Skip to main content

Edisi Kamis 03 Januari 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

SEJAK 1948

Generasi Muda Bali Mesti Berubah

Tantangan Bali saat ini dan ke depan sangat kompleks, karena itu SDM Bali mesti dikuatkan. Tak hanya moral juga kemampuan yang berdaya saing. Penguatan SDM khususnya generasi muda harus lebih banyak diberikan inspirasi nyata, sehingga mereka siap untuk berubah di era disrupsi dan industri 4.0. SDM Bali juga tidak boleh lagi bergantung pada kemampuan single tetapi harus multitalenta, sehingga siap menjawab segala problema dan disrupsi yang terjadi.

ERA

BARU

BALI

Viraguna Bagoes Oka, pengamat ekonomi Bali, Rabu (2/1) kemarin mengatakan, penguatan generasi muda Bali harus diakomodir dalam Perda Desa Adat yang kini sedang direvisi. Apalagi Gubernur Bali sudah berkomitmen memperkuat SDM di desa adat. Ini sejalan dengan Nawacita Jokowi, membangun dari desa. Maka dari itu perda desa adat akan menjadi kekuatan utama. ‘’Kalau itu sudah dimulai dari desa, tingggal penguatan SDM secara menyeluruh,’’ tandasnya. Untuk penguatan SDM, maka diperlukan inventarisasi dunia pendidikan. Pendidikannya harus selaras dengan pembangunan pemerintah. Karena selama ini, aspek pendidikan di negeri ini lebih banyak pada aspek non-produktif. Beda dengan luar negeri yang sudah menerapkan pendidikan vokasi. ‘’Seperti Malaysia, pendidikan yang dikembangkan bersifat aplikatif. Itu yang diperkaya,’’ imbuhnya.

Kata Viraguna, starting point menuju era baru Bali tahun 2019 sudah sangat tepat. Sudah ada komitmen untuk menjadikan Bali ini ajeg. Salah satunya komitmen menolak reklamasi. ‘’Kita lihat Wayan Koster memiliki komitmen tinggi, punya suatu keberanian untuk memperjuangkan Bali sebagai Bali yang ajeg dan Bali yang mandiri,’’ ungkapnya ditemui saat perayaan HUT ke-57 Taruna Sanggar Siswa di Segara Village Hotel. Pemilik Hotel Segara Village I.B. Ngurah Wijaya mengatakan, SDM Bali harus terus berkembang dan pendidikan juga berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. Tuntutan-tuntutan itu harus dipersiapkan. ‘’Kita harus mengambil kesempatan untuk merebut semuanya. Saya rasa ini harus diikuti semua kepala daerah,’’ ujarnya. Kata Wijaya, banyak perda yang harus direvisi karena banyak yang sudah ketinggalan zaman, out of date, dan tidak bisa digunakan oleh pelaku pariwisata, terutama peraturan SDM di bidang pariwisata. ‘’Pariwisata berkembang terus, tidak bisa berhenti maka peningkatan SDM juga harus ditambah,’’ imbuhnya. Hal. 15 Diberi Kewenangan

ATURAN PEMBORGOLAN

Bali Post/ade

BORGOL - Tersangka korupsi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi diborgol saat akan menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (2/1) kemarin. KPK mulai menerapkan pemborgolan tahanan ketika berada di luar rumah tahanan untuk menjalani proses pemeriksaan maupun menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor untuk meningkatkan pelaksanaan pengamanan terhadap para tahanan.

Komplotan Asal Bulgaria Ditangkap

827 Ribu Penumpang Selama Libur Nataru

Polda Bali menggagalkan aksi komplotan cyber crime asal Bulgaria yang hendak membobol data nasabah bank, Jumat (21/12) lalu. Mereka dibekuk di beberapa tempat. Salah satu tersangka ditangkap saat beraksi di ATM Bank BNI di area Restaurant Shinning Jewel di Jalan Danau Tamblingan Sanur, Denpasar Selatan.

Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), tercatat 827.567 penumpang dan 5.482 penerbangan keluar-masuk Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai. Selama rentang 12 hari pencatatan tersebut, terjadi kenaikan 21 persen untuk statistik penumpang dan 10,6 persen untuk jumlah pesawat. Halaman 3 Kasus Bendesa Jungutbatu Di-SP3-kan Penyidik Ditpolair Polda Bali mengeluarkan SP-3 dugaan kasus pemerasan oleh Bendesa Jungutbatu, Nusa Penida, I Ketut Gunaksa (49), sejak 14 Desember 2018. Pasalnya, berdasarkan hasil penyelidikan, penyidikan dan gelar perkara, tidak cukup bukti untuk melanjutkan proses kasus tersebut.

Halaman 2

Halaman 12

Tujuh Aspek Harus Dimiliki SDM Bali

Lulusan SMK Penyumbang Terbesar Pengangguran KEPALA Dinas Pendidikan Provinsi Bali TIA Kusuma Wardhani mengatakan ada empat agenda nasional pendidikan saat ini. Salah satunya adalah vokasi. Ini menyangkut tingkat pengangguran tertinggi di Indonesia yang disumbang oleh tamatan SMK. Itu sebabnya, vokasi bisa dikatakan menjadi agenda utama untuk menekan tingkat pengangguran tersebut. ‘’Kita berharap SMK yang kita punya supaya melaksanakan MoU dengan dunia usaha dan dunia industri. Harapannya supaya anak

kita yang tamat SMK, begitu tamat dia sudah tahu apa dia akan melanjutkan atau masuk dunia kerja,’’ jelasnya. TIA menambahkan, kompetensi lulusan SMK harus setara dengan tuntutan dunia kerja. Kalau sudah ada kerja sama antara sekolah dengan dunia kerja, tentu tamatan SMK akan sesuai dengan harapan dunia kerja. Di sinilah perannya menggiring seluruh SMK di Bali agar bisa menamatkan siswa sesuai kebutuhan dunia kerja. Kalau perlu, guru produktif yang direkrut memang berasal dari dunia usaha. (kmb32)

Lima Poin SDM Berbudaya

Cetak SDM yang Mampu Bersaing Denpasar (Bali Post) Soft skill kini wajib dimiliki oleh SDM Bali agar mampu bersaing di era globalisasi. Salah satunya bisa diperoleh lewat pendidikan vokasional. Ataupun membuat kurikulum yang mengakomodir hal itu. ‘’Artinya, pemberian pendidikan soft skill dalam upaya peningkatan kualitas SDM perlu didukung,’’ ujar anggota Komisi IV DPRD Bali I Made Dauh Wijana dikonfirmasi, Rabu (2/1) kemarin. Menurut Dauh, perlu ada identifikasi yang dilakukan terkait jumlah SDM Bali dengan kompetensi tertentu. Hal tersebut untuk mengukur apakah kebijakan dan regulasi yang diterapkan pemerintah selama ini sudah cukup akomodatif

atau belum dalam upaya peningkatan kualitas SDM. Khususnya lagi para generasi muda Bali. ‘’Ketika itu sudah mampu kita identifikasi, kemudian seandainya nanti dengan regulasi yang dibuat, mereka semuanya terakomodir di dalam rangka menghadapi era globalisasi, itu berarti akomodatif,’’ jelas politisi Golkar ini. Meski demikian, Dauh mengapresiasi keinginan dan niat pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas SDM. Seperti program Gubernur yang akan menyusun konsep pengembangan SDM Bali Unggul berbasis kearifan lokal. Hal. 15 Pendidikan Formal

Jokowi ’’Mengajar’’ di Pengungsian PRESIDEN Joko Widodo, Rabu (2/1) kemarin mengunjungi pengungsi di Lampung Selatan. Selain berdialog dengan pengungsi korban tsnumai Selat Sunda, Jokowi juga sempat ‘’mengajar’’ anak-nak yang sedang belajar di tenda. Presiden Jokowi disambut dengan nyanyian selamat datang oleh anak-anak yang sudah beberapa hari mendiami lokasi pengungsian Tenis Indoor Kalianda. ‘’Masih belajar?’’ tanya Presiden kepada puluhan anak yang berkumpul di dalam tenda pengungsian. ‘’Masih...,’’ jawab anak-anak serentak. ‘’Belajar apa? Matematika? Siapa bisa matematika tunjuk jari? Siapa yang hapal nama ikan tunjuk jari?’’ tanya Presiden kepada anak-anak. Mereka pun berebut tunjuk jari untuk menjawab pertanyaan Presiden. Presiden memberikan hadiah buku tulis kepada anak-anak yang bisa menjawab pertanyaannya. Selama sekitar 30 menit, Presiden berdialog dan bermain bersama anak-anak tersebut. Sampai kemudian ia berpesan agar anak-anak tetap rajin dan semangat belajar. ‘’Tetap belajar ya,’’ pintanya dan anak-anak pun serentak menjawab iya. Hal. 15 710 Hunian

Bali Post/ant

SELAT SUNDA - Presiden Joko Widodo menghibur anak penyintas tsunami Selat Sunda di GOR Kalianda, Lampung Selatan, Lampung, Rabu (2/1) kemarin. Pada kunjungan di Lampung, Presiden meninjau lokasi terdampak tsunami Selat Sunda, menjenguk korban luka-luka di rumah sakit serta mengujungi lokasi pengungsian.

Ratusan Mahasiswa Indonesia di Taiwan Diduga Kerja Paksa Jakarta (Bali Post) – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menindaklanjuti laporan mengenai ratusan mahasiswa Indonesia yang dipaksa bekerja di sejumlah pabrik di Taiwan. Pengaduan mahasiswa Indonesia terkait dengan skema kuliah/magang yang telah berlangsung sejak 2017 itu diperoleh dari Kamar Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Taiwan. ‘’Menanggapi pengaduan tersebut, KDEI Taipei telah berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memperoleh klarifikasi,’’ kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal melalui pesan singkat

diterima di Jakarta, Rabu (2/1) kemarin. Dari hasil pendalaman awal yang dilakukan oleh KDEI Taipei diketahui situasi yang dihadapi para mahasiswa peserta skema kuliah/ magang di Taiwan berbedabeda di delapan perguruan tinggi yang menerima mereka. Karena itu, KDEI Taipei akan melakukan pendalaman lebih lanjut guna mendapatkan gambaran yang lebih menyeluruh. Terkait dengan situasi yang ada saat ini, Kemenlu melalui Kementerian Perdagangan telah meminta KDEI Taipei untuk mendalami lebih lanjut informasi mengenai situasi

mahasiswa skema kuliah/magang dan memastikan otoritas setempat mengambil langkah-langkah konkret yang diperlukan dalam rangka melindungi kepentingan serta keselamatan mahasiswa peserta skema kuliah/magang. KDEI Taipei juga diminta berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk menghentikan sementara perekrutan serta pengiriman mahasiswa skema kuliah/magang hingga disepakatinya tata kelola yang lebih baik. Saat ini diperkirakan terdapat sekitar 6.000 mahasiswa Indonesia di Taiwan, temasuk di antaranya sekitar 1.000 mahasiswa dalam

skema kuliah/magang yang diterima di delapan universitas di Taiwan pada periode 2017-2018. Diperkirakan jumlah mahasiswa Indonesia di Taiwan akan terus meningkat seiring dengan kebijakan New Southbond Policy Otoritas Taiwan yang memberikan lebih banyak beasiswa melalui berbagai skema kepada mahasiswa dari 18 negara Asia, termasuk Indonesia. Sebelumnya, Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menyebut sekitar 300 mahasiswa Indonesia menjadi korban kerja paksa yang diduga dilakukan oleh oknum yayasan, lembaga pendidikan,

hingga individu. Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti Ismunandar mengatakan ratusan mahasiswa tersebut dijebak oleh oknum pelaksana program dengan iming-iming akan memperoleh beasiswa kuliah di Taiwan. Para mahasiswa yang mayoritas perempuan ini mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan, seperti dipaksa bekerja 10 jam dalam sehari dengan bayaran yang murah. Padahal, pemerintah Taiwan memiliki aturan bahwa mahasiswa yang kuliah di tahun pertama tidak mendapat izin bekerja.Hal. 15 Perguruan Tinggi


DENPASAR

2

Kamis Pon, 3 Januari 2019

FIGUR Menjadi Daya Tarik RENCANA pembangunan bioskop di Kawasan Suci Besakih disambut positif Ketua Komisi III DPRD Bali I Nengah Tamba. Apalagi, bioskop tersebut nantinya memutar film pendek tentang cikal-bakal Pura Besakih. Secara umum, ide penataan lewat Program Perlindungan Kawasan Suci Besakih termasuk pentingnya akses jalan ke Pura Besakih dinilai telah sejalan dengan pemikiran dewan selama ini. ‘’Kami juga pernah bicara mengenai pentingnya akses jalan ke Pura Besakih. Jangan sampai nanti setiap kali ada upacara besar justru kemacetan akan timbul,’’ ujar Tamba, belum lama ini. Ia menambahkan, di kiri dan kanan jalan harus dijaga kebersihan dan keindahannya. Terutama di jalan-jalan nasional. Tidak hanya akses jalan nasional menuju ke Pura Besakih, tetapi juga seluruh jalan di Bali. Seperti di By-pass Ida Bagus Mantra, pohon-pohon yang ada di tengah jalan mesti dibuat cantik dan indah. ‘’Beri nuansa baru. Jangan seperti sekarang, ke mana tujuan pohon itu? Apa sekadar hijau. Tapi, sekalian kita anggarkan buat yang bagus,’’ imbuhnya. Mengenai ide membangun bioskop, politisi Partai Demokrat ini menilai penting untuk segera direalisasikan. Sebab, wisatawan yang berkunjung ke Besakih memang harus mengetahui Pura Besakih secara utuh sebelum mereka berkeliling melihat pura. Oleh karena itu, para wisatawan terlebih dahulu harus masuk ke bioskop untuk menyaksikan semacam film pendek tentang cikal-bakal Pura Besakih dengan durasi sekitar 30 menit. ‘’Padat tapi betul-betul berisi, menyajikan cikal bakal apa sih Besakih itu, apa sih upacara Hindu itu. Itu akan menjadikan spirit juga mentransfer bahwa wisatawan itu tahu persis ini lho Besakih. Itu menjadi daya tarik tersendiri dan kita harapkan sekali itu terjadi,’’ tegasnya. (rin)

Komplotan ’’Cyber Crime’’ Asal Bulgaria Ditangkap Denpasar (Bali Post) Tim Penindakan Unit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Bali menggagalkan aksi komplotan cyber crime asal Bulgaria yang hendak membobol data nasabah bank, Jumat (21/12) lalu. Pelakunya berinisial KDY, VRG, VKN dan VVC. Mereka dibekuk di tempat berbeda. Tersangka KDY ditangkap saat beraksi di ATM Bank BNI di area Restaurant Shinning Jewel di Jalan Danau Tamblingan Sanur, Denpasar Selatan. Dikonfirmasi Rabu (2/1) kemarin, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Hengky Widjaja didampingi Direktur Reskrimsus Kombes Pol. Yuliar Kus Nugroho mengatakan, pengungkapan kasus ini untuk menindaklanjuti commander wish Kapolda Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose yaitu penindakan terhadap transnational crime. Transnational crime ini merupakan kejahatan terorganisasi yang terjadi lintas perbatasan negara dan melibatkan kelompok atau jaringan yang bekerja di lebih dari satu negara untuk merencanakan dan melaksanakan bisnis ilegal mereka. Terungkapnya kasus ini berawal dari adanya informasi terkait maraknya cyber crime melalui ATM yang terjadi di wilayah Denpasar. Menindaklanjuti informasi tersebut, Kanit Cyber Crime Ditreskrimsus Kompol Wayan Wisnawa Adiputra bersama anggotanya melakukan penyelidikan. Petugas bekoordinasi dengan pihak bank, di antaranya BNI. ‘’Berdasarkan hasil penyelidikan bersama pihak BNI, ditemukan adanya peralatan berupa router wifi dan kanopi (cover PIN) yang sudah dimodifikasi atau diisi kamera tersembunyi. Alat tersebut terpasang di mesin ATM BNI di TKP,’’ tegasnya. Selain itu, CCTV yang terpasang di mesin ATM tersebut dirusak. Pada Jumat (21/12) lalu, Tim Unit Cyber Crime di-back up Satgas CTOC Polda Bali melaksanakan penyelidikan berupa pemantauan di area mesin ATM tersebut. Sekitar pukul 21.15 Wita, datang mobil Toyota Agya H 8877 EY dikemudikan pria warga negara Bulgaria. Salah satu pelaku terpantau masuk ke dalam bilik mesin ATM dan berusaha mengganti kanopi berisi hidden camera (kamera tersembunyi) dengan yang aslinya. Selanjutnya, polisi menangkap KDY saat membawa tas berisi kanopi. ‘’Pelaku yang berada dalam kendaraan berusaha melarikan diri dengan mobilnya. Tapi, pelaku (VRG) berhasil ditangkap tak jauh dari TKP,’’ ujarnya. Selanjutnya dilakukan penggeledahan di mobil tersebut dan ditemukan barang bukti sebilah parang dan HP milik pelaku. Penggeledahan dilanjutkan di tempat tinggal pelaku di Jalan Pengayasan III, Sanur, Denpasar dan di sana dibekuk VKN. Di rumah tersebut diamankan beberapa barang bukti HP dan laptop diduga terkait dengan kejahatan cyber crime. Berdasarkan hasil pengembangan kasus ini, Sabtu (22/12) pukul 14.00 Wita, ditangkap VVC di rumah kontrakannya di Jalan Kutat Lestari Gang 6 Sanur. Selain itu disita HP dan laptop. Hasil pemeriksaan secara digital forensik terhadap barang bukti laptop dan HP milik para pelaku, ditemukan beberapa data yang diduga terkait dengan kejahatan dunia maya. Didapat informasi data kartu debet maupun kredit yang diakses di mesin ATM secara ilegal oleh para pelaku. Sesuai data elektrik jurnal dari mesin ATM yang diberikan oleh pihak bank dan juga ditemukan adanya komunikasi yang dilakukan oleh pelaku terhadap mantan narapidana kasus yang sama, Boris Georgeiv Busev asal Bulgaria yang ditangkap Unit Cyber Crime tahun 2017. ‘’Kuat dugaan mereka ini satu jaringan transnational crime,’’ ungkap Hengky. Menurut Hengky, modusnya pelaku memasang peralatan satu set wifi router warna hitam berikut kabel ke bagian modem mesin ATM yang berfungsi untuk mengambil atau meng-copy data nasabah yang melakukan transaksi pada mesin ATM tersebut. Selanjutnya akan dipindahkan ke sebuah kartu yang berisi magnetic stripe. Selain itu, pelaku juga mengganti kanopi (cover PIN) pada tombol keypad mesin ATM dengan kanopi yang sudah dimodifikasi dengan kamera tersembunyi yang terhubung dengan kartu memori yang berfungsi untuk merekam nomor PIN nasabah yang sedang melakukan transaksi di mesin ATM tersebut. ‘’Agustus 2018 lalu, Unit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Bali mengungkap kasus yang sama dan menangkap satu orang warga negara Bulgaria yang saat ini sedang menjalani proses persidangan. Selama 2018, diungkap empat kasus serupa,’’ tandasnya. (kmb36)

SIDAK - Suasana sidak penerapan Perwali Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.

Bali Post/kmb12

Sidak Penerapan Perwali Nomor 36 Tahun 2018

Sejumlah Toko Modern Masih Gunakan Kantong Plastik

Denpasar (Bali Post) -

Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik di Kota Denpasar secara resmi telah berlaku sejak 1 Januari 2019 lalu. Bahkan, pelaksanaan sosialisasi ini telah dilakukan pada Juli 2018 oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar kepada pengelola pusat perbelanjaan, pasar tradisional, hingga toko kelontong. Guna memastikan seluruh stakeholder mendukung perwali ini, DLHK Kota Denpasar melakukan sidak ke sejumlah toko modern dan supermarket yang berada di wilayah Kota Denpasar, Rabu (2/1) kemarin. Salah satu toko yang dijadikan sasaran sidak adalah Toko Buku Gramedia di wilayah Gatot Subroto. Toko buku ini telah menerapkan dan mematuhi perwali terkait dengan tidak menyediakan kantong plastik dalam setiap penjualan, serta menyarankan pembeli untuk membawa tas belanja sendiri. Menurut Store Manager Gramedia Adi Foday, pihaknya akan senantiasa menaati perwali terkait. Pihaknya juga menyediakan kantong belanja berbahan kain yang bisa dibeli di kasir. ‘’Kami juga memiliki cassava bag yang dapat terurai secara alami karena terbuat dari bahan alami seperti singkong, jagung, kentang dan lain-lain. Bahan alami ini akan hancur dalam air panas dan melunak

dalam air dingin. Jadi, sangat gampang terurai. Mungkin ini bisa menjadi solusi untuk mengganti kantong plastik,’’ ujarnya. Salah seorang warga Denpasar yang berbelanja di toko tersebut, Kadek Swastini, mengaku tidak keberatan jika membawa tas belanja sendiri. ‘’Kalau itu memang menjadi sebuah aturan dan berdampak baik, saya selaku masyarakat berkewajiban mematuhinya. Yang jelas, setiap belanja sekarang harus membawa sendiri kantongnya dari rumah,’’ katanya. Kendati sudah banyak yang menaati, namun masih dijumpai sejumlah toko modern dan supermarket masih mnggunakan kantong plastik. Dalam sidak yang dipimpin

langsung Kepala DLHK Denpasar I Ketut Wisada dan melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ini masih mendapatkan belasan toko modern dan juga supermarket yang masih menyediakan kantong plastik. Pengakuan beberapa toko modern yang ditemui di kawasan Jalan Nangka Utara, pihaknya masih dalam tahap pembuatan kantong belanja yang ramah lingkungan. ‘’Ya, sudah disiapkan oleh manajemen kami. Kami juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk selalu membawa kantong sendiri saat berbelanja di tempat kami,’’ ujar Suandani, salah satu staf toko modern di kawasan Jalan Nangka Utara. Pada saat sidak, tampak masyarakat yang sedang

berbelanja tidak diberikan kantong plastik dan terpaksa membawa belanjaan tersebut tanpa kantong plastik. Namun ada juga masyarakat yang telah membawa kantong sendiri dan merasa nyaman. Seperti yang dituturkan Tutik yang saat berbelanja sudah menyiapkan kantong sendiri. ‘’Saya berbelanja kebutuhan pokok dan sudah menyiapkan tas belanja dari rumah,’’ ujarnya. Di samping menyasar toko modern di kawasan Jalan Nangka Utara, DLHK Denpasar juga menyasar Pusat Perbelanjaan Tiara Dewata. Tim langsung menuju pusat penjualan kebutuhan pokok. Dalam peninjauan tersebut, tampak masyarakat yang berbelanja tidak diberikan kantong plastik, namun pada kasir menawarkan konsumen tas ramah lingkungan berukuran besar dengan harga Rp 17.000. Kepala DLHK Denpasar Ketut Wisada mengatakan, pihaknya akan terus melakukan evaluasi dan sosialisasi kepada pengelola toko modern, supermarket, toko kelontong hingga pasar tradisional di Kota Denpasar. ‘’Pada hari kedua

penerapan perwali ini, kami masih mendapati penggunaan tas kantong plastik. Namun, hal ini juga telah diikuti dengan mengganti tas kantong dengan tas ramah lingkungan. Seperti di salah satu toko modern di kawasan Jalan Nangka Utara yang kami dapati masih menyediakan kantong plastik, sehingga kami melakukan penyitaan terhadap kantong plastik dan memanggil seluruh manajemen toko berjaringan ini,’’ katanya. Wisada menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi yang sudah mengikuti perwali ini sebagai upaya bersama untuk mendukung dan mengurangi sampah plastik. ‘’Kami akan menindak tegas dan melakukan pemanggilan kepada manajemen toko berjaringan yang masih membandel serta memberikan sanksi administrasi sesuai peraturan yang berlaku,’’ tegasnya. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita.

Kembangkan Pertanian Organik, Pemerintah Diminta Siapkan Pasar Denpasar (Bali Post) Bali sempat mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat menjadi daerah organik nomor satu di Indonesia. Namun, perkembangan pertanian organik di Bali belum berjalan maksimal, bahkan masih dalam wacana. Terutama dari segi pemasaran. Hal ini disebabkan belum terintegrasinya hubungan antara petani sebagai produsen, pengusaha sebagai distributor dan masyarakat sebagai konsumen. Padahal, produk pertanian organik yang dihasilkan para petani sudah maksimal. “Secara kongkret, untuk pertanian organik khususnya di Bali, pemerintah harus menyiapkan pasarnya atau jaminan pasar, serta sarana dan prasarana pertanian organik yang memadai,” ujar akademisi Pertanian Universitas Warmadewa (Unwar) Dr. Ir. I Gusti Bagus Udayana, M.Si., Rabu (2/1) kemarin. Menurut Kaprodi Agroteknologi Fakultas Pertanian Unwar ini, pengembangan pertanian organik di Bali masih sekadar wacana dan belum bisa

dijalankan sesuai dengan pikiran para akademisi. Padahal, berbagai kerja sama, baik dengan pemerintah dan berbagai instansi terkait telah dilakukan. Namun, kerja sama dengan pengusaha (industri) belum berjalan maksimal. Sehingga, pasar untuk hasil produk pertanian organik belum memadai yang menyebabkan harganya belum sesuai dengan harapan para petani. “Inilah (pasar - red) yang menyebabkan para petani tidak sepenuhnya melakoni sebagai petani,” katanya. B a g u s U d a y a n a m e ngatakan, pertanian organik di Bali sudah dicanangkan sejak lama. Namun, permasalahan tentang kriteria organik belum disosialisasikan secara maksimal. Sebab, pertanian organik bukan saja tentang membudidayakan tanaman organik dengan menggunakan pestisida organik dan pupuk organik, tapi juga harus melihat sejarah lahan, kapan dimulai dan kapan berhenti pupuk kimia digunakan pada lahan yang akan dikembangkan pertanian organik. “Pemerintah telah mencanangkan berbagai kebi-

jakan dalam pengembangan pertanian organik, termasuk pemda di Bali. Namun, perkembangan pertanian organik ini masih sangat lambat. Keadaan ini disebabkan oleh berbagai kendala antara lain kendala pasar, minat konsumen dan pemahaman terhadap produk organik, proses sertifikasi yang dianggap berat oleh petani kecil, organisasi petani, serta kemitraan petani dengan pengusaha,” katanya memaparkan. Selain itu, kata Bagus Udayana, permasalahan pertanian hortikultura, khususnya buah dan sayur adalah banyaknya hasil yang rusak atau susut pascapanen. Di negara-negara ASEAN diperkirakan sangat tinggi hingga mencapai 2050 persen. Akibatnya menurunkan ketersediaan pangan dan pendapatan petani. Susut pascapanen ini banyak disebabkan oleh lemahnya infrastruktur desa, fasilitas pasar yang kurang memadai, serta penanganan produk yang kurang baik. Oleh karena itu, perlu upaya khusus dan kebijakan teknologi yang tepat agar terget mengurangi susut dapat

tercapai. “Di Indonesia, berdasarkan data tahun 2017 dalam ringkasan eksekutif Seminar ASEAN Coorperation Project 2017-2018, kerugian per tahun karena susut pascapanen untuk komoditi beras mencapai Rp 36,5 triliun, cabai Rp 17,1 triliun dan bawang Rp 18,8 triliun. Apabila susut pascapanen dapat ditekan, maka ketersediaan pangan lebih terjamin dan inflasi lebih terkendali,” tegasnya. (win)

Upacara ’’Malelet’’ Awali Rangkaian ’’Palebon’’ Ibunda Sekda Denpasar

Topik : Bali Post/ist

MALELET - Suasana upacara Malelet yang dihadiri sejumlah kerabat dan keluarga AAN Rai Iswara.

Denpasar (Bali Post) Serangkaian upacara palebon ibunda Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara yakni Jero Raga (95), Rabu (2/1) kemarin dilaksanakan upacara malalet (nyiramin layon). Upacara ini di-puput Ida Pedanda Putra Beluwangan serta Ida Pedanda Geria Tegal di Puri Jambe Celagi Gendong. Upacara yang dilaksanakan sejak pagi hari itu dihadiri Wali Kota Denpasar

I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara. Hadir pula dalam upacara tersebut Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Selly Dharmawijaya Mantra, Ketua WHDI Kota Denpasar Ny. Antari Jaya Negara, sejumlah panglingsir puri se-Kota Denpasar serta para kerabat dan masyarakat. Rai Iswara didampingi putra bungsu almarhumah Jro Raga, A.A. Ngurah Oka

Wiranata, menyampaikan kegiatan hari ini dilak sanakan nyiramin layon, manah toya ning, pangajuman, dan ngaskara. Sedangkan puncak karya palebon dilaksanakan Jumat (4/1) besok. Seperti diberitakan sebelumnya, Jero Raga berpulang Jumat (28/12) lalu. Beliau mengembuskan napas terakhir di kediaman pribadinya sekitar pukul 05.00 Wita lantaran sakit. (kmb12)


BADUNG

Kamis Pon, 3 Januari 2019

3

WISATAWAN - Sejumlah wisatawan menikmati suasana Pantai Batu Bolong, Badung. Dispar Badung menyasar belasan negara sebagai tujuan promosi pariwisata tahun ini.

Bali Post/eka

Promosi Pariwisata, Dispar Sasar Belasan Negara

Mangupura (Bali Post) – Dinas Pariwisata (Dispar) Badung telah menyiapkan rencana menyasar belasan negara sebagai tujuan promosi pariwisata tahun 2019. Program yang melibatkan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) setempat akan dimulai dari negara India yang diagendakan Januari ini. Upaya tersebut diklaim Kadispar Badung Made Badra, untuk mencapai target kun-

jungan wisatawan 2019 yang ditetapkan 6,85 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan domestik (wisdom) sebanyak 15 juta orang. Angka ini meningkat dari tahun 2018 dengan target 6,5 juta wisman dan 10 juta wisdom. ‘’Setiap promosi ke luar negeri kami tetap ada target. Apalagi tahun 2019 ini Badung ditarget 6,8 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Badung. Jadi kami harus kerja

keras,’’ ujar Badra, Rabu (2/1) kemarin. Birokrat asal Kuta itu mengatakan, program promosi pariwisata di APBD induk 2019 disepakati sekitar Rp 8,1 miliar dengan menyasar lima negara. ‘’Rencananya 11 negara tapi disetujui 8 negara,’’ jelasnya. Pihaknya akan memasang target setiap melakukan promosi ke luar negeri sehingga target 6,8 juta kunjungan wis-

Bali Post/eka

PASAR LATU - Pasar Latu Badung yang minim aktivitas pedagangan. Untuk mengefektifkan lahan pasar tersebut, Pemkab Badung berencana memanfaatkannya untuk membangun sekolah.

man tahun ini dapat tercapai. ‘’Awal tahun ini pada minggu kedua kami ke India. Masih sedang berkoordinasi dari BPPD untuk mengajak sejumlah stakeholder,’’ katanya. Pihaknya juga akan menggarap lima desa wisata dan festival, promosi nasional, peningkatan kapasitas dan profesionalisme SDM pariwisata, pemanfaatan aplikasi digital untuk manajemen dan logistik, pengembangan kam-

panye layanan masyarakat tentang kebersihan, keamanan, digital (free wifi), public service di bandara dan tempattempat strategis bagian dari branding strategi. Selain itu, ada upaya pengembangan destinasi smart city, village tourism, digital tourism, dan cultural tourism. Berdasarakan data Dispar Badung, sales mission Badung 2019 akan dilakukan ke sejumlah negara potensial pada Jan-

Mangupura (Bali Post) Selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dari 20 hingga 31 Desember 2018, tercatat 827.567 penumpang dan 5.482 penerbangan keluar masuk Bandara Udara I Gusti Ngurah Rai. Menurut General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara I Gusti Ngurah Rai, Yanus Suprayogi, selama rentang 12 hari pencatatan tersebut, terjadi kenaikan dalam statistik libur Nataru kali ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Masing-masing sebesar 21 persen untuk statistik penumpang dan 10,6 persen untuk jumlah pesawat. Dari data, jumlah penumpang yang datang ke Bali lebih tinggi dari angka penumpang di Terminal Keberangkatan. ‘’Jumlah kedatangan penumpang dari kedua terminal mencapai 448.135 orang. Untuk rute sebaliknya yaitu keberangkatan, kami mencatat ada sebanyak 379.432 penumpang yang berangkat meninggalkan

Bali. Selisihnya cukup jauh,’’ ucap Yanus, Selasa (1/1). Dari statistik kedatangan penumpang, jumlah penumpang yang masuk melalui Terminal Kedatangan Internasional menjadi kontributor terbesar, dengan jumlah penumpang sebanyak 234.223 penumpang. Sementara untuk kedatangan dari rute domestik, sebanyak 213.912 penumpang tercatat masuk ke Bali selama libur Nataru. Selama 12 hari ini pula, pertumbuhan rata-rata harian kedatangan penumpang masing-masing sebesar 36,5 persen untuk rute internasional serta 7,3 persen untuk rute domestik. Selama libur Nataru, pada 23 Desember 2018 menjadi puncak arus kedatangan wisatawan ke Bali dengan jumlah total kedatangan dari kedua terminal sebanyak 41.443 penumpang. Dari jumlah tersebut, penumpang rute internasional menyumbang sebanyak 21.773 penumpang, serta 19.670 penumpang berasal dari rute domestik.

uari menyasar India dengan target 408.231 orang, Februari ke Hungaria dengan target 12.719 orang, Cekoslowakia 1.500 orang dan Austria 28.247 orang, pada Maret menyasar Jerman dengan target 285.740 orang, Swiss sebanyak 65.573 orang dan Prancis 283.819 orang. Pada April, sales mission menyasar Australia dengan target 1.350.337 orang dan New Zealand 139.854 orang. Bulan

berikutnya ke Kanada dengan target 95.503 orang. Pada Juni ke Korea dengan target 248.170 orang, Juli ke Italia dengan target 77.824 orang, Agustus ke Rusia dengan target 143.291 orang dan September ke Amerika Serikat dengan target 297.121 orang, Oktober ke Jepang target 397.612 orang. Pada November menyasar Inggris ditargetkan 378.028 orang dan Belanda sebanyak 160.988 orang. (kmb27)

Bandara Layani 827 Ribu Penumpang Selama Libur Nataru Statistik Penumpang n Kedatangan internasional n Kedatangan domestik n Keberangkatan internasional n Keberangkatan domestik n Puncak kedatangan n Extra flight

: 234.223 penumpang : 213.912 penumpang : 198.180 penumpang : 181.252 penumpang : 23 Desember 2018 : 179 penerbangan

Pada tanggal yang sama, tercatat pula puncak extra flight dengan jumlah 23 penerbangan. ‘’Selama 12 hari tersebut, jumlah extra flight yang kami layani ada sebanyak 179 penerbangan, dengan puncaknya pada 2 hari menjelang Natal yaitu tanggal 23 Desember,’’ tambah Yanus. Untuk rute keberangkatan, dari total 379.432 penumpang yang berangkat, angka penumpang di rute internasional mengungguli rute domestik

dengan perbandingan penumpang di masing-masing terminal sebesar 198.180 penumpang di Terminal Keberangkatan Internasional, dan 181.252 penumpang di Terminal Keberangkatan Domestik. Berbanding terbalik dengan statistik penumpang, jumlah pesawat di rute domestik lebih banyak dibandingkan rute internasional. Perbandingannya, 3.060 pesawat di rute domestik dan 2.421 pesawat rute internasional. (kmb23)

sama dengan Wayan Rubah dan I Gede Putu Wibawajaya (alm). Yakni dengan telah turut serta memberikan hadiah atau janji kepada pegawai negeri, mengingat kekuasaan atau wewenang yang melekat pada jabatan, atau kedudukan, atau oleh pemberi hadiah atau janji dianggap melekat pada jabatan atau kedudukannya. Selain dituntut selama 1,5 tahun penjara, terdakwa juga didenda Rp 50 juta, subsider enam bulan kurungan. Atas tuntutan itu, terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Gusti Agung Ngurah Agung, bakal mengajukan pembelaaan dalam sidang berikutnya. Sebelumnya dalam dakwan, terdakwa Sumadi adalah orang yang menyuruh dan turut serta melakukan baik secara sendiri maupun bersamasama dengan Wayan Rubah (terdakwa dalam berkas dan penuntutan terpisah), I Gede Putu Wibawajaya (alm) dan Drs. Nyoman Artana selaku

Kasi Pengaturan dan Penataan Pertanahan Kantor Pertanahan Kabupaten Badung. Perbuatan tersebut dilakukan sekitar 16 Juni 2014 sampai tahun 2016. Dalam dakwaan jaksa, disebut terdakwa secara melawan hukum melakukan pensertifikatan tanah terhadap tanah tahura di lingkungan Perarudan, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung. ‘’Terdakwa memperkaya diri sendiri atau orang lain, atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara melalui hasil penjualan tanah Tahura seharga Rp 4.860.000.000, baik dari pembeli pertama Nengah Yarta maupun pembeli kedua Wayan Luntra,’’ tandas jaksa kala itu. Masih kata jaksa, modus yang dilakukan terdakwa yakni ingin memiliki sebagian dari tanah tahura dengan menggunakan jasa pengurusan tanah almarhum Gede Wibawajaya. (kmb37)

Pasar Latu akan Terdakwa Korupsi Tahura Dituntut 1,5 Tahun Penjara Dijadikan SMPN 5 Abiansemal

Mangupura (Bali Post) –

Pemkab Badung akhirnya menetapkan lahan Pasar Kertha Sari alias Pasar Latu di Desa Gerih Kecamatan Abiansemal untuk pembangunan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 5 Abiansemal. Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa mengatakan, proyek tersebut telah disosialisasikan ke pedagang dan desa adat. Namun untuk relokasi pedagang, pemerintah masih merancangnya dan berkoordinasi dengan desa adat setempat. ‘’Sosialisasi sudah dilakukan, bahkan pihak desa adat dan pedagang juga sudah disosialisasikan rencana pembangunan sekolah di lahan Pasar Latu. Jadi mereka sudah tahu,’’ ujar Wabup Suiasa, Rabu (2/1) kemarin. Terkait adanya isu penolakan oleh pedagang dan masyarakat setempat, Suiasa membantahnya. Dia menyatakan, pemkab telah

berkoordinasi dengan pedagang pasar dan masyarakat setempat. ‘’Kami sudah sosialisasikan bahwa itu kami manfaatkan untuk sekokah. Cuma persoalannya para pedagang relokasinya masih dilakukan kajian dan saya sudah tugaskan Kabag Ekonomi untuk buat kajian dan feasibilty study untuk relokasi pedagang,’’ tegasnya. Hal senada diungkapkan Kabag Ekonomi Setda

Badung A.A. Sagung Rosyawati. Dia menyebut tengah berupaya memfasilitasi pemindahan pedagang Pasar Latu ke pasar terdekat. ‘’Kami juga akan membentuk tim untuk mencari lokasi pasar yang baru. Salah satunya yang dijadikan pertimbangan adalah tanah milik Pemprov Bali yang berdasarkan MoU dikelola oleh Desa Adat Gerih,’’ paparnya. (kmb27)

Bali Post/asa

SIDANG - Terdakwa I Wayan Sumadi (58) saat menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor Denpasar. Denpasar (Bali Post) Terdakwa kasus dugaan korupsi pensertifikatan lahan tanah Hutan Rakyat (Tahura) di Lingkungan Perarudan, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Wayan Sumadi (58), Rabu (2/1) kemarin dituntut pidana penjara selama satu tahun enam bulan (1,5 tahun). Saat sidang di Pengadilan Tipikor Denpasar, JPU Wayan Suardi dalam surat tuntutan-

nya menyatakan terdakwa Wayan Sumadi terbukti bersalah melanggar Pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Tipikor, sebagaimana yang telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHPidana. Dalam perkara ini, terdakwa Sumadi dinyatakan korupsi tahura secara bersama-

Perangi Sampah Plastik, Bupati Giri Prasta Terbitkan Dua Perbup Sekaligus

BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta mengeluarkan dua Peraturan Bupati (Perbup) sekaligus untuk mengurangi sampah plastik. Dua perbup tertanggal 28 November 2018 tersebut adalah Perbup Badung No. 48 Tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse dan Recycle Melalui Bank Sampah dan Perbup No. 47 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik. Yang menarik, dalam penerapan perbup ini Badung melibatkan kearifan lokal dengan menuangkan aturan pengurangan penggunaan kantong plastik dalam awig-awig atau pararem di desa adat atau desa pakraman. Kepala Dinas Lingkungan

Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung I Putu Eka Merthawan menjelaskan, komiten Pemkab Badung dalam hal ini Bupati Giri Prasta untuk memerangi sampah plastik sudah diwujudkan sejak awal. Kali ini, dua perbup sekaligus diterbitkan, sebagai regulasi atau dasar hukum dalam pelaksanaan pengurangan sampah plastik. Pejabat asal Sempidi ini menerangkan, dalam Perbup 47/2018, lebih secara spesifik mengatur pengurangan penggunaan kantong plastik yang menjadi salah satu sumber utama sampah plastik. ‘’Untuk melaksanakan perbup ini kita juga menonjolkan kearifan lokal dengan melibatkan desa adat. Pada

pasal 3 dinyatakan, aturan desa adat pada kawasan antikantong plastik yang berbasis kearifan lokal dikelola oleh desa adat agar dituangkan dalam awig-awig atau pararem desa adat setempat,’’ jelas Eka Merthawan, Rabu (2/1) kemarin. Dikatakannya, dengan melibatkan lembaga desa adat, pelaksanaan Perbup tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik akan lebih efektif. Dalam Perbup 47/2018 tersebut ditegaskan pelaku usaha dilarang menggunakan kantong plastik dalam rangka mengurangi ketergantungan terhadap kantong plastik. Pelarangan penggunaan kantong plastik dilaksanakan pada kantor pemerintah dan swasta,

pusat perbelanjaan, department store, hypermarket, supermarket, minimarket, retail modern, hotel, vila, akomodasi pariwisata, restoran, industri dan usaha yang memiliki izin amdal, UPL/UKL dan SPPL. ‘’Pelaku usaha wajib menyediakan kantong alternatif ramah lingkungan sebagai pengganti kantong plastik,’’ imbuhnya. Bagi pelaku usaha yang tidak melaksanakan ketentuan ini akan dikenakan sanksi mulai dari teguran lisan, hingga pencabutan izin secara tetap. Pengusaha masih diberikan toleransi selama tiga bulan untuk menggunakan kantong plastik sejak diundangkannya perbup ini, setelah itu wajib melakukan penyesuaian.

Sementara Perbup No. 48 Tahun 2018 tentang Pedoman Pelaksanaan Reduce, Reuse dan Recycle Melalui Bank Sampah dimaksudkan agar kegiatan 3R (Reduce, Reuse dan Recycle) melalui bank sampah dilaksanakan terhadap sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga. Ditambahkannya, mekanisme kerja bank sampah yang diatur dalam perbup ini meliputi pemilahan sampah, penyerahan sampah ke bank sampah, penimbangan sampah, pencatatan, hasil penjualan sampah yang diserahkan, dimasukkan ke dalam buku tabungan, dan bagi hasil penjualan sampah antara penabung dan pelaksana. (ad071)

Nyoman Giri Prasta


dAERAH

4 A K T I V I T A S

Kuasai Narkoba, Dua Pemuda Dituntut Lima Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Bermaksud berpesta ganja, dua pemuda yakni Taufik Ridha (26) dan Ari Santoso alias Boy (24), Rabu (2/1) kemarin dituntut pidana penjara selama lima tahun. Dalam sidang di PN Denpasar, JPU Ni Komang Swastini juga menuntut terdakwa yang berprofesi sebagai bartender di salah satu bar di wilayah Kuta, Badung itu dengan pidana denda masing-masing Rp 800 juta subsider 3 bulan. Jaksa menjelaskan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak dan melawan hukum memiliki narkotika golongan 1 dalam bentuk tanaman berupa ganja seberat 21,48 gram, sebagaimana diatur Pasal 111 ayat 1 jo Pasal 132 ayat 1 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pihak terdakwa bersama tim penasihat hukumnya mengajukan pembelaan secara lisan. Pada pokoknya, terdakwa memohon keringanan hukuman. Kedua terdakwa ditangkap petugas Polsek Kuta Utara di sebuah lahan kosong di kawasan Jalan Pantai Batu Bolong, Banjar Pipitan, Canggu, Kuta Utara, Badung, Minggu (29/7) 2018 lalu. Saat itu kedua terdakwa hendak mengambil paket ganja yang dibelinya dari seseorang bernama Sobek (DPO) lewat aplikasi Whatsapp. Dari pengakuan, ganja itu dibelinya dengan harga Rp 1 juta (patungan Rp 500 ribu). Ganja itu rencananya digunakan secara bersamasama. (kmb37)

Kamis Pon, 3 Januari 2019

Volume Sampah di TPA Mandung Naik 15 Persen Tabanan (Bali Post) Volume sampah yang dibuang di TPA Desa Mandung, Kerambitan setiap tahunnya meningkat. Berdasarkan data, tahun 2018 volume sampah yang dibuang ke TPA seluas 2,75 hektar tersebut mencapai 87.727 meter kubik atau setara dengan 29.242 ton. Jumlah ini meningkat 15 persen dibandingkan pada 2017. Kepala UPT TPA Mandung Ni Luh Sukartini, Rabu (2/1) kemarin, mengatakan dari total 87.727 meter kubik sampah yang dibuang ke TPA Mandung tahun 2018 lalu, ada beberapa yang berhasil dipilah dan diolah yaitu sampah organik sebanyak 21.828 kilogram dan sampah anorganik sebanyak 18.206 kilogram. Jumlah ini diakui masih sedikit dibandingkan jumlah residu sampah yang tidak dapat diolah dan menumpuk di tempat pembuangan. Diakui Sukartini, untuk program tahun 2019 tidak yang baru dan pihaknya hanya menjalankan program yang sudah dilaksanakan pada 2018.

Program rutin adalah pemasangan pipa penyalur gas metan. Penyaluran gas metan ini akan mencegah terjadinya kebakaran di TPA Mandung. Saat ini ada 34 pipa yang terpasang di TPA Mandung khususnya di areal tidak aktif atau areal yang tidak lagi dibuangi sampah. Untuk mengurangi residu sampah, pengelola TPA Mandung tetap melakukan pemilahan sampah organik dan mengolahnya menjadi pupuk organik. Rata-rata dalam sehari di tahun 2018, TPA Mandung bisa mengolah sebanyak 5 hingga 8 meter kubik sampah organik per hari. Untuk menangani sampah anor-

ganik, TPA Mandung bekerja sama dengan 12 orang pemulung. Dalam sebulan, rata-rata sampah anorganik yang berhasil dikumpulkan mencapai 2 ton. Sampah anorganik ini terdiri dari sampah plastik jenis gelas plastik, botol plastik, kresek dan plastik bening. ‘’Untuk sampah anorganik plastik, rata-rata total yang dipilah dalam sebulan mencapai 1,5 ton. Sementara sampah anorganik jenis kertas rata-rata 500 kilogram per bulan dan kaleng sebanyak 500 kilogram sebulan,’’ ujar Sukartini. Sampah-sampah anorganik ini biasanya dijual ke pengepul oleh para pemulung. ‘’Mengenai penjualan sampah anorganik ini kami dari pihak TPA menyerahkannya pada pemulung. Jadi tidak ikut ambil andil,’’ jelas Sukartini. Saat ini tumpukan sampah di TPA Mandung jika diukur dari permukaannya mencapai 7 meter. Keting-

gian ini, kata Sukartini, merupakan ketinggian yang dipertahankan pihaknya dengan cara melakukan penataan sampah. Salah satunya lewat program penimbunan sampah dengan menggunakan tanah dan ditutup dengan plastik enviro cover. Pemakaian plastik enviro cover yang baru diterapkan tahun 2017 ini sangat membantu menghemat volume tanah yang dipakai dalam penanganan sampah di TPA Mandung. Penghematannya bisa mencapai 40 persen. ‘’Penataan dan sampah dengan cara ini agar sampah cepat teregradrasi dan akhirnya menurunkan ketinggian sampah. Jika sudah turun, lahan nonaktif ini bisa diaktifkan kembali,’’ ujar Sukartini. Selain dengan penimbunan tanah, penataan juga dilakukan di areal aktif dengan terus melakukan pemadatan sampah menggunakan alat berat. (kmb24)

S E R E M Undang Juara Olimpiade Agama Hindu di Istana Mancawarna Made Urip Kawal Petani dan Krama Subak Abian di Jembrana O Perjuangkan Akses Bantuan Tingkatkan Produksi Kakau N MENGAWALI tahun 2019, anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi I PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. turun ke bawah menyerap aspirasi saat temu tani dan kelompok KONSISTENSI dari Forum A Intelektual ternak serta subak abian se-KecaMuda Hindu Dharma matan Melaya dan Mendoyo yang (FIMHD) terhadap kegiatan Hindu dihadiri 38 klian subak serta ratuL Muda Award (HMA) patut dipuji.

Wedakarna Serahkan 16Th Hindu Muda Award 2018 kepada 11 Tokoh dan Lembaga Hindu

P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I

Sejak pertama kali diserahkan pada tahun 2002, hingga kini sudah 16 tahun penghargaan ini berjaya. Atas gagasan Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, sejumlah tokoh Hindu di Indonesia diganjar penghargaan atas dedikasi mereka terhadap siar agama Hindu Dharma di Nusantara. Harapan agar tokoh Hindu di Indonesia bisa menjadi teladan bagi kaum milenial disampaikan Dr. Arya Wedakarna di Istana Mancawarna Tampaksiring. ‘’Hindu Muda Award hingga saat ini adalah satu-satunya penghargaan dengan nama Hindu sejak awal reformasi. Di tahun 2002, ketika kami dan kawan-kawan menjadi pendiri dari FIMHD, ingin ada sosok pahlawan yang bisa digugu oleh umat Hindu Indonesia, khususnya kaum muda. Jiwa kepahlawanan itu perlu agar perjuangan membangkitkan agama Hindu, khususnya di kalangan muda ini berhasil. Tentu tantangan umat Hindu 16 tahun lalu dengan saat ini berbeda. Saat ini jauh lebih kompleks, termasuk melawan gerakan radikalisme berkedok politik, ekonomi, budaya, ormas dan pendidikan. Dan di sini peran tokoh Hindu untuk menjadi teladan,’’ kata Gusti Wedakarna. Ia pun berharap ke depan semakin banyak tokoh dan lembaga Hindu yang muncul ke permukaan serta dapat ditiru generasi muda Hindu. ‘’Pahlawan Hindu harus dimunculkan setiap zaman. Ini penting, karena dengan adanya pahlawan, maka anak muda Hindu akan terinspirasi. Apalagi saat ini adalah zaman digital, dengan mudahnya anak muda Hindu mengakses pahlawannya. Dan terima kasih kepada kawan-kawan di The Hindu Center of Indonesia dan FIMHD yang telah dengan konsisten mempertahankan hal ini,’’ jelas Gusti Wedakarna yang alumni Tri Sakti Jakarta ini. Adapun peraih Hindu Muda

SATYAGRAHA – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama peraih HMA 2018 dan OAH 2018 di Istana Mancawarna Tampaksiring. Award 2018 yakni Ida Pandita Mpu Nabe Sri Rastra Jaya Wiguna (Tokoh Brahmana Hindu), Mr. Manohar Puri (Tokoh Internasional Hindu), SMK Pariwisata Dalung (Prada), I Gede Suta Bayu Bagas Karayana (Tokoh Seni Hindu), Prof. I Ketut Subagiasta (Tokoh Intelektual Hindu), Dr. Ir. Alit Artha Wiguna (Tokoh Ekonomi Hindu), I Ketut Wiadnyana (Tokoh Petani Hindu), Acarya Vibhakarananda Avadhuta (Tokoh Ashram Hindu), Agung Widiastuti (Tokoh Perempuan Hindu), Dewa Agung Christo Suganda Putra, S.Sos. (Tokoh Pemuda Hindu) dan Made Sudarsana (Tokoh Pembaru Hindu). Selain itu juga diserahkan penghargaan Olimpiade Agama Hindu (OAH) tingkat SMP ke-

pada Ni Ketut Metri Suarmini (SMP Negeri 2 Kubutambahan), Putu Yogi Pradhyana Putra (SMP Nasional Denpasar), Ni Kadek Alya Prishanti P.S (SMP Negeri 2 Kubutambahan), Ni Made Lindya Arsani (SMP Negeri 12 Denpasar), Anak Agung Indah Swandewi (SMP Negeri 1 Banjarangkan), Ni Kadek Ari Cahyani (SMP Negeri 3 Banjarangkan) dan tingkat SMA yakni Putu Ayu Kristina Dewi (SMA Pariwisata PGRI Dawan), Ni Putu Putri Mahallisni (SMA Negeri 4 Singaraja), I Putu Jenny Natasia (SMA Negeri 6 Denpasar), I Made Yudi Artana (SMK Negeri 1 Negara), Gusti Made Karmyani M. (SMA Negeri 4 Singaraja), I Komang Wahyu Buana (SMA Negeri 1 Tampaksiring). (ad073)

Jaringan Resmi Honda Bali Borong Penghargaan ”National Display Contest 2018’’

JARINGAN resmi Honda di bawah naungan Astra Motor Main Dealer Bali kembali meraih prestasi yang gemilang dalam ajang National Display Contest 2018. Kontes yang digelar PT Astra Honda Motor (AHM) merupakan ajang tahunan bentuk apresiasi kepada jaringan resmi Honda yang telah mampu menampilkan kreativitas dalam menyuguhkan nuansa berbeda saat mengunjungi AHASS maupun parts shop. Penghargaan ini membuktikan kualitas, kerapian dan kebersihan jaringan resmi Honda dalam memberikan layanan terbaik untuk konsumen yang datang berkunjung. Empat prestasi di tingkat nasional yang dipersembahkan, di antaranya dalam kategori AHASS (H123/H23) diraih AHASS Harta Motor sebagai juara II berhak atas hadiah satu unit sepeda motor Honda All New Vario 125 dan Yoga Motor sebagai juara V. Sementara kategori Parts Shop (H3) diraih Gemilang Motor sebagai juara I dengan mendapatkan hadiah 1 unit sepeda motor Honda All New Vario 150 dan Million Motor sebagai juara IV. Dengan mengambil tema ‘’One Heart for Diversity of Indonesia’’ program ini mendapat sambutan antusias. Terbukti sebanyak 72 bengkel AHASS dan 22 Parts Shop yang ikut. Proses penilaian dalam program Display Contest 2018 ini dibagi menjadi dua yaitu tahap regional

san anggota kelompok tani ternak dan program KK Lestari Jembrana yang dipusatkan di Kantor Koperasi Kerta Semaya Samaniya, Melaya, Jembrana, Rabu (2/1) kemarin. Pada kesempatan itu, hadir juga calon anggota DPD-RI Dapil Bali I Nengah Wiratha, S.E. bersama anggota Komisi III DPRD Bali Ayu Diah Werdhi Srikandi dan anggota Komisi B DPRD Jembrana Ketut Suastika, S.Sos., S.H. Made Urip yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan itu ternyata sangat dinantikan kaum marhaen sebagai pahlawan pangan di Jembrana, karena siap mengawal akses bantuan untuk meningkatkan produksi pertanian, khususnya kakau. Hal itu disampaikan langsung I Ketut Wiadnyana selaku Ketua Koperasi Kerta Semaya Samaniya. Ia juga menyampaikan potensi kakau di Jembrana sudah disertifikasi, karena banyak permintaaan dari berbagai negara seperti Jepang dan Prancis. Dikatakan, sekitar 50 ribu ton baru bisa digarap, padahal pasar sangat terbuka luas sampai 350 ribu ton. Sayangnya dari 10 ribu petani yang tergabung ke koperasi baru hanya 609 petani. ‘’Jadi sangat kecil petani yang sudah bergabung, padahal Jembrana akan dijadikan Jendela Kakau Indonesia,’’ katanya. Karena itu, ke depannya Made Urip diharapkan bisa membuka peluang pasar tersebut untuk memenuhi kebutuhan buyer. ‘’Pak Made Urip yang membidangi perkebunan, kita harap bersama Pak Suastika dan Nengah Wiratha bisa membantu petani, karena kita tidak menjual kuantitas, tetapi kualitas. Selain itu, kita perlu dibantu permodalan untuk meringankan beban petani di Jembrana,’’ jelasnya seraya ditambahkan Panglingsir Kakau Jembrana I Gusti Putu Widya bersama Ketua Unit Pengolahan Hasil Kakau Jembrana I Made Sugandi yang juga mengaku dengan kehadiran Made Urip, sebagai petani merasa diuntungkan dan tidak ragu-ragu bersama koperasi memajukan kualitas kakau di Jembrana.

TEMU TANI - Anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si. turun ke bawah usai temu tani dan kelompok ternak serta subak abian se-Kecamatan Melaya dan Mendoyo, Jembrana. Untuk ke depan meminta Made Urip agar ikut turun, karena bantuan selama ini sangat minim bagi petani. ‘’Di waktu kekeringan agar ada pompa, karena itu kita akan siapkan proposal, agar bisa dibantu Pak Made Urip. Kita ingin petani Bali bisa unggul lewat perhatian Pak Urip. Karena itu, kita dukung Pak Urip, sehingga diharapkan bisa datang juga ke Mendoyo untuk pertemuan seperti ini,’’ imbuhnya. Di sisi lain, Made Urip menegaskan telah lama ingin bertatap muka dengan krama subak dan kelompok tani ternak di Melaya. Selama di DPR-RI empat periode membidangi pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan mitra Bulog terus melakukan kunjungan kerja di seluruh daerah di Indonesia, termasuk di Sulawesi yang memproduksi kakau, sehingga berharap para petani dan krama subak tetap eksis memproduksi kakau sebagai produk unggulan di Jembrana. ‘’Kita akan bantu akses pasar termasuk bantuan permodalannya. Apalagi sudah mengantongi sertifikasi sebagai wujud produk kakaunya sudah diakui di tingkat internasional. Karena itu, saya akan berusaha membantu kepentingan petani dan subak abian di Jembrana,’’ tegas anggota Bangar MPR-RI itu. Untuk itu, Made Urip juga meminta support petani agar bisa terus bermitra memperjuangkan kepentingan petani dan krama subak basah dan abian. ‘’Termasuk Pak Suastika, agar juga di-support maju sebagai Caleg DPRD Jembrana dan Bu Ayu juga di DPRD Bali serta Pak Nengah Wirata sebagai Caleg

DPD-RI,’’ paparnya sekaligus mengatakan dana APBD tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan petani, sehingga butuh akses bantuan pusat yang perlu lagi diperkuat lewat APBN. ‘’Segmen saya di pertanian, karena sudah cukup lama di Komisi IV DPR-RI, seperti yang berkaitan dengan armada kita akan sampaikan, termasuk pasar agar petani di Jembrana diperhatikan oleh Kementerian Pertanian. Jadi apa yang menjadi kepentingan petani di Jembrana akan kita perjuangkan lima tahun ke depan. Seperti di Tabanan dan kabupaten lain sudah banyak dibantu. Tapi saya berkomitmen ke depan para petani di seluruh kabupaten harus dibantu, termasuk di Jembrana akan kita perjuangkan,’’ tambah Caleg DPRRI Dapil Bali di nomor urut 1 dari PDI Perjuangan itu. Sementara itu, selalu petugas partai, Ketut Suastika mengakui Made Urip telah hadir bertemu di petani ternak dan krama subak di Jembrana. Saat ini sudah tergabung 38 subak yang disertifikasi dari 148 subak di Jembrana. ‘’Kita meminta Pak Urip saat reses datang ke Jembrana, karena saya iri dengan Tabanan mendapat akses bantuan dari pusat, termasuk di Bangli. Padahal Jembrana kondisi APBD-nya juga membutuhkan bantuan dari pusat, seperti 50 traktor, 10 pompa air, 10 UPPO dan 15 Bank Pesona. Ini hanya usulan saya di Melaya saja,’’ bebernya. ‘’Seperti kemarin dibantu 4.500 bibit pisang raja bulu dan di Jembrana juga butuh itu,’’ sentilnya. (ad074)

Awali Penggunaan E-Surat

Diskominfo Diminta Siapkan Langkah Antisipasi Gangguan

PRESTASI - Astra Motor Main Dealer Bali meraih prestasi gemilang dalam ajang National Display Contest 2018. periode 15 Agustus – 31 Oktober 2018 dengan poin penilaian peserta membuat desain yang berkaitan dengan keunikan daerah, menambahkan angka 2018 pada display sekreatif mungkin. Kandidat yang lolos pada tingkat regional secara otomatis mengikuti seleksi nasional. Untuk penilaian tahap nasional dilakukan periode November – Desember 2018 berdasarkan foto aktual dan secara acak akan melakukan supervisi langsung ke masing-masing outlet peserta. Kemudian dipilih enam pemenang untuk kategori AHASS dan enam pemenang untuk kategori part

shop. Selama periode nasional Display Contest, AHM juga akan mengadakan event Lucky Voter untuk menentukan kategori pemenang favorit. Spare Part Manager Astra Motor Bali Purnama Jaya mengatakan program ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan nuansa berbeda saat mengunjungi AHASS maupun parts shop. Dengan demikian semakin meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap jaringan resmi Honda dengan jaringan yang rapi dan bersih diharapkan dapat menjadi stimulus untuk meningkatkan penjualan. (bns1)

Semarapura (Bali Post) Pemkab Klungkung mulai menerapkan sistem e-surat mulai Rabu (2/1) kemarin di setiap instansi pemerintahan di Klungkung. Dengan sistem berbasis android ini, semua aktivitas surat-menyurat sudah menggunakan aplikasi e-surat. Namun, meski sudah melewati proses uji coba, tetap saja masih ada kekhawatiran. Untuk itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Klungkung diminta menyiapkan segala langkah antisipasi dalam menghadapi berbagai potensi gangguan. Dengan aplikasi e-surat, maka tidak lagi menggunakan sistem manual seperti yang biasa. Sistem ini dinilai membuat pelayanan menjadi lebih efektif. Selain itu, semua surat terarsip secara digital, dan surat mudah dilacak oleh sistem, sehingga dapat mengefesiensi waktu dan tenaga kerja. Sebelum dikirim ke aplikasi, surat tersebut discan terlebih dahulu, baru dikirim melalui aplikasi tersebut. Saat masa uji coba sebelumnya, belum ada kendala berarti. Sosialisasi sistem ini dan proses uji coba telah berlangsung sejak bulan November dan Desember. Seluruhnya berjalan cukup baik. Setelah aplikasi ini mulai diberlakukan, Sekda Klungkung I Gede Putu Winastra sempat mencoba aplikasi ini. Dia meminta agar sistem ini benar-benar diawasi sehingga tidak terjadi error yang dapat mengganggu sistem administrasi pemerintahan. Ketika mencoba aplikasi ini, surat-surat itu langsung tersistem dan teregistrasi. Disposisi langsung melalui aplikasi itu juga, tidak perlu lagi staf ke sana ke sini bawa surat. Semua dikatakan sudah

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

jelas dalam sistem ini. Admin di setiap instansi bisa dengan mudah menerima suratnya, karena ada notifikasi. Selain itu, riwayat disposisi juga sudah tersedia. Sehingga ini mencegah agar surat tidak kesasar dan mudah dilacak petugas. ‘’Sistem ini sementara berjalan cukup baik di semua OPD, terlebih untuk efesiensi. Namun karena perannya yang vital, Dinas Kominfo harus siap dengan segala kemungkinan seperti gangguan atau error yang dapat mengganggu sistem administrasi,’’ tegas Sekda Winastra. Sekda Winastra meminta setiap OPD agar memastikan jaringan internetnya tetap bagus. Selain itu, juga tersedia back-up data, jika tiba-tiba terjadi gangguan teknis. Dalam pelaksanaannya, aspek lain yang harus diperhatikan, menurutnya, adalah sistem filter surat masuk oleh petugas administrasi. Karena dengan sistem ini, maka semua surat akan masuk, termasuk surat undangan yang tidak terlalu urgen. Dia sendiri mengaku sudah mengingatkan stafnya, untuk memilah surat yang masuk. Kalau hanya surat undangan, agar cukup sampai di meja staf saja. Terkait kemungkinan adanya error, Kepala Diskominfo Klungkung Wayan Parna mengatakan ancaman ini sudah dipikirkan sejak awal agar tidak mengganggu sistem administrasi surat-menyurat pemerintah. Potensi ancaman tersebut sudah diwaspadai pihak Diskominfo. Aplikasi dikembangkan dengan sistem perlindungan dari Badan Siber dan Sandi Negara. Selain itu, setiap bulannya juga dilakukan back-up data. (kmb31)


Kamis Pon, 3 Januari 2019

daerah

5

Melawan, Dua Residivis Curanmor Ditembak Banyuwangi (Bali Post) Tim buru sergap (buser) Polres Banyuwangi melumpuhkan dua residivis pencurian kendaraan bermotor (curanmor), Selasa (1/1) malam. Keduanya terpaksa dihadiahi timah panas lantaran melawan saat digerebek. Dua pelaku ini terkenal lihai dalam menggasak sasaran. Keduanya, M. Sohib (44), warga Dusun Sumberagung Desa Rejoagung Kecamatan Srono, dan Alex Wurhono (46), warga Desa/ Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi. ‘’Keduanya sudah lama diincar. Mereka termasuk residivis kambuhan,’’ kata Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Panji Pratista, Rabu (2/1) kemarin. Menurut Panji, dua pelaku dikenal sebagai spesialis curanmor. Baik di dalam rumah maupun pinggir jalan. Rekam jejaknya terbilang cukup banyak. Terakhir, Polres mendapat tiga laporan pencurian motor, 8 Desember lalu. Sejumlah motor warga raib ketika diparkir malam hari. Berbekal banyak laporan ini, polisi melakukan penyelidikan. Hasilnya, muncul nama Alex Wurhono. Skenario penyergapan dimatangkan. Akhirnya, pria ini disergap di Dusun Tugurejo Desa Tegalrejo Kecamatan Tegalsari, tak jauh dari rumahnya. Ketika disergap, pelaku berusaha unjuk kekuatan. Dia mencoba melakukan perlawanan, kemudian hendak kabur. Satu timah panas akhirnya disarahkan di paha pelaku. Lalu ambruk. Tak ingin mendekam sendirian. Pelaku buka suara. Dia mengaku beraksi bersama M. Sohib. Polisi tak membutuhkan waktu lama untuk meringkus pria ini. Lagi-lagi, dia melakukan perlawanan. Satu tembakan terpaksa disarangkan ke paha kanan. ‘’Kedua pelaku kompak melawan, sehingga kita lumpuhkan,’’ tegas mantan Kanit Buser Polres Tabanan ini. Selain dua pelaku, polisi juga meringkus dua penadah motor curian. Mereka masing-masing Mulyadi (53), warga Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar dan Muhammad Hasan Ashari (46), asal Desa Kedaleman Kecamatan Rogojampi. Selain motor, keduanya menjadi penadah HP curian. Dari kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Masingmasing lima buah motor dan sebuah HP. Bersama barang bukti, para pelaku ditahan di Mapolres Banyuwangi. Ternyata, dua pelaku pencurian sudah 12 kali beraksi menggasak motor warga. Lokasinya beragam, namun di beberapa titik di Banyuwangi. ‘’Penyidik masih mengembangkannya. Kita menduga masih ada jaringan lagi,’’ pungkas perwira yang mengawali karier di Polda Bali ini. (udi)

Bali Post/asa

SIDANG - I Made Catur Adnyana selaku KPA sekaligus PPK dalam pekerjaan belanja berupa instalasi biogas sedang menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Denpasar.

Oknum Anggota Dewan dan Istri Diadili Kasus Korupsi Biogas

Denpasar (Bali Post) Oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Klungkung Gede Gita Gunawan bersama istrinya, Thiarta Ningsih, selaku Direktris CV Bhuana Raya, Rabu (2/1) kemarin diadili di Pengadilan Tipikor Denpasar. Selain itu, JPU dari Kejari Klungkung Kadek Wira Atmaja dkk. juga menyidangkan terdakwa I Made Catur Adnyana selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam pekerjaan belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat berupa instalasi biogas pada Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Perempuan, KB dan Pemerintah Desa (BPMDPKBPD) Kabupaten Klungkung Tahun Anggaran 2014.

Pantauan Bali Post, ketiga terdakwa disidang secara terpisah dan bergilir karena berkas mereka juga dilakukan secara terpisah. Sebagai

ketua majelis hakim yang menyidangkan perkara ini yakni I Wayan Sukanila yang saat ini juga menjabat Waka PN Singaraja, dengan hakim

anggota Miftahul dan Hartono. Dalam dakwaan I Made Catur Adnyana selaku KPA sekaligus PPK dijelaskan peristiwa itu terjadi di Kantor BPMDPKBPD Kabupaten Klungkung di Desa Kutampi Kaler, Desa Klumpu dan Desa Sakti, Nusa Penida. Dijelaskan, terdakwa Catur Adnyana sebagai orang yang melakukan, menyuruh melakukan dan turut serta melakukan perbuatan secara melawan hukum, memperkaya diri sendiri, atau orang lain, atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. Jaksa mengatakan anggaran dalam pengadaan biogas dari Kementerian ESDM dalam

perkara ini adalah Rp 815.337.000. plus tambahan dana pendamping dari Pemda Klungkung sebanyak 10 persen. Kepala Badan BPMDPKBPD Kabupaten Klungkung Putu Widiada menunjuk Catur Adnyana selaku KPA sekaligus PPK. Dan dari sanalah dibuat tender, termasuk meninjau 60 orang pemohon (masyarakat), sekaligus menentukan layak tidaknya mendapat bantuan biogas. Atas dakwaan jaksa itu, kuasa hukum Thiarta Ningsih, Agus Sujoko dkk., akan mengajukan eksepsi. Begitu juga kuasa hukum Made Catur Adnyana, Sumardika dkk., keberatan akan dakwaan jaksa sehingga dia mengajukan eksepsi. (kmb37)

Nyoman Mando Gelar Dharma Santi

Lestarikan Budaya Bali

Bali Post/ist

CURANMOR - Dua pelaku curanmor dan penadahnya diamankan di Polres Banyuwangi.

Imbas Putusan MK, KPUD Banyuwangi Lantik 50 PPK Baru Banyuwangi (Bali Post) Jumlah Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) untuk Pemilu 2019 bertambah. Hal ini imbas dari putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mewajibkan penambahan jumlah PPK. Dari tiga menjadi lima personel. Ketua KPUD Banyuwangi Samsul Arifin mengatakan pelantikan PPK baru merupakan tambahan. Sebelumnya, katanya, setiap PPK terdiri dari tiga anggota. Kemudian, keputusan dari MK, anggota PPK ditambah dua anggota lagi. ‘’Saat ini ada 50 anggota baru yang dilantik. Ini melengkapi anggota sebelumnya. Jadi, sekarang sudah ada 125 anggota PPK yang siap menyukseskan pemilu serentak mendatang,’’ kata Samsul usai pelantikan PPK di KPUD Banyuwangi, Rabu (2/1) kemarin. Pihaknya berharap pemilu pada 17 April 2019 mendatang bisa digelar dengan baik setelah penambahan jumlah PPK. Apalagi, pemilu ini akan langsung memilih presiden dan wakil presiden, termasuk memilih anggota DPR-RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan DPD. Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berharap para PPK bisa netral dalam penyelenggaraan pemilu. ‘’Penyelenggara pemilu harus bisa menghasilkan pelaksanaan yang berkualitas. Dengan pemilu yang berkualitas, akan melahirkan para pemimpin yang berkualitas pula,’’ tegasnya. Salah satu indikator kualitas pemilu, kata Anas, meminamilisir pelanggaran pemilu. Seperti maraknya politik uang (money politics) yang membuat calon yang terpilih tak sesuai dengan kapasitasnya. ‘’Jika transaksional, maka hasil dari pemilu bukanlah pemimpin yang benar-benar bekerja untuk rakyat,’’ terangnya. Selain itu, untuk mewujudkan pemilu yang berkualitas, Anas mengharapkan PPK gencar memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pedoman pemilihan calon yang tepat. ‘’Ke depan, tantangan yang dihadapi oleh Banyuwangi akan semakin berat. Untuk itu, kampanyekan kepada rakyat untuk memilih calon yang benar-benar memiliki track record yang baik, yang bisa mengambil keputusan dengan tepat. Jangan hanya kena tongket (setong seket/satu lima puluh/istilah lain dari money politics), lantas memilih orang yang tak berkualitas,’’ pungkasnya. (udi)

Bali Post/udi

PELANTIKAN - Pelantikan PPK baru di KPUD Banyuwangi, Rabu (2/1) kemarin.

Bali Post/ist

BEDAH BUKU - Suasana bedah buku umat Hindu Banjar Bandung Utara, akhir tahun 2018 lalu.

Umat Hindu Bandung Utara Perkuat Pengetahuan di Bidang Agama Bandung (Bali Post) Umat Hindu di Banjar Bandung Utara melaksanakan kegiatan bedah buku dengan topik ‘’Manusia Tattwa’’ karya IBM Dharma Palguna, Minggu (30/12) lalu di Pasraman Widya Dharma Secapa AD, Bandung, Jawa Barat. Acara ini menghadirkan narasumber Ngakan Putu Putra, I Gede Agus Darma Putra, Putu Eka Gunayasa dan I Nengah Jati. Kegiatan ini diikuti sekitar 80 peserta berasal dari warga Hindu yang ada di Bumi Parahyangan, perwakilan PHDI, LPDG, WHDI, BPH, PSN, ICHI, Prajaniti, KMHDI, Ketua-ketua Banjar dan Pasraman se-Bandung Raya. Ketua Panitia Bedah Buku dan juga moderator acara I Ketut Wiguna menjelaskan, pelaksanaan bedah buku ini sebagai salah satu upaya peningkatan pelayanan kepada umat dan juga semakin memperbanyak interaksi umat, serta diskusi tentang tattwa, sebagai bagian dari tiga kerangka dasar agama Hindu. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi lembaga dan umat di Bandung Raya khususnya, dan Jawa Barat umumnya untuk dapat semakin memperbanyak kegiatan serupa dalam rangka memperkuat ilmu pengetahuan di bidang agama. Empat puluh delapan judul tulisan tentang manusia yang terangkum di dalam buku ‘’Manusia Tattwa’’ membicarakan perihal manusia dari luar sampai dalam. Tulisan dalam buku ini adalah hasil ‘’petualangan’’ dan pendalaman penulisnya, dari asal hingga tujuan. Dalam konteks tattwa, asal dan tujuan itu sama, samasama ada di dalam, itulah pusat. Tentu bukan kebetulan jika manusia menjadi pusat pembicaraan dalam seri tulisan ini. Pandangan bahwa manusia adalah pusat, bisa ditemukan dalam teks-teks kuno. Banyaknya tulisan tentang manusia untuk menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan diri adalah atma. Inilah perjalanan jauh dan sulit menuju atma.

Artinya, atma itulah tujuan. Untuk sampai pada atma, ada lapisan-lapisan maya yang harus dilewati. Lapisan itu adalah lapisan makanan serta minuman, lapisan napas, lapisan pikiran, lapisan buddhi, dan lapisan kebahagiaan. Semua lapisan itulah yang disebut sebagai maya. Melewati seluruh lapisan itu, bukannya perkara mudah. Perjalanan ke atma sulit karena ditempuh seorang diri. Karena jauh, diperlukan ketahanan. Karena sulit, diperlukan kesungguhan. Ketahanan dan kesungguhan yang didasarkan pada keyakinan. Lalu apa ciri-cirinya sudah sampai pada atma? Atma itu tan parupa, maka sulit mengetahui ciri-cirinya. Atau mungkin saja, atma bukannya ditemukan, tapi justru dialah yang menemukan. Membaca ‘’Manusia Tattwa’’, pembaca akan dihadapkan pada kenyataan bahwa manusia seperti buku tebal yang tidak pernah selesai dibaca. Meski ada yang menganggapnya selesai, pembacaan harus diulang. Sebab, yang namanya membaca, selalu dipengaruhi oleh situasi, kondisi, serta pengetahuan pembaca. Itulah sebabnya, tiap kali tubuh dibaca, ia selalu menyajikan hal yang menyegarkan. Pola semacam itulah yang dihadirkan oleh IBM Dharma Palguna. Manusia berulang kali dibaca dengan rujukan teks-teks kuna. Hasil bacaan itu, selalu saja mengejutkan. Membaca ‘’Manusia Tattwa’’, pembaca mesti membawa bekal peta. Peta itu adalah tentang shastra. Shastra mengajarkan bahwa apa yang dikatakan tidak sama dengan yang dimaksudkan. Ketahui apa yang dikatakan, pahami apa yang dimaksudkan. Maka bagi orang-orang yang ingin memahami shastra, menyelamlah ke dalam samudera maksud dan kembali menepi. ‘’Manusia Tattwa’’ adalah peta yang mesti dibawa, dibaca, dan dipahami oleh siapa saja yang ingin memasuki lebih dalam sebuah dunia kecil namun dalam bernama tubuh. Namaskara. (kmb)

Tabanan (Bali Post) Meningkatkan sradha/bhakti umat Hindu dan merayakan kemenangan dharma, hari raya Galungan dan Kuningan, serta Tahun Baru 2019, I Wayan Mando, pembina shanti BPR Penebel sekaligus pendiri ini, menggelar dharma shanti di kediamannya Banjar Ubung, Desa Penebel, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Sabtu (29/12) lalu. Salah satu upaya pelestarian budaya Bali ini diikuti perwakilan BPR yang masing-masing membawakan Sekar Agung, Wirama ciri khas masing-masing kabupaten seperti Klungkung, Buleleng dan Badung. Serta pesantian lainnya yang disesuaikan dengan Desa Kala Patera. Madharma shanti kali ini menampilkan 19 murda/judul, di antaranya Pengaksama pupuh Swandewi dengan pengwacen Ni Wayan Suarti dan Pengaksama pupuh Dangdang dengan pengwacen I Nyoman Mando, dengan paneges Gusti Putu Darmayasa. Murda Putera Sulung pupuh Ginada dengan pengwacen Ni Ketut Suici dan paneges I Wayan Suwetra. Murda Duka-Cita pupuh Semarandana, pengwacen Gusti Made Oka Wisnawa dan paneges I Wayan Mudiana. Murda Pekayun, Bebawos Miwah Laksana (kaketus saking Cokli/Djelantik) pupuh Durma dengan pengwacen I Wayan Sukanuada dan paneges Dr. Drs. Wayan Sugita, M.Si. Dan sejumlah murda lainnya seperti Kunang-kunang Nyandingin Hyang Sasi dengan pupuh Ginanti, Ni Balu lan I Duda dengan pupuh Sinom, Ngenteg Linggih ring Pura Luhur Petali dengan pupuh Sinom, I Punguk Rindu ring Bulan dengan pupuh Pucung, Ngenteg Linggih ring Pura Dalem Ubung-Kupang-Dukuh-Penebel dengan pupuh Ginada, Muspa/ Mabhakti pupuh Sinom, Nyumpena pupuh Kumambang, Pura Siwa pupuh Sinom dan Panyineb pupuh Ginada. (kmb28)

Bali Post/bit

DHARMA SANTI - I Nyoman Mando (baju putih) saat melantunkan bait pengaksama mengawali acara dharma santhi.


OPINI

6

Kamis Pon, 3 Januari 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana Mengawal Bisnis Generasi Muda

MAKIN berkembang pesatya teknologi informasi, tidak hanya ditandai oleh semakin mengkerutnya batas-batas wilayah dan semakin gandrungnya anak-anak muda masuk dan tenggelam dalam teknologi itu. Akan tetapi, di sisi lain juga ada hikmah positifnya. Generasi milenial saat ini tidak hanya kerjanya ‘’main HP’’, tetapi bagaimana ‘’main HP’’ itu juga menunjukkan cara kerja cerdas yang menggunakan teknologi. Salah satu contohnya adalah bagaimana bisnis online, usaha dalam jaringan, dan lainnya yang sangat berkembang pesat. Komoditasnya bisa macam-macam. Mulai dari barang konsumtif sampai kuliner. Yang harga dari puluhan ribu sampai ratusan juta. Ini tentu gejala yang mesti ditindaklanjuti dengan perangkat lunak lainnya yang berada pada domain pemerintah dan juga sektor terkait lainnya. Banyaknya pengusaha milenial yang muncul saat ini, tentu memberikan pengaruh serta vibrasi positif pada perkembangan pembangunan fundamental ekonomi ke depan. Karakternya sudah dibina sejak dini. Ada yang memang mulai secara autodidak, by design oleh dirinya sendiri atau oleh orang lain, karena bakat atau memang ikut-ikutan. Apa pun itu, ini sudah menunjukkan iklim yang baik. Ibarat benih, sudah bagus banyak persediaannya. Tinggal bagaimana pemerintah dan pihak terkait mendampinginya dengan menyediakan lahan yang baik, pupuk, pasar dan sebagainya. Metafor seperti ini sangatlah lumrah untuk dibicarakan atau didiskusikan. Akan tetapi, akan sulit pada tingkat implementasi. Tetapi, dalam konteks berusaha atau bisnis, memang tidak ada yang mudah. Tetapi, sekali lagi, bagaimana ada dukungan serta arahan yang baik bagi anak-anak muda ini agar lebih percaya diri dalam mengembangkan bakatnya. Apalagi generasi muda di Bali perlu terobosan lain selain hanya menggantungkan diri pada bisnis pariwisata. Paling tidak mesti ada bisnis alternatif, walaupun tidak sepenuhnya keluar dari pariwisata. Anak-anak mudalah yang semestinya memainkan peranan itu. Kalaupun sekarang sektor pertanian sudah mulai ditinggalkan, toh bisa dikembangkan lagi apa variannya sehingga tidak benar-benar meninggalkan cikal bakal budaya Bali itu sendiri. Biasanya, anak-anak muda itu banyak ide, gagasan serta terobosan segar. Kita memang perlu memberikan mereka ruang yang lebar serta waktu yang cukup, agar mereka bisa berkarya lebih intens dan fokus. Banyaknya event budaya serta pariwisata yang ada saat ini tidak lepas dari tangan dingin mereka. Anak-anak muda yang berkualitas harus kita jaga dan dorong agar maju. Jangan biarkan mereka akrab dengan hal-hal yang tidak penting, apalagi negatif. Mereka adalah aset. Mereka adalah penjaga dan penerus budaya Bali yang adiluhung ini. Perekonomian rakyat memang mesti sehat. Apalagi kalau digerakkan oleh anak-anak mudanya. Usaha kecil yang kini marak memang melegakan. Tidak jarang, mereka juga sudah mencapai level menengah. Ini membuat mereka semakin berkembang dan percaya diri menghadapi persaingan serta pasar yang lebih luas, memang tidak cukup hanya dari mereka. Mengenalkan mereka kepada institusi keuangan serta finansial menjadi tugas pemerintah serta asosiasi terkait. Sehingga mereka bisa lebih berkembang di sisi lain, dan di sisi lainnya selalu meningkat kualitas diri dan produk sehingga lebih kompetitif.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Perda Diskriminatif Harus Ditolak

Peraturan daerah (perda) adalah salah satu hierarki peraturan perundang-undangan yang memuat dan mengatur penyelenggaraan otonomi daerah dan tugas pembantuan serta menampung kondisi khusus daerah yang merupakan penjabaran peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Untuk itu, DPRD harus mampu membuat perda sesuai kaidah dan kebutuhan serta mengandung nilai-nilai Pancasila kepada semua pihak agar jangan sampai perda yang telah dibuat di suatu daerah hanya menjadi dokumen hukum tanpa atau minim implementasi. Terkadang banyak perda yang sudah dibuat namun tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan daerahnya. Misalnya, perda dapat berdampak pada timbulnya diskriminatif SARA yang akhirnya menimbulkan intoleransi dan bibit radikalisme (perda hanya berlandaskan agama tertentu). Beberapa faktor kegagalan perda antara lain karena kurangnya pemahaman substansi dan konteks perda oleh pembuat kebijakan, baik pemerintah daerah, DPRD maupun tim yang ditunjuk. Hal ini terlihat dari jumlah perda yang dibatalkan sepanjang tahun hingga lebih dari 1.500 perda oleh pemerintah pusat. Mengingat perda adalah aturan hukum yang nantinya akan diimplementasikan (anggota DPRD merupakan pihak yang berperan penting dalam pembuatan perda dan pengawasan implementasinya) maka proses pembuatan perda harus sesuai dengan kaidah hukum, termasuk melibatkan pihak-pihak terkait sejak awal sehingga pemahaman substansi dan permasalahan yang diperdakan harus dimiliki. Untuk itu, kita perlu anggota parlemen yang cerdas dan memahami substansi maupun permasalahan yang harus diatur. I Kadek Agus Mulyawan, S.H., M.H. Semarapura, Klungkung

Pajak Berdasarkan Omzet Penjualan Perpajakan adalah salah satu bidang yang paling penting dan strategis yang banyak menimbulkan pertentangan dalam kehidupan finansial modern. Penguasa memerlukan biaya dalam bentuk pajak untuk menunjang kegiatan pemerintahannya dan hal itu hanya dapat dilaksanakan dengan menggunakan kekuasaan kalau pajak diharapkan bisa masuk menjadi pendapatan negara. Sehingga muncul konflik kepentingan antara pemerintah dengan masyarakat dalam bidang perpajakan. Ini tercermin dalam upaya pemerintah untuk menjerat wajib pajak dengan berbagai cara dan pendekatan. Sebaliknya, wajib pajak selalu berusaha melepaskan diri dari jeratan pajak tersebut dan konflik-konflik tersebut sering kali diselesaikan dengan pelanggaran norma-norma moral dan etika.

Oleh

Bambang Gede Kiswardi leh karena itu, dapat dipahami mengapa begitu banyak pemerintah mengeluarkan peraturan dalam bidang perpajakan. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia 1945 Pasal 23 ayat (2) berbunyi; segala pajak untuk keperluan negara berdasarkan undang-undang. Ini berarti setiap pemerintah berkeinginan untuk membuat kebijakan perpajakan harus melalui proses mekanisme undang-undang yang tujuannya untuk memasang rambu-rambu sehingga dapat mengurangi dan mengendalikan pertentanganpertentangan tersebut dengan masyarakat. Dijelaskan lebih lanjut, karena penetapan belanja negara adalah mengenai hak rakyat untuk menentukan nasibnya sendiri, maka segala tindakan yang menetapkan beban kepada rakyat sebagai pajak dan lainnya, harus ditetapkan dengan undang-undang yang harus mendapat persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Pengaturan perpajakan dengan peraturan perundang-undangan praktis sudah dianut oleh negara-negara seluruh dunia. Salah satu peraturan perpajakan yang tertua mungkin adalah ‘’Magna Carta’’ tahun

1215 di Inggris yang menetapkan bahwa raja dapat memungut pajak setelah dibicarakan dengan wakil-wakil bangsa dan selanjutnya ‘’Bill of Rights’’ tahun 1689 menetapkan bahwa pemungutan pajak tanpa persetujuan parlemen tidak diperbolehkan. Munculnya Revolusi Prancis pada abad ke-18 antara lain juga disebabkan karena beban pajak yang terlalu berat. Perlawanan-perlawanan yang disebabkan karena perpajakan terjadi pula di banyak negara pada masa-masa lalu. Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2018 tentang pajak pengasilan dan usaha yang diterima atau diperoleh wajib pajak yang memiliki peredaran bruto tertentu, merupakan tarif khusus pajak penghasilan bagi usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) sebesar 0,5 persen per tahun. Adapun sistem pengenaan pajaknya diperoleh dari penghasilan bruto dikalikan 0,5 persen bersifat final. Sistem pengenaan pajak seperti ini sangat memberatkan bagi pelaku usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah, karena pengenaan pajaknya dari omzet pendapatan (penjualan) sebelum dikurangi biaya

operasional yang terdiri dari biaya tidak tetap dan biaya tetap usaha. Dengan demikian, pelaku UMKM akan memperoleh ketidakpastian profit, karena seluruh omzet pendapatan setelah dikurangi beban pajak, baru bisa memperoleh pendapatan bruto sebelum dibebankan biaya operasional. Ini berarti pelaku UMKM bisa berada pada posisi untung atau bisa pada posisi rugi. Idealnya, pengenaan pajak bagi UMKM adalah berdasarkan keuntungan bersih (net profit) dari hasil penjualan. Mengapa demikian? Karena dengan pengenaan tarif khusus pajak penghasilan bagi UMKM diharapkan: pertama, mampu mendorong peran serta masyarakat dalam kegiatan ekonomi formal. Kedua, lebih memberikan keadilan. Ketiga, kemudahan dalam melaksanakan kewajiban perpajakan. Keempat, memberi kesempatan berkontribusi bagi negara. Kelima, pengetahuan tentang manfaat pajak bagi masyarakat meningkat. Adapun objek pajak bagi UMKM yang memiliki peredaran bruto (omzet) setahun melebihi Rp 4,8 miliar dan bagi UMKM yang peredaran bruto (omzet) di bawah Rp 4,8

miliar tidak dikenakan pajak. Jadi, berdasarkan kajian sistem pengenaan tarif khusus pajak pengasilan bagi UMKM sebesar 0,5 persen setahun yang telah mengalami penurunan pengenaan tarif pajak pengasilan yang dulunya 1 persen setahun, maka sistem pengenaan pajak bagi UMKM akan dirasakan ada keadilan dan keringanan, apabila sistem pengenaan pajaknya berdasarkan pendapatan bersih dari hasil penjualan. Adapun sistem pengenaan pajak bagi UMKM berdasarkan pendapatan bersih dari penjualan, maka diharapkan UMKM mampu memiliki daya saing dalam menghadapi perdagangan bebas. Di samping itu, juga mampu meningkatkan dan mengembangkan usahanya yang berorientasi ekspor dengan berbasis bahan baku domestik atau bahan baku dalam negeri. Bertitik tolak dari kondisi tersebut, keberadaan UMKM sangatlah penting dan strategis dalam menganekaragamkan produk-produk ekspor negara kita. Sekalipun dilihat per komoditas nilai ekspornya masih relatif kecil. Namun, kemunculan produk-produk baru UMKM yang berbasiskan bahan baku dan kearifan lokal yang semakin beragam serta dengan daya jangkau pasar yang sangat luas, patut memperoleh perhatian dan perlindungan dalam hal kebijakan pembiayaan yang murah, ringan, dan cepat, juga kebijakan sarana dan prasarana untuk mendukung peningkatan kualitas, dan kebijakan peningkatan promosi, jaringan usaha atau kemitraan usaha dengan pengusaha besar yang sudah memiliki jaringan ekspor dengan harapan mampu menjadi lokomotifnya produk-produk UMKM.

Mengingatkan Kembali Ancaman ”Adharma’’

SULIT membayangkan bagaimana penderitaan batin yang dialami masyarakat Bali ketika memiliki raja seperti Raja Mayadanawa, sosok raja yang digambarkan memiliki karakter yang kejam, sosok jahat yang berhati iblis, tidak percaya pada dewa, merusak semua tempat suci (pura), dan melarang umat memuja Tuhan. Ini adalah ancaman adharma terhadap kebenaran dan kekuatan dharma. Ketika dharma dapat mengalahkan kejahatan adharma, tentu kemenangan itu tidak bisa dilupakan begitu saja. Sulit membayangkan bagaimana rasa bahagia itu diluapkan melalui perayaan Galungan, dan betapa indah batin mereka pertama kali merayakan Galungan pada hari Rabu Kliwon, Wuku Dunggulan, tanggal 15 Içaka tahun 804 atau tahun 882 Masehi. Sangat mungkin Galungan itu pertama kali dirayakan dengan luapan kebahagiaan, dan sangat mungkin dirayakan selama sembilan hari seolah–olah dirapel hingga munculnya hari Kuningan. Mereka yang merasakan dampak dari ketertindasan, ketidakadilan, kelaparan akibat ancaman kejahatan, tentu berbeda rasa yang dialami oleh orang yang belum pernah merasakan bagaimana rasanya dalam suasana perang, dalam tekanan batin dan penindasan yang penuh kekejaman. Kita yang tidak mengalami masa–masa kejahatan adharma pada masa Mayadanawa, harus tetap waspada mengingat ancaman kejahatan adharma bisa muncul kapan saja, baik pada diri, keluarga, lingkungan, desa, kota dan negara. Seperti mata air mengalirkan air yang jernih pada sumbernya, dan semakin jauh dia mengalir akan tidak mudah menjaga kemurniannya. Begitu juga setelah berabad– abad Galungan itu ditradisikan untuk dirayakan, sangat mungkin esensi perayaan Galungan itu mengalami pergeseran nilai. Galungan bukan hanya mengikuti prosesi ritual secara simbolis, dan setelah itu bukan berarti kejahatan Mayadanawa itu sudah berakhir, dan ancaman kejahatan itu terus

Oleh I Gst. Ngr. Bagus Suryawan, S.T., S.Ag., M.M. mencari celah untuk menguasai bumi dengan berbagai bentuk kejahatannya. Bom Bali salah satu ancaman juga. Itu adalah kejahatan adharma yang perlu diwaspadai, penyebaran narkoba, mencekoki pemuda dengan minuman keras, membiarkan kafe–kafe yang menjajakan seks, menularkan penyakit HIV/AIDS adalah ancaman adharma yang serius bagi generasi muda, dan ini perlu diantisipasi oleh pemerintah daerah bersama masyarakat secara serius. Selama bumi ini masih ada, tentu tidak akan pernah bebas dari ancaman adharma mengingat dunia ini tidak lebih dari penjara karma, tempat kita lahir menikmati buah– buah karma. Yang namanya penjara, tentu suasananya penuh dengan keterbatasan, dan pasti tidak nyaman seperti tinggal di rumah sendiri. Setiap kali kita merayakan Galungan, pikiran kita sudah pasti terbayang melakukan ritual–ritual upakara secara rutinitas, dan sepertinya tidak ada musuh yang kita kalahkan sehingga kehilangan spiritnya merayakan kemenangan. Sadar atau tidak, sebenarnya kejahatan seperti Mayadanawa sudah berulang kali muncul dalam wujud yang berbeda. Ketika Nusantara ini memiliki banyak kerajaan, ancaman kekerasan yang mengedepankan hukum rimba di antara kerajaan tidak bisa dielakkan, dan masyarakat menjadi korban kerakusan penguasanya. Banyak kerajaan ingin menundukkan kerajaan yang lain dengan berbagai strategi, termasuk menghasut, memecah belah, membunuh penguasanya, mengambil istri, permaisurinya, dan bahkan disertai penghancuran tradisi dan budayanya yang indah dan santun. Dunia ini memang tidak diciptakan untuk kekal, karena dunia ini diciptakan nyata mayanya, dan mudah mengalami perubahan. Bila karma masyarakatnya buruk dan

kejam, pasti di sana akan muncul buah– buah karma yang selaras dengan apa yang dilakukan. Bila masyarakatnya teguh akan kebenaran, akan kekuatan dharma, adil, tidak menyakiti, penuh kasih, walaupun lemah, tapi kekuatan dharma-nyalah yang akan melindungi. Secara logika Bali yang kecil mungil ini seharusnya sudah hancur tradisi dan budayanya ketika kerajaan–kerajaan di luar Bali sudah mengadopsi budaya yang berbeda, telah dimasuki budaya yang lebih modern, dan Bali pasti rawan diserang dan dihancurkan budayanya. Akan tetapi, siapa yang menyangka tradisi dan budaya orang Bali hingga kini masih terselamatkan dari tangan–tangan usil yang rakus, jahat, dan kejam. Perbuatan karma baik masa lalulah yang menolongnya sehingga Tuhan melindungi budaya Bali melalui tangan penjajah. Penjajah sekalipun jahat, tetapi tidak serta merta menghancurkan budaya orang Bali, dan penjajah diberi rasa oleh Tuhan sehingga tetap membiarkan budaya Bali karena perilakunya orang Bali yang baik. Sulit rasanya budaya Bali dapat bertahan hingga kini, dan bahkan sangat mungkin kerajaan lain yang dipakai alat oleh penjajah untuk menghancurkan budaya Bali. Ini adalah bentuk penyelamatan Bali dari kejahatan adharma. Bila dewasa ini Bali tidak waspada, dan penduduknya tidak berpegang teguh pada nilai–nilai sastra agama, tentu ancaman adharma akan merusak Bali, apakah melalui saluran bisnis, pariwisata, pengalihan lahan, dan berbagai kemungkinan bisa terjadi. Bali tidak akan mudah mempertahankan keindahan budayanya tanpa landasan karakter yang baik, dan tidak bisa dipertahankan hanya dengan ritual yang semakin marak, adat yang ketat tanpa kebijaksanaan. Begitu juga Bali tidak akan semakin maju kalau semua penduduknya sibuk mencari kawitan, menonjolkan trah, klan, atau soroh.

Kinerja pelaku UMKM yang menonjol ini, tidak terlepas dari sistem pengenaan pajak yang berdasarkan pendapatan bersih dari penjualan, sehingga berpengaruh terhadap peningkatan efisiensi usaha. Memang, ada kecenderungan terhadap UMKM tingkat efisiensi mengalami peningkatan, sementara tingkat efisiensi pada pengusaha besar tidak mengalami peningkatan. Ini berarti, strategi kebijakan ekonomi era pascareformasi sampai saat ini, pemerintah telah banyak memberikan keringanan pajak baik dalam bentuk pengampunan pajak (tax amnesty) dan penurunan tarif khusus pajak penghasilan bagi UMKM menjadi 0,5 persen. Dengan harapan dapat mendongkrak target pendapatan dari pajak dalam negeri dan penerimaan pajak luar negeri termasuk penerimaan pajak lainnya. Sejalan dengan sistem pengenaan pajak berdasarkan pendapatan bersih dari hasil penjualan barang dan jasa bagi UMKM, ternyata dapat memberikan multiplier effect terhadap kemampuan daya saing produk-produk UMKM kita dalam menghadapi kerasnya tantangan pasar global, juga percepatan dalam meningkatkan dan mengembangkan investasi usaha yang berorientasi ekspor. Dengan demikian, posisi tawar bagi UMKM kita semakin kuat dan mendapat kepercayaan dalam dunia bisnis baik dalam negeri maupun luar negeri (pasar global). Ini berarti, strategi kebijakan perpajakan bagi pelaku usaha mikro, usaha kecil, dan usaha menengah maupun usaha besar dapat memperlancar denyut jantung perekonomian nasional. Penulis, pemerhati ekonomi kerakyatan

POJOK Generasi muda Bali di desa mesti diberi inspirasi nyata. - Ayo bersatu. *** Tak sesuai zaman, banyak perda di Bali yang mesti direvisi. - Perda KKN? *** Lulusan SMK, penyumbang terbesar pengangguran di Indonesia. - Kelemahan Indonesia.

Penulis, pensiunan Telkom

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumarthana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Kamis Pon, 3 Januari 2019

7

TABANAN

Sampah Plastik Capai 12 Ton Per Hari Tabanan (Bali Post) Peraturan Gubernur (Pergub) Bali terkait pengendalian sampah plastik didukung penuh dan tengah ditindaklanjuti Pemkab Tabanan. Aturan ketat mengenai pengurangan sampah plastik sangatlah diperlukan mengingat volume sampah plastik di Tabanan cukup tinggi yakni rata-rata 12 ton per hari. Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan A.A. Raka Icwara, Rabu (2/1) kemarin, pihaknya akan berkoordinasi dengan instansi terkait guna menindaklanjuti pergub tersebut. Dia pun menyatakan, pergub itu tentunya akan memperkuat upaya pengurangan sampah plastik di Tabanan khususnya dan Bali pada umumnya. Pemkab Tabanan sangat concern terhadap upaya penanganan sampah plastik. Sebelum ada pergub, Kabupaten Tabanan telah memiliki Perda Nomor 6 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga serta Perbup

Nomor 68 Tahun 2017 dan Surat Edaran Bupati Tabanan tentang Intensifikasi Penanganan Sampah di Masing-masing Kecamatan. Sementara itu, Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya mengatakan, pergub pengendalian sampah plastik harus terus disosialisasikan ke masyarakat. Dalam hal ini, desa adat perlu dilibatkan lebih banyak. ‘’Keberadaan sampah sudah sangat mengkhawatirkan dan merusak lingkungan, memang perlu ada aturan untuk pengendaliannya,’’ katanya. Meski demikian, dia menyebutkan, dalam penerapan aturan itu pastinya akan menemui kendala, terutama terkait pola pikir dan perilaku masyarakat. Selama ini, masyarakat sudah terbiasa menggunakan plastik. Ini perlu diubah. Masyarakat harus mulai membiasakan diri untuk mengurangi penggunaan barangbarang berbahan plastik sekali pakai. ‘’Sampah plastik sangat sulit diurai, maka penggunaannya harus mulai dikurangi dan beralih ke bahan yang

ramah lingkungan,’’ jelasnya. Soal keterlibatan desa pakraman, Sanjaya menyampaikan, salah satu cara yaitu penyusunan pararem atau awig-awig terkait pengurangan penggunaan plastik. Cara ini dinilainya akan sangat efektif. Selain itu, di Tabanan sudah ada contoh desa yang menerapkan aturan tentang sampah terutama sampah plastik dengan sanksi yang mengikat warga desa maupun orang luar. Desa dimaksud yaitu Desa Munduktemu Kecamatan Pupuan. Desa Munduktemu memiliki program Lisa (lihat sampah, ambil) yang mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan dan tidak buang sampah sembarangan. Bagi masyarakat yang ketahuan membuang sampah sembarangan apalagi sampah plastik, akan mendapatkan sanksi cukup berat. ‘’Desa Munduktemu jadi contoh untuk penanganan sampah yang melibatkan masyarakat secara langsung. Ini harus dicontoh desa lainnya,’’ tegasnya. (kmb28)

SAMPAH - Petugas DLH saat mengangkut sampah.

Bali Post/ist


BULELENG

8 Parpol Mulai Setor LPSDK Singaraja (Bali Post) – Partai politik (parpol) peserta Pemilu 2019, Rabu (2/1) kemarin menyetorkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye (LPSDK). Diharapkan parpol menyerahkan LPSDK dalam bentuk hard copy sampai batas akhir pukul 18.00 Wita. Ketua KPU Buleleng Komang Dudhi Udiyana, S.T. mengatakan, tahapan pelaporan LPSDK ini sebenarnya dimulai tanggal 23 September 2018 lalu. Saat itu, setiap parpol peserta pemilu mulai meng-input materi LPSDK melalui Sistem Aplikasi Dana Kampanye (SIDAKAM) KPU. Setelah pelaporan melalui sistem aplikasi, kemarin parpol kemudian diwajiban melaporkan LPSDK dalam bentuk hard copy. Sebelum menyetorkan LPSDK, setiap parpol wajib mendaftar melalui registrasi di sekretariat KPU. Dari pendaftaran itu, kemudian ditindaklanjuti tahapan verifikasi. Kemudian kalau dinyatakan lengkap, barulah parpol itu dinyatakan sah menyetorkan LPSDK-nya. Hingga batas akhir itu, dari 16 parpol peserta pemilu sebanyak 14 parpol telah menyetorkan LPSDK-nya. Partai Kedalian Persatuan Indonesia (PKPI) tidak menyetorkan LPSDK. Sedangkan Partai Keadilan Sejahtra (PKS) hanya menyetor 3 form LPSDK dari 4 form LPSDK yang wajib diserahkan ke KPU. Diduga, alasan kedua parpol ini tidak menyetor dokumen keuangannya karena tidak memiliki caleg di laga pemilu mendatang. Seharusnya memiliki caleg atau tidak, dana keuangan parpol itu wajib disetor meskipun rekening bank nol rupiah. ‘’Hari ini (Rabu 2/1) parpol menyetor LPSDK, dan penyetorannya hard copy ini diverifikasi. Kalau sudah cocok dengan yang diaplikasi maka parpol itu sah melaporkan LPSDK para caleg-nya,’’ katanya. Terkait sanksi, Udiyana mengatakan parpol yang tidak menyerahkan LPSDK sampai batas akhir memang tidak memengaruhi terkait kepersertaan baik parpol dan caleg itu pada pemilu mendatang. Meski demikian, sanksi akan diberikan setelah parpol atau caleg itu merebut suara terbanyak. Nah, pada posisi itu parpol atau caleg jadi masih belum aman. Sebab, parpol atau caleg yang tak menyerahkan LPSDK ke KPU itu perolehan suaranya masih bisa dianulir. ‘’Sanksinya bukan setelah batas akhir penyetoran LPSDK berakhir, namun ke belakang. Kalau parpol itu tercatat tidak menyetorkan LPSDK, maka keputusan hasil perolehan suaranya bisa dianulir,’’ jelasnya. (kmb38)

Khawatir Jadi Silpa

Anggaran UHC-JKN Baru Dialokasikan 74 Persen Singaraja (Bali Post) – Memasuki tahun 2019, Pemkab Buleleng mampu mengalokasikan anggaran untuk Universal Health Coverage (UHC) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Rp 24 miliar. Jumlah itu memang masih di bawah total kebutuhan anggaran Rp 49 miliar. Bukan lantaran keterbatasan anggaran dana JKN itu tidak dialokasikan 100 persen. Tetapi, dikhawatirkan dananya tidak terserap semuanya pada akhir tahun. Bila hal itu terjadi, maka sudah pasti berpotensi menjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa). Berdasarkan perhitungan sementara, kebutuhan anggaran UHC JKN di Buleleng Rp 100 miliar. Pemenuhan kebutuhan anggaran itu dibagi dua. Pemprov Bali mengalokasikan Rp 51 miliar sedangkan pemkab Buleleng baru menyiapkan Rp 24 miliar dari Rp Rp 49 miliar. Jadi, total baru dialokasikan Rp 74 miliar. Rencananya, sisa kebutuhan anggaran itu dialokasikan pada APBD Perubahan tahun 2019. Sekkab Buleleng Ir. Dewa Ketut Puspaka, M.P., Senin (31/12) lalu, mengakui pemerintah belum mengalokasikan anggaran UHC pada APBD tuntas 100 persen. Ini karena, setelah melalui proses perhitungan rata-rata keperluan anggaran untuk JKN Rp 3,5 miliar per bulan. Dengan rata-rata kebutuhan itu, bisa ditangani dari dana yang sudah dialokasikan, baik yang berasal dari provinsi maupun pemkab. Rencananya, kalau nantinya masih kurang, pemkab akan menambah alokasi anggaran itu melalui APBD Perubahan mendatang. “Kami usahakan memenuhi sisa kekurangan dari anggaran UHC yang diwajibkan kepada kita. Ini sifatnya dana gabungan antara provinsi dengan kabupaten,” katanya. Meski belum mengalokasikan anggaran penuh, pihaknya menjamin hal itu tidak memengaruhi proses pembayaran iuran JKN. Kalau alokasi anggaran dari kabupaten sudah habis, cara pembayaran nantinya menggunakan sharing dana Pemprov Bali. “Angaran yang dialokasikan saat ini sudah cukup. Semoga nanti tidak ada rasionalisasi, sehingga tidak menyulitkan kita menyiapkan anggaran di bidang kesehatan ini,” jelasnya. Ketua DPRD Buleleng Gede Supriatna menyarankan pemerintah menghitung secara cermat terkait alokasi anggaran UHC dan JKN itu. Mestinya, anggaran UHC itu memang dialokasikan secara penuh. Namun, dirinya tidak mempermasalahkan pemerintah belum mengalokasikan anggaran seratus persen. Apalagi ada agenda pemenuhan kekurangannya itu melalui APBD perubahan. Selain itu, kata Supriatna kalau pertimbangan anggaran tidak seratus persen, itu karena kalau dianggarkan penuh pada anggaran induk, bisa saja sampai setahun anggaran tidak terserap habis. Sudah pasti nantinya akan menjadi Silpa. Anggaran dirancang dua kali setahun, strategi itu dinilai tepat, sehingga program prioritas yang memerlukan anggaran besar tetap bisa berjalan sesuai perencanaan yang sudah disusun. “Kewajiban pemerintah daerah sesuai instruksi pemerintah pusat, adalah menjalankan amanat undang-undang. Proses penyiapan anggaran kita kawal untuk bisa membantu masyarakat kurang mampu,” katanya. (kmb38)

Kamis Pon, 3 Januari 2019

Pedagang Desa Bondalem Pertanyakan Toko Modern Belum Berizin Beroperasi Singaraja (Bali Post) –

Empat orang pedagang dari Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula, Rabu (2/1) kemarin mempertanyakan pembukaan toko modern di daerah mereka. Toko modern itu dicurigai belum memiliki izin, namun nyatanya sudah beroperasi. Pedagang ini mengetahui ada kesepakatan aparat pemerintahan desa dan desa pakraman mulai tahun 2016 lalu, yang menyepakati tidak ada toko modern berjejaring beroperasi di desa tersebut. Empat orang perwakilan pedagang itu meminta penjelasan ke Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Satu Pintu. Keempatnya diantar Perbekel Desa Bondalem Drs. EC Ngurah Sadu Adnyana dan Klian Desa Pakraman Bondalem Made Pandra. Mereka diterima Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Satu Pintu Putu Karuna di ruang kerjanya. Salah satu perwakilan warga yang menggeluti usaha kecil Komang Suda Laksamana mengatakan, toko modern itu dibangun di atas tanah kontrakan milik warga di Dusun Celagi Bantes, Desa Bondalem. Pembangunannya tergolong sangat cepat. Sebab, sekarang ini sudah mulai beroperasi. Sejak toko modern itu diketahui beroperasi, dia kemudian mempertanyakan perizinannya. Setelah meminta penjelasan kepada aparat desa, dirinya kemudian difasilitasi agar meminta penjelasan ke kabupaten. Hasilnya, pihak manajemen toko modern itu belum mendapatkan izin sesuai regulasi yang ada. “Setelah kami diantar Pak Perbekel bersama Klian Desa rupanya izin toko modern itu belum terbit. Disayangkan memang, izin belum ada malah sudah beroperasi,’’ ujarnya Komang Suda meminta sebelum izin itu ditandatangani, maka selayaknya tidak beroperasi dulu. ‘’Kalau aturan itu sekarang mau benar-benar ditegakkan,

maka ada kesempatan saat ini, apalagi izinnya belum keluar,” katanya. Tantangan Pengusaha Lokal Munculnya toko modern berjejaring seperti sekarang, kata Laksamana, memang menjadi tantangan pengusaha lokal di daerah. Hanya, pengusaha lokal yang notabene banyak memiliki keterbatasan terutama modal, dipastikan sulit bersaing. Secara pribadi, ia kurang setuju kalau pembukaan toko modern semakin masif. “Kita disarankan bisa bersaing dengan toko modern. Berapa pengusaha lokal yang mau bersaing. Faktanya banyak mengalami hambatan ya modal, belum lagi jaminan kredit bank,’’ ujarnya. Kalau bisa dibatasi. Caranya dengan aturan itu ditegakkan. ‘’Kalau toko modern itu nantinya dapat izin, maka kita tidak akan bisa berbuat banyak,” katanya khawatir. Perbekel Desa Bondalem Drs. EC Ngurah Sadu Adnyana mengatakan, pemerintah desa memang merekomendasikan pembukaan toko modern di desanya. Hanya, pihaknya tidak tahu, bahwa sudah ada kesepakatan pejabat sebelumnya yang tidak merekomendasikan pembukaan toko modern berjejaring. “Saya memberi rekomendasi karena ada yang memohon dan melengkapi persyaratan. Kalau itu tidak saya tindak lanjuti, maka

Bali Post/kmb38

PERWAKILAN PEDAGANG – Empat perwakilan pedagang diantarkan Perbekel Desa Bondalem Drs. EC Ngurah Sadu Adnyana mendatangi Kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Satu Pintu Rabu (2/1) kemarin. sebagai aparat desa kita dibilang menghalangi investasi masuk. Jika seperti itu kan saya yang salah. Makanya saya ajak empat pedagang itu mempertanyakan izin toko modern itu,” katanya. Belanja ke Luar Desa Pertimbangan memberikan rekomendasi dibukanya toko modern itu, kata Sadu Adnyana, karena selama ini banyak warganya sudah terbiasa berbelanja ke toko modern itu justru berbelanja ke luar desa yakni ke Desa Pacung, Les, dan ke Desa Tejakula. Toko modern yang direkomendasi itu sebetulnya untuk memudahkan masyarakat mendapatkan kebutuhan sehari-hari. Pihaknya juga sudah meminta kepada manajemen agar mempekerjakan warga

lokal, sehingga investasi yang masuk itu bisa membuka lapangan pekerjaan. “Kami berikan alternatif lain bagi masyarakat yang suka belanja di toko modern,” katanya. Terkait izin yang belum terbit, Sadu Adnyana mengatakan, pemerintah desa tidak memiliki kewenangan menindaklanjuti toko modern yang tidak berizin itu. Namun, dirinya akan memfasilitasi keberatan pedagang mengadukan dugaan pelanggaran izin itu kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Buleleng. “Izinnya memang belum keluar dan sudah beroperasi. Sekarang saya antar pedagang yang keberatan itu mengadukan ke instansi yang membidangi,’’ jelasnya. Kepala Dinas Penanaman

Modal Pelayanan Perizinan Satu Pintu Putu Karuna mengatakan, pihak manajemen toko modern baru mengajukan permohonan investasi kepada Bupati. Sampai kemarin, permohonan izin belum masuk. Karena itu, pihaknya belum memproses izin toko modern di Desa Bondalem itu. Terkait, pelanggaran perizinan yang dilakukan pihak manajemen, Karuna juga menyebut penindakan itu kewenangan tim yustisi. “Baru mengajukan Pedaftaran Penanaman Modal (PPM). Kalau sudah diajukan dan syaratnya lengkap sesuai perda, setelah itu baru izin diproses. Kebijakan pimpinan sekarang ini membatasi izin. Sudah ada tiga permohonan yang tidak diproses,” katanya. (kmb38)

Cuaca Buruk, Kapal Berhenti Berlayar

Boks Ikan Menumpuk di PPI Sangsit Situasi perairan di Buleleng beberapa hari terakhir mulai dilanda cuaca buruk. Angin kencang memicu gelombang tinggi. Akibatnya, aktivitas di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Dusun Pabean, Desa Sangsit, Kecamatan Sawan terhenti. Alasannya, tidak ada kapal mendarat, sejak beberapa hari terakhir. Akibatnya, sekitar seratus boks ikan segar dan kiriman barang lain sekarang menumpuk di atas dermaga PPI Sangsit. Lalu, mengapa boksboks ikan itu sampai menumpuk sehingga menimbulkan kekumuhan di PPI Sangsit itu? BUKAN saja di dermaga, boks-boks ikan itu menumpuk, boks itu juga berjejal di areal kantor bekas gedung Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Perikanan dan Kelautan Buleleng. Ratusan boks ikan itu saat ini telah dikumpulkan di satu titik. Upaya pengumpulan boks itu dilakukan untuk menghindari munculnya kesan ada pemandangan buruk atau situasi kumuh di areal PPI itu. Boks yang menumpuk itu biasanya dipergunakan un-

tuk menampung ikan segar. Ikan-ikan segar itu diangkut kapal ikan dari Sapeken, Madura, Jawa Timur. Ikan segar dalam boks itu kemudian diangkut mobil pick-up menuju beberapa pasar ikan di Bali. Seperti ikan segar itu dibawa ke Jimbaran, Badung dan wilayah lainnya di Bali sudah tentu termasuk Buleleng. Setelah seluruh ikan itu tersalur, boks itu kemudian dikembalikan ke dermaga PPI Sangsit. Selanjutnya, boks itu diangkut kembali ke Sapeken,

Bali Post/kmb38

BOKS MENUMPUK – Sekitar seratus boks ikan menumpuk di areal dermaga PPI Sangsit. Mandura. Maka sejak cuaca buruk belakangan ini, kapal ikan dari Sapeken belum ada yang berani berlayar menuju PPI Sangsit. Sehingga boks-boks ikan dalam keadaan kosong tersebut tidak ada yang mengangkut hingga menumpuk di dermaga PPI Sangsit. Kepala Kesyahbandaran

PPI Sangsit, Luh Putu Eka Suyasmi, Rabu (2/1) kemarin, mengatakan, penumpukan boks ikan di dermaga PPI Sangsit, karena belum diangkut pemiliknya menuju Sapeken. Biasanya, kapal ikan sandar di dermaga PPI setiap dua hari sekali. Namun karena cuaca buruk, pemilik kapal ikan di Sa-

paken tidak berani berlayar. Biasanya dua hari ada saja kapal yang nyandar di PPI. Namun sekarang belum ada kapal yang berlabuh. “Informasinya, di Sapeken cuacanya belum memungkinkan. Karena itu, kapal ikan itu belum diizinkan berlayar. Di sini juga demikian, ketinggian gelombang laut masih sekitar 1,5 meter,” katanya. Terkait pemindahan tumpukan boks ikan di dermaga, Suyasmi mengaku, penumpukan boks ikan di dekat dermaga itu memang kurang baik. Pemandangan itu menegaskan ada situasi kurang kondusif, kekumuhan di tempat itu. Menunggu boks ikan itu diangkut, pihaknya meminta pemiliknya memindahkan ke lokasi yang agak jauh dari areal dermaga. “Memang kesannya agak kumuh. Kami sudah suruh memindahkan dari tempat itu,” tegasnya. (mud)


GIANYAR Sarkofagus di Desa Keramas Jadi Koleksi Ke-33 BPCB Bali

9

Kamis Pon, 3 Januari 2019

Gianyar (Bali Post) Sarkofagus yang ditemukan di areal Subak Amping Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Minggu (30/12) lalu, kini sudah dikonservasi oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Bali. Sarkofagus dengan panjang 111 cm dan lebar 64,5 cm ini menjadi koleksi ke-33 yang tersimpan di museum yang beralamat di Jalan Raya Tampaksiring, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh tersebut. Kepala BPCB Bali I Wayan Muliarsa mengatakan, sarkofagus itu telah menambah koleksi di museum tersebut. Dari awalnya 32 sarkofagus, kini menjadi 33 buah sarkofagus yang ditemukan dan dikumpulkan sejak 1970-an hingga saat ini. Dari 33 koleksi itu, temuan di wilayah Desa Keramas cukup mendominasi yakni mencapai 16 sarkofagus. Hal ini diperkirakan karena wilayah Desa Keramas berdekatan dengan pantai. “Tercatat sejak tahun 1970-an, sudah 16 sarkofagus yang ditemukan dari satu desa itu. Tapi, memang lokasinya memencar dan kedalaman bervariasi,” ujar Muliarsa didampingi Kepala Seksi Perlindungan dan Pengembangan BPCB Bali Komang Anik Purniti, Rabu (2/1) kemarin. Melihat banyaknya temuan di Desa Keramas, kata Muliarsa, pihaknya yakin di wilayah Keramas itu masih ada sarkofagus lain. Kemungkinan ada permukiman

pada zaman megalitikum, zaman prasejarah sebelum masuknya Agama Hindu. “Kami perkirakan di sana sudah menjadi kawasan permukiman pada zaman purbakala,” katanya. Menurut Muliarsa, sarkofagus ke-33 ini kondisinya cukup memprihatinkan, karena pecah di bagian atas dan masih kotor. “Kami lakukan perawatan dengan konservasi. Kami punya lab,” jelasnya. Muliarsa menambahkan, di dalam sarkofagus ini pihaknya menemukan bekal kubur berupa perhiasan gelang atau cincin berbahan perunggu. Selain itu, petugas juga menemukan fosil hingga tulang belulang. “Sayangnya, kami temukan dalam kondisi begini. Karena bagian atas retak kena alat berat, dan sudah dipindah dari posisi semula ditemukan. Isi di dalamnya sudah campur aduk, sehingga cukup sulit menemukan fakta-fakta terkait,” katanya. Kendati demikian, kata Muliarsa, beberapa isian sarkofagus telah berhasil dipilah, di antaranya tulang bagian tubuh yang sudah rapuh, bagian gigi yang diperkirakan merupakan gigi orang dewasa, serta bekal kubur. Dengan kapasitas sarkofagus yang sempit, diperkirakan cara penguburan jenazah pada zaman itu dilipat atau ditekuk, seperti posisi bayi dalam kandungan. Pascatemuan, BPCB fokus melakukan pelestarian. Sedan-

SOSOK Pembentukan Mental Siswa ANGGOTA Komisi IV DPRD Gianyar Putu Gede Pebriantara mendorong penetapan sekolah negeri menjadi sekolah Hindu secepatnya direalisasikan. Sebab, pembentukan mental generasi muda menjadi hal penting di tengah era globalisasi dengan keterbukaan berbagai informasi. “Kami mendorong agar program penetapan sekolah Hindu ini bisa berkesinambungan,” ujar Pebriantara, Rabu (2/1) kemarin. Menurut politisi PDI-P ini, Pemkab Gianyar selama ini memang berhasil mendirikan PAUD dan TK Hindu. Proses belajar mengajar di tiga PAUD dan TK Hindu tersebut sudah berjalan dengan baik. “Setelah tiga PAUD dan TK ini berjalan, cukup banyak desa yang mengajukan untuk mendirikan sekolah-sekolah serupa yang berbasis Hindu,” katanya. Ia menambahkan, Pemkab Gianyar juga sudah fokus memperbaiki fasilitas bangunan sekolah, agar siswa belajar dengan nyaman. Ditegaskan, perbaikan bangunan fisik saja tidak cukup. Namun, harus diisi dengan pembentukan mental siswa sehingga dapat melahirkan generasi yang berkarakter. “Mental lebih penting kita bangun untuk menumbuhkan anak-anak yang nantinya mempunyai kepribadian baik,” tegasnya. Politisi asal Desa Sukawati ini mengatakan, kurikulum di sekolah Hindu sudah disesuaikan, sehingga dapat lebih jelas dalam proses belajar mengajar di kelas, yang meliputi praktik membuat sarana upakara hingga penanaman nilai-nilai Hindu. “Kurikulum sudah disesuaikan, ditambah dengan ajaran Agama Hindu, termasuk memasukkan kurikulum budaya yang lebih banyak dari sekolahsekolah umum,” katanya. (nik)

gkan untuk penelitian di lokasi, dikoordinasikan dengan Balai Arkeologi. Untuk memastikan jenis kelamin, usia, dan fakta-fakta lain terkait jenazah yang dikubur dalam sarkofagus ini, BPCB berencana melakukan tes DNA. “Tapi, itu prosesnya cukup panjang, dengan mengirim beberapa sampel gigi maupun tulang ke Jakarta,” ujar Muliarsa. Ia menambahkan, koleksi sarkofagus di museum ini cukup beragam dari seluruh wilayah di Bali. Ada yang berbentuk alat vital perempuan (vagina -red), kura-kura, kotak, wajah. “Kalau di Gianyar, dominan berbentuk wajah dan kura-kura,” jelasnya. Menurut Muliarsa, sarkofagus memang menjadi koleksi unggulan di BPCB Bali. Bahkan, salah satunya sempat dipamerkan selama setahun di Eropa sekitar tahun 2017 lalu. Kunjungan ke museum ini juga cukup banyak setiap tahunnya, mencapai ribuan pengunjung. “Yang berkunjung tidak dikenakan biaya. Selain konservasi, kami juga memberi edukasi,” tegasnya. (kmb35)

SARKOFAGUS - Kepala Seksi Perlindungan dan Pengembangan BPCB Bali Komang Anik Purniti menunjukkan sarkofagus yang ditemukan di galian penataan sawah Subak Amping Desa Keramas.

Jarang Ngantor, Bupati Seleksi THL Gianyar (Bali Post) Seluruh Tenaga Harian Lepas (THL) di Pemkab Gianyar kini mulai waswas terkait kelanjutan kontrak mereka. Pasalnya, awal tahun ini, Bupati Gianyar I Made Mahayastra mulai menyeleksi THL di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Gianyar. Evaluasi ini dilakukan lantaran orang nomor satu di Gumi Seni ini mendapat laporan terkait THL yang hanya terpampang namanya dan dapat gaji, namun jarang masuk kantor. Dikonfirmasi Rabu (2/1) kemarin, Bupati Mahayastra mengatakan, sampai saat ini perpanjangan kontrak untuk THL memang belum ditandatangani. Hal ini disebabkan lantaran pihaknya masih melakukan seleksi sebagai bentuk evaluasi dari kinerja THL selama ini. “Yang infonya ada membekingi masuk, namun tidak pernah ngantor, itu yang ada namanya saja, itu akan dibersihkan,” ujarnya. Menurut Mahayastra, pihaknya sejak lama menerim a

laporan terkait kinerja miring sejumlah THL di beberapa OPD. Seperti THL yang hanya tercantum namanya di salah satu OPD, jarang masuk kantor, namun rutin dapat gaji. Selain itu, pihaknya juga menerima laporan terkait THL yang kerja ganda. “Orang yang juga bekerja di Denpasar, masak bisa jadi THL di Gianyar. Selama ini laporannya banyak, sehingga itu kita bersihkan,” tegasnya. Mahayastra mengatakan, selama ini, anggaran untuk menggaji THL mencapai puluhan miliar rupiah. Tentu sangat disayangkan, jika anggaran yang bersumber dari APBD itu digunakan untuk menggaji tenaga yang tidak pernah masuk kantor. “Itu jelas membebani APBD, kan kasihan uang rakyat,” katanya. Mahayastra memastikan, saat ini proses evaluasi sudah berjalan di masingmasing OPD. Per Januari ini dipastikan proses tersebut sudah rampung. Bila proses evaluasi sudah rampung, pihaknya akan langsung menandatangani kontrak dari para THL. “Kalau sudah clear, ya memang orang-orang yang bekerja yang dibayar. Kita tidak akan membayar orang yang

tidak bekerja,” tegasnya. Sementara itu, di salah satu OPD seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar, tercatat ada puluhan THL yang kontraknya habis dan belum diperpanjang. Para THL yang biasa bertugas menangani pohon tumbang, banjir, dan longsor itu dirumahkan pada pekan ini. “Kami tidak berani mempekerjakan mereka. Nanti, ada apa-apa pada saat bertugas,” kata Kepala BPBD Gianyar A.A. Gde Oka Digjaya. Kendati begitu, Agung Digjaya mengimbau para THL tidak khawatir dengan kondisi ini. Menurutnya, masalah THL ini memang sudah biasa terjadi setiap awal tahun. “Ini kan masa transisi, kontrak mereka habis per 31 Desember. Ini hal biasa,” ujarnya. Oka Digjaya mengatakan, THL di BPBD Gianyar terdiri dari petugas TRC, Balawista, Pusdalop, dan sopir. Dengan dirumahkannya puluhan THL itu, BPBD Gianyar saat ini mengandalkan tenaga yang ada. “Setiap bencana masih bisa kami tanggulangi, tenaga kami banyak terlatih,” jelasnya. (kmb35)

Siswi SMP Menghilang Sejak Tahun Baru Orangtua Lapor Polisi

Gianyar (Bali Post) Polsek Sukawati menerima laporan hilangnya seorang siswi kelas VIII SMP sejak memasuki tahun baru, Selasa (1/1) lalu. Siswi berusia 14 tahun berinisial WAS ini diduga dilarikan oleh seorang pria

yang mengendarai mobil Agya DK 1957 FY. Polisi kini masih melakukan pencarian dari laporan orangtua korban. Dikonfirmasi Rabu (2/1) kemarin, Kanit Reskrim Polsek Sukawati Iptu IGN Jaya Winangun membenarkan

adanya laporan siswi hilang tersebut. Dikatakan, polisi masih melakukan pencarian di lapangan. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, sejumlah saksi terakhir kali melihat WAS naik mobil Agya DK 1957 FY. Aparat kepolisian

kini melakukan penelusuran terkait keberadaan kendaran tersebut. “Kalau dilihat nopolnya, itu wilayah Denpasar. Masih kami telusuri pemilik kendaraan tersebut,” ujarnya. Informasi yang dihimpun di lapangan, WAS mulai meng-

hilang Selasa (1/1) lalu. Saat itu, salah seorang temannya melihat WAS pergi dengan seorang pria yang tidak diketahui identitasnya. Sementara itu, orangtua korban yang tidak terima dengan hal ini akhirnya memutuskan melapor ke polisi. (kmb35)


JEMBRANA

10

Kamis Pon, 3 Januari 2019

Bendung Telepus Jebol

Padi Terancam Mati, Dewan Desak Penanganan Diprioritaskan Negara, (Bali Post) -

Banjir bandang tidak hanya membuat puluhan rumah warga di Lingkungan Biluk Poh Kelurahan Tegalcangkring dan Banjar Anyar Kelod Desa Penyaringan Kecamatan Mendoyo rusak. Sejumlah infrastruktur lainnya, seperti jembatan Banjar Penyaringan dan senderan sungai Biluk Poh juga rusak. Yang lebih mengkhawatirkan yaitu kerusakan pada terowongan, Bendung Telepus, dan Bendung Tibubeleng Penyaringan. Kondisi ini membuat para petani di beberapa subak khawatir dan resah karena tanaman/benih padi yang baru ditanam akan mati.

JEBOL - Bendung Telepus Kecamatan Mendoyo yang jebol akibat banjir bandang dan membuat petani di sejumlah subak khawatir.

SOSOK Ajudan Dadakan Mengawali kerja di awal tahun 2019, Wabup I Made Kembang Hartawan, Rabu (2/1) kemarin, mengajak perwakilan siswa-siswi dari SMAN 2 Negara mengikuti seluruh agenda acaranya hari itu. Layaknya ajudan, mereka ikut mencatat, mengikuti rapat, serta berbagai kegiatan keseharian lainnya, dari pagi hingga malam. Selama dua hari, para generasi milenial tersebut diajak untuk mengetahui lebih dekat seperti apa tugas dan rutinitas seorang Wakil Bupati. Seperti kegiatan pertama pada hari pertama kemarin, diawali dengan membuka turnamen sepak bola usia dini di lapangan Negara dimulai pukul 07.00 wita. Selanjutnya mengecek pembangunan RSU Negara, hingga memimpin rapat serta menerima tamu audiensi masyarakat. Selain itu Kembang juga memperkenalkan kepada mereka apa saja yang menjadi wewenang dan tanggung jawab seorang Wakil Bupati, struktur organisasi sampai peran dan tupoksi masing-masing OPD. “Saya sengaja ajak anak-anak SMA 2 Negara ini, untuk mengedukasi sekaligus memperkenalkan rutinitas seorang pejabat melayani masyarakat di Kabupaten Jembrana. Nantinya mereka bisa bercerita kepada temanteman sebayanya, termasuk membantu sosialisasi programprogram pemerintah daerah saat ini,” ungkap Kembang yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Jembrana ini. Tidak hanya anak-anak SMAN 2 Negara, ia berencana mengundang anak-anak lain dari total 14 SMA/SMK/ MAN se-Jembrana untuk mengikuti kegiatan serupa selama dua hari secara bergiliran. Kembang berharap, melalui kegiatan sederhana tersebut, akan tumbuh rasa memiliki serta kecintaan membangun daerah. “Anak-anak ini adalah generasi penerus pembangunan kita kelak. Saya ingin mereka terus terpacu, melakukan hal-hal positif, mengembangkan kualitas diri. Bukan mustahil, akan lahir pemimpin masa depan dari mereka,” pungkas Kembang Hartawan. (olo)

Anggota DPRD Jembrana dari Fraksi Hanura Komang Adiyasa, Rabu (2/1) kemarin, mendesak Pemkab Jembrana segera melakukan dan memprioritaskan penanganan. Dewan asal Tegal Cangkring, Mendoyo ini mengatakan, aliran bendung ini tembus sampai ke Subak Penyaringan. Selain itu juga mengairi Subak Pergung, Subak Gintungan dan Subak Delod Berawah. “Jebolnya cukup panjang. Dan ini harus segera direvitalisasi karena airnya dimanfaatkan mengairi 400 ha sawah petani yang notabene baru tahap pananaman benih,” kata Adiyasa. Pihaknya merasa

khawatir jika tidak ditangani, padi yang baru ditanam bisa mati yang mengakibatkan gagal panen di ketiga subak itu dan bisa mengurangi stok pangan atau beras di Jembrana. Untuk membantu subak yang sudah menanam padi, Adiyasa, Rabu kemarin, bersama krama subak baik Gintungan, Subak Pergung dan Subak Delod Berawah kerja bakti. Ada sekitar 130 orang krama subak yang terlibat dengan sistem manual, yakni menyusun batu-batu yang didapat di sungai untuk menahan air sementara sehingga sawah tidak kering. Penanganan sementara

yang dilakukan krama subak tidak maksimal karena hanya batu-batu yang disusun. Jika dihantam air lagi dikhawatirkan hancur. “Tadi kami juga sudah berkoordinasi dengan Kadis PUPR untuk penanganan karena ini sifatnya urgen. Meskipun nanti ada panen raya namun untuk penanaman yang baru, jika padinya mati ini juga berpengaruh dengan stok beras di Jembrana. Karena bendung mengairi sawah sampai 400 ha,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana I

Wayan Darwin dikonfirmasi membenarkan, bendung Telepus di sejumlah titik jebol akibat banjir bandang. Termasuk terowongan air jebol sepanjang 100 meter. Demikian juga sayap bendung Tibubeleng Penyaringan juga jebol 25 meter dan rumah jaga dan pura bendung hanyut. Bappeda katanya juga sudah konsultasi ke Provinsi Bali karena APBD Jembrana masih dalam verifikasi. “Kami harapkan juga menjadi prioritas karena terkait bencana dan ini juga sifatnya sangat urgent,” katanya. Pihaknya berharap dengan penanganan yang cepat, subak Jagaraga bisa turun untuk pengolahan tanah. “Jika sudah sip nanti kami akan prioritaskan sehingga bisa lebih awal tender. Rasanya sih bisa karena bencana,” jelasnya. Penanganan untuk fasilitas yang rusak karena bencana akan dilakukan bertahap termasuk penanganan jembatan Banjar Penyaringan yang putus. (kmb)

Cek Tambak di Cupel

Satpol PP Perintahkan Penghentian Penyedotan Air Laut Negara (Bali Post) – Guna memastikan operasional sudah sesuai, Satpol PP Jembrana dan Dinas Lingkungan Hidup Jembrana, Rabu (2/1) kemarin turun mengecek usaha tambak udang di pinggir pantai, Banjar Kembang, Desa Cupel, Kecamatan Negara. Dari pengecekan Satpol PP yang dipimpin Kabid Perundang-undangan Daerah I Made Tarma, hanya satu yang berizin. Satpol PP mengeluarkan perintah penghentian penyedotan air laut kepada tambak yang belum mengantongi izin. Saat pengecekan, tim menemukan memang kedua tambak itu sama-sama menjulurkan pipa ke pantai untuk keperluan menyedot air laut. Selain itu juga terdapat saluran pembuangan di antara rongga senderan pantai dari batu amor. Namun dari kedua usaha tambak yang berdekatan itu, baru satu yang sudah mengantongi izin berupa Surat

Izin Usaha Perikanan dan Tanda Daftar Izin Usaha Perikanan (TD.IUP) dari Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Jembrana. Tambak Cempaka milik Taufan Daeng Rana ini juga diketahui sudah memasang pipa sebelum dibangunnya senderan di Pantai Cupel itu. Sementara tambak di sisi barat diketahui baru beroperasi dua bulan dan belum bisa menunjukkan izin. Pihak pengelola, Made Kardika mengaku dari informasi pemilik yang berada di luar kota bahwa perizinan untuk tambak sedang diurus. “Masih proses Pak. Iya kita bongkar senderan ini sekitar satu meter untuk pasang pipa,” terangnya kepada Satpol PP Jembrana. Pipa-pipa yang menjulur ke pantai itu diakui untuk menyedot air laut. Air laut itu digunakan mengisi kolam udang. Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah Satpol

PP Jembrana I Made Tarma yang mendapati kondisi tersebut meminta kepada pengelola untuk menghentikan aktivitas penyedotan air permukaan laut. “Kita minta agar dihentikan dulu, sampai kami bisa melihat izinnya. Ini terkait juga dengan penggunaan air laut dan ada tambak yang belum ada izin,” tandas Tarma. Sementara itu, Kepala Desa Cupel, Usman dikonfirmasi mengatakan, kedua tambak yang sudah beroperasi itu sepengetahuannya sudah berizin. Hal itu diketahuinya saat pengajuan izin untuk usaha tambak melalui tanda tangan dirinya. Termasuk pembongkaran senderan batu amor untuk keperluan pemasangan pipa di tambak baru itu juga diketahuinya. Malah saat itu menggunakan alat berat karena kondisi senderan menggunakan batu-batu besar. Namun setelah terpasang oleh pengelola ditutup kembali. Sebelum Satpol PP, dari pihak Dinas LH

CEK IZIN – Satpol PP Jembrana mengecek pipa yang terpasang hingga masuk ke dalam rongga struktur senderan batu amor di Pantai Cupel. Dari pengecekan, pihak pengelola belum bisa menunjukkan izin usaha. Jembrana juga sempat turun ke lokasi mengecek pipa dari usaha tambak tersebut. Diberitakan sebelumnya sejumlah warga mempertanyakan adanya pipa pembuangan limbah dan penyedotan air laut kepentingan tambak di Pantai Cupel. Warga

mempertanyakan izin tambak tersebut apalagi sampai memasukkan pipa ke dalam struktur senderan yang sudah kokoh terpasang. Padahal senderan itu dibuat dari pemerintah pusat tidak main-main untuk melindungi pantai dari abrasi. (kmb26)

Sempat Tutup 45 Menit, Antrean di Pelabuhan Gilimanuk Padat

Negara (Bali Post) – Arus kendaraan pribadi yang keluar Bali pascalibur Tahun Baru terjadi pada Selasa (1/1) malam. Kendaraan yang keluar didominasi mobil terus masuk ke Gilimanuk sejak sore hingga menjelang pagi. Bahkan antrean mobil hingga keluar areal parkir Pelabuhan Gilimanuk. Kepadatan ini terjadi selain terus berdatangan kendaraan, juga penundaan penyeberangan akibat cuaca buruk pada Selasa sore. Cuaca di Selat Bali pada Selasa sore kurang bersahabat untuk pelayaran. Hujan deras di tengah laut mengakibatkan munculnya kabut hingga mengganggu jarak pandang antarkapal. Sehingga penyeberangan sempat ditunda selama 45 menit. Kepala Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) Kelas III Gilimanuk, Nyoman Suryantha, membenarkan adanya penundaan pelayaran akibat cuaca buruk itu.

PELABUHAN GILIMANUK – Situasi pintu masuk loket tiket Pelabuhan Gilimanuk saat puncak arus keluar Bali pada liburan Nataru, Selasa malam. Pelabuhan sempat ditutup selama 45 menit lantaran adanya cuaca buruk di Selat Bali. Penutupan dilakukan sejak pukul 15.55 WIB hingga pukul 16.30 WIB. Sehingga keberangkatan kapal baik dari Ketapang maupun Gilimanuk sempat ditunda. “Itu karena cuaca kurang ber-

sahabat. Kabut di tengah laut, sehingga jarak pandang kurang dari 100 meter,” terang Suryanta. Namun setelah itu, penyeberangan baik dari Gilimanuk maupun Ketapang kembali dibuka.

Pola penundaan atau buka tutup pelabuhan ini akan dilakukan apabila terjadi kondisi yang kurang menunjang untuk pelayaran. Sementara itu dari pengamatan, puncak antrean terjadi pada malam hari bahkan hingga sepanjang satu kilometer. Saat itu pula pola bongkar muat penyeberangan dipercepat, sehingga kendaraan yang masuk kapal juga lebih cepat. Antrean yang didominasi kendaraan pribadi mobil sejenis itu akhirnya menyusut menjelang Rabu (2/1) pagi. Seluruh mobil wisatawan domestik dari sejumlah daerah di Jawa sudah menyeberang keluar Bali. Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk Kompol Nyoman Subawa mengatakan, dari prediksi sebelumnya puncak arus kendaraan keluar Bali pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) terjadi pada Selasa malam lalu hingga Rabu pagi kemarin. Petugas

kepolisian sudah menyiapkan antisipasi apabila terjadi antrean kendaraan. Dan pada Rabu pagi, seluruh kendaraan sudah berhasil diseberangkan dan arus di Pelabuhan kembali normal. Sementara itu dari data yang dihimpun ASDP Cabang Ketapang, jumlah kendaraan yang menyeberang keluar Bali pada Selasa malam mencapai ribuan kendaraan. Tercatat, jumlah penumpang yang telah menyeberang dari Pelabuhan Gilimanuk ke Pelabuhan Ketapang mencapai 65.816 orang atau turun 5 persen dari total penumpang 69.466 orang pada periode sama tahun lalu. Diikuti kendaraan roda dua sebanyak 6.258 unit atau turun 27 persen dari total kendaraan pada periode sama tahun lalu sebanyak 8.614 unit. Lalu, roda 4 campuran sebanyak 8.696 unit atau naik 8 persen dari total 8.061 unit pada periode sama tahun lalu. (kmb26)


Kamis Pon, 3 Januari 2019

KARANGASEM

11

Cuaca Tak Bersahabat

Sejumlah Nelayan di Ujung Tak Melaut

Amlapura (Bali Post) Akibat cuaca kurang bersahabat yang terjadi belakangan ini, membuat para nelayan di Banjar Ujung Pesisi, Desa Tumbu, Karangasem memilih tidak melaut. Atas kondisi itu, membuat persediaan ikan laut menjadi terbatas. Hal itu membuat harga ikan menjadi meningkat. Nelayan di Ujung, Nurfiah, mengatakan dirinya bersama nelayan yang lainnya sejak dua hari belakangan ini memang tidak melaut. Penyebabnya, cuaca di laut kurang bersahabat. Ditambah lagi sering turun hujan yang cukup lebat, sehingga tidak memungkinkan dirinya turun melaut untuk menangkap ikan. ‘’Rencananya tadi pagi kami mau turun. Tetapi, cuacanya kurang bagus, sehingga akhirnya tidak jadi melaut. Angin di laut juga besar. Saya utamakan keselamatan ketimbang mendapatkan ikan. Sekarang, saya memperbaiki kapal untuk dipergunakan melaut nanti. Semoga cuaca bisa membaik, sehingga saya dan nelayan lain

bisa kembali melaut untuk menangkap ikan,’’ ujarnya. Nelayan lainnya seperti Nosriun menjelaskan, akibat nelayan tak melaut membuat harga ikan tongkol naik. Pasalnya, stok ikan menjadi terbatas. Harga ikan jadi melambung saat pergantian tahun, karena permintaan membeludak. Padahal, banyak sebetulnya warga membeli ikan tongkol, untuk dibakar menyambut malam pergantian tahun baru beberapa waktu lalu. Namun sehari setelah tahun baru, harga ikan lebih murah. Tetapi jenis dan ukuran ikan tongkol yang sama, masih relatif lebih tinggi dari sebelumnya. ‘’Tapi sekarang ini, harga ikan satu ekor ada pada kisaran Rp 5 ribu untuk ukuran paling kecil. Ikan yang lebih besar mencapai Rp 8 ribu lebih. Mahalnya harga ikan itu disebabkan banyak nelayan tidak berani melaut, akibat cuaca buruk. Gelombang laut kerap tinggi belum lagi ditambah angin kencang malah sering tidak terduga,’’ jelas Nosriun. (kmb41)

BERPOTENSI ERUPSI - Gunung Agung masih berpotensi erupsi skala kecil.

Potensi Erupsi Gunung Agung Tidak Lebih 4 Km

PVMBG Minta Masyarakat Tetap Tenang

Amlapura (Bali Post) Aktivitas vulkanik Gunung Agung sempat meningkat. Faktanya memang kembali erupsi di pengujung tahun 2018 lalu. Kendati terjadi erupsi, Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta kepada masyarakat di lerang Gunung Agung agar tetap tenang. Alasannya, potensi erupsi gunung tertinggi di Bali itu tidak akan melebihi radius empat kilometer. Kepala PVMBG Kasbani mengungkapkan, erupsi yang terjadi di pengujung tahun 2018 merupakan erupsi skala kecil. Untuk itu, pihaknya meminta kepada seluruh masyarakat yang berada di lereng Gunung Agung tidak panik. Warga yang berada di luar radius yang ditentukan yakni empat kilometer dari puncak diharapkan tetap tenang. ‘’Warga jangan panik. Karena di luar radius empat kilometer masih aman. Ketika ada erupsi, paling

Bali Post/kmb41

PERBAIKI KAPAL - Nelayan di Ujung saat memperbaiki kapal lantaran mereka tidak berani melaut akibat cuaca tak bersahabat.

Telepon Penting kARANGASEM Polres Karangasem Penjagaan Polres Polsektif Karangasem Polsek Kota Polsek Manggis Polsek Rendang Polsek Selat Polsek Abang

0363 21220 0363 23222 0363 21167 0363 41768 0363 23082 0363 24187 0363 23330

sejumlah wilayah saja yang terpapar abu vulkanik, sesuai arah mata angin,’’ ujar Kasbadi. Sampai saat ini, kata Kasbani, aktivitas Gunung Agung masih fluktuatif. Artinya, potensi erupsi masih saja terjadi. Hanya, kapan terjadi, pihaknya tidak bisa memastikan. Dari data alat pemantauan Gunung Agung, sejauh ini belum ada indikasi yang mengarah Gunung Agung bisa erupsi lebih besar. ‘’Pascaterjadinya erupsi,

memang aktivitas vulkanik masih belum stabil. Potensi erupsi masih tetap ada. Hanya, skalanya kecil. Namun, potensi erupsi lebih besar belum ada. Jadi, sampai saat ini, Bali masih aman dikunjungi. Karena zona bahayanya hanya berada di radius empat kilometer,’’ ujarnya. Masyarakat diimbau tidak resah dengan informasi yang beredar di masyarakat. Kita minta supaya warga mencari informasi secara resmi yakni PVMBG. ‘’Jangan terbawa in-

formasi hoax,’’ ujar Kasbani. Pasca-erupsi akhir tahun 2018, masih saja ada warga yang nekat mendaki ke puncak Gunung Agung, di tengah aktivitas gunung masih fluktuatif dan berpotensi erupsi setiap waktu. Dalam video yang di-share di facebook atas nama sang petualang, hampir di setiap bibir kawah keluar asap berwarna putih. Asap paling besar terlihat di sebelah timur dan timur laut. Sedangkan di barat, terlihat agak kecil. Atas kondisi itu, Kalak BPBD Karangasem Ida Bagus Arimbawa, mengatakan, jika memang masih ada saja orang yang nekat mendaki ke puncak Gunung Agung di tengah status Gunung Agung yang masih level

III (Siaga). Memang pihaknya tidak bisa melakukan pemantauan selama 24 jam. Di samping itu, banyak terdapat jalur pendakian yang dapat dilewati jika ingin naik ke puncak gunung. ‘’Jalur pendakian ke Gunung Agung relatif banyak. Karena itu, memang sulit orang mendaki itu dipantau. Padahal, mereka sudah tidak diizinkan melakukan pendakian karena aktivitas gunung masih tinggi. Tetapi, kenyataannya, ada saja orang yang nekat mendaki ke puncak. Kalau bisa jangan dulu melakukan pendakian. Kami harap warga mengikuti instruksi PVMBG, dengan tidak melakukan aktivitas di areal empat kilometer,’’ ujar Arimbawa. (kmb41)

Lampaui Target, Kunjungan WNA ke Objek Wisata Taman Ujung Amlapura (Bali Post) Erupsi Gunung Agung yang terjadi tahun 2017 dan 2018 rupanya tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan ke Karangasem. Hal itu dibuktikan tahun pada 2018, kunjungan warga negara asing (WNA) ke objek wisata Taman Ujung Soekasada, Desa Tumbu, Kecamatan/ Kabupaten Karangasem, mengalami lonjakan fantastis. Kondisi itu membuat pengelola mampu melampaui target kunjungan yang dipatok

sebelumnya. Kepala Badan Pengelola Objek Wisata Taman Ujung Soekasada Ida Made Alit, Rabu (2/1) kemarin mengungkapkan, tahun 2018 lalu wisatawan asing yang berkunjung ke objek wisata Taman Ujung itu ditargetkan 44.000 orang. Target tersebut dipatok menyusul kondisi Gunung Agung saat itu ada dalam kondisi tak bersahabat. “Kita tidak mau membuat target muluk-muluk, saat itu Gunung Agung masih dalam

masa-masa erupsi. Tapi seiring waktu berjalan dan gencarnya upaya promosi yang dilakukan pihak pengelola, wisatawan semakin bergairah datang ke objek wisata peninggalan raja Karangasem itu,’’ ujarnya. Tetapi setahun perjalanan, wisatawan yang datang ke sini sungguh di luar ekspektasinya. Malah sangat luar biasa, alasannya kunjungan wisatawan asing ke sini sepanjang tahun 2018 justru jauh melampaui target. ‘’Data terakhir kunjungan wisatawan asing mencapai

78.000 orang,” ujar Made Alit. Dengan target kunjungan itu terlampaui, kata Ida Made Alit, hal itu mengubah target pendapatan dari salah satu objek wisata terfavorit di Karangasem itu. Awalnya, pihak badan pengelola menargetkan dapat memperoleh pendapatan dari kunjungan wisatawan Rp 5 miliar. Bersyukur kemudian target itu terlampaui, Rp 6,5 miliar. Sesuai perjanjian, dengan besarnya pendapatan yang diraih itu membuat pihak Badan Pengelola Taman Ujung,

wajib menyetorkan ke Pemkab Karangasem Rp 900 juta. Sedangkan ke pihak Puri Karangasem Rp 600 juta. Sisanya dikelola Badan Pengelola, untuk anggaran operasional selain dipergunakan gaji karyawan yang ada di sana. “Adanya kerja sama dengan semua pihak itu, membuat wisatawan semakin tertarik datang ke sini. Target tahun ini tidak jauh-jauh amat, masih pada kisaran Rp 6,5 miliar. Semoga bisa terlampaui,” harap Ida Made Alit. (kmb41)

Tahun Lalu, 15 Ribu Warga Tak Bayar Pajak Kendaraan Kesadaran masyarakat Karangasem membayar pajak kendaraan bermotor ternyata masih tergolong rendah. Itu bisa dibuktikan dari banyaknya warga yang tidak membayar pajak kendaraan pribadi yang mereka miliki. Berdasarkan data dari UPT Samsat Karangasem, ada sekitar 15 ribu lebih warga yang belum membayar pajak kendaraan sampai tahun 2018. Lalu, bagaimanakah usaha UPT Samsat Karangasem, agar warga itu taat membayar pajak kendaraan itu?

KEPALA UPT Samsat Karangasem Ketut Yasa Suarsana, Rabu (2/1) kemarin mengungkapkan, pada tahun 2018, tercatat 15.326 warga belum membayar pajak kendaraan. Warga yang tidak disiplin dengan kewajibannya itu tersebar di delapan kecamatan. Tercatat, warga yang paling tinggi tidak membayar pajak, ada di Kecamatan Karangasem. Jumlahnya malah mencapai 3.987. Kemudian, Abang (2.303), Kecamatan Kubu (1.929), berikutnya Kecamatan Bebandem (1.739), Kecamatan Manggis (1.696), Kecamatan Selat (1.510), Kecamatan Rendang (1.270), dan yang paling sedikit Kecamatan Sidemen sebanyak 892. “Durasi warga tidak membayar pajak kendaraan itu

bervariasai. Paling lama sejak lima tahun dan terakhir 2018. Mereka tidak membayar pajak dengan berbagai alasan. Ada yang lupa, tidak punya uang, hingga alasan yang lainnya,” ujarnya. Suarsana mengatakan, mengingat masih rendahnya kesadaran warga membayar pajak kendaraan yang mereka miliki, maka pihaknya pada tahun 2019 ini akan terus berupaya menuntaskan tunggakan pajak ini. Upaya yang dilakukan tetap dengan skema jemput bola. ‘’Kami akan mendatangi langsung rumah warga yang belum membayar pajak. Kami lakukan inisiatif seperti itu agar mereka mau membayar samsat kendaraannya itu,’’ ujarnya.

Pihaknya meminta warga yang belum membayar pajak itu supaya segera membayar pajak kendaraannya. Jangan sampai dipaksa dicari-cari ke rumah untuk membayar pajak. ‘’Kan jadi sangat malu jika seperti itu,” jelasnya. Dia menjelaskan, untuk tahun 2018, target pajak kendaraan bermotor (PKB) Rp 52.890.320.933. Realisasinya melebihi target yakni Rp 59.596.940.650. Sedangkan bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) dari target Rp 57.002.755.578 hanya mampu memenuhi Rp 56.664.951.000. Pihaknya juga memberikan apresiasi kepada tiga warga yang menyamsat paling awal pada tahun 2019. Untuk A1 hadiah diperoleh Nyoman Suardana

dari Dinas Wates Tengah, Duda Timur, kemudian B2 diraih Ketut Ginarsa asal Dinas Wates Duda Timur, dan B1 diberikan kepada I Made Sujana dari Dinas Papung Bungaya. Kanit Regiden Polres Karangasem Ipda Ida Bagus Gede Krisnayana Manuaba mengatakan, melihat masih tingginya masyarakat yang enggan membayar pajak kendaraannya itu maka pihaknya secara intens akan melaksanakan razia. Apabila dalam razia itu ditemukan warga pengedara belum membayar pajak, maka pihaknya akan menindak dengan tegas. “Sudah pasti apabila mereka melanggar akan kita kenakan tilang,” ujarnya. (eka)

Bali Post/kmb41

BAYAR PAJAK - Warga antre saat hendak membayar pajak kendaraan di Kantor UPT Samsat Karangasem.


KLUNGKUNG

12

Kamis Pon, 3 Januari 2019

Kasus Bendesa Jungutbatu Di-SP3-kan

Penyidik Ditpolair Polda Bali mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) dugaan kasus pemerasan oleh Bendesa Jungutbatu, Nusa Penida, I Ketut Gunaksa (49), sejak 14 Desember 2018. Pasalnya, berdasarkan hasil penyelidikan, penyidikan, dan gelar perkara, tidak cukup bukti untuk melanjutkan proses kasus tersebut.

TAWUR - Prosesi upacara Tawur Balik Sumpah yang digelar di Pura Dalem Agung Kawitan Shri Nararya Kresna Kepakisan.

Pura Dalem Agung Kawitan PSNKK

Gelar ”Tawur Balik Sumpah Utama” dan ”Mendem Padagingan” Semarapura (Bali Post) Bertepatan dengan Buda Paing Kuningan, Rabu (2/1), pasemetonan Pratisentana Shri Nararya Kresna Kepakisan (PSNKK) menggelar upacara Tawur Balik Sumpah Utama dan Mendem Padagingan di Pura Dalem Agung Kawitan PSNKK, di Banjar Dukuh Nyuh Aya, Desa Gelgel, Klungkung. Upacara ini serangkaian Karya Mamungkah, Mupuk Padagingan, Mapedudusan Agung, Matawur Balik Sumpah Agung di Dalem Agung Pura Kawitan PSNKK yang puncaknya Saniscara Kliwon Kuningan, 5 Januari 2019. Upacara tawur dihadiri para panglingsir dari pasemetonan PSNKK, juga sejumlah undangan dari pemerintahan seperti, Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Karangasem IGA Mas

Sumatri, Bupati Klungkung Wayan Suwirta, perwakilan Bupati/wali kota di Bali, perwakilan kementrian agama, Ketua PHDI, perwakilan MMDP, Muspika, pemerintahan Desa Gelgel. Upacara Tawur Balik Sumpah utama di-puput Ida Pedanda Geria Singarata, Ida Pedanda Wayahan Budha Wayahan Dharma, dan Ida Rsi Geria Angkling. Sedangkan untuk mendem padagingan di-puput Ida Pedanda Kekeran Blahbatuh. Upacara tawur bertujuan meningkatkan dan memuliakan segala isi alam dari unsur-unsur negatif agar menjadi positif, sehingga terjadi keseimbangan ekosistem. Dengan telah seimbangnya alam melalui upacara tawur, selanjutnya dilakukan upacara

mendem padagingan. Upacara ini bertujuan memfungsikan dan menghidupkan kembali bangunan atau pelinggih-pelinggih yang usai dilakukan pemugaran. Manggala Karya I Gusti Agung Ngurah Sudarsana, S.H., M.H. mengatakan, karya ini merupakan karya yang kedua. Karya pertama dilakukan tahun 1994, sehingga sudah sekitar 25 tahun. Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster sangat menyambut positif upacara yadnya yang digelar pasemetonan Pratisentana Shri Nararya Kresna Kepakisan. Koster juga mengajak ikatan pasemetonan Pratisentana Shri Nararya Kepakisan untuk bersamasama menjaga Bali yang saat ini sudah dalam kondisi “lampu kuning”. (kmb)

Wakapolres Peringatkan Personelnya Bijak Bermedsos Semarapura (Bali Post) Media sosial ibarat pisau bermata dua. Bijak menggunakannya akan berdampak positif, namun bila kebablasan akan menimbulkan masalah baru. Apalagi kalau berkaitan dengan lembaga institusi negara. Oleh karena itu, Wakapolres Klungkung Adnan Pandibu memperingatkan jajarannya, agar bijak menggunakan media sosial sehingga tidak merugikan secara personal maupun lembaga. Demikian disampaikan Wakapolres Klungkung Kompol Adnan Pandibu saat memimpin apel bagi seluruh personel di halaman Mapolres Klungkung, Rabu (2/1) kemarin. Adnan menggunakan momen tersebut untuk menyampaikan arahan, perintah dari pimpinan kepada seluruh jajaran dalam mengawali tahun 2019. Bijak menggunakan media sosial ini, perlu diingatkan, melihat ruang publik tersebut tak terkontrol dan rawan terjadi konflik. “Saya tidak mau ada personel yang bermasalah karena media sosial, kemudian merusak citra institusi, sebagai pengayom dan pelindung masyarakat,” katanya. Selain itu, pihaknya juga

“Kami baru menerima SP3 itu tanggal 24 Desember 2018,” kata pengacara Gunaksa, Jro Ahmad Hadiana, Rabu (2/1) kemarin. Ahmad Hadiana mengungkapkan, berdasarkan surat ketetapan tentang penghentian penyidikan No.S.Tap/IIb/XII/ Res.1.19/2018/Ditpolair yang diterimanya, menerangkan hasil penyidikan terhadap Gunaksa, pemeriksaan saksi, saksi ahli dan hasil gelar perkara tanggal 13 Desember 2018 dinyatakan kasus tersebut tidak cukup bukti atau bukan tindak pidana. Selanjutnya diterbitkan

SP3 No. SPP. Sidik/13b/XII/ RES.1.19/2018/Ditpolair tanggal 14 Desember 2018. Oleh karena itu, penyidikan terhadap perkara menyuruh melakukan atau turut melakukan pemerasan diduga dilakukan Gunaksa dihentikan karena tidak cukup bukti. “Kalau menurut versi kami seperti dipaksakan. Makanya keluar SP3. Saat sidang stafnya atau juru pungut (I Made Swadhiaya), sama sekali tidak ada saksi yang tahu atau melihat klien kami (Gunaksa) menyuruh atau melakukan pungutan disertai ancaman,” tegasnya.

Menurutnya, Gunaksa sebagai bendesa melaksanakan tugas berdasarkan Peraturan Desa Jungutbatu Nomor 02 Tahun 2018 tentang Pungutan Asli Desa, Peraturan Perbekel Desa Jungutbatu Nomor 5 Tahun 2018 tentang Tim Pengelola Pendapatan Asli Desa Jungutbatu dan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI Nomor 1 Tahun 2015 tentang Pedoman Kewenangan Berdasarkan Hak Asal, Usul dan Kewenangan Lokal Berskala Desa. Dir. Polair Polda Bali

Kombes Pol. Hadi Purnomo saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya akan menanyakan soal itu kepada anggotanya. “Saya cek dulu,” tegasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, operasi tangkap tangan (OTT) dilakukan Tim Ditpolair Polda Bali di Kantor Scoot Fast Cruises di Jalan Hang Tuah, Sanur Kaja, Denpasar Selatan, Denpasar, Minggu (12/8) lalu. Terkait kasus dugaan pungli terhadap pengelola speed boat penyeberangan ke Jungutbatu, Nusa Penida tersebut, diamankan juru pungut I Made Swadhiaya (45) asal Jungutbatu. Dari pengembangan kasus ini, petugas sempat menahan Bendesa Jungutbatu, Nusa Penida I Ketut Gunaksa. (kmb36)

Hari Pertama Kerja Bupati Suwirta

Soroti Absen Pegawai dan Penerapan E-Tukin MENGAWALI hari kerja di tahun 2019, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta melakukan sidak ke sejumlah kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Rabu (2/1) kemarin. Dalam sidaknya tersebut, Bupati Suwirta mengevaluasi sistem absensi bagi pegawai dan meninjau penerapan eTukin yang mulai diterapkan tahun 2019 ini. Bupati Suwirta mulai melakukan sidak ke sejumlah OPD di lingkungan Sekretariat Daerah Kabupaten Klungkung sekitar pukul 08.00 Wita. Terlebih dahulu Suwirta menyambangi Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah, lalu dilanjutkan ke Baperlitbang, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, Bagian Pemerintahan dan Badan Kepegawaian, dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. Dalam sidaknya tersebut, Suwirta sempat mengevaluasi sistem absensi retina dan wajah yang sudah diterapkan sejak beberapa tahun silam. Ia

meminta agar aturan absensi yang sudah ditetapkan mulai Pukul 06.00 – 07.30 Wita, akan diubah menjadi Pukul 07.00 - 07.30 Wita. “Karena ada indikasi pegawai pagi mengabsen, lalu mereka pulang. Ini akan saya evaluasi, agar mencerminkan jam riil mereka,” ujar Suwirta seusai sidak tersebut. Ia juga meminta semua mesin absensi agar terhubung langsung ke komputer untuk memudahkan dalam print out data. Pihaknya ingin mendapatkan data yang valid tentang keberadaan pegawai, termasuk tenaga kontrak. “Saya ingin dapat data valid terkait keberadaan pegawai ini. Apakah mereka terlambat atau bagaimana. Tidak terkecuali tenaga kontrak. Berdasarkan data itu, nanti kita evaluasi apakah mereka diberhentikan apa kerjanya dilanjutkan. Nanti tidak ada ampun bagi mereka (pegawai) tidak disiplin,” jelas Suwirta. Selain itu, Suwirta juga meninjau penerapan e-Tukin

CEK ABSENSI - Bupati Suwirta saat mengecek absensi pegawai untuk melihat tingkat kehadiran jajarannya. (tunjangan kinerja elektonik) yang mulai diterapkan, diawali dengan uji coba di tahun 2019 ini. Dirinya melihat masih banyak pegawai yang masih mempelajari cara e-Tukin, padahal aplikasi ini sudah dilakukan trial (uji coba) sejak beberapa bulan lalu. Ia juga meminta rekanan yang mengembangkan aplikasi e-Tukin untuk melakukan perbaikan, karena

baru pertama diterapkan sudah ada beberapa gangguan yang sifatnya cukup fatal. “Misalnya, tadi saya menerima informasi, ada pegawai yang apel dan input data di lingkungan Kantor Pemkab Klungkung, tapi munculnya data kegiatan pegawai di Disdukcapil. Aplikasi ini masih harus diperbaiki,” jelasnya. (ad072)

Ritual ”Ngadegang” di Banjar Sampalan

Mengharmoniskan Alam dan Menjauhkan Bencana

ARAHAN - Wakapolres Klungkung saat memberi pengarahan kepada personelnya. memperingatkan agar jangan pernah terlibat penyalahgunaan narkoba maupun mabuk-mabukkan dengan miras. Apalagi perbuatan melanggar hukum lainnya yang dapat menimbulkan masalah bagi pribadi dan lembaga secara keseluruhan. Dia meminta agar semua pejabat dan jajarannya meningkatkan disiplin kerja dan mampu menuntaskan semua kewajiban dengan cepat dan tepat. “Tahun lalu sudah menjadi pengalaman kita bersama, tahun ini mari tingkatkan disiplin dan lakukan

dengan selamat,” tegasnya. Adnan Pandibu juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh personel Polres Klungkung yang telah melaksanakan tugas dengan baik. Sehingga tugas satu tahun di lembaga kepolisian telah dapat dilaksanakan dengan tuntas dan lancar, khususnya terkait pelaksanaan berbagai operasi yang sudah selesai. Dia ingin pada tahun baru ini, dapat dipakai momentum untuk memulai sesuatu yang lebih baik lagi dari tahun sebelumnya. (kmb31)

Masyarakat Banjar Sampalan, Desa Pakraman Dalem Setra Batununggul, Kecamatan Nusa Penida, kembali menggelar ritual ngadegang, Rabu (2/1) kemarin. Masyarakat setempat melestarikan pelaksanaannya sebagai wujud upaya menjaga keseimbangan alam. Agar, antara bhuana agung dan bhuana alit tetap terjalin harmonis sehingga dijauhkan dari segala bentuk bencana. Ritual ini setiap tahun digelar empat hari sebelum Purnama Kapitu. Ngadegang, diawali dengan upacara melasti di segara setempat. Seluruh pelawatan, seperti Barong Bangkal dan yang lainnya diusung oleh krama banjar setempat untuk disucikan. Ada juga pelawatan yang di-pundut dari Pura Gunung Hyang. “Keharmonisan manusia dan alam, hanya bisa diwujudkan melalui ritual,” kata salah satu pe-

mangku setempat, Mangku Dewa Made Beneng Alit. Usai melasti di segara setempat, seluruh pelawatan di-pundut lagi menuju perempatan desa. Di sana pelawatan dihaturkan caru siap selem, lengkap dengan segehan agung. Pelaksanaan ritual ini cukup membuat krodit situasi sekitar, sehingga para pecalang harus bekerja sama dengan baik, mengatur warga sekitar dan kendaraan.

Klian Banjar Sampalan I Dewa Made Sudiatmika menegaskan, perlengkapan upacara dan segala persiapan memang dilakukan secara gotong royong oleh krama setempat. Seluruh warga nampak terlibat dalam pelaksanaan upacara. Sementara Bendesa Desa Pakraman Dalem Setra Batununggul I Dewa Ketut Tayanegara menambahkan, pelaksanaan ritual ini sebagai wujud syukur atas karunia yang sudah diberikan oleh alam. Pelaksanaan ngadegang, menurutnya sebagai upaya ngadeg atau menghadirkan Ida Batara melalui kehadiran pelawatan tersebut. Kehadiran Ida Batara di tengah warga, ditandai dengan turunnya hujan, agar jagat landuh, teduh, dan selalu dalam kerahayuan. Sehingga, tercipta kedamaian masyarakat setempat.

Wujud syukur warga pun tidak hanya diwujudkan dalam bentuk ritual, tetapi juga dalam wujud kebersamaan. Sebab, usai pelaksanaan ngadegang, dilanjutkan dengan pelaksanaan nyadegang atau umumnya dikenal dengan tradisi magibung. Sebagaimana makna magibung, nyadegang juga bermakna sebagai wujud syukur dan membangun kebersamaan di antara warga sekitar. Selain saat ngadegang, tradisi ini juga biasa digelar oleh warga setempat saat acara adat lainnya, seperti palebon, pawiwahan, otonan dan lainnya. Usai pelaksanaan ngadegang, pelawatan Ida Batara, dikatakan nyejer selama sebelas hari. Tayanegara, berharap melalui pelaksanaan ritual ini, warga dapat hidup dengan tenang dan damai. (gik)


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Kamis Pon, 3 Januari 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN Dcr Sopir + Helper + ART (Gatsu Barat)Hub 082146010008

B.BP.001.01.19.0000068

Dicari sopir pribadi Hubungi 081337429262

B.BP.001.01.19.0000064

Dcr:FO,Bell Boy,HK,Driver, Engineering,Loundry,Security, untuk Hotel Email:newarenahotel kutabali@gmail.com

B.BP.001.01.19.0000070

Dcr:FO,HK,Bs.Shift Malam.Puri Asih Htl, Jl.Pantai Kuta40,Kuta B.BP.001.12.18.0000864

Cari waitress utk Rest diSanur Hub.08123614559 Dharsana B.BP.001.01.19.0000024

Dcr Babysitter Tinggal Dalam Gaji 1,7Jt Hub.087862433316 B.BP.001.01.19.0000021

Dcr Tk Masak brpengalaman Chinese Food & Mskn Jawa Hub: 08123 6390947Gaji memuaskan-Canggu B.BP.001.01.19.0000065

Dcr Drever,Whaser,Security Hub: 082236182035 / 0361-722222

Dibutuhkan Terapis Spa Wanita Hub.085829396892/081529293028

Dcr Kary Laki Umr40-50th,SIM C Serius Krj,Gatsu322,Hub.423488

Dicari Admin,Pramuniaga,Kasir Toko Dapurku WA:081939084292

B.BP.001.01.19.0000033

B.BP.001.01.19.0000027

Dcr PRT tinggal dalam Gaji 1,5 juta Hub.087862433315 B.BP.001.12.18.0000862

Dcr PelaksanaProyekS1/STM.CV ke:jatama_contractor@yahoo.com Hub:081246006744 B.BP.001.01.19.0000060

Dcr Sopir Laundry secepatnya Jl.Kerobokan 78X 081933110424 B.BP.001.01.19.0000067

Dcr Teknisi u/ Laundry di Kuta pendidikan SMK T.081238569294 B.BP.001.01.19.0000069

Dibutuhkan 2 orang karyawan Delivery min SLTA max,40 thn. Lamaran dibawa langsung ke Perum Padang Lestari Blok O/4 PdSambianTlp/SMS085934243382

B.BP.001.01.19.0000025

KAP.BM Terdaftar Bth Auditor D3,S1,AK/M Bs.Comp,Bhs Ing,Gji Nego,Jl.Tkd Irawadi 18 A DPS

B.BP.001.12.18.0000826

Dicari Sales,Admin Penjualan CV:hrdpersonalia788@gmail.com

KJA.T&N Terdaftar,Bth Peg.Pjak D3,S1,AK/M Bs.Comp,Brevet Pjak Bhs Inggris,Gaji Nego, Jl.Tukad Irawadi 18 A Dps

Dicari Sopir SIM B1,Supervisor MT & GT yg berpengalaman Hub Hp:081807217262

Kary Gudang Farmasi,Pria,25th Tidak Merokok,Rajin,Lamaran ke PT.BKS Jl.Bung Tomo V/14 Dps

B.BP.001.01.19.0000057

B.BP.001.01.19.0000032

B.BP.001.01.19.0000034

Dicari:Karyawati Utk Admin max 28 thn,Minimal SMA/SMK untuk bekerja di perusahaan corrugated carton box. Jl.Sekar Sari No.23 Kesiman Kertalangu Hub Segera:081337070443

B.BP.001.12.18.0000825

B.BP.001.01.19.0000020

Segera Kasir Toko Roti & Asisten RT Hub.081338136144 B.BP.001.01.19.0000017

Satpam /Waker. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88, Hp. 0818621818 Email:arowanafoodstreet@gmail.com

G.02

G.01

Waiter, Kasir, SMEA SMK ke Bali Pizza Jl.Danau Toba 7 Sanur, WA/SMS 0818621818 Email:arowanafoodstreet@gmail.com G.04

Sopir SIM A untuk catering antar jemput tamu. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp.0818621818 Email:arowanafoodstreet@gmail.com G.03

Waiter, Kasir SMEA SMK ke Shankara Kuta Jl.Bakung Sari depan Matahari Dept.Store HP/WA 0818621818 Email:arowanafoodstreet@gmail.com

Cook Indonesia/India. Lamaran Shankara Kuta Jl.Bakung Sari Kuta Square Blok D33 depan Matahari Dept.Store, telp.756302, Hp.0818621818 Email:arowanafoodstreet@gmail.com

G.05

G.06

G.07

B.BP.001.12.18.0000697

B.BP.001.01.19.0000066

BENGKEL LAS

SERVICE

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.01.19.0000031

� Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Tukang masak bebek goreng. Lamaran ke Jl.Raya Kuta 88 Hp.0818621818 Email:arowanafoodstreet@gmail.com

Dibutuhkan Cepat : ACCOUNTING, ADMIN, MARKETING (min D3, Perempuan, Usia max 30). MANAGER (L/P, Berpengalaman, Suka Tantangan, Percaya Diri, Usia max 45) Kirim CV ke info@RakaDewiBali.com atau WA 081353976118

Sopir KTP Bali Hafal Wil.Dps SMS ke:08123809013

Informasi pasang iklan Telepon

DIJUAL RUMAH Jl Rmh Kos2an 5Kt,LT106m2 Jl.Mataram Kuta WA 087888378445 B.BP.154.01.19.0000061

Rmh 4,5A diKota Klungkung 3Lt Fas. Bgs 3,3M Nego.087861722981 B.BP.001.01.19.0000023

Rmh LT 3Are Jl.Tkd Pancoran VA IMB,PAM,6Kmr,AC,H.08164711067 B.BP.001.01.19.0000009

Rmh LT2, 4KT, Dpr, KT. Loks.Lukluk Indah 575Jt Nego/085792884855 B.BP.001.01.19.0000028 SINGARAJA

DIJUAL TANAH DjlTnh Mrh L.3A+1A Lok.Sangket & Panjianom Hub.087854606499 B.BP.009.01.19.0000036

KEHILANGAN Hlg BPKB No.E0479677-G an. I Kt Wage Sucitra,082341774349 B.BP.001.01.19.0000026

Hlg Sertifikat Tnh HM 11230Pemogan. Luas 100M2 An.I Wy Pageh B.BP.001.01.19.0000035

BIRO JASA Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan Bulanan SIUP NPWP 081338344155 B.BP.001.12.18.0000879

PENGUMUMAN PT Jaya Inti Mas prseroan didirikan brdsrkn hukum,rncna pngambilalihan saham brdsrkn ktnntuan:1.Pngambilalihn saham dilkkn olh PT yg ddrkn brdsrkn Hukum Negara RI.2.Pengalihan Saham akn dilaksanakn brdsrkn syrt&ktntuan yg brlaku.keberatan bs mngajukn kpd prseroan scr tertulis dlm wktu 14 hari. B.BP.031.01.19.0000038


BANGLI

14

Kamis Pon, 3 Januari 2019

Diguyur Hujan, Pohon Tumbang di Penelokan

Bali Post/kmb40

TUMBANG - Sejumlah petugas memotong dan menyingkirkan batang pohon yang tumbang di depan Objek Wisata Penelokan, Kintamani, Rabu (2/1) kemarin.

Bangli (Bali Post) Hujan deras yang mengguyur wilayah Bangli, Rabu (2/1) sore, menyebabkan sebuah pohon di jalur Penelokan tepatnya di depan Objek Wisata Penelokan, tumbang ke jalan raya. Akibatnya arus lalu lintas di jalur tersebut sempat terganggu. Informasi yang dihimpun menyebutkan, pohon itu tumbang sekitar 16.00 Wita, menyebabkan akses jalan yang ada di lokasi sama sekali tak bisa dilalui kendaraan. Tidak ada korban jiwa

akibat kejadian itu. Namun, sejumlah pengendara roda dua dan roda empat yang saat itu hendak melintas di lokasi terpaksa mencari jalur alternatif. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi mengatakan, sesaat setelah kejadian itu, petugas kepolisian dari Satuan Sabhara dan Lantas bersama dengan petugas dari Dinas PU dan BPBD langsung ke lokasi untuk mengevakuasi batang pohon yang tumbang. Untuk menyingkirkan batang po-

hon yang melintang di jalan, petugas melakukan proses pemotongan dengan gergaji. Sementara itu untuk menghindari adanya kemacetan, petugas kepolisian terpaksa mengalihkan arus lalu lintas yang datang dari utara ke arah Simpang Tiga Sekaan. Sementara kendaraan yang datang dari arah Bangli dan Susut dialihkan ke Bayung Gede, Kintamani. “Arus lalu lintas sempat dialihkan kira-kira satu jam. Sekarang sudah lancar,” kata Sulhadi. (kmb40)

pimpinan OPD yang ada. Menurut politisi asal Desa Batur ini, rencana penerapan izin bersyarat merupakan salah satu langkah yang tepat untuk menata keberadaan restoran di sepanjang sisi timur Kintamani. Karena sesuai konsep Bupati, pembangunan restoran akan diatur menggunakan konsep perlindungan jurang. Di mana bangunan yang didirikan bagian atasnya harus sejajar dengan jalan. Pembangunannya dilakukan ke bawah dengan model terasering. Dengan konsep tersebut, keberadaan bangunan restoran yang didirikan tidak akan mengganggu pemandangan. Di samping itu lahan yang ada di sepanjang jalur tersebut

juga akan aman dan terbebas dari ancaman longsor. Dengan izin bersyarat ini juga nantinya akan memberikan jaminan legalitas usaha untuk pemilik usaha restoran. Di samping itu dengan izin bersyarat perekonomian masyarakat lokal akan meningkat termasuk mendatangkan pendapatan bagi daerah. Agar keberadaan bangunan restoran tak berizin di Kintamani tidak semakin menjamur, pihaknya mendorong agar rancangan penerapan izin bersyarat bisa segera diselesaikan. “Selama ini Satpol PP saya lihat sudah berupaya memberikan pengawasan dan imbauan kepada masyarakat yang hendak melakukan pembangunan restoran. Tapi ini perlu ada

payung hukum biar ada legitimasinya,” kata Carles. Sebelumnya, Bupati Bangli I Made Gianyar tahun lalu sempat mengungkapkan rencananya untuk menata keberadaan bangunan restoran tak berizin di sepanjang jalur Kinatamani dengan menerbitkan izin bersyarat. Dengan diterapkannya pemberian izin bersyarat ini nantinya akan berdampak pada kenaikan pendapatan asli daerah (PAD). Karena dengan izin bersyarat pihak pengusaha akan membayar izin IMB dan izin mendirikan restoran. Selain itu Pemkab Bangli juga bisa lebih mudah melakukan pemungutan pajak hotel restoran (PHR) karena objek pajaknya sudah pasti. (kmb40)

Dewan Pertanyakan Rencana Penerapan Izin Bersyarat

Bangli (Bali Post) -

Keseriusan rencana Pemerintah Kabupaten Bangli menata keberadaan bangunan restoran di sepanjang jalur Kintamani dengan menerapkan izin bersyarat, dipertanyakan Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles. Dia menilai rencana penerapan izin bersyarat sekadar wacana. Sebab, sering dibahas saat rapat Forkompinda, namun kenyataannya sampai saat ini belum ada langkah nyata dalam penerapannya. Kepada Bali Post, Rabu (2/1) kemarin, Carles mengungkapkan rencana penerapan izin bersyarat sudah berulangkali muncul dalam rapat Forkompinda. Dalam rapat terakhir yang dilaksanakan di Sala beberapa waktu lalu, penerbitan izin bersyarat ditargetkan secepatnya. Sejumlah dinas terkait seperti PUTRPerkim, Bapeda dan Perizinan, kata Carles sudah membahas hal itu. Bahkan drafnya dijanjikan

dipresentasikan secepatnya. “Tapi sampai saat ini tidak jelas, kita belum terima drafnya apakah dalam bentuk Perbup (peraturan Bupati) atau Ranperda,” terangnya. Menurut Carles, jika memang aturan tentang izin bersyarat itu dibuat dalam bentuk Perbup, maka tidak perlu lagi mendapat persetujuan DPRD. Akan tetapi jika bentuknya berupa Ranperda, tentu perlu dilakukan pembahasan bersama dewan. Pi-

haknya mengharapkan jika aturan dibuat dalam bentuk Perda, rancangannya bisa disampaikan secepatnya ke dewan untuk selanjutnya dibahas dalam masa sidang pertama. “Dengan sisa masa jabatan Bupati yang tinggal dua tahun lagi, kita harapkan Ranperda atau Perbup tentang izin bersyarat bisa tuntas. Kita sangat mendorong itu sepenuhnya,” terangnya. Carles menilai, sejatinya Bupati Bangli memiliki ke-

inginan yang serius untuk menata bangunan restoran di Kintamani dengan izin bersyarat. Namun keseriusan Bupati ini tidak kunjung bisa terealisasi, karena mandek di tingkat OPD. Politisi Demokrat ini menilai OPD yang diperintahkan Bupati untuk menyusun izin bersyarat tidak paham dan tidak serius menindaklanjuti perintah atasannya. “Kalau bupati, saya menilai sudah cukup serius. Namun OPD-nya yang seolah-olah mengabaikan dan tidak serius terhadap perintah atasannya. Karena antara perintah dan hasilnya tidak ada. Saya belum pernah lihat fisik rancangannya,” ujarnya. Dia pun menyarankan Bupati untuk mengevaluasi kinerja

12 Parpol Serahkan LPSDK ke KPU Bangli (Bali Post) – Sebanyak dua belas partai politik (Parpol) peserta Pemilu di Kabupaten Bangli telah menyerahkan laporan penerimaan sumbangan dana kampanye (LPSDK) ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bangli, Rabu (2/1) kemarin. LPSDK masingmasing parpol tersebut selanjutnya akan diumumkan ke publik melalui website resmi milik KPU. Komisioner KPU Bangli Divisi Hukum dan Pengawasan Roy Suparman mengatakan, sesuai ketentuan seluruh parpol peserta pemilu harus melaporkan sumbangan dana kampanye

yang didapat dari tanggal 23 September 2018 hingga 1 Januari 2019. Penyerahan LPSDK dibuka KPU Rabu kemarin mulai pukul 08.00 -18.00. Hingga mendekati batas waktu terakhir, sebanyak duabelas parpol telah menyerahkan LPSDK ke KPU. Keduabelas parpol itu yakni PKPI, Demokrat, Gerindera, Partai Berkarya, PSI, Garuda, PDI-P, Hanura, Golkar, Nasdem, PKB, dan Perindo. Dia menjelaskan, jenis sumbangan yang dilaporkan parpol kebanyakan berupa uang dan barang seperti kaos, bendera, kartu nama serta bahan kampanye lain-

nya. Sementara sumbangan berupa jasa, disebutkan tidak ada. “Kebanyakan berupa uang,” ujar Roy. Dikatakannya, penyerahan LPSDK ini sebagai bentuk transparansi parpol terhadap bantuan sumbangan dana kampanye yang diterima. Sumbangan dana kampanye bisa diterima parpol dari perorangan, kelompok, perusahaan atau badan usaha nonpemerintah. Sesuai ketentuan terdapat aturan mengenai batasan besaran sumbangan yang bisa diterima parpol. Dana kampanye pemilu anggota DPR dan DPRD yang berasal dari

sumbangan pihak lain perseorangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13 ayat (4) huruf a, dibatasi paling banyak Rp 2,5 miliar selama masa kampanye. Sedangkan dana Kampanye Pemilu anggota DPR dan DPRD yang berasal dari sumbangan pihak lain kelommpok, perusahaan atau badan usaha nonpemerintah sebagaimana dimaksud dalam pasal 13 ayat (4) huruf b dan huruf c, paling banyak bernilai Rp 25 miliar. “Besok kita akan umumkan lewat laman atau Website resmi KPU ataupn papan pengumuman KPU,” kata Roy. (kmb40)

Pascaputusan MK, KPU Lantik Anggota PPK Tambahan Bangli (Bali Post) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangli melantik delapan anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) tambahan, pascaadanya putusan makhamah konstitusi (MK) terhadap Pasal 51 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017. Dengan dilantiknya delapan anggota PPK tambahan itu, kini jumlah anggota PPK di masingmasing kecamatan menjadi lima orang, dari sebelumnya hanya tiga orang. Pelantikan delapan anggota PPK tambahan oleh Ketua KPU Bangli Putu Pertama Pujawan dilaksanakan di Balai Pesamuan Desa Pakraman Kubu, Bangli, Rabu (2/1) kemarin. Acara pelantikan dihadiri Ketua KPU Bali Dewa Agung Lidartawan, Ketua Bawaslu Bangli Nengah Purna, Ketua DPRD Bangli Ngakan Kutha Parwata, Sekda Ida Bagus Giri Putra dan sejumlah undangan lainnya. Selain mengambil sumpah dan melantik anggota PPK tambahan, KPU juga mengukuhkan PPK dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) se-Kabupaten Bangli untuk Pemilu 2019. Ketua KPU Bangli Putu Pertama Pujawan mengatakan, ada dua mekanisme yang telah dilakukan dalam seleksi penambahan PPK pascaputusan MK tersebut. Pertama, melakukan evaluasi dan verifikasi terhadap PPK Pilkada serentak 2018 sesuai rangking. Kedua, berkoordinasi dengan lembaga pendidikan di Kabupaten Bangli karena ada beberapa calon PPK seperti di Kecamatan Kintamani dan Tembuku yang tidak sesuai dengan ketersediaan jumlah kebutuhan. “Dalam

Bali Post/kmb40

SUMPAH - Acara pengambilan sumpah dan pelantikan anggota PPK hasil rekrutmen pascaputusan MK serta pengukuhan PPK dan PPS se-Kabupaten Bangli, Rabu (2/1) kemarin. verifikasi dan evaluasi melalui metode wawancara itu, akhirnya KPU Kabupaten Bangli memutuskan dalam rapat pleno nama-nama calon PPK pemilu tahun 2019 pascaputusan MK yang pada saat hari ini telah dilakukan pengangkatan sumpah dan janji,” kata Pujawan. Kepada seluruh penyelenggara yang dilantik dan dikukuhkan kemarin, Pujawan meminta agar menjaga integritas dalam bentuk bekerja maksimal sesuai regulasi dan kode etik, serta semangat dalam melaksanakan semua tahapan, menolak melakukan manipulasi proses dan hasil pemilu. “Seluruh penyelenggara juga mengoptimalkan publikasi informasi dan kegiatan melalui medsos,” terangnya. Dia menambahkan bahwa pemilu serentak 2019 merupakan kerja komplek dan rumit. Untuk itu pihaknya

meminta seluruh PPK dan PPS di Kabupaten Bangli solid dan memanfaatkan waktu dengan baik serta menguasai aturan dengan baik. “Silakan dikoordinasikan dengan KPU Kabupaten Bangli jika ada hal-hal yang belum dimengerti/dipahami,” imbuhnya. Sementara itu, Ketua KPU Bali Dewa Agung Lidartawan dalam arahannya menyampaikan kepada seluruh PPK dan PPS yang telah dilantik dan dikukuhkan untuk mensosialisasikan rekrutmen kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS). Mengingat untuk Pemilu 2019 mendatang, jumlah KPPS yang dibutuhkan cukup banyak yakni 7 orang dikalikan 843 TPS. Selain KPPS, dibutuhkan juga tenaga pengamanan TPS sebanyak dua orang dikalikan jumlah TPS yang ada. Tenaga pengamanan TPS yang digunakan adalah petugas linmas.

Dalam kesempatan itu Lidartawan mengaku telah mengingatkan seluruh bupati dan wali kota untuk menganggarkan dana untuk pelatihan linmas. Sebab pecalang tidak bisa langsung direkrut menjadi tenaga pengamanan TPS tanpa mendapat pelatihan linmas. “Pada saat rekrutmen KPPS nanti jangan melarang orang yang tidak direkomendasikan perbekel untuk ikut seleksi. Berikan mereka kesempatan ikut seleksi. Saya berharap akan lebih banyak nantinya muncul kader-kader penyelenggara baru,” imbuhnya. Sementara itu Sekda Ida Bagus Giri Putra berpesan kepada PPK dan PPS untuk menjaga netralitas. Jangan mencederai pelaksanaan Pemilu. Pihaknya berharap Pemilu 2019 yang akan dilaksanakan pada bulan April nanti bisa berjalan tertib, lancar dan berintegritas. (kmb40)

Stok Blangko Habis, Disdukcapil Tak Bisa Cetak Ratusan E-KTP Bangli (Bali Post) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bangli tidak bisa melayani pencetakan e-KTP, lantaran stok blangko hampir habis. Kepala Disdukcapil Bangli Nyoman Sumantra mengungkapkan, stok blangko e-KTP yang dimilikinya kini sudah sangat menipis. Per Rabu (2/1) siang kemarin sisa jumlah blangko e-KTP tinggal 16 keping. Akibat menipisnya stok blangko e-KTP saat ini, pihaknya belum bisa mencetak ratusan KTP warga yang sudah melakukan perekaman. “Per jam ini, ada 234 KTP yang sudah siap cetak atau print ready record,” terangnya. Dikatakan Sumantra, menipisnya stok blangko e-KTP terjadi karena banyaknya penduduk yang melakukan perekaman e-KTP akhir-akhir ini. Selain melakukan perekaman, banyak juga penduduk yang melakukan perubahan status pada kartu identitas kependudukannya. Menipisnya stok blangko e-KTP, katanya, tidak saja dialami Disdukcapil Bangli namun juga beberapa kabupaten lainnya. Terkait habisnya stok blang-

Bali Post/kmb40

E-KTP - Suasana pelayanan e-KTP di Kantor Disdukcapil Bangli, Rabu (2/1) kemarin. ko e-KTP saat ini, Sumantra mengaku sudah melaporkannya ke provinsi. Sebagaimana kabar yang diterimanya, rencananya pihak provinsi akan segera mengambil blangko eKTP ke pusat setelah hari raya Kuningan. Mengenai berapa jatah jumlah blangko yang akan didapat Bangli, Sumantra tidak bisa memastikannya. “Tergantung ketersediaan pusat,” ujarnya. Meski stok blangko eKTP habis, pejabat asal Desa

Siakin, Kintamani ini tetap mengimbau masyarakat yang belum memiliki e-KTP segera melakukan perekaman. Kepada warga yang membutuhkan e-KTP mendesak, nantinya akan diberikan surat keterangan (suket) pengganti e-KTP. “Kami imbau masyarakat bersabar dan tetap datang untuk melakukan perekaman bagi yang belum memiliki e-KTP. Jangan sampai karena blangko habis, tidak jadi perekaman,” imbuhnya. (kmb40)


15

Kamis Pon, 3 Januari 2019

Usai Persidangan, Billy Sindoro Diborgol

Bali Post/ant

TERTIMBUN - Petugas gabungan mengevakuasi motor yang tertimbun longsor di Kampung Cimapag, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (2/1) kemarin. Pada hari ketiga pencarian, petugas SAR gabungan berhasil menemukan tiga jenazah korban longsor. Total korban meninggal dalam kasus itu menjadi 15 orang. Dari jumlah tersebut, 11 sudah teridentifikasi.

Pendidikan Siaga Bencana Disesuaikan Karakteristik Lokal Jakarta (Bali Post) Pendidikan siaga bencana, baik formal maupun nonformal, penting. Pendidikan siaga bencana itu hendaknya dilakukan sesaat saja, namun berkelanjutan. Pendidikan siaga bencana harus disesuaikan dengan karakteristik lokal. Demikian disampaikan Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Deni Hidayati. ‘’Pendidikan siaga bencana perlu disesuaikan dengan karakteristik lokal, yang tentu saja diperbarui dengan kondisi kekinian,’’ ujar Deni dalam diskusi di Jakarta, Rabu (2/1) kemarin. Dikatakan, masyarakat lokal mempunyai potensi pengetahuan karena memiliki kedekatan dengan alam yang dituangkan dalam bentuk

syair maupun dongeng. Contohnya dongeng Smong di Simeulue, Aceh. Pada 1907, terjadi tsunami yang disebut warga setempat sebagai Smong. Kejadian itu membekas di benak masyarakat, sebagai pengingat ada syair yang bercerita tentang kejadian ini yang dituturkan dari satu generasi ke generasi. Isi syairnya menjelaskan jika terjadi gempa segera lari ke atas bukit tanpa perlu melihat laut surut. Di Palu sejak lama dikenal adanya Nalodo atau yang dikenal dengan likuifaksi yakni fenomena pergeseran tanah.

Pengetahuan lokal itu diperbaharui sesuai dengan kejadian bencana terbaru dan latihan terus menerus sehingga akan mudah diingat. Peneliti bidang instrumentasi kebencanaan Pusat Penelitian Fisika LIPI Bambang Widiyatmoko mengatakan adanya alternatif sistem peringatan dini selain buoy, yakni dengan menggunakan laser tsunami sensor. ‘’Prinsip kerjanya mengirim cahaya dari darat yang ditembakkan ke dasar laut, lalu ada sensor di dasar laut yang kembali menembakkan cahaya itu ke pos pantau,’’ kata Bambang. Sensor itu ditempatkan dalam kabel fiber optik yang berada di dasar laut. Kabel itu terhubung dengan pos pemantau yang akan memancarkan cahaya laser dari ujung kabel

ke ujung kabel lainnnya melalui sensor deteksi. ‘’Ketika terjadi pergerakan air laut yang tidak biasa atau ada tekanan berubah, sensor deteksi akan membelokkan cahaya yang akan menjadi tanda peringatan bahaya tsunami ke pos pemantau,’’ tambah Bambang. Terkait bencana longsor, LIPI mengembangkan sistem pemantauan gerakan tanah berbasis jejaring sensor nirkabel yang bernama LIPI Wireless Sensor Network for Landslide Monitoring (WISELAND). ‘’Teknologi ini dapat digunakan untuk memantau bahaya gerakan tanah dalam maupun dangkal, baik pada lereng alami, potongan atau timbunan,’’ kata Peneliti Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Adrin Tohari. (ant)

bunganya menjadi hanya dua kali dari perkiraan sebelumnya sebanyak tiga kali. Selain itu, sebagai otoritas moneter, Perry berjanji akan mengoptimalkan langkah stabilisasi pasar tahun ini dengan berbagai instrumen seperti intervensi yang terukur, barter valas (swap), maupun DomestikNDF (DNDF). ‘’Dua faktor lainnya untuk penguatan rupiah adalah kredibilitas kebijakan yang ditempuh oleh BI maupun pemerintah, dan defisit tran-

saksi berjalan yang lebih rendah,’’ kata Perry. Di tahun 2019, BI mengklaim optimistis bahwa defisit transaksi berjalan Indonesia akan menurun menjadi 2,5 persen Produk Domestik Bruto (PDB) dari kisaran tiga persen PDB di 2018. Sepanjang 2018, ketika tekanan eksternal sedang tinggi menerpa pasar keuangan Indonesia, rupiah terdepresiasi 5,9 persen, dengan tingkat volatilitas delapan persen. (ant)

Rupiah Masih Terlalu Murah Jakarta (Bali Post) Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hingga Rabu (2/1) siang kemarin masih terlalu murah (undervalued). Namun dalam beberapa waktu ke depan, bank sentral menegaskan potensi penguatan kurs terbuka lebar. Hingga Rabu siang pukul 14.00 WIB, nilai rupiah diperdagangkan sebesar 14.465 untuk satu dolar AS di pasar spot, atau melemah 19 poin dibanding saat pembukaan pasar Rabu pagi.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Jakarta, kemarin, mengatakan meski masih terlalu murah, ruang penguatan untuk mata uang Garuda cukup terbuka, terutama karena berkurangnya potensi dana keluar setelah sinyalemen Bank Sentral AS Federal Reserve yang ‘’memotong’’ perkiraan frekuensi kenaikan suku bunganya tahun ini. Pada akhir 2018, BI memperkirakan The Federal Reserve akan menaikkan suku

Pendidikan Formal Ketua Komisi I DPRD Bali I Ketut Tama Tenaya menilai upaya penguatan

SDM Bali dari sisi pendidikan formal sudah berjalan cukup bagus. Namun, hal ini masih perlu diimbangi dengan pendidikan moral. Utamanya dalam meng-

hindarkan generasi muda Bali kena pengaruh negatif narkoba. Terlebih, pendidikan moral juga sudah mulai tergerus di era revolusi industri 4.0 ini. ‘’Un-

tuk meningkatkan kualitas generasi muda Bali di zaman globalisasi, zaman IT, zaman medsos, adalah pendidikan moral,’’ ujarnya. (kmb32)

Diberi Kewenangan Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, dalam Perda Desa Adat, desa adat akan diberikan kewenan-

gan untuk mengembangkan perekonomian rakyat. Di dalamya ada LPD dan dibuatkan juga badan usaha dan unit usaha lainnya. Badan usaha ini salah satu tujuannya untuk menghadapi perkemban-

gam toko berjaringan. ‘’Kita melawan enggak bisa, maka kita harus memperkuat diri dengan sistem,’’ ujarnya. Desa adat adalah lembaga yang memiliki isi yang lengkap. ‘’Organisasinya ada,

pemerintahannya ada, eksekutif ada, legislatif ada, yudikatif ada, aturannya ada, lembaga ekonomi ada, lembaga keamanannya ada, lembaga pendidikan ada,’’ bebernya. (kmb42)

710 Hunian Presiden kemudian meninjau pengungsian di warga yang berada di dalam lapangan tenis indoor tersebut dan berdialog dengan sejumlah warga yang mengungsi. Pada kesempatan itu, Presiden menyatakan sebanyak 710 rumah

yang hancur akibat terjangan tsunami di Lampung akan dibangun dan direlokasi oleh Pemerintah Provinsi Lampung bekerja sama dengan Kementerian PU PR. Gubernur Lampung M Ridho Ficardo saat mendampingi Presiden Joko Widodo mengatakan, sekitar 710 hunian tetap yang akan dibangun

untuk menggantikan rumah warga yang hancur tersapu tsunami Selat Sunda. Sementara itu, Presiden Joko Widodo mengimbau agar warga sebaiknya tidak membangun rumah atau bangunan lainnya terlalu dekat dengan pantai. Selain itu, Presiden juga menyatakan akan merelokasi dan rehabilitasi rumah warga

Perguruan Tinggi Izin bekerja didapatkan setelah melalui tahun pertama, itu pun tidak lebih dari 20 jam per minggu. Sebuah laporan jurnalistik di salah satu media di Taiwan menyebut setidaknya enam perguruan tinggi yang bekerja sama dengan agen penyalur tenaga kerja. Perguruan tinggi tersebut mengirimkan mahasiswanya untuk menjadi tenaga kerja murah di pabrik-pabrik tersebut. Salah satu perguruan tinggi mempekerjakan mahasiswanya di sebuah

pabrik lensa kontak, di mana mahasiswa tersebut dipaksa berdiri selama 10 jam untuk mengemas 30 ribu lensa kontak tiap harinya. Sementara jadwal perkuliahan yang dijalani mahasiswa tersebut hanya dua hari dalam satu pekan, sisanya mereka harus bekerja di pabrik-pabrik tersebut. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir segera mengecek dugaan ratusan mahasiswa dari Indonesia yang menjadi korban kerja paksa saat kuliah di Taiwan. ‘’Kami akan cek, saya belum dapat memastikan (kebenaran) informasi tersebut,’’

kata Menristekdikti, Rabu kemarin. Menristekdikti menduga keberangkatan 300 mahasiswa asal Indonesia yang mengalami kerja paksa di Taiwan tersebut tidak melalui program-program resmi dari Kemenristekdikti sehingga tidak terpantau. Menurutnya, jika para mahasiswa masuk melalui Program Taipei Economic and Trade Office (TETO), maka pihaknya bisa mengontrol dan mengendalikannya. ‘’Yang melalui Kemenristekdikti itu melalui TETO atau kerja sama di bidang perdagangan yang di dalamnya ada mengenai pendidikan,’’ ujarnya. (ant)

secepatnya. ‘’Saya imbau agar tidak mendirikan bangunan terlalu dekat dengan bibir pantai, jarak aman terdekat itu sebaiknya 400 meter dari bibir pantai. Untuk relokasi dan rehabilitasi akan kita lakukan secepatnya, paling lambat tiga bulan selesai,’’ kata Jokowi. (ant)

Bandung (Bali Post) Terdakwa kasus suap proyek perizinan Meikarta, Billy Sindoro, mengenakan borgol usai mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung pada Rabu (2/1) kemarin. Kedua ibu jari Billy diikat menggunakan borgol berukuran kecil. Hal itu sesuai dengan ketetapan KPK yang mulai memberlakukan pemborgolan bagi terdakwa kasus korupsi saat menjalani masa persidangan. ‘’Kita mengikuti aturan saja,’’ ujar salah seorang pengawal tahanan. Pemborgolan ini mulai berlaku sejak Rabu. Namun saat persidangan pemborgolan tersebut tidak berlaku. Petugas memasangkan borgol setelah terdakwa masuk ke mobil tahanan. Sebelumnya, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyatakan hal itu sebagai bagian dari pengamanan terhadap para tahanan KPK. ‘’Untuk penindakan, sebagaimana telah diputuskan pimpinan, KPK meningkatkan pelaksanaan pengamanan terhadap para tahanan KPK. Aturan tentang pemborgolan untuk tahanan yang keluar dari rutan mulai diterapkan,’’ katanya di Jakarta, Rabu kemarin. Dari informasi pihak pengawal tahanan, kata Febri, pelaksanaan pemborgolan itu mulai dilakukan di Bandung dan Jakarta, kemarin. ‘’Baik untuk tahanan persiapan persidangan maupun dari rutan ke gedung KPK untuk dilakukan pemeriksaan,’’ katanya. Sementara itu Jaksa penuntut umum dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak seluruh materi eksepsi yang diajukan terdakwa kasus suap pembangunan proyek Meikarta, Billy Sindoro, di Pengadilan Negeri Tipikor Bandung, Rabu. Jaksa Yadyn mengatakan, bahwa dakwaan yang disampaikan jaksa sudah memberikan gambaran detail soal perbuatan terdakwa dalam kasus korupsi perizinan proyek Meikarta. “Dakwaan sudah beri gam-

baran apa, di mana, bagaimana, akibat tindak pidana, aturan pidana yang mengatur serta apa yang mendorong perbuatan pidana dari terdakwa,” ujar Yadyn. Pada persidangan sebelumnya, tiga terdakwa yakni Billy Sindoro, Taryudi dan Henry Jasmen menyampaikan nota eksepsi atas dakwaan jaksa. Billy melalui pengacara membantah bahwa dirinya terlibat dalam kasus suap kepada Bupati Bekasi, Neneng Hasanah. Ia juga membantah bahwa dirinya merupakan mantan Direktur Operasional Lippo Group. “Terdakwa Billy Sindoro terlibat,” kata

jaksa. Kemudian jaksa lainnya, Taufik Ibnugroho mengatakan, eksepsi yang dibacakan tim penasehat hukum terhadap ketiga terdakwa lebih banyak membahas soal materi pokok perkara. “Bahwa eksepsi tim penasehat hukum membahas soal pokok materi perkara yang seharusnya dibuktikan dalam proses persidangan. Bahwa dakwaan jaksa sudah sesuai dengan aturan. Sehingga, kami meminta yang mulia untuk mengesampingkan eksepsi dan melanjutkan persidangan ke pembuktian,” ujar dia. Usai agenda pembacaan tanggapan jaksa terhadap eksepsi tim penasehat hukum, majelis hakim akan membacakan putusan sela terhadap eksepsi dan tanggapan eksepsi pada Rabu pekan. (ant)

Warung Global

Anggaran Bidang Adat dan Agama Harus Digunakan Maksimal PROGRAM pembangunan yang diwacanakan Gubernur Koster yang sudah melakukan berbagai upaya di antaranya mencabut Perpres 5/2014, bantuan pada bidang adat, tradisi dan budaya hingga Rp 1,3 triliun mendapat apresiasi. Diharapkan dana ini betul-betul dioptimalkan dan berdaya guna agar Bali menjadi bagus dan kokoh. Demikian antara lain terungkap dalam acara Warung Global di Radio Global FM 96,5 dengan topic ‘’Era Baru Bali 2019’’, Rabu (2/1) kemarin. Berikut rangkumannya. Wayan Beratayasa mengapresiasi program pembangunan yang diwacanakan Gubernur Koster yang sudah melakukan berbagai upaya di antaranya mencabut Perpres 5/2014, bantuan pada bidang adat, tradisi dan budaya hingga Rp 1,3 triliun. Dia berharap dana ini betul-betul dilaksanakan optimal dan berdaya guna agar Bali menjadi bagus dan kokoh. Yang tidak kalah penting adalah menjaga ajegnya desa adat, membangun mental dan SDM krama-nya. Walapun banjar dan pura besar dan mewah kalau jiwa krama-nya belum kuat dan militan nindihin Bali hal tersebut justru akan merongrong dari dalam. Pura dan banjar yang bagus harus dimanfaatkan maksimal untuk pelestarian adat, budaya dan meningkatkan kualitas spiritual penganutnya. Pakar adat, budaya dan agama mesti dilibatkan agar anggaran yang ada dialokasikan sesuai prioritas dan terlaksana dengan baik. Bu Vera juga meminta supaya bantuan dana Gubernur Bali ini dalam penggunaannya di lapangan diawasi

dan digunakan dengan baik, jangan sampai dikorupsi. Banyak persoalan di bidang sandang, pangan, papan, kesehatan, jaminan sosial, adat dan budaya yang perlu diperhatikan. Pasar, sekolah, jalan dan jembatan banyak yang rusak juga butuh perbaikan. Mursi mengacungkan jempol atas lima prioritas pembangunan Gubernur Koster. Anggaran untuk bidang adat dan agama harus digunakan maksimal karena Bali memang harus punya ciri khas yang lain dari yang lain di dunia ini. Salah satunya mendirikan pasraman karena di sekolah minim sekali siswa-aiswi mendapat pengetahuan tentang adat Bali dan agama Hindu. Berbeda dengan agama lain yang dari kecil sudah dicekoki ajaran agama. Werdha menyambut baik kebijakan Gubernur Bali ini dan yang paling utama menurutnya harus dilaksanakan dengan serius dan konsisten. Sekarang ini masih banyak pakrimik orang Bali sendiri yang menyatakan susah hidup di Bali, karena aturan adat, pararem dan

awig-awig seperti sabit yang hanya tajam ke dalam tapi tumpul keluar, kecemburuan sosial, pepeson dan aturan awig-awig yang bertentangna dengan hukum positif perlu direvisi. Aturan desa adat janganlah mencekik krama Bali sendiri tapi warga luar leluasa tanpa beban. Surat Gubernur Koster menunjukkan keseriusan seorang kepala daerah dalam menjaga alam lingkungan Bali agar tidak rusak. Budiada juga sangat menghormati kebijakan-kebijakan yang pro-Bali yang sudah banyak ditelurkan Gubernur Koster dalam waktu tiga bulan ini. Langkah awal yang baik dan terlihat perubahannya. Dia berharap bidang perekonomian Bali agar lebih memprioritaskan UMKM untuk rakyat kecil, pertanian dan pariwisata supaya bersinergi, Bali Utara dengan airport barunya nanti mudahmudahan dapat membantu pemerataan kue pembangunan yang selama ini timpang dengan kemajuan Bali Selatan. Selamat berjuang dan bekerja Pak Gubernur, pungkasnya. (arya adhikara)


balipost (170rb Like) http://facebook.com/balipost

Kane Ukir Rekor Gol

Bali Post/afp

London – Harry Kane masuk ke dalam buku rekor lagi ketika Tottenham Hotspur memulai 2019 dengan mengalahkan Cardiff City 3-0 pada pekan ke-21 Liga Utama Inggris di Stadion Cardiff City, Wales, Rabu (2/1) dini hari kemarin. Ia membuat gol pembuka yang merupakan gol kelima berturut-turut pada tahun baru di Liga Primer, menyamai rekor yang dipegang oleh Andy Cole dan Steven Gerrard.

Wozniacki Melaju, Nadal Mundur

Gol yang dibukukan Kane pada menit ke-3 itu m e -

Auckland – Caroline Wozniacki memulai pemanasannya untuk mempertahankan gelar Australia Terbuka dengan kemenangan 6-3, 6-2 atas Laura Siegemund asal Jerman di babak pertama turnamen tenis WTA Auckland Classic, Rabu (2/1) kemarin. Pemain Denmark berusia 28 tahun yang menjadi runnerup di Auckland tahun lalu itu, ingin bertemu Venus W i l liams (AS) d i b a b a k perempatfinal Auckland jika keduanya lolos pada pertandingan babak kedua pada Kamis ini. ‘’Saya tahu bagaimana dia bermain. Dia bermain dengan baik, jadi saya tahu dia siap. Semoga saja kami berdua sampai di sana,’’ kata Wozniacki. Wozniacki akan menghadapi petenis kualifikasi asal Kanada Bianca Andreescu di babak kedua, sedangkan Venus Williams bermain dengan rekan senegaranya Lauren Davis. Dalam pertandingan lainnya, Eugenie Bouchard (Kanada) petenis berusia 30 tahun Bibiane Schoofs (Belanda) dengan skor 6-7 (5/7), 6-4, 6-4 untuk membuat pertandingan perempatfinal melawan juara bertahan Julia Goerges. Goerges menang melawan petenis sesama Jerman Mona Barthel 6-4, 6-4. Sementara itu, Rafael Nadal menarik diri dari turnamen Brisbane International akibat sedikit ketegangan pada paha kirinya. Nadal yang mendapat bye pada putaran pertama, dijadwalkan memainkan pertandingan putaran kedua melawan petenis Prancis Jo-Wilfried Tsonga pada Kamis ini. Setelah berunding dengan dokternya, ia memutuskan mengundurkan diri untuk memastikan bermain di Australia Terbuka akhir bulan ini. Nadal, petenis nomor dua dunia saat ini asap Spanyol, belum memainkan pertandingan utama sejak masalah lutut memaksanya pensiun pada semifinal AS Terbuka melawan Juan Martin del Potro pada September lalu. ‘’Saya merasa baik, tetapi setelah waktu yang lama tanpa berkompetisi, saya merasakan kaki sedikit mengencang di Abu Dhabi. Itu sebabnya saya tidak memainkan laga kedua dan datang ke sini,’’ kata Nadal seraya menyebut para dokter yakin dirnya akan fit untuk bermain di Melbourne. (afp/kmb)

namb a h panjang daftar klub Liga Inggris yang dibobolnya. Ia telah mencetak gol ke semua gawang tim penghuni strata tertinggi Inggris. Pemain 25 tahun ini menyamai rekor untuk catatan gol terbanyak di Liga Inggris yang tercatat pada 1 Januari. Kemenangan atas Cardiff membawa Tottenham bangkit kembali dari kekalahan 1-3 atas Wolves di kandang sendiri pada pekan ke-20. Tambahan tiga poin membawa Spurs menggeser Manchester City dari peringkat kedua klasemen sementara dengan koleksi 48 poin, enam angka di belakang pemuncak Liverpool. Dua gol lainnya dihasilkan Christian Eriksen (12) dan Son Heung-Min (26). ‘’Sangat penting bangkit kembali untuk membangun jalur positif lainnya dan bagi kepercayaan diri kami karena kami akan memulai kompetisi Piala FA dan semifinal Piala Liga melawan Chelsea,’’ kata pelatih

itu ada nama Adi juga harus dicoret,’’ tegasnya. Selain anggaran pada Januari, Kemenpora juga siap memberikan rekomendasi kepada cabang-cabang olahraga yang akan mengajukan lokasi pemusatan latihan nasional di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan. ‘’Izin sudah diberikan dan berlaku sejak Asian Games. Selama untuk pelatnas SEA Games dipersilakan. Tapi belum ada cabang olahraga yang mengajukan surat kepada kami,’’ tambahnya. Gatot menjelaskan, rekomendasi penggunaan Gelora Bung Karno sebagai lokasi pelatnas cabang olahraga jelang SEA Games 2019 merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan tentang penggunaan GBK sebagai lokasi pelatnas, kecuali untuk penyelenggaraan kejuaraan atau kegiatan lain. (ant)

Mauricio Pochettino. Kebangkitan dari kekakalahan juga dilakukan Arsenal. Setelah mendapat pukulan keras 1-5 dari Liverpool, The Gunners mengalahkan Fulham 4-1 dalam pertandingan lainnya. Gelandang Swiss Granit Xhaka mencetak gol keempatnya untuk Arsenal musim ini. Alexandre Lacazette menambahkan gol kedua pada menit ke-55 yang dilanjutkan oleh gol Aaron Ramsey dan PierreEmeri c k Aubameyang. Aboubakar Kamara membalas satu gol untuk Fulham pada menit ke-69. Arsenal belum mencatat clean sheet sejak mengalahkan Huddersfield Town pada 8 Desember lalu, tetapi kemenangan kedua dalam enam pertandingan membuatnya mengoleksi 41 poin untuk tetap bercokol di peringkat kelima klasemen di bawah Liverpool (54), Tottenham (48), Manchester City (47) dan Chelsea (43).

kandang Everton. Pemain berusia 31 tahun ini menunjukkan ketangkasan yang luar biasa setelah mencetak gol pada menit ke-58 yang membuat The Foxes naik ke urutan ketujuh klasemen (34). Vardy yang dikabarkan bersitegang dengan manajer Leicester, Claude Puel, mengatakan tampilan akrobatik itu tidak bersifat spontan. ‘’Aku sudah menyimpannya di lokerku sebentar. Aku menyimpannya untuk acara khusus yang lebih baik daripada tahun baru. Tahun baru, aku yang baru,’’ ujarnya kepada Sky Sports. Meskipun desas-desus tentang hubungan mereka, Vardy telah menjadi pencetak gol paling efektif sejak Puel mengambil alih Leicster pada Oktober 2017. Pukulan dari Leicester membuat Everton menderita empat kekalahan dalam lima pertandingan terakhir. Everton kini berada di urutan 10 klasemen. Manajer Marco Silva mengakui performa timnya jauh dari apa yang dia atau para penggemar inginkan. ‘’Hasil yang mengecewakan, kinerja yang buruk. Kami harus jujur dan melihat permainan dengan jelas. Performa yang buruk sejak menit pertama,’’ ungkapnya. (afp/kmb)

Vardy Sementara itu, Jamie Vardy melakukan perayaan yang menarik ketika golnya memastikan Leicester City menang 1-0 di

Piala Soeratin

Bali United dan PS Badung ke Putaran Nasional Denpasar (Bali Post) Dua tim juara Piala Soeratin Rayon Bali 2018 yakni Bali United U-17 dan PS Badung U-15 mestinya melakoni babak regional meladeni tim juara NTB dan NTT. Kenyataannya hingga akhir tahun 2018, babak regional wilayah Bali dan Nusra belum juga dihelat, sehingga akhirnya diputuskan lolos langsung ke putaran nasional. Direktur Kompetisi Asprov PSSI Bali Gede Made Anom Prenatha di Denpasar, Rabu (2/1) kemarin menerangkan, sedianya babak regional digelar 2-18 Desember tahun lalu. Akan tetapi padatnya agenda PSSI Pusat seperti turnamen AFC U-16 dan U-19 membuat pelaksanaan Piala Soeratin

Anggaran Pelatnas SEAG Turun Januari Jakarta (Bali Post) – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memastikan anggaran pemusatan latihan nasional bagi cabang-cabang olahraga yang akan mengikuti SEA Games (SEAG) ke30 di Filipina akan turun pada Januari 2019. ‘’Secara administratif, kami akan menyiapkan diri. Masalah anggaran mudah-mudahan Januari 2019 sudah digelontorkan,’’ kata Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto di Jakarta, Rabu (2/1) kemarin. Kemenpora akan mengubah struktur komite yang bertugas untuk persiapan atlet pelatnas sesuai Peraturan Presiden No.95 Tahun 2017. ‘’Ketua komite itu masih dijabat Mulyana, tapi dia masih terkena masalah sehingga ketua harus diganti. Selain

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Kamis Pon, 3 Januari 2019

Rafael Nadal

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

putaran nasional molor. ‘’Rencananya putaran nasional Piala Soeatin U-17 dan U-15 diselenggarakan 27 Januari mendatang,’’ jelasnya. Menurutnya, lokasi pertandingan belum diputuskan dan akan dibahas pada Kongres PSSI Pusat di Bali pada 20 Januari. Pesertanya bisa mencapai 32 hingga 34 provinsi. Seluruh kontestan akan dibagi menjadi delapan grup. PSSI Pusat telah mengeluarkan surat bernomor 5615/PGD/2039/XII-2018 perihal pelaksananaan Piala Soeratin U-17 dan U-15 nasional yang ditandatangani Sekjen Ratu Tisha. Isinya, Asprov PSSI diminta melaporkan pelaksanaan Piala Soeratin U-17 dan U-15 paling lambat 27 Desember 2018 lalu. Selain itu, hasil Piala Soeratin dilaporkan kepada PSSI Pusat selambatlambatnya 30 Desember 2018. (022)

Raptors Terus Tekan Bucks Toronto – Kawhi Leonard mencetak 45 poin untuk memimpin Toronto Raptors meraih kemenangan 122-116 atas Utah Jazz dalam lanjutan kompetisi NBA, Rabu (2/1) kemarin. Dengan kemenangan itu, rekor menang-kalah Raptors meningkat menjadi 28-11. Raptors tampil tanpa Jonas Valanciunas dan Kyle Lowry yang cedera. Pascal Siakam menyumbang 28 poin dan 10 rebound, sedangkan Norman Powell menambah 14 poin dari bangku cadangan

untuk Raptors. ‘’Mereka adalah tim yang dilatih dengan baik dan memiliki orang-orang hebat di timnya. Kami hanya mencoba tetap bertahan sampai akhir pertandingan. Kami harus menghentikan serangan mereka dan mencoba kembali mengeksekusi pada akhir serangan,’’ kata Leonard. Kemenangan atas Jazz makin meningkatkan tekanan Raptors pada Milwaukee Bucks yang memimpin klasemen Wilayah Timur dengan rekor 26-10 berkat ke-

menangan 121-98 atas Detroit Pistons. Kemenangan keempat beruntun Bucks ini dihasilkan melalui bantuan 25 poin dari Brook Lopez, 22 dari Khris Middleton dan 18 dari Eric Bledsoe. Bintang Bucks, Giannis Antetokounmpo, hanya membuat 15 poin. Di Denver, triple-double Nikola Jokic dengan 19 poin, 15 assist dan 14 rebound mendorong Nuggets meraih kemenangan 115-108 atas New York Knicks. Jokic membukukan triple-double

ketiganya musim ini untuk Nuggets yang menang ketiga beruntun. Portland Trail Blazers membuka 2019 dengan dramatis lewat kemenangan 113-108 atas Sacramento Kings. Jusuf Nurkic menghasilkan 24 poin, 23 rebound dan 7 assist. Damian Lillard mencetak lima dari 25 poin untuk Trail Blazers pada perpanjangan waktu. Dalam laga lainnya, Los Angeles Clippers ditundukkan Philadelphia 76ers dengan skor 113-119. (afp/kmb)

Pra-PON Silat Dibahas dalam Rakernis IPSI

Bali Post/ist

Ni Made Dwiyanti (kiri) dan Sang Ayu Ketut Sidan Wilantari.

Denpasar (Bali Post) Agenda Pra-PON dan sosialisasi peraturan pertandingan cabang olahraga (cabor) pencak silat akan dibahas dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Pengurus Pusat (PP) IPSI di Padepokan Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta pada Januari ini. Menurut Sekum Pengprov IPSI Bali Nyoman Yamadhiputra, Pra-PON biasanya dibagi dalam tiga wilayah, yakni Timur, Tengah dan Barat. ‘’Apakah pola pembagiannya masih seperti itu atau berubah. Apakah pembagian grupnya seperti Pra-PON sebelumnya atau diundi ulang. Sosialisasi peraturan pertandingan juga dibahas termasuk sistem penilaian yang menggunakan digital,’’ katanya di Denpasar, Rabu (2/1) kemarin. Pihaknya menunggu jadwal Pra-PON karena tahun ini digulirkan Porprov Bali XIV di Tabanan. Jika Pra-PON digelar sebelum Porprov Bali XIV, September mendatang, otomatis akan dilaksanakan selekda. Sebaliknya kalau Pra-PON dihelat usai Porprov, atlet yang diterjunkan berdasarkan hasil hajatan multi-event dua tahunan antarkabupaten dan kota se-Bali. ‘’Yang jelas kami sudah punya atlet andalan,’’ terangnya. Bali memiliki pesilat juara Asian Games yakni Sang Ayu Ketut Sidan Wilantari, Ni Made Dwiyanti (ganda) dan Komang Harik Adi Putra (kelas E) yang baru saja menjadi juara dunia. Selain itu, masih ada pesilat Komang Wahyu Rihartana (kelas G), juara Pomnas. ‘’Mereka bisa membela Bali di ajang PraPON dan PON, sebab masih berumur di bawah 35 tahun,’’ ucap Yama. (022)

Kesebelasan Porprov Tabanan (berdir) dan Bali United U-17.

Bali Post/ist

Bali United U-17 Tundukkan Porprov Tabanan Tabanan (Bali Post) Tim Bali United U-17 yang akan mengikuti putaran nasional Piala Soeratin mengalahkan Porprov Tabanan dengan skor 2-0 dalam latih tanding di Lapangan Beraban, Tanah Lot, Rabu (2/1) kemarin. Ofisial tim sepak bola Porprov Tabanan telah merekrut 30 pemain dari hasil penjaringan sekitar 60 pemain. Ke-30 pemain akan diciutkan lagi menjadi 25 sebagaimana peraturan Asprov PSSI Bali. Sekum Askab PSSI Tabanan

Putu Ugi Darmawan menjelaskan, dari sekitar 60 pemain hasil pemantauan selama Liga Perst Tabanan ditambah beberapa pesepak bola potensial yang berKTP Tabanan. ‘’Kami menyeleksi pemain secara terbuka,‘’ tegasnya. Ke-30 pemain yang lolos seleksi berdasarkan rekomendasi pelatih Ngurah Jovi Saputra, Agung Mas Galih Angkasa, I Gusti Agung Arimbawa dan Casala Pratana telah disetor ke KONI Tabanan. Seleksi berjalan terus atau diber-

lakukan sistem promosi dan degradasi. Sugi Darmawan mematok target juara atau merebut medali emas bagi tim sepak bola Tabanan selaku tuan rumah Porprov Bali XIV, September mendatang. Oleh karena itu, pihaknya setuju skuad Porprov murni pemain U-21 tanpa diisi lima pemain U-25. ‘’Kami mendukung regenerasi pemain,’’ ujarnya. Asprov PSSI Bali akan membahahas soal pemain U-25 pada Senin (7/1) nanti. (022)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook