Skip to main content

Edisi Selasa 2 Oktober 2018 | balipost.com

Page 1

terbit sejak 16 agustus 1948 perintis: k. nadha

Bali Post

HARGA LANGGANAN Rp 90.000 ECERAN Rp 4.000

balipost (170 rb Like) http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom (6.000 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Pasien Rumah Sakit Diinapkan di Posko Pengungsian KONDISI Kota Palu dan Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah tiga hari pascagempa bumi dan tsunami masih miris. Belum semua korban meninggal dunia akibat bencana alam pada Jumat (28/9) itu dapat dievakuasi. Puluhan ribu warga harus mengungsi ke beberapa lokasi yang aman untuk mendapatkan penanganan dari pemerintah dan tim relawan, termasuk distribusi makanan, obat-obatan hingga pakaian. Salah satunya di halaman Markas Polda Sulteng. Jumlah pengungsi tercatat 1.682 orang. Meski kebutuhan logistik makin menipis, mereka tetap memilih bertahan di lokasi itu. Mereka mengharapkan pasokan makanan untuk memenuhi kebutuhan utama dan mendasar di pengungsian. Koordinator lapangan medis Polda Sulteng Mahbub Ahdar mengakui kondisi kesehatan sejumlah pengungsi menurun karena dukungan logistik atau makanan yang belum optimal. Bahkan, ada pasien-pasien dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Undata yang dititipkan di posko itu, hanya makan mi instan dan ubi. Kondisi terakhir di lokasi pengungsian itu, ada lima orang meninggal di posko akibat luka berat serta sakit lainnya. Koordinator posko Polda setempat, Ahmar FN, mengungkapkan selain lima orang yang meninggal dunia, ada banyak pasien rujukan dari RSUD Undata Palu yang harus diinapkan di posko itu. Pihak Polda juga telah menyiapkan fasilitas berupa tempat dan tenda, distribusi air bersih, penerangan, serta kendaraan operasional yang sangat dibutuhkan pengungsi. Menurut laporannya, suplai makanan

ke pengungsi masih sangat kurang. Sebagian besar pengungsi berasal dari Talise, kampung nelayan, Kelurahan Tondo. Posko itu juga membantu warga untuk mendapatkan laporan keluarganya yang masih hilang atau belum ditemukan. Berbagai tim terus melakukan evakuasi di semua lokasi terdampak gempa dan tsunami. ‘’Saat ini kami melihat ada pasokan bantuan makanan yang masuk, belum sempat dibagikan namun sudah diambil oleh warga lainnya,’’ kata Ida, warga lainnya yang berada di Kota Palu. Seperti diberitakan sebelumnya, Jumat (28/9), sekitar pukul 14.00 WIB, gempa pertama kali mengguncang Kabupaten Donggala dan Kota Palu. Gempa tersebut berkekuatan magnitudo 6 dengan kedalaman 10 kilometer. Gempa kembali terjadi pukul 17.02 WIB dengan kekuatan yang lebih besar, yaitu magnitudo 7,4 dengan kedalaman yang sama, 10 kilometer, di jalur sesar Palu-Koro. Gempa tersebut tergolong gempa dangkal dan berpotensi tsunami hingga mengakibatkan kerusakan parah di daerah tersebut, baik infrastruktur jaringan listrik, telekomunikasi, sehingga memutuskan saluran komunikasi dengan daerah tersebut. (ant)

Bali Post/ant

AMBIL LOGISTIK - Warga korban gempa mengambil berbagai keperluan logistik di Mamboro, Palu Utara, Sulawesi Tengah, Senin (1/10) kemarin. Warga di wilayah Palu Utara hingga Donggala bagian pantai barat terpaksa mengambil berbagai kebutuhan tersebut karena bantuan belum sampai ke lokasi.

Kesaksian Made Sundari

Ada Suara Bergemuruh dari Dalam Tanah

GUNCANGAN tanah dan suara air bergemuruh yang terdengar dari dalam tanah, masih terngiang di telinga Made Sundari. Ini baru pertama kali Sundari merasakan di usianya yang setengah abad. Saking kerasnya guncangan gempa, wanita yang notaris ini tidak bisa menjaga keseimbangan. Ia pun terjatuh. Pun ketika ingin keluar rumah menyelamatkan diri, ia harus merangkak di sela-

sela perabotan yang berserakan di lantai. Sangat kalut dan kacau. Terlebih teriakan tolong-tolong dari luar rumah juga menggema. ‘’Sangat mencekam situasi ketika itu,’’ kenang Sundari yang kini dirawat di salah satu rumah sakit di Makassar. Ia adalah satu dari ratusan korban gempa Palu yang dievakuasi ke Makassar. Ia mengalami patah tulang dan kini dirawat di PCC

RS Wahidin Sudirohusodo. Made Sundari dirujuk untuk mendapat perawatan di Makassar, Minggu (30/9) petang. Setelah transit di Asrama Haji Sudiang, perempuan 50 tahun itu langsung dibawa ke RS Wahidin Sudirohusodo Makassar dan dirawat di Private Care Centre (PCC) lantai empat. Hal. 15 Pertama Kali

Made Sundari

PEDULI palu Gempa dan tsunami telah mengguncang Palu, Donggala dan kabupaten lain di Sulawesi Tengah. Banyak korban luka-luka. Mereka memerlukan uluran tangan. Bali Post dan Bali TV menerima titipan sumbangan untuk saudara-saudara kita di daerah itu. Titipan bisa langsung dibawa ke Bali Post, Jalan Kepundung 67 A Denpasar atau ditransfer malalui DOMPET SIMPATI ANDA BALI POST BCA CABANG DENPASAR NO: 040-3555000. Hardys Foundation Keluarga Besar SDN 1 Benoa Bali Rapi Kecamatan Selat ADN CV Medal Yasa Sindhu Dharmawan Ni Luh Widarini Luh Purnama Dewi I Nyoman Murtha Ayu Made Ariani Anak Agung Komang Krisna Jaya I Nyoman Swara I Gde Ketut Warmik Ketut Edy, Denpasar Komang Tigana I Nyoman Arya Guna Ida Ayu Made Mayon Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya

Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp Rp

Rp Rp Rp

5.000.000 3.500.000 3.115.000 1.500.000 1.000.000 500.000 500.000 500.000 500.000 400.000 300.000 250.000 200.000 200.000 100.000 100.000 100.000 50.000 17.815.000 17.815.000

Pertumbuhan Ekonomi Bali Ditarget Minimal 7 Persen Selama lima tahun kepemimpinannya, Gubernur Bali Wayan Koster menargetkan pertumbuhan ekonomi di Bali minimal 7 persen. Bagaimana caranya? Halaman 2 BPJS Ngebon, RSUD Mangusada Tekor Manajemen RSUD Mangusada, Badung dibuat tekor dengan tunggakan BPJS. Tak tanggungtanggung, BPJS berutang Rp 30 miliar lebih. Apa dampaknya Halaman 3 KMP Cemerlang Kandas, Terseret hingga Satu Mil Halaman 10

Ekspor Kerajinan Besi Tak Terpengaruh Kenaikan Dolar Tidak semua produk ekspor memetik manisnya kenaikan harga dolar terhadap rupiah. Seperti kerajinan besi di Tabanan. Meski banyak pembeli dari luar negeri yang membeli langsung ke perajin, harga jual kerajinan tidak naik alias tidak mengikuti kenaikan harga dolar. Halaman 7

Bali Post/afp/ant

RUSAK - Warga melewati perahu yang sudah dicuci dan bangunan yang runtuh di Palu dan sebuah jalan yang rusak terlihat di Desa Balaroa di Palu. Sementara itu warga berjalan di bawah sebuah mobil yang bertengger di sebuah bangunan di Palu.

844 Orang Meninggal Jakarta (Bali Post) – Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah sebanyak 844 orang. ‘’Data itu masih bisa bertambah,’’ kata Sutopo dalam jumpa pers tentang penanganan gempa dan tsunami Sulawesi Tengah di Graha BNPB, Jakarta, Senin (1/10) kemarin. Hal. 15 1.203 Korban

Sembilan Polisi Meninggal

Jakarta (Bali Post) – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Setyo Wasisto menyebutkan sedikitnya sembilan polisi ikut menjadi korban meninggal dunia dalam gempa bumi dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. ‘’Info dari Kabidhumas Polda Sulteng, ada sembilan orang,’’ kata Irjen Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Senin (1/10) kemarin. Sembilan polisi tersebut kebanyakan merupakan anggota Polresta Palu. Sesaat sebelum terjadinya bencana gempa bumi disertai tsunami di Palu, kata Setyo, sejumlah personel TNI/Polri tengah menggelar apel persiapan pengamanan terkait dengan perayaan HUT Kota Palu. Polisi saat ini masih mencari sejumlah personel yang hingga kini belum ditemukan. ‘’Masih dicari. Mudah-mudahan rekan kami yang belum ketemu, hanya hilang kontak saja. Bukan hilang secara fisik,’’ katanya. Ia mengatakan bahwa pihaknya belum bisa mendata jumlah korban dari kepolisian di Donggala karena akses komunikasi masih belum pulih dan sejumlah infrastruktur menuju Donggala mengalami kerusakan. Hal. 15 Nama Bali

Lukisan Wayang Kamasan dan Endek Klungkung akan Hadir di IMF-WB KABUPATEN Klungkung tak hanya potensial akan sektor pariwisatanya, juga semarak dengan usaha kecil menengah (UKM). Dua di antaranya adalah kain endek Klungkung dan lukisan Wayang Kamasan. Keduanya direncanakan akan turut mempermanis IMF-WB Annual Meeting yang berlangsung di Nusa Dua, Badung 8-14 Oktober 2018. Kain endek Klungkung memiliki ciri khas tersendiri. Motif dan warnanya bervariasi. Cukup menarik untuk dilihat maupun disulap menjadi pakaian. Kain yang masih diproduksi dengan tenun cagcag ini banyak dijual di Pasar Seni Semarapura. Banyak yang mengincar untuk dijadikan koleksi. Tak hanya warga lokal, juga wisatawan mancanegara. Harganya tergantung motif dan jenis. Kisaran ratusan ribu per lembar. Hal. 15 Putu Mayuni

WAYANG KAMASAN - Suasana melukis Wayang Kamasan, Klungkung. Karya ini akan dipromosikan pada IMF-WB Annual Meeting di Nusa Dua, Badung.


DENPASAR

2

Selasa Kliwon, 2 Oktober 2018

FIGUR Perlu Perhatian TAHUN 2018, pemerintah memberi kesempatan kepada 502 orang guru untuk mengisi formasi CPNS di Provinsi Bali. Meskipun jumlah tersebut belum mampu menutupi kekurangan tenaga guru jenjang SMA/SMK se-Bali, namun setidaknya mampu memberikan angin segar dan kepastian kesejahteraan bagi 502 guru, karena akan diangkat statusnya menjadi PNS. “Jumlah itu memang jauh dari kebutuhan, hanya mengatasi 10 persen saja karena kebutuhan guru PNS di Bali untuk jenjang SMA/SMK sekitar 5.000 orang guru. Kami berharap pemerintah konsisten melakukan pengangkatan tiap tahun, setelah zero sekitar lima tahun,” ujar Ketua YPLP PGRI Kabupaten Badung I Made Gde Putra Wijaya, belum lama ini. Pengamat pendidikan ini juga menyoroti nasib guru honorer yang berusia di atas 35 tahun dengan pengabdian cukup lama. Dia berharap, kesejahteraan para guru honorer itu diperhatikan oleh pemerintah daerah. Baik oleh Pemprov Bali provinsi untuk guru honorer yang mengabdi di jenjang pendidikan SMA/SMK maupun pemkab/pemkot se-Bali untuk guru honorer di jenjang pendidikan SD dan SMP. “Guru honorer yang berusia di atas 35 tahun harus diberikan insentif atau mengangkat yang bersangkutan menjadi guru kontrak daerah. Sebab, usia lebih dari 35 tahun tidak memenuhi syarat untuk mendaftar CPNS,” katanya menyarankan. Menurut pria berkumis tebal ini, insentif ini bertujuan untuk mengindari kesenjangan kesejahteraan antara guru PNS dengan guru honor/kontrak. “Ini sangat penting diperhatikan baik oleh gubernur, bupati/wali kota agar upah guru kontrak mendekati guru PNS. Dengan begitu, tidak terjadi kesenjangan kesejahteraan yang sangat lebar. Pemerintah daerah bisa menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD untuk membayar guru kontrak daerah tersebut,” tegasnya. Ia mengingatkan, guru memegang faktor paling dominan dalam kualitas pendidikan, selain kurikulum dan infrastruktur. Karenanya, dalam rangka mewujudkan pendidikan berkualitas mesti dimulai dari guru yang berkualitas pula. (win)

IMB Unit Kanker RSBM Sudah Terbit

Pemprov Diminta Tindak Lanjuti Izin Bapeten Denpasar (Bali Post) Pemkot Denpasar lewat Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu telah menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Unit Kanker RSUD Bali Mandara (RSBM). IMB Nomor 02/870/3737/DS/DPMPTSP/2018 itu dikeluarkan pada 28 September lalu. Kendati IMB sudah turun, pembangunan Unit Kanker RSBM masih harus menunggu izin dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten). “Kami menyambut baik dengan keluarnya IMB RSBM, khususnya untuk pembangunan Unit Kanker. Sebelumnya IMB ini mengalami hambatan teknis,” ujar Wakil Ketua DPRD Bali I Nyoman Sugawa Korry, Senin (1/10) kemarin. Menurut Sugawa Korry, salah seorang penyanding belum mau menandatangani persetujuan sebagai penyanding. Inilah yang kemudian menjadi penghambat terbitnya IMB oleh Pemkot Denpasar. Dampaknya, proses pengurusan izin dari Bapeten di Jakarta menjadi tertunda sehingga pembangunan gedung dan pengadaan alat kesehatan (alkes) Unit Kanker RSBM tidak dapat segera dilakukan. “Padahal anggaran pembangunan fisik sebesar Rp 56 miliar dan pembelian alkes Rp 49 miliar sudah dianggarkan pada anggaran induk 2018. Setelah keluar IMB dari Wali Kota Denpasar, diharapkan eksekutif (Pemprov Bali-red) segera menindaklanjuti proses izin di Bapeten sebagai persyaratan pembangunan fisik dan alkes,” jelas politisi Golkar ini. Sugawa Korry menambahkan, proses administrasi lelang terkait pembangunan fisik dan pengadaan alkes agar dilakukan sesuai dengan prosedur. Kalaupun tidak dapat dilaksanakan di tahun 2018, hasil rapat Badan Anggaran DPRD Bali telah sepakat untuk mendukung anggaran fisik dan alkes sebesar Rp 105 miliar pada APBD Induk 2019. Dewan mendukung pembangunan Unit Kanker lantaran pasien kanker semakin banyak. “Bahkan, informasi antrean di RS Sanglah sudah mencapai 1.000 pasien lebih. Pengadaan alkes di Unit Kanker RSBM nantinya akan jauh lebih modern agar bisa menangani masyarakat penderita kanker secara lebih cepat dan lebih murah. Namun, kualitas penanganannya lebih baik,” imbuhnya. Alkes di Unit Kanker RSBM, lanjut Sugawa Korry, adalah yang termodern. Berdasarkan informasi yang diterimanya, alkes tersebut akan mampu menangani 100 pasien kanker per hari. Selain menangani pasien dari Bali, juga dapat menjadi rujukan pasien kanker di Indonesia Timur. Hal ini tentu akan melengkapi sarana rumah sakit dengan standar internasional. Terlebih Bali merupakan daerah tujuan wisata internasional yang dikunjungi wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik. “Kami di DPRD mendukung sepenuhnya dan berharap eksekutif segera menindaklanjuti secara profesional. Kami juga mengusulkan dan mendukung dianggarkannya biaya pendidikan untuk SDM yang akan menangani dan mengelola alkes kanker modern tersebut,” tegasnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya membenarkan bila IMB dari Pemkot Denpasar merupakan salah satu kelengkapan untuk mendapatkan izin dari Bapeten. Sebab tanpa izin dari Bapeten, pembangunan Unit Kanker sekaligus pengadaan alkes belum bisa dilakukan. “Izin Bapeten dikirim online. Kalau sudah lengkap segera turun. IMB ini merupakan salah satu kelengkapan untuk mendapatkan izin dari Bapeten,” ujarnya. (kmb32)

Kuasai Sabu-sabu dan Ineks

Junaidi Dibui Sembilan Tahun

Denpasar (Bali Post) Agus Junaidi (22), Senin (1/10) kemarin divonis selama sembilan tahun penjara. Ia dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus kepemilikan narkoba jenis sabu-sabu dan ineks. Di samping itu, majelis hakim pimpinan I Gde Ginarsa juga menghukum terdakwa dengan denda sebesar Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan. Dalam kasus ini, Agus Junaidi dinyatakan terbukti bersalah sesuai Pasal 112 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Jika dilihat dari tuntutan jaksa,

hukuman majelis hakim itu masih lebih rendah dari tuntutan jaksa. Sebelumnya JPU Dewa Lanang Arya meminta supaya terdakwa dipidana penjara selama 13 tahun. Atas putusan majelis hakim, terdakwa didampingi kuasa hukumnya Agus Suparman dan Gde Manik Yogiartha masih menyatakan pikir-pikir. Kasus yang menjerat terdakwa hingga ke persidangan adalah kepemilikan sabu-sabu seberat 20 gram dan ineks sebanyak 10 butir. Terdakwa ditangkap pada tanggal 23 Mei lalu. (kmb37)

819446 / 081337032965

Topik : Pertumbuhan Ekonomi Bali Ditarget Minimal 7 Persen

Bali Post/edi

PERTANIAN - Sektor pertanian memiliki potensi besar untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Bali.

Pertumbuhan Ekonomi Bali Ditarget Minimal 7 Persen

Denpasar (Bali Post) -

Angka-angka indikator pembangunan di Bali selama ini selalu lebih baik dari rata-rata nasional. Di antaranya, tingkat kemiskinan Bali yang hanya 4,14 persen atau di bawah nasional 9,81 persen, pengangguran 0,86 persen dari 5,15 persen di tingkat nasional, indeks gini ratio 0,18 persen dibandingkan nasional yang mencapai 0,38 persen, dan IPM 73,4 persen atau lebih tinggi dari nasional 70,8 persen. “Prestasi ini buah kerja gubernur terdahulu. Saya memang membaca data pembangunan ekonomi di Bali hampir semua indikator lebih baik dari rata-rata nasional,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster di sela-sela Rapat Koordinasi Pengelolaan Keuangan Daerah di Wiswasabha Utama Kantor Gubernur Bali, Senin (1/10) kemarin. Tak hanya indikator tersebut, lanjut Koster, pertumbuhan ekonomi Bali juga selalu melebihi rata-rata nasional. Seperti sekarang tumbuh 5,68 persen, dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5,27 persen. Sementara rata-rata pertumbuhan ekonomi Bali sebetulnya sudah selalu di atas 6 persen. Hanya di tahun 2017

turun ke angka 5,59 persen karena faktor erupsi Gunung Agung. Pihaknya berharap ke depan tidak ada lagi peristiwa alam yang akan menganggu pertumbuhan ekonomi Bali. “Saya melihat celah potensi besar, masih bisa dipacu lagi. Target saya adalah pertumbuhan ekonomi di Bali itu minimal tujuh persen dalam lima tahun ke depan. Tentu tidak bisa buru-buru. Mesti disiapkan semua, konsepnya, strateginya, tatanannya, dan sebagainya,” jelasnya. Koster melihat sektor pertanian memiliki potensi besar untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Bali. Saat ini memang kontribusi PDRB masih didominasi dari sektor pariwisata mencapai 65 persen. Oleh karena itu,

sektor pertanian yang kini kurang terurus akan lebih diseimbangkan dengan sektor pariwisata. Termasuk industri kerajinan rakyat juga akan didorong perkembangannya. Dengan demikian, rata-rata pertumbuhan ekonomi minimal tujuh persen dapat tercapai. “Sekarang dengan adanya pertemuan IMF-World Bank, Bappenas sudah menghitung (pertumbuhan ekonomi Balired) 6,54 persen. Ini akan bergulir terus dampak dari IMF karena infrastruktur dibangun. Kemudian juga pusat-pusat pertumbuahn ekonomi akan muncul lagi. Jadi, saya kira rata-rata tujuh persen sampai di akhir periode saya ini mudah-mudahan bisa dicapai,” paparnya. Tantangan berikutnya,

lanjut Koster, menurunkan lagi indeks gini ratio agar ketimpangan semakin mengecil bahkan lebih adil dan merata. Itu sebabnya agenda pembangunan yang selama ini didominasi Bali Selatan akan digeser dengan mengembangkan pusat-pusat ekonomi di Bali utara, timur, dan barat. Begitu juga mengurangi tingkat kemiskinan menjadi paling tidak dua persen dalam lima tahun ke depan. “Kemudian angka pengangguran yang sudah sangat bagus sekarang yang menantang targetnya adalah kalau bisa menjadi 0 persen. Bahkan di bawah 0. Ini akan kami jalankan dengan sebaik-baiknya dengan agenda pembangunan yang memang sudah tertuang secara komprehensif di visi-misi sampai ke detail setiap sektor dan semua kabupaten/kota sesuai dengan potensinya,” tandasnya. Anggota VI BPK-RI Harry Azhar Azis menyebut Bali sebagai salah satu provinsi terbaik di Indonesia. Indikator

pembangunan di Bali tidak saja jauh lebih bagus dari indikator pembangunan nasional. Namun, Pemprov setempat juga berhasil meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK-RI sebanyak lima kali berturutturut. Sejak 2016, Pemprov dan pemerintah kabupaten/ kota di Bali bahkan 100 persen atau semuanya berhasil meraih WTP. “WTP menurut Pak Jokowi sekarang sudah menjadi kewajiban. Bapak Presiden meminta supaya ada tambahannya, yaitu angka-angka indikator kemakmuran. Tadi saya sudah sampaikan bahwa indikator pembangunan di Bali jauh lebih bagus daripada indikator pembangunan nasional. Tugas gubernur yang baru lebih berat karena harus menjaga itu,” ujarnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

TV Lokal dalam Pemilu 2019

Efektif untuk Dapatkan Dukungan Konstituen Denpasar (Bali Post) Berdasarkan pengalaman pemilu sebelumnya, partisipasi pemilih di Bali 72 persen lebih tinggi dari provinsi lainnya. Partisipasi yang tinggi di samping peran KPU juga karena TV lokal juga memiliki peran yang sangat penting dalam mengedukasi masyarakat. Karena TV media yang menarik untuk menyampaikan informasi dan edukasi masyarakat. Ketua ATVLI Bambang Santoso mengatakan, ATVLI adalah asosiasi yang menaungi TV lokal independen yang bersiaran secara lokal di lokalnya masing-masing, dari seluruh wilayah di Indonesia, terutama membantu dalam hal perizinan. “Ini menggam-

barkan ATVLI mempunyai peran memberdayakan kearifan lokal di masing-masing daerahnya,” ujarnya. Selain soal perizinan, Peraturan KPU 23 Tahun 2018 tentang iklan kampanye pemilu merupakan bentuk diskrimasi terhadap TV lokal. Karena pendistribusian iklan kampanye diatur KPU Pusat. Sementara Pemilu 2019 tidak hanya pilpres tapi juga ada pileg. Ada Pileg DPR-RI, DPRD tingkat I dan DPRD tingkat II. “Untuk pilpres mungkin tidak masalah, tapi untuk pileg memiliki dapil masing-masing. Kalau diatur KPU Pusat tidak relevan,” ungkapnya. Maka dari itu, ia akan bersurat ke KPU untuk audiensi. Sehingga iklan kampanye bisa

dilakukan di TV lokal. Karena menyangkut konstituen di masing-masing dapil. “Kita mohon bantuan pemda bisa mensupport dengan memberi masukan ke KPUD. Sehingga KPUD bisa memberi masukan ke KPU Pusat,” tandasnya. Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra saat Rakernas Asosiasi Televisi Lokal Indonesia (ATVLI), belum lama ini di Bali TV mengatakan, pemda menyadari peranan dari TV lokal. Dalam konteks pemilu, TV lokal memiliki peran mengedukasi masyarakat dalam edukasi politiknya. Pemda pun bermitra dengan TV lokal untuk menyampaikan informasi pembangunan, pemerintahan dan informasi lain. “Pemda semuanya

bermitra dengan TV lokal. Kami komitmen membangun sinergi dengan TV lokal untuk membangun daerah dan memperkuat persatuan dan kesatuan,” ujarnya. Dalam kontestasi politik pada pemilu sebelumnya, terlihat ada pembagian ruang dalam debat kandidat. Ada debat yang disiarkan TV nasional dan ada yang TV lokal. “Kalau kita melihat efektivitas debat dalam rangka meraih dukungan konstituen, TV lokal lebih efektif. Karena konstituen ada di daerah,” ujarnya. Misalnya debat kandidat Bupati Gianyar. Jika disiarkan di TV nasional, masyarakat yang ada di daerah lain kepentingannya

apa. Jadi kurang menarik, karena itu akan lebih penting disiarkan TV lokal. Karena TV lokal langsung menyentuh konstituen. Terkait adanya aturan berbagi antara TV nasional dan lokal, dalam pandangannya porsi TV lokal harus lebih besar dari TV nasional kalau melihat manfaat dari penyiaran itu dalam konteks meraih partisipasi masyarakat pemilih untuk menentukan pilihan. Untuk itu pemda perlu diskusi duduk dengan KPUD untuk mencari ruang-ruang yang lebih memungkinkan peranan TV lokal yang lebih besar dalam proses edukasi politik pada kontestasi politik lokal tanpa mengabaikan TV nasional. (kmb42)

Persiapan IMF-WB Annual Meeting

Puluhan Kendaraan Patwal Diperiksa Denpasar (Bali Post) Ditlantas Polda Bali mengumpulkan puluhan mobil dan sepeda motor Patwal di Lapangan Maisonette Hotel Grand Bali Beach, Sanur, Senin (1/10) kemarin. Kendaraan yang akan digunakan mengawal VVIP dan delegasi International Monetary FundWord Bank (IMF-WB) Annual Meeting itu selain milik Ditlantas juga dari jajarannya. Apel tersebut dilakukan untuk mengecek kesiapan kondisi dan perlengkapan kendaraan tersebut. Karo Ops Polda Bali Kombes Pol. Drs. I Nyoman Sumanajaya saat memberi sambutan mengatakan, pihaknya sangat perlu mengecek atau memeriksa kesiapan kendaraan Patwal tersebut. Menurutnya, ada beberapa hal perlu dipersiapkan lebih lanjut berkaitan dengan kelengkapan. “Kelengkapan ini sangat melekat berkaitan dengan fungsi dan kegunaannya di lapangan. Saya salut dengan kebersihan kendaraan dan sebagainya, bahkan ada

mobil suara mesinnya tidak terdengar. Mudah-mudahan kesiapan ini menunjukkan keyakinan kita dalam melaksanakan tugas di lapangan,” ujarnya. Sumanajaya mengatakan, pihaknya sempat mengecek kendaraan Patwal BKO dari Mabes Polri. Namun jumlahnya masih kurang, karena yang dibutuhkan sekitar 450 kendaraan. “Akan berkembang terus, tapi saya yakin kita selalu siap melaksanakan tugas. Mudah-mudahan rekan semua juga menyiapkab fisik dan menjaga kesehatan. Yang sudah menguasai kendaraan, saya harapkan harus berlatih,” pintanya. Sumanajaya berharap, kesiapan petugas RTMC wilayah karena bisa membantu mengarahkan atau menuntun anggota di lapangan, khususnya personel Patwal. “HT sangat vital, tolong manfaatkan sebaikbaiknya. Saya minta Bidang TI khusus lalu lintas pakai chanel sendiri,” ujarnya. Sedangkan untuk pergera-

kan kendaraan Patwal VVIP dan delegasi, menuju ITDC 42 unit, seputaran Kampus Unud 90 unit, ke Sanur dan Jalan Sunset Road, Kuta, 30 unit, serta 10 unit dipersiapkan ke lokasi lainnya. Sumanajaya juga menyampaikan akan digelar karnaval yang menggambarkan kegiatan masyarakat Bali dari baru lahir sampai ngaben dan melibatkan ribuan orang. Untuk mengangkut peserta karnaval disiapkan 40 bus, termasuk pengawalan. “Tanggal 4 Oktober akan dilaksanakan gelar pasukan di Renon dan tanggal 5 Oktober mulai aktif melaksanakan Puri Agung VI selama 11 hari ke depan. Biro Ops berupaya menyiapan akomodasi untuk rekan di lapangan semoga terpehuni, karena kesulitan mencari hotel atau penginapan,” katanya. Kasat PJR Ditlantas Polda Bali AKBP Made Suarjana saat mendampingi Direktur Lantas Kombes Pol. Anak Agung Made Sudana mengatakan, rencananya jumlah kendaraan BKO untuk sepeda motor 401

Bali Post/kmb36

PERIKSA KENDARAAN - Pemeriksaan kendaraan Patwal yang akan digunakan selama IMF-World Bank Annual Meeting. unit dan mobil 38 unit. Sedangkan Ditlantas Polda Bali bersama jajaran menyiapkan 38 unit sepeda motor dan mobil 62 unit. Kendaraan Patwal BKO khusus VVIP dipusatkan (posko) di areal parkir Tragia dan Central Parkir, Nusa Dua. Sedangan kendaraan Patwal lainnya tersebar di tujuh hotel di kawasan Kuta Selatan. “BKO-nya dari Koorlantas,

Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Sulawesi Selatan. Spesifikasi kendaraan dipakai standar dari Koorlantas yaitu tipe BMW 1200GS dan Yamaha 900 cc. Untuk roda empat menggunakan mobil Mazda,” katanya memaparkan. (kmb36)


Selasa Kliwon, 2 Oktober 2018

BADUNG

3

BPJS ”Ngebon”, Pemkab Badung Bagikan 1.000 ”Cup” Kopi Gratis RSUD Mangusada Tekor Peringati Hari Kopi Sedunia

Mangupura (Bali Post) –

Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mangusada Badung dibuat tekor dengan tunggakan klaim yang belum dibayarkan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Tak tanggung-tanggung, BPJS berutang Rp 30 miliar lebih. Direktur RSUD Mangusada Badung dr. Nyoman Gunarta, Senin (1/10) kemarin mengatakan, ngadatnya pembayaran dari BPJS sangat berdampak pada keuangan RS. Pasalnya, biaya obat dan operasional RS sangat bergantung pembayaran klaim dari BPJS. ‘’Kendati rumah sakit dapat dana dari Pemda, tapi dampak BPJS ngebon ini sangat terasa. Karena pasien kami hampir 95 persen BPJS. Kalau ini lambat, jelas kita kebingungan untuk menalangi obat,’’ katanya. Selain kesulitan dalam pengadaan obat, pihaknya juga kerap terlambat dalam memberikan jasa pelayanan kepada pegawai lantaran terlilit persoalan keuangan. ‘’Karena kami memprioritaskan ke obat dan pelayanan, jadi untuk pegawai yang tertunda. Bahkan tahun lalu sampai Rp 41 miliar nunggak. Saat itu betul-betul kami stres,’’ ungkapnya. Keterlambatan pembayaran klaim dari BPJS telah terjadi sejak 2017. Padahal, untuk sejumlah pembayaran sudah akan jatuh tempo pada tanggal 5 Oktober ini. ‘’Keterlambatan pembayaran klaim dari BPJS ini bukan yang pertama. Klaim untuk bulan Juni, Juli dan Agustus ini juga belum ada tanda-tanda dibayar sampai awal Oktober ini,’’ ungkapnya. Menurutnya, BPJS melakukan verifikasi. Hasil verifikasi inilah yang menjadi dasar pembayaran klaim ke RSUD Mangusada. BPJS akan membayar berdasarkan klaim yang diajukan oleh pihak RS. ‘’Berapa angka yang disetujui dari hasil verifikasi itulah yang nanti dibayar, jadi tidak semua klaim yang diajukan rumah sakit,’’ katanya. Terkait adanya kekurangan administrasi, pihak RS wajib melengkapi. Bila ada beberapa pelayanan atau obat tidak ditanggung BPJS, maka klaim tidak akan disetujui. ‘’Kami ajukan Rp 12 miliar, belum tentu semua disetujui oleh mereka (BPJS). Bisa saja disetujui cuma Rp 10 miliar,’’ jelasnya. Lebih jauh dijelaskan, setelah melewati proses verifikasi, BPJS memiliki waktu 15 hari untuk melunasi. ‘’Permasalahannya, sejumlah klaim dari beberapa bulan lalu sampai saat ini belum dilunasi oleh BPJS. Sedangkan jatuh

temponya 15 hari kerja sebenarnya sudah dibayar,’’ tegasnya. Beberapa tagihan yang baru dibayarkan adalah pada Januari, Februari, Maret, April dan Mei. Namun, beberapa tagihan susulan di bulan tersebut belum dilunasi yang nilainya juga mencapai miliaran rupiah. ‘’Yang paling banyak nunggak adalah untuk pembayaran Juni, Juli dan Agustus. Untuk klaim Juni dan Juli sudah dilakukan verifikasi oleh BPJS, namun belum ada pembayaran,’’ katanya. Sementara klaim Agustus baru diajukan beberapa hari lalu, sehingga pihaknya memaklumi belum masuk tahap pembayaran. Berdasarkan hitung-hitungan pihaknya, utang BPJS untuk Juni dan Juli mencapai puluhan miliar. Pada jatuh tempo September, BPJS baru mampu membayar Rp 3 miliar untuk rawat jalan, sedangkan untuk klaim rawat inap sama sekali belum dibayarkan. Untuk tagihan Juli, total mencapai Rp 10 miliar lebih. Besaran ini juga sudah diakui oleh BPJS dan menjanjikan akan dibayar pada 5 Oktober ini. Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Denpasar dr. Parasamya Dewi Cipta mengatakan, terkait keterlambatan pembayaran klaim ke RS, BPJS Kesehatan akan dikenai denda sebesar 1 persen dari nominal klaim yang diajukan, secara proporsional. Demi memperlancar arus finansial fasilitas kesehatan mitra kerja, BPJS menjalin sinergi dengan lembaga perbankan maupun non perbankan dalam hal fasilitas pembiayaan program Supply Chain Financing (SCF) yang merupakan program pembiayaan oleh bank yang khusus diberikan kepada faskes mitra BPJS Kesehatan untuk membantu percepatan penerimaan pembayaran klaim pelayanan kesehatan melalui pengambilalihan invoice sebelum jatuh tempo pembayaran. Selain membantu likuiditas faskes tetap terjaga, SCF juga diharapkan dapat mendorong faskes untuk tetap memberikan pelayanan seoptimal mungkin kepada para peserta JKN-KIS. ‘’Sesuai dengan perundangundangan yang berlaku, BPJS Kesehatan wajib membayar klaim atas pelayanan yang

Ajak Hotel Langganan Bank Sampah DI tengah upaya meningkatkan kualitas layanan, produk wisata serta kemampuan sumber daya manusianya, insan pariwisata juga dituntut meningkatkan kesadaran untuk memerangi sampah, terutama sampah plastik. Hal ini bukan saja karena merupakan salah satu isu global, tetapi merupakan tren dunia wisata masa depan yang memasukkan kepedulian pengelolaan sampah sebagai salah satu komponen pemeringkatan destinasi atau usaha pariwisata, yang nantinya akan mempengaruhi nilai secara keseluruhan, apakah tempat itu layak dikunjungi atau sebaliknya. Demikian rangkuman pembicaraan antara Tim Green Hotel Bali Travel News dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung Putu Eka Merthawan beberapa waktu lalu. Menurut Eka Merthawan, pihaknya mengerahkan segala upaya untuk mewujudkan hal tersebut. Mulai dari proses pengenalan, pendidikan serta penyadaran pola pikir masyarakat tentang bagaimana menghadapi, mengelola dan mengatasi sampah. Mengingat sampah merupakan sebuah produk yang terus dihasilkan, selain tentang bahayanya, hal yang perlu dipahami adalah bagaimana mengolahnya sehingga bernilai ekonomis. ‘’Kami masuk ke masyarakat mulai dari usia dini. Mulai masyarakat tingkat bawah, mengenalkan apa dan bagaimana sampah, terutama sampah plastik. Mengenalkan bagaimana bahaya barang ini sampai kemudian mengajak masayarakat bagaimana mengelola sampah agar menghasilkan rupiah,’’ kata Eka Merthawan. Pihaknya sudah mengajak masyara-

kat mulai dari tingkat sekolah untuk mendirikan bank sampah. Dia pun mengajak semua stakeholder pariwisata ikut bertanggung jawab terhadap masalah lingkungan dengan mengurangi plastik, mengelola sampah hingga berlangganan bank sampah. ‘’Kami menyarankan agar hotel berlangganan bank sampah, menanam pohon dan membuat biopori,’’ katanya. Meskipun banyak hotel yang belum banyak mengikuti saran tersebut bahkan melanggar aturan pengelolaan sampah, pihaknya masih optimis perang terhadap sampah bisa dilakukan semua komponen. Dia menyambut baik kehadiran Tim Green Hotel dan akan mengajak bersama-sama untuk melakukan penyadaran mengenai pentingnya menjaga lingkungan, khususnya di Kabupaten Badung. ‘’kami membuka pintu kerja sama dengan siapa saja untuk mewujudkan Badung yang bersih dari sampah,’’ katanya. Dalam konteks ini, pihaknya juga akan segera memperoleh ISO 19001 dan ISO 14001 tentang manajemen lingkungan. ‘’Dengan pengakuan ini, maka kami akan segera melakukan langkahlangkah edukasi kepada semua masyarakat, terutama pemilik dan manajemen hotel dan fasilitas pariwisata lainnya,’’ ucapnya. (055)

Putu Eka Merthawan

Bali Post/dok

telah diberikan oleh faskes kepada peserta paling lambat 15 hari kerja sejak dokumen klaim diterima lengkap. Hal ini merupakan peluang bagi lembaga perbankan untuk memberikan fasilitas pembiayaan modal kerja berupa talangan tagihan kepada pihak faskes selaku mitra BPJS,’’ ujarnya. Dijelaskan, hingga September, yang masih menjadi kewajiban BPJS Kesehatan Cabang Denpasar kepada RSUD Mangusada Badung masih jauh di bawah angka yang disebutkan. Diharapkan, RS tetap mendukung program JKN-KIS yang merupakan program strategis nasional dengan tetap melayani pasien JKN-KIS dengan baik. (kmb27)

BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta membuka peringatan Hari Kopi Sedunia (International Coffee Day), Senin (1/10) kemarin di Puspem Badung. International Coffee Day ini bertalian dengan Hari Kesaktian Pancasila yang diperingati setiap 1 Oktober. Setelah memimpin apel Kesaktian Pancasila, Bupati Giri Prasta bersama Ketua DPRD Putu Parwata, Sekda Wayan Adi Arnawa, Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta beserta seluruh kepala OPD dan pegawai Pemkab Badung berbaur menikmati kopi hasil pertanian lokal Badung. Bupati juga sempat mencoba menggiling kopi sekaligus menyeduh kopi secara manual. Dalam rangkaian Hari Kopi Sedunia ini, sebagai pencinta kopi, Bupati Giri Prasta sangat mengapresiasi kegiatan yang pertama kali digelar di Kabupaten Badung tersebut. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada BPD Bali, sebagai sponsor utama dalam kegiatan ini serta Badan Pene-

litian dan Pengembangan (Balitbang) Badung yang telah mengakomodir event ini. Dijelaskannya, Kabupaten Badung sudah bekerja sama dengan Pemkab Bangli yang sudah memiliki pabrik kopi. Bupati juga mengimbau kepada masyarakat Badung Utara agar kembali mempertahankan komoditas yang sudah ada dan mengadakan yang belum ada. Dinas terkait juga diminta concern membela petani. ‘’Masyarakat petani kita harus mampu kita bela dan kita harus mampu beli, agar petani kita bangga menjadi petani,’’ terangnya. Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Putu Oka Swadiana menyampaikan, peringatan Hari Kopi Sedunia ini baru pertama kali digelar di Bali dan Badung yang kebetulan bertalian dengan Hari Kesaktian Pancasila. ‘’Kegiatan ini kami laksanakan dengan memberikan 1.000 cup kopi gratis kepada masyarakat dan karyawan-karyawati Pemkab Badung,’’ jelasnya.

HARI KOPI - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta didampingi Sekda Adi Arnawa dan Ketua DPRD Putu Parwata membuka peringatan Hari Kopi Sedunia (International Coffee Day), Senin (1/10) kemarin, di Puspem Badung. Menurutnya, kopi di Badung sebagian besar ada di Kecamatan Petang dengan varietas jenis Arabika yang sudah diekspor ke beberapa negara. Indonesia sebagai penghasil kopi ke-4 di dunia dan untuk di Kabupaten Badung sendiri rata-rata memproduksi 800 ton per ta-

hun. Maksud dan tujuan peringatan ini di antaranya, membuat satu hari perayaan bagi pecinta kopi di lingkup Pemkab Badung, meningkatkan produktivitas dan kualitas kopi di Badung, mempromosikan kopi Badung serta mensejahterakan petani kopi. (ad048)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A

Denpasar Menjaring Domestik DINAS Pariwisata Kota Denpasar bekerja sama dengan Asita Bali menyelenggarakan Denpasar Table Top pada 27 September 2018 di Kota Makassar bertempat di Hotel Melia, Makassar. Kegiatan usaha berpromosi dan menjual produk wisata Bali ini diikuti oleh 17 industri pariwisata seperti hoteliers, biro perjalanan wisata dan atraksi wisata yang dalam hal ini hadir sebagai sellers dan 60 buyers dari Kota Makassar yang merupakan anggota Asita Sulawesi Selatan. Semua buyers tampak sangat bersemangat dan antusias untuk mendapatkan berbagai informasi produk-produk wisata yang dibawa oleh industri dari Bali khususnya Kota Denpasar. Ketut Ardana, S.H., Ketua DPD Asita Bali yang sekaligus pimpinan delegasi Bali, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan agar para tour operator di Makassar dapat lebih mengenal dan lebih mendalami produk apa saja yang

dimiliki oleh Bali saat ini, oleh karena Bali sebagai tujuan wisata yang sangat populer dari waktu ke waktu terjadi perubahan penyediaan berbagai fasilitas pariwisata khususnya di Denpasar saat ini. Ia berharap kegiatan B to B promotion ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisawatan nusantara ke Bali dari Makassar. Berharap ke depannya lebih banyak direct flight dari Makassar ke Denpasar (saat ini baru 7 x direct flight dalam sehari). Ketut Ardana juga menyampaikan bahwa industri mengapresiasi Pemkot yang memfasilitasi kegiatan Table Top guna mendukung industri pariwisata, sehingga bisa bersama-sama membangun sistem kepariwisataan Bali dan Kota Denpasar khususnya. Sinergitas seperti ini dapat terus ditingkatkan tidak hanya di dalam negeri namun juga di luar negeri, tidak saja antara B to B, namun juga dapat difasilitasi pertemuan dengan pimpinan-pimpinan perusahaan besar (corporate gathering) untuk

TABLE TOP - Dinas Pariwisata Kota Denpasar bekerja sama dengan Asita Bali menyelenggarakan Denpasar Table Top pada 27 September 2018 di Kota Makassar.

Delapan Sulinggih Puput Upacara Parisudha Bumi di Samuan Tiga

mengembangkan wisata MICE di Kota Denpasar. Didi Manaba, Ketua DPD Asita Sulsel, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Table Top ini sangat penting bagi kedua belah pihak yaitu Denpasar, Bali dan Makassar. Diharapkan industri bisa saling memberikan informasi secara maksimal karena Sulsel pun banyak punya daya tarik wisata dan Airport Tanah Toraja diharapkan secepatnya bisa diselesaikan, meski Toraja yang menjadi main destination diharapkan wisatawan juga menikmati objek wisata yang ada di Makassar. Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar dalam sambutannya yang dibacakan Ni Luh Putu Riyastiti, S.S., M.Par., Kepala Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata, menyampaikan bahwa kegiatan Table Top ini diharapkan dapat meningkatkan sinergitas dan kerja sama antara kedua kota (G to G) dan juga kerja sama bisnis (B to B). Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa saat ini Kota Denpasar juga tengah mengadakan upaya-upaya pembenahan destinasi agar lebih berkualitas, seperti penataan sungai, revitalisasi pasar, pengembangan desa wisata, pembenahan fasilitas objek, serta pengelolaan kepariwisataan dalam konsep smart dan kreatif. Kegiatan semacam ini memang sangat diperlukan di tengah maraknya media pemasaran wisata online, karena bagaimanapun sentuhan human diperlukan dalam dunia pariwisata, untuk menjaring wisatawan yang lebih berkualitas, meningkatkan pemahaman dan komunikasi antarbudaya, antarbangsa, dan antarnegara, sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat dan industri. (ad046)

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Diisi Pembacaan Ikrar Kesetiaan Denpasar (Bali Post) Memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Kodam IX/Udayana menggelar upacara di Lapangan Korem 163/Wira Satya di Jalan Sudirman, Denpasar, Senin (1/10) kemarin. Upacara yang dipimpin Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto diisi dengan pembacaan ikrar kesetiaan kepada Pancasila. Kapendam IX/Udayana Kolonel Kav. Jonny Harianto G. menyampaikan upacara tersebut diikuti para prajurit dan PNS

jajaran Kodam yang bermarkas di wilayah Garnizun Denpasar. Acara pokok dalam upacara peringatan tersebut adalah pembacaan ikrar yang pada hakikatnya merupakan suatu pernyataan dan janji kesetiaan terhadap Pancasila sebagai dasar negara dan sebagai ideologi bangsa Indonesia. Selain itu merupakan suatu kebulatan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilanilai Pancasila sebagai sumber kekuatan dalam menggalang kebersamaan untuk memperjuang-

kan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. ‘’Bapak Pangdam juga menyerahkan piagam penghargaan dan hadiah kepada para prajurit dan PNS,’’ ujarnya. Penghargaan tersebut diserahkan kepada anggota TNI dan PNS telah mendulang prestasi serta sekaligus meningkatkan citra dan nama baik Kodam IX/ Udayana dengan raihan medali dalam kancah Pekan Olahraga Angkatan Darat (Porad). (kmb36)

Bali Post/ist

D I S I N I

Awali Kampanye, Wedakarna Memohon Restu Sulinggih sebagai Calon Anggota DPD di Pemilu 2019

SENATOR DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III hadir dalam acara Parisudha Bumi yang digelar di Samuan Tiga, Pejeng, Gianyar untuk mendoakan keselamatan jagat nusantara khususnya bencana Gunung Agung, bencana gempa Lombok dan bencana tsunami Palu. Dalam acara yang digelar oleh Veda Poshana Ashram (VPA) ini, dihadiri oleh puluhan sulinggih, di mana delapan orang sulinggih khusus mapuja sesuai dengan arah mata angin yang mengelilingi kunda Agni Hotra. Tampak hadir sejumlah undangan yakni Panglingsir Puri Carang Sari Ida Sri Bagawan Agni Yoga Nanda (Ketua VPA Pusat), Made Mangku Pastika (Wolrd Hindu Parishad/WHP), serta ratusan umat Hindu dari berbagai ashram di Bali. Dalam kesempatan itu, Shri Arya Wedakarna yang juga anggota DPD/MPR-RI didaulat untuk memberikan sambutan sekaligus memukul gong tanda ritual dimulai. Apresiasi atas progam dari VPA disampaikan oleh Shri Arya Wedakarna yang menyatakan bahwa Bali sebagai pusat spiritual Hindu, seyogianya tetap mengedepankan kesucian sekala-niskala, dan satu–satunya kaum yang bisa menyucikan jagat hanyalah Brahmana, bukan yang lainnya. ‘’Anak muda Bali harus disadarkan bahwa setinggi apa pun kekayaan, jabatan dan juga materi duniawi yang kita miliki tidak akan bisa menandingi kekayaan spiritual yang dimiliki oleh seorang sulinggih. Seorang pendeta Hindu, dengan mantram dan pengetahuan jnana-nya bisa menyucikan jagat dalam sekejap, mereka adalah satu-satunya kaum yang diakui dalam Veda Vedanta yang bisa menghubungkan bumi dan nirvana. Maka dari itu, masyarakat Bali, khususnya kaum walaka, mutlak harus mem-

berikan hormat pada sulinggih. Hormat yang dimaksud adalah hormat dengan menempatkan semua sulinggih di tempat yang sejajar dan suci. Tiang percaya, jika Bali melupakan peran sulinggih, maka Bali akan kehilangan taksu-nya, kehilangan kesuciannya. Dan tugas para ksatria masa kini (pejabat pemerintahan) untuk menjaga para kaum brahmana,’’ ungkap Shri Arya Wedakarna. Terkait dengan harapan lembaga Hindu agar ke depan semakin banyak wakil umat Hindu bisa menjadi perwakilan Bali ke pusat, Shri Arya Wedakarna menyatakan bahwa segala ketentuan sudah diatur oleh alam semesta, namun tetap secara sekala diperlukan strategi agar tokoh-tokoh Hindu menguasai kepemimpinan politik Bali di Jakarta. ‘’Di hari sakral 30 September ini, di hadapan leluhur dan Ida Batara ring Pura Samuan Tiga tempat

Empu Kuturan menyatukan Bali dan di hadapan api Agni Hotra yang di-puput delapan sulinggih, tiang ingin memohon doa restu maju kembali sebagai calon anggota DPD-RI Bali di Pemilu 2019. Tiang sengaja menunggu momen bertemu para Dwijati sebelum memulai masa kampanye DPDRI. Tanpa restu sulinggih, tentu tiang tidak ada artinya, dan astungkara tanpa direncanakan, beliau-beliau Ida Sulinggih melalui VPA mengundang tiang dalam acara ini. Niki pertanda baik dan selaras. Tiang mohon doa restu nggih,’’ ungkap Shri Arya Wedakarna yang mendapatkan nomor urut 42 di Pemilu DPD-RI 2019 ini. Dalam kesempatan itu, Shri Arya Wedakarna didaulat untuk menyempurnakan upacara Agni Hotra dengan membelah kelapa suci dan menuangkan minyak ghee sebagai tanda kesempurnaan upacara ritual. (ad049)

RESTU – Senator DPD-RI Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III bersama sejumlah sulinggih di Samuan Tiga, Pejeng, Gianyar.

Perbekel Nyaleg

Pejabat Definitif Tunggu Pilkel 2019 Denpasar (Bali Post) Dua perbekel di Denpasar ikut dalam pemilihan legislatif pada Pemilu 2019 mendatang. Kini, kedua perbekel tersebut sudah resmi diganti dengan penjabat perbekel. Pengisian dengan pejabat definitif akan dilakukan setelah proses pemilihan perbekel (pilkel) pada 2019 mendatang. Artinya, penjabat perbekel ini akan bertugas hingga ada perbekel definitif. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar I.B. Alit Wiradana, Senin (1/10) kemarin. Wiradana mengatakan, sesuai dengan aturan yang ada,

bila seorang perbekel ikut nyaleg, mereka harus mundur dari posisi tersebut. ‘’Kedua perbekel yang mundur ini semua karena nyaleg,’’ ujar mantan Kasatpol PP ini. Dikatakan, dua perbekel yang ikut nyaleg yakni Perbekel Desa Ubung Kaja I Wayan Mirta dan Perbekel Desa Dauh Puri Kelod I Gusti Made Wira Namiartha. Terkait mundurnya dua perbekel ini, Pemkot Denpasar sudah mengisi posisi lowong tersebut dengan seorang penjabat. Keduanya pun sudah dilantik oleh Wali Kota Denpasar beberapa hari lalu. ‘’Kedua penjabat ini akan mengisi posisi tersebut hingga pilkel 2019 mendatang,’’ jelasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Denpasar, I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menunjuk Luh Sukarmi sebagai Penjabat Perbekel Desa Dauh Puri Kelod dan Wayan Astika sebagai Penjabat Perbekel Desa Ubung Kaja sesuai dengan SK Wali Kota Denpasar Nomor 188.45/1133/HK/2018. Pengisian jabatan dengan menempatkan seorang menjadi penjabat dikatakan untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan di wilayah desa. Sehingga program prioritas yang telah dicanangkan dapat terus dilanjutkan dalam rangka mempercepat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. (kmb12)

Sri Haryoso Pimpin BPK-RI Perwakilan Bali

S U K S E S B R A N D I N G

Selasa Kliwon, 2 Oktober 2018

PENGHARGAAN - Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto menyerahkan penghargaan kepada anggota yang berprestasi.

Polantas Kumpulkan Bantuan untuk Korban Gempa Donggala-Palu

Denpasar (Bali Post) Meski disibukkan dengan persiapan pengamanan IMF-World Bank Annual Metting 2018, ang-

gota Polantas Polda Bali juga peduli dengan musibah gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng). Wujud

Bali Post/rah

GALANG BANTUAN - Anggota Polantas menggalang bantuan untuk korban gempa bumi di Donggala dan Palu, Sulteng.

kepedulian tersebut, anggota Polantas yang mengikuti apel pengecekan kendaraan Patwal di Lapangan Maisonette Hotel Grand Bali Beach, Sanur, Senin (1/10) kemarin, spontanitas menggalang bantuan. ‘’Kami turut prihatin dengan kondisi dialami saudara kita di Donggala dan Palu,’’ kata Kasubdit Dikyasa Ditlantas Polda Bali AKBP Nyoman Sukasena. Beberapa anggota membawa kardus air mineral menghampiri ratusan Polantas untuk mengambil sumbangan berupa uang. ‘’Kita awali dari sini, mungkin dilanjutkan ke anggota yang tugas di kantor,’’ tegasnya. Dari pantauan di lapangan, anggota Ditlantas dan jajarannya langsung memasukkan uang ke dus tersebut. Tak hanya anggota, pejabat Ditlantas yang hadir juga ikut nyumbang. ‘’Nanti akan kita serahkan ke sana, apakah dalam bentuk uang atau barang, disesuaikan dengan keperluan korban gempa bumi dan tsunami. Semoga bisa bermanfaat,’’ ucap mantan Kasatresnarkoba Polresta Denpasar ini. (kmb36)

Denpasar (Bali Post) Tampuk kepemimpinan BPKRI Perwakilan Bali kini dipegang Dr. Drs. Sri Haryoso Suliyanto, M.Si. Mantan Kepala Perwakilan BPK Provinsi Maluku Utara ini menggantikan posisi Yulindra Tri Kusumo Nugroho yang kini menjadi fungsional di BPK-RI. Serah terima jabatan digelar di aula Kantor BPK Perwakilan Provinsi Bali, Senin (1/10) kemarin. Acara ini juga dihadiri anggota VI BPKRI Harry Azhar Azis, anggota Komisi XI DPR-RI I Gusti Agung Rai Wirajaya, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, serta bupati/ wali kota se-Bali. Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan, pemerintah provinsi dan kabupaten/ kota se-Bali memiliki komitmen

yang sangat kuat untuk mewujudkan akuntabilitas tata kelola keuangan pemerintah daerah. Komunikasi dan kerja sama dengan BPK-RI selama ini berjalan dengan baik, bahkan saling bertukar pengetahuan, pengalaman, dan advokasi. Pemprov Bali khususnya bahkan telah lima kali berturut-turut meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). ‘’Tindak lanjut hasil-hasil pemeriksaan BPK di Provinsi Bali, di kabupaten/kota juga mencapai persentase yang sangat tinggi di atas 90 persen. Itu artinya bahwa kami semua tidak ingin ada sedikit pun temuantemuan atau rekomendasi dari BPK yang tersisa, tertunda, atau tidak terselesaikan,’’ ujarnya. Selain tata kelola keuangan,

lanjut Dewa Indra, aset juga menjadi satu hal yang krusial. Upaya pembinaan akan terus dilakukan agar aset Pemprov semakin tercatat dan teregistrasi lebih banyak, serta tampak akuntabilitas pengelolaannya. Sementara itu, Kepala BPK RI Perwakilan Bali Sri Haryoso Suliyanto mengatakan, prestasi Bali yang sudah baik ke depan perlu ditingkatkan. Di sisa waktu tahun anggaran 2018 ini, pihaknya berencana untuk merancang minimal satu kali focus group discussion (FGD). ‘’Saya ingin menjaga komunikasi dan membangun hubungan yang harmonis, dengan tetap mengedepankan nilai-nilai dasar BPK yakni integritas, independensi, dan profesionalisme,’’ ujarnya. (kmb32)

Bali Post/kmb32

SERAH TERIMA - Sri Haryoso Suliyanto menandatangani berita acara serah terima jabatan Kepala Perwakilan BPK Provinsi Bali.

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.


daerah

Selasa Kliwon, 2 Oktober 2018

Pengolahan Limbah ACS dan Aphic Catering

DLHK Nyatakan Belum Sesuai Ketentuan

Mangupura (Bali Post) Sistem pembuangan limbah milik Aerofood ACS dan Aphic Catering belum memenuhi ketentuan. Meski sudah memiliki alat dan sistem pengolahan, limbah yang dibuang dari dua perusahaan yang beroperasi di kawasan Bandara Ngurah Rai itu ternyata belum memenuhi persyaratan. Hal itu terungkap dalam sidak yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung, Senin (1/10) kemarin. Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan mengatakan, selain persoalan tersebut, ada juga masalah drainase. Limbah yang sudah diolah oleh Aerofood ACS, dialirkan ke saluran drainase yang bermuara di hutan mangrove. Sayangnya, akibat drainase yang kurang bagus, air limbah justru tergenang. Permasalahan serupa juga terjadi pada sistem pengolahan limbah Aphic Catering. ‘’Air limbah yang dibuang malah menggenang dan menimbulkan bau,’’ katanya. Sebelumnya, kata Eka Merthawan, tim Buru Sergap Perusak Lingkungan (Brusli) DLHK Badung sudah sempat turun ke lokasi pada Jumat (28/9) lalu. Ter-

kait persoalan ini, DLHK meminta Aerofoof ACS dan Aphic berhenti membuang limbah ke lingkungan. Mereka diminta untuk menyedot sendiri dan membuang limbah ke tempat pengolahan limbah. DLHK akan kembali melakukan pertemuan untuk mencari solusi jangka panjang dengan pihak terkait pada Selasa (2/10) hari ini. Pihaknya berharap pengolahan limbah kedua perusahaan ini agar digabung dengan ipal milik PT Angkasa Pura 1. Sementara itu, Communication Head and Legal Section Head Bandara Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, menyampaikan memang dulu ACS dan Aphic Catering memiliki saluran pembuangan masing-masing. Untuk itu, PT Angkasa Pura 1 sudah mengakomodir untuk pembuangan melalui saluran pipa utama. Ini dilakukan agar saluran pembuangannya bisa terpadu dan tidak ke mana-mana. ‘’Dari AP 1 akan mengecek lagi seperti apa yang disampaikan oleh DLHK. Yang sering luput selama ini adalah kewajiban dari mitra usaha untuk menjaga kualitas dari output pengolahan limbahnya,’’ kata Arie. (kmb23)

5

Ada KK Miskin di Kawasan Pariwisata

Mangupura (Bali Post) -

Kawasan pariwisata Badung ternyata tidak luput dari penduduk miskin. Di Kerobokan Kelod, misalnya. Kawasan yang masuk wilayah Kecamatan Kuta Utara ini terkenal dengan Petitenget, Umalas, Bidadari, dan Oberoi yang merupakan salah satu kawasan pariwisata di Gumi Keris. Adalah keluarga almarhum Wayan Suarnawa. Warga yang tinggal di Banjar Taman Merthanadi Kelurahan Kerobokan Kelod ini tinggal di rumah tak layak huni, sehingga menggugah masyarakat untuk membantu. Tokoh masyarakat Kuta Utara AAN Ketut Agus Nadi Putra bersama sejumlah tokoh masyarakat di Kelurahan Kerobokan Kelod, Senin (1/10) kemarin langsung turun ke lapangan. ‘’Saya tahu bahwa salah satu rumah warga di Banjar Mertanadi ini saat melayat ke almarum Wayan Suarnawa, dan menemukan rumah yang sangat tidak layak huni,’’ katanya. Kendati demikian, pria yang akrab disapa Gung Nadi mengatakan kondisi rumah mulai diperbaiki melalui program bedah rumah mandiri. Program ini dilakukan oleh sejumlah donatur di Kuta Utara, namun belum beratap dan belum di-finishing. ‘’Kami suruh mengajukan untuk mendapatkan bedah rumah, tetapi karena kemiskinan di Kelurahan Kerobokan ini nol, maka keluarga tersebut tidak mendapatkan bantuan bedah rumah,’’ ujarnya. Ketua Komisi IV DPRD Badung itu menerangkan telah melakukan koordinasi bersama tokoh masyarakat di Kuta Utara dan Kelurahan Kerobokan Kelod untuk membantu keluarga al-

marhum untuk mendapatkan rumah yang layak. ‘’Saya membantu melalui lembaga Koperasi Panca Marga sebesar Rp 50 juta untuk melakukan bedah rumah ini dan sisanya akan diusahakan oleh para tokoh di Kerobokan Kelod,’’ ucapnya. Dikatakan, pihaknya sempat menyampaikan ke-

pada Dinas Sosial untuk mendapatkan bantuan bedah rumah. Dinsos Badung juga telah melakukan survei. Namun, secara administrasi tidak dapat dibantu lantaran kawasan itu tercatat sebagai wilayah zero kemiskinan. ‘’Kami miris melihatnya dan kami harapkan pemerintah melakukan kroscek

ke depannya agar tidak lagi terjadi seperti ini. Di negara maju pun tidak ada kemiskinan hingga nol persen dan di Badung diharapkan jangan dulu meng-nol-kan angka kemiskinan berkaca dari peristiwa ini,’’ tegasnya. Lurah Kerobokan Kelod Made Wistawan mengungkapkan, sebetulnya bantuan-bantuan untuk warga miskin di Kelurahan Kerobokan Kelod sudah disalurkan, baik bedah rumah, bantuan usaha ekonomi produktif untuk rumah tangga sasaran,

sehingga secara administrasi rumah tangga sasaran tersebut sudah tertanggulangi. ‘’Di lingkungan yang lain saat kami data tidak ada. Namun untuk kasus yang ini sebetulnya sudah ditangani, mengingat hak-hak warga ini sudah diberikan, sehingga sudah layak karena sudah bisa mencukupi kebutuhannya secara mandiri. Tapi terkadang di lapangan berbeda dan inilah perlu kita sikapi dengan melakukan kroscek ke depannya,’’ pungkasnya. (kmb27)

Bali Post/kmb27

BEDAH RUMAH - Tokoh masyarakat Kuta Utara AAN Ketut Agus Nadi Putra bersama sejumlah tokoh masyarakat di Kelurahan Kerobokan Kelod melihat progres bedah rumah batuan dari donatur yang dikumpulkan.

Pimpinan PT Konsisten Lawan Radikalisme Bali Post/edi

CEK LIMBAH - Kepala DLHK Badung Putu Eka Merthawan bersama tim Brusli mengecek pengolahan limbah di PT Angkasa Pura 1, Senin (1/10) kemarin.

Angkasa Pura 1 Lakukan Penyesuaian Tarif PJP4U Mangupura (Bali Post) Guna memenuhi kebutuhan pengguna jasa bandar udara, PT Angkasa Pura 1 (Persero) mulai Senin (1/10) kemarin melakukan penyesuaian tarif Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U), Garbarata dan Check In Counter. Penyesuaian ini dilakukan di seluruh bandar udara di bawah pengelolaan PT Angkasa Pura 1 (Persero), termasuk Bandara I Gusti Ngurah Rai. Penyesuaian tarif PJP4U, Garbarata dan Check in Counter sesuai dengan persetujuan Menteri Perhubungan Republik Indonesia nomor: PR.003/4/4 PHB 2018, tertanggal 21 September 2018. Pertimbangannya berupa besaran biaya pokok, pengembalian investasi untuk pengembangan pada 13 bandar udara yang diusahakan PT Angkasa Pura 1 (Persero) dan untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa bandar udara. Menurut Co. General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai, Sigit Herdiyanto, penyesuaian tarif harus dilakukan untuk memberikan pelayanan yang maksimal. Apalagi mengingat penyesuaian sudah lama tidak dilakukan. ‘’Kenaikan PJP4U terakhir kali dilakukan pada tahun 2011 untuk PJP4U Dalam Negeri dan tahun 2009 untuk PJP4U Luar Negeri,’’ katanya. Sebelumnya, pada Jumat (28/9) lalu telah dilakukan sosialisasi penyesuaian tarif

PJP4U, Garbarata dan Check In Counter kepada Ketua Airline Operators Committee (AOC), pimpinan airlines dan ground handling. Sosialisasi juga dihadiri Co. General Manager Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai dan jajaran sales department. Pada kesempatan tersebut, Direktur Pemasaran dan Pelayanan PT Angkasa Pura 1 Devy Wildasari Suradji menyampaikan, penyesuaian tarif tidak semata-mata dilakukan begitu saja. PT Angkasa Pura 1 sudah melakukan evaluasi dan uji tingkat pelayanan dengan beberapa instansi terkait, termasuk dengan INACA dan airlines di Jakarta. Tuntutan peningkatan dan pelayanan kepada pengguna jasa bandar udara membuat peningkatan biaya pemeliharaan dan biaya operasional yang cukup signifikan. Peningkatan pelayanan yang diberikan Bandara I Gusti Ngurah Rai sepanjang 2018, di antaranya overlay runway, perawatan garbarata dan penerapan parking guidance system pada parkir mobil bertingkat. Selain itu, ada pembuatan repacking area, smartlane X-ray dan pengadaan body scanner untuk mempercepat proses pemeriksaan pada area screening check point, mesin self check in untuk mengefektifkan waktu tanpa harus mengantre di check in counter, penambahan check in counter internasional, dan yang terbaru orientation zone sebagai area melepas stres. (kmb23)

Bali Post/edi

SOSIALISASI - Sosialisasi penyesuaian tarif PJP4U oleh PT Angkasa Pura1.

Denpasar (Bali Post) Menangkal dan melawan paham radikal masuk kampus, pimpinan perguruan tinggi (PT) di Bali dan perguruan tinggi di berbagai wilayah Indonesia sepakat secara konsisten menggelar Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi 2018. Bahkan, peringatan deklarasi kebangsaan yang pernah dilakukan pada 26 September 2017 lalu di Nusa Dua telah dilaksanakan pada Rembuk Nasional pada 26 dan 27 September 2018 lalu di Grand Inna Bali Beach Sanur, Denpasar. Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi 2018 di Nusa Dua ini menghadirkan 3.300-an pimpinan PT se-Indonesia dan dihadiri Presiden RI Joko Widodo serta menghasilkan Deklarasi Nusa Dua yang bertekad menjaga 4 Konsensus Kebangsaan dan melawan radikalisme. Penggagas dan Koordinator Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi Dr. Ida Bagus Radendra Suastama, S.H., M.H. menyatakan Aksi Kebangsaan Perguruan Tinggi 2018 diselenggarakan bersama-sama dan bergotong-royong yang melibatkan seluruh pimpinan PT se-Bali, baik negeri maupuan swasta yang

berkomitmen untuk konsisten memelihara semangat kebangsaan dan menentang paham radikalisme. Peringatan Deklarasi Kebangsaan PT ini dihadiri pimpinan PT se-Bali dan 15 pimpinan PT dari provinsi-provinsi di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi yang merupakan anggota SC Nasional tahun lalu. ‘’Acara ini menindaklanjuti acara monumental dan spektakuler Deklarasi Nusa Dua tahun lalu dan saat ini berfokus pada bagaimana menghasilkan pemikiran cerdas para rektor, ketua, direktur perguruan tinggi se-Indonesia untuk mengimplementasikan dan mengaktualisasikan Deklarasi Nusa Dua tersebut di dunia Pendidikan Tinggi Indonesia,’’ ujar Radendra, Senin (1/10) kemarin. Radendra mengatakan, pada Rembuk Nasional yang dilaksanakan pada 26 dan 27 September lalu, diperoleh beberapa kesepahaman. Di antaranya, para pimpinan PT sepaham bahwa Pancasila adalah ideologi terbaik dan paling cocok untuk negeri ini. Sebab, Pancasila adalah ideologi paling komprehensif dan multidimensi karena mencakup seluruh dimensi kehidu-

pan. ‘’Radikalisme harus ditentang karena mengajarkan kekerasan, permusuhan, dan kebencian. Apalagi kadang memakai agama untuk membenarkan kekerasan dan kebencian. Tentu kita (seluruh pimpinan PT - red) sebagai umat beragama di Indonesia harus bersikap, meluruskan, memberantas cara-cara berpikir seperti itu. Apalagi, Pancasila mengajarkan damai, sedangkan radikalisme sering terdengar mengajarkan

produk dari Cina dengan syarat mengikuti petunjuknya dan harus dibuat sendiri. Karena tergiur dengan keuntungan yang besar, terdakwa menyetujuinya dengan mengirim uang sebesar Rp 40 juta sebagai deposito barang yang akan dikirim David dari Cina ke alamat tinggal terdakwa di Jalan Pemuda II Renon, Denpasar. Februari 2018, terda kwa mendapat kiriman dari David melalui Kantor Pos Denpasar berupa serbuk kuning diduga narkotika yang akan dipakai sebagai dasar pembuatan tembakau gorila. Berhasil membuat tembakau gorila sesuai pentunjuk dari David, terdakwa kemudian disuruh menyimpan barang haram tersebut sembari menunggu instruksi berikutnya. Pada 20 Maret terdakwa kembali mendapat kiriman. Setelah menerima paket tersebut, terdakwa langsung diamankan oleh petugas kepolisian. Saat paketan itu dibuka, ditemukan serbuk kuning yang sama seperti diterima terdakwa dalam

dogmatis saja. ‘’Nilai dalam Pancasila sebenarnya sangat abadi, tinggal bagaimana mengomunikasikannya dengan cara yang cocok pada anak-anak kita, sehingga tercipta ketahanan ideologi dalam diri mereka,’’ tegas Radendra. Selain itu, dalam konteks tahun politik, para pimpinan PT sepakat bahwa kampus sebagai lembaga/institusi harus tetap mandiri dan netral. (win)

Bali Post/win

REMBUK NASIONAL - Kapolda Bali Irjen Pol. Petrus Reinhard Golose didampingi Koordinator Acara Dr. Ida Bagus Radendra Suastama dan pimpinan Perguruan Tinggi se-Bali dan dari berbagai wilayah di Indonesia berfoto bersama pada acara Rembuk Nasional Kebangsaan Perguruan Tinggi Melawan Radikalisme 2018.

Terlibat Tembakau Gorila, Diganjar 12 Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Terlibat dalam menyediakan tembakau gorila yang termasuk narkotika golongan satu, Gung Krisna atau A.A. Krisna Andika Putra (20), Senin (1/10) kemarin diganjar pidana penjara selama 12 tahun. Majelis hakim pimpinan Dewa Budi Watsara dalam amar putusannya menyatakan, pria asal Pamecutan itu terbukti bersalah menyediakan tembakau gorila yang termasuk narkotika golongan satu. Majelis hakim juga menjatuhkan pidana denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan. Atas putusan itu, terdakwa menyatakan menerimanya. Sementara pihak penuntut umum yang diwakili jaksa Nyoman Bela Putra Atmaja menyatakan pikir-pikir. Sebelumnya jaksa menuntut agar terdakwa dijatuhi hukuman selama 17 tahun penjara. Kasus ini berawal perkenalan terdakwa dengan seseorang bernama David (DPO) melalui WhatsApp (WA). David mengajak terdakwa untuk menjual

permusuhan antaragama dan sebagainya,’’ tandas Ketua Yayasan Pendidikan Handayani Denpasar ini. Oleh karena itu, lanjut Radendra, pimpinan seluruh PT sepakat bahwa ide Pancasila yang bagus harus disampaikan dengan cara kreatif kepada generasi milenial. Kurikulum perkuliahan perlu memuat substansi ketahanan ideologi dengan teknik komunikasi terkini, yang tidak lagi dengan cara indoktrinasi atau

pengiriman sebelumnya. Petugas kemudian melakukan penggeledahan di rumah kontrakan terdakwa di Perumahan Pesona Paramita II Jalan Tunjung Sari, Denpasar Barat. Ditemukan barang-barang yang digunakan untuk memproduksi narkotika. Di antaranya satu paket berisi serbuk kuning seberat 500 gram, satu botol alkohol, enam botol isi cairan aceton, 14 botol isi cairan essence, lima jerigen isi PGVG, satu kantong plastik besar berisi tembakau seberat 1.600 gram, 26 kotak isi tembakau berat 1.378 gram, dan 126 kotak seberat 4.536 gram. Dari hasil penelitian, beberapa barang bukti berupa serbuk kuning dan daundaun kuning tersebut mengandung narkotika jenis 5-Flouro ADB yang terdaftar dalam lampiran Nomor 95 Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 07 Tahun 2018 tentang perubahan penggolongan narkotika dalam lampiran Undangundang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (kmb37)

Cekcok, Anggota Ormas Hunus Pedang Mangupura (Bali Post) Anggota salah satu ormas di Bali, Miftahul Abidin alias Berto (23), ditangkap anggota Polsek Kuta Selatan (Kutsel), Minggu (30/9) lalu. Abidin diringkus lantaran marah-marah sambil menghunus pedang saat pesta miras bersama temantemannya. Kasus ini terjadi di rumah kos di Jalan By-pass Ngurah Rai, Gang Bambu, Kutsel. Kapolsek Kutsel AKP Doddy Monza yang didampingi Kanitreskrim Iptu Muh. Nurul Yaqin, Senin (1/10) kemarin mengatakan, sekitar pukul 21.00 Wita, pelaku bersama lima temannya, Tata, Romli, Arif, Yudi dan Gagu usai pesta tuak di TKP. Awalnya Romli dengan Yudi terlibat cekcok, tetapi bisa dilerai. Setelah Yudi pergi, Romli masih berada di sana dengan pelaku. Pelaku melayani ocehan Romli yang masih marah kepada Yudi. ‘’Terjadi salah sangka kembali antara Romli dengan pelaku yang menyebabkan keduanya ribut dan saling tantang. Namun keributan tersebut berhasil dilerai oleh Tata,’’ tegas Iptu Yaqin.

Namun pelaku masih marah dan langsung menuju tempat kosnya yang lokasinya dekat TKP. Setelah mengambil pedang di kamarnya, pelaku balik ke TKP. Sambil menghunus pedang tersebut, pelaku mencari Romli yang kabur sebelum dia datang. ‘’Karena lawannya tidak ada, pelaku marah-marah sambil menghunus pedang tersebut. Perbuatan pelaku itu membuat warga sekitarnya ketakutan dan melapor ke Polsek Kutsel,’’ ujarnya. Begitu menerim laporan, polisi langsung ke TKP dan menangkap pelaku. Saat ditanya petugas soal pedang, awalnya pelaku mengaku menyembunyikannya di pohon pisang. Tetapi setelah dicari, ternyata tidak ada. Pencarian terus dilakukan dan akhirnya ditemukan pukul 23.00 Wita di tumpukan bambu sekitar lokasi kejadian. Diduga pedang tersebut disembunyikan oleh Arif. Hasil interogasi, pelaku mengaku memiliki pedang tersebut sejak dua tahun lalu dan disimpan sebagai koleksi. ‘’Selain pedang, kami mengamankan atribut ormas, di antaranya dua baju milik pelaku,’’ ungkap Yaqin. (kmb36)


OPINI

6

Selasa Kliwon, 2 Oktober 2018

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Batu Lompatan Menuju Olimpiade 2032 INDONESIA dinilai sukses menjadi tuan rumah ajang olahraga bergengsi Asian Games. Bahkan, Komite Olimpiade Internasional dan Dewan Olimpiade Asia mengapresiasi penyelenggaraan dan partisipasi masyarakat dalam Asian Games ke-18 di Jakarta dan Palembang beberapa waktu lalu. Di luar itu, pergelaran Asian Games di Jakarta telah mampu menyedot transaksi mencapai Rp 40,6 triliun. Terdiri atas investasi konstruksi, operasional penyelenggaraan, dan tiket pengunjung. Sementara di Palembang, penyelenggaraan Asian Games telah menghasilkan transaksi senilai Rp 11,1 triliun. Kesuksesan menjadi tuan rumah Asian Games, rupanya membawa kepercayaan diri Indonesia untuk menjadi tuan rumah pesta olahraga Olimpiade tahun 2032 mendatang. Terlebih, jika melihat transaksi yang dihasilkan. Tidak hanya itu, penyelenggaraan event ini juga membawa dampak pada pariwisata. Tak heran jika Malaysia mengangkat tema “Sport and Tourism” pada peringatan Hari Pariwisata Sedunia tahun 2004 lalu. Berkaca dari keberhasilan penyelenggaraan Asian Games dan apa yang terungkap di Malaysia, memang sudah sepantasnya event olahraga apalagi internasional dikemas menjadi wisata MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition). Untuk menuju Olimpiade 2032, tentu berbagai hal harus mendapat perhatian. Paling tidak, Indonesia bisa belajar dari pengalaman Brazil dalam penyelenggaraan Olimpiade Rio tahun 2016. Mengingat sebelumnya tahun 2014, Brazil juga menjadi tuan rumah Piala Dunia. Pemerintah Brazil kala itu menargetkan lebih dari setengah juta turis selama Olimpiade. Juga, mampu menciptakan 120.000 lapangan pekerjaan yang diproyeksikan meningkat 130.000 per tahun pada 10 tahun kemudian. Jika memang Indonesia berhasil mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah Olimpiade 2032, ada waktu cukup panjang membenahi berbagai sarana dan prasarana penunjangnya. Persiapan barangkali bisa dilakukan mulai digelarnya pertemuan IMF (International Monetary Fund-Dana Moneter Internasional) di Bali pertengahan Oktober 2018 ini. Lobi-lobi mesti dilakukan untuk menarik investasi bagi penyiapan sarana dan prasarana penyelenggaraan Olimpiade 2032. Mengingat, pertemuan IMF-WB (Bank Dunia) kali ini diikuti para menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari 189 negara dengan total peserta sekitar 15.000 orang. Tidak hanya untuk menarik investasi, ajang IMF-WB ini juga harus dimanfaatkan untuk mempromosikan Indonesia ke mata dunia agar dapat dipilih dan dipercaya menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Harapan ke depan atau jangka panjangnya, event olahraga dunia itu menjadi promosi wisata MICE untuk menggaet lebih banyak turis, membuka investasi dan lapangan kerja. Keberhasilan Asian Games dan pertemuan IMF menjadi batu loncatan untuk merebut kepercayaan dunia agar Indonesia bisa terpilih menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Memfasilitasi Keluarga Korban Duka bagi Palu dan Donggala memang menjadi rasa bersama bangsa ini. Dari berbagai wilayah di Indonesia ini saya dengar sibuk menanyakan nasib keluarga mereka di dua lokasi gempa ini. Bahkan dari salah satu stasiun TV kita dengar korban yang kini memasuki angka 800 lebih ternyata masih berpotensi bertambah. Ini duka mendalam bagi kita semua. Untuk itu, kita juga berharap pemerintah memfasilitasi keluarga korban yang imigrasi ke Mamuju, Palu, dan Donggala. Mudahmudahan mereka dapat akses menuju ke sana dengan biaya murah bahkan gratis. Pemerintah Provinsi Bali juga tampaknya perlu memikirkan hal ini, agar kita bisa membantu derita keluarga korban atau kerabat yang ada di sana. I Kadek Juita Tabanan, Bali

Tanggap Bencana Gempa dan bencana kini berpotensi terjadi di mana-mana dan kapan saja. Gerakan tanggap darurat tampaknya perlu menjadi budaya nasional. Mudah-mudahan gerakan tanggap bencana ini bisa menjadi bagian pendidikan nasional dan menjadi kurikulum. Ini penting dilakukan agar kesadaran terhadap ancaman bencana terbangun. Hal lainnya adalah mengingatkan masyarakat agar membangun dengan pendekatan konstruksi yang benar. Orang-orang teknik hendaknya dilibatkan dalam hal ini untuk menekan risiko kerusakan rumah jika terjadi gempa. Tak hanya itu, ruang publik untuk penampungan juga tampaknya harus disiapkan pemerintah. Ni Putu Sulandri Gianyar, Bali

Olimpiade 2032, Mimpi di Indonesia Presiden Jokowi melayangkan kesanggupan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032. Sport event terbesar di dunia itu, tahun 2020 akan diselenggarakan di Tokyo, 2024 di Paris, 2028 di Los Angeles. Sejumlah negara akan mengikuti bidding sebagai tuan rumah Olimpiade 2032, di antaranya Jerman, Australia, dan India. IOC akan mengumumkan pemenang tuan rumah Olimpiade 2032 pada 2025, masih ada waktu tujuh tahun bagi Indonesia untuk berbenah.

Oleh I Dewa Gde Satrya

H

al ini disampaikan Presiden Jokowi pada pertemuan dengan Presiden Komite Olimpiade Internasional Thomas Bach dan Presiden Dewan Olimpiade Asia Syeikh Ahmad Al Fahad Al Sabah di Istana Bogor. Komite Olimpiade dan Internasional dan Dewan Olimpiade Asia mengapresiasi penyelenggaraan dan partisipasi masyarakat dalam Asian Games ke-18 di Jakarta dan Palembang. Mimpi Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade juga pernah disampaikan Menpora Andi Mallarangeng. Menurutnya, Indonesia 20-30 tahun mendatang, rasanya baru siap menjadi tuan rumah Olimpiade, bukan sekarang. Pernyataan Menpora Andi, dan kini disampaikan Presiden Jokowi, bukan sekadar anganangan. Prediksi dari perspektif ekonomi menyebutkan masa keemasan Indonesia diperkirakan tahun 2030. Olimpiade memang menggugah banyak anganan, termasuk harapan Indonesia menjadi tuan rumah. Ada sejumlah benefit sebagai tuan rumah pesta akbar olahraga sejagat raya itu, namun usaha dan pengorbanan yang tak terkira juga menjadi keniscayaan. Olahraga menjadi dimensi yang kian diperhitungkan menjadi bagian dari turisme,

dari perspektif inilah tourism bisa menjadi batu loncatan untuk merintis pencapaian mimpi besar tersebut. Pada hari pariwisata se-dunia pada tahun 2004 yang dipusatkan di Malaysia bahkan mengangkat tema “sport and tourism: two living forces for mutual understanding, culture and the development of societies’’. Undang-undang nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional mempertegas adanya unsur rekreasi (wisata) dalam olahraga. Maksud dari perundangan itu semakin gamblang manakala ada dampak ekonomis dari event olahraga yang juga menjadi event pariwisata. Olahraga di satu sisi sebagai pintu masuk bagi sektor pariwisata untuk mendatangkan devisa dan menggerakkan perekonomian lokal (serta nasional) tempat event olahraga diselenggarakan. Di sisi lain, olahraga juga menjadi indikator martabat suatu negara, baik itu negara yang ketempatan sebagai tuan rumah, maupun negara yang keluar sebagai jawara kompetisi olahraga antarnegara. Secara khusus, wisata olahraga melalui event-event sport berkelas internasional, meskipun diadakan temporer, ditengarai sebagai motor pemicu peningkatan taraf ekonomi yang signifikan bagi tuan rumah penyelenggara. Hal itu dipertegas oleh Arismundar (1997), bahwa pariwisata

juga akan berkembang sampai ke wisata ilmu dan teknologi, serta wisata olahraga. Kebutuhan pariwisata dan olahraga dapat memicu bisnis baru, jasa dan produk baru. Di antaranya, jasa layanan tempat olahraga, perdagangan peralatan olahraga, dan terutama meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga. Selain itu, menyangkut komitmen pemerintah dalam pembangunan infrastruktur – baik yang terkait langsung dengan olahraga maupun yang mendukung – yang berkualitas dan berstandar internasional. Infrastruktur yang terkait langsung terletak pada fasilitas dan standar kualitas arena pertandingan berstandar internasional. Sarana pendukung mulai dari airport, transportasi, akomodasi hotel, tempat perbelanjaan dan sarana rekreasi, rumah sakit, keamanan, kebersihan, dan lain sebagainya. Pada Games of the XXIX Olympiad (Pertandingan Olimpiade ke-29) di Beijing, misalnya, sebanyak 302 pertandingan dari 28 cabang olahraga dilagakan. Jutaan manusia di seluruh dunia menyorot Beijing saat itu, datang langsung ke sana atau menyaksikan lewat televisi dan internet. China tidak sekonyong-konyong mendapat kepercayaan dunia sebagai tuan rumah event olahraga paling bergengsi seantero jagat raya itu. Di samping perekonomian

negara tersebut yang maju pesat, habit dan prestasi olahraga yang cukup kuat, juga kebijakan dan komitmen pemerintah dalam menyiapkan penyelenggaraan Olimpiade patut kita apresiasi. Sebut misalnya, kebijakan pelarangan membunyikan klakson kendaraan bermotor di pusat kota, dan kebijakan membersihkan udara. Meski mengundang kontroversi, terutama bagi warga China sendiri, namun langkah-langkah tegas dan efektif dari negara sebagai penanggung jawab utama Olimpiade sangatlah diperlukan. Indonesia 2030 Yayasan Indonesia Forum yang mewadahi para tokoh nasional telah merumuskan visi Indonesia 2030 sebagai negara maju yang unggul dalam pengelolaan kekayaan alam. Pada tahun 2030, Indonesia diproyeksikan akan mencapai pendapatan per kapita sekitar US$ 18 ribu. Dengan jumlah penduduk mencapai 285 juta jiwa, Indonesia masuk dalam lima besar perekonomian dunia dengan PDB sebesar US$ 5,1 triliun. Hal ini diikuti dengan representasi kelompok usaha Indonesia yang terkemuka di tingkat dunia. Saat ini, Indonesia berada pada kelompok negara berpendapatan menengah ke bawah (lower middle income). Posisi ini diperkirakan akan terus bertahan hingga tahun 2015 sebelum Indonesia masuk kelompok negara berpendapatan menengah ke atas (upper middle income). Proses industrialisasi akan menjadi katalisator akumulasi modal menuju negara maju dengan kontribusi terbesar dari sektor jasa. Visi tersebut ditopang oleh empat pencapaian utama, pertama, masuknya Indonesia dalam lima besar kekuatan ekonomi

Menyudahi Anarkisme Suporter Sepak Bola

Di tengah upaya untuk meningkatkan mutu kompetisi sepak bola domestik sekaligus mengerek prestasi sepak bola nasional kita, kekerasan antarkelompok suporter menjadi tantangan tersendiri bagi para insan sepak bola dan pencinta sepak bola di Tanah Air. Kita perlu memerdekakan negeri ini dari berbagai bentuk kekerasan antarkelompok suporter sepak bola. Awan duka kembali menyelimuti jagat sepak bola Indonesia. Haringga Sirla (23), anggota The Jack Mania, tewas dikeroyok sejumlah suporter Persib di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, sesaat sebelum pertandingan el-clasico Persib melawan Persija berlangsung. Buntut dari peristiwa ini, PSSI memutuskan untuk menghentikan Liga 1 hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Tidak perlu disangsikan lagi, sebagai salah satu cabang olahraga paling populer di planet bumi ini, sepak bola senantiasa menyedot minat dan perhatian banyak kalangan, termasuk para kawula muda di negeri ini. Tidak sedikit generasi muda kita yang kemudian menjadi pendukung fanatik tim/klub sepak bola, entah itu tim/klub sepak bola yang berasal dari luar negeri maupun tim/klub dari dalam negeri. Saking fanatiknya, segala macam cara dan upaya

Oleh Djoko Subinarto mereka lakukan demi bisa mendukung tim/klub kesayangan mereka. Dalam tataran industri sepak bola modern, boleh dibilang para suporter merupakan salah satu elemen krusial yang ikut berkontribusi menopang hidup matinya sebuah tim/klab sepa kbola. Selain sponsor, loyalitas suporter menjadi salah satu andalan bagi mengalirnya pemasukan finansial sebuah tim/klub sepak bola. Di sisi lain, tatkala tim/klub bertanding, suporter menjadi “pemain ke-12” yang dibutuhkan karena turut berperan penting dalam memompa mental serta semangat bertanding para pemain tim/klub pujaan mereka. Di tanah air, misalnya, sejumlah tim/klub sepak bola yang berkompetisi di liga nasional kita merupakan tim/klub besar yang memiliki banyak pendukung fanatik. Sayangnya, fanatisme tinggi para suporter sepak bola tidak jarang malah memicu gesekan dan permusuhan serta keributan antarkelompok suporter yang tidak berkesudahan. Faktanya, kekerasan antarkelompok suporter sepak bola hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa telah terjadi berulang kali di negeri ini. Kekerasan demi

kekerasan yang terjadi terkait dengan pentas sepak bola di Tanah Air semestinya menjadi pelajaran sangat berharga bagi para anggota kelompok pendukung tim/klub sepak bola kita. Bagaimanapun, permusuhan dan kekerasan hanya akan melahirkan dendam berkepanjangan dan membuat semakin banyak korban berjatuhan. Kultur permusuhan dan kekerasan antarkelompok suporter sepak bola sama sekali tidak sejalan dengan semangat sportivitas serta fair play yang selalu diusung dalam setiap pertandingan sepak bola dalam level apa pun. Rivalitas dalam sepak bola adalah hal yang wajar. Akan tetapi, rivalitas itu sebatas di dalam lapangan, selama pertandingan berlangung. Ketika di luar lapangan, beres pertandingan, rivalitas dengan sendirinya berakhir. Persahabatan, persaudaraan, dan persatuan adalah hal yang mesti diutamakan. Kalah dan menang dalam sepak bola juga adalah hal biasa. Keduanya merupakan bagian dari sebuah permainan. Maka, setiap kemenangan tidak perlu dirayakan dengan berlebihan. Begitu pula kekalahan, tak perlu terus diratapi.

Membangun iklim sepak bola nasional yang bebas dan merdeka dari kekerasan antarkelompok suporter adalah tugas serta tanggung jawab semua pihak. Kekerasan, sekecil apa pun, tidak boleh kita toleransi. Para pemangku kepentingan dalam industri sepak bola di Tanah Air perlu terus bersinergi untuk mewujudkan industri sepak bola yang benar-benar bersih dari unsur-unsur kekerasan antarkelompok suporter. Rekonsiliasi, islah, rujuk -- atau apalah namanya -- antarkelompok suporter yang selama ini saling bermusuhan wajib diusahakan hingga ke level anggota kelompok suporter paling bawah. Nilai-nilai sportivitas, persaudaraan, keberagaman, toleransi, perdamaian, persatuan, dan antikekerasan mestinya menjadi roh yang senantiasa mewarnai setiap gelaran sepak bola di mana pun di negeri ini. Bukan malah sebaliknya. Pada saat bersamaan, prestasi klubklub sepak bola di liga domestik dan juga tim nasional kita perlu terus diupayakan agar kian meningkat. Dengan begitu, klub-klub dan tim nasional kita bakal mampu berbicara lebih banyak pada berbagai event bergengsi di level regional maupun internasional.

dunia dengan pendapatan per kapita sekitar US$ 18 ribu dan jumlah penduduk sekitar 285 juta jiwa. Kedua, terwujudnya pemanfaatan kekayaan alam yang berkelanjutan, antara lain masuk dalam sepuluh besar tujuan pariwisata dunia dan tercapainya kemandirian dalam pemenuhan energi domestic, Ketiga, terwujudnya kualitas hidup modern yang merata (shared growth), antara lain ditandai oleh masuknya Indonesia dalam 30 besar indeks pembangunan manusia (HDI) terbaik di dunia. Keempat, masuknya paling sedikit 30 perusahaan Indonesia dalam daftar Fortune 500 Companies. Sejumlah lembaga pemeringkat internasional juga mengeluarkan pernyataan serupa. Pertama, Goldman Sachs Group membuat istilah baru, Next11, mencakup Indonesia, Turki, Korea Selatan, Meksiko, Iran, Nigeria, Mesir, Filipina, Pakistan, Vietnam, dan Bangladesh. Kedua, Morgan Stanley mengusulkan tambahan Indonesia pada BRIC menjadi BRICI (Brazil, Rusia, India, China, Indonesia). Alasannya, dalam lima tahun ke depan, diperkirakan PDB Indonesia mencapai US$ 800 miliar. Ketiga, majalah The Economist, pada Juli 2010 memasukkan Indonesia sebagai calon kekuatan ekonomi baru pada 2030 di luar BRIC. The Economist mengenalkan akronim baru dengan sebutan CIVETS, kepanjangan dari Colombia, Indonesia, Vietnam, Egypt, Turkey, dan South Africa. The Economist memperkirakan PDB enam negara ini rata-rata akan tumbuh 4,5 persen per tahun selama 20 tahun ke depan. Impian Olimpiade diadakan di Indonesia semoga menjadi kenyataan. Penulis, dosen International Hospitality & Tourism Business, Universitas Ciputra

POJOK

BPJS ngebon Rp 30 miliar, RS Mangusada Badung kebingungan. - Semua lagi susah. *** Pertumbuhan ekonomi Bali ditargetkan tujuh persen. - Caranya belum ditargetkan. *** Petani Bali harus dibela agar mereka bangga jadi petani. - Pembelaannya saat kampanye saja.

Penulis adalah kolumnis dan esais

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Eka Prananda, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Bagiarta, Klungkung: Sosiawan, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: Budiarta, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


TABANAN Ngaben ”Ngelanus” Ibunda Bupati Eka Wiryastuti

Selasa Kliwon, 2 Oktober 2018

Tabanan (Bali Post) Pengabenan Ni Ketut Suprapti (66) yang merupakan ibunda Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti digelar Senin (1/10) kemarin. Prosesi ini diiringi ratusan orang. Tampak hadir antara lain Wakil Gubernur Bali Tjokorda Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, anggota dewan baik dari Tabanan maupun provinsi, pimpinan OPD serta pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan. Rangkaian upacara dimulai pukul 09.00 Wita dari rumah duka di Banjar Tegeh Desa Angseri Kecamatan Baturiti. Dari rumah duka, keluarga besar serta krama desa pakraman setempat mengusung bade menuju setra yang berjarak sekitar 500 meter. Rangkaian upacara di-puput Ida Pedanda Geria Kelaci, Marga. Nyoman Adi Wiryatama yang merupakan ayah dari Eka Wiryastuti mengungkapkan, prosesi ngaben istri pertamanya ini berupa ngaben ngelanus dengan tingkatan utamaning madya. Ketua DPRD Bali ini menyebutkan, itu berarti dalam sehari upacara

sudah mencakup nyekah dan ngalinggihang. ‘’Setelah proses pembakaran, lanjut prosesi nganyut di Sungai Panahan, perbatasan dengan Desa Senganan atau berjarak sekitar 2 km dari setra,’’ ungkapnya. Pada Selasa (2/10) hari ini, la ngsung dilakukan nyegara gunung ke Pura Goa Lawah, Pura Dalem Puri, Pedarman Pasek dan Palinggih Ageng di Pura Besakih. ‘’Sesuai dengan tradisi di adat kami, bisa melaksanakan upacara ngaben ngelanus, terlebih di tetangga kami dalam waktu dekat akan melaksanakan karya ngenteg linggih,’’ terang Adi Wiryatama. Ketut Suprapti tutup usia pada Rabu (26/9) lalu, di RSUP Sanglah. Dia dirawat lantaran menderita stroke. Semasa hidupnya, selain dikenal telaten dalam merawat anak, ia juga gemar melakukan tirta yatra bahkan hingga ke India. (kmb28) NGABEN - Salah satu rangkaian ngaben ngelanus Ni Ketut Suprapti. Tampak hadir Wagub Bali Tjokorda Artha Ardana Sukawati.

Bali Post/bit

Bakeuda Kejar Wajib Pajak Baru

Tabanan (Bali Post)-

Di tengah minimnya anggaran akibat defisit, jajaran Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Tabanan berusaha melakukan inovasi. Salah satunya mengejar objek pajak baru yang selama ini belum pernah tersentuh. Petugas telah melakukan penyisiran sejak April lalu. Hasilnya, terdapat 56 wajib pajak baru untuk hotel dan restoran dengan nilai realisasi yang sudah ditagih sebesar Rp 565 juta. ‘’Ada 56 wajib pajak baru yang sudah kami tetapkan, baik yang sudah memiliki izin maupun belum punya izin,’’ kata Sekretaris Bakeuda Tabanan Ni Wayan Mariati, Senin (1/10) kemarin. Menurutnya, wajib pajak baru tersebut didapatkan hampir merata di tiap kecamatan di Tabanan. Penyisiran wajib pajak akan dilakukan secara simultan dengan menggandeng OPD terkait. Di sisi lain, pihaknya akan menggarap tunggakan pajak daerah dari PHR yang belum dibayarkan sebesar Rp 2,5 miliar. Ini sesuai laporan piutang semester I tahun 2018 dengan rincian Rp 1,3 miliar tunggakan hotel dan Rp 1,2

miliar untuk restoran. Dijelaskannya, tunggakan pajak diakibatkan beberapa faktor, seperti perusahaan bangkrut, pengusaha menghilang dan tidak bisa dilacak keberadaannya, serta memang ada yang belum sempat membayar namun secara pembukuan tetap tercatat. Upaya lain yang dilakukan adalah memasang taping system. Tujuannya, mempercepat dan mempermudah layanan

Ni Wayan Mariati

perpajakan serta mempermudah pengawasan dan pengendalian. Sistem ini baru sampai tahap sosialisasi kepada wajib pajak. Rencananya akan ada 20 taping system yang akan dipasang di restoran dan hotel. ‘’Taping system sudah diadakan, tetapi belum dipasang dan baru tahap sosialisasi kepada wajib pajak,’’ terangnya. Sistem ini merupakan layanan online terintegrasi, mulai dari perekaman data transaksi penjualan, mengolah data menjadi pelaporan. Sistem terintegrasi dengan control center dan pembayaran ke bank. (kmb28)

di bawah berat ini, meski untuk konsumsi domestik,’’ katanya. Diakuinya pasti ada saja nelayan yang menangkap losbter di bawah 200 gram. Tetapi hasil tersebut tetap tidak bisa diekspor maupun memenuhi permintaan domestik lantaran terbentur aturan. Akibatnya, lobster kebanyakan jadi konsumsi pribadi nelayan. Saat ukuran belum ditentukan, selain memenuhi permintaan ekspor, nelayan Tabanan masih bisa menjual lobster yang cacat dan tidak layak ekspor ke pasar domestik. ‘’Untuk syarat ekspor, kondisi lobster harus sempurna. Tidak cacat seperti capitnya ada yang patah atau hilang,’’ ujar Subagia. Dalam memperjuangkan nasib nelayan, pihaknya sudah beberapa kali memba-

Kasus Pemukulan di Dauh Peken

Dua Pemuda Diamankan Polisi

Tabanan (Bali Post) Kasus kekerasan terjadi di rumah kontrakan yang dihuni Ustadi (45) di Jalan Anyelir XII, Banjar Dukuh Desa Dauh Peken, Tabanan, Sabtu (29/9) malam. Tiga orang luka-luka dalam insiden tersebut. Kejadian berlangsung sekitar pukul 23.30 Wita. Tiga orang yakni Ustadi, MFS (14) dan Marsuki (18) menjadi korban kekerasan setelah dipukul dengan tangan dan balok kayu oleh dua pelaku bernama Aris Sunandar (19) dan I Putu Merta Diatmika (29). Kedua pelaku mengaku emosi lantaran korban tak memberitahukan keberadaan adik kandung pelaku yang berada di rumah korban. Kapolsek Tabanan Kompol I Gede

Surya Atmaja, Senin (1/10) kemarin menjelaskan, sebelum kejadian Ustadi baru tiba di rumah kontrakannya usai membeli kain di Denpasar. Dia kemudian masuk ke dalam rumah dan sempat melihat anaknya (MFS) sedang berkumpul bersama rekannya di dalam kamarnya. Tak lama berselang, saat ia sedang mengganti baju, Ustadi mendengar suara keributan dari ruang tamu. Ia pun bergegas ke luar. Ternyata anaknya dan pelaku tengah cekcok. Ustadi mencoba melerai. Namun pelaku justru tak terima dan melayangkan pukulan ke dada Ustadi. Ustadi pun mencoba mengamankan dirinya dengan ke luar rumah, namun pelaku tetap mengejar dan memukul bagian kepala dengan balok kayu. Sementara dua korban lainnya, kata Surya dipukul

oleh pelaku sebelum pelaku melakukan pemukulan terhadap Ustadi. Akibat hal ini, korban memutuskan melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Tabanan pada Minggu (30/9). Polisi melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan para saksi. Dua pelaku pun diamankan di Polsek Tabanan. Dari hasil interogasi, kedua pelaku mengaku emosi saat menanyakan keberadaan adik perempuannya justru tidak dijawab oleh korban. Padahal adik pelaku ketika bersama empat teman lainnya ini sedang berada di dalam kamar korban. Akibat perbuatannya, dua pelaku ini dikenakan pasal 170 ayat (1) KUHP tentang tindak pidana melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan. (kmb28)

Ekspor Kerajinan Besi Tak Terpengaruh Kenaikan Dolar

Bali Post/bit

Pemkab Upayakan Aturan Khusus Penangkapan Lobster Tabanan (Bali Post) Pendapatan nelayan lobster di Tabanan turun dalam tiga tahun terakhir, atau sejak adanya peraturan mengenai berat tangkap lobster minimal 200 gram. Pasalnya, jenis lobster di perairan Tabanan adalah lobster pasir yang berat rata-ratanya hanya 100 gram. Terkait persoalan ini, Pemkab Tabanan terus mengupayakan agar aturan ini bisa ditoleransi khusus untuk nelayan Tabanan. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Tabanan I Made Subagia, Senin (1/10) kemarin mengatakan, hingga saat ini aturan tangkap lobster masih minimal 200 gram. Belum ada perubahan yang bisa memberikan angin segar bagi nelayan. ‘’Jadi nelayan diharapkan untuk tidak menangkap lobster

7

Tabanan (Bali Post) Tidak semua produk ekspor memetik manisnya kenaikan harga dolar terhadap rupiah. Seperti kerajinan besi di Tabanan. Meski banyak pembeli dari luar negeri yang membeli langsung ke perajin, harga jual kerajinan tidak naik alias tidak mengikuti kenaikan harga dolar. Salah satu perajin besi asal Banjar Anyar Kediri, Wayan Surata, Senin (1/10) kemarin mengatakan harga yang ia berikan kepada pembeli masih sama meski do-

hasnya d e n gan perwakilan Kementerian Kelautan. Diharapkan akan ada aturan mengenai penangkapan lobster sesuai dengan jenisnya, sehingga nelayan Tabanan dapat kembali tersenyum. ‘’Kami juga sudah menyampaian aspirasi kepada Ketua DPRD Bali dan disanggupi untuk dibantu. Semoga perjuangan nelayan di Tabanan bisa tercapai segera,’’ tegasnya. (kmb24)

KERAJINAN - Kerajinan burung hantu, salah satu karya perajin asal Kediri, Wayan Surata yang banyak diminati warga Jerman.

lar sedang tinggi-tingginya. Dia mematok harga antara Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu per item. ‘’Kami perajin yang menetapkan harga. Sampai sekarang harganya sama,’’ ujarnya. Surata yang sudah puluhan tahun berkecimpung dalam kerajinan besi mengungkapkan, produknya yang berupa hiasan dinding maupun hiasan meja banyak diminati warga Jerman. Sistem penjualan tidak melalui pihak ketiga, melainkan langsung ke pembeli. ‘’Kebanyakan datang langsung dan pembelinya dari Jerman. Mereka memesan banyak sekaligus untuk dibawa ke Jerman dan dijual kembali,’’ kata Surata. Produk yang dibuatnya disesuaikan dengan permintaan. Ia dibantu oleh sepuluh orang tenaga kerja yang sudah ahli membuat kerajinan besi. Rata-rata per satu item kerajinan bisa memakan waktu beberapa jam dan ada juga yang sampai lebih dari satu hari, tergantung ukuran dan kerumitannya. Dalam menjalankan usaha kerajinan besi ini, kata Surata tantangannya adalah masih kurangnya SDM yang ahli di bidangnya. Tak hanya itu, perajin juga kerap kesulitan bahan baku lantaran jumlahnya semakin terbatas. (kmb24)

2019, Peremajaan Kakao Seluas 200 Hektar

Bali Post/san

KAKAO - Petani di Marga, Tabanan mengecek kondisi buah kakaonya.

Tabanan (Bali Post) Komoditas kakao di Kabupaten Tabanan sempat menjadi incaran konsumen. Namun, produktivitas tanaman kakao saat ini sudah jauh menurun lantaran banyak pohon yang telah berusia tua dan kurang perawatan. Guna membangkitkan produksi dan kualitas kakao, pemerintah akan melakukan peremajaan tanaman di tahun 2019. Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Tabanan Dewa Ketut Budidana Susila, Minggu (30/9) mengatakan, dulunya Tabanan ditetapkan sebagai kawasan kakao. Namun saat ini kawasan kakao ini sudah beralih ke Jembrana

dikarenakan produktivitas kakao di Tabanan tidak sebaik dulu. ‘’Pohon kakao di Tabanan kebanyakan usianya lebih dari 30 tahun, sehingga produksinya menurun dan rentan hama. Di sisi lain, petani di Tabanan kebanyakan tidak merawat tanaman kakaonya dan memilih untuk dibiarkan,’’ jelas Dewa Budi. Untuk kembali meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi kakao di Tabanan, tahun depan Tabanan akan mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat untuk peremajaan pohon kakao. Bantuan ini untuk peremajaan di lahan seluas 200 hektar.

Bantuan akan diberikan ke 18 subak abian. Rinciannya, tujuh subak abian di Selemadeg Barat seluas 85 hektar, tiga subak abian di Selemadeg seluas 25 hektar, empat subak abian di Selemadeg Timur seluas 25 hektar, tiga subak abian di Penebel seluas 50 hektar dan satu subak abian di Marga seluas 15 hektar. Berdasarkan data, saat ini luas lahan yang masih produktif menghasilkan kakao seluas 4.532 hektar, dengan volume produksi 866,32 kg. Sementara luasan lahan yang memiliki potensi untuk dikembangkan seluas 6.587,24 hektar. ‘’Sebenarnya masih banyak luasan yang berpo-

tensi untuk dikembangkan. Tetapi kebanyakan dibiarkan oleh petani,’’ ujar Dewa Budi. Dengan adanya bantuan peremajaan pohon kakao, diharapkan bisa memberikan stimulan ke petani lain untuk melakukan langkah yang sama. Beberapa petani kakao seperti di Bajera, Selemadeg sudah menerapkan langkahlangkah perawatan pohon kakao dengan baik sehingga mereka sudah menuai hasilnya. Saat ini petani menikmati harga jual kakao yang tinggi, yaitu Rp 48 ribu per kg untuk biji kakao kering fermentasi dan Rp 18 ribu per kg untuk biji kakao basah. (kmb24)


BULELENG

8

Selasa Kliwon, 2 Oktober 2018

SOSOK Potensi Pulau Gili Putih POTENSI wisata alam di Kecamatan Gerokgak semakin berkembang saja. Wisata bahari di Desa Pemuteran malah sudah melebihi keramaian kunjungan wisata di Pantai Lovina. Saat ini, satu lagi muncul potensi wisata bahari di Buleleng Barat yang tidak kalah indahnya. Potensi itu adalah Pulau Gili Putih di Desa Sumberkima. Belakangan, wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan domestik (wisdom) tertarik mengunjungi pantai berpasir putih halus itu. Keunggulan daerah ini tidak lain kondisi lingkungannya masih asli. Taman terumbu karang yang tumbuh di sana masih lestari. Sadar potensi itu masih terpendam, anggota DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya bersama pihak kecamatan, perangkat, desa dan karang taruna, mulai melakukan aksi nyata. Kawasan Pulau Gili Putih utamanya aspek lingkungannya dilindungi. Prioritasnya, ekosistem biota lautnya dijaga dengan penanaman terumbu karang buatan. Keasrian lingkungan di darat dengan cara penanaman pohon endemis di daerah itu. Tidak ketinggalan dari ancaman pencemaran sampah plastik. Penyadaran dan edukasi itu dilakukan kepada siapa pun yang mengunjungi Pulau Gili Putih itu agar mereka membuang sampah plastik pada tempat yang disediakan. “Kami elemen masyarakat sekaa truna di Kecamatan Gerokgak sepakat dan komit menjaga kawasan itu tetap lestari dan bebas pencemaran baik di darat maupun di bawah laut,” katanya. Mengacu regulasi, politisi PDI Perjuangan mengatakan hal itu sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah yang mengembangkan industri pariwisata di Buleleng Barat. Karena itu, Pulau Gili Putih layak dijadikan “modal” menambah varian daerah tujuan utamanya wisata alam dan pantai. Selain perencanaan pengembangan, pria yang sukses menggeluti budi daya anggur hijau itu mengusulkan kepada pemerintah agar memprogramkan penataan infrastruktur, potensi Pulau Gili Putih Desa Sumberima, di Gerokgak itu. “Potensi terpendam itu perlu diperjuangkan, sehingga pemerintah daerah bisa memikirkan dukungan infrastruktur di kawasan itu. Hal itu akan memberi dampak positif masyarakat di daerah kita,” jelas pria anggota Komisi IV itu. (mud)

Tunggu Perbup

Tunjangan Perumahan dan Transportasi Dewan Singaraja (Bali Post) – Usulan DPRD Buleleng menyesuaikan tunjangan transportasi dan tunjangan perumahan tahun ini nampaknya berjalan mulus. Terbukti, antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sepakat menyesuaikan nilai dua jenis tunjangan itu. Sebelum mulai berlaku, sekarang masih disusun draf peraturan bupati (perbup). Nantinya akan dikonsultasikan ke Gubernur Bali di Denpasar. DPRD Buleleng mengajukan usulan penyesuaian nilai tunjangan perumahan dan tunjangan transportasi itu kepada pemerintah daerah. Dewan mengusulkan penyesuaian nilai tunjangan itu. Keinginan itu kemudian ditindaklanjuti TAPD. Caranya, mempersilakan Sekretariat DPRD Buleleng melakukan kajian dengan melibatkan tim appraisal. Pihak ketiga yang ditunjuk telah melakukan kajian-kajian secara sistematis. Hasilnya, tunjangan perumahan yang semula Rp 15 juta kemudian diusulkan naik lagi Rp 15 juta. Sehingga kemudian menjadi Rp 30 juta setiap bulan. Tunjangan transportasi sebelumnya dibayar Rp 15 juta, diusulkan naik lagi Rp 5 juta sehingga jadi Rp 20 juta per bulan. Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Buleleng Bimantara yang dihubungi Senin (1/10) kemarin, membenarkan kalau usulan penyesuaian tunjangan perumahan dan tunjangan transportasi itu sudah ditindaklanjuti TAPD. Dia mengatakan, dari kajian tim appraisal yang ditunjuk Sekretariat Dewan (Sekwan), kajian oleh TAPD sendiri, dan pertimbangan kondisi keuangan daerah, menyebutkan penyesuaian tunjangan itu telah disepakati. Selain itu, kedua jenis tunjangan ini sudah diatur dalam regulasi sebagai hak setiap anggota DPRD, sebagai unsur penyelenggara pemerintah daerah. “Setelah diusulkan lewat paripurna. Dewan sudah menunjuk appraisal. Pada intinya, penyesuaian itu disepakati. Sekarang kita menunggu usulan resmi lengkap dengan nilai penyesuaiannya dan kajian appraisal,” katanya. Pihak kesekretariatan dewan, kata Bimantara, dipersilakan mengajukan usulan penyesuaian tunjangan perumahan dan tunjangan transportasi dewan secara resmi kepada TAPD. Usulan itu wajib dilengkapi hasil kajian tim appraisal. Ini karena, sebelumnya usulan penyesuaian itu disampaikan pada sidang paripurna pemandangan umum fraksi yang membahas APBD Perubahan tahun 2019 lalu. Usulan dan draf nilai penyesuaian tunjangan itu disusun pada draf Perbup yang dibahas di Bagian Hukum Pemkab Buleleng. Selanjutnya, draf perbup itu dikonsultasikan ke Gubernur Bali, sekaligus meminta petunjuk lebih lanjut. “Nanti usulan itu berproses di Bagian Hukum. Masih perlu dikonsultasikan ke Gubernur, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut,” jelasnya. Bimantara menambahkan, bila perbup penyesuaian tunjangan itu terbit pada pertengahan tahun ini. Maka itu artinya kenaikannya mulai berlaku saat perbup itu diterbitkan. Terkait anggarannya, kalau tidak bisa dialokasikan di APBD Perubahan tahun itu bisa saja dianggarkan pada APBD Induk 2019 mendatang. “Kalau perbup itu sudah terbit, otomatis tunjangannya naik. Dan kalau di perubahan tidak bisa dibayar, maka akan dianggarkan di induk tahun depan,” jelasnya. (kmb38)

Bali Post/kmb38

POLISI OLAH TKP – Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi penemuan mayat di dalam drainase di pinggir jalan Banjar Dinas Babakan, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Senin (1/10) kemarin.

Mayat Tersangkut di Drainase Gegerkan Warga Desa Sambangan

Singaraja (Bali Post) -

Warga Banjar Dinas Babakan, Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada tibatiba geger, Senin (1/10) kemarin. Warga heboh, kemudian melaporkan telah menemukan sesosok mayat laki-laki tersangkut dalam drainase di pinggir jalan raya itu. Jasad yang masih mengenakan helm itu sebelumnya tidak dikenali. Kepala korban mengalami luka-luka sangat parah. Di atas trotoar itu, warga juga menemukan ceceran darah. Dari pantauan di lokasi kejadian, mayat itu ditemukan oleh warga sekitar pukul 08.00 Wita. Warga kemudian melaporkan temuan jasad itu kepada polisi. Tidak berselang lama, tim gabungan Reskrim Polres Buleleng dan Reskrim Polsek Sukasada, tiba di lokasi kejadian. Aparat melakukan pemeriksaan di TKP. Kondisi mayat itu ditemukan dalam drainase di kedalaman lebih dari satu meter. Posisinya tengadah. Kepalanya menghadap ke utara dan kakinya ke selatan. Mayat masih mengenakan helm. Dari luar terlihat ada luka di kepala dan dari hidungnya keluar darah. Sementara, di punggungnya, korban masih

mengenakan tas ransel. Polisi mengamankan helm yang tidak jauh dari posisi korban, pecahan kaca sepion sepeda motor, dan ceceran darah di atas trotoar. Sementara identitas korban tidak ditemukan di lokasi kejadian. Setelah polisi melakukan penyelidikan, belakangan mayat korban diketahui bernama Reza Dwi Novian (21) dari Jawa Tengah (Jateng). Kepastian identitas korban itu diketahui setelah polisi memeriksa tas milik korban. Di dalam tas korban, polisi menemukan dompet yang berisi KTP dan SIM. Diduga korban sebelumnya mengalami kecelakaan lalu lintas (lakalantas). Seorang saksi, Ari Yudha,

menceritakan, di lokasi penemuan mayat itu sempat terjadi kecelakaan out of control (OC) pada dini hari sekitar pukul 01.00 wita. Saat itu, Hari Cahyono (27) asal Malang Jawa Timur (Jatim) terjatuh dari sepeda motor DK 2924 AAC saat melintas di dekat Pasar Desa Sambangan. Saat ditemukan, korban dalam posisi terduduk di atas trotoar. “Saya sama teman-teman di sekitar sini keluar rumah. Waktu itu hanya ketemu satu orang saja namanya Hari Cahyono. Sepertinya mabuk, soalnya ada bau alkohol keras sekali. Lukanya parah, bibirnya robek dan telinganya keluar darah,” katanya.

Saksi kemudian bertanya apakah korban sendiri atau bersama orang lain. Korban menyebut mengendarai motor seorang diri. Namun karena tidak percaya, dia dan warga pun melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Merasa yakin tidak menemukan korban lainnya, warga mengevakuasi korban Hari ke RSUD Buleleng. “Sempat cari-cari di sekitar lokasi, tidak sampai lihat ke dalam drainase. Karena tidak ada lagi korban, dia dibawa ke rumah sakit,” jelasnya. Selidiki Intensif Kapolsek Sukasada Kompol I Nyoman Landung mengatakan, polisi masih menyelidiki dengan intensif kasus ini. Pihaknya tidak berani menyimpulkan penyebab kematian korban. Akan tetapi, pihaknya tidak menampik kalau ada dugaan kecelakaan dalam peristiwa tersebut. “Kami masih melakukan pe-

meriksaan lebih lanjut. Dugaan ke arah sana ada. Kita masih periksa saksi-saksi,” katanya. Di tempat terpisah, dokter jaga Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Buleleng dr. Rizani mengatakan, korban diperkirakan meninggal sekitar enam jam sebelum jasad itu ditemukan di TKP. Sedangkan dari pemeriksaan luar, pihaknya menemukan ada luka parah. Selain di kepala ada darah, juga darah keluar dari hidungnya. Luka itu diduga akibat ada benturan benda tumpul yang sangat keras sebelumnya. “Dari pemeriksaan, kami temukan ada luka cedera kepala berat (CKB). Tampak keluar darah dari hidung. Hal itu karena benturan benda tumpul yang membuat pendaraan di rongga kepalanya. Korban diperkirakan meninggal dunia sekitar enam jam sebelum ditemukan,” jelasnya. (kmb38)

Bebas Biaya Ratusan Juta

Pengobatan Kanker Berkat BPJS Kesehatan KANKER payudara merupakan penyakit yang menyerang kelenjar, saluran, dan jaringan penunjang pada payudara. Penyakit kanker itu umumnya menyerang wanita usia subur. Kanker payudara adalah kondisi ketika sel kanker itu terbentuk di jaringan payudara. Kanker bisa terbentuk di kalenjar yang menghasilkan susu (lobulus) atau di saluran (duktus) yang membawa air susu dari kelenjar ke puting payudara. Kanker payudara itu tentunya menjadi momok bagi kaum wanita. Karena selain biaya pengobatan tergolong mahal, kanker ini dapat mengancam jiwa manusia. Namun, BPJS Kesehatan hadir dan siap membantu pasien yang terkena penyakit kanker itu. Hal ini telah dirasakan Ketut Tarmasini (58 ), yang sehari-harinya dia adalah seorang pedagang. Tarmasini merupakan pasien kanker payudara yang terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) dari segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) di kelas I (satu). Ia divonis mengidap kanker payudara sejak tahun 2014, setelah ditemukan adanya benjolan di payudaranya. Awalnya, Tarmasini sempat mengurungkan niatnya memeriksakan diri. Alasannya, biaya yang ditimbulkan dalam

pemikirannya akan sangat mahal. Namun, karena telah terdaftar sebagai peserta JKNKIS, Tarsamini memberanikan diri memeriksakan dirinya. Hingga akhirnya, ia menjalani tindakan operasi, yakni pengangkatan payudaranya di RSU Kertha Usada Singaraja. Kemudian, dilanjutkan kemoterapi hingga kini. “Saya divonis menderita kanker payudara sejak tahun 2014 silam. Saya tidak menyangka terkena kanker payudara. Semua ini karena pola makan saya yang tidak sehat. Sudah dilakukan operasi pengangkatan payudara Maret lalu, di RSU Kertha Usada Singaraja. Hingga kini, saya sudah lima kali mendapatkan tindakan kemoterapi,’’ jelasnya Warga asal Desa Pacung, Tejakula itu menepis anggapan bahwa dirinya tidak dilayani maksimal, akibat terdaftar sebagai peserta JKN-KIS. “Dari awal saya memeriksakan diri, menggunakan kartu JKN-KIS BPJS Kesehatan. Justru pelayanan yang saya dapatkan sangat bagus. Saya merasa sangat nyaman. Itu semua karena saya mengikuti prosedur yang berlaku. Tidak ada masalah apabila kita telah sesuai prosedur. Dari pengalaman itu, saya berani menepis kabar simpang siur tentang BPJS Kesehatan yang marak beredar

di masyarakat” tandasnya. Saat keluarganya mengurus administrasi kepulangannya, ia dan keluarga tidak menyangka, tidak ada biaya sama sekali yang dikeluarkan. “Saat mengurus administrasi kepulangan saya, tidak ada satu rupiah pun yang saya keluarkan dari pelayanan kesehatan yang saya dapat di RSU Kertha Usada Singaraja. Sepenuhnya biaya ditanggung BPJS Kesehatan. Setahu saya biaya operasi, kemoterapi dan biaya lainnya sangatlah mahal. Jika tidak ditanggung BPJS Kesehatan, mungkin saya dan keluarga harus mengeluarkan uang hingga ratusan juta rupiah untuk biaya seluruh perawatan saya itu,” ujarnya dengan penuh semangat. Ia sangat bangga menjadi peserta JKN-KIS, dari pengalaman yang diceritakan tersebut, ia dan keluarga mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah yang telah mencanangkan program JKNKIS, pihak BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program ini dan Fasilitas Kesehatan yang telah melayani dengan baik. “Saya berterima kasih kepada BPJS Kesehatan, sebagai penyelenggara program mulia ini. BPJS telah memberikan pelayanan san-

gat baik saat saya menjalani serangkaian pelayanan kesehatan di RSU Kertha Usada Singaraja. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak RSU Kertha Usada karena telah memberikan pelayanan dengan baik tanpa membedakan pasien umum dan pasien JKN-KIS,’’ ujar Tarmasini. Manfaat besar BPJS Kesehatan telah dirasakan. Ia mengimbau kepada masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, segeralah mendaftarkan diri sebelum sakit. Sakit itu datangnya tidak pernah

direncanakan. Sakit itu tidak bisa kita duga sebelumnya. ‘’Kepada masyarakat yang telah terdaftar sebagai peserta mandiri, yang membayar iuran sendiri, karena itu rutinlah membayar iuran sebelum tanggal 10 setiap bulannya. Nah, iuran yang dibayarkan itulah yang banyak membantu peserta BPJS lainnya. Seperti saya merasa sangat terbantu iuran peserta lainnya yang sehat. Di sinilah letak prinsip gotong royong program JKN-KIS yang diselenggarakan BPJS Kesehatan ini,” ujarnya. (ad044)

Lelang Lukisan Kartun

Bantu Korban Gempa dan Tsunami Palu-Donggala

Bali Post/mud

BANTU KORBAN TSUNAMI – Prihatin dengan korban gempa dan tsunami Palu dan Doggala, seorang pelukis kartun melelang hasil karyanya untuk membantu para korban.

Gempa bumi diikuti gelombang tsunami melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Korban tewas pun tercatat 832 orang. Bisa jadi lebih karena masih banyak yang belum ditemukan. Tidak ada yang memikirkan kejadian alam itu sebelumnya. Kenyataan sangat menyedihkan itu tidak pelak mengetuk sikap prihatin warga di Buleleng. Sebagai wujud simpati dan perasaan duka mendalam atas bencana dahsyat itu, seorang pelukis kartun, Putu Dian Ujiana, memiliki cara tersendiri. Berapa rupiahkah kemudian harga paling tinggi berani dibeli dalam lelang lukisannya tersebut?

TIDAK ada cara yang bisa dilakukan dirinya pada awalnya. Setelah berpikir dengan tenang, akhirnya punya solusi. Kemudian, ia berketetapan hati menyalurkan sumbangan untuk korban gempa dan tsunami. Cara satu-satunya, ia kemudian melelang karya lukisan kartun ke jejaring media sosial (medos -red). Uang hasil lelang lukisan kartun itu kemudian disumbangkan melalui koordinator salah satu LSM kemanusian yang beralamat di Ubud, Kabupaten Gianyar. Ditemui di rumahnya Senin (1/10) kemarin, Dian Ujiana mengatakan, setelah melihat tayangan dampak bencana alam yang melanda Palu dan Donggala, melalui media massa itu, langsung memunculkan ide untuk menyumbangkan sedikit harta benda miliknya. Dia kemudian berpikir menjual beberapa lukisan kartun miliknya. Merasa karyanya tidak seperti karya kartunis terkenal, ia kemudian melelang. Cara lelang itu dilakukan dengan

cara memanfaatkan jejaring medsos. “Saya berpikir apa kira-kira yang kita berikan untuk saudara kita di Palu dan Donggala. Saya kemudian menjual hasil karya lukisan kartun itu melalui jejaring medsos instagram,” katanya. Menurut Dian Ujiana, dalam lelang itu ada sejumlah karya kartun yang dibuat sudah beberapa tahun. Dari segi ukuran atau size, karya kartunnya itu tergolong kecil. Dirinya mencantumkan harga limit lelang terendah Rp 500.000. Saat lelang tersebut disebarluaskan melalui dunia maya, rupanya banyak calon peserta lelang yang menawar. Dari sekian banyak penawaran, ada seorang pembeli asal Jakarta yang menawar dengan harga tertinggi Rp 2 juta. Setelah pemenang lelang itu mentransfer uang pembeliannya, Dian Ujiana kemudian menyumbangkan hasil lelang karya kartun-nya itu kepada LSM yang beralamat di Ubud, Gianyar.

Uang itu untuk disumbangkan kepada korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala. “Tidak menyangka banyak lukisan kartun saya yang nawar. Hasil lelang itu sudah saya sumbangkan ke korban bencana. Nilainya memang tidak seberapa, namun ini saya lakukan sebagai wujud keprihatinan atas kejadian yang menimpa saudara kita di sana,” jelasnya. Dian Ujiana menambahkan, setelah lelang pertama itu, dirinya sekarang sedang membuat karya kartun dengan ukuran lebih lebar dari karya-karya sebelumnya. Rencananya, hasil karyanya itu kembali dilelang untuk disumbangan kepada korban bencana alam. Dirinya mengajak, siapa pun dan apa pun latar belakangnya bersama-sama melakukan hal positif dan konstruktif. ‘’Mari kita bersama-sama membantu para korban bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala itu,’’ ujarnya. (mud)


9 GIANYAR ”Parisudha Bhumi Astha Dala” Pembangunan Gedung Baru RSUD Upacara Memohon Keharmonisan Alam Sanjiwani Dianggarkan Rp 140 Miliar Selasa Kliwon, 2 Oktober 2018

lalu kita diguncang bencana erupsi Gunung Agung, gempa di Lombok dan yang terakhir gempa di Palu yang m e n e l a n banyak korban jiwa,” ujarnya. Kade Aryawan menjabarkan, upacara Parisudha Bhumi Astha Dala ini sudah termuat dalam sejumlah lontar. Seperti Lontar Roga Sanghara, Lontar Purwa Bhumi Tua, Lontar Dwijendra Tattwa, Lontar Agastya Parwa dan sejumlah lontar lainnya. “Dalam lontar itu disebutkan, apabila bumi ini mengalami musibah berturut-turut, maka harus dilakukan homa traya di ujung desa, semacam ritual zaman dulu untuk memohon kembalinya keharmonisan alam,” katanya. Terkait dipilihnya Jaba Pura Samuan Tiga sebagai ujung desa, karena berpatokan pada historis pura tersebut yang menjadi tempat penyatuan sesuai

Gianyar (Bali Post) Menyikapi rentetan bencana alam yang terjadi belakangan ini di sejumlah wilayah di Indonesia, Veda Poshana Ashram Koordinator Denpasar menggelar upacara Parisudha Bhumi Astha Dala di Jaba Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Minggu (30/9) sore. Kegiatan ini bertujuan untuk memohon kembali keharmonisan alam. Ketua Panitia Pinandita Agni Kade Aryawan menjelaskan, dimotori oleh Veda Poshana Ashram Koordinator Denpasar beserta sejumlah komunitas umat sedharma, disepakati untuk menggelar upacara Parisudha Bhumi Astha Dala. Upacara ini digelar untuk memohon keselamatan alam semesta beserta isinya. “Upacara ini sebagai pembersihan, memohon keselamatan, setelah beberapa waktu

keyakinan di Bali. “Tempat ini kami anggap hulunya desa. Selain itu, karena dukungan warga setempat untuk menyelenggarakan ritual ini,” jelasnya. Upacara ini di-puput oleh para sulinggih di delapan penjuru mata angin. Seperti arah timur di-puput Ida Pedanda Istri Nabe Sebali Tianyar, tenggara di-puput Ida Pandita Agni Dukuh Suniyatmika, selatan Ida Sire Mpu Dharma Agni Yoga Sogata, barat daya Ida Pandita Mpu Agni Shiwa Gri Natha Bhaskara, barat Ida Pandita Mpu Agnijaya Siree Bhaskara, barat laut Ida Rsi Acarya Waisnawa Agni Budha Wiswsanatha dan arah utara di-puput Ida Rsi Bhagawan Agni Sathya Yoga. “Sementara di tengah ada Maha Yajna Agni Hotra. Makna dari ritual ini adalah mengundang Dewa Agni yang berperan sebagai puroohita,” katanya. (kmb35)

Bali Post/kmb35

UPACARA - Suasana upacara Parisudha Bhumi Astha Dala di Jaba Pura Samuan Tiga, Desa Bedulu, Minggu (30/9) sore.

PKS Gianyar Tak Ikut Mundur Gianyar (Bali Post) Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Gianyar dipastikan akan tetap melaju menuju Pemilu 2019. Hal ini ditegaskan Ketua PKS Gianyar Ngakan Made Rai saat menanggapi langkah mundur massal yang dilakukan oleh jajaran pengurus dan kader PKS di tingkat Provinsi Bali. “Yang jelas, siapa mendapat legal formal, itu saya ikuti. Saya tidak mau ikut-ikutan,” ujar Ngakan Rai, Senin (1/10) kemarin. Menurut Ngakan Rai, saat gejolak di tubuh PKS Bali mencuat, ia sempat menghubungi ketua lama, Mudjiono, untuk meminta arahan. “Saya tanya pada beliau, saya harus berbuat apa di Gianyar? Katanya, Anda (Ngakan Rai - red) tetap di sana,” katanya. Ngakan Rai menambahkan, pihaknya juga tidak mau berlarut-larut dengan adanya gejolak di tubuh partai. Sesegera mungkin pihaknya akan ke Jakarta untuk menanyakan masalah itu ke pusat. “Kalau tidak tanggal 3, mungkin tanggal 4 Oktober ini saya ke Jakarta untuk menanyakan masalah ini ke pusat,” tegasnya. Sebagai Ketua PKS Gianyar, kata Ngakan Rai, pihaknya tetap bekerja membesarkan PKS di Gianyar. Terlebih ia mengemban misi, yakni memperoleh satu kursi di DPRD Gianyar dalam Pileg 2019. Di singgung mengenai dampak pencalegan, Ngakan Rai mengaku tidak ada hubungannya. “Pencalegan tetap, di KPU kan sudah final. Pencalegan ini tetap kami kawal sampai tuntas,” tegasnya. Ngakan Rai mengatakan, gejolak di PKS Bali tidak merembet sedikitpun ke Gianyar. “PKS Gianyar solid sekali. Di bawah kepemimpinan kami, PKS Gianyar solid,” kata Ngakan Rai yang juga Ketua Garda Pejuang Penerus Aspirasi Rakyat (GAPPAR) Gianyar ini. Di sisi lain, Ngakan Rai mengaku enggan menjelaskan mengenai munculnya nama Hilmun Nabi. “Saya belum tahu persis dengan bapak yang baru ini. Saya tidak mau komentar soal ketua baru ini,” ujarnya. (kmb35)

Gianyar (Bali Post) Penyempurnaan pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sanjiwani dipastikan akan mulai berjalan pada tahun anggaran 2019. Bahkan, Pemkab Gianyar sudah merencanakan anggaran sekitar Rp 140 miliar pada APBD Induk 2019. Dana tersebut akan dipergunakan untuk membangun gedung rawat inap baru dengan kapasitas 300 bed. Direktur RSUD Sanjwani Gianyar dr. Ida Komang Upeksa menjelaskan, saat ini rumah sakit tipe B rujukan Bali timur ini memiliki kapasitas 266 bed. Namun, lokasi tempat tidur pasien itu terpisah dalam beberapa gedung. “Apabila mengacu pada aturan yang baru, kondisi ini sebenarnya tidak layak. Pasien lakilaki dan perempuan itu harus dipisah, tapi di sini masih tercampur. Termasuk juga kekurangan lainnya cukup menghambat pelayanan terhadap pasien,” katanya. Namun sesuai program Pemkab Gianyar, rencananya akan dibangun gedung baru tiga lantai pada tahun anggaran 2019. Gedung ini dipastikan akan memiliki kapasitas 300 bed, baik itu kelas 3, 2, 1, VIP, dan kamar kelas khusus. “Nanti juga ada kamar hanya untuk pasien kelas khusus. Misalnya penderita flu burung atau wabah lainnya,” ujarnya. Jika rencana ini terealisasi, kata Upeksa seluruh pasien akan tertampung dalam satu gedung, namun tetap diberi pembatas. Misalnya pembatas untuk pasien laki-laki dan perempuan, termasuk juga pembatas dalam kelas kamar. Direktur asal Singaraja ini juga

Bali Post/kmb35

DIREVITALISASI - Bangunan RSUD Sanjiwani berwarna hijau ini akan direvitalisasi menjadi gedung baru berlantai tiga pada tahun anggaran 2019. memestikan untuk kamar kelas 3 hanya akan diisi tiga bed, tidak boleh lebih. “Kami juga memastikan tidak ada diskriminasi dalam setiap kelas kamar. Semua memiliki fasilitas yang sama, seperti TV, sofa dan kamar mandi, baik itu kelas 3 hingga VIP, sehingga warga yang datang mengunjungi pasien juga merasa nyaman,” katanya. Menurut Upeksa, pengerjaan selanjutnya akan dilakukan oleh Dinas PUPR Kabupaten Gianyar dengan dana awal yang dipergunakan sekitar Rp 140 miliar pada APBD Induk 2019. “Dari per-

Gianyar (Bali Post) Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) mendorong Pemerintah Kabupaten Gianyar menuju Universal Health Coverage (UHC) di awal 2019. UHC jaminan kesehatan seperti yang sudah berjalan di Badung dan Klungkung. Guna mewujudkan UHC ini Pemkab Gianyar diminta menyiapkan anggaran sekitar Rp 43 miliar. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung yang membawahi wilayah Gianyar Endang Triana Simanjuntak menjelaskan, UHC adalah sistem penjaminan kesehatan yang memastikan semua orang menerima pelayanan kesehatan yang mereka butuhkan tanpa harus mengalami hambatan finansial. “UHC ini bisa diraih apabila pemerintah kabupaten berkomitmen menjamin kesehatan seluruh penduduknya,” jelasnya. Menurut Endang Triana, syarat utama UHC adalah 95 persen dari total penduduk harus ter-cover atau menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sementara saat ini, dari total 495.320 jiwa penduduk Gianyar, sebanyak 24,26 persen atau 120.175 jiwa belum ter-cover JKN. “Sekitar 120 ribu jiwa di Gianyar belum ter-cover BPJS Kesehatan. Butuh komitmen kuat dari pemerintah dae-

rah jika memang ingin seluruh penduduknya punya jaminan kesehatan,” katanya. Untuk mewujudkan UHC ini tahun depan, kata Endang Triana Pemkab Gianyar harus menyiapkan anggaran sekitar Rp 43 miliar lebih. Terdiri dari eksisting sebesar Rp 16 miliar lebih dan tambahan sebesar Rp 26 miliar lebih. “Kami sedang berupaya lewat audiensi nanti, apakah ada komitmen Pemda pengalokasian dana ini?” ujarnya. Endang Triana mengatakan, apabila Pemkab Gianyar berkomitmen, pihaknya perlu melakukan berbagai tahapan. Seperti melakukan sending data kependudukan secara periodik dan mendapatkan NIK yang valid. Dari sisi fasilitas kesehatan, Gianyar sudah memadai. Terutama keberadaan 13 Puskesmas yang tersebar di tujuh kecamatan. Selain itu, juga terdapat sejumlah rumah

Bali Post/kmb35

JUMPA PERS - Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung dr. Endang Triana Simanjuntak saat menggelar jumpa pers, belum lama ini. sakit swasta yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Dari empat wilayah yang dinaungi BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, kata Endang Triana baru Kabupaten Klungkung yang statusnya UHC. “Bupatinya memang punya komitmen. Jadi, tidak ada perbedaan antara si kaya atau si

miskin. Semua penduduk sama punya jaminan kesehatan dan mendapat pelayanan kesehatan sama di kelas 3,” jelasnya. Menurut Endang Triana, Pemkab Klungkung menjadi kabupaten/kota kedua setelah Badung di Provinsi Bali yang sukses meraih predikat Universal Health Coverage (UHC)

dalam memenuhi hak asasi penduduknya di bidang kesehatan. Tahun ini Pemkab Klungkung berhasil merealisasikan UHC dengan capaian 98,01 persen. “Saat ini terdapat tiga provinsi, 26 kota, dan 76 kabupaten yang telah mencapai UHC lebih awal di tahun 2018,” ujarnya. (kmb35)

Apel Perdana, Bupati Mahayastra Tekankan Visi-Misi AMAN PENJABARAN visi-misi Gianyar AMAN yang diselaraskan dalam program masing-masing OPD mejadi titik penekanan Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra pada saat memimpin apel perdana di awal masa jabatannya sebagai Bupati Gianyar, dan peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman Kantor Bupati Gianyar, Senin (1/10) kemarin.

Pada kesempatan tersebut Bupati Mahayastra menegaskan, masingmasing kepala OPD di Lingkungan Pemkab Gianyar agar lebih cermat mempelajari visi-misi Gianyar AMAN untuk dituangkan dalam rencana strategis di masing-masing OPD. Untuk mewujudkan visi tersebut, ditempuh melalui enam misi pembangunan di Gianyar yang menjadi arah kebi-

gianyar - 943056 - 943144 - 7844717/7844718 - 943113 - 944436 - 943020 - 944225/943233 - 942184 - 8958414 - 947261 - 946122

Itu untuk mendirikan bangunan baru dan menambah ratusan bed,” ujarnya. Guna mengoptimalkan pelayanan kesehatan, kata Mahayastra pihaknya juga memasukkan rencana pendirian rumah sakit di Kecamatan Payangan sebagai program skala prioritas pada 2019. Program ini diwujudkan dengan meningkatkan status Puskesmas Payangan menjadi rumah sakit, tentunya dengan menambah sejumlah sub pelayanan. “Persiapan mendirikan rumah sakit ini dengan anggaran sekitar Rp 50 miliar,” katanya. (kmb35)

Pemkab Didorong Wujudkan UHC

Telepon Penting Kantor Bupati DPRD BPBD PMK Kantor Satpol PP RSUD Sanjiwani PDAM KPA Gianyar PMI Gianyar KONI Gianyar BNN Kab. Gyr.

encanaan yang sudah kami dapat kemarin, tahap pertama menggunakan Rp 140 miliar itu. Dari perencanaan hingga pembangunan ada di tahun 2019,” ujarnya. Dikonfirmasi terpisah, Bupati Gianyar I Made Mahayastra, SST.Par., M.AP. mengatakan, pihaknya memang menyiapkan sejumlah program skala prioritas dalam pemerintahan 20182023. “Dari tahun kemarin sampai 2019, saya masih akan melanjutkan pembangunan rumah sakit. Sudah dialokasikan anggaran Rp 140 miliar untuk RS Sanjiwani.

APEL PERDANA - Suasana apel perdana yang dipimpin Bupati Mahayastra di halaman Kantor Bupati Gianyar, Senin (1/10) kemarin.

jakan pembangunan jangka menengah daerah Kabupaten Gianyar 2018-2023. Pertama, pembangunan pertanian yang produktif, efisien dan mandiri. Kedua, membangun pariwisata yang inklusif dan berbasis budaya. Ketiga, meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas berwawasan lingkungan. Keempat, mengembangkan SDM yang berintegritas dan berdaya saing tinggi. Kelima, mewujudkan penguatan desa adat yang bertumpu pada nilai-nilai adat budaya dan agama Hindu. Keenam, meningkatkan kuantitas dan kualitas layanan publik. Masalah disiplin juga menjadi penekanan Bupati Mahayastra pada seluruh karyawan dan karyawati di Lingkungan Pemkab Gianyar. Ditegaskan, disiplin harus dimulai dari hal-hal kecil, seperti disiplin waktu maupun disiplin dalam menyelesaikan tugas sesuai tupoksi. Apalagi dalam mempersiapkan anggaran induk tahun 2019, ada peningkatan yang sangat signifikan terkait APBD tahun 2019 terutama sektor pendapatan. “Dengan meningkatnya pendapatan tentu makin banyak anggaran yang akan kita kelola. Hal ini akan berimbas pada semakin banyaknya pekerjaan yang harus kita tuntaskan, karena itu adalah uang rakyat yang harus kita pertanggungjawabkan. Jadi, saya harap semuanya dapat bekerja dengan penuh disiplin dan loyalitas,”

tegasnya. Untuk ke depan, lanjut Bupati Mahayastra, Pemkab Gianyar berencana akan melanjutkan proyek pembangunan RSUD Sanjiwani Gianyar, revitalisasi Pasar Gianyar dan lebih mengoptimalkan peran desa pakraman dalam upaya pembangunan di Kabupaten Gianyar. Untuk kesejahteraan karyawan dan karyawati di Lingkungan Pemkab Gianyar, Bupati Mahayastra juga tidak melupakan. Jika roda pemerintahan sudah stabil, kesejahteraan pegawai juga akan diperhitungkan. Yang terpenting saat ini adalah semuanya harus bekerja memberikan pelayanan yang optimal pada masyarakat, bekerja dengan penuh rasa disiplin dan tanggung jawab, serta loyalitas terhadap pimpinan. Sementara itu, Sekda Kabupaten Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya seusai apel menegaskan, semua pegawai di Lingkungan Pemkab Gianyar wajib menjalankan instruksi Bupati. Dia meminta agar semua pegawai menyesuaikan diri dengan cara kerja bupati yang dilantik beberapa waktu lalu. “Kecepatan Bupati kita luar biasa. Ibarat mobil, kecepatan beliau sudah 90 kilometer per jam. Kita selaku stafnya harus bisa menyesuaikan dengan irama kerja beliau dan mengubah mindset kita untuk menyukseskan program kerja beliau demi kepentingan masyarakat,” tegasnya. (ad045)


JEMBRANA

10

Selasa Kliwon, 2 Oktober 2018

Hendak Bersandar, KMP Cemerlang Kandas Terseret hingga Satu Mil

Negara (Bali Post) Kapal penumpang KMP Cemerlang yang mengangkut puluhan kendaraan dari Pelabuhan Ketapang terseret arus saat hendak bersandar di Pelabuhan Gilimanuk, Senin (1/10) pagi. Kapal tersebut terseret keluar dari jalur hingga satu mil dari dermaga yang terdekat. Kapal tersebut akhirnya kandas di perairan dangkal di sekitar dermaga kapal tangker PLTG Gilimanuk. Satu jam setelah kandas, kapal baru bisa kembali bergerak atau setelah permukaan air laut kembali naik (pasang).

Bali Post/olo

KANDAS – KMP Cemerlang yang kandas hingga sekitar satu mil dari Pelabuhan Gilimanuk.

Almarhum Brigadir Gusti Kade Sukamiarta

Berencana Nikah Oktober Ini

Negara (Bali Post) – Pihak keluarga almarhum Brigadir Gusti Kade Sukamiarta merelakan jenazah korban bencana alam Palu itu dikubur di sana. Sejatinya ayah dan ibu korban, berharap jenazah anaknya itu bisa dipulangkan ke Bali untuk diaben. Namun situasi dan kondisi tidak m e m u n g ki nka n . S e t e l a h terseret tsunami, kondisi korban sudah membusuk. Belakangan diketahui Sukamiarta rencananya akan melangsungkan pernikahan pada Oktober ini. Ayah korban, I Gusti Kade Sukadana (57), Senin (1/10) pagi mengaku sangat mengharapkan jenazah anaknya itu bisa dipulangkan ke Bali. Kendati dikuburkan di sana, ia meminta agar dilakukan secara keyakinan Hindu. “Saya ikhlaskan dikubur massal dengan korban yang lain. Tapi saya meminta agar sesuai keyakinan Hindu,” ujarnya sembari meneteskan air mata. Sejatinya sejak mengetahui anaknya merupakan salah satu korban bencana gempa dan tsunami saat bertugas, Sukadana sudah berupaya menghubungi rekan-rekan polisi di Sulawesi agar anaknya itu bisa pulang. Tetapi situasi dan kondisi pascabencana mengharuskan keinginannya itu pupus.

Waka Polres Jembrana Kompol I Komang Budiartha mengatakan dari hasil koordinasi memang banyak pertimbangan yang mengharuskan korban tidak bisa dibawa pulang ke Bali. Kondisi jenazah juga sudah membusuk sehingga harus segera dikubur. Kendati dalam satu areal lokasi penguburan, namun upacara dan doa yang dilakukan berbeda oleh rohaniawan di sana sesuai dengan keyakinan korban. Diberitakan sebelumnya, Brigadir Gusti Kade Sukamiarta merupakan salah satu korban Tsunami yang saat itu sedang bertugas mengatur lalu lintas di Palu. Sukamiarta asal Banjar Tengah, Desa Mendoyo Dangin Tukad, Kabupaten Jembrana. Kematian Sukamiarta meninggalkan duka yang sangat mendalam bagi keluarganya. Apalagi dalam waktu dekat ini (Oktober), korban yang merupakan anggota kepolisian di Satuan Lalu Lintas Polres Palu tersebut hendak melangsungkan pernikahan. Saat gempa dan tsunami terjadi, alamarhum sempat menelepon orangtuanya bahwa dia sedang sibuk menyelamatkan warga dan meminta doa agar selamat dalam bertugas. Namun ternyata ia juga ikut menjadi korban bencana. (kmb26)

Kepala Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP) Kelas III Gilimanuk Nyoman Suryanta membenarkan salah satu kapal yang melayani penyeberangan Ketapang-Gilimanuk KMP Cemerlang kandas di perairan Gilimanuk. Pihaknya mendapatkan laporan kapal terseret arus deras saat hendak bersandar sekitar pukul 08.40 Wita. Hingga akhirnya kapal kandas di perairan dangkal yang jaraknya sekitar satu mil dari pelabuhan Gilimanuk. “Kapal itu bisa langsung bergerak kembali setelah seki-

tar satu jam kandas. Sekitar jam 10.00 Wita kapal sudah bisa bersandar di dermaga Gilimanuk dan langsung melakukan bongkar muat,” terang Suryanta. Selanjutnya kapal yang mengangkut satu unit bus besar, satu bus sedang, 4 truk sedang, 4 mobil dan 20 unit sepeda motor itu langsung bertolak ke Ketapang. Namun saat bertolak, kapal dalam keadaan kosong (tanpa muatan). Selanjutnya kapal akan dilakukan pengecekan kondisi lebih lanjut di Ketapang. Kapal

ini sejatinya sudah hendak bersandar di Pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 08.00 Wita. Namun lantaran arus laut yang cukup deras dan saat itu air surut, kapal terseret arus. Di perairan Gilimanuk sering terjadi kapal kandas akibat arus yang kuat. Kendati kapal sudah berupaya bergerak melawan arus, namun tak kuat dan akhirnya terseret. Kendati sempat kandas hingga sekitar satu jam, tidak dilakukan evakuasi penumpang. Pasalnya kapal kembali bisa bergerak tidak lama kemudian. (kmb26)

Yonif Mekanis 741/GN Galang Bantuan Bencana Palu

Negara (Bali Post) – Ratusan anggota Batalyon Infanteri (Yonif) Mekanis 741/ Garuda Nusantara (GN), Senin (1/10) kemarin menggalang dana bantuan bagi korban bencana di Palu, Sulawesi Tengah. Penggalangan sumbangan ini dilakukan setelah upacara peringatan Kesaktian Pancasila di Mako Yonif, Jembrana. Komandan Yonif 741/GN Mayor Inf. Hendra Saputra mengatakan, penggalangan bantuan ini dilakukan spontan, dipicu rasa kemanusiaan terhadap saudara sebangsa di

Palu dan Donggala. “Saat ini korban bencana di sana masih banyak sekali membutuhkan bantuan, kami terpanggil untuk ikut membantu” ujarnya. Tepat seusai upacara bendera, sebuah kotak kardus yang dibawa salah satu anggota di tengah lapangan upacara dihampiri para anggota. Mereka menyisihkan uang dan dimasukkan ke dalam kotak kardus bertuliskan “Bantuan untuk Palu”. Seluruh dana yang terkumpul tersebut selanjutnya akan dikirimkan ke korban bencana di Sulawesi Tengah.

Selain dari anggota Yonif, sejumlah istri anggota juga ikut bergabung memberikan bantuan serupa. “Ini merupakan wujud rasa kemanusiaan keluarga besar Yonif Mekanis 741/GN untuk korban bencana,” tambahnya. Menurutnya dari seluruh anggota Yonif di Jembrana ini memang tidak ada yang berasal dari Sulawesi Tengah. Total sumbangan yang terkumpul mencapai lebih dari Rp 3,5 juta. Selanjutnya bantuan itu akan disalurkan ke Palu melalui Kapal Angkatan Laut KRI Dr. Suharso. (kmb26)

Bali Post/olo

PELAKU PELECEHAN – Pelaku pelecehan seksual terhadap wanita pengendara motor di jalan yang belakangan meresahkan warga.

Pelaku Pelecehan Seksual Beraksi di Empat TKP

Bali Post/olo

GALANG DANA – Sejumlah anggota Yonif seusai upacara bendera peringatan Hari Kesaktian Pancasila secara spontan melakukan penggalangan dana untuk bencana di Palu dan Donggala.

Melawan, Residivis Pencurian Ditembak Negara (Bali Post) – Seorang residivis asal Desa Prabu, Lombok Tengah, LA (36) dibekuk jajaran buser Polres Jembrana lantaran mencuri di Gilimanuk. Oleh petugas, pelaku terpaksa ditembak kakinya lantaran sempat melawan saat diamankan di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. Rencananya pelaku hendak kabur ke tempat asalnya setelah melakukan pencurian di kantor agen tiket bus di Lingkungan Samiana, Kelurahan Gilimanuk. Pelaku menggondol laptop merek Toshiba 14 inci, handphone merek OPPO, modem ZTE dan handphone merek Nokia milik Hironimus Abit (35). Setelah menerima laporan dari korban akhir pekan lalu, tim opsnal DIDOR – Tersangka pencurian yang terpaksa didor tim opsnal Sat Reskrim Polres Jembrana lantaran melawan saat diamankan.

yang dipimpin Kanit 1 Sat Reskrim Ipda I Gede Alit Darmana melakukan penyelidikan. Polisi berhasil mengantongi nama dan keberadaan pelaku dan polisi langsung menangkapnya di Lombok. Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A. Sooai mengatakan, dari hasil pemeriksaan tersangka melakukan aksinya dengan mengajak korban minum tuak (mabuk). Setelah korban mabuk dan tertidur, tersangka dengan mudah mengambil barang berharga yang ada di kantor agen bus tersebut. Setelah mendapatkan barangbarang tersebut, tersangka langsung kabur. Dari pengakuan tersangka, ia nekat mencuri lantaran terdesak kebutuhan ekonomi. Saat diamankan polisi, pelaku sempat berupaya melawan dan melarikan diri. Hingga akhirnya pelaku ditembak kakinya dan tersungkur. “Pelaku ini merupakan residivis pencurian di Lombok. Sekarang melakukan pencurian lagi di sini (Jembrana),” terang Kasat Sooai. (kmb26)

Negara (Bali Post) Pelaku pelecehan seksual di jalanan yang dibekuk Buser Polres Jembrana ternyata melakukan aksinya lebih dari satu kali. Dari hasil pengembangan Satuan Reskrim Polres Jembrana, tersangka AR (26) asal Cupel ini mengaku sudah melakukan aksinya lebih dari 4 kali. Aksi itu dilakukan di tempat berbeda di seputaran Negara. Di antaranya di jalan Terusan (Tegalbadeng Timur), Jalan Baluk Rening, Jalan ke Pebuahan dan Jalan menuju Tuwed. Dari pengakuannya, Senin (1/10) kemarin, tersangka yang sehari-hari bekerja sebagai tukang panjat kelapa ini mengaku merasa puas hasratnya bila melihat paha wanita pengendara motor. Khususnya yang celananya pendek atau rok mini. “Ya puas saja Pak, (foto paha) untuk saya sendiri. Senang rasanya lihat itu,” akunya kepada awak media. Pria yang baru sembilan bulan menikah ini mengaku sudah melakukan kebiasaan itu sejak dua tahun terakhir. Bahkan lebih banyak dilakukan sebelum menikah. Namun kini kebiasaan buruk itu kembali muncul. Waka Polres Jembrana Kompol Budiarta didampingi Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yusak A. Sooai mengatakan, atas perbuatanya ini tersangka dijerat dengan pasal 281 KUHP tentang kesusilaan di depan umum. Aksi tersangka terungkap setelah salah satu korban, Ni Putu WPD (19), asal Batuagung mengetahui plat nomor sepeda motor dan wajah pelaku. Ternyata sepeda motor pelaku Yamaha Mio DK 4898 ZF itu baru dibeli pelaku. Pelaku memang tidak menyebarkan foto-foto itu, hanya digunakan untuk koleksinya sendiri. Motif pelaku melakukan perekaman dan memfoto paha wanita ini untuk kepuasan seksual pribadi pelaku. Modus tersangka mencari wanita pengendara motor yang memiliki paha mulus dan memfoto atau merekam. Barang bukti yang diamankan selain sepeda motor, juga satu HP merek Samsung warna hitam. (kmb26)

Kambing PE Paling Cocok Dikembangbiakkan Negara (Bali Post) Untuk yang kesekian kalinya, Pemkab Jembrana kembali menggelontorkan bantuan ternak kepada kelompok ternak kambing. Bantuan ternak kambing jenis peranakan etawa (PE) ini dirasa paling cocok dikembangbiakkan di Jembrana. Di mana diharapkan Jembrana menjadi sentra peternakan kambing di Bali. Dari informasi, untuk tahun ini, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana dialokasikan anggaran Rp 1,154 miliar untuk sekitar 600 ekor kambing berikut kandang. Kambing dan kandang itu dibagikan untuk 13 kelompok. Hanya saja, program ini sudah bertahun-tahun digulirkan, namun kambing-kambing bantuan masih didatangkan dari luar Bali. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana Wayan Sutama, Senin (1/10) kemarin, membenarkan tahun ini bantuan kambing dibagikan untuk 13 kelompok di Jembrana. Kendati kambing belum diterima, namun

berdasarkan informasi di Layanan Pengadaan Sistem Elektronik (LSPE) lelang sudah dilakukan. Dari pagu anggaran Rp 1,154 miliar, tender dimenangkan UD Fajar dengan harga penawaran Rp 1,129 miliar. Setiap tahun bantuan kambing ini digelontorkan ke sejumlah kelompok ternak di Jembrana. Tahun sebelumnya jumlah yang digelontorkan lebih banyak dengan anggaran Rp 1,9 miliar. Sementara itu, dari pengamatan di salah satu kelompok penerima bantuan di Desa Baluk kemarin, kandang yang telah disiapkan masih kosong. Kandang yang diperkirakan bisa menampung hingga lebih dari 20 ekor itu sejatinya sudah siap digunakan. Namun lantaran kambing belum datang, kandang yang terbuat dari kayu Bayur itu masih kosong. Sementara itu, pihak penyalur kambing Fathul Mubin mengatakan, memang saat ini kambing-kambing jenis PE yang rencananya didatangkan

dari Lumajang, Jawa Timur itu belum ada. Menurutnya tahun ini, sesuai pengadaan dari Pemkab pihaknya menyediakan 520 ekor kambing betina dan 52 ekor kambing jantan. “Belum datang, kalau kandang sudah hampir semua ada di 13 kelompok. Tahun ini 13 kelompok,” terang penjual kambing di Desa Banyubiru ini. Kambing yang akan disalurkan minimal tingginya untuk betina 70 cm dan jantan 80 cm. Pihaknya menyebutkan jenis PE ini memang lebih cocok beradaptasi di Jembrana, khususnya di daerah timur (Mendoyo dan Pekutatan). Namun diakuinya, untuk kebutuhan kambing masih tergantung dari luar Bali kendatipun saat ini sudah banyak kelompok ternak. “Tapi sudah mulai lumayan, sudah banyak anak kambing dari kelompok juga saya beli,” terang Mubin. Bila ini berkelanjutan dan para peternak konsisten bukan tidak mungkin Jembrana bisa menjadi sentra ternak kambing. (kmb26)

Bali Post/olo

KANDANG – Kandang kambing di salah satu kelompok ternak yang akan menerima bantuan dari Pemkab masih kosong.


Selasa Kliwon, 2 Oktober 2018

Karangasem

11

Soal Polemik APBD

SOSOK Pipa Tersumbat MEMASUKI musim kemarau, debit air pada sumber mata air mulai menurun. Meski demikian, hal itu tidak berdampak signifikan terhadap pasokan air kepada pelanggan PDAM. Tetapi, bagi PDAM Karangasem tak dipusingkan soal debit air. Melainkan soal jaringan pipanya. Salah satunya, saluran pipa pelanggan menuju Sidemen. Direktur PDAM Karangasem I Gusti Made Singarsi, Senin (1/10) kemarin, mengaku sudah terus mencari solusi untuk pelayanan pelanggan di Desa Lokasari dan sekitarnya. Sebab, di sana ada jaringan pipa yang masih tersumbat dari sumber di Kikian. “Jaringan pipa PDAM paling sering tersumbat. Kita juga sudah lama minta ke UPT Telaga Waja agar air bisa dialirkan ke reservoar di Tebola. Tetapi, sampai sekarang belum juga bisa mengalir,” kata Singarsi. Ini karena jaringan pipa proyek dari Satker Provinsi yang bukan milik PDAM, belum maksimal. Jaringan pipa itu belum diserahkan ke PDAM. Meski demikian, pihaknya sempat memberanikan diri uji coba air yang dialirkan ke reservoar. Hasilnya aliran airnya tidak sampai juga kepada pelanggan. Mengatasi masalah itu, Singarsi juga meminta bantuan UPT Telaga Waja, berkoordinasi dengan Satker untuk mengalirkan air Telaga Waja. Menurutnya, di Sidemen banyak ada sumber mata air, tetapi yang dikelola air bersihnya bukan sembarang mata air. “Kami selalu berusaha mewujudkan pemenuhan hak rakyat atas air,” tegasnya. (gik)

Ketua Dewan Nilai Kurang Komunikasi Amlapura (Bali Post) Kinerja anggota dewan kali ini mendapat sorotan tajam dari eksekutif. Seolah-olah lembaga dewan itu mengabaikan proses pembahasan APBD Perubahan. Padahal, lembaga dewan itu sudah memproses hal itu sejak awal. Namun, Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi memberikan tanggapan atas tudingan beberapa pihak yang mengkritisi kinerja dewan itu, Senin (1/10) kemarin. Menurutnya, polemik ini terjadi akibat kurangnya komunikasi pihak eksekutif dengan legislatif. Sejak awal, pihaknya memang tidak menghendaki ada miskomunikasi itu. Karena itu, dia memilih menahan diri dan tidak reaktif menghadapi tudingan tersebut. Andai saja masih ada iktikad baik, pembahasan ini sebenarnya bisa berjalan tanpa terjadi polemik. Sumardi menegaskan, yang pertama harus dibahas adalah soal Kebijakan Umum Anggaran - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Induk 2019. Selanjutnya, baru pembahasan lanjut ke Kebijakan Umum Perubahan Anggaran. (KUPA) Setelah itu, baru ada nota kesepakatan, baru yang dijabarkan pada APBD. “Paling pendek ini prosesnya satu minggu. Tidak bisa selesai hanya dalam waktu sehari,” kata Sumardi. Awalnya, memang benar, KUA-PPAS sudah disetor ke lembaga dewan. Tetapi, setelah dicermati, ada beberapa poin

penting yang harus direvisi. Sebab, tidak ada rencana prioritas tahun 2019. Demikian juga untuk isi KUPA. Dewan pun mengembalikan draf itu lagi agar diperbaiki. Tetapi, saat itu setelah lama ditunggu, draf tersebut tak kunjung dikirimkan lagi. Setelah Sekwan melakukan komunikasi dengan TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah), rupanya TAPD juga tak kunjung datang melanjutkan komunikasi itu. Kabarnya, TAPD enggan datang karena merasa draf KUA-PPAS itu tidak perlu ada yang direvisi lagi. Sumardi menegaskan, proses revisi itu penting, agar semua kepentingan eksekutif dan legislatif bisa terakomodir. Kalau dari pihak eksekutif ada hasil Musrembang yang harus diakomodir. Sedangkan, pihak legislatif, ada hasil reses yang

hasilnya dituangkan pada pokok-pokok pikiran, juga harus diakomodir. Persoalan Komunikasi “Pada intinya, ini hanya persoalan komunikasi dan etika politik. Seharusnya dijelaskan dulu dengan pimpinan dan fraksi. Jangan memunculkan ego dalam proses ini. Tidak ada DPRD itu mintaminta. Justru DPRD yang memporsikan, sesuai haknya sebagai fungsi budgeting,” tegas Sumardi. Sumardi menyarankan agar eksekutif belajar terbuka dan jujur. Kalau pimpinan memanggil TAPD untuk koordinasi. Sebab, sebelumnya berulang kali diminta hadir untuk koordinasi TAPD itu justru tidak pernah hadir. “Kalau etika yang sudah

berjalan, tanpa meminta pun harusnya datang. Ini demi kepentingan masyarakat,” katanya. Tetapi, melihat akhir situasi seperti ini, menurutnya bukan menjadi persoalan serius. Sebab, APBN pun tahun ini tanpa ada APBN Perubahan. Meski demikian, dia mengajak agar sama-sama memikirkan, mungkinkah masih ada celah lain, agar

APBD Perubahan bisa tetap berproses. Sebab, sebagaimana ketentuan Permendagri Nomor 33 Tahun 2017 jika batas akhir pembahasan APBD Perubahan yakni 30 September. Sebelumnya, Sekda Karangasem yang juga Ketua TAPD, juga sudah sempat berkoordinasi dengan pusat. Hasilnya, pusat juga menegaskan soal batas akhir pembahasan Rancangan APBD Perubahan paling lambat 30 September 2018. Tidak mengenal apakah rapat itu dilaksanakan hari libur atau tidak. Pastinya harus sesuai amanat Permendagri Nomor 33 Tahun 2017. (kmb31)

I Nengah Sumardi

Diduga Disebabkan Dupa

’’Palinggih’’ Pura Dalem di Abang Terbakar

Kejar Tunggakan

UPT Samsat Jemput Bola ke Rumah Warga Amlapura (Bali Post) Banyak cara dilakukan UPT Samsat Karangasem untuk memaksimalkan pendapatan, khususnya kepada masyarakat penunggak pajak. Ternyata, ketika dijumlah mencapai ribuan. Strateginya, UPT Samsat itu membuat taktik jitu. Kiatnya, mereka mendatangi rumah penunggak pajak itu. Metode seperti itu dinilai efektif. Pasalnya, pihak UPT Samsat berkesempatan langsung turun ke pusat sasaran. Cara itu juga dapat menggugah kesadaran warga agar timbul budaya malu. Proses jemput bola itu sekaligus melibatkan perbekel dan klian banjar Dinas. Kepala UPT Samsat Karangasem I Ketut Yasa Suarsana, belum lama ini, mengatakan ada tiga terobosan yang dilakukan Samsat Karangasem. Terobosannya adalah dengan cara turun langsung ke rumah wajib pajak. Upaya itu dilakukan, bekerja sama dengan desa dinas setempat. Kerja sama dengan perbekel sebatas mengetahui alamat penunggak pajak itu. Proses seperti itu sudah lima kali dilakukan dalam seminggu ini. Petugas langsung turun ke masing-masing kecamatan karena sudah mengantongi alamat berikut data penunggak pajaknya. “Itulah pentingnya kerja sama dengan perbekel dan klian banjar dinas. Terkait lokasi rumah yang bersangkutan, langsung diantarkan oleh perbekel atau aparat desa lainnya,” katanya. Saat ini, masih ada sekitar 4.000 pemilik kendaraan di Karangasem yang belum melakukan daftar ulang atau samsat. Dari 4.000 kendaraan ini sebagian besar sepeda motor. Banyak yang belum bayar pajak atau mendaftar ulang, padahal jangka waktunya sudah lewat. Data itu kemudian dicetak, selanjutnya dikomunikasikan kepada perbekel dan klian banjar dinas. Di sini, Klian banjar dinas memberitahukan warganya. Setelah itu, petugas samsat baru mendatangi rumah-rumah warga. Pihak petugas sengaja mengajak pihak klian banjar dinas agar tahu alamat yang bersangkutan. Cara itu juga sebagai upaya shock therapy. Secara psikologis mereka itu malu. Dan harapannya, mereka itu lebih rajin bayar pajaknya. Datangi Kantor Samsat Metode seperti itu diakui sangat membantu menekan tunggakan. Buktinya, setelah dilakukan langkah-langkah model itu, besoknya warga bersangkutan datang ke kantor samsat. Mereka lalu melakukan pembayaran. Transaksi mandiri itu tetap dilakukan di Kantor Samsat. Evaluasinya, yang terjadi selama ini bukan mereka tidak mau membayar pajak. Namun, ada yang lupa karena kesibukan. “Fakta di lapangan, motor dibawa sang anak ke Denpasar. Saat itu, dikira sudah bayar di sana ternyata belum. Tetapi, tidak sedikit memang ada yang membandel,” ujarnya. Selain datang langsung ke rumah, ada pula gebrakan UPT Samsat, tedun ke banjar. Ini dilakukan dengan cara kolaborasi bersama Sat. Lantas Polres Karangasem sekaligus dilakukan pelayanan SIM, dan juga pelayanan SKCK. Program itu dikondisikan seminggu dua kali. Satu program lagi yakni Goes to Banjar. Program itu bekerja sama dengan Pemkab Karangasem, dengan cara turun ke banjar tertentu. Pihaknya bekerja sama dengan perizinan dan pelayanan lainnya. Kegiatan ini sendiri mulai digencarkan awal Septermber lalu. Petugas yang turun ke kecamatan lebih dari dua. Bahkan, sempat ke Kubu dengan enam personel. Dengan cara ini diharapkan bisa membantu warga yang akan nyamsat. Sehingga mudah dan bisa dilakukan cepat. Saat ini, persyaratan Samsat itu juga dipermudah. Tidak lagi menggunakan BPKB. Sehingga bagi motor atau kendaraan yang masih kredit dan BPKB ada di bank, tidak perlu lagi dilengkapi dengan surat keterangan. Selain mendorong pelunasan tunggakan, kesempatan ini juga dipakai melakukan pemutihan, untuk denda dan juga balik nama. Dengan demikian yang terlambat membayar pajak itu tidak kena denda. Begitu juga tidak dikenakan biaya balik namanya. (kmb31)

”Fakta di lapangan motor dibawa sang anak ke Den-

pasar. Saat itu, dikira sudah bayar di sana ternyata be-

”

lum. Tetapi, banyak juga yang memang membandel.

Kepala UPT Samsat Karangasem I Ketut Yasa Suarsana

Bali Post/kmb41

BALIHO LANGGAR ZONA - Baliho milik caleg terpampang di pinggir jalan yang melanggar zona.

Banyak Baliho Pribadi Caleg Melanggar Zona Amlapura (Bali Post) Sejauh ini, Alat Peraga Kampanye (APK) yang diberikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke masing-masing parpol belum turun. Karena itu, sesuai aturan, baliho pribadi milik para caleg itu belum boleh lebih dulu dipampang. Kendati memang masa kampanye para calon legislatif itu telah dimulai. ‘’Pemasangan baliho pribadi itu sudah ada regulasinya. Karena APK itu belum ada, maka belum boleh baliho caleg terpampang di pinggir-pinggir jalan. Akhirnya, sudah banyak baliho yang melanggar zona,’’ kata Ketua Bawaslu Karangasem I Putu Suastrawan, Senin (1/10) kemarin. Menurutnya, memang banyak ada pelanggaran terkait baliho caleg melanggar zona. Karena itu, pihaknya segera mengambil langkah-langkah persuasif dulu kepada mas-

ing-masing parpol itu. Sebagai langkah awal, Bawaslu meminta segera menurunkan baliho yang masih terpampang di luar zona-zona yang telah ditentukan. ‘’Kami akan segera pula merekomendasi KPU supaya menertibkan baliho itu,’’ tambah Suastrawan. Dikatakan, sudah ada memang ketentuannya. Di tempat mana saja baliho itu bisa dipasang dan juga sebaliknya baliho itu tidak boleh dipasang. ‘’Contohnya untuk wilayah Kelurahan Karangasem, pemasangan baliho caleg berada di areal tugu pahlawan sesuai yang di-SK-kan KPU. Kalau di luar itu jelas tidak boleh,” jelas Suastrawan. Kordiv Hukum, Data dan Informasi Bawaslu Karangasem, Kadek Puspa Jingga, menambahkan, untuk baliho caleg di Selat itu, pihaknya belum tahu apakah pemasangan baliho itu

di zona yang sudah ditentukan atau tidak. Pun bentuk baliho itu seperti apa. Akan tetapi, yang pasti, kata Jingga, APK yang difasilitasi KPU sampai saat ini belum keluar. Bagaimanapun APK tambahan dari masingmasing parpol, itu harus menyesuaikan dengan yang dibuatkan oleh KPU itu. “Kita sudah minta kepada para Panwascam di masingmasing kecamatan untuk melakukan pendataan dan juga pencermatan,” katanya. Ketua KPU Karangasem, Putu Deasy Natalia, mengakui jika pihaknya belum tahu terkait baliho caleg ada yang melanggar itu. Hingga saat ini, baliho itu masih terpampang di Selat. “Kita belum tahu itu. Kita akan cek nanti. Tapi kita masih menunggu rekomendasi dari Bawaslu, guna menertibkan baliho-baliho di luar zona tersebut,” ujarnya. (kmb41)

Amlapura (Bali Post) Kebakaran kembali terjadi di Abang, Senin (1/10) kemarin. Kali ini melanda bangunan palinggih Pura Dalem yang ada di Banjar Dinas Banyuning, Abang, Karangasem. Kerugian yang dialami atas kejadian itu mencapai puluhan juta rupiah. Berdasarkan informasi di lapangan, kebakaran itu terjadi pukul 11.30 Wita. Warga yang melihat kobaran api di palinggih, akhirnya langsung berusaha melakukan pemadaman api tersebut, tujuannya agar kobaran api itu tidak membakar palinggih lainnya. Perbekel Bunutan I Made Suparwata mengatakan dugaan sementara api yang meng-

hanguskan palinggih Pura Dalem itu berasal dari sarana upacara dupa. Saat itu, di sana dilakukan upacara ngaben. “Beruntung tidak ada korban jiwa saat kejadian itu. Sejauh ini, kerugian materiil belum dapat dipastikan. Namun, total kerugiannya diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah,” ucapnya. Sebelumnya, di Desa Bunutan juga ada kebakaran sebuah hotel, yaitu Bali Waenis View Hotel And Restaurant, milik pengusaha I Made Sani. Kebakaran itu menghanguskan setidaknya satu unit kamar tidur berukuran 6 x 8 meter dan satu unit palinggih Rong Tiga. Kerugiannya ditaksir Rp 150 juta. (kmb41)

Bali Post/ist

TERBAKAR - Palinggih Pura Dalem, Banjar Dinas Banyuning, Abang, Karangasem, terbakar Senin (1/10) kamarin.

Kaling Ajukan Aspirasi ke Dewan

Nafkah Dinaikkan, Masa Kerja Kaling Sama dengan Kadus Sejumlah kepala lingkungan (kaling) di Kabupaten Karangasem menyampaikan aspirasi nasib mereka ke kantor DPRD Karangsem, Senin (1/10) kemarin. Para kaling itu kemudian diterima Ketua DPRD I Nengah Sumardi. Para kaling itu meminta supaya nafkah yang mereka terima per bulan itu bisa dinaikkan. Selain itu, masa kerja mereka bisa disamakan seperti kadus di desa. Lalu, bagaimanakah aspirasi yang disampaikan para kaling itu diatensi dewan? KETUA Forum Kaling Karangasem I Gusti Gede Mulya mengungkapkan, kedatangannya bersama para kaling itu ke DPRD guna menyampaikan aspirasi. Aspirasi yang disampaikanitu terkait nafkah yang diterima per bulan, termasuk meminta supaya jabatan kaling itu bisa disamakan seperti kadus, hingga sampai umur 60 tahun. Sesuai regulasi, kadus itu bisa menjabat sampai umur 60 tahun. Secara hukum formal regulasi itu dipayungi Permendagri Nomor 67 Tahun 2017 tentang Desa. “Masa jabatan kaling selama enam tahun saja. Sedangkan tahun depan 2019 keban-

yakan masa jabatan kaling itu sudah selesai. Kalau bisa dan memungkinkan kita minta bisa di-Pj-kan sementara, agar mereka bisa seperti kadus. Untuk nafkah kita harap bisa ditingkatkan lagi. Karena sekarang ini, nafkah kaling itu hanya Rp 1,5 juta saja,” sebut para kaling itu. Camat Karangasem Tjokorda Alit Surya Prabawa menjelaskan pihaknya mengakui jika nafkah kaling itu di bawah jika dibandingkan kadus di desa. Pada tahun 2016 nafkah kaling hanya Rp 1,3 juta. Sebetulnya sudah dinaikkan menjadi Rp 1,5 juta. Sedangkan nafkah kadus itu sekitar Rp 2,3 juta.

Kenapa lebih besar, karena nafkah kadus itu ada uang tunjangannya. Kaling sendiri tidak ada tunjangannya. “Kalau dilihat memang nafkah kaling itu kecil daripada kadus. Jadi, masalah nafkah itu memang perlu ditingkatkan. Tahun 2019, nafkah kaling itu akan diperjuangkan

naik menjadi Rp 1,7 juta,” jelasnya. Kabag Tapem Gede Sugiarta menyatakan, pihaknya sangat berpihak untuk memperjuangkan hal ini. Peningkatan nafkah kaling itu akan diupayakan agar bisa ditingkatkan. Terkait usulan itu, pihaknya bakal berkoordinasi dengan provinsi.

Bali Post/eka

KALING AJUKAN ASPIRASI - Para kaling se-Karangsem saat mengajukan aspirasi ke DPRD Karangasem.

“Kita sudah sempat koordinasi dengan provinsi. Tetapi belum bisa bertemu yang berwenang, karena mereka masih sibuk. Kita sempat dihubungi via telepon dan disuruh berkoordinasi langsung dengan pusat. Mereka sempat akan mencarikan waktu lainnya. Namun sampai sekarang, belum ada informasi terkait nafkah itu,” jelasnya. Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi menjelaskan, pihaknya bakal menyampaikan aspirasi ini saat rapat dengan eksekutif. Kalau dari legislatif sangat menyetujui adanya peningkatan nafkah untuk para kaling itu. Termasuk masalah jabatan kaling ke depannya. “Kita harap nafkah kaling itu bisa standardisasi sesuai beban kerja yang mereka emban. Para kaling kami harap gajinya bisa sama. Tetapi, pastinya standardisasi nafkah itu perlu ada menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Apalagi keuangan daerah saat ini sangat berat,” katanya. (eka)


KLUNGKUNG

12

Selasa Kliwon, 2 Oktober 2018

Soal Kerusakan SDN 2 Ped

Perbaikan Tak Ter-”cover” di APBD Perubahan

Semarapura (Bali Post) Perbaikan kerusakan SDN 2 Ped, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung tak bisa dilakukan cepat. Pasalnya, pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD-P) 2018, hal tersebut tak ter-cover. “Untuk di anggaran perubahan, di bidang kami tidak ada rencana perbaikan sekolah. Termasuk SDN 2 Ped. Anggaran tidak dapat,” ungkap Kasi Kelembagaan Sarana Prasarana, Dinas Pendidikan Klungkung I Nyoman Sukadana, Senin (1/10) kemarin. Ia pun tak menampik sekolah tersebut telah mengalami

kerusakan pada bagian atap maupun plafon ruang kelas belajar (RKB). Namun demikian, itu dipastikan tidak berdampak pada proses belajar mengajar. “Untuk belajar mengajar masih bisa berjalan seperti biasa,” jelasnya. Langkah perbaikan diusulkan pada APBD 2019, bersamaan dengan sekolah lain, di antaranya SDN 1 Lembongan, SDN 1 Getakan, SDN 2 Bungbungan. “Tahun depan kami usulkan. Kami juga berharap ada bantuan anggaran dari pemerintah pusat,” imbuhnya. Kerusakan sekolah yang

berlokasi di Banjar Bodong itu sempat dipantau Komisi II DPRD Klungkung. Ditemukan, plafon jebol terjadi pada ruang kelas V dan VI. Selain itu, atap kelas I sampai IV juga rusak akibat tertimpa dahan dan buah kelapa yang tumbuh di dekatnya. Pemkab pun diharapkan bisa segera melakukan penanganan untuk mengantisipasi kekhawatiran pihak sekolah maupun siswa. Menanggapi itu, Kepala Dinas Pendidikan, Dewa Gde Darmawan sempat menyebutkan perbaikan diupayakan bisa berjalan pada APBD-P 2018. (kmb45)

Bali Post/sos

PENERTIBAN - Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional Metropolitan Denpasar bersama Satpol PP Klungkung dan Provinsi Bali melakukan penertiban bangunan menyerobot RMJ By-pass Ida Bagus Mantra, Senin (1/10) kemarin.

Marak, Bangunan Serobot RMJ By-pass IB Mantra

Bali Post/sos

RUSAK - SDN 2 Ped yang mengalami kerusakan. Perbaikannya belum bisa dilakukan menggunakan APBD Perubahan 2018.

Pejabat Tak Inovatif

Bupati Pastikan Masuk Daftar Mutasi Semarapura (Bali Post) Jelang akhir kepemimpinan periode pertamanya, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta sudah mulai mengorek-orek nama pejabat yang layak masuk daftar mutasi pada kepemimpin a n n y a di periode kedua. Kebijakan tersebut

dipastikan menyasar pejabat yang tak inovatif alias melempem. “Nama-namanya sudah terekam. Siapa-siapa saja itu,” sebutnya, saat ditemui di ruang kerjanya, baru-baru ini. Bupati asal Nusa Ceningan, Kecamatan Nusa Penida ini mengatakan hampir lima tahun menjabat, dilihat ada sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bagian maupun bidang bekerja kurang maksimal. Bahkan ada kesan stagnan, tanpa ada gerakan serius yang menunjukkan kemajuan. Ada pula yang kurang inovatif dan tidak berani mengambil gebrakan. “Sikap inovatif yang kurang,” jelasnya. Sikap yang demikian dinilai belum sejalan dengan jargon “Gerakan Masyarakat Santun dan In-

I Nyoman Suwirta

Bali Post/sos

ovatif” yang selalu dikampanyekan. Mantan Manager Koperasi Pasar Srinadi ini juga mengakui masih ada pejabat yang seolah menyerahkan pelaksanaan program kepada dirinya. Terutama yang berkaitan dengan ekonomi. “Saya sebagai bupati masih sering harus mengambil kebijakan teknis. Belum ada keberanian untuk bergerak sendiri,” sebutnya. Menurutnya, dalam menggerakkan roda pemerintahan dan menjalankan program, perlu ada langkah-langkah lebih serius dan didukung dengan inisiatif. “Seperti yang sering disampaikan Presiden, untuk mencapai hasil besar, dihasilkan oleh lompatan besar. Bukan lompatan kecil. Ini yang harus dipahami,” imbuhnya. Ketua Komisi I DPRD Klungkung I Nengah Mudiana, Senin (1/10) kemarin juga sepakat dengan langkah bupati untuk melakukan penyegaran jabatan di tubuh Pemkab yang arahnya meningkatkan kualitas kerja dan pelayanan ke masyarakat. “Kami mendukung itu jika untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan membawa daerah ke arah lebih baik. Apalagi soal inovasi, itu sudah menjadi jargon. Pejabat harus bisa mengikuti,” katanya. (kmb45)

Semarapura (Bali Post) Ruang Milik Jalan (RMJ) By-pass Ida Bagus Mantra, khususnya di wilayah Kabupaten Klungkung, cukup marak diserobot bangunan milik warga. Hal tersebut juga memunculkan kesan semrawut. Supaya tak terus berlanjut, Satuan Kerja (Satker) Pelaksana Jalan Nasional Metropolitan Denpasar bersama Satpol PP Klungkung dan Provinsi Bali melakukan penertiban, Senin (1/10) kemarin. Berdasarkan pantauan, penertiban tersebut bergerak dari perbatasan Klungkung dengan Gianyar. Diketahui, sejumlah bangunan berdiri hingga melewati batas yang telah ditentukan. Bangunan tersebut sebagian besar sebagai tempat usaha. Ada untuk penjualan makanan cepat saji, palen-palen hingga tempat hiburan malam. Menyikapi hal itu, penghuni bangunan langsung dimintai keterangan. Namun mereka mengaku hanya mengontrak. Pada penertiban itu, tim langsung membawa alat berat. Meski demikian, tak langsung dilakukan pembongkaran terhadap bangunan itu. Pemilik diberikan

waktu maksimal satu minggu untuk membongkar sendiri. “Kalau pemiliknya tidak mampu membongkar, kami akan turun,” tegas Kasatpol PP Klungkung I Putu Suarta. Sementara itu, Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Simpang Sanur-Simpang Tohp a t i - Sa ka h Sa t ker Pelaksana Jalan Nasional Metropolitan Denpasar Ida Bagus Jeladi tak menampik pembangunan yang menyerobot RMJ cukup banyak terjadi. Atas hal tersebut, pihaknya terus menggencarkan penertiban, terlebih jelang event IMF-WB Annual Meeting yang berlangsung 7 sampai 10 Oktober di Nusa Dua, Badung. “Jalan harus

Desa Bunga Mekar Dilanda Krisis Air

Hambat Perkembangan Pariwisata Semarapura (Bali Post) Musim kemarau yang melanda wilayah Klungkung, khususnya Kecamatan Nusa Penida menyebabkan warga Desa Bunga Mekar kesulitan air bersih. Memenuhi kebutuhan konsumsi maupun mandi, cuci dan kakus (MCK), beberapa ada yang membeli dengan harga cukup mencekik. Kondisi yang rutin terjadi setiap tahun ini juga menjadi salah satu penghambat perkembangan

sektor pariwisata. Perbekel Bunga Mekar I Wayan Yasa mengatakan, saat ini warganya membeli air Rp 300 ribu untuk 2.200 liter. Itu hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar satu minggu. Bagi yang kurang mampu, hal demikian tentu cukup membebani. “Untuk yang kurang mampi, masih ada menggunakan air hujan yang ditampung. Mereka harus irit supaya tidak banyak membeli,” jelasnya,

Cerita Atlet Gate Ball Selamat dari Gempa Palu

Dari Menginap di Makodim, Menahan Lapar hingga Masak Sendiri GEMPA yang mengguncang wilayah Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) tak hanya memicu kepanikan warga lokal. Namun juga atlet gate ball Klungkung yang rencananya bertanding dalam kejuaraan Nomoni Cup mewakili Bali. Mereka sudah sampai di Klungkung, Senin (1/10) pagi kemarin. Seperti apakah ceritanya ketika tragedi itu berlangsung? Jarum jam menunjukkan pukul 08.30 Wita, suasana di Kantor Bupati Klungkung nampak sepi. Dari parkir belakang, beberapa pemuda berjalan. Bukan mengenakan pakaian dinas. Wajahnya binar. Senyumnya cukup sumringah, memperlihatkan tengah berbahagia. Mereka adalah Putu Ryan Suryawan, Yande Nova Bhayuda, Gede Mertayasa, Kadek Agus Satrya Pradana dan Made Krisna Agustara. Atlet gate ball yang selamat dari gempa Palu. Bersama pelatihnya, Saulus Paulus Kamelus Dance, dan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Klungkung, I Wayan Subamia, mereka disambut senang oleh orangtua maupun sejumlah pegawai Pemkab Klungkung. Ada yang langsung menyambut dengan pelukan. Sesekali diselingi dengan menanyakan kabar. Kesaksiannya pada bencana yang merenggut nyawa ratu-

san warga itu dibagi kepada Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta. Pelatih Saulus Paulus Kamelus Dance menuturkan, sesaat setelah sampai Palu, sekitar pukul 15.00 Wita sudah disambut gempa kecil. Namun hal tersebut tak membuatnya panik. Menganggap sebagai hal biasa. Di hotel, ia memutuskan hanya sejenak melepas lelah. Kemudian bersama atletnya memutuskan untuk latihan di lapangan Fatulemo. Ketika itu, ia sempat diajak untuk melakukan rapat teknis bersama kontingen lain. Namun izin untuk tetap latihan. “Perasaan saya waktu itu tidak enak. Saya memilih ikut bersama adik-adik (atlet - red) mencoba lapangan. Sekitar jam enam sore, ada gempa besar,” tuturnya. Kejadian itu membuatnya hampir terjatuh. Orang-orang disaksikan berhamburan keluar gedung dirundung kepanikan. Mencari tanah lapang, menyelamatkan diri dari re-

runtuhan. “Tanah juga banyak yang retak. Bangunan juga rusak. Kami beruntung ada di lapangan yang memang jadi titik kumpul,” ucapnya. Ketika gempa mereda, mereka memilih menginap di Makodim. Besok paginya, yakni 29 September baru memutuskan kembali ke hotel. Ketika itu, perutnya harus menahan lapar. Tidak ada rumah makan yang buka. Minimarket juga begitu. Namun, sebuah ide pun muncul. Kamelus Dance yang merupakan anggota TNI bertugas di Kodam IX/Udayana memilih membeli beras dan satu krat telor. Itu dimasak di

steril, termasuk juga tidak memunculkan kesan kumuh,” jelasnya. Disampaikan lebih lanjut, sesuai ketentuan, pembangunan baru bisa dilakukan setelah 40 meter dari as jalan. Untuk di sekitar jembatan, bisa lebih dari itu. Pihaknya pun menduga ada oknum yang nekat memindahkan batas RMJ. Hal demikian dipastikan turut menjadi sasaran penertiban. “Biarpun patoknya dipindah, kami masih ada titik koordinat sebagai acuan,” sebut pria asal Karangasem ini. Mengantisipasi pelanggaran, pembangunan jalur lambat juga terus dikebut. Saat ini baru sampai di kilometer sebelas wilayah Kabupaten

Gianyar. “Dengan adanya jalur lambat, ruang jalan akan terlihat jelas. Mudahmudahan 2019 sudah sampai di wilayah Kusamba,” katanya. Terkait pelanggaran yang ditemukan, pihaknya mengaku terus melakukan monitoring. Jika imbauan yang diberikan tak digubris pemilik, dipastikan ada tindakan tegas. “Jangan ada unsur pembiaran. Kita tidak melihat ke belakang, tetapi ke depan. Penertiban terus berlanjut,” imbuhnya. Selain itu, pada penertiban tersebut, perhatian Satpol PP tak hanya pada bangunan. Namun juga pada pekerja di salah satu tempat hiburan malam. Ditemukan sembilan orang perempuan yang berasal dari berbagai daerah di luar Bali tidak mengantongi surat lapor diri. Mereka hanya diberikan pembinaan dan diminta untuk melengkapi administrasi. (kmb45)

hotel. Peralatannya meminjam di rumah warga sekitar. “Kami sempat kelaparan. Langsung beli beras, minjam motor warga. Dapatnya sedikit. Ada satu liter. Dapat juga telor. Itu dimasak pakai air kamar mandi,” katanya. Keinginan untuk segera kembali ke Bali sangat kuat. Namun itu tak bisa dilakukan cepat. Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu tidak beroperasi. Dihadapkan situasi seperti itu, ia harus memutar otak. Akhirnya, pada Minggu, 30 September pagi, bisa terbang ke Makassar dengan pesawat Hercules TNI Angkatan Udara.

Baqli Post/sos

TIBA - Atlet gate ball Klungkung yang selamat dari gempa Palu tiba di Klungkung dengan selamat, Senin (1/10) kemarin. Mereka juga disambut pegawai dan KONI Klungkung.

“Ketika keluar dari Palu, sampai di Makassar, baru merasa lebih tenang. Akhirnya tadi pagi (kemarin - red) bisa berlanjut terbang ke Bali dengan selamat,” imbuhnya. Atlet Putu Ryan Suryawan mengaku tak bisa melupakan kejadian yang disaksikan dengan mata telanjang itu. “Cukup panik waktu itu. Jaringan telepon tidak ada. Hanya beberapa saja yang bisa dihubungi,” ucapnya. Kejadian itu membuatnya batal bertanding. Namun, ia tetap bersyukur karena bisa selamat dari maut. “Syukur tidak kenapa,” sebut pemuda 22 tahun asal Desa Tegak, Klungkung ini. Ayahnya, Made Natar Arneci, pun menyambut senang kedatangannya dalam kondisi selamat, tanpa luka sedikitpun. “Saya tidak bisa tidur. Apa lagi ibunya. Terus berdoa supaya selamat,” tuturnya. Sementara itu, Ketua KONI Klungkung I Wayan Subamia mengaku sangat memikirkan nasib atletnya itu. Komunikasi terus dilakukan. Mulai pagi, siang dan malam. Memastikan kondisinya dalam keadaan baik. “Sekarang mereka sudah pulang dengan selamat. Kami seperti mendapat sepuluh medali emas. Sangat senang,” pungkasnya. (sos)

Senin (1/10) kemarin. Disampaikan lebih lanjut, jaringan PDAM sudah masuk ke wilayahnya. Namun baru di Banjar Pundukan Kaja dan separuh di Pundukan Klod. Itu pun belum bisa difungsikan. Sementara untuk banjar lain, yakni Pikat, Sebuluh Kawan, Batugae, Karangdawa, Penangkidan dan Sompang belum tersentuh. “Kesulitan air sudah terjadi sejak lama. Penanganannya

sangat ditunggu. S udah sering disampaikan ke pemkab,” ucapnya. Penanganan tersebut juga dinilai mendesak untuk mendukung sektor pariwisata yang potensinya cukup besar. “Kalau air bisa masuk, pariwisata bisa lancar. Sekarang air masih menjadi persoalan. Bisa menghambat. Kalau jalan rusak, masih ada. Tetapi masih bisa dilalui,” pungkasnya. (kmb45)


Selasa Kliwon, 2 Oktober 2018

BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

LOWONGAN

Kelana DMC,an Inbound Travel, is Looking for Product Manager.Experience Required. Excellent Spoken and Written English,Know how to Work on a Windows PC,have a deep Understanding of Inbound Tourism and Travel in Indonesia.Send CV to: cvproduct@outlook.com

B.BP.004.10.18.0000027

Dcr Penerjemah Inggris To Indo Gaji 5Jt/Bulan(Wnt)Gianyar Jam Kerja 09.00-18.30/082144563338

Dcr Security Bersertifikat L/P Min SLTA.CV lkp:Puri CendanaSeminyak,081212886674

B.BP.001.10.18.0000033

Dcr Segera Karyawati Bersih2 Utk Villa Rental di Legian Parttime(4 Jam) Hp:081337967727

B.BP.001.10.18.0000005

!!!Dicari PRT Max30Th Cew Tdr Dlm,Gaji 2,1 Jt H:081239337135

Dcr Sopir matic,Alphard,UMR.Bw Lmrn ke Unmar Jl.KenArok 10Dps

Dbthkn Segera Barista Waiter/ss Hub.081246949395

*Dcr FO Staff u/Hotel T4739411 E:tamanrosanihotel@gmail.com

Dcr Staff Bs Buat Sabun/Lotion Pnglmn Gj Menarik,083116088400

B.BP.004.10.18.0000043

B.BP.001.10.18.0000041

Dcr Sgr Mekanik utk Bengkel Mobil Hub.085935297350 IbuPutu

B.BP.001.10.18.0000040

Dcr Peg Mini Market(SMA) Indi Hotel Jl.Danau Buyan 33 Sanur

B.BP.001.10.18.0000039

Dcr Sopir SIM A+Tng Serabutan Laki2.SMS08123886787PakGede

B.BP.001.10.18.0000035

Dicari PRT Pengalaman Tdr Dlm Gj .2Jt-2,5Jt Hub.081246949395 B.BP.001.10.18.0000042

Dcr:Accounting Wnt,S1/SMA/K, bs.word/excel&internet. Jl.Intan LC II/II No.5 Gatsu Timur Dps 081353788640 B.BP.001.10.18.0000011

BIRO JASA

SERVICE

B.BP.166.10.18.0000038

Dcr Adm bs bhs Inggris,Sopir B1Gj+Bns+Kms+BPJSLamPT.PMA Jl.Bedahulu XVII/7, Dps

B.BP.821.10.18.0000021

Dcr Cleaning Service Wnt.Kirim Lmrn ke PT.BPR Sari Sedana,Jl. Diponegoro 252 Dps/0361-224025

B.BP.001.10.18.0000001

Dcr Lls SMU utk Guru TK/Paud. Ada Diklat.Lgs Krja.0811380028

B.BP.821.09.18.0000713

Dcr Receptionist & Kasir Hub:0361-289700/085737168071 B.BP.153.09.18.0001492

Dcr Sales Pnglaman Bhs Cina Gj 5Jt Krj 6Jam Kuta 081916378855 B.BP.001.10.18.0000003

BIRO JASA

BIRO JASA

DIJUAL RUMAH

SERVICE DIJUAL RUMAH

DIJUAL RUMAH

B.BP.001.10.18.0000030

Dcr Tenaga Min. SMP mau belajar berkerja keras dan jujur untuk menjadi tenaga handal, Cleaning Service, Tehnik AC, Operator Air kemasan,Satpam, Tukang kebun Hydroponik , ikuti pelatihan sambil bekerja ikuti working space Bali Coffee Jl.Veteran 66 Denpasar sebelah Pasar Burung Satria Hub:0818621818

B.BP.001.10.18.0000007

Dicari Sopir Hub .Komang 085100454671

B.BP.001.09.18.0001463

Welder & Teknisi Instlasi Gas, Mrketing,Akunting:085103167222

G.01

Dcr SMK Teknik Elektro, Diploma Teknik untuk bekerja sebagai tenaga Produksi, kameramen, Transmiter. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa 63 A denpasar

B.BP.001.10.18.0000031

B.BP.001.10.18.0000004

Dicari Hairstylist Barbershop Pnglmn 081230398888 WA/SMS

G.02

Bekerja sebagai Presenter, Jurnalis, Produser program Bali TV ayo bergabung ikuti pelatihan kerja dan magang kerja tamatan Diploma sampai Sarjana berbagai jurusan. Lamaran ke Bali TV Jl. Kebo Iwa No. 63 A Denpasar

B.BP.004.10.18.0000028

Dicr Kasir,Waitress/er.Hb:0361 - 757954 Little Hongkong Rest

B.BP.001.10.18.0000020

Dicr Sopir,Marketing.Lam Ke CV Tristar Jl .Cargo 24.Tlp.413324

B.BP.001.09.18.0001405

Sales/Marketing Obat/Farmasi (Tabanan), Pengalaman Hub.Dewi 0818343077

G.03

B.BP.004.10.18.0000026

Staff Produksi,Mekanik / Elektrik(Tabanan) Pengalaman Hub.Dewi 0818343077 B.BP.004.10.18.0000025

Shankara Kuta lowongan Waiter,Barista Kuta Square Blok D33 Hub: 0818621818

G.07

Ayo kerja tidak tamat sekolah: sebagai Waiter, Tukang Masak, CS, dibidang kuliner. Lamaran ke Warung 63 Arowana Food Street Jl.Veteran 66 Denpasar Hub:0818621818

G.04

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

Marketing Public Relation S1, D3, mahasiswa bekerja sambil kuliah. Lamaran ke Bag. Marcom BP, Jl.Kepundung 67A Denpasar

PENGUMUMAN

G.05

Shankara Sanur lowongan Waiter,Barista Jl Danau Toba 7 Sanur Hub: 0818621818

G.06

DIJUAL MOBIL TOYOTA

Dilelang Toyota Rush’2017 Hub.089619874461

B.BP.001.10.18.0000009

DIJUAL RUMAH

RUPA-RUPA Saya Siap Bantu Susun Laporan Pajak Hub.085931263189 (WA)

B.BP.001.10.18.0000019

KEHILANGAN

Dijual Rmh Candikuning Tbn DP 10% Bunga Krd 0.9% perbln Hub:082236881191/081805374433

BPKB No.F2084160-O DK 1598 AH An.Dewa Ayu Made Widari

DIJUAL TANAH

BPKB No.G0459109-O DK 3179 IG An.Ida Ayu Putu Padmini

B.BP.004.09.18.0000990

Dijual Tanah 1,25Are Celuk Gianyar.Hubungi:081999724208

B.BP.001.10.18.0000014

Djl Tnh 2A Hak Milik di Sanur Pinggir Jalan Hub.0811398772

B.BP.001.10.18.0000032

Kav Jl.Permata Pering 1 sd 2A 10km dr Dps Hub.081338325081

B.BP.001.09.18.0001502

T.5A,10A SHM Stratgs BrtPantai Soka Tbn 85Jt/A.085257539923

B.BP.167.10.18.0000029

B.BP.001.10.18.0000008

B.BP.001.10.18.0000010

Hilang 1 bendel Buku KIUR dan Buku Kiur No.BD 101231 a/n. PT.Bintang Agung

B.BP.001.10.18.0000016

Hilang BPKB No.JO1894702-O a/n Ni Kt Marniasih H.087860006786

B.BP.001.10.18.0000012

Telah Hilang SHM.997-Sempidi Luas:1.170M2 An.Pura Dalem Bugbugan Desa Adat Lukluk.

B.BP.001.10.18.0000002


BANGLI

14

Selasa Kliwon, 2 Oktober 2018

Lagi, TWA Gunung Batur Bukit Payang Terbakar

Bali Post/ist

KEBAKARAN - Petugas bersama masyarakat memadamkan api di kawasan TWA Gunung Batur Bukit Payang, Kintamani.

Pimpin Apel Peringatan Kesaktian Pancasila

Wabup Sedana Arta Serukan Persatuan Bangsa

DI tengah gencarnya rongrongan terhadap kebhinekaan dan persatuan Bangsa Indonesia, Wakil Bupati (Wabup) Bangli Sang Nyoman Sedana Arta, S.E. menyerukan kepada seluruh komponen bangsa untuk bersatu padu dan selalu mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, hal ini penting dilakukan untuk tetap menjaga tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal itu disampaikan Wabup Sedana Arta saat apel Kesaktian Pancasila di lapangan Kapten Mudita Bangli, Senin (1/10) kemarin. Sedana Arta mengungkapkan, Pancasila merupakan resep manjur bagi eksistensi dan persatuan bangsa Indonesia. Karena sejak ditetapkan lahir tanggal 1 Juni 1945, Pancasila telah mengalami pasang surut serta melewati berbagai macam cobaan yang puncaknya terjadi pada 30 September 1965 atau yang lebih dikenal dengan G30-S/PKI, hingga akhirnya 1 Oktober 1965 ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Oleh karena itu, melalui momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Wabup Sedana Arta mengajak seluruh komponen bangsa untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, dalam menghadapi berbagai tantangan dan rongrongan, baik dari dalam maupun dari luar. Ia

BKSDA, masyarakat dan pemandu wisata setempat. Pemadaman dilakukan dengan cara manual, lantaran medan yang tidak memungkinkan dijangkau kendaraan damkar. Sulistyo mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran. Namun pihaknya menduga kebakaran disebabkan kelalaian manusia. ‘’Penyebab masih diselidiki. Kemungkinan karena ada yang buang puntung rokok,’’ ujarnya. Kebakaran ini merupakan yang kedua kalinya terjadi pada tahun ini. Pada 25 Agustus lalu, kebakaran terjadi di kawasan yang sama. Untuk mencegah kebakaran di kawasan hutan TWA, BKSDA selama ini

Fraksi Gerindra Mengaku Tak Dapat Undangan Satu dari lima fraksi di DPRD Bangli yakni Fraksi Gerindra absen dalam rapat paripurna pembahasan dan penetapan Ranperda tentang APBD Perubahan 2018 yang digelar secara maraton, Minggu (30/9). Gerindra tak hadir dengan alasan tidak mendapatkan undangan.

APEL - Wabup Bangli Sang Nyoman Sedana Arta (tengah) saat apel Kesaktian Pancasila di lapangan Kapten Mudita Bangli, Senin (1/10) kemarin. juga mengajak semua pihak untuk semakin memahami dan mengamalkan ajaran Pancasila dalam kehidupan seharihari, melalui kerja nyata demi tegaknya NKRI. ‘’Ayo kita hapalkan, pahami dan amalkan ideologi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari melalui kerja nyata. Dengan begitu, yakinlah tidak akan ada konflik, teroris dan disintegrasi terhadap bangsa Indonesia,’’ serunya. Pada apel yang dihadiri antara lain Ketua DPRD Bangli Ngakan Made Kutha Parwata, Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo, Dandim 1626/Bangli Letkol Cpn. Andy

Pranoto, Ketua Pengadilan Negeri Bangli Gede Putu Saptawan, perwakilan Kajari Bangli, Sekretaris Daerah (Sekda) Bangli Ir. I.B. Gde Giri Putra dan pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Bangli, Wabup Sedana Arta juga mengingatkan generasi muda agar tidak larut dalam euforia kekinian. Generasi muda harus terus membumikan nilai-nilai dan ajaran pancasila dalam kehidupan sehari-hari. ‘’Melalui semangat kebersamaan dan persatuan, kita yakin apapun tantangan ke depan, pasti bisa dilewati bersama,’’ tegas Sedana Arta. (ad047)

Bali Post/ina

Petani Subak Gede Tembuku

Kembangkan Objek Wisata Air Terjun Krisik Klian Gede Subak Tembuku Kelod I Wayan Sumada, Minggu (30/9) lalu mengatakan, air terjun ini ditata krama Subak Tembuku Kelod sejak Maret lalu. Berawal dari banyaknya wisatawan yang tertarik melihat pertanian warga sekitar usai berkunjung ke objek wisata Tukad Cepung. Melihat hal itu, petani pun kemudian berusaha menata potensi air terjun lain untuk dijadikan destinasi wisata. Dengan harapan untuk membangun dan mensejahterakan masyarakat. Meski baru ditata dan dibuka, sejauh ini sudah cukup banyak wisatawan yang datang menikmati suasana alami air terjun Krisik. ‘’Air Terjun Krisik ini kami hadirkan sejatinya hanya sebagai tambahan. Objek wisata yang kami tawarkan utamanya adalah trekking melintasi areal persawahan dengan pengerjaan yang masih tradisional serta pemandangan

alam dengan latar belakang Gunung Agung,’’ jelasnya didampingi Bendahara Subak Tembuku Kelod I Wayan Pintu. Alasan dinamakannya air terjun tersebut dengan nama Air Terjun Krisik, karena air yang jatuh gemericik. Nama krisik juga sudah dipakai oleh masyarakat sejak lama untuk menyebut lokasi tersebut. Menurut cerita turun temurun, air yang jatuh dari dinding bebatuan tersebut tidak pernah kering, walau saat kemarau panjang. Karena masih tergolong baru, Sumada mengakui masih banyak hal yang harus ditata agar bisa menarik lebih banyak lagi wisatawan yang datang. Dalam penataan, hal utama yang dilakukan adalah menjadikan kawasan tersebut bebas sampah plastik. ‘’Ke depan, ada rencana kami membentuk Pokdarwis untuk mengelola objek wisata ini,’’ ujarnya. (kmb40)

telah melakukan sejumlah upaya. Mulai dari sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat, pemandu serta pengunjung, patroli rutin ke dalam kawasan TWA, hingga pembuatan sekat bakar. Pembuatan sekat bakar ini dilakukan bertujuan untuk membatasi api agar tidak meluas saat kebakaran terjadi. Jelang musim kemarau, pihaknya juga semakin mengintensifkan koordinasi dengan Koramil dan Polsek termasuk BPBD Bangli untuk bersama-sama melakukan penanganan jika terjadi kebakaran. ‘’Kita juga terus lakukan pembinaan terhadap kelompok masyarakat peduli api (MPA) yang telah kita bentuk sebelumnya,’’ jelasnya. (kmb40)

Absen di Penetapan Ranperda APBD Perubahan

Bangli (Bali Post) -

AIR TERJUN - Sejumlah pengunjung menikmati suasana alam di Air Terjun Krisik.

Bangli (Bali Post) Masyarakat di Desa Tembuku terus berupaya menggali potensi alam untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata. Setelah berhasil menghadirkan destinasi wisata Air Terjun Tukad Cepung, kini masyarakat mengembangkan objek wisata air terjun baru yang diberi nama Air Terjun Krisik. Objek wisata baru itu dihadirkan dan dikelola oleh para petani di Subak Tembuku Kelod. Air Terjun Krisik lokasinya berada di wilayah Banjar Tembuku Kelod. Untuk mencapai air terjun ini, pengunjung akan melalui hamparan sawah dan saluran irigasi yang airnya sangat jernih. Kemudian, pengunjung masih harus melalui jalan setapak yang tak terlalu panjang. Sebelum sampai di lokasi, pengunjung juga akan melewati dinding batu yang memiliki lekukan sangat indah dan alami.

Bangli (Bali Post) Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Batur Bukit Payang, Kintamani, kembali dilanda kebakaran. Kebakaran yang terjadi pada Minggu (30/9), menghanguskan sekitar 1 hektar lahan yang ditumbuhi semak-semak. Diduga kebakaran dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan di areal TWA. Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Bali Sulistyo Widodo mengatakan, lokasi lahan konservasi yang terbakar berada di bawah Pura Pasar Agung. Sebagaimana laporan yang diterimanya, kebakaran terjadi sekitar pukul 11.00 wita. Api berhasil dipadamkan sekitar satu jam kemudian oleh petugas dari

Dikonfirmasi, Minggu (30/9), Ketua Fraksi Gerindra DPRD Bangli Dewa Gde Oka mengatakan, fraksinya tidak mendapat undangan dari Sekretariat DPRD terkait acara tersebut. Undangan yang seharusnya dikirim sebelum rapat dilaksanakan, justru baru diterimanya pada Minggu malam sekitar pukul 19.45 Wita. Pada jam tersebut, rapat sudah berlangsung di DPRD Bangli. ‘’Karena undangannya baru saya terima di WA (WhatsApp) pukul itu, gimana fraksi kami datang, sementara rapat sudah berjalan di DPRD,’’ terangnya. Dewa Oka mengaku tak mengetahui penyebab pihak sekretariat dalam hal ini Bagian Persidangan dan Risalah lambat mengirimkan undangan tersebut. Dia juga mengaku heran, karena dari lima fraksi yang ada di de-

wan, hanya Gerindra yang lambat dikirimi undangan. Politisi asal Serokadan, Desa Abuan, Susut ini mengatakan, pihaknya tidak pernah mempermasalahkan undangan rapat paripurna dikirimkan via WA. Terlebih dengan situasi pada Minggu itu yang tidak memungkinkan undangan disampaikan dalam bentuk surat. ‘’Kami dari Fraksi Gerindra tidak ada niat untuk melakukan boikot. Asalkan rapat dilaksanakan sesuai mekanisme, kami pasti tetap akan mengikuti,’’ tegasnya. Ditambahkannya, meski tak hadir dalam rapat paripurna tersebut, Fraksi Gerindra sebagai bagian dari lembaga DPRD Bangli akan tetap menjunjung tinggi keputusan DPRD Bangli yang dihasilkan dalam rapat paripurna. Sementara itu, Kasubag

Persidangan dan Risalah Sekretariat DPRD Bangli Eddi Ruspariadi membantah dikatakan tidak ada mengirimkan undangan ke Fraksi Gerindra. Pihaknya sudah mengirimkan undangan via WA kepada seluruh ketua fraksi sejak Sabtu lalu. Hanya undangan ke Fraksi Gerindra saat itu tidak bisa terkirim, sementara ke empat fraksi lainnya terkirim. Setelah dicek, pihaknya kemudian mengirim ulang undan-

Bangli (Bali Post) – Setelah melalui serangkaian proses pembahasan yang relatif sangat singkat, Ranperda tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun Anggaran 2018 langsung ditetapkan pada Minggu (30/9) malam melalui rapat paripurna yang digelar di DPRD Bangli. Informasi yang dihimpun di Sekretariat DPRD Bangli, Senin (1/10) kemarin menyebutkan, ranperda ditetapkan menjadi perda sekitar pukul 21.00 Wita. Diawali pukul 15.00 Wita, dewan bersama eksekutif menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian Ranperda tentang APBD Perubahan 2018. Rapat dipimpin Ketua DPRD Bangli Ngakan

Kutha Parwata. Rapat kemudian dilanjutkan dengan agenda penyampaian pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Bangli. Setelah itu, dewan dan eksekutif kembali menggelar rapat dengan agenda penyampaian jawaban eksekutif terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD dilanjutkan rapat gabungan komisi DPRD dengan eksekutif sebelum akhirnya Ranperda APBD Perubahan 2018 ditetapkan menjadi perda. Menurut informasi, rapat terpaksa digelar maraton dalam satu hari lantaran batas waktu penetapan sudah habis. Sesuai ketentuan, Ranperda tentang APBD Perubahan 2018 harus sudah harus ditetapkan paling lambat pada Minggu

(30/9). Dalam rapat paripurna tersebut, gabungan komisi melalui pembicara, I Ketut Suastika menyampaikan, dalam tahapan pembahasan, suasana perdebatan, adu argumentasi pasti terjadi. Hal itu bukan untuk mencari-cari kesalahan, tetapi semata-semata sebagai bentuk tugas dan tanggung jawab bersama dalam rangka membangun komitmen untuk kepentingan Bangli. ‘’Tentunya kita semua berharap apa yang telah kita lakukan bersamasama dalam pembahasan, kemudian dapat menghasilkan sebuah keputusan yang dapat mempresentasikan seluruh kepentingan kita bersama. Sudah barang tentu tidak cukup sampai di sini, tahapan

gan tersebut pada Minggu malam. Edi menyampaikan, rencana rapat paripurna pembahasan dan penetapan Ranperda APBD Perubahan 2018 ini sejatinya sudah diketahui oleh para pimpinan fraksi karena pada 26 September lalu sudah sempat disampaikan dalam rapat Bamus. Bahkan rencana rapat itu juga kembali sempat disampaikan di sela-sela bimtek di Jakarta belum lama ini. (kmb40)

Dewa Gde Oka

Bali Post/ina

Dibahas Singkat, Ranperda APBD-P Ditetapkan Malam Hari terpenting setelah itu justru pada tahapan implementasi dari keputusan yang kita ambil,’’ kata Suastika. Meski menyetujui Ranperda tentang APBD Perubahan 2018 menjadi perda, Gabungan Komisi DPRD Bangli dalam rapat paripurna itu tetap memberikan sejumlah saran untuk ditindaklanjuti eksekutif di antaranya, meminta eksekutif ke depannya menyiapkan porsi anggaran yang lebih besar untuk menanggulangi kemiskinan. Eksekutif juga disarankan untuk melakukan berbagai upaya agar pembangunan Bangli semakin meningkat sehingga mampu memberikan manfaat yang sebesarbesarnya bagi masyarakat Bangli. (kmb40)


15

Selasa Kliwon, 2 Oktober 2018

Percantik Lingkungan, Gang Dihiasi Mural KREATIVITAS di kalangan generasi muda bisa dijadikan modal dalam menata sebuah lingkungan. Bahkan, melalui kreativitas yang tinggi mampu menciptakan lingkungan menjadi tambah asri. Kondisi ini mulai diterapkan di sejumlah lokasi di Denpasar. Setelah sebelumnya sukses mengembangkan inovasi gang hijau dan kampung hijau, kini desa/kelurahan tak hentihentinya berinovasi dengan mendorong pengembangan rurung mural. Kegiatan ini untuk menambah keindahan lingkungan sekitar. Seperti yang terlihat di Desa Dauh Puri Klod yang telah mengembangkan rurung mural. Ke depan Kelurahan Sesetan juga bersiap untuk mengembangkan rurung mural dengan menggandeng sebuah sekolah seni di Denpasar. Dari pantauan Senin (1/10) kemarin, wilayah gang yang sudah ditata, yakni Jalan Serma Made Phil, Jalan Serma Mendra, dan Jalan Teuku Umar Gang Rajawali. Sedang-

kan untuk Kelurahan Sesetan sedianya akan ditata dengan menyasar Jalan Gurita, Jalan Suwung Batan Kendal Gang Sari Gading, dan pinggiran sungai di Pura Dalem Batan Kendal sepanjang 25 kilometer. Dengan tema lingkungan yakni kebersihan sungai, menanam pohon, memilah sampah, dan permainan anakanak. Penjabat Perbekel Dauh Puri Klod Ni Luh Sukarmi mengatakan, pengembangan gang mural ini merupakan bentuk pembangunan dan pengembangan desa yang melibatkan masyarakat. Adanya rurung mural ini memberikan beragam manfaat bagi lingkungan. Selain dapat mempercantik kawasan gang dan jalan, adanya rurung mural ini tentu menjadi wadah pengembangan bakat melukis dan seni bagi generasi muda. “Dengan adanya seni mural di gang-gang tentu dapat menambah keindahan gang itu sendiri, sehingga kesadaran masyarakat untuk menjaga

lingkungan diharapkan tumbuh seiring kondisi gang yang terus dipercantik,” paparnya. Hal senada juga disampaikan Lurah Sesetan Ni Ketut Sri Karyawati. Dia mengatakan, partisipasi masyarakat dalam pembangunan harus terus dimaksimalkan, sehingga inovasi yang dilaksanakan tepat sasaran. Selain itu, dengan adanya rurung mural ini diharapkan dapat menjadi solusi guna membangkitkan rasa kepedulian lingkungan masyarakat. “Ya, kalau lingkungan gangnya sudah indah dan cantik, tentu masyarakatnya harus ikut menjaga dengan tidak membuang sampah sembarangan contohnya,” katanya. Guna menyukseskan program tersebut, kata Sri Karyawati, pihaknya turut menggandeng instansi lainnya serta CSR dari perusahaan sehingga penataan lingkungan dapat terus dimaksimalkan. Selain itu, pihaknya juga turut memberikan ruang seluasluasnya bagi masyarakat atau

WARUNG GLOBAL

Jangan Mudah Percaya

Menjelang Pilpres dan Pileg 2019, tak jarang media sosial (medsos) menyebarkan berita bohong (hoax). Selain menjatuhkan lawan politik, hoax juga memicu paham radikal yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Para pengopini di acara Warung Global yang disiarkan Radio Global 96,5 FM menyampaikan beberapa tips agar tidak mudah mempercayai berita bohong. Berikut rangkumannya. Jangan mudah diiming-imingi imbalan atau hadiah baik berupa materi maupun lainnya untuk menyebarkan sesuatu. Demikian menurut Fera di Tabanan dan Ayu di Petang serta Mursi di Denpasar. Untuk itu kita harus banyak-banyak membaca informasi yang benar dengan memverifikasi, jangan mudah tergiur sesuatu, pakailah akal sehat, teliti dengan seksama, jangan terburuburu memberikan komentar atau membagikan berita tersebut di media sosial. Kalau

di zaman dulu, sebelum ada media sosial, kata Suardana di Tabanan, hoax disampaikan melalui gosip, janji palsu dan sejenisnya. Ini termasuk berita bohong juga. Untuk itu kita harus bijak dalam menggunakan media sosial. Bukan hanya menjelang hajatan politik saja berita hoax menyebar. Menurut Ketut Dawi di Abiansemal, dalam keseharian kita sering menerima SMS memenangkan undian. Tak jarang pula sekalipun orang pintar kena

juga. Ia memberikan tips untuk mengindari hal itu. Harus pakai akal sehat/logika kita, jangan mudah tergiur dengan iming-iming. Jika menerima SMS seperti itu, sebaiknya langsung dihapus. selain itu bagi penyebar hoax ini seharusnya diberikan sanksi yang berat sesuai aturan yang berlaku. Pendapat ini juga dibenarkan Ari di Karangasem, UU ITE lengkap dengan sanksi harus diberlakukan sehingga pelaku penyebar hoax jera. (sikha)

Putu Mayuni Sebental lagi kain tenun ini akan hadir di pusat pameran IMF-WB Annual Meeting di Nusa Dua. ‘’Mudah-mudahan ada dampaknya terhadap penjualan,’’ tutur Putu Mayuni. Ia pun mulai mempersiapkan berbagai produk khas yang berpeluang mudah terjual. Pelukis Wayang Kamasan juga berharap hal serupa. Salah satunya, Jero Mangku Muriati Mura. Ia mendukung jika event tersebut bisa dijadikan ajang promosi karyanya di tengah lesunya penjualan akhirakhir ini. ‘’Apa lagi tahun lalu. Terasa sangat sepi. Kalau memang ada promosi, sangat

bagus,’’ tuturnya saat ditemui di sela-sela demo melukis di Kertha Gosa. Perempuan asal Banjar Siku, Desa Kamasan ini mengaku selama ini pemkab sudah membuatkan wadah untuk para pelukis. Namun dari sisi promosi karya, masih lebih banyak dilakukan secara mandiri. ‘’Seperti tiang, mencari jaringan ke luar negeri sendirian,’’ imbuhnya Lukisan ini tak asing lagi bagi masyarakat Bali. Sebuah karya seni yang sejak lama menjadi kekayaan Kabupaten Klungkung. Tak sebatas seni belaka, juga mengandung cerita yang bersumber dari pawayangan, seperti Ramayana dan Mahabharata. Sarat akan filosofi. Harga jualnya

bervariasi, tergantung ukuran dan kerumitannya. Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Klungkung I Wayan Ardiasa menilai endek dan lukisan itu paling memungkinkan untuk dilirik delegasi sebagai cenderamata lantaran memiliki ciri khas. ‘’Keduanya menjadi unggulan Klungkung. Kami ingin memperluas promosinya,’’ jelasnya. Partisipasi dalam pameran kali ini juga instruksi dari pemerintah provinsi. Pihaknya pun menyambut hangat lantaran bisa membukakan peluang pasar. ‘’Kami tinggal menunjuk perajin yang mewakili. Sudah dikoordinasikan,’’ sebutnya. (sos)

1.203 Korban Sutopo mengatakan belum semua wilayah terdampak gempa dan tsunami memberikan informasi tentang korban meninggal dunia. ‘’Dari Kabupaten Sigi belum ada informasi,’’ ujarnya. Terkait jumlah korban meninggal dunia versi lain yang menyatakan mencapai 1.203 orang, Sutopo mengatakan itu bukan angka resmi dari posko induk penanganan gempa dan tsunami, melainkan hanya perkiraan. Angka yang dikeluarkan BNPB adalah korban meninggal dunia yang jenazahnya sudah ditemukan. ‘’Mohon masyarakat mengacu data dari BNPB yang berasal dari posko induk,’’ katanya. Rp 560 Miliar Sementara itu, Menteri

Keuangan Sri Mulyani memastikan dana siap pakai (on call) sebesar Rp 560 miliar untuk bencana gempa dan tsunami di Kota Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah sudah cair. ‘’Proses penganggarannya sedang berjalan sehingga itu kami setujui pada Sabtu (29/9) lalu. Hari ini juga sudah cair,’’ ujar Sri Mulyani ditemui di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin kemarin. Dana siap pakai adalah dana yang selalu tersedia dan dicadangkan oleh pemerintah untuk digunakan pada saat keadaan darurat bencana sampai dengan batas waktu keadaan darurat berakhir. Sri Mulyani menjelaskan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menentukan pemanfaatan dana penanggulangan bencana. Dana sebesar Rp 560 miliar

tersebut juga masih bisa ditambah. BNPB dapat melakukan pengerahan tim kesehatan maupun personel TNI dan Polri dengan menggunakan dana siap pakai untuk kedaruratan bencana. ‘’BNPB membuat suatu pul dana, jadi mereka yang akan menentukan untuk daerah-daerah yang memang memiliki prioritas tinggi,’’ ujar Menkeu. Selain itu, Sri Mulyani juga menegaskan bahwa penanggulangan bencana di Sulteng masih difokuskan untuk penyelamatan korban terdampak gempa dan tsunami. ‘’Kita masih belum masuk dalam proses untuk mengidentifikasi, apalagi merehabilitasi karena sekarang sedang berkejar dengan waktu, banyak dari saudarasaudara kita yang masih tertimbun,’’ ujarnya. (ant)

seniman lokal yang hendak menunjukkan karya muralnya. “Jadi karena ini dibuat dengan partisipasi masyarakat, maka rasa untuk menjaganya secara bersama-sama juga akan terus tumbuh,” paparnya. Sementara itu, Plt. Kadis PUPR Kota Denpasar Nyoman Ngurah Jimmy Sidarta mengatakan, pihaknya menwakili Pemkot Denpasar sangat mendukung dan menyambut baik adanya pengembangan gang mural yang difasilitasi oleh desa/kelurahan di Kota Denpasar. Selain dapat menambah keindahan dan membuat lingkungan tertata, adanya gang mural ini secara berkelanjutan dapat menjadi sebuah destinasi wisata baru di tengah kota. “Pemkot terus mendukung pola pembangunan yang melibatkan masyarakat. Ke depan dapat menjadi destinasi wisata yang dapat menjadi sumber pendapatan baru dan memberdayakan masyarakat sekitar,” tegasnya. (ara)

Bali Post/ist

MURAL - Salah satu lingkungan yang asri dengan hiasan mural di Denpasar.

Waspadai Gerakan Baru Rongrong Empat Pilar Jakarta (Bali Post) Dampak radikalisme yang diakibatkan oleh budaya dinilai lebih berbahaya dibanding dampak dari paham radikal terkait ideologi, ekonomi dan agama. Pasalnya, dampak dari radikalisme budaya seringkali tidak disadari oleh masyarakat sebuah kejahatan yang sebenarnya telah menggeser dan membunuh nilai-nilai dasar yang disepakati yaitu Pancasila. ‘’Apa contohnya? Kasus pengeroyokan berujung kematian oleh pendukung klub sepak bola Persib, yang disebut Viking. Itu radikal, kok bisa saling membunuh. Sekarang penjarahan di Palu ada juga. Penjarahan itu juga

masuk kategori radikal dalam lingkup budaya,’’ kata Sodik Mujahid dalam diskusi bertema ‘’Nilai-nilai Kebangsaan Menangkal Budaya Radikalisme’’ di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (1/10) kemarin. Pengamat politik Boni Hargens mengatakan isu merebaknya paham radikal apabila dikaitkan dengan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh tiap 1 Oktober, bisa menjadi momentum merefleksikan Pancasila sebagai dasar negara, falsafah dan fondasi negara. Tetapi, pada saat kekinian, Boni mengingatkan tentang bahaya dari gelombang radikalisasi dan fundamentalisme

PEDULI PENGUNGSI GEMPA LOMBOK Bali Post menerima titipan sumbangan untuk disalurkan kepada para pengungsi gempa Lombok. Bagi masyarakat yang peduli dan ingin membantu saudara kita yang kini berada di pengungsian, bisa menitipkan sumbangan ke Bali Post. Sumbangan bisa langsung diserahkan ke Sekretariat Bali Post Jl. Kepundung 67 A Denpasar, telepon (0361) 225764 atau melalui dompet simpati Anda Bali Post BCA Cabang Denpasar NO: 040-3555000.

Ni Made Suartini Nyoman Gde Gita Yo I Made Alit Oka Pa I Made Alit Oka Pa Jumlah penerimaan hari ini Jumlah penerimaan sebelumnya Jumlah penerimaan seluruhnya

Rp Rp Rp Rp

200.000 100.000 25.000 25.000

Rp 350.000 Rp 579.246.377 Rp 579.596.377

Nama Bali Sementara informasi yang beredar, ada 14 anggota polisi yang meninggal saat gempa dan tsunami tersebut. Dari 14 nama tersebut, selain I

Gusti Kadek Sukamiarta, ada empat lagi nama Bali yang disebut menjadi korban. Bahkan tiga di antaranya adalah Polwan. Namun informasi tersebut belum terkonfirmasi dari aparat yang berwenang. (ant)

gelombang radikalisasi yang meningkat sangat tajam dengan menunggangi isu-isu politik baik pilkada, pemilu legislatif maupun pemilu presiden. Anggota MPR dari Fraksi Partai Golkar Satya Wira Yudha mengungkapkan ada satu gerakan yang masif sebetulnya yang mengarah dari satu tren perubahan dari politik modern ke politik konservatif. Tujuannya mengobrak-

abrik empat landasan bernegara yang sudah disepakati oleh para pendiri bangsa itu Pancasila, UUD 19545, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI yang yang dikenal sebagai Empat Pilar Bernegara. ‘’Politik yang konservatif itu memang lahir dari perbedaan. Jadi dia membawa ras, isu agama, isu-isu yang membedakan satu dengan yang lain dan itu di Amerika berhasil,’’ ungkapnya.(kmb4)

Pertama Kali Ia mengalami patah tulang paha kiri akibat terjatuh di kamarnya saat gempa 7,4 SR terjadi di Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) petang. Ditemui di PCC RS Wahidin Sudirohusodo, Sundari menuturkan betapa dahsyatnya gempa yang terjadi di Palu dan Donggala. Sepanjang hidupnya, ia mengaku pertama kali merasakan guncangan sedahsyat itu. ‘’Sesaat sebelum gempa, sebetulnya saya hendak mengajar. Karena ada program menarik di TV, jadi saya nonton dulu. Tiba-tiba ada getaran keras dan rumah bergoyang. Beberapa perabotan jatuh. Saya juga tidak bisa jaga keseimbangan dan ikut terjatuh,’’ ujarnya. Setelah terjatuh, perempuan yang juga aktif di Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sulawesi Tengah dan beberapa organisasi keagamaan ini tidak bisa bangun karena guncangan masih sangat keras dan berlangsung berulang-ulang. Ia harus merangkak dengan menyeretnyeret kakinya agar bisa keluar rumah. Sampai di luar, ia melihat semua tetangganya sudah pada berlarian mencari tempat

yang aman. ‘’Saat bersamaan, saya juga mendengar suara air dan gemuruh yang sangat keras dari bawah tanah,’’ tambahnya. Sampai saat ini, Sundari mengaku trauma dengan getaran. Bahkan saat merasakan getaran akibat tempat tidur pasien didorong perawat, ia mengaku masih takut. ‘’Aduh, kalau saya merasakan getaran, saya takut. Teringat gempa itu. Mudah-mudahan tidak ada lagi kejadian seperti ini,’’ rintihnya sembari menahan sakit. Saat ini di rumah sakit, Sundari sudah ditemani anak perempuannya, Desi Triandari, yang langsung terbang ke Makassar dari Yogyakarta. ‘’Mudah-mudahan ibu bisa dirujuk ke Yogyakarta. Kebetulan banyak juga keluarga di Yogyakarta,’’ harap Desi. Desi mengaku bersyukur, selama dirawat di Makassar, anak muda yang tergabung dalam KMHDI dan Peradah dan warga Hindu di Makassar menjenguk ibunya di rumah sakit. ‘’Saya berterima kasih atas kepedulian warga di Makassar. Walaupun tidak saling mengenal satu sama lain, namun kami dianggap keluarga,’’ sebutnya. (kmb20)


balipost (166rb Like) http://facebook.com/balipost

Selasa KLIWON, 2 OKTOber 2018

@balipostcom (5.495 Follower) http://twitter.com/balipostcom

@balipostcom http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

Masyarakat Makin Sadar Pentingnya Sertifikat Senam Denpasar (Bali Post) Masyarakat makin sadar akan pentingnya sertifikat senam bagi kalangan instruktur. Hal ini terbukti dengan meningkatnya peserta Uji Kompetensi Senam Level 2 yang akan diselenggarakan oleh Lala Studio di Jalan Veteran 66 E, Puri Satria, Denpasar, 10 Oktober mendatang. Pemilik Lala Studio Adolfina Grace Tangkudung mengungkapkan, hingga saat ini peserta uji kompetensi sudah mencapai 24 orang. Pihaknya masih membuka pendaftaran hingga Sabtu (6/10) nanti. ‘’Kami batasi maksimal 30 peserta, jadi tinggal enam peserta lagi,’’ ujarnya di Denpasar, Senin (1/10) kemarin. Peserta berdatangan dari Buleleng, Gianyar, Badung, Denpasar, Malang (Jatim) dan Bandung (Jabar). Mereka

bukan hanya alumni Lala Studio, tetapi banyak juga yang berasal dari luar. Cukup tingginya antusiasme peserta menandakan masyarakat makin sadar pentingnya sertifikat bagi instruktur senam. ‘’Instansi pemerintah atau swasta yang biasa menyelenggarakan senam di kantornya berhak menanyakan kepada instruktur apakah mengantongi sertifikat atau tidak,’’ tegasnya. Menurut Grace, persaingan di era globalisasi ini menuntut seorang instruktur senam mahir di bidangnya dan dikuatkan dengan bukti sertifikat. Tujuannya, untuk meningkatkan kualitas SDM dan sikap profesional dalam menyongsong persaingan bebas pada Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). (022)

Susila Putra Bersiap ke BBC Mangupura (Bali Post) Tercatat 30 pemain dijaring dalam turnamen sepak bola Piala Susila Putra di Lapangan I Gusti Ngurah Rai, Sibangkaja, Abiansemal, Badung, guna dipersiapkan mengikuti kejuaraan Bupati Badung Cup (BBC) yang akan berlangsung pertengahan Oktober mendatang. Pemain yang direkrut berusia 20-22 tahun yang berasal dari tujuh tim. Terpilih sebagai pemain terproduktif Yoga Devayana (Porkhap). Ke-30 pemain yang memperkuat Susila Putra di ajang Bupati Badung Cup akan ditangani pelatih Gede Galung Setyadi. ‘’Kami

LeBron James Hanya Cetak 9 Poin

Bali Post/ant

SELEBRASI - Pemain Timnas Indonesia Sutan Zico melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Australia pada perempatfinal Piala Asia U-16 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Malaysia, Senin (1/10) kemarin.

Piala Asia U-16

membina dan menumbuhkan geliat sepak bola anak muda di Sibangkaja,’’ tutur Ketua Panpel Ida Bagus Purnaya, Senin (1/10) kemarin. Turnamen Piala Susila Putra yang melibatkan delapan tim dan digelar sejak 5 Agustus lalu tiap Sabtu dan Minggu, berakhir Minggu (30/9) lalu. Keluar sebagai juara Porkhap Banjar Piakan sekaligus menerima piala bergilir Camat Abiansemal, disusul Porsint Banjar Sintrig dan Bima Kroda Banjar Lambing. Peserta lainnya adalah Porbala Banjar Lateng, Porbasi Banjar Sangging, Desty Banjar Saren, Banteng Muda Banjar Tengah dan Kompas. (022)

Bali Post/ist

JUARA - Tim Porkhap Banjar Piakan Sibangkaja, Abiansemal, tampil sebagai juara turnamen Piala Susila Putra.

Eddy Waluyo Pelopor Inkanas Jembrana Denpasar (Bali Post) H. Eddy Waluyo selama ini dikenal sebagai Ketua Majelis Sabuk Hitam (MSH) Institut Karate-do Nasional (Inkanas) Perwakilan Jembrana sekaligus pelopor berdirinya Inkanas di Bumi Makepung. Pria yang menjabat Kasatpol Air Polres Jembrana ini menerima penghargaan dari Kapolda Bali berkat prestasi dan dedikasinya dalam menjalankan tugas kepolisian. Penghargaan diserahkan Irwasda Polda Bali Kombes Pol. Drs Wahyono, M.Hum. pada upacara Hari Kesaktian Pancasila di Mapolda Bali, Denpasar, Senin (1/10) kemarin. Eddy Waluyo mendapat penghargaan bersama tiga perwira Polda Bali lainnya. Ketua MSH Pengda Inkanas Bali Bali Santono menjelaskan, Eddy Waluyo adalah sosok pelopor berdirinya Inkanas Jembrana. Karateka Inkanas DAN III ini terkenal ulet, tahan uji dan sabar. Berkat kegigihannya, Inkanas kini telah bertambah lima ranting dan karateka Inkanas Jembrana banyak yang menorehkan prestasi juara. ‘’Eddy Waluyo tekun melatih anak-anak. Dia sukses mengembangkan Inkanas termasuk kariernya di institusi kepolisian,’’ ucapnya. (022) H. Eddy Waluyo

Timnas Sudah Berikan Segalanya Kuala Lumpur –

Tim nasional sepak bola Indonesia U-16 gagal lolos ke Piala Dunia U-17 FIFA tahun 2019 setelah kalah dengan skor 2-3 dari Australia pada babak perempatfinal Piala Asia U-16 2018 di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (1/10) kemarin. Meski tak berhasil melaju ke semifinal Piala U-16 Asia 2018 yang menjadi syarat berlaga di Piala Dunia U-17 2019, Indonesia sudah mencatat prestasi di turnamen yang diikuti 16 negara itu. Dengan menjadi perempatfinalis, timnas U-16 menggoreskan prestasi terbaik keduanya di Piala Asia usai merebut peringkat keempat pada tahun 1990. Pelatih timnas Indonesia U-16 Fakhri Husaini mengatakan, salah satu perbedaan mendasar skuadnya dengan Australia adalah kompetisi sepak bola usia muda. ‘’Secara umum kami setara dengan Australia. Yang membedakan yaitu para pemain mereka berasal dari kompetisi usia muda yang baik dan itu terlihat dari kualitas permainan mereka,’’ jelasnya usai pertandingan. Ia bangga kepada para pemainnya yang sudah berjuang keras meski akhirnya kalah. ‘’Mereka sudah memberikan segalanya di turnamen ini dan tampil luar biasa,’’ ujarnya. Fakhri menganggap wajar para pemainnya bersedih atas hasil negatif kontra Australia. Namun, dia minta Amiruddin Bagus dan kawan-kawan tidak tenggelam dalam lara. Sebab, sebagai pemain muda, mereka memiliki masa depan cerah. Fakhri mewakili tim berterima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang selalu memberikan dukungan untuk skuadnya, khususnya yang hadir langsung di stadion ketika pasukan berjuluk Garuda Asia berlaga. ‘’Dukungan suporter untuk kami luar biasa. Saya berterima kasih untuk itu sekaligus memohon maaf kami harus terhenti di perempatfinal,’’ tambahnya. Saling Serang Kedua tim saling serang sejak awal pertandingan. Australia yang pertama memiliki peluang melalui tendangan dari dalam kotak

penalti oleh Noah Botic pada menit ke-11 yang masih dapat diblok dengan baik oleh kiper Indonesia Ernando Ari. Indonesia tidak mau kalah. Sutan Zico memaksa kiper Austrlia Adam Pavlesic berjibaku menyelamatkan gawangnya pada menit ke-15. Empat menit kemudian gol Garuda Asia tercipta. Zico dengan jitu memanfaatkan bola yang bergulir ke arahnya setelah pemain bertahan Australia gagal melakukan kontrol. Tanpa menghentikan bola terlebih dahulu, Zico melakukan sepakan kaki kiri. Skor 1-0 untuk Indonesia bertahan hingga turun minum. Pada menit ke-51, Australia membuat lebih dari 13.000 pendukung Indonesia terdiam setelah bek Daniel Walsh melesakkan gol melalui sundulan. Berselang enam menit Australia berbalik memimpin 2-1 berkat gol bek Adam Leombruno. Jarak semakin melebar pada menit ke-74 usai Noah Botic membuat gol ketiga tim negeri kanguru. Indonesia mempertipis ketinggalan pada menit ke-89. Rendy Juliansyah yang masuk menggantikan Supriadi sukses menyarangkan bola ke jala Australia. Australia menyusul Tajikistan dan Jepang yang lebih dulu lolos ke Piala Dunia U-17. Tajikistan menundukkan Korea Utara 5-3 (1-1) lewat adu penalti, sedangkan Jepang mengatasi Oman 2-1, Minggu (30/9) lalu. Di empat besar, Tajikistan berhadapan dengan Korea Selatan/India, sedangkan Jepang bertemu Australia. (ant)

jutnya DIY meraih 3 emas, 5 perak dan 3 perunggu. Di bawah Bali bercokol Jawa Tengah yang mendulang 3 emas, 2 perak dan 6 perunggu. Urutan berikutnya ditempati Kalimatan Timur (2 emas, 7 perak dan 2 perunggu), Riau (1 emas, 2 perak, 1 perunggu), Kalimantan Utara (1 emas), Kalimantan Selatan (2 perak, 2 perunggu), K Kepulauan Babel (2 perak, 1 perunggu), Sumatera Barat (2 perak), DKI Jakarta (1 perunggu) dan Sumut (1

LeBron James

Pembukaan APG Usung Tema Khusus Jakarta (Bali Post) – Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (INAPGOC) menyatakan acara pembukaan Asian Para Games (APG) 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta pada 6 Oktober nanti akan mengusung tema khusus. ‘’Temanya ‘From Disability to Ability’,’’ kata Direktur Media dan PR INAPGOC Muhammad Farhan dalam kegiatan Forum Merdeka Barat 9 di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Jakarta, Senin

(1/10) kemarin. Menurutnya, tema tersebut memiliki arti bahwa keikutsertaan atlet-atlet disabilitas dalam Asian Para Games 2018 menunjukkan keberdayaan bangsa Indonesia. Keberdayaan itu ditunjukkan melalui bidang olahraga. ‘’Selain menunjukkan bahwa Indonesia adalah bangsa yang berdaya, Asian Para Games juga merupakan panggung untuk kesetaraan, bukan belas kasihan, bagi seluruh penyandang disabilitas. Itu pesan yang ingin kami sampaikan,’’ ujar Farhan.

Panjat Tebing Bali Juara III Riau (Bali Post) – Kontingen Bali merebut 3 medali emas, 2 perak dan 6 perunggu dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing Kelompok Umur (PTKU) XIII/2018 di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, yang berakhir Minggu (30/9) lalu. Bali menjadi juara umum III di bawah Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Jatim yang dinobatkan sebagai juara umum memperoleh 17 medali emas, 6 perak dan 7 perunggu. Selan-

California – Megabintang bola basket LeBron James melakoni debutnya saat Los Angeles Lakers takluk 107-124 di tangan Denver Nuggets dalam pertandingan pramusim NBA di Valley View Casino Center, California, Amerika Serikat, Senin (1/10) kemarin. James hanya mencetak 9 poin, 3 rebound dan 3 assist. Menur u t catatan pertandingan laman resmi NBA, kontribusi perdana James berseragam Lakers adalah sebuah umpan yang menjadi assist untuk dunk yang dilesakkan Brandon Ingram saat pertandingan memasuki menit kedua. Poin perdana James untuk Lakers tercipta tak sampai semenit berselang, saat ia menyarangkan tembakan tripoin usai menerima sodoran bola dari Rajon Rondo. James menghabiskan paruh kedua pertandingan di bench Lakers sejak ditarik keluar digantikan Kyle Kuzma saat kuarter kedua menyisakan waktu satu menit. Nuggets keluar sebagai pemenang pertandingan berkat capaian dua digit poin dari tujuh penggawanya yang dipimpin Juancho Hernangomez dengan 19 poin diikuti 18 poin dari Jamal Murray dan 17 poin sumbangan rekrutan anyar JaVale McGee. Kedua tim kembali berhadapan dalam lanjutan laga pramusim, Rabu (3/10) besok. Dalam rangkaian pertandingan pramusim lainnya, Boston Celtics menang 112-105 atas Charlotte Hornets, San Antonio Spurs mengalahkan Miami Heat 104100, Chicago Bulls membekuk New Orleans Pelicans 128-116 dan Los Angeles Clippers mengatasi perlawanan Sidney Kings (Australia) 110-91. (ant)

perunggu). Sementara Provinsi Aceh, Banten, Bengkulu, Jambi, Jawa Barat, Kalbar, Kalteng, Kepri, Lampung, Maluku, Sulsel, Sulteng, Sulut dan Sumsel tidak meraih medali. Ketua KONI Provinsi Riau Emrizal Pakis di Rengat, Senin (1/10) kemarin, menyatakan, sebanyak 246 atlet panjat tebing dari 26 provinsi ambil bagian dalam kejurnas. Piagam dan medali diserahkan oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Armansyah mewakili Bupati Indragiri Hulu.

Bupati Indragiri Hulu Yopi Arianto dalam sambutan tertulis yang dibacakan Armansyah mengatakan, terselenggaranya event nasional panjat tebing di Arena Venue Sport Climbing FPTI Inhu Kawasan RTH Pematang Reba ini berjalan sukses. Pihaknya memberikan apresiasi tinggi kepada semua pihak karena telah memberikan yang terbaik dalam kejurnas. Ia berharap ke depan ajang nasional kembali dilaksanakan di Indragiri Hulu karena pihaknya sudah siap. (ant)

Acara pembukaan Asian Para Games 2018 akan dimeriahkan oleh penampilan beberapa artis ibu kota, antara lain Armand Maulana, Once Mekel dan Maudy Ayunda. Penyanyi disabilitas juga ikut tampil. ‘’Kami berharap para

penonton merasa terhibur dan ikut tertular semangat yang dikobarkan oleh para atlet,’’ tutur Farhan. Empat kategori tiket yang dijual untuk pembukaan Asian Para Games 2018, yaitu Bronze seharga Rp 500.000,

Silver Rp 750.000, Gold Rp 1.500.000 dan Platinum Rp 2.500.000. Tiket dapat dibeli melalui laman loket.com. Acara penutupan akan dilaksanakan di Stadion Madya, Senayan, pada 13 Oktober 2018. (ant)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook