya gekaran ini, krama Bali tidak lagi membawa sampah plastik saat melakukan persembahyangan ke Besakih,” harap Mangku Widiartha. Gubernur Bali, I Wayan Koster, juga mengapresiasi

kegiatan aksi Gedasamtik ini. Apalagi, kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah yang tertuang dalam Peratuan Gubernur (Pergub) No.97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Plastik Sekali Pakai. Kegiatan ini juga sejalan dengan visi dan misinya yang tertuang dalam program Sat Kerthi Loka Bali yakni menjaga kesucian alam semesta beserta dengan sisinya untuk mewujudkan kebahagiaan masyarakat Bali secara sekala dan niskala. Maka dari itu, diharapkan semua wilayah bisa bersih dari sampah plastik. “Kami harap lewat kegiatan ini alam bisa terbebas dari sampah plastik. Program ini sangat bagus dan perlu mendapatkan dukungan dari semua pihak mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten termasuk masyarakat Bali. Jadi, keberhasilan ini harus melibatkan seluruh komponen masyarakat di Pulau Dewata. Sehingga kegiatan ini harus disebarluaskan ke seluruh masyarakat Bali. Supaya kegiatan ini tidak terhenti sampai di sini dan dapat terus berkesinambungan,” ujar Koster. Hal. 11 Perkuat Partisipasi

BPM/kmb41

SAMPAH PLASTIK -Krama Bali dipimpin Gubernur Wayan Koster dan Wagub Cok. Ace melakukan aksi bersih-bersih sampah plastik di kawasan Pura Besakih, Sabtu (2/2) kemarin.

Imlek 2570

Tahun Babi Tanah,Tumbuhkan Semangat Lebih Kreatif TAHUN baru Imlek 2570 pada tahun 2019 yang jatuh pada Selasa (5/2) mendatang merupakan tahun shio Babi Tanah. Menurut kepercayaan warga Tionghoa babi memiliki sifat malas, banyak makan, dan banyak tidur. Hal ini harus dilawan dengan terus menumbuh-

ARCA - Warga Tionghoa membersihkan arca atau patung yang disucikan di Vihara Dharmayana.

kan semangat kreatif dalam kehidupan. Penanggung jawab Vihara Dharmayana, Adi Dharmaja Kusuma, menyebutkan, kalau dimaknai, seperti apa yang disiratkan oleh para pendahulu, maka dari 12 shio, babi dijadikan shio karena mewakili sifatsifat manusia. Oleh karena itu, kita harus bisa menghilangkan sifat-sifat kurang baik tersebut. Pada tahun baru ini, pihaknya berharap semua orang agar lebih bersemangat dalam menjalani keseharian. Dalam arti, berusaha dan lebih bersemangat baik dalam ekonomi, kesehatan, dan keamanan. Karena bagaimanapun juga dalam tahun baru Babi Tanah ini apalagi pada tahun 2019 merupakan tahun politik, tentu harus bisa menyikapi dengan

baik. “Kita jangan meniru sifat babi. Harus tetap semangat dan lebih kreatif dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan keahlian masing-masing,” katanya saat ditemui di Vihara, Sabtu (2/2) kemarin. Menurutnya, menjelang tahun baru Imlek 2570, keluarga besar warga Tionghoa di Banjar Dharma Semadhi, Kuta, Badung, melakukan berbagai persiapan. Seperti yang dilakukan Selasa (29/1) lalu, pembersihan arca atau patung yang disucikan serta altar di Vihara Dharmayana yang terletak di Jalan Blambangan, Kuta. Selain itu, dilakukan pemasangan ratusan lampion dan pernak-pernik menyambut Imlek. Hal. 11 Pergantian Tahun

Menjaga Kesucian Pura Er Jeruk PERHATIAN umat Hindu sejak seminggu ini adalah Karya Padudusan Agung, Segara Kertih, Tawur Balik Sumpah Agung Lan Mupuk Pedagingan Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk, Sukawati. Puncak karya berlangsung pada Budha Kliwon Pahang, Rabu (30/1). Prosesi nganterin akan berlangsung hingga Sukra Wage Krulut (8/2) mendatang. Pura Kahyangan Jagat Er Jeruk di-empon krama Subak Ageng Sukawati (250 KK). Sementara seluruh krama Desa Sukawati selaku pengiring pura. Ketua Panitia, I Nyoman Oka, mengungkapkan bahwa Karya Pedudusan Agung, Segara Kertih Tawur Balik Sumpah Agung Lan Mupuk Pedagingan

di Pura Kahyangan Jagat ER Jeruk terakhir digelar 30 tahun lalu, tepatnya Oktober 1989. Sementara karya kali ini diharapkan bisa menjadi peneduh jagat, menenangkan alam dari berbagai bencana yang ada. “Kita mendoakan kerahayuan jagat,” katanya. Saat itu juga digelar Karya Segara Kertih. Menurut Nyoman Oka, selama ini banyak yang mengotori laut, dari perilaku membuang sampah sembarangan, hingga korban jiwa di lautan. Hal ini membuat laut kotor alam Bali secara sekala dan niskala. Secara niskala laut dibersihkan dengan upacara Segara Kertih. Hal. 11 Empat Kali

BPM/ist

PEDANAN- Umat Hindu saat mengikuti upacara pedanan di Pura Er Jeruk.

Ratu Brayut dan Ratu Panganten

Palinggih Ratu Brayut dan Ratu Pangenten.

BPM/ist

DI madya mandala (jaba tengah) Pura Er Jeruk terdapat beberapa palinggih, antara lain palinggih Ratu Brayut, palinggih Ratu Panganten, palinggih Pura Masceti dan beberapa bangunan lainnya. Yang menarik yakni keberadaan Ratu Brayut dan Ratu Panganten.

Palinggih Ratu Brayut posisinya di bagian sebelah kanan Kori Agung (candi kurung) menghadap ke barat. Bangunan palinggih berbentuk gedong yang terbuka di bagian depan, dan di bagian sisinya yang lain tertutup. Di palinggih ini terdapat beberapa tokoh arca yang

menunjukkan ciri serbagemuk yakni simbol kesuburan. Berupa dua arca pendeta laki/ perempuan yang masingmasing dengan sikap duduk padmasana dan wajrasana; subuah arca badut (lucu) di depan arca pendeta. Hal. 11 Arca Raksasa

Waspadai Cuaca Ekstrem Saat Imlek Denpasar (Bali Post) – Mengapa setiap menjelang dan saat hari raya Imlek selalu disertai hujan lebat. Pertama, dari wuku dan sasih, umat Hindu meyakini hari raya Imlek selalu jatuh setiap sasih kanem, kapitu, kawulu, atau kasanga identik dengan hujan lebat dan angin kencang. Kedua, dari segi klimatologi mulai NovemberApril Indonesia memasuki musim penghujan. Pada perayaan Imlek tahun ini juga berpotensi ter-

jadi cuaca ekstrem. Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi wilayah Indonesia, khususnya di Bali dalam sepekan ke depan masih berpotensi hujan. Bahkan, pada hari raya Imlek, Selasa (5/2) mendatang, diprediksi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Namun, fenomena Siklon Tropis Riley yang terjadi belakangan ini sudah menurun. Hal. 11 Hujan Lebat

Memohon Kesuburan Oleh : Dr. Drs. Anak Agung Gede Raka, M.Si. BALI memiliki banyak pura dengan ciri khas dan fungsinya masing-masing. Makanya para turis yang pernah datang menyebutkan Bali adalah Pulau Surga. Ungkapan itu pertama kali dilontarkan orang-orang Belanda yang datang ke Bali tahun 1597. Ternyata sebagian dari mereka menolak untuk kembali ke negerinya dan memilih tinggal di Bali, karena telah jatuh cinta dengan Bali. Mereka pun mengagumi Pura Er Jeruk. Berbagai pendapat berkembang secara tradisi di masyarakat tentang nama Pura Er Jeruk, khususnya di Desa Sukawati. Ada pendapat yang menghubungkan nama Pura Er Jeruk dengan nama sawah yang ada di sebelah utara pura yang saat ini menjadi Subak Juwuk. Ada pula yang mengatakan bahwa air laut yang ada di sebelah selatan pura menjorok ke areal lingkungan pura seperti ceruk. Kemudian pura yang ada di sekitar ceruk tersebut diberi nama Pura Er Jeruk. Versi lain menyebutkan, bahwa nama pura diambil dari kata we

jeruti (we berarti air/er) dan (jeruti menjadi kata jeruk), kemudian dari we jeruti menjadi air/er jeruk. Tentu akan menjadi lebih jelas bila merujuk lontar Dwijendra Tatwa, yang di dalamnya ada menjelaskan bahwa Pura Er Jeruk dibangun ketika Dang Hyang Nirartha melakukan dharma yatra dari Uluwatu menuju Goa Lawah. Hal. 11 Sejarah Pura


2

Minggu Wage, 3 Februari 2019

Sikapi Surat dari IATA

Pemprov Tak Khawatir Ada Penurunan Penumpang Asing Denpasar (Bali Post) Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati angkat bicara mengenai surat yang dikirim The International Air Transport Association (IATA) kepada Gubernur Bali terkait kontribusi wisatawan mancanegara (wisman). Seperti diberitakan, IATA dalam suratnya menyebut kontribusi wisatawan bertentangan dengan kebijakan perpajakan yang telah diterima dan dipublikasikan oleh ICAO di bawah naungan PBB. Dalam hal ini, Indonesia turut menandatangani Konvensi Chicago yang di pasal 15 berbunyi “Negara peserta perjanjian tidak boleh mengenakan biaya, iuran, ataupun pungutan lainnya sehubungan dengan hak untuk transit di atau masuk ke atau keluar dari wilayah negara yang bersangkutan yang dimiliki oleh suatu pesawat udara ataupun penumpang atau properti di dalamnya”. “Kita mencoba menjelaskan karena yang kita lakukan bukan pajak, jadi bukan tax. Itu additional cost, semacam entry, karena pajak dan retribusi tidak bisa kita lakukan. Makanya kita sebut sebagai kontribusi. Saya coba untuk menjelaskan,” ujarnya di sela-sela Musda DPD Pepabri TNI-Polri Provinsi Bali di Denpasar belum lama ini. Menurut pria yang akrab disapa Cok Ace ini, gubernur juga akan bertemu Menteri Pariwisata untuk menjelaskan soal kontribusi wisatawan asing. Andaikata memang tidak bisa dilakukan, Cok Ace menyebut Pemprov Bali masih memiliki rencana atau plan lain. Tapi yang jelas, masyarakat pariwisata sudah sangat mendukung upaya Pemprov Bali untuk mendapatkan hasil dari pariwisata. “Seperti sekarang kita ketahui, kewajiban provinsi untuk menjaga pariwisata Bali ini sangat besar, di satu sisi. Di sisi lain, memang

I Ketut Tama Tenaya

tidak ada sama sekali (hasil dari pariwisata -red) karena semua masuknya ke kabupaten-kabupaten,” jelas mantan Bupati Gianyar ini. Setelah masuk ke dalam lingkaran sistem, Cok Ace mengaku baru merasakan kewajiban provinsi begitu berat. Tanpa adanya dukungan pembiayaan, apa pun yang telah diperjuangkan dari dulu untuk memberikan perhatian lebih besar kepada pariwisata tidak akan berhasil. Oleh karena itu, apa pun format kontribusi itu nanti, secara konseptual tetap didukung pelaku pariwisata. Pihaknya pun tak terlalu mempermasalahkan analisis IATA bahwa pengenaan retribusi 10 dolar per penumpang asing berpotensi menurunkan jumlah penumpang yang berangkat dari Bali sebanyak 190 ribu penumpang per tahun. “Hukum dagang selalu begitu. Ketika kita akan menaikkan harga, akan ada ancaman seolah-olah akan ada penurunan. Kita lihat sekarang di airport, tax-nya beberapa bulan yang lalu pada waktu Gunung Agung meletus kan naik juga, ternyata kan tidak turun wisatawan ke Bali,” terangnya. Cok Ace memiliki keyakinan tidak ada penurunan yang dikhawatirkan itu selama kualitas pariwisata Bali bisa dijaga dan ditingkatkan. Apalagi kontribusi dari wisatawan mancanegara nanti digunakan untuk menjaga alam dan budaya Bali. Pihaknya optimis Bali masih akan terus dicari oleh wisatawan. Sementara ini, kontribusi wisatawan akan ditarik lewat tiket pesawat. Hal ini pun membutuhkan payung hukum berupa Peraturan Menteri Perhubungan karena menyangkut penerbangan. Namun, pihaknya masih terbuka dengan format atau skema lain. “Kita lihat di beberapa negara itu bisa (lewat tiket pesawat -red),” tandasnya. (kmb32)

BPM/dok

Ranperda RPJPD dan RPJMD Siap Diketok Palu Denpasar (Bali Post) Pascamengkritisi targettarget makro pembangunan Bali, pansus di DPRD Bali kini menyatakan Ranperda tentang RPJPD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2005-2025 dan Ranperda RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2018-2023 siap diketok palu. Target-target makro yang diajukan eksekutif disebut masih relevan. Namun, Pemprov Bali harus optimis dan bekerja keras untuk bisa mencapainya. “RPJPD dan RPJMD siap disahkan 6 Februari. Hasil konsultasi ke Ditjen Bangda (Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, red) telah memberi lampu hijau setelah mempelajari legal draftingnya,” ujar Ketua Pansus Ranperda RPJPD dan RPJMD di DPRD Bali, I Ketut Tama Tenaya, belum lama ini. Ketika disinggung mengenai target-target makro pembangunan Bali, Tama menyebut masih relevan. Terutama bila diukur dari Bali yang kecil dan jumlah penduduknya kurang dari 5 juta. Bicara target kemiskinan misalnya, perkiraan penduduk miskin sekarang pun hanya tinggal sekitar 80 ribu. “Namun, pemerintah harus optimis dan kerja keras,” imbuh politisi PDI-P ini. Tama mengapresiasi langkah Gubernur yang sudah mengeluarkan Pergub No. 99

tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali. Sebab, kebijakan ini memberikan perhatian serius pada pemasaran produk lokal dan hasil pertanian. Akan tetapi, Pemprov Bali tetap harus membuat kebijakan lain. Apalagi dengan adanya koreksi target-target makro pada RPJPD dan RPJMD sebelumnya. Yakni, target pertumbuhan ekonomi 8,2 - 9,4 persen dikoreksi menjadi 7,0 8,0 persen dalam 5 tahun ini. Angka kemiskinan dikoreksi cukup drastis dari 4,2 persen menjadi 1,0 - 1,5 persen. Tingkat pengangguran terbuka dikoreksi dari target 1,9 persen menjadi 0,5 - 1,0 persen. Kemudian, meningkatkan target sektor primer terhadap PDRB dari 20 persen menjadi 25 persen dan sektor sekunder terhadap PDRB dari 25 persen menjadi 30 persen. Sebab, kedua sektor ini pada tahun 2018 masing-masing baru menyumbang 15,33 persen (primer) dan 15,31 persen (sekunder). Terakhir, Indeks Pembangunan Manusia dikoreksi dari target 75 menjadi 75 - 80. “Harus ada kebijakan lain di daerah untuk terobosan baru. Itulah sekarang dituntut OPD terkait harus profesional dan inovatif,” tandas Ketua Komisi I DPRD Bali ini. (kmb32)

BPM/ist

EVAKUASI - Proses evakuasi penumpang kapal kandas di Gilimanuk.

KMP Pratitha IV Kandas di Perairan Gilimanuk

Negara (Bali Post) -

Kapal Motor Penumpang (KMP) Pratitha IV yang membawa ratusan penumpang kandas di perairan Gilimanuk. KMP tersebut kandas akibat arus deras, Sabtu (2/2) dini hari kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kecepatan pergerakan tim penyelamat membuat ratusan penumpang berhasil dievakuasi dan dalam kondisi selamat. Kapal jenis Roro ini mengangkut 1 sepeda motor, 5 kendaraan kecil, 4 truk mini, 2 truk sedang, 2 bus sedang, dan 6 bus besar. KMP ini kandas pukul 03.10 wita saat kapal hendak sandar di dermaga LCM Gilimanuk. Sebelumnya, kapal bertolak dari dermaga LCM Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan

Gilimanuk. Akibat terjadi arus deras, KMP yang dinakhodai Kamani ini kandas sekitar 0.25 Nm dari pelabuhan LCM Gilimanuk. Selain kendaraan, kapal ini juga mengangkut 383 penumpang dan 20 ABK. Karena kandas di perairan dangkal, kapal tak dapat bergerak. Hal itu pun di-

laporkan dan tim penyelemat langsung bergerak. Kendati masih terpantau aman dari pelabuhan Gilimanuk, Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Pos TNI-AL Gilimanuk, Polair Polres Jembrana, ASDP Pelabuhan Gilimanuk, KPLP Pelabuhan Gilimanuk, Polsek KP3 Pelabuhan Gilimanuk,

dan BPTD Gilimanuk mengerahkan empat speed boat untuk melakukan evakuasi. Evakuasi ratusan penumpang ini berlangsung sekitar 5 jam, hingga pukul 08.00 wita. Petugas mengevakuasi 383 penumpang. Setelah penumpang semuanya dievakuasi, pukul 09.00 wita, air mulai pasang. KMP Pratitha lV pun terlepas dari kandas dan bisa olah gerak sendiri dan dapat melanjutkan pelayaran menuju Dermaga Gilimanuk. Pukul 09.45 wita, KMP Pratitha IV merapat di Dermaga MB I.

Sementara itu, Koordinator Pos SAR Jembrana, Komang Sudiarsa, mengatakan seluruh penumpang serta ABK dalam kondisi baik. Sambil menunggu kapal yang kandas dan bisa merapat ke dermaga semua penumpang ditempatkan di ruang VIP ASDP Gilimanuk. Sejumlah penumpang mengaku khawatir mengalami kejadian tersebut, apalagi keadaannya gelap. “Syukur ada tim SAR datang membantu evakuasi,” kata Yudi, salah seorang penumpang. (kmb26)

Ornamen Patung Catur Muka Denpasar Dirusak WNA Denpasar (Bali Post) Beberapa hari belakangan ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar mengamankan sedikitnya tiga warga negara asing (WNA) lantaran bikin ulah dan mengganggu ketertiban umum di Kota Denpaasar. Sebelumnya, WNA berulah di Jalan Drupadi, kemudian di Kantor Konsulat Swiss, Sabtu (2/2) pagi kemarin, di Patung Catur Muka. WNA tersebut tidak mengantongi identitas satu pun. Salah seorang masyarakat yang hendak berangkat bekerja menyaksikan secara langsung WNA yang sedang merusak Patung Catur Muka ini. Pihaknya menuturkan bahwa kejadian diperkirakan pukul 05.30 wita. WNA tersebut menaiki kolam di Patung Catur Muka dan membuka satu per satu ornamen teratai yang terdapat di dasar patung. Beruntung respons cepat Satpol PP bersama TNI yang bertugas di Makodam berhasil mengamankan pelaku dan digiring menuju Kantor Satpol PP Kota Denpasar. “Kira-kira jam setengah enam pagi, bulenya langsung

naik dan membuka ornamen teratai yang berbahan dari tempelan kuningan,” ujar salah seorang saksi yang namanya tidak mau ditulis di koran. Dari pantauan di lapangan, akibat adanya WNA yang mengganggu ketertiban umum tersebut, 10 dari 16 kelopak ornamen teratai di Patung Catur Muka rusak. Hal yang sama juga terjadi pada ornamen bebadungan lainya dan pipa air mancur di kawasan tersebut. Kasat Pol PP Kota Denpasar, Dewa Gede Anom Sayoga, sangat menyesalkan adanya kejadian perusakan ikon Denpasar ini, ditambah lagi pelakunya adalah WNA. Menurut Dewa Sayoga, seharunya wisatawan atapun WNA yang ke Bali, utamanya Kota Denpasar hendaknya menjunjung tinggi dan ikut menjaga ketertiban umum. “Ia seharusnya ikut menjaga ketertiban umum, bukan malah merusak fasilitas yang ada, apalagi ini ikon kota,” jelasnya. Lebih lanjut dikatakan, WNA tersebut sama sekali tidak mengantongi identitas. Dan ketika dilakukan komu-

nikasi dan pemerikasaan lebih lanjut, WNA justru mengamuk dan sempat menggigit kaki petugas. “Saat ditanya justru bernyanyi dan mengamuk, sehingga sulit diajak berkomunikasi dan cenderung sangat membahayakan,” ujar Dewa Sayoga. Karenanya, untuk menjaga kondusivitas, Satpol PP Denpasar kerja sama dengan Dinas Sosial, BPBD dan Dinas Kesehatan telah melakukan pemeriksaan kejiwaan. Atas rekomendasi tim dari Dinas Kesehatan inilah maka WNA berjenis kelamin perempuan ini dibawa ke RSJ Provinsi Bali di Bangli. Sementara itu, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Denpasar selaku pengelola patung mengatakan bahwa timnya saat ini tengah bergerak dan melaksanakan identifikasi serta penghitungan terhadap kerugian akibat adanya perusakan Patung Catur Muka ini. “Dari pengamatan, hanya lepas ornamennya saja, Sehingga bisa ditempel kembali,” ujar Kabid Pertamanan, Ida Ayu Widiana Sari saat dikonfirmasi via telepon. (kmb12)

BPM/ist

WNA - Ulah WNA yang naik ke Patung Catur Muka diamankan petugas Satpol PP untuk dikirim ke RSJ Bangli.

’’Pick-up’’ Hantam Pohon, Satu Penumpang Tewas Bangli (Bali Post) Mobil pick-up mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Susut-Kintamani, tepatnya di wilayah Desa Sekardadi, Sabtu (2/2) kemarin. Kecelakaan tersebut mengakibatkan satu orang penumpangnya tewas. Kecelakaan mobil pick-up DK 9991 DA yang dikemudikan Nendar asal Tasikmalaya itu terjadi sekitar pukul 05.00 wita. Kecelakaan berawal saat

BPM/ina

KECELAKAAN - Petugas kepolisian menangani kecelakaan tunggal yang terjadi di Jalan Raya Sekardadi, Kintamani.

mobil pick-up merek Daihatsu Grand Max melaju dari arah selatan. Sesampainya di TKP, sopir yang diduga dalam keadaan ngantuk tak bisa mengendalikan kendaraannya hingga menabrak pohon perindang di pinggir jalan sebelah kiri. Kerasnya hantaman mengakibatkan pengemudi dan dua penumpang yang berada di dalam mobil itu yakni Ako Ramdani dan Abas luka-luka. Sejumlah saksi yang mengetahui kejadian itu langsung melarikan korban ke rumah sakit. Namun saying, korban Ako Ramdani meninggal dunia dalam perjalanan menuju RSU Sanjiwani. Sementara pengemudi dan penumpang

lainnya selamat dan hanya mengalami luka lecet dan kini dirawat di RSUD Sanjiwani, Gianyar. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan peristiwa kecelakaan tunggal itu sudah ditangani Satlantas Polres Bangli. Berdasarkan kesimpulan polisi, kecelakaan yang merenggut korban jiwa itu diduga terjadi karena kurang hatihatinya pengendara pada saat mengemudikan kendaraannya. “Pengemudinya diduga dalam keadaan mengantuk sehingga hilangnya konsentrasi dan terjadi kecelakaan menabrak puhon perindang di sebelah barat jalan,” kata Sulhadi. (kmb40)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


3

Minggu Wage, 3 Februari 2019

Diskes Provinsi Ikut Berpartisipasi Pertama di Bali, Unmas Denpasar dalam Aksi Sosial Gedasamtik di Besakih Terima Sertifikat ISO 9001-2015 Sumbang Puluhan Plang Imbauan Kedas Sampah Plastik DINAS Kesehatan (Diskes) Provinsi Bali ikut berpartisipasi dalam aksi sosial Gerakan Kedas Sampah Plastik (Gedasamtik) yang dilaksanakan DPP Peradah dan KMHDI Bali yang dilaksanakan di Kawasan Pura Agung Besakih, Sabtu (2/2) kemarin. Aksi yang dibuka langsung Gubernur Bali I Wayan Koster. Diskes juga menyerahkan puluhan plang imbauan Kedas Sampah Plastik. Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKM1) Pengurus Daerah Bali sekaligus perwakilan dari Diskes Bali, I Made Kerta Duana mengatakan, kegitan ini me-

mang tidak hanya diikuti Diskes Provinsi Bali bekerja sama dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKM1) Pengurus Daerah Bali saja, namun semua komponen masyakat di Bali mengikuti kegiatan aksi bersih sampah ini di kawasan Pura Agung Besakih sebagai upaya untuk mengantisipasi bahaya sampah, khususnya sampah plastik. Duana menjelaskan, jika kegiatan yang dilakukan ini salah satu program dari Diskes Provinsi yakni terkait Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di pura. Karena ada banyak indikator

inplementasi dari Germas di pura ini, salah satunya adalah pengelolaan sampah untuk tidak membuangnya sembarangan. “Jadi momen kegiatan ini sangat bagus sekali untuk menjalankan program kita. Sehingga lewat kegiatan ini nantinya bisa dijadikan sebagai edukasi oleh masyarakat Bali dari hulu sampai ke hilir. Dari sini kami terus berupaya untuk memberikan informasiinformasi tentang kesehatan, khususnya bahaya sampah plastik dan yang lainnya. Sehingga nantinya bisa diimplementasikan ke purapura yang lainnya di Bali,”

SERAHKAN PLANG - Penyerahan papan plang Kedas Sampah Plastik dalam kegiatan Gedasamtik di Pura Agung Besakih, Sabtu (2/2) kemarin.

ujarnya. Dia mengatakan, dalam kegiatan itu pihaknya juga memberikan sumbangan puluhan plang imbaun Kedas Sampah Plastik. Di mana sumbangan plang itu untuk memberikan informasi kepada masyarakat yang tangkil ke Pura Besakih. Dengan adanya plang imbauan, maka masyarakat akan mengetahui informasi hindari penggunaan plastik. Sehingga masyarakat dapat menjaga kebersihan dan kesucian di areal Pura Besakih dari sampah plastik. “Kami menyumbangkan 30 plang papan besar imbauan hindari penggunaan sampah plastik dan 20 papan besi. Untuk plang besi bisa di pindah-pindah. Sedangkan plang papan yang besar dipasang permanen. Plang imbaun ini di pasang di sejumlah titik strategis di kawasan Pura Besakih. Sehingga ketika pamedek tangkil bisa melihat imbauan itu,” jelasnya. Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan ini sejalan dengan program pemerintah, yakni terkait pembatasan sampah plastik. Diharapkan dengan kegiatan ini, program pemerintah terkait pembatasan plastik bisa dijalankan dengan efektik. Maka dari itu, untuk menyukseskan program ini tidak dapat berjalan tanpa adanya dukungan dari semua pihak. “Jadi, kita harapkan kegiatan ini tidak sampai di sini saja, tapi bisa berlanjutan ke depannya di seluruh kabupaten/ kota di Bali,” tegas Koster. (ad73)

Dari Penggerak Spiritual hingga Motivator Bisnis

UNIVERSITAS Mahasaraswati (Unmas) Denpasar selangkah lebih maju dari PTS lainnya. Unmas Denpasar, Sabtu (2/2) kemarin menerima sertifikat ISO 9001 -2015 dalam bidang sistem manajemen mutu. Sertifikat langsung diserahkan Direktur Garuda Sertifikasi Indonesia (GSI) Putu Gede Indra Yudha, S.E., M.M., diterima Rektor Unmas Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd., didampingi para wakil rektor dan Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Internal (LPMI) Unmas Drs. I Made Legawa, M.Si. Direktur GSI Indra Yudha menekankan, baru Unmas Denpasar kampus di Bali yang menerima ISO 9001-2015 yakni versi terbaru. Sedangkan yang lain menerima ISO versi lama 9001-2008. Makanya kampus yang menerima versi 2008 harus di-upgrade lagi 9001-2015. Dikatakannya, sistem manajemen ini adalah modal untuk menghadapi persaingan global dan internasional. Makanya dia menegaskan ISO 9001-2015 sebagai bukti konsistensi dan komitmen top manajemen Unmas Denpasar menjaga mutu. ISO ini sebagai langkah awal guna menindaklanjuti sistem terkini dan ke depan harus berkelanjutan dan dipertahankan karena terus diuji konsistensi dan kompetensinya. ‘’Juni dan Desember akan dievalausi oleh GSI,’’ tegasnya. Dikatakan, dengan ISO dari GSI, berarti Unmas Denpasr diakui dan terdaftar di KAN (Komite Akreditasi Nasional). Penilaiannya meliputi 10 komponen. Dengan diakui KAN sebagai wadah akreditasi satu-satunya di Indonesia, berarti mutu pendidikan di Unmas sudah diakui secara internasional. Makanya dia menegaskan penyerahan ISO bukan asal-asalan.

SERTIFIKAT ISO - Rektor Unmas Made Sukamerta bersama wakil rektor dan Ketua LPMI saat menerima sertifikasi ISO 9001-2015. Rektor Unmas Sukamerta merasa bangga dan bersyukur bahwa kerja keras civitas akademika Unmas membuahkan hasil berupa meraih ISO. ISO ini juga artinya pengakuan mutu berjenjang mulai dari prodi hingga UPT dan fakultas. Termasuk Unmas berbangga menerapkan manajemen terbuka melalui audit eksternal. Dia sepakat ISO terus dievaluasi tiap enam bulan. Dengan demikian sistem penjaminan mutu Unmas sudah menjadi budaya di lembaga ini. Raihan ini juga nilai plus menjelang Unmas reakreditasi AIPT yang dia targetkan meraih nilai A. ‘’Unmas mendapatkan ISO bukan untuk gagah-gagahan. Ini adalah kewajiban PT yang ingin tampil bermutu,’’ tegasnya. Pada bagian lain, Rektor Sukamerta didampingi WR I Dr. Made Gede Wiryawan, SH., M.H., WR II Dr. Nengah Landra, SE., M.M., dan WR III Ir. I Made Sastra Wibawa, M.Erg., mengajak dosennya terus bekerja karena pemerintah akan mengawasi dokumen kegiatan Tri Darma para dosen. Termasuk pejabat dim-

inta jangan menandatangani BKD kepada dosen yang tak menjalankan tugas-tugasnya dengan baik. Apalagi dosen yang jarang masuk ke kantor karena yang disalahkan adalah pihak yang menandatangani nilai. Kepala LPMI Unmas Made Legawa berterima kasih timnya dalam waktu singkat mampu menembus ISO 90012015. Tim Unmas hanya diberikan waktu selama sebulan guna menyusun dokumen, sebulan dibimbingan oleh konsultan dari GSI. Setelah itu selama dua minggu diaudit oleh GSI. Dalam waktu enam bulan ke depan, pihaknya masih melakukan penyempurnaan soal indentifikasi isu, analisis risiko, membuat bisnis proses, SOP dan komunikasi terdokumentasi. LPMI juga melakukan audit di semua jenjang mulai dari prodi, UPT dan biro hingga lembaga di Unmas. Made Legawa mengatakan dengan ISO ini LPMI Unmas harus diperkuat lagi dengan SDM yang andal. Terutama diisi oleh dosen senior dan LPMI sebagai penganalisis sistem. (ad71)

Konsep Bisnis Berbasis Spiritual

SIAPA yang tidak kenal dengan sosok Jro Sutiawati, seorang penggerak spiritual yang piawai mengobati berbagai macam penyakit selama ini. Tidak hanya itu, wanita yang bernama lengkap Ni Wayan Sutiawati, S.Pd., ini juga sering membantu bisnis seseorang dengan kemampuan spiritual yang dimiliki. Ternyata, dengan berbagai pengalaman hidup yang dijalani dan seringnya beradaptasi dengan orang-orang pembisnis, membuat wanita kelahiran Karangasem 5 November 1986 ini tidak hanya mampu membantu membesarkan bisnis orang lain, namun juga membangun berbagai macam usaha. Mulai dari bisnis dupa, villa hingga bisnis minyak herbal yang mulai dikembangkannya saat ini. Di usianya yang masih muda dan belum berumah tangga, mencerminkan bahwa wanita ini sosok yang suka bekerja keras dan pantang menyerah dalam menghadapi lika-liku dunia kehidupan, terlebih lagi dunia usaha. Seperti halnya pengusaha pada umumnya, tentu Jro Sutiawati juga pernah mengalami pasang surutnya dunia usaha. Namun hal tersebut tidak membuatnya berhenti berusaha yang selalu mampu bangkit dari tantangan. “Harus pintar-pintar berinovasi dan melihat kebutuhan pasar. Karena yang paling sering saya rasakan selama ini yaitu persaingan pasar dan pengaruh lesunya perekonomian yang berimbas pada daya beli masyarakat,” jelasnya. Berbagai tantangan yang dihadapinya dalam dunia usaha, memberikan pengetahuan dan pengalaman baru baginya. Hal ini pun yang kemudian disebarluaskan kepada orang lain. Dengan itu, selain memberi dorongan semangat melalui upaya spiritual, spirit yang diberikan Jro Sutiawati kepada masyarakat terutama pasiennya saat ini juga bersumber dari pengalamannya sendiri. Sehingga tidak jarang yang menyebutnya sebagai motivator. “Saya memang sering menceritakan pengalaman yang pernah saya alami kepada pasien yang datang, dengan tujuan memberikan spirit tambahan bagi mereka. Tidak sedikit yang menerima spirit tersebut dan berhasil,” jelasnya. Dengan memadukan bisnis berbasis spiritual ini nantinya akan dapat mempengaruhi pola pikir individu masing–masing. Sebab spiritual merupakan sebuah keyakinan Sradha. “Ketika setiap pebisnis telah merasa yakin

akan apa yang mereka lakoni, maka setiap langkah yang dilalui akan dilakukan dengan sungguh-sungguh serta setiap tahapan langkah akan dinikmatinya dengan senang hati. Tentunya pola pikirnya atau mindset-nya akan berubah,” ujarnya. Sadar kehadiran bisnis bukan hanya sekadar untuk mendapatkan keuntungan belaka bagi pribadi-pribadi semata. Namun lebih dari itu, keberadaannya bertujuan untuk mengangkat harkat dan martabat manusia secara keseluruhan. Pendekatannya pun bukan hanya pragmatis semata, namun jauh dari itu, paradigma yang dibentuk adalah membangun peradaban secara utuh. Dalam ajaran agama Hindu disebutkan pula Catur Purusa Artha, terdiri dari tiga kata yaitu catur yang berarti empat, purusa yang berarti hidup dan artha yang berarti tujuan. Jadi Catur Purusa Artha artinya empat tujuan hidup sebagai manusia. Tujuan hidup menurut ajaran agama Hindu dinyatakan dalam Brahma Purana 228,45 yaitu Dharma, Artha, Kama, Moksana Sarira Sadhanam”. Badan yang disebut sarira ini hanya boleh digunakan sebagai alat untuk mencapai Dharma, Artha, Kama, dan Moksa. Jadi secara eksplisit dapat dijelaskan bahwa setiap manusia memiliki tujuan dalam hidupnya. Tentunya untuk mencapai tujuan hidupnya harus berlandaskan dengan ajaran Dharma/kebenaran, ketika semua tujuan telah didapat dengan mengedepankan ajaran Dharma, tentu akan digunakan untuk pemenuhan keinginan atau kama sehingga kesenangan, kebahagian, kepuasan batin akan terpenuhi sehingga dapat disebut moksa/jagadita. Dijelaskannya, konsultasi dan layanan motivasi pun masih dibukanya saat ini tanpa dipungut biaya. Tidak hanya datang ke tempat praktek di Perumahan Candra Ayu VII/35, namun dirinya juga bersedia datang langsung kepada orang-orang yang mau mengumpulkan diri dan mengundangnya untuk hadir. Ini juga tanpa biaya sepeser pun, yang tujuannya ingin berbagi sukses dengan orang lain yang ingin mengembangkan usahanya. Selain itu, Jro Sutiawati juga sangat peduli dengan kaumnya yang ingin memajukan perempuan. Untuk itu, dia juga memberikan peluang menarik para wanita terlebih lagi ibu rumah tangga untuk ikut memasarkan Minyak Taru Urip yang merupakan brand minyak herbal mi-

liknya. “Ya… memang untuk saat ini saya kembangkan produk terbaru saya yaitu Minyak Taru Urip, minyak ini original bahan bakunya disediakan oleh alam, minyaknya pure dari kelapa bali, dan itupun tak sembarang kelapa yang digunakan, kemudian bahan lain yang digunakan adalah kepasilan/benalu dari beraneka ragam tanaman, yang mana tanaman yang dipakai bersumber dari lontar

usada Taru Pramana, memang dalam mengumpulkan bahan bakunya sangatlah lama, sebab dalam mencari bahan baku dan cara mengolah bahan baku tersebut memerlukan hari baik Dewasa Ayu yang tentunya berdasarkan perhitungan wariga– wariga,” ujarnya, sembari mengatakan untuk tergabung menjadi tim pemasaran, bisa menghubungi kontak 08124675-7777. (ad77)

Bali Post/jay

BALI GEMILANG - Puluhan siswa SMA ketika dilatih tari Bali Gemilang dengan dipandu anggota Polwan Ditlantas Polda Bali.

Jelang Kegiatan ”Millennial Road Safety Festival”

Ditlantas Polda Bali Siapkan Puluhan Ribu Penari Bali Gemilang

Jro Sutiawati

Denpasar (Bali Post)Persiapan dalam rangka menyukseskan kegiatan “Millennial Road Safety Festival” pada 17 Februari 2019, terus digencarkan jajaran Polda Bali. Selain komunitas dan masyarakat, semua pelajar juga dirangkul guna memeriahkan acara yang akan digelar di Lapangan Puputan Niti Mandala Renon, Denpasar. Seperti yang dilakukan jajaran Ditlantas Polda Bali di bawah pimpinan Kombes Pol. A.A Made Sudana. Semua pelajar di Kota Denpasar diajak supaya mendukung acara tersebut. Apalagi tagline dari acara ini sasarannya adalah generasi milenial. Untuk itu, sejumlah siswa SMA dilatih tari Bali Gemilang. “Tari Bali gemilang ini akan dipentaskan saat

puncak acara Millennial Road Safety Festival di Lapangan Niti Mandala Renon pada 17 Februari 2017. Tari ini akan melibatkan puluhan ribu orang,” kata Kombes Sudana, Sabtu (2/2) kemarinm. Ia menjelaskan, tari Bali Gemilang ini merupakan tari pergaulan dalam membangun soliditas. Dengan demikian, dalam kegiatan nanti tari ini menjadi salah satu tarian yang akan dipentaskan. “Dalam kegiatan ini, intinya kami mengajak generasi milenial untuk mengutamakan keselamatan dengan tertib lalu lintas. Kegiatan itu ditargetkan dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan generasi milenial. Sebab, data korban kecelakaan lalu lintas didominasi dari kalangan milenial,”

terang mantan Kapolresta Denpasar ini. Lebih lanjut dikatakan, di tahun 2019 ini pemerintah turun langsung dan ikut serta dalam penanganan masalah lalu lintas. Program ini juga sejalan dengan commander wish Kapolda Bali pada poin 9, yaitu menjadikan Bali sebagai model tertib berlalu lintas. “Jadi, mari kita sukseskan program pemerintah dan commander wish Kapolda Bali ini melalui Millennial Road Safety Festival. Kami undang seluruh anak-anak dan kaum milenial di Bali untuk meramaikan acara menarik ini. Mari bersama wujudkan generasi milenial yang cinta lalu lintas menuju Indonesia gemilang,” imbuhnya. (kmb21)


4

Minggu Wage, 3 Februari 2019

Pembelajaran Aktif-Kreatif APAKAH yang sesungguhnya salah dalam mengelola pendidikan di Indonesia? Problem ini sampai hari belum juga memiliki jawaban yang seragam. Sesungguhnya jika proses pembelajaran dikelola aktif-kreatif oleh sekolah dengan melibatkan isu-isu global; teknologi, dan lingkungan, tentu proses belajar tidak membuat jenuh siswa. Apalagi bisa bekerja sama dengan komunitas-komunitas internasional yang memahami isu global kemanusian seperti mengikis Sara. Sebuah pembelajaran akan bermakna jika mampu menumbuhkan dan membangkitkan keaktifan dan kekreatifan peserta didik. Peserta didik merasa tertantang untuk menggali potensi yang dimilikinya. Guru yang mampu membangkitkan keaktifan dan kekreatifan peserta didik akan menemukan kemungkinan-kemungkinan

atau pemikiran baru dari peserta didik. Dalam konsep seperti ini, keterbukaan guru akan sebuah perubahan dan pemikiran ke depan amat diperlukan. Guru-guru akan tertantang mencari tahu dan peserta didik terbangkitkan motivasinya dalam belajar dan dalam proses pencarian keilmuannya. Membangun sebuah pem-

belajaran yang aktif-kreatif bisa dimulai dari hal-hal yang sifatnya sederhana. Misalnya, guru bahasa bisa menayangkan sebuah film yang berkaitan dengan kehidupan sosial, budaya, dan spiritual. Peserta didik mengamati, mengungkapkannya dalam beragam bentuk bisa lisan atau tulis. Ini tidak hanya membuat pembelajaran lebih beragam

Waspada Syok Anafilaktik Pernahkah Anda melihat seorang setelah makan, tergigit serangga atau setelah diberikan obat baik oral ataupun injeksi tiba-tiba mengalami sesak bahkan pingsan? Bisa jadi seseorang tersebut mengalami syok anafilaktif. Jika hal ini terjadi sangatlah berbahaya, karena dapat menimbulkan kematian jika tidak ditangani secara cepat dan tepat. Apa Itu Syok Anafilaktif? Syok anafilaktif merupakan reaksi alergi atau reaksi hipersensitivitas akut yang melibatkan dua organ atau lebih. Organ yang terlibat yaitu sistem kulit/mukosa, sistem pernapasan, sistem kardiovaskuler, dan sistem pencernaan. Reaksi dari syok anafilaktif ini berlangsung sangat cepat dan serius karena dapat mengancam nyawa. Siapa saja bisa berisiko untuk terkena syok anafilaktif dari anak-anak, remaja, dewasa atau bahkan usia tua. Kenapa Reaksi Anafilaktif Bisa Muncul? Reaksi anafilaktif merupakan reaksi hipersensitivitas tipe I yang bersifat sangat cepat. Reaksi ini muncul setelah terpapar alergen. Pada saat terpapar alergen tubuh akan membentuk antibodi IgE. Jika terpapar dua kali oleh alergen maka tubuh akan mengeluarkan sel mast dan basophil (penanda alergi dalam tubuh), hal inilah yang dapat menimbulkan dampak klinis pada organ tubuh seseorang.

Tanda dan gejala dari anafilaktif dapat berupa; kulit dapat menimbulkan kemerahan, gatal pada bibir, lidah bahkan langitlangit. Pernapasan, gatal di hidung, hidung berair, yang paling berat susah bernapas, dada terasa berat, sampai gagal napas. Pencernaan, diare, mual. Sistem kardiovaskuler, nyeri dada, tekanan darah menurun, berdebar hingga yang paling fatal henti jantung. Sistem saraf pusat, perubahan mood yag mendadak, sakit kepala hebat, kebingungan. Perlu diketahui riwayat pajanan sebelum reaksi tersebut muncul, gejala tersebut muncul dalam beberapa menit atau jam setelah terpapar dari pemicu. Hal ini sangat penting ditanyakan saat terjadi reaksi anafilaktif. Tindakan Hal apa saja yang harus dilakukan jika reaksi anafilakif muncul? Jika hal tersebut terjadi, segeralah meminta pertolongan ke pelayanan kesehatan terdekat dan jangan menunda karena hal ini bersifat kegawatan dan harus ditangani segera. Hentikan penderita dari paparan alergen. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah penderita harus mengetahui alergen yang menyebabkan alergi, bila perlu lakukan pemeriksaan alergi optimalnya dilakukan 3-4 minggu setelah terjadi alergi, jika alergen telah diketahui sebisa mungkin hindari penyebab alergi tersebut. dr. I Made Dedy Kusnawan, S.Ked.

GEJALA - Tanda dan gejala dari anafilaktif dapat berupa kulit, dapat menimbulkan kemerahan, gatal pada bibir, lidah bahkan langit-langit. Pernapasan, gatal di hidung, hidung berair, yang paling berat susah bernapas, dada terasa berat, sampai gagal napas. Pencernaan, diare, mual. Sistem kardiovaskuler, nyeri dada, tekanan darah menurun, berdebar hingga yang paling fatal henti jantung. Sistem saraf pusat, perubahan mood yag mendadak, sakit kepala hebat, kebingungan.

Kisara

juga mengurangi kejenuhan peserta didik dalam suasana kelas. Baca-Tulis-Diskusi Hampir setiap ada perubahan kurikulum selalu ditekankan agar pembelajaran aktif-kreatif untuk mengurangi verbalisme. Peserta didik melakukan sebuah tindakan maupun mengoptimalkan pikirannya agar bisa mengikuti pembelajaran. Hal ini akan terwujud jika kelas tidak terlalu padat. Guru bisa mengoptimalkan upayanya agar pembelajaran menantang dan menyenangkan. Dalam konteks pembelajaran aktif ditekankan bahwa untuk belajar peserta didik harus melakukan lebih dari sekadar mendengarkan. Peserta didik harus membaca, menulis, mendiskusikan, atau terlibat dalam memecahkan masalah. Kegiatan belajar ini terkait dengan hasil belajar yang ingin dicapai mencakup tiga dimensi, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan sikap. Untuk mencapainya peserta didik harus terlibat dalam kegiatan

pembelajaran berpikir tingkat tinggi. Dengan demikian pembelajaran aktif ada kaitannya kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS), (Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, 2017). Dari kutipan di atas jelas, betapa pentingnya proses pembelajaran yang meningkatkan kegiatan membaca. Pembelajaran aktif akan berjalan jika budaya literasi salah satunya kegemaran membaca mulai tumbuh tidak hanya di kalangan peserta didik juga di kalangan guru. Suasana kreatif kelas akan terbangun karena masing-masing peserta didik mampu mengungkapkan pemahamannya terhadap sebuah problematika sosial, budaya, maupun keilmuan. Diskusi antarpeserta didik, diskusi dengan guru terbangun. Hasil-hasil pemikiran peserta didik diwujudkan dalam sebuah tulisan. Hasil pemikirannya bisa dipajang di majalah dinding atau yang memiliki blog bisa menyampaikannya dalam media sosial. Berbagi pengetahuan dengan

sesama peserta didik akan terbangun secara alami. Pengaktifan-pengkreatifan peserta didik dalam pembelajaran akan bisa menumbuhkan rasa percaya dirinya dalam bersosialisasi. Kompetensi dan potensi diri peserta didik tergali. Tugas seorang guru mampu membangun sikap-sikap positif dalam pembelajaran. Sikapsikap itu menurut Thursan Hakim (2002), mempunyai potensi dan kemampuan yang memadai, mampu menyesuaikan diri dan berkomunikasi di berbagai situasi, memiliki kemampuan bersosialisasi dan bereaksi positif di dalam menghadapi berbagai masalah. Guru Aktif-Kreatif Pembelajaran aktif akan berjalan optimal jika berada di tangan guru-guru yang aktifkreatif. Peserta didik akan merasakan proses pembelajaran dan bisa menemukan manfaat dari sebuah pembelajaran. Guru-guru masa depan tidak bisa berdiam diri. Peserta didik ke depan akan menghadapi berbagai problematika hidup perlu disiap-

kan sejak dini agar terbiasa berkompetisi dan selalu berupaya membangkitkan potensi dan kompetensinya. Pola-pola pembelajaran perlu terus diperbaharui oleh guru hingga selalu terbarukan. Hal ini sebagai upaya menjembatani perkembangan keilmuan yang teramat cepat. Diperlukan guru-guru yang mampu menyeimbangkan pengetahuan yang dimilikinya dengan tantangan generasi yang akan datang. Di tangan guru-guru yang aktif-kreatif itulah masa depan anak-anak bangsa akan bisa terwujud. Sebuah bangsa akan bisa maju jika guru-gurunya aktif-kreatif . Keaktifan dan kekreatifan anak-anak bangsa terlihat biasanya setelah satu dekade. Guru bersama peserta didik sedari awal menyiapkannya hingga mampu menghadapi persaingan ke depan. Anakanak bangsa bisa memenangkan persaingan jika ia aktif dan kreatif dan tugas guru menumbuhkannya menjadi aktif-kreatif. lIBW Widiasa Keniten

”Nursemaid’s Elbow” Cedera Sendi Siku pada Anak Usia Dini

Nursemaid’s elbow, mungkin merupakan sebuah istilah yang sangat jarang didengar di masyarakat, tapi jika mendengar istilah ini mungkin kebanyakan orang akan berpikir tentang suatu masalah pada siku seorang pengasuh anak. Namun justru sebaliknya, nursemaid’s elbow merupakan cedera umum yang terjadi pada anak usia dini. Kadang-kadang disebut sebagai “siku ditarik” (pulled elbow) karena terjadi ketika siku anak ditarik dan kemudian menyebabkan sebagian sendi pada siku anak terlepas dari tempatnya. Istilah medis untuk cedera ini adalah “subluksasi pada kepala tulang radius.” Anak-anak tidak dapat disamakan dengan orang dewasa yang berukuran kecil. Pada orang dewasa seluruh proses perkembangan tubuh sudah mencapai tahap akhir, sehingga tubuh dapat memberikan pertahanan maksimal terhadap trauma yang terjadi. Namun kondisi ini tentunya berbeda pada anak-anak, tulang, tendon, ligamen dan otot anak kecil masih dalam proses berkembang, biasanya hanya dibutuhkan kekuatan yang sangat kecil untuk dapat menarik tulang siku sehingga terlepas dari tempatnya, yang membuat cedera ini sangat umum dijumpai. Ini paling sering terjadi pada anakanak usia 1 hingga 4 tahun, tetapi dapat terjadi kapan saja sejak lahir hingga usia 6 atau 7 tahun. Berdasarkan sebuah penelitian yang dilakukan, ratarata usia anak yang mengalami Nursemaid’s elbow adalah pada usia 28,6 bulan. Dalam hasil penelitian ini juga menggambarkan bahwa anak perempuan lebih banyak terpengaruh daripada anak laki-laki. Penyebab Nursemaid’s elbow sering

ANAK - Nursemaid’s elbow sering terjadi ketika pengasuh atau orangtua memegang tangan atau pergelangan tangan anak dan menarik lengannya secara tiba-tiba untuk menghindari situasi berbahaya atau untuk membantu anak tersebut melangkah atau melompat. Cedera juga dapat terjadi saat anak sedang bermain ketika teman yang lebih tua atau anggota keluarga mengayunkan anak dengan hanya memegang lengan atau tangan anak tersebut. terjadi ketika pengasuh atau orangtua memegang tangan atau pergelangan tangan anak dan menarik lengannya secara tiba-tiba untuk menghindari situasi berbahaya atau untuk membantu anak tersebut melangkah atau melompat. Cedera juga dapat terjadi saat anak sedang bermain ketika teman yang lebih tua atau anggota keluarga mengayunkan anak dengan hanya memegang lengan atau tangan anak tersebut. Nursemaid’s elbow jarang disebabkan oleh karena anak terjatuh. Jika seorang anak terjatuh dan menumpu dengan tangan yang terulur atau menumpu langsung ke siku, lebih sering menyebabkan patahnya tulang daripada nursemaid’s elbow. Cara Mengenali Terjadinya Nursemaid’s Elbow Dalam kebanyakan kasus, anak-anak dengan nursemaid’s

elbow akan mengeluhkan nyeri yang hebat segera setelah tarikan yang tiba-tiba, dan tidak dapat secara aktif menggunakan tangannya yang mengalami cedera. Lengan mereka biasanya hanya dapat menggantung di sisi tubuh. Pada anak yang lebih kecil, biasanya mereka sulit mengespresikan nyeri dalam kata-kata. Mereka biasanya lebih cenderung untuk menangis sebagai ekspresi nyeri yang dirasakan. Pencegahan Nursemaid’s elbow dapat terjadi lebih dari satu kali, dan mungkin terjadi beberapa kali pada anak-anak yang memiliki kondisi persendian yang longgar. Untuk mencegah terjadinya kondisi seperti ini, pastikan Anda tidak mengangkat anak Anda dengan hanya memegangi bagian lengan atau pergelangan tangan bagian bawah, namun angkatlah mereka menggunakan ketiak mer-

eka sebagai tumpuannya. Ajari juga orang lain yang merawat anak Anda, seperti kakek nenek dan pengasuh anak, cara yang benar untuk mengangkat anak Anda. Kapan Harus ke Dokter Jika Anda berpikir anak Anda mengalami nursemaid’s elbow, dan didukung dengan riwayat dan gejala yang khas seperti yang dijelaskan di atas, Anda harus segera menemui dokter umum atau dokter spesialis orthopedi untuk segera dilakukan pemeriksaan fisik, penunjang, dan penanganan pada anak Anda. Nursemaid’s elbow akan direduksi (dikembalikan ke tempatnya) oleh dokter spesialis orthopedi. Prosedur ini menyakitkan dan menyusahkan, sehingga diperlukan penanganan yang tepat dan cepat oleh ahlinya, untuk mengembalikan posisi tulang radius ke tempatnya. Karena semakin lama siku tidak pada tempatnya, semakin menyakitkan dan sulit untuk dimasukkan kembali ke tempatnya, dan semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk pulih sepenuhnya dan dapat menimbulkan beberapa komplikasi lain. Anak Anda akan diamati untuk sementara waktu untuk memeriksa apakah mereka dapat menggunakan lengan mereka kembali tanpa masalah atau rasa sakit. Jika siku yang ditarik tidak dapat dikembalikan pada tempatnya, atau anak masih tidak dapat menggunakan lengan yang cedera, pemeriksaan lanjutan mungkin diperlukan untuk memeriksa kemungkinan cedera lain. Selalu konsultasikan ke dokter mengenai masalah kesehatan anak Anda. ldr. Agus Suarjaya Putra, S.Ked.

Belajar Mencintai Diri Sendiri

Hai Kakak Kisara! Namaku Rere, siswa kelas 11 SMA. Jadi gini Kak, temen-temen aku ngatain fisik aku. Kaya misalnya aku gendutlah, kulitku hitamlah, atau sebagainya. Hal itu buat aku engga percaya diri Kak, aku jadi malu untuk ngelakuin aktivitas di sekolah. Apa yang harus aku lakukan Kak? Hallo Rere, terima kasih telah berbagi cerita ya! Sekilas mungkin hal yang Rere alami itu hal yang biasa saja. Biasa karena terlanjur dibiasakan, komentar-komentar jahat sepertinya sudah menjadi konsumsi ‘wajar’ dan sudah mengakar dalam kehidupan sosial kita sehari-hari. Body shaming atau sederhananya adalah ucapan atau komentar yang mencela untuk

PEMBELAJARAN - Proses pembelajaran jika dikelola aktif-kreatif oleh sekolah dengan melibatkan isu-isu global; teknologi, dan lingkungan, tentu proses belajar tidak membuat jenuh siswa. Apalagi bisa bekerja sama dengan komunitas-komunitas internasional yang memahami isu global kemanusian seperti mengikis Sara.

fisik orang lain. Contoh sederhananya saat kita masih anak-anak sering memanggil teman kita dengan sebutan identik dengan karakter fisiknya yang ‘mencolok’ atau ‘berbeda’ dari yang lain. Body shaming tidak pandang bulu dan di mana pun kita bisa mengalaminya. “Kan bercanda aja untuk lucu-lucuan…” Eitssss! Kita tidak tahukan apa yang sedang dilalui orang tersebut, se-

berapa berat hidupnya, seberapa sulit harinya, dan seberapa besar usahanya buat dia tampil seperti sekarang. Walaupun sebagian orang seperti Rere menanggapi ketika terkena body shaming terlihat happy-happy aja atau seperti tidak ada yang terjadi, tapi di dalam hati siapa yang tahu, ya kan? Yang pertama kali harus Rere lakukan adalah berdamai dengan diri sendiri dan lebih mencintai diri sendiri dengan apa adanya kamu. Lalu, belajarlah untuk tidak peduli dengan kata-kata orang lain. Memang benar pada awalnya susah untuk menjadi tidak peduli dengan perkataan

orang, namun, jika Rere mau berusaha dan menikmati prosesnya maka semua akan terasa lebih baik. Tapi, bukan berarti tidak peduli lalu tidak merawat diri, ya! Misalnya, Rere bisa termotivasi untuk rajin berolahraga agar kurus bukan karena perkataan orang tapi karena Rere mencintai diri sendiri, Rere ingin sehat dan nyaman dengan diri Rere sendiri. Intinya pakai dan lakukan sesuatu yang karena Rere mau, bukan karena perkataan orang lain. Merdeka bukan? Kenapa sih begitu? Ingat, kita tidak bisa menyenangkan semua orang dan kita gak bisa hidup dengan bayang-bayang atau kata-kata orang

lain terus, kan? Jadi, buat kalian yang sering menjadi korban body shaming, cintailah diri kalian sendiri dengan apa adanya dan jangan terlalu memikirkan katakata orang. Karena jika kalian terus mendengarkan kata orang lain maka tidak akan ada habisnya dan jangan biarkan kata-kata orang lain mempengaruhi rasa percaya diri kita sehingga menghambat aktivitas kita sehari-hari. Jalanilah hidup senyaman mungkin. Cantik itu spektrumnya luas dan cantik itu bukan hanya fisik saja, tetapi juga perilaku dan pikirin .


5

Minggu Wage, 3 Februari 2019

Capricorn Tak perlu cemas menghadapi berbagai rintangan yang terkadang memang sangat mencemaskan dan menjengkelkan. Sadarilah bahwa di dunia ini semuanya harus diraih dengan perjuangan, kecil kemungkinan untuk bisa mendapatkan apa yang diidam-idamkan jika tanpa diiringi ikhtiar dan kerja keras. Apalagi peruntungan bintang Capricorn di minggu ini cukup bagus. Asmara: Cukup terjalin mesra, walaupun terkadang dari mulutnya timbul perkataan yang menyinggung hati Anda, bersabarlah dan positive thinking sajalah. Aquarius Jangan cepat lupa diri, sadarlah bahwa perjalanan Anda masih sangat panjang sehingga sangatlah naif jika Anda merasa puas dan cukup dengan apa yang telah diraih selama ini. Jangan terlena oleh berbagai pujian, karena terkadang pujian itu merupakan racun bagi perjalanan karier Anda. Asmara: Takkan lari cinta dikejar, jika dia memang benar-benar cinta pada Anda maka si dia pasti mau menerima apa adanya, baik itu segala kebaikan ataupun kekurangan yang ada pada diri Anda. Pisces Suasana masih sangat kondusif sekali dan hampir tidak ada masalah karena semuanya berjalan seperti apa yang diharapkan. Tak perlu ragu untuk berinovasi dan berkreasi, bila ada tawaran segera saja ditindaklanjuti, jangan sampai waktu yang baik ini terbuang percuma. Asmara: Suasana kisah kasih Anda tampak semakin mesra dan romantis saja, sehingga cukup membuat iri orang yang melihatnya. Aries Jangan mudah membicarakan rahasia pribadi kepada orang lain sekalipun kepada sahabat dekat Anda. Ada baiknya Anda simpan dulu semua itu dan tunggu saat dan tempat yang tepat untuk menceritakannya. Berhati-hatilah, bukankah dalamnya hati sulit diduga, untuk itu jangan mudah percaya kepada siapapun. Asmara: Tak perlu mengekang dirinya, itu akan mengikis rasa cinta dirinya pada Anda. Berilah si dia kebebasan karena hanya dengan bersikap seperti itulah maka perasaan cintanya pada Anda akan semakin menebal saja. Taurus Jangan terlalu gembira dulu dengan situasi yang sepintas tampak tenang tersebut karena ancaman angin tampak sewaktu-waktu akan datang mengusiknya. Maka dari itu jangan enak-enakan, segeralah persiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin agar di kala ada rintangan tidak sampai terlalu memusingkan. Asmara: Walaupun sikapnya akhir-akhir ini menjengkelkan, ada baiknya tak terlalu ditanggapi dengan emosi, bersabar sajalah dulu. Gemini Hawa segar mulai dirasakan dan cukup mendatangkan inspirasi baru. Teruslah berimprovisasi dan berkreasi, buang jauh-jauh segala kebimbangan dan keraguan yang hanya akan membikin kesuksesan menjadi menjauh dan semakin sulit untuk dikejar. Inilah kesempatan bagi Anda untuk membuktikan pada semua orang bahwa Anda masih punya power untuk bangkit dan berbuat yang terbaik untuk karier Anda. Asmara: Selama diri Anda mau mengalah dan tidak ngotot ingin menangnya sendiri maka tidaklah terlampau sulit untuk menciptakan ketenangan dan keharmonisan. Cancer Jika Anda bisa bersikap tenang dan sabar, maka hati dan pikiran Anda akan bisa terjaga dengan baik. Jangan biarkan amarah menghiasi pikiran Anda, karena bagaimanapun juga amarah hanya akan membuka kelemahan yang ada pada diri Anda, untuk itu waspadalah. Asmara: Tidak ada gunanya Anda berbohong kepada dirinya, karena bagaimanapun juga kepercayaan itu mahal harganya dan tidak bisa ternilai jumlahnya. Leo Kekesalan dalam hati segera saja disingkirkan jauh-jauh dari hati Anda, karena bagaimanapun juga jika disimpan terus-menerus maka hanya akan menimbulkan penyakit. Berusahalah untuk bersikap sabar dan tenang dalam menghadapi segala macam persoalan hidup, dan jangan lupa untuk selalu berdoa kepada-Nya, karena hanya Dialah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Asmara: Jalinlah komunikasi yang baik dengannya, terutama bila ada masalah sebaiknya selalu dibicarakan dengannya, jangan sampai Anda mengambil keputusan sepihak, karena itu terlalu berisiko sekali. Virgo Jangan sembrono walaupun lagi banyak order tetapi kejenuhan mulai melanda virgo sehingga hari-hari yang akan dilalui terasa menyebalkan dan menjenuhkan. Di minggu ini sebenarnya peluang tetap terbuka lebar, sehingga sangatlah disayangkan jika Anda menuruti hawa malas ini. Asmara: Carilah topik pembicaraan yang disukainya agar suasana tetap damai dan tentram dan jauh dari perselisihan. Libra Pertahankan keberhasilan yang telah diraih selama ini dengan meningkatkan kinerja sebaik mungkin. Hindari turut campur urusan orang lain yang tidak ada sangkut- pautnya dengan diri Anda, karena itu hanya akan menimbulkan masalah baru bagi diri Anda. Terhadap nada sumbang yang terdengar di sekitar Anda, sebaiknya bisa disikapi dengan hati sabar dan tenang. Biarkan semua itu berjalan apa adanya, yang terpenting konsentrasi terhadap urusan yang lagi dihadapi tidak sampai terpecah. Asmara: Tanamkanlah kepercayaan padanya, karena itu akan lebih efektif mempertahankan cintanya daripada terus mengekang dan mengawasinya. Scorpio Kesempatan untuk bisa memecahkan setiap persoalan yang ada masih terbuka lebar, jangan keburu cemas apalagi panik bila ada problem datang. Jika Anda tetap tenang dan selalu berpikiran jernih, maka sesulit apapun masalah itu pasti akan ditemukan jalan keluarnya. Bila ada bantuan datang, jangan keburu menolaknya terima saja dengan tangan terbuka. Asmara: Tak ada ruginya mengaku bersalah jika memang melakukan kesalahan, karena itu tidak akan merugikan harga diri Anda. Sagitarius Rintangan dan hambatan masih cukup besar menghadang Anda, sehingga mau tidak mau jika ada rencana besar sebaiknya dipikir seribu kali bila perlu ditunda dulu tunggu sampai momen yang tepat untuk bisa melaksanakannya. Karena bila diibaratkan ombak masih cukup besar disertai angin kencang sehingga cukuplah riskan jika Anda berniat untuk menerjangnya walau dengan persiapan yang cukup sekalipun. Asmara: Tak ada gunanya Anda menyimpan kebohongan padanya, karena jika sudah Diasuh Oleh : benar-benar cinPutri Wong Kam Fu ta lahir bathin tentunya harus Berlaku : mau menerima 3 9 Februari 2019 segalanya.

Bunga Persembahan dalam "Yajna" Ahimsa prathamam puspam puspamindriya-nigrahah Sarva-bhuta-daya puspam ksanti-puspam visisyate Samah puspam damah puspam dhyana-puspam ca saptamam Satyam caivastamam puspam etais tusyati kesavah (Padma Purana, Patala, 84.57-58) “Delapan jenis bunga yang memuaskan Sang Hyang Parama Kawi, Tuhan Yang Maha Esa, antara lain; tanpa kekerasan adalah bunga pertama, pengontrolan diri, berkasih sayang terhadap semua makhluk, sifat pengampun, kepuasan hati, kedamaian indria, dan meditasi Dhyana merupakan bunga ketujuh, dan juga kebenaran adalah bunga nomor delapan.” Bhagavad-gita memberikan pilihan bunga menjadi salah satu syarat minimal dalam pemujaan (patram puspam phalam toyam yo me bhaktya prayacchati). Ada persembahan bunga dalam bentuk nyata namun ada pula bunga dalam bentuk kiasan yang mengutamakan makna “tattva” keagamaan spiritual. Beberapa sumber bahkan menyebutkan Panca Makara atau yang di Jawa disebut “Mo Limo” ((1) mamsa (makan daging), (2) madya (mabuk-mabukan), (3) mudra (sikap tangan/anggota badan bermakna magis), (4) maithuna (hubungan seks), dan (5) matsya (makan ikan) ternyata adalah simbolsimbol yang salah satunya berarti persembahan bunga. Dalam tradisi Sanatana Dharma, khususnya di India dan Bali, hampir tidak ada sembahyang, puja, atau upacara agama yang dilakukan tanpa memakai sarana berupa bunga. Ketika tersedia dalam bentuk fisik, bunga dipersembahkan dalam bentuk fisik. Ketika tidak ada dalam bentuk

Redaktur Khusus weda

WAKYA Darmayasa

fisik, bunga dipersembahkan dalam makna spiritual seperti yang akan dijelaskan dalam tulisan ini. Tidak ada persembahan tanpa kehadiran bunga mekar, segar, dan berbau harum. Kehadiran bunga dalam persembahan banten, canang, dan yajna-yajna lainnya menambah aura keagamaan spiritual, memperindah serta menambah kesucian suasana yang sangat membantu rasa bhakti tertujukan kepada Tuhan YME. Bunga mempunyai daya tarik khusus dan secara alami mampu menciptakan suasana atau rasa riang, bahagia, kasih, dan bhakti. Disadari atau tidak, para leluhur secara sempurna menurunkan tradisi indah dan “sempurna” kepada keturunannya. Namun demikian, ada bunga yang patut dan dianjurkan untuk dipersembahkan dan ada pula bunga yang tidak patut, dihindari, atau dilarang dipersembahkan kepada Tuhan. Paling tidak dari pihak yang akan mempersembahkannya diperlukan pemahaman bahwa bunga yang sudah layu tidak patut dipersembahkan. Lontar Agastya Parwa menyebutkan: “Nihan tang kembang tan yogya pujakena ring bhatara, kembang uleren, kembang ruru tan inunduh, kembang laywan ngaranya alawas mekar, kembang mungguh ring sema, nahan ta lwirning kembang tan yogya pujakena de nika sang satwika”. Bunga yang tidak layak digunakan mengagungkan Tuhan adalah bunga yang dimakan ulat, bunga yang gugur tanpa dipetik, bunga yang sudah layu karena sudah lama mekarnya, bunga yang

tumbuh di kuburan. Sumber lain menyebutkan juga bahwa bunga yang dilarang untuk pemujaan atau persembahan adalah yang bergetah, berlendir, bunga yang sudah dilangkahi orang, yang tidak berbau harum, semua tidak patut dipersembahkan. Siwaratrikalpa menyebutkan selain persembahan daun Bila (Bilva) sebanyak 108 sangat baik pula apabila mempersembahkan bunga Menur (Melati berkelopak ganda), Oleander, Gambir, Kecubung, Widuri putih, Putat (planchonia valida), Asoka, Nagasari (mesua roxburghii), Trangguli (cassia fistula), Kembang Tanjung, Kenanga, Cempaka, Seroja berwarna biru, merah, dan putih, dan segala jenis bunga termasuk juga pucuk daun Maja/Bila/Bilva dan Tulasi (di Bali disebut Selasih Miyik). Ada delapan jenis bunga yang disebutkan sangat bagus dipersembahkan kepada Tuhan. Ada satu bunga yang sangat “disukai” oleh Dewa Siva bernama bunga Dhatura (datura stramonium), semacam bunga kecubung dengan ukuran yang lebih kecil. Bunganya mendongak ke atas, bukan menggantung seperti kecubung. Buahnya bulat dengan kulit buah berambut, warna kehijauan, sepintas seperti buah rambutan. Dhatura dalam cerita Purana disebutkan muncul dari dadanya Dewa Siva, oleh karena itulah ia menjadi kesukaan Dewa Siva. Bunga Dhatura dipersembahkan kepada Siva khususnya pada hari Sivaratri bersamaan dengan persembahan daun Bilva. Bunga kedua adalah Kembang Sepatu Merah (Hibiscus rosasinensis) dan di Bali disebut Pucuk Bang. Sangat disukai oleh Dewa Ganesa. Ketika mempersembahkan bunga Kembang Sepatu berwarna merah maka kekuatan spiritual Dewa Ganesa akan terserap ke inti bunga kemudian menyebar melalui kelopaknya dalam bentuk lingkaran. Kekuatan inilah yang memberi perlindungan bagi pemujanya. Dalam sebuah lontar disebutkan Pucuk Bang bersama

“sibuh cemeng” digunakan untuk memohon tirtha guna menghalau kekuatan jahat. Bunga nomor tiga adalah bunga Parijata yang di Indonesia dikenal dengan nama bunga Srigading (nyctanthes arbor-tristis). Bunga Parijata dipersembahkan kepada Visnu dan Laksmi. Bunga Parijata didapatkan oleh Dewa Indra lalu dibawa ke surga dan menjadi kesukaan para Dewa. Di Bali bunga Parijata antara lain digunakan pada Sesayut Giri Kusuma bersama dengan pucuk Cemara dan “Padang Kasna”, jenis rumput berwarna putih seperti Edelwais. Digunakan juga dalam Sesayut Guru Pasupati Sakti untuk mengupacari “tapakan” Barong, Rangda, Barong Landung, Tapel Pajegan, dan Jauk. Yang ke empat adalah bunga Padma/Lotus (nelumbo nucifera) dan juga Teratai/Water Lily (genus nymphaea) yang di Bali disebut Tunjung. Umat mempersembahkan bunga Padma khusus untuk memuaskan Dewi Laksmi. Bagi umat Hindu di India, mereka mempersembahkannya pada Dewi Laksmi khususnya pada hari-hari pemujaan pada upacara perayaan Dipawali. Biji Padma juga menjadi penting dalam tradisi Hindu Dharma dihubung-hubungkan dengan mantram untuk mendapatkan karunia rezeki dari Dewi Laksmi. Di urutan ke lima adalah Marigold yang di Bali disebut Gumitir (genus tagetes). Disebutkan sangat disukai oleh Dewa Ganesa. Dalam lontar Aji Janantaka disebutkan bahwa setelah mendapat panglukatan/disucikan oleh Dewa Siva maka bunga Gumitir yang berwarna kuning (tagetes erecta) dan kondisinya dalam keadaan bagus boleh digunakan untuk pemujaan di manapun. Yang tidak boleh digunakan untuk pemujaan atau banten adalah jenis gumitir yang berwarna merah, ukuran bunganya lebih kecil dari gumitir lokal (tagetes patula). Selanjutnya yang ke enam adalah bunga Palasa (butea monosperma). Dalam bahasa Jawa disebut Ploso, dalam bahasa Sunda disebut Plasa. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan julukan Flame of the Forest. Dewi Saraswati

menyukai segala jenis bunga, khususnya yang berwarna putih, akan tetapi, bunga Palasa ini sangat disukai oleh Dewi Saraswati. Oleh karena itu, terdapat keyakinan bahwa tanpa bunga Palasa maka pemujaan pada Dewi Saraswati dianggap tidak lengkap. Bunga nomor tujuh adalah bunga Tulasi (ocimum tenuiflorum). Bunga ini khususnya dipersembahkan kepada Dewa Visnu. Kalau di Bali kita mengenal Selasih Miyik. Sedangkan Selasih (ocimum basilicum) yang merupakan keluarga dari tumbuhan Tulasi dimanfaatkan bijinya untuk campuran minuman dan daunnya untuk masakan. Ada dua jenis Tulasi, yang daun dan ranting mudanya hijau disebut Tulasi Balarama, yang daun dan ranting mudanya hitam disebut Tulasi Krsna. Terakhir yang nomor delapan adalah bunga Melati (jasminum sambac). Bunga ini khusus dipersembahkan kepada Hanuman. Penyebutan di dalam kitab-kitab suci dan lontar-lontar tentang Tuhan dan para Dewa/Dewi menyukai bunga ini dan itu hanyalah istilah teknis zaman dulu untuk menyebutkan kecocokan energi spiritual dengan “sarana” atau “kabel penghubung” energi. Demikian pula “setting”-an mantra, bija-mantra, “muhurta” atau “dewasa ayu”, bahan-bahan arca, bahan-bahan tasbih dan lain-lain terhadap Dewa tertentu, semua bermakna. Jika para sadhaka secara sempurna dapat memenuhi “settingan” antara Ista Dewata dengan bahan arca, dewasa ayu, bahan japamala (tasbih) dengan mantra dan bija-mantra, jumlah minimal mantra, macam persembahan, terakhir dilengkapi dengan yajna agnihotra dan dana-punia, maka hasil dan manfaat sempurna dari praktik agama spiritual didapat dengan mudah olehnya. Selain kedelapan bunga yang telah disebutkan di atas, terdapat bunga yang menurut kitab suci pasti memuaskan Tuhan Yang Maha Esa. Bunga tersebut jumlahnya juga ada delapan (satyam caivastamam etais tusyati kesavah), yang akan dibahas pada artikel berikutnya minggu depan.

MIMBAR AGAMA

Hari Raya Imlek adalah Penanggalan Khonghucu Js. Ang Cuan Yen Wei De Dong Tian ( Hanya Kebajikan Tuhan Berkenan ) Sistem penanggalan lazimnya terkait dengan suatu kepercayaan/keyakinan (agama). Karena memang penanggalan diadakan untuk memberikan penangalan bagi umat (beragama), utamanya dalam melakukan ritual/persembahyangan (ibadah) seperti yang dituntunkan dalam Kitab Suci sebagai panggilan iman. Ada tiga sistem penanggalan yang dikenal yakni: Pertama, adalah Lunar (Bulan) system (penanggalan Hijriah: satu tahunnya 354 hari), Perhitungan: Bulan mengelilingi Bumi. Kedua, Solar (Matahari) system, (penanggalan Masehi: satu tahunnya 365 ¼ hari). Perhitungan: Bumi mengelilingi Matahari. Selisih inilah yang menyebabkan Hari Raya Idul Fitri setiap tahunnya maju 11 hari dibandingkan penanggalan Masehi. Ketiga, Luni-Solar system, merupakan gabungan dari kedua system di atas (penanggalan Pertanian, ( Nong Li); yang kemudian hari dikenal sebagai penanggalan Khonghucu, ( Kongzi li).

Ikarus Modern Ong Aditya Sya Paramyotir, Rakta Teja Namostute. Sweta Pangkaja Madyaste. Bhaskara Ya Namostute. Om Hrang Hring Sah Parama Siwa Radidtya Ya Namo Namah. “Di zaman Now, rangkaian kata suci yang disebut mantra tersebut, tidak begitu asing lagi di telinga umat Hindu di Bali. Keharusan untuk dilafalkan, baik oleh sulinggih yang memimpin persembahyangan bersama atau perorangan yang melakukan pemujaan sendiri di tempat suci. Ujaran sakral yang merupakan mantra kedua dalam Panca Sembah ditujukan pada Dewa Matahari, yang dalam mantra dinyatakan sebagai Dewa dari semua Dewa. Dengan julukan Siwa Raditya., Dewa Matahari diyakini merupakan salah satu manifestasi Sang Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Mahaesa, yang menjadi sumber semua sinar pencerahan, menuntun semua manusia di jalan kebaikan dan kebenaran. Ditinjau dari penggunaan sarana, pemujaan

Di mana selisih hari dari kedua sistem itu dikonversikan dengan apa yang disebut bulan kabisat (Run Yue) dengan perhitungan setiap (siklus) 19 tahun dilakukan penyesuaian (disisipkan bulan kabisat) sebanyak 7 kali. (19 X 11 = 209 equivalent dengan 7 bulan). Dengan demikian, hari raya Tahun Baru penanggalan Khonghucu, Kongzi li, setiap tahunnya jatuh pada kisaran da han (20/21 Januari) dan yu shui (18/19 Februari), karena perhitungan tertentu dengan adanya bulan kabisat sebanyak 7 kali dalam 19 tahun. Penyebutan penanggalan Yinli/Imlek untuk penanggalan Khonghucu, sebenarnya salah kaprah. Karena Yinli/Imlek menunjuk pada Lunar system sedang untuk Solar system disebut Yangli/Yanglek maka untuk penyebutan penanggalan Khonghucu, Kongzi li yang merupakan gabungan dari Lunar system dengan Solar system (Luni-Solar system) seharusnya Yinyangli / Imyanglek. Kenapa Disebut Penanggalan Khonghucu, - Kongzi li? Sistem penanggalan ini mempunyai sejarah yang panjang dan unik, sejak pertama kali dibuat (era Huang Di; 2697 s.M - 2598 s.M), penentuan Tahun Baru nya mengalami perubahan dari satu dinasti ke dinasti yang lain. Nabi Khongcu (551 s.M - 479 s.M) yang hidup pada zaman Chun Qiu akhir era dinasti - Zhou (1122

brolan BALE BANJAR ARIDUS terhadap Sang Hyang Surya dapat dikatakan sebagai mantra pertama, karena di kedua ujung tangan mereka yang sembahyang terjepit sekuntum kembang. Sedangkan di mantra pertama hanya ujaran tanpa bunga, sehingga lazim disebut ‘muspa puyung‘. Bahkan sebelum pemujaan pada Siwa Raditya dimulai, biasanya ada pemberitahuan, agar digunakan sekar petak atau bunga putih sebagai sarana. Hampir semua dari kita tahu kalau warna putih adalah lambang bersih, jujur dan adil,‘ papar Rubag. “Secara logika kita tahu, ma-

s.M - 255 s.M), menyerukan untuk menggunakan penanggalan dinasti - Xia (2205 s.M - 1766 s.M) karena Nabi Khongcu melihat bahwa penentuan Tahun Baru seyogyanya dikaitkan dengan ketepatan perhitungan musim yang juga merupakan aspek kultural-filosofis dimana akan memudahkan rakyat dalam bercocoktanam, hal ini mengingat pula begitu pentingnya aspek ketepatan musim tanam, diawal musim semi bagi masyarakat agraris, yang menumpukan hidupnya dengan bersawah-ladang, yang mana hasilnya untuk memenuhi kebutuhan pokok umat manusia. Mereka adalah rakyat berbagai bangsa, berabad-abad sehingga sekarang. Inilah Wahyu Tian (Tian Ci) yang diturunkan bagi kesejahteraan insan ciptaanNya melalui Nabi Khongcu! Nabi (Khongcu) bersabda : “Pakailah penanggalan Dinasti Xia.” (Lun Yu XV: 11). Pada saat itu, penguasa belum/tidak memperhatikan Sabda Nabi Khongcu tersebut (hanya raja yang mempunyai kewenangan untuk menetapkan system penanggalan dengan Tahun Baru nya). Namun Tian/ Tuhan YME berkehendak lain, pada zaman Dinasti Han, raja ke VI; - Han Wu Di, pada tahun 104 s.M, mencanangkan penggunaan system penanggalan seperti yang di Sabdakan Nabi Khongcu. Dan awal tahunnya ditentukan dengan menggunakan tahun

kelahiran Nabi Khongcu (551 s.M). Itulah sebabnya perhitungan penanggalan Khonghucu, Kongzi li, Tahun ini menunjuk angka 2569 Tahun (551 s.M + 2018 M). Sejak itu, penggunaan system penanggalan ini sampai sekarang tidak pernah berubah lagi. Seandainya Han Wu Di tidak mencanangkan system penanggalan seperti yang di-Sabda-kan Nabi Khongcu, maka orang tidak akan pernah tahu apa yang terjadi (menggunakan system yang mana dan kapan penentuan tahun barunya). Karena orang menggunakan system penanggalan seperti yang dicanangkan oleh - Han Wu Di yang bersumber dari Sabda Nabi Khongcu, maka system penanggalan yang digunakan sekarang ini disebut penanggalan Khonghucu, - Kongzili. Makna Filosofis Tahun Baru bagi Umat Khonghucu Berbicara mengenai makna Tahun Baru, apanya yang baru? Iman Khonghucu menegaskan: ‘Baru’ (Xin) mempunyai dimensi yang bisa berarti: ‘Awal atau Pada-mulanya’ bertujuan memperbaiki (memperbaharui), bermaksud selalu ‘Baharu’, dengan artian: agar ‘lebih baik dan lebih baik lagi’. “Bila suatu hari dapat membaharui diri, perbaharuilah terus tiap hari dan jagalah agar baharu selama-lamanya!”(Thai Hak II: 1) Di manakah konteks relevansi

akan nilai Religi dalam setiap Tahun Baru? Kalau dihubungkan dengan konsep imani - Tian (Tuhan/ Sang Khalik)’, - Di (Bumi/Sarana)’ dan Ren (Manusia)’ dalam - Ru Jiao (Agama Khonghucu), maka ada makna yang tersirat dalam hubungan ini; Bukankah Dia sang khalik menjadi ‘- Zhong Shi’ (Prima Causa-CausaFinalis) semesta dan turunannya berarti ada awal dan akhir? Dimana orang mau mengawali dan kapan akan mengakhiri? Ini semua berada pada ‘titik’ relatif imagi manusia. Maka tahun baru, senantiasa berarti ‘kesempatan baru’ (Xin De Ji Hui). Bukankah bumi menjadi ‘sarana’ yang menyediakan semua? Hanya mungkin ada yang ‘salah’ dalam mengelolanya. Orang mau ‘mencari’ atau men ‘sia-sia’ kannya, Bumi tetap menyediakan Harapan bagi insan beriman. Maka tahun baru, selalu merupakan ‘harapan baru’ (Xin De Xi Wang). Bukankah manusia adalah ciptaanNya, yang ter ‘mulia’, mengapa manusia tak berdaya- usaha dan ulet bekerja? manusia seharusnya dengan Iman dan Taqwa berupaya selaras (bahagia) didalam Jalan SuciNya (Le Tian). Maka tahun baru, adalah sebuah ‘perjuangan baru’ (Xin De Tiao Zhan) Tian; Tuhan/Sang Khalik memberi Kesempatan, Di; Bumi/ Sarana menyediakan Harapan, Ren; Manusia harus Berusaha!

tahari memiliki sifat bersih, jujur terutama adil! Dia memancarkan sinar dan memberi kadar panas yang sama pada setiap benda atau orang yang disinari. Bahkan untuk menjaga kehidupan semua makhluk, matahari akan mencairkan gumpalan mendung tebal yang kemudian menjadi hujan, dan dia bersinar lagi agar alam tidak diselimuti kegelapan. Karena sifat bersih, jujur dan adil itulah, mantra untuk Siwa Raditya diposisikan pada awal dari persembahyangan. Dia dijadikan saksi ketulusan dan keikhlasan manusia dalam memuja Tuhan, roh suci atau atman dan semesta. Bahkan sering kita dengar ada Sumpah Cor, yakni pengakuan terhadap Sang Hyang Surya buat membuktikan kejujuran pihak-pihak yang berseteru. Agaknya bukan kita di Bali saja yang memuja Dewa Matahari, sebagai Dewa Kejujuran , Keadilan dan kebersihan hati, juga bangsa Jepang. Namun di negeri yang bernama Matahari Terbit itu, Matahari dianggap feminin sehingga disebut Dewi Matahari atau Amaterasu Omikami. Adiknya Dewa Bulan atau Tsukuyomi dan Dewa Badai dan

Laut bernama Susanoo. Cucu Amaterasu yakni Ninigi no Mikoto diperintah neneknya untuk turun ke bumi dan memerintah kepulauan Jepang dan dibekali cermin, pedang dan mutiara. Ketiga benda itu menjadi Tiga Pusaka Keramat bagi bangsa Jepang, yang kaisar pertamanya bernama Jimmu Tenno dipercaya sebagai keturunan Dewi Matahari. Rasa hormat dan takzim pada kaisar beserta keluarganya dari bangsa Jepang sampai sekarang, bersumber pada kepercayaan tersebut. Makanya pada Perang Dunia II, teriakan ‘Tenno Heika Banzai!‘ yang berarti ‘Hidup, Kaisar!‘ oleh para serdadu Jepang terus bergema disertai tindakan tidak takut mati,” tutur Nyoman Sudiantara. “Bangsa yang unik dan tetap menjaga tradisi dan budaya meskipun paling awal menjadi negara termodern di Asia! Bahkan belum pernah terdengar ada warga Jepang yang mengumpat dan membuli kaisar dan keluarganya. Beda dengan kita di sini ya? Ngomong-omong soal Matahari, aku jadi teringat mitologi Ikarus dan ayahnya, Daidalos. Keduanya ditahan Raja Minos di sebuah

bukit terjal dikelilingi laut, karena menipu Sang Penguasa. Daidalos yang seorang penemu ulung, berhasil mendapatkan cara untuk raib dari tahanan. Dia melumuri sekujur tubuhnya dan anaknya dengan lilin dan menancapkan bulu-bulu burung besar, lalu menunggu angin bertiup kencang. Sebelumnya Daidalos berpesan pada anaknya, jangan terbang terlalu dekat matahari. Euforia dan kesombongan menyebabkan Ikarus merasa seperti Dewa karena bisa terbang dan mengabaikan pesan ayahnya. Sengatan Sang Surya menyebabkan lilin meleleh dan bulu copot satu demi satu, akhirnya tubuh Ikarus tercampak ke bumi dan tewas dengan kondisi mengenaskan. Ternyata dia manusia yang nekat mengadu ketidaksempurnaannya yang berakibat fatal. Mitologi Ikarus adalah sebuah parodi, yang menyarankan bila satu telunjuk menuding orang, harus dipastikan keempat jari yang lain terjamin bersih! Sekarang pun banyak Ikarus-Ikarus Modern, yang akhirnya mewek saat diborgol atau masuk rumah tahanan,“ komentar Made Surjanegara.


Bali

6

Redité Wagé, 3 Februari 2019

Kasenian Arja

Masolah Sinambi Mapupuh KASENIAN wantah sinalih tunggil parindikan sané mabuat sajeroning kahuripan krama Bali, napi malih kasenian punika kasenengin ring widang pariwisata. Kasenian sujatiné kapah dados tigang soroh, luiré; kasenian wali utawi sesolahan sané tenget tur sakral saha dados unteng upacara yadnya sané kamargiang, kasenian wewali utawi kasenian sané prasida kaucap sakral taler prasida manados bebalihan, miwah kasenian wali-walian utawi kasenian sané kawigunanipun wantah dados balih-balihan (tontonan) majeng krama sané ngranjing utawi wénten ring wewidangan pura genah yadnya kamargiang. Arja wantah sinalih tunggil kasenian tradisional sané ngranjing ring soroh

kasenian sakral. Arja sujatinné ngranjing ring soroh kasenian wali-walian utawi bebalihan sané tatkala katilik indik tuuh ipun wantah doh ungkuran kapanggih ipun utawi ngudaan saking sesolahan gambuh sané ketah kawigunayang dados sesolahan wali wiadin wewali. Cecihnan saking sesolahan arja inucap katimbang sesolahan tiosan minakadi drama gong miwah tapel inggih punika arja wantah sesolahan sané kaucap jangkep daging ipun sakadi sané kabaosang olih I Gede Agus Budi Adnyana, S.Pd.B., M.Pd. inggih punika akademisi sané taler manados pragina arja. Dané maosang ring sajeroning kasenian inucap, wénten makéh daging seni ipun inggih punika seni

Bencingah

Kadasarin Kalih Parindikan

NGUPAPIRA saha nglestariang kawéntenan seni lan budaya tradisional boya pakaryan sané dangan, sakéwanten nénten majanten parindikan punika nénten prasida kamargiang. Duaning sakadi sané kapanggihin ring pakraman Hindu Bali, nénten akidik kasenian miwah budaya kuna tetamian panglingsir sané kantun lestari kantos mangkin. Sinalih tunggilnyané marupa kasenian Arja. Kahanan inucap kabaosang I Gede Agus Budi Adnyana, S.Pd.B., M.Pd. sangkaning kadasarin kalih parindikan. Kapertama, indik niskala utawi spiritual sané ngeninin parikrama agama taler pidabdab upacara yadnya. Sujatiné jiwatman saking kasenian arja wantah agama Hindu. Sangkaning punika, tatkala wénten upacara yadnya ring pura sinah kapanggihin kémanten parikrama sesolahan Arja. Punika ngawinang kasenian kuna puniki kaélingang tur kauningayang olih kramané utamanipun para yowanané. Parindikan sané kaping kalih, sajeroning parikrama taler festival budaya, arja setata kasolahang tur katonton olih krama sané rauh ring parikrama utawi féstival budaya inucap. Sios punika dasar kasenian arja wantah sekaa pesantian sané kahanané mangkin sampun sayan ngakéhang. Asapunika taler kawéntenan gegambelan gaguntanganipun. Yéning sampun sakadi punika sinah patut muruk masesolahan kémanten, sampun dados kabaos sekaa arja, napi malih wénten taler sané kawastanin arja negak. Arja negak inggih punika sekaa pasantian sané nénten mapayas tur nénten masolah nanging wantah negak tur matembang kairing antuk gaguntangan, madaging lakon. Wénten sané manados tokoh minakadi Mantri, Panasar, Wijil, Limbur, Galuh miwah Condong, “Tiang nyantenang pisan yéning kasenian arja setata kataminin ring para yowana antuk pikayunan sané nénten mabinayan, inggih punika pikayunan ngayah. Duaning akéhan praginané masolah ring pura wiadin genah upacara yadnya wantah antuk dasar pikayunan ngayah tur marasa bangga yéning sampun prasida ngayah masesolahan,” asapunika pragina sané taler ngamolihang penghargaan Hindu Books Readers Community (HBRC) Award pinaka Penulis Hindu Terbaik dan Penulis Kebudayaan Terbaik warsa 2013 puniki makenyem. (was)

Kruna Basa Bali

AKSARA BALI

1.

bega

1.

b)g,

2.

begah

2.

b)g;,

3.

bégal

3.

ebgl/,

4.

begeh

4.

b)g);,

5.

begug

5.

b)gug/,

6.

bejigar

6.

b)jig(,

7.

bekis

7.

bkis/,

8.

bekung

8.

b)ku*,

9.

belad

9.

b)ld/,

10.

belagbag

10.

b)lgãg/,

matembang, seni masesolahan, seni nabuh magegambelan, masolah sakadi drama gong taler nyinahang semu semita ipun. Sampun majanten ring kasenian tiosan nénten jagi jangkep sakadi asapunika. Sangkaning punika kahanan pragina arja inucap nénten dados prasida waged ring indik masesolahan kémanten nanging taler waged ring sajeroning mapupuh utawi matemb a n g utamanipun soroh pupuh sané jagi kawigunayang ring sajeroning

arja inucap. “Punika duaning ring sajeroning pamargi sesolahanné, bebaosan ipun jagi kamargiang antuk matembang utawi mapupuh kémanten. Minakadi tatkala Galuh mabebaosan sinah patut matembang sané raris kaojah utawi katugesang dagingipun antuk Condong asapunika taler tatkala Mantri mabebaosan sinah jagi katugesang antuk Penasar miwah Wijil,” baos dané. Pinaka sesolahan asapunika, sampun majanten yéning arja madué lakon sané jagi kasolahang tur kaadungang sareng genah utawi wewidangan sesolahan inucap kamargiang. Duaning sakadi sané kabaosang dané, kirang adung yéning lakon sané kasinahang tenget kasolahang ring genah sané témér asapunika taler ring genah sané suci utawi tenget nyolahang lakon sané nyinahang indik tresna anaké lanang-wadon kémanten. Sangkaning punika raris kaadungang mangda prasida becik, minakadi conto tatkala arja inucap kasolahang ring Pesta Kese-

nian Bali wiadin féstival-féstival kebudayaan sinah lakon ipun akéhan marupa Sampik Ingtay sané indik tresna taler madaging sebetnyané. Sakéwanten tatkala arja kasolahang ring pura, sinah sané kasolahang wantah lakon I Mudita lan Ni Kusumasari inggih punika lakon tresna utawi romansa sané taler kasinahang serius utawi tenget. Punika duaning ring lakon inucap wénten pidabdab jagi macentok kawisésan Niwerti kalawan Prawerti utawi Kiwa kalawan Tengen sané kasinahang antuk pasiat I Mudita nglawan I Klinjar miwah Dayu Datu. Sios punika wénten taler kasolahang ring pura

arja antuk lakon Ki Balian Batur yadiastun kahananné mangkin akéhan punika kasolahang ring sajeroning Prembon wiadin Calonarang kémanten. Nanging ring arja antuk lakon Ki Balian Batur punika nénten kawigunayang sarana minakadi bangké matah, pragina Pandung miwah Rangda tur sesolahan kapuputang ritatkala Ki Balian Batur prasida matemu sareng Mantri sané masolah dados I Bendesa Gumiar. “Unteng utawi klimaks saking sesolahan arja punika wantah ring panguntat parikramannyané inggih punik a

tatkala Mantri prasida matemu sareng Galuh sané raris masikian risampunné ngalintangin makudang-kudang pikobétan. Tatkala punika sampun majanten pragina arja inucap patut maparikrama tur nyinahang raga majeng ring para pamiarsa yéning Mantri inucap wantah adung tur satmaka sampun majodoh pisan sareng Galuhnyané,” asapunika Budi Adnyana nartayang. (was)

Pakem Arja

Nyolahang Galuh lan Mantri Manis SOANG-soang kasenian pamekas seni sesolahan majanten madué pabinayan. Inggian ring tatacarané masolah, sapasira sané patut kasolahang, busana taler piranti tios sané kawigunayang ring sesolahan inucap. Punika sané kasengguh pakem sané raris nyinahang sapunapi kasenian inucap patut kamargiang taler sapunapi tata-titi sajeroning pamargi sesolahané. Soangsoang kasenian majanten madué pakem. Minakadi sesolahan arja pinaka kasenian tradisional. Nyolahang arja, patut nganutin pakem sané sampun kauningayang. Sinalih tunggil pakem ring sesolahan arja punika wantah tokoh-tokoh sané kasolahang. I Gede Agus Budi Adnyana, S.Pd.B., M.Pd. maosang, tokoh-tokoh inucap akéhnyané nem diri, luiré; Limbur, Galuh, Condong, Mantri Manis, Panasar, miwah Wijil. Ri kala Penasar miwah Wijil masolah ngawigunayang tapel, sesolahan inucap kasengguh Prémbon. Praginannyané prasida mabebaosan biasa, nénten mapupuh saking ngawit nyan-

tos pamuput sakadi ring arja. Ring sesolahan Prémbon, pragina istri sané kasolahang nénten malih Galuh, nanging ngawigunayang tokoh sané prasida mabanyolan tur ngamedalang patembung baos sané monyér minakadi Liku sané makanténan sareng Desak Rai. Tokoh istri inucap taler nyinahang pragina lanang sané jagi kasolahang. Yéning Galuh miwah Condong sinah maskulindum utawi pragina lanangnyané wantah Mantri Manis kasarengin antuk Penasar miwah Wijil Manis. Sakéwanten yéning sané kasolahang wantah Liku miwah Desak Rai, sinah maskulindum ipun wantah Mantri Buduh sareng Penasar miwah Wijil Buduh. “Sakéwanten dewasané mangkin tokoh Lim-

bur sayan arang kapanggihin ring

sesolahan arja wiadin ring prém-

bon. Minab ring masanné mangkin lakon utawi satua sané kasolahang ring sesolahan inucap arang madaging Limbur,” baos dané. Yadiastun tokoh sané kasolahang ring sesolahan arja wantah Limbur, Mantri, Galuh, Condong, Panasar lan Wijil ké-

manten, nanging tatkala wénten lakon sané ngaptiang pragina utawi tokoh siosan sinah jagi kadagingin malih pragina. Minakadi ring lakon wénten ngawigunayang tokoh Dukuh sinah jagi kadagingin tokoh inucap tur nagingin malih siki pragina ipun sané taler matembang ring sajeroning sesolahan ipun. Sios saking tokohnyané, sesolahan arja prasida kaucap jangkep yéning sampun kairingang antuk gegambelan gaguntangan yadiastun ring masanné mangkin sayan ketah sesolahan arja sané kairingang antuk gegambelan gong keby-

ar wiadin Semar Pagulingan. Sané taler pinaka pakem sané nénten dados kalémpasin inggih punika patut matembang utawi mapupuh ring pidabdab sesolahan inucap kamargiang, inggih punika ngawigunayang Pupuh Durma, Pupuh Ginada miwah Pupuh Sinom taler Pupuh Ginanti manut saking lakon sané kasolahang duaning soang-soang pupuh jagi ngamedalang kahanan utawi rasa sané mabina-binayan tatkala katembangang. “Sakadi Pupuh Sinom sané ketah kawigunayang tatkala tokoh inucap nuturin utawi ngicén pamiteket. Sios punika taler kawigunayang tatkala pepeson miwah ngawedarang satua minakadi Sinom Lawé, Sinom Dasar wiadin Sinom Uwug Payangan. Yéning bebaosan ipun sakadi anak memedih sinah kawigunayang Pupuh Durma sakéwanten yéning nyinahang bebaosan sebet sinah jagi ngawigunayang Pupuh Ginada Dasar wiadin Pupuh Maskumambang,” asapunika Budi Adnyana nartayang. (was)

Dura désa

Rowo Bayu, Genah Payogan Prabu Tawangalun

KASUGIHAN alas ring Banyuwangi yukti nénten prasida kawilangin malih. Satios sumber daya alam, ring alas wewidangan Banyuwangi puniki wénten makudang-kudang peninggalan wiadin situs sané kadadosang jejak sejarah majeng para yowana panerus ring masané mangkin wiadin sané jagi rauh. Sinalih tunggilnyané, wisata spiritual Rowo Bayu, Desa Bayu, Kecamatan Songgon. Objek wisata sané genahnyané sawatara 30 kilometer saking Kota Banyuwangi puniki rumasuk ring situs peninggalan kerajaan. Kaprecaya, Rowo Bayu wantah petilasan genah masemadi utawi payogan Prabu Tawangalun sadurung ngwangun Kerajaan Macanputih ring Kabat. Kocap, ri kala masemadi, Prabu Tawangalun molihang waranugraha Macanputih aukud pinaka palinggihan dané. Manut pawisik, beburon inucap pacang ngiringang Tawangalun ka sisi kangin. Ring genah icalnyané Macanputih punika, Prabu Tawangalun ngwangun kerajaan sané ageng pisan. Arannyané wantah Kerajaan Macanputih sané taler pinaka cikal bakal Banyuwangi. Kantos mangkin, aran Macanputih kadadosang sinalih tunggil aran désa, Desa Macanputih. Inggian Rowo Bayu miwah Macanputih yukti madué vibrasi spiritual sané kabinawa. Nénten angob, kalih genah inucap ketah karauhin krama sané meled ngruruh kaheningan saha kadegdegan pikayunan utawi molihang kekuatan spiritual majalaran meditasi. Nénten wénten sumber resmi sejarah Rowo Bayu.

Manggihin genahnyané, genah Rowo Bayu marupa rawa sané kaiterin alas sané ngulangunin. Akéh sané ngulanginin ring genahé puniki, toyannyané ning saha genahnyané dayuh pisan. Rowo Bayu becik kadadosang genah wisata petualangan, parikrama adatnyané macihna pisan saha becik pinaka genah wisata sejarah ngélingang Puputan Bayu miwah hari lahir Banyuwangi. Satios punika, genah inucap becik pinaka genah wisata religi. Genahnyané sané silib ngawinang krama sané rauh marasa degdeg pikayunané saha meled sué meneng irika. Ngruruh genah inucap taler dangan, saking Banyuwangi prasida langsung nuju jalur Rogojampi. Majeng krama sane meled ngrasayang kahanan spiritual, pacang kasarengin olih juru kunci petilasan. Krama sané rauh prasida ngranjing ka genah petilasan Prabu Tawangalun miwah ngamargiang ritual manut kayun soang-soang. Ring sisi kiwa petilasan wénten klebutan sané nénten naan nyat toyannyané. Klebutan inucap kawastanin Sumber Kamulyan. Krama sané rauh kadadosang ngambil toya inucap. “Sira kémanten, saking agama napi ja, dados ngamargiang ritual ring genah puniki,” baos Saji, sinalih tunggil krama sané ngemit petilasan, wawu puniki. Wisata Rowo Bayu ramia karauhin krama ri kala galah liburan sekolah. Sané rauh akéhan para yowana saking wewidangan Banyuwangi miwah wewidangan tiosan. (udi/uma)

BPM/ist

ROWO BAYU - Wisata spiritual Rowo Bayu, ring Kecamatan Songgon, Banyuwangi.


Nyastra

Redité Wagé, 3 Februari 2019 “DÉ, barengin ja ngaé Sastra Bali Anyar, apang liunan ajak maseka, apang nyak nglimbak. Apa nak sing gaé. Sastra Indonésia suba liu ajak ngitungang!” Nénten engsap-engsap I Madé Kawi ring piteket bapannyané punika sadurung anaké lingsir lacur, mangda ipun sareng nglimbakang kahanan Sastra Bali, bilih-bilih Sastra Bali Anyar, sejabana Sastra Bali Purwa. Yadiastun makebiah taler bayunnyané sarat nagingin pawekas-wekas reramannyané, nanging tan wurungan kadi bébék ring pundukané ipun tan surud-surud nyiksik bulu, tan keni antuk ngétang déwék ipuné padidi, napi mahawinan ipun jeg sakadi kémad kimud, ajerih tan kadi-kadi nyobyahang kekawiankekawiannyané majeng ring krama pangoneng Susatra Bali. Kasujatiané sampun makuéh, yadiastun ten makuéh pisan, sesuratan prasida antuka ngripta, nanging asiki ko durung wénten kasobyahang. Gelisan metu lek ngubek manah ipun padidi, yan ayat matetegar nyobyahang ring surat kabar, napi malih marupa buku. “Sing nyak pangus dadi nah? Kuangan lengut asané puk.” Setata kadi asapunika awanti-wanti bolak-balik bélék paglémék pakaeng ipun jroning manah. Pamuput kagenahang malih ring reriptan-reriptannyané tiosan matumpuk ageng kadi galeng. Ri kala pangawi-pangawi let utun nyobyahang kekawiannyané sané dahat ngagobin, pangawi-pangawi anyar las lascarya ngatrayang kekawiannyané yata tatuwian pisan, I Madé Kawi nitiasa rumasa teteh méweh, tan leh-leh, iteh maleh-maleh manah jejeh. Angob ipun ring pangawi-pangawi anyar setata las wanén nyobyahang sesuratan, amunapi jwa sida antuka mangawi. Gumanti punika sané patut. Réhning manut dresta, yén kekawiané sampun puput karipta tur sampun kasobyahang, sampun reké dados druén krama. Becik kalawan ten becik sara lédang krama lan sang wus pascat ring susatra sané maosang. Sané banget ngranayang ipun kimud, wantah kahanan petala bapannyané sané kabaos salah sinunggil pelopor Sastra Bali Anyar saha reriptannyané nitiasa pangid, basabasitannyané lengut, kaonengin antuk sraya kanti pangawi Sastra Bali Anyar tiosan makadi I Gdé Darna, Anak Agung Wiyat S.Ardy, Madé Rugeg Nataran, Madé Taro, Nyoman Manda, pangawi lan pangoneng Sastra Bali Anyar ungkuran makadi IDK Raka Kusuma, Ida Bagus Widiasa Kinitén, Windhu Sancaya, Darma Putra, miwah sané tiosan, turmaning kasub kantos ka dura negara. Lek jengah setata magatik ring manah ipuné. Lek, duaning rumasa reriptannyané nénten becik; jengah, mapan kantos mangkin tan sidasida antuka naur utang nagingin pawekas-wekas bapannyané. Jemet ipun mangripta mangrawit, nanging jemet taler ipun kabanda manah nyalit. Sarahina-rahina kantos aselid asanja ipun degeng ngetik kantos lali ring napi-napi, nanging wantah ang-

Pangawi Bali I Madé Suarsa gén padidi. “Beli, apa sujatiné ketik Beli to lemah peteng sing pragat-pragat. Sing siep-siep, kletak makletok dingeha kin kopingé?” “Né nu bin dik gén Luh.” “Terus bin dik bin dik gén. Kumuh ngetik kanti engsap tekén kurenan.” “Suba pragat né.” “Kén, kal baca malu!” I Madé Kawi ngaud ketikan ring mesin ketik Brother Deluxe 750TR, ngenjuhang ring somahnyané tur gelis kawacénin. “Ring plangkan malih asiki, makatetiga pianak titiang pajlempé saling timpahin leplep pisan. Inuni ipun uyang kadi kabayang-bayang, mangkin titiang kajengah-jengah kadi kanyanyah, tangkah makurah peluh matah-matah, ngenehang lacuré tan telah-telah. “Bangun Beli, suba sandang majalan. Apang tusing telat, énggalang liu anaké ngantré nyén!”… “Pak, bangun pak!” Juru sapuh Kantor Perum Perumnas nyengking sambilang ipun mabersih-bersih. Makesiab kapupungan titiang ngancit sirah leplep saking bucun méjané, genah petugas pacang nyanggra sang sareng ngantré sarat magarang ngamprah umah. Srayang-sruyung ngungsi kran toya ring bucun kantor inucap, nglautang masugi, sinambi ngrimik nunas ica ring Ida Bhatara-Bhatari, mangda titiang sidaning don polih

ngamprah nyicil umah. “Pak, Bapak kan sarjana, apakah tidak malu memperebutkan rumah kecil-kecil seperti ini? Rumah-rumah kecil ini dibuat pemerintah untuk orang-orang kecil. Coba pertimbangkan lagi Pak, agar Bapak tidak menyesal nanti.” “Pak, walaupun saya sarjana, tetapi saya orang kecil Pak. Sekarang saya justru sedang mananggung malu, sudah mempunyai tiga orang anak tetapi belum mempunyai rumah. Mohon berikan saya kesempatan Pak!” Durung sida atenga antuka ngwacénin, sampun lemet rumasa awaknyané, yéh paningalané ngembeng, bibihnyané sada ngejer laut kakengkem, tan sida malih Luh Ayu nglanturang ngwacén cerpén reriptan kurenannyané, tumuli makakeb ring pabinan Madé Kawi ngeling sengisengi sinambi asesambat. “Beli, kanti buka kéto ja pajalan Beli di marga agungé ngutsahayang déwék, kanti nginep Beli di gumin anaké, kanti ulaha tekén penjagané, kanti campahina sarjanan Beliné. Kangen tiang Beli…” “Tusing ja campahina Luh.” “Men?” “Malah ajianga. Nagih sing dadianga Beli milu ngalih umah.” “Kéwala disubané tuturang Beli, pamuput dadianga, kanti prasida iraga nongos dini. Yan sing kéto méh kayang jani iraga tusing ngelah tegak

umah.” “Beneh masé kéto Beli. Patut iraga berterima kasih ajak pemerintah ané pidan.” “Saja Luh. Inget Beli, Bapak Cosmas Batubara, Menteri Muda Perumahan Rakyat dugasé ento Budha Pahing wuku Wayang tanggal 26 Januari 1983, ngresmiang Perum Perumnas Monang-Maning. Beli bareng ditu dugasé ento.” “Men, jani sing lek atié mérbérang lacuré padidi?” “Sing kénkén baca-baca padidi, anak lén sing ja nawang. Yadiapin tawanga sing kénkén, awak mula lacur ngaku lacur. Yan awak lacur ngaku sugih mara lek atiné.” Madé Kawi gumanti kimud-kimudan. Luh Ayu sada lagasan, mawinan asing-asing pakéwuh jroning kulawarga, biasané Luh Ayu sané muputang. Madé Kawi setuju-setuju manten. Sering Madé Kawi tengkejut, antuk saageng-ageng pakéwuh jroning umah, sida antuka Luh Ayu muputang, sakadi tengkejut ipuné mangkin. “Né Luh suba pasti ngelah gaéné, aa?” “Semengan suba maraab bolong, nuduh. Unduk apa to Beli?” “Ah…Luh mula sesai kéto. Suba bawang buin tambus.” “Seken tiang sing tau kin unduk, Beli?” “Pasti Luh nyilib-nyilib ngirim cerpén Beliné ke Bali Post, aa?” “Aa Beli. Suba muata?” “Néh!” Madé Kawi ngenjuhang Surat Kabar Bali Post Minggu, Luh Ayu ngénjuhang kopi ngimbuhang ongol-ongol sagu, ngényorang kenyem guyu, laut ngwacénin sawus negtegang bayu. “Rasmining Monang-Maning, pakaryan I Madé Kawi. Kété-kété pacruét saling saurin ring punyan dagdagé ligir, guér-guér begér ngérgérang kampidnyané kadi kobér, anarung panes bentér, kaselang-selingin olih kalengengan suaran paksi alit si tadah asih, doh sawat engkik-engkik ring muncuk taru bunuté ageng. Lawat balé dauhé wawu pisan nyerod, patigrapé ring tanggun batarané, nyujuh-nyujuh bibih natahé keeping…” Durung puput Luh Ayu ngwacénin carita cutet punika, Nyoman Darma Putra prakanti wekasan naenin dados mahasiswa I Madé Kawi nélpun. “Luwung Pak Dé. Terus nulis, pang ada ngwarisin bapa…!” Darma Putra gumanti kasub pénter pisan mentétin pangawi-pangawi mangda seleg ngripta. Raosnyané bawak, nanging kasuksmannyané lantang. Ngranayang janggar Madé Kawi barak, kenehnyané masriak, bayunnyané galak, seneng reriptannyané kaonengin anak. Madé Kawi sayan utun mangripta kekawian, somahnyané sayan tekun ngirim ka koran, kasobiahang sampun makuéh pisan, kumantos wénten télpun pasemengan. “Pak Madé, rereh honoré ka Bali Post, sampun akéh, mangda nyidang tiang nutup buku…!” -0-

I Wayan Winada

Satua

Waged Magamel lan Makarya Rindik

Satua I Sigir Jlema Tuah Asibak (1) Kaketus saking Satua-satua Bali (I) ADA koné anak luh daa, ubuh uli cenik katinggalan rerama luh muani, nyama ia sing ngelah. Kacarita Ni Ubuh sedekan maan ngidih padi, padiné ento jani lakar tebuka dadi jemuha. Mara tuunanga kebéranga di tanahé, kaget teka uli ija ujan bales masriok makécégan. Napi ngenggalang Ni Ubuh nuduk padinne abana menekan ka balene. Lantas lung endang ngenter aine banteng, buin tuunanga padinne jemuha. Mara pragat ia ngeberang padi ujan bales, buin ia gupuh nuduk padinne. Buin endang banteng aine ngenter, buin tuunanga padinne. Kéto buin ujan bales peteng gumine, buin ia incuh nyaup-nyaup padinne palaib-palaibanga ka balenne. Kéto dogen busan-busan menek tuunanga, kanti kenyel suba ia. Napi pedeih basange Ni Ubuh kanyolnyol ia besus kene munyinne, “Sing tuah Betara Surya bebeki pesan teken awake lacur, neh ke tunggingina!” Plitina jit suryane. Suba kéto teka endang lung nrengdeng aine. Ditu buin jumunina nuunang padinne kebéranga di natahe, kanti tuh ngritik tulus ia nebuk ngae baas. Nah suba jani kéto, sayan-sayan makelo sayan masalin rasan awakne, mrasa oon baat enduk-enduk atinne. Kenehne buka anake punek-punek nunggil dauh rone pesu uabne mencur tur ngecuhcuh, gobanne dadi sayan gading lumlum, nyonyone sayan kenyat mrasa beeng. Ditu ia keweh ngrasa ibanne tuara kakeneh baana, makejang ngetaraan ia liwar ganti tur ngidam, suba magatra di nyonyo. Apan akéto, sedih ia Ni Ubuh, taunne tusing pesan taen nwang ngajak anak muani, “Dadi awake jani kene beling, apa men kétone, tusing sing ke dadi kakedekan gumi, mimbuh-mimbuh teken lacure sing pragat baan. Widhine ngundukang lacur awake.” Kéto liu pesan sesambatanne Ni Ubuh, lemah peteng maselselan. (Masambung)

ALIT-alit taler yowana ring wewidangan Dénpasar sané seneng ngrindik, gamelan jogéd bumbung, pastika uning ring Pak Pandu. Anak lanang antuk aran sujati I Wayan Winada puniki wantah guru rindik sané ngurukang alit-alit ring SD, SMP, kantos SMA ring wewidangan Dénpasar. Satios waged ngrindik, ipun taler waged makarya gamelan saking tiing punika. Kocap, manados seniman taler makarya rindik boya pangaptinipuné daweg alit. Samian punika kamargiang sakadi toyané membah. Embas ring wewidangan sané sarat antuk parikrama seni budaya ngawinang parikrama makesenian setata mamargi ring banjar wiadin paumahan krama sané ngranjing ring sekaa makesenian. Daweg dumun, lanang sané ketah kasambat Pak Pandu puniki ketah nyarengin bibinipuné ngigel jogéd. Sapunika taler ri kala bibinipuné ngajahin ngigel jogéd. Ipun setata magéntét, nyarengin bibinipuné. “Minab kahanané punika sané ngawinang tiang seneng nabuh rindik taler makarya rindik.

Daweg punika, tiang sané kantun SD sampun cager nabuh rindik taler gong kebyar, mawinan tiang ketah ngayah wiadin péntas,” ipun ngélingang. Ngawit punika ipun setata kaprecaya nabuhang rindik ri kala ngayah wiadin péntas. Tamat saking SMA, ipun merantau ka Dénpasar antuk pangapti molihang pakaryan sané becik. Ring Dénpasar, ipun ketah nabuh rindik ring hotel siki ka hotel sané tiosan. “Dumun mangda iritan, tiang nyéwa kamar kos sareng patpat,” baos lanang sané embas ring Tabanan, 31 Juli 1970 puniki sinambi makenyem. Satios nabuh ring hotel, ipun taler ngurukang alit-alit nabuh rindik. Boya wantah rindik, akéh taler alit-alit sané malajah nabuh gendér wayang. “Kala punika, tiang taler iseng malajah ngarya rindik preragan. Sakéwanten, tiang naan katundung sangkaning uyut ri kala ngrindik.” Sangkaning punika, metu pikayunanipun makarya sanggar seni pamekas genah ngurukang alit-alité nabuh rindik. Kala punika akéh alit-alit sané nyarengin. Akéh taler sané mesen rindik kanggén malajah ring paumahan. Satios ngurukang ring sanggar, ipun taler kajudi nagingin ekstra nabuh pamekas ngrindik ring makudangkudang sekolahan, mawit SD, SMP, kantos SMA. Alitalit sané kaurukang ketah molihang juara ri kala nyarengin lomba. Sajeroning makarya rindik, lanang sané madué tigang diri pianak puniki maosang prasida muputang rindik kekalih kantos tetiga nyabran rahina. Nanging, punika wantah tiingnyané kémanten. Yéning genahnyané, prasida kakaryanin anak tiosan. Pangargan rindik asil pakaryannyané mawit saking satak séket tali kantos tigang yuta, nganutin genah rindiknyané. “Argannyané matios-tiosan. Nganutin ageng alit rindik sané kabuatang taler genahnyané. Yéning genahnyané polos, sinah argané mudahan. Yéning maukir sinah argané maalan,” ipun nguningayang. (uma)

7 Cerakén Lengkara Punggelan geguritan puniki kanggén ngulati basa lan aksara Bali. Kapunggel saking Geguritan Cokli sané kakawi olih Djelantik Santha. Kaolah antuk : Pangremba Bali Orti

pupu;s)mrnÑn. Pupuh Semarandana 42.a((mn&hlkirbi,

Dharmaning alaki rabi, sjhlu;eynÀ¡cp*, saja aluh yén ucapang, kl&ekriklhew(o,

kaling ké ri kala awor, slulutåjkСÏnn/, salulut ngajak kurenan, sin;hmæ;ks)mrn/, sinah ampah kasemaran, eyn&somæunãhtã¡lu, yéning sampun baat bulu, wwumÉs\)l;j)\;. wawu mrasa ngelah jengah.

Saking Langit Bali ”Strong Voter” lan ”Swing Voter” yukti santer tulya plaib skuter tulén kecosan panter jantra cakra tan henti amuter ring pancer sumbu bunter ngalimang warsané kaénter durung rumasa mamargi makudang méter toyané membah wawu makudang liter sagét sampun galah barter-barter strong voter sampun jejer ten sudi malih kaménter tan sida malih kakonter swing voter incegang ngenyit sénter becikang nyingakin léter sampunang bingung terus binter dumadak tan uyut bentér banter kayun bobab tegul plaster apan kapireng kantos ka jagat carter kagatra déning réuter I Madé Suarsa

Redaksi nerima sesuratan sastra (Cerpen & Puisi) miwah reriptan profil mabasa Bali miwah Indonésia. Naskah mangda kakirim ring alamat : Bali Post Jalan Kepundung 67 A Dénpasar. Taler dados ring email : bali.orti@yahoo.com


8

Minggu Wage, 3 Februari 2019

Minggu Kliwon, 24 Februari 2019 Pukul 19.30 wita - JKP - 109 JATIJAGAT Kampung Puisi

Reuni Puisi peluncuran Buku Kembali ke sarang INSPIRASI 1984 PELADANG KATA KAMPUS LECI

runalong deepSMSoliloquy ... in the longrun longsilent..., run, sail

Coming on Age in Balidwipamandala...

16 Agustus 2019

l CUKUP 3 Baris Puisi Besar SP-1928 untuk 90 tahun membelai dan dibelai Nafas Kita... l Spirit

16 Agustus 2020

Ruh Bangsa, Tes Ke-Indonesiaan Raya Kita

CAKRA Yadnya EDUKASI (H) Cinta Nusantara 2019 l

JKPemerdekaan-109, Pijakan Start Ke-rasadiri-an

Januari-Rememberance 53 in 61â&#x20AC;Ś, 61 in 53

l Sangkan Paraning Dumadi, yang Terpanggil Sepenanggungan Road to Homecoming 230 Years Old Denpasart! Langsung Aktif menghubungi Wajengki Sunarta dkk via Facebook dua(2) Minggu sebelum KOMUNITAS ANDA wentenplay di JKP-109 dr. Ketut Ngurah

Redaksi Mingguan mengundang Anda untuk berpartisipasi dalam rubrik â&#x20AC;&#x153;Kartunâ&#x20AC;? ini. Tulis nama dan alamat lengkap dibalik gambar kartun. Kirim ke Redaksi Bali Post Jalan Kepundung 67a Denpasar.

Cok Padmanaba

Bagong Soebardjo

Khamidi

Fotografi

Fotografi Abstrak

Berkomunikasi Melalui Bentuk, Warna, dan Garis

The Beauty of Rainbow karya Ngurah Rai TIDAK ada aturan baku ketika membicarakan fotografi abstrak. Intinya, bagaimana seorang fotografer mampu mengeksplorasi kreativitasnya untuk melibatkan dan membangkitkan emosi dari penikmat karya-karya foto yang diciptakannya. Jenis fotografi ini juga tidak menuntut peralatan yang macam-macam. Benda apapun yang ada di muka bumi ini bisa dijadikan objek fotografi abstrak. Yang benar-benar diperlukan hanyalah sebuah kamera plus lensa dan imajinasi Anda. Ciri utama dalam fotografi abstrak, benda yang dijadikan objek pemotretan tidak ditampilkan secara harafiah sehingga memberikan ruang yang seluas-luasnya bagi penikmat foto untuk berimajinasi dan mengintepretasikan objek yang ada di dalam foto tersebut. Dengan kata lain, fotografi abstrak cenderung berkomunikasi melalui bentuk, warna, dan garis ketimbang menonjolkan detail

Hungry karya Adi Dharmawan

gambar. Meskipun tidak aturan baku, untuk membuat fotografi abstrak Anda tetap wajib memahami dan menguasai teknik dan prinsip fotografi konvensional tentang shutter speed, aperture, ISO, fokus dan efek pencahayaan. Untuk pemotretan objek tertentu, terkadang kita memerlukan kamera dengan kecepatan khusus. Begitu pula dengan lensa tele, lensa macro, flash dan peralatan pendukung lainnya juga sangat membantu untuk mewujudkan konsep fotografi abstrak yang kita inginkan. Namun, keberadaan peralatan itu tidak bersifat mutlak, karena Anda tetap bisa berkreativitas sesuai dengan peralatan yang dimiliki.

sebuah objek dalam foto. Bentuk berperan sebagai tempat di mana foto abstrak dibuat. Pada dasarnya, bentuk menciptakan pusat dari sebuah foto sementara warna dan garis menjadi penopangnya. Oleh karena itu, penting bagi sebuah foto abstrak untuk dimulai dengan bentuk yang bagus. Hal ini bisa dilakukan dengan memilih objek yang memiliki bentuk yang menarik, indah, atau dinamis. Kehadiran warna dalam bidang foto akan menarik perhatian orang yang melihat dan menstimulasikan sistem persepsi mereka. Warna b u k a n hanya menarik, tapi juga bisa mengunci perhatian. Kalau mata orang yang Faces karya Tiga Hal melihat Made Arya Dwita Dedok Mendasar bergerak Umumnya, ke sekelilfotografi abstrak memiliki tiga hal ing frame, maka warnalah yang mendasar. Yakni, bentuk, warna, akan menariknya ke pusat. Cara dan garis. Makanya, sangat pentlain dalam menggunakan warna ing bagi seorang fotografer untuk adalah menghasilkan sebuah foto memikirkan tiga hal mendasar dalam warna yang benar-benar tersebut. kontras. Bentuk berarti bidang dari Sementara itu, kehadiran garis

Softness of Moss karya Ngurah Rai

Green Peace karya Made Dana bisa menambah keindahan sebuah foto abstrak. Garis akan mengontrol pergerakan mata orang yang melihat. Garis dapat menambah ketertarikan dengan membantu mengarahkan perhatian ke bagian pusat gambar yang menarik. Hasilnya ialah pusat perhatian yang lebih kuat serta gambar yang lebih baik. Selain tiga hal mendasar tersebut, komposisi juga merupakan salah satu elemen pendukung untuk menciptakan fotografi abstrak yang menarik. Secara sederhana, kompisisi bisa diartikan bagaimana benda-benda dalam sebuah foto diatur untuk saling menguatkan satu sama lain. Ada dua komposisi yang sering digunakan dalam fotografi abstrak. Pertama, rule of third. Yakni, menempatkan point of interest di sepertiga bagian frame. Kedua, tanpa aturan. Inilah salah satu keunikan dalam fotografi abstrak. Kita tidak perlu mengikuti aturan yang ada. Apapun bisa jadi dalam foto abstrak. Namun, ketidakteraturan itu tetap harus menciptakan sesuatu yang indah dan menarik. Akhirnya, selamat berkreativitas dengan fotografi abstrak! (ian)

Red and White karya Ketut Parwatha Wijaya


Minggu Wage, 3 Februari 2019

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

9

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dicari PRT tinggal dalam Hub:087860003636 B.BP.001.02.19.0000060

!!!Butuh 5 Org Karyawati min SMA dpt u.makan,Gaji Tinggi Hub.Toko Besi Murah Jln.Teuku Umar Barat No.17(sebelah) Warung Buleleng) B.BP.004.01.19.0001213

Cr Pembantu Gj .1,5 yg anter dpt 500 T.085337647918/487612 B.BP.001.02.19.0000068

Dcr Gr.Mat,Fis,Kim,Bio,B.Ing, Ek Ak u/SD,SMA H.08174761592 B.BP.001.02.19.0000069

Dcr Supervisor pekerja alat berat Hub.08123640554

Dibth: 1.Sales; 2.Supervisor S1; penglm; 3.Admin; 4.Mekanik.Lam ke PT.TIM,Jl.Cargo Permai 67 Telp.8495880 B.BP.001.02.19.0000045

Dibthkan Quantity Surveyor u/ Kontraktor,Berpenglaman.Email: kadekon@gmail.com/0361-8476839 B.BP.001.02.19.0000050

Dibutuhkan Segera: (1) Staff Pajak,Min D1,Pengalaman Min 1 Tahun mengerti PPH dan PPN (2) Admin Staff, bisa Computer, Pengalaman Min 1 Administrasi, Bawa Lamaran Langsung ke CV BIT Jln.Gatsu Barat No.376 / Email ke bit.hrd.ga@gmail.com

B.BP.004.01.19.0001215

B.BP.004.02.19.0000056

Dcri Guru Private Bhsa Inggris untuk Balita, sabar dan telaten Krm CV : hrdbali2019@gmail.com

Dicari House keeping/C.Service Jujur, kerja keras, team work Krm CV : hrdbali2019@gmail.com

B.BP.001.02.19.0000034

B.BP.001.02.19.0000033

SERVICE

SERVICE

Dicari Karyawan bs computer u/ di Batuan-Gyr. Hub.08123805533 B.BP.001.02.19.0000066

ProgrammerComputerSMK/D3/S1 Lamaran+CV+Gaji WA/Email ke 085100909990/hari@esolindo.com

Avanza G AT’Th 2010 Tangan 1, silver KM 80Rb Hp.087862270180 B.BP.001.02.19.0000053

Toyota New Avanza 2011,Hitam, manual istimewa Hub:0818343171 B.BP.001.02.19.0000065

B.BP.001.01.19.0001152

Dicari unt. Staf Pembukuan syrt : Pddk Sarjana Akuntansi, umur maks 25 th, belum berkeluarga. Lam lengkap sgr dikirim ke Jalan Kepundung 67A Dps (isi kode Pembukuan) G.01

Staff Akuntansi Diploma paham pajak. Lamaran SDM Bali TV, Jl.Kepundung 67A Denpasar G.02

DIJUAL MOBIL TOYOTA

Avanza E’2013 Hitam Jimbaran 08123816626 B.BP.154.02.19.0000067

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Dijual Rumah di Griya Loka Tbn DP 10% Bunga Krd 1% Perbln Hub.082236881191/081805374433 B.BP.004.01.19.0000844

Rmh 1,21m2 Perum Nuansa Nangka 35 Jl.NangkaUtara,085236342587 B.BP.001.02.19.0000030

PROPERTY DISEWAKAN RUMAH

Dikntrkn Rmh Jl.Rya Sempidi Gg Ilalang II No.25,3KT,2KM,Dapur R.Keluarga,R.Tamu,Teras,Garase Hub:082144397676/085105028220 B.BP.001.02.19.0000070

BIRO JASA

SERVICE

DIJUAL MOBIL

SERVICE

RUPA-RUPA

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DISEWAKAN RUMAH

DIJUAL TANAH

Rumah 2 lantai , 1 master room + 2 room di belakang bangunan induk ada satu bangunan dgn 1 room + dapur + taman belakang, luas tanah 4 are, Jl.Kusuma Dewa Denpasar Hub.0852 1867 9944

Tnh 1510m2 Jl.GoaGong Jimbaran Balangan 4040 m2 081338319558

G.04

PROPERTY

B.BP.001.02.19.0000059

Tnh 2A&4A Jl.P.Menjangan,Banyuning Singaraja 081337066129 B.BP.001.02.19.0000076

PROPERTY DISEWAKAN TANAH

RUANG USAHA

Disewakan ruang usaha, kuliner, food court, UKM, dll, Jl.Raya Kuta 88 Hub.0811 187 6363 / 0811 397 6363 G.05

Tanah Luas 60 are area Canggu Jl.Nelayan, cocok untuk Villa, Restaurant, dll. minimal 30 thn, Hub.0811 187 6363 / 0811 397 6363

PROPERTY DIJUAL TANAH

Djl Tnh 8Are Kebo Iwa Utara AspekPrumahanHub:08174741097 B.BP.001.02.19.0000072

Kav Mulai 160Jt Jl.Permata Pering 10km drDps.085236342587 B.BP.001.02.19.0000031

DIJUAL RUMAH

BIRO JASA

Informasi pasang iklan Telepon

G.03

PROPERTY DISEWAKAN R.MAKAN

Segera Dikont Warung Makan & perlengkapannya di Sunset Road Seminyak Hub.081338178178 B.BP.001.02.19.0000017

DIJUAL RUMAH

PROPERTY DICARI TANAH

Dcr Tanah/Rumah 1Are Lokasi Denpasar Utara 085236342587 B.BP.001.02.19.0000032

KEHILANGAN Hilang BPKBNosin:F10A1A119384 DK 1898 IV An.I Nyoman Tirtha Hub.08123814733 B.BP.001.02.19.0000062

Hilang IMB No.003 Tahun 2002 An.I Dewa Made Weca B.BP.001.02.19.0000052

Hlg!Sertifikat Tnh No:AG545705 A/N Lie Boen Siong Br:Kmb Sari Satera,Kintamani H:08786145860 B.BP.101.01.19.0001221

BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155 B.BP.001.01.19.0001032

DIJUAL RUMAH


10

Minggu Wage, 3 Februari 2019

Mendatar: 1. Pengawal 5. Keladi 8. Pembersih 10. Ganjil 11. Cekung 12. Saudara dari ibu atau bapak (Bali) 13. Sejenis talas dan kentang 15. Bertuah ; Sakti 18. Klub sepakbola professional inggris 21. Kata seru pemberi semangat 22. Gabungan kata yang bersifat non predikat 25. Tumor bertangkai selaput lendir 28. Serangga pembusuk daun dan bunga 30. Dibalik : Agenda 32. Salah satu jenis kendaraan apung 34. Pemberian yang bersifat suci 36. Masyarakat ekonomi eropa 37. Tidak pasti ; Kurang baik ; Tidak tentu 41. Sejenis penginapan 44. Pinjaman 45. Audio visual aids 46. Sejenis logam beracun, putih kebiruan. 49. Tempat air minum bercerat 50. Mantan 51. Tumbuhan tropis penghasil zat celup biru 52. Mesin pemutar piringan hitam

Populasi Komodo di TNK Masih Stabil BALAI Taman Nasional Komodo (BTNK) mencatat jumlah populasi satwa purba Komodo di TNK, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih stabil, yaitu sebanyak 2.897 ekor hingga 2018. “Dalam catatan kami jumlah populasi Komodo masih stabil karena berada di kisaran antara 2.000 ekor sampai 3.000 ekor,” kata Petugas Monitoring Satwa Komodo BTNK, Jackson, ketika dihubungi dari Kupang, Sabtu (2/2) kemarin. Ia menjelaskan, jumlah populasi komodo ini menyebar di Pulau Komodo sebanyak 1.727 ekor, Pulau Rinca 1.049 ekor, Pulau Gili Motang 58

ekor, Pulau Nusa Kode 57 ekor, dan Pulau Padar enam ekor. Jumlah populasi pada 2018, lanjutnya, juga tercatat naik dari sebelumnya di 2016 sebanyak 1.186 ekor dan 2017 sebanyak 1.412 ekor. “Jumlah populasi ini juga fluktuatif, kadang di Pulau Komodo naik sedangkan di Pulau Rinca turun, dan sebaliknya,” paparnya. Ia menjelaskan, perhitungan jumlah populasi itu berdasarkan hasil penelitian dari BTNK bekerja sama dengan Komodo Survival Project yang didukung dari luar negeri. Jackson mengatakan, BTNK terus menjaga keberlangsungan populasi kadal raksasa itu dengan men-

jaga kealamian lingkungan di kawasan tersebut. “Jadi kita tidak pernah memberikan makanan kepada komodo, seperti yang dilakukan di kebun binatang. Yang kita lakukan menjaga lingkungan agar pakannya tetap aman,” katanya. Selain , BTNK juga secara rutin melakukan patroli pengamanan kawasan untuk mencegah adanya aktivitas terlarang, seperti perburuan liar, pembakaran hutan, maupun pengeboman ikan dan lainnya. “Dalam beberapa tahun terakhir ini kegiatan pengamanan ditingkatkan sepanjang tahun, baik dilakukan sendiri dari BTNK, maupun dengan Kepolisian,” ujar Jackson. (ant)

BPM/ant

KOMODO - Jumlah populasi satwa purba Komodo di TNK, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur masih stabil.

Menurun: 1. Kota gudeg 2. Pergunjingan 3. Baik kembali 4. Organisasi buruh internasional 5. Badan pemeriksa keuangan 6. Blok perdagangan amerika, kanada dan meksiko 7. Kepala kereta api 9. Pelepasan 11. Konferensi asia afrika 14. Kata seru menyatakan heran dan kecewa 16. Stasiun luar angkasa soviet 17. Union of soviet socialist republics 19. …. De Janeiro 20. Kepala pemerintahan Arab 22. Perumusan 23. Dewi kebijaksanaan, seni dan perang romawi 24. Yang meliputi sebagian besar bumi 25. Penjaja seks komersial 26. Bilah pada pisau 27. Pergantian antar waktu 29. Rawa yang berisi tumbuh-tumbuhan 31. Makelar 33. Yang berada di dalam 35. Yang (Bali) 38. Kata atau frasa ; Lema 39. Kiat 40. Marga 41. Jenis ; Rupa 42. Tingkatan ; Derajat 43. Kerang besar yang hidup di lumpur tepi laut 47. Singa 48. Ultrasonografi

Ketentuan Menjawab

Jawaban ditulis pada kertas dan masukan ke dalam amplop serta tempelkan guntingan kupon TTS No. 384 dan cantumkan identitas lengkap serta nomor telepon/HP. Kirim ke Sekretariat Redaksi Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar 80232, paling lambat Sabtu 9 Februari 2019. Pemenang diumumkan pada Koran Bali Post Minggu 17 Februari 2019. Hadiah disediakan untuk 5 (lima) pemenang (@Rp.200.000,-) dan 1 (satu) tiket masuk Bali Zoo untuk keluarga (2 dewasa + 2 anak). Tiket langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Pemenang di Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar agar mengambil hadiahnya langsung ke kantor Bali Post tiap hari kerja dengan memperlihatkan identitas diri. Hadiah untuk pemenang di luar daerah tersebut akan dikirim lewat pos. Jawaban TTS No. 382 Mendatar: 1. KONSPIRATOR 8. EDEMA 9. NADA 11. ANGKOT 13. ENAK 14. EVA 16. SUUN 17. JOB 18. RUKI 20. ALHAMDULILLAH 23. TEMPERAMENTAL 26. KAUS 28. UAP 29. UDUN 31. HAK 32. TREM 34. ANGPAU 36. NIAT 37. UJLAS (SALJU) 38. INSINERATOR

Menurun: 1. KONDOR 2. NUDE 3. ISAKOLAER (REALOKASI) 4. ABG 5. RETENSI 6. MERAJALELA 7. KALABAHI 10. ANDIL 12. KRU 16. SEDIMEN 19. KARMAPHALA 21. LONGITUDE 22. STRUKTUR 24. EDUKASI 25. AKSEN 27. SENTER 30. UAG 33. MINT 35. PAI

Pemenang TTS No. 382 1. I Ketut Suandi Br.Tauman, Desa Nyuhtebel, Kec.Manggis, Kab.Karangasem (HP:087-761-373-XXX) 2. Nyoman Apriyadi Jl.Raya Penelokan No.82, Kec.Kintamani, Kab.Bangli (HP:085-638-207-XXX) 3. I Wayan Wira Jl.Gadung Gg.IV No.10, Kec.Sukawati, Kab.Gianyar (HP:081-338-956-XXX) 4. I Gede Okky Sukrasena Jl.Taman Pancing Timur No.93, Desa Pemogan, Denpasar Selatan (HP:081-246-656-XXX) 5. Ni Wayan Sutini Jl.Raya Mengwi No.38, Desa Sembung, Kec.Mengwi, Kab.Badung (HP:081-238-094-XXX) 1 (satu) pemenang mendapatkan tiket masuk Bali Zoo. Tiket bisa langsung diambil ke Bali Zoo, Singapadu, Gianyar. Nama : Komang Sri Ajeng Wahyuni Alamat : Jl.Raya Bedugul No.382, Kec.Baturiti, Kab. Tabanan (HP:081-236003-XXX)

Tangan Nelayan Putus Diterkam Buaya BUAYA di Sungai Mentaya Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kembali mengganas dan menerkam seorang warga Dusun Seranggas Desa Lempuyang, Kecamatan Teluk Sampit, bernama Julhaidir (41) hingga tangan korban putus. “Kejadian itu memang benar terjadi. Korban sudah dilarikan ke rumah sakit. Kami sangat berharap ini menjadi perhatian pemerintah agar bisa ditanggulangi,” kata Yansyah, seorang warga di Sampit, Jumat malam. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.30 WIB saat korban mandi di Sungai Seranggas yang merupakan anak Sungai Mentaya wilayah RT 09 Desa Lem-

puyang. Saat itu korban mandi seperti biasanya, meski hari mulai gelap. Buaya berukuran besar itu diduga sudah berada di sekitar ranting tempat korban mandi, sementara korban tidak menyadarinya. Tanpa diduga, saat tangan korban diulurkan ke sungai untuk mengambil air, tiba-tiba buaya besar muncul dan langsung menerkam tangan kiri korban. Satwa ganas itu menarik korban hingga tubuh korban terseret ke dalam sungai. Korban berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari gigitan buaya yang belum diketahui jenisnya itu. Kuatnya gigitan buaya membuat tangan kiri korban hingga bagian siku, putus diterkam buaya. (ant)

15 Persen Burung Endemik Indonesia Terancam Punah SEKURANGNYA 15 persen dari sekitar 400 jenis burung endemik Indonesia berada diambang kepunahan, karena rusaknya habitat serta perburuan oleh oknum. “Di Indonesia ada sekitar 1.771 jenis burung, 400 jenis di antaranya adalah endemik. Burung endemik itu sebagian sudah terancam punah,” kata Presiden Indonesian Ornithology Union (IdOU) Ignatius Pramana Yuda di Padang, belum lama ini. Ia mengatakan itu dalam Konferensi Peneliti dan Pemerhati Burung di Indonesia (KPPBRI) V, bekerja sama dengan Jurusan Biologi Universitas Andalas (Unand). Jenis burung yang terancam punah itu di antaranya Jalak Putih (Sturnus melanopterus), Ekek-Geling Jawa (Cissa thalassina), Trulek Jawa (Vanellus macropterus), Kakatua, Elang, Rangkong Gading, Jalak Bali dan jenis kuau raja yang menjadi endemik Sumbar. Menurut Ignatius, ulah manusia menjadi ancaman terbesar untuk kelangsungan

hidup beberapa jenis burung di Indonesia. Perburuan dan upaya memperjualbelikan burung untuk dipelihara membuat populasi burung berkurang drastis. Padahal berdasarkan Undang-undang No. 5 Tahun 1990 Tentang Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, pemburu, penangkap serta penjual satwa liar di Indonesia bisa dikenai pidana. Dalam pasal 40 UU Nomor 5 tahun 1990 ayat 2 disebutkan bahwa hukuman pidana bagi pihak-pihak yang memperjualbelikan di dalam atau luar negeri, memburu dan menyimpan dalam bentuk hidup atau mati tumbuhan dan satwa yang dilindungi adalah kurungan penjara paling lama tahun dan denda paling banyak 100 juta rupiah. Ia berharap ada aturan turunan dari UU itu hingga ke tingkat desa atau nagari, agar semua pihak menjadi lebih awas dan bisa berpartisipasi dalam pelestarian satwa dilindungi. Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menyatakan dukungan terha-

dap upaya pelestarian satwa endemik milik daerah, termasuk jenis burung. Namun kendala selama ini tidak semua masyarakat mengetahui jenis burung yang dilindungi dan terancam punah, sehingga perburuan masih menyasar jenis tersebut. “Butuh informasi dan rekomendasi terkait jenis atau spesies burung yang harus dilindungi ini agar pemerintah daerah bisa menyikapi,” ujarnya. Jenis burung di Sumbar sangat beragam karena memiliki kawasan taman nasional seluas 1,2 juta hektar dengan 500 hektar di antaranya masih alami untuk menjaga habitat beragam fauna yang ada di dalamnya. “Ke depan kita akan berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, serta merangkul organisasi dan masyarakat pecinta burung untuk membantu perlindungan jenis burung itu,” katanya. Sementara itu, Rektor

Unand Tafdil Husni menyebutkan pihaknya memiliki wilayah kampus 500 hektar, dan 200 hektar di antaranya merupakan hutan lindung. Kawasan hutan lindung itu adalah tempat penelitian jurusan biologi, termasuk tempat kawasan bebas berbagai jenis burung untuk berkembangbiak. “Unand sangat peduli dan berperan aktif terkait konservasi serta menjaga lingkungan, termasuk menjaga keberadaan spesies burung. Bahkan lebih 40 hasil penelitian dosen dan mahasiswa Unand terkait hal ini,” katanya. (ant) BURUNG - Burung Maleo (Macrocepalon Maleo) dikandangkan di Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah di Palu. Satwa endemik Sulawesi yang masuk dalam daftar Endangered oleh IUCN Red List dan CITES Appendik 1 yang dilindungi oleh PP No 7/1999.


Minggu Wage, 3 Februari 2019

Nama Desa Adat Mengacu Nomenklatur Nasional

Denpasar (Bali Post) Ranperda tentang Desa Adat masih dalam proses pembahasan Pansus di DPRD Bali. Rencana perubahan nama desa pakraman dan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) masih menjadi perdebatan. Pansus baru bisa memastikan nama desa pakraman akan diganti menjadi desa adat. Sementara untuk LPD yang akan diubah menjadi Labda Pacingkreman Desa masih akan dibahas lebih lanjut. “Saya mengerti di lapangan memang beragam, tetapi niatnya eksekutif adalah untuk mempermudah menyesuaikan dengan nomenklatur nasional,” ujar Ketua Pansus Ranperda tentang Desa Adat di DPRD Bali, I Nyoman Parta, saat ditemui Jumat (1/2) lalu. Menurut Parta, pertanyaan kerap muncul ketika masyarakat Bali mengajukan usulan program ke pemerintah pusat menyangkut nama desa pakraman. Ini lantaran nomenklatur nasional yang dipakai adalah desa adat. Di sinilah letak masalahnya, karena mata anggaran misalnya biaya untuk revitalisasi adat, tapi yang diajukan adalah desa pakraman. “Sesungguhnya urusan sederhana, tapi krodit di sana.

Kan memang begitu urusan nomenklatur. Ya (nama desa pakraman akan diganti, red), jadi substansinya tidak akan hilang tapi penamaannya diganti,” jelas politisi PDI-P asal Guwang, Gianyar ini. Parta menambahkan, kata adat pun sebetulnya sudah lama diadopsi di Bali. Sementara untuk nama LPD, diakui bila aspirasi yang muncul masih beragam. Seperti ketika Pansus menyerap aspirasi di Jembrana. “Tapi prinsipnya kita akan cari yang paling membuat nyaman semua pihak,” imbuhnya. Secara umum, Parta menyebut Ranperda tentang Desa Adat sebetulnya mendapatkan apresiasi ketika Pansus turun ke Jembrana dan Tabanan.

Terbukti, peserta yang hadir melebihi dari undangan Pansus. Di antaranya dari pihak LPD, bendesa pakraman, hingga perbekel. Isi ranperda di luar urusan nama LPD dan desa pakraman, dikatakan sangat bagus dan berpihak kepada desa pakraman itu sendiri. “Sesungguhnya, isinya bagus sekali tentang desa pakraman sebagai satu subjek hukum, menjadi tegas. Kedua, desa pakraman mendirikan pasraman, mendirikan badan usaha milik desa adat, punya kewenangan mengelola padruwen desa adat (kekayaan desa adat). Terus selanjutnya, hal-hal yang dikeluarkan oleh desa pakraman tidak bisa diintervensi oleh Saber Pungli,” ujarnya. (kmb32)

Sejarah Pura Sebelum tiba di Goa Lawah, Beliau mampir di sebuah tempat, yaitu Subak Leba. Beliau diterima dengan senang hati oleh petani Subak Leba dan menjamu dengan suguhan air jeruk. Kemudian pura yang dibangun di lingkungan Sawah Subak Leba tersebut diberi nama Pura Er Jeruk. Bila merujuk kepada sumber-sumber yang telah dibaca, bahwa Pura Er Jeruk dibangun dan direnovasi dalam beberapa tahapan. Berawal dari Balidwipa dipimpin oleh Sri Wira Dalem Kesari Warmadewa pada abad ke-10 Masehi. Berkenaan dengan status, Pura Er Jeruk pernah berstatus sad kahyangan, yang keberadaannya selalu dikaitkan dengan Empu Kuturan. Empu Kuturan bagi kalangan umat Hindu di Bali dikenang sebagai tokoh yang mendeklarasikan kahyangan tiga. Dengan demikian, ketika Bali dipimpin oleh Dharma Udayana Warmadewa abad ke-11 Masehi, Pura Er Jeruk diposisikan sebagai kahyangan jagat. Kemudian dalam bentangan waktu yang relatif panjang, ketika pemerintahan Dalem Waturenggong (abad 15/16 Masehi), hadir seorang tokoh agama dari Majapahit, yaitu Dang Hyang Nirartha. Beliau dikenal sebagai tokoh yang banyak mengadakan pembaruan terhadap bangunan pura. Di samping itu, beliau juga banyak membangun pura dan sebagian besar memilih tempat di pesisir pantai, termasuk Pura Er Jeruk. Pura (tempat suci) yang dibangun terkait dharma yatraya termasuk ke dalam kelompok pura dang kahyangan. Dengan demikian, Pura Er Jeruk juga termasuk dang kahyangan. Untuk diketahui, baik sad kahyangan maupun dang kahyangan statusnya sama sebagai kahyangan jagat. Menghubungkan pendirian Pura Er Jeruk d eng a n keha d ira n Da ng Hyang Nirartha menurut sumber ini, cenderung merujuk kepada penyempurnaan atau melengkapi keberadaan pura sebelumnya, seperti perluasan halaman pura, penambahan palinggih dan lain-lain. Perlu dicatat bahwa, Dang Hyang Nirartha dikenal sebagai seorang tokoh pembaruan dalam Agama Hindu, dan Pura Er Jeruk merupakan salah satu pura hasil pembaruan yang dilakukannya, sehingga melahirkan wujud seperti yang tampak saat ini. Pura-pura (tempat suci) yang ada di Bali, berdasar-

kan karakternya dapat dibagi menjadi empat kelompok, yaitu pura umum, pura teritorial, pura fungsional (swagina) dan pura geneologis (keturunan darah atau kawitan). Pura Er Jeruk termasuk kedalam kelompok pura fungsional (swagina), karena diampu oleh warga subak. Bertolak dari sejarah pendiriannya, berhubungan erat dengan Dang Hyang Nirartha (dang guru loka), sehingga disebut Pura dang kahyangan. Bila berbicara masalah panyungsung (panyiwi), Pura Er Jeruk tidak hanya di-sungsung oleh warga subak, tetapi juga warga masyarakat Gianyar bahkan masyarakat Bali. Dipandang dari aspek panyiwi (pemuja), tidak berlebihan bahwa Pura Er Jeruk berstatus sebagai Kahyangan Jagat Bali. Baik Pura Umum (Sad Kahyangan) maupun Pura Fungsional (Dang Kahyangan), dari aspek panyungsung-nya adalah sama (warga masyarrakat Hindu). Pura Er Jeruk sebagai kahyangan jagat, bila diamati keberadaan palinggih-palinggih yang ada di jeroan (utama mandala), di mana ada sebuah palinggih utama berupa Meru Tumpang Lima, yang berfungsi sebagai tempat memuja Ida Batara Putrajaya, sebagai manifestasi Tuhan (Ida Sang Hyang Widi). Di sebelah kanan Meru Tumpang Lima, terdapat Meru Tumpang Tiga yang berfungsi sebagai tempat memuja roh suci Ida Pedanda Sakti Wawu Rauh (Dang Hyang Nirartha), sebagai tokoh spiritual yang t e l a h m eng a d a ka n p em baruan terhadap Pura Er Jeruk. Dengan demikian, maka fungsi Pura Er Jeruk di samping sebagai tempat memuja Tuhan dalam manifestasinya sebagai Ida Batara Putrajaya, juga berfungsi sebagai tempat memuja roh suci Dang Hyang Nirartha yang telah menunggal kembali dengan Hyang Pencipta. Mengingat keberadaan meru sebagai simbol Gunung Mahameru yang berfungsi sebagai waduk penyimpanan amerta, maka fungsi pemujaan yang dilakukan kepada Ida Batara Putrajaya dan Ida Pedanda Sakti Wawu Rauh, tiada lain yaitu untuk memohon kesuburan dan keselamatan. Sebagai pangemong inti (pemucuk) adalah Subak Gede Sukawati. Hal itu dapat terjadi, tidak terlepas dari sejarah berdirinya Pura Er Jeruk, konon dahulu para leluhur dari warga Subak Gede Sukawati (dahulu Subak Leba), ketika dikunjungi oleh Dang Hyang Nirartha, beliau

dijamu dengan air jeruk. Atas petunjuk Dang Guru, tempat yang dipandang mempunyai nilai sejarah dan religius magis tersebut, dibangun pura yang diberi nama Pura Er Jeruk. Beranjak dari kisah yang terjadi pada masa lalu, sudah sepatutnya bahwa Subak Gede Sukawati mengampu Pura Er Jeruk. Namun pada realitasnya, semua urusan renovasi dan/atau pembangunan palinggih-palinggih dan bangunan lainnya di lingkungan pura, semua biaya menjadi tanggung jawab pangemong pura (Subak Gede Sukawati). Tanpa menutup kemungkinan adanya bantuan biaya dari sumber-sumber lainnya, seperti Pemerintah Daerah Gianyar, Pemerintah Provinsi Bali, dana punia, dan sumber-sumber lainnya. Khususnya di Pura Er Jeruk, bentuk pengabdian (religiusitas) umat tidak hanya dilakukan oleh pangemong pura, tetapi juga warga masyarakat Desa Adat/pakraman Sukawati dalam berbagai bentuk kegiatan menjelang karya. Tiga bulan sebelum puncak upacara (pujawali), warga Desa Adat/Pakraman Sukawati sudah mulai melaksanakan berbagai kegiatan sehubungan dengan upacara dimaksud. Bentukbentuk pengabdian lainnya yaitu dalam bentuk karma bakti di bidang kesenian. Walaupun yang ngemong pura warga subak, namun bilamana ada upacara piodalan terutama upacara besar (karya ageng) atau pujawali, urusan kesenian wali (upacara), dan balihbalihan (hiburan) sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab Desa Adat/Pakraman Sukawati. Namun yang jelas bahwa sampai saat ini, sekaa-sekaa kesenian yang dipercayakan sebagai pangemong pemucuk (inti) dalam kegiatan upacara tersebut, adalah Banjar Palak, Banjar Telabah, Banjar Gelumpang, dan Banjar Tebuana, tanpa menutup kemungkinan dalam bentuk punia ayah kesenian dari sekaa-sekaa kesenian lainnya. Bentuk-bentuk upacara yang dilaksanakan di Pura Er Jeruk berupa upacara piodalan alit (sesepen), upacara piodalan ageng (nyatur), dan upacara piodalan yang dilaksanakan secara silih berganti. Waktu pelaksanaannya berdasarkan pawukon, tepatnya pada hari Rabu Kliwon, Wuku Pahang, yang jatuhnya setiap 210 hari sekali. Penulis, dosen Program PascasarjanaUniversitas Warmadewa Denpasar

Minggu, 3 Februari 2019 05:00 Wita 05:52 Wita 05:54 Wita 05:56 Wita 06:00 Wita 06:05 Wita 06:35 Wita 07:00 Wita 07:35 Wita 08:00 Wita 09:00 Wita 09:30 Wita

Gayatri Mantra Mars Indonesia Raya Mars Bali Jagadhita Lagu Ngastitiang Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Wariga Tenung ( 1) Bali Channel Tourist TV Klip Anak Sehat & Bugar Senam Aero Militer Seputar Bali Pagi Akhir Pekan Klip Anak Belajar Menggambar Menggambr Ad

10:05 Wita 11:30 Wita 12:00 Wita 12:05 Wita 12:30 Wita 13:00 Wita 13:30 Wita 14:30 Wita 15:30 Wita 16:05 Wita 17:00 Wita 17:30 Wita

Paperr Kudanil Bali Channel Tourist TV Klip Bali Puja Trisandya Dharma Wacana Wariga Tenung ( 2) Bali Channel Tourist TV Wirasa Ni ketut Reta Lejel Homeshopping Tembang Bali Bali Channel Tourist TV Harmoni Bali Kegugurabn Berulang INOVATOR Dunia pendidikan

18:00 Wita 18:05 Wita 19:00 Wita 19:30 Wita 20:00 Wita 21:00 Wita 22:00 Wita 22:05 Wita 22:30 Wita 23:00 Wita 23:30 Wita

Lab Undiksha Lila Cita Seputar Bali Banjar Bali Quis Kris Samatra Artis Bali HUT Ke-17 Radio Genta Parade Band Indie Tika Pagraky Berita dan Bincang Terkini Lila Cita Calonarang Pura Puseh Beng Carangasri ( 2) Dunia Kita Berita dan Bincang Terkini Folk Song

Perkuat Partisipasi

Koster menambahkan untuk menyukseskan dan memperkuat partisipasi warga mengikuti kegiatan ini, pihaknya meminta pemerintah daerah menge-

luarkan peraturan. Termasuk di desa adat juga bisa mengeluarkan peraturan seperti pararem. Dengan begitu, peraturan dan program pemerintah ini, bisa berjalan dengan sebaikbaiknya. Sementara itu, Wakil Bu-

pati Karangasem, I Wayan Artha Dipa, menjelaskan, pihaknya sangat mendukung kegiatan ini. Karena lewat kegiatan seperti ini, alam dapat terbebas dari kepungan sampah plastik. Dia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat

khususnya Karangasem supaya tidak membuang sampah sembarangan. Apalagi membuang sampah di aliran-aliran sungai. Karena itu akan dapat mencemari dan merusak lingkungan sekitar. (kmb41)

Pergantian Tahun Sebanyak 300 warga terlibat langsung dan mengambil bagian setiap proses pengerjaan. Dijelaskannya, untuk persiapan menjelang

pergantian tahun baru Imlek sudah dilakukan sejak sebulan lalu. Dimulai dengan melakukan pengecatan dinding-dinding Vihara. Sementara, pada persembhayangan tutup tahun yang jatuh pada Senin (4/2) seki-

tar pukul 17.00 wita, pihaknya akan melaksanakan upacara di simpang empat dan simpang tiga seputaran Kuta yang diiringi oleh Liong/naga dan Barongsai. Tujuannya agar pada puncak perayaan Imlek berjalan

dengan lancar tanpa ada kendala. “Dengan kegiatan itu memberikan aura positif dalam menyambut perayaan tahun baru ini. Melibatkan lima sekaa barongsai dan satu Liong,” katanya. (kmb23)

Empat Kali Teknis persembahyangan dilakukan empat kali. Dimulai dari jaba sisi pada palinggih Ratu Irun dan Ratu Gede Mas Mecaling. Selanjutnya, menuju madya mandala, pada palinggih Ratu Brayut, dan terakhir di utamaning mandala. Guna mengantisipasi membeludaknya umat, panitia menyiapkan kartu berwarna merah, kuning, dan hijau. Melihat antusiasnya umat Hindu menjaga kaharmonisan alam dan memohon keselamatan bersama, sepatutnya dihormati semua pihak. Untuk itu, kita bersama perlu menjaga kesucian Pura

Er jeruk. Pasalnya, kawasan ini kini sedang dikepung oleh fasilitas pariwisata seperti vila dan hotel. Di sinilah pentingnya semua komponen masyarakat Bali, terutama pemegang kebijakan untuk mengendalikan derasnya alih fungsi lahan pertanian menjadi akomodasi pariwisata. Termasuk warga pemilik tanah untuk mengerem diri menjual lahan pertaniannya demi pariwisata. ‘’Jika tidak, nasib Pura Er Jeruk akan dikurung oleh vila dan hotel,’’ kata Gus Surya, pemandu wisata lokal. Gubernur Bali Wayan Koster pun mengakui, Bali saat ini mengalami degradasi, yang mengarah pada penurunan sejumlah nilai.

Hal ini nampak dari kerusakan alam Bali hingga pergeseran nilai adat budaya, yang disebabkan ulah manusia maupun alam itu sendiri. Melihat kondisi ini tentu semua komponen patut secara bersama melakukan pemulihan, baik itu secara sekala maupun niskala. Termasuk menjaga kesucian Pura di Bali seperti Pura Er Jeruk. “Bali ini sudah mengalami kemerosotan, perusakan di mana-mana, akibat ulah manusia atau karena ulah lainya, maka itu Bali ini harus di-recovery, dihidupkan, dinormalkan kembali,” ucap Gubernur Bali, Wayan Koster, saat memberikan wacana pada puncak Karya

Pedudusan Agung di Er Jeruk. Koster mengatakan pemulihan alam Bali dapat dijalankan dengan melaksanakan Sad Kertih yang meliputi Atma Kertih, Danu, Wana, Segara, Jana, dan Jagad Kertih. Menurutnya, enam poin itu harus dijalankan dalam tatanan kehidupan masyarakat Bali, sebagai warisan dari leluhur. “Kita wajib menjaga tatanan kehidupan demi keseimbangan alam Bali secara sekala dan niskala. Oleh karena itu, ke depannya kami akan membuat Pergub yang mengatur tentang tata kehidupan yang berdasarkan nilai sad kertih ini,” katanya. (nik)

Arca Raksasa Empat arca raksasa di samping kanan-kiri arca badut masing-masing dua buah arca, dan sebuah relief kepala arca raksasa digantung pada batang pohon dalam bentuk panil. Ratu Brayut yang dimaksudkan di sini menurut budayawan asal Tatiapi, Pejeng, Dr. A.A. Gede Raka, bukan tokoh arca sebagaimana dikenal selama ini, yaitu seorang ibu yang dikelilingi (direbut) oleh banyak anak, yang menurut keyakinan Hindu banyak anak banyak rezeki. Arca ini dimaknai sebagai kesuburan atau kesejahteraan. Yang jelas di Pura Er Jeruk, kata Gung Raka, tidak ada arca Men Brayut, tetapi tokoh arcanya yang dibuat serbabesar (gemuk). Gemuk (gendut) dipadankan dengan Menbrayut, sebagai tanda kesuburan (kesejahteraan). Yang menarik adalah bahwa ada sebuah cerita tradisi yang berkembang di masyarakat, konon arca-arca yang tersimpan di palinggih tersebut erat kaitannya dengan kekuasan Dalem Waturenggong, seorang raja yang memiliki hegemoni kuat di Bali ketika masa pemerintahannya. Konon,

pahatan kepala raksasa yang terlukiskan pada relief, merupakan penggalan kepala raja Sri Juru dari Kerajaan Blambangan, yang dijadikan tawanan perang oleh Patih Ularan untuk dipersembahkan kepada Dalem Waturenggong. Perlu dicatat bahwa, timbulnya perselisihan antara Raja Dalem Waturenggong dengan Raja Sri Juru bermula dari ditolaknya lamaran Dalem Waturenggong oleh Sri Juru. Tujuan mulia dari Raja Dalem Waturenggong untuk menjalin persahabatan melalui hubungan perkawinan ditolak oleh putri Sri Juru, karena melihat wajah Dalem Waturenggong amat buruk. Wajah buruk yang ditampakkan oleh pelukis Sri Juru ketika diberikan mandat untuk melukisnya, adalah berkat bisikan dari Sri Juru, karena tidak sudi menerima persahabatan tersebut. Maka wajahnya dibuat buruk rupa, supaya putrinya menolak untuk dikawinkan dengan Dalem Waturenggong. Itulah akar permasalahan terjadinya perang antara Gelgel dengan Blambangan. Berdasarkan paparan itu dapat diketahui bahwa arca-arca yang ada di Palinggih Ratu Gede terutama arca kepala raksasa, berhubungan erat dengan

pemerintahan Dalem Waturenggong, sebagai raja besar yang dapat mengantarkan Kerajaan Gelgel ke puncak keemasannya. Bila pahatan kepala tersebut memang benar simbol kepala dari Raja Sri Juru, maka kemungkinan pula arca pendeta yang ada di dalamnya sebagai simbol perwujudan Dang Hyang Nirartha yang menjabat pendeta istana (purohita atau bagawanta) ketika itu. Dari beberapa sumber menyebutkan bahwa Pura Er Jeruk berhubungan erat dengan keberadaan Dang Hyang Nirartha di Bali. Oleh karena itulah, palinggih tempat menyimpan arca-arca tersebut diberi nama Palinggih Ratu Gede, yang artinya tempat orang besar terhormat (palinggih=sthana; ratu=orang terhormat; dan gede=besar). Yang dimaksudkan orang besar terhormat dalam konteks ini adalah Dalem Waturenggong. Fungsi arca-arca ini menurut Guang Raka, diyakini masyarakat setempat bahwa arca-arca yang distanakan di dalam palinggih merupakan perwujudan ista dewata yang mengemban misi kesuburan. Fungsinya adalah sebagai media untuk memohon kesejahteraan. Khususnya bagi pa-

sangan suami istri yang selama dalam perkawinannya belum mendapatkan keturunan (anak), dengan menggunakan sarana upakara tertentu, memohon untuk mendapatkan anak. Bila dihubungkan dengan keberadaan tokoh-tokoh arca yang diwujudkan serbagemuk (besar), adalah sesuai dengan fungsi yang diemban-Nya yaitu sebagai pemberi kesuburan. Menurut keyakinan Hindu, bahwa dewa yang dihubungkan dengan pemberi keturunan disebut Ratu Brayut, yang selalu diwujudkan sebagai seorang ibu yang memiliki banyak anak. Ratu Penganten Palinggih Ratu Penganten posisinya di bagian sebelah kanan palinggih Ratu Brayut. Bangunannya mirip dengan Padmasari dalam ukuran yang relatif kecil, namun bukan Padmasari. Berkaitan dengan fungsi, tampaknya palinggih Ratu Penganten berhubungan erat dengan palinggih Ratu Brayut. Artinya, di palinggih Ratu Penganten pasangan suami-istri memohon agar diberkahi keutuhan dalam hidup berumah tangga, dan kemudian di Ratu Brayut mereka memohon agar diberkahi keturunan (anak). (sue)

Hujan Lebat “Untuk prediksi cuaca menjelang Imlek berpotensi hujan ringan/sedang. Intensitasnya bervariasi, dari ringan-lebat. Kalau untuk potensi banjir, hujan dengan intensitas sedanglebat. Sementara untuk siklon tropis Riley sudah meluruh (jauh dari wilayah Indonesia -red),” ujar I Wayan Wirata, Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, Sabtu (2/2) kemarin. Berdasarkan siaran pers BMKG Pusat, dijelaskan kondisi atmosfer terkini di wilayah Indonesia menunjukkan adanya beberapa fenomena atmosfer yang berdampak signifikan beberapa hari ke depan terhadap peningkatan curah hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Terdapat sebuah bibit siklon

tropis di Teluk Carpentaria dan sirkulasi siklonik di Kalimantan Barat. Bibit siklon tropis ini akan memberikan dampak berupa pola angin barat yang kuat dan memicu pertemuan angin yang memanjang dimulai dari wilayah perairan Kalimantan, Laut Jawa, Selat Makassar, Bali, hingga NTB. Belokan angin di sekitar Ekuator Indonesia memicu berkumpulnya massa udara basah yang menyebabkan terbentuknya awan hujan di wilayah Indonesia. Adanya aktivitas gelombang atmosfer khususnya equatorial rosby di sebagian wilayah Indonesia bagian timur dapat menambah pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut. Berdasarkan dari analisis kondisi atmosfer tersebut, BMKG memprakirakan potensi hujan dalam jangka

seminggu ke depan masih akan cukup tinggi. Frekuensi kejadian hujan berintensitas sedang hingga lebat akan lebih sering terjadi terutama pada malam/dini hari hingga pagi hari dan tidak menutup kemungkinan beberapa wilayah akan memiliki potensi untuk diguyur hujan sepanjang hari. Wilayah-wilayah yang berpotensi hujan lebat untuk periode 2 Februari hingga 8 Februari 2019, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Maluku, Papua Barat, dan Papua. BMKG mengimbau agar masyarakat measpadai potensi kejadian gelombang tinggi 2,5 – 4,0 m di perai-

ran Laut Arafuru, perairan selatan P. Yos Sudarso, perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud, Laut Maluku Bagian Utara, Perairan Utara P. Halmahera, Laut Halmahera, dan Samudra Pasifik Utara Halmahera, hingga Papua. Secara umum, masyarakat diimbau agar tetap waspada terhadap potensi genangan, banjir maupun longsor bagi yang tinggal di wilayah berpotensi hujan. Selain itu, masyarakat juga diharapkan agar waspada terhadap kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang/roboh, dan selalu memerhatikan risiko gelombang tinggi terhadap keselamatan pelayaran dan aktivitas dipesisir, serta tidak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat/ petir terjadi. (win)


balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Minggu Wage, 3 Februari 2019

JUARA - Qatar merayakan keberhasilannya menjadi Juara Asia 2019.

Qatar Juara Asia

Qatar–

Qatar sukses menjadi juara Piala Asia 2019 setelah di partai final mengalahkan Jepang, Sabtu (2/2) dini hari kemarin. Bermain di Stadion Zayed Sport City, tuan rumah menang meyakinkan dengan skor 3-1. Gol kemenangan Qatar dicetak oleh Almoez Ali pada menit ke-12, Abdulaziz Hatem (27’), dan A Afif melalui titik penalti pada menit ke-83. Gol balasan Jepang dicetak oleh Takumi Minamino pada menit ke-62. Hasil ini membuat sejarah tersendiri bagi kedua tim. Qatar patut berbangga karena ini adalah gelar juara pertamanya sejak Piala Asia dilombakan pada 1956. Sementara itu Jepang yang menjadi tim tersukses di turnamen ini untuk kali pertama kalah di partai final. Dalam empat kesempatan final sebelumnya, Jepang selalu menjadi juara yakni pada edisi 1992, 2000, 2004 dan 2011. Sebelum laga ini Qatar sempat dikabarkan akan didiskualifikasi akibat protes dari tuan rumah Uni Emirat Arab.

UEA melaporkan Qatar ke Federasi Sepak Bola Asia, AFC, dengan tuduhan memainkan dua pemain ilegal. Dua pemain yang dituduh itu adalah Bassam Al-Rawi dan Almoez Ali. Keduanya dianggap UEA tidak memenuhi syarat kewarganegaraan untuk membela Qatar. Namun Komite Etik AFC menolak protes UEA dan menghentikan investigasi. Qatar pun diperbolehkan bermain di laga final. Pelatih Qatar, Felix Sanchez memuji dedikasi para pemain dalam tujuh pertandingan yang mereka jalani di UEA. “Hari ini kami membuat

sejarah, kami membuat sejarah untuk negara kami sehingga kami harus bangga dengan pencapaian kami,” kata Sanchez, yang mengambil alih tim nasional senior pada Juni 2017. “Ini membuktikan bahwa dengan kerja keras dan komitmen dan kerja keras sebagai tim Anda dapat mencapai hasil yang sangat baik,” imbuhnya. Negeri di Jazirah Arab ini sebelumnya memang bukanlah kekuatan utama di sepak bola Asia. Bahkan di Piala Asia 2004, Qatar mampu dikalahkan Indonesia 1-2 di laga perdana Grup A. Kala

itu tim Garuda dicetak oleh Budi Sudarsono dan Ponaryo Astaman. Qatar kemudian mengakhiri turnamen sebagai juru kunci Grup A di bawah Indonesia. Namun setelahnya perlahan Qatar mulai berbenah. Di tahun yang sama pemerintah Qatar membuka pusat pelatihan olahraga yang cukup megah bernama Aspire Academy. Aspire Academy setiap tahunnya mencari pesepak bola berbakat baik dari Qatar maupun negara lain untuk dididik dengan kurikulum Eropa. Akademi ini bahkan kerap disamakan dengan La Masia. Para lulusan Aspire Academy inilah yang kini menjadi kerangka utama timnas Qatar yang sukses meraih Piala Asia. Dua pertiga pemain timnas Qatar saat ini merupakan lulusan dari Aspire Academy, sehingga

sudah saling mengenal satu sama lain dan memudahkan permainan tim. “Saya sudah mengenal Almoez Ali selama delapan tahun,” ujar Assim Modibo gelandang timnas Qatar. “Kami bukan hanya rekan satu tim, kami adalah keluarga. Kami satu kelompok di dalam dan di luar lapangan,” sambungnya. Selain para pemain, pelatih timnas Qatar saat ini Felix Sanchez Braz juga merupakan mantan pelatih Aspire Academy. Jadi tak mengejutkan jika Qatar sangat solid saat memenangi Piala Asia 2019. Jadi, uang besar yang diinvestasikan pemerintah Qatar pun tak sia-sia karena kini mereka menuai hasilnya. Juara Asia ini bisa membungkam segala kritik yang ada, sekaligus jadi persiapan penting menuju Piala Dunia 2022. (kmb33/afp)

Trial ke Luar Negeri, Osvaldo Haay Spiderwan, Penjaga Menang atau Lempar Handuk Tinggalkan TC Timnas U-22 Gawang Berkelas SATU hal yang cukup menarik perhatian di laga Bali United kontra Blitar United hari Jumat (1/2) kemarin adalah ban kapten Bali United yang melingkar di lengan kiri Wawan Hendrawan. Sesuatu yang diluar kebiasaan lantaran selama ini ban kapten Bali United kerap dipakai Fadil Sausu. Terkait hal tersebut, pelatih kepala Bali United, Stefano Cugurra memberikan jawabannya. Coach Teco mengatakan bila dipilihnya Wawan menjadi kapten tim untuk memberikan kesempatan pemain lainnya menjabat sebagai kapten. “Ya, Wawan memang kami pilih menjadi kapten di pertandingan kemarin. Sebelumnya memang sudah ada nama Fadil dan Taufiq yang biasa menjadi kapten. Tapi di musim ini kami ingin ada lagi pemain bisa menjadi kapten. Ini penting untuk menambah kekompakan dan harmonisasi dalam tim. Selain itu Wawan juga adalah pemain yang punya pengalaman,” ujar Coach Teco, Sabtu(2/2) kemarin. Sementara itu, Wawan yang mendapat julukan Spiderwan mengaku mendapat tanggung jawab yang lebih besar di laga kemarin. Namun ia juga merasa bisa lebih tenang ketika di lapangan. “Memang ada tanggung jawab yang lebih ketika pelatih percaya saya untuk menjadi

kapten. Perbedaannya ketika menjadi kapten adalah saya dituntut harus bisa lebih tenang saat pertandingan. Yang pasti terima kasih atas kepercayaan tim pelatih terhadap saya,” kata Wawan. Selain menjadi kapten, penampilan Wawan Hendrawan di bawah mistar gawang juga cukup cemerlang. Ketenangannya sukses membuat gawang Bali United tidak kebobolan. Bahkan dari total tiga laga yang dijalani Wawan Hendrawan di Piala Indonesia 2018, gawangnya belum sekalipun mampu dibobol lawan. (r)

Wawan Hendrawan

Manchester City Vs Arsenal

Manchester– Kekalahan menjadi hal terakhir yang diinginkan Manchester City saat menjamu Arsenal di Stadion Etihad pada lanjutan Liga Inggris, malam nanti. Kekalahan bisa membuat Manchester City lempar handuk pada perebutan gelar juara. Manchester City terbilang beruntung pada pekan ke-24 Liga Inggris. Kekalahan dari Newcastle United tidak diikuti dengan kemenangan Liverpool atas Leicester City. Manchester City patut berterima kasih kepada Leicester yang menahan imbang Liverpool 1-1. Kekalahan dari Newcastle dan hasil imbang yang didapat Liverpool membuat Manchester City untuk sementara bisa bernapas lega. Pasalnya, tim besutan Pep Guardiola itu kini hanya tertinggal lima poin dari Liverpool. Situasi akan lebih buruk jika Manchester City kembali kalah saat menjamu Arsenal, dan Liverpool sukses mengalahkan West Ham United, Selasa (5/2) dini hari pada pekan ke-25 Liga Inggris. Jika itu yang terjadi, maka Manchester City akan tertinggal delapan poin dari Liverpool. Bukan hanya tertinggal delapan poin dari Liverpool, Manchester City juga bisa digeser Tottenham Hotspur di posisi dua klasemen Liga Inggris. Liga Inggris memang masih menyisakan 14 pertandingan, tapi tertinggal delapan poin dari Liverpool sama saja Manchester City melempar handuk dalam perebutan

gelar. Terlebih Liverpool terus menunjukkan permainan yang konsisten sepanjang musim ini. Bukan tugas mudah bagi Guardiola untuk mengembalikan semangat David Silva dan kawan-kawan setelah kalah dari Newcastle. Pasalnya, kekalahan dari The Magpies terbilang kasus yang aneh bagi Manchester City. Manchester City datang ke markas Newcastle setelah meraih delapan kemenangan beruntun dan mencetak 33 gol di sepanjang Januari 2019. Juara bertahan Liga Inggris itu juga kembali memiliki kekuatan penuh setelah Kevin De Bruyne bisa menunjukkan performa terbaiknya. Namun kenyataan di lapangan berkata lain. Melawan The Gunners, Pep harus menyiapkan strategi khusus. Guardiola menilai Arsenal akan memberikan perlawanan yang sulit untuk timnya. Menurutnya, ada tiga pemain Arsenal yang mesti diwaspadai pada laga nanti. Ketiga pemain Arsenal itu adalah Alexandre Lacazette, Pierre-Emerick Aubameyang, dan Mesut Ozil. Mengapa Guardiola menilai ketiga pemain tersebut harus diwaspadai Manchester City? “Alasannya sangat simpel. Baik Lacazette, Aubameyang, dan Ozil adalah pemain yang sangat berkualitas yang bisa mengubah jalannya pertandingan,” ujar Guardiola, Sabtu (2/2) kemarin. Arsenal di atas kertas lawan yang lebih berat bagi Manchester City ketimbang

Newcastle. Meski kerap tidak konsisten, The Gunners sedang dalam kepercayaan diri tinggi setelah menang 2-1 atas Cardiff City. Satusatunya hal yang membuat pendukung Manchester City bisa sedikit bernapas lega adalah Arsenal punya rekor buruk jika bertandang ke Stadion Etihad dengan meraih dua kemenangan dalam 11 kunjungan terakhir. Unai Emery juga tidak pernah mampu meraih kemenangan atas Guardiola dari 11 pertemuan (7 kalah dan 4 imbang). Jika melihat jadwal di kompetisi lainnya, Manchester City berpeluang membagi fokus lebih panjang karena akan menghadapi Schalke 04 di babak 16 besar Liga Champions, sedangkan Liverpool akan melawan Bayern Munchen. Sebisa mungkin Manchester City harus mendekatkan diri dengan Liverpool untuk menjaga peluang menjadi juara Liga Inggris, karena jika Liverpool sudah tersingkir dari Liga Champions, maka laju The Reds kemungkinan besar akan semakin sulit dibendung. (kmb33/afp)

Jakarta– Osvaldo Haay memutuskan meninggalkan Timnas Indonesia U-22 yang sedang persiapan ke Piala AFF U-22 2019. Pemain Persebaya Surabaya itu memilih menjalani trial. Osvaldo Haay tidak terlihat mengikuti internal game yang digelar di Lapangan ABC, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (2/2) kemarin. Pemain asal Jayapura itu telah meminta izin kepada pelatih Indra Sjafri untuk trial ke luar negeri. Indra mengaku sedikit kecewa dengan keputusan Osvaldo di saat Timnas Indonesia sedang menjalani persiapan di Piala AFF U-22 2019. Bahkan pelatih 55 tahun itu sempat melarang dan memberikan arahan agar Osvaldo mempertimbangkan tawaran tersebut. “Osvaldo datang ke saya dan didampingi oleh Uni Papua dan agensinya. Dia mau trial tapi saya sudah memberikan arahan seperti yang saya berikan dulu ke Egy Maulana. Masa sih status pemain timnas ada trial gitu,” kata Indra usai latihan. “Lebih bagus tim scouting klub yang mau itu datang ke Kamboja, mereka lihat di Kamboja. Sangat disayangkan memang, banyak sedikitnya pasti akan menganggu persiapan dia di tim nasional. Tetapi dia memutuskan tetap berangkat, saya kasih waktu mungkin satu minggu,” lanjutnya. Kabarnya Osvaldo akan menjalani trial ke klub Segunda Division (kasta kedua Liga Spanyol), CD Numancia. Dia mendapat undangan langsung dari Presiden Numancia, Moises. Timnas U-22 sendiri dijadwalkan akan mengikuti Piala AFF U-22 2019 pada 17-26 Februari mendatang. (kmb33/afp)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Minggu 03 Februari 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu