Bali Post
balipost http://facebook.com/balipost
SEJAK 1948
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom
@balipost_com http://instagram.com/balipostcom
GUBERNUR KOSTER KEDEPANKAN OBJEKTIVITAS DALAM PENGISIAN JABATAN GUBERNUR Bali Wayan Koster kembali menegaskan komitmennya untuk mengedepankan objektivitas dalam pengisian jabatan di lingkungan Pemprov Bali. Sejumlah indikator yang menjadi acuan dalam promosi dan mutasi pegawai adalah masa kerja, kepangkatan, kinerja, kompetensi, profesionalitas, integritas dan track record. Gubernur Koster menyampaikan hal itu di hadapan peserta apel disiplin yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Bali, di Denpasar, Senin (1/7) kemarin. Prinsip dan sikap objektivitas Gubernur Koster
telah ditunjukkannya pada pengisian 91 jabatan administrator (eselon III) dan 187 jabatan pengawas (eselon IV) yang telah dilantik pada Kamis (27/6) lalu. Dalam proses pengisian jabatan, ia benar-benar detail mempelajari data pegawai yang diajukan oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD). Salah satu yang menjadi perhatiannya adalah pegawai dengan masa kerja panjang berpangkat tinggi, tetapi lama mandek di posisi staf atau eselon lebih bawah. Di sela-sela pelaksanaan apel disiplin, Gubernur Koster sempat memanggil sejumlah nama pegawai
yang baru memperoleh promosi. Mereka adalah Ni Made Ayu Hariwati, S.H., M.H. yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Pembinaan dan Advokasi Pengadaan Barang/Jasa pada Biro Pengadaan Barang dan Jasa Sekretariat Daerah Provinsi Bali, serta Ir. Ekapria Dharana Kubontubuh, M.Si., Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan Provinsi Bali, dan Ida Ayu Gede Widari Sukerti, S.E., M.Si., Kepala Bidang Perluasan Kesempatan Kerja dan Transmigrasi pada
Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali. Selain itu, Gubernur Koster juga memanggil dua pejabat eselon IV yaitu I Nyoman Kenyem Subagia, Sp.M., M.Kes. yang menjabat sebagai Kepala Seksi Pengembangan dan Mutu UPTD Balai Laboratorium Kesehatan pada Dinas Kesehatan Provinsi Bali, serta I Ketut Merta, S.KM., M.Kes., Kepala Seksi Fasilitasi Pelayanan Dasar pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Bali. Hal. 15 Naik Podium
’’Saya bersama Pak Wagub, Sekda, Kepala BKD dan Inspektur akan merapikan ini dengan sebuah upaya yang lebih drastis.’’ Wayan Koster Gubernur Bali
Banyak Simpatisan ISIS Minta Dipulangkan ’’ Itu sedang didiskusikan interparlemen, karena kita tahu ini bukan sekadar memulangkan orang dengan mindset (pola pikir) yang berbeda.’’
Jakarta (Bali Post) – Banyak simpatisan ISIS yang kini berada di Suriah minta dipulangkan. Terdapat puluhan WNI ditemukan di antara ribuan keluarga pejuang ISIS yang berada di kamp-kamp penampungan Al Hol, Suriah Timur. Lebih dari 9.000 keluarga anggota ISIS berada di kamp-kamp tersebut, setelah kekalahan ISIS di Timur Tengah. Sejumlah negara seperti Inggris dan Amerika Serikat telah menyatakan kebijakannya untuk tidak menerima warga negaranya yang bergabung dengan ISIS. Atas keinginan sejumlah simpatisan ISIS untuk kembali ke Indonesia, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius menyebut masih berdiskusi di tingkat interparlemen. ‘’Itu sedang didiskusikan interparlemen, karena kita tahu ini bukan sekadar memulangkan orang dengan mindset (pola pikir) yang berbeda,’’ ujar Suhardi, Senin (1/7) kemarin. Suhardi menyebut seba-
gian besar WNI simpatisan ISIS yang memohon untuk dipulangkan kebanyakan tidak memiliki identitas resmi, karena telah dibakar. Hal itu menjadi masalah besar bagi pemulangan mereka. Masalah lainnya, pada beberapa kasus, WNI simpatisan ISIS perempuan dinilai memiliki militansi lebih besar daripada lakilaki dalam menyebarkan paham radikal. ‘’Itu nanti sedang kita diskusikan di lintas kementerian dipimpin
Menkopolhukam, walaupun nanti yang akan leading adalah BNPT untuk menangani masalah tersebut,’’ ujar Suhardi. Sebelumnya, terdapat laporan yang mengatakan puluhan WNI ditemukan di antara ribuan keluarga pejuang ISIS yang berada di kamp-kamp penampungan Al Hol, Suriah Timur. Lebih dari 9.000 keluarga anggota ISIS berada di kamp-kamp tersebut, setelah kekalahan ISIS di Timur Tengah. (ant)
Gerindra dan PKS Tetap Jadi Oposisi
TNI Hentikan Sementara Pencarian Helikopter MI-17 Sentani (Bali Post) – Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat menghentikan sementara pencarian terhadap helikopter MI-17 yang dikabarkan hilang kontak pada Jumat (28/6) sekitar pukul 11.49 WIT dan akan kembali dilanjutkan dengan dua unit helikopter jenis Bell. ‘’Pada pukul 15.00 WIT Tim SAR gabungan TNI yang melakukan pencarian darat terhadap helikopter MI-17 dihentikan sementara,’’ kata Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf. Dax Sianturi di Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (1/7) kemarin. Dax mengatakan, penghentian sementara pencarian yang dilakukan oleh tim darat, katanya, karena pada pukul 15.00 WIT cuaca di Oksibil dilaporkan mendung dan hujan. Namun, hari ini tim SAR udara menggunakan dua helikopter Bell yang aktif melakukan pencarian. ‘’Masing-masing heli Bell melakukan tiga kali penerbangan. Jadi heli Bell 206 tiga kali penerbangan dan melakukan penyisiran di sekitar lokasi lintasan helikopter MI-17,’’ katanya. Kemudian, lanjutnya, heli Bell 412 dengan nomor registrasi HA-5177 juga tiga kali penerbangan dan melakukan penyisiran. Namun, penerbangan ketiga tidak sempat dilanjutkan lalu kembali ke Oksibil karena cuaca sudah tidak mendukung. Meski demikian, katanya, dari hasil penjajakan melalui udara belum ditemukan adanya tanda-tanda keberadaan dari helikopter MI-17 yang hilang itu. Helikopter MI-17 milik TNI-AD hilang kontak sejak Jumat (28/6) sekitar pukul 11.49 WIT. Helikopter MI-17 dengan nomor registrasi HA-5138 itu membawa 12 penumpang beserta kru yang sebelumnya terbang ke Okbibab untuk melakukan pengiriman logistik kepada prajurit yang bertugas di wilayah tersebut. (ant)
Jakarta (Bali Post) – Dua partai pendukung Prabowo-Sandi menyatakan menolak bergabung dengan pemerintahan Joko Widodo dan memilih tetap sebagai partai oposisi. Keduanya adalah Gerindra dan PKS. Sementara PAN dan Demokrat belum menentukan sikapnya. Anggota Dewan Penasihat DPP Partai Gerindra Muhammad Syafi’i menyebut partainya akan tetap menjadi oposisi, baik di pemerintahan maupun parlemen karena untuk mewujudkan demokrasi yang sehat. ‘’Harus ada yang bersikap oposisi dan Gerindra sejak awal sudah menunjukkan positioning sebagai partai oposisi,’’ katanya di kompleks parlemen di Senayan, Jakarta, Senin (1/7) kemarin. Dengan begitu, katanya, partainya akan menolak ta-
Rupiah Menguat Jakarta (Bali Post) – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (1/7) sore menguat terbawa sentimen meredanya perang dagang Amerika Serikat dan Cina. Rupiah menguat 13 poin atau 0,1 persen menjadi 14.113 per dolar AS dari sebelumnya 14.126 per dolar AS. Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Senin kemarin, mengatakan hasil pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Cina Xi Jinping di sela-sela KTT G-20 di Osaka, Jepang menjadi sentimen positif bagi rupiah. ‘’Tidak hanya damai dagang, harapan damai di Semenanjung Korea pun menyala kembali. Kini, dua risiko besar yang menghantui perekonomian global perlahan bisa mulai dicoret dari daftar,’’ ujar Ibrahim. Dari internal, inflasi Juni 2019 yang mencapai 0,55 persen (bulanan) dan 3,28 persen (tahunan). Inflasi terebut dinilai masih dibawah target
Suhardi Kepala BNPT
pemerintah dan relatif masih terkendali karena banyak program pemerintah yang berhasil sehingga menekan inflasi. ‘’Dan ada alasan kuat bagi BI untuk menurunkan suku bunga acuan. BI pun sudah menegaskan penurunan suku bunga acuan tinggal masalah waktu,’’ kata Ibrahim. Selain itu, sentimen internal lainnya yaitu Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang telah menetapkan pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin sebagai pemimpin Indonesia periode 2019-2024. Dengan demikian, proses pesta demokrasi 2019 sudah rampung, karena pemenang pilpres sudah ditetapkan. ‘’Jokowi adalah calon petahana, sehingga pelaku pasar menilai eks Gubernur DKI Jakarta tersebut tidak akan mengubah pola dan arah kebijakan terlalu drastis. Investor juga melihat Jokowi akan punya waktu untuk melanjutkan kebijakan reformasi struktural seperti pembenahan defisit transaksi berjalan,’’ ujarnya. (ant)
waran termasuk apabila ada jatah menteri. Sebab, menjadi oposisi akan terwujud sistem check and balance sebagai bagian dari demokrasi yang sehat yakni ada partai pendukung dan oposisi. Walau akan menjadi oposisi, Syafi’i melanjutkan, belum tentu partainya akan menjadi musuh bagi pemerintahan dan menolak seluruh kebijakan. ‘’Partai oposisi kan tidak mungkin juga, kalau ada kebijakan benar, kami tetap tidak terima saja. Oposisi yang benar itu bisa bangun check and balance, sehingga jalannya pemerintahan sesuai aturan yang ada,’’ ucapnya. Sikap yang sama juga disampaikan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera. Ia mengatakan, partai politik itu mendukung pertemuan antara Jokowi dan
Prabowo Subianto, namun pertemuan itu tidak akan mengubah posisi PKS sebagai partai oposisi. ‘’Bagus. Saya pribadi setuju Pak Jokowi dengan Pak Prabowo bertemu, tapi kalau pertemuan ini terjadi, Pak prabowo bisa tegas mengatakan bahwa kita ini oposisi,’’ katanya saat dihubungi di Jakarta, Senin kemarin. Rekonsiliasi, menurutnya, bermakna sebagai pertemuan untuk kembali bersatu setelah kontestasi Pemilu 2019 selesai. Meski begitu tetap memperbolehkan ada perbedaan dan bersiap untuk kompetisi berikutnya. Mardani juga menegaskan bahwa rekonsiliasi tidak sama dengan bagi-bagi kursi, karena jika demikian maka tidak akan ada lagi pihak oposisi. ‘’Kalau bagi-bagi kursi itu bukan rekonsiliasi tapi akui-
sisi. Orang jadi gak oposisi lagi malah gak bagus,’’ terangnya. Sementara itu, pakar hukum tata negara dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Prof. Juanda berpandangan, sebaiknya tetap ada partai politik di luar pemerintahan agar fungsi chaeks and balance terhadap pemerintah tetap berjalan. ‘’Partai politik di luar pemerintahan berfungsi sebagai pengontrol dan penyeimbang pemerintahan, sehingga kinerja pemerintahan berjalan baik,’’ kata Prof. Juanda pada diskusi ‘’Empat Pilar MPR-RI’’ di Gedung MPR/ DPR/DPD-RI, Jakarta, Senin kemarin. Menurut Prof. Juanda, dalam sistem politik di Indonesia yang menganut sistem presidensial, tidak mengenal oposisi, tetapi dalam praktiknya partai politik pengusung
pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (caprescawapres) yang belum terpilih, memilih berada di luar pemerintahan dan menjadi penyeimbang pemerintah. Dengan adanya partai politik penyeimbang, yang memberikan kontrol dan mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak pro-rakyat, maka pemerintah akan bekerja lebih hatihati dan lebih baik. Kalau saat ini, presiden terpilih menyerukan rekonsiliasi untuk membangun kembali silaturahmi, persaudaraan, dan persatuan bangsa Indonesia, tidak berarti semua partai politik bergabung bersama pemerintah. ‘’Kalau semua partai politik peserta pemilu bergabung bersama pemerintah, itu namanya bukan rekonsiliasi, tapi akuisisi. (ant)
Timbulkan Ketidakpastian Baru PRESIDEN AS Donald Trump bersama Presiden Cina Xi Jinping telah melakukan pertemuan bilateral di sela-sela KTT G-20 yang berlangsung di Osaka, Jepang, Sabtu (29/6). Pertemuan itu sangat ditunggu oleh pelaku pasar keuangan, karena selama berbulan-bulan situasi ekonomi global dilanda ketidakpastian akibat keduanya terlibat perseteruan dagang. Pengenaan tarif bea masuk yang dikenakan bagi masingmasing produk asal AS dan Cina menjadi penyebab ‘’perang dingin’’ antara dua negara adidaya tersebut. Perseteruan yang terjadi ini ti-
dak hanya menyebabkan kelesuan perdagangan global, namun juga menimbulkan masalah kepada sistem keuangan dunia secara keseluruhan. Meski demikian, hasil
dari pertemuan Trump-Xinping ini malah menimbulkan tanda tanya baru, karena tidak ada hasil positif yang benar-benar nyata dapat direspons pelaku pasar global. Usai pertemuan tersebut, Trump secara diplomatis mengatakan tidak ada permusuhan terhadap Cina dan pertemuan telah berjalan dengan baik. Ia juga mengungkapkan pertemuan ini akan menghasilkan kesepakatan perdagangan kedua negara yang adil dan bersejarah. Hanya satu hasil yang pasti yaitu Trump tidak akan memberlakukan tarif bea masuk baru terhadap barang-barang asal Cina yang masuk ke pasar AS. Hal serupa juga dilakukan oleh Jinping, yang mengatakan ingin memajukan hubungan Cina dan AS dengan meningkatkan koordinasi, kerja sama dan stabilitas. Meski terdapat
perubahan besar dari hubungan bilateral kedua negara, Jinping menambahkan, kerja sama dan dialog akan lebih memberikan manfaat daripada gesekan. Dalam pernyataan resmi usai mengikuti KTT G-20, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde mengatakan risiko terhadap ekonomi global saat ini adalah perdagangan. Untuk itu, meski pemimpin AS dan Cina sudah mengadakan pertemuan, namun apabila isu terkait perang tarif belum diselesaikan, maka justru dapat menimbulkan ketidakpastian baru bagi masa depan. ‘’Mengurangi hambatan perdagangan adalah prioritas, baik hambatan baru atau lama, tarif dan lain sebagainya, serta mengatasi berbagai sumber yang mendasari ketegangan dan distorsi perdagangan,’’ kata Lagarde. (ant)
2
Selasa Pon, 2 Juli 2019
AGENDA PKB XLI-2019 Selasa, 2 Juli 2019 Pukul : 09.00 Wita Tempat : Gedung Citta Kelangen ISI Denpasar Kegiatan : Sarasehan Pukul : 11.00 Wita Tempat : Kalangan Ayodya Kegiatan : Dramatari Prembon, Sanggar Seni Sudamala, Br. Sukajati, Desa Taman, Kec. Abiansemal, Duta Kabupaten Badung Pukul : 14.00 Wita Tempat : Kalangan Angsoka Kegiatan : Telek dan Rejang, Sanggar Seni Taksu Murti Kemanisan, Desa Adat Legian, Kec. Kuta, Duta Kabupaten Badung Pukul : 16.30 Wita Tempat : Areal Taman Budaya Kegiatan : Ngelawang Sekaa Gurnita
Pukul Tempat Kegiatan
Santhi, Br. Ambengan, Kel. Pedungan, Kec. Denpasar Selatan, Duta Kota Denpasar : 19.30 Wita : Gedung Ksirarnawa : Parade Janger Melampahan, Sanggar Maospait, Desa Taman Bali, Kec. Bangli, Duta Kabupaten Bangli
Pukul : 19.30 Wita Tempat : Panggung Terbuka Ardha Candra Kegiatan : Parade Gong Kebyar Dewasa, Maheswara Jaya Pasti, Desa Perancak, Kec. Jembrana, Duta Kabupaten Jembrana dengan Sekaa Gong Kebyar Dewasa Manggeh Jayengrat Desa Munggu, Kec. Mengwi, Duta K abupaten Badung
Pria Asal Sidoarjo Dihukum Lima Tahun Penjara Denpasar (Bali Post) Pria kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur, terdakwa Catur Pryatmoko (43), dihukum pidana penjara selama lima tahun, Senin (1/7) kemarin. Majelis hakim pimpinan I Made Pasek menyatakan terdakwa Catur Pryatmoko terbukti bersalah melanggar Pasal 111 ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika golongan I dalam bentuk jenis tanaman. Hakim menjatuhkan pidana penjara sama dengan tuntutan jaksa, hanya subsider yang beda. Yakni, pidana selama lima tahun penjara. Selain itu, terdakwa juga membayar denda Rp 800 juta. Sedangkan subsider dikurangi dari enam bulan menjadi empat bulan. Atas putusan majelis hakim, terdakwa Catur langsung menyatakan menerima. Begitu juga JPU Widyaningsih yang menyatakan menerima putusan majelis hakim. Ditangkapnya Catur berawal saat dia menerima satu kresek ganja dengan empat paket dari seseorang bernama Bhono Sasongko (berkas terpisah). Polisi kemudian melakukan penyergapan terhadap terdakwa di Jalan Pulau Galang, Pemogan, Denpasar Selatan, Rabu (13/3) lalu. Sebelum ditangkap, Catur sempat melinting sebagian ganja tersebut untuk dipakai sendiri. Namun karena ada orang yang datang, ia memasukkan satu tas kresek plastik berisi ganja itu ke dalam lemari. Seluruh paket ganja itu berat totalnya mencapai 107,13 gram. (kmb37)
Bali Post/kmb12
PPDB - Sejumlah orangtua siswa mendatangi Kantor Ombudsman RI Perwakilan Bali untuk mengadukan masalah PPDB, Senin (1/7) kemarin.
Kecewa Sistem PPDB
Orangtua Siswa Kembali Datangi Ombudsman
Denpasar (Bali Post) Ketidakpuasan sejumlah orangtua siswa terhadap pelaksanaan PPDB tahun ini, terus mengalir. Buktinya, sejumlah orangtua siswa kembali mendatangi Kantor Ombudsman RI Perwakilan Bali untuk mengadukan persoalan yang dihadapinya. Terutama untuk tahap pendaftaran zonasi kawasan yang mengalami hank untuk peserta yang sudah sempat ikut mendaftar di zonasi jarak terdekat. Kon-
disi tersebut dinilai merugikan masyarakat. Kehadiran sejumlah orangtua siswa tersebut diterima Ketua Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab beserta para komisionernya, Senin (1/7) kemarin. Salah satu orangtua siswa, Anak Agung Agus Eka Putra, mengaku pihaknya kecewa dengan sistem PPDB kali ini. Meskipun sudah ditambah kuota dengan menggunakan sistem nilai Ujian Nasional
(UN), hingga saat ini mereka mengaku belum puas. Bahkan dianggap jalur baru dengan sistem nilai UN hanya penggembira semata, karena jumlah kuota yang ditambah belum jelas. Eka Putra mengatakan, apabila saat sistem error, pihak Disdikpora kembali mereset seperti pada pendaftaran awal, pihaknya menilai tidak akan terjadi kisruh. Terlebih ada orangtua siswa mendaftar lebih dulu tetapi tercatat
belakangan di sistem daripada yang mendaftar belakangan. Menurutnya, pemberlakuan nilai UN pada PPDB kali ini juga dinilai tidak konsisten, karena dalam Perwali 28 Tahun 2019 tidak ada menggunakan itu. ‘’Apabila mau seperti itu, harus dicabut dulu Perwalinya agar tak tumpang tindih,’’ katanya mengkritisi. Ketua Ombudsman RI Perwakilan Bali Umar Ibnu Alkhatab mengatakan, pihaknya akan secepatnya me-
nyampaikan aspirasi orangtua siswa ini ke Disdikpora Kota Denpasar dan Wali Kota Denpasar. Ditegaskan, pihaknya menampung semua masukan yang ada dan akan ditindaklanjuti segera. ‘’Banyak hal yang disampaikan. Pertama, sistem yang dibangun masih mengalami kekacauan dan mereka meminta agar semuanya direset dan mereka daftar kembali dari nol. Nanti akan saya sampaikan hal itu,’’ ujarnya. (kmb12)
Dewan Minta PPDB Zonasi Tanpa Nilai UN Tak Diterapkan Lagi
Denpasar (Bali Post) – Penerapan jalur zonasi tanpa diikuti dengan nilai Ujian Nasional (UN) dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini oleh Pemkot Denpasar, dinilai menimbulkan kericuhan di masyarakat. Kondisi ini diperparah lagi dengan kacaunya sistem online yang dipakai, sehingga menambah keresahan di kalangan orangtua siswa. Pada PPDB untuk jenjang SMP negeri mengalami beberapa kali kekacauan sistem online yang menggunakan jaringan Telkom. Kondisi ini diharapkan menjadi evaluasi untuk PPDB tahun depan. Bahkan, apabila Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) masih menerapkan pola ini, DPRD Kota Denpasar akan melakukan penolakan.
Bali Post/ist
OROK - Mayat orok yang ditemukan di Pantai Karang, Sanur, Densel, Senin (1/7) kemarin.
Mayat Orok Ditemukan di Pantai Karang Denpasar (Bali Post) Mayat orok ditemukan di Pantai Karang, Sanur, Denpasar Selatan (Densel), Senin (1/7) kemarin. Kondisi orok tersebut ditutupi rumput laut dan ada sesajen. Diduga orok tersebut berusia empat bulan. “Diduga dibuang di sana karena ada sesajen dan uang. Saya langsung cek ke TKP,” kata Kapolsek Densel Kompol I Nyoman Wirajaya. Informasi yang diperoleh di lapangan, sekitar pukul 12.30 Wita, penyewa kano Made Suadnyana (34) sedang beraktivitas di pantai tersebut. Tiba-tiba dia diberi tahu wisatawan asing menemukan mayat orok. Suadnyana yang beralamat di Jalan Danau Tempel Gang I, Sanur Kauh ini langsung mengecek ke TKP. “Saksi melihat mayat orok di tepi Pantai Karang. Dengan adanya temuan tersebut, saksi memberi tahu Made Sudarsana yang kebetulan saat itu berada tidak jauh dari TKP,” kata sumber. Kebetulan waktu itu ada polisi sedang patroli di sana, dan penemuan mayat orok tersebut dilaporkan ke Polsek Densel. Kapolsek Wirajaya bersama anggotanya langsung ke TKP. Hasil olah TKP, orok tersebut umurnya diperkirakan empat bulan, belum tumbuh rambut dan tidak ada ari-ari. Selain itu, posisi orok telungkup dan sebagian tertutup rumput laut. Diduga orok itu hanyut terbawa air laut hingga terdampar di TKP. Selanjutnya, orok tersebut dibawa ke RSUP Sanglah oleh ambulan BPBD Kota Denpasar. (kmb36)
Hal itu terungkap dalam rapat kerja antara DPRD Denpasar dengan Disdikpora, Dinas Kebudayaan, Diskominfo, dan Telkom, Senin (1/7) kemarin. Rapat kerja yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar Made Muliawan Arya didampingi Ketua Komisi I Ketut Suteja Kumara dan Kadisdikpora Wayan Gunawan ini diwarnai sejumlah pertanyaan pedas. Tidak terkecuali, pihak Telkom selaku penyedia jaringan internet diminta untuk minta maaf atas kekacauan yang terjadi. Terlebih, dalam PPDB kali ini terjadi beberapa masalah. Seperti saat pendaftaran zonasi jarak terdekat, terjadi kesalahan dalam menentukan titik ordinat, sehingga jarak tidak terbaca maksimal. Kemudian
berlanjut pada pendaftaran zonasi kawasan yang terjadi blok pada peserta yang sudah ikut mendaftar di zonasi jarak terdekat. “Kami sangat sayangkan kondisi ini. Pemerintah harus minta maaf,” ujar anggota Komisi IV A.A. Gede Ngurah Widiada. Pernyataan lainnya juga datang dari anggota Komisi II Kadek Agus Arya Wibawa. Politisi PDI-P ini meminta harus ada evaluasi atas penggunaan sistem ini. Jangan sampai tahun depan sistem ini digunakan lagi. Selain itu, Kadek Agus meminta kepada Telkom untuk menyampaikan kepada masyarakat atas kesalahan sistem ini. “Saya akan menolak bila ini diterapkan lagi,” katanya. Anggota dewan lainnya, A.A.
Bali Post/kmb12
RAKER - Suasana rapat kerja antara DPRD Kota Denpasar dengan Disdikpora, Telkom, Dinas Kebudayaan dan Diskominfo, Senin (1/7) kemarin. Putu Gede Wibawa menilai apa yang dilakukan ini tidak ubahnya seperti nyatuang tuak labuh (membicarakan minuman yang sudah tumpah). Oleh karena itu, diperlukan solusi untuk waktu yang akan datang. Pihaknya berharap Disdikpora menerapkan sistem PPDB yang lebih baik dan terukur. “Kalau cepat-cepatan seperti sekarang,
kom Denpasar Bayun. Pihaknya menyampaikan permintaan maaf atas kondisi yang terjadi dalam PPDB kali ini. (kmb12) Berita ini bisa dikomentari pada acara Citra Bali Radio Global FM Pukul 08.00 - 09.30 wita. Hubungi telepon 0361-7400391. Hubungi telepon (0361) 819446 / 081337032965
Pembunuh Pemuda NTT Diduga Residivis
Bali Post/kmb36
BRIEFING - Waka Polsek Densel AKP Rusiah mem-briefing belasan saksi asal NTT terkait kasus pembunuhan di Warung Pondok Mangga Mr. Odon di Jalan Taman Pancing Gang Nila, Densel.
Topik : BANYAK SIMPATISAN ISIS MINTA DIPULANGKAN
tetap akan krodit,” jelasnya. Mendapat sejumlah masukan seperti itu, Kepala Disdikpora Kota Denpasar Wayan Gunawan mengaku telah melakukan langkah-langkah untuk mengurangi keresahan masyarakat. Seperti menambah kuota dengan menggunakan nilai ujian nasional. Hal yang sama juga diungkapkan GM Tel-
Denpasar (Bali Post) Penyidik Polsek Denpasar Selatan (Densel) terus mendalami kasus kericuhan dan pembunuhan Dominggus Dapa (24). Ternyata mahasiswa sebuah universitas swasta di Denpasar, Agustinus Tunna Zada (28) juga jadi korban. Lutut kanannya kena tusuk saat berusaha melerai. Sedangkan pelaku berinisial Ag diduga residivis
kasus curanmor. Saat ditemuai di Polsek Densel Senin (1/7) kemarin, Agustinus mengaku kuliah sambil kerja. “Saya tidak kenal dengan pelaku (berinisial Ag). Pemicunya saya juga tidak tahu,” tegasnya. Menurut Agustinus, Gerson Tanggela alias Soni mengundang temantemannya untuk merayakan ulang
tahunnya. “Soni langsung mengundang kami. Saya tidak kenal dengan pelaku dan kelompoknya,” ujarnya. Sekitar pukul 22.00 Wita, ketegangan mulai terjadi. Situasi semakin panas dan kericuhan tak terelakan. Namun Agustinus mengaku tidak tahu pemicunya. “Yang saya tahu sudah ribut. Saya berusaha melerai malah kena tusuk,” ungkap mahasiswa Jurusan Teknik Sipil ini. Di mana korban ditusuk? “Kemungkinan di tempat parkir. Saya tidak kenal pelaku. Dari mana pelaku dapat pisau, saya juga tidak tahu,” kata Agustinus. Terkait luka di lututnya, Agustinus mengaku rencananya mau dijahit oleh tim medis rumah sakit. Tapi karena biayanya sekitar Rp 9 juta, dia tidak mau karena tidak punya uang sebanyak itu. “Saya minta diobati biasa saja,” tandasnya. Hingga saat ini, kata Agustinus jenazah korban masih berada di Ruang Jenazah RSUP Sanglah. Dirinya dan keluarga korban belum diperbolehkan melihat karena harus ada izin dari pihak rumah sakit dan kepolisian. “Kalau diizinkan bawa pulang (ke NTT-red), kemungkinan besok langsung dibawa. Di Bali ada adik kandung korban. Korban di sini kerja sebagai satpam hotel,” tegasnya.
Menyikapi kejadian tersebut, Waka Polsek Densel AKP Rusiah langsung mem-briefing belasan pemuda dan pemudi asal NTT yang merupakan saksi kasus tersebut. “Kalian ini di Bali kerja dengan baik, bukan minum-minum,” tegasnya. Mantan Kanitlantas Polsek Kuta ini meminta selama mereka merantau di Bali turut menjaga keamanan dan ketertiban. “Jangan malah minum-minum. Kasihan orangtua kalian di kampung,” ujarnya. Sementara informasi di lapangan, polisi masih mencari barang bukti pisau yang dipakai menusuk korban. Hingga saat ini polisi menahan satu tersangka yaitu Ag. “Informasinya pelaku merupakan residivis kasus curanmor. Ada yang bilang dia juga pernah terlibat kasus penusukan,” tegas sumber. Seperti diberitakan sebelumnya, kericuhan melibatkan sekelompok pemuda asal NTT kembali terjadi di wilayah Denpasar Selatan (Densel), Sabtu (29/6) lalu. Bentrokan tersebut terjadi saat dua kelompok pemuda tersebut pesta miras dalam rangka perayaan ulang tahun di Warung Pondok Mangga Mr. Odon di Jalan Taman Pancing Gang Nila, Densel. Akibat kejadian itu, seorang pemuda, Dominggus Dapa (24) tewas dengan usus terburai. (kmb36)
BADUNG
Selasa Pon, 2 Juli 2019
3
Samakan Pola Pikir, Lakukan Gerakan Melayani
Bupati dan Wabup Tatap Muka dengan Klian Dinas dan Kaling Se-Badung BUPATI Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wakil Bupati I Ketut Suiasa dan Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa melakukan tatap muka dengan klian dinas dan kepala lingkungan (kaling) se-Kabupaten Badung, Senin (1/7) kemarin di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung. Tatap muka ini guna menyamakan pola pikir dan sinergi, khususnya mengenai tugas-tugas klian dinas dan kaling dalam upaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Tatap muka juga diikuti perangkat daerah terkait, para camat, perbekel dan lurah. Dalam pengarahannya, Bupati Giri Prasta men-
gatakan bahwa tatap muka ini untuk meningkatkan koordinasi dan komunikasi antara Pemkab Badung dengan klian dinas dan kaling se-Badung sebagai perangkat paling bawah. Selain koordinasi, sekaligus meminta laporan berkenaan dengan situasi yang ada di wilayah Kabupaten Badung. Diharapkan melalui tatap muka ini, baik perbekel, lurah, klian dinas maupun kaling mampu membuat gerakan untuk melayani. ‘’Kami minta aparat paling bawah betul-betul melakukan gerakan melayani, sehingga dapat membangun Badung secara utuh dengan konsep kebersamaan, kita bersatu bersama-sama
membangun Badung,’’ terang Giri Prasta. Lebih lanjut Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada klian dinas dan kaling telah menjalankan tugas dengan baik sesuai dengan regulasi yang ada, mulai dari undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan daerah, termasuk perbup sudah dijalankan dengan baik. ‘’Regulasi ini sudah dijalankan dengan baik, dan sekarang ini menyamakan pola pikir. Saya kira pelayanan sudah dilakukan dengan baik untuk menjadikan Kabupaten Badung yang betul-betul masyarakatnya bahagia,’’ tambahnya. Bupati juga mengharap-
kan, dengan kegiatan ini hubungan persaudaraan, persatuan dan kesatuan mulai dari tingkat atas hingga tingkat bawah itu kuat, yang muaranya bagaimana meningkatkan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat Badung itu sendiri. (ad38) TATAP MUKA - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup I Ketut Suiasa dan Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa melakukan tatap muka dengan klian dinas dan kaling se-Kabupaten Badung, Senin (1/7) kemarin di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung.
Tingkatkan Jumlah Kunjungan Wisman
Bandara Ngurah Rai Tambah Slot Penerbangan Internasional
Mangupura (Bali Post) -
Otoritas Bandara Wilayah IV akan menambah slot penerbangan di Bandara Ngurah Rai untuk menunjang peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali. Penambahan slot penerbangan tersebut rencananya akan diterapkan mulai bulan Oktober mendatang.
Bali Post/eka
KEKERASAN - Polisi menggelandang para tersangka di Mapolresta Denpasar, Senin (1/7) kemarin. Para tersangka ditangkap atas kasus tindak kekerasan di Jimbaran.
Pengeroyok Pimpinan Yayasan Sekolah Ditangkap
Mangupura (Bali Post) Tim gabungan Jatanras Polresta Denpasar dan Polsek Kuta Selatan menangkap pengeroyok pimpinan yayasan dan staf Sekolah Harapan Bunda di Jalan Uluwatu I Gang Cempaka, Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan (Kutsel), Rabu (26/6) lalu. Polisi menangkap tiga pelaku yakni Wayan Wirthana alias Kelewang (47), I Kadek Murdika alias Cuplis (30), dan I Ketut Suryantha alias Tembok (38). Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Ruddi Setiawan didampingi Kasatreskrim Kompol I Wayan Arta Ariawan, Senin (1/7) kemarin menyampaikan, pada Selasa (25/6) pukul 17.31 Wita, Yayasan Sekolah tersebut, Jeanne Selvya Damorita (52), ditelepon oleh satpam Paulus Seran yang mengatakan ada empat laki-laki datang ke TKP tetapi di luar pagar sekolah. Salah satunya memiliki ciri-ciri kaki pincang sempat melakukan pengancaman. Jeanne langsung ke TKP dan setibanya di sana tidak ada keributan. ‘’Karena mendengar Paulus sempat diancam, korban (Jeanne - red) menyuruhnya untuk melapor ke Polsek Kuta Selatan. Sekitar pukul 20.30 Wita datang massa dan kumpul di depan pagar Sekolah Harapan Bunda,’’ ujarnya. Selanjutnya tersangka Wirthana alias Kelewang masuk ke halaman sekolah, lalu menghampiri Jemris Lukas Molina dan Benjamin Pesireron yang sedang duduk di taman. Wirthana menyuruh Jemris menemui massa yang sudah berkumpul di luar pintu gerbang
sekolah. Karena Jemris menolak, beberapa orang dari massa tersebut ikut masuk lalu mengurung Jemris dan Benjamin. ‘’Tersangka Wirthana menuduh kedua orang tersebut membawa senjata di balik jaketnya dan langsung digeledah. Namun senjata yang dimaksud tidak ada,’’ ucap Ruddi. Saat itulah terjadi pemukulan terhadap Benjamin oleh tersangka Suryantha alias Tembok. Tersangka Wirthana juga ikut memukul korban. Benjamin berusaha menyelamatkan diri tetapi dihadang sekumpulan orang tidak dikenal dan sempat dikeroyok. Benjamin lari ke belakang sekolah dengan maksud meminta bantuan kepada beberapa orang pesilat yang sedang berlatih di sana. Tetapi sayang, pelatih silat tidak bersedia membantu karena tidak tahu masalahnya. Saat itu pula Benjamin kembali dikeroyok oleh pelaku. Korban dipukul dengan sebatang kayu dan botol hingga mengalami luka lecet pada lengan kiri serta p i n g g a ng kiri, dan luka robek tangan kanan. J e m r is jug a b e rusa ha menyelamatkan diri dengan cara berlari dan mengambil sebuah batu di taman sekolah hendak melemparnya ke arah massa. Namun urung dilakukan karena dikejar massa dan dia langsung menyelamatkan diri masuk ke dalam gedung sekolah. Sedangkan Jeanne berdiri di lobi sekolah dihadang beberapa orang termasuk tersangka Murdika alias Cuplis dan Wirthana alias Kelewang. Karena korban diketahui merekam percaka-
pan tersebut menggunakan HP, Murdika berusaha merebut paksa HP tersebut tetapi dihalangi Bhabinkamtibmas. Saat itulah Jeanne dikeroyok para pelaku. ‘’Setelah menerima laporan kejadian itu, anggota kami langsung ke TKP. Selanjutnya melakukan penyelidikan, mengamankan barang bukti dan melakukan pemeriksaan rekaman CCTV,’’ kata mantan Kapolres Badung ini. Petugas melakukan pemeriksaan saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut. Hasil pemeriksaan tersebut, diperoleh petunjuk orang yang dicurigai sebagai pelaku. Saat ketiga orang tersebut diinterogasi, mereka mengakui melakukan pengeroyokan terhadap korban. Ketiga orang tersebut langsung ditahan di Polsek Kuta Selatan. ‘’Motif kasus ini cuma salah paham saja saat anak warga setempat berenang di sekolah tersebut. Saya tegaskan, kalau ada berani melakukan perbuatan seperti ini akan ditindak tegas. Akan saya rantai,’’ kata Ruddi didampingi Kapolsek Kutsel AKP Doddy Monza. Seperti diberitakan, aksi premanisme terjadi di halaman Sekolah Harapan Bunda di Jalan Uluwatu I Gang Cempaka, Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan (Kutsel), Selasa (25/6) lalu. Pimpinan Yayasan Sekolah tersebut, Jeanne Selvya Damorita (52), dikeroyok beberapa pria berbadan kekar. Selain itu, pelaku mengeroyok staf sekolah dan yayasan, Mario Alcrisdo L. Bhalu (26), Benjamin Pesireron, serta Jemris Luka Molina (30). (kmb36)
Menurut Kepala Otban wilayah IV Elfi Amir dikonfirmasi Senin (1/7) kemarin, pihaknya akan melakukan peningkatan dari 30 penerbangan per jam menjadi 32 penerbangan per jam. Namun, dikatakannya, untuk penambahan slot penerbangan ini hanya dilakukan untuk penerbangan internasional. ‘’Kita ada peningkatan dari 30 penerbangan menjadi 32 penerbangan. Dengan catatan, hanya untuk penerbangan internasional,” katanya. Peningkatan slot pener-
bangan ini juga sudah sempat dibahas pada konferensi slot internasional di Cape Town, Afrika Selatan beberapa waktu lalu. Untuk penerbangan di Bandara Ngurah Rai memang sudah banyak yang meminta untuk penambahan slot. Namun, pihaknya mengatakan itu belum bisa direalisasikan, karena baru bisa diterapkan pada bulan Oktober mendatang. Waiting list, kata Elfi, sudah ada sebanyak empat airlines. ‘’Semuanya belum kita oke kan dulu, karena efektifnya
baru diterapkan di bulan Oktober 2019,’’ jelasnya. Untuk bandara di Bali, dikatakan, memang dibuat berbeda dibandingkan dengan bandara lain di Indonesia. Karena Bali sebagai destinasi dunia, tentu diharapkan bisa menarik lebih banyak wisatawan. Kendati untuk domestik belum ada rencana untuk penambahan rute dan penambahan jalur. Peningkatan slot penerbangan ini dilakukan karena dari segi pelayanan lalu lintas penerbangan serta pembagian sektor pada bulan
Juli ini sudah selesai dilakukan, baik untuk sisi barat maupun sisi timur. Selain itu juga dari pihak AP I, Rapid Exit Taxiwai (RET) ditarget rampung pada bulan Oktober ini. ‘’Dengan adanya penambahan infrastruktur RET dan sektorisasi ditambah di Bali dari yang dulu digabung, dari sisi timur dan sisi barat kini dipisah,’’ akunya. Saat ini, dikatakan, untuk slot penerbangan ada sebanyak 30 penerbangan per jam. Dengan catatan, 29 untuk schedule dan 1 untuk unschedule. ‘’Sementara untuk perangkat penunjang memang belum ada penambahan. Saat ini baru sebatas penambahan infrastruktur saja,’’ ujarnya. (kmb23)
Bali Post/dok
SLOT PENERBANGAN - Pada Oktober mendatang, Otoritas Bandara Wilayah IV akan menambah slot penerbangan di Bandara Ngurah Rai untuk menunjang peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Bali.
Jumlah SMA/SMK Terbatas
Dewan Badung Minta PPDB Harus Sesuai Ketentuan Mangupura (Bali Post) Jumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Badung masih terbatas. Kondisi ini dikhawatirkan akan memicu masalah lantaran jumlah lulusan tidak sebanding dengan kuota yang disediakan. Melihat kondisi tersebut, wakil rakyat di DPRD Badung meminta pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020 dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Komisi IV DPRD Kabupaten Badung yang membidangi pendidikan khususnya, meminta PPDB
jenjang SMA maupun SMK betul-betul sesuai ketentuan. ‘’PPDB SMA maupun SMK harus betul-betul sesuai dengan ketentuan. Misalnya, kalau jalur zonasi ya… siswa yang masuk zonasi harus diterima karena sistem zonasi tidak lagi melihat nilai,’’ ujar Ketua Komisi IV DPRD Badung AAN Ketut Agus Nadi Putra di Badung, Senin (1/7) kemarin. Politisi asal Kerobokan, Kuta Utara ini mengakui jumlah SMA/SMK negeri terbatas. Malah tidak sebanding dengan jumlah SMP negeri. Misalnya, di Kecamatan Kuta Utara ada empat SMP neg-
eri, sedangkan SMA negeri hanya ada satu. ‘’Taruhlah kalau jumlah siswa SMP yang lulus 1.000, sanggup tidak tertampung di SMA negeri? Harusnya ini sudah diantisipasi jauh-jauh hari,’’ katanya. Karena itu, politisi Partai Golkar tersebut mengusulkan pemerintah dapat bersinergi dengan sekolah swasta dengan menyamakan kualitas, sehingga tidak ada perbedaan yang mencolok dari sekolah negeri dengan swasta. ‘’Kalau bisa bersinergi dengan sekolah swasta, menyamakan kualitas dan fasilitasnya supaya sama dengan sekolah negeri,’’ sebutnya.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Badung I Made Retha juga mengharapkan aturan PPDB betul-betul ditaati. Seperti penerimaan siswa dari jalur zonasi, harus betul-betul siswa yang masuk zonasi yang diprioritaskan. ‘’Kami juga harapkan ke depannya ada kesederajatan baik sekolah swasta dan negeri,’’ harapnya. Menurut politisi Demokrat asal Desa Adat Bualu Kelurahan Benoa Kecamatan Kuta Selatan ini, penambahan SMA/SMK negeri baru juga perlu untuk dilakukan, terlebih di daerah yang penduduknya padat. (kmb27)
Implementasi Kenaikan Tarif Objek Wisata Berjalan Mulus Mangupura (Bali Post) Pemerintah Kabupaten Badung, Senin (1/7) kemarin mulai memberlakukan tarif baru masuk objek wisata. Implementasi kebijakan yang sebelumnya sempat dikeluhkan oleh pelaku pariwisata lantaran terkesan mendadak ini berjalan mulus tanpa adanya penolakan dari wisatawan. Seperti diakui Manajer Objek Wisata Taman Ayun, I Made Suandi. Kenaikan tiket masuk di Taman Ayun telah diberlakukan Senin (1/7). ‘’Hari pertama ini (kenaikan tarif tiket - red) kami belum
ada masalah dan tamu masih tetap ramai,’’ ungkap Made Suandi saat dikonfirmasi. Menurutnya, harga tiket teranyar yakni dewasa domestik Rp 15.000 per orang, dewasa mancanegara Rp 30.000 per orang, anak-anak domestik Rp 10.000 per orang, dan anak-anak mancanegara Rp 15.000 per orang. ‘’Wisatawan maupun biro perjalanan juga tidak ada yang mengeluhkan. Mungkin karena sebelum ada kenaikan tarif tiket sudah dilakukan sosialisasi dan rapat dengan sejumlah stakeholder,’’ terangnya.
Hal senada dikatakan Pengelola Objek Wisata Sangeh, Made Mohon. Kendati ada sejumlah biro perjalanan yang sedikit kaget terkait harga tiket baru, namun secara umum tidak menjadi masalah dan masih tetap lancar. ‘’Para travel dan juga tamu tidak ada yang komplain. Meski tadi (pagi kemarin - red) sempat ada beberapa travel yang terkejut ada peningkatan tetapi tidak masalah,’’ ujarnya. Kenaikan harga tiket juga tidak berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan. Meng-
ingat di objek wisata tersebut juga sudah dilakukan penataan, sehingga antara kenaikan tiket dan fasilitas sesuai. ‘’Rata-rata kunjungan per hari ada 400 orang wisatawan domestik maupun mancanegara. Ya, mudah-mudahan tidak pengaruh,’’ sebutnya. Seperti diberitakan sebelumnya, objek wisata yang mengalami kenaikan tarif adalah Objek Wisata Sangeh yang saat ini naik, untuk dewasa domestik Rp 15.000 per orang, dewasa mancanegara Rp 30.000 per orang, anakanak domestik Rp 5.000 per
orang, dewasa mancanegara Rp 15.0000 per orang. Untuk di Objek Wisata Taman Ayun harga tiket naik, dewasa domestik Rp 15.000 per orang, dewasa mancanegara Rp 30.000 per orang, anak-anak domestik Rp 10.000 per orang, anak-anak mancanegara Rp 15.000 per orang. Objek Wisata Uluwatu, dewasa domestik Rp 30.000 per orang, dewasa mancanegara Rp 50.000 per orang, anak-anak domestik Rp 20.000 per orang, anakanak mancanegara Rp 30 ribu per orang. Kemudian, Air Terjun
Nungnung, dewasa domestik Rp 10.000 per orang, dewasa mancanegara Rp 20.000 per orang, anak-anak domestik Rp 5.000 per orang, anakanak mancanegara Rp 5.000 per orang. Objek Wisata Labuan Sait, untuk harga tiket dewasa domestik Rp 10.000 per orang, dewasa mancanegara Rp 15.000 per orang, anak-anak domestik Rp 5.000 per orang, anakanak mancanegara Rp 10.000 per orang. Sedangkan harga tiket Pantai Pandawa tidak ada kenaikan. Harga tiket dewasa domestik Rp 8.000 per
orang, dewasa mancanegara Rp 15.000 per orang, anakanak domestik Rp 4.000 per orang dan anak-anak mancanegara Rp 10.000 per orang. Kenaikan tarif sejumlah objek wisata mengacu pada Perbup Badung Nomor 17 Tahun 2019 tentang Peninjauan Tarif Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. Perbup ini diteken Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta tertanggal 27 Maret 2019. Berdasarkan hasil rapat bersama stakeholder terkait, pemberlakuan kenaikan tarif per 1 Juli 2019. (kmb27)
info seremonial
4 A K T I V I T A S S E R E M O N I A L P R O F I L E C E R I T A S U K S E S B R A N D I N G D I S I N I
Pemilihan Dosen Berprestasi Unud
JUARA - Para juara dosen berprestasi berfoto bersama Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). UNTUK semakin meningkatkan kualitas dan prestasi dosen di ruang lingkup Universitas Udayana (Unud), digelar pemilihan dosen berprestasi setiap tahunnya. Dosen berprestasi yang terpilih di tingkat universitas atau meraih juara I akan mewakili Unud ke tingkat nasional. Ada dua kategori yang dilombakan. Hasilnya, untuk kategori sains teknologi diraih dosen dari Fakultas Kedokteran atas nama Dr. dr. Tjok Gde Bagus Mahadewa, M.Kes., Sp.BS(K). Spinal., FICS. dan untuk kategori sosial humaniora diraih dosen dari Fakultas Ekonomi atas nama Agoes Ganesha Rahyuda, S.E., M.T., Ph.D. Rektor Universitas Udayana Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). usai memberikan piala dan piagam penghargaan bagi para juara dosen berprestasi mengucapkan selamat terhadap pemenang. Ia mengatakan, pemilihan dosen berprestasi Unud merupakan ajang yang bergengsi karena juara pertama dari masing-masing kategori akan mewakili Unud ke tingkat nasional. Selain itu, untuk tahun ini, persiapan dalam hal pemilihan dosen berprestasi berbeda dari tahun sebelumnya di mana lebih banyak waktu dan lebih matang. Karenanya, ia berharap para pemenang yang mewakili Unud ke tingkat nasional bisa membawa nama baik dan setidaknya meraih juara tiga
besar. ‘’Mereka akan diberikan pembekalan. Saya harap bisa membawa nama baik Unud dan target juara tiga besar,’’ ujarnya. Ketua Panitia Prof. Dr. Ir. I Wayan Nuarsa, M.Si. mengatakan, dalam pemilihan dosen berprestasi tahun 2019 ini memang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, terutama dalam waktu persiapan. ‘’Dulu waktu persiapan mepet sekali. Paling tidak tiga bulan. Karena mepet tidak banyak peserta yang ikut,’’ ujarnya. Karena tidak banyak yang mau ikut, kata Nuarsa, menyebabkan pilihan untuk juara yang mewakili Unud ke nasional pun terbatas dan tidak maksimal, meskipun sebenarnya ada potensi yang lebih besar. Untuk itu, tahun 2019 proses pemilihan dosen berprestasi ini lebih diperpanjang dan hasilnya sesuai harapan. Dosen-dosen berprestasi dan berkualitas yang mengikuti pemilihan ini lebih banyak dan lebih baik. Nuarsa melanjutkan, pemilihan dosen berprestasi ini adalah ajang bergengsi, karena yang menjadi juara adalah dosen yang paling produktif, inovatif dan paling berprestasi. Selain mendapatkan dosen berprestasi, ajang ini juga diharapkan menjadi pemicu para dosen lain yang ada di lingkungan Unud untuk meningkatkan kinerja dan produktivitasnya, sehingga berkembang
sesuai moto ajang dosen berprestasi tahun ini yaitu Prestasi Kita adalah Reputasi Unud. Sementara itu, pemenang kategori sosial humaniora Agoes Ganesha Rahyuda, S.E., M.T., Ph.D. mengatakan, untuk persiapan ke tingkat nasional pihaknya akan kembali melakukan koordinasi dengan panitia pemilihan dosen berprestasi Unud untuk mengetahui langkah-langkah selanjutnya di pusat, sehingga tidak terjadi miskomunikasi. Hal yang sama dipaparkan juara I kategori sains teknologi Dr. dr. Tjok Gde Bagus Mahadewa. Menurutnya, hal yang disiapkan adalah syarat-syarat yang diminta panitia pusat dan pihaknya akan menyiapkan dan mengumpulan berkas-berkas yang diminta agar tampilannya bisa memudahkan menilai seperti apa adanya. ‘’Jadi kami bisa dinilai sesuai prestasi kami,’’ ujarnya. Harapan konkret ke depan yang hendak diraih adalah masuk 10 besar Nasional sebelum berangkat ke Jakarta. ‘’Karena untuk ke Jakarta kita bersaing dengan ratusan dosen berpestasi lainnya, baik dari perguruan tinggi negeri maupun swasta. Dipilih 10 besar nasional untuk bisa ke Jakarta. Target kami masuk 10 besar nasional dulu. Setelahnya baru menargetkan juara tiga besar,’’ ujar Mahadewa. Juara lain dalam ajang dosen berpestasi Unud adalah untuk kategori sains teknologi juara II diraih oleh dosen dari Fakultas Teknik atas nama I Dewa Gede Ary Subagia, S.T., M.T., Ph.D. dan juara III diraih dosen Fakultas Kelautan dan Perikanan atas nama Dr. Pande Gde Sasmita Julyantoro, S.Si., M.Si. Sementara untuk kategori sosial humaniora untuk juara II diraih dosen Fakultas Pariwisata atas nama Dr. I Nyoman Sudiarta, S.E., M.Par. dan juara III diraih oleh dosen Fakultas Ilmu Budaya Dr. Dra. Maria Matilidis Banda, M.Hum. (ad43)
Tumbuhkan dan Perkuat ’’Academic Leader’’
Senat Unud Gelar Lokakarya Undang Pembicara UI dan UGM
SENAT Universitas Udayana (Unud) mengadakan Lokakarya Nasional ‘’Menumbuhkan dan Memperkuat Academic Leader di Perguruan Tinggi’’ pada Senin (1/7) kemarin. Senat Unud mengundang dua narasumber dari Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gajah Mada (UGM) yaitu Prof. Harinaldi dari Fakultas Teknik, Direktur Akademik UI serta Prof. Mudasir, mantan pembantu dekan kerja sama Fakultas MIPA dari UGM. Lokakarya diikuti 130 peserta terdiri dari anggota senat yang jumlahnya 79 orang, dan koordinator program magister dan program doktor, wakil dekan bidang akademik. Ketua Senat Unud Prof. Dr. Dewa Ngurah Suprapta, M.Sc. mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk menunjang tugas dan fungsi dari Senat Unud terkait dengan pertimbangan, pengawasan dan juga penetapan. Lokakarya ini bertemakan ‘’Menumbuhkan dan Memperkuat Academic Leader di Perguruan Tinggi’’. ‘’Kita ingin fokus pada upaya-upaya yang perlu dilakukan. Bagaimana kita bisa menumbuhkan sebanyak mungkin dosen-dosen di perguruan tinggi yang mempunyai kapasitas, kemampuan sebagai pemimpin keilmuan,’’ ujarnya. Menurutnya, pemimpin keilmuan adalah orang, akademisi, dosen yang mempunyai akademik tinggi, gairah meneliti sangat tinggi dan mempunyai karya-karya ilmiah yang banyak dijadikan rujukan oleh rekan-rekan sejawatnya. Selain itu, juga menghasilkan karyakarya inovatif yang juga berguna untuk memecahkan berbagai permasalahan di masyarakat maupun di industri. Academic leader adalah orang-orang yang menjadi panutan, diikuti banyak orang, karyanya sangat bermanfaat baik secara akademik maupun sebagai
LOKAKARYA - Ketua Senat dan Rektor Unud berfoto bersama kedua narasumber sebelum acara lokakara penguatan academic leader dimulai. penunjang berbagai permasalahan pembangunan. Kinerja lembaga pendidikan tinggi sangat tergantung dari academic leader mampu melahirkan sebanyak-banyaknya, semakin banyak orang yang mempunyai kemampuan akademik tinggi dan juga karya-karya inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat, maka perguruan tinggi akan maju dan masyarakat di sekitarnya akan maju. Lokakarya hari ini mengundang dua orang pembicara yaitu dari UI dan UGM. Kedua narasumber dinilai cukup mumpuni dan mempunyai karya-karya yang cukup dijadikan rujukan oleh koleganya masing-masing. Ia berharap dari diskusi ini dapat membuka wawasan dan menghasilkan kesimpulan caracara yang bisa dilakukan di Unud agar suasana akademik yang diciptakan benar-benar bisa melahirkan pemimpin-pemimpin keilmuan atau academic leader. Rektor Unud Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, Sp.S(K). menyampaikan apreasi karena acara ini sangat penting untuk menumbuhkan dan memperkuat academic leader di
perguruan tinggi. Senat mempunyai tugas pokok dan fungsi di dalam menetapkan kebijakan di bidang akademik, juga mempertimbangkan dan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan akademik. ‘’Saya sangat bersyukur karena antara eksekutif dan legislatif yang ada di Unud ini berjalan seiring seirama, saling bersinergi, karena kalau itu tidak terjadi, maka sangat sulitlah bagi kami untuk mewujudkan visimisi Unud sebagai perguruan tinggi yang unggul, mandiri dan berbudaya serta plus internasionalisasi,’’ ungkapnya. Lokakarya untuk memperkuat academic leader ini merupakan hal yang sangat penting karena tupoksi dari universitas adalah di bidang akademik yaitu Tri Dharma Perguruan Tinggi meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Lokakarya ini adalah momen yang sangat baik, diikuti seluruh anggota senat dan para koordinator prodi dan juga para pimpinan di lingkungan Unud, sehingga memperjelas tupoksi institusi agar berjalan lebih baik dan lebih cepat di dalam mewujudkan visi-misi Unud. (ad34)
Selasa Pon, 2 Juli 2019
Gebyar Inovasi Unhi Perdana
Inovasi Kearifan Lokal untuk Negeri
PESATNYA pertumbuhan teknologi yang dikenal dengan industri 4.0 mengubah seluruh struktur masyarakat, begitu juga di perguruan tinggi (PT). Di mana PT sebagai pusat pendidikan juga berkembang sebagai agen pembangunan ekonomi di suatu bangsa. Universitas Hindu Indonesia (Unhi) sudah siap menghadapi era industri 4.0. Ini dibuktikan dengan peluncuran inovasi yang berdasarkan kearifan lokal dalam acara Gebyar Inovasi Unhi Perdana yang digelar, Senin (1/7) kemarin. Acara Gebyar Inovasi ini dibuka Gubernur Bali Wayan Koster, disaksikan perwakilan dari pemerintah kabupaten/kota se-Bali. Dalam acara Gebyar Inovasi Unhi perdana ini ada tiga inovasi yang diperkenalkan dan di-launching yaitu Virtual Reality Kebo Iwa, Botanic App dan Digital Rural Economic. Menurut Ketua Panitia I Putu Fery Karyada, S.Pd., M.A., dalam kesiapan menghadapi pertumbuhan teknologi saat ini, pihaknya telah melakukan pemetaan mengenai inovasi yang ada di Unhi. ‘’Beberapa inovasi sudah ada mulai dari aplikasi purana, inovasi penghancur sampah banten, produk herbal yang berlandaskan usada Bali, teknik pengolahan madu sampai pengolahan dupa herbal,’’ ujarnya. Ia melanjutkan, semua inovasi tersebut perlu dikembangkan bersama-sama atau hilirisasi melalui proses inkubasi. Unhi sendiri sudah memiliki inkubator bisnis yang bertujuan agar inovasi yang dimiliki bisa disalurkan ke masyarakat. ‘’Ada tiga inovasi yang telah lulus seleksi dan diperkenalkan di acara ini. Adapun tujuan acara ini adalah memperkenalkan inovasi ini kepada pemerintah maupun stakeholder atau masyarakat, menjalin
kerja sama antara pemerintah dan stakeholder dan memberikan kontribusi lebih dari PT ke pemerintah maupun masyarat,’’ imbuhnya. Ferry berharap ke depan seluruh mahasiswa dan dosen selalu berinovasi mengikuti perkembangan teknologi dan nantinya Unhi bisa menjadi pusat pengembangan inovasi berbasis budaya dan kearifan lokal Bali. Jadi segala inovasi, apa pun itu, akan terlahir di Unhi. Sementara itu, Rektor Unhi Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. mengatakan, universitas saat ini perkembangannya sangat pesat. Tidak hanya sebagai tempat pendidikan dan riset, tetapi juga transfer budaya dan teknologi. Terkait dengan transfer budaya ini peran Unhi adalah bagaimana mentransfer budaya kearifan lokal ke dalam inovasi baru, sehingga nantinya Unhi menjadi penginkubasi pebisnispebisnis yang berbasis teknologi kearifan lokal. ‘’Untuk mengikubasi bisnis-bisnis ini, kami sudah
memiliki inkubator bisnis. Ini akan menjadi ciri khas Unhi dan menjadi daya tarik di mata calon mahasiswa. Di mana Unhi tidak hanya memberikan pembelajaran kepada mahasiswa, tetapi juga ke masyarakat. Semua sudah disiapkan,’’ ujarnya. Damriyasa melanjutkan, pelaksanaan Gebyar Inovasi ini juga bertujuan untuk mengajak calon-calon inovator untuk bergabung. ‘’Jadi tujuan kita mengundang bupati/wali kota ke acara ini supaya ada calon-calon inovator bisa diajak bergabung ke Unhi,’’ ujarnya. Sementara itu, Gubernur Koster mendukung semua langkah Unhi dalam menginkubasi inovasi pebisnis berbasis teknologi kearifan lokal. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat mendukung visi dan misi Pemrov Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. ‘’Bali tidak terkalahkan akan kearifan lokalnya. Jadi saya sangat mendukung dan berharap akan semakin banyak lagi karya inovatif yang dihasilkan,’’ ujarnya. (ad32)
BUKA - Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Rektor Unhi Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, M.S. (tengah) saat membuka acara Gebyar Inovasi Unhi Perdana, Senin (1/7) kemarin.
REI Bali Expo 2019 Dibuka
Targetkan Jual 700 Unit Rumah REAL Estate Indonesia (REI) Bali telah membuka REI Bali Expo 2019 pada Senin (1/7) kemarin. REI Bali Expo 2019 yang berlangsung dari 1-7 Juli di Level 21 Mall ini diikuti belasan pengembang. Tema yang diambil pada REI Bali Expo 2019 yaitu ‘’Rumah Baru dari REI Buat Kamu’’. Tema ini diambil karena REI ingin fokus menggarap kaum milenial untuk bisa memiliki rumah. Kaum milenial dengan penghasilan di bawah Rp 4 juta dapat memanfaatkan kredit rumah bersubsidi seharga Rp 158 juta dengan cicilan per bulan Rp 1,1 juta. Dalam event ini REI Bali menargetkan dapat menjual rumah 700 unit dengan nilai transaksi sebesar Rp 200 miliar. Ketua Panitia REI Bali Expo 2019 Gede Semadi Putra mengatakan pada expo kali ini, REI mengunggulkan rumah subsidi yang harganya tahun ini Rp 158 juta (khusus harga di Bali). REI juga memasarkan rumah nonsubsidi dengan harga di atas Rp 158 juta. REI menawarkan rumah subsidi dengan lokasi di Tabanan,
Klungkung, Buleleng dan Negara. Dari expo ini, REI Bali menargetkan penjualan mencapai Rp 200 miliar, baik rumah subsidi maupun nonsubsidi. ‘’Kalau rumah subsidi kita targetkan 500 unit dan nonsubsidi 200 unit. Sementara rumah yang tersedia jumlahnya ribuan unit. Untuk rumah bersubsidi saja jumlahnya mencapai 5.000 unit dan nonsubsidi sekitar 1.100 unit,’’ bebernya. Banyak gimik menarik yang ditawarkan pada saat event REI Bali Expo 2019 ini. Di antaranya suku bunga 6,99 persen per tahun, free profisi dan administrasi untuk KPR, ada juga yang memberikan free biaya transaksi, free kanopi, pagar dan masih banyak promo lainnya. Ketua DPD REI Bali Pande Agus Pramana Widura mengatakan, REI Bali menawarkan cicilan rumah yang lebih murah daripada biaya sewa kos. Ia melihat ada potensi untuk generasi milenial bisa berinvestasi di usia muda dalam bentuk properti yaitu rumah. ‘’Daripada menyewa kos yang pada akhirnya
POTONG PITA - Ketua DPD REI Bali, Penasihat REI Bali dan Ketua Panitia REI Bali Expo 2019 bersama pimpinan masingmasing bank pendukung penyalur KPR membuka REI Bali Expo 2019 dengan simbolis pemotongan pita.
tidak ada nilai investasinya, lebih baik jika mereka bisa membeli rumah dengan harga senilai koskosan tersebut,’’ tandasnya. Pande ingin menekankan pada kaum milenial pentingnya berinvestasi karena berinvestasi dalam bentuk rumah maupun tanah, nilai ekonominya selalu naik. ‘’Kalaupun stagnan pernah, tapi kalau nilainya turun agak susah. Jadi kita ingin mengajarkan pada masyarakat luas, terutama kaum milenial untuk mulai berpikir bukan hanya untuk spending atau membelanjakan uangnya untuk barang konsumtif tetapi diharapkan membeli barang yang ada nilai investasinya,’’ tandasnya. REI Bali melihat potensi milenial untuk membeli rumah sangat besar. Namun, diakui, perlu sosialisasi lebih gencar untuk menawarkan rumah bersubsidi ini, karena ia melihat kaum milenial masih belum terbiasa dengan perbankan. ‘’Maka dari itu tugas kami untuk menyosialisasikan melalui expo–expo ini agar mereka tidak takut duluan ketika berhadapan dengan perbankan, karena memang ketika membeli rumah tidak semudah ketika membeli motor. Tapi saya rasa, ketika kita mempelajari akan sama mudahnya,’’ jelasnya. REI Bali pun melakukan sistem jemput bola untuk menawarkan rumah pada generasi milenial. ‘’Jika dulu developer hanya menjual, selanjutnya end user yang mengurus ke perbankan sendiri. Kalau sekarang tidak, kami sendiri developer yang akan mengantarkan end user sampai ke perbankan sampai di-approve. Kalau satu bank tidak di-approve, kemungkinan di bank lain masih ada,’’ pungkasnya. Ada tiga bank yang bekerja sama dengan REI dalam menyalurkan kredit rumah ini yaitu Bank Mandiri, Bank BTN, dan Bank Lestari. (ad37)
Kegiatan ’’Bright Character Building’’ Monarch Bali di Tahun Akademik 2019/2020 LEMBAGA pelatihan kerja di bidang perhotelan dan kapal pesiar yang bernaung di bawah Yayasan Widhi Sastra Nugraha melaksanakan kegiatan Bright Character Building (BCB) dan secara serentak dimulai pada 1-5 Juli 2019 di masing-masing kampus Monarch Bali. Kegiatan BCB Monarch Bali tahun akademik
2019/2020 dilaksanakan di lima kabupaten di Bali yaitu Monarch Bali-Dalung di Kabupaten Badung, Monarch Bali-Candidasa di Kabupaten Karangasem, Monarch Bali-Singaraja di Kabupaten Buleleng, Monarch Bali-Gianyar di Kabupaten Gianyar dan Monarch Bali-Negara di Kabupaten Jembrana.
Pelaksanaan kegiatan BCB Monarch Bali mengambil tema ‘’Developing Millenial Generation In Industrial 4.0 Through Green Behavior dan Cultural Value’’. Program BCB ini mencakup kegiatan pembinaan karakter dan keperibadian, kegiatan Bright Student, Bright Inspiration yakni talk show industri pariwisata dalam Revolusi Industri 4.0. Bright Hospitality Behavior yakni presentasi dari industri perhotelan dan kapal pesiar. Bright Community Service yakni kegiatan bakti sosial di lingkungan setempat dan pembersihan hutan mangrove dan Bright Performance yakni penutupan kegiatan BCB. Upacara pembukaan BCB di masing-masing kampus Monarch Bali dihadiri pihak mitra kerja sama (stakeholder internal dan eksternal). Di mana kegiatan ini secara resmi dibuka Kepala Dinas Tenaga Kerja & Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali Drs. Ida Bagus Ngurah Arda, M.Si., Kepala Dinas Kebudayaan Kabu-
paten Karangasem Drs. I Putu Arnawa, S.Ag., M.Si., Asisten I Bupati Gianyar I Wayan Suardana, S.Sos., M.AP., Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, S.T. serta Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu & Tenaga Kerja Kabupaten Jembrana I Komang Suparta, S.Sos., M.AP. Ketua Yayasan Widhi Sastra Nugraha I Made Sumitra, S.E., M.M., CHT. Menegaskan, eksistensi Monarch Bali sebagai lembaga pendidikan dan pelatihan berbasis kompetensi telah mendapatkan penerimaan dan kepercayaan dari masyarakat yang ditandai dengan peningkatan jumlah peserta didik pada tahun akademik 2019/2020. Komitmen Monarch Bali terintegrasi melalui kegiatan dan program yang berorientasi kepada peningkatan kualitas organisasi yang dikelola melalui sistem manajemen mutu demi terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki kompetensi di bidangnya.
LPK Monarch Bali yang tersebar di lima kabupaten di Bali senantiasa berkomitmen terhadap peningkatan kualitas melalui pencapaian akreditasi yang didukung melalui pengelolaan sistem manajemen mutu. Kurikulum berbasis kompetensi Monarch Bali mengacu kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan telah mendapatkan pengakuan bahwa kurikulum yang diterapkan sudah sesuai dengan kebutuhan pihak industri pariwisata (perhotelan dan kapal pesiar). LPK Monarch Bali senantiasa mendukung pelaksanaan program pemerintah KIOS 3 in 1, yaitu melatih, mensertifikasi, dan menempatkan melalui kerja sama kemitraan dengan asosiasi di bidang pariwisata, industri perhotelan serta kapal pesiar dalam penempatan lulusan ke dunia kerja. Direktur Utama PT Ratu Oceania Raya Bali I Nyoman Sudi Artawan, S.S. yang hadir dalam
Raih sukses dengan menginformasikan kegiatan usaha/lembaga, csr, kegiatan public relations, promosi usaha, dll hub bag iklan: 0361-225764 atau sekretariat @ balipost.com Naskah maksimum 2000karakter + foto (jpg/tiff) diterima paling lambat pkl. 17.30 wita.
pembukaan BCB di Monarch BaliSingaraja mengapresiasi Monarch Bali yang telah menghasilkan calon tenaga kerja profesional dan memiliki kompetensi untuk bekerja di kapal pesiar. Hal ini terbukti melalui data yang menyebutkan hingga saat ini lulusan Monarch Bali telah berhasil diberangkatkan ke kapal pesiar. Direktur LSP-LPK Monarch Bali I Nengah Yasa Adi Susanto, S.H., M.H., CHT. yang hadir menemani Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Karangasem pada saat membuka BCB di Monarch Bali-Candidasa menegaskan, sertifikasi kompetensi menjadi hal mendasar dan mutlak dalam menyikapi kebutuhan industri pariwisata yang sangat kompetitif. Oleh karena itu, LSP-LPK Monarch Bali yang telah memiliki lisensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) secara konsisten melaksanakan proses sertifikasi kepada semua lulusan Monarch Bali. (ad33)
DAERAH
Selasa Pon, 2 Juli 2019
5
Senator RI Hadiri Karya Yadnya Bersama Wabup Jembrana dan Tabanan
Wedakarna Berpesan LPD Fokus ’’Financial Platform’’ Jangan Terlalu Banyak Mensubsidi Upacara Adat
SATYAGRAHA – Senator DPD-RI AWK bersama dengan I Komang Gede Sanjaya (Wakil Bupati Tabanan) di Megati dan bersama I Made Kembang Hartawan (Wakil Bupati Jembrana) dan IGA Diah Werdhi Srikandi (anggota DPRD Bali Dapil Jembrana) di Desa Penyarinagn, Jembrana. DI SELA-SELA kesibukan, Senator DPD-RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III berkesempatan hadir di dua acara karya yadnya di Jembrana dan Tabanan. Saat di Jembrana, Senator Arya Wedakarna (AWK) hadir di Desa Penyaringan, Jembrana bersama-sama dengan Kembang Hartawan (Wakil Bupati Jembrana) dan Dr. IGA Diah Werdhi Srikandi, S.E., M.M. (anggota DPRD Provinsi Bali) serta jajaran pemerintahan. Dalam acara ngaben massal itu, dijelaskan pula tentang
bagaimana Desa Penyaringan yang selalu konsisten dalam menjalankan kegiatan kolektif dan bertujuan untuk meringankan beban masyarakat di desa. Begitu pula saat hadir di Pura Kahyangan Dalem Desa Adat Megati Kaja, Selemadeg, Tabanan, tampak hadir Komang Gede Sanjaya (Wabup Tabanan), Cok Ace (Wagub Bali), Adi Wiryatama (Ketua DPRD Bali) dan sejumlah pejabat lainnya. Dalam acara karya dewa yadnya di pura, Senator AWK mendapatkan penjelasan terkait dengan perjuangan umat
Hindu di Desa Megati Kaja yang meski sebagian besar adalah petani dan sederhana tetapi bisa mendirikan yadnya dengan konsisten. Terhadap hal ini, AWK memberikan semangat kepada umat Hindu, ke depan para pangempon pura dan juga desa adat harus tergerak untuk selalu ikut serta menjadi bagian dari penyederhanaan upakara Hindu di Bali. Mengingat tantangan umat Hindu Bali semakin kompleks, termasuk terbatasnya SDM dan juga faktor tabungan umat Hindu. ‘’Dalam agama Hindu sudah diajarkan Catur Purusha Artha yakni Dharma, Arta, Kama, Moksa. Dalam menjalankan perintah agama (dharma) maka umat Hindu harus kaya dulu. Harus mapan secara ekonomi dan jika ingin agama Hindu bertahan dan tidak mengulangi kesalahan leluhur di masa lalu, maka umat Hindu harus menyederhanakan upacara dan upakara ritual. Karena jika umat Hindu miskin, maka agama Hindu tidak akan bertahan lama di nusantara. Jadi, sederhanakan upacara, pakai tabungan keluarga untuk mempertinggi pendidikan anak-anak kita. Yang penting penuhi gizi anak-anak Hindu agar bisa jadi suku bangsa yang unggul, termasuk mengelola ekonomi,’’ ungkap Gusti Wedakarna. Ia berpesan agar LPD sebagai unit lembaga keuangan umat Hindu di tingkatan terbawah/grass root agar lebih memprioritaskan kesehatan sistem keuangan dibanding mengedepankan masalah rasa sosial yang berlebihan. ‘’Saya amati, ada kasus LPD yang sampai cash flow. Keuangan-
nya berdarah-darah, akhirnya bangkrut. Karena LPD dijadikan sapi perah oleh desa adat. Ke depan itu tidak boleh terjadi, LPD harus kuat dan sehat. Saya ingatkan, sebagai pengawas UU No. 1 Tahun 2014 tentang LK Mikro, saya minta agar LPD tegas. Tidak semua pengajuan desa adat bisa disetujui. Sudah ada mekanisme menurut aturan. Kita sudah ada Perda Adat dan Perda LPD dan juga aturan positif. Di sini kita akan minta peran pengawasan harus dikuatkan,’’ jelas AWK. Ia menilai LPD dengan potensi, aset dan sumber dayanya adalah aset benteng agama Hindu secara sekala. Paradigma upacara adat kini harus diperjernih. ‘’Lihat saja contoh Kerajaan Kutai, Sriwijaya, Kediri, Singosari, Mataram Hindu dan Majapahit. Kenapa sampai bangkrut? Karena saya duga leluhur kita dulu lebih fokus pada upacara agama. Dikiranya dengan upacara agama bisa mempertahankan agama Hindu (Siwa Buddha). Buktinya gagal kan. Selama 500 tahun, leluhur Hindu kalah sampai jadi minoritas dan tertinggal di Bali. Ini karena leluhur kita salah strategi, mispersepsi dan terlalu toleransi. Ini yang harus kita ubah, dan ingat pesan Bung Karno, Jas Merah (Jangan Sesekali Meninggalkan Sejarah). Orang Bali saat ini harus ingat dengan sejarah. Belajar dari kesalahan leluhur dan mendesain masa depan dengan baik. Saya akan pimpin gerakan moral Satyagraha ini,’’ ucap AWK yang merupakan Presiden The Hindu Center of Indonesia ini. (ad41)
Direktur Politeknik Nasional Denpasar Lantik Delapan Pejabat Struktural
LANTIK - Delapan pejabat struktural di lingkungan Politeknik Nasional Denpasar dilantik dan diambil sumpah jabatan oleh Direktur Politeknik Nasional Denpasar I Made Adi Purwantara, S.T., M.Kom., Sabtu (29/6) pagi di Aula Kampus Jalan Pandu No. 9 Tanjung Bungkak, Denpasar. SEBANYAK delapan pejabat struktural di lingkungan Politeknik Nasional Denpasar dilantik dan diambil sumpah jabatan oleh Direktur Politeknik Nasional Denpasar I Made Adi Purwantara, S.T., M.Kom., Sabtu (29/6) pagi di Aula Kampus Jalan Pandu No. 9 Tanjung Bungkak, Denpasar. Pelantikan dihadiri langsung pengurus Yayasan Perguruan Teknik Nasional Bali. Dari delapan pejabat
yang baru dilantik, tiga di antaranya mengisi jabatan setingkat Wakil Direktur, dua Kepala Unit serta tiga posisi Kepala Program Studi, yakni Kaprodi D-3 Akuntansi, Kaprodi D-3 Usaha Perjalanan Wisata dan Kaprodi D-3 Teknik Elektronika. Direktur Politeknik Nasional Denpasar dalam sambutannya mengatakan, penataan struktur organisasi sangat diperlukan untuk kemudahan
komunikasi dan pembenahan untuk meningkatkan kualitas tata kelola. ‘’Kami merasa sangat perlu dilakukan penataan pada struktur organisasi untuk mempercepat akselerasi dan meningkatkan kualitas. Karena kita di bidang pendidikan vokasi, kualitas pendidikan yang link dan match harus didukung SDM yang berkualitas juga,’’ ucapnya. ‘’Saya juga ingatkan bahwa
jabatan yang saudara emban ini merupakan sebuah amanah dan bentuk kepercayaan pimpinan yang harus dijaga dan dilaksanakan dengan sabaik-baiknya,’’ imbuh Made Adi. Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan Teknik Nasional Bali Dr. Dadang Hermawan yang juga Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Stikom Bali menegaskan perlunya memperkuat kerja sama dan jejaring. ‘’Politeknik Nasional Denpasar dengan branding baru sebagai pendidikan vokasi harus bisa memperluas jejaring selain mencetak SDM yang andal,’’ harapnya yang didampingi Sekretaris Yayasan Lilis Yuningsih, S.H., M.Kom. Di sisi lain, Pembina Yayasan Perguruan Teknik Nasional Bali Drs. Ida Bagus Dharmadiaksa, M.Si., Ak. meminta pejabat dan dosen di lingkungan Politeknik Nasional Denpasar untuk selalu kreatif dan inovatif serta harus berpacu untuk bisa bersaing di tengah perubahan yang sangat cepat. ‘’Bapak dan ibu pejabat yang baru dilantik, termasuk semua dosen saya harapkan selalu memiliki kreativitas dan inovasi. Tidak hanya rutinitas, semua lini harus bergerak, SDM, kurikulum harus disesuaikan dengan perkembangan dan kebutuhan,’’ tutupnya. (ad31)
PEMBUKAAN - Seluruh peserta Digital Talent Scholarship 2019 berfoto bersama di sela pembukaan, Senin (1/7) kemarin.
Tingkatkan Kompetensi Lulusan SMK
PNB dan Kominfo Gelar Program ’’Digital Talent Scholarship’’
DALAM meningkatkan kompetensi lulusan SMK serta untuk mengurangi angka pengangguran dan memenuhi kebutuhan tenaga terampil di bidang teknologi, Politeknik Negeri Bali (PNB) bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi menggelar program Digital Talent Scholarship 2019, Vocational School Graduate Academy (VSGA) yang dibuka Senin (1/7) kemarin. Bertempat di Gedung Widya Guna kampus PNB, kegiatan ini diharapkan bisa menciptakan ekosistem seimbang untuk memaksimalkan peran triple helix (instansi pemerintahan, sektor privat, dan institusi pendidikan) untuk menjadi fasilitator dan akselerator pendukung ekonomi digital. Menurut Laila Alfizana selaku perwakilan Kominfo RI BPSDMP Yogyakarta, program digital talent scholarship ini merupakan prioritas nasional. Karena, katanya, dalam lima tahun ke depan itu fokus pembangunan adalah pembangunan di bidang SDM yang implementasinya melalui kegiatan ini. Dikatakannya, perubahan dunia digital di Indoneaia sangat pesat, tetapi di sisi lain, ketersediaan SDM yang
capable itu masih sangat kurang. ‘’Dari jumlah star-up di Indonesia, mereka masih suka memakai tenaga asing. Untuk itu, Kominfo ingin menjembatani antara SDM lokal dengan permintaan dengan meningkatkan kapasitas mereka melalui pelatihan ini,’’ ucapnya. Direktur PNB I Nyoman Abdi, S.E., Me.Com. pada kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada Kominfo yang sudah memberikan alokasi dan kesempatan kepada PNB untuk melakukan sertifikasi kepada lulusan SMK untuk dilatih di PNB. Menurutnya, ada empat hal akan dilakukan yang berhubungan dengan network, grafik, web dan mobile. Menurutnya, keempat klasifikasi pelatihan ini sudah disiapkan oleh dosen-dosen politeknik yang sudah dilatih khusus dalam rangka memberikan pelatihan ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat mendukung upayaupaya Kemenristek Dikti yang di-support Kominfo, sehingga menjadi satu-kesatuan program yang mudah-mudahan nanti bisa menghasilkan SDM berkualitas di dalam bidang Information Communication Technology (ICT).
Karena, kata Abdi, inilah tantangan sejatinya pengembangan SDM. ‘’Pada kegiatan ini, ada sebanyak 108 peserta yang akan ditraining di dalam empat aspek itu. Kita siapkan pelaksanaannya selama satu bulan, dari Juli sampai Agustus,’’ paparnya. Sementara itu, Ketua Panitia I Nyoman Gede Arya Astawa, S.T., M.Kom. menjelaskan, dalam pelaksanaan digital talent scholarship, khususnya program VSGA, pihaknya sudah mempersiapkan sejumlah materi. Untuk peserta diikuti sebanyak 108 orang. Dengan kategori Junior Network Administrator diikuti 26 orang, Junior Graphic Designer 26 orang, Junior Web Developer 30 orang dan Junior Mobile Programmer 26 orang. ‘’Pesreta tidak hanya dari Bali, namun juga diikuti peserta dari luar Bali,’’ ujarnya. Pihaknya berharap, setelah mereka melakukan pelatihan selama satu bulan atau 18 kali pertemuan, mereka juga akan mengikuti uji sertifikasi. ‘’Uji sertifikasi ini akan dilakukan setelah pelatihan selama dua hari, di mana uji sertifikasi ini akan dilakukan oleh LSP yang ditunjuk,’’ paparnya. (ad35)
Rayakan HUT Bhayangkara
Waka Polresta Makan Bareng dengan Tahanan
Denpasar (Bali Post) Puncak HUT ke-73 Bhayangkara jatuh pada Senin (1/7) kemarin. Waka Polresta Denpasar AKBP Benny Pramono punya acara spesial untuk merayakannya yaitu makan bersama dengan tahanan di Rutan Polresta. ‘’Marilah kita mengucapkan puji syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas rahmat dan anugerahnya, sehingga pada pagi hari ini masih diberikan kesehatan,’’ ujar AKBP Benny. Di hadapan puluhan tahanan, mantan Waka Polres Badung ini berharap supaya tersangka yang berada di Rutan Polresta selalu semangat. Pada kesempatan itu, juga dibacakan mengenai sejarah berdirinya Polri. Juga tugas Polri, di antaranya sebagai penegak hukum dan pelayan masyarakat. ‘’Kalau dalam tugas penegakan hukum, Polri harus bersikap tegas. Kalau saat tugas menjadi
pelayan bagi masyarakat, polisi harus dinamis dan humanis,’’ ujarnya. ‘’Ada istilah benci tapi rindu. Keberadaan kami di sini karena tugas, janganlah membenci polisi karena kami di sini bertugas untuk
menegakkan hukum,’’ tegas mantan Kapolsek Kuta ini. Perwira melati dua di pundak ini mohon doa supaya personel Polresta ke depannya lebih maju dalam melaksanakan tugas penegakan hukum. (kmb36)
Bali Post/ist
MAKAN BARENG - Waka Polresta Denpasar AKBP Benny Pramono dan tahanan makan bareng di Rutan Mapolresta.
Untuk Pelestarian, Tahun Ini akan Digelar Kontes Anjing Kintamani Denpasar (Bali Post) Anjing Kintamani sudah diakui dunia sebagai anjing ras Federation Cynologique Internat (FCI). Karenanya, untuk melestarikan plasma nutfah Bali ini, Pemerintah Provinsi Bali rencananya akan menggelar kontes anjing Kintamani tahun 2019 ini. Jika tidak ada halangan, kontes ini akan digelar akhir Agustus. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali Wayan Mardi-
ana mengatakan, hingga saat ini populasi anjing Kintamani tercatat 2.970 ekor. Anjing ini umumnya ditemukan di Desa Sukawana, Bangli. Untuk melestarikan anjing Kintamani, pihak Pemrov Bali berencana akan menggelar kontes. Diharapkan kontes ini juga meningkatkan minat masyarakat di Bali beralih memelihara anjing Kintamani dibandingkan anjing ras lain. ‘’Terlebih anjing ini punya kelebihan, cerdas dan sangat mumpuni dalam men-
jaga rumah,’’ ujarnya. Selain menggelar kontes, langkah lain untuk melestarikan anjing ini adalah membentuk kelompok-kelompok penangkaran anjing Kintamani. Pemprov berencana memberikan bantuan dalam bentuk dana atau dalam bentuk pakan. Pentingnya dibentuk penangkaran anjing Kintamani ini, kata Mardiana, karena selama ini anjing Kintamani kebanyakan hidup secara liar. Kebanyakan dari populasi beranak pinak di
gua-gua atau kebun. ‘’Jika ada penangkaran, mereka lebih terawat, mudah untuk divaksin dan tentunya diperiksa kesehatannya jika sakit,’’ ujarnya. Karena kebanyakan masih liar, agak sulit bagi petugas untuk menjangkau vaksinasi, khususnya vaksnisasi rabies. Meski belum ada laporan anjing jenis Kintamani terpapar rabies, namun potensi ini bisa saja terjadi apabila dibiarkan hidup liar. Menurut Mardiana, jika ditangkar,
anjing Kintamani tidak akan mengalami perubahan secara genetik. ‘’Hanya sifatnya saja dari liar menjadi tidak liar. Kesehatannya juga lebih terpantau,’’ ujarnya. Saat ini, kata Mardiana, di Desa Sukawana, Bangli sudah ada beberapa yang menangkarkan anjing Kintamani. Biasanya para penangkar ini sudah memahami nilai ekonomi dari anjing jenis Kintamani, sehingga merawat anjingnya dengan baik. Saat ini harga
jual anak anjing Kintamani berusia dua bulan mencapai Rp 1.000.000. Bahkan untuk memastikan keaslian rasnya, beberapa penangkar sudah memiliki sertifikat untuk anjing Kintamani. Sertifikat inilah yang ke depan hendak didorong Pemprov Bali agar bisa dimiliki semua anjing Kintamani. ‘’Mendapatkan sertifikat ini perlu proses. Seperti melakukan pencatatan untuk menentukan silsilah anjing Kintamani. Ada lembaga
khusus yang berwenang. Ke depan, kami akan fasilitasi dengan peternak anjing Kintamani dengan lembaga yang berwenang ini,’’ jelasnya. Mardiana juga mengimbau dalam melakukan jual-beli anjing Kintamani, pemilik maupun pembeli harus memperhatikan riwayat vaksinasi rabies dari anjing tersebut. Hal ini untuk mencegah penularan rabies lintas kabupaten dan tentu untuk melindungi anjing Kintamani dari virus rabies. (kmb24)
Warung Global
Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Diharapkan Konsisten Jaga Pancasila KETUA KPU Arief Budiman dalam rapat pleno terbuka KPU-RI menetapkan pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin sebagai presiden-wakil presiden terpilih di Kantor KPU-RI Jakarta, Minggu (30/6) sore. ‘’Menetapkan pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019, nomor urut 01, saudara Ir. H. Joko Widodo dan saudara Prof.
DR. HC K.H. Ma’ruf Amin dengan perolehan suara sebanyak 85.607.362 atau 55,50% dari total suara sah nasional sebagai pasangan calon presiden dan wakil presiden terpilih periode tahun 2019,’’ kata Ketua KPU Arief Budiman. Keputusan ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan. Ditetapkan di Jakarta tanggal 30 Juni 2019. Dalam kesempatan tersebut Jokowi dan Ma’ruf Amin mengajak pasangan
Prabowo-Sandi yang memilih tidak hadir di Kantor KPU-RI untuk bersama-sama membangun negeri dan melupakan segenap persaingan dalam pilpres yang pernah ada. Hal ini menjadi topik perbincangan hangat dalam acara Warung Global di Radio Global FM 96,5 Bali, Senin (1/7) kemarin. Berikut rangkuman selengkapnya. Bimasena menyatakan yang nomor 1 adalah presiden dan wakil presiden kon-
sisten menjaga Pancasila dan menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dia berkelakar agar kita juga menghargai ketidakhadiran Prabowo-Sandi untuk menghemat biaya konsumsi. Satu lagi permintaannya supaya Jokowi mencabut Perpres No. 51/2014 tentang Reklamasi Teluk Benoa dan mengembalikan menjadi kawasan konservasi alam. Mastra juga secara singkat sepakat dan berharap kepada
Jokowi sebagai presiden terpilih untuk selalu menjaga Pancasila dan kesucian Bali supaya pembangunan berjalan harmonis sesuai Tri Hita Karana. Guatama menyatakan ide mulia dari Jokowi mengajak Prabowo-Sandi turut membagun Indonesia bersama-sama. Bagi yang kalah diharapkan secara kesatria mengaku kalah dan yang menang tidak menepuk dada. Setelah ini tidak
ada lagi sengketa pemilu. Untuk pemilu berikutnya KPU harus netral dan tidak punya kepentingan, kecuali kepentingan bangsa. KPU dan Panwas berkewajiban menciptakan pemilu yang demokratis, bersih, jujur dan damai. Dia salut dengan sikap Jokowi dan menanggalkan atribut partai karena memiliki prinsip berbuat untuk bangsa dan negara, bukan buat kepentingan partai yang mendukungnya.
Beratayasa mengucapkan selamat kepada Jokowi-Ma’ruf Amin. Sebagai negarawan sejati, walapun lawan politik sebelumnya menggunakan segala cara untuk menjatuhkannya. Beliau tetap mengajak Prabowo-Sandiaga. Prabowo semestinya menunjukkan jiwa patriot sejatinya untuk bisa menerima kekalahan dan mau bekerja sama membangun negeri dan melupakan konflik yang pernah terjadi. (arya)
OPINI
6 Harian untuk Umum
Bali Post
Pengemban Pengamal Pancasila
Terbit Sejak 16 Agustus 1948
Tajuk Rencana
Menjaga Kota Budaya SERBUAN kaum urban yang ingin mengais rezeki di pusat kota, memang tak terhindarkan dan dialami hampir semua kota di dunia. Tak terkecuali Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali yang kini juga sudah seperti kota metropolitan. Masalah kependudukan pun menjadi salah satu problema kota. Termasuk Denpasar yang mengusung predikat sebagai Kota Budaya ini. Imbas berikutnya dipastikan ke permasalahan tata ruang kota dengan berbagai dampak ikutannya. Penataan ruang kota mungkin sudah menjadi pekerjaan latah semua pemerintahan. Namun bagi Denpasar, ini menjadi agak berbeda mengingat Denpasar sudah menyandang predikat Kota Budaya. Banyak hal dan elemen yang harus mendapat perhatian, untuk menjaga jangan sampai penataan yang dilakukan malah menghilangkan budaya komunal yang melekat selama ini. Boleh saja masyarakatnya heterogen dengan ragam budaya yang dibawa, namun konsep dasar adat budaya Denpasar haruslah tetap menjadi ciri yang menonjol. Ciri Denpasar sebagai Kota Budaya tidak bisa dilepaskan dari sejarah kota ini sebagai pusat kerajaan. Karena itu, budaya komunal kota ini haruslah tetap dipertahankan di tengah gempuran budaya yang dibawa para migran. Budaya komunal Kota Denpasar sama seperti budaya Bali pada umumnya, yakni budaya agraris yang dilandasi falsafah agama Hindu (Bali). Budaya agraris tidaklah bisa dilepaskan dari pertanian dalam arti luas dengan sistem pengairannya yang kental, yakni subak. Pertanyaannya, masihkah subak bisa bertahan di Denpasar? Kenyataan menunjukkan, beberapa subak di Kota Denpasar kini hanya tinggal pura-nya. Contoh Subak Renon, Panjer dan lainnya, kini telah berubah menjadi kawasan perkantoran, permukiman dan perdagangan/perbelanjaan. Aliran irigasinya telah disumbat fondasi-fondasi bangunan para pengembang. Meski mungkin tanah/lahan subaknya telah habis, semestinya tidaklah lantas diiringi hilangnya budaya setempat dan digantikan budaya kaum urban. Tradisi budaya sebagai ciri Denpasar Kota Budaya haruslah tetap lestari, meski tidak bisa dihindari akan ada akulturasi dengan budaya para pendatang. Tanah dan lahan budaya agraris boleh hilang, manusia sebagai pendukung utama budayanya tidaklah boleh kehilangan jati dirinya. Semasih pendukung utama kebudayaan ini bisa memelihara dan menjaga tradisinya, kebudayaannya tetap akan eksis. Bahkan, kebudayaan yang ada bisa berkembang mengikuti dan menyesuaikan dengan perkembangan yang ada. Yang terpenting, bagaimana pemerintah setempat menyediakan ruang bagi pemeliharaan, pengembangan, dan pengekspresian budaya tersebut. Untuk kepentingan penataan ruang ini, pemerintah berperan sangat strategis memetakan berbagai kebudayaan dengan pendukungnya (manusia/penduduk) dan wilayahnya masing-masing. Dari pemetaan yang ada, bisa disusun langkah-langkah strategis untuk “pengamanan” budaya setempat agar citra dan predikat Denpasar Kota Budaya benar-benar terlihat dan bukan sekadar wacana karena budayanya justru telah digusur budaya pendatang. Moto “Denpasar Kotaku, Denpasar Rumahku” harus benar-benar bisa dibenamkan dalam benak sanubari setiap insan yang hidup di tanah Denpasar. Apakah itu pengusung asli budaya setempat, pembawa kebudayaan baru yakni para urban, termasuk mereka yang hanya tinggal sementara atau berkunjung ke kota ini. Tugas membenamkan prinsip-prinsip ini, terletak pada semua warga kota ini. Untuk bisa melakukan ini, kepekaan dan kepedulian pada lingkungan sangatlah penting. Warga Denpasar tidak boleh ikut budaya cuek yang dibawa kaum urban. Warga Denpasar justru harus bisa memberi pemahaman, memberi arahan, dan mengajak mereka yang datang untuk mencintai kota ini layaknya rumah mereka sendiri. Jika masyarakat ikut-ikutan budaya cuek hanya berorientasi pada kepentingan bisnis, siap-siaplah Denpasar Kota Budaya benar-benar hanya jargon dan menjadi kota metropolitan yang tanpa identitas.
S URAT PEMBACA Pembaca Bali Post bisa mengirimkan surat pembaca berupa; ide, keluhan dan saran terhadap pelayanan publik, infrastruktur maupun hal lain yang menyangkut kepentingan publik melalui WA di nomor 0816581142. Sertakan foto KTP atau ID lain yang masih berlaku.
Menjaga Kebersihan Kawasan Danau Dukungan untuk menjaga alam Bali belakangan ini bangkit. Setidaknya banyak komunitas yang kini bergerak membersihkan pantai dan kawasan suci. Saya berharap gerakan serupa juga menyasar kawasan danau. Saya merasakan pencanangan gerakan Bali Bersih oleh Gubernur Bali Wayan Koster tampaknya sudah ditindaklanjuti oleh pemerintahan desa. Desa sebagai pemerintahan terbawah dan bersentuhan langsung dengan masyarakat bisa menjadi gerakan terdepan dalam menjabarkan Bali Bersih. Setidaknya, kepala desa atau perbekel bisa mencanangkan gerakan gotong royong Bali Bersih di tiap banjar. Saya yakin Bali Bersih ini jika dijabarkan dengan gerakan terpadu hasilnya akan lebih efektif. Jadi, gerakan dengan berbasis banjar di bawah kendali kepala desa akan membuat gerakan ini menjadi budaya. Artinya, tak perlu lagi gubernur harus turun tangan mengedukasi masyarakat untuk menjaga kebersihan Bali. Gubernur sudah menginisiatori gerakan ini dengan mengajak berbagai kalangan. Sekarang tinggal kita menumbuhkan kesadaran menjaga Bali. Gerakan Bali Bersih ini saya yakin bisa menjadi kebiasaan dan tanggung jawab moral jika ke depan jadwal gotong royong dilakukan lebih sering di tiap banjar. I Kadek Rajendra Gianyar, Bali
Selasa Pon, 2 Juli 2019
Pemetaan Kepemilikan Tanah di Kota Budaya Tanah dapat menjadi warisan atau sebagai pusaka. Bahkan dalam perjalanan waktunya, tanah dapat pula menjadi aset sekaligus status sosial bagi pemiliknya. Tanah pada suatu kota kini telah menjadi komoditas dan menjadi kepentingan bagi para kapitalis. Hak atas kota yang komunal dipasung oleh kelompok urban di bawah panji-panji industri-kapitalistik. Kesalahan memaknai lahan akan bermuara pada degradasi nilai dan kualitas spasial pada sebuah kota yang mengedepankan budaya.
K
Oleh Putu Rumawan Salain
ota Denpasar yang tumbuh dari landasan kota kerajaan terbangun dari modal budaya agraris “air” pada 231 tahun lalu, kini telah berkembang menjadi salah satu kota di Indonesia yang nyaman untuk dihuni dengan indeks kebahagiaan maupun indeks pembangunan manusia di atas rata-rata nasional. Modal budaya agraris yang ditimpali dengan budaya jasa dan industri telah berhasil mengubah matra Kota Denpasar yang juga menjadi ibu kota Provinsi Bali. Keberhasilan tersebut setidaknya menunjukkan bahwa sinergitas pembangunan antara pemerintah-masyarakat-pengusaha berada pada arah yang tepat. Tingkat keberhasilan tersebut di atas setidaknya ditopang oleh adanya kecerdasan ataupun kearifan lokal yang bersumber dari adat, agama, dan budaya yang merupakan ideologi masyarakat Hindu di Bali dan khususnya di Kota Denpasar. Hubungan antara masyarakat dengan masyarakat, masyarakat dengan alam, dan masyarakat dengan keyakinannya yang dikonsepkan dengan ekual disebut sebagai filosofi Tri Hita Karana, melahirkan konsep pembangunan yang berkelanjutan atas dasar masa lalu, kini, dan yang akan datang. Pembangunan yang berkelanjutan sangat ditopang oleh pelaku “manusia” dengan modal dasar berupa tempat mereka tinggal “alam semesta”. Hubungan alam semesta “makrokosmos” dengan manusia “mikrokosmos” ditingkahi dengan ideologi yang diperoleh dari keyakinannya, sehingga alam dan manusia harus dijaga untuk generasi selanjutnya. Dijaga melalui pemahaman agama dan ke-
percayaan mereka disertai dengan berbagai peraturan dari pemerintah. Representasi alam di permukaan bumi ini dapat berupa tempat manusia untuk melangsungkan dan mempertahankan hidupnya. Alamlah yang memberikan dan menjadi sumber kehidupan yang wadahnya berupa tanah. Tanah dengan segala kandungannya menjadikan dan membentuk karakter manusia yang menempatinya. Tanah juga menghasilkan cita rasa buah yang berbeda-beda sesuai dengan lokasi, ketinggian, maupun iklimnya, bahkan sangat mungkin perilaku mereka. Secara singkat dapat disebutkan bahwa fungsi tanah berupa lahan yang diolah untuk mewadahi kegiatan pertanian, kehutanan, perumahan, perindustrian, pertambangan, dan yang lainnya. Tanah juga dapat diolah untuk bahan bangunan, alat-alat rumah tangga/ritual, sampai dengan keramik. Bahkan, tanpa kita sadari tanah juga menjadi lokasi sumber air dan fungsifungsi ekologis. Oleh karenanya, tidak dapat dimungkiri bahwa tanah sebagai sumber kehidupan dan penghidupan manusia, khususnya oleh ummat Hindu di Bali sering menyebutnya sebagai pertiwi (ibu bumi). Tidak berlebihan kiranya jika tanah dapat disebut sebagai aset pembangunan maupun aset spiritual di Bali dan Kota Denpasar khususnya. Luas Kota Denpasar tergambarkan dari luas tanahnya atas beragam fungsi yang diembannya. Dari data BPS tahun 2018 adalah 127,78 km2. Luas tersebut merupakan 2,18% dari luas Pulau Bali. Terdiri dari empat kecamatan dengan penduduk lebih dari 900.000 jiwa pada tahun 2018 menjadikan Kota Denpasar telah mendekati kota metro-
politan. Hampir 60% dari luas wilayah Kota Denpasar telah terbangun, sisanya yang 40 % merupakan luas ruang terbuka hijau kota yang menurut standar mencapai 30% dan sisanya adalah luas lahan sawah, tanah kering dan tanah lainnya. Kondisi ini dikhawatirkan akan kian berubah mengingat begitu pesatnya pembangunan yang memangsa dan mengalihfungsikan lahan persawahan. Lahan merupakan kata kunci dalam pembangunan, berapa pun harganya. Lahan menjadi komoditas utama sehingga sering disebut sebagai emas hitam. Chapin, dalam Rolobessy (1999) menyebutkan bahwa di dalam pemanfaatan suatu lahan ditentukan oleh nilai-nilai yang memengaruhi perilaku manusia di dalam ruang/lahan. Adapun nilai-nilai tersebut adalah : 1). Oriented profit making, yaitu berkenan dengan nilai-nilai yang berhubungan dengan nilai harga tanah yang berorientasi pasar untuk memperoleh keuntungan. 2). Public interest, merupakan nilai-nilai yang berhubungan dengan kondisi kehidupan manusia yang berorientasi pada kepentingan umum. Kedua perilaku tersebut di atas dikhawatirkan akan menjadikan lahan sebagai komoditas sehingga lambat laun akan menggilas aset budaya air berupa lahan menjadi ruang-ruang urban metropolitan yang kering dengan makna sosial dan budaya. Oleh karenanya, jalan utama dan penting dilakukan adalah dengan mendata aset lahan kota sesuai dengan fungsinya baik dari segi kepemilikan, luas, lokasi, pajak, dan lainnya. Aset tersebut bisa saja berupa lahan rumah, perkantoran, perhotelan, restoran, lapangan, setra, sekolah, ru-
ang terbuka, taman kota, fasilitas kesehatan, sawah, kebun, pasar, pura, masjid, gereja, dan lainnya. Masingmasing fungsi tersebut nantinya tentu dapat diklasifikasi menjadi kelompok: sawah, perumahan, perkantoran, pendidikan, perdagangan/niaga, industri, rekreasi, pariwisata, ibadah, dan seterusnya. Sangat diyakini bahwa masingmasing fungsi tersebut di atas tentu telah ada sertifikat atau bukti lainnya seperti yang dilakukan bagi yang membangun gedung pasti ada Izjin Mendirikan Bangunan, begitu pula dengan sertifikat lahan berupa sawah sebagian besar sudah tersertifikat oleh karena program pemerintah, ataupun juga dapat didekati atas kitir pembayaran pajak bumi dan bangunan, maupun pipil. Melalui upaya pemetaan oleh pemerintah sebenarnya tinggal melakukan pengecekan ulang atas nama dan bukti yang terdaftar, mencocokkannya, merevisi, ataupun menggantikannya dengan data terbaru melalui hasil pengukuran ulang di lapangan. Untuk kegiatan tersebut masyarakat tidak perlu resah, karena salah satu tujuannya adalah menghitung aset dan potensi atas dasar luas lahan yang ada di Kota Denpasar. Sehingga pada masa yang akan datang sudah dapat diterbitkan informasi lahan atas dasar kepemilikan, luas, fungsi, pajak, dan lainnya. Dengan upaya pemetaan lahan di Kota Denpasar kini dipandang sangat penting, perlu, dan sangat bermanfaat bagi perencanaan pembangunan mendatang atas dasar informasi yang valid dan benar serta mudah didapatkan informasinya. Namun, daya guna yang sangat diperlukan dalam pemetaan tersebut adalah juga untuk basis up date Rencana Tata Ruang Wilayah Kota sampai dengan turunan detailnya hingga di rencana zonasi. Gottdiener (dalam ariefsabaruddin.wordpress.com, 2019) dalam uraiannya menyebutkan bahwa tata ruang lingkungan memiliki kandungan simbol-simbol dan tandatanda yang merepresentasikan pikiran-pikiran masyarakat. Ruang memiliki makna dari kehidupan dan penghidupan manusianya merupakan hal yang sangat penting. Pandangan tersebut sejalan dengan kenyataan yang berlangsung
di Kota Denpasar yang terbentuk karena tata ruang kerajaan ketika budaya agraris berjaya. Ruang adalah representasi dari masyarakat Kota Denpasar atas dasar kearifan lokalnya. Sebutlah penatatan ruang desanya yang diikat oleh adanya Kahyangan Tiga, Catus Patha sebagai titik pusat pemerintahan, setra, telajakan, dan lainnya. Warisan masa lalu tersebut y a ng ing in d ip ert a ha nka n melalui preservasi maupun revitalisasi akan mendukung maksud menjadikan Denpasar sebagai sebuah kota budaya. Kota yang nyaman, aman, teduh, dan indah sehingga warganya betah tinggal-bekerja hingga ajal merenggutnya. Romantisme yang dimiliki oleh Kota Denpasar sebagai kota budaya mampu membangkitkan gairah maupun kreativitas insan kota yang majemuk dan multikultur untuk mengisi pembangunan dengan kreativitas yang beridentitas. Mengingat bahwa kota budaya juga terbentuk dari dukungan warisan yang tersebar dalam berbagai fungsi di atas lahan kota dengan beragam kepemilikan, maka upaya pemetaan adalah sebuah tindakan penting dan perlu untuk menyelamatkan aset tersebut sebagai daya tarik edukasi, pariwisata, historis, dan lainnya. Hasil pemetaan ini dapat dijadikan rujukan untuk kepemilikan sekaligus penetapan bagi aset cagar budaya yang nantinya diusulkan untuk mendapat keringanan atau pembebasan pajak bumi dan bangunan. Upaya pemetaan lahan sangat diyakini memiliki banyak manfaat seperti bukti kepemilikan, fungsi lahan, luas, pembayaran pajak, dan lainnya juga diyakini memiliki manfaat dalam penyusunan tata ruang kota ke depan yang sangat sarat dengan kepentingan masyarakat yang terdiri dari pribadipribadi maupun investor agar tanah yang merupakan aset pembangunan kota dapat dikelola dengan cerdas, cermat, dan terkendali, khususnya yang berkaitan dengan sawah yang semakin rentan terhadap perubahan. Hilangnya sawah berarti hilangnya subak. Hilangnya subak dimaknai sebagai degradasi budaya agraris “air” yang merupakan inti budaya kita. Penulis, guru besar Fakultas Teknik Universitas Udayana
Era Baru Dunia Keinsinyuran di Indonesia BULAN April 2019 lalu merupakan sebuah milestone bagi para insinyur di Indonesia. Setelah tertunda hampir lima tahun, Undang-undang No. 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran akhirnya mempunyai turunan peraturan yaitu Peraturan Pemerintah No. 25 Tahun 2019 (mulai diundangkan pada 18 April 2019). Peraturan Pemerintah (PP) ini menjadi penting karena memuat detail mengenai pelaksanaan sertifikasi, pengawasan praktik keinsinyuran sampai pada ancaman pidana dan perdata kepada malapraktik di dunia keinsinyuran. Insinyur pada hakikatnya adalah seorang sarjana teknik. Gelar insinyur disandang oleh lulusan teknik sebelum tahun 1994 akhirnya digantikan dengan gelar ST (Sarjana Teknik – Strata 1). Kini, gelar insinyur dihidupkan kembali melalui jalur perguruan tinggi (Program Studi Profesi Insinyur) Menurut data dari Kemenristekdikti tahun 2017 (Grand Design SDM Infrastruktur), prediksi kebutuhan sarjana teknik pada tahun 2024 mencapai 132 ribu orang. Diprediksi per tahun kenaikan kebutuhan sarjana teknik mencapai 8-10 persen sedangkan suplai sarjana teknik sangat terbatas. Sebagai contoh pada tahun 2019, sarjana teknik lulusan dari perguruan tinggi hanya di angka 1.800, sedangkan kebutuhan di dunia kerja mencapai 88.000 sarjana teknik. Belum lagi ditambah minat akan calon mahasiswa untuk mengambil jurusan teknik
Oleh Ir. Prastiwo Anggoro, S.T., IPM., Asean Eng., ACPE. masih rendah. Mahasiswa teknik berada di urutan ke-3 setelah jurusan pendidikan dan jurusan ekonomi, yaitu sebesar 13,63% dari 4.361.972 mahasiswa (Sumber Kemenristekdikti 2017). Jika dibandingkan jumlah lulusan sarjana teknik per tahun, Indonesia berada di bawah Malaysia, Thailand, dan Vietnam yaitu hanya 194 sarjana teknik per tahun per 1 juta penduduk. Hal tersebut menjadi dilema bila dibandingkan dengan data kebutuhan dunia kerja akan sarjana teknik. Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2019 menunjukkan, pengangguran di lulusan universitas naik menjadi 25 persen dari tahun 2017. Sebanyak 129,4 juta penduduk bekerja, namun didominasi oleh lulusan SD yakni 41 persen dan SMA sebanyak 18 persen, lulusan universitas paling rendah yakni berada di angka 10 persen. Data tersebut di atas terasa miris, jumlah peminat pada keteknikan sangat rendah dan pengangguran di level sarjana pun masih tinggi. Padahal, kebutuhan sarjana teknik setiap tahun meningkat. Alhasil, ini membuka celah eksodus insinyur asing untuk masuk ke dunia kerja di Indonesia. Oleh karena itu, untuk memperkecil gap antara dunia pendidikan tinggi khususnya keteknikan dan dunia kerja/ industri guna menciptakan
lulusan perguruan tinggi yang siap kerja dan memenuhi ekspektasi dari dunia kerja, perlindungan terhadap profesi insinyur perlu dijamin secara menyeluruh. Sebenarnya, Indonesia telah memiliki regulasi dan peraturan dalam bentuk Undang-undang No. 11 Tahun 2014 dan Peraturan Pemerintah No. 25 Tahun 2019. Tugas pemerintah adalah merealisasikannya dengan serius. Dalam Peraturan Pemerintah yaitu pasal 10 ayat 2 dan pasal 16 ayat 1 juga mengatur mengenai prodi progam profesi insinyur yang diadakan oleh PERTI bekerja sama dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII), yang bertujuan agar prodi sebanyak 24 SKS dapat memberikan bekal bagi lulusan teknik sebelum memasuki dunia kerja. Setelah mendapat gelar insinyur, seorang insinyur perlu dijamin oleh negara dari segi remunerasi yang setara dan berkeadilan (pasal 25 huruf g) dan diberi kesempatan untuk berperan di dalam pembangunan nasional (pasal 26 huruf i). Persatuan Insinyur Indonesia (PII) merupakan lembaga yang diamanatkan oleh undang-undang untuk memfasilitasi perolehan asuransi profesi bagi seorang insinyur (pasal 29 ayat 1) dan seorang insinyur asing sendiri yang bekerja di Indonesia diharuskan memiliki Surat Tanda Registrasi Insinyur yang dikeluarkan oleh
PII (pasal 23 ayat 3 dan ayat 4). Selain memuat hak dan perlindungan bagi seorang insinyur bersertifikat (STRI = Surat Tanda Registrasi Insinyur) di atas, Peraturan Pemerintah No. 25 Tahun 2019 juga memuat jenis pelanggaran dan jenis sanksi bagi pelanggar (seseorang yang bukan insinyur namum melakukan praktik keinsinyuran) yaitu sanksi administratif, sanksi penghentian sementara kegiatan keinsinyuran, sanksi pembekuan izin kerja, dan pencabutan izin kerja bagi insinyur asing. Sedangkan sanksi yang lebih berat yaitu pidana penjara dan denda diterapkan apabila kegiatan keinsinyuran berakibat kecelakaan, cacat, dan hilangnya nyawa seseorang sesusai Undang-undang No. 11 Tahun 2014 pasal 50. Benang merah dari berlakunya peraturan pemerintah tentang keinsinyuran (berbagai benefit dan perlindungan yang tertuang di dalamnya) terhadap ketersediaan lulusan sarjana teknik apabila ditarik lebih dalam dampak kepada minat calon mahasiswa pada pendidikan keteknikan di perguruan tinggi akan memberikan era baru bagi dunia keinsinyuran di Indonesia, terutama dalam menyongsong bonus demografi dan era industri 4.0. Penulis, Wakil Ketua Persatuan Insinyur Indonesia Cabang Kota Batam – 2017 s.d. 2019, Ketua Persatuan Insinyur Indonesia Cabang Kota Batam – 2019 - 2022.
POJOK Simpatisan ISIS yang berada di kamp pengungsian di Suriah minta dipulangkan. - Bahaya kalau pola pikirnya tak berubah. ***
Dua partai pendukung Prabowo, Gerindra dan PKS, akan jadi oposisi pemerintah. - Bahaya kalau tak ada yang mengontrol. ***
Dewan Denpasar minta PPDB tahun depan agar terapkan zonasi dan nilai UN. - Sudah biasa berubah.
Perintis : K.Nadha, Pemimpin Umum: ABG Satria Naradha Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Dira Arsana Redaktur Pelaksana : Made Sueca Sekretaris Redaksi: Sugiartha Redaktur Eksekutif: Parwata Redaksi: Daniel Fajry, Mawa, Subrata, Diah Dewi, Giriana Saputra, Wayan Sumatika, Wirata Anggota Redaksi Denpasar: Asmara Putra, Dedy Sumartana, Yudi Karnaedi, Pramana Wijaya, Eka Adhiyasa, Rindra, Agustoni, Ngurah Kertanegara, Komang Suryawan, Made Miasa, Agung Dharmada, Oka Rusmini, Umbu Landu Paranggi, Maya. Bangli: IA Swasrina, Buleleng: Mudiarta. Gianyar: Manik Astajaya. Karangasem: Eka Parananda, Klungkung: Bagiarta, Negara: IB Surya Dharma, Tabanan: Dewi Puspawati,Wira Sanjiwani. Jakarta: Nikson, Hardianto, Ade Irawan. NTB: Agus Talino, Izzul Khairi, Raka Akriyani. Surabaya: Bambang Wiliarto. Banyuwangi: Budi Wiriyanto Kantor Redaksi: Jalan Kepundung 67 A Denpasar 80232. Telepon (0361)225764, Facsimile: 227418, Alamat Surat: P.O.Box:3010 Denpasar 80001. Perwakilan Bali Post Jakarta, Bag.Iklan/Redaksi: Jl.Palmerah Barat 21F. Telp 021-5357602, Facsimile: 021-5357605 Jakarta Pusat. NTB: Jalan Bangau No. 15 Cakranegara Telp. (0370) 639543, Facsimile: (0370) 628257. Manajer Sirkulasi: I.B. Wirawan, Manajer Percetakan: Tri Iriana, Marketing/Pengaduan Pelanggan: K. Budiarta. Ombudsman: Jimmy Silalahi. Alamat Bagian Iklan: Jl.Kepundung 67A, Denpasar 80232 Telp.: 225764, Facsimile : 227418 Senin s.d. Jumat 08.00-19.00, Sabtu 08.00-13.00, Minggu 08.00-19.00. Tarif Iklan : Iklan Mini: minimal 2 baris maksimal 10 baris, Minggu s.d. Jumat Rp 49.500,- per baris, Sabtu Rp 64.350,- per baris Iklan Umum: < 100 mmk Rp 50.000 per mmk, >100 mmk Rp 55.000 per mmk. Iklan Keluarga/Duka Cita: Rp 40.000 per mmk. Advertorial Rp 25.000 per mmk. Iklan Warna: 2 warna Rp 55.000, 4 warna Rp 75.000 per mmk. Pembayaran di muka, iklan mendesak untuk dimuat besok dapat diterima sampai pukul 18.00. Alamat Bagian Langganan/Pengaduan Langganan: Jl.Kepundung 67A Denpasar 80232 Tel: 225764, Facsimile: 227418. Harga Langganan: Rp 90.000 sebulan, Pembayaran di muka. Harga eceran Rp 4.000. Terbit 7 kali seminggu. Surat Izin Usaha Penerbitan Pers: SK Menpen No. 005/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1985 Tanggal 24 Oktober 1985, ISSN 0852-6515. Anggota SPS-SGP, Penerbit: PT Bali Post. Rek. BCA KCU Hasanudin Denpasar AC: 040-3070618 a/n PT. Bali Post. Rek. BRI Jl. Gajahmada Denpasar A/C: 00170 1000320 300 an Pt.Bali Post. WARTAWAN BALI POST SELALU MEMBAWA TANDA PENGENAL, DAN TIDAK DIPERKENANKAN MENERIMA/MEMINTA APA PUN DARI NARA SUMBER
7 TABANAN Program Desa Digital ’’I Luh Mantul’’ Diluncurkan di Desa Beraban Selasa Pon, 2 Juli 2019
Tabanan (Bali Post) Desa Beraban, Kecamatan Kediri, Tabanan dipercaya sebagai desa pertama yang menerapkan program Desa Digital sebagai upaya mengembangkan pemerintah yang berbasis digital (Tabanan Smart City). Program Desa Digital dengan Inovasi Luwih Mantap (I Luh Mantul) di Desa Beraban diluncurkan langsung oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti di depan Pasar Tradisional Tanah Lot, Kediri, Minggu (30/6) sore. Turut hadir pada kesempatan tersebut Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kementerian Desa PDT Dr. Suprapedi, M.Eng., perwakilan anggota DPRD Kabupaten Tabanan, OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat, Perbekel serta tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat. Penerapan program Desa Digital ini diharapkan bisa memberikan pelayanan efektif dan efisien bagi masyarakat, sehingga terwujud transparansi pelayanan kepada masyarakat.
Menurut Bupati Eka, kegiatan ini untuk mewujudkan Tabanan Smart City, salah satunya harus memulai dari bawah, yakni membangun dan mewujudkan Desa Digital. Bupati Eka mengaku telah mulai mewujudkan hal tersebut melalui Program TCC (Tabanan Coment Center) yang intinya menghimpun semua data dan informasi yang ada di Pemerintah Kabupaten Tabanan. ‘’Demikian juga kami sedang membuat aplikasi baru yakni ‘Tabanan Dalam Genggaman’. Dengan terwujudnya ‘Tabanan Dalam Genggaman’ tersebut diharapkan seluruh masyarakat Tabanan dapat mencari informasi-informasi terkait dengan seluruh potensi yang ada di Pemerintah Kabupaten Tabanan,’’ ungkapnya. Bupati Eka menjelaskan, pelayanan internet yang luas diberikan kepada masyarakat dengan tujuan untuk mempercepat arus informasi sampai ke pelosok desa. Desa adat di Tabanan akan terpasang akses Wifi gratis mulai bulan September 2019. Inovasi Desa Digital di Desa
Beraban merupakan langkah awal serta langkah yang sangat positif dan merupakan yang pertama di Kabupaten Tabanan. ‘’Mudah-mudahan langkah ini dapat mendorong desa-desa lain di seluruh Kabupaten Tabanan untuk penerapan Desa Digital,’’ imbuh Bupati Eka. Sementara itu, Ketua Panitia Acara Putu Heri Susanta mewakili segenap masyarakat Desa Beraban mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bupati Eka dan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kementerian Desa PDT. Serta mengucap syukur karena telah terwujudnya Desa Digital ini. ‘’Di era digital saat ini, di mana perkembangan teknologi yang begitu pesat dan untuk mengimbangi hal tersebut desa dituntut agar mampu berinovasi dalam segala bidang,’’ ujarnya. Pihaknya berharap dengan menyediakan dashboard www. iluhmantul.debest.co.id dan aplikasi mobile serta image informasi yang dapat di-download
oleh warga secara gratis ini dapat menjadi sebuah media yang sangat positif bagi pembangunan dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Desa Beraban, serta bisa menjadi contoh bagi desa lainnya di Tabanan. ‘’Sehingga dapat meningkatkan semangat dan motivasi dalam membangun Desa menjadi lebih baik,’’ imbuhnya. Heri Susanta menambahkan, penggunaan aplikasi ini sangatlah mudah karena bisa diunduh melalui android. Bisa di-login dengan nomor Kartu Keluarga atau Kartu Tanda Penduduk (KTP) dengan password 123456. Aplikasi ini, dikatakannya, sangat mempermudah perangkat desa dalam upaya memberikan informasi kepada masyarakat, baik itu informasi tentang keuangan desa, BPJS, BUMDes, dan lainnya. ‘’Selain itu, aplikasi ini dapat mempermudah perangkat desa kalau membuat laporan bulanan serta memberikan informasi bagi masyarakat yang sudah dan belum terdaftar dalam BPJS Kesehatan,’’ sambungnya. (ad36)
I LUH MANTUL - Bupati Eka saat meluncurkan Inovasi Luwih Mantap (I Luh Mantul) di Desa Beraban.
Temuan Mayat Dalam Kardus
Ada Indikasi Pelaku Gunakan Pengawet Tabanan (Bali Post) -
Pascatemuan mayat dalam kardus di tegalan Banjar Megati Kelod, Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur, Minggu (30/6) sore, petugas Inafis Polres Tabanan bersama Puslabfor Mabes Polri cabang Denpasar, Senin (1/7) kemarin kembali menyisir lokasi penemuan. Dari pantauan di lapangan, petugas kembali melakukan penyelidikan terkait temuan kardus berisi mayat perempuan yang diperkirakan berusia 21 tahun tersebut.
Bali Post/kmb28
SISIR TKP - Petugas Inafis Polres Tabanan bersama Puslabfor Mabes Polri cabang Denpasar, Senin (1/7) kemarin kembali menyisir TKP penemuan mayat dalam kardus.
BPBD Anggarkan Bansos Tidak Terencana Rp 200 Juta
Tabanan (Bali Post) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan tahun ini menganggarkan bantuan sosial (bansos) tidak terencana kurang lebih sebesar Rp 200 juta. Anggaran dalam APBD Induk tersebut dapat meng-cover 37 titik akibat bencana yang terjadi selama bulan Februari hingga Mei 2019. Mengingat BPBD tidak hanya bertugas dalam hal penanganan bencana. Tapi juga bertanggung jawab terhadap pascabencana lewat pemberian bansos tidak terencana tersebut. Seperti diketahui, datangnya bencana tidak bisa diprediksi dan tak jarang mengakibatkan kerusakan di mana-mana, baik itu rumah warga maupun fasilitas umum. ‘’Tahun lalu dari anggaran Rp 1,4 miliar sudah ter-cover 60 titik, dan kini SK kedua Bupati ada sekitar 37 titik yang akan mendapat bantuan dari dana tersebut,’’ beber Kepala Pelaksana BPBD Tabanan I Gusti Ngurah Sucita, Senin (1/7) kemarin. Sebelum dana bantuan tersebut cair ke rekening pemohon, saat ini BPBD masih berproses melengkapi berkas persyaratan untuk permohonan pencairan dana. ‘’Jadi masih melengkapi berkas administrasi yang dibutuhkan, sebelum dana dicairkan target kami dalam waktu dekat sudah bisa terealisasi,’’ terangnya. Dijelaskannya, bansos tidak terencana ini merupakan bantuan berupa uang/barang dari pemerintah daerah kepada individu, keluarga, kelompok
dan/atau masyarakat yang sifatnya tidak secara terusmenerus dan selektif yang bertujuan untuk melindungi dari kemungkinan terjadinya risiko sosial. Misalnya, korban bencana alam yang jika tidak diberikan belanja bantuan sosial akan semakin terpuruk dan tidak dapat hidup dalam kondisi wajar. ‘’Contoh saja ada rumah warga yang tertimpa pohon, fasilitas umum rusak akibat bencana,’’ ucapnya. Lebih lanjut dikatakan Sucipta, untuk bansos tidak terencana ini sudah ada sejak BPBD belum terbentuk di Tabanan, atau sejak masih di bawah naungan Kesbanglinmas. Terkait bantuan sosial tidak terencana yang disalurkan pascabencana merupakan bentuk penanggulangan bencana setelah upaya tanggap darurat. Ini untuk meringankan beban masyarakat yang menjadi korban atas bencana yang terjadi, seperti tanah longsor dan pohon tumbang. ‘’Pemberian bantuan ini juga berpedoman pada standardisasi nilai kerusakan yang diatur dalam perbup tentang besaran dana santunan,’’ ujarnya. Jika sebelumnya diatur dalam Perbup Nomor 31 Tahun 2014, kini diperbarui dengan Perbup Nomor 5 Tahun 2018 tentang pedoman besaran santunan dan bantuan sosial berupa uang untuk korban bencana di Kabupaten Tabanan. Dalam perubahan perbup tersebut mengatur standardisasi pemberian hibah bansos tidak terencana dari kategori ringan, sedang dan berat. (kmb28)
I Gusti Ngurah Sucita
Bali Post/kmb28
Sejumlah petugas pun tampak menyisir di sekitaran lokasi temuan mencari kemungkinan adanya bukti yang ditinggalkan oleh pelaku. Dalam olah TKP kedua ini, petugas juga kembali mengambil serpihan kardus guna keperluan identifikasi. Sebagian warga setempat juga mendatangi lokasi untuk melihat lebih dekat kegiatan olah TKP. Warga mengatakan, sudah sejak dua minggu terakhir mencium bau tidak sedap dan menyengat setiap melintas di jalan tersebut. Hanya warga beranggapan sumber bau adalah sampah atau bangkai binatang. Maklum di seberang jalan dekat dengan lokasi temuan mayat
dulunya dijadikan lahan pembuangan sampah, namun kini sudah tidak lagi. Dari sumber kepolisian di lapangan mengatakan, ada indikasi pelaku menggunakan pengawet. Ini dibuktikan dari ciri-ciri mayat yang mengeras dan tidak ada belatung, kondisi kulit yang masih dikategorikan utuh, dan hanya bagian wajah atau muka saja terlihat hancur dan sudah dalam berupa tengkorak. ‘’Entah itu formalin atau apa, memang ada indikasi pelaku menggunakan pengawet dan disuntikkan tidak secara profesional,’’ ucap sumber. Sementara mayat tersebut saat ini dikatakan sudah dititip di RS Sanglah untuk
nantinya dilakukan autopsi. Kapolsek Selemadeg Timur AKP I Putu Oka Suyasa mengatakan, sejauh ini memang belum ada perkembangan terkait kasus temuan mayat dalam kardus tersebut. Begitupun untuk informasi kemungkinan adanya laporan orang hilang, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan jajaran Polsek lainnya dan masih nihil. Mantan Kasubag Humas Polres Tabanan ini menambahkan, dalam olah TKP yang melibatkan petugas Puslabfor Mabes Polri cabang Denpasar menyisir kembali areal temuan untuk mencari bukti lainnya yang kemungkinan tercecer di tegalan. ‘’Petugas juga
mengambil bekas kardus di bawah mayat serta darah mengering, dan menyisir mencari alat bukti tercecer lainnya,’’ ucapnya. Seperti diketahui, warga Selemadeg Timur, Minggu (30/6) sore digegerkan dengan temuan mayat dalam kardus oleh seorang warga yang hendak mencari rumput. Mayat ditemukan dalam posisi kepala berada di selatan dan kaki di utara. Berambut panjang berwarna pirang, dengan badan tengadah menghadap ke atas, serta kaki kanan dan kaki kiri menekuk. Mayat terbungkus kardus air compresor berwarna cokelat yang sudah dalam keadaan terbuka, terikat menggunakan tali rafia warna hitam. Mayat yang diperkirakan berusia 21 tahun itu bahkan sudah mengalami pembusukan pada beberapa bagian, seperti di kelamin, leher dan kepala. (kmb28)
Wifi Gratis di 393 Titik Aktif September
Bali Post/kmb28
WIFI GRATIS - Kabid Teknik Informasi dan Komunikasi Dewa Gede Suwangsa didampingi Kasi Infrastruktur I Made Adi Wibawa saat membahas program wifi gratis.
Tabanan (Bali Post) Seluruh desa pakraman, puskesmas dan objek wisata di Kabupaten Tabanan akan segera menikmati Wifi gratis pada September mendatang. Saat ini, Wifi gratis yang merupakan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali tersebut masih dalam proses pemasangan dengan menggandeng pihak ketiga. Waktu pemasangan dari proses e-katalog berlangsung mulai 15 April sampai 31 Agustus. ‘’Proses penarikan kabel dan pemasangan wifi untuk semua titik sampai akhir bulan Agustus,’’ ucap Kabid Teknik Informasi dan Komunikasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabanan Dewa Gede Suwangsa didampingi Kasi Infrastruktur I Made Adi Wibawa, Senin (1/7) kemarin. Menurut Suwangsa, Tabanan mendapatkan bantuan wifi gratis dari BKK Provinsi sebanyak 393 titik. Rinciannya, 349 titik untuk desa adat, 20 titik di puskesmas dan 24 titik di objek wisata. ‘’Pemasangan diminta sesuai juknis dari provinsi dan diletakkan di tempat umum, seperti balai banjar, wantilan, dan tempat keramaian,’’ imbuhnya. Pemkab Tabanan dalam
pemasangan wifi gratis tersebut mendapatkan anggaran BKK provinsi sebesar Rp 2.161.500.000, dengan kecepatan bandwidth per satu titik 20 mbps. ‘’Sinyal dari wifi gratis ini dipastikan sampai ke pelosok,’’ tegas Suwangsa. Kasi Infrastruktur I Made Adi Wibawa menambahkan, proses penarikan kabel dan pemasangan wifi rampung sampai tanggal 31 Agustus. Wifi mulai aktif tanggal 1 September sampai dengan 31 Desember 2019 sesuai dengan kontrak selama empat bulan. ‘’Aktifnya wifi ini tergantung anggaran karena anggaran bersumber dari provinsi. Sehingga kelanjutan anggaran di tahun 2020 menunggu anggaran dari provinsi untuk pengaktifkan kembali,’’ pungkasnya. Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Made Agus Hartawiguna mengatakan, dengan adanya wifi gratis ini, diharapkan di Tabanan tidak ada lagi wilayah yang blank spot. Di samping itu, masyarakat Tabanan bisa mencari informasi apa pun seputar pemerintahan dan informasi lainnya. “Kami juga berharap, masyarakat bijak menggunakan media sosial dan ikut menangkal berita hoax,’’ tutupnya. (kmb28)
Tahanan Polres Ikut Rayakan Hari Bhayangkara Ke-73 Tabanan (Bali Post) Ada yang berbeda dalam perayaan Hari Bhayangkara ke-73 di Polres Tabanan, Senin (1/7) kemarin. Pasalnya, tahun ini syukuran hari besar Polri dirayakan bersama belasan tahanan yang berada di rutan Polres Tabanan. Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa bahkan tak nampak canggung saat menyerahkan tumpeng kepada perwakilan tahanan. Hadir dalam kegiatan tersebut Waka Polres Tabanan Kompol Rahmawaty Ismail, Ketua Bhayangkari Cabang Tabanan beserta anggota dan para pejabat utama Polres Tabanan. Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari perayaan Hari Bhayangkara ke-73 tahun 2019. Sebelumnya telah banyak kegiatan bakti sosial
yang dilakukan, baik itu yang sifatnya kesehatan, sosial maupun spiritual, serta kegiatan bazzar murah. Di hadapan para tahanan, Kapolres Tabanan menyampaikan bila jajaran Polres khususnya di bidang penyidikan sudah berupaya profesional dalam melaksanakan tugasnya. ‘’Kami selaku pengemban fungsi penegakan hukum sudah berupaya optimal dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman baik itu kepada pelapor, terlapor maupun para saksi dalam proses hukum,’’ ujarnya. Hari Bhayangkara ke-73 diharapkan bisa menjadi momentum evaluasi diri untuk lebih baik ke depan. Polri agar dijadikan sebagai mitra, dan jangan pernah membenci institusi ini. Sebab, pihaknya menyadari dalam proses penegakan hukum memang ada
yang puas dan tidak puas demi keadilan. ‘’Jangan berkecil hati, tetap jalani proses hukum ini dengan baik. Semua orang sama di hadapan Tuhan dan nantinya setelah selesai menjalani proses hukum, pastinya akan membutuhkan pelayanan Kepolisian baik itu pelayanan SIM, SKCK, dan layanan Polri lainnya,’’ jelasnya. Kegiatan syukuran lebih terasa berbeda ketika perwakilan dari tahanan turut mempersembahkan sebuah puisi kepada Polri sebagai ucapan selamat ulang tahun yang ke-73. Para tahanan Polres Tabanan sangat mengapresiasi kegiatan yang diprakarsai oleh Kapolres Tabanan ini. Suatu kebanggaan bagi mereka bisa ikut serta berpartisipasi dalam memeriahkan Hari Bhayangkara yang ke-73 tahun ini. (kmb28)
Bali Post/ist
SYUKURAN - Kapolres Tabanan AKBP Made Sinar Subawa merayakan Hari Bhayangkara ke-73 bersama tahanan lewat acara syukuran.
BULELENG
8
Selasa Pon, 2 Juli 2019
Kasus KDRT di Penarukan Suami Korban Tersangka Singaraja (Bali Post) – Setelah mengumpulkan barang bukti dan memeriksa saksi, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim (Satreskrim) Polres Buleleng menetapkan satu tersangka dalam kasus KDRT di Penarukan. Tersangkanya adalah Nyoman Sumerta (68) yang tidak lain suami korban Ketut Nurti Mahayoni (65). Meski sudah berstatus tersangka, penyidik memberi penangguhan penahanan karena tersangka menderita penyakit gagal ginjal dan harus melakukan cuci darah dua kali setiap minggu.
Bali Post/kmb38
BARANG BUKTI – Penyidik Satreksrim Polres Buleleng menyita barang bukti benda tajam jenis pengutik yang digunakan tersangka untuk menusuk korban.
KBO Satreskrim Iptu Dewa Sudiasa didampingi Kasubag Humas Iptu Gede Sumarjaya seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Senin (1/7) kemarin mengatakan, penyelidikan dan penyidikan polisi telah mendapatkan keterangan saksi dan bukti yang kuat. Dari penyidikan sementara, kasus ini berawal ketika korban meninggalkan rumah tanpa seizin tersangka. Jumat (28/6) lalu, korban pergi ke suatu tempat di Denpasar dan baru kembali ke rumahnya Sabtu (29/6) sekitar pukul 15.00 Wita. Mengetahui korban datang, tersangka yang dalam kondisi sakit menunggu di teras rumahnya. Saat itu, tersangka yang tidak bisa mengendalikan emosinya memeluk korban, namun dihindari. Namun,
tersangka akhirnya berhasil memangku tubuh korban dan langsung menusukkan senjata tajam jenis pengutik ke arah perut. Akibat dua kali tusukan, perut korban terluka parah hingga keluar darah. Kejadian itu kemudian diketahui tetangganya dan langsung menolong korban untuk berobat ke IGD RSUD Buleleng. Tragis, luka tusukan itu mengakibatkan korban meregang nyawa di tangan tersangka. “Penyidikan sementara kasus ini murni KDRT. Korban pergi tanpa izin dan saat pulang mengetahui suaminya (tersangka -red) emosi, korban menghindar. Dikejar dan dipeluk lalu perutnya ditusuk menggunakan pengutik hingga meninggal dunia,” jelasnya. Dewa Sudiasa menambahkan, setelah kejadian itu,
tersangka sempat membersihkan ceceran darah di lantai teras rumahnya. Sebelum diamankan polisi, tersangka juga membersihkan ujung pengutik yang masih berisi bercak darah. Benda tajam itu kemudian dimasukkan ke sarungnya. Barang bukti ini telah disita untuk pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, penyidik masih menunggu hasil visum et repertum di RSUP Sanglah, Denpasar. Visum itu akan mengungkap penyebab kematian korban. “Pengutik itu kami sita dari rumahnya bersama barang bukti lain. Kami juga masih menunggu hasil visum untuk mengetahui penyebab kematian korban,” ujarnya. Menurutnya, penyidik sudah menetapkan satu tersangka dalam kasus ini. Namun, penyidik
masih menunggu petunjuk pimpinan untuk memberikan penangguhan penahanan karena tersangka menderita gagal ginjal, sehingga diberikan kesempatan melanjutkan pengobatan cuci darah dua kali dalam seminggu. Terkait sangkaan pasal, Dewa Sudiasa menyebut untuk sementara tersangka melanggar pasal 44 ayat (3) UU No. 23 Tahun 2204 tentang KDRT dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara. “Sangkaan pasal masih dikembangkan dengan hasil penyelidikan lebih lanjut. Kami juga menunggu petunjuk pimpinan karena tersangka dalam kondisi sakit, sehingga bisa saja penahannya ditangguhkan,” imbuhnya. Seperti diberitakan sebelumnya, seorang ibu rumah tangga (IRT) Ketut Nurti Mahayoni (65) meninggal dunia karena terkena tusukan benda tajam. Dia dianiaya oleh suaminya, Nyoman Sumerta (68). Peristiwanya terjadi Sabtu (29/6) lalu. Sebelum kejadian, pasutri itu diduga cekcok. (kmb38)
Bali Bersih Touring & Fun 2019
Bupati PAS Sebut Upaya Cerdas Jaga Kelestarian Kawasan Hulu Bali Tamblingan, Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Buleleng. Aksi peduli lingkungan bikers ini merupakan gagasan Bali Post dalam mendukung visi Gubernur Bali Wayan Koster ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ terutama menyangkut lingkungan dan sumber daya air Bali. Ajang otomotif dan peduli lingkungan ini mendapat sambutan positif dari Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana (PAS). Event ini dinilai sebagai partisipasi cerdas dalam menjaga kelestarian dan lingkungan danau dan hutan. Dukungan itu disampaikannya saat menerima audiensi Panitia Bali Bersih Tour & Fun 2019 di ruang kerjanya, Senin (1/7) kemarin. Bupati asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar ini mengatakan, Danau Tamblingan merupakan salah satu sumber daya air yang sangat disucikan dan dijaga kelestariannya. Selain sebagai penyedia sumber mata air baku, Danau Tamblingan merupakan kawasan hulu Bali. Atas kondisi itu, dalam upaya menjaga kelestarian danau dan hutan, pemerintah Bali Post/dok semakin serius mePutu Agus Suradnyana (PAS)
Singaraja (Bali Post) – Putaran kedua Bali Bersih Touring & Fun 2019 akan digelar Minggu (14/7) mendatang. Kali ini 250 bikers bakal mengikuti touring sepeda motor dari Lumintang, Denpasar, dan berakhir di kawasan Danau
melihara kelestarian kawasan konservasi itu. ‘’Selama ini kami intens memperbaiki kawasan hulu yang dianggap telah memberi kontribusi perbaikan lingkungan mendasar bagi Bali dan Buleleng,’’ katanya. Di tengah upaya yang dilakukan pemerintah daerah, partisipasi pihak ketiga seperti Bali Post adalah dukungan yang sangat positif. Bahkan, pihaknya menilai aksi sosial seperti penanaman pohon, restocking benih ikan, edukasi tentang menjaga kelestarian lingkungan, dan kegiatan lain adalah ide cerdas yang baru pertama kali dilakukan. Untuk itu, pihaknya berharap partisipasi pihak ketiga melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) diikuti oleh stakeholder lain. Dengan kepedulian dan membangkitkan kesadaran menjaga lingkungan danau dan hutan semakin masif, maka sasaran menjaga daerah hulu yang disucikan itu dapat dicapai secara optimal. ‘’Saya kira ini upaya cerdas yang dilakukan Bali Post karena event ini akan mendukung pemeliharaan daerah hulu. Mudah-mudahan stakeholder lain bisa meniru, sehingga lebih banyak yang sadar dan
peduli untuk menjaga kawasan di sana (Danau Tamblingan - red),’’ jelas politisi PDI Perjuangan ini. Pemimpin Redaksi Bali Post Wayan Dira Arsana didampingi Ketua Panitia Agung Dharmada menyatakan Bali Bersih Touring & Fun dengan rute Lapangan Lumintang-kawasan Danau Tamblingan adalah ajang kedua. Penghobi otomotif di Bali akan melakukan aksi peduli lingkungan dan mengedukasi tentang penyelamatan lingkungan utamanya hutan dan danau. Aksi ini ditunjukkan dengan mengajak unsur pemerintah, tokoh masyarakat dan komponen masyarakat lain peduli dan melakukan aksi menjaga kelestarian lingkungan. Ini diwujudkan dengan penanaman ratusan bibit pohon di pinggir Danau Tamblingan dan restocking benih ikan di Danau Tamblingan. ‘’Kami melaksanakan event ini sebagai wujud partisipasi dan CSR Bali Post untuk mendukung upaya menjaga kelestarian danau dan hutan terutama di Buleleng. Apa yang kami lakukan ini sejalan dengan visi Pemprov Bali terutama dalam hal menjaga kelestarian kawasan hulu,’’ ungkapnya. (kmb38)
Curi Helm, Delapan Pelajar Ditangkap Singaraja (Bali Post) – Aksi kenakalan pelajar masih marak di Kota Singaraja. Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja menangkap delapan pelajar SMP dan SMA. Mereka ditangkap karena terlibat pencurian helm. Mereka melakukan aksinya dengan cara rapi, sehingga berjalan mulus sejak Februari 2019 hingga saat ditangkap Sabtu (29/6) lalu. Kedelapan pelajar itu masing-masing PAJY (16) asal Desa Panji, Kecamatan Sukasada, KSDW (15) dari Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng, GRAA (16) alamat Desa Panji, Kecamatan Suaksada, PGAA (18) asal Desa Selat, Kecamatan Sukasada, MAJP (14) dari
Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng, KAWM (16) alamat Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng, KSSA (16) alamat Desa Tukadmungga, Kecamatan Buleleng, dan GRW (18) asal Desa Pemaron, Kecamatan Buleleng. Dari tangan geng pelajar ini, polisi menyita 85 helm curian sebagai barang bukti. Kapolsek Kota Singaraja Kompol A.A. Wiranata Kusuma seizin Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.IK., Senin (1/7) kemarin, mengatakan sebelum mengungkap jaringan pencuri helm ini, pihaknya banyak menerima pengaduan masyarakat. Gerah dengan aksi yang meresahkan itu,
polisi kemudian mengintai pergerakan kelompok pelajar tersebut. Sabtu (29/6) lalu, polisi melakukan pengintaian di kawasan Pantai Penimbangan, Desa Baktiseraga, Kecamatan Buleleng. Saat itu, otak kelompok spesialis pencuri helm ini akan beraksi. Mengetahui hal itu, polisi langsung menangkap pelajar tersebut lengkap dengan barang bukti yang sudah dicuri. “Kelihatannya sepele, namun kejadian ini meresahkan. Kami mencoba lakukan pengintaian. Otak jaringan dan yang merekrut pelajar lain ini akhirnya kami tangkap untuk dilakukan upaya pembinaan,” katanya.
Menurut Wiranata Kusuma, pelajar ini melancarkan aksinya dengan menyasar tiga kawasan yang ramai pengunjung yaitu Parkir Kampus Undiksha, GOR Bhuana Patra, dan Pantai Penimbangan. Saat menemukan helm incarannya, mereka langsung mencurinya, ada yang bertugas menaruh di suatu tempat dan setelah situasi aman, pelajar lain mengambilnya. Setelah aksinya berjalan, mereka berkomunikasi dengan jejaring media sosial (medsos) untuk menjual helm curiannya. Uang hasil jerih payah itu kemudian dibagi untuk membeli makanan dan kebutuhan dalam pergaulan sehari-hari. (kmb38)
TLF – Untuk keenam kalinya, Buleleng menggulirkan Twin Lake Festival (TLF) tahun 2019. Event ini dihelat 3-6 Juli 2019.
Gulirkan TLF 2019
Buleleng Garap Pertanian Berbasis Organik Mendukung Pengembangan Wisata Alam EVENT Twin Lake Festival (TLF) untuk keenam kalinya kembali dihelat Pemkab Buleleng. Pada gelaran tahun ini, TLF membawa misi besar untuk mempromosikan potensi wisata alam Danau Buyan dan Danau Tamblingan (Danau Kembar - red) yang didukung pengembangan pertanian berbasis organik. Selain itu, ajang ini membangkitkan gerakan komponen masyarakat dalam menjaga dan melestarikan kawasan Danau Kembar dan daerah penyangganya. Pelestarian tidak bisa dilepaskan karena selama ini, Danau Buyan dan Tamblingan mengalami kerusakan mulai dari pendangkalan hingga tertutupnya genangan air danau oleh eceng gondok dan semak liar. Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian (Distan) Made Sumiarta didampingi Kepala Bidang (Kabid) Hortikultura Gede Subudi, Senin (1/7) kemarin, mengatakan selama tiga hari penuh pada 3-6 Juli 2019 pekan ini, kawasan Danau Buyan dan Tamblingan akan menjadi lokasi berbagai kegiatan. Secara umum, kegiatan masih sama dengan materi TLF tahun sebelumnya. Beberapa perubahan materi dalam event
kali ini yakni pemerintah memberikan ruang kepada petani muda di Buleleng dan beberapa daerah di Bali untuk menggugah kalangan generasi muda menggeluti sektor pertanian. Ajakan bertani di kalangan anak muda nantinya ditunjukkan dalam materi pameran produk pertanian yang digarap petani muda Buleleng dan daerah lain di Bali. Subudi mencontohkan produk pertanian yang berhasil dirintis generasi muda adalah stroberi, vanili, kopi, budi daya lebah madu, dan beras organik. Selain memajang produk pertanian, petani muda yang sudah berhasil menggeluti sektor pertanian akan mengisi kegiatan diskusi untuk memecahkan permasalahan di sektor pertanian dan menggalakkan bahwa sektor pertanian tidak selalu dalam kesan kotor dan hasil minim. Sebaliknya, potensi ini mesti dikembangkan dan dijadikan usaha tani, sehingga memberikan hasil optimal. ‘’Kami sengaja menonjolkan keberhasilan petani muda dalam menggeluti sektor ini. Nanti juga akan ada kegiatan diskusi untuk menggolkan bahwa sektor pertanian tidak konvensional seperti sekarang,
namun petani sekaligus juga menjadi pengusaha,” jelasnya. Sumiarta menambahkan, satu lagi perubahan materi dalam TLF ini adalah pada ajang ini dilakukan seleksi Kontak Tani Nasional Andalan (KTNA) yang akan mewakili kabupaten dan Provinsi Bali ke tingkat nasional. Dalam TLF nanti akan dilakukan seleksi KTNA yang akan mewakil kabupaten ke tingkat provinsi. “Karena akan ada interaksi antarpetani, sehingga dalam TLF tahun ini, kami lakukan ajang seleksi untuk mencari KTNA yang potensial untuk diadu ke provinsi,” ujarnya. Terkait lomba, Sumiarta menyebut materinya masih sama dengan tahun sebelumnya. Salah satu lomba yang rutin digelar adalah lomba dayung “Pedau Singa”. Ini melibatkan kelompok nelayan di Danau Buyan dan Tamblingan serta perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Kegiatan yang juga menjadi ciri khas TLF adalah atraksi budaya seperti permainan gangsing khas Catur Desa Adat Dalem Tamblingan dan atraksi sapi grumbungan. Kedua atraksi ini ini digelar di areal Pura Ulun Danau Tamblingan. (ad 42)
GIANYAR
Selasa Pon, 2 Juli 2019
9
Parkir Sembarangan
Petugas Gembok Kendaraan Roda Empat Gianyar (Bali Post) Petugas gabungan kembali melakukan penertiban parkir liar pada ruas Jalan Raya Tegallalang di Objek Wisata Ceking, Senin (1/7) kemarin. Dalam penertiban itu, aparat kepolisian bersama petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gianyar menggembok ban satu unit kendaraan roda empat yang parkir sembarangan di ruas jalan tersebut.
Bali Post/kmb35
MENGGEMBOK - Petugas menggembok ban kendaraan roda empat yang parkir sembarangan pada bahu jalan di kawasan Objek Wisata Ceking, Senin (1/7) kemarin.
Kepala Dishub Kabupaten Gianyar I Wayan Suamba mengatakan, penertiban dilakukan dalam rangka penataan Objek Wisata Ceking. Puluhan petugas gabungan dari Polsek Tegallalang dan Dishub Gianyar terlibat dalam kegiatan Senin kemarin, dengan menyiagakan satu unit mobil derek. Sasarannya adalah kendaraan para pedagang dan wisatawan yang berkunjung ke objek tersebut dan diparkir di kawasan terlarang. “Sebelumnya petugas mengamankan beberapa unit motor, kali ini (Senin kemarin - red) petugas menggembok satu unit kendaraan roda empat yang parkir menggunakan bahu jalan. Penggembokan dilakukan pada roda depan dan roda belakang kendaraan tersebut,” katanya. Menurut Suamba, kendaraan roda empat yang bannya digembok tersebut parkir di sekitar Objek Wisata Ceking yang dinyatakan sebagai kawasan terlarang untuk parkir kenda-
raan. Meskipun sudah terpasang tanda larangan parkir, pemilik kendaraan ternyata tidak menggubris larang tersebut. Dengan tersedianya central parkir di kawasan objek wisata tersebut, diharapkan para pedagang maupun wisatawan tidak lagi memarkir kendaraan di bahu jalan. Terlebih di sepanjang jalan tersebut telah dipasang rambu larangan parkir. Hal ini untuk memastikan kenyamanan bagi semua pihak, baik wisatawan yang berkunjung maupun masyarakat pengguna jalan. “Ini untuk kenyamanan kita bersama, baik wisatawan maupun masyarakat pengguna jalan. Kalau dulu kan sampai mengakibatkan kemacetan panjang, ini sering menjadi keluhan warga. Tapi kini, sesuai pantauan kami sudah mulai lancar,” katanya. Kanit Shabara Polsek Tegallalang I Made Weta mengatakan, penertiban parkir liar secara rutin dilaksanakan dengan melibatkan Dishub Kabupaten Gianyar. Ditegaskan, perilaku sembrono
pemilik kendaraan yang memarkir kendaraannya di bahu jalan, jelas sangat rentan memicu terjadinya kemacetan arus lalu lintas. “Tindakan tegas yang diambil petugas ini sudah sesuai dengan Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan,” katanya. Sementara itu, pengelola Objek Wisata Ceking I Wayan Sukarma mengatakan, penertiban parkir liar tersebut sudah membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut menjadi lancar. Kondisi ini tentunya memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan, khususnya wisatawan yang berkunjung ke objek wisata tersebut. “Sebelum ada central parkir dan penertiban parkir liar ini, di kawasan ini sering terjadi kemacetan panjang. Selain mengganggu kenyamanan pengguna jalan, kondisi ini juga sering dikeluhkan para wisatawan yang berkunjung ke Objek Wisata Ceking,” katanya. (kmb35)
Dua Pelaku Curanmor Pemkab Ajukan Hibah RPH Temesi Diringkus Polisi Gianyar (Bali Post) Polisi menangkap dua pelaku pencurian sepeda motor (curanmor), Minggu (30/6) lalu. Dua pelaku yakni Joko Susanto (49) dan Hasan Asegap (32) diringkus polisi karena mencuri sepeda motor Honda Supra DK 3885 GO milik I Ketut Durus yang parkir di Jalan Raya Silungan, Desa Lodtunduh, Kecamatan Ubud pada 25 Februari 2018. Informasi yang dihimpun Bali Post, awalnya Joko Susanto, warga Bondowoso, Jawa Timur sudah diproses hukum dalam kasus berbeda dan mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tabanan. Saat Joko Susanto keluar dari lapas, Tim Opsnal Polsek Ubud langsung melakukan penangkapan terhadap pelaku. Kepada polisi, pelaku mengakui perbuatannya. Saat kejadian, pelaku buka suara jika dirinya mencuri bersama pelaku lainnya, Hasan Asegap, warga Banyuwangi, Jawa Timur. Setelah menangkap kedua pelaku, Tim Opsnal selanjutnya mencari bukti motor yang dijual ke penadah. Pelaku dan barang bukti motor curian itu kemudian dibawa ke Polsek Ubud untuk diproses lebih lanjut. Kapolsek Ubud Kompol Nyoman Nuryana membenarkan penangkapan dua pelaku curanmor tersebut. Saat ini
Bali Post/kmb35
CURANMOR - Polisi saat menunjukkan pelaku curanmor, Hasan Asegap di Mapolsek Ubud, Senin (1/7) kemarin. para pelaku sudah mendekam di sel tahanan Mapolsek Ubud. Berdasarkan hasil interogasi, pelaku mengaku menggunakan kunci palsu
saat beraksi. “Pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP. Ancaman hukumannya penjara delapan tahun,” tegasnya. (kmb35)
Tangguk Jutaan Rupiah Per Bulan dari Bunga Cempaka
CEMPAKA merupakan salah satu jenis bunga yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Bahkan, I Made Jingga asal Kelurahan Beng, Kecamatan Gianyar, bisa menangguk uang jutaan rupiah per bulan dari penjualan bunga cempaka. Menurut Jingga, satu po-
hon cempaka miliknya yang tingginya sekitar 10 meter bisa menghasilkan 600 kuntum bunga setiap hari. Paling sial, 100 hingga 300 bunga. “Setiap hari pasti ada bunganya di atas 100 kuntum,” katanya, Senin (1/7) kemarin. Pria asli Banjar Beng Kelod Kangin ini mengakui, harga
Bali Post/nik
CEMPAKA - I Made Jiangga sedang memetik bunga cempaka yang tumbuh di halaman rumahnya.
bunga cempaka setiap harinya tidak menentu. Hari-hari biasa harga bunga cempaka di pasaran berkisar Rp 10 ribu untuk 50 bunga. “Tapi kalau sudah memasuki rahinan atau musim upacara keagamaan Hindu, bunga cempaka bisa dihargai Rp 50 ribu untuk 30 bunga,” ujarnya. Jika dikalkulasikan jumlah bunga yang dijual setiap harinya, per bulan dia bisa memperoleh uang jutaan rupiah dari menjual bunga cempaka. “Saya biasa jualan di Pasar Pejeng. Lumayan hasilnya bisa menghidupi keluarga,” ujarnya. Selain dijual di pasar tersebut, Jingga mengaku sejumlah pembeli langsung datang ke rumahnya untuk memesan bunga cempaka. Bunga itu biasanya digunakan pemilik salon kecantikan untuk hiasan sanggul para pelanggannya, serta digunakan untuk menghiasi sarana upacara saat piodalan di sejumlah pura. “Biasanya kalau musim orang nikah, pihak salon yang banyak memesan. Karena saya hanya punya satu pohon cempaka yang bunganya kuning ini, saya hanya jual yang kuning saja,” ujarnya. Menurut Jingga, pohon cempaka yang tumbuh di halaman rumahnya sudah dirawat sejak 10 tahun. Saat itu ia mendapat satu bibit pohon bunga cempaka di tegalan miliknya. Selanjutnya pohon itu ditanam di pakarangan rumah. ” Sampai saat ini, pohon di halaman rumah ini menjadi salah satu penyambung hidup keluarga saya,” ujarnya. (nik)
Gianyar (Bali Post) Setelah selama beberapa tahun tidak berfungsi, Pamkab Gianyar kini mengajukan hibah ke Pemprov Bali untuk pengelolaan aset bangunan dan peralatan pada Rumah Potong Hewan (RPH) Temesi. Saat ini Pemkab Gianyar masih menunggu proses verifikasi terkait aset tersebut. Sebab menurut informasi, sejumlah peralatan di RPH itu hilang. Bupati Gianyar I Made Mahayastra mengatakan hal itu, belum lama ini. Bupati Mahayastra menerangkan, alat-alat yang ada di RPH Temesi dulunya merupakan aset pemerintah pusat. Sedangkan bangunan gedungnya merupakan aset Pemprov Bali dan lahannya milik Pemkab Gianyar. Saat masih beroperasi, RPH Temesi bisa memotong 20 ekor sapi per hari. Namun hanya beroperasi sebentar. Setelah itu, lama tidak jalan alias mangkrak. “Karena kondisinya seperti itu, sementara ini kami di Pemkab Gianyar masih kesulitan dalam pengelolaan manajemen RPH. Sempat dikerjakan Perusahaan Daerah Mandara Giri, namun tidak jalan,” ujarnya. Mahayastra menambahkan, saat ini peralatatan
RPH - Areal RPH Temesi Gianyar yang ditumbuhi semak belukar. untuk RPH tersebut sudah dihibahkan oleh pemerintah pusat kepada Pempov Bali. Dikatakan, pihaknya sudah mengajukan permohonan ke Gubernur Bali agar alat dan bangunan RPH Temesi dihibahkan ke Pemkab Gianyar. “Sekarang provinsi akan segera menghibahkan kepada kabupaten, sehingga nanti 100 persen dari gedung, alat dan tanahnya akan menjadi milik kabupaten. Saat itulah
kita akan fungsikan secara maksimal,” katanya. Menurut Mahayastra, proses pengajuan hibah tersebut akan melewati tahap verifikasi. Yakni, pendataan alat dan bangunan pada RPH tersebut. Ditegaskan, pihaknya tidak mau sembarangan menerima hibah dari Pemprov terkait aset tersebut. Terlebih pihaknya menerima informasi bahwa sejumlah peralatan di RPH itu menghilang. “Nanti
Bali Post/kmb35
akan diverifikasi dulu barang apa saja yang ada,” tegasnya. Sebelum dihibahkan, kata Mahayastra, pihaknya kesulitan dalam proses administrasi pengoperasian RPH tersebut. “Dulu kita kalau minta kerja sama harus ke provinsi minta tanda tangan segala macam. Jadi, sangat lama birokrasinya. Apalagi ini adalah perusahaan yang tidak boleh rugi,” ujarnya. (kmb35)
Pasca-eksekusi, Sejumlah Warga Tetap Tinggal di Tegal Jambangan Gianyar (Bali Post) Pascaproses eksekusi tahun 2017, sejumlah warga yang rumahnya sudah dirobohkan masih nekat menempati lahan di Tegal Jambangan, Desa Sayan, Kecamatab Ubud. Seperti yang dilakukan Dewa Made Rai yang mendirikan bedeng untuk tempat tinggal, tepat di sebelah rumahnya yang sudah dirobohkan. Ditemui Senin (1/7) kemarin, pria berusia 70 tahun asal Banjar Kutaraga, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung ini mengaku nekat melakukan hal tersebut, lantaran merasa sudah sejak turun-temurun tinggal di atas lahan sengketa tersebut. “Dari leluhur sampai saya tinggal di sini. Tidak ada tempat tinggal yang lain,” ujarnya. Dewa Made Rai kini tinggal di bedeng berukuran sekitar 4 x 5 meter. Bedeng semi permanen itu beratap asbes dan berdinding seng. Di dalam bangunan beralas tanah itu terdapat kasur kecil. Meski telah dieksekusi, ia tetap tinggal di sana bersama keluarga adiknya. “Di sini saya tetap berkebun. Memang
itu saja pekerjaan saya dari dulu,” katanya. Menurut Dewa Made Rai, sehari-hari ia hanya hidup dari hasil kebun. Termasuk untuk memasak digunakan kayu bakar dari kebun. Sedangkan untuk air, sudah ada sumur di atas lahan miliknya. “Kalau listrik, masih ada,” jelasnya. Diungkapkan, proses eksekusi lahan yang berlangsung pada 2017 itu menyisakan kenangan pilu. Adik kandungnya, Dewa Ketut Raka Sudarma mendadak sakit usai melihat rumahnya dirobohkan paksa oleh petugas. “Setelah rumah dibongkar, adik saya sakit dan meninggal dua tahun lalu,” ujarnya sedih. Dewa Made Rai sesungguhnya merupakan warga dengan KTP Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung yang sejak lama tinggal di Tegal Jambangan. “KTP saya Badung dan masuk adat di Bongkasa, Badung,” katanya. Jarak antara Bongkasa dan Tegal Jambangan itu hanya dipisahkan oleh Sungai Ayung, sehingga keluarganya bisa mendengar suara kulkul
di seberang sungai. Kalau di sana (Bongkasa-red) ada karya (upacara - red), suara kulkul di sana terdengar sampai di sini,” ujarnya. Sementara warga Tegal Jambangan lainnya, Dewa Made Swandawa mengatakan, sejak zaman kakeknya sudah menetap di areal Tegal Jambangan dan mempunyai bukti pipil serta pembayaran pajak. Kemudian keluar sertifikat atas nama Pura Kemuda Saraswati yang di-empon oleh Puri Ubud. Selama ini, warga juga telah melakukan berbagai upaya, mulai mendatangi Kantor Badan Pertanahan Negara
(BPN), Polda Bali, hingga ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). “Kami tetap mempertanyakan ini. Kenapa bisa keluar sertifikat lain?” katanya. Seperti diberitakan sebelumnya, eksekusi rumah milik sejumlah warga akhirnya dilakukan di lahan Tegal Jambangan Desa Sayan, Ubud, 4 Mei 2017 lalu. Sejumlah pemilik bangunan yang tidak terima dengan perobohan bangunan itu hanya bisa menangis dan berteriak histeris. Kendati demikian, proses ini tetap berjalan dengan dikawal aparat TNI/Polri. (kmb35)
JEMBRANA
10
Selasa Pon, 2 Juli 2019
Nikah Lagi Tanpa Izin Suami Dimejahijaukan Istri Negara (Bali Post) Gara-gara menikah lagi tanpa persetujuan istri, seorang suami dipidanakan oleh sang istri. Kasus pidana antarpasutri (pasangan suami-istri) ini, Senin (1/7) kemarin mulai disidangkan di PN Negara. Tidak hanya suami, istri keduanya pun ikut disidangkan. Ancaman hukum yang dikenakan kepada sang suami penjara maksimal tujuh tahun. Kedua terdakwa harus ditahan di penjara selama proses persidangan. IKG (47), sang suami dan NPS (46), istri kedua, dipidanakan oleh NGA, istri pertama IKG. Istri pertama yang dinikahi secara sah tidak terima lantaran sang suami secara diam-diam menikah lagi. IKG dan NPS disidangkan dengan dakwaan Pasal 279 KUHP tentang Perkawinan. Sidang yang digelar tertutup dipimpin hakim ketua Haryuning Respanti dan dua hakim anggota Fakhrudin Said Ngaji Mohammad Hasanudin Hefni. Agenda persidangan berupa pembacaan dakwaan oleh jaksa penutut umum (JPU) Arief Ramadhoni dan Ivan Praditya Putra. Kasipidum Kejari Jembrana I Gede Gatot Hariawan dikonfirmasi terkait kasus konflik pernikahan ini mengatakan, terdakwa IKG pada bulan Agustus 2018 lalu menikahi terdakwa NPS, status janda. Padahal IKG selama ini masih terikat pernikahan sah dengan NGA. Saat perkawinan itu, terdakwa NPS menolak menikah dengan sarana upacara. Tetapi dari pengakuan kepada NPS yang janda itu, terdakwa mengatakan sudah mendapatkan izin dari istri pertamanya. Singkat kata akhirnya keduanya menikah resmi. Adanya pernikahan diam-diam itu akhirnya diketahui istri pertamanya pada awal 2019 lalu. Oleh istri pertamanya, terdakwa dilaporkan ke perangkat desa pada 9 Mei 2018. Sejatinya persoalan ini sempat dimediasi di desa pakraman, tempat pasutri ini tinggal. Saat itu terdakwa sang suami berjanji tidak akan selingkuh dan baik kepada istri pertamanya. Tetapi istri pertama tidak terima dan melaporkan hal ini ke pihak berwajib. Dalam dakwaan terhadap terdakwa, sang suami diancam dengan pasal 279 ayat 1 ke 1 KUHP dan dakwaan kedua pasal 279 ayat 2 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun. Sementara untuk terdakwa NPS, istri kedua, berkas dakwaannya didakwa dengan pasal 279 ayat 1 ke-2 KUHP. Pascakasus itu berlanjut ke pihak berwajib hingga ke meja hijau, keduanya kini sama-sama ditahan di Rutan Negara. (kmb26)
Pura Puseh Dangingtukadaya Jadi Tempat ”Chatting” dan Main ”Game Online”
Negara, (Bali Post) Adanya pemasangan wifi gratis di areal Pura Puseh Desa Dangintukadaya, Kecamatan Jembrana menuai keluhan dari sejumlah warga setempat. Pasalnya sejak dipasang wifi gratis, banyak anak muda yang nongkrong di areal pura namun bukan untuk bersembahyang melainkan chatting dan main game. Kamar mandi milik pura itu pun sekarang menjadi sangat kotor. Diharapkan pemasangan wifi gratis, lokasinya dipindahkan ke wantilan atau balai banjar setempat. Salah seorang warga Dangintukadaya, AG, yang minta namanya tidak disebutkan di media, Senin (1/7) kemarin mengatakan, sejak adanya pemasangan wifi gratis program Pemprov Bali ini, banyak anak-anak muda yang nongkrong tiap hari di areal nista mandala pura yang ada wifinya tersebut. Dikatakan pegawai swasta ini, pemasangan wifi memang tujuannya positif untuk kemajuan di segala lini namun penempatan yang kurang tepat. “Sebaiknya jangan di areal pura. Lebih baik di balai banjar atau wantilan. Atau balai desa,” katanya gerah. Apalagi katanya lebih banyak anak-anak muda yang nongkrong dan main game online dan chatting-an merupakan anakanak di bawah umur. Bahkan saat jam sekolah mereka di antaranya ada yang sampai bolos sekolah dan pakai pakaian seragam. Demikian juga malam hari selalu ramai anak-anak muda. “Takutnya areal pura dijadikan tempat untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan dan disalahgunakan. Pamangku di sini sempat juga marah dan mengunci pintu karena melihat kamar mandi/WC yang kotor. Harusnya wifi tidak dipasang di areal pura,” tandasnya. Saat musim liburan katanya makin banyak anak-anak muda yang nongkrong dan bermain untuk mendapatkan fasilitas wifi gratis. Seperti pada Minggu (30/6) malam, ramai anak-anak muda nongkrong di areal pura Puseh tersebut untuk chatting-an dan main game. Sementara itu Perbekel Dangintukadaya Gusti Putu Murdi dikonfirmasi, Senin (1/7) sore mengatakan, untuk wifi tersebut pihaknya sudah dikoordinasikan dengan bendesa agar lebih intensif dalam pengawasan agar tidak disalahgunakan sembari mencari solusi penempatannya. Desa Dangintukadaya katanya belum punya wantilan seperti tempat yang disasar program pemerintah daerah. (kmb)
KUMPULKAN KASEK – Dinas Dikpora Jembrana mengumpulkan kasek SD dan SMP se-Jembrana guna membahas terkait distribusi siswa pada PPDB tahun ini.
Sejumlah SD Kekurangan Siswa
Dinas Dikpora akan Lakukan Pemerataan
Negara (Bali Post) – Ratusan kepala SD dan SMP Negeri se-Kabupaten Jembrana, Senin (1/7) kemarin dikumpulkan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Jembrana. Mereka mendapatkan imbauan dari Dinas terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), terkait teknis dan antisipasi pungutan liar (pungli). Namun, masalah lain dimunculkan para kepala sekolah (kasek), salah satunya soal sejumlah SD yang kekurangan siswa. Dinas Dikpora menegaskan bahwa pihaknya diberikan kewenangan melakukan pemerataan. Sedikitnya 185 Kasek SD dan 25 Kasek SMP baik negeri maupun swasta di bawah naungan Dinas Dikpora Jembrana mengikuti pertemuan yang berlangsung dua arah ini. Dalam pertemuan ini, sejumlah kasek menyampaikan keluhan terkait PPDB yang diterapkan saat ini. Salah satu permasalahan justru terkait minimnya mendapatkan siswa baru di SD. Jadwal yang diberikan hingga Sabtu (29/6) lalu dirasa masih kurang, sehingga sejumlah sekolah berharap agar waktu pendaftaran diperpanjang. Sejumlah masukan juga dilontarkan, salah satunya terkait sistem zonasi yang membuat banyak siswa dan
SD sendiri kebingungan. Terlebih ketika mendapati siswa yang kedua orangtuanya berpisah dan tinggal di zonasi yang berbeda. Kepala Bidang Pendidikan Dasar (dikdas) pada Dinas Dikpora Jembrana I Nyoman Wenten mewakili Kepala Dinas Dikpora Ni Nengah Wartini menjelaskan, sesuai Permendikbud 51 Tahun 2018 dan Permendikbud 20 Tahun 2019 tentang proses penerimaan siswa baru, Dinas Dikpora memiliki hak untuk mendistribusikan siswa dan memastikan peserta didik mendapat layanan pendidikan. Sehingga pada proses PPDB ini, sebelum pengumuman Dinas Pendidikan akan
gai di permukiman warga itu. Meskipun sudah dilakukan pengolahan limbah (IPAL), tetapi masih tidak memenuhi baku mutu. Kepala Dinas LH Jembrana I Wayan Sudiarta, Senin (1/7) kemarin mengatakan, hasil tes lab itu mengindikasikan masih adanya pencemaran di sungai akibat limbah pabrik. Lebih lanjut dipaparkan kondisi eksisting Sungai Teluk Limo tercemar dengan berbagai parameter. Hasil sampel air yang diambil di beberapa titik sungai. Mulai dari hulu hingga di hilir muara sungai. Sekurangnya ada tujuh parameter, hasilnya semua belum memenuhi baku mutu. Singkatnya masih ada indikasi pencemaran. Tujuh parameter itu di antaranya residu terlarut (TDS), biological oxygen demand (BOD), oksigen terlarut (DO), chemical oxygen demand (COD), minyak lemak, Sulfida (H2S) serta adanya mikroba. Khusus untuk di air limbah dari pabrik pengolahan ikan, pada titik Bak Airasi, inlet dan Outlet, bahwa beberapa parameter belum memenuhi baku mutu. Di samping itu juga masih didapati mikroba yang berkembang di dalam sistem Airasi. “Hasilnya sudah turun. Dan memang belum memenuhi baku mutu,” terang Sudiarta. Hal ini merupakan dampak dari kegiatan in-
dustri di sepanjang sungai Teluk Limo. Kemudian, COD pencemaran juga dilakukan oleh semua kegiatan industri di Sungai Teluk Limo. Pencemaran DO terjadi dikarenakan dari kegiatan pengalengan ikan. Pencemaran TDS terjadi dikarenakan semua kegiatan industri yang menggunakan bahan kimia. Pencemaran itu dipastikan bukan hanya dari pabrik pengolahan ikan yang membuang air limbah hasil olahan ke sungai Teluk Limo saja. Tetapi juga aktivitas semua kegiatan produksi di sepanjang sungai itu. Terkait hal itu, pihaknya akan menyampaikan ke para pengusaha, guna optimalisasi pengolahan limbah. Sehingga ke depannya tidak akan lagi terjadi pembuangan dengan sistem IPAL yang mencemari lingkungan. Sebelumnya tim dari Kabupaten Jembrana yang dipimpin Asisten II Setda Jembrana I Gusti Ngurah Sumber Wijaya pada bulan Juni lalu diputuskan untuk mengambil sampel air di sungai yang sering dikeluhkan warga itu. Hal ini untuk memastikan kondisi sungai apakah tercemar termasuk kondisi IPAL pabrik pengolahan ikan. Tim juga mengharapkan pabrik melakukan penghijauan di sekitar pabrik termasuk tanah lapang sekitar IPAL. (kmb26)
Dinas LH Pastikan Sungai Tegalbadeng Barat Tercemar Negara (Bali Post) – Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Jembrana akhirnya menerima hasil tes laboratorium terkait dugaan pencemaran di Sungai Teluk Limo, Desa Tegal-
badeng Barat, Kecamatan Negara. Dari hasil tes lab terhadap beberapa sampel air di aliran sungai dan saluran air IPAL pabrik diketahui masih ada unsur limbah yang mengaliri sun-
Bali Post/olo
SUNGAI TERCEMAR – Sungai yang diduga tercemar limbah di Tegalbadeng Barat. Dinas LH akhirnya menerima hasil laboratorium dan diketahui ada pencemaran limbah.
meminta data dari semua sekolah terkait jumlah siswa baru. Bila ada sekolah yang memperoleh kelebihan siswa, maka dinas akan memindahkan siswa tersebut ke sekolah terdekat yang mengalami kekurangan siswa. Disebutkan Wenten, dari informasi awal memang ada beberapa sekolah yang mengalami kekurangan murid sesuai rombel. Tetapi di sisi lain juga ada sekolah yang mendapatkan pendaftar melebihi kuota. “Ini yang akan kita tindak lanjuti dalam rapat selanjutnya dengan kepala sekolah. Intinya agar calon peserta didik bisa merata antara lebih dan kurang dari kuota,” tandasnya. Tanggal 2 Juli, lanjut
Wenten, akan dibahas kondisi lebih atau kurang jumlah pendaftaran di jenjang SMP untuk bahan tindak lanjut distribusi siswa ke sekolah zona terdekat. Sedangkan untuk SD dibahas dalam rapat kasek tanggal 3 Juli sebelum diumumkan secara resmi oleh sekolah. Selain terkait PPDB, Dinas Dikpora Jembrana juga menekankan kepada semua sekolah agar PPDB ini tidak melakukan pungli, termasuk kekerasan terhadap siswa baru. Sesuai aturan, sekolah tidak diizinkan melakukan pungutan apa pun kepada siswa dan orangtua. Termasuk juga pengadaan seragam sekolah. Sebab, sesuai Permendikbud 45 Tahun 2014
tentang seragam sekolah semuanya diserahkan kepada orangtua dan wali murid. Sedangkan pihak sekolah hanya memberikan ramburambu kepada orangtua siswa dan wali murid terkait keseragaman bentuk, ukuran serta kualitas seragam sekolah tersebut. Dinas Dikpora mengaku tidak segan memberikan sanksi kepada sekolah yang melanggar ketentuan dalam penerimaan siswa baru. Sesuai dengan tingkat berat pelanggaran yang dilakukan. “Kami harapkan dengan memberikan pemahaman lebih awal ini, tidak akan ada aksi pungli atau kekerasan kepada siswa baru dalam PPDB tahun ini,” pungkas Wenten. (kmb26)
Karangasem
Selasa Pon, 2 Juli 2019
11
Kejutan HUT Ke-379 Kota Amlapura
Bupati Mas Sumatri Hibur Rakyat Perankan Mantri dalam Pentas Seni Arja
TOKOH UTAMA - Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri tampil sebagai tokoh utama dalam Pentas Seni Arja pada penutupan pameran HUT ke-379 Kota Amlapura, Minggu (30/6) malam.
RIBUAN masyarakat Kabupaten Karangasem tumpah ruah menikmati malam penutupan pameran HUT ke-379 Kota Amlapura, Minggu (30/6) malam. Penutupan HUT kali ini sedikit berbeda dibanding sebelumnya. Bupati I Gusti Ayu Mas Sumatri tampil sebagai tokoh utama dalam Pentas Seni Arja. Bupati Mas Sumatri terjun langsung menghibur masyarakatnya. Ia tampak mahir memerankan lakon Pemimpin/Raja “Mantri Buduh” dalam pementasan arja bertemakan Asta Brata (Delapan Sifat Kepemimpinan dalam Agama Hindu). “Saya ditelepon mendadak oleh Ibu Bupati lima hari lalu. Saat itu, saya sedang cek kesehatan di Sanglah, tiba-tiba beliau minta saya melatihnya memainkan peran dalam pentas seni Arja demi menghibur masyarakat Karangasem,” tutur I Ketut Bawa yang melakoni peran Parekan Punta (Penasar). Bawa mengatakan, pertemuan dengan Bupati Mas Sumatri di panggung pentas ini bukan yang pertama. Bupati Mas Sumatri sempat menjadi anak didiknya saat masih menjalani masa Pendidikan Guru Agama Hindu (PGAH) tahun 1986. Sebelum menjadi orang nomor satu di Kabupaten Karangasem, Mas
Sumatri juga pernah menjajaki dunia pentas seni Arja sebagai Galuh Daa (Galuh Manis) di Sidemen. Maka tak heran peran sebagai Mantri kali ini mampu dikuasai Bupati Mas Sumatri hanya dalam dua kali pertemuan. “Sekali pertemuan waktunya satu jam. Jadi, bisa dikatakan beliau hanya berlatih selama dua jam sebelum pentas,” ujarnya. Disinggung mengenai peran Mantri Buduh, menurutnya, merupakan pilihan Bupati Mas Sumatri. Alasannya, jika memerankan Mantri dengan pakem dharma, pementasan akan tampak serius dan pesan dalam cerita sulit dipahami masyarakat awam. Bupati menginginkan agar terlukiskan dalam pementasan sosok pemimpin yang tidak fanatik dan menampilkan sosok merakyat. Sebagai Mantri Buduh, maka lakon yang dimainkan dapat menggunakan bahasa yang lebih ringan sehingga diharapkan pesan dalam pementasan lebih mudah dipahami oleh seluruh masyarakat. Pentas seni Arja, Bupati Mas Sumatri juga dibantu oleh I Komang Parwata yang kesehariannya sebagai pengajar di SD 1 Budakeling. Parwata memerankan laku Parekan Wijil. Bupati Mas Sumatri usai pentas mengingatkan kembali pesan yang ingin disampai-
kan dalam perannya. Asta Brata adalah sifat kepemimpinan yang ingin pemerintah terapkan dalam melayani masyarakat Karangasem. “Terima kasih atas dukungan masyarakat dan kepercayaan masyarakat pula. Saya berharap sifat tersebut bisa kita wujudkan bersama demi kemajuan dan kesejahteraan Bumi Lahar. Mari kita galakkan semangat manyama braya dalam membangun Karangasem yang bersih, cerdas, serta bermartabat berlandaskan Tri Hita Karana,” imbuhnya. Pesan lain yang ingin disampaikannya, generasi muda jangan mau kalah dengan yang sudah tua. Justru para pemudalah pada zaman milenial ini harus getol turut melestarikan kesenian dan budaya Bali seperti seni arja. “Kita harus bangga, tahun ini, HUT Kota disinkronkan dengan Festival JKPI. Kota Amlapura terpilih menjadi tuan rumah event nasional ini. Artinya, pemerintah bersama masyarakat harus bahu-membahu melestarikan pusaka budaya daerah sebagai aset dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah, sehingga PAD kita bisa semakin bertambah dari sektor pariwisata,” jelasnya. Malam penutupan juga dimeriahkan penampilan Padus Gita Suara Pemkab Karangasem yang membawa-
kan lagu Mars Karangasem, Sekar Tunjung dan Spirit of Bali serta penyerahan piagam kepada sponsor serta donatur HUT Kota Amlapura. Selain itu, diserahkan penghargaan kepada pemenang lomba kebersihan kantor, kebersihan lingkungan, kebersihan lingkungan sekolah, penjor hias, tata kelola kearsipan, memancing ikan air tawar Bupati Cup I, karnaval budaya dan potensi pembangunan, fotografi, piala bergilir Voli Bupati Karangasem Cup 2019, desa tingkat kabupaten, penghargaan kategori stan makanan dengan kunjungan terbanyak dan lomba stan pameran terbaik. Hiburan tari pendet oleh pegawai pria Perumda Tirta Tohlangkir PDAM Karangasem, musik band Lolot, pengundian kupon berhadiah 7 unit sepeda dayung, 2 unit sepeda motor, 1 unit sepeda motor Kaisar, 6 unit kulkas, 5 unit TV, 10 kompor, 10 kipas angin, 2 handphone androit, dan hadiah utama 1 unit mobil Ayla yang diperoleh Kadek Susila dari Ngis. Hadir dalam penutupan pameran HUT Kota Amlapura, Sekda Provinsi Bali, Wakil Bupati Karangasem beserta ibu, Ketua DPRD beserta ibu, Sekda Karangasem beserta ibu, Forkopimda dan kepala OPD lainnya. (ad39)
Tak Dapat Siswa Baru
SMK Nasional Kembali Batal Dibuka Amlapura (Bali Post) SMK Nasional Karangasem harus kembali batal dibuka tahun ini. Penyebabnya, tidak ada siswa baru yang mendaftar untuk masuk sekolah tersebut. Hal ini diungkapkan Kepala SMK Nasional Putu Arta Eriawan, Senin (1/7) kemarin. Menurut Arta Eriawan, sampai saat ini belum ada siswa yang mendaftar. Berdasarkan hasil pemetaan sementara, siswa tamatan SMP lebih banyak masuk ke sekolah negeri favorit. “Tahun ini bisa dipastikan kami tidak
merekrut siswa karena tidak ada yang mendaftar. Padahal rencananya, sekolah kembali dibuka setelah tutup beberapa tahun lalu akibat tak dapat siswa,” ujarnya. Ditambahkannya, jika SMK Nasional dibuka, dua jurusan disediakan bagi siswa baru yakni otomotof dan bangunan. Hanya, kedua jurusan ini belakangan kalah bersaing dengan jurusan pariwisata. Siswa kebanyakan memilih jalur pariwisata. “Kami sudah melakukan berbagai upaya agar dapat siswa mulai dari
sosialisasi ke SMP negeri dan swasta hingga promosi lewat brosur, tapi tetap saja tak ada yang mendaftar,’’ jelasnya. Sementara itu, Ketua MKKS SMK Karangasem I Wayan Artana mengatakan, SMK Nasional sulit mendapatkan siswa sejak tiga tahun lalu. “Saya selaku Ketua MKKS SMK terus mendorong supaya sekolah ini bisa merekrut siswa. Agar bisa mendapatkan siswa, harus ada motivasi. Kalau tidak begitu akan sulit,” papar Artana. (kmb41)
DAFTAR - Siswa dan orangtua siswa melakukan pendaftaran di SMAN 2 Amlapura.
Bali Post/kmb41
SMAN 2 Amlapura Dapat Kuota 360 Siswa Baru Amlapura (Bali Post) Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) melalui jalur zonasi di Kabupaten Karangasem berlangung hingga Rabu (3/7) besok. Khusus SMAN 2 Amlapura mendapatkan jatah 360 siswa baru tahun ini.
PRAKTIK – Peralatan praktik otomotif di SMK Nasional.
Bali Post/kmb41
Pasar Amlapura Barat Direnovasi Pedagang akan Direlokasi Amlapura (Bali Post) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Karangasem berencana merelokasi pedagang yang berjualan di Pasar Amlapura Barat lantaran pasar bakal direnovasi. Relokasi dilakukan pertengahan Juli mendatang. Plt. Kepala Disperindag Karangasem I Nengah Toya mengungkapkan, pihaknya akan merelokasi pedagang per 17 Juli. Sebelum melakukan
itu, pihaknya kembali mengadakan sosialisasi kepada pedagang. “Kami sosialisasi lagi. Kami sampaikan kepada pedagang soal rencana relokasi itu, sehingga semuanya siap dan tidak ada masalah lagi,” ujarnya di Amlapura, Senin (1/7) kemarin. Untuk menampung pedagang, pihaknya telah menyiapkan lokasi. Areal sementara untuk pedagang tersebut ada di belakang Pasar Amlapura Barat dan di sekitar Pasar
Subagan. “Jumlah pedagang yang bakal direlokasi mencapai 386 orang. Kami berikan kebebasan mereka memilih tempat karena ini sifatnya sementara,” jelas Toya. Sementara itu, salah seorang pedagang di Pasar Amlapura Barat, Nyoman Ripa, mengaku siap direlokasi. “Saya sudah siap pindah. Ke mana pun dipindah sementara, saya siap. Ini juga demi kebaikan kita bersama agar pasar tertata lebih bagus,” katanya. (kmb41)
Bali Post/kmb41
RELOKASI - Pedagang di Pasar Amlapura Barat bakal direlokasi menyusul direnovasinya pasar tersebut.
Kepala SMAN 2 Amlapura I Nengah Miyasa, Senin (1/7) kemarin mengungkapkan, proses pendaftaran siswa baru khusus jalur zonasi sudah berlangsung sejak 28 Juni lalu. Sampai sekarang, proses pendaftaran masih berlangsung. “Pendaftaran terakhir tanggal 3 Juli. Pendaftaran berjalan lancar. Kami tinggal melakukan input data dan verifikasi data siswa yang telah mendaftar karena proses pendaftaran secara online,” ujarnya.
Tahun ini, SMAN 2 Amlapura mendapatkan kuota 10 rombongan belajar (rombel) atau 360 siswa melalui semua jalur mulai prestasi, perpindahan orangtua, hingga zonasi. Masing-masing rombel berisi 36 siswa. “Untuk proses PPDB sudah langsung di-ranking di sistem yang ada di Provinsi Bali. Di sana diurut berdasarkan jaraknya, di luar jalur prestasi dan perpindahan orangtua,” jelas Miyasa. Disinggung kemungkinan
adanya siswa jalur zonasi yang tidak tertampung di SMAN 2 Amlapura, ia tidak berani memastikan ke mana mereka bakal bersekolah. Pihaknya hanya sebagai penerima jatah yang diberikan dari hasil seleksi PPDB Provinsi Bali. ‘’Kami tidak bisa mengarahkan ke mana mereka harus bersekolah. Tergantung mereka mau sekolah ke mana. Pengumumannya bakal dilakukan serentak pada 5 Juli,” tambahnya.
Salah seorang warga Abang, Kardiasih, menyatakan, keponakannya sudah mendaftar ke SMAN 2 Amlapura sebagai sekolah terdekat. Sesuai jalur zonasi, keponakannya memang harus mendaftar ke SMAN 2 Amlapura. Sebab, di Abang tidak ada SMA negeri. Pendaftaran secara online dilakukan Jumat (28/6) lalu. Oleh karena hari pertama, siswa yang mendaftar ramai sekali. ‘’Saya menunggu pengumuman pasti tanggal 5 Juli. Saya hanya bisa berdoa, semoga keponakan saya lolos dan diterima di SMAN 2 Amlapura,” ungkapnya. (kmb41)
Nelayan Terombang-ambing di Laut Lima Jam
Amlapura (Bali Post) Akibat mengalami mati mesin, jukung nelayan milik I Ketut Matal (42) terombang-ambing selama lima jam di tengah laut perairan wilayah Bugbug, Karangasem, Senin (1/7) kemarin. Korban ditemukan dalam kondisi selamat oleh tim gabungan Basarnas, BPBD, Polair Polres Karangasem, Bakamla, dan Bawista. Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem I Gusti Ngurah Eka mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi adanya nelayan yang belum datang dari melaut dari masyarakat dan Bakamla. Korban turun melaut untuk mencari ikan mulai pukul 04.00 Wita. Biasanya sekitar pukul 08.00 atau 09.00 Matal sudah kembali ke darat. Oleh karena tidak datang pada waktunya, rekannya sesama nelayan kemudian melaporkan kejadian ini ke Bakamla. Selanjutnya, Bakamla meneruskan laporan ke Basarnas. “Menerima laporan tersebut, tim kami langsung terjun ke Pantai Bugbug bekerja sama dengan petugas BPBD, Polair Polres Karangasem, dan Bawista untuk melakukan proses pencarian korban ke tengah laut,” ujar Ngurah Eka. Proses pencarian dilakukan mulai pukul 11.00. Korban berhasil ditemukan oleh tim gabungan di tengah laut bersama jukungnya. Oleh karena perahunya mengalami mati mesin, korban tidak bisa kembali ke pesisir. “Korban ditemukan dalam keadaan selamat setelah terombang-ambing di tengah laut sekitar lima jam. Mesin jukungnya mati pukul 07.00 Wita. Setelah dievakuasi dari jukungnya, korban langsung dibawa ke darat menuju Pantai Seraya Tengah,” jelas Ngurah Eka. (kmb41)
Bali Post/kmb41
EVAKUASI - Petugas Basarnas mengevakuasi nelayan yang terombang-ambing di tengah laut.
KLUNGKUNG
12
Selasa Pon, 2 Juli 2019
Hari Pertama Pemberlakuan Retribusi di Nusa Penida
Jumlah Terbatas, Tukang Pungut Kewalahan Semarapura (Bali Post) Pengenaan retribusi untuk kunjungan wisatawan ke Nusa Penida, telah diberlakukan sejak 1 Juli kemarin. Namun, hari pertama penerapan perda retribusi tersebut, petugas di lapangan cukup kewalahan, karena keterbatasan tukang pungut di lapangan. Melihat tingginya potensi pariwisata Nusa Penida, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta optimis, target retribusi ini sebesar Rp 18 Miliar selama setahun, bisa tercapai. Pada hari pertama pelaksanaan pemungutan retribusi, hingga pukul 17.30 Wita, total sudah terkumpul Rp 52,7 juta dari empat titik pos pemungutan.
PUNGUTAN - Petugas pungut saat bertugas melakukan pungutan di lapangan terhadap wisatawan di Nusa Penida. Jumlah yang masih terbatas membuat tukang pungut kewalahan.
Kegiatan Fisik Baru Tercapai 45 Persen Wabup Ingatkan Tingkatkan Kinerja Semarapura (Bali Post) Capaian kegiatan fisik yang sudah memasuki pertengahan tahun menjadi sorotan Wakil Bupati Klungkung Made Kasta. Sejauh ini kegiatan fisik baru mencapai 45,25 persen dan APBD baru terserap 21,74 persen. Melihat hasil berdasarkan laporan pada bulan Mei 2019 itu, Wabup Kasta mengingatkan untuk segera meningkatkan kembali kinerja dan profesionalismenya bersama jajaran masing-masing. Sehingga proyek fisik berjalan lancar, efektif dan efisien. Demikian ditegaskan Wabup Kasta saat memimpin apel paripurna di Lapangan Puputan Klungkung, Senin (1/7) kemarin. Wabup Kasta merasa perlu menggarisbawahi capaian kinerja fisik ini, agar menjadi perhatian bersama. Jangan sampai proyek fisik yang sudah terencana dengan baik, hasilnya tidak sesuai harapan bersama. Selain soal rendahnya capaian
kinerja fisik, Wabup Kasta juga menyoroti sejumlah isu strategis di bidang pelayanan publik. Pihaknya menegaskan bahwa ini sangat perlu ditingkatkan kembali. Utamanya pada sektor pelayanan perizinan, kesehatan, pendidikan, transportasi serta sektor lainnya. Ada pula mengenai permasalahan penanganan sampah, utamanya sampah plastik sebagai tindak lanjut amanat Pergub Nomor 97 tahun 2018. Seluruh OPD/kantor/bagian, camat, lurah, perbekel dan sekolah-sekolah dari tingkat TK hingga SMA/SMK se-Kabupaten Klungkung berkewajiban melakukan pengurangan sampah plastik. “Kami juga ingatkan kembali agar semua juga memilah sampah antara sampah organik dan anorganik, untuk mendukung program Gubernur Bali,” katanya. Demikian pula dalam rangka menjaga tingkat inflasi daerah, Wabup Kasta
berharap kepada instansi terkait, untuk bersinergi dalam mengantisipasinya. Semua didorong berperan aktif, bekerja sama sehingga tidak terjadi inflasi maupun deflasi. Khusus kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Wabup Kasta meminta supaya mendorong masyarakat ikut serta dalam penyelenggaraan ketahanan pangan dan mewujudkan ketahanan serta keamanan pangan dari zat yang berbahaya. Pada kesempatan itu, juga diserahkan penghargaan kepada lima orang ASN yang akan berakhir masa dinasnya. Di antaranya kepada SN. Micaryasa, guru SMPN 2 Dawan, Ni Wayan Rumini, guru di SDN Semarapura Tengah, Ni Wayan Joni, S.Pd., guru SMPN 2 Semarapura, Ayu Ketut Mertha A.Ma.Pd., SDN 3 Semarapura Klod, dan A.A. Gede Suta Kusuma, S.H. dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja. (kmb31)
Pemutihan Piutang Pengungsi Gunung Agung
Atas Nama Kemanusiaan Jajaran RSUD Diminta Rela Berkorban Pembayaran tagihan penanganan pengungsi Gunung Agung di RSUD Klungkung terus terkatung-katung. Berbagai upaya sudah dilakukan guna pelunasan piutang yang mencapai Rp 1,6 miliar tersebut. Namun semuanya nyaris sia-sia. Pemkab Karangasem yang disebut harus membayarkan tagihan tersebut hingga kini hanya tak jelas sikapnya. Pemkab Klungkung segera mengambil kebijakan pemutihan piutang. Tetapi kebijakan ini jelas akan menimbulkan dampak. Keputusan bulat dengan jalan penghapusan Piutang di neraca keuangan RSUD Klungkung atau yang dikenal dengan istilah pemutihan untuk menuntasan polemik piutang penanganan pengungsi Gunung Agung dipastikan diambil. Dampak pemutihan itu, akan menghilangkan hak jasa pelayanan (jaspel), yang seharusnya diterima dokter, perawat dan para dokter. Oleh karena itu, Bupati Klungkung Nyoman Suwirta meminta jaspel tersebut direlakan, demi menuntaskan misi kemanusiaan saat menangani para pengungsi Gunung Agung tahun 2017 silam. Hal itu kembali ditegaskan Bupati Suwirta saat datang langsung ke RSUD Klungkung, untuk meresmikan Gedung IBS (Instalasi Bedah Sentral), Senin (1/7) kemarin. Bupati Suwirta menegaskan harus ada komitmen dari semua pihak, baik itu dari direktur, para dokter maupun tena-
ga teknis untuk bersama-sama membantu dan meringankan beban masyarakat Karangasem. “Ikhlaskan jaspel itu dan tidak meminta piutang terhadap saudara kita saat erupsi Gunung Agung. Jangan sampai niat baik kita selama ini, jadi hilang karena terusmenerus menagih utang,” kata Bupati Suwirta. Kebijakan untuk melakukan pemutihan, dikatakan sudah menjadi keputusan bulat. Jadi, saat ini Sekda Klungkung Gede Putu Winastra sedang mengkaji kembali, untuk mempersiapkan draf dan dasar-dasar regulasinya, sehingga keputusan ini bisa segera direalisasikan untuk mengakhiri polemik piutang pengungsi Gunung Agung, yang terus tidak dibayarkan oleh Pemkab Karangasem, sejak tahun 2017. “Murni kebijakan pemutihan ini kami ambil, atas dasar kemanusiaan. Dalam situasi bencana, maka sudah
PEMUTIHAN PIUTANG - Bupati Suwirta saat menjelaskan perihal penanganan piutang RSUD Klungkung, agar segera diputihkan.
sewajarnya kita saling membantu,” tegasnya. Direktur RSUD Klungkung dr. I Nyoman Kesuma mengungkapkan, kebijakan pemutihan tersebut tentu bisa dilakukan sepanjang telah memenuhi prosedurprosedur regulasi. Mulai dari penagihan yang tidak kunjung dibayarkan, kemudian adanya pernyataan tidak mampu membayar secara resmi oleh Pemkab Karangasem, atau piutang tersebut tidak kunjung dibayarkan lebih dari tiga tahun, sehingga dinyatakan kedaluwarsa. RSUD Klungkung sebelumnya sudah melakukan penagihan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hanya saja dari total Rp 1,6 miliar piutang yang ada, hanya sebesar Rp 78 juta yang bisa dibayarkan menggunakan Dana Siap Pakai (DSP) dari BNPB. Sebab, penggunaan DSP dan BNPB itu hanya bisa dipakai pada saat tanggap darurat. “Komunikasi terakhir dengan Pemkab Karangasem, katanya mereka akan membuat surat pernyataan tidak mampu bayar, kalau ada surat resmi dari Pemkab Klungkung, bahwa akan segera diambil tindakan pemutihan. Sehingga Bapak Sekda sudah menyiapkan dasar-dasar regulasinya,” kata dr. Kesuma. Selain itu, dr. Kesuma menyampaikan ada opsi pengembalian dana piutang itu, melalui BKK dari Pemkab Karangasem kepada Pemkab Klungkung. Namun, sesuai dengan sikap awal, bahwa Pemkab Klungkung lebih kepada kebijakan pemutihan, pihaknya mendukung sepenuhnya sikap Bupati Suwirta. (kmb31)
Bupati Suwirta menerangkan, ada sebanyak 11 titik pelabuhan, menuju kepulauan Nusa Penida. Namun, baru empat titik yang dimanfaatkan sebagai titik melakukan pungutan retribusi, yakni Pos di Banjar Nyuh 1, Banjar Nyuh 2, Balai Desa Jungut Batu dan Pos Tanjung Sang Hyang Lembongan. Pada hari pertama kemarin, terlihat antrean terus mengular di setiap pos pungutan. Petugas kewalahan, karena membludaknya wisatawan. “Sekarang baru ada 12 petugas untuk empat pos ini. Tentu kekurangan-
kekurangan yang ada, akan terus kami evaluasi,” kata Bupati Suwirta. Menurutnya, idealnya seluruh titik pelabuhan disiagakan petugas pungut retribusi. Sehingga, total semestinya ada 33 petugas pungut, dimana di setiap pos masing-masing ada tiga orang petugas. Terkait panjangnya antrean di lokasi pungutan, karena menggunakan sistem manual, ini juga akan terus dievaluasi untuk disempurnakan lagi. Melihat permasalahan tersebut, sejumlah speed boat, akhirnya membuka diri untuk membantu sistem
pemungutan langsung dari boat-nya. Sehingga, tidak perlu antre lama di titik-titik lokasi pemungutan. “Saat bertatap muka dengan para pengusaha speed boat sebelumnya, kerja sama sistem pemungutan langsung di sana, sempat ditolak. Tetapi, setelah hari pertama penerapan perda, mereka akhirnya membuka diri. Bahkan, sudah ada satu pengusaha speed boat yang bersedia bekerja sama,” tegasnya. Bupati Suwirta berharap semua pihak ikut membantu memperlancar pelaksanaan pemungutan ini di lapangan.
Sehingga, potensi pendapatan dari retribusi pariwisata dapat tergarap dengan maksimal. Baik terhadap OPD terkait, seperti dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, aparat desa maupun pengelola speed boatnya. Ini demi penyempurnaan sistem pemungutan retribusi di lapangan, sehingga terus memberi kesan positif bagi pariwisata Nusa Penida. Seperti diberitakan sebelumnya, terhitung mulai Senin, 1 Juli 2019 hari ini, semua wisatawan yang berkunjung ke Nusa Penida akan dikenakan pungutan retribusi. Pengenaan retribusi ini menunjuk Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perubahan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga. Adapun besaran retribusi yang akan dikenakan kepada wisatawan, masing-masing Rp 25.000/ orang dewasa dan Rp 15.000/ anak-anak. (kmb31)
Tingkatkan Pelayanan RSUD Klungkung
Bupati Suwirta ”Launching” Gedung IBS Geni Astu PEMERINTAH Kabupaten Klungkung menunjukkan komitmennya bisa mewujudkan pelayanan prima di RSUD Klungkung. Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta didampingi Direktur RSUD Klungkung dr. I Nyoman Kesuma melaunching Gedung Geni Astu Layanan Hemodialisa dan Instalasi Bedah Sentral (IBS) di RSUD Klungkung, Senin (1/7) kemarin. Ini demi terlayaninya masyarakat secara optimal dan untuk menekan angka rujukan serta memperpendek waktu tunggu operasi di RSUD Kabupaten Klungkung. Pembangunan Gedung IBS berlantai 3 ini sudah rampung dan diresmikan untuk memenuhi kebutuhan fasilitas ruang operasi yang sangat vital dan sangat dibutuhkan masyarakat Klungkung dan sekitarnya. Gedung IBS dibangun dengan biaya Rp 20 miliar dari APBD Klungkung 2018 serta ditambah alat-alat kesehatan melalui DAK 2018. Bupati Suwirta berharap adanya Gedung IBS ini memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat yang mengalami operasi. Sehingga pasien yang melakukan operasi di RS ini tidak terlalu lama menunggu. Bupati Suwirta juga meminta kepada manajemen rumah sakit bisa meningkatkan SDM, memberikan pelayanan terbaik, memelihara dan merawat gedung ini dengan baik. “Mari kita buat pelayanan ini menjadi tambah baik dan tambah bagus. Semoga dengan gedung baru serta peralatan yang memadai dan SDM yang berkompeten, pe-
layanan RSUD semakin baik. Sehingga RSUD Klungkung ini menjadi pilihan utama,” ujar Bupati Suwirta. Pihaknya juga menekankan terkait kerja sama dengan rumah sakit swasta, agar semua rumah sakit swasta yang tipe C di Kabupaten Klungkung melakukan MoU dengan RSUD Klungkung. Sehingga rujukan dari tipe C ke B langsung ke RSUD Klungkung yang sudah tipe B. “MoU ini akan segera kita buat, mudah-mudahan nanti rumah sakit tipe C yang ada
di Kabupaten Klungkung segera merespons apa yang saya sampaikan,” harap Bupati Suwirta. Sementara itu, Direktur RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma mengatakan, pembangunan gedung IBS sangat penting dan sangat dibutuhkan dalam usaha mengoptimalkan pelayanan operasi pasien di RSUD Kabupaten Klungkung. Di lantai 1 Gedung IBS ini digunakan untuk ruang terapi cuci darah, lantai 2 untuk pasien praoperasi,
dan lantai 3 ada lima ruang operasi. “Dengan lima ruang operasi baru ini agar dapat mengurangi lama waktu tunggu operasi dan mengurangi rujukan untuk operasi. Hari ini ruang operasi sudah bisa digunakan bahkan sudah ada pasien yang dioperasi dari pagi,” ujar Nyoman Kesuma. Peresmian gedung ini ditandai dengan pemotongan pita dan memantau kembali kesiapan serta mengecek perlengkapan alat-alatnya. (ad40)
GEDUNG IBS - Bupati Klungkung melakukan penandatanganan prasasti Gedung IBS RSUD Klungkung saat meresmikannya, Senin (1/7) kemarin.
BALI GLOBAL CLASSIFIED ADS
Selasa Pon, 2 Juli 2019
13
IKLAN MINI - IKLAN PELUANG EMAS
Sarana promosi, mempertahankan, memperluas pasar serta meningkatkan citra perusahaan, Paling efektif, mini biaya, maksimal hasilnya � Tarif iklan Mini/Baris
: Minggu s/d Jumat : Rp 49.500,- per baris, Sabtu : Rp 64.350,- per baris (30 character), minimum 2 baris, maksimum 10 baris (bayar dimuka), Adlibs Radio Global/Genta/Besakih Rp 50.000 (3 x siar) � Iklan Peluang Emas : Rp 795.000,- maksimum ukuran 1 kolom X 3 cm, 10 kali muat/bulan (bayar dimuka) tidak termasuk iklan lowongan/dijual/dikontrakkan rumah, tanah, ruko, mobil, dll. Tarif khusus 71 tahun Bali Post. Iklan mendesak untuk dimuat besok, diterima sampai pukul : 18.00 Wita � Materi iklan diserahkan berupa file dalam bentuk CD/Flashdisk dengan format: Coreldraw, Photoshop atau Iklan Anda di desain langsung di bagian iklan Bali Post, GRATIS! � BCA 040 - 2784847 A/n. PT Bali Post, BRI Denpasar 00170 - 1000320300 PT Bali Post
JOB VACANCY LOWONGAN KERJA
Dcr Therapist wnt berpglmn/tdk Gj. pokok+Kms Hub 0811399109 B.BP.154.07.19.0000023
Butuh Tenaga Marketing utk pemasaran Toys/Gifts(Bali) pnglm diutmkn.Pny SIM A.SPG cow/cew tamatan SMU.Gaji+Bonus menjanjikan.Lmrn Via WA 0817388102
Dicari PRT tinggal luar 2,5jt RenonDpsSMS/WA081558074104
B.BP.031.07.19.0000020
B.BP.004.07.19.0000019
Dcr PRT Wnt Tgl dlm Gaji 2 Jt Jujur Serius Telp.087762800029 B.BP.001.06.19.0000820
Dicari Admin,SMK Akuntansi, Hub.085100096700/(0361)9073667 B.BP.001.07.19.0000007
Dicari Pegawai untuk Minimart Max.22 th Telp/WA:08123830040 B.BP.001.06.19.0000794
SERVICE
BIRO JASA
DIJUAL RUMAH
BIRO JASA
Dibuthkan Segera Admin & Sales PT.Unirama Duta Niaga, Jl.ByPas Ngurah Rai 88 Suwung Kauh Dps Telp.(0361)722500/08113283668
B.BP.001.07.19.0000005
Dicari Sopir Pariwisata Hubungi: 081237693980 B.BP.001.07.19.0000011
Dicari Markom pengalaman tidak diutamakan. Kirim CV ke iklanbp@yahoo.co.id telp. 081 802 411 818 G.01
PRT bs naik mtr tgl dlm+ Sopir Srbtn bs matic Hub.087861335508
The Plaza Karaoke & LoungeLombok Butuh cepat: Ass.Manager.Lamaran dikirim ke email:ignoscar@ gmail.com&budih_2014@yahoo.com
B.BP.004.07.19.0000028
B.BP.031.06.19.0000777
Dicari Sopir Serabutan Hub.085100035003 Denpasar B.BP.001.07.19.0000010
Restaurant in Seminyak looking for staf bakery pr 0361 732567 B.BP.154.07.19.0000024
SM,Plaks,Drafter,Adm,Acct&Log. cvnusamandiribali@gmail.com B.BP.001.06.19.0000819
DIJUAL MOBIL ISUZU
Panther LS’05 DK Low KM+Kijang LGX Disel’01 AsDK 087862547783
B.BP.001.07.19.0000022
Informasi pasang iklan Telepon � Denpasar : (0361) 225764 (hunting) WA. 081802411818 e-mail:iklanbp@yahoo.co.id, iklan@balipost.co.id
DIJUAL MOBIL
PROPERTY
MERCEDEZ
DIJUAL TANAH
Dilelang Mercedes Benz C200K AVG AT.Hub:089619874461
Dijual Tnh Komersial Jl.Utama Hotmix 8M .Dkt Tol Nusa Dua LT 4A.LD:22M.595jt/A.087761724888
B.BP.001.06.19.0000749
TOYOTA
Jual Toyota Alphard th 2010 Hitam Hub.087861335508 B.BP.004.07.19.0000026
T.Yaris Heyker 17 CVT,Pth,Low KM,Tgn1,235JtNg.H:08123951734
B.BP.001.07.19.0000004
B.BP.004.06.19.0000688
Tnh 108 Are Ds.Bukian-Payangan viewsungai 75Jt/A 085100888359 B.BP.001.07.19.0000027
Tnh Pth Nambi, pgr jln aspal 4m 2,35A 600Jt globl 087861335508 B.BP.004.07.19.0000029
BANGLI
14
Selasa Pon, 2 Juli 2019
Rumah Terbakar, Kerugian Capai Setengah Miliar Bangli (Bali Post) – Warga di Banjar Penaga Metra, Desa Yangapi, Tembuku, Senin (1/7) kemarin dikejutkan dengan kebakaran yang melanda rumah I Nengah Darmayasa. Kebakaran yang menghanguskan dua unit bangunan itu diduga dipicu korsleting listrik dari dalam kamar suci rumah korban. Peristiwa kebakaran yang terjadi sekitar pukul 04.00 Wita itu pertamakali diketahui korban. Saat itu korban terbangun karena mendengar API - Petugas Damkar membantu upaya pemadaman api yang melalap bangunan rumah milik I Nengah Darmayasa di Banjar Penaga Metra, Desa Yangapi, Senin (1/7) dini hari.
suara ledakan yang muncul dari kamar suci miliknya. Ketika dicek, korban mendapati api berkobar cukup besar di pojok timur laut rumahnya. Seketika korban dan dua anggota keluarganya berteriak meminta pertolongan warga. Namun, kobaran api rupanya semakin membesar dan melalap satu unit bangunan rumah yang ada di sisi utara hingga ludes. Bangunan itu terdiri dari satu kamar tidur, satu kamar suci dan satu kamar tamu. Selang beberapa menit, api dengan cepat merembet ke bangunan lain yang ada di sebelah barat. Saksi yang semakin panik kemudian meminta seseorang untuk menghubungi pemadam kebakaran. Kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan oleh warga dibantu petugas pemadam kebakaran beberapa jam kemudian.
Kasubag Humas Polres Bangli AKP Sulhadi siang kemarin mengatakan, peristiwa kebakaran tersebut kini telah ditangani Polsek Tembuku. Diperkirakan, api yang membakar rumah tersebut dipicu korsleting listrik dari dalam kamar suci korban. “Karena dari keterangan korban bahwa dari pagi tidak ada melaksanakan persembahyangan di tempat suci,” terangnya. Lanjut dikatakan Sulhadi, tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut. Namun demikian, kejadian itu mengakibatkan korban mengalami kerugian cukup besar hingga setengah miliar rupiah. “Aggota opsnal Polsek Tembuku saat ini masih mencari informasi terkait kasus kebakaran rumah tersebut. Sementara dari TKP diperkirakan api berasal dari korsleting listrik,” pungkasnya. (kmb40)
Banyak Siswa Daftar ke SMPN 1 Kintamani
Kuota SMPN 5 Kintamani Tak Terpenuhi Bangli (Bali Post) – Sistem zonasi yang diterapkan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) di Kabupaten Bangli tahun ini diduga banyak dilanggar calon siswa. Siswa dari Banjar Gelagahlinggah Kintamani yang semestinya mendaftar ke SMPN 5 Kintamani sesuai zonasinya, justru mendaftar ke SMPN 1 Kintamani. Hal ini berdampak pada tidak terpenuhinya kuota siswa baru di SMPN 5 Kintamani. Kepala SMPN 5 Kintamani Wayan Sadia dikonfirmasi, Senin (1/7) kemarin, mengakui hal itu. Ia mengungkapkan, sesuai zonasi yang telah ditetapkan Pemkab Bangli ada beberapa desa yang masuk dalam wilayah zonasi SMPN 5 Kintamani. Desa tersebut yakni Desa Manikliyu, Lembehan, Langgahan, Bunutin, Bayung Cerik, Ulian dan Banjar Gelagahlinggah Desa Kintamani.
Namun kenyataannya, dalam masa pendaftaran PPDB, seluruh siswa lulusan SD di Banjar Gelagahlinggah justru mendaftar ke SMPN 1 Kintamani. Pihaknya pun mempertanyakan kenapa hal tersebut bisa dibiarkan terjadi. Padahal Pemkab sudah membuatkan peta zonasi masing-masing sekolah. Menurut Sadia, jika memang siswa tersebut mendaftar ke SMPN
1 Kintamani menggunakan jalur prestasi, itu sah-sah saja. Sebab sesuai ketentuan, jalur prestasi dibuka untuk siswa dengan kuota 15 persen. “Kalau masuknya pakai jalur prestasi tidak masalah. Karena memang ada ketentuan penerimaan melalui jalur prestasi dengan kuota 15 persen. Tapi menurut saya tidak mungkin semua siswa di Gelagahlinggah masuk pakai jalur prestasi. Paling yang bisa masuk 1, 2, 3 orang,” terangnya. Sadia mengatakan akibat dari dilanggarnya sistem zonasi tersebut, kuota siswa baru yang dibuka SMPN 5 Kintamani menjadi tak terpenuhi. Dari daya tampung 128 orang, sekolah yang berlokasi di Desa Manikliyu itu kini hanya mendapat 80 orang siswa baru. “Saya berharap agar
sistem zonasi diberlakukan dan dikawal dengan baik. Jangan sampai sistem zonasi dibuat tapi tidak ada komitmen untuk menjalankannya,” harapnya. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Disdikpora Kabupaten Bangli Nyoman Suteja mengatakan, dalam penerapan sistem zonasi, sekolah menjadi titik koordinat. Mengenai adanya siswa di Banjar Gelagahlinggah yang mendaftar ke sekolah di luar zona, Suteja mengaku belum bisa menjawab apakah secara topogeografis Gelagahlinggah lebih dekat ke SMPN 1 Kintamani atau SMPN 5 Kintamani. “Hal seperti ini kita sudah bahas dalam rembuk kepsek SMP di SMP 5 Bangli tempo hari,” tandasnya. Kepala SMPN 1 Kintamani Wayan
Ariana tak menampik bahwa siswa dari Banjar Gelagahlinggah mendaftar ke SMPN 1 Kintamani. Menurutnya, hal itu sudah sesuai dengan zonasi. Ia menyebut, adapun wilayah yang ditetapkan masuk zonasi SMPN 1 Kintamani yakni Desa Kintamani, Batur Selatan, Batur Tengah dan Batur Utara. Sementara Banjar Gelagahlinggah merupakan bagian dari Desa Kintamani. “Jadi tidak ada alasan kami menolak mereka. Karena wilayah yang masuk zonasi SMPN 1 Kintamani salah satunya Desa Kintamani. Banjar Gelagahlinggah sendiri bagian dari Desa Kintamani. Kami sudah cek KK-nya memang benar mereka yang mendaftar dari Desa Kintamani,” terang Ariana. (kmb40)
Stok Blangko E-KTP Menipis
HASIL KARYA - Siswa Jurusan Kriya Kayu SMKN 2 Bangli menunjukkan hasil karyanya.
Minim Peminat, Jurusan Kriya Kayu SMKN 2 Bangli Baru Dapat Tujuh Siswa Bangli (Bali Post) – Minat siswa menempuh pendidikan di Jurusan Kriya Kayu SMKN 2 Bangli sangat minim. Hingga hari kelima penerimaan peserta didik baru (PPDB,) Senin (1/7) kemarin, jumlah siswa yang mendaftar ke jurusan tersebut hanya 7 orang. Kepala SMKN 2 Bangli I Wayan Suparta dikonfirmasi siang kemarin mengatakan, jika dibandingkan dengan jurusan lainnya yang dibuka sekolahnya, Jurusan Kriya Kayu paling minim peminat. Hingga kemarin jurusan tersebut baru mendapat 7 orang siswa. Sementara jurusan lainnya seperti Tata Boga, Usaha Perjalanan Wisata maupun jurusan Perhotelan, kuota siswanya sudah terpenuhi seratus persen. Menurutnya minimnya siswa yang memilih jurusan tersebut karena memang hanya sedikit yang memiliki minat dan bakat pada bidang Kriya kayu. Dikatakan Suparta, pada tahun ini pihaknya hanya mentarget mendapat siswa jurusan Kriya Kayu sebanyak 15 orang. Karena tergolong minim peminat, jika ada siswa yang mendaftar ke jurusan tersebut pihaknya akan langsung menerimanya. Pihaknya juga menggratiskan sumbangan komite bagi siswa Jurusan Kriya Kayu. “Ini sudah kami lakukan sejak tahun lalu. Pada tahun lalu, jumlah siswa yang masuk Jurusan Kriya Kayu mencapai 23 siswa,” ujarnya. Dikatakan Suparta, dalam PPDB tahun ini yang menggunakan sistem online, pihaknya tidak mencantumkan Jurusan Kriya Kayu. Meskipun sekolah yang dipimpinnya itu masih membuka jurusan tersebut. Alasannya karena selama ini Bangli menjadi satu-satunya kabupaten, yang kuota SMA
dan SMK-nya melebihi tamatan SMP yang ada. “Logikanya kan tidak mungkin ada anak yang tidak mendapatkan sekolah. Namun di akhir-akhir PPDB ternyata selalu ada anak yang belum mendapatkan sekolah. Setelah ditelusuri, penyebabnya beberapa kompetensi keahlian yang sepi peminat di sejumlah SMK, dibuatkan kuota maksimal. Misalnya, di Jurusan Kriya Kayu, dibuatkan 36 sedangkan terisi hanya 10 orang, atau lima orang. Atau
di SMK 4 Bangli, Jurusan Pedalangan dibuatkan kuota 25 tapi terisi 1 orang. Itulah yang menyumbang banyak,” terangnya. Karena alasan itu, pihaknya di SMKN 2 Bangli memutuskan tidak mencantumkan Kriya Kayu dalam pendaftaran sistem online, lantaran tidak ada jurusan lainnya yang bisa dikurangi kuotanya. “Tapi kalau seandainya ada siswa yang mendaftar langsung kami terima,” kata Suparta. (kmb40)
Bangli (Bali Post) – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bangli selama beberapa hari ke depan belum bisa melayani pencetakan eKTP. Hal ini lantaran stok blangko e-KTP sudah hampir habis. Kepala Disdukcapil Kabupaten Bangli Nyoman Sumantra, Senin (1/7) kemarin mengatakan, terakhir kali pihaknya menerima pasokan blangko E-KTP dari pusat pada bulan Juni lalu sebanyak 500 keping. Per Senin kemarin, stok blangko e-KTP yang tersisa hanya tinggal 72 keping. Menipisnya stok blangko e-KTP saat ini, ungkap Sumantra, tidak hanya terjadi di Kabupaten Bangli. Namun juga kabupaten lainnya di Bali. Terkait menipisnya stok blangko e-KTP saat ini, pihaknya sudah menyampaikannya ke pemprov agar difasilitasi pengambilannya. Sesuai hasil koordinasi, pihak provinsi saat ini sudah siap-siap berangkat ke pusat. Diperkirakan Senin mendatang blangko e-KTP untuk Bangli sudah bisa diambil pihak Disdukcapil Bangli. “Pemerintah Provinsi sebagai perpanjangan tangan dari pusat yang akan membantu mengambilkan. Kita di sini tinggal menunggu kapan datangnya,”
terangnya. Dijelaskan Sumantra, selama ini data antara jumlah e-KTP yang dicetak setiap harinya dengan jumlah warga yang melakukan perekaman kerap tidak linier. Pihaknya terkadang lebih banyak melakukan pencetakan e-KTP dibandingkan perekaman dalam sehari. Ia mencontohkan seperti pada tanggal 31 Mei lalu, terdapat 8 warga yang melakukan rekaman dalam sehari, namun pencetakan e-KTP bisa dilakukan sebanyak 86 keping. “Banyaknya pencetakan dibandingkan dengan perekaman tersebut terjadi karena banyak warga yang melakukan perubahan elemen data kependudukan. Seperti perubahan status, dari yang belum kawin menjadi sudah kawin, perubahan nama, perubahan alamat, dan sebagainya,” jelasnya. Selain perubahan status, penyebab blangko cepat habis karena adanya pergantian KTP akibat rusak atau hilang. Meski stok blangko e-KTP kini sudah menipis, pejabat asal Desa Siakin, Kintamani ini tetap mengimbau masyarakat yang belum memiliki e-KTP untuk segera melakukan perekaman. Kepada warga yang membutuhkan e-KTP mendesak, nantinya pihaknya akan
“Banyaknya pencetakan dibandingkan dengan perekaman e-KTP terjadi karena banyak warga yang melakukan perubahan elemen data kependudukan. Seperti perubahan status, dari yang belum kawin menjadi sudah kawin, perubahan nama, perubahan alamat, dan sebagainya.” memberikan surat keterangan (suket) pengganti e-KTP. Sejak menipisnya stok blangko dari
tangal 10 Juni lalu, total Suket yang sudah dikeluarkan sebanyak 39 lembar. (kmb40)
Selasa Pon, 2 Juli 2019
OLAHRAGA Kejurnas Piala Kapolda
Copa America 2019
Messi Punya Rekor Buruk Kontra Brazil Minas Gerais – Lionel Messi menjadi harapan terbesar Timnas Argentina pada semifinal Copa America 2019 kontra Brazil. Namun, pemain terbaik dunia lima kali itu memiliki rekor buruk jika berhadapan dengan tuan rumah.
Argentina memperebutkan tiket final C o p a America 2019 melawan Brazil di Estadio Mineirao, Belo Horizonte, Rabu (3/7) pagi. Sejauh ini performa kedua tim sama-sama belum meyakinkan. Argentina membutuhkan kemenangan atas Qatar pada laga terakhir grup untuk memastikan tiket ke babak gugur. Sementara Brazil mesti melewati adu penalti sebelum menyingkirkan Paraguay di perempatfinal Copa America 2019. Di tengah tanda tanya tersebut, La Albiceleste berharap Messi tampil cemerlang dalam upaya mengakhiri paceklik gelar pada pentas internasional. Masalahnya, bintang Barcelona itu kerap melempem saat menghadapi Brazil. Lionel Messi hanya meraih tiga kemenangan dan tumbang lima kali dalam sembilan pertemuan, sisanya imbang. Dengan persentase kemenangan 37 persen, Messi terbilang hanya sekali cemerlang melawan Brazil. Dia melakukannya ketika membukukan hattrick untuk membawa Argentina berjaya 4-3 pada uji coba, Juni 2012. Meski kontribusi Messi untuk Argentina di ajang Copa America 2019 masih minim, eks pemain timnas Brazil Rivaldo mengingatkan Philippe Coutinho cs. agar tak lengah utamanya pada Messi. ‘’Saat anda memiliki Messi... semuanya mungkin,’’ kata Rivaldo, Senin (1/7) kemarin ‘’Messi melangkah ke dalam pertandingan besar ini, saat Argentina sangat membutuhkannya dan Leo tahu caranya merespons tantangan ini,’’ dia menambahkan. Messi juga mencetak gol penentu kemenangan 1-0 pada laga persahabatan, November 2010. Namun pada duel resmi (kualifikasi Piala Dunia atau Copa America), dia belum pernah berjaya. Salah satu hasil negatif (0-3) diderita pada final Copa America 2007. (kmb33/afp)
Selasa, 2 Juli 2019 05:00 Wita Gayatri Mantra 05:52 Wita Mars Indonesia Raya 05:54 Wita Mars Bali Jagadhita 05:56 Wita Lagu Ngastitiang Bali 06:00 Wita Puja Trisandya 06:05 Wita Dharma Wacana Nincapang Kerumaketan Ring Sajeroning Sukerta Tata Pawongan(3) 06:35 Wita Seputar Bali Pagi 07:05 Wita Bali Channel 07:35 Wita Kartun Bagus And Friend 08:05 Wita Bali Channel Tourist TV 08:30 Wita Ocydia Home Shopping 09:00 Wita Seputar Bali Terkini 09:05 Wita Gatra Praja 10:00 Wita Seputar Bali Terkini 10:05 Wita Ocydia Home Shopping 10:30 Wita Bali Channel Tourist TV
15
11:00 Wita Seputar Bali Terkini 11:05 Wita Parameter 11:30 Wita Taksu Gusti Ngurah Serama Semad, Seniman Pembuat Topeng 11:30 Wita Ocydia Home Shopping 12:05 Wita Dharma Wacana Nincapang Kerumaketan Ring Sajeroning Sukerta Tata Pawongan(4) 12:30 Wita Berita Siang 13:00 Wita Klip Bali 13:30 Wita Folk Song 14:00 Wita Seputar Bali Terkini 14:05 Wita Klip Bali 14:30 Wita Ocydia Home Shopping 15:00 Wita Seputar Bali Terkini 15:05 Wita Folk Song 15:30 Wita Bali Channel Tourist TV
16:00 Wita Seputar Bali Terkini 16:05 Wita Upakara 17:00 Wita Lila Cita Sanggar Siwa Surjana (1) 18:00 Wita Puja Trisandya 18:05 Wita Seputar Bali 19:30 Wita Giliran Anda 20:00 Wita Orti Bali 20:30 Wita Folk Song 21:00 Wita Ista Dewata Pura Batur Jati Kuta 21:30 Wita Sansekerta 22:00 Wita Seputar Bali Terkini 22:05 Wita Lila Cita Calonarang Suwung Batan Kendal (4) 23:00 Wita Seputar Bali Terkini 23:05 Wita Ocydia Home Shopping 23:30 Wita Bali Channel
Kenshi Badung Sabet Enam Emas
Mangupura (Bali Post) Kenshi tuan rumah Badung sukses mendulang enam keping emas pada Kejurnas Shorinji Kempo memperebutkan Piala Kapolda Bali, di GOR Purna Krida, Krobokan, Badung, yang berakhir Minggu (30/6) lalu. Keenam medali dipersembahkan Rudyanto Sihaloho/Walter Raul (embu pasangan IV III DAN), nomor embu beregu putra, Ni Wayan Ninda Purnami/ Jaenudin (embu pasangan campuran DAN). Selain itu, kenshi Badung yang menyabet emas adalah Rikki Pardede (randori kelas 50 kg), I Gede Indrawan (randori kelas 65 kg), Made Bella Janeti (randori kelas 45 kg). Sementara kenshi Denpasar merebut empat medali emas, yang diperoleh melalui kenshi Awam Amminullah Ibrahim/Ameta Dhana (embu
pasangan putra I DAN), AAI Dharmameka Kelakan/Riska Meidita (embu pasangan putri I DAN). Kenshi Denpasar lainnya yang menyumbang emas adalah Agustinus Dappa Loka (randori kelas 60 kg), Griselda Nadya Billy (randori kelas 50 kg). Kenshi Buleleng juga meraih empat medali emas yang dipersembahkan nomor embu beregu putri, Kadek Priyantosa (randori kelas 55 kg), Komang Adi Ariawan (randori kelas 70 kg), Putu Murtiana Dewi (randori kelas 60 kg). Di sisi lain, kenshi Gianyar kebagian dua emas yang diperoleh melalui Embu beregu campuran, Luh Putu Shinta Devi (randori kelas 55 kg). Kenshi Bangli menyumbang satu emas yang dipersembahkan Yosua Lapian (randori kelas diatas 75 kg). (022)
Tim Shorinji Kempo Badung.
Assen – Marc Marquez memang tak juara di MotoGP Belanda, tetapi finis kedua cukup untuk membuka jarak dengan Andrea Dovizioso di klasemen. Dovizioso mulai khawatir. Dovizioso harus puas finis di posisi keempat pada MotoGP Belanda, Minggu (30/6). Pembalap Mission Winnow Ducati ini tertinggal 14,147 detik dari Maverick Vinales yang jadi juara. Sementara Marquez naik podium kedua, finis 4,854 detik dari Vinales. Hasil ini membuat rider Repsol Honda tersebut makin kukuh di puncak klasemen.
Marquez kini sudah mengoleksi 160 poin, unggul 44 poin dari Dovizioso di urutan kedua. Sebelumnya kedua pembalap berjarak 37 poin. Sejauh ini Marquez memang lebih konsisten naik podium. Ia sudah empat kali juara dan tiga kali jadi runner-up di delapan seri pertama. Sementara Dovizioso baru sekali juara, sekali finis kedua, dan dua kali naik podium tiga. Jarak di klasemen bisa saja lebih lebar, andai Marquez tak gagal finis di MotoGP Amerika Serikat. Dovizioso mengakui persoalan terbesar timnya adalah membuat motor lebih kon-
sisten, lebih berdaya saing di trek-trek yang secara riwayat tak bagus untuk Ducati. Hal itu sudah mampu diwujudkan Honda, sehingga Marquez bisa tetap mendapatkan hasil-hasil bagus, kendati tak juara, saat tak dalam performa terbaik. ‘’Sebenarnya tidaklah buruk untuk finis keempat kalau Anda bertarung dengan tiga rider pertama, tapi intinya adalah jarak, jarak ini nyata,’’ ujar Dovizioso menyoroti balapannya di MotoGP Belanda, Senin (1/7) kemarin. ‘’Saya menurun di pertengahan balapan karena saya mencoba menguntit mereka di awal, tapi saya benar-benar
sudah berada di batas dan tak bisa menjaga kecepatan. Saya pun terlalu banyak menguras ban,’’ imbuhnya. ‘’Pada akhirnya, ketika Maverick menekan, mungkin di putaran 20 dia mencatatkan satu menit 33,7 detik dan pada saat itu saya maksimal bisa mengukir satu menit 34,8 detik, seperti dua lap terakhir. Jadi itulah sebabnya kami tak bisa merasa senang,’’ tutupnya. Jika Ducati tidak segera berbenah, bukan saja Dovi tidak akan mampu menyaingi Marquez, tetapi kemungkinan akan dikejar oleh Yamaha yang dimotori oeh Vinales dan Fabio Quatararo. (kmb33/afp)
Naik Podium
staf atau eselon lebih bawah. Menurut Koster, mereka adalah contoh pegawai berpangkat tinggi, punya masa kerja panjang dengan latar belakang pendidikan bagus, namun lama mandek di jabatan lebih bawah atau bahkan tetap menjadi staf. Menurutnya, hal ini menunjukkan ada yang tidak beres dalam manajemen kepegawaian di lingkungan Pemprov Bali. ‘’Saya bersama Pak Wagub, Sekda, Kepala BKD dan Inspektur akan merapikan ini dengan sebuah upaya
yang lebih drastis,’’ ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali. Melalui penataan yang dilakukan, ia berharap ke depannya postur birokrasi Pemprov Bali akan lebih ideal dalam mengawal pelaksanaan visi ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’. ‘’Manajemen kepegawaian harus dikelola dengan lebih baik. Penempatan pegawai hendaknya disesuaikan dengan pendidikan dan keahlian,’’ katanya menambahkan. Masih dalam arahannya,
Gubernur Koster mengingatkan para pejabat yang baru dilantik mampu bekerja dengan baik karena rapor mereka akan dinilai. ‘’Bangun kerja sama untuk tingkatkan kualitas layanan. Produktivitasnya akan diukur dengan output,’’ ujarnya menandaskan. Apel disiplin pagi kemarin diikuti Wagub Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Sekda Dewa Made Indra, pejabat eselon II, III dan IV serta staf di lingkungan Setda Provinsi Bali. (kmb)
Bali Post/ist
Dovizioso Mulai Khawatir Marquez Menjauh di Klasemen
Lima pejabat yang namanya dipanggil ke depan, satu per satu diajak naik ke podium untuk menyampaikan kesan dan pesan. Mereka kompak menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Koster karena pada akhirnya memperoleh kesempatan promosi setelah cukup lama mandek di posisi
@balipostcom http://twitter.com/balipostcom @balipost_com http://instagram.com/balipostcom
balipost http://facebook.com/balipost
Selasa Pon, 2 Juli 2019
iklan@balipost.co.id redaksi@balipost.com
Tari Bala, Kolaborasi Bali dan Lampung
PESTA KESENIAN BALI KE-41
WANITA Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Lampung Tengah turut berpartisipasi dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLI lewat pementasan tari dan musik tradisional daerah Lampung di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya, Senin (1/7) kemarin. Salah satu yang menarik adalah tari Bala, yang merupakan kependekan dari Bali dan Lampung. ‘’Judulnya memang Bala, Bali-Lampung. Itu digarap pada saat Presiden Soeharto ke Lampung tahun 1995. Geraknya memang khusus gerak Lampung-Bali, musiknya juga musik Lampung-Bali,’’ ungkap Ketua WHDI Lampung Tengah Ni Wayan Desi Hermawati. Desi menjelaskan, tari Bala yang ditarikan oleh wanita dengan karakter tari laki itu digarap saat Dharma Santi Nyepi Nasional di Kota Metro, Lampung. Bisa juga diartikan pasukan perang, karena karak-
ter tari Bala merupakan karakter keprajuritan. Selain tari Bala, tari Gema Jurai Emas juga merupakan kolaborasi antara gerakan tari serta musik Bali dan Lampung. ‘’Tari ini adalah penyatuan 9 suku yang ada di Lampung,’’ imbuhnya. Menurut Desi, tari Gema Jurai Emas merupakan hasil garapan dari mahasiswa STSI (ISI - red) yang sedang melaksanakan pembinaan seni dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Lampung. Gema berarti suara, jurai adalah simbol marga atau suku yang ada di Lampung, dan emas merupakan logam mulia. Jadi, Gema Jurai Emas berarti suara yang dihasilkan dari pikiran yang mulia untuk menyatukan sembilan marga yang ada di Lampung. ‘’Sekarang di Lampung sudah mulai ada seniman-seniman dari Bali, banyak sekali di Lampung dan mereka rata-rata kolaborasi semua,’’ jelasnya. Desi menambahkan, Bali-sentris kini sejatinya sudah mulai berkurang di Lampung. Termasuk di Lampung Tengah dengan jumlah umat Hindu terbanyak hingga dijuluki Bali kedua. Itu sebabnya, garapan-garapan baru lebih banyak berbentuk kolaborasi Lampung-Bali. Khusus untuk tampil di PKB XLI, ada 48 seniman dan kru yang dilibatkan. Meliputi penabuh tari Lampung, penabuh kolaborasi Bali-Lampung, penari, hingga kameramen. Total ada 3 lagu dan 6 tarian yang dipentaskan termasuk tari Bala dan Gema Jurai Emas. Untuk lagu, ada lagu Ekhamku di Lampung, Puncak sai
Bayu Pramana
Indah, dan Cangget Agung. Sedangkan 4 tari lainnya adalah tari penyambutan khas Lampung ‘’Sigeh Penguten’’, tari Sakik Kedis yang mengisahkan tentang orang yang harus merasakan sakit gigi dan masyarakat Lampung percaya bahwa cengkeh merupakan obat yang paling ampuh untuk mengatasinya, tari Lijung yang terinspirasi dari ad at kawin lari di daerah Lampung, serta tari Bedana yang merupakan pengembangan dari gerak tari Zapin/joget Melayu dan tergolong tari pergaulan muda-mudi di Lampung. ‘’Saya sangat bersyukur karena telah diberikan ruang oleh Pemprov Bali untuk menampilkan kesenian daerah Lampung. Saya
sangat merasa bangga karena leluhur saya di Bali dan saya lahirnya di Lampung, saya bisa menunjukkan bahwa kami di sana sangat diterima dengan baik,’’ pungkasnya. (rin)
KULINER
KESEHATAN
KULINER
Ketut Suparta Produksi KESEHATAN Perabotan dari Koran TOP IN VASI MENDAUR ulang kertas koran telah menjadi pekerjaan baru bagi masyarakat. Koran bekas dapat dijadikan berbagai produk perabotan rumah tangga yang memiliki nilai jual tinggi. Termasuk membuat lintingan koran, menjadi pekerjaan yang menghasilkan rupiah. Dari lintingan kertas koran ini, Ketut Suparta dan istrinya, Ni Wayan Niasa (58), bisa membuat bokor, tempat tisu, tempat kewangen, keben kotak atau bulat, perabotan rumah tangga dan perabotan untuk upacara. Namun, pekerjaan melinting kertas koran ini terbilang sulit baginya. Karena kondisi tangan Ketut Suparta yang tak lagi kuat, ia pun memakai jasa tukang ngelinting
WONDERFUL BALI
BUDAYA
PENDIDIKAN
Sanggar Balerung Sari Nertya Wadirta Tampilkan Janger Klasik Peliatan PENGUNJUNG Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 disuguhkan tarian Janger klasik Desa Peliatan, Ubud, Gianyar, Minggu (30/6) malam, di Gedung Ksrirarnawa, Taman Budaya Bali Art Center Denpasar. Janger tersebut dipersembahkan Sanggar Balerung Sari Nertya Wadirta, Desa Peliatan. Janger klasik Desa Peliatan ini sudah ada sejak tahun 1940an. Namun, saat ini pementasan tarian klasik ini sulit dijumpai. Bahkan, keberadaannya jarang diketahui terutama generasi muda milenial. Atas alasan itu, Sanggar Balerung Sari Nertya Wadirta merekonstruksi seni tari klasik tersebut.
LAMPUNG Partisipan Kabupaten Lampung Tengah menampilkan seni tari dan musik tradisional daerah Lampung pada PKB XLI di Taman Budaya, Denpasar, Senin (1/7) kemarin.
koran. ‘’Tangan enggak kuat ngelinting. Jadi kami ngongkosin orang untuk ngelinting. Sebanyak 1.000 linting, ongkosnya Rp 150.000,’’ tuturnya ditemui di stan pameran Pesta Kesenian Bali (PKB), Tamab Budaya, Art Center Denpasar, belum lama ini. Jika harus ngelinting sendiri, ia membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena untuk memenuhi pesanan yang banyak, pekerjaan ngelinting tak mungkin dilakukan. Ia memberi upah Rp 150.000 untuk setiap 1.000 linting koran yang dihasilkan tukang linting. ‘’Kalau untuk buat pesanan satu, atau dua, kami bisa ngelinting sendiri,’’ tandasnya. Lintingan-lintingan koran itu kemudian dirakit menjadi perabotan rumah tangga. Lintingan itu direkatkan dengan lem. Perlu dua kali proses pengeleman agar rakitan kuat. Setelah kering, dicat dan dipernis. Tujuan dipernis
Bali Post/ist
JANGER - Janger klasik Sanggar Balerung Sari Nertya Wadirta, Desa Peliatan di Gedung Ksirarnawa, Minggu (30/6) malam.
agar air tidak menyusup ke kertas yang membuat perabotan basah dan bocor. ‘’Tukang ngecat kami punya satu orang dan tukang pernis satu orang,’’ ujarnya. Hasilnya, ia jual di warung depan Balai Banjar Pande, Kediri. Di warung itu, selain untuk memajang produknya, Suparta juga bekerja untuk memproduksi perabotan. Ada yang membeli langsung ke warungnya, ada yang memesan untuk dijual kembali. Ia sering mengikuti pameran–pameran yang diadakan pemerintah seperti PKB. ‘’Tiang sudah sempat tiga kali ikut PKB, karena dari awal mulai buat ini (bokor koran) langsung diajak ikut pameran,’’ tuturnya. Sambil memproduksi perabotan berbahan kertas koran, ia juga memberdayakan para siswa sepulang sekolah untuk belajar membuat kerajinan dari koran. Harapannya agar anak–anak tersebut memiliki skill berwirausaha. (may)
SENIMAN
Bali Post/may
Peliatan, pihaknya bersama tim menelusuri sumber-sumber. Tiga bulan sebelum tampil, pencarian keaslian gending Janger terus diupayakan. Setelah dirasa rampung, waktu latihan yang bersamaan dengan proses rekonstruksi membuat para penari turut mempelajari kesenian Janger klasik yang keberadaannya perlu dilestarikan. Janger malampahan khas Peliatan ini mengalir dengan kisah bertajuk ‘’Arjuna Tapa’’ yang mengisyaratkan sebuah pesan bahwa kesabaran adalah kunci dalam meraih keberhasilan. Gending-gendingnya jauh dari kata modern, pola geraknya masih kental dengan tradisi gaya Peliatan. ‘’Mereka semua adalah anak-anak muda. Untuk menanamkan pakem, keseragaman dan penjiwaan Janger klasik itu perlu proses,’’ tandas Gung Oka. (win)
Alindra Villa Jimbaran
TOP untuk Tempat ’’Wedding’’ Baik IN VASI dan ’’Honeymoon’’ WONDERFUL BALI MENGINAP di Jimbaran juga enak. Mau bukti? Cobalah menginap di Alindra Villa Jimbaran, sebuah akomodasi unik yang terletak di dataran tinggi Bali Selatan, tepatnya di Jalan Aneka Warga Puri Mumbul Permai, Jimbaran. Sekitar 200 meter dari By-pass Ngurah Rai. Lokasinya sangat dekat dengan Bandara I Gusti Ngurah Rai. Dekat pula dengan kawasan wisata Kuta, Nusa Dua, daya tarik wisata (DTW) Pantai Pandawa dan DTW Uluwatu. Alindra Villa Jimbaran menjadi ungulan karena menggunakan arsitektur tradisional dalam setiap bangunannya. Bukan hanya dalam bentuk arsitektur Bali, tetapi juga arsitektur yang ada dari berbagai daerah di nusantara. Salah satunya, mengombinasikan rumah Joglo, dengan Balinese dan Minangkabau dengan bangunan kombinasi kayu dangan batu. Dengan demikian, kekayaan budaya nusantara yang ada, tak hanya bisa dilihat, tetapi juga bisa diinformasikan sebagai daya tarik. ‘’Kami bisa menceritakan kepada tamu setiap bangunan yang ada sesuai karakteristik masingmasing,’’ kata General Manager (GM) Didi Triwahyudi. Walau demikian, Alindra Villa Jimbaran juga memiliki bangunan bernuansa modern sebagai upaya memberikan pelayanan maksimal kepada wisatawan. Sebab, selain memiliki pasar yang menyukai suasana etnik, vila ini juga
BUDAYA PENDIDIKAN Bali Post/ist
memiliki pelanggan yang menyukai suasana kekinian. Artinya, wisatawan itu sudah mempunyai market masingmasing. ‘’Kalau wisatawan Eropa dan Cina, mereka suka yang etnik. Berbeda dengan Australia, India dan domestik menyukai yang modern,’’ paparnya. Wisatawan yang ingin tinggal di sana bisa memilih jenis kamar yang diinginkan sesuai selera mesing-masing. Vila ini memiliki 21 unit kamar yang terdiri dari 6 kamar etnik, 5 kamar suites, 3 kamar two bed room villa dan 7 kamar one bed room villa. Sementara fasilitas pendukungnya, seperti 2 public pool, restoran dan spa dengan therapis berpengalaman. Fasilitas spa ini cukup banyak dicari, karena menawarkan honeymoon paket yang lebih menarik. Vila dengan luas 90 are
SENIMAN
KORAN - Ni Wayan Niasa menunjukkan produk kerajinannya berupa tempat tisu dari koran bekas.
Melibatkan sebanyak 24 orang penari muda (12 perempuan dan 12 pria), penampilan Janger ini mendapat apresiasi penuh dari penonton. Saking antusiasnya, tampak sebagian penonton tidak mendapatkan tempat duduk untuk mendengarkan lantunan gending dan tabuh khas Janger Peliatan yang sangat serasi dan apik. Untuk menghasilkan garapan yang serasi tersebut, Janger Peliatan harus melalui proses rekonstruksi sebelum ditampilkan dalam Parade Janger di PKB ke-41. Bahkan, sebelum merekonstruksinya dilakukan riset terlebih dahulu. ‘’Mulanya kami riset terlebih dahulu untuk merekonstruksi Janger klasik yang pernah ada di Peliatan ini,’’ ujar A.A. Gde Oka Dalem selaku koordinator sanggar. Diakuinya, untuk mengembalikan keaslian gending Janger
ini memiliki areal parkir yang sangat luas. Sebagai bentuk servis, pihak vila memberikan free dari Airport I Gusti Ngurah Rai, dan menyediakan shuttle bagi wisatawan yang ingin jalan-jalan ke areal Nusa Dua, Jimbaran dan Kuta secara gratis. ‘’Sekarang ini market Eropa sekitar 60 persen dengan length of stay panjang. Mereka berasal dari Rusia. Sementara Asia 30 persen di luar India, Cina dan Korea. Sisanya Australia dan mix,’’ terang lelaki yang sudah puluhan tahun malang-melintang dalam dunia pariwisata ini. Selain menawarkan suasana tenang dan damai karena memang jauh dari suasana riuh kota, Alindra Villa Jimbaran juga menawarkan view yang sangat indah dan sejuk. Kebun-kebun ditumbuhi tanaman lokal yang
hijau. Bahkan, pohon-pohon besar yang ada zaman dulu masih asri, seperti tanaman kapuk, mangga dan lainnya. Aneka tanaman lokal yang didukung dengan dekorasi tradisional inovatif, sering dimanfaatkan oleh para pengantin baru untuk melaksanakan wedding dan acara honeymoon. Maka wajar, Alindra Villa Jimbaran sering dipilih untuk dapat melakukan acara tersebut. Jika ingin bersantai, wisatawan bisa merasakan seperti penduduk asli dengan bersosialisasi bersama warga lokal di sana. Sebab, areal sekitarnya merupakan perkampungaun warga lokal. ‘’Kami Alindra Villa Jimbaran memiliki hubungan dengan masyarakat, terlibat dalam kegiatan gotong royong juga kegiatan sosial seperti donor darah dan acara ke panti asuhan,’’ tutupnya senang. (bud)