Skip to main content

Edisi Jumat 2 Agustus 2019 | balipost.com

Page 1

Bali Post

balipost http://facebook.com/balipost

SEJAK 1948

@balipostcom http://twitter.com/balipostcom

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

Pengemban Pengamal Pancasila

Hentikan Megaproyek di Bali Selatan Denpasar (Bali Post) ForBALI mengirim surat terbuka kepada Presiden RI Joko Widodo terkait desakan penghentian megaproyek di Kawasan Rawan Bencana (KRB) Bali Selatan, Kamis (1/8) kemarin. Surat ini menyikapi pernyataan Jokowi yang menyebut Indonesia berada di kawasan cincin api rawan bencana. Kalau di satu lokasi di daerah rawan gempa atau banjir, Jokowi menegaskan agar jangan dibangun bandara, bendungan, dan perumahan di lokasi itu.

SURAT TERBUKA - Dari kiri: Direktur Eksekutif Walhi Bali I Made Juli Untung Pratama, Koordinator ForBALI I Wayan ‘’Gendo’’ Suardana dan Dewan Daerah Walhi Bali Suriadi Darmoko saat menunjukkan surat terbuka yang dikirim ForBALI kepada Presiden RI Joko Widodo, Kamis (1/8) kemarin. ‘’Kebijakan Jokowi ini bagus, walaupun sangat terlambat sebetulnya karena kalau kami sendiri di ForBALI sudah memberikan kajian. Baik di diskusi publik amdal TWBI maupun dalam surat-surat kami selama proses advokasi rencana reklamasi Teluk Benoa oleh TWBI,’’ ujar Koordinator ForBALI I Wayan ‘’Gendo’’ Suardana dalam keterangan pers di Denpasar, kemarin.

Senada dengan pernyataan Jokowi yang disampaikan pada saat pembukaan Rakornas BMKG di Istana Negara, Gendo menyebut Teluk Benoa sejatinya ada di zona merah. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bahkan telah menyatakan Teluk Benoa sebagai kawasan rawan tsunami dan likuifaksi. Kawasan ini juga rawan amblesan karena struktur tanahnya adalah pasir

Tanah ’’Pelaba’’ Pura Hendak Dieksekusi

Warga Pakudui Kangin Bawa ’’Pratima’’ ke Pengadilan Gianyar (Bali Post) Puluhan krama Pakudui Kangin, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang mendatangi Pengadilan Negeri Gianyar, Kamis (1/8) kemarin. Maksud membawa pratima sebagai saksi niskala sidang anmeaning terkait sengketa lahan di desa setempat. Krama membawa pratima Pura Puseh desa setempat dengan jempana lengkap dengan baleganjur karena tanah pelaba pura hendak dieksekusi sesuai keputusan pengadilan. Krama Pakudui Kangin terpantau tiba di PN Gianyar pada Kamis pagi sekitar pukul 09.00 Wita. Ratusan warga yang terdiri dari 45 kepala keluarga itu datang mengendarai dua truk. Nah, setiba di PN Gianyar masyarakat yang membawa jempana tersebut sempat dihadang oleh petugas agar tidak sampai masuk ke areal pengadilan. Karena aksi itu sempat terjadi perdebatan alot, namun setelah dilakukan negosiasi dengan petugas, akhirnya krama diizinkan membawa jempana dengan pratima masuk ke areal PN Gianyar. Jempana ini hanya di-pundut oleh krama hingga tepat di depan Padmasana PN Gianyar. Hal. 15 Mencari Kebenaran

USUNG JEMPANA - Terlihat warga mengusung jempana dengan pratima di PN Gianyar, Kamis (1/8) kemarin.

sampai kedalaman 15-30 meter. ‘’Dalam penelitian LIPI sekitar tahun 2010-2011, itu jelas tidak merekomendasi pembangunan infrastruktur di Teluk Benoa dan sekitarnya karena kalau terjadi gempa minimal 7 SR, itu berpotensi terjadi bencana tsunami dan likuifaksi,’’ jelasnya. Tetapi di Teluk Benoa dan sekitarnya sekarang, lanjut Gendo, justru telah banyak

dibangun infrastruktur dan akan dibangun lagi infrastruktur baru. Di antaranya rencana reklamasi Teluk Benoa seluas 700 hektar, reklamasi perluasan Bandara Ngurah Rai hingga 147 hektar, serta reklamasi Pelabuhan Benoa oleh Pelindo yang seluruhnya bertentangan dengan pernyataan Presiden Jokowi. Selain itu, ada pula rencana Pemkab Badung mereklamasi seluas 50 hektar untuk pembangunan sport tourism berkedok normalisasi pesisir di Tanjung Benoa. ‘’Rencana reklamasi berkedok normalisasi oleh Pemkab Badung adalah rencana yang juga bertentangan dengan kebijakan Presiden karena tidak adaptif terhadap Teluk Benoa sebagai kawasan rawan bencana, baik gempa, tsunami maupun likuifaksi,’’ paparnya. Menurut Gendo, di dalam surat terbuka, ForBALI meminta Presiden Jokowi untuk menghentikan rencana reklamasi Teluk Benoa. Kemudian memerintahkan Menteri Susi Pudjiastuti agar mencabut izin lokasi reklamasi, serta membatalkan Perpres No.51 Tahun 2014 dan mengembalikan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi. Presiden juga agar memerintahkan Kementerian Perhubungan untuk tidak mener-

bitkan Rencana Induk Bandara yang mengakomodir perluasan bandara dengan cara reklamasi, serta mencabut Rencana Induk Pelabuhan untuk perluasan dengan cara reklamasi dan menghentikan kegiatan reklamasi yang sedang berlangsung di kawasan Pelabuhan Benoa. Selanjutnya, Presiden pun diminta agar memerintahkan Menteri Kelautan dan Perikanan untuk tidak menerbitkan izin lokasi maupun pelaksanaan reklamasi untuk pembangunan sport hub yang digagas Pemkab Badung. Dewan Daerah Walhi Bali Suriadi Darmoko mengatakan, ada 19 desa/kelurahan di Kecamatan Kuta Selatan, Kuta, dan Den-

Jokowi Izinkan Rektor Asing Semarang (Bali Post) – Meski mendapat kritik dari berbagai pihak, rencana Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) untuk membolehkan orang asing menjadi rektor di Indonesia telah mendapatkan lampu hijau dari Presiden Jokowi. Tujuan utama masuknya orang asing sebagai rektor untuk menaikkan kelas perguruan tinggi (PT) di Indonesia di dunia internasional. Izin menggunakan rektor asing disampaikan Menristekdikti Mohamad Nasir usai menghadiri pengambilan sumpah dokter baru Universitas Diponegoro di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (1/8) kemarin. ‘’Sudah saya sampaikan secara lisan, Bapak Presiden setuju,’’ katanya. Selanjutnya, katanya, rencana tersebut akan disampaikan dalam rapat kabinet agar dapat direspons. Tahapan berikutnya akan dilakukan perbaikan terhadap tata kelola serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. ‘’Budget, sistem akan ditata. Undangundang harus diperbaiki,’’ katanya. Ia juga menuturkan, di Indonesia terdapat sekitar 4.700 perguruan tinggi. Penerapan wacana rektor asing yang akan dimulai pada 2020 itu, katanya, diawali dengan pemetaan perguruan tinggi yang akan melaksanakannya. Pada tahap awal, lanjutnya,

akan diambil contoh di dua sampai lima perguruan tinggi untuk pelaksanaannya. ‘’Bisa PTNBH, bisa swasta, akan dilihat dulu,’’ katanya. Di-‘’bully’’ Nasir juga mengaku di-bully selama beberapa pekan terakhir ini menyusul rencana pemerintah yang akan mendatangkan rektor asing. ‘’Saya hanya berpikir bagaimana perguruan tinggi di Indonesia bisa masuk kelas dunia, itu saja,’’ kata Nasir. Menurutnya, jika ingin perguruan tinggi maju maka h a r u s berkolaborasi. ‘’Tanpa kerja s a m a dengan PT yang sudah kelas dunia tidak mungkin,’’

pasar Selatan yang masuk dalam daftar desa kelas bahaya tinggi tsunami yang diterbitkan BNPB. Bali Selatan juga memiliki potensi gempa hingga 9,0 SR. Ini berdasarkan studi yang dilakukan oleh Observatory Singapura pada 2017 lalu. Dikatakan, bila gempa yang terjadi pada 22 Maret 2017, berpotensi membangunkan naga tidur. Ini karena letak gempanya berada di kedalaman 118 km di bawah Bali. Saat itu kekuatan gempa sesuai peringatan dini BMKG kurang lebih 6 SR sebelum dimutakhirkan menjadi 5,5 SR. Hasil studi ini,

menurut Suriadi, selaras dengan keterangan BMKG yang menyebut zona megathrust di selatan Bali mempunyai potensi gempa hingga 8,8 SR. ‘’Kalau Teluk Benoa dipaksakan jadi reklamasi dan sport tourism menampung banyak orang, lalu perluasan Pelindo dengan kepentingan properti di dalamnya, maka sebenarnya ini menciptakan Teluk Benoa sebagai kuburan massal kalau bencana itu terjadi. Ini harus diantisipasi Presiden,’’ jelasnya. (kmb32)

Kongres Diperkirakan Kembali Pilih Megawati

tambahnya. Ia mengakui penolakan atas wacana pada saat itu sangat luar biasa. Oleh karena itu, ia mengharapkan adanya perubahan perguruan tinggi di Indonesia. ‘’PT di seluruh dunia ini berkolaborasi sudah biasa. Rektor asing sudah biasa,’’ katanya. Ia menyebut sejumlah negara seperti Singapura, Hongkong serta Norwegia sudah melakukan hal tersebut. ‘’Beri kesempatan rektor asing, jangan ditutup,’’ pungkanya. (ant)

’’Saya hanya berpikir bagaimana perguruan tinggi di Indonesia bisa masuk kelas dunia, itu saja.’’ Mohamad Nasir Menristekdikti

PERSIAPAN KONGRES - Jajaran DPP PDI-P berbincang usai memberikan keterangan kepada wartawan mengenai Kongres V di DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Kamis (1/8) kemarin. PDI Perjuangan akan menggelar Kongres V pada 8-11 Agustus 2019 di Bali dengan tema ‘’Solid Bergerak untuk Indonesia Raya’’. Jakarta (Bali Post) – Perhelatan Kongres V PDI Perjuangan di Bali, 8-10 Agustus 2019 diperkirakan akan mengukuhkan kembali Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum partai periode mendatang. Berdasarkan informasi Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, peserta Rakernas IV PDI-P dan aspirasi dari tingkat bawah telah memohon Megawati untuk berkenan kembali memimpin partai. ‘’Berdasarkan hasil keputusan Rakernas IV dan juga berdasarkan aspirasi dari bawah, memohon Ibu Mega berkenan menjadi ketua umum kembali,’’ kata Hasto dalam konferensi pers pra-Kongres V PDI-P, di Jakarta, Kamis (1/8) kemarin. Hasto mengatakan, nantinya ketua umum terpilih, dalam hal ini jika mengacu kepada aspirasi akar rumput adalah Megawati Soekarnoputri, akan membahas mengenai struktur kepartaian ke depan. Hal. 15 Situation Room

Angka Kemiskinan Bali Turun, Ketimpangan Naik Denpasar (Bali Post) Penduduk miskin di Bali terus menurun. Pada Maret 2017 penduduk miskin Bali mencapai 4,25 persen, pada September 2017 mencapai turun menjadi 4,14 persen, pada Maret 2018 penduduk miskin di Bali turun lagi menjadi 4,01 persen. Pada September 2018, penduduk miskin di Bali turun menjadi 3,91 persen dan perhitungan terakhir Maret 2019, penduduk miskin di Bali kembali turun 0,12 persen yaitu 3,79 persen. Meski terus menurun, namun indeks ketimpangan (gini ratio) Maret 2019 mengalami peningkatan bahkan menjadi salah satu yang tertinggi. Demikian terungkap pada release resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, Kamis (1/8) kemarin. Kepala BPS Provinsi Bali Adi Nugroho membeberkan faktor–faktor yang terkait dengan tingkat

kemiskinan di Bali, yaitu nilai indeks upah buruh tani naik. Nilai indeks upah buruh tani tercatat mengalami peningkatan sebesar 1,84 poin persen dari 119,98 pada September 2018 menjadi 122,19 pada Maret 2019. Nilai Tukar Petani (NTP) terjadi peningkatan indeks nilai tukar petani dari 103,3 di Septermber 2018 menjadi 104,13 pada Maret 2019. Inflasi umum cukup rendah. Selama periode September 2018 – Maret 2019 besarnya inflasi umum cukup rendah yaitu sebesar 1,44 persen. Rata-rata pengeluaran per kapita pada desil 1 mengalami peningkatan. Menurut desil pengeluaran per kapita per bulan rata-rata pengeluaran per kapita pada kelompok penduduk desil 1 periode September 2018 – Maret 2019 mengalami peningkatan sebesar 4,32 persen, lebih tinggi dibandingkan pertum-

buhan Garis Kemiskinan (GK) pada periode tersebut yang sebesar 3,55 persen. Selama September 2018 – Maret 2019, garis kemiskinan (GK) naik sebesar 3,13 persen dari Rp 388.451 per kapita per bulan pada Maret 2018 menjadi Rp 400.624 per kapita per bulan pada Maret 2019. Peranan komoditi makanan terhadap GK jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan. Pada Maret 2019, komoditi makanan menyumbang sebesar 68,85 persen pada GK. Pada Maret 2019 sumbangan makanan pada GK yaitu 2,82 persen sebesar Rp 275.834. Komoditi yang memberi pengaruh besar terhadap GK dari komoditi makanan yaitu beras, rokok kretek filter, daging ayam ras, telur ayam ras, kue basah, bawang merah, roti, kopi bubuk dan instan, mi instan, gula pasir. Sumbangan terbesar

yang memengaruhi GK adalah beras dengan persentase 25,16 persen di perkotaan dan 27,49 persen di pedesaan. Sementara yang berpengaruh terhadap GK dari komoditi bukan makanan adalah perumahan, bensin, listrik, upacara agama dan adat, pendidikan. Meski angka kemiskinan menurun, namun indeks ketimpangan (gini ratio) pengeluaran pada Maret 2019 meningkat 0,0002 poin dibanding gini ratio September 2018 yang mencapai 0,364 karena gini ratio Maret 2019 adalah 0,366. Ketimpangan Maret 2019 ini merupakan tertinggi kedua yang pernah dialami Bali. Pada Maret 2018, indeks ketimpangan Bali sempat menyentuh 0,377. Ukuran ketimpangan adalah semakin mendekati angka 1, indeks ketimpangan suatu wilayah semakin tinggi. (kmb42)


2

Jumat Wage, 2 Agustus 2019

Mencari Bendesa Agung

Paiketan Krama Bali Rumuskan Kriteria Calon

Bali Post/kmb42

DISKUSI - Peserta FGD mencari bendesa agung berfoto bersama seusai diskusi, Kamis (1/8) kemarin.

Denpasar (Bali Post) Masa bakti kepengurusan bendesa agung berakhir 8 Agustus mendatang. Maka dari itu, perlu mencari calon-calon bendesa agung yang tepat, mengawal budaya dan adat Bali tetap ajeg. Paiketan Krama Bali yang peduli terhadap adat dan budaya Bali mempelopori pencarian bendesa agung dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Warung 63, Jalan Veteran, Denpasar, Kamis (1/8) kemarin. Ketua Umum Paiketan Krama Bali Agung Suryawan menyampaikan, Paiketan Krama Bali bersama organisasi kemasyarakatan Bali dan Hindu sepakat bahwa pemilihan bendesa agung yang akan datang, yang dilakukan dalam Paruman Agung Desa Adat harus benar-benar dilakukan secara

sistematis, transparan dan memperhatikan pengalaman, kompetensi keberadaan calon. “Karena bendesa agung itu mewakili bendesa-bendesa adat seluruh Bali, kita harapkan bendesa agung itu paling tidak, punya pengalaman di dalam kepengurusan kebendesaan. Apakah sebagai bendesa agung yang aktif maupun mantan bendesa agung,” bebernya. Di samping itu, Perda Desa Adat cakupannya sangat luas, meliputi aspek Parahyangan, Pawongan dan Palemahan yang sudah menjadi bagian dari pekerjaan kebendesaan. Namun dalam konteks yang lebih modern, diperlukan figur yang lebih berpengalaman dalam organisasi, baik dalam membina organisasiorganisasi profesional atau ikut terlibat dalam organisasi

pemerintahan sebelumnya. Calon bendesa agung juga diharapkan memiliki networking dan independensi. “Independensi yang dimaksud yaitu independensi kemampuan ekonomi pribadinya sehingga apabila ada kegiatan yang harus dihadiri namun tidak ada support dari pemerintah, tidak mandek tapi bisa jalan dengan dana pribadi (ngayah),” jelasnya. Pemilihan bendesa agung dalam paruman agung hanya bertemu satu hari dengan 1.400 bendesa yaitu pada tanggal 6 Agustus, menurutnya, itu sangat sulit. ”Makanya, kami mengusulkan dalam paruman agung itu dibentuk saja sebuah formatur untuk mengusulkan calon,” pungkasnya. Formatur ini menyerahkan hasil seleksi calon bendesa

agung kepada pansel (panitia seleksi). Pansel bisa datang dari bagian dari tim ahli independen dari universitas dan dari pemerintah. Sehingga, pansel ini memiliki waktu beberapa hari untuk melakukan proses seleksi. Dengan demikian, proses seleksi itu benar-benar berdasarkan kriteria bendesa agung misalnya memiliki kompetensi, integritas, idealisme, dan secara finansial sudah independen sehingga tidak tergantung sepenuhnya pada pemerintah yang kadang-kadang membuat gerakan bendesa menjadi tidak bebas. Setelah FGD ini, PKB akan bersurat ke panitia paruman agung. “Prosesnya tidak bisa dilakukan sekali langsung dipilih karena kami khawatir yang pilih suryak siu dan ternyata hasilnya tidak sesuai dengan

apa yang diharapkan,” pungkasnya. Dalam FGD itu juga disebutkan beberapa nama calon bendesa agung. Seperti seorang tokoh berdomisili di Legian, yaitu I Gusti Ketut Agung Sujana. Karena Sujana duduk di Majelis Desa Pakraman dan memiliki pengalaman sebagai pengurus di kebendesaan. Selain itu dari Denpasar, muncul nama A.A. Ngurah Rai Sudarma, Bendesa Denpasar. Rai Sudarma adalah mantan pejabat di Badung yang berasal dari tokoh Puri Pemecutan. Dari Gianyar muncul nama Ketua MMDP Gianyar. Walaupun tidak sebagai bendesa agung, tapi menjadi pengurus inti di bendesa, sehingga nantinya Gianyar bisa ikut mewarnai kebijakan-kebijakan di Majelis Utama Desa Pakraman. (kmb42)

Fraksi Demokrat Dorong Ranperda Ketenagakerjaan Sentuh Pekerja Migran Dua PD Lakukan Inovasi Denpasar (Bali Post) – Pemkot Denpasar memiliki tiga perusahaan daerah (PD), yakni PD Parkir, PD Pasar dan PDAM. Sesuai dengan Pasal 33 ayat (4) UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah, disebutkan tujuan pendirian BUMD adalah untuk memberi manfaat bagi perekonomian daerah. Hal serupa juga dituangkan dalam PP Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD. Mengacu pada ketentuan tersebut, perolehan laba yang dilakukan tiga PD di Denpasar belum maksimal. Hanya PDAM yang terlihat memberikan keuntungan sesuai tujuan dari pembentukan BUMD dimaksud. “Karena itu, kami Fraksi Demokrat mendorong adanya langkah-langkah inovasi yang harus dilakukan dua PD lainnya, yakni PD Pasar dan PD Parkir ke depan,” ujar Ketua Fraksi Demokrat DPRD Denpasar A.A. Susruta Ngurah Putra, Kamis (1/8) kemarin. Dikatakan, pandangan ini juga sudah disampaikan kepada pihak eksekutif pada sidang paripurna DPRD belum lama ini. Pihaknya mengakui, pendapatan dua perusahaan tersebut sejatinya cukup tinggi. Hanya, akibat beban usaha yang tinggi, terutamanya beban biaya pegawai, berdampak pada perolehan laba. “Artinya, upaya penyehatan kedua perusahaan daerah itu belum menunjukkan hasil yang mengembirakan,” ujar Susruta. Sebelumnya, Dirut PD Pasar Denpasar I.B. Kompyang Wiranata mengatakan, dalam mengelola pasar, pihaknya sudah menerapkan penerapan teknologi, yakni e-retribusi. Pihaknya berharap teknologi diharapkan bisa meningkatkan perolehan retribusi PD Pasar. Targetnya, ke depan seluruh pasar yang dikelola PD Pasar sudah bisa menerapkan pola ini. Karena dengan cara ini, perolehan retribusi bisa lebih maksimal. Kinerja PD Pasar pun akan semakin baik. Bukan hanya menerapkan e-retribusi, PD Pasar juga telah menerapkan kebijakan moratorium penerimaan pegawai baru. Mengingat, saat ini PD Pasar sudah memiliki sedikitnya 620 orang pegawai yang tersebar di masing-masing unit pasar, dinilai sudah cukup memadai. Apa yang dilakukan ini semata untuk meningkatkan kinerja PD Pasar dan pada akhirnya juga meningkatkan kesejahteraan pegawai. (kmb12)

Bayi Dibunuh di Toilet Kampus

Denpasar (Bali Post) Pengungkapan kasus penemuan bayi di kolam utara Pertokoan Sudirman Agung di Jalan Sudirman, Panjer, Densel dirilis Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan, Kamis (1/8) kemarin. Ternyata, pelaku Simprosa D (20) asal NTT ini melahirkan bayi tersebut di toilet kampusnya, tepatnya selatan TKP. Setelah lahir dan menangis, bayi laki-laki itu langsung dibekap sampai meninggal. Mayat bayi itu lalu dibungkus dengan jas almamaternya lalu dibuang di TKP. ‘’Tali pusarnya masih menempel dan kondisi mayat bayi bengkak. Terungkapnya kasus ini berkat kerja keras anggota Satreskrim Polresta dan Unitreskrim Polsek Denpasar Selatan,’’ ujar Kombes Ruddi didampingi Kasatreskrim Polresta Kompol Wayan Arta Ariawan. Hasil pemeriksaan, pelaku mengatakan pada Jumat (19/7) pukul 10.30 Wita sedang mengikuti ujian semester di kelas kampusnya. Baru pertengahan mengikuti ujian, tiba-tiba pelaku merasa perutnya sakit dan pinggangnya nyeri. “’’Tersangka langsung ke toilet. Setelah 15 menit di toilet, dia pendarahan dan lahirlah bayi laki-laki tersebut,’’ ungkapnya. Bayi langsung menangis dan pelaku panik. Dia langsung membekap mulut bayi tersebut. Saat dia mengeluarkan ari-ari, bayi tersebut jatuh ke lantai toilet dan menangis. Pelaku langsung mengambil dan membekapnya lagi sampai tak bergerak. Selanjutnya bayi tersebut dimandikan, lalu dibungkus jas almamaternya. Pelaku lalu keluar dari toilet langsung menuju TKP dan membuang mayat bayi tersebut di sana. ‘’Pelaku lalu balik ke kelas untuk mengikuti ujian. Dia mengaku dihamili pacarnya berinisial PW asal NTT dan sedang kami buru. Umur kandungannya 9,5 bulan dan pelaku saat ini mahasiswi semester dua di kampus swasta di Denpasar,’’ kata mantan Kapolres Badung ini. Seperti diberitakan sebelumnya, dalam waktu singkat Polsek Denpasar Selatan (Densel) mengungkap kasus penemuan mayat bayi di kolam utara Pertokoan Sudirman Agung di Jalan Sudirman, Panjer, Densel, Minggu (21/7) lalu. Pelakunya, mahasisiwi Simprosa D (20) asal NTT. Tersangka Simprosa dibekuk di tempat tinggalnya di Jalan Tukad Gerinding Gang Badik, Denpasar, Senin (22/7) lalu. (kmb36)

Bali Post/eka

BAYI - Tersangka pembunuh bayi digelandang polisi di Mako Polsek Denpasar Selatan, Kamis (1/8) kemarin.

Topik : KRITERIA CALON BENDESA AGUNG

Ingin Kerja di Luar Negeri Wajib Daftar ke Disnaker Denpasar (Bali Post) Kasus-kasus penipuan selama ini masih menjadi ‘’bumbu’’ dalam dunia ketenagakerjaan di Bali. Utamanya dialami masyarakat lokal yang ingin mencari nafkah ke luar negeri sebagai pekerja migran atau TKI/TKW. Oleh karena itu, masalah pekerja migran turut diatur dalam Ranperda tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan yang tengah dibahas DPRD Bali. ‘’Tidak boleh lagi ada perusahaan yang memberangkatkan tenaga kerja di Bali tidak memiliki izin di Bali. Kasuskasus penipuan sudah terjadi banyak sekali. Setiap hari anakanak muda kita ditipu, karena awalnya perusahaan itu tidak memiliki cabang di Bali,’’ ujar Ketua Pembahasan Ranperda tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan di DPRD Bali I Nyoman Parta usai menggelar rapat bersama eksekutif dan pihak terkait lainnya, Kamis (1/8) kemarin. Menurut Parta, perusahaan juga kerap melakukan perekrutan secara online yang berujung pada penipuan. Agar tidak terjadi lagi, perusahaan yang memberangkatkan pekerja migran sudah diatur dalam Ranperda Ketenagakerjaan. Termasuk persoalan izin, di samping memiliki kantor cabang di Bali. Di sisi lain, selama ini ada banyak pula manning agency ke kapal pesiar yang tidak melaporkan kegiatannya ke Dinas Tenaga Kerja. ‘’Sehingga Dinas Tenaga Kerja tidak tahu sesungguhnya berapa orang Bali yang sudah ada di luar negeri. Informasinya adalah 23.000 orang, tetapi data yang ada di Dinas Tenaga Kerja hanya 5.000. Terus di mana anak-anak kita lagi 18.000 itu,’’ jelas politisi PDI-P asal Guwang, Gianyar ini. Parta menambahkan, ranperda pun mengatur agar setiap perusahaan atau agen yang memberangkatkan orang Bali ke luar negeri wajib melapor ke Dinas Tenaga Kerja. Dengan demikian, data orang Bali yang

bekerja di luar negeri menjadi satu pintu. Berapapun yang menjadi pekerja migran, maka Pemprov Bali akan mengetahuinya. Termasuk perusahaan apa yang memberangkatkan dan di mana bekerja sehingga akan tertib. Hal ini juga akan memudahkan pemerintah melakukan perlindungan terhadap tenaga kerja. ‘’Kan selama ini banyak hal yang dilakukan perusahaan pemberangkatan, kalau urusan kompetensi pasti kompeten. Masalahnya adalah upahnya ditahan, asuransinya tidak jelas, antara yang ada di job letter pekerjaannya A, ternyata di sana dikasih pekerjaan B, dan sebagainya. Itu yang harus kita lindungi dalam perda ini,’’ paparnya. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali Ida Bagus Ngurah Arda tak menampik bila di lapangan memang masih ditemukan penyaluran tenaga kerja yang bukan kewenangannya. ‘’Seperti LPK yang tidak punya izin menempatkan tenaga kerja ke luar negeri, dia menempatkan tenaga kerja ke luar negeri,’’ ungkapnya. Menurut Arda, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang nakal seperti itu sudah ada yang dicabut izinnya. Dikatakan, bila kewenangan untuk mencabut izin berada di pemerintah kabupaten/kota. Berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 9 Tahun 2019 yang baru saja terbit pada 28 Juni lalu, penempatan tenaga kerja lokal ke luar negeri bisa dilakukan oleh pemerintah, perusahaan, dan

Bali Post/kmb35

RANPERDA - Suasana rapat pembahasan Ranperda tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan yang salah satunya membahas masalah pekerja migran. tenaga kerja yang bersangkutan itu sendiri. Namun selama ini penempatan lebih banyak dilakukan oleh Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS). ‘’Penempatan tenaga kerja ke luar negeri mengalami perubahan, sekarang namanya Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) dari sebelumnya PPTKIS. Lebih banyak melalui itu,’’ jelas mantan Kepala BPKAD Provinsi Bali ini. Pejabat Fungsional Pengantar Kerja Mandiri Manila Ayu Wijaya menambahkan, saat ini memang masih ada dualisme terkait data tenaga kerja lokal di luar negeri. Padahal, data yang valid dibutuhkan

untuk memberikan perlindungan awal terhadap tenaga kerja. Maka dari itu, semua pencari kerja ke luar negeri diupayakan mendaftar ke Dinas Tenaga Kerja. ‘’Dualisme itu memang secara nasional, Bali agak terasa karena kebanyakan bekerja sebagai awak kapal (pesiar - red). Di undangundangnya sudah diatur, tapi turunannya (PP - red) sampai sekarang belum ada,’’ ujarnya. Menurut Manila, upaya pengawasan sejatinya terus dilakukan pemerintah. Oleh karena itu, sudah ada penindakan terhadap LPK yang seharusnya melatih tetapi melakukan pelanggaran dengan menempatkan tenaga kerja di luar negeri. Secara

umum, pekerja migran Bali termasuk minim kasus karena memang ditempatkan untuk sektor formal atau ber-skill sejak 2005. ‘’Manakala terjadi kasus, datanya masuk manning agency (tidak masuk ke data pemerintah - red), kami selalu fasilitasi. Kami koordinasi dengan BP3, Kementerian Luar Negeri. Misalnya ada jenazah, ya… kita jemput bersama-sama tanpa melihat datanya tidak ada di kita lalu tidak mau,’’ jelasnya. (kmb32) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965

Rai Mantra Serukan Gerakan Milenial Bijak Menggunakan Plastik

Kementerian Kominfo Pilih Denpasar Jadi Kota Pertama Gerakan Sejuta ’’Tumbler’’ TIGA kementerian yakni Kemenko Bidang Kemaritiman, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memilih Denpasar sebagai kota pertama dalam Gerakan Sejuta Tumbler. Gerakan ini dilaksanakan Kamis (1/8) kemarin, yang dipusatkan di Pantai Matahari Terbit, Denpasar. Ratusan siswa sekolah, stakeholder terkait, akademisi hingga komunitas dan lembaga yang ada di Kota Denpasar terlibat dalam gerakan Sejuta Tumbler ini. Kementerian terkait dihadiri di antaranya Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kominfo Septriana Tangkary bersama Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menggaungkan gerakan Sejuta Tumbler dan mengajak insan muda milenial untuk bijak terhadap plastik. Menurut Septriana, Denpasar menjadi kota pertama yang dipilih Kementerian Kominfo dalam gerakan satu juta tumbler, hal ini tak terlepas dari komitmen Wali Kota Rai Mantra dalam melakukan gerakan bijak terhadap plastik dengan mengeluarkan Peraturan Wali Kota Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik di Kota Denpasar, dan telah diberlakukan sejak 1 Januari 2019 lalu. Gerakan 1 juta tumbler pertama di-launching di Gelora Bung Karno, Jakarta belum lama ini yang melibatkan ribuan orang, serta juga melibatkan para artis dalam konser sejuta tumbler. Saat ini Denpasar dipilih sebagai kota pertama untuk gerakan satu juta tumbler. ‘’Program ini juga diinisiasi oleh BKOW

Provinsi Bali, GK Ladies, Universitas Pendidikan Nasional, serta akademisi yang terlibat,’’ ujarnya. Progrm ini suatu gerakan dari Kementerian Kominfo untuk mengajak seluruh masyarakat Indonesia termasuk generasi milenial yang sudah pasti cinta kebersihan. Kebersihan harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Dengan menggunakan tumbler tentu memberikan manfaat yang baik bagi diri sendiri dan juga lingkungan dalam mengurangi kantong plastik maupun botol plastik. Sehingga diharapkan peran sekolah, universitas dan para pegawai agar menyediakan refil air isi ulang di setiap instansi dengan tidak malu membawa tempat minum sendiri serta membudayakan membawa tumbler. ‘’Bagaimana dalam keseharian kita bawa botol minum sendiri atau tumbler dan hal ini dapat membiasakan diri. Ayo kurangi penggunaan plastik, seperti ke pasar kita bawa kantong belanja sendiri sehingga melalui gerakan di Kota Denpasar ini mampu membawa gerakan bersama bijak plastik dari Denpasar untuk Indonesia,’’ ujarnya. Wali Kota Rai Mantra mengatakan, gerakan pengurangan plastik di Kota Denpasar telah dilakukan lewat penguatan Perwali 36 Tahun 2018 yang sebelumnya telah dilakukan riset oleh komunitas hijau di Kota Denpasar. Hal ini menjadi tantangan yang memberikan dampak pada masalah ekonomi, lingkungan dan kesehatan. Sehingga dari langkah ini meski terjadi pro dan kontra penggunaan tote bag atau tas ramah lingkungan, namun saat ini telah

TUMBLER - Kegiatan Kementerian Kominfo di Kota Denpasar yang dihadiri Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kominfo Septriana Tangkary bersama Wali Kota Denpasar I.B. Rai Dharmawijaya Mantra menggaungkan Gerakan Sejuta Tumbler dan mengajak insan muda milenial untuk bijak terhadap plastik di Pantai Matahari Terbit, Kamis (1/8) kemarin. menjadi kebiasaan bagi masyarakat Denpasar untuk selalu membawa tas belanja ramah lingkungan. Saat ini tantangan dalam pengurangan kantong plastik ada di pasar tradisional, namun saat ini pihaknya terus melakukan sosialisasi serta solusi bekerja sama dengan lapas wanita untuk membuat kantong dari bahan kertas. Seperti pada zaman tahun 1970 ketika belanja di pasar tradisional banyak menggunakan kantong

kertas koran bekas. ‘’Kami berterima kasih kepada kementerian yang telah memilih Denpasar sebagai kota pertama dalam gerakan satu juta tumbler. Sehingga ini menjadi peningkatan harga diri masyarakat Denpasar yang dilihat baik dalam nasional dan internasioanl lewat kata-kata bijak plastik dari Denpasar untuk Indonesia,’’ ujarnya sembari mengajak segenap komponen masyarakat bijak menggunakan plastik. (ad025)


BADUNG 3 Bupati Badung Terima Pendampingan Kemen-PAN RB, UNDP dan KOICA Jumat Wage, 2 Agustus 2019

Optimalkan SP4N-LAPOR BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wakil Bupati I Ketut Suiasa menerima tim pendampingan

dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB), United Nations

Development Programme (UNDP) dan the Korea International Cooperation Agency (KOICA) di Puspem Badung,

PENDAMPINGAN - Bupati Giri Prasta bersama Wabup Suiasa menerima tim pendampingan dari Kemen-PAN RB, UNDP dan KOICA, di Puspem Badung, Kamis (1/8) kemarin.

Kamis (1/8) kemarin. Kegiatan ini dalam rangka mengoptimalkan bantuan teknis pengelolaan Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) Layanan Aspirasi Pengaduan Online Rakyat (LAPOR). Tim yang hadir yakni Asisten Penyusunan Kebijakan dan Sistem Informasi Manajemen Pelayanan Publik Kemen-PAN RB Muhammad Imanuddin, Kepala Unit Demokrasi Pemerintahan dan Penanggulangan Kemiskinan UNDP Sioprianus Bate Soro dan Kepala Perwakilan KOICA di Indonesia Mrs. Kim Song Joo. Bupati Giri Prasta sangat mengapresiasi dan berterima kasih atas pendampingan dan bantuan dari KemenPAN RB, UNDP dan KOICA dari Korea Selatan terkait pengelolaan SP4N-LAPOR di Badung. ‘’Kami atas nama pemerintah dan masyarakat

Badung berterima kasih kepada Kemen-PAN RB, UNDP, termasuk pemerintah Korea Selatan atas pendampingannya hingga 2022 nanti. Dengan pendampingan ini, kami di Badung ingin menjadi salah satu role model di Indonesia,’’ jelas Bupati. Lebih lanjut Giri Prasta menjelaskan terkait smart city. Menurutnya, Badung sudah memiliki Badung Command Center, wifi gratis di seluruh Badung dan telah dicanangkan pula desa digital. ‘’Ini kami lakukan untuk mengikuti teknologi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,’’ tambahnya. Terkait SP4N-LAPOR, Inspektur Badung Ni Luh Suryaniti dan Kadiskominfo Badung I Wayan Weda Dharmaja menjelaskan, secara prinsip Pemkab Badung siap melaksanakan SP4NLAPOR. Di Badung sistem ini telah diterapkan sejak tahun

2017 dan sudah terhubung dengan sistem Kemen-PAN RB. Hingga Juli 2019, Badung mengelola 76 pengaduan masyarakat melalui sistem ini dan semua laporan sudah dapat ditindaklanjuti. ‘’Pelaksanaan teknis SP4N-LAPOR di daerah, kami berkoordinasi antara Inspektorat, Kominfo dan Humas,’’ kata Suryaniti. Sistem ini juga didukung Akses Internet Kabupaten Badung (Aksi) dengan 1.074 access point dari 900 lebih titik pelayanan wifi gratis tanpa password seBadung. ‘’Sistem ini untuk mempermudah masyarakat menyampaikan aspirasi dan pengaduan,’’ tambah Weda Dharmaja. Pihaknya juga telah membangun aplikasi Sistem Informasi Pengaduan Masyarakat (Sidumas), yang saat ini dalam proses percobaan. Sementara itu, Muham-

mad Imanuddin menjelaskan, kedatangan tim ini tujuannya, pertama ingin menjelaskan kepada Pemkab Badung mengenai bantuan teknis yang diberikan oleh pemerintah Korea kepada beberapa pemerintah di Indonesia sebagai pilot project. Kedua, pihaknya ingin memastikan kesiapan dari Pemkab Badung dalam menerima bantuan teknis ini. ‘’Setelah kami mendapat informasi, kami akan laporkan kepada Bapak Menteri. Pada tanggal 24 September 2019 kami mengundang Bapak Bupati ke Jakarta untuk melakukan komitmen bersama dengan Bapak Menteri,’’ imbuhnya. Dari penjelasan perangkat daerah terkait, ia melihat Badung dari segala sisi sudah sangat siap baik kesiapan SDM, sistem dan SOP. ‘’Ini akan memudahkan cara kerja dan kerja sama kita dengan Badung,’’ terangnya. (ad030)

Pembangunan Dua Gedung SMA Dianggarkan Rp 100 Miliar

Mangupura (Bali Post) -

Pemkab Badung membangun dua gedung Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri. Hal ini sebagai solusi masalah keterbatasan ruang kelas saat tahun ajaran baru. Tak tanggung-tanggung, Pemkab mengganggarkan Rp 100 miliar untuk mewujudkan proyek tersebut. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung I.B. Surya Suamba, Kamis (1/8) kemarin mengatakan, dua bangunan sekolah yang dalam tahap pembangunan ini adalah SMAN 2 Abiansemal yang berlokasi di Desa Sedang Kecamatan Abiansemal dan SMAN 2 Kuta Selatan di Lingkungan Mumbul, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan. Proyek SMAN 2 Kuta Selatan meliputi pekerjaan bangunan kantor, bangunan kelas tipe 1 sebanyak 2 unit, bangunan kelas tipe 2 sebanyak 2 unit, bangunan laboratorium, bangunan pos jaga sebanyak 2 unit, finishing paduraksa panyengker dan papan nama, pekerjaan area suci, serta pekerjaan penataan halaman. Sementara proyek SMAN 2 Abiansemal meliputi pembangunan kantor, bangunan kelas tipe 1 sebanyak 1 unit, bangunan kelas tipe 2 sebanyak 2 unit, pos jaga, panyengker dan candi bentar, area suci dan penataan halaman. ‘’Sesuai target, kedua bangunan sekolah ini harus sudah rampung pada bulan November tahun ini dan setelah bangunan ini jadi selanjutnya akan dihibahkan ke Pemprov Bali,’’ ujarnya. Berdasarkan dokumen lelang, pembangunan gedung SMAN 2 Abiansemal disiapkan anggaran Rp 59.398.096.940, dengan nilai harga perkiraan sendiri (HPS) Rp 59.192.051.369. Sementara untuk SMAN 2 Kuta Selatan dianggarkan Rp 59.398.096.940, dengan HPS Rp 59.134.766.667. Setelah melalui proses pelelangan, nilai kontrak proyek SMAN 2 Abiansemal sebesar Rp 56.413.091.306 yang dikerjakan PT Tunas Jaya Sanur, sedangkan SMAN 2 Kuta Selatan dikerjakan PT Bianglala Bali dengan nilai sebesar Rp 54.443.123.247. Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Badung I Ketut Widya Astika mengungkapkan, dengan adanya tambahan dua sekolah, Badung total memiliki 10 SMAN. ‘’Tambahan sekolah negeri ini akan memberikan kesempatan lebih banyak untuk siswa-siswa lulusan SMP mengenyam pendidikan di SMAN,’’ tegasnya. (kmb27)

Bali Post/ist

GEDUNG - Pemkab Badung membangun dua gedung SMA negeri baru guna menampung lulusan SMP terutama putra-putri Badung.

Rencana Penataan Pantai Kuta

Desa Adat Diminta Segera Susun ’’Masterplan’’ Mangupura (Bali Post) Rencana Desa Adat Kuta menata ulang kawasan Pantai Kuta, mendapat sambutan positif. Tokoh masyarakat setempat yang juga anggota DPRD Badung, I G.N. Anom Gumanti, meminta desa adat segera melakukan kajian untuk membuat cetak biru atau masterplan Pantai Kuta. Anom Gumanti menyampaikan, akibat tidak adanya masterplan, zonasi pemanfaatan kawasan menjadi tidak jelas. Hal ini tidak dimungkirinya membuat lambat laun kondisi Pantai Kuta menjadi terkesan semrawut. Dia pun sepakat perlu ada penataan kembali kawasan Pantai Kuta. ‘’Jujur saja, sampai saat ini Pantai Kuta tidak memiliki masterplan sehingga zona-zonanya tidak jelas,’’ ujarnya, Kamis (1/8) kemarin. Dia menyarankan desa adat meminta bantuan pihak ketiga seperi dari akademisi Unud dalam melakukan kajian, jika tidak bisa melakukan sendiri. Ia juga mengaku siap jika diminta membuat masterplan tersebut. ‘’Kalau kami diminta juga siap dari dewan untuk melakukannya,’’ tegasnya. Yang terpenting saat ini, kata dia, bagaimana di desa adat secara internal sepakat untuk melakukan penataan. Dengan begitu, nantinya akan jelas mana zona untuk ekonomi produktif, kawasan upacara dan lainnya. ‘’Masterplan ini adalah untuk menata Pantai Kuta dalam jangka panjang, bukan se-

tahun dua tahun,’’ katanya. Lebih lanjut dia menyarankan nantinya ada semacam terobosan atau inovasi di Pantai Kuta agar menambah daya tarik wisata, seiring perkembangan destinasi wisata yang begitu pesat. ‘’Mau diapakan Pantai Kuta ke depan, ini harus dipikirkan bersama,’’ tambahnya. Untuk diketaui, Desa Adat Kuta berencana menata ulang keberadaan pedagang di Pantai Kuta. Hal ini bertujuan untuk menghindari kawasan ini terkesan kumuh serta mem-

perjelas zona upacara dan berjualan yang makin lama kian tidak jelas. Hal itu diungkapkan Bendesa Adat Kuta Wayan Wasista. Untuk penataan, pihaknya akan berkoordinasi dengan para anggota dewan Badung terpilih dari Kuta. Ada tiga anggota dewan dari Kuta yang nantinya akan diminta pendapatnya terkait penataan Pantai Kuta. ‘’Waktu ini saya sudah sempat berkomunikasi dengan Ajik Gung Anom Gumanti, karena pelantikan Dewan baru akan dilaksankan Agustus nanti.

Setelah itu baru kami akan bertemu membahasnya,’’ ujar Wasista. Wasista tidak memungkiri kalau kondisi pedagang di Pantai Kuta saat ini perlu ditata kembali karena mulai terlihat semrawut. Jika tidak ditata, kondisi ini tentu sangat merusak citra pariwisata Pantai Kuta. Saat ini saja, lanjut Wasista, di Pantai Kuta terdapat 1.168 pedagang. Tidak dimungkirinya, memang bisa jadi ada juga pedagang yang tidak tercatat alias bodong ikut berjualan. Oleh karena itu, nantinya

perlu dilakukan pengecekan ulang oleh Satgas Pantai Kuta untuk memastikannya. (kmb23)


info seremoniAL

4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S

Desa Adat Kerobokan Gelar Tradisi ’’Siat Tipat’’

Maknai Bersatunya Purusa dan Predana Guna Memunculkan Benih Kebaikan TRADISI perang ketupat atau siat tipat sudah lama tidak digelar masyarakat Adat Kerobokan. Setelah 40 tahun, persisnya terakhir tahun 1979, tradisi unik itu tidak terdengar gaungnya. Prosesi ini diartikan untuk mempersatukan purusa dan predana kembali digelar masyarakat Adat Kerobokan, Kamis (1/8) kemarin. Ratusan masyarakat sangat antusias. Apalagi perang ketupat ini juga dirangkai berkaitan dengan upacara karya mamungkah, ngenteg linggih, ngusaba desa, ngusaba nini, tawur balik sumpah utama, padususan agung dan segara kertih di Pura Desa dan Puseh Desa Adat Kerobokan. Tradisi yang kemarin disaksikan istri Gubernur Bali Ni Putu Putri Suastini Koster, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, dan pejabat penting lainnya dilangsungkan di jaba sisi Pura Desa lan Puseh Desa Adat Kerobokan. Kegiatan tersebut melibatkan 500 krama setempat dari 50 banjar yang ada di Kerobokan. Yakni setiap banjar 10 orang, delapan pemuda didampingi dua orang panglingsir. ‘’Kegiatan ini kembali dilakukan setelah jeda 40 tahun, krama Desa Adat Kerobokan tidak menggelar ngusaba nini,’’ tandas Bandesa Adat Kerobokan A.A. Putu Sutarja di sela-sela persiapan perang ketupat. Dia mengatakan kegiatan perang ketupat ini dilakukan serangkaian upacara karya agung di Desa Adat Kerobokan. Mulai dari kegiatan tawur balik supah, mapadudusan agung, ngenteg linggih, ngusaba nini dan ngusaba desa serta segara kertih ini. ‘’Dari 50 banjar adat yang ada di Desa Adat Kerobokan, kita

SIAT TIPAT - Ratusan warga saat ikut prosesi siat tipat di Desa Adat Kerobokan, Kamis (1/8) kemarin. minta 10 krama setiap banjarnya untuk mengikuti prosesi perang tipat bantal ini, mengingat kondisi tempat di depan pura yang tidak memungkinkan untuk diikuti seluru krama. Yang ikut tradisi ini kita hanya berikan untuk krama lanang saja,’’ ujar Bandesa Kerobokan. Ditambahkan, sebelum kegiatan perang tipat bantal ini digelar, krama melakukan persembahyangan bersama di Pura Desa dan Pura Puseh. Setelah itu baru keluar menuju jaba sisi di Jalan Raya Kerobokan. Nanti krama yang mengikuti perang tipat bantal ini saling berhadapan dan membawa sarana tipat dan jajan bantal. ‘’Makna dari tradisi ini adalah pertemuan antara purusa dan predana. Tipat atau ketupat ini dilambangkan sebagai predana dan jajan bantal dilambangkan sebagai purusa. Jika ini dipersatukan akan timbul benih kebaikan. Kita harapkan timbulnya benih-benih kebaikan tersebar usai menggelar kegiatan karya agung ini,’’ harap Agung Sutarja.

Selain itu, pihaknya memohon permakluman kepada masyarakat yang sedang melintas di Jalan Raya Kerobokan karena jalurnya dialihkan sementara karena ada tradisi perang tipat bantal ini. ‘’Makna lain dari perang tipat bantal ini adalah menjaga persatuan krama Desa Adat Kerobokan. Kita memiliki wilayah yang cukup luas dan krama banyak. Dengan kegiatan ini kita harapkan krama Desa Adat Kerobokan berbaur untuk bersatu dalam membangun kegiatan yadnya agung ini,’’ tandas Agung Sutarja. Sementara itu, Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengatakan sangat bangga bisa ikut menyaksikan upacara siat tipat ini. ‘’Apalagi ini sudah dilakukan terakhir 1979, atau 40 tahun lalu. Semoga adat budaya ini bisa selalu ajeg, demi kesukertaan jagat Bali,’’ tandasnya. Perang ketupat kemudian dimulai yang diawali Wagub Cok Ace melempar ketupat ke warga lain dan dibalas prajuru lainnya. (ad027)

Usulan Capai Rp 171 Miliar

Jumat Wage, 2 Agustus 2019

PSDP STPBI Ditutup dengan Penyiraman Air Suci

Mahasiswa Digembleng Jadi Insan Pariwisata Profesional dan Berdaya Saing Global SEBANYAK 1.555 mahasiswa baru Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional (STPBI) tahun ajaran 2019/2020 telah mengikuti Pembinaan Sikap Dasar Profesi (PSDP) selama empat hari. Kegiatan PSDP yang dilangsungkan di Lapangam KNPI Bali dan di lingkungan kampus setempat resmi ditutup Ketua STPBI IGM Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA., Kamis (1/8) kemarin. Penutupan PSDP 2019 ditandai dengan penanggalan kartu peserta dan penyiraman air suci sebagai tanda resminya calon mahasiswa baru menjadi mahasiswa di kampus STPBI. Selain itu, kegiatan juga ditandai dengan penyerahan kembali peserta PSDP oleh Brimob Polda Bali kepada Ketua STPBI. Ketua STPBI Sudjana mengatakan tujuan dari PSDP ini untuk mengubah mindset mental, sikap disiplin dan fisik mahasiswa, sehingga menjadi tangguh dalam dunia hospitality. Untuk itu, dalam mengikuti perkuliahan, mahasiswa baru memiliki kekuatan mental dan disiplin yang tinggi serta fisik yang kuat. Sebab, dalam industri hospitality, mental, sikap disiplin dan kekuatan fisik harus dimiliki para calon SDM bidang industri hospitality ini. ‘’Meskipun berlangsung singkat, namun dengan pembinaan yang telah didapatkan selama kegiatan PSDP ini bisa dibawa dalam menempuh pendidikan selama belajar di kampus STPBI. Sehingga kedisiplinan, kejujuran, dan mental serta fisik mereka yang

AIR SUCI - Penyiraman air suci oleh Ketua STPBI I GM Sudjana, S.E., M.M., CHT., CHA. kepada perwakilan calon mahasiswa baru dalam penutupan PSDP 2019, Kamis (1/8) kemarin. kuat dapat dijadikan modal untuk meraih kesuksesan ke depannya,’’ ujar Sudjana. Selain memberikan pembinaan terhadap mental, sikap disiplin dan fisik yang kuat, dalam proses pembelajaran mahasiswa juga terus digembleng dengan pembinaan sikap tersebut. Di samping juga memberikan ilmu pengetahun, keterampilan dan sertifikasi keahlian dari Badan Sertifikasi Nasional. Bahkan, mahasiswa dikirim ke luar negeri untuk mengikuti training, seperti ke Amerika, Jepang, Malaysia, Thailand, Timur Tengah. ‘’Kita ingin menjadikan lulusan STPBI menjadi insan pariwisata yang profesional dan harus mampu bersaing dengan negara lain,’’

Kompetisi AH-SRIC 2019 Ke-13

Instruktur ’’Safety Riding’’ Gubernur Minta KPU Hemat Anggaran AMB Menangi Kategori Bergengsi

Denpasar (Balipost) Gubernur Bali Wayan Koster meminta KPU untuk melakukan pengehamatan anggaran dalam pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020. Harapan Gubernur Bali ini disampaikan saat rapat koordinasi pelaksanaan pilkada serentak, Kamis (1/8) kemarin. Usulan anggaran dalam pilkada serentak agar berbasis kebutuhan, riil, efektif dan efisien. Sehingga enam kabupaten dan kota yang akan melaksanakan pilkada serentak tidak takut atas biaya yang dibuat tinggi. Jangan sampai Pilkada 2020 terganggu karena anggaran. ‘’KPU agar buat nyaman juga yang rasional. Jangan ‘seram– seram’. Diskusikan dengan bupati. Kalau bisa jangan sampai melibatkan gubernur. Tetapi, tentunya sebagai gubernur, saya akan komunikasikan dengan bupati,’’ katanya. Gubernur Koster berharap KPU dalam melaksanakan kegiatan nanti lebih menggunakan kearifan lokal. Tata laksana di lapangan juga agar diperhatikan. Jangan terlalu banyak membuat baliho di jalanan. Libatkan peran desa dinas maupun desa adat, seperti sosialisasi bisa dilakukan melalui pesangkepan adat. ‘’KPU agar gunakan kearifan lokal di Bali dengan menyatukan sistem nasional untuk menumbuhkan semangat berdemokrasi. Seperti melibatkan desa adat beserta perangkatnya untuk melakukan sosialisasi. Mengingat sistem demokrasi di desa adat sudah tertanam dari dulu,’’ katanya. Gubernur Koster menambahkan, secara substansi, usulan

Wayan Koster mana yang perlu diperbaiki sehingga kualitasnya makin baik dan partisipasi warganya mengalami peningkatan. Dalam hal penyelenggaraan pilkada serentak diharapkan nanti bisa menarik partisipasi pemilih mencapai 85 persen. Sementara itu, Ketua KPU Bali Dewa Gede Lidartawan mengatakan untuk usulan dana pilkada serentak, jumlah keseluruhan di enam kabupaten/ kota mencapai Rp 171 miliar lebih. Terdiri dari Denpasar Rp 25 miliar, Badung Rp 25.010.989.550, Tabanan Rp 49.203.465.703, Jembrana Rp 18.941.433.200, Bangli Rp 21.451.924.781 dan Karangasem Rp 32.096.631.760.

Bali Post/dok

Terhadap penggunaan anggaran, tentunya KPU juga ingin berhemat. Dalam pengusulan anggaran pelaksanaan pilkada serentak, setiap KPU kabupaten tetap menggunakan pengitungan dengan asumsi 3 sampai 5 calon. Usulan dana tersebut nantinya tidak akan habis semuanya, sehingga ketika ada sisa anggaran akan dikembalikan. Sementara untuk masalah baliho, nantinya akan dikurangi. Agar tidak mengotori Bali, maka dalam Rapim KPU-RI sudah disampaikan setiap desa ada satu baliho yang akan dipasang. Selain itu, dalam tahapan sosialisasi akan menyertakan pentas budaya yang merupakan kearifan lokal. (kmb16)

ASTRA Motor Bali (AMB) kembali mengikuti Astra Honda Safety Riding Instructors Competition (AH-SRIC) ke-13 dengan mengirimkan instruktur terbaiknya. Sebanyak delapan kategori yang dikompetisikan, AMB berhasil mendominasi tiga kategori yaitu kategori Group Main Dealer, Instruktur Sport dan Big Bike. Kegiatan ini berlangsung dari 28 hingga 31 Juli 2019. Di kategori Group Main Dealer, AMB menorehkan prestasi cemerlang dengan berada di posisi pertama diikuti dengan Astra Motor Papua yang berhasil menempati podium ketiga. Instruktur Astra Motor juga menyapu bersih 3 podium teratas untuk kategori instruktur sport yaitu Ibnu Fachrizal asal Astra Motor Samarinda berada dipodium pertama, dilanjut dengan Yosep Klaudius asal AMB di podium kedua dan Prastya Agusta asal Astra Motor Kalimantan Barat berhasil menduduki podium ketiga. Kemudian di kategori Instruktur Big Bike, AMB dengan instruktur I Gusti Ngurah Agung Iswahyudi juga berhasil menduduki podium teratas. Regiona Head Astra Motor Bali Wahyudi Saputra mengatakan, sebagai pelopor keselamatan berkendara, Astra Motor konsisten mengajak dan mengedukasi masyarakat untuk mengutamakan keselamatan saat berkendara. Sebagai garda terdepan, instruktur safety riding Astra Motor diharapkan menjadi role model yang terampil dan terlatih sehingga tercipta budaya aman dan nyaman saat berkendara di kalangan masyarakat. ‘’Astra Motor berhasil mengantongi dua golden ticket untuk

berlaga di ajang safety riding internasional di Jepang pada 2020 mendatang, sekaligus mewakili Indonesia di dua kategori bergengsi yaitu kategori Instruktur Sport dan Big Bike yang diwakilkan Ibnu Fachrizal dan I Gusti Ngurah Agung Iswayudi,’’ ujar Wahyudi. Ia menambahkan, kompetisi AH-SRIC 2019 kali ini mengusung tema ‘’#Cari_Aman Saat Naik Motor’’ dan terdapat metode uji baru yakni Low Speed Balance Skill untuk seluruh kategori yang dilombakan. Hal ini ditujukan untuk melatih para instruktur dapat terampil dalam mengontrol kecepatan dan menjaga arah kendaraan saat melaju dengan kecepatan rendah. Terdapat dua rangkaian seleksi yang diselenggarakan pada AHSRIC 2019 yaitu seluruh peserta mengikuti seleksi di tingkat regional dan kandidat yang lolos

B R A N D I N G D I S I N I

tandasnya. Ketua Yayasan Dharma Widya Ulangun Dr. Drs. Nyoman Gede Astina, M.Pd., CHT., CHA. berharap setelah mengikuti kegiatan PSDP, mahasiswa baru STPBI yang berasal dari berbagai sekolah menengah mampu memiliki bekal mental, sikap disiplin dan fisik yang kuat dalam mengikuti perkuliahan. Pada saat mereka terjun ke industri hospitality tidak terkejut terhadap situasi dan kondisi yang dihadapi. ‘’Itulah tujuan kita membentuk sikap dasar profesi mereka, sehingga mereka tidak merasa asing dan tergesagesa dalam menghadapi situasi dan kondisi industri hospitality di mana mereka bekerja nanti,’’ pungkasnya. (ad031)

berkesempatan untuk berkompetisi di tingkat nasional. Di tingkat nasional, Astra Motor berhasil menempatkan instruktur terbaiknya di 8 kelas kategori yang dikompetisikan. Yaitu di kelas kategori Big Bike sebanyak 6 instruktur, 21 instruktur kelas Sport, 3 instruktur wanita kelas Skutik, 9 tim instruktur Grup Main Dealer dan 1 tim instruktur Safety Riding Center. Astra Motor pun turut aktif dalam kampanye safety riding dengan menurunkan 12 advisor dealer. Selain itu, 15 advisor komunitas kelas sport dan 11 advisor komunitas kelas skutik juga turut serta di ajang bergengsi tahunan ini. ‘’Prestasi membanggakan ini semakin memacu kami untuk selalu memberikan pelayan terbaik kepada konsumen setia Honda dalam hal keselamatan berkendara,’’ tutup Wahyudi. (bns1)

Tersandung Kasus Narkoba

Warga Prancis Diadili

SAKSI - Dua orang polisi bersaksi atas terdakwa Samuel Pierre Danguy asal Prancis.

Bali Post/kmb37

Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.

Denpasar (Bali Post) Pengadilan Negeri Denpasar kembali menyidangkan kasus narkoba yang melibatkan orang asing, Kamis (1/8) kemarin. Bahkan barang buktinya tak tanggung-tanggung, yakni ganja dalam jumlah yang banyak. Duduk sebagai terdakwa dalam sidang yang dipimpin majelis hakim pimpinan Esthar Oktavi itu adalah Samuel Pierre Danguy berkebangsaan Prancis. Kemarin, JPU Oka Adikarini menghadirkan saksi polisi. Di hadapan majelis hakim, polisi berpakaian preman itu mengatakan, pihaknya yang melakukan penggeledahan di kamar. Saat itu ditemukan sabu-sabu, kotak kaca di dalamnya isi ganja, linting ganja dalam rokok diduga ganja, dan barang bukti lainnya. Sedangkan dalam surat dakwaan jaksa, memang ada dugaan bahwa narkotika itu akan dipakai sendiri oleh terdakwa yang kemarin ditemani penerjemahnya, Wayan Ana. Sementara rinciannya barang bukti yakni ganja 32,89 gram, hasis 15,83 gram dan sabu-sabu 0,52 gram netto. Orang asing itu digerebek Jumat (15/3) atau tiga hari setelah menerima barang dari Lombok. Mereka ditangkap petugas Polresta Denpasar. Samuel ditangkap di sebuah rumah kontrakan di Banjar Dangin Peken, Sanur Kauh, Denpasar Selatan. Pengakuan saat itu, semua barang itu dia beli dari seseorang yang tinggal di Gili, Lombok dengan harga Rp 8.700.000. (kmb37)


DAERAH

Jumat Wage, 2 Agustus 2019

5

Pemprov Bali akan Bangun RMC Alkes Denpasar (Bali Post) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali berencana membuat lembaga Regional Maintenance Center (RMC) untuk alat-alat kesehatan (alkes). Sebab, alkes perlu dikalibrasi untuk memberikan diagnosis dan pengobatan yang tepat bagi pasien. Namun, kendala yang dihadapi adalah minimnya SDM tenaga teknis elektromedis. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. Ketut Suarjaya mengatakan kalibrasi sangat diperlukan karena semua alat kesehatan memiliki masa waktu beroperasi, sehingga dapat terjadi penurunan ketepatan diagnosis. ‘’Contohnya tensimeter, lama dipakai bisa menurun akurasinya,’’ ujarnya. Akurasi yang menurun dapat memengaruhi diagnosis dan penanganan yang tepat, sehingga bisa salah dalam pemberian obat. ‘’Kalibrasi ini tujuannya untuk mengembalikan ke posisi standar di awal,’’ imbuhnya. Kualitas fungsi dari alat kesehatan dapat menurun bisa karena sering dipakai, lama dipakai, dan pegasnya kendur. Kalibrasi alat ini merupakan kewajiban fasilitas kesehatan karena yang memiliki alat adalah rumah sakit. Sehingga pihak rumah sakit harus mengecek, memonitor setiap alat kesehatan yang ada, melakukan maintenance dan kalibrasi secara rutin. ‘’Tentu saja kerja sama dengan distributor,’’ imbuhnya. Bali sendiri selama ini melakukan kalibrasi bekerja sama dengan Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Surabaya. Di Bali juga sudah ada perusahaan kalibrasi, namun perusahaan swasta dan jumlahnya terbatas. Maka dari itu pemerintah harus berperan di sini untuk bisa menjaga kualitas alat kesehatan. ‘’Makanya kita rencananya, provinsi akan membuat RMC yaitu untuk kalibrasi dan perbaikan alat kesehatan,’’ ungkapnya. Selain kalibrasi alat kesehatan, ia juga menekankan tentang penggunaan alat kesehatan hasil produksi dalam negeri. ‘’Di era globalisasi, beredarnya alkes tidak hanya dari dalam negeri tapi juga dari luar negeri,’’ ungkapnya. Sebesar 92 persen alkes dari luar negeri yaitu lebih dari 57.000 izin edarnya terbit di Indonesia. Sementara alkes produksi dalam negeri persentasenya hanya 8 persen atau sekitar 157.000. ‘’Kondisi ini sangat memprihatikan. Tapi penggunaan alkes luar negeri cukup banyak. Maka dari itulah Presiden mengeluarkan instruksi tentang percepatan pengembangan industri farmasi dan alkes,’’ terangnya. Kementerian Kesehatan juga mengeluarkan surat edaran mengajak semua komponen kesehatan di Bali untuk lebih memprioritaskan alat-alat dari dalam negeri, kecuali tidak ada jenis alat yang dibutuhkan. (kmb42)

Bali Post/eka

PLASTIK - Seorang pemulung memungut botol plastik yang hanyut bersama sampah lainnya di sungai di Denpasar. Sampah plastik yang terbawa air hingga ke laut dapat membahayakan ekosistem laut.

Interpol Tangkap Buronan Polda Bali di Malaysia

Denpasar (Bali Post) -

Seorang pengusaha hotel dan properti berinisial HK ditangkap Interpol di Malaysia dan langsung diterbangkan ke Bali, Kamis (1/8) kemarin. HK masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polda Bali sejak 13 September 2018 terkait kasus tindak pidana memberikan keterangan palsu dalam akta autentik. Informasi di lapangan, HK diterbangkan ke Bali menggunakan pesawat carther flight dan mendapat pengawalan ketat petugas Interpol. Mereka tiba di Terminal Keda-

tangan Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sekitar pukul 03.15 Wita. Sementara Tim Opsnal Ditreskrimsus Polda Bali dipimpin Direktur Reskrimsus

Kombes Pol. Yuliar Tri Nugroho. Selanjutnya HK dibawa ke Ditreskrimsus Polda Bali. Hingga berita ini diturunkan, Kombes Yuliar belum bisa dimintai konfirmasinya.

Beberapa kali ditelepon dan dikirim pesan lewat WhatsApp tidak dijawab. Begitu juga dengan Kabid Humas Kombes Pol. Hengky Widjaja, belum bisa dikonfirmasi terkait penangkapan tersebut. Seperti diberitakan sebelumnya, pengusaha hotel dan properti berinisial HK (65) masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh

Ditreskrimsus Polda Bali. Pasalnya sejak ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus memberikan keterangan palsu dalam akta autentik, HK kabur ke Singapura. Selain itu, penyidik akan berkoordinasi dengan Hubinter Mabes Polri untuk menertibkan Red Notice (penangkapan tersangka yang berada di luar negeri). (kmb36)

Soal Sengketa Penggusuran Pura di Bali

Alarm bagi Masyarakat Menjaga Kawasan ’’Parahyangan’’

Gede Sandhiyasa

Bali Post/kmb38

14.315 Peserta JKN KIS PBI Pusat Dihapus Singaraja (Bali Post) Menyusul adanya kebijakan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) menonaktif data peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) per 1 Agutus 2019, memaksa pemerintah daerah harus menyiapkan anggaran untuk membiayai kesehatan warga. Di Buleleng, sebanyak 258 ribu warga tercatat sebagai peserta JKN lewat jalur Penerima Biaya Iuran (PBI) yang dibiayai dari APBN. Terbitnya surat keputusan Menteri Sosial (Mensos) No. 79/ HUK/2019, sebanyak 14.315 warga kepesertaannya dihapus alias dinonaktifkan. Ini karena pemerintah pusat menemukan kalau belasan ribu data kepesertaan JKN dari PBI pusat itu tidak tercatat dalam Basis Data Terpadu (BDT). Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Buleleng Gede Sandhiyasa, Kamis (1/8) kemarin, membenarkan pihaknya telah menerima keputusan penghapusan kepersertaan JKN yang tidak masuk dalam BDT. Sandhiyasa mengatakan keputusan penghapusan itu adalah sepenuhnya kebijakan pemerintah pusat, sehingga pemerintah daerah harus memutar ‘’otak’’ untuk mengatasi permasalahan ini agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat. Sejauh ini pihaknya sudah mempersiapkan beberapa alternatif agar belasan ribu warga yang data kepesertaannya dihapus kesehatannya tetap dijamin. Langkah pertama yang dilakukan adalah memvalidasi kembali dari 14 ribu data kepesertaan yang dihapus itu untuk menentukan siapa warga yang tergolong mampu secara ekonomi. Warga yang dianggap mampu secara ekonomi, nantinya diarahkan untuk mengikuti JKN melalui jalur mandiri. Sementara untuk warga yang miskin akan diusulkan agar tercatat dalam BDT melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahtraan Sosial Next Generation (SIKS-NG). Sebelumnya pemerintah desa atau kelurahan ditugaskan untuk memutuskan pengusulan ini melalui musyawarah desa (musdes) atau musyawarah kelurahan (muskel). ‘’Rencananya, setelah libur hari Kuningan ini kami melakukan sosialisasi biar tidak kaget dengan kebijakan penghapusan ini. Dan melalui camat kami undang perbekel dan lurah untuk menyampaikan kebijakan pemerintah pusat ini,’’ katanya. Menurut Sandhiyasa, data kepesertaan JKN yang tidak masuk BDT itu tidak bisa langsung dibiayai dari PBI daerah (APBD). Ini karena kemampuan keuangan pemerintah terbatas. Dia mencontohkan, untuk kepesertaan dari PBI daerah saat ini tercatat sebanyak 5.000 warga. Selama ini masih ada sekitar 13 persen dari penduduk di Buleleng, sebanyak 818 jiwa atau sekitar 13 ribu warga yang sama sekali belum bisa di-cover JKN lewat PBI daerah. Atas kondisi ini, solusi untuk tetap mengusulkan warga agar bisa masuk BDT dan sisanya baru akan dimasukkan sebagai peserta JKN yang dibayar dari PBI daerah. ‘’Ini kembali kebijakan pimpinan dan kalau data yang dihapus ini sekarang langung kita biayai jelas tidak memungkin karena untuk biaya PBI daerah saat ini saja masih ada yang belum di-cover. Dengan demikian yang bisa diusulkan masuk BDT kita akan usulkan dan sisanya baru akan dicarikan anggarannya,’’ jelasnya. (kmb38)

Denpasar (Bali Post) Pesatnya pertumbuhan pariwisata di Bali menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Hindu Bali dalam mempertahankan seni dan budaya yang di dalamnya terdapat adat istiadat. Apalagi, Bali dikenal dengan pulau seribu pura harus mampu mempertahankan nilai-nilai spiritual. Jangan sampai karena kepentingan ekonomi, berdampak pada rebutan lahan, terutama lahan kawasan suci pura yang dapat menggusur nilai spiritual Bali yang ada. Dewan Perwakilan Daerah (DPD)-RI Dapil Bali Gede Pasek Suardika saat menerima perwakilan pangempon Pura Hyang Ibu Pasek Gaduh Banjar Babakan, Canggu, Kuta Utara, Kamis (1/8) kemarin, mengatakan kasus seperti yang terjadi di Canggu ini merupakan alarm bagi umat Hindu di Bali agar tidak larut pada upacara dan ritual saja, tanpa memikirkan untuk mengawal dan menjaga parahyangan. Apabila tidak ada kesadaran dari masyarakat, Bali akan kehilangan ciri khasnya. Karena pura dengan mudah digusur untuk kepentingankepentingan di luar kepentingan pura itu sendiri.

‘’Semeton Bali harus mulai sadar bahwa tantangan Bali tidak hanya tentang pendatang karena semua kota besar mengalaminya. Jangan karena terlalu sibuk dengan upacara dan ritual, lupa mengawal dan menjaga parahyangan kita. Ini alarm karena sudah pernah kita prediksi akan terjadi,’’ ujar Pasek Suardika. Apabila keberadaan pura terus tergurus untuk kepentingan lainnya, Bali akan berubah dan tidak memiliki taksu, sehingga wisatawan tidak akan mau berkunjung ke Bali lagi. ‘’Kita berharap sekali kepada lembaga peradilan untuk berhati-hati dalam tahapan menangani kasus ini. Karena penanganan parahyangan atau tempat suci Batara Hyang Kawitan memiliki nilai yang sensitif sekali bagi umat Hindu di Bali. Tidak bisa disamakan dengan eksekusi tanah, rumah, ruko dan tempat umum lainnya. Sebab, bicara tempat suci, Batara Hyang Kawitan itu luas dampaknya. Tidak hanya pangempon pura di sana, tapi bisa seluruh Bali dan nusantara karena ada kaitannya dengan darah dan garis keturunan. Saya berharap kearifan lokal Bali ini dipakai pijakan juga

Bali Post/win

DITERIMA - DPD-RI Dapil Bali Gede Pasek Suardika saat menerima perwakilan pangempon Pura Hyang Ibu Pasek Gaduh Banjar Babakan, Canggu, Kuta Utara di Kantor DPD-RI Denpasar, Kamis (1/8) kemarin. oleh lembaga peradilan,’’ tandasnya. Pasek mengatakan dalam proses hukum yang sudah berlangsung ada banyak celah yang salah, seperti bagaimana telah dikabulkan di PT dan di Mahkamah Agung, tetapi kemudian dibatalkan dengan PK. ‘’Saya paham sekali karena anatomi di

Mahkamah Agung belum begitu memahami hukum adat di Bali. Saya berharap ke depannya ada solusi yang baik yaitu bagaimana pura tetap menjadi pura, pelaba pura tetap menjadi pelaba pura dengan langkah-langkah yang baik,’’ pungkasnya. Untuk diketahui, sebelumnya Pura Hyang Ibu

Pasek Gaduh di Banjar Babakan, Canggu, Kuta Utara dinyatakan kalah melalui peninjauan kembali (PK). Padahal persidangan di Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung telah dimenangkan. Dengan keputusan PK tersebut, maka Pura Hyang Ibu Pasek Gaduh terancam digusur. (win)

Warung Global

Segera Buat Aturan Pelarangan bagi Eks Koruptor Maju Pilkada WACANA agar napi koruptor tidak ikut mencalonkan diri dalam kontestasi politik sudah lama mengemuka. Kini muncul ke permukaan lagi ketika Bupati Kudus H.M. Tamzil tertangkap tangan oleh KPK dalam kasus yang sama. Dulu sudah pernah dihukum penjara. Sampai detik ini hanya tinggal wacana mengenai napi koruptor dilarang ikut pilkada. Sebab, UU belum melarang hal ini. Untuk itu, Kawan Global yang bergabung dalam acara dialog Warung Global menyarankan agar anggota DPR segera membuat aturannya. Hal ini juga dilakukan untuk melindungi hak konstitusional para pemilih. Di samping itu para pendengar Radio Global 96,5 FM ini juga mengingatkan agar rakyat sebagai pemilih jeli dalam memilih calon pemimpinnya. Jangan melihat tampang bersih fisik saja. Lihat juga rekam jejaknya apakah pernah terlibat korupsi, pernah memakai narkoba atau terlibat dalam kasus kriminal/kejahatan.

Napi koruptor mau ikut pilkada? Ya, jelas harus dilarang karena sudah cacat hukum, tidak bersih lagi. Bagaimana mau memimpin negara ini. Demikian dilontarkan Fera di Tabanan dan Budiada di Yehganga Tabanan. Menurut Gusti Sumardayasa di Renon, wacana ini sudah bergulir sejak dulu, tetapi belum pada tahap pelaksanaannya, sehingga bisa saja calon pemimpin yang pernah jadi napi mencalonkan diri lagi. Ia menyarankan agar napi koruptor dicabut hak dipilihnya dan hanya masih bisa memilih saja. Pendengar dari Abiansemal Ketut Dawi berharap wacana ini jangan hanya terus diwacanakan. Ia juga tak bisa menyalahkan kenapa sampai terpilih dua kali, bukan kar-

ena salah rakyat dan bukan karena yang mencalonkan diri. Ia berharap KPU juga teliti menyeleksi para calon yang akan maju pilkada/ pileg. Jika pernah jadi napi, dicoret saja dari daftar pencalonan. Bukan hanya mantan napi koruptor, tetapi juga yang terlibat narkoba atau kejahatan lainnya. Akhirnya semua kembali ke rakyat sebagai pemilih. Dan semua itu harus mengacu pada UU. Jadi yang mendesak adalah dibuat UU mengatur pelarangan ini. Hal ini disampaikan Wayan Petran di Kintamani. Senada dengan Becik di Tuban, ia menyarankan yang perlu dikebut adalah DPR segera membuat UU melarang mantan napi koruptor ikut pilkada. Sebab, jika tidak, pasti dijadikan alasan bagi mantan

napi korupsi ikut pilkada lagi. Sekaligus memberi efek jera bagi semua anggota legislatif, yudikatif dan eksekutif agar tidak korupsi. Sementara itu, menurut Wayan Merta, yang namanya koruptor tidak bakal pernah tobat. Apalagi tempatnya memang selalu ada kesempatan. Karena otak seorang koruptor selalu kotor. Jadi harusnya jangan kasih kesempatan kedua bagi mantan koruptor menaiki tahta. Kemudian Nengah Darma menilai setiap orang yang sudah kena kasus hukum tidak boleh maju ke pilkada. Mestinya baru daftar langsung blacklist supaya tidak kambuhan penyakitnya. Ia menyarankan hukum bagi koruptor itu dimiskinkan. Sita asetnya untuk negara. (sikha)


OPINI

6

Jumat Wage, 2 Agustus 2019

Harian untuk Umum

Bali Post

Pengemban Pengamal Pancasila

Terbit Sejak 16 Agustus 1948

Tajuk Rencana

Mengawal Masa Depan Anak dan Membahagiakannya ANAK adalah generasi penerus. Pandangan ini sudah sangat umum dan menjadi pemahaman bersama. Namun, terkadang kita lalai dan abai mengawal mereka sebagai generasi bangsa yang akan menentukan nasib bangsa ini ke depan. Untuk itulah, gerakan membangun kepedulian terhadap anak hendaknya terus bergulir. Kita wajib dan mutlak harus membangun kesadaran untuk membahagiakan anak. Kita harus mengawal masa depan anak kita dengan rasa tanggung jawab sebagai orangtua atau sebagai bagian dari lingkungan dari si anak. Kita juga sadar bahwa di tangan anak-anaklah kelanjutan dan masa depan serta nasib suatu bangsa dipertaruhkan. Kalau mereka mutunya jelek, maka akan jeleklah nasib bangsa itu ke depan. Kalau sebaliknya, maka akan cemerlanglah perjalanan bangsa itu. Tetapi, persoalan anak-anak memang bukan masalah sederhana. Tidak hanya cukup memberi mereka makanan, pakaian, pendidikan dan lalu selesai. Kasih sayang sebagai tambahan lain juga tidak cukup. Kompleksitas persoalan anak-anak memang sangat terasa. Tidak hanya bagi orangtua, guru, masyarakat ataupun pemerintah. Itulah makanya, membangun masa depan anak-anak, mengatasi persoalan mereka diperlukan gerakan sinergis yang berkesinambungan. Siapa yang bisa membayangkan kalau anak- anak serta generasi muda suatu bangsa akan rapuh serta keropos oleh berbagai persoalan? Oleh sistem pendidikan yang buruk, kesehatan yang sama jeleknya, perhatian minim dari pemerintah walaupun masalah anak-anak dijamin undang-undang. Dalam konteks kekinian, sering kali anak-anak dijadikan semacam komoditas politik. Hal ini jamak terjadi. Belum muncul sepenuhnya sifat ketulusan dalam membenahi hal ini. Kalau bicara angka, tentu sudah ada pakarnya. Yang jelas, angka anak-anak kita yang tidak mendapat kehidupan yang layak, kesehatan yang pantas, pendidikan yang seharusnya mereka dapatkan dan lain-lain, semakin banyak saja jumlahnya. Kalau kita lihat, banyak dari mereka dalam keseharian harus memikul beban berat. Memikul tanggung jawab sebagai orangtua dalam menyambung kehidupan. Mereka, dalam beberapa kasus, justru menjadi tulang punggung keluarga. Bekerja atau diperkerjakan sebagai pengemis di jalanan, berjualan makanan serta minuman ringan di berbagai perempatan jalan di kota-kota besar, diperdagangkan sebagai budak seks dan sebagainya. Cerita sedih ini bisa berlanjut dan bersambung sampai kita tidak tahu entah kapan akan tamat. Ini sebuah telenovela kegetiran dalam kehidupan seorang anak. Kita tidak bisa hanya melihat keceriaan mereka pada saat perayaan Hari Anak Nasional ataupun peringatan-peringatan lainnya. Senyum mereka sangat ceria dan kita bangga, bahagia, dan merasa sangat nyaman. Sudahkan kita sering melihat kenyataan bahwa mereka juga punya banyak beban? Menangis, ketakutan, terintimidasi, lemah tidak berdaya di kolong jembatan, di jalan-jalan, di warung remangremang dan sebagainya. Ini potret hitam putih. Ada yang tertawa gembira, ada yang menangis sesenggukan. Ada yang gembira di kelas, ada juga yang bermandi peluh menjajakan dagangan. Pemerintah harus keras, tegas, dan awas. Banyak hal hal di sekeliling mereka yang mengancam mereka. Mereka harus diselamatkan karena undang-undang mengamanatkan hal itu. Pemerintah mesti memberi mereka pendidikan, pelayanan kesehatan, keamanan dan sebagainya sehingga mereka akrab dengan dunianya. Jangan biarkan mereka berada di dunia yang sebenarnya bukan dunianya. Mereka akan terasing, merasa sendiri dan ketakutan. Pemerintah bersama masyarakat harus menajamkan kepekaan terhadap kondisi lingkungan. Mereka sejatinya berada dalam bahaya. Kita tidak sedang dalam kondisi menakutnakuti. Kejahatan seksual, narkoba menjadi predator mereka. Belum lagi yang lain. Guru, pemuka agama, pemuka adat, dan tentu saja keluarga mesti menjadi benteng terdepan dalam menjaga mereka. Memberikan mereka sebuah dunia yang patut mereka miliki.

S URAT PEMBACA

Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.

Menunggu Kinerja Dewan Baru Minggu pertama Agustus ini, anggota legislatif di sejumlah kabupaten/kota di Bali akan dilantik. Wajah-wajah baru akan mengisi kursi wakil rakyat. Sebagai hasil proses demokrasi, saya pribadi menyampaikan ucapan selamat kepada para wakil rakyat yang akan dilantik. Mudahmudahan kinerja legislatif pada era baru ini jauh lebih efektif dan lebih memihak rakyat. Selain ucapan selamat, saya juga menyampaikan harapan agar para wakil rakyat tak menjadikan kunjungan kerja sebagai agenda utama. Selama ini, saya dengar anggota legislatif lebih banyak berada di luar daerah dengan alasan studi banding. Sayangnya, hasil studi banding tak pernah diinformasikan kepada publik. Bahkan, biaya yang dihabiskan untuk satu program studi banding juga tak jelas. Mudah-mudahan, para legislator pada era baru ini lebih peka dengan kondisi warganya dan lebih banyak turun ke lapangan, bukan malah jalan-jalan ke daerah orang. Terkait dengan gebrakan era baru Bali ini, saya berharap gerakan membangun infrastruktur untuk Bali mendapat dukungan penuh. Gerakan pengelolaan Bali dalam satu manajemen juga hendaknya dirumuskan. Ini penting agar One Island Bali tak hanya menjadi wacana. Terlebih sekarang, anggota DPRD di kabupaten/kota dan di Provinsi Bali didominasi kader PDI-P. Supartana Putra Denpasar, Bali

Akta Kelahiran dan Perlindungan Hak Anak Hak Asasi Manusia (HAM), sebagaimana dijelaskan dalam Undang-undang No. 39 Tahun 1999 pada hakikatnya merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Esa yang wajib dihormati dan dilindungi negara demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat setiap warga negara termasuk anak. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 juga disebutkan beberapa hak warga negara yang dijamin oleh pemerintah seperti hak untuk mendapatkan pendidikan, pelayanan kesehatan, penghidupan yang layak, dan lain-lain. Namun, untuk mendapatkan haknya tersebut, anak harus memiliki bukti sebagai warga negara, salah satunya yaitu kepemilikan akta kelahiran.

Oleh Rida Agustina, S.ST., M.Si.

H

asil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2017 yang dilaksanakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan belum semua anak memiliki akta kelahiran. Dari sekitar 79,6 juta anak usia 0-17 tahun di Indonesia pada tahun 2017, sekitar 83,33 persen sudah memiliki akta kelahiran yang dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Hal ini berarti masih terdapat 16,67 persen anak yang belum memiliki akta kelahiran. Artinya, 13,3 juta anak masih belum memiliki jaminan perlindungan haknya sebagai warga negara. Lebih lanjut diketahui 62,19 persen memiliki akta kelahiran dan dapat menunjukkannya. Sedangkan 21,14 persen mengaku memiliki akta kelahiran namun tidak dapat menunjukkannya. Tetapi sangat disayangkan karena masih terdapat sekitar 16,39 persen anak yang tidak memiliki akta kelahiran. Mirisnya lagi, ada sekitar 0,28 persen anak yang orang tuanya tidak tahu tentang akta kelahiran. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa masih terdapat belasan juta anak yang tidak memiliki akta kelahiran?

Pada Susenas tahun 2016 terdapat pertanyaan mengenai alasan anak tidak memiliki akta kelahiran. Data menunjukkan, alasan utama anak tidak memiliki akta kelahiran adalah karena tidak adanya biaya dengan persentase sebesar 33,87 persen. Sedangkan alasan lainnya adalah ketidaktahuan orangtua mengenai cara mengurus akta kelahiran yaitu sekitar 9,33 persen dan karena alasan jauhnya jarak tempuh dari rumah ke kantor catatan sipil sebesar 7,56 persen. Akta kelahiran merupakan salah satu bukti identitas anak, tercatatnya anak sebagai warga negara. Jika seorang anak tidak memiliki akta kelahiran, maka secara de jure keberadaan anak tersebut dianggap tidak ada oleh negara. Dalam jangka pendek, anak tidak akan bisa didaftarkan ke sekolah, tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan, dan tidak akan terlindung secara hukum oleh negara. Sedangkan untuk jangka panjang, setelah anak menjadi dewasa dan masih belum memiliki akta kelahiran, maka dia tidak bisa mencari pekerjaan yang layak, tidak bisa mendaftarkan pernikahannya ke Kantor Urusan Agama (KUA), tidak bisa membuat paspor, tidak mendapatkan

tunjangan keluarga, tidak bisa mengurus hak ahli waris, tidak bisa mengurus hak dana pensiun, serta administrasi lainnya yang mensyaratkan adanya akta kelahiran. Mengingat begitu pentingnya kepemilikan akta kelahiran yang akan berguna dari anak itu lahir hingga menjadi lansia, maka penulis berpendapat bahwa baik pemerintah, masyarakat, serta orangtua harus melakukan upaya-upaya agar setiap anak di Indonesia dapat memiliki akta kelahiran. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, alasan utama anak tidak memiliki akta kelahiran adalah karena tidak adanya biaya. Hal ini sebetulnya tidak akan terjadi jika orangtua langsung mendaftarkan anaknya yang baru lahir sebelum 60 hari sejak tanggal kelahirannya. Pemerintah telah menetapkan bahwa pengurusan akta kelahiran sebelum 60 hari sejak anak dilahirkan tidak dipungut biaya atau gratis. Namun, tidak semua masyarakat mengetahui informasi tersebut sehingga banyak anak yang telat diurus akta kelahirannya dan dikenakan denda setidaknya seratus ribu rupiah. Selain terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengurus dan

memiliki akta kelahiran, penulis berpendapat bahwa pemerintah sebaiknya memperpanjang masa kepengurusan akta kelahiran agar lebih dari 60 hari setelah hari kelahiran. Dengan begitu, setidaknya kuantitas orangtua yang telat membuat akta kelahiran semakin berkurang dan jauh dari sanksi denda. Bagaimanapun, orangtua yang anaknya baru saja lahir biasanya tidak terpikirkan untuk langsung mengurus akta kelahiran anaknya, apalagi jika anaknya tersebut lahir dalam keadaan tidak sehat. Orangtua akan fokus untuk merawat dan menjaga anaknya yang sedang sakit dan tidak sempat mengurus pembuatan akta kelahiran anaknya. Kerja sama antara pemerintah dengan tenaga medis (bidan praktik, puskesmas, klinik bersalin, rumah sakit, dll) yang terlibat dalam proses kelahiran untuk sosialisasi serta membantu pengurusan akta kelahiran bayi juga sangat penting. Ibu akan memeriksakan kondisi kehamilannya selama masa pra hingga pascakelahiran. Penulis berpendapat bahwa tenaga medis dapat membantu sosialisasi pembuatan akta kelahiran dengan memasang poster atau pun menyediakan leaflet mengenai pentingnya akta kelahiran beserta syarat dan tahapan pembuatannya di tempat praktik. Poster dan leaflet mengenai akta kelahiran disediakan oleh pemerintah yaitu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di daerah setempat. Untuk dapat mengatasi hambatan jarak rumah orangtua dengan kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, pemerintah daerah setempat perlu mengirimkan petugas registrasi administrasi ke desa-desa untuk melakukan pencatatan kelahiran. Kegiatan

Mewaspadai Sumber Kejahatan TIDAK ada kejahatan yang mutlak, begitulah faktanya bahwa sehebat-hebat kejahatan pada akhirnya dharma-lah yang menang. Berpegang teguhlah pada kebenaran dharma agar kejahatan adharma yang berada di sisinya selalu tunduk dan tidak mengganggu. Dharma dan adharma ibarat terang dan gelap, ketika matahari menerangi kegelapan malam, lalu ke manakah perginya gelap itu? Ia tidak ke mana, hanya menunggu saat yang tepat untuk muncul kembali. Begitu juga dengan kejahatan adharma, ke mana ia pergi ketika ia dikalahkan oleh kebenaran dharma? Ia juga tidak ke mana, dan bahkan sangat dekat di sisi dharma. Kebenaran itu sendiri ada di dalam hati, karena itu hati-hatilah dengan hati kalau tidak ingin hati menjadi gelap. Hati yang gelap tidak bisa membedakan yang baik dan yang buruk, yang benar dan yang salah. Kemalasan, kegelapan, dan kebodohan (awidya) itulah sumber munculnya kejahatan adharma. Karena itu sebelum merayakan Galungan, kita diingatkan untuk melakukan ritual penampahan. Penampahan bermakna menyembelih binatang, dan umat Hindu di Bali mewarisi tradisi ini dengan memotong babi. Babi adalah binatang yang rakus (tamak), dan babi adalah binatang pemalas dan bodoh. Dengan memaknai ritual penampahan, seharusnya setiap orang memotong, menyembelih, membuang sifat-sifat binatang pada diri, menjauhkan diri dari sifat malas, sifat tamak, dan sifatsifat buruk lainnya. Sifat-sifat buruk inilah bagian dari kejahatan adharma, yang bisa menguasai hati, yang dapat membuat hati

Oleh I Gst. Ngr. Bagus Suryawan, S.T., S.Ag., M.M. menjadi gelap. Itu harus diwaspadai setiap saat agar tidak muncul lagi perang yang mengerikan. Kita masih ingat dengan perang Mahabharata, dan itu menjadi saksi sejarah yang mengingatkan kita akan salah satu model perang dharma melawan adharma yang terkenal di seluruh dunia. Perang ini mendapat perhatian besar sehingga Tuhan pun harus hadir di bumi dengan mengambil wujud sebagai Sri Krishna. Perang Mahabharata ini telah dijadikan model oleh Tuhan agar umat manusia dapat menyaksikan bagaimana dampak yang ditimbulkan oleh perang. Begitu menyedihkan setelah perang Mahabharata berakhir, perang itu menyisakan trauma berkepanjangan. Pandawa terguncang dengan perasaan berdosa setelah bertempur dan membunuh orang-orang yang mestinya disayang. Perasaan berdosa itu terus menghantui walaupun Sri Krishna sudah menjelaskan bahwa orang yang melaksanakan dharma-nya dalam perang tidak disentuh oleh dosa. Walaupun demikian, banyak korban yang berjatuhan. Derita, rasa sedih, dan penyesalan tidak bisa dihindari walaupun meratapi kepergian orang-orang yang berpihak pada adharma adalah wujud kebodohan. Banyak contoh kejahatan yang terjadi karena keyakinan orang begitu lemah terhadap Tuhan. Penonjolan ego akan meningkatkan tumbuhnya sifat jahat pada diri dan merusak keharmonisan diri yang berdampak pada orang

lain. Dalam rumah tangga terjadi perebutan waris, ada keinginan untuk mendapat warisan agak lebih, dan memunculkan suasana yang tidak adil di antara semetuan (semeton), di antara orang yang lahir dari satu rahim ibu sehingga saling bermusuhan. Ancaman adharma itu tidak jauh-jauh amat, dan sebaliknya begitu dekat. Karena itu, semetuan (semeton) bisa berubah makna dari hubungan yang begitu dekat menjadi “calon musuh“. Semakin banyak anak, kecenderungan saling bermusuhan di antara anak sangat tinggi kalau tidak mampu mengayomi dengan sikap adil dan bijaksana. Ancaman kejahatan lainnya, minta perhatian agak lebih dari yang lain sehingga mencari penangkeb atau pengasihasih. Yang ingin tampil dengan keberanian ekstra tidak tanggungtanggung mengunjungi dukun untuk mendapat jimat kekebalan, dan yang kesepian di malam hari juga diseret oleh pengaruh “geng leak”, mengunjungi kafe, mabuk, seks bebas, dan narkoba. Ini adalah perhelatan perang batin bagi setiap orang yang lemah keyakinannya, diselimuti kebodohan dan akhirnya secara diam-diam dan tidak menyadari dirinya menjauhi Tuhan, dan lebih meyakini penggunaan jimat-jimat dukun, mencari kenikmatan berdosa ketimbang mendekatkan diri dengan belajar lebih pasrah kepada Tuhan. Begitulah kebahagiaan dan kenikmatan itu diraih sekalipun akhirnya menjadikannya

samskara berdosa. Di tempat kerja, di kantorkantor, di pasar, dan di mana saja ada perhelatan perang batin selama keinginan seseorang untuk mendapat keuntungan itu tidak dilandasi oleh kebersihan hati. Banyak janji untuk menyenangkan orang, dan janji tinggal janji yang pada akhirnya tidak disadari menjadi samskara buruk. Membanggakan kekuasaan sering tidak sadar tergiring barbuat dosa, di mana yang baik dan yang buruk semua dikerjakan hanya demi mendapat keuntungan diri dan mendapat simpati dari orang lain. Tidak sedikit yang menipu dirinya sendiri demi pencitraan, dan orang lain mungkin dapat dikelabui, tetapi hati dan atma dalam diri tidak bisa dibohongi. Perilaku seperti ini akan mengotori hati dan menimbulkan perang batin pada akhirnya. Galungan adalah saat yang indah untuk melakukan introspeksi diri, melakukan perenungan apa arti hidup ini, apa yang ingin dicapai dalam hidup ini, dan mengapa kita menginginkan sesuatu itu, adakah perbuatan itu selaras dengan tujuan hidup, membebaskan diri dari ragam ikatan batin kecuali kepada Tuhan. Dengan perenungan seperti itu, kita akan dapat mengenali apa dharma kita yang sesungguhnya, dan pada akhirnya kita melakukan penyelidikan batin untuk mewujudkan kebenaran itu secara terus-menerus. Ini adalah salah satu cara untuk membuat adharma duduk manis tidak menggangu, ibarat gelap diterangi lampu.

tersebut juga perlu adanya kerja sama dengan aparat desa setempat. Aparat desa dapat melakukan pendataan sebelum petugas registrasi datang ke desanya, sehingga saat petugas registrasi datang semua data yang sudah tercatat dapat langsung dilaporkan. Yang terpenting adalah pengetahuan masyarakat akan pentingnya administrasi kependudukan. Agar masyarakat dapat mengetahui informasi secara langsung, pemerintah dapat berkoordinasi dengan aparat setempat mengenai sosialisasi akta kelahiran di desa-desa. Sosialisasi dapat dilakukan dengan mengumpulkan masyarakat di balai desa dan mendatangkan petugas administrasi kependudukan dari kantor catatan sipil untuk menjelaskan secara langsung. Kegiatan lain yang dapat dimanfaatkan adalah pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga atau PKK. Petugas registrasi administrasi dapat mengisi kegiatan PKK dengan sosialisasi mengenai pentingnya pembuatan akta kelahiran, persyaratan pembuatannya, serta tahapan kepengurusan pembuatan akta kelahiran kepada ibu-ibu di daerah setempat. Akta kelahiran adalah jaminan perlindungan hak-hak anak. Dengan membantu kepengurusan akta kelahiran maka akan membantu terjaminnya setiap anak di Indonesia mendapatkan haknya. Tidak hanya pemerintah, namun masyarakat dan orangtua juga berkewajiban untuk membantu setiap anak memiliki akta kelahiran demi masa depan generasi penerus bangsa. Penulis, Fungsional Statistisi Muda di BPS RI – Dir. Kesejahteraan Rakyat, Subdir Statistik Pendidikan dan Kesejahteraan Sosial 2019-sekarang

POJOK Tingkat kemiskinan Bali turun, ketimpangan naik. - Masih banyak yang prihatin. *** Hentikan megaproyek di Bali Selatan. - Jangan tunggu alam hancurkan Bali. *** Toko berjejaring di Gianyar terus bertambah, pemkab tunggu sinkronisasi data. - Menjamur bagai jamur di musim hujan.

Penulis, pensiunan Pegawai Telkom

 Perintis : K.Nadha,  Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post.  WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER


7 TABANAN ’’Karya Ngenteg Linggih’’ Pura Dalem lan Pura Prajapati Desa Tajen Jumat Wage, 2 Agustus 2019

Wagub Cok Ace Serahkan Punia Rp 200 Juta KRAMA Desa Tajen Kecamatan Penebel Kabupaten Tabanan antusias melaksanakan seluruh rangkaian

Karya Agung Ngenteg Linggih Pura Dalem lan Pura Prajapati di desa setempat yang dudonan-nya dimulai

SERAHKAN PUNIA - Wakil Gubernur Bali Cok Ace menyerahkan punia Rp 200 juta saat menghadiri karya ngenteg linggih di Desa Tajen Kecamatan Penebel, Rabu (31/7).

SOSOK Atensi Lakalantas ANGKA kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Kabupaten Tabanan cukup tinggi. Faktor kelalaian manusia, kondisi jalan, kendaraan, serta lampu penerangan jalan menjadi penyebab terjadinya lakalantas. Persoalan ini menjadi atensi khusus Wakapolres Tabanan, Kompol Ni Made Sukerti. Meski baru dua pekan menjabat Wakapolres Tabanan, rupanya Kompol Sukerti sudah mempelajari dan mengetahui berbagai persoalan utama terkait keamanan, lalu lintas dan hal terkait tugas-tugas Polri sebagai pelayan dan pengayom masyarakat. Dari berbagai persoalan, soal lalu lintas menjadi atensi khusus pejabat asal Desa Pejaten Kecamatan Kediri ini. Mengapa demikian, di Tabanan hampir setiap hari ada laporan kejadian lakalantas baik akibat human error ataupun faktor lain. Dari analisis yang dilakukannya sejak menjabat Wakapolres Tabanan, yang menjadi faktor utama penyebab lakalantas adalah kondisi penerangan dan jalan. ‘’Jalan di Tabanan yang berkelok-kelok disertai tikungan dan tanjakan tajam serta tidak adanya penerangan jalan, menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas,’’ katanya. Terkait hal tersebut, pihaknya telah memerintahkan Kasatlantas Polres Tabanan untuk terus berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan rekayasa lalu lintas guna mengurangi lakalantas. Dia juga mengimbau pengendara berhatihati dan selalu memerhatikan rambu lalu lintas. Selain itu, dia juga menginstruksikan Kasat Bimas untuk lebih gencar melakukan sosialisasi keselamatan berlalu lintas dengan sasaran sekolah, karang taruna dan komunitas. ‘’Diharapkan, mereka bisa menjadi partner polisi untuk mensosialisasikan keselamatan berlalu lintas,’’ ujarnya. (bit)

awal Juni lalu. Antusiasme krama bertambah dengan hadirnya Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace saat upacara ngadegan pamemben, Rabu (31/7). Cok Ace hadir untuk mengikuti persembahyangan. Cok Ace didampingi Asisten Administrasi Umum Wayan Suarjana, anggota DPR-RI dapil Bali Made Urip, dewan terpilih asal Penebel Ni Made Dewi Trisna Yanti, serta Camat Penebel I GAN Supartiwi. Pada kesempatan itu, Wagub Cok Ace berkesempatan mengikuti prosesi nagingin pula kerthi, sebagai salah satu sarana upakara utama dalam upacara ngenteg linggih. Ia juga menyerahkan bantuan sosial dan punia senilai Rp 200 juta lebih yang diharapkan dapat meringankan biaya penyelenggaraan upacara.

Pemerintahan dan Kesra I Wayan Miarsana. Kabag Umum Setwan Tabanan I Nyoman Putra menjelaskan, geladi dilakukan agar pada hari H tidak ada kendala. Anggota dewan terutama pendatang baru bisa mengetahui tata cara pelantikan dan pengambilan sumpah. ‘’Astungkara saat hari H, Senin depan, bisa berjalan lancar,’’ ucap Nyoman Putra. Acara pelantikan akan diawali prosesi majaya-jaya di Padmasana kantor DPRD Tabanan di-puput Ida Pedanda dari Geria Anyar Desa Cau Blayu, Marga. Acara dilanjutkan dengan rapat paripurna DPRD Tabanan untuk pelantikan anggota dewan periode 2019-2024. ‘’Saat pelantikan juga akan dirangkai dengan penetapan ketua sementara dan wakil ketua sementara dan dilakukan penyerahan palu sidang serta memori dari pimpinan lama kepada pimpinan sementara DPRD Tabanan,’’ jelasnya. Terkait pimpinan dewan sementara, kata Putra, sesuai dengan ketentuan pusat,

ketiganya harus ada dan dijalankan dengan baik, maka jadilah karya tersebut sebuah yadnya suci yang tulus ikhlas,’’ ujarnya. Di samping itu, sejalan dengan visi Nangun Sad Kerthi Loka Bali yang dilaksanakan Pemprov Bali dalam menjaga alam Bali, manusia beserta kebudayaannya, Wagub Cok Ace menyatakan, Pemprov Bali mendukung pelaksanaan upacara keagamaan serta mengajak masyarakat untuk melestarikan seni, budaya, adat istiadat Bali yang menyatu dengan pelaksanaan agama dalam kehidupan seharihari. ‘’Upacara ini juga sesuai dengan visi Pemerintah Provinsi Bali yaitu Nangun Sat Kerthi Loka Bali yaitu menjaga keseimbangan dari segi sekala lan niskala. Untuk itu, karya-karya seperti ini harus tetap dilaksanakan,

dijaga, dan dilestarikan,’’ tegasnya. Ketua Panitia Karya Wayan Sutarga menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Wagub Cok Ace beserta undangan lainnya. Ia menyebutkan, upacara ngenteg linggih dilaksanakan setelah rampungnya pembangunan seluruh palinggih di Pura Dalem lan Prajapati Desa Tajen yang di-empon 517 KK atau sekitar 2.300 jiwa. Pembangunan dan upacara diperkirakan menelan biaya Rp 1,3 miliar. Berkat urunan, punia serta bantuan dari pemerintah, sudah terkumpul dana sekitar Rp 1,2 miliar, sehingga pihaknya masih perlu mengusahakan untuk menutupi kekurangannya. Dengan adanya bantuan dari Pemprov Bali, beban yang ditanggung warganya sangat diringankan.

Usai dihadiri Wagub Bali, pada hari yang sama, Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya juga hadir di karya tersebut. Bukan hanya nyaksi, Wabup Sanjaya juga melakukan persembahyangan, dengan harapan karya berjalan lancar dan penuh rahmat. Selain itu, Wabup Sanjaya mengapresiasi kebersamaan dan semangat gotong royong warga dalam membangun dan melaksanakan karya. Apresiasi tersebut diungkapkan Wabup Sanjaya usai persembahyangan sekaligus memberikan punia yang diterima panitia. Ke depan, Sanjaya berharap kebersamaan dan semangat gotong royong tetap dijaga dan semakin ditingkatkan. Karena jika masyarakat bersatu, maka pembangunan apa pun di desa pasti berjalan lancar. (ad028)

Gerindra Merapat ke PDI-P Tabanan (Bali Post) -

Partai Gerindra mengambil langkah strategis dalam menyikapi perkembangan politik di Kabupaten Tabanan. Sebab, berdasarkan hasil Pileg 2019, Gerindra yang hanya mampu meraih 3 kursi DPRD Tabanan, sudah tidak bisa lagi membentuk satu fraksi mandiri seperti sebelumnya. Kini mereka ancang-ancang merapat ke PDI-P. Sejauh ini belum ada keputusan resmi. Namun, sinyal Gerindra merapat ke PDI-P terlihat dari intensnya komunikasi para tokoh kedua partai tersebut. Ketua DPC Gerindra Tabanan Ni Nengah Sri Labantari di sela-sela geladi pelantikan dewan, Kamis (1/8) kemarin mengungkapkan, rencana bergabung ke Fraksi PDI-P atas dasar pertimbangan melihat situasi politik. ‘’Demokrat sudah dengan NasDem. Melihat situasional di Tabanan, kami jelas memerhatikan ke depannya juga,’’ ujarnya.

Meski dikatakan belum ada pertemuan resmi terkait hal itu, perempuan asal Kecamatan Kediri ini menyatakan pihaknya sudah mengutus dua anggotanya untuk bertemu dan berkomunikasi dengan Ketua DPC PDI-P Tabanan I Komang Gede Sanjaya. ‘’Memang belum resmi, tapi sebatas komunikasi dengan obrolan santai,’’ ucapnya. Ditanya soal sikap PDI-P, Labantari hanya mengatakan pihaknya masih menunggu hasil keputusan setelah pelantikan. PDI-P pun masih berencana rembuk secara intern untuk keputusan terse-

but. ‘’Masih konsultasi dulu. Jadi, diminta menunggu selesai pelantikan,’’ tegas Labantari. Sementara terkait usulan calon wakil ketua DPRD Tabanan mengingat Gerindra berhasil menempati peringkat ketiga setelah PDI-P dan Golkar, Labantari mengaku sudah mengajukan dua nama calon ke DPD. Dua nama tersebut yakni dia sendiri dan I Putu Gede Juliastrawan. Diusulkannya Juliastrawan didasari beberapa pertimbangan, salah satunya loyalitas terhadap partai. Juliastrawan meru-

pakan politisi asal Desa Lalanglinggah Kecamatan Selemadeg Barat yang lolos untuk kedua kalinya sebagai anggota dewan dengan perolehan 2.758 suara. Ia menjabat sebagai Ketua Organisasi Kekaderan DPC Gerindra Tabanan. Sementara itu, Ketua DPC PDI-P Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengaku belum ada koordinasi atau pertemuan terkait Gerindra yang berencana merapat ke PDI-P. ‘’Belum ya. Kalau ada, saya rapatkan dulu sama k a w a n kawan di PDI-P,’’ jelasnya. (kmb28)

BPK Periksa Kinerja Administrasi Disdukcapil Tabanan (Bali Post) Kinerja administrasi kependudukan tahun anggaran 2018 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) diperiksa oleh tim Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Bali

Setwan Gelar Geladi Pelantikan Dewan

Tabanan (Bali Post) Sekretariat DPRD Tabanan melakukan sejumlah persiapan acara pelantikan dan pengucapan sumpah janji anggota DPRD Tabanan periode 2019-2024. Seperti pada Kamis (1/8) kemarin, digelar geladi kotor dan geladi bersih acara pelantikan di gedung rapat pleno DPRD Tabanan. Dari pantauan, kegiatan tersebut dimulai pukul 10.00 Wita. Suasana akrab tampak mewarnai kegiatan tersebut, tak terkecuali bagi 11 orang pendatang baru di kursi legislatif. Mereka berbaur dengan anggota dewan periode lima tahun sebelumnya yang terpilih kembali. Namun, tidak semua dewan incumbent menghadiri geladi, karena berbagai alasan. Geladi yang dipimpin langsung Ketua DPRD Tabanan I Ketut Suryadi tersebut, juga dihadiri Kepala Pengadilan Negeri Tabanan Made Sukereni yang nantinya akan mengambil sumpah jabatan anggota dewan, serta beberapa pejabat eksekutif yang dipimpin Asisten Bidang

Dalam sambrama wacananya, Wagub Cok Ace menyampaikan pentingnya kesadaran masyarakat untuk ber-dana punia sebagai bentuk angayu bagia umat atas rezeki yang diperoleh guna mendukung penyelenggaraan upacara keagamaan di lingkungan desa tempat tinggal. Ini sebagai bentuk rasa bakti dan syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Wagub Cok Ace menjelaskan, sebuah yadnya harus berlandaskan tiga hal penting yakni pikiran, kemampuan, dan kepatutan. ‘’Sebuah karya harus diawali oleh sebuah pikayun atau pikiran, yakni seluruh krama sepakat menyatukan pikiran untuk menggelar upacara, didukung adanya kemampuan. Serta yang terpenting, kepatutan yang kita dapat dari para Brahmana, baru satu upacara bisa digelar. Untuk itu,

dimandatkan kepada peraih suara terbanyak pertama dan kedua. Peraih suara terbanyak yakni PDI-P telah menunjuk I Nyoman Arnawa. Sementara Partai Golkar sebagai peraih suara terbanyak kedua menunjuk Ni Made Meliani. ‘’Keduanya akan memimpin sidang sampai terpilih pimpinan definitif,’’ sebutnya. Ia menambahkan, pelantikan setidaknya akan dihadiri sekitar 400 undangan. Anggota dewan yang akan dilantik mengajak istri atau suami serta tiga anggota keluarga lainnya. selain itu, juga diundang seluruh instansi vertikal, OPD, Camat, serta seluruh Kepala Desa dan undangan lainnya. ‘’Kami di dewan menyiapkan sarana prasarana pelantikan agar dapat berjalan lancar,’’ imbuhnya. Soal pakaian, anggota dewan laki-laki akan mengenakan pakaian sipil lengkap dengan jas dan dasi. Sementara yang perempuan mengenakan pakaian nasional kebaya dengan selendang dan bersanggul. (kmb28)

Bali Post/bit

GELADI - Suasana geladi pelantikan anggota DPRD Tabanan terpilih yang digelar Kamis (1/8) kemarin.

selama 25 hari ke depan. Sebelum bertugas pada Kamis (1/8) kemarin, tim BPK RI Perwakilan Bali dipimpin Donny Ramli bertemu dengan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti yang didampingi Inspektur Tabanan I Gede Urip Gunawan dan Kepala Disdukcapil I G.A. Rai Dwipayana. Donny Ramli mengatakan, sebenarnya pemeriksaan telah dimulai sejak 29 Juli dan akan berakhir 27 Agustus mendatang. Pemeriksaan ini dipandang perlu mengingat Disdukcapil merupakan pusat data base dari pen-

dataan semua kecamatan di Tabanan. Dengan pendataan yang akurat diharapkan ke depannya pembangunan di Tabanan bisa berjalan maksimal. Dalam pemeriksaan, pihaknya membutuhkan dokumen terlampir, sedangkan dokumen lainnya yang belum tercantum dalam surat ini akan dimintakan kemudian dalam pelaksanaan pemeriksaan. Pihaknya juga tidak lupa meminta kerja sama dan koordinasi yang baik semua pihak. ‘’Jika ada masalah, bisa disampaikan. Jangan takut kepada BPK, karena

kami juga memiliki fungsi melakukan pembinaan secara umum,’’ imbuhnya. Sementara itu, Bupati Eka Wiryastuti mengungkapkan, saat ini Disdukcapil Tabanan memiliki kineja yang luar biasa. Hal ini terlihat dari beberapa inovasi yang telah dilakukan sehingga patut ditiru OPD lainnya di Tabanan. ‘’Program yang dijalankan di Disdukcapil begitu istimewa karena kami melakukan teknik jemput bola yang dilakukan sampai ke sekolah-sekolah,’’ ungkapnya. Menurut Bupati Eka, data merupakan hal yang sangat

vital, karena data yang diaudit haruslah akurat dan benar. Pihaknya berharap, terobosan yang dilakukan Disdukcapil bisa memberikan manfaat serta pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Ditambahkannya, meskipun Disdukcapil belum memiliki gedung memadai, namun sejauh ini sudah bisa memberikan output yang luar biasa kepada masyarakat. Pihaknya berharap BPK dapat selalu memberikan tuntunan karena tentunya masih banyak kekurangan yang harus diperbaiki. (kmb28)

BPK - Tim BPK RI Perwakilan Bali saat bertemu Bupati Tabanan Eka Wiryastuti, Kamis (1/8) kemarin.

Bali Post/ist


BULELENG

8

Jumat Wage, 2 Agustus 2019

Kasus Pembunuhan Ikram di Desa Gitgit

Tri Antika Divonis Tujuh Tahun Penjara

Singaraja (Bali Post) – Sidang kasus pembunuhan di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada memasuki babak akhir. Terdakwa Nyoman Tri Antika Subandi Awantara alias Gunik (33) terbukti secara sah dan meyakinkan membunuh korban Ikram Tauhid (37). Terdakwa, warga Desa Panji, Kecamatan Sukasada yang membunuh Ikram asal Tuban menggunakan senjata tajam (sajam) itu divonis hukuman tujuh tahun penjara. Keputusan hukuman itu dibacakan pada sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Singaraja, Kamis (1/8) kemarin. Sidang dipimpin ketua majelis hakim Ni Luh Suantini dengan hakim anggota I Made Gede Trisna Jaya dan Anak Agung Ngurah Budhi Dharmawan. Sementara, jaksa penuntut umum (JPU) diwakili I Gusti Nyoman Widana dan terdakwa didampingi kuasa hukumnya Gede Suryadilaga. Sidang kemarin juga disaksikan istri dan kerabat terdakwa. Setelah mengetahui vonis itu, istri terdakwa tampak pasrah. Pasalnya, sejak terdakwa menjalani penahanan hingga sekarang, kebutuhan anaknya yang usia sekolah dan anak kedua masih bayi itu harus dipenuhinya seorang diri. Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan perbuatan terdakwa terbukti bersalah. Terdakwa secara sah dan meyakinkan telah menghilangkan nyawa korbannya dengan senjata tajam. Perbuatan terdakwa melanggar pasal 338 KUHP.

Setelah mendengar fakta di persidangan dan barang bukti yang diajukan JPU dalam persidangan, majelis hakim menjatuhkan vonis tujuh tahun penjara terhadap terdakwa. “Dari fakta-fakta dan barang bukti termasuk terdakwa mengakui perbuatannya, majelis berpendapat perbuatan terdakwa bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 338 KUHP sebagaimana tuntutan JPU,” katanya. Meskipun menghukum tujuh tahun penjara, majelis hakim mempertimbangkan beberapa hal yang meringankan hukuman bagi terdakwa. Ini tidak lepas karena terdakwa sopan dan kooperatif selama mengikuti persidangan. Tidak kalah pentingnya, terdakwa sendiri menjadi tulang punggung dua anaknya yang masih kecil dan seorang istri. Atas vonis yang dijatuhkan itu, kuasa hukum terdakwa Suryadilaga menyatakan menerima keputusan majelis hakim tersebut. Pihaknya menyebut tidak akan mengajukan upaya hukum lanjutan. Alasannya, kliennya sudah

menyatakan menerima vonis tersebut. Hal senada diungkapkan JPU Widana. Ia menyatakan telah menerima vonis majelis hakim tersebut. Dibandingkan dengan tuntutan jaksa yang menuntut terdakwa hukuman sepuluh tahun penjara, maka vonis majelis hakim tujuh tahun penjara itu sudah dinilai ideal. Hukuman sesuai vonis tersebut sudah masuk dua per tiga dari tuntutan, sehingga pihaknya menyatakan menerima vonis majelis hakim. Seperti diberitakan sebelumnya, kasus pembunuhan ini terjadi pada 3 Maret 2019 lalu di jalan Singaraja – Bedugul, tepatnya Km 17, Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada. Terdakwa Gunik berkelahi dengan korban Ikram Tauhid. Kasus itu diawali aksi saling salip ketika korban dan terdawa sama-sama melintas dari Singaraja menuju Denpasar. Di lokasi kejadian itu, terdakwa dan korban terlibat pekelahian, hingga berujung pembunuhan menggunakan senjata tajam yang dibawa terdakwa. (kmb38)

Bali Post/kmb38

VONIS TUJUH TAHUN - Terdakwa kasus pembunuhan di Jalan Singaraja – Bedugul Km 17 Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada Nyoman Tri Antika Subandi Awantara alias Gunik (33) menerima vonis hukuman tujuh tahun penjara yang dijatuhkan majelis hakim.

Mahasiswa Undiksha Magang ke Jepang Tingkatkan Kompetensi Bidang Perhotelan

MAHASISWA Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali mendapatkan kesempatan magang, mengikuti program intership di Jepang. Mereka adalah Putu Ratih Widyaningrum, Ni Luh Ayu Nirmala Santi, Ni nyoman Yuli Sri Mayanti, dan Ida Ayu Ika Dewi. Para mahasiswa pada kesempatan magang di Jepang itu akan mendapatkan pelatihan kerja terkait bidang perhotelan di Vassel Hotel Okayama dari 4 Agustus 2019 sampai 1 Februari 2020 mendatang. Sebelum mengikuti program itu, mereka melakukan audiensi dengan Rektor Undiksha Prof. Dr. I Nyoman Jampel,

M.Pd., Kamis (1/8) kemarin. Koordinator Prodi Pendidikan Bahasa Jepang I Wayan Sadyana, S.S., M.Si. menjelaskan, keikutsertaan mahasiswa pada program itu merupakan bentuk aplikatif dari pembelajaran yang telah dilakukan. “Salah satu profil prodi adalah sebagai tenaga ahli bahasa Jepang dalam bidang perhotelan. Program ini adalah aplikasinya,” katanya. Selain mendapatkan training, mahasiswa ini juga mendapatkan pembelajaran Bahasa Jepang, pembelajaran lintas budaya dan melakukan presentasi dalam kerangka personal development. Pada kesempatan itu juga disinggung kerja sama dengan Vassel Hotel. Ditegas-

kan hal itu merupakan bentuk kerja sama yang dirancang oleh Undiksha melalui Kowa Copr. Jepang. “Melalui pembelajaran ini, mahasiswa berkesempatan mengikuti tranining selama enam bulan. Selain itu juga untuk memperdalam penguasaan Bahasa Jepang,” Jelasnya. Rektor Prof. Dr. Nyoman Jampel mengapresiasi keikutsertaan mahasiswa dalam program itu. Disampaikan, Undiksha saat ini telah bekerja sama dengan beberapa hotel di Jepang untuk menyelenggarakan program internship. Namun, upaya perluasan terus dilakukan, salah satunya dengan Marriot Hotel Okinawa Jepang. Bahkan, Undiksha sudah melakukan pemberang-

katan mahasiswa gelombang kedua. “Sedangkan untuk Vassel Hotel ini adalah pemberangkatan yang pertama dilakukan Undiksha. Pada keberangkatan sebelumnya, ada yang langsung kerja di sana setelah lulus,” katanya. Jampel menegaskan pada program tersebut, mahasiswa juga diminta untuk menggaungkan falsafah Tri Hita Karana. Falsafah local genius Bali itu sudah menjadi landasan visi Undiksha sebagai universitas unggul di Asia tahun 2045. “Falsafah Tri Hita Karana itu menciptakan keharmonisan. Jadinya harus diperkenalkan juga oleh mahasiswa Undiksha di Jepang,” pintanya. (ad026)

PROGRAM INTERSHIP DI JEPANG – Empat mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali mendapatkan kesempatan magang mengikuti program intership di Jepang.

Kasus Tabrak Lari Danton Gerak Jalan

Komite Desak Sekolah Lapor ke Polres Singaraja (Bali Post) – Kasus tabrak lari yang dialami danton gerak jalan regu putri SMAN 4 Singaraja Komang Rismawati mengundang reaksi pengurus Komite SMAN 4 Singaraja. Karena tidak ada iktikad baik pengendara mobil yang menabrak korban hingga luka dalam itu, pengurus komite mendesak agar sekolah melaporkan kasus tabrak lari itu ke Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Buleleng. Bendahara Komite SMAN 4 Singaraja Nyoman Suasana mengungkapkan hal itu di sela-sela mengikuti pertemuan teknik menjelang lomba gerak jalan di Sekretariat KONI Buleleng, Kamis (1/8) kemarin. Lebih jauh, pria asal Kintamani, Bangli ini mengatakan, kasus tabrak lari yang dialami siswi SMAN 4 Singaraja itu, seharusnya tidak sampai terjadi kalau pengguna jalan mengetahui situasi jalan raya yang belakangan ini ramai oleh latihan gerak jalan. Latihan gerak jalan itu dirangkaikan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia 2019. Kejadian yang dialami siswa kelas XI itu murni merupakan kasus tabrak lari. Apalagi, pihak pengemudi pick-up yang menyerempet korban itu kabur tanpa ada iktikad baik meminta maaf atas kejadian itu. Atas nama komite seko-

lah, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepala SMAN 4 Singaraja, agar kasus ini dilanjutkan ke pihak berwajib. Dengan demikian, siapa pun pengemudi mobil pi ck- up hitam yang menabrak korban saat latihan gerak jalan itu secepatnya bisa diketahui. Sehingga kasus lakalantas ini dapat diproses melalui regulasi yang berlaku. “Saya tadi sudah sampaikan ke sekolah agar kasusnya dilaporkan ke polisi. Sebab, tidak ada iktikad baik meminta maaf. Malah sopirnya kabur setelah menabrak siswa kami yang sedang sedang latihan gerak jalan,” katanya. Di sisi lain, pria yang akrab disapa Jenggo ini menambahkan, lomba gerak jalan yang sudah menjadi tradisi setiap HUT Kemerdekaan Republik Indonesia tiap tahun memang berdampak pada gangguan arus lalu lintas. Akan tetapi, karena gerak jalan ini sifatnya kegiatan rutin dan memiliki tujuan memupuk nasionalisme generasi muda, seharusnya semua pengguna jalan bisa memaklumi gangguan lalu lintas dengan tetap berhatihati. Para sopir memberikan prioritas kepada peserta gerak jalan, sehingga tidak terjadi kasus tabrak lari seperti dialami Rismawati. Selain itu, pihaknya juga telah mengingatkan para

pembina lomba gerak jalan di SMAN 4 Singaraja untuk memberikan pengawasan ketat baik saat latihan dan dalam pelaksanaan lomba gerak jalan. Ini penting karena gerak jalan ini juga melibatkan anak-anak SD, sehingga mereka perlu didampingi dengan baik agar tidak mengalami hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di lapangan. Seperti diberitakan sebelumnya, danton regu gerak jalan SMAN 4 Singaraja Komang Rismawati mengalami luka dalam setelah diserempet mobil pick-up Selasa (30/7) lalu. Saat itu, dia memimpin latihan gerak jalan melintas di Jalan Komodo dari selatan menuju utara. Tiba-tiba melintas mobil pick-up dari belakang. Diduga karena tidak memerhatian situasi di jalan, pengendara pickup yang tidak diketahui identitasnya itu menabrak korban. Tidak hanya itu, korban kembali diserempet mobil yang juga tidak dikenal identitasnya, ketika melintas di Jalan Ahmad Yani Barat tepatnya di simpang empat Pantai Penimbangan. Setelah dua kali diserempet, korban mengalami keram sampai badannya tidak bisa digerakkan. Setelah dirujuk ke rumah sakit, korban mengalami luka dalam dan tidak dapat melanjutkan latihan gerak jalan. (kmb38)

Mulai Ditata, Tanah Eks HGB Bali Handara di Desa Pancasari Setelah perpanjangan izin Hak Guna Bangunan (HGB) ditolak, Pemkab Buleleng mulai menata tanah eks HGB Bali Handara di tepi Danau Buyan, Desa Pancasasri, Kecamatan Sukasada. Dari penataan ini nantinya tanah itu akan difungsikan sebagai konservasi danau dan areal Taman Wisata Alam (TWA). Dengan penataan ini setidaknya, tanah tersebut diyakini akan dapat memberikan kontribusi positif untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung pengembangan wisata alam Danau Buyan. Bagaimanakah penataan di kawasan itu akan didesain agar secara konstruktif dapat mendukung lingkungan di sana? KEPALA Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Buleleng Made Subur, Kamis (1/8) kemarin, mengatakan program menata eks tanah HGB Bali Handara dilakukan setelah pemerintah menolak permohonan perpanjangan izin pemanfaatan tanah itu. Lokasi tanah itu berbatasan dengan hutan lindung di kawasan itu. Topografi wilayahnya juga berbatasan dengan danau. Maka konsep penataan yang dilakukan adalah mempertahankan tanah itu pada fungsi aslinya menjadi daerah konservasi. Saat ini, tutupan vegetasi tanaman

di atas tanah itu memang masih ideal. Walau demikian, upaya penambahan tutupan vegetasi tanaman di sana perlu dilakukan. Dengan penambahan tutupan vegetasi tanaman itu, maka otomatis daerah konservasi itu akan menjadi daerah resapan air yang berkontribusi terhadap kelangsungan sumber daya air (SDA) Danau Buyan. Birokrat asal Desa Banyuatis, Banjar itu menambahkan, tanah itu akan dikembalikan fungsinya untuk kegiatan konservasi alam. Namun, pemanfaatan sebagai kawasan TWA memungkinkan dilakukan. Sejalan dengan

kebijakan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, PMD telah ditugaskan melakukan penataan tanah eks HGB Bali Handara untuk areal TWA. Sesuai konsep TWA, maka aktivitas wisata di atas tanah itu akan fokus pada aktivitas wisata di alam (out door - red). Selain itu, di kawasan itu diharapkan bebas dari infrastruktur akomodasi wisata yang bersifat permanen. “Sesuai arahan pimpinan kawasan di sana adalah untuk aktivitas wisata alam. Di sana tidak boleh ada pembangunan penginapan, restoran, dan bangunan permanen lainnya. Konsep itu harus diikuti siapa pun nantinya yang ditunjuk mengelola. Apakah pemerintahan desa atau oleh kabupaten,” katanya. Setelah menyiapkan kawasan TWA dengan memanfaatkan eks tanah HGB Bali Handara, pemerintah daerah juga sudah menyiapkan areal parkir bus yang memadai. Bahkan, areal ini diklaim dapat menampung hingga 100an bus pariwisata. Kantong parkir ini disediakan setelah pemerintah daerah memadatkan bantaran Danau Buyan mulai dari depan Pura Ulun Danau Buyan dan sekitarnya. Selain itu, di sekitar pura itu mulai dibangun warung tenda

semipermanen. Beberapa spot foto selfie nantinya ditata ulang lagi. Sehingga kawasan pura hingga masuk ke kawasan TWA eks tanah HGB Bali Handara menjadi kawasan TWA yang menarik dengan menonjolkan suasana alam danau dan hutan lindung yang masih asli. “Kami sudah melakukan koordinasi dengan desa dan desa pakraman di sana. Sepanjang jalan dari pura hingga ke kawasan konservasi yang sudah ditata itu kita tata menjadi kawasan yang masih asli untuk dinikmati para wisatawan yang berkunjung,” jelasnya. Seperti diberitakan sebelumnya, tanah dengan luas 67.350 meter persegi itu berada di kawasan Danau Buyan. Sebelumnya, tanah di sana dikelola pemegang Izin HGB PT Sarana Buana Handara. Pemegang hak ini berada dalam satu manajemen dengan Bali Handara Kosaido Desa Pancasari. Sejak memegang izin HGB, perusahaan dikabarkan tidak mengelola tanah itu sesuai dokumen perencanaan yang diajukan. Bahkan, sampai Izin HGB tersebut berakhir tahun 2012 silam, pemegang hak tetap membiarkan tanah itu terbengkalai.

Karena tanah itu tidak diusahakan sesuai perencanaan pembangunan, maka status tanah itu dikategorikan sebagai tanah negara (TN). Seiring kondisi itu, pihak pemegang Izin HGB dikabarkan akan mengajukan perpanjangan batas waktu

Izin HGB. Sesuai regulasi yang ada, perpanjangan Izin HGB itu diputuskan di Kantor Wilayah (Kanwil) ATR/ BPN Provinsi Bali. Sebab, luas tanah yang dimohonkan itu lebih dari 5.000 meter persegi. Satu syarat utama untuk memohon perpanjan-

gan Izin HGB itu adalah perusahaan wajib mendapatkan izin prinsip dari Pemkab Buleleng. Pemohonan izin prinsip itu tidak disetujui oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, sehingga sekarang tanah itu kembali masuk sebagai TN. (mud)


GIANYAR

Jumat Wage, 2 Agustus 2019

9

Disidak Satpol PP

Pedagang Ayam Tuding Petugas Tebang Pilih

Gianyar (Bali Post) Satpol PP Gianyar melakukan sidak terhadap pedagang ayam yang berjualan di pinggir jalan di seputaran Kelurahan Samplangan, Gianyar, Rabu (31/7). Namun, pedagang ayam, Wayan Merta, langsung komplain, lantaran merasa petugas tebang pilih dalam melakukan penertiban. Merta mengatakan, dirinya merupakan pedagang ayam musiman. Hanya berjualan saat menjelang hari raya. Ia pun mengaku merasa sidak yang dilakukan petugas pilih kasih. Karena ia melihat banyak pedagang di jalur itu yang berjualan di posisi yang sama. “Kenapa saya saja yang kena sidak. Padahal, banyak yang jualan di pinggir jalan. Satpol

PP tidak adil,” keluhnya. Merta meminta petugas tidak tebang pilih dalam melakukan penertiban. Apabila banyak yang melanggar, harus dilakukan penindakan secara merata. “Kalau mau bersih dan tertib, jangan saya saja,” pintanya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Satpol PP dan Damkar Gianyar Made Watha mengatakan, pedagang ayam itu jelas-jelas telah melanggar ketentuan. Ia mengklaim sudah melakukan penertiban secara merata di lokasi tersebut. “Saat petugas patroli, semuanya yang melanggar kami tertibkan. Staf melaporkan ke kami bahwa sidak sudah sesuai Standar Operasional Prosedur,” jelasnya. Watha mengaku petugas

melakukan patroli siang dan malam hari di seluruh kawasan Gianyar, termasuk di seputaran Jalan Raya Samplangan tersebut. “Kalau sudah ada pelanggaran, kami tertibkan. Hal ini untuk menciptakan Gianyar yang nyaman dan asri,” tegasnya (kmb35)

SIDAK - Petugas Satpol PP Gianyar saat melakukan sidak terhadap pedagang ayam yang berjualan di pinggir Jalan Raya Sampalangan, Rabu (31/7) lalu.

FIGUR Tingkatkan Promosi WARGA Desa Blahbatuh kini gencar membangkitkan pariwisata. Upaya ini dilakukan dengan meningkatkan promosi ke sejumlah agen hingga akomodasi wisata. Dalam promosi itu, kelompok sadar wisata Desa Blahbatuh mengandalkan sejumlah potensi yang ada untuk menarik minat wisatawan. Hal ini diungkapkan Perbekel Blahbatuh, Gede Satya Kusuma, beberapa waktu lalu. Berdasarkan hasil Focus Group Discussion (FGD) yang digelar beberapa waktu lalu bersama seluruh tokoh desa setempat, semuanya sepakat untuk komit membangun desa wisata. “Jadi, secara bersama akan bergerak membangun Blahbatuh sebagai desa wisata,” katanya. Dikatakan, salah satu yang paling digencarkan saat ini adalah promosi. Selain dilakukan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa B a l a h b a t u h , upaya ini juga dibantu oleh para warga yang

bergerak di sektor pariwisata khususnya guide asal desa setempat. “Jadi, promosi ini memang sedang kita gencarkan, lebih mengenalkan berbagai potensi Desa Blahbatuh,” katanya. Desa Blahbatuh memiliki sejumlah potensi yang bisa menjadi daya tarik. Meliputi Pura Puseh Desa Blahbatuh yang memiliki sejumlah peninggalan berupa artefak. Hal serupa juga dimiliki pura lainnya di desa ini, seperti Pura Dalem Maya. “Dua pura ini juga sudah ditetapkan sebagai cagar budaya,” katanya. Selain itu, pihaknya juga sudah memiki jogging t ra ck d eng a n rut e mencapai 1,8 kilometer. Sepanjang jogging track itu memiliki panorama alam persawahan yang indah. “Sudah sering di sana ada wisatwan yang berkunjung, untuk jogging atau bersepeda,” katanya. (nik)

Polisi Buru Ketua KSU Dana Asih Gianyar (Bali Post) Jajaran Polres Gianyar sudah menerima laporan nasabah KSU Dana Asih, Rabu (31/7) lalu. Kini, Sat Reskrim Polres Gianyar mulai memburu keberadaan ketua koperasi tersebut. Dipastikan, perburuan dilakukan di seluruh wilayah Bali. Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polres Gianyar AKP Denni Septiawan, Kamis (1/8) kemarin. Denni Septiawan mengatakan, pascamenerima laporan dari para nasabah, jajarannya memang mulai memburu keberadaan Ketua KSU Dana Asih. Dikatakan, dalam proses ini pihaknya juga di-back up jajaran Polda Bali. “Jadi, sejak kemarin, juga sudah mulai dicari keberadaannya, karena laporannya juga ada di Polda Bali,” katanya. Lantas, di mana keberadaan ketua koperasi itu saat ini? Denni Septiawan mengaku belum mendapat

informasi keberadaan terlapor. “Namun, saya duga masih ada di wilayah Bali. Nanti kalau ketemu, pasti saya infokan,” ujarnya. Denni Septiawan mengakui, sampai Kamis kemarin, polisi masih mendalami laporan yang disampaikan perwakilan nasabah KSU Dana Asih. Pihaknya masih berupaya memastikan kasus ini masuk dalam penggelapan atau tindak pidana korupsi. “Kemarin, laporannya dugaan penggelapan, tapi ini masih kita

pastikan masuk kategori penggelapan atau korupsi,” katanya. Memastikan hal tersebut, polisi juga akan memeriksa sejumlah pengurus koperasi lainnya. Meliputi sekretaris, bendahara, serta pengurus koperasi lainnya. “Tentu nanti akan ada lagi yang diperiksa untuk kasus ini,” katanya. Polisi kini juga menggenjot penyelidikan laporan Koperasi Triwangsa Sebali di Desa Keliki, Kecamatan Tegalalang. “Ini tim kami

baru saja turun ke Tegallalang. Semua nasabah di sana kami mintai keterangannya,” ujar Denni Septiawan sambil memperlihatkan foto-foto di handphone-nya tentang pemeriksaan nasabah di Keliki. Setelah keterangan nasabah rampung, dilanjutkan dengan mencari Ketua Koperasi Triwangsa Sebali, Wayan Nampan. “Ketuanya nanti terakhir kami cari, setelah semua bukti lengkap,” tegasnya. (kmb35)

Toko Modern Berjejaring Terus Bertambah

Pemkab Tunggu Sinkronisasi Data Gianyar (Bali Post) Keberadaan toko modern berjejaring nampak terus bertambah di kawasan Kabupaten Gianyar. Pemkab Gianyar s e m p a t menegaskan untuk tidak lagi mengeluarkan izin toko berjejaring ini. Namun, keberadaan toko berjejaring yang diduga tanpa izin tersebut belum mendapat kejelasan sikap dari pemerintah. Sesuai kajian Unud, kuota

gianyar Kantor Bupati

- 943056

DPRD

BPBD

- 943144 - 7844717/7844718

PMK

- 943113

Kantor Satpol PP

- 944436

RSUD Sanjiwani PDAM

- 943020

- 944225/943233

KPA Gianyar

- 942184

PMI Gianyar

- 8958414

KONI Gianyar

- 947261

BNN Kab. Gyr.

- 946122

PLN

- 947166

Kodim 1616 Gyr

- 943069

Koramil Gianyar

- 942289

Koramil Blahbatuh

- 941167

Koramil Tegallalang

- 974792

Koramil Tampaksiring

- 901601

toko modern berjejaring di seluruh Kabupaten Gianyar hanya 79 unit. Data terakhir diketahui jumlah toko berjejaring yang memiliki izin lengkap sampai 100 unit. Sementara di luar itu toko berjejaring ini terus bertambah, mereka beroperasi tanpa izin lengkap. Informasi menyebut hingga pertengahan 2019 ini, ada 180 toko modern berjejaring yang beroperasi di Kabupaten Gianyar. Sementara Satpol PP Kabupaten Gianyar terakhir kali menyegel dua unit toko modern berjejaring tanpa izin pada akhir 2017 lalu. Sekda Gianyar Ir. I Made Gede Wisnu Wijaya mengakui saat ini ada sekitar 100 toko modern berjejaring yang sudah memiliki izin

lengkap. Sementara itu, sejak 2016 hingga kini, pemerintah memang tidak ada lagi mengeluarkan izin toko modern berjejaring. “Sampai sekarang tidak ada izin yang dikeluarkan,” kata Wisnu Wijaya, Kamis (1/8) kemarin. Wisnu Wijaya mengaku sudah menerima perintah langsung dari Bupati Gianyar untuk segera menuntaskan persoalan toko modern berjejaring yang diduga marak beroperasi tanpa izin. “Bapak Bupati memang minta secepatnya, makanya beliau menugaskan saya segera memproses ini,” katanya. Dikatakan, saat ini, pihak n y a s u d a h m e m u l a i tahap pedataan terkait jumlah toko modern berjejaring di Kabupaten Gianyar

hingga 2019 ini. “Kita masih dalam tahap pendataan berapa sebenarnya yang tidak berizin,” katanya. Sesuai arahan Pemprov Bali, kata Wisnu Wijaya, Pemkab diminta terlebih dahulu menyinkronkan data toko modern berjejaring, antara data di Dinas Perdagangan (Disperindag) dengan data di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gianyar. “Kita sinkronkan data dulu, karena data yang disajikan Disperindag dan Dinas Perizinan (DPMPTSP-red) tidak sama, ada perbedaan data di sana. Kita ingin agar ada data real, baru kita rapatkan lagi,” katanya.

Lantas seperti apa kelanjutan sikap Pemkab Gianyar terhadap toko berjejaring yang tidak berizin? Sekda Gianyar menegaskan, harus ada pendataan terlebih duhulu. Dikatakan, beberapa toko modern berjejaring ada yang sudah

mengantongi beberapa izin, seperti IMB dan lainnya. “Kita buat ceck list-nya. Setelah itu baru kita padukan dengan kajian berapa idealnya di masing-masing kecamatan, kemudian barulah bisa diambil langkah tegas,” katanya. (kmb35)


10

Permintaan Daging Babi Meningkat

Negara (Bali Post) – Sejak sepekan terakhir, para pedagang daging babi di sejumlah pasar tradisional sumringah. Permintaan daging babi meningkat hingga 100 persen dibanding hari-hari sebelumnya. Pedagang tidak menaikkan harga jual kendatipun permintaan melonjak baik sebelum hari raya Galungan maupun menjelang Kuningan ini. Sejumlah pedagang daging babi di Pasar Umum Negara ditemui, Kamis (1/8) kemarin, mengaku jumlah permintaan melonjak. Bila di hari-hari biasa mereka hanya menjual dengan perhitungan satu ekor babi untuk dua hari, kini dalam satu hari satu ekor babi sudah habis. Bahkan bisa dua ekor babi dalam sehari. “Ada peningkatan, tapi harga masih tetap antara Rp 45 ribu sampai Rp 60 ribu per kilogram. Tergantung ukurannya,” ujar Nengah Suarni (40), pedagang daging babi di Pasar Umum Negara. Pedagang asal Baler Bale Agung ini mengaku tidak sulit mendapatkan babi sejak menjelang Galungan lalu. Sehingga tidak berdampak pada harga jual. Begitu pula menjelang Kuningan ini, permintaan masih di atas hari-hari biasanya. Bahkan terkadang pada waktu panampahan, pihaknya bisa membuka lapak daging yang masih kosong karena banyaknya permintaan. Hal senada diungkapkan Kadek Arsani, pedagang daging babi dari Kebon, Baler Bale Agung. Dari sekian lapak kios daging di dalam Pasar Umum Negara, hanya mereka berdua menjual daging babi dan berdampingan. Sisanya, sebagian besar lapak menjual daging ayam dan ikan. Arsani mengungkapkan selain di Pasar Umum Negara, dirinya juga berjualan di Pasar Banjar Tengah. Karena ada dua cabang, volume daging yang dijualnya juga lebih banyak. “Sehari biasanya dua ekor habis. Sekarang menjelang hari raya bisa lima sampai enam ekor,” ujarnya. (kmb26)

JEMBRANA

Jumat Wage, 2 Agustus 2019

Diamankan, Enam Boks Daging Bebek Beku

Negara (Bali Post) – Polsek Kawasan Laut Gilimanuk mengamankan delapan boks berisi ratusan kilogram daging bebek dan tuna yang dibawa truk boks ekspedisi, Kamis (1/8) kemarin. Saat pemeriksaan barang dalam mobil boks milik PT Puspasari di Pos II (pintu keluar Pelabuhan Gilimanuk) itu, petugas mendapati daging tersebut dikirim tanpa dokumen karantina. Boks atau kotak penyimpanan berbahan stereofoam ini dinaikkan dari Sidoarjo, Provinsi Jawa Timur tujuan Denpasar.

Bali Post/olo

DAGING BEKU-Daging beku yang diamankan Polsek Kawasan Laut Gilimanuk dari dalam truk boks ekspedisi dari Jawa Timur menuju Denpasar. Pengiriman tanpa dilengkapi dokumen karantina dan surat kesehatan.

“Kita cek kelengkapan dokumen karantina ternyata memang tidak ada. Kita amankan dan proses selanjutya barang bukti ini kita limpahkan ke Karantina Hewan,” ujar Kapolsek Kawasan Gilimanuk AKP Gusti Nyoman Sudarsana, kemarin. Truk boks warna putih yang dikemudikan sopir Benyamin Pieter Johan (50) ini melintas di Pos II pemeriksaan pintu masuk Bali sekitar pukul 06.45 Wita. Terkait isinya, menurut Kapolsek, terbagi menjadi dua jenis komoditi, yakni ikan tuna dan daging bebek. Dua boks berisi ikan tuna dengan total berat 100 kilogram, dan sisanya enam boks berisi daging bebek (300 kilogram) yang dibekukan. Sopir truk DK 9331 BE yang membawa barang terse-

but mengaku tidak mengetahui isi yang dibawa. Ia hanya bertugas mengantar barangbarang ekspedisi termasuk boks-boks itu dari kantor. Dan saat itu dirinya dibekali surat jalan untuk pengiriman hingga ke Denpasar. Kapolsek mengungkapkan dengan tidak adanya dokumen, pengiriman ini melanggar Pasal 31 jo Pasal 6 huruf a dan c UU RI Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Di mana yang bersangkutan membawa atau mengangkut media pembawa hama dan penyakit hewan karantina dari suatu area ke area lainnya di dalam wilayah RI tanpa dilengkapi sertifikat kesehatan dari Karantian asal. Akibat pelanggaran ini kerugian berkisar Rp 2.500.000. (kmb26)

Jelang Porprov KONI agar Selektif Kembangkan Cabor BABI - Pedagang daging babi di Pasar Umum Negara.

Penipu Catut Nama Caleg Dihukum 16 Bulan Penjara

Negara (Bali Post) Kasus penipuan mencatut nama calon legislatif akhirnya divonis majelis hakim PN Negara pada sidang putusan, Kamis (1/8) kemarin. Dua terdakwa I Putu Adi Guna (44) dan I Kade Mardiana (40) oleh majelis hakim yang diketuai Fakhrudin Said Ngaji serta dua anggota Mohammad Hasanuddin Hefni dan Alfan Firdausi Kurniawan dijatuhi hukuman penjara 16 bulan. Tindakan kedua terdakwa ini terbukti bersalah dalam tindak pidana penipuan dan penggelapan. Keduanya terbukti melanggar Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. Putusan ini berkurang dua bulan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Jembrana, yakni selama 1 tahun 6 bulan atau 18 bulan. Modus kedua terdakwa meminjam uang kepada korban Ni Gusti Ayu Ariani, dengan mengaku sebagai salah satu caleg yang berkontestasi dalam pemilihan legislatif (pileg) lalu. Korban baru mengetahui dirinya tertipu saat menagih bunga ke rumah caleg yang dicatut namanya. I Gede Adi Guna mengaku nekat melakukan penipuan itu lantaran beberapa bulan tidak membayar kredit motor. Ia mengajak adik tirinya, I Made Mardiana (tersangka II), menghubungi korban Ni Gusti Ayu Putu Ariani guna meminjam uang. Kepada korban melalui telepon, terdakwa mengaku sebagai caleg bernama Dewa Abri (Dewa Putu Mertayasa) yang juga merupakan tetangga korban. Dengan mengaku caleg, terdakwa lancar meminjam uang dengan besaran antara Rp 5 juta bahkan hingga Rp 20 juta. Total jumlah uang yang telah diberikan korban mencapai Rp 95.600.000. Mendengar putusan dari majelis hakim, kedua terdakwa langsung menerima putusan tersebut. Keduanya mengaku menyesali perbuatannya dan berjanji tidak mengulangi lagi. (kmb26)

Negara (Bali Post) – Terpuruknya prestasi olahraga Kabupaten Jembrana selama kurun waktu lima tahun mendapat sorotan dari kalangan DPRD Jembrana. KONI Jembrana didorong agar bisa mengubah pola pembinaan dan melakukan revitalisasi pengurus masing-masing cabang olahraga (cabor), sehingga Kabupaten Jembrana bisa kembali naik posisi paling tidak empat besar dalam Porprov tahun ini. Ketua Fraksi Demokrat Jembrana I Ketut Catur, Kamis (1/8) kemarin, mengaku prihatin dengan prestasi olahraga Jembrana di tingkat Provinsi Bali, karena berada di posisi papan bawah. Berkaca pada Porprov terakhir, secara umum Jembrana masih kalah saing dan disalip kabupaten-kabupaten lainnya. ‘’Kita pernah menempati posisi papan atas, antara ranking tiga dan empat. Kami berharap KONI bisa mendorong meningkatkan prestasi pada Porprov tahun ini,’’ ujar Catur. Dewan yang pernah menjabat Ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jembrana ini menyarankan agar pola pembinaan yang dilakukan KONI sebelumnya diubah. KONI diharapkan fokus

pada cabor-cabor yang memang berpotensi mendulang medali dan juara dalam Porprov, sehingga anggaran yang digelontorkan untuk pengembangan olahrgaa tidak siasia. ‘’Yang kita ingin capai kan prestasi, jadi bagaimana agar fokus untuk meraih itu dalam porprov. Tidak sekadar coba-coba. Kita harapkan agar KONI selektif dalam pembinaan cabor yang berpotensi,’’ kata Catur. Persentase anggaran masing-masing cabor diharapkan mempertimbangkan prestasi, jumlah kegiatan atau event dan jumlah klub. Misalnya dari 100 persen anggaran, dipilah 40 persen dibagikan untuk cabor yang memiliki prestasi emas, 40 persen berdasarkan jumlah event atau kegiatan cabor dan 20 persen dari jumlah klub. Sehingga tidak pukul rata masingmasing cabor. (kmb26)

MENDULANG MEDALI - Salah satu kegiatan panjat tebing. Cabor ini sempat menjadi pendulang medali bagi Jembrana. Dewan mengharapkan KONI dapat mendongkrak prestasi masing-masing cabor dalam Porprov tahun ini.

Segel Mesin Pompa SPBU Sudah Dibuka

Bali Post/olo

UJI TERA - Petugas dari UPTD Metrologi Legal Buleleng kemarin melakukan uji tera salah satu mesin pompa di SPBU Batukarung Melaya. Setelah dilakukan kalibrasi, pompa yang sempat dihentikan operasionalnya itu diperbolehkan digunakan kembali.

Negara (Bali Post) – Setelah sempat tidak dioperasikan lantaran takaran kurang sesuai, mesin pompa premium di SPBU 5482211 di Batukarung, Desa Melaya, Kamis (1/8) kemarin kembali dioperasikan. Hal tersebut dilakukan setelah petugas dari Unit Pelaksana Teknis (UPTD) Metrologi Legal Singaraja melakukan kalibrasi mesin pompa yang takarannya sempat dinilai merugikan konsumen. Kepala UPTD Metrologi Legal Buleleng Komang Ayu Ratnawati seusai melakukan pengecekan mengatakan, dari takaran awal dengan bejana 20 liter yang dibawa dari UPTD Metrologi Legal, diketahui memang melewati batas toleransi. Selanjutnya petugas yang didampingi Dinas Koperindag Jembrana dan Polsek Melaya ini melakukan kalibrasi mesin hingga dua kali hingga didapatkan takaran sesuai batas toleransi. ‘’Batas toleransi maksimal +/- 100 mililiter per 20 liter. Memang sempat melewati batas toleransi. Tetapi sekarang sudah

disesuaikan menjadi – 40 mililiter per 20 liter,’’ terangnya. Setelah dikalibrasi dua kali, petugas melakukan pengecekan ulang menggunakan bejana hingga tiga kali. Setelah hasilnya tetap (sesuai batas toleransi), mesin pompa bensin tersebut sudah bisa dioperasikan. Sejatinya mesin di SPBU ini sudah melalui uji tera ulang dari Metrologi Legal Buleleng pada April lalu. Namun, kemungkinan terjadi perubahan atau menyusut bisa saja terjadi. Menurutnya, ini bukan karena kerusakan mesin, tetapi faktor presisi akurasi alat ukur dapat berubah pada jangka waktu tertentu. Misalnya disebabkan karena kondisi tangki yang kosong, sehingga banyak angin yang masuk. Ataupun gigi-gigi yang aus atau kotor akibat minyak. Karena itu, pihak SPBU secara rutin melakukan pengecekan menggunakan bejana ukur sendiri. ‘’Saran kami supaya seminggu sekali dilakukan uji internal oleh SPBU. Sehingga ketika ada hal-hal yang salah atau kurang

tepat, agar segera dikoordinasikan dan kami akan turun,’’ ujarnya. Selain petugas yang memiliki kewenangan (Metrologi Legal), tidak ada yang boleh membuka segel maupun melakukan kalibrasi. Dan merunut peraturan, tera ulang dilakukan rutin setiap satu tahun sekali. Sementara itu pihak admin SPBU 5482211, Suwanto, mengakui selama ini memang jarang melakukan uji sendiri (intern) meskipun SPBU memiliki bejana. ‘’Memang tidak pernah, karena bejana kami ukurannya juga cuma 10 liter,’’ terangnya singkat. Diberitakan sebelumnya, Dinas Koperindag pada awal pekan lalu turun melakukan pengecekan ke SPBU di Melaya ini setelah munculnya komplain dari konsumen. Dari hasil uji menggunakan bejana 20 liter, didapati takaran melebihi dari batas toleransi. Sehingga Dinas meminta agar mesin pompa premium di SPBU itu tidak dioperasikan sementara hingga ada uji tera ulang dari UPTD Metrologi Legal. (kmb26)


Jumat Wage, 2 Agustus 2019

Karangasem

11

Mutasi Adnya Mulyadi Masih Bermasalah

SOSOK Desa Wisata Pesaban

DESA Pesaban, Kecamatan Rendang, sedang giat membangun desa wisata. Sejumlah upaya dilakukan pihak desa setempat, agar bisa berkembang sebagai objek wisata baru di Karangasem. Seperti membentuk Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) dan menggali potensi baru yang bisa menjadi identitas baru. “Kami sedang giat menggali potensi desa untuk dikemas sebagai potensi desa wisata,” kata Perbekel Pesaban Dewa Ketut Sarjana, Kamis (1/8) kemarin. Potensi yang dimaksud itu, seperti keberadaan peninggalan bersejarah berupa lukisan di dinding yang merupakan warisan dari Mahapatih Kebo Iwa. Selain penggalian lukisan bersejarah itu, kata Sarjana, pihaknya juga akan melakukan pelestarian sejumlah mata air di Desa Pesaban yang masih dianggap sakral oleh masyarakat. Tidak hanya itu, tarian-tarian sakral yang dianggap pernah ada di desa tersebut yakni Barong Landung, Barong Nungkling Rejang massal, tari Baris dan tari Pendet, juga akan dikemas dengan baik. Bahkan, baru-baru ini ditemukan situs lukisan wayang di atas batu di kawasan Manukaya Dagdag, Desa Pesaban. Menurutnya, misteri ini mulai terungkap sebagai peninggalan bersejarah. Relief ini dibuat pada sebuah media batu padas yang ada di tebing bagian timur Tukad atau Sungai Jinah. Relief berupa gambar perwujudan laki-laki dan perempuan dengan ciri khas menampakkan alat genital. Temuan seni cadas dengan bentuk sederhana seperti di atas, belum ditemukan di daerah lain di Bali, sehingga sangat menarik dikaji lebih jauh agar dapat dijelaskan lebih dalam terkait fungsi dan makna yang terkandung di dalamnya. Diharapkan, rancangan pembangunan desa wisata itu nantinya mampu menyejahterakan masyarakat Desa Pesaban. (gik)

Bupati Tunjuk Sujana sebagai Plh. Sekda Amlapura (Bali Post) Belum tuntas polemik mutasi I Gede Adnya Mulyadi dari posisi sekda menjadi staf ahli, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri kembali membuat kejutan. Bupati Mas Sumatri langsung bermanuver menggunakan kewenangannya menunjuk Pelaksana Harian (Plh.) Sekda. Pejabat yang ditunjuk di posisi itu sudah bisa ditebak yakni I Made Sujana Erawan, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Bupati Mas Sumatri menel ur k an k eput us an i t u melalui surat dengan nomor :800/1743/BKPSDM/SETDA tertanggal 30 Juli 2019. Dalam surat yang ditandatangani langsung Bupati Mas Sumatri itu, tertulis memerintahkan Sujana Erawan menjadi Pelaksana Harian (Plh.) Sekda sejak 31 Juli sampai 8 Agustus. Bupati meminta agar Sujana Erawan melaksanakan perintah dengan penuh rasa tanggung jawab. Surat yang ditembuskan langsung kepada Ketua DPRD Karangasem dan BKD Provinsi Bali ini, langsung

ramai menjadi pembicaraan di kalangan pejabat elite pemkab. Lembaga legislatif nampak belum bersikap. Sementara Sujana Erawan saat dihubungi Kamis (1/8) kemarin, mengaku belum melihat langsung isi surat tersebut. Namun, dia mengaku sudah mendengar dari stafnya, bahwa ada surat yang memerintahkan dirinya menjadi Plh. Sekda. “Saya masih ada kegiatan di Denpasar. Saya belum lihat langsung isi suratnya. Tetapi, sudah ada yang menginformasikan tadi,” kata Sujana Erawan. Atas perintah tersebut,

sebagai ASN sepanjang ada tugas dari pimpinan, dia menegaskan siap melaksanakan tugas-tugas tersebut dengan penuh tanggung jawab, sesuai ketentuan perundangundangan yang berlaku. “Saya harus baca-baca lagi, tugas-tugas sebagai plh, agar bisa bertugas dengan baik. Kalau jabatan definitifnya, saya masih di BPKAD (Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah),” tegasnya. Di sisi lain, I Gede Adnya Mulyadi, Kamis (1/8) kemarin, menegaskan tetap menolak SK Bupati yang memutasi dirinya menjadi staf ahli Bupati. Sebab, menu-

rutnya, SK itu cacat hukum, sehingga dia tetap menolak untuk dilantik. Kalaupun SK itu berlaku otomatis setelah 30 hari pascaditerbitkan, dia tetap menolak untuk diganti. Pihaknya mengaku masih menunggu

sikap resmi Gubernur Bali terhadap polemik itu. Dia berharap sikap Gubernur Bali bisa memberikan keputusan, agar tidak ada korban berikutnya dari tindakan yang dianggapnya sewenangwenang. (kmb31)

Bali Post/kmb31

RAPAT - Gede Adnya Mulyadi (tengah) bersama Sujana Erawan (kanan) saat rapat di dewan.

Pembangunan Pasar Amlapura Timur

Contoh Pinjaman Dana Pusat Dibayar Lancar Dampak Perbaikan Sumber Air Baku Telaga Waja

Layanan Air Bersih di Tiga Kecamatan Terganggu Amlapura (Bali Post) Layanan air bersih oleh Perumda Tirta Tohlangkir, di Kecamatan Selat, Rendang dan Sidemen, mulai terganggu. Ini dikarenakan sumber air baku Telaga Waja diperbaiki oleh pihak pengelola UPTD Pengelolaan Air Minum Provinsi Bali. Bahkan, berkaitan proses perbaikan itu, akses air bersih dari Telaga Waja dipastikan ditutup pada 5 Agustus sampai 26 Agustus nanti. Direktur Perumda Tirta Tohlangkir Gusti Made Singarsi, Kamis (1/8) kemarin, mengatakan sebagai antisipasi, Perumda Tirta Tohlangkir menyiapkan mobil tangki air bersih untuk menyuplai kebutuhan air ke sejumlah pelanggan yang terdampak, agar pelanggan tetap memperoleh layanan air bersih. Singarsi menegaskan, pelanggan yang terdampak ada di Desa Muncan, Sebudi Kecamatan Selat. Untuk wilayah Kecamatan Rendang, ada di Dusun Batusesa. Sedangkan, pelanggan di Kecamatan Sidemen, ada di Desa Sangkan Gunung, Desa Tangkup, Desa Talibeng, Desa Lokasari, dan Desa Kertabuana. Melihat situasi demikian, Singarsi menyiapkan berbagai opsi, agar pelanggan tetap mendapatkan haknya memperoleh layanan air bers i h . Sal ah satunya dengan menyiapkan mobil tangki. Mobil tangku itu nantinya dipergunakan menyuplai air ke semua pelanggan yang terdampak. Perumda Tirta Tohlangkir rencananya mencari air di Kecamatan Rendang (Arca). Air dari sana kemudian diangkut dengan mobil tangki menuju desa-desa yang mengalami gang-

guan layanan akibat perbaikan sumber air baku Telaga Waja ini. Namun, opsi itu membuat Perumda merugi relatif besar. Sebab, distribusi air dari Arca langsung kepada pelanggan, juga memerlukan biaya cukup tinggi. Karena proses distribusi ini gratis kepada masyarakat, sebagai konsekuensi dari terganggunya sumber air baku Telaga Waja. “Meski bakal merugi, cara tersebut akan tetap dilakukan agar pelanggan tetap mendapat suplai air bersih,” janjinya. Singarsi menambahkan, selama ini pihaknya membeli air baku Telaga Waja dari UPTD Pengelolaan Air Minum Provinsi Bali. Hasil produksi air baku Telaga Waja itu dibeli seharga Rp 1.200 per meter kubik. Kemudian, Perumda Tirta Tohlangkir menjual kepada para pelanggan seharga Rp 1.300 per meter kubik. Setelah itu, baru dialirkan ke pelanggan Perumda Tirta Tohlangkir. Air baku Telaga Waja, dikatakan baru bisa mengalir di lima desa di Kecamatan Sidemen, Desa Muncan, Sebudi, dan Batusesa. Dengan selisih harga beli dan harga jual yang terlalu tipis, Singarsi mengaku masih merugi sekitar Rp 400 juta per tahun. (kmb31)

Gusti Made Singarsi

Amlapura (Bali Post) Kabupaten Karangasem dikenal sebagai daerah yang mampu memanfaatkan dana pinjaman dari pusat untuk pembangunan infrastruktur dengan baik. Tidak hanya hasil pembangunannya, tetapi juga bagaimana pinjaman itu disetujui dewan dan kelancaran pembayaran cicilannya. Salah satu yang menjadi contoh adalah hasil pembangunan Pasar Amlapura Timur. Pasar itu dibangun dengan dana pinjaman dari PIP (Pusat Investasi Pemerintah) Rp 49,8 miliar.

Keberadaan Pasar Amlapura Timur dijadikan contoh PT SMI Sarana Multi Infrastruktur (dulu PIP), kepada kabupaten lain di Indonesia, Kamis (1/8) kemarin. Pihak PT SMI mengantar langsung wakil dari tiga kabupaten, untuk melihat langsung keberadaan Pasar Amlapura Timur dari dekat. Ketiga kabupaten itu, yakni Kabupaten Lombok Tengah (NTB), Halmahera (Maluku), dan Kabupaten Banjar Baru. Direktur Kerja Sama PT SMI, Asmi, menyampaikan bahwa sudah ada 22 kabupaten/kota

yang masuk ke dalam waiting list (daftar tunggu). Asmi mengapresiasi Karangasem, yang telah mampu memanfaatkan dana pinjaman itu dengan baik untuk pembangunan infrastruktur vital seperti pasar. Keberhasilan yang dicapai Karangasem tidak sebatas sukses dalam membangun pasar. Namun, pihaknya mengapresiasi karena pembayaran angsuran pinjamannya lancar. Demikian juga pinjaman yang dilakukan pada era pemerintahan Bupati Karangasem Wayan Geredeg

Bali Post/kmb31

KUNJUNGAN - Wakil kabupaten lain dan PT SMI saat mengunjungi langsung ke dalam Pasar Amlapura Timur.

itu, mendapat persetujuan dari banyak pihak, termasuk lembaga DPRD Karangasem, yang diatur dengan regulasi perda. “Kami sengaja mengundang mereka ke sini, agar dapat melihat langsung bagaimana proses pinjaman itu. Kemudian seperti apa hasilnya. Tidak hanya itu terpenting bagaimana memenuhi kewajiban membayar setelah meminjam dana itu,” kata Asmi. Sangat Respek Kedatangan pihak PT SMI diterima Asisten III Sekda Karangasem Ni Luh Santika Wati, Kabag Ekonomi I Gede Hadi Susila, dan Kabag Humas Protokol Edi Setiadi Dwijantoro. Edi menyampaikan PT SMI sangat respek dengan hasil yang didapat Karangasem setelah memanfaatkan dana pinjaman itu. Bahkan, atas berdirinya Pasar Amlapura Timur, sebagai pusat kegiatan perdagangan di Kota Amlapura, Bupati Karangasem saat ini, I Gusti Ayu Mas Sumatri, didaulat mempresentasikan bagaimana proses yang dilakukan Pemkab Karangasem dalam memanfaatkan dana pinjaman untuk mendongkrak pembangunan daerah. “Bupati akan mempresentasikan langsung di hadapan

Menteri Perdagangan dan 22 kabupaten/kota yang telah mengajukan pinjaman ke PT SMI di Denpasar,” tegas Edi. Sebelumnya, PIP memberikan pinjaman senilai Rp 49,87 miliar pada tahun 2011 untuk pembangunan Pasar Umum Amlapura Timur serta Pusat Seni dan Kerajinan Tradisional. Pinjaman itu diberikan dalam jangka waktu lima tahun. Masa tenggang pembayaran pokok 15 bulan. Bunga pinjaman sebesar 7,7 persen efektif per tahun. PIP melihat sebuah pasar umum memiliki sedikitnya dua peran ekonomi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Peran itu adalah sebagai penyangga ekonomi mayoritas masyarakat dan pedagang kecil atau pelaku ekonomi kecil. Kedua, sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD). Adapun pusat seni dan kerajinan tradisional bertujuan menangkap wisatawan dari cruise atau kapal pesiar yang ingin melihat pertunjukan seni dan membeli barang tradisional. Tanpa harus belanja ke wilayah lain seperti ke Denpasar. Tetapi, sayangnya Pelabuhan Cruise hingga sekarang belum jadi. Sedangkan gedung Pusat Seni dan Kerajinan itu malah sudah ‘’reinkarnasi’’ beralih fungsi menjadi Mall Pelayanan Publik. (kmb31)

Mall Pelayanan Publik Tak Bisa Layani Publik Sejumlah warga kecewa dengan pelayanan di MPP (Mall Pelayanan Publik), Kamis (1/8) kemarin. Kekecewaan itu dipicu sejumlah layanan yang macet. Seperti layanan administrasi kependudukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Ternyata penyebabnya, pejabat bersangkutan Kepala Disdukcapilnya sudah pensiun, namun sejauh ini justru belum ada penggantinya. Lalu, bagaimanakah solusi efektif terkait model optimal pelayanan publik di MPP itu? SALAH satu warga, Dewa Ketut Sarjana, mengaku sangat kecewa. Dia datang jauhjauh dari Desa Pesaban, Kecamatan Rendang, ke lokasi MPP di Jalan Gajah Mada, Amlapura. Kedatangannya hanya untuk mengurus surat keterangan sebagai WNI (warga negara Indonesia). Tetapi, dia harus pulang dengan tangan kosong, setelah petugas setempat menyampaikan Kepala Disdukcapil Karangasem Wayan Sumidia sudah pensiun per 1 Agustus kemarin. Parahnya, Pemkab Karangasem belum menyiapkan penggantinya, menyusul gonjang-ganjing Sekda Karangasem yang menjadi polemik, pascamenolak SK mutasi menjadi staf ahli Bupati. “Saya mau mengurus surat WNI untuk kelengkapan pencalonan jadi perbekel. Tetapi petugasnya bilang kadisnya sudah pensiun. Jadi, tidak ada yang bisa tanda tangan. Kenapa tidak disiapkan penggantinya, minimal pelaksana tugas sebelum pensiun? Kan konyol kalau begitu,” kata Sarjana, Perbekel Pesaban, yang hendak maju lagi jadi perbekel ini. Pemilihan Perbekel, ka-

tanya, akan dilaksanakan serentak pada 24 November nanti. Di Kecamatan Rendang, ada empat desa yang menggelar Pilkel serentak. Selain Pesaban, juga ada Desa Nongan, Besakih, dan

Rendang. Total, seluruh Kabupaten Karangasem ada 21 desa yang menggelar pilkel serentak. Proses pendaftaran dilangsungkan 3 Agustus sampai 13 Agustus. Sehingga Sarjana mengaku harus segera mengurus persyaratan administrasinya, agar bisa maju lagi dalam pencalonan. Ia akan bersaing dengan empat calon lainnya di desa setempat. Sebelum Sarjana mengeluhkan langsung pelayanan di MPP, warga lainnya sudah mengeluhkan pelayanan setempat sejak pagi. Khususnya, warga yang mengurus administrasi kependudukan. Seperti akta, KIA (Kartu Identitas Anak) dan lainnya. Sumber

masalahnya hampir sama, karena kekosongan posisi Kadisdukcapil Karangasem. Situasi demikian dibenarkan security setempat, Suardana. Bahkan, ada yang datang jauh-jauh dari Kecamatan Kubu. Otomatis mereka juga harus pulang dengan tangan kosong, akibat tidak bisa terlayani dengan baik. “Kepada masyarakat yang komplain, saya sampaikan apa adanya. Bila tidak puas dengan penjelasan di MPP, saya arahkan dan mempersilakan menanyakan langsung ke Kantor Disdukcapil,” tegasnya. Di sisi lain, Sekretaris Disdukcapil Made Kusuma Negara mengakui untuk pen-

andatanganan administrasi harus dilakukan kepala dinas. Sedangkan Kadisdukcapil Wayan Sumidia sudah memasuki pensiun per 1 Agustus. Sesuai Undang-undang Nomor 23 tentang Administrasi Kependudukan, bahwa kewenangan menandatangani atributik itu harus dari kadis atau pelaksana tugas. Dia menegaskan, kemungkinan proses administrasi sudah normal kembali Senin nanti. Atas kondisi itu, pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang tidak dapat pelayanan memadai. “Kami sudah sampaikan agar masyarakat maklum,” katanya. (gik)

URUS ADMINISTRASI - Warga saat mengurus administrasi di MPP.

Bali Post/gik


KLUNGKUNG

12

Jumat Wage, 2 Agustus 2019

Bupati Suwirta Terima Kunjungan Ombudsman RI

Program Inovasi KRIS 118 Percepat Pelayanan Darurat Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menerima Kunjungan Dinas Ombudsman Republik Indonesia (RI) di Ruang Rapat Kantor Bupati Klungkung, Kamis (1/8) kemarin. Kunjungan tersebut dalam rangka Knowledge Sharing mengenai upaya mendorong komitmen perubahan dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi di Pemerintah Kabupaten Klungkung. Ketua Unit Kerja Khusus Reformasi dan Transformasi Kelembagaan (UKK RTK) RI Triyoga Muhtar Habibi didampingi anggota UKK RTK RI Maulana Putra mengatakan bahwa Ombudsman RI sebagai lembaga negara pengawas pelayanan publik menaruh perhatian besar pada upaya pembenahan pelayanan publik dan reformasi birokrasi, baik internal maupun eksternal. Hal ini sebagai upaya untuk memberikan pelayanan yang optimal kepada publik, khususnya dalam pengembangan program pemerintah daerah dengan beberapa inovasi yang telah

memperoleh pengakuan secara nasional. Pada kesempatan ini, Tim Ombudsman RI menyampaikan topik pembahasan, yakni mengenai Best Pratice atau Inovasi sebagai output reformasi birokrasi di lingkungan Pemkab Klungkung, khususnya dalam pelayanan Publik kepada masyarakat di bidang Kesehatan. Adapun Inovasi yang dijadikan topik, yakni KRIS 118 yang sudah berhasil masuk ke dalam “99 Top Inovasi Pelayanan Publik” Kementerian Pendayagunaan Aparatur NegaraReformasi Birokrasi. Bupati Suwirta menga-

takan hal terpenting dalam membuat suatu inovasi adalah output. Dimana output yang dimaksud adalah kesejahteraan masyarakat. Apabila inovasi tersebut memang benar-benar bagus, pusat dapat mengambil inovasi tersebut sebagai inovasi nasional. Dikatakan, proses penerapan Inovasi Kring Sehat (KRIS 118) mencakup seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Kabupaten Klungkung. Bahkan, program KRIS telah melayani seluruh kecamatan melalui Puskesmas yang ada di Kabupaten Klungkung dengan

metode telepon atau call center di 118/0366 118. Dengan Inovasi KRIS 118 ini dapat memberikan pertolongan dalam keadaan darurat dengan lebih cepat. “Ini merupakan program pelayanan kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung, sebagai bagian dari aksi Gema Santi Pemkab Klungkung,” tandas Suwirta, Kamis kemarin. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung Ni Made Adi Swapatni menambahkan, untuk respons dari masyarakat Klungkung terkait Pelaksanaan Inovasi KRIS 118 Pemkab Klungkung, sangat mendukung dengan tingkat kepuasan cukup tinggi, dan dapat dimanfaatkan oleh Masyarakat Klungkung ketika terjadi situasi darurat. (ad029)

Bali Post/win

OMBUDSMAN - Bupati Suwirta saat menerima kunjungan kerja dinas Ombudsman RI di Ruang Rapat Kantor Bupati Klungkung, Kamis (1/8) kemarin.

”Pujawali” Pura Goa Lawah 13 Agustus Mendatang Tim Wasev Pusat TMMD Semarapura (Bali Post) Bertepatan dengan rahina Anggara Kliwon Medangsia, Selasa (13/8) mendatang akan dilaksanakan puncak Pujawali di Pura Goa Lawah, Klungkung, Bali. Ida Batara akan masineb pada Jumat (16/8) pukul 15.00 Wita. Menurut Bendesa Pura Goa Lawah dr. Bagus Darmayasa, puncak karya pujawali akan di-puput dua sulinggih yakni Ida Pedanda Keniten dari Geria Dawan Kelod, Klungkung dan Ida Pedanda Istri dari Geria Dawan. Kepada umat Hindu di Bali maupun di luar Bali yang ingin bersembahyang, diharapkan menyesuaikan dengan waktu dudonan karya. Selama Ida Batara nyejer, pihaknya mengimbau kepada para pamedek agar tidak

memakai kantong plastik/ tas kresek sekali pakai, tidak merokok di areal pura, dan agar membawa tempat tirtha. Hal ini sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Selain itu, kepada para agen atau travel perjalanan juga diimbau agar menjelaskan kepada para tamu, baik domestik maupun mancanegara yang akan berkunjung ke Goa Lawah agar tidak diperkenankan masuk ke Utama Mandala pada saat karya berlangsung. “Pamedek yang tangkil akan diatur masuk ke Utama Mandala Pura dengan sistem kartu, sehingga dalam persembahyangan nantinya bisa nyaman dan tertib,” tegasnya. (win)

Mengais Rezeki dari Ikan Tongkol Panggang Semarapura (Bali Post) Nusa Penida merupakan pemasok ikan laut di Kabupaten Klungkung. Sebagian besar masyarakat pesisir menggantungkan hidupnya dari hasil laut, menjadi nelayan maupun petani rumput laut. Meskipun saat ini perkembangan pariwisata di pulau ini berkembang pesat, namun masyarakat pesisir masih menekuni profesinya jadi nelayan. Bahkan, ada yang memanfaatkan kesempatan ini untuk mengais rezeki dengan berjualan ikan tongkol panggang. Salah satunya adalah I Kadek Merta (36) asal Banjar Batumulapan, Desa Batununggul, Nusa Penida. Bersama istrinya, Ni Luh Asih, I Kadek Merta setiap pukul 16.00 Wita hingga pukul 20.00 Wita berjualan ikan tongkol panggang. Kadek Merta berjualan di Jalan Batumulapan, Desa Batununggul tepat di depan rumahnya. Ditemui saat sedang berjualan, I Kadek Merta mengaku berjualan ikan panggang setelah mengantar wisatawan menikmati keindahan destinasi Pulau Nusa Penida. Selain menjadi penjual ikan pang-

gang, sehari-harinya ia berprofesi sebagai sopir untuk wisatawan. “Seusai mengantar tamu baru saya berjualan ikan panggang. Makanya saya baru buka jam 4 sore,” tandasnya beberapa waktu lalu. Dikatakan, peminat ikan panggang sangat banyak. Rata-rata setiap hari ia mampu menjual sebanyak 40 ekor ikan panggang. Bahkan, kalau lagi ramai bisa mencapai 150 ekor. “Yang membeli kebanyakan masyarakat lokal untuk lauk-pauk. Tetapi ada pula wisatawan yang membeli ikan panggang. Adapun harga ikan untuk wisatawan asing biasanya saya jual dua kali lipat,” tandas pria yang akrab disapa Dek Gadang ini. Kadek Merta mengatakan sehari ia bisa mengantongi untung minimal Rp 100 ribu/hari. “Sehari rata-rata dapat untung Rp 100 ribu. Justru saat tangkapan nelayan sepi, saya bisa menjual ikan panggang lebih banyak. Agar ikan tongkol yang saya stok tetap segar, saya memiliki cold storage yang cukup besar. Bisa menampung 1.000 ekor ikan tongkol,” pungkasnya. (win)

Bali Post/win

IKAN TONGKOL - Kadek Merta sedang memanggang ikan tongkol yang siap dijual.

Kunjungi Desa Nyanglan

PUJAWALI - Panitia karya sedang mempersiapkan sarana upacara menjelang Pujawali Pura Goa Lawah pada 13 Agustus mendatang.

Kontes ”Lembongan Surf Competition”

Gali Potensi Peselancar Lokal

Semarapura (Bali Post) Peselancar lokal, nasional bahkan internasional beradu kebolehan dalam ajang tahunan “Lembongan Surf Competition 2019” yang diselenggarakan Lembongan Surf Team (LST). Kompetisi tahunan yang digelar secara reguler ini bertujuan untuk menggali potensi atlet lokal yang siap berkompetisi. Sejak digelar, banyak atlet peselancar yang lahir dari kontes ini. Menariknya, partisipasi peselancar luar negeri dalam kompetisi kali ini makin banyak. Tentu hal ini menjadi daya tarik dan semangat bagi peselancar lokal dan nasional untuk beradu skill dan menunjukkan keahlian masing-masing. Sehingga, pergelaran kontes ini menjadi semakin meriah dan

menjadi tontonan wisatawan yang sedang menikmati liburan di Pulau Lembongan. Ketua Panitia Agus Ronis mengatakan, kontes Lembongan Surf Competition 2019 semakin kompetitif dengan kehadiran para peselancar mancanegara. Ia berharap melalui kontes ini bisa melahirkan peselancar lokal yang bisa mengharumkan nama Pulau Lembongan dikancah nasional hingga internasional. “Kami sengaja mengundang peselancar luar negeri khususnya junior agar para peselancar lokal termotivasi,” ujar Agus Ronis, Kamis (1/8) kemarin. Kontes kali ini, menurut Ronis, khusus kategori U-21 tahun ke bawah. Kategori ini diharapkan mampu melahirkan peselancar yang siap ber-

saing di kelas internasional. Apalagi mereka di-support peselancar kelas dunia, sehingga bisa menginspirasi generasi peselancar lokal. “Dukungan dan motivasi senior kepada adik-adik peselancar akan dapat meningkatkan mental, skill dan fisik mereka untuk siap berkompetisi di ajang internasional,” tandasnya. Camat Nusa Penida I Komang Widyasa Putra juga mensupport kontes seperti ini. Kontes ini ajang promosi memperkenalkan lebih jauh Nusa Penida, khususnya Nusa Lembongan ke dunia. Apalagi, partisipasi peselancar luar negeri berdampak pada kontes berkelas sehingga ke depannya tidak kekurangan peselancar yang bisa mengharumkan nama Klungkung. (win)

Semarapura (Bali Post) Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta didampingi Dandim 1610/Klungkung Letkol Czi. Paulus Joni Simbolon, Kapolres Klungkung AKBP Komang Sudana menerima Kunjungan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke-105 Tahun Anggaran 2019 di Desa Nyanglan, Kecamatan Banjarangkan, Kamis (1/8) kemarin. Kedatanganan Tim Wasev dalam rangka meninjau pelaksanaan dan pengawasan TMMD di Desa Nyanglan ini dipimpin Brigjen TNI Bueng Wardadi, S.IP., M.H. Kunjungan kali ini ditandai dengan penanaman pohon dan dilanjutkan meninjau jalan, air terjun Tirta Tiasa Udayana, serta dilanjutkan meninjau bedah rumah keluarga I Nengah Jaga, Banjar Delod, Desa Nyanglan. Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta mengapresiasi dan berterima kasih atas kegiatan yang dilakukan jajaran TNI Kodim 1610/Klungkung yang telah berkontribusi dalam pembangunan di Kabupaten Klungkung. Wabup Kasta berharap TMMD ini bisa membantu dan memudahkan akses pertanian dan mobilitas penduduk, serta mendapatkan hasil semaksimal mungkin demi kemajuan dan kesejahteraan

masyarakat. “Ini sebagai wujud bukti bakti TNI kepada masyarakat. Mudahmudahan ini berlanjut di semua kecamatan yang ada di Kabupaten Klungkung,” harap Wabup Kasta. Ketua Tim Wasev Brigjen TNI Bueng Wardadi, S.IP., M.H. mengatakan, kunjungan Tim Wasev bertujuan untuk meningkatkan kinerja para anggota TNI terutama dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa, baik dalam pelaksanaan maupun administrasi. Sebab, program TMMD merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan TNI untuk masyarakat. Ia juga ingin memastikan jika seluruh program fisik maupun nonfisik di lokasi TMMD berjalan sesuai dengan protap yang sudah ditentukan. “Mudah-mudahanan setelah dibukanya akses jalan baru ini bisa mendukung bangkitnya perekonomian di Desa Nyanglan,” tegas Bueng Wardadi. Sementara itu, Dandim 1610/Klungkung Letkol Czi. Paulus Joni Simbolon mengatakan, TMMD telah berlangsung selama 23 hari dan telah mengerjakan pembukaan akses jalan sepanjang 2,2 km dengan lebar 5 m di Desa Nyanglan. TMMD ke-105 rencananya akan ditutup 8 Agustus mendatang. (win)

KUNJUNGAN - Wakil Bupati Klungkung I Made Kasta bersama Dandim 1610/Klungkung Letkol Czi. Paulus Joni Simbolon, Kapolres Klungkung AKBP Komang Sudana menerima kunjungan Tim Wasev TMMD ke-105 di Desa Nyanglan, Kecamatan Banjarangkan, Kamis (1/8) kemarin.

Bali Post/ist

LEMBONGAN - Aksi salah satu peselancar yang menunjukkan ‘‘skill’’-nya menaklukkan ombak pada ajang Lembongan Surf Competition 2019 yang diselenggarakan oleh Lembongan Surf Team (LST).


BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS

Jumat Wage, 2 Agustus 2019

13

IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS

Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris

: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post

JOB VACANCY LOWONGAN KERJA Global Expat Recruiting is looking for Secretary. Good English, outgoing, work independently, knowledge hospitality industry. CV to jobs@globalexpatrecruiting.com B.BP.004.07.19.0000982

Dcr Admin SMA/SMK bs Compt + Inggris Hub .WA 081916672388 B.BP.154.08.19.0000022

SERVICE

Dcr Lls S1/D3,Jur.Mesin,Single /Menikah,Bs Komp,SIM A/C,Punya Laptop,Tinggal di Dps, Siap Dikursuskan, Bersedia Kerja di Perusahaan Hub.0811395185 B.BP.001.08.19.0000005

Dcr Terapist wanita pengalaman Canggu 08113804020 B.BP.004.07.19.0000904

Dcr Tng bersih2 Salon Gj.1,7Jt Jaya Giri III/22, 089682828229 B.BP.001.07.19.0000940

SERVICE

Dibthkan staff massage Sandy Bali Spa Kuta Tlp.081331428452 B.BP.154.08.19.0000023

Dibutuhkan Tenaga Serabutan Hub.(0361) 4761494 B.BP.001.07.19.0000971

Dicr Petugas Gdg Farmasi Pria, SMA,Tdk Merokok,Rajin.Lamaran: PT.BKS Jln.Bung Tomo V/14 Dps B.BP.001.08.19.0000002

Dicari Sopir & Tukang Setrika utk Neo Laundry H.082144061718 B.BP.001.08.19.0000004

BIRO JASA

Dicari Tukang Ceking u/ Garmen sebanyak- banyaknya Jl.Gunung Guntur No.882, Hub.03618450511 B.BP.001.07.19.0000951

Sgra Admin,Komp, L/P, P.Kawe 58. HP:081238226287 B.BP.004.07.19.0000947

Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01

BENGKEL LAS

PROPERTY

Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id

PROPERTY

PROPERTY

KOST

DIJUAL RUMAH

DIJUAL TANAH

Terima Kost Jl.Kenanga No.6Dps KM.Dalam,Shower,H.082340982898

Djl Rmh Tunjung Bang Gatsu Tmr LT285M2,3lt,Hub.087887777706

Djl Tanah 2A Dalung,29A Buduk Rumah1,5ADalung,082147454248

B.BP.001.07.19.0000969

PROPERTY DIJUAL RUMAH

Dijual Rmh Type45 Tukad Mungga DP 10% Bunga Krd 0.83% / bln Hub:082236881191/081805374433 B.BP.004.07.19.0000072

RUPA-RUPA

B.BP.001.08.19.0000020

PROPERTY DIJUAL TANAH

Jual tanah kavling baru @ Ketewel. Luas 80-100m2, mobil masuk, Harga Rp.215Jt -Rp.255Jt. Hub: 0817340222

B.BP.004.08.19.0000015

B.BP.001.08.19.0000009

KEHILANGAN Hlg BPKB DK 1168 GJ No M 09063 653 0 an I Made Budarmawan

B.BP.167.08.19.0000018

HlgBPKBNO.M01515247-ODK7308 OU AN.Ni Made Devi Jayanthi

B.BP.001.08.19.0000003


BANGLI

14

Jumat Wage, 2 Agustus 2019

Istri Sakit Jantung Suami Ceburkan Diri ke Danau

Bangli (Bali Post) – Seorang petani asal Banjar Beluhu, Desa Suter, Kintamani ditemukan tak bernyawa di Danau Batur, Kintamani. Korban I Ketut Cerana (55) tewas akibat bunuh diri dengan cara menceburkan diri ke danau. Diduga motif korban nekat bunuh diri lantaran depresi karena istrinya menderita sakit jantung. Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi, Kamis (1/8) kemarin, mengatakan mayat korban ditemukan di wilayah Banjar Dukuh, Desa Abangbatudinding, Rabu (31/7) sekitar pukul 21.00 Wita. Korban ditemukan oleh warga bersama pihak kepolisian saat melakukan upaya pencarian. Sebelum ditemukan tewas, korban pada pagi harinya sekitar pukul 08.30 pulang ke rumahnya usai menjenguk istrinya yang dirawat di RSU Bangli. Sesampainya di rumah, seperti hari-hari biasanya korban melakukan aktivitas memberi pakan ternak dan pergi ke kebun. Sekitar pukul 15.30, korban kembali pergi dari rumah. “Menurut keterangan saksi yang merupakan adik korban, korban ke rumah sakit menjenguk istrinya kembali. Namun, saat itu saksi merasa curiga karena

korban pergi ke RSU Bangli tidak pakai helm dan tidak membawa dompet,” ungkapnya. Saksi kemudian menelepon anak korban yang saat itu berada di RSU untuk menanyakan keberadaan Cerana. Ternyata korban tidak ada di rumah sakit. Saksi selanjutnya berinisiatif mencari ke daerah Buahan karena korban selama ini senang memancing. Saat hendak mendatangi lokasi, saksi menemukan sepeda motor koban diparkir di pinggir jalan Banjar Dukuh, Desa Abangbatudingding, sandal, dan rokok korban di tepi danau. Untuk menemukan korban, saksi minta bantuan warga bersama kepolisian. “Personel Polsek Kintamani dan Sat. Polair Polres Bangli bersama warga kemudian mencari keberadaan korban di sekitar lokasi. Sekitar pukul 21.00, korban ditemukan di areal danau wilayah Banjar Dukuh, Desa Abangbatudingding, dalam keadaan meninggal dunia,” jelas Sulhadi. Ditambahkannya, berdasarkan hasil pemeriksaan luar jenazah oleh seorang bidan Pustu Desa Suter, mayat korban masih dalam kondisi lemas. Tidak ditemukan adanya luka tanda kekerasan pada tubuh korban. (kmb40)

Tak Setuju Dinamai Bendungan Sidan

Bupati Usulkan Ayung Giri Kusuma Bangli (Bali Post) – Bupati Bangli I Made Gianyar mengaku telah bersurat ke Pemerintah Provinsi Bali terkait ketidaksetujuannya dengan pemberian nama Bendungan Sidan untuk bendungan terbesar di Bali yang akan dibangun di tiga kabupaten yakni Bangli, Gianyar, dan Badung. Ia mengusulkan agar bendungan tersebut diberi nama Bendungan Ayung Giri Kusuma. Made Gianyar menjelaskan, alasan pihaknya tidak setuju

dengan pemberian nama Bendungan Sidan untuk mencegah terjadinya permasalahan atau konflik di kemudian hari. Menurutnya, bukan tidak mungkin nama tersebut akan memicu persoalan, mengingat lokasi bendungan dibangun di wilayah tiga kabupaten. “Kami kan tidak akan tahu itu bisa menjadi konflik. Misalnya, yang wilayahnya Gianyar nanti diakui Sidan punya. Berikutnya wilayahnya di Bunutin, Langgahan, Mengani (Kintamani), nanti diakui pu-

I Made Gianyar

Bali Post/kmb40

nya Sidan,” katanya di DPRD Bangli belum lama ini. Pihaknya telah menyurati Pemprov Bali agar mengganti nama Bendungan Sidan. Sebagai gantinya, Gianyar mengusulkan agar bendungan yang saat ini sedang dibangun itu dinamai Bendungan Ayung Giri Kusuma. Kata ayung diambil untuk menunjukkan aliran air, sedangkan giri menandakan gunung. “Bahwa air yang bisa diminum itu adalah air dari gunung dan menyehatkan,” ujarnya. Sementara kata kusuma bisa diartikan sebagai utama atau mulia. Ditegaskannya, usulan penggantian nama bendungan Sidan tersebut semata untuk mencegah konflik yang bisa saja terjadi di kemudian hari. “Saya dengan Pak Giri (Bupati Badung) bersahabat bagus. Tapi karena di belakang saya ada rakyat, ya kalau memang harus buat surat, ya saya buat surat. Persoalan nantinya mau diubah atau tidak itu urusan lain,” sebutnya. Paling tidak, lanjut Made Gianyar, pihaknya sudah berupaya mengusulkan yang terbaik untuk masyarakat ke depannya. “Mudah-mudahan Pemkab Bangli nanti melaminating surat Bupati Bangli bahwa Bupati Bangli tidak setuju dengan nama Bendungan Sidan. Saya menawarkan nama bendungan itu adalah Ayung Giri Kusuma,” pungkasnya. (kmb40)

Dinas PKP Dipimpin Plt. Bangli (Bali Post) Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli kini dipimpin kadis berstatus pelaksana tugas (plt). Hal ini menyusul telah pensiunnya Kadis PKP I Wayan Sukartana per akhir Juli lalu. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangli Ida Bagus Giri Putra, Kamis (1/8) kemarin, mengatakan, Wayan Sukartana pensiun per 31 Juli. Ada pun yang ditunjuk oleh bupati untuk mengisi kekosongan sementara posisi Kadis PKP yakni Wayan Sarma, Sekretaris di dinas tersebut. Pengisian pelaksana tugas harus dilakukan selama belum ada kadis definitif. “Untuk mengisi kekosongan jabatan dengan kadis definitif, harus dilakukan melalui mekanisme seleksi terbuka,” terangnya. Menyusul pensiunya Sukartana, jumlah kursi eselon II di lingkungan Pemkab Bangli yang kosong makin bertambah. Jumlah jabatan eselon II di Bangli yang lowong saat

ini sebanyak delapan posisi. Selain Sukartana, ada empat pejabat eselon II lainnya yang segera pensiun tahun ini. Berdasarkan informasi, keempat pejabat eselon II tersebut yakni Kepala BKPAD Gede Suryawan, Kadis Kominfo Ni Wayan Manik, Kadis PUPR Perkim Wayan Lawe, dan Kepala Disperindag Nengah Sudibya. Beberapa posisi jabatan eselon II di Bangli sudah kosong bertahun-tahun, yaitu dua jabatan asisten setda, tiga jabatan staf ahli bupati, jabatan kepala Badan Kesbangpol, jabatan Kadis Koperasi, UMKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta jabatan Kepala Dinas Satpol PP. Kekosongan jabatan tersebut selama ini diisi pelaksana tugas. Tak hanya jabatan eselon II, jabatan eselon di bawahnya juga banyak yang kosong. Bupati Bangli sempat beberapa kali menyampaikan rencananya untuk melakukan mutasi sekaligus pengisian jawaban. Akan tetapi rencana tersebut hanya wacana. (kmb40)

Terkendala Sarpras

RSU Belum Bisa Layani Autopsi Jenazah Bangli (Bali Post)Rencana Rumah Sakit Umum (RSU) Bangli menambah layanan autopsi jenazah belum terwujud. Padahal sejak 2015 lalu pihak RSU Bangli sudah melakukan sejumlah persiapan termasuk menjalin kerja sama dengan dokter spesialis forensik RSUP Sanglah, Denpasar. Direktur RSU Bangli dr. Wayan Sudiana diminta konfirmasinya, Kamis (1/8) kemarin, mengakui pihaknya belum bisa menambah layanan autopsi jenazah. RSU Bangli hanya bisa melayani pemeriksaan luar, sedangkan untuk autopsi jenazah masih harus dilakukan di RSUP Sanglah. “Kami rencanakan buka layanan autopsi jenazah untuk wilayah Bali Timur,” ungkapnya. Untuk membuka layanan autopsi jenazah, RSU Bangli sudah melakukan persiapan yakni menjalin kerja sama dengan dokter spesialis forensik RSUP Sanglah dr. Dudut. Pihaknya juga sudah melatih satu orang dokter umum dan satu perawat RSU Bangli untuk mendukung

Bali Post/kmb40

dr. Wayan Sudiana

layanan tersebut. “Kendala utamanya adalah kelengkapan sarana dan prasarana (sarpras) yang belum mendukung. Untuk mengautopsi mayat kan perlu alat-alat pembedahan,” jelasnya. Sudiana tidak bisa memastikan berapa anggaran yang dibutuhkan untuk memenuhi sarana dan prasarana layanan autopsi jenazah. Namun, diperkirakan mencapai Rp 5 miliar. “Mengenai tarifnya tidak ada masalah. Kami bisa pakai tarif tindakan yang

sudah ada di perda saat ini. Kendala sekarang ini hanya sarana dan prasarana pendukung yang belum komplet,” imbuhnya. Dihubungi terpisah, Kepala Instalasi Forensik RSU Bangli dr. Ida Bagus Udayana juga mengakui bahwa belum lengkapnya sarana dan prasarana menjadi kendala RSU Bangli membuka layanan autopsi jenazah. Saat ini RSU Bangli baru memiliki peralatan dasar untuk autopsi bedah jenazah. Sementara alat untuk pemeriksaan lanjutannya belum tersedia. “Autopsi kan tidak hanya pemeriksaan mayat. Setelah itu ada lagi pemeriksaan lanjutannya. Misalnya, untuk kasus keracunan yang butuh alat pemeriksaan. Itu yang belum lengkap di RSU Bangli,” ujarnya. Saat ini RSU Bangli baru bisa melayani forensik klinik seperti permintaan visum kasus pemukulan, pengeroyokan, dan persetubuhan. Sementara untuk kasus khusus yang dugaan kematiannya karena kasus spesifik, masih harus dirujuk ke RSUP Sanglah. (kmb40)

Bali Post/kmb40

BARANG BUKTI - Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo memperlihatkan beberapa barang bukti yang diamankan terkait kasus pembuangan bayi di Banjar Lumbuan, Desa Sulahan, Susut.

Pelaku Pembuang Bayi di Lumbuan Ditangkap Bangli (Bali Post) Kasus pembuangan bayi di Banjar Lumbuan, Desa Sulahan, Susut, akhirnya berhasil diungkap Satuan Reserse Kriminal Polres Bangli. Pelaku merupakan sepasang kekasih berinisial IKS alias DN (19) dan NKJ (21). Mereka diciduk aparat kepolisian di wilayah Susut, Kamis (31/7). Berdasarkan hasil interogasi, pelaku IKS mengaku nekat membuang darah dagingnya sendiri lantaran pacarnya belum mau dinikahi. Penangkapan pelaku kasus pembuangan bayi lakilaki yang sempat menggegerkan warga Banjar Lumbuan saat hari raya Galungan, Rabu (24/7) lalu, dirilis Polres Bangli, Jumat (1/8) kemarin. Polisi hanya menghadirkan IKS, sedangkan NKJ masih menjalani perawatan di RSU Bangli. Kapolres Bangli AKBP Agus Tri Waluyo didampingi Kasat Reskrim Akbar Samosir menjelaskan, kedua pelaku ditangkap setelah pihaknya melakukan penyelidikan. Petugas mendapat informasi

dari masyarakat bahwa di sebuah klinik bersalin yang berlokasi di wilayah Beng, Gianyar, terdapat pasien berinisial NKJ asal Banjar Selat Tengah, Desa Selat, yang berobat setelah melahirkan. Namun, saat ditanya keberadaan bayinya, NKJ mengaku tidak tahu. Atas informasi tersebut, petugas kepolisian kemudian melakukan konfirmasi ke klian adat di Banjar Selat Tengah. Ternyata benar, salah satu warganya yang bernama NKJ. Petugas langsung menindaklanjuti infor-

masi itu dengan melakukan pengecekan ke rumah yang bersangkutan dan selanjutnya mengamankan NKJ bersama kekasihnya, IKS asal Banjar Manuk, Desa Susut. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap IKS, diperoleh keterangan bahwa benar pacarnya, NKJ, melahirkan seorang bayi pada Rabu (24/7) sekitar pukul 07.00 Wita. Proses persalinan dilakukan di kamar IKS di Banjar Manuk, Desa Susut. Agar tak diketahui orang lain, saat bayi itu lahir, IKS langsung membekap mulut bayi sehingga tak mengeluarkan suara. Selanjutnya pelaku membukus bayi dengan handuk hijau dan memasukkannya ke dalam tas selempang. IKS lantas meninggalkan NKJ di kamar dan membawa pergi bayinya menggunakan sepeda motor. “Pelaku sempat bingung mau bawa bayi ke mana hingga kemudian

membuangnya di Lumbuan,” jelas AKBP Agus. Setelah membuang darah dagingnya, IKS kembali ke rumah dan mengurus NKJ. Untuk menghilangkan barang bukti, IKS membakar seprai, baju, celana, tas, kamen, dan selimut yang dipakai dalam proses persalinan, di belakang rumahnya. IKS mengaku menyesali perbuatannya. Saat mengetahui pacarnya hamil lima bulan, ia berniat menikah, namun kekasihnya menolak dengan alasan masih menanggung orangtua. Sebelum membuang bayinya di Lumbuan, pelaku sempat berniat membawa ke panti asuhan. Namun, tempat itu tidak ditemukannya dalam perjalanan. Atas perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 80 ayat (3) jo Pasal 76C UU RI No.35 Tahun 2014 perubahan atas UU RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (kmb40)


Jumat Wage, 2 Agustus 2019

OLAHRAGA

15

Community Shield Buka Gelaran Liga Inggris

Liverpool – Duel Manchester City kontra Liverpool di Community Shield 2019 akan menandai dimulainya Liga Inggris musim 2019/2020. Laga yang digelar Minggu (4/8) nanti dipastikan akan berjalan sengit karna kedua tim ingin berebut trofi perdana musim ini. The Citizens menyapu seluruh gelar domestik sepak bola Inggris: Premier L e a g u e , Piala FA, dan Piala Liga p a d a musim lalu.

Dengan situasi i n i , m a k a Liverpool berhak tampil di Community Shield karena menyandang status sebagai runnerup liga. City tidak terkalahkan m e l a w a n Liverpool

Striker andalan Liverpool Mohamed Salah.

di dua pertemuan mereka pada 2018/19, yang terjadi di Premier League. The Reds ditahan tanpa gol di Anfield, sebelum City menang tipis 2-1 di Etihad. Melihat rekor tersebut, pelatih Liverpool mengaku akan sangat berhati-hati. Klopp masih ingin melihat perkembangan para pemain. Kamis (1/8) dini hari kemarin, Liverpool berhasil mengalahkan Lyon dengan skor 3-1 pada laga uji coba pramusim. Kemenangan itu penting bagi mental skuad The Reds yang sebelumnya terus meraih hasil buruk. Laga tersebut juga menjadi laga pertama untuk pemain-pemain bintang yang baru kembali seperti Roberto Firmino, Mohamed Salah, dan Alisson Becker. Karena itu, Klopp tidak tahu pemainpemain itu sudah cukup fit. Klopp mengaku belum tahu bagaimana penampakan skuadnya ketika bermain di Community Shield nanti. Alisson, Firmino, dan Salah baru kembali, jadi ada kemungkinan mereka bisa bermain meski tidak sepenuhnya. ‘’Saat ini saya masih belum tahu,

Mencari Kebenaran

Selama perwakilan masyarakat berada di dalam gedung, warga yang mundut jempana pun bergantian mamundut jempana dengan terus berdiri. Selanjutnya sebelum pulang, mereka pun sembahyang di sana disertai kidung dari ibu-ibu warga yang ikut dalam aksi tersebut. Pemangku Pura Puseh Pakudui Jero Mangku Wayan Janji menerangkan, aksi membawa pratima ke pengadilan dimaksudkan untuk mencari kebenaran secara sekala (nyata) maupun niskala (tidak berwujud). ‘’Karena ini masalah kebenaran. Pelaba pura (tanah pura - red) itu duwen Ida Batara. Mau dieksekusi, warga sudah keberatan,’’ ujarnya. Kata dia, lahan seluas kurang lebih 7 hektar itu di-

gunakan untuk melangsungkan piodalan di pura tersebut. Sedangkan ketika nanti dieksekusi maka lahan untuk pura juga dikatakan akan hilang. ‘’Kalau dieksekusi bagaimana kami melanjutkan upacara setiap piodalan? Bagaimana dengan menyungsung pura itu,’’ terangnya. Humas PN Gianyar Wawan Edi Prastyo menerangkan, sesuai ketentuan perundangundangan, pengadilan melakukan anmaning atau teguran kepada termohon, agar bisa dalam waktu delapan hari menjalankan putusan secara sukarela. Sementara itu mengenai aksi membawa pratima ke pengadilan, Wawan berharap warga mengerti mengenai permasalahan yang terjadi. ‘’Yang dieksekusi ini kan tanah, bukan benda sakralnya. Jangan sampai kalau ada apaapa yang terjadi kami yang dis-

alahkan. Ini pengadilan bukan tempat ibadah,’’ pungkasnya. Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo mengaku akan kembali menggelar diskusi bersama pihak terkait. Mulai lembaga adat, yakni Majelis Madya Desa Pakraman hingga lembaga umat yakni PHDI Gianyar. Termasuk dari unsur pemerintah. ‘’Kalau hubungan antara Pakudui Kangin dan Kawan selama ini biasa-biasa saja. Situasi kondusif,’’ tandasnya. Selama sidang anmaning berlangsung, ratusan warga sempat bersembahyang, juga melantukan kidung. Usai sidang, situasi sempat memanas. Sempat terjadi teriakan-teriakan, namun langsung ditenangkan oleh polisi yang berjaga. Bahkan, kuasa hukum warga juga ikut menenangkan. (kmb35)

Jumat, 2 Agustus 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya (1) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Krishna Karna 08:00 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Sustanaible Tourism di Bali 11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Bali Channel Tourist TV 11:30 Wita Ocydia Home Shopping

12:00 Wita Puja Trisandya 12:05 Wita Dharma Wacana Upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya (2) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Bali Channel Tourist TV 14:00 Wita Klip Bali 14:30 Wita Tembang Bali 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV 16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Nangun Yadnya Karya Pelebon Ida Pedanda Gede Made Tembau Griya Gede, Desa Aan, Kec. Banjarangkan, Kab. Klungkung 16:30 Wita Dunia Kita 17:00 Wita Dunia Pendidikan

Univ. Warmadewa 17:30 Wita Kartun Krishna Sudama 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali Malam 19:00 Wita Giliran Anda 19:30 Wita Orti Bali 20:00 Wita Bali Now Sanggar Seni Brahma Wisesa 21:00 Wita Ocydia Home Shopping 21:30 Wita Folk Song 22:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Denkayu, Madri Pralaya (3) 23:00 Wita Berita dan Bincang Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:05 Wita Bali Channel

begitulah adanya. Kita lihat saja. Saya tidak mengatakan 100 persen tidak bisa bermain, ada peluang mereka bakal bermain,’’ kata Klopp di laman resmi Liverpoolfc. ‘’Mereka bakal terlibat dalam pertandingan nanti, mungkin sejak awal. jadi kita lihat saja,’’ imbuhnya. Klopp melihat ritme permainan Liverpool sudah mulai terbentuk. Sayangnya, dia tidak yakin Liverpool yang sekarang sudah siap menghadapi Man City. Bagaimanapun pasukan Pep Guardiola itu adalah juara bertahan Premier League. (kmb33/afp)

Edward Sandjaya Ikhwan

Bali Post/ist

Empat Pebiliar Lolos Selekda Denpasar (Bali Post) Pengprov POBSI Bali telah memanggil 10 pebiliar guna melakoni Selekda di Obrigado baru–baru ini. Alhasil, yang lolos hanya empat pebiliar yakni Edward Sandjaya Ikhwan, Yudarman, Ketut Erawan dan Dhitya Octora. Edward, di Denpasar, Kamis (1/8) kemarin, mengaku bangga bisa bergabung masuk skuad pra PON bersama sembilan pebiliar lainnya. Kini

tim pra PON Bali berkekuatan 10 pebiliar. ‘’Pra PON akan digelar pada 21 Agustus mendatang,’’ ungkap Edward. Karena itu, dirinya hampir tiap hari berlatih ditangani pelatih Putu Pasek Swastawa. Sejauh ini, kata Edward, dirinya juga belum tahu akan diturunkan di nomor apa saja. Akan tetapi, dirinya optimis bakal mengantongi tiket PON. ‘’Atlet yang akan diturunkan di pra-PON beri-

kut nomornya masih akan dirapatkan dulu,’’ jelasnya. Edward sendiri dipanggil masuk skuad pra-PON melalui jalur Selekda. Sedangkan enam pebiliar lainnya mendahului lolos. ‘’Saya sebenarnya hampir tiap hari juga tetap bermain biliar dan rutin memegang stik,’’ ujarnya. Bahkan, Edward juga menyiapkan diri turun di ajang Porprov membela Kabupaten Jembrana. (022)

Situation Room ‘’Dan apakah struktur ke depan akan mengalami perubahan, nanti ada sebuah kajian khusus. Yang jelas perubahan itu, yang selalu dimotori oleh partai, adalah perubahan di dalam menjalankan fungsi ideal partai, kami punya sekolah partai, kami paling konsisten dalam menjalankan sekolah partai,’’

kata Hasto. Dalam struktur saat ini, katanya, Ketua Umum PDIP bertindak sebagai institusi tersendiri dalam kongres yang mendapat mandat dan mempunyai hak prerogratif menjaga Pancasila, NKRI, kebinekaan dan seluruh perintah konstitusi. Ketua Umum dibantu situation room sebagai pusat kajian, serta seluruh elemen strategis partai seperti kesekjenan dan ben-

dahara. Ribuan Peserta Sementara terkait peksanaan kongres di Bali diperkirkan akan dihadiri ribuan peserta dan belasan ribu simpatisan. ‘’Diperkirakan yang hadir di kongres secara resmi yang menjadi utusan, peninjau itu 2.047 orang,’’ kata Wasekjen PDI Perjuangan Eriko Sotarduga. Eriko menyampaikan 2.047 orang itu terdiri dari ketua,

sekretaris dan bendahara partai dari 34 DPD provinsi dan 514 DPC kabupaten/kota, pengurus DPP PDI-P, sayap partai serta tamu undangan VVIP dan VIP. Selain itu akan hadir juga ketua serta sekretaris perwakilan PDIP dari sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Saudi Arabia, Brunei Darusallam, Jerman, Hingkong, Belanda, Australia dan Belgia. ‘’Untuk VVIP dan VIP yang hadir berjumlah 335 orang,’’ kata Eriko. (ant)


@balipostcom http://twitter.com/balipostcom balipost http://facebook.com/balipost

Jumat Wage, 2 Agustus 2019

@balipost_com http://instagram.com/balipostcom

iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com

KCBJ Tour Kembali Raih Penghargaan ’’Top Agent’’ Singapore Airlines Mangupura (Bali Post) Kuta Cemerlang Bali Jaya Tours and Travel atau KCBJ Tours yang berdiri sejak 1983, sudah banyak membantu mendatangkan wisatawan ke Bali. KCBJ yang puluhan tahun menjalani bisnis pariwisata ini juga sudah meraih penghargaan dari hampir seluruh maskapai penerbangan yang direct ke Bali. Terbaru, KCBJ meraih penghargaan sebagai Top Agent di Bali dari Singapore Airlines. Menurut Owner & CEO KCBJ Tours, Al Purwa, KCBJ Tours sudah masuk asosiasi keanggotaan IATA sejak 1984. Perusahaan ini boleh menjadi agent perusahaan penerbangan yang ada di seluruh dunia. Tahun 1987, KCBJ Tours dipilih sebagai agen Singapore Airlines pertama sebagai local travel agent di Bali. Sejak 32 tahun pula, setiap tahunnya KCBJ

KULINER

rutin mendapat penghargaan sebagai Top Agent dari Singapore Airlines. Yang terbaru yaitu penghargaan yang didapat pada Rabu (31/7) lalu. KCBJ bukan hanya sebagai Top Agent dari Singapore Airlines saja, namun hampir semua maskapai penerbangan di dunia. Singapore Airlines, katanya, selama ini memang paling banyak mendatangkan wisatawan mancanegara ke Bali. Jumlah wisatawan yang ditangani setahun rata-rata 24 ribu orang. ‘’Hal ini tentu juga sebagai upaya untuk mendukung dan membantu pariwisata di Bali,’’ kata Al Purwa, Kamis (1/8) kemarin, di kantornya. Berbicara mengenai pengembangan pariwisata di Bali, yang paling penting menurutnya adalah jembatan penghubung. Tentunya yang menjembatani

Bali dengan dunia luar, dunia luar dengan Bali. Yang dimaksud jembatan adalah maskapai penerbangan. Oleh karena itu, peran perusahaan penerbangan dalam pengembangan pariwisata sangatlah penting. ‘’Kami boleh berbangga. Bahkan sebetulnya kita banyak membantu pariwisata Bali dari sejak berdiri sampai sekarang, dengan membantu jembatan ini,’’ ujarnya. (kmb23) TOP AGENT - Owner & CEO KCBJ Tour Al Purwa (kiri) memerima penghargaan sebagai Top Agent dari Singapore Airlines

TOP IN VASI NAMA Kopi Dadong belakangan mulai mencuat. Namun sejatinya brand Kopi Dadong sudah lama lahir yaitu tahun 2016. Saat itu, dari sisi pemasaran belum terlalu fokus dan serius. Sejak tahun 2018, Pemilik Kopi Dadong Dewa A y u P u triasih mulai fokus memasarkan Kopi

WONDERFUL BALI

BUDAYA

PENDIDIKAN

SENIMAN

orang dari Dubai ini mintanya sedikit. Tapi terakhir bulan Juni lalu dia mintanya 1 ton, dan per bulan dia minta dikirimkan 1 ton,’’ tuturnya. Meski fokus memasarakan hasil kelompok tani di Desa Belantih, namun teknik pengolahan kopi tidak ia nomorduakan. Karena, menurutnya, teknik pengolahan kopi pascadipetik ini memengaruhi rasa dan kualitas kopi. ‘’Saya lebih banyak ke roastery-nya,’’ tandasnya. Meski teknik pengolahannya sama dengan pengolahan kopi lain, namun ada sentuhan khusus yang diberikannya. Ia mengenal kopi telah lama yaitu sejak tahun 2013, pasca ia bergabung dengan sebuah koperasi di Kintamani. Dari sanalah ia banyak mendapatkan pengetahuan tentang kopi. Ia pun menanam kopi dan fokus pada kualitas roastery. Proses perawatan pohon kopi menurutnya sederhana, hanya pemupukan dan pemangkasan. Pemangkasan pun hanya dilakukan setahun sekali. Namun setelah lima tahun penanaman, barulah pohon kopi bisa dipanen. ‘’Sepanjang pohon kopinya dirawat dengan baik, sampai 20 tahun pohon kopi itu masih bisa berproduksi,’’ tandasnya. Sementara untuk proses pengolahan kopi pascadipanen, butuh waktu satu bulan mulai dari fermentasi, pencucian, penjemuran hingga disangrai. ‘’Saya fokus di cherynya, flavour, fermentasi dan cara menjemurnya supaya hasilnya juga bagus,’’ tuturnya. (kmb42)

Gugah Kesadaran Masyarakat untuk Hidup Sehat dengan ’’Healty Food’’ SELAMA ini banyak restoran maupun rumah makan yang menjual menu jadi maupun junk food dengan tambahan zat perasa. Bahkan sangat jarang restoran yang menjual makanan sehat (healty food). Menurut Risty selaku Owner Hashtag Resto, menu junk food memang dari segi rasa sangat enak, namun saat dimakan dapat menimbulkan dampak buruk. Hal ini memang tidak langsung dirasakan. Meskipun demikian, untuk jangka panjang tentu dampak yang ditimbulkan pasti ada. Untuk itulah, di restoran miliknya, kini mulai menyajikan menu sehat untuk pelanggan. Hal ini dilakukannya untuk membuat masyarakat agar lebih sadar, kalau makanan sehat itu baik untuk dikonsumsi. Dikatakan Risty, pasar yang ingin disasar untuk healty food, memang sebenarnya untuk wisatawan. Karena, menurutnya, orang lokal memang kurang tertarik dengan makanan sehat ini. Namun, katanya, secara pelan-pelan healty food ini akan mulai diperkenalkan untuk masyarakat lokal. Dalam hal ini, pihaknya ingin menggugah kesadaran masyarakat terhadap kesehatan melalui menumenu sehat yang

KESEHATAN

pada malam penghargaan,

Tak KESEHATAN Lupakan Teknik Pengolahan Kopi Dadong Fokus Pemasaran Dadong. Hingga Juni 2019, ia mendapat penawaran untuk menyediakan kopi 1 ton setiap bulannya untuk dikirim ke Dubai. Ditemui saat acara sosialisasai SSK dan Makroprudensial yang diadakan Bank Indonesia, belum lama ini, Dewa Ayu Putriasih menyempatkan diri untuk berbincang–bincang dengan Bali Post. Ia menuturkan, selain memiliki sedikit kebun kopi di Desa Belantih, Kintamani, ia juga fokus mengolah kopi cherry hingga menjadi kopi bubuk. Kopi Dadong dihasilkan oleh kelompok tani kopi dari Desa Belantih, Kintamani itu. Total lahan yang dikelola kelompok tani mencapai 50 hektar. Hasil perkebunan kopi dari kelompok tani inilah yang dikelolanya menjadi Kopi Dadong. Ada tiga jenis kopi yang dimiliki yaitu full wash dengan karakter rasa asamnya tinggi, natural dengan rasa fruity atau buah-buahan dan honey dengan rasa gula merahnya. Semuanya jenis kopi arabika. Sebesar 90 persen kopi di Desa Kintamani merupakan kopi arabica, hanya 10 persen kopi robusta. Saat ini ia tengah memfokuskan untuk pemasaran Kopi Dadong. Lewat menjadi binaan Bank Indonesia KPw Bali, ia diajak pameran ke berbagai event. Upaya–upaya pemasaran inilah yang mempertemukannya dengan pasar ekspor yaitu Dubai. ‘’Awalnya

KULINER

disajikan. ‘’Kami akan perkenalkan untuk masyarakat lokal, bahwa makanan sehat itu sangat penting untuk kesehatan. Tidak hanya untuk orang dewasa, namun untuk anak kecil juga,’’ ucapnya. Dia menambahkan, untuk menu makanan sehat, memang dari segi rasa kurang gurih. Karena tidak menggunakan penyedap ataupun MSG. Untuk perasa didapat dari garam maupun dari buah alami. Untuk menu yang disajikan memang spesifik untuk makanan dan minuman sehat. Bahkan untuk minuman, pemanisnya juga murni dari buah dan tanpa pemanis buatan. Hashtag Resto, yang berlokasi di Jalan Petitenget 147X ini memang menyediakan menu healty food. Namun di resto ini juga menyediakan menu Vegan. Sementara untuk non-vegan, juga disediakan menu ayam dan sapi. Dari segi harga, kata Risty, memang tidak terlalu mahal. Bahkan, katanya, resto ini harganya paling murah dibandingkan dengan resto lain di sekitarnya. Bagi mereka yang datang dan hanya ingin makan saja tanpa membeli minuman, pihaknya juga menyediakan minuman infuse water gratis. (kmb23)

Rabu (31/7).

TOP Umanyar IN VASI

Resto and Coffee Tempat Makan yang Fantastis gan sistem manual) sehingga rasanya nendang. Jeruk lemo hasil kebun sendiri yang juga memberi rasa setiap makanan yang ada. Menu lain di antaranya gurami barong, gurami meboreh, ayam panggang ala Umanyar, bebek . ‘’Wisatawan asing sangat menyukai masakan ini,’’ kata A.A. Istri Agung Mahadewi, S.TP., owner. Sayur yang disajikan juga sangat khas. Meski jenisnya sama dengan sayur yang ada, namun dengan olahan bumbu serta cara memasaknya membuat sayur itu menjadi beda. Sebut saja lawar pakis, plecing, sambel tuwung dan jukut urab. Ada pula sop gurami yang rasanya enak ala Umanyar dan disukai wisatawan. Tak hanya makannan, Umanyar

WONDERFUL BALI BELUM memiliki tempat makan yang fantastis? Cobalah makan di Umanyar Resto & Coffee yang beralamat di Jalan Raya Sibanggede III – Angantaka, Desa Sibanggede, Kecamatan Abiansemal, Badung. Aneka menu yang disajikan sangat lezat dan enak, yang pengolahannya tanpa MSG. Suasannya juga sejuk, karena berada di tengah persawahan yang hijau dan dihibur dengan suara-suara alam yang indah. Sekali mencoba, pasti ketagihan dibuatnya. Pelayanan ramah yang menjunjung nilai-nilai budaya Bali mampu menciptakan suasana nyaman, sehingga betah makan berlama-lama di Umanyar Resto & Coffee. Apalagi makan bersama pacar, teman ataupun bersama keluarga di sore hari. Ditambah lagi sajian panorama sunset yang indah sambil menikmati Coffee di Coffee Corner yang cantik. Mata Dewa itu perlahan tenggelam ditelan pepohonan serta hijaunya padi di sawah yang mampu menciptakan kenangan tersendiri. Menu andalannya adalah Pork Ribs ala Umanyar yang sangat lezat. Jenis menu ini memiliki keunggulan dalam proses pembuatannya sebanyak tiga kali proses memasak. Mulai dari perendaman dengan bumbu Bali, kemudian diungkep atau direbus juga diserta bumbu khusus selanjutnya proses panggang dengan bumbu oles. Kemudian dalam penyajiannya juga disertai bumbu, sehingga rasanya sangat khas yang bisa dirasakan oleh lidah masyarakat lokal ataupun asing. Menu lain yang tak kalah enaknya adalah gurami sambel kecicang yang memiliki rasa unik. Minyak yang dipakai sangat khusus yaitu lengis tanusan (minyak buatan masyarakat lokal den-

BUDAYA

Restaurant and Agrotourism yang dibuka setiap hari mulai pukul 10.00 Wita hingga 20.00 Wita itu juga menyediakan berbagai minuman klasik. Seperti es rujak bir (es rujak kelapa muda), ada pula Thai Tea degan rasa yang unik. Tempat makan yang ada di tengah kolam lotus itu juga dikelilingi persawahan dengan tanaman yang disesuaikan dengan aturan subak setempat. Terkadang ditanami jagung, bunga pacar dan padi. Ada pula gazebo, tempat meeting, dan tempat pentas seni. ‘’Jenis tanaman itu berganti-ganti karena sesuai denga aturan subak, kami kan juga anggota subak sehingga harus patuh,’’ ungkap Mahadewi. (bud)

PENDIDIKAN

KULINER

SENIMAN

KESEHATAN

TOP IN VASI

WONDERFUL BALI

Umanyar Restaurant and Agrotourism dengan view yang fantastis.

IKIP PGRI Bali Buka Penmaru Gelombang III Mulai 2 Agustus BUDAYA Kerja Sama dengan Bali Post Siapkan Beasiswa

PENDIDIKAN SEBAGAI kampus pusat pendidikan karakter, peminat lulusan SMA-SMK memilih kuliah di IKIP PGRI Bali tetap stabil. Buktinya pada tes Penerimaan Mahasiswa Baru (Penmaru) Gelombang II IKIP PGRI Bali, Kamis (1/8) kemarin, diikuti 325 peserta. IKIP PGRI Bali masih membuka Penmaru Gelombag III mulai 2 - 20 Agutus 2019. Rektor IKIP PGRI Bali Dr. I Made Suarta, S.H., M.Hum. bersama Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd. saat memantau tes Penmaru mengungkapkan, untuk membantu krama Bali dari KK miskin, IKIP PGRI Bali dan yayasan bekerja sama dengan Bali Post menyiapkan beasiswa kuliah gratis hingga tamat. IKIP menyediakan lima kursi kuliah gratis untuk Prodi Pend. Bahasa Bali dan Seni Rupa. ‘’Apalagi ada lulusan SLTA yang kurang mampu dari pegunungan, kami prioritaskan,’’ tegasnya. Rektor I Made Suarta mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan masyarakat terhadap IKIP PGRI Bali sebagai LPTK berkualitas di tingkat nasional. Rektor bersama dosennya, Suwidana, Citrawan, Darmada, dan Sumandia sukses meraih hibah Dikti dalam pebelajaran pendidikan antikorupsi. Kampus ini juga memiliki kurikulum baru bercirikan pendidikan karakter dan budaya Bali yang mulai diterapkan tahun ajaran baru ini. Rektor Made Suarta optimistis profesi guru sangat prospektif di masa datang. Dia bersyukur tahun ini pemerintah berkomitmen mengangkat guru baru,

SENIMAN

buktinya banyak guru diangkat di SMP dan SLTA di Bali. Ini menandakan pengangkatan guru baru ke depan akan terus berlangsung. Juga didukung secara akademik, semua program studi di IKIP PGRI Bali terakreditasi B, bahkan Prodi Pend. Bahasa Indonesia dan Sendratarsik meraih akreditasi A. Sementara IKIP PGRI Bali juga kahabisan stok lulusan Pend. Bahasa Bali karena semua diserap menjadi penyuluh bahasa Bali. Hal ini didukung pernyataan Ketua YPLP PT IKIP PGRI Bali IGB Arthanegara bahwa iklim nuansa Bali yang diciptakan lewat pergub, ditambah media massa dan pelayanan umum yang memerlukan SDM berbahasa Bali, membuat semua lulusan bahasa Bali terserap cepat di dunia kerja. Kondisi ini akan memotivasi generasi melinial Bali memilih Pendidikan Bahasa Bali di IKIP PGRI Bali.

IGB Arthanegara ikut bergembira jumlah peminat masuk ke IKIP PGRI Bali konsisten sepanjang tahun. Mereka memilih IKIP PGRI Bali karena kualitas. Kedua, yayasan sudah tuntas membangun gedung baru dan lab berlantai empat, sehingga mulai tahun ini semua perkuliahan dipusatkan di kampus Jalan Seroja, Tonja, Denpasar. Untuk itu dia mengajak lulusan SMA-SMK di Bali bergabung di gelombang III. Bahkan semua calon mahasiswa dibebaskan dari uang gedung. Ketua Panitia Drs. Pande Wayan Bawa, M.Si. menjelaskan, peserta Penmaru tersebar merata di semua prodi yakni Olahraga dan Jasmani, Bimbingan dan Konseling, Pend. Bahasa Indonesia dan Daerah Bali, Seni Rupa, Seni Tari, Pend. Sejarah, Pend. Ekonomi, Pend. Matematika dan Pend. Biologi. Tahun ini IKIP PGRI Bali hanya menerima 500 mahasiswa baru guna menjaga mutu. (ad032)

PENMARU - Rektor Made Suarta bersama IGB Arthanegara dan Pande Wayan Bawa saat memantau Penmaru IKIP PGRI Bali.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook