Skip to main content

Edisi Sabtu 2 Nopember 2019 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis k. nadha

16 HALAMAN

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

NOMOR 78 TAHUN KE 72 Online:http://www.balipost.co.id http://www.balipost.com E-mail: balipost@indo.net.id Iklan/Redaksi/Sirkulasi (0361) 225764, 233801 Faksimile: 227418

Pengemban Pengamal Pancasila Tukad Mati Dipenuhi Eceng Gondok Persoalan yang membelit aliran Tukad Mati, Kuta, terus saja muncul. Tidak hanya sedimentasi, kini eceng gondok mulai memenuhi alur sungai.

balipost http://facebook.com/balipost

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Dua Perusahaan Diberikan SP I

Balita Terperosok ke Sumur

Dikeluhkan warga, dua perusahaan di wilayah Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati didatangi petugas Satpol PP Gianyar. Akibatnya, kedua perusahaan mendapat surat peringatan (SP) I.

Anak berusia dua tahun asal Banjar Tulang Nyuh, Desa Tegak, Ni Putu Santika Dewi, tiba-tiba terperosok ke dasar sumur sedalam sekitar 14 meter, Jumat (1/11) kemarin.

GIANYAR | HAL. 9

BADUNG | HAL. 3

KLUNGKUNG | HAL. 12

Selesaikan Kasus Novel Baswedan Desember 2019

Jakarta (Bali Post) – Kasus penyiraman air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan hingga kini belum terungkap. Presiden Joko Widodo memberikan waktu kepada Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis yang baru saja dilantik untuk menyelesaikan kasus yang terjadi April 2017 itu hingga Desember 2019.

”

Bali Post/ant

KAPOLRI DILANTIK - Presiden Joko Widodo (kanan) menyematkan tanda pangkat kepada Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis saat upacara pelantikan Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Jumat (1/11) kemarin. Idham Azis dilantik menjadi Kapolri menggantikan Tito Karnavian yang diangkat menjadi Mendagri.

Kunjungan Wisman Membaik, Okupansi Hotel Berbintang Stagnan Denpasar (Bali Post) Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa kunjungan wisatawan, baik wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan domestik (wisdom) turun diduga akibat daya tarik Bali yang berkurang. Seiring waktu, pada rilis BPS Jumat (1/11) kemarin didapatkan kesimpulan bahwa daya tarik Bali tidak menjadi masalah. Kunjungan wisman ke Bali juga sudah naik, namun anehnya okupansi rate hotel berbintang tidak membaik. Kepala Badan Pusat Statisk (BPS) Bali Adi Nugroho mengatakan, pada Januari sampai Juli 2019 kunjungan wisdom turun dipengaruhi oleh naiknya harga tiket. Hingga saat ini kunjungan wisdom pada September 2019 belum kunjung membaik. Sebaliknya, kunjungan wisman pada periode Januari – Juli 2019 yang turun sudah pulih atau membaik pada September 2019. Pada September 2019, kunjungan wisman mencapai 590.565 orang, naik 6,24 persen (yoy). Hal. 15 Sudah Pulih

Bali Post/eka

WISATAWAN - Sejumlah wisatawan hendak naik ke kapal penyeberangan di pelabuhan Pulau Serangan, Denpasar. Kunjungan wisman ke Bali juga sudah naik, namun anehnya okupansi rate hotel berbintang tidak membaik.

Harian Bisnis Bali Strategi Pemasaran Jadi Keharusan Menyusun strategi pemasaran produk agar mendapatkan calon pembeli dan mampu bersaing menjadi keharusan. Apa saja bentuknya? www.bisnisbali.com

Harian DENPOST Pembuang Bayi Diduga Hamil Lagi Terdakwa pembuang bayi, Ni Ketut Juniari (21), yang ditahan bersama pasangannya, I Kadek Sugita (19), diduga hamil lagi. www.denpostnews.com

Saya sudah sampaikan ke Kapolri baru, saya beri waktu sampai awal Desember,’’ kata Presiden Jokowi dalam acara diskusi mingguan dengan wartawan kepresidenan di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (1/11) kemarin. Sebelumnya pada 19 Juli 2019, Presiden Joko Widodo memberikan waktu tiga bulan kepada Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian untuk menyelesaikan kasus tersebut. Waktu tiga bulan itu lebih singkat dari target enam bulan yang disampaikan Kapolri sebagai masa kerja tim teknis yang akan melanjutkan hasil temuan Tim Pencari Fakta (TPF). Namun hingga lewat Oktober 2019, pelaku penyerangan belum terungkap juga. Namun, Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis memilih untuk tidak berkomentar mengenai kelanjutan pengusutan penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Seusai dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara Jakarta pada Jumat kemarin, Idham hanya menyampaikan bahwa Presiden memintanya untuk bekerja. ‘’Bapak presiden menyampaikan kepada

saya kerja, kerja dan kerja,’’ kata Idham. Saat ditanya soal kelanjutan perkara Novel, Idham langsung meninggalkan wartawan dan meminta Kadiv Humas Polri Irjen Pol. M Iqbal untuk berbicara. ‘’Institusi Polri itu berjalan siapa pun Kapolri-nya, ini adalah sistem secara organisasi. Kapolri tetap jabatan yang secara sistemik melakukan pekerjaan, ada tugas dan tanggung jawab sesuai dengan job desc sehingga kalau ada pergantian terus jalan, bukan kepada person-nya, tetapi pada jabatannya,’’ kata Iqbal. Iqbal menegaskan bahwa Kapolri 20162019 Tito Karnavian sudah berjanji untuk menyelesaikan kasus tersebut. ‘’Pak Kapolri yang kemarin sudah sampaikan bahwa dia akan memerintahkan Kabareskrim yang baru, dan segera akan ditunjuk Insya Allah beberapa hari lagi dan Kabareskrim yang baru akan diperintahkan untuk segera menuntaskan kasus Novel Baswedan,’’ tambah Iqbal. Iqbal juga mengaku bahwa tim teknis Polri masih terus bekerja sampai sekarang. (ant)

Pertemuan Surya Paloh-Sohibul Iman

Jokowi: Tidak Perlu ’’Baper’’

Jakarta (Bali Post) – Elite politik kembali melakukan manuver. Kali ini Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh bertemu dengan Presiden PKS Sohibul Iman. Surya Paloh menurut beberapa kalangan memperlihatkan gejala mulai berseberangan dengan partai pendukung koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin. Sementara PKS telah menentukan pilihan menjadi oposisi. Pertemuan yang sarat makna politik tersebut ditanggapi Presiden Jokowi dengan mengatakan tidak perlu ‘’baper’’ alias bawa perasaan terkait pertemuan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Presiden PKS Sohibul Iman di kantor PKS pada Rabu (30/10). ‘’Mungkin Pak Surya Paloh sudah lama tidak ketemu Pa Sohibul Iman, mungkin dengan saya tidak begitu kangen, biasa saja, tidak perlu dibawa ke perasaan,’’ kata Presiden Jokowi dalam acara diskusi mingguan dengan wartawan kepresidenan di Istana Merdeka. Dari pertemuan Surya Paloh dan Sohibul Iman tersebut, dihasilkan kes-

epahaman kedua partai yang sama-sama menghargai pilihan politik masing-masing tetapi tetap berjuang bersama memperkuat demokrasi. ‘’(Perte-

muannya) biasa saja, partai ketemu partai biasa, sesama tokoh politik ketemu ya… biasa, biasa sekali, tidak ada masalah. Jangan dikaitkan NasDem ketemu

PKS lalu koalisi rapuh apa hubungannya? Tidak ada hubungannya,’’ tambah Presiden. Presiden pun menilai demi kebaikan negara, pertemuan tersebut pun baik. ‘’Untuk kebaikan bangsa, kebaikan negara, ketema-ketemu menurut saya baik saja,’’ ungkap Presiden. Pertemuan antara Surya Paloh dan Sohibul Iman tersebut dimulai pada 16.00 WIB dan berakhir sekitar 17.03 WIB yang menghasilkan tiga nota kesepahaman. Pertama, kedua partai saling menghormati sikap konstitusional dan pilihan politik masing-masing. Partai NasDem menghormati sikap dan pilihan politik PKS untuk berjuang dari luar pemerintahan. Di saat yang sama, PKS

juga menghormati sikap dan pilihan politik NasDem di dalam pemerintahan. Kedua, mereka sepakat menjaga kedaulatan NKRI dengan menjalankan nilainilai Pancasila dan UUD RI Tahun 1945 dengan baik dan benar, keluhuran akhlak dan keteladanan para elite sebagai dasardasar kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Keduanya juga tidak memberikan tempat kepada tindakan separatisme, komunisme, terorisme, radikalisme, intoleransi, dan lainnya yang bertentangan dengan empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Ketiga, kedua partai menyadari bahwa takdir sosiologis dan historis bangsa Indonesia adalah warisan sejarah kerja sama para pendiri bangsa antara kelompok nasionalis yang memuliakan nilai-nilai kebangsaan dengan kelompok Islam yang memegang teguh nilai-nilai agama. (ant)

PERTEMUAN NASDEM-PKS - Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem) Surya Paloh (kiri) berpelukan dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman usai menyampaikan hasil pertemuan tertutup kedua partai di DPP PKS, Jakarta, Rabu (30/10).

Solusi Masalah Sampah

Pembuatan TPA Baru Berpotensi Ditolak Warga Solusi masalah sampah dengan membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) baru dinilai bukan yang terbaik. Di samping akan ditolak warga yang berada dekat lokasi, daya tampung TPA pasti ada batasnya. Melakukan perubahan paradigma masyarakat soal sampah dengan membudayakan pemilahan di sumbernya akan efektif mengurangi masalah sampah, karena TPA seharusnya hanya untuk mengelola residunya saja. Ini berarti pola ‘’Angkut-Buang’’ harus diganti ‘’Pilah di Sumber’’.

Forum Komunikasi Pegiat Lingkungan membuat pernyataan sikap terkait penutupan TPA Sarbagita Suwung beberapa waktu lalu serta soal pengelolaan sampah di Bali. Permasalahan sampah di Pulau Dewata dikatakan sudah memasuki fase darurat. Oleh karena itu, perubahan pola lama yakni ‘’angkutbuang’’ ke pola baru ‘’pilah di sumber’’ menjadi hal yang tidak bisa ditunda lagi. Anggota DPR-RI I Nyoman Parta selaku pembina forum dikonfirmasi Jumat (1/11) kemarin mengaku sepakat dengan para pegiat lingkungan tersebut. ‘’Saya setuju sampah sudah urusan darurat, yang di TPA

ditolak warga. Kalau membuat TPA baru pasti juga ditolak,’’ ujar anggota Komisi VI DPR-RI ini. Menurut Parta, pembangunan TPA baru seperti alternatif solusi yang ditawarkan Pemprov Bali khususnya Gubernur, sebetulnya bisa dilakukan. Namun dengan catatan hanya untuk menampung residu saja sekitar 30 persen. Selain itu, harus dipastikan juga residu tersebut bisa diolah menjadi sesuatu. Hal. 15 Susah Dibenahi OVERLOAD - Aktivitas pemulung di TPA Suwung yang sudah overload.


Sabtu Umanis, 2 November 2019

Stok Pangan Asal Hewan Terjamin

Bali Post/eka

DAGING AYAM - Salah seorang pedagang tengah menyiapkan daging ayam yang dipesan pembeli di Pasar Badung, Denpasar.

FIGUR Tak Boleh Bermasalah KENAIKAN iuran BPJS Kesehatan bagi peserta mandiri per 1 Januari 2020 mesti berbanding lurus dengan kualitas pelayanannya yang semakin meningkat. Beban yang ditanggung BPJS Kesehatan bisa jadi cukup besar sehingga harus ditutupi dengan kenaikan tersebut. Namun, pelayanan publik yang diberikan jangan sampai bertambah buruk. “Kita berharap tentu dengan kenaikan itu pelayanan BPJS tidak lagi bermasalah. Itu yang paling penting. Jangan sampai kenaikan BPJS justru menambah ruwetnya pelayanan,” ujar Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab, Kamis (31/10) lalu. Selain itu, kata dia, BPJS Kesehatan agar segera mengumumkan apa saja yang menjadi indikator kenaikan iuran tersebut. Apalagi publik di lapangan kerap bingung saat datang ke rumah sakit untuk berobat. Sebab, ada pengobatan yang ternyata tidak di-cover BPJS Kesehatan. Begitu juga ada keluhan obat habis dan sebagainya. “Di sini publik menilai kok BPJS buruk sekali pelayanannya. Artinya, ke depan dengan kenaikan itu, BPJS harus segera mengumumkan covering-covering apa yang bisa dibayar oleh BPJS, sehingga publik tidak mengalami hambatan di dalam memperoleh pelayanan di faskes maupun rumah sakit,” jelasnya. (rin)

Konsumsi Beras Masih Tinggi

Masyarakat Didorong Olah Makanan Nonberas

Denpasar (Bali Post) Setiap tahunnya lahan pertanian di Bali, khususnya dan Indonesia pada umumnya menyusut. Meski pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan produksi beras di tengah penyusutan lahan, bukan tidak mungkin ke depan produksi beras tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat. Karenanya, untuk mengurangi ketergantungan akan beras ini, pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan mendorong masyarakat untuk mulai beralih ke makanan non beras. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Bali Ir. I Wayan Jarta, M.M. mengatakan, saat ini konsumsi beras di Bali mencapai 98,3 kilogram per kapita per tahun. “Konsumsi beras ini masih tinggi. Pada tahun 2023 akan ditekan menjadi 85 kilogram per kapita per tahun,’’ ujar Jarta, Jumat (1/11) kemarin. Selain adanya penyusutan lahan pertanian, kata Jarta, pengurangan konsumsi beras ini untuk lebih menyehatkan masyarakat. Sebab, banyak penyakit yang bisa terjadi akibat kelebihan konsumsi beras seperti diabetes, obesitas, dan lainnya. Dikatakan, langkah untuk mengurangi konsumsi beras di masyarakat ini adalah dengan mendorong masyarakat mulai mengkonsumsi makanan non beras. Untuk ini, terlebih dahulu perlu adanya pemenuhan produksi pangan non beras. “Kalau hendak mendorong masyarakat mengkonsumsi pakan non beras, tentu harus ada produksinya. Saat ini pihak dinas sedang mendorong masyarakat untuk memproduksi tepung mokaf yang berbahan dasar ubi kayu,” ujarnya. Menurut Jarta, pengembangan ubi kayu yang nantinya akan dijadikan tepung mokaf ini sedang dikembangkan oleh salah satu kelompok tani di Desa Mukti, Buleleng. Dengan tepung mokaf ini bisa dijadikan berbagai macam makanan, seperti mi, kue kering dan sebagainya. Ke depan selain ubi kayu juga akan didorong penanaman keladi. Selain meningkatkan konsumsi makanan non beras, Dinas Ketahanan Pangan juga mendorong masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok dapurnya secara mandiri dengan menggandeng Kelompok Wanita Tani (KWT). Mereka didorong memanfaatkan pekarangannya untuk ditanami kebutuhan dapur yang berpengaruh pada inflasi harga bahan pokok seperti cabai dan bawang. “Untuk tahun ini saja sudah disebarkan 19.000 bibit cabai ke KWT seluruh Bali. Selain cabai, di pekarangan juga diharapkan ditanam pangan non beras seperti keladi dan ubi kayu sesuai potensi lahan masing-masing,” katanya. (kmb24)

Denpasar (Bali Post) Dua bulan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yakni Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) memastikan bahwa stok pangan asal hewan yang terdiri dari daging ayam dan telur ayam ras serta daging sapi dalam kondisi aman. Hal itu dilontarkan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan I Ketut Diarmita, belum lama ini. Berdasarkan laporan realisasi produksi secara online dari para pelaku usaha perunggasan periode JanuariOktober 2019, kata Diarmita, potensi produksi November-Desember 2019 serta data konsumsi daging ayam ras sesuai hasil Survei Bahan Pokok (Bapok) BPS 2017 sebesar 12,13 kilogram per kapita per tahun. Maka dapat diperkirakan bahwa kebutuhan daging ayam tahun 2019 adalah sebesar 3.251.745 ton. Sedangkan ketersediaan daging ayam adalah 3.526.991 ton. Selama 2019 ini diperkirakan terdapat surplus produksi daging ayam sebesar 275.246 ton atau rata-rata surplus sebesar 22,937 ton per bulan. “Surplus ini merupakan potensi yang bisa dikelola lebih lanjut menjadi sumber devisa melalui ekspor ataupun diolah menjadi

produk olahan untuk menambah nilai jualnya,” ujarnya. Diarmita menambahkan, konsumsi telur ayam ras sesuai dengan hasil survei Bapok BPS 2017 sebesar 17,69 kilogram per kapita per tahun. Sehingga kebutuhannya diperkirakan sebesar 4.742.240 ton. Sedangkan ketersedian telur ayam ras di Indonesia sebesar 4.753.382 ton. Hal ini berarti masih ada neraca surplus sebesar 11.143 ton atau 929 ton per bulan. “Ini salah satu contoh lain, dimana surplus telur ini seharusnya kita kelola untuk meningkatkan nilai tambah melalui pengembangan industri olahan telur dalam negeri,” katanya. Berdasarkan perhitungan kebutuhan dan ketersediaan untuk daging sapi pada 2019, kata Diarmita kebutuhan nasional diperkirakan sekitar 686.271 ton dengan asumsi konsumsi sebesar 2,56 kilogram per kapita per tahun. Ketersediaan daging sapi berdasarkan produksi dalam negeri sebesar 404.590 ton yang dihasilkan dari 2,25 juta ekor sapi yang dipotong. Berdasarkan data tersebut, masih diperlukan tambahan sebanyak 281.681 ton yang dipenuhi melalui impor daging sapi sebanyak 92 ribu ton, daging kerbau 100 ribu ton, dan sapi bakalan sebanyak 500 ribu ekor setara 99.980 ton daging.

Diarmita menambahkan, pada Oktober-Desember 2019 diperkirakan kebutuhan daging sapi sebesar 168.870 ton. Sedangkan ketersediaan daging sapi lokal sebesar 99.558 ton. Stok sisa akan dipenuhi dari stok sapi bakalan di feedlotter per 28 Oktober 2019 sebanyak 216.544 ekor, stok daging sapi impor, stok daging kerbau impor, dan stok jeroan dengan total keseluruhan sebanyak 77.060,51 ton. Hal ini berarti. pada Oktober-Desember 2019 terdapat surplus persediaan daging sebesar 7.748,51 ton. “Dengan data tersebut, saya yakin sampai akhir tahun ini stok daging sapi kita mencukupi,” tegasnya. Menurut Diarmita, Indonesia sudah mandiri dalam penyediaan protein hewani dalam negeri. Kebututuhan daging ayam dan telur ayam ras sepenuhnya merupakan produksi dalam negeri, bahkan masih ada surplus. Namun khusus untuk daging sapi, ketersediaannya masih memerlukan dukungan impor. Ia meyakini, dengan program pengembangan sapi yang dikerjakan pemerintah saat ini, swasembada daging sapi dapat tercapai pada tahun 2026. “Kami harapkan dengan ketersediaan stok pangan asal hewan yang cukup ini, harga semestinya tetap stabil sampai akhir tahun nanti, dan konsumen bisa tenang,” ujarnya. (kmb42)

Dewan Dorong Penggantian Pipa Uzur Denpasar (Bali Post) -

Sejumlah persoalan masih dialami Perumda Air Minum Tirta Sewaka Dharma (PDAM) Denpasar, belum tertangani dengan baik. Selain masih kekurangan air baku, masalah kebocoran yang tinggi juga belum mampu teratasi dengan baik. Kebocoran ini akibat umur pipa banyak yang sudah uzur. Sedangkan upaya untuk penggantian pipa memerlukan biaya yang sangat tinggi. Seperti penggantian pipa di jalur Jalan Nangka Selatan sampai SPAM Blusung memerlukan biaya Rp 105 miliar. Hal ini mengemuka dalam kunjungan Komisi II dan IV DPRD Denpasar ke Perumda Air Minuman Tirta Sewaka Dharma, Jumat (1/11) kemarin. Kunjungan ini dipimpin Ketua Komisi II Wayan Suadi Putra didampingi Ketua Komisi IV Wayan Duaja diikuti anggota kedua komisi. Mereka diterima jajaran Direksi perusahaan daerah milik Pemkot Denpasar tersebut. Direktur Teknik Perumda Tirta Sewaka Dharma Putu Yasa dalam kesempatan tersebut memaparkan masih kekurangan bahan baku untuk memberikan pelayanan Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

kepada masyarakat. Kondisi ini diperparah lagi dengan tingkat kebocoran pipa yang cukup tinggi. Karena ratarata pipa yang digunakan saat ini sudah terpasang sejak tahun 1974-1976. Mendengar pemaparan ini, anggota Komisi II Wayan Gatra menilai sampai saat ini pelayanan perusahaan daerah ini belum mampu sesuai dengan misinya, yakni pelayanan prima. Hal ini terlihat dari cakupan layanan yang masih kecil dan pasokan air yang juga kurang. “Jadi kalau sekarang mau nambah pelanggan, bagaimana nanti melayani. Kalau sekarang saja dengan cakupan layanan 54,12 persen airnya sudah kecrat-kecrit, ini kan masalah krusial,” ujar mantan Kadisperindag Denpasar ini. Anggota lainnya, Putu

Bali Post/kmb12

PERUMDA - Suasana pertemuan Komisi II dan IV DPRD dengan Perumda Air Minum Tirta Sewaka Dharma, Jumat (1/11) kemarin. Oka Mahendra dan Wayan Sutama, mendesak agar Perumda segera bisa melakukan peremajaan pipa. Karena bila ini dibiarkan persoalan Perumda akan terus berulang. Bahkan setiap dewan turun ke konstituen, selalu mendapat keluhan serupa, yakni layanan air yang kecil. “Ini keluhan yang terus

berulang,” ujar Putu Oka Mahendra. Putu Yasa mengakui pihaknya sudah melakukan planning terkait skema pembiayaan penggantian pipa. Sedangkan untuk yang kekurangan produksi, itu terjadi di kawasan Denpasar Utara. Ini akibat sumber air Petanu lebih rendah dari ka-

wasan Denpasar Utara. Direktur Umum Luh Putu Sri Utami mengakui telah memiliki beberapa skema pembiayaan untuk pergantian pipa. Seperti bantuan pusat, serta pola lain yang memenuhi syarat. Hanya dari pusat tidak bisa diberikan penuh, kemungkinan akan bertahap. (kmb12)

Dukungan Calon Perseorangan Ditetapkan 39.452 Jiwa Denpasar (Balipost) KPU Denpasar menetapkan sebanyak 39.452 jiwa untuk syarat dukungan bagi calon perseorangan di Kota Denpasar. Jumlah itu diputuskan dalam rapat pleno beberapa waktu lalu, dituangkan dalam SK Nomor 483/PL.02.2-Kpt/5171/ Kota/X/2019 tentang Penetapan Jumlah Dukungan Minimal Persyaratan dan Persebaran Pasangan Calon Perseorangan pada Pemilihan

Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar Tahun 2020. Dikonfirmasi Jumat (1/11) kemarin, Ketua KPU Denpasar Made Arsajaya mengatakan, pleno penetapan dilakukan 26 Oktober lalu, sesuai PKPU Nomor 15 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020. Berdasar-

kan Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang digunakan pada pemilihan umum terakhir (Pemilu Serentak 2019) jumlah DPT di Kota Denpasar 464.132 jiwa. Maka berdasarkan UU Nomor 10 Tahun 2016 pasal 41 ayat (2) hurf b. kabupaten/ kota dengan jumlah penduduk yang termuat pada daftar pemilih tetap lebih dari 250.000 sampai dengan 500.000 jiwa harus didukung paling sedikit 8,5 persen. Dengan demikian, 464.132 X 8,5 persen menjadi

atau sama dengan 39.451,22. Mengacu pada PKPU Nomor 3 Tahun 2017 pasal 10 ayat (3), dalam hal hasil penghitungan sebagaimana dimaksud ayat (1) dan ayat (2) menghasilkan angka pecahan dilakukan pembulatan ke atas. “Maka syarat dukungan minimal untuk calon perseorangan untuk Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota di Kota Denpasar tahum 2020 adalah sejumlah 39.452 jiwa dan persebarannya lebih di 50

persen kecamatan di Kota Denpasar,” katanya. Sementara untuk tahapan pencalonan perseorangan akan dilakukan penyerahan syarat dukungan pada 11 Desember 2019 – 5 Maret 2020. Terkait apakah akan ada calon perseorangan dalam pilkada serentak untuk Kota Denpasar, Arsajaya mengatakan sampai saat ini belum ada yang berkonsultasi soal calon perseorangan ke KPU Kota. (kmb16)

Melanggar, Puluhan Motor Pelajar Diamankan

Topik : tpa baru berpotensi ditolak warga Bali Post/ist

DIAMANKAN – Sejumlah sepeda motor yang dikendarai pelajar diamankan polantas karena melanggar aturan.

Denpasar (Bali Post)Kemacetan terjadi karena digelar pembukaan Porsenijar di GOR Ngurah Rai, Denpasar. Ribuan pelajar menghadiri acara tersebut, tapi tidak sedikit yang melanggar aturan lalu lintas. Alhasil, sekitar 30 sepeda motor yang dikendarai pelajar diamankan polisi. “Banyak pelanggarannya, makanya motornya kami angkut,” tegas Wakasat Lantas Polresta Denpasar Iptu Kanisius, Jumat (1/11) kemarin. Menurut mantan Kasatlantas Polres Badung ini, pelanggaran yang dilakukan pelajar tersebut di antaranya knalpot brong, membawa bendera, motor tidak dilengkapi spion, berkendara tanpa helm, dan tidak punya SIM C. “Knalpot brong kan bising, jadinya mengganggu kenyamanan pengendara kendaraan lainnya,” ungkapnya. Puluhan motor tersebut lalu dibawa ke Mapolresta Denpasar. Sementara pengendaranya diberi surat tilang. Kasinisus mengimbau pengendara sepeda motor supaya tertib berlalu lintas. “Kalau belum punya SIM, jangan nekat bawa sepeda motor. Padahal, kami rutin ke sekolah-sekolah menyosialisasikan aturan dan tata tertib berlalu lintas,” ujarnya. Kanisius menegaskan, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi supaya kesadaran tertib berlalu lintas di kalangan pelajar meningkat. Selain itu, ia berharap para orangtua dan pihak sekolah ikut memberi pemahaman kepada anak atau siswanya. (kmb36)


Sabtu Umanis, 2 November 2019

Bupati Giri Prasta Pimpin Gertak di Munggu Rencanakan Sungai untuk Tubing

BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta memimpin langsung Gerakan Serentak (Gertak) Badung Bersih di aliran sungai di Banjar Gambang, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Jumat (1/11) kemarin. Bupati Giri Prasta bersama anggota DPRD I Wayan Edi Sanjaya, jajaran pegawai Kecamatan Mengwi dan masyarakat turun langsung membersihkan aliran irigasi Subak Munggu Cemagi sepanjang 2 km hingga ke Banjar Pandean, Munggu. Bupati Giri Prasta menyampaikan, Gertak Badung Bersih merupakan kegiatan rutin Pemkab Badung bersama masyarakat setiap Jumat awal bulan di seluruh kecamatan, desa hingga banjar seKabupaten Badung. Melalui Gertak, Bupati berkomitmen di tahun 2021 Badung mandiri pengelolaan sampah. Dalam

hal ini sampah akan dikelola secara mandiri di tempatnya. ‘’Bahkan di setiap banjar yang ada di Badung sudah terbentuk Bank Sampah Mangu Srikandi yang nantinya akan betul-betul dilihat sampah itu adalah berkah dan sampah itu adalah rupiah,’’ ujar Bupati Giri Prasta seraya menegaskan, bahwa ibu-ibu Srikandi yang duduk dalam Direktur dan pengurus bank sampah di tahun 2020 akan digaji. Di samping itu direncanakan hasil dari pengolahan sampah organik dan anorganik bisa untuk dibarter biaya listrik dan air. Dikatakannya, pola pikir sekarang yaitu bagaimana menjadikan sungai dan saluran irigasi menjadi tampak depan Kabupaten Badung, sehingga sungai dan aliran sungai harus dijaga dan dilestarikan. Jika ada pembangunan dalam bentuk apapun,

sempadan sungai dan sempadan irigasi harus tetap bersih dan asri. Selanjutnya, untuk irigasi yang ada di banjar setiap hulunya harus ada perangkap sampah sehingga masyarakat cukup mengambil sampah pada perangkap sampah itu. Jika semua saluran sungai sudah bersih, Bupati merencanakan menjadikan sungai untuk tubing dengan menggunakan saluran irigasi free cast di samping bisa dijadikan untuk ekonomi kerakyatan berupa budi daya ikan air deras yang setiap tahun atau enam bulan sekali bisa panen raya bersama masyarakat setempat. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan rasa memiliki di masyarakat. ‘’Ini merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk bekerja bersama secara cepat, cerdas, dan tun-

tas mewujudkan kebersihan, utamanya di saluran sungai dan irigasi masyarakat,’’ ujar Giri Prasta seraya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Munggu. Tak lupa ia mengapresiasi Camat, Perbekel dan Bendesa Adat yang sudah menggerakkan semua komponen masyarakat untuk mendukung kegiatan ini. Dikatakan hal ini menandakan seluruh jajaran dan tokoh masyarakat sudah siap menjadi contoh, bukan memberi contoh. Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Badung Ny. Seniasih Giri Prasta, Kabag Humas Made Suardita, Camat Mengwi I G.N. Jaya Saputra, Perbekel Munggu I Ketut Darta, Kepala UPT Disdik Mengwi I Wayan Koper, PGRI Kecamatan Mengwi, serta tokoh-tokoh masyarakat Desa Munggu. (ad13)

GERTAK - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta memimpin langsung Gertak Badung Bersih di aliran sungai di Banjar Gambang Desa Munggu Kecamatan Mengwi, Jumat (1/11) kemarin.

Tukad Mati Dipenuhi Eceng Gondok Mangupura (Bali Post) -

Persoalan yang membelit aliran Tukad Mati, Kuta, terus saja muncul. Tidak hanya sedimentasi, kini eceng gondok mulai memenuhi alur sungai. Seperti yang terlihat Jumat (1/11) kemarin, alur sungai terlihat hijau akibat banyaknya eceng gondok. Untuk memperlancar alur sungai, upaya normalisasi terus dilakukan. Namun normalisasi di Kecamatan Kuta ini tidak bisa dilakukan secara menyeluruh.

Bali Post/edi

ECENG GONDOK - Eceng gondok di alur Tukad Mati.

Maksimalkan Produksi

Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Sungai Pantai I Balai Wilayah Sungai Bali Penida (BWSBP) Wayan Riasa, titik yang tidak mendapatkan pengerukan sedimentasi adalah alur dari jembatan Jalan Raya Kuta (sekitar Central Kuta) sampai di belakang Krisna Oleh-oleh Bali, Jalan By-pass Ngurah Rai, Kuta. ‘’Untuk pengerukan sedimentasi, kontraknya dari Sentral Parkir hingga jembatan Jalan Raya Kuta saja. Untuk alur ke selatannya lagi atau sampai belakang Krisna Oleh-oleh, itu belum,’’ katanya. Pihaknya berharap Pemkab Badung bisa berpartisipasi melakukan pemeliharaan

terhadap alur Tukad Mati terutama dalam hal pembersihan alur sungai dari serbuan sampah dan eceng gondok seperti saat ini. Diakuinya, normalisasi alur tersebut dilakukan pada alur-alur yang bersifat urgen dan prioritas. Terutama alur sungai dengan kondisi sedimentasinya tinggi, yang mengakibatkan penyempitan alur sungai. ‘’Sebelumnya, alur Tukad Mati dari titik belakang Sentral Parkir hingga jembatan Jalan Raya Kuta direncanakan tidak terjamah. Namun karena kebetulan ada pekerjaan yang pembiayaannya bisa digeser, maka alur tersebut akhirnya bisa terjamah,’’ bebernya. (kmb23)

Penataan Lapangan Lagoon

Petani akan Tribun Penonton Direncanakan Dibangun Tahun 2020 Diberikan Bantuan Pupuk dan Bibit Mangupura (Bali Post) Guna maksimalkan produksi pertanian di wilayah Abiansemal, Kodim 1611/Badung mengundang penyuluh pertanian ke Balai Banjar Juwet Kamis (31/10) lalu. Tujuannya memberikan kiat-kiat kepada para petani supaya hasil pertanian maksimal. Selain itu, para petani akan diberikan bantuan pupuk dan bibit padi. ‘’Kodim 1611/Badung sebagai penyelenggara kegiatan penyuluhan dalam rangka pembinaan teritorial terpadu tahun 2019. Kami mengundang PPL Desa Jagapati BPP Kecamatan Abiansemal Gagus Rai Parwata. Hadir juga Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Badung I Made Mertayasa,’’ ujar Pasiter Kodim 1611/Badung Kapten Inf. I Wayan Suara, Jumat (1/11) kemarin. Menurut Kapten Suara,

penyuluhan tersebut dilaksanakan pukul 19.00 Wita. Dalam penyuluhannya, Rai Parwata mengatakan dengan kegiatan dilaksanakan Kodim 1611/Badung ini, pihaknya dari Dinas Pertanian Badung khususnya Balai Penyuluhan Pertanian Abiansemal sangat senang. Kelak kegiatan seperti ini menjadi program dinas. ‘’Tahun 2019 ini ada bantuan pupuk organik subsidi dan non subsidi,’’ ujarnya. Sedangkan pada kesempatan tersebut Kapten Suara menyampaikan, bantuan pupuk tersebut diharapkan terserap dengan baik. ‘’Selanjutnya bantuan yang akan diberikan dari Dinas Pertanian berupa pupuk dan bibit padi. Diharapkan bantuan tersebut dimanfaatkan semaksimal mungkin dan dijaga bersamasama,’’ tegas mantan Danramil Petang ini. (kmb36)

Bali Post/ist

PENYULUHAN - Para petani mengikuti penyuluhan pertanian di Balai Banjar Juwet, Abiansemal.

Mangupura (Bali Post) Penataan dan penanaman rumput di Lapangan Lagoon, Nusa Dua, Kecamatan Kuta Selatan, telah rampung. Pembangunan pun akan dilanjutkan, seperti pembangunan tribun penonton yang rencananya dikerjakan tahun 2020 mendatang. Penataan Lapangan Lagoon dilakukan secara bertahap oleh Pemkab Badung. Sebelumnya, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung melakukan penataan

bagian depan lapangan yang meliputi pembuatan pelang nama termasuk warung. Untuk penataan awal itu, Pemkab Badung mengalokasikan anggaran Rp 1,8 miliar. Dalam rangka melanjutkan penataan di bagian dalam lapangan, Pemkab Badung kembali mengucurkan anggaran Rp 1 miliar untuk pemasangan rumput berstandar internasional dan tribun yang terbuat dari kayu. Kepala Dinas PUPR Badung Ida Bagus Surya Suamba mengatakan, apabila tidak ada

kendala anggaran, penataan lanjutan khususnya pembuatan tribun penonton akan dilaksanakan tahun 2020. Sejauh ini pihaknya masih menunggu persetujuan anggaran. ‘’Harapannya, itu bisa masuk agar penataan keseluruhan mulai dari paving, pelang, rumput dan tribun itu selesai semua. Sehingga bisa difungsikan,’’ katanya belum lama ini. Penanaman rumput dilaksanakan awal Agustus lalu. Saat ini pemenang tender melakukan perawatan. (kmb23)

Pemkab Diminta Cari Solusi Atasi Persoalan Sampah

Mangupura (Bali Post) Kalangan DPRD Badung angkat bicara menyikapi permasalahan sampah yang belum teratasi. Dewan meminta permasalahan sampah harus segera dicarikan solusi untuk mencegah adanya masalah baru. Ketua Komisi IV DPRD Badung I Made Sumerta, Jumat (1/11) kemarin mengungkapkan, pascakebarakan hebat TPA Suwung, Kabupaten Badung dijatah 15 truk sampah untuk dibuang di TPA tersebut. Sisanya sampah dibuang sementara

di lahan kosong dekat kawasan hutan mangrove, Tuban. Menurutnya, sebagai kawasan pariwisata, Tuban tidak cocok untuk tempat sampah karena berada dekat dengan permukiman serta hutan mangrove. Terlebih lagi, kawasan tersebut merupakan jalur menuju Bandara Gusti Ngurah Rai. ‘’Karena bagaimanapun juga aktivitas angkut sampah menuju lokasi pembuangan di Tuban akan menganggu pengguna jalan khususnya para wisatawan. Jika dibiarkan berlama-lama

akan berdampak pada citra pariwisata itu sendiri,’’ jelasnya. Kendati demikian, dewan masih mentorelir tempat pembuangan sementara di Tuban akibat adanya pembatasan kuota pembuangan sampah di TPA Suwung. Namun, dia berharap tidak ada perpanjangan waktu untuk menitipkan sampah di tempat tersebut. ‘’Sampah-sampah yang ada di Tuban itu jika memungkinkan dikelola sehingga tidak menyebarkan bau busuk,’’ tegas Sumerta. (kmb27)

Bali Post/edi

PENATAAN - Perawatan rumput di lapangan Lagoon, Nusa Dua.


Sabtu Umanis, 2 November 2019

A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G

Jaya Negara Buka DTIK Festival 2019

Tekankan Inovasi Teknologi, Kreativitas Tanpa Henti FESTIVAL berbasis teknologi bertajuk ‘’Denpasar Teknologi Informasi dan Komunikasi’’ (DTIK) kembali digelar. Ajang kreativitas tahunan yang digagas Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Denpasar ini dibuka Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara bersama Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede yang ditandai dengan pemukulan drum di area Taman Kota Lumintang, Denpasar, Kamis (31/10) malam. Festival ini akan berlangsung hingga 3 November 2019 dengan penataan sedemikian rupa agar seluruh peserta maupun pengunjung merasa nyaman saat berkunjung. Dalam kesempatan tersebut Wawali Jaya Negara meninjau langsung pameran inovasi teknologi DTIK Festival 2019. Hadir dalam kesempatan tersebut Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara, pimpinan OPD serta insan kreatif teknologi Kota Denpasar. Wakil Wali Kota IGN Jaya Negara ditemui usai DTIK Festival mengatakan bahwa festival ini merupakan ajang tahunan di bidang teknologi informasi dan komunikasi. Tentunya dari pelaksanaan kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan ekosistem

yang berbasis teknologi sebagai upaya mendukung tumbuhnya start up baru di Kota Denpasar. Mengingat saat ini kita sedang menghadapi Revolusi Industri 4.0 dengan teknologi dan digitalisasi sebagai elemen penting di dalamnya. ‘’Tadi saya sudah meninjau stan pameran, begitu kreatif anak muda sekarang, tentunya hal ini harus kita apresiasi bersama sebagai sebuah kemajuan dan keunggulan SDM,’’ papar Jaya Negara. Jaya Negara menekankan dari gelaran DTIK Festival ini diharapkan mampu menjadi wahana bagi kreator teknologi untuk berinovasi dalam mendukung pengembangan karya menuju SDM unggul. Sehingga selain dapat menjadi peluang usaha, inovasi juga mampu mendukung eksistensi serta keberlanjutan dalam era persaingan global saat ini. ‘’Seperti kita ketahui bersama bahwa peran teknologi saat ini sangatlah penting, namun lebih penting lagi bagaimana kita mampu memanfaatkan teknologi itu untuk memberikan kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, dan juga bagaimana kita mampu memastikan bahwa teknologi dapat menjadi peluang usaha dengan membangun ekosistem bisnis, sehingga mampu menumbuh-

kan start up baru, dan yang tak kalah penting juga adalah menjaga keberlanjutan hasil kreativitas teknologi dengan terus berinovasi tanpa henti,’’ ujar Jaya Negara. Kadis Kominfo dan Statistik Kota Denpasar I Dewa Made Agung didampingi Kabid PIP Gede Wirahadikusuma Wahyudi menjelaskan, pelaksanaan DTIK Festival ini dimaksudkan untuk menggairahkan serta menarik minat masyarakat Kota Denpasar, universitas, komunitas serta para pengusaha di bidang teknologi untuk berkreasi dan berinovasi serta membuka wawasan masyarakat menjadi lebih luas terhadap kualitas produk di bidang teknologi, sehingga masyarakat memiliki gambaran serta acuan untuk penggunaan teknologi sebagai penunjang kehidupan sehari-hari. Adapun pada tahun ini mengangkat tema ‘’Think Smart to Live Happily’’ yaitu cara berpikir cerdas untuk mencapai hidup yang bahagia melalui penggunaan teknologi yang tepat guna, untuk dapat membantu kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. ‘’Diharapkan pada Kegiatan DTIK Festival kali ini adalah membentuk ekosistem untuk berkembangnya berbagai start up-start up baru

Tersangka Pembuang Bayi Diketahui Hamil Lagi Bangli (Bali Post) –

Tersangka kasus pembuangan bayi di Banjar Lumbuan, Desa Sulahan, Susut, Ni Ketut Juniari, diduga hamil lagi. Kehamilannya diketahui saat Juniari dititipkan sebagai tahanan oleh Kejari Bangli di Rutan Kelas II Bangli, belum lama ini. Informasi kehamilan tersangka mendapat perhatian beberapa anggota Komisi I DPRD Bangli. Jumat (1/11) kemarin, beberapa anggota dewan yakni Dewa Suamba Adnyana, Made Joko Arnawa dan Ni Wayan Indrawati mendatangi Rutan dan Polres Bangli. Kepala Rutan Kelas II B Bangli I Made Suwendra mengungkapkan, Juniari dan pasangannya, Kadek Sugita, yang juga tersangka pembuangan bayi dititip penahanannya ke Rutan Bangli pada 28 Oktober lalu. Sesuai SOP, saat penerimaan tahanan baru, rutan wajib melaksanakan penggeledahan dan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis. Khusus untuk tahanan perempuan, ada tambahan tes urine. Saat tes tambahan dilakukan, hasilnya menunjukkan Juniari positif hamil. ‘’Kami lakukan tes menggunakan testpack sebanyak tiga kali. Ternyata menunjukkan hasil positif. Untuk memastikannya lagi, kami lakukan tes lagi pada 29 Oktober sebanyak tiga kali, dan hasilnya tetap positif,’’ terangnya. Suwendra mengatakan hasil tes itu kemudian disampaikan ke Kejari Bangli. Pihaknya juga mengundang salah satu anggota Polres Bangli untuk menyampaikan hal

tersebut. ‘’Kami juga melakukan klarifikasi, pengakuan tersangka, mereka pernah melakukan hubungan di ruang tahanan Polres Bangli,’’ ungkapnya. Untuk memastikan kehamilan Juniari, Suwendra sudah bersurat ke Kejari Bangli memohon agar dilakukan pemeriksaan USG di dokter kandungan. Selain itu, dia juga sudah memanggil orangtua kedua tersangka beberapa hari lalu. ‘’Kami panggil orangtua kedua belah pihak untuk diajak membahas masalah ini. Bagaimana solusi ke depannya. Karena ini menyangkut orang hamil,’’ kata Suwendra. Sementara itu, Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi saat dikonfirmasi mengenai hal itu mengatakan kedua tersangka saat diserahkan ke Kejari Bangli dalam keadaan sehat. Sebelum diserahkan, pihaknya tidak melakukan tes kehamilan. Soal pengakuan kedua tersangka yang melakukan hubungan badan di ruang tahanan Polres

Bangli, AKP Sulhadi mengaku tidak tahu soal itu. Pihaknya akan mengecek kebenarannya. Ia menjelaskan, sel tahanan di Polres Bangli terpisah antara sel pria dan wanita. Para tahanan selama ini dibolehkan berjemur setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 10.00 Wita di bagian belakang ruang tahanan. Diakuinya, tidak ada CCTV di ruang tahanan, termasuk bagian belakang. I Kadek Sugita ditahan di Polres Bangli mulai 1 Agustus 2019. Sedangkan Juniari yang merupakan kekasihnya ditahan 16 Agustus. Juniari ditahan belakangan karena sempat menjalani perawatan medis. Sekretaris Komisi I DPRD Bangli Dewa Suamba Adnyana mengatakan, terkait hal itu, pihaknya akan berupaya membantu mencari solusi terbaik bagi keduanya. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kedua orangtua tersangka. Baik Sugita maupun Juniari punya keinginan untuk menikah. (kmb40)

Elnusa Petrofin bertugas sebagai sopir truk tangki Pertamina DK 9558 GR. Truk tangki yang dibawa Murjaya bermuatan 8.000 liter BBM jenis dexlite dengan tujuan SPBU 54.801.28 di Jalan Raya Suwung, Batan Kendal, Denpasar Selatan, dan 16.000 liter BBM jenis pertalite dengan tujuan SPBU 54.801.43 di Jalan Hangtuah, Denpasar Selatan. Pada saat truk berada di SPBU Suwung Batan Kendal, terdakwa yang bertugas sebagai pengawas SPBU bertanya kepada saksi I Made Oka Murjaya. ‘’Berapa ada?’’ tanya terdakwa sebagaimana ditirukan JPU. ‘’Tiga ember,’’ jawab saksi Murjaya. Kemudian terdakwa mengajukan harga Rp 3.000/liter. ‘’Ya, biar ada dipakai beli nasi,’’ sahut Murjaya. Selanjutnya terdakwa menyuruh Murjaya memasukkan BBM tiga ember ke dalam tangki terpendam khusus pertalite. Mur-

jaya kemudian menyuruh saksi Junasiawan menurunkan BBM sebanyak dua ember. Junasiawan kemudian membuka keran compartemen yang berisi BBM pertalite pada truk tangki dengan cara membuka engsel keran, sehingga tidak merusak segel kemasan. Junasiawan kemudian memasang keran. Lalu keran yang mengalir dari dalam tangki ditampung ke dalam ember. Setelah itu dimasukkan ke dalam tangki terpendam khusus pertalite. Kata jaksa, meski mengetahui BBM tersebut hasil kejahatan, terdakwa tetap membeli seharga Rp 3.000/ liter. Pembayaran akan dilakukan setelah pertalite selesai dimasukkan ke dalam tangki terpendam. Namun sayang, belum semua BBM masuk para terdakwa sudah didatangi polisi. Untuk pembuktian itu, sidang akan dilanjutkan pekan depan, dengan menghadirkan para saksi. (kmb37)

DTIK - Wakil Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara bersama Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede didampingi Sekda Kota Denpasar saat membuka DTIK Festival Tahun 2019 di area Taman Kota Lumintang, Kota Denpasar, Kamis (31/10) malam. guna meningkatkan daya saing pengusaha-pengusaha di Kota Denpasar dari berbagai bidang. Serta menjadi ajang belajar, promosi dan berbagi pengetahuan antarkomunitas, pengusaha start up, kampus dan pemerintah terkait perkembangan teknologi terkini,’’ paparnya. Adapun pada gelaran DTIK

Festival kali ini turut menghadirkan 22 stan kreator berbasis teknologi dari universitas, inkubator bisnis, serta komunitas. Selain itu juga turut dilaksanakan talkshow dan workshop dari berbagai narasumber, lomba kontes motor, lomba robotik, lomba menyanyi, lomba race drone, lomba tari Bali dan lomba menggambar.

Terdapat pula stan kuliner, foodtruck, serta hiburan tradisional yakni Bondres Ayu Maenah dan Bondres Genta Wisesa. Turut dimeriahkan pula penampilan dari puluhan grup musik asal Kota Denpasar. Dan tak ketinggalan penampilan dari XXX Band, Leyonk Sinatra dan Joni Agung and Double T. (ad17)

Operasi Zebra Agung, Pelanggar Didominasi Tanpa SIM Denpasar (Bali Post) Direktorat Lalu Lintas Polda Bali kembali mengintensifkan dengan menggelar razia kendaraan bermotor (ranmor) di dua lokasi dan waktu berbeda pada Jumat (1/11) kemarin. Pagi harinya dilaksanakan operasi di Jalan I.B. Mantra Denpasar, sedangkan sorenya di Jalan Gatot Subroto Timur, Denpasar. Dua kali menggelar razia itu, petugas menjaring 54 pelanggar. Dari puluhan pelanggar ini, didominasi tanpa SIM. Dirlantas Polda Bali Kombes Pol. A.A. Made Sudana mengatakan dalam operasi di dua

lokasi itu pihaknya menerjunkan 95 personel gabungan. Operasi pagi hari sebanyak 62 personel dan sorenya 33 personel. Untuk operasi di Jalan I.B. Mantra berlangsung dari pukul 09.30 hingga pukul 10.45. Kami menindak 31 pelanggar. Rinciannya tanpa STNK sebanyak 4, tanpa SIM (12), tanpa SIM dan STNK (3), tanpa helm (3), TNKB tidak sah (1), gunakan jalur kanan (1), tidak menggunakan sabuk pengaman (1), KIR mati (3) dan tidak ada izin angkutan (1).‘’Pelanggaran yang kami tindak kebanyakan tanpa membawa SIM,’’ kata mantan

Kapolresta Denpasar ini. Sementara untuk razia di Jalan Gatot Subroto Timur juga sama. Para pelanggar juga dominan tanpa SIM. Rinciannya, tanpa STNK sebanyak 3, tanpa SIM (15), tanpa SIM dan STNK (4) serta tanpa SIM dan helm (1). ‘’Operasi Zebra ini rutin dilakukan setiap tahun untuk menindak pelanggar lalu lintas dan mengurangi kecelakaan lalu lintas,’’ ucap Kombes Sudana didampingi Kasi Langgar Subditgakkum Ditlantas Polda Bali selaku Kasatgasda III Ditlantas Polda Bali Kompol Ni Made Astuti. (kmb21)

Pengawas SPBU di Suwung Batan Kendal Diadili Denpasar (Bali Post) I Wayan Sumadi, pria berusia 36 tahun yang merupakan pengawas SPBU 54.801.28 di Jalan Raya Suwung, Batan Kendal, Denpasar Selatan, diadili di PN Denpasar. Penyebabnya, dia diduga bermain sekaligus sebagai penadah bahan bakar minyak (BBM) truk tangki yang ‘’kencing’’ di SPBU milik I Nyoman MA. Atas perkara itu, jaksa Ni Putu Evy Widhiarini di hadapan majelis hakim yang diketui Dewa Budi Watsara menjerat lelaki asal Sesetan, Denpasar Selatan itu dengan Pasal 480 ayat (1) KUHP. Dalam sidang di PN Denpasar, jaksa menguraikan, Senin (10/6) lalu pukul 14.00 di SPBU 54.801.28 Jalan Raya Suwung, Batan Kendal, Denpasar Selatan, I Made Oka Murjaya dan I Wayan Junasiawan (keduanya terdakwa berkas terpisah) merupakan pegawai PT

Bali Post/jay

DITILANG - Salah satu pengendara motor yang merupakan warga asing ditilang petugas lantaran tidak memiliki SIM.

Bus Sarbagita akan Pakai Skema ’’Buy The Service’’

D I S I N I SARBAGITA - Sejumlah penumpang naik ke bus Sarbagita.

Bali Post/dok

Denpasar (Bali Post) Skema buy the service akan dipakai pemerintah untuk mengembangkan bus Trans Sarbagita. Dengan harapan, keberadaan angkutan umum ini bisa lebih memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat. ‘’Memang ada rencana ke depan buy the service yang akan di-support oleh pemerintah pusat. Denpasar sebagai kawasan inti dari Sarbagita itu akan mendapatkan support. Termasuk juga lintasan-

lintasan Sarbagita yang lain,’’ ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Gde Wayan Samsi Gunarta, di Denpasar, belum lama ini. Menurut Samsi, rencana tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memperbaiki pelayanan bus Trans Sarbagita kepada masyarakat. Sehingga nantinya ada pelayanan publik, khususnya di bidang transportasi yang andal di Bali. Dengan skema buy the service, pemerintah bisa melimpah-

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

kan sistem transportasi umum daerah kepada swasta. ‘’Buy the service itu pakai hitungan kursi nanti. Jadi berapa kebutuhan kursi di sini, pemerintah pusat yang mempersiapkan. Armadanya bisa disiapkan oleh swasta,’’ jelasnya. Saat ini, lanjut Samsi, ada 10 bus ukuran medium yang dioperasikan untuk melayani masyarakat. Sebelumnya, bus-bus tersebut dihibahkan Kementerian Perhubungan RI pada 2017. (kmb32)


Sabtu Umanis, 2 November 2019

Bali Post/eka

GABAH - Seorang buruh tani mengangkut gabah yang telah dirontokkan di Sempidi, Badung. Penurunan produksi gabah di beberapa tempat akan dapat memicu kenaikan harga beras di pasaran.

Harga Gabah Naik 3,70 Persen Denpasar (Bali Post) Perkembangan harga gabah pada September dan Oktober 2019 naik 3,70 persen (mtm), dari Rp 4.513 per kg menjadi Rp 4.656 per kg di tingkat petani. Sementara di tingkat penggilingan harganya juga naik, dari Rp 4.603 per kg naik 3,27 persen menjadi Rp 4.754 per kg. Kenaikan gabah ini mengin-

dikasikan harga beras akan naik dan akan memengaruhi tingkat inflasi. Demikian disampaikan Kepala BPS Bali Adi Nugroho didampingi Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Bali I Gede Nyoman Subadri, Jumat (1/11) kemarin. Adi Nugroho tidak bisa memastikan kapan harga gabah itu naik karena tergantung

proses menjadi beras. Prediksi kenaikan harga beras di Bali ini, tentu akan menyumbang inflasi untuk Bali dari sisi komoditi bahan pangan. Apalagi beras memiliki bobot yang paling tinggi dalam penghitungan inflasi. Untuk itu, penghitungan harga beras naik atau turun sangat berpengaruh pada penghitungan inflasi atau deflasi.

Untuk mengantisipasi agar beras tidak menjadi pendorong kuat terjadinya inflasi di Bali, menurutnya, bisa dengan memastikan ketersediaan dan keseimbangan pasar. ‘’Jangan sampai ketika ada permintaan, ketersediaan tidak ada,’’ ujarnya. Meski demikian, permintaan akan beras cenderung tetap, sehingga yang perlu dijaga adalah kesediaan beras sesuai dengan tingkat kebutuhan sehari-hari. Kemampuan menyediakan bisa didapat dari

dua sumber yaitu produksi setempat dan mendatangkan dari wilayah lain. ‘’Kalau dihitung produksi setempat tidak mencukupi, maka sudah perlu mempersiapkan mendatangkan dari wilayah lain, termasuk luar negeri. Kalau didatangkan dari wilayah Jawa Timur dan ternyata tidak cukup, maka bukan mustahil kita harus memikirkan impor,’’ pungkasnya. Saat ini dikatakan produksi beras untuk Bali dan wilayah lain pun masih

tersedia. Kondisi beras di Bali tidak sama dengan nasional karena Bali bukan produsen beras atau padi nasional. ‘’Biasanya Bali dan nasional tidak selalu sejalan terhadap beras,’’ imbuhnya. Saat ini saja, berdasarkan data Oktober 2019, inflasi di Kota Denpasar yaitu 0,15 persen (mtm) dan 2,70 persen (yoy). Inflasi di Denpasar, dua kelompok pengeluaran menyumbang inflasi di Kota Denpasar adalah bahan makanan dan kelompok perumahan,

Terlibat Narkoba Wanita Hamil Tua Diadili

Denpasar (Bali Post) -

Terdakwa Yuliana (34) terpaksa duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Denpasar. Wanita yang sedang hamil tua ini diduga terlibat kasus narkoba jenis sabu-sabu (SS). Dalam kasus ini, terdakwa tidak sendirian. Namun ada lima rekannya yakni Gusti Made Pariasa (35), Kadek Dwi Wardani (30), Superianti (30), dan Rosidah (38) ikut diadili, Kamis (31/10) lalu.

Bali Post/ist

BNN - Layanan BNN di Gedung Sewaka Dharma kini sudah pembuka layanan bersama instansi lainnya.

pun kualitas layanan. ‘’Kami terus berupaya memberikan kemudahan layanan kepada masyarakat, sehingga dengan datang ke MPP Kota Denpasar, masyarakat mendapatkan pelayanan one stop shopping. Jadi satu tempat melayani beragam pelayanan publik,’’ ungkapnya. Lebih lanjut dijelaskan, dengan bergabungnya BNN Kota Denpasar ini tentu semakin melengkapi pelayanan di MPP Kota Denpasar. Untuk itu, diharapkan mampu memberikan layanan dengan maksimal, khususnya dalam bidang sosialisasi dan penanggulangan narkoba di Kota Denpasar. ‘’Tentunya kami berharap mampu memaksimalkan upaya pencegahan dan sosialisasi tentang bahaya narkoba di Kota Denpasar,’’ paparnya.

BNN Kota Denpasar sedianya akan melayani beberapa pelayanan. Yakni kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika dan prekusor narkotika di Kota Denpasar dengan menggandeng perangkat daerah, perbekel/lurah dan tokoh masyarakat. Serta penyediaan, pemanfaatan ruangan di MPP Kota Denpasar guna mempermudah akses informasi pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika dan prekusor narkotika untuk mewujudkan Denpasar bersih narkoba. Dengan bergabungnya BNN Kota Denpasar maka bertambah pula jumlah layanan pada MPP Kota Denpasar. Yakni melayani 228 pelayanan publik dari Pemkot Denpasar bersama 21 instansi vertikal lainnya di Kota Denpasar. (kmb12)

Tempel Narkoba, Malik Kondola Dituntut 15 Tahun

Denpasar (Bali Post) Abdul Malik Kondola (27), yang didakwa atas kasus perantara jual-beli narkotika jenis ekstasi dan sabu-sabu, Kamis (31/10) lalu dituntut pidana penjara selama 15 tahun dan denda Rp 2 miliar. Menurut JPU Ni Made Suasti Ariani di hadapan majelis hakim pimpinan I Ketut Kimiarsa, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menjadi perantara jual-beli narkotika golongan I berupa 29 butir tablet ekstasi dan sabu-sabu sebanyak 1,38 gram netto. Atas kasus itu, terdakwa dituding melanggar Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dijelaskan, dalam dakwaan

bebebrapa waktu lalu, terdakwa ditangkap Dit. Resnarkoba Polda Bali di sebuah kamar kos Jalan Ceningan Sari IV, Gang Melati, Sesetan, Denpasar Selatan pada 13 Juli 2019 sekitar pukul 02.00 Wita. Ketika dibekuk dan dilakukan penggeledahan, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa 29 butir pil ekstasi dan sabu-sabu sebanyak 1,38 gram netto. Polisi kemudian menginterogasi terdakwa. Dari sana diperoleh keterangan bahwa narkoba itu milik seseorang bernama Kabai (DPO). Dijelaskan jaksa, pada 11 Juli 2019, terdakwa dihubungi oleh Kabai untuk mengambil tempelan 3 paket sabu dan 6 paket ekstasi di Jalan Pulau Moyo Denpas-

ar. Setelah mengambil tempelan itu, terdakwa kembali ditugaskan untuk menempel 1 paket ekstasi berisi 11 butir di Jalan Gurita, Sesetan dan keesokan harinya kembali tempel 1 paket berisi 10 butir ekstasi di tempat yang sama. Dari pekerjaannya ini, terdakwa mendapat upah Rp 50 ribu untuk 1 butir ekstasi dan Rp 100 ribu untuk 1 paket sabu per titik tempel. Jaksa menjelaskan, terdakwa sudah menerima upah sejumlah Rp 550 ribu dari Kabai untuk upah menempel ekstasi dengan cara ditransfer dan terdakwa sudah menarik uang tersebut untuk dikirim ke ibunya. Terdakwa mau menempel karena butuh dana, untuk pengobatan ibunya yang sedang sakit. (kmb37)

para terdakwa bahwa sabu yang ditemukan itu adalah milik bersama yang dibeli secara patungan dan sempat digunakan secara bersamasama,’’ beber jaksa. Petugas melakukan pengembangan dengan menggeledah kamar kos milik terdakwa Pariasa. Namun di kamar hanya ditemukan dua buah timbangan elektrik dan potongan pipet. Para terdakwa beserta barang bukti kemudian dibawa ke Polresta Denpasar untuk diproses lebih lanjut. (kmb37)

Sebagaimana disampaikan jaksa, mereka ditangkap petugas Satuan Resnarkoba Polresta Denpasar di kamar kos No. 7, Jalan By-pass Ngurah Rai, Gang Akasia, Benoa, Kuta Selatan, Badung pada 19 Juni 2019 sekitar pukul 18.30 Wita. Mereka dibekuk saat pesta narkoba. Jaksa menyebut

para terdakwa tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkortika golongan I bukan tanaman. Awalnya, kata jaksa, polisi menerima laporan dari masyarakat tentang adanya peredaran narkotika di daerah Benoa. Polisi melaku-

kan lidik, hingga akhirnya mengetahui tempat yang dicurigai. Petugas kemudian menangkap mereka yang hendak pesta narkoba. Kala itu petugas menemukan 2 plastik klip berisi sabu, 1 buah bong, 2 korep api gas dan barang bukti terkait. ‘’Saat diinterogasi, diperoleh keterangan dari

Mangupura (Bali Post) Personel gabungan Polres Badung menggelar Operasi Zebra Agung 2019 di Jalan Raya Denpasar-Singaraja, tepatnya di depan Setra Banjar Sayan Delodan, Mengwi, Jumat (1/11) kemarin. Puluhan pelanggar terjaring. Polisi juga mengamankan sepeda motor dari seorang pelajar SMK yang tidak membawa SIM dan STNK. ‘’Motor siswa tersebut kami amankan. Banyak pelanggarannya, tidak bawa SIM, tanpa STNK, tali helm tidak dipasang dan pakai headset saat berkendara,’’ kata Ipda Nyoman Mustika, Kasubsatgas Penindakan dan Pelanggaran Operasi Zebra Agung 2019 Polres Badung. Operasi kali ini melibatkan 40 personel gabungan dari Satlantas, Reskrim, Intelkam, Provos, Sabhara dan satuan lainnya. Selama

hampir satu jam melakukan razia, petugas menjaring 40 pelanggar dan didominasi tidak bawa SIM dan STNK. ‘’Sasaran operasi ini ada delapan prioritas, di antaranya tidak pakai helm SNI, pakai headset dan pengaruh alkohol. Kami akan melakukan penindakan jika menemukan itu. Kepada masyarakat kami imbau agar disiplin dalam berlalu lintas,’’ tegasnya. Sementara itu, Kasubsatgas Binluh Operasi Zebra Agung 2019 AKP Ni Luh Wirati mengatakan, selain melakukan penindakan, pihaknya melakukan pembinaan. Dia menyebutkan pembinaan dilakukan ke sekolah-sekolah dengan sasaran para siswa. Diharapkan para pelajar mematuhi aturan berlalu lintas. ‘’Kalau secara kasat mata melakukan pelanggaran, harus dilakukan penindakan,’’ ujarnya. (kmb36)

DIAMANKAN - Petugas mengamankan sepeda motor milik pelajar yang terjaring Operasi Zebra Agung.

Mangupura (Bali Post) Kasus penganiayaan terjadi di Hotel Town Square Bali, Jalan Nakula, Kuta, Badung, Rabu (30/10) lalu. Warga asal Australia Scot James Harrison (40) menganiaya tiga satpam hotel tersebut. Akibat perbuatannya itu, James ditahan di Mapolsek Kuta. Saat dikonfirmasi, Kani-

tresrim Polsek Kuta Iptu I Putu Ika Prabawa, Jumat (1/11) kemarin, membenarkan pihaknya menangani kasus tersebut. ‘’Sejak dua hari lalu ditahan. Saat itu pelaku dalam keadaan mabuk,’’ tegasnya. Kejadiannya sekitar pukul 01.30 Wita. Korbannya tiga satpam hotel yakni Khristofianus Abukun (51), Juplia-

nus Hanu (26) dan Yeremias Hasu (37). Awalnya pelaku yang menginap di TKP minum minuman miras. Saat mabuk pelaku bikin gaduh dan korban berusaha mengamankannya. Namun pelaku tidak terima dan langsung memukul ketiga korban. Akibatnya ketiga korban mengalami luka memar. Korban Khristofianus

BNN Lengkapi Pelayanan Puluhan Pelanggar di MPP Denpasar Terjaring Operasi Zebra Agung

Denpasar (Bali Post) Mal Pelayanan Publik (MPP) Sewaka Dharma Kota Denpasar terus berkembang. Beragam jenis pelayanan turut bergabung guna memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat. Setelah sebelumnya Kejari Denpasar dengan layanan Wayan Adhiyaksa, dan PT Taspen, kini Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar resmi bergabung di MPP belum lama ini. Kepala DPMPTSP Kota Denpasar I.B. Beny Pidada Rurus, Jumat (1/11) kemarin menjelaskan, Pemkot Denpasar secara berkelanjutan terus berupaya memberikan pelayanan maksimal bagi masyarakat. Sehingga secara berkelanjutan terus berupaya meningkatkan pelayanan, baik dari segi kuantitas mau-

air, listrik dan bahan bakar yang mengalami inflasi 0,13 persen. Dari kelompok bahan pangan, penyumbang inflasi di antaranya beras, daging ayam ras, beras, buah jeruk. Sementara di Singaraja mengalami deflasi – 0,14 persen (mtm) dan 2,89 persen (yoy). Namun penyumbang inflasi di Singaraja tidak datang dari bahan pangan, melainkan kesehatan. Bahkan bahan pangan di kota Singaraja menjadi penahan laju inflasi. (kmb42)

Bali Post/rah

Aniaya Satpam Warga Australia Ditahan

yang kos di Jalan Gunung Guntur, Denpasar ini langsung melapor ke Polsek Kuta. Polisi langsung menyelidiki kasus tersebut. ‘’Setelah kejadian, pelaku langsung kami tangkap. Karena alat buktinya memenuhi, pelaku langsung ditahan,’’ ucap mantan Kanitreskrim Polsek Denpasar Barat ini. (kmb36)


Sabtu Umanis, 2 November 2019 Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Mari Wujudkan Stabilitas Sosial Secara Benar STABILITAS nasional jelas merupakan tujuan pokok bagi kita untuk melanjutkan pembangunan di Tanah Air. Kita harus tahu bahwa pembangunan merupakan langkah pokok untuk mengejar kemajuan dari negara-negara lain. Mengapa dikatakan pokok? Karena hasil dari pembangunan itu akan berkembang terus dan menjadi dasar untuk perkembangan untuk kemajuan berikutnya. Dunia sekarang sudah berlari untuk mengejar berbagai mimpi manusia. Secara sosial, manusia ingin digampangkan untuk kehidupannya. Dunia sudah menyediakan berbagai sarana untuk itu. Terakhir dan kini sedang kita manfaatkan adalah kemajuan pada bidang teknologi komunikasi. Semua serbacepat dan itu hanya akan dapat dinikmati manakala ada stabilitas nasional yang benar-benar terjaga. Jadi, marilah kita berkomitmen untuk menjaga stabilitas tersebut. Kita tekankan sekali lagi masalah ini karena ada riak-riak, juga dugaan, mungkin juga prasangka, bahwa kerusuhan yang terjadi setelah pengumuman presiden lalu, juga berbagai kerusuhan di Papua, bahkan juga unjuk rasa yang terjadi menjelang pelantikan presiden beberapa waktu lalu, ada yang merekayasa. Untuk apa itu terjadi dan untuk apa dilakukan. Ambillah contoh kasus di Papua. Kerusuhan dan berbagai riak yang terjadi di sana, hanya menimbulkan luka bagi masyarakat. Unjuk rasa yang terjadi beberapa waktu lalu, hanya menimbulkan rasa terganggu di masyarakat. Tidak ada untungnya. Hanya orang-orang tertentu yang diuntungkan, yang hanya merasa sedikit berhasil menggerakkan orang. Kita harus waspadai ini, termasuk juga para mahasiswa harus mewaspadai hal ini. Insan muda intelektual ini harus benar-benar intelek, jangan malah mudah diprovokasi atau malah terprovokasi hanya karena nostalgia masa lalu. Demokrasi yang didengung-dengungkan oleh para mahasiswa dulu, sesungguhnya mempunyai tujuan untuk melanjutkan pembangunan agar dapat lebih cepat, dan dengan demikian kesejahteraan masyarakat Indonesia akan berhasil terjamin. Tetapi, menghadapi demikian banyaknya tantangan di Indonesia, seperti geografis, pendidikan, kemiskinan, kesenjangan dan sebagainya, membuat proses mencapai kesejahteraan itu cukup sulit. Karena itu, berikanlah pemerintah kesempatan untuk menerapkan itu dengan baik, tanpa harus diganggu, dan tanpa harus merasa benar sendiri. Jelas masyarakat boleh mengeluarkan pendapat karena itulah yang menjadi salah satu tujuan demokrasi. Tetapi harus diingat, di negara komunis pun masyarakat boleh memberikan pendapat kepada pemerintah. Hanya mereka di masa lalu, dikontrol oleh pemerintah melalui perwakilan partainya. Kita di iklim demokrasi ini mempunyai cara lebih banyak untuk menyalurkan pendapat. Di samping partai, juga ada lembaga legislatif, media massa, forum, perwakilan, unjuk rasa dan sebagainya. Namun, ada koridor yang mengatur, yaitu peraturan. Apa tujuannya? Tidak lain agar stabilitas tetap terjaga, masyarakat tidak merasa terganggu dan tidak ada kekhawatiran di mata masyarakat. Jumat kemarin Kapolri baru telah dilantik. Tentu kita harapkan Kapolri ini mampu menjamin adanya stabilitas nasional. Apa pun itu yang berpotensi mengganggu, harus ditindak. Termasuk unjuk rasa yang tidak mempunyai izin, apalagi penonton bola yang merusak stadion. Media yang menyebarkan berita menghasut juga mesti berani ditindak oleh jajaran kepolisian Indonesia. Sudah waktunya stabilitas sosial itu benar-benar diwujudkan oleh masyarakat.

SURAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Dana Punia Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swah)

Dalam rangka menginformasikan dan menghimpun dana pembangunan di Pura Puncak Sari (Bhur, Bwah, Swah loka) yang terletak di Banjar Adat Peninggaran, Desa Pakraman Seraya, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem dengan ini kami mengajukan permohonan bantuan kehadapan para umat untuk ikut madana punia untuk mendukug pembangunan pura. Dengan adanya dukungan dari umat dalam hal ini akan sangat besar manfaatnya untuk pengembangan dan mendukung kebutuhan serta penyelesaian sarana dan prasarana fisik pembangunan pura ini. Salah satu upaya untuk melestarikan agama, adat istiadat dan seni budaya yang diharapkan dapat meningkatkan sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi (Tuhan Yang Maha Esa). Sehubungan dengan hal tersebut di atas kami pangempon Pura Puncak Sari, Desa Pakraman Seraya sangat mengharapkan bantuan dari umat. Bantuan dapat disalurkan ke Rekening Panitia Pembangunan Pura Puncak Sari No. Rek. 4614-01-019031-53-6 BRI Unit Subagan. Demikianlah permohonan ini kami sampaikan kehadapan bapak dan atas bantuannya kami sampaikan terima kasih. Klian Desa Pakraman Seraya I Made Salin

Pesan Simbolis Presiden di Papua Kunjungan pertama Presiden Joko Widodo pada masa jabatannya yang kedua, dilakukan ke Papua dengan meresmikan Jembatan Youtefa. Kunjungan ini jelas merupakan kunjungan simbolis yang penuh makna. Kita tahu beberapa waktu yang lalu, telah terjadi berbagai unjuk rasa yang kemudian menyebar, bahkan berkelanjutan. Di samping unjuk rasa, kejadian yang cukup menyesakkan adalah adanya kepulangan mahasiswa Papua dari beberapa daerah di Indonesia. Mereka seolah mendapatkan intimidasi, ancaman terhadap keberadaan mereka di daerah tersebut untuk menuntut ilmu. Mungkin beberapa ada yang mengalami, tetapi tentu itu bukan merupakan keinginan pemerintah dan masyarakat Indonesia. Ada oknum-oknum yang mencoba menekan hal itu, demi mengeruhkan suasana.

Oleh GPB Suka Arjawa i Universitas Udayana, mahasiswa baru Papua dipesankan bahwa kuliah di Unud aman-aman saja. Artinya, semua pihak tidak ingin ada kejadian-kejadian negatif yang mengguncang Papua, mulai dari Presiden maupun dari perguruan tinggi. Tidak hanya Unud yang bersikap demikian, tetapi juga banyak perguruan tinggi lain yang melakukan sikap demikian. Kunjungan Presiden menuju Provinsi Papua sebagai langkah pertama dalam jabatannya yang kedua ini, mempunyai makna yang jamak. Dari sisi waktu kunjungan dengan peristiwa yang terjadi, relatif singkat. Artinya, suasana ‘’panas’’ pada tingkat masyarakat mungkin masih terasa. Misalnya, ada pengungsi yang masih belum berani datang kembali ke rumahnya di Papua, termasuk yang dari luar pulau (Jawa, Sumatera, Sulawesi dan sebagainya). Ini menandakan bahwa Presiden berupaya meyakinkan masyarakat Papua, dan juga Indonesia, bahwa Presiden tidak khawatir dengan suasana ‘’panas’’ yang mungkin masih terasa. Tetapi coba diyakinkan oleh Presiden bahwa tidak ada perbedaan kebijakan antara Papua dan wilayah Indonesia dan lainnya. Kecepatan menangani masalah Papua ini menjadi pesan kepada pihak-pihak yang

suka mengganggu di wilayah tersebut. Presiden tidak akan berhenti untuk menangani masalah ini dan tidak akan takut jika harus menghadapi pihakpihak yang benar-benar ngeyel untuk mengail di wilayah tersebut. Dalam kondisi tertentu, tidak semua kepala pemerintahan (dan juga kepala negara) dapat segera berkunjung menuju wilayah konflik, jika wilayah itu masih ‘’panas’’. Dari sisi infrastruktur yang diresmikan, sudah menjadi jelas, bahwa Indonesia tidak akan meninggalkan Papua. Persoalan paling berat yang dihadapi wilayah ini adalah geografis yang berat dan penduduk yang masih menyebar di pulau yang besar. Dari sinilah kemudian menyebar persoalan ke mana-mana, sampai pada masalah pendidikan. Akan tetapi, bahwa di Papua telah diresmikan jembatan yang panjangnya 732 meter dan lebarnya 21 meter, dengan biaya Rp 1,8 triliun merupakan peristiwa yang istimewa. Peresmian jembatan besar ini saja telah memberikan pesan bahwa pemerintah Indonesia tidak tanggung-tanggung untuk membangun Papua. Tentu saja jembatan itu menjadi simbol pembangunan dari wilayah tersebut. Membangun infrastruktur Papua memang memerlukan waktu yang lama. Dan yang harus diketahui adalah bahwa Indonesia tersebut sangat luas dan besar

sehingga memerlukan prioritasprioritas untuk melaksanakan pembangunannya. Karena itu, para pihak haruslah sabar dan ikut membantu proses pembangunan di wilayah tersebut, bukan malah memancing di air keruh yang membuat masyarakat yang kurang paham ikut-ikutan unjuk rasa yang tidak perlu. Yang penting juga dilihat adalah pesan kepada pihak asing, negara maupun organisasi atau lembaga swadaya masyarakat luar. Mungkin ada saja kelompok-kelompok luar yang mencari keuntungan dengan adanya ribut-ribut di Papua tersebut. Selama kejadian di Papua, selalu ada yang mengatakan bahwa hal itu merupakan momen yang kuat untuk memberikan pesan kepada Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa bahwa di Papua ada pelanggaran hak asasi manusia. Kenyataannya, masalah Papua tidak berhasil mengambil gaung besar di PBB. Kunjungan Presiden ke Papua ini adalah memberikan jawaban kepada masyarakat dan negara luas bahwa kesan dan image yang melekat pada mereka itu keliru. Itulah pula makna dari peresmian dari jembatan besar dan panjang dengan biaya triliunan rupiah tersebut. Dalam konteks geografis, biasanya luberan sikap kritis terhadap kasus di Papua

Info Singaraja FM infosingarajafm

memanas-manasi masalah yang sudah ada. Paling bagus adalah dengan melakukan kajian oleh kalangan akademisi dengan cara-cara yang etis, bukan sembarangan, apalagi yang tujuannya tidak jelas. Kajian-kajian teoretis mulai dari masalah budaya, perkembangan ekonomi, sumber daya, sampai dengan globalisasi harus dikaji dari khazanah ini. Tanpa itu, hanya akan menimbulkan keributan. Penulis, staf pengajar Sosiologi FISIP Universitas Udayana

POJOK

Kunjungan wisman membaik, okupansi hotel berbintang stagnan. - Belum baik sekali. *** Solusi atasi sampah, pembuatan TPA baru berpotensi ditolak warga. - Sampah telanjur busuk. *** Kapolri dilantik, Jokowi minta kasus Novel Baswedan selesai Desember 2019. - Teroris tetap diberantas.

Warung Global

Target PAD Harus Optimistis

081933004217

Kenaikan Iuran BPJS Sangat Memberatkan SUARA Buleleng, Jumat kemarin, memunculkan wacana peredaran narkoba di Gumi Den Bukit. Selain soal narkoba, juga terungkap harapan terhadap figur yang terpilih dalam pilkel serentak kemarin. Sementara soal rencamna kenaikan iuran BPJS juga menjadi sorotan dan dinilai sangat memberatkan. Berikut rangkuman pendapat dalam acara Suara Buleleng. Putu Gama Arta dari Dusun Pemaroan, Patemon menyoroti tentang maraknya peredaran narkoba di Buleleng. Hal ini perlu mendapat perhatian serius dari seluruh komponen warga masyarakat sehingga hal tersebut tidak meluas di Buleleng. Untuk itulah, mari kita perangi narkoba untuk melindungi anak cucu kita serta generasi muda kita tidak terjamah narkoba. Gung De yang beralamat di Jalan Ngurah Rai berharap, semoga terpilih pemimpin yang mampu membawa kemajuan di masyarakat. Pemilihan yang berlangsung aman, damai, dan lancar semoga nantinya berhasil melahirkan pemimpin yang mampu membawa masyarakatnya lebih sejahtera dan lebih maju. Selain itu, ia juga menyoroti soal kenaikan BPJS yang sangat signifikan dan sangat mmberatkan

ini, bagi negara lain, terjadi pada negara yang dekat dengan Papua, yaitu negara-negara di wilayah Pasifik. Juga dengan sentimen kesukuan yang ada, sikap kritis ini akan muncul di negara-negara yang berdekatan dengan geografi Papua. Dengan demikian, kunjungan Presiden Joko Widodo secara lebih dekat ingin mengingatkan negaranegara yang berdekatan dengan Papua untuk menyaksikan secara langsung pembangunan yang berlangsung di daerah itu, dan perhatian dari pemerintah Indonesia kepada Papua. Bagi masyarakat Indonesia, Presiden telah memberikan pesan yang gamblang, bahwa pembangunan tidak hanya berlangsung di Jawa atau tempat lain. Dari sisi transportasi, sesungguhnya problem di Jakarta dan Papua adalah sama, yaitu masyarakat tertekan dalam transportasi. Di Jakarta karena macet dan Papua kurang sarana. Jika di Jakarta dibangun terowongan dan kereta monorel, di Papua dibangun jembatan dan jalan trans Papua. Itu pula sesungguhnya yang terjadi di Jawa. Tidak nyaman jika berkendara di Jawa karena macet dan sopir ugal-ugalan. Maka dirancanglah jalan tol, lapangan terbang, dan juga jembatan. Jadi, sesungguhnya pembangunan itu sama. Kalimantan juga mendapat jatah sama, yaitu ibu kota Indonesia. Karena itulah, kemudian ada penafsiran bahwa telah mulai mendinginnya suasana setelah pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, bahwa memang ada pihak-pihak tertentu yang mencoba mencari kesempatan, berupaya mengganggu keamanan nasional. Jika ini benar, maka upaya mereka sesungguhnya telah gagal. Tidak dapat melakukan perusakan terhadap sistem yang sudah berjalan. Persoalan di Papua tidak dapat dipecahkan dengan menyatakan ketidakpuasan melalui unjuk rasa atau berupaya

rakyat. Hal ini perlu mendapat perhatian pemerintah sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Bunda Dewi di Jalan Kamboja juga menyoroti hal serupa. Kenaikan iuran BPJS yang naik hampir 100 % sangat memberatkan rakyat dan perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah agar mampu memberikan pelayanan kesehatan yang memadai kepada warga masyarakat. Sehingga masyarakat merasa diayomi dalam hal pelayanan kesehatan. Demikian juga kepala desa yang terpilih agar berjalan dalam koridor yang sudah ditetapkan oleh undang-undang. Jangan sampai berbuat merugikan warga masyarakat termasuk juga istri pejabat jangan merongrong suami agar berbuat melanggar ketentuan. (kmb)

DALAM pembahasan RAPBD Tabanan tahun 2020, dewan meminta eksekutif memaksimalkan rancangan PAD. Dewan menilai, target yang dipasang eksekutif terlalu kecil. Sementara banyak potensi penerimaan yang masih bisa dioptimalkan. Salah seorang pendengar setia menyampaikan bahwa soal target PAD sebaiknya menjadi kesepakatan bersama antara pihak legislatif maupun eksekutif. Target yang ditentukan harus realistis. Bila perlu bisa melampui target yang telah ditentukan. Berikut beberapa opini yang disampaikan dalam acara dialog interaktif Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM. Budiada selaku warga Tabanan melihat pemerintah dalam hal ini eksekutif dan legislatif harus berpikiran jenius. Demi perkembangan dan pembangunan Tabanan, gebrakan di bidang pertanian harus dilakukan. Karena banyak potensi yang bisa digarap. Dia berharap ada pemikiran yang baik dari dewan yang baru, Tabanan harus berkesinambungan, target bisa terpenuhi. Jangan hanya andalkan dari pendapatan pajak yang sudah ada saja. Meskipun bukan Warga Tabanan, Werdha di Gianyar menyampaikan soal target mesti disepakati, agar tidak ada saling memaksa, saling tuding belum bekerja bagus. Berapa target yang realistis harus ditetapkan bersama-sama, harus bekerja keras, harus akur dewan dan eksekutif ini. Kerja sama eksekutif dan legislatif sangat diperlukan untuk kemajuan Tabanan. Ia harapkan di daerah lain juga demikian. Kalau bisa melampui target lebih bagus lagi. Potensi pajak harus dimaksimalkan, demikian Fera di Tabanan. Ia ingin Tabanan maju. Jika mau maju, Tabanan pasti bisa, demikian menurut Nyoman Mastra

di Gianyar. Apalagi dewan selaku lembaga kontrol, mengawasi potensi-potensi pajak sebagai penerimaan daerah yang dinilai belum optimal, misalnya ada kebocoran. Selama ini, Tabanan terkenal dengan pertaniannya, jika dikenakan pajak tinggi di bidang pertanian, petani akan kewalahan bayar pajak. Kecuali, jika pariwisata yang dikembangkan dengan membangun akomodasi pariwisata misalnya, penerimaan bisa dikejar, kuncinya harus kerja keras. Antara dewan dan eksekutif di Tabanan dinilai tak kompak kerja samanya, demikian menurut Febri di Denpasar. Jangan hanya mengkritik, tapi beri masukan berupa solusi juga. Ia sendiri melihat, DTW di Tabanan selalu ramai. Jika dikelola dengan baik dan profesional, target pasti tercapai. Ia memproyeksi, Tabanan akan jauh lebih baik. Barangkali ini efek dari resesi sehingga PAD Tabanan “kurang gizi”, demikian Ketut Dawi di Abiansemal. Dalam kondisi ini, harus tetap optimis, sasar yang belum kena pajak. (sikha)

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata, Nyoman Winata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya, Ketut Winata, Wira Sanjiwani. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/ Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


Sabtu Umanis, 2 November 2019

Stan Pelayanan Publik Diminati Warga

MENINJAU STAN - Wabup Tabanan Komang Gede Sanjaya dan Ombudsman RI meninjau stan pelayanan Pemkab Tabanan.

Bali Post/bit

Tabanan (Bali Post) Pekan Pelayanan Publik Ombudsman RI Perwakilan Bali yang bekerja sama dengan sejumlah instansi penyelenggara pelayanan publik di Kabupaten Tabanan digelar di areal Gedung Kesenian I Ketut Maria, Jumat (1/11) kemarin. Antusias masyarakat untuk memanfaatkan momen tersebut sangat tinggi. Masyarakat menyerbu layanan administrasi kependudukan dari Disdukcapil Tabanan sejak baru dibuka. Stan pelayanan Dinas Kesehatan dimanfaatkan warga untuk memeriksakan kesehatannya. Masih ada stan pelayanan lainnya, seperti stan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP), layanan mobil sehat PMI, layanan SIM dan STNK dari Polres Tabanan, Perusahaan Daerah Dharma Santika dan lainnya. Rombongan Ombudsman RI yang dipimpin Alvin Lie diterima oleh Wakil Bupati Tabanan Komang Gede Sanjaya bersama Kepala Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemkab

Tabanan. Kepala Ombudsman Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab mengatakan, kolaborasi yang dibangun antara Ombudsman dengan Pemkab Tabanan sudah berjalan sangat baik. Bahkan Pemkab Tabanan selalu bereaksi cepat terhadap segala bentuk pengawasan maupun masukan yang diberikan Ombudsman. Ditambahkannya, kolaborasi yang dibangun merupakan wujud implementasi dari MoU yang ditandatangani Ombudsman dengan Pemkab Tabanan. ‘’Meski demikian, kami tetap melakukan pengawasan secara komperehensif dengan terus melakukan pendekatan untuk terus berbenah dan melakukan perbaikan, utamanya dalam masalah pelayanan,’’ imbuhnya. Sementara itu, Wabup Sanjaya mengatakan, sebagai bentuk komitmen dalam meningkatan kualitas pelayanan publik, Pemkab Tabanan telah meluncurkan berbagai program. Untuk menyempurnakan berbagai layanan publik, pihaknya akan meningkatkan koordinasi dengan Ombudsman. (kmb28)

Penetapan Perbekel Terpilih di Desa Denbantas Ditunda

Tabanan (Bali Post) -

Penetapan calon perbekel terpilih di Desa Denbantas, Kecamatan Tabanan, ditunda. Sebab, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Denbantas masih melakukan koordinasi lantaran adanya surat yang dilayangkan oleh salah satu calon perbekel yang meminta kotak suara di salah satu TPS dibuka. Dari pantauan di lapangan Jumat (1/11) kemarin, jajaran BPD Denbantas, tokoh adat, bersama panitia Pilkel Desa Denbantas 2019-2024 serta tiga calon Perbekel dari desa setempat, melakukan koordinasi terkait surat permohonan tersebut di kantor desa setempat. Santer diinformasikan, calon incumbent Ir. I Made Gunarta atau calon nomor 3 asal Banjar Celagi, Desa Denbantas melayangkan surat kepada Ketua BPD Denbantas pada 26 Oktober 2019 atau pascapencoblosan. Dalam surat tersebut yang bersangkutan mengajukan

permohonan untuk membuka kotak suara TPS 02 Banjar Bakisan. Pembukaan kotak suara tersebut untuk mengecek ulang 78 kertas suara. Calon tersebut mensinyalir adanya suara tidak sah sebanyak 78 surat suara. Ketua BPD Denbantas I Gusti Putu Widianata ditemui usai rapat koordinasi membenarkan adanya surat permohonan membuka kotak suara yang dilayangkan salah satu calon perbekel. Sejauh ini belum terjadi kesepakatan terkait jawaban atas surat permohonan terse-

but. Ditegaskannya, sesuai aturan, permohonan tersebut masih memungkinkan untuk diproses karena ada batas waktu 14 hari jika muncul adanya keberatan dari pelaksanaan pemilihan. ‘’Jadi masih berproses dan masih ada waktu 14 hari penyelesaian sejak adanya surat permohonan tersebut,’’ ucapnya. Terkait hal ini, pihaknya juga akan kembali melakukan koordinasi di internal BPD dengan tetap mengacu pada aturan. Jika pihaknya tidak bisa menyelesaikan, barulah dilimpahkan ke leading sector

Tabrak Truk, Pengendara Motor Tewas

Bali Post/bit

TKP - TKP lakalantas yang menyebabkan seorang pengendara motor tewas. Tabanan (Bali Post) Isak tangis keluarga besar Putu Raka Derby pecah di depan ruang jenazah BRSUD Tabanan, Jumat (1/11) kemarin. Tidak hanya itu, ada pula yang histeris dan terkulai lemas karena shock mendapati pemuda berusia 23 tahun asal Desa Tegallingah, Kecamatan Penebel ini tewas setelah terlibat lakalantas di Jalan Ahmad Yani, Banjar Abiantuwung, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri. Derby meninggal di lokasi kejadian akibat bertabrakan dengan truk bermuatan nanas. Dari informasi yang dihimpun, lakalantas terjadi sekitar

pukul 04.30 Wita. Sebelum kejadian Derby yang saat itu mengendarai Yamaha XMax DK 5412 KAB membonceng temannya, I Putu Wahyu Setiawan (23) asal Banjar Batusari, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal. Mereka hendak menuju Sanggulan. Saat tiba di Desa Abiantuwung tepatnya di sebelah utara tempat cuci motor, Derby mendahului mobil Avanza DK 1972 GA yang dikemudikan I Nyoman Sukadana Giri (65). Namun naas, saat mendahului dengan kecepatan tinggi tersebut, dari arah berlawanan melaju truk ber-

muatan nanas AG 8317 UH yang dikemudian Sokran (43) asal Kediri, Jawa Timur. Akibat jarak yang cukup dekat, tabrakan tak bisa dihindari. Tak hanya itu, truk bermuatan nanas itu menyeret sepeda motor XMax dan menabrak mobil Avanza yang didahului Derby. Muatan nanas pun berserakan di jalan. Kasatlantas Polres Tabanan Iptu Ni Putu Wila Indrayani mengatakan, dari hasil olah TKP diketahui pengendara sepeda motor mengambil haluan terlalu ke kanan yang mengakibatkan terjadinya lakalantas. Akibat tabrakan beruntun tersebut, satu orang tewas di tempat. Sementara tiga orang lainnya mengalami luka-luka. ‘’Korban meninggal di TKP karena terbentur dengan pojok depan kaca truk. Sopir truk sudah diamankan sementara untuk dimintai keterangan,’’ ucapnya. Wahyu Setiawan mengalami patah pada tangan dan betis kanan. Sementara pengemudi Avanza Sukadana Giri mengalami patah pada gigi atas sebanyak empat buah dan istrinya, Ni Putu Suaci, luka pada kepala kiri. (kmb28)

dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Tabanan. ‘’Kami berusaha dulu di bawah secara kekeluargaan agar tidak jadi ramai dan ini sifatnya musyawarah,’’ ucapnya. Pilkel di Desa Denbantas diikuti tiga calon. Terdapat 8 TPS dan jumlah pemilih 4.967 orang. Dari jumlah pemilih tersebut, yang menggunakan hak suaranya atau hadir sebanyak 3.443 orang. Tiga calon yang bersaing di Desa Denbantas yakni nomor urut 1 Dwi Sandita dengan perolehan 194 suara, nomor urut 2 yaitu Ida Bagus Kade Surya Perbawa dengan raihan tertinggi yakni 1.648 suara, dan Ir. Made Gunarta yang merupakan calon nomor urut 3 dengan raihan 1.601 suara. (kmb28)

Bali Post/bit

DITUNDA - Penetapan Perbekel terpilih di Desa Denbatas ditunda karena adanya permohonan dari salah satu calon untuk membuka kotak suara. Tampak suasana kantor Desa Denbantas usai rapat koordinasi, Jumat (1/11) kemarin.

Layanan Disdukcapil Terhambat Sinyal Internet

Bali Post/bit

DISDUKCAPIL - Petugas Disdukcapil melayani masyarakat di pekan pelayanan publik.

Tabanan (Bali Post) Stan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tabanan jadi salah satu favorit pada pekan pelayanan publik tanpa mal administrasi yang digelar Ombudsman Perwakilan Provinsi Bali di gedung I Ketut Maria, Jumat (1/11) kemarin. Sejak pagi masyarakat berbondongbondong memanfaatkan layanan administrasi kependudukan di stan tersebut. Sayangnya pelayanan sempat terganggu akibat masalah teknis. Sinyal internet yang lemah dan sistem eror membuat pelayanan terhambat terutama saat perekaman data e-KTP. Warga pun harus antre cukup lama, bahkan ada yang tidak bisa dilayani hari itu juga. Tidak sedikit yang kemudian mengeluhkan hal ini. Kepala Disdukcapil Tabanan I Gusti Agung Rai Dwipayana mengakui adanya kendala teknis yang menyebabkan gangguan pelayanan. Namun secara umum pelayanan tergolong lancar. Khusus sinyal internet yang lemah, dia menyatakan hal itu dikarenakan pihaknya menggunakan jaringan internet publik yang disediakan Diskominfo mengingat pihaknya menyediakan pelayanan di luar kantor. (kmb28)

Satpol PP Tingkatkan Pengawasan Duktang

Bali Post/ist

PERIKSA IDENTITAS - Petugas Satpol PP mendatangi rumah kos untuk memeriksa identitas duktang.

Tabanan (Bali Post) Menindaklanjuti instruksi Gubernur Bali agar setiap daerah dapat meningkatkan pengawasan terhadap penduduk pendatang (duktang), Satpol PP Tabanan gencar melakukan penertiban administrasi kependudukan dengan menyasar wilayah kantong-kantong duktang, seperti Kecamatan Kediri dan Kecamatan Tabanan. Pada Kamis (31/10) malam petugas menyasar sejumlah tempat kos di seputaran Pasar Kodok, Desa Dauh Peken. Hasilnya, ada enam duktang yang tidak melengkapi diri dengan kartu identitas

ataupun kartu identitasnya kedaluwarsa. ‘’Untuk pelanggar sudah kami data dan diminta untuk datang sidang tipiring Selasa depan di Pengadilan Negeri Tabanan,’’ kata Kepala Satpol PP Tabanan I Wayan Sarba, Jumat (1/11) kemarin. Menurut Sarba, yang mengagetkan dalam operasi yustisi kali ini, petugas juga mendapati pasangan muda bukan suami istri yang tengah melakukan perbuatan mesum di sebuah tempat kos. ‘’Sempat kaget juga mendapati ada pasangan mesum anak muda. Ironisnya lagi sambil minum arak,’’

ucapnya. Atas temuan tersebut, pihaknya juga sudah melakukan pendataan untuk selanjutnya dilakukan pembinaan. Sarba pun sangat menyayangkan adanya pergaulan bebas yang dilakukan oleh para generasi muda. Ia mengimbau agar para orangtua dapat mengawasi anak-anaknya agar tidak mudah terjerumus dalam pergaulan bebas. ‘’Miris saja melihat ada pasangan yang terlihat masih pelajar ini sudah melakukan hal-hal seperti itu. Sambil minum arak mereka berbuat hal-hal tak senonoh,’’ terangnya.

Sarba juga menyampaikan, operasi kependudukan ini juga digelar terkait penegakan Perda tentang kependudukan. Karena bagaimanapun ketatnya penjagaan di pintu-pintu masuk menuju Bali seperti di Gilimanuk, selalu saja masih banyak ditemukan pelanggaran-pelanggaran kependudukan. ‘’Kami tidak kaku atau mengekang. Ini wilayah NKRI, di manapun boleh tinggal dan mencari kehidupan sepanjang prosedur dan aturan-aturan yang mengikat harus ditaati,’’ ungkapnya. Ditambahkannya, operasi

ini akan terus berlajut untuk menjamin ketertiban administrasi kependudukan dan mencegah hal-hal yang membahayakan, seperti tindakan kriminal dan teroris sehingga memberikan keamanan, ketentraman dan ketertiban umum. Apalagi kabupaten Tabanan sebagai daerah penyangga Kabupaten Badung dan Kota Denpasar, menjadi magnet besar bagi para pendatang untuk mengais rejeki. Fenomena arus balik yang serta merta membawa gelombang duktang dari luar Bali dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. (kmb28)


Sabtu Umanis, 2 November 2019

Warga Adukan Pembangunan Tambak Budi Daya Kerapu

Singaraja (Bali Post) Sejumlah warga di Dusun Sumberpao, Desa Sumberkima, Kecamatan Gerokgak mengadukan proyek pembangunan tambak budi daya kerapu. Alasan pengaduan itu, karena warga penyanding khawatir setelah tambak itu beroperasi dapat menimbulkan gangguan lingkungan di daerah mereka. Selain itu, warga belum mendapat penjelasan keberadaan usaha itu yang pemiliknya konon dari Denpasar.

Bali Post/kmb38

SIDAK PROYEK – Rombongan Komisi I DPRD Buleleng melakuan sidak proyek pembangunan tambak budi daya kerapu di Dusun Sumberpao, Desa Sumberkima, Gerokgak, Jumat (1/11) kemarin.

Calon Perbekel Kalah Diberi Ruang Ajukan Keberatan Hasil Pilkel

Singaraja (Bali Post) – Setelah pemungutan dan penghitungan suara pemilihan perbekel (pilkel) serentak sebanyak 79 desa di Buleleng, panitia desa telah menggelar rapat pleno penetapan pemenang pilkel itu. Hasil rapat pleno itu disampaikan panitia pelaksana pilkel kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) masing-masing desa yang melaksanakan pilkel serentak. Sebelum tahapan itu dilalui, calon perbekel yang kalah diberikan ruang mengajukan keberatan terhadap hasil pilkel itu. Sesuai Peraturan Daerah (Perda) Buleleng No.3 Tahun 2015 tentang Pemilihan Perbekel pasal 65, para calon yang kalah mendapat ruang mengajukan keberatan jika ada perselisihan hasil pilkel itu. Perselisihan itu nantinya akan diselesaikan bupati atau pejabat lain yang ditunjuk dalam waktu 30 hari. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Buleleng Made Subur, Jumat (1/11) kemarin menjelaskan, pengajuan kebera-

tan telah diatur pada pasal 66 Perda No. 3 Tahun 2015. Pada ayat 1 disebutkan jika keberatan terhadap penetapan hasil pemilihan hanya dapat diajukan calon perbekel itu kepada bupati dalam waktu paling lambat tiga hari setelah penetapan hasil pemilihan. Kalau ada keberatan yang disampaikan, Bupati atau yang ditunjuk memiliki waktu memproses keberatan itu selama 30 hari. Nantinya, putusan atas keberatan itu

Made Subur

diterima penanggung jawab pembangunan tambak itu. Dari pengamatan di lapangan, perusahaan sedang membangun bak permanen. Bak itu nantinya digunakan membudidayakan kerapu dan beberapa bangunan permanen lainnya. Ada 20 unit bak sudah selesai dibangun di lokasi tambak yang dekat pantai itu. Selain itu, pekerja sedang memasang pipa berukuran besar yang akan digunakan menyedot air laut. Belum Dapat Data Akurat Ketua Komisi I DPRD Ody Busana mengatakan dari hasil sidak itu, pihaknya belum mendapat data akurat, terutama terkait izin usaha dan legalisasi lokasi usaha tambak itu. Karena itu, sebelum masalah itu ditangani DPRD, pihaknya mempersilakan warga penyanding duduk bersama menyampaikan kekhawatiran akan terjadi gangguan lingkungan kepada pemilik usaha itu. Terkait perizinan, politisi PDI Perjuangan asal Seririt ini meminta perangkat desa mengecek kembali legalisasi investasi di wilayahnya itu. “Kami persilakan dulu dimediasi di tingkat desa. Silakan keberatan warga itu dicarikan jalan keluarnya termasuk soal izin harus dibicarakan. Kalau memang kesepakatan itu tidak ditemukan, tentu dewan akan memfasilitasi dengan cara mengkomunikasikan kepada instansi terkait di pemerintah daerah,” jelasnya.

Penanggung jawab pembangunan tambak, Wayan Sulandra, menjelaskan, pihak pemilik tambak sebenarnya sudah memulai usahanya itu sejak dua atau tiga tahun lalu. Saat mengawali usaha itu, pemilik sudah mengurus izin itu sesuai aturan yang berlaku. Hanya, dia tidak tahu jenis izinnya kata Sulandra. Izinnya disimpan bosnya yang tinggal di Denpasar. “Pernah mencari izin. Bahkan sempat terhenti dan kemudian dilanjutkan. Namun, apa jenis izin itu kami tidak tahu. Sebab yang punya usaha itu tinggal di Denpasar,” jelasnya sembari menyebut, dalam waktu dekat pihaknya melaporkan keberatan warga penyanding itu kepada pemilik agar dicarikan jalan keluarnya. Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Perizinan Satu Pintu (PMPPST) Buleleng Putu Artawan mengatakan, dari berkas permohonan izin itu, pihaknya belum menerbitkan izin usaha untuk tambak budi daya kerapu di Sumberpao. Bahkan, pihaknya sempat berkoodinasi ke Dinas Perikanan (Diskan) Buleleng. Namun, hasilnya sama, belum ditemukan berkas permohonan izin itu. “Kalau dari berkas kami belum pernah menerbitkan izin apa pun untuk usaha di sana (Sumberpao -red). Tidak tahu kalau ke lembaga lain. Sebab, kelihatannya untuk skala perusahaan, memang banyak izin yang mereka harus penuhi,’’ jelas Putu Artawan. (kmb38)

- red) ikut juga diamankan sebagai barang bukti. Kasat Naroba AKP Made Derawi didampingi Kepala Bagian (Kabag) Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Jumat (1/11) kemarin, mengatakan, sebelum melakukan penangkapan, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat yang menyebut akan terjadi transaksi narkoba di kawasan

Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan menerjunkan personel Satnarkoba. Hasilnya, polisi menemukan tersangka mengendarai mobil DK 1312 MF, Kamis (29/10) dini hari pukul 04.30 Wita. Di dalam mobil itu ada empat orang tersangka masing-masing Dody Irwanto alias Dody (32), M. Makmur alias Makmur (33), keduanya asal Denpasar Utara. Selain itu, dua tersangka lainnya yang notabene mahasiswa yaitu M. Hoji Ismail alias Hoji (25) dan Sandi Putra alias Sandi (27). Di dalam mobil yang dinaiki para tersangka itu, polisi menemukan barang bukti sabu-sabu yang disembunyikan dengan cara menyelipkan pada sarung jok belakang mobil itu. Setelah dihitung, total berat sabu-sabu yang diduga akan digunakan para tersangka itu 3,25 gram neto. Selain itu, di dalam mobil itu juga ditemukan beberapa barang

bukti lain seperti bong dan HP. “Setelah kita pastikan melakuan kejahatan narkotika, mereka kemudian kami tangkap. Dari pengakuan tersangka, BB itu akan mereka gunakan. Namun, kami masih kembangkan, sebab kasus itu tergolong lintas kabupaten yakni dari Denpasar ke Seririt,” katanya. Satnarkoba juga menangkap Made Adi Ariadi alias Ableh (28) asal Kelurahan Asitna, Singaraja. Dia ditangkap 16 Oktober 2019 dini hari pukul 00.45 Wita di sekitar kawasan perumahan Banyuning Lestari, Kecamatan Buleleng. Tersangka ditemukan membawa satu paket sabu-sabu dengan berat 0,22 gram bruto atau 0,16 gram neto. Kepada polisi, tersangka mengaku membeli sabu-sabu itu dari seseorang untuk digunakan sendiri. “Kami menangkap pemakai sabu-sabu itu setelah melakukan penyelidikan. Pengakuan mereka membeli sabu-sabu itu untuk digunakan sendiri,” tegasnya. (kmb38)

Ditangkap, Penyalah Guna Narkoba Lintas Kabupaten

dihasilkan dengan memerhatikan masukan dari panitia pilkel, BPD, camat, pengawas, dan panitia pilkel kabupaten. “Bagaimana mekanismenya, semua diatur perda. Apa pun yang diputuskan Bupati, tidak bisa diganggu gugat,” tegasnya. Mantan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng ini menambahkan, setelah tidak ada pengajuan keberatan, hasil pilkel dari masingmasing BPD itu nantinya akan ditindaklanjuti Bupati. Dengan tahapan berikutnya yakni penyusunan surat keputusan (SK) sebagai perbekel desa definitif. Tahapan terakhir, Dinas PMD melaksanakan pelantikan yang direncanakan digelar Desember 2019 mendatang. Seperti diberitakan sebelumnya, 79 desa di Buleleng menghelat pilkel serentak Kamis (31/10) lalu. Setelah pencoblosan, masing-masing panitia pilkel di desa itu melaksanakan rapat pleno penetapan calon perbekel terpilih. (kmb38)

NARKOBA – Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Buleleng menangkap penyalah guna narkoba di dua lokasi berbeda.

Setelah sampah itu terbakar dan api dipastikan padam, siswa dan peserta lainnya kemudian kembali mengikuti kegiatan seperti biasa. Sekitar pukul 09.30 wita, tiba-tiba siswa melihat ada kepulan asap persis di lokasi bekas membakar sampah itu yang dilakukan sebelumnya. Tidak disangka, kepulan asap itu diikuti kobaran api yang cepat membesar. Melihat kejadian itu, para pegawai berusaha memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang disiapkan di sekolah itu. Saat kejadian itu, para siswa dievakuasi ke lapangan sekolah. Setelah dilakukan pemadaman, api tidak sampai merembet ke bangunan sekolah. Namun, hanya tempat menaruh potongan kayu bekas di lokasi itu yang terbakar. “Api kembali muncul di tempat kami membakar sampah itu. Memang, ladang itu masih satu areal dengan sekolah. Mungkin api bekas pembakaran sampah tadi masih membakar sekam yang ada di bawah. Sempat kami padamkan dengan APAR

dan anak-anak kami arahkan ke lapangan. Kami minta bantuan pemadaman untuk antisipasi saja,” katanya. Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Masyarakat dan Sarana Prasarana Dinas Damkar Buleleng Putu Pasek Sujendra mengatakan, untuk mencegah api itu merembet ke bangunan sekolah, pihaknya menerjunkan dua unit mobil pemadam dari Pos Induk. Di lokasi kejadian, api sudah membakar lahan yang berhimpitan dengan areal sekolah. Api juga merembet ke sebuah bangunan mirip gubuk yang berisi tumpukan kayu bekas. Setelah dilakukan penyiraman, api berhasil dipadamkan dan tidak sampai menimbulkan kerusakan fasilitas sekolah. “Kami sudah sampaikan jangan lagi membakar sampah. Peristiwa itu terjadi setelah sampahsampah yang ada dibakar di kebun itu. Beruntung, kejadian itu cepat dilaporkan. Kita bisa tangani dan tidak sampai membakar bangunan sekolah itu,” jelas Putu Pasek Sujendra. (mud)

Singaraja (Bali Post) – Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Buleleng mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba. Tak tanggung-tanggung empat orang pelaku narkoba yang beraksi lintas kabupaten itu berhasil dibekuk aparat. Dari penangkapan itu, polisi menyita total barang bukti sabu-sabu seberat 3,25 gram neto. Selain itu, polisi juga menyita bong (alat isap sabu

Bali Post/kmb38

Bisa Picu Kebakaran Serius jika Tak Ekstra Hati-hati Bakar Sampah

Harus ekstra hati-hati membakar sampah pada musim kemarau panjang belakangan ini. Sebab, dampaknya bisa memicu kebakaran yang berakibat serius. Seperti peristiwa kebakaran yang terjadi di ladang yang berbatasan dengan salah satu sekolah internasional di Banjar Dinas Bangah, Desa Panji, Kecamatan Sukasada, Jumat (1/11) kemarin usai dilakukan pembakaran sampah. Karena itu diharapkan ekstra hati-hati jika melakukan pembakaran sampah itu. Lalu, bagaimanakah dampak yang diakibatkan oleh hal sepele seperti pembakaran sampah usai bersih-bersih itu? LADANG yang digunakan sebagai lokasi kegiatan anakanak sekolah itu terbakar. Diduga kebakaran itu dipicu api bekas pembakaran sampah saat digelar kebersihan lingkungan Jumat kemarin. Beruntung, kejadian ini cepat diketahui, sehingga api dapat dipadamkan berkat bantuan dua unit mobil pemadam dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Buleleng. Saksi di lokasi kejadian yang juga penanggung jawab sekolah Ni Nyoman Padma

Atas kekhawatiran itu, warga kemudian mengadukan masalah itu ke DPRD Buleleng. Mereka mengadukan perusahaan itu melalui surat resmi tertanggal 17 Oktober 2019 lalu. Dari surat itu, koordinator warga Jaelani mengadukan pihak pemilik sekarang membangun tambak dekat permukiman warga. Lokasi tambak dekat permukiman dan berbatasan dengan pantai. Hal itu dikhawatirkan memicu gangguan lingkungan. Apalagi, tambak itu menyedot air laut untuk membudidayakan kerapu itu, sehingga dikhawatirkan dapat mengganggu kebersihan. Selain itu, ada efek penurunan kualitas air sumur jadi dangkal, sehingga susah dimanfaatkan warga. Padahal, sumur itu digunakan masyarakat untuk keperluan sehari-hari. Alasan lainnya, Desa Sumberkima masuk kawasan wisata Buleleng Barat. Karena itu, pembangunan tambak budi daya itu dinilai kurang tepat. Pasalnya, dapat mengganggu kenyamanan aktivitas wisatawan. Menindaklanjuti pengaduan itu, Komisi I DPRD Buleleng kemarin, turun melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek pembangunan tambak itu. Rombongan dewan dipimpin Ketua Komisi I Gede Ody Busana didampingi perangkat desa dan aparat kecamatan. Tadinya, rombongan dewan itu ingin menemui pemilik usaha. Namun di lapangan, dewan

Dewi, menceritakan kejadian itu. Menurutnya, para pegawai, guru, dan siswa itu memang sebelumnya sempat menggelar kegiatan bersihbersih di lingkungan sekolah itu. Kegiatan bersih-bersih itu kemudian dilanjutkan dengan membakar sampah di ladang yang berbatasan dengan gedung sekolah itu. Tempat membakar sampah itu juga berdekatan dengan bangunan semipermanen yang dijadikan tempat menaruh batang kayu kering.

Bali Post/kmb38

TERBAKAR – Ladang dekat sekolah internasional di Banjar Dinas Bangah, Desa Panji, Kecamatan Sukasada terbakar Jumat (1/11) kemarin.


Sabtu Umanis, 2 November 2019

Ganggu Kenyamanan Warga

Dua Perusahaan Diberikan SP I Gianyar (Bali Post) -

Gara-gara operasionalnya dikeluhkan warga, dua perusahaan di wilayah Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati harus didatangi petugas Satpol PP Gianyar. Akibatnya, perusahaan ice tube dan agen elpiji itu mendapat surat peringatan (SP) I, meskipun dua perusahaan ini sudah mengantongi izin lengkap. Kepala Satpol PP Gianyar I Made Watha mengatakan hal itu, Jumat (1/11) kemarin.

Bali Post/kmb35

SIDAK - Petugas Satpol PP Kabupaten Gianyar saat melakukan sidak di wilayah Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati.

Tiga Objek akan Ditetapkan sebagai Cagar Budaya Gianyar (Bali Post)Sebelum akhir tahun ini, tiga objek di Kabupaten akan ditetapkan sebagai objek cagar budaya. Kini proses ini masih dalam kajian oleh Tim Ahli Cagar Budaya Nasional. Kepala Dinas Kebudayaan Gianyar Dr. I Ketut Mudana mengatakan hal itu, belum lama ini. Menurut Mudana, Tim Ahli Cagar Budaya Nasional telah menggelar sidang penetapan cagar budaya di Tasikmalaya pada 26 Oktober 2019. Pada sidang tersebut, Pemkab Gianyar mengajukan tujuh usulan penetapan cagar budaya yaitu Pura Penglingan, Pura Mengening, Istana Tampaksiring, Pura Penataran Sasih, Pura Pusering Jagat, Pura Pengukur-ukuran dan Puri Agung Gianyar. Namun untuk tahun ini baru Pura Pengulingan, Pura Mengening dan Istana Tampaksiring yang diprioritaskan penetapannya, karena merupakan cikal bakal masterplan kawasan cagar budaya. Sedangkan Pura Penataran Sasih, Pura Pusering Jagat, Pura pengukur-ukuran akan disusul pada tahun berikutnya. “Ini berdasarkan rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya Nasional. Selanjutnya akan dijadikan dasar permohonan penetapan cagar budaya peringkat kabupaten melalui Surat Keputusan Bupati Gianyar yang saat ini sedang dalam proses di Bagian Hukum dan HAM Setda Kabupaten Gianyar,” ujarnya. Mudana menambahkan, kegiatan penetapan cagar budaya ini sudah melalui beberapa tahapan, diawali dengan penyusunan berkas kajian oleh Tim Registrasi Cagar Budaya Kabupaten Gianyar bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali-NTB-NTT, sejak Juni hingga September 2019. Setelah berkas kajian rampung dan direvisi sesuai mekanisme, berkas selanjutnya diserahkan oleh Tim Registrsi Cagar Budaya Kabupaten Gianyar kepada Tim Ahli Cagar Budaya Nasional di Direktorat Kebudayaan, Dit. Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di Jakarta pada 17 September lalu. Pada 17 Oktober melalui Plh. Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman menyampaikan undangan sidang kajian oleh Tim Ahli Cagar Budaya Nasional. “Penobatan ini merupakan bentuk perhatian dan keseriusan Pemkab Gianyar dalam pelestarian dan pengembangan kemanfaatan cagar budaya yang terdapat di Gianyar,” tegasnya. Penobatan itu rencananya akan memberikan apresiasi kepada tokoh-tokoh masyarakat yang menaruh perhatian dan pengabdian pada cagar budaya. Apresiasi tersebut berupa penganugerahan penghargaan kepada tokoh tua, anak muda dan kelompok-kelompok yang telah mengabdikan diri dalam pelestarian cagar budaya di Gianyar. “Melalui penobatan ini pula Bupati Gianyar bersiap untuk mencanangkan Gianyar sebagai Kota Cagar Budaya, karena Gianyar telah dikenal sebagai daerah dengan peninggalan cagar budaya terbanyak di Bali,” katanya. Menurut Mudana, penobatan itu rencananya dilaksanakan November ini di kawasan cagar Budaya Pura Pegulingan, Tampaksiring. “Jika ada rekomendasi lagi dari Tim Ahli Cagar Budaya Nasional terkait usulan kami yang masih dalam proses tersebut sebelum acara penobatan digelar, maka jumlah cagar budaya yang akan kita nobatkan nanti bisa lebih dari tiga, tergantung rekomendasi dari tim pusat,” tegasnya. (kmb35)

Menurut Watha, penindakan yang dilakukan Satpol PP Gianyar ini bermula dari keluhan masyarakat. Dua perusahaan itu terdiri atas perusahaan ice tube dan agen elpiji. “Masyarakat merasa terganggu. Perusahaan ice tube itu suara mesinnya sangat bising, sehingga membuat warga tidak bisa istirahat. Sedangkan aktivitas agen elpiji

dikeluhkan warga lantaran bau gas yang menyengat dan suara tabungnya yang bising ketika berbenturan,” ujarnya. Saat didatangi petugas, kata Wath, pengelola kedua perusahaan itu mampu menunjukkan izin usaha. Bahkan semua perizinannya lengkap. “Keduanya menyerahkan izinnya, lengkap,” katanya.

Kendati demikian, kedua perusahaan yang sama-sama berlokasi di kawasan Jalan Pasekan, Desa Batubulan, Kecamatan Sukawati itu dinilai mengganggu lingkungan setempat. “Pemiliknya tetap kami panggil. Mereka juga telah diberikan SP I,” tegasnya. Sebelumnya, aparat Satpol PP juga menindaklanjuti ke-

luhan masyarakat yang mengeluhkan pengelola salah satu rumah makan babi guling membuang sisa-sisa makanan ke selokan. Hal ini memicu bau tidak sedap, sehingga dikeluhkan warga di wilayah Kelurahan Beng, Kecamatan Gianyar. Namun pemilik usaha ini hanya diberikan pembinaan. Watha mendesak pemilik rumah makan itu membuat pembuangan sendiri, berupa septic tank. Sehingga warga setempat tidak lagi mengeluhkan bau dari limbah masakan yang dibuang sembarangan. (kmb35)

Demam Berdarah Mulai Mewabah Gianyar (Bali Post)Kasus demam berdarah dengue (DBD) mulai merambah kawasan Banjar Pasdalem, Desa Belega, Kecamatan Belahbatuh. Sejak awal Oktober lalu sudah ada 10 warga yang terjangkit DBD di banjar tersebut. Mereka pun sudah mendapat penanganan rumah sakit. Dinas terkait yang menerima laporan ini langsung melakukan fogging di desa setempat. Dikonfirmasi Jumat (1/11) kemarin, Klian Dinas Banjar Pasdalem I Kadek Karya Yasa mengatakan, laporan kasus DBD pertama diterimanya awal Oktober 2019. Warga yang positif terkena DBD ini langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat. “Pertama yang kena Bapak Ketut Suandi, petugas sampah desa. Itu sudah sebulan lalu. Positif DBD,” jelasnya. Pascalaporan pertama itu, kasus serupa terus bermunculan secara beruntun. Sejumlah warga mengeluhkan

hal yang sama yakni demam tinggi dan dinyatakan positif DBD ketika dilakukan cek laboratorium. “Kami tidak mendata secara detail namanama warga. Yang jelas sampai saat ini sudah ada sekitar 10 warga yang masuk rumah sakit karena menderita DBD. Ada yang sudah pulang, dan tinggal satu lagi yang dirawat di RS Ari Canti, Desa Mas, Ubud,” jelasnya. Karya Yasa mengaku sudah berkoordinasi dengan instansi terkait. Bahkan di banjar setempat sudah hampir tiga kali dilakukan fogging. “Begitu ada kasus, langsung kami laporkan ke Dinas Kesehatan. Selain fogging, kami juga mengoptimalkan gerakan PSN (pemberantasan sarang nyamuk, red),” jelasnya. Karya Yasa mengaku tidak menduga virus DBD akan mewabah di Banjar Pasdalem. Terlebih selama ini kegiatan bersih-bersih lingkungan sudah rutin dilakukan dengan melibatkan seluruh krama

dan petugas terkait. Tidak hanya itu, pada sangkepan banjar dan PKK juga sudah rutin dimbau agar menjaga kebersihan. “Setiap Jumat sudah rutin ada jadwal gotong royong, termasuk juga sosialisasi,” terangnya. Salah satu pasien DBD I Gusti Ngurah Gde Sastrawan, dirawat di Ruang Sekar Alit RS Ari Canti, Desa Mas, Ubud. Menurut ibunya, Gusti Ayu Anik Pusparini, kondisi anaknya yang masih berstatus pelajar ini sudah membaik. “Hari ini sudah naik trombositnya, tinggal menunggu pulang. Semoga bisa pulang hari ini,” harapnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Gianyar dr. Ida Ayu Cahyani mengatakan, pihaknya masih melakukan pengecekan terkait kasus DBD yang menyebar di Desa Belega, khususnya di Banjar Pasdalem. “Terima kasih atas infonya, sedang diinvestigasi,” katanya singkat. (kmb35)

Bali Post/kmb35

FOGGING - Petugas saat melakukan fogging di wilayah Banjar Pasdalem, Desa Belega.

Dilatih Membuat Kue

IRT Diharapkan Jadi Wirausaha

Bali Post/kmb35

PELATIHAN - Ibu-ibu PKK se-Desa Belega saat mengikuti pelatihan pembuatan roti dan kue di Balai Banjar Belega Kanginan, Jumat (1/11) kemarin.

Gianyar (Bali Post) Usaha membuat kue kini menjadi industri rumahan yang mudah digeluti oleh kalangan ibu rumah tangga (IRT). Seperti ibu-ibu anggota PKK se-Desa Belega yang diberikan pelatihan membuat roti dan kue di Balai Banjar Belega Kanginan, Desa Belega Kecamatan Blahbatuh, Jumat (1/11) kemarin. Pelatihan yang berlangsung selama 20 hari ini diikuti dengan antusias oleh ibu-ibu PKK. Menurut Perbekel Desa Belega I Ketut Trisna Jaya, pelatihan ini diagendakan berlangsung selama 20 hari yang difasilitasi oleh Kementerian Tenaga Kerja melalui Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gianyar. “Sesekali kami tengok biar mereka tambah semangat mengikuti pelatihan,” katanya. Trisna Jaya mengatakan, setiap sesi pelatihan jenis makanan yang diolah bervariasi. Seperti hari sebelumnya diajarkan membuat burger, sementara Jumat kemarin membuat roti dan kue. Pelatihan semacam ini disambut antusias oleh warga. Khu-

susnya para ibu rumah tangga yang belum bekerja bisa mendapatkan keterampilan untuk berwirausaha. “Sebelum praktik, ibu-ibu ini diberikan pembekalan teori selama beberapa hari,” katanya. Selain membuka peluang usaha, pelatihan semacam ini dapat memupuk rasa kebersamaan. Terlebih di zaman serba canggih ini membuat ruang kebersamaan warga semakin sempit. “Di sini mereka bertemu selama 20 hari, pasti akan berkesan,” ujarnya. Selain ibu rumah tangga yang belum bekerja, kata Trisna Jaya pelatihan ini juga diikuti oleh ibu rumah tangga yang sudah punya usaha pembuatan kue skala rumahan. Harapannya, yang sudah bisa membuat kue semakin meningkatkan kualitas produknya. Sementara bagi pemula, ada keinginan untuk memulai bisnis berjualan kue. “Apalagi permintaan kue bolu maupun mangkok kukus cukup tinggi untuk keperluan pembuatan banten,” tandasnya. (kmb35)

Viral Aksi Bersihkan Kerikil, Dua Polisi Diberi Penghargaan

Bali Post/kmb35

PENGHARGAAN - Kasat Lantas Polres Gianyar AKP Laksmi Trisnadewi Wieryawan memberikan penghargaan kepada dua anggota Lantas Polres Gianyar.

Gianyar (Bali Post) Dua orang anggota polisi dari Satuan Lalu Lintas Polres Gianyar, Bripka Eka Putra Ambarjaya dan Aipda Kadek Anya Adnyana, diberikan penghargaan karena sepanjang Operasi Zebra Agung 2019 melakukan aksi membersihkan kerikil di sejumlah titik di By-pass I.B. Mantra. Aksi dua polisi saat membersihkan kerikil itu sempat viral di media sosial (medsos) dan mendapat simpati dari banyak netizen. Kasat Lantas Polres Gianyar AKP Laksmi Trisnadewi Wieryawan, S.H. mengatakan, awalnya polisi menerima keluhan masyarakat terkait banyaknya kerikil di By-pass I.B. Mantra, khususnya di seputaran Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, beberapa hari lalu. Kerikil yang berserakan ini dikeluhkan karena membahayakan para pengguna jalan. “Atas informasi tersebut, saya langsung memerintahkan anggota untuk membersihkan kerikilkerikil di ruas jalan tersebut,” kata Laksmi Trisnadewi, Jumat (1/11) kemarin. Dalam video yang viral di medsos itu, dua orang polisi berbagi tugas yakni satu orang menyapu kerikil yang

ada di tengah jalan dan satu orang lagi mengawasi kendaraan yang lewat. Aksi polisi ini diabadikan seorang warga, kemudian diunggah ke medsos. Kerikil itu berserakan pada jalur kecepatan tinggi, apabila dibiarkan dikhawatir-

kan memicu kecelakaan. Tak lama setelah video itu diunggah, aksi dua polisi yang membersihkan kerikil tersebut sudah viral di medsos. Aksi tersebut mendapat apresiasi dari banyak netizen. Kasat Lantas pun ikut

memberikan apresiasi karena bergerak cepat membersihkan kerikil. “Siangnya sudah viral di medsos. Kami menyampaikan apresiasi kepada anggota yang sudah bergerak cepat,” ujar Laksmi Trisnadewi. (kmb35)


Sabtu Umanis, 2 November 2019

Empat Fraksi Soroti Dampak Kekeringan Negara (Bali Post)– Masalah kekeringan yang dialami dan dampaknya bagi masyarakat Jembrana menjadi perhatian DPRD Jembrana. Dalam penyampaian pandangan umum Fraksi di Gedung DPRD Jembrana, empat dari lima fraksi menyoroti persoalan tersebut. Beberapa fraksi meminta pemerintah menindaklanjuti baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dari lima fraksi, empat fraksi di antaranya Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Golkar, Fraksi Partai Gerindra dan Fraksi Demokrat Jaya menyampaikan kegelisahan mereka terkait kekeringan. Pasalnya, hal seperti ini setiap tahun terus terjadi dan berdampak langsung bagi masyarakat. Fraksi PDI Perjuangan dalam pemandangan umum yang dibacakan Ida Ayu Mona, mengungkapkan kemarau panjang secara umum berdampak pada masyarakat. Baik kekurangan air minum (krisis air) maupun masyarakat tidak bsia melaksanakan kegiatan pertanian. Karena itu, Fraksi yang diketuai I Ketut Sudiasa ini meminta kepada jajaran yang menangani untuk menindaklanjuti. Seperti dengan membangun sumur-sumur bor di daerah yang paling terdampak sebagai solusi penanganan jangka pendek. Selanjutnya untuk jangka panjang, Fraksi meminta agar edukasi masyarakat penyanding hutan dalam menjaga hutan lestari

digencarkan. Sementara itu Fraksi Demokrat Jaya juga melihat kemarau panjang, terutama di wilayah Kecamatan Melaya sangat parah. Unuk itu fraksi meminta Pemerintah Daerah segera memberikan bantuan berupa air bersih secara rutin. Jangan sampai ada kesan pemerintah melakukan pembiaran. Truk tangki yang dimiliki pemerintah daerah bila perlu setiap hari melakukan distribusi air berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jembrana. Kesannya masyarakat dipersulit untuk minta banutan air bersih. Dorongan serupa juga diutarakan Fraksi Golkar. Golkar menilai musim kemarau yang berkepanjangan ini mengakibatkan di beberapa lokasi mengalami penurunan debit air, bahkan kekurangan air. Karena itu, Fraksi yang diketuai I Made Sabda ini mengharapkan pemerintah daerah segera bergerak cepat memberikan dan menyalurkan air bersih bagi masyara-

kat. Sehingga kebutuhan air yang bisa berakibat gagal panen serta terutama untuk kebutuhan air minum bisa terpenuhi. Selain itu fraksi Golkar juga menyarankan adanya antisipasi bersama menjelang musim hujan yang akan tiba. Guna mencegah kembalinya terjadi banjir bandang seperti tahun lalu, akibat dampak berkurangnya pohon-pohon di kawasan hutan akibat penebangan liar. “Kami mengharapkan untuk tanggap terhadap lingkungan untuk mengatisipasi terulangnya kembali bencana alam atau banjir bandang,” ujar Komang Dekritasa. Seperti diketahui, berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Jembrana sudah ada 12 titik desa/kelurahan di Kecamatan Melaya, Kecamatan Negara, Kecamatan Jembrana dan Kecamatan Mendoyo mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau. BPBD sejak September lalu juga telah menyalurkan ratusan ribu liter air ke 12 desa/kelurahan tersebut. (kmb26)

Pencuri Pistol Kapolsek Diadili I WAYAN Soma alias Yeremia (45)pencuri pistol milik Kapolsek Negara I Ketut Maret, Kamis (31/10) diadili di PN Denpasar. JPU Cokorda Intan Merlany Dewi, dalam surat dakwaannya menyatakan, aksi pelaku dilakukan pada 3 Agustus 2019 pukul 21.15 Wita, bertempat di tempat parkiran mobil Pura Sakenan, Desa Serangan, Denpasar Selatan. Dijelaskan jaksa, bahwa pria asal Klungkung itu ditangkap setelah mengambil barang sesuatu berupa tas kulit warna hitam yang berisikan satu unit senpi jenis HS-9 Cal 9X19, H190073 warna hitam Made In Crotia, 4 butir peluru, KTP, SIM C, KTA Polri, dan 3 buah kartu ATM, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang

lain yakni I Ketut Maret. Dijelaskan, awalnya terdakwa datang ke Pura Sakenan untuk sembanyang. Setelah selesai bersembayang, terdakwa kemudian jalan-jalan di seputaran areal parkiran mobil dan melihat mobil Daihatsu Taft Jeep warna hijau DK 1904 RT sedang parkir dengan kondisi pintu dibagian kemudi tidak tertutup rapat. Saat itulah niat terdakwa muncul dan melakukan aksi pencurian. Berhasil mengambil tas tersebut, terdakwa bergegas pergi dan mencari ojek di Jembatan Suwung Batan Kendal. Setelah itu terdakwa memeriksa isi tas dan melihat 1 pujuk Senpi. Kemudian terdakwa mengambil Senpi itu dan menyelipkannya di pinggang sedangkan tas berserta isi tas lainnya terdakwa

buang ke sungai. Atas hasil curiannya, terdakwa menuju Pasar Kreneng untuk menjual senpi berisi 4 butir peluru. Terdakwa menjual senpi itu ke Kadek Sudarma, yang awalnya dilakukan pembayaran Rp 500 ribu. Namun malamnya pembeli membatalkan pembelian senpi itu karena mengetahui pistol itu asli. Terdakwa dan Sudarma bertemu pada 4 Agustus 2019 di dekat Pura Goa Lawah Klungkung. Saksi Sudarma pun menyerahkan Senpi tersebut ke terdakwa dan setelah membawa Senpi tersebut ke Gor Lila Buana dengan maksud untuk disembunyikan dengan cara dikubur. Hingga akhinya polisi mengendus informasi itu dan pelaku ditangkap. (Kmb37)

KERING – Salah satu kondisi sungai di Jembrana nampak kering tanpa ada air. Kondisi

Bali Post/olo

Mobil Sapu LHKP Terbakar

MOBIL sapu milik Dinas LHKP Jembrana, Jumat (1/11) pagi terbakar. Dari informasi, mobil sapu saat itu sedang beroperasi menyapu jalanan di Jalan Sudirman, Kecamatan Jembrana. Namun tiba-tiba keluar asap dari dalam mobil sehingga petugas menghubungi pemadam kebakaran dan menangani kebakaran dalam mobil tersebut.

Kepala Seksi Damkar Kade Bagus Darmawan mengatakan, untuk mengatasi kebakaran tersebut petugas menerjunkan dua unit mobil PMK. Namun yang terpakai satu tangki air dan satu apar. Sementara itu kebakaran juga terjadi Jumat siang di lahan kosong di jalan sedap malam Gang Melon, Banjar Ceking, Desa Kaliakah, Kecamatan

Negara. Luas lahan milik anggota Polri yang terbakar 17 x 2 meter dari luas lahan 8 are. Untuk memadamkan api, petugas menerjunkan 3 unit mobil PMK dan menghabiskan satu tangki air. Kade Bagus Darmawan mengharapkan masyarakat berhati-hati di musim kering dan cuaca panas ini karena mudah terjadi kebakaran. (kmb)

Empat Tahun Belum Peroleh Sertifikat Negara (Bali Post)Ulah oknum pengembang di Jembrana meresahkan para konsumen. Hak yang semestinya mereka peroleh setelah transaksi, tak kunjung dipenuhi dan bertahun-tahun hanya diberikan janji. Seperti yang dialami Musinah (60), warga di Kecamatan Mendoyo. Ditemui wartawan Jumat (1/11) kemarin, pedagang nasi ini mengaku sudah bertransaksi pembelian tanah kaplingan sejak empat tahun silam dengan salah satu pengembang, WW. Tetapi, hingga saat ini pihaknya tak kunjung menerima sertifikat atas nama dirinya. Ia pun sempat beberapa kali menanyakan hal ini tetapi selalu diberikan janji-janji. Bahkan ketika ditanyakan ke Notaris yang mengurus transaksi tersebut, Musinah malah ditunjukkan berkas yang menumpuk

dari tanah kaplingan pengembang WW. Tanah yang dikapling berlokasi di perbatasan Dauhwaru dengan Loloan Timur, sejatinya sudah proses pemecahan. Tetapi disebutkan pihak pengembang belum membayar pajak. Sehingga proses penyertifikatan atas nama pembeli terhambat. “Tidak sesuai janjinya, malah saya harus keluar Rp 10 juta lagi untuk mengurus sampai selesai ke pengembang. Katanya mau diurus sendiri pajaknya (tidak melalui notaris). Tetapi sampai sekarang tidak kunjung selesai,” keluhnya. Bahkan dari keterangan notaris, bukan hanya Musinah yang belum menerima sertifikat, tetapi konsumen pembeli tanah lainnya juga mengalami hal yang serupa. Meskipun sudah membayar lunas ke pengembang. (kmb26)

SAPU - Mobil sapu milik Dinas LHKP terbakar Jumat pagi.

Bali Post/kmb

Tak Bayar Pajak Tujuh Reklame Disegel

Bali Post/olo

SEGEL – Tim dari Satpol PP, BPKAD dan Dinas PMPTSPTK Jembrana menyegel salah satu reklame di tempat usaha yang menunggak pajak.

Negara (Bali Post)– Sejumlah reklame yang terpasang di sejumlah titik di Jembrana, Jumat (1/11) kemarin disegel Tim Terpadu dari Pemkab Jembrana. Sedikitnya tujuh papan reklame yang tersapang di tempat usaha baik elektronik maupun show room mobil diketahui belum membayar pajak reklame. Tim yang terdiri dari Satpol PP Jembrana, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (PMPTSPTK) Jembrana selanjutnya menindaklanjuti dengan menyegel reklame tersebut. Kepala Bidang Penegakan Perundangundangan Daerah, I Made Tarma mengungkapkan, dari pengecekan sejak dua tahun ini, papan reklame ini tidak membayar pajak seperti yang diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Jembrana nomor 5 tahun 2011. Sehingga petugas menyegel reklame

penyedia elektronik khususnya handphone di tujuh titik. Di antaranya di Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, di desa Tukadaya, Kecamatan Jembrana dan di Kelurahan Lelateng. Selain reklame merk handphone, tim juga melakukan penyegelan reklame show room mobil di Desa Banyubiru dan reklama biscuit di Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara. “Setelah penyegelan ini, kami berikan waktu 15 hari untuk melakukan kewajiban. Bila tetap membandel akan kita bongkar,” terang Tarma. Sementara itu, Kabid Pajak Daerah Lainnya pada BPKAD Jembrana, I Gede Gus Diendi mengatakan papan reklame belum bayar pajak ini diketahui saat dilakukan pendataan objek pajak tahun 2018. Tim terpaksa melakukan penyegelan, karena upaya persuasif dan surat peringatan, tidak direspons. Penyegelan dilakukan dengan menempelkan stiker segel, bahwa reklame tersebut belum membayar pajak atau melanggar Perda. (kmb26)


Sabtu Umanis, 2 November 2019

Jadikan Sampah sebagai Berkah

Wabup Artha Dipa Ajak Masyarakat Bersih Mulai Lingkungan Rumah WAKIL Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa memimpin pelaksanaan aksi bersih-bersih Bali. Agenda bersih-bersih itu dipusatkan di Banjar Kebon, Desa Telaga Tawang, Sidemen, Jumat (1/11) kemarin. Dalam program itu Artha Dipa didampingi Kadis DP3A, Kadis Kesehatan, Kadis Koperasi dan Kepala OPD terkait termasuk tuan rumah Camat Sidemen. Wabup Artha Dipa mengajak seluruh masyarakat bersama-sama mengelola sampah mulai dari lingkungan rumah tangga. Pengelolaan sampah yang baik itu untuk mewujudkan Karangasem bersih dari sampah. “Mari kita kurangi sampah dengan cara mulai dari diri kita, keluarga kita, rumah tangga kita. Mari kita bersihkan sampah yang ada di sekitar kita. Mari kelola sampah di lingkungan kita masingmasing. Penting sekali hidup bersih, sehingga jadi kian sehat sehingga hidup itu tambah bernilai dan bahagia,” ajaknya. Artha Dipa meminta, kepada seluruh aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten

Karangasem untuk menjadi panutan masyarakat dalam pengelolaan sampah. Khususnya di tempat tinggal masingmasing. Dengan sampah itu

dikelola dengan baik, maka sampah itu akan memiliki nilai ekonomis. Sampah bisa juga diubah agar material yang terkandung pada sampah

un-organik seperti plastik itu tidak membahayakan lingkungan. “Dengan pengelolaan sampah rumah tangga yang

benar, kita semua dapat membantu menekan dampak negatif sampah terhadap lingkungan itu. Kita semua bisa. Mari kita jadikan pengelolaan

BERSIH-BERSIH DI KEBON - Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa memimpin pelaksanaan aksi bersihbersih Bali di Banjar Kebon, Desa Telaga Tawang, Sidemen, Jumat (1/11) kemarin.

sampah yang benar itu sebagai budaya dan kebutuhan sehari-hari. Jadikan sampah itu sebagai berkah yang benarbenar berfaedah buat kita,” terangnya. Pihaknya juga mengajak warganya membiasakan mengurangi pemakaian plastik atau bahan-bahan lain yang sulit terurai. “Kita berkumpul di sini bukan hanya memungut sampah, tetapi kita punya kewajiban mempertahankannya. Sebab, keindahan Bali itu sudah terkenal sampai ke negara lain. Kalau keindahan dan kebersihan itu tidak dipertahankan maka pelan-pelan Bali akan ditinggalkan. Lebih lanjut dikatakannya, dari zaman dulu, Bali dikatakan Pulau Surga, atau surganya dunia. Peraturan sudah banyak dibuat. Tetapi kalau peraturan itu tidak diimplementasikan secara nyata, maka pasti mubazir. Jangan biarkan aturan itu jadi macan kertas. ‘’Mau tidak mau peraturan itu harus diimplementasikan secara nyata,’’ ujarnya. Pemerintah kabupaten masih mencari solusi untuk menjaga kebersihan dengan mengelola sampah itu den-

gan baik. Masyarakat harus berani mengatakan desanya itu indah, bersih, aman, nyaman. Untuk mewujudkan itu semua memang memerlukan tenaga, waktu, dan pikiran. Semuanya itu bisa terwujud dengan dimulai dari kesadaran sendiri. Ketua panitia bersih-bersih Bali, Gus Norman Sasono, mengatakan, kegiatan aksi bersih-bersih itu memerlukan kesadaran semua pihak. Menurutnya, mempertahankan memang jauh lebih sulit daripada memulainya. Segala pengolahan akan dipusatkan di Telaga Tawang. Sekarang ini dilakukan bersih-bersih sampah seperti biasa dulu. Selanjutnya, pelepasan bibit ikan. Sebab, agenda bersihbersih Bali ini tidak bisa diselesaikan hanya hari ini. ‘’Melainkan harus dilakukan terus-menerus dan berkesinambungan. Masyarakat juga harus terus diberikan edukasi terkait kebersihan. Kegiatan bersih-bersih Bali ini dilakukan karena semua kabupaten kelabakan bagaimana menjaga kebersihan itu dengan baik,” ujar Artha Dipa.(ad14)

Muncul Ancaman Penyakit ASF

Distan Pantau Ratusan Ribu Babi

Amlapura (Bali Post) Belakangan ini mulai menyeruak penyebaran penyakit demam babi atau disebut African Swine Fever (ASF). Demam babi itu bahkan cukup ganas karena sudah menyerang sejumlah negara. Terkait munculnya ancaman serangan ASF itu, Dinas Pertanian Karangasem melalukan pemantauan intensif terhadap ratusan ribu babi yang diternak oleh masyarakat Bumi Lahar itu. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Karangasem I Made Ari Susanta mengungkapkan, Jumat (1/11) kemarin, untuk mengantisipasi penyakit ASF itu, pihaknya masih melakukan memantauan peternakan di semua wilayah Kecamatan Karangasem. Sejauh ini, jumlah populasi babi yang dipelihara warga Karangasem cukup banyak, mencapai 142.758 ekor. Pihaknya kata Susanta, sudah melakukan sosialisasi ke peternak babi agar tidak menggunakan pakan ternak yang bersumber dari olahan daging babi yang terinfeksi. Apalagi, penyakit ASF itu dapat menjangkit ke babi lewat sisa-sisa makanan di hotel, restoran, bahkan pesawat. Syukurnya, hingga saat ini, belum ditemukan munculnya gejala penyakit ASF itu khususnya di Karangasem. Jika ditemukan, maka pihaknya mengimbau sementara melarang penggunaan pakan ternak tersebut. “Penyakit ASF itu bisa tertular lewat kont a k

langsung dengan babi yang tertular. Penyakit itu juga bisa menular lewat produk olahan daging babi yang tercemar, kotoran babi terinfeksi. Penyebarannya bisa lewat lalat termasuk melalui nyamuk,” ujarnya. Dengan munculnya penyakit ini, pihaknya mewanti-wanti kepada seluruh peternak babi supaya tidak sembarangan memilih pakan. Sebab, obat atau virus anti-ASF itu belum ditemukan. Terlebih di negara Asia Selatan dan Tenggara sudah mulai ada penyakit tersebut. Salah satunya di Timor Leste. “Negara kita ini merupakan tujuan wisata dunia. Karangasem sendiri salah satu tempat favorit. Kita sangat waspada dengan turis yang membawa daging babi olahan untuk bekal mereka. Kami minta masyarakat senantiasa melakukan antisipasi. Caranya tidak menggunakan pakan ternak sisa makanan hotel itu diberikan kepada babi-babi yang mereka pelihara itu,” pintanya. (kmb41)

I Made Ari Susanta

Bali Post/kmb41

Bali Post/kmb41

SOSIALISASI - Launching sosialisasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Karangasem tahun 2020 resmi dimulai yang ditandai apel bersama di Tugu Pahlawan Ciung Wanara, Jumat (1/11) kemarin.

KPU ’’Launching’’ Sosialisasi Pilkada 2020

Amlapura (Bali Post) Launching sosialisasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Karangasem tahun 2020 resmi dimulai. Launching itu ditandai apel bersama yang diselenggarakan KPU Karangasem di Tugu Pahlawan Ciung Wanara, Jumat (1/11) kemarin. Kegiatan itu juga dihadiri Bawaslu serta Kepala Kesbangpol dan Linmas yang bertindak sebagai Pembina Apel bersama Ketua KPU Karangasem.

Ketua KPU Karangasem I Gede Krisna Adi Widana menjelaskan, melalui apel ini diharapkan mampu terjalin sinergitas yang baik antara penyelenggara dengan stakeholder. Pihaknya bersama jajarannya akan bekerja semaksimal mungkin terlebih dalam sosialiasi kepada masyarakat. “Informasi akan kita sebarluaskan dengan baik, sehingga target pemilihan dapat tercapai seperti harapan kita bersama,” kata Krisna.

Komisioner Bawaslu Karangasem I Putu Suardika mengungkapkan, pihaknya menekankan kepada KPU agar menjalankan seluruh tahapan pilkada itu sesuai aturan yang berlaku. “Sehingga pelanggaran pemilu dapat diminimalisir,” ujarnya. Suardikan berharap pelaksanaan sosialisasi nantinya semakin ditingkatkan, sehingga dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat. “Kita sangat berharap semua

pihak mengetahui bahwa pemilihan bupati dan wakil bupati itu dilaksanakan 23 September 2020 tahun depan,” pintanya. Kepala Kesbangpol dan Linmas Kabupaten Karangasem I Ketut Kanginan Subandi mengatakan, jajarannya siap memfasilitasi dan mendukung suksesnya pilkada terutama di Karangasem. “Mari kita bersinergi hingga terwujud pemilu kondusif, aman, dan damai,” harapnya. (kmb41)

Pemberian Makan untuk Penunggu Pasien

Dirut RSUD Minta Anggaran Ditingkatkan RSUD Karangasem telah menjalankan program pemberian santunan makan kepada menunggu pasien khusus kelas III. Untuk lebih meningkatkan frekuensi pemberian santunan makan itu ke depannya, pihak rumah sakit berharap anggaran yang diplot untuk menjalankan program itu bisa ditingkatkan tahun 2020 mendatang. Lalu sejauh ini bagaimanakah perjuangan pihak RSUD Karangasem ke lembaga terkait yang membidangi masalah itu? DIREKTUR RSUD Karangasem I Wayan Suardana didampingi Kepala Instalasi dan Pemasaran Ni Ketut Sukaniti, melontarkan permintaan itu, Jumat (1/11) kemarin. Suardana mengatakan, untuk tahun ini total anggaran program pemberian santunan makan kepada penunggu pasien itu sekitar Rp 600 juta. Kata dia, dengan anggaran tersebut, santuan yang diberikan pihak rumah sakit kepada penunggu pasien itu hanya sekali. “Anggran yang digelontorkan selama ini tergantung kemampuan daerah. Berapa daerah mampu mengalokasikannya, ya segitu kita diberikan. Kita tidak

pernah meminta,” ucap nya. Pihaknya kata Suardana, berharap program pemberian santunan makan kepada penunggu pasien itu diharapkan terus berjalan ke depannya. Untuk bisa lebih meningkatkan frekuensi pemberian santunan makan itu, pihaknya berharap anggaran yang digelontorkan tahun 2020 bisa ditingkatkan dari tahun ini. “Sekarang penunggu pasien hanya diberikan makan sekali. Dengan nantinya anggaran yang diplot dinaikkan, kita bisa naikkan dari sekali saja sehari bisa ditingkatkan dua kali atau tiga kali. Tetapi, kita kembali serahkan kebijakan itu

sepenuhnya kepada pemerintah,” tambah Suardana. Kepala Instalasi dan Pemasaran Ni Ketut Sukaniti menambahkan, kalau program pemberian santunan makan untuk pesien itu hanya khusus buat penunggu pasien kelas III. Kalau ada pemberian makanan langsung dari rekanan, pihak rumah sakit bisa menerima bantuan itu yang disalurkan dari Bidang Gizi. Setelah melalui pemeriksaan Bidang Gizi, kemudian baru diberikan kepada penunggu pasien. ”Selama ini, jadwal pemberian santunan makanan kepada penunggu pasien itu pada siang hari pas jam makan siang,” ujar Sukaniti. (nan)

Bali Post/kmb41

TUNGGU KELUARGA - Keluarga pasien ketika menunggui keluarganya di RSUD Karangasem.


Sabtu Umanis, 2 November 2019

BAYI - Warga dan petugas saat membantu menarik bayi itu keluar dari dasar sumur.

SOSOK Perkara Tanah Meningkat KEMAJUAN pariwisata di Nusa Penida memberi imbas positif terhadap terbukanya lapangan kerja. Selain itu, juga berimbas pada pendapatan daerah. Akan tetapi, semua aspek kemajuan itu juga dibarengi dengan dampak negatifnya. Salah satu yang paling sering muncul ke permukaan, adalah perkara kasus tanah. “Perkara kasus tanah, bukan lagi antarperorangan. Tetapi juga meluas menjadi perkara antardesa,” kata Kepala Cabang Kejari Klungkung di Nusa Penida, Gede Eka Sumahendra, Jumat (1/11) kemarin. Kata dia, masalah tanah ini terus meningkat. Dampak pariwisata yang begitu pesat, membuat warga yang sebelum marantau ke daerah transmigran memutuskan kembali pulang ke Nusa Penida untuk membuka usaha pariwisata sendiri. Namun, di sini juga kerap menimbulkan masalah. Setelah dicek tanahnya, ada juga yang sudah beralih kepemilikan. Masalah ini cukup pelik. Cukup banyak yang datang langsung ke Cabjari Nusa Penida, guna meminta solusi. Tetapi, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, karena korps adhyaksa ini tidak berwenang memberikan kepastian hukum masalah tanah. Dalam penanganan awal, pihaknya mengatakan unsur pimpinan kecamatan, yang tergabung dalam Forkopinca sudah melakukan mediasi, khususnya masalah tanah yang melibatkan antardesa. Salah satunya, antara Desa Tanglad dengan Desa Sekartaji. Mediasi sudah dilakukan Kamis (31/10) lalu dan disepakati beberapa hal. Kedua belah pihak sepakat menghentikan sementara segala aktivitas di areal lahan yang dipermasalahkan, sampai adanya kejelasan status tanah secara sah. Kedua, kepada kedua belah pihak, agar tetap dalam menyelesaikan masalah, tidak dalam suasana hati yang panas, melainkan tetap dengan kepala dingin dan kekeluargaan. Kemudian mengikuti prosedur yang berlaku. Kedua belah pihak sepakat menjaga kondisi tetap terjaga dan kondusif dalam menyelesaikan permasalahan agar dalam suasana persaudaraan. (gik)

Bali Post/gik

Semarapura (Bali Post) Seorang anak yang baru bisa berjalan, nyaris saja meregang nyawa. Anak berusia dua tahun asal Banjar Tulang Nyuh, Desa Tegak, Ni Putu Santika Dewi, tiba-tiba terperosok ke dasar sumur sedalam sekitar 14 meter, Jumat (1/11) kemarin. Beruntung, nyawanya bisa diselamatkan setelah ayahnya bergegas terjun ke dasar sumur dan mengangkat bayinya yang sudah penuh lumpur, agar tetap bisa bernapas. Ayahnya, I Made Setiawan, mengaku amat kaget. Dia yang sedang ngobrol bersama tetangganya I Wayan Sumerta (50), tiba-tiba mendengar suara yang keras jatuh ke dasar sumur, sekitar pukul 16.00 W ita. Sumur di sekitar rumahnya itu sudah lama kering. Sehingga, dasar sumur hanya berisi lumpur. Dia baru menyadarinya setelah anaknya yang sedang senang-senangnya berjalan di dekat tangga sanggah, tiba-tiba sudah lenyap dari pandangan matanya. Tangga sanggah-nya itu sejajar dengan buis sumur. Sehingga, memudahkan anak-anak untuk menjangkaunya. Dia baru menyadari, suara keras seperti benda jatuh ke dasar sumur itu, rupanya adalah anaknya sendiri. “Saya langsung terjun ke dasar sumur dan mengangkatnya,” kata Setiawan. Warga sekitar langsung gempar dan berteriak minta tolong. Masyarakat sekitar bersama anggota Polsek Klungkung dan BPBD Klungkung langsung berdatangan, berupaya memberikan pertolongan. Salah satu personel ikut turun ke dasar sumur, dengan mengikatkan badannya pada tali. Setelah sampai di dasar sumur, salah satu personel itu mengangkat anak itu, kemudian menarik talinya ke atas agar bisa keluar dari dasar sumur. Setiawan dan ibu sang bayi, Ni Komang Safitri (20) lantas bergegas melari-

kan bayinya ke UDG RSUD Klungkung, untuk observasi penanganan medis. Hasilnya, Santika nampak mengalami lukaluka pada kepalanya. Namun, lukanya tidak terlalu serius, hanya lecet. Setelah mendapat penanganan, nampak bayi itu masih shock dalam dekapan ibunya yang juga tak kalah shock atas kejadian tersebut. Setiawan dan Safitri mengaku amat bersyukur, anaknya masih bisa selamat dari maut. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu penanganan anaknya. Kepala Pelaksana BPBD Klungkung Putu Widiada nampak ikut turut mengawal penanganan bayi ini hingga diantar ke RSUD Klungkung. Saat evakuasi, BPBD turun dengan tujuh personel, berbaur bersama warga dan petugas kepolisian. Kedua orangtuanya selanjutnya diminta lebih berhati-hati dalam mengasuh bayinya. Batasi sumur tersebut dengan pagar pengaman, agar tidak mudah dijangkau lagi oleh anak-anak. (kmb31)

Lagi, Dua Pelajar SMP Duel di Dekat RJ Bupati

Semarapura (Bali Post) Perkelahian pelajar kembali terulang. Dua pelajar SMP terlibat duel. Lagi-lagi, lokasi yang dipilih adalah di areal lapang di dekat rumah jabatan (RJ) Bupati Klungkung, di Jalan Dr. Sutomo, Semarapura Tengah. Perkelahian itu baru bubar setelah kedua pelajar ini diamankan polisi.

Bali Post/gik

Kantor Polisi - Para pelajar SMP saat di Kantor Sat Reskrim Polres Klungkung.

Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan, Jumat (1/11) kemarin mengatakan, jajaran kepolisian langsung mendatangi lokasi, setelah menerima laporan dari seorang guru. Dikhawatirkan, duel ini menimbulkan dampak negatif yang membahayakan bagi kedua siswa. Kejadian ini disayangkan, karena sejumlah temannya jusru menontonnya, bukan melerai perkelahian itu. Perkelahian itu terjadi Kamis (31/10) lalu, sepulang sekolah sekitar pukul 13.00 Wita. Mirza Gunawan mengatakan kedua siswa SMP ini, masingmasing berinisial I Kadek AK (14) dan WSN (15). Tak jelas masalah awal yang memicu duel tersebut. Namun, sebelum duel terjadi, keduanya sempat terlibat keributan di sekolah dan sepakat saling tantang untuk menyelesaikan masalahnya di luar sekolah. Maka, dipilihlah lokasi di dekat rumah jabatan Bupati Klungkung. “Awalnya duel mau dilakukan di sekitar Pura Watu Klotok. Tetapi karena jauh, duel disepakati pindah ke dekat RJ Bupati,” kata Mirza Gunawan. Duel keduanya ditonton teman-temannya, seperti Made KDS (14) dan Kadek Ar. Keributan di sekitar RJ Bupati itu akhirnya dipergoki warga

sekitar. Khawatir, keselamatan keduanya, oleh warga sekitar akhirnya duel kedua siswa dihentikan dan diminta pulang ke rumah masing-masing. “Kedua siswa yang duel sudah sempat meninggalkan lokasi bersama teman-temannya. Tetapi, setelah lokasinya sepi, mereka malah balik lagi, duel siswa ini pun malah lanjut lagi,” tegasnya. Setelah menerima laporan, polisi pun bergegas datang dan mengamankan kedua siswa, untuk pembinaan lebih lanjut. Karena masih di bawah umur, keduanya lantas diperingatkan agar tidak mengulangi perbuatan itu lagi, kemudian dikembalikan kepada kedua orangtuanya. Mereka diminta mengawasi dengan ketat anakanaknya, agar tidak berbuat nekat seperti itu lagi. Lokasi di dekat RJ Bupati ini memang kerap dipakai duel siswa SMP maupun SMA. Sebelumnya, bentrok antarpelajar juga terjadi di lokasi ini, sehingga juga terpaksa diamankan pihak kepolisian. Bahkan, pelakunya kadang juga siswi SMP. Mirza Gunawan berharap, orangtua siswa melakukan pembinaan lebih lanjut pada anaknya. Agar tidak melakukan tindakan nekat yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. (kmb31)

Kesurupan Massal, Belasan Siswa SMPN 4 Banjarangkan Diminta Tak Sekolah Semarapura (Bali Post) Kesurupan sejumlah siswa SMPN 4 Banjarangkan berulang kali terjadi. Untuk mencegah peristiwa itu terulang lagi, pihak sekolah menggelar ritual macaru di lingkungan sekolah, Jumat (1/11) kemarin. Pada saat pelaksanaan upacara, belasan siswa kembali kesurupan. Menyikapi masalah ini, Kepala Disdikpora Klungkung Dewa Gede Darmawan meminta siswa yang sering kesurupan agar diistirahatkan dulu di rumah, untuk memulihkan kondisi psikologisnya. Darmawan menegaskan, ada delapan siswa yang didata sekolah paling sering mengalami kesurupan. Mereka diminta jangan bersekolah dulu, agar tidak terus-menerus kesurupan. Ini tidak baik bagi tumbuh kembang mental anak-anak. Dia yakin, setelah pelaksanaan macaru alit ini dan membuatkan palinggih di belakang sekolah, situasi sekolah bisa kembali normal. Pihak sekolah juga bekerja sama dengan orangtua siswa, agar membantu memulihkan kondisi psikologis anaknya. Dengan demikian, kegiatan belajar mengajar bagi siswa lain bisa tetap berjalan, tanpa terganggu lagi adanya siswa yang kesurupan. “Setelah menempuh upaya niskala, kegiatan yang sifatnya memperkuat karakter, harus diperbanyak di sekolah,” katanya. Pada Jumat (1/11) kemarin, keusurupan terjadi sejak pagi. Total ada sekitar sebelas siswa terus-menerus kesurupan secara bergiliran. Mengenakan pakaian adat, mereka terus berteriak, ada yang tertawa terbahakbahak, ada pula yang mengamuk, menari sambil menangis histeris. Satu per satu ditangani dengan tirta oleh guru setempat. Namun, karena tak mempan, ada pula yang dipukul-pukul dengan sebilah bambu guna

mengusir roh jahat dari tubuh anak-anak tersebut. Rupanya, cara ini juga tidak terlalu mempan. Sehingga anak-anak yang kesurupan dikumpulkan dalam satu ruangan, sampai jiwanya tenang. Wakil Bupati Klungkung Made Kasta kembali datang ke sekolah ini, Jumat kemarin. Dia sempat mengikuti pelaksanaan ritual macaru, untuk menetralkan lokasi sekitar dari roh-roh yang terus mengganggu para siswa setempat. Wabup Kasta sempat mengecek kembali ke belakang sekolah, di sekitar alur sungai yang ditengarai menjadi pusat roh-roh gaib. Setelah mengecek palinggih-nya, rupanya tindak lanjutnya sedikit berbeda dari arahan dia sebelumnya. “Saya memberikan petunjuk membuat palinggih, maksudnya bukan palinggih seperti ini. Tetapi, cukup seperti bebaturan saja. Karena itu yang mereka inginkan, setelah pohon besar di sekitarnya ditebang,” kata Wabup Kasta yang juga praktisi spiritual ini. Karena sudah ditangani praktisi spiritual khusus yang ditunjuk pihak sekolah, Wabup Kasta berharap setelah ritual macaru dan membuatkan palinggih, situasi di sekolah segera kembali normal. Sehingga, anak-anak setempat dapat belajar seperti sedia kala. Kepala SMPN 4 Banjarangkan Wayan Ngenteg mengatakan, pecaruan manca warna ini digelar untuk memohon keselamatan dan memohon supaya tidak diganggu oleh makhluk astral yang menyebabkan sejumlah siswa putri mengalami kesurupan beberapa hari belakangan ini. “Kami ingin segera mengakhiri masalah ini,” ujar Ngenteg. (kmb31) PECALANG - Salah satu siswa saat kesurupan dan ditenangkan guru dan pecalang setempat.

Bali Post/gik


Sabtu Umanis, 2 November 2019

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 72 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA

Dcr tng krim lele (pke spd mtr) H.081246682139 / 081916982311

Cari Cook Helper pria/wanita restaurant di Kuta,Gaji pokok, service.Lam di WA 085647119728

Dcr Satpam u/Travel, Min SMA/ Sdrajat Hub.0361-729196/729197

B.BP.154.11.19.0000015

Cari Staff bersih-bersih resto diBerawaSMS/WA087838225522

B.BP.004.10.19.0000941

Dcr Tukng Jarit Tas Kulit,Gaji Menrik+Insentif H.085857118424 B.BP.001.10.19.0000857

Dcr. Segera Adm, Prod. Wanita. Usia Max.25 th. Bisa komputer, Pengalaman tidak diutamakan. Hub.085100480049 B.BP.004.10.19.0000652

DIJUAL RUMAH

B.BP.004.11.19.0000010

B.BP.001.10.19.0000886

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

Dibthkan Tng Sopir pria punya SIM A/B, bw KTP,Ijazah terakhir CV lam bw ke Itekes Bali Jl.Tk. Balian 180 Dps T.0361-8956208

B.BP.001.10.19.0000195

Dibutuhkan PRT Cewek u/ Rumah di Sanur SMS:08123877799 B.BP.001.11.19.0000012

SERVICE

Dcr:Koord.Adm wanita,Salesman/ Girl Lam:Bedahulu 4 No.12 Dps Email:herryy.hr@gmail.com

B.BP.004.10.19.0000939

Dicari Accounting wanita berpengalaman ngerti pajak utk Toko Prima Moda Teuku Umar Email:calculus2050@gmail.com

B.BP.004.10.19.0000943

Dicari Staf pria Housekeeping Villa di Canggu H.081237594915 B.BP.001.11.19.0000002

Dicari sopir memiliki SIM A Hub.082147222258 B.BP.001.11.19.0000007

Marketing,Bawa Srt lamaran ke Pertokoan Sudirman Agung B-25 B.BP.001.11.19.0000003

SERVICE

Pembantu untuk Rumah Kerobokan Tinggal Dalam WA:081916468911 B.BP.004.10.19.0000890

Security Team Members: Experienced,alert,EnglishSpeaking security required in Sanur From December 2019. Shift work(rotating)will be required & CCTV knowledge an advantage Base salary + service + THR+ Jamsostek/BPJS+Annual Leave. Please send your Application to: reception@thezenvillas.com B.BP.001.10.19.0000924

Waiter,Barista.Lam ke Jl.Danau Toba 7 Sanur WA:081805628430 B.BP.001.11.19.0000018

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

DIJUAL MOBIL

PROPERTY

KEHILANGAN

SUZUKI

DIJUAL TANAH

Djual Swif AT 2012 Cash/kredit DP 25Jt. Hub WA:085238555858

Djl Tnh Kav SHM Pamogan,Renon, Jl.Persada,Panjer 082145609297

HilangBPKBNo-O,Nosin2BU182039 DK 6524 OI AN:Donald Walter N

B.BP.803.11.19.0000009 TOYOTA

Fortuner type G TRD Sporty’12 silvr met Hub.081238121657(WA) B.BP.001.10.19.0000926

B.BP.001.10.19.0000935

PROPERTY

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

Bantu Lapor Pajak SPT Tahunan BulananSIUPNPWP081338344155

Rmh,1Are,lantai 2, Dalung,800Jt Hub:082147453248 B.BP.004.11.19.0000019

PROPERTY

PROPERTY

DIJUAL TANAH

DISEWAKAN RUMAH

1,5 are Jl.Gelogor Carik Gg. Kangguru No.2. 085101818655 B.BP.154.11.19.0000016

B.BP.004.11.19.0000004

Over kontrak kos2an 11 kmr Jl. Tkd Badung 19 H:085100888379 B.BP.004.11.19.0000011

B.BP.001.10.19.0000082

PRIVATE Menerima Les Privat Bahasa Inggris Hub WA:081 353 003 120 B.BP.001.11.19.0000022


Sabtu Umanis, 2 November 2019

Hutan Dekat Pura Pasar Agung Terbakar Bangli (Bali Post) – Kebakaran hutan kembali terjadi Jumat (1/11) kemarin. Lokasinya berada di lereng Gunung Batur, Kintamani, dekat Pura Pasar Agung. Informasi yang dihimpun menyebutkan, kebakaran terjadi pukul 10.30 Wita. Cuaca panas menyebabkan api dengan cepat merembet dan membakar areal hutan yang berupa semak dan pepohonan tersebut. Untuk mencegah kebakaran semakin meluas, warga dibantu petugas pemadam kebakaran dan aparat kepolisian/TNI turun ke lokasi memadamkan api. Perbekel Desa Batur Tengah, Gede Sarjana, saat dikonfirmasi siang kemarin, mengatakan api sudah berhasil dipadamkan. Warga sempat khawatir, kebakaran hutan yang dikelola Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) itu merembet ke areal Pura Pasar Agung. Sebab, lokasi hutan yang terbakar cukup dekat dengan pura. “Jarak antara pura dengan sisi pinggir api

yang sudah berhasil dipadamkan sekitar 100 meter,” ujarnya. Sarjana mengaku tidak tahu pasti pemicu kebakaran tersebut. Menurutnya, kebakaran kemungkinan terjadi karena faktor alam yakni adanya gesekan pohon. Luas lahan hutan yang terbakar diperkirakan mencapai 20 are lebih. Sementara itu, Sekretaris Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Bangli Dewa Agung Suryadarma mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran dari warga pukul 10.56 Wita. Untuk memadamkan kebakaran di lokasi tersebut, pihaknya menurunkan satu unit mobil damkar dan satu unit mobil tangki air. Siang kemarin, kebakaran sudah berhasil dipadamkan. “Sekarang, tinggal pendinginan. Anggota kami masih berada di sana,” ujarnya. Dia menyebutkan, hutan yang terbakar kemarin berupa semak. Lokasinya ada di jalur pendakian. Suryadarma belum bisa memastikan pemicu kebakaran di sana. (kmb40)

PADAMKAN API - Warga dibantu petugas Damkar Bangli memadamkan api, Jumat (1/11) kemarin.

Dewan Minta Optimalkan Pendapatan dari Sektor Pariwisata

Bangli (Bali Post) –

DPRD Bangli kembali menggelar rapat dengan sejumlah OPD penghasil, Jumat (1/11) kemarin. Dalam rapat tersebut, dewan mendorong semua OPD penghasil untuk mengoptimalkan potensi pendapatan yang ada. Salah satunya di bidang pariwisata. Wakil Ketua DPRD Bangli Komang Carles yang ditemui usai memimpin rapat kemarin, mengatakan, untuk menggenjot pendapatan daerah tahun 2020 mendatang, dewan mendorong semua OPD penghasil untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki. Di bidang pariwisata misalnya, dewan meminta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) menggarap objek-objek wisata yang

selama ini belum tersentuh retribusi. Contohnya, objek wisata Air Terjun Tibumana di wilayah Susut dan objek wisata spiritual Sudamala di Kelurahan Bebalang, Bangli. Menurut Carles, Disparbud layak menarik retribusi di kedua objek itu, karena pemkab sudah memberikan perhatian cukup kepada objek tersebut. Baik berupa pembangunan infrastruktur, maupun peningkatan

SDM. “Kami sarankan kadis melakukan pendekatan, menyiapkan regulasi berkaitan dengan pungutan ini. Karena selama ini, daerah kan sudah memberikan perhatian untuk objek tersebut,” terangnya. Selain di bidang pariwisata, dewan juga mendorong Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) untuk mengintensifkan pajak air bawah tanah (ABT).

RAPAT - Suasana rapat kerja di DPRD Bangli, Jumat (1/11) kemarin.

Carles mendukung ide Kepala BKPAD Bangli menyiapkan watermeter bagi para pengguna ABT. Watermeter itu akan dipasang di masingmasing objek pajak dengan sistem pinjam pakai. Dengan cara itu, pemungutan pajak ABT diyakini bisa maksimal. “Kita juga dorong agar BKPAD segera menerapkan sistem online untuk pemungutan pajak hotel dan restoran (PHR) dan menggarap pajak hiburan pada tempat rekreasi air,” ujarnya. Peningkatan PAD, sambung Carles juga masih memungkinkan digenjot di Dinas Kominfo. Sebagaimana

Bali Post/kmb40

data yang disebutkan pihak Dinas Kominfo, kata Carles, saat ini terdapat 87 menara telekomunikasi di Bangli. Namun, mengenai berapa yang berizin dan belum, tidak jelas datanya. “Yang belum berizin ini, kita minta agar digarap untuk menggenjot pendapatan daerah,” imbuhnya. Anggota DPRD Bangli Satria Yudha menambahkan, di bidang pariwisata, sebenarnya masih banyak potensi yang bisa digenjot untuk menaikkan pendapatan. Dia pun meminta Kepala Disparbud aktif dan berinovasi. Jangan melempem. “Kalau memang tidak mampu untuk melaksanakan tugas lebih baik mengundurkan diri saja,” kata politisi PDI-P asal Susut itu. Menurut Satria Yudha, Disparbud harus melakukan pendataan, mana saja objek wisata yang selama ini sudah dibantu pengembangannya oleh pemkab dan mana yang belum namun punya potensi besar untuk peningkatan PAD. Untuk objek wisata yang sudah pernah dibantu pemerintah, agar dikenai retribusi. Seperti Air Terjun Tibumana dan Sudamala. “Kenapa tidak dipungut? kalau terus begitu kapan bisa maju. Kalau regulasi belum ada, ya dibuatkan,” katanya. Dia juga meminta BKPAD Bangli untuk mengenakan pajak terhadap wahana permainan air seperti waterboom dan pemandian air panas yang ada di Kintamani. Karena potensi untuk menaikkan pendapatan daerah dari sektor itu cukup besar. Kalau memang regulasi menjadi kendala, BKPAD diminta belajar ke Kabupaten Badung. “Badung sudah punya regulasinya. Kita tinggal ATM, amati tiru dan modifikasi,” imbuhnya. (kmb40)

Lampu PJU di Penelokan-Toyabungkah Belum Nyala Bangli (Bali Post) – Lampu penerangan jalan umum (PJU) bantuan Kementerian Perhubungan sudah selesai dipasang di jalur Penelokan–Toyabungkah, Kintamani. Namun sampai saat ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangli mengaku belum bisa memfungsikannya. Masih adanya belasan desa yang menunggak pembayaran rekening listrik di PLN, menjadi kendala Dishub menyalakan lampu bantuan pusat tersebut. Kepala Dishub Bangli Gede Arta mengungkapkan, terdapat 65 titik lampu konvensional yang dipasang di Jalur Penelokan-Toyabungkah tahun ini. Meski pemasangannya sudah selesai dikerjakan, namun pihaknya masih belum bisa memfungsikannya untuk penerangan jalan. Kendalanya, karena pihak PLN tidak memberikan Pemkab Bangli melakukan pengamprahan daya, sebelum semua desa yang menunggak pembayaran listrik melunasi kewajibannya. “Jadi, lampulampu itu bisa hidup kalau utang itu dibayar desa,” ungkapnya saat ditemui usai mengikuti rapat kerja di

DPRD Bangli, Jumat (1/11) kemarin. Dia mengatakan, 16 desa tersebut nunggak pembayaran rekening listrik ke PLN cukup lama. Sebelum kewenangan pembayaran PJU dilimpahkan dari desa ke Pemkab Bangli sekitar tahun 2017 lalu. Selain menyebabkan lampu bantuan pusat di Jalur Penelokan-Toyabungkah belum bisa menyala, kata Gede Arta masih adanya tunggakan desa itu juga menyebabkan pihaknya belum bisa memasang lampu di jalur Kubu-Penelokan. Kadis asal Desa Songan, Kintamani itu mengungkapkan saat ini, jalan yang sudah diterangi PJU baru dari Kota Bangli sampai di wilayah Kubu. Sementara jalur Kubu-Penelokan belum terpasangi PJU. “Sebenarnya, kita rencana akan pasang PJU dari Kubu sampai Penelokan. Tapi masalahnya kita tidak bisa tambah daya. Jadi, walaupun dipasang, percuma tidak bisa nyala,” ujarnya. Belum lunasnya tunggakan pajak juga diakui menyebabkan belum bisa melakukan penggantian sistem pembayaran dari kon-

trak ke sistem pembayaran menggunakan kilometer. Menurutnya, jika pembayaran bisa dilakukan dengan sistem kilometer, maka pemkab bisa mengefisiensi

biaya pembayaran rekening listrik setiap bulannya. Terkait masih adanya 16 desa yang nunggak pembayaran rekening listrik itu, Gede Arta mengatakan, ins-

pektorat sudah bersurat ke semua desa tersebut. Desa-desa tersebut diwajibkan menganggarkan biaya untuk membayar tunggakan listrik tahun 2020. (kmb40)

Bali Post/ist

Tiap Tahun, RSJ Rawat Belasan Pasien Usia di Bawah 14 Tahun Bangli (Bali Post) Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali di Kelurahan Kawan, Bangli tak hanya menangani pasien gangguan jiwa usia dewasa, juga pasien anak-anak. Berdasarkan data RSJ Provinsi Bali, jumlah pasien yang dirawat dikelompokkan berdasarkan usia. Mulai dari kelompok usia 1-4 tahun, 5-14 tahun, 15-24 tahun, 25-44 tahun, 45-64 tahun, dan 65 ke atas. Pasien kelompok usia 1-4 tahun yang dirawat inap selama lima tahu terakhir tercatat nihil. Sementara untuk usia 5-14 tahun jumlahnya berfluktuasi, rata-rata belasan pasien dalam setahun. RSJ paling banyak merawat inap pasien dengan kelompok umur 25-44 tahun yang mencapai seribuan lebih orang setiap tahunnya. Direktur RSJ Provinsi Bali dr. Dewa Gede Basudewa, Sp.KJ. membenarkan pasien yang selama ini menjalani rawat inap maupun rawat jalan di RSJP Bali di Bangli tidak saja dewasa, namun juga pasien anak. Jumlah pasien anak yang dirawat selama ini lebih sedikit dari yang dewasa. “Yang masuk kategori pasien anak adalah yang usia di bawah 18 tahun,” ujarnya, Kamis (31/10). Untuk merawat pasien anak, pihaknya selama ini telah memiliki sub-spesialis jiwa anak yang didukung dokter spesialis anak. Dijelaskannya selama ini penyebab gangguan pada anak ada beberapa faktor. Biasanya karena adanya problem gangguan daya ingat. Ada penyakit di otaknya. IQ-nya yang di bawah rata-rata menyebabkan anak mengalami kesulitan bergaul, kesulitan berkomunikasi dengan lingkungan dan orangtuanya. “Biasanya hal ini memunculkan gangguan hiperaktif, mengganggu lingkungan dan kadang-kadang juga gampang emosi. Hal itu yang kemudian menyebabkan anak dirawat inap karena ada perilaku-perilaku yang menurut keluarganya aneh dan membahayakan dirinya,” terangnya. Selain karena faktor terse-

but, faktor lainnya seperti stres juga dapat memicu anak mengalami gangguan jiwa. Basudewa mengatakan, biasanya gangguan jiwa yang diakibatkan karena stres terjadi pada anak remaja yang usianya mendekati 17 tahun. Misalnya, anak usia SMP atau SMA bisa mengalami stres karena putus pacar, tidak percaya diri, atau karena sering diejek di lingkungannya. “Bisa juga karena mendapat tekanan dari orangtua, orangtua terlalu mengekang, selalu merendahkan si anak. Atau mungkin karena mengalami kekerasan waktu kecilnya sehingga pada saat remaja kemampuan dia mengatasi penderitaan akibat kekerasan fisik masa kecilnya habis sehingga timbul gangguan jiwa, dengan gejala gangguan emosi, gangguan jiwa berat, berhalusinasi, berpikir aneh-aneh,” jelasnya. Dalam merawat pasien gangguan jiwa anak, dr. Basudewa mengatakan pihaknya telah merencanakan untuk menyiapkan ruang khusus anak dan remaja. Kapasitasnya tidak banyak sekitar 10-15 tempat tidur. Saat ini, RSJP Bali sedang membangun fasilitas baru untuk geriatri dan rehab narkoba. Rencananya ruangan-ruangan lama akan difungsikan untuk ruang anak dan remaja. “Ruangan untuk Geriatri tahun ini selesai, nanti sementara akan kita pakai untuk ruang anak dan remaja. Tapi seting ruangannya belum memenuhi, artinya setingannya masih seperti ruang rawat dewasa,” ujarnya. Menurutnya, pemisahan ruangan anak dan dewasa harus dilakukan karena pasien anak punya dunia sendiri. Anak punya kekhususan yang kapasitasnya beda dengan dewasa. Anak sifatnya lebih khusus, misalnya terkait kematangan pikiran, kematangan perilaku, dan hubungan sosial beda yang dengan pasien dewasa. “Kita takutkan pasien anak diperlakukan tidak senonoh oleh pasien dewasa,” imbuhnya. (kmb40)


OLAHRAGA

Sabtu Umanis, 2 November 2019

15

Mengenang Alfin Lestaluhu

Bek Kanan Timnas yang Ceria Jakarta (Bali Post) – Pemain tim nasional U-16 Indonesia, Alfin Lestaluhu, sudah pergi dari dunia sepak bola untuk selama-lamanya. Alfin Lestaluhu meninggal dunia di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, Kamis (31/10) sekitar pukul 22.11 WIB.

Berdasarkan diagnosis dokter, Alfin Lestaluhu meninggal dunia karena encephalitis (infeksi otak) dengan hypoalbumin. Kepergian Alfin menimbulkan

kesedihan, tak terkecuali bagi pelatihnya sendiri di timnas U-16, Bima Sakti. Bima diketahui merupakan orang yang menemukan bakat Alfin yang merupakan siswa di Sekolah Khusus Olahraga (SKO) Ragunan, Jakarta. Tidak butuh waktu lama, Alfin langsung menjadi andalan di skuad timnas U-16 Indonesia. Debut internasionalnya adalah ketika menjadi bagian dari skuad timnas Indonesia yang berkompetisi di Piala AFF U-16 tahun 2019. Menurut Bima, Alfin adalah seorang remaja yang jenaka.

‘’Dia ceria, suka bercanda,’’ katanya, Jumat (1/11) kemarin. Bima juga menceritakan sebuah momen yang tidak terlupakan dengan anak asuhnya itu. ‘’Selalu ceria serta yang paling mengejutkan sewaktu adu penalti melawan Vietnam di ajang Piala AFF 2019 di Chonbury Thailand, begitu peluit berakhir dan dilanjutkan ke adu penalti, Alfin pemain pertama yang menghampiri saya dan berkata...‘saya mau dan siap ambil pinalti coach’...saya dengarnya malu dan berkata dalam hati...luar biasa mental anak ini, karena waktu saya main dulu, mohon maaf saat tampil di final SEA Games 1997 Jakarta melawan Thailand, saya salah satu pemain yang gak berani ambil pinalti,’’ tutur Bima Sakti. ‘’Walau dia gagal dan langsung meminta maaf ke saya, tanpa banyak bicara langsung saya peluk dia, gak apa-apa Alfin, terima kasih kamu udah berani ambil penalti. Memang sebenarnya dalam sesi latihan penalti, dia bukan pilihan utama untuk menendang

penalti. Setelah masuk ruang ganti, saya sampaikan ke semua pelatih, ofisial dan para pemain, bahwa saya respect salut dan bangga dengan perjuangan, dedikasi Alfin,’’ tambahnya. Alfin Lestaluhu merupakan salah satu korban dampak gempa Ambon, Maluku, beberapa waktu lalu. Alfin pulang kampung ke Ambon pada 24 September 2019 setelah tampil di Kualifikasi Piala Asia U-16. Dua hari setelahnya, atau Kamis (26/9) lalu, gempa bermagnitudo 6,8 mengguncang Ambon. Alfin meninggal dunia dalam umur yang masih sangat belia, 15 tahun. Jenazah Alfin dibawa dan dimakamkan di kampung halamannya di Tulehu, Ambon pada Jumat kemarin. (kmb33)

Rossi akan Pensiun Tahun Depan

Sepang – Legenda balap motor, Valentino Rossi, mengatakan akan mengucapkan selamat tinggal setelah menjalani balapan terakhir pada MotoGP 2020. Rossi menjadi pembalap tertua di lintasan MotoGP saat ini. Kontrak pembalap 40 tahun itu dengan tim Monster Energy Yamaha bakal berakhir tahun depan. Menjelang musim terakhir, pertanyaan mengenai masa depan Rossi pun kembali muncul. Pemilik tujuh gelar juara dunia MotoGP itu mengaku bakal memikirkan masa depannya sebelum kontraknya benar-benar berakhir. ‘’Saya tidak tahu. Saya akan mengakhiri keikutsertaan di MotoGP tahun depan. Selama musim berlangsung saya akan berpikir mengenai apa yang akan saya lakukan setelah 2020. Tetapi saya pikir saya akan berhenti setelah musim depan. Saya akan menuju Valencia dan berkata ‘selamat tinggal’,’’ ujar Rossi sambil tertawa, Jumat (1/11) kemarin. Lebih lanjut Rossi mengaku keputusan mengenai kariernya di MotoGP bakal bergan-

tung kepada hasil-hasil yang akan ia raih pada musim mendatang. ‘’Itu semua tergantung dari hasil. Musim depan saya akan ada pergantian kepala kru, akan ada David Munoz menggantikan Silvano Galbusera. Kita akan melihat bagaimana kecepatan saya selama tes musim dingin dan balapan pertama. Setelah itu saya akan memutuskan,’’ terang mantan juara 125cc dan 250cc itu. Menjelang akhir musim MotoGP 2019, Rossi masih menempati peringkat ketujuh di klasemen pembalap. Dua balapan terakhir akan berlangsung di Malaysia dan Valencia. Di MotoGP Malaysia 2019, Rossi berharap bisa tampil kompetitif meskipun hanya finis di urutan kedelapan pada balapan MotoGP Australia 2019 pada pekan lalu. (kmb33/afp)

Pemain Barca Rela Potong Gaji fer ditutup, Neymar tak kunjung hengkang ke Barcelona memilih tetap berseragam Les Parisiens. Kegagalan transfer ini jelas sangat mengecewakan para pemain Barcelona. Pique menjelaskan bahwa penggawa El Barca sebenarnya sudah sangat menantikan datangnya Neymar. Mereka bahkan rela kontrak diutak-atik demi terwujudnya transfer jebolan Santos itu dan klub tak tersangkut masalah Financial Fair Play. Pasalnya nilai transfer Neymar yang cukup berpeluang membuat neraca keuan-

gan Barcelona tidak seimbang. ‘’Kami tidak patungan uang. Yang kami katakan kepada presiden adalah, apakah kami dapat mengubah kontrak karena kami tahu itu bisa menimbulkan masalah Financial Fair Play. Kami berkata kepada presiden, kami tak masalah tak mendapatkan sesuatu di tahun pertama, kami bisa memperolehnya di tahun kedua atau tiga atau empat,’’ katanya. ‘’Pada akhirnya kami ingin berjalan bersama klub dan membantu mereka. Dalam

Sudah Pulih ‘’Sampai Agustus 2019, wisman sudah pulih kembali pada track semula. Bahkan tingkat kunjungan tahun 2019 diprediksi di atas kunjungan 2018 dan 2017,’’ tandasnya. Dengan penghitungan itu, mengisyaratkan daya tarik pariwisata Bali tidak mengalami masalah. Buktinya, setelah situasi yang memengaruhi kunjungan wisman teratasi, tingkat kunjungan wisman pun pulih. Sementara kunjungan wisdom hingga September 2019 belum membaik. ‘’Jadi sebenarnya tidak ada masalah dengan daya tarik pariwisata Bali. Jadi kalau mau mengerjakan sesuatu, yang perlu disasar

adalah wisdom. Karena PR wisman sudah dikerjakan dengan baik,’’ pungkasnya. Satu hal yang menjadi tanda tanya adalah kunjungan wisman yang naik tidak diiringi dengan naiknya okupansi rate hotel berbintang. Adi mengatakan, okupansi rate cenderung membaik namun belum pulih secara utuh. ‘’Itu yang saya gunakan membuat kesimpulan bahwa kalau kunjungan wisman naik, sudah membaik seharusnya berpengaruh pada okupansi rate, tapi ternyata okupansi rate-nya belum pulih. Berarti okupansi ratenya belum cukup didorong oleh wisman, tapi ada yang membebani. Yang membebani adalah wisatawan domestik,’’

ungkapnya sembari menyebut jumlah hotel berbintang di Bali 553. Jika melihat kunjungan wisman ke Indonesia secara total 1,4 juta pada September 2019, maka 42 persen wisman pergi ke Bali. Hampir separuh wisman datang ke Bali. Wisman yang menduduki lima besar tertinggi kunjungan ke Bali yaitu Australia, Tiongkok, Inggris, Jepang, India. Dari lima negara tersebut, kunjungan wisatawan Tiongkok mengalami penurunan paling tinggi. Sementara yang lain mengalami peningkatan. ‘’Yang perlu mendapat perhatian adalah penurunan kunjungan wisatawan Tiongkok yang cukup dalam yaitu 22 persen,’’ cetusnya. (kmb42) Sabtu, 2 November 2019

05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Kepemangkuan (1) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi Akhir Pekan 07:35 Wita Sehat & Bugar Aerobik Dangdut, Group Russ Buldog 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Bali TV Shop 09:30 Wita Belajar Menggambar Menggambar Kotak-kotak 10:00 Wita Seputar Bali Terkini

10:05 Wita Galeri Musik Indonesia 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Kepemangkuan (2) 12:30 Wita Bali Channel Tourist TV 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Solusi Alternatif Marion Sam 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Ocydia Home Shopping 14:30 Wita Yowana Magz Aksi Peduli Lingkungan Sabha Yowana Kerobokan 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Parameter 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini

16:05 Wita DW TV 16:30 Wita Folk Song 17:00 Wita Bunda Arsaningsih Karma dan Reinkarnasi 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Satu Jam Seemo Bali 21:00 Wita Classic Bali TV 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Dalem Ped Nusa Penida(4) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Folk Song

Banyak Atlet Tidak Sah

KONI Bali akan Siapkan Aturan Baru Denpasar (Bali Post) KONI kota dan kabupaten se-Bali dipastikan mengetahui bahwa atletnya ilegal atau tidak memenuhi persyaratan untuk diterjunkan pada ajang Porprov. Bahkan, cabor juga mengetahui kalau terjadi pelanggaran batas waktu mutasi, namun atlet bersangkutan tetap saja diloloskan membela daerah tertentu, guna berlaga pada hajatan multi-event dua tahunan tersebut. Menghindari hal ini, KONI Bali akan siapkan aturan baru. Itu dilontarkan Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi di Denpasar, Jumat (1/11) kemarin, menanggapi rapat evaluasi pelaksanaan Porprov. Ia menyebutkan, cabor sepak bola dan futsal ditemu-

kan pelanggaran batas waktu mutasi, hingga pemain tersebut tidak sah diturunkan pada ajang Porprov. Karena itu, ke depan pelaksanaan Porprov harus lebih baik dan batas waktu mutasi sudah tidak ada toleransi lagi. ‘’Saya kira Tim Keabsahan tidak bisa disalahkan, sebab sifatnya hanya menerima,’’ ungkapnya. Suwandi juga tidak memungkiri terjadinya pemalsuan umur bagi atlet Porprov. Untuk itu, dirinya berencana persyaratan umur hanya berpatokan pada tahun kelahiran, bukan lagi tanggal maupun bulan kelahiran. ‘’Kami juga menerima masukan dari penyelenggaraan Porprov, termasuk segi kekurangannya pada tiap cabor,’’ terangnya.

Suwandi berniat melibatkan Tim Hukum dan Etika, guna menyusun standar baku peraturan mutasi maupun persyaratan dan aturan yang diberlakukan bagi atlet Porprov. Ia juga berniat memberikan sanksi tegas kepada oknum pelanggarnya, misalnya manajer tim jika terbukti melanggar karena mengetahui atletnya ilegal, maka manajer tim layak diberikan sanksi, seperti tidak boleh mendampingi tim lagi pada Porprov berikutnya. ‘’Kami akan menyusun draf peraturan Porprov. Selanjutnya, kami sodorkan pada rapat anggota dan silakan dikoreksi. Hal ini semata-mata demi menegakkan peraturan,’’ bebernya. (022)

Susah Dibenahi

Demi Pulangkan Neymar Barcelona – Gerard Pique mengungkapkan para permain Barcelona rela gaji mereka dipotong demi memulangkan Neymar. Namun kesepakatan transfer pemain 27 tahun ini justru kandas. Neymar santer dikabarkan akan kembali ke Barcelona pada bursa transfer musim panas ini. Peluang mereka mendaratkan pemain asal Brazil ini terbilang terbuka lebar karena Neymar disebut sudah tak betah di Paris SaintGermain (PSG). Namun hingga bursa trans-

Bali Post/ist

ILEGAL - Cabor futsal masih ditemukan pemain ilegal pada Porprov Bali XIV di Tabanan, September lalu.

hal ini kami ingin menghindari masalah keuangan. Kami tidak punya masalah untuk melakukannya,’’ tambahnya. ‘’Klub menganggap itu ide yang bagus. Namun kemudian transfer Neymar justru menemui masalah,’’ ungkap Pique terkait gagalnya transfer Neymar. (kmb33/afp)

‘’Untuk yang 70 persen, baik yang datang dari rumah tangga, entitas bisnis maupun fasilitas umum agar dipilah. Sampah organik menjadi kompos, sampah plastik diolah atau dikembalikan ke pabriknya,’’ papar politisi PDI-P yang juga mantan anggota DPRD Bali ini. Tetapi kenyataannya sekarang, lanjut Parta, perilaku membuang sampah sembarangan saja masih susah dibenahi. Sampah utamanya dibuang ke sungai yang kemudian lari ke laut. Dari data yang ada, Indonesia bahkan menjadi negara kedua penyumbang sampah di lautan. Yakni mencapai 3,22 metrik ton per tahun. Sementara itu, pernyataan sikap Forum Komunikasi Pegiat Lingkungan di Bali terdiri dari 12 poin penting. Di antaranya, mendesak semua pihak mengurangi dan bahkan menghentikan segala penggunaan bahan nonorganik sekali pakai. Pemerintah, lembaga adat dan keagamaan memberi contoh terdepan dalam penerapan pengurangan bahan/plastik sekali pakai. Seluruh masyarakat dan pelaku usaha diwajibkan memilah sampah sejak di hulu atau sumbernya, minimal menjadi tiga yakni organik, non-organik layak daur ulang,

dan residu. Sampah nonorganik layak daur ulang agar dipastikan tidak terbuang ke lingkungan ataupun dibakar, tetapi dibawa ke sistem daur ulang melalui bank sampah, pengepul, TPST/TPS3R atau sistem lainnya. Semua pihak hanya boleh mengangkut bahan residu ke TPA. Pemerintah dari tingkat provinsi sampai yang terbawah di desa adat agar membuat program dan menyusun mata anggaran untuk penanganan sampah dari hulu ke hilir. Pemerintah juga dituntut membuat tim untuk melaksanakan sosialisasi, monitoring/pen-

gawasan, dan evaluasi. Kemudian desa dinas dan desa adat agar segera membuat perdes dan pararem adat tentang tata kelola kebersihan yang ramah lingkungan. Para pengusaha pun dituntut terlibat aktif secara langsung melalui CSR untuk pengelolaan sampah. Lembaga pendidikan agar menjadi garda terdepan dalam perubahan pola pikir dan perilaku 3R serta perubahan sistem menjadi ‘’pilah di sumber’’. Terakhir, Gubernur bersama bupati/wali kota diminta meregulasi dan mengawasi secara ketat proses ini. (kmb32)


BALI

BUDAYA Sabtu Umanis, 2 November 2019

PENDIDIKAN

Berbagi Kisah Lewat ’’Motivasi’’ K E H A D IRAN p e n y a n y i pendatang baru pop Bali, Rossy, mendapat dukungan dari sejumlah penyanyi Bali ternama. Hal ini tampak saat penyanyi asal Poh Santen, Negara, Jembrana ini me-launching single perdananya di Denpasar, Kamis (31/10) malam, dihadiri sejumlah sahabat yang merupakan penyanyi kenamaan. Sebut saja Gek Atu, Yudi Krisna dan Lisa Dewi. Kehadiran ketiga penyanyi yang sama-sama berasal dari Negara ini seakan memberikan motivasi kepada Rossy agar semangat dalam berkarya mewarnai belantika musik Bali. Rossy sendiri merupakan pebisnis muda yang mencoba peruntungan lewat dunia hiburan dengan merilis lagu ‘’Motivasi’’. Lagu ini merupakan ciptaan penyanyi Mantra Satya, yang sekaligus bergerak sebagai produser Rossy. Sekilas tentang lagu ‘’Motivasi’’, Rossy menjelaskan bahwa lagu ini merupakan kisah nyata yang ia alami. ‘’Lagu ini jembatan bagi saya untuk berbagi kisah dan motivasi kepada para pendengar. Biasanya penyanyi kan sukanya memilih tema cinta, tapi saya ingin beda,’ ujar Rossy di sela-sela peluncuran single perdananya. Perempuan bernama lengkap Gusti Agung Ayu Dewi Dharmayuni ini menjelaskan, untuk menjadi sukses, seseorang harus mampu melahirkan pemikiran baru dan berani bersaing dari orang unggul lainnya. Yang tak kalah penting, bahwa setiap orang yang mau sukses harus punya kepercayaan diri. Karyanya ini akan dipromosikan lewat dunia maya, yakni melalui youtube dan media sosial lainnya. Rossy mengatakan, seiring perkembangan zaman yang semakin maju, promosi maya merupakan cara jitu melambungkan namanya sebagai penyanyi. ‘’Kalau sebelumnya, tentu banyak pertimbangan untuk merilis single, belum lagi biaya promosi. Tapi itu tidak membuat saya asal-asalan mengeluarkan karya. Mulai dari pemilihan tema sampai lirik berbahasa Bali,’’ ungkapnya. Penyanyi Bali, Gek Atu, menilai bahwa Rossy memiliki modal awal yang mumpuni karena memiliki vokal yang unik dan tinggi yang menjadi ciri khasnya. Selain mendukung, Gek Atu yang telah malang-melintang di belantika musik Bali akan memberikan dorongan dan berbagi pengalaman tentang dunia entertainment. Hal senada juga diungkapkan Yudi Krisna dan Lisa Dewi. ‘’Sebagai sahabat pastinya kami sangat mendukung dan memberikan semangat. Kami akan berbagi pengalaman juga di dunia entertainment kepada Rossy agar dia tetap semangat dalam berkarya,’’ pungkasnya. (win)

SENIMAN

Bali Post/ist

Wali Kota Buka Porsenijar Sekolah PGRI 2019

Puji Soliditas dan Solidaritas Menuju Sekolah Bermutu PEKAN Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) ke-7 Sekolah PGRI Kota Denpasar, Jumat (1/11) kemarin berlangsung semarak. Warga YPLP Kota PGRI Denpasar tumpah ruah memadati Stadion Ngurah Rai. Porsenijar Sekolah PGRI Kota Denpasar dibuka Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra didampingi Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, S.H., Kadisdikpora Kota Denpasar Drs. I Wayan Gunawan dan kepala sekolah PGRI. Pembukaan ditandai dengan pemukulan kentongan secara bersama-sama. Pembukaan diawali dengan senam PGRI dan defile peserta. Dalam defile ini hampir semua sekolah PGRI menampilkan sekaa baleganjur terbaiknya.

Ketua YPLP Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, M.M. mengungkapkan permintaan maafnya kepada warga Denpasar karena Porsenijar PGRI mengakibatkan kemacetan sejumlah ruas jalan. Namun, dia bangga 17.000 sivitas sekolah PGRI di bawah YPLP Kota PGRI Denpasar ikut berperan serta di ajang ini. Ini pas dengan tema yang diusung yakni ‘’Melalui Porsenijar Sekolah PGRI Kota Denpasar, kita kembangkan kreativitas seni dan budaya serta kita tumbuhkan semangat olahraga dan solidaritas’’. Melalui ajang ini, kata Nengah Madiadnyana yang juga Kepala SMK PGRI 3 Denpasar ini, kita memupuk rasa solidaritas sesama warga PGRI. Makanya Porseni-

jar rutin digelar tiap tahun guna memberi pengalaman lomba dan menyiapkan atlet dan seniman sekolah PGRI ke ajang Kota Denpasar, Bali dan nasional. Porsenijar juga dirangkaikan dengan HUT ke-74 PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) 2019. Porsenijar memperebutkan piala tetap dan bergilir akan berlangsung hingga 23 November tanpa mengganggu jam efektif sekolah. Penyerahan hadiah dilakukan bersamaan dengan Malam Kebangkitan Budaya (MKB) di Lapangan Puputan Badung. Cabang olahraga mempertandingkan senam PGRI, sepak takraw, tenis meja dan catur. Bidang seni meliputi pidarta bahasa Bali, dharma wacana, pidato bahasa Inggris, tari Condong, tari Taruna Jaya, sekar alit,

PORSENIJAR - Wali Kota I.B. Rai Dharmawijaya Mantra bersama Ketua DPRD Gusti Ngurah Gede dan kasek PGRI memukul kentongan saat membuka Porsenijar Sekolah PGRI Kota Denpasar.

sekar agung dan lagu pop Bali. Lomba diikuti 20 sekolah dibagi kategori TK/SD, SMP dan SMA/SMK. Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra memuji kekompakan, solidaritas dan soliditas warga PGRI Kota Denpasar yang sukses menggelar Porsenijar secara konsisten dan berkelanjutan. YPLP Kota PGRI Denpasar di bawah pimpinan Madiadnyana benar-benar kompak dalam setiap menggelar acara. Termasuk kompak membenahi tata pengelolaan manajemen pendidikan menuju sekolah yang bermutu. Makanya Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dhamawijaya Mantra menyebut sekolah PGRI adalah aset penting bagi krama Bali. YPLP Kota PGRI Denpasar sejak lama berkontribusi dalam membangun SDM Bali yang cerdas dan berkarakter. Wali Kota setuju jajaran PGRI melakukan review dalam mengelola manajemen pendidikan secara berkualitas. Makanya dia minta keluarga besar YPLP Kota PGRI Denpasar harus merasa bangga menyandang predikat sivitas akademika sekolah PGRI karena lembaga pendidikan ini makin maju dengan prestasi go international. Untuk itu, Wali Kota berpesan jagalah terus soliditas dan solidaritas sekolah PGRI di Denpasar, terus melakukan inovasi dan berkreativitas serta bertransformasi menjadi lembaga pendidikan berkualitas. Jika sudah berkualitas, kata Wali Kota, di mana pun sekolah PGRI akan dikejar oleh masyarakat. (ad023)

Kenali Stroke dengan Metode FAST STROKE adalah kejadian matinya sel-sel otak akibat kekurangan makanan dan oksigen. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti pecahnya pembuluh darah atau pembuluh darah yang tersumbat. Jika terlambat ditangani, kematian sel otak akibat serangan stroke bisa membuat penderita mengalami cacat atau kematian. Meminimalkan kerusakan otak akibat stroke sebenarnya bisa dilakukan jika kasus serangan ini ditangani dalam masa golden period yaitu 3 - 4,5 jam setelah serangan terjadi. Namun, untuk bisa ditolong di masa golden period ini, masyarakat harus tahu cara mendeteksi dini serangan stroke. Konsultan Bagian Neurovaskular RSUP Sanglah dr. I.B. Kusuma Putra, Sp.S(K). mengatakan, gejala stroke bisa dikenali dengan metode FAST atau facial drooping, arm weakness, speech difficulties and time. Facial drooping adalah wajah yang tertarik ke satu sisi atau ke bawah dan sulit digerakkan. Arm weakness adalah ketika seseorang mengalami kesulitan menggerakkan lengan tangannya. Cara mengetesnya, penderita bisa diminta mengangkat kedua tangan ke atas. Jika salah satu tangan jatuh atau tidak terangkat secara sempurna maka ada indikasi serangan stroke. Bahkan beberapa kejadian penderita mengalami mati rasa atau sensasi kebas meskipun masih bisa menggerakkan tangan. Speech difficulties artinya kesulitan berbicara. Pada tahap ini, penderita berbicara dengan tidak jelas dan cenderung sulit dipahami. Sementara time adalah waktu yang diperlukan untuk menolong penderita serangan stroke. Di sinilah pemenuhan golden period diperlukan. Ketika salah satu atau gejala stroke dialami dan terdeteksi, maka

penderita harus segera dibawa ke layanan kesehatan di masa golden period ini. Menurut Kusuma Putra, saat ini di RSUP Sanglah sudah ada tim penanganan stroke atau stroke unit. Bahkan saat ini RSUP Sanglah sudah memiliki layanan Trombolisis Intravena atau metode penanganan stroke dengan suntikan obat penghilang gumpalan melalui saluran intravena (IV) atau melalui kateter panjang yang mengantarkan obat langsung ke lokasi penyumbatan. Hingga saat ini RSUP Sanglah sudah menangani lima pasien dengan metode ini dan hasilnya baik. ‘’Selama ditangani di masa golden period maka kecacatan otak akibat stroke bisa dicegah,’’ ujarnya. Sayangnya tidak semua kasus stroke bisa ditangani dengan Trombolisis Intravena. Harus memenuhi beberapa indikasi medis. Tetapi bukan berarti tim medis tidak memiliki langkah penanganan lain. ‘’Selain Trombolisis Intravena tentu ada penanga-

nan lain. Selama dibawa pada masa golden period, apa pun langkah penanganannya bisa menekan tingkat kerusakan sel otak, sehingga kasus kecacatan dan kematian pasien stroke bisa dicegah,’’ ujar Kusuma. Ia mengingatkan, penanganan stroke yang terpenting bukanlah saat terjadi serangan, tetapi bagaimana mencegah agar tidak menderita stroke. Untuk ini tentu perlu diterapkan pola CERDIK yaitu cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, diet sehat dengan kalori seimbang, istirahat dan kelola s t r e s . (san)

SOSOK

Meningkatkan Diri

DUNIA berkembang, pariwisata pun terus berkembang. Inilah yang menjadi keyakinan I Made Dapir untuk optimis di bidang pariwisata. Hotelnya baru berdiri dua tahun lalu, yaitu The Alantara Sanur. Ia memercayakan hotelnya dikelola Pramana Experience. Meski telah banyak akomodasi berkembang di Bali, namun ia optimis pariwisata Bali dapat terus berkembang karena dunia juga terus berkembang. Yang perlu disikapi, menurutnya, adalah kita harus menyiapkan diri untuk perubahan itu. ‘’Dengan adanya persaingan itu, ada sisi negatif dan sisi positif. Dari sisi positifnya adalah persaingan d a p a t m e m b u a t k i t a terus

meningkatkan diri, sehingga kita tetap bisa eksis mendapatkan pasar,’’ ungkapnya ditemui, Selasa (29/10) lalu. Namun dari sisi negatifnya, kata Dapir, untuk mendapatkan kue pariwisata, memang terjadi persaingan yang ketat. The Alantara, Sanur sendiri berupaya berkontribusi meramaikan pariwisata Bali dengan memberi aksen budaya pada propertinya. Sangat kental terasa, aksen konsep Bali dalam propertinya seperti kerajinan Bali, ukiran Bali pada dinding, tiang dan atap propertinya juga kental nuansa Bali. Warga asli Banjar Gulingan Desa Sanur Kangin ini tetap optimis menapaki perkembangan pariwisata Bali. ‘’Karena dunia terus berkembang, tidak ada dunia yang mengkerut, berkembang terus. Oleh karena itu kita harus menyiapkan diri untuk berkembang,’’ tandasnya. (may)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi Sabtu 2 Nopember 2019 | balipost.com by e-Paper KMB - Issuu